<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
     xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
     xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
     xmlns:admin="http://webns.net/mvcb/"
     xmlns:rdf="http://www.w3.org/1999/02/22-rdf-syntax-ns#"
     xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
     xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/">
<channel>
<title>Suara Jatim Post &amp; Ryan Ramadhan</title>
<link>https://suarajatimpost.com/rss/author/ryan-ramadhan</link>
<description>Suara Jatim Post &amp; Ryan Ramadhan</description>
<dc:language>en</dc:language>
<dc:rights>Copyright 2023 Suara Jatim Post. All Rights Reserved.</dc:rights>

<item>
<title>Di Tengah Ketatnya Persaingan Kampus, STIESIA Surabaya Tempuh Ikhtiar Langit untuk PMB 2026/2027</title>
<link>https://suarajatimpost.com/di-tengah-ketatnya-persaingan-kampus-stiesia-surabaya-tempuh-ikhtiar-langit-untuk-pmb-20262027</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/di-tengah-ketatnya-persaingan-kampus-stiesia-surabaya-tempuh-ikhtiar-langit-untuk-pmb-20262027</guid>
<description><![CDATA[ STIESIA menargetkan penerimaan sekitar 800 mahasiswa baru setiap tahun dari seluruh program studi yang dimiliki. Melalui kombinasi ikhtiar nyata dan doa bersama, pihak kampus berharap capaian PMB tahun 2026/2027 dapat melampaui target yang telah ditetapkan. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202606/image_870x580_6a3b96900e3ea.webp" length="43842" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 24 Jun 2026 18:05:18 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ryan Ramadhan</dc:creator>
<media:keywords>Perkumpulan Penyelenggara Pendidikan Nasional, Perpendiknas, Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Indonesia, STIESIA, STIESIA Surabaya, PMB, PMB 2026/2027, Surabaya, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SURABAYA, SJP – </strong>Persaingan perguruan tinggi dalam menarik minat calon mahasiswa baru semakin ketat dari tahun ke tahun. Berbagai strategi promosi, penguatan program studi, hingga kerja sama dengan dunia industri terus dilakukan untuk memenangkan kepercayaan masyarakat. </p>
<p></p>
<p>Namun, Yayasan Perkumpulan Penyelenggara Pendidikan Nasional (Perpendiknas) memiliki cara lain untuk mendukung keberhasilan penerimaan mahasiswa baru (PMB) Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Indonesia (STIESIA) Surabaya tahun akademik 2026/2027, yakni melalui ikhtiar spiritual berupa pengajian dan istighosah bersama.</p>
<p></p>
<p>Bertajuk “Ikhtiar Langit dan Bumi untuk Penerimaan Mahasiswa Baru Tahun 2026/2027 yang Barokah”, kegiatan yang berlangsung di Masjid Al-Hikmah STIESIA, Rabu (24/6/2026), diikuti seluruh sivitas akademika STIESIA bersama jajaran Perpendiknas selaku badan penyelenggara pendidikan yang menaungi STIESIA Surabaya.</p>
<p></p>
<p>Rektor STIESIA Surabaya, Prof. Dr. Nur Fajrih Asyik, mengatakan bahwa kegiatan tersebut merupakan bentuk ikhtiar bersama setelah berbagai upaya maksimal dilakukan kampus dalam menyambut PMB tahun akademik baru.</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202606/image_870x_6a3b9687254b8.webp" alt=""></p>
<p>"Kami sudah melakukan ikhtiar. Yang berikutnya adalah kekuatan doa. Kami sangat meyakini bahwa Allah akan meridoi dan mengabulkan segala doa hamba-Nya apabila kita berikhtiar," ujar Prof. Fajrih, Rabu (24/6/2026).</p>
<p></p>
<p>Menurut Fajrih, keberhasilan penerimaan mahasiswa baru tidak hanya ditentukan oleh strategi promosi dan pemasaran kampus, tetapi juga oleh kualitas layanan yang diberikan kepada mahasiswa. Kepercayaan masyarakat, katanya, menjadi faktor penting yang akan menentukan perkembangan institusi pendidikan di masa mendatang.</p>
<p></p>
<p>"Harapan kami bisa memberikan layanan yang terbaik untuk para mahasiswa, karena dengan layanan yang terbaik Insyaallah STIESIA akan dipercaya oleh masyarakat," katanya.</p>
<p></p>
<p>Ia menjelaskan, STIESIA menargetkan penerimaan sekitar 800 mahasiswa baru setiap tahun dari seluruh program studi yang dimiliki. Melalui kombinasi ikhtiar nyata dan doa bersama, pihaknya berharap capaian PMB tahun ini dapat melampaui target yang telah ditetapkan.</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202606/image_870x_6a3b967519ef8.webp" alt=""></p>
<p>Di tengah kompetisi yang semakin ketat antarperguruan tinggi, STIESIA juga terus memperkuat berbagai keunggulan akademik yang dimiliki. Salah satunya adalah penguatan kompetensi di bidang perpajakan yang menjadi warisan sejarah kampus sejak masih bernama Akademi Pajak dan Keuangan (AP&amp;K) Surabaya.</p>
<p></p>
<p>Selain itu, STIESIA juga mengembangkan kompetensi di bidang kepabeanan dan cukai melalui kerja sama dengan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai. Program tersebut menjadi salah satu pembeda yang belum banyak dimiliki perguruan tinggi lain, khususnya pada rumpun ilmu ekonomi dan bisnis.</p>
<p></p>
<p>Tidak hanya berfokus pada kompetensi akademik, STIESIA juga mengusung visi menghasilkan lulusan yang kreatif, inovatif, berdaya saing nasional maupun internasional, sekaligus memiliki karakter bermartabat atau dignity. Konsep tersebut diwujudkan melalui penekanan pada aspek moralitas serta kemampuan lulusan untuk memberikan dampak nyata bagi masyarakat.</p>
<p></p>
<p>Dalam kesempatan yang sama, Prof. Nur Fajrih juga mengajak seluruh keluarga besar Perpendiknas untuk mendoakan keberlangsungan seluruh unit yang berada di bawah naungannya. Selain STIESIA, Perpendiknas juga mengelola Graha Widya Bhakti Surabaya, Klinik Pratama STIESIA, Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) STIESIA, serta Cafetaria STIESIA.</p>
<p></p>
<p>"Semoga seluruh unit baik pendidikan, bisnis maupun kesehatan yang dikelola Perpendiknas Allah berkahi, Allah ridhoi, dan semuanya berjalan dengan sukses,” tuturnya," tandasnya.</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202606/image_870x_6a3b967f2959f.webp" alt=""></p>
<p>Sementara itu, penceramah dalam kegiatan tersebut, Dr. KH Khozin Mustafid, menyampaikan bahwa doa yang dipanjatkan bersama diharapkan menjadi jalan keberkahan bagi seluruh keluarga besar STIESIA.</p>
<p></p>
<p>Menurutnya, keberhasilan sebuah perguruan tinggi tidak hanya diukur dari jumlah mahasiswa yang diterima, tetapi juga dari keberkahan ilmu, kualitas sumber daya manusia, serta kontribusinya dalam mencetak generasi penerus bangsa.</p>
<p></p>
<p>"Insyaallah kita langitkan doa-doa untuk kesuksesan STIESIA. Semoga barakah ilmunya, barakah mahasiswanya, barakah para dosennya, dan menjadi generasi bangsa serta pemimpin bangsa yang luar biasa," pesannya.</p>
<p></p>
<p>Melalui pengajian dan istighosah tersebut, STIESIA dan Perpendiknas menegaskan bahwa keberhasilan institusi pendidikan tidak hanya dibangun melalui strategi dan kerja keras, tetapi juga melalui kekuatan doa yang dipanjatkan bersama<strong>. (*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Lotus Art Courses Kembali Antarkan Siswanya Unjuk Karya di ARTJOG KIDS 2026</title>
<link>https://suarajatimpost.com/lotus-art-courses-kembali-antarkan-siswanya-unjuk-karya-di-artjog-kids-2026</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/lotus-art-courses-kembali-antarkan-siswanya-unjuk-karya-di-artjog-kids-2026</guid>
<description><![CDATA[ Empat tahun berturut-turut, Lotus Art Courses berhasil mengantarkan siswanya ke ARTJOG KIDS. Tahun ini, 12 seniman cilik kembali unjuk karya di panggung seni rupa nasional bergengsi. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202606/image_870x580_6a3605081ce99.webp" length="57556" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sat, 20 Jun 2026 10:27:05 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ryan Ramadhan</dc:creator>
<media:keywords>Lotus Art Courses, LAC, ARTJOG, ARTJOG KIDS, Ars Longa Generatio, Jogja National Museum, JNM, Yogyakarta, Surabaya, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>YOGYAKARTA, SJP – </strong>Konsistensi Lotus Art Courses (LAC) dalam membina talenta muda kembali membuahkan hasil. Untuk tahun keempat secara berturut-turut, lembaga pendidikan seni tersebut berhasil mengirimkan perwakilannya ke ajang seni rupa nasional ARTJOG KIDS. </p>
<p></p>
<p>Tahun ini, sebanyak 12 siswa terpilih menampilkan karya mereka dalam National Kids Art Exhibition ARTJOG KIDS bertajuk "Ars Longa Generatio", yang menjadi bagian dari penyelenggaraan ARTJOG 2026 di Jogja National Museum (JNM), Yogyakarta.</p>
<p></p>
<p>Keikutsertaan itu menjadi pencapaian istimewa bagi Lotus Art Courses. Sejak pertama kali berpartisipasi pada 2023, lembaga pendidikan seni ini secara konsisten mengantarkan siswanya tampil di ARTJOG KIDS setiap tahun. Konsistensi tersebut menjadi bukti komitmen Lotus Art Courses dalam membina kreativitas, kemampuan artistik, dan kualitas berkarya para seniman muda Indonesia.</p>
<p></p>
<p>Sebanyak 12 siswa Lotus Art Courses yang terpilih mengikuti ARTJOG KIDS 2026 adalah:</p>
<ul>
<li>Gempita R. Ramadhani</li>
<li>Aisyah Azkadina</li>
<li>Nanggala B. Satya</li>
<li>Harvey N. Dinata</li>
<li>Alleria Rei T.</li>
<li>Ryu Marcello S.</li>
<li>Barra A. Wibisono</li>
<li>Ali Akhtar A.</li>
<li>Naura Syifa A. Abidin</li>
<li>Alissa Nicole S.</li>
<li>Joseph Pierre B.</li>
<li>Jayvyn Basuki S.</li>
</ul>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202606/image_870x_6a360510d688a.webp" alt=""></p>
<p>Founder Lotus Art Courses, Putu Mahendra, menyampaikan rasa syukur dan apresiasinya atas pencapaian para siswa didikannya yang kembali secara konsisten menjadi bagian dari ajang seni anak tingkat nasional, ARTJOG KIDS.</p>
<p></p>
<p>"Kami sangat bersyukur dapat kembali menjadi bagian dari ARTJOG KIDS untuk tahun keempat secara berturut-turut. Kesempatan ini merupakan hasil dari proses belajar, eksplorasi, dan dedikasi para siswa dalam berkarya," jelas Putu, Sabtu (20/6/2026).</p>
<p></p>
<p>"Kami berharap pengalaman berpameran di ARTJOG dapat memperluas wawasan mereka, menumbuhkan rasa percaya diri, serta menjadi motivasi untuk terus berkarya dan memberikan kontribusi positif bagi perkembangan seni rupa Indonesia," imbuhnya.</p>
<p></p>
<p>Keikutsertaan para siswa dalam ARTJOG KIDS tidak hanya menjadi kebanggaan bagi Lotus Art Courses, tetapi juga menunjukkan bahwa talenta muda Indonesia mampu hadir dan berkembang di salah satu ajang seni rupa kontemporer paling bergengsi di Tanah Air.</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202606/image_870x_6a360503785ed.webp" alt=""></p>
<p>Sebagai informasi, Pameran National Kids Art Exhibition – ARTJOG KIDS "Ars Longa Generatio" sendiri berlangsung pada 19 Juni hingga 30 Agustus 2026 di Jogja National Museum (JNM), Yogyakarta, sebagai bagian dari rangkaian ARTJOG 2026.</p>
<p></p>
<p>Pembukaan pameran digelar pada Jumat, 19 Juni 2026, diawali dengan sesi VIP Preview pukul 13.00–15.00 WIB khusus undangan, yang menghadirkan pertunjukan Living Thread oleh Hiromi Tango dari Jepang. </p>
<p></p>
<p>Selanjutnya, Opening Ceremony berlangsung pukul 16.00 WIB dengan penampilan Sins of the Body oleh Mila Rosinta, disusul Cultural Speech oleh GKR Bendara selaku Penghageng KHP Nitya Budaya Kraton Yogyakarta.</p>
<p></p>
<p>Rangkaian pembukaan ditutup melalui Opening Performance pukul 20.00 WIB bertajuk Guilty, yang dibawakan Monica Lim (Australia), Patrick Hartono (Vietnam/Indonesia), Morgan May (Australia), bersama Serenata Choir ISI Yogyakarta.</p>
<p></p>
<p>Lotus Art Courses merupakan lembaga pendidikan seni yang berfokus pada pengembangan kreativitas, keterampilan artistik, dan karakter anak melalui pendidikan seni rupa. Dengan berbagai prestasi di tingkat nasional maupun internasional, Lotus Art Courses terus berkomitmen mencetak generasi muda yang kreatif, inovatif, dan berdaya saing di dunia seni. <strong>(***) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Di Balik Film yang Menghabiskan Tisu, Ada Peran Montiss dalam Karya Jangan Buang Ibu</title>
<link>https://suarajatimpost.com/di-balik-film-yang-menghabiskan-tisu-ada-peran-montiss-dalam-karya-jangan-buang-ibu</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/di-balik-film-yang-menghabiskan-tisu-ada-peran-montiss-dalam-karya-jangan-buang-ibu</guid>
<description><![CDATA[ Sebagai pengalaman pertama PT Sun Paper Source masuk ke industri perfilman nasional, kolaborasi dengan karya sinema menjadi strategi yang mulai dilirik perusahaan FMCG untuk memperluas jangkauan merek sekaligus membangun kedekatan emosional dengan konsumen. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202606/image_870x580_6a33c6d9e7b58.webp" length="64228" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 18 Jun 2026 19:40:00 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ryan Ramadhan</dc:creator>
<media:keywords>Jangan Buang Ibu, Gala Premiere, Tisu, Film Indonesia, Montiss Tissue, PT Sun Paper Source, Industri Perfilman, Leo Pictures, Nirina Zubir, FMCG, Surabaya, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SURABAYA, SJP – </strong>Film drama keluarga Jangan Buang Ibu mulai mencuri perhatian publik menjelang penayangannya pada 25 Juni 2026. Namun, di balik produksi film yang mengangkat kisah pengorbanan seorang ibu tersebut, terdapat langkah bisnis yang menarik perhatian, yakni keterlibatan produsen tisu PT Sun Paper Source melalui merek Montiss Tissue sebagai pendukung utama.</p>
<p>Langkah tersebut menjadi pengalaman pertama perusahaan masuk ke industri perfilman nasional. Di tengah persaingan industri barang konsumsi (fast moving consumer goods/FMCG), kolaborasi dengan karya sinema menjadi strategi yang mulai dilirik perusahaan untuk memperluas jangkauan merek sekaligus membangun kedekatan emosional dengan konsumen.</p>
<p>Film produksi Leo Pictures tersebut mengisahkan perjuangan Ristiana, seorang ibu tunggal yang membesarkan tiga anaknya setelah ditinggal sang suami dengan beban utang. Kehangatan keluarga yang semula utuh perlahan diuji oleh berbagai persoalan hidup hingga hubungan antara ibu dan anak-anaknya merenggang. Kisah tersebut menjadi benang merah yang kemudian dinilai sejalan dengan pesan yang ingin dibawa Montiss kepada masyarakat.</p>
<p>Chief Operating Officer PT Sun Paper Source, William Yaury, mengatakan keputusan perusahaan mendukung film tersebut tidak semata-mata didasarkan pada kepentingan komersial, tetapi juga karena melihat nilai sosial yang diangkat relevan dengan kondisi masyarakat saat ini.</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202606/image_870x_6a33d0e583b6d.webp" alt=""></p>
<p>"Ini merupakan pengalaman pertama kami mensponsori perfilman nasional. Kami melihat topiknya penting karena perjuangan seorang ibu patut dihargai," kata William saat konferensi pers dalam rangkaian Gala Premier di Surabaya, Kamis (18/6/2026).</p>
<p>Meski demikian, William tidak menampik bahwa kerja sama tersebut juga memiliki tujuan bisnis. Menurutnya, keterlibatan dalam film menjadi salah satu cara perusahaan memperluas eksposur merek Montiss kepada masyarakat yang lebih luas melalui medium hiburan.</p>
<p>"Kami berharap brand awareness produk kami, Montiss Tissue, juga semakin dikenal banyak orang melalui film ini," ujarnya.</p>
<p>Kolaborasi antara perusahaan dengan industri kreatif bukan lagi sebatas penempatan logo sebagai sponsor. Perusahaan kini cenderung memilih karya yang memiliki kesamaan nilai (<em>shared value</em>) dengan identitas merek sehingga komunikasi kepada konsumen terasa lebih natural dibandingkan promosi konvensional.</p>
<p>William menilai pesan dalam Jangan Buang Ibu tentang pentingnya menghargai orang tua menjadi refleksi yang relevan di tengah kehidupan modern, ketika kesibukan kerap membuat hubungan keluarga terabaikan. Karena itu, perusahaan memandang keterlibatan dalam film tersebut sebagai bagian dari upaya menyelaraskan pertumbuhan bisnis dengan kontribusi sosial.</p>
<p>"Kami ingin terus menggemakan pesan agar setiap anak kembali pulang, mendengarkan, dan memberikan perhatian kepada orang tua mereka. Ini adalah investasi emosional untuk membangun generasi yang lebih memiliki empati," katanya.</p>
<p>Sementara itu, produser sekaligus pemilik Leo Pictures, Agung Saputra, yang turut hadir bersama bersama para bintang film seperti Nirina Zubir, Jarred Ali, Saputra Kori, Fadly Faizal, dan Diana M Putri, mengatakan tema keluarga dipilih karena memiliki kedekatan dengan kehidupan masyarakat Indonesia sehingga lebih mudah diterima penonton lintas generasi.</p>
<p>"Kami selalu membuat film yang relate dengan masyarakat Indonesia supaya penonton merasa dekat dan ingin mengajak keluarganya menyaksikan film kami," ujar Agung.</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202606/image_870x_6a33c6d4504a0.webp" alt=""></p>
<p>Pemeran utama Nirina Zubir juga menilai film tersebut membawa pesan bahwa hubungan keluarga membutuhkan perjuangan, sama seperti aspek kehidupan lainnya.</p>
<p>"Selagi kita masih diberi napas, banyak hal yang masih bisa kita perjuangkan. Salah satunya adalah hubungan keluarga," ucap pemeran karakter Ristiana itu.</p>
<p>Keterlibatan Montiss dalam Jangan Buang Ibu menunjukkan bagaimana perusahaan mulai memanfaatkan industri hiburan sebagai bagian dari strategi komunikasi merek. Alih-alih hanya mengejar eksposur melalui iklan konvensional, perusahaan memilih hadir dalam narasi yang dinilai memiliki kedekatan emosional dengan target konsumennya.</p>
<p>Bagi PT Sun Paper Source, kolaborasi ini sekaligus menjadi pintu masuk ke ekosistem industri kreatif nasional. Jika strategi tersebut mampu meningkatkan pengenalan merek sekaligus memperkuat citra perusahaan di mata konsumen, bukan tidak mungkin pola kolaborasi serupa akan semakin banyak ditemui di sektor FMCG dalam beberapa tahun ke depan. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Bazar Tani Vol. 4 Jadi Jembatan Petani Perkotaan dan Warga Surabaya Wujudkan Ketahanan Pangan</title>
<link>https://suarajatimpost.com/bazar-tani-vol-4-jadi-jembatan-petani-perkotaan-dan-warga-surabaya-wujudkan-ketahanan-pangan</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/bazar-tani-vol-4-jadi-jembatan-petani-perkotaan-dan-warga-surabaya-wujudkan-ketahanan-pangan</guid>
<description><![CDATA[ Bazar itu menjadi wadah bagi kelompok tani untuk memasarkan hasil panen sekaligus mengedukasi masyarakat tentang pentingnya mengonsumsi pangan lokal yang sehat. Berbagai produk dijajakan, mulai dari sayuran segar, telur, hingga aneka olahan pangan dan minuman herbal. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202606/image_870x580_6a268820a1046.webp" length="68966" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 08 Jun 2026 17:46:09 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ryan Ramadhan</dc:creator>
<media:keywords>Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Surabaya, DKPP, DKPP Surabaya, Bazar Tani, Kelompok Tani, Urban Farming, CFD, Taman Bungkul, Surabaya, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SURABAYA, SJP – </strong>Menjadi petani tidak selalu harus memiliki sawah yang luas. Di Surabaya, banyak warga yang memanfaatkan lahan terbatas, halaman rumah, hingga gang-gang sempit di lingkungan permukiman untuk menanam sayuran dan memenuhi kebutuhan pangan keluarga. </p>
<p></p>
<p>Mereka adalah para pelaku pertanian perkotaan atau Urban Farming yang kembali berkumpul dalam Bazar Tani Vol. 4: DASANI (Dari Sayur Tani untuk Negeri) yang digelar oleh Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Surabaya di kawasan Car Free Day (CFD) Taman Bungkul.</p>
<p></p>
<p>Kegiatan itu menjadi ajang mempertemukan petani perkotaan dengan masyarakat secara langsung. Selain menjual hasil panen segar dan produk olahan, bazar tersebut juga menjadi sarana edukasi mengenai urban farming sekaligus upaya memperkuat ketahanan pangan di tengah kota.</p>
<p></p>
<p>Bazar Tani Vol. 4 merupakan kelanjutan dari kegiatan serupa yang sebelumnya digelar DKPP Kota Surabaya bersama berbagai pihak untuk memperkenalkan kampung sayur dan hasil urban farming kepada masyarakat. Pada edisi kali ini, sebanyak tujuh kelompok tani dilibatkan dengan dukungan dari PT Petrokimia Gresik untuk memamerkan sekaligus menjual produk mereka kepada pengunjung CFD.</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202606/image_870x_6a26881b11887.webp" alt=""></p>
<p>Nanik Sukristina, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Surabaya mengatakan, kegiatan tersebut diselenggarakan untuk mengenalkan kepada masyarakat bahwa pertanian tidak hanya tumbuh di pedesaan, tetapi juga berkembang di kawasan perkotaan melalui kampung-kampung sayur yang tersebar di Surabaya.</p>
<p></p>
<p>“Jadi Bazar Tani Vol. 4 ini kita selenggarakan untuk mengenalkan kepada masyarakat bahwa Kota Surabaya memiliki kampung sayur, jadi bukan hanya di pedesaan dan daerah, tetapi juga ada kampung sayur di Kota Surabaya,” ujar Nanik, saat dikonfirmasi pada Senin(8/6/2026).</p>
<p></p>
<p>Menurutnya, bazar itu menjadi wadah bagi kelompok tani untuk memasarkan hasil panen sekaligus mengedukasi masyarakat tentang pentingnya mengonsumsi pangan lokal yang sehat. Berbagai produk dijajakan, mulai dari sayuran segar, telur, hingga aneka olahan pangan dan minuman herbal.</p>
<p></p>
<p>"Dengan urban farming di Kota Surabaya kita bisa meningkatkan kesehatan masyarakat dan meningkatkan ketahanan pangan Kota Surabaya di tingkat keluarga," katanya.</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202606/image_870x_6a26882896b10.webp" alt=""></p>
<p>Nanik mengaku sempat berkeliling mengunjungi stan para kelompok tani dan membeli sejumlah produk yang dijual, salah satunya pecel buatan para petani untuk dijadikan sarapan. Menurutnya, produk yang ditawarkan tidak hanya segar tetapi juga mendukung pola hidup sehat karena minim bahan tambahan.</p>
<p></p>
<p>"Saya tadi beli telur, sayuran, kemudian ada olahan makanan sehat, sampai jus yang semuanya original tanpa tambahan pengawet. Jadi itu yang kita butuhkan untuk kesehatan kita," tuturnya.</p>
<p></p>
<p>Ke depan, DKPP Kota Surabaya berharap kegiatan serupa dapat digelar dalam skala yang lebih besar dengan melibatkan lebih banyak kelompok tani dan kampung sayur dari berbagai wilayah di Surabaya.</p>
<p></p>
<p>"Harapan di volume berikutnya kita bisa lebih besar lagi, melibatkan seluruh kelompok tani, kalau perlu masing-masing kampung sayur di Kota Surabaya," ujarnya.</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202606/image_870x_6a26880e5a236.webp" alt=""></p>
<p>Kesuksesan penyelenggaraan Bazar Tani Vol. 4 juga tidak lepas dari peran mahasiswa magang yang ditempatkan di Divisi Marketing and Promotion Eduwisata Urban Farming Surabaya DKPP Kota Surabaya. Kelompok mahasiswa tersebut dibimbing oleh mentor Adi Candra dan Slaviyanti.</p>
<p></p>
<p>Tim mahasiswa terdiri atas Fajar Nur Rusli Agan Prasetyo dan Achmad Seswanto dari Universitas Wijaya Putra Program Studi Agribisnis, serta Salsalina Aprilia Br Ginting, Rakindra Putri Ardhini, Eunike Florentina Br Tarigan, Yona Leoni Br Simatupang, Jasmine Tifani Claudia Arisayu, Diana Intan Sari, Angelini Krisyandi Butar Butar, dan Erlinda Ophelia Dayanti dari UPN Veteran Jawa Timur Program Studi Agribisnis.</p>
<p></p>
<p>Ketua Panitia Bazar Tani Vol. 4, Fajar Nur Rusli Agan Prasetyo, menjelaskan bahwa kegiatan itu tidak hanya berorientasi pada penjualan produk pertanian, tetapi juga menjadi sarana pemberdayaan kelompok tani agar lebih memahami pasar dan kebutuhan konsumen.</p>
<p></p>
<p>“Kita mengadakan pasar tani ini sebagai salah satu bentuk dukungan ataupun upaya untuk meningkatkan penjualan hasil pertanian yang ada di Kota Surabaya,” ujarnya.</p>
<p></p>
<p>Selain menghadirkan bazar, panitia juga menyiapkan edukasi dan permainan interaktif yang bertujuan mengenalkan urban farming kepada masyarakat. Menurut Fajar, pendekatan tersebut penting agar masyarakat semakin memahami bahwa pertanian dapat dilakukan di lingkungan perkotaan dengan lahan yang terbatas.</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202606/image_870x_6a2688143da94.webp" alt=""></p>
<p>"Nah, kami tidak hanya fokus pada penjualan. Pada event kali ini kami juga mengadakan edukasi dan games-games kecil sebagai sarana pengenalan soal urban farming dan ketahanan pangan,"katanya.</p>
<p></p>
<p>Fajar menjelaskan, sebagian besar kelompok tani yang terlibat merupakan warga biasa yang memanfaatkan waktu luang untuk bertani. Mereka didominasi ibu rumah tangga dan warga lanjut usia yang tidak memiliki latar belakang pendidikan pertanian.</p>
<p></p>
<p>"Rata-rata mulai dari ibu-ibu dan bapak-bapak yang sudah usia lanjut. Mereka tidak memiliki pendidikan di bidang pertanian, mereka hanya mengisi waktu luang mereka," ujarnya.</p>
<p></p>
<p>Melalui program pendampingan, mahasiswa tidak hanya membantu kelompok tani dalam bertani saja, melainkan juga proses branding, pembuatan brosur, video profil, hingga mempertemukan mereka dengan konsumen secara langsung agar memahami dinamika pasar.</p>
<p></p>
<p>"Kita menargetkan mereka langsung ke market secara langsung, jadi mereka bisa bertemu dengan konsumen dan tahu peluang pasar itu di mana serta persaingan pasar seperti apa," tuturnya.</p>
<p></p>
<p>Berbagai komoditas urban farming dijual dalam bazar tersebut, mulai dari pakcoy, sawi pagoda, siomak atau selada wangi, hingga produk turunan seperti minuman sinom. Produk-produk tersebut sebagian besar berasal dari budidaya hidroponik yang dikenal memiliki kualitas baik.</p>
<p></p>
<p>"Produk dari hidroponik itu terkenal dengan kualitasnya lebih bagus, tetapi harga yang kami tawarkan tetap bersaing dengan pasaran," kata Fajar.</p>
<p></p>
<p>Meski sepanjang bazar peoduk tersebut dijual dengan harga pasaran, namun di akhir kegiatan, berbagai komoditas dijual dengan metode flash sale atau jual cepat dengan harga yang jauh lebih murah.</p>
<p></p>
<p>Disisi lain, dukungan terhadap penyelenggaraan Bazar Tani Vol. 4 juga datang dari PT Petrokimia Gresik. Perusahaan tersebut hadir tidak memberikan edukasi dan konsultasi kepada masyarakat terkait budidaya pertanian dan pemupukan.</p>
<p></p>
<p>Perwakilan PT Petrokimia Gresik, Muhammad Fajar Ismail, mengatakan kegiatan seperti Bazar Tani memiliki peran penting dalam mengubah cara pandang masyarakat kota terhadap dunia pertanian.</p>
<p></p>
<p>"Kegiatan ini sangat penting untuk memperkenalkan pertanian di kota, khususnya Kota Surabaya, dan bagaimana pentingnya bertani untuk menjaga ketahanan pangan," ujarnya.</p>
<p></p>
<p>Dalam kegiatan tersebut, Petrokimia Gresik membawa sekitar 24 produk yang terdiri atas pupuk organik, pupuk kimia, dan pupuk hayati yang disesuaikan dengan kebutuhan urban farming.</p>
<p></p>
<p>"Kami membawa kurang lebih 24 produk yang terdiri dari pupuk organik, pupuk kimia, dan pupuk hayati yang memang sesuai dengan pasar urban farming," katanya.</p>
<p></p>
<p>Menurut M. Fajar, Surabaya memiliki potensi besar dalam pengembangan pertanian perkotaan karena masih banyak lahan yang dapat dimanfaatkan menjadi area produktif.</p>
<p></p>
<p>"Kota Surabaya sangat punya potensi untuk urban farming, yang mana bisa memanfaatkan lahan-lahan yang sebelumnya tidak produktif menjadi produktif," tuturnya.</p>
<p></p>
<p>Ia berharap kolaborasi antara Petrokimia Gresik dan DKPP Kota Surabaya dapat terus berlanjut untuk memperluas edukasi pertanian kepada masyarakat kota.</p>
<p></p>
<p>"Harapannya ketahanan pangan ini memang tidak hanya berada pada desa, tetapi masyarakat yang ada di kota juga mengambil peran dalam ketahanan pangan," pungkasnya.</p>
<p></p>
<p>Melalui Bazar Tani Vol. 4, para petani perkotaan tidak hanya mendapatkan ruang untuk memasarkan hasil panennya, tetapi juga kesempatan untuk bertemu langsung dengan masyarakat. Di sisi lain, warga dapat melihat secara nyata bahwa ketahanan pangan dapat dimulai dari lingkungan sekitar, bahkan dari lahan sempit di tengah padatnya kawasan perkotaan Surabaya. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Dari Pensi hingga Pendidikan Inklusi, Cerita Manis Pelepasan Murid di KB&amp;TK Kusuma RSU Dr Soetomo</title>
<link>https://suarajatimpost.com/dari-pensi-hingga-pendidikan-inklusi-cerita-manis-pelepasan-murid-di-kb-tk-kusuma-rsu-dr-soetomo</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/dari-pensi-hingga-pendidikan-inklusi-cerita-manis-pelepasan-murid-di-kb-tk-kusuma-rsu-dr-soetomo</guid>
<description><![CDATA[ Acara ini juga menjadi penanda keberhasilan proses pendidikan yang dijalankan sekolah. Tahun ini, KB-TK Kusuma memiliki total 34 murid, dengan 13 siswa yang mengikuti pelepasan. Dari jumlah tersebut, lima di antaranya merupakan anak berkebutuhan khusus (ABK) yang lulus dari kelompok TK B. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202606/image_870x580_6a1d1fe68e76e.webp" length="51732" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 01 Jun 2026 13:57:50 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ryan Ramadhan</dc:creator>
<media:keywords>KB-TK Kusuma RSU Dr. Soetomo, Pentas Seni, Yayasan Kusuma RSU Dr Soetomo, Surabaya, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SURABAYA, SJP –</strong> Suara riuh tepuk tangan memenuhi ruangan saat seekor lebah mungil, singa kecil, kelinci lucu hingga berbagai satwa hutan lainnya tampil percaya diri di atas panggung. Mereka menari, bergerak lincah, dan menyapa para penonton dengan wajah ceria. </p>
<p></p>
<p>Namun hewan-hewan menggemaskan itu bukanlah karakter dari dongeng, melainkan murid-murid KB-TK Kusuma RSU Dr. Soetomo yang tengah merayakan momen pelepasan dan pentas seni tahun ajaran 2025/2026.</p>
<p></p>
<p>Digelar di Hotel Bisanta Bidakara, Tegalsari, acara bertajuk "Save Our Earth and Love Animals" itu menjadi lebih dari sekadar perayaan kelulusan. Pentas seni tersebut menjadi ruang bagi anak-anak untuk menunjukkan keberanian, kreativitas, sekaligus nilai-nilai kepedulian terhadap lingkungan dan sesama makhluk hidup yang selama ini ditanamkan sekolah.</p>
<p></p>
<p>Kepala KB-TK Kusuma RSU Dr. Soetomo, Devi Lutfia Anjani, mengatakan tema tersebut dipilih untuk mengajarkan anak-anak agar mencintai bumi dan seluruh makhluk ciptaan Tuhan sejak usia dini.</p>
<p></p>
<p>"Tema <em>Save Our Earth and Love Animals</em> kami angkat untuk mengajarkan anak-anak menjaga dan melindungi bumi, menjaga kelestarian alam, serta mencintai semua makhluk ciptaan Tuhan," ujar Devi saat dikonfirmasi pada Senin (1/6/2026)</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202606/image_870x_6a1d1fee024a0.webp" alt=""></p>
<p>Konsep tersebut diwujudkan melalui berbagai penampilan yang dibawakan siswa KB, TK A, dan TK B. Dengan mengenakan kostum aneka binatang hutan dan karakter petualang, anak-anak tampil menghibur sekaligus menyampaikan pesan sederhana tentang pentingnya menjaga lingkungan.</p>
<p></p>
<p>Di balik kemeriahan panggung, acara ini juga menjadi penanda keberhasilan proses pendidikan yang dijalankan sekolah. Tahun ini, KB-TK Kusuma memiliki total 34 murid, dengan 13 siswa yang mengikuti pelepasan. Dari jumlah tersebut, lima di antaranya merupakan anak berkebutuhan khusus (ABK) yang lulus dari kelompok TK B.</p>
<p></p>
<p>Secara keseluruhan, sekolah saat ini mendampingi 19 anak berkebutuhan khusus. Keterlibatan mereka di atas panggung dan tampil bersama teman-teman lainnya, menjadi gambaran nyata praktik pendidikan inklusif yang terus dikembangkan sekolah.</p>
<p></p>
<p>Menurut Devi, perkembangan anak-anak berkebutuhan khusus dari tahun ke tahun menunjukkan hasil yang menggembirakan. Tidak hanya soal angka kelulusan, tetapi juga perkembangan mereka dalam kehidupan sehari-hari.</p>
<p></p>
<p>"Anak-anak mengalami perkembangan yang sangat baik. Mereka semakin mandiri, pintar, dan sudah bisa berinteraksi dengan baik," katanya.</p>
<p></p>
<p>Baginya, keberanian anak-anak tampil di depan publik bukan sekadar pertunjukan seni, melainkan hasil dari proses belajar panjang yang melibatkan guru, orang tua, dan lingkungan sekolah yang suportif.</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202606/image_870x_6a1d22897fedf.webp" alt=""></p>
<p>Tak hanya sekolah, kesuksesan acara juga lahir dari keterlibatan aktif para orang tua. Seluruh kepanitiaan kegiatan berasal dari Komite Sekolah yang berkolaborasi dengan pihak sekolah untuk mempersiapkan acara sejak jauh hari.</p>
<p></p>
<p>Dukungan tersebut terlihat mulai dari persiapan kostum, latihan, hingga pelaksanaan acara yang berlangsung meriah. Orang tua tidak hanya hadir sebagai penonton, tetapi juga menjadi bagian penting dalam proses tumbuh kembang anak-anak.</p>
<p></p>
<p>Melalui momen pelepasan dan pentas seni ini, sekolah berharap nilai-nilai yang diajarkan selama masa belajar dapat terus melekat dalam kehidupan para siswa.</p>
<p></p>
<p>"Semoga semua anak Indonesia menjadi anak yang baik dan beradab, berbudi pekerti luhur, sopan santun, mencintai seluruh makhluk ciptaan Tuhan, saling menyayangi, hormat kepada orang tua, dan bisa menjadi teladan bagi teman-temannya," tutur Devi.</p>
<p></p>
<p>Sejalan dengan harapan Mira Kusuma Wardhani selaku ketua lembaga, Devi juga berharap KB-TK Kusuma dapat terus berkembang menjadi sekolah panutan yang menghadirkan suasana belajar yang menyenangkan bagi seluruh anak, termasuk anak berkebutuhan khusus.</p>
<p></p>
<p>Sementara itu, Ketua Panitia dari Komite Sekolah, Ika Fajar dan Daniel, menyampaikan apresiasi kepada pihak sekolah yang selama ini konsisten memberikan pendampingan dan ruang berkembang bagi seluruh peserta didik.</p>
<p></p>
<p>Mereka menilai pentas seni dan pelepasan tahun ini bukan hanya menjadi perayaan kelulusan, tetapi juga menjadi bukti keberhasilan kolaborasi antara sekolah dan orang tua dalam mendukung tumbuh kembang anak.</p>
<p></p>
<p>"Kami mengapresiasi seluruh guru dan pihak sekolah yang telah mendampingi anak-anak dengan penuh kesabaran dan kasih sayang. Semoga KB-TK Kusuma terus menjadi tempat belajar yang menyenangkan dan membanggakan bagi anak-anak maupun orang tua," ujar mereka. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Kurban 5 Sapi, Iduladha 1447 H Jadi Momen STIESIA Surabaya Perkuat Solidaritas dengan Warga Sekitar</title>
<link>https://suarajatimpost.com/kurban-5-sapi-iduladha-jadi-momen-stiesia-surabaya-perkuat-solidaritas-dengan-warga-sekitar</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/kurban-5-sapi-iduladha-jadi-momen-stiesia-surabaya-perkuat-solidaritas-dengan-warga-sekitar</guid>
<description><![CDATA[ STIESIA dibawah naungan Perpendiknas menyalurkan daging kurban dengan total berat sekitar 580 kilogram yang dibagikan dalam 600 paket dengan berat kurang lebih 0,75 kilogram daging kepada masyarakat sekitar, termasuk para karyawan STIESIA. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202605/image_870x580_6a16c1f271715.webp" length="63836" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 27 May 2026 18:29:23 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ryan Ramadhan</dc:creator>
<media:keywords>Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Indonesia, STIESIA, Perpendiknas, Menur Pumpungan, Iduladha, Hari Raya Kurban, Surabaya, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SURABAYA, SJP - </strong>Iduladha tak selalu hanya dimaknai sebagai ritual penyembelihan hewan kurban. Di balik gema takbir dan prosesi ibadah, ada nilai lain yang terus dijaga, yakni kepedulian sosial dan upaya mempererat hubungan antarsesama. </p>
<p>Semangat itulah yang tampak dalam pelaksanaan Salat Iduladha dan penyembelihan hewan kurban Iduladha 10 Zulhijah 1447 H / 2026 M di Kampus Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Indonesia (STIESIA), Rabu (27/5/2026).</p>
<p>Mengusung tema “Kurban Sebagai Aspek Spiritual dan Kepedulian Sosial”, kegiatan yang digelar di halaman Masjid Al-Hikmah STIESIA Surabaya itu menjadi momentum kampus untuk memperkuat solidaritas dengan masyarakat sekitar. </p>
<p>Tahun ini, keluarga besar Perkumpulan Penyelenggara Pendidikan Nasional (Perpendiknas) yang menaungi STIESIA Surabaya, Graha Widya Bhakti Surabaya, Klinik Pratama STIESIA, LSP STIESIA dan Cafetaria STIESIA menyalurkan lima ekor sapi kurban kepada warga sekitar kampus serta para pekerja internal.</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202605/image_870x_6a16c1e69d35b.webp" alt=""></p>
<p>Daging kurban dengan total berat sekitar 580 kilogram itu dibagikan dalam kurang lebih 600 paket, setiap paket diperkirakan berisi sekitar 0,75 kilogram daging dan akan dibagikan kepada masyarakat sekitar, termasuk para karyawan STIESIA yang berhak menjadi penerima manfaat.</p>
<p>Ketua Perpendiknas/Yayasan STIESIA Surabaya, Dra. Endang Dwi Retnani, mengatakan bahwa setiap perayaan Iduladha tahun ini kembali menjadi pengingat dan mengajarkan tentang pengorbanan, ketakwaan, sekaligus kepedulian terhadap sesama.</p>
<p>"Pelajaran yang kami peroleh dari Idul Adha adalah teladan Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail bahwa dalam bertakwa kepada Allah SWT kita perlu berkorban dan berjuang menjalankan perintah-Nya," ujar Endang, Rabu (27/5/2026).</p>
<p>Menurutnya, selain nilai religius seperti Salat Iduladha dan ceramah yang telah disampaikan oleh Habib Husen Najib Al Hadad selaku Imam sekaligus khatib, nilai Iduladha juga menjadi pengingat pentingnya membangun hubungan yang penuh kasih sayang, baik dalam keluarga maupun lingkungan pendidikan.</p>
<p>"Bagaimana menjadi orang tua, pemimpin, dan dosen yang tidak otoriter, tetapi penuh kasih sayang dan selalu berdiskusi," katanya.</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202605/image_870x_6a16c1ed2eec9.webp" alt=""></p>
<p>Ia menegaskan, kegiatan kurban ini bukan sekadar agenda tahunan, tetapi bentuk nyata kepedulian sosial kampus kepada lingkungan sekitar, khususnya di daerah Menur Pumpungan yang menjadi lokasi kampus STIESIA Surabaya.</p>
<p>"Kami ingin memperkuat solidaritas dan meningkatkan kepedulian sosial terhadap warga di sekitar Kampus STIESIA," ucapnya.</p>
<p>Endang berharap, hubungan baik antara kampus dan masyarakat dapat terus terjalin melalui kegiatan-kegiatan sosial seperti Iduladha. Ia juga berharap doa dan dukungan masyarakat menjadi energi positif bagi keberlangsungan STIESIA ke depan.</p>
<p>"Harapan kami, masyarakat turut mendoakan agar STIESIA tetap jaya dan sustainability-nya terjaga," tuturnya.</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202605/image_870x_6a16c1fba326e.webp" alt=""></p>
<p>Sementara itu, Ketua Pelaksana kegiatan, Drs. Achmad Djuraidi, menyebut pelaksanaan Iduladha tahun ini berjalan lancar berkat kerja sama seluruh pihak sejak tahap persiapan hingga distribusi.</p>
<p>"Alhamdulillah atas kerja sama seluruh pihak, sejak awal persiapan hingga pelaksanaan Idul Adha berjalan dengan lancar," katanya.</p>
<p>Ia menjelaskan, pembagian daging kurban dilakukan secara tertib melalui pendataan internal kampus dan koordinasi bersama RT/RW setempat agar bantuan tepat sasaran.</p>
<p>"Untuk eksternal, kami bekerja sama dengan RW dan RT agar penerimanya benar-benar masyarakat yang berhak," ujarnya.</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202605/image_870x_6a16c1df1f796.webp" alt=""></p>
<p>Lebih dari itu, Djuraidi menilai kegiatan sosial seperti ini menjadi cara kampus untuk semakin dekat dengan masyarakat sekitar. Menurutnya, hubungan yang harmonis antara kampus dan warga menjadi bagian penting dalam tumbuhnya institusi pendidikan di tengah lingkungan sosial.</p>
<p>"Harapan kami, masyarakat menjadi simpati kepada kampus STIESIA dan berkenan menitipkan putra-putrinya untuk dididik di kampus ini," katanya.</p>
<p>Ia pun berharap semangat berkurban di lingkungan STIESIA terus meningkat setiap tahun sehingga manfaat yang dirasakan masyarakat semakin luas.</p>
<p>"Saat ini lima sapi, mudah-mudahan tahun depan bisa sepuluh," pungkasnya. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Surabaya Vaganza 2026 Jadi Magnet Wisata Malam, Ribuan Warga Tumpah Ruah di Sepanjang Rute Parade</title>
<link>https://suarajatimpost.com/surabaya-vaganza-2026-jadi-magnet-wisata-malam-ribuan-warga-tumpah-ruah-di-sepanjang-rute-parade</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/surabaya-vaganza-2026-jadi-magnet-wisata-malam-ribuan-warga-tumpah-ruah-di-sepanjang-rute-parade</guid>
<description><![CDATA[ Ribuan warga memadati kawasan heritage Kota Surabaya saat Surabaya Vaganza 2026 resmi dimulai dengan parade cahaya, kendaraan bercahaya, dan video mapping spektakuler di pusat kota. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202605/image_870x580_6a0884d6eeb78.webp" length="74990" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sat, 16 May 2026 22:01:53 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ryan Ramadhan</dc:creator>
<media:keywords>Parade Bunga, Surabaya Vaganza 2026, Surabaya Vaganza, Eri Cahyadi, Surabaya, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SURABAYA, SJP - </strong>Gemerlap cahaya menyelimuti Kota Surabaya pada Sabtu malam (16/5/2026) seiring dimulainya Surabaya Vaganza 2026. Kawasan heritage yang biasanya dipenuhi lalu lintas kendaraan kini berubah menjadi panggung seni malam terbuka yang mengular hingga jantung Kota Pahlawan itu.</p>
<p></p>
<p>Mulai dari parade mobil hias bercahaya, kostum tematik lampu, pertunjukan light show, hingga visual artistik terlihat menghiasi bangunan-bangunan bersejarah sepanjang kota. Mengusung tema Festival of Lights: Garden of Hope, giat tahunan yang juga kerap disebut sebagai Parade Bunga ini kembali menjadi magnet ribuan warga dalam rangkaian Hari Jadi Kota Surabaya (HJKS) ke-733.</p>
<p></p>
<p>Pantauan tim suarajatimpost.com, masyarakat sudah mulai berdatangan ke berbagai titik yang menjadi jalur parade sejak pukul 16.30 WIB, khususnya di Jalan Tunjungan hingga Siola, depan Hotel Majapahit yang menjadi titik favorit masyarakat untuk menyaksikan Surabaya Vaganza malam ini.</p>
<p></p>
<p>Surabaya Vaganza 2026 sendiri resmi diberangkatkan dari kawasan Tugu Pahlawan menuju titik akhir di Monumen Bambu Runcing. Dalam pemberangkatan tersebut, Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi mengatakan Surabaya Vaganza menjadi salah satu simbol semangat kebersamaan warga dalam menyambut HJKS ke-733.</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202605/image_870x_6a0884ca26f36.webp" alt=""></p>
<p>"Menyambut HJKS ke-733, Parade Bunga kembali digelar, yang mana ini menunjukkan, tidak hanya keindahan Surabaya, namun kekompakan dan kekeluargaan dari seluruh warga Kota Surabaya," kata Eri dalam sambutannya, Sabtu (16/5/2026).</p>
<p></p>
<p>Menurutnya, gelaran Surabaya Vaganza tidak hanya menjadi hiburan tahunan bagi masyarakat, tetapi juga menjadi penggerak aktivitas ekonomi dan pariwisata di Kota Pahlawan. Hal tersebut terlihat dari puluhan UMKM yang memadati area Balai Pemuda Surabaya, tidak hanya itu, beberapa pedagang minuman dan jajanan terlihat berlalu lalang di area penonton parade.</p>
<p></p>
<p>"Selain menunjukan bahwa Surabaya memiliki event yang menarik bahkan masuk kedalam KEN 2026, acara ini juga menunjukkan bahwa ekonomi, UMKM, dan semua berjalan dan bergerak," ujarnya.</p>
<p></p>
<p>Sepanjang perjalanan parade, masyarakat disuguhi kendaraan hias bunga dengan sentuhan pencahayaan artistik dan dekorasi modern yang melintas di tengah kawasan kota lama Surabaya. Lampu warna-warni tampak mendominasi suasana malam, terutama ketika rombongan parade memasuki kawasan Siola, Jalan Tunjungan, Gedung Grahadi hingga Balai Pemuda.</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202605/image_870x_6a0884ba723ab.webp" alt=""></p>
<p>Eri Cahyadi bersama istri sendiri terlihat memimpin iring-iringan parade dengan menaiki mobil yang dihiasi lampu, diikuti dengan rombongan Forkompinda dan peserta parade bunga Surabaya Vaganza 2026 dari berbagai elemen.</p>
<p></p>
<p>Sementara itu, Plt Kepala Dinas Kebudayaan, Kepemudaan dan Olahraga serta Pariwisata (Disbudporapar) Surabaya, Herry Purwadi mengatakan Surabaya Vaganza tahun ini memang dirancang lebih modern dengan kekuatan utama pada pertunjukan visual dan suasana wisata malam.</p>
<p></p>
<p>“Parade dimeriahkan kendaraan hias bercahaya, kostum tematik, hingga tampilan visual di gedung-gedung sepanjang rute parade,” ujar Herry.</p>
<p></p>
<p>Menurutnya, Surabaya Vaganza kini berkembang menjadi salah satu ikon wisata malam Kota Pahlawan yang menghadirkan konsep wisata urban modern melalui parade cahaya dan pertunjukan malam hari di ruang publik.</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202605/image_870x_6a0884c333cbb.webp" alt=""></p>
<p>“Kalau banyak event lain mengangkat budaya tradisional atau wisata alam, Surabaya menghadirkan konsep wisata urban modern melalui parade cahaya dan pertunjukan malam hari,” katanya.</p>
<p></p>
<p>Konsep Festival of Lights yang diusung tahun ini juga membuat suasana pusat kota terasa lebih artistik dan fotogenik. Sejumlah bangunan heritage di sepanjang rute parade tampak dihiasi permainan cahaya dan visual yang menjadi perhatian masyarakat maupun pemburu konten media sosial.</p>
<p></p>
<p>Herry menyebut seluruh elemen parade dirancang tematik dan instagramable agar menghadirkan pengalaman wisata malam yang berbeda dibanding tahun-tahun sebelumnya.</p>
<p></p>
<p>Rute Surabaya Vaganza 2026 dimulai dari Tugu Pahlawan, melintasi Jalan Pahlawan, kawasan Gemblongan, Siola, Jalan Tunjungan, depan Hotel Majapahit Surabaya, Gedung Grahadi, Balai Pemuda, hingga berakhir di Monumen Bambu Runcing.</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202605/image_870x_6a0884d15c5f1.webp" alt=""></p>
<p>Selain parade kendaraan hias, pertunjukan video mapping dan light show di sejumlah titik kota juga menjadi daya tarik tersendiri dalam gelaran Surabaya Vaganza tahun ini. Tak sedikit warga yang berhenti di sepanjang Jalan Tunjungan untuk mengabadikan momen ketika iring-iringan kendaraan bercahaya melintas di tengah suasana malam Kota Pahlawan.</p>
<p></p>
<p>Sebelumnya, Pemerintah Kota Surabaya juga telah menyiapkan rekayasa lalu lintas dan sejumlah titik parkir resmi untuk mendukung kelancaran acara. Sedikitnya 15 kantong parkir disediakan di berbagai lokasi strategis seperti Gedung Siola, BG Junction, Tunjungan Plaza, Alun-Alun Surabaya hingga kawasan Jalan Pemuda.</p>
<p></p>
<p>Surabaya Vaganza sendiri rutin digelar sejak 2004 dan kini telah masuk dalam Kharisma Event Nusantara (KEN), menjadikannya salah satu agenda wisata unggulan nasional yang memperkuat citra Surabaya sebagai kota wisata urban modern. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>KAI Tambah KA Surabaya&amp;Jakarta Antisipasi Lonjakan Arus Balik Libur Panjang Kenaikan Yesus Kristus</title>
<link>https://suarajatimpost.com/kai-tambah-ka-surabaya-jakarta-antisipasi-lonjakan-arus-balik-libur-panjang-kenaikan-yesus-kristus</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/kai-tambah-ka-surabaya-jakarta-antisipasi-lonjakan-arus-balik-libur-panjang-kenaikan-yesus-kristus</guid>
<description><![CDATA[ KAI Daop 8 Surabaya secara khusus mengoperasikan kereta tambahan untuk relasi favorit Surabaya Pasarturi (SBI) menuju Pasar Senen (PSE), Jakarta. Kereta tambahan tersebut dijadwalkan berangkat pada Minggu (17/5/2026) pukul 20.40 WIB dengan kapasitas sebanyak 400 tempat duduk. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202605/image_870x580_6a08408386654.webp" length="72728" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sat, 16 May 2026 18:21:54 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ryan Ramadhan</dc:creator>
<media:keywords>Kereta Api Indonesia, KAI, DAOP 8, Libur Panjang, Kenaikan Yesus Kristus, Surabaya, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SURABAYA, SJP - </strong>Libur panjang peringatan Kenaikan Yesus Kristus 2026 dimanfaatkan ribuan masyarakat untuk bepergian ke berbagai daerah. Memasuki akhir masa <em>long</em> <em>weekend</em>, potensi lonjakan arus balik pun mulai terlihat, terutama pada moda transportasi kereta api yang menjadi pilihan favorit masyarakat untuk menghindari kepadatan lalu lintas jalan raya.</p>
<p></p>
<p>Mengantisipasi tingginya mobilitas penumpang tersebut, PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daop 8 Surabaya menambah perjalanan kereta api tambahan relasi Surabaya-Jakarta guna mengakomodasi peningkatan permintaan penumpang pada masa arus balik libur panjang.</p>
<p></p>
<p>Manager Humas KAI Daop 8 Surabaya, Mahendro Trang Bawono mengatakan penambahan perjalanan dilakukan sebagai langkah strategis untuk memastikan seluruh pelanggan tetap terlayani di tengah meningkatnya animo masyarakat menggunakan transportasi kereta api selama libur panjang.</p>
<p></p>
<p>“Kami ingin memastikan masyarakat dapat menikmati perjalanan yang aman, nyaman, dan tepat waktu di tengah meningkatnya permintaan perjalanan,” ujar Mahendro, Sabtu (16/5/2026).</p>
<p></p>
<p>KAI Daop 8 Surabaya secara khusus mengoperasikan kereta tambahan untuk relasi favorit Surabaya Pasarturi (SBI) menuju Pasar Senen (PSE), Jakarta. Kereta tambahan tersebut dijadwalkan berangkat pada Minggu (17/5/2026) pukul 20.40 WIB dengan kapasitas sebanyak 400 tempat duduk.</p>
<p></p>
<p>Penambahan perjalanan pada Minggu malam dipilih karena diperkirakan menjadi periode puncak arus balik masyarakat yang kembali ke Jakarta usai memanfaatkan libur panjang Kenaikan Yesus Kristus untuk berwisata maupun pulang kampung singkat ke sejumlah daerah di Jawa Timur dan sekitarnya.</p>
<p></p>
<p>Selain menambah perjalanan kereta, KAI Daop 8 Surabaya juga mencatat tingginya pergerakan penumpang selama momentum libur panjang berlangsung. Berdasarkan data per Sabtu (16/5/2026), total volume penumpang di wilayah Daop 8 Surabaya mencapai 30.109 orang.</p>
<p></p>
<p>Dari jumlah tersebut, sebanyak 15.151 penumpang tercatat berangkat dari sejumlah stasiun di wilayah Daop 8 Surabaya, sedangkan penumpang yang tiba mencapai 14.958 orang.</p>
<p></p>
<p>"Angka itu masih berpotensi terus bertambah seiring masih berlangsungnya jadwal keberangkatan dan kedatangan kereta api hingga malam hari," tukas Mahendro.</p>
<p></p>
<p>Secara keseluruhan, selama periode libur panjang 13 hingga 18 Mei 2026, KAI Daop 8 Surabaya memproyeksikan akan melayani total 205.447 pelanggan. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Surabaya Vaganza 2026 Sulap Kawasan Heritage Jadi Festival Cahaya, Simak Rute dan Titik Parkirnya</title>
<link>https://suarajatimpost.com/surabaya-vaganza-2026-sulap-kawasan-heritage-jadi-festival-cahaya-simak-rute-dan-titik-parkirnya</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/surabaya-vaganza-2026-sulap-kawasan-heritage-jadi-festival-cahaya-simak-rute-dan-titik-parkirnya</guid>
<description><![CDATA[ Malam ini, kawasan heritage Kota Surabaya akan berubah menjadi lautan cahaya saat Surabaya Vaganza 2026 menghadirkan parade bunga, light show, dan kendaraan bercahaya di pusat kota. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202605/image_870x580_6a0801d9327bf.webp" length="135010" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sat, 16 May 2026 11:57:47 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ryan Ramadhan</dc:creator>
<media:keywords>Surabaya Vaganza, Parade Bunga, HJKS, HJKS ke-733, Hari Jadi Kota Surabaya, Surabaya, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SURABAYA, SJP -</strong> Setelah Festival Rujak Uleg sukses digelar pada pekan lalu, kini Kota Surabaya kembali bersiap menyajikan salah satu rangkaian Hari Jadi Kota Surabaya (HJKS) ke-733 yang paling dinanti masyarakat, yakni Surabaya Vaganza 2026 atau Parade Bunga. </p>
<p></p>
<p>Tahun ini, event tahunan tersebut tampil berbeda karena dikemas lebih megah melalui konsep "Festival of Lights: Garden of Hope" yang akan menyulap kawasan heritage pusat kota menjadi lautan cahaya warna-warni pada Sabtu malam (16/5/2026).</p>
<p></p>
<p>Parade yang rutin digelar sejak 2004 itu akan dimulai pukul 18.00 WIB dengan menghadirkan mobil hias bercahaya, kostum tematik lampu, pertunjukan light show, hingga visual artistik di sejumlah bangunan sepanjang rute parade. Kawasan bersejarah seperti Jalan Tunjungan, Gedung Grahadi, Balai Pemuda hingga Monumen Bambu Runcing pun diproyeksikan menjadi etalase wisata malam modern khas Surabaya.</p>
<p></p>
<p>Plt Kepala Dinas Kebudayaan, Kepemudaan dan Olahraga serta Pariwisata (Disbudporapar) Surabaya, Herry Purwadi mengatakan Surabaya Vaganza tahun ini sengaja dikemas lebih modern agar menghadirkan pengalaman wisata malam yang berbeda dibanding tahun-tahun sebelumnya.</p>
<p></p>
<p>“Surabaya Vaganza tahun ini kami kemas lebih meriah dan modern. Tidak hanya parade mobil hias bunga, tetapi juga ada visualisasi lampu warna-warni dan kostum bercahaya sehingga lebih spektakuler,” ujar Herry, Sabtu (16/5/2026).</p>
<p></p>
<p>Menurutnya, konsep Festival of Lights: Garden of Hope dipilih untuk memperkuat citra Surabaya sebagai destinasi urban tourism atau wisata perkotaan modern yang mengandalkan atmosfer malam dan ruang publik kota.</p>
<p></p>
<p>“Selling point tahun ini adalah light performance, kendaraan hias bercahaya, kostum tematik hingga tampilan visual di gedung-gedung sepanjang rute parade,” katanya.</p>
<p></p>
<p>Ia menjelaskan, parade tidak sekadar menjadi hiburan tahunan, melainkan juga strategi memperlihatkan wajah modern Surabaya melalui kawasan heritage yang dipadukan dengan nuansa cahaya artistik. Karena itu, rute yang dipilih melintasi sejumlah ikon kota lama dan pusat keramaian.</p>
<p></p>
<p>Rute Surabaya Vaganza 2026 akan dimulai dari kawasan Tugu Pahlawan tepatnya di depan Bappeda Provinsi Jawa Timur, kemudian melintasi Jalan Tembaan, Jalan Pahlawan, kawasan Gemblongan, Siola, Jalan Tunjungan, depan Hotel Majapahit, Gedung Grahadi, Taman Apsari, Balai Pemuda, Jalan Panglima Sudirman hingga berakhir di kawasan Monumen Bambu Runcing.</p>
<p></p>
<p>Herry menyebut kawasan tersebut dipilih bukan tanpa alasan. Pemkot ingin menjadikan jalur parade sebagai etalase kota yang memperlihatkan perpaduan sejarah, budaya, dan modernitas Surabaya.</p>
<p></p>
<p>“Rute ini bukan sekadar jalur parade, tetapi etalase kota yang menampilkan wajah terbaik Surabaya,” tuturnya.</p>
<p></p>
<p>Selain menjadi atraksi wisata, Surabaya Vaganza juga disebut memiliki dampak ekonomi cukup besar. Berdasarkan penyelenggaraan tahun lalu, event tersebut mampu menghasilkan perputaran ekonomi hingga Rp2,1 miliar dari berbagai sektor mulai UMKM, kuliner, hotel, transportasi, ekonomi kreatif hingga event production.</p>
<p></p>
<p>Untuk mendukung kelancaran acara, Pemerintah Kota Surabaya melalui Dinas Perhubungan (Dishub) juga menyiapkan sejumlah titik parkir resmi serta rekayasa lalu lintas di sepanjang kawasan parade.</p>
<p></p>
<p>Kepala Bidang Pengawasan dan Pengendalian Dishub Surabaya, M. Hanang Prasetyo Adi mengimbau masyarakat agar memanfaatkan kantong parkir resmi dan tidak memarkir kendaraan sembarangan.</p>
<p></p>
<p>“Kami mengajak masyarakat untuk menjadi warga yang tertib dengan memilih lokasi parkir resmi yang aman dan benar sehingga tidak mengganggu kelancaran lalu lintas selama kegiatan berlangsung,” kata Hanang.</p>
<p></p>
<p>Dishub menyiapkan sedikitnya 15 titik parkir resmi yang tersebar di sejumlah lokasi strategis. Di antaranya Halaman Tugu Pahlawan, Gedung Siola, Basement Alun-Alun Surabaya, Pasar Tunjungan, Tunjungan Plaza, Surabaya Plaza, WTC, BG Junction, Jalan Embong Malang, Jalan Ketabang Kali, Jalan Kenari, Jalan Embong Kenongo hingga area sekitar Jalan Pemuda.</p>
<p></p>
<p>Menurut Hanang, kawasan Siola menjadi salah satu titik parkir utama karena memiliki kapasitas besar dan akses yang mudah dijangkau masyarakat.</p>
<p></p>
<p>“Kawasan Siola menjadi salah satu lokasi parkir utama karena kapasitasnya cukup besar dan aksesnya mudah dijangkau masyarakat,” ujarnya.</p>
<p></p>
<p>Tak hanya itu, Dishub juga akan menerapkan sejumlah rekayasa lalu lintas selama parade berlangsung. Arus kendaraan dari Jalan Bubutan dan Jalan Tembaan akan dialihkan menuju Jalan Indrapura dan Jalan Semut. Sementara kendaraan dari Jalan Veteran menuju Jalan Pahlawan diarahkan melalui Jalan Kebon Rojo dan Jalan Semut.</p>
<p></p>
<p>Kemudian kendaraan dari arah Blauran menuju Jalan Praban ditutup sementara dan diarahkan lurus menuju Jalan Bubutan. Arus dari Jalan Basuki Rahmat menuju Jalan Gubernur Suryo juga akan dialihkan ke Jalan Embong Malang, sedangkan kendaraan dari Jalan Genteng Kali menuju kawasan Siola diarahkan melalui Jalan Undaan.</p>
<p></p>
<p>Dishub Surabaya menyebut penutupan jalan secara penuh akan dimulai sejak Sabtu siang sekitar pukul 12.00 WIB. Masyarakat diimbau menghindari kawasan pusat kota dan menggunakan jalur alternatif agar perjalanan tetap lancar.</p>
<p></p>
<p>“Kalau masyarakat ingin menyaksikan parade, kendaraan sudah bisa diparkir mulai siang hari di titik-titik parkir resmi yang telah kami siapkan,” ucap Hanang.</p>
<p></p>
<p>Dalam pengamanan dan pengaturan lalu lintas, Dishub Surabaya menerjunkan sekitar 300 personel gabungan yang didukung TNI, Polri, Satpol PP, dan perangkat daerah lainnya.</p>
<p></p>
<p>“Petugas Dishub bersama jajaran terkait akan bersiaga di lapangan untuk membantu pengaturan arus lalu lintas serta mengarahkan masyarakat menuju titik parkir yang tersedia,” pungkasnya. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Tinjau Mecca Route di Juanda, Wamenhaj Tegaskan Pemerintah Hormati Perbedaan Fikih Soal DAM</title>
<link>https://suarajatimpost.com/wamenhaj-tinjau-mecca-route-di-juanda-jelaskan-polemik-dam-haji-hingga-perbedaan-fatwa</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/wamenhaj-tinjau-mecca-route-di-juanda-jelaskan-polemik-dam-haji-hingga-perbedaan-fatwa</guid>
<description><![CDATA[ Jemaah yang meyakini DAM boleh dilakukan di Indonesia dipersilakan melaksanakan penyembelihan di daerah masing-masing melalui lembaga yang dipercaya. Sementara jemaah yang meyakini DAM harus dilakukan di Tanah Suci diminta mengikuti mekanisme resmi pemerintah Arab Saudi. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202605/image_870x580_6a071323c4a12.webp" length="43306" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Fri, 15 May 2026 20:36:10 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ryan Ramadhan</dc:creator>
<media:keywords>Haji 2026, DAM, Embarkasi Surabaya, Kementerian Haji dan Umrah RI, Juanda, Surabaya, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SURABAYA, SJP —</strong> Polemik pelaksanaan DAM bagi jemaah haji Indonesia mendapat perhatian dari pemerintah. Kementerian Haji dan Umrah menegaskan tidak akan memaksakan satu pandangan fikih terkait lokasi penyembelihan DAM, baik dilakukan di Tanah Suci maupun di Indonesia, selama memiliki dasar keagamaan yang kuat dan mengikuti aturan yang berlaku.</p>
<p></p>
<p>Penjelasan tersebut disampaikan Wakil Menteri Haji dan Umrah RI Dahnil Anzar Simanjuntak saat meninjau layanan Mecca Route di Bandara Internasional Juanda, Sidoarjo, Kamis (15/5/2026). Dalam kunjungan itu, Wamenhaj memastikan kesiapan pelayanan keberangkatan jemaah haji Embarkasi Surabaya sekaligus menjawab isu yang berkembang mengenai DAM.</p>
<p></p>
<p>Dalam peninjauan tersebut, Dahnil didampingi Plt Kepala Kanwil Kementerian Haji dan Umrah Jawa Timur sekaligus Ketua PPIH Embarkasi Surabaya Mohammad As’adul Anam dan Anggota DPR RI Kawendra Lukistian. Rombongan meninjau langsung alur layanan Mecca Route, fasilitas keberangkatan jemaah, hingga proses boarding penerbangan menuju Arab Saudi.</p>
<p></p>
<p>Wamenhaj juga menyempatkan menyapa jemaah Kloter SUB 90 asal Kabupaten Jember dan Situbondo sebelum keberangkatan menuju Makkah. Bahkan, Dahnil bersama rombongan turut masuk ke dalam pesawat Saudia Airlines untuk memberikan doa dan motivasi kepada jemaah yang akan berangkat menunaikan ibadah haji.</p>
<p></p>
<p>Dalam sesi doorstop bersama awak media usai peninjauan, Dahnil menegaskan bahwa surat edaran Kementerian Haji dan Umrah sengaja dibuat untuk mengakomodasi perbedaan pandangan fikih yang berkembang di tengah masyarakat terkait DAM.</p>
<p></p>
<p>“Kementerian Haji dan Umroh memberikan ruang yang sangat luas kepada perbedaan fikih atau hilafiah di kalangan jamaah haji,” kata Dahnil, Jumat (15/5/2026).</p>
<p></p>
<p>Ia menjelaskan pemerintah menghormati fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) yang mewajibkan DAM dipotong di Tanah Haram. Namun di sisi lain, pemerintah juga menghormati pandangan Majelis Tarjih Muhammadiyah maupun sejumlah pesantren yang memperbolehkan penyembelihan DAM dilakukan di Indonesia.</p>
<p></p>
<p>“Kami tentu menghormati keputusan fatwa dari MUI yang mengharuskan DAM dipotong di Tanah Haram. Tapi kami juga menghormati keputusan Tarjih Muhammadiyah yang memperbolehkan pemotongan DAM di tanah air,” ujarnya.</p>
<p></p>
<p>Menurut Dahnil, jemaah yang meyakini DAM boleh dilakukan di Indonesia dipersilakan melaksanakan penyembelihan di daerah masing-masing melalui lembaga yang dipercaya. Sementara jemaah yang meyakini DAM harus dilakukan di Tanah Suci diminta mengikuti mekanisme resmi pemerintah Arab Saudi.</p>
<p></p>
<p>“Kalau dipotong di Tanah Suci maka harus melalui jalur legal pemerintah Kerajaan Saudi Arabia, yaitu melalui Adhahi,” tegasnya.</p>
<p></p>
<p>Ia mengatakan pemerintah Saudi menganggap penyembelihan DAM di luar jalur resmi sebagai tindakan ilegal karena seluruh proses penyembelihan hewan haji di Tanah Haram telah diatur secara administratif oleh kerajaan.</p>
<p></p>
<p>Dahnil menegaskan posisi Kementerian Haji dan Umrah bukan untuk menyalahkan salah satu pandangan keagamaan, melainkan memfasilitasi seluruh pendapat ulama yang memiliki dasar hukum kuat.</p>
<p></p>
<p>“Kami tidak dalam posisi menyalahkan satu fatwa yang berbeda. Kami mendukung dan memfasilitasi semua pandangan fikih,” katanya.</p>
<p></p>
<p>Selain membahas DAM, Dahnil memastikan kondisi umum jemaah Indonesia di Arab Saudi sejauh ini dalam keadaan baik dan terus dipantau pemerintah. Ia juga berharap seluruh proses keberangkatan jemaah Embarkasi Surabaya berjalan lancar hingga tiba di Makkah dan menjalankan umrah wajib.</p>
<p></p>
<p>Dalam kesempatan itu, Dahnil turut menyampaikan pesan Presiden RI Prabowo Subianto agar jemaah Indonesia menjaga akhlak dan kekompakan selama berada di Tanah Suci.</p>
<p></p>
<p>“Jemaah Indonesia harus menjadi duta bangsa dengan menunjukkan akhlak terbaik selama berada di Tanah Suci,” ujar Dahnil menyampaikan pesan Presiden. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Rombongan Indonesia Walk for Peace 2026 Tiba di Surabaya, Bawa Misi Perdamaian dan Inspirasi Toleransi bagi Generasi Muda</title>
<link>https://suarajatimpost.com/rombongan-indonesia-walk-for-peace-2026-tiba-di-surabaya-bawa-misi-perdamaian-dan-inspirasi-toleransi-bagi-generasi-muda</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/rombongan-indonesia-walk-for-peace-2026-tiba-di-surabaya-bawa-misi-perdamaian-dan-inspirasi-toleransi-bagi-generasi-muda</guid>
<description><![CDATA[ Rombongan telah tiba di Denpasar sejak 7 Mei 2026 dan akan melintasi 10 kabupaten/kota di Jawa Timur selama 11 hari sebelum melanjutkan perjalanan menuju Yogyakarta dan dijadwalkan tiba di Candi Borobudur pada 28 Mei 2026 untuk mengikuti rangkaian Waisak Nasional yang digelar pada 30 Mei mendatang. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202605/image_870x580_6a070a1216474.webp" length="69138" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Fri, 15 May 2026 19:32:25 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ryan Ramadhan</dc:creator>
<media:keywords>Indonesia Walk for Peace, IWPF 2026, Candi Borobudur, Waisak, Bhikku, Biksu, Surabaya, Pemkot Surabaya, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SURABAYA, SJP - </strong>Sebanyak 57 bhikkhu (biksu) dari Thailand, Malaysia, Laos, dan Indonesia tiba di Kota Surabaya dalam rangkaian Indonesia Walk for Peace (IWPF) 2026, Jumat (15/5/2026). </p>
<p>Perjalanan spiritual menuju Candi Borobudur itu tak sekadar menjadi bagian dari persiapan Hari Raya Waisak Nasional 2026, tetapi juga membawa pesan kuat tentang perdamaian, persaudaraan lintas agama, serta inspirasi bagi generasi muda untuk terus merawat toleransi di tengah keberagaman.</p>
<p></p>
<p>Rombongan bhikkhu yang berjalan kaki membawa misi damai tersebut sebelumnya singgah di Kantor Wilayah Kementerian Agama Jawa Timur. Setelah itu, mereka disambut Pemerintah Kota Surabaya di Lobby Balai Kota Surabaya. Kehadiran para rohaniwan Buddha dari berbagai negara ASEAN itu menjadi simbol harmonisasi lintas budaya dan agama yang tumbuh di Indonesia, khususnya Kota Pahlawan.</p>
<p></p>
<p>Ketua Panitia Indonesia Walk for Peace Jawa Timur, Irwan Pontoh, menjelaskan bahwa rombongan terdiri atas 57 bhikkhu, yakni 43 bhikkhu dari Thailand, empat dari Malaysia, tiga dari Laos, dan tujuh bhikkhu dari Indonesia. Dalam agenda di Surabaya, para bhikkhu berjalan kaki dari kawasan Panjang Jiwo menuju Balai Kota Surabaya dengan waktu tempuh sekitar satu jam 15 menit.</p>
<p></p>
<p>"Kami cukup terkejut sekaligus kagum. Rute yang biasanya ditempuh menggunakan kendaraan itu, pagi ini berhasil dilalui para bhikkhu dengan berjalan kaki secara lancar dan penuh semangat," kata Irwan, Jumat (15/5/2026).</p>
<p></p>
<p>Ia menjelaskan, rombongan telah tiba di Denpasar sejak 7 Mei 2026 dan akan melintasi 10 kabupaten/kota di Jawa Timur selama 11 hari sebelum melanjutkan perjalanan menuju Yogyakarta dan Candi Borobudur. Mereka dijadwalkan tiba di Borobudur pada 28 Mei 2026 untuk mengikuti rangkaian Waisak Nasional yang digelar pada 30 Mei mendatang.</p>
<p></p>
<p>Menurut Irwan, sambutan masyarakat selama perjalanan menjadi energi tersendiri bagi para bhikkhu. Dukungan datang dari berbagai kalangan, mulai anak-anak, pedagang kecil, tokoh agama, hingga masyarakat lintas iman yang menyapa dan membantu kebutuhan perjalanan mereka.</p>
<p></p>
<p>"Hal ini menjadi potret nyata keharmonisan dan persaudaraan masyarakat Indonesia," ujarnya.</p>
<p></p>
<p>Mewakili Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi, Staf Ahli Bidang Hukum, Politik, dan Pemerintahan Dedik Irianto menyampaikan bahwa kehadiran rombongan bhikkhu menjadi kehormatan bagi Kota Pahlawan.</p>
<p>Menurutnya, perjalanan damai tersebut bukan hanya perjalanan fisik, melainkan perjalanan spiritual yang membawa pesan kemanusiaan sangat penting bagi masyarakat.</p>
<p></p>
<p>"Atas nama Pemerintah Kota Surabaya dan seluruh warga Kota Surabaya, saya mengucapkan selamat datang kepada para bhikkhu dan seluruh peserta perjalanan damai," ujar Dedik.</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202605/image_870x_6a070a1917f3c.webp" alt=""></p>
<p>Ia menilai, nilai-nilai yang dibawa para bhikkhu seperti kesederhanaan, disiplin, ketekunan, dan cinta kasih menjadi pesan moral yang relevan bagi masyarakat modern, khususnya generasi muda. </p>
<p></p>
<p>Di tengah derasnya arus perbedaan dan dinamika sosial, kegiatan tersebut dinilai mampu menjadi pengingat pentingnya menjaga harmoni dan persaudaraan antarumat beragama maupun antarbangsa.</p>
<p></p>
<p>Dedik menegaskan bahwa Surabaya yang dibangun dengan semangat gotong royong dan kebhinekaan percaya bahwa perdamaian harus diwujudkan melalui tindakan nyata.</p>
<p></p>
<p>"Kehadiran saudara-saudara sekalian membawa pesan yang sangat mulia tentang perdamaian, toleransi, dan kemanusiaan," katanya.</p>
<p></p>
<p>Sementara itu, Ketua rombongan bhikkhu, Bhante Phanarin Sumetho dari Thailand, mengatakan bahwa Indonesia Walk for Peace bertujuan membangun perdamaian antarumat beragama dan antarnegara di kawasan ASEAN, khususnya Thailand, Indonesia, Laos, dan Malaysia.</p>
<p></p>
<p>“Harapannya melalui kegiatan ini dapat terjalin persatuan, kasih sayang, dan persaudaraan,” kata Bhante Phanarin.</p>
<p></p>
<p>Ia menegaskan, para bhikkhu tidak berjalan untuk mencari keuntungan duniawi, melainkan untuk menyebarkan nilai kebajikan dan kepedulian antarsesama manusia. Dalam perjalanan sejauh 40 hingga 50 kilometer setiap hari, para bhikkhu kerap menghadapi rasa lelah dan sakit. Namun sambutan hangat masyarakat Indonesia menjadi kekuatan besar untuk terus melangkah menuju Borobudur.</p>
<p></p>
<p>Bhante Phanarin juga mengaku terharu melihat antusiasme masyarakat lintas agama yang memberikan dukungan sepanjang perjalanan. Baginya, kebersamaan tersebut menjadi bukti bahwa toleransi dan persaudaraan masih tumbuh kuat di tengah masyarakat Indonesia.</p>
<p></p>
<p>"Kebahagiaan itu terlihat jelas sepanjang perjalanan," ujarnya.</p>
<p></p>
<p>Selain disambut Pemerintah Kota Surabaya, rombongan bhikkhu juga melakukan audiensi dengan Uskup Surabaya Mgr Agustinus Tri Budi Utomo. Pertemuan itu menjadi bagian dari semangat dialog lintas agama yang terus dibangun selama perjalanan damai berlangsung.</p>
<p></p>
<p>Ketua Panitia Indonesian Walk for Peace 2026, Dr Tosin, mengatakan bahwa kegiatan tersebut bukan sekadar perjalanan fisik, melainkan perjalanan spiritual yang membawa pesan universal tentang kedamaian.</p>
<p></p>
<p>"Kami ingin memperkuat persahabatan lintas iman dan budaya," katanya.</p>
<p></p>
<p>Sekretaris Keuskupan Surabaya Romo Agustinus Hutrin SVD menambahkan bahwa Uskup Agustinus menyambut gembira kedatangan para pemuka agama Buddha dari berbagai negara. Menurutnya, keterbukaan dan semangat persaudaraan menjadi fondasi penting dalam menjaga kerukunan di tengah masyarakat yang majemuk.</p>
<p></p>
<p>Indonesian Walk for Peace 2026 sendiri merupakan adaptasi dari tradisi Thudong dalam Buddhisme Theravada, yakni praktik berjalan kaki jarak jauh sebagai bentuk latihan spiritual, kesederhanaan, dan ketekunan. </p>
<p></p>
<p>Sebagai informasi, perjalanan tersebut dimulai dari Brahmavihara Arama, Buleleng, Bali, pada 9 Mei 2026 dan dijadwalkan berakhir di Candi Borobudur pada 28 Mei 2026 dalam rangka memperingati Waisak 2570 BE. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Kebakaran di Gedung PPJT RSUD Dr. Soetomo Surabaya, Satu Pasien Tewas</title>
<link>https://suarajatimpost.com/kebakaran-di-gedung-ppjt-rsud-dr-soetomo-surabaya-satu-pasien-tewas</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/kebakaran-di-gedung-ppjt-rsud-dr-soetomo-surabaya-satu-pasien-tewas</guid>
<description><![CDATA[ Selain korban meninggal dunia, satu pasien lainnya berhasil dievakuasi dari area terdampak asap. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202605/image_870x580_6a069dd5a4f3d.webp" length="34248" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Fri, 15 May 2026 10:59:59 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ryan Ramadhan</dc:creator>
<media:keywords>Kebakaran, RSUD De Soetomo, PPJT, ICU, Surabaya, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SURABAYA, SJP</strong> — Kebakaran yang melanda Gedung Pusat Pelayanan Jantung Terpadu (PPJT) RSUD Dr. Soetomo pada Jumat (15/5/2026) pagi memakan korban jiwa. Seorang pasien yang tengah menjalani perawatan di ruang ICU lantai 6 dilaporkan meninggal dunia akibat terpapar asap kebakaran yang memenuhi gedung rumah sakit tersebut.</p>
<p></p>
<p>Insiden kebakaran tersebut terjadi sekitar pukul 06.30 WIB di gedung layanan jantung terpadu yang terletak di kompleks RSUD Dr. Soetomo, Jalan Prof. Dr. Moestopo, Surabaya. Kepulan asap abu-abu pekat terlihat membumbung tinggi dari bagian atap gedung dan sempat memicu kepanikan pasien, keluarga pasien, hingga tenaga kesehatan di lokasi kejadian.</p>
<p></p>
<p>Laporan awal diterima petugas sekitar pukul 06.32 WIB terkait adanya asap pekat yang membumbung dari area RSUD Dr. Soetomo. Setelah dikonfirmasi, titik kebakaran diketahui berada di Gedung Pusat Pelayanan Jantung Terpadu (PPJT).</p>
<p></p>
<p>Pihak rumah sakit membenarkan peristiwa tersebut. Kepala Instalasi Hukum, Hubungan Masyarakat, dan Pemasaran RSUD Dr. Soetomo, dr. Martha Kurnia Kusumawardani, memastikan lokasi kebakaran berada di pusat layanan jantung terpadu.</p>
<p></p>
<p>"Benar, lokasi kebakaran di Pusat Pelayanan Jantung Terpadu," katanya singkat saat dihubungi oleh awak media pada Jumat (15/5/2026) pagi.</p>
<p></p>
<p>Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kota Surabaya segera mengerahkan sejumlah unit pemadam ke lokasi. Pada tahap awal, tujuh unit mobil pemadam diterjunkan untuk memadamkan api dan mengevakuasi pasien.</p>
<p></p>
<p>Namun, dalam proses pemadaman, petugas menghadapi sejumlah kendala. Ketua Tim Kerja Operasional DPKP Kota Surabaya, Trianjaya, mengatakan bahwa hidran rumah sakit tidak bekerja optimal karena tekanan air yang rendah.</p>
<p></p>
<p>"Tadi kita nyoba untuk menggunakan hydrant rumah sakit tapi kondisi tekanan airnya rendah," jelas Trianjaya.</p>
<p></p>
<p>Akibat kendala tersebut, petugas akhirnya mengerahkan total 13 unit mobil pemadam untuk memasok air dan mempercepat pengendalian api.</p>
<p></p>
<p>Menurut Trianjaya, titik api berada di lantai 5 gedung PPJT yang merupakan area ruang bedah jantung. Di lantai tersebut juga terdapat ruang dokter dan profesor.</p>
<p></p>
<p>Selain masalah hidran, petugas mengalami kesulitan karena sebagian besar jendela gedung bersifat permanen dan tidak dapat dibuka, sehingga asap terjebak di dalam ruangan dan menyebar ke sejumlah lantai.</p>
<p></p>
<p>"Kesulitan kami tadi api di lantai lima, kemudian posisi ruangan juga jendelanya mati," ungkapnya.</p>
<p></p>
<p>Untuk mengurangi kepekatan asap di dalam gedung, petugas terpaksa memecahkan sejumlah kaca jendela agar sirkulasi udara terbuka dan asap dapat keluar.</p>
<p></p>
<p>Sementara itu, Kepala DPKP Kota Surabaya, Laksita Rini Sevriani, menyatakan bahwa asap kebakaran menyebar hingga ke lantai 6 gedung. Kondisi tersebut berdampak fatal pada pasien ICU yang sedang menjalani perawatan intensif.</p>
<p></p>
<p>"Di ICU satu pasien sudah dinyatakan meninggal dunia," ujarnya.</p>
<p></p>
<p>Selain korban meninggal dunia, satu pasien lainnya berhasil dievakuasi dari area terdampak asap.</p>
<p></p>
<p>"Yang satu dilakukan evakuasi," tambahnya.</p>
<p></p>
<p>Rini menjelaskan bahwa sumber kebakaran berada di lantai 5, tepatnya di ruang bedah jantung. Meskipun api berhasil dipadamkan, proses pembasahan masih terus dilakukan untuk mengantisipasi munculnya titik api baru.</p>
<p></p>
<p>Di sisi lain, muncul dugaan bahwa hidran rumah sakit tidak berfungsi normal saat proses pemadaman berlangsung. Berdasarkan pantauan di lokasi, hidran terlihat tidak mengeluarkan tekanan air maksimal. Namun, pihak DPKP masih melakukan pemeriksaan lebih lanjut.</p>
<p></p>
<p>"Ini masih kita cek lagi teman-teman masih fokus pembasahan," tegas Rini.</p>
<p></p>
<p>Seluruh pasien yang berada di gedung PPJT akhirnya dievakuasi menuju Instalasi Gawat Darurat (IGD) untuk menjamin keselamatan mereka dari paparan asap tebal yang memenuhi gedung tersebut. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Diduga Akibat Krengsengan Daging Slice MBG, 200 Siswa di Surabaya Keracunan Massal</title>
<link>https://suarajatimpost.com/diduga-akibat-krengsengan-daging-slice-mbg-200-siswa-di-surabaya-keracunan-massal</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/diduga-akibat-krengsengan-daging-slice-mbg-200-siswa-di-surabaya-keracunan-massal</guid>
<description><![CDATA[ Dari hasil penelusuran sementara, menu MBG yang dikonsumsi siswa pada hari itu terdiri dari nasi putih, tahu goreng, krengsengan daging slice, tumis kacang panjang dan wortel, serta buah jeruk. Pihak SPPG mengakui bahwa menu krengsengan daging slice baru pertama kali disajikan dalam program MBG mereka dan diduga menjadi pemicu keracunan masal. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202605/image_870x580_6a01c68af3a59.webp" length="41462" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 11 May 2026 19:15:13 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ryan Ramadhan</dc:creator>
<media:keywords>Makan Bergizi Gratis, MBG, Keracunan MBG, Surabaya suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SURABAYA, SJP - </strong>Sebanyak 200 siswa dari 12 sekolah tingkat TK, SD, hingga SMP di kawasan Tembok Dukuh, Surabaya, mengalami gejala keracunan usai mengonsumsi program Makan Bergizi Gratis (MBG), Senin (11/5/2026). Dugaan sementara, keracunan dipicu menu baru berupa krengsengan daging slice yang pertama kali disajikan oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Tembok Dukuh Bubutan.</p>
<p></p>
<p>Ratusan siswa dilaporkan mengalami gejala seperti mual, muntah, sakit perut, hingga pusing setelah menyantap makanan yang didistribusikan dari satu dapur SPPG yang sama. Sebagian siswa sempat dibawa ke RS Ibu dan Anak Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Surabaya, sementara lainnya ditangani langsung di sekolah oleh petugas puskesmas.</p>
<p></p>
<p>drg. Tiyas Pranadani Kepala Puskesmas Tembok Dukuh mengatakan, dugaan awal memang mengarah pada makanan MBG karena seluruh sekolah terdampak dipastikan menerima distribusi dari satu SPPG yang sama.</p>
<p></p>
<p>"Ada beberapa sekolah yang dari satu SPPG itu memang semua yang dikirimi makanan ini mengeluh, banyak yang mengeluh. Hampir semuanya mengeluh," ujarnya saat ditemui di lobby RS IBI Surabaya, Senin (11/5/2026).</p>
<p></p>
<p>Ia menjelaskan, laporan pertama diterima sekitar pukul 09.00 WIB setelah sejumlah siswa mulai mengalami gejala dan dibawa ke puskesmas. Menurut Tiyas, jumlah korban masih terus didata karena laporan dari sekolah terus masuk. Meski demikian, kondisi para siswa relatif ringan dan tidak ada yang sampai menjalani rawat inap.</p>
<p></p>
<p>"Jadi ada yang dibawa ke Rumah Sakit IBI ini mungkin kurang lebih 100-an ya. Datanya masih kami update lagi. Kemudian ada yang kami datangi di sekolah dari pihak puskesmas," jelasnya.</p>
<p></p>
<p>Dari hasil penelusuran sementara, menu MBG yang dikonsumsi siswa pada hari itu terdiri dari nasi putih, tahu goreng, krengsengan daging slice, tumis kacang panjang dan wortel, serta buah jeruk. Pihak SPPG mengakui bahwa menu krengsengan daging slice baru pertama kali disajikan dalam program MBG mereka.</p>
<p></p>
<p>Chafi Alida Najla Kepala SPPG Tembok Dukuh Bubutan mengatakan, pihaknya menduga terjadi kontaminasi pada makanan sebelum dikonsumsi siswa. Namun hingga kini, penyebab pastinya masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium dari dinas kesehatan.</p>
<p></p>
<p>"Jadi saat kejadian itu berlangsung banyak laporan yang mana bahwa anak-anak itu mengeluhkan sakit perut setelah memakan dagingnya gitu," katanya.</p>
<p></p>
<p>"Tapi di dalam ompreng itu ada daging, nasi, dan sebagainya, mungkin saat anak-anak itu makan nasi juga sudah terkontaminasi seperti itu," imbuhnya.</p>
<p></p>
<p>Chafi menyebut, bahan daging yang digunakan sebenarnya telah sesuai standar dan diterima dalam kondisi segar sebelum diolah. Ia juga memastikan proses memasak dilakukan sesuai prosedur yang berlaku.</p>
<p></p>
<p>"Jadi memang permasalahannya dari makanan kan dagingnya sendiri sudah sesuai standarnya. Kalau bumbunya sudah sesuai sama resep dan standar masaknya," tambahnya lagi.</p>
<p></p>
<p>Ia menjelaskan, proses memasak menu MBG untuk distribusi Senin dilakukan sejak Minggu malam sekitar pukul 23.00 WIB hingga dini hari. Namun karena menu daging slice merupakan menu baru, pihaknya kini melakukan evaluasi menyeluruh terhadap seluruh proses produksi dan distribusi makanan.</p>
<p></p>
<p>Menurut Chafi, menu tersebut dibuat sebagai bentuk inovasi sekaligus memenuhi permintaan siswa agar variasi makanan MBG lebih beragam.</p>
<p></p>
<p>"Kalau yang memang daging ini baru pertama kali mengingat anak-anak ini yang request juga anak-anak, kita juga berusaha inovasi. Dan akhirnya kita mencoba untuk daging, daging slice dibentuk krengsengan," sambungnya.</p>
<p></p>
<p>SPPG Tembok Dukuh sendiri diketahui mendistribusikan MBG ke 13 sekolah dengan total sekitar 3.020 porsi setiap harinya. Namun khusus pada Senin, distribusi dihentikan setelah muncul laporan keracunan dari sejumlah sekolah.</p>
<p></p>
<p>"Karena saat saya menerima informasi bahwa ada sekolah yang keracunan langsung saya setop," tegas Chafi.</p>
<p></p>
<p>Pasca kejadian itu, SPPG Tembok Dukuh memutuskan menghentikan sementara operasional distribusi MBG sampai hasil uji laboratorium keluar dan evaluasi internal selesai dilakukan.</p>
<p></p>
<p>"Kami berhenti operasional, kami evaluasi dulu sampai semua benar-benar baik baru kita lihat kelanjutannya seperti apa," ujarnya.</p>
<p></p>
<p>Ia juga menyampaikan permintaan maaf kepada seluruh siswa, guru, dan pihak sekolah yang terdampak akibat insiden tersebut. SPPG, kata dia, siap bertanggung jawab penuh terhadap seluruh proses penanganan korban.</p>
<p></p>
<p>"Dari kami saya Chafi sebagai Kepala SPPG dari Tembok Dukuh Bubutan mengucapkan maaf yang sebesar-besarnya kepada pihak-pihak yang terdampak," katanya.</p>
<p></p>
<p>"Dari kami akan bertanggungjawab penuh terhadap pengobatan dan juga segala observasi yang dilakukan di lapangan,” lanjutnya.</p>
<p></p>
<p>Meski insiden terjadi, Chafi memastikan SPPG Tembok Dukuh telah mengantongi sertifikasi resmi dari Badan Gizi Nasional (BGN) sejak mulai beroperasi pada Februari 2026 lalu.</p>
<p></p>
<p>"Lengkap semua. Memang ini kejadian di luar kontrol kami," tandasnya.</p>
<p></p>
<p>Pasca kejadian, Wakil Wali Kota Surabaya, Armuji atau yang akrab disapa Cak Ji bersama anggota DPRD Kota Surabaya, Abdul Malik dan Budi Leksono melakukan inspeksi mendadak ke SPPG Tembok Dukuh, Bubutan. Menurutnya, secara fisik fasilitas di SPPG Tembok Dukuh terlihat memenuhi standar operasional dan dalam kondisi bersih.</p>
<p></p>
<p>"Iya sudah kami cek, secara fisik memang semuanya memenuhi syarat dan sangat bersih. Jadi kita tunggu saja investigasi dari tim kesehatan, tadi ada dari Dinas Kesehatan Surabaya dan Provinsi yang turun," pungkas Cak Ji.</p>
<p></p>
<p>Sementara itu, pihak kesehatan masih melakukan pemeriksaan sampel makanan untuk memastikan sumber pasti keracunan, termasuk kemungkinan adanya kontaminasi pada bahan makanan, proses pengolahan, hingga distribusi MBG ke sekolah-sekolah. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Singgah di Gresik, Gerakan Seni Hitam Putih Ilustrasi Idiom Hadirkan Contemplation Art</title>
<link>https://suarajatimpost.com/singgah-di-gresik-gerakan-seni-hitam-putih-ilustrasi-idiom-hadirkan-contemplation-art</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/singgah-di-gresik-gerakan-seni-hitam-putih-ilustrasi-idiom-hadirkan-contemplation-art</guid>
<description><![CDATA[ Jika pada edisi pertama fokus utamanya adalah mempertemukan generasi seniman, lalu edisi kedua membangun dialog dua era seni rupa, maka edisi ketiga Pameran Black &amp; White diarahkan sebagai ruang perenungan dan penguatan karakter gerakan. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202605/image_870x580_6a012a295bc54.webp" length="67012" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 11 May 2026 11:30:27 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ryan Ramadhan</dc:creator>
<media:keywords>Ilustrasi Idiom, Black &amp; White, Roman Chuza, Galeri Pudak, Gresik, Surabaya, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SURABAYA, SJP —</strong> Gerakan seni rupa hitam putih yang lahir dari ruang komunitas kecil di Surabaya tampaknya belum berhenti bergerak. Setelah memulai langkah perdana di Sidoarjo pada 2024, lalu berkembang melalui ruang dialog lintas generasi di Kota Batu pada 2025, kini pameran “Black And White” kembali hadir dalam edisi ketiganya di Galeri Pudak dengan membawa semangat baru, yakni konsolidasi identitas dan perluasan gerakan seni hitam putih di Jawa Timur.</p>
<p></p>
<p>Mengusung tajuk “Contemplation Art”, pameran yang berlangsung mulai 9 hingga 17 Mei 2026 itu digelar oleh Komunitas Ilustrasi Idiom sebagai kelanjutan dari tour exhibition Black And White yang sebelumnya singgah di Galeri Dekesda Sidoarjo dan Galeri Raos Kota Batu. Sebanyak 28 seniman dari berbagai daerah di Jawa Timur ambil bagian dengan menghadirkan sekitar 90 karya hitam putih dalam beragam medium dan pendekatan artistik.</p>
<p></p>
<p>Berbeda dengan pameran bersama pada umumnya, setiap peserta diberikan ruang sekitar empat meter untuk membangun atmosfer dan narasi visual mereka sendiri. Konsep itu membuat keseluruhan pameran terasa seperti kumpulan pameran tunggal yang disatukan dalam satu gerakan besar seni hitam putih.</p>
<p></p>
<p>Ketua Komunitas Ilustrasi Idiom, Roman Chuza menjelaskan bahwa gerakan Black And White lahir sebagai bentuk penyelarasan di tengah dominasi seni rupa penuh warna yang kini menjadi arus utama di kalangan perupa masa kini.</p>
<p></p>
<p>"Gerakan pameran lukisan hitam putih adalah penyelarasan atas karya hitam putih dengan karya-karya penuh warna yang kini menjadi norm atau populer di kalangan perupa," ujar Roman, Senin (11/5/2026).</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202605/image_870x_6a012a164bc8f.webp" alt=""></p>
<p>Baginya, hitam putih bukan sekadar pilihan estetika, melainkan fondasi paling dasar dalam seni lukis dan menggambar. Dalam keterbatasan dua warna itulah seorang seniman diuji untuk menghadirkan kejujuran visual melalui garis, cahaya, tekstur, dan emosi karya.</p>
<p></p>
<p>"Hitam putih adalah dasar awal dari segala aspek seni lukis maupun gambar. Dari situ kejujuran karya bisa terlihat dengan jelas," katanya.</p>
<p></p>
<p>Tajuk “Contemplation Art” sendiri dipilih bukan tanpa alasan. Roman menyebut tema tersebut sebagai refleksi atas perjalanan gerakan Black And White yang kini mulai memasuki fase pendalaman identitas. Jika pada edisi pertama fokus utamanya adalah mempertemukan generasi seniman, lalu edisi kedua membangun dialog dua era seni rupa, maka edisi ketiga diarahkan sebagai ruang perenungan dan penguatan karakter gerakan.</p>
<p></p>
<p>Nuansa reflektif itu terlihat dari beragam pendekatan visual yang ditampilkan para perupa. Meski seluruh karya dibatasi hanya pada hitam dan putih, setiap seniman tetap menghadirkan karakter visual berbeda-beda, mulai dari arsiran pensil yang lembut, sapuan charcoal yang ekspresif, hingga eksplorasi garis tegas yang terasa emosional.</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202605/image_870x_6a012a24e61dc.webp" alt=""></p>
<p>Roman juga menekankan bahwa pameran ini tidak hanya berbicara soal karya, tetapi juga membangun ruang kekeluargaan antar seniman di berbagai kota. Menurutnya, konsistensi pergerakan Black And White selama tiga tahun terakhir tidak lepas dari semangat silaturahmi para perupa yang terus menjaga ekosistem seni secara kolektif.</p>
<p></p>
<p>"Pameran ini juga membuka ruang berkesenian dan silaturahmi dalam kekeluargaan sesama seniman," ucapnya.</p>
<p></p>
<p>Gelaran Black And White Season 3 turut dibuka oleh perwakilan Dinas Pariwisata Dan Ekonomi Kreatif, Kebudayaan, Kepemudaan Dan Olahraga (Disparekrafbudpora) Kabupaten Gresik yakni Saifudin Ghozali yang hadir mewakili Bupati Gresik.</p>
<p></p>
<p>Selain menghadirkan puluhan perupa muda, pameran ini juga mendapat dukungan sejumlah pelukis senior seperti Kris Adji Aw dan Setyoko yang selama ini menjadi bagian penting dalam perjalanan gerakan seni hitam putih tersebut. Adapun suppoting Art's (karya pendukung) dari pelukis Nasional, alm. Liem Keng yang turut terpajang dalam pameran tersebut.</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202605/image_870x_6a012a1ead177.webp" alt=""></p>
<p>Ketua pelaksana pameran, Webeech Mantarsov menyebut antusiasme para seniman yang terlibat memperlihatkan bahwa gerakan Black And White kini tidak lagi sekadar menjadi agenda komunitas, melainkan mulai tumbuh sebagai identitas kolektif baru dalam lanskap seni rupa Jawa Timur.</p>
<p></p>
<p>Di tengah dunia seni yang semakin ramai oleh ledakan warna dan eksperimen visual, Black And White justru memilih bergerak ke arah sebaliknya, menyederhanakan medium untuk memperdalam makna. Dari ruang-ruang hitam dan putih itulah, komunitas Ilustrasi Idiom perlahan membangun konsolidasi gerakan seni yang tidak hanya bertahan, tetapi juga terus berekspansi dari kota ke kota. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Guru Ngaji Cabuli 7 Santri di Surabaya, Komnas PA Dorong Sertifikasi Pendidik Keagamaan</title>
<link>https://suarajatimpost.com/guru-ngaji-cabuli-7-santri-di-surabaya-komnas-pa-dorong-sertifikasi-pendidik-keagamaan</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/guru-ngaji-cabuli-7-santri-di-surabaya-komnas-pa-dorong-sertifikasi-pendidik-keagamaan</guid>
<description><![CDATA[ Komnas PA Surabaya mendorong adanya sertifikasi yang lebih ketat bagi pendidik keagamaan, termasuk mekanisme pengecekan latar belakang atau track record calon pengajar sebelum diberikan akses mendampingi anak-anak, dengan catatan sertifikasi jangan disalahgunakan menjadi lahan cari cuan. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202605/image_870x580_6a0108fcd0b07.webp" length="44340" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 11 May 2026 09:00:29 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ryan Ramadhan</dc:creator>
<media:keywords>Komisi Nasional Perlindungan Anak, Komnas PA Surabaya, Syaiful Bachri, Kekerasan Anak, Tempat Mengaji, Pesantren, Santri, Surabaya, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SURABAYA, SJP - </strong>Ruang yang selama ini dianggap aman bagi anak kembali tercoreng. Setelah publik digegerkan kasus kekerasan di daycare hingga rentetan kasus pelecehan di lingkungan pesantren dan rumah mengaji, kini dugaan pencabulan terhadap tujuh santri laki-laki oleh seorang guru ngaji juga mencuat di Kota Surabaya.</p>
<p></p>
<p>Kasus tersebut diungkap Polrestabes Surabaya setelah seorang santri melapor dan diikuti pengakuan korban lainnya. Tersangka berinisial MZ (22), yang juga berstatus mahasiswa sekaligus pengajar mengaji di sebuah yayasan pendidikan keagamaan di kawasan Jalan Genteng Kali, diduga melakukan tindakan tidak senonoh terhadap tujuh santri laki-laki usia 10 hingga 15 tahun sejak 2025 hingga April 2026.</p>
<p></p>
<p>Para korban diketahui merupakan santri yang rutin mengikuti kegiatan mengaji dan menginap setiap akhir pekan di lokasi yayasan. Polisi menduga tersangka memanfaatkan situasi malam hari saat para korban beristirahat untuk melancarkan aksinya.</p>
<p></p>
<p>Menanggapi kasus tersebut, Ketua Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas PA) Surabaya, Syaiful Bachri, turut prihatin atas kejadian itu dan menilai kasus tersebut kembali menjadi alarm serius bahwa sistem perlindungan anak di ruang pendidikan dan pengasuhan masih lemah.</p>
<p></p>
<p>"Yang menjadi kami lebih prihatin adalah fakta bahwa pelakunya itu masih usia 22 tahun. Nah, ini yang menjadi perhatian kami," ujar Syaiful saat dikonfirmasi pada Senin, (11/5/2026).</p>
<p></p>
<p>Ia menegaskan, persoalan tersebut tidak boleh dilihat semata-mata karena profesi pelaku sebagai guru agama. Menurutnya, siapa pun yang memiliki akses terhadap anak wajib memiliki tanggung jawab perlindungan anak.</p>
<p></p>
<p>"Kita tidak memandang bahwa ini soal profesi. Tetapi setiap warga negara wajib untuk melindungi hak anak terkait dengan tumbuh kembang," ujarnya.</p>
<p></p>
<p>Syaiful mengungkapkan, kasus kekerasan seksual terhadap anak di ruang pendidikan maupun pengasuhan kini semakin memprihatinkan karena terjadi di tempat-tempat yang justru dipercaya orang tua sebagai ruang aman.</p>
<p></p>
<p>Karena itu, Komnas PA Surabaya mendorong adanya sertifikasi yang lebih ketat bagi pendidik keagamaan, termasuk mekanisme pengecekan latar belakang atau <em>track record </em>calon pengajar sebelum diberikan akses mendampingi anak-anak.</p>
<p></p>
<p>"Nah lagi, kami sering menyarankan untuk adanya sertifikasi, khususnya dalam hal ini yakni untuk para pendidik agama yang juga perlu lebih kencang," katanya.</p>
<p></p>
<p>Kendati demikian, ia juga menegaskan bahwa solusi sertifikasi jangan malah disalahgunakan menjadi ladang mencari keuntungan semata bagi beberapa pihak, karena jika sertifikat bisa diperoleh hanya dilengan dibeli maka esensi dari sertifikat tersebut menjadi tidak berguna.</p>
<p></p>
<p>Lebih jauh, ia menilai yayasan pendidikan maupun lembaga keagamaan perlu memiliki sistem seleksi dan keterbukaan rekam jejak terhadap calon pengajar agar kasus serupa tidak terus berulang.</p>
<p></p>
<p>"Itu juga perlu adanya kualifikasi terkait masa lalu atau track record dari calon pendidik yang ada di lingkungannya," ucapnya.</p>
<p></p>
<p>Menurut Syaiful, selama ini masih terjadi pembiaran akibat lemahnya pengawasan dan kuatnya budaya normalisasi di masyarakat. Kondisi itu membuat kekerasan terhadap anak kerap terlambat terungkap meski sudah ada Undang-undang maupun peraturan.</p>
<p></p>
<p>"Tadi kita bilang normalisasi ini menjadi momok dan menjadi musuh kita, padahal untuk meminimalisir kejadian seperti ini perlu adanya peran dari semua pihak" katanya.</p>
<p></p>
<p>Ia juga menyoroti pentingnya pencatatan rekam jejak pelaku kekerasan terhadap anak agar tidak mudah berpindah tempat dan kembali mendapat akses terhadap anak-anak di lingkungan baru.</p>
<p></p>
<p>"Jangan sampai sanksi sosial ini dia dipindahkan atau diusir ke tempat yang lain tanpa tempat yang baru itu bisa melihat track record beliau," ujarnya.</p>
<p></p>
<p>Dalam kesempatan itu, Syaiful turut menyinggung kemungkinan adanya rantai kekerasan yang berulang apabila pelaku maupun korban tidak mendapat pendampingan psikologis yang memadai.</p>
<p></p>
<p>"Yang kami khawatirkan jangka panjangnya apabila tanpa pendampingan yang baik, anak ini juga akan melakukan yang sama kepada yang lain," katanya.</p>
<p></p>
<p>Ia menjelaskan, korban anak maupun saksi anak kerap memilih diam karena takut terhadap ancaman, senioritas, maupun relasi kuasa dari pelaku yang lebih tua dan lebih kuat. Karena itu, Komnas PA Surabaya mendorong penguatan ruang konseling dan keberanian anak untuk bercerita.</p>
<p></p>
<p>"Kenapa ini muncul? Karena orang tua tidak hadir dan anak tidak berani bercerita kepada orang tua, maka dari itu komunikasi menjadi penting," imbuhnya </p>
<p></p>
<p>Komnas PA Surabaya juga mengapresiasi langkah cepat aparat kepolisian dan pemerintah kota dalam menangani kasus tersebut. Menurutnya, respons cepat penting untuk mencegah trauma berkepanjangan terhadap korban sekaligus memastikan proses hukum berjalan maksimal.</p>
<p></p>
<p>“Kami mengapresiasi kepada Polrestabes Surabaya yang langsung bergerak dan langsung menangani kasus tersebut. Begitu pula dengan teman-teman dari Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kota Surabaya yang turut melakukan pendampingan kepada anak-anak,” pungkasnya.</p>
<p></p>
<p>Kini pihak kepolisian telah menangkap tersangka dan dijerat menggunakan Pasal 6 huruf C juncto Pasal 15 huruf G UU No. 12 Tahun 2022 tentang Tindak Pidana Kekerasan Seksual (TPKS) dan/atau Pasal 415 huruf B UU Nomor 1 Tahun 2023 tentang Kitab UU Hukum Pidana. Sementara, pihak DP3A memberikan pendampingan psikologis kepada para korban. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Angkat Atmosfer Piala Dunia, Festival Rujak Uleg Jadi Gawe Arek Suroboyo yang Masuk KEN 2026</title>
<link>https://suarajatimpost.com/angkat-atmosfer-piala-dunia-festival-rujak-uleg-jadi-gawe-arek-suroboyo-yang-masuk-ken-2026</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/angkat-atmosfer-piala-dunia-festival-rujak-uleg-jadi-gawe-arek-suroboyo-yang-masuk-ken-2026</guid>
<description><![CDATA[ Festival Rujak Uleg dan Surabaya Vaganza masuk dalam Karisma Event Nusantara (KEN) 2026 menjadi bukti bahwa budaya khas Surabaya mendapat pengakuan di tingkat nasional. Kedua event tersebut terpilih sebagai bagian dari 125 event unggulan dari 38 provinsi di Indonesia ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202605/image_870x580_69ff41568ae24.webp" length="102530" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sat, 09 May 2026 21:44:15 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ryan Ramadhan</dc:creator>
<media:keywords>Festival Rujak Uleg, HJKS ke-733, Hari Jadi Kota Surabaya, Karisma Event Nusantara, KEN, KEN 2026, SBEC, Piala Dunia, Surabaya, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SURABAYA, SJP - </strong>Suara musik, sorak penonton, hingga aroma petis dan buah segar memenuhi area Surabaya Expo Center (SBEC), Sabtu (9/5/2026) malam. Ratusan peserta tampak sibuk menguleg rujak di cobek raksasa, sementara deretan peserta fashion show berjalan percaya diri mengenakan kostum unik berbagai negara peserta Piala Dunia.</p>
<p></p>
<p>Kemeriahan Festival Rujak Uleg 2026 itu semakin istimewa setelah event khas arek-arek Suroboyo tersebut disebut kembali lolos dan resmi masuk dalam daftar Karisma Event Nusantara (KEN) 2026.</p>
<p></p>
<p>Festival tahunan dalam rangka Hari Jadi Kota Surabaya (HJKS) ke-733 itu dibuka langsung oleh Eri Cahyadi melalui tendangan bola simbolis di panggung utama. Konsep sepak bola dunia memang menjadi tema utama Festival Rujak Uleg tahun ini melalui tajuk “Rujak Phoria”, menyambut pesta World Cup yang akan dimulai Juni mendatang.</p>
<p></p>
<p>Dalam sambutannya, Eri menyebut Festival Rujak Uleg bukan sekadar agenda hiburan tahunan biasa di Kota Pahlawan, melainkan acara tersebut sudah menjadi tradisi yang lahir dan tumbuh bersama masyarakat Surabaya.</p>
<p></p>
<p>"Surabaya itu punya dua (acara), yakni Rujak Uleg dan minggu depan afa Surabaya Vaganza, dan semuanya itu punya warga Kota Surabaya," kata Eri dalam sambutannya, Sabtu (9/5/2026).</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202605/image_870x_69ff415dcda07.webp" alt=""></p>
<p>Menurutnya, masuknya Festival Rujak Uleg dan Surabaya Vaganza dalam Karisma Event Nusantara (KEN) 2026 menjadi bukti bahwa budaya khas Surabaya mendapat pengakuan di tingkat nasional. Kedua event tersebut terpilih sebagai bagian dari 125 event unggulan dari 38 provinsi di Indonesia dalam program strategis Kementerian Pariwisata.</p>
<p></p>
<p>"Ini menjadi kekuatan baru untuk menarik wisatawan dan memperkuat identitas Surabaya," ujarnya.</p>
<p></p>
<p>Eri mengatakan, tradisi menguleg rujak bersama di nampan raksasa mencerminkan semangat guyub rukun masyarakat Kota Pahlawan. Menurutnya, seluruh lapisan masyarakat bisa berkumpul tanpa sekat dalam satu perayaan budaya yang sama.</p>
<p></p>
<p>"Yang ikut nguleg rujak ini seluruh lapisan masyarakat Kota Surabaya, menunjukkan bahwa Surabaya itu guyub rukun," tuturnya.</p>
<p></p>
<p>Ia berharap semangat persaudaraan itu terus terjaga seiring bertambahnya usia Kota Surabaya yang kini menginjak 733 tahun.</p>
<p></p>
<p>"Semoga malam ini menjadi pengingat bahwa kita semua saudara," katanya.</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202605/image_870x_69ff416384614.webp" alt=""></p>
<p>Sementara itu, Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kebudayaan, Kepemudaan dan Olahraga serta Pariwisata (Disbudporapar) Surabaya, Herry Purwadi, menjelaskan bahwa Festival Rujak Uleg tahun ini memang dikemas berbeda dibanding sebelumnya. </p>
<p></p>
<p>"Tema tahun ini Rujak Phoria, festival rujak yang dikemas untuk menyambut pesta sepak bola dunia," kata Herry.</p>
<p></p>
<p>Tak hanya lomba menguleg rujak, festival juga diramaikan parade fashion show yang diikuti organisasi perangkat daerah (OPD) hingga komunitas masyarakat dengan mengenakan kostum khas negara-negara peserta Piala Dunia. Pertunjukan seni teatrikal, musik, hingga pesta kembang api turut memeriahkan suasana malam.</p>
<p></p>
<p>Sebanyak 136 kelompok peserta mengikuti lomba rujak uleg, sedangkan 132 peserta ambil bagian dalam fashion show tematik. Panitia juga menyiapkan sekitar 1.000 porsi rujak gratis bagi pengunjung.</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202605/image_870x_69ff415224a56.webp" alt=""></p>
<p>Herry menilai Festival Rujak Uleg kini telah berkembang menjadi event budaya dan pariwisata yang memiliki dampak ekonomi besar bagi masyarakat.</p>
<p></p>
<p>"Festival ini menjadi salah satu event iconic Surabaya yang selalu dinantikan masyarakat setiap bulan Mei," ujarnya.</p>
<p></p>
<p>Pada penyelenggaraan tahun lalu, Festival Rujak Uleg berhasil mendatangkan sekitar 12 ribu pengunjung dengan perputaran ekonomi lebih dari Rp1,28 miliar. Tahun ini, jumlah pengunjung diperkirakan meningkat seiring konsep acara yang lebih atraktif dan meriah.</p>
<p></p>
<p>Selain menjadi panggung budaya, event yang masuk KEN 2026 itu juga disebut mampu menggerakkan ekonomi kreatif daerah dengan melibatkan ribuan pelaku UMKM dan seniman lokal. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Siaga Hantavirus, Pemkot Surabaya Imbau Pelancong Lengkapi Vaksin sebelum Bepergian ke Luar Negeri</title>
<link>https://suarajatimpost.com/siaga-hantavirus-pemkot-surabaya-imbau-pelancong-lengkapi-vaksin-sebelum-bepergian-ke-luar-negeri</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/siaga-hantavirus-pemkot-surabaya-imbau-pelancong-lengkapi-vaksin-sebelum-bepergian-ke-luar-negeri</guid>
<description><![CDATA[ Vaksin yang dimaksud bukan vaksin khusus hantavirus. Dinkes Surabaya menjelaskan, vaksinasi yang dianjurkan untuk pelancong adalah vaksin meningitis, influenza, dan pneumonia sebagai perlindungan tambahan terhadap penyakit infeksi, khususnya saat melakukan perjalanan internasional. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202605/image_870x580_69feca174504b.webp" length="16772" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sat, 09 May 2026 13:46:28 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ryan Ramadhan</dc:creator>
<media:keywords>Hantavirus, Dinas Kesehatan, Dinkes Surabaya, Pelancong, Vaksin, Surabaya, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SURABAYA, SJP - </strong>Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya mulai meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi penyebaran Hantavirus. Meski hingga kini belum ditemukan kasus positif di Kota Pahlawan, Dinas Kesehatan (Dinkes) Surabaya mulai menyiapkan langkah antisipasi, termasuk mengimbau warga yang hendak bepergian ke luar negeri agar melengkapi vaksinasi sebelum berangkat.</p>
<p></p>
<p>Langkah itu dilakukan di tengah meningkatnya perhatian dunia terhadap hantavirus yang penularannya berasal dari tikus atau rodensia. Selain memperkuat pengawasan, Pemkot Surabaya juga meminta masyarakat tetap menjaga kondisi tubuh dan menerapkan pola hidup sehat agar risiko penyakit menular dapat ditekan.</p>
<p></p>
<p>Namun, vaksin yang dimaksud bukan vaksin khusus hantavirus. Kepala Dinkes Surabaya dr. Billy Daniel Messakh menjelaskan, vaksinasi yang dianjurkan untuk pelancong adalah vaksin meningitis, influenza, dan pneumonia sebagai perlindungan tambahan terhadap penyakit infeksi, khususnya saat melakukan perjalanan internasional.</p>
<p></p>
<p>"Untuk warga yang bepergian ke luar negeri, vaksinnya harus dilengkapi. Itu penting sebagai perlindungan," papar Billy, saat dikonfirmasi pada Sabtu (9/5/2026).</p>
<p></p>
<p>Hantavirus sendiri merupakan penyakit yang sebenarnya sudah lama dikenal di dunia medis. Virus ini menyebar melalui tikus, terutama dari urine, air liur, atau kotoran tikus yang mengering lalu terhirup manusia. </p>
<p></p>
<p>Gejala awalnya sering menyerupai flu biasa, seperti demam, nyeri otot, sakit kepala, hingga tubuh lemas. Pada kondisi tertentu, infeksi bisa berkembang menjadi gangguan serius pada paru-paru maupun ginjal.</p>
<p></p>
<p>Di Indonesia, kasus hantavirus tergolong jarang dilaporkan. Namun, sejumlah penelitian pernah menemukan paparan virus tersebut pada tikus maupun manusia di beberapa wilayah, sehingga kewaspadaan tetap diperlukan, terutama di daerah dengan populasi tikus tinggi.</p>
<p></p>
<p>Billy menegaskan bahwa masyarakat tidak perlu panik karena hingga kini belum ada kasus yang terkonfirmasi di Surabaya. Meski begitu, kewaspadaan dini tetap dilakukan agar potensi penularan bisa dicegah sejak awal.</p>
<p></p>
<p>"Hantavirus ini sebenarnya bukan penyakit baru. Sudah lama ada dan penularannya dari tikus. Sampai sekarang di Surabaya juga belum ada kasus yang terbukti positif," katanya.</p>
<p></p>
<p>Menurut Billy, tantangan terbesar hantavirus adalah gejalanya yang sering dianggap sebagai flu biasa atau common cold. Karena itu, Dinkes Surabaya meminta masyarakat lebih peka terhadap kondisi kesehatan tubuh, terutama jika mengalami demam atau gangguan pernapasan setelah beraktivitas di lingkungan yang berisiko tinggi terpapar tikus.</p>
<p></p>
<p>"Kalau ada yang terdeteksi suhu tubuhnya di atas normal, tentu harus segera dipantau atau dilakukan langkah pengawasan lebih lanjut," ujarnya.</p>
<p></p>
<p>Sebagai langkah antisipasi, Dinkes Surabaya juga mendorong agar pemeriksaan suhu tubuh menggunakan alat pemindai elektronik kembali diaktifkan di pintu masuk transportasi publik. Langkah ini dipandang penting sebagai skrining awal untuk mendeteksi potensi penyakit menular pada pelaku perjalanan.</p>
<p></p>
<p>Selain itu, masyarakat juga diimbau kembali disiplin menjalankan pola hidup sehat, mulai dari menjaga asupan makanan bergizi, istirahat cukup, hingga rutin berolahraga. Penggunaan masker di ruang tertutup maupun keramaian juga dianjurkan sebagai bentuk perlindungan tambahan.</p>
<p></p>
<p>"Yang paling penting masyarakat tetap menjaga daya tahan tubuh. Olahraga rutin, makan bergizi, dan kalau berada di keramaian atau ruang tertutup sebaiknya menggunakan masker," tutur Billy.</p>
<p></p>
<p>Ia menambahkan, sejumlah negara di Eropa juga mulai meningkatkan kewaspadaan terhadap penyakit menular dengan penggunaan alat pelindung diri dan pengawasan kesehatan yang lebih ketat. Karena itu, Surabaya juga mulai menyiapkan langkah pencegahan sambil menunggu arahan resmi dari pemerintah pusat.</p>
<p></p>
<p>Saat ini, Pemkot Surabaya masih menunggu panduan teknis dari Kementerian Kesehatan terkait mekanisme screening hantavirus. Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin disebut telah meminta panduan resmi kepada WHO untuk menentukan prosedur pengawasan dan penanganan yang tepat.</p>
<p></p>
<p>"Kami masih menunggu guidance (arahan) dari Kementerian Kesehatan terkait screening. Namun Pemkot Surabaya tetap aktif berkoordinasi dan menyiapkan langkah antisipasi," pungkas Billy. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Nanti Malam, Festival Rujak Uleg Surabaya Digelar Lebih Meriah dengan Nuansa World Cup</title>
<link>https://suarajatimpost.com/nanti-malam-festival-rujak-uleg-surabaya-digelar-lebih-meriah-dengan-nuansa-world-cup</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/nanti-malam-festival-rujak-uleg-surabaya-digelar-lebih-meriah-dengan-nuansa-world-cup</guid>
<description><![CDATA[ Keunikan Festival Rujak Uleg setiap tahun terletak pada keberhasilannya menggabungkan unsur budaya tradisional dengan tren modern yang dekat dengan masyarakat. Tahun ini, konsep sport dan atmosfer World Cup menjadi daya tarik utama. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202605/image_870x580_69fec5caa2b67.webp" length="93284" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sat, 09 May 2026 12:31:00 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ryan Ramadhan</dc:creator>
<media:keywords>Rujak Uleg, Festival Rujak Uleg, World Cup, Piala Dunia, Kembang Api, HJKS, HJKS ke-733, SBEC, Surabaya, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SURABAYA, SJP -</strong> Salah satu event paling ditunggu dalam rangkaian Hari Jadi Kota Surabaya (HJKS) kembali digelar nanti malam. Festival Rujak Uleg 2026 hadir dengan konsep yang berbeda dan lebih meriah dibanding tahun-tahun sebelumnya. </p>
<p></p>
<p>Tidak hanya menghadirkan tradisi menguleg rujak bersama, festival kali ini juga dibalut nuansa sepak bola dunia untuk menyambut World Cup yang mulai berlangsung Juni mendatang, lengkap dengan pesta kembang api di akhir acara.</p>
<p></p>
<p>Festival tahunan tersebut akan kembali berlangsung di Surabaya Expo Center (SBEC), Jalan Kusuma Bangsa, Sabtu (9/5/2026) malam. Ribuan warga diperkirakan memadati lokasi untuk menikmati berbagai rangkaian acara mulai dari parade kostum kreatif, fashion show tematik, pertunjukan seni, hingga pembagian rujak gratis.</p>
<p></p>
<p>Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kebudayaan, Kepemudaan dan Olahraga serta Pariwisata (Disbudporapar) Surabaya, Herry Purwadi, mengatakan konsep Festival Rujak Uleg tahun ini memang dibuat berbeda agar lebih atraktif dan mampu menghadirkan pengalaman baru bagi pengunjung.</p>
<p></p>
<p>"Tema tahun ini Rujak Phoria, festival rujak yang dikemas untuk menyambut pesta sepak bola dunia (FIFA World Cup 2026)," kata Herry, Sabtu (9/5/2026).</p>
<p></p>
<p>Menurut Herry, keunikan Festival Rujak Uleg setiap tahun terletak pada keberhasilannya menggabungkan unsur budaya tradisional dengan tren modern yang dekat dengan masyarakat. Tahun ini, konsep sport dan atmosfer Piala Dunia menjadi daya tarik utama.</p>
<p></p>
<p>"Keunikannya karena selalu menghadirkan tema berbeda setiap tahun dengan mengkolaborasikan seni tradisional, teatrikal, fashion modern, dan unsur sport," ujarnya.</p>
<p></p>
<p>Selain tradisi menguleg rujak di cobek raksasa, panitia juga menyiapkan sekitar 1.000 porsi rujak uleg gratis bagi pengunjung. Tidak hanya itu, festival tahun ini akan ditutup dengan pesta kembang api yang menjadi salah satu kejutan baru dalam gelaran Festival Rujak Uleg.</p>
<p></p>
<p>Sebanyak 136 kelompok peserta yang masing-masing beranggotakan empat orang akan ikut memeriahkan lomba rujak uleg. Sementara itu, 132 peserta fashion tematik bakal tampil dengan kostum kreatif bernuansa “Rujak Phoria” dan sepak bola dunia.</p>
<p></p>
<p>Herry menyebut Festival Rujak Uleg bukan sekadar agenda kuliner tahunan, tetapi telah berkembang menjadi ikon budaya Kota Surabaya yang memiliki dampak besar terhadap sektor pariwisata dan ekonomi kreatif.</p>
<p></p>
<p>"Festival ini menjadi salah satu event iconic Surabaya yang selalu dinantikan masyarakat setiap bulan Mei," tuturnya.</p>
<p></p>
<p>Ia menambahkan, festival tersebut kembali masuk dalam Karisma Event Nusantara (KEN) 2025 dan 2026 sebagai salah satu unggulan pariwisata nasional. Menurutnya, hal itu menunjukkan Festival Rujak Uleg semakin dikenal secara luas dan mampu menjadi magnet wisata.</p>
<p></p>
<p>"Melalui festival ini, kami ingin mengenalkan Rujak Cingur sebagai kekayaan budaya dan kuliner Surabaya kepada masyarakat luas, termasuk wisatawan luar daerah maupun mancanegara," imbuh Herry.</p>
<p></p>
<p>Pada penyelenggaraan tahun lalu, Festival Rujak Uleg berhasil mendatangkan sekitar 12 ribu pengunjung dengan nilai perputaran ekonomi lebih dari Rp1,28 miliar. Tahun ini, jumlah pengunjung diprediksi meningkat seiring konsep acara yang lebih meriah dan atraktif.</p>
<p></p>
<p>Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, turut mengajak masyarakat untuk datang dan menikmati kemeriahan festival yang telah menjadi identitas budaya Kota Pahlawan tersebut.</p>
<p></p>
<p>"Ini menjadi kekuatan baru untuk menarik wisatawan dan memperkuat identitas Surabaya," kata Eri.</p>
<p></p>
<p>Untuk mendukung kenyamanan pengunjung, Dinas Perhubungan Surabaya juga menyiapkan kantong parkir resmi di area SBEC. Pelaksana Tugas Kepala Dishub Surabaya, Trio Wahyu Bowo, mengatakan kapasitas parkir disiapkan untuk menampung ribuan kendaraan roda dua maupun roda empat.</p>
<p></p>
<p>"Total area parkir di SBEC bisa menampung lebih dari 1.600 motor dan 850 mobil," ujar Trio.</p>
<p></p>
<p>Pengunjung diimbau datang lebih awal agar terhindar dari antrean panjang dan kepadatan saat acara berlangsung. Selain itu, masyarakat juga diminta tidak memarkir kendaraan di sepanjang Jalan Kusuma Bangsa maupun ruas jalan sekitar lokasi festival demi menjaga kelancaran arus lalu lintas. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Pelepasan Sederhana, Prestasi Mempesona: Penerimaan SNBP SMAN 9 Surabaya Naik 65 Persen</title>
<link>https://suarajatimpost.com/pelepasan-sederhana-prestasi-mempesona-penerimaan-snbp-sman-9-surabaya-naik-65-persen</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/pelepasan-sederhana-prestasi-mempesona-penerimaan-snbp-sman-9-surabaya-naik-65-persen</guid>
<description><![CDATA[ Di tengah larangan wisuda sekolah, SMAN 9 Surabaya justru mencatat lonjakan 65 persen penerimaan SNBP saat melepas 382 siswa angkatan ke-60 secara sederhana namun penuh apresiasi. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202605/image_870x580_69fc873b903e4.webp" length="45954" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 07 May 2026 21:12:49 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ryan Ramadhan</dc:creator>
<media:keywords>SMAN 9 Surabaya, Songo, Songo Mania, Pelepasan, SNBT, SNBP, UTBK, Surabaya, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SURABAYA, SJP -</strong> Larangan wisuda di tingkat sekolah tak mengurangi semarak pelepasan siswa di SMAN 9 Surabaya. Di tengah konsep acara yang dibuat sederhana di lingkungan sekolah, SMA Negeri di jantung Kota Surabaya itu justru membawa kabar membanggakan dengan lonjakan penerimaan perguruan tinggi negeri (PTN) jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) hingga 65 persen dibanding tahun sebelumnya.</p>
<p></p>
<p>Momentum itu terasa dalam kegiatan Hari Pelepasan Siswa Tahun Pelajaran 2025/2026 yang digelar di lapangan sekolah, pada Kamis (7/5/2026). Sebanyak 382 siswa yang hadir bersama orangtua mereka, resmi dilepas dengan tingkat kelulusan yang mencapai 100 persen.</p>
<p></p>
<p>Kepala SMAN 9 Surabaya, Tri Kurniawati mengatakan, pelepasan angkatan ke-60 tahun ini memang sengaja dikemas sederhana namun tetap memiliki makna mendalam bagi siswa dan orang tua. Ia mengungkapkan bahwa konsep acara sepenuhnya digarap oleh siswa, mulai dari susunan acara hingga penampilan yang ditampilkan selama pelepasan berlangsung.</p>
<p></p>
<p>"Acara memang dirancang sederhana, namun yang menarik adalah pihak yang mengadakan acaranya ini itu dari anak dan untuk anak. Jadi EO-nya (Event Organizer) dari siswa SMAN 9 semua," kata Tri, Kamis (7/5/2026).</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202605/image_870x_69fc871062e94.webp" alt=""></p>
<p>Ia menjelaskan, sekolah ingin menunjukkan bahwa pelepasan siswa tidak harus berlangsung mewah untuk tetap memberi apresiasi kepada para lulusan. Terlebih, tahun ini sekolah mencatat peningkatan signifikan dalam capaian akademik, khususnya penerimaan PTN jalur SNBP.</p>
<p></p>
<p>"Di tahun ini mengalami peningkatan sekitar 65 persen dibanding tahun kemarin yang keterima di PTN jalur SNBP,"ujarnya.</p>
<p></p>
<p>Saat ini, kata dia, sudah ada 43 siswa yang diterima melalui jalur SNBP dan jumlah itu masih berpotensi bertambah karena sebagian siswa masih menunggu hasil Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT).</p>
<p></p>
<p>Peningkatan tersebut, lanjut Tri, merupakan hasil sinergi antara sekolah, orang tua, komite, hingga kerja sama dengan berbagai pihak luar dalam mendorong kualitas pendidikan di SMA 9 Surabaya.</p>
<p></p>
<p>"Kalau kita berdiri sendiri tanpa kolaborasi dengan yang lain nanti hasilnya tidak maksimal," tuturnya.</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202605/image_870x_69fc871b4102a.webp" alt=""></p>
<p>Tak hanya akademik, SMA 9 Surabaya juga dikenal memiliki banyak siswa berprestasi di bidang non-akademik. Bahkan sejumlah atlet dari sekolah itu berhasil menembus level nasional hingga internasional.</p>
<p></p>
<p>Tri menyebut ada siswa yang menjadi atlet judo, karate, panahan, loncat indah, hingga futsal. Salah satu siswa futsal bahkan dipanggil memperkuat Timnas U17.</p>
<p></p>
<p>"Banyak atlet-atletnya yang sampai membawa nama Indonesia ke luar negeri, jadi kadang orang dulu itu menyebut SMAN 9 Surabaya ini sekolah atlet," ungkapnya.</p>
<p></p>
<p>Di balik suasana bahagia pelepasan siswa, pihak sekolah juga menyampaikan kabar duka atas meninggalnya salah satu siswa berprestasi non-akademik beberapa waktu lalu akibat gangguan kesehatan. </p>
<p></p>
<p>Meski demikian, suasana haru tetap berpadu dengan kebanggaan para orang tua yang hadir langsung menyaksikan prosesi pelepasan putra-putri mereka.</p>
<p></p>
<p>Ketua Pelaksana acara sekaligus guru olahraga SMAN 9 Surabaya, Nur Hidayat menuturkan, konsep sederhana dipilih sebagai bentuk penyesuaian terhadap aturan pemerintah terkait larangan wisuda sekolah. Karena itu, kegiatan digelar di lingkungan sekolah dengan menampilkan kreativitas siswa melalui tari, band, hingga kirab pelepasan.</p>
<p></p>
<p>"Yang pasti kita mengikuti aturan dari pemerintah, tidak boleh melaksanakan acara wisuda untuk anak sekolah," kata Nur.</p>
<p></p>
<p>Meski sederhana, ia berharap momen tersebut tetap menjadi kenangan berharga sekaligus penyemangat bagi para lulusan untuk melanjutkan perjalanan mereka di masa depan.</p>
<p></p>
<p>"Semoga anak-anak menjadi pribadi yang baik, berkarakter yang baik, sukses selalu," ucapnya.</p>
<p></p>
<p>Sementara itu, salah satu siswa berprestasi non-akademik, Cornelius Adrian Sitanggang, mengaku bersyukur bisa menutup masa SMA dengan capaian di bidang karate yang telah membawanya mengikuti berbagai kompetisi nasional hingga internasional.</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202605/image_870x_69fc8716076c7.webp" alt=""></p>
<p>"Puji Tuhan bisa sampai di posisi ini sekarang dari bantuan guru-guru dan orang tua," katanya.</p>
<p></p>
<p>Siswa kelas 12 A2 yang akrab disapa Adi itu kini tengah menunggu hasil UTBK untuk melanjutkan studi di Institut Teknologi Sepuluh Nopember jurusan Teknik Sistem Perkapalan.</p>
<p></p>
<p>Selain Adi, prestasi akademik juga datang dari Antonia Devica Delians. Siswi kelas 12 C2 itu aktif mengikuti lomba debat dan olimpiade ekonomi sejak kelas 10, termasuk kompetisi tingkat nasional. Ia bahkan telah diterima di program studi S1 Akuntansi Universitas Airlangga.</p>
<p></p>
<p>"Berharap sekolah bisa terus berkembang dan mencetak lebih banyak prestasi dari adik-adik kelas," tandas Devica.</p>
<p></p>
<p>Dengan pelepasan yang digelar sederhana namun penuh makna itu, SMAN 9 Surabaya tak hanya menutup perjalanan 382 siswanya di bangku sekolah, tetapi juga menandai optimisme baru atas meningkatnya prestasi akademik dan non-akademik. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Hari ke&amp;16 Operasional Haji, Embarkasi Surabaya Catat 75 Mutasi Keluar dan 34 Kursi Kosong</title>
<link>https://suarajatimpost.com/hari-ke-16-operasional-haji-embarkasi-surabaya-catat-75-mutasi-keluar-dan-34-kursi-kosong</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/hari-ke-16-operasional-haji-embarkasi-surabaya-catat-75-mutasi-keluar-dan-34-kursi-kosong</guid>
<description><![CDATA[ Meski angka mutasi dinilai cukup tinggi, PPIH Surabaya memastikan mekanisme penggantian kursi berjalan optimal sehingga tidak seluruh mutasi berdampak pada kekosongan seat penerbangan. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202605/image_870x580_69fc605b58557.webp" length="47564" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 07 May 2026 17:50:32 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ryan Ramadhan</dc:creator>
<media:keywords>Haji, Haji 2026, Mutasi Keluar, Jemaah Haji, Embarkasi Surabaya, PPIH Surabaya, AHES, Surabaya, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SURABAYA, SJP - </strong>Memasuki hari ke-16 operasional pemberangkatan haji Embarkasi Surabaya, dinamika keberangkatan jemaah mulai diwarnai dengan tingginya angka mutasi keluar, atau kondisi ketika jemaah yang sebelumnya sudah terjadwal berangkat dalam suatu kloter batal berangkat sementara waktu, dipindah, atau keluar dari susunan kloter tersebut.</p>
<p>Hingga saat ini, Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) mencatat sebanyak 75 jemaah mengalami mutasi keluar dengan berbagai alasan, mulai dari sakit, penundaan keberangkatan, perpindahan kloter, hingga persoalan teknis yang berdampak pada munculnya puluhan kursi kosong atau open seat.</p>
<p>Dari total 75 mutasi keluar tersebut, sebanyak 41 kursi berhasil diisi kembali melalui mekanisme mutasi masuk, baik dari jemaah cadangan maupun pengalihan nomor kloter. Namun, masih terdapat 34 kursi kosong yang belum dapat terisi.</p>
<p>Berkenaan tentang angka tersebut, Ketua PPIH Embarkasi Surabaya, Mohammad As’adul Anam mengungkapkan bahwa alasan mutasi keluar paling banyak dipicu oleh faktor kesehatan jemaah dan penundaan keberangkatan.</p>
<p>"Mutasi keluar paling banyak karena jemaah sakit di rumah sakit sebanyak 14 orang, kemudian tunda keberangkatan 20 orang, perpindahan kloter 18 orang, pendamping 8 orang, hingga alasan teknis," ujarnya, Kamis (7/5/2026).</p>
<p>Selain itu, terdapat pula mutasi keluar akibat jemaah sakit di daerah, kondisi hamil, hingga perubahan nomor urut keberangkatan. Kondisi tersebut membuat komposisi kloter terus mengalami penyesuaian selama proses operasional berlangsung.</p>
<p>PPIH mencatat, dari seluruh mutasi keluar yang terjadi, sebanyak 11 kursi kosong muncul karena alasan teknis dan administratif. Sementara itu, perpindahan kloter dilakukan untuk berbagai kebutuhan penyesuaian, termasuk penggabungan keluarga maupun pendamping lansia.</p>
<p>Meski angka mutasi cukup tinggi, PPIH memastikan mekanisme penggantian kursi berjalan optimal sehingga tidak seluruh mutasi berdampak pada kekosongan seat penerbangan.</p>
<p>"Mekanisme mutasi berjalan efektif sehingga mampu mengoptimalkan keterisian kursi," kata Anam.</p>
<p>Di tengah tingginya dinamika perubahan keberangkatan tersebut, operasional penerbangan jemaah haji Embarkasi Surabaya tetap berjalan disiplin. PPIH mencatat seluruh 54 kloter yang telah diberangkatkan memiliki tingkat ketepatan waktu penerbangan atau On Time Performance (OTP) mencapai 100 persen tanpa keterlambatan maupun percepatan jadwal.</p>
<p>"Alhamdulillah, hingga hari ke-16 operasional, proses pemberangkatan berjalan tertib, lancar, dan seluruh kloter dapat diberangkatkan tepat waktu," ujarnya.</p>
<p>Selain persoalan mutasi keluar, hingga saat ini masih terdapat lima jemaah yang mengalami penundaan keberangkatan dan menjalani penanganan di Asrama Haji Embarkasi Surabaya. Rinciannya, empat jemaah sakit dan satu orang pendamping yang masih menunggu kesiapan untuk diberangkatkan pada kloter berikutnya.</p>
<p>"Kami terus memastikan jemaah yang mengalami penundaan mendapatkan penanganan terbaik, baik dari sisi kesehatan maupun penjadwalan ulang keberangkatan," pungkasnya. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Wali Kota dan Sekda Kota Surabaya Naik Haji, Pemkot Segera Siapkan Pelaksana Harian</title>
<link>https://suarajatimpost.com/wali-kota-dan-sekda-kota-surabaya-naik-haji-pemkot-segera-siapkan-pelaksana-harian</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/wali-kota-dan-sekda-kota-surabaya-naik-haji-pemkot-segera-siapkan-pelaksana-harian</guid>
<description><![CDATA[ Eri Cahyadi dijadwalkan berangkat haji pada 19 Mei 2026 yang kemudian disusul Sekda Surabaya beberapa waktu kemudian, hal itu membuat Pemkot harus segera menyiapkan pengganti sementara dua posisi penting sekaligus. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202605/image_870x580_69fc5743c3cc6.webp" length="35402" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 07 May 2026 17:12:01 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ryan Ramadhan</dc:creator>
<media:keywords>Haji 2026, Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, Sekda, Haji, Surabaya, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SURABAYA, SJP - </strong>Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya dalam waktu dekat harus segera menyiapkan pelaksana harian (Plh) menyusul keberangkatan Wali Kota Eri Cahyadi dan Sekretaris Daerah (Sekda) Surabaya, Lilik Arijanto, yang sama-sama akan menunaikan ibadah haji tahun ini.</p>
<p>Situasi tersebut menjadi sorotan karena dua pejabat tertinggi di lingkungan Pemkot Surabaya dipastikan menjalani cuti dalam waktu yang berdekatan. Hingga kini, Pemkot juga belum menentukan siapa pejabat yang akan mengisi posisi pelaksana harian selama keduanya berada di Tanah Suci.</p>
<p>Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Surabaya, Eddy Christijanto membenarkan bahwa sampai saat ini belum ada keputusan resmi terkait penunjukan Plh wali kota maupun sekda.</p>
<p>“Pak Sekda kan haji juga. Jadi belum (penunjukan Plh wali kota dan sekda Surabaya),” ujarnya saat dikonfirmasi pada Kamis (7/5/2026).</p>
<p>Eddy menjelaskan, Wali Kota Eri Cahyadi dijadwalkan berangkat ke Tanah Suci bersama istrinya, Rini Indriyani, pada 19 Mei 2026 mendatang. Namun keberangkatan Eri disebut menggunakan jalur haji khusus sehingga teknis keberangkatannya masih belum dipastikan melalui Asrama Haji Embarkasi Surabaya atau tidak.</p>
<p>"Iya, berangkat sama istri. Kalau berangkat dari Asrama Haji, itu belum tahu karena haji khusus," katanya.</p>
<p>Sementara itu, Sekda Surabaya Lilik Arijanto juga dipastikan berangkat haji tahun ini, meski jadwal keberangkatannya berbeda dengan Wali Kota Eri Cahyadi.</p>
<p>“Beda. Pak Wali berangkat dulu, baru Pak Sekda,” pungkas Eddy.</p>
<p>Kondisi tersebut membuat Pemkot Surabaya harus memastikan roda pemerintahan tetap berjalan normal selama wali kota dan Sekda berada di luar negeri. Terlebih, posisi Sekda selama ini memegang peran penting dalam mengoordinasikan administrasi dan birokrasi pemerintahan sehari-hari.</p>
<p>Meski demikian, secara regulasi sebenarnya sudah terdapat mekanisme pengganti sementara ketika kepala daerah menjalankan cuti atau berhalangan sementara. Ketentuan itu diatur dalam Pasal 66 Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah.</p>
<p>Dalam aturan tersebut dijelaskan bahwa ketika wali kota menjalani cuti, maka tugas kepala daerah dijalankan oleh wakil wali kota sebagai pelaksana tugas (Plt) maupun pelaksana harian (Plh). Artinya, selama Eri Cahyadi menjalankan ibadah haji, maka tugas wali kota akan dijalankan oleh Armuji sebagai wakil kepala daerah. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Dosen FIKKIA Unair Sebut RI Belum Sepenuhnya Aman dari Campak Meski Kasus Turun 90 Persen</title>
<link>https://suarajatimpost.com/dosen-fikkia-unair-sebut-ri-belum-sepenuhnya-aman-dari-campak-meski-kasus-turun-90-persen</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/dosen-fikkia-unair-sebut-ri-belum-sepenuhnya-aman-dari-campak-meski-kasus-turun-90-persen</guid>
<description><![CDATA[ Campak tidak hanya persoalan penyakit menular, tetapi juga mencerminkan kapasitas sistem kesehatan dan perilaku masyarakat. Dalam konteks saat ini, tantangan terbesar justru tidak lagi terletak pada ketersediaan vaksin, melainkan pada aspek sosial dan perilaku. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202605/image_870x580_69f9dd71b5541.webp" length="17018" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Tue, 05 May 2026 21:40:40 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ryan Ramadhan</dc:creator>
<media:keywords>Campak, Universitas Airlangga, UNAIR, Bangladesh, Surabaya, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SURABAYA, SJP -</strong> Lonjakan kasus campak yang memicu ratusan kematian di Bangladesh menjadi pengingat bahwa penyakit ini belum sepenuhnya terkendali secara global. Di tengah situasi tersebut, Indonesia memang menunjukkan tren yang jauh lebih baik dengan penurunan kasus signifikan. Namun, para ahli mengingatkan bahwa kondisi ini belum bisa disebut aman sepenuhnya.</p>
<p></p>
<p>Kementerian Kesehatan melaporkan bahwa pada awal 2026, kasus campak di Indonesia mengalami penurunan hingga 90 persen di sejumlah wilayah. Capaian ini menunjukkan efektivitas program imunisasi dan pengendalian penyakit yang berjalan dalam beberapa tahun terakhir. </p>
<p></p>
<p>Kendati demikian, fakta bahwa masih ditemukan kasus kematian serta munculnya klaster penularan di beberapa daerah menjadi sinyal bahwa risiko penyebaran masih ada.</p>
<p></p>
<p>Dosen Kesehatan Masyarakat Fakultas Ilmu Kesehatan, Kedokteran, dan Ilmu Alam (FIKKIA) Universitas Airlangga, Jayanti Dian Eka Sari, menilai bahwa situasi ini belum bisa dikategorikan sebagai kondisi aman sepenuhnya. Ia menyebut Indonesia saat ini masih berada dalam tahap pengendalian, bukan eliminasi.</p>
<p></p>
<p>"Penurunan kasus memang menjadi kabar baik, tetapi ini belum menandakan masalah sudah selesai," ujar Jayanti, Selasa (5/5/2026).</p>
<p></p>
<p>Menurutnya, perbedaan antara pengendalian dan eliminasi sangat krusial dalam memahami situasi saat ini. Pengendalian berarti jumlah kasus berhasil ditekan, tetapi penularan masih terjadi. Sementara eliminasi menandakan tidak adanya lagi transmisi lokal.</p>
<p></p>
<p>Lebih jauh, ia menjelaskan bahwa campak tidak hanya persoalan penyakit menular, tetapi juga mencerminkan kapasitas sistem kesehatan dan perilaku masyarakat. Dalam konteks saat ini, tantangan terbesar justru tidak lagi terletak pada ketersediaan vaksin, melainkan pada aspek sosial dan perilaku.</p>
<p></p>
<p>"Masalah utamanya adalah keraguan terhadap vaksin, rendahnya persepsi risiko, serta kelelahan akses," tuturnya.</p>
<p></p>
<p>Ia memaparkan bahwa keraguan terhadap vaksin (vaccine hesitancy) masih menjadi hambatan utama di sejumlah kelompok masyarakat. Di sisi lain, keberhasilan menurunkan kasus justru memunculkan persepsi bahwa campak bukan lagi ancaman serius, sehingga minat imunisasi menurun. </p>
<p></p>
<p>Selain itu, faktor kelelahan akses atau access fatigue juga berperan, di mana masyarakat merasa terbebani untuk terus mengakses layanan kesehatan secara berulang.</p>
<p></p>
<p>Dalam evaluasinya, program promosi kesehatan pemerintah dinilai telah berhasil meningkatkan cakupan imunisasi secara umum. Namun, efektivitasnya belum merata, terutama dalam menjangkau kelompok rentan seperti masyarakat di daerah terpencil, kelompok yang terpapar hoaks, atau mereka yang masih ragu terhadap vaksin.</p>
<p></p>
<p>"Imunisasi bukan gagal karena kurang informasi, tetapi karena pesan belum cukup meyakinkan," ungkap Jayanti.</p>
<p></p>
<p>Ia menegaskan bahwa campak merupakan fenomena multifaktorial. Artinya, ketersediaan vaksin saja tidak cukup untuk menjamin perlindungan masyarakat. Selama masih ada anak yang belum mendapatkan imunisasi lengkap, akses layanan yang terbatas, serta keraguan dari orang tua, maka celah penularan akan tetap terbuka.</p>
<p></p>
<p>"Selama masih ada anak yang belum imunisasi lengkap, maka penularan tetap memiliki celah," terangnya.</p>
<p></p>
<p>Dalam konteks tersebut, promosi kesehatan memegang peran strategis karena vaksinasi pada dasarnya adalah perilaku sosial. Ketika masyarakat memahami manfaat dan memiliki kepercayaan terhadap vaksin, partisipasi imunisasi akan meningkat secara sukarela.</p>
<p></p>
<p>Namun, tantangan yang dihadapi tenaga kesehatan tidak hanya bersifat teknis, melainkan juga mencakup aspek sosial, budaya, hingga psikologis. Hal itu terasa di wilayah dengan keterbatasan akses dan tingkat kepercayaan masyarakat yang rendah terhadap layanan kesehatan.</p>
<p></p>
<p>Sebagai solusi, diperlukan pendekatan yang lebih komprehensif, mencakup edukasi yang persuasif, peningkatan kepercayaan publik, kemudahan akses layanan, serta keterlibatan aktif komunitas. Pendekatan ini dinilai penting untuk memastikan partisipasi imunisasi dapat meningkat secara berkelanjutan.</p>
<p></p>
<p>"Promkes tidak boleh hanya bersifat kampanye sesaat saat kasus meningkat," pungkasnya.</p>
<p></p>
<p>Jayanti menekankan bahwa promosi kesehatan harus berbasis data, adaptif terhadap kondisi masyarakat, serta dilakukan secara konsisten dalam jangka panjang. Tanpa itu, keberhasilan menekan kasus seperti saat ini berisiko tidak bertahan, dan potensi lonjakan kembali, seperti yang terjadi di sejumlah negara tiap tahunnya. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Sekretariat Dewan Kesenian Surabaya Dikosongkan: Pemkot Klaim Penataan, DKS Anggap Kesewenang&amp;wenangan</title>
<link>https://suarajatimpost.com/sekretariat-dewan-kesenian-surabaya-dikosongkan-pemkot-klaim-penataan-dks-anggap-kesewenang-wenangan</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/sekretariat-dewan-kesenian-surabaya-dikosongkan-pemkot-klaim-penataan-dks-anggap-kesewenang-wenangan</guid>
<description><![CDATA[ Setelah polemik panjang, Pemkot Surabaya mengeksekusi pengosongan sekretariat DKS di Balai Pemuda, memicu tudingan “abusing of power” dari seniman dan memperuncing konflik ruang kebudayaan kota. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202605/image_870x580_69f9da08a8ad4.webp" length="29414" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Tue, 05 May 2026 21:10:56 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ryan Ramadhan</dc:creator>
<media:keywords>Balai Pemuda, Alun-alun Kota Surabaya, Dewan Kesenian Surabaya, DKS, Dewan Kebudayaan Surabaya, Surabaya, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SURABAYA, SJP - </strong>Setelah polemik berkepanjangan soal rencana pengosongan ruang seni, Pemerintah Kota Surabaya akhirnya mengeksekusi pengosongan sekretariat Dewan Kesenian Surabaya (DKS) di kompleks Balai Pemuda Surabaya. Langkah ini langsung memicu reaksi keras dari pengurus DKS lama yang menilai tindakan tersebut sebagai bentuk kesewenang-wenangan kekuasaan.</p>
<p></p>
<p>Polemik itu sebenarnya merupakan konflik lama, yang kemudian kembali mencuat saat terbitnya surat pengosongan oleh Pemkot Surabaya pada akhir Maret 2026 lalu yang memerintahkan sejumlah ruang seni, termasuk sekretariat DKS, Galeri Merah Putih (GMP), Bengkel Muda Surabaya dan Warung Mak Ning untuk dikosongkan dalam waktu tujuh hari. </p>
<p></p>
<p>Kebijakan tersebut menuai penolakan luas dari kalangan seniman, bahkan dilawan dengan aksi pameran Art of Freedom di ruang yang justru diminta untuk dikosongkan. Namun polemik sempat mereda saat Galeri Merah Putih (GMP) menggelar acara melukis On The Spot (OTS) dengan berkolaborasi bersama Pemkot Surabaya.</p>
<p></p>
<p>Kendati demikian, pihak GMP menegaskan bahwa pihak mereka tidak merasa memiliki masalah dengan Pemkot Surabaya dan menghimbau pihak-pihak yang memiliki polemik, termasuk DKS untuk segera menyelesaikan urusannya.</p>
<p></p>
<p><strong>Eksekusi Pengosongan</strong></p>
<p>Namun, memasuki awal Mei 2026, situasi meningkat dari sekadar polemik menjadi tindakan langsung. Pada 4 Mei 2026, Satpol PP Kota Surabaya melakukan pengosongan sekretariat DKS. Ruangan sempat disegel sebelum akhirnya dibuka kembali untuk memindahkan sejumlah barang kesenian.</p>
<p></p>
<p>Pemkot Surabaya membantah bahwa langkah tersebut merupakan pengusiran. Plt Kepala Dinas Kebudayaan, Kepemudaan dan Olahraga serta Pariwisata, Herry Purwadi, menegaskan pengosongan merupakan bagian dari penataan kelembagaan kebudayaan.</p>
<p></p>
<p>"Yang dilakukan bukanlah pengusiran," ujar Herry saat dikonfirmasi pada Selasa (5/5/2026).</p>
<p></p>
<p>Menurutnya, langkah ini merupakan implementasi dari Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan, di mana pemerintah melakukan penyesuaian terhadap struktur lembaga kebudayaan di Surabaya.</p>
<p></p>
<p>Ia menjelaskan bahwa Dewan Kesenian Surabaya kini telah bertransformasi menjadi Dewan Kebudayaan Surabaya, sehingga dukungan pemerintah dialihkan ke lembaga baru tersebut.</p>
<p></p>
<p>"Maka karena sudah di-upgrade, ruangan DKS sudah tidak menjadi beban Pemerintah Kota lagi," kata Herry.</p>
<p></p>
<p>Pemkot juga mempersilakan DKS lama untuk tetap berjalan, namun tidak lagi difasilitasi di Balai Pemuda dan melanjutkan kegiatan di lokasi lain.</p>
<p></p>
<p><strong>Dari Sengketa Administratif ke Tuduhan Penyalahgunaan Kekuasaan</strong></p>
<p>Berbeda dengan narasi pemerintah, pihak DKS menilai pengosongan yang berdasarkan surat pemberitahuan tertanggal 29 April 2026 itu bukan sekadar penataan administratif, Ketua DKS, Crisman menyebut tindakan sepihak yang dilakukan pihak Pemkot Surabaya telah mengabaikan proses dialog.</p>
<p></p>
<p>Crisman Hadi menegaskan bahwa pihaknya telah berupaya membuka komunikasi dengan pemerintah kota, termasuk mengirimkan dua kali surat permohonan audiensi kepada Wali Kota Surabaya. Namun, upaya tersebut tidak membuahkan hasil.</p>
<p></p>
<p>"Kami sudah dua kali berkirim surat audiensi, tapi ditolak," ungkap Crisman.</p>
<p></p>
<p>Ia juga membantah tuduhan bahwa DKS menggunakan ruang tanpa dasar hukum. Menurutnya, penggunaan sekretariat dan galeri dilakukan berdasarkan legitimasi kelembagaan, termasuk surat tugas resmi yang dimiliki organisasi.</p>
<p></p>
<p>"Tidak tepat jika dinyatakan sebagai penggunaan tanpa dasar hukum," jelasnya.</p>
<p></p>
<p>Pengosongan itu berdampak langsung pada aktivitas seni yang selama ini berlangsung rutin di ruang tersebut. Latihan gamelan, pertunjukan ludruk anak-anak, hingga agenda pameran seni terpaksa terganggu.</p>
<p></p>
<p>"Dengan ini jelas mengganggu aktivitas rutin teman-teman yang berkesenian di DKS," ucapnya</p>
<p></p>
<p>Lebih jauh, Crisman menilai tindakan pengosongan sebagai bentuk penyalahgunaan kekuasaan terhadap komunitas seni.</p>
<p></p>
<p>"Saya kira ini abusing power, kesewenang-wenangan aparat negara," tegas Crisman.</p>
<p></p>
<p><strong>Konflik Legitimasi: DKS Lama vs DKS Baru</strong></p>
<p>Pemkot menyebut pengosongan dilakukan karena kepengurusan DKS saat ini dianggap tidak sah. Hal itu berkaitan dengan transformasi DKS menjadi Dewan Kebudayaan Surabaya, yang kini menjadi lembaga resmi yang didukung pemerintah.</p>
<p></p>
<p>Namun, Crisman menyatakan tidak menolak pembentukan kepengurusan baru. Ia bahkan mengaku siap mundur apabila struktur baru telah terbentuk secara jelas.</p>
<p></p>
<p>"Saya siap mundur jika pengurus baru sudah terbentuk," pungkas Crisman.</p>
<p></p>
<p>Meski demikian, ia tetap mempertahankan posisinya saat ini sebagai bentuk tanggung jawab atas mandat yang diberikan anggota dalam pemilihan sebelumnya, yang dianggap sudah sah dan wajib dipenuhi.</p>
<p></p>
<p>Pengosongan sekretariat DKS menandai babak baru dalam konflik antara Pemkot Surabaya dan komunitas seni. Jika sebelumnya perdebatan berkutat pada wacana dan kebijakan, kini telah beralih menjadi tindakan nyata di lapangan.</p>
<p></p>
<p>Di satu sisi, pemerintah menegaskan langkah tersebut sebagai penataan kelembagaan sesuai regulasi. Namun di sisi lain, seniman melihatnya sebagai ancaman terhadap ruang hidup kebudayaan, bahkan sebagai bentuk penyalahgunaan kekuasaan.</p>
<p></p>
<p>Di tengah tarik-menarik tersebut, arek-arek Suroboyo akan melihat kedepan, soal apakah Balai Pemuda akan tetap menjadi rumah bagi kebudayaan, atau justru berubah arah dalam kebijakan pembangunan kota Pahlawan di masa mendatang. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Gelar Sosialisasi Sosial, DPRD Jatim dan YKAI Perkuat Kesadaran Publik Lindungi Anak di Era Disrupsi</title>
<link>https://suarajatimpost.com/gelar-sosialisasi-sosial-dprd-jatim-dan-ykai-perkuat-kesadaran-publik-lindungi-anak-di-era-disrupsi</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/gelar-sosialisasi-sosial-dprd-jatim-dan-ykai-perkuat-kesadaran-publik-lindungi-anak-di-era-disrupsi</guid>
<description><![CDATA[ Di balik kemajuan era disrupsi, ancaman kekerasan dan kejahatan digital terhadap anak meningkat, mendorong DPRD Jatim dan YKAI memperkuat kesadaran publik demi melindungi generasi masa depan. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202605/image_870x580_69f9d153919d3.webp" length="47708" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Tue, 05 May 2026 20:20:25 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ryan Ramadhan</dc:creator>
<media:keywords>Era Disrupsi, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Jawa Timur, DPRD Jatim, Yayasan Kesejahteraan Anak Indonesia, YKAI Jatim, YKAI, Surabaya, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SURABAYA, SJP -</strong> Di balik kemudahan teknologi dan derasnya arus informasi di era disrupsi, tersimpan ancaman yang kian kompleks bagi anak-anak. Dunia digital yang tanpa batas tak hanya membuka peluang, tetapi juga menghadirkan risiko baru, mulai dari paparan konten negatif, cyberbullying, hingga kejahatan seksual berbasis online.</p>
<p></p>
<p>Kondisi itulah yang mendorong DPRD Jawa Timur bersama Yayasan Kesejahteraan Anak Indonesia (YKAI) Jawa Timur menggelar sosialisasi bertajuk “Penguatan dan Perlindungan Anak Menuju Generasi Emas di Era Disrupsi” pada Selasa (5/5/2026). </p>
<p></p>
<p>Dengan mengumpulkan para orang tua dan pembicara dari berbagai latar belakang dalam satu forum interaktif, kegiatan tersebut menjadi upaya strategis untuk memperkuat kesadaran publik bahwa perlindungan anak harus menjadi prioritas bersama di tengah perubahan zaman.</p>
<p></p>
<p>Ketua pelaksana kegiatan, Pramira Fitri, menegaskan bahwa era disrupsi membawa tantangan serius, terutama bagi masyarakat yang belum sepenuhnya mampu beradaptasi, seperti di wilayah pinggiran.</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202605/image_870x_69f9d15a39cbf.webp" alt=""></p>
<p>"Perubahan di era disrupsi ini kadang tidak bisa langsung diadaptasi oleh masyarakat, terutama di daerah pinggiran. Melalui kegiatan ini, kami ingin menguatkan peran orang tua agar anak-anak lebih siap menghadapi perubahan," ujar Fitri, Selasa (5/5/2026).</p>
<p></p>
<p>Ia menjelaskan, pendekatan yang dilakukan tidak hanya berupa sosialisasi, tetapi juga pendampingan langsung di lapangan, termasuk penanganan kasus bullying serta dukungan bagi anak inklusi dan berkebutuhan khusus.</p>
<p></p>
<p>"Selama ini kami juga melakukan pendampingan di sekolah, termasuk ketika ada kasus bullying. Bahkan anak-anak dengan kebutuhan khusus juga kami rangkul agar mereka bisa berdaya ke depan," tambahnya.</p>
<p></p>
<p>Dalam sesi paparan, Prof. Emy Susanti menyoroti bahwa anak-anak saat ini hidup dalam lanskap sosial yang jauh berbeda, ditandai dengan fenomena post-truth, perubahan pola asuh, serta kesenjangan akses terhadap informasi dan teknologi.</p>
<p></p>
<p>Ia mengingatkan bahwa pemenuhan empat hak dasar anak, meliputi hak hidup, perlindungan, tumbuh kembang, dan partisipasi harus menjadi fondasi utama dalam menghadapi era disrupsi.</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202605/image_870x_69f9d16092548.webp" alt=""></p>
<p>"Data menunjukkan kekerasan terhadap anak masih tinggi, bahkan sering terjadi di lingkungan terdekat seperti keluarga dan sekolah," ungkapnya.</p>
<p></p>
<p>Menurutnya, penguatan anak perlu dilakukan melalui tiga pilar utama, yakni pembentukan karakter dan etika, peningkatan literasi dan kompetensi abad 21, serta menjaga kesehatan fisik dan mental. Ia juga menekankan pentingnya pengawasan di ruang digital.</p>
<p></p>
<p>"Perlindungan anak di era digital perlu dilakukan melalui pengawasan orang tua, termasuk pengaturan privasi akun dan edukasi tentang bahaya cyberbullying serta grooming," tegasnya.</p>
<p></p>
<p>Sementara itu, Prof. Mia Amiati mengungkap fakta yang lebih mengkhawatirkan. Berdasarkan data SIMFONI-PPA 2024, Jawa Timur menempati peringkat kedua nasional dalam kasus kekerasan terhadap anak, dengan dominasi kekerasan seksual, fisik, psikis, hingga digital.</p>
<p></p>
<p>"Kekerasan seksual, termasuk inses dan eksploitasi online, masih menjadi kasus yang dominan," ujar mantan Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Jawa Timur itu.</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202605/image_870x_69f9d14f94554.webp" alt=""></p>
<p>Ia menekankan bahwa perlindungan anak tidak cukup hanya berhenti pada proses hukum, tetapi harus berlanjut hingga tahap pemulihan yang menyeluruh.</p>
<p></p>
<p>"Keberhasilan perlindungan anak bukan hanya dari vonis pelaku, tetapi bagaimana anak bisa pulih, merasa aman, dan kembali menjalani kehidupan normal," jelas Mia.</p>
<p></p>
<p>"Kita tidak bisa bekerja sendiri-sendiri. Harus ada kolaborasi kuat antara pemerintah, DPRD, dan semua pihak agar hak anak benar-benar terpenuhi," tandasnya.</p>
<p></p>
<p>Dari sisi pengasuhan, Astrid Regina menggarisbawahi pentingnya pendekatan parenting positif sebagai fondasi perlindungan anak. Ia menilai hubungan emosional yang sehat antara orang tua dan anak menjadi kunci dalam membentuk ketahanan anak menghadapi tekanan zaman.</p>
<p></p>
<p>"Pengasuhan positif menekankan hubungan hangat, rasa hormat, dan batasan yang jelas tanpa kekerasan," ujarnya.</p>
<p></p>
<p>Ia juga mengingatkan bahwa orang tua perlu memahami emosi anak dan tidak sekadar menuntut kepatuhan. Salah satu caranya ialah dengan mendahulukan hubungan sebelum koreksi, yang mana cara seperti itu akan terasa hangat tanpa menghilangkan ketegasan orangtua.</p>
<p></p>
<p>"Jadi contohnya seperti, 'Nak, ibu sayang sama kamu, tapi kesalahan seperti ini jangan diulangi lagi ya, karena tidak hanya merugikan kamu tapi juga orang lain,' dengan begitu anak tidak akan takut namun juga paham akan kesalahannya," tutur Astrid.</p>
<p></p>
<p>Secara keseluruhan, kegiatan tersebut menegaskan bahwa perlindungan anak di era modern tidak bisa dilakukan secara parsial. Ancaman yang semakin kompleks menuntut pendekatan yang holistik, mulai dari keluarga, sekolah, hingga kebijakan publik. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Pembunuh Kuli di Wonokusumo Tertangkap, Motif Cemburu Ada Foto Korban di Ponsel Istri</title>
<link>https://suarajatimpost.com/pembunuh-kuli-di-wonokusumo-tertangkap-motif-cemburu-ada-foto-korban-di-ponsel-istri</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/pembunuh-kuli-di-wonokusumo-tertangkap-motif-cemburu-ada-foto-korban-di-ponsel-istri</guid>
<description><![CDATA[ Cemburu dari foto di ponsel istri berujung maut: kuli bangunan di Wonokusumo tewas dibacok, pelaku yang sempat buron akhirnya ditangkap setelah jejaknya terlacak CCTV. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202605/image_870x580_69f733601a263.webp" length="32134" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sun, 03 May 2026 21:30:49 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ryan Ramadhan</dc:creator>
<media:keywords>Pembunuhan, Pembacokan, Wonokusumo, Pembacokan Tukang, Polresta Tanjung Perak, Surabaya, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SURABAYA, SJP -</strong> Kasus pembacokan hingga berujung kematian di kawasan Jalan Wonokusumo yang sempat menghebohkan warga Surabaya akhirnya menemukan titik terang. Polisi memastikan pelaku telah ditangkap, dengan motif utama berupa kecemburuan.</p>
<p>Peristiwa berdarah itu sebelumnya mengejutkan warga di kawasan Jalan Wonokusumo Jaya Baru, Kecamatan Semampir. Seorang kuli bangunan berinisial HN (37), warga asal Omben, Sampang, ditemukan tergeletak bersimbah darah usai menjadi korban pembacokan oleh orang tak dikenal. </p>
<p>Insiden tersebut terjadi saat korban hendak berangkat bekerja dan sempat memicu kepanikan warga sekitar yang mendengar teriakan di lokasi kejadian. Tak lama setelah ditemukan, korban dinyatakan meninggal dunia akibat luka parah yang dideritanya. Korban diketahui baru sekitar satu bulan tinggal di kawasan tersebut sebagai pekerja bangunan.</p>
<p>Setelah melakukan penyelidikan, Satreskrim Polres Pelabuhan Tanjung Perak akhirnya berhasil menangkap pelaku utama berinisial HK (44), warga Bulak Banteng Bhineka, Surabaya. Polisi mengungkap, pembunuhan tersebut bukan tindakan spontan, melainkan hasil dari perencanaan yang dipicu kecemburuan.</p>
<p>Kasi Humas Polres Pelabuhan Tanjung Perak, Iptu Suroto, menjelaskan bahwa peristiwa ini bermula pada Jumat, 24 April 2026, saat pelaku baru pulang kerja dan membuka ponsel milik istrinya.</p>
<p>"Dia berniat membuka aplikasi TikTok, tetapi justru menemukan foto istrinya bersama pria lain," kata Suroto saat dikonfirmasi pada Minggu (3/5/2026).</p>
<p>Temuan tersebut memicu rasa cemburu yang mendalam. Pelaku kemudian berusaha mencari tahu identitas pria dalam foto tersebut hingga akhirnya mengetahui bahwa pria itu adalah korban, HN. Tidak berhenti di situ, pelaku juga menelusuri keberadaan korban hingga mengetahui tempat tinggalnya di kawasan Wonokusumo.</p>
<p>Sehari setelahnya, pelaku secara tidak sengaja berpapasan dengan korban di jalan. Momen itu dimanfaatkan untuk membuntuti korban hingga memastikan lokasi tempat tinggalnya. Dari situ, emosi pelaku semakin memuncak dan berkembang menjadi niat untuk melakukan kekerasan.</p>
<p>Polisi menyebut, pelaku sempat kembali ke lokasi pada malam hari untuk mengumpulkan informasi tambahan. Ia juga mulai membawa senjata tajam, menandakan adanya unsur perencanaan dalam aksi tersebut.</p>
<p>Puncaknya terjadi pada Rabu, 2 Mei 2026. Pelaku datang ke lokasi bersama tiga rekannya berinisial SR, I, dan S menggunakan dua sepeda motor. Mereka telah mempersiapkan senjata tajam, termasuk celurit yang dibawa pelaku.</p>
<p>"Tersangka menyabetkan celurit secara membabi buta ke arah korban hingga mengalami luka parah dan meninggal dunia," ujar Suroto.</p>
<p>Setelah melakukan aksinya, pelaku bersama rekan-rekannya melarikan diri ke Sampang, Madura. Polisi kemudian melakukan penyelidikan dengan memanfaatkan rekaman CCTV di sekitar lokasi kejadian hingga akhirnya berhasil mengidentifikasi pelaku.</p>
<p>HK akhirnya ditangkap di tempat persembunyiannya di kawasan Kalimas, Surabaya. Dari tangan pelaku, polisi juga mengamankan barang bukti berupa celurit yang digunakan dalam aksi pembacokan tersebut.</p>
<p>Sementara itu, tiga rekan pelaku lainnya hingga kini masih berstatus buron dan masuk dalam daftar pencarian orang (DPO). Atas perbuatannya, HK dijerat dengan sejumlah pasal dalam Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP terkait tindak pidana terhadap nyawa. (*)</p>
<p><strong>Editor: Danu </strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Surabaya Vaganza Digelar Malam Hari, HJKS 2026 Tawarkan Pengalaman Baru Bertajuk Festival of Lights</title>
<link>https://suarajatimpost.com/surabaya-vaganza-digelar-malam-hari-hjks-2026-tawarkan-pengalaman-baru-bertajuk-festival-of-lights</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/surabaya-vaganza-digelar-malam-hari-hjks-2026-tawarkan-pengalaman-baru-bertajuk-festival-of-lights</guid>
<description><![CDATA[ Surabaya Vaganza diundur. Sebelumnya, dijadwalkan pada 2 Mei,  Festival Rujak Uleg akan digelar pada 9 Mei 2026, sedangkan Surabaya Vaganza berlangsung pada 16 Mei 2026. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202605/image_870x580_69f7290cab915.webp" length="105444" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sun, 03 May 2026 20:32:31 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ryan Ramadhan</dc:creator>
<media:keywords>HJKS, Hari Jadi Kota Surabaya, Surabaya Vaganza, HJKS ke-733, Pemkot Surabaya, Eri Cahyadi, Surabaya, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SURABAYA, SJP —</strong> Atmosfer perayaan Hari Jadi Kota Surabaya (HJKS) ke-733 mulai terasa sejak awal Mei 2026. Sejumlah agenda telah disiapkan Pemerintah Kota (Pemkot), mulai dari program tiket wisata seharga Rp733 hingga persiapan event ikonik seperti Festival Rujak Uleg dan Surabaya Vaganza.</p>
<p>Namun, ada satu perubahan mencolok yang menjadi sorotan utama tahun ini. Untuk pertama kalinya, Surabaya Vaganza akan digelar pada malam hari, menghadirkan konsep baru yang lebih atraktif bagi pengunjung.</p>
<p>Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, mengatakan bahwa perubahan konsep event memang selalu dilakukan setiap perayaan HJKS tiap tahunnya sebagai upaya menghadirkan pengalaman berbeda dan tidak monoton.</p>
<p>"Surabaya Vaganza tahun ini tampil beda. Selain dimeriahkan dengan berbagai instalasi bunga, juga dipadukan dengan permainan lampu," ujar Eri, Minggu (3/5/2026).</p>
<p>Dengan konsep bertajuk “Festival of Lights”, parade yang selama ini identik dengan siang hari akan disulap menjadi pertunjukan visual malam yang mengandalkan permainan lampu, tata cahaya dan instalasi artistik. Inovasi itu diharapkan mampu meningkatkan daya tarik event, khususnya bagi wisatawan dan generasi muda.</p>
<p>Selain perubahan konsep, Pemkot juga telah menetapkan jadwal pelaksanaan dua event utama HJKS 2026. Festival Rujak Uleg akan digelar pada 9 Mei 2026, sedangkan Surabaya Vaganza berlangsung pada 16 Mei 2026.</p>
<p>Penjadwalan tersebut mengalami penyesuaian dari rencana awal. Sebelumnya, Surabaya Vaganza dijadwalkan berlangsung pada 2 Mei, namun diundur sebagai bentuk penghormatan terhadap peringatan Hari Buruh Internasional.</p>
<p>Tak hanya itu, kedua event unggulan tersebut juga telah masuk dalam daftar Kharisma Event Nusantara (KEN), yang merupakan kurasi event nasional dari pemerintah pusat.</p>
<p></p>
<p>"Dua acara ini telah masuk dalam Kharisma Event Nusantara, menguatkan daya saing Surabaya sebagai destinasi event nasional," kata Eri.</p>
<p></p>
<p>Masuknya Surabaya dalam KEN menjadi momentum penting untuk memperluas jangkauan promosi pariwisata kota. Pemkot pun memanfaatkan peluang ini dengan menyiapkan strategi kolaboratif bersama pelaku industri pariwisata.</p>
<p></p>
<p>Salah satunya melalui kerja sama dengan agen perjalanan dan hotel, yang menghadirkan paket bundling bagi wisatawan. Paket ini mencakup akomodasi sekaligus tiket untuk menyaksikan Festival Rujak Uleg dan Surabaya Vaganza.</p>
<p></p>
<p>Pemkot Surabaya berharap langkah tersebut mampu menciptakan ekosistem pariwisata yang terintegrasi, sekaligus meningkatkan kenyamanan wisatawan dalam menikmati rangkaian HJKS. Lebih jauh, Pemkot Surabaya menargetkan peningkatan kunjungan wisatawan serta perputaran ekonomi daerah melalui rangkaian event tersebut. </p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>PPIH Embarkasi Surabaya Pastikan Jemaah Korban Kecelakaan Bus di Madinah Pulih Total</title>
<link>https://suarajatimpost.com/ppih-embarkasi-surabaya-pastikan-jemaah-korban-kecelakaan-bus-di-madinah-pulih-total</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/ppih-embarkasi-surabaya-pastikan-jemaah-korban-kecelakaan-bus-di-madinah-pulih-total</guid>
<description><![CDATA[ Dari total lima jemaah yang sebelumnya dilaporkan mengalami luka ringan, tiga jemaah hanya mengalami luka akibat serpihan kaca dan langsung mendapatkan penanganan medis di lokasi tanpa memerlukan perawatan lanjutan sementara dua lainnya telah lakukan pemeriksaan di rumah sakit. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202605/image_870x580_69f719953b5db.webp" length="50612" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sun, 03 May 2026 20:17:14 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ryan Ramadhan</dc:creator>
<media:keywords>Haji 2026, Haji, Kecelakaan Bus, Embarkasi Surabaya, PPIH Surabaya, AHES, Surabaya, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SURABAYA, SJP - </strong>PPIH Embarkasi Surabaya memastikan kondisi jemaah haji Kloter 2 Embarkasi Surabaya (SUB-2) asal Kabupaten Probolinggo yang terlibat kecelakaan bus di Madinah pulih sepenuhnya. Seluruh jemaah yang sebelumnya mengalami luka ringan kini telah kembali ke penginapan, bahkan sebagian di antaranya sudah melanjutkan perjalanan ke Makkah.</p>
<p>Insiden tersebut terjadi saat rombongan jemaah mengikuti kegiatan ziarah atau <em>city tour</em> menuju kawasan Jabal Magnet pada Selasa (28/4). Dalam perjalanan itu, dua rombongan jemaah Indonesia dari kloter berbeda, yakni SUB-2 asal Probolinggo dan kloter 1 Jakarta-Bekasi melakukan perjalanan bersama dalam satu rute. </p>
<p>Bus yang membawa jemaah kloter SUB-2 yang sedang melaju kemudian menabrak bagian samping (lambung) bus dari kloter Jakarta-Bekasi.</p>
<p>Ketua PPIH Embarkasi Surabaya, Mohammad As'adul Anam, memastikan bahwa perkembangan kondisi jemaah pascakejadian menunjukkan hasil yang sangat baik. Ia menyebut seluruh korban telah pulih dan kembali menjalani aktivitas seperti biasa.</p>
<p>"Kondisi mereka semua sudah pulih dan kini sudah kembali tinggal di tempat penginapan masing-masing sebagaimana biasa. Hanya ada dua orang yang masih harus menyelesaikan proses administrasi," ujar Anam, Minggu (3/5/2026).</p>
<p>Dari total lima jemaah yang sebelumnya dilaporkan mengalami luka ringan, tiga di antaranya, D.D. Abdul Hamid, Suharto, dan Tingyo Yudiko hanya mengalami luka akibat serpihan kaca. Mereka langsung mendapatkan penanganan medis di lokasi dan tidak memerlukan perawatan lanjutan.</p>
<p>Sementara dua jemaah lainnya, yakni Siti Sugihartini dan Siti Aisyah, sempat dibawa ke rumah sakit di Arab Saudi untuk menjalani pemeriksaan menyeluruh. Langkah tersebut dilakukan sebagai upaya antisipatif guna memastikan tidak ada cedera yang luput dari pengamatan medis.</p>
<p>"Kondisi mereka semua sudah pulih dan kini sudah kembali tinggal di tempat penginapan masing-masing sebagaimana biasa," imbuh Anam.</p>
<p>Lebih lanjut, PPIH Embarkasi Surabaya menjelaskan bahwa kedua jemaah tersebut saat ini hanya tinggal menyelesaikan proses administrasi rumah sakit sebelum dinyatakan sepenuhnya selesai dari rangkaian perawatan. Hal ini berkaitan dengan perbedaan sistem layanan kesehatan di Arab Saudi dibandingkan dengan di Indonesia.</p>
<p>"Mereka baru akan dinyatakan selesai perawatan setelah seluruh dokumen administrasi rampung diselesaikan," pungkas Anam.</p>
<p>Dengan pulihnya seluruh jemaah, aktivitas ibadah haji dapat kembali berjalan normal. Bahkan sebagian jemaah dari kloter SUB-2 dilaporkan telah melanjutkan perjalanan ke Makkah sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan. (*(</p>
<p><strong>Editor: Danu</strong> </p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Dorong Peningkatan Partisipasi dan Pemahaman Kebijakan Sosial, Tim Pengabdian FIA UB Berdayakan Warga</title>
<link>https://suarajatimpost.com/dorong-peningkatan-partisipasi-dan-pemahaman-kebijakan-sosial-tim-pengabdian-fia-ub-berdayakan-warga</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/dorong-peningkatan-partisipasi-dan-pemahaman-kebijakan-sosial-tim-pengabdian-fia-ub-berdayakan-warga</guid>
<description><![CDATA[ Selain persoalan literasi, hambatan kultural seperti budaya ewuh pakewuh membuat warga desa kerap merasa sungkan, segan, bahkan takut untuk menyampaikan pendapat atau kritik, terutama kepada aparat desa atau tokoh yang lebih tua. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202605/image_870x580_69f54f48c58f1.webp" length="32622" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sat, 02 May 2026 13:00:48 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ryan Ramadhan</dc:creator>
<media:keywords>Universitas Brawijaya, UB, Universitas Brawijaya Malang, Ewuh Pakewuh, Abdimas, Surabaya, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>MALANG, SJP - </strong>Program bantuan sosial yang meleset dari sasaran bukanlah cerita baru di desa-desa Indonesia. Nama penerima kerap tak sesuai, warga miskin terlewat, sementara yang mampu justru tercatat. Namun, persoalan itu ternyata bukan semata soal data atau anggaran, melainkan “kebutaan birokrasi” di tingkat warga dan budaya ewuh pakewuh yang membuat ketidakadilan dibiarkan tanpa koreksi.</p>
<p>Di Desa Wringinanom, Kecamatan Poncokusumo, situasi itu lama menjadi pola yang berulang. Warga mengetahui ada yang janggal dalam distribusi bantuan, tetapi memilih diam. Minimnya pemahaman tentang mekanisme kebijakan sosial, ditambah relasi sosial yang hierarkis, membuat kritik nyaris tak pernah muncul ke permukaan.</p>
<p>Kondisi itulah yang coba dibongkar oleh tim pengabdian masyarakat dari Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Brawijaya (UB) Malang. Melalui pendekatan eksperimental berbasis Participatory Action Research (PAR), tim tidak hanya memberi edukasi, tetapi juga “mengguncang” pola pikir dan keberanian warga untuk bersuara melalui teori hingga simulasi.</p>
<p>Tim pengabdian masyarakat itu sendiri terdiri dari empat dosen, yakni Fadillah Putra, Romula Adiono, Prof. Abdul Juli Andi Gani, Sukanto, dan satu mahasiswa, yaitu Hefry Johan Ferdhianzah.</p>
<p>Ketua tim pengabdian, Fadillah Putra, menjelaskan bahwa masalah utama dari minimnya partisipasi masyarakat dalam perumusan kebijakan di desa bukan terletak pada kemampuan masyarakat, melainkan pada akses informasi yang timpang.</p>
<p>"Kami menemukan bahwa warga sebenarnya tidak apatis. Mereka hanya tidak memiliki akses informasi yang memadai dan tidak memahami bagaimana sistem kebijakan itu bekerja," ujar Fadillah, Sabtu (2/5/2026).</p>
<p>Ia juga mengungkapkan, tidak jarang ada warga yang memaknai bantuan sosial seperti Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non-Tunai (BPNT) sebagai “pemberian” aparat desa, padahal program tersebut merupakan hak yang dijamin negara.</p>
<p>Selain persoalan literasi, Fadillah dan tim juga menemukan hambatan kultural yang tidak kalah berpengaruh, yakni budaya ewuh pakewuh. Budaya itu membuat warga merasa sungkan, segan, bahkan takut untuk menyampaikan pendapat atau kritik, terutama kepada aparat desa atau tokoh yang lebih tua.</p>
<p>Dalam banyak forum resmi seperti musyawarah desa, kondisi tersebut menjadikan ruang diskusi hanya bersifat formalitas. Keputusan cenderung didominasi oleh segelintir elit, sementara suara kelompok rentan, seperti petani kecil, perempuan, dan warga miskin tidak terakomodasi.</p>
<p>"Ini sedikit berbeda dengan masalah literasi, karena budaya ewuh pakewuh membuat warga memilih diam karena rasa sungkan atau takut, bahkan ketika mereka tahu atau sadar ada ketidakadilan dalam distribusi bantuan sosial," kata Fadillah.</p>
<p>Untuk menjawab persoalan tersebut, tim pengabdian menerapkan pendekatan Participatory Action Research (PAR), yang menempatkan masyarakat sebagai subjek sekaligus aktor perubahan. Program dirancang dalam beberapa tahap, mulai dari pemetaan masalah, kelas literasi sosial, hingga simulasi musyawarah desa.</p>
<p>Pada tahap awal, tim melakukan edukasi melalui kelas literasi sosial dengan menyederhanakan bahasa birokrasi dengan bahasa sederhana dan analogi keseharian petani, menjadikannya lebih kontekstual dan mudah dipahami oleh warga desa </p>
<p>"Jadi warga kita kenalkan pada konsep dasar kebijakan sosial, sumber anggaran negara, serta mekanisme pendataan melalui Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS)," sebut Fadillah.</p>
<p>Dan hasilnya dikatakan cukup signifikan. Fadillah membeberkan bagwa tingkat pemahaman warga perihal literasi kebijakan yang sebelumnya hanya berada di angka 46,5 persen, berhasil didorong hingga angka 81,2 persen setelah program berjalan.</p>
<p>"Kenaikan itu menunjukkan bahwa ketika informasi disampaikan dengan cara yang tepat, masyarakat bisa memahami dan bahkan menjadi kritis terhadap kebijakan," ucap Fadillah.</p>
<p>Namun, peningkatan pengetahuan saja tidak cukup. Untuk mengatasi hambatan psikologis akibat budaya ewuh pekewuh, tim memperkenalkan metode simulasi musyawarah desa (musdes). Dalam simulasi itu, warga diajak bermain peran dan berlatih menyampaikan pendapat, menyanggah, hingga berargumentasi dalam suasana yang aman.</p>
<p>Pendekatan tersebut terbukti efektif dalam membangun keberanian warga. Fadillah melihat warga mulai berani berbicara, mengkritik, dan menyampaikan aspirasi secara terbuka, sesuatu yang sebelumnya sulit dilakukan dalam forum resmi.</p>
<p>"Simulasi ini menjadi ruang latihan bagi warga untuk berani berbicara tanpa tekanan. Dari situ mereka mulai menyadari bahwa menyampaikan kritik adalah bagian dari hak mereka," ucapnya.</p>
<p>Puncak dari kegiatan itu adalah terbentuknya Forum Warga Wringinanom, sebuah wadah independen yang berfungsi sebagai ruang komunikasi sekaligus pengawasan kebijakan di tingkat desa. Forum tersebut diharapkan menjadi sarana bagi warga untuk menyampaikan aduan, memverifikasi data bantuan sosial, hingga mengawal transparansi anggaran desa.</p>
<p>Keberadaan forum tersebut menjadi penanda penting bahwa perubahan tidak berhenti pada peningkatan pengetahuan, tetapi juga berlanjut pada penguatan kelembagaan masyarakat.</p>
<p>"Forum ini kami dorong sebagai ruang kolektif agar warga tidak lagi bergerak sendiri-sendiri, tetapi memiliki kekuatan bersama untuk mengawal kebijakan," pungkas Fadillah.</p>
<p>Melalui program ini, tim pengabdian menunjukkan bahwa persoalan rendahnya partisipasi masyarakat di pedesaan bukan semata-mata karena ketidakmampuan warga, melainkan akibat kombinasi antara keterbatasan informasi dan tekanan budaya. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Sambut HJKS, Tiket Destinasi Wisata Kota Pahlawan Cuma Rp733 Sepanjang Mei 2026</title>
<link>https://suarajatimpost.com/sambut-hjks-tiket-destinasi-wisata-kota-pahlawan-cuma-rp733-sepanjang-mei-2026</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/sambut-hjks-tiket-destinasi-wisata-kota-pahlawan-cuma-rp733-sepanjang-mei-2026</guid>
<description><![CDATA[ Angka Rp733 bukan sekadar tarif promosi, melainkan simbol usia Surabaya yang pada 31 Mei 2026 genap 733 tahun. Perhitungan tersebut merujuk pada peristiwa bersejarah 31 Mei 1293, ketika Raden Wijaya mengalahkan pasukan Mongol, momen yang kemudian ditetapkan sebagai hari lahir Kota Surabaya. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202605/image_870x580_69f54ae944354.webp" length="81724" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sat, 02 May 2026 12:00:43 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ryan Ramadhan</dc:creator>
<media:keywords>Hari Jadi Kota Surabaya, HJKS, HJKS ke-733, 733, Wisata Murah, Surabaya, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SURABAYA, SJP - </strong>Sepanjang Mei 2026, harga tiket masuk sejumlah destinasi wisata di Surabaya dipatok hanya Rp733. Program wisata murah itu menjadi bagian dari perayaan Hari Jadi Kota Surabaya (HJKS) ke-733, sekaligus upaya memperluas akses rekreasi bagi masyarakat.</p>
<p></p>
<p>Angka Rp733 bukan sekadar tarif promosi, melainkan simbol usia Surabaya yang pada 31 Mei 2026 genap 733 tahun. Perhitungan tersebut merujuk pada peristiwa bersejarah 31 Mei 1293, ketika Raden Wijaya mengalahkan pasukan Mongol, momen yang kemudian ditetapkan sebagai hari lahir Kota Surabaya.</p>
<p></p>
<p>Melalui program tersebut, Pemerintah Kota Surabaya menggandeng Bank Jatim untuk menghadirkan tiket murah di berbagai destinasi unggulan setiap akhir pekan dan hari libur nasional sepanjang Mei. Sejumlah lokasi yang termasuk dalam program itu antara lain:</p>
<ol>
<li>Museum Sepuluh Nopember</li>
<li>Wisata Perahu Kalimas</li>
<li>Taman Hiburan Pantai Kenjeran</li>
<li>Kebun Raya Mangrove Gunung Anyar.</li>
</ol>
<p></p>
<p>Selain itu, masyarakat juga dapat menikmati pengalaman wisata kota melalui bus Surabaya Sightseeing and City Tour yang tetap beroperasi dengan rute ikonik, termasuk program “SSCT Traktiran” setiap Jumat.</p>
<p></p>
<p>Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kebudayaan, Kepemudaan dan Olahraga serta Pariwisata (Disbudporapar) Surabaya, Herry Purwadi, menegaskan bahwa program itu tidak hanya dimaksudkan sebagai perayaan simbolik.</p>
<p></p>
<p>"Momentum HJKS ke-733 kami manfaatkan untuk memperluas akses wisata bagi masyarakat sekaligus mendorong perputaran ekonomi," ujar Herry saat dikonfirmasi pada Sabtu (2/5/2026).</p>
<p></p>
<p>Ia menjelaskan, skema harga khusus Rp733 diberlakukan dengan kuota terbatas setiap harinya. Tiket dapat dipesan secara daring melalui laman resmi tiketwisata.surabaya.go.id untuk memastikan proses yang lebih mudah dan transparan. Sementara itu, pembelian langsung di lokasi tetap dibuka untuk destinasi tertentu dengan jumlah terbatas.</p>
<p></p>
<p>Khusus di kawasan mangrove Gunung Anyar, kuota promo bahkan dibatasi hanya untuk 25 pengunjung pertama setiap akhir pekan dan hari libur. Kebijakan tersebut tidak hanya mengatur lonjakan pengunjung, tetapi juga menjaga keberlanjutan wisata berbasis lingkungan.</p>
<p></p>
<p>"Tak hanya harga murah, kami juga menyiapkan pengalaman wisata yang beragam bagi masyarakat," kata Herry.</p>
<p></p>
<p>Program tiket Rp733 itu diproyeksikan mampu mendongkrak kunjungan wisatawan, baik domestik maupun mancanegara, selama rangkaian HJKS berlangsung. Dengan meningkatnya mobilitas wisatawan, efek berganda diharapkan mengalir ke berbagai sektor, mulai dari kuliner, transportasi, hingga pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di sekitar destinasi.</p>
<p></p>
<p>"Dengan harga yang sangat terjangkau dan rangkaian event HJKS, Surabaya ingin menjadi destinasi wisata yang inklusif dan ramah di kantong," pungkas Herry.</p>
<p></p>
<p>Melalui strategi itu, perayaan ulang tahun kota tidak lagi sekadar seremoni, tetapi menjadi instrumen nyata untuk menggerakkan ekonomi sekaligus memperkuat identitas Surabaya sebagai kota wisata yang terbuka bagi semua kalangan. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Red Panda Bakal Hadir di KBS, Imbal Balik Breeding Loan Komodo dengan Jepang</title>
<link>https://suarajatimpost.com/red-panda-bakal-hadir-di-kbs-imbal-balik-breeding-loan-komodo-dengan-jepang</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/red-panda-bakal-hadir-di-kbs-imbal-balik-breeding-loan-komodo-dengan-jepang</guid>
<description><![CDATA[ Sebagai bagian dari timbal balik atas pengiriman komodo ke Jepang, KBS akan menerima empat spesies satwa. Tiga di antaranya telah diumumkan, yakni red panda, jerapah, dan kura-kura Aldabra, sementara satu spesies lainnya masih dirahasiakan. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202605/image_870x580_69f5417a87e1b.webp" length="40044" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sat, 02 May 2026 09:00:03 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ryan Ramadhan</dc:creator>
<media:keywords>Kebun Binatang Surabaya, KBS, Red Panda, Jepang, iZoo, Surabaya, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SURABAYA, SJP — </strong>Kebun Binatang Surabaya (KBS) kian memantapkan diri sebagai lokasi wisata di Kota Pahlawan sekaligus lembaga konservasi bertaraf internasional. Setelah menjalin kerja sama peminjaman komodo dengan iZoo Jepang untuk program pengembangbiakan, KBS kini bersiap menerima sejumlah satwa dari Negeri Sakura, salah satunya adalah satwa imut bernama red panda.</p>
<p>Langkah tersebut merupakan babak lanjutan dari kolaborasi konservasi Indonesia–Jepang dengan skema breeding loan, yang tidak hanya berfokus pada pengembangbiakan satwa langka, tetapi juga pertukaran pengetahuan dan penguatan kualitas pengelolaan kebun binatang.</p>
<p>Skema breeding loan sendri adalah skema peminjaman satwa antar lembaga konservasi untuk tujuan pengembangbiakan terkontrol. Satwa yang dipinjamkan tidak berpindah kepemilikan, negara atau lembaga asal tetap menjadi pemilik, termasuk terhadap keturunan yang dihasilkan selama masa peminjaman. </p>
<p>Sebagai bagian dari timbal balik atas pengiriman komodo ke Jepang, KBS akan menerima empat spesies satwa. Tiga di antaranya telah diumumkan, yakni red panda, jerapah, dan kura-kura Aldabra, sementara satu spesies lainnya masih dirahasiakan.</p>
<p>Di antara daftar tersebut, red panda menjadi sorotan utama. Satwa mamalia yang dikenal dengan bulu kemerahan dan wajah khas ini diprediksi akan menjadi magnet baru bagi pengunjung sekaligus memperkaya koleksi satwa eksotik di KBS.</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202605/image_870x_69f5418082e43.webp" alt=""></p>
<p>Direktur Operasional dan Umum KBS, Nurika Widyasanti, menyebut kerja sama tersebut sebagai bentuk konkret kolaborasi konservasi global, dengan tujuan yang tidak hanya untuk meningkatkan daya tarik KBS sebagai lokasi wisata, tetapi juga meningkatkan kualitas konservasi.</p>
<p>"Melalui kerja sama ini kami berkomitmen meningkatkan kualitas konservasi, edukasi, serta pengelolaan kebun binatang yang modern dan berkelanjutan. Surabaya to the world, konservasi adalah tanggung jawab bersama," ujar Nurika saat dikonfirmasi pada Sabtu (2/5/2026).</p>
<p>Kedatangan satwa dari Jepang tidak hanya dimaksudkan untuk menambah variasi koleksi, tetapi juga memiliki tujuan ilmiah yang lebih dalam, yakni memperbaiki kualitas genetik populasi satwa di KBS.</p>
<p>Nurika menuturkan, dengan adanya individu baru dari luar negeri, peluang terjadinya perkawinan sedarah dapat diminimalkan, sehingga kesehatan dan keberlanjutan populasi lebih terjaga.</p>
<p>"Jadi tidak sekadar mendatangkan satwa baru, tapi juga memperbaiki kualitas genetik satwa yang sudah ada," jelasnya.</p>
<p>Program itu juga mencerminkan pengelolaan satwa lintas negara yang semakin terintegrasi. KBS tidak lagi hanya berperan sebagai tempat konservasi lokal, melainkan menjadi bagian dari jaringan global yang saling terhubung.</p>
<p>"Ini adalah upaya transformasi KBS menuju lembaga konservasi modern terus didorong agar mampu bersaing di tingkat internasional," ucap Nurika.</p>
<p>Di luar tiga spesies yang telah diumumkan, publik juga dibuat penasaran dengan satu satwa lain yang masih dirahasiakan. Sebelumnya, Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, memberikan petunjuk bahwa akan ada kejutan menarik bagi masyarakat.</p>
<p>"Yang jelas akan menjadi surprise untuk warga Surabaya. Warnanya merah dan bukan reptil," ujar Wali Kota Eri saat momen penandatanganan MoU KBS dengan iZoo, 29 April lalu.</p>
<p>Kehadiran satwa-satwa baru itu diproyeksikan tidak hanya meningkatkan daya tarik wisata, tetapi juga memperkuat fungsi edukasi KBS sebagai pusat pembelajaran tentang keanekaragaman hayati.</p>
<p>Dengan koleksi yang semakin beragam dan berkualitas, KBS diharapkan mampu menghadirkan pengalaman yang lebih kaya bagi pengunjung sekaligus meningkatkan kesadaran publik terhadap pentingnya konservasi satwa. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Temui Massa May Day 2026, Gubernur Jatim Sepakati 9 Poin Aspirasi Buruh di Surabaya</title>
<link>https://suarajatimpost.com/temui-massa-may-day-2026-gubernur-jatim-sepakati-9-poin-aspirasi-buruh-di-surabaya</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/temui-massa-may-day-2026-gubernur-jatim-sepakati-9-poin-aspirasi-buruh-di-surabaya</guid>
<description><![CDATA[ Mayoritas tuntutan buruh Jatim direspons Pemprov, dari pesangon hingga Satgas PHK, namun sejumlah isu krusial seperti advokasi pusat dan evaluasi kebijakan hukum belum tersentuh. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202605/image_870x580_69f49a0ec4bf3.webp" length="56126" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Fri, 01 May 2026 20:31:03 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ryan Ramadhan</dc:creator>
<media:keywords>Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa, May Day, 01 Mei, Hari Buruh, Kantor Gubernur Jatim, Demo Buruh, Demo, FSPMI, Buruh, Surabaya, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SURABAYA, SJP — </strong>Khofifah Indar Parawansa menemui langsung ribuan massa buruh dalam peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) 2026 di depan Kantor Gubernur Jawa Timur, Jalan Pahlawan, Surabaya, Jumat (1/5/2026) Sore. Dalam kesempatan itu, pemerintah provinsi menyepakati sembilan poin aspirasi buruh yang menjadi hasil pembahasan bersama berbagai elemen pekerja.</p>
<p></p>
<p>Didampingi Wakil Gubernur Emil Elestianto Dardak, Khofifah menyampaikan langsung hasil kesepakatan yang dicapai setelah berdialog dengan perwakilan buruh. Kesembilan poin tersebut mencakup berbagai aspek, mulai dari keringanan ekonomi, perlindungan kerja, hingga akses pendidikan dan transportasi bagi buruh.</p>
<p></p>
<p>Salah satu poin yang langsung menyentuh kebutuhan harian pekerja adalah rencana pemberian keringanan pajak kendaraan bermotor roda dua sebesar 20 persen bagi anggota serikat pekerja dengan nilai pajak di bawah Rp500 ribu.</p>
<p></p>
<p>"Pajak itu sebetulnya sudah masuk pada desil 1 sampai 4. Itu sebetulnya mereka sudah masuk pada kategori bebas pajak pokok dan bebas untuk tunggakan," ujar Khofifah, Jumat (1/5/2026).</p>
<p></p>
<p>"Nah, kemudian secara keseluruhan mereka mengajukan pembebasan itu dan kita sudah mengkoordinasikan Pak Wagub, Pak Sekda juga Kepala Bapenda. Jadi kira-kira prosesnya nanti akan mendapat pengurangan 20 persen," imbuhnya.</p>
<p></p>
<p>Selain itu, Pemerintah Provinsi Jawa Timur juga berkomitmen mempercepat penyusunan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Sistem Jaminan Pesangon sebagai bentuk perlindungan bagi buruh saat menghadapi pemutusan hubungan kerja.</p>
<p></p>
<p>Tak hanya di tingkat perda, Khofifah juga menegaskan akan menyusun Rancangan Peraturan Gubernur (Rapergub) terkait optimalisasi penyelenggaraan jaminan sosial pekerja, termasuk pengaturan sanksi administratif bagi perusahaan yang tidak memenuhi kewajiban terhadap pekerjanya.</p>
<p></p>
<p>Di sektor pendidikan, pemerintah daerah memberikan afirmasi khusus bagi anak buruh melalui jalur penerimaan peserta didik baru di tingkat SMA/SMK Negeri dengan kuota sebesar 5 persen.</p>
<p></p>
<p>"Saya rasa ini adalah komitmen Pemprov Jawa Timur yang ingin mengantarkan putra-putri dari buruh di Jawa Timur bisa mendapatkan layanan pendidikan sebaik mungkin," ungkap Khofifah.</p>
<p></p>
<p>Upaya peningkatan kesejahteraan buruh juga diperluas melalui rencana penyediaan rumah subsidi. Pemprov Jatim saat ini tengah berkoordinasi dengan Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman untuk merealisasikan program tersebut.</p>
<p></p>
<p>"Jadi kita ingin bahwa perwakilan buruh dan pekerja di Jawa Timur sudah mendapatkan alokasi untuk bantuan subsidi rumah ya," tutur Gubernur Jatim itu.</p>
<p></p>
<p>Sebagai langkah antisipasi terhadap potensi gelombang pemutusan hubungan kerja, Pemprov Jatim juga akan membentuk Satuan Tugas (Satgas) Mitigasi PHK dan Kesejahteraan Buruh yang diharapkan mampu memberikan respons cepat terhadap persoalan ketenagakerjaan.</p>
<p></p>
<p>Selain itu, Khofifah menegaskan komitmennya untuk memastikan pelaksanaan Upah Minimum Kabupaten/Kota (UMK) dan Upah Minimum Sektoral Kabupaten/Kota (UMSK) melalui penerbitan surat edaran kepada Dinas Tenaga Kerja di daerah serta kalangan pengusaha.</p>
<p></p>
<p>Di sektor transportasi, pemerintah daerah berencana memperluas layanan Trans Jatim untuk menjangkau kawasan industri, termasuk wilayah Pasuruan Industrial Estate Rembang, guna mempermudah mobilitas pekerja.</p>
<p></p>
<p>"Tapi mereka ingin bahwa akses untuk buruh terutama yang melewati Pasuruan Industrial Estate Rembang itu bisa diprioritaskan," terangnya.</p>
<p></p>
<p>Poin terakhir yang disepakati adalah perbaikan sistem perizinan melalui Online Single Submission (OSS), khususnya untuk perusahaan penyedia jasa pekerja (outsourcing). Pemprov Jatim akan berkoordinasi dengan pemerintah pusat agar perusahaan alih daya yang beroperasi di Jawa Timur diwajibkan memiliki kantor di wilayah tersebut.</p>
<p></p>
<p>"Untuk memasukkan syarat harus mempunyai Kantor di Jawa Timur bagi PPJP yang bekerja sama dengan Perusahaan yang berada di Jawa Timur," terangnya.</p>
<p></p>
<p>Selain menyampaikan hasil kesepakatan konkret, Khofifah juga menekankan pentingnya membangun hubungan industrial yang harmonis antara pekerja, pengusaha, dan pemerintah sebagai fondasi pembangunan ekonomi daerah.</p>
<p></p>
<p>"Dengan kolaborasi yang kuat, kita dapat mewujudkan industri yang maju sekaligus memastikan kesejahteraan pekerja," pesannya.</p>
<p></p>
<p>Ia juga menegaskan bahwa perlindungan sosial bagi pekerja merupakan hal mendasar yang harus dipenuhi, termasuk melalui kepesertaan jaminan sosial ketenagakerjaan dan kesehatan.</p>
<p></p>
<p>"Perlindungan sosial bagi pekerja adalah hal yang tidak bisa ditawar," pungkas Khofifah. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Daycare Jadi Ladang Bisnis, Komnas PA Surabaya: Kasus Kekerasan Anak di Yogyakarta Alarm Keras!</title>
<link>https://suarajatimpost.com/daycare-jadi-ladang-bisnis-komnas-pa-surabaya-kasus-kekerasan-anak-di-yogyakarta-alarm-keras</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/daycare-jadi-ladang-bisnis-komnas-pa-surabaya-kasus-kekerasan-anak-di-yogyakarta-alarm-keras</guid>
<description><![CDATA[ Pergeseran daycare menjadi ladang bisnis disorot Komisi Nasional Perlindungan Anak sebagai akar maraknya kekerasan anak, dipicu lemahnya pengawasan dan kualitas pengasuhan yang terabaikan. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202605/image_870x580_69f48752c02a5.webp" length="30360" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Fri, 01 May 2026 18:59:56 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ryan Ramadhan</dc:creator>
<media:keywords>Kekerasan Anak, Daycare, Daycare Yogyakarta, Penitipan Anak, Komisi Nasional Perlindungan Anak, Komnas PA Surabaya, Surabaya, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SURABAYA, SJP - </strong>Maraknya kasus kekerasan di tempat penitipan anak atau <em>daycare</em> mendapat sorotan serius dari Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas PA) Surabaya. Respons itu mencuat usai kasus kekerasan di Yogyakarta yang sempat viral menjadi alarm serius akibat pergeseran fungsi daycare yang kini lebih berorientasi bisnis dibandingkan pengasuhan.</p>
<p></p>
<p>Diketahui sebelumnya, kasus kekerasan <em>daycare</em> di Yogyakarta terungkap pada April 2026, bermula dari laporan mantan pekerja yang mencurigai adanya perlakuan tidak wajar terhadap anak-anak. Penyelidikan kemudian menemukan indikasi kekerasan dan pengabaian terhadap puluhan anak, hingga berujung pada penetapan sejumlah tersangka dari pihak pengelola dan pengasuh.</p>
<p></p>
<p>Daycare itu juga diduga tak memenuhi standar layanan, mulai dari lemahnya pengawasan hingga minim pengasuh kompeten. Kondisi ini menguatkan dugaan bahwa pengelolaan lebih mengejar jumlah anak asuhan daripada kualitas pengasuhan, sehingga terkesan hanya berorientasi bisnis.</p>
<p></p>
<p>Perihal itulah yang ingi digaris bawahi oleh Ketua Komnas PA Surabaya, Syaiful Bachri. Ia menilai akar persoalan utama dari maraknya kekerasan di tempat penitipan anak terletak pada pergeseran fungsi <em>daycare</em> itu sendiri dan harus mendapatkan perhatian mendalam dari pemerintah.</p>
<p></p>
<p>"Kasus di Yogyakarta kemarin itu menjadi alaram serius bahwa banyak tempat penitipan anak seperti <em>Daycare</em> itu hanya dijadikan ladang bisnis, bukan menjadi ladang pendidikan," ungkap Ketua Komnas PA Surabaya yang akrab disapa Kak Iful itu, Jumat (1/5/2026).</p>
<p></p>
<p>Ia menilai perubahan orientasi tersebut membuat banyak pengelola lebih mengedepankan keuntungan dibanding kualitas pengasuhan. Akibatnya, standar pelayanan terhadap anak menjadi terabaikan dan membuka celah terjadinya kekerasan maupun kelalaian.</p>
<p></p>
<p>"Sehingga adanya pergeseran itu yang menyebabkan banyak hal terjadi, termasuk kekerasan hingga penelantaran," imbuhnya.</p>
<p></p>
<p>Menurut Kak Iful, kondisi itu harus segera direspons dengan langkah konkret, terutama melalui penguatan sistem pengawasan. Ia menekankan bahwa pengawasan terhadap <em>daycare</em> tidak bisa dilakukan secara parsial, melainkan harus melibatkan berbagai instansi terkait.</p>
<p></p>
<p>“Artinya pengawasan oleh dinas terkait seperti Dinas Pendidikan, Dinas Sosial dan Dinas Perlindungan Anak atau DP3AP2KB," ujarnya. </p>
<p></p>
<p>Pengawasan lintas sektor dinilai penting untuk memastikan setiap aspek terpenuhi, mulai dari standar pendidikan, kesejahteraan anak, hingga perlindungan dari potensi kekerasan. Tanpa koordinasi yang kuat, celah pengawasan akan tetap terbuka dan berpotensi dimanfaatkan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab.</p>
<p></p>
<p>Selain itu, Kak Iful juga menyoroti persoalan perizinan yang selama ini dianggap sebagai solusi, namun belum tentu menjamin kualitas layanan. Ia mengingatkan adanya potensi penyimpangan dalam proses perizinan yang justru bisa menjadi celah baru.</p>
<p></p>
<p>"Saya sepakat dengan masalah perizinan. Tapi jangan sampai perizinan ini menjadi ladang baru untuk sertifikasi dan lain-lain," tegasnya.</p>
<p></p>
<p>Menurutnya, legalitas semata tidak cukup jika tidak diiringi pengawasan berkelanjutan dan evaluasi nyata di lapangan. <em>Daycare</em> yang telah mengantongi izin pun tetap harus diawasi secara ketat agar tidak menyimpang dari standar yang ditetapkan.</p>
<p></p>
<p>Komnas PA berharap pemerintah segera melakukan pembenahan menyeluruh, baik dari sisi regulasi, birokrasi, maupun penegakan hukum. Upaya ini dinilai penting untuk memastikan keamanan dan kesejahteraan anak-anak yang dititipkan di layanan daycare tetap terjaga.</p>
<p></p>
<p>Selain itu, keterlibatan orang tua juga dinilai krusial untuk mencegah kasus serupa terulang. Tanpa pembenahan menyeluruh, <em>daycare</em> berisiko terus bergeser dari ruang aman anak menjadi ancaman tersembunyi. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Ribuan Buruh Tiba Pukul 3 Sore di Kantor Gubernur Jatim, Ini 21 Tuntutan yang Dibawa di Aksi May Day 2026</title>
<link>https://suarajatimpost.com/ribuan-buruh-tiba-pukul-3-sore-di-kantor-gubernur-jatim-ini-21-tuntutan-yang-dibawa-di-aksi-may-day-2026</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/ribuan-buruh-tiba-pukul-3-sore-di-kantor-gubernur-jatim-ini-21-tuntutan-yang-dibawa-di-aksi-may-day-2026</guid>
<description><![CDATA[ Aksi May Day di Surabaya dimulai dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya sebagai pembuka. Setelah itu, perwakilan berbagai federasi buruh secara bergantian menyampaikan orasi politik yang menyoroti berbagai persoalan mendasar yang dihadapi kaum pekerja, mulai dari isu kesejahteraan hingga kepastian hukum. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202605/image_870x580_69f46e8333a20.webp" length="100800" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Fri, 01 May 2026 16:30:23 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ryan Ramadhan</dc:creator>
<media:keywords>May Day, 01 Mei, Hari Buruh, Kantor Gubernur Jatim, Demo Buruh, Demo, FSPMI, Buruh, Surabaya, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SURABAYA, SJP — </strong>Ribuan buruh yang menggelar long march dalam peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) 2026 tiba di depan Kantor Gubernur Jawa Timur, Jalan Pahlawan, Surabaya, menjelang pukul 15.00 WIB, Jumat (1/5/2026). Kedatangan massa sesuai dengan rencana yang telah disusun sebelumnya, mulai dari titik kumpul hingga waktu tiba di lokasi aksi.</p>
<p>Massa yang bergerak dari kawasan Jalan Bubutan secara bertahap memadati Jalan Pahlawan setelah sebelumnya berkumpul di sekitar BG Junction Mall. Diketahui sebelumnya, pergerakan itu sesuai dengan skenario aksi yang telah dirancang, termasuk pelaksanaan salat Jumat sebelum long march dimulai pada pukul 14.00 WIB.</p>
<p>Wakil Sekretaris Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) Jawa Timur, Nurudin Hidayat, memastikan mobilisasi massa dilakukan secara besar-besaran dengan melibatkan ribuan buruh dari berbagai daerah industri di Jawa Timur.</p>
<p>"Mobilisasi massa dilakukan secara besar-besaran dengan mengerahkan sekitar 50 unit bus, 10 truk mobil komando, serta konvoi ribuan sepeda motor yang akan masuk ke Surabaya secara bertahap," ujar Hidayat, Jumat (1/5/2026).</p>
<p>Setibanya di lokasi, aksi May Day langsung dimulai dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya sebagai pembuka. Setelah itu, perwakilan berbagai federasi buruh secara bergantian menyampaikan orasi politik yang menyoroti berbagai persoalan mendasar yang dihadapi kaum pekerja, mulai dari isu kesejahteraan hingga kepastian hukum.</p>
<p>Sekretaris DPW FSPMI Jawa Timur, Nuruddin Hidayat, menegaskan bahwa peringatan May Day tahun ini bukan sekadar agenda tahunan, melainkan momentum penting untuk memperkuat posisi tawar buruh.</p>
<p>"May Day 2026 menjadi momen untuk mengonsolidasi kekuatan buruh Jatim dalam memperjuangkan keadilan sosial, kesejahteraan, hingga kepastian hukum bagi kaum pekerja," katanya.</p>
<p>Aksi yang melibatkan sekitar 6.000 buruh dari berbagai daerah seperti Surabaya, Sidoarjo, Gresik, Mojokerto, Pasuruan hingga Tuban ini juga menjadi wadah penyampaian aspirasi yang telah dirumuskan dalam sejumlah tuntutan strategis.</p>
<p>Sebelumnya, pihak kepolisian melalui Polrestabes Surabaya juga telah menyiapkan rekayasa lalu lintas di 22 titik krusial guna mengantisipasi kepadatan selama aksi berlangsung. Skema kanalisasi diterapkan untuk menjaga kelancaran arus kendaraan sekaligus memberikan ruang aman bagi massa aksi.</p>
<p>"Pengaturan dirancang agar aktivitas masyarakat tetap berjalan lancar, sekaligus memberikan ruang yang aman bagi penyampaian aspirasi," ujar Wakapolrestabes Surabaya AKBP Rosyid Hartanto, Kamis (30/4/2026) kemarin.</p>
<p>Dalam aksi kali ini, buruh Jawa Timur membawa total 21 tuntutan yang terbagi dalam skala nasional dan regional.</p>
<p><strong>Tuntutan Nasional:</strong></p>
<ol>
<li>Sahkan Undang-Undang Ketenagakerjaan sesuai rekomendasi KSP-PB.</li>
<li>Hapus <em>outsourcing</em> dan tolak upah murah (HOSTUM).</li>
<li>Hentikan ancaman PHK akibat dampak perang global.</li>
<li>Reformasi sistem perpajakan dengan menghapus pajak atas THR, JHT, dan pensiun serta menaikkan PTKP.</li>
<li>Berantas korupsi melalui pengesahan RUU Perampasan Aset.</li>
<li>Segera ratifikasi Konvensi ILO 190.</li>
<li>Berikan perlindungan bagi pekerja digital platform.</li>
<li>Tingkatkan standar keselamatan dan kesehatan kerja.</li>
<li>Jamin akses layanan kesehatan bagi peserta PPU BPJS Kesehatan yang iurannya tidak dibayarkan pemberi kerja.</li>
<li>Potongan tarif ojol maksimal 10%.</li>
</ol>
<p></p>
<p><strong>Tuntutan Regional Jawa Timur:</strong></p>
<ol>
<li>Rekomendasi kebijakan strategis kepada pemerintah pusat dan DPR RI terkait revisi dan pembentukan regulasi ketenagakerjaan.</li>
<li>Evaluasi sejumlah Surat Edaran Mahkamah Agung yang dinilai merugikan pekerja.</li>
<li>Penyediaan rumah murah dan rumah susun bagi buruh.</li>
<li>Penyusunan Peraturan Daerah tentang Sistem Jaminan Pesangon.</li>
<li>Pengawasan ketat terhadap praktik outsourcing.</li>
<li>Penegakan kebijakan UMK dan UMSK.</li>
<li>Pembentukan Satgas Pencegahan PHK.</li>
<li>Kewajiban kepesertaan aktif BPJS Kesehatan dan BPJS Ketenagakerjaan sebagai syarat perizinan usaha.</li>
<li>Pemberian sanksi bagi perusahaan yang tidak mendaftarkan pekerjanya ke BPJS.</li>
<li>Peningkatan akses pendidikan bagi anak buruh melalui jalur afirmasi.</li>
<li>Kajian pembebasan pajak kendaraan roda dua dan PBB untuk masyarakat berpenghasilan rendah. <strong>(*)</strong></li>
</ol>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Lotus Art Courses &amp;amp; Konjen Jepang Satukan Cerita Rakyat Dua Negara dalam Lomba Menggambar</title>
<link>https://suarajatimpost.com/lotus-art-courses-konjen-jepang-satukan-cerita-rakyat-dua-negara-dalam-lomba-menggambar</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/lotus-art-courses-konjen-jepang-satukan-cerita-rakyat-dua-negara-dalam-lomba-menggambar</guid>
<description><![CDATA[ &quot;Kekuatan utama lomba ini terletak pada bagaimana peserta mampu menggabungkan dua cerita rakyat berbeda menjadi satu karya yang utuh. Proses kreatif tersebut dinilai sebagai simbol nyata kolaborasi budaya kedua negara,&quot; Konsul Jenderal Jepang di Surabaya, Takonai Susumu. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202605/image_870x580_69f4668fabcd3.webp" length="60196" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Fri, 01 May 2026 15:21:08 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ryan Ramadhan</dc:creator>
<media:keywords>Lotus Art Courses, LAC, Konsulat Jenderal Jepang di Surabaya, Konsul Jenderal Jepang, Takonai Susumu, I Putu Mahendra, Surabaya, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SURABAYA, SJP - </strong>Di setiap sudut dunia, cerita rakyat hidup sebagai warisan yang membentuk identitas suatu bangsa. Kisah-kisah itu mungkin lahir dari masa lampau, namun nilainya tetap relevan, bahkan layak dipertukarkan seperti halnya budaya pop modern yang kini mendunia. </p>
<p></p>
<p>Semangat pertukaran itulah yang dihidupkan dalam Lomba Menggambar Anak &amp; Remaja Tingkat Jawa Timur 2026, ketika cerita rakyat Indonesia dan Jepang dipadukan dalam imajinasi anak-anak.</p>
<p></p>
<p>Digelar oleh Lotus Art Courses (LAC) bersama Konsulat Jenderal (Konjen) Jepang di Surabaya, ajang itu kembali hadir untuk keempat kalinya dengan mengangkat tema “Cerita Rakyat Jepang dan Indonesia”. Ratusan peserta menuangkan kreativitas mereka dengan menggabungkan dua kisah lintas budaya dalam satu karya visual.  </p>
<p></p>
<p>Konsul Jenderal Jepang di Surabaya, Takonai Susumu, dalam acara puncak penghargaan yang berlangsung di Kantor Konsulat Jenderal Jepang di Surabaya, menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar lomba seni, tetapi juga sarana mempererat hubungan kedua negara sejak usia dini.</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202605/image_870x_69f46682af03d.webp" alt=""></p>
<p>"Jadi upaya lomba ini tentu saja bertujuan untuk mempererat hubungan Jepang dan Indonesia, khususnya anak-anak kecil yang akan menjadi jembatan persahabatan Jepang dan Indonesia pada masa mendatang juga," ungkap Susumu, Kamis (30/4/2026).</p>
<p></p>
<p>Menurutnya, kekuatan utama lomba ini terletak pada bagaimana peserta mampu menggabungkan dua cerita rakyat berbeda menjadi satu karya yang utuh. Proses kreatif tersebut dinilai sebagai simbol nyata kolaborasi budaya.</p>
<p></p>
<p>"Proses kreatif dalam mengkolaborasikan dua budaya menjadi utuh menjadi salah satu unsur yang sangat penting bagi kami untuk menilai," ucap Konsul Jenderal yang baru menjabat pada pertengahan tahun 2025 lalu itu.</p>
<p></p>
<p>Tak hanya itu, Konjen Jepang di Surabaya juga terus mendorong pertukaran budaya melalui berbagai agenda lain sepanjang tahun, seperti Festival Yosakoi yang akan digelar pada 12 Juli di Surabaya, hingga pameran pendidikan dan kegiatan seni budaya lainnya.</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202605/image_870x_69f4667cb580f.webp" alt=""></p>
<p>"Pertukaran dan saling pengertian di antara anak-anak yang akan memimpin masa depan hubungan Jepang dan Indonesia sangatlah penting," imbuh Susumu.</p>
<p></p>
<p>Sementara itu, Founder Lotus Art Courses, I Putu Mahendra, menyebut tema cerita rakyat dipilih dalam edisi kali ini karena memiliki kedekatan dengan nilai-nilai kearifan lokal di kedua negara, sekaligus menjadi media literasi yang menarik bagi anak-anak.</p>
<p></p>
<p>"Karena kita mengangkat budaya literasi juga karena berkaitan dengan kearifan lokal setiap negara, yaitu cerita rakyat Indonesia-Jepang," terang Putu.</p>
<p></p>
<p>Ia menambahkan, antusiasme peserta tahun ini cukup tinggi, lomba yang dibuka untuk umum itu berhasil menerima sekitar 250 karya anak hingga remaja selama periode lomba yang berlangsung sekitar tiga bulan.</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202605/image_870x_69f46676a4859.webp" alt=""></p>
<p>"Puji syukur hasilnya juga mengembirakan. Ratusan karya masuk dan tampilan visual yang menarik," bebernya.</p>
<p></p>
<p>Menurutnya, lomba ini tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga ruang apresiasi dan eksplorasi bagi anak-anak untuk mengenal budaya lintas negara melalui seni.</p>
<p></p>
<p>"Nah ini sebuah ruang yang bagus untuk bisa mengapresi karya seni, sekaligus mengenalkan juga bagaimana anak-anak itu tentunya pasti mencari tahu cerita-cerita rakyat dari negara Indonesia dan Jepang itu seperti apa kemudian dikolaborasikan," tandas Putu.</p>
<p></p>
<p>Dalam proses penjurian, dewan juri yang terdiri dari Konsul Jenderal Jepang di Surabaya Takonai Susumu, I Putu Mahendra sendiri, dan juri tamu yaitu Satria Wicaksana dari Inkala Art &amp; Design harus bekerja ekstra karena banyaknya karya unik dan berkualitas. Dari setiap kategori usia, dipilih lima karya terbaik.</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202605/image_870x_69f4683f9c612.webp" alt=""></p>
<p>Adapun kategori lomba dibagi menjadi tiga kelompok usia, yaitu kategori A (5–7 tahun), kategori B (8–11 tahun), dan kategori C (12–15 tahun).</p>
<p></p>
<p>Pemenang Kategori A:</p>
<ol>
<li>Ryu Marcello Sie</li>
<li>Abigail Kayla Pawitan Sudarma</li>
<li>Arsakha Rasydan Ahnaf</li>
<li>Miratussany Mahiera P</li>
<li>Michella J Tongku</li>
</ol>
<p></p>
<p>Pemenang Kategori B:</p>
<ol>
<li>Alesha Khaliluna P</li>
<li>Naisyah Prameswari</li>
<li>Abiyan Mars Dandelion</li>
<li>Gempita Rizkya Ramadhani</li>
<li>Yovita Michaela Permatasari</li>
</ol>
<p></p>
<p>Pemenang Kategori C:</p>
<ol>
<li>Devara Kenzie Archieawan</li>
<li>Sebastian Tan</li>
<li>Clive Alexander Wang</li>
<li>Muhammad Fakhry Nafi Abdillah</li>
<li>Talia Tirza</li>
</ol>
<p></p>
<p>Di antara para peserta, kreativitas anak-anak terlihat dalam cara mereka memadukan dua dunia cerita menjadi satu gambar. Salah satunya datang dari Miratussany Mahiera P, peserta berusia 6 tahun asal Madiun yang masuk dalam karya terbaik kategori A.</p>
<p></p>
<p>Ia menggabungkan kisah Joko Tarub dan Nawang Wulan dengan legenda Putri Kaguya dari Jepang dalam satu lukisan.</p>
<p></p>
<p>"Aku menggambar ini namanya ‘7 Bidadari (Joko Tarub &amp; Nawang Wulan) Bermandikan Cahaya Bulan dengan Putri Kaguya’," jelas Mira dengan lugu.</p>
<p></p>
<p>Meski mengaku sempat mengalami kesulitan, ia tetap menikmati proses menggambar, terlebih karena dukungan penuh dari orangtuanya yang merasa Mira sedang dalam proses mencari minat dan bakatnya.</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202605/image_870x_69f466892bc94.webp" alt=""></p>
<p>"Iya sempat kesulitannya agak bingung kalau (menggabungkan dua budaya) jadi satu gambar gimana caranya," kata Mira.</p>
<p></p>
<p>Namun, kecintaannya pada tokoh-tokoh dalam cerita membuatnya terus berkreasi. Terlebih saat melihat-lihat bagaimana penggambaran Putri Kaguya, Mira merasa penampilannya cantik dan lucu.</p>
<p></p>
<p>"Paling suka sama Putri Kaguya-nya karena lucu, cantik gitu ya," tukasnya.</p>
<p></p>
<p>Sejak usia tiga tahun, Miratussany sudah gemar menggambar, dan kini ia menjadi salah satu contoh bagaimana imajinasi anak mampu menjembatani dua budaya berbeda dalam satu karya.</p>
<p></p>
<p>Melalui lomba ini, cerita rakyat tak lagi sekadar warisan masa lalu, tetapi juga menjadi medium hidup yang menghubungkan generasi muda lintas negara, membangun pemahaman, persahabatan, dan masa depan yang lebih dekat antara Indonesia dan Jepang. <strong>(***) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>6.000 Buruh Longmarch ke Kantor Gubernur Jatim, Warga Diimbau Hindari Jalur Aksi May Day Besok</title>
<link>https://suarajatimpost.com/6000-buruh-longmarch-ke-kantor-gubernur-jatim-warga-diimbau-hindari-jalur-aksi-may-day-besok</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/6000-buruh-longmarch-ke-kantor-gubernur-jatim-warga-diimbau-hindari-jalur-aksi-may-day-besok</guid>
<description><![CDATA[ Usai salat Jumat sekitar pukul 13.00 WIB, massa FSPMI akan bergerak menuju titik kumpul utama di depan BG Junction Mall, Jalan Bubutan. Dari lokasi tersebut, mereka akan memulai long march menuju Kantor Gubernur Jawa Timur pada pukul 14.00 WIB. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x580_69f3465e70953.webp" length="111588" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 30 Apr 2026 20:50:26 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ryan Ramadhan</dc:creator>
<media:keywords>May Day, Hari Buruh, 01 Mei, Mei, Buruh, Demo, Demo Buruh, Polrestabes Surabaya, Surabaya, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SURABAYA, SJP — </strong>Ribuan buruh dari berbagai daerah di Jawa Timur dipastikan akan menggelar aksi besar dalam peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) pada Jumat (1/5/2026) besok. Aksi akan dipusatkan di depan Kantor Gubernur Jawa Timur, Jalan Pahlawan, Surabaya, dengan agenda long march yang berpotensi memicu kepadatan di sejumlah ruas jalan utama kota.</p>
<p></p>
<p>Aksi tersebut melibatkan aliansi besar Gerakan Serikat Pekerja (GESPER) Jawa Timur, dengan estimasi massa mencapai sekitar 6.000 orang yang berasal dari kawasan industri seperti Surabaya, Sidoarjo, Gresik, Mojokerto, Pasuruan hingga Tuban. Salah satu elemen utama dalam aksi ini adalah Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) Jawa Timur.</p>
<p></p>
<p>Wakil Sekretaris FSPMI Jatim, Nurudin Hidayat, mengatakan mobilisasi massa dilakukan secara besar-besaran dengan berbagai moda transportasi, mulai dari bus hingga konvoi kendaraan roda dua.</p>
<p></p>
<p>"Mobilisasi massa dilakukan secara besar-besaran dengan mengerahkan sekitar 50 unit bus, 10 truk mobil komando, serta konvoi ribuan sepeda motor yang akan masuk ke Surabaya secara bertahap," ujar Hidayat, Kamis (30/4/2026).</p>
<p></p>
<p>Sebelum menuju titik aksi, massa dijadwalkan melaksanakan salat Jumat di sejumlah lokasi, yakni Masjid Al-Akbar Surabaya, Masjid Kejaksaan Tinggi Jawa Timur, dan Masjid Al-Falah. Sementara itu, massa di luar FSPMI akan melaksanakan ibadah di sepanjang Jalan Pahlawan, tepat di depan Kantor Gubernur.</p>
<p></p>
<p>"Massa di luar FSPMI dijadwalkan melaksanakan salat Jumat di sepanjang Jalan Pahlawan, tepat di depan Kantor Gubernur," kata Nurudin.</p>
<p></p>
<p>Usai salat Jumat sekitar pukul 13.00 WIB, massa FSPMI akan bergerak menuju titik kumpul utama di depan BG Junction Mall, Jalan Bubutan. Dari lokasi tersebut, mereka akan memulai long march menuju Kantor Gubernur Jawa Timur pada pukul 14.00 WIB.</p>
<p></p>
<p>"Diperkirakan seluruh massa tiba di lokasi aksi sekitar pukul 15.00 WIB untuk menyampaikan orasi dan tuntutan dalam peringatan May Day 2026," imbuhnya.</p>
<p></p>
<p>Panitia aksi tidak menampik bahwa akan ada gangguan lalu lintas yang cukup parah saat demo berlangsung dan turut mengimbau masyarakat agar menghindari ruas jalan yang dilalui peserta long march guna meminimalkan gangguan aktivitas.</p>
<p></p>
<p>"Kami mengimbau pengguna jalan agar menghindari ruas yang dilewati massa aksi," pungkas Nurudin.</p>
<p></p>
<p><strong>Polisi Lakukan Kanalisasi di 22 Titik Krusial</strong></p>
<p>Seiring dengan rencana aksi besar tersebut, aparat kepolisian telah menyiapkan strategi pengamanan dan rekayasa lalu lintas guna mengantisipasi dampak kemacetan serta menjaga kelancaran aktivitas masyarakat. Polrestabes Surabaya menerapkan metode kanalisasi di 22 titik krusial, khususnya di persimpangan padat yang menjadi jalur lintasan massa.</p>
<p></p>
<p>Kapolrestabes Surabaya Kombespol Luthfi Sulistiawan melalui Wakapolrestabes AKBP Rosyid Hartanto menjelaskan bahwa kanalisasi merupakan sistem pengaturan arus kendaraan secara terstruktur agar tidak terjadi penumpukan di satu titik.</p>
<p></p>
<p>"Jarak antar titik pengamanan juga telah dihitung secara presisi, bertujuan untuk memastikan distribusi personel merata dan respons cepat terhadap potensi kepadatan," katanya.</p>
<p></p>
<p>Titik pengamanan tersebar mulai dari kawasan Taman Pelangi hingga jalur Tembaan–Bubutan, yang menjadi akses vital menuju pusat kota. Selain itu, sejumlah kawasan padat seperti Ahmad Yani, Margorejo, Wonokromo, Tunjungan hingga Tegalsari juga menjadi fokus pengawasan.</p>
<p></p>
<p>Pengamanan melibatkan personel gabungan dari berbagai satuan kepolisian serta dukungan dari Dinas Perhubungan Kota Surabaya. Jumlah personel di tiap titik disesuaikan dengan tingkat kerawanan, bahkan di beberapa lokasi strategis diperkuat hingga puluhan petugas.</p>
<p></p>
<p>"Pengaturan ini dirancang agar aktivitas masyarakat tetap berjalan lancar, sekaligus memberikan ruang yang aman bagi penyampaian aspirasi," ujarnya.</p>
<p></p>
<p>Pihak kepolisian juga menyiapkan skema pengalihan arus lalu lintas yang bersifat fleksibel, menyesuaikan kondisi di lapangan apabila terjadi peningkatan jumlah massa atau kepadatan kendaraan selama aksi berlangsung. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Menjemput Keadilan Sosial Lewat Pendidikan: Petra Mengajar V Hadirkan Harapan bagi Anak Prasejahtera Surabaya</title>
<link>https://suarajatimpost.com/menjemput-keadilan-sosial-lewat-pendidikan-petra-mengajar-v-hadirkan-harapan-bagi-anak-prasejahtera-surabaya</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/menjemput-keadilan-sosial-lewat-pendidikan-petra-mengajar-v-hadirkan-harapan-bagi-anak-prasejahtera-surabaya</guid>
<description><![CDATA[ Di tengah keterbatasan, ratusan anak prasejahtera di Surabaya menemukan harapan baru lewat tangan mahasiswa yang mengajar, menghadirkan pendidikan inklusif sebagai wujud nyata keadilan sosial. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x580_69f33113de7c3.webp" length="44804" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 30 Apr 2026 20:00:16 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ryan Ramadhan</dc:creator>
<media:keywords>Petra Christian University, PCU, Pancasila, Mahasiswa, Pendidikan, Marginal, Pengabdian Masyarakat, Surabaya, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SURABAYA, SJP -</strong> Sila kelima Pancasila berbunyi “Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.” Namun di sudut-sudut kota besar seperti Surabaya, cita-cita itu masih terus diperjuangkan, terutama dalam hal akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga prasejahtera. </p>
<p></p>
<p>Di tengah kesenjangan tersebut, sekelompok mahasiswa tidak hanya menunggu pihak-pihak tertentu untuk bergerak, melainkan memilih untuk hadir secara langsung dan membawa harapan, bukan sekadar lewat teori, tetapi melalui aksi nyata di lapangan.</p>
<p></p>
<p>Adalah Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Kristen Petra yang kembali menggelar program Petra Mengajar V, sebuah gerakan sosial yang berfokus pada pendidikan informal bagi anak-anak dari komunitas marginal. Program itu menjadi upaya konkret untuk menjembatani ketimpangan akses belajar, sekaligus menanamkan nilai karakter dan pengenalan teknologi sejak dini.</p>
<p></p>
<p>Selama satu pekan, mulai 24 hingga 30 April 2026, sebanyak 192 mahasiswa yang tergabung dalam 64 kelompok diterjunkan langsung ke berbagai titik di Surabaya. Mereka mengajar sekitar 1.000 anak yang tersebar di tujuh sekolah dan enam komunitas binaan dua mitra sosial, yakni Yayasan Indonesia Sejahtera Barokah (YISB) dan Yayasan Pondok Kasih.</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x_69f33124dd65f.webp" alt=""></p>
<p>Ketua Petra Mengajar V, Fedilia Yanson Widio, menjelaskan skala kegiatan tersebut sebagai bentuk komitmen mahasiswa dalam menjangkau lebih banyak anak yang membutuhkan akses pendidikan.</p>
<p></p>
<p>"Total ada tujuh sekolah, dan enam komunitas yang kami kunjungi," ujar Yanson, Kamis (30/4/2026).</p>
<p></p>
<p>Di lapangan, realitas yang dihadapi para mahasiswa begitu beragam. Salah satunya terlihat di Komunitas Makam Mataram yang menjadi salah satu lokasi program Petra Mengajar V. Di tempat itu, anak-anak berusia 3 hingga 15 tahun belajar dalam keterbatasan. </p>
<p></p>
<p>Sebagian sudah mengenyam pendidikan formal, namun tidak sedikit yang masih berjuang mendapatkan akses sekolah. Mayoritas orang tua mereka bekerja sebagai pembersih makam, dengan penghasilan yang terbatas.</p>
<p></p>
<p>Di tengah kondisi tersebut, setidaknya 15 mahasiswa hadir mengajar sekitar 60 anak dengan pendekatan yang jauh dari kata kaku. Mereka membawa metode belajar yang interaktif, menyenangkan, dan membumi, salah satunya melalui kegiatan melukis tanpa kuas. Anak-anak diajak mengekspresikan diri menggunakan jari, tangan, hingga spons di atas kertas gambar.</p>
<p></p>
<p>Gelak tawa dan wajah penuh antusias menjadi pemandangan yang mendominasi sesi belajar tersebut. Bagi anak-anak, itu bukan sekadar kelas, melainkan pengalaman baru yang membebaskan mereka untuk belajar sambil bermain.</p>
<p></p>
<p>Namun di balik keceriaan itu, ada proses panjang yang dilalui para mahasiswa sebelum turun ke lapangan. Mereka terlebih dahulu mendapatkan pembekalan dalam dua tahap. Tahap awal dilakukan bersama dosen pembimbing dan tim panitia, sementara tahap lanjutan melibatkan langsung perwakilan dari YISB dan Yayasan Pondok Kasih.</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x_69f330fe33f92.webp" alt=""></p>
<p>Pembekalan tersebut tidak hanya berisi teori mengajar, tetapi juga pendekatan praktis dalam menghadapi karakter anak-anak dari berbagai latar belakang sosial. Mahasiswa dilatih untuk adaptif, empatik, dan kreatif dalam menyampaikan materi.</p>
<p></p>
<p>Setiap kelompok bahkan ditugaskan untuk menyusun buku materi ajar sebagai panduan selama kegiatan berlangsung. Buku tersebut kemudian tidak berhenti sebagai dokumen internal, melainkan menjadi bagian dari kontribusi berkelanjutan program.</p>
<p></p>
<p>Sebagai tahap akhir, seluruh buku materi dikumpulkan dalam bentuk fisik dan disumbangkan ke sekolah-sekolah serta program Mobil Pintar milik Yayasan Pondok Kasih. Mobil Pintar sendiri merupakan perpustakaan berjalan sekaligus ruang belajar keliling yang selama ini menjadi tumpuan pendidikan alternatif bagi anak-anak di wilayah marginal.</p>
<p></p>
<p>Koordinator Pencerdasan Anak Bangsa (PAB) Yayasan Pondok Kasih, Anita Prasetia Rahayu, mengakui bahwa kehadiran mahasiswa dalam program ini membawa dampak nyata.</p>
<p></p>
<p>"Kami sangat terbantu dengan adanya Petra Mengajar, khususnya dalam project Mobil Pintar. Melalui kegiatan mengajar dan pemberian edukasi yang bermanfaat, kehadiran mahasiswa memberi dampak positif yang signifikan bagi anak-anak," ungkapnya.</p>
<p></p>
<p>Ia juga menambahkan bahwa manfaat yang diterima anak-anak tidak hanya sebatas ilmu, melainkan juga donasi alat tulis.</p>
<p></p>
<p>"Kami juga bersyukur karena selain mendapat pembelajaran, anak-anak turut menerima donasi alat tulis yang mendukung proses belajar mereka," pungkas Anita.</p>
<p></p>
<p>Petra Mengajar V pada akhirnya bukan sekadar program pengabdian masyarakat biasa. Ia menjadi refleksi nyata bahwa semangat gotong royong dan kepedulian sosial masih hidup di kalangan generasi muda. Ketika pendidikan belum sepenuhnya merata, langkah-langkah kecil seperti ini justru menjadi jembatan penting menuju keadilan sosial yang lebih luas. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>28 Persen Jemaah Haji Embarkasi Surabaya Sudah Berangkat, 38 Kursi Pesawat Tercatat Kosong</title>
<link>https://suarajatimpost.com/28-persen-jemaah-haji-embarkasi-surabaya-sudah-berangkat-38-kursi-pesawat-tercatat-kosong</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/28-persen-jemaah-haji-embarkasi-surabaya-sudah-berangkat-38-kursi-pesawat-tercatat-kosong</guid>
<description><![CDATA[ Dalam pelaksanaan pemberangkatan tercatat 38 kursi kosong atau open seat, dikarenakan sebanyak 8 jemaah harus dirawat di rumah sakit, 3 orang pendamping ikut tertunda, 6 jemaah menunda keberangkatan, 18 orang mengalami perpindahan kloter, serta 21 kursi kosong akibat alasan teknis atau praman kosong. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x580_69f30a7760f26.webp" length="66672" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 30 Apr 2026 16:30:03 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ryan Ramadhan</dc:creator>
<media:keywords>Haji 2026, PPIH, Embarkasi Surabaya, Asrama Haji, PPIH Surabaya, AHES, Surabaya, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SURABAYA, SJP - </strong>Pemberangkatan jemaah haji Embarkasi Surabaya hingga 30 April 2026 terus menunjukkan progres signifikan. Sebanyak 12.140 jemaah dan petugas telah diterbangkan ke Tanah Suci atau setara 28 persen dari total rencana tahun ini. </p>
<p></p>
<p>Namun di tengah capaian tersebut, operasional juga mencatat adanya 38 kursi kosong dalam penerbangan yang disebabkan berbagai faktor, mulai dari kondisi kesehatan jemaah hingga kendala teknis.</p>
<p></p>
<p>Berdasarkan data Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Surabaya, total rencana pemberangkatan musim haji 1447 H/2026 M mencapai 44.080 orang. Jumlah tersebut terdiri atas 42.109 jemaah, 464 petugas, 162 Petugas Haji Daerah (PHD), serta 140 pembimbing ibadah dari KBIHU yang terbagi dalam 116 kelompok terbang (kloter).</p>
<p></p>
<p>Ketua PPIH Embarkasi Surabaya, Mohammad As’adul Anam membeberkan bahwa secara kumulatif, hingga 29 April 2026 sebanyak 11.003 jemaah telah diberangkatkan dalam 29 kloter. </p>
<p></p>
<p>"Untuk hari ini, tepatnya pada hari ke-10 operasional, terdapat tambahan 1.137 jemaah dari 5 kloter, sehingga total mencapai 12.140 jemaah dalam 32 kloter," ujar Anam, Kamis (30/4/2026) </p>
<p></p>
<p>Di sisi lain, dalam pelaksanaan pemberangkatan tercatat 38 kursi kosong atau open seat. Rinciannya, sebanyak 8 jemaah harus dirawat di rumah sakit, 3 orang pendamping ikut tertunda, 6 jemaah menunda keberangkatan, 18 orang mengalami perpindahan kloter, serta 21 kursi kosong akibat alasan teknis atau praman kosong.</p>
<p></p>
<p>"Jadi alasannya berbeda-beda, mayoritas karena ada alasan teknis dan juga perpindahan kloter," jelas Anam.</p>
<p></p>
<p>Kendati demikian, dari aspek ketepatan waktu penerbangan, Anam menegaskan bahwa seluruh kloter yang telah diberangkatkan menunjukkan performa optimal. Sebanyak 27 kloter tercatat berangkat tepat waktu tanpa adanya keterlambatan maupun percepatan jadwal.</p>
<p></p>
<p>Dari total kloter yang sudah berangkat, komposisi jemaah didominasi perempuan dengan jumlah 6.430 orang, sementara jemaah laki-laki sebanyak 5.710 orang. Selain itu juga diinformasikan bahwa terdapat satu jemaah wafat di Arab Saudi.</p>
<p></p>
<p>Meski terdapat beragam dinamika yang terjadi dalam proses keberangkatan, Anam, memastikan seluruh proses pemberangkatan hingga hari ke-10 operasional berjalan optimal.</p>
<p></p>
<p>"Alhamdulillah, proses pemberangkatan jemaah berjalan tertib, lancar, dan seluruh kloter dapat diberangkatkan tepat waktu. Kami terus menjaga kualitas layanan agar seluruh jemaah dapat berangkat dengan aman dan nyaman," ujarnya.</p>
<p></p>
<p>Ia menegaskan bahwa perhatian terhadap kondisi kesehatan jemaah menjadi prioritas utama dalam operasional haji tahun ini. Hal tersebut juga menjadi salah satu alasan adanya beberapa jemaah yang mengalami penundaan keberangkatan.</p>
<p></p>
<p>"Kami memastikan jemaah yang tertunda keberangkatannya mendapatkan penanganan terbaik di embarkasi, sehingga dapat segera diberangkatkan setelah dinyatakan layak terbang," tambahnya.</p>
<p></p>
<p>Tercatat, terdapat 10 jemaah yang mengalami penundaan keberangkatan di Asrama Haji Embarkasi Surabaya, terdiri atas 8 jemaah sakit, dengan satu di antaranya telah diberangkatkan serta 3 orang pendamping.</p>
<p></p>
<p>Ke depan, arus kedatangan jemaah masih akan terus berlangsung. Pada 1 Mei 2026, dijadwalkan sebanyak 1.900 jemaah dari 5 kloter akan tiba di asrama haji, yang berasal dari sejumlah daerah di Jawa Timur, seperti Lamongan, Bojonegoro, Jember, Malang, Magetan, Ngawi, Pasuruan, Ponorogo, dan Sidoarjo. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>KBS Pinjamkan Sepasang Komodo ke Jepang untuk Program Breeding, Perkuat Konservasi dan Diplomasi Hijau</title>
<link>https://suarajatimpost.com/kbs-pinjamkan-sepasang-komodo-ke-jepang-untuk-program-breeding-perkuat-konservasi-dan-diplomasi-hijau</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/kbs-pinjamkan-sepasang-komodo-ke-jepang-untuk-program-breeding-perkuat-konservasi-dan-diplomasi-hijau</guid>
<description><![CDATA[ KBS dipilih sebagai mitra karena dinilai konsisten dalam pengelolaan dan pengembangbiakan komodo. Saat ini, populasi komodo di KBS telah mencapai lebih dari 50 ekor, menjadikannya salah satu pusat konservasi penting di Indonesia. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x580_69f1f92231335.webp" length="104920" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 29 Apr 2026 20:30:17 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ryan Ramadhan</dc:creator>
<media:keywords>Kebun Binatang Surabaya, KBS, iZoo, Jepang, Eri Cahyadi, Kementrian Kehutanan, Pemkot Surabaya, Surabaya, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SURABAYA, SJP —</strong> Kebun Binatang Surabaya (KBS) resmi menjalin kerja sama internasional dengan iZoo Jepang melalui skema peminjaman sepasang komodo untuk program pengembangbiakan (<em>breeding</em>). Langkah itu menjadi tonggak penting dalam upaya konservasi sekaligus memperkuat posisi Indonesia dalam kerja sama lingkungan global.</p>
<p></p>
<p>Penandatanganan perjanjian kerja sama tersebut dilakukan pada Rabu, 29 April 2026, sebagai tindak lanjut dari nota kesepahaman (MoU) antara Kementerian Kehutanan Republik Indonesia dan Pemerintah Prefektur Shizuoka, Jepang, yang telah diteken pada 28 Maret 2026. </p>
<p></p>
<p>Dalam kesepakatan itu, Indonesia akan meminjamkan satu pasang komodo, jantan dan betina untuk dikembangbiakkan secara terencana di fasilitas iZoo di Kawazu, Shizuoka.</p>
<p></p>
<p>Kerja sama tersebut menjadi yang pertama dalam skema breeding loan komodo, sekaligus bagian dari penguatan diplomasi hijau (green diplomacy) antara Indonesia dan Jepang, yang menitikberatkan pada kolaborasi pelestarian lingkungan dan keanekaragaman hayati.</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x_69f1f9478969d.webp" alt=""></p>
<p>Direktur Operasional dan Umum KBS, Nurika Widyasanti, menegaskan bahwa kerja sama ini merupakan langkah strategis dalam menjaga kelestarian komodo sekaligus memperkuat peran KBS di tingkat global.</p>
<p></p>
<p>"Kerja sama ini mencerminkan komitmen bersama dalam menjaga kelestarian satwa melalui pendekatan ilmiah, edukatif, dan berkelanjutan," unaf Nurika, Rabu (29/4/2026).</p>
<p></p>
<p>Ia menjelaskan, KBS dipilih sebagai mitra karena dinilai konsisten dalam pengelolaan dan pengembangbiakan komodo. Saat ini, populasi komodo di KBS telah mencapai lebih dari 50 ekor, menjadikannya salah satu pusat konservasi penting di Indonesia. Program breeding sendiri dilakukan secara rutin setiap tahun untuk memastikan keberlanjutan populasi.</p>
<p></p>
<p>"Jumlah komodo di KBS saat ini kurang lebih di atas 50 ekor. Setiap tahun kami terus melakukan pengembangbiakan secara rutin," imbuhnya.</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x_69f1f940bd0af.webp" alt=""></p>
<p>Selain itu, KBS juga menerapkan penanganan khusus pada fase bertelur guna meningkatkan tingkat keberhasilan penetasan. Telur-telur komodo dipindahkan ke tempat khusus dengan pengawasan ketat agar proses inkubasi berjalan optimal.</p>
<p></p>
<p>"Kami memindahkan telur ke tempat khusus secara hati-hati untuk memaksimalkan proses penetasan," jelas Nurika.</p>
<p></p>
<p>Di sisi lain, kerja sama peminjaman satwa itu dinilai penting dalam menjaga keberagaman genetik dan mencegah kepunahan spesies, terutama pada populasi yang berada di luar habitat aslinya.</p>
<p></p>
<p>"Kerja sama ini adalah salah satu cara menjaga jumlah spesies, agar genetik di insitu tersebut tidak sampai punah," tutur Nurika.</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x_69f1f9324a57f.webp" alt=""></p>
<p>Sebelum realisasi pengiriman, kedua pihak juga telah memastikan kesiapan fasilitas di Jepang agar sesuai dengan habitat asli komodo. Pengecekan dilakukan langsung oleh pihak terkait, termasuk kunjungan pejabat Indonesia ke lokasi iZoo.</p>
<p></p>
<p>"Sudah dilakukan pengecekan agar sarana dan prasarana di sana sesuai dengan habitat aslinya," tandasnya.</p>
<p></p>
<p>Dari sisi pemerintah, Direktur Konservasi Keanekaragaman Hayati Spesies dan Genetik Ditjen KSDAE Kementerian Kehutanan, Ahmad Munawir, menegaskan bahwa komodo merupakan satwa endemik Indonesia yang dilindungi undang-undang, sehingga setiap bentuk kerja sama harus dilakukan dengan penuh kehati-hatian dan tanggung jawab.</p>
<p></p>
<p>"Komodo merupakan satwa liar yang dilindungi oleh undang-undang Republik Indonesia dan hanya dapat ditemukan di Provinsi Nusa Tenggara Timur," ujarnya saat hadir mewakili Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni.</p>
<p></p>
<p>Pemerintah juga menekankan bahwa kerja sama ini wajib mematuhi regulasi nasional dan internasional, termasuk ketentuan dalam CITES, serta mengedepankan prinsip kesejahteraan satwa.</p>
<p></p>
<p>"Kerja sama konservasi seperti ini wajib menjunjung tinggi kesejahteraan satwa serta sejalan dengan regulasi nasional maupun internasional," ucap Munawir.</p>
<p></p>
<p>Secara substansi, kerja sama ini tidak hanya mencakup pengembangbiakan, tetapi juga meliputi pertukaran pengetahuan, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, hingga pengembangan edukasi publik berbasis konservasi. Seluruh kegiatan pun harus memenuhi standar animal welfare yang ketat.</p>
<p></p>
<p>Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, menyambut positif kerja sama tersebut dan menilai bahwa program ini akan memberikan dampak signifikan terhadap sektor pariwisata.</p>
<p></p>
<p>"Semoga peminjaman satwa ini bisa menaikkan animo masyarakat, baik di Surabaya maupun di Jepang," kata Eri.</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x_69f1f93808b3d.webp" alt=""></p>
<p>Ia juga optimistis kolaborasi tersebut akan meningkatkan kunjungan ke Kebun Binatang Surabaya dengan menghadirkan inovasi dan daya tarik baru.</p>
<p></p>
<p>"Ini tentu berdampak positif bagi sektor pariwisata," tukasnya singkat.</p>
<p></p>
<p>Sementara itu, pihak iZoo Jepang menyebut kerja sama ini sebagai hasil dari proses panjang yang telah dirintis selama lebih dari satu dekade. Mereka berkomitmen penuh untuk menjaga dan mengembangbiakkan komodo sesuai standar internasional.</p>
<p></p>
<p>"Kami telah menyiapkan kerja sama ini dengan Indonesia selama lebih dari 10 tahun," ungkap Director of iZoo Jepang, Tsuyoshi Shirawa.</p>
<p></p>
<p>Bagi iZoo, komodo bukan sekadar satwa, melainkan simbol penting Indonesia yang harus dijaga dengan penuh tanggung jawab. Lebih jauh, kerja sama ini juga dimaknai sebagai jembatan hubungan antara kedua negara, tidak hanya dalam konteks konservasi, tetapi juga persahabatan.</p>
<p></p>
<p>"Ini bukan hanya animal <em>exchange</em>, tetapi juga penghubung antara Jepang dan Indonesia," pungkas Shirawa.</p>
<p></p>
<p>Pasca penandatanganan, KBS akan segera menyiapkan sepasang komodo yang akan dikirim ke Jepang. Namun, proses pengiriman masih menunggu izin resmi dari Presiden Republik Indonesia, mengingat status komodo sebagai satwa dilindungi dengan nilai strategis tinggi.</p>
<p></p>
<p>Dengan kolaborasi ini, KBS tidak hanya memperkuat perannya sebagai lembaga konservasi, tetapi juga membuka peluang lebih luas dalam pengembangan ilmu pengetahuan, edukasi publik, serta peningkatan daya tarik wisata berbasis pelestarian satwa. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Pipa PDAM Bocor di MERR Surabaya Picu Macet 2 Km, Diduga Akibat Penurunan Tanah</title>
<link>https://suarajatimpost.com/pipa-pdam-bocor-di-merr-surabaya-picu-macet-2-km-diduga-akibat-penurunan-tanah</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/pipa-pdam-bocor-di-merr-surabaya-picu-macet-2-km-diduga-akibat-penurunan-tanah</guid>
<description><![CDATA[ Kebocoran tersebut diketahui terjadi pada pipa induk berdiameter besar sekitar 1 meter. Pada fase awal penanganan, petugas berupaya menutup sementara titik kebocoran menggunakan material tripleks guna menekan debit air yang terus menyembur. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x580_69f1db7da7e4a.webp" length="21372" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 29 Apr 2026 18:00:28 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ryan Ramadhan</dc:creator>
<media:keywords>Pipa Bocor, PDAM, MERR, Surya Sembada, BPBD, Surabaya, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SURABAYA, SJP —</strong> Kebocoran pipa induk bertekanan tinggi milik PDAM Surya Sembada terjadi di kawasan Jalan Dr. Ir. H. Soekarno (MERR), tepatnya di perempatan Stikom, Kedung Baruk, Rabu (29/4/2026) siang. Semburan air yang muncul bak air mancur raksasa menciptakan kepanikan sekaligus mengganggu arus lalu lintas di salah satu jalur strategis Kota Surabaya tersebut.</p>
<p>Air menyembur deras hingga mencapai ketinggian sekitar 2 hingga 5 meter. Cipratan air bahkan menutup sebagian badan jalan, khususnya dari arah Rungkut menuju Sukolilo, sehingga banyak pengendara terpaksa melambat atau menghindari jalur terdampak. Kendaraan roda dua tak bisa melintas di sisi kiri jalan, sementara arus kendaraan roda empat menumpuk di lajur kanan.</p>
<p>Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 12.30 WIB dan segera dilaporkan ke Call Center 112 pada pukul 12.44 WIB. Tak lama berselang, petugas gabungan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), kepolisian, serta tim teknis PDAM Surya Sembada langsung dikerahkan ke lokasi untuk melakukan penanganan darurat.</p>
<p>Petugas BPBD Surabaya, Eko, membenarkan waktu kejadian dan respons cepat yang dilakukan setelah laporan masuk dari masyarakat dan beberapa video kejadian beredar di sosial media.</p>
<p>"Dilaporkan ke Call Center 112 pukul 12.44 WIB," kata Eko, Rabu (29/4/2026).</p>
<p>Kebocoran tersebut diketahui terjadi pada pipa induk berdiameter besar sekitar 1 meter. Pada fase awal penanganan, petugas berupaya menutup sementara titik kebocoran menggunakan material tripleks guna menekan debit air yang terus menyembur.</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x_69f1db82655e0.webp" alt=""></p>
<p>Semburan air yang cukup deras sempat mengarah langsung ke jalan raya hingga menutup sebagian lajur kiri. Hal ini menyebabkan kemacetan panjang yang mencapai sekitar dua kilometer dari arah Rungkut menuju Sukolilo. Kondisi diperparah dengan durasi lampu lalu lintas di persimpangan yang cukup lama, sehingga antrean kendaraan semakin mengular.</p>
<p>Di tengah kondisi tersebut, muncul fenomena unik ketika sejumlah pengendara mobil memanfaatkan semburan air untuk mencuci kendaraan mereka secara spontan. Meski demikian, situasi secara umum tetap didominasi kepadatan lalu lintas dan genangan air di sekitar lokasi kejadian.</p>
<p>Seiring dengan upaya penanganan, debit air yang keluar dari pipa berhasil diperkecil. Cipratan yang sebelumnya mengarah deras ke badan jalan mulai berkurang, sehingga arus lalu lintas perlahan kembali normal meski masih dalam pengawasan petugas.</p>
<p>Hingga kini, petugas masih berjibaku di lapangan untuk memastikan kebocoran dapat tertangani sepenuhnya dan tidak kembali menimbulkan gangguan.</p>
<p>Sementara itu, pihak PDAM Surya Sembada akhirnya memberikan penjelasan terkait dugaan penyebab kebocoran pipa tersebut. Manager Tata Usaha dan Humas PDAM Surya Sembada, Andilun Gatu, menyebut kerusakan terjadi pada pipa lama yang telah beroperasi selama puluhan tahun.</p>
<p>“Pipa kami (yang bocor) diameter 1000. Teknis tahun pengerjaannya tahun 90, jadi secara usia dia sudah 36 tahun,” ujar Andilun.</p>
<p>Ia menjelaskan, faktor utama yang memicu kerusakan diduga akibat penurunan elevasi tanah di sekitar lokasi, khususnya di sisi utara pipa, yang kemudian menyebabkan retakan pada badan pipa.</p>
<p>“Teman-teman akan bekerja melakukan perbaikan selama 24 jam nonstop. Mengingat dampaknya, kondisi ini sudah kami kategorikan sebagai situasi emergensi,” pungkasnya.</p>
<p>Pihak PDAM pun memastikan bahwa penanganan dilakukan secara intensif mengingat lokasi pipa berada di jalur vital MERR, yang menjadi penghubung penting antara kawasan timur Surabaya, Jembatan Suramadu, Pelabuhan Tanjung Perak, hingga Bandara Internasional Juanda.</p>
<p>Masyarakat diimbau untuk tetap berhati-hati saat melintas di kawasan tersebut serta mengikuti arahan petugas di lapangan selama proses perbaikan masih berlangsung. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Usai Kecelakaan Bus Jemaah di Madinah, PPIH Surabaya Soroti Aktivitas di Luar Ibadah</title>
<link>https://suarajatimpost.com/usai-kecelakaan-bus-jemaah-di-madinah-ppih-surabaya-soroti-aktivitas-di-luar-ibadah</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/usai-kecelakaan-bus-jemaah-di-madinah-ppih-surabaya-soroti-aktivitas-di-luar-ibadah</guid>
<description><![CDATA[ Terdapat lima jemaah yang mengalami luka ringan akibat insiden tersebut. Dari jumlah itu, dua orang sempat dibawa ke rumah sakit di Arab Saudi untuk mendapatkan pemeriksaan lanjutan sebagai langkah antisipasi. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x580_69f1d309d5d9e.webp" length="62826" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 29 Apr 2026 17:01:37 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ryan Ramadhan</dc:creator>
<media:keywords>PPIH, PPIH Surabaya, Kecelakaan Bis, Haji 2026, Embarkasi Surabaya, Asrama Haji, AHES, Surabaya, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SURABAYA, SJP -</strong> PPIH Embarkasi Surabaya mengonfirmasi insiden kecelakaan bus yang melibatkan jemaah haji Kloter SUB-2 asal Kabupaten Probolinggo saat berada di Madinah pada Selasa (28/4/2026). Dalam kejadian tersebut dipastikan tidak ada korban jiwa maupun luka berat, seluruh jemaah dilaporkan dalam kondisi aman.</p>
<p>Diketahui kecelakaan terjadi ketika rombongan jemaah mengikuti kegiatan ziarah ke kawasan Jabal Magnet dan kunjungan ke percetakan Al-Qur’an yang difasilitasi oleh salah satu Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU) dari Probolinggo. </p>
<p>Berdasarkan penjelasan resmi PPIH, insiden bermula saat sebuah kendaraan lain tiba-tiba keluar dari sisi jalan, sehingga pengemudi bus tidak dapat mengendalikan laju kendaraan dan akhirnya terjadi tabrakan, mengonfirmasi bahwa kecelakaan bukan dikarenakan kelalaian supir, melainkan situasi lalu lintas mendadak.</p>
<p>Ketua PPIH Embarkasi Surabaya, Mohammad As'adul Anam, memastikan kondisi jemaah secara umum tetap terkendali. Ia menegaskan bahwa tidak ada korban dengan kondisi serius dalam peristiwa tersebut.</p>
<p>"Alhamdulillah, seluruh jemaah dalam kondisi aman. Tidak ada korban jiwa dan tidak ada luka berat," ucap Anam, Selasa (28/4/2026).</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x_69f1d463a7e9c.webp" alt=""></p>
<p>Ia menambahkan, terdapat lima jemaah yang mengalami luka ringan akibat insiden tersebut. Dari jumlah itu, dua orang sempat dibawa ke rumah sakit di Arab Saudi untuk mendapatkan pemeriksaan lanjutan sebagai langkah antisipasi.</p>
<p>"Tercatat terdapat 5 jemaah mengalami luka ringan, dan 2 di antaranya telah dibawa ke rumah sakit di Arab Saudi untuk pemeriksaan lebih lanjut sebagai langkah antisipatif," imbuhnya.</p>
<p>Lebih lanjut, PPIH Surabaya menyoroti pentingnya kewaspadaan dalam setiap aktivitas jemaah, khususnya kegiatan di luar rangkaian ibadah utama selama berada di Tanah Suci. Kegiatan seperti ziarah atau kunjungan wisata religi dinilai memiliki risiko tersendiri jika tidak disertai pengawasan dan kehati-hatian.</p>
<p>"Kami mengimbau agar seluruh pihak lebih berhati-hati, khususnya dalam kegiatan di luar rangkaian ibadah utama, serta selalu memperhatikan aspek keselamatan dan mengikuti arahan petugas," tandas Anam.</p>
<p>PPIH juga memastikan pendampingan terhadap jemaah tetap dilakukan, termasuk pemantauan kondisi korban luka ringan hingga benar-benar pulih. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Imbas Kecelakaan Bekasi, 4 KA dari Surabaya–Malang ke Jakarta Dibatalkan</title>
<link>https://suarajatimpost.com/imbas-kecelakaan-bekasi-4-ka-dari-surabayamalang-ke-jakarta-dibatalkan</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/imbas-kecelakaan-bekasi-4-ka-dari-surabayamalang-ke-jakarta-dibatalkan</guid>
<description><![CDATA[ Tiga perjalanan yang dibatalkan berasal dari Stasiun Surabaya Pasarturi, yakni KA Gumarang relasi Surabaya Pasarturi–Pasarsenen, KA Argo Bromo Anggrek relasi Surabaya Pasarturi–Gambir, serta KA Argo Anjasmoro relasi Surabaya Pasarturi–Gambir. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x580_69f03c9f8738a.webp" length="57856" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Tue, 28 Apr 2026 15:21:04 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ryan Ramadhan</dc:creator>
<media:keywords>Kereta Api Indonesia, KAI, KRL, KA Argo Bromo, Insiden Bekasi, Kecelakaan Kereta, Daop 8, Surabaya, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SURABAYA, SJP - </strong>PT KAI Daop 8 Surabaya membatalkan sejumlah perjalanan kereta api menuju Jakarta pada Selasa (28/4/2026). Pembatalan itu merupakan dampak langsung dari insiden kecelakaan antara KRL Commuter Line dan KA jarak jauh di Bekasi pada Senin (27/4/2026) malam.</p>
<p></p>
<p>Diketahui insiden terjadi di area Stasiun Bekasi Timur ketika sebuah kereta api jarak jauh menabrak rangkaian KRL yang tengah berhenti. Peristiwa itu menyebabkan kerusakan parah pada rangkaian kereta serta menimbulkan korban jiwa dan luka-luka. Hingga Selasa pagi, proses evakuasi korban dan penanganan di lokasi masih terus berlangsung, sementara jalur rel belum sepenuhnya pulih.</p>
<p></p>
<p>Akibat kondisi tersebut, operasional perjalanan kereta api jarak jauh mengalami gangguan, terutama untuk rute menuju dan dari Jakarta. PT KAI mengambil langkah darurat dengan membatalkan sejumlah perjalanan demi keselamatan serta kelancaran proses evakuasi dan perbaikan jalur.</p>
<p></p>
<p>Manager Humas KAI Daop 8 Surabaya, Mahendro Trang Bawono, menyampaikan bahwa jumlah perjalanan yang dibatalkan mengalami penambahan dibandingkan informasi awal.</p>
<p></p>
<p>"Update terbaru soal pembatalan perjalanan kereta api menuju Jakarta hari ini dari semula 3 relasi dari Surabaya menjadi 4 relasi dari Surabaya dan Malang." ujar Mahendro, Selasa (28/4/2026).</p>
<p></p>
<p>Tiga perjalanan yang dibatalkan berasal dari Stasiun Surabaya Pasarturi, yakni KA Gumarang relasi Surabaya Pasarturi–Pasarsenen, KA Argo Bromo Anggrek relasi Surabaya Pasarturi–Gambir, serta KA Argo Anjasmoro relasi Surabaya Pasarturi–Gambir.</p>
<p></p>
<p>Sementara itu, satu perjalanan lainnya yang turut dibatalkan berasal dari Stasiun Malang, yakni KA 94-91 Jayabaya dengan tujuan Pasarsenen.</p>
<p></p>
<p>Mahendro menjelaskan, salah satu kereta yang terdampak langsung adalah KA Argo Bromo Anggrek. Rangkaian yang seharusnya digunakan pada keberangkatan hari ini mengalami gangguan karena terlibat dalam insiden di Bekasi.</p>
<p></p>
<p>"KA Argo Bromo Anggrek keberangkatan pagi ini mengalami penyesuaian rangkaian karena rangkaian seharusnya stainless steel new generation terdampak insiden tabrakan dengan KRL Commuter Line di Bekasi Timur," tuturnya.</p>
<p></p>
<p>Selain pembatalan keberangkatan, KAI juga melakukan langkah penyesuaian operasional dari wilayah Jakarta. Mahendro menyebut bahwa pasca insiden KRL dan KA, seluruh operasional KA kedatangan mengalami pembatalan.</p>
<p></p>
<p>"Untuk kedatangan, setelah insiden, Daop 1 Jakarta langsung pembatalan perjalanan KA," sebutnya.</p>
<p></p>
<p>Ia menambahkan, hingga saat ini koordinasi dengan Daop 1 Jakarta terus dilakukan, mengingat penanganan di lokasi kejadian masih berlangsung.</p>
<p></p>
<p>"Informasi terakhir hasil koordinasi dengan Daop 1 Jakarta, evakuasi korban terdampak insiden masih berlangsung," tandas Mahendro.</p>
<p></p>
<p>Data terbaru dari PT Kereta Api Indonesia (Persero) menunjukkan jumlah korban meninggal dunia dalam insiden tabrakan kereta di Stasiun Bekasi Timur terus bertambah. Hingga Selasa pagi, total korban meninggal tercatat mencapai 14 orang.</p>
<p></p>
<p>Seluruh korban meninggal dunia telah dievakuasi dan dibawa ke RS Polri Kramat Jati untuk proses identifikasi lebih lanjut. Sementara itu, sebanyak 84 korban luka telah mendapatkan penanganan medis di berbagai fasilitas kesehatan, seiring proses evakuasi dan penanganan dampak kecelakaan yang masih terus berlangsung<strong>. (*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Sepekan Pemberangkatan Haji, 17 Persen Jemaah Embarkasi Surabaya Sudah Terbang ke Tanah Suci</title>
<link>https://suarajatimpost.com/sepekan-pemberangkatan-haji-17-persen-jemaah-embarkasi-surabaya-sudah-terbang-ke-tanah-suci</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/sepekan-pemberangkatan-haji-17-persen-jemaah-embarkasi-surabaya-sudah-terbang-ke-tanah-suci</guid>
<description><![CDATA[ Terdapat 20 kloter yang diberangkatkan dengan total kumulatif jemaah yang sudah berangkat menjadi 7.593. Dari sisi komposisi, jemaah perempuan tercatat lebih banyak dibandingkan laki-laki. Jumlah jemaah perempuan mencapai 3.973 orang, sementara laki-laki sebanyak 3.620 orang. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x580_69f023af0db8c.webp" length="47976" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Tue, 28 Apr 2026 13:04:51 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ryan Ramadhan</dc:creator>
<media:keywords>Haji, Haji 2026, Embarkasi Surabaya, Asrama Haji, PPIH, Surabaya, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SURABAYA, SJP — </strong>Penyelenggaraan ibadah haji dari Embarkasi Surabaya resmi menyelesaikan pekan pertama dengan progres yang terjaga. Hingga hari ke-7 atau per 27 April 2026 kemarin, sebanyak 7.593 jemaah dan petugas telah diberangkatkan ke Tanah Suci, atau setara 17 persen dari total rencana pemberangkatan tahun ini.</p>
<p></p>
<p>Capaian tersebut menunjukkan ritme operasional berjalan stabil dan sesuai target. Dari total rencana 44.080 orang yang akan diberangkatkan pada musim haji 1447 H/2026 M, Embarkasi Surabaya secara bertahap telah mengirimkan jemaah dalam puluhan kelompok terbang (kloter) sejak awal keberangkatan.</p>
<p></p>
<p>Secara rinci, total rencana pemberangkatan terdiri atas 42.109 jemaah haji, 464 petugas, 162 Petugas Haji Daerah (PHD), serta 140 pembimbing dari Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU). Seluruhnya dibagi dalam 116 kloter untuk memudahkan pengaturan jadwal dan pelayanan.</p>
<p></p>
<p>Jika ditarik ke hari sebelumnya, pada hari ke-7, terdapat 20 kloter yang diberangkatkan dengan total kumulatif jemaah yang sudah berangkat menjadi 7.593. Dari sisi komposisi, jemaah perempuan tercatat lebih banyak dibandingkan laki-laki. Jumlah jemaah perempuan mencapai 3.973 orang, sementara laki-laki sebanyak 3.620 orang.</p>
<p></p>
<p>Di tengah kelancaran proses, terdapat sejumlah catatan teknis berupa tujuh kursi kosong (open seat). Kondisi ini disebabkan oleh tiga jemaah yang menjalani perawatan di rumah sakit, satu orang yang menunda keberangkatan, serta empat kursi kosong karena faktor teknis.</p>
<p></p>
<p>Meski demikian, aspek ketepatan waktu penerbangan atau On Time Performance (OTP) menunjukkan hasil maksimal. Seluruh kloter yang telah diberangkatkan tercatat berangkat tepat waktu tanpa adanya keterlambatan maupun perubahan jadwal.</p>
<p></p>
<p>Namun, di balik proses yang berjalan lancar, terdapat kabar duka dari salah satu jemaah. Ketua PPIH Embarkasi Surabaya, Mohammad As'adul Anam mengungkapkan bahwa seorang jemaah atas nama Kamariyah dari Kloter 8 asal Kabupaten Pasuruan dilaporkan wafat.</p>
<p></p>
<p>"Seluruh jajaran PPIH Embarkasi Surabaya turut berduka cita yang mendalam atas wafatnya Ibu Kamariyah. Semoga almarhumah mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah SWT dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan," ujar Anam, Selasa (28/4/2026).</p>
<p></p>
<p>Sementara itu, terdapat tiga jemaah yang harus menunda keberangkatan karena kondisi kesehatan. Mereka saat ini masih berada di Asrama Haji Embarkasi Surabaya untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut sebelum dijadwalkan ulang.</p>
<p></p>
<p>"Alhamdulillah, hingga hari ke-7 ini seluruh proses pemberangkatan jemaah berjalan tertib, lancar, dan tepat waktu," kata Anam.</p>
<p></p>
<p>Ia menegaskan bahwa pihaknya terus menjaga kualitas layanan agar seluruh jemaah dapat berangkat dengan aman dan nyaman, termasuk memberikan perhatian khusus bagi jemaah yang mengalami kendala kesehatan.</p>
<p></p>
<p>"Kami memastikan jemaah yang tertunda keberangkatannya mendapatkan penanganan optimal di embarkasi, sehingga dapat diberangkatkan pada kloter berikutnya setelah dinyatakan layak terbang," tambahnya.</p>
<p></p>
<p>Ke depan, arus kedatangan jemaah ke asrama haji juga masih terus berlangsung. Pada 28 April 2026, dijadwalkan sebanyak 1.140 jemaah dari Kabupaten Tuban dan Kabupaten Bojonegoro akan masuk ke asrama dalam tiga kloter. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Demo 3.000 Ojol Bergerak dari Sidoarjo ke Surabaya, Hindari Rute Longmarch Agar Tidak Terjebak Macet</title>
<link>https://suarajatimpost.com/demo-3000-ojol-bergerak-dari-sidoarjo-ke-surabaya-hindari-rute-longmarch-agar-tidak-terjebak-macet</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/demo-3000-ojol-bergerak-dari-sidoarjo-ke-surabaya-hindari-rute-longmarch-agar-tidak-terjebak-macet</guid>
<description><![CDATA[ Aksi ojol menuntut DPRD Jawa Timur untuk segera menerbitkan Peraturan Daerah (Perda) terkait angkutan sewa khusus. Selain itu, mereka juga meminta Pemerintah Provinsi Jawa Timur memberikan sanksi kepada aplikator yang dinilai melanggar ketentuan. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x580_69f01c67584a8.webp" length="52700" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Tue, 28 Apr 2026 11:34:12 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ryan Ramadhan</dc:creator>
<media:keywords>Ojek Online, Ojol, Demo, Aksi, Sidoarjo, Surabaya, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SURABAYA, SJP — </strong>Aksi demonstrasi besar-besaran oleh pengemudi ojek online (ojol) dan taksi online digelar hari ini, Selasa (28/4/2026). Sekitar 3.000 driver akan turun ke jalan menuntut penegakan tarif sesuai aturan serta mendesak lahirnya regulasi daerah. Masyarakat diimbau menghindari sejumlah ruas jalan yang akan dilalui massa aksi agar terhindar dari kemacetan.</p>
<p></p>
<p>Demonstrasi yang digagas aliansi Driver Online Bubarkan Aplikator Nakal Jawa Timur (DOBRAK Jatim) ini dipusatkan dari wilayah Sidoarjo dan bergerak menuju Surabaya. Sejumlah jalan protokol diperkirakan mengalami kepadatan akibat pergerakan massa dalam jumlah besar.</p>
<p></p>
<p>Pergerakan dimulai dari Alun-Alun Sidoarjo, di mana ratusan kendaraan melakukan konvoi menuju Bundaran Waru untuk bergabung dengan massa dari daerah lain. Setelah itu, peserta aksi melanjutkan longmarch menuju sejumlah kantor pemerintahan di Jawa Timur.</p>
<p></p>
<p>Humas DOBRAK Jatim, Samuel Grandy Kalengkongan, menyampaikan bahwa aksi hari ini melibatkan ribuan driver dari berbagai komunitas dan kota, massa aksi akan melakukan longmarch ke berbagai kantor pemerintah Jawa Timur.</p>
<p></p>
<p>"Kami hari ini bergerak dari Alun-Alun Sidoarjo menuju Bundaran Waru untuk menghimpun massa, lalu lanjut longmarch ke kantor-kantor pemerintahan di Jawa Timur," ujar Samuel, saat dikonfirmasi pada Selasa (28/4/2026).</p>
<p></p>
<p>Adapun titik tujuan utama aksi meliputi Kantor Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi Jawa Timur di Jalan Ahmad Yani serta Kantor DPRD Jawa Timur di Jalan Indrapura, Surabaya. Massa akan melintasi sejumlah jalur utama yang menjadi urat nadi lalu lintas di kawasan tersebut.</p>
<p></p>
<p>Sejumlah ruas jalan yang diperkirakan terdampak kepadatan antara lain jalur penghubung Sidoarjo–Surabaya, diantaranya:</p>
<ul>
<li>Bundaran Waru</li>
<li>Jalan Ahmad Yani</li>
<li>Jalan Darmo</li>
<li>Jalan Basuki Rahmat</li>
<li>Jalan Embong Malang</li>
<li>Jalan Bubutan</li>
<li>Jalan Pahlawan</li>
<li>Jalan Indrapura.</li>
</ul>
<p></p>
<p>Samuel mengakui aksi tersebut berpotensi mengganggu aktivitas masyarakat, terutama pengguna jalan yang melintas di jalur tersebut. Karena itu, pihaknya menyampaikan permohonan maaf sekaligus imbauan kepada warga.</p>
<p></p>
<p>"Kami mohon maaf apabila kegiatan hari ini mengganggu aktivitas dan lalu lintas masyarakat," katanya.</p>
<p></p>
<p>"Kami juga mengimbau masyarakat untuk menghindari ruas jalan yang akan dilalui peserta aksi dan mencari jalur alternatif," lanjutnya.</p>
<p></p>
<p>Dalam aksinya, massa membawa sejumlah tuntutan utama, di antaranya mendesak DPRD Jawa Timur untuk segera menerbitkan Peraturan Daerah (Perda) terkait angkutan sewa khusus. Selain itu, mereka juga meminta Pemerintah Provinsi Jawa Timur memberikan sanksi kepada aplikator yang dinilai melanggar ketentuan.</p>
<p></p>
<p>Tak hanya itu, para driver juga menuntut penghapusan program aplikator yang dianggap tidak sesuai dengan tarif resmi berdasarkan Surat Keputusan Gubernur Jawa Timur, yakni Rp2.000 per kilometer untuk roda dua dan Rp3.800 per kilometer sebagai tarif bersih pengemudi roda empat.</p>
<p></p>
<p>Aksi itu sebelumnya telah dideklarasikan sebagai aksi damai oleh aliansi DOBRAK Jatim bersama sejumlah komunitas lain seperti HIPDA, ADO, Kopassos Raya, dan Arsas. Mereka menegaskan bahwa demonstrasi ini merupakan bentuk perjuangan kolektif demi kesejahteraan driver online di Jawa Timur.</p>
<p></p>
<p>"Kami hari ini melakukan aksi damai untuk penegakan tarif sesuai SKB Jatim dan mendorong lahirnya Perda di Jawa Timur," pungkas Samuel.</p>
<p></p>
<p>Dengan skala massa yang besar dan rute panjang melintasi jalur strategis, masyarakat diimbau untuk mengantisipasi perjalanan dan menghindari titik-titik yang menjadi lokasi aksi guna mengurangi dampak kemacetan. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>5 Hari, 5.252 Jemaah Haji Embarkasi Surabaya Telah Diberangkatkan ke Tanah Suci</title>
<link>https://suarajatimpost.com/5-hari-5252-jemaah-haji-embarkasi-surabaya-telah-diberangkatkan-ke-tanah-suci</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/5-hari-5252-jemaah-haji-embarkasi-surabaya-telah-diberangkatkan-ke-tanah-suci</guid>
<description><![CDATA[ Seiring dengan keberangkatan tersebut, arus kedatangan jemaah di Asrama Haji Embarkasi Surabaya juga terus berjalan. Hingga hari ke-5, tercatat sebanyak 6.075 orang telah tiba di asrama, terdiri atas 6.005 jemaah dan 70 petugas dalam 16 kloter. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x580_69ec6fa6a9e00.webp" length="49858" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sat, 25 Apr 2026 16:20:42 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ryan Ramadhan</dc:creator>
<media:keywords>Haji, Haji 2026, Embarkasi Surabaya, PPIH, Asrama Haji, Surabaya, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SURABAYA, SJP —</strong> Memasuki hari kelima operasional penyelenggaraan ibadah haji 1447 H/2026 M, Embarkasi Surabaya terus menunjukkan progres signifikan. Hingga Sabtu (25/4/2026) pagi, ribuan jemaah telah diberangkatkan ke Tanah Suci dengan proses yang berlangsung lancar dan terkendali.</p>
<p>Berdasarkan laporan Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Surabaya dengan cutoff pukul 10.00 WIB, total sebanyak 5.252 jemaah telah diberangkatkan ke Arab Saudi. Mereka tergabung dalam 14 kelompok terbang (kloter) dan didampingi oleh 62 petugas, sehingga total keseluruhan yang telah terbang mencapai 5.314 orang.</p>
<p>Seiring dengan keberangkatan tersebut, arus kedatangan jemaah di Asrama Haji Embarkasi Surabaya juga terus berjalan. Hingga hari ke-5, tercatat sebanyak 6.075 orang telah tiba di asrama, terdiri atas 6.005 jemaah dan 70 petugas dalam 16 kloter. Khusus pada hari ini, tambahan kedatangan mencapai 1.137 orang yang berasal dari tiga kloter.</p>
<p>Plt Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah Provinsi Jawa Timur (Kanwil Kemenhaj Jatim), sekaligus Ketua Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Surabaya, As’adul Anam mengatakan bahwa data tersebut menunjukkan adanya proses berlapis.</p>
<p>"Jadi sebagian jemaah yang telah tiba masih menjalani rangkaian persiapan sebelum diberangkatkan ke Tanah Suci. Dengan sistem ini, alur pelayanan dapat berjalan lebih tertata dan terkontrol," ujar Anam, Sabtu (25/4/2026).</p>
<p>Selain kelancaran pergerakan jemaah, aspek administrasi juga menjadi perhatian utama. PPIH memastikan seluruh jemaah yang telah diberangkatkan telah menerima Kartu Nusuk secara lengkap, sebagai dokumen penting yang akan digunakan selama menjalankan ibadah di Arab Saudi.</p>
<p>"Seluruh jemaah yang telah diberangkatkan, yaitu sebanyak 5.252 orang, telah menerima Kartu Nusuk secara lengkap," imbuh Anam.</p>
<p>PPIH Embarkasi Surabaya menegaskan bahwa seluruh proses pelayanan, mulai dari kedatangan jemaah di asrama hingga pemberangkatan ke bandara, dilakukan sesuai dengan standar operasional prosedur yang telah ditetapkan. Anam menambahkan bahwa kordinasi lintas pihak juga terus diperkuat untuk menjaga stabilitas operasional.</p>
<p>"Jadi proses pemberangkatan jemaah hingga saat ini berjalan lancar dan terkendali," pungkasnya.</p>
<p>Hingga hari kelima, tidak terdapat laporan kendala signifikan yang menghambat jalannya operasional. Kondisi tersebut menjadi indikator bahwa sistem penyelenggaraan haji di Embarkasi Surabaya berjalan dengan baik dan siap melayani ribuan jemaah lainnya yang akan diberangkatkan dalam beberapa pekan ke depan.</p>
<p>PPIH juga mengimbau seluruh pihak terkait untuk terus menjaga sinergi dan koordinasi agar penyelenggaraan ibadah haji tahun ini dapat berlangsung optimal hingga akhir masa pemberangkatan. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Jarak Hotel Maksimal 10 Menit dari Masjid Nabawi, Akomodasi Haji 2026 Makin Dekat dan Nyaman</title>
<link>https://suarajatimpost.com/jarak-hotel-maksimal-10-menit-dari-masjid-nabawi-akomodasi-haji-2026-makin-dekat-dan-nyaman</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/jarak-hotel-maksimal-10-menit-dari-masjid-nabawi-akomodasi-haji-2026-makin-dekat-dan-nyaman</guid>
<description><![CDATA[ Selain lokasi yang strategis, fasilitas hotel yang disiapkan juga telah memenuhi standar internasional. Setiap kamar diisi oleh tiga hingga enam orang, dengan layanan konsumsi tiga kali sehari, lengkap dengan minuman serta perlengkapan dasar ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x580_69ec2b6f38b32.webp" length="60510" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sat, 25 Apr 2026 11:48:39 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ryan Ramadhan</dc:creator>
<media:keywords>Haji, Haji 2026, Embarkasi Surabaya, PPIH, Surabaya, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SURABAYA, SJP —</strong> Setiap tahun, kualitas penyelenggaraan ibadah haji terus didorong untuk semakin baik, mulai dari layanan keberangkatan hingga fasilitas yang diterima jemaah di Tanah Suci. Salah satu aspek yang mengalami peningkatan signifikan tahun ini adalah akomodasi di Madinah, terutama dari sisi lokasi hotel yang semakin dekat dengan Masjid Nabawi.</p>
<p></p>
<p>Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) memastikan seluruh hotel yang ditempati jemaah Indonesia tahun ini berada dalam radius yang sangat terjangkau dari Masjid Nabawi. Bahkan, akses menuju masjid kini bisa ditempuh hanya dengan berjalan kaki dalam waktu singkat, sehingga memudahkan jemaah dalam menjalankan ibadah.</p>
<p></p>
<p>Koordinator Tugas dan Fungsi Akomodasi Sektor 3 Madinah, Agus Khudlori, mengungkapkan bahwa peningkatan ini merupakan hasil evaluasi dari pelaksanaan haji tahun-tahun sebelumnya.</p>
<p></p>
<p>"Rata-rata hotel yang ada di kita itu paling jauh 10 menit dari masjid, sehingga kemudian jemaah bisa mengakses dengan mudah dan cepat," kata Agus, Sabtu (25/4/2026).</p>
<p></p>
<p>Ia menambahkan, bahkan terdapat hotel yang jaraknya hanya sekitar tiga hingga empat menit berjalan kaki dari Masjid Nabawi. Kondisi ini dinilai sangat membantu, terutama bagi jemaah lanjut usia, karena tidak memerlukan tenaga ekstra atau ketergantungan pada transportasi.</p>
<p></p>
<p>Selain lokasi yang strategis, fasilitas hotel yang disiapkan juga telah memenuhi standar internasional. Setiap kamar diisi oleh tiga hingga enam orang, dengan layanan konsumsi tiga kali sehari, lengkap dengan minuman serta perlengkapan dasar hotel yang menunjang kenyamanan selama berada di Madinah.</p>
<p></p>
<p>Peningkatan layanan juga menyasar kelompok jemaah prioritas. PPIH menyiapkan tim khusus Lansia dan Disabilitas (Landis) yang siaga membantu kebutuhan jemaah, termasuk dalam mobilitas menuju Masjid Nabawi.</p>
<p></p>
<p>"Tim kami di hotel terutama dari tim lansia dan disabilitas selalu siap untuk mengantarkan jemaah kapan pun mereka butuh untuk beribadah ke masjid," ujarnya.</p>
<p></p>
<p>Tak hanya itu, pengelolaan barang bawaan jemaah juga dibuat lebih efisien. Meski koper besar diangkut terpisah dari bus jemaah, petugas memastikan barang tersebut tetap tiba dalam waktu yang tidak lama, biasanya hanya berselang satu hingga dua jam setelah jemaah sampai di hotel.</p>
<p></p>
<p>Dari sisi manajemen, proses penempatan kamar tahun ini juga dinilai lebih cepat dan tertata berkat penggunaan sistem berbasis data Sidhu. Sistem ini memudahkan petugas dalam melakukan plotting kamar sehingga distribusi jemaah menjadi lebih rapi dan terorganisir.</p>
<p></p>
<p>"Saya rasa tahun ini jauh lebih baik dibanding tahun lalu," pungkasnya.</p>
<p></p>
<p>Dengan berbagai peningkatan tersebut, layanan akomodasi haji di Madinah tidak hanya memberikan kenyamanan, tetapi juga kemudahan akses ibadah bagi jemaah. Kedekatan hotel dengan Masjid Nabawi menjadi salah satu faktor kunci yang membuat pengalaman ibadah jemaah tahun ini diharapkan semakin optimal. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Dari Gerobak Cilok ke Tanah Suci, Kisah Perjuangan Lansia 85 Tahun Asal Pasuruan</title>
<link>https://suarajatimpost.com/dari-gerobak-cilok-ke-tanah-suci-kisah-perjuangan-lansia-85-tahun-asal-pasuruan</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/dari-gerobak-cilok-ke-tanah-suci-kisah-perjuangan-lansia-85-tahun-asal-pasuruan</guid>
<description><![CDATA[ Di usia 85 tahun, penjual cilok keliling asal Pasuruan ini akhirnya berangkat haji setelah bertahun-tahun menabung dari penghasilan harian Rp50 ribu, membuktikan tekad mampu mengalahkan keterbatasan. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x580_69ec116e5da28.webp" length="24672" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sat, 25 Apr 2026 08:00:55 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ryan Ramadhan</dc:creator>
<media:keywords>Haji, Haji 2026, Embarkasi Surabaya, Kisah Haji, PPIH, Surabaya, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SURABAYA, SJP —</strong> Memasuki hari-hari awal pemberangkatan haji Embarkasi Surabaya 2026, beragam kisah inspiratif mulai bermunculan dari para jemaah. Di balik ribuan orang yang berangkat ke Tanah Suci, terselip cerita perjuangan panjang yang sarat makna, salah satunya datang dari seorang penjual cilok keliling asal Kota Pasuruan.</p>
<p></p>
<p>Adalah Mislicha Kasib (85), jemaah tertua di Kloter 10 Embarkasi Surabaya, yang membuktikan bahwa keterbatasan ekonomi bukan penghalang untuk menunaikan ibadah haji. </p>
<p></p>
<p>Sehari-hari, Mislicha berjualan cilok keliling di wilayah Kecamatan Bugul Kidul, Pasuruan. Dari usaha sederhana itu, ia menyusun mimpi besarnya sedikit demi sedikit, menabung dengan disiplin selama bertahun-tahun.</p>
<p></p>
<p>Dengan penghasilan harian sekitar Rp50 ribu hingga Rp60 ribu, Mislicha menyisihkan Rp10 ribu hingga Rp15 ribu setiap hari untuk tabungan haji. Ia juga mengikuti arisan sebagai tambahan ikhtiar mengumpulkan biaya. </p>
<p></p>
<p>Upaya yang tampak kecil itu, jika dilakukan secara konsisten, akhirnya membuahkan hasil. Pada 2017, ia berhasil mendaftar haji dengan setoran awal sebesar Rp25 juta.</p>
<p></p>
<p>Perjalanan hidup Mislicha sendiri tidaklah mudah. Setelah ditinggal wafat suaminya, ia harus membesarkan delapan anak seorang diri. Namun kondisi tersebut tidak menyurutkan semangatnya. Di tengah keterbatasan, ia tetap bekerja, menabung, dan menjaga tekad untuk suatu hari bisa berangkat ke Tanah Suci.</p>
<p></p>
<p>Kini, di usia 85 tahun, kesempatan itu akhirnya tiba. Mislicha tergabung dalam Kloter 10 dan tiba di Asrama Haji Embarkasi Surabaya pada Kamis (23/4/2026). Terkini, ia telah berangkat menuju Tanah Suci pada Jumat (24/4/2026) malam kemarin melalui Bandara Internasional Juanda bersama rombongan jemaah lainnya.</p>
<p></p>
<p>Sekretaris Direktorat Jenderal Pelayanan Haji, Abdul Haris mengungkapkan bahwa perjalanan Mislicha tidak sendiri. Ia didampingi putri bungsunya, Mariatul Kibtiyah (35), yang turut berangkat melalui skema penggabungan mahram setelah mendaftar pada 2020. </p>
<p></p>
<p>"Iya, kemarin malam sudah berangkat, dan didampingi sang anak yang akan membantu aktivitas ibadah di tanah suci," ujar Haris, Sabtu (25/4/2026).</p>
<p></p>
<p>Dalam kesempatan yang sama, Haris juga menegaskan bahwa keberangkatan kloter 10 berlangsung dalam kondisi penuh tanpa kursi kosong.</p>
<p></p>
<p>"Kloter 10 juga berangkat dalam kondisi penuh tanpa open seat. Semoga seluruh jamaah diberikan kemudahan dalam menjalankan ibadah haji," tandas Haris.</p>
<p></p>
<p>Embarkasi Surabaya terus berupaya memberikan pelayanan terbaik bagi seluruh jemaah, termasuk kelompok lanjut usia seperti Mislicha. Berbagai skema pendampingan dan fasilitas disiapkan untuk memastikan para jemaah dapat menjalankan ibadah dengan aman dan nyaman.</p>
<p></p>
<p>Di tengah ribuan jemaah yang diberangkatkan tahun ini, kisah seorang penjual cilok berusia 85 tahun itu menjadi pengingat bahwa panggilan haji bisa datang kepada siapa saja,bbahkan dari mereka yang memulainya dengan langkah kecil, namun penuh tekad, disiplin, dan keyakinan. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Kian Inklusif, UNESA Hadirkan Fasilitas Ramah Peserta Disabilitas di UTBK 2026</title>
<link>https://suarajatimpost.com/kian-inklusif-unesa-hadirkan-fasilitas-ramah-peserta-disabilitas-di-utbk-2026</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/kian-inklusif-unesa-hadirkan-fasilitas-ramah-peserta-disabilitas-di-utbk-2026</guid>
<description><![CDATA[ Untuk mendukung proses pengerjaan para peserta tunanetra, setiap unit komputer yang digunakan telah dilengkapi teknologi asistif. Sistem tersebut memungkinkan peserta mengakses soal tanpa harus melihat layar secara langsung. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x580_69eb4987d0225.webp" length="31346" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Fri, 24 Apr 2026 20:45:00 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ryan Ramadhan</dc:creator>
<media:keywords>Universitas Negeri Surabaya, Unesa, Disabilitas, UTBK, Surabaya, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SURABAYA, SJP - </strong>Setelah empat hari pelaksanaan UTBK SNBT 2026 berlangsung, banyak cerita mewarnai proses seleksi nasional tersebut. Salah satu yang mencuri perhatian datang dari Universitas Negeri Surabaya (UNESA), yang mengembangkan sistem fasilitasi bagi peserta disabilitas agar dapat mengikuti ujian secara mandiri dan setara.</p>
<p>Di Kampus 2 Lidah Wetan, Unesa menggelar sesi khusus bagi peserta disabilitas dengan dukungan fasilitas dan teknologi asistif. Tahun ini, total terdapat enam peserta disabilitas yang mengikuti UTBK di Unesa, terdiri dari dua peserta tunarungu dan empat peserta tunanetra.</p>
<p>Wakil Rektor Bidang Pendidikan, Kemahasiswaan, dan Alumni Unesa, Martadi, menjelaskan bahwa pembagian sesi dilakukan berdasarkan kategori kebutuhan peserta agar pelaksanaan ujian berjalan optimal, yakni sesi untuk tunarungu pada hari Rabu (22/4/2026) dan sesi untuk tunanetra pada Kamis (23/4/2026). </p>
<p>"Fasilitas yang disediakan meliputi ruang khusus dan pendamping. Infrastruktur teknis seperti jaringan dan perangkat audio telah disiapkan agar peserta dapat mengerjakan soal secara mandiri melalui perintah suara," ujar Martadi, Jumat (24/4/2026).</p>
<p>Untuk mendukung proses pengerjaan para peserta tunanetra, setiap unit komputer yang digunakan telah dilengkapi teknologi asistif. Sistem tersebut memungkinkan peserta mengakses soal tanpa harus melihat layar secara langsung.</p>
<p>Koordinator TIK Unesa, I Gusti Lanang Putra Eka Prismana, menyebutkan bahwa pihaknya menggunakan perangkat lunak khusus dalam pelaksanaan ujian.</p>
<p>"Penyelenggaraan ujian menggunakan perangkat lunak Non Visual Desktop Access (NVDA)," bebernya.</p>
<p>Perangkat lunak tersebut berfungsi sebagai screen reader yang mengubah tampilan visual menjadi audio, sehingga peserta dapat mendengarkan soal dan navigasi ujian secara jelas. Selain itu, peserta juga dibekali alat bantu reglet untuk menunjang proses perhitungan selama ujian berlangsung.</p>
<p>Tak hanya itu, panitia juga menyiapkan langkah antisipatif guna menghindari kendala teknis yang berpotensi mengganggu jalannya ujian.</p>
<p>"Panitia telah menerima kiriman perangkat cadangan sebesar 50 persen dari jumlah peserta sebagai langkah antisipasi kendala teknis di lapangan," imbuhnya.</p>
<p>Di sisi lain, Unesa sebenarnya juga menyiapkan perangkat khusus bagi peserta dengan kategori low vision, yakni berupa fitur pembesaran layar. Namun, fasilitas tersebut tidak digunakan pada sesi kali ini. Kasubdit Admisi Unesa, Sukarmin, menjelaskan kondisi tersebut dikarenakan seluruh peserta yang hadir merupakan tunanetra total.</p>
<p>"Perangkat tersebut tidak digunakan pada sesi ini karena seluruh peserta yang hadir di Unesa merupakan kategori tunanetra total," terang Sikarmin.</p>
<p>Di tengah pelaksanaan ujian, muncul kisah inspiratif dari salah satu peserta, Shakina Aliya Bilbina asal Mojokerto. Ia memilih Program Studi S-1 Pendidikan Luar Biasa (PLB) Unesa sebagai langkah awal mewujudkan cita-citanya.</p>
<p>"Motivasi saya masuk PLB adalah ingin membantu anak-anak tunanetra lainnya agar bisa membaca Braille," ucap Shakina.</p>
<p>Ia mengaku telah mempersiapkan diri menghadapi UTBK sejak masih duduk di bangku SMA. Tekadnya untuk berkontribusi di dunia pendidikan inklusif menjadi dorongan utama dalam memilih jurusan tersebut.</p>
<p>Pihak kampus menegaskan bahwa pengalaman peserta seperti Shakina menjadi dasar penting dalam penyempurnaan sistem seleksi yang lebih inklusif. Unesa menerapkan mekanisme seleksi berbasis asesmen yang melibatkan berbagai pihak, mulai dari psikolog hingga tim akademik dan tim disabilitas.</p>
<p>Langkah tersebut bertujuan memastikan setiap calon mahasiswa dapat mengikuti proses perkuliahan secara optimal sesuai dengan kondisi masing-masing.</p>
<p>Selain itu, bagi peserta disabilitas yang belum berhasil lolos melalui jalur SNBT, Unesa tetap membuka kesempatan melalui jalur mandiri khusus disabilitas yang akan dibuka mulai 15 Mei 2026, serta jalur prestasi lainnya. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Siap Datangkan Satwa dari Jepang, Renovasi KBS Ditarget Rampung Tahun Ini</title>
<link>https://suarajatimpost.com/siap-datangkan-satwa-dari-jepang-renovasi-kbs-ditarget-rampung-tahun-ini</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/siap-datangkan-satwa-dari-jepang-renovasi-kbs-ditarget-rampung-tahun-ini</guid>
<description><![CDATA[ Selain penambahan satwa, renovasi KBS juga difokuskan pada penataan pintu masuk serta ruang terbuka di area depan untuk menciptakan kesan lebih rapi, terbuka, dan ramah bagi pengunjung sejak pertama kali datang. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x580_69eb40e9f2702.webp" length="111382" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Fri, 24 Apr 2026 18:46:09 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ryan Ramadhan</dc:creator>
<media:keywords>Kebun Binatang Surabaya, KBS, Pemkot Surabaya, Satwa, Surabaya, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SURABAYA, SJP — </strong>Proses renovasi Kebun Binatang Surabaya (KBS) yang telah dikerjakan bertahap sejak tahun lalu terus digarap. Kini, penguatan daya tarik dilakukan dengan penambahan satwa baru hasil kerja sama internasional, seiring target penyelesaian renovasi pada tahun ini.</p>
<p></p>
<p>Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, memastikan pembenahan KBS tidak hanya menyentuh aspek fisik, tetapi juga kualitas koleksi satwa. Ia menyebut, kolaborasi dengan Jepang menjadi langkah strategis untuk menghadirkan pengalaman baru bagi pengunjung.</p>
<p></p>
<p>"Kita ada kerja sama dengan Jepang ya. Maka kita juga mendapatkan binatang-binatang satwa-satwa yang baru," ujar Eri saat meninjau KBS, Jumat (24/4/2026).</p>
<p></p>
<p>Menurut Eri, selain penambahan satwa, perubahan tampilan KBS juga akan terlihat signifikan setelah renovasi rampung. Ia menargetkan kawasan wisata legendaris tersebut menjadi lebih menarik dan mampu meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan.</p>
<p></p>
<p>*KBS nanti akan berubah dan menjadi lebih menarik untuk wisatawan," katanya.</p>
<p></p>
<p>Fokus renovasi sendiri berada pada penataan pintu masuk serta ruang terbuka di area depan KBS. Perubahan ini dirancang untuk menciptakan kesan lebih rapi, terbuka, dan ramah bagi pengunjung sejak pertama kali datang.</p>
<p></p>
<p>Sementara itu, Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman serta Pertanahan (DPRKPP) Kota Surabaya, Iman Krestian, menjelaskan bahwa kondisi tampilan luar KBS saat ini dinilai masih belum tertata optimal.</p>
<p></p>
<p>"Kemarin kan ada pos polisi biasanya di depan itu, sudah kita minta untuk geser. Ini nanti area taman akan menyatu dengan area gerbang utamanya KBS ini," jelasnya.</p>
<p></p>
<p>Ia menambahkan, konsep baru akan mengedepankan ruang terbuka yang terintegrasi antara taman, gerbang utama, hingga area patung di depan KBS. Penataan ini juga akan mengubah kawasan depan menjadi area khusus pejalan kaki.</p>
<p></p>
<p>"Lebih ke merapikan aja desainnya. depan sama pintu masuk di dua titik. Untuk area depan nanti akan kita rapikan depannya fasadnya akan kita sesuaikan nanti," paparnya.</p>
<p></p>
<p>Selain itu, kendaraan nantinya tidak lagi diperbolehkan melintas di area depan KBS, guna menciptakan lingkungan yang lebih nyaman dan aman bagi pengunjung.</p>
<p></p>
<p>"Jadi area patung dengan area KBS nanti akan menyatu. Dibuka tapi khusus untuk pedestrian jadi kendaraan enggak boleh lewat," imbuhnya.</p>
<p></p>
<p>Renovasi yang dilakukan tergolong peremajaan ringan atau minor, dengan fokus pada penataan taman, fasad, dan ruang terbuka. Dalam pelaksanaannya, Pemkot Surabaya juga menggandeng investor untuk mendukung pembenahan tersebut.</p>
<p></p>
<p>"Karena pekerjaannya relatif minor," ungkapnya.</p>
<p></p>
<p>Dengan estimasi pengerjaan sekitar enam bulan, Pemkot optimistis wajah baru KBS dapat segera dinikmati masyarakat sebelum akhir tahun. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Kejati Jatim Terima Pengembalian Rp707 Juta dari 19 Pegawai ESDM dalam Kasus Dugaan Pungli Perizinan</title>
<link>https://suarajatimpost.com/kejati-jatim-terima-pengembalian-rp707-juta-dari-19-pegawai-esdm-dalam-kasus-dugaan-pungli-perizinan</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/kejati-jatim-terima-pengembalian-rp707-juta-dari-19-pegawai-esdm-dalam-kasus-dugaan-pungli-perizinan</guid>
<description><![CDATA[ Tarif pungutan oleh Dinas ESDM Jatim bervariasi tergantung jenis izin yang diajukan. Izin baru, akan ditarik mulai Rp50 juta sampai Rp200 juta, sedangkan untuk pengajuan izin air tanah, dikenakan tarif mulai Rp5 juta sampai Rp20 juta. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x580_69eb3786ec09a.webp" length="44088" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Fri, 24 Apr 2026 18:16:02 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ryan Ramadhan</dc:creator>
<media:keywords>ESDM Jatim, Dinas ESDM Jatim, Pungli, Kejati Jatim, Kejaksaan Tinggi, Surabaya, Jawa Timur, Suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SURABAYA, SJP - </strong>Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Timur menerima pengembalian uang sebesar Rp707 juta dari 19 pegawai Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Jawa Timur yang diduga berasal dari praktik pungutan liar (pungli) dalam pengurusan perizinan sektor energi.</p>
<p></p>
<p>Sebelumnya, kasus ini mencuat setelah Kejati Jatim melakukan penggeledahan besar-besaran di kantor Dinas ESDM Jatim pada Kamis (16/4/2026), yang kemudian berujung pada penetapan tiga pejabat sebagai tersangka, termasuk Kepala Dinas. Dari rangkaian penyidikan tersebut, penyidik menemukan indikasi praktik korupsi yang tidak hanya melibatkan pejabat struktural, tetapi juga mengalir hingga ke level pegawai.</p>
<p></p>
<p>Asisten Tindak Pidana Khusus Kejati Jatim, Wagiyo Santoso, mengungkap bahwa temuan terbaru berasal dari penggeledahan lanjutan yang dilakukan penyidik di kantor ESDM Jatim dan kediaman beberapa pihak yang diduga terkait kasus tersebut.</p>
<p></p>
<p>"Total yang baru kami ketahui ada 19 orang yang secara rutin mendapat bagian uang setiap bulan, selama dua tahun terakhir," jelas Wagiyo, Jumat (24/4/2026).</p>
<p></p>
<p>Menurut Wagiyo, uang tersebut dibagikan secara rutin oleh tersangka Kepala Dinas kepada para pegawai, khususnya di bidang pertambangan. Besaran yang diterima bervariasi, tergantung jabatan dan beban kerja masing-masing pegawai.</p>
<p></p>
<p>"Jumlahnya bervariasi, antara Rp750.000 sampai Rp2.500.000 tergantung status jabatan dan beban pekerjaan," bebernya.</p>
<p></p>
<p>Temuan tersebut disebut Wagiyo memperkuat dugaan bahwa praktik pungli di lingkungan Dinas ESDM Jatim tidak bersifat sporadis, melainkan telah berjalan sistematis dan terstruktur dalam kurun waktu cukup lama.</p>
<p></p>
<p>Diketahui bahwa pegawai yang diduga menerima aliran dana mulai berdatangan ke Kejati Jatim untuk mengembalikan dana kepada penyidik pasca dilakukan penggeledahan kedua Kantor ESDM Jatim pada Selasa (21/4/2026) dengan total dana yang dikembalikan mencapai Rp707 juta.</p>
<p></p>
<p>Langkah pengembalian itu dinilai sebagai bentuk itikad baik dari para pegawai, meski proses hukum terhadap kasus utama tetap berjalan dan terus didalami oleh penyidik. Selain pengembalian uang, penyidik juga menyita satu unit mobil Toyota Fortuner VRZ tahun 2022 dari rumah salah satu tersangka, yakni OS selaku Kepala Bidang Pertambangan.</p>
<p></p>
<p>"Mobil ini kami sita karena diduga berasal dari pendapatan yang tidak sah," ungkap Wagiyo.</p>
<p></p>
<p>Tak hanya itu, Kejati Jatim juga sebelumnya telah mengamankan uang senilai sekitar Rp2,3 miliar dari tiga tersangka, baik dalam bentuk tunai maupun saldo rekening. Penyitaan ini menjadi bagian dari upaya penelusuran aliran dana hasil dugaan korupsi.</p>
<p></p>
<p>Dalam perkara tersebut, penyidik menemukan bahwa para tersangka diduga memanfaatkan proses perizinan untuk melakukan pemerasan terhadap pemohon. Izin yang seharusnya dapat diproses tanpa biaya tambahan justru dipersulit apabila pemohon tidak memberikan sejumlah uang.</p>
<p></p>
<p>"Tarifnya pungutan bervariasi tergantung jenisnizin yang diajukan. Kalau untuk izin baru, tarifnya mulai Rp50 juta sampai Rp200 juta. Sedangkan untuk pengajuan izin air tanah, dikenakan tarif mulai Rp5 juta sampai Rp20 juta," sebut Wagiyo.</p>
<p></p>
<p>Kejati Jatim juga mengingatkan seluruh pihak agar tidak mencoba menghambat proses penyidikan, termasuk dengan menghilangkan barang bukti atau memberikan keterangan tidak benar.</p>
<p></p>
<p>"Hari ini saya tekankan semua pihak jangan coba-coba menghalangi penyidikan ini," tegas Wagiyo.</p>
<p></p>
<p>Ia menegaskan bahwa pihaknya tidak menutup kemungkinan akan menerapkan pasal tambahan terkait tindak pidana pencucian uang (TPPU) dalam pengembangan kasus ini. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Terungkap di 3 Kampus Surabaya, Kasus Joki UTBK Unesa Dilimpahkan ke Polisi</title>
<link>https://suarajatimpost.com/terungkap-di-3-kampus-surabaya-kasus-joki-utbk-unesa-dilimpahkan-ke-polisi</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/terungkap-di-3-kampus-surabaya-kasus-joki-utbk-unesa-dilimpahkan-ke-polisi</guid>
<description><![CDATA[ Temuan di tiga kampus ini menunjukkan pola modus yang serupa, yakni penggunaan identitas asli dengan manipulasi foto untuk menggantikan peserta ujian. Memunculkan dugaan adanya jaringan terorganisir dalam praktik joki UTBK. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x580_69ea158a41879.webp" length="22514" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 23 Apr 2026 22:45:07 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ryan Ramadhan</dc:creator>
<media:keywords>UTBK, UNESA, UPN, UNAIR, Joki, Joki UTBK, Surabaya, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SURABAYA, SJP – </strong>Kasus dugaan praktik joki dalam pelaksanaan Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) di Universitas Negeri Surabaya (Unesa) kini memasuki babak baru. Pihak kampus telah melimpahkan kasus tersebut ke kepolisian, dan saat ini tengah dalam proses pendalaman oleh aparat penegak hukum.</p>
<p></p>
<p>Kasat Reskrim Polrestabes Surabaya, AKBP Edy Herwiyanto, membenarkan bahwa pihaknya telah menerima pelimpahan kasus tersebut dan mulai melakukan penyelidikan lebih lanjut.</p>
<p></p>
<p>"Iya, benar (dugaan joki UTBK Unesa dilimpahkan ke Polrestabes Surabaya)," ujar Edy saat dikonfirmasi pada Kamis (23/4/2026).</p>
<p></p>
<p>Ia menambahkan, hingga saat ini proses masih berjalan dan belum dapat mengungkap secara detail terkait motif maupun pola kejahatan yang digunakan pelaku.</p>
<p></p>
<p>"Mohon waktu, masih kami proses," ucapnya.</p>
<p></p>
<p>Kasus tersebut pertama kali terendus setelah pihak kampus menemukan kejanggalan pada data peserta, khususnya pada penggunaan foto yang diduga digunakan berulang dalam dua periode UTBK berbeda.</p>
<p></p>
<p>Wakil Rektor I Bidang Pendidikan, Kemahasiswaan, dan Alumni Unesa, Martadi, menjelaskan bahwa foto yang sama terdeteksi memiliki tingkat kemiripan hingga 95 persen, digunakan dalam UTBK tahun 2025 dan 2026.</p>
<p></p>
<p>"Memang kemudian kita menemukan ada potensi sebuah foto dengan tingkat kemiripan hampir 95 persen. Foto ini digunakan di dua pelaksaan yang berbeda," terang Martadi.</p>
<p></p>
<p>Ia mengungkapkan bahwa pada pelaksanaan tahun sebelumnya, identitas tersebut sempat digunakan di Universitas Airlangga (Unair), namun peserta tidak hadir saat ujian berlangsung.</p>
<p></p>
<p>"Tahun yang lalu dia sudah gunakan untuk tes yang tempatnya di Unair. Tetapi saat itu yang bersangkutan tidak datang," ungkapnya </p>
<p></p>
<p>Pelaku yang diamankan berinisial H, berusia sekitar 23–24 tahun. Ia diduga berperan sebagai joki dengan menggunakan identitas milik orang lain, namun mengganti foto pada dokumen resmi.</p>
<p></p>
<p>Awalnya, pelaku mengaku berasal dari Madura, namun pernyataan tersebut diragukan setelah tidak mampu berkomunikasi menggunakan bahasa setempat.</p>
<p></p>
<p>"Awalnya bilang Madura, sesuai data pengguna joki itu, kemudian kita tes tanya pakai Bahasa Madura tidak bisa menjawab," jelas Martadi </p>
<p></p>
<p>Dari hasil pemeriksaan, diketahui pelaku hanya membawa KTP dan ijazah atas nama orang lain. Pihak kampus kemudian melakukan verifikasi ke sekolah asal dan memastikan bahwa ijazah tersebut asli, tetapi foto di dalamnya telah dimanipulasi.</p>
<p></p>
<p>"Tapi hebatnya ijazah yang dibawa dengan foto yang diganti itu stempel basah," terangnya </p>
<p></p>
<p>Selain itu, temuan lain yang memperkuat dugaan adanya praktik terorganisasi adalah ditemukannya sejumlah blangko KTP siap cetak di kendaraan pelaku.</p>
<p></p>
<p>Berdasarkan pengakuan pelaku, aksi tersebut dilakukan untuk membantu calon mahasiswa asal Madura yang mendaftar ke program studi kedokteran di salah satu perguruan tinggi negeri di Jawa Timur.</p>
<p></p>
<p>Pihak Unesa menegaskan bahwa laporan yang disampaikan ke kepolisian berfokus pada penggunaan data palsu dalam pelaksanaan ujian.</p>
<p></p>
<p>"Yang kami adukan adalah mereka melakukan tes, dan menyalahi ketentuan tes menggunakan data palsu dan seterusnya," ungkap Martadi.</p>
<p></p>
<p>Terkait peserta yang menggunakan jasa joki, pihak kampus menyebut belum dapat melaporkannya secara langsung. Namun, tidak menutup kemungkinan akan ikut terseret jika penyidikan berkembang.</p>
<p></p>
<p>"Kalau kemudian nanti polisi mengembangkan lebih lanjut ya, untuk didalami dan kemudian dua-duanya ditemukan tindak pidana, ya tidak menutup kemungkinan akan berimbas," tandas Martadi.</p>
<p></p>
<p>Meski begitu, Unesa memastikan bahwa peserta yang terlibat tidak akan diterima di perguruan tinggi negeri manapun.</p>
<p></p>
<p><strong>Kasus Serupa Terdeteksi di Dua Kampus Lain</strong></p>
<p>Selain di Unesa, praktik serupa juga terdeteksi di dua kampus negeri lain di Surabaya, yakni Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jawa Timur (UPNVJT) dan Universitas Airlangga (Unair).</p>
<p></p>
<p>Di UPNVJT, dugaan joki terungkap saat pengawas mencurigai salah satu peserta yang terlihat gelisah saat mengikuti ujian sesi pertama. Setelah dilakukan pemeriksaan, ditemukan ketidaksesuaian identitas antara peserta dan data resmi.</p>
<p></p>
<p>Staf Humas UPNVJT, Nizwan Amin, menyatakan pihak kampus telah melaporkan temuan tersebut ke panitia pusat UTBK.</p>
<p></p>
<p>"Kami sudah mencatat dalam berita acara dan melaporkannya ke pusat. Saat ini masih kami proses secara internal," jelas Amin.</p>
<p></p>
<p>Sementara itu di Unair, panitia menemukan indikasi dari kesamaan foto peserta dengan data tahun sebelumnya. Namun, peserta yang bersangkutan tidak hadir saat pelaksanaan ujian.</p>
<p></p>
<p>Ketua Pusat Humas dan Protokol Unair, Pulung Siswantara, menyebut pihaknya telah mewaspadai potensi tersebut sejak awal.</p>
<p></p>
<p>"Fotonya terindikasi sama dengan peserta tahun 2025 sehingga sudah kami waspadai. Namun, yang bersangkutan tidak hadir di Unair," ujar Pulung.</p>
<p></p>
<p>Kendati demikian, ia menegaskan bahwa secara keseluruhan pelaksanaan UTBK di Unair berjalan lancar tanpa temuan pelanggaran lain.</p>
<p></p>
<p><strong>Pola Modus Serupa, Indikasi Jaringan</strong></p>
<p>Temuan di tiga kampus ini menunjukkan pola modus yang serupa, yakni penggunaan identitas asli dengan manipulasi foto untuk menggantikan peserta ujian. Di Unesa, praktik tersebut bahkan sempat berhasil dijalankan sebelum akhirnya terdeteksi melalui pencocokan data lintas tahun dan verifikasi ke sekolah asal.</p>
<p></p>
<p>Kasus itu kini membuka kemungkinan adanya jaringan terorganisir dalam praktik joki UTBK, terutama dengan ditemukannya dokumen pendukung seperti blangko identitas.</p>
<p></p>
<p>Penyelidikan lebih lanjut oleh kepolisian diharapkan dapat mengungkap aktor-aktor lain yang terlibat, termasuk pihak yang menggunakan jasa joki demi lolos ke program studi favorit. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor: Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>DPP PDIP Tunjuk Syaifuddin Zuhri Pimpin DPRD Surabaya</title>
<link>https://suarajatimpost.com/dpp-pdip-tunjuk-syaifuddin-zuhri-pimpin-dprd-surabaya</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/dpp-pdip-tunjuk-syaifuddin-zuhri-pimpin-dprd-surabaya</guid>
<description><![CDATA[ Penunjukan Syaifuddin Zuhri merupakan hasil mekanisme internal partai, yang diawali dari usulan Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDIP Kota Surabaya kepada DPP. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x580_69ea0bff2696c.webp" length="29382" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 23 Apr 2026 22:29:13 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ryan Ramadhan</dc:creator>
<media:keywords>Ketua DPRD Surabaya, PDI Perjuangan, PDIP, Adi Sutarwijono, Syaifuddin Zuhri, Surabaya, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SURABAYA, SJP - </strong>Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PDI Perjuangan resmi menunjuk Syaifuddin Zuhri sebagai Ketua DPRD Kota Surabaya. Ia akan mengisi kursi pimpinan dewan yang ditinggalkan almarhum Adi Sutarwijono atau yang akrab disapa Cak Awi itu.</p>
<p></p>
<p>Sebelumnya dikabarkan bahwa Adi Sutarwijono meninggal dunia pada 10 Februari 2026. Politisi PDI Perjuangan itu wafat akibat kanker hati setelah menjalani perawatan di Jakarta.</p>
<p></p>
<p>Penunjukan Syaifuddin Zuhri merupakan hasil mekanisme internal partai, yang diawali dari usulan Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDIP Kota Surabaya kepada DPP. Ketua DPC PDIP Surabaya, Armuji, menjelaskan bahwa proses tersebut berjalan sesuai pola yang sudah lazim di internal partai.</p>
<p></p>
<p>"Diusulkan, sekretaris kan otomatis mendapat prioritas (menggantikan ketua)," ujar Armuji, Kamis (23/4/2026).</p>
<p></p>
<p>Syaifuddin, yang juga menjabat sebagai sekretaris DPC PDIP Surabaya, memang menjadi kandidat utama dalam skema pergantian ini. Setelah penetapan oleh DPP, proses selanjutnya akan memasuki tahapan administratif sebelum pelantikan resmi dilakukan.</p>
<p></p>
<p>Armuji mengatakan, DPC akan segera mengirimkan surat ke Sekretariat DPRD Surabaya. Setelah itu, dokumen akan diteruskan ke KPU Kota Surabaya dan kemudian ke Gubernur Jawa Timur untuk penerbitan Surat Keputusan (SK).</p>
<p></p>
<p>"Dilantik masih belum (tahu kapan), menunggu SK gubernur," kata politisi yang juga menjabat sebagai Wakil Wali Kota Surabaya itu.</p>
<p></p>
<p>Ia menambahkan, kepemimpinan baru di DPRD Surabaya diharapkan mampu mengayomi seluruh anggota dewan dan menjaga kinerja lembaga tetap optimal.</p>
<p></p>
<p>"Harus responsif terhadap aturan-aturan masyarakat dan juga bisa menjadi suatu solusi dari 50 anggota tersebut," ujarnya.</p>
<p></p>
<p>Armuji juga menekankan bahwa Syaifuddin memiliki tanggung jawab besar untuk melanjutkan kepemimpinan Adi Sutarwijono, termasuk menuntaskan berbagai agenda yang belum selesai.</p>
<p></p>
<p>"Harapannya lebih akomodatif terhadap seluruh anggota yang ada di Yos Sudarso," pungkasnya.</p>
<p></p>
<p>Sementara itu, Wakil Ketua Bidang Pemenangan Pemilu DPD PDIP Jawa Timur, Didik Prasetiyono, menegaskan bahwa penetapan tersebut merupakan bagian dari mekanisme organisasi partai yang berjalan sesuai ketentuan.</p>
<p></p>
<p>"Keputusan ini merupakan bagian dari mekanisme organisasi yang berjalan sesuai ketentuan," ujarnya.</p>
<p></p>
<p>Didik menilai jabatan Ketua DPRD bukan sekadar posisi struktural, melainkan amanah yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab terhadap masyarakat.</p>
<p></p>
<p>"Ketua DPRD harus mampu memperjuangkan aspirasi masyarakat," tegasnya.</p>
<p></p>
<p>Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga fungsi utama DPRD, mulai dari pengawasan hingga penganggaran, agar tetap berpihak pada kepentingan publik.</p>
<p></p>
<p>Sejalan dengan keputusan itu, DPP PDIP meminta seluruh kader untuk tetap solid dan mendukung proses pengesahan hingga pelantikan resmi dilakukan.</p>
<p></p>
<p>"Ini bagian dari disiplin organisasi," pungkasnya.</p>
<p></p>
<p>Sebagai informasi, Syaifuddin Zuhri sendiri bukan sosok baru di DPRD Surabaya. Selain menjabat sebagai sekretaris DPC PDIP Surabaya, ia juga merupakan sekretaris Komisi A DPRD. Pada Pemilu 2024, ia meraih lebih dari 13 ribu suara dari daerah pemilihan Surabaya V, yang meliputi sejumlah wilayah di Surabaya Barat.<strong> (*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Urai Kemacetan di Wonokromo, Pemkot Surabaya Tutup &amp;apos;Pasar Maling&amp;apos; dan Perlebar Jalan hingga 5 Meter</title>
<link>https://suarajatimpost.com/urai-kemacetan-di-wonokromo-pemkot-surabaya-tutup-pasar-maling-dan-perlebar-jalan-hingga-5-meter</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/urai-kemacetan-di-wonokromo-pemkot-surabaya-tutup-pasar-maling-dan-perlebar-jalan-hingga-5-meter</guid>
<description><![CDATA[ Selain penertiban, Pemkot Surabaya juga melakukan pengaspalan sekaligus pelebaran jalan. Ruas sepanjang kurang lebih 500 meter itu diperlebar hingga sekitar 4–5 meter untuk meningkatkan kapasitas kendaraan yang melintas. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x580_69e9fb370a159.webp" length="90502" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 23 Apr 2026 20:15:21 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ryan Ramadhan</dc:creator>
<media:keywords>Pasar Maling, Stasiun Wonokromo, Wonokromo, Eri Cahyadi, Pemkot Surabaya, Surabaya, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SURABAYA, SJP — </strong>Aktivitas “pasar maling” di kawasan Jalan Stasiun Wonokromo resmi ditutup dan direlokasi. Langkah itu menjadi bagian dari penataan ulang kawasan oleh Pemerintah Kota Surabaya untuk mengurai kemacetan yang selama ini menjadi keluhan utama warga, khususnya di sekitar Stasiun Wonokromo dan depan Darmo Trade Center.</p>
<p>Sebelum penataan dilakukan, kawasan tersebut dikenal sebagai salah satu titik macet kronis di Surabaya. Jalan yang seharusnya menjadi jalur utama justru menyempit karena dipenuhi pedagang kaki lima yang berjualan sejak sore hingga malam hari. </p>
<p>Aktivitas pasar tumpah di badan jalan, ditambah parkir liar dan bongkar muat barang, terlebih saat ada penjemputan penumpang kereta api di Stasiun Wonokromo membuat arus kendaraan kerap tersendat, terutama saat jam pulang kerja. </p>
<p>Antrean kemacetan kendaraan tidak jarang kerap mengular hingga ke arah Jagir dan simpang Wonokromo, diperparah dengan adanya perlintasan kereta api yang kerap menutup akses secara tiba-tiba.</p>
<p>Melihat kondisi tersebut, sebelumnya Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi sempat turun langsung melakukan inspeksi mendadak pada Selasa (21/4/2026). Dalam peninjauan itu, ia memastikan penanganan dilakukan secara menyeluruh, mulai dari penertiban aktivitas liar hingga perbaikan fisik jalan.</p>
<p>Usai melakukan peninjauan, penataan dimulai dengan relokasi pedagang pasar tumpah yang selama ini menempati badan jalan. Para pedagang dipindahkan ke lokasi yang telah disiapkan, seperti sentra wisata kuliner dan fasilitas resmi milik pemerintah kota. Dengan demikian, ruas jalan yang sebelumnya terpakai untuk aktivitas jual beli kini dikembalikan ke fungsi utamanya sebagai jalur lalu lintas.</p>
<p></p>
<p>"Pedagang sudah kita relokasi ke tempat-tempat yang disiapkan. Jadi, jalan ini tidak lagi dipakai untuk aktivitas yang mengganggu lalu lintas," ujar Eri, Kamis (23/4/2026).</p>
<p></p>
<p>Selain penertiban, Pemkot Surabaya juga melakukan pengaspalan sekaligus pelebaran jalan. Ruas sepanjang kurang lebih 500 meter itu diperlebar hingga sekitar 4–5 meter untuk meningkatkan kapasitas kendaraan yang melintas. Upaya ini diharapkan mampu mengurangi kepadatan yang selama ini terjadi akibat penyempitan jalur.</p>
<p></p>
<p>"Jalan ini akan kita aspal agar jalurnya lebih lebar, sehingga bisa mengurai kemacetan dari arah Jagir maupun arah Novotel," katanya.</p>
<p></p>
<p>Tak hanya perbaikan fisik, rekayasa lalu lintas juga menjadi fokus penanganan. Pemkot berkoordinasi dengan pihak perkeretaapian untuk mengatur ulang waktu lampu lalu lintas di perlintasan sekitar stasiun. Selama ini, lampu merah kerap menyala setelah palang pintu kereta tertutup, sehingga antrean kendaraan sudah terlanjur panjang.</p>
<p></p>
<p>"Ke depan akan kita atur satu menit sebelum kereta lewat sudah lampu merah," ujarnya Eri.</p>
<p></p>
<p>Penataan kawasan juga mencakup aspek keselamatan warga. Area punden atau makam di sekitar rel kereta akan dilengkapi akses khusus dan pagar pembatas agar warga yang berziarah tidak lagi melintasi jalur rel secara langsung. Selain itu, masyarakat diimbau untuk tidak memarkirkan kendaraan di badan jalan, melainkan menggunakan area parkir resmi yang telah disediakan.</p>
<p></p>
<p>"Tapi tetap ini jalannya nggak boleh dibuat parkir," tegasnya.</p>
<p></p>
<p>Penataan tersebut sekaligus menjadi upaya mengembalikan fungsi ruang kota yang selama ini dinilai melenceng. Jalan yang sebelumnya digunakan untuk aktivitas di luar peruntukannya, seperti berdagang dan parkir liar, kini dikembalikan sebagai infrastruktur publik yang mendukung mobilitas warga.</p>
<p></p>
<p>Dengan kombinasi relokasi pedagang, pelebaran jalan, serta rekayasa lalu lintas, Pemkot Surabaya berharap kemacetan kronis di kawasan Wonokromo dapat terurai secara bertahap dan tidak kembali terulang di masa mendatang. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Bukan Tornado, Ini Penjelasan Pusaran Angin yang Heboh di Jembatan Suramadu</title>
<link>https://suarajatimpost.com/bukan-tornado-ini-penjelasan-pusaran-angin-yang-heboh-di-jembatan-suramadu</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/bukan-tornado-ini-penjelasan-pusaran-angin-yang-heboh-di-jembatan-suramadu</guid>
<description><![CDATA[ Pusaran angin di sekitar Jembatan Suramadu yang sempat dikira tornado dipastikan sebagai waterspout, fenomena dari awan Cumulonimbus saat pancaroba yang kerap muncul tiba-tiba. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x580_69e8ca9edeef0.webp" length="4328" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 22 Apr 2026 22:11:59 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ryan Ramadhan</dc:creator>
<media:keywords>Waterspout, BMKG, BPDB, Puting Beliung, Tornado, Suramadu, Surabaya, Madura, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SURABAYA, SJP – </strong>Fenomena pusaran angin yang sempat menghebohkan warga di sekitar Jembatan Suramadu akhirnya terungkap. Pihak BMKG dan BPBD memastikan kejadian tersebut bukan tornado seperti yang banyak diduga, melainkan waterspout, fenomena alam yang terbentuk akibat dinamika awan badai Cumulonimbus saat masa pancaroba.</p>
<p></p>
<p>Peristiwa tersebut ramai diperbincangkan usai video pusaran angin beredar luas di media sosial pada Rabu (22/4/2026) siang. Rekaman yang diunggah akun Threads @muhammad64577 memperlihatkan corong angin berwarna abu pekat menjulang dari permukaan laut hingga ke awan gelap.</p>
<p></p>
<p>Dalam video berdurasi singkat tersebut, kondisi di sekitar lokasi tampak mencekam. Langit tertutup awan tebal, sementara pusaran angin terlihat jelas berada di perairan sekitar Suramadu. Sejumlah perahu nelayan tampak berada di tepian, dan beberapa pengendara di jembatan memilih menjauh saat fenomena muncul.</p>
<p></p>
<p>Kejadian itu berlangsung relatif singkat, sekitar lima menit, sebelum akhirnya menghilang tanpa dilaporkan menimbulkan korban jiwa maupun kerusakan.</p>
<p></p>
<p><strong>BMKG: Fenomena Akibat Awan Cumulonimbus</strong></p>
<p>Koordinator Bidang Observasi dan Informasi BMKG Maritim Tanjung Perak Surabaya, Sutarno menjelaskan, fenomena tersebut merupakan waterspout yang terbentuk dari pertumbuhan awan Cumulonimbus yang ekstrem.</p>
<p></p>
<p>"Sejauh ini saya belum dapat info detail. Tapi waterspout atau puting beliung terjadi dari awan Cumulonimbus yang tumbuh menjulang tinggi akibat arus udara naik yang kuat," jelas Sutarno, Rabu (22/4/2026).</p>
<p></p>
<p>Ia menambahkan, proses terbentuknya pusaran bermula dari udara panas dan lembap yang naik ke atmosfer, kemudian mengembun dan memicu turbulensi hebat di dalam awan hingga membentuk corong angin.</p>
<p></p>
<p>"Udara panas dan lembap naik mengembun dan menciptakan turbulensi yang hebat di dalam awan membentuk corong putaran angin yang menyentuh tanah atau air," imbuhnya </p>
<p></p>
<p>Fenomena itu, lanjutnya, umumnya terjadi pada siang hingga sore hari saat masa peralihan musim.</p>
<p></p>
<p>"Ini sebenarnya biasa terjadi karena arus udara yang sangat kuat dan masa transisi. Sehingga, masyarakat tidak perlu panik secara berlebihan," jelas Sutarno.</p>
<p></p>
<p>Sutarno juga meluruskan istilah yang kerap disalahpahami masyarakat terkait fenomena tersebut.</p>
<p></p>
<p>"Kalau terjadi di laut namanya waterspout, kalau terjadi di darat namanya puting beliung," terangnya.</p>
<p></p>
<p><strong>BPBD: Bukan Kejadian Pertama, Pernah Sebabkan Kerusakan</strong></p>
<p>Sementara itu, Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Bangkalan, Arif Rahman Surya Atmaja menyebut fenomena serupa bukan kali pertama terjadi di wilayah Selat Madura.</p>
<p></p>
<p>"Ini bukan yang pertama. Fenomena seperti ini biasanya muncul saat masa peralihan musim," jelas Arif.</p>
<p></p>
<p>Ia menjelaskan, kondisi atmosfer yang tidak stabil, terutama perbedaan suhu dan kelembapan udara, menjadi pemicu utama terbentuknya pusaran angin tersebut.</p>
<p></p>
<p>"Fenomena ini dipicu kondisi atmosfer yang tidak stabil, terutama pada masa peralihan musim dari hujan ke kemarau," tuturnya </p>
<p></p>
<p>BPBD mencatat kejadian serupa pernah terjadi pada Desember 2025 di kawasan yang sama. Saat itu, pusaran angin bahkan bergerak ke daratan dan menyebabkan kerusakan pada sejumlah bangunan di pesisir Labang.</p>
<p></p>
<p>Belajar dari kejadian sebelumnya, BPBD mengimbau masyarakat, khususnya nelayan, untuk lebih waspada saat beraktivitas di laut.</p>
<p></p>
<p>“Jika terlihat awan gelap pekat disertai angin berputar, sebaiknya aktivitas melaut dihentikan sementara.”</p>
<p></p>
<p>Warga di wilayah daratan juga diminta tetap siaga karena pusaran angin berpotensi bergerak ke darat dan berdampak pada permukiman, terutama di kawasan pesisir terbuka.</p>
<p></p>
<p>Meski tergolong fenomena alam yang wajar, kewaspadaan tetap diperlukan mengingat potensi dampaknya jika pusaran bergerak ke daratan. Pemantauan informasi cuaca dari kanal resmi BMKG pun menjadi langkah penting untuk mengantisipasi kejadian serupa di masa mendatang. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Rob Kembali Terjang Pesisir Surabaya, Hujan Perparah Genangan</title>
<link>https://suarajatimpost.com/rob-kembali-terjang-pesisir-surabaya-hujan-perparah-genangan</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/rob-kembali-terjang-pesisir-surabaya-hujan-perparah-genangan</guid>
<description><![CDATA[ Fenomena rob dipicu oleh fase bulan baru yang bertepatan dengan perigee, yakni posisi bulan berada lebih dekat ke bumi sehingga memicu pasang maksimum air laut. Kondisi itu kerap terjadi secara periodik, terutama pada awal bulan atau saat fase bulan purnama. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x580_69e8be730775f.webp" length="37092" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 22 Apr 2026 21:42:41 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ryan Ramadhan</dc:creator>
<media:keywords>Banjir Rob, Bukan Baru, Pesisir, BMKG, Surabaya, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SURABAYA, SJP - </strong>Fenomena banjir rob kembali merendam sejumlah wilayah pesisir Surabaya pada Rabu (22/4/2026). Di tengah musim hujan yang belum sepenuhnya berakhir, kenaikan muka air laut yang bertepatan dengan turunnya hujan membuat genangan air meluas hingga ke jalan protokol dan permukiman warga.</p>
<p>Sejak menjelang dini hari, air mulai menggenangi sejumlah titik vital di kawasan pesisir. Beberapa ruas utama seperti Jalan Osowilangun, Jalan Kalimas, Jalan Margomulyo hingga kawasan Kalianak terpantau terdampak. </p>
<p>Kondisi tersebut membuat aktivitas warga terganggu, memicu kemacetan lalu lintas, bahkan menyebabkan sejumlah kendaraan mogok saat melintasi genangan.</p>
<p>Di Jalan Kalimas, ketinggian air tercatat mencapai sekitar 25 sentimeter. Sementara di kawasan Osowilangun, Margomulyo, dan Kalianak, genangan rata-rata berkisar 15 sentimeter. Meski tidak setinggi di Kalimas, luasan genangan di wilayah tersebut tetap berdampak signifikan karena menjangkau akses utama dan kawasan padat penduduk.</p>
<p>Koordinator Bidang Observasi dan Informasi BMKG Maritim Tanjung Perak Surabaya, Sutarno, menjelaskan bahwa banjir rob kali ini merupakan kombinasi antara fenomena alam dan kondisi cuaca yang masih basah.</p>
<p>"Saat ini di Jalan Kalimas ketinggian air mencapai 25 sentimeter akibat kenaikan muka air laut atau banjir rob, ditambah hujan sedang yang meningkatkan volume genangan," jelas Sutarno, Rabu (22/4/2026).</p>
<p>Ia menambahkan, fenomena rob dipicu oleh fase bulan baru yang bertepatan dengan perigee, yakni posisi bulan berada lebih dekat ke bumi sehingga memicu pasang maksimum air laut. Kondisi itu kerap terjadi secara periodik, terutama pada awal bulan atau saat fase bulan purnama.</p>
<p>"Biasanya air rob mulai naik sekitar pukul 10.30 hingga 12.00 WIB, dan sering terjadi pada awal bulan maupun saat fase bulan purnama," ujarnya.</p>
<p>Selain berdampak pada lalu lintas, banjir rob juga mulai mengganggu aktivitas ekonomi di kawasan pesisir. Operasional pelabuhan, kegiatan bongkar muat barang, hingga aktivitas tambak garam dan perikanan darat ikut terdampak akibat genangan yang meluas.</p>
<p>"Banjir rob ini juga berdampak pada aktivitas masyarakat di sekitar pelabuhan dan pesisir, termasuk aktivitas bongkar muat hingga tambak garam dan perikanan darat," terang Sutarno.</p>
<p>Di lapangan, sejumlah pengendara memilih tetap melintas meski berisiko. Namun tidak sedikit kendaraan, khususnya roda dua, yang akhirnya mogok setelah nekat menerobos genangan air.</p>
<p>BMKG pun mengingatkan masyarakat untuk tetap waspada, terutama saat melintasi kawasan tergenang. Selain berpotensi membahayakan keselamatan, air laut yang bersifat korosif juga dapat merusak komponen kendaraan.</p>
<p>Masyarakat diimbau untuk terus memantau perkembangan cuaca serta informasi pasang surut air laut guna mengantisipasi dampak yang lebih luas, terlebih di tengah kondisi musim hujan yang belum sepenuhnya berakhir di Kota Pahlawan. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Mahasiswa UC Gelar Investment Week 1.0, Dorong Generasi Muda Melek Investasi di Era AI</title>
<link>https://suarajatimpost.com/mahasiswa-uc-gelar-investment-week-10-dorong-generasi-muda-melek-investasi-di-era-ai</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/mahasiswa-uc-gelar-investment-week-10-dorong-generasi-muda-melek-investasi-di-era-ai</guid>
<description><![CDATA[ Ratusan peserta memadati Investment Week 1.0 di Universitas Ciputra Surabaya, menandai lonjakan minat generasi muda mempelajari strategi investasi berbasis data di tengah pesatnya perkembangan teknologi dan AI. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x580_69e62be786abf.webp" length="34796" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 20 Apr 2026 21:39:49 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ryan Ramadhan</dc:creator>
<media:keywords>Investment Week 1.0, Universitas Ciputra, UC, Akuntansi, Pasar Modal, Seminar Investasi, Surabaya, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SURABAYA, SJP –</strong> Literasi investasi di kalangan generasi muda dinilai perlu naik kelas seiring pesatnya perkembangan teknologi dan semakin kompleksnya pasar global. Tidak cukup hanya memahami teori dasar, mahasiswa kini dituntut memiliki kemampuan analisis yang kritis serta pengambilan keputusan finansial yang rasional dan berkelanjutan.</p>
<p></p>
<p>Menjawab tantangan tersebut, <em>Accounting Student Union</em> (SU) Universitas Ciputra Surabaya menggelar Investment Week 1.0, rangkaian kegiatan edukasi investasi berskala internasional yang berlangsung pada 13–18 April 2026. Kegiatan ini mengusung tema “Smart Investing in the AI Era: From Fundamentals to High-Risk Assets”.</p>
<p></p>
<p>Rangkaian acara dikemas dalam format webinar dan seminar offline yang dirancang sebagai ekosistem pembelajaran interaktif. Sejumlah praktisi dari institusi keuangan nasional hingga internasional turut dihadirkan untuk memberikan wawasan komprehensif kepada peserta.</p>
<p></p>
<p>Puncak acara yang digelar secara offline di Universitas Ciputra Surabaya menjadi sorotan utama. Dua praktisi ternama, Michael Yeoh, seorang full-time trader pasar modal, serta Vivi Handoyo Lie, CFA, Head of Investment &amp; Advisory di Stockbit dan Bibit, hadir membagikan pengalaman dan strategi investasi.</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x_69e62befaed4b.webp" alt=""></p>
<p>Dalam sesi tersebut, peserta mendapatkan pemahaman mendalam terkait cara membaca pergerakan pasar, manajemen risiko, hingga pengelolaan portofolio di tengah ketidakpastian ekonomi dan perkembangan teknologi.</p>
<p></p>
<p>Ratusan peserta yang terdiri dari mahasiswa dan masyarakat umum mengikuti kegiatan ini. Antusiasme tersebut mencerminkan meningkatnya minat generasi muda terhadap investasi yang lebih terstruktur dan berbasis pengetahuan.</p>
<p></p>
<p>Melalui diskusi, presentasi, serta interaksi langsung dengan narasumber, peserta diajak memahami bagaimana teori investasi dapat diimplementasikan dalam kondisi pasar nyata yang dinamis.</p>
<p></p>
<p>Ketua Accounting Student Union Universitas Ciputra Surabaya, Nicholas Chang, menegaskan bahwa Investment Week 1.0 tidak sekadar menjadi ajang seminar, melainkan ruang pembelajaran yang relevan dengan kebutuhan masa kini.</p>
<p></p>
<p>"Investment Week 1.0 dirancang agar mahasiswa tidak hanya memahami teori investasi, tetapi juga mampu mengembangkan cara berpikir yang kritis dan berbasis data dalam mengambil keputusan finansial di tengah perkembangan teknologi yang sangat cepat," ujar Nicholas saat dikonfirmasi pada Senin (20/4/2026).</p>
<p></p>
<p>Sementara itu, dosen pembina kemahasiswaan Accounting Student Union Universitas Ciputra Surabaya, Luky Patricia Widianingsih, menilai kegiatan ini sebagai langkah konkret dalam membentuk generasi muda yang adaptif terhadap dinamika industri keuangan.</p>
<p></p>
<p>"Kegiatan ini menunjukkan bahwa program kemahasiswaan dapat berperan strategis dalam meningkatkan literasi keuangan sekaligus membangun pola pikir yang solutif, relevan, dan berorientasi jangka panjang," ungkap Luky.</p>
<p></p>
<p>Ia menambahkan, pengalaman belajar yang dihadirkan dalam kegiatan ini memberikan nilai lebih, karena didukung oleh praktik langsung serta analisis berbasis data pasar.</p>
<p></p>
<p>"Basis kekuatan pengalaman praktis dan berbagai fenomena yang didukung data pasar dalam pengambilan keputusan investasi disampaikan dengan sangat baik oleh semua pembicara dalam sudut pandang masing-masing,” imbuhnya.</p>
<p></p>
<p>Melalui Investment Week 1.0, Accounting Student Union Universitas Ciputra Surabaya menegaskan komitmennya dalam meningkatkan literasi keuangan sekaligus menyiapkan generasi muda yang siap menghadapi tantangan perkembangan teknologi dan pasar keuangan global. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Risti Ditekan di Bawah 30 Persen, Kesehatan Jemaah Haji Surabaya  Terkendali Jelang Musim Haji 2026</title>
<link>https://suarajatimpost.com/risti-ditekan-di-bawah-30-persen-kesehatan-jemaah-haji-surabaya-terkendali-jelang-musim-haji-2026</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/risti-ditekan-di-bawah-30-persen-kesehatan-jemaah-haji-surabaya-terkendali-jelang-musim-haji-2026</guid>
<description><![CDATA[ Jelang keberangkatan 22 April, kesehatan jemaah haji Surabaya kian terkendali dengan risti ditekan di bawah 30 persen, menandai kesiapan lebih baik dibanding musim haji sebelumnya. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x580_69e625cbdd3a4.webp" length="39434" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 20 Apr 2026 21:10:34 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ryan Ramadhan</dc:creator>
<media:keywords>Haji, Musim Haji, Haji 2026, Risti, PPIH Surabaya, Asrama Haji, Embarkasi Surabaya, Surabaya, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SURABAYA, SJP - </strong>Menjelang dimulainya musim haji 2026 dengan keberangkatan perdana pada 22 April, kondisi kesehatan jemaah di Embarkasi Surabaya menunjukkan kesiapan yang semakin matang. Indikator paling menonjol terlihat dari keberhasilan menekan angka jemaah risiko tinggi (risti) hingga di bawah 30 persen, menandakan kondisi jemaah tahun ini lebih terkendali dibanding sebelumnya.</p>
<p></p>
<p>Kepala Balai Besar Kekarantinaan Kesehatan Surabaya, Rosidi Roslan, menyebut mayoritas jemaah yang akan diberangkatkan telah memenuhi syarat istitha’ah atau layak secara kesehatan, baik dari sisi fisik maupun mental. Total sebanyak 43.200 jemaah asal Jawa Timur, Bali, dan Nusa Tenggara Timur yang tergabung dalam 116 kloter dinilai berada dalam kondisi yang lebih siap.</p>
<p></p>
<p>"Kalau dibandingkan tahun sebelumnya, kondisi kesehatan jemaah haji sekarang lebih bagus. Risikonya bisa kita kendalikan, mungkin kurang dari 30 persen yang masuk kategori risti," ujar Roslan, Senin (20/4/2026).</p>
<p></p>
<p>Penurunan angka risti ini tidak terjadi secara instan. Salah satu faktor utama yang berkontribusi adalah proses seleksi kesehatan yang dilakukan lebih ketat sejak di daerah asal. Dengan penyaringan yang lebih optimal, jemaah yang berangkat benar-benar telah melalui tahapan pemeriksaan menyeluruh sehingga potensi gangguan kesehatan dapat diminimalkan sejak awal.</p>
<p></p>
<p>Indikator lain yang terlihat di lapangan adalah berkurangnya jumlah jemaah yang menggunakan kursi roda saat memasuki Asrama Haji Surabaya. Kondisi ini mencerminkan tingkat kebugaran jemaah yang relatif lebih baik dibanding musim haji sebelumnya, sekaligus menunjukkan peningkatan kualitas kesiapan fisik.</p>
<p></p>
<p>Meski demikian, pengawasan kesehatan tidak lantas dilonggarkan. BBKK Surabaya terus memperkuat koordinasi dengan dinas kesehatan kabupaten/kota guna memastikan kondisi jemaah tetap stabil hingga hari keberangkatan.</p>
<p></p>
<p>"Kami imbau kondisi kesehatan terus dijaga. Jangan sampai saat mendekati keberangkatan justru memburuk," tutur Rosan.</p>
<p></p>
<p>Untuk mendukung kesiapan tersebut, lebih dari 20 tenaga medis disiagakan setiap hari di asrama haji. Mereka terdiri dari dokter, perawat, tenaga farmasi, hingga petugas administrasi yang bertugas memastikan pelayanan kesehatan berjalan optimal. Selain itu, dukungan ambulans dan jejaring fasilitas kesehatan di Jawa Timur juga telah dipersiapkan untuk mengantisipasi kondisi darurat.</p>
<p></p>
<p>Tidak hanya fokus pada penanganan, aspek pencegahan juga menjadi prioritas. Seluruh jemaah diwajibkan menjalani vaksinasi meningitis dan polio sesuai ketentuan pemerintah Arab Saudi. Sementara itu, vaksin influenza turut dianjurkan sebagai perlindungan tambahan, mengingat tingginya potensi penularan penyakit dalam kerumunan besar selama pelaksanaan ibadah haji.</p>
<p></p>
<p>Dengan berbagai langkah tersebut, Embarkasi Surabaya optimistis kondisi kesehatan jemaah dapat tetap terjaga hingga keberangkatan, sekaligus mendukung kelancaran pelaksanaan ibadah haji 2026 secara menyeluruh. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Bidik 90 Menit ke Bandara, PPIH Surabaya Matangkan Simulasi Layanan Jemaah Jelang Haji 2026</title>
<link>https://suarajatimpost.com/bidik-90-menit-ke-bandara-ppih-surabaya-matangkan-simulasi-layanan-jemaah-jelang-haji-2026</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/bidik-90-menit-ke-bandara-ppih-surabaya-matangkan-simulasi-layanan-jemaah-jelang-haji-2026</guid>
<description><![CDATA[ Menjelang kedatangan jemaah 21 April, PPIH Surabaya membidik 90 menit perjalanan ke bandara lewat simulasi Mecca Route, demi memastikan keberangkatan haji 2026 berlangsung cepat dan lancar. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x580_69e621d2cfc4e.webp" length="53776" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 20 Apr 2026 20:40:48 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ryan Ramadhan</dc:creator>
<media:keywords>Haji, Musim Haji, Haji 2026, PPIH Surabaya, Asrama Haji, Embarkasi Surabaya, Surabaya, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SURABAYA, SJP - </strong>Menjelang dimulainya musim haji 2026 yang ditandai dengan masuknya jemaah ke asrama mulai 21 April, berbagai persiapan terus dimatangkan. Di Surabaya, salah satu titik krusial pemberangkatan, simulasi layanan digelar untuk memastikan seluruh proses berjalan cepat, tertib, dan efisien, terutama saat mobilisasi jemaah menuju bandara yang dijadwalkan mulai pada besok, Selasa (21/4/2026).</p>
<p>Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Surabaya menggelar simulasi layanan <em>Mecca Route</em> sebagai bagian dari persiapan akhir sebelum kedatangan jemaah. Simulasi itu menjadi uji coba menyeluruh terhadap alur pelayanan, mulai dari kedatangan di asrama hingga keberangkatan ke bandara.</p>
<p>Dalam simulasi tersebut, PPIH menetapkan target waktu tempuh dari Asrama Haji Surabaya menuju Bandara Internasional Juanda harus dapat dicapai dalam waktu maksimal 90 menit. Target tersebut dinilai krusial untuk menjaga ketepatan jadwal penerbangan sekaligus kenyamanan jemaah.</p>
<p>Untuk menggambarkan kondisi riil di lapangan, simulasi dilakukan dengan mengerahkan 10 bus yang merepresentasikan pergerakan jemaah dalam jumlah besar. Skema ini dirancang agar seluruh potensi kendala dapat terdeteksi sejak awal, termasuk koordinasi antarpetugas dan manajemen waktu keberangkatan.</p>
<p>Ketua PPIH Embarkasi Surabaya, As’adul Anam, memastikan bahwa secara umum tidak ada perubahan besar dalam alur pelayanan haji tahun ini. Namun, terdapat beberapa penyempurnaan yang menjadi perhatian utama.</p>
<p>"Secara umum alur pelayanan tidak ada perubahan. Tetapi tahun ini ada penambahan proses distribusi kartu Nusuk yang menjadi bagian dari layanan Mecca Route bagi jemaah," jelas Anam, Senin (20/4/2026).</p>
<p>Ia menjelaskan, kartu Nusuk menjadi elemen penting dalam sistem layanan di Arab Saudi, yang akan memudahkan identifikasi serta akses jemaah selama menjalankan ibadah.</p>
<p>Selain itu, skema <em>fast track</em> yang telah diterapkan pada tahun sebelumnya tetap digunakan. Sistem ini memungkinkan seluruh proses keimigrasian diselesaikan di embarkasi, sehingga setibanya di Arab Saudi, jemaah tidak perlu lagi menjalani pemeriksaan tambahan.</p>
<p>"Seluruh proses keimigrasian telah dirampungkan di embarkasi. Sehingga waktu jemaah tiba di Saudi dapat langsung melanjutkan perjalanan," terang Anam.</p>
<p>Di sisi lain, PPIH juga menegaskan bahwa aturan terkait barang bawaan tidak mengalami perubahan. Jemaah tetap dilarang membawa barang-barang berbahaya, terutama di dalam tas kabin, guna menjaga keamanan penerbangan.</p>
<p>"Barang-barang yang mengandung bahan korosif, korek api aerosol, senjata tajam, saya kira tidak bisa dibawa di tas kabin," jelas Anam.</p>
<p>Tak hanya aspek transportasi dan administrasi, perhatian juga diberikan pada layanan konsumsi jemaah. Balai Besar Kekarantinaan Kesehatan Surabaya (BBKK) turut melakukan sosialisasi kepada para penjamah makanan untuk memastikan standar kesehatan tetap terjaga.</p>
<p>Kepala BBKK Surabaya, Rosidi Roslan, menjelaskan bahwa pengawasan dilakukan secara menyeluruh, mencakup bahan makanan hingga lingkungan sekitar.</p>
<p>"Penjamah makanan harus dalam kondisi sehat dan menjaga higienitas saat mengolah makanan," imbuh Roslan.</p>
<p>Selain itu, pemeriksaan kesehatan seperti swab juga dilakukan untuk memastikan para petugas makanan bebas dari penyakit yang berpotensi menular melalui konsumsi.</p>
<p>Dengan simulasi yang digelar menjelang kedatangan jemaah pada 21 April, PPIH Embarkasi Surabaya berharap seluruh proses pemberangkatan dapat berjalan sesuai target, termasuk memastikan mobilisasi jemaah menuju bandara tetap dalam batas waktu 90 menit yang telah ditetapkan. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Emil Dardak Sebut Balai Pemuda Episentrum Surabaya, Tegaskan Ruang Seni Milik Semua Kalangan</title>
<link>https://suarajatimpost.com/emil-dardak-sebut-balai-pemuda-episentrum-surabaya-tegaskan-ruang-seni-milik-semua-kalangan</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/emil-dardak-sebut-balai-pemuda-episentrum-surabaya-tegaskan-ruang-seni-milik-semua-kalangan</guid>
<description><![CDATA[ Emil Dardak menyebut Balai Pemuda sebagai episentrum Surabaya, ruang seni terbuka yang membentuk identitas kota dan harus menjadi milik semua kalangan. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x580_69e4969fd5173.webp" length="70954" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sun, 19 Apr 2026 19:32:12 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ryan Ramadhan</dc:creator>
<media:keywords>Emil Elestianto Dardak, Emil Dardak, Wakil Gubenur Jatim, Pemprov Jatim, Balai Pemuda Surabaya, Alun-alun Kota Surabaya, Galeri Merah Putih, Surabaya, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SURABAYA, SJP - </strong>Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Dardak menyebut Balai Pemuda sebagai episentrum Kota Surabaya yang harus menjadi ruang terbuka bagi seluruh kalangan. Pernyataan itu ia sampaikan saat menghadiri kegiatan seni lukis “<em>Beauty of Balai Pemuda Surabaya</em>”, sembari mendampingi sang istri yang menjadi model dalam acara tersebut.</p>
<p>Menurut Emil, Balai Pemuda tidak hanya berfungsi sebagai tempat untuk berkegiatan, melainkan juga memiliki peran penting sebagai pusat aktivitas budaya yang membentuk wajah kota.</p>
<p>"Balai Pemuda ini kan adalah episentrum Surabaya. Semua tentu ingin agar Balai Pemuda ini jadi milik semua kalangan," ujar Emil saat dikonfirmasi pada Minggu (19/4/2026).</p>
<p>Ia menilai, kegiatan yang digelar oleh Sanggar Merah Putih dengan pendekatan santai justru mampu menghadirkan suasana yang lebih hidup dan dekat dengan masyarakat. Format informal seperti dalam acara tersebut dinilai menjadi salah satu cara efektif untuk membuka ruang interaksi yang lebih luas.</p>
<p>"Dengan kemasan yang informal, suasananya jadi lebih gayeng, penuh rasa kekeluargaan," katanya.</p>
<p>Lebih jauh, Emil menekankan bahwa keberadaan ruang seni seperti Balai Pemuda memiliki peran strategis dalam membangun identitas kota. Menurutnya, nilai estetika sebuah kota tidak bisa dibentuk hanya melalui perencanaan atau teori, tetapi harus tumbuh dari pengalaman dan interaksi masyarakat di dalamnya.</p>
<p>"Sebuah kota akan punya nilai estetika yang tidak bisa dilahirkan hanya dengan teori, tapi harus dibangun rasa dalam kehidupan kota," ujarnya.</p>
<p>Ia mengapresiasi keterbukaan Balai Pemuda yang dinilai mampu menjadi wadah bagi para seniman untuk mengekspresikan karya mereka sekaligus berinteraksi dengan publik.</p>
<p>"Balai Pemuda membuka diri untuk menjadi wadah bagi itu," tuturnya.</p>
<p><strong>Kolaborasi Lintas Daerah dan Semangat Kartini</strong></p>
<p>Dalam kesempatan tersebut, Emil juga menyinggung nilai kebersamaan yang tercermin dalam kegiatan yang digelar menjelang Hari Kartini. Ia mengaku bersyukur sang istri, Arumi Bachsin, bersedia menjadi model lukisan bersama Marcella Zalianty.</p>
<p>“Ini mengangkat nilai-nilai Hari Kartini, dan saya bersyukur istri saya berkenan menjadi model,” ujarnya.</p>
<p>Kehadiran sejumlah figur dari luar daerah, termasuk budayawan Erros Djarot, juga dinilai sebagai bentuk dukungan terhadap perkembangan seni di Surabaya.</p>
<p>“Kita beruntung mereka dari luar Jawa Timur mau saling mendukung dengan kita,” katanya.</p>
<p>Emil turut menyoroti posisi Surabaya sebagai kota besar yang memiliki potensi besar untuk berkembang, tidak hanya secara ekonomi tetapi juga dari sisi budaya. Ia menilai, penguatan ruang seni menjadi salah satu kunci dalam membangun karakter kota.</p>
<p>“Sebagai kota besar, Surabaya harus punya kehidupan yang kuat, termasuk dari sisi budayanya,” ujarnya.</p>
<p>Melalui pernyataannya, Emil menegaskan bahwa Balai Pemuda bukan sekadar lokasi kegiatan seni, melainkan simpul penting yang menghubungkan kreativitas, interaksi sosial, dan identitas kota secara lebih luas. (*)</p>
<p><strong>Editor: Danu</strong> </p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Terkait Pengelolaan Balai Pemuda, Disbudporapar Surabaya Sebut Tak Pernah Berpolemik dengan Seniman</title>
<link>https://suarajatimpost.com/terkait-pengelolaan-balai-pemuda-pemkot-surabaya-sebut-tak-pernah-berpolemik-dengan-seniman</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/terkait-pengelolaan-balai-pemuda-pemkot-surabaya-sebut-tak-pernah-berpolemik-dengan-seniman</guid>
<description><![CDATA[ Plt Disbudporapar Surabaya Herry Purwadi menegaskan Pemkot tak pernah berpolemik dengan seniman, menyebut komunikasi sebagai kunci, diperkuat penyelenggara acara di Balai Pemuda. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x580_69e496b6466c2.webp" length="64274" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sun, 19 Apr 2026 18:49:08 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ryan Ramadhan</dc:creator>
<media:keywords>Dinas Kebudayaan, Kepemudaan dan Olahraga serta Pariwisata, Disbudporapar Surabaya, Herry Purwadi, Pemkot Surabaya, Sanggar Merah Putih, Galeri Merah Putih, GMP, Hari Kartini, Balai Pemuda Surabaya, Alun-alun Kota Surabaya, Surabaya, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SURABAYA, SJP - </strong>Di tengah mencuatnya isu terkait pengelolaan Balai Pemuda, Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya menegaskan tidak pernah memiliki polemik dengan kalangan seniman.</p>
<p>Hal itu ditegaskan Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Dinas Kebudayaan, Kepemudaan dan Olahraga serta Pariwisata (Disbudporapar) Surabaya, Herry Purwadi saat menghadiri kegiatan “Beauty of Balai Pemuda Surabaya” yang digelar untuk memperingati Hari Kartini pada Minggu (19/4/2026). Menurut Herry, kegiatan tersebut justru menjadi bukti bahwa hubungan antara pemerintah dan pelaku seni tetap berjalan baik.</p>
<p>"Kami merasa tidak pernah ada polemik ya kalau dari pemerintah. Itu kan orang-orang yang mungkin merasa," ujar Herry.</p>
<p>Ia menekankan bahwa kunci utama dalam menjaga hubungan antara pemerintah dan komunitas seni terletak pada komunikasi dan kolaborasi yang baik. Dengan hal tersebut, menurutnya berbagai kegiatan kesenian dapat terus berjalan tanpa hambatan.</p>
<p>"Kalau komunikasinya baik, kita bisa berkolaborasi dengan baik. Dengan digelarnya Beauty of Balai Pemuda Surabaya itu kan bukti bahwa kita baik-baik saja dengan para seniman," katanya.</p>
<p>Herry menambahkan, Pemkot Surabaya selama ini justru berupaya menjaga dan mengembangkan seluruh cabang kesenian, mulai dari seni rupa, tari, musik, hingga teater tradisional seperti ludruk dan ketoprak. Ia juga menyebut hubungan antara pemerintah dan pelaku seni tetap terjalin dengan baik.</p>
<p>"Kami tidak pernah ada masalah dengan seniman, dengan siapapun," ucapnya.</p>
<p>Lebih lanjut, Herry melihat kegiatan melukis on the spot tersebut memiliki potensi untuk dikembangkan menjadi agenda tahunan. Bahkan, ia membuka peluang agar acara serupa dapat masuk dalam rangkaian Hari Jadi Kota Surabaya (HJKS) ke depan.</p>
<p>"Kami berharap tahun depan bisa dimasukkan dalam agenda HJKS, supaya lebih banyak lagi yang berpartisipasi," ujarnya.</p>
<p>Di sisi lain, Ketua Galeri Merah Putih (GMP), Cak Anis, menyampaikan hal senada. Ia menegaskan bahwa pihaknya tidak mengalami kendala dalam menggunakan fasilitas Balai Pemuda untuk kegiatan seni.</p>
<p>Menurutnya, keberlangsungan acara yang diikuti ratusan pelukis tersebut menjadi bukti bahwa ruang kesenian di Surabaya masih dapat diakses dan dimanfaatkan.</p>
<p>"Kami nggak ada masalah, terbukti kami masih bisa mengadakan acara," ujarnya.</p>
<p>Ia juga mengapresiasi perhatian pemerintah kota terhadap keberlangsungan fungsi Balai Pemuda sebagai ruang seni bagi masyarakat Kota Pahlawan maupun sekitarnya </p>
<p>"Saya apresiasi perhatian dari Pak Wali Kota yang menyatakan Balai Pemuda tetap untuk kesenian," katanya.</p>
<p>Meski demikian, Anis mengakui adanya dinamika yang melibatkan pihak lain. Ia berharap persoalan yang sempat muncul dapat segera diselesaikan agar ekosistem seni di Surabaya kembali berjalan harmonis.</p>
<p>"Saya berharap kalau ada masalah dengan yang lain segera selesai," tuturnya.</p>
<p>Anis menegaskan bahwa sejak lama Balai Pemuda dikenal sebagai “oase kesenian” di Surabaya yang harus tetap dijaga fungsinya untuk berbagai cabang seni, tidak hanya seni lukis tetapi juga teater, tari, dan pertunjukan lainnya. (*)</p>
<p><strong>Editor: </strong>Danu</p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>“Beauty of Balai Pemuda Surabaya”, Ratusan Pelukis Melukis Bersama Sambut Hari Kartini</title>
<link>https://suarajatimpost.com/beauty-of-balai-pemuda-ratusan-pelukis-melukis-bersama-sambut-hari-kartini</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/beauty-of-balai-pemuda-ratusan-pelukis-melukis-bersama-sambut-hari-kartini</guid>
<description><![CDATA[ Jelang Hari Kartini, sekitar 250 pelukis memadati Balai Pemuda Surabaya sembari melukis langsung Arumi Bachsin dan Marcella Zalianty dalam acara Beauty of Balai Pemuda Surabaya yang digelar oleh Sanggar Merah Putih. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x580_69e4885369483.webp" length="71586" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sun, 19 Apr 2026 15:32:20 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ryan Ramadhan</dc:creator>
<media:keywords>Sanggar Merah Putih, Galeri Merah Putih, GMP, Hari Kartini, Balai Pemuda Surabaya, Alun-alun Kota Surabaya, Surabaya, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SURABAYA, SJP -</strong> Menjelang peringatan Hari Kartini yang jatuh pada pekan ini, berbagai cara dilakukan masyarakata. Di Surabaya, paraseniman merayakan dengan menggelar kegiatan melukis bersama ditempat atau on the spot (OTS) di pelataran Balai Pemuda.</p>
<p>Ratusan pelukis dari berbagai daerah berkumpul dalam ajang “Beauty of Balai Pemuda Surabaya” yang digelar oleh Sanggar Merah Putih dan Galeri Merah Purih (GMP). Mereka melukis secara langsung dengan menghadirkan dua figur publik sebagai model, yakni Arumi Bachsin Emil Dardan dan artis Marcella Zalianty.</p>
<p><strong>Antusiasme Ratusan Pelukis, OTS Jadi Daya Tarik</strong></p>
<p>Ketua Sanggar Merah Putih sekaligus ketua GMP, Cak Anis, menjelaskan bahwa kegiatan itu merupakan bentuk apresiasi seniman terhadap Balai Pemuda sebagai ruang berkesenian di Surabaya. Ia menyebut konsep melukis langsung dengan model seperti ini tergolong jarang digelar.</p>
<p>"Acara ini tema Hari Kartini, kita menghadirkan dua model partisipan untuk dilukis teman-teman. Ini acara yang langka, dan dua partisipan ini layak dijadikan model," ujar Anis saat dikonfirmasi pada Minggu (19/4/2026).</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x_69e4884dc0c51.webp" alt=""></p>
<p>Dalam waktu singkat, jumlah peserta membludak. Awalnya dibatasi 197 orang karena kebutuhan teknis perihal pembuatan sertifikat, namun karena pendaftaran terus dibuka hingga hari-h, akhirnya pendaftar terus bertambah hingga mencapai sekitar 200–250 peserta.</p>
<p>"Ini kita umumkan sekitar 10 hari yang lalu, dan yang sudah terdaftar ada di angka 197. Tapi yang ikut akhirnya bisa 200 sampai 250. Jadi acara ini mungkin OTS dengan model yang pesertanya terbanyak," kata dia.</p>
<p>Anis mengungkapkan bahwa peserta tidak hanya berasal dari Surabaya, tetapi juga dari berbagai daerah seperti Sidoarjo, Banyuwangi, Madura, hingga luar Jawa Timur seperti Yogyakarta, Wonosobo, bahkan Maluku Utara.</p>
<p>Hasil karya para peserta nantinya tidak berhenti di lokasi acara. Lukisan akan dikumpulkan, dikurasi, dan dipamerkan di Galeri Merah Putih serta galeri basement di kawasan Alun-Alun Surabaya.</p>
<p><strong>Kolaborasi dengan Pemkot, GMP Tidak Berpolemik di Balai Pemuda</strong></p>
<p>Cak Anis menegaskan bahwa kegiatan kali ini adalah hasil kolaborasi dengan Pemkot Kota Surabaya selaku pemberi fasilitas. Selain itu, kegiatan tersebut juga menggandeng Pemprov Jatim, yang mana istri Wagub Jatim Emil juga dihadirkan untuk menjadi model lukis.</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x_69e4886b43a8e.webp" alt=""></p>
<p>"Ini bukan acaranya Pemkot, tapi kami difasilitasi. Kami bekerja sama dengan Pemkot, juga ada dukungan dari pihak lain juga seperti Tesla selaku pihak yang menyediakan cat untuk oara pelukis," ujarnya.</p>
<p>Di tengah polemik yang belakangan mencuat terkait pengelolaan Balai Pemuda, Anis mewakili GMP memilih untuk tidak memperuncing persoalan. Menurutnya, kegiatan ini justru menjadi bukti bahwa ruang tersebut masih bisa dimanfaatkan untuk kesenian.</p>
<p>"Saya berharap tidak ada masalah. Kami tidak ada masalah dengan Pemkot atau pihak manapun, dan saya harap kalau ada pihak lain yang masih berpolemik agar bisa segera selesai," katanya.</p>
<p>Cak Anis yang berkecimpung di Balai Pemuda sejak 1973 juga menegaskan bahwa sejak lama Balai Pemuda dikenal sebagai “oase kesenian” yang harus tetap hidup untuk berbagai cabang seni, tidak hanya seni lukis tetapi juga teater, tari, dan pertunjukan lainnya.</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x_69e4885ce1a10.webp" alt=""></p>
<p><strong>Emil Dardak: Balai Pemuda Milik Semua</strong></p>
<p>Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak yang hadir mendampingi istrinya sebagai model, menilai kegiatan yang digelar oleh GMP menunjukkan bahwa Balai Pemuda masih menjadi pusat aktivitas seni di Surabaya.</p>
<p>"Balai Pemuda ini adalah episentrum Surabaya. Kita ingin tempat ini jadi milik semua kalangan," ujar Wagub yang akrab disapa Kang Emil itu.</p>
<p>Menurutnya, suasana informal dalam kegiatan melukis bersama itu justru menghadirkan kedekatan antar pelaku seni, pemerintah dan juga masyarakat.</p>
<p>"Dengan kemasan yang informal, suasananya jadi lebih gayeng dan penuh kekeluargaan," katanya.</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x_69e48998084be.webp" alt=""></p>
<p>Ia juga menekankan bahwa keberadaan ruang seni seperti ini penting untuk membangun karakter dan estetika kota yang tidak bisa hanya dibentuk melalui konsep atau teori semata.</p>
<p><strong>Ruang Ekspresi Tanpa Batas</strong></p>
<p>Sebagai salah satu model, Marcella Zalianty yang datang dari Jakarta mengaku terkesan dengan konsep acara yang dinilainya unik dan inklusif. Ia hadir memenuhi undangan budayawan yang juga mentornya, Erros Djarot yang turur hadir dalam acara tersebut.</p>
<p>"Ini ruang ekspresi. Saya senang sekali bisa hadir dan bertemu para pelukis dari berbagai daerah," ujarnya.</p>
<p>Ia juga menyoroti keberagaman peserta yang tidak hanya datang dari berbagai wilayah, tetapi juga melibatkan pelukis dengan kebutuhan khusus.</p>
<p>"Ada peserta disabilitas juga. Jadi semua bisa berkarya tanpa batas," katanya.</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x_69e488a537eea.webp" alt=""></p>
<p>Marcella bahkan sempat terkejut dengan antusiasme peserta yang mendekat untuk mengambil foto dirinya saat berpose, yang kemudian ia ketahui bahwa para seniman mengambil gambar dirinya untuk mendapatkan referensi lukisan yang lebih detail.</p>
<p>"Mereka butuh melihat lebih dekat untuk menangkap ekspresi. Itu menarik sekali melihat para seniman sampai seantusias itu," tuturnya.</p>
<p><strong>Pemkot Dorong "<em>Beauty of Balai Pemuda Surabaya</em>" Jadi Agenda HJKS</strong></p>
<p>Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Disbudporapar Surabaya, Herry Purwadi, menyebut kegiatan yang digelar oleh GMP sebagai bentuk kolaborasi positif antara komunitas seni dan pemerintah.</p>
<p>"Kegiatan ini diselenggarakan oleh Sanggar Merah Putih yang berkolaborasi dengan Pemkot Surabaya," ujarnya.</p>
<p>Ia bahkan membuka peluang agar acara serupa masuk dalam rangkaian Hari Jadi Kota Surabaya (HJKS) pada tahun mendatang. Menurutnya, antusiasme masyarakat dalam acara tersebut menunjukkan bahwa agenda melukis OTS juga diminati masyarakat Kota Pahlawan.</p>
<p>"Kami berharap tahun depan bisa masuk agenda HJKS agar lebih banyak lagi yang berpartisipasi dan lebih memeriahkan rangkaian HJKS yang berjalan sampai sebulan penuh," katanya.</p>
<p>Terkait polemik yang sempat mencuat, Herry menegaskan bahwa pihaknya tidak melihat adanya persoalan mendasar antara pemerintah dan seniman. Menurutnya hanya beberapa pihak saja yang berselisih paham dan merasa kegiatan yang digelar oleh GMP sebagai bukti hubungan Pemkot Surabaya dan seniman baik-baik saja.</p>
<p>"Kami merasa tidak pernah ada polemik. Yang penting komunikasi selalu dijaga dan kolaborasi," ujarnya.</p>
<p><strong>Balai Pemuda Tetap Hidup di Tengah Dinamika</strong></p>
<p>Sebagai salah satu ruang seni yang bernaung di Balai Pemuda, Galeri Merah Putih sendiri menjadi galeri milik pemerintah kota Surabaya dengan ukuran terkecil, namun memiliki aktivitas paling padat. Dalam setahun, ruang berukuran sekitar 8 x 4,5 meter itu mampu menggelar hingga 39–40 pameran, menjadikannya salah satu titik paling aktif dalam ekosistem seni rupa di Surabaya.</p>
<p>Kondisi tersebut menjadi gambaran bahwa geliat seni rupa di Surabaya tetap hidup dan produktif. Meski dinamika terkait pengelolaan Balai Pemuda belum sepenuhnya mereda, kegiatan seperti melukis bersama dan galeri yang aktif, menunjukkan bahwa semangat berkesenian para pelaku seni tidak surut, dan justru terus tumbuh dan menemukan ruangnya sendiri. (*)</p>
<p>Editor: Danu </p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Masalah Anak di Kota Besar Kian Kompleks, Pemkot Sambut Positif Kehadiran KPA Milenial Surabaya</title>
<link>https://suarajatimpost.com/masalah-anak-di-kota-besar-kian-kompleks-pemkot-sambut-positif-kehadiran-kpa-milenial-surabaya</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/masalah-anak-di-kota-besar-kian-kompleks-pemkot-sambut-positif-kehadiran-kpa-milenial-surabaya</guid>
<description><![CDATA[ Sebagai kota metropolitan, Surabaya tidak lepas dari berbagai persoalan sosial yang juga berdampak pada anak-anak. Masalah tersebut muncul dari berbagai lingkungan, mulai dari keluarga, sekolah, hingga pergaulan sosial yang lebih luas. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x580_69e243ab63d5b.webp" length="36594" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Fri, 17 Apr 2026 22:01:55 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ryan Ramadhan</dc:creator>
<media:keywords>Komisi Nasional Perlindungan Anak, Komnas PA, Komnas PA Surabaya, Syaiful Bachri, Armuji, Cak Ji, KPA Milenial Surabaya, Surabaya, Jawa Timur, Surabaya, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SURABAYA, SJP — </strong>Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya menyambut pembentukan Komisi Nasional Perlindungan Anak (KPA) Milenial Surabaya sebagai langkah strategis dalam memperkuat perlindungan anak, khususnya di tengah kompleksitas persoalan yang dihadapi anak-anak di kota besar.</p>
<p></p>
<p>Wakil Wali Kota Surabaya, Armuji, menilai kehadiran KPA Milenial Surabaya menjadi pelengkap penting dari peran Komnas PA Surabaya yang telah lebih dulu ada, terutama dalam menjangkau kebutuhan anak-anak yang semakin beragam.</p>
<p></p>
<p>"Kami nyambut baik, sebelumnya telah ada Komnas Perlindungan Anak di Surabaya, dan kini tentunya ditambah lagi dengan kehadiran KPA Milenial Surabaya," ujar Wawali yang akrab disapa Cak Ji itu, Jumat (17/4/2026).</p>
<p></p>
<p>Menurutnya, sebagai kota metropolitan, Surabaya tidak lepas dari berbagai persoalan sosial yang juga berdampak pada anak-anak. Masalah tersebut muncul dari berbagai lingkungan, mulai dari keluarga, sekolah, hingga pergaulan sosial yang lebih luas.</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x_69e243b4d7ece.webp" alt=""></p>
<p>Menurut laporan Komnas PA Jawa Timur sendiri, sejak Januari 2026, sudah ada 137 laporan kasus yang melibatkan anak, mulai dari perundungan, kekerasan seksual, penipuan di media sosial, penyalahgunaan kecerdasan buatan (AI) hingga Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO).</p>
<p></p>
<p>"Kita tahu persoalan-persoalan di Surabaya ini sangat kompleks, baik itu tentang anak-anak yang memang butuh perhatian, di lingkungan keluarganya, di luar, maupun di sekolahan. Hal-hal seperti itu pasti akan terjadi," jelasnya.</p>
<p></p>
<p>Dalam konteks itu, Cak Ji menekankan pentingnya kehadiran lembaga yang dapat menjadi ruang aman bagi anak untuk menyampaikan persoalan yang mereka hadapi, tanpa rasa takut maupun canggung.</p>
<p></p>
<p>"Dengan kehadiran Komnas PA dan Komnas Anak Milenial Surabaya, mereka bisa curhat. Mereka bisa mengadu apa yang menjadi persoalan secara internal maupun yang mereka rasakan di kota Surabaya," katanya.</p>
<p></p>
<p>Ia juga mengakui bahwa selama ini tidak sedikit laporan terkait persoalan anak yang masuk langsung ke Pemkot Surabaya. Namun, pemerintah daerah tidak selalu memiliki kapasitas spesifik untuk menangani seluruh persoalan tersebut secara mendalam.</p>
<p></p>
<p>"Kalau ada laporan ke kita, tentu kami bukan spesialisnya. Tapi ke depan kita bisa kolaborasikan, kita hadirkan Komnas PA dan KPA Milenial Surabaya supaya mereka mendapat masukan, pencerahan, dan perlindungan," ujarnya.</p>
<p></p>
<p>Karena itu, Pemkot Surabaya berkomitmen memperkuat kolaborasi lintas lembaga, termasuk dengan Komnas PA dan Komnas Milenial, agar penanganan kasus anak dapat dilakukan secara lebih tepat dan menyeluruh.</p>
<p></p>
<p>Armuji berharap, dengan terbentuknya Komnas Milenial Surabaya, anak-anak yang membutuhkan pendampingan dapat lebih mudah mengakses bantuan serta tidak ragu untuk melaporkan permasalahan yang dialami.</p>
<p></p>
<p>"Harapannya ke depan, setelah ada Komnas baru ini, anak-anak yang butuh pendampingan bisa lebih bersosialisasi, dan masyarakat juga semakin mengetahui tentang Komnas Anak," tuturnya.</p>
<p></p>
<p>Sementara itu, Ketua Komnas PA Surabaya, Syaiful Bachri, menyebut pembentukan Komnas Milenial merupakan bagian dari upaya adaptasi terhadap perkembangan zaman, terutama dalam menghadapi tantangan kekerasan terhadap anak yang kini banyak terjadi di ranah digital.</p>
<p></p>
<p>"Yang paling utama adalah perkembangan zaman, seperti kekerasan seksual berbasis online dan penyalahgunaan teknologi. Itu yang ingin kami antisipasi," singkatnya. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Lonjakan Kasus Kekerasan Anak Digital, KPA Milenial Surabaya Hadir Jadi “Jembatan Curhat”</title>
<link>https://suarajatimpost.com/lonjakan-kasus-kekerasan-anak-digital-kpa-milenial-surabaya-hadir-jadi-jembatan-curhat</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/lonjakan-kasus-kekerasan-anak-digital-kpa-milenial-surabaya-hadir-jadi-jembatan-curhat</guid>
<description><![CDATA[ Keberadaan KPA Milenial Surabaya diharapkan mampu menciptakan ruang yang lebih ramah dan aman bagi anak, yang fokus menjadi jembatan curhat agar anak lebih nyaman melapor dan mendapatkan perlindungan. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x580_69e24363025d5.webp" length="43454" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Fri, 17 Apr 2026 21:30:45 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ryan Ramadhan</dc:creator>
<media:keywords>Komisi Nasional Perlindungan Anak, Komnas PA, Komnas PA Surabaya, Syaiful Bachri, Armuji, Cak Ji, KPA Milenial Surabaya, Surabaya, Jawa Timur, Surabaya, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SURABAYA, SJP —</strong> Lonjakan kasus kekerasan terhadap anak yang kini semakin banyak terjadi di ranah digital mendorong lahirnya pendekatan baru dalam perlindungan anak. Di Surabaya, hal itu ditandai dengan pengukuhan pengurus Komnas Anak Surabaya sekaligus pembentukan Komisi Nasional Perlindungan Anak (KPA) Milenial Surabaya pada Jumat (17/4/2026).</p>
<p></p>
<p>Ketua Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas PA) Surabaya, Syaiful Bachri atau akrab disapa Kak Iful, menegaskan bahwa pembentukan KPA Milenial Surabaya merupakan respons atas perubahan zaman yang menuntut pendekatan lebih adaptif, terutama dalam menghadapi ancaman berbasis teknologi.</p>
<p></p>
<p>"Kami yang sudah senior ini disebutnya generasi ‘kolonial’, artinya generasi lama ini harus menggandeng teman-teman yang lebih fresh, yang lebih profesional, cekatan, dan memahami kondisi lingkungan saat ini," ujarnya sembari berseloroh, jumat (17/4/2026).</p>
<p></p>
<p>Menurutnya, tantangan perlindungan anak kini tidak lagi hanya terjadi secara fisik, melainkan telah merambah ke ruang digital. Salah satu yang menjadi perhatian serius adalah kekerasan seksual berbasis online (KSBO), termasuk penyalahgunaan teknologi seperti kecerdasan buatan (AI), serta maraknya penyalahgunaan narkoba di kalangan anak.</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x_69e2438600f8d.webp" alt=""></p>
<p>Berangkat dari kondisi tersebut, Komnas PA Surabaya membentuk KPA Milenial Surabaya sebagai lembaga pendamping dengan pendekatan yang lebih dekat dengan generasi muda.</p>
<p></p>
<p>"Di Komnas Anak Milenial ini ada konsultan adiksi untuk pecandu narkoba, tim advokasi, juga bidang seni dan budaya, termasuk pengembangan bakat minat anak. Jadi ini bukan sekadar simbolik, tapi benar-benar disiapkan untuk menjawab kebutuhan anak-anak saat ini," jelasnya.</p>
<p></p>
<p>Ia menambahkan, keberadaan KPA Milenial Surabaya diharapkan mampu menciptakan ruang aman bagi anak, terutama perempuan yang selama ini kerap menjadi korban namun masih kesulitan mendapatkan pendampingan, termasuk dalam proses rehabilitasi.</p>
<p></p>
<p>"Hal yang paling pasti, jangan takut untuk melapor. Komnas Anak selalu ada untuk anak Surabaya, mulai dari pendekatan, pendampingan, sampai membentuk anak-anak yang hebat," tegasnya.</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x_69e2439e1b3e9.webp" alt=""></p>
<p>Untuk memperkuat layanan tersebut, Komnas PA Surabaya juga menjalin kolaborasi dengan berbagai pihak, mulai dari rumah sakit seperti RSUD Dr. Soetomo dan RS Bhayangkara Surabaya, hingga aparat penegak hukum dan organisasi advokat.</p>
<p></p>
<p>"Komnas Perlindungan Anak ini tidak bisa berjalan sendiri sebagai superman. Kekuatan kami ada di super team," katanya.</p>
<p></p>
<p>Sementara itu, Ketua KPA Milenial Surabaya yang baru saja dilantik, Adinda, menekankan bahwa kehadiran pihaknya menjadi jembatan komunikasi antara anak-anak dengan lembaga perlindungan, terutama dalam mengatasi hambatan psikologis akibat perbedaan usia.</p>
<p></p>
<p>"Kita sadar, terkadang kalau jarak umur terlalu jauh, itu mempengaruhi kenyamanan untuk konsultasi atau sekadar ngobrol. Harapannya, Komnas Milenial ini bisa menjangkau anak-anak yang mungkin merasa tidak enak berbicara dengan yang usianya jauh di atasnya," ujarnya.</p>
<p></p>
<p>Ia menambahkan, fokus utama KPA Milenial Surabaya adalah memastikan anak-anak terbebas dari kekerasan, termasuk penyimpangan seksual yang marak terjadi di ruang digital.</p>
<p></p>
<p>"Tema hari ini juga soal stop kekerasan pada anak. Harapannya ke depan, anak-anak benar-benar bisa terlindungi dari hal-hal yang menyimpang, terutama yang ada di online," imbuhnya.</p>
<p></p>
<p>Disisi lain, Wakil Wali Kota Surabaya, Armuji yang juga ikut hadir dalam acara pengukuhan, menyambut baik dan menilai kehadiran Komnas PA Surabaya serta KPA Milenial Surabaya menjadi langkah penting dalam menjawab kompleksitas persoalan anak di Kota Pahlawan.</p>
<p></p>
<p>"Persoalan anak di Surabaya ini sangat kompleks, baik di lingkungan keluarga, sekolah, maupun sosial. Hal-hal seperti ini pasti akan terus terjadi dan butuh perhatian serius," ujarnya.</p>
<p></p>
<p>Menurutnya, keberadaan dua lembaga tersebut dapat menjadi ruang aman bagi anak-anak untuk menyampaikan persoalan yang mereka hadapi.</p>
<p></p>
<p>"Mereka bisa curhat, bisa mengadu, baik persoalan internal maupun yang mereka rasakan secara umum," katanya.</p>
<p></p>
<p>Ia juga menegaskan bahwa Pemerintah Kota Surabaya akan memperkuat kolaborasi dengan Komnas PA dan KPA Milenial Surabaya, terutama dalam menindaklanjuti laporan yang masuk dari masyarakat.</p>
<p></p>
<p>"Kalau ada laporan ke Pemkot, tentu kami bukan spesialisnya. Maka ke depan bisa kita kolaborasikan antara dinas-dinas dengan Komnas PA, supaya anak-anak mendapatkan perlindungan dan pendampingan yang tepat," jelasnya.</p>
<p></p>
<p>Lebih lanjut, Armuji berharap keberadaan Komnas PA Surabaya dan KPA Milenial Surabaya dapat semakin dikenal masyarakat sehingga anak-anak yang membutuhkan bantuan tidak ragu untuk mencari pertolongan.</p>
<p></p>
<p>Sementara itu, Ketua Komnas PA Jawa Timur, Febri K. Pikulun, mengungkapkan bahwa tren kekerasan terhadap anak saat ini memang didominasi oleh kasus yang terjadi di media sosial dan perangkat telepon genggam.</p>
<p></p>
<p>"Untuk tahun ini, banyak kasus yang terjadi di media sosial, mulai dari jual beli anak hingga pelecehan," ungkapnya.</p>
<p></p>
<p>Ia mencatat, sejak Januari 2026 terdapat sedikitnya 137 laporan kasus anak, dengan mayoritas berupa bullying dan perkelahian, serta paling banyak terjadi di kalangan pelajar tingkat SMP. Namun demikian, ia menyoroti tantangan terbesar dalam penanganan kasus justru datang dari lingkungan terdekat anak.</p>
<p></p>
<p>"Tantangan terbesar adalah pihak keluarga dan sekolah yang kadang meminta masalah tidak diungkap dengan alasan nama baik dan tidak malu," ujarnya.</p>
<p></p>
<p>Dengan kondisi tersebut, pengukuhan pengurus Komnas Perlindungan Anak Surabaya dan lahirnya KPA Milenial Surabaya diharapkan menjadi langkah strategis dalam memperkuat perlindungan anak, sekaligus menjembatani kesenjangan komunikasi agar anak-anak berani bersuara di tengah ancaman yang semakin kompleks, terutama di era digital. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor: Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Kadis ESDM Jatim Jadi Tersangka, Kejati Bongkar Pungli Perizinan hingga Ratusan Juta</title>
<link>https://suarajatimpost.com/kadis-esdm-jatim-jadi-tersangka-kejati-bongkar-pungli-perizinan-hingga-ratusan-juta</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/kadis-esdm-jatim-jadi-tersangka-kejati-bongkar-pungli-perizinan-hingga-ratusan-juta</guid>
<description><![CDATA[ Kejaksaan Tinggi Jawa Timur menetapkan tiga pejabat kunci Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral Jawa Timur, meliputi; Kepala Dinas, Kepala Bidang Pertambangan, dan Ketua Tim Kerja Pengusahaan Air Tanah sebagai tersangka korupsi pungli perizinan. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x580_69e0d3a937bfd.webp" length="33184" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Fri, 17 Apr 2026 17:30:09 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ryan Ramadhan</dc:creator>
<media:keywords>Kejaksaan Tinggi Jawa Timur, Kejati Jatim, Kejati, Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral, ESDM, Jawa Timur, Surabaya, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SURABAYA, SJP - </strong>Setelah melakukan penggeledahan intensif pada Kamis (16/4/2026), Kejaksaan Tinggi Jawa Timur akhirnya menetapkan Kepala Dinas Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral Jawa Timur sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi pungutan liar (pungli) perizinan sektor energi, Jumat (17/4/2026).</p>
<p>Sehari sebelumnya, Kamis (16/4/2026), puluhan penyidik dari bidang tindak pidana khusus (Pidsus) Kejati Jatim mendatangi kantor Dinas ESDM Jatim di Jalan Tidar No. 123, Surabaya, sekitar pukul 12.00 WIB. </p>
<p>Penggeledahan dilakukan sebagai tindak lanjut dari laporan masyarakat dan pelaku usaha yang mengaku mengalami praktik pungli dalam pengurusan izin, terutama di sektor pertambangan dan pengelolaan air tanah.</p>
<p>Dari hasil penggeledahan, tim penyidik menyita sedikitnya empat kotak kontainer berisi dokumen dan berkas penting yang diduga berkaitan dengan praktik pungli. Selain penggeledahan di kantor Dinas ESDM, penyidik juga melakukan penelusuran ke sejumlah kediaman pihak terkait.</p>
<p><strong>Tiga Pejabat ESDM Jatim Terseret</strong></p>
<p>Asisten Tindak Pidana Khusus Kejati Jatim, Wagiyo Santoso mengungkapkan bahwa penyidik telah menetapkan tiga orang tersangka yang merupakan pejabat aktif di lingkungan Dinas ESDM Jatim.</p>
<p>"Sejak tanggal 14 kami melakukan penyelidikan, dari hasil pemeriksaan dan pengumpulan alat bukti, penyidik menetapkan tiga orang sebagai tersangka," ungkap Wagiyo, Jumat (17/4/2026).</p>
<p>Ketiga tersangka itu masing-masing berinisial AM selaku Kepala Dinas ESDM Jatim, OS sebagai Kepala Bidang Pertambangan, dan H sebagai Ketua Tim Kerja Pengusahaan Air Tanah. Penetapan ini menunjukkan bahwa praktik korupsi yang terjadi tidak bersifat individu, melainkan melibatkan struktur internal di dalam dinas.</p>
<p>"Pada tanggal 17 April ini, kami menetapkan tersangka yaitu saudara AM, OS, dan H," sebut Wagiyo.</p>
<p><strong>Aliran Dana capai Miliaran Rupiah </strong></p>
<p>Selain penetapan ketiga tersangka, Kejaksaan Tinggi Jawa Timur juga mengungkap adanya aliran dana hasil dugaan pungutan liar dengan menyita uang senilai total Rp2,36 miliar dari hasil penggeledahan di sejumlah lokasi, termasuk kantor dan kediaman para tersangka.</p>
<p>Secara rinci, total uang yang disita mencapai Rp2.369.239.765,49. Dari tersangka AM selaku Kepala Dinas ESDM Jatim, penyidik menyita uang tunai dan dana dalam rekening dengan total sekitar Rp494,41 juta. Sementara dari tersangka OS, Kepala Bidang Pertambangan, disita uang dalam jumlah terbesar yakni sekitar Rp1,64 miliar.</p>
<p>Adapun dari tersangka H, Ketua Tim Kerja Pengusahaan Air Tanah, penyidik mengamankan dana sebesar Rp229,68 juta yang tersimpan dalam rekening bank.</p>
<p>Selain uang tunai, penyidik juga menyita berbagai barang bukti elektronik yang memperkuat dugaan praktik korupsi tersebut, mulai dari bukti transfer, percakapan WhatsApp, hingga dokumen perizinan dan keterangan para pemohon izin.</p>
<p><strong>Perizinan Dipersulit, Pemohon Diperas</strong></p>
<p>Modus operandi yang digunakan adalah dengan memanipulasi sistem perizinan resmi berbasis Online Single Submission (OSS). Proses perizinan yang seharusnya berjalan otomatis diduga sengaja diperlambat untuk menekan pemohon agar memberikan sejumlah uang.</p>
<p>Pemohon izin yang tidak memenuhi permintaan tersebut disebut mengalami hambatan, meskipun seluruh persyaratan administrasi telah lengkap. Sebaliknya, proses akan dipercepat apabila pemohon memberikan sejumlah uang kepada oknum pejabat.</p>
<p>"Ada indikasi kuat pelanggaran hukum dalam proses pelayanan maupun perizinan di sektor pertambangan, ketenagalistrikan, hingga pengawasan air tanah," terang Wagiyo.</p>
<p>Lebih lanjut, penyidik juga mengungkap adanya tarif pungli yang bervariasi. Untuk perpanjangan izin tambang, besaran uang yang diminta berkisar antara Rp50 juta hingga Rp100 juta, sedangkan untuk izin baru mencapai Rp50 juta hingga Rp200 juta. </p>
<p>Sementara pada sektor pengusahaan air tanah, pungutan untuk perpanjangan berkisar Rp5 juta hingga Rp20 juta, dan izin baru antara Rp50 juta hingga Rp80 juta.</p>
<p>Praktik tersebut tidak hanya dikategorikan sebagai pungli, tetapi juga mengandung unsur gratifikasi dan pemerasan yang memperkuat dugaan tindak pidana korupsi dalam pelayanan publik di sektor strategis. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Surabaya Ubah Jadwal Angkut Sampah Jadi Malam Hari, Jawab Keluhan Truk Ganggu Aktivitas Siang</title>
<link>https://suarajatimpost.com/surabaya-ubah-jadwal-angkut-sampah-jadi-malam-hari-jawab-keluhan-truk-ganggu-aktivitas-siang</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/surabaya-ubah-jadwal-angkut-sampah-jadi-malam-hari-jawab-keluhan-truk-ganggu-aktivitas-siang</guid>
<description><![CDATA[ Selain mempercepat proses pengangkutan, kebijakan ini juga berdampak pada pengurangan penumpukan sampah dan bau tidak sedap, baik di TPS maupun selama perjalanan menuju TPA. Hal ini dinilai penting mengingat volume sampah di Surabaya mencapai sekitar 1.600 ton setiap hari. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x580_69e0da6e3a9fb.webp" length="35122" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 16 Apr 2026 21:48:04 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ryan Ramadhan</dc:creator>
<media:keywords>Tempat Pembuangan Akhir, TPA, TPA Benowo, Truk Sampah, Pemkot Surabaya, Surabaya, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SURABAYA, SJP — </strong>Lalu lalang truk sampah di siang hari kerap menuai keluhan warga. Selain memperlambat arus lalu lintas, keberadaannya juga dinilai mengganggu aktivitas harian dan kenyamanan lingkungan. Menjawab kondisi tersebut, Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya kini mengambil langkah strategis dengan mengubah jadwal pengangkutan sampah menjadi malam hari.</p>
<p></p>
<p>Perubahan ini diberlakukan untuk pengangkutan sampah dari Tempat Penampungan Sementara (TPS) menuju Tempat Penampungan Akhir (TPA) Benowo. Kebijakan tersebut diharapkan mampu mengurangi gangguan di jalan raya sekaligus meningkatkan efisiensi pengelolaan sampah di Kota Pahlawan.</p>
<p></p>
<p>Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, menjelaskan bahwa kebijakan ini merupakan upaya untuk menjaga kelancaran aktivitas warga sekaligus memastikan kota tetap bersih.</p>
<p></p>
<p>"TPS bersih itu memberikan kebersihan di Kota Surabaya ya. Tidak mengganggu lalu lintas, karena kalau truk ke TPA pagi hari dan jam-jam sibuk maka akan mengganggu lalu lintas," ujar Eri, Kamis (16/4/2026).</p>
<p></p>
<p>Ia menambahkan, pengangkutan pada malam hari membuat perjalanan truk sampah lebih cepat karena kondisi lalu lintas yang cenderung lengang. Dengan demikian, distribusi sampah dari TPS ke TPA menjadi lebih optimal.</p>
<p></p>
<p>"Kalau malam hari, perjalanan lebih lancar," ungkapnya.</p>
<p></p>
<p>Selain mempercepat proses pengangkutan, kebijakan ini juga berdampak pada pengurangan penumpukan sampah dan bau tidak sedap, baik di TPS maupun selama perjalanan menuju TPA. Hal ini dinilai penting mengingat volume sampah di Surabaya mencapai sekitar 1.600 ton setiap hari.</p>
<p></p>
<p>Tak hanya itu, perubahan jadwal ini juga membawa dampak positif dari sisi efisiensi operasional. Dengan kondisi jalan yang lebih lancar, penggunaan bahan bakar minyak (BBM) menjadi lebih hemat dan beban kerja kendaraan pun berkurang.</p>
<p></p>
<p>"Kami bisa efisiensi terkait BBM. Keausannya mobil itu juga bisa ditekan," terang eri.</p>
<p></p>
<p>Eri menegaskan bahwa kelancaran operasional menjadi kunci utama dalam penghematan tersebut, sehingga kebijakan pengangkutan malam hari dinilai sebagai solusi yang tepat.</p>
<p></p>
<p>"Penggunaan BBM akan semakin berkurang karena operasionalnya lancar. Ini sesuai dengan program penghematan bahan bakar yang sekarang sedang dilakukan," jelasnya.</p>
<p></p>
<p>Melalui kebijakan ini, Pemkot Surabaya menargetkan kondisi kota yang lebih bersih pada pagi hari tanpa mengganggu ritme aktivitas warga yang berangkat kerja.</p>
<p></p>
<p>"Sehingga Surabaya semakin bersih di pagi hari, jadi pembuangannya tidak mengganggu ritme perjalanan kerja warga," terangnya.</p>
<p></p>
<p>Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Surabaya, M. Fikser, menyebut bahwa perubahan ini juga diikuti dengan penyesuaian sistem pengangkutan secara menyeluruh, termasuk menyesuaikan dengan volume sampah dan jam operasional.</p>
<p></p>
<p>"Semua sampah yang sekarang ada ini kita sesuaikan dengan jam operasional pengambilan. Ada ubah kultur pengambilan sampah di TPS supaya tidak terganggu," ucap Fikser.</p>
<p></p>
<p>Ia juga menegaskan bahwa TPS hanya diperuntukkan bagi sampah rumah tangga. Sedangkan sampah berukuran besar seperti sofa, kasur, dan lemari harus langsung dibuang ke TPA Benowo yang telah menyediakan tempat khusus.</p>
<p></p>
<p>"Di TPA ada tempatnya, sudah disiapkan untuk menaruh itu," ungkapnya.</p>
<p></p>
<p>Untuk memastikan kebijakan ini berjalan efektif, DLH Surabaya juga melakukan sosialisasi kepada pengurus RT/RW serta para penarik gerobak sampah, baik secara langsung maupun daring.</p>
<p></p>
<p>“DLH Surabaya melakukan sosialisasi melalui daring kepada pengurus RT/RW," tutup Fikser. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Pemkot Surabaya Gratiskan Denda PBB, Kado HJKS ke&amp;733 untuk Warga</title>
<link>https://suarajatimpost.com/pemkot-surabaya-gratiskan-denda-pbb-kado-hjks-ke-733-untuk-warga</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/pemkot-surabaya-gratiskan-denda-pbb-kado-hjks-ke-733-untuk-warga</guid>
<description><![CDATA[ Pemkot Surabaya menghadirkan “kado” HJKS ke-733 dengan menghapus seluruh denda PBB-P2 sejak 1994, memberi kesempatan warga melunasi tunggakan hanya dengan membayar pokok pajak hingga akhir April 2026. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x580_69e0d757d966d.webp" length="42902" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 16 Apr 2026 21:25:15 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ryan Ramadhan</dc:creator>
<media:keywords>Hari Jadi Kota Surabaya, HJKS, Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan, PBB, PBB-P2, Pemkot Surabaya, Surabaya, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SURABAYA, SJP - </strong>Setiap peringatan Hari Jadi Kota Surabaya (HJKS), Pemerintah Kota Surabaya kerap menghadirkan berbagai program sebagai bentuk apresiasi bagi warganya. </p>
<p>Jika tahun-tahun sebelumnya identik dengan festival hingga layanan publik, pada HJKS ke-733 tahun 2026 ini, Pemkot memberikan “hadiah” yang lebih langsung terasa: pembebasan denda Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2).</p>
<p>Kebijakan ini memungkinkan warga Surabaya yang memiliki tunggakan PBB-P2 untuk hanya membayar pokok pajak tanpa dikenai sanksi administratif. Program tersebut berlaku selama periode terbatas, yakni mulai 1 hingga 30 April 2026.</p>
<p>Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Surabaya, Rachmad Basari, menyampaikan bahwa kebijakan ini merupakan bentuk kado sekaligus apresiasi pemerintah kepada masyarakat dalam momentum HJKS.</p>
<p>"Ini bagian dari apresiasi dan kado pemerintah kota kepada masyarakat dalam rangka HJKS ke-733. Secara regulasi hal ini diperbolehkan, sehingga warga cukup membayar pokok pajaknya saja," ujar Basari, Kamis (16/4/2026).</p>
<p>Ia menjelaskan, penghapusan denda ini mencakup tunggakan dalam rentang waktu yang cukup panjang, yakni dari tahun 1994 hingga 2025. Rentang tersebut didasarkan pada data piutang sejak pengelolaan PBB masih berada di bawah Kementerian Keuangan sebelum akhirnya dilimpahkan ke pemerintah daerah pada 2010.</p>
<p>Menurut Basari, kebijakan ini tidak hanya berorientasi pada peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD), melainkan juga sebagai langkah strategis untuk meringankan beban masyarakat, terutama di tengah kondisi ekonomi yang masih menantang.</p>
<p>"Tujuannya agar masyarakat dapat memenuhi kewajiban pajak tanpa terbebani bunga sanksi yang menumpuk.Program ini bukan semata-mata untuk mengejar target PAD." terangnya.</p>
<p>"Relaksasi ini diharapkan mampu menjaga tren positif pertumbuhan ekonomi Surabaya yang saat ini berada di atas rata-rata nasional," imbuh Basari.</p>
<p>Untuk memanfaatkan program ini, masyarakat cukup menunjukkan Nomor Objek Pajak (NOP) atau mengunduh Surat Pemberitahuan Pajak Terutang (SPPT) melalui situs resmi Pemerintah Kota Surabaya. Proses pembayaran pun dibuat fleksibel dengan berbagai pilihan kanal.</p>
<p>Pembayaran dapat dilakukan secara langsung di Kantor Bapenda maupun Unit Pelaksana Teknis Badan (UPTB). Selain itu, layanan Pajak Mobil Keliling juga disiapkan untuk menjangkau warga hingga tingkat kelurahan.</p>
<p>"Pembayaran juga dapat dilakukan di Kantor Bapenda, Unit Pelaksana Teknis Badan (UPTB), atau melalui layanan Pajak Mobil Keliling," jelasnya.</p>
<p>Di sisi lain, Pemkot juga mengoptimalkan layanan digital agar masyarakat dapat melakukan pembayaran dari rumah. Berbagai kanal pembayaran online telah disiapkan, mulai dari perbankan hingga platform digital.</p>
<p>"Pembayaran online bisa dilakukan melalui Bank Jatim, Bank Mandiri, Bank BRI, serta berbagai marketplace dan gerai retail," tutur Basari.</p>
<p>Program ini disebut mendapat respons positif dari masyarakat. Antusiasme tersebut diharapkan terus meningkat hingga akhir periode program pada 30 April 2026.</p>
<p>"Respons masyarakat sejauh ini sangat positif. Kami mengimbau seluruh warga Surabaya untuk benar-benar memanfaatkan periode ini hingga 30 April mendatang," terangnya.</p>
<p>Selain itu, Bapenda juga terus menggencarkan sosialisasi agar informasi terkait program ini menjangkau seluruh lapisan masyarakat. Berbagai kanal digunakan, mulai dari media sosial hingga penyampaian langsung di ruang publik.</p>
<p>"Kami terus melakukan sosialisasi secara masif melalui berbagai kanal. Tujuannya supaya masyarakat mengetahui informasinya dan dapat membayar PBB-P2 tanpa denda," pungkasnya. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Kejati Jatim Geledah Dinas ESDM, Usut Dugaan Pungli Perizinan Sektor Energi</title>
<link>https://suarajatimpost.com/kejati-jatim-geledah-dinas-esdm-usut-dugaan-pungli-perizinan-sektor-energi</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/kejati-jatim-geledah-dinas-esdm-usut-dugaan-pungli-perizinan-sektor-energi</guid>
<description><![CDATA[ Penggeledahan itu merupakan tindak lanjut dari laporan masyarakat dan pelaku usaha yang mengindikasikan adanya pelanggaran dalam proses pelayanan dan penerbitan izin di sektor strategis, mulai dari sektor pertambangan hingga pengawasan air tanah. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x580_69e0d3a937bfd.webp" length="33184" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 16 Apr 2026 20:12:29 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ryan Ramadhan</dc:creator>
<media:keywords>Kejaksaan Tinggi Jawa Timur, Kejati Jatim, Kejati, Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral, ESDM, Jawa Timur, Surabaya, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SURABAYA, SJP - </strong>Kejaksaan Tinggi Jawa Timur melakukan penggeledahan di kantor Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral Jawa Timur, Kamis (16/4/2026), sebagai bagian dari penyidikan dugaan tindak pidana korupsi berupa pungutan liar (pungli) dalam proses perizinan sektor energi dan sumber daya mineral.</p>
<p>Penggeledahan yang berlangsung sejak siang hingga sore hari itu melibatkan tim penyidik dari bidang tindak pidana khusus (Pidsus) Kejati Jatim. Diketahui, rombongan penyidik tiba di lokasi sekitar pukul 12.00 WIB dengan sejumlah kendaraan, kemudian langsung menyisir berbagai ruangan di dalam gedung yang berlokasi di Jalan Tidar No. 123, Surabaya.</p>
<p>Kepala Seksi Penerangan Hukum Kejati Jatim, Adnan Sulistiyono, membenarkan penggeledahan tersebut dan menegaskan bahwa langkah ini merupakan bagian dari proses penyidikan yang tengah berjalan.</p>
<p>“Benar, terkait penyidikan dugaan tindak pidana korupsi pungutan liar dalam penerbitan perizinan pada Dinas ESDM Provinsi Jawa Timur," terang Adnan, Kamis (16/4/2026).</p>
<p>Ia menjelaskan, penggeledahan dilakukan untuk mencari serta mengamankan alat bukti yang dapat memperkuat konstruksi perkara, baik berupa dokumen administrasi maupun barang bukti elektronik.</p>
<p>"Hari ini penyidik melakukan penggeledahan untuk mencari dan menemukan alat bukti, baik berupa dokumen maupun barang bukti elektronik," sebutnya.</p>
<p>Menurut Adnan, penyidik saat ini tengah menelusuri berbagai dokumen perizinan serta perangkat elektronik yang diduga berkaitan dengan praktik pungli dalam layanan publik di sektor energi.</p>
<p>Penggeledahan itu juga merupakan tindak lanjut dari laporan masyarakat dan pelaku usaha yang mengindikasikan adanya pelanggaran dalam proses pelayanan dan penerbitan izin di sektor strategis tersebut. Operasi lapangan dipimpin oleh Wagiyo, yang sebelumnya menjabat sebagai Asisten Pidana Khusus (Aspidsus) Kejati Jatim.</p>
<p>"Penggeledahan ini tindak lanjut dari laporan masyarakat dan pelaku usaha," ungkap Wagiyo.</p>
<p>Wagiyo mengungkapkan, penyidik menemukan indikasi kuat adanya pelanggaran hukum dalam berbagai lini pelayanan perizinan di lingkungan Dinas ESDM Jatim, mulai dari sektor pertambangan hingga pengawasan air tanah.</p>
<p>"Ada indikasi kuat pelanggaran hukum dalam proses pelayanan maupun perizinan di sektor pertambangan, ketenagalistrikan, hingga pengawasan air tanah," tandasnya.</p>
<p>Selama proses penggeledahan berlangsung, aktivitas di kantor Dinas ESDM Jatim dilaporkan lumpuh. Akses keluar-masuk gedung ditutup rapat, sementara seluruh pegawai dan pihak yang berada di dalam area kantor diminta tetap berada di lokasi. Langkah ini diambil untuk mencegah kemungkinan pemindahan atau penghilangan barang bukti.</p>
<p>Pantauan di lapangan menunjukkan suasana tegang sejak tim penyidik memasuki area gedung hingga menyisir sejumlah ruangan vital. Tak hanya dokumen, sejumlah kendaraan yang terparkir di area kantor juga turut berada dalam pengawasan ketat.</p>
<p>Hingga sekitar pukul 18.00 WIB, tim penyidik masih berada di dalam gedung untuk melanjutkan penelusuran dokumen yang diduga berkaitan dengan perkara. Pengamanan di lokasi juga diperketat dengan melibatkan unsur internal kejaksaan, aparat kepolisian militer, serta petugas keamanan setempat.</p>
<p>Meski demikian, pihak Kejati Jatim belum mengungkap pihak-pihak yang telah diperiksa maupun kemungkinan penetapan tersangka dalam kasus ini. Proses penyidikan disebut masih terus berjalan dengan fokus pada pengumpulan alat bukti tambahan.</p>
<p>“Perkembangannya akan kami sampaikan lebih lanjut," pungkasnya.</p>
<p>Kasus ini menjadi sorotan karena menyangkut sektor strategis yang berpotensi berdampak luas terhadap tata kelola pemerintahan dan iklim investasi di Jawa Timur. Kejati Jatim menegaskan komitmennya untuk mengusut tuntas dugaan korupsi dalam pelayanan publik, khususnya yang berkaitan dengan perizinan di sektor energi dan sumber daya mineral. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Antusiasme Tinggi SIL Festival 2026, Pemkot Surabaya Kaji Penambahan Durasi dan Intensitas Acara</title>
<link>https://suarajatimpost.com/antusiasme-tinggi-sil-festival-2026-pemkot-surabaya-kaji-penambahan-durasi-dan-intensitas-acara</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/antusiasme-tinggi-sil-festival-2026-pemkot-surabaya-kaji-penambahan-durasi-dan-intensitas-acara</guid>
<description><![CDATA[ Membludaknya 2.000 peserta di SIL Festival 2026 mendorong Pemkot Surabaya mengkaji ulang durasi dan intensitas acara, sebagai respons atas tingginya kebutuhan kerja dan peluang usaha. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x580_69da5814aca09.webp" length="30930" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sat, 11 Apr 2026 21:21:22 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ryan Ramadhan</dc:creator>
<media:keywords>Job Fair, Disperinaker Surabaya, Kerja, Pencaker, Surabaya, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SURABAYA, SJP — </strong>Upaya Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya mengintegrasikan bursa kerja dan pertemuan bisnis dalam Surabaya Industrial and Labour (SIL) Festival 2026 mendapat respons luar biasa dari masyarakat. </p>
<p></p>
<p>Ribuan pelamar berpartisipasi dalam kegiatan tersebut, menandai tingginya kebutuhan akan akses kerja sekaligus peluang usaha di tengah tantangan mismatch antara tenaga kerja dan kebutuhan industri.</p>
<p></p>
<p>Tingginya partisipasi tersebut tercermin dari jumlah pelamar yang menembus angka 2.000 orang. Capaian ini tidak hanya menunjukkan antusiasme, tetapi juga menjadi bahan evaluasi bagi Pemkot Surabaya untuk mengembangkan skala kegiatan serupa di masa mendatang.</p>
<p></p>
<p>Sekretaris Daerah Kota Surabaya, Lilik Arijanto, mengatakan bahwa besarnya minat masyarakat menjadi sinyal kuat bahwa durasi pelaksanaan acara perlu ditinjau ulang agar dapat mengakomodasi kebutuhan yang ada.</p>
<p></p>
<p>"Acara Job Fair ini kita melihat antusiasmenya sebenarnya cukup besar, sehingga ini menjadi dasar kita untuk ke depan, kita mungkin harus lebih durasinya ditambah," jelas Lilik saat dikonfirmasi pada Sabtu (11/4/2026).</p>
<p></p>
<p>Lilik menjelaskan, penyelenggaraan SIL Festival merupakan hasil kolaborasi dengan pelaku usaha di Kota Surabaya, di mana pemerintah kota berperan sebagai fasilitator tanpa membebani Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).</p>
<p></p>
<p>"Memang kami tetap memfasilitasi, menyiapkan, membantu dan mengkoordinasikan kegiatan ini,tapi anggaran di APBD tidak kita keluarkan, karena ini ditanggung oleh teman-teman pengusaha di Kota Surabaya." imbuhnya.</p>
<p></p>
<p>Menurutnya, tingginya antusiasme tersebut juga menjadi dasar untuk meningkatkan intensitas pelaksanaan kegiatan ke depan. Pemkot berharap kegiatan ini dapat digelar lebih sering guna membuka lebih banyak peluang kerja sekaligus memperluas kesempatan usaha bagi masyarakat.</p>
<p></p>
<p>"Melihat dari antusiasme ini cukup besar. Sehingga mungkin ke depan perlu untuk mengadakan kegiatan ini lebih intens lagi," tegasnya.</p>
<p></p>
<p>Selain berfungsi sebagai sarana penyerapan tenaga kerja, SIL Festival 2026 juga diarahkan sebagai wadah untuk mendorong produk lokal Surabaya menembus pasar yang lebih luas, termasuk ke tingkat global. Berbagai produk unggulan turut ditampilkan, mulai dari makanan dan minuman, furnitur, hingga fesyen dan kerajinan.</p>
<p></p>
<p>"Yang paling penting produk-produk di Kota Surabaya ini bisa dipasarkan lebih luas lagi untuk menjadi produk yang berkualitas dan bersaing di skala global," sebutnya.</p>
<p></p>
<p>Dalam mendukung tujuan tersebut, Pemkot Surabaya juga melakukan proses kurasi terhadap produk-produk yang akan dipasarkan, khususnya untuk kebutuhan ekspor. Kurasi dilakukan dengan mempertimbangkan standar internasional serta kebutuhan negara tujuan.</p>
<p></p>
<p>"Kurasinya memang kita menyiapkan banyak hal. Tapi intinya bahwa kurasi ini yang memang skalanya untuk skala ekspor," sambungnya.</p>
<p></p>
<p>Tak hanya itu, skema business matching antara pelaku usaha lokal dan pembeli dari luar negeri juga menjadi bagian penting dalam mendorong realisasi ekspor. Proses ini memungkinkan penyesuaian produk dengan permintaan pasar global secara lebih tepat.</p>
<p></p>
<p>Dari sisi infrastruktur, Pemkot Surabaya menilai kesiapan kota dalam mendukung arus logistik sudah cukup memadai. Konektivitas distribusi terus diperkuat, baik dari dalam maupun luar daerah, guna menunjang kelancaran aktivitas perdagangan.</p>
<p></p>
<p>"Dengan menyambung arus logistik dari luar kota sampai ke Surabaya maupun Surabaya ke luar kota," pungkas Lilik. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Bidik 2,4 Juta Wisatawan RI, Singapura Gandeng Ciputra untuk Dongkrak Belanja Turis</title>
<link>https://suarajatimpost.com/bidik-24-juta-wisatawan-ri-singapura-gandeng-ciputra-untuk-dongkrak-belanja-turis</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/bidik-24-juta-wisatawan-ri-singapura-gandeng-ciputra-untuk-dongkrak-belanja-turis</guid>
<description><![CDATA[ Mengincar 2,4 juta wisatawan Indonesia, Singapura menggandeng Ciputra Group untuk mengerek belanja turis lewat kolaborasi pariwisata, bisnis, pendidikan, hingga layanan kesehatan terintegrasi. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x580_69da4e6d47de0.webp" length="29124" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sat, 11 Apr 2026 20:39:48 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ryan Ramadhan</dc:creator>
<media:keywords>Singapore Tourism Board, STB, Ciputra Group, Ciputra, Ekonomi, Pariwisata, Surabaya, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SURABAYA, SJP — </strong>Singapore Tourism Board (STB) menggandeng Ciputra Group dalam kemitraan strategis selama satu tahun untuk meningkatkan nilai belanja wisatawan Indonesia di Singapura, dengan memanfaatkan Indonesia sebagai pasar terbesar kedua penyumbang turis.</p>
<p></p>
<p>Berdasarkan data terbaru, STB mengungkapkan bahwa Indonesia menyumbang sekitar 2,4 juta kunjungan wisatawan ke Singapura pada 2025 lalu, menjadikannya pasar terbesar kedua setelah Tiongkok. </p>
<p></p>
<p>Di saat yang sama, penerimaan pariwisata Singapura (tourism receipts) mencapai S$23,9 miliar pada tiga kuartal pertama 2025 atau tumbuh 6,5 persen secara tahunan, menunjukkan fokus yang semakin kuat pada kualitas dan nilai belanja wisata, bukan sekadar jumlah kunjungan.</p>
<p></p>
<p>Executive Director Southeast Asia STB, Terrence Voon, mengatakan kemitraan ini dirancang untuk memperluas jangkauan Singapura ke komunitas Indonesia melalui jaringan luas Ciputra Group yang tersebar di puluhan kota.</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x_69da4eff03162.webp" alt=""></p>
<p>“Ada lebih dari 30 kota di Indonesia yang bisa kami jangkau melalui Ciputra. Kami ingin meningkatkan kesadaran tentang penawaran Singapura," ujar Terrence saat dikonfirmasi pada Sabtu (11/4/2026).</p>
<p></p>
<p>Ia menambahkan, strategi tersebut tidak hanya menyasar wisata rekreasi, tetapi juga memperluas segmen perjalanan bernilai tinggi seperti bisnis dan pendidikan.</p>
<p></p>
<p>"Bukan hanya tourism, tapi juga perjalanan bisnis, meeting, dan program pembelajaran bagi pelajar," terang Terrence </p>
<p></p>
<p>Menurutnya, kerja sama itu menjadi langkah awal untuk membangun kolaborasi jangka panjang yang lebih luas dalam meningkatkan daya tarik Singapura sebagai destinasi yang relevan bagi berbagai kebutuhan masyarakat Indonesia.</p>
<p></p>
<p>Di sisi lain, Associate Director Ciputra Group, Tri Ciputra Harun, menegaskan bahwa kolaborasi ini akan diintegrasikan ke dalam berbagai lini bisnis perusahaan untuk mendorong pengalaman perjalanan yang lebih bernilai bagi konsumen.</p>
<p></p>
<p>"Kolaborasi ini mencakup residential, commercial seperti mall, medical, dan juga universitas," sebutnya.</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x_69da4e67a53ec.webp" alt=""></p>
<p>Ia menjelaskan, pendekatan tersebut memungkinkan terciptanya ekosistem yang menghubungkan pariwisata dengan sektor lain seperti pendidikan dan kesehatan, yang pada akhirnya berkontribusi pada peningkatan nilai belanja wisatawan.</p>
<p></p>
<p>"Kami ingin menghadirkan program agar konsumen bisa mendapatkan pengalaman dan visi Singapura," terang Tri.</p>
<p></p>
<p>Dalam implementasinya, kerja sama ini akan menghadirkan berbagai program, mulai dari paket perjalanan eksklusif, program kunjungan edukatif, hingga peluang magang bagi mahasiswa, termasuk di Universitas Ciputra Surabaya. </p>
<p></p>
<p>Singapura juga akan dijadikan destinasi utama untuk program perjalanan pelajar di bawah jaringan Ciputra Schools, dengan pengalaman imersif seperti lokakarya dan kunjungan institusi.</p>
<p></p>
<p>Selain itu, kolaborasi ini juga menyentuh sektor medical tourism, termasuk kerja sama awal di bidang onkologi yang membuka akses layanan kesehatan di Singapura bagi pasien dari Indonesia.</p>
<p></p>
<p>"Sudah ada kerja sama di bidang onkologi, sehingga akses pengobatan bisa lebih baik untuk pasien," imbuhnya.</p>
<p></p>
<p>Tak hanya menyasar individu, kerja sama ini juga menargetkan pelaku bisnis dan tenant Ciputra Group melalui dukungan perjalanan untuk meeting, insentif, hingga kegiatan korporasi di Singapura. Penghuni kawasan residensial Ciputra di lebih dari 37 kota juga akan mendapatkan berbagai penawaran perjalanan dan akses ke event gaya hidup.</p>
<p></p>
<p>Melalui strategi itu, STB tidak hanya membidik peningkatan jumlah kunjungan dari Indonesia, tetapi juga mendorong wisatawan untuk berbelanja lebih banyak melalui pengalaman yang terintegrasi, mulai dari leisure, bisnis, pendidikan, hingga kesehatan yang diharapkan memperkuat kontribusi pasar Indonesia terhadap pertumbuhan sektor pariwisata Singapura. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Belajar dari Kampung, Murid SD Cikal Menyemai Masa Depan Bumi di KBA Kampoeng Oase Ondomohen</title>
<link>https://suarajatimpost.com/belajar-dari-kampung-murid-sd-cikal-menyemai-masa-depan-bumi-di-kba-kampoeng-oase-ondomohen</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/belajar-dari-kampung-murid-sd-cikal-menyemai-masa-depan-bumi-di-kba-kampoeng-oase-ondomohen</guid>
<description><![CDATA[ Menariknya, kegiatan tersebut tidak berlangsung satu arah. Setiap anak dibekali selembar kertas kosong untuk menuliskan pertanyaan mereka sendiri. Metode itu mendorong rasa ingin tahu sekaligus membuat pembelajaran lebih personal. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x580_69da31ae808e1.webp" length="70708" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sat, 11 Apr 2026 20:00:21 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ryan Ramadhan</dc:creator>
<media:keywords>KBA Kampoeng Oase Ondomohen, SD Cikal, Cikal, Keberlanjutan, Ondomohen, Surabaya, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SURABAYA, SJP - </strong>Di tengah krisis lingkungan yang kian nyata, mulai dari masalah sampah plastik hingga ancaman berkurangnya sumber daya alam, konsep keberlanjutan tak lagi cukup diajarkan sebagai teori di dalam kelas. Ia perlu dikenalkan sejak dini, ditanamkan sebagai kebiasaan, bahkan dirasakan langsung oleh anak-anak.</p>
<p></p>
<p>Di Kota Pahlawan, upaya itu mulai terlihat nyata ketika siswa diajak belajar langsung dari kehidupan sehari-hari warga di salah satu kampung yang dikenal sebagai laboratorium hidup pengelolaan lingkungan, yakni KBA Kampoeng Oase Ondomohen.</p>
<p></p>
<p>Terletak di jantung Kota Surabaya, berdekatan dengan kuliner sate kelapa legendaris, suasana kampung yang biasanya tenang berubah menjadi lebih hidup. Sebanyak 26 siswa kelas 1 Sekolah Cikal Surabaya, didampingi lima guru, menyusuri gang-gang kampung dalam kegiatan field trip bertema “Our choices may determine the sustainability of the Earth’s resources.” </p>
<p></p>
<p>Selama kurang lebih dua jam, anak-anak tidak hanya berjalan dan melihat, tetapi juga berinteraksi langsung dengan berbagai praktik pengelolaan lingkungan mulai dari pengolahan sampah hingga budidaya yang selama ini hanya mereka kenal melalui buku pelajaran di kelas.</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x_69da31a1a16f8.webp" alt=""></p>
<p><strong>Dari Teori ke Aksi Nyata</strong></p>
<p>Kepala TK-SD Cikal Surabaya, Dina Irdhina, menjelaskan bahwa kunjungan itu dirancang untuk menjembatani pembelajaran di kelas dengan praktik di lapangan. Menurutnya, konsep keberlanjutan akan lebih mudah dipahami jika anak-anak melihat langsung penerapannya.</p>
<p></p>
<p>"Jadi anak-anak Year One sedang melakukan outing class untuk melihat bagaimana kebiasaan manusia dalam kehidupan sehari-hari sangat menentukan keberlanjutan sumber daya alam di bumi, yang mana kali ini kita belajar dari kehidupan warga KBA Kampoeng Oase Ondomohen," ujar Dina saat dikonfirmasi pada Sabtu (11/4/2026).</p>
<p></p>
<p>Ia menekankan bahwa KBA Kampoeng Oase Ondomohen dipilih karena menghadirkan contoh konkret melalui aksi nyata dari warganya yang melakukan praktik urban farming hingga budidaya hewan yang diintegrasikan melalui proses pengolahan sampah.</p>
<p></p>
<p>"Kita mau memberikan contoh nyata pada anak-anak bahwa semua teori-teori yang dipelajari di dalam kelas itu ternyata ada bentuk nyatanya dan itu dekat dengan kita," terangnya.</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x_69da31a876927.webp" alt=""></p>
<p>Di kampung tersebut, anak-anak diperlihatkan bagaimana sisa makanan yang biasanya dibuang bisa diolah menjadi pakan maggot, yang kemudian dimanfaatkan lagi sebagai pakan ikan. Rantai sederhana itu menjadi gambaran nyata tentang ekonomi sirkular, bahwa limbah tidak selalu berakhir sebagai sampah.</p>
<p></p>
<p>Tak hanya itu, mereka juga belajar mengolah sampah plastik menjadi barang bernilai guna. Dengan berkolaborasi dengan Kampoeng Pintar Oase Tembok Gede, anak-anak diajarkan untuk mengolah sampah yang sulit terurai hingga puluhan hingga ratusan tahun itu menjadi ecobrick, vas bunga, hingga bahan cacahan yang bisa dijual kembali.</p>
<p></p>
<p>"Anak-anak jadi tahu bahwa sampah plastik itu tidak berhenti di satu tahap konsumsi saja, tapi bisa ada keberlanjutan lainnya," imbuh Dina.</p>
<p></p>
<p><strong>Belajar dari Rasa Penasaran</strong></p>
<p>Yang menarik, kegiatan tersebut tidak berlangsung satu arah. Setiap anak dibekali selembar kertas kosong untuk menuliskan pertanyaan mereka sendiri. Metode itu mendorong rasa ingin tahu sekaligus membuat pembelajaran lebih personal.</p>
<p></p>
<p>"Jadi anak-anak nanti akan menuliskan inquiry question atau pertanyaan penasaran mereka selama berkeliling di area kampung," jelas Dina.</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x_69da33b9592bd.webp" alt=""></p>
<p>Dari pertanyaan sederhana seperti “apa itu daur ulang?” hingga “bagaimana cara mengurangi plastik,” proses tersebut menunjukkan bahwa pemahaman lingkungan bisa tumbuh dari rasa ingin tahu yang alami.</p>
<p></p>
<p>Menurutnya pembelajaran di KBA Kampoeng Oase Ondomohen sangat direkomendasikan, khususnya bagi anak-anak untuk belajar soal pengelolaan lingkungan dan ketahanan pangan.</p>
<p></p>
<p>"Jadi yang kami awalnya mengira pembelajaran di KBA Kampoeng Oase Ondomohen ini bakal berat untuk anak-anak ternyata engga," sambung Dina.</p>
<p></p>
<p>Dengan begitu, Dina berharap pengalaman para siswa tak berhenti di lokasi kunjungan, melainkan terbawa ke kehidupan sehari-hari.</p>
<p></p>
<p>"Harapannya anak-anak bisa ter-encourage untuk melakukan apa yang dilakukan warga kampung ini di rumah dan di sekolah," tandas Dina.</p>
<p></p>
<p><strong>Kampung sebagai Ruang Belajar Hidup</strong></p>
<p>Bagi warga kampung, kunjungan semacam ini bukan hal baru. Ketua RT setempat, Endang Sriwulansari, menyebut bahwa setiap tahun kampung mereka menerima kunjungan dari berbagai sekolah.</p>
<p></p>
<p>“Setiap tahun itu biasanya kita mendapatkan kunjungan dari sekolah dari berbagai jenjang.” ujar Endang.</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x_69da31c350e0a.webp" alt=""></p>
<p>Namun, setiap kunjungan tetap dirancang sesuai usia peserta. Untuk anak-anak kelas 1, materi dibuat sederhana dan menyenangkan. Sedangkan jika yang berkunjung adalah remaja hingga dewasa, maka kegiatan kunjungan akan disesuaikan untuk lebih kompleks.</p>
<p></p>
<p>"Kita memberikan beberapa materi kunjungan yang menarik dan mudah, yakni mempelajari tentang pengolahan sampah atau daur ulang yang cocok dengan umur mereka," tutur Endang.</p>
<p></p>
<p>Anak-anak diajak langsung membuat pot dari botol plastik bekas dan menyusun ecobrick. Selain itu, mereka juga dikenalkan pada budidaya ikan, maggot, hingga lobster, sebuah gambaran sederhana tentang bagaimana lingkungan bisa dikelola untuk mendukung kehidupan.</p>
<p></p>
<p>"Kita berharap supaya anak-anak lebih tahu, tidak hanya teori, tetapi bisa melihat dan praktik langsung," ujarnya.</p>
<p></p>
<p><strong>Dari Lingkungan ke Ketahanan Pangan</strong></p>
<p>Pembina kampung, Adi Candra, melihat kegiatan kali ini sebagai bagian dari pembelajaran yang lebih luas, tidak hanya soal lingkungan, tetapi juga relevan dengan isu ketahanan pangan yang kini sedang disorot oleh dunia.</p>
<p></p>
<p>Menurutnya, pengelolaan sampah yang baik dapat mendukung program urban farming yang sudah berjalan di kampung tersebut. Limbah diolah, lalu dimanfaatkan kembali untuk mendukung produksi pangan, sebuah siklus yang saling terhubung.</p>
<p></p>
<p>Ia juga menilai KBA Kampoeng Oase Ondomohen menjadi pilihan banyak institusi sebagai tempat untuk belajar soal keberlanjutan dan ketahanan pangan karena pendekatannya yang realistis dan inklusif.</p>
<p></p>
<p>“KBA Kampoeng Oase Ondomohen ini dipilih karena memang paling realistis, menyajikan berbagai macam pembelajaran dan melalui aksi nyata dari oara warganya," tutur Adi.</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x_69da31bba3d7e.webp" alt=""></p>
<p>Disisi lain, kegiatan kali ini juga melibatkan mahasiswa yang sedang melakukan program Magang Mandiri MBKM selama kurang lebih 5 bulan. Mereka terdiri dari mahasiswa Prodi Agribisnis dari UPN Veteran Jawa Timur dan Universitas Wijayaputra Surabaya. Mereka yang terlibat dalam giat kunjungan SD Cikal diantaranya:</p>
<ul>
<li>Eunike Florentina Br Tarigan (Mahasiswa Magang MBKM Agribisnis UPN Veteran Jawa Timur)</li>
<li>Salsalina Aprilia Br Ginting (Mahasiswa Magang MBKM Agribisnis UPN Veteran Jawa Timur)</li>
<li>Yona Leoni Br Simatupang (Mahasiswa Magang MBKM Agribisnis UPN Veteran Jawa Timur)</li>
<li>Rakindra Putri Ardhini (Mahasiswa Magang MBKM Agribisnis UPN Veteran Jawa Timur)</li>
</ul>
<p></p>
<p>"Kebetulan juga hari ini ada adik-adik mahasiswa yang ikut terlibat untuk membantu kegiatan hari ini, mereka juga membantu dalam memberikan materi kepada anak-anak," sebut Adi.</p>
<p></p>
<p>Tak hanya untuk siswa umum, kampung ini juga terbuka bagi anak berkebutuhan khusus, bahkan hingga delegasi internasional dari Thailand dan Filipina yang datang untuk belajar tentang isu lingkungan dan ekonomi sirkular. Karenanya, Adi berharap kegiatan seperti ini terus berlanjut dan menjangkau lebih banyak pihak.</p>
<p></p>
<p>"Kami berharap kunjungan ini bisa terus dan juga bisa diinformasikan kepada jejaring yang lebih luas," ujar Adi.</p>
<p></p>
<p>Kunjungan singkat selama dua jam itu mungkin terlihat sederhana. Namun di baliknya, ada proses penting untuk menanamkan cara berpikir baru sejak dini. Bahwa membuang sampah bukan akhir dari sebuah benda. Bahwa pilihan kecil sehari-hari bisa berdampak besar bagi bumi.</p>
<p></p>
<p>Di tangan anak-anak inilah, konsep keberlanjutan perlahan berubah dari sekadar pelajaran menjadi kebiasaan. Dan dari sebuah kampung di tengah kota, pelajaran itu mulai tumbuh, pelan, tapi pasti.</p>
<p></p>
<p>Kegiatan itu juga didukung penuh oleh HPAI (Himpunan Penggiat Adiwiyata Indonesia) DPW Kota Surabaya, YLBA (Yayasan Lestari Bumi Abadi) Kota Surabaya, Kampoeng Oase Suroboyo Group , PERBANUSA (Perkumpulan Pengelola Sampah dan Bank Sampah Nusantara) DPD I Jawa Timur , Forum GRADASI (Gerakan Sedekah Sampah Indonesia) Jawa Timur dan DPP IFTA (Indonesian Fighter Tourism Association) Jelajah Indonesia. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Surabaya Integrasikan Job Fair dan Business Matching, Jawab Tantangan Mismatch Tenaga Kerja</title>
<link>https://suarajatimpost.com/surabaya-integrasikan-job-fair-dan-business-matching-jawab-tantangan-mismatch-tenaga-kerja</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/surabaya-integrasikan-job-fair-dan-business-matching-jawab-tantangan-mismatch-tenaga-kerja</guid>
<description><![CDATA[ Puncak acara akan digelar di Grand City Convention Hall dengan agenda pelepasan ekspor produk UMKM Surabaya secara simbolis. Kegiatan tersebut rencananya dihadiri Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi bersama perwakilan Kementerian Perdagangan. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x580_69d50a5a2e8ef.webp" length="35638" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Tue, 07 Apr 2026 22:40:23 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ryan Ramadhan</dc:creator>
<media:keywords>Job Fair, Disperinaker Surabaya, Kerja, Pencaker, Surabaya, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SURABAYA, SJP — </strong>Persoalan ketidaksesuaian (mismatch) antara kebutuhan industri dan kualifikasi tenaga kerja masih menjadi tantangan serius di tengah dinamika ekonomi global. </p>
<p></p>
<p>Guna menjawab persoalan tersebut, Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya menghadirkan pendekatan baru dengan mengintegrasikan bursa kerja dan pertemuan bisnis dalam Surabaya Industrial &amp; Labour Festival 2026.</p>
<p></p>
<p>Kegiatan yang berlangsung pada 7–9 April 2026 di Balai Kota Surabaya dan Grand City Convention Hall ini mempertemukan langsung pencari kerja dengan pelaku industri, sekaligus membuka akses pasar global bagi pelaku usaha lokal melalui skema business matching.</p>
<p></p>
<p>Sekretaris Daerah Kota Surabaya, Lilik Arijanto, mengatakan bahwa integrasi dua agenda tersebut menjadi langkah strategis untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi sekaligus mengurangi kesenjangan antara dunia kerja dan industri.</p>
<p></p>
<p>“Kegiatan ini murni hasil kerja sama dengan para pelaku usaha di Surabaya tanpa menggunakan dana APBD. Ini adalah komitmen kita bersama untuk menyiapkan lapangan kerja di tengah tantangan ekonomi dunia yang sedang dinamis,” ujar Lilik, Selasa (7/4/2026).</p>
<p></p>
<p>Dalam forum business matching, Pemkot Surabaya menghadirkan buyer dari enam negara, yakni Pakistan, Brunei Darussalam, Amerika Serikat, Singapura, Hong Kong, dan Oman. Berbagai produk unggulan ditawarkan, mulai dari makanan dan minuman, furnitur, hingga fesyen seperti batik.</p>
<p></p>
<p>“Kita ingin produk lokal Surabaya tidak hanya jago di tingkat nasional, tapi naik kelas ke skala global. Infrastruktur pendukung seperti transportasi dan arus logistik terus kita kembangkan untuk mendukung efisiensi ekspor,” imbuhnya.</p>
<p></p>
<p>Selain membuka akses pasar internasional, Pemkot juga memperkuat kesiapan pelaku usaha melalui coaching clinic ekspor. Kegiatan ini diikuti 80 pelaku usaha, dengan 36 di antaranya telah terkurasi dan siap mengikuti business matching.</p>
<p></p>
<p>Sementara itu, Kepala Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja (Disperinaker) Kota Surabaya, Hebi Djuniantoro, menyampaikan bahwa festival ini diikuti sekitar 35 perusahaan yang menyediakan sedikitnya 1.200 lowongan pekerjaan.</p>
<p></p>
<p>Antusiasme masyarakat terlihat dari jumlah pendaftar yang telah menembus lebih dari 2.000 orang melalui aplikasi Arek Suroboyo Siap Kerjo (ASSIK).</p>
<p></p>
<p>“Ini adalah langkah konkret untuk menurunkan angka pengangguran,” kata Hebi.</p>
<p></p>
<p>Puncak acara akan digelar di Grand City Convention Hall dengan agenda pelepasan ekspor produk UMKM Surabaya secara simbolis. Kegiatan tersebut rencananya dihadiri Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi bersama perwakilan Kementerian Perdagangan.</p>
<p></p>
<p>“Besok akan dilakukan pelepasan ekspor produk UMKM Surabaya ke luar negeri secara simbolis. Kami bersama Export Center Jawa Timur mematok target transaksi mencapai 100 juta dolar Amerika. Ini adalah awal dari penguatan klaster industri di Surabaya,” tegasnya.</p>
<p></p>
<p>Selain itu, agenda lanjutan berupa walk-in interview juga disiapkan untuk mempercepat proses rekrutmen, sehingga mempertemukan kebutuhan industri dengan tenaga kerja secara lebih efektif.</p>
<p></p>
<p>Melalui integrasi job fair dan business matching ini, Pemkot Surabaya berharap dapat menciptakan ekosistem ketenagakerjaan yang lebih adaptif sekaligus mendorong pelaku usaha lokal menembus pasar global. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Angkot Kota Pahlawan Kian Terdesak, Dishub Surabaya Mediasi dengan Pemilik Lyn Urus Izin KIR&amp;Trayek</title>
<link>https://suarajatimpost.com/angkot-kota-pahlawan-kian-terdesak-dishub-surabaya-mediasi-dengan-pemilik-lyn-urus-izin-kir-trayek</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/angkot-kota-pahlawan-kian-terdesak-dishub-surabaya-mediasi-dengan-pemilik-lyn-urus-izin-kir-trayek</guid>
<description><![CDATA[ Di tengah 90 persen angkot mati, protes pemilik lyn pecah di Terminal Intermoda Joyoboyo, memaksa Dinas Perhubungan Kota Surabaya membuka mediasi usai penertiban besar-besaran. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x580_69d4fcce3d823.webp" length="55430" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Tue, 07 Apr 2026 22:00:34 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ryan Ramadhan</dc:creator>
<media:keywords>Lyn, Angkot, Joyoboyo, Dishub Surabaya, Surabaya, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SURABAYA, SJP -</strong> Di tengah meredupnya keberadaan angkutan kota (angkot) di Surabaya yang kini disebut-sebut hampir 90 persen tidak lagi beroperasi, ketegangan antara pemerintah dan pemilik lyn malah memuncak beberapa waktu terakhir. </p>
<p></p>
<p>Penertiban besar-besaran yang sempat dilakukan oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya dalam beberapa waktu lalu ternyata memicu protes, hingga berujung pada meja mediasi di Terminal Intermoda Joyoboyo.</p>
<p></p>
<p>Pemerintah Kota melalui Dinas Perhubungan Kota Surabaya akhirnya menemui belasan perwakilan pemilik lyn. Pertemuan yang berlangsung di lantai dua gedung terminal tersebut dipimpin langsung oleh Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dishub, Trio Wahyu Bowo, sebagai respons atas aksi demonstrasi yang digelar para pemilik angkutan umum.</p>
<p></p>
<p>Aksi protes itu muncul lantaran para pemilik lyn keberatan dengan penertiban yang membuat kendaraan mereka tidak diperbolehkan beroperasi. Di sisi lain, pemerintah menegaskan langkah tersebut merupakan bagian dari penegakan aturan yang telah lama berlaku.</p>
<p></p>
<p>Trio Wahyu Bowo menjelaskan bahwa penertiban yang dimulai sejak 1 April telah mengacu pada sejumlah regulasi, seperti Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009, Peraturan Pemerintah Nomor 74 Tahun 2014, serta Permenhub Nomor 117 Tahun 2018. Aturan tersebut mewajibkan setiap angkutan umum memiliki kelengkapan izin seperti trayek, kartu pengawasan, STNK, dan buku KIR yang masih berlaku.</p>
<p></p>
<p>"Nah, kami melakukan itu, mereka menolak dan sekarang mereka menyampaikan unek-uneknya karena kesulitan memperpanjang STNK, trayek, serta KIR-nya," ujar Trio saat dikonfirmasi pada Selasa (7/4/2026).</p>
<p></p>
<p>Menurut Trio, dalam mediasi terungkap bahwa persoalan utama yang dihadapi para pemilik angkot bukan semata keengganan mematuhi aturan, melainkan hambatan administratif. Koperasi yang menaungi organisasi angkutan umum di Surabaya disebut tidak berjalan, sehingga memperumit proses perpanjangan izin.</p>
<p></p>
<p>"Tadi sudah dijelaskan, mereka kesulitan karena koperasi yang ada di induk organisasi mereka tidak berjalan," jelasnya.</p>
<p></p>
<p>Sebagai jalan keluar, Dishub bersama Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah serta Perdagangan Surabaya akan memberikan pendampingan kepada para pemilik angkutan umum, termasuk dalam menghidupkan kembali koperasi dan mengurus kelengkapan administrasi.</p>
<p></p>
<p>"Kami memfasilitasi bersama Dinkopumdag akan mendampingi," imbuhnya.</p>
<p></p>
<p>Meski memberikan ruang solusi, pemerintah tetap bersikap tegas. Trio menyebutkan, para pemilik angkot diberi waktu satu minggu untuk melengkapi seluruh perizinan. Namun selama itu, operasi penertiban tetap berjalan.</p>
<p></p>
<p>"Pemkot Surabaya mendampingi, tentunya berimbang kami tetap melakukan penertiban," terang Trio.</p>
<p></p>
<p>Sejak penertiban dimulai awal April, Dishub telah menjatuhkan sanksi administratif terhadap 17 unit angkot, termasuk tindakan penggembokan kendaraan. Kendaraan yang disanksi masih dapat kembali beroperasi apabila seluruh izin telah dilengkapi.</p>
<p></p>
<p>“Silahkan, bisa (dibuka gemboknya) kalau mereka bisa (mengurus perizinannya)," ungkapnya.</p>
<p></p>
<p>Dari pihak pemilik angkot, Pembina Angkutan Kota Surabaya, Ahmad Basori, menegaskan bahwa aksi demonstrasi dilakukan untuk menyuarakan kesulitan yang mereka hadapi, khususnya terkait proses administrasi yang bergantung pada koperasi.</p>
<p></p>
<p>“Kami meminta untuk membantu dalam hal surat menyurat, agar teman-teman di lapangan bisa beroperasi dengan normal," ucap Ahmad.</p>
<p></p>
<p>Ia juga menggambarkan kondisi angkot di Surabaya yang kini berada di titik kritis.</p>
<p></p>
<p>“Sekarang ini memang hampir 90 persen angkot di Surabaya mati semua terkait KIR dan trayeknya.”</p>
<p></p>
<p>Namun demikian, Ahmad menyambut positif hasil mediasi yang membuka peluang solusi melalui fasilitasi pemerintah untuk mengaktifkan kembali koperasi.</p>
<p></p>
<p>“Pak Kadis menyampaikan bahwasanya koperasi yang sudah terbentuk nanti dijalankan lagi, dibantu difasilitasi," jelasnya.</p>
<p></p>
<p>Hal senada disampaikan Ketua Angkot Lyn D Surabaya, Kasian, yang menyebut akan ada pertemuan lanjutan guna mempercepat pengurusan izin.</p>
<p></p>
<p>“Nanti akan diundang, dibantu sama Dishub untuk melancarkan pengurusannya," tandas Kasian. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Mahasiswa Papua Gelar Aksi di Grahadi, Tuntut Hentikan Operasi Perusahaan dan Militer di Papua</title>
<link>https://suarajatimpost.com/mahasiswa-papua-gelar-aksi-di-grahadi-tuntut-hentikan-operasi-perusahaan-dan-militer-di-papua</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/mahasiswa-papua-gelar-aksi-di-grahadi-tuntut-hentikan-operasi-perusahaan-dan-militer-di-papua</guid>
<description><![CDATA[ Dalam selebaran yang dibagikan saat aksi, Aliansi Mahasiswa Papua menyoroti sejarah panjang keberadaan perusahaan tambang di Papua sejak kontrak karya pertama pada 1967, serta mengaitkannya dengan pelaksanaan PEPERA 1969 yang mereka nilai tidak demokratis. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x580_69d4f84c1c122.webp" length="61064" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Tue, 07 Apr 2026 20:09:21 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ryan Ramadhan</dc:creator>
<media:keywords>Aliansi Mahasiswa Papua, Papua, Papua Barat, PT Freeport, Gedung Negara Grahadi, Grahadi, Aksi, Surabaya, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SURABAYA, SJP —</strong> Sejumlah massa dari Aliansi Mahasiswa Papua menggelar demonstrasi di depan Gedung Negara Grahadi, Selasa (7/4/2026) sore. Aksi yang dimulai sekitar pukul 15.30 WIB itu diikuti massa yang datang dari arah Jalan Pemuda.</p>
<p></p>
<p>Dalam aksi tersebut, massa menyuarakan penolakan terhadap operasi perusahaan dan kehadiran militer di Papua yang dinilai berdampak buruk bagi masyarakat adat. Mereka juga menuntut negara segera menyelesaikan konflik yang terjadi di wilayah tersebut.</p>
<p></p>
<p>Sekretaris Umum Aliansi Mahasiswa Papua, Niko, menyebut masyarakat adat menjadi pihak yang paling terdampak dari aktivitas investasi di Papua.</p>
<p></p>
<p>"Yang berdampak adalah masyarakat adat asli di wilayah itu. Kami menuntut negara menghentikan segala operasi perusahaan di Papua," jelas Niko, Selasa (7/4/2026).</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x_69d4f84589023.webp" alt=""></p>
<p>Selain itu, ia menegaskan bahwa solusi utama atas persoalan Papua adalah pemberian hak menentukan nasib sendiri bagi rakyat Papua.</p>
<p></p>
<p>"Menentukan nasib sendiri adalah solusi bagi orang Papua untuk menyelesaikan persoalan yang terjadi," imbuhnya.</p>
<p></p>
<p>Dalam orasinya, massa juga menyoroti kehadiran militer yang dianggap berkaitan dengan kepentingan ekonomi di Papua, termasuk masuknya perusahaan-perusahaan besar seperti Freeport-McMoRan.</p>
<p></p>
<p>Tak hanya isu Papua, mereka turut menyinggung peristiwa yang terjadi di Yogyakarta. Aliansi tersebut mengecam tindakan aparat kepolisian yang dinilai tidak melalui prosedur hukum.</p>
<p></p>
<p>“Kami mengecam tindakan aparat kepolisian tanpa bukti yang jelas," tegas Niko.</p>
<p></p>
<p>Mereka juga mendesak agar pimpinan kepolisian daerah setempat dicopot dari jabatannya. Hal itu didasarkan pada banyaknya tindakan kepolisian yang dirasa dilakukan tanpa dasar hukum yang jelas </p>
<p></p>
<p>"Kami menuntut agar Kapolda segera dicopot karena tidak menjalankan mekanisme hukum," ungkapnya.</p>
<p></p>
<p>Selain itu, massa mengklaim terdapat korban meninggal dunia dalam peristiwa tersebut yang belum seluruhnya terdata secara resmi.</p>
<p></p>
<p>"Korban yang meninggal lebih dari 10 orang, namun belum semuanya terdata," terang Niko..</p>
<p></p>
<p>Dalam selebaran yang dibagikan saat aksi, Aliansi Mahasiswa Papua menyoroti sejarah panjang keberadaan perusahaan tambang di Papua sejak kontrak karya pertama pada 1967, serta mengaitkannya dengan pelaksanaan PEPERA 1969 yang mereka nilai tidak demokratis.</p>
<p></p>
<p>Mereka juga mengangkat isu deforestasi dan eksploitasi sumber daya alam yang disebut telah merusak wilayah hutan dan kehidupan masyarakat adat di Papua.</p>
<p></p>
<p>Aksi ditutup dengan penyampaian sembilan tuntutan, di antaranya pemberian hak menentukan nasib sendiri, penutupan perusahaan tambang dan energi di Papua, penarikan militer, hingga pembukaan akses jurnalis ke wilayah tersebut. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>600 Jukir Tersingkir di Tengah Reformasi Parkir Surabaya</title>
<link>https://suarajatimpost.com/600-jukir-tersingkir-di-tengah-reformasi-parkir-surabaya</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/600-jukir-tersingkir-di-tengah-reformasi-parkir-surabaya</guid>
<description><![CDATA[ Sebanyak 600 jukir resmi diberhentikan oleh Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Surabaya karena tidak mendukung digitalisasi parkir, khususnya dalam hal aktivasi rekening bank yang menjadi syarat utama sistem non-tunai. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x580_69d3aeec4cff7.webp" length="44496" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 06 Apr 2026 21:59:12 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ryan Ramadhan</dc:creator>
<media:keywords>Juru Parkir, Jukir, Parkir Surabaya, Parkir Digital, Parkir Non-tunai, Dishub, Surabaya, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SURABAYA, SJP - </strong>Langkah tegas Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya dalam merealisasikan kebijakan parkir non-tunai mulai April 2026 kini benar-benar terasa di lapangan. </p>
<p></p>
<p>Setelah sebelumnya hanya digaungkan sebagai upaya penataan dan transparansi, reformasi sistem parkir itu kini berujung pada pemberhentian ratusan juru parkir (jukir) yang menolak mengikuti skema baru.</p>
<p></p>
<p>Sebanyak 600 jukir resmi diberhentikan oleh Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Surabaya karena tidak mendukung digitalisasi parkir, khususnya dalam hal aktivasi rekening bank yang menjadi syarat utama sistem non-tunai.</p>
<p></p>
<p>Pelaksana Tugas Kepala Dishub Surabaya, Trio Wahyu Bowo menjelaskan, penolakan aktivasi rekening membuat para jukir tersebut tidak dapat masuk dalam sistem pembagian hasil berbasis digital.</p>
<p></p>
<p>"Kami tidak bisa memberikan secara tunai kami pun juga nantinya keesokan harinya kami akan transferkan atau melalui non tunai Transfer ke rekening masing-masing jukir," ujar Trio, Senin (6/4/2026)</p>
<p></p>
<p><strong>Aktivasi Rekening Jadi Syarat Utama</strong></p>
<p>Dalam skema baru, setiap jukir diwajibkan memiliki rekening bank untuk menerima pembagian hasil parkir. Sistem ini dirancang untuk memastikan seluruh transaksi tercatat dan transparan.</p>
<p></p>
<p>Adapun skema pembagian yang diterapkan adalah 60 persen untuk Pemkot Surabaya dan 40 persen untuk jukir. Tanpa rekening, jukir tidak bisa menerima bagian tersebut karena seluruh pembayaran dilakukan secara non-tunai.</p>
<p></p>
<p>Menurut Trio, Dishub sebenarnya telah memberikan waktu dan peringatan kepada para jukir agar segera melakukan aktivasi rekening sebelum batas waktu yang ditentukan. Namun hingga tenggat waktu berakhir, ratusan jukir tetap tidak memenuhi persyaratan tersebut.</p>
<p></p>
<p>"Sebelumnya sudah kami beri surat peringatan, maksimal 1 April 2026," terangnya.</p>
<p></p>
<p>Sebagai langkah lanjutan, Pemkot Surabaya memastikan posisi jukir yang diberhentikan akan segera digantikan. Hal ini dilakukan agar operasional parkir tetap berjalan saat kebijakan non-tunai diterapkan penuh.</p>
<p></p>
<p>Pergantian tersebut sekaligus menjadi bagian dari penyesuaian sumber daya manusia terhadap sistem baru yang menuntut keterbukaan dan keterhubungan dengan sistem perbankan.</p>
<p></p>
<p>Di tengah kebijakan yang menuai konsekuensi besar bagi para jukir, Dishub menegaskan bahwa digitalisasi parkir bukan semata-mata untuk meningkatkan pendapatan daerah.</p>
<p></p>
<p>"Pemerintah kota menjalankan digitalisasi parkir ini bukan karena pendapatan parkir tapi karena memang tuntutan warga Kota Surabaya untuk transparansi," jelas Trio.</p>
<p></p>
<p>"Jadi ketika digitalisasi parkir ini tidak ada saling tuduh," imbuhnya.</p>
<p></p>
<p>Menurutnya, sistem baru diharapkan menghilangkan kecurigaan antar pihak, baik antara jukir, koordinator lapangan, maupun pemerintah.</p>
<p></p>
<p><strong>Masyarakat Diminta Tidak Bayar Tunai</strong></p>
<p>Selain penataan internal jukir, dukungan masyarakat juga dinilai krusial dalam keberhasilan kebijakan ini. Dishub meminta warga Surabaya untuk tidak lagi melakukan pembayaran parkir secara tunai.</p>
<p></p>
<p>Langkah itu sejalan dengan kebijakan yang telah ditegaskan sebelumnya oleh Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, yang menargetkan seluruh pembayaran parkir di Tepi Jalan Umum (TJU) dan tempat usaha beralih ke sistem non-tunai mulai April 2026.</p>
<p></p>
<p>Di sisi lain, mekanisme alternatif berupa voucher parkir masih dalam tahap pengadaan. Voucher ini akan menjadi opsi pembayaran non-tunai selain metode digital seperti QRIS atau uang elektronik. Trio menyebut proses pengadaan tengah dipercepat agar bisa segera digunakan masyarakat.</p>
<p></p>
<p>"Kita percepat karena kemarin sudah kita sosialisasikan ada masukan-masukan, targetnya akhir April 2026 sudah siap diedarkan," pungkasnya. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Ledakan Gegerkan Warga Sidoarjo–Surabaya, Polisi Pastikan Berasal dari Pabrik Baja di Waru</title>
<link>https://suarajatimpost.com/ledakan-gegerkan-warga-sidoarjosurabaya-polisi-pastikan-berasal-dari-pabrik-baja-di-waru</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/ledakan-gegerkan-warga-sidoarjosurabaya-polisi-pastikan-berasal-dari-pabrik-baja-di-waru</guid>
<description><![CDATA[ Ledakan yang menggegerkan warga Sidoarjo dan Surabaya pada Senin siang dipastikan merupakan kecelakaan kerja di pabrik baja, yang terjadi saat proses pemotongan besi, dengan total tiga korban, satu di antaranya meninggal dunia. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x580_69d3a536b08ab.webp" length="10720" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 06 Apr 2026 21:29:33 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ryan Ramadhan</dc:creator>
<media:keywords>Ledakan Sidoarjo, Ledakan, PT Great Wall Steel, PT GWS, Sidoarjo, Waru, Surabaya, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SURABAYA, SJP - </strong>Suara ledakan keras sempat menggemparkan warga di Sidoarjo hingga Surabaya pada Senin (6/4/2026) siang. Kepolisian memastikan, sumber dentuman tersebut berasal dari kecelakaan kerja dalam aktivitas di sebuah pabrik baja di kawasan Waru, sekitar jalan Brigjend Katamso.</p>
<p></p>
<p>Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 14.30 WIB di kawasan Janti, Waru, Sidoarjo. Warga sekitar dibuat panik setelah mendengar suara ledakan keras yang bahkan dilaporkan terdengar hingga sejumlah wilayah Surabaya seperti Kutisari, Siwalankerto, hingga Jalan Ahmad Yani.</p>
<p></p>
<p>Laporan warga yang masuk kemudian ditindaklanjuti aparat kepolisian. Petugas dari Polsek Waru langsung menuju lokasi untuk melakukan pengecekan awal. Kapolresta Sidoarjo, Christian Tobing, menyebut pihaknya segera bergerak setelah menerima informasi tersebut.</p>
<p></p>
<p>"Jadi ada suara ledakan yang lokasinya di PT GWS di Janti, Waru. Dilaporkan pada pukul 14.30 WIB," ujar Christian saat dikonfirmasi, Senin (6/4/2026).</p>
<p></p>
<p>Dari hasil pengumpulan informasi awal di lokasi, ledakan diduga terjadi saat adanya aktivitas pemotongan besi di dalam area pabrik. Polisi masih melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) untuk memastikan penyebab pasti.</p>
<p></p>
<p>"Dari hasil pengumpulan informasi sementara, ada kegiatan pemotongan besi di PT GWS tersebut. Saat ini kami masih melakukan olah TKP," jelas Christian.</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x_69d3a53aa1fa2.webp" alt=""></p>
<p>Sementara itu, warga sekitar juga memberikan gambaran awal terkait kejadian tersebut. Ketua RW setempat, Sukarni, mengaku mendapat informasi dari orang dalam pabrik mengenai sumber ledakan.</p>
<p></p>
<p>Masyarakat sempat menduga adanya bom yang meledak, namun informasi secara cepat menyebar dengan dugaan awal adanya drum yang meledak di kawasan pabrik, dengan korban berjumlah tiga orang.</p>
<p></p>
<p>Dalam perkembangan terbaru, kepolisian memastikan ledakan tersebut merupakan kecelakaan kerja di pabrik baja PT Great Wall Steel (GWS). Dua pekerja diketahui sedang melakukan pemotongan besi tua menggunakan alat las/blender saat insiden terjadi.</p>
<p></p>
<p>“Pada saat pemotongan besi tua menggunakan las blender terjadi ledakan dari besi," ungkal Christian.</p>
<p></p>
<p>Polisi juga mengonfirmasi adanya korban jiwa dalam kejadian tersebut. Sementara itu, dua korban lainnya berinisial P dan K mengalami luka-luka dan telah mendapatkan perawatan medis.</p>
<p></p>
<p>“Satu korban atas nama inisial R terkonfirmasi meninggal dunia," imbuhnya.</p>
<p></p>
<p>Christian memastikan bahwa seluruh korban telah dievakuasi ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan. Namun, pada tahap awal, kondisi korban masih menunggu hasil pemeriksaan medis.</p>
<p></p>
<p>"Korban sudah dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan," ucapnya.</p>
<p></p>
<p>Hingga saat ini, aparat dari Polresta Sidoarjo, Polsek Waru, serta Tim Jibom Polda Jawa Timur masih melakukan olah TKP untuk mendalami penyebab pasti ledakan.</p>
<p></p>
<p>"Sambil kita menentukan penyebab terjadinya suara ledakan," terangnya.</p>
<p></p>
<p>Selain menimbulkan korban, ledakan juga dilaporkan berdampak ke lingkungan sekitar. Warga menyebut adanya serpihan logam yang terlempar hingga ke permukiman, meski data kerusakan masih dalam proses pendataan.</p>
<p></p>
<p>Kerasnya dentuman membuat suara ledakan tidak hanya terdengar di sekitar lokasi kejadian, tetapi juga menjangkau wilayah lain di Sidoarjo seperti Taman, hingga beberapa kawasan di Surabaya.</p>
<p></p>
<p>Peristiwa ini awalnya sempat memicu kekhawatiran warga karena suara ledakan yang tidak biasa dan cukup luas jangkauannya, sempat beredar informasi simpang siur di tengah masyarakat sebelum akhirnya dipastikan berasal dari aktivitas industri di dalam pabrik. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Pameran di Tengah Tenggat: Seniman Surabaya Melawan Pengosongan Balai Pemuda Lewat “Art of Freedom”</title>
<link>https://suarajatimpost.com/pameran-di-tengah-tenggat-seniman-surabaya-melawan-pengosongan-balai-pemuda-lewat-art-of-freedom</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/pameran-di-tengah-tenggat-seniman-surabaya-melawan-pengosongan-balai-pemuda-lewat-art-of-freedom</guid>
<description><![CDATA[ Alih-alih mengosongkan ruang pada 1–8 April, seniman Surabaya justru menggelar pameran “Art of Freedom” di Balai Pemuda Surabaya sebagai bentuk perlawanan terbuka terhadap upaya pengosongan ruang seni Balai Pemuda Surabaya. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x580_69d39b80424c4.webp" length="48102" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 06 Apr 2026 20:16:19 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ryan Ramadhan</dc:creator>
<media:keywords>Balai Pemuda, Alun-alun Kota Surabaya, Dewan Kesenian Surabaya, DKS, Art Freedom, Disbudporapar, Pemkot Surabaya, Surabaya, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SURABAYA, SJP - </strong>Kompleks Balai Pemuda Surabaya selama puluhan tahun dikenal sebagai simpul penting pertumbuhan seni dan budaya di Kota Pahlawan. Dari ruang-ruang sederhana di kawasan itu, lahir berbagai perupa, sastrawan, hingga musisi yang membentuk wajah kebudayaan Surabaya. </p>
<p></p>
<p>Namun, dalam beberapa pekan terakhir, ruang yang selama ini hidup dengan aktivitas seni itu justru diliputi ketegangan, menyusul kebijakan Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya yang memerintahkan pengosongan sejumlah ruang kesenian di dalamnya.</p>
<p></p>
<p>Alih-alih menyurutkan semangat berkesenian, para seniman Surabaya justru memilih bertahan. Bahkan, di tengah tenggat waktu pengosongan, mereka malah memilih untuk menggelar pameran seni lukis bertajuk "<em>Art of Freedom</em>" yang berarti "Seni Kebebasan" sebagai bentuk perlawanan terbuka.</p>
<p></p>
<p><strong>Surat Pengosongan dan Dasar Kebijakan</strong></p>
<p>Ketegangan bermula dari terbitnya surat peringatan bernomor 500.17/2388/436.7.16/2026 tertanggal 25 Maret 2026. Surat tersebut ditandatangani Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kebudayaan, Kepemudaan dan Olahraga serta Pariwisata (Disbudporapar) Surabaya, Herry Purwadi.</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x_69d39b7a46eb6.webp" alt=""></p>
<p>Surat tersebut ditujukan kepada Chrisman Hadi selaku Ketua Dewan Kesenian Surabaya (DKS) terkait dengan pengelolaan Galeri Dewan Kesenian Surabaya (DKS) dan sekretariatnya. Dalam isinya, Pemkot menyatakan bahwa sejumlah pihak telah memanfaatkan area di Balai Pemuda tanpa dasar hubungan hukum atau izin resmi.</p>
<p></p>
<p>Pemanfaatan tersebut dinilai melanggar ketentuan pengelolaan barang milik daerah sebagaimana diatur dalam sejumlah regulasi, termasuk Peraturan Pemerintah dan Peraturan Menteri Dalam Negeri. Karena itu, para pengelola diminta untuk:</p>
<ol>
<li>Membongkar dan mengosongkan area yang digunakan</li>
<li>Melakukannya dalam waktu maksimal 7 hari sejak surat diterima</li>
</ol>
<p></p>
<p>Jika tidak dipatuhi, Pemkot menegaskan akan melakukan penertiban sesuai ketentuan yang berlaku.</p>
<p></p>
<p>Sebagai informasi, ruang-ruang yang terdampak meliputi:</p>
<ul>
<li>Dewan Kesenian Surabaya (DKS)</li>
<li>Galeri Merah Putih</li>
<li>Bengkel Muda Surabaya</li>
<li>Warung Mak Ning</li>
</ul>
<p></p>
<p><strong>Pameran di Tengah Tenggat</strong></p>
<p>Tenggat waktu pengosongan yang jatuh pada awal April justru menjadi momentum konsolidasi para seniman. Pada 1–8 April 2026, mereka menggelar pameran seni lukis bertajuk Art of Freedom di Galeri Merah Putih, salah satu ruang yang diminta untuk dikosongkan.</p>
<p></p>
<p>Pameran tersebut diselenggarakan oleh komunitas Aksi Seniman Surabaya (ASSU) dan diikuti oleh berbagai perupa lintas komunitas. Tema “kebebasan” dipilih sebagai refleksi langsung atas situasi yang mereka hadapi.</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x_69d39b69c37f4.webp" alt=""></p>
<p>Ketua ASSU sekaligus ketua pameran, Muit Arsa, menyebut kegiatan ini bukan sekadar agenda seni, melainkan respons atas kebijakan yang dinilai mengancam ruang hidup seniman.</p>
<p></p>
<p>"Pameran ini bagian dari cara kita untuk menyikapi kondisi yang kurang mengenakkan bagi teman-teman seniman Surabaya," ujar Muit, Senin (6/4/2026).</p>
<p></p>
<p>Ia menegaskan bahwa pengosongan ruang berarti hilangnya tempat berkegiatan yang selama ini menjadi pusat aktivitas seni para seniman Surabaya maupun daerah disekitarnya, dari seniman muda hingga para maestro.</p>
<p></p>
<p>"Kalau diminta untuk mengosongkan artinya kita tidak akan bisa berkegiatan lagi di Balai Pemuda. Karena bagaimanapun Balai Pemuda itu adalah oase kesenian teman-teman seniman Surabaya," terangnya.</p>
<p></p>
<p>Menurut Muit, alasan “penataan ulang” yang disampaikan pemerintah dalam surat yang diedarkan tidak cukup jelas dan justru menimbulkan kekhawatiran di kalangan seniman.</p>
<p></p>
<p>“Kalau transparan misalkan ini nanti penataan ulang mau dijadikan galeri yang lebih representatif, mungkin tidak ada masalah. Tapi ketika itu hanya untuk penataan ulang, ini yang jadi tanda tanya," ucapnya.</p>
<p></p>
<p>Ia mengaku khawatir ruang tersebut justru akan dialihfungsikan di luar kepentingan seni. </p>
<p></p>
<p>“Jangan-jangan nanti disewakan untuk kegiatan di luar kesenian. Itu yang kita khawatirkan," tegasnya.</p>
<p></p>
<p><strong>Mosi Tidak Percaya dan Konsolidasi Seniman</strong></p>
<p>Selain pameran, pembukaan acara pada 1 April juga diisi dengan pengumpulan tanda tangan sebagai bentuk mosi tidak percaya terhadap Plt Disbudporapar. Langkah ini akan ditindaklanjuti dengan pengiriman surat resmi kepada Wali Kota Surabaya melalui Dewan Kesenian Surabaya.</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x_69d39b71f0291.webp" alt=""></p>
<p>“Pada pembukaan pameran di tanggal 1 April, juga diadakan pengumpulan tanda tangan dari seniman Surabaya sebagai wujud mosi tidak percaya," ungkap Muit </p>
<p></p>
<p>Ia menambahkan, aksi ini merupakan cara seniman menunjukkan eksistensi mereka di tengah kebijakan yang dinilai sepihak. Selain pameran, adapun kegiatan lain yang juga akan mewarnai gerakan perlawanan ini, yakni melukis bersama dan diskusi publik bertemakan kasus yang terjadi.</p>
<p></p>
<p>“Harapannya Pemkot tidak serampangan dalam hal penertiban seniman yang ada di Balai Pemuda," harapnya.</p>
<p></p>
<p><strong>DKS: <em>“Balai Pemuda Bulan Sekadar Fasilitas Milik Pemerintah”</em></strong></p>
<p>Sementara itu, Ketua Dewan Kesenian Surabaya (DKS), Chrisman Hadi, yang juga menjadi pihak yang dituju dalam surat yang dilayangkan oleh Pemkot Surabaya, memandang persoalan ini jauh melampaui urusan administratif.</p>
<p></p>
<p>Menurutnya, Galeri DKS dan Balai Pemuda merupakan ruang publik kebudayaan yang terbentuk dari sejarah panjang dan kerja kolektif, yang mana jika digusur sama artinya dengan mencabut simpul terpenting bingkai kesadaran seni budaya di Surabaya</p>
<p></p>
<p>“Galeri DKS di Balai Pemuda adalah ruang publik kebudayaan yang dibangun oleh sejarah dan kepercayaan masyarakat," kata Chrisman.</p>
<p></p>
<p>Ia menilai kebijakan pengosongan menunjukkan absennya proses dialog dengan pelaku seni budaya di Balai Pemuda, baik itu dari pihak DKS, Bengkel Muda, Galeri Merah Putih hingga Mak Ning Warung yang sudah lama menjadi urat nadi pergaulan para seniman</p>
<p></p>
<p>"Tanpa adanya partisipasi dari para penggiat seni, maka surat itu bukan sekadar dokumen administratif, ia adalah penanda bahwa pendekatan dialogis telah ditinggalkan oleh pemerintah dalam mengelola ruang budaya," tegas Chrisman.</p>
<p></p>
<p>Ia menilai keputusan tersebut sebagai bentuk pengabaian terhadap prinsip demokrasi kebudayaan. Menurutnya, negara yang dalam hal ini pemerintah Kota Surabaya, seharusnya menjadi pelindung ekosistem seni bukan justru menjadi aktor yang mempersempit ruang hidupnya.</p>
<p></p>
<p>"Kebijakan ini berpotensi menciptakan efek domino, mulai dari melemahkan komunitas, memutus regenerasi, hingga menghilangkan ruang ekspresi publik yang kritis," tegasnya.</p>
<p></p>
<p>Kendati demikian, DKS menegaskan akan tetap menjalankan kegiatan dan membuka ruang dialog dengan pihak-pihak terkait, dengan catatan adanya transparansi dan pelibatan seniman dalam pengambilan kebijakan.</p>
<p></p>
<p>"Jika ruang dialog tidak menghasilkan keadilan, maka kami juga menyiapkan langkah advokasi baik secara kultural maupun kebijakan. Ini adalah momentum untuk menegaskan bahwa kebudayaan tidak bisa dipinggirkan tanpa konsekuensi sosial," tandas Chrisman.</p>
<p></p>
<p><strong>Suara Perlawanan: “LAWAN!”</strong></p>
<p>Nada lebih keras disampaikan oleh beberapa seniman Surabaya, salah satunya adalah Roman Chuza. Ia menilai keputusan pengosongan tidak memiliki dasar yang kuat, bahkan mempertanyakan kewenangan pejabat yang menandatangani surat.</p>
<p></p>
<p>"Sebagai Plt, Herry Purwadi sebenarnya tidak berhak membuat aturan seperti itu, apa lagi menyebarluaskan berita aturan yang ia buat sendiri dengan mengatasnamakan Pemkot," ujarnya.</p>
<p></p>
<p>Roman menegaskan bahwa para seniman tidak akan tinggal diam dan akan terus mempertahankan wadah atau ruang-ruang kesenian di Surabaya, termasuk Balai Pemuda.</p>
<p></p>
<p>“Saya dan rekan-rekan melawan dan menolak hal tersebut dengan berbagai cara agar wadah kesenian tetap ada," tegas Roman.</p>
<p></p>
<p>Ia juga menekankan nilai historis panjang yang melekat pada Balai Pemuda, termasuk keberadaan DKS sejak 1971 yang dikaitkan dengan masa awal perkembangan seni nasional di era Soekarno.</p>
<p></p>
<p>“Kita dan semua para seniman tetap bergerak dengan satu kata LAWAN!” pungkasnya.</p>
<p></p>
<p>Pameran Art of Freedom pada akhirnya menjadi lebih dari sekadar peristiwa seni. Ia menjelma menjadi simbol perlawanan, bahwa di tengah ancaman pengosongan, seniman memilih tetap berkarya di ruang yang sama.</p>
<p></p>
<p>Alih-alih meninggalkan Balai Pemuda, mereka justru menghidupkannya. Di titik tersebut, konflik antara kebijakan administratif dan ruang kultural menemukan bentuk paling nyata, meliputi kanvas, warna, dan karya seni yang dipajang di ruang yang sedang dipersoalkan.</p>
<p></p>
<p>Dan selama pameran itu berlangsung, satu pesan tampak jelas disuarakan para seniman Surabaya, bahwa kebebasan berkesenian tidak bisa begitu saja dikosongkan. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Berbicara Melalui Karya, Konsistensi Sie Bersaudara Menembus ARTJOG Kids Empat Tahun Berturut&amp;turut</title>
<link>https://suarajatimpost.com/berbicara-melalui-karya-konsistensi-sie-bersaudara-menembus-artjog-kids-empat-tahun-berturut-turut</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/berbicara-melalui-karya-konsistensi-sie-bersaudara-menembus-artjog-kids-empat-tahun-berturut-turut</guid>
<description><![CDATA[ Sie bersaudara, yakni Raynold Alexander Sie dan Ryu Marcello Sie menembus ARTJOG Kids selama empat tahun berturut-turut, menyiasati batas partisipasi dan menegaskan konsistensi talenta muda di panggung seni nasional. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x580_69d0f2b0aea6a.webp" length="73736" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sat, 04 Apr 2026 19:16:53 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ryan Ramadhan</dc:creator>
<media:keywords>Lotus Art Courses, LAC, ARTJOG, ARTJOG Kids, Surabaya, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SURABAYA, SJP - </strong>Dua bersaudara berbakat, Raynold Alexander Sie (11 tahun) dan Ryu Marcello Sie (6 tahun), siswa dari Lotus Art Courses, menunjukkan pencapaian luar biasa di dunia seni rupa Indonesia. Melalui karya-karya mereka, keduanya berhasil menembus ajang seni prestisius ARTJOG Kids selama empat tahun berturut-turut, dari tahun 2023 hingga 2026.</p>
<p></p>
<p>Sebagai informasi, ARTJOG sendiri merupakan salah satu pameran seni rupa kontemporer paling bergengsi di Indonesia yang diselenggarakan setiap tahun di Jogja National Museum (JNM), Yogyakarta. </p>
<p></p>
<p>Dalam penyelenggaraannya, ARTJOG juga menghadirkan ARTJOG Kids, sebuah divisi khusus yang memberikan ruang bagi seniman anak untuk menampilkan kreativitas dan imajinasi mereka dalam platform profesional berskala nasional.</p>
<p></p>
<p>Menariknya, ARTJOG Kids memiliki batasan partisipasi, di mana setiap peserta hanya diperbolehkan mengikuti maksimal dua edisi. Namun, hal itu justru dijawab dengan pencapaian manis oleh Sie bersaudara. Raynold berhasil lolos dua tahun berturut-turut pada edisi 2023 dan 2024, kemudian dilanjutkan oleh sang adik, Ryu, yang juga lolos pada edisi 2025 dan 2026.</p>
<p></p>
<p>ARTJOG setiap tahunnya mengusung benang kuratorial yang saling terhubung dalam bentuk trilogi tema. Pada periode 2023 hingga 2025, ARTJOG mengangkat trilogi “Motif” yang terdiri dari Motif: Lamaran (2023), Motif: Ramalan (2024), dan Motif: Amalan (2025). Sementara itu, tahun 2026 menandai awal trilogi baru dengan tema Ars Longa, Generatio.</p>
<p></p>
<p>Kehadiran karya Raynold dan Ryu dalam rangkaian tersebut menunjukkan bagaimana keduanya tidak hanya konsisten secara partisipasi, tetapi juga tumbuh mengikuti perkembangan wacana kuratorial ARTJOG dari satu fase ke fase berikutnya.</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x_69d0f2bd46316.webp" alt=""></p>
<p>Pada ARTJOG 2023 dengan tema “Motif: Lamaran”, Raynold menampilkan karya berjudul “Giant Fish Tank” dalam medium kertas A3. Setahun berikutnya, di ARTJOG 2024 bertema “Motif: Ramalan”, ia menampilkan dua karya, yaitu “Bersatu” (kertas A3) dan “Sea Monsters” (kanvas 100x100 cm), yang menunjukkan eksplorasi visual yang semakin matang.</p>
<p></p>
<p>Melanjutkan jejak kakaknya, Ryu tampil produktif di ARTJOG 2025 dengan tema “Motif: Amalan”. Ia memamerkan lima karya sekaligus, yaitu “Dino-Dino Bertengkar” (kertas A3), “Di Dalam Lautan Biru” (kertas A3), “Mau Gigit-gigitan” (kanvas 30x30 cm), “Dunia Ikanku” (kanvas 50x50 cm), serta “Jam Pasir – Waktu Kejar-kejaran, Makan-makanan” (kanvas 60x100 cm) dengan berbagai ukuran dan medium.</p>
<p></p>
<p>Kemudian, memasuki gelaran ARTJOG 2026 dengan tema “Ars Longa, Generatio”, Ryu kembali ikut berkompetisi dan kembali terpilih dengan karya berjudul “I Have a Dream” (kertas A3).</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x_69d0f2b832071.webp" alt=""></p>
<p>Kedua anak itu telah menunjukkan bakat seni sejak usia dini. Raynold bergabung dengan Lotus Art Courses sejak tahun 2022 dan dikenal tekun mengeksplorasi karakter hewan serta figur imajinatif. Kini, karyanya tidak hanya berupa lukisan dua dimensi, tetapi juga mulai berkembang ke bentuk semi tiga dimensi. </p>
<p></p>
<p>Sementara itu, Ryu yang bergabung sejak 2024 juga menunjukkan ketertarikan serupa pada figur dan dunia hewan, dengan pendekatan yang spontan, ekspresif, dan berani.</p>
<p></p>
<p>Keberhasilan itu tidak lepas dari peran Lotus Art Courses (LAC) sebagai wadah pengembangan bakat seni anak. Dengan pendekatan pembelajaran yang mendorong eksplorasi, keberanian berekspresi, serta karakter visual yang kuat, Lotus Art Courses terus berkomitmen mendukung lahirnya seniman-seniman muda berbakat.</p>
<p></p>
<p>Founder Lotus Art Courses, Putu Mahendra, memberikan apresiasi atas pencapaian kedua siswa tersebut, terlebih di umur mereka yang masih muda dan masih memiliki banyak ruang untuk berkembang.</p>
<p></p>
<p>"Raynold dan Ryu adalah contoh nyata bagaimana konsistensi, keberanian berekspresi, dan lingkungan yang tepat dapat membentuk karakter artistik sejak dini," ujar Putu, Sabtu (4/4/2026).</p>
<p></p>
<p>Menurutnya, pendekatan pembelajaran yang mendorong kebebasan berekspresi, terutama untuk anak-anak menjadi kunci penting dalam membangun fondasi tersebut.</p>
<p></p>
<p>"Kami di Lotus Art Courses sangat bangga bisa menjadi bagian dari perjalanan mereka, dan kami percaya potensi mereka masih akan terus berkembang ke level yang lebih tinggi,” ujarnya.</p>
<p></p>
<p>Partisipasi Sie bersaudara dalam ARTJOG Kids selama empat tahun berturut-turut menjadi bukti bahwa talenta muda Indonesia memiliki kualitas dan daya saing tinggi, serta layak mendapatkan ruang di panggung seni yang lebih luas. <strong>(***)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Eri Cahyadi Dukung Penggeledahan PD Pasar Surya, Tegaskan Kasus Korupsi Merupakan Masalah Lama</title>
<link>https://suarajatimpost.com/eri-cahyadi-dukung-penggeledahan-pd-pasar-surya-tegaskan-kasus-korupsi-merupakan-masalah-lama</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/eri-cahyadi-dukung-penggeledahan-pd-pasar-surya-tegaskan-kasus-korupsi-merupakan-masalah-lama</guid>
<description><![CDATA[ Eri menekankan pentingnya penyelesaian cepat terhadap persoalan yang terjadi di masa lalu. Menurutnya, beban tersebut tidak boleh terus berlarut karena dapat mengganggu efektivitas program ke depan. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x580_69ce4b0230cb3.webp" length="25354" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 02 Apr 2026 20:01:28 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ryan Ramadhan</dc:creator>
<media:keywords>Eri Cahyadi, PD Pasar Surya, Kejari Tanjung Perak Surabaya, Kejaksaan Negeri, Korupsi, Surabaya, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SURABAYA, SJP - </strong>Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi merespons penggeledahan Kantor PD Pasar Surya oleh Kejaksaan Negeri (Kejari) Tanjung Perak terkait dugaan korupsi persewaan stan dan lahan. </p>
<p>Ia menegaskan dukungannya terhadap proses hukum yang berjalan, sekaligus mengisyaratkan bahwa persoalan tersebut merupakan warisan dari masa pemerintahan sebelumnya.</p>
<p><strong>Penggeledahan Berawal dari Aduan Pedagang</strong></p>
<p>Sebelumnya, Kejari Tanjung Perak melakukan penggeledahan di kantor PD Pasar Surya pada Senin (30/3/2026). Penggeledahan berlangsung selama 12 jam, mulai pukul 10.00 hingga 22.00 WIB, sebagai bagian dari penyidikan dugaan korupsi dalam tata kelola penyewaan stan dan lahan kosong.</p>
<p>Kasus tersebut mencuat setelah adanya aduan dari para pedagang yang mengeluhkan praktik penyewaan tidak sesuai prosedur. Sejumlah stan diketahui tidak memiliki perjanjian sewa resmi, sehingga menimbulkan ketidakjelasan dalam sistem pembayaran dan pengelolaan.</p>
<p>Kepala Seksi Intelijen Kejari Tanjung Perak Surabaya, I Made Agus Mahendra Iswara, menjelaskan bahwa penggeledahan dilakukan untuk memperkuat pembuktian.</p>
<p>“Upaya paksa ini merupakan kelanjutan dari proses penyidikan dengan mengumpulkan alat bukti maupun barang bukti guna menentukan siapa tersangkanya nanti,” kata Made saat dikonfirmasi, Rabu (1/4/2026) kemarin.</p>
<p>Dari hasil penggeledahan, penyidik menyita 223 dokumen, 8 unit handphone, 1 unit laptop, serta 1 unit CPU yang diduga berkaitan dengan perkara tersebut. Selain itu, sebanyak 15 saksi dari internal PD Pasar Surya juga telah diperiksa.</p>
<p></p>
<p><strong>Eri: Jangan Bebani Pemerintahan Sekarang</strong></p>
<p>Menanggapi hal itu, Eri Cahyadi menegaskan bahwa dirinya mendukung penuh upaya penegakan hukum yang dilakukan Kejari. Ia bahkan mengungkapkan telah meminta jajaran BUMD, termasuk PD Pasar Surya, untuk terbuka terhadap masalah lama yang belum terselesaikan.</p>
<p></p>
<p>“Jadi saya itu kemarin meminta kepada teman-teman PD Pasar Surya, seperti Kebun Binatang Surabaya, kalau ada masalah di masa lalu yang menyebabkan utang piutang, jangan dibebankan kepada masa pemerintahan sekarang,” katanya, Kamis (2/4/2026).</p>
<p></p>
<p>Ia menilai, persoalan yang tidak segera diselesaikan justru dapat menghambat jalannya pemerintahan saat ini, baik dari sisi kinerja maupun pengelolaan keuangan daerah.</p>
<p></p>
<p>Eri menekankan pentingnya penyelesaian cepat terhadap persoalan yang terjadi di masa lalu. Menurutnya, beban tersebut tidak boleh terus berlarut karena dapat mengganggu efektivitas program ke depan.</p>
<p></p>
<p>“Kalau dibebankan sekarang itu kan jadi susah. Maka saya berharap itu sudah bisa selesai. Jadi langsung, langsung selesai sehingga yang ke depan ini kita bisa jalannya lebih enak,” bebernya.</p>
<p></p>
<p>Pernyataan tersebut sekaligus menunjukkan arah kebijakan Pemerintah Kota Surabaya yang ingin melakukan pembenahan menyeluruh terhadap BUMD, khususnya dalam aspek tata kelola dan transparansi.</p>
<p></p>
<p><strong>PD Pasar Surya Pastikan Kooperatif</strong></p>
<p>Di sisi lain, Direktur Utama PD Pasar Surya, Agus Priyo, menyatakan bahwa pihaknya akan menghormati seluruh proses hukum yang sedang berjalan. Ia memastikan bahwa perusahaan daerah tersebut bersikap kooperatif dalam penyidikan.</p>
<p></p>
<p>Selain itu, di tengah proses hukum yang berlangsung, PD Pasar Surya juga berkomitmen untuk tetap menjalankan pelayanan kepada para pedagang seperti biasa.</p>
<p></p>
<p>Langkah ini disebut sejalan dengan semangat transparansi dan profesionalitas yang ditekankan oleh Wali Kota Surabaya.</p>
<p></p>
<p>Kasus dugaan korupsi di PD Pasar Surya menjadi sorotan karena menyangkut pengelolaan aset publik yang langsung bersentuhan dengan aktivitas ekonomi masyarakat.</p>
<p></p>
<p>Dukungan terbuka dari Wali Kota Surabaya terhadap proses hukum ini mengindikasikan adanya dorongan kuat untuk menuntaskan persoalan lama sekaligus memperbaiki tata kelola ke depan. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Pemulihan Grahadi Dimulai, Rp12,76 Miliar Digelontorkan, Target Rampung Oktober 2026</title>
<link>https://suarajatimpost.com/pemulihan-grahadi-dimulai-rp1276-miliar-digelontorkan-target-rampung-oktober-2026</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/pemulihan-grahadi-dimulai-rp1276-miliar-digelontorkan-target-rampung-oktober-2026</guid>
<description><![CDATA[ Pengerjaan dimulai pada 30 Maret 2026 dan ditargetkan selesai pada 25 Oktober 2026. Dengan durasi sekitar tujuh bulan, proyek tersebut membutuhkan kompleksitas tinggi dalam proses pemugaran, terutama karena harus mempertahankan nilai historis bangunan. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x580_69ce4b0e490d1.webp" length="58170" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 02 Apr 2026 19:31:10 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ryan Ramadhan</dc:creator>
<media:keywords>Grahadi, Gedung Negara Grahadi, Kerusuhan Agustus, Pemprov Jatim, Molotov, Grahadi Terbakar, Surabaya, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SURABAYA, SJP —</strong> Setelah sempat terbakar akibat aksi pelemparan bom molotov dalam kerusuhan pada Agustus 2025 lalu, kini Pemerintah Provinsi Jawa Timur resmi memulai proses pemulihan sayap barat bangunan bersejarah tersebut dengan anggaran mencapai Rp12,76 miliar dan target rampung pada Oktober 2026.</p>
<p>Gedung Negara Grahadi merupakan rumah dinas Gubernur Jawa Timur sekaligus salah satu bangunan cagar budaya penting di Kota Surabaya. Berdiri sejak tahun 1810, gedung ini kerap digunakan untuk kegiatan resmi pemerintahan dan kenegaraan.</p>
<p>Namun pada akhir Agustus 2025, bagian sayap barat bangunan itu mengalami kerusakan akibat kebakaran yang dipicu oleh lemparan bom molotov saat aksi demonstrasi yang berujung ricuh. Peristiwa tersebut menimbulkan kerusakan signifikan pada sejumlah bagian bangunan, terutama struktur dan ruang di sisi barat.</p>
<p>Pemerintah Provinsi Jawa Timur mengalokasikan anggaran sebesar Rp12.763.527.600 yang bersumber dari APBD untuk memulihkan bangunan tersebut. Proyek ini direncanakan berlangsung selama 210 hari kalender.</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x_69ce4b0b6aacf.webp" alt=""></p>
<p>Pengerjaan dimulai pada 30 Maret 2026 dan ditargetkan selesai pada 25 Oktober 2026. Dengan durasi sekitar tujuh bulan, proyek tersebut membutuhkan kompleksitas tinggi dalam proses pemugaran, terutama karena harus mempertahankan nilai historis bangunan.</p>
<p><strong>Menjaga Keaslian Bangunan Cagar Budaya</strong></p>
<p>Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, menegaskan bahwa pemulihan dilakukan dengan prinsip menjaga keaslian bangunan sebagai cagar budaya.</p>
<p>“Kita ingin memastikan semaksimal mungkin ini mirip dengan aslinya. Kita memaksimalkan keserupaan dan kemiripan dengan bangunan aslinya. Meskipun tentu tidak bisa persis seperti aslinya,” ujar Khofifah, Kamis (2/4/2026).</p>
<p>Ia menyebut, proses pemugaran dilakukan berdasarkan koordinasi dengan Tim Cagar Budaya Pemerintah Kota Surabaya agar setiap detail tetap sesuai dengan kaidah pelestarian.</p>
<p>Tahap awal pemulihan dimulai dengan identifikasi material bangunan yang tersisa dari kebakaran, seperti batu bata dan genteng. Langkah ini dilakukan untuk memastikan hasil rekonstruksi mendekati bentuk asli bangunan.</p>
<p>“Proses ini sudah diidentifikasi dan dikawal oleh tim dari cagar budaya dan banyak elemen lainnya. Betapa identifikasi dan detail proses tadi tidak sederhana,” tuturnya.</p>
<p>Lingkup pekerjaan pemugaran meliputi berbagai aspek, mulai dari rekonstruksi atap hingga penataan ulang ruang yang terdampak kebakaran.</p>
<p>Selain itu, sejumlah elemen arsitektur seperti engsel, kusen, dan pintu akan direplikasi agar menyerupai bentuk aslinya. Hasil ekskavasi arkeologi dan balok kayu lama juga akan diekspos sebagai bagian dari nilai sejarah bangunan.</p>
<p>Dalam proses pemugaran, digunakan material khusus yang sebagian harus didatangkan dari luar negeri. Material ini memiliki karakteristik tertentu agar tidak merusak struktur lama.</p>
<p>“Jadi bangunan ini dibangun tanpa semen. Kapur yang digunakan itu sekaligus sebagai perekat. Dan ada beberapa konstruksi dan bagian-bagian lama yang existing, seperti kusen yang ada di sini, tidak akan dirombak,” jelasnya.</p>
<p><strong>Penguatan Struktur dan Sistem Keamanan</strong></p>
<p>Meski mengedepankan keaslian, pemulihan juga disertai penguatan struktur. Salah satunya melalui penambahan ring balok untuk memperkuat hubungan antara atap dan dinding. Selain itu, sistem proteksi kebakaran akan dipasang sebagai langkah mitigasi untuk mencegah kejadian serupa di masa depan.</p>
<p>Pemulihan juga mencakup ekskavasi lantai asli bangunan yang diketahui mengalami peningkatan elevasi sekitar 50 sentimeter sejak awal berdiri. Rencananya, lantai asli tersebut akan diekspos menggunakan kaca sehingga dapat menjadi sarana edukasi mengenai sejarah dan teknologi konstruksi masa lalu.</p>
<p>Pemerintah menegaskan bahwa proyek kali ini difokuskan pada pemulihan bangunan sayap barat yang terdampak kebakaran, bukan keseluruhan kompleks Grahadi.</p>
<p>“Gedung-gedung yang terdampak ini adalah gedung-gedung yang harus kita lestarikan. Ini yang kita pulihkan adalah bangunan sayap barat Grahadi, bukan keseluruhan Grahadi,” pungkasnya. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Parkir Surabaya Mulai April Wajib Non&amp;Tunai di Semua Titik</title>
<link>https://suarajatimpost.com/parkir-surabaya-mulai-april-wajib-non-tunai-di-semua-titik</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/parkir-surabaya-mulai-april-wajib-non-tunai-di-semua-titik</guid>
<description><![CDATA[ Kebijakan wajib non-tunai ini secara langsung menyasar dua persoalan utama parkir di Surabaya yang sejak tahun 2025 lalu kerap dipersoalkan, yaitu kebocoran Pendapatan Asli Daerah (PAD) dan maraknya parkir liar. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x580_69ce4b06a4feb.webp" length="29164" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 02 Apr 2026 18:59:46 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ryan Ramadhan</dc:creator>
<media:keywords>Parkir Liar, Parkir Non Tunai, Pemkot Surabaya, Eri Cahyadi, Jukir Liar, PAD, Surabaya, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SURABAYA, SJP - </strong>Urusan parkir di Surabaya yang selama ini menjadi polemik panjang, mulai dari jukir liar hingga kebocoran pendapatan, kini memasuki tahap baru. Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya resmi mendorong perubahan besar dengan mewajibkan pembayaran parkir non-tunai mulai April 2026.</p>
<p>Kebijakan tersebut menjadi langkah tegas setelah sebelumnya penerapan parkir digital berjalan bertahap dan kerap menemui berbagai kendala di lapangan dan tidak jarang memicu kritik dari masyarakat.</p>
<p>Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi menegaskan, mulai April seluruh pembayaran parkir di Tepi Jalan Umum (TJU) maupun tempat usaha seperti rumah makan tidak lagi menggunakan uang tunai. Kebijakan itu sekaligus mengakhiri sistem ganda yang selama ini masih memberi ruang pembayaran cash.</p>
<p>Ia menekankan bahwa seluruh transaksi parkir harus dilakukan secara non-tunai, baik melalui sistem digital maupun mekanisme alternatif yang disiapkan pemkot.</p>
<p>Dalam implementasinya, Pemkot Surabaya tidak hanya mengandalkan pembayaran digital seperti QRIS atau uang elektronik, tetapi juga menyiapkan skema voucher parkir sebagai solusi transisi.</p>
<p>Voucher tersebut akan dicetak langsung oleh pemerintah dan akan dijual kepada masyarakat untuk kemudian digunakan sebagai alat pembayaran parkir.</p>
<p>"Jadi voucher parkir nanti diberikan untuk parkir non tunai, mereka membeli," ujar Eri, Kamis (2/4/2026).</p>
<p>"Kita (Pemkot Surabaya) mencetak voucher untuk mereka membeli itu, uang orang-orang yang akan beli (voucher) parkir itu," imbuhnya.</p>
<p>Untuk mendukung kebijakan tersebut, Pemkot mengalokasikan anggaran sebesar Rp201 juta yang telah disiapkan sejak tahun 2025. Anggaran tersebut juga telah mendapat lampu hijau dari Komisi C DPRD Surabaya.</p>
<p>Selain perubahan sistem pembayaran, Pemkot juga akan melakukan penertiban menyeluruh terhadap lokasi parkir. Seluruh titik yang wajib menggunakan sistem non-tunai akan dipasangi penanda atau pengumuman resmi agar tidak ada lagi alasan ketidaktahuan dari masyarakat maupun juru parkir.</p>
<p>Tidak hanya itu, Eri menegaskan bahwa aturan terkait larangan parkir di waktu tertentu kembali ditegaskan, khususnya pada ruas jalan yang dilarang parkir pukul 21.00 hingga 09.00 WIB.</p>
<p>"Parkir itu udah ditulisi jam pukul 21.00 – 09.00 WIB enggak ada parkir tapi banyak yang parkir pinggir jalan," ucap Wali Kota Surabaya itu.</p>
<p>Fenomena parkir di zona terlarang dinilai menjadi salah satu sumber kebocoran pendapatan daerah yang selama ini sulit dikendalikan.</p>
<p>"Enggak bayar ke pemkot berapa uang yang hilang, enggak bayar ke pemkot kan bocornya banyak," terang Eri.</p>
<p>Kebijakan wajib non-tunai ini secara langsung menyasar dua persoalan utama parkir di Surabaya yang sejak tahun 2025 lalu kerap dipersoalkan, yaitu kebocoran Pendapatan Asli Daerah (PAD) dan maraknya parkir liar.</p>
<p>Dengan sistem digital maupun voucher, setiap transaksi diharapkan tercatat dan masuk ke kas daerah, sehingga meminimalkan praktik setoran tidak resmi.</p>
<p>Wali Kota Eri juga menegaskan, tidak boleh lagi ada transaksi parkir yang tidak jelas alurnya, terutama di kawasan yang sebenarnya dilarang untuk parkir.</p>
<p>"Saya minta parkir-parkir di jalan yang larangan jam 21.00-09.00 WIB itu kalau ada parkir bayar ke siapa selesaikan," sebutnya.</p>
<p>Di sisi lain, kesiapan teknis masih menjadi catatan. Pelaksana Tugas Kepala Dinas Perhubungan Surabaya, Trio Wahyu Bowo mengungkapkan bahwa voucher parkir saat ini masih dalam tahap pengadaan.</p>
<p>Artinya, saat kebijakan mulai berjalan pada April, proses transisi di lapangan masih berpotensi menghadapi tantangan, baik dari sisi distribusi voucher, kesiapan juru parkir, hingga adaptasi masyarakat.</p>
<p>Dengan dimulainya kewajiban parkir non-tunai pada April 2026, Surabaya memasuki fase baru dalam penataan sistem parkir. Bukan sekadar perubahan metode pembayaran, kebijakan ini menjadi upaya menyeluruh untuk:</p>
<ul>
<li>menutup celah kebocoran PAD</li>
<li>menertibkan parkir liar</li>
<li>serta membangun sistem yang lebih transparan dan akuntabel</li>
</ul>
<p>Namun, keberhasilan implementasi di lapangan akan sangat bergantung pada kesiapan sistem, pengawasan, serta penerimaan masyarakat terhadap perubahan yang selama ini tidak mudah. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Kejari Geledah Kantor PD Pasar Surya, Dugaan Korupsi Sewa Stan Rugikan Daerah hingga Miliaran Rupiah</title>
<link>https://suarajatimpost.com/kejari-geledah-kantor-pd-pasar-surya-dugaan-korupsi-sewa-stan-rugikan-daerah-hingga-miliaran-rupiah</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/kejari-geledah-kantor-pd-pasar-surya-dugaan-korupsi-sewa-stan-rugikan-daerah-hingga-miliaran-rupiah</guid>
<description><![CDATA[ Dalam penggeledahan tersebut, tim penyidik menyita berbagai barang bukti penting, meliputi 223 dokumen, 8 unit handphone, 1 unit laptop, dan 1 unit CPU yang diduga berkaitan dengan praktik pengelolaan sewa stan dan lahan. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x580_69cd1c7422df3.webp" length="31298" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 01 Apr 2026 22:07:18 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ryan Ramadhan</dc:creator>
<media:keywords>PD Pasar Surya, Kejari Tanjung Perak Surabaya, Kejaksaan Negeri, Korupsi, Surabaya, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SURABAYA, SJP — </strong>Kantor PD Pasar Surya digeledah oleh Kejaksaan Negeri (Kejari) Tanjung Perak Surabaya pada Senin (30/3/2026) terkait dugaan tindak pidana korupsi dalam tata kelola penyewaan stan dan lahan kosong. Kasus ini ditaksir menimbulkan kerugian keuangan daerah mencapai ratusan juta hingga miliaran rupiah.</p>
<p></p>
<p>PD Pasar Surya sendiri merupakan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) milik Pemerintah Kota Surabaya yang bertugas mengelola pasar-pasar tradisional, termasuk penyewaan stan, pengelolaan lahan, hingga penarikan retribusi sebagai salah satu sumber pendapatan daerah. Dengan cakupan pengelolaan puluhan pasar di berbagai wilayah Surabaya, lembaga ini memegang peran strategis dalam aktivitas ekonomi rakyat.</p>
<p></p>
<p>Penggeledahan dilakukan selama kurang lebih 12 jam, mulai pukul 10.00 hingga 22.00 WIB. Langkah tersebut merupakan bagian dari proses penyidikan yang telah resmi dimulai sejak pertengahan Maret 2026 seperti yang tertulis dalam Surat Perintah Penyidikan Nomor Print-01/M.3.43/Fd.1/03/2026 tertanggal 16 Maret 2026.</p>
<p></p>
<p>Kepala Seksi Intelijen Kejari Tanjung Perak Surabaya, I Made Agus Mahendra Iswara, menjelaskan bahwa penggeledahan ini merupakan upaya lanjutan untuk mengumpulkan alat bukti dalam perkara tersebut.</p>
<p></p>
<p>“Upaya paksa ini merupakan kelanjutan dari proses penyidikan dengan mengumpulkan alat bukti maupun barang bukti guna menentukan siapa tersangkanya nanti,” kata Made, Rabu (1/4/2026).</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x_69cd1c7127f40.webp" alt=""></p>
<p>Dalam penggeledahan tersebut, tim penyidik menyita berbagai barang bukti penting, meliputi 223 dokumen, 8 unit handphone, 1 unit laptop, dan 1 unit CPU yang diduga berkaitan dengan praktik pengelolaan sewa stan dan lahan.</p>
<p></p>
<p>Kasus tersebut bermula dari aduan para pedagang yang mengeluhkan sistem penyewaan stan yang dinilai tidak sesuai prosedur. Dari laporan tersebut, penyidik menemukan adanya sejumlah kejanggalan dalam tata kelola.</p>
<p></p>
<p>“Jadi ada keluhan yang masuk dari masyarakat kalau pengguna stan dan lahan di lingkungan pasar, di cabang timur, utara, dan selatan, tidak memiliki perjanjian sewa yang sah,” ujarnya.</p>
<p></p>
<p>Ketiadaan perjanjian sewa itu berdampak serius terhadap keuangan PD Pasar Surya. Tanpa dasar hukum yang jelas, perusahaan daerah tersebut tidak dapat melakukan penagihan kepada para penyewa.</p>
<p></p>
<p>Akibatnya, potensi pendapatan daerah yang seharusnya masuk justru hilang. Di sisi lain, para pedagang juga mengalami kebingungan karena tidak mengetahui mekanisme pembayaran yang seharusnya.</p>
<p></p>
<p>Selain itu, penyidik juga menemukan adanya indikasi penyimpangan lain, yakni pemberian stan atau lahan kosong tanpa melalui prosedur resmi.</p>
<p></p>
<p>“Kami juga menemukan bahwa ada beberapa stan atau lahan kosong yang diberikan tanpa proses negosiasi sesuai prosedur yang berlaku. Sehingga dengan hal ini, PD Pasar Surya ditaksir kehilangan pendapatan mencapai ratusan juta hingga miliaran rupiah,” ungkapnya.</p>
<p></p>
<p>Untuk mendalami kasus itu, penyidik telah memeriksa sedikitnya 15 orang saksi yang berasal dari jajaran internal PD Pasar Surya, khususnya yang berkaitan dengan periode anggaran 2024 hingga 2025.</p>
<p></p>
<p>“Kami juga memeriksa 15 saksi yang merupakan jajaran pegawai PD Pasar Surya pada masa anggaran 2024-2025,” tambahnya.</p>
<p></p>
<p>Penggeledahan sendiri dilakukan secara sah setelah mengantongi izin dari Pengadilan Negeri Surabaya dan disaksikan langsung oleh Direktur Utama PD Pasar Surya, guna memastikan proses berjalan sesuai ketentuan hukum.</p>
<p></p>
<p>Hingga saat ini, Kejari Tanjung Perak masih terus melakukan pendalaman untuk mengungkap pihak-pihak yang bertanggung jawab serta modus operandi dalam perkara tersebut. Penetapan tersangka pun masih menunggu hasil penyidikan lebih lanjut.</p>
<p></p>
<p>“Sementara untuk penetapan tersangka masih menunggu pendalaman lebih lanjut,” tutupnya. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Ribuan Wisman Ikut Manfaatkan Angkutan Lebaran, KAI Daop 8 Catat Lebih dari 3.500 Turis Asing Naik Kereta</title>
<link>https://suarajatimpost.com/ribuan-wisman-ikut-manfaatkan-angkutan-lebaran-kai-daop-8-catat-lebih-dari-3500-turis-asing-naik-kereta</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/ribuan-wisman-ikut-manfaatkan-angkutan-lebaran-kai-daop-8-catat-lebih-dari-3500-turis-asing-naik-kereta</guid>
<description><![CDATA[ Di tengah hampir satu juta penumpang Angkutan Lebaran 2026, sebanyak 3.508 wisatawan mancanegara turut memadati kereta api, menandai meningkatnya daya tarik transportasi ini bagi turis asing. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x580_69ccf28bbade8.webp" length="25632" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 01 Apr 2026 19:31:55 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ryan Ramadhan</dc:creator>
<media:keywords>Lebaran, Angkutan Lebaran, Wisatawan Asing, Wisman, Kereta Api Indonesia, KAI, Daop 8, Surabaya, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SURABAYA, SJP - </strong>Angkutan Lebaran 2026 telah usai, meninggalkan catatan mobilitas masyarakat yang sangat tinggi di berbagai moda transportasi. </p>
<p>Namun di balik hiruk pikuk perjalanan mudik dan arus balik masyarakat Indonesia, terdapat fenomena menarik, yakni adanya ribuan wisatawan mancanegara (wisman) turut memanfaatkan layanan kereta api sebagai sarana perjalanan lintas daerah.</p>
<p>Di wilayah PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 8 Surabaya, tercatat sebanyak 3.508 wisatawan asing menggunakan kereta api selama periode Angkutan Lebaran pada 11–30 Maret 2026. Angka ini menjadi bagian dari total pergerakan penumpang yang mencapai 993.606 orang sepanjang masa tersebut.</p>
<p><strong>Wisman di Tengah Lonjakan Penumpang Lebaran</strong></p>
<p>Dari total hampir satu juta penumpang, kehadiran 3.508 wisman menunjukkan bahwa kereta api tidak hanya menjadi andalan masyarakat lokal untuk mudik, tetapi juga semakin diminati oleh turis asing.</p>
<p>Secara rinci, total pergerakan penumpang di wilayah Daop 8 Surabaya terdiri dari 498.466 penumpang berangkat dan 495.140 penumpang tiba. Tingginya volume ini menegaskan bahwa periode Lebaran tetap menjadi momen puncak mobilitas nasional, sekaligus membuka peluang bagi sektor pariwisata.</p>
<p>Mayoritas pergerakan wisman sendiri terpusat di tiga stasiun utama, yakni:</p>
<ul>
<li>Surabaya Gubeng: 1.539 wisatawan</li>
<li>Malang: 767 wisatawan</li>
<li>Surabaya Pasarturi: 668 wisatawan</li>
</ul>
<p>Ketiga stasiun ini menjadi simpul penting karena lokasinya yang strategis dan terhubung langsung dengan pusat kota serta destinasi wisata unggulan di Jawa Timur.</p>
<p><strong>Konektivitas Jadi Kunci Daya Tarik</strong></p>
<p>Manager Humas KAI Daop 8 Surabaya, Mahendro Trang Bawono, menyebut tingginya minat wisatawan asing ini menjadi indikator meningkatnya kepercayaan terhadap layanan kereta api di Indonesia.</p>
<p>“Tingginya jumlah wisatawan mancanegara menunjukkan layanan KAI semakin dipercaya,” ujarnya.</p>
<p>Ia menambahkan bahwa keunggulan utama yang membuat kereta api diminati adalah konektivitas yang baik dan kemudahan akses lanjutan.</p>
<p>“Konektivitas jaringan kereta yang terhubung langsung dengan pusat kota dan integrasi antarmoda menjadi nilai tambah yang mempermudah mobilitas mereka,” jelas Mahendro.</p>
<p>Selain itu, faktor ketepatan waktu, kenyamanan, hingga aspek keselamatan turut menjadi pertimbangan utama bagi wisatawan asing dalam memilih moda transportasi.</p>
<p><strong>Okupansi Tinggi, Tiket Nyaris Habis</strong></p>
<p>Tingginya mobilitas selama Angkutan Lebaran juga tercermin dari tingkat penjualan tiket. Secara akumulatif, penjualan tiket kereta api jarak jauh di Daop 8 untuk periode 11 Maret hingga 1 April 2026 mencapai 510.836 tiket, atau sekitar 91 persen dari total kapasitas 561.528 tempat duduk.</p>
<p>Angka ini menunjukkan bahwa permintaan perjalanan kereta api hampir menyentuh batas maksimal kapasitas yang disediakan.</p>
<p>Dalam periode tersebut, puncak arus mudik terjadi pada 18 Maret 2026 dengan jumlah penumpang mencapai 30.293 orang. Sementara itu, puncak arus balik tercatat pada 24 Maret 2026 dengan lonjakan yang lebih tinggi, yakni 57.210 penumpang.</p>
<p>“Puncak arus mudik tercatat pada 18 Maret, sedangkan arus balik terjadi pada 24 Maret dengan jumlah yang lebih besar,” papar Mahendro.</p>
<p>Fenomena tersebut memperlihatkan bahwa arus balik memiliki tekanan mobilitas yang lebih tinggi dibandingkan arus mudik.</p>
<p><strong>Dampak Ekonomi Ikut Terdorong</strong></p>
<p>Masuknya ribuan wisatawan mancanegara di tengah periode Lebaran juga membawa dampak ekonomi yang signifikan. Pergerakan mereka turut menggerakkan berbagai sektor, mulai dari perhotelan, kuliner, transportasi lanjutan, hingga pelaku UMKM di daerah.</p>
<p>Dengan kemudahan akses transportasi dan integrasi antarmoda yang semakin baik, kereta api kini tidak hanya berfungsi sebagai alat transportasi massal, tetapi juga menjadi bagian penting dalam mendukung ekosistem pariwisata nasional. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>ASN Surabaya Wajib Naik Transportasi Umum Mulai Pekan Depan</title>
<link>https://suarajatimpost.com/asn-surabaya-wajib-naik-transportasi-umum-mulai-pekan-depan</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/asn-surabaya-wajib-naik-transportasi-umum-mulai-pekan-depan</guid>
<description><![CDATA[ Mulai pekan depan, ASN Surabaya wajib naik transportasi umum sehari sepekan untuk menekan konsumsi BBM, kebijakan tegas Pemkot demi efisiensi energi dan perubahan pola mobilitas pegawai. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x580_69ccd36ac64cd.webp" length="42882" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 01 Apr 2026 18:30:58 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ryan Ramadhan</dc:creator>
<media:keywords>Bahan Bakar Minyak, BBM, Pemerintah Kota Surabaya, Pemkot Surabaya, Eri Cahyadi, ASN, WFH, WFA, Surabaya, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SURABAYA, SJP - </strong>Pemerintah Kota Surabaya akan mulai mewajibkan Aparatur Sipil Negara (ASN) menggunakan transportasi umum satu hari dalam sepekan mulai pekan depan. Kebijakan tersebut diterapkan sebagai langkah konkret untuk menghemat Bahan Bakar Minyak (BBM), dengan hari pelaksanaan yang direncanakan jatuh pada Rabu atau Kamis.</p>
<p>Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, menegaskan bahwa kebijakan terbaru ini berfokus pada penghematan BBM, bukan sekadar perubahan pola kerja seperti work from home (WFH) yang sempat diwacanakan oleh pemerintah pusat. Ia menyebut, esensi dari kebijakan tersebut adalah mengurangi konsumsi bahan bakar melalui pembatasan penggunaan kendaraan berbahan bakar fosil.</p>
<p>"WFH ini kan filosofinya menghemat BBM, bukan yang lain. Makanya pegawai pemkot kalau ingin ke kantor pakai kendaraan sendiri, ya gunakan kendaraan listrik," ujar Eri, Rabu (1/4/2026).</p>
<p>Dalam skema yang akan diterapkan, ASN dilarang menggunakan kendaraan pribadi maupun kendaraan dinas berbahan bakar BBM selama satu hari yang ditentukan. Sebagai gantinya, mereka diwajibkan menggunakan transportasi umum seperti bus atau kereta komuter. </p>
<p>ASN juga dapat memanfaatkan sistem transportasi terintegrasi, misalnya dengan memarkir kendaraan di Terminal Intermoda Joyoboyo sebelum melanjutkan perjalanan dengan angkutan umum.</p>
<p>Meski demikian, Pemkot memberikan pengecualian bagi ASN yang telah menggunakan kendaraan listrik. Baik mobil maupun sepeda motor listrik tetap diperbolehkan digunakan untuk ke kantor. Kebijakan ini sekaligus menjadi dorongan bagi percepatan adopsi kendaraan ramah lingkungan di kalangan pegawai pemerintah.</p>
<p>Aturan tersebut berlaku untuk seluruh ASN, termasuk pejabat di lingkungan Pemkot Surabaya. Bahkan, ASN yang berdomisili di luar kota seperti Sidoarjo dan Gresik tetap diwajibkan menyesuaikan dengan kebijakan ini, dengan menggunakan transportasi umum sebagai moda utama.</p>
<p>Sebelumnya, dalam wacana awal, Pemkot juga mempertimbangkan fleksibilitas berdasarkan jarak tempat tinggal ASN. Mereka yang tinggal dekat kantor dianjurkan bersepeda, sementara yang tinggal jauh menggunakan transportasi umum. Namun dalam kebijakan terbaru, pendekatan tersebut disederhanakan dengan fokus utama pada penggunaan transportasi umum.</p>
<p>"Kalau ada yang rumahnya dekat, ngantornya bisa pakai sepeda. Namun karena PNS-nya Surabaya itu ada yang rumahnya Sidoarjo, Gresik, kalau disuruh naik sepeda ya capek, makanya kita minta untuk menggunakan transportasi umum," ujarnya.</p>
<p>Selain itu, Pemkot Surabaya juga masih menyesuaikan kebijakan ini dengan arahan pemerintah pusat terkait skema kerja seperti WFH maupun work from anywhere (WFA). Wali Kota Eri menyatakan bahwa pihaknya akan mengikuti keputusan pemerintah pusat, termasuk arahan dari Presiden Prabowo Subianto.</p>
<p>"Pemkot Surabaya itu belum ada WFH dulu, adanya WFA ngantornya ada di balai RW. Jadi terkait dengan WFH ini kita nunggu arahan presiden," terangnya.</p>
<p>Di sisi lain, pemilihan hari pelaksanaan juga mempertimbangkan pandangan Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, yang menyarankan agar kebijakan tidak diterapkan pada hari Jumat. Hal ini bertujuan untuk menjaga produktivitas dan menghindari potensi penyalahgunaan momentum akhir pekan.</p>
<p>Dengan mulai diterapkannya kebijakan tersebut, Pemkot Surabaya tidak hanya menargetkan penghematan BBM, tetapi juga mendorong perubahan budaya mobilitas ASN menuju penggunaan transportasi yang lebih efisien dan berkelanjutan. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Realisasi Puncak Arus Balik Lampaui Prediksi, 54 Ribu Penumpang Padati Daop 8 Surabaya</title>
<link>https://suarajatimpost.com/realisasi-puncak-arus-balik-lampaui-prediksi-54-ribu-penumpang-padati-daop-8-surabaya</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/realisasi-puncak-arus-balik-lampaui-prediksi-54-ribu-penumpang-padati-daop-8-surabaya</guid>
<description><![CDATA[ Jika dibandingkan dengan prediksi sebelumnya, realisasi ini melampaui ekspektasi. KAI Daop 8 sempat memproyeksikan puncak arus balik terjadi pada 24 Maret 2026 dengan jumlah sekitar 49.783 penumpang, terdiri dari 28.511 penumpang datang dan 21.272 penumpang berangkat. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202603/image_870x580_69c28ab06d8c8.webp" length="46046" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Tue, 24 Mar 2026 20:41:02 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ryan Ramadhan</dc:creator>
<media:keywords>Kereta Api Indonesia, KAI, Daop 8, Arus Balik, Idul Fitri, Libur Lebaran, Surabaya, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SURABAYA, SJP - </strong>Memasuki fase kepulangan usai Lebaran, Selasa (24/3/2026) menjadi puncak arus balik penumpang kereta api di wilayah Daop 8 Surabaya. Lonjakan mobilitas tak hanya tinggi, tetapi juga melampaui proyeksi awal yang telah disiapkan sebelumnya.</p>
<p></p>
<p>PT KAI Daop 8 Surabaya mencatat total 54.114 penumpang pada hari puncak tersebut. Dari jumlah itu, sebanyak 30.853 penumpang datang dan 23.261 penumpang berangkat, menandakan arus balik telah berlangsung dominan dengan pergerakan masuk ke wilayah Surabaya dan sekitarnya.</p>
<p></p>
<p>Manager Humas Daop 8 Surabaya, Mahendro Trang Bawono, menyebut angka tersebut masih berpotensi bertambah seiring jadwal perjalanan kereta yang berlangsung hingga malam hari.</p>
<p></p>
<p>“Jumlah tersebut masih berpotensi terus bertambah seiring berlangsungnya jadwal keberangkatan dan kedatangan kereta api hingga malam hari,” ujarnya.</p>
<p></p>
<p>Jika dibandingkan dengan prediksi sebelumnya, realisasi ini melampaui ekspektasi. KAI Daop 8 sempat memproyeksikan puncak arus balik terjadi pada 24 Maret 2026 dengan jumlah sekitar 49.783 penumpang, terdiri dari 28.511 penumpang datang dan 21.272 penumpang berangkat.</p>
<p></p>
<p>Namun, realisasi di lapangan menunjukkan angka yang lebih tinggi, mengindikasikan kuatnya gelombang kepulangan masyarakat tahun ini.</p>
<p></p>
<p>Sehari sebelumnya, Senin (23/3), volume penumpang juga telah menunjukkan tren peningkatan signifikan dengan total 50.027 penumpang, yang menjadi indikator awal terjadinya puncak arus balik.</p>
<p></p>
<p>Kepadatan penumpang pada 24 Maret terpusat di sejumlah stasiun utama. Stasiun Surabaya Gubeng tercatat sebagai yang terpadat dengan 16.656 penumpang, disusul Surabaya Pasarturi sebanyak 15.934 penumpang, serta Stasiun Malang dengan 7.788 penumpang. Pola ini konsisten dengan hari sebelumnya, di mana ketiga stasiun tersebut menjadi simpul utama pergerakan penumpang.</p>
<p></p>
<p>Secara kumulatif, selama periode Angkutan Lebaran 11–24 Maret 2026, Daop 8 Surabaya telah melayani 633.977 penumpang, terdiri dari 339.941 penumpang berangkat dan 294.036 penumpang datang. Tingginya angka ini menunjukkan intensitas mobilitas masyarakat yang tetap tinggi sepanjang musim mudik dan balik.</p>
<p></p>
<p>Dari sisi kapasitas, KAI menyediakan total 561.528 kursi, dengan tingkat keterisian mencapai sekitar 80 persen atau sebanyak 452.173 tiket telah terjual. Sementara itu, program diskon 30 persen untuk tiket KA ekonomi komersial juga mencatat serapan signifikan, yakni 143.065 tiket atau 76 persen dari total kuota.</p>
<p></p>
<p>Meski puncak arus balik telah terlewati, KAI memastikan ketersediaan tiket pada sejumlah relasi dan tanggal masih cukup memadai. Masyarakat juga diimbau untuk merencanakan perjalanan dengan baik, termasuk datang lebih awal ke stasiun serta mempertimbangkan alternatif jadwal atau skema perjalanan lanjutan.</p>
<p></p>
<p>“Kami mengimbau pelanggan agar tidak datang terlalu mendekati waktu keberangkatan dan tetap mengikuti relasi yang tertera pada tiket demi kenyamanan bersama,” pungkas Mahendro.<strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Ancaman Deindustrialisasi Menguat, ITS Tawarkan Resep Revitalisasi Manufaktur</title>
<link>https://suarajatimpost.com/ancaman-deindustrialisasi-menguat-its-tawarkan-resep-revitalisasi-manufaktur</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/ancaman-deindustrialisasi-menguat-its-tawarkan-resep-revitalisasi-manufaktur</guid>
<description><![CDATA[ BBI dan Barata disarankan untuk masuk dalam klaster yang terhubung dengan PT PAL, khususnya untuk industri ketahanan pangan dan energi, yang mana PAL akan menjadi semacam holding, sementara Barata dan BBI menjadi bagian dari klaster. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202603/image_870x580_69c240bdc7278.webp" length="45774" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Tue, 24 Mar 2026 18:30:20 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ryan Ramadhan</dc:creator>
<media:keywords>Institut Teknologi Sepuluh Nopember, ITS, Revitalisasi Manufaktur, Industri Manufaktur, Surabaya, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SURABAYA, SJP –</strong> Ancaman melemahnya sektor manufaktur kembali menjadi sorotan di tengah meningkatnya ketergantungan impor dan tekanan global. Padahal selama puluhan tahun, industri ini menjadi tulang punggung perekonomian nasional karena daya serap tenaga kerjanya yang besar serta kontribusinya terhadap pertumbuhan ekonomi.</p>
<p>Merespons kondisi tersebut, Institut Teknologi Sepuluh Nopember melalui Pusat Studi Pengembangan Industri dan Kebijakan Publik merumuskan rekomendasi strategis untuk memperkuat kembali industri manufaktur nasional, hasil dari rangkaian diskusi yang melibatkan akademisi, pemerintah, dan pelaku industri.</p>
<p>Ketua Pusat Studi Pengembangan Industri dan Kebijakan Publik (PSPI-KP) ITS, Dr. Ir. Arman Hakim Nasution, M.Eng, menegaskan bahwa hasil diskusi akademik dan industri yang telah dilakukan sebelumnya kini telah diformulasikan menjadi rekomendasi kebijakan konkret.</p>
<p>“Jadi setelah kita lakukan FGD kemarin, hasil diskusi tersebut kini sudah kita kemas dalam bentuk rekomendasi kebijakan untuk tetap mempertahankan industri manufaktur,” ujar Arman.</p>
<p>Menurut Arman, rekomendasi tersebut menekankan bahwa penguatan sektor manufaktur tidak cukup hanya melalui dorongan pasar, tetapi membutuhkan intervensi kebijakan yang jelas dan terarah dari pemerintah.</p>
<p>“Saya kira ini hampir sama dengan yang sebelumnya, tapi yang paling penting sekarang adalah rekomendasi finalnya. Industri manufaktur ini harus masuk ke program strategis nasional," jelasnya.</p>
<p>"Harus ada keberpihakan pemerintah, kalau tidak nanti fakultas teknik itu ya dibubarkan saja karena industri manusudah tidak ” tegasnya.</p>
<p><strong>Ancaman Deindustrialisasi dan Urgensi Intervensi Negara</strong></p>
<p>Dalam analisis yang disusun, Indonesia dinilai menghadapi fenomena deindustrialisasi dini, yakni penurunan kontribusi manufaktur sebelum mencapai tingkat industrialisasi matang. Kondisi ini diperparah oleh ketergantungan terhadap impor bahan baku serta lemahnya ekosistem industri dalam negeri.</p>
<p>Arman menekankan bahwa tanpa penguatan manufaktur, target pertumbuhan ekonomi tinggi tidak akan berdampak signifikan terhadap penciptaan lapangan kerja.</p>
<p>“Industri manufaktur itu unik. Setiap pertumbuhan satu persen saja bisa menyerap sekitar 1,4 juta tenaga kerja. Jadi kalau kita bicara pertumbuhan ekonomi berkualitas, ya harus ditopang manufaktur,” jelasnya.</p>
<p><strong>Revitalisasi Barata: Bukan Sekadar Penyelamatan</strong></p>
<p>Salah satu fokus utama dalam rekomendasi tersebut adalah revitalisasi PT Barata Indonesia (Persero) yang dinilai memiliki potensi besar, namun terhambat oleh persoalan historis dan keterbatasan teknologi.</p>
<p>Dalam policy brief yang disusun, ditegaskan bahwa langkah revitalisasi tidak boleh dipandang sebagai bailout semata, melainkan sebagai strategi menjaga kedaulatan industri dasar nasional.</p>
<p>Analisis menunjukkan bahwa permasalahan utama Barata bukan ketiadaan pasar, melainkan beban kewajiban masa lalu serta keterbatasan kapasitas produksi. Bahkan, kinerja terbaru perusahaan menunjukkan efisiensi operasional yang signifikan dan prospek bisnis yang kuat.</p>
<p>Untuk itu, direkomendasikan injeksi belanja modal (CAPEX) sebesar Rp197 miliar guna modernisasi mesin berbasis Industri 4.0, yang dinilai sebagai investasi strategis, bukan beban biaya.</p>
<p><strong>Integrasi Industri dan Model PT PAL</strong></p>
<p>Selain Barata, rekomendasi juga mencakup penguatan klaster manufaktur strategis melalui integrasi dengan PT Boma Bisma Indra (BBI). Perusahaan itu diproyeksikan memiliki potensi pasar hingga Rp909 miliar per tahun dengan peluang order mencapai Rp705,45 miliar.</p>
<p>Arman menilai, kunci kebangkitan industri manufaktur terletak pada penciptaan ekosistem yang terintegrasi, dengan mencontoh keberhasilan PT PAL Indonesia (Persero).</p>
<p>“Seperti yang disampaikan Direktur PAL, mereka bisa bangkit karena ada order (pesanan) dari pemerintah. Dulu hampir mati, sekarang justru berkembang pesat,” katanya.</p>
<p>Ia menjelaskan bahwa pendekatan serupa dapat diterapkan dengan menempatkan Barata dan BBI dalam satu klaster industri strategis di bawah ekosistem yang terintegrasi.</p>
<p>“Maka kita menyarankan BBI dan Barata itu masuk dalam klaster yang terhubung dengan PAL, khususnya untuk industri ketahanan pangan dan energi. Jadi PAL bisa menjadi semacam holding, sementara Barata dan BBI menjadi bagian dari klaster tersebut,” ujarnya.</p>
<p><strong>Penguatan Ekosistem dan Solusi Teknis</strong></p>
<p>Dari sisi teknis, Arman mengakui bahwa ekosistem industri manufaktur nasional saat ini belum sepenuhnya mendukung. Oleh karena itu, efisiensi operasional dan pengelolaan industri yang tepat menjadi kunci utama.</p>
<p>“Ekosistem kita memang belum kuat. Maka industrinya harus dikelola dengan cara yang benar, efisien, dan terintegrasi dengan sektor lain,” jelasnya.</p>
<p>Rekomendasi juga menekankan pentingnya penguatan rantai pasok, kesiapan sumber daya manusia, serta kolaborasi antara pemerintah, industri, dan perguruan tinggi melalui pendekatan quadruple helix.</p>
<p>Meski memiliki potensi besar, implementasi kebijakan itu tetap memerlukan kajian mendalam. Oleh karena itu, risalah kebijakan (policy brief) tersebut secara tegas merekomendasikan penyusunan feasibility study (FS) sebelum realisasi kebijakan seperti <em>mandatory sourcing</em> maupun pencairan investasi.</p>
<p>Studi tersebut akan mencakup pemetaan risiko operasional, kesiapan produksi, integrasi rantai pasok, hingga kesiapan tenaga kerja, guna memastikan setiap kebijakan berjalan tepat sasaran dan akuntabel.</p>
<p><strong>Pemerintah dan Industri: Sinergi yang Tak Terpisahkan</strong></p>
<p>Sebelumnya, dalam Roundtable Discussion yang dapat kembali dilihat di Instagram @csidpp.its, Dirjen Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi, dan Elektronika (ILMATE) Kementerian Perindustrian, Setia Diarta, juga menyoroti masih tingginya ketergantungan industri nasional terhadap bahan baku impor, meskipun sektor ini mencatat pertumbuhan positif.</p>
<p>“Kementerian Perindustrian bukan hanya pengawas, tetapi juga dirijen yang harus menyinergikan berbagai pihak,” ujarnya.</p>
<p>Sementara itu, dari kalangan industri, Senior Executive Vice President (SEVP) Transformasi Manajemen PT. PAL, Laksda TNI (Purn) A.R. Agus Santoso, menegaskan bahwa penguatan industri nasional sangat bergantung pada kesinambungan order.</p>
<p>“Kalau dulu order kami sekitar Rp2,5 triliun, sekarang sudah mencapai Rp48 triliun. Itu karena ada dukungan dan kepercayaan dari pemerintah,” ungkapnya.</p>
<p><strong>Tantangan SDM dan Teknologi</strong></p>
<p>Dari sisi akademisi, Prof. Patdono Suwignjo, M.Eng.Sc. selaku Guru Besar Teknik Sistem dan Industri ITS menekankan pentingnya relevansi riset dengan kebutuhan industri. Ia menilai kolaborasi antara perguruan tinggi dan industri harus menghasilkan solusi nyata bagi kebutuhan produksi.</p>
<p>“Penelitian di perguruan tinggi harus praktis dan bisa langsung digunakan untuk menyelesaikan masalah di industri,” ujarnya.</p>
<p>Sementara Prof. Alva Edy Tontowi dari UGM menyoroti lemahnya penguasaan teknologi sebagai tantangan utama industri manufaktur Indonesia, khusunya teknologi inti.</p>
<p>“Kita sering hanya menjadi pengguna teknologi, bukan penguasa desainnya,” katanya.</p>
<p>Adapun Direktur PT Barata Indonesia, Hertyoso Nursangsoko, menilai sektor energi sebagai peluang besar bagi kebangkitan manufaktur nasional.</p>
<p>“Barata mampu memproduksi komponen pembangkit listrik hingga tangki migas, tetapi memang membutuhkan modal besar dengan waktu pengembalian panjang,” ujarnya.</p>
<p>Dukungan juga datang dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral. Kepala Biro Perencanaan Kementerian ESDM Republik Indonesia, Hariyanto, menyebut kebutuhan besar terhadap infrastruktur energi, termasuk peningkatan produksi bioetanol nasional hingga satu juta kiloliter per tahun.</p>
<p>Setelah melalui diskusi panjang dan dirumuskannya rekomendasi kepada pemerintah pusat, khususnya kepada Presiden Prabowo Subianto, Arman menegaskan bahwa seluruh rekomendasi yang dirumuskan bukan sekadar gagasan akademik, melainkan hasil analisis berbasis simulasi dan kebutuhan riil industri nasional.</p>
<p>Sebagai tindak lanjut, risalah kebijakan (<em>Policy brief</em>) hasil penelitian itu akan disampaikan langsung kepada Presiden pada April 2026. Presentasi tersebut turut melibatkan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian (Kemenko Perekonomian) dan Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) sebagai pihak yang mendapatkan salinan (cc).</p>
<p>“Prediksi ekonomi dan bisnis membutuhkan skenario simulasi dinamik, sehingga kebijakan publik yang diambil mampu merepresentasikan perubahan variabel yang dinamis,” pungkasnya. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Simulasi ITS Ungkap Risiko Lonjakan Harga Minyak, Beban APBN Bisa Tembus Rp83 Triliun Imbas Konflik Timur Tengah</title>
<link>https://suarajatimpost.com/simulasi-its-ungkap-risiko-lonjakan-harga-minyak-beban-apbn-bisa-tembus-rp83-triliun-imbas-konflik-timur-tengah</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/simulasi-its-ungkap-risiko-lonjakan-harga-minyak-beban-apbn-bisa-tembus-rp83-triliun-imbas-konflik-timur-tengah</guid>
<description><![CDATA[ Simulasi menunjukkan bahwa, ketika harga minyak dunia melonjak hingga 50 persen menjadi USD 105 per barel, sebuah skenario yang sangat mungkin terjadi dalam situasi konflik geopolitik, beban subsidi dapat meningkat drastis hingga Rp83,60 triliun atau naik sekitar 232 persen. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202603/image_870x580_69c240c25b4e9.webp" length="62638" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Tue, 24 Mar 2026 15:59:16 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ryan Ramadhan</dc:creator>
<media:keywords>Institut Teknologi Sepuluh Nopember, ITS, Simulasi, Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara, APBN, Selat Hormuz, BBM, Subsidi, Surabaya, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SURABAYA, SJP -</strong> Sejak awal Maret 2026, eskalasi konflik di Timur Tengah antara Iran, Israel, dan Amerika Serikat terus meningkat. Ketegangan ini memunculkan kekhawatiran global, terutama terkait potensi penutupan Selat Hormuz, jalur vital yang dilalui sekitar 20 persen distribusi minyak dunia. </p>
<p>Jika skenario tersebut terjadi, dampaknya tidak hanya terasa di pasar energi global, tetapi juga berpotensi mengguncang stabilitas ekonomi negara-negara pengimpor minyak seperti Indonesia yang sangat rentan terhadap fluktuasi harga minyak dunia.</p>
<p>Di tengah situasi tersebut, hasil simulasi ekonomi yang dilakukan oleh Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) menunjukkan bahwa lonjakan harga minyak dunia dapat memberikan tekanan besar terhadap Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), khususnya melalui peningkatan beban subsidi energi.</p>
<p>Simulasi tersebut disusun oleh Dr. Ir. Arman Hakim Nasution, M.Eng. selaku Kepala Pusat Studi PIKP ITS sebagai Ketua Tim Perumus, dengan anggota yang terdiri dari Prof. Erma Suryani, S.T., M.T., Ph.D. dan Mike Antika, S.T. yang merupakan Tim Ahli Pusat Studi PIKP ITS.</p>
<p>Penelitian berbasis metode<em> system dynamics</em> yang didukung oleh Laboratorium BAS, Departemen Manajemen Bisnis ITS itu mengungkap bahwa dalam kondisi normal (baseline), dengan asumsi harga minyak dunia sebesar USD 70 per barel dan nilai tukar relatif stabil, beban subsidi BBM pemerintah berada di kisaran Rp25,17 triliun. </p>
<p>Namun, ketika harga minyak dunia melonjak hingga 50 persen menjadi USD 105 per barel, sebuah skenario yang sangat mungkin terjadi dalam situasi konflik geopolitik, beban subsidi dapat meningkat drastis hingga Rp83,60 triliun atau naik sekitar 232 persen.</p>
<p>“Lonjakan harga minyak dunia memiliki dampak yang sangat signifikan terhadap beban subsidi pemerintah. Kenaikan yang terlihat moderat di pasar global bisa berlipat ganda dampaknya di dalam negeri,” ujar Dr. Ir. Arman Hakim Nasution, Kepala Pusat Studi PIKP ITS.</p>
<p>Tekanan tersebut tidak berdiri sendiri. Simulasi juga menunjukkan bahwa pelemahan nilai tukar rupiah dapat memperparah kondisi fiskal. Dalam skenario depresiasi rupiah sebesar 30 persen, beban subsidi energi meningkat hingga 186 persen. Hal itu terjadi karena transaksi impor minyak menggunakan dolar AS, sehingga setiap pelemahan rupiah akan langsung meningkatkan biaya pengadaan energi.</p>
<p>“Ketika harga minyak naik bersamaan dengan pelemahan rupiah, maka tekanan terhadap subsidi menjadi berlipat. Ini yang perlu diwaspadai dalam situasi global yang tidak stabil,” jelasnya.</p>
<p><strong>Kebijakan Kenaikan Harga BBM Menekan Subsidi</strong></p>
<p>Dalam menghadapi tekanan tersebut, ITS menyoroti kebijakan penyesuaian harga BBM sebagai salah satu opsi yang paling efektif untuk menekan beban subsidi. Hasil simulasi menunjukkan bahwa kenaikan harga BBM dari Rp10.000 menjadi Rp15.000 per liter mampu menurunkan beban subsidi hingga sekitar 47 persen dibandingkan skenario tanpa penyesuaian harga.</p>
<p>Namun demikian, kebijakan tersebut tidak lepas dari konsekuensi ekonomi yang cukup berat. Kenaikan harga BBM berpotensi mendorong inflasi hingga sekitar 3,79 persen serta menekan pertumbuhan ekonomi dalam jangka pendek akibat meningkatnya biaya produksi dan transportasi.</p>
<p>“Penyesuaian harga BBM memang efektif dari sisi fiskal, tetapi ada konsekuensi terhadap inflasi dan daya beli masyarakat. Di sinilah diperlukan kebijakan yang seimbang,” kata Arman.</p>
<p>Untuk meredam dampak sosial dari kebijakan tersebut, penelitian ini juga menekankan pentingnya pemberian bantuan kompensasi kepada masyarakat, khususnya kelompok berpendapatan rendah. Langkah ini dinilai krusial untuk menjaga daya beli sekaligus menghindari gejolak sosial akibat kenaikan harga energi.</p>
<p>Lebih jauh, Arman menekankan bahwa kondisi global yang semakin tidak pasti, terutama akibat konflik di kawasan Timur Tengah, menuntut pemerintah untuk memiliki kebijakan energi yang lebih adaptif dan responsif terhadap perubahan.</p>
<p>“Kebijakan energi tidak bisa lagi bersifat statis. Pemerintah perlu mekanisme yang lebih fleksibel dalam menyesuaikan harga dan subsidi agar tidak terjadi tekanan fiskal yang terlalu besar,” ujarnya.</p>
<p><strong>Perlunya Kebijakan Energi yang Lebih Adaptif</strong></p>
<p>Dalam jangka panjang, ITS merekomendasikan percepatan diversifikasi energi dan transisi menuju energi terbarukan sebagai solusi strategis untuk mengurangi ketergantungan terhadap minyak impor. Ketergantungan yang tinggi terhadap energi fosil dinilai menjadi akar utama kerentanan ekonomi Indonesia terhadap gejolak global.</p>
<p>“Transisi energi menjadi langkah penting untuk memperkuat ketahanan ekonomi nasional, terutama dalam menghadapi risiko geopolitik seperti yang terjadi saat ini,” pungkasnya.</p>
<p>Sebagai informasi, penelitian tersebut akan dilanjutkan pada Mei 2026 melalui kolaborasi antara DRPM ITS dan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian.</p>
<p>Skenario simulasi BBM itu akan diriset secara lebih mendalam, sebagai bagian dari Skema ABMAS FRONTIER Berbasis Produk milik DRPM-ITS 2026 yang mengajak berkolaborasi dengan Departemen Manajemen Bisnis ITS sebagai mitra akademisi dan Kemenko Perekonomian RI sebagai mitra praktisi/regulator. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>STIESIA Surabaya Salurkan 5.875 Kg Beras Zakat Fitrah, Wujud Tri Dharma dan Kepedulian Sosial Kampus</title>
<link>https://suarajatimpost.com/stiesia-surabaya-salurkan-5875-kg-beras-zakat-fitrah-wujud-tri-dharma-dan-kepedulian-sosial-kampus</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/stiesia-surabaya-salurkan-5875-kg-beras-zakat-fitrah-wujud-tri-dharma-dan-kepedulian-sosial-kampus</guid>
<description><![CDATA[ STIESIA menyalurkan total 5.875 kilogram beras dengan dua skema pembagian. Sebanyak 50 masjid dan yayasan masing-masing menerima 25 kilogram beras, sementara 925 paket beras masing-masing 5 kilogram diberikan kepada masyarakat sekitar serta sejumlah lembaga sosial, panti asuhan, dan lembaga yatim piatu. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202603/image_870x580_69b2d73044bab.webp" length="72730" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 12 Mar 2026 22:13:35 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ryan Ramadhan</dc:creator>
<media:keywords>Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Indonesia, STIESIA, PERPENDIKNAS, Surabaya, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SURABAYA, SJP - </strong>Perguruan tinggi tidak hanya berperan sebagai pusat pendidikan dan penelitian, tetapi juga memiliki tanggung jawab untuk memberikan manfaat nyata bagi masyarakat melalui pengabdian sosial. </p>
<p></p>
<p>Prinsip tersebut sejalan dengan Tri Dharma Perguruan Tinggi, yang menempatkan pengabdian kepada masyarakat sebagai salah satu pilar utama selain pendidikan dan penelitian.</p>
<p></p>
<p>Semangat itu kembali ditunjukkan oleh Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Indonesia (STIESIA) Surabaya dengan menyalurkan 5.875 kilogram beras zakat fitrah menjelang Idulfitri 2026. Beras tersebut disalurkan kepada 50 masjid dan yayasan serta 925 penerima manfaat di Surabaya, terutama masyarakat yang membutuhkan di sekitar lingkungan kampus.</p>
<p></p>
<p>Kegiatan itu merupakan agenda rutin yang dilaksanakan STIESIA setiap tahun sebagai bentuk kepedulian sosial sekaligus implementasi nilai-nilai keagamaan dan kemanusiaan dalam lingkungan pendidikan tinggi. Acara tersebut juga dihadiri oleh civitas akademika STIESIA, juga Ketua Perkumpulan Penyelenggara Pendidikan Nasional (PERPENDIKNAS), Dra. Endang Dwi Retnani.</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202603/image_870x_69b2d7540e14d.webp" alt=""></p>
<p>Dalam kesempatan tersebut, Ketua STIESIA, Prof. Nur Fajrih Asyik, mengatakan pembagian zakat fitrah merupakan bagian dari komitmen lembaga pendidikan untuk memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat.</p>
<p></p>
<p>“STIESIA Surabaya sebagai lembaga pendidikan tinggi di bawah naungan PERPENDIKNAS secara rutin setiap tahun menyelenggarakan kegiatan pembagian zakat fitrah kepada pihak-pihak yang berhak menerima,” ujarnya, Kamis (12/3/2025).</p>
<p></p>
<p>Ia menegaskan bahwa kegiatan tersebut tidak hanya berkaitan dengan kewajiban keagamaan, tetapi juga merupakan bagian dari tanggung jawab sosial yang harus dijalankan oleh perguruan tinggi kepada masyarakat, khususnya warga sekitar kampus.</p>
<p></p>
<p>“Kegiatan STIESIA selain melaksanakan tridharma, salah satu poin penting kewajiban kita adalah melaksanakan tanggung jawab sosial, salah satunya melalui pembagian zakat fitrah yang memberikan dampak bagi masyarakat,” katanya.</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202603/image_870x_69b2d6c73339d.webp" alt=""></p>
<p>Pada tahun ini, STIESIA menyalurkan total 5.875 kilogram beras dengan dua skema pembagian. Sebanyak 50 masjid dan yayasan masing-masing menerima 25 kilogram beras, sementara 925 paket beras masing-masing 5 kilogram diberikan kepada masyarakat sekitar serta sejumlah lembaga sosial, panti asuhan, dan lembaga yatim piatu.</p>
<p></p>
<p>Menurut Prof. Fajrih, zakat fitrah memiliki makna yang tidak hanya berkaitan dengan kewajiban agama, tetapi juga sebagai upaya membersihkan harta sekaligus menumbuhkan kepedulian sosial.</p>
<p></p>
<p>“Makna zakat fitrah di sini adalah untuk membersihkan harta yang dikelola oleh PERPENDIKNAS sekaligus membersihkan hati. Maka sudah selayaknya kita mengeluarkan apa yang wajib kita keluarkan yang merupakan hak dari masyarakat yang membutuhkan,” ujarnya.</p>
<p></p>
<p>Ia berharap kegiatan tersebut tidak hanya membantu masyarakat yang membutuhkan, tetapi juga membawa keberkahan bagi institusi pendidikan yang menjalankannya.</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202603/image_870x_69b2d7248074a.webp" alt=""></p>
<p>“Harapan kami, apa yang kita lakukan sebagai lembaga pendidikan tinggi ini diberikan kemudahan dan keberkahan oleh Allah,” katanya.</p>
<p></p>
<p>Lebih jauh, ia juga berharap keberadaan STIESIA dapat terus memberikan dampak positif bagi lingkungan sekitar serta membantu mengurangi kesenjangan sosial di masyarakat.</p>
<p></p>
<p>“Semoga STIESIA Surabaya tetap sukses, terus berprestasi, dan masyarakat juga merasakan dampak positif dari keberadaan kampus ini,” pungkas Prof. Fajrih. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor: Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Belajar Jadi Garam dan Terang, Siswa Kristen SMAN 9 Surabaya Ikuti Pondok Kasih</title>
<link>https://suarajatimpost.com/belajar-jadi-garam-dan-terang-siswa-kristen-sman-9-surabaya-ikuti-pondok-kasih</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/belajar-jadi-garam-dan-terang-siswa-kristen-sman-9-surabaya-ikuti-pondok-kasih</guid>
<description><![CDATA[ Belajar menjadi “garam dan terang”, puluhan siswa Kristen SMAN 9 Surabaya ditempa melalui Pondok Kasih untuk membawa pengaruh baik, menebar kasih, dan menjadi teladan di tengah kehidupan masyarakat. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202603/image_870x580_69b295dbda349.webp" length="38178" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 12 Mar 2026 19:31:32 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ryan Ramadhan</dc:creator>
<media:keywords>Kristen, Pondok Kasih, SMAN 9 Surabaya, Garam dan Terang, Surabaya, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SURABAYA, SJP - </strong>Bulan Ramadan kerap identik dengan beragam kegiatan religius bagi umat Muslim, mulai dari pesantren kilat hingga berbagai agenda ibadah lainnya. Di banyak sekolah, momen itu biasanya lebih terasa bagi siswa Muslim. </p>
<p></p>
<p>Namun suasana berbeda terlihat di SMAN 9 Surabaya, di mana siswa dari berbagai keyakinan tetap mendapat ruang untuk memperdalam iman masing-masing.</p>
<p></p>
<p>Saat siswa Muslim mengikuti kegiatan Pondok Ramadan di pesantren, siswa Kristen di sekolah tersebut mengikuti program serupa bernama Pondok Kasih. Kegiatan itu digelar di lingkungan sekolah sebagai wadah pembinaan iman bagi siswa Kristen dan non-Muslim.</p>
<p></p>
<p>Guru Agama Kristen Aminahati Baene menjelaskan bahwa Pondok Kasih diselenggarakan sebagai bentuk kegiatan ibadah bagi siswa Kristen, agar mereka tetap memiliki ruang pembinaan rohani di waktu yang sama dengan kegiatan keagamaan siswa Muslim.</p>
<p></p>
<p>“Di mana yang beragama muslim mereka mengikuti kegiatan pondok Ramadan di pesantren, sedangkan kita yang Kristen dan non-muslim lain mengadakan pondok kasih yang berlokasi di SMA Negeri 9 Surabaya," ucap guru yang akrab disapa Mina itu, Kamis (12/3/2026).</p>
<p></p>
<p>Kegiatan tersebut dirancang tidak hanya berupa ibadah formal. Berbagai aktivitas interaktif turut disisipkan agar siswa dapat mengikuti kegiatan dengan suasana yang lebih santai dan menyenangkan.</p>
<p></p>
<p>"Di pondok kasih ada beberapa kegiatan, mulai dari ice breaking, ada juga permainan supaya tidak terlalu kaku anak-anak mengikuti ibadah, dan juga ada ceramah atau khutbah dari seorang pendeta yang kita undang dari luar," imbuhnya.</p>
<p></p>
<p>Dalam kegiatan tersebut, sekolah juga menghadirkan pendeta dari luar sebagai pembicara. Pendeta yang diundang adalah Julio Kristano Andreautra, yang berasal dari Gereja Reformed Injili Indonesia (GRII) Andhika.</p>
<p></p>
<p>Pondok Kasih tahun ini diikuti oleh sekitar 30 siswa Kristen Protestan dari kelas 10 dan 11 yang digabung dalam satu kegiatan sehari. Jika digabung dengan siswa Katolik, jumlah siswa non-Muslim di sekolah tersebut mencapai lebih dari 50 orang.</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202603/image_870x_69b295c9d1f30.webp" alt=""></p>
<p>“Untuk kegiatan di pondok kasih hanya cukup satu hari saja digabung kelas 10 sama kelas 11. Dengan total pesertanya ada 30 anak," sebut Mina.</p>
<p></p>
<p>Meski durasinya lebih singkat dibanding Pondok Ramadan yang berlangsung tiga hari, kegiatan Pondok Kasih tetap dirancang agar memberikan pengalaman spiritual yang bermakna bagi para peserta.</p>
<p></p>
<p><strong>Belajar Menjadi “Garam dan Terang”</strong></p>
<p>Lebih dari sekadar kegiatan ibadah, Pondok Kasih juga dimaksudkan sebagai bekal spiritual bagi siswa dalam menjalani kehidupan sehari-hari. Mina berharap para siswa dapat semakin mengenal jati diri mereka dan membawa nilai-nilai kebaikan di tengah masyarakat.</p>
<p></p>
<p>“Harapan kami sebagai guru, anak-anak ini semakin mengenal pribadi mereka dan jati diri mereka ke depan, sehingga mereka bisa menjadi terang dan garam di tengah-tengah orang yang belum mengenal Tuhan," ucap Mina.</p>
<p></p>
<p>Konsep “garam dan terang” sendiri berasal dari ajaran dalam Injil, tepatnya metafora dalam Matius 5:13–16 di mana Yesus menyebut pengikut-Nya sebagai garam dan terang dunia. </p>
<p></p>
<p>Itu bermakna umat harus memberi dampak positif, membawa pengaruh baik, menyebarkan kasih, dan menjadi teladan melalui perbuatan baik di tengah masyarakat, bukan hanya di dalam gereja.</p>
<p></p>
<p>"Jadi saya harap, Pondok Kasih bisa mengajak anak-anak untuk menjadi teladan dan membawa pengaruh positif bagi lingkungan sekitarnya," tandasnya.</p>
<p></p>
<p><strong>Ruang Iman yang Setara di Sekolah</strong></p>
<p>Kepala sekolah Tri Kurniawati menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk komitmen sekolah dalam memberikan kesempatan yang sama bagi seluruh siswa untuk memperdalam iman masing-masing.</p>
<p></p>
<p>“Pada intinya kita memberikan porsi yang sama untuk meningkatkan keimanan masing-masing. Baik yang Islam maupun yang non-Islam, semuanya mendapatkan porsi yang sama," ujar Tri.</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202603/image_870x_69b29463e89f8.webp" alt=""></p>
<p>Menurutnya, Pondok Kasih merupakan agenda rutin tahunan yang dilaksanakan bersamaan dengan Pondok Ramadan. Keduanya memiliki tujuan yang sama, yaitu memperkuat spiritualitas siswa.</p>
<p></p>
<p>“Sama layaknya Pondok Ramadan, Pondok Kasih juga acara rutin tahunan. Jadi sama-sama mereka mendapatkan porsi yang sama," ungkapnya.</p>
<p></p>
<p>Bagi pihak sekolah, keberadaan kegiatan seperti ini bukan sekadar program tahunan, tetapi juga bagian dari komitmen untuk memastikan setiap siswa memperoleh hak pendidikan yang setara, termasuk dalam pembinaan keagamaan.</p>
<p></p>
<p>“Harapan saya semua anak mendapatkan hak pendidikan yang sama dan kegiatan keagamaan yang sama pula, hanya bentuknya saja yang berbeda," pungkas Tri. (*)</p>
<p>Riz</p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Belajar Tazkiyatun Nafs hingga Disiplin Ibadah, Siswa SMAN 9 Surabaya Ikuti Pesantren Kilat di Pondok Pesantren Assalafi Al Fithrah</title>
<link>https://suarajatimpost.com/belajar-tazkiyatun-nafs-hingga-disiplin-ibadah-siswa-sman-9-surabaya-ikuti-pesantren-kilat-di-pondok-pesantren-assalafi-al-fithrah</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/belajar-tazkiyatun-nafs-hingga-disiplin-ibadah-siswa-sman-9-surabaya-ikuti-pesantren-kilat-di-pondok-pesantren-assalafi-al-fithrah</guid>
<description><![CDATA[ Sekitar 700 siswa SMAN 9 Surabaya mengikuti pesantren kilat di Pondok Pesantren Assalafi Al Fithrah Surabaya, merasakan langsung kehidupan pesantren untuk memperkuat ibadah, akhlak, dan kemandirian selama Ramadhan. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202603/image_870x580_69b28040d9b78.webp" length="79952" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 12 Mar 2026 18:00:05 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ryan Ramadhan</dc:creator>
<media:keywords>Ramadhan 2026, Pondok Pesantren, Pesantren Kilat, Assalafi Al Fithrah Surabaya, SMAN 9, Surabaya, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SURABAYA, SJP – </strong>Bulan Ramadhan kerap dimanfaatkan oleh berbagai lembaga pendidikan sebagai momentum memperdalam nilai-nilai spiritual melalui kegiatan Pondok Ramadhan atau pesantren kilat. Selain memperkuat pemahaman keagamaan, kegiatan tersebut juga menjadi sarana pembentukan karakter dan kedisiplinan ibadah bagi para pelajar.</p>
<p></p>
<p>Hal itulah yang dilakukan oleh SMAN 9 Surabaya di Ramadan 2026 dengan menggelar kegiatan Pondok Ramadhan di Pondok Pesantren Assalafi Al Fithrah Surabaya. Selama tiga hari, ratusan siswa mengikuti program pesantren kilat dengan berbagai materi keagamaan serta praktik ibadah khas kehidupan pesantren.</p>
<p></p>
<p>Sekitar 700 siswa kelas X dan XI mengikuti kegiatan pesantren kilat yang digelar selama tiga hari secara bergantian. Para siswa tidak hanya mengikuti materi keagamaan, tetapi juga merasakan langsung kehidupan pesantren dengan berbagai aktivitas ibadah dan pembelajaran yang dipandu oleh pengasuh pondok.</p>
<p></p>
<p><strong>Menghadirkan Suasana Pesantren bagi Siswa</strong></p>
<p>Kepala Sekolah SMAN 9 Surabaya, Tri Kurniawati, menjelaskan bahwa kegiatan tersebut sengaja dilaksanakan di lingkungan pesantren agar siswa dapat merasakan langsung atmosfer pendidikan khas pondok.</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202603/image_870x_69b2803d4861d.webp" alt=""></p>
<p>“Yang pertama, kenapa anak-anak kita bawa ke pondok pesantren, agar anak-anak bisa merasakan auranya di pondok itu seperti apa. Kemudian tujuan kami, anak-anak kita ikutkan ke pesantren kilat,” ujar Tri saat dikonfirmasi pada Kamis (12/3/2026).</p>
<p></p>
<p>Menurutnya, kegiatan itu tidak hanya bertujuan memberikan pengetahuan agama, tetapi juga menjadi sarana pembinaan karakter melalui pengalaman spiritual selama Ramadhan.</p>
<p></p>
<p>“Yang pertama itu untuk pembersihan jiwa atau tazkiyatun nafs, agar anak-anak memanfaatkan bulan suci dengan memperbanyak zikir, tadarus, dan amaliah yang baik,” katanya.</p>
<p></p>
<p>Selain itu, siswa juga dilatih meningkatkan disiplin ibadah melalui kegiatan seperti sholat berjamaah dan sholat sunnah.</p>
<p></p>
<p>“Kemudian yang kedua untuk peningkatan disiplin ibadah, melatih kemandirian mulai dari menjalankan sholat fardhu berjamaah dan sholat sunnah,” jelasnya.</p>
<p></p>
<p>Tri Kurniawati menambahkan, kegiatan tersebut juga diarahkan untuk membentuk akhlak siswa agar memiliki sikap dan perilaku yang baik dalam kehidupan sehari-hari.</p>
<p></p>
<p>“Yang ketiga pembentukan anak-anak yang berakhlakul karimah, sehingga nanti ketika kembali ke sekolah atau lingkungannya, mereka bisa menjaga adab kepada orang tua, guru, maupun teman,” ungkapnya.</p>
<p></p>
<p><strong>Ratusan Siswa dan Puluhan Guru Ikut Mondok</strong></p>
<p>Kegiatan Pondok Ramadhan itu diikuti sekitar 700 siswa dari kelas X dan XI yang mengikuti kegiatan secara bergantian selama tiga hari. Tidak hanya siswa, sebanyak sekitar 70 guru dari SMAN 9 Surabaya juga ikut terlibat dan mendampingi kegiatan tersebut.</p>
<p></p>
<p>“Guru-gurunya terlibat semua, sekitar 70 guru kita libatkan dan dibagi dua tahap untuk membantu kegiatan sekaligus ikut kegiatan. Jadi bapak-ibu guru juga ikut mondok di sini,” tutur Tri.</p>
<p></p>
<p>Ia menambahkan, seluruh materi dalam kegiatan ini disampaikan oleh pihak pesantren sehingga siswa mendapatkan pengalaman belajar langsung dari para pengasuh pondok.</p>
<p></p>
<p>“Tapi untuk seluruh materi dari pihak pondok, jadi ada materi-materi khusus yang disampaikan oleh pengasuh pesantren,” katanya.</p>
<p></p>
<p>Pihak sekolah berharap kegiatan ini dapat memberikan dampak positif bagi perkembangan karakter siswa.</p>
<p></p>
<p>“Harapan kami semoga anak-anak menjadi anak-anak yang beradab, berakhlakul karimah, mandiri, dan bisa membersihkan diri, hati, serta pikirannya menjadi lebih baik lagi,” ujarnya.</p>
<p></p>
<p><strong>Perpaduan Materi Pengetahuan dan Praktik Ibadah</strong></p>
<p>Sementara itu, Kepala Bagian Pendidikan Pondok Pesantren Assalafi Al Fithrah Surabaya, Fathur Rozi, menyampaikan rasa bangganya karena pesantren tersebut dipercaya menjadi lokasi kegiatan Pondok Ramadhan bagi siswa SMAN 9 Surabaya.</p>
<p></p>
<p>“Alhamdulillah, saya sangat bangga dan senang sekali para santri SMA N 9 Surabaya melakukan kajian Pondok Ramadan di pondok kami,” ujarnya.</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202603/image_870x_69b281f23a015.webp" alt=""></p>
<p>Fathur Rozi memaparkan bahwa selama pesantren kilat tersebut berlangsung, kegiatan akan dirancang dengan dua komponen utama, yakni pembelajaran pengetahuan keagamaan dan praktik ibadah.</p>
<p></p>
<p>“Ada dua kegiatan besar yang kita petakan, pertama kegiatan pengetahuan dan kedua kegiatan keterampilan,” jelas kabag yang menaungi jenjang pendidikan Raudhatul Athfal, Ma’had Aly dan Madrasah Diniyah Takmiliyah Al-Jamiah itu.</p>
<p></p>
<p>Dalam sesi pengetahuan, para siswa mendapatkan materi mengenai fikih thaharah atau tata cara bersuci, baik secara lahiriah maupun batiniah.</p>
<p></p>
<p>“Di pondok ini bukan hanya thaharah secara dhohir seperti wudhu dan mandi besar, tetapi juga thaharah batin, bagaimana hati kita disucikan melalui zikir dan wirid,” katanya.</p>
<p></p>
<p>Selain itu, para siswa juga mendapatkan materi tentang akhlak dan tanggung jawab manusia terhadap Tuhan, sesama manusia, hingga lingkungan.</p>
<p></p>
<p>“Nanti ada materi akhlak tentang tanggung jawab kepada Allah, kepada manusia, kepada orang tua, dan kepada alam sekitar,” jelasnya.</p>
<p></p>
<p>Tak hanya itu, pihak pesantren juga memberikan edukasi kepada siswa mengenai bahaya minuman keras, narkotika (Mirasantika) untuk peningkatan kualitas kemampuan berpikir.</p>
<p></p>
<p>“Tiga materi itu akan disampaikan oleh para asatidz pondok,” ujarnya.</p>
<p></p>
<p>Selain pembelajaran teori, para siswa juga mengikuti berbagai kegiatan praktik ibadah seperti sholat berjamaah, tarawih, hingga ibadah qiyamul lail di sepertiga malam.</p>
<p></p>
<p>“Para santri nanti diajak bersama-sama sholat berjamaah, sholat tarawih, dan malamnya ditutup dengan qiyamul lail,” kata Fathur Rozi.</p>
<p></p>
<p>Ia menjelaskan bahwa kegiatan pesantren kilat seperti yang diikuti SMAN 9 Surabaya merupakan bagian dari program Ramadhan yang rutin diselenggarakan di pesantren tersebut.</p>
<p></p>
<p>“Pesantren kilat itu macam-macam, ada yang setengah bulan, ada yang beberapa hari seperti kegiatan dari sekolah-sekolah,” jelasnya.</p>
<p></p>
<p><strong>Mengenal Pesantren dengan Ribuan Santri</strong></p>
<p>Sebagai salah satu pesantren besar di Surabaya, Pondok Pesantren Assalafi Al Fithrah Surabaya memiliki ribuan santri yang menempuh pendidikan dari berbagai jenjang.</p>
<p></p>
<p>“Total santri yang mukim di sini sekitar 3.000 orang, dan yang tidak mukim sekitar 2.000, jadi totalnya sekitar 5.000 santri putra dan putri,” ungkap Fathur Rozi.</p>
<p></p>
<p>Ia berharap kerja sama antara pesantren dan lembaga pendidikan seperti SMAN 9 Surabaya dapat terus berkembang dan memberikan manfaat bagi para siswa.</p>
<p></p>
<p>“Mudah-mudahan dengan kerja sama yang baik ini mampu memberikan kontribusi yang baik dan kemanfaatan bagi para siswa,” katanya.</p>
<p></p>
<p>Dengan mengikuti Pondok Ramadhan di lingkungan pesantren, para siswa diharapkan tidak hanya memperoleh ilmu agama, tetapi juga merasakan langsung nilai-nilai kehidupan pesantren yang menekankan kedisiplinan, spiritualitas, serta pembentukan akhlak mulia. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Santuni 500 Anak Yatim, Miracle of Ramadan 2026 Bungkus Kepedulian dengan Nuansa Keberagaman</title>
<link>https://suarajatimpost.com/santuni-500-anak-yatim-miracle-of-ramadan-2026-bungkus-kepedulian-dengan-nuansa-keberagaman</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/santuni-500-anak-yatim-miracle-of-ramadan-2026-bungkus-kepedulian-dengan-nuansa-keberagaman</guid>
<description><![CDATA[ Sebanyak 500 anak yatim, dhuafa, dan penghafal Al-Qur’an dari Surabaya Raya merasakan kebahagiaan dalam santunan dan buka puasa bersama “Miracle of Ramadan”, Ramadan yang dibungkus dengan pertunjukan lintas budaya. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202603/image_870x580_69ad8b6a4a097.webp" length="39750" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sun, 08 Mar 2026 23:08:02 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ryan Ramadhan</dc:creator>
<media:keywords>Yatim, Dhuafa, Miracle of Ramadan 2026, Ramadan, Positive Community, Yayasan Baitul Maal Griya Qur&#039;an, Mercure Surabaya Grand Mirama, Surabaya, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SURABAYA, SJP - </strong>Tahun 2026 menjadi momen yang terasa lebih istimewa bagi banyak masyarakat Indonesia. Sejumlah hari raya keagamaan hadir dalam waktu yang berdekatan, mulai dari perayaan Hari Raya Imlek, Hari Raya Nyepi, hingga bulan suci Ramadan yang berpuncak pada Idulfitri. </p>
<p>Kedekatan momentum lintas perayaan itu menghadirkan nuansa kebersamaan dan keberagaman yang semakin terasa di tengah masyarakat.</p>
<p>Semangat itulah yang coba dihadirkan dari kolaborasi antara Positive Community, Yayasan Baitul Maal Griya Qur'an, serta manajemen Mercure Surabaya Grand Mirama, dengan dukungan sponsor dari Mitsubishi Motors dalam kegiatan bertajuk Miracle of Ramadan 2026. </p>
<p>Sebanyak 500 anak yatim dan penghafal Al-Qur’an dari Surabaya, Sidoarjo, dan Bangkalan mendapatkan santunan dalam kegiatan yang digelar bersama berbagai komunitas dan lembaga. Selain santunan, anak-anak juga diajak menikmati berbagai hiburan, mulai dari pertunjukan seperti pencak silat, badut dan yang paling menarik adalah Barongsai.</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202603/image_870x_69ad8962f3b41.webp" alt=""></p>
<p><strong>Enam Tahun Berbagi Kebahagiaan</strong></p>
<p>Ketua Positive Community, Umi Diaz, menjelaskan bahwa kegiatan Miracle of Ramadan telah menjadi program tahunan hasil kerjasama pihaknya bersama Mercure Surabaya Grand Mirama yang terus berkembang. Ia mengatakan kegiatan tersebut telah memasuki tahun keenam penyelenggaraan.</p>
<p>"Jadi ini adalah acara Miracle of Ramadan dari Positive Community. Ini adalah tahun ke-6 di 2026," ujar Diaz, Minggu (8/3/2026).</p>
<p>Menurutnya, tujuan utama kegiatan itu adalah memberikan kebahagiaan kepada anak-anak yatim dan penghafal Al-Qur’an, khususnya di bulan Ramadan.</p>
<p>“Di sini kita memuliakan dan membahagiakan mereka. Selain ada santunan, anak-anak juga dihibur dengan berbagai hiburan,” katanya.</p>
<p>Ia menambahkan, kebahagiaan anak-anak tersebut diharapkan membawa keberkahan bagi semua pihak yang terlibat dalam kegiatan tersebut.</p>
<p>“Kita hanya ingin membahagiakan mereka. Dari kebahagiaan mereka itu insya Allah doa-doa kita nanti diaminkan oleh anak-anak langit.”</p>
<p><strong>Jumlah Peserta Terus Meningkat</strong></p>
<p>Jumlah peserta dalam kegiatan ini terus meningkat dari tahun ke tahun. Umi Diaz menjelaskan bahwa awalnya kegiatan tersebut hanya diikuti puluhan anak, khususnya pada masa pandemi.</p>
<p>Seiring meningkatnya dukungan dari berbagai pihak, jumlah peserta pun bertambah hingga mencapai ratusan anak.</p>
<p>“Meningkat dari awal COVID-19 sekitar 30-an, lalu naik menjadi 100, 200, 300, sampai sekarang menginjak 500 anak di tahun 2026,” jelasnya.</p>
<p>Tahun ini, peserta tidak hanya terdiri dari anak yatim piatu, tetapi juga yatim biatu dan para penghafal Al-Qur’an. Para peserta juga mendapatkan bantuan perlengkapan sekolah berupa tas ransel sebagai bekal menjelang tahun ajaran baru.</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202603/image_870x_69ad895c31c9f.webp" alt=""></p>
<p><strong>Konsep Multietnis di Tengah Ramadan</strong></p>
<p>Salah satu hal yang membuat kegiatan tahun ini terasa berbeda adalah hadirnya unsur keberagaman budaya dalam rangkaian acara. Selain hiburan badut dan pertunjukan seni bela diri, panitia juga menghadirkan pertunjukan barongsai yang identik dengan budaya Tionghoa.</p>
<p>Menurut Umi Diaz, konsep tersebut sengaja dihadirkan karena momentum bulan Ramadhan tahun ini memang bertepatan dengan Momen Imlek untuk menanamkan nilai toleransi kepada anak-anak sejak dini.</p>
<p>“Mengundang barongsai juga untuk menggandeng multi-etnis. Kebetulan Hari Raya Imlek dan Nyepi berdekatan dengan Ramadan dan Idul Fitri,” ujarnya.</p>
<p>Ia berharap anak-anak dapat memahami bahwa perbedaan bukanlah penghalang untuk saling menghargai.</p>
<p>“Membiasakan anak-anak juga untuk saling mencintai dan menghargai satu sama lain," harapnya.</p>
<p>Dalam kegiatan itu, ratusan anak peserta tidak datang sendiri. Mereka dijemput oleh para relawan dari berbagai komunitas, termasuk komunitas mobil yang membantu proses transportasi.</p>
<p>“<em>Alhamdulillah</em> kegiatan ini juga didukung komunitas mobil. Anak-anak dijemput oleh sahabat-sahabat dari komunitas mobil dan nanti pulang juga bersama mereka,” ujar Umi Diaz.</p>
<p>Keterlibatan berbagai komunitas ini menunjukkan bahwa kegiatan sosial dapat menjadi ruang kolaborasi lintas kelompok masyarakat.</p>
<p><strong>Apresiasi dari Kementerian Agama</strong></p>
<p>Kegiatan santunan tersebut juga mendapat apresiasi dari Kementerian Agama Republik Indonesia (Kemenag) melalui perwakilannya dari Kantor Wilayah (Kanwil) Jawa Timur.</p>
<p>Kabid Penerangan Agama Islam dan Pemberdayaan Zakat Wakaf (PENAIS ZAWA) Kanwil Kemenag Jatim, Moh. Arwani, menyampaikan penghargaan kepada panitia atas terselenggaranya kegiatan tersebut.</p>
<p>“Dari Kanwil Kementerian Agama Provinsi Jawa Timur kami menyampaikan apresiasi dan penghargaan setinggi-tingginya kepada panitia kegiatan santunan dan buka bersama 500 adik-adik yatim dan penghafal Al-Qur’an,” ujarnya.</p>
<p>Menurutnya, kegiatan seperti ini tidak hanya membantu meringankan beban anak yatim, tetapi juga memiliki nilai ibadah yang tinggi.</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202603/image_870x_69ad896a9c558.webp" alt=""></p>
<p>“Mudah-mudahan kita bisa membantu meringankan beban anak-anak yatim dan para penghafal Al-Qur’an,” katanya.</p>
<p>Ia juga berharap kegiatan serupa dapat terus dilakukan secara konsisten, khususnya di wilayah Jawa Timur yang juga dikenal dengan keberagaman agama, suku dan etnis.</p>
<p>“Mudah-mudahan kegiatan seperti hari ini bisa menjadi kegiatan yang istiqomah dilakukan secara rutin," tandasnya.</p>
<p><strong>Bentuk Tanggung Jawab Sosial</strong></p>
<p>Acara Miracle of Ramadan tahun ini digelar di Mercure Surabaya Grand Mirama, yang memberikan dukungan penuh terhadap kegiatan tersebut. Cluster General Manager (GM) Mercure Surabaya Grand Mirama dan Grand Mercure Malang, Sugito Adhi, mengatakan pihaknya telah beberapa tahun bekerja sama dengan Positive Community dalam kegiatan santunan Ramadan.</p>
<p>“Ini kegiatan rutin tahunan untuk Mercure Surabaya yang bekerja sama dengan Positive Community. Sudah lima tahun kami berkolaborasi,” jelasnya.</p>
<p>Ia menegaskan bahwa hotel menyediakan tempat secara gratis sebagai bentuk kolaborasi sosial, yang mana langkah tersebut memang diambil sebagai wujud tanggung jawab dan kontribusi kepada masyarakat sekitar.</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202603/image_870x_69ad8ae6dbb97.webp" alt=""></p>
<p>“Kami memberikan tempat untuk dibuat acara seperti ini. Memang kami tidak menarik biaya untuk kegiatan ini dari awal sampai akhir," ujar Adhi.</p>
<p>Menurutnya, kegiatan tersebut merupakan bagian dari komitmen hotel untuk memberikan manfaat bagi masyarakat.</p>
<p>“Harapan kami paling tidak kami punya manfaat bagi warga sekitar, bagi masyarakat Surabaya Raya,” ujarnya.</p>
<p>Dengan melibatkan ratusan anak yatim, berbagai komunitas, serta dukungan dari sektor swasta dan pemerintah, Miracle of Ramadan 2026 menjadi contoh bagaimana kepedulian sosial dapat diwujudkan secara kolaboratif.</p>
<p>Di tengah suasana Ramadan yang tahun ini berdekatan dengan berbagai perayaan budaya dan keagamaan lainnya, kegiatan tersebut menjadi pengingat bahwa keberagaman bukan sekadar realitas sosial, melainkan juga kekuatan untuk menghadirkan kebahagiaan bersama. (*)</p>
<p>Editor: Danu </p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Granostic Dirikan GPCC, Dorong Edukasi Penanganan Nyeri Tanpa Operasi Berbasis Komunitas</title>
<link>https://suarajatimpost.com/granostic-dirikan-gpcc-dorong-edukasi-penanganan-nyeri-tanpa-operasi-berbasis-komunitas</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/granostic-dirikan-gpcc-dorong-edukasi-penanganan-nyeri-tanpa-operasi-berbasis-komunitas</guid>
<description><![CDATA[ Berdasarkan data pasien yang datang ke Granostic, jenis nyeri yang paling sering dialami masyarakat adalah nyeri lutut dan nyeri punggung. Nyeri lutut umumnya disebabkan oleh proses degeneratif atau penuaan, sementara nyeri punggung memiliki penyebab yang lebih kompleks. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202603/image_870x580_69ad89a200745.webp" length="35384" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sun, 08 Mar 2026 22:42:57 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ryan Ramadhan</dc:creator>
<media:keywords>Granostic, Granostic Pain Clinic, GPCC, Nyeri, Surabaya, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SURABAYA, SJP - </strong>Nyeri merupakan salah satu gangguan kesehatan yang paling umum dialami masyarakat. Namun di balik keluhan yang tampak sederhana itu, setiap nyeri sebenarnya memiliki penyebab yang berbeda-beda dan membutuhkan penanganan yang tepat oleh dokter spesialis.</p>
<p>Dengan pendekatan medis yang tepat, sebagian besar kasus nyeri bahkan tidak perlu ditangani dengan operasi. Sekitar 80 persen kasus nyeri dapat diatasi melalui terapi intervensi yang menargetkan sumber nyeri secara langsung.</p>
<p>Kesadaran itulah yang mendorong Granostic Medical Center memperkenalkan Granostic Pain Clinic Community (GPCC), sebuah komunitas yang ditujukan sebagai ruang temu antara pasien, dokter, dan masyarakat untuk meningkatkan pemahaman mengenai penanganan nyeri.</p>
<p>Komunitas tersebut resmi diperkenalkan dalam acara silaturahmi dan peresmian yang digelar di Surabaya, sekaligus menjadi momentum untuk memperkenalkan layanan klinik nyeri yang dikembangkan oleh Granostic Medical Center kepada masyarakat luas.</p>
<p>Dokter Anestesi subspesialis Intervensi Nyeri, dr. Ratri Dwi Indriani SpAn-TI, FIP., FIPP, menjelaskan bahwa di Granostic dirinya memberikan layanan intervensi nyeri yang berfokus pada penanganan sumber rasa sakit, bukan sekadar meredakan gejala.</p>
<p>"Kami di klinik Granostic ini melakukan pelayanan intervensi nyeri," kata dr. Ratri saat dikonfirmasi pada Minggu (8/3/2026).</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202603/image_870x_69ad8aee3e766.webp" alt=""></p>
<p>Menurutnya, salah satu tujuan utama pendirian komunitas itu adalah untuk memperkenalkan konsep klinik nyeri kepada masyarakat yang selama ini masih jarang dikenal. Selama ini layanan pain clinic umumnya hanya tersedia di rumah sakit dan menjadi bagian dari unit tertentu, sehingga akses masyarakat terhadap layanan tersebut masih terbatas.</p>
<p>"Selama ini klinik nyeri itu adanya di rumah sakit, selalu menempel di rumah sakit. Tapi di Granostic ini benar-benar berada di klinik sendiri atau mandiri," ujarnya.</p>
<p>Ia menyebut keberadaan layanan pain clinic di klinik mandiri menjadi terobosan baru di Surabaya, karena masyarakat dapat mengakses layanan penanganan nyeri dengan lebih mudah tanpa harus melalui prosedur panjang seperti di rumah sakit.</p>
<p>“Kalau orang datang dengan nyeri ke klinik mungkin lebih cepat, bisa memotong antrean dan secara administrasi juga tidak seribet di rumah sakit,” jelasnya.</p>
<p>Ke depan, Granostic tidak hanya menyediakan layanan medis, tetapi juga aktif melakukan edukasi kesehatan kepada masyarakat melalui berbagai kegiatan sosialisasi. Edukasi tersebut dilakukan dengan menyasar berbagai kelompok komunitas.</p>
<p>“Selain pelayanan nyeri setiap hari, kami juga melakukan edukasi dan sosialisasi ke beberapa komunitas, seperti komunitas lawyer, ibu-ibu pejabat, dan komunitas olahraga,” kata dr Ratri.</p>
<p>Melalui pembentukan GPCC, Granostic berharap dapat memperluas jangkauan edukasi sekaligus membantu masyarakat yang mengalami nyeri kronis namun belum mengetahui harus mencari penanganan ke mana.</p>
<p>“Harapannya kalau komunitas ini terbangun, masyarakat yang mengalami nyeri dan tidak tahu harus ke mana bisa mengetahui bahwa ada klinik nyeri yang bisa membantu,” ujarnya.</p>
<p>Ia menjelaskan bahwa intervensi nyeri berperan sebagai jembatan dalam penanganan pasien yang tidak membaik dengan obat-obatan, namun juga belum membutuhkan tindakan operasi.</p>
<p>“Intervensi nyeri ini menjembatani antara pengobatan dengan obat dan operasi,” katanya.</p>
<p>Menurutnya, banyak pasien yang selama ini mengonsumsi obat anti nyeri dalam jangka panjang tanpa mendapatkan perbaikan yang signifikan. Padahal, penyebab nyeri perlu dicari secara spesifik agar terapi yang diberikan tepat sasaran.</p>
<p>“Nyeri itu pasti ada sumbernya, ada sebabnya,” ujar dr. Ratri.</p>
<p>Ia juga menambahkan bahwa cabang ilmu manajemen nyeri sebenarnya masih tergolong baru berkembang di Indonesia, sehingga belum semua dokter memiliki spesialisasi di bidang tersebut.</p>
<p>“Ilmu manajemen atau intervensi nyeri ini baru berkembang sekitar 10 tahun terakhir di Indonesia,” jelasnya.</p>
<p>Secara medis, nyeri kronis biasanya ditandai dengan keluhan yang berlangsung lebih dari tiga bulan dan mulai mengganggu kualitas hidup seseorang. Pada kondisi tersebut, pasien disarankan untuk mencari penanganan medis yang lebih spesifik.</p>
<p>“Kalau nyeri tidak sembuh dalam tiga bulan dan kualitas hidup mulai menurun, sebaiknya mencari dokter yang khusus menangani nyeri,” katanya.</p>
<p>Selain faktor cedera atau gangguan fisik, dr. Ratri juga menjelaskan bahwa stres berkepanjangan dapat memicu timbulnya nyeri pada tubuh. Kondisi stres dapat menyebabkan otot berkontraksi secara terus-menerus sehingga menjepit saraf dan menimbulkan rasa sakit.</p>
<p>“Kalau stres berkepanjangan, otot bisa terus berkontraksi. Di dalam otot ada saraf dan pembuluh darah, kalau terjepit bisa menimbulkan sindrom nyeri,” ujarnya.</p>
<p>Berdasarkan data pasien yang datang ke Granostic, jenis nyeri yang paling sering dialami masyarakat adalah nyeri lutut dan nyeri punggung. Nyeri lutut umumnya disebabkan oleh proses degeneratif atau penuaan, sementara nyeri punggung memiliki penyebab yang lebih kompleks.</p>
<p>“Nyeri terbanyak itu nyeri lutut karena proses degeneratif, lalu nyeri punggung yang penyebabnya bisa bermacam-macam,” kata dr Ratri.</p>
<p>Ia menambahkan bahwa nyeri punggung tidak selalu disebabkan oleh saraf terjepit, melainkan juga bisa berasal dari peradangan sendi, spasme otot, hingga robekan ligamen atau tendon.</p>
<p>Karena itu, pendekatan penanganan nyeri saat ini tidak lagi langsung mengarah pada operasi seperti yang sering dilakukan di masa lalu.</p>
<p>“Kalau dulu nyeri punggung sering langsung diarahkan ke operasi, sekarang tidak,” ujarnya.</p>
<p>Berdasarkan pengalaman klinis yang mereka tangani, hanya sebagian kecil pasien yang benar-benar membutuhkan operasi.</p>
<p>“Pasien yang benar-benar membutuhkan operasi itu tidak sampai 20 persen, sebagian besar bisa ditangani dengan intervensi nyeri,” jelasnya.</p>
<p>Selain pengobatan, Granostic juga mendorong masyarakat untuk melakukan pencegahan sejak dini agar terhindar dari nyeri kronis. Salah satu penyebab nyeri yang paling sering ditemukan adalah cedera berulang akibat posisi tubuh yang tidak ergonomis dalam aktivitas sehari-hari.</p>
<p>“Nyeri banyak terjadi karena posisi tubuh yang tidak benar, seperti duduk atau mengangkat barang yang tidak ergonomis,” katanya.</p>
<p>Faktor lain yang tidak kalah penting adalah proses degeneratif akibat penuaan. Karena itu, edukasi mengenai cara menjaga kesehatan sendi dan otot menjadi bagian penting dari kegiatan yang dilakukan Granostic.</p>
<p>Melalui GPCC, Granostic berharap dapat memperluas edukasi sekaligus membangun komunitas yang mendukung penanganan nyeri secara lebih komprehensif, tidak hanya dari sisi medis tetapi juga dari sisi kesadaran masyarakat.</p>
<p>Dengan pendekatan tersebut, komunitas ini diharapkan dapat menjadi ruang kolaborasi antara dokter, pasien, dan masyarakat dalam meningkatkan kualitas hidup mereka yang selama ini hidup dengan nyeri kronis. (*)</p>
<p><strong>Editor:</strong> Danu </p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>BI Siapkan Rp24,6 Triliun untuk Penukaran Uang di Jatim</title>
<link>https://suarajatimpost.com/bi-siapkan-rp246-triliun-untuk-penukaran-uang-di-jatim</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/bi-siapkan-rp246-triliun-untuk-penukaran-uang-di-jatim</guid>
<description><![CDATA[ Melalui program SERAMBI 2026, Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Timur menyiapkan uang layak edar (ULE) sebesar Rp24,6 triliun untuk wilayah Jawa Timur. Jumlah tersebut meningkat sekitar 5,6 persen dibanding realisasi tahun sebelumnya yang mencapai Rp23,3 triliun. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202603/image_870x580_69ad8953a8b2d.webp" length="55236" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sun, 08 Mar 2026 22:18:27 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ryan Ramadhan</dc:creator>
<media:keywords>Penukaran Uang, Bank Indonesia, BI, Grand City Convex, Surabaya, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SURABAYA, SJP – </strong>Layanan penukaran uang baru dalam rangka program Semarak Rupiah Ramadan dan Berkah Idulfitri (SERAMBI) 2026 resmi digelar di Grand City Convention and Exhibition, Sabtu (8/3/2026). </p>
<p>Kegiatan tersebut menjadi salah satu titik layanan penukaran terpusat yang disiapkan Bank Indonesia untuk memenuhi kebutuhan uang masyarakat menjelang Ramadan dan Idulfitri 1447 Hijriah.</p>
<p>Melalui program SERAMBI 2026, Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Timur menyiapkan uang layak edar (ULE) sebesar Rp24,6 triliun untuk wilayah Jawa Timur. Jumlah tersebut meningkat sekitar 5,6 persen dibanding realisasi tahun sebelumnya yang mencapai Rp23,3 triliun.</p>
<p>Kepala Perwakilan Bank Indonesia Jawa Timur, Ibrahim, mengatakan penyediaan uang tunai dalam jumlah besar tersebut dilakukan untuk mengantisipasi meningkatnya aktivitas ekonomi masyarakat selama Ramadan dan Idulfitri.</p>
<p>“Bank Indonesia berkomitmen memastikan ketersediaan uang Rupiah dalam jumlah yang cukup, berkualitas, dan tersebar merata, serta didukung sistem pembayaran yang andal selama periode Ramadan dan Idulfitri,” ujar Ibrahim saat dikonfirmasi pada Minggu (8/3/2026).</p>
<p>Menurutnya, peningkatan jumlah uang yang disiapkan juga didorong oleh proyeksi pertumbuhan konsumsi masyarakat serta meningkatnya mobilitas selama periode Ramadan dan Idulfitri (RAFI).</p>
<p>“Antisipasi kenaikan ini didasari oleh pertumbuhan ekonomi yang positif serta meningkatnya aktivitas masyarakat selama periode RAFI (Ramadan dan Idulfitri),” kata Ibrahim.</p>
<p>Selain penukaran terpusat di Grand City, BI juga sebelumnya menggelar layanan serupa sehari sebelumnya di Ciputra World Surabaya. Kedua lokasi tersebut menjadi pusat layanan penukaran uang baru dengan kapasitas besar untuk melayani masyarakat.</p>
<p>Di luar layanan terpusat, BI juga membuka berbagai kanal penukaran uang lainnya. Di antaranya melalui mobil kas keliling yang beroperasi sejak 19 Februari hingga 13 Maret 2026 di sejumlah titik strategis seperti rumah ibadah, pusat keramaian, hingga jalur mudik.</p>
<p>Selain itu, BI juga bersinergi dengan industri perbankan dengan membuka 240 titik layanan penukaran yang tersebar di 38 kabupaten/kota di Jawa Timur. Layanan tersebut berlangsung mulai 24 Februari hingga 15 Maret 2026.</p>
<p>Untuk mendapatkan layanan penukaran uang, masyarakat diimbau melakukan pendaftaran terlebih dahulu melalui aplikasi PINTAR di laman resmi Bank Indonesia. Sistem ini diterapkan untuk memastikan ketertiban layanan serta menghindari antrean panjang.</p>
<p>Di sisi lain, Bank Indonesia juga terus mendorong masyarakat memanfaatkan transaksi non-tunai melalui berbagai instrumen pembayaran digital seperti QRIS, BI-FAST, uang elektronik, dan layanan digital banking.</p>
<p>Upaya tersebut dilakukan untuk mewujudkan sistem pembayaran yang Cepat, Mudah, Murah, Aman, dan Handal (CeMuMuAH).</p>
<p>Tak hanya itu, BI juga mengingatkan masyarakat agar menerapkan perilaku Belanja Bijak, yakni berbelanja sesuai kebutuhan dan tidak berlebihan, serta mengutamakan produk dalam negeri.</p>
<p>“Kami mengajak masyarakat untuk tidak berlebihan dalam belanja, mengutamakan produk dalam negeri, serta selalu waspada terhadap uang palsu dengan prinsip 3D dan semangat Cinta, Bangga, Paham (CBP) Rupiah,” tutup Ibrahim. (*)</p>
<p>Editor: <strong>Danu</strong> </p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Nelayan Tambak Wedi Jadi Pengedar Sabu, Diciduk Polisi saat Karaoke</title>
<link>https://suarajatimpost.com/nelayan-tambak-wedi-jadi-pengedar-sabu-diciduk-polisi-saat-karaoke</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/nelayan-tambak-wedi-jadi-pengedar-sabu-diciduk-polisi-saat-karaoke</guid>
<description><![CDATA[ Pelaku sebelumnya bekerja sebagai nelayan yang mencari ikan di perairan sekitar Suramadu. Namun, aktivitas tersebut terhenti setelah mesin perahu miliknya rusak sehingga ia tidak lagi bisa melaut. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202603/image_870x580_69ac39adc6a34.webp" length="37202" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sat, 07 Mar 2026 22:15:33 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ryan Ramadhan</dc:creator>
<media:keywords>Sabu, Suramadu, Nelayan, Surabaya, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SURABAYA, SJP - </strong>Seorang pria yang sehari-hari bekerja sebagai nelayan harus berurusan dengan aparat kepolisian setelah kedapatan mengedarkan narkotika jenis sabu di kawasan pesisir Surabaya. Ironisnya, pria tersebut ditangkap saat tengah asyik karaoke di sebuah warung kopi dekat Jembatan Suramadu.</p>
<p></p>
<p>Pelaku berinisial MG (37), warga Tambak Wedi, diamankan oleh Satresnarkoba Polres Pelabuhan Tanjung Perak dalam operasi penyamaran yang dilakukan di lokasi tersebut.</p>
<p></p>
<p>Kasatresnarkoba Polres Pelabuhan Tanjung Perak AKP Adik Agus Putrawan menjelaskan, penangkapan dilakukan setelah petugas berpura-pura menjadi pembeli sabu dengan memesan paket hemat seharga sekitar Rp100 ribu.</p>
<p></p>
<p>“Jadi model transaksinya ini adu banteng. Kita bayar dulu, baru barang diserahkan. Ketika momen penyerahan barang itu, petugas langsung gerak cepat meringkus pelaku di lokasi,” ujarnya saat dikonfirmasi, Sabtu (7/3/2026).</p>
<p></p>
<p>Setelah transaksi terjadi dan pelaku menyerahkan sabu kepada petugas yang menyamar, polisi langsung melakukan penangkapan di tempat. Dari hasil pemeriksaan awal, MG mengaku telah menjalankan aktivitas sebagai pengedar selama sekitar tiga bulan terakhir.</p>
<p></p>
<p>Menurut pengakuannya kepada polisi, MG sebelumnya bekerja sebagai nelayan yang mencari ikan di perairan sekitar Suramadu. Namun, aktivitas tersebut terhenti setelah mesin perahu miliknya rusak sehingga ia tidak lagi bisa melaut.</p>
<p></p>
<p>“Pelaku ini kesehariannya mencari ikan di sekitar Suramadu. Tapi karena mesin perahunya rusak, dia tidak bisa melaut lagi,” kata Adik Agus.</p>
<p></p>
<p>Usai menangkap pelaku, petugas kemudian melakukan pengembangan dengan menggeledah rumah MG. Dari penggeledahan tersebut, polisi menemukan sejumlah barang bukti tambahan berupa satu kantong sabu berukuran sedang serta 11 kantong sabu berukuran kecil.</p>
<p></p>
<p>Selain itu, petugas juga menyita timbangan yang diduga digunakan untuk menimbang sabu sebelum dikemas menjadi paket kecil untuk dijual. Polisi turut menemukan alat isap sabu, pipet, sedotan, serta uang tunai sebesar Rp1 juta yang diduga berasal dari hasil penjualan barang haram tersebut.</p>
<p></p>
<p>“Kami juga menyita sabu dari pelaku, baik yang di kantong sedang maupun kecil, total seluruhnya seberat 17,18 gram,” tambahnya.</p>
<p></p>
<p>Saat ini Satresnarkoba Polres Pelabuhan Tanjung Perak masih melakukan pengembangan kasus untuk mengungkap kemungkinan adanya jaringan lain yang terlibat dalam peredaran sabu tersebut.</p>
<p></p>
<p>Sementara itu, MG harus mempertanggungjawabkan perbuatannya di hadapan hukum. Ia dijerat dengan Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman minimal lima tahun penjara. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Pemprov Jatim Kembali Genjot Target Zero ODOL 2027, Gandeng Sopir dan Pelaku Usaha</title>
<link>https://suarajatimpost.com/pemprov-jatim-kembali-genjot-target-zero-odol-2027-gandeng-sopir-dan-pelaku-usaha</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/pemprov-jatim-kembali-genjot-target-zero-odol-2027-gandeng-sopir-dan-pelaku-usaha</guid>
<description><![CDATA[ Selain menggandeng pelaku usaha dan para sopi, proses normalisasi kendaraan ODOL juga difasilitasi oleh Pemerintah Provinsi Jawa Timur melalui dukungan pembiayaan pemotongan dimensi kendaraan. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202603/image_870x580_69ac39a9efbe4.webp" length="63030" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sat, 07 Mar 2026 21:45:06 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ryan Ramadhan</dc:creator>
<media:keywords>ODOL, Truk ODOL, Over Dimensions Over Load, Khofifah Indar Parawansa, Pemprov Jatim, Surabaya, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SURABAYA, SJP — </strong>Pemerintah Provinsi Jawa Timur kembali mengupayakan target zero kendaraan over dimension over load (ODOL) pada 2027, kali ini dengan pendekatan yang lebih kolaboratif bersama pelaku usaha transportasi, komunitas sopir, dan pemangku kepentingan lainnya. </p>
<p></p>
<p>Upaya tersebut juga diharapkan mampu meredam potensi penolakan di lapangan, setelah kebijakan serupa sebelumnya sempat memicu aksi demonstrasi besar sopir truk di Jawa Timur tahun 2025 lalu.</p>
<p></p>
<p>Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menegaskan percepatan normalisasi kendaraan ODOL menjadi bagian dari komitmen pemerintah daerah untuk mendukung program nasional penertiban angkutan barang di jalan raya.</p>
<p></p>
<p>"Ini merupakan bagian dari ikhtiar kita bersama dalam normalisasi kendaraan ODOL. Insyaallah kalau kita gerak bersama Jawa Timur Zero ODOL Tahun 2027," ujar Khofifah, Sabtu (7/3/2026).</p>
<p></p>
<p>Menurut Khofifah, langkah tersebut merupakan bagian dari dukungan Pemerintah Provinsi Jawa Timur terhadap program pemerintah pusat untuk mewujudkan target zero ODOL secara nasional pada 2027 yang dikoordinasikan oleh Kementerian Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan.</p>
<p></p>
<p>Ia menjelaskan, percepatan normalisasi kendaraan penting dilakukan guna menciptakan sistem transportasi jalan yang lebih tertib, aman, dan berkelanjutan sekaligus menjaga kualitas infrastruktur jalan.</p>
<p></p>
<p>“Langkah ini penting untuk menciptakan sistem transportasi jalan yang lebih tertib, aman, dan berkelanjutan," sebutnya.</p>
<p></p>
<p>Dalam tahap awal, proses pengukuran kendaraan telah dilakukan oleh Balai Pengelola Transportasi Darat Kelas II Jawa Timur terhadap ratusan kendaraan milik anggota komunitas sopir. Dari total 238 kendaraan yang terdata, sebanyak 209 unit telah melalui proses pengukuran dimensi.</p>
<p></p>
<p>Hasilnya, sekitar 160 kendaraan dinyatakan memiliki dimensi yang tidak sesuai dengan spesifikasi teknis sehingga wajib menjalani proses normalisasi. Kendaraan-kendaraan tersebut berasal dari anggota Gerakan Sopir Jawa Timur (GSJT).</p>
<p></p>
<p>Untuk mempercepat proses tersebut, Pemprov Jatim juga menyiapkan dukungan pembiayaan bagi pemilik kendaraan, terutama bagi sopir yang sekaligus memiliki armada sendiri.</p>
<p></p>
<p>“Proses normalisasi semuanya difasilitasi oleh Pemerintah Provinsi Jawa Timur melalui dukungan pembiayaan pemotongan dimensi kendaraan," terang Khofifah.</p>
<p></p>
<p>Khofifah menegaskan bahwa pengendalian kendaraan ODOL bukan semata-mata persoalan kepatuhan terhadap regulasi transportasi, tetapi juga menyangkut keselamatan pengguna jalan serta keberlanjutan infrastruktur transportasi.</p>
<p></p>
<p>Kendaraan dengan dimensi maupun muatan berlebih dinilai meningkatkan risiko kecelakaan lalu lintas sekaligus mempercepat kerusakan jalan. Kondisi tersebut juga berdampak pada meningkatnya kebutuhan anggaran perbaikan infrastruktur yang harus ditanggung pemerintah.</p>
<p></p>
<p>“Di tengah penguatan logistik nasional, ODOL justru bisa menjadi penghambat. Kerusakan jalan akibat beban berlebih akan mempengaruhi efektivitas distribusi dan keselamatan," tegas Khofifah.</p>
<p></p>
<p>Ia menambahkan keberhasilan mewujudkan target zero ODOL tidak dapat dilakukan oleh pemerintah semata, melainkan membutuhkan kolaborasi dari seluruh pihak yang terlibat dalam ekosistem transportasi barang.</p>
<p></p>
<p>“Sinergi antara pemerintah, pelaku usaha, komunitas pengemudi, serta berbagai pemangku kepentingan merupakan modal penting dalam mewujudkan transportasi jalan yang lebih tertib, aman, dan berkelanjutan," imbuhnya.</p>
<p></p>
<p>Di akhir pernyataannya, Khofifah kembali mengajak seluruh pihak untuk melanjutkan proses normalisasi kendaraan yang masih masuk kategori ODOL agar target penertiban kendaraan angkutan barang di Jawa Timur dapat tercapai pada 2027.</p>
<p></p>
<p>“Sekali lagi, terima kasih. Mari kita teruskan kendaraan-kendaraan yang masih kategori ODOL untuk kita normalisasi bersama," tutup Khofifah. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Komunitas Ilustrasi Idiom Kembali Gelar Pameran ART&amp;apos;s SOB, Soroti Isu Dualisme Lembaga DKS</title>
<link>https://suarajatimpost.com/komunitas-ilustrasi-idiom-kembali-gelar-pameran-arts-sob-soroti-isu-dualisme-lembaga-dks</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/komunitas-ilustrasi-idiom-kembali-gelar-pameran-arts-sob-soroti-isu-dualisme-lembaga-dks</guid>
<description><![CDATA[ Di tengah Ramadan, pameran ART’s SOB kembali digelar oleh perupa Surabaya. Di balik kanvas dan silaturahmi seniman, muncul kegelisahan baru: wacana “DKS baru” yang berpotensi menduakan rumah lama mereka. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202603/image_870x580_69ac18233c057.webp" length="43588" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sat, 07 Mar 2026 20:59:39 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ryan Ramadhan</dc:creator>
<media:keywords>DKS, Dewan Kesenian Surabaya, Dewan Kebudayaan Surabaya, DKKS, Disbudpar Surabaya, Pemkot Surabaya, Ilustrasi Idiom, Surabaya, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SURABAYA, SJP –</strong> Pameran seni lukis ART’s SOB (Art’s Suroboyo) kembali hadir di bulan Ramadhan 2026. Sebagai gelaran kedua, pameran tersebut masih membawa semangat yang sama, yakni menjadi wadah representasi dan silaturahmi antar seniman lokal.</p>
<p></p>
<p>Namun kali ini, ART’s SOB tidak hanya menjadi ruang temu karya dan perupa Surabaya. Di balik kanvas dan warna yang hiasi Galeri Dewan Kesenian Surabaya (DKS), pameran itu juga mengangkat isu baru yang tengah menjadi kegelisahan di kalangan seniman Kota Pahlawan, yakni munculnya potensi dualisme lembaga kesenian di Surabaya.</p>
<p></p>
<p>Nama DKS yang sudah dikenal menjadi singkatan dari Dewan Kesenian Surabaya, berpotensi menjadi sedikit rancu akibat munculnya wacana pembentukan lembaga kesenian baru oleh Pemerintah Kota Surabaya dengan nama Dewan Kebudayaan Surabaya yang juga memiliki singkatan DKS.</p>
<p></p>
<p><strong>Sejarah Panjang Dewan Kesenian Surabaya</strong></p>
<p>Dewan Kesenian Surabaya (DKS) selama puluhan tahun dikenal sebagai wadah bagi para seniman lintas disiplin di Kota Pahlawan. Lembaga tersebut menjadi ruang berkumpulnya pelaku seni rupa, sastra, musik, teater hingga berbagai komunitas seni lainnya.</p>
<p></p>
<p>Dalam perkembangannya, DKS juga kerap menjadi wadah berlangsungnya berbagai kegiatan kesenian melalui Galeri DKS yang terletak di Kompleks Balai Pemuda, Kota Surabaya, mulai dari pameran, pertunjukan, diskusi hingga lokakarya yang melibatkan banyak seniman lokal</p>
<p></p>
<p>Keberadaan lembaga tersebut tidak hanya berfungsi sebagai ruang berkesenian, tetapi juga menjadi simbol kebersamaan para seniman Surabaya yang selama ini dikenal memiliki tradisi seni yang kuat.</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202603/image_870x_69ac181905820.webp" alt=""></p>
<p>Namun perjalanan panjang DKS tidak selalu berjalan mulus. Dalam beberapa tahun terakhir, hubungan antara komunitas seniman dengan pemerintah daerah sempat diwarnai dinamika terkait pengelolaan lembaga kesenian tersebut.</p>
<p></p>
<p>Perbedaan pandangan mengenai struktur organisasi, pengakuan kelembagaan hingga dukungan terhadap kegiatan kesenian sempat menimbulkan perdebatan di kalangan pelaku seni dan pemangku kebijakan, khususnya pemerintah kota.</p>
<p></p>
<p>Polemik tidak muncul tiba-tiba. Konfliknya berakar dari ketegangan lama antara DKS dan Pemerintah Kota Surabaya. Salah satu pemicu utamanya adalah ketika Pemkot tidak mengakui kepengurusan DKS hasil musyawarah 2019 yang kembali memilih Crisman Hadi sebagai ketua.</p>
<p></p>
<p>Pemkot Surabaya menilai musyawarah tersebut tidak melibatkan unsur organisasi DKS secara lengkap, seperti anggota pleno dan ex-officio, yang seharusnya ikut dalam proses pengambilan keputusan organisasi. Perbedaan pandangan itu membuat hubungan antara pemerintah dan DKS menjadi renggang.</p>
<p></p>
<p><strong>Kemunculan DKKS, Awal Mula Dualisme Lembaga</strong></p>
<p>Di tengah situasi yang memanas, Pemkot Surabaya kemudian menerbitkan SK untuk membentuk Dewan Kesenian Kota Surabaya (DKKS) di tahun 2022. Langkah itu dianggap banyak seniman sebagai pembentukan “dewan kesenian versi baru” yang berpotensi menimbulkan dualisme lembaga kesenian di kota yang sama.</p>
<p></p>
<p>Polemik tersebut sempat memanas, bahkan Wakil Ketua DPRD Surabaya saat itu, A Hermas Thony, menyayangkan langkah tersebut karena dinilai bisa menghambat pemajuan kesenian di Surabaya dan berpotensi hanya menimbulkan konflik.</p>
<p></p>
<p>Dalih Pemkot Surabaya kala itu membentuk lembaga baru adalah sebagai upaya mencari format kelembagaan yang dianggap lebih sesuai. Kendati demikian, akhirnya DKKS tidak berjalan atau “gagal berfungsi”, karena lembaga itu tidak pernah benar-benar beroperasi.</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202603/image_870x_69ac181f75a74.webp" alt=""></p>
<p>Pada tahun 2026 ini, situasi yang serupa seakan datang kembali. Muncul wacana pembentukan lembaga kesenian baru bernama Dewan Kebudayaan Surabaya oleh Pemkot Surabaya, yang mana wacana tersebut kembali menimbulkan kekhawatiran di tengah kalangan seniman Surabaya.</p>
<p></p>
<p>Inisiatif tersebut datang dari Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Surabaya, diketahui Pemkot sedang menggodok pembentukan dewan ini berdasarkan UU No. 5 Tahun 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan.</p>
<p></p>
<p>Meski pemkot masih menggunakan dalih yang sama, sebagian seniman merasa kehadiran lembaga baru tersebut berpotensi menimbulkan masalah yang dilu sempat berhasil diredam, yakni dualisme kelembagaan dengan Dewan Kesenian Surabaya yang sudah lebih dahulu ada.</p>
<p></p>
<p>Kondisi itulah yang secara tidak langsung menjadi latar belakang munculnya berbagai refleksi dari para perupa dalam pameran ART’s SOB kali ini.</p>
<p></p>
<p><strong>Ruang Silaturahmi dan Aspirasi Perupa Surabaya</strong></p>
<p>Pameran ART’s SOB yang digagas oleh komunitas pelaku seni Ilustrasi Idiom kembali hadir dengan menggandeng mayoritas perupa asal Surabaya dari total 34 seniman dalam satu ruang pamer dengan sebagian lainnya berasal dari Mojokerto, Sidoarjo hingga Kediri.</p>
<p></p>
<p>Ketua pelaksana pameran, Wahyu Wahina, menjelaskan bahwa semangat utama pameran kali ini tetap sama seperti gelaran Art's Sob sebelumnya, yakni memperkuat kebersamaan para seniman Surabaya, sekaligus sebagai kritik ARTSUB sebelumnya yang minim representasi seniman lokal.</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202603/image_870x_69ac17f3775a6.webp" alt=""></p>
<p>“Artis perupanya yang ikut hampir 96 persen pelukis asal Surabaya, selebihnya dari Mojokerto, Sidoarjo bahkan Kediri,” ujar Wahyu, Sabtu (7/3/2026).</p>
<p></p>
<p>Ia menambahkan, setelah sebelumnya digelar di awal tahun, penyelenggaraan kedua pameran Art's Sob pada bulan Ramadan juga dimaksudkan sebagai bentuk refleksi spiritual sekaligus ruang ekspresi bagi para perupa.</p>
<p></p>
<p>“Pameran ini digelar sebagai bentuk ikhtiar dan ibadah di bulan suci Ramadan 2026,” katanya.</p>
<p></p>
<p>Selama pameran berlangsung, berbagai agenda turut digelar, seperti workshop seni lukis bersama siswa SMK 12 Surabaya dengan narasumber dua seniman, Webeech dan Donacoss. Pada hari terakhir, kegiatan akan ditutup dengan sarasehan seni lukis yang menjadi ruang diskusi bagi para pelaku seni.</p>
<p></p>
<p><strong>Pesan Seniman Soal Isu Dualisme DKS</strong></p>
<p>Pembukaan pameran ART’s SOB dilakukan oleh Crisman Hadi, yang dikenal sebagai Ketua Dewan Kesenian Surabaya. Dalam kesempatan tersebut, ia menyampaikan pesan kepada para seniman agar tetap menjaga konsistensi keberadaan lembaga kesenian yang sudah lama menjadi wadah bagi pelaku seni di Surabaya.</p>
<p></p>
<p>“Kita harus tetap konsisten menjaga nama baik DKS sebagai Dewan Kesenian Surabaya, bukan Dewan Kebudayaan Surabaya,” ujar Crisman.</p>
<p></p>
<p>Menurutnya, keberadaan ruang kesenian seperti DKS harus terus dihidupkan secara konsisten pula oleh para seniman melalui beragam kegiatan berkesenian dan karya yang berkelanjutan.</p>
<p></p>
<p>Sementara itu, Roman Chuza, Ketua Umum komunitas pelaku seni Ilustrasi Idiom yang memprakarsai pameran ART's SOB, juga mengajak para seniman untuk tetap solid dan saling mendukung dalam berkesenian.</p>
<p></p>
<p>“Para seniman yang benar-benar peduli seni harus tetap saling support dan konsisten berkesenian,” kata Roman.</p>
<p></p>
<p>Ia juga menyampaikan pesan moral agar para perupa tetap aktif berkarya dan berpameran di ruang kesenian yang telah lama menjadi rumah bagi para seniman Surabaya.</p>
<p></p>
<p>“Kita tetap berkarya dan berpameran di galeri Dewan Kesenian Surabaya, menjaga kebersamaan dalam rasa kekeluargaan,” ujarnya.</p>
<p></p>
<p>Melalui pameran ART’s SOB kedua itu, para perupa tidak hanya memamerkan karya seni lukis, tetapi juga menyampaikan refleksi tentang pentingnya menjaga solidaritas komunitas seni di tengah dinamika kelembagaan kesenian di Surabaya. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Jaga Daya Beli Warga, Pemkot Surabaya Gelar Pasar Murah Antisipasi Inflasi Imbas Konflik Timur Tengah</title>
<link>https://suarajatimpost.com/jaga-daya-beli-warga-pemkot-surabaya-gelar-pasar-murah-antisipasi-inflasi-imbas-konflik-timur-tengah</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/jaga-daya-beli-warga-pemkot-surabaya-gelar-pasar-murah-antisipasi-inflasi-imbas-konflik-timur-tengah</guid>
<description><![CDATA[ Selain menggelar pasar murah, Pemkot Surabaya juga akan memperketat pemantauan harga di pasar tradisional maupun modern. Langkah ini dilakukan untuk memastikan tidak terjadi lonjakan harga yang tidak wajar di tengah situasi global yang dinamis. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202603/image_870x580_69aaa8b96d5e6.webp" length="69090" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Fri, 06 Mar 2026 20:06:11 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ryan Ramadhan</dc:creator>
<media:keywords>Pasar Murah, Konflik Timur Tengah, Pemkot Surabaya, Bahan Pokok, Eri Cahyadi, Surabaya, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SURABAYA, SJP -</strong> Konflik yang memanas di kawasan Timur Tengah tidak hanya berdampak pada stabilitas geopolitik global, tetapi juga berpotensi merembet ke sektor ekonomi berbagai negara, termasuk Indonesia. Salah satu dampak yang paling diwaspadai adalah lonjakan harga energi dan kebutuhan pokok yang dapat memicu inflasi di daerah.</p>
<p></p>
<p>Mengantisipasi kemungkinan tersebut, Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya menyiapkan langkah intervensi melalui program pasar murah guna menjaga stabilitas harga dan daya beli masyarakat.</p>
<p></p>
<p>Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, mengatakan bahwa pasar murah akan digencarkan sebagai bagian dari upaya pengendalian inflasi di tengah dinamika global yang tidak menentu.</p>
<p></p>
<p>“Kita akan melakukan Pasar Murah. Kita juga akan menjaga inflasi agar di Surabaya tidak tinggi meskipun dengan kejadian global ini,” ujarnya, Jumat (6/3/2026).</p>
<p></p>
<p>Menurutnya, kondisi geopolitik internasional saat ini berpotensi memicu kenaikan harga bahan bakar yang pada akhirnya dapat merambat ke harga berbagai kebutuhan pokok di masyarakat.</p>
<p></p>
<p>“Yang menjadi perhatian utama kami adalah potensi dampak terhadap inflasi. Kondisi geopolitik bisa berpengaruh pada kenaikan harga bahan bakar dan kebutuhan pokok. Karena itu, kami akan memperkuat langkah-langkah pengendalian inflasi di daerah,” tegasnya.</p>
<p></p>
<p>Selain menggelar pasar murah, Pemkot Surabaya juga akan memperketat pemantauan harga di pasar tradisional maupun modern. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan tidak terjadi lonjakan harga yang tidak wajar di tengah situasi global yang dinamis.</p>
<p></p>
<p>Di sisi lain, koordinasi dengan para distributor bahan pokok juga diperkuat untuk memastikan rantai pasok tetap berjalan lancar serta ketersediaan stok pangan di Surabaya tetap aman.</p>
<p></p>
<p>Eri menjelaskan, hingga saat ini Pemkot Surabaya terus menjalin komunikasi dengan pemerintah pusat guna memantau perkembangan situasi global serta menunggu arahan kebijakan yang mungkin dikeluarkan.</p>
<p></p>
<p>“Ini sudah kita rapatkan berulang kali dengan semua stakeholder terkait kemungkinan inflasi. Kita lihat skala harga sampai minggu depan,” jelasnya.</p>
<p></p>
<p>Ia mengungkapkan bahwa salah satu kekhawatiran utama pemerintah daerah adalah potensi kenaikan harga minyak dunia jika jalur distribusi energi global terganggu, termasuk akibat kemungkinan blokade di Selat Hormuz.</p>
<p></p>
<p>“Karena dengan Selat Hormuz yang diblokir dan semakin masifnya perang ini, kami khawatir ketika harga minyak naik otomatis akan mempengaruhi harga semua barang di Indonesia, khususnya Surabaya,” bebernya.</p>
<p></p>
<p>Menurut Eri, kenaikan harga minyak dunia dapat berdampak langsung pada biaya distribusi barang, yang pada akhirnya turut memicu kenaikan harga berbagai komoditas di pasar.</p>
<p></p>
<p>Karena itu, Pemkot Surabaya menempatkan stabilitas harga sebagai prioritas utama agar dampak gejolak global tidak sampai menimbulkan tekanan ekonomi yang berat bagi masyarakat.</p>
<p></p>
<p>“Yang terpenting bagi kami di daerah adalah menjaga stabilitas dan kondusivitas kota. Jangan sampai terjadi lonjakan harga yang tidak terkendali akibat situasi global,” pungkasnya. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor: Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Akademisi ITS Gandeng Industri dan Pemerintah Rumuskan Kebijakan Revitalisasi Manufaktur</title>
<link>https://suarajatimpost.com/akademisi-its-gandeng-industri-dan-pemerintah-rumuskan-kebijakan-revitalisasi-manufaktur</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/akademisi-its-gandeng-industri-dan-pemerintah-rumuskan-kebijakan-revitalisasi-manufaktur</guid>
<description><![CDATA[ Sebagai hasil dari forum tersebut, para peserta sepakat merumuskan berbagai gagasan strategis dalam bentuk white paper kebijakan. Dokumen tersebut diharapkan menjadi rekomendasi konkret bagi pemerintah pusat dalam memperkuat sektor manufaktur nasional. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202603/image_870x580_69aa942d3d6ee.webp" length="60372" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Fri, 06 Mar 2026 19:24:47 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ryan Ramadhan</dc:creator>
<media:keywords>Institut Teknologi Sepuluh Nopember, ITS, PSPI-KP, Manufaktur, Kemenperin RI, Surabaya, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SURABAYA, SJP - </strong>Ancaman melemahnya sektor manufaktur kembali menjadi sorotan. Padahal selama puluhan tahun, industri manufaktur dikenal sebagai tulang punggung perekonomian nasional karena mampu menyerap tenaga kerja besar sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi. </p>
<p></p>
<p>Di tengah tantangan global dan meningkatnya ketergantungan impor, kalangan akademisi, pemerintah, dan pelaku industri berupaya merumuskan langkah strategis untuk menghidupkan kembali sektor tersebut.</p>
<p></p>
<p>Upaya itu salah satunya dilakukan melalui forum Roundtable Discussion “Penyelamatan Manufaktur Indonesia: Sinergi Pemerintah, Bisnis, dan Akademisi” yang digelar oleh Pusat Studi Pengembangan Industri dan Kebijakan Publik (PSPI-KP) di lingkungan Institut Teknologi Sepuluh Nopember di Surabaya.</p>
<p></p>
<p>Forum tersebut mempertemukan akademisi, pejabat pemerintah, serta pimpinan industri strategis nasional untuk merumuskan rekomendasi kebijakan revitalisasi industri manufaktur Indonesia melalui pendekatan triple helix, yakni kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, dan perguruan tinggi.</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202603/image_870x_69aa94216edb8.webp" alt=""></p>
<p>Ketua PSPI-KP ITS sekaligus moderator forum, Dr. Ir. Arman Hakim Nasution, M.Eng, menjelaskan bahwa diskusi tersebut merupakan langkah lanjutan dari penyusunan white paper kebijakan industri yang sebelumnya telah digagas oleh Dewan Pakar Ikatan Alumni ITS.</p>
<p></p>
<p>“Roundtable discussion ini tujuannya merumuskan bagaimana kebijakan revitalisasi industri yang seharusnya diambil oleh pemerintah,” ujar Arman saat dikonfirmasi pada Jumat (6/3/2026).</p>
<p></p>
<p>Menurutnya, dokumen rekomendasi yang dihasilkan nantinya akan dipresentasikan kepada sejumlah kementerian sebelum disampaikan kepada Presiden sebagai bahan pertimbangan kebijakan nasional.</p>
<p></p>
<p>“Kita tidak ingin rekomendasi ini hanya ada di meja. Nanti akan kita presentasikan ke Menko Perekonomian, bidang BUMN, hingga badan komunikasi pemerintah sebelum disampaikan ke Presiden,” katanya.</p>
<p></p>
<p><strong>Ancaman Deindustrialisasi Dini</strong></p>
<p>Dalam paparannya, Arman menyoroti tren penurunan kontribusi sektor manufaktur terhadap produk domestik bruto (PDB) nasional. Menurutnya, Indonesia saat ini menghadapi fenomena deindustrialisasi dini, yaitu ketika kontribusi industri manufaktur menurun sebelum negara mencapai tingkat industrialisasi yang matang.</p>
<p></p>
<p>“Kalau manufaktur Indonesia sampai hilang, jurusan teknik di perguruan tinggi bisa-bisa ikut kehilangan relevansi. Itu yang tidak boleh terjadi,” ujarnya.</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202603/image_870x_69aa9427da5e1.webp" alt=""></p>
<p>Ia juga menilai target pertumbuhan ekonomi tinggi, yakni 8 persen oleh Presiden Prabowo tidak akan berdampak besar apabila sektor manufaktur tidak diperkuat, karena sektor itu memiliki daya serap tenaga kerja yang besar.</p>
<p></p>
<p>“Pertumbuhan ekonomi tinggi tidak berarti banyak kalau penyerapan tenaga kerjanya kecil. Revitalisasi manufaktur penting agar pertumbuhan itu berkualitas,” tambahnya.</p>
<p></p>
<p>Arman mengungkapkan, forum tersebut juga dilatarbelakangi kondisi sejumlah BUMN manufaktur strategis yang tengah menghadapi tekanan finansial, seperti PT Barata Indonesia (Barata) dan PT Boma Bisma Indra (BBI).</p>
<p></p>
<p>“Contoh saja PT Barata, itu masih punya order sekarang, tetapi kondisi keuangan terguncang. Kalau tidak diselamatkan sebagai program strategis nasional, bisa saja industri ini benar-benar kolaps,” ujarnya.</p>
<p></p>
<p><strong>Pemerintah Soroti Ketergantungan Impor Industri</strong></p>
<p>Sementara itu, Setia Diarta, Dirjen Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi, dan Elektronika (ILMATE) di Kementerian Perindustrian Republik Indonesia, memaparkan kondisi terkini sektor industri manufaktur nasional. Ia menyebutkan bahwa sektor ILMATE masih mencatat pertumbuhan positif pada 2025.</p>
<p></p>
<p>“Sektor ILMATE tumbuh sekitar 5,41 persen pada 2025, naik dari 4,47 persen pada tahun sebelumnya,” ujarnya.</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202603/image_870x_69aa9417c3f05.webp" alt=""></p>
<p>Namun demikian, ia mengakui masih tingginya ketergantungan industri nasional terhadap bahan baku impor.</p>
<p></p>
<p>“Kita memang masih banyak mengimpor baja, tetapi sebagian besar adalah bahan baku yang dibutuhkan industri dalam negeri,” jelasnya.</p>
<p></p>
<p>Menurut Setia, pemerintah berupaya memperkuat ekosistem industri agar pelaku manufaktur dalam negeri mampu bersaing secara global.</p>
<p></p>
<p>“Kementerian Perindustrian bukan hanya pengawas, tetapi juga dirijen yang harus menyinergikan berbagai pihak,” katanya.</p>
<p></p>
<p>Ia juga menekankan pentingnya hilirisasi sumber daya alam seperti nikel, bauksit, dan tembaga untuk memperkuat industri logam nasional.</p>
<p></p>
<p>“Hilirisasi menjadi agenda penting karena ekspor produk logam olahan sudah memberikan kontribusi devisa yang sangat besar,” ujarnya.</p>
<p></p>
<p><strong>PT PAL Jadi Lokomotif Industri Maritim</strong></p>
<p>Dalam sesi diskusi industri, Senior Executive Vice President (SEVP) Transformasi Manajemen PT. PAL (Penataran Angkatan Laut), Laksda TNI (Purn) A.R. Agus Santoso, memaparkan bahwa dalam beberapa tahun terakhir kinerja PT PAL meningkat signifikan.</p>
<p></p>
<p>“Order yang dulu sekitar Rp2,5 triliun sekarang sudah mencapai sekitar Rp48 triliun. Kalau dulu pembangunan kapal bisa sampai 22 bulan, sekarang bisa kita selesaikan sekitar delapan bulan,” ujarnya.</p>
<p></p>
<p>Menurut Agus, penguatan industri maritim dapat menjadi penggerak kebangkitan manufaktur nasional karena melibatkan banyak sektor pendukung.</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202603/image_870x_69aab78608b18.webp" alt=""></p>
<p>“Industri maritim bukan hanya galangan kapal, tetapi juga banyak industri lain yang ikut terlibat,” jelasnya.</p>
<p></p>
<p>Ia juga menekankan pentingnya sinergi antara industri, akademisi, dan pemerintah dalam memperkuat ekosistem manufaktur.</p>
<p></p>
<p>Selaku penanggap dari paparan PT PAL, Prof. Patdono Suwignjo, M.Eng.Sc. selaku Guru Besar Teknik Sistem dan Industri ITS menilai kolaborasi antara perguruan tinggi dan industri harus menghasilkan solusi nyata bagi kebutuhan produksi.</p>
<p></p>
<p>“Penelitian yang dilakukan perguruan tinggi harus praktis dan bisa langsung digunakan untuk menyelesaikan masalah di industri,” ujarnya.</p>
<p></p>
<p>Ia juga menyoroti persoalan kesejahteraan pekerja di sektor manufaktur yang dinilai masih tertinggal dibanding sektor jasa.</p>
<p></p>
<p>“Banyak talenta terbaik yang akhirnya pindah ke perusahaan lain karena persoalan kesejahteraan,” katanya.</p>
<p></p>
<p>Patdono juga mengusulkan agar sinergi industri tidak hanya melibatkan perusahaan tertentu saja, tetapi juga memperkuat kolaborasi dengan PT INKA sebagai salah satu pemain penting di industri transportasi nasional.</p>
<p></p>
<p><strong>Peluang Manufaktur di Sektor Energi</strong></p>
<p>Sementara itu, Direktur PT Barata Indonesia, Hertyoso Nursangsoko, menilai sektor energi dapat menjadi peluang besar bagi industri manufaktur nasional. Menurutnya, Indonesia masih membutuhkan banyak infrastruktur energi yang dapat diproduksi oleh industri dalam negeri.</p>
<p></p>
<p>“Barata memiliki kemampuan untuk membuat berbagai komponen pembangkit listrik hingga tangki penyimpanan migas. Namun, industri ini membutuhkan modal kerja besar dengan waktu pengembalian yang panjang,” katanya.</p>
<p></p>
<p>Dari sisi akademisi, Prof. Ir. Alva Edy Tontowi M.Sc., Ph.D. dari Teknik Industri UGM menilai tantangan besar industri manufaktur Indonesia adalah penguasaan teknologi inti.</p>
<p></p>
<p>“Kita sering hanya menjadi pengguna teknologi dari luar tanpa benar-benar menguasai desainnya,” ujarnya.</p>
<p></p>
<p>Ia juga menyoroti pentingnya sertifikasi dan standarisasi produk agar industri lokal dapat bersaing di pasar global.</p>
<p></p>
<p>“Salah satu hambatan besar produk manufaktur lokal adalah masalah sertifikasi,” katanya.</p>
<p></p>
<p>Selaku penanggap dari paparan PT Barata Indonesia, Kepala Biro Perencanaan di Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral Republik Indonesia, Hariyanto, memaparkan sejumlah peluang industri manufaktur di sektor energi. Ia menyebutkan bahwa pemerintah menargetkan peningkatan produksi bioetanol nasional secara signifikan.</p>
<p></p>
<p>“Produksi bioetanol kita sekarang sekitar 300 hingga 350 ribu kiloliter, padahal kebutuhan bisa mencapai satu juta kiloliter. Kita butuh sekitar 35 sampai 40 pabrik gula baru dengan kapasitas besar,” katanya.</p>
<p></p>
<p>Selain itu, pembangunan infrastruktur tangki penyimpanan bahan bakar juga membuka peluang bagi industri logam dalam negeri.</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202603/image_870x_69aa941c15db7.webp" alt=""></p>
<p>Sebagai hasil dari forum tersebut, para peserta sepakat merumuskan berbagai gagasan strategis dalam bentuk white paper kebijakan. Dokumen tersebut diharapkan menjadi rekomendasi konkret bagi pemerintah pusat dalam memperkuat sektor manufaktur nasional.</p>
<p></p>
<p>Arman menegaskan bahwa kolaborasi antara akademisi, industri, dan pemerintah merupakan kunci untuk menghidupkan kembali kejayaan manufaktur Indonesia.</p>
<p></p>
<p>“Harapannya kompetensi manufaktur yang sudah dimiliki Indonesia tidak hilang begitu saja. Kalau industri manufaktur kita kuat, maka ekosistem pendidikan teknik juga akan berkembang,” pungkasnya. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Cuaca Ekstrem di Surabaya Kembali Makan Korban, Emak&amp;emak Tewas Tertimpa Tembok Bangunan Kosong</title>
<link>https://suarajatimpost.com/cuaca-ekstrem-di-surabaya-kembali-makan-korban-emak-emak-tewas-tertimpa-tembok-bangunan-kosong</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/cuaca-ekstrem-di-surabaya-kembali-makan-korban-emak-emak-tewas-tertimpa-tembok-bangunan-kosong</guid>
<description><![CDATA[ Kepala Stasiun Meteorologi Kelas I Juanda Sidoarjo, Taufiq Hermawan, mengatakan kecepatan angin di Surabaya bahkan tercatat mencapai 52 kilometer per jam atau sekitar 20 knot. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202603/image_870x580_69aaa86c7e31b.webp" length="48672" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Fri, 06 Mar 2026 17:31:15 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ryan Ramadhan</dc:creator>
<media:keywords>Cuaca Ekstrem, Korban, BMKG, Angin Kencang, Surabaya, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SURABAYA, SJP - </strong>Cuaca ekstrem yang melanda Kota Surabaya kembali menelan korban jiwa. Hujan deras disertai angin kencang pada Jumat (6/3/2026) siang menyebabkan sebuah tembok bangunan kosong di kawasan Kebraon Indah Permai, Karang Pilang, ambruk dan menimpa seorang pengendara motor perempuan hingga akhirnya meninggal dunia.</p>
<p></p>
<p>Korban diketahui berinisial LW (47), warga Balas Klumprik, Wiyung, Surabaya. Saat kejadian, ia tengah mengendarai sepeda motor Honda Beat berwarna hijau muda untuk menjemput anaknya yang sedang mengikuti les privat bahasa Inggris di sekitar lokasi.</p>
<p></p>
<p>Insiden tersebut terjadi ketika hujan deras disertai angin kencang melanda kawasan Surabaya bagian barat. Tembok bangunan kosong yang sebelumnya diduga merupakan sebuah toko yang sudah lama terbengkalai tiba-tiba roboh dan menimpa korban yang melintas di jalan tersebut.</p>
<p></p>
<p>Ketua RW 13 Kebraon, Setiagil (57), menjelaskan bahwa korban tertimpa dinding bangunan yang cukup besar. Bangunan tersebut merupakan bekas bangunan kosong yang telah lama tidak terpakai.</p>
<p></p>
<p>“Iya, korban tertimpa dinding bekas bangunan kosong. Kalau bangunannya sendiri lumayan besar, sekitar 15 meter dan panjang sekitar 30 meter, itu udah lama terbengkalai,” ujar Setiagil, Jumat (6/3/2026).</p>
<p></p>
<p>Menurutnya, dinding yang tersusun dari batu bata merah itu roboh secara tiba-tiba ketika cuaca buruk melanda kawasan tersebut. Tubuh korban yang berada tepat di sisi jalan langsung tertimpa reruntuhan hingga terjerembab dalam posisi tertelungkup.</p>
<p></p>
<p>Saat ditemukan warga, korban diketahui masih bernapas meski dalam kondisi tidak sadarkan diri. Ia juga diduga mengalami luka serius akibat tertimpa reruntuhan tembok.</p>
<p></p>
<p>“Dia pakai helm, tangannya patah kayaknya, lehernya juga kena ambrukan, lalu langsung dibawa ke rumah sakit,” kata Setiagil.</p>
<p></p>
<p>Warga yang berada di sekitar lokasi kemudian segera mengevakuasi korban dan membawanya ke RSU Siti Khadijah Sidoarjo untuk mendapatkan penanganan medis. Namun nahas, nyawa korban tidak berhasil diselamatkan.</p>
<p></p>
<p>Kanit Reskrim Polsek Karang Pilang Polrestabes Surabaya, AKP Kusmianto, membenarkan bahwa korban akhirnya meninggal dunia setelah sempat dilarikan ke rumah sakit.</p>
<p></p>
<p>“Iya, satu orang pengendara motor dibawa ke rumah sakit dan dikabarkan sudah meninggal dunia,” ujarnya.</p>
<p></p>
<p>Saat ini pihak kepolisian masih melakukan proses visum terhadap korban dengan bantuan Tim Inafis Polrestabes Surabaya di kamar jenazah RSU Siti Khadijah Sidoarjo.</p>
<p></p>
<p>“Kami masih proses visum bersama anggota Tim Inafis Polrestabes Surabaya,” katanya.</p>
<p></p>
<p>Kondisi dinding yang roboh hancur berkeping-keping. Di antara reruntuhan tersebut terlihat serpihan badan sepeda motor milik korban yang remuk akibat tertimpa material bangunan.</p>
<p></p>
<p>Sementara itu, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyebut cuaca ekstrem yang melanda Surabaya dan sejumlah wilayah di Jawa Timur pada hari yang sama dipicu oleh peningkatan kecepatan angin yang berada di atas rata-rata.</p>
<p></p>
<p>Kepala Stasiun Meteorologi Kelas I Juanda Sidoarjo, Taufiq Hermawan, mengatakan kecepatan angin di Surabaya bahkan tercatat mencapai 52 kilometer per jam atau sekitar 20 knot.</p>
<p></p>
<p>“Hampir sebagian besar wilayah Jawa Timur terjadi peningkatan kecepatan angin. Tertinggi saat ini dari pantauan kami di Surabaya tercatat 52 kilometer per jam atau 20 knot,” jelasnya.</p>
<p></p>
<p>Menurutnya, kecepatan angin tersebut jauh lebih tinggi dibandingkan kondisi normal yang umumnya berada di kisaran 10 hingga 15 knot.</p>
<p></p>
<p>“Kecepatan angin umumnya 10 sampai 15 knot,” ujarnya.</p>
<p></p>
<p>Taufiq menjelaskan fenomena cuaca tidak biasa ini dipicu oleh keberadaan tiga bibit siklon tropis di wilayah selatan Pulau Jawa yang memicu peningkatan kecepatan angin di berbagai wilayah, termasuk Jawa Timur.</p>
<p></p>
<p>“Penyebabnya ada tiga bibit siklon tropis di wilayah selatan 90S, 93S, dan 92P. Tiga bibit siklon ini berkolaborasi sehingga Jawa Timur mengalami dampak tidak langsung,” ungkapnya.</p>
<p></p>
<p>Fenomena peningkatan kecepatan angin ini disebut telah terjadi selama sekitar lima hari terakhir dan diperkirakan masih akan berlangsung hingga beberapa hari ke depan.</p>
<p></p>
<p>“Fenomena ini diperkirakan berlangsung sampai 10 Maret 2026,” kata Taufiq.</p>
<p></p>
<p>Meski demikian, ia menjelaskan bahwa setelah periode tersebut, kondisi cuaca di Jawa Timur secara umum masih berada dalam musim hujan, meskipun sudah melewati fase puncaknya.</p>
<p></p>
<p>“Setelah tanggal 10 kondisinya secara umum masih musim penghujan, tapi sudah tidak berada di puncak musim hujan. Artinya curah hujan masih terjadi hingga akhir Maret di Jawa Timur,” jelasnya.</p>
<p></p>
<p>Cuaca ekstrem yang melanda Surabaya pada hari itu juga memicu sejumlah insiden lain seperti pohon tumbang di Jalan Ahmad Yani arah Sidoarjo, papan reklame roboh di Jalan Frontage Ahmad Yani, serta tiang listrik roboh di Jalan Raya Taman, Sidoarjo.<strong> (*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>PPPK Paruh Waktu Surabaya Dipastikan Dapat THR, Eri: Meski Belum Ada Aturan, Tetap Kami Berikan</title>
<link>https://suarajatimpost.com/pppk-paruh-waktu-surabaya-dipastikan-dapat-thr-eri-meski-belum-ada-aturan-tetap-kami-berikan</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/pppk-paruh-waktu-surabaya-dipastikan-dapat-thr-eri-meski-belum-ada-aturan-tetap-kami-berikan</guid>
<description><![CDATA[ Meski regulasi nasional belum secara spesifik mengatur THR bagi PPPK paruh waktu, Pemkot Surabaya memastikan tetap akan memberikan tunjangan tersebut sebagai bentuk perhatian terhadap kesejahteraan pegawai. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202603/image_870x580_69a995f6de016.webp" length="67428" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 05 Mar 2026 22:58:27 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ryan Ramadhan</dc:creator>
<media:keywords>PPPK Paruh Waktu, Tunjangan Hari Raya, Aparatur Sipil Negara, ASN, Surabaya, Eri Cahyadi, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SURABAYA, SJP -</strong> Setelah sebelumnya diliputi ketidakpastian mengenai hak mereka menjelang hari raya, Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) di lingkungan Pemerintah Kota Surabaya akhirnya mendapat kepastian. </p>
<p>Pemerintah kota memastikan para PPPK, termasuk yang berstatus paruh waktu, akan tetap menerima Tunjangan Hari Raya (THR) menjelang Idulfitri 2026.</p>
<p>Kepastian itu disampaikan langsung oleh Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, yang menyebut pemberian THR kepada PPPK menjadi bagian dari komitmen pemerintah kota dalam memenuhi hak pegawai di lingkungan pemkot.</p>
<p>“Pokoknya semua ASN diberikan sesuai dengan aturan menteri kami kasih. Bahkan nanti yang insyaallah yang PPPK paruh waktu. Nanti kami juga koordinasikan, " ujar Eri,Kamis (5/3/2026).</p>
<p>Eri menjelaskan, proses pencairan THR saat ini masih dalam tahap administrasi. Pemerintah kota menargetkan pencairan dapat dilakukan dalam waktu dekat, bahkan paling lambat pekan depan.</p>
<p>“THR ini lagi diproses ya. Jadi, insyaallah ya mungkin minggu ini, paling lambat minggu depan bisa cair sesuai dengan peraturannya menteri ya," terangnya.</p>
<p>Meski telah memastikan pemberian THR, Pemkot Surabaya masih melakukan perhitungan terkait besaran tunjangan yang akan diterima PPPK, terutama bagi mereka yang berstatus paruh waktu.</p>
<p>Eri mengakui, hingga saat ini belum ada regulasi khusus yang mengatur skema THR bagi PPPK paruh waktu. Karena itu, pemerintah kota masih melakukan koordinasi untuk menentukan formulasi yang paling tepat.</p>
<p>“Enggak hafal aku ya. Pokoknya semua ASN diberikan sesuai dengan aturan menteri kami kasih," imbuh Eri </p>
<p>Meski regulasi nasional belum secara spesifik mengatur THR bagi PPPK paruh waktu, Pemkot Surabaya memastikan tetap akan memberikan tunjangan tersebut sebagai bentuk perhatian terhadap kesejahteraan pegawai.</p>
<p>“Meski aturan kurangnya tidak ada ya, tetapi kami tetap akan memberikan nanti, tetapi nanti kita jumlahnya yang kita akan atur," tegasnya.</p>
<p>Di tingkat nasional, pemerintah melalui Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa telah merilis aturan teknis pembayaran THR dan gaji ke-13 bagi aparatur negara. Ketentuan tersebut tertuang dalam Peraturan Menteri Keuangan Nomor 13 Tahun 2026 yang mengatur petunjuk teknis pembayaran THR dan gaji ketigabelas bagi ASN, TNI, dan Polri yang bersumber dari APBN.</p>
<p>Dengan kepastian tersebut, PPPK di lingkungan Pemkot Surabaya kini memiliki harapan yang sama dengan aparatur lainnya untuk menerima tambahan penghasilan menjelang hari raya, meski skema besarannya masih dalam tahap penghitungan pemerintah daerah. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Eri Cahyadi: THR ASN Surabaya Paling Lambat Pekan Depan Cair</title>
<link>https://suarajatimpost.com/eri-cahyadi-thr-asn-surabaya-paling-lambat-pekan-depan-cair</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/eri-cahyadi-thr-asn-surabaya-paling-lambat-pekan-depan-cair</guid>
<description><![CDATA[ Kebijakan pembayaran THR bagi aparatur negara pada 2026 juga telah ditetapkan pemerintah pusat. Purbaya Yudhi Sadewa selaku Menteri Keuangan sebelumnya mengumumkan total anggaran THR nasional mencapai sekitar Rp55 triliun. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202603/image_870x580_69a995faace0e.webp" length="18702" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 05 Mar 2026 22:43:19 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ryan Ramadhan</dc:creator>
<media:keywords>Tunjangan Hari Raya, Aparatur Sipil Negara, ASN, Surabaya, Eri Cahyadi, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SURABAYA, SJP - </strong>Setelah sebelumnya pekerja swasta di Surabaya diberi ruang pengaduan melalui pembukaan Posko THR oleh pemerintah kota, kini kabar baik juga datang bagi aparatur sipil negara. </p>
<p>Pemerintah Kota Surabaya memastikan Tunjangan Hari Raya (THR) bagi ASN akan cair sebelum Lebaran, bahkan paling lambat pekan depan.</p>
<p>Kepastian itu disampaikan langsung oleh Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, yang menyebut proses pencairan THR saat ini masih dalam tahap administrasi dan segera rampung dalam waktu dekat.</p>
<p>"THR lagi diproses. InsyaAllah mungkin minggu ini, paling lambat minggu depan bisa cair sesuai dengan peraturannya menteri ya.” ucap Eri, Kamis (5/3/2026).</p>
<p>Ia menegaskan bahwa pemerintah kota memastikan seluruh ASN akan menerima THR sesuai ketentuan yang telah ditetapkan pemerintah pusat.</p>
<p>Meski demikian, Eri mengaku tidak mengingat secara pasti jumlah total anggaran yang digelontorkan untuk pembayaran THR ASN di Surabaya. Namun ia memastikan seluruh aparatur akan menerima haknya sesuai regulasi yang berlaku.</p>
<p>"Enggak hafal aku ya (nominal). Pokoknya kabeh ASN dikasih sesuai dengan aturan menteri," imbuhnya.</p>
<p>Kebijakan pembayaran THR bagi aparatur negara pada 2026 juga telah ditetapkan pemerintah pusat. Purbaya Yudhi Sadewa selaku Menteri Keuangan sebelumnya mengumumkan total anggaran THR nasional mencapai sekitar Rp55 triliun.</p>
<p>Anggaran tersebut dialokasikan bagi aparatur negara yang terdiri dari aparatur sipil negara, prajurit TNI, serta anggota Polri.</p>
<p>Selain menetapkan anggaran, Kementerian Keuangan juga telah merilis aturan teknis pencairan THR dan gaji ke-13 tahun ini melalui regulasi resmi pemerintah.</p>
<p>Aturan tersebut tertuang dalam Peraturan Menteri Keuangan Nomor 13 Tahun 2026 yang mengatur petunjuk teknis pelaksanaan pembayaran THR dan gaji ketigabelas bagi ASN, TNI, dan Polri yang bersumber dari APBN.</p>
<p>Dalam pernyataan sebelumnya, Menteri Keuangan menargetkan pencairan THR aparatur negara dapat dilakukan pada awal Ramadan guna mendukung daya beli masyarakat menjelang hari raya.</p>
<p>Dengan terbitnya regulasi teknis tersebut, pemerintah daerah kini tinggal menyesuaikan proses administrasi pencairan di masing-masing instansi.</p>
<p>Kepastian yang disampaikan Wali Kota Surabaya menjadi sinyal bahwa proses pencairan THR ASN di kota Pahlawan sedang berjalan dan segera direalisasikan. Jika seluruh tahapan administrasi selesai tepat waktu, para ASN Surabaya berpotensi menerima THR lebih awal sebelum puncak kebutuhan menjelang Idulfitri. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>17 SPPG di Jatim Disuspend, BGN Perketat Standar Program MBG Selama Ramadan</title>
<link>https://suarajatimpost.com/17-sppg-di-jatim-disuspend-bgn-perketat-standar-program-mbg-selama-ramadan</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/17-sppg-di-jatim-disuspend-bgn-perketat-standar-program-mbg-selama-ramadan</guid>
<description><![CDATA[ Proses evaluasi ini berkaitan dengan penerapan kebijakan terbaru BGN melalui Surat Edaran Nomor 3 Tahun 2026 yang mengatur pelaksanaan program MBG selama bulan Ramadan. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202603/image_870x580_69a995fe3d923.webp" length="24130" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 05 Mar 2026 22:29:10 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ryan Ramadhan</dc:creator>
<media:keywords>Badan Gizi Nasional, BGN, SPPG, Makan Bergizi Gratis, MBG, Surabaya, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SURABAYA, SJP - </strong>Program Makan Bergizi Gratis (MBG) tetap berjalan selama bulan Ramadan. Namun di balik kelanjutan program tersebut, ada sejumlah dapur layanan gizi yang justru harus berhenti sementara. </p>
<p>Sebanyak 17 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di berbagai wilayah Jawa Timur resmi disuspend oleh Badan Gizi Nasional karena dinilai tidak memenuhi standar mutu operasional.</p>
<p>Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak, mengatakan keputusan penghentian sementara itu merupakan hasil evaluasi BGN terhadap pelaksanaan program MBG di lapangan, khususnya selama Ramadan.</p>
<p>“Yang 17 itu sudah diumumkan BGN, sekarang masih ada lagi yang dievaluasi dan dipantau, totalnya juga sama sekitar 17,” kata Emil, Kamis (5/3/2026).</p>
<p>Artinya, selain 17 SPPG yang sudah disuspend, saat ini terdapat sekitar 17 unit lainnya yang masih berada dalam tahap pemantauan dan evaluasi oleh Satgas BGN. Pengawasan tersebut dilakukan untuk memastikan seluruh SPPG benar-benar mematuhi standar operasional program pemenuhan gizi bagi siswa.</p>
<p>Menurut Emil, proses evaluasi ini berkaitan dengan penerapan kebijakan terbaru BGN melalui Surat Edaran Nomor 3 Tahun 2026 yang mengatur pelaksanaan program MBG selama bulan Ramadan. Surat edaran tersebut memuat sejumlah ketentuan teknis, mulai dari komposisi menu makanan hingga sistem distribusi kepada siswa.</p>
<p>“Termasuk soal paket makanan dan rekomendasinya (MBG selama Ramadan),” jelasnya.</p>
<p>Dalam aturan tersebut, BGN memberikan panduan khusus mengenai jenis makanan yang dianjurkan untuk anak-anak. Pengelola SPPG diminta memastikan menu yang disediakan tidak hanya memenuhi standar gizi, tetapi juga aman dikonsumsi dalam rentang waktu distribusi yang cukup panjang.</p>
<p>“Jadi SPPG harus benar-benar mengikuti panduan itu. Jangan memilih makanan yang berisiko cepat basi. Katakan saja buah, pastikan buah itu isinya masih segar,” ujar Emil.</p>
<p>Selain soal menu, mekanisme distribusi makanan selama Ramadan juga diatur lebih rinci. Dalam skema terbaru, BGN menyediakan tas khusus untuk menyalurkan paket MBG kepada siswa. Tas tersebut akan digunakan secara bergantian setiap hari.</p>
<p>“Kemudian ada tas yang diterima siswa itu keesokannya harus kembali ke sekolah untuk diisi MBG di hari tersebut, jadi skemanya sudah ditetapkan dengan baik oleh BGN,” ucapnya.</p>
<p>Adapun 17 SPPG yang disuspend tersebar di sejumlah kabupaten di Jawa Timur. Rinciannya yakni empat SPPG di Sumenep, tiga SPPG di Jember, tiga SPPG di Banyuwangi, dua SPPG di Ngawi, dan dua SPPG di Bojonegoro. Sementara masing-masing satu SPPG berada di Nganjuk, Situbondo, dan Madiun.</p>
<p>Meski demikian, Emil mengungkapkan bahwa salah satu SPPG yang tercantum dalam daftar tersebut kemungkinan tidak melakukan pelanggaran. Unit layanan yang dimaksud adalah SPPG Cangkriman di Kabupaten Nganjuk, yang saat ini masih menunggu peninjauan ulang oleh Satgas BGN.</p>
<p>“Itu 17 SPPG yang sudah di-suspend BGN. Namun satu SPPG yang di Nganjuk yakni SPPG Cangkriman itu sebenarnya tidak melakukan kesalahan,” terangnya.</p>
<p>Emil menegaskan bahwa status suspend bukan berarti penutupan permanen. SPPG yang dihentikan sementara masih memiliki peluang untuk kembali beroperasi, selama pengelola bersedia melakukan pembenahan menyeluruh dan mengikuti standar kualitas yang ditetapkan oleh BGN.</p>
<p>“Bisa, asal ada pembenahan menyeluruh, dan ada quality control dari BGN yang memantau,” tandas Emil. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Ramadan di Tengah Pancaroba, Pemkot Surabaya Pastikan Puskesmas Tetap Buka dan Siaga 24 Jam</title>
<link>https://suarajatimpost.com/ramadan-di-tengah-pancaroba-pemkot-surabaya-pastikan-puskesmas-tetap-buka-dan-siaga-24-jam</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/ramadan-di-tengah-pancaroba-pemkot-surabaya-pastikan-puskesmas-tetap-buka-dan-siaga-24-jam</guid>
<description><![CDATA[ Selama Ramadan, layanan pagi Puskesmas dibuka pada Senin hingga Kamis pukul 08.00–14.00 WIB, Jumat pukul 08.00–11.00 WIB, dan Sabtu pukul 08.00–12.00 WIB. Sementara layanan sore berlangsung Senin hingga Jumat pukul 14.00–16.30 WIB. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202603/image_870x580_69a8278835533.webp" length="49596" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 04 Mar 2026 21:32:13 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ryan Ramadhan</dc:creator>
<media:keywords>Puskesmas, Dinas Kesehatan, Dinkes Surabaya, Cuaca Ekstrem, Hujan, Gangguan Kesehatan, Surabaya, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SURABAYA, SJP -</strong> Bulan suci Ramadan 1446 Hijriah atau 2026 Masehi datang di masa transisi musim. Di periode ini, cuaca ekstrem seperti hujan lebat disertai angin kencang kerap melanda Surabaya. </p>
<p></p>
<p>Kondisi tersebut bukan hanya berdampak pada aktivitas warga, tetapi juga berpotensi memicu gangguan kesehatan, mulai dari infeksi saluran pernapasan, kelelahan, hingga penyakit akibat daya tahan tubuh yang menurun saat berpuasa.</p>
<p></p>
<p>Di tengah situasi tersebut, Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya memastikan seluruh Puskesmas tetap memberikan pelayanan kesehatan selama Ramadan 2026. Meski terdapat penyesuaian jam operasional, akses layanan bagi masyarakat ditegaskan tetap berjalan optimal.</p>
<p></p>
<p>Kepastian itu tertuang dalam Surat Edaran (SE) Nomor 400.7.17.1/2550/436.7.2/2026 tentang Pengaturan Jam Pelayanan selama Bulan Suci Ramadan 1446 H/2026 M di lingkungan fasilitas kesehatan milik Pemkot Surabaya.</p>
<p></p>
<p>Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Surabaya, Nanik Sukristina, menegaskan bahwa pelayanan tidak dihentikan, hanya disesuaikan dengan ritme Ramadan.</p>
<p></p>
<p>"Seluruh Puskesmas tetap memberikan pelayanan kesehatan selama Ramadan dengan jam operasional yang telah disesuaikan, sehingga masyarakat tetap bisa mengakses layanan secara nyaman," ujar Nanik, saat dikonfirmasi pada Rabu (4/3/2026).</p>
<p></p>
<p>Selama Ramadan, layanan pagi Puskesmas dibuka pada Senin hingga Kamis pukul 08.00–14.00 WIB, Jumat pukul 08.00–11.00 WIB, dan Sabtu pukul 08.00–12.00 WIB. Sementara layanan sore berlangsung Senin hingga Jumat pukul 14.00–16.30 WIB.</p>
<p></p>
<p>Nanik menjelaskan, penyesuaian ini dilakukan tanpa mengurangi jenis layanan yang tersedia. Seluruh Puskesmas di Surabaya tetap membuka layanan pemeriksaan umum, kesehatan gigi, kesehatan ibu dan anak (KIA), layanan gizi, psikologi, pengobatan tradisional (batra), laboratorium, hingga pelayanan kesehatan keluarga.</p>
<p></p>
<p>Ia juga memastikan layanan kegawatdaruratan tetap menjadi prioritas utama, terutama di tengah potensi peningkatan kasus kesehatan akibat cuaca ekstrem dan perubahan pola aktivitas masyarakat selama puasa.</p>
<p></p>
<p>“Untuk Puskesmas rawat inap, layanan gawat darurat tetap buka 24 jam. Sedangkan yang non-rawat inap tetap siap on call apabila ada kasus kegawatdaruratan,” jelasnya.</p>
<p></p>
<p>Dengan skema tersebut, Puskesmas rawat inap di Surabaya tetap beroperasi penuh selama 24 jam. Sementara Puskesmas non-rawat inap mengikuti jam operasional Ramadan, namun tetap siaga dan dapat dihubungi kapan pun jika terjadi kondisi darurat.</p>
<p></p>
<p>Tak hanya layanan pengobatan, program imunisasi serta layanan kesehatan ibu dan anak juga tetap berjalan selama Ramadan. Bahkan, masyarakat dapat memanfaatkan layanan konsultasi kesehatan terkait pelaksanaan puasa, yang difasilitasi tenaga promosi kesehatan di masing-masing Puskesmas.</p>
<p></p>
<p>Di sisi lain, Dinkes Surabaya juga mengimbau masyarakat agar tetap menjaga kondisi tubuh selama menjalankan ibadah puasa di tengah cuaca yang tak menentu. Warga dianjurkan melakukan aktivitas fisik ringan, mengonsumsi makanan bergizi seimbang, serta mencukupi kebutuhan cairan tubuh saat sahur dan berbuka.</p>
<p></p>
<p>“Kami mengimbau masyarakat untuk tetap menjaga kesehatan selama Ramadan dengan pola hidup sehat, agar ibadah puasa dapat dijalani dengan lancar,” pungkas Nanik.</p>
<p></p>
<p>Dengan kepastian layanan ini, Pemkot Surabaya berharap masyarakat tetap tenang dan tidak ragu mengakses fasilitas kesehatan selama Ramadan, sekalipun cuaca ekstrem melanda kota. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Cuaca Ekstrem Awal Maret, DLH Surabaya Bagi Tim Penanganan Pohon Tumbang ke Tujuh Area</title>
<link>https://suarajatimpost.com/cuaca-ekstrem-awal-maret-dlh-surabaya-bagi-tim-penanganan-pohon-tumbang-ke-tujuh-area</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/cuaca-ekstrem-awal-maret-dlh-surabaya-bagi-tim-penanganan-pohon-tumbang-ke-tujuh-area</guid>
<description><![CDATA[ Hujan badai hampir tiap hari awal Maret 2026 memaksa Pemkot Surabaya menyiagakan tim di tujuh rayon, memastikan pohon tumbang dan banjir ditangani cepat demi keselamatan warga. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202603/image_870x580_69a8278d80b61.webp" length="40974" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 04 Mar 2026 20:48:24 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ryan Ramadhan</dc:creator>
<media:keywords>Dinas Lingkungan Hidup, DLH Surabaya, Pohon Tumbang, Cuaca Ektrem, Badai, Surabaya, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SURABAYA, SJP - </strong>Awal Maret 2026, Kota Surabaya hampir setiap hari diguyur hujan lebat disertai angin kencang. Kondisi itu sejalan dengan prakiraan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) yang sebelumnya telah memperingatkan potensi cuaca ekstrem pada periode 1–10 Maret 2026.</p>
<p></p>
<p>Mengantisipasi dampak yang lebih luas, Pemerintah Kota Surabaya melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) langsung menyiagakan tim di tujuh area penanganan pohon tumbang yang tersebar di seluruh wilayah kota.</p>
<p></p>
<p>Kepala DLH Surabaya, Dedik Irianto, mengungkapkan bahwa pembagian tim ke dalam tujuh rayon taman dilakukan agar respons di lapangan bisa lebih cepat dan efektif, terutama saat terjadi pohon tumbang maupun genangan.</p>
<p></p>
<p>“Tim sudah kami bagi di tujuh rayon taman agar penanganan darurat bisa lebih cepat,” ujar, Dedik, Rabu (4/3/2026).</p>
<p></p>
<p>Menurut Dedik, skema rayonisasi itu memungkinkan petugas terdekat langsung bergerak tanpa harus menunggu bantuan dari wilayah lain. Penanganan darurat yang dimaksud tidak hanya pemotongan pohon tumbang, tetapi juga pembersihan saluran air yang tersumbat akibat ranting maupun material lainnya.</p>
<p></p>
<p>Hujan lebat disertai angin kencang pada Senin (2/3/2026) menjadi yang terparah dan jadi bukti nyata urgensi langkah tersebut. Wilayah Surabaya Pusat dan Surabaya Timur tercatat sebagai area paling terdampak. </p>
<p></p>
<p>Sejumlah pohon trembesi berukuran besar tumbang di kawasan Jalan Diponegoro hingga Jalan Tambaksari, yang sempat memicu kemacetan lalu lintas. Dedik menjelaskan, seluruh peralatan sudah disiapkan sejak awal sesuai arahan Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi.</p>
<p></p>
<p>“Kami sudah siapkan mesin senso yang sudah diasah hingga armada tangki penyedot genangan,” katanya.</p>
<p></p>
<p>Ia menegaskan, saat hujan deras mengguyur kota, DLH memegang dua prioritas utama, yakni untuk segera melakukan penyedot saat ada genangan dan segera mengirimkan tim senso untuk evakuasi pohon tumbang.</p>
<p></p>
<p>“Kalau banjir kita sedot, kalau ada pohon tumbang tim senso langsung terjun ke lokasi,” tegasnya.</p>
<p></p>
<p>Dalam kejadian hujan badai sebelumnya, memang sempat ada laporan kendaraan roda empat yang tertimpa pohon. Namun, Dedik memastikan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.</p>
<p></p>
<p>“Alhamdulillah, pemilik mobil selamat semua,” ucapnya.</p>
<p></p>
<p>Proses evakuasi di lapangan juga melibatkan kolaborasi lintas instansi, termasuk BPBD serta Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP). Sinergi ini dinilai penting agar penanganan dapat dilakukan lebih cepat, terutama ketika pohon tumbang menutup akses jalan utama.</p>
<p></p>
<p>Di sisi pencegahan, DLH Surabaya sebenarnya telah rutin melakukan perantingan pohon, baik di jalan protokol maupun berdasarkan laporan warga. Langkah ini bertujuan mengurangi beban pohon agar tidak mudah roboh saat diterpa angin kencang.</p>
<p></p>
<p>“Perantingan kami lakukan rutin, tapi saat hujan turun fokus kami beralih ke antisipasi bencana dan pembersihan,” jelas Dedik.</p>
<p></p>
<p>Menghadapi prediksi cuaca ekstrem hingga 10 Maret 2026, DLH juga mengimbau masyarakat agar lebih waspada, terutama ketika berkendara di tengah hujan lebat dan angin kencang.</p>
<p></p>
<p>“Jangan berlindung di bawah pohon besar atau baliho saat angin kencang,” imbaunya.</p>
<p></p>
<p>Selain itu, masyarakat diminta segera melapor jika melihat pohon yang tampak rapuh atau condong. DLH akan memprioritaskan pengecekan pohon di tepi jalan utama yang bisa dijangkau mobil Skywalker demi keamanan petugas dan efisiensi waktu.</p>
<p></p>
<p>“Kalau ada pohon yang membahayakan, segera laporkan agar bisa kami tindak lanjuti,” pungkasnya. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Delapan Aduan THR Masuk ke Disnakertrans Jatim, Perusahaan Diingatkan Batas Maksimal H&amp;7 Lebaran</title>
<link>https://suarajatimpost.com/delapan-aduan-thr-masuk-ke-disnakertrans-jatim-perusahaan-diingatkan-batas-maksimal-h-7-lebaran</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/delapan-aduan-thr-masuk-ke-disnakertrans-jatim-perusahaan-diingatkan-batas-maksimal-h-7-lebaran</guid>
<description><![CDATA[ Persoalan THR tidak boleh berlarut-larut menjelang hari raya karena menyangkut hak normatif pekerja yang waktunya sangat krusial. Oleh sebab itu, setiap laporan yang masuk akan segera diproses oleh pengawas ketenagakerjaan. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202603/image_870x580_69a827840a43a.webp" length="21210" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 04 Mar 2026 20:16:18 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ryan Ramadhan</dc:creator>
<media:keywords>Tunjangan Hari Raya, THR, Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi, Disnakertrans Jatim, Surabaya, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SURABAYA, SJP - </strong>Pemerintah Provinsi Jawa Timur sebelumnya telah mewanti-wanti seluruh perusahaan agar wajib membayarkan Tunjangan Hari Raya (THR) keagamaan kepada pekerja paling lambat H-7 Lebaran. Peringatan itu kini diuji, setelah delapan aduan pelanggaran THR masuk ke Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Jawa Timur (Disnakertrans) Jatim.</p>
<p></p>
<p>Aduan tersebut dilayangkan oleh delapan pekerja dari berbagai perusahaan di wilayah Jawa Timur. Inti laporan yang diterima menyebutkan bahwa perusahaan tempat mereka bekerja belum membayarkan THR sebagaimana mestinya.</p>
<p></p>
<p>Kepala Disnakertrans Jatim, Sigit Priyanto, membenarkan pihaknya telah menerima laporan tersebut dan memastikan seluruh aduan langsung ditindaklanjuti melalui posko THR yang telah dibuka.</p>
<p></p>
<p>"Saat ini sudah menerima pengaduan kasus dari pekerja (delapan kasus). Pengaduan tersebut dari pekerja di perusahaan yang ada di Jatim, dengan keterangan pengaduan perusahaan belum membayar THR," ujar Sigit, Rabu (4/3/2026).</p>
<p></p>
<p>Ia menegaskan, persoalan THR tidak boleh berlarut-larut menjelang hari raya karena menyangkut hak normatif pekerja yang waktunya sangat krusial. Oleh sebab itu, setiap laporan yang masuk akan segera diproses oleh pengawas ketenagakerjaan.</p>
<p></p>
<p>Sigit memastikan, penanganan dilakukan secara bertahap dan profesional. Disnakertrans tidak serta-merta menjatuhkan sanksi, melainkan lebih dulu membuka ruang dialog antara pekerja dan perusahaan.</p>
<p></p>
<p>“Ruang komunikasi dibuka lebar agar tercapai kesepakatan yang saling menguntungkan. Kami ingin semua diselesaikan lewat jalur resmi, dengan duduk bersama dan hak pekerja terpenuhi,” jelasnya.</p>
<p></p>
<p>Dalam mekanismenya, tim posko THR akan melakukan klarifikasi kepada kedua belah pihak, baik pelapor maupun terlapor, sebelum mengambil langkah lebih lanjut di lapangan. Pendekatan mediasi diutamakan guna memastikan persoalan dapat diselesaikan tanpa eskalasi.</p>
<p></p>
<p>Kendati demikian, Disnakertrans Jatim juga telah menyiapkan skema sanksi apabila dalam proses klarifikasi ditemukan adanya pelanggaran ketentuan pembayaran THR. Langkah tegas itu menjadi bagian dari komitmen pemerintah daerah untuk memastikan perusahaan mematuhi aturan dan tidak menunda kewajiban hingga melewati batas maksimal H-7 Lebaran.</p>
<p></p>
<p>Dengan masuknya delapan aduan tersebut, Disnakertrans Jatim mengingatkan kembali seluruh perusahaan agar tidak menunggu laporan untuk memenuhi kewajibannya. Pemerintah berharap persoalan THR dapat diselesaikan lebih dini sehingga pekerja bisa menyambut Lebaran dengan tenang dan haknya tetap terpenuhi tepat waktu. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Eri Cahyadi Imbau Warga Surabaya Tunda Bepergian ke Luar Negeri di Tengah Eskalasi Konflik Timur Tengah</title>
<link>https://suarajatimpost.com/eri-cahyadi-imbau-warga-surabaya-tunda-bepergian-ke-luar-negeri-di-tengah-eskalasi-konflik-timur-tengah</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/eri-cahyadi-imbau-warga-surabaya-tunda-bepergian-ke-luar-negeri-di-tengah-eskalasi-konflik-timur-tengah</guid>
<description><![CDATA[ Selain mengeluarkan imbauan penundaan perjalanan, Pemkot Surabaya juga melakukan koordinasi dengan Kemenag RI guna memastikan keamanan kondisi warga Surabaya yang saat ini tengah berada di daerah Timur Tengah, khususnya jamaah umrah. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202603/image_870x580_69a685e767e3f.webp" length="30420" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Tue, 03 Mar 2026 16:30:26 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ryan Ramadhan</dc:creator>
<media:keywords>Konflik, Iran, AS, Israel, Umrah, Eri Cahyadi, Pemkot Surabaya, Surabaya, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SURABAYA, SJP — </strong>Eskalasi konflik antara Iran, Amerika Serikat, dan Israel masih memanas hingga Selasa (3/3/2026). Serangan militer terbuka hingga laporan korban sipil membuat situasi kawasan Timur Tengah kian tidak menentu dan memicu kekhawatiran global.</p>
<p></p>
<p>Kondisi tersebut mendorong Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya mengambil langkah antisipatif. Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, mengimbau warga untuk menunda sementara waktu bepergian ke luar negeri, terutama ke wilayah yang berpotensi terdampak konflik. </p>
<p></p>
<p>Ia menegaskan, imbauan tersebut dikeluarkan sebagai langkah pencegahan demi keselamatan warga.</p>
<p></p>
<p>“Kami harapkan juga, warga Surabaya, ketika kondisi Timur Tengah panas begini, ada perang ini, saya berharap warga Surabaya tidak ke luar negeri dulu,” kata Eri saat dikonfirmasi pada Selasa (3/3/2026).</p>
<p></p>
<p>Menurutnya, situasi perang memiliki karakter yang sulit diprediksi. Serangan bisa terjadi secara tiba-tiba dan menyasar berbagai titik, termasuk fasilitas strategis maupun wilayah sipil. Karena itu, kehati-hatian menjadi hal utama yang perlu dikedepankan.</p>
<p></p>
<p>Selain mengimbau penundaan perjalanan, Pemkot Surabaya juga bergerak melakukan koordinasi lintas instansi. Salah satu fokusnya adalah memastikan kondisi warga Surabaya yang saat ini tengah berada di Timur Tengah, khususnya jamaah umrah.</p>
<p></p>
<p>Eri menyebut pihaknya telah berkoordinasi dengan Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Surabaya untuk memantau keberadaan dan kondisi warga.</p>
<p></p>
<p>“Sudah, kami dengan Kemenag Surabaya untuk berkoordinasi dengan Kemenag (pusat) dan mengetahui warga Surabaya yang ada di sana,” katanya lagi.</p>
<p></p>
<p>Langkah ini dinilai penting mengingat mobilitas warga Surabaya ke Timur Tengah cukup tinggi, terutama untuk keperluan ibadah umrah. Dengan koordinasi tersebut, pemerintah daerah dapat lebih cepat memperoleh informasi apabila terjadi situasi darurat yang membutuhkan penanganan atau respons lanjutan.</p>
<p></p>
<p>Tak hanya kepada warga yang berencana bepergian, Eri juga menyampaikan pesan khusus kepada warga Surabaya yang saat ini sudah berada di kawasan Timur Tengah agar meningkatkan kewaspadaan.</p>
<p></p>
<p>“Dan warga Surabaya yang ada di Timur Tengah, saya harapkan hati-hati. Karena perang ini tidak bisa diprediksi ada serangan-serangan,” tutupnya. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Hujan Badai Terjang Kota Surabaya, BMKG Ingatkan Potensi Cuaca Ekstrem hingga 10 Maret</title>
<link>https://suarajatimpost.com/hujan-badai-terjang-kota-surabaya-bmkg-ingatkan-potensi-cuaca-ekstrem-hingga-10-maret</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/hujan-badai-terjang-kota-surabaya-bmkg-ingatkan-potensi-cuaca-ekstrem-hingga-10-maret</guid>
<description><![CDATA[ Tidak hanya pohon tumbang, cuaca ekstrem juga menyebabkan kerusakan pada sedikitnya empat rumah warga yang tersebar di Kecamatan Gunung Anyar, Bubutan, Genteng, dan Sukomanunggal. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202603/image_870x580_69a685ef1fdec.webp" length="41362" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Tue, 03 Mar 2026 15:30:01 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ryan Ramadhan</dc:creator>
<media:keywords>Cuaca Ekstrem, BMKG, Hujan Badai, Gondola, Surabaya, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SURABAYA, SJP - </strong>Hujan badai disertai angin kencang menerjang sejumlah wilayah di Surabaya pada Senin (2/3/2026). Cuaca ekstrem memicu puluhan pohon tumbang dan merusak rumah warga. Peristiwa tersebut terjadi di tengah peringatan resmi BMKG Juanda yang sebelumnya telah mengingatkan potensi cuaca ekstrem di seluruh wilayah Jawa Timur hingga 10 Maret 2026.</p>
<p>Dampak paling tragis terjadi di sebuah bangunan di Jalan Pakuwon Indah, ketika seorang pekerja gondola berinisial RS (51), warga Tambak Wedi, Kenjeran, meninggal dunia setelah terjebak di ketinggian saat hujan deras dan angin kencang melanda.</p>
<p>Selain korban jiwa, hujan badai juga menyebabkan kerusakan di berbagai titik kota. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Surabaya mencatat sedikitnya 55 pohon tumbang di 17 kecamatan, mulai dari Tambaksari, Tegalsari, Gubeng, hingga Rungkut dan Benowo. </p>
<p>Pohon yang tumbang terdiri dari berbagai jenis, seperti trembesi, mangga, mahoni, palem, hingga sepatu dea, dengan diameter mencapai 40 hingga 60 sentimeter.</p>
<p>Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kota Surabaya Linda Novanti menjelaskan, cuaca ekstrem meliputi hujan deras dan angin kencang melanda secara merata di seluruh wilayah Surabaya pada Senin (2/3/2026) kemarin.</p>
<p>"Hujannya rata hampir di seluruh wilayah, ada beberapa pohon tumbang di Kecamatan Tambaksari, Tegalsari, Asem Rowo, Gubeng, Sawahan, Bubutan," kata Linda, Selasa (3/3/2026).</p>
<p>"Kemudian, Kecamatan Wonokromo, Gunung Anyar, Mulyorejo, Krembangan, Bulak, Sukolilo, Sambikerep, Genteng, Tenggilis Mejoyo, Rungkut, dan Benowo," imbuhnya.</p>
<p>Ia menambahkan, selain faktor angin kencang dan hujan lebat, kondisi pohon yang sudah tua turut memperbesar risiko tumbang.</p>
<p>"Petugas langsung melakukan perantingan di masing-masing lokasi, kedepan juga akan terus dilakukan perompesan (pemangkasan) dahan pohon di beberapa wilayah," kata Linda.</p>
<p>Tidak hanya pohon tumbang, cuaca ekstrem juga menyebabkan kerusakan pada sedikitnya empat rumah warga yang tersebar di Kecamatan Gunung Anyar, Bubutan, Genteng, dan Sukomanunggal. Penanganan sudah dilakukan dengan melibatkan perangkat kelurahan setempat.</p>
<p>"Seluruh bangunan yang rusak saat ini masih dalam proses penanganan, dengan koordinasi bersama perangkat kelurahan setempat," ujarnya.</p>
<p>Di sisi lain, BMKG Juanda sebelumnya telah mengeluarkan peringatan dini bahwa seluruh wilayah Jawa Timur, termasuk Surabaya, berpotensi mengalami cuaca ekstrem pada 1 hingga 10 Maret 2026. Kondisi ini dipicu oleh sejumlah faktor atmosfer global dan regional yang meningkatkan pertumbuhan awan hujan.</p>
<p>Kepala BMKG Juanda Taufiq Hermawan mengonfirmasi peringatan tersebut dan menjelaskan bahwa wilayah Jawa Timur saat ini tengah memasuki masa peralihan musim yang rentan memicu cuaca ekstrem.</p>
<p>"Diprakirakan hingga tanggal 10 Maret akan terjadi peningkatan cuaca ekstrem yang berdampak signifikan terhadap aktivitas masyarakat," ujar Taufiq.</p>
<p>Ia menjelaskan, gangguan atmosfer seperti Madden Julian Oscillation (MJO), gelombang Rossby, dan kondisi suhu muka laut yang masih hangat di perairan selatan Jawa Timur turut memperkuat potensi hujan lebat disertai angin kencang dan petir.</p>
<p>"Suhu muka laut di perairan selatan Jawa Timur masih cukup signifikan serta kondisi atmosfer lokal yang labil turut mendukung pertumbuhan awan-awan konvektif yang berpotensi menimbulkan hujan dengan intensitas sedang hingga lebat, yang dapat disertai petir dan angin kencang," imbuhnya.</p>
<p>BMKG juga mengingatkan bahwa cuaca ekstrem dapat memicu berbagai bencana hidrometeorologi, mulai dari banjir, puting beliung, hujan es, hingga tanah longsor. Masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan, terutama saat beraktivitas di luar ruang maupun di area yang berisiko tinggi.</p>
<p>"Selain itu, masyarakat dapat memantau kondisi cuaca terkini berdasarkan citra radar cuaca WOFI melalui website serta informasi peringatan dini 3 harian serta peringatan dini setiap 2–3 jam ke depan yang dibagikan BMKG Juanda," pungkas Taufiq. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Robot Anjing Karya ITS Siap Gantikan Manusia di Area Berbahaya, Mampu Dikendalikan dari Ribuan Kilometer</title>
<link>https://suarajatimpost.com/robot-anjing-karya-its-siap-gantikan-manusia-di-area-berbahaya-mampu-dikendalikan-dari-ribuan-kilometer</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/robot-anjing-karya-its-siap-gantikan-manusia-di-area-berbahaya-mampu-dikendalikan-dari-ribuan-kilometer</guid>
<description><![CDATA[ RoboDog ITS dilengkapi kamera dan sensor LiDAR yang memungkinkan robot memetakan lingkungan, mendeteksi objek, serta mengidentifikasi potensi bahaya secara langsung. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202603/image_870x580_69a685eb17bf0.webp" length="24192" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Tue, 03 Mar 2026 15:20:41 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ryan Ramadhan</dc:creator>
<media:keywords>Institut Teknologi Sepuluh Nopember, ITS, Indosat, Nokia, Robot, RoboDog, Surabaya, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SURABAYA, SJP — </strong>Tidak semua pekerjaan aman dilakukan manusia. Inspeksi kilang minyak, pemantauan area bencana, hingga pemeriksaan lokasi dengan potensi bahaya tinggi kerap mempertaruhkan keselamatan dan tidak jarang memakan korban jiwa.</p>
<p>Untuk menjawab tantangan tersebut, Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) memperkenalkan RoboDog, robot anjing otonom berbasis kecerdasan buatan (AI) yang dapat dikendalikan dari jarak ribuan kilometer dan dirancang untuk menjalankan tugas di lingkungan berisiko tinggi.</p>
<p>Inovasi itu pertama kali diperkenalkan di AI-RAN Research Center, Surabaya, Sabtu (28/2/2026), melalui kolaborasi ITS bersama Indosat Ooredoo Hutchison (IOH), Nokia, dan NVIDIA. </p>
<p>Sinergi tersebut menggabungkan kekuatan robotika, jaringan 5G, dan komputasi AI mutakhir untuk menghadirkan robot otonom yang mampu memahami perintah manusia dan merespons kondisi lingkungan secara real time.</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202603/image_870x_69a685e47c607.webp" alt=""></p>
<p>Perwakilan pengembang RoboDog ITS, Yuke Brilliant Hestiavin, menjelaskan bahwa robot ini dirancang tidak sekadar bergerak berdasarkan perintah manual, tetapi mampu memahami instruksi berbasis suara manusia dan membaca situasi di sekitarnya melalui sensor canggih.</p>
<p>“Kemampuan ini dapat dikendalikan dalam jarak ribuan kilometer,” ungkap Yuke saat dikonfirmasi pada Selasa (3/3/2026).</p>
<p>Ia menjelaskan, RoboDog dilengkapi kamera dan sensor LiDAR yang memungkinkan robot memetakan lingkungan, mendeteksi objek, serta mengidentifikasi potensi bahaya secara langsung. Dengan kemampuan tersebut, robot dapat digunakan untuk berbagai kebutuhan industri, terutama pada sektor yang memiliki risiko tinggi terhadap keselamatan manusia.</p>
<p>Dalam demonstrasi yang dilakukan, RoboDog yang berada di Surabaya berhasil menerima perintah suara dari pengguna di Barcelona, Spanyol. Robot kemudian menjalankan instruksi untuk memeriksa kondisi suatu lokasi, memastikan keamanan area, serta mendeteksi kemungkinan aktivitas mencurigakan. </p>
<p>Kemampuan tersebut menunjukkan bahwa robot dapat dioperasikan secara global tanpa operator harus berada di lokasi berbahaya. Mahasiswa Departemen Teknik Komputer ITS tersebut menilai, kemampuan robot memahami konteks dan situasi menjadi keunggulan utama dalam implementasi di dunia industri modern.</p>
<p>“Robot ini aplikatif untuk industri yang berisiko tinggi bagi manusia,” ujarnya.</p>
<p>Di balik kemampuan kendali jarak jauh tersebut, teknologi Artificial Intelligence Radio Access Network (AI-RAN) yang dikembangkan IOH menjadi fondasi utama sistem. Teknologi itu memungkinkan perintah yang dikirim dari lokasi jauh dapat diproses dan diterjemahkan menjadi aksi robot secara cepat melalui jaringan 5G.</p>
<p>VP Head of Technology Strategy &amp; Partnership Management IOH, Irwan Radius, menjelaskan bahwa integrasi AI dengan jaringan telekomunikasi menjadi terobosan penting dalam pengembangan robotika otonom.</p>
<p>“Teknologi ini memungkinkan sinkronisasi antara pusat pemantauan di Spanyol dan robot di Surabaya dengan jeda sangat rendah,” jelas Irwan.</p>
<p>Ia menambahkan, pendekatan AI-RAN mengubah fungsi jaringan telekomunikasi dari sekadar jalur transmisi data menjadi pusat pemrosesan kecerdasan buatan. Dengan demikian, robot dapat merespons perintah dengan latensi sangat rendah, yang menjadi syarat utama bagi pengoperasian robot dan drone otonom secara aman dan efektif.</p>
<p>“Arsitektur ini memungkinkan latensi ultra-rendah yang dibutuhkan untuk pengembangan AI berbentuk fisik seperti robotika dan drone otonom,” paparnya.</p>
<p>Teknologi tersebut juga didukung infrastruktur jaringan 5G dari Nokia yang memastikan konektivitas stabil dan cepat, serta komputasi GPU dari NVIDIA yang memungkinkan pemrosesan AI dalam skala kompleks dan real time. ITS kemudian mengintegrasikan seluruh teknologi tersebut ke dalam sistem robotika yang siap dioperasikan di lapangan.</p>
<p>Ke depan, inovasi RoboDog tidak hanya menjadi bukti kemampuan teknologi nasional, tetapi juga akan diperkenalkan di panggung global melalui ajang Mobile World Congress 2026 yang digelar di Barcelona, Spanyol, pada Maret 2026 ini.</p>
<p>Partisipasi tersebut menjadi momentum penting untuk menunjukkan bahwa Indonesia memiliki kapasitas dalam menciptakan teknologi robotika dan AI yang kompetitif di tingkat internasional.</p>
<p>Irwan berharap, kehadiran RoboDog dapat membuka peluang kolaborasi global sekaligus memperkuat posisi Indonesia sebagai inovator teknologi.</p>
<p>“Semoga melalui forum internasional ini, inovasi anak bangsa semakin mendapat ruang dan peluang kolaborasi di kancah global,” tutupnya. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Konflik Iran–AS&amp;Israel Ganggu Rute Umrah, Penerbangan Jamaah Asal Jatim Mulai Tersendat</title>
<link>https://suarajatimpost.com/konflik-iranas-israel-ganggu-rute-umrah-penerbangan-jamaah-asal-jatim-mulai-tersendat</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/konflik-iranas-israel-ganggu-rute-umrah-penerbangan-jamaah-asal-jatim-mulai-tersendat</guid>
<description><![CDATA[ Meski ada gangguan, tidak semua penerbangan terdampak. Hingga awal Maret 2026, penerbangan langsung dari Indonesia ke Arab Saudi masih beroperasi normal dan menjadi alternatif utama bagi jamaah yang tetap berangkat. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202603/image_870x580_69a573e6b4256.webp" length="49876" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 02 Mar 2026 20:31:15 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ryan Ramadhan</dc:creator>
<media:keywords>Umrah, Konflik Iran-AS, Perang, Iran, Arab Saudi, Amphuri, Surabaya, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SURABAYA, SJP - </strong>Ketegangan militer antara Iran dengan Amerika Serikat dan Israel mulai berdampak langsung pada perjalanan umrah jemaah Indonesia. Sejumlah rute penerbangan menuju Arab Saudi terganggu akibat pembatalan dan penutupan jalur transit di beberapa negara Timur Tengah, membuat keberangkatan jemaah, termasuk dari Jawa Timur, terpaksa ditunda bahkan dibatalkan.</p>
<p></p>
<p>Asosiasi Perjalanan Haji dan Umrah Indonesia (Amphuri) Jawa Timur mengungkapkan, pembatalan penerbangan umrah mulai terjadi sejak Sabtu, 28 Februari 2026. Gangguan ini terutama menimpa penerbangan dengan rute transit melalui sejumlah kota hub internasional yang selama ini menjadi jalur utama menuju Arab Saudi.</p>
<p></p>
<p>Ketua DPD Amphuri Jawa Timur Mohammad Sufyan Arief mengatakan, hampir seluruh penerbangan yang menggunakan jalur transit di sejumlah negara terdampak langsung oleh situasi konflik yang memanas di kawasan tersebut.</p>
<p></p>
<p>“Mulai keberangkatan yang kemarin Sabtu. Yang transit melalui ini semua cancel,” kata Arief saat dihubungi pada Minggu (1/3/2026).</p>
<p></p>
<p>Adapun rute transit yang terdampak pembatalan meliputi Amman (Yordania), Kuwait, Dubai dan Abu Dhabi (Uni Emirat Arab), Doha (Qatar), Bahrain, Moscow (Rusia), hingga Peshawar (Pakistan). Kota-kota tersebut merupakan titik transit penting bagi maskapai internasional yang melayani penerbangan jemaah umrah dari Indonesia menuju Arab Saudi.</p>
<p></p>
<p>Pembatalan itu terutama terjadi pada maskapai-maskapai internasional yang berbasis di Timur Tengah, seperti Emirates, Etihad Airways, dan Qatar Airways, yang selama ini menjadi pilihan utama jemaah karena jaringan penerbangannya yang luas.</p>
<p></p>
<p>Meski demikian, tidak semua penerbangan terdampak. Hingga awal Maret 2026, penerbangan langsung dari Indonesia ke Arab Saudi masih beroperasi normal dan menjadi alternatif utama bagi jemaah yang tetap berangkat.</p>
<p></p>
<p>“Tapi sampai pagi ini pesawat yang <em>direct flight</em> alhamdulillah masih terbang seperti Garuda, Saudia, dan Lion Air,” ujarnya.</p>
<p></p>
<p>Kondisi tersebut menunjukkan bahwa gangguan perjalanan umrah bukan terjadi karena penutupan akses ke Arab Saudi, melainkan lebih disebabkan oleh terganggunya jalur transit dan kebijakan maskapai yang menyesuaikan dengan situasi keamanan regional.</p>
<p></p>
<p>Terkait jumlah pasti jemaah yang terdampak, Amphuri Jawa Timur belum dapat memastikan angka pastinya. Hal ini karena sebagian jemaah masih menggunakan penerbangan langsung, sementara data resmi jemaah umrah yang terdaftar berada di sistem milik Kementerian Agama.</p>
<p></p>
<p>“Data resmi terkait jemaah yang terdampak berada di Kementerian Agama melalui sistem Siskopatuh,” jelasnya.</p>
<p></p>
<p>Selain jemaah yang berangkat melalui biro perjalanan resmi, terdapat pula jemaah mandiri yang jumlahnya lebih sulit dipantau karena tidak terdaftar dalam sistem penyelenggara umrah resmi.</p>
<p></p>
<p>“Selain itu, ada juga jemaah mandiri yang keberangkatannya belum bisa dipastikan jumlahnya, karena tidak melalui penyelenggara resmi,” lanjutnya.</p>
<p></p>
<p>Situasi ini juga berpotensi menimbulkan konsekuensi finansial bagi jemaah maupun penyelenggara perjalanan umrah. Pasalnya, pihak Arab Saudi umumnya tetap memberlakukan kebijakan reservasi sesuai jadwal awal, meskipun terjadi pembatalan akibat faktor eksternal seperti konflik geopolitik.</p>
<p></p>
<p>Amphuri Jawa Timur menyebut, saat ini seluruh pihak masih menunggu perkembangan situasi dan berharap kondisi segera stabil agar perjalanan umrah dapat kembali berjalan normal.</p>
<p></p>
<p>“Pada dasarnya, seluruh pihak, baik travel maupun jemaah, berharap tetap bisa berangkat ke Tanah Suci selama situasi memungkinkan,” ujarnya.</p>
<p></p>
<p>Ia juga berharap gangguan ini bersifat sementara dan operasional penerbangan dapat kembali normal dalam waktu dekat.</p>
<p></p>
<p>“Harapannya 3 hari ini normal, tiket kepulangan masih bisa dipakai,” pungkas Arief. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Gondola Hilang Stabilitas Dihantam Badai, Polisi Pastikan Satu Korban Tewas</title>
<link>https://suarajatimpost.com/gondola-hilang-stabilitas-dihantam-badai-polisi-pastikan-satu-korban-tewas</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/gondola-hilang-stabilitas-dihantam-badai-polisi-pastikan-satu-korban-tewas</guid>
<description><![CDATA[ Menurut keterangan polisi, hujan deras yang turun secara tiba-tiba disertai angin kencang membuat gondola yang digunakan pekerja bergoyang hebat. Kuatnya terpaan angin menyebabkan alat kerja tersebut tersapu dan kehilangan stabilitas, sehingga membahayakan keselamatan pekerja yang berada di atasnya. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202603/image_870x580_69a56ddd3cd49.webp" length="19580" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 02 Mar 2026 20:11:41 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ryan Ramadhan</dc:creator>
<media:keywords>Pekerja Gondola, Cuaca Ektrem, Angin Kencang, Surabaya Barat, Apartemen Surabaya, Surabaya, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SURABAYA, SJP — </strong>Kepolisian mengungkap kronologi lengkap insiden gondola yang terombang-ambing dihantam hujan deras disertai angin kencang di sebuah apartemen kawasan Surabaya Barat, Senin (2/3/2026) siang. Peristiwa yang terjadi di ketinggian sekitar lantai 25 tersebut mengakibatkan satu pekerja meninggal dunia dan satu lainnya mengalami luka.</p>
<p></p>
<p>Kapolsek Lakarsantri Kompol Imam Solikin menjelaskan, insiden bermula saat dua pekerja sedang melakukan pekerjaan di bagian luar gedung apartemen dengan menggunakan gondola yang menggantung di sisi bangunan. Keduanya tengah berada di ketinggian saat kondisi cuaca tiba-tiba berubah drastis.</p>
<p></p>
<p>“Kemudian dilakukan evakuasi oleh tim dari apartemen dibantu oleh tim BPBD dan pemadam kebakaran. Terdapat dua korban. Satu luka dan satu meninggal dunia,” kata Imam Solikin saat dikonfirmasi pada Senin (2/3/2026).</p>
<p></p>
<p>Menurut keterangan polisi, hujan deras yang turun secara tiba-tiba disertai angin kencang membuat gondola yang digunakan pekerja bergoyang hebat. Kuatnya terpaan angin menyebabkan alat kerja tersebut tersapu dan kehilangan stabilitas, sehingga membahayakan keselamatan pekerja yang berada di atasnya.</p>
<p></p>
<p>Dalam insiden tersebut, polisi mengidentifikasi korban meninggal dunia berinisial ES, warga Tambak Wedi Baru, Surabaya. Sementara satu korban selamat berinisial RB, warga Tambak Wedi, Surabaya, mengalami luka dan telah mendapatkan penanganan medis.</p>
<p></p>
<p>Kepolisian memastikan proses evakuasi berjalan dengan melibatkan sejumlah unsur gabungan, termasuk tim internal apartemen, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Surabaya, serta Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Surabaya. Selama proses evakuasi berlangsung, situasi di lokasi dinyatakan aman dan terkendali.</p>
<p></p>
<p>Sebelumnya, pihak manajemen apartemen menyebut kedua pekerja sempat terombang-ambing di ketinggian saat hendak turun menggunakan gondola. Building Manager Water Place Residence, Melly Muryana, mengatakan cuaca buruk menjadi pemicu utama insiden tersebut.</p>
<p></p>
<p>“Ada dua orang pekerja. Saat hendak turun, mereka terkena angin kencang. Mereka terhenti di lantai 25 dan terombang-ambing,” ujar Melly.</p>
<p></p>
<p>Ia juga memastikan kedua pekerja telah menggunakan perlengkapan keselamatan kerja berupa pengaman tubuh saat menjalankan tugas di ketinggian.</p>
<p></p>
<p>“Betul. Setelah dievakuasi, satu orang dinyatakan meninggal dunia,” kata Melly.</p>
<p></p>
<p>Insiden tersebut terjadi saat hujan deras disertai angin kencang melanda sejumlah wilayah Surabaya pada siang hari. Kekuatan angin yang datang secara mendadak membuat gondola yang menggantung di sisi gedung tidak stabil dan bergoyang hebat, hingga menyebabkan kecelakaan fatal.</p>
<p></p>
<p>Hingga kini, pihak kepolisian masih melakukan pendalaman terkait insiden tersebut, termasuk memastikan seluruh prosedur keselamatan kerja telah diterapkan serta mengkaji faktor cuaca ekstrem yang menjadi penyebab utama kecelakaan kerja di ketinggian tersebut. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Gondola Diterjang Angin Kencang di Surabaya, Satu Pekerja Tewas di Ketinggian Lantai 25</title>
<link>https://suarajatimpost.com/gondola-diterjang-angin-kencang-di-surabaya-satu-pekerja-tewas-di-ketinggian-lantai-25</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/gondola-diterjang-angin-kencang-di-surabaya-satu-pekerja-tewas-di-ketinggian-lantai-25</guid>
<description><![CDATA[ Kedua pekerja berada dalam satu gondola saat insiden terjadi, satu korban berhasil dievakuasi dalam kondisi sadar, sedangkan korban lainnya ditemukan meninggal dunia saat proses evakuasi dari ketinggian. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202603/image_870x580_69a567045d064.webp" length="5482" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 02 Mar 2026 19:53:36 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ryan Ramadhan</dc:creator>
<media:keywords>Pekerja Gondola, Cuaca Ektrem, Angin Kencang, Surabaya Barat, Apartemen Surabaya, Surabaya, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SURABAYA, SJP — </strong>Hujan deras disertai angin kencang di Surabaya menelan korban jiwa. Dua pekerja gondola di sebuah apartemen kawasan Pakuwon Indah, Surabaya Barat, Senin (2/3/2026), terombang-ambing di ketinggian sekitar lantai 25.</p>
<p></p>
<p>Imbas cuaca ekstrem tersebut, satu pekerja dinyatakan meninggal dunia, sementara satu lainnya selamat dan dilarikan ke rumah sakit.</p>
<p></p>
<p>Insiden tersebut terjadi saat kedua pekerja sedang berada di gondola untuk melakukan pekerjaan di bagian luar gedung, baik pembersihan kaca maupun pekerjaan sealant. </p>
<p></p>
<p>Namun, cuaca tiba-tiba berubah drastis, dengan hujan deras dan angin kencang menghantam kawasan tersebut, membuat gondola kehilangan stabilitas dan bergoyang hebat.</p>
<p></p>
<p>Building Manager Water Place Residence, Melly Muryana, mengatakan saat kejadian terdapat dua pekerja yang sedang berada di gondola dan hendak turun sebelum angin kencang datang menerpa.</p>
<p></p>
<p>"Ada dua orang pekerja. Saat hendak turun, mereka terkena angin kencang. Mereka terhenti di lantai 25 dan terombang-ambing. Kondisinya sadar," kata Melly, Senin (2/3/2026). </p>
<p></p>
<p>Ia juga memastikan kedua pekerja telah dilengkapi alat pengaman tubuh sesuai standar keselamatan kerja, dan pihak manajemen segera berkoordinasi untuk proses evakuasi begitu insiden terjadi.</p>
<p></p>
<p>"Mereka dilengkapi dengan pengaman tubuh. Saat ini proses evakuasi sudah dilakukan," ujarnya.</p>
<p></p>
<p>Video amatir yang beredar luas di masyarakat, termasuk video yang diunggah oleh akun Instagram resmi Command Center 1123 Surabaya memperlihatkan gondola bergoyang hebat akibat terpaan angin. </p>
<p></p>
<p>Dalam rekaman berdurasi sekitar 23 detik itu, gondola tampak menghantam dinding dan kaca gedung beberapa kali. Salah satu pekerja terlihat bergelantungan, sementara rekannya diduga masih berada di gondola.</p>
<p></p>
<p>Seorang warga bernama Anang Ma’ruf yang menyaksikan langsung kejadian tersebut mengatakan kondisi pekerja terlihat sangat memprihatinkan saat badai berlangsung.</p>
<p></p>
<p>Petugas dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Surabaya dan tim rescue Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Surabaya segera dikerahkan ke lokasi untuk melakukan evakuasi darurat. Command Center 112 Surabaya juga turut memantau dan mengoordinasikan penanganan di lapangan.</p>
<p></p>
<p>Petugas Command Center 112 Surabaya, Ekky Maulana Nugraha, membenarkan bahwa terdapat dua korban dalam kejadian tersebut, dengan satu korban tidak dapat diselamatkan.</p>
<p></p>
<p>“Korbannya dua orang. Satu alhamdulillah selamat dirujuk ke rumah sakit. Satunya tidak dapat tertolong, meninggal dunia, yang terjebak bergelantungan,” kata Ekky.</p>
<p></p>
<p>Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Surabaya, Laksita Rini Sevriani, juga mengonfirmasi adanya korban meninggal dunia akibat insiden tersebut, sementara proses evakuasi masih berlangsung saat itu.</p>
<p></p>
<p>“Infonya satu orang meninggal dunia. Untuk datanya nanti, belum selesai evakuasinya,” ujar Rini.</p>
<p></p>
<p>Sementara itu, Kepala Bidang Pemadam Kebakaran Surabaya, M. Rokhim, menjelaskan bahwa kedua pekerja berada dalam satu gondola saat insiden terjadi. Ia menyebut satu korban berhasil dievakuasi dalam kondisi sadar, sedangkan korban lainnya ditemukan meninggal dunia saat proses evakuasi dari ketinggian.</p>
<p></p>
<p>“Yang satu sudah terevakuasi, dibawa ke rumah sakit. Alhamdulillah kondisi masih sadar,” kata Rokhim.</p>
<p></p>
<p>“Yang satu ini masih proses menurun dari lantai 25, kondisi MD (meninggal dunia),” lanjutnya.</p>
<p></p>
<p>Menurut Rokhim, angin kencang menjadi faktor utama penyebab insiden yang berujung maut tersebut, meskipun para pekerja telah menggunakan alat keselamatan kerja.</p>
<p></p>
<p>“Angin kencang ini. Angin kencang sekali sama hujan tadi ini,” pungkasnya. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Kasus Pengusiran Nenek Elina Dilimpahkan ke Kejari Surabaya, Tiga Tersangka Segera Disidangkan</title>
<link>https://suarajatimpost.com/kasus-pengusiran-nenek-elina-dilimpahkan-ke-kejari-surabaya-tiga-tersangka-segera-disidangkan</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/kasus-pengusiran-nenek-elina-dilimpahkan-ke-kejari-surabaya-tiga-tersangka-segera-disidangkan</guid>
<description><![CDATA[ Kasus pengusiran paksa Nenek Elina memasuki babak baru setelah tiga tersangka dan barang bukti resmi dilimpahkan ke Kejari Surabaya, membuka jalan menuju persidangan. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202603/image_870x580_69a448904122f.webp" length="88796" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sun, 01 Mar 2026 23:09:51 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ryan Ramadhan</dc:creator>
<media:keywords>Nenek Elina, Pengusiran Nenek, Surabaya, Kejari, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SURABAYA, SJP -</strong> Kasus pengusiran paksa yang dialami Nenek Elina di Dukuh Kuwukan, Lontar, Surabaya, kini memasuki babak baru. Setelah melalui proses penyidikan panjang, berkas perkara dinyatakan lengkap dan tiga tersangka resmi dilimpahkan ke Jaksa Penuntut Umum (JPU) dan Seksi Tindak Pidana Umum (Pidum) Kejaksaan Negeri Surabaya untuk segera diproses di meja hijau.</p>
<p>Pelimpahan tersebut dilakukan oleh penyidik Polda Jawa Timur dengan menyerahkan tiga tersangka beserta barang bukti, menandai berakhirnya tahap penyidikan dan dimulainya tahap penuntutan dalam kasus yang sempat viral dan memicu perhatian publik.</p>
<p>Tiga tersangka yang dilimpahkan masing-masing adalah Samuel Ardi Kristanto, Mohammad Yasin, dan Sugeng Yulianto. Ketiganya kini berada dalam kewenangan jaksa untuk proses hukum lebih lanjut, termasuk persiapan persidangan di Pengadilan Negeri Surabaya.</p>
<p>Kepala Seksi Tindak Pidana Umum Kejaksaan Negeri Surabaya, Ida Bagus Putu Widnyana, membenarkan pelimpahan tersebut dan menjelaskan status hukum para tersangka.</p>
<p>“Sedangkan tersangka Mohammad Yasin dan Sugeng Yulianto disangkakan dengan Pasal 262 Ayat (1) KUHP, tentang pengeroyokan dengan pidana penjara maksimal 5 tahun,” katanya, Minggu (1/3/2026).</p>
<p>Ia menambahkan, para tersangka akan segera menghadapi proses persidangan dalam waktu dekat. Sembari menunggu proses dan jadwal sidang dirilis, ketiga tersangka akan ditahan di Rutan Kelas 1 di daerah Medaeng.</p>
<p>“Sambil menunggu proses, ketiganya dibawa ke Rutan Kelas 1 Surabaya Medaeng,” tambahnya.</p>
<p>Selain itu, Samuel Ardi Kristanto juga dijerat sejumlah pasal tambahan yang berkaitan dengan dugaan penggunaan dokumen bermasalah dalam sengketa kepemilikan lahan yang menjadi pemicu konflik.</p>
<p></p>
<p><strong>Bermula dari Sengketa Dokumen Kepemilikan</strong></p>
<p>Kasus ini berawal dari klaim kepemilikan lahan dan bangunan di Dukuh Kuwukan, Surabaya, yang selama ini ditempati Nenek Elina. Sengketa muncul setelah Samuel Ardi Kristanto menunjukkan dokumen jual beli yang mengklaim kepemilikan atas lahan dan rumah tersebut.</p>
<p>Namun, Nenek Elina menolak klaim tersebut dan menegaskan tidak pernah menjual rumah yang ia tempati. Penolakan itu kemudian memicu konflik terbuka antara kedua pihak.</p>
<p>Konflik kepemilikan tersebut kemudian meningkat menjadi tindakan fisik. Ketiga tersangka diduga terlibat dalam upaya pengusiran paksa terhadap Nenek Elina dan penghuni rumah lainnya.</p>
<p>Pengusiran itu dilakukan sebelum akhirnya bangunan rumah diratakan dengan tanah. Peristiwa tersebut sempat terekam dan viral di media sosial, memicu gelombang simpati publik terhadap korban sekaligus desakan agar aparat penegak hukum menindak tegas para pelaku.</p>
<p>Tindakan pengusiran dan perusakan itu menjadi dasar utama penyidikan yang dilakukan oleh kepolisian hingga akhirnya menetapkan tiga orang sebagai tersangka.</p>
<p>Dengan dilimpahkannya tersangka dan barang bukti ke Kejaksaan Negeri Surabaya, kasus ini kini memasuki tahap penuntutan. Jaksa Penuntut Umum akan menyusun surat dakwaan sebelum melimpahkan perkara ke Pengadilan Negeri Surabaya untuk disidangkan.</p>
<p>Proses persidangan nantinya akan menentukan pertanggungjawaban pidana para tersangka, serta menjadi penentu keadilan bagi korban dalam sengketa yang berujung pada pengusiran dan kehilangan tempat tinggal tersebut. (*)</p>
<p>Editor: Danu</p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Voucher Parkir Suroboyo Jadi Senjata Baru Pemkot Surabaya Tutup Kebocoran Retribusi</title>
<link>https://suarajatimpost.com/voucher-parkir-suroboyo-jadi-senjata-baru-pemkot-surabaya-tutup-kebocoran-retribusi</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/voucher-parkir-suroboyo-jadi-senjata-baru-pemkot-surabaya-tutup-kebocoran-retribusi</guid>
<description><![CDATA[ Voucher akan dijual melalui minimarket dan toko modern agar mudah diakses masyarakat. Pengguna cukup membeli voucher sesuai kebutuhan, lalu menyerahkannya kepada juru parkir saat menggunakan fasilitas parkir. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202603/image_870x580_69a44c8b8c4b6.webp" length="65460" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sun, 01 Mar 2026 22:36:52 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ryan Ramadhan</dc:creator>
<media:keywords>Dinas Perhubungan, Dishub Surabaya, Voucher Parkir, Parkir, Surabaya, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SURABAYA, SJP -</strong> Masalah parkir di Surabaya masih menjadi pekerjaan rumah yang belum sepenuhnya terselesaikan. Sejak berbagai upaya pembenahan dilakukan tahun lalu, kebocoran retribusi dan praktik pembayaran tunai yang sulit diawasi masih membayangi pengelolaan parkir tepi jalan. </p>
<p>Kini, Pemerintah Kota Surabaya kembali mempercepat reformasi dengan meluncurkan sistem baru berbasis voucher untuk memastikan setiap rupiah retribusi benar-benar masuk ke kas daerah.</p>
<p>Skema bernama Voucher Parkir Suroboyo disiapkan sebagai alternatif pembayaran nontunai yang akan diterapkan di seluruh titik parkir tepi jalan umum. Kebijakan itu menjadi bagian dari strategi digitalisasi retribusi parkir, sekaligus menutup celah kebocoran yang selama ini dinilai masih terjadi akibat transaksi tunai yang sulit dilacak secara akurat.</p>
<p>Pelaksanaan program ini berada di bawah kendali Dinas Perhubungan Kota Surabaya yang bertanggung jawab menyiapkan seluruh mekanisme distribusi, pencatatan, hingga pelaporan transaksi secara terintegrasi. </p>
<p>Setiap voucher yang digunakan akan langsung tercatat sebagai retribusi resmi, sehingga meminimalkan potensi selisih antara pembayaran pengguna dan setoran yang diterima pemerintah.</p>
<p>Plt. Kepala Dishub Surabaya, Trio Wahyu Bowo, mengatakan sistem voucher ini bukan sepenuhnya hal baru. Sebelumnya, skema serupa telah diuji coba di sejumlah lokasi dan menunjukkan hasil positif dalam mengurangi transaksi di luar ketentuan.</p>
<p>“Voucher Parkir Suroboyo ini nantinya dapat digunakan oleh seluruh warga di seluruh titik parkir tepi jalan umum di Surabaya,” kata Trio, Minggu (1/3/2026).</p>
<p>Ia menjelaskan, voucher akan dijual melalui minimarket dan toko modern agar mudah diakses masyarakat. Pengguna cukup membeli voucher sesuai kebutuhan, lalu menyerahkannya kepada juru parkir saat menggunakan fasilitas parkir. Dengan mekanisme ini, pertukaran uang tunai langsung antara pengguna dan juru parkir dapat dihilangkan.</p>
<p>Tarif parkir yang berlaku tetap mengacu pada ketentuan resmi, yakni Rp 2.000 untuk sepeda motor dan Rp 5.000 untuk mobil. Nominal tersebut tercetak jelas pada voucher, sehingga tidak ada perbedaan tarif di lapangan dan masyarakat terlindungi dari pungutan di luar ketentuan.</p>
<p>Selain voucher fisik, Pemkot Surabaya juga tetap menyediakan opsi pembayaran digital lainnya, seperti QRIS dan kartu uang elektronik. Kombinasi berbagai metode pembayaran ini diharapkan memudahkan masyarakat memilih cara transaksi yang paling praktis, sekaligus mempercepat peralihan dari sistem tunai ke nontunai.</p>
<p>Untuk mendorong adopsi, pemerintah juga menyiapkan promo dan diskon bagi pengguna voucher maupun metode pembayaran digital lainnya. Langkah ini diharapkan dapat mempercepat transformasi sistem parkir menuju pengelolaan yang lebih transparan dan modern.</p>
<p>Menurut Trio, seluruh transaksi yang tercatat secara otomatis akan memperkuat Pendapatan Asli Daerah (PAD) karena dana parkir langsung masuk ke kas pemerintah tanpa perantara. Pendapatan tersebut nantinya akan digunakan kembali untuk pembangunan fasilitas publik dan peningkatan layanan transportasi di kota.</p>
<p>“Jadi diharapkan dengan berbagai pilihan cara transaksi pembayaran parkir ini dapat memberikan kenyamanan dan kepercayaan masyarakat serta tidak ada hal yang tidak transparan,” ujarnya.</p>
<p>Melalui penerapan Voucher Parkir Suroboyo dan integrasi sistem pembayaran digital, Pemkot Surabaya berharap persoalan klasik kebocoran retribusi parkir yang selama ini sulit dikendalikan dapat ditekan. </p>
<p>Langkah ini sekaligus menjadi bagian dari upaya jangka panjang untuk membangun sistem parkir yang lebih tertib, transparan, dan memberikan manfaat maksimal bagi pembangunan kota. (*)</p>
<p>Editor: Danu </p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>THR Hak Wajib Pekerja! Pemkot Surabaya Buka Posko Aduan, Perusahaan Tak Patuh Bisa Dilaporkan</title>
<link>https://suarajatimpost.com/thr-hak-wajib-pekerja-pemkot-surabaya-buka-posko-aduan-perusahaan-tak-patuh-bisa-dilaporkan</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/thr-hak-wajib-pekerja-pemkot-surabaya-buka-posko-aduan-perusahaan-tak-patuh-bisa-dilaporkan</guid>
<description><![CDATA[ Sesuai ketentuan Kementerian Ketenagakerjaan, THR wajib dibayarkan paling lambat tujuh hari sebelum hari raya keagamaan. Artinya, perusahaan yang terlambat atau tidak membayar THR dapat dikategorikan melanggar aturan ketenagakerjaan. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202603/image_870x580_69a43b8096aaf.webp" length="55894" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sun, 01 Mar 2026 21:14:37 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ryan Ramadhan</dc:creator>
<media:keywords>Tunjangan Hari Raya, THR, Posko Pengaduan, Hari Raya, Nyepi, Idul Fitri, Diperinaker Surabaya, Pemkot Surabaya, Surabaya, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SURABAYA, SJP - </strong>Menjelang Hari Raya Nyepi dan Idul Fitri 1447 Hijriah, pekerja di Surabaya diingatkan bahwa Tunjangan Hari Raya (THR) bukan sekadar kebijakan tambahan, melainkan hak wajib yang harus dipenuhi perusahaan. </p>
<p>Untuk memastikan kewajiban itu tidak diabaikan oleh perusahaan, Pemerintah Kota Surabaya melalui Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja Kota Surabaya membuka Posko Pengaduan THR Keagamaan 2026.</p>
<p>Posko tersebut mulai beroperasi sejak 26 Februari hingga 27 Maret 2026. Selain menerima pengaduan, posko juga menjadi pusat konsultasi, sosialisasi, dan pengawasan guna memastikan seluruh perusahaan memenuhi kewajiban pembayaran THR tepat waktu.</p>
<p>Kepala Disperinaker Surabaya, Hebi Djuniantoro, menegaskan bahwa langkah ini merupakan bentuk perlindungan konkret terhadap hak pekerja sekaligus upaya mencegah pelanggaran oleh perusahaan.</p>
<p>"Pada tahap awal, kami fokus pada sosialisasi tata cara perhitungan dan regulasi THR," ujar Hebi, Minggu (1/3/2026).</p>
<p>"Memasuki H-14 sampai H-7 Lebaran, barulah kami intensifkan penanganan pengaduan apabila ada keterlambatan atau ketidaksesuaian pembayaran," tegasnya.</p>
<p>Sesuai ketentuan Kementerian Ketenagakerjaan, THR wajib dibayarkan paling lambat tujuh hari sebelum hari raya keagamaan. Artinya, perusahaan yang terlambat atau tidak membayar THR dapat dikategorikan melanggar aturan ketenagakerjaan.</p>
<p>Hebi menegaskan, pemerintah akan aktif melakukan pengawasan dan memastikan setiap laporan ditindaklanjuti secara serius. "Petugas akan melakukan klarifikasi, kunjungan lapangan, hingga mediasi agar hak pekerja benar-benar terpenuhi," katanya.</p>
<p>Selain membuka posko di kantor Disperinaker Surabaya, pemerintah juga mewajibkan kawasan industri dan pusat perdagangan besar menyediakan posko mandiri untuk memudahkan akses pekerja dalam menyampaikan laporan.</p>
<p>Setiap laporan yang masuk akan ditangani melalui mekanisme bertahap. Penyelesaian pertama dilakukan secara bipartit antara pekerja dan perusahaan. Jika tidak tercapai kesepakatan, Disperinaker Surabaya akan memfasilitasi mediasi resmi.</p>
<p>Namun, apabila mediasi masih menemui jalan buntu, kasus akan dilimpahkan ke Pemerintah Provinsi Jawa Timur melalui pengawas ketenagakerjaan yang memiliki kewenangan pemeriksaan dan penindakan. "Kami berkoordinasi dengan pemerintah provinsi dan mengikuti arahan Kemenaker," jelas Hebi.</p>
<p>Langkah tersebut menjadi peringatan tegas bahwa perusahaan yang mengabaikan kewajiban THR tidak hanya berhadapan dengan pemerintah kota, tetapi juga pengawasan di tingkat provinsi.</p>
<p>Pekerja dapat mengakses layanan pengaduan secara langsung di Kantor Disperinaker Surabaya, Jalan Penjaringan Asri Nomor 36, pada pukul 08.00 hingga 15.00 WIB. Selain itu, pengaduan juga dapat disampaikan secara daring melalui laman resmi maupun WhatsApp.</p>
<p>Untuk memperkuat pengawasan, perusahaan yang telah membayar THR juga diwajibkan melaporkan kepatuhan mereka melalui sistem pelaporan resmi pemerintah.</p>
<p>Pekerja yang hendak melapor diminta membawa KTP dan bukti pendukung, seperti kontrak kerja atau dokumen terkait THR.</p>
<p>Pembukaan Posko THR itu menegaskan posisi pemerintah bahwa THR merupakan hak normatif pekerja yang wajib dipenuhi perusahaan tanpa pengecualian.  Dengan adanya pengawasan berlapis, mulai dari tingkat kota hingga provinsi, pemerintah memastikan tidak ada perusahaan yang menghindari kewajiban tersebut.</p>
<p>Langkah itu sekaligus menjadi peringatan bahwa menjelang hari raya, pemenuhan THR bukan hanya kewajiban moral, tetapi juga kewajiban hukum yang diawasi secara ketat oleh negara. (*)</p>
<p>Editor: Danu</p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Sebanyak 43 Ular Dilaporkan Masuk Rumah Warga Surabaya Awal 2026, Dipicu Hujan dan Ledakan Populasi Tikus</title>
<link>https://suarajatimpost.com/sebanyak-43-ular-dilaporkan-masuk-rumah-warga-surabaya-awal-2026-dipicu-hujan-dan-ledakan-populasi-tikus</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/sebanyak-43-ular-dilaporkan-masuk-rumah-warga-surabaya-awal-2026-dipicu-hujan-dan-ledakan-populasi-tikus</guid>
<description><![CDATA[ Fenomena kemunculan ular yang berulang di lokasi yang sama juga kerap terjadi. Hal ini dipicu kemampuan reproduksi ular sanca yang sangat tinggi, sehingga satu temuan dapat menjadi pertanda adanya populasi lebih besar di sekitarnya. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202602/image_870x580_6999bcc9bb730.webp" length="46498" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sat, 21 Feb 2026 21:51:27 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ryan Ramadhan</dc:creator>
<media:keywords>Ular, Hewan Liar, Pemukiman Warga, Surabaya, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SURABAYA, SJP —</strong> Musim hujan membawa ancaman tak terduga bagi warga Surabaya. Dalam dua bulan pertama 2026 saja, puluhan ular dilaporkan masuk ke rumah dan permukiman, memicu kekhawatiran sekaligus meningkatkan kewaspadaan masyarakat terhadap satwa liar yang tiba-tiba muncul di ruang hidup manusia.</p>
<p></p>
<p>Data BPBD Kota Surabaya mencatat, sejak Januari hingga Februari 2026 terdapat 43 laporan ular masuk ke permukiman warga. Jumlah tersebut mencakup lebih dari separuh total 81 laporan penanganan satwa liar yang diterima sepanjang tahun berjalan.</p>
<p></p>
<p>Ketua Tim Kerja Operasional Kedaruratan BPBD Kota Surabaya, Arif Sunandar, mengatakan ular menjadi satwa liar yang paling sering dilaporkan dibandingkan jenis lainnya seperti buaya, iguana, biawak, monyet, anjing, maupun kucing.</p>
<p></p>
<p>“Sepanjang 2026 ada sekitar 81 laporan satwa liar. Dari jumlah itu, 43 laporan adalah ular,” ujarnya saat dikonfirmasi pada Sabtu (21/2/2026).</p>
<p></p>
<p>Menurut Arif, jenis ular yang paling sering ditemukan di permukiman warga adalah ular sanca. Ular ini kerap muncul di lokasi yang tidak terduga, bahkan di bagian dalam rumah yang jarang terjangkau manusia.</p>
<p></p>
<p>"Biasanya ditemukan di plafon rumah, lemari, kamar mandi, belakang lemari, selokan, kandang ayam, dan tempat lainnya," terangnya.</p>
<p></p>
<p>Fenomena kemunculan ular yang berulang di lokasi yang sama juga kerap terjadi. Hal ini dipicu kemampuan reproduksi ular sanca yang sangat tinggi, sehingga satu temuan dapat menjadi pertanda adanya populasi lebih besar di sekitarnya.</p>
<p></p>
<p>"Ular sanca sekali bertelur bisa sampai ratusan. Jadi, kalau ada satu laporan di suatu daerah, biasanya beberapa waktu kemudian muncul laporan lagi di lokasi yang sama," ungkapnya.</p>
<p></p>
<p>Secara geografis, Surabaya memiliki sejumlah sungai besar seperti Kalimas dan Kali Surabaya yang menjadi habitat alami berbagai satwa, termasuk ular. Kondisi ini membuat potensi perpindahan ular ke permukiman warga semakin tinggi, terutama saat debit air meningkat.</p>
<p></p>
<p>Selain faktor habitat, keberadaan tikus juga menjadi pemicu utama kemunculan ular di lingkungan permukiman. Tikus yang masuk melalui saluran air atau got sering diikuti predatornya, yakni ular sanca.</p>
<p></p>
<p>"Tikus lari ke got, ularnya mengejar. Akhirnya masuk ke perumahan, sampai ke kamar mandi atau plafon karena ngejar makanannya," jelas Arif.</p>
<p></p>
<p>Musim hujan memperparah kondisi tersebut. Peningkatan volume air sungai membuat ular terbawa arus hingga masuk ke lingkungan permukiman warga yang sebelumnya bukan habitat utamanya.</p>
<p></p>
<p>"Kalau hujan, volume air tinggi. Ular ikut naik dan terbawa arus. Makanya kadang muncul di rumah warga," tuturnya.</p>
<p></p>
<p>Meski frekuensi kemunculan ular meningkat signifikan, BPBD memastikan belum ada laporan warga yang mengalami luka akibat gigitan ular. Namun, beberapa warga dilaporkan mengalami kerugian karena hewan ternaknya dimangsa.</p>
<p></p>
<p>"Alhamdulillah belum ada warga yang terluka. Tapi memang ada yang lapor ternaknya dimakan ular," katanya.</p>
<p></p>
<p>Setiap laporan yang masuk ditindaklanjuti dengan evakuasi oleh tim BPBD, sebelum ular tersebut diserahkan kepada BKSDA Jawa Timur untuk penanganan lebih lanjut.</p>
<p></p>
<p>“Kami bekerja sama dengan BKSDA. Setelah kami evakuasi, langsung kami serahkan ke mereka,” ujarnya.</p>
<p></p>
<p>BPBD mengimbau masyarakat untuk menjaga kebersihan lingkungan, terutama dengan mengendalikan populasi tikus dan menghindari kondisi yang dapat menjadi tempat persembunyian satwa liar. Lingkungan yang bersih dinilai menjadi langkah paling efektif untuk mencegah ular masuk ke permukiman.</p>
<p></p>
<p>"Lingkungan harus bersih, jangan sampai ada semak-semak. Tikus suka di situ, dan itu bisa mengundang ular," pungkas Arif. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Janji Akhir Februari 2026, Seluruh Parkir Tepi Jalan Surabaya Wajib Non&amp;Tunai</title>
<link>https://suarajatimpost.com/janji-akhir-februari-2026-seluruh-parkir-tepi-jalan-surabaya-wajib-non-tunai</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/janji-akhir-februari-2026-seluruh-parkir-tepi-jalan-surabaya-wajib-non-tunai</guid>
<description><![CDATA[ Tinggal hitungan hari menuju akhir Februari 2026, Pemkot Surabaya memastikan seluruh parkir tepi jalan beralih ke sistem non-tunai, disertai ancaman tegas mengganti jukir yang menolak aturan. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202602/image_870x580_6999bcc2339a9.webp" length="30228" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sat, 21 Feb 2026 21:30:56 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ryan Ramadhan</dc:creator>
<media:keywords>Parkir, Non-tunai, Parkir Digital, Eri Cahyadi, Pemkot Surabaya, Jukir, Jukir Liar, Surabaya, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SURABAYA, SJP - </strong>Tinggal hitungan hari menuju akhir Februari 2026, Pemerintah Kota Surabaya memastikan seluruh parkir tepi jalan umum (TJU) di Kota Pahlawan akan sepenuhnya beralih ke sistem digital atau non-tunai. </p>
<p></p>
<p>Langkah tersebut menjadi ditujukan sebagai upaya dalam transformasi layanan parkir di Surabaya yang selama ini identik dengan transaksi tunai, rawan kebocoran hingga oknum jukir yang meresahkan, menuju sistem yang lebih transparan, tertib, dan modern.</p>
<p></p>
<p>Wali Kota Eri Cahyadi menegaskan bahwa penerapan parkir digital merupakan komitmen yang tidak akan mundur, sekaligus menjawab aspirasi masyarakat yang menginginkan pengelolaan parkir yang bersih dan jujur.</p>
<p></p>
<p>"Parkir digital atau parkir non-tunai insyaallah harus tetap jalan di Kota Surabaya. Maka di akhir Februari 2026 semua titik akan menjadi non-tunai," ujarnya saat dikonfirmasi pada Sabtu (21/2/2026).</p>
<p></p>
<p>Dengan tenggat waktu yang semakin dekat, Pemkot Surabaya kini mempercepat konsolidasi di lapangan, memastikan kesiapan seluruh titik parkir, juru parkir (jukir), serta dukungan masyarakat. Eri menekankan bahwa keberhasilan kebijakan ini tidak hanya bergantung pada pemerintah, tetapi juga membutuhkan kepercayaan dan partisipasi semua pihak.</p>
<p></p>
<p>"Saya minta tolong warga Surabaya untuk bersama-sama menjaga keinginan ini. Jangan sampai ada prasangka antara jukir dan pengendara, atau antara masyarakat dengan pemerintah kota," katanya.</p>
<p></p>
<p>Menurutnya, perubahan sistem ini tidak sekadar soal teknologi, tetapi juga membangun budaya kejujuran dan transparansi. Ia optimistis, dengan kepercayaan bersama, Surabaya dapat menjadi contoh kota modern dengan tata kelola parkir yang akuntabel.</p>
<p></p>
<p>Di sisi lain, Pemkot Surabaya juga memastikan penindakan terhadap praktik parkir liar tetap berjalan. Penertiban dilakukan secara berkelanjutan melalui patroli terpadu yang melibatkan Satgas Anti-Premanisme, kepolisian, TNI, hingga instansi terkait lainnya. Langkah ini bertujuan memastikan hanya jukir resmi yang bertugas dan seluruh transaksi parkir tercatat secara sah.</p>
<p></p>
<p>"Kami tetap akan melakukan tindakan kepada jukir liar. Kami akan terus berputar melakukan patroli bersama Satgas Anti-Premanisme, kepolisian, Kodim, dan pihak lainnya," tegasnya.</p>
<p></p>
<p>Selain itu, Pemkot Surabaya akan mengevaluasi jukir yang tidak memiliki kartu tanda anggota (KTA) maupun tidak mengenakan atribut resmi, seperti rompi Dinas Perhubungan. Langkah ini penting untuk memastikan kejelasan identitas petugas di lapangan dan mencegah penyimpangan.</p>
<p></p>
<p>"Kita akan terus melakukan kegiatan untuk menjaga Surabaya dari jukir liar yang tidak memiliki KTA dan tidak memakai rompi. Pasti akan kita evaluasi dan kita tindak," jelasnya.</p>
<p></p>
<p>Eri juga mengingatkan jukir resmi agar disiplin menggunakan atribut lengkap, sebagai bentuk profesionalisme dan perlindungan terhadap masyarakat.</p>
<p></p>
<p>"Saya berharap jukir resmi menggunakan rompi dan tanda pengenal yang sudah diberikan. Ini penting agar tidak ada salah paham di masyarakat," pesannya.</p>
<p></p>
<p>Tak hanya itu, Eri juga merespons adanya ancaman dari pihak tertentu yang menyebut akan menghentikan setoran pendapatan asli daerah (PAD) apabila penertiban tetap dilakukan. Ia menegaskan Pemkot Surabaya tidak akan ragu mengganti jukir yang menolak mengikuti aturan.</p>
<p></p>
<p>"Kalau tidak mau ikut aturan, silakan tidak menjadi jukir. Kami akan mengganti dengan yang lain, karena banyak warga Surabaya yang ingin bekerja secara benar," tegasnya.</p>
<p></p>
<p>Ia menambahkan bahwa ruang parkir di tepi jalan umum merupakan aset negara dan milik seluruh masyarakat, sehingga pengelolaannya tidak boleh disalahgunakan.</p>
<p></p>
<p>"Ini tanah negara, milik rakyat Surabaya. Kalau tidak mau mengikuti aturan, ya kita ganti," ujarnya.</p>
<p></p>
<p>Meski perubahan dilakukan dalam waktu yang relatif cepat, Eri optimistis situasi di lapangan tetap kondusif. Hal ini karena para jukir resmi telah menandatangani komitmen bersama untuk mendukung penerapan sistem parkir non-tunai dan penataan parkir di Surabaya.</p>
<p></p>
<p>“Saya yakin suasana akan kondusif. Jukir-jukir juga sudah tanda tangan komitmen. Kita ingin mengubah Surabaya tanpa ribut, tanpa konflik, tapi dengan perubahan nyata,” katanya.</p>
<p></p>
<p>Ia menegaskan bahwa transformasi ini akan terus dijalankan secara konsisten, dengan pendekatan yang humanis namun tetap tegas demi kepentingan masyarakat luas.</p>
<p></p>
<p>“Perubahan itu harus dilakukan dengan kelembutan, tapi tetap konsisten dan berkomitmen,” pungkasnya.</p>
<p></p>
<p>Sebagai bagian dari tahapan implementasi, Dinas Perhubungan Surabaya mencatat hingga 26 Januari 2026 sistem parkir digital telah diterapkan di 76 titik parkir yang tersebar dalam tiga zona utama, meliputi kawasan Jalan Blauran, Embong Malang, Genteng Besar, Kedungdoro, Tegalsari, hingga Taman Apsari. </p>
<p></p>
<p>Jumlah tersebut akan terus bertambah hingga seluruh titik parkir tepi jalan di Surabaya sepenuhnya beralih ke sistem non-tunai pada akhir Februari 2026. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor: Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Sepertiga Tiket Mudik Lebaran 2026 dari Daop 8 Surabaya Sudah Terjual, Lebih dari 179 Ribu Kursi Ludes</title>
<link>https://suarajatimpost.com/sepertiga-tiket-mudik-lebaran-2026-dari-daop-8-surabaya-sudah-terjual-lebih-dari-179-ribu-kursi-ludes</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/sepertiga-tiket-mudik-lebaran-2026-dari-daop-8-surabaya-sudah-terjual-lebih-dari-179-ribu-kursi-ludes</guid>
<description><![CDATA[ Belum genap sepekan Ramadan 2026, sebanyak 179.440 tiket atau 31 persen kuota Angkutan Lebaran KAI Daop 8 Surabaya telah ludes, menandakan lonjakan mudik mulai memanas sejak dini. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202602/image_870x580_6999bd0162698.webp" length="51692" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sat, 21 Feb 2026 21:12:23 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ryan Ramadhan</dc:creator>
<media:keywords>Kereta Api Indonesia, KAI, Daop 8, Mudik, Lebaran, Arus Mudik, Tiket Mudik, Surabaya, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SURABAYA, SJP - </strong>Ramadan 2026 bahkan belum berjalan sepekan, namun tiket kereta api untuk angkutan mudik dan arus balik Lebaran sudah terjual hingga sepertiga dari total kapasitas yang disediakan. Tingginya animo masyarakat itu menunjukkan mobilitas Lebaran tahun 2026 akan diperkirakan tetap padat, dengan kereta api menjadi salah satu moda transportasi favorit.</p>
<p></p>
<p>Data terbaru dari PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 8 Surabaya mencatat, sebanyak 179.440 tiket telah terjual atau sekitar 31 persen dari total 561.528 tempat duduk yang disediakan selama periode Angkutan Lebaran 2026. Penjualan tersebut mencakup jadwal keberangkatan mulai 11 Maret 2026 (H-10) hingga 1 April 2026 (H+10).</p>
<p></p>
<p>Manager Humas KAI Daop 8 Surabaya, Mahendro Trang Bawono, mengatakan peluang masyarakat untuk mendapatkan tiket masih terbuka, meskipun jumlah penjualan terus mengalami peningkatan signifikan.</p>
<p></p>
<p>"Penjualan tiket kereta api jarak jauh untuk periode Angkutan Lebaran 2026 telah terjual 179.440 tiket atau sebanyak 31 persen dari total tempat duduk yang disediakan yaitu sebanyak 561.528 tempat duduk," ujar Mahendro, Jumat (20/2/2026).</p>
<p></p>
<p>Ia menjelaskan, pemesanan tiket telah dibuka sejak 25 Januari 2026 lalu pukul 00.00 WIB atau H-45 sebelum keberangkatan. Sejak saat itu, tren pembelian terus menunjukkan grafik meningkat, terutama mendekati masa puncak arus mudik.</p>
<p></p>
<p>"Sejak 25 Januari 2026 pukul 00.00 WIB, KAI telah membuka pemesanan tiket hingga H-45 keberangkatan," jelasnya.</p>
<p></p>
<p>"Untuk tanggal favorit atau penjualan dengan tiket tertinggi pada masa Angkutan Lebaran yakni pada tanggal 18 Maret atau (H-3) dengan penjualan sebanyak 17.545 tiket," imbuh Mahendro.</p>
<p></p>
<p>Lonjakan pemesanan ini tidak hanya terjadi pada arus mudik, tetapi juga mulai terlihat pada periode arus balik. Untuk keberangkatan H+1 hingga H+10, tingkat okupansi tempat duduk terus meningkat dan diproyeksikan mencapai puncaknya menjelang akhir masa libur Lebaran.</p>
<p></p>
<p>Sejumlah rute dari wilayah Daop 8 Surabaya tercatat menjadi favorit pelanggan, khususnya perjalanan menuju kota-kota besar seperti Yogyakarta, Semarang, Ketapang, Bandung, dan Jakarta. </p>
<p></p>
<p>Tingginya minat ini mencerminkan kuatnya kepercayaan masyarakat terhadap kereta api sebagai moda transportasi andalan yang dinilai aman, nyaman, dan tepat waktu.</p>
<p></p>
<p>“Beberapa rute favorit dari wilayah Daop 8 Surabaya yang menjadi pilihan pelanggan di antaranya tujuan Yogyakarta, Semarang, Ketapang, Bandung, dan Jakarta,” kata Mahendro.</p>
<p></p>
<p>Untuk mengantisipasi lonjakan penumpang selama periode Lebaran, KAI Daop 8 Surabaya telah melakukan berbagai langkah persiapan operasional secara menyeluruh. </p>
<p></p>
<p>Upaya tersebut meliputi pemantauan okupansi secara berkala, pemeriksaan sarana atau rampcheck, kesiapan awak kereta, peningkatan kebersihan stasiun dan rangkaian, serta penguatan sistem pengamanan.</p>
<p></p>
<p>Selain itu, program diskon tarif sebesar 30 persen untuk kelas ekonomi komersial yang merupakan stimulus dari pemerintah juga mendapat respons positif dari masyarakat. Hingga saat ini, sebanyak 43.820 tiket diskon telah terjual dan jumlahnya terus bertambah seiring meningkatnya kebutuhan perjalanan.</p>
<p></p>
<p>"Sebagai salah satu wilayah operasional dengan mobilitas pelanggan yang tinggi, KAI Daop 8 Surabaya terus melakukan pemantauan secara intensif terhadap perkembangan penjualan tiket guna memastikan kebutuhan transportasi masyarakat dapat terpenuhi dengan optimal,* pungkas Mahendro.</p>
<p></p>
<p>KAI pun kembali mengimbau masyarakat untuk segera merencanakan perjalanan dan melakukan pemesanan tiket lebih awal, agar dapat memperoleh jadwal keberangkatan serta kelas layanan yang sesuai kebutuhan di tengah tingginya permintaan angkutan Lebaran tahun ini. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor: Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>ITS Jadi Ruang Adu Gagasan Kebijakan Pemerintah, Bakom RI Serap Kritik Akademisi hingga Masyarakat Sipil</title>
<link>https://suarajatimpost.com/its-jadi-ruang-adu-gagasan-kebijakan-pemerintah-bakom-ri-serap-kritik-akademisi-hingga-masyarakat-sipil</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/its-jadi-ruang-adu-gagasan-kebijakan-pemerintah-bakom-ri-serap-kritik-akademisi-hingga-masyarakat-sipil</guid>
<description><![CDATA[ Salah satu program yang menjadi sorotan utama adalah MBG, yang dinilai sebagai upaya pemerintah meningkatkan kualitas gizi generasi muda. Namun, beberapa pihak menilai implementasi dan prioritas anggaran program tersebut masih perlu dikaji lebih mendalam. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202602/image_870x580_6998524134d76.webp" length="45588" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Fri, 20 Feb 2026 21:06:46 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ryan Ramadhan</dc:creator>
<media:keywords>Institut Teknologi Sepuluh Nopember, ITS, Badan Komunikasi Pemerintah Republik Indonesia, Bakom RI, MBG, Sekolah Rakyat, Surabaya, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SURABAYA, SJP — </strong>Kampus kembali menjadi ruang dialektika kebijakan publik. Kali ini, Badan Komunikasi Pemerintah Republik Indonesia (Bakom RI) menggandeng Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) menggelar Roundtable Discussion.</p>
<p>Forum diskusi tersebut ditujukan guna mengulas berbagai program pemerintah, termasuk Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Sekolah Rakyat (SR) dalam perspektif akademik, mahasiswa, praktisi, dan masyarakat sipil.</p>
<p>Diskusi yang berlangsung di Gedung Rektorat ITS itu menjadi forum terbuka bagi berbagai kalangan untuk menyampaikan kritik, evaluasi, dan masukan terhadap kebijakan pemerintah secara konstruktif.</p>
<p>Rektor ITS, Prof. Dr. (H.C.) Ir. Bambang Pramujati, S.T., M.Sc.Eng., Ph.D., menegaskan bahwa forum semacam ini adalah jembatan kritik dan evaluasi bagi program pemerintah, sekaligus bentuk nyata kontribusi masyarakat akademik dalam memperbaiki arah kebijakan nasional.</p>
<p>"Masukan dari berbagai pihak ini penting untuk Bakom RI guna perbaikan kebijakan pemerintah," ujar Bambang yang juga Guru Besar Teknik Mesin ITS, saat dikonfirmasi pada Jumat (20/2/2026)</p>
<p>Menurutnya, kampus memiliki peran strategis sebagai jembatan antara pemerintah dan masyarakat, terutama dalam menyampaikan kritik berbasis kajian ilmiah terhadap beragam program yang sedang digencarkan oleh pemerintah.</p>
<p>Senada, Ketua Tim Kajian Kebijakan Publik ITS, Dr. Ir. Arman Hakim Nasution, M.Eng., menjelaskan bahwa diskusi dirancang dalam format pro dan kontra agar kebijakan pemerintah dapat ditelaah secara objektif dan komprehensif.</p>
<p>Ia menyoroti pentingnya integrasi sektor pendidikan dan kesehatan dalam kerangka Human Development Index (HDI) untuk mempercepat pembangunan sumber daya manusia menuju visi Indonesia Emas 2045.</p>
<p>"Dalam framework HDI, pendidikan dan kualitas kesehatan harus berjalan bersamaan untuk mempercepat transformasi SDM," tegasnya.</p>
<p>Salah satu program yang menjadi sorotan utama adalah MBG, yang dinilai sebagai upaya pemerintah meningkatkan kualitas gizi generasi muda. Namun, sejumlah peserta menilai implementasi dan prioritas anggaran program tersebut masih perlu dikaji lebih mendalam, termasuk dalam kaitannya dengan program Sekolah Rakyat.</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202602/image_870x_6998523b31532.webp" alt=""></p>
<p>Kepala Bakom RI, Angga Raka Prabowo, menyatakan bahwa forum ini juga bertujuan menyosialisasikan berbagai program prioritas Presiden ke-8 RI, Prabowo Subianto, sekaligus menyerap aspirasi publik.</p>
<p>Menurutnya, program MBG merupakan bentuk intervensi strategis pemerintah untuk memperbaiki kualitas gizi anak sebagai fondasi pembangunan bangsa ke depan.</p>
<p>"Program MBG adalah bentuk sinergi pemerintah untuk mengintervensi gizi anak-anak penerus bangsa. Namun kami menyadari masih ada kekurangan yang perlu diperbaiki secara sistematis," ujar Angga.</p>
<p>Kritik juga datang dari kalangan mahasiswa. Perwakilan Badan Eksekutif Mahasiswa ITS, Marcellino Pasaribu, menilai alokasi anggaran MBG perlu dipertimbangkan secara matang agar dapat memberikan dampak optimal di sektor pendidikan.</p>
<p>Ia menyebut anggaran tersebut berpotensi dialihkan untuk perbaikan fasilitas sekolah, peningkatan kesejahteraan guru, hingga membantu pemulihan daerah terdampak bencana.</p>
<p>“Dana MBG bahkan bisa digunakan untuk pemulihan pascabencana di Aceh," ujarnya.</p>
<p>Menanggapi berbagai pandangan tersebut, Angga menegaskan seluruh masukan akan diteruskan ke pemerintah pusat sebagai bahan evaluasi kebijakan.</p>
<p>Ia juga menekankan pentingnya forum akademik dalam meluruskan disinformasi dan memperkuat transparansi komunikasi publik.</p>
<p>"Informasi yang dikonsumsi masyarakat harus jelas dan transparan agar tidak menimbulkan persepsi keliru terhadap pemerintah," katanya.</p>
<p>Diskusi tersebut sekaligus menegaskan peran perguruan tinggi sebagai ruang dialog strategis yang mempertemukan pemerintah, akademisi, mahasiswa, dan masyarakat dalam membangun kebijakan publik yang lebih adaptif, inklusif, dan berbasis kebutuhan nyata masyarakat. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Minimalisir Gangguan Kamtibmas, Wali Kota Eri Cahyadi Terbitkan SE Atur Ketat Ramadan di Surabaya</title>
<link>https://suarajatimpost.com/minimalisir-gangguan-kamtibmas-wali-kota-eri-cahyadi-terbitkan-se-atur-ketat-ramadan-di-surabaya</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/minimalisir-gangguan-kamtibmas-wali-kota-eri-cahyadi-terbitkan-se-atur-ketat-ramadan-di-surabaya</guid>
<description><![CDATA[ Eri menegaskan bahwa kebijakan tersebut bukan untuk membatasi aktivitas ekonomi, melainkan demi menjaga ketertiban umum dan menghormati suasana ibadah, terlebih banyak tindak kejahatan kerap memanfaatkan keramaian untuk melancarkan aksi. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202602/image_870x580_6998539c1a1f1.webp" length="32240" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Fri, 20 Feb 2026 20:35:39 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ryan Ramadhan</dc:creator>
<media:keywords>Surat Edaran, Eri Cahyadi, Wali Kota Surabaya, Bukber, Bagi Takjil, Hiburan Malam, Pemkot Surabaya, Surabaya, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SURABAYA, SJP - </strong>Suasana malam bulan suci Ramadan di Surabaya tahun ini dipastikan berjalan lebih tertib dan terkontrol. Pemerintah kota mengatur secara ketat berbagai aktivitas masyarakat melalui Surat Edaran (SE) yang mengatur pedoman keamanan dan ketertiban selama Ramadan hingga Hari Raya Idulfitri 2026.</p>
<p></p>
<p>Kebijakan tersebut diterbitkan langsung oleh Wali Kota Eri Cahyadi sebagai langkah preventif menjaga Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Kamtibmas) ibu kota Provinsi Jawa Timur. Aturan itu mencakup pembatasan operasional tempat hiburan, pengaturan distribusi takjil dan zakat, hingga pengawasan aktivitas remaja dan patroli gabungan aparat.</p>
<p></p>
<p>Dalam SE tersebut, seluruh tempat hiburan malam seperti diskotek, klub malam, pub, karaoke dewasa maupun keluarga, spa, dan panti pijat diwajibkan menghentikan operasional sementara selama Ramadan. Ketentuan itu juga berlaku bagi fasilitas hiburan yang berada di dalam hotel.</p>
<p></p>
<p>Selain itu, operasional bioskop juga dibatasi, khususnya pada jam utama ibadah, yakni mulai pukul 17.30 WIB hingga 20.00 WIB saat waktu berbuka puasa dan Salat Tarawih berlangsung.</p>
<p></p>
<p>Eri menegaskan bahwa kebijakan tersebut bukan untuk membatasi aktivitas ekonomi, melainkan demi menjaga ketertiban umum dan menghormati suasana ibadah, terlebih banyak tindak kejahatan kerap memanfaatkan keramaian untuk melancarkan aksi.</p>
<p></p>
<p>"Tujuannya, untuk menghindari kemacetan lalu lintas pada saat pembagian takjil atau sahur," kata Eri saat dikonfirmasi pada Jumat (20/2/2026).</p>
<p></p>
<p>Pengaturan distribusi takjil dan zakat fitrah juga menjadi perhatian dalam SE tersebut. Pembagian makanan berbuka maupun sahur dianjurkan disalurkan melalui masjid, musala, lembaga sosial, maupun lembaga keagamaan. </p>
<p></p>
<p>Penyaluran zakat fitrah juga disarankan melalui lembaga resmi seperti masjid dan Badan Amil Zakat Nasional agar lebih tertib dan tepat sasaran.</p>
<p></p>
<p>Menurut Eri, pola distribusi yang terorganisir penting untuk mencegah penumpukan massa dan kemacetan yang kerap terjadi saat pembagian takjil di jalan.</p>
<p></p>
<p>"Pengusaha kuliner restoran, kafe, hingga warung tetap diperbolehkan melayani makan di tempat (dine-in), namun kami imbau untuk memasang tirai penutup pada siang hari agar tidak mencolok," ucapnya.</p>
<p></p>
<p>Sementara itu, kegiatan Bazar Ramadan dan Pasar Malam diwajibkan mengantongi izin dari Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) dan akan dimonitor oleh pemangku wilayah setempat. Langkah ini dilakukan untuk memastikan kegiatan ekonomi tetap berjalan tanpa mengganggu ketertiban dan keamanan lingkungan.</p>
<p></p>
<p>Dalam aspek ibadah, pengurus masjid juga diminta menggunakan pengeras suara sesuai ketentuan dari Kementerian Agama Republik Indonesia guna menjaga keseimbangan antara kebutuhan ibadah dan kenyamanan warga.</p>
<p></p>
<p>Tak hanya itu, Pemkot juga melarang keras pembuatan, penjualan, maupun penggunaan petasan demi mencegah potensi kebakaran dan gangguan keamanan.</p>
<p></p>
<p>Eri turut meminta peran aktif orang tua dan sekolah untuk mengawasi aktivitas remaja agar tidak terlibat tawuran, perang sarung, balap liar, aktivitas gangster, judi online maupun offline, serta peredaran minuman keras.</p>
<p></p>
<p>Untuk memastikan seluruh aturan berjalan maksimal, Pemkot Surabaya bersama Tentara Nasional Indonesia dan Kepolisian Negara Republik Indonesia akan menggelar patroli rutin di seluruh wilayah kota. Masyarakat juga diimbau segera menghubungi layanan darurat 112 atau 110 apabila terjadi gangguan keamanan maupun kondisi kedaruratan.</p>
<p></p>
<p>"Bagi yang melanggar aturan dalam SE ini, pemkot tidak segan untuk memberikan sanksi sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku," pungkas Eri. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Bareskrim Sita Kiloan Emas Batangan dan 4 Kontainer Barang Bukti Usai Geledah Rumah di Surabaya</title>
<link>https://suarajatimpost.com/bareskrim-sita-kiloan-emas-batangan-dan-4-kontainer-barang-bukti-usai-geledah-rumah-di-surabaya</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/bareskrim-sita-kiloan-emas-batangan-dan-4-kontainer-barang-bukti-usai-geledah-rumah-di-surabaya</guid>
<description><![CDATA[ Bareskrim Mabes Polri menyita emas batangan lebih dari satu kilogram dan empat kontainer barang bukti dari rumah di Surabaya terkait dugaan pencucian uang tambang emas ilegal. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202602/image_870x580_69983d5454ab7.webp" length="36664" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Fri, 20 Feb 2026 18:20:27 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ryan Ramadhan</dc:creator>
<media:keywords>Bareskrim, Emas Ilegal, Pencucian Uang, TPPU, Surabaya, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SURABAYA, SJP — </strong>Penyidik Bareskrim Polri menyita kiloan emas batangan hingga empat kontainer barang bukti dari penggeledahan sebuah rumah di Jalan Tampomas, Surabaya, Kamis (19/2/2026) kemarin dalam penyidikan dugaan tindak pidana pencucian uang (TPPU) dari tambang emas ilegal. </p>
<p>Barang bukti tersebut menjadi petunjuk penting untuk mengurai aliran emas dan dana yang diduga berasal dari aktivitas tambang ilegal yang kini tengah didalami penyidik.</p>
<p>Penggeledahan berlangsung selama sekitar sembilan jam, dimulai pukul 11.00 WIB hingga berakhir sekitar pukul 20.00 WIB.</p>
<p>Penyidik Direktorat Tindak Pidana Ekonomi Khusus (Dittipideksus) diketahui meninggalkan lokasi dengan membawa empat kontainer yang diduga berisi barang bukti, termasuk emas batangan, dokumen, uang, dan perangkat elektronik.</p>
<p>Direktur Tindak Pidana Ekonomi Khusus Bareskrim Polri, Brigjen Pol Ade Safri Simanjuntak, memastikan penggeledahan tersebut merupakan bagian dari penyidikan dugaan TPPU yang berasal dari tindak pidana tambang emas ilegal.</p>
<p>"Dalam pemeriksaan mulai pagi hingga malam hari ini beberapa barang bukti telah dilakukan penyitaan oleh penyidik meliputi surat, dokumen, kemudian uang, bukti elektronik dan beberapa barang bukti lainnya yang terkait dengan dugaan tindak pidana terjadi," ujar Brigjen Pol Ade, Jumat (20/2/2026).</p>
<p>Selain dokumen dan perangkat elektronik, penyidik juga menemukan emas batangan dalam jumlah signifikan. Ade mengungkapkan jumlah emas yang disita mencapai lebih dari satu kilogram, meski belum dirinci secara pasti.</p>
<p>"Satu kilo lebih ya, tapi yang jelas barang bukti yang terkait dugaan tindak pidana kita lakukan penyitaan dari kegiatan penggeledahan yang dilakukan mulai pagi hingga malam hari ini," imbuhnya.</p>
<p>Ia memastikan emas yang diamankan merupakan emas batangan yang diduga berkaitan dengan aktivitas tambang ilegal dan aliran pencucian uang yang kini sedang diusut.</p>
<p>"Baik berupa surat, dokumen, kemudian bukti elektronik, uang dan juga barang bukti lainnya yang terkait dengan dugaan tindak pidana yang terjadi termasuk emas," tuturnya.</p>
<p>Menurut Ade, penggeledahan tersebut merupakan pengembangan dari perkara sebelumnya yang ditangani penyidik di Pontianak, Kalimantan Barat. </p>
<p>Kasus tersebut juga berkaitan dengan laporan hasil analisis Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) yang mengindikasikan adanya aliran dana mencurigakan dari aktivitas tambang emas ilegal.</p>
<p>Sejauh ini, penyidik telah memeriksa sedikitnya 37 orang saksi dalam kasus tersebut. Namun jumlah itu masih berpotensi bertambah seiring pengembangan penyidikan untuk mengungkap pihak yang bertanggung jawab.</p>
<p>"Sampai saat ini 37 dan proses penyidikan masih terus berlangsung rekan-rekan sekalian untuk mencari dan mengumpulkan alat bukti," jelasnya.</p>
<p>Ade menegaskan penyidik masih fokus mengumpulkan alat bukti sebelum menetapkan tersangka dalam perkara ini.</p>
<p>"Nanti kita update perkembangan penyidikan yang dilakukan," tukasnya </p>
<p><strong>Penggeledahan Serupa di Nganjuk</strong></p>
<p>Selain di Surabaya, penyidik juga melakukan penggeledahan di lokasi lain yang diduga berkaitan dengan jaringan yang sama, yakni di sebuah Toko Emas Semar, yang berlokasi di Jalan Ahmad Yani, Kabupaten Nganjuk serta sebuah rumah mewah di Jalan Diponegoro, Kelurahan Ganungkidul.</p>
<p>Penggeledahan di toko emas berlangsung lebih dari 16 jam, dimulai sejak pagi hari hingga dini hari berikutnya, dan menyita seluruh perhiasan dan emas dagangan toko yang kemudian dimasukkan ke dalam beberapa kotak besar oleh penyidik.</p>
<p>Penggeledahan tersebut merupakan bagian dari upaya penelusuran aliran emas ilegal yang diduga ditampung, diperdagangkan, dan dicuci melalui jaringan tertentu dengan aliran dana yang disinyalir bersumber dari aktivitas pertambangan emas tanpa izin (PETI).</p>
<p>Penggeledahan di beberapa lokasi itu memperkuat dugaan adanya jaringan terstruktur yang berperan dalam menampung, menyimpan, dan mengelola emas ilegal sebelum masuk ke sistem perdagangan formal. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Sambut Ramadan, Wisma Jerman Bagikan Kisah Hidup Muslim di Negeri Seribu Kastil</title>
<link>https://suarajatimpost.com/sambut-ramadan-wisma-jerman-bagikan-kisah-hidup-muslim-di-negeri-seribu-kastil</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/sambut-ramadan-wisma-jerman-bagikan-kisah-hidup-muslim-di-negeri-seribu-kastil</guid>
<description><![CDATA[ Di antara semua tantangan, Ramadhan menjadi periode yang paling berat bagi Nayera. Ia mengenang masa kuliahnya di Jerman, ketika harus menjalani ujian tanpa ada penyesuaian jadwal meskipun sedang berpuasa. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202602/image_870x580_69970f4344946.webp" length="27764" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 19 Feb 2026 22:10:36 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ryan Ramadhan</dc:creator>
<media:keywords>Jerman, Wisma Jerman, Ramadhan 2026, Ramadhan, Surabaya, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SURABAYA, SJP - </strong>Bulan suci Ramadan telah tiba. Di berbagai penjuru dunia, umat Muslim bersiap menyambut hari-hari puasa dengan suasana yang akrab, mulai dari ngabuburit bersama orang terdekat, mengisi tempat-tempat ibadah dengan antusias, hingga momen kehangatan sembari menanti hari kemenangan. </p>
<p></p>
<p>Namun, suasana itu tak selalu sama bagi mereka yang menjalani Ramadan di negara dengan populasi Muslim sebagai minoritas. Di tempat-tempat seperti Jerman, menjalankan ibadah bukan sekadar rutinitas spiritual, melainkan juga perjalanan sunyi menjaga keyakinan di tengah lingkungan yang berbeda.</p>
<p></p>
<p>Gambaran itulah yang dibagikan oleh Nayera Ibrahim dalam sharing session bertajuk “Life as a Muslim in Germany” yang digelar di Wisma Jerman, Surabaya. </p>
<p></p>
<p>Dalam forum hangat itu, Nayera membuka jendela pengalaman pribadinya sebagai seorang Muslim asal Mesir yang telah lebih dari satu dekade hidup di Jerman, sebuah kehidupan yang ia gambarkan penuh tantangan, refleksi, sekaligus peluang.</p>
<p></p>
<p><strong>Menjaga Iman di Tengah Lingkungan yang Berbeda</strong></p>
<p>Bagi Nayera, menjadi Muslim di Jerman berarti hidup di tengah kontras yang nyata. Ia terbiasa melewati kedai makanan non-halal saat berangkat kerja, mendengar lonceng gereja di pagi hari, dan menjalani ibadah di ruang-ruang yang tak selalu tersedia. Menurutnya, tantangan terbesar bukan hanya soal fasilitas, tetapi juga soal identitas.</p>
<p></p>
<p>"Menjadi Muslim di Jerman bisa sangat rumit. Tantangannya bukan hanya beradaptasi dengan masyarakat tanpa kehilangan iman dan budaya, tetapi juga memahami diri sendiri sebagai Muslim," ujar Nayera, saat dikonfirmasi pada Kamis (19/2/2026).</p>
<p></p>
<p>Hidup di negara dengan mayoritas non-Muslim membuat praktik keagamaan tidak lagi menjadi sesuatu yang otomatis didukung oleh lingkungan. Tidak ada toleransi khusus untuk waktu salat, tidak banyak ruang ibadah yang mudah ditemukan, bahkan masjid pun sering tidak terlihat seperti masjid dari luar. </p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202602/image_870x_69970f47d3aaf.webp" alt=""></p>
<p>Dalam beberapa situasi, Nayera mengaku harus beradaptasi dengan kondisi yang jauh dari ideal, mulai dari mencari lokasi yang memungkinkan untuk menunaikan ibadah salat, hingga mencari waktu singkat untuk beribadah.</p>
<p></p>
<p>"Kadang ketika saya berada di luar, saya harus salat di tangga karena tidak ada ruang salat yang tersedia," katanya.</p>
<p></p>
<p>Pengalaman-pengalaman kecil seperti itu menjadi pengingat bahwa menjalankan ibadah di Jerman seringkali menjadi perjuangan pribadi, bukan bagian dari sistem sosial yang mendukung secara luas.</p>
<p></p>
<p><strong>Ramadan: Ujian Fisik dan Mental</strong></p>
<p>Di antara semua tantangan, Ramadan menjadi periode yang paling berat bagi Nayera. Ia mengenang masa kuliahnya di Jerman, ketika harus menjalani ujian tanpa ada penyesuaian jadwal meskipun sedang berpuasa.</p>
<p></p>
<p>Tidak ada perubahan ritme kehidupan di luar sana, kelas tetap berjalan, ujian tetap berlangsung, dan aktivitas akademik tidak berhenti. Ia harus mengatur sendiri waktu sahur, belajar, dan menjaga energi, tanpa dukungan lingkungan yang memahami kondisi ibadah tersebut.</p>
<p></p>
<p>Situasi ini berbeda jauh dengan negara-negara mayoritas Muslim, di mana Ramadan menjadi bagian dari kehidupan kolektif masyarakat. Namun justru di situlah, menurutnya, iman diuji secara pribadi.</p>
<p></p>
<p>"Anda harus bertanya pada diri sendiri, seberapa besar Anda percaya pada iman Anda, dan Anda harus berdiri teguh dengan keyakinan itu," ujarnya.</p>
<p></p>
<p>Baginya, hidup sebagai Muslim di Jerman adalah perjalanan refleksi, mulai dari soal keyakinan, keteguhan, dan pilihan sadar untuk tetap memegang iman di tengah tantangan.</p>
<p></p>
<p><strong>Minoritas, Tapi Tidak Sendirian</strong></p>
<p>Meski demikian, Nayera menekankan bahwa Muslim di Jerman tidak sepenuhnya sendiri. Dengan jumlah sekitar 5,5 juta Muslim, komunitas ini tetap memiliki ruang dan dukungan.</p>
<p></p>
<p>Ia menyebut adanya organisasi seperti CLAIM yang memberikan bantuan hukum gratis bagi Muslim yang mengalami diskriminasi, serta Inssan e.V yang menyediakan ruang aman untuk berbagi pengalaman dan mendapatkan dukungan emosional.</p>
<p></p>
<p>Lebih dari itu, ia juga menilai Jerman sebagai negara yang tetap memberikan peluang luas. Ia menegaskan bahwa tindak diskriminasi tudak terjadi secara konsisten, dan mayoritas masyarakat di Jerman sangatlah hangat dan bisa bertoleransi akan kebutuhan Nayera.</p>
<p></p>
<p>"Jerman adalah negara yang sangat terbuka. Ada banyak kesempatan dan peluang di sana," katanya.</p>
<p></p>
<p>Menurutnya, meskipun praktik Islam tidak semudah di negara mayoritas Muslim, tetap ada ruang untuk menjalankan keyakinan dengan cara yang bermakna secara personal.</p>
<p></p>
<p><strong>Dari Mesir ke Jerman, Lalu ke Indonesia</strong></p>
<p>Nayera sendiri datang ke Surabaya sebagai relawan di Wisma Jerman melalui program Kulturweit, sebuah inisiatif pemerintah Jerman yang membuka kesempatan bagi pemuda untuk mendapatkan pengalaman lintas budaya.</p>
<p></p>
<p>Selama enam bulan di Indonesia, ia membantu berbagai program, termasuk mendukung kelas bahasa dan kegiatan peserta kursus.</p>
<p></p>
<p>Direktur Wisma Jerman, Mike Neuber, mengatakan ide menghadirkan Nayera sebagai narasumber muncul secara alami dari percakapan mereka sehari-hari. Nayera sendiri menjadi relawan di bidang program, jadi dia mendukung semua perencanaan dan pelaksanaan bidang program. Tapi selain itu dia juga mendukung di bidang bahasa</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202602/image_870x_69970f4bc2551.webp" alt=""></p>
<p>"Dia kadang-kadang mengalami krisis identitas, karena dia punya dua budaya. Dia asli Mesir, tapi sudah lebih dari 10 tahun di Jerman," kata Mike.</p>
<p></p>
<p>Menurut Mike, pengalaman Nayera sangat relevan, terutama karena semakin banyak pemuda Indonesia yang tertarik melanjutkan pendidikan atau karier di Jerman.</p>
<p></p>
<p>"Mayoritas masyarakat Indonesia Muslim, jadi penting mereka punya gambaran yang jelas. Supaya mereka siap dan tidak takut," ujarnya.</p>
<p></p>
<p>Kini, menjelang akhir masa relawannya di Indonesia, Nayera membawa pulang pengalaman baru, tentang keramahan, empati, dan kehidupan di negara dengan mayoritas Muslim. Mike merasa Nayera cukup terkesan dengan masyarakat Indonesia.</p>
<p></p>
<p>"Neyera bisa akrab dengan orang-orang disini, dia juga telah melakukan beragam kegiatan. Jelang momen-momen terakhirnya di Indonesia, dia mungkin akan keliling ke beberapa daerah sebelum kembali lagi ke Jerman," katanya.</p>
<p></p>
<p>Mike juga mengutip pesan penting dari Nayera bagi generasi muda Indonesia yang bermimpi menempuh jalan serupa di Jerman, yakni untuk yakit, kuat dan tetap optimis.</p>
<p></p>
<p>"<em>Go for it, be strong, and be optimistic about it</em>," ujar Mike.</p>
<p></p>
<p>Di balik dinginnya salju, keterbatasan ruang ibadah, dan sunyinya Ramadan di negeri Panzer, kisah Nayera menunjukkan bahwa iman bukan sekadar tradisi yang mengikuti lingkungan, melainkan pilihan yang terus diperjuangkan hari demi hari, dalam diam, dan dalam keyakinan yang teguh. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Bareskrim Geledah Rumah di Surabaya, Diduga Jadi Tempat Pencucian Uang dan Tampung Emas Ilegal Senilai Rp 25,8 Triliun</title>
<link>https://suarajatimpost.com/bareskrim-geledah-rumah-di-surabaya-diduga-jadi-tempat-pencucian-uang-dan-tampung-emas-ilegal-senilai-rp-258-triliun</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/bareskrim-geledah-rumah-di-surabaya-diduga-jadi-tempat-pencucian-uang-dan-tampung-emas-ilegal-senilai-rp-258-triliun</guid>
<description><![CDATA[ Bareskrim Mabes Polri menggeledah rumah di Surabaya yang diduga menjadi pusat pencucian uang dan pengolahan emas ilegal, terkait transaksi fantastis mencapai Rp 25,8 triliun. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202602/image_870x580_69970f540221a.webp" length="51358" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 19 Feb 2026 21:39:48 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ryan Ramadhan</dc:creator>
<media:keywords>Bareskrim, Emas Ilegal, Pencucian Uang, TPPU, Surabaya, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SURABAYA, SJP — </strong>Tim penyidik Bareskrim Mabes Polri menggeledah sebuah rumah di Jalan Tampomas, Kecamatan Sawahan, Kota Surabaya, Kamis (19/2/2025). Rumah tersebut diduga menjadi lokasi penampungan, pengolahan, sekaligus bagian dari praktik pencucian uang hasil perdagangan emas ilegal.</p>
<p></p>
<p>Penggeledahan ini merupakan bagian dari penyidikan dugaan tindak pidana pencucian uang (TPPU) yang berasal dari aktivitas pertambangan emas tanpa izin atau ilegal. Selain di Surabaya, penyidik juga melakukan penggeledahan di dua lokasi lain, yakni sebuah toko emas dan rumah di Kabupaten Nganjuk.</p>
<p></p>
<p>Direktur Tindak Pidana Ekonomi Khusus Bareskrim Polri, Ade Safri Simanjuntak, mengatakan penggeledahan dilakukan secara serentak sebagai bagian dari upaya mengumpulkan alat bukti dalam perkara yang telah masuk tahap penyidikan.</p>
<p></p>
<p>"Hari ini penyidik melakukan upaya paksa penggeledahan di tiga lokasi secara serentak, dua lokasi di Nganjuk dan satu lokasi di Surabaya," kata Ade, Kamis (19/2/2026).</p>
<p></p>
<p>Ade menjelaskan, rumah di Surabaya tersebut diduga memiliki peran penting dalam rantai distribusi emas ilegal, mulai dari penyimpanan hingga kemungkinan pengolahan sebelum dijual atau dikirim ke pihak lain.</p>
<p></p>
<p>"Sementara ini penggeledahan yang dilakukan di rumah Surabaya ini diduga yang menampung, kemudian menjual, dan juga mungkin mengolah emas yang berasal dari pertambangan tanpa izin atau ilegal," ujarnya.</p>
<p></p>
<p>Dari hasil penggeledahan sementara, penyidik menemukan sejumlah barang bukti yang diduga berkaitan dengan tindak pidana pencucian uang. Barang bukti tersebut meliputi dokumen, surat-surat transaksi, serta bukti elektronik yang kini sedang dianalisis lebih lanjut untuk mengungkap jaringan dan aliran dana.</p>
<p></p>
<p>"Surat, dokumen, bukti elektronik, serta barang bukti lain yang diduga merupakan hasil tindak pidana pencucian uang atas tindak pidana asal berupa menampung, memanfaatkan, melakukan pengolahan, pemurnian, pengangkutan, dan penjualan emas ilegal," ungkapnya.</p>
<p></p>
<p>Kasus ini bermula dari laporan hasil analisis yang diterbitkan oleh Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK), yang menemukan adanya transaksi mencurigakan terkait tata niaga emas oleh sejumlah pihak. </p>
<p></p>
<p>Transaksi tersebut diduga berkaitan dengan perdagangan emas yang berasal dari tambang ilegal dan diproses melalui berbagai jalur untuk menyamarkan asal-usulnya.</p>
<p></p>
<p>Menurut Ade, praktik pertambangan emas ilegal yang menjadi sumber kasus ini diketahui terjadi di wilayah Kalimantan Barat dalam kurun waktu 2019 hingga 2022. Kasus tambang ilegal tersebut sebelumnya telah ditangani oleh kepolisian dan diputus oleh Pengadilan Negeri Pontianak dengan putusan berkekuatan hukum tetap.</p>
<p></p>
<p>Namun, hasil penyidikan lanjutan mengungkap bahwa aliran emas dan dana dari aktivitas ilegal tersebut masih berlanjut dan mengalir ke berbagai pihak, termasuk melalui jalur perdagangan dan ekspor emas.</p>
<p></p>
<p>"Fakta penyidikan sementara diketahui akumulasi transaksi terkait jual-beli emas yang diduga berasal dari pertambangan ilegal selama kurun waktu 2019 hingga 2025 itu mencapai Rp 25,8 triliun," jelasnya.</p>
<p></p>
<p>Nilai fantastis tersebut mencakup transaksi pembelian emas dari tambang ilegal serta penjualan kepada sejumlah perusahaan pemurnian emas dan eksportir, yang kemudian diduga menjadi bagian dari praktik pencucian uang untuk menyamarkan hasil kejahatan.</p>
<p></p>
<p>Dalam proses penggeledahan di Surabaya, aparat kepolisian juga mendapat pengamanan dari personel Polrestabes Surabaya. Sejumlah petugas tampak berjaga di sekitar lokasi saat tim Bareskrim melakukan pengumpulan barang bukti.</p>
<p></p>
<p>Meski demikian, hingga saat ini penyidik belum menetapkan tersangka dalam perkara tersebut. Penetapan tersangka akan dilakukan setelah penyidik menyelesaikan proses pengumpulan dan analisis alat bukti.</p>
<p></p>
<p>"Tersangka dalam perkara ini nanti akan ditentukan dari hasil mencari dan mengumpulkan alat bukti yang saat ini sedang dilakukan oleh tim penyidik," tegas Ade.</p>
<p></p>
<p>Ia juga menegaskan komitmen kepolisian untuk menindak tegas segala bentuk pertambangan ilegal dan praktik pencucian uang yang merugikan negara serta lingkungan.</p>
<p></p>
<p>"Kami menegaskan bahwa negara tidak akan memberikan ruang sekecil apa pun bagi segala bentuk praktik pertambangan ilegal," pungkasnya. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Kapolrestabes Surabaya Tegaskan Kasus Penganiayaan Balita 4 Tahun Jadi Perhatian Serius Polisi</title>
<link>https://suarajatimpost.com/kapolrestabes-surabaya-tegaskan-kasus-penganiayaan-balita-4-tahun-jadi-perhatian-serius-polisi</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/kapolrestabes-surabaya-tegaskan-kasus-penganiayaan-balita-4-tahun-jadi-perhatian-serius-polisi</guid>
<description><![CDATA[ Kapolrestabes Surabaya mengungkap balita 4 tahun didorong hingga dagunya robek sampai tulang terlihat, menegaskan polisi akan menindak tegas pelaku kekerasan tersebut. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202602/image_870x580_69970f4f5719b.webp" length="14572" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 19 Feb 2026 21:10:37 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ryan Ramadhan</dc:creator>
<media:keywords>Kapolrestabes Surabaya, Balita, Kekerasan Balita, Surabaya, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SURABAYA, SJP - </strong>Kasus penganiayaan balita berusia empat tahun di kawasan Lakarsantri, Surabaya, menjadi perhatian serius jajaran kepolisian. Polrestabes Surabaya memastikan akan menindak tegas paman dan bibi korban yang telah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus kekerasan tersebut.</p>
<p></p>
<p>Kapolrestabes Surabaya, Kombes Pol Luthfie Sulistiawan, mengatakan pihaknya tidak akan mentoleransi segala bentuk kekerasan terhadap anak, terlebih korban masih berusia balita dan berada dalam pengasuhan keluarga sendiri.</p>
<p></p>
<p>"Memang pelaku merasa kesal karena yang namanya anak kan kadang rewel, kadang nangis begitu," ujar Kombes Pol Luthfie, Kamis (19/2/2026).</p>
<p></p>
<p>Namun, menurut Luthfie, kekesalan tersebut tidak dapat dijadikan alasan untuk melakukan kekerasan. Berdasarkan hasil pemeriksaan, pelaku mengakui telah melakukan berbagai tindakan kekerasan terhadap korban, mulai dari memukul hingga menggigit.</p>
<p></p>
<p>"Sehingga dipukul di mulut, dipukul di bagian badannya lain, termasuk sampai digigit," ungkapnya </p>
<p></p>
<p>Polisi mengungkap salah satu kekerasan paling serius terjadi saat korban berada di kamar mandi indekos tempat mereka tinggal. Saat itu, korban didorong hingga terbentur bagian toilet, menyebabkan luka berat di bagian dagu.</p>
<p></p>
<p>"Didorong, kemudian terbentur ke toilet, sehingga sampai luka di dagu dan itu sampai cukup dalam, sampai kelihatan tulangnya," tuturnya.</p>
<p></p>
<p>Selain luka akibat benturan, penyidik juga menemukan bekas gigitan di tubuh korban. Meski pelaku mengaku hanya menggigit sekali, hasil penyelidikan menunjukkan kekerasan tersebut terjadi lebih dari satu kali.</p>
<p></p>
<p>"Pelaku mengaku gigit hanya sekali. Tetapi dari fakta-fakta yang ada ternyata lebih dari satu kali. Ada mungkin tiga atau empat kali," imbuh Kombes Pol Luthfie.</p>
<p></p>
<p>Temuan tersebut diperkuat oleh dokumentasi luka serta keterangan korban yang diperoleh selama proses penyelidikan.</p>
<p></p>
<p>Polisi juga mengungkap bahwa kedua pelaku merupakan pasangan suami istri yang baru menikah dan belum memiliki anak. Korban selama ini tinggal bersama keduanya di kamar indekos kawasan Lakarsantri.</p>
<p></p>
<p>"Belum. Ini kan keluarga baru. Baru nikah," ujarnya </p>
<p></p>
<p>Atas perbuatannya, kedua pelaku dijerat Pasal 44 ayat (1) Undang-Undang tentang Penghapusan Kekerasan Dalam Rumah Tangga. Penyidik memastikan proses hukum akan berjalan sesuai ketentuan yang berlaku.</p>
<p></p>
<p><strong>Polisi Imbau Masyarakat Aktif Melapor</strong></p>
<p>Dalam kesempatan tersebut, Kapolrestabes Surabaya juga mengimbau masyarakat untuk berperan aktif melaporkan jika mengetahui adanya kekerasan terhadap anak di lingkungan sekitar.</p>
<p></p>
<p>"Kepada warga masyarakat Kota Surabaya, saya harapkan segera melaporkan ke polsek atau ke polrestabes apabila ada indikasi atau mengetahui adanya kejahatan yang melibatkan atau dengan korban anak," tandasnya.</p>
<p></p>
<p>Ia menegaskan, kepedulian masyarakat menjadi faktor penting dalam mengungkap kasus kekerasan, terutama yang melibatkan korban anak yang tidak mampu melindungi dirinya sendiri.</p>
<p></p>
<p>Kasus ini kini masih dalam proses penyidikan lebih lanjut oleh Satres PPA-PPO Polrestabes Surabaya, sementara kedua tersangka telah diamankan dan menjalani proses hukum. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Makna Terpendam Imlek: Bukan Sekadar Perayaan, Melainkan Titik Memulai Siklus Baru Kehidupan</title>
<link>https://suarajatimpost.com/makna-terpendam-imlek-bukan-sekadar-perayaan-melainkan-titik-memulai-siklus-baru-kehidupan</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/makna-terpendam-imlek-bukan-sekadar-perayaan-melainkan-titik-memulai-siklus-baru-kehidupan</guid>
<description><![CDATA[ Perayaan Imlek mungkin telah usai, tetapi makna sejatinya baru dimulai, sebuah titik balik untuk meninggalkan masa lalu dan berpacu menyambut siklus kehidupan yang baru. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202602/image_870x580_6995a51134976.webp" length="33220" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 18 Feb 2026 19:42:42 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ryan Ramadhan</dc:creator>
<media:keywords>Imlek, Kuda Api, Imlek 2026, Petra Christian University, Universitas Kristen Petra, PCU, Surabaya, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SURABAYA, SJP - </strong>Lampion telah kembali dipadamkan, barongsai pun telah berhenti menari. Perayaan Imlek sejatinya memang sudah berlalu kemarin, meninggalkan jejak kebahagiaan yang hangat. Namun sejatinya, Imlek bukanlah tentang kemeriahan yang berlangsung sehari atau dua hari saja.</p>
<p></p>
<p>Di balik seluruh simbol dan tradisinya, Imlek menyimpan makna yang jauh lebih dalam, yakni tentang menutup babak lama kehidupan dan melangkah ke siklus yang baru dengan harapan yang diperbarui.</p>
<p></p>
<p>Hal itulah yang diungkapkan oleh Olivia, dosen Bahasa Mandarin di Universitas Kristen Petra. Ia menuturkan bahwa Imlek merupakan momentum transisi yang sarat makna simbolis, bukan hanya perayaan budaya semata.</p>
<p></p>
<p>"Imlek sejatinya adalah sebuah titik balik. Ia bukan sekadar perayaan budaya, melainkan sebuah simfoni pergantian musim yang membawa pesan mendalam tentang pembaruan hidup," ujar Olivia, Rabu (18/2/2026).</p>
<p></p>
<p>Secara filosofis, Imlek menandai peralihan dari musim dingin menuju musim semi, sebuah simbol universal tentang kelahiran kembali dan pertumbuhan baru yang ditunjukkan oleh alam.</p>
<p></p>
<p>Namun, dalam konteks kehidupan manusia, perayaan itu menjadi momen refleksi untuk menutup lembaran lama dan membuka siklus baru dengan semangat yang diperbarui, sama halnya seperti Tahun Baru Internasional atau Idul Fitri.</p>
<p></p>
<p>Lebih dari itu, Imlek juga merupakan momentum memperkuat fondasi keluarga. Tradisi berkumpul bersama, membersihkan rumah sebelum hari perayaan, hingga menghentikan aktivitas pekerjaan saat hari-H, semuanya mengandung makna simbolis tentang melepaskan beban masa lalu dan membuka ruang bagi harapan baru.</p>
<p></p>
<p>"Tradisi bersih-bersih rumah bukan sekadar urusan sanitasi, tetapi simbol membuang segala keburukan dan kesialan tahun lalu agar rumah siap menerima keberuntungan baru," ungkap Olivia.</p>
<p></p>
<p>Olivia juga menjelaskan makna simbolis yang tercermin dalam hidangan khas yang disajikan saat Imlek. Kue keranjang atau Nián Gāo misalnya, bukan sekadar makanan tradisional, tetapi lambang harapan akan peningkatan kualitas hidup. </p>
<p></p>
<p>Pelafalan kata “Gāo” yang menyerupai kata “tinggi” dalam bahasa Mandarin merepresentasikan doa agar kehidupan terus meningkat, baik secara ekonomi maupun spiritual.</p>
<p></p>
<p>Begitu pula dengan ikan yang hampir selalu hadir di meja makan keluarga Tionghoa saat Imlek. Dalam bahasa Mandarin, kata ikan memiliki bunyi yang sama dengan kata “kelebihan” yang melambangkan harapan akan kelimpahan rezeki.</p>
<p></p>
<p>“Harapannya sederhana namun kuat, agar setiap tahun kita tidak hanya berkecukupan, tetapi selalu memiliki kelebihan rezeki untuk dibagikan," terangnya.</p>
<p></p>
<p>Fenomena hujan yang kerap menyertai perayaan Imlek juga memiliki makna filosofis tersendiri. Secara ilmiah, Imlek di Tiongkok terjadi saat peralihan musim dingin ke musim semi, ketika salju mencair menjadi hujan. </p>
<p></p>
<p>Sementara di Indonesia, Imlek jatuh pada puncak musim hujan. Namun dalam pandangan budaya Tionghoa, hujan justru dimaknai sebagai simbol keberuntungan.</p>
<p></p>
<p>"Bagi masyarakat Tionghoa, hujan adalah simbol banjir rezeki, energi positif yang turun dari langit," jelas Olivia </p>
<p></p>
<p>Memasuki tahun 2026, yang dikenal sebagai Tahun Kuda Api, Imlek juga membawa pesan khusus tentang energi dan percepatan kehidupan. Olivia menuturkan bahwa unsur api dalam filosofi Tionghoa melambangkan vitalitas, kemakmuran, dan perkembangan pesat, sementara kuda merepresentasikan kecepatan dan kemajuan.</p>
<p></p>
<p>"Pesannya sangat jelas, bahwa tahun ini adalah waktu bagi kita untuk berpacu dengan waktu, menyelesaikan urusan yang tertunda, dan melangkah maju dengan akselerasi tinggi," tandasnya.</p>
<p></p>
<p>Pada akhirnya, esensi terdalam Imlek tidak terletak pada kemeriahannya, melainkan pada keseimbangan hubungan manusia dengan semesta. </p>
<p></p>
<p>Dalam filosofi Tionghoa, harmoni tercipta melalui keselarasan antara hubungan dengan langit, bumi, dan sesama manusia, yang dikenal sebagai prinsip tiān shí dì lì rén hé keselarasan waktu, tempat, dan hubungan. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor: Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Balita 4 Tahun di Surabaya Dianiaya Paman dan Bibi, Pasutri Terancam Hukuman Penjara</title>
<link>https://suarajatimpost.com/balita-4-tahun-di-surabaya-dianiaya-paman-dan-bibi-pasutri-terancam-hukuman-penjara</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/balita-4-tahun-di-surabaya-dianiaya-paman-dan-bibi-pasutri-terancam-hukuman-penjara</guid>
<description><![CDATA[ Balita 4 tahun di Surabaya ditemukan terkunci, kelaparan, dan penuh luka setelah diduga dianiaya paman-bibinya berbulan-bulan. Pasangan suami istri tersebut telah diamankan dan kini terancam penjara. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202602/image_870x580_6995a516b026e.webp" length="14708" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 18 Feb 2026 19:20:09 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ryan Ramadhan</dc:creator>
<media:keywords>Kekerasan Anak, Balita, Paman, Bibi, Bangkingan, Lakarsantri, Surabaya, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SURABAYA, SJP - </strong>Sepasang suami istri di Surabaya terancam hukuman penjara setelah menganiaya keponakan mereka sendiri yang masih berusia empat tahun. Kekerasan yang diduga berlangsung selama berbulan-bulan itu akhirnya terungkap setelah korban ditemukan dalam kondisi luka dan kelaparan di kamar indekos kawasan Bangkingan, Lakarsantri.</p>
<p></p>
<p>Kasus itu kini ditangani Satres Perlindungan Perempuan dan Anak serta Pemberantasan Perdagangan Orang (PPA-PPO) Polrestabes Surabaya. Kedua pelaku, yakni UF (30) dan SA (23), telah ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan. Mereka dijerat Undang-Undang Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) serta Undang-Undang Perlindungan Anak.</p>
<p></p>
<p>Kasat PPA-PPO Polrestabes Surabaya, AKBP Melatisari, mengatakan kekerasan dipicu anggapan pelaku bahwa korban anak berinisial KR nakal dan sulit diatur.</p>
<p></p>
<p>"Pengakuan pelaku, anak ini dianggap nakal, tetapi umur empat tahun, nakalnya tentu masih wajar," ujar AKBP Melatisari saat dikonfirmasi pada Rabu, (18/2/2026).</p>
<p></p>
<p>Menurut hasil penyidikan, korban tinggal bersama paman dan bibinya di sebuah kamar indekos di daerah Bangkingan, Lakarsantri, Surabaya. Keputusan itu diambil karena kedua orang tua korban telah bercerai. Ayah korban diketahui tinggal di Gubeng Klingsingan dan bekerja di Gresik, sementara ibunya tinggal di kawasan Sawahan.</p>
<p></p>
<p>"Orang tuanya cerai. Ada bapaknya kerja di Gresik," terangnya.</p>
<p></p>
<p><strong>Kekerasan Diduga Berlangsung Sejak November 2025</strong></p>
<p>Polisi mengungkap dugaan kekerasan terhadap balita tersebut telah berlangsung selama sekitar tiga bulan sejak November 2025. Selama itu, korban diduga mengalami kekerasan fisik berulang kali.</p>
<p></p>
<p>Pelaku memukul korban menggunakan tangan kosong, terutama di bagian wajah dan mulut. Bahkan, salah satu pelaku mengaku memukul korban karena kesal mendengar korban berbicara kasar.</p>
<p></p>
<p>Selain pemukulan, korban juga mengalami tindakan kekerasan lain berupa penjambakan rambut. Saat ditemukan, bagian atas kepala korban tampak botak dan wajahnya dipenuhi luka.</p>
<p></p>
<p>Polisi menduga tindakan kekerasan dipicu emosi pelaku yang merasa korban sulit diatur, termasuk setelah korban meniru kata-kata dari tontonan di ponsel.</p>
<p></p>
<p>"Pelaku merasa korban sulit diatur sehingga memicu emosi untuk melakukan kekerasan," kata Melatisari.</p>
<p></p>
<p>Tak hanya mengalami kekerasan fisik, korban juga diduga mengalami penelantaran. Pelaku mengaku sering mengunci korban sendirian di kamar kos saat mereka bekerja.</p>
<p></p>
<p>Korban kerap dikurung dari pukul 08.00 hingga 17.00 WIB tanpa pengawasan dan tanpa makanan. Kondisi ini membuat korban lemah dan mengalami penderitaan fisik maupun psikologis.</p>
<p></p>
<p><strong>Terungkap Setelah Tetangga Mendengar Teriakan Korban</strong></p>
<p>Kasus tersebut akhirnya terungkap pada Senin, 9 Februari 2026 sekitar pukul 14.00 WIB. Seorang tetangga bernama Islaha mendengar korban berteriak meminta pertolongan dari dalam kamar kos yang terkunci.</p>
<p></p>
<p>"Dia memanggil saya berkali-kali, minta dibukakan pintu karena lapar," ucap Islaha saat dikonfirmasi.</p>
<p></p>
<p>Saat ditemukan, kondisi korban sangat memprihatinkan. Islaha mengungkapkan bahwa dirinya tidak kuasa menahan tangis saat melihat wajah dan tubuh korban dipenuhi luka dan rambut bagian atas botak.</p>
<p></p>
<p>Tidak tega melihat kondisi korban, Islaha kemudian meminta bantuan Ketua RT dan Bhabinkamtibmas. Petugas akhirnya menjebol teralis jendela kamar kos untuk menyelamatkan korban.</p>
<p></p>
<p>Saat ini kedua pelaku telah diamankan dan ditahan di Mapolrestabes Surabaya. Polisi masih terus mendalami motif dan mengumpulkan bukti tambahan terkait kasus tersebut.</p>
<p></p>
<p>Kedua tersangka dijerat Pasal 44 Undang-Undang KDRT serta Undang-Undang Perlindungan Anak. Mereka terancam hukuman penjara hingga lima tahun atau lebih, tergantung hasil penyidikan lanjutan. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor: Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>11 Anggota Fraksi PDIP Diusulkan Jadi Ketua DPRD Surabaya, Wawali Sebut Semua Penuhi Kriteria</title>
<link>https://suarajatimpost.com/11-anggota-fraksi-pdip-diusulkan-jadi-ketua-dprd-surabaya-wawali-sebut-semua-penuhi-kriteria</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/11-anggota-fraksi-pdip-diusulkan-jadi-ketua-dprd-surabaya-wawali-sebut-semua-penuhi-kriteria</guid>
<description><![CDATA[ Sebanyak 11 anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Surabaya masuk bursa Ketua DPRD lewat PAW, setelah wafatnya Adi Sutarwijono, dengan seluruh kandidat dinilai sama-sama layak. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202602/image_870x580_6995a50d24118.webp" length="23034" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 18 Feb 2026 18:59:52 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ryan Ramadhan</dc:creator>
<media:keywords>DPRD Surabaya, Cak Ji, Armuji, PDIP, Adi Sutarwijono, Cak Awi, Surabaya, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SURABAYA, SJP — </strong>Sebanyak 11 anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Surabaya masuk dalam bursa kandidat Ketua DPRD Surabaya melalui mekanisme Pergantian Antar Waktu (PAW). Seluruhnya dinilai memenuhi kriteria untuk diusulkan sebagai pengganti pimpinan dewan yang kosong.</p>
<p></p>
<p>Langkah itu dilakukan setelah Ketua DPRD Surabaya sebelumnya, Adi Sutarwijono atau Cak Awi, meninggal dunia. Kekosongan posisi tersebut kini harus diisi melalui mekanisme internal partai, mengingat kursi Ketua DPRD merupakan jatah PDI Perjuangan sebagai peraih kursi terbanyak di DPRD Surabaya.</p>
<p></p>
<p>Ketua DPC PDIP Surabaya yang juga Wakil Wali Kota Surabaya, Armuji, menegaskan seluruh anggota Fraksi PDIP DPRD Surabaya memiliki peluang yang sama untuk diusulkan. Ia menekankan, DPC hanya bertugas mengajukan nama, sedangkan keputusan akhir berada di tingkat pusat partai.</p>
<p></p>
<p>"Anggota yang ada, semuanya layak dari 11 orang itu. DPC hanya mengusulkan, kewenangan sepenuhnya ada di DPP," ungkap Wawali Kota Surabaya yang akrab disapa Cak Ji itu, Rabu (18/2/2026).</p>
<p></p>
<p>Armuji menjelaskan, proses PAW tetap mengacu pada ketentuan perundang-undangan dan aturan Komisi Pemilihan Umum (KPU), serta mekanisme internal partai yang berjenjang. </p>
<p></p>
<p>Pengusulan dimulai dari tingkat DPC, kemudian diteruskan ke Dewan Pimpinan Daerah (DPD), sebelum akhirnya diputuskan oleh Dewan Pimpinan Pusat (DPP).</p>
<p></p>
<p>Ia mengatakan, hingga kini surat resmi pengusulan belum dikirim karena masih menunggu hasil rapat internal partai di tingkat kota.</p>
<p></p>
<p>"Belum, masih proses. Nanti mekanismenya dikirim ke DPD, lalu ditindaklanjuti ke DPP," imbuhnya.</p>
<p></p>
<p>Lebih lanjut, Armuji memastikan tidak ada syarat khusus yang mengharuskan calon Ketua DPRD berasal dari anggota dengan perolehan suara terbanyak dalam pemilu legislatif sebelumnya. Menurutnya, seluruh anggota fraksi memiliki peluang yang setara tanpa melihat jumlah suara yang diperoleh.</p>
<p></p>
<p>"Bukan suara terbanyak. DPP punya kebijakan sendiri. Semua anggota fraksi punya peluang yang sama," ucapnya.</p>
<p></p>
<p>Ia juga membantah adanya aturan baku lain seperti masa kepengurusan minimal untuk bisa menduduki jabatan Ketua DPRD. Penentuan kandidat sepenuhnya merupakan kewenangan internal partai berdasarkan berbagai pertimbangan strategis.</p>
<p></p>
<p>Di sisi lain, Armuji optimistis proses penetapan Ketua DPRD Surabaya definitif tidak akan berlangsung lama. Ia memastikan, setelah keputusan resmi dari DPP turun, proses administrasi dan pengisian jabatan akan segera dilaksanakan.</p>
<p></p>
<p>"Insyaallah tidak terlalu lama. Kalau DPP sudah menurunkan keputusan, langsung kami proses," pungkas Armuji.</p>
<p></p>
<p>Saat ini, proses masih berada pada tahap pembahasan internal di tingkat DPC PDIP Surabaya. Nama Ketua DPRD Surabaya yang baru akan ditentukan setelah melalui seluruh tahapan pengusulan dan keputusan resmi dari DPP partai. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor: Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Rukyatul Hilal di Jawa Timur Nihil, Awal Ramadan Diperkirakan 19 Februari 2026</title>
<link>https://suarajatimpost.com/rukyatul-hilal-di-jawa-timur-nihil-awal-ramadan-diperkirakan-19-februari-2026</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/rukyatul-hilal-di-jawa-timur-nihil-awal-ramadan-diperkirakan-19-februari-2026</guid>
<description><![CDATA[ Hilal awal Ramadan 1447 H tak terlihat di seluruh Jawa Timur, membuat Sya’ban digenapkan 30 hari dan awal puasa diperkirakan Kamis, 19 Februari 2026. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202602/image_870x580_69941f675be74.webp" length="8402" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Tue, 17 Feb 2026 21:22:44 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ryan Ramadhan</dc:creator>
<media:keywords>Hilal, Rukyatul Hilal, Kakanwil Kemenag Jatim, Surabaya, Jawa Timur, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SURABAYA, SJP - </strong>Hilal awal Ramadan 1447 Hijriah tidak terlihat di seluruh wilayah Jawa Timur berdasarkan hasil rukyatul hilal yang dilaksanakan Kantor Wilayah Kementerian Agama Republik Indonesia Provinsi Jawa Timur, Selasa (17/2/2026). </p>
<p></p>
<p>Dengan hasil tersebut, bulan Sya’ban digenapkan menjadi 30 hari, dan awal Ramadan secara hisab diperkirakan jatuh pada Kamis, 19 Februari 2026, meski keputusan resmi tetap menunggu Sidang Isbat pemerintah pusat.</p>
<p></p>
<p>Rukyatul hilal dilakukan pada 29 Sya’ban 1447 H di 21 titik pengamatan yang tersebar di berbagai kabupaten dan kota di Jawa Timur. Pengamatan dilakukan saat matahari terbenam sebagai momen utama untuk menentukan kemungkinan terlihatnya hilal.</p>
<p></p>
<p>Lokasi yang dijadikan rujukan meliputi Kota Blitar, Kabupaten Pacitan, Banyuwangi, Probolinggo, Tuban, Madiun, Jombang, Gresik, Lumajang, Blitar, Jember, Trenggalek, Sampang, Ngawi, Pasuruan, Malang, Bondowoso, Mojokerto, Sumenep, Lamongan, dan Ponorogo. </p>
<p></p>
<p>Pelaksanaan rukyat melibatkan berbagai unsur lintas sektor, mulai dari jajaran Kementerian Agama, hakim Pengadilan Agama, organisasi kemasyarakatan Islam, hingga dukungan teknis dari BMKG, para ahli falak, perguruan tinggi, pondok pesantren, serta tokoh agama dan masyarakat, guna memastikan proses rukyat berjalan objektif, ilmiah, dan sesuai dengan ketentuan syariat serta regulasi yang berlaku.</p>
<p></p>
<p>Selain pengamatan langsung, penentuan hilal juga didukung metode hisab atau perhitungan astronomi. Berdasarkan data Tim Kemasjidan dan Hisab Rukyat Bidang Urusan Agama Islam Kanwil Kemenag Jawa Timur, posisi hilal saat matahari terbenam masih berada di bawah ufuk mar’i atau horizon pandang. </p>
<p></p>
<p>Kepala Kanwil Kemenag Jawa Timur, Akhmad Sruji Bahtiar mengungkapkan bahwa elongasi atau jarak sudut antara matahari dan bulan juga belum memenuhi batas minimal yang ditetapkan oleh MABIMS, yakni tinggi hilal minimal 3 derajat dan elongasi minimal 6,4 derajat.</p>
<p></p>
<p>"Berdasarkan hasil pemantauan di 21 titik lokasi di Jawa Timur, hilal tidak terlihat karena posisinya masih berada di bawah ufuk. Dengan demikian, bulan Sya’ban digenapkan menjadi 30 hari,” ujar Bahtiar, Selasa (17/2/2026).</p>
<p></p>
<p>Ia menjelaskan, hasil rukyat dari daerah telah dilaporkan secara berjenjang ke Kementerian Agama RI sebagai bahan pertimbangan dalam Sidang Isbat yang digelar di Jakarta. Sidang tersebut akan menjadi dasar penetapan resmi awal Ramadan 1447 Hijriah secara nasional.</p>
<p></p>
<p>"Penetapan resmi 1 Ramadan 1447 Hijriah tetap menunggu pengumuman Menteri Agama Republik Indonesia melalui Sidang Isbat. Kami mengimbau masyarakat Jawa Timur untuk menunggu dan mengikuti keputusan pemerintah," katanya.</p>
<p></p>
<p>Dengan tidak terlihatnya hilal dan posisi astronomis yang belum memenuhi kriteria imkanur rukyat, maka secara perhitungan kalender Hijriah bulan Sya’ban disempurnakan menjadi 30 hari. </p>
<p></p>
<p>Meski secara hisab awal Ramadan diperkirakan jatuh pada Kamis, 19 Februari 2026, kepastian awal puasa umat Islam di Indonesia tetap menunggu hasil Sidang Isbat pemerintah. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Lewat Tales of Chengdu, PCM Bawa Kisah Kota Budaya China ke Surabaya</title>
<link>https://suarajatimpost.com/lewat-tales-of-chengdu-pcm-bawa-kisah-kota-budaya-china-ke-surabaya</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/lewat-tales-of-chengdu-pcm-bawa-kisah-kota-budaya-china-ke-surabaya</guid>
<description><![CDATA[ Imlek di Surabaya terasa berbeda ketika nuansa kota budaya Chengdu hadir lewat Tales of Chengdu, menghadirkan lampion, barongsai, dan kisah lintas budaya di Pakuwon City Mall. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202602/image_870x580_699462b62af67.webp" length="63816" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Tue, 17 Feb 2026 20:59:10 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ryan Ramadhan</dc:creator>
<media:keywords>Pakuwon City Mall, PCM, Tales of Chengdu, Imlek, Imlek 2026, Surabaya, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SURABAYA, SJP —</strong> Perayaan Tahun Baru Imlek selalu identik dengan tradisi, harapan baru, dan juga ornamen khas negara tirai bambu. Namun di Surabaya, perayaan Imlek 2026 hadir dengan cara yang berbeda. Bukan hanya lampion dan barongsai, tetapi juga menghadirkan nuansa salah satu kota di China yang sarat akan nilai budaya.</p>
<p></p>
<p>Melalui festival bertajuk ”<em>Tales of Chengdu</em>”, Pakuwon City Mall (PCM) Surabaya membawa atmosfer khas Chengdu ke bagian timur kota Pahlawan, mengajak pengunjung merayakan Imlek sambil menjelajahi kisah budaya yang telah hidup selama ribuan tahun.</p>
<p></p>
<p>Festival tersebut berlangsung pada 6 hingga 22 Februari 2026 di Park Shanghai Pakuwon City Mall. Dengan memadukan tradisi dan pengalaman modern, pengunjung seakan diajak melangkah keluar dari Surabaya dan memasuki lanskap budaya khas China barat daya.</p>
<p></p>
<p><strong>Chengdu, Kota Budaya dengan Jejak Ribuan Tahun</strong></p>
<p>Chengdu bukan sekadar kota besar di China. Ibu kota Provinsi Sichuan itu dikenal sebagai salah satu kota tertua yang masih bertahan hingga hari ini, dengan sejarah lebih dari dua milenium. Kota tersebut menjadi pusat peradaban kuno Shu dan berkembang menjadi simpul penting seni, sastra, dan tradisi.</p>
<p></p>
<p>Identitas Chengdu sebagai kota budaya tercermin dalam kehidupan masyarakatnya yang masih menjaga seni tradisional, mulai dari opera Sichuan yang terkenal dengan teknik perubahan topeng yang dramatis, hingga budaya rumah teh yang menjadi bagian dari keseharian. </p>
<p></p>
<p>Namun yang paling menarik dari semua itu, Chengdu juga dikenal sebagai rumah panda raksasa, simbol nasional China. Keberagaman itu membuat nuansa Chengdu ke Surabaya bak jembatan imajiner terhadap pertukaran budaya kedua Kota.</p>
<p></p>
<p><strong>Padukan Tradisi dan Modernitas</strong></p>
<p>Festival ”Tales of Chengdu” oleh PCM dirancang sebagai perayaan tematik Lunar New Year yang memadukan berbagai bentuk seni tradisional dan hiburan modern. Setiap sore hingga malam, kawasan Park Shanghai akan selalu dipenuhi pertunjukan budaya yang menghidupkan suasana Imlek.</p>
<p></p>
<p>Pengunjung dapat menyaksikan atraksi Acrobatic Lion Dance (Barongsai) yang memadukan gerakan akrobatik dan simbol keberuntungan, serta Wayang Potehi yang menghadirkan kisah klasik dalam bentuk seni boneka tradisional. </p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202602/image_870x_699462af49320.webp" alt=""></p>
<p>Di sisi lain, pertunjukan <em>Shanghai Rhythm</em> dan <em>DJ</em> <em>performance</em> menghadirkan energi modern, menciptakan festival yang dinamis dan inklusif untuk berbagai generasi.</p>
<p></p>
<p>Media Relations Pakuwon City Mall, Amelia Patricia, mengatakan festival tersebut memang dirancang untuk menghadirkan pengalaman budaya yang berbeda bagi masyarakat Surabaya.</p>
<p></p>
<p>"Tales of Chengdu menjadi event festival tematik yang dirancang untuk merayakan semangat <em>Lunar New Year</em> melalui perpaduan atraksi tradisional dan hiburan modern," ucap Amelia saat dikonfirmasi pada Selasa (17/2/2026).</p>
<p></p>
<p>Sebagai bagian dari puncak perayaan, festival itu juga menghadirkan fireworks blaze spesial selama tiga hari berturut-turut. Pertunjukan kembang api menjadi simbol penting dalam tradisi Lunar New Year, melambangkan cahaya, keberuntungan, dan awal yang baru.</p>
<p></p>
<p>"Tujuan utama event Tales of Chengdu adalah menghubungkan budaya internasional dengan masyarakat Indonesia melalui festival yang menghibur," ungkap Amelia.</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202602/image_870x_69946354b1221.webp" alt=""></p>
<p>Ia menambahkan bahwa kehadiran festival itu diharapkan dapat memperkenalkan kekayaan budaya Asia dalam cara yang relevan dengan masyarakat urban masa kini.</p>
<p></p>
<p>"Pakuwon City Mall berharap <em>Tales of Chengdu</em> dapat menjadi awal dari kolaborasi budaya internasional yang lebih luas di masa mendatang," tandas Amelia.</p>
<p></p>
<p><strong>Ruang Temu Budaya</strong></p>
<p>Sejak dibuka, <em>Tales of Chengdu</em> mendapat respons positif dari pengunjung yang menikmati suasana perayaan yang berbeda dari biasanya. Tidak hanya menarik perhatian warga Surabaya, festival ini juga mengundang pengunjung dari luar kota. </p>
<p></p>
<p>Salah satunya Angelica (24), pengunjung asal Kota Batu, yang datang bersama keluarga dan teman-temannya untuk merasakan langsung suasana perayaan tersebut.</p>
<p></p>
<p>"Dekorasinya bagus sekali, rasanya seperti bukan di Surabaya. Saya jadi bisa merasakan suasana Imlek yang berbeda," ungkap Angelica.</p>
<p></p>
<p>Saat ditanya kenapa tidak menghabiskan liburannya di Kota Batu yang penuh tempat wisata, Angelica mengaku tertarik dengan konsep festival PCM yang angkat Kota Chengdu.</p>
<p></p>
<p>"Ita karena itu kota yang jadi rumah panda, jadi mau lihat berbagai ornamen bertemakan panda, walaupun yang paling ditunggu-tunggu tetap pertunjukan Barongsai," pungkasnya.</p>
<p></p>
<p>Melalui <em>Tales of Chengdu</em>, Imlek di Surabaya tahun ini tidak hanya dirayakan sebagai tradisi tahunan, tetapi juga sebagai perjalanan budaya, sebuah kesempatan untuk merasakan kisah kota yang jauh, tanpa harus melintasi benua.<strong> (*)</strong></p>
<p><strong>Editor: Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Kesenian, Kebersamaan hingga Perlawanan: Riuh Perayaan Imlek 2026 di Tambak Bayan Surabaya</title>
<link>https://suarajatimpost.com/kesenian-kebersamaan-hingga-perlawanan-riuh-perayaan-imlek-2026-di-tambak-bayan-surabaya</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/kesenian-kebersamaan-hingga-perlawanan-riuh-perayaan-imlek-2026-di-tambak-bayan-surabaya</guid>
<description><![CDATA[ Di tengah sengketa lahan yang belum usai, warga Kampung Pecinan Tambak Bayan merayakan Imlek 2026 lewat kesenian lintas budaya, menjadikan tradisi sebagai ruang kebersamaan sekaligus perlawanan mempertahankan kampung halaman. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202602/image_870x580_699447abf18b1.webp" length="62832" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Tue, 17 Feb 2026 19:40:35 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ryan Ramadhan</dc:creator>
<media:keywords>Tambak Bayan, Kampung Pecinan, Imlek 2026, Kuda Api, Tahun Baru Cina, Tionghoa, Barongsai, Sanggar Seni Omah Ndhuwur, Bangunrejo, Surabaya, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SURABAYA, SJP — </strong>Perayaan Tahun Baru Imlek kembali digelar di Kampung Pecinan Tambak Bayan, Kecamatan Bubutan, Surabaya, Selasa (17/2/2026). Tahun ini, Imlek memasuki tahun Shio Kuda dengan elemen api, yang dalam kepercayaan Tionghoa melambangkan semangat, keberanian, energi, dan keteguhan dalam menghadapi tantangan. </p>
<p></p>
<p>Di kampung tua itu, makna tersebut terasa jauh lebih terasa nyata dan bukan hanya sekadar simbol semata, melainkan refleksi dari kehidupan warganya yang terus bertahan di tengah persoalan yang tidak hanya menghantui, namun juga mengancam ruang hidup mereka hari demi hari.</p>
<p></p>
<p><strong>Kampung Pecinan Tertua di Kota Pahlawan</strong></p>
<p>Kampung Pecinan Tambak Bayan sendiri merupakan salah satu permukiman Tionghoa tertua di Surabaya. Gang-gang sempitnya menyimpan jejak panjang kehidupan lintas generasi, tempat warga merawat tradisi sekaligus membangun kehidupan bersama di tengah kota yang terus berubah. </p>
<p></p>
<p>Ornamen lampion, mural, dan rumah-rumah lama menjadi saksi perjalanan panjang komunitas itu. Namun di balik perayaan dan warna-warni budaya, kampung ini masih menghadapi sengketa lahan yang telah berlangsung hampir dua dekade, menjadi bayang-bayang yang terus menyertai kehidupan warganya.</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202602/image_870x_69944fc497141.webp" alt=""></p>
<p>Sejak pagi, suasana kampung telah dipenuhi suara tabuhan tambur dan gemerincing simbal barongsai. Warga, seniman, dan pengunjung berkumpul, berbaur tanpa sekat. Tahun ini, perayaan terasa berbeda, yang mana suasana terasa lebih hidup, lebih terbuka, dan terlihat banyak pihak yang ikut dilibatkan.</p>
<p></p>
<p>Wakil Ketua RT 02 RW 02 Tambak Bayan, Suseno Karja, mengatakan perayaan Imlek tahun ini memang menggandeng lebih banyak pihak, yang mana dukungan secara deras datang dari komunitas seni lokal dibanding tahun-tahun sebelumnya.</p>
<p></p>
<p>"Tahun ini lebih banyak dukungan keseniannya. Ada jejaring antar-kampung, jadi bukan hanya warga Tambak Bayan saja yang terlibat," kata Suseno, Selasa (17/2/2026).</p>
<p></p>
<p>Barongsai dari kelompok Surya Naga membuka rangkaian acara, diikuti penampilan kesenian bantengan dari kelompok Mberot Rea Reo yang diisi anak-anak muda Tambak Bayan, hingga ragam tarian dari Sanggar Seni Omah Ndhuwur.</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202602/image_870x_699452b53fc58.webp" alt=""></p>
<p>Menjelang sore hingga malam, berbagai pertunjukan lain turut meramaikan suasana, mulai dari tari remo, tari sufi dari Rumah Cinta Surabaya, hingga pertunjukan wayang kontemporer oleh Ki Ompong Sudarsono.</p>
<p></p>
<p>Menurut Suseno, konsep kolaboratif tersebut sengaja dihadirkan untuk memperluas ruang interaksi warga sekaligus memperkenalkan kembali kesenian tradisional kepada generasi muda.</p>
<p></p>
<p>"Sekarang anak-anak belum tentu mau belajar kesenian tradisional. Lewat acara seperti ini, mereka dikenalkan lagi dengan budaya," ujarnya.</p>
<p></p>
<p><strong>Perayaan yang Dirayakan Secara Organik</strong></p>
<p>Di tengah perayaan, warga dan seniman datang dan terlibat tanpa sekat formal. Tidak ada undangan khusus atau kurasi ketat seperti tahun-tahun sebelumnya. Semuanya tumbuh secara spontan, dari keinginan bersama untuk merayakan dan merawat kampung.</p>
<p></p>
<p>Hal tersebut disampaikan oleh Juru Arsip Institut Seni Tambak Bayan (ISTB), Yoyok, menyebut perayaan tahun ini berlangsung lebih organik. ISTB sendiri adalah wadah solidaritas antara warga lokal, seniman, mahasiswa, dan komunitas luar yang berlokasi di Kampung Pecinan Tambak Bayan.</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202602/image_870x_69944fbc551a4.webp" alt=""></p>
<p>"Imlek tahun ini dirayakan lebih organik. Siapapun yang ingin terlibat dipersilakan ikut merias, mendesain, dan membuat pernik kampung. Semua bisa datang dan merasakan bahwa Tambak Bayan adalah rumah bersama," kata Yoyok.</p>
<p></p>
<p>Ia menjelaskan, sejak pagi, rangkaian acara dibuka dengan barongsai, dilanjutkan kesenian bantengan oleh anak-anak kampung, hingga penampilan tari dari anak-anak Sanggar Omah Ndhuwur yang telah lama berkolaborasi dengan warga Tambak Bayan.</p>
<p></p>
<p>Pertunjukan tari Sufi dan wayang kontemporer yang ditampilkan malam harinya juga memiliki pendekatan unik, menggunakan material dan cerita yang berasal dari lingkungan sekitar kampung, menjadikannya refleksi langsung dari kehidupan warga.</p>
<p></p>
<p><strong>Perayaan yang Juga Menjadi Bentuk Perjuangan</strong></p>
<p>Namun, di balik gemerlap lampion dan riuh pertunjukan itu, perayaan Imlek di Tambak Bayan juga menyimpan makna yang lebih dalam. Kampung itu masih menghadapi sengketa lahan sejak 2006, ketika sebuah pihak swasta mengklaim kepemilikan tanah melalui sertifikat Hak Guna Bangunan (HGB).</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202602/image_870x_6994518427e98.webp" alt=""></p>
<p>Permasalahan tersebut digambarkan oleh Yoyok bak pil pahir bagi seluruh warga Tambak Bayan. Meski jalur hukum, struktur hingga litigasi sudah dilakukan, warga masih perlu satu jalur lagi untuk melawan, yakni jalur kultural yang mereka tunjukkan lewat seni dan budaya sebagai salah satu cara untuk mempertahankan keberadaan mereka.</p>
<p></p>
<p>"Kami menggunakan seni sebagai alat perjuangan, sebagai ruang untuk bertemu sekaligus menyuarakan apa yang ada di sini. Semangatnya tahun ini tetap, mempertahankan ruang hidup warga Tambak Bayan," kata Yoyok.</p>
<p></p>
<p>Ia menambahkan, Imlek menjadi momentum penting bagi warga untuk berkumpul dan memperkuat solidaritas. Selain keinginan agar masalah sengketa yang cepat selesai, Yoyok juga berharap warga Tambak Bayan yang mayoritas lansia sehat, rukun dan bahagia.</p>
<p></p>
<p>"Imlek jadi momentum supaya warga tetap solid, tetap mencintai ruang hidupnya, dan merawat apa yang sudah diwariskan, termasuk ruang hidup para warga," ujarnya.</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202602/image_870x_6994518c3da99.webp" alt=""></p>
<p><strong>Kolaborasi dan Regenerasi Budaya</strong></p>
<p>Semangat berkesenian dan perlawanan itu tidak bisa dibawa sendiri, karenanya, kehadiran Sanggar Seni Omah Ndhuwur menjadi salah satu bagian penting dalam perayaan tahun ini. Sekitar 30 anak tampil membawakan empat tarian, termasuk tari remo, tari Bermain, tari Kelinci, dan tari Candik Ayu. </p>
<p></p>
<p>Menariknya, mereka mengenakan seragam batik sekolah masing-masing alih-alih kostum tari formal. Salah satu Pelatih tari Sanggar Omah Ndhuwur yakni Hening Elazuardi, mengungkapkan bahwa pilihan itu memiliki makna tersendiri.</p>
<p></p>
<p>"Kita ingin sekaligus melestarikan budaya lain, yakni batik. Dengan memakai seragam sekolah, identitas mereka juga terlihat, dan sekolah mereka bisa ikut bangga," kata Mahasiswa Semester 4 UNESA itu.</p>
<p></p>
<p>Ia juga mengungkapkan bahwa kolaborasi dengan Tambak Bayan telah terjalin sejak 2021 dan terus berlanjut hingga sekarang.</p>
<p></p>
<p>"Biasanya kita diundang untuk pembukaan acara. Apalagi ini berhubungan dengan nilai toleransi. Kita senang bisa berkolaborasi dan bertemu dengan banyak komunitas," ujarnya.</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202602/image_870x_699451963e0ec.webp" alt=""></p>
<p>Selain Hening, adapun Jennifer Bella Mahardika dari SMAN 8 Surabaya, Safira Dwi Ariani, SMKN 8 Surabaya dan Jennifer Bella Mahardika dari SMP Muhammadiyah II Surabaya, mereka adalah pelatih tari yang merupakan anak-anak generasi awal sanggar.</p>
<p></p>
<p>Mereka kompak mengatakan bahwa momentum perayaan Imlek 2026 bukan sekadar ajang penampilan, tetapi juga pengalaman sosial dan budaya yang memperluas ruang perjumpaan mereka dengan komunitas lain yang juga berbasis seni budaya.</p>
<p></p>
<p>"Apalagi ini berhubungan dengan nilai toleransi juga, jadi kita pasti senang dong. Kita bisa bertoleransi bukan cuma antara umat beragama, tetapi kita bisa berhubungan dengan orang-orangnya," tandas mereka.</p>
<p></p>
<p><strong>Kebanggaan Orang Tua dan Harapan Kerukunan</strong></p>
<p>Di antara kerumunan penonton, Nafian, salah satu orang tua peserta tari, menyaksikan putrinya tampil dengan penuh kebanggaan. Putrinya, Akselia Atifa Arundaya, telah berlatih di Sanggar Omah Ndhuwur selama tiga tahun.</p>
<p></p>
<p>“Bahagia. Bangga sekali. Ini penampilan anak saya yang ketiga kali di Tambak Bayan,” kata Nafian.</p>
<p></p>
<p>Ia berharap kegiatan seperti ini dapat membantu anaknya berkembang, tidak hanya secara kemampuan, tetapi juga secara mental. Selain itu, tidak lupa agar anaknya juga memiliki jejaring luas dan mengetahui seluk beluk Kota Surabaya.</p>
<p></p>
<p>“Biar anaknya tambah percaya diri dan terus berkembang,” ujarnya.</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202602/image_870x_69944fac689ea.webp" alt=""></p>
<p><strong>Cerita Mereka Belum Selesai</strong></p>
<p>Seiring malam turun, pertunjukan wayang kontemporer menjadi penutup rangkaian perayaan. Warga, seniman, dan pengunjung masih bertahan, duduk berdampingan, menyaksikan cerita yang lahir dari ruang hidup mereka sendiri.</p>
<p></p>
<p>Di Tambak Bayan, Imlek bukan hanya perayaan tahun baru. Ia adalah ruang pertemuan, ruang kebersamaan, dan ruang perjuangan. Di tengah sengketa yang belum usai, warga terus merawat tradisi, menjaga identitas, dan mempertahankan kampung yang mereka sebut rumah.</p>
<p></p>
<p>Shio Kuda Api yang melambangkan keberanian dan keteguhan seolah menemukan maknanya di sini, di gang-gang sempit Tambak Bayan, tempat kesenian, kebersamaan, dan perlawanan hidup saling berdampingan. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>ESCape: Robot dari Rongsokan, Pameran Seni Upcycle di Wisma Jerman</title>
<link>https://suarajatimpost.com/escape-robot-dari-rongsokan-pameran-seni-upcycle-di-wisma-jerman</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/escape-robot-dari-rongsokan-pameran-seni-upcycle-di-wisma-jerman</guid>
<description><![CDATA[ Robot setinggi hampir satu meter berdiri gagah di Wisma Jerman, tubuhnya tersusun dari botol oli, mouse rusak, dan kabel bekas membuktikan limbah bisa “escape” menjadi karya seni futuristik bernilai. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202602/image_870x580_69901d6638710.webp" length="38862" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sat, 14 Feb 2026 20:58:33 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ryan Ramadhan</dc:creator>
<media:keywords>Wisma Jerman, ESCape, Pameran, Robot, Limbah, Gundam, Surabaya, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SURABAYA, SJP - </strong>Bayangkan sebuah robot setinggi hampir satu meter berdiri gagah di tengah ruangan. Sekilas ia tampak seperti mainan mahal di etalase toko koleksi hobi. Padahal, tubuhnya tersusun dari botol oli bekas, mouse komputer rusak, kabel-kabel kecil, hingga wadah tip-ex yang nyaris dibuang ke tempat sampah.</p>
<p></p>
<p>Karya itulah yang tersaji dalam pameran bertajuk “ESCape” oleh Henry Siswanto dan Rachmad Priyandoko di Wisma Jerman, Surabaya. Pameran yang dibuka sejak 11 Februari 2026 itu menghadirkan sekitar 30 karya, terdiri dari robot tiga dimensi serta karya dua dimensi berupa sketsa dan lukisan kanvas.</p>
<p></p>
<p>Meski desain robotnya memanjang mata, khususnya bagi para pecinta model-kit dan figur aksi, fokus utama pameran itu bukan sekadar bentuk robotnya, melainkan bagaimana barang-barang tak terpakai dibebaskan dari fungsi lamanya dan diubah menjadi karya seni penuh karakter.</p>
<p></p>
<p><strong>Menghidupkan Limbah Jadi Karya </strong></p>
<p>Seluruh karya 3D dalam pameran tersebut dibuat dengan metode <em>upcycled</em> atau <em>scrap built. </em>Tidak ada bahan baru yang digunakan. Henry dan Rachmad bahkan berburu material hingga ke tempat rongsokan.</p>
<p></p>
<p>Mainan pistol rusak, botol parfum kosong, komponen printer, hingga kabel kecil dibongkar, dipotong, lalu dirakit ulang menjadi figur robot dengan detail mekanis yang rumit. Beberapa di antaranya bahkan bisa digerakkan, rodanya berputar dan tangannya fleksibel.</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202602/image_870x_69907a6fbaa51.webp" alt=""></p>
<p>“Semangat yang kita bawa dalam pameran ini sebenarnya sederhana, yakni selama suatu hal atau barang itu bisa kita manfaatkan, kenapa harus dibuang?” ucap Henry saat dikonfirmasi pada Sabtu (14/2/2026).</p>
<p></p>
<p>Ukuran robot yang dipamerkan pun beragam, dari yang kecil hingga yang bobotnya mendekati 20 kilogram. Ketika dipajang di Ruang Halle Wisma Jerman, karya-karya itu tampak kokoh dan futuristik, tak lagi menyisakan kesan sebagai limbah.</p>
<p></p>
<p><strong>ESCape: Bebas Dari Rasa Capek </strong></p>
<p>Judul pameran “ESCape” menyimpan makna ganda. Rachmad menjelaskan, ide itu lahir dari obrolan ringan bersama istrinya saat merasa lelah atau "capek" dengan pekerjaan sehari-hari dan keinginan untuk merasakan kebebasan.</p>
<p></p>
<p>“Escape kan artinya keluar. Melepaskan diri dari rasa lelah, dari kepentingan pekerjaan.”</p>
<p></p>
<p>Ia juga memaknai ESCape sebagai permainan kata, yang mana es dalam ESCape diwujudkan sebagai minuman yang menyegarkan saat capek atau lelah, tidak hanya soal pekerjaan tetapi juga lelah karena harus menyusun robot sedetail itu.</p>
<p></p>
<p>"ESCape. Es-nya segar plus capek," kelakarnya.</p>
<p></p>
<p>Lebih jauh, tema tersebut merepresentasikan proses kreatif mereka membebaskan benda bekas dari bentuk awalnya menjadi entitas baru bernama karya seni. Limbah yang sebelumnya tak bernilai, “lepas” dari nasibnya sebagai sampah.</p>
<p></p>
<p><strong>Nostalgia dan Imajinasi Masa Kecil</strong></p>
<p>Bentuk robot-robot itu terinspirasi dari imajinasi masa kecil generasi 80–90-an, yang akrab dengan tontonan seperti Voltron dan serial Power Rangers. Dulu, keinginan memiliki mainan robot sering terbentur kondisi ekonomi.</p>
<p></p>
<p>"Dulu pengen punya, tapi orang tua nggak cukup duitnya. Sekarang ya bikin sendiri," ungkapnya </p>
<p></p>
<p>Nostalgia itu kini menjelma menjadi karya nyata. Robot-robot yang dulu hanya ada dalam layar televisi, kini berdiri sebagai hasil kreativitas dari barang-barang terbuang.</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202602/image_870x_69901d703f406.webp" alt=""></p>
<p>Selain karya tiga dimensi, pameran tersebut juga menghadirkan lukisan dan sketsa di atas kanvas. Karya 2D tersebut melengkapi eksplorasi visual kedua seniman.</p>
<p></p>
<p>"Biar nggak monoton. Kita juga mau nunjukin punya skill sketsa dan merakit," ucap Rachmad.</p>
<p></p>
<p>Dengan demikian, publik tidak hanya melihat kepiawaian merakit benda bekas, tetapi juga kemampuan artistik dalam medium dua dimensi.</p>
<p></p>
<p><strong>Pesan Lingkungan dari Wisma Jerman</strong></p>
<p>Direktur Wisma Jerman, Mike Neuber, menyambut positif pameran tersebut. Ia menilai karya Henry dan Rachmad bukan sekadar karya visual, tetapi juga bukti nyata bahwa barang bekas masih memiliki nilai dan masa depan.</p>
<p></p>
<p>“Ya impresi saya ini karya-karya yang luar biasa menurut saya, karena bisa merubah sampah untuk tidak menjadi menjadi limbah, tetapi menjadi karya seni 3D yang unik dan penuh karakter," ujar Mike.</p>
<p></p>
<p>Ia juga mengingatkan agar masyarakat tidak terburu-buru membuang barang yang dianggap tidak berguna, karena masih ada kemungkinan untuk dimanfaatkan kembali.</p>
<p></p>
<p>"Jadi sesuatu yang mungkin dalam mata kita sudah tidak berguna, tidak perlu langsung dibuang. Maksudnya karena kemungkinan besar masih ada masa depan untuk barang atau apa tersebut," tuturnya.</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202602/image_870x_699077fb81c74.webp" alt=""></p>
<p>Mike menambahkan, alasan Wisma Jerman mendukung pameran itu juga berkaitan erat dengan budaya dan karakter masyarakat Jerman yang sangat menjunjung tinggi prinsip daur ulang dan keberlanjutan lingkungan.</p>
<p></p>
<p>"Di Jerman memang isu lingkungan menjadi perhatian besar, dan sikap berkelanjutan di masyarakatnya itu sangat tinggi, sangat penting di Jerman. Dan itu setara dengan karakter masyarakat Jerman," tukas Mike.</p>
<p></p>
<p>Ia berharap pameran seperti “ESCape” dapat menjadi inspirasi bagi masyarakat untuk melihat limbah dari sudut pandang yang berbeda, bukan sebagai akhir, melainkan sebagai awal dari kemungkinan baru.</p>
<p></p>
<p>Di tengah meningkatnya produksi sampah, “ESCape” hadir sebagai pengingat bahwa kreativitas dapat menjadi jalan keluar. Limbah bukan akhir dari sebuah benda, ia bisa menjadi awal dari sebuah karya. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor: Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Mahasiswa UK Petra Bongkar ‘Titik Buta’ Surabaya Lewat Film Dokumenter</title>
<link>https://suarajatimpost.com/mahasiswa-uk-petra-bongkar-titik-buta-surabaya-lewat-film-dokumenter</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/mahasiswa-uk-petra-bongkar-titik-buta-surabaya-lewat-film-dokumenter</guid>
<description><![CDATA[ Tiga film yang ditayangkan masing-masing mengangkat isu berbeda, namun tetap dalam koridor “titik buta” Kota Surabaya, yakni ragam isu konflik sosial yang belum banyak diketahui bahkan oleh warga Kota Pahlawan itu sendiri. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202602/image_870x580_69901d1dec660.webp" length="39902" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sat, 14 Feb 2026 20:31:14 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ryan Ramadhan</dc:creator>
<media:keywords>Petra Christian University, PCU, Universitas Kristen Petra, Titik Buta, Film Dokumentasi, CGV Surabaya, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SURABAYA, SJP - </strong>Film selama ini kerap dipahami sebagai medium hiburan, penuh cerita fiksi, drama, hingga visual memikat untuk mengajak penonton sejenak lepas dari realitas. Namun di balik gemerlapnya, ada satu genre yang justru melakukan hal sebaliknya, ia adalah dokumenter.</p>
<p>Alih-alih menghibur dengan imajinasi atau animasi yang memanjakan mata, dokumenter mengajak publik menatap kenyataan, bahkan yang paling tidak nyaman sekalipun, dengan tujuan untuk membedah realitas, menguji nurani, dan membuka mata publik terhadap persoalan yang luput dari sorotan.</p>
<p>Semangat itulah yang diusung mahasiswa Creative Media Communication angkatan 2023 Universitas Kristen Petra (PCU) lewat screening film dokumenter karya para mahasiswa dengan mengangkat tajuk “Titik Buta” di CGV Maspion Square, Surabaya.</p>
<p></p>
<p><strong>“Titik Buta”: Yang Tak Terlihat, Tapi Nyata</strong></p>
<p>Dosen pengampu mata kuliah Produksi Film Dokumenter UK Petra, Daniel Budiana, menjelaskan bahwa tajuk “Titik Buta” bukan sekadar tema, melainkan cara pandang, sekaligus menjadi benang merah dari seluruh karya yang ditayangkan.</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202602/image_870x_69901d26443b0.webp" alt=""></p>
<p>"Teman-teman (mahasiswa) kali ini memang lebih banyak memotret ke arah konflik sosial. Sekaligus ada banyak hal yang belum pernah kita ketahui dengan detail, tapi itu sebetulnya ada di sekitar kita," ucap Daniel, saat dikonfirmasi pada Sabtu (14/2/2026). </p>
<p></p>
<p>Sejak 2021, pasca pandemi, program screening film rutin digelar setiap tahun di bioskop komersial. Tujuannya bukan hanya memamerkan karya, tetapi memberi mahasiswa pengalaman autentik dalam ekosistem industri film, dari produksi hingga bertemu langsung dengan audiens.</p>
<p></p>
<p>"Jadi ini sudah yang ke-lima (5) kalinya kami rutin membawa karya mahasiswa ke layar bioskop komersial agar bisa dinikmati khalayak luas sekaligus memberikan pengalaman kepada para mahasiswa," ujar Daniel.</p>
<p></p>
<p>Tahun ini, tiga film dipilih setelah melalui proses pitching ide, riset lapangan intensif, produksi, hingga pascaproduksi selama empat bulan, dari September hingga Desember 2025. Setiap film digarap oleh enam hingga tujuh mahasiswa dan dikawal penuh oleh dosen.</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202602/image_870x_6990772cb2531.webp" alt=""></p>
<p>"Tidak bisa kalau kita bikin film hanya filmnya jadi. Tapi perlu ada diskusi. Karenanya, kami berharap setiap orang yang menonton memberikan feedback kepada filmmaker-nya supaya film mereka lebih berdampak," tegas Daniel.</p>
<p></p>
<p>Diskusi usai pemutaran menjadi ruang evaluasi agar film tidak berhenti sebagai tugas akademik, melainkan tumbuh sebagai karya yang berdampak. Daniel menegaskan, proses screening adalah bagian penting dalam membangun budaya kritik dan evaluasi</p>
<p></p>
<p><strong>Tiga Isu, Satu Benang Merah</strong></p>
<p>Tiga film yang ditayangkan masing-masing mengangkat isu berbeda, namun tetap dalam koridor “titik buta” Kota Surabaya, yakni ragam isu konflik sosial yang belum banyak diketahui bahkan oleh warga Kota Pahlawan itu sendiri.</p>
<p></p>
<p>“All You Can’t Eat” karya garapan Whitnie Odelyn Siauw dan tim, film pertama yang tayang di "titik buta" itu membongkar ironi antara tingginya angka food waste dengan masih banyaknya masyarakat yang kesulitan mengakses makanan layak, dengan lokasi TPA Benowo, Surabaya menjadi sorotan utama.</p>
<p></p>
<p>“Ini Belum Selesai” karya Shanelle Keisha Susanto dan tim menyoroti sengketa tanah warga Tambak Bayan dengan pihak swasta yang telah berlangsung sejak 2009, lengkap dengan bagaimana warga kampung pecinan tertua di Surabaya menghadapi konflik hukum itu dengan jalur kesenian sebagai napas perlawanan sosial mereka.</p>
<p></p>
<p>Sementara “Rail Estate” buah karya Nathalie Celine Gunawan dan tim merekam kehidupan warga Dupak Magersari yang terdampak fenomena urban heat island (UHI), memotret bagaimana panas ekstrem dan minim ruang hijau berdampak pada kesehatan masyarakat salah satu kampung pinggir rel di Surabaya.</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202602/image_870x_6990772918a04.webp" alt=""></p>
<p>Ketiganya menegaskan bahwa persoalan sosial tidak selalu hadir dalam bentuk dramatis, melainkan tersembunyi dalam keseharian. Melalui pemutaran itu, mahasiswa berharap karya mereka dapat memberikan perspektif baru mengenai Surabaya sebagai kota dengan persoalan nyata yang dialami warganya.</p>
<p></p>
<p>"Lebih dari sekadar tontonan, kehadiran film-film ini diharapkan mampu mengajak masyarakat untuk lebih peka dan memberikan perhatian terhadap isu-isu sosial di sekitar yang selama ini jarang terdengar atau luput dari perhatian kolektif," kata Daniel.</p>
<p></p>
<p><strong>Dari Kampus ke Festival Internasional</strong></p>
<p>Tak berhenti di layar bioskop Surabaya, seluruh film dalam proyek “Titik Buta” didaftarkan ke berbagai festival nasional dan internasional. Karena itu, proses publikasi luas akan ditahan sekitar dua tahun demi kepentingan festival.</p>
<p></p>
<p>"Kami biasanya hold dulu film itu dua tahun untuk berpartisipasi di beberapa international film festival," terang Daniel.</p>
<p></p>
<p>Strategi tersebut dirancang agar mahasiswa memiliki portofolio kuat sebelum lulus. Daniel bahkan mengungkapkan bahwa beberapa alumni UK Petra, khususnya mereka yang mengikuti screening film edisi sebelumnya bahkan telah menembus industri televisi dan perfilman nasional.</p>
<p></p>
<p>"Harapannya sampai lulus itu jadi satu pencapaian sendiri dan bekal mereka masuk dunia industri," imbuhnya.</p>
<p></p>
<p>Di tengah arus industri perfilman yang semakin kompetitif dan cenderung berorientasi komersial, “Titik Buta” menghadirkan wajah lain sinema: sebagai medium tanggung jawab sosial. Daniel menekankan pentingnya kepekaan dalam produksi konten.</p>
<p></p>
<p>"Kontennya jangan cuma berburu viralitas, tetapi harus tetap bertanggung jawab," tandas Daniel.</p>
<p></p>
<p><strong>Apresiasi Pemerintah </strong></p>
<p>Ikut hadir dalam acara screening film, Kepala Bidang Pemasaran dan Kelembagaan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Disbudpar Jatim, Ali Afandi, mengapresiasi keberanian mahasiswa dalam mengangkat isu-isu yang dekat namun sering terabaikan.</p>
<p></p>
<p>"Film yang diangkat ini sangat luar biasa dan itu merupakan kejadian-kejadian yang ada di sekitar kita," ujar Ali.</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202602/image_870x_69901ca03c212.webp" alt=""></p>
<p>Ia mengaku terkejut mengetahui adanya beragam permasalahan sosial yang sampai saat ini kurang mendapat sorotan. Ia menegaskan bahwa kegiatan kali ini menjadi bukti bahwa dunia kreatif bisa menjadi ruang informasi dan kritik dengan wujud yang lebih elegan.</p>
<p></p>
<p>"Itu menjadi catatan bahwa ada sosial, ada lingkungan, ada banyak hal yang terkait dengan kehidupan kita," katanya.</p>
<p></p>
<p>Menurut Ali, momentum ini dapat menjadi dorongan bagi pemerintah daerah untuk mengembangkan kompetisi film dokumenter, melengkapi program film pendek yang selama ini telah berjalan, sekaligus menyelesaikan permasalahan yang diangkat dalam film-film tersebut.</p>
<p></p>
<p>Melalui forum yang dihadiri sekitar 112 penonton dari beragam kalangan tersebut, mahasiswa tidak hanya belajar membuat film, tetapi juga belajar berdialog dengan publik, menerima kritik, dan memahami dampak karya mereka.</p>
<p></p>
<p>“Titik Buta” akhirnya bukan hanya tajuk acara, melainkan sikap. Sebuah ajakan agar generasi muda perfilman tidak terlena pada gemerlap industri, tetapi tetap menyalakan lampu pada sudut-sudut kota yang selama ini gelap dan terabaikan. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Jelang Ramadan, Harga Cabai Rawit di Surabaya Naik Tajam</title>
<link>https://suarajatimpost.com/jelang-ramadan-harga-cabai-rawit-di-surabaya-naik-tajam</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/jelang-ramadan-harga-cabai-rawit-di-surabaya-naik-tajam</guid>
<description><![CDATA[ Harga cabai rawit di Surabaya melonjak dua kali lipat hingga Rp 85 ribu per kilogram akibat cuaca ekstrem, kembali menjadi langganan kenaikan pangan jelang bulan suci. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202602/image_870x580_69901a984b098.webp" length="30938" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sat, 14 Feb 2026 14:30:18 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ryan Ramadhan</dc:creator>
<media:keywords>Cabai, Harga Pangan, Cabai Rawit, Ramadhan, Bulan Suci, Idul Fitri, Pasar Murah, GPM, Surabaya, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SURABAYA, SJP – </strong>Suasana menjelang Ramadan 1447 Hijriah mulai terasa di Kota Surabaya. Namun, seperti tahun-tahun sebelumnya, kenaikan harga bahan pangan kembali ikut menyambut datangnya bulan suci. Kali ini, cabai rawit menjadi komoditas yang paling terasa pedas, dengan harga yang melonjak hingga Rp 85 ribu per kilogram di pasar tradisional. </p>
<p>Lonjakan harga itu terpantau saat Tim Kerja Pengendalian dan Distribusi Bagian Perekonomian dan Sumber Daya Alam (BPSDA) Kota Surabaya melakukan inspeksi mendadak di Pasar Pucang Anom dan Pasar Wonokromo.</p>
<p>Ketua Tim Kerja Pengendalian dan Distribusi BPSDA Kota Surabaya, Agung Supriyo Wibowo, menyebut kenaikan cabai terjadi sangat cepat dalam dua pekan terakhir dan menjadi yang paling signifikan dibanding komoditas lain. </p>
<p>"Dari hasil pemantauan di lapangan, yang paling terlihat itu cabai (rawit), dari kisaran Rp 40 ribu menjadi sekitar Rp 80–85 ribu per kilogram dalam dua pekan terakhir," ujarnya saat dikonfirmasi pada Sabtu (14/2/2026).</p>
<p><strong>Cuaca Ekstrem Jadi Pemicu Utama</strong></p>
<p>Menurut Agung, faktor utama kenaikan harga cabai yang nyaris menyentuh angka dua kali lipat dari harga sebelumnya bukan karena distribusi, melainkan gangguan produksi di daerah penghasil akibat cuaca ekstrem yang terjadi sejak awal tahun 2026.</p>
<p>"Untuk cabai memang agak sulit dikendalikan karena dipengaruhi cuaca," katanya.</p>
<p>Ia menjelaskan, curah hujan tinggi menyebabkan banyak tanaman cabai rusak dan membusuk sebelum panen, sehingga pasokan ke pasar berkurang drastis. Meski demikian, ada harapan harga kembali stabil dalam waktu dekat.</p>
<p>"Tetapi informasi dari Kementerian Pertanian, Maret nanti diperkirakan ada panen raya nasional, termasuk di Jatim. Semoga harga bisa kembali stabil," imbuhnya.</p>
<p>Selain cabai, beberapa bahan pokok lain juga mengalami kenaikan meski tidak setajam cabai rawit. Bawang merah tercatat naik sekitar Rp 5 ribu per kilogram, sementara telur ayam naik sekitar Rp 3 ribu per kilogram. Kendati demikian, Agung memastikan secara umum ketersediaan pangan di Surabaya masih dalam kondisi aman jelang Ramadan dan Idul Fitri.</p>
<p>"Menjelang bulan suci Ramadan dan Idul Fitri, kami fokus melakukan pengawasan harga dan ketersediaan bahan pokok penting, sekaligus memastikan keamanan pangan di masyarakat," tegasnya.</p>
<p>Pemkot Surabaya juga menyiapkan langkah intervensi jika harga terus melonjak, seperti mengintensifkan Gerakan Pangan Murah (GPM) dan pasar murah di berbagai wilayah.</p>
<p><strong>Produksi Lokal Diperkuat</strong></p>
<p>Di tengah kenaikan harga pasar, Pemerintah Kota Surabaya melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) menggencarkan penguatan produksi lokal. Bersama Kelompok Tani (Poktan) Sendang Biru, panen cabai rawit digelar sebagai langkah meredam gejolak harga.</p>
<p>Kepala DKPP Kota Surabaya, Antiek Sugiharti, mengatakan panen tersebut merupakan hasil tanam sejak Oktober 2025 dan memang dipersiapkan untuk menghadapi potensi lonjakan harga jelang Ramadan.</p>
<p>"Dengan populasi sekitar 1.300 pohon, potensi hasilnya cukup signifikan untuk membantu memenuhi kebutuhan warga sekitar. Jenis yang ditanam adalah varietas Ori, yang memiliki kualitas terbaik dan harga paling tinggi di pasaran," ujarnya.</p>
<p>Menurut Antiek, harga cabai di pasaran kini berada di kisaran Rp 70 ribu hingga Rp 85 ribu per kilogram. Keberadaan hasil panen lokal diharapkan dapat mengurangi ketergantungan pada pasokan dari luar daerah.</p>
<p>"Ini akan sangat membantu menstabilkan harga secara makro," tambahnya.</p>
<p>Pemkot bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) juga memantau harga telur dan daging ayam. Berbagai intervensi dilakukan melalui GPM, operasi pasar, hingga pengawasan stok bersama kementerian terkait.</p>
<p>Antiek memastikan pasokan pangan menjelang Ramadan dalam kondisi aman dan meminta masyarakat tetap tenang.</p>
<p>"Hasil pemantauan kami, seluruh komoditas pangan di Surabaya dalam kondisi aman. Masyarakat kami imbau untuk belanja dengan bijak sesuai kebutuhan, tidak perlu panic buying," tegasnya.</p>
<p><strong>Petani Jual Lebih Murah untuk Warga</strong></p>
<p>Sementara itu, anggota Poktan Sendang Biru, Suprapto (67), mengaku panen cabai dilakukan rutin setiap lima hari sekali dengan hasil 6 hingga 8 kilogram per panen. Di tengah harga pasar yang tinggi, ia memilih menjual cabainya lebih murah kepada warga sekitar.</p>
<p>"Kalau di pasar bisa Rp 85.000, saya jual Rp 70.000 untuk membantu tetangga," katanya.</p>
<p>Meski menghadapi kendala virus kuning pada tanaman, Suprapto mengaku dukungan bibit dari Pemkot Surabaya cukup membantu menjaga produktivitas.</p>
<p>Dengan Ramadan yang tinggal menghitung hari, harga cabai memang terasa semakin pedas. Namun, pemerintah optimistis panen raya pada Maret serta penguatan produksi lokal dapat meredam gejolak harga dan menjaga stabilitas pangan di Kota Pahlawan. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Pererat Hubungan Indonesia–Amerika, MyAmerica Surabaya Hadir dengan Konsep Baru yang Lebih Modern</title>
<link>https://suarajatimpost.com/pererat-hubungan-indonesiaamerika-myamerica-surabaya-hadir-dengan-konsep-baru-yang-lebih-modern</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/pererat-hubungan-indonesiaamerika-myamerica-surabaya-hadir-dengan-konsep-baru-yang-lebih-modern</guid>
<description><![CDATA[ MyAmerica Surabaya diluncurkan ulang dengan konsep modern untuk menggaet generasi muda, menjadi “titik nol” pertukaran budaya dan penguatan hubungan Indonesia–Amerika di level masyarakat. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202602/image_870x580_698dcce3432df.webp" length="42494" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 12 Feb 2026 20:44:24 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ryan Ramadhan</dc:creator>
<media:keywords>Konsulat Jenderal Amerika Serikat, Konjen AS di Surabaya, MyAmerica Surabaya, MyAmerican Corner, Surabaya, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SURABAYA, SJP –</strong> Pertukaran budaya kerap menjadi jembatan paling efektif dalam mempererat hubungan antarnegara. Lewat interaksi langsung, diskusi, hingga kolaborasi kreatif, hubungan Indonesia dan Amerika Serikat tak hanya terjalin di level diplomatik, tetapi juga menyentuh masyarakat, terutama generasi muda.</p>
<p></p>
<p>Semangat itulah yang melatarbelakangi peluncuran ulang MyAmerica Surabaya di Kantor <em>U.S. Consulate General</em> Surabaya, Kamis (12/2/2026). Ruang publik yang telah berdiri sejak 2012 itu kini hadir dengan wajah dan konsep baru yang lebih modern, adaptif, serta ramah anak muda.</p>
<p></p>
<p><strong>Wajah Baru untuk Generasi Baru</strong></p>
<p><em>MyAmerica Surabaya</em> sendiri merupakan bagian dari <em>American Corner</em> (AmCor), pusat sumber daya informasi dan ruang publik yang didirikan Kedutaan Besar atau Konsulat Amerika Serikat di berbagai negara, bekerja sama dengan mitra lokal. </p>
<p></p>
<p>Fasilitas tersebut menyediakan akses gratis terhadap informasi seputar budaya, kebijakan, sejarah, hingga masyarakat Amerika Serikat, sekaligus menjadi ruang diskusi dan pengembangan kapasitas.</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202602/image_870x_698dcfb3a0618.webp" alt=""></p>
<p>Dengan kapasitas sekitar 35–45 orang, <em>MyAmerica Surabaya</em> selama ini menjadi tempat penyelenggaraan berbagai program bersama mitra di Jawa Timur, mulai dari universitas, media, hingga pemerintah. Programnya meliputi penguatan kepemimpinan, inovasi, pendidikan, dan kemampuan bahasa Inggris.</p>
<p></p>
<p>Konsulat Jenderal Amerika Serikat di Surabaya, Chris Green atau akrab disapa Cak Chris, mengatakan peluncuran ulang itu menjadi momen penting setelah renovasi total dilakukan. </p>
<p></p>
<p>"Kami bangga sekali bisa <em>relaunch MyAmerica Surabaya</em> setelah renovasi total," ujar Cak Chris, Kamis (12/2/2026).</p>
<p></p>
<p>Menurutnya, secara substansi program tidak berubah secara drastis. Modernisasi sudah dilakukan secara bertahap selama bertahun-tahun. Namun, ruang lama dinilai kurang lagi sesuai dengan kebutuhan program yang semakin berkembang dan berbasis digital.</p>
<p></p>
<p>"Ruang yang lama kurang cocok dengan kebutuhan untuk programming yang lebih maju," katanya.</p>
<p></p>
<p><strong>Adaptif dengan Era Digital</strong></p>
<p>Perubahan paling terasa ada pada desain dan infrastruktur ruangan. Jika sebelumnya lebih berorientasi pada fungsi perpustakaan dengan peminjaman buku fisik, kini <em>MyAmerica Surabaya </em>dirancang lebih fleksibel dan mendukung aktivitas digital, termasuk <em>video conference</em> dan program daring.</p>
<p></p>
<p>Tempat duduk bertingkat dengan konsep lebih santai dihadirkan untuk menciptakan suasana diskusi yang interaktif. Ruangan juga dirancang untuk mendukung panggung budaya skala kecil, termasuk konser intim yang memungkinkan interaksi langsung antara penampil dan audiens.</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202602/image_870x_698dcf95521af.webp" alt=""></p>
<p>"Kami selalu memodernisasikan programming, tetapi sekarang infrastrukturnya juga mendukung itu," jelasnya.</p>
<p></p>
<p>Peluncuran ulang ini juga langsung diikuti dengan agenda perdana berupa konser skala kecil yang menjadi simbol dimulainya babak baru <em>MyAmerica Surabaya</em> sebagai ruang kolaboratif.</p>
<p></p>
<p><strong>Titik Nol Pintu Pertukaran Budaya</strong></p>
<p>Selama hampir 14 tahun, <em>MyAmerica Surabaya</em> konsisten mengusung tagline “<em>Your American Experience Starts Here</em>”. Tagline tersebut tetap dipertahankan, namun kini dibarengi dengan semangat dan gaya baru.</p>
<p></p>
<p>"Tempat ini adalah pintu awal terhadap Amerika," ujar Cak Chris.</p>
<p></p>
<p>Ia menambahkan, <em>MyAmerica Surabaya</em> diharapkan menjadi titik awal bagi masyarakat, khususnya pelajar SMP, SMA, hingga mahasiswa, untuk mengenal budaya Amerika secara langsung, bukan hanya melalui internet atau televisi.</p>
<p></p>
<p>"Mungkin ini percakapan pertama mereka dengan orang Amerika," katanya.</p>
<p></p>
<p>Lebih jauh, <em>MyAmerica Surabaya </em>tidak hanya menjadi pintu masuk budaya Amerika ke Indonesia, tetapi juga ruang pertukaran dua arah. Budaya Indonesia pun dapat diperkenalkan dan didialogkan dalam forum-forum kolaboratif.</p>
<p></p>
<p>Peluncuran ulang ini menegaskan komitmen Konsulat Amerika Serikat di Surabaya untuk terus mempererat, memperkuat, dan memperluas hubungan Indonesia-Amerika di tingkat masyarakat.</p>
<p></p>
<p>Bagi Cak Chris, setiap kunjungan ke <em>MyAmerica Surabaya</em> diharapkan menjadi titik awal perjalanan yang lebih luas, baik dalam bentuk ketertarikan terhadap pendidikan tinggi di Amerika, program pertukaran, kolaborasi budaya, maupun inovasi.</p>
<p></p>
<p>"Harapan saya, beragam kegiatan yang akan dijalankan di <em>MyAmerica Surabaya</em> menjadi titik nol untuk hubungan yang lebih luas dengan Amerika," tuturnya.</p>
<p></p>
<p>Dengan konsep modern dan pendekatan yang lebih relevan bagi generasi muda, <em>MyAmerica Surabaya</em> kini tak sekadar ruang informasi, melainkan ruang perjumpaan gagasan, budaya, dan masa depan hubungan Indonesia–Amerika yang lebih erat. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Khofifah Bantah Terima Fee 30 Persen, Tegaskan Isi BAP Kusnadi Tidak Benar</title>
<link>https://suarajatimpost.com/khofifah-bantah-terima-fee-30-persen-tegaskan-isi-bap-kusnadi-tidak-benar</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/khofifah-bantah-terima-fee-30-persen-tegaskan-isi-bap-kusnadi-tidak-benar</guid>
<description><![CDATA[ Dipanggil sebagai saksi di Tipikor Surabaya, Khofifah membantah tegas BAP yang menyebut dirinya menerima fee 30 persen dana hibah, menyebut tudingan itu tidak benar dan tak rasional. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202602/image_870x580_698db5358cb68.webp" length="31418" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 12 Feb 2026 19:30:43 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ryan Ramadhan</dc:creator>
<media:keywords>Gubernur Khofifah, Khofifah Indar Parawansa, Pengadilan Negeri Surabaya, PN, Tipikor, Surabaya, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SURABAYA, SJP – </strong>Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa memenuhi panggilan sebagai saksi dalam sidang kasus dugaan korupsi dana hibah Pokir DPRD Jatim di Pengadilan Tipikor Surabaya, Kamis (12/2/2026). </p>
<p>Dalam persidangan itu, Khofifah secara tegas membantah isi Berita Acara Pemeriksaan (BAP) almarhum mantan Ketua DPRD Jatim, Kusnadi, yang menyebut adanya pembagian fee hingga 30 persen kepada dirinya dan sejumlah pejabat eksekutif.</p>
<p>Di hadapan majelis hakim dan Jaksa Penuntut Umum (JPU) KPK, Khofifah menegaskan tudingan tersebut tidak benar. </p>
<p>"Kami ingin menegaskan bahwa itu tidak pernah ada dan tidak benar," tegas Khofifah, Kamis (12/2/2026).</p>
<p><strong>Isi BAP yang Menyeret Nama Gubernur</strong></p>
<p>Nama Khofifah mencuat setelah jaksa KPK membacakan BAP Kusnadi dalam persidangan perkara korupsi dana hibah kelompok masyarakat (Pokmas) yang bersumber dari APBD Pemprov Jatim tahun 2019–2022.</p>
<p>Dalam BAP tersebut, Kusnadi disebutkan menerangkan adanya dugaan pembagian fee atau ijon dari pengajuan dana hibah Pokok Pikiran (Pokir) DPRD Jatim.</p>
<p>BAP itu menyebut:</p>
<ul>
<li>Gubernur Jatim dan Wakil Gubernur menerima hingga 30 persen.</li>
<li>Sekdaprov Jatim menerima 5–10 persen.</li>
<li>Kepala Bappeda serta Kepala BPKAD menerima 3–5 persen.</li>
<li>Seluruh Kepala OPD Pemprov Jatim juga disebut menerima 3–5 persen.</li>
</ul>
<p>Karena penyebutan itu, majelis hakim memandang perlu menghadirkan Khofifah sebagai saksi untuk mengklarifikasi langsung isi BAP tersebut. Jubir KPK Budi Prasetyo sebelumnya menegaskan bahwa keterangan Khofifah penting untuk membuat terang perkara.</p>
<p>"Ibu Khofifah sebagai saksi untuk menerangkan berkaitan dengan BAP dari almarhum Pak Kusnadi, yang menjelaskan berkaitan dengan pengelolaan dana hibah, tidak hanya di legislatif tetapi juga ada di eksekutif," ucapnya.</p>
<p><b>Khofifah Pertanyaan Rasionalitas Isi BAP</b></p>
<p>Menanggapi isi BAP tersebut, Khofifah bukan hanya membantah, tetapi juga mempertanyakan rasionalitas angka pembagian fee yang disebutkan. Ia menyebut perhitungan itu tidak masuk akal jika dikalkulasikan dengan jumlah organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkungan Pemprov Jatim.</p>
<p>"Kawan-kawan OPD di Pemprov Jatim itu 64. Kalau kali 3 saja berapa, hampir 200. Kalau kali 4 berarti 250-an. Kalau kali 5 berarti 300 lebih. Kan sudah rasanya tidak rasional," ucap Khofifah.</p>
<p>Ia juga menegaskan kembali bahwa tudingan pembagian dana hibah sebesar Rp2,8 miliar pada 2020 di lingkungan pimpinan dan anggota DPRD tidak pernah terjadi.</p>
<p>"Tidak ada pembagian-pembagian begitu," imbuhnya.</p>
<p>Dalam persidangan, Khofifah juga membantah pernah melakukan komunikasi personal dengan Kusnadi terkait pengaturan dana hibah pokir.</p>
<p>"Tidak pernah bertemu secara personal," tegasnya singkat.</p>
<p>Menurutnya, komunikasi yang pernah terjadi hanya dalam konteks kebijakan makro bersama DPRD.</p>
<p>"Memang secara kolektif kolegial pernah membicarakan secara makro policy di Gedung DPRD Jatim," paparnya.</p>
<p>Khofifah menjelaskan bahwa pihak eksekutif hanya menangani kebijakan umum, sedangkan proses teknis pencairan hibah dilakukan melalui mekanisme TAPD dan Musrenbang.</p>
<p>"Eksekutif hanya mengurus makro policy, tidak sampai pada proses pembagian maupun pencairan," kata Khofifah.</p>
<p><strong>Duduk Perkara Korupsi Hibah Pokir</strong></p>
<p>Kasus tersebut merupakan pengembangan dari operasi tangkap tangan (OTT) KPK di lingkungan DPRD Jatim pada Desember 2022. Saat itu, Wakil Ketua DPRD Jatim Sahat Tua Simanjuntak tertangkap dan telah menjalani hukuman setelah dinyatakan bersalah.</p>
<p>Dalam konstruksi perkara, Kusnadi disebut menerima komitmen fee sebesar 20 persen dari setiap pencairan dana hibah kepada koordinator lapangan (korlap) pokmas. Fee tersebut diberikan di awal atau sistem ijon agar pencairan hibah dipermudah.</p>
<p>Selama periode 2019–2022, Kusnadi memperoleh jatah dana hibah pokir dari APBD sebesar Rp398,7 miliar. Dari jumlah tersebut, komitmen fee yang dihitung penyidik mencapai Rp79,74 miliar.</p>
<p>KPK dalam perkara ini telah menetapkan 21 tersangka, terdiri atas empat penerima suap dan 17 pemberi suap. Tiga penerima merupakan penyelenggara negara dan satu staf penyelenggara negara, sementara mayoritas pemberi berasal dari pihak swasta.</p>
<p>Usai bersaksi, Khofifah berharap klarifikasinya di pengadilan dapat meluruskan informasi yang beredar luas di publik mengenai dugaan penerimaan persenan tersebut.</p>
<p>"Tuduhan bahwa ada fee 30 persen ke gubernur, wagub, sekda dan OPD… Saya ingin menegaskan bahwa itu tidak benar," tandasnya.</p>
<p>Sidang ini menjadi momen penting karena untuk pertama kalinya isi BAP yang menyeret nama pimpinan eksekutif diuji langsung melalui kesaksian terbuka di hadapan majelis hakim.</p>
<p>Hingga kini, status Khofifah dalam perkara tersebut masih sebagai saksi, sementara proses persidangan terhadap para terdakwa terus berjalan. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Penuhi Panggilan Sidang Dana Hibah, Khofifah Mengaku Tidak Kenal Empat Terdakwa</title>
<link>https://suarajatimpost.com/penuhi-panggilan-sidang-dana-hibah-khofifah-mengaku-tidak-kenal-empat-terdakwa</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/penuhi-panggilan-sidang-dana-hibah-khofifah-mengaku-tidak-kenal-empat-terdakwa</guid>
<description><![CDATA[ Memenuhi panggilan sidang dana hibah DPRD Jatim, Gubernur Khofifah Indar Parawansa menegaskan di hadapan majelis hakim bahwa dirinya tidak mengenal empat terdakwa yang diadili. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202602/image_870x580_698d94b53e632.webp" length="23220" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 12 Feb 2026 17:53:07 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ryan Ramadhan</dc:creator>
<media:keywords>Gubernur Khofifah, Khofifah Indar Parawansa, Pengadilan Negeri Surabaya, PN, Tipikor, Surabaya, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SURABAYA, SJP — </strong>Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa memenuhi panggilan sebagai saksi dalam sidang lanjutan dugaan korupsi dana hibah kelompok masyarakat (Pokmas) Pemprov Jatim 2019–2024 di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), Kamis (12/2/2026). </p>
<p>Berdasarkan Sistem Informasi Penelusuran Perkara (SIPP), pemeriksaan dijadwalkan berlangsung pukul 12.00 WIB di Ruang Cakra. Namun, Khofifah tiba sekitar pukul 13.20–13.22 WIB. </p>
<p>Sebelum kedatangannya, suasana di Pengadilan Tipikor Surabaya sudah ramai. Ratusan orang yang tergabung dalam Barisan Gus dan Santri serta Muslimat tampak memadati area luar pengadilan. Mereka mengenakan gamis, baju koko putih, sarung, dan melantunkan selawat.</p>
<p>Saat mobil Toyota Alphard hitam yang ditumpangi Khofifah tiba, ia membuka kaca dan memberi salam kepada para pendukung. Kehadirannya didampingi oleh Kepala Biro Hukum Pemprov Jatim Adi Sarono dan saat turun mobil, Khofifah langsung disambut riuh massa.</p>
<p>Khofifah kemudian memasuki ruang sidang Cakra dan langsung menjalani prosesi pengambilan sumpah sebagai saksi di hadapan majelis hakim yang diketuai Ferdinand Marcus L. </p>
<p><strong>Mengaku Tidak Kenal Empat Terdakwa</strong></p>
<p>Dalam persidangan, Ketua Majelis Hakim Ferdinand Marcus Leander menanyakan secara langsung apakah Khofifah mengenal empat terdakwa yang hadir, dan Khofifah secara tegas mengaku tidak mengenal empat terdakwa yang sedang diadili.</p>
<p>"Apakah saudari kenal dengan 4 terdakwa," tanya hakim ketua.</p>
<p>"Tidak kenal yang mulia," jawab Khofifah singkat.</p>
<p>Empat terdakwa yang dimaksud adalah Hasanuddin (eks anggota DPRD Jatim), Jodi Pradana Putra (swasta asal Blitar), Sukar (eks kepala desa di Tulungagung), dan Wawan Kristiawan (swasta asal Tulungagung).</p>
<p>Pernyataan tersebut menjadi salah satu poin penting dalam pemeriksaan, mengingat nama Khofifah sebelumnya disebut dalam Berita Acara Pemeriksaan (BAP) almarhum Kusnadi.</p>
<p>Pemanggilan Khofifah sebagai saksi tambahan dilakukan atas permintaan Ketua Majelis Hakim untuk mengklarifikasi keterangan dalam BAP Kusnadi, mantan Ketua DPRD Jatim yang telah meninggal dunia pada 16 Desember 2025 karena sakit.</p>
<p>Dalam BAP yang sebelumnya dibacakan jaksa di persidangan, disebut adanya pembagian persentase dana hibah tahun 2019–2024. </p>
<p>Nama Khofifah termasuk yang disebut menerima persentase tersebut, bersama Wakil Gubernur Jatim Emil Elistianto Dardak, Sekretaris Daerah Provinsi Jatim, serta sejumlah kepala dinas di lingkungan Pemprov Jatim.</p>
<p>Kehadiran Khofifah dalam sidang tersebut bertujuan untuk memberikan klarifikasi atas pernyataan almarhum Kusnadi tersebut.</p>
<p><strong>Permintaan Maaf atas Ketidakhadiran Sebelumnya</strong></p>
<p>Agenda pemeriksaan sebelumnya dijadwalkan pada 5 Februari 2026. Namun, Khofifah berhalangan hadir. Dalam persidangan, ia menyampaikan permintaan maaf kepada majelis hakim dan jaksa penuntut umum.</p>
<p>"Kami meminta maaf karena banyak kegiatan dinas," jelasnya.</p>
<p>Diketahui pada pemanggilan sebelumnya Khofifah berhalangan hadir karena harus menghadiri sidang paripurna DPRD, kehadirannya di acara tersebut tidak bisa diwakilkan karena Wagub dan Sekda tidak sedang di Surabaya.</p>
<p>Selain sidang paripurna DPRD Jatim, ia juga menghadiri Sarasehan Kebangsaan MPR RI di Surabaya serta persiapan kunjungan Presiden RI dalam rangka peringatan Satu Abad Nahdlatul Ulama di Malang.</p>
<p><strong>Pengembangan Kasus OTT 2022</strong></p>
<p>Sebagai informasi, Perkara dana hibah tersebut merupakan pengembangan dari Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang dilakukan KPK pada Desember 2022 terhadap Wakil Ketua DPRD Jatim periode 2019–2024, Sahat Tua Simanjuntak.</p>
<p>Sebanyak 21 tersangka telah ditetapkan dalam kasus tersebut. Salah satunya adalah Kusnadi, yang kemudian meninggal dunia sebelum perkara inkrah.</p>
<p>Nama Khofifah muncul dalam persidangan setelah jaksa membuka BAP Kusnadi. Namun, dalam sidang terbaru ini, Gubernur Jawa Timur itu menegaskan tidak mengenal empat terdakwa yang sedang diadili dan hadir untuk memberikan klarifikasi atas penyebutan namanya dalam BAP. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>45 Ribu Peserta PBI JKN di Surabaya Dinonaktifkan, Bisa Reaktivasi Jika Penuhi Tiga Kriteria</title>
<link>https://suarajatimpost.com/45-ribu-peserta-pbi-jkn-di-surabaya-dinonaktifkan-bisa-reaktivasi-jika-penuhi-tiga-kriteria</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/45-ribu-peserta-pbi-jkn-di-surabaya-dinonaktifkan-bisa-reaktivasi-jika-penuhi-tiga-kriteria</guid>
<description><![CDATA[ Sebanyak 45 ribu peserta PBI JKN di Surabaya dinonaktifkan sejak 1 Februari 2026, namun tetap bisa direaktivasi jika terbukti miskin, rentan, atau mengidap penyakit kronis. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202602/image_870x580_698c7f4e72e20.webp" length="21668" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 11 Feb 2026 20:17:13 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ryan Ramadhan</dc:creator>
<media:keywords>BPJS, PBI, Puskesmas, JKN, Surabaya, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SURABAYA, SJP - </strong>Kebijakan pemutakhiran data nasional Penerima Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan (PBI JK) oleh Kementerian Sosial Republik Indonesia berdampak langsung di Kota Surabaya. Sejak 1 Februari 2026, sekitar 45 ribu peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) segmen PBI JK tercatat dinonaktifkan.</p>
<p>Penonaktifan tersebut mengacu pada Surat Keputusan Menteri Sosial Nomor 3 Tahun 2026 yang bertujuan memperbarui data agar bantuan iuran benar-benar tepat sasaran. Meski begitu, peserta yang terdampak masih memiliki peluang untuk mengaktifkan kembali kepesertaannya jika memenuhi sejumlah kriteria.</p>
<p>Kepala BPJS Kesehatan Cabang Surabaya, Muhammad Aras, memastikan masyarakat tidak perlu panik menyikapi kebijakan tersebut. Ia menegaskan bahwa kebijakan itu merupakan bagian dari pembaruan data berkala oleh Kementerian Sosial.</p>
<p>"Iya, kurang lebih 45.006 jiwa yang dinonaktifkan dari PBI JK. Pembaruan data tersebut dilakukan secara berkala oleh Kementerian Sosial. Tujuannya agar data peserta PBI JK tepat sasaran,” ucap Aras, Rabu (11/2/2026).</p>
<p><strong>Tiga Kriteria Reaktivasi</strong></p>
<p>Aras menjelaskan, peserta yang dinonaktifkan masih dapat direaktivasi sebagai PBI JK apabila memenuhi tiga syarat utama.</p>
<p>Pertama, memang termasuk dalam daftar peserta PBI JK yang dinonaktifkan pada Januari 2026. Kedua, berdasarkan verifikasi lapangan, masuk kategori masyarakat miskin atau rentan miskin. Ketiga, mengidap penyakit kronis atau dalam kondisi darurat medis yang mengancam keselamatan jiwa.</p>
<p>"Peserta yang memang membutuhkan layanan segera atau sifatnya kronis, seperti kemoterapi, cuci darah, penyakit stroke, dan lain sebagainya, itu bisa direaktivasi kembali," ujarnya.</p>
<p>Bagi peserta yang tidak lagi memenuhi kriteria tersebut, status PBI JK tetap dinonaktifkan. Namun, mereka masih dapat mendaftar sebagai peserta Pekerja Bukan Penerima Upah (PBPU) atau peserta mandiri.</p>
<p>Di tengah gelombang penonaktifan tersebut, BPJS Kesehatan juga mencatat adanya pengalihan peserta melalui skema pemerintah daerah. Sama seperti sebelumnya, warga yang memenuhi syarat juga dimungkinkan didaftarkan kembali sebagai peserta PBPU Pemda.</p>
<p>"Namun sebelumnya, ada pengalihan juga peserta PBPU Pemerintah daerah sebesar 56.557. Itu dialihkan dari PBPU Pemda untuk menggantikan peserta PBI JK yang dinonaktifkan," jelas Aras.</p>
<p>Artinya, terdapat mekanisme pengganti agar perlindungan jaminan kesehatan warga tetap berjalan, baik melalui skema PBI pusat maupun pembiayaan dari APBD Kota Surabaya.</p>
<p>Saat ini, proses verifikasi dan validasi data masih berlangsung melalui koordinasi BPJS Kesehatan dengan Dinas Kesehatan, Dinas Sosial, serta pihak kecamatan.</p>
<p>Peserta yang hendak mengajukan reaktivasi harus melalui tahapan administratif, mulai dari verifikasi di Dinas Sosial hingga persetujuan Kementerian Sosial dan BPJS Kesehatan sembari rutin mengecek status kepesertaan melalui kanal resmi BPJS Kesehatan.</p>
<p>"Masyarakat diimbau untuk rutin mengecek status keaktifan kepesertaan agar apabila diketahui tidak aktif, dapat segera diantisipasi," ucapnya.</p>
<p><strong>Dinkes Sebut Penonaktifan Berdasarkan Desil Ekonomi</strong></p>
<p>Kepala Dinas Kesehatan Surabaya, Nanik Sukristina, menjelaskan bahwa penonaktifan terjadi karena penyesuaian data kesejahteraan masyarakat berdasarkan kategori desil.</p>
<p>"Data warga dinonaktifkan karena beberapa ada yang bukan kategori Desil 1–5," kata Nanik.</p>
<p>Desil menunjukkan tingkat kesejahteraan ekonomi masyarakat, di mana desil 1 hingga 5 mencakup kategori sangat miskin hingga menengah bawah.</p>
<p>Kendati ada penonaktifan, Pemerintah Kota Surabaya memastikan pelayanan kesehatan gratis tetap dapat diakses warga melalui program Universal Health Coverage (UHC).</p>
<p>"Yang pasti kami pemerintah kota berharap kepada masyarakat agar tidak panik. Pelayanan masih tetap diberikan kepada masyarakat," pungkas Nanik.</p>
<p>Program UHC tersebut terutama menyasar warga miskin yang telah tinggal di Surabaya selama minimal 10 tahun dan mendapatkan layanan di fasilitas kesehatan kelas 3.</p>
<p>Selain itu, peserta yang sedang menjalani perawatan di rumah sakit dapat menghubungi petugas BPJS SATU! atau Pemberi Informasi dan Penanganan Pengaduan (PIPP) untuk mendapatkan pendampingan. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor: Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Dari Pena ke Parlemen, Jejak Panjang 57 Tahun Hidup &amp;quot;Cak Awi&amp;quot; Adi Sutarwijono</title>
<link>https://suarajatimpost.com/dari-pena-ke-parlemen-jejak-panjang-57-tahun-hidup-cak-awi-adi-sutarwijono</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/dari-pena-ke-parlemen-jejak-panjang-57-tahun-hidup-cak-awi-adi-sutarwijono</guid>
<description><![CDATA[ Dari anak guru SD di Blitar hingga dua periode memimpin DPRD Surabaya, perjalanan Awi berakhir setelah melawan kanker, meninggalkan jejak panjang dari ruang redaksi ke panggung politik. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202602/image_870x580_698c28bf39acb.webp" length="22708" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 11 Feb 2026 15:30:48 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ryan Ramadhan</dc:creator>
<media:keywords>Ketua DPRD Surabaya, Dominicus Adi Sutarwijono, Awi, Cak Awi, Kanker Hati, DPRD Surabaya, Surabaya, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SURABAYA, SJP - </strong>Surabaya kehilangan salah satu figur sentral di dunia politik. Ketua DPRD Surabaya dua periode, Dominikus Adi Sutarwijono atau yang akrab disapa Awi, berpulang pada Selasa (10/2/2026) pukul 20.36 WIB di MRCCC Siloam Hospitals Semanggi, Jakarta, setelah menjalani perawatan intensif akibat kanker hati. </p>
<p></p>
<p>Kepergiannya menutup perjalanan panjang seorang pemimpin legislatif yang dikenal tenang, komunikatif, dan berpengalaman di Kota Pahlawan. Kabar tersebut meninggalkan duka mendalam, terutama bagi DPRD Surabaya, kader dan tentunya bagu simpatisan PDI Perjuangan di Jawa Timur. </p>
<p></p>
<p>"Innalillahi Wa Innailaihiraajiun, telah berpulang keharibaan Tuhan Yang Maha Esa saudara kita Ketua DPRD Surabaya Mas Adi Sutarwijono," kata Sekretaris DPD PDIP Jatim, Deni Wicaksono.</p>
<p></p>
<p>"Kami sangat berduka atas berpulangnya Mas Adi Sutarwijono," ujar Wakil Ketua DPD PDIP Jatim, Daniel Rohi.</p>
<p></p>
<p><strong>Anak Guru SD dari Blitar</strong></p>
<p>Dominikus Adi Sutarwijono lahir di Blitar, 4 Agustus 1968. Ia merupakan putra dari almarhum J.S. Wiryoatmodjo yang merupakan seorang guru Sekolah Dasar (SD). Ia tumbuh dalam lingkungan keluarga yang bertanggungjawab dan sederhana, ditunjukkan dari sikapnya yang tetap low profile meski memiliki jabatan mentereng di Kota Pahlawan.</p>
<p></p>
<p>Selepas menamatkan pendidikan menengah, ia melanjutkan studi di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Airlangga (Unair) Surabaya dan lulus pada tahun 1993. Di kampus itu ia berminat menggeluti dunia tulis-menulis dan mulai tertarik dengan bahasan politik hingga dinamika sosial.</p>
<p></p>
<p>Selama ia di Surabaya, nama “Awi” kemudian menjadi sapaan akrab yang melekat kuat. Sebagian kolega juga mengenalnya dengan panggilan ”Mas Awi” atau ”Cak Awi” mencerminkan kedekatan sosial khas Jawa Timur.</p>
<p></p>
<p><strong>Meniti Karier sebagai Wartawan Era Reformasi</strong></p>
<p>Sebelum dikenal sebagai politisi, Awi terlebih dahulu berkiprah di dunia jurnalistik. Pada 1996, di masa akhir Orde Baru, ia memulai karier sebagai wartawan Harian Surya. Ia meliput berbagai isu politik dan sosial pada periode yang penuh gejolak menjelang reformasi.</p>
<p></p>
<p>Tidak jarang Awi melakukan peliputan aksi demonstrasi besar kala itu, termasuk serangkaian demonstrasi PDI Pro-Megawati, yang kemudian membukakan pintunya untuk mengenal tokoh-tokoh politik, khususnya dari PDI Pro-Megawati.</p>
<p></p>
<p>Salah satu momen menegangkan ia alami pada 28 Juli 1996, yang mana Awi sempat ditangkap aparat keamanan ketika meliput unjuk rasa massa PDI Pro-Megawati di Jalan Diponegoro Surabaya. Sebagai informasi, aksi tersebut merupakan respon atas penyerbuan Kantor DPP PDI di Jakarta, 27 Juli 1996.</p>
<p></p>
<p>Kemudian kariernya berlanjut di Majalah TEMPO dan Tempo Interaktif sebagai kontributor wilayah Surabaya dan Jawa Timur pada rentang 1999 hingga sekitar 2003. Di sana, ia memperluas cakupan liputan dan memperdalam analisis politik ke ranah nasional.</p>
<p></p>
<p>Mengenang masa-masanya di dunia wartawan, rekan sejawatnya di DPRD Surabaya, Arif Fathoni, yang juga berlatar belakang jurnalis, menceritakan bahwa Awi merupakan sosok yang gemar membaca dan memiliki wawasan luas.</p>
<p></p>
<p>"Mas Adi ini pribadi yang bersahaja, pembawaannya tenang, dan visi berpikirnya jauh ke depan," kata Wakil Ketua DPRD Surabaya dari Fraksi Golkar itu, Rabu (11/2/2026).</p>
<p></p>
<p>Menurut Fathoni, latar belakang jurnalistik membuat Awi terbiasa berpikir kritis dan kontekstual dalam setiap diskusi. Hal tersebut membuat DPRD Surabaya dibawah kepemimpinan Awi terasa "adem" dan minim konflik.</p>
<p></p>
<p><b>Perjalanan Panjang di Dunia Politik</b></p>
<p>Pada 2003, Awi memutuskan meninggalkan dunia jurnalistik dan bergabung dengan PDI Perjuangan. Dirinya berpegang teguh bahwa wartawan professional haruslah <em>non</em>-partisan, maka saat menjadi bagian dari PDI Perjuangan ia menggantungkan kartu persnya dan memulai perjalanan panjangnya di politik. </p>
<p></p>
<p>Namun ia tidak meninggalkan pena begitu saja, dengan segudang pengalaman di dunia jurnalistik, ia memanfaatkan kemampuannya untuk membuat narasi atau buletin kampanye, menulis rilis, hingga membagikan opininya di media massa.</p>
<p></p>
<p>Sejak awal perjalanan politiknya, Awi sudah dihadapkan dengan beragam tantangan. Ia sempat gagal dua kali dalam pencalonan legislatif, tepatnya pada 2004 dan 2009. Namun ia tetap berproses, menjadikannya salah satu tokoh politik yang meniti karir dari dasar.</p>
<p></p>
<p>Barulah ia berhasil masuk DPRD Surabaya melalui mekanisme Pergantian Antar Waktu (PAW) pada 2012 untuk sisa masa jabatan 2009–2014. Selanjutnya, ia terpilih kembali pada periode 2014–2019.</p>
<p></p>
<p>Kepercayaan partai dan kolega membawanya menjabat Ketua DPRD Surabaya untuk periode 2019–2024, bahkan kembali dipercaya memimpin untuk periode 2024–2029.</p>
<p></p>
<p>Di internal partai, Awi pernah menjabat Ketua DPC PDIP Surabaya periode 2019–2024. Namun sempat terjadi dinamika internal partai hingga ia berakhir dicopot dari jabatan Ketua DPC PDI-P Surabaya pada Mei 2025 setelah evaluasi internal partai.</p>
<p></p>
<p>Pencopotan dilakukan karena Awi secara kinerja sebagai ketua DPC PDI-P Surabaya kala itu dinilai kurang maksimal. Wakil Ketua PDIP Jatim, Budi Sulistyono mengungkapkan bahwa polemik memuncak saat perolehan kursi legislatif partai dinilai kurang maksimal pada Pemilu 2024.</p>
<p></p>
<p>"Kursi DPRD dari 15 jadi 11 saja. Selain itu, rutinitas kinerja partai seperti rapat, komunikasi, keuangan, dan lain-lain juga kurang ideal," ucap Budi pada 2025 lalu.</p>
<p></p>
<p>Kendati beragam hiruk pikuk yang ia hadapi selama mengarungi dunia politik, Awi tetap menjabat sebagai Ketua DPRD Surabaya hingga akhir hayatnya dan tetap dianggap sebagai salah satu kader terbaik yang di miliki oleh PDI-P Perjuangan.</p>
<p></p>
<p>"Telah berpulang kader terbaik PDI Perjuangan, Adi Sutarwijono… Dedikasi, pengabdian, dan perjuangan beliau akan selalu menjadi teladan bagi kita semua." tulis akun Instagram @<em>pdiperjuanganjatim</em> dalam unggahan resmi belasungkawa terhadap sosok Awi.</p>
<p></p>
<p><strong>Penghormatan Terakhir</strong></p>
<p>Setelah disemayamkan di <em>Grand Heaven </em>Surabaya, jenazah Awi akan mendapatkan penghormatan terakhir di Gedung DPRD Surabaya sebelum dimakamkan di TPU Keputih. Hal itu dikonfirmasi oleh kolega Awi di DPRD Surabaya.</p>
<p></p>
<p>"Insyaallah Kamis jenazah akan dibawa ke kantor DPRD agar para kolega bisa memberikan penghormatan terakhir," kata Fathoni.</p>
<p></p>
<p>"Kami bersama rekan-rekan di DPRD akan memberikan penghormatan kepada almarhum," ujar Wakil Ketua DPRD Surabaya Bahtiyar Rifai saat dikonfirmasi di hari yang sama.</p>
<p></p>
<p>Kepergian Awi menutup perjalanan seorang anak guru SD dari Blitar yang meniti jalan dari ruang redaksi hingga kursi Ketua DPRD Surabaya. Dari dunia jurnalistik menuju politik, ia dikenal sebagai sosok tenang, komunikatif, dan berupaya menjaga ruang legislatif tetap harmonis hingga akhir hayatnya. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Ketua DPRD Surabaya Adi Sutarwijono Meninggal Dunia, Jenazah Dimakamkan di TPU Keputih</title>
<link>https://suarajatimpost.com/ketua-dprd-surabaya-adi-sutarwijono-meninggal-dunia-jenazah-dimakamkan-di-tpu-keputih</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/ketua-dprd-surabaya-adi-sutarwijono-meninggal-dunia-jenazah-dimakamkan-di-tpu-keputih</guid>
<description><![CDATA[ Ketua DPRD Surabaya Adi Sutarwijono meninggal dunia usai dirawat intensif di Jakarta dan akan dimakamkan di TPU Keputih, mengakhiri jejak panjangnya di panggung politik Kota Pahlawan. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202602/image_870x580_698beb38c7d89.webp" length="22570" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 11 Feb 2026 09:00:24 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ryan Ramadhan</dc:creator>
<media:keywords>Ketua DPRD Surabaya, Dominicus Adi Sutarwijono, Awi, Cak Awi, Kanker Hati, DPRD Surabaya, Surabaya, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SURABAYA, SJP - </strong>Setelah beberapa hari menjalani perawatan intensif dan berjuang melawan sakit kanker hati yang dideritanya, Ketua DPRD Surabaya Dominicus Adi Sutarwijono akhirnya tutup usia di Jakarta, Selasa (10/2/2026) malam.</p>
<p></p>
<p>Awi, sapaan akrabnya, mengembuskan napas terakhir pada pukul 20.36 WIB di MRCCC Siloam Hospitals Semanggi, Jakarta. Dalam beberapa hari terakhir, ia diketahui dirawat serius dan sempat menjalani perawatan di ICU sebelum akhirnya tutup usia.</p>
<p></p>
<p>Jenazah almarhum saat ini dalam perjalanan menuju Surabaya dan rencananya akan dimakamkan pada Rabu (11/2/2026) di TPU Keputih, Surabaya. Sebelum dimakamkan, jenazah akan disemayamkan terlebih dahulu di Grand Heaven Surabaya.</p>
<p></p>
<p>Kabar wafatnya Adi dibenarkan oleh Sekretaris DPD PDIP Jawa Timur yang juga Wakil Ketua DPRD Jatim, Deni Wicaksono.</p>
<p></p>
<p>"Innalillahi Wa Innailaihiraajiun, telah berpulang keharibaan Tuhan Yang Maha Esa saudara kita Ketua DPRD Surabaya Mas Adi Sutarwijono. Semoga Almarhum mendapatkan tempat yang mulia di sisi Tuhan YME," kata Deni saat dikonfirmasi pada Rabu (11/2/2026).</p>
<p></p>
<p>Konfirmasi serupa disampaikan tokoh muda PDI Perjuangan Surabaya, Aprizaldi. Ia memastikan waktu wafat serta rencana pemakaman almarhum di Surabaya.</p>
<p></p>
<p>"Iya benar Mas Adi Sutarwijono meninggal dunia pukul 20.36 WIB di Jakarta. Jenazahnya dibawa ke Surabaya dan insyaallah besok dimakamkan di TPU Keputih," ujarnya.</p>
<p></p>
<p>Ucapan belasungkawa juga datang dari Ketua DPC PDIP Surabaya yang juga Wakil Wali Kota Surabaya, Armuji. Ia menyampaikan doa atas kepergian sosok yang telah lama berkiprah di dunia politik Kota Pahlawan itu.</p>
<p></p>
<p>"Jadi, segenap jajaran pengurus DPC PDI Perjuangan Kota Surabaya mengucapkan belasungkawa dalam-dalamnya. Mudah-mudahan arwahnya diterima di sisi Allah SWT," kata Armuji.</p>
<p></p>
<p><strong>Jejak Panjang dari Jurnalisme hingga Politik</strong></p>
<p>Adi Sutarwijono lahir di Blitar, 4 Agustus 1968, dari keluarga sederhana. Ia merupakan putra seorang guru SD dan menyelesaikan pendidikan tinggi sebagai Sarjana Ilmu Politik di Universitas Airlangga (Unair) Surabaya.</p>
<p></p>
<p>Karier politiknya dimulai sebagai anggota DPRD Surabaya melalui mekanisme PAW pada 2012. Ia kemudian terpilih kembali pada periode 2014–2019 dan menjabat Ketua DPRD Surabaya untuk dua periode berturut-turut, yakni 2019–2024 dan 2024–2029.</p>
<p></p>
<p>Di internal partai, Adi pernah menjabat Ketua DPC PDIP Kota Surabaya periode 2019–2025. Namun pada Mei 2025, ia dibebastugaskan dari jabatan tersebut dalam rangka evaluasi kinerja dan soliditas partai.</p>
<p></p>
<p>Sebelum terjun ke dunia politik, Adi lebih dahulu meniti karier sebagai jurnalis. Ia pernah bekerja di Harian Surya (1996–2000), Majalah Tempo (1999–2003), hingga menjadi Pemimpin Redaksi Beritajatim.com (2005–2007).</p>
<p></p>
<p>Kepergian Adi Sutarwijono meninggalkan duka mendalam, tidak hanya bagi keluarga dan partainya, tetapi juga bagi dinamika politik Surabaya. </p>
<p></p>
<p>Pemakamannya di TPU Keputih diperkirakan akan dihadiri sejumlah pejabat dan tokoh partai sebagai bentuk penghormatan terakhir bagi legislator yang telah mengabdikan diri lebih dari satu dekade di DPRD Surabaya. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Angkat Isu Keadilan Pajak, ADVANCE 2026 Sinergikan IAI Muda dan Universitas Ciputra Wujudkan Akuntansi Keberlanjutan</title>
<link>https://suarajatimpost.com/angkat-isu-keadilan-pajak-advance-2026-sinergikan-iai-muda-dan-universitas-ciputra-wujudkan-akuntansi-keberlanjutan</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/angkat-isu-keadilan-pajak-advance-2026-sinergikan-iai-muda-dan-universitas-ciputra-wujudkan-akuntansi-keberlanjutan</guid>
<description><![CDATA[ Dalam ADVANCE 2026, isu keadilan pajak diangkat secara eksplisit melalui Tax Competition, mahasiswa  ditantang untuk menganalisis dan merumuskan gagasan tentang peran pajak dalam menciptakan pembangunan ekonomi yang adil dan merata. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202602/image_870x580_6987401bc2a4a.webp" length="47364" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sat, 07 Feb 2026 22:14:38 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ryan Ramadhan</dc:creator>
<media:keywords>Universitas Ciputra, UC, ADVANCE 2026, IAI Muda, ACCRUED 2026, Akuntan, Surabaya, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SURABAYA, SJP - </strong>Profesi akuntan tidak lagi cukup dipahami sebatas penyusun laporan keuangan. Di tengah ketimpangan ekonomi dan tantangan pembangunan, akuntansi dituntut hadir sebagai instrumen yang mampu mendorong keadilan sosial, termasuk melalui sistem perpajakan yang adil dan berkelanjutan.</p>
<p>Isu tersebut menjadi salah satu poin yang diangkat dalam ADVANCE 2026 (<em>Accounting Due Verifiability &amp; Tax Competition</em>) yang digelar di Universitas Ciputra Surabaya, Sabtu (7/2/2026). </p>
<p>Kompetisi nasional itu mengangkat tema yang menarik, yakni tentang keadilan pajak sebagai fondasi pembangunan inklusif, sekaligus menegaskan peran strategis akuntan dalam menjaga integritas fiskal.</p>
<p>Mengusung tema besar “<em>Fiscal and Accounting Integrity for a Sustainable Future</em>”, ADVANCE 2026 menjadi bagian dari rangkaian Seminar Nasional ACCRUED 2026 (<em>Accounting Competition and Remarkable Discussion</em>) yang akan diselenggarakan pada 14 Februari 2026 mendatang.</p>
<p>Sebagai informasi, kegiatan tersebut merupakan program tahunan Anggota Muda Ikatan Akuntan Indonesia (IAI) Wilayah Jawa Timur.</p>
<p>Ratusan mahasiswa akuntansi dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia mengikuti rangkaian kompetisi, meliputi diskusi, presentasi, hingga adu gagasan. Hal itu mencerminkan tingginya perhatian generasi muda terhadap isu keadilan pajak dan akuntansi keberlanjutan.</p>
<p>Ketua <em>Accounting Student Union</em> (SU) Universitas Ciputra Surabaya, Nicholas Chang, menegaskan bahwa ADVANCE 2026 tidak sekadar kompetisi akademik, melainkan ruang pembelajaran yang relevan dengan persoalan nyata di masyarakat.</p>
<p>"Sinergi dengan IAI Muda melalui ADVANCE 2026 ini memberikan ruang belajar yang hidup. Mahasiswa tidak hanya berkompetisi, tetapi juga diajak memahami bagaimana integritas fiskal dan akuntansi keberlanjutan berdampak langsung bagi masyarakat," ucap Nicholas, Sabtu (7/2/2026).</p>
<p>Dalam ADVANCE 2026, isu keadilan pajak diangkat secara eksplisit melalui Tax Competition bertema “<em>Tax Justice for Inclusive Development”</em>. Kompetisi itu diikuti 67 tim, masing-masing beranggotakan tiga mahasiswa, yang ditantang untuk menganalisis dan merumuskan gagasan tentang peran pajak dalam menciptakan pembangunan ekonomi yang adil dan merata.</p>
<p>Selain itu, adapun <em>Essay Competition</em> yang diikuti 72 tim mahasiswa mengusung tema “<em>From Numbers to Impact: Strengthening Accounting’s Role in Building a Sustainable Future</em>”. Melalui kompetisi tersebut, mahasiswa diajak melihat akuntansi sebagai alat strategis yang mampu memberi dampak sosial dan ekonomi, bukan sekadar pencatatan angka.</p>
<p>Universitas Ciputra Surabaya kembali dipercaya sebagai tuan rumah penyelenggaraan kegiatan tersebut. Kegiatan ini berada di bawah koordinasi Accounting Student Union Universitas Ciputra dengan pendampingan dosen pembina kemahasiswaan, Luky Patricia Widianingsih.</p>
<p>Menurut Luky, ADVANCE 2026 menjadi contoh konkret bagaimana kegiatan kemahasiswaan dapat membentuk pola pikir akuntan masa depan yang kritis dan solutif.</p>
<p>"Kegiatan ini menjadi contoh yang baik dalam membentuk pola pikir mahasiswa agar lebih kritis, relevan dengan perkembangan profesi akuntan saat ini, dan berorientasi pada solusi," ucap Luky.</p>
<p>Ia juga menekankan bahwa kolaborasi lintas perguruan tinggi yang terbangun dalam kegiatan ini memiliki dampak yang jauh lebih luas.</p>
<p>"Kegiatan ini juga merupakan bukti bahwa kolaborasi dan sinergi para mahasiswa lintas universitas mampu menjadi kekuatan dalam memberikan impact dan manfaat besar bagi masyarakat," jelasnya.</p>
<p>ADVANCE 2026 diikuti mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi ternama, mencerminkan meningkatnya kesadaran mahasiswa terhadap isu integritas fiskal dan keadilan pajak.</p>
<p>Bagi Nicholas, keadilan pajak merupakan isu krusial yang harus dipahami sejak dini oleh calon akuntan, karena berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat dan keberlanjutan ekonomi nasional.</p>
<p>"Harapan kami, mahasiswa yang terlibat dalam ADVANCE dan ACCRUED dapat membawa nilai integritas, keadilan, dan keberlanjutan ke dunia profesional, sehingga ilmu yang mereka miliki benar-benar memberi manfaat bagi masyarakat luas," pungkas Nicholas.</p>
<p>Melalui ADVANCE 2026, IAI Muda Wilayah Jawa Timur bersama Universitas Ciputra Surabaya menegaskan komitmennya dalam menyiapkan generasi akuntan yang tidak hanya kompeten secara teknis, tetapi juga peka terhadap persoalan keadilan pajak dan tantangan sosial ekonomi di masa depan. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Pasca Digeledah Kejati Jatim, Operasional PDTS KBS Tetap Normal di Akhir Pekan</title>
<link>https://suarajatimpost.com/pasca-digeledah-kejati-jatim-operasional-pdts-kbs-tetap-normal-di-akhir-pekan</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/pasca-digeledah-kejati-jatim-operasional-pdts-kbs-tetap-normal-di-akhir-pekan</guid>
<description><![CDATA[ Manajemen PDTS KBS menyatakan akan menghormati dan bersikap kooperatif terhadap seluruh proses hukum yang sedang berjalan. Di sisi lain, manajemen berkomitmen menjaga kualitas pelayanan publik agar tidak terdampak oleh dinamika penanganan perkara. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202602/image_870x580_698740102c0ed.webp" length="63030" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sat, 07 Feb 2026 21:44:47 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ryan Ramadhan</dc:creator>
<media:keywords>KBS, Kebun Binatang Surabaya, PDTS KBS, Kejaksaan Tinggi Jawa Timur, Kejati Jatim, Korupsi, Tipikor, Surabaya, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SURABAYA, SJP - </strong>Perusahaan Daerah Taman Satwa Kebun Binatang Surabaya (PDTS KBS) memastikan seluruh aktivitas operasional dan pelayanan kepada pengunjung tetap berjalan normal pada akhir pekan ini, meski sebelumnya digeledah Kejaksaan Tinggi Jawa Timur (Kejati Jatim) terkait dugaan korupsi pengelolaan keuangan.</p>
<p>Penggeledahan yang dilakukan Tim Penyidik Bidang Tindak Pidana Khusus (Pidsus) Kejati Jatim pada Kamis, 5 Februari 2026, tidak berdampak pada layanan publik Kebun Binatang Surabaya. Manajemen menegaskan, fungsi KBS sebagai ruang edukasi, konservasi, dan rekreasi tetap dijalankan sebagaimana mestinya.</p>
<p><strong>Operasional dan Pelayanan Tetap Berjalan</strong></p>
<p>Kepala Seksi Hubungan Masyarakat PDTS KBS, Lintang Ratri, menyampaikan bahwa aktivitas pengunjung maupun kinerja pegawai berlangsung seperti hari-hari biasa. Tidak ada pembatasan layanan ataupun penutupan area wisata pascapenggeledahan tersebut.</p>
<p>"Aktivitas tetap berjalan seperti biasanya. Pelayanan kepada pengunjung dan aktivitas pegawai tidak terganggu," ucap Lintang, Sabtu (7/2/2026).</p>
<p>Ia menambahkan, manajemen berupaya menjaga stabilitas operasional agar masyarakat tetap dapat menikmati layanan Kebun Binatang Surabaya tanpa hambatan, meski proses hukum tengah berlangsung.</p>
<p>Sebelumnya, Tim Pidsus Kejati Jatim menggeledah sejumlah ruangan strategis di lingkungan kantor PDTS KBS. Ruang yang digeledah meliputi kantor administrasi dan keuangan, ruang direksi, ruang pengadaan, ruang arsip, serta beberapa ruangan lain yang berkaitan dengan pengelolaan keuangan.</p>
<p>Dalam proses tersebut, penyidik menyegel beberapa ruangan di bagian keuangan dan mengamankan empat boks kontainer berisi dokumen yang diduga berkaitan dengan perkara dugaan korupsi pengelolaan keuangan PDTS KBS. </p>
<p>Selain dokumen fisik, penyidik juga menyita barang bukti elektronik berupa telepon genggam milik jajaran direksi, laptop, dan perangkat elektronik lainnya untuk kepentingan pendalaman penyidikan.</p>
<p><strong>Dampak Administratif Masih Menunggu Kejelasan</strong></p>
<p>Meski sejumlah ruangan sempat disegel, manajemen PDTS KBS mengaku belum dapat memastikan dampak administratif lanjutan dari proses hukum tersebut. Termasuk di antaranya kemungkinan pembekuan anggaran atau perubahan kebijakan internal.</p>
<p>"Untuk evaluasi manajemen dan dampak administratif, kami masih menunggu konfirmasi dan penjelasan resmi dari Kejati Jatim," kata Lintang.</p>
<p>Ia menegaskan, hingga saat ini belum ada arahan atau keputusan yang mempengaruhi operasional harian PDTS KBS.</p>
<p>Manajemen PDTS KBS menyatakan akan menghormati dan bersikap kooperatif terhadap seluruh proses hukum yang sedang berjalan. Di sisi lain, manajemen berkomitmen menjaga kualitas pelayanan publik agar tidak terdampak oleh dinamika penanganan perkara.</p>
<p>"Tentu kami kooperatif, dan sepenuhnya menyerahkan kepada pihak Kejati," ucap Lintang.</p>
<p>Seperti diketahui, perkara dugaan korupsi pengelolaan keuangan PDTS KBS saat ini telah resmi naik ke tahap penyidikan oleh Kejati Jatim. Sementara proses hukum terus berjalan, PDTS KBS memastikan kegiatan operasional dan pelayanan kepada masyarakat tetap berlangsung normal. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Polrestabes Surabaya Tegaskan Armuji dan Musyafak Berstatus Saksi dalam Kasus Dugaan Korupsi Bimtek</title>
<link>https://suarajatimpost.com/polrestabes-surabaya-tegaskan-armuji-dan-musyafak-berstatus-saksi-dalam-kasus-dugaan-korupsi-bimtek</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/polrestabes-surabaya-tegaskan-armuji-dan-musyafak-berstatus-saksi-dalam-kasus-dugaan-korupsi-bimtek</guid>
<description><![CDATA[ Pemeriksaan tersebut merupakan bagian dari pengusutan dugaan korupsi Bimtek DPRD Surabaya periode 2009–2014, yang pelaksanaannya berlangsung pada tahun 2011. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202602/image_870x580_69874016d1174.webp" length="28304" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sat, 07 Feb 2026 21:14:23 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ryan Ramadhan</dc:creator>
<media:keywords>Armuji, Cak Ji, Wawali Kota Surabaya, Musyafak Rouf, DRPD Surabaya, Bimbingan Teknis, Bimtek, Korupsi, Tipikor, Surabaya, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SURABAYA, SJP – </strong>Polrestabes Surabaya menegaskan bahwa Wakil Wali Kota Surabaya Armuji dan Musyafak Rouf dipanggil dan diperiksa penyidik murni dalam kapasitas sebagai saksi terkait dugaan korupsi Bimbingan Teknis (Bimtek) DPRD Kota Surabaya tahun 2011. </p>
<p>Penegasan tersebut disampaikan kepolisian untuk meluruskan berbagai spekulasi publik yang berkembang usai pemeriksaan keduanya.</p>
<p>Kasat Reskrim Polrestabes Surabaya AKBP Edy Herwiyanto memastikan, pemanggilan Armuji dan Musyafak tidak berkaitan dengan penetapan status tersangka. Keduanya dimintai keterangan karena memiliki keterkaitan jabatan saat kegiatan Bimtek tersebut berlangsung.</p>
<p>Sebelumnya, Armuji dan Musyafak Rouf memenuhi panggilan penyidik Satreskrim Polrestabes Surabaya pada Kamis (5/2/2026). Keduanya datang ke Gedung Anindita dan menjalani pemeriksaan selama kurang lebih 1,5 jam.</p>
<p>Pemeriksaan tersebut merupakan bagian dari pengusutan dugaan korupsi Bimtek DPRD Surabaya periode 2009–2014, yang pelaksanaannya berlangsung pada tahun 2011. Saat perkara itu terjadi, Armuji dan Musyafak sama-sama tercatat sebagai pimpinan DPRD Surabaya.</p>
<p>Kasat Reskrim Polrestabes Surabaya AKBP Edy Herwiyanto menegaskan bahwa Armuji diperiksa sebagai saksi karena jabatannya saat itu relevan dengan perkara yang sedang ditangani.</p>
<p>"Pak Armuji kami periksa sebagai saksi terkait kasus Bimtek tahun 2011. Saat itu beliau menjabat sebagai Ketua Komisi A," kata AKBP Edy, Sabtu (7/2/2026).</p>
<p>Hal yang sama juga berlaku bagi Musyafak Rouf. Keduanya dimintai keterangan untuk melengkapi rangkaian penyidikan yang saat ini masih berjalan.</p>
<p>"Yang dipanggil ada dua orang, yaitu saudara Armuji dan Musyafak Rouf. Jadi, saudara Armuji dipanggil sebagai saksi termasuk saudara Musyafak," ujar Edy.</p>
<p>Edy menjelaskan, kasus dugaan korupsi Bimtek DPRD Surabaya ini merupakan perkara lama yang dilaporkan pada 2011. Meski sempat tertunda, perkara tersebut kini kembali dilanjutkan dan telah masuk tahap penyidikan.</p>
<p>"Di mana dalam proses tersebut sudah pada tahap penyidikan," ucap Edy.</p>
<p>Dalam penyidikan yang berjalan, polisi tidak menutup kemungkinan akan memanggil saksi-saksi lain. Edy menyebut, seluruh anggota DPRD periode 2009–2014 yang tercatat sebagai peserta Bimtek berpeluang dimintai keterangan.</p>
<p>"Tentunya selanjutnya akan dilakukan pemanggilan terhadap pihak-pihak yang dianggap terlibat dalam perkara Bimtek," kata Edy.</p>
<p>Hingga saat ini, penyidik telah memeriksa sekitar 20 orang saksi dan mengumpulkan berbagai dokumen yang berkaitan dengan kegiatan Bimtek tersebut.</p>
<p>Berdasarkan hasil audit Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) pusat, kasus dugaan korupsi Bimtek DPRD Surabaya itu diperkirakan menimbulkan kerugian negara sekitar Rp1,5 miliar. </p>
<p>Setelah seluruh saksi diperiksa, polisi berencana melakukan gelar perkara untuk menentukan langkah hukum selanjutnya, termasuk penetapan tersangka. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Cuaca Ekstrem hingga 10 Februari, Pemkot Surabaya Imbau Warga Siaga</title>
<link>https://suarajatimpost.com/cuaca-ekstrem-hingga-10-februari-pemkot-surabaya-imbau-warga-siaga</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/cuaca-ekstrem-hingga-10-februari-pemkot-surabaya-imbau-warga-siaga</guid>
<description><![CDATA[ Angin kencang dan hujan ekstrem merobohkan reklame hingga merusak atap sekolah, Pemkot Surabaya menetapkan siaga cuaca ekstrem dan mengimbau warga waspada hingga 10 Februari 2026. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202602/image_870x580_6985b8db7c821.webp" length="67542" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Fri, 06 Feb 2026 17:03:55 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ryan Ramadhan</dc:creator>
<media:keywords>Cuaca Ekstrem, Banjir, Pemkot Surabaya, Eri Cahyadi, BMKG Juanda, BMKG, Surabaya, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SURABAYA, SJP - </strong>Cuaca ekstrem yang melanda Kota Surabaya dalam beberapa hari terakhir mulai menimbulkan dampak serius. Hujan lebat disertai angin kencang menyebabkan sejumlah pohon tumbang di beberapa titik jalan, hingga rusaknya fasilitas umum. </p>
<p></p>
<p>Beberapa kejadian yang menyita perhatian beberapa waktu terakhir adalah robohnya reklame besar di jalan Tidar dan ambruknya atap ruang kelas di sekolah negeri, memicu kekhawatiran akan keselamatan warga di tengah cuaca yang semakin sulit diprediksi.</p>
<p></p>
<p><strong>Faktor Meteorologis Pemicu Cuaca Ekstrem</strong></p>
<p>Sebelumnya, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Juanda sebelumnya telah mengeluarkan peringatan dini cuaca ekstrem untuk wilayah Jawa Timur pada periode 1 hingga 10 Februari 2026. </p>
<p></p>
<p>Cuaca ekstrem tersebut berpotensi memicu bencana hidrometeorologi seperti hujan sedang hingga lebat, banjir, banjir bandang, tanah longsor, angin kencang, puting beliung, hingga hujan es.</p>
<p></p>
<p>BMKG Juanda mencatat, seluruh wilayah Jawa Timur saat ini telah memasuki musim hujan dan sebagian wilayah masih berada pada puncak musim hujan. Dalam sepuluh hari ke depan, peningkatan intensitas cuaca ekstrem diperkirakan masih akan terjadi dan berdampak signifikan terhadap aktivitas masyarakat.</p>
<p></p>
<p>BMKG menjelaskan, kondisi cuaca ekstrem ini dipengaruhi oleh aktifnya monsun Asia serta gangguan gelombang atmosfer, seperti Gelombang Rossby dan Gelombang Kelvin yang melintasi wilayah Jawa Timur. </p>
<p></p>
<p>Selain itu, suhu muka laut di perairan Selat Madura yang masih cukup tinggi serta kondisi atmosfer lokal yang labil turut mendukung pertumbuhan awan konvektif.</p>
<p></p>
<p>Kombinasi faktor tersebut meningkatkan potensi terjadinya hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang disertai petir dan angin kencang, sebagaimana telah dirasakan di Surabaya dalam beberapa hari terakhir.</p>
<p></p>
<p><strong>Pemkot Surabaya Minta Warga Siaga</strong></p>
<p>Menindaklanjuti peringatan BMKG, Pemerintah Kota Surabaya mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan hingga 10 Februari 2026. Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menyebut, Surabaya dan wilayah sekitarnya saat ini berada dalam periode peringatan cuaca ekstrem.</p>
<p></p>
<p>"Cuaca ekstrem karena dalam beberapa hari terakhir kondisinya sangat luar biasa. Beberapa kejadian seperti robohnya reklame dan tumbangnya pohon sudah terjadi, dan hal ini sudah kami sampaikan kepada warga melalui lurah dan camat," ucap Eri, Jumat (6/2/2026).</p>
<p></p>
<p>Ia menegaskan, kondisi cuaca saat ini sulit diprediksi dan berisiko tinggi terhadap keselamatan warga, terutama saat hujan lebat disertai angin kencang. Oleh karena itu, seluruh jajaran kewilayahan, mulai dari lurah hingga camat, diminta aktif mensosialisasikan langkah antisipasi kepada masyarakat.</p>
<p></p>
<p>Pemkot Surabaya juga mengingatkan warga untuk tidak berteduh di bawah pohon rindang atau berada di area terbuka saat hujan turun, mengingat potensi angin kencang yang dapat datang secara tiba-tiba.</p>
<p></p>
<p>"Saat hujan, mohon jangan berteduh di bawah pohon. Lebih aman berlindung di dalam bangunan, karena sekarang kecepatan angin sulit diprediksi. Seperti kemarin, angin kencang bisa menumbangkan pohon besar dan reklame," tegasnya.</p>
<p></p>
<p>Menurut Eri, perubahan cuaca dapat terjadi sangat cepat, terutama pada sore menjelang malam hari meski siang hari terlihat normal bahkan cerah.</p>
<p></p>
<p>"Siang hari mungkin terasa biasa, tapi malam hari bisa berubah mendadak. Hujannya juga tidak bisa diperkirakan. Karena itu saya minta warga Surabaya lebih mawas diri," katanya.</p>
<p></p>
<p><strong>Pemkot Siapkan Bantuan Darurat</strong></p>
<p>Selain upaya pencegahan, Pemkot Surabaya menyatakan siap memberikan bantuan kedaruratan bagi warga yang terdampak cuaca ekstrem. Pemerintah akan menangani kerusakan awal, seperti pemasangan terpal, sebelum dilakukan perbaikan lebih lanjut.</p>
<p></p>
<p>"Kalau ada rumah atau atap yang roboh, pemerintah akan hadir membantu. Kita pasang terpal dulu, setelah itu kita bantu perbaikan atapnya, seperti yang kemarin kita lakukan di Manyar," jelas Eri.</p>
<p></p>
<p>Sebagai langkah cepat, masyarakat juga diimbau segera menghubungi layanan darurat 112 apabila menemui kondisi gawat darurat akibat cuaca ekstrem.</p>
<p></p>
<p>"Tidak semuanya bisa ditangani pemerintah. Kita harus berjibaku bersama, saling menjaga, dan saling mengingatkan," tutupnya. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Usai Periksa Armuji dan Musyafak, Polrestabes Surabaya Bidik Legislator Lain dalam Kasus Korupsi Bimtek</title>
<link>https://suarajatimpost.com/usai-periksa-armuji-dan-musyafak-polrestabes-surabaya-bidik-legislator-lain-dalam-kasus-korupsi-bimtek</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/usai-periksa-armuji-dan-musyafak-polrestabes-surabaya-bidik-legislator-lain-dalam-kasus-korupsi-bimtek</guid>
<description><![CDATA[ Hingga kini, tim penyidik telah memeriksa lebih dari 20 saksi dan melakukan verifikasi terhadap dokumen-dokumen yang berkaitan dengan pelaksanaan kegiatan tersebut. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202602/image_870x580_69859ee8a9bb1.webp" length="28358" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Fri, 06 Feb 2026 14:30:18 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ryan Ramadhan</dc:creator>
<media:keywords>Armuji, Cak Ji, Wawali Kota Surabaya, Musyafak Rouf, DRPD Surabaya, Bimbingan Teknis, Bimtek, Korupsi, Tipikor, Surabaya, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SURABAYA, SJP</strong> — Kepolisian Resor Kota Besar (Polrestabes) Surabaya memastikan bakal melanjutkan pemanggilan terhadap sejumlah pihak terkait penanganan perkara dugaan tindak pidana korupsi (Tipikor) kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) DPRD Surabaya tahun 2011.</p>
<p>Langkah strategis tersebut diambil menyusul pemeriksaan terhadap Wakil Wali Kota Surabaya, Armuji, dan Musyafak Rouf yang merupakan unsur pimpinan DPRD Surabaya periode 2009–2014. </p>
<p>Keduanya telah menjalani pemeriksaan di Gedung Anindita Satreskrim Polrestabes Surabaya pada Kamis (5/2/2026).</p>
<p>Pemeriksaan tersebut berkaitan erat dengan penyidikan dugaan penyimpangan anggaran kegiatan Bimtek DPRD Surabaya periode 2009–2014, saat Armuji dan Musyafak Rouf masih menjabat sebagai pimpinan dewan.</p>
<p><strong>Perkara Masuk Tahap Penyidikan</strong></p>
<p>Kasat Reskrim Polrestabes Surabaya, AKBP Edy Herwiyanto, membenarkan kehadiran Armuji untuk memenuhi panggilan penyidik.</p>
<p>Ia menegaskan bahwa kasus dugaan korupsi tersebut saat ini telah ditingkatkan statusnya ke tahap penyidikan.</p>
<p>Hingga kini, tim penyidik telah memeriksa lebih dari 20 saksi dan melakukan verifikasi terhadap dokumen-dokumen yang berkaitan dengan pelaksanaan kegiatan tersebut. Pihak-pihak lain yang diduga memiliki keterkaitan, termasuk anggota dewan dan peserta Bimtek, juga masuk dalam daftar pemanggilan berikutnya.</p>
<p>"Saksi yang telah diperiksa berjumlah lebih dari 20 orang. Penyidik juga telah melakukan pendataan terhadap dokumen-dokumen yang berkaitan dengan Bimtek," ungkap AKBP Edy Herwiyanto saat dikonfirmasi, Jumat (6/2/2026).</p>
<p>Edy menegaskan proses hukum masih terus bergulir. Fokus penyidikan saat ini adalah menuntaskan pemanggilan terhadap seluruh pihak yang diduga terlibat dalam pusaran perkara tersebut.</p>
<p>"Saat ini proses pemeriksaan terus kami lanjutkan dengan melakukan pemanggilan terhadap pihak-pihak yang diduga terlibat dalam perkara Bimtek," terangnya.</p>
<p><strong>Polisi Kantongi Nama-Nama Calon Saksi</strong></p>
<p>Lebih lanjut, Edy mengungkapkan bahwa penyidik telah mengantongi sejumlah nama yang akan dipanggil untuk dimintai keterangan. Meski demikian, pihak kepolisian belum bersedia mengungkap identitas nama-nama tersebut kepada publik.</p>
<p>Daftar nama tersebut dilaporkan berasal dari kalangan anggota dewan serta pihak lain yang berstatus sebagai peserta dalam kegiatan Bimtek kala itu.</p>
<p>"Ada beberapa orang yang berkaitan dengan kasus ini, yang saat itu menjabat sebagai anggota dewan dan peserta Bimtek. Nama-namanya sudah ada dan akan kami panggil selanjutnya," tutur Edy.</p>
<p>Menurutnya, setelah rangkaian pemeriksaan saksi dan pendalaman dokumen selesai, penyidik akan melakukan gelar perkara guna menentukan langkah hukum selanjutnya, termasuk potensi penetapan tersangka.</p>
<p><strong>Armuji dan Musyafak Beri Keterangan Senada</strong></p>
<p>Dalam pemeriksaan yang berlangsung sekitar 1,5 jam pada Kamis sore, Armuji dan Musyafak Rouf terpantau hadir di markas kepolisian. Keduanya menjabat sebagai Wakil Ketua DPRD Surabaya pada periode 2009–2014, saat kasus tersebut diduga terjadi.</p>
<p>Musyafak Rouf menyatakan bahwa kehadirannya hanya untuk meninjau ulang dan menandatangani Berita Acara Pemeriksaan (BAP) yang pernah disusun sebelumnya.</p>
<p>"Kami melakukan paraf sesuai dengan keterangan lama. Hanya diminta membaca kembali BAP-nya untuk memastikan kesesuaian dengan keterangan sebelumnya," jelasnya kepada awak media.</p>
<p>Senada dengan Musyafak, Armuji menyampaikan bahwa kedatangannya ke Polrestabes Surabaya bersifat administratif terkait BAP. Ia mengklaim tidak menerima pertanyaan substantif baru dari penyidik.</p>
<p>"Tidak ada pertanyaan, hanya perubahan tanggal saja (pada BAP)," ujar Armuji.</p>
<p>Ia menambahkan bahwa perubahan tersebut hanya mencakup penyesuaian tanggal dan redaksi keterangan lama, serta menyatakan belum ada agenda pemanggilan lanjutan terhadap dirinya.</p>
<p>"Hanya mengubah tanggal berita acara dan melakukan paraf ulang," pungkasnya.</p>
<p>Hingga saat ini, kepolisian masih merahasiakan identitas pihak lain yang akan dipanggil. Penyidikan difokuskan pada pendalaman peran pihak-pihak yang diduga terlibat dalam penyimpangan anggaran Bimtek DPRD Surabaya tersebut. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Kejati Jatim Geledah KBS, Usut Dugaan Korupsi Keuangan 2013–2024</title>
<link>https://suarajatimpost.com/kejati-jatim-geledah-kbs-usut-dugaan-korupsi-keuangan-20132024</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/kejati-jatim-geledah-kbs-usut-dugaan-korupsi-keuangan-20132024</guid>
<description><![CDATA[ Selain menyita sejumlah dokumen, Korps Adhyaksa juga menyita ponsel, laptop hingga sejumlah alat elektronik. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202602/image_870x580_698583374e582.webp" length="102564" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Fri, 06 Feb 2026 13:15:59 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ryan Ramadhan</dc:creator>
<media:keywords>KBS, Kebun Binatang Surabaya, PDTS KBS, Kejaksaan Tinggi Jawa Timur, Kejati Jatim, Korupsi, Tipikor, Surabaya, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SURABAYA, SJP - </strong>Kejaksaan Tinggi Jawa Timur (Kejati Jatim) melakukan penggeledahan di Kebun Binatang Surabaya (KBS) pada Kamis (5/2/2026), terkait dugaan tindak pidana korupsi pengelolaan keuangan dalam rentang waktu tahun 2013 hingga 2024. Perkara tersebut telah resmi masuk tahap penyidikan.</p>
<p>Penggeledahan dilakukan oleh tim penyidik Bidang Tindak Pidana Khusus (Pidsus) Kejati Jatim sebagai bagian dari upaya pengumpulan dan pengamanan alat bukti berdasarkan Surat Perintah Penggeledahan Nomor Print-339/M.5.5/Fd.2/02/2026.</p>
<p>KBS yang kini dikelola dengan nama Perusahaan Daerah Taman Satwa Kebun Binatang Surabaya (PDTS KBS) menjadi objek penggeledahan setelah penyidik menemukan indikasi adanya pengelolaan keuangan yang diduga tidak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.</p>
<p><b>Penggeledahan Sejak Sore hingga Malam</b></p>
<p>Berdasarkan informasi yang dihimpun, penggeledahan dimulai sekitar pukul 16.00 WIB dan berlangsung hingga malam hari, sekitar pukul 21.00 WIB. Tim penyidik menyisir sejumlah ruangan di lingkungan kantor PDTS KBS.</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202602/image_870x_6985834448a05.webp" alt=""></p>
<p>Beberapa lokasi yang digeledah antara lain kantor administrasi dan keuangan, ruang direksi, ruang bagian keuangan, ruang pengadaan, ruang arsip, serta sejumlah ruangan penting lainnya. Proses penggeledahan tersebut disaksikan oleh pengurus RT dan RW setempat sebagai bagian dari prosedur hukum.</p>
<p>Kepala Seksi Penyidikan Kejati Jatim, John Franky Yanafia Ariandi, menyatakan penggeledahan di lingkungan BUMD PDTS KBS dilakukan setelah perkara dinaikkan ke tahap penyidikan terkait tindak pidana korupsi (Tipikor) pengelolaan keuangan.</p>
<p>"Penggeledahan ini bagian dari rangkaian tindakan penyidikan dugaan tindak pidana korupsi pengelolaan keuangan PD Taman Satwa Kebun Binatang Surabaya," ucap Franky saat dikonfirmasi pada Jumat (6/2/2026).</p>
<p>Dalam penggeledahan tersebut, penyidik menyegel beberapa ruangan di bagian keuangan. Selain itu, tim Pidsus Kejati Jatim mengamankan empat boks kontainer berisi dokumen-dokumen yang diduga berkaitan dengan perkara dugaan korupsi tersebut.</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202602/image_870x_6985834093b63.webp" alt=""></p>
<p>Tak hanya dokumen fisik, penyidik juga menyita sejumlah barang bukti elektronik berupa telepon genggam milik direksi, laptop, serta perangkat elektronik lainnya. Seluruh barang bukti tersebut selanjutnya akan didalami untuk mengungkap konstruksi perkara dan pihak-pihak yang terlibat.</p>
<p>"Penggeledahan ini dilakukan untuk mencari dan mengamankan alat bukti guna mempercepat pengungkapan perkara," ucap Franky.</p>
<p><strong>Dugaan Penyimpangan Pengelolaan Keuangan</strong></p>
<p>Dari hasil awal penyidikan, Kejati Jatim menemukan indikasi adanya pengelolaan keuangan PDTS KBS yang tidak sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. Kondisi tersebut dinilai berpotensi menimbulkan kerugian keuangan negara dan diduga dimanfaatkan untuk kepentingan pribadi pihak tertentu.</p>
<p>"Terkait perkara dugaan tindak pidana korupsi pengelolaan keuangan PDTS KBS tahun anggaran 2013 sampai dengan 2024," kata Franky.</p>
<p>Ia menegaskan, Kejati Jatim tidak menutup kemungkinan adanya pihak-pihak yang akan dimintai pertanggungjawaban hukum berdasarkan hasil penyidikan dan alat bukti yang diperoleh.</p>
<p>"Kami tidak menutup kemungkinan adanya pihak-pihak yang akan dimintai pertanggungjawaban hukum," ucapnya.</p>
<p>Sementara itu, Kepala Kejaksaan Tinggi Jawa Timur, Agus Sahat, membenarkan adanya penggeledahan di lingkungan Kebun Binatang Surabaya. Meski belum merinci secara detail perkara yang ditangani, ia memastikan langkah tersebut berkaitan dengan dugaan tindak pidana korupsi.</p>
<p>"Iya, dan itu terkait tipikor," ujar Agus.</p>
<p>Kejati Jatim menegaskan proses penyidikan akan dilakukan secara profesional, objektif, transparan, dan akuntabel. Perkembangan lebih lanjut, termasuk pihak-pihak yang akan dimintai keterangan maupun penetapan tersangka, akan disampaikan setelah proses pengumpulan dan pendalaman alat bukti rampung. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Sibuk Hadiri Sarasehan MPR RI dan Paripurna DPRD, Khofifah Minta Sidang Hibah Pokmas Dijadwal Ulang</title>
<link>https://suarajatimpost.com/sibuk-hadiri-sarasehan-mpr-ri-dan-paripurna-dprd-khofifah-minta-sidang-hibah-pokmas-dijadwal-ulang</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/sibuk-hadiri-sarasehan-mpr-ri-dan-paripurna-dprd-khofifah-minta-sidang-hibah-pokmas-dijadwal-ulang</guid>
<description><![CDATA[ Khofifah Indar Parawansa meminta penjadwalan ulang sidang dugaan korupsi hibah pokmas di Pengadilan Tipikor Surabaya, dengan alasan agenda kenegaraan dan rapat paripurna DPRD Jatim. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202602/image_870x580_69849ab6dc46e.webp" length="65960" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 05 Feb 2026 22:14:25 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ryan Ramadhan</dc:creator>
<media:keywords>Khofifah Indar Parawansa, Khofifah, Jaka Jatim, MAKI, KPK, Dana Hibah Pokmas, Pengadilan Tipikor Surabaya, Tindak Pidana Korupsi, Tipikor, Surabaya, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SURABAYA, SJP – </strong>Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa dipastikan tidak hadir dalam persidangan kasus dugaan korupsi pengelolaan dana hibah kelompok masyarakat (pokmas) Pemprov Jawa Timur tahun anggaran 2019–2022 di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Surabaya, Kamis (5/2/2026). </p>
<p>Khofifah secara resmi meminta penjadwalan ulang pemeriksaan sebagai saksi kepada Jaksa Penuntut Umum (JPU) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Permohonan itu disampaikan melalui Kepala Biro Hukum Sekretariat Daerah Provinsi Jawa Timur, Adi Sarono, yang hadir di Pengadilan Tipikor Surabaya untuk mewakili pemerintah provinsi.</p>
<p>Adi Sarono menjelaskan bahwa dirinya mendapat mandat langsung dari Gubernur Jawa Timur untuk menyampaikan permohonan penundaan waktu sidang kepada tim jaksa KPK. Menurutnya, Khofifah tidak memungkinkan untuk menghadiri persidangan karena agenda yang telah terjadwal sebelumnya.</p>
<p>"Saya sebagai Kepala Biro Hukum mendapat tugas untuk menyampaikan kepada tim Jaksa KPK untuk menyampaikan permohonan penundaan waktu beliau," ucap Adi.</p>
<p>Terkait jadwal pemeriksaan berikutnya, Adi menyebut pihaknya masih melakukan koordinasi dengan JPU KPK dan belum dapat memastikan waktu kehadiran Khofifah sebagai saksi.</p>
<p>“Yang saya bisa sampaikan hari ini beliau tidak bisa. Tapi kalau untuk yang berikutnya seperti apa, ini sedang kami proses koordinasi dan diskusikan dengan tim Jaksa,” ucapnya.</p>
<p><b>Agenda Padat, Tak Ada Perwakilan </b></p>
<p>Adi membeberkan bahwa ketidakhadiran Khofifah disebabkan oleh padatnya agenda kenegaraan dan pemerintahan yang tidak dapat ditinggalkan. Setidaknya terdapat tiga agenda penting yang telah dijadwalkan pada hari yang sama dengan persidangan.</p>
<p>“Hari ini sudah ada tiga agenda jadwal. Yang pertama ada kegiatan Sarasehan Kebangsaan MPR RI sebagai <em>keynote</em> speaker. Terus ada rapat paripurna DPRD Jawa Timur. Kemudian hari-hari ini menjelang kunjungan Bapak Presiden," ungkap Adi.</p>
<p>Menurutnya, rangkaian persiapan menjelang kunjungan Presiden RI juga menuntut kehadiran langsung gubernur dalam berbagai rapat dan koordinasi internal. Sementara itu, pejabat lainnya seperti Sekdaprov Jatim dan Wagub Jatim juga ada agenda lain hingga tidak bisa mewakili Gubernur.</p>
<p>Adi menegaskan bahwa pemanggilan Khofifah sebagai saksi dalam perkara dana hibah pokmas ini merupakan panggilan pertama yang diterima oleh gubernur.</p>
<p>Ia juga menambahkan, komunikasi dengan jaksa KPK terus dilakukan agar pemeriksaan Khofifah dapat dijadwalkan ulang tanpa mengganggu jalannya persidangan.</p>
<p><strong>KPK: Kehadiran Dibutuhkan untuk Pembuktian</strong></p>
<p>Sebelumnya, KPK telah menyatakan akan menghadirkan Khofifah sebagai saksi dalam persidangan perkara dana hibah pokmas Pemprov Jatim. </p>
<p>Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, menyebut kehadiran Khofifah diperlukan untuk memberikan keterangan terkait pelaksanaan hibah di lingkungan Pemprov Jatim.</p>
<p>"Saksi dijadwalkan untuk hadir dalam persidangan di Pengadilan Negeri Surabaya, Jatim, pada Kamis (5/2/2026)," ucap Budi Prasetyo pada Rabu (4/2/2026).</p>
<p>Ia menjelaskan, pemanggilan Khofifah dilakukan setelah majelis hakim meminta JPU menghadirkan yang bersangkutan sebagai saksi, menyusul pembacaan Berita Acara Pemeriksaan (BAP) di persidangan.</p>
<p><strong>Sidang Diwarnai Aksi Demonstrasi</strong></p>
<p>Sementara itu, Tipikor Surabaya yang menjadi lokasi sidang juga dipenuhi massa oleh dua kelompok masyarakat, yakni Jaringan Kawal Jawa Timur (Jaka Jatim) yang lakukan aksi dan Koordinator Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI) Jawa Timur yang mengawal Gubernur Khofifah.</p>
<p>Koordinator aksi Jaka Jatim, Musfiq menjelaskan bahwa pihaknya melakukan aksi dengan membawa tuntutan dan desakan kepada KPK untuk lebih tegas dalam upaya membongkar dugaan keterlibatan unsur eksekutif dalam skandal korupsi dana hibah APBD Jatim.</p>
<p>"Kami menuntut langkah jemput paksa jika Gubernur tetap tidak kooperatif, demi tegaknya keadilan dalam kasus ini," ucap Musfiq.</p>
<p>Sementara itu, Heru Satriyo selaku ketua MAKI Jatim, mengungkapkan hal yang senada dengan apa yang dikatakan Kepala Biro Hukum Sekretariat Daerah Provinsi Jatim bahwa Khofifah hari ini memiliki agenda padat dan menegaskan bahwa absennya Khofifah bukan merupakan tindakan mangkir dari proses hukum.</p>
<p>“Dengan sangat berat hati karena memang sudah harus mendatangi jadwal paripurna dari DPRD Jawa Timur, Ibunda minta dijadwalkan ulang. Bukan mangkir,” ucap Heru.</p>
<p>Meski meminta penjadwalan ulang, Heru menegaskan Khofifah siap memberikan kesaksian pada persidangan berikutnya dan menunggu undangan resmi dari JPU KPK setelah permohonan penundaan diproses. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Jaka Jatim Desak KPK Jemput Paksa Khofifah Jika Kembali Mangkir Sidang Dana Hibah</title>
<link>https://suarajatimpost.com/jaka-jatim-desak-kpk-jemput-paksa-khofifah-jika-kembali-mangkir-sidang-dana-hibah</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/jaka-jatim-desak-kpk-jemput-paksa-khofifah-jika-kembali-mangkir-sidang-dana-hibah</guid>
<description><![CDATA[ Jaka Jatim mendesak KPK menjemput paksa Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa jika kembali absen di sidang korupsi dana hibah pokmas di Pengadilan Tipikor Surabaya. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202602/image_870x580_69847124b7c5c.webp" length="81806" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 05 Feb 2026 19:30:46 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ryan Ramadhan</dc:creator>
<media:keywords>Jaringan Kawal Jawa Timur, Jaka Jatim, MAKI, Khofifah Indar Parawansa, KPK, Dana Hibah Pokmas, Pengadilan Tipikor Surabaya, Tindak Pidana Korupsi, Tipikor, Surabaya, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SURABAYA, SJP – </strong>Jaringan Kawal Jawa Timur (Jaka Jatim) mendesak Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) bertindak tegas dengan melakukan jemput paksa terhadap Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa apabila kembali tidak menghadiri persidangan kasus dugaan korupsi dana hibah kelompok masyarakat (pokmas) Pemprov Jatim.</p>
<p>Tuntutan itu disampaikan Jaka Jatim saat menggelar aksi demonstrasi di depan Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Surabaya, Kamis (5/2/2026), bertepatan dengan sidang lanjutan perkara dana hibah Jatim yang sedianya menghadirkan Khofifah sebagai saksi.</p>
<p>Koordinator Jaka Jatim, Musfiq, menegaskan bahwa kesaksian Gubernur Jawa Timur sangat krusial untuk mengungkap dugaan keterlibatan unsur eksekutif dalam skandal dana hibah APBD Jatim. Menurutnya, KPK tidak boleh ragu mengambil langkah paksa jika Khofifah dinilai tidak kooperatif.</p>
<p>"Kami menuntut langkah jemput paksa jika Gubernur tetap tidak kooperatif, demi tegaknya keadilan dalam kasus ini," ucap Musfiq saat diwawancarai di sela-sela aksi, Kamis (5/2/2026).</p>
<p>Ia menyebut, pemanggilan Khofifah penting untuk menguji kebenaran Berita Acara Pemeriksaan (BAP) almarhum mantan Ketua DPRD Jatim Kusnadi, yang memuat dugaan skema <em>commitment fee</em> dana hibah.</p>
<p>"BAP almarhum Kusnadi menyebutkan dugaan pembagian fee dari dana hibah sebesar 30 persen untuk Gubernur dan Wakil Gubernur," ucap Musfiq.</p>
<p>Musfiq juga memaparkan bahwa dalam BAP tersebut, sejumlah pejabat lain turut disebut menerima aliran dana. Sekretaris Daerah Jatim diduga mendapat 5–10 persen, sementara Kepala Bappeda, Kepala BPKAD, serta sejumlah kepala OPD disebut menerima masing-masing 3–5 persen.</p>
<p>Selain menyoroti hibah pokmas, Jaka Jatim mendorong KPK memperluas penyidikan ke sektor hibah non-pokir. Mereka menyebut nilai hibah non-pokir jauh lebih besar dibandingkan hibah yang bersumber dari pokok pikiran DPRD.</p>
<p>"Kami juga menyoroti adanya 11 aspirator siluman pada periode 2020–2021 dengan nilai anggaran Rp2,4 triliun yang diduga dikelola eksekutif dengan mencatut nama aspirator," ucap Musfiq.</p>
<p>Ia menambahkan, pada tahun 2020 saja, anggaran hibah non-pokir di Jawa Timur mencapai Rp6,9 triliun, sehingga menurutnya perlu menjadi fokus serius aparat penegak hukum.</p>
<p><strong>MAKI Jatim sebut Khofifah Bukan Mangkir</strong></p>
<p>Sementara itu, di lokasi yang sama, MAKI Jawa Timur menyatakan kehadirannya untuk mendampingi Khofifah. Koordinator MAKI Jatim, Heru Satriyo, menegaskan bahwa ketidakhadiran Gubernur Jawa Timur dalam persidangan hari ini bukan bentuk mangkir.</p>
<p>"Dengan sangat berat hati karena memang sudah harus menghadiri rapat paripurna DPRD Jawa Timur, Ibunda minta dijadwalkan ulang. Bukan mangkir," ucap Heru.</p>
<p>Heru menjelaskan, Khofifah harus menghadiri rapat paripurna karena tidak ada pejabat yang dapat mewakili. Sekretaris Daerah Jatim sedang bertugas ke luar negeri, sementara Wakil Gubernur Emil Elestianto Dardak berada di Jakarta menghadiri rapat dengan Kementerian PUPR.</p>
<p>"Sekda sedang di luar negeri, Pak Emil sedang menghadiri rapat dengan Kementerian PUPR terkait jembatan bantuan APBN. Jadi tidak ada yang bisa mewakili beliau di paripurna," ucap Heru.</p>
<p>Kendati demikian, MAKI menegaskan Khofifah siap hadir dan memberikan kesaksian pada persidangan berikutnya setelah adanya penjadwalan ulang dari JPU KPK. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Khofifah Tak Hadiri Sidang Dana Hibah di Pengadilan Tipikor Surabaya, MAKI: &amp;quot;Bukan Mangkir&amp;quot;</title>
<link>https://suarajatimpost.com/khofifah-tak-hadiri-sidang-dana-hibah-di-pengadilan-tipikor-surabaya-maki-bukan-mangkir</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/khofifah-tak-hadiri-sidang-dana-hibah-di-pengadilan-tipikor-surabaya-maki-bukan-mangkir</guid>
<description><![CDATA[ Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa absen memenuhi panggilan KPK di Pengadilan Tipikor Surabaya sebagai saksi kasus dana hibah, Kamis siang, dengan alasan benturan agenda konstitusional. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202602/image_870x580_69845e19a1439.webp" length="43212" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 05 Feb 2026 17:45:18 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ryan Ramadhan</dc:creator>
<media:keywords>MAKI, Khofifah Indar Parawansa, KPK, Dana Hibah Pokmas, Pengadilan Tipikor, Tindak Pidana Korupsi, Tipikor, Surabaya, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SURABAYA, SJP – </strong>Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa tidak hadir dalam agenda pemanggilan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sebagai saksi di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Surabaya, Kamis (5/2/2026).</p>
<p>Pemeriksaan tersebut sedianya dijadwalkan berlangsung pukul 14.00 WIB, dalam perkara dugaan korupsi dana hibah kelompok masyarakat (pokmas) Pemprov Jatim.</p>
<p>Ketidakhadiran Khofifah menjadi sorotan karena sebelumnya KPK memastikan akan menghadirkan Gubernur Jawa Timur dalam persidangan hari ini, setelah namanya disebut dalam proses pembuktian perkara yang sedang berjalan.</p>
<p><strong>Benturan Agenda Rapat Paripurna</strong></p>
<p>Kendati absen dalam persidangan, Ketua Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI) Jawa Timur, Heru Satriyo yang hadir dalam persidangan hari ini menilai ketidakhadiran Khofifah tidak dapat dikategorikan sebagai mangkir dalam perspektif hukum acara pidana.</p>
<p>Heru menjelaskan, ketidakhadiran Khofifah disebabkan oleh adanya agenda kenegaraan yang telah terjadwal lebih dahulu dan bersifat konstitusional. Menurut dia, undangan pemanggilan dari Jaksa Penuntut Umum (JPU) KPK baru diterima sekitar tiga hari sebelum jadwal pemeriksaan.</p>
<p>Sementara itu, undangan rapat paripurna DPRD Provinsi Jawa Timur telah diterima sekitar satu bulan sebelumnya dan telah ditetapkan sebagai agenda resmi lembaga legislatif daerah.</p>
<p>"Kedua agenda tersebut jatuh pada hari yang sama. Pemeriksaan di KPK dijadwalkan pukul 14.00 WIB, sedangkan rapat paripurna DPRD Jatim berlangsung pukul 15.00 WIB," tutur Heru, Kamis (5/2/2026).</p>
<p>"Rapat paripurna DPRD merupakan kewajiban konstitusional kepala daerah yang tidak dapat diwakilkan dan tidak dapat ditinggalkan tanpa konsekuensi tata negara," imbuhnya.</p>
<p>Ia menegaskan, dalam hukum acara pidana, ketidakhadiran saksi baru dapat dinilai sebagai mangkir apabila dilakukan tanpa alasan sah dan tanpa pemberitahuan resmi, sedangkan ketidakhadiran Khofifah dinilai masih sah dan dapat dimaklumi.</p>
<p><strong>Permohonan Penjadwalan Ulang ke KPK</strong></p>
<p>Heru menyebut, Khofifah justru menunjukkan itikad baik dengan menyampaikan permohonan resmi kepada KPK. Gubernur Jatim menginstruksikan Kepala Biro Hukum Setdaprov Jatim, Adi Sarono, untuk mengajukan surat penjadwalan ulang pemeriksaan sebagai saksi.</p>
<p>"Permohonan penjadwalan ulang merupakan hak hukum setiap warga negara, termasuk pejabat publik. Ini bukan bentuk penghindaran, melainkan mekanisme sah yang diakui dalam praktik penegakan hukum," ucap Heru.</p>
<p>Ia juga menjelaskan, pada saat bersamaan struktur pemerintahan Provinsi Jawa Timur tidak memungkinkan adanya pejabat substitusi untuk menghadiri rapat paripurna DPRD.</p>
<p>"Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Timur sedang menjalankan tugas ke luar negeri," ungkap Heru.</p>
<p>"Sedangkan Wagub di Jakarta mengikuti rapat strategis bersama Kementerian PU dan Perumahan Rakyat terkait pembahasan alokasi anggaran Rp400 miliar untuk pembangunan infrastruktur strategis berupa jembatan layang dari kawasan Taman Pelangi menuju wilayah timur Surabaya," sambungnya.</p>
<p><b>BAP Bocor ke Publik</b></p>
<p>Selain soal ketidakhadiran gubernur, Heru juga menyoroti beredarnya Berita Acara Pemeriksaan (BAP) milik tersangka Kusnadi (almarhum) di ruang publik. Menurutnya, BAP merupakan dokumen internal penyidikan yang bersifat rahasia dan belum memiliki kekuatan pembuktian sempurna.</p>
<p>"Penyebaran BAP ke ruang publik berpotensi melanggar prinsip kehati-hatian dan mencederai asas praduga tak bersalah. Pembuktian pidana hanya sah dan mengikat setelah diuji secara terbuka di persidangan, bukan melalui opini yang dibangun dari dokumen penyidikan," ucap Heru.</p>
<p>Heru juga mengkritisi substansi BAP yang mencantumkan persentase aliran dana kepada sejumlah pihak, termasuk kepala daerah dan pejabat Pemprov Jatim. Dalam BAP tersebut disebutkan adanya pembagian persentase yang jika diakumulasikan mencapai sekitar 85 persen, dengan rincian:</p>
<ul>
<li>30 persen untuk Gubernur</li>
<li>30 persen untuk Wakil Gubernur</li>
<li>10 persen untuk Sekda</li>
<li>Persentase lain untuk sejumlah kepala OPD</li>
</ul>
<p>"Dari sudut pandang rasionalitas hukum dan logika pembuktian, angka tersebut menimbulkan pertanyaan serius. BAP bukanlah kebenaran final, melainkan keterangan awal yang wajib diuji secara ketat melalui alat bukti sah di persidangan," ucap Heru.</p>
<p>Ia menegaskan, BAP pada tahap penyidikan tidak dibuat di bawah sumpah sehingga tidak memiliki kekuatan mengikat secara absolut. Dalam persidangan, hukum acara pidana membuka ruang pencabutan atau koreksi BAP apabila terdapat alasan yang sah.</p>
<p>Menurut Heru, pemanggilan Gubernur Jawa Timur saat ini masih berada dalam koridor pembuktian formil. Karena itu, ia mendorong agar seluruh proses hukum dijalankan secara profesional, proporsional, dan bebas dari tekanan opini publik.</p>
<p>"Kami mendorong agar penegakan hukum dijalankan sesuai due process of law, menjunjung tinggi asas praduga tak bersalah, dan tidak terdistorsi oleh kebocoran dokumen penyidikan. Negara hukum harus berdiri di atas prosedur, bukan sensasi," ucap Heru. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Ekonomi Dunia Tak Normal, Pakar UK Petra Sebut Emas Jadi Cermin Kecemasan Global</title>
<link>https://suarajatimpost.com/ekonomi-dunia-tak-normal-pakar-uk-petra-sebut-emas-jadi-cermin-kecemasan-global</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/ekonomi-dunia-tak-normal-pakar-uk-petra-sebut-emas-jadi-cermin-kecemasan-global</guid>
<description><![CDATA[ Dunia memasuki fase ekonomi “tidak normal”, harga emas melonjak bukan karena pasar sehat, melainkan karena investor kehilangan kepercayaan dan mencari perlindungan di tengah ketidakpastian global. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202602/image_870x580_6983416b96a59.webp" length="24394" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 04 Feb 2026 20:39:26 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ryan Ramadhan</dc:creator>
<media:keywords>Emas, Petra Christian University, Universitas Kristen Petra, PCU, Surabaya, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SURABAYA, SJP – </strong>Harga emas yang terus merangkak naik hingga menembus Rp 3,1 juta per gram bukan sekadar kabar soal logam mulia. Di balik kilau emas, tersimpan potret dunia yang sedang bergerak dalam fase ekonomi “tidak normal”, sebuah kondisi ketika hukum pasar tak lagi berjalan sebagaimana mestinya.</p>
<p></p>
<p>Fenomena itu disoroti Pakar Ekonomi Universitas Kristen (UK) Petra Surabaya, Nanik Linawati, Menurutnya, lonjakan harga emas sepanjang 2025 hingga awal 2026 tidak bisa dibaca sebagai fluktuasi biasa, melainkan sinyal kuat kegelisahan global. </p>
<p></p>
<p>Investor, kata Nanik, tengah kehilangan pegangan di tengah ekonomi yang makin abstrak dan penuh ketidakpastian. Dalam kondisi normal, harga emas bergerak mengikuti keseimbangan permintaan dan penawaran. Namun saat ini, pola tersebut mulai bergeser.</p>
<p></p>
<p>Dilatarbelakangi oleh kondisi itulah mengapa Nanik menyebut dunia sedang berada dalam fase ekonomi yang “tidak normal” atau "tidak lazim", dipicu oleh eskalasi konflik geopolitik, kebijakan tarif tinggi antarnegara, serta tensi politik global yang kian memanas.</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202602/image_870x_69834167e5080.webp" alt=""></p>
<p>"Dunia sedang berada dalam kondisi ekonomi yang tidak normal. Ketika ketidakpastian mendominasi, harga emas tidak lagi bergerak dengan pola yang biasa kita kenal," ucap Nanik, Rabu (4/2/2026).</p>
<p></p>
<p>Ia menjelaskan, dalam jangka pendek harga emas memang berpotensi mengalami koreksi. Penurunan ini dipicu aksi ambil untung sebagian investor seiring inflasi yang mulai terkendali dan sentimen pasar yang tampak membaik. Namun koreksi tersebut tidak mengubah arah besar pergerakan emas.</p>
<p></p>
<p>"Dalam jangka pendek, penurunan itu wajar karena ada profit taking. Tapi untuk jangka panjang, kecenderungannya tetap naik," katanya.</p>
<p></p>
<p>Menurut dosen Program Finance and Investment SBM UK Petra itu, ketegangan politik global, perlambatan ekonomi dunia, hingga persoalan demografi internasional menjadi fondasi kuat yang menjaga emas tetap diminati. Di tengah ketidakpastian tersebut, emas tampil sebagai aset yang tak bisa diciptakan atau dimanipulasi oleh kebijakan apa pun.</p>
<p></p>
<p>"Emas itu langka. Ia tidak bisa muncul secara tiba-tiba. Berbeda dengan saham atau kripto yang suplainya bisa diatur atau diciptakan," ujar Nanik.</p>
<p></p>
<p>Kelangkaan alami emas, yang terikat pada hukum alam dan proses eksplorasi panjang, menjadikannya tempat berlindung saat instrumen investasi lain kehilangan arah. Namun, Nanik mengingatkan, meroketnya harga emas justru harus dibaca sebagai tanda bahaya.</p>
<p></p>
<p>"Kenaikan harga emas yang tidak wajar ini adalah sinyal merah. Ini bukan lagi soal permintaan perhiasan, tapi krisis kepercayaan investor yang mulai meninggalkan aset produktif demi menyelamatkan kekayaan," tegasnya.</p>
<p></p>
<p>Ia menilai, selama ego kekuasaan, konflik geopolitik, dan pergeseran aliansi global terus berlangsung, emas akan terus menjadi sandaran utama modal dunia, sekaligus cermin rapuhnya fondasi ekonomi global.</p>
<p></p>
<p>Nanik menyebut kondisi ekonomi saat ini sebagai “benang kusut” yang sulit diurai. Meski emas menjadi pelindung nilai di tengah badai, ia menekankan bahwa ketenangan dan kebijaksanaan investor tetap menjadi kunci menjaga kewajaran harga dan stabilitas nilai kekayaan.</p>
<p></p>
<p>"Di dunia yang semakin tidak menentu, emas memang jadi sandaran nyata. Tapi stabilitas sejati ada pada manusia yang mampu bertindak tenang dan bijak," pungkasnya.<strong> (*)</strong></p>
<p><strong>Editor: Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Dharmayukti Karini Jatim Gandeng Komnas PA Surabaya, Soroti Tantangan Mengasuh Anak Era Digital</title>
<link>https://suarajatimpost.com/dharmayukti-karini-jatim-gandeng-komnas-pa-surabaya-soroti-tantangan-mengasuh-anak-era-digital</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/dharmayukti-karini-jatim-gandeng-komnas-pa-surabaya-soroti-tantangan-mengasuh-anak-era-digital</guid>
<description><![CDATA[ Tantangan mengasuh anak di era digital kini menghantui semua kalangan, termasuk keluarga aparatur peradilan, bahkan para nenek yang merawat cucu, saat risiko sosial dan hukum kian mengintai. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202602/image_870x580_6983416f8e90c.webp" length="28608" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 04 Feb 2026 20:20:11 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ryan Ramadhan</dc:creator>
<media:keywords>Dharmayukti Karini, Dharmayukti Karini Jawa Timur, Pengadilan Tinggi Tata Usaha Negara Surabaya, Komnas PA, PTTUN, Surabaya, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SURABAYA, SJP - </strong>Tantangan mengasuh anak di era modern kian kompleks. Perkembangan teknologi, perubahan sosial, hingga paparan lingkungan digital membuat anak-anak dan remaja rentan terjerat persoalan hukum dan tekanan psikologis. </p>
<p></p>
<p>Kondisi tersebut turut dirasakan oleh keluarga aparatur peradilan. Meski berada di lingkungan hukum, tantangan pengasuhan tetap menjadi persoalan nyata yang tidak memandang latar belakang profesi.</p>
<p></p>
<p>Berangkat dari persoalan itu, Dharmayukti Karini Cabang Jawa Timur menggelar sesi parenting dalam pertemuan rutin pada Rabu (4/2/2026) di Pengadilan Tinggi Tata Usaha Negara (PTTUN) Surabaya yang diikuti sekitar empat puluh anggota.</p>
<p></p>
<p>Mengangkat tajuk “Waspada Bahaya Tersembunyi Untuk Anak”, materi parenting yang disampaikan oleh Ketua Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas PA) Surabaya, Syaiful Bachri itu tidak hanya menyasar orang tua muda, namun juga dirasakan para nenek yang kini ikut berperan merawat cucu-cucunya.</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202602/image_870x_6983417ce0404.webp" alt=""></p>
<p>Ketua Dharmayukti Karini Cabang Jawa Timur, Lilis Damayanti Nurman Sutrisno, menjelaskan bahwa pertemuan cabang selalu diupayakan tidak sekadar seremonial, melainkan diisi dengan materi yang relevan.</p>
<p></p>
<p>"Pertemuan cabang memang rutin digelar sekali dalam dua bulan. Nah karena saat ini kita sering ya lihat dan baca di media soal anak yang berhadapan dengan hukum, maka materi parenting ini dirasa penting," ujar Nurman, Rabu (4/2/2026).</p>
<p></p>
<p>Nurman menjelaskan, setiap pertemuan cabang memang diwajibkan memiliki materi pengayaan. Tema yang diangkat bervariasi, mulai dari keagamaan, kesehatan, gizi, hingga parenting. </p>
<p></p>
<p>"Kemungkinan pertemuan-pertemuan berikutnya kami akan mengadakan hal seperti ini lagi untuk menambah ilmu," imbuhnya.</p>
<p></p>
<p>Dalam pertemuan tersebut, juga disinggung berbagai isu sosial yang dinilai dapat berdampak serius pada anak. Mulai dari tekanan lingkungan, pengaruh media digital, hingga persoalan psikologis, yang mana beberapa dampaknya sudah terlihat, seperti penyebaran paham radikal, LGBT, dan kenakalan lainnya.</p>
<p></p>
<p>Nurman menilai kurangnya pemahaman orang tua terhadap perubahan zaman dapat berujung pada masalah serius bagi anak.</p>
<p></p>
<p>"Anak-anak kecil pun bisa sampai bunuh diri karena itu tadi. Dengan adanya acara seperti ini, narasumber seperti ini, itu sangat menginspirasi para ibu-ibu bukan hanya untuk dipraktekkan namun juga disebarkan ilmunya," tandas Nurman.</p>
<p></p>
<p><strong>Tantangan Tak Hanya Dihadapi Orang Tua Muda</strong></p>
<p>Sementara itu, Ketua Bidang Organisasi Dharmayukti Karini Provinsi Jawa Timur, Iriani Didiek, mengungkapkan bahwa sebagian besar anggota di tingkat banding kini berusia di atas 50 tahun. Banyak di antaranya telah memiliki cucu, bahkan ada yang tinggal bersama dan ikut diasuh.</p>
<p></p>
<p>"Kita ini mayoritas usianya sudah di atas 50 semua, jadi sudah pada punya cucu, malau di pengadilan tingkat pertama memang masih muda-muda, tapi kita lebih ke cucu," sambungnya.</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202602/image_870x_69834175eaffe.webp" alt=""></p>
<p>Menurut Didiek, tantangan mengasuh cucu di tengah derasnya arus digital menjadi persoalan tersendiri bagi generasi lama yang harus menyesuaikan diri dengan perkembangan zaman.</p>
<p></p>
<p>Baik Nurman maupun Didiek berharap, materi parenting yang diperoleh tidak berhenti di forum pertemuan, tetapi menyebar ke lingkungan lain secara luas, karena Karini sendiri memiliki arti perempuan yang berperan aktif.</p>
<p></p>
<p>"Ke depannya untuk Dharmayukti Karini Cabang Jawa Timur, seluruh anggota tidak ada putera-puterinya yang bermasalah dan ilmunya bisa disebarkan," pungkas Didiek.</p>
<p></p>
<p>Melalui kegiatan tersebut, Dharmayukti Karini Cabang Jawa Timur menegaskan komitmennya menjadikan forum organisasi sebagai ruang pembelajaran, tidak hanya bagi ibu-ibu, tetapi juga bagi keluarga aparatur peradilan dalam menghadapi tantangan pengasuhan di era modern. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor: Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Minim Representasi Tuan Rumah, Perupa Surabaya Menjawab ARTSUBS lewat Art’s Sob</title>
<link>https://suarajatimpost.com/minim-representasi-tuan-rumah-perupa-surabaya-menjawab-artsubs-lewat-arts-sob</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/minim-representasi-tuan-rumah-perupa-surabaya-menjawab-artsubs-lewat-arts-sob</guid>
<description><![CDATA[ Merasa minim representasi sebagai tuan rumah di ARTSUBS, perupa Surabaya melalui komunitas Ilustrasi Idiom menjawab dengan gelar pameran bertajuk Art’s Sob, pameran kolektif yang lahir dari kegelisahan, kemandirian, dan keberanian bersuara. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202602/image_870x580_69832138b9bf0.webp" length="31842" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 04 Feb 2026 19:00:40 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ryan Ramadhan</dc:creator>
<media:keywords>Art&#039;s Suroboyo, Art&#039;s Sob, ARTSUBS, Ilustrasi Idiom, Balai Pemuda, Alun-alun Kota Surabaya, Surabaya, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SURABAYA, SJP – </strong>Deretan lukisan kembali memenuhi Basement Alun-alun Kota Surabaya di awal Februari 2026 dalam sebuah pameran yang digelar oleh Komunitas Seni Ilustrasi Idiom dengan tajuk Art's Sob, sebuah tajuk yang terdengar akrab di telinga publik Kota Pahlawan.</p>
<p>Nama Art's Sob yang merupakan akronim dari Art’s Suroboyo Exhibition dipilih bukan sekadar permainan kata. Di baliknya, tersimpan kegelisahan sekaligus sikap kolektif para perupa Surabaya terhadap gelaran seni rupa berskala besar yang dua tahun belakangan kerap mencuri perhatian, yaitu ARTSUBS.</p>
<p><strong>ARTSUBS dan Bayang di Balik Gemerlap</strong></p>
<p>ARTSUBS sendiri dikenal sebagai pameran seni rupa kontemporer berskala nasional hingga internasional yang digelar di Surabaya sejak 2024. Edisi perdana pameran itu mengusung tema <em>Ways of Dreaming</em>, berlangsung di Pos Bloc Surabaya dan sukses secara penjualan dan jumlah kunjungan.</p>
<p>Setahun berselang, edisi kedua bertema Material Ways digelar di Balai Pemuda Surabaya pada 2025. Ratusan karya dari ratusan seniman ditampilkan, dengan eksplorasi medium yang luas, mulai dari lukisan, instalasi, limbah, hingga kecerdasan buatan.</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202602/image_870x_69832133323bf.webp" alt=""></p>
<p>Namun di balik kemegahan tersebut, muncul kegelisahan di kalangan perupa Surabaya. Mereka menilai keterlibatan seniman lokal tidak sebanding dengan nama besar Surabaya yang disematkan pada gelaran ARTSUBS. Dari kegelisahan itulah pameran Art’s Sob lahir.</p>
<p><strong>“Kami Bisa Berdiri di Kaki Sendiri”</strong></p>
<p>Ketua Pelaksana Art’s Sob sekaligus Wakil Ketua Komunitas Ilustrasi Idiom, Ridwan SS, menegaskan pameran yang digelar singkat sejak 1 hingga 4 Februari 2026 itu memang diniatkan sebagai respon terbuka terhadap gelaran ARTSUBS.</p>
<p>"Art's Sob ini untuk merespon ARTSUBS ya, karena ARTSUBS kemarin yang tingkatnya internasional, itu sangat kurang melibatkan seniman Surabaya sendiri. Padahal dia memakai nama Surabaya," ucap Ridwan, Rabu (4/2/2026).</p>
<p>Ia membandingkan ARTSUBS dengan gelaran seni rupa dengan skala yang sama seperti ARTJOG di Yogyakarta. Menurutnya, ARTJOG tetap memberi ruang besar bagi perupa lokal, sementara ARTSUBS dirasa kurang mampu untuk membawa semangat yang sama.</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202602/image_870x_6983212d9b82b.webp" alt=""></p>
<p>"ARTSUBS ini ingin seperti ARTJOG, tapi ARTJOG itu banyak seniman Jogja yang ikut. Nah, ARTSUBS ini kenapa perupa-perupa lokalnya kok (hampir) tidak ada," kata dia.</p>
<p>Ridwan menyebut Art’s Sob sebagai pernyataan bahwa perupa Surabaya mampu berdiri sendiri tanpa harus menunggu undangan dari pameran besar. Bukan sekadar pameran alternatif, melainkan pernyataan bahwa perupa Surabaya tidak kekurangan daya untuk berpameran.</p>
<p>"Di sini maksudnya gelaran ini, kita bisa kok buat pameran sendiri. Kita bisa walau tidak dilibatkan pada acara-acara besar," ujarnya.</p>
<p><strong>Kritik Kurasi dan Orientasi Pada Pasar</strong></p>
<p>Lebih jauh, Ridwan juga menyoroti pola kurasi ARTSUBS yang dinilai terlalu berorientasi pada pasar. Meski ia tetap mengakui pada edisi pertama ARTSUBS masih melibatkan perupa Surabaya, meski jumlahnya terbatas.</p>
<p>"ARTSUBS yang pertama itu perupa Surabaya masih lumayan, mungkin sekitar 20 persen. Tapi setelah itu, yang diambil rata-rata pelukis yang sudah punya pasar," ucapnya.</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202602/image_870x_698321295b3d7.webp" alt=""></p>
<p>Menurut Ridwan, kondisi tersebut membuat banyak perupa bertalenta tersisih karena belum memiliki pembeli tetap. Padahal, seni rupa semestinya tidak hanya dilihat dari sisi materialistis, tetapi juga dari esensi dan gagasan artistik.</p>
<p>"Yang diundang itu kebanyakan pelukis yang karyanya sering laku. Saya harap kurator tidak hanya menilai dari segi materialistis, tapi juga dari esensi seni rupanya," kata Ridwan.</p>
<p>Ia berharap kurator dan penyelenggara pameran besar bisa lebih fleksibel dan membuka ruang dialog dengan perupa yang belum memiliki pasar, tetapi memiliki kualitas karya.</p>
<p>Kendati demikian, Ridwan menegaskan Art’s Sob tidak diniatkan untuk menyaingi ARTSUBS dalam skala besar. Ia menyadari keterbatasan pendanaan dan jaringan sponsor.</p>
<p>"Kalau untuk menyaingi ARTSUBS ya belum ke sana. Belum bisa se-mega itu. Tapi bukan berarti tidak mungkin, hanya perlu waktu," katanya.</p>
<p>Ke depan, Art’s Sob direncanakan menjadi agenda tahunan Ilustrasi Idiom, berdampingan dengan pameran rutin lain mereka, yakni pameran Hitam-Putih.</p>
<p><strong>Ruang Pertemuan Menjelang Sunyi Ramadan</strong></p>
<p>Di luar kritik dan respons yang dibawa dalam pameran, Art’s Sob sebenarnya juga menjadi ruang temu bagi para seniman di Surabaya dan sekitarnya. Menjelang Ramadan 2026, pameran itu menjadi tempat perupa saling menyapa, berdiskusi, dan mengendapkan kembali makna berkesenian.</p>
<p>"Pameran ini fungsinya juga silaturahmi. Sebelum kita fokus ibadah, kita bertemu dulu lewat pameran ini,”l" kata Ridwan.</p>
<p>Sebanyak sekitar 37 perupa terlibat. Mayoritas berasal dari Surabaya, dengan beberapa tamu dari daerah lain seperti Gresik dan Mojokerto. Tidak ada tema besar yang mengikat. Hanya batasan ukuran kanvas, maksimal dua meter, agar ruang tetap bernapas.</p>
<p><strong>Kesenian Surabaya Selalu Bergerak</strong></p>
<p>Ketua Komunitas Ilustrasi Idiom, Roman Chuza, menegaskan Art’s Sob bukan sekadar reaksi atau kritik semata, melainkan bentuk gerak nyata yang lahir dari kegigihan perupa Surabaya sendiri.</p>
<p>"Kita ini tidak cari perhatian. Kita gerak, action. Kalau ada gelaran pakai nama Surabaya, paling tidak 50 sampai 60 persen perupanya harus dari Surabaya, bukan cuma 5 persen," kata Roman.</p>
<p>Ia menekankan Art’s Sob adalah pameran seni yang berangkat dari gagasan dan gerak perupa Surabaya. Meski melibatkan seniman luar kota, Roman memastikan komposisinya tetap berpihak pada perupa lokal.</p>
<p>"Kalau ada teman dari luar Surabaya ingin bergabung, ya kita hormati sebagai tamu. Tapi tetap mayoritas perupanya dari Surabaya," ujarnya.</p>
<p>Senada dengan apa yang dikatakan Ridwan, Roman juga menegaskan bahwa tujuan utama pameran kali ini adalah silaturahmi dan penguatan jaringan seni, sekaligus pembuka tahun 2026 bagi komunitas perupa di Surabaya dan sekitarnya.</p>
<p>Sebagai informasi tambahan, Pameran Art’s Sob sejatinya direncanakan berlangsung hingga 6 Februari 2026. Namun, durasinya terpangkas karena penggunaan tempat oleh agenda Pemerintah Kota Surabaya. Hal itu membuat pameran hanya efektif selama tiga hari.</p>
<p>Kendati menjadi kritik tersendiri terhadap kebijakan dari pengelola Balai Pemuda, Komunitas Ilustrasi Idiom memilih tetap fokus pada substansi pameran dan pesan yang ingin disampaikan, tanpa menjadikan polemik ruang sebagai isu utama.</p>
<p>Kini Art's Sob juga berada di penghujung gelarannya, lampu akan segera dipadamkan, dan kanvas kembali dibungkus. Namun kegelisahan yang melahirkannya belum benar-benar pulang. Art’s Sob telah menjadi penanda bahwa seni Surabaya tidak menunggu untuk dipilih, ia bergerak, berkumpul, dan berbicara dengan caranya sendiri. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>6.080 Perceraian Terjadi di Surabaya Sepanjang 2025, Didominasi Pasangan Muda</title>
<link>https://suarajatimpost.com/6080-perceraian-terjadi-di-surabaya-sepanjang-2025-didominasi-pasangan-muda</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/6080-perceraian-terjadi-di-surabaya-sepanjang-2025-didominasi-pasangan-muda</guid>
<description><![CDATA[ Dari sisi penyebab, faktor ekonomi masih menjadi alasan paling dominan dalam perkara perceraian yang ditangani PA Surabaya. Ketidakstabilan penghasilan kerap memicu konflik berkepanjangan yang sulit diselesaikan oleh pasangan muda. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202602/image_870x580_697f503701810.webp" length="25858" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sun, 01 Feb 2026 22:48:48 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ryan Ramadhan</dc:creator>
<media:keywords>Pengadilan Agama Surabaya, Perceraian, Nikah Muda, Surabaya, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SURABAYA, SJP - </strong>Pengadilan Agama (PA) Surabaya mencatat sebanyak 6.080 perkara perceraian sepanjang tahun 2025. Ribuan perkara itu didominasi pasangan usia muda, khususnya dalam rentang 17 hingga 21 tahun, dengan usia 18 dan 19 tahun menjadi yang paling banyak tercatat mengajukan perceraian.</p>
<p>Dari total perkara tersebut, cerai gugat masih mendominasi dengan jumlah 4.469 kasus, sementara cerai talak tercatat sebanyak 1.611 perkara. Data menunjukkan bahwa inisiatif perceraian lebih banyak datang dari pihak istri, terutama pada rumah tangga yang baru memasuki usia awal pernikahan.</p>
<p>Fenomena perceraian pada pasangan usia muda menjadi perhatian serius PA Surabaya. Meski tidak mendominasi secara kuantitas dibanding kelompok usia lain, tingginya angka perceraian di usia sangat muda dinilai mencerminkan rapuhnya ketahanan rumah tangga di fase awal pernikahan.</p>
<p>Humas PA Surabaya, Akramuddin, menyebut sepanjang 2025 terdapat 16 perkara perceraian yang melibatkan penggugat berusia 19 tahun. Angka tersebut menjadi gambaran nyata bahwa usia muda masih menjadi kelompok rentan terhadap konflik rumah tangga.</p>
<p>"Perceraian usia dini umumnya dipicu ketidaksiapan pasangan dalam menjalani rumah tangga. Ada yang baru menikah beberapa bulan sudah mengajukan cerai, termasuk pasangan yang sebelumnya menikah melalui dispensasi karena hamil di luar nikah," ujar Akramuddin saat dikonfirmasi pada Minggu (1/2/2026)</p>
<p>PA Surabaya juga mencatat mayoritas perkara perceraian terjadi pada usia pernikahan di bawah empat tahun. Bahkan, dalam sejumlah kasus, rumah tangga sudah berakhir sebelum genap satu tahun pernikahan. </p>
<p>Kondisi tersebut mempertegas bahwa masa awal pernikahan menjadi fase paling krusial dalam menentukan keberlangsungan rumah tangga.</p>
<p>“Kondisi ini menandakan masa awal pernikahan menjadi fase paling rentan terhadap konflik, khususnya pada pasangan usia muda,” tambah Akramuddin.</p>
<p>Dari sisi penyebab, faktor ekonomi masih menjadi alasan paling dominan dalam perkara perceraian yang ditangani PA Surabaya. Ketidakstabilan penghasilan kerap memicu konflik berkepanjangan yang sulit diselesaikan oleh pasangan muda.</p>
<p><strong>Ekonomi Masih Jadi Faktor Utama</strong></p>
<p>Hakim PA Surabaya, Aisyah, menjelaskan bahwa tekanan ekonomi sering kali menjadi pintu masuk berbagai persoalan lain dalam rumah tangga, terutama ketika pasangan belum memiliki kesiapan finansial yang memadai.</p>
<p>"Dari pengalaman persidangan, penyebab paling banyak itu ekonomi. Ada yang tidak bekerja, ada juga yang bekerja tapi penghasilannya minim, sekitar Rp1,5 juta sampai Rp2 juta per bulan," jelasnya.</p>
<p>Menurut Aisyah, tekanan ekonomi tersebut kerap diperparah oleh ketidakmatangan emosional pasangan usia muda. Akibatnya, konflik kecil mudah berkembang menjadi pertengkaran besar dan berujung pada gugatan perceraian.</p>
<p>Selain faktor usia dan ekonomi, PA Surabaya juga mencatat sejumlah wilayah yang kerap muncul dalam perkara dispensasi nikah maupun perceraian usia dini, di antaranya Bulak Banteng, Sidotopo, dan Ampel. Wilayah-wilayah tersebut dinilai memiliki tantangan sosial dan ekonomi yang cukup kompleks. (**)</p>
<p><strong>Editor: Danu </strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Perundungan Siswi SMP di Surabaya Dipicu Persoalan Asmara</title>
<link>https://suarajatimpost.com/perundungan-siswi-smp-di-surabaya-dipicu-persoalan-asmara</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/perundungan-siswi-smp-di-surabaya-dipicu-persoalan-asmara</guid>
<description><![CDATA[ Video perundungan siswi SMP di Surabaya yang viral ternyata dipicu persoalan rebutan cowok, motif sepele yang berujung kekerasan fisik dan trauma psikologis serius pada korban. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202602/image_870x580_697f4324667ff.webp" length="21100" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sun, 01 Feb 2026 21:46:49 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ryan Ramadhan</dc:creator>
<media:keywords>Perundungan, Bullying, DP3APPKB, Surabaya, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SURABAYA, SJP -</strong> Di balik video perundungan secara berkelompok terhadap seorang siswi SMP di Surabaya yang viral di media sosial belakangan, terungkap motif yang melatarbelakangi peristiwa itu disebut hanya persoalan rebutan laki-laki di kalangan remaja.</p>
<p>Diketahui sebelumnya, kasus perundungan tersebut terjadi pada 30 Desember 2025 di wilayah Surabaya dan melibatkan sejumlah siswi SMP yang masih berusia 12 hingga 14 tahun. Video yang beredar memperlihatkan korban dikeroyok, ditoyor, ditampar, hingga dipukul oleh beberapa remaja perempuan secara bergantian.</p>
<p>Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak serta Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3APPKB) Surabaya, Ida Widayati, menyebut motif tersebut terungkap setelah pendalaman keterangan terhadap korban maupun para terduga pelaku. "Waktu digali-gali, ternyata masalahnya rebutan cowok," kata Ida, Minggu (1/2/2026).</p>
<p>Korban diketahui berumur 13 tahun, sementara terduga pelaku berjumlah tujuh orang dengan rentang usia 12 hingga 14 tahun. Meski motifnya dinilai sepele, peristiwa tersebut berujung pada kekerasan fisik dan tekanan psikologis berat terhadap korban.</p>
<p>Akibat perundungan tersebut, korban mengalami luka fisik berupa benjolan di pelipis dan bagian belakang kepala. Selain itu, korban juga mengalami gangguan psikologis yang cukup serius hingga harus mendapatkan penanganan medis lanjutan.</p>
<p>"Korban mengalami luka benjol di pelipis dan belakang kepala," jelas Ida.</p>
<p>Berdasarkan hasil pemeriksaan psikiater, korban mengalami gangguan tidur dan depresi akibat kejadian tersebut. Kondisi itu membuat korban harus menjalani pendampingan intensif agar dapat pulih secara mental.</p>
<p>"Iya, dari hasil pemeriksaan psikiatris menunjukkan korban mengalami depresi," ujar Ida.</p>
<p>Sebelum kasus itu masuk ke jalur hukum, upaya mediasi secara kekeluargaan telah dilakukan oleh pihak kelurahan bersama perangkat RW dan Bimaspol. Namun, mediasi tidak mencapai kesepakatan sehingga orang tua korban memilih melaporkan kejadian tersebut ke kepolisian.</p>
<p>Laporan polisi dibuat pada 1 Januari 2026 dan tercatat di Polsek Simokerto. Hingga kini, proses hukum masih berjalan dengan pendampingan dari DP3APPKB serta koordinasi dengan aparat kepolisian.</p>
<p>"Itu kejadiannya 30 Desember dan sejak 5 Januari sudah kami dampingi. Proses hukumnya juga masih berjalan," kata Ida.</p>
<p>DP3APPKB Surabaya menegaskan pendampingan tidak hanya diberikan kepada korban, tetapi juga kepada para terduga pelaku, mengingat seluruh pihak masih berstatus anak di bawah umur dan penanganannya mengikuti ketentuan peradilan anak.</p>
<p>Selain itu, Ida juga mengimbau masyarakat untuk tidak menyebarkan ulang video perundungan yang menampilkan wajah anak-anak, karena dapat memperparah dampak psikologis dan meninggalkan jejak digital jangka panjang.</p>
<p>"Masyarakat diimbau berhenti menyebarkan video yang memperlihatkan wajah anak-anak," tegasnya.</p>
<p>Pemerintah Kota Surabaya juga meminta masyarakat segera melapor ke Command Center 112 apabila mengetahui atau menemukan kasus kekerasan terhadap anak, agar penanganan dapat dilakukan lebih cepat dan tepat. (**)</p>
<p>Editor: Danu</p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>TARAKA 2K26 Tegaskan Peran Pramuka sebagai Benteng Karakter Generasi Muda</title>
<link>https://suarajatimpost.com/taraka-2k26-tegaskan-peran-pramuka-sebagai-benteng-karakter-generasi-muda</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/taraka-2k26-tegaskan-peran-pramuka-sebagai-benteng-karakter-generasi-muda</guid>
<description><![CDATA[ Di tengah gempuran modernitas dan ancaman radikalisme remaja, TARAKA 2K26 menegaskan Pramuka sebagai benteng pembentukan karakter, disiplin, dan nasionalisme generasi muda Jawa Timur. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202602/image_870x580_697f3687a763d.webp" length="38020" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sun, 01 Feb 2026 21:20:37 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ryan Ramadhan</dc:creator>
<media:keywords>Pramuka, Taraka, SMAN 9 Surabaya, Songo, Surabaya, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SURABAYA, SJP - </strong>Di tengah arus zaman yang semakin modern, cepat, dan serba digital, kegiatan Pramuka perlahan semakin ditinggalkan dan dipandang sebelah mata. Bahkan, tak sedikit yang menganggapnya sekadar rutinitas seremonial sekolah tanpa memperhatikan nilai yang terkandung didalamnya.</p>
<p>Padahal, di saat yang sama, berbagai persoalan serius justru mulai menggerus generasi muda, mulai dari krisis karakter hingga masuknya paham-paham radikal di kalangan remaja yang bjsa mengancam kedaulatan negara, mengingatkan kembali betapa pentingnya peran pendidikan karakter seperti kegiatan Pramuka.</p>
<p>Semangat itulah yang menjadi ruh pelaksanaan Talent Adventure Rally and Knowledge Achievement, (TARAKA 2K26) kegiatan kepramukaan yang diselenggarakan oleh Pramuka SMAN 9 Surabaya sebagai ajang pembinaan karakter remaja yang utuh, sekaligus jawaban atas tantangan zaman yang kian kompleks.</p>
<p><strong>Ajang Pembinaan Karakter dan Nasionalisme Remaja</strong></p>
<p>Digelar selama dua hari sejak Sabtu (31/1) hingga Minggu (1/2), TARAKA 2K26 merupakan penyelenggaraan kedua setelah sukses digelar pada tahun 2025. Kegiatan dirancang sebagai lomba Pramuka Penggalang tingkat Jawa Timur dengan pendekatan edukatif, kompetitif, dan berorientasi pada pembentukan karakter.</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202602/image_870x_697f3684df057.webp" alt=""></p>
<p>Kepala SMAN 9 Surabaya sekaligus Kamabigus 01.033–01.034, Tri Kurniawati, menegaskan bahwa TARAKA tidak semata lomba, tetapi sarana strategis dalam membentuk generasi muda yang tangguh secara mental dan sosial.</p>
<p>"TARAKA 2K26 bertujuan meningkatkan keterampilan kepramukaan sekaligus membentuk karakter disiplin, tanggung jawab, kepemimpinan, dan kerja sama," ujar Tri, Minggu (1/2/2026).</p>
<p>Dirinya berharap kegiatan tersebut bisa menjawab tantangan era modern yang serba digital terhadap para remaja, sekaligus guna melahirkan Pramuka Penggalang yang mandiri, sportif, serta memiliki semangat nasionalisme yang kuat.</p>
<p>TARAKA 2K26 sendiri dilaksanakan selama dua hari dengan pembagian jenjang peserta. Hari pertama, Sabtu (31/1), diikuti Pramuka Penggalang tingkat SD/MI/Sederajat, sedangkan hari kedua, Minggu (1/2), diikuti peserta tingkat SMP/MTs/Sederajat.</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202602/image_870x_697f36813e11f.webp" alt=""></p>
<p>Wakil Kepala SMAN 9 Surabaya Bidang Kesiswaan, Muhammad Royhan, menyebut kegiatan tersebut juga menjadi ruang silaturahmi antar pangkalan Pramuka dari berbagai daerah.</p>
<p>"Kami berharap TARAKA menjadi ajang silaturahmi sekaligus wadah bagi peserta untuk menunjukkan kemampuan dan bakat yang mereka miliki," terangnya.</p>
<p><strong>Lomba Edukatif, Sportif, dan Menantang</strong></p>
<p>Pada pelaksanaan hari pertama, peserta SD/MI/Sederajat mengikuti sejumlah mata lomba yang dirancang untuk mengasah ketangkasan, kecerdasan, dan kekompakan regu. Di antaranya Mini Pionering, Sandi Morse dan Semaphore, Scout Intelligence, LKBB-T, serta KIM (Kemampuan Indera Manusia).</p>
<p></p>
<p>Setiap mata lomba menuntut kerja sama, ketepatan berpikir, serta sportivitas. Suasana kompetisi berlangsung meriah namun tetap kondusif, dengan dukungan pembina dan bindamping yang memberi semangat dari luar arena.</p>
<p></p>
<p>Berdasarkan hasil penilaian pada hari pertama, Juara Umum Piala Bergilir Kwarda Jawa Timur pada TARAKA Day 1 tingkat SD/MI/Sederajat diraih oleh Pangkalan SDN Pucang 2 Sidoarjo. Sementara untuk perlombaan di hari kedua masih bergulir.</p>
<p></p>
<p>Kendati demikian, lebih dari sekadar piala, TARAKA menjadi sarana pembelajaran karakter sejak dini. Nilai disiplin, tanggung jawab, kepemimpinan, dan kerja sama tim tertanam melalui pengalaman langsung di lapangan.</p>
<p></p>
<p><strong>Pramuka Sebagai Pilar Penting Anak</strong></p>
<p>Apresiasi juga datang dari Syaiful Bachri, Plh Komite SMAN 9 Surabaya sekaligus Ketua Komnas Anak Surabaya. Ia menilai kegiatan kepramukaan seperti TARAKA memiliki peran penting di tengah tantangan era digital.</p>
<p></p>
<p>"Kegiatan Pramuka yang diselenggarakan oleh gugus SMAN 9 harus dilanjutkan dan dikembangkan dengan semangat gotong royong, kebersamaan, cinta bela negara, disiplin, dan tanggung jawab," ucap laki-laki yang akrab disapa Kak Iful itu.</p>
<p>Menurutnya, Pramuka menjadi salah satu pilar penting dalam perlindungan anak dan pembentukan karakter kebangsaan. Terlebih sudah banyak kasus-kasus kenakalan hingga radikalisme yang menyasar para remaja beberapa waktu terakhir.</p>
<p>"Di tengah gempuran media digital tanpa batas, Pramuka menjadi pilar dalam perlindungan generasi muda dan bela bangsa," tukasnya.</p>
<p>Pelaksanaan TARAKA 2K26 menegaskan posisinya bukan sekadar agenda tahunan, melainkan ruang aman dan positif bagi remaja untuk tumbuh, belajar, dan berinteraksi secara sehat. </p>
<p>Dengan menggabungkan nilai kepramukaan, kompetisi, dan kebersamaan, TARAKA menjadi contoh konkret bagaimana pendidikan karakter dapat berjalan selaras dengan tantangan zaman. (*)</p>
<p><strong>Editor: Danu</strong> </p>
<p></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>“Kula” di Galeri Prabangkara,  Lukisan Tentang Manusia yang Akhirnya Sendiri</title>
<link>https://suarajatimpost.com/kula-di-galeri-prabangkara-lukisan-tentang-manusia-yang-akhirnya-sendiri</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/kula-di-galeri-prabangkara-lukisan-tentang-manusia-yang-akhirnya-sendiri</guid>
<description><![CDATA[ Di ujung pameran The Magic of Color, lukisan Kula mengajak pengunjung merenung tentang hidup, kesalahan, dan kesendirian manusia saat akhirnya kembali menjadi “aku”. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202601/image_870x580_697df8067abe2.webp" length="54134" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sat, 31 Jan 2026 20:45:53 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ryan Ramadhan</dc:creator>
<media:keywords>Galeri Prabangkara, UPT Taman Budaya Jatim, Pameran, Perwajati, Surabaya, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SURABAYA, SJP - </strong>Menjelang hari-hari terakhir pameran <em>The Magic of Color</em>, Galeri Prabangkara tak lagi seramai pembukaan. Langkah pengunjung melambat, pandangan lebih lama berhenti di kanvas. Di ujung pameran itu, satu lukisan terasa mengajak pulang dengan perenungan, dengan judul "Kula".</p>
<p>Judulnya singkat dan gayanya-pun abstrak, namun maknanya justru dalam dan personal, membuatnya menjadi salah satu lukisan yang cukup menarik untuk dibahas ditengah puluhan karya Perupa Wanita Jawa Timur (Perwajati) lain yang tidak kalah indah.</p>
<p>Lukisan 'Kula' itu merupakan karya Didi Dyan, seorang pengajar sekaligus pemerhati anak di Kota Surabaya. Ia menjelaskan bahwa 'Kula' atau “aku” dalam bahasa Jawa yang dimaksud bukanlah soal memperkenalkan diri, melainkan tentang proses panjang manusia menjadi dirinya sendiri.</p>
<p>"Kula itu artinya aku, tapi bukan memperkenalkan aku-nya, melainkan perjalanan menuju kita. Perenungan tentang manusia, perjalanan hidup, dan kesadaran akan akhir," tutur Didi, Sabtu (31/1/2026).</p>
<p>Dalam lukisan tersebut, tampak garis-garis yang sekilas menyerupai jalan. Namun Didi menegaskan, itu bukan jalan secara harfiah. Garis-garis itu adalah simbol arah hidup manusia. Ada gerak ke atas, ada gerak ke samping, ada belokan, dan ada ketidakteraturan.</p>
<p>Menurutnya, kehidupan tidak pernah benar-benar lurus. Ada kesalahan, tekanan, dan stres yang menjadi bagian dari perjalanan manusia. Namun di balik itu semua, manusia tetap dituntut untuk menjaga arah, ke atas dan ke samping.</p>
<p>"Ke atas itu ke Tuhan, ke samping itu ke sesama manusia," jelasnya.</p>
<p>Pada titik tertentu, lukisan tersebut membawa pesan yang lebih sunyi. Didi menggambarkan bahwa pada akhirnya, manusia akan sampai pada satu fase ketika ia harus meninggalkan dunia fana dan melangkah sendirian.</p>
<p>"Bahkan teman itu kan hanya proses dalam kehidupan, ketika siap menuju mati, manusia akan ke pintu itu sendirian," terang Didi.</p>
<p>Gagasan kesendirian itu bukan dimaksudkan sebagai sesuatu yang menakutkan, melainkan sebagai ajakan untuk berdamai dengan diri sendiri. Didi menekankan pentingnya mencintai diri, melakukan introspeksi, dan menerima bahwa hidup, termasuk kematian adalah perjalanan personal.</p>
<p>"Siapa lagi yang mencintai diri kita kalau bukan diri kita sendiri," ucapnya.</p>
<p>Pilihan warna ungu dan putih dalam lukisan Kula juga tidak hadir tanpa makna. Ungu, menurut Didi, adalah warna yang sering diabaikan dan disalahpahami. Padahal, warna ini banyak hadir di alam di senja, kilat, dan langit malam, sebagai simbol keteduhan dan harapan.</p>
<p>"Ungu itu bukan warna janda, tapi warna harapan," jelasnya.</p>
<p>Lukisan berukuran 40 x 50 sentimeter ini dikerjakan Didi dalam satu malam hingga dini hari, ditemani kesunyian dan kucing peliharaannya. Karya tersebut rampung awal Januari 2026 dan menjadi pertama kalinya dipamerkan ke publik.</p>
<p>Di luar dunia seni, Didi Dyan juga dikenal sebagai guru di TPA/KB/TK Kusuma Yayasan Dr Soetomo Surabaya. Dunia anak-anak justru menjadi sumber kekuatan dan ide baginya. Ia mengaku ingin suatu hari menuangkan sosok murid-muridnya ke dalam karya seni, dalam bentuk abstrak.</p>
<p>"Murid-murid itu jantung hidup saya," pungkasnya.</p>
<p>Lewat Kula, Didi Dyan tidak sekadar menghadirkan lukisan, tetapi membuka ruang dialog batin antara karya dan penikmatnya. Tentang hidup yang berliku, kesalahan yang manusiawi, dan kesadaran bahwa pada akhirnya, setiap orang akan berdiri sebagai “aku” yang utuh dan siap. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Pandawa Nusantara Gandeng STKIP BIM Cetak Duta Remaja Nasional</title>
<link>https://suarajatimpost.com/pandawa-nusantara-gandeng-stkip-bim-cetak-duta-remaja-nasional</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/pandawa-nusantara-gandeng-stkip-bim-cetak-duta-remaja-nasional</guid>
<description><![CDATA[ Semangat remaja diarahkan ke jalur positif lewat Festival Ajang Kreasi &amp; Kreatif, saat Pandawa Nusantara menggandeng STKIP BIM mencetak duta nasional anti narkoba, bullying, dan kesehatan. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202601/image_870x580_697df828e9389.webp" length="49846" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sat, 31 Jan 2026 20:32:22 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ryan Ramadhan</dc:creator>
<media:keywords>Pandawa Nusantara, Sekolah Tinggi Ilmu Pendidikan dan Keguruan Bina Insan Madiri, STKIP BIM, Komnas PA, BNN, Surabaya, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SURABAYA, SJP - </strong>Masa muda identik dengan semangat besar dan rasa ingin tahu yang tinggi. Namun, tanpa diarahkan pada ruang-ruang positif, potensi itu justru bisa berujung pada perilaku menyimpang, bahkan tudak jarang melanggar hukum.</p>
<p>Berangkat dari kegelisahan tersebut, Pandawa Nusantara menggelar Festival Ajang Kreasi &amp; Kreatif SMP dan SMA/SMK ke-VIII di Sekolah Tinggi Ilmu Pendidikan dan Keguruan Bina Insan Madiri (STKIP) Bina Insan Madiri (BIM) - Kampus Wiyung, Surabaya, Sabtu (31/1/2026).</p>
<p>Kegiatan tingkat nasional itu diikuti sekitar 350 pelajar SMP dan SMA/SMK dari berbagai daerah. Festival dikemas dalam bentuk kompetisi edukatif untuk mencetak duta-duta remaja yang diharapkan mampu menjadi agen perubahan di lingkungan sekolah dan masyarakat.</p>
<p><strong>Ajang Kompetisi Sekaligus Edukasi Remaja</strong></p>
<p>Komisaris Pandawa Nusantara, Dwi Suryo Widiyanto, mengatakan festival ini merupakan gelaran ke-8 yang secara konsisten menyasar pelajar sebagai upaya pencegahan dini terhadap berbagai persoalan remaja.</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202601/image_870x_697df81fd06b0.webp" alt=""></p>
<p>"Festival Ajang Kreasi &amp; Kreatif ini kami gelar untuk adik-adik SMP dan SMA/SMK tingkat nasional, dan untuk tahun ini kami berkolaborasi dengan STKIP BIM," ujar Dwi, Sabtu (31/1/2026).</p>
<p>Dalam festival tersebut, peserta berlomba dalam tujuh kategori duta, mulai dari Duta Anti Narkoba; Duta Kesehatan Remaja; Duta Makanan Sehat; Duta Remaja Jurnalis; Duta Healthcare Leadership; hingga Duta Anti Bullying dan Duta Fashion Show Design Picture.</p>
<p>"Tujuan besarnya adalah memberikan kegiatan positif, melatih karakter, sekaligus membekali mereka dengan ilmu penting seperti kesehatan, bahaya narkoba, dan pencegahan bullying," lanjutnya.</p>
<p>Selain kompetisi, peserta juga mendapatkan pembekalan langsung dari narasumber eksternal dari masing-masing kategori dan bidang, diantaranya seperti Badan Narkotika Nasional (BNN) ataupun Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas PA).</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202601/image_870x_697df7c2abfed.webp" alt=""></p>
<p>Para pemenang akan menyandang status duta dan diharapkan aktif di sekolah masing-masing menjadi seseorang yang memberikan pengaruh, arahan, atau teladan kepada teman sebayanya.</p>
<p>"Harapannya mereka bisa menjadi <em>peer support, peer leader</em>, dan <em>peer educator d</em>i sekolah maupun lingkungan masyarakat," kata Dwi.</p>
<p>Para peserta dan pemenang juga memperoleh sertifikat nasional, piala, medali, dan selempang duta yang dapat menjadi nilai tambah atau modal untuk masuk ke jenjang pendidikan berikutnya.</p>
<p><strong>Kampus Jadi Ruang Kolaborasi dan Pembelajaran</strong></p>
<p>Dari sisi tuan rumah, STKIP BIM menyambut kegiatan ini sebagai ruang kolaborasi sekaligus sarana pengenalan kampus kepada pelajar SMA/SMK. Nur Aini Saura Putri, Kaprodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (PBSI) STKIP BIM merasa manfaat kegiatan kali ini bisa dirasakan oleh berbagai pihak.</p>
<p>"Kami membuka kolaborasi ini dengan tangan terbuka, karena selain memperkenalkan kampus, mahasiswa kami juga bisa belajar langsung bagaimana mengelola sebuah event,” ujar Dosen yang akrab disapa Rara itu.</p>
<p>Ia menambahkan, beberapa mahasiswa STKIP BIM juga dilibatkan sebagai relawan panitia acara agar terbiasa tampil di depan umum dan memiliki kompetensi praktis di luar kelas.</p>
<p>"Kami disini juga banyak dosen-dosen muda, jadi secara IT dan ilmu juga update, dan pembelajaran kami dorong langsung ke praktik, contohnya dari kegiatan hari ini," jelasnya.</p>
<p>Dosen PG PAUD STKIP BIM, Suhartini Nurul Azminah, menyebut kegiatan ini sejalan dengan upaya kampus untuk memperluas jangkauan dan menunjukkan kualitas lulusan.</p>
<p>"Meskipun kampus kami kecil, alhamdulillah banyak alumni yang lulus P3K dan PPG, dan hampir 100 persen mahasiswa kami sudah bekerja sebelum lulus," katanya.</p>
<p>Menurutnya, kegiatan semacam ini menjadi momentum agar STKIP BIM semakin dikenal luas, tidak hanya oleh guru, tetapi juga calon mahasiswa dari kalangan pelajar.</p>
<p><strong>Pengalaman Baru bagi Peserta</strong></p>
<p>Sementara itu, dari sisi peserta, kegiatan di STKIP BIM itu dinilai memberi pengalaman berbeda dibandingkan edukasi di sekolah. Adapun beberapa peserta yang merupakan pelajar dari SMP Negeri 4 Kota Mojokerto yang mengaku belajar banyak dari kegiatan tersebut.</p>
<p>Mereka adalah Chika Arum Putri Maharani (kelas 8), Adelia Disa Qatrunnada (kelas 9), Wella Berlian (kelas 9) dan Amiruzzaky Aulia Achmad (kelas 7). Chika mengaku bahwa dirinya menerima materi yang lebih lengkap dari kegiatan itu.</p>
<p>"Di sekolah memang ada edukasi anti narkoba, tapi di sini lebih lengkap karena langsung dari BNN," ujarnya.</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202601/image_870x_697dfa36e43e9.webp" alt=""></p>
<p>Sementara itu, Adelia menilai suasana kegiatan terasa lebih santai dan interaktif. Dari kegiatan itu, dirinya dan 20 teman satu sekolahnya yang ikut perlombaan bisa merasa bisa merasakan suasana edukasi yang ringan dan menyenangkan.</p>
<p>"Acaranya seru, tidak terlalu formal, banyak tanya jawab antara juri dan peserta," katanya.</p>
<p>Tidak ketinggalan, mereka juga mengungkapkan tentang hadiah yang mereka dapat setelah aktif bertanya di beberapa kategori perlombaan. Lebih dari itu, mereka berharap ilmu yang didapat bisa dibagikan kembali kepada teman sebaya, terutama untuk menghindari perilaku negatif di usia remaja.</p>
<p>"Masalah bisa dihadapi tanpa narkoba atau hal-hal yang aneh," tukas Berlian. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Kasus Perundungan Anak SMP di Surabaya Kembali Viral, Trauma Korban Memburuk Akibat Penyebaran Video</title>
<link>https://suarajatimpost.com/kasus-perundungan-anak-smp-di-surabaya-kembali-viral-trauma-korban-memburuk-akibat-penyebaran-video</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/kasus-perundungan-anak-smp-di-surabaya-kembali-viral-trauma-korban-memburuk-akibat-penyebaran-video</guid>
<description><![CDATA[ Kasus perundungan anak SMP di Surabaya yang terjadi sejak akhir 2025 kembali mencuat, video viral yang menunjukkan aksi perundungan membuat korban merasa tidak nyaman. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202601/image_870x580_697df7fe8eacb.webp" length="21624" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sat, 31 Jan 2026 20:10:45 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ryan Ramadhan</dc:creator>
<media:keywords>Perundungan, Bullying, DP3A, Dispensik, Surabaya, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SURABAYA, SJP - </strong>Kasus perundungan terhadap seorang anak SMP di Surabaya, kembali menyita perhatian publik setelah video kejadian tersebut beredar luas di media sosial. </p>
<p>Diketahui, peristiwa itu bukanlah kasus baru, peristiwa terjadi pada akhir Desember 2025, dan sudah ditangani oleh Pemerintah Kota Surabaya dan pihak kepolisian sejak awal Januari 2026.</p>
<p>Sayangnya, video perundungan korban yang kembali viral justru memperparah kondisi psikologis korban dan menimbulkan dampak lanjutan yang lebih kompleks, tidak hanya bagi korban, tetapi juga bagi anak-anak lain yang terlibat dalam kasus itu.</p>
<p><strong>Kasus Tahun 2025, Video Viral Picu Trauma</strong></p>
<p>Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kota Surabaya, Ida Widayati, membenarkan bahwa kasus tersebut sudah lama ditangani dan bukan kejadian baru seperti yang dipersepsikan publik setelah video beredar.</p>
<p>"Itu sebetulnya sudah lama kita dampingi, peristiwanya 30 Desember malam, dan pendampingan kita mulai 5 Januari," kata Ida, Sabtu (31/1/2026).</p>
<p>Menurutnya, sejak awal DP3A telah melakukan pendampingan menyeluruh terhadap korban, termasuk pemulihan psikologis dan pendampingan hukum. Namun, munculnya kembali video di media sosial membuat korban merasa tidak nyaman.</p>
<p>"Korban masih trauma dan sampai sekarang terus kami dampingi," ujarnya.</p>
<p>Penanganan dilakukan melalui pendampingan psikolog, psikiater, serta koordinasi dengan kepolisian. Proses hukum pun tetap berjalan dengan pendekatan khusus karena seluruh pihak yang terlibat masih berstatus anak di bawah umur.</p>
<p>"Pendampingannya seperti kasus anak pada umumnya, tapi memang butuh proses karena pelaku dan korban sama-sama anak," ucap Ida.</p>
<p>Sebelum menempuh jalur hukum, upaya mediasi sebenarnya telah dilakukan dengan melibatkan pihak kelurahan. Namun, tidak tercapai kesepakatan antara keluarga korban dan pihak terkait, sehingga orang tua korban akhirnya memilih melaporkan kasus tersebut ke kepolisian pada 1 Januari 2026.</p>
<p>“Sempat dimediasi, tapi tidak ketemu titik temu. Akhirnya orang tua melapor ke Polsek Simokerto, lalu sekarang ditangani Polrestabes dan sudah BAP,” kata Ida.</p>
<p>Di sisi lain, Pemerintah Kota Surabaya menyoroti peran masyarakat dalam memperburuk situasi melalui penyebaran ulang video perundungan. </p>
<p>Ida menegaskan bahwa penyebaran konten yang menampilkan wajah anak-anak justru berpotensi melukai mereka kembali dan meninggalkan jejak digital jangka panjang.</p>
<p>"Masyarakat kami imbau berhenti menyebarkan video yang memperlihatkan wajah anak-anak itu, mari kita bersama-sama lindungi anak-anak," tegasnya.</p>
<p><strong>Mediasi Alot, Orangtua Belum Bisa Terima</strong></p>
<p>Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan (Dispendik) Kota Surabaya, Febrina Kusumawati, menyatakan pihaknya juga terlibat dalam upaya penyelesaian kasus tersebut, terutama untuk memastikan hak anak tetap terpenuhi di tengah proses hukum dan pemulihan psikologis.</p>
<p>"Kita sudah menyelamatkan anaknya. Anak ini mengalami trauma dan harus dipulihkan supaya tidak membawa luka berkepanjangan," kata Febrina.</p>
<p>Ia mengungkapkan, dalam proses mediasi dan pendampingan, terdapat perbedaan sikap antara anak dan orang tua. Anak korban dinilai mulai berproses untuk menerima, sementara orang tua masih membutuhkan waktu lebih panjang.</p>
<p>"Ada orang tua yang belum bisa menerima, tapi anaknya sudah. Itu yang harus kita jaga bersama," ujarnya.</p>
<p>Pemkot Surabaya memastikan pendampingan akan terus dilakukan secara komprehensif melalui kolaborasi lintas sektor, mulai dari DP3A, Dispendik, sekolah, hingga pembinaan keluarga. </p>
<p>Selain itu, masyarakat diminta aktif melaporkan kasus kekerasan terhadap anak melalui Command Center 112 agar penanganan dapat dilakukan lebih cepat dan tepat. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Merajut Kreativitas dan Relasi Guru–Murid Lewat Batik Shibori di SMAN 9 Surabaya</title>
<link>https://suarajatimpost.com/merajut-kreativitas-dan-relasi-gurumurid-lewat-batik-shibori-di-sman-9-surabaya</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/merajut-kreativitas-dan-relasi-gurumurid-lewat-batik-shibori-di-sman-9-surabaya</guid>
<description><![CDATA[ Lebih dari itu, kegiatan praktik bersama seperti membuat batik Shibori di SMAN 9 Surabaya dinilai menjadi ruang penting untuk membangun hubungan yang lebih cair antara guru dan murid, di luar suasana kelas yang formal. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202601/image_870x580_697cad31ded6d.webp" length="62766" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Fri, 30 Jan 2026 20:41:17 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ryan Ramadhan</dc:creator>
<media:keywords>Batik, Batik Shibori, Dharma Wanita Persatuan, SMAN 9 Surabaya, SMKN 8 Surabaya, Surabaya, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SURABAYA, SJP - </strong>Konflik antara guru dan murid belakangan kerap mencuat ke ruang publik, mulai dari cekcok di kelas hingga berujung kekerasan. Di tengah situasi itu, SMAN 9 Surabaya membuktikan bahwa ruang aman dan kreatif antara guru dan murid masih ada di sekolah.</p>
<p>Melalui Pelatihan Batik Shibori bertajuk “Mengikat Warna, Merajut Kebersamaan”, ratusan siswa kelas X dilibatkan dalam pembelajaran praktik yang menghadirkan interaksi langsung antara murid, guru, dan praktisi. </p>
<p>Kegiatan tersebut digelar di SMAN 9 Surabaya, Jumat (30/1/2026), bekerja sama dengan Dharma Wanita Persatuan (DWP) serta menghadirkan guru-guru dari SMKN 8 Surabaya sebagai narasumber.</p>
<p><strong>Belajar Seni, Sabar, dan Proses Shibori</strong></p>
<p>Enam guru busana dari SMKN 8 Surabaya didatangkan untuk memberikan materi dan praktik langsung teknik Batik Shibori kepada siswa kelas X. Teknik itu dikenal sebagai metode pewarnaan kain asal Jepang yang menekankan permainan lipatan sebelum kain dicelupkan ke pewarna.</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202601/image_870x_697cad2a6c75e.webp" alt=""></p>
<p>Perwakilan guru SMKN 8 Surabaya yang hadir menjadi pemateri, Ratri Adi Sayeti, menjelaskan bahwa Shibori memiliki prinsip yang mirip dengan batik jumputan, tetapi berbeda pada pendekatan tekniknya.</p>
<p>"Kalau Shibori itu menekankan pada teknik lipatan kain, sedangkan jumputan lebih banyak bermain di ikatan dengan biji-bijian atau batu. Pewarnaannya sama, tapi cara membentuk motifnya yang berbeda," ujar Ratri, Jumat (30/1/2026).</p>
<p>Menurutnya, dalam pelatihan itu siswa baru dikenalkan pada tahapan dasar, mulai dari melipat kain hingga proses pewarnaan. Waktu yang terbatas membuat hasil belum sepenuhnya mencapai tahap akhir ideal, karena warna Shibori perlu didiamkan hingga semalaman agar lebih kuat dan awet.</p>
<p>"Kalau dari nol sampai finishing sebenarnya tidak cukup waktunya. Tapi paling tidak anak-anak sudah tahu proses dasarnya dan peluangnya," katanya.</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202601/image_870x_697cad2e80c07.webp" alt=""></p>
<p>Selain pengenalan teknik, pelatihan itu juga diarahkan untuk menumbuhkan jiwa kewirausahaan siswa dengan melihat Shibori sebagai produk kreatif yang memiliki nilai ekonomi.</p>
<p>"Harapannya anak-anak bisa melihat peluang bisnisnya, entrepreneurnya bisa berkembang," tambah Ratri.</p>
<p><strong>Kokurikuler sebagai Ruang Interaksi Sosial</strong></p>
<p>Dari sisi SMAN 9 Surabaya, kegiatan itu merupakan bagian dari program kokurikuler Kurikulum Merdeka yang dirancang untuk seluruh siswa kelas X. Staf Humas SMAN 9 Surabaya, Arin Novia, menjelaskan bahwa pelatihan ini menggantikan kegiatan belajar mengajar konvensional selama satu hari penuh.</p>
<p>"Untuk kelas 10, hari ini KBM full diisi kegiatan Shibori, dari pagi sampai pulang sekolah," kata Arin.</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202601/image_870x_697cad26cba24.webp" alt=""></p>
<p>Sekitar 360 siswa kelas X dari 10 kelas mengikuti pelatihan itu, bersama puluhan guru dan anggota Dharma Wanita. Output kegiatan berupa kain Shibori berukuran taplak meja yang dinilai dari produk, proses, keaktifan, dan kerja sama kelompok.</p>
<p>"Penilaiannya tidak individu, tapi kelompok. Jadi yang dinilai itu proses, kerja sama, dan keaktifannya juga," ujarnya.</p>
<p>Arin menyebutkan bahwa tema Shibori dipilih tidak hanya untuk penguatan seni dan kewirausahaan, tetapi juga sebagai sarana dialog budaya. Siswa dikenalkan budaya luar dengan tetap menempatkan batik sebagai akar lokal yang harus dijaga.</p>
<p>"Ini cara agar anak-anak tetap mengenal dan menjaga kearifan lokal, tapi dengan cara yang lebih kekinian," jelasnya.</p>
<p>Lebih dari itu, kegiatan praktik bersama dinilai menjadi ruang penting untuk membangun hubungan yang lebih cair antara guru dan murid, di luar suasana kelas yang formal.</p>
<p>"Kegiatan seperti ini bisa mendekatkan murid dengan guru, karena ada interaksi langsung, bukan hanya belajar di kelas," kata Arin.</p>
<p>Ia berharap pembelajaran semacam ini bisa membantu siswa memahami materi secara kontekstual, sekaligus menumbuhkan rasa kebersamaan di lingkungan sekolah.</p>
<p>"Harapannya anak-anak tidak hanya belajar teori, tapi juga praktik, langsung dengan realitas sehari-hari," pungkasnya. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Khofifah Lantik 7 Pejabat Eselon II Pemprov Jatim, Sinyal Penyegaran Birokrasi dan Isyarat Putaran Kedua</title>
<link>https://suarajatimpost.com/khofifah-lantik-7-pejabat-eselon-ii-pemprov-jatim-sinyal-penyegaran-birokrasi-dan-isyarat-putaran-kedua</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/khofifah-lantik-7-pejabat-eselon-ii-pemprov-jatim-sinyal-penyegaran-birokrasi-dan-isyarat-putaran-kedua</guid>
<description><![CDATA[ Pelantikan tujuh pejabat eselon II Pemprov Jatim menjadi awal penataan birokrasi 2026, dengan rotasi berbasis kompetensi dan sinyal kuat dari Gubernur Khofifah bahwa akan adanya putaran lanjutan. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202601/image_870x580_697c7766d7ed3.webp" length="34740" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Fri, 30 Jan 2026 16:32:42 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ryan Ramadhan</dc:creator>
<media:keywords>Pejabat, Eselon II, Pemprov Jatim, Gubernur Khofifah, Khofifah Indar Parawansa, Surabaya, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SURABAYA, SJP - </strong>Awal tahun 2026 dimanfaatkan Pemerintah Provinsi Jawa Timur untuk menata ulang jajaran pimpinan organisasi perangkat daerah. Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa melantik tujuh pejabat eselon II di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Jumat (30/1/2026).</p>
<p></p>
<p>Pelantikan yang disebut sebagai langkah penyegaran itu didominasi rotasi jabatan, dari tujuh pejabat yang dilantik, enam merupakan hasil rotasi antarpimpinan organisasi perangkat daerah (OPD), sementara satu pejabat sebelumnya menjabat sebagai pelaksana tugas (Plt). </p>
<p></p>
<p>Khofifah menyampaikan, rotasi pejabat dilakukan untuk menjaga kinerja organisasi agar tetap berjalan optimal serta mampu mendukung target pembangunan daerah, khususnya di sektor ekonomi dan ketahanan pangan.</p>
<p></p>
<p>Menurut Khofifah, penataan ulang posisi pejabat diperlukan agar perangkat daerah lebih adaptif terhadap tantangan dan target pembangunan yang telah ditetapkan. Kebijakan tersebut juga diselaraskan dengan program pemerintah pusat.</p>
<p></p>
<p>"Khususnya di bidang pembangunan ekonomi dan ketahanan pangan," kata Khofifah, Jumat (30/1/2026).</p>
<p></p>
<p>Ia menegaskan pentingnya menjaga posisi Jawa Timur sebagai salah satu daerah penopang utama produksi pangan nasional, terutama beras. Selain itu, Pemprov Jatim juga akan memperkuat sektor perkebunan.</p>
<p></p>
<p>"Dan selanjutnya kita juga akan memperkuat perkebunan. Dengan perluasan bongkar ratoon untuk tanaman tebu," ujarnya.</p>
<p></p>
<p>Khofifah menjelaskan, rotasi jabatan dilakukan berdasarkan hasil evaluasi kinerja, talent DNA, serta uji kompetensi aparatur sipil negara di lingkungan Pemprov Jatim.</p>
<p></p>
<p>"Ini baru putaran pertama," ucap Khofifah, mengindikasikan masih terbukanya peluang rotasi lanjutan sesuai kebutuhan organisasi dan hasil evaluasi ke depan.</p>
<p></p>
<p><strong>Daftar Pejabat yang Dilantik</strong></p>
<p>Pelantikan tujuh pejabat eselon II ini tertuang dalam Keputusan Gubernur Jawa Timur Nomor 01.800.1.3.3/362/204/2026 tertanggal 29 Januari 2026. Enam pejabat merupakan hasil rotasi, sementara satu pejabat sebelumnya berstatus pelaksana tugas.</p>
<p></p>
<p>Berikut daftar pejabat yang dilantik:</p>
<ol>
<li>Mohammad Yasin, dari Kepala Bappeda Jatim menjadi Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Jatim.</li>
<li>Nurkholis, dari Plt Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Jatim menjadi Kepala DLH Jatim definitif.</li>
<li>Dydik Rudy Prasetya, dari Kepala Dinas Perkebunan menjadi Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Sekdaprov Jatim.</li>
<li>Imam Hidayat, dari Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat menjadi Asisten III Bidang Kesejahteraan Rakyat Sekdaprov Jatim.</li>
<li>Sufi Agustin, dari Kepala Bakorwil Pamekasan menjadi Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Kependudukan (DP3AK) Jatim.</li>
<li>Tri Wahyuni, dari Kepala DP3AK Jatim menjadi Kepala Bakorwil Bojonegoro.</li>
<li>Agung Subagyo, dari Kepala Bakorwil Bojonegoro menjadi Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat Sekdaprov Jatim.</li>
</ol>
<p></p>
<p>Dalam prosesi pelantikan, Khofifah menyampaikan harapan agar para pejabat yang dilantik dapat menjalankan tugas dan tanggung jawab sesuai amanah jabatan.</p>
<p></p>
<p>"Saya percaya bahwa saudara akan melaksanakan tugas dengan sebaik-baiknya sesuai tanggung jawab yang diberikan," pesan Khofifah.<strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor: Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Pesawat Latih Alami Insiden di Runway, 9 Penerbangan di Bandara Juanda Terpaksa Dialihkan</title>
<link>https://suarajatimpost.com/pesawat-latih-alami-insiden-di-runway-9-penerbangan-di-bandara-juanda-terpaksa-dialihkan</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/pesawat-latih-alami-insiden-di-runway-9-penerbangan-di-bandara-juanda-terpaksa-dialihkan</guid>
<description><![CDATA[ Penutupan sementara dilakukan sebagai langkah darurat guna proses evakuasi pesawat dan inspeksi keselamatan menyeluruh. 1 ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202601/image_870x580_697c6e6c4c159.webp" length="47942" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Fri, 30 Jan 2026 14:00:39 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ryan Ramadhan</dc:creator>
<media:keywords>Juanda, Bandara Juanda, Pesawat Latih, Pesawat Tergelincir, Sidoarjo, Surabaya, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SIDOARJO, SJP</strong> — Operasional Bandara Internasional Juanda, Sidoarjo, sempat mengalami gangguan menyusul insiden pesawat latih di area landasan pacu (<em>runway</em>) pada Jumat (30/1/2026). </p>
<p>Peristiwa ini memaksa pihak bandara menutup landasan pacu selama satu jam dan mengalihkan sedikitnya sembilan jadwal penerbangan.</p>
<p>Penutupan sementara dilakukan sebagai langkah darurat guna proses evakuasi pesawat dan inspeksi keselamatan menyeluruh. Langkah ini diambil untuk menjamin sterilisasi landasan dari material berbahaya sebelum kembali melayani lalu lintas udara.</p>
<p>General Manager Bandara Internasional Juanda, Muhammad Tohir, menyatakan bahwa penutupan landasan merupakan prosedur wajib demi memastikan tidak adanya <em>Foreign Object Debris</em> (FOD) atau serpihan benda asing yang dapat membahayakan mesin pesawat lain.</p>
<p>"Runway sempat ditutup selama kurang lebih satu jam untuk proses evakuasi pesawat serta inspeksi menyeluruh. Hal ini dilakukan guna memastikan tidak terdapat risiko yang dapat mengganggu operasional penerbangan," ujar Tohir, Jumat (30/1/2026).</p>
<p>Akibat penutupan mendadak tersebut, sejumlah maskapai tidak dapat mendarat maupun lepas landas sesuai jadwal. Berdasarkan data manajemen bandara, terdapat sembilan penerbangan yang terpaksa melakukan pengalihan (<em>divert</em>) ke bandara alternatif terdekat.</p>
<p>"Dampak dari penutupan sementara tersebut, sembilan penerbangan dialihkan ke bandara lain demi menjaga keamanan dan keselamatan penumpang," tambah Tohir.</p>
<p>Pihak manajemen bandara mengklaim telah melakukan koordinasi intensif dengan maskapai terkait untuk menangani para penumpang terdampak, termasuk pengaturan jadwal penerbangan lanjutan setelah situasi dinyatakan kondusif.</p>
<p>Setelah proses evakuasi pesawat latih tuntas dan inspeksi teknis menyatakan landasan pacu aman, Bandara Internasional Juanda kembali dibuka untuk operasional penuh. Saat ini, arus penerbangan dilaporkan telah kembali normal.</p>
<p>Otoritas bandara juga menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang dialami para pengguna jasa. </p>
<p>"Kami terus berkoordinasi dengan seluruh pemangku kepentingan untuk memastikan seluruh prosedur keselamatan penerbangan dijalankan sesuai ketentuan yang berlaku," pungkasnya.<strong> (*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Beasiswa Tak Dipakai Bayar SPP, Pemkot Surabaya Ubah Skema Jadi Bansos Langsung ke Sekolah</title>
<link>https://suarajatimpost.com/beasiswa-tak-dipakai-bayar-spp-pemkot-surabaya-ubah-skema-jadi-bansos-langsung-ke-sekolah</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/beasiswa-tak-dipakai-bayar-spp-pemkot-surabaya-ubah-skema-jadi-bansos-langsung-ke-sekolah</guid>
<description><![CDATA[ Selain skema penyaluran dana diubah karena beasiswa kerap tak dipakai membayar SPP, Pemkot Surabaya juga menghentikan bantuan untuk SMA negeri lantaran seluruh biayanya sudah ditanggung pemerintah. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202601/image_870x580_697b4b41e6651.webp" length="38944" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 29 Jan 2026 20:16:06 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ryan Ramadhan</dc:creator>
<media:keywords>Beasiswa, SMA Swasta, SPP, Pemkot Surabaya, Eri Cahyadi, Surabaya, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SURABAYA, SJP –</strong> Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya resmi mengubah skema penyaluran beasiswa bagi siswa SMA/SMK/MA sederajat, dari dana yang sebelumnya disalurkan langsung kepada siswa, menjadi dibayarkan langsung ke sekolah.</p>
<p>Kebijakan tersebut diambil setelah evaluasi menunjukkan dana beasiswa yang diberikan kepada siswa kerap tidak digunakan untuk membayar kewajiban sekolah, sehingga memicu tunggakan SPP di banyak sekolah swasta.</p>
<p>Permasalahan penyaluran beasiswa di Kota Surabaya tidak hanya terjadi di jenjang pendidikan tinggi, melalui hasil evaluasi di tingkat SMA, Pemkot mengungkap bahwa dana yang diterima siswa tidak selalu digunakan untuk membayar biaya pendidikan.</p>
<p>Kepala Bagian Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (Bapemkesra) Kota Surabaya, Arief Boediarto, menjelaskan bahwa kondisi tersebut menimbulkan persoalan baru di lapangan.</p>
<p>"Dana beasiswa yang diterima siswa sering kali tidak digunakan untuk membayar kewajiban sekolah, akhirnya sekolah terbebani," jelas Arief, Kamis (29/1/2026).</p>
<p>Akibatnya, sejumlah sekolah swasta masih menghadapi tunggakan SPP, hal tersebut tidak seharusnya terjadi karena siswa seharusnya bisa bayar tepat waktu karena tercatat sebagai penerima beasiswa dari Pemkot Surabaya.</p>
<p><strong>Skema Diubah, Dana Langsung Masuk ke Sekolah</strong></p>
<p>Untuk mencegah persoalan serupa terulang, Pemkot Surabaya kemudian mengubah mekanisme penyaluran. Dalam skema baru, bantuan pendidikan hanya diberikan kepada siswa SMA sederajat di sekolah swasta dan disalurkan langsung ke pihak sekolah.</p>
<p>Selain mengubah mekanisme, Pemkot juga menaikkan nominal bantuan dari sebelumnya Rp200.000 menjadi Rp350.000 per siswa. Langkah itu diambil agar bantuan benar-benar meringankan beban biaya pendidikan yang harus ditanggung siswa dan orang tua.</p>
<p>"Kalau sekolah negeri, pendidikannya sudah ditanggung negara. Berbeda dengan sekolah swasta yang masih membutuhkan bantuan," terang Arief.</p>
<p>Disisi lain, dengan berlakunya kebijakan baru itu, kini beasiswa yang sebelumnya juga disalurkan untuk siswa SMA negeri resmi ditiadakan.</p>
<p><strong>Ikuti SE Pemprov Jatim, SMAN Tidak Terima Beasiswa</strong></p>
<p>Dalam kesempatan lain, Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menegaskan, perubahan skema beasiswa juga dilakukan untuk menyesuaikan dengan Surat Edaran (SE) Gubernur Jawa Timur yang melarang adanya pungutan di SMA negeri sederajat.</p>
<p>Menurut Eri, SMA negeri sepenuhnya menjadi kewenangan Pemerintah Provinsi Jawa Timur, sehingga Pemkot Surabaya tidak boleh mengeluarkan kebijakan yang berpotensi bertabrakan.</p>
<p>"Kalau saya memberikan bantuan di negeri berbenturan dengan surat edaran ini, sehingga kami konsentrasi ke swasta," jelas Wali Kota Surabaya itu.</p>
<p>Ia menilai, tetap memberikan bantuan ke SMA negeri justru berisiko menimbulkan persoalan hukum dan administrasi di kemudian hari.</p>
<p>"Jangan sampai nanti dianggap kekeliruan, karena kebijakannya sudah gratis," ungkap Eri.</p>
<p>Meski kewenangan SMA berada di tingkat provinsi, Eri menegaskan Pemkot Surabaya tetap berkomitmen melindungi warganya, khususnya dari kalangan kurang mampu, agar tidak terbebani pungutan pendidikan.</p>
<p>“Kalau nagih uang ke warga miskin Surabaya, ya berhadapan sama saya dengan Cak Ji,” imbuhnya.</p>
<p>Ia menegaskan, perubahan skema itu justru bertujuan memastikan bantuan pendidikan benar-benar sampai pada sasaran dan digunakan sesuai peruntukannya.</p>
<p>Pemkot Surabaya memastikan, perubahan skema tidak mengubah sasaran penerima bantuan. Program Beasiswa Pemuda Warga Kota Surabaya tetap menyasar siswa dari keluarga miskin, pra miskin, yatim, piatu, dan yatim piatu.</p>
<p>Penerima diprioritaskan berasal dari keluarga dalam kategori Desil 1 hingga Desil 5, dengan fokus utama pada Desil 1 dan Desil 2. Pemkot juga memastikan kebijakan itu telah disosialisasikan kepada sekolah dan siswa, serta akan dilanjutkan dengan sosialisasi lanjutan bila masih ada hal yang perlu dijelaskan. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Tak Ada Lonjakan Harga Pangan di Surabaya Jelang Imlek dan Ramadan 2026</title>
<link>https://suarajatimpost.com/tak-ada-lonjakan-harga-pangan-di-surabaya-jelang-imlek-dan-ramadan-2026</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/tak-ada-lonjakan-harga-pangan-di-surabaya-jelang-imlek-dan-ramadan-2026</guid>
<description><![CDATA[ Di tengah isu kenaikan harga pangan jelang Imlek dan Ramadhan, sejumlah komoditas di Kota Surabaya terpantau relatif stabil dan beberapa komoditas lain justru mengalami penurunan harga. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202601/image_870x580_697b431f8edb2.webp" length="69090" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 29 Jan 2026 19:30:14 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ryan Ramadhan</dc:creator>
<media:keywords>Harga Pangan, Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian, DKPP, IKP, Pemkot Surabaya, Surabaya, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SURABAYA, SJP – </strong>Setelah beberapa hari yang lalu Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan menegaskan larangan kenaikan harga pangan saat kunjungan kerja ke Surabaya, kini Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya memastikan kondisi harga bahan pokok di Kota Pahlawan tetap stabil menjelang perayaan Imlek dan Bulan Ramadan 2026.</p>
<p>Kepastian tersebut sekaligus menjadi jawaban sekaligus tindak lanjut pemerintah daerah atas arahan pemerintah pusat untuk menjaga stabilitas harga dan ketersediaan pangan di tengah meningkatnya kebutuhan masyarakat menjelang hari besar keagamaan.</p>
<p>Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Surabaya, Antiek Sugiharti, menyampaikan bahwa hingga akhir Januari 2026, stok pangan di Surabaya berada dalam kondisi aman dan distribusi berjalan lancar. </p>
<p>Kondisi tersebut diperkuat dengan capaian Indeks Ketahanan Pangan (IKP) Kota Surabaya tahun 2025 yang berada di angka 73,28, menandakan ketahanan pangan daerah berada dalam kategori baik dan relatif stabil.</p>
<p>"Menjelang Imlek dan Bulan Ramadan tahun ini, stok pangan di Kota Surabaya berada dalam kondisi aman," tegas Antiek saat dikonfirmasi pada Kamis (29/1/2026).</p>
<p>"Hal ini juga tercermin dari Indeks Ketahanan Pangan Surabaya tahun 2025 yang berada di angka 73,28. Kami terus melakukan pengawasan agar ketersediaan dan distribusi tetap lancar," imbuhnya.</p>
<p><strong>Harga Komoditas Strategis Terpantau Stabil</strong></p>
<p>Berdasarkan pemantauan melalui Sistem Informasi Ketersediaan dan Perkembangan Harga Pokok di Jawa Timur per 27 Januari 2026, harga sejumlah komoditas utama di pasar-pasar Surabaya terpantau stabil tanpa kenaikan signifikan.</p>
<p>Harga beras premium tercatat Rp15.416 per kilogram, sementara beras medium berada di kisaran Rp12.666 per kilogram. Gula kristal putih juga relatif stabil di angka Rp16.833 per kilogram.</p>
<p>Untuk komoditas minyak goreng, harga minyak goreng curah berada di Rp19.833 per kilogram, minyak goreng kemasan premium Rp18.166 per liter, serta Minyakita tercatat Rp16.183 per liter. Sementara itu, harga daging sapi paha belakang terpantau stabil di angka Rp115.000 per kilogram.</p>
<p>Menariknya, sejumlah komoditas justru mengalami penurunan harga. Daging ayam ras tercatat turun menjadi Rp36.250 per kilogram, sementara telur ayam ras menurun menjadi Rp27.583 per kilogram. Adapun harga daging ayam kampung berada di kisaran Rp65.833 per ekor dan telur ayam kampung stabil di angka Rp46.133 per kilogram.</p>
<p><strong>Antisipasi Lewat GPM dan Operasi Pasar</strong></p>
<p>Antiek menjelaskan, stabilitas harga tersebut tidak lepas dari langkah antisipatif Pemkot Surabaya dalam menghadapi potensi lonjakan permintaan jelang hari besar keagamaan. DKPP Surabaya secara rutin melakukan pemantauan pasar serta menjalin koordinasi dengan distributor dan pengelola pasar tradisional.</p>
<p>"Ketika permintaan meningkat atau pasokan rawan berkurang, kami akan segera berkoordinasi dengan stakeholder terkait untuk menyediakan bahan pangan dengan harga lebih terjangkau bagi masyarakat," jelasnya.</p>
<p>Pemkot Surabaya juga menyiapkan langkah cepat berupa pelaksanaan Gerakan Pangan Murah (GPM) maupun operasi pasar jika ditemukan indikasi kenaikan harga atau gangguan pasokan.</p>
<p>Dengan kondisi stok dan harga yang relatif stabil, Pemkot Surabaya mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan berbelanja secara bijak menjelang Imlek dan Ramadan.</p>
<p>"Kami mengajak masyarakat untuk berbelanja sesuai kebutuhan dan tidak melakukan panic buying maupun penimbunan. Pemerintah memastikan stok pangan tersedia dan distribusi berjalan aman sehingga kebutuhan warga tetap terpenuhi," pungkas Antiek. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Lewat The Magic of Colours, PERWAJATI Hadirkan Kisah Perempuan di Galeri Prabangkara</title>
<link>https://suarajatimpost.com/lewat-the-magic-of-color-perwajati-hadirkan-kisah-perempuan-di-galeri-prabangkara</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/lewat-the-magic-of-color-perwajati-hadirkan-kisah-perempuan-di-galeri-prabangkara</guid>
<description><![CDATA[ Puluhan perupa perempuan Jawa Timur yang tergabung dalam komunitas seni PERWAJATI menuturkan kisah hidup, ketekunan, dan harapan lewat warna dalam pameran The Magic of Colours di Galeri Prabangkara. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202601/image_870x580_697b2b7bda926.webp" length="51016" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 29 Jan 2026 18:58:43 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ryan Ramadhan</dc:creator>
<media:keywords>Perupa Wanita Jawa Timur, Perwajati, Galeri Prabangkara, UPT Taman Budaya Jawa Timur, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata, Disbudpar Jatim, Surabaya, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SURABAYA, SJP - </strong>Seni kerap menjadi ruang sunyi tempat perasaan berbicara. Bagi perempuan, kanvas bukan sekadar media rupa, tetapi juga bisa menjadi ruang berdamai dengan diri, usia, peran, dan kehidupan. Dari tangan-tangan perempuan inilah warna menemukan maknanya.</p>
<p>Itulah semangat yang coba diangkat dalam pameran lukisan bertajuk <em>The Magic of Colours </em>yang digelar oleh Perupa Wanita Jawa Timur (Perwajati) di Galeri Prabangkara, UPT Taman Budaya Jawa Timur, Surabaya, pada 24–31 Januari 2026. </p>
<p>Sebanyak 60 karya dari 50 perupa perempuan dipamerkan, tidak hanya menghiasi ruang galeri yang terletak di jantung Kota Surabaya itu, melainkan juga menghadirkan cerita hidup para pembuatnya dalam goresan warna dan gaya.</p>
<p><strong>Warna sebagai Daya Hidup Perempuan</strong></p>
<p>Ketua Pelaksana Pameran, Irdina Larasanti, menyebut pameran tersebut lahir dari keyakinan bahwa warna memiliki kekuatan lebih dari sekadar visual, terlebih warna-warna dalam pameran kali ini tertuang dari tangan-tangan perempuan yang penuh cerita.</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202601/image_870x_697b2b7566a21.webp" alt=""></p>
<p>"<em>The Magic of Colours </em>itu artinya warna, baik hitam maupun putih, punya kekuatan magis, spiritual, dan motivasi," ujar Iridina saat dikonfirmasi pada Kamis (29/1/2025).</p>
<p>Irdina sendiri bukan perupa yang lahir dari bangku pendidikan seni. Latar belakang pendidikannya justru ekonomi. Namun perjalanannya di dunia budaya sejak kuliah hingga menetap di Ubud, Bali, pada 1987, membawanya menekuni seni lukis secara otodidak. Dari sana, ia menjual karya, memasok galeri, dan terus belajar hingga tergabung dalam Perwajati.</p>
<p>Menurutnya, lukisan mampu mengubah suasana ruang sekaligus batin. Dinding kosong terasa berbeda ketika diberi karya, karena lukisan menyimpan energi, bahkan diyakini memiliki unsur feng shui, sebuah m ilmu tata letak Tiongkok kuno untuk mencapai harmoni serta mendapat aliran energi positif.</p>
<p>"Warna itu bisa membangkitkan motivasi. Orang yang putus asa bisa menjadi lebih positif setelah melihat karya," jelasnya.</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202601/image_870x_697b2b86e54a7.webp" alt=""></p>
<p>Pameran tersebut juga menjadi ruang penting bagi perempuan, terutama mereka yang memasuki masa pensiun atau menjalani peran domestik, agar tetap aktif dan terbebas dari tekanan psikologis yang jarang disorot.</p>
<p>"Perempuan yang aktif melukis itu jauh dari stres. Hidup terasa lebih indah dan bisa menerima keadaan," ungkap Irdina.</p>
<p><strong>Kualitas Karya Perempuan Tidak Kalah Indah</strong></p>
<p>Pameran <em>The Magic of Colours</em> juga mendapat apresiasi dari pemerintah. Kepala UPT Taman Budaya Jawa Timur - Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Jawa Timur, Deddy Hariyono, menyebut pameran yang sepenuhnya diikuti oleh perempuan sebagai hal yang jarang dan patut mendapat apresiasi serta dukungan.</p>
<p>"Pameran seni, apalagi di Surabaya itu mungkin sudah bukan pemandangan baru ya, tapi sangat jarang jika perupanya itu para perempuan bahkan ibu rumah tangga yang bisa melukis dan menjadi seniman, itu menarik dan kami dukung," ucap Deddy.</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202601/image_870x_697b2b90768cc.webp" alt=""></p>
<p>Dirinya mengaku terkesan setelah melihat langsung karya-karya yang dipamerkan. Menurutnya, kualitas lukisan para perupa perempuan tidak kalah dengan seniman profesional yang dikenal didominasi oleh laki-laki.</p>
<p>"Hasil karyanya sangat bagus sekali, ini bukti bahwa perempuan juga bisa menekuni dunia kesenian," tuturnya.</p>
<p>Ia juga menyoroti keberagaman media yang digunakan, mulai dari kanvas, kertas, hingga bahan daur ulang seperti goni. Hal tersebut dinilai sebagai bentuk inovasi sekaligus kontribusi seni terhadap isu lingkungan.</p>
<p>Ke depan, UPT Taman Budaya Jawa Timur berkomitmen untuk membuka ruang dan peluang fasilitasi dan kerja sama yang lebih luas kepada seluruh penggiat budaya guna memajukan pariwisata daerah, selama kegiatan itu memenuhi ketentuan dan regulasi yang berlaku.</p>
<p>"Kalau konsepnya sudah jadi, tampilannya bagus, kita di lingkungan UPT Taman Budaya Jawa Timur, termasuk salah satunya di Gakeri Prabangkara pasti fasilitasi dan beri dukungan," tandas Deddy.</p>
<p><strong>Semangat Seni yang Tumbuh dari Keseharian</strong></p>
<p>Di antara puluhan perupa perempuan, kisah kakak-beradik asal Buduran, Sidoarjo, menjadi potret nyata bagaimana seni tumbuh dari keseharian. Mereka adalah Siti Ma’rifah dan Nur Rochima yang kini kerap menghasilkan karya di sela pekerjaan mereka sebagai penjahit.</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202601/image_870x_697b2e831c81d.webp" alt=""></p>
<p>Siti Ma’rifah sendiri membawa lukisan bergambar pemandangan, menariknya perupa yang memiliki julukan RIF itu mengaku bahwa karya yang ia pamerkan di pameran kali ini bukanlah yang paling ia sukai.</p>
<p>"Sebenarnya saya nggak begitu suka lukisan ini, tapi karena ada persyaratan harus menggunakan bingkai dan yang ada bingkainya ya cuma ini," ucap Ma'rifah.</p>
<p>Kendati demikian, lukisan tersebut menyimpan cerita dari perjalanan panjangnya dalam mengenal dunia seni rupa, dari fase dirinya kebingungan hingga mulai mahir dan memahami teknik.</p>
<p>"Jadi bisa dibilang ya lukisan ini proses dari belum pinter sampai lumayan pinter lah," katanya.</p>
<p>Sementara itu, saudarinya yakni Nur Rochima, juga membawa karya dengan bertemakan alam dan pegunungan. Berbeda dengan Ma'rifah, Rochima cukup senang dengan lukisan yang ia bawa.</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202601/image_870x_697b2e7cb60ab.webp" alt=""></p>
<p>"Ya itu karya juga prosesnya sama lamanya, memang saya kerjakan di sela-sela menjahit, karena kita juga memang basicnya jahit," jelasnya.</p>
<p>Bagi mereka, pameran kali ini adalah yang kedua setelah sebelumnya tampil di Jatim Expo. Meski merasa karyanya belum sepenuhnya matang, keikutsertaan dalam pameran memberi keberanian dan semangat untuk terus berkarya.</p>
<p>"Harapannya kalau ada lagi, saya mau menampilkan karya-karya saya lagi, yang lebih bagus tentunya," tukas keduanya.</p>
<p>Pameran The Magic of Colours bukan sekadar etalase lukisan. Ia menjadi perayaan atas kegigihan perempuan, atas warna-warna yang lahir dari rumah, usia, kesibukan, dan harapan. Di Galeri Prabangkara, perempuan tidak hanya melukis kanvas, tetapi juga menorehkan kisah hidup mereka sendiri. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Pemkot Surabaya Keluarkan SE Kewaspadaan Superflu, Warga Diimbau Maksimalkan Layanan Fasilitas Kesehatan</title>
<link>https://suarajatimpost.com/pemkot-surabaya-keluarkan-se-kewaspadaan-superflu-warga-diimbau-maksimalkan-layanan-fasilitas-kesehatan</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/pemkot-surabaya-keluarkan-se-kewaspadaan-superflu-warga-diimbau-maksimalkan-layanan-fasilitas-kesehatan</guid>
<description><![CDATA[ Warga yang mengalami gejala influenza diminta segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat dan tidak melakukan pengobatan mandiri tanpa pengawasan tenaga medis. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202601/image_870x580_697a008a52645.webp" length="8882" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 28 Jan 2026 20:31:28 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ryan Ramadhan</dc:creator>
<media:keywords>Surat Edaran, SE, Superflu, Pemkot Surabaya, Surabaya, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SURABAYA, SJP -</strong> Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya resmi mengeluarkan Surat Edaran (SE) Nomor 400.7.7.1/1001/436.7.2/2026 tentang Kewaspadaan Dini terhadap Penyakit Superflu. Selain tetap tenang, warga juga diimbau untuk memanfaatkan fasilitas kesehatan jika alami gejala flu.</p>
<p>Kebijakan tersebut menjadi langkah antisipatif menghadapi potensi penyebaran virus Influenza A subtipe H3N2 subclade K yang memiliki tingkat penularan tinggi dan risiko gejala lebih berat dibandingkan influenza musiman.</p>
<p>Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Surabaya Lilik Arijanto menjelaskan, penerbitan SE tersebut bertujuan memperkuat kesiapsiagaan seluruh elemen, mulai dari jajaran pemerintahan hingga masyarakat, tanpa memicu kepanikan di tengah publik.</p>
<p>"Kebijakan ini untuk memperkuat kesiapsiagaan seluruh elemen, mulai dari perangkat pemerintah hingga masyarakat luas, tanpa menimbulkan kepanikan," ujar Lilik saat dikonfirmasi pada Rabu (28/1/2026).</p>
<p>Lilik menyampaikan, SE kewaspadaan super flu itu merupakan tindak lanjut dari Surat Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur Nomor 400.7.9/221/102.3/2026 tertanggal 7 Januari 2026. </p>
<p>Selain itu, Pemkot Surabaya juga mencermati perkembangan situasi epidemiologi nasional hingga akhir Desember 2025. Tercatat sebanyak 62 kasus influenza di delapan provinsi di Indonesia, dengan konsentrasi tertinggi berada di Jawa Timur, Kalimantan Selatan, dan Jawa Barat. </p>
<p>"Terncatat 62 kasus influenza di delapan provinsi, kondisi ini dinilai perlu diantisipasi lebih dini, terutama di wilayah dengan mobilitas penduduk tinggi seperti Surabaya." ucapnya.</p>
<p><strong>Karakteristik dan Risiko Supeflu</strong></p>
<p>Menurut Lilik, superflu disebabkan oleh virus Influenza A subtipe H3N2 subclade K yang memiliki karakteristik penularan lebih cepat dan potensi menimbulkan gejala klinis lebih berat dibandingkan influenza musiman pada umumnya. Karena itu, kewaspadaan dini menjadi kunci untuk mencegah penyebaran yang lebih luas.</p>
<p>"Superflu ini memiliki tingkat penularan lebih cepat dan berpotensi menimbulkan gejala klinis lebih berat dibandingkan influenza musiman. Karena itu, kewaspadaan dini menjadi kunci," ucap Lilik.</p>
<p>Gejala klinis yang perlu diwaspadai antara lain demam tinggi hingga 39–41 derajat Celsius, nyeri otot dan sendi hebat, rasa lemas yang signifikan, sakit kepala berat yang mengganggu konsentrasi, hingga gangguan saluran pernapasan seperti nyeri tenggorokan dan batuk kering berkepanjangan.</p>
<p>Penularan virus itu dapat terjadi melalui percikan droplet saat penderita batuk, bersin, atau berbicara. Selain itu, kontak langsung seperti berjabat tangan maupun kontak tidak langsung melalui permukaan benda yang terkontaminasi virus juga berpotensi menjadi media penularan.</p>
<p>"Interaksi sehari-hari yang tampak sederhana bisa menjadi jalur penularan jika kewaspadaan diabaikan,” ujarnya.</p>
<p><strong>Tetap Tenang dan Manfaatkan Fasilitas Kesehatan</strong></p>
<p>Meski demikian, Pemkot Surabaya mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak panik. Masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan dengan disiplin menerapkan protokol kesehatan serta Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) di rumah, tempat kerja, dan ruang publik.</p>
<p>"Penggunaan masker di area kerumunan, etika batuk dan bersin, kebiasaan mencuci tangan dengan sabun, serta menjaga kebersihan lingkungan menjadi langkah sederhana namun efektif," kata Lilik.</p>
<p>Selain pencegahan, Pemkot Surabaya menekankan pentingnya pemanfaatan fasilitas pelayanan kesehatan. Warga yang mengalami gejala influenza diminta segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat dan tidak melakukan pengobatan mandiri tanpa pengawasan tenaga medis.</p>
<p>"Bagi warga yang mengalami gejala influenza, kami minta segera memeriksakan diri ke fasilitas pelayanan kesehatan terdekat dan tidak melakukan pengobatan mandiri," tegasnya.</p>
<p>Masyarakat juga diimbau menjaga daya tahan tubuh dengan mengonsumsi makanan bergizi seimbang, memperbanyak buah dan sayur, beristirahat cukup, serta mengonsumsi vitamin sesuai kebutuhan.</p>
<p>Untuk memastikan kebijakan ini berjalan efektif, Pemkot Surabaya menginstruksikan seluruh kepala perangkat daerah, camat, dan lurah agar mengoordinasikan sosialisasi kewaspadaan super flu di wilayah masing-masing. </p>
<p>Upaya itu dilakukan dengan melibatkan tokoh agama, tokoh masyarakat, PKK, RT/RW, serta Kader Surabaya Hebat (KSH) guna memantau kondisi kesehatan warga secara kolaboratif dan berkelanjutan. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Pergerakan Sapi Jelang Iduladha Diduga Picu Lonjakan PMK di Jatim</title>
<link>https://suarajatimpost.com/pergerakan-sapi-jelang-iduladha-diduga-picu-lonjakan-pmk-di-jatim</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/pergerakan-sapi-jelang-iduladha-diduga-picu-lonjakan-pmk-di-jatim</guid>
<description><![CDATA[ Berdasarkan data Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur per 26 Januari 2026, wabah PMK kembali menunjukkan tren kenaikan signifikan. Total kasus PMK tercatat mencapai 839 ekor hewan ternak, yang tersebar di 19 kabupaten/kota di Jawa Timur. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202601/image_870x580_6979f3ef38c8c.webp" length="80660" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 28 Jan 2026 19:47:32 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ryan Ramadhan</dc:creator>
<media:keywords>Penyakit Mulut dan Kuku, PMK, Ternak, Iduladha, Wagub Jatim, Emil Dardak, Jawa Timur, Surabaya, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SURABAYA, SJP - </strong>Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak membenarkan terjadinya peningkatan kasus Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) pada hewan ternak di awal 2026. </p>
<p>Emil menduga, meningkatnya pergerakan hewan ternak menjelang Iduladha menjadi salah satu pemicu utama meluasnya penyebaran virus tersebut di Jawa Timur.</p>
<p>"Pada Januari 2026 ada peningkatan kasus PMK, kebanyakan terjadi pada sapi pedaging, yang mana pergerakan sapi memang mulai meningkat menghadapi Hari Raya Kurban," kata Emil, Rabu (28/1/2026).</p>
<p>Berdasarkan data Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur per 26 Januari 2026, wabah PMK kembali menunjukkan tren kenaikan signifikan. Total kasus PMK tercatat mencapai 839 ekor hewan ternak, yang tersebar di 19 kabupaten/kota di Jawa Timur.</p>
<p>Dari jumlah tersebut, 221 ekor sapi dinyatakan sembuh, sementara 605 ekor ternak masih berstatus sakit dan tengah menjalani penanganan intensif oleh petugas kesehatan hewan. Selain itu, delapan ekor sapi dilaporkan mati akibat PMK, serta lima ekor sapi harus dipotong paksa guna mencegah penularan lebih luas.</p>
<p>Kabupaten Pasuruan menjadi daerah dengan kasus PMK tertinggi di Jawa Timur. Di wilayah tersebut, tercatat 103 ekor sapi terjangkit virus PMK, menjadikannya salah satu daerah prioritas pengendalian wabah.</p>
<p>Menanggapi temuan itu, Emil menjelaskan bahwa lonjakan kasus PMK tidak terjadi tanpa sebab. Salah satu faktor utama yang disorot adalah meningkatnya lalu lintas ternak, khususnya sapi pedaging, seiring persiapan menghadapi Hari Raya Iduladha.</p>
<p>"Selain Hari Raya Kurban yang tengah dipersiapkan oleh para peternak, kondisi (pergantian) musim juga rawan penyebaran PMK," jelas Emil.</p>
<p>Emil menjelaskan bahwa pergantian musim juga dinilai memperbesar risiko penyebaran virus PMK. Kondisi cuaca yang tidak stabil membuat daya tahan hewan menurun dan memudahkan penularan antarternak, terutama di wilayah dengan kepadatan populasi sapi tinggi.</p>
<p>Untuk menekan laju penyebaran PMK, Pemerintah Provinsi Jawa Timur telah berkoordinasi dengan Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (PKH) Kementerian Pertanian. Hasil koordinasi tersebut, Jatim mendapatkan alokasi 1,51 juta dosis vaksin PMK.</p>
<p>Emil menyebut, distribusi vaksin sudah mulai dilakukan secara bertahap dengan memprioritaskan daerah rawan, kemudian dilanjutkan dengan distribusi ke daerah lain untuk pencegahan.</p>
<p>"453 ribu vaksin insyaallah akan sampai dan segera didistribusikan untuk pencegahan. Yang sudah terpapar PMK, langsung diobati," ungkapnya.</p>
<p>Pemprov Jatim juga memastikan pengawasan lalu lintas ternak terus diperketat, terutama menjelang Iduladha, agar wabah PMK tidak meluas dan mengganggu pasokan hewan kurban maupun stabilitas peternakan di daerah. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Cuaca Ekstrem Picu Plafon Gypsum Ambruk di SMPN 60 Surabaya</title>
<link>https://suarajatimpost.com/cuaca-ekstrem-picu-plafon-gypsum-ambruk-di-smpn-60-surabaya</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/cuaca-ekstrem-picu-plafon-gypsum-ambruk-di-smpn-60-surabaya</guid>
<description><![CDATA[ Angin kencang cuaca ekstrem Surabaya merobohkan plafon gypsum kelas SMPN 60 saat pelajaran berlangsung, Pemkot langsung ganti material lebih ringan demi keselamatan siswa. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202601/image_870x580_6979ec96eb926.webp" length="35978" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 28 Jan 2026 19:16:35 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ryan Ramadhan</dc:creator>
<media:keywords>Plafon, SMPN 60 Surabaya, Gypsum, Angin Kencang, Cuaca Ekstrem, Surabaya, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SURABAYA, SJP –</strong> Cuaca ekstrem masih mengintai Kota Surabaya dalam beberapa hari terakhir. Terkini, hembusan angin kencang diduga menjadi pemicu runtuhnya plafon salah satu ruang kelas di SMP Negeri 60 Surabaya, Rabu (28/1/2026) saat kegiatan belajar mengajar (KBM) berlangsung.</p>
<p>Meski tidak menimbulkan korban jiwa, Pemerintah Kota Surabaya berencana akan mengganti material plafon gypsum dengan bahan yang lebih ringan saat proses perbaikan demi mencegah kejadian serupa terulang.</p>
<p>Kepala Bidang Sarana dan Prasarana (Sarpras) Dinas Pendidikan (Dispendik) Kota Surabaya, Ahmad Syahroni, menjelaskan runtuhnya plafon berkaitan dengan tekanan angin yang cukup kuat, terutama di lantai tiga gedung sekolah. </p>
<p>Ia menyebut, angin masuk melalui celah di bagian atas plafon, lalu menekan material plafon dari dalam hingga akhirnya runtuh ke bawah.</p>
<p>"Memang itu tekanan anginnya tinggi di sana, di lantai tiga ini. Ternyata setelah kita cek, itu ada peluang angin masuk dari atasnya plafon, maka dia (angin) menekan ke bawah," ujar Syahroni saat dikonfirmasi pada Rabu (28/1/2026).</p>
<p>Dirinya juga mengungkapkan bahwa peristiwa jatuhnya plafon terjadi sekira pukul 07.00 WIB, yang mana saat itu, siswa kelas VII E sudah berada di dalam kelas dan tengah mengikuti kegiatan literasi.</p>
<p>"Kejadiannya sekira pukul 07.00 WIB, anak-anak masuk (kelas) 06.30 WIB. Saat itu (anak-anak) lagi belajar literasi di kelas, Bahasa Indonesia," tutur Syahroni.</p>
<p>Jumlah siswa di kelas tersebut sekitar 32 anak. Beruntung, tidak ada siswa yang tertimpa secara langsung material plafon yang runtuh.</p>
<p><strong>Gypsum Dinilai Terlalu Berat dan Sudah Lama</strong></p>
<p>Dari hasil pengecekan Dispendik Surabaya, plafon yang runtuh diketahui berbahan gypsum dan sudah digunakan cukup lama. Meski rangka besi penyangga dinyatakan masih dalam kondisi baik, material gypsum dinilai terlalu berat, terutama saat terdorong tekanan angin.</p>
<p>"Nah, ini nanti (plafon) akan kita tutup, terus juga plafonnya akan kita ganti bahan yang beda, yang ringan, triplek. Soalnya itu (yang runtuh) dari gypsum yang mungkin berat, ini memang sudah agak lama sih," terang Syahroni.</p>
<p>Kendati bagian plafon runtuh, Syahroni memastikan bahwa setelah dilakukan pengecekan menyeluruh, tidak ditemukan kerusakan pada bagian struktur rangka dan tidak ada tanda-tanda kebocoran.</p>
<p>"Kondisi besinya itu lurus, gak ada yang bengkok, gak ada yang bocor," tegasnya.</p>
<p>Ia menambahkan, sebenarnya sebagian ruang kelas di SMP Negeri 60 Surabaya sudah lebih dulu menggunakan plafon berbahan triplek. Ruang kelas yang plafonnya runtuh termasuk salah satu kelas yang belum sempat diganti.</p>
<p><strong>Siswa Alami Trauma, Pemkot Turunkan Psikolog</strong></p>
<p>Meski tidak ada korban luka fisik, kejadian tersebut sempat membuat sejumlah siswa panik dan mengalami trauma. Pemkot Surabaya telah menurunkan tim untuk memberikan pendampingan.</p>
<p>"Sudah ada penanganan dari Puskesmas sama DP5APPKB, psikolog yang menenangkan anak-anak," ucap Syahroni.</p>
<p>"Karena nggak ada benda tajamnya. Jadi (anak-anak kayak) kaget gitu, tapi nggak sampai luka," imbuhnya.</p>
<p><strong>KBM Dipindahkan, BPBD Siaga Cuaca Lanjutan</strong></p>
<p>Pasca kejadian, puing-puing plafon telah dibersihkan dan proses perbaikan segera dilakukan. Untuk sementara, kegiatan belajar siswa kelas VII E dan kelas di sebelahnya dipindahkan ke ruang laboratorium dan perpustakaan agar siswa bisa belajar dengan lebih tenang.</p>
<p>"Ini sudah dibersihkan mau kita perbaiki dengan bahan baru, terus anak-anak (sementara) belajar di ruang lab maupun di perpustakaan," terang Syahroni.</p>
<p>Selain tenaga medis dan psikolog, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Surabaya juga disiagakan di lokasi untuk mengantisipasi potensi cuaca ekstrem susulan.</p>
<p>"Untuk BPBD juga ada di lokasi siap siaga, kalau nanti ada angin kencang lanjutan," pungkasnya. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Zulhas Tegaskan Harga Pangan Tidak Boleh Naik Jelang Ramadan dan Idulfitri 2026</title>
<link>https://suarajatimpost.com/zulhas-tegaskan-harga-pangan-tidak-boleh-naik-jelang-ramadan-dan-idulfitri-2026</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/zulhas-tegaskan-harga-pangan-tidak-boleh-naik-jelang-ramadan-dan-idulfitri-2026</guid>
<description><![CDATA[ Menko Pangan Zulkifli Hasan menegaskan harga pangan tidak boleh naik jelang Ramadan dan Idulfitri 2026, seiring klaim stok nasional aman dan operasi pasar digelar setiap hari. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202601/image_870x580_697871f29cfc4.webp" length="24522" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Tue, 27 Jan 2026 18:42:07 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ryan Ramadhan</dc:creator>
<media:keywords>Menteri Koordinator Bidang Pangan, Menko Pangan, Zulkifli Hasan, Zulhas, Bulog, Ramadhan 2026, Harga Pangan, Surabaya, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SURABAYA, SJP - </strong>Pemerintah menegaskan komitmennya menjaga stabilitas harga dan ketersediaan pangan menjelang Bulan Suci Ramadan dan Hari Raya Idulfitri 2026. </p>
<p>Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan menekankan bahwa tidak boleh ada kenaikan harga bahan pokok selama periode meningkatnya kebutuhan masyarakat tersebut.</p>
<p>Pernyataan itu disampaikan Zulkifli Hasan di sela-sela kunjungannya di Kota Surabaya pada Selasa (27/1/2026). Menteri yang biasa dipanggil Zulhas itu menyebut pemerintah tidak hanya menyiapkan stok pangan, tetapi juga mengawal distribusi agar harga tetap terkendali hingga ke tingkat konsumen.</p>
<p>"Sebentar lagi kita akan memasuki bulan puasa dan Lebaran. Jadi stok harus cukup dan harga harus terkendali. Tidak boleh naik," ujar Zulhas, Selasa (27/1/2026).</p>
<p>Dirinya menegaskan, kebijakan pengendalian harga pangan merupakan arahan langsung Presiden RI Prabowo Subianto. Pemerintah diminta hadir secara aktif agar lonjakan harga yang kerap terjadi menjelang hari besar keagamaan tidak terulang.</p>
<p>"Presiden selalu menekankan bahwa harga-harga kebutuhan pokok menjelang hari raya tidak boleh naik. Bahkan diharapkan bisa ditekan agar lebih terjangkau," kata Zulhas.</p>
<p>Menurutnya, kebijakan serupa telah diterapkan dan sukses pada momen Natal, Tahun Baru, dan Lebaran tahun sebelumnya, dengan hasil harga pangan relatif stabil dan sejumlah komoditas berhasil ditekan.</p>
<p>Untuk memastikan harga tetap terkendali, pemerintah akan terus menggelar pasar murah di berbagai daerah. Program itu menjadi salah satu instrumen utama intervensi negara di pasar, terutama untuk komoditas strategis yang sering memicu inflasi.</p>
<p>Dalam pasar murah tersebut, sejumlah bahan pangan seperti beras dan telur dijual dengan potongan harga hingga 10 persen. Di Jawa Tengah dan Jawa Timur, operasi pasar disebut telah berlangsung rutin setiap hari.</p>
<p>"Sudah dilakukan, setiap hari. Bisa dicek di Jawa Tengah dan Jawa Timur," tegas Zulhas.</p>
<p>Ia juga meminta pemerintah daerah (Pemda) agar aktif memastikan pelaksanaan pasar murah berjalan merata dan berkelanjutan, tidak hanya bersifat seremonial.</p>
<p><strong>Stok Aman, Distribusi Lancar di Jawa Timur</strong></p>
<p>Selain pengendalian harga, pemerintah menekankan kesiapan stok pangan secara menyeluruh, tidak hanya beras. Bulog Jawa Timur memastikan cadangan pangan di wilayah ini sangat mencukupi untuk menghadapi lonjakan permintaan selama Ramadan dan Idulfitri.</p>
<p>Kepala Perum Bulog Kanwil Jawa Timur, Langgeng Wisnu Adi Nugroho, menyebut cadangan beras di gudang Bulog saat ini mencapai ratusan ribu ton dan cukup untuk jangka panjang.</p>
<p>"Stok beras Bulog Jawa Timur mencapai 796 ribu ton dan aman untuk kebutuhan hingga 14 bulan ke depan," ujar Wisnu.</p>
<p>Tidak hanya menjaga stok, Bulog Jawa Timur juga aktif menyerap hasil panen petani. Sejak pertengahan Januari 2026, penyerapan dilakukan untuk menjaga keseimbangan harga di tingkat petani sekaligus memperkuat cadangan pemerintah.</p>
<p>"Hingga Januari ini kami telah menyerap sekitar 34 ribu ton gabah kering panen atau setara beras, serta hampir 4 ribu ton jagung dari petani di Jawa Timur," kata Wisnu.</p>
<p>Selain beras dan jagung, Bulog Jawa Timur juga memastikan kelancaran distribusi minyak goreng. Jawa Timur mendapatkan alokasi sekitar 35 persen dari kuota nasional atau setara 28 juta liter yang disalurkan langsung ke pengecer di berbagai daerah.</p>
<p>Untuk menjaga inflasi pangan, Bulog Jawa Timur terus berkoordinasi dengan Satgas Pangan dalam memantau harga bahan pokok setiap hari. Hingga kini, harga masih terpantau stabil dan berada di bawah Harga Eceran Tertinggi (HET).</p>
<p>Bulog menegaskan, operasi pasar melalui program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) akan berlangsung sepanjang tahun 2026. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Menko Zulhas Pastikan MBG Tetap Jalan Saat Ramadan, Skema Khusus Tengah Disiapkan</title>
<link>https://suarajatimpost.com/menko-zulhas-pastikan-mbg-tetap-jalan-saat-ramadan-skema-khusus-tengah-disiapkan</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/menko-zulhas-pastikan-mbg-tetap-jalan-saat-ramadan-skema-khusus-tengah-disiapkan</guid>
<description><![CDATA[ Menko Pangan Zulkifli Hasan memastikan program Makan Bergizi Gratis tetap berjalan selama Ramadan dengan skema khusus, menjawab keraguan publik soal keberlanjutan MBG saat siswa berpuasa. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202601/image_870x580_69787e09bcea3.webp" length="18516" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Tue, 27 Jan 2026 16:20:18 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ryan Ramadhan</dc:creator>
<media:keywords>MBG, Makan Bergizi Gratis, Menko Pangan, Zulkifli Hasan, Surabaya, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SURABAYA, SJP –</strong> Pemerintah memastikan program Makan Bergizi Gratis (MBG) tetap berjalan selama Bulan Ramadan. Kepastian itu disampaikan Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan saat meninjau pelaksanaan MBG di SMAN 15 Surabaya, Selasa (27/1/2026).</p>
<p>Dalam rangkaian kunjungan kerjanya di Surabaya dan Kabupaten Gresik, Menteri yang akrab disapa Zulhas itu menegaskan Badan Gizi Nasional (BGN) saat ini tengah menyiapkan skema khusus agar distribusi MBG tetap berjalan tanpa mengganggu pelaksanaan puasa. </p>
<p>"MBG tidak dihentikan hanya karena perubahan waktu makan, BGN nanti akan menyiapkan bahan dan skemanya," ujar Zulhas, Selasa (27/1/2026).</p>
<p>Pernyataan itu sekaligus menjawab keraguan masyarakat. Seiring bulan puasa yang semakin dekat, muncul asumsi bahwa program makan siang yang dikirimkan ke sekolah itu akan dihentikan sementara. Pemerintah memastikan asumsi itu tidak benar.</p>
<p>Zulhas menegaskan, substansi utama MBG adalah pemenuhan gizi anak, bukan sekadar waktu konsumsi makanan. Karena itu, meskipun siswa berpuasa, hak mereka atas makanan bergizi tetap dijamin negara melalui mekanisme yang sedang disiapkan.</p>
<p>"Tentu ini agar anak-anak kita akan tumbuh kuat, cerdas. Mulai dari ibu ibu hamil, balita, TK, SD, SMP, SMA. Tentu akan melahirkan generasi generasi yang gizinya cukup, fisiknya oke, ya," tandasnya.</p>
<p><strong>Skema <em>Packing</em> dan Dibawa Pulang</strong></p>
<p>Hingga saat ini, skema pendistribusian MBG selama Ramadan masih dalam tahap pematangan oleh BGN. Kendati BGN belum memberikan pemberitahuan resmi, gambaran awal mekanisme pelaksanaan mulai terungkap dari pemerintah daerah.</p>
<p>Kepala Dinas Pendidikan Jawa Timur, Aries Agung Paewai, mengatakan MBG tidak akan disajikan dalam bentuk makan siap santap di sekolah seperti hari biasa. Makanan bergizi akan dikemas agar bisa dibawa pulang dan dikonsumsi saat berbuka puasa.</p>
<p>"Distribusinya dalam bentuk lain, mungkin langsung dalam boks atau dipacking, sehingga bisa dibawa pulang oleh siswa,” kata Aries.</p>
<p>Skema tersebut dinilai sebagai jalan tengah agar program tetap berjalan tanpa melanggar prinsip ibadah puasa, sekaligus menjaga tujuan utama pemenuhan gizi peserta didik.</p>
<p>Meski format distribusi berubah, mekanisme penyaluran MBG dipastikan tetap dilakukan melalui sekolah. Pemerintah menilai sekolah masih menjadi simpul distribusi paling efektif karena aktivitas belajar mengajar tetap berlangsung selama Ramadan, meski ada penyesuaian jadwal di awal dan akhir bulan.</p>
<p>"Nanti pengambilannya tetap di sekolah. Proses belajar mengajar tetap berlangsung di pertengahan Ramadan," ujar Aries.</p>
<p>Aries sendiri mengakui hingga kini pihaknya belum menerima petunjuk teknis resmi dari BGN. Pemerintah daerah masih menunggu pedoman tertulis agar pelaksanaan di lapangan seragam dan tidak menimbulkan tafsir berbeda antar sekolah.</p>
<p>Sebagai informasi tambahan, Penegasan soal keberlanjutan MBG ini disampaikan Menko Pangan Zulhas di sela rangkaian kunjungan kerjanya di Kota Surabaya dan Kabupaten Gresik. </p>
<p>Selain meninjau MBG di SMAN 15 Surabaya, Menko Pangan juga mengunjungi Gudang Bulog Jawa Timur dan wilayah pesisir Gresik dalam agenda terkait ketahanan pangan nasional. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Menko Zulhas Bagi&amp;bagi Sembako di Bulog Surabaya, Stok Beras Diklaim Aman hingga Ramadan</title>
<link>https://suarajatimpost.com/menko-zulhas-bagi-bagi-sembako-di-bulog-surabaya-stok-beras-diklaim-aman-hingga-ramadan</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/menko-zulhas-bagi-bagi-sembako-di-bulog-surabaya-stok-beras-diklaim-aman-hingga-ramadan</guid>
<description><![CDATA[ Menko Pangan Zulkifli Hasan mengawali kunker di Kota Surabaya dan Kabupaten Gresik dengan membagi 600 paket sembako sembari menegaskan stok beras aman hingga Ramadan. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202601/image_870x580_697871ee4800a.webp" length="42970" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Tue, 27 Jan 2026 15:30:46 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ryan Ramadhan</dc:creator>
<media:keywords>Menteri Koordinator Bidang Pangan, Menko Pangan, Zulkifli Hasan, Zulhas, Bulog, Ramadhan 2026, Beras, Surabaya, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SURABAYA, SJP — </strong>Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan membagikan ratusan paket sembako kepada pengemudi ojek online di Gudang Bulog Jawa Timur, Selasa (27/1/2026). Di balik aksi simbolik tersebut, pemerintah menyebut bahwa kesiapan stok pangan nasional menjelang Ramadan dan Idulfitri 2026.</p>
<p>Kegiatan bertajuk Hajatan Hari Jaminan Ketahanan Pangan (HAJATAN) itu menyasar 600 pengemudi ojek online dari platform Gojek dan Grab. Kelompok tersebut dipilih karena dianggap menjadi sektor yang paling cepat terdampak fluktuasi harga kebutuhan pokok, terutama di awal tahun.</p>
<p>Dalam kegiatan yang digelar di Kantor Wilayah Bulog Jawa Timur itu, Menko Pangan secara langsung menyerahkan paket sembako yang berisi beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) 5 kilogram, minyak goreng, gula pasir, dan tepung terigu. </p>
<p>Komoditas tersebut dipilih bukan tanpa alasan, melainkan karena komoditas itu kerap mengalami volatilitas harga di pasaran, khususnya di momen-momen tertentu seperti di awal tahun dan menjelang bulan Ramadhan.</p>
<p>"Presiden selalu menekankan bahwa harga-harga kebutuhan pokok menjelang hari raya tidak boleh naik, bahkan diupayakan bisa turun," ujar Menteri yang karib disapa Zulhas itu, Selasa (27/1/2026).</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202601/image_870x_697871f39bdd6.webp" alt=""></p>
<p>Ia menyebut, pembagian sembako bukan sekadar bantuan sosial, melainkan bagian dari strategi menjaga daya beli masyarakat di tengah tekanan biaya hidup, khususnya bagi pekerja sektor informal seperti pengemudi ojek online.</p>
<p>"Bapak Presiden memerintahkan kami untuk hadir memastikan para pejuang jalanan tetap tangguh, karena pemerintah menjamin stok pangan nasional melimpah dan harga harus terjangkau rakyat kecil," kata Zulhas didepan ratusan pengemudi ojol yang hadir.</p>
<p><strong>Stok Bulog Jatim Diklaim Aman hingga 14 Bulan</strong></p>
<p>Di luar pembagian sembako, sorotan utama kunjungan itu adalah klaim kesiapan stok beras Bulog, khususnya untuk menghadapi lonjakan permintaan saat Ramadan. Pemerintah menegaskan, tidak ada alasan harga beras melonjak karena ketersediaan dinilai sangat mencukupi.</p>
<p>"Stok beras kita di Bulog untuk Ramadhan aman dan saat ini mencapai jutaan ton. Masyarakat tidak perlu khawatir," katanya.</p>
<p>Pemerintah juga akan skema Beras SPHP sebagai instrumen utama pengendalian harga di tingkat konsumen. Penyaluran SPHP mengacu pada Peraturan Badan Pangan Nasional Nomor 7 Tahun 2023 yang mewajibkan negara hadir saat harga beras bergejolak.</p>
<p>Selain itu, pemerintah akan kembali menggelar pasar murah di berbagai daerah dengan potongan harga hingga 10 persen untuk komoditas utama seperti beras dan telur. Program itu turut melibatkan mitra swasta dan transportasi daring agar diskon tidak dibebankan kepada pengemudi.</p>
<p>"Melalui dukungan sponsor, masyarakat bisa mendapatkan diskon tanpa membebani pengemudi ojek online," jelas Zulhas.</p>
<p>Pernyataan tentang kesiapan stok beras juga diperkuat oleh pihak Bulog Jawa Timur yang membeberkan angka konkret cadangan beras. Disebutkan di Jawa Timur sendiri selama ini dikenal sebagai salah satu lumbung pangan nasional yang menyuplai kawasan Indonesia Timur.</p>
<p>"Untuk stok Bulog Jawa Timur saat ini mencapai 796 ribu ton dan siap untuk kebutuhan hingga 14 bulan ke depan," ujar Kepala Bulog Kanwil Jatim, Langgeng Wisnu Adibugroho.</p>
<p>Meski stok dinilai aman, pemerintah mengakui tantangan terbesar terletak pada distribusi dan pengawasan di lapangan. Wisnu menambahkan, pengendalian harga tidak akan efektif jika masih ada praktik penimbunan atau permainan harga.</p>
<p>"Fokus kita memastikan distribusi lancar dan tidak ada oknum yang bermain harga," katanya.</p>
<p>Kegiatan di Bulog Surabaya itu sendiri merupakan rangkaian kunjungan kerja (kunker) Zulhas hari ini di Kota Pahlawan dan Kabupaten Gresik guna memastikan Provinsi Jawa Timur sebagai simpul penting logistik pangan nasional. </p>
<p>Dengan klaim stok aman dan bantuan langsung ke masyarakat, pemerintah berharap inflasi pangan tetap terkendali sepanjang Ramadan hingga Idulfitri 2026 yang tinggal hitungan minggu.<strong> (*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Tak Berizin dan Tarik Tarif Lebih, Ratusan Jukir Liar Surabaya Diamankan Polisi</title>
<link>https://suarajatimpost.com/tak-berizin-dan-tarik-tarif-lebih-ratusan-jukir-liar-surabaya-diamankan-polisi</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/tak-berizin-dan-tarik-tarif-lebih-ratusan-jukir-liar-surabaya-diamankan-polisi</guid>
<description><![CDATA[ Sebanyak 103 jukir liar di Surabaya dijerat sidang tipiring setelah terjaring penertiban polisi, dengan ancaman sanksi pidana jika terbukti melakukan pemerasan. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202601/image_870x580_6977660adf2f7.webp" length="44496" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 26 Jan 2026 21:28:24 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ryan Ramadhan</dc:creator>
<media:keywords>Juru Parkir, Jukir, Jukir Liar, Polrestabes Surabaya, Parkir, Tipiring, Surabaya, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SURABAYA, SJP - </strong>Upaya Pemerintah Kota Surabaya menata persoalan parkir lewat penerapan e-parking dan penertiban berkala rupanya belum sepenuhnya menghilangkan praktik juru parkir (jukir) liar. Dalam sepekan terakhir, polisi kembali mengamankan ratusan jukir ilegal yang masih bebas beroperasi di Kota Pahlawan.</p>
<p>Sebanyak 103 jukir liar diamankan jajaran Polrestabes Surabaya dalam operasi penertiban selama satu pekan, mulai 19 hingga 25 Januari 2026. Penindakan ini dilakukan secara serentak di berbagai titik di Surabaya sebagai respons atas masih maraknya jukir tanpa izin resmi.</p>
<p>Kasat Samapta Polrestabes Surabaya AKBP Erika Purwana Putra menjelaskan, penertiban tersebut dilakukan secara mandiri oleh Polrestabes Surabaya bersama seluruh polsek jajaran, setelah diterbitkannya surat perintah khusus dari pimpinan.</p>
<p>"Ini penertiban mandiri bersama jajaran setelah penerbitan Surat Telegram Kapolrestabes Surabaya Nomor ST/19/I/KEP.1./2026 tanggal 19 Januari 2026 lalu," ujar Erika, Senin (26/1/2026).</p>
<p>Menurut Erika, ratusan jukir yang diamankan terbukti melanggar Peraturan Daerah Kota Surabaya Nomor 3 Tahun 2018 tentang Penyelenggaraan Perparkiran. </p>
<p>Bentuk pelanggaran yang ditemukan beragam, mulai dari tidak memiliki izin parkir resmi, menggunakan izin yang sudah tidak berlaku, hingga menarik tarif parkir di luar ketentuan.</p>
<p>Praktik jukir liar ini dinilai tidak hanya merugikan masyarakat secara ekonomi, tetapi juga menimbulkan rasa tidak nyaman dan berpotensi memicu konflik di ruang publik. Atas pelanggaran tersebut, seluruh jukir liar dikenai sanksi tindak pidana ringan (tipiring) dan diproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku.</p>
<p>"Sanksi yang diberikan berupa tipiring. Namun jika ditemukan ada tindak pidana lain seperti pemerasan maka akan kita serahkan ke Satreskrim Polrestabes Surabaya,” tegas Erika.</p>
<p>Ia menambahkan, penertiban jukir liar tidak akan berhenti pada operasi itu saja. Polrestabes Surabaya berkomitmen menjadikan penindakan sebagai agenda rutin demi menjaga keamanan dan kenyamanan warga.</p>
<p>"Penertiban jukir liar akan terus kami lakukan secara rutin untuk menjaga keamanan dan kenyamanan masyarakat Kota Surabaya," imbuhnya.</p>
<p>Selain penindakan oleh aparat, kepolisian juga mendorong keterlibatan aktif masyarakat dalam melaporkan praktik jukir liar yang masih ditemukan di lapangan. Warga diminta tidak ragu melapor melalui Call Center 110 atau kanal media sosial resmi kepolisian.</p>
<p>Sementara itu, seluruh 103 jukir liar yang terjaring razia dijadwalkan menjalani sidang tindak pidana ringan di Pengadilan Negeri Surabaya pada Selasa (27/1/2026) besok. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Ramai Klaim Rumah Warga Jadi Dapur MBG Tanpa Izin Pemilik, Ini Penjelasan Resmi Pelindo</title>
<link>https://suarajatimpost.com/ramai-klaim-rumah-warga-jadi-dapur-mbg-tanpa-izin-pemilik-ini-penjelasan-resmi-pelindo</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/ramai-klaim-rumah-warga-jadi-dapur-mbg-tanpa-izin-pemilik-ini-penjelasan-resmi-pelindo</guid>
<description><![CDATA[ Pengakuan kakek di Surabaya soal rumahnya yang mendadak jadi dapur MBG memicu polemik. Pelindo angkat bicara, menegaskan lahan telah inkrah dan dieksekusi sah pengadilan. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202601/image_870x580_69775f3e2a849.webp" length="54660" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 26 Jan 2026 20:55:26 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ryan Ramadhan</dc:creator>
<media:keywords>PT Pelabuhan Indonesia, Pelindo, Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi, SPPG, Makan Bergizi Gratis, MBG, Polres Pelabuhan Tanjung Perak, KP3, Surabaya, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SURABAYA, SJP - </strong>Publik di Surabaya sempat dibuat heboh oleh pengakuan seorang kakek berusia 80 tahun yang menyebut rumah miliknya tiba-tiba dibongkar dan dialihfungsikan menjadi dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG) tanpa sepengetahuannya. </p>
<p>Kasus tersebut mencuat setelah Wawan Syarwhani mengaku kaget mendapati rumahnya di Jalan Teluk Kumai Timur No. 83A, Kecamatan Pabean Cantian, Surabaya, telah berubah menjadi dapur MBG yang beroperasi di wilayah Tanjung Perak.</p>
<p>Menanggapi kasus tersebut, PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo Regional 3 akhirnya buka suara dan menegaskan status hukum lahan yang kini berdiri Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Polres Pelabuhan Tanjung Perak itu sudah inkrah.</p>
<p><strong>Wawan Mengaku Tidak Beri Izin</strong></p>
<p>Sebelumnya, dalam keterangannya kepada awak media, Wawan mengaku tidak pernah memberikan izin, baik kepada Pelindo maupun pihak lain untuk menggunakan rumah tersebut sebagai dapur MBG. Diketahui rumah itu memang sudah tidak ditempati sejak April 2025, namun pagar dikunci rapat.</p>
<p>Masalah mulai muncul sekitar Agustus 2025, ketika warga sekitar memberi tahu Wawan bahwa ada aktivitas orang masuk ke lahannya dan menebangi pepohonan. Merasa haknya dilanggar, Wawan melaporkan kejadian tersebut ke kepolisian dan meminta proses pembangunan dihentikan.</p>
<p>"Saya bulan Agustus mengajukan pelaporan ke polres supaya pembongkaran dan pembangunannya dihentikan, tapi sampai sekarang enggak ada respons," ucapnya.</p>
<p>Persoalan itu bukan kali pertama Wawan berhadapan dengan Pelindo. Ia menyebut, pada 2017 lalu Pelindo sempat menggugatnya dengan tuduhan penyerobotan lahan. Perkara tersebut bergulir hingga tingkat kasasi.</p>
<p>Menurut Wawan, Pengadilan Negeri Surabaya saat itu memberikan dua opsi penyelesaian, yakni dirinya tetap menempati rumah dengan izin Pelindo atau Pelindo membeli bangunan rumah tersebut. Namun, ia mengklaim tidak pernah menerima keputusan lanjutan dari Pelindo.</p>
<p>Tak hanya melapor ke polisi, Wawan mengaku telah bersurat ke Badan Gizi Nasional (BGN), Kementerian Dalam Negeri, hingga mengajukan perlindungan hukum ke Danantara. Namun, seluruh upaya tersebut belum membuahkan respons.</p>
<p>"Saya inginnya dikembalikan. Tapi kalau memang mau dipakai dapur MBG, ya monggo, yang penting ada omongan," tandasnya.</p>
<p><strong>Pelindo Sebut Lahan Sudah Inkrah </strong></p>
<p>Dalam press rilis pada Senin (26/1/2026), PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Regional 3 memberikan penjelasan berbeda. Purwanto Widodo selaku Sub Regional Head Jawa menegaskan sengketa lahan tersebut telah melalui seluruh proses hukum dan diputus berkekuatan hukum tetap.</p>
<p>"Putusan pengadilan itu sendiri sudah berkekuatan hukum tetap atau inkrah," kata Purwanto, Senin (26/1/2026).</p>
<p>Putusan itu tercatat dalam Nomor 865/Pdt.G/2017/PN.Sby juncto Nomor 338/PDT/2019/PT.SBY juncto Nomor 306 K/Pdt/2021 juncto Nomor 71/EKS/2023/PN.SBY.</p>
<p>Ia menjelaskan, Pengadilan Negeri (PN) Surabaya telah melaksanakan eksekusi pada 21 Mei 2024. Objek sengketa berupa lahan berstatus Hak Pengelolaan (HPL) kemudian diserahkan kepada Pelindo sebagai pemohon eksekusi.</p>
<p>"Dalam eksekusi itu, objek sengketa berupa lahan Hak Pengelolaan telah diserahkan kepada Pelindo sebagai pemohon eksekusi," jelasnya.</p>
<p>Ia menambahkan, memang ada dua bidang tanah yang menjadi objek sengketa, masing-masing di Jalan Teluk Kumai Barat No. 38C dan Jalan Teluk Kumai Timur No. 83A. Dengan adanya berita acara eksekusi tersebut, Pelindo mengklaim memiliki kewenangan penuh atas lahan dimaksud.</p>
<p>"Terkait pemanfaatan lokasi sebagai dapur MBG, penggunaan aset dimaksud merupakan kerja sama yang sah dan legal antara Pelindo selaku pemegang Sertifikat HPL dengan Polres Tanjung Perak, serta telah dilaksanakan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku," papar Purwanto.</p>
<p>Berkenaan tentang bangunan rumah yang kini dipersoalkan, Purwanto menuturkan bahwa bangunan memang dibeli, namun pembelian hanya mencakup bangunan, namun tidak termasuk tanah atau lahan.</p>
<p>"Status tanah sejak awal hingga saat ini adalah tanah Hak Pengelolaan atas nama PT Pelabuhan Indonesia (Persero)," imbuhnya.</p>
<p>Purwanto menegaskan bahwa pemanfaatan aset Pelindo untuk dapur MBG dituangkan dalam kontrak kerja sama tertanggal 15 Agustus 2025 dan dilaksanakan secara legal serta transparan.</p>
<p><strong>Operasional SPPG Sudah Berjalan Tiga Bulan</strong></p>
<p>Pada kesempatan yang sama, Kepala Bagian Logistik Polres Pelabuhan Tanjung Perak (KP3), Kompol Sudaryanto, menyebut SPPG tersebut telah beroperasi selama tiga bulan dan mendukung program MBG untuk sebelas sekolah.</p>
<p>"Saat ini kami melayani pemenuhan kebutuhan gizi bagi 2.077 siswa dari TK hingga SMA setiap hari," katanya.</p>
<p>Kompol Sudaryanto menjelaskan bahwa SPPG Polres Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya yang dikelola oleh Yayasan Kemala Bhayangkari Polres Pelabuhan Tanjung Perak tetap berjalan meski ada sengketa.</p>
<p>"Tetap berjalan (operasional). Mudah-mudahan bisa ditingkatkan lagi karena masih banyak yang membutuhkan program itu (MBG)," terangnya.</p>
<p>Kendati operasional SPPG tetap berjalan, pihaknya bersama Pelindo akan tetap menghormati proses hukum yang berlaku guna memastikan bahwa lahan dan aset yang dimanfaatkan memang sah dan legal. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Universitas Ciputra Ambil Peran Pemerataan Dokter Spesialis, Jawab Krisis Layanan Kesehatan di Luar Jawa</title>
<link>https://suarajatimpost.com/universitas-ciputra-ambil-peran-pemerataan-dokter-spesialis-jawab-krisis-layanan-kesehatan-di-luar-jawa</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/universitas-ciputra-ambil-peran-pemerataan-dokter-spesialis-jawab-krisis-layanan-kesehatan-di-luar-jawa</guid>
<description><![CDATA[ Selain membuka PPDS obgyn dan bedah sebagai langkah konkret pemerataan layanan kesehatan nasional, Fakultas Kedokteran UC juga menyiapkan program beasiswa bagi calon peserta PPDS yang berasal dari wilayah Indonesia Timur. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202601/image_870x580_69774cb205bad.webp" length="23598" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 26 Jan 2026 19:57:34 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ryan Ramadhan</dc:creator>
<media:keywords>Universitas Ciputra, UC, PPDS, Dokter Spesialis, Pemerataan, Surabaya, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SURABAYA, SJP - </strong>Indonesia masih menghadapi persoalan serius dalam layanan kesehatan, bukan hanya soal jumlah dokter spesialis yang minim, namun juga distribusi layanan kesehatan yang masih timpang, khususnya di luar pulau Jawa.</p>
<p>Ketika kebutuhan terus meningkat, terutama di luar Pulau Jawa, Universitas Ciputra (UC) Surabaya menyatakan komitmennya untuk ikut mengambil peran strategis dalam pemerataan tenaga medis nasional.</p>
<p>Langkah tersebut diwujudkan melalui pembukaan Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) pada dua bidang krusial, yakni obstetri dan ginekologi (obgyn) serta bedah, dengan misi bukan sekadar mencetak spesialis unggul, tetapi juga memastikan kehadiran mereka di daerah-daerah yang selama ini kekurangan.</p>
<p>Data Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menunjukkan, hingga kini Indonesia masih mengalami defisit dokter spesialis, khususnya di wilayah luar Pulau Jawa. </p>
<p>Rasio dokter spesialis nasional belum mencapai standar ideal Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), terutama pada bidang-bidang layanan rujukan utama seperti obstetri dan bedah.</p>
<p>Kondisi ini berdampak langsung pada kualitas dan akses layanan kesehatan masyarakat. Di banyak daerah, pasien harus dirujuk jauh ke kota besar hanya untuk mendapatkan layanan spesialis, yang pada akhirnya memperbesar risiko keterlambatan penanganan medis.</p>
<p>Ketimpangan distribusi itu menjadi tantangan besar, mengingat wilayah Indonesia Timur justru memiliki kebutuhan tinggi akan dokter spesialis, namun jumlah tenaga medis yang tersedia masih sangat terbatas.</p>
<p><strong>UC Surabaya Siapkan PPDS Obgyn dan Bedah</strong></p>
<p>Menjawab tantangan tersebut, Fakultas Kedokteran Universitas Ciputra Surabaya menyatakan siap terlibat aktif melalui pembukaan dua program PPDS. Dekan Fakultas Kedokteran UC, Hendy Hendarto, memastikan bahwa pihaknya telah mengantongi izin resmi untuk membuka PPDS obgyn dan bedah.</p>
<p>Ia menegaskan, kedua program tersebut dirancang dengan pendekatan yang tidak hanya akademik, tetapi juga berpihak pada kebutuhan nasional.</p>
<p>"Untuk spesialis Obgyn, kami membawa misi meningkatkan jumlah dokter spesialis di Indonesia Timur. Kebutuhan akan dokter spesialis masih sangat tinggi, sementara distribusinya belum merata," kata Hendy saat dikonfirmasi pada Senin (26/1/2026).</p>
<p>Khusus PPDS obgyn, UC menempatkan isu pemerataan sebagai prioritas utama. Bidang itu dinilai sangat strategis karena berkaitan langsung dengan kesehatan ibu dan anak, serta menjadi salah satu indikator utama kualitas layanan kesehatan daerah.</p>
<p>Melalui program tersebut, UC berharap dapat mencetak dokter spesialis obgyn yang tidak hanya kompeten secara klinis, tetapi juga siap mengabdi di wilayah yang selama ini minim layanan spesialis.</p>
<p>Sementara itu, PPDS Bedah di UC dirancang mengikuti perkembangan teknologi kedokteran modern. Mahasiswa akan dibekali kemampuan operasi minimal invasif, yang kini menjadi standar dalam penanganan berbagai kasus bedah.</p>
<p>"Teknologi operasi terus berkembang. Karena itu, selain kemampuan dasar bedah, dokter juga harus menguasai teknik minimal invasif agar pelayanan lebih efektif dan pemulihan pasien lebih cepat," ujarnya.</p>
<p>Penguasaan teknologi tersebut diharapkan mampu meningkatkan kualitas layanan bedah, sekaligus mempercepat proses pemulihan pasien di berbagai fasilitas kesehatan.</p>
<p><strong>Beasiswa untuk Putra-Putri Indonesia Timur</strong></p>
<p>Sebagai bentuk komitmen nyata terhadap pemerataan, Fakultas Kedokteran UC juga menyiapkan program beasiswa bagi calon peserta PPDS yang berasal dari wilayah Indonesia Timur. </p>
<p>Program itu diberikan dengan persyaratan khusus, termasuk komitmen untuk kembali mengabdi di daerah asal setelah menyelesaikan pendidikan spesialis.</p>
<p>"Harapannya, lulusan tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga dapat memberikan dampak langsung bagi masyarakat di daerah yang masih kekurangan tenaga medis spesialis," ucap Hendy.</p>
<p>Skema ini dirancang untuk memastikan keberlanjutan pemerataan, sekaligus mencegah penumpukan dokter spesialis di kota-kota besar.</p>
<p>UC memastikan kesiapan penyelenggaraan PPDS itu didukung oleh pembangunan tower khusus Fakultas Kedokteran Universitas Ciputra. Fasilitas tersebut disiapkan untuk menunjang pendidikan, pelatihan, dan pengembangan kompetensi dokter spesialis secara berkelanjutan.</p>
<p>Dengan dukungan fasilitas, kurikulum berbasis kebutuhan nasional, serta komitmen pengabdian daerah, UC menilai kehadiran PPDS obgyn dan bedah itu dapat menjadi solusi strategis nasional dalam meningkatkan kualitas dan pemerataan layanan kesehatan di Indonesia. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Motor Tak Bertuan di Bazar Ranmor Surabaya Dialihkan Sebagai Bahan Praktik Siswa SMK</title>
<link>https://suarajatimpost.com/motor-tak-bertuan-di-bazar-ranmor-surabaya-dialihkan-sebagai-bahan-praktik-siswa-smk</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/motor-tak-bertuan-di-bazar-ranmor-surabaya-dialihkan-sebagai-bahan-praktik-siswa-smk</guid>
<description><![CDATA[ Bazar ranmor Surabaya berlanjut ke sesi dua, namun ratusan motor tak bertuan tak akan dimusnahkan Polrestabes memilih mengalihkannya menjadi sarana praktik siswa SMK. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202601/image_870x580_69760e795eb15.webp" length="75656" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sun, 25 Jan 2026 21:03:21 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ryan Ramadhan</dc:creator>
<media:keywords>Bazar Ranmor, Curanmor, SMK, Motor Tak Bertuan, Polrestabes Surabaya, Surabaya, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SURABAYA, SJP - </strong>Bazar pengembalian kendaraan bermotor hasil curian (ranmor) di Polrestabes Surabaya sesi pertama telah berakhir, dan mulai Senin (26/1/2026) esok, kepolisian kembali membuka sesi kedua hingga akhir bulan. </p>
<p></p>
<p>Di balik upaya pengembalian motor ke pemiliknya, Polrestabes Surabaya menyiapkan langkah lanjutan bagi ratusan kendaraan yang tak kunjung bertuan akan dimanfaatkan untuk kepentingan pendidikan siswa SMK.</p>
<p></p>
<p>Sejak dibuka pada Rabu (21/1/2026), sekitar 1.050 unit sepeda motor hasil pengungkapan kasus pencurian kendaraan bermotor dipamerkan di lingkungan Polrestabes Surabaya. </p>
<p></p>
<p>Motor-motor itu merupakan hasil pengungkapan kasus sejak Januari 2025, dengan pemilik tidak hanya berasal dari Surabaya, tetapi juga berbagai daerah lain.</p>
<p></p>
<p>Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol Luthfie Sulistiawan menegaskan, rencana pemanfaatan motor tak bertuan tersebut bukan keputusan instan. Kepolisian tetap mengedepankan pengembalian kendaraan kepada pemilik sahnya sebagai prioritas utama.</p>
<p></p>
<p>"Untuk barang bukti yang tidak diambil, nanti akan kita pastikan dulu ke pemiliknya," ujar Kombes Pol Luthfie, Ahad (25/1/2026).</p>
<p></p>
<p>Upaya pencarian pemilik dilakukan secara bertahap dan administratif. Satlantas Polrestabes Surabaya akan menelusuri data kendaraan yang masih tersedia, mulai dari nomor rangka, nomor mesin, hingga pelat nomor, lalu mengirimkan surat ke alamat yang tertera dalam data tersebut.</p>
<p></p>
<p>"Kita akan bersurat kepada alamat yang tertera, untuk bisa mengambil," jelasnya.</p>
<p></p>
<p>Namun, Kombes Pol Luthfie mengakui tidak semua motor bisa diidentifikasi secara teknis. Sejumlah kendaraan ditemukan dalam kondisi nomor rangka dan mesin yang rusak, sehingga tidak bisa dibaca dan dilacak.</p>
<p></p>
<p>"Tetapi memang ada beberapa kendaraan yang tidak bisa teridentifikasi itu karena nomor rangka dan mesinnya sudah rusak. Sehingga tidak bisa terbaca," tutur Kombes Pol Luthfie.</p>
<p></p>
<p>Jika seluruh prosedur telah ditempuh dan pemilik kendaraan tetap tidak ditemukan, barulah Polrestabes Surabaya mengambil langkah pemanfaatan. Motor-motor tak bertuan itu akan dialihkan fungsinya untuk mendukung pendidikan vokasi, khususnya sebagai sarana praktik siswa SMK.</p>
<p></p>
<p>Menurut Kombes Pol Luthfie, kebijakan ini diambil agar barang bukti tidak berakhir sia-sia atau dimusnahkan tanpa manfaat jangka panjang.</p>
<p></p>
<p>"Jadi daripada sekadar dimusnahkan, kita berpikir kalau kendaraan yang memang tidak bertuan atau tidak teridentifikasi ini, bisa dimanfaatkan oleh anak-anak SMK untuk latihan dan mengembangkan ilmunya di situ," tuturnya.</p>
<p></p>
<p>Sementara itu, dari total motor yang dipamerkan, baru 84 unit yang berhasil diambil kembali oleh pemilik sahnya. Angka ini menunjukkan masih besarnya potensi kendaraan yang tidak kembali ke tangan pemilik, terutama karena faktor jarak, kesibukan, atau keterbatasan informasi.</p>
<p></p>
<p>Meski bazar ranmor dijadwalkan hingga 30 Januari 2026, Luthfie menegaskan pengambilan kendaraan tidak dibatasi secara kaku. Kepolisian tetap membuka ruang bagi masyarakat yang terkendala waktu maupun jam kerja.</p>
<p></p>
<p>"Kalau misalnya nanti masyarakat ada yang terkendala karena sedang kerja dan lain-lain, nanti bisa diambil di luar hari ini atau mungkin di luar jam dinas. Kami tetap akan layani," pungkasnya. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor: Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Salah Sasaran Beasiswa Pemuda Tangguh Surabaya, Gaji Ortu Penerima Tembus Rp20 Juta</title>
<link>https://suarajatimpost.com/salah-sasaran-beasiswa-pemuda-tangguh-surabaya-gaji-ortu-penerima-tembus-rp20-juta</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/salah-sasaran-beasiswa-pemuda-tangguh-surabaya-gaji-ortu-penerima-tembus-rp20-juta</guid>
<description><![CDATA[ Evaluasi Beasiswa Pemuda Tangguh Surabaya mengungkap fakta bahwa banyak penerima bantuan berasal dari keluarga bergaji Rp15–20 juta per bulan, meski program ini khusus untuk warga miskin. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202601/image_870x580_69760e815b639.webp" length="54330" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sun, 25 Jan 2026 20:41:46 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ryan Ramadhan</dc:creator>
<media:keywords>Beasiswa Pemuda Tangguh, Beasiswa Salah Sasaran, Eri Cahyadi, Pemkot Surabaya, Surabaya, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SURABAYA, SJP - </strong>Evaluasi Program Beasiswa Pemuda Tangguh Pemkot Surabaya terus bergulir dan kian membuka fakta-fakta mencengangkan. </p>
<p></p>
<p>Bermula dari dugaan adanya anak pejabat sebagai penerima, lalu temuan sekitar 70 persen bantuan tidak tepat sasaran, kini juga ada temuan sejumlah penerima beasiswa berasal dari keluarga dengan gaji orang tua fantastis, mencapai Rp15 hingga Rp20 juta per bulan.</p>
<p></p>
<p>Temuan itu selaras dengan temuan sebelumnya yang menemukan bahwa penerima beasiswa justru berasal dari jalur mandiri, yang identik dengan keluarga mampu karena adanya kewajiban membayar uang gedung dan UKT tinggi.</p>
<p></p>
<p>Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kebudayaan, Kepemudaan dan Olahraga serta Pariwisata (Disbudporapar) Surabaya, Heri Purwadi, mengungkapkan bahwa evaluasi Pemkot diawali dengan laporan warga.</p>
<p></p>
<p>"Ketika Pak Wali mendapatkan laporan dari warga, Pak Wali cek agar bantuan tepat sasaran. Ternyata memang benar yang banyak mendapatkan bantuan dari jalur mandiri," ujar Heri saat dikonfirmasi pada Ahad (25/1/2026).</p>
<p></p>
<p>"Setelah dicek lagi, gaji yang dimasukkan banyak yang di atas Rp15 sampai 20 juta per bulan," imbuhnya.</p>
<p></p>
<p>Menurut Heri, kondisi tersebut jelas bertentangan dengan tujuan utama Beasiswa Pemuda Tangguh yang sejak awal dirancang untuk membantu keluarga tidak mampu, bukan kelompok ekonomi menengah ke atas.</p>
<p></p>
<p>"Yang dapat bantuan banyak dari jalur mandiri yang mana jalur ini banyak orang mampu dan ada uang gedungnya," katanya.</p>
<p></p>
<p>Temuan tersebut memicu reaksi keras dari Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi. Heri menyebut, Wali Kota menegaskan bahwa bantuan pendidikan tidak boleh bersifat kapitalis dan hanya dinikmati segelintir orang yang sebenarnya mampu.</p>
<p></p>
<p>"Menyangkut kebutuhan mahasiswa dari keluarga miskin dan pra-miskin menjadi tanggung jawab Pemkot Surabaya. Bapak Wali Kota berpesan bahwa bantuan perkuliahan atau pendidikan tidak boleh kapitalis," ujar Heri.</p>
<p></p>
<p>Bahkan, Heri tak menampik bahwa Wali Kota menunjukkan kemarahan ketika mengetahui bantuan pendidikan justru salah sasaran dan menginginkan segera dilakukan evaluasi secara menyeluruh.</p>
<p></p>
<p>"Pak Wali ‘ngamuk’ (marah) nek bantuan gak tepat sasaran," tegasnya.</p>
<p></p>
<p>Sebagai tindak lanjut, Pemkot Surabaya memastikan akan menghentikan bantuan bagi penerima yang terbukti berasal dari keluarga mampu dan mengalihkan anggaran tersebut kepada warga miskin dan pra-miskin yang benar-benar membutuhkan.</p>
<p></p>
<p>"Pak Wali tidak mau bantuan itu hanya dinikmati segelintir orang yang seharusnya bisa untuk banyak orang karena ini kapitalis. Maka untuk orang yang mampu, akan dihentikan, diutamakan untuk yang masuk keluarga sejahtera," kata Heri.</p>
<p></p>
<p><strong>Jaminan untuk Warga Tidak Mampu</strong></p>
<p>Meski evaluasi dilakukan secara ketat, Pemkot Surabaya menegaskan komitmennya untuk tetap melindungi mahasiswa dari keluarga miskin dan pra-miskin. </p>
<p></p>
<p>Bantuan tetap diberikan berupa pembebasan uang gedung dan pembayaran UKT yang dikoordinasikan langsung dengan masing-masing perguruan tinggi.</p>
<p></p>
<p>"Gawe keluarga miskin barek pra-miskin, tetap entuk bantuan gratis uang gedung barek UKT seng diselesekno pemkot karo masing-masing kampus," imbuh Heri.</p>
<p></p>
<p>Ia menegaskan, evaluasi yang dilakukan merupakan wujud kehadiran negara dalam memastikan bantuan pendidikan tepat sasaran, sejalan dengan amanat Undang-Undang Dasar 1945.</p>
<p></p>
<p>"Negoro teko gawe bantu wong seng gak mampu (negara hadir untuk bantu uang tidak mampu)," pungkasnya. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor: Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Tiket Kereta Lebaran 2026 Mulai Dijual H&amp;45, KAI Daop 8 Surabaya Buka Pemesanan Bertahap</title>
<link>https://suarajatimpost.com/tiket-kereta-lebaran-2026-mulai-dijual-h-45-kai-daop-8-surabaya-buka-pemesanan-bertahap</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/tiket-kereta-lebaran-2026-mulai-dijual-h-45-kai-daop-8-surabaya-buka-pemesanan-bertahap</guid>
<description><![CDATA[ Menjelang Ramadan dan mudik Lebaran 2026, KAI Daop 8 Surabaya mulai menjual tiket kereta api sejak H-45, memberi peluang masyarakat mengamankan perjalanan jauh hari. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202601/image_870x580_69760e7d645ce.webp" length="46816" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sun, 25 Jan 2026 20:11:20 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ryan Ramadhan</dc:creator>
<media:keywords>KAI, Lebaran 2026, Angkutan Lebaran, Kereta Api Indonesia, Daop 8, Mudik, Surabaya, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SURABAYA, SJP –</strong> Bulan Ramadan kian mendekat. Seiring dengan itu, persiapan perjalanan mudik Lebaran 2026 mulai menjadi perhatian masyarakat. </p>
<p></p>
<p>Mengantisipasi lonjakan penumpang, PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi (Daop) 8 Surabaya membuka penjualan tiket kereta api Lebaran lebih awal melalui skema pemesanan H-45.</p>
<p></p>
<p>Melalui skema tersebut, masyarakat sudah dapat memesan tiket mulai hari ini, tepatnya pada 25 Januari 2026 untuk jadwal keberangkatan awal 11 Maret 2026. </p>
<p></p>
<p>Penjualan dilakukan secara bertahap sesuai tanggal keberangkatan, sehingga pelanggan memiliki waktu yang cukup untuk merencanakan perjalanan mudik dengan lebih teratur dan terencana.</p>
<p></p>
<p>Manager Humas KAI Daop 8 Surabaya, Mahendro Trang Bawono, menyebut minat masyarakat terhadap moda transportasi kereta api saat Lebaran selalu tinggi setiap tahunnya. Karena itu, skema H-45 dinilai menjadi solusi untuk mengantisipasi lonjakan penumpang.</p>
<p></p>
<p>"Dengan sistem pemesanan H-45, pelanggan memiliki waktu yang cukup untuk menyusun rencana perjalanan mudik Lebaran 2026," ujar Mahendro saat dikonfirmasi pada Minggu (25/1/2026).</p>
<p></p>
<p>"Di sisi lain, skema ini juga membantu KAI dalam mengelola lonjakan penumpang agar distribusi perjalanan lebih merata," imbuhnya.</p>
<p></p>
<p>Penjualan tiket Angkutan Lebaran 2026 dilakukan secara bertahap setiap hari, dimulai dari pemesanan 25 Januari 2026 untuk keberangkatan 11 Maret 2026, hingga pemesanan 15 Februari 2026 untuk jadwal keberangkatan 1 April 2026. </p>
<p></p>
<p>Pola bertahap itu memungkinkan masyarakat untuk memilih jadwal perjalanan sesuai kebutuhan, termasuk pada periode puncak mudik yang diperkirakan terjadi menjelang Hari Raya Idulfitri.</p>
<p></p>
<p>Untuk memastikan keamanan dan kenyamanan transaksi, KAI Daop 8 Surabaya mengimbau masyarakat agar hanya membeli tiket melalui kanal resmi. </p>
<p></p>
<p>Kanal tersebut meliputi aplikasi Access by KAI, situs booking.kai.id, Contact Center KAI 121, serta mitra penjualan resmi dan online travel agent yang telah bekerja sama dengan KAI.</p>
<p></p>
<p>"Kami mengajak masyarakat untuk segera merencanakan perjalanan mudik Lebaran 2026 dan mengamankan tiket sejak dini," tuturnya.</p>
<p></p>
<p>"Pembelian tiket melalui kanal resmi KAI memberikan kepastian layanan, kenyamanan perjalanan, serta perlindungan dari potensi penipuan," sambung Mahendro.</p>
<p></p>
<p>Tingginya animo masyarakat terhadap layanan kereta api pada masa Lebaran juga tercermin dari data tahun sebelumnya. Pada Angkutan Lebaran 2025, KAI Daop 8 Surabaya melayani sebanyak 968.214 pelanggan, dengan mengoperasikan 58 perjalanan kereta api jarak jauh setiap harinya. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor: Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Mengenal France German Friendship Day, Dari Sejarah Rekonsiliasi Eropa hingga Dirayakan Dunia</title>
<link>https://suarajatimpost.com/mengenal-france-german-friendship-day-dari-sejarah-rekonsiliasi-eropa-hingga-dirayakan-dunia</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/mengenal-france-german-friendship-day-dari-sejarah-rekonsiliasi-eropa-hingga-dirayakan-dunia</guid>
<description><![CDATA[ Tanggal 22 Januari jarang disadari sebagai Hari Persahabatan Prancis dan Jerman, momen rekonsiliasi dua bekas musuh perang yang kini dirayakan global hingga Surabaya lewat IFI dan Wisma Jerman. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202601/image_870x580_6974c9ba36015.webp" length="42958" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sat, 24 Jan 2026 22:10:34 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ryan Ramadhan</dc:creator>
<media:keywords>France German Friendship Day, Institut Français Indonésie, IFI, Wisma Jerman, Surabaya, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SURABAYA, SJP —</strong> Tanggal 22 Januari barangkali tak banyak orang menandainya sebagai hari istimewa. Namun di banyak belahan dunia, tanggal ini diperingati sebagai <em>France German Friendship Day</em>, hari persahabatan antara dua negara Eropa yang pernah terlibat konflik panjang, yakni Prancis dan Jerman.</p>
<p>Peringatan itu dirayakan secara global setiap tahun, bukan hanya di Eropa, tetapi juga di berbagai negara lain, termasuk Indonesia. Di Surabaya, momen tersebut diperingati melalui sebuah perayaan bersama yang digelar oleh <em>Institut Français Indonésie</em> (IFI) Surabaya dan Wisma Jerman.</p>
<p><strong>Dari Rival Perang Menjadi Sahabat Strategis</strong></p>
<p><em>France German Friendship Day</em> berakar pada sejarah panjang hubungan Prancis dan Jerman yang penuh konflik, terutama sebelum dan selama Perang Dunia. Dua negara bertetangga itu pernah terlibat peperangan besar yang meninggalkan luka mendalam, tidak hanya bagi keduanya, tetapi juga bagi Eropa secara keseluruhan.</p>
<p>Setelah Perang Dunia II berakhir, muncul kesadaran bahwa perdamaian Eropa hanya bisa terwujud jika Prancis dan Jerman berdamai. Kesadaran itu diwujudkan secara resmi pada 22 Januari 1963, saat kedua negara menandatangani Traktat Élysée yang menjadi tonggak rekonsiliasi dan menandai komitmen untuk membangun kerja sama jangka panjang di berbagai bidang.</p>
<p>Seiring waktu, hubungan tersebut kian erat. Pada 2019, kedua negara kembali menegaskan kemitraan strategis melalui Traktat <em>Aachen</em> atau <em>Aix-la-Chapelle</em>, yang memperluas kerja sama di sektor politik, pertahanan, ekonomi, riset, hingga budaya. Hubungan Prancis–Jerman pun kini dikenal sebagai salah satu poros utama dalam penguatan Uni Eropa dan masa depan Eropa.</p>
<p><strong>Diplomasi Budaya yang Turun ke Publik</strong></p>
<p>Semangat persahabatan itu kemudian diterjemahkan dalam bentuk diplomasi budaya di berbagai negara, termasuk Indonesia. Di Surabaya, IFI dan Wisma Jerman untuk pertama kalinya membuka perayaan France German Friendship Day kepada masyarakat umum.</p>
<p>Perayaan digelar di Auditorium IFI Surabaya dengan konsep ringan dan interaktif. Kuis budaya, permainan edukatif, hingga suguhan kudapan khas Prancis dan Jerman menjadi bagian dari acara. Hadiah berupa voucher kursus bahasa Prancis dan Jerman pun disiapkan untuk menarik minat peserta, terutama kalangan muda.</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202601/image_870x_6974c9a98657a.webp" alt=""></p>
<p>Bagian Kebudayaan dan Komunikasi IFI Surabaya, Pramenda Krishna, menyebut perayaan ini sebagai langkah awal memperkenalkan momen bersejarah tersebut kepada publik.</p>
<p>"Ini pertama kalinya kami mengadakan France German Friendship Day untuk umum. Perayaan ini mungkin belum banyak dikenal, jadi kami senang bisa mengundang publik untuk hadir dan ikut merayakan," ujar Khrisna saat dikonfirmasi pada Sabtu (24/1/2026).</p>
<p>Menurut Pramenda, budaya dipilih sebagai medium utama karena dianggap efektif membuka komunikasi dan pemahaman lintas negara.</p>
<p>"Persahabatan Prancis dan Jerman ini dirayakan secara global setiap 22 Januari. Mereka menjalin persahabatan lewat kebudayaan, karena itu cara yang sangat efektif untuk membuka pengetahuan dan pemahaman satu sama lain," katanya.</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202601/image_870x_6974c9b28e622.webp" alt=""></p>
<p>Kerja sama antara IFI dan Wisma Jerman sejatinya sudah berlangsung beberapa tahun terakhir, meski sebelumnya lebih banyak bersifat internal atau proyek khusus. Salah satunya adalah residensi fotografi yang melibatkan anak muda Prancis, Jerman, dan Indonesia pada 2023, yang digelar di Bromo, Surabaya, hingga Sidoarjo.</p>
<p>Melalui perayaan ini, IFI berharap publik Surabaya semakin mengenal kedua institusi sebagai ruang terbuka untuk kegiatan kreatif dan kebudayaan.</p>
<p>"Kami senang sekali jika anak-anak muda tertarik. IFI terbuka untuk aktivitas seni, budaya, atau acara kreatif lain, dan kami senang mendukung," tutur Pramenda.</p>
<p><strong>Bahasa, Budaya, dan Masa Depan Anak Muda</strong></p>
<p>Pelaksana Tugas Kepala Pengindhu Bahasa Wisma Jerman, Ferry Kuswanto, menegaskan bahwa perayaan ini juga menjadi sarana menunjukkan kuatnya hubungan Prancis dan Jerman kepada masyarakat luas.</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202601/image_870x_6974c99523e82.webp" alt=""></p>
<p>"Hari ini spesial karena kami ingin memperkenalkan lebih dekat ke masyarakat bahwa Jerman dan Prancis memiliki hubungan yang sangat baik, dan itu dirayakan secara global," ujarnya.</p>
<p>Ferry menambahkan, diplomasi budaya ini juga berkaitan erat dengan meningkatnya minat anak muda terhadap bahasa dan budaya Jerman maupun Prancis. Di Wisma Jerman, tren belajar bahasa Jerman terus meningkat, seiring populernya program Ausbildung, pelatihan kerja di Jerman yang diminati generasi muda.</p>
<p>"Sekarang banyak anak muda Surabaya yang tertarik ke Jerman, terutama lewat program Ausbildung. Ini sangat populer dalam empat tahun terakhir," katanya.</p>
<p>Ia berharap perayaan seperti France German Friendship Day dapat menjadi wadah bagi anak muda untuk mengenal bahasa, budaya, sekaligus membuka peluang masa depan.</p>
<p>"Kami ingin bahasa dan budaya Jerman maupun Prancis bisa diterima di masyarakat, dan anak-anak muda punya tempat untuk mengembangkan potensi kebahasaan mereka," ucap Ferry.</p>
<p><strong>Ketika Sejarah Global Dirasakan di Tingkat Lokal</strong></p>
<p>Antusiasme peserta terlihat dari respons pengunjung. Salah satunya, mahasiswa Universitas Negeri Surabaya, Iscaily Rahma Putri Machdani, yang datang setelah mengetahui acara ini dari media sosial dan ajakan teman.</p>
<p>"Menarik di games dan quiz-nya, jadi tahu budaya Jerman dan Prancis. Seru karena ada reward juga," katanya.</p>
<p>Isca mengaku tak kapok mengikuti acara serupa di masa mendatang. Terlebih ia juga jatuh cinta dengan kudapan ringan khas Prancis dan Jerman yang juga hadir memeriahkan acara, seperti Flammkuchen, Hähnchenschnitzelbrötchen, dan Kartiffelsalat.</p>
<p>"Kalau ada acara seperti ini lagi pasti ingin ikut. Semoga lebih banyak yang tahu, jadi makin ramai dan bisa mempromosikan budaya Prancis dan Jerman di Indonesia dan tentu juga dinantikan menu kudapan lainnya," ujarnya.</p>
<p>Perayaan France German Friendship Day di Surabaya menjadi pengingat bahwa sejarah besar dunia tak selalu harus dirayakan secara formal dan kaku. Melalui budaya, permainan, dan interaksi langsung, kisah rekonsiliasi dua negara Eropa itu bisa hadir lebih dekat bahkan di sudut kota Surabaya. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor: Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Pemkot Surabaya Ungkap Alasan Teknis Pilih Flyover Ketimbang Underpass Taman Pelangi</title>
<link>https://suarajatimpost.com/pemkot-surabaya-ungkap-alasan-teknis-pilih-flyover-ketimbang-underpass-taman-pelangi</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/pemkot-surabaya-ungkap-alasan-teknis-pilih-flyover-ketimbang-underpass-taman-pelangi</guid>
<description><![CDATA[ Salah satu pertimbangan utama pergantian dari underpass ke flyover adalah keberadaan utilitas vital di bawah tanah, khususnya pipa gas, yang dinilai berisiko tinggi jika proyek underpass dipaksakan. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202601/image_870x580_6974bbe2731d3.webp" length="46206" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sat, 24 Jan 2026 20:48:13 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ryan Ramadhan</dc:creator>
<media:keywords>Taman Pelangi, Flyover Taman Pelangi, Underpass, Pemkot Surabaya, Eri Cahyadi, Surabaya, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SURABAYA, SJP - </strong>Pembebasan lahan di kawasan Kampung Taman Pelangi, Jalan Ahmad Yani, Surabaya, kini telah tuntas. Pemerintah Kota Surabaya memastikan kawasan tersebut siap memasuki tahap pembangunan flyover untuk mengurai kemacetan di jalur Surabaya–Sidoarjo.</p>
<p>Namun publik barangkali masih ingat, sebelum rencana flyover mengemuka, Pemkot Surabaya sempat mewacanakan pembangunan underpass atau terowongan bawah tanah di kawasan Bundaran Taman Pelangi. Lantas, apa yang membuat rencana itu akhirnya berubah total?</p>
<p><strong>Hasil Kajian Teknis Kementerian</strong></p>
<p>Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menjelaskan, perubahan konsep pembangunan dari underpass menjadi flyover dilakukan setelah melalui kajian teknis bersama kementerian. </p>
<p>Salah satu pertimbangan utama adalah keberadaan utilitas vital di bawah tanah, khususnya pipa gas, yang dinilai berisiko tinggi jika proyek underpass dipaksakan.</p>
<p>"Berdasarkan hitungan dari kementerian dan kita, kalau underpass banyak pipa di sana, gas terutama. Jadi akan membahayakan,” kata Eri saat dikonfirmasi pada Sabtu (24/1/2026).</p>
<p>Selain pipa gas, rencana underpass juga menimbulkan persoalan teknis lain. Pemkot harus memindahkan aliran sungai yang berada di sekitar lokasi proyek. Kondisi ini membuat pembangunan terowongan bawah tanah dinilai semakin rumit dan berpotensi menambah risiko.</p>
<p>"Karena faktor itu, kita menggunakan overpass (flyover), tidak menggunakan underpass," ujarnya.</p>
<p>Eri menambahkan, secara fungsi lalu lintas, flyover juga dinilai lebih efektif dibandingkan underpass. Jika underpass dibangun, maka hanya satu sisi arus kendaraan yang dapat dimanfaatkan. </p>
<p>Sebaliknya, flyover memungkinkan kendaraan melakukan putar balik sehingga pergerakan lalu lintas menjadi lebih fleksibel.</p>
<p>"Kalau underpass juga membuat jalan baru lagi untuk putar baliknya,* jelas Eri.</p>
<p><strong>Desain Flyover Masih Belum Final </strong></p>
<p>Meski konsep flyover telah dipastikan, desain bangunan hingga kini masih belum final. Menurut Eri, perencanaan teknis sepenuhnya menjadi kewenangan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), mengingat Jalan Ahmad Yani merupakan jalan nasional.</p>
<p>"Masih belum final (model flyover) yang dari teman-teman kementerian. Jadi sebelum dibongkar, sudah ke sini sudah menghitung, desainnya juga yang paling bagus, paling aman," ucapnya.</p>
<p>Eri juga menegaskan bahwa pembangunan fisik flyover akan dikerjakan oleh pemerintah pusat. Sementara Pemkot Surabaya bertanggung jawab penuh pada tahap pembebasan lahan dan pembongkaran bangunan warga.</p>
<p>"Flyover nanti dikerjakan oleh pemerintah pusat. Karena jalan nasional," kata Eri.</p>
<p>Proyek flyover Taman Pelangi sendiri diperkirakan menelan anggaran ratusan miliar rupiah dan telah masuk dalam skema Inpres Jalan Daerah (IJD).</p>
<p>"Sudah masuk di Inpres Jalan Daerah. Rp 300-an (miliar) mungkin," ujarnya.</p>
<p>Terkait pembebasan lahan, Pemkot memastikan seluruh hak warga telah dipenuhi melalui mekanisme konsinyasi di Pengadilan Negeri Surabaya. Proses pencairan ganti rugi pun dilakukan secara resmi dengan pendampingan pihak pengadilan.</p>
<p>Salah satu keluarga terdampak, Galih, mengungkapkan proses pencairan dana konsinyasi dilakukan di PN Surabaya dengan prosedur ketat.</p>
<p>"Kita tadi datang ke PN Surabaya, terus pihak dari Pemkot Surabaya ada dari Dinas DPRKPP untuk menyaksikan proses pencairan," ungkap Galih.</p>
<p>Ia menjelaskan, pencairan dana hanya dapat dilakukan oleh ahli waris langsung sesuai ketentuan pengadilan.</p>
<p>"Yang boleh itu anak atau ahli waris," tambahnya.</p>
<p>Dengan tuntasnya pembebasan lahan dan kepastian konsep flyover, Pemkot Surabaya memastikan proyek penanganan kemacetan di kawasan Taman Pelangi siap memasuki tahap pembangunan dan ditargetkan akan rampung di tahun 2027. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor: Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Geger Gaji PPPK Paruh Waktu Surabaya Tak Cair Januari, Ternyata Ini Biang Keroknya!</title>
<link>https://suarajatimpost.com/geger-gaji-pppk-paruh-waktu-surabaya-tak-cair-januari-ternyata-ini-biang-keroknya</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/geger-gaji-pppk-paruh-waktu-surabaya-tak-cair-januari-ternyata-ini-biang-keroknya</guid>
<description><![CDATA[ Addendum kontrak yang sempat menjanjikan gaji cair awal Januari lalu dibatalkan Pemkot Surabaya menjadi pemicu utama polemik gaji PPPK paruh waktu, yang belakangan ramai dipersepsikan sebagai keterlambatan pembayaran. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202601/image_870x580_697471c8cf261.webp" length="69772" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sat, 24 Jan 2026 15:30:00 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ryan Ramadhan</dc:creator>
<media:keywords>PPPK, PPPK Paruh Waktu, Addendum, Gaji, Gaji Januari, Januari 2026, MenPAN-RB, Surabaya, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SURABAYA, SJP — </strong>Dalam beberapa hari terakhir, isu tidak cairnya gaji Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Paruh Waktu Kota Surabaya pada Januari 2026 ramai diperbincangkan di media sosial. </p>
<p>Polemik itu memicu kegaduhan di kalangan pegawai dan publik, menyusul munculnya perbedaan pemahaman antara pegawai dan Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya terkait mekanisme pembayaran gaji. Isu tersebut berkembang dengan narasi bahwa Pemkot Surabaya terlambat membayarkan gaji PPPK Paruh Waktu. </p>
<p>Namun, Pemkot menegaskan tidak terjadi keterlambatan pembayaran, melainkan penyesuaian mekanisme sesuai aturan terbaru dari pemerintah pusat. Di sisi lain, pegawai merasa memiliki dasar kontraktual yang membuat mereka berhak menerima gaji pada Januari 2026.</p>
<p><strong>Addendum Kontrak dan Harapan Gaji Cair Januari</strong></p>
<p>Kegaduhan bermula dari beredarnya salinan Surat Perjanjian Kerja (SPK) dan addendum yang diterima PPPK Paruh Waktu. Dalam perjanjian kerja awal, pembayaran gaji diatur dilakukan setiap awal bulan berikutnya setelah pegawai melaksanakan tugas selama satu bulan penuh.</p>
<p>Namun, pada 31 Desember 2025, Pemkot Surabaya menerbitkan addendum SPK yang mengubah ketentuan tersebut. Dalam addendum itu, pembayaran gaji disebutkan dilakukan tiap awal bulan, sehingga dipahami pegawai bahwa gaji Januari akan dibayarkan pada awal Januari 2026 dengan tujuan menyamakan perlakuan antara PNS, PPPK Penuh Waktu dan Paruh Waktu.</p>
<p>Ketika pertengahan Januari gaji tak kunjung cair, keluhan mulai bermunculan dan menyebar luas di media sosial, disertai tudingan keterlambatan pembayaran oleh Pemkot Surabaya. Hal itu diakibatkan karena pegawai berpegang pada addendum 31 Desember 2025 yang menyatakan gaji dibayarkan di awal bulan.</p>
<p>Di tengah polemik yang meluas, pada 21 Januari 2026 lalu, Pemkot Surabaya kembali menerbitkan addendum baru. Addendum itu mengembalikan mekanisme pembayaran gaji seperti perjanjian awal, yakni gaji dibayarkan pada awal bulan berikutnya setelah satu bulan masa kerja.</p>
<p>Langkah tersebut justru memperkuat kekecewaan sebagian pegawai, karena dinilai sebagai perubahan aturan di tengah jalan.</p>
<p><strong>Aturan Pusat Batalkan Addendum 31 Desember 2025</strong></p>
<p>Menanggapi kegaduhan tersebut, Pemkot Surabaya melalui Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) dan Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) menjelaskan bahwa Pemkot hanya mengikuti aturan yang ada di pusat.</p>
<p>Kepala BPKAD Kota Surabaya, Wiwiek Widayati, menjelaskan bahwa mekanisme pengupahan PPPK Paruh Waktu mengacu pada Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (MenPAN-RB) Nomor 16 Tahun 2025 dan Surat Edaran (SE) Kementerian Dalam Negeri (Mendagri) Nomor 900.1.1/227 tertanggal 16 Januari 2025, upah PPPK-PW.</p>
<p>Dalam regulasi tersebut, upah PPPK Paruh Waktu tidak dimasukkan dalam belanja pegawai, melainkan masuk dalam kategori belanja barang dan jasa.</p>
<p>"Berdasarkan Diktum 20 pada Permenpan, sumber pendanaan upah dapat berasal selain dari belanja pegawai. Di Surabaya, posisinya ada di belanja barang dan jasa," ujar Wiwiek saat dikonfirmasi pada Sabtu (24/1/2026).</p>
<p>Konsekuensinya, pembayaran gaji dilakukan setelah pegawai menyelesaikan satu bulan masa kerja. Skema tersebut berbeda dengan gaji PNS/PPPK penuh waktu yang mana gaji akan diberikan di awal bulan.</p>
<p>"Jika Surat Perjanjian Kerja dimulai 2 Januari 2026, maka masa kerja satu bulan penuh baru selesai pada 31 Januari," jelasnya.</p>
<p>Wiwiek menegaskan, gaji akan dibayarkan pada awal Februari 2026 melalui mekanisme pengajuan Surat Perintah Pencairan Dana (SP2D) oleh perangkat daerah.</p>
<p>"Jadi, bukan tidak konsisten, tapi kami menyesuaikan dengan aturan terbaru dari Kemenpan-RB dan Kemendagri," tegasnya.</p>
<p>Wiwiek juga membenarkan bahwa Pemkot Surabaya sempat menerbitkan addendum pada 31 Desember 2025 yang mengatur pembayaran gaji di awal bulan, dengan tujuan menyamakan perlakuan PPPK Paruh Waktu dengan PPPK Penuh Waktu dan PNS.</p>
<p>Namun, hasil konsultasi dengan kementerian menyatakan mekanisme tersebut tidak sesuai dengan aturan pusat, sehingga addendum 31 Desember itu batal dan dikembalikan ke skema awal.</p>
<p>"Sepanjang aturan pedoman dari pusat masih harus dilakukan seperti itu, ya kami wajib mengikuti aturan itu," tegasnya.</p>
<p><strong>Data Pegawai PPPK Paruh Waktu Surabaya</strong></p>
<p>Sementara itu, Kepala BKPSDM Kota Surabaya, Ira Tursilawati, menyampaikan bahwa saat ini terdapat 14.561 PPPK Paruh Waktu yang telah mendapatkan Nomor Induk Pegawai (NIP) dan menandatangani SPK sejak 2 Januari 2026.</p>
<p>"Awalnya kami mengusulkan 14.697 orang. Namun, dalam perjalanannya, SK yang keluar sebanyak 14.561," ungkap Ira.</p>
<p>Ia menjelaskan, selisih tersebut terjadi karena adanya peserta yang tidak memenuhi persyaratan serta faktor meninggal dunia.</p>
<p><strong>Minimnya Sosialisasi Jadi Sumber Polemik</strong></p>
<p>Polemik gaji PPPK Paruh Waktu Surabaya berakar pada terbitnya addendum kontrak yang sempat mengubah skema pembayaran gaji, lalu ditarik kembali demi menyesuaikan aturan pusat. Perbedaan tafsir antara pegawai dan Pemkot diperparah oleh minimnya sosialisasi sebelum masa kerja dimulai.</p>
<p>Pemkot menegaskan tidak ada gaji yang dihilangkan, melainkan pembayaran dilakukan sesuai siklus kerja satu bulan. Sementara bagi pegawai, perubahan aturan di tengah masa kerja memicu ketidakpastian dan tekanan ekonomi di awal pengangkatan.</p>
<p>Polemik tersebut menjadi catatan penting dalam transisi kebijakan pengangkatan PPPK Paruh Waktu, dan menjadi pekerjaan rumah (PR) kedepan agar perubahan regulasi dapat dikomunikasikan lebih awal dan jelas kepada pegawai, mengingat polemik yang sama juga muncul di berbagai daerah lain. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Setelah Dugaan Anak Pejabat, Terkuak 70 Persen Beasiswa Pemuda Tangguh Surabaya Salah Sasaran</title>
<link>https://suarajatimpost.com/setelah-dugaan-anak-pejabat-terkuak-70-persen-beasiswa-pemuda-tangguh-surabaya-salah-sasaran</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/setelah-dugaan-anak-pejabat-terkuak-70-persen-beasiswa-pemuda-tangguh-surabaya-salah-sasaran</guid>
<description><![CDATA[ Setelah isu beasiswa disusupi anak pejabat, kini terkuak bahwa 70 persen penerima Beasiswa Pemuda Tangguh ternyata bukan dari keluarga miskin dan menggunakan jalur mandiri. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202601/image_870x580_697371fe267a5.webp" length="23306" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Fri, 23 Jan 2026 21:19:29 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ryan Ramadhan</dc:creator>
<media:keywords>Beasiswa Pemuda Tangguh, Pemkot Surabaya, UKT, Surabaya, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SURABAYA, SJP – </strong>Setelah sebelumnya mencuat dugaan beasiswa Pemuda Tangguh disusupi anak pejabat, kini Pemerintah Kota Surabaya mendapati 70 persen penerima Beasiswa Pemuda Tangguh ternyata tidak berasal dari keluarga miskin.</p>
<p>Temuan itu disampaikan langsung Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi usai dilakukan evaluasi internal. Mayoritas penerima beasiswa diketahui masuk perguruan tinggi melalui jalur mandiri, padahal regulasi mengatur beasiswa hanya diberikan kepada mahasiswa berprestasi non-mandiri.</p>
<p>"Setelah evaluasi pasca temuan anak pejabat kemarin, ditemukan 70 persen itu adalah (jalur) mandiri. Jadi UKT-nya pasti tinggi," ujar Eri Cahyadi, Jumat (23/1/2026).</p>
<p>Eri menjelaskan, jalur mandiri umumnya mensyaratkan kemampuan finansial lebih karena adanya uang gedung dan besaran Uang Kuliah Tunggal (UKT) yang lebih tinggi dibanding jalur reguler atau prestasi. </p>
<p>"Ini sudah engga sejalan dengan tujuan Beasiswa Pemuda Tangguh, kan tujuannya diperuntukkan bagi mahasiswa kurang mampu," imbuhnya.</p>
<p>Temuan tersebut juga dinilai bertentangan dengan Peraturan Wali Kota (Perwali) yang secara tegas mengatur bahwa Beasiswa Pemuda Tangguh hanya diberikan kepada mahasiswa berprestasi. Artinya, mahasiswa yang diterima melalui jalur mandiri seharusnya tidak masuk dalam skema penerima bantuan.</p>
<p>Atas temuan tersebut, Pemkot Surabaya telah mengambil langkah korektif awal dengan memangkas besaran bantuan beasiswa. Jika sebelumnya beasiswa meng-cover penuh biaya pendidikan, kini bantuan dibatasi menjadi Rp2,5 juta per semester.</p>
<p>"Maka kita sampai ini yang melakukan adalah di dinas terkait verifikasi dan lain-lainnya,” ungkap Eri.</p>
<p>Pemangkasan ini disebut sebagai upaya menahan kebocoran anggaran sekaligus memastikan bantuan tidak dinikmati oleh kelompok yang tidak berhak. Meski begitu, Eri menegaskan kebijakan tersebut tidak serta-merta menghentikan akses kuliah gratis bagi mahasiswa yang benar-benar tidak mampu.</p>
<p>Sebelumnya, temuan penerima beasiswa yang tidak tepat sasaran ini bermula dari laporan masyarakat. Laporan tersebut kemudian ditindaklanjuti oleh Inspektorat untuk menelusuri dugaan kecurangan dalam proses seleksi penerima.</p>
<p>"Mangkanya dari temuan-temuan inspektorat itu saya meminta untuk memeriksa BPK," tambahnya.</p>
<p>Langkah tersebut menandai peningkatan pengawasan, dari pemeriksaan internal menuju audit oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), guna memastikan tidak terjadi penyimpangan anggaran maupun pelanggaran prosedur dalam pelaksanaan program beasiswa.</p>
<p>Meski dilakukan pemangkasan, Eri memastikan kebijakan tersebut tidak akan mengubah komitmen Pemkot Surabaya terhadap mahasiswa kurang mampu.</p>
<p>"Pemangkasan beasiswa tidak akan mengubah kuliah gratis bagi mahasiswa tidak mampu," pungkasnya. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Pelunasan Haji Jatim Tembus Lebih dari 100 Persen, Proses Paspor dan Asrama Terus Dimatangkan</title>
<link>https://suarajatimpost.com/pelunasan-haji-jatim-tembus-lebih-dari-100-persen-proses-paspor-dan-asrama-terus-dimatangkan</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/pelunasan-haji-jatim-tembus-lebih-dari-100-persen-proses-paspor-dan-asrama-terus-dimatangkan</guid>
<description><![CDATA[ Pelunasan biaya haji jamaah Jawa Timur menembus lebih dari 100 persen, menandai tingginya antusiasme jamaah sekaligus kesiapan daerah dalam penyelenggaraan haji 2026. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202601/image_870x580_69737104bf9ab.webp" length="56252" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Fri, 23 Jan 2026 20:49:13 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ryan Ramadhan</dc:creator>
<media:keywords>Haji 2026, Paspor, Kementrian Haji dan Umroh, Kemenhaj, Asrama Haji, Surabaya, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SURABAYA, SJP — </strong>Pelunasan biaya haji 2026 jamaah asal Jawa Timur melampaui target nasional. Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Jawa Timur mencatat, hingga akhir masa pelunasan, tingkat pembayaran jamaah telah menembus lebih dari 100 persen dari kuota yang tersedia.</p>
<p>Capaian tersebut disampaikan Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Kanwil Kemenhaj Jawa Timur, Mohammad As’adul Anam di Asrama Haji Surabaya, setelah sebelumnya di lokasi yang sama digelar Seleksi Petugas Haji Daerah (PHD) tahun 1447 Hijriah/2026 di Surabaya, Kamis (22/1/2026) kemarin.</p>
<p>Ia menyebut, persentase pelunasan jamaah haji Jatim saat ini telah mencapai 104,23 persen. Sebagai informasi, angka tersebut bukanlah salah hitung, melainkan menunjukkan adanya jamaah cadangan yang ikut melunasi.</p>
<p>"Jumlah yang sudah melunasi 104,23, artinya ada tambahan satu sekian persen dari jumlah pada periode dua lalu," ujar As’adul saat dikonfirmasi pada Jumat (23/1/2026).</p>
<p>Menurutnya, capaian tersebut merupakan hasil dari peningkatan pelunasan pada periode kedua. Jawa Timur bahkan telah melampaui batas minimal target pelunasan nasional yang ditetapkan sebesar 75 persen. Karena itu, Kemenhaj memastikan tidak ada penambahan periode pelunasan lanjutan.</p>
<p>“Ini perpanjangan tahap dua saja, karena Jawa Timur sudah semua prosesnya sebenarnya,” ungkapnya.</p>
<p>Selain pelunasan, Kemenhaj Jawa Timur juga memastikan proses administrasi jamaah terus berjalan, khususnya terkait dokumen perjalanan. Saat ini, ribuan paspor jamaah haji asal Jawa Timur sedang dalam tahap penyelesaian.</p>
<p>“Paspor saat ini sudah ada 10.000 paspor yang sedang proses dokumen, Insya Allah tidak ada masalah dan akan selesai sesuai waktu yang telah kita rencanakan,” ucap As’adul.</p>
<p>Di sisi lain, persiapan layanan fisik bagi jamaah juga menjadi perhatian. Kanwil Kemenhaj Jatim berkomitmen melakukan evaluasi dan perbaikan fasilitas Asrama Haji, mulai dari kamar jamaah hingga sarana penunjang lainnya, demi memastikan kenyamanan calon jamaah sebelum diberangkatkan ke Tanah Suci.</p>
<p>“Saat ini kami sedang melakukan review terkait dengan kamar-kamar apakah ada yang rusak atau sudah dilakukan perbaikan,” ungkapnya.</p>
<p>Dengan pelunasan yang telah melampaui kuota, penyelesaian dokumen paspor yang terus dikebut, serta pembenahan fasilitas asrama, Kemenhaj Jawa Timur optimistis seluruh tahapan penyelenggaraan ibadah haji 2026 dapat berjalan sesuai rencana dan memberikan pelayanan optimal bagi jamaah. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Ketika Gawai Jadi Pintu Masuk Radikalisme, SDN Dukuh Kupang III  Ingatkan Peran Penting Orangtua Lewat Parenting Class</title>
<link>https://suarajatimpost.com/ketika-gawai-jadi-pintu-masuk-radikalisme-sdn-dukuh-kupang-iii-ingatkan-peran-penting-orangtua-lewat-parenting-class</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/ketika-gawai-jadi-pintu-masuk-radikalisme-sdn-dukuh-kupang-iii-ingatkan-peran-penting-orangtua-lewat-parenting-class</guid>
<description><![CDATA[ Paparan radikalisme dan neo-Nazi pada anak kini nyata terjadi lewat gawai, mendorong SDN Dukuh Kupang III Surabaya menggelar parenting class untuk mengingatkan orang tua soal bahaya teknologi tanpa pengawasan. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202601/image_870x580_697360ae957fa.webp" length="45142" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Fri, 23 Jan 2026 20:17:08 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ryan Ramadhan</dc:creator>
<media:keywords>Parenting Class, Paham Radikal, Radikalisme, Komisi Nasional Perlindungan Anak, Komnas PA Surabaya, Neo-Nazi, Surabaya, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SURABAYA, SJP - </strong>Dahulu, teknologi dipandang sebagai alat bantu dan sarana komunikasi. Namun seiring waktu, tanpa disadari teknologi telah mengambil banyak peran manusia, tidak hanya di dunia pekerjaan, namun juga merambah ke peran orangtua pada anaknya.</p>
<p>Ketiak sumber pengetahuan, ruang curhat, hingga tempat anak membentuk identitas bukan lagi datang dari orang tua, informasi yang diterima anak kerap tak tersaring. Pembiaran seperti itu berpotensi melahirkan nilai yang keliru hingga paparan paham ekstrem kepada anak yang bahkan kini bukan lagi sekadar isu, melainkan telah terjadi di berbagai daerah.</p>
<p>Masalah itulah yang coba direspon SDN Dukuh Kupang III Surabaya melalui kegiatan Parenting Class bertema “Gadget Ceria” yang digelar pada Jumat (23/1/2026). Kegiatan tersebut diikuti oleh seluruh wali murid kelas 5 dan 6 sebagai upaya edukasi orangtua agar lebih memahami risiko penggunaan gawai pada anak.</p>
<p><strong>Teknologi Bukan Pengganti Orang Tua</strong></p>
<p>Menurut Suyono, Kepala Komite SDN Dukuh Kupang III Surabaya, kegiatan parenting kali ini ditujukan untuk kembali menyadarkan sekaligus memperkuat kembali peran keluarga sebagai benteng utama dalam mendampingi tumbuh kembang anak di tengah derasnya arus teknologi digital.</p>
<p>"Saat ini banyak orang tua yang beralih menyelesaikan masalah dengan mencari informasi lewat Google atau teknologi, itu bagus, tapi kerap mereka lupa untuk introspeksi diri," ujar Suyono, Jumat (23/1/2026).</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202601/image_870x_697360a5b7d5d.webp" alt=""></p>
<p>Ia mengingatkan bahwa sehebat apapun teknologi, peran orang tua tetap jauh lebih hebat dan penting daripada sekadar jawaban instan dari internet.</p>
<p>Fenomena lain yang ia soroti adalah sikap sebagian orangtua yang merasa jika anak sudah bersekolah, maka tanggung jawab pendidikan berpindah sepenuhnya kepada guru. Suyono yang juga merupakan wali murid menepis anggapan itu dan menekankan bahwa  70 persen tanggung jawab pendidikan anak tetap ada di tangan orang tua sendiri.</p>
<p>"Jadi orangtua memang harus selalu diingatkan, maka kegiatan seperti parenting class ini tidak boleh hanya sekali lalu berhenti, harus menjadi kegiatan berkelanjutan dengan evaluasi berkala. Agar tujuan edukatifnya benar-benar dirasakan oleh orang tua dan anak," tegasnya.</p>
<p><strong>Paparan Ideologi Berbahaya Lewat Teknologi</strong></p>
<p>Dalam sesi lebih mendalam, hadir sebagai pemateri Ketua Komnas Perlindungan Anak (Komnas PA) Surabaya, Syaiful Bachri yang buka diskusi tentang realitas paparan ideologi berbahaya kepada anak yang kini sudah bukan saja teori, tetapi telah terjadi di lapangan.</p>
<p>"Saat ini masalah yang berkaitan dengan penggunaan gadget tidak hanya soal kecanduan atau kurangnya waktu belajar. Lebih serius dari itu, aktivitas gawai yang tidak terkontrol membuka ruang besar bagi anak-anak terpapar konten berbahaya secara tidak sadar oleh orang tua," jelas orang yang akrab disapa Kak Iful itu.</p>
<p>Lebih jauh ia mengungkapkan data dari aparat penegak hukum yakni Densus 88 dan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), menguak bahwa selama tahun 2025, setidaknya ada ratusan anak di Indonesia yang terpapar paham radikal dan Neo-nazi, yang mana 11 diantaranya ada di Jawa Timur.</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202601/image_870x_6973609ecf943.webp" alt=""></p>
<p><strong>Kasus Ledakan SMAN 72 Jadi Alarm</strong></p>
<p>Lebih mengejutkan lagi, Syaiful mengangkat contoh kasus yang sempat menggemparkan Indonesia dan internasional, yakni insiden ledakan di SMAN 72 Jakarta yang terjadi pada November 2025.</p>
<p>Dalam dugaan awalnya, pelaku yang masih di bawah umur disebut-sebut mendapatkan inspirasi dari berbagai peristiwa kekerasan ekstrem global. Pada sebuah benda yang ditemukan di lokasi, tercatat nama-nama pelaku teror beraliran neo-Nazi dan <em>white supremacist</em> yang terkenal di dunia, seperti <em>Brenton Tarrant</em> dan <em>Alexandre Bissonnette</em>. </p>
<p>Lebih dari itu, kasus tersebut bahkan diyakini memiliki keterkaitan yang lebih luas secara global. Belum lama ini, aparat keamanan di Rusia mengungkap bahwa sebuah aksi penusukan di salah satu sekolah Moskow pada Desember 2025 diduga terinspirasi dari insiden ledakan di Jakarta, hingga disebut “Jakarta Bombing 2025” pada gagang senjata pelaku.</p>
<p>"Data ini menunjukkan bahwa paham ini bisa menyebar dan akhirnya saling menginspirasi untuk melakukan hal yang sama. Jadi ini tidak hanya soal kesejahteraan anak tapi bisa sampai ancaman kedaulatan negara," sambungnya.</p>
<p>Oleh karenanya, Syaiful mengungkapkan bahwa paparan ideologi ekstrem tersebut biasanya dimulai dari hal yang tampak biasa bagi anak, yakni melalui gim daring dan media sosial. Konten yang awalnya tampak tak berbahaya dalam komunitas daring tertentu, berubah menjadi jalur rekrutmen ideologi kekerasan. </p>
<p>"Dari situ, perlahan, konten-konten berbahaya masuk, dan tanpa pengawasan orang tua yang aktif, hal itu bisa berkembang menjadi sesuatu yang jauh lebih serius," jelas Syaiful.</p>
<p><strong>Peran Keluarga Sebagai Benteng Utama</strong></p>
<p>Maka, guna melindungi anak-anak dari paparan ideologi berbahaya terutama melalui teknologi yang saat ini sulit untuk dipisahkan dari anak. Syaiful menekankan kembali peran penting orang tua di era digital.</p>
<p>"Didiklah anakmu sesuai dengan zamannya karena kadang orang tua itu tidak mau mengerti dan tidak mau tau dengan zaman anak sekarang," pesan Syaiful.</p>
<p>Dirinya juga mengingatkan bahwa peran orang tua tidak boleh tergantikan oleh gawai lewat internet. Hal itu berarti anak dibawa ke dalam lingkungan informasi yang tidak tersaring dan berpotensi menghancurkan masa depan mereka.</p>
<p>"Parenting Class di SDN Dukuh Kupang III Surabaya ini bukan hanya soal membatasi waktu layar anak, tetapi mengajak orang tua melihat realitas di balik layar, konten tanpa filter yang bisa membawa pengaruh besar bagi karakter dan pola pikir anak," tandasnya.</p>
<p>Bagi Syaiful, kegiatan ini menjadi panggilan bagi semua orang tua yang tidak cukup hanya mengatur gawai, tapi harus membangun komunikasi yang sehat, intens, dan terbuka bersama anak.</p>
<p>"Dengan kecanggihan teknologi yang terus berkembang, peran orang tua justru harus semakin kuat, bukan dikalahkan oleh Google, algoritma, atau iklan daring. Karena pada akhirnya, wawasan, ketulusan, dan pengalaman jiwa yang dibentuk oleh orang tua tetap menjadi benteng pertama yang paling efektif bagi anak di era digital ini," pungkasnya. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Seleksi CAT Petugas Haji Dibuka Serentak, Kuota PHD Jatim Tak Terpenuhi</title>
<link>https://suarajatimpost.com/seleksi-cat-petugas-haji-dibuka-serentak-kuota-phd-jatim-tak-terpenuhi</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/seleksi-cat-petugas-haji-dibuka-serentak-kuota-phd-jatim-tak-terpenuhi</guid>
<description><![CDATA[ Seleksi CAT Petugas Haji Daerah dibuka serentak nasional. Di Jatim, kuota Petugas Haji Daerah yang disediakan pemerintah mencapai 221 orang. Namun, jumlah pendaftar hanya 216 peserta, sehingga kuota belum terisi penuh. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202601/image_870x580_6971df23b230b.webp" length="35642" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 22 Jan 2026 16:59:48 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ryan Ramadhan</dc:creator>
<media:keywords>Kementerian Haji dan Umrah, Kemenhaj, Haji 2026, Petugas Haji Daerah, PHD, Kakanwil Jatim, Seleksi CAT, Asrama Haji, Surabaya, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SURABAYA, SJP —</strong> Pemerintah resmi membuka seleksi <em>Computer Assisted Test </em>(CAT) Petugas Haji Daerah (PHD) secara serentak di seluruh Indonesia. Namun, di tengah pembukaan seleksi nasional tersebut, Jawa Timur justru menghadapi kondisi kuota petugas haji yang belum sepenuhnya terpenuhi.</p>
<p></p>
<p>Pembukaan seleksi CAT PHD dilakukan langsung oleh Menteri Haji dan Umrah RI, Mochamad Irfan Yusuf, di Gedung Musdalifah Asrama Haji Sukolilo, Surabaya, Kamis (22/1/2026). Seleksi tersebut menjadi pintu awal penjaringan petugas yang akan mendampingi jamaah haji Indonesia pada musim haji 2026.</p>
<p></p>
<p>Secara nasional, seleksi CAT PHD diikuti oleh 1.455 peserta. Dari jumlah tersebut, pemerintah menargetkan sekitar 1.050 petugas haji daerah yang akan bertugas di Tanah Suci. Meski jumlah peserta terbilang besar, kondisi berbeda terjadi di sejumlah daerah, termasuk Jawa Timur.</p>
<p></p>
<p>Di Jatim, kuota Petugas Haji Daerah yang disediakan pemerintah mencapai 221 orang. Namun, jumlah pendaftar hanya 216 peserta, sehingga kuota belum terisi penuh. Kendati demikian, pemerintah menegaskan kekurangan pendaftar tidak serta-merta membuat seluruh peserta dinyatakan lulus.</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202601/image_870x_6971df2c7c6a6.webp" alt=""></p>
<p>Saat ditanya apakah itu mengartikan seluruh peserta yang ikut otomatis lolos, Menteri Haji dan Umrah RI, Mochamad Irfan Yusuf menegaskan, kelulusan peserta seleksi tetap ditentukan oleh kompetensi dan kebutuhan layanan, bukan semata-mata karena adanya kuota kosong.</p>
<p></p>
<p>"Kuota bukan jaminan kelulusan. Yang kami butuhkan adalah petugas yang benar-benar siap dan kompeten, terutama di bidang kesehatan," ujar Menteri yang akrab disapa Gus Irfan itu, Kamis (22/1/2026).</p>
<p></p>
<p>Ia menekankan, seleksi CAT PHD tahun ini dirancang lebih ketat dan transparan untuk memastikan petugas yang terpilih memiliki kualitas pelayanan yang baik, profesional, serta mampu menghadapi tantangan di lapangan selama penyelenggaraan ibadah haji.</p>
<p></p>
<p>Peserta seleksi CAT PHD terbagi dalam dua kategori utama, yakni petugas layanan umum dan petugas layanan kesehatan. </p>
<p></p>
<p>Pemerintah secara khusus memberi perhatian lebih pada aspek layanan kesehatan, mengingat persoalan kesehatan jamaah haji masih menjadi tantangan besar setiap musim haji, terutama dengan meningkatnya jumlah jamaah lanjut usia.</p>
<p></p>
<p>"Kami memberikan perhatian khusus pada layanan kesehatan agar permasalahan kesehatan jamaah yang selama ini kerap terjadi tidak terulang kembali," kata Irfan.</p>
<p></p>
<p>Menurutnya, petugas kesehatan yang bertugas harus benar-benar memiliki kesiapan fisik, kemampuan teknis, serta respons cepat dalam menangani kondisi darurat di Tanah Suci.</p>
<p></p>
<p>“Petugas kesehatan harus siap, sigap, dan profesional,” tegasnya.</p>
<p></p>
<p>Selain kompetensi, pemerintah juga menekankan pentingnya disiplin dan tanggung jawab petugas haji daerah selama menjalankan tugas. Irfan mengingatkan, petugas yang terbukti melakukan pelanggaran tidak akan mendapatkan toleransi.</p>
<p></p>
<p>“Petugas haji daerah yang melanggar aturan akan dimintai pertanggungjawaban. Sanksinya tegas, bahkan bisa dipulangkan sebelum masa tugas berakhir,” ujarnya.</p>
<p></p>
<p>Meski kuota di sejumlah daerah, termasuk Jawa Timur, belum terpenuhi, Irfan memastikan pemerintah tidak akan menurunkan standar seleksi. Menurutnya, kualitas pelayanan jamaah haji harus menjadi prioritas utama dibanding sekadar memenuhi jumlah petugas.</p>
<p></p>
<p>“Kami tidak ingin hanya mengejar kuota. Lebih baik jumlahnya cukup, tetapi kualitasnya terjaga,” pungkas Irfan. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Perkuat Disiplin, Kemenhaj Ungkap Alasan Tambah 100 Persen Lebih Personel TNI–Polri untuk Haji 2026</title>
<link>https://suarajatimpost.com/perkuat-disiplin-kemenhaj-ungkap-alasan-tambah-100-persen-lebih-personel-tnipolri-untuk-haji-2026</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/perkuat-disiplin-kemenhaj-ungkap-alasan-tambah-100-persen-lebih-personel-tnipolri-untuk-haji-2026</guid>
<description><![CDATA[ Kemenhaj menambah lebih dari 100 persen personel TNI–Polri pada haji 2026 untuk memperkuat disiplin, fisik, dan kesiapsiagaan petugas di tengah kompleksitas pelayanan jamaah. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202601/image_870x580_6971d0d3dccad.webp" length="36652" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 22 Jan 2026 15:50:24 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ryan Ramadhan</dc:creator>
<media:keywords>Kementerian Haji dan Umrah, Kemenhaj, Haji 2026, Petugas Haji Daerah, PHD, Kakanwil Jatim, Asrama Haji, Surabaya, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SURABAYA, SJP - </strong>Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) mengungkapkan alasan penambahan keterlibatan personel TNI dan Polri secara signifikan pada operasional ibadah haji 2026. </p>
<p></p>
<p>Penambahan yang terhitung lebih dari 100 persen itu dilakukan karena kebutuhan fisik, disiplin, serta kemampuan membaca medan yang dinilai krusial dalam menghadapi kompleksitas pelayanan jamaah di lapangan.</p>
<p></p>
<p>Alasan tersebut disampaikan langsung oleh Menteri Haji dan Umrah Mochamad Irfan Yusuf usai membuka kegiatan Seleksi Computer Assisted Test (CAT) Petugas Haji Daerah (PHD) 2026 di Asrama Haji Surabaya, Jawa Timur, Kamis (22/1/2026).</p>
<p></p>
<p>"Kita membutuhkan fisik, kita membutuhkan disiplin, kita membutuhkan kemampuan membaca medan saat di lapangan karena memang proses haji itu sangat kompleks," ucap Menhaj yang akrab disapa Gus Irfan itu pada Kamis (22/1/2026).</p>
<p></p>
<p>Ia mengungkapkan bahwa selama proses pemberangkatan hingga pemulangan jemaah haji, petugas akan dihadapkan pada kondisi padat jamaah, mobilitas ekstrem, serta potensi situasi gawat darurat yang menuntut respons cepat dan terukur.</p>
<p></p>
<p>Berdasarkan evaluasi di tahun-tahun sebelumnya, Kemenhaj memutuskan untuk meningkatkan jumlah personel TNI dan Polri dalam struktur petugas haji 2026. Total personel yang dilibatkan mencapai 183 orang, meningkat lebih dari dua kali lipat dibandingkan tahun sebelumnya yang berjumlah sekitar 75 personel.</p>
<p></p>
<p>"TNI Polri dari tahun ini kita tambah menjadi 183 orang. Tahun kemarin ada 75. Artinya kita tambah lebih dari 100 persen," ujarnya.</p>
<p></p>
<p>Gus Irfan menegaskan, kehadiran personel TNI dan Polri bukan hanya untuk memperkuat aspek pengamanan. Lebih dari itu, mereka diharapkan menjadi teladan dalam pola kerja yang disiplin, terukur, dan siap menghadapi berbagai situasi di lapangan.</p>
<p></p>
<p>"Dan itu yang kita minta ditularkan oleh teman-teman TNI Polri kepada teman-teman petugas haji yang lain," ucapnya.</p>
<p></p>
<p>Selain dibekali kemampuan pengamanan dan kesiapsiagaan, personel TNI dan Polri juga dipersiapkan untuk terlibat langsung dalam pelayanan jamaah. Mereka akan membantu jamaah, khususnya lanjut usia dan jamaah dengan keterbatasan fisik, selama pelaksanaan ibadah haji di Arab Saudi.</p>
<p></p>
<p>Menurut Gus Irfan, pendekatan tersebut diharapkan dapat memperkuat koordinasi antarpetugas, meningkatkan ketertiban kerja di lapangan, serta memastikan pelayanan jamaah berjalan lebih humanis dan responsif.</p>
<p></p>
<p>"Tentunya Insya Allah kualitas pelayanan jamaah dapat meningkat dibandingkan dengan penyelenggaraan haji pada tahun-tahun sebelumnya," katanya. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Kemenhaj Tegaskan Kepala Daerah Tak Boleh Rangkap Jadi Petugas Haji Daerah 2026</title>
<link>https://suarajatimpost.com/kemenhaj-tegaskan-kepala-daerah-tak-boleh-rangkap-jadi-petugas-haji-daerah-2026</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/kemenhaj-tegaskan-kepala-daerah-tak-boleh-rangkap-jadi-petugas-haji-daerah-2026</guid>
<description><![CDATA[ Kementerian Haji dan Umrah melarang bupati dan wali kota menjadi Petugas Haji Daerah 2026 demi memastikan pelayanan jemaah profesional, fokus, dan bebas dari kepentingan jabatan. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202601/image_870x580_6971be25057c6.webp" length="28942" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 22 Jan 2026 15:40:52 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ryan Ramadhan</dc:creator>
<media:keywords>Kementerian Haji dan Umrah, Kemenhaj, Haji 2026, Petugas Haji Daerah, PHD, Kakanwil Jatim, Asrama Haji, Surabaya, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SURABAYA, SJP -</strong> Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) menegaskan larangan bagi kepala daerah, baik bupati maupun wali kota, untuk menjadi Petugas Haji Daerah (PHD) pada operasional ibadah haji 2026. </p>
<p></p>
<p>Kebijakan tersebut diambil untuk memastikan pelayanan kepada jemaah berjalan optimal, profesional, dan sepenuhnya berorientasi pada kenyamanan serta kekhusyukan ibadah.</p>
<p></p>
<p>Penegasan tersebut kembali disampaikan langsung oleh Menteri Haji dan Umrah Mochamad Irfan Yusuf saat membuka Seleksi Computer Assisted Test (CAT) Petugas Haji Daerah (PHD) 1447H/2026M di Asrama Haji Surabaya, Jawa Timur, Kamis (22/1/2026).</p>
<p></p>
<p>Menurut Menhaj Irfan, larangan itu merupakan bagian dari upaya pembenahan tata kelola pelayanan haji agar lebih fokus pada kebutuhan jemaah di lapangan.</p>
<p></p>
<p>"Tahun ini InsyaAllah tidak boleh, kami ingin memaksimalkan pelayanan kepada para jamaah haji agar mereka bisa beribadah dengan tenang," kata Menhaj, Kamis (22/1/2026).</p>
<p></p>
<p>Menteri yang akrab disapa Gus Irfan itu menjelaskan, kepala daerah memiliki beban tugas pemerintahan yang padat dan bersifat struktural. </p>
<p></p>
<p>Kondisi tersebut dinilai tidak sejalan dengan karakter tugas Petugas Haji Daerah yang menuntut kehadiran penuh serta fokus selama seluruh rangkaian ibadah haji berlangsung.</p>
<p></p>
<p>Ia menegaskan, peran PHD sangat krusial karena mendampingi jemaah sejak dari daerah asal, selama di embarkasi, hingga pelaksanaan ibadah di Tanah Suci. </p>
<p></p>
<p>Tugas tersebut tidak hanya bersifat administratif, tetapi juga menyangkut kesiapan fisik, mental, serta kemampuan merespons cepat berbagai kondisi di lapangan.</p>
<p></p>
<p>"Peran petugas haji itu menuntut kehadiran penuh. Kalau masih punya kewajiban lain yang tidak bisa ditinggalkan, tentu sulit memberikan pelayanan maksimal," ujarnya.</p>
<p></p>
<p>Gus Irfan juga mengungkapkan bahwa larangan tersebut diterapkan tanpa pengecualian, meski permintaan datang dari kepala daerah yang memiliki kedekatan personal maupun politik dengannya. </p>
<p></p>
<p>Menurut dia, kebijakan tersebut harus ditegakkan demi menjaga profesionalisme penyelenggaraan ibadah haji.</p>
<p></p>
<p>"Saya pernah mendapat pertanyaan dari seorang kepala daerah. Minta izin boleh nggak ikut petugas haji. Tapi tidak boleh," tegasnya.</p>
<p></p>
<p>Sejalan dengan kebijakan tersebut, Kementerian Haji dan Umrah memastikan proses seleksi Petugas Haji Daerah 2026 dilakukan secara ketat. Pemerintah ingin memastikan petugas yang terpilih benar-benar memiliki kompetensi, kesiapan, serta komitmen penuh untuk melayani jemaah.</p>
<p></p>
<p>Selain menekankan profesionalisme, Gus Irfan juga mengingatkan bahwa status sebagai petugas haji membawa tanggung jawab besar dan menuntut integritas tinggi. Setiap petugas wajib menjalankan tugas sesuai aturan dan standar pelayanan yang telah ditetapkan.</p>
<p></p>
<p>“Jika terjadi pelanggaran atau penyelewengan dalam pelaksanaan tugas, harus ada pertanggungjawaban,” katanya.</p>
<p></p>
<p>Pemerintah, lanjut Gus Irfan, tidak akan ragu menjatuhkan sanksi tegas kepada petugas haji yang terbukti melanggar aturan atau lalai menjalankan tugas, termasuk kemungkinan pemulangan ke Tanah Air sebelum operasional haji berakhir.</p>
<p></p>
<p>"Termasuk sanksi pemulangan sebelum operasional haji selesai," ujarnya.</p>
<p></p>
<p>Kebijakan larangan kepala daerah menjadi Petugas Haji Daerah ini diharapkan menjadi fondasi penguatan tata kelola haji nasional, sekaligus memastikan pelayanan ibadah haji ke depan semakin profesional, manusiawi, dan berorientasi penuh pada kepentingan jemaah. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>QRIS Warung Kopi Dipakai Bayar Parkir, Celah E&amp;Parking Surabaya Dimanfaatkan Jukir Liar</title>
<link>https://suarajatimpost.com/qris-warung-kopi-dipakai-bayar-parkir-celah-e-parking-surabaya-dimanfaatkan-jukir-liar</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/qris-warung-kopi-dipakai-bayar-parkir-celah-e-parking-surabaya-dimanfaatkan-jukir-liar</guid>
<description><![CDATA[ Alih-alih menghentikan jukir liar, penerapan e-parking Surabaya justru dimanfaatkan oknum parkir ilegal dengan modus baru, menggunakan QRIS pribadi bahkan atas nama warung kopi. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202601/image_870x580_6970cf2841b6f.webp" length="46362" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 21 Jan 2026 21:31:52 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ryan Ramadhan</dc:creator>
<media:keywords>E-parking, Jukir, Jukir Liar, Parkir Surabaya, QRIS, Surabaya, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SURABAYA, SJP –</strong> Penerapan sistem parkir elektronik (e-parking) di Surabaya yang digadang-gadang mampu menutup kebocoran retribusi ternyata belum sepenuhnya mematikan praktik juru parkir liar. </p>
<p></p>
<p>Alih-alih berhenti, aksi jukir ilegal justru beradaptasi dengan memanfaatkan celah digital, salah satunya dengan menggunakan QRIS pribadi, bahkan memanfaatkan QRIS tempat makan hingga warung kopi agar bisa menarik uang parkir dari masyarakat.</p>
<p></p>
<p>Fenomena tersebut pertama kali mencuat dari salah satu konten viral di sosial media yang menunjukkan seorang konten kreator di Surabaya membayar parkir menggunakan QRIS di Jalan Tunjungan. </p>
<p></p>
<p>Saat bukti transaksi dicek, uang tersebut ternyata tidak masuk ke Pemkot maupun Dishub, melainkan tertulis masuk ke rekening atas nama 'Warkop Emak Dwi' yang sontak memicu reaksi publik. </p>
<p></p>
<p>Merespon kejadian tersebut, Satsamapta Polrestabes Surabaya melakukan operasi penertiban di sejumlah titik kota dan berhasil mengamankan belasan jukir liar. </p>
<p></p>
<p>Kasat Samapta Polrestabes Surabaya, AKBP Erika Purwana Putra, mengungkapkan bahwa modus penggunaan QRIS pribadi untuk parkir merupakan pola baru yang mulai marak sejak awal 2026. Dalam dua hari operasi, polisi mengamankan total 18 jukir liar.</p>
<p></p>
<p>"Ini merupakan fenomena baru di Surabaya, QRIS pribadi dipergunakan untuk sarana pembayaran parkir masyarakat," ujar AKBP Erika, Rabu (21/1/2026).</p>
<p></p>
<p>Pada Selasa (20/1), petugas mengamankan 15 jukir liar yang beroperasi di sejumlah lokasi strategis, seperti Jalan Blauran, Mulyosari, Gayungan, dan kawasan Pasar Besar. Sehari sebelumnya, Senin (19/1), tiga jukir lainnya diamankan di wilayah Jalan Tanjung Anom.</p>
<p></p>
<p>"Perlu kami sampaikan bahwa QRIS para pelaku adalah QRIS milik pribadi yang digunakan sejak Januari 2026," kata Erika.</p>
<p></p>
<p>Lebih mencengangkan, QRIS yang digunakan tiga jukir tersebut tercatat atas nama sebuah warung kopi. QRIS itu dipakai untuk memungut biaya parkir dari pelanggan, sehingga tampak seolah-olah transaksi tersebut sah dan resmi.</p>
<p></p>
<p><strong>Celah E-Parking dan Ilusi Legalitas</strong></p>
<p>Penggunaan QRIS pribadi membuat praktik parkir ilegal terlihat modern dan legal di mata masyarakat. Tanpa karcis resmi dan tanpa identitas pengelola parkir dari pemerintah, uang parkir tetap mengalir, namun tidak masuk ke kas daerah.</p>
<p></p>
<p>Kondisi itu menunjukkan bahwa penerapan e-parking belum sepenuhnya diiringi dengan kontrol lapangan dan literasi publik yang memadai. Masyarakat kerap menganggap semua pembayaran berbasis QRIS sebagai bagian dari sistem resmi pemerintah.</p>
<p></p>
<p>Seluruh jukir liar yang diamankan diproses melalui mekanisme tindak pidana ringan (Tipiring) karena melanggar Perda Kota Surabaya tentang perparkiran.</p>
<p></p>
<p>"Kita akan tindak secara tindak pidana ringan sesuai dengan ketentuan yang berlaku," tegas AKBP Erika.</p>
<p></p>
<p>Ia menambahkan, apabila dalam pemeriksaan ditemukan unsur pidana lain, maka penanganan kasus akan ditingkatkan dan kasus bisa dilmpahkan ke bagian Satreskrim.</p>
<p></p>
<p>Penindakan tersebut mengacu pada Perda Nomor 03 Tahun 2018 tentang Penyelenggaraan Perparkiran, khususnya Pasal 39 juncto Pasal 11 ayat (2), yang mengatur larangan pengelolaan parkir tanpa izin resmi.</p>
<p></p>
<p>AKBP Erika menegaskan bahwa jajaran Polrestabes Surabaya tidak akan bersikap setengah-setengah dalam menindak jukir liar, terlebih yang memanfaatkan celah kebijakan e-parking.</p>
<p></p>
<p>"Perintah Kapolrestabes Surabaya sangat tegas dan keras terkait jukir liar," tukasnya.</p>
<p></p>
<p>Ia memastikan patroli dan penegakan hukum akan dilakukan secara berkelanjutan sebagai upaya pencegahan, sekaligus untuk menjaga kepercayaan publik terhadap sistem parkir non-tunai yang tengah diterapkan.</p>
<p></p>
<p>Di tengah transisi menuju parkir digital, polisi juga mengimbau masyarakat untuk lebih waspada dan aktif melapor jika menemukan praktik parkir mencurigakan.</p>
<p></p>
<p>"Kami himbau kepada masyarakat untuk tidak segan menghubungi 110 jika menemui hambatan apapun," pungkas AKBP Erika. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor: Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Merespons Maraknya Curanmor, Kapolrestabes Surabaya Keluarkan Instruksi Tembak di Tempat</title>
<link>https://suarajatimpost.com/merespons-maraknya-curanmor-kapolrestabes-surabaya-keluarkan-instruksi-tembak-di-tempat</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/merespons-maraknya-curanmor-kapolrestabes-surabaya-keluarkan-instruksi-tembak-di-tempat</guid>
<description><![CDATA[ Maraknya curanmor di Jawa Timur mendorong Kapolrestabes Surabaya menginstruksikan tembak di tempat bagi pelaku yang membahayakan, ditegaskan saat bazar pengembalian motor sitaan. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202601/image_870x580_6970c26fc3d44.webp" length="77244" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 21 Jan 2026 21:12:58 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ryan Ramadhan</dc:creator>
<media:keywords>Pencurian Kendaraan Bermotor, Curanmor, Polrestabes Surabaya, Kapolrestabes Surabaya, Kombes pol Luthfie, Tembak Ditempat, Surabaya, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SURABAYA, SJP - </strong>Maraknya kasus pencurian kendaraan bermotor (curanmor) di Jawa Timur, khususnya di Kota Surabaya, memicu langkah tegas dari pihak kepolisian. </p>
<p>Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol Luthfie Sulistiawan menginstruksikan jajarannya untuk tidak ragu melakukan tindakan tegas dan terukur, termasuk tembak di tempat terhadap pelaku curanmor yang membahayakan petugas maupun masyarakat.</p>
<p>Instruksi keras tersebut disampaikan langsung oleh Kapolrestabes dalam kegiatan Bazar Pengembalian Barang Bukti Kendaraan Bermotor (ranmor) kepada pemilik sah yang digelar di Lapangan B Mapolrestabes Surabaya, Rabu (21/1/2026). </p>
<p>Dalam kesempatan itu, Luthfie menegaskan bahwa aksi curanmor sudah sangat meresahkan warga dan tidak boleh lagi ditoleransi, terutama jika pelaku melakukan perlawanan atau membahayakan keselamatan orang lain.</p>
<p>"Saya sudah perintah Kasat Reskrim, jangan ragu-ragu (menindak pelaku curanmor)," ujar Kombes Pol Luthfie, Rabu (21/1/2026).</p>
<p>Ia menegaskan, tindakan tegas bisa diambil apabila pelaku curanmor mengancam keselamatan petugas maupun masyarakat saat beraksi, bahkan Kapolrestabes memberikan lampu hijau untuk melakukan tembak ditempat.</p>
<p>"Pelaku curanmor yang membahayakan keselamatan petugas dan masyarakat, tembak saja. Hentikan aksi kalian, atau kami yang akan menghentikan kalian," katanya.</p>
<p>Menurut Luthfie, instruksi tersebut merupakan bentuk komitmen Polrestabes Surabaya dalam memberikan rasa aman kepada masyarakat, sekaligus peringatan keras bagi para pelaku kejahatan jalanan agar segera menghentikan aksinya.</p>
<p>"Tembak saja. Saya sudah perintahkan Satreskrim dan para kapolsek. Tidak ada toleransi bagi pelaku yang membahayakan," tegasnya.</p>
<p>Disisi lain, kegiatan bazar ranmor oleh Polrestabes Surabaya sendiri mencerminkan masih maraknya kasus curanmor di daerah Surabaya dan sekitarnya. </p>
<p>Total kendaraan yang berhasil diamankan mencapai 1.050 unit, dengan 107 unit di antaranya merupakan hasil pengungkapan kasus terbaru sejak awal 2025 hingga Januari 2026. Selain itu, Polrestabes Surabaya juga mencatat, setidaknya ada 600 laporan curanmor dari masyarakat selama tahun 2025.</p>
<p>Sebagai langkah preventif, Polrestabes Surabaya turut membagikan alarm motor anti maling kepada warga. Total 200 unit alarm disiapkan dan dibagikan secara bertahap, dengan 30 unit diberikan langsung kepada warga yang beruntung saat kegiatan bazar.</p>
<p>"Alarm ini lebih efektif daripada kunci ganda. Kalau alarm, otomatis menyala dan bisa mencegah pencurian," tuturnya.</p>
<p>Polrestabes Surabaya mengimbau masyarakat yang merasa kehilangan kendaraan bermotor untuk segera mengecek daftar ranmor di Mapolrestabes Surabaya dengan membawa dokumen kepemilikan seperti BPKB atau surat keterangan dari pihak pembiayaan. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor: Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Belum Ada Hasil Forensik, Kasus Dugaan Janin di Apartemen  Rungkut Surabaya Jalan di Tempat</title>
<link>https://suarajatimpost.com/belum-ada-hasil-forensik-kasus-dugaan-janin-di-apartemen-rungkut-surabaya-jalan-di-tempat</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/belum-ada-hasil-forensik-kasus-dugaan-janin-di-apartemen-rungkut-surabaya-jalan-di-tempat</guid>
<description><![CDATA[ Hampir dua pekan berlalu, penyelidikan kasus temuan benda diduga janin di Apartemen Gunawangsa Rungkut Surabaya mandek karena hasil forensik RS Bhayangkara Polda Jatim belum keluar. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202601/image_870x580_6970b55447dad.webp" length="16656" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 21 Jan 2026 19:56:51 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ryan Ramadhan</dc:creator>
<media:keywords>Janin, Plastik, Apartemen Rungkut, Apartemen Gunawangsa, Polsek Rungkut, Polda Jatim, Surabaya, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SURABAYA, SJP — </strong>Penyelidikan kasus temuan bungkus plastik yang diduga berisi janin di salah satu apartemen di kawasan Rungkut, Surabaya, belum menunjukkan perkembangan meski penyidikan sudah berjalan hampir dua pekan. </p>
<p>Hingga kini, pihak kepolisian masih menunggu hasil pemeriksaan forensik yang menjadi kunci penentuan arah penanganan perkara tersebut.</p>
<p>Diketahui sebelumnya, plastik berisi gumpalan darah terbungkus plastik itu ditemukan tergeletak di tempat sampah area parkiran Apartemen Gunawangsa Rungkut pada Kamis, 8 Januari 2026. </p>
<p>Benda mencurigakan itu pertama kali ditemukan oleh Suhadi, petugas kebersihan apartemen, setelah mencium bau anyir saat membersihkan area parkir lantai dua sekitar pukul 14.30 yang sebelumnya ia kira limbah daging produksi.</p>
<p>Kapolsek Rungkut Kompol Agus Santoso mengatakan, lambannya perkembangan kasus itu disebabkan hasil pemeriksaan forensik dari Rumah Sakit Bhayangkara HS Samsoeri Mertojoso Polda Jawa Timur yang hingga kini belum diterbitkan.</p>
<p>"Belum ada, jadi kemarin anggota sudah ke RS Bhayangkara Polda Jatim, dan hasilnya memang belum keluar," ujar Agus saat dikonfirmasi, Rabu (21/1/2026).</p>
<p>Agus menegaskan bahwa pihaknya tidak ingin berspekulasi terkait lamanya proses pemeriksaan forensik. Ia menuturkan, hasil resmi dari laboratorium forensik menjadi dasar utama bagi polisi untuk menentukan langkah penanganan selanjutnya.</p>
<p>"Kami masih menunggu hasil pemeriksaan forensik. Selama itu belum keluar, kami juga tidak bisa menyimpulkan apakah itu janin atau bukan," tandasnya.</p>
<p>Belum keluarnya hasil forensik tersebut membuat penyelidikan lanjutan belum dapat dilakukan. Polisi pun belum bisa memastikan apakah bungkusan mencirikan yang ditemukan itu benar merupakan janin manusia atau bukan, sehingga status kasus masih berada pada tahap awal penyelidikan.</p>
<p>Hingga saat ini, aparat kepolisian masih menunggu kepastian hasil laboratorium forensik guna menentukan langkah hukum berikutnya, termasuk kemungkinan peningkatan status perkara apabila hasil pemeriksaan menguatkan dugaan awal. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Pemkot Surabaya Siapkan Lahan 6 Hektar untuk Sekolah Rakyat</title>
<link>https://suarajatimpost.com/pemkot-surabaya-siapkan-lahan-6-hektar-untuk-sekolah-rakyat</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/pemkot-surabaya-siapkan-lahan-6-hektar-untuk-sekolah-rakyat</guid>
<description><![CDATA[ Proyek strategis yang merupakan kolaborasi antara pemerintah daerah dan pemerintah pusat ini ditargetkan mulai beroperasi pada tahun ajaran baru 2026. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202601/image_870x580_696f2c9a85c2d.webp" length="45022" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Tue, 20 Jan 2026 15:50:03 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ryan Ramadhan</dc:creator>
<media:keywords>Sekolah Rakyat, Pemkot Surabaya, Eri Cahyadi, Surabaya, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><b>SURABAYA, SJP</b> — Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya secara resmi menyiapkan lahan seluas 6 hektar di kawasan Tambak Wedi untuk mendukung pembangunan fisik Sekolah Rakyat. </p>
<p>Proyek strategis yang merupakan kolaborasi antara pemerintah daerah dan pemerintah pusat ini ditargetkan mulai beroperasi pada tahun ajaran baru 2026.</p>
<p>Pembangunan gedung fisik ini menandai fase baru program Sekolah Rakyat di Surabaya. Sebelumnya, pada tahun 2025, program tersebut telah berjalan sebagai proyek percontohan (<em>pilot project</em>) dengan memanfaatkan fasilitas milik Universitas Negeri Surabaya (UNESA).</p>
<p>Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, mengonfirmasi bahwa proses konstruksi yang didanai oleh kementerian terkait telah dimulai. </p>
<p>Lahan yang disediakan Pemkot Surabaya tersebut terbagi dalam dua bidang utama yang nantinya akan terintegrasi.</p>
<p>"Alhamdulillah, pembangunan sudah dikerjakan oleh kementerian. Sekolah Rakyat ini berlokasi di Tambak Wedi dengan luas lahan 6 hektar yang terbagi menjadi dua bidang, yakni 4 hektar dan 2 hektar," ujar Eri, Selasa (20/1/2026).</p>
<p>Program Sekolah Rakyat merupakan inisiatif pendidikan nasional yang dirancang untuk memberikan akses layanan pendidikan gratis dan inklusif bagi masyarakat prasejahtera. </p>
<p>Dalam skema ini, pemerintah daerah berkewajiban menyediakan lahan, sementara pembangunan infrastruktur sepenuhnya dikelola oleh pemerintah pusat.</p>
<p>Eri menjelaskan, meski pembangunan diprediksi belum rampung secara keseluruhan pada 2026, fasilitas tersebut sudah dapat digunakan untuk kegiatan belajar mengajar pada tahun ajaran mendatang.</p>
<p>"Insyaallah di tahun 2026 sudah bisa digunakan untuk tahun ajaran baru, meskipun belum beroperasi secara penuh (100 persen). Terkait lahan yang terpecah, rencana ke depan akan dibangun jembatan penghubung antara dua bidang bangunan tersebut," jelasnya.</p>
<p>Satu hal yang menjadi sorotan utama dalam program ini adalah sistem rekrutmen peserta didik. Eri menegaskan bahwa Sekolah Rakyat tidak akan menerapkan sistem seleksi atau tes masuk akademik. </p>
<p>Penentuan siswa akan dilakukan secara otomatis melalui sinkronisasi database warga tidak mampu yang telah terverifikasi oleh pemerintah.</p>
<p>"Tidak ada sistem tes. Siswa yang masuk ditentukan berdasarkan database warga tidak mampu. Jika kuotanya 100, maka 100 warga yang paling membutuhkan akan masuk secara otomatis sesuai peringkat prioritas kemiskinan," tegas wali kota.</p>
<p>Di akhir keterangannya, Eri Cahyadi memberikan peringatan keras kepada masyarakat agar tidak menyalahgunakan peruntukan sekolah ini. </p>
<p>Ia mengimbau agar kelompok masyarakat yang mampu secara ekonomi tetap menyekolahkan anak-anak mereka di sekolah formal reguler.</p>
<p>"Saya ingatkan, sekolah ini hak warga miskin. Yang mampu jangan mengambil jatah warga yang tidak punya. Ini adalah komitmen kita untuk pemerataan kualitas pendidikan di Surabaya," pungkasnya.<b> (*) </b></p>
<p><b>Editor: Syaiful Aries</b></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Pemuda di Surabaya Tewas Mengenaskan dengan Luka Tusuk, Polisi Kesulitan Identifikasi Pelaku</title>
<link>https://suarajatimpost.com/pemuda-di-surabaya-tewas-mengenaskan-dengan-luka-tusuk-polisi-kesulitan-identifikasi-pelaku</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/pemuda-di-surabaya-tewas-mengenaskan-dengan-luka-tusuk-polisi-kesulitan-identifikasi-pelaku</guid>
<description><![CDATA[ Pihak kepolisian mengakui adanya hambatan dalam mengidentifikasi wajah para pelaku. Meski kawasan tersebut memiliki banyak titik pantau kamera pengawas, sebagian besar perangkat ditemukan dalam kondisi tidak berfungsi. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202601/image_870x580_696ef94cc6a0f.webp" length="33374" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Tue, 20 Jan 2026 12:40:11 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ryan Ramadhan</dc:creator>
<media:keywords>Pembunuhan, Wonokusumo, Polres Tanjung Perak, Surabaya, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><b>SURABAYA, SJP </b>— Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Pelabuhan Tanjung Perak tengah bekerja ekstra keras mengungkap tabir pembunuhan brutal yang menimpa seorang pria di kawasan Jalan Wonokusumo Jaya, Kecamatan Semampir, Kota Surabaya. </p>
<p>Korban diidentifikasi berinisial UF (32), warga Jalan Kedung Mangu, tewas mengenaskan setelah diduga dikeroyok oleh lebih dari lima orang pada Ahad (18/1/2026) dini hari.</p>
<p>Meski penyelidikan telah memasuki hari ketiga, identitas para pelaku masih gelap. Polisi kini memfokuskan upaya pada penyisiran rekaman <em>Closed Circuit Television</em> (CCTV) di sekitar lokasi kejadian, meskipun menghadapi kendala teknis.</p>
<p>Peristiwa berdarah ini pertama kali diketahui warga pada Ahad pukul 04.30 WIB. Korban ditemukan tergeletak tak bernyawa di depan sebuah warung kopi dalam kondisi bersimbah darah. </p>
<p>Berdasarkan hasil olah Tempat Kejadian Perkara (TKP), polisi menemukan ceceran darah di beberapa titik yang mengindikasikan korban sempat melakukan upaya penyelamatan diri.</p>
<p>"Saat petugas tiba, korban sudah dinyatakan meninggal dunia di bahu jalan. Identitas awalnya nihil, namun berhasil kami ungkap melalui penelusuran dokumen kendaraan Honda Stylo L 5506 DAM milik korban yang berada di lokasi," ujar Kapolsek Semampir, AKP Herry Iswanto.</p>
<p>Kasi Humas Polres Pelabuhan Tanjung Perak, Iptu Suroto, menambahkan bahwa hasil otopsi dari RS Bhayangkara Polda Jatim memperkuat dugaan penganiayaan berat. </p>
<p>Tim medis menemukan luka tusuk di bagian ketiak sebelah kiri yang diduga menjadi penyebab utama kematian akibat perdarahan hebat.</p>
<p>"Diduga kuat korban tidak diserang oleh pelaku tunggal, melainkan dikeroyok sekelompok orang sebelum akhirnya ditusuk dengan senjata tajam," jelas Iptu Suroto, Selasa (20/1/2026).</p>
<p>Pihak kepolisian mengakui adanya hambatan dalam mengidentifikasi wajah para pelaku. Meski kawasan tersebut memiliki banyak titik pantau kamera pengawas, sebagian besar perangkat ditemukan dalam kondisi tidak berfungsi.</p>
<p>"Penyidik terus mencari petunjuk melalui CCTV di sekitar jalur pelarian pelaku. Faktanya, banyak CCTV di TKP yang mati atau tidak beroperasi secara optimal," tambah Iptu Suroto.</p>
<p>Hingga saat ini, penyidik telah memeriksa sejumlah saksi, termasuk dari pihak keluarga korban, untuk mendalami motif di balik aksi pengeroyokan tersebut. </p>
<p>Polisi mengimbau masyarakat yang memiliki informasi sekecil apa pun terkait pergerakan kelompok mencurigakan pada malam kejadian untuk segera melapor guna mempercepat proses penangkapan.<b> (*) </b></p>
<p><b>Editor: Syaiful Aries</b></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Anak Mantan Pejabat Terdeteksi &amp;apos;Nyusup&amp;apos; di Beasiswa Pemuda Tangguh, Pemkot Surabaya Rombak Aturan</title>
<link>https://suarajatimpost.com/anak-mantan-pejabat-terdeteksi-nyusup-di-beasiswa-pemuda-tangguh-pemkot-surabaya-rombak-aturan</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/anak-mantan-pejabat-terdeteksi-nyusup-di-beasiswa-pemuda-tangguh-pemkot-surabaya-rombak-aturan</guid>
<description><![CDATA[ Langkah ini diambil menyusul ditemukannya indikasi manipulasi data ekonomi dan penyalahgunaan sasaran, di mana fasilitas bagi warga miskin justru dinikmati oleh kalangan mampu, termasuk anak mantan pejabat. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202601/image_870x580_696edd348beda.webp" length="24304" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Tue, 20 Jan 2026 09:00:00 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ryan Ramadhan</dc:creator>
<media:keywords>Beasiswa Pemuda Tangguh, Beasiswa, Tidak Tepat Sasaran, Anak Pejabat, Pemkot Surabaya, Surabaya, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SURABAYA, SJP</strong> — Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya resmi melakukan perombakan total terhadap skema penyaluran Beasiswa Pemuda Tangguh. </p>
<p>Langkah drastis ini diambil menyusul ditemukannya indikasi manipulasi data ekonomi dan penyalahgunaan sasaran, di mana fasilitas bagi warga miskin justru dinikmati oleh kalangan mampu, termasuk anak mantan pejabat.</p>
<p>Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, mengungkapkan kekecewaannya setelah hasil evaluasi menunjukkan adanya penerima beasiswa dengan nilai Uang Kuliah Tunggal (UKT) fantastis, mencapai Rp 15 juta per semester. </p>
<p>Padahal, kata dia program yang diluncurkan sejak 2021 ini secara filosofis dirancang khusus sebagai jaring pengaman pendidikan bagi keluarga prasejahtera.</p>
<p>"Bahkan, mohon maaf, ada anak dari mantan pejabat yang UKT-nya dibayar Pemkot sampai Rp 15 juta per semester. Ini tentu menyimpang dari rasa keadilan. Bagaimana mungkin anggaran untuk warga tidak mampu justru terserap oleh mereka yang secara ekonomi mapan?" ujar Eri Cahyadi saat diwawancarai, Selasa (20/1/2026).</p>
<p>Dia menengarai adanya praktik kenakalan administratif dalam proses pendaftaran. Sejumlah oknum mahasiswa diduga sengaja menggelembungkan data penghasilan orang tua agar dapat lolos masuk jalur tertentu di perguruan tinggi. </p>
<p>Namun, dampak dari tingginya profil ekonomi yang dilaporkan tersebut justru membuat pihak universitas menetapkan UKT di golongan tertinggi.</p>
<p>Kondisi ini menciptakan beban ganda bagi APBD, pemerintah harus membayar nominal UKT yang mahal untuk individu yang sebenarnya tidak masuk dalam kategori warga miskin.</p>
<p>Merespons kebocoran anggaran tersebut, Pemkot Surabaya menerbitkan Peraturan Wali Kota (Perwali) Nomor 45 Tahun 2025. </p>
<p>Aturan baru ini menetapkan kebijakan penyeragaman (flat) bantuan UKT maksimal sebesar Rp 2,5 juta per semester.</p>
<p>Dengan skema baru ini, pemkot menegaskan bahwa pemerintah hanya akan menanggung UKT hingga plafon Rp 2,5 juta, mahasiswa dari keluarga mampu tetap diperbolehkan menerima beasiswa, namun selisih biaya di atas plafon wajib ditanggung secara mandiri dan menuntut kejujuran penerima dalam melaporkan status sosial ekonomi.</p>
<p>"Kita harus mulai dengan kejujuran. Masak orang mampu mengambil jatah mereka yang benar-benar membutuhkan? Jika ada mahasiswa yang memang tidak mampu namun tetap terjerat UKT tinggi, saya sendiri yang akan mendatangi kampusnya untuk verifikasi agar diturunkan ke kelompok bawah," tegas Eri.</p>
<p>Sebagai informasi, kuota Beasiswa Pemuda Tangguh mengalami lonjakan drastis dari 3.502 penerima pada 2025 menjadi 23.820 penerima pada 2026. </p>
<p>Perluasan skala yang masif ini diduga menjadi celah melemahnya verifikasi faktual di lapangan, sehingga memungkinkan kalangan berada menyusup ke dalam sistem bantuan. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Buntut Kasus Nenek Elina, Polda Jatim Periksa Lurah Terkait Dugaan Pemalsuan Surat Tanah</title>
<link>https://suarajatimpost.com/buntut-kasus-nenek-elina-polda-jatim-periksa-lurah-terkait-dugaan-pemalsuan-surat-tanah</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/buntut-kasus-nenek-elina-polda-jatim-periksa-lurah-terkait-dugaan-pemalsuan-surat-tanah</guid>
<description><![CDATA[ Polisi telah memeriksa lima orang saksi, salah satu yang sudah dimintai keterangan adalah lurah setempat guna menelusuri proses administrasi yang berkaitan dengan dokumen leter C tanah yang kini menjadi objek sengketa pidana. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202601/image_870x580_696e2b5cb37c1.webp" length="64734" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 19 Jan 2026 20:39:29 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ryan Ramadhan</dc:creator>
<media:keywords>Nenek Elina, Ormas, Pemkot Surabaya, Polda Jatim, Sambikerep, Surabaya, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SURABAYA, SJP - </strong>Kasus dugaan pemalsuan surat tanah yang menimpa Elina Widjajanti (80), nenek asal Surabaya yang rumahnya dibongkar paksa, masih terus bergulir. </p>
<p>Kini Polda Jawa Timur mulai memeriksa sejumlah saksi, termasuk lurah setempat, untuk mengungkap dugaan pemalsuan dokumen kepemilikan tanah di Dukuh Kuwukan, Sambikerep.</p>
<p>Perkembangan tersebut menandai babak lanjutan dari kasus yang sebelumnya menyita perhatian publik karena berujung pada pengusiran dan perobohan rumah seorang lansia.</p>
<p>Kasus yang bermula ketika tanah dan rumah yang ditempati Nenek Elina diklaim pihak lain berdasarkan dokumen kepemilikan yang belakangan dipersoalkan keabsahannya. </p>
<p>Elina melaporkan dugaan pemalsuan surat tanah dan akta autentik ke SPKT Polda Jatim pada 6 Januari lalu, setelah muncul dokumen yang menyebut tanah tersebut telah beralih kepemilikan, padahal menurut keluarga, tidak pernah ada transaksi jual beli.</p>
<p>Dalam proses penyelidikan laporan tersebut, polisi telah memeriksa lima orang saksi. Salah satu yang sudah dimintai keterangan adalah lurah setempat, sementara dua perangkat kelurahan lainnya belum hadir karena meminta penundaan pemeriksaan.</p>
<p>"Undang tiga orang. Hadir satu (orang) atau lurah," ujar Kasubdit II Harda Bangtah Ditreskrimum Polda Jatim, AKBP Deky Hermansyah, Senin (19/1/2026).</p>
<p>Menurutnya, keterangan dari aparatur kelurahan penting untuk menelusuri proses administrasi yang berkaitan dengan dokumen leter C tanah yang kini menjadi objek sengketa pidana tersebut.</p>
<p><strong>Dugaan Pemalsuan Dokumen Tanah</strong></p>
<p>Sebelumnya, dalam laporan yang diajukan, Elina Widjajanti melaporkan inisial S dan sejumlah pihak lain atas dugaan pemalsuan surat serta pemalsuan akta autentik. Saat membuat laporan, Elina didampingi keluarga dan kuasa hukumnya.</p>
<p>Kuasa hukum Elina, Wellem Mintarja, menegaskan bahwa tanah di Dukuh Kuwukan tersebut tidak pernah dijual kepada siapa pun.</p>
<p>"Yang dilaporkan inisial S dan beberapa pihak terkait. Untuk perkara dugaan pemalsuan dokumen," terang Wellem.</p>
<p>Ia menyebut, dokumen yang dipersoalkan berkaitan langsung dengan objek tanah yang kini sudah rata dengan tanah.</p>
<p>"Dokumen yang mengenai objek tanah di Dukuh Kuwukan yang sekarang rata dengan tanah itu," imbuhnya.</p>
<p>Menurut Wellem, kejanggalan utama terletak pada munculnya akta jual beli yang menjadi dasar pencoretan leter C, pencoretan tersebut didasarkan pada akta jual beli tahun 2025 yang bersumber dari surat kuasa menjual tahun 2014.</p>
<p>"Awalnya kan nama ibu Elisa Irawati, sedangkan Elisa sendiri meninggal 2017. Orang meninggal kok bisa jual beli. Kan ndak mungkin itu," jelasnya.</p>
<p>Polda Jatim menyatakan masih akan mendalami keterangan saksi dan dokumen yang ada untuk menentukan ada tidaknya unsur pidana dalam perkara dugaan pemalsuan tersebut. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>MPP Siola Jadi &amp;apos;Jantung&amp;apos; Layanan Publik Surabaya, Layani 70.744 Warga Sepanjang 2025</title>
<link>https://suarajatimpost.com/mpp-siola-jadi-jantung-layanan-publik-surabaya-layani-70744-warga-sepanjang-2025</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/mpp-siola-jadi-jantung-layanan-publik-surabaya-layani-70744-warga-sepanjang-2025</guid>
<description><![CDATA[ Sebanyak 267.879 warga mengakses layanan publik terpadu Surabaya sepanjang 2025, dengan 70.744 kunjungan terpusat di MPP Siola yang menjadi jantung pelayanan kota terpadu satu pintu. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202601/image_870x580_696e1a077ae6b.webp" length="63998" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 19 Jan 2026 19:39:12 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ryan Ramadhan</dc:creator>
<media:keywords>Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu, DPM-PTSP, Mal Pelayanan Publik, MPP, Siola, Surabaya, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SURABAYA, SJP –</strong> Mal Pelayanan Publik (MPP) Siola kian mengukuhkan diri sebagai pusat denyut layanan publik Kota Surabaya. Sepanjang tahun 2025, gedung yang berada di jantung kota itu mencatat 70.744 kunjungan masyarakat.</p>
<p>Data Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPM-PTSP) Kota Surabaya menunjukkan, tingginya angka tersebut berkontribusi signifikan terhadap total 267.879 kunjungan masyarakat ke layanan publik terpadu, yang meliputi MPP Siola dan Sentra Pelayanan Publik (SPP) di berbagai wilayah kota.</p>
<p>Sejak sebagian gedungnya dialihfungsikan menjadi Mal Pelayanan Publik pada tahun 2017, Siola yang termasuk bangunan cagar budaya dan pusat aktivitas perdagangan barang elektronik itu kini berperan menjadi pusat layanan birokrasi yang reintegrasi dalam satu lokasi.</p>
<p>Kepala DPM-PTSP Kota Surabaya, Lasidi, menegaskan bahwa MPP Siola memiliki peran strategis sebagai pusat layanan lintas instansi yang menopang kebutuhan administrasi warga sekaligus mendukung iklim investasi.</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202601/image_870x_696e1a048a9d2.webp" alt=""></p>
<p>"MPP Siola merupakan pusat pelayanan terpadu yang menghadirkan layanan dari 26 instansi, baik dari Pemkot Surabaya, instansi vertikal, maupun BUMN dan BUMD," ujar Lasidi, Senin (19/1/2026).</p>
<p>Dari lingkup Pemerintah Kota Surabaya, MPP Siola sendiri secara bertahap dari awal kali dialihfungsikan hingga saat ini menghadirkan berbagai layanan utama yang diinisiasi oleh sejumlah perangkat daerah.</p>
<p>Layanan tersebut meliputi DPM-PTSP; Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil); Dinas Lingkungan Hidup (DLH); Dinas Perhubungan (Dishub); Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman serta Pertanahan (DPRKPP); hingga Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja (Disperinaker).</p>
<p>Selain menjadi pusat layanan di pusat kota, Pemkot Surabaya juga memperluas akses pelayanan melalui Sentra Pelayanan Publik (SPP) yang tersebar di sejumlah wilayah. </p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202601/image_870x_696e19ffcedfc.webp" alt=""></p>
<p>Sepanjang 2025, SPP Menur tercatat melayani 51.886 orang, disusul SPP Nambangan sebanyak 4.367 orang, SPP Joyoboyo 3.985 orang, dan SPP Pakal 3.211 orang.</p>
<p>Tak hanya itu, layanan PTSP Pusat juga menjadi salah satu tujuan utama masyarakat dengan jumlah kunjungan mencapai 121.732 orang. Sementara itu, Klinik Investasi melayani 11.437 pengunjung, serta inovasi layanan drive-thru di SPP Menur telah dimanfaatkan oleh 517 warga.</p>
<p>Lasidi menjelaskan, besarnya jumlah kunjungan juga sejalan dengan luasnya cakupan layanan perizinan yang disediakan di MPP Siola.</p>
<p>"Jadi kita melayani sekitar 1.428 jenis perizinan dari Pemkot Surabaya, itu belum termasuk dari instansi-instansi vertikal," bebernya.</p>
<p>Sebagian besar layanan tersebut kini telah terintegrasi secara digital melalui <em>Surabaya Single Window</em> (SSW) <em>Alpha dan Online Single Submission </em>(OSS). Integrasi ini dinilai mempermudah masyarakat dalam mengakses layanan sekaligus mempercepat proses perizinan.</p>
<p>Menurut Lasidi, tingginya animo masyarakat menjadi indikator bahwa layanan publik terpadu telah menjadi kebutuhan penting warga Surabaya, sekaligus menunjukkan efektivitas transformasi birokrasi yang dilakukan pemerintah kota.</p>
<p>"Sekaligus memperkuat komitmen pemerintah kota dalam menghadirkan pelayanan yang mudah diakses dan terintegrasi," pungkasnya. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Efek Berantai Banjir Pekalongan, KAI Daop 8 Surabaya Kembali Batalkan Sejumlah KA dan Berlakukan Refund Penuh</title>
<link>https://suarajatimpost.com/efek-berantai-banjir-pekalongan-kai-daop-8-surabaya-kembali-batalkan-sejumlah-ka-dan-berlakukan-refund-penuh</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/efek-berantai-banjir-pekalongan-kai-daop-8-surabaya-kembali-batalkan-sejumlah-ka-dan-berlakukan-refund-penuh</guid>
<description><![CDATA[ Seiring dengan pembatalan dan perubahan pola operasi tersebut, KAI memberikan kemudahan layanan bagi penumpang terdampak berupa pengembalian biaya tiket secara penuh atau penjadwalan ulang perjalanan tanpa biaya tambahan sebagai bentuk tanggung jawab. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202601/image_870x580_696e0125ca059.webp" length="34632" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 19 Jan 2026 18:02:41 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ryan Ramadhan</dc:creator>
<media:keywords>Banjir, Banjir Pekalongan, Pekalongan, KAI Daop 8, Kereta Api Indonesia, Surabaya, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SURABAYA, SJP -</strong> Banjir yang merendam jalur kereta api lintas utara di wilayah Pekalongan, Jawa Tengah, masih menimbulkan efek berantai terhadap operasional perjalanan kereta api hingga awal pekan ini. </p>
<p>Dampak lanjutan dari gangguan tersebut membuat PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi (Daop) 8 Surabaya kembali melakukan pembatalan sejumlah perjalanan kereta api jarak jauh, meski jalur rel sudah mulai dapat dilalui.</p>
<p>Pembatalan perjalanan dilakukan pada Senin (19/1/2026) sebagai bagian dari rekayasa dan optimalisasi pola operasi. KAI menilai, keterlambatan memengaruhi kelancaran perjalanan kereta api dari dan menuju wilayah Daop 8 Surabaya, sehingga langkah pembatalan dinilai perlu ditempuh.</p>
<p>Manager Humas KAI Daop 8 Surabaya, Mahendro Trang Bawono, menjelaskan bahwa meskipun jalur kereta api di lintas utara telah kembali bisa dilalui, operasional belum sepenuhnya normal. Kereta api masih harus berjalan dengan kecepatan terbatas dan bergantian, sehingga berpotensi menimbulkan keterlambatan lanjutan.</p>
<p>"Saat ini kondisi jalur KA sudah dapat dilalui dengan kecepatan terbatas dan bergantian dengan perjalanan KA lainnya," ujar Mahendro, Senin (19/1/2026).</p>
<p>"Namun dengan demikian pembatalan perjalanan sejumlah kereta api ini terpaksa dilakukan karena untuk mengantisipasi kelambatan (kecepatan) KA yang beroperasi," imbuhnya.</p>
<p>Adapun kereta api yang dibatalkan meliputi KA Sembrani Tambahan relasi Surabaya Pasarturi–Gambir; KA Ambarawa Ekspres relasi Surabaya Pasarturi–Semarang Poncol; KA Argo Bromo Anggrek relasi Surabaya Pasarturi–Gambir; KA Gajayana relasi Malang–Gambir; serta KA Gajayana Tambahan relasi Malang–Gambir.</p>
<p>Selain itu, pada hari sebelumnya, tepatnya Minggu (18/1/2026), KAI Daop 8 Surabaya juga telah membatalkan tujuh perjalanan kereta api akibat banjir yang masih menggenangi jalur di Pekalongan dan sekitarnya.</p>
<p>Mahendro menegaskan, pembatalan dilakukan demi menjamin keselamatan operasional. KAI harus mengatur perjalanan secara bertahap untuk memastikan kesiapan sarana dan prasarana, sekaligus melakukan normalisasi rangkaian kereta api yang terdampak.</p>
<p>"Keselamatan penumpang tetap menjadi prioritas utama dalam setiap keputusan operasional. Pengaturan perjalanan ini dilakukan sebagai bagian dari proses normalisasi agar perjalanan KA dapat kembali berjalan sesuai standar keselamatan," kata Mahendro.</p>
<p>Dampak pembatalan tersebut cukup signifikan. Hingga Senin siang, tercatat sebanyak 3.789 penumpang di wilayah Daop 8 Surabaya membatalkan perjalanannya imbas gangguan akibat banjir Pekalongan. </p>
<p>Untuk meminimalkan dampak terhadap pelanggan, KAI juga melakukan optimalisasi rangkaian pada sejumlah kereta api yang masih beroperasi, seperti KA Harina, KA Gumarang, dan KA Arjuno Ekspres.</p>
<p><strong>KAI Siapkan Skema Refund Penuh</strong></p>
<p>Seiring dengan pembatalan dan perubahan pola operasi tersebut, KAI memberikan kemudahan layanan bagi penumpang terdampak berupa pengembalian biaya tiket secara penuh atau penjadwalan ulang perjalanan tanpa biaya tambahan sebagai bentuk tanggung jawab.</p>
<p>“Pelanggan yang telah memiliki tiket untuk KA yang dibatalkan dapat melakukan refund 100 persen di luar biaya pemesanan, atau melakukan reschedule tanpa biaya tambahan. Proses ini bisa dilakukan melalui aplikasi Access by KAI, loket stasiun, maupun Contact Center 121,” jelas Mahendro.</p>
<p>Selain menyediakan layanan refund dan reschedule, KAI Daop 8 Surabaya juga menyiagakan petugas pelayanan pelanggan di stasiun-stasiun untuk memberikan informasi dan pendampingan langsung kepada penumpang.</p>
<p>"Petugas kami siaga untuk memastikan seluruh aspek keselamatan terpenuhi hingga perjalanan kereta api kembali dioperasikan secara normal," pungkas Mahendro. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Musim Hujan Tekan Mobilitas, BPS  Catat Aktivitas Transportasi Jatim Melambat pada November 2025</title>
<link>https://suarajatimpost.com/musim-hujan-tekan-mobilitas-bps-catat-aktivitas-transportasi-jatim-melambat-pada-november-2025</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/musim-hujan-tekan-mobilitas-bps-catat-aktivitas-transportasi-jatim-melambat-pada-november-2025</guid>
<description><![CDATA[ Memasuki musim hujan dan aktifnya La Niña, aktivitas transportasi Jawa Timur melambat pada November 2025, dengan penurunan penumpang dan logistik di hampir seluruh moda. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202601/image_870x580_696cb5d25b1b2.webp" length="31928" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sun, 18 Jan 2026 22:29:01 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ryan Ramadhan</dc:creator>
<media:keywords>Badan Pusat Statistik, BPS Jatim, Transportasi, Juanda, Surabaya, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p>SURABAYA, SJP - Aktivitas transportasi di Jawa Timur mengalami perlambatan pada November 2025. Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Timur mencatat penurunan pergerakan penumpang dan barang di hampir seluruh moda transportasi, seiring masuknya awal musim penghujan yang rawan bencana serta mulai aktifnya fenomena La Niña di sebagian besar wilayah Indonesia.</p>
<p>Dalam Berita Resmi Statistik (BRS), BPS menyebut November menjadi periode transisi penting ketika intensitas hujan meningkat, memengaruhi mobilitas masyarakat dan kelancaran distribusi logistik. Kondisi cuaca yang kurang bersahabat itu turut berkontribusi terhadap melemahnya aktivitas transportasi udara, laut, dan kereta api di Jawa Timur.</p>
<p>Kepala BPS Jawa Timur, Zulkipli, menjelaskan bahwa penurunan mobilitas tersebut tercermin jelas pada sektor penerbangan. Jumlah penumpang domestik yang datang melalui seluruh bandara di Jawa Timur pada November 2025 tercatat sebanyak 472,35 ribu orang, turun 8,62 persen dibandingkan Oktober 2025.</p>
<p>"Jumlah penumpang yang berangkat dari bandara di Jawa Timur juga mengalami penurunan sebesar 7,79 persen, dari 530.061 orang pada Oktober menjadi 488.756 orang pada November," ujar Zulkipli saat dikonfirmasi pada Minggu (18/1/2026).</p>
<p>Bandara Internasional Juanda masih menjadi pintu utama pergerakan udara di Jawa Timur. Pada November 2025, bandara ini menguasai 94,91 persen total kedatangan penumpang domestik dan 94,90 persen total keberangkatan penumpang domestik. Meski demikian, secara bulanan, pergerakan penumpang di Juanda terkoreksi cukup dalam.</p>
<p>Secara tahunan, kinerja Bandara Juanda sebenarnya masih menunjukkan tren positif. Kedatangan penumpang tumbuh 2,85 persen dan keberangkatan meningkat 16,28 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. </p>
<p>Namun, tekanan cuaca dan normalisasi mobilitas membuat pergerakan penumpang secara month-to-month turun masing-masing 8,70 persen untuk kedatangan dan 7,96 persen untuk keberangkatan.</p>
<p>Dari sisi logistik udara, aktivitas bongkar barang penerbangan domestik juga ikut melambat. Pada periode Oktober hingga November 2025, volume bongkar barang turun 1,47 persen, dari 1.359.120 kilogram menjadi 1.339.123 kilogram. Secara tahunan, penurunan tercatat sebesar 0,22 persen, dengan kontraksi terdalam terjadi di Bandara Abdurahman Saleh.</p>
<p>"Penurunan terbesar dialami Bandara Abdurahman Saleh, yakni mencapai 19,24 persen," kata Zulkipli.</p>
<p>Tekanan juga terjadi pada muat barang ekspor internasional melalui Bandara Juanda. Volume ekspor udara tercatat turun 11,40 persen, dari 897.456 kilogram menjadi 795.105 kilogram. Penurunan ini sejalan dengan berkurangnya frekuensi penerbangan ekspor internasional selama November 2025.</p>
<p>Perlambatan aktivitas transportasi tidak hanya terjadi di udara, tetapi juga merambah sektor pelayaran. Jumlah kapal singgah pelayaran domestik pada November 2025 turun 4,95 persen secara bulanan dan melemah 1,03 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. </p>
<p>Pelabuhan Tanjung Perak tetap menjadi tulang punggung logistik maritim Jawa Timur, meski mencatat penurunan tipis jumlah unit kapal.</p>
<p>Untuk pelayaran penumpang domestik, kedatangan penumpang pada Oktober hingga November 2025 turun cukup tajam sebesar 22,99 persen, dari 93.614 orang menjadi 72.089 orang. </p>
<p>Namun secara tahunan, angka tersebut justru meningkat 22,14 persen, dengan Pelabuhan Tanjung Perak mendominasi lebih dari separuh kedatangan penumpang domestik di Jawa Timur.</p>
<p>Sementara itu, pelayaran penumpang internasional yang seluruhnya dilayani melalui Pelabuhan Tanjung Perak menunjukkan tren berbeda. Pada November 2025, kedatangan penumpang internasional melonjak signifikan dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.</p>
<p>Di sektor perkeretaapian, jumlah penumpang kereta api di Jawa Timur pada periode Oktober–November 2025 tercatat sebanyak 2.202.700 orang, turun 3,61 persen dibandingkan bulan sebelumnya. Penurunan terjadi baik pada layanan kelas lokal maupun kelas utama, dengan kelas lokal mencatat kontraksi paling besar.</p>
<p>"Kelas lokal tetap mendominasi kontribusi penumpang kereta api di Jawa Timur dengan porsi 60,2 persen dari total penumpang," ujar Zulkipli.</p>
<p>Secara keseluruhan, BPS menilai penurunan aktivitas transportasi pada November 2025 tidak lepas dari faktor musiman, termasuk meningkatnya curah hujan dan risiko bencana hidrometeorologi akibat aktifnya La Niña. (*)</p>
<p>Editor: Danu </p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Libatkan Bonek, Wisma Karanggayam Disiapkan Jadi Ikon Sepak Bola Surabaya</title>
<link>https://suarajatimpost.com/libatkan-bonek-wisma-karanggayam-disiapkan-jadi-ikon-sepak-bola-surabaya</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/libatkan-bonek-wisma-karanggayam-disiapkan-jadi-ikon-sepak-bola-surabaya</guid>
<description><![CDATA[ Wisma Karanggayam juga akan dikembangkan sebagai ikon sepak bola Surabaya dan ruang kebanggaan bersama guna merekatkan hubungan Persebaya dan Bonek, termasuk melalui penyediaan ruang dokumentasi sejarah. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202601/image_870x580_696c624ddab95.webp" length="63626" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sun, 18 Jan 2026 13:33:49 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ryan Ramadhan</dc:creator>
<media:keywords>Wisma Karanggayam, Bonek, Persebaya, Pemkot Surabaya, Sepakbola, Eri Cahyadi, Surabaya, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SURABAYA, SJP - </strong>Wisma Karanggayam tengah disiapkan untuk dijadikan simbol baru sepak bola Surabaya. Kawasan yang sempat tak terawat itu akan dihidupkan kembali sebagai pusat pembinaan pemain muda sekaligus ikon kebanggaan yang melekat dengan Persebaya dan pendukungnya, Bonek.</p>
<p>Bak hadiah untuk para pecinta sepak bola Surabaya, kawasan itu tidak hanya akan melibatkan bonek dalam peresmiannya, namun juga ditargetkan rampung pada pertengahan tahun 2026, yang mana bertepatan dengan momentum hari jadi Persebaya yang jatuh setiap tanggal 18 Juni.</p>
<p>Surabaya sendiri sejak lama dikenal sebagai kota yang memiliki ikatan emosional kuat dengan sepak bola. Olahraga itu bukan sekadar tontonan, melainkan bagian dari identitas warga. Persebaya, klub yang berdiri sejak 1927 dan menjadi salah satu pendiri PSSI, tumbuh bersama denyut kehidupan Kota Pahlawan.</p>
<p>Fanatisme itu semakin kuat dengan hadirnya Bonek, kelompok suporter yang dikenal luas di tingkat nasional. Bonek bukan hanya identik dengan jumlah dan militansinya, tetapi juga loyalitas tanpa syarat terhadap Persebaya, bahkan ketika klub berada di masa-masa sulit seperti saat tim itu "mati suri" di awal tahun 2010.</p>
<p>Dalam konteks itulah, Wisma Karanggayam tidak hanya dibangun sebagai fasilitas olahraga, tetapi juga sebagai ruang yang merepresentasikan kecintaan arek-arek Surabaya terhadap sepak bola. Hal itu juga menunjukkan bahwa kini giliran pecinta bola yang merasakan rangkaian revitalisasi dari Pemkot Surabaya.</p>
<p><strong>Dari Lahan Terbengkalai Jadi Pusat Pembinaan</strong></p>
<p>Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menyebut Wisma Karanggayam mengalami perubahan drastis dibandingkan kondisi sebelumnya. Lapangan utama kini telah rampung dan pembangunan akan berlanjut ke fasilitas pendukung.</p>
<p>"Lapangan Karanggayam yang dulu (seperti) hutan sudah berubah total, nanti kita melanjutkan (pembangunan) mess, dan nanti ada tambahan bangunan yang terkait ruang ganti pakaian, terus toilet yang ada di sebelahnya dari mess (wisma) tadi," papar Eri saat dikonfirmasi pada Minggu (18/1/2026).</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202601/image_870x_696c6247a843f.webp" alt=""></p>
<p>Seluruh fasilitas pendukung, termasuk mess, ruang ganti, dan bangunan wisma, ditargetkan selesai pada Mei atau Juni 2026, bertepatan dengan peringatan Hari Jadi Persebaya.</p>
<p>"InsyaAllah bangunan akan selesai di bulan Mei atau Juni (2026). Sehingga pada waktu ulang tahunnya Persebaya, sudah selesai. Bangunan sekaligus lapangannya, termasuk museum yang ada di GBT," jelas Eri.</p>
<p>Untuk Wisma Karanggayam akan difungsikan sebagai pusat pembinaan sepak bola usia dini hingga remaja. Skema yang disiapkan Pemkot menyasar anak-anak berprestasi dari berbagai jenjang pendidikan, mulai SD, SMP, hingga SMA/SMK.</p>
<p>"Jadi nanti anak yang di tingkat SD, SMP, SMA yang dia terbaik dari pertandingan-pertandingan yang kita lakukan, bisa kita kumpulkan di sini (Lapangan Karanggayam), lalu di-coaching klinik dengan pemain-pemain Persebaya," tutur Eri.</p>
<p>Pembinaan dirancang berjenjang agar talenta muda Surabaya tidak terputus di level akar rumput. Nantinya setiap anak yang dari kampung akan diikutsertakan dalam liga antar kampung, dan yang lolos akan masuk ke mess (Karanggayam).\</p>
<p>"Jadi mereka (anak-anak) yang masuk mess akan diberikan coaching klinik oleh Persebaya selama seminggu atau dua minggu," ujarnya.</p>
<p>Selain aspek teknik melalui pelatihan bersama pemain profesional, Wisma Karanggayam juga akan dikembangkan sebagai pusat latihan fisik dan pembentukan tubuh atlet.</p>
<p>"Yang berikutnya di Karanggayam ini kita juga akan mengembangkan tempat-tempat untuk pelatihan. Selain coaching clinic, tapi bagaimana membentuk body," katanya.</p>
<p><strong>Menjadi Ikon Sepak Bola dan Rumah Sejarah Bonek</strong></p>
<p>Pemkot Surabaya juga akan melengkapi Wisma Karanggayam dengan tribun penonton portable agar masyarakat dapat menyaksikan proses latihan tanpa mengganggu aktivitas pemain.</p>
<p>"Ada tribun yang tapi nggak full, hanya portable. Jadi pada waktu latihan ada tribun yang memang dia bisa ditarik, bisa dipasang, tapi tidak permanen," ujar Eri.</p>
<p>Lebih dari itu, Wisma Karanggayam akan diposisikan sebagai ikon sepak bola Surabaya yang tak terpisahkan dari Persebaya dan Bonek. Bahkan, Eri berharap suporter Bonek dilibatkan langsung dalam peresmian kawasan tersebut.</p>
<p>"Maka nanti yang meresmikan, saya berharap juga teman-teman Bonek yang meresmikan ini. Karena ini juga akan menjadi milik Bonek, menjadi kebanggaan pride-nya Bonek," terangnya.</p>
<p>Kawasan tersebut juga akan menjadi ruang dokumentasi sejarah, bukan hanya tentang gelar juara Persebaya, tetapi juga perjalanan panjang Bonek dari masa ke masa.</p>
<p>"Jadi nanti di tempat wisma ini tidak hanya ada sejarah terkait Persebaya menjadi juara, tapi sejarah bagaimana Bonek juga mulai awal sampai hari ini itu dengan suka dukanya, dengan jatuh bangunnya Persebaya, Bonek masih setia,” kata Eri.</p>
<p>Pemkot berharap kehadiran Wisma Karanggayam tidak berhenti pada fungsi olahraga dan simbolik semata, tetapi juga memberi dampak ekonomi bagi masyarakat sekitar.</p>
<p>"Jadi bagaimana Wisma Karanggayam ini tidak hanya mengenang atau membangkitkan jiwa Bonek kita, tapi bisa menggerakkan ekonomi dari sepak bola," pungkas Eri.</p>
<p>Dengan konsep tersebut, Wisma Karanggayam diproyeksikan menjadi ruang di mana pembinaan, sejarah, fanatisme, dan ekonomi warga bertemumenjadikannya rumah baru bagi masa depan sepak bola Surabaya. (*)</p>
<p>Editor: Danu</p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Revitalitasi Hi&amp;Tech Mall Surabaya: Dari Surga Elektronika Menjadi Pusat Kreatif Anak Muda</title>
<link>https://suarajatimpost.com/Revitalitasi-hi-tech-mall-surabaya</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/Revitalitasi-hi-tech-mall-surabaya</guid>
<description><![CDATA[ Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya menargetkan, Hi-Tech Mall akan direvitalisasi dan beroperasi bertahap sebagai pusat ekonomi kreatif (ekraf) dan ruang ekspresi untuk arek-arek (anak muda) Surabaya mulai 31 Mei 2026. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202601/image_870x580_696c369a768e4.webp" length="72812" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sun, 18 Jan 2026 10:31:00 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ryan Ramadhan</dc:creator>
<media:keywords>Hi-Tech Mall, Taman Hiburan Rakyat, THR, Pemkot Surabaya, Eri Cahyadi, Surabaya, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SURABAYA, SJP - </strong>Sekian<strong> </strong>lama<strong> </strong>cahaya Hi-Tech Mall Surabaya meredup. Muncul secercah harapan. Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya merevitalisasi; bangunan yang berdiri di kawasan eks Taman Hiburan Rakyat (THR) ini. Dari surga elektronika akan beroperasi bertahap sebagai pusat ekonomi kreatif (ekraf) dan ruang ekspresi untuk arek-arek (anak muda) Surabaya mulai 31 Mei 2026.</p>
<p>Hi Tech Mall pernah menjadi magnet bagi pencari komputer, perangkat elektronik, hingga jasa perbaikan teknologi dari berbagai daerah di Jawa Timur dan Indonesia timur. Awalnya dikenal sebagai bagian dari kawasan THR Surabaya, Hi Tech Mall kemudian berkembang menjadi pusat perbelanjaan dan pada awal 2000-an bertransformasi menjadi sentra elektronik dan teknologi informasi. </p>
<p>Di masa jayanya, Hi-Tech Mall menjadi rujukan utama warga untuk merakit komputer, membeli laptop, hingga mencari perangkat teknologi dengan harga bersaing.</p>
<p>Namun, perubahan pola belanja, persaingan dengan platform daring, munculnya pusat perbelanjaan modern, serta pandemi COVID-19 perlahan menggerus aktivitas di dalam gedung tersebut. Persepsi publik pun berkembang bahwa Hi-Tech Mall telah “tutup”.</p>
<p>Faktanya, Hi-Tech Mall tidak pernah benar-benar berhenti beroperasi. Sejumlah pedagang elektronik masih bertahan dan berpusat di lantai satu. Hanya saja, kondisi gedung yang menua, minim perawatan, serta berkurangnya pengunjung membuat suasananya terlihat sepi dan memprihatinkan.</p>
<p>Kondisi itulah yang mendorong Pemkot Surabaya untuk mengambil langkah revitalisasi menyeluruh, bukan sekadar perbaikan fisik, tetapi juga perubahan fungsi dan identitas kawasan. </p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202601/image_870x_696c2b7d57ec6.webp" alt=""></p>
<p>Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi sendiri sempat mengunjungi Hi-Tech Mall pada 14 Januari 2026 lalu, ia mengungkapkan bahwa revitalisasi Hi-Tech Mall kini sudah berjalan dan ditargetkan mencapai tahap awal operasional pada Hari Jadi Kota Surabaya, 31 Mei 2026. </p>
<p>Saat ini, Pemkot masih melakukan perbaikan gedung sekaligus pendataan pelaku ekonomi kreatif yang akan difasilitasi masuk ke dalam kawasan tersebut.</p>
<p>"Insya Allah kita akan berikan gratis (sewa) selama enam bulan itu," kata Eri Cahyadi saat meninjau Hi-Tech Mall, dikonfirmasi Minggu (18/1/2026).</p>
<p>Target awal revitalisasi difokuskan pada pemanfaatan basement dan lantai dasar, yang diharapkan sudah bisa dimaksimalkan pada Mei mendatang. Sementara itu, lantai satu hingga lantai tiga diupayakan dapat segera menyusul dan digunakan sebagai ruang pertunjukan serta aktivitas anak muda.</p>
<p>"Target sudah selesai saat Hari Jadi Kota Surabaya tanggal 31 Mei mendatang, itu minimal basement dan lantai G sudah bisa dimanfaatkan," ungkapnya.</p>
<p>Selain fungsi, tampilan fisik Hi-Tech Mall juga akan berubah signifikan. Pemkot menargetkan penyelesaian tahap finishing, termasuk dekorasi dan pembaruan visual bangunan agar tampil lebih menarik dan relevan dengan konsep baru.</p>
<p>"Perbaikan Hi-Tech Mall tinggal finishing gedung dan memberi dekorasi agar tampilan baru lebih menarik," ujar Eri.</p>
<p>Perubahan fasad dan penataan pilar menjadi bagian penting untuk menghilangkan kesan kusam dan tua yang selama ini melekat pada Hi-Tech Mall.</p>
<p>"Setelah diperbaiki, tempat ini akan menjadi pusat hiburan anak-anak, ekonomi kreatif, olahraga, hingga tempat berkumpulnya anak muda Kota Surabaya," ujar Eri Cahyadi.</p>
<p>Pemkot juga berencana menggandeng pelaku usaha <em>food</em> and <em>beverage</em> untuk meramaikan aktivitas di dalam gedung. Bahkan, sejumlah arena olahraga seperti <em>boxing</em> dan <em>pickleball</em> akan dihadirkan dan dihubungkan langsung dengan area kuliner.</p>
<p>"Kalau yang bawah sudah dibuat, sudah digunakan kan, <em>ono boxing</em> ya <em>pickleball</em>. <em>Wis</em> macam-macam lah. Nah itu nanti di situ kita akan connect-kan dengan FNB," kata Eri.</p>
<p>Sebagai daya tarik awal, Pemkot Surabaya akan menggratiskan biaya sewa stan selama enam bulan pertama bagi pelaku ekonomi kreatif yang masuk. </p>
<p>Pendataan penyewa dilakukan oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar), dan terbuka bagi siapa saja, khususnya anak muda yang ingin mengembangkan usaha maupun aktivitas komunitas.</p>
<p>"Jadi ada beberapa perbaikan yang akan kita lakukan sekaligus teman-teman pariwisata mendata ekonomi kreatif anak-anak yang akan masuk ke sini," ucap Eri.</p>
<p>Menariknya, identitas Hi-Tech Mall juga masih terbuka untuk berubah. Pemkot berencana menyayembarakan nama baru gedung tersebut agar selaras dengan konsep revitalisasi.</p>
<p>"Untuk namanya nanti kita sayembarakan lagi," ucapnya, sembari mengingatkan pada desain baru Taman Hiburan Rakyat (THR) Surabaya yang juga merupakan hasil sayembara.</p>
<p>Di tengah perubahan besar tersebut, Pemkot memastikan pedagang elektronik lama tidak akan dipindahkan. Hal tersebut dikonfirmasi oleh Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman serta Pertanahan (DPRKPP) Kota Surabaya, Iman Kristian Maharhandono yang menyebut fokus perbaikan hanya menyasar fasad gedung.</p>
<p>"Pedagang elektronik pada bagian lantai satu masih tetap bisa berjualan. Jadi nggak dipindah, tetap di lantai satu," tegas Iman, Minggu (17/1/2026).</p>
<p>Kebijakan tersebut diambil agar proses revitalisasi tidak mematikan aktivitas ekonomi yang masih berjalan, sekaligus menjaga identitas Hi-Tech Mall sebagai pusat elektronik.</p>
<p>Revitalisasi Hi-Tech Mall menjadi babak baru bagi ruang ikonik Surabaya yang sempat meredup. Setelah sebelumnya revitalisasi THR sukses dan kini kerap dimanfaatkan untuk berbagai acara, kini akankah wajah baru Hi-Tech Mall menghidupkan kembali denyut di sisa kawasan eks THR. (*)</p>
<p>Editor: Danu </p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Puluhan Ribu Penumpang Gunakan KA saat Libur Isra Mikraj, KAI Daop 8 Operasikan 55 Perjalanan</title>
<link>https://suarajatimpost.com/puluhan-ribu-penumpang-gunakan-ka-saat-libur-isra-mikraj-kai-daop-8-operasikan-55-perjalanan</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/puluhan-ribu-penumpang-gunakan-ka-saat-libur-isra-mikraj-kai-daop-8-operasikan-55-perjalanan</guid>
<description><![CDATA[ Selain menambah jumlah perjalanan, KAI Daop 8 Surabaya juga menyiapkan 23.052 tempat duduk per hari, yang terdiri atas 20.866 kursi pada kereta api reguler dan 2.186 kursi pada kereta api tambahan. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202601/image_870x580_696b6b9cc5659.webp" length="76688" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sat, 17 Jan 2026 18:01:00 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ryan Ramadhan</dc:creator>
<media:keywords>Kereta Api Indonesia, KAI, Libur, Isra Mi&#039;raj, Daop 8, Surabaya, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SURABAYA, SJP –</strong> Lonjakan jumlah penumpang kereta api mewarnai libur panjang Isra Mikraj 2026 di wilayah Daerah Operasi (Daop) 8 Surabaya. Puluhan ribu masyarakat tercatat memanfaatkan layanan kereta api, seiring kesiapan PT Kereta Api Indonesia (Persero) yang menyiapkan 55 perjalanan untuk mengantisipasi peningkatan mobilitas.</p>
<p></p>
<p>PT KAI Daop 8 Surabaya mencatat, hingga Jumat (16/1/2026), sebanyak 29.552 penumpang menggunakan jasa kereta api di wilayah operasional itu. Jumlah tersebut terdiri atas 13.930 penumpang berangkat dan 15.622 penumpang datang di berbagai stasiun Daop 8 Surabaya. </p>
<p></p>
<p>Angka itu diperkirakan masih akan bertambah hingga akhir liburan Isra Mikraj pada Minggu (18/1/2026) malam mengikuti jadwal keberangkatan dan kedatangan kereta.</p>
<p></p>
<p>Peningkatan volume penumpang sendiri telah diantisipasi KAI dengan menyiapkan 55 perjalanan kereta api selama periode libur panjang Isra Mikraj pada 15–18 Januari. </p>
<p></p>
<p>Dari jumlah tersebut, 43 perjalanan kereta api diberangkatkan dari wilayah Daop 8 Surabaya, yang terdiri atas 38 kereta api reguler dan lima kereta api tambahan. Sementara 12 perjalanan lainnya merupakan kereta api yang melintas, sehingga total operasional mencapai 55 perjalanan.</p>
<p></p>
<p>Manajer Humas KAI Daop 8 Surabaya, Mahendro Trang Bawono, mengatakan kesiapan tersebut merupakan langkah KAI dalam menjaga kelancaran transportasi masyarakat selama libur keagamaan.</p>
<p></p>
<p>"Selama periode libur Isra Mikraj, kami memastikan ketersediaan layanan transportasi kereta api tetap optimal. Seluruh perjalanan dijalankan sesuai standar keselamatan dan pelayanan," ucap Mahendro saat dikonfirmasi pada Sabtu (17/1/2026).</p>
<p></p>
<p>Mahendro menyebut bahwa lonjakan penumpang sudah terlihat sejak hari pertama libur panjang. Pada Kamis (15/1/2026), volume pengguna jasa kereta api di Daop 8 Surabaya mencapai 35.698 penumpang, dengan rincian 19.240 penumpang berangkat dan 16.458 penumpang datang.</p>
<p></p>
<p>Selain menambah jumlah perjalanan, KAI Daop 8 Surabaya juga menyiapkan 23.052 tempat duduk per hari, yang terdiri atas 20.866 kursi pada kereta api reguler dan 2.186 kursi pada kereta api tambahan. Hal itu ditujukan untuk mengakomodasi tingginya minat masyarakat bepergian menggunakan kereta api selama libur panjang.</p>
<p></p>
<p>Dari sisi kesiapan operasional, KAI memastikan seluruh aspek pendukung telah disiagakan, mulai dari sarana dan prasarana, pengaturan perjalanan, hingga peningkatan kesiapsiagaan petugas di stasiun, di atas kereta, dan di lintasan. </p>
<p></p>
<p>Pemeriksaan rutin terhadap lokomotif, rangkaian kereta, serta fasilitas pelayanan penumpang di stasiun juga terus dilakukan, termasuk pengaturan alur penumpang untuk mencegah kepadatan di jam-jam sibuk.</p>
<p></p>
<p>"Kami memastikan seluruh perjalanan kereta api selama libur panjang Isra Mikraj berjalan aman, nyaman, dan tepat waktu," katanya.</p>
<p></p>
<p>Menurutnya, tingginya angka penumpang tersebut sejalan dengan meningkatnya mobilitas masyarakat yang memilih kereta api sebagai moda transportasi selama libur keagamaan. Hal ini juga mencerminkan kepercayaan publik terhadap layanan kereta api.</p>
<p></p>
<p>“Antusiasme masyarakat cukup tinggi dan ini menunjukkan kepercayaan publik terhadap layanan kereta api,” ujar Mahendro.</p>
<p></p>
<p>Di sisi lain, KAI Daop 8 Surabaya juga meningkatkan pengawasan keamanan, menjaga kebersihan serta kenyamanan area pelayanan penumpang, dan menyiagakan petugas di stasiun, khususnya pada jam keberangkatan favorit. </p>
<p></p>
<p>Masyarakat diimbau untuk merencanakan perjalanan sejak dini, membeli tiket melalui kanal resmi KAI, serta datang lebih awal ke stasiun agar perjalanan dapat berlangsung aman, tertib, dan lancar selama libur Israra Mikraj. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor: Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Ratusan Motor Curian Siap Kembali ke Pemilik, Polrestabes Surabaya Adakan Bazar Ranmor</title>
<link>https://suarajatimpost.com/ratusan-motor-curian-siap-kembali-ke-pemilik-polrestabes-surabaya-adakan-bazar-ranmor</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/ratusan-motor-curian-siap-kembali-ke-pemilik-polrestabes-surabaya-adakan-bazar-ranmor</guid>
<description><![CDATA[ Pemilik cukup membawa dokumen pendukung seperti BPKB, STNK, atau lembar tilang bila ada. Selain itu, Polrestabes Surabaya juga membuka akses data barang bukti motor curian secara daring agar masyarakat dapat mengecek lebih awal sebelum datang ke lokasi. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202601/image_870x580_696b2aa32a77d.webp" length="91604" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sat, 17 Jan 2026 14:00:56 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ryan Ramadhan</dc:creator>
<media:keywords>Pencurian Kendaraan Bermotor, Curanmor, Bazar Ranmor, Polrestabes Surabaya, Surabaya, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SURABAYA, SJP -</strong> Kabar baik datang bagi masyarakat yang sempat pasrah setelah kehilangan sepeda motor. Polrestabes Surabaya memastikan ratusan kendaraan hasil pengungkapan kasus pencurian kendaraan bermotor (curanmor) akan dikembalikan kepada pemilik sah melalui program bertajuk Bazar Ranmor.</p>
<p>Program tersebut menjadi angin segar di tengah masih maraknya kasus curanmor di Kota Surabaya.</p>
<p>Sepanjang tahun 2025, Polrestabes Surabaya mencatat sedikitnya 600 laporan curanmor dari masyarakat. Angka tersebut mengalami kenaikan sekitar 10 persen dibandingkan periode sebelumnya.</p>
<p>Dari ratusan laporan itu, polisi menetapkan 472 orang sebagai tersangka, dengan mayoritas pelaku diketahui merupakan residivis yang kembali beraksi. Seluruh perkara tersebut hampir seluruhnya telah diproses hingga tahap penuntutan di pengadilan.</p>
<p>Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol Luthfie Sulistiawan menegaskan bahwa curanmor menjadi salah satu atensi utama jajarannya.</p>
<p>"Dari total 600 yang dilaporkan, hampir seluruhnya telah masuk ke tahap penuntutan hukum di meja persidangan," ujar Kombes Pol Luthfie, Sabtu (17/1/2026).</p>
<p>Seiring dengan pengungkapan kasus tersebut, Polrestabes Surabaya berhasil mengamankan sekitar 800 unit sepeda motor yang diduga hasil kejahatan. Ratusan kendaraan inilah yang kini disiapkan untuk dikembalikan kepada para pemiliknya melalui Bazar Ranmor.</p>
<p>Kombes Luthfie menjelaskan, Bazar Ranmor akan digelar dalam dua tahap, yakni 21–23 Januari dan 26–30 Januari 2026, bertempat di Mapolrestabes Surabaya.</p>
<p>Masyarakat yang merasa kehilangan kendaraan dipersilakan datang langsung tanpa perantara atau calo.</p>
<p>"Ini nanti rencananya kita akan bikin bazar. Kita akan kembalikan ke pemiliknya. Dia tinggal membawa dokumen kepemilikan," kata Kombes Luthfie.</p>
<p><strong>Prosedur Pengambilan Motor</strong></p>
<p>Ia memastikan seluruh kendaraan dikembalikan secara gratis. Pemilik cukup membawa dokumen pendukung seperti BPKB, STNK, atau lembar tilang bila ada. Selain itu, Polrestabes Surabaya juga membuka akses data barang bukti motor curian secara daring agar masyarakat dapat mengecek lebih awal sebelum datang ke lokasi.</p>
<p>Dalam pelaksanaannya, ratusan motor akan ditata dalam beberapa blok berdasarkan hasil identifikasi jenis kendaraan dan kepemilikan. Penataan ini dilakukan untuk memudahkan proses pencarian dan pencocokan.</p>
<p>"Di depan (lapangan Mapolrestabes Surabaya) itu kita bikin blok A, itu isinya kendaraan apa saja,” ujar dia.</p>
<p>Ia mengungkapkan, sebagian besar motor hasil curian sudah tidak lagi menggunakan nomor polisi asli karena telah diganti oleh pelaku. Kondisi ini membuat identifikasi harus dilakukan lebih mendalam.</p>
<p>"Kebanyakan memang non-nomor polisinya itu kan sudah diganti. Jadi memang kita buka lagi dari nomor mesin dan nomor rangka. Akhirnya muncul nama pemilik," jelasnya.</p>
<p>Dari hasil penelusuran tersebut, polisi menemukan bahwa pemilik kendaraan tidak hanya berasal dari Surabaya. Sejumlah motor bahkan teridentifikasi milik warga luar daerah, salah satunya dari Banten.</p>
<p>Menurut Kombes Luthfie, konsep bazar dipilih karena banyak korban curanmor tidak mengingat secara detail nomor polisi kendaraannya. Dengan sistem ini, data kendaraan akan diumumkan beserta nama pemilik untuk memudahkan klaim.</p>
<p>"Kan orang itu enggak selalu ingat motor saya nomornya berapa. Jadi kita akan langsung umumkan nanti berikut dengan nama pemilik," ucapnya.</p>
<p>Kapolrestabes Surabaya itu juga menegaskan komitmen jajarannya untuk terus memberantas kejahatan curanmor dan menekan angka kriminalitas jalanan di Kota Pahlawan.</p>
<p>"Pokoknya pelaku curanmor melawan. Ajar sudah," tandasnya. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Jalur Pantura Terendam Banjir, Kedatangan Kereta Api di Surabaya dan Malang Terlambat 5 Jam</title>
<link>https://suarajatimpost.com/jalur-pantura-terendam-banjir-kedatangan-kereta-api-di-surabaya-dan-malang-terlambat-5-jam</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/jalur-pantura-terendam-banjir-kedatangan-kereta-api-di-surabaya-dan-malang-terlambat-5-jam</guid>
<description><![CDATA[ Kondisi ini turut menenggelamkan jalur rel di petak Stasiun Pekalongan–Stasiun Sragi dengan ketinggian air mencapai 10 sentimeter di atas kepala rel. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202601/image_870x580_696b10ca52bc2.webp" length="35734" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sat, 17 Jan 2026 12:20:50 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ryan Ramadhan</dc:creator>
<media:keywords>Kereta Api Indonesia, KAI, Daop 8, Banjir Pekalongan, Surabaya, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><b>SURABAYA, SJP</b>– Cuaca ekstrem yang memicu banjir besar di wilayah Pekalongan, Jawa Tengah, berdampak serius pada operasional transportasi rel. </p>
<p></p>
<p>Ribuan penumpang kereta api (KA) tujuan Surabaya dan Malang tertahan akibat keterlambatan jadwal kedatangan hingga lima jam, Sabtu (17/1/2026).</p>
<p></p>
<p>Banjir dengan ketinggian 50 sentimeter hingga satu meter merendam ribuan rumah warga dan melumpuhkan akses jalan utama di Kota dan Kabupaten Pekalongan sejak Sabtu pagi. </p>
<p></p>
<p>Kondisi ini turut menenggelamkan jalur rel di petak Stasiun Pekalongan–Stasiun Sragi dengan ketinggian air mencapai 10 sentimeter di atas kepala rel.</p>
<p></p>
<p>Manager Humas KAI Daop 8 Surabaya, Mahendro Trang Bawono, menegaskan bahwa penutupan jalur tersebut merupakan langkah mutlak demi menjamin keselamatan perjalanan.</p>
<p></p>
<p>"Kami mendahulukan aspek keselamatan karena itu merupakan kunci utama dalam operasional kereta api. Rekayasa pola perjalanan dan pemeriksaan jalur secara intensif harus dilakukan sebelum kereta diizinkan melintas," ujar Mahendro, Sabtu (17/1/2026).</p>
<p></p>
<p>Hingga pukul 07.30 WIB, PT KAI mencatat tiga rangkaian KA menuju wilayah Daop 8 mengalami keterlambatan signifikan dengan estimasi 200 hingga 300 menit. </p>
<p></p>
<p>Dua rangkaian dijadwalkan tiba di Stasiun Surabaya Pasarturi, sementara satu rangkaian lainnya menuju Stasiun Malang.</p>
<p></p>
<p>Keterlambatan ini melanda KA yang melintasi jalur utara (Jakarta–Tegal–Semarang–Bojonegoro–Surabaya). </p>
<p></p>
<p>KA yang mengalami hambatan operasional yakni: KA Jayabaya; KA Harina; KA Argo Anjasmoro; KA Tawang Jaya Premium; KA Blambangan Ekspres; KA Kertajaya dan KA Dharmawangsa. </p>
<p></p>
<p>Meski arus kedatangan dari arah barat terganggu, PT KAI memastikan jadwal keberangkatan kereta api dari wilayah Daop 8 Surabaya tetap berjalan sesuai jadwal. Hingga pukul 09.00 WIB, sebanyak 18 perjalanan KA dilaporkan berangkat tepat waktu.</p>
<p></p>
<p>"Kami terus berkoordinasi dengan wilayah operasional terdampak untuk normalisasi jalur. KAI memohon maaf atas ketidaknyamanan ini dan berterima kasih atas kesabaran para pelanggan," tutup Mahendro.<b> (*) </b></p>
<p><b>Editor: Syaiful Aries</b></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>85 Persen Positif HIV, Kejari Waspadai Risiko Kesehatan dalam Penahanan Pesta Gay Ngagel</title>
<link>https://suarajatimpost.com/85-persen-positif-hiv-kejari-waspadai-risiko-kesehatan-dalam-penahanan-pesta-gay-ngagel</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/85-persen-positif-hiv-kejari-waspadai-risiko-kesehatan-dalam-penahanan-pesta-gay-ngagel</guid>
<description><![CDATA[ Dari 34 tersangka pesta gay Ngagel, 29 atau 85 persen positif HIV, membuat Kejari Surabaya menghadapi dilema penahanan berlapis, mulai dari risiko kesehatan, keamanan rutan, hingga potensi pesta ulang. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202601/image_870x580_696a2eb6205fd.webp" length="24104" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Fri, 16 Jan 2026 20:14:49 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ryan Ramadhan</dc:creator>
<media:keywords>Pesta Gay, Sesama Jenis, Gay, Siwalan Party, HIV, Surabaya, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SURABAYA, SJP - </strong>Setelah sebelumnya dipusingkan dengan jumlah tersangka yang mencapai puluhan orang, Kejaksaan Negeri (Kejari) Surabaya kini menghadapi polemik baru dalam penanganan kasus pesta sesama jenis (gay) di salah satu hotel kawasan Ngagel. </p>
<p>Dari 34 tersangka, sebanyak 29 orang atau sekitar 85 persen dinyatakan positif Human Immunodeficiency Viruses (HIV), sehingga skema penahanan menjadi semakin rumit dan sensitif.</p>
<p>Kasus yang dikenal dengan sebutan “Siwalan Party” itu sebelumnya sudah menyisakan persoalan serius bagi jaksa. Jumlah tersangka yang besar membuat Kejari harus ekstra hati-hati dalam menentukan pola penahanan, terlebih muncul kekhawatiran potensi aktivitas serupa terulang di dalam rumah tahanan.</p>
<p>Kini, dilema itu bertambah kompleks setelah muncul fakta bahwa mayoritas tersangka mengidap HIV. Kondisi tersebut membuat Kejari tidak hanya memikirkan aspek hukum dan keamanan, tetapi juga faktor kesehatan serta keselamatan penghuni rutan lainnya.</p>
<p>Kasi Pidum Kejari Surabaya, Ida Bagus Widnyana, membenarkan pihaknya telah menerima laporan terkait kondisi kesehatan para tersangka.</p>
<p>"Betul, kami telah mendapatkan laporan dan informasi juga bahwa para tersangka ini sebagian besar mengidap HIV," tutur Bagus, Jumat (16/1/2026).</p>
<p>Ia mengakui jumlah tersangka yang positif HIV dalam kasus itu cukup banyak, sehingga tidak bisa diperlakukan seperti perkara pidana biasa. Kejari pun langsung mengambil langkah antisipasi dengan berkoordinasi intensif bersama pihak Rutan Kelas I Surabaya.</p>
<p>"Kami sudah berkoordinasi ke pihak rutan terkait dengan nanti bagaimana teknis penahanannya nanti. Soal teknis penahanan dan pemisahan, tentunya sudah dipersiapkan oleh pihak Rutan Surabaya," imbuhnya.</p>
<p>Diketahui berkas perkara kasus pesta sesama jenis tersebut saat ini sudah dilimpahkan dari kepolisian ke Kejaksaan Negeri Surabaya. Artinya, proses penyidikan dinyatakan lengkap dan perkara siap memasuki tahap penuntutan serta persidangan.</p>
<p>Kejari sendiri berada dalam posisi harus segera menentukan status penahanan terhadap 34 tersangka. Namun, langkah itu tidak bisa dilakukan secara tergesa-gesa mengingat adanya potensi risiko kesehatan, gangguan ketertiban, hingga dampak psikologis bagi tahanan lain di rutan.</p>
<p><strong>Kronologi Penggerebekan “Siwalan Party”</strong></p>
<p>Sebelumnya, terkuaknya kasus itu bermula dari penggerebekan yang dilakukan Satsamapta Polrestabes Surabaya bersama Polsek Wonokromo terhadap sebuah pesta sesama jenis di salah satu hotel kawasan Ngagel, Surabaya, pada Minggu dini hari, 19 Oktober 2025.</p>
<p>Saat penggerebekan, aparat mendapati 34 pria tengah berpesta di dalam kamar hotel. Beberapa di antaranya ditemukan dalam keadaan tanpa busana dan berada di satu kamar yang sama. </p>
<p>Dari hasil pengembangan, diketahui pesta tersebut terorganisir dan melibatkan peran pendana, admin utama, admin pembantu, hingga peserta.</p>
<p>Para tersangka berasal dari berbagai daerah di Jawa dan Sumatera, mulai dari Surabaya, Sidoarjo, Malang, Blitar, Sumenep, Purwakarta, Bogor, hingga Sumatera Barat. Usia mereka bervariasi, dengan yang termuda 22 tahun dan tertua 46 tahun.</p>
<p><strong>Latar Belakang dari ASN hingga Guru</strong></p>
<p>Kasatreskrim Polrestabes Surabaya, AKBP Edy Herwiyanto, menyebut latar belakang pekerjaan para tersangka cukup beragam. Hal ini menunjukkan bahwa kasus tersebut tidak melibatkan satu kelompok sosial tertentu.</p>
<p>"Untuk status pekerjaan mereka beragam. Ada yang wiraswasta, pegawai swasta, mahasiswa, guru, bahkan ada juga berstatus ASN," tutur AKBP Edy Herwiyanto.</p>
<p>Keberagaman latar belakang ini juga menjadi pertimbangan tersendiri dalam pengelolaan penahanan, karena berpotensi menimbulkan dinamika dan persoalan baru di dalam rutan jika tidak ditangani dengan skema yang tepat.</p>
<p>Atas perbuatannya, seluruh tersangka dijerat dengan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 44 Tahun 2008 tentang Pornografi. Ancaman hukuman berbeda-beda, disesuaikan dengan peran masing-masing tersangka, baik sebagai pendana, admin, maupun peserta.</p>
<p>Dengan jeratan hukum tersebut dan kondisi kesehatan para tersangka, Kejari Surabaya kini berada pada posisi sulit: di satu sisi harus menjalankan proses hukum secara tegas, di sisi lain wajib memastikan penahanan tidak menimbulkan persoalan baru, baik dari sisi keamanan, kesehatan, maupun kemanusiaan.</p>
<p>Hingga kini, Kejari Surabaya masih menunggu pematangan skema penahanan bersama pihak Rutan Kelas I Surabaya. Opsi pemisahan, pengawasan khusus, hingga penanganan medis menjadi bagian dari pembahasan. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Lawan Stigma Minat Baca Rendah, Perpustakaan Surabaya Tembus 474 Ribu Pengunjung</title>
<link>https://suarajatimpost.com/lawan-stigma-minat-baca-rendah-perpustakaan-surabaya-tembus-474-ribu-pengunjung</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/lawan-stigma-minat-baca-rendah-perpustakaan-surabaya-tembus-474-ribu-pengunjung</guid>
<description><![CDATA[ Perpustakaan Balai Pemuda mencatat 72.148 pengunjung, Perpustakaan Rungkut 19.341 pengunjung, Pojok Baca Digital (Pocadi) 1.391 kunjungan, Taman Bacaan Masyarakat (TBM) 193.158 kunjungan, serta Mobil Perpustakaan Keliling sebanyak 138.611 pengunjung. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202601/image_870x580_696a21ffb59ac.webp" length="51278" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Fri, 16 Jan 2026 18:47:12 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ryan Ramadhan</dc:creator>
<media:keywords>Perpustakaan, Minat Baca, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan, Dispusip, Pemkot Surabaya, Surabaya, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SURABAYA, SJP –</strong> Di tengah stigma rendahnya minat baca di Indonesia, Kota Surabaya justru mencatat capaian signifikan. </p>
<p>Sepanjang 2025, layanan perpustakaan yang dikelola Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispusip) Surabaya mencatat 474.140 kunjungan, menunjukkan geliat literasi yang kian menguat di tengah masyarakat Kota Pahlawan.</p>
<p>Angka tersebut menjadi sorotan tersendiri di saat berbagai lembaga internasional masih menempatkan literasi Indonesia pada posisi yang memprihatinkan. </p>
<p>Data UNESCO melalui UNESCO <em>Institute for Statistics</em> (UIS) mencatat tingkat literasi orang dewasa Indonesia memang sudah mencapai sekitar 96 persen, namun itu baru sebatas kemampuan dasar membaca dan menulis, bukan kebiasaan membaca dan pemahaman bacaan mendalam yang ternyata masih tertinggal.</p>
<p>Hal itu tercermin dari hasil <em>Programme for International Student Assessment </em>(PISA) 2022, di mana skor literasi membaca siswa Indonesia berada di angka 359, jauh di bawah rata-rata negara OECD, tepatnya di angka 69 dari 80 negara.</p>
<p>Sebagian besar siswa Indonesia bahkan belum mencapai level minimum literasi fungsional. Kondisi itulah yang memperkuat anggapan bahwa persoalan literasi nasional bukan hanya soal bisa membaca, tetapi juga soal budaya dan minat membaca yang belum mengakar kuat.</p>
<p><strong>Strategi Jemput Bola Dispusip Surabaya</strong></p>
<p>Di tengah tantangan tersebut, Pemkot Surabaya memilih tidak menunggu perubahan dari pusat. Melalui Dispusip, strategi jemput bola digencarkan dengan memperkuat perpustakaan keliling dan layanan digital agar akses bacaan semakin dekat dengan warga.</p>
<p>Kepala Dispusip Kota Surabaya, Yusuf Masruh, menegaskan penguatan layanan tidak lagi bertumpu pada gedung perpustakaan semata, melainkan pada pendekatan yang menyasar langsung aktivitas masyarakat.</p>
<p>"Saat ini kami memiliki dua layanan perpustakaan tetap, yaitu di Balai Pemuda dan Rungkut. Namun penguatan utama kami ada pada perpustakaan keliling dan layanan digital agar masyarakat dapat mengakses bacaan tanpa harus datang ke gedung perpustakaan," kata Yusuf, Jumat (16/1/2026).</p>
<p>Strategi tersebut dijalankan dengan pola waktu yang menyesuaikan ritme aktivitas warga. Pada pagi hari, mobil perpustakaan menyasar sekolah-sekolah, sementara siang hingga sore hari diarahkan ke taman kota dan ruang publik.</p>
<p>"Dengan pola ini, layanan perpustakaan bisa menjangkau anak-anak, pelajar, hingga masyarakat umum yang beraktivitas di ruang terbuka," jelasnya.</p>
<p>Data Dispusip Surabaya menunjukkan, dari total 474.140 kunjungan sepanjang 2025, 370.852 kunjungan didominasi kalangan pelajar. </p>
<p>Rinciannya, Perpustakaan Balai Pemuda mencatat 72.148 pengunjung, Perpustakaan Rungkut 19.341 pengunjung, Pojok Baca Digital (Pocadi) 1.391 kunjungan, Taman Bacaan Masyarakat (TBM) 193.158 kunjungan, serta Mobil Perpustakaan Keliling sebanyak 138.611 pengunjung.</p>
<p>Tingginya angka kunjungan pada TBM dan mobil perpustakaan keliling menunjukkan bahwa minat baca warga muncul ketika akses bacaan didekatkan dengan aktivitas sehari-hari. Hal itu sekaligus menepis anggapan bahwa masyarakat malas membaca, sebab data justru menunjukkan respons tinggi saat layanan hadir di ruang publik.</p>
<p>Selain layanan keliling, Dispusip Surabaya juga memperkuat perpustakaan digital sebagai jawaban atas keterbatasan waktu dan mobilitas warga.</p>
<p>“Kami terus mengembangkan layanan perpustakaan digital sebagai alternatif bagi masyarakat yang tidak sempat datang langsung. Ini bagian dari upaya kami meningkatkan literasi secara berkelanjutan,” tuturnya.</p>
<p><strong>Koleksi Buku Semakin Beragam</strong></p>
<p>Untuk membangun kebiasaan membaca sejak dini, Dispusip Surabaya menambah koleksi bacaan anak, baik dalam bentuk cetak maupun digital. Buku dongeng dan cerita bergambar diperbanyak agar anak-anak lebih tertarik mengenal dunia baca.</p>
<p>“Kami menambah buku anak seperti dongeng dan cerita bergambar agar anak-anak lebih tertarik membaca. Ini kami dukung dengan layanan yang ramah anak, baik secara langsung maupun digital,” imbuh Yusuf.</p>
<p>Tak hanya itu, Dispusip Surabaya juga memperkuat peran perpustakaan sekolah dan Taman Bacaan Masyarakat melalui pendampingan manajemen, pengayaan koleksi, serta penyediaan referensi bacaan. </p>
<p>Langkah tersebut dilakukan untuk membangun ekosistem literasi yang tidak bergantung pada satu titik layanan saja.</p>
<p>Sepanjang 2025, total koleksi buku cetak dan digital yang dimiliki Dispusip Surabaya mencapai 571.852 koleksi, terdiri dari 65.158 eksemplar buku cetak dan 1.902 judul ebook yang telah tersedia sejak 2024. Dari sisi ketersediaan bahan bacaan, Surabaya dinilai sudah sangat memadai untuk ukuran kota besar.</p>
<p>"Ke depan, kami akan terus memperkuat perpustakaan keliling, layanan digital, serta penataan manajemen layanan agar perpustakaan semakin mudah diakses dan menyenangkan bagi masyarakat," pungkas Yusuf.</p>
<p>Dengan capaian ratusan ribu kunjungan dan strategi jemput bola yang konsisten, Surabaya kini berada di barisan depan kota-kota yang berupaya mematahkan stigma rendahnya minat baca di Indonesia. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Potensi Rob Hingga Akhir Januari 2026, Aktivitas Ekonomi Pesisir Jatim Beresiko Terganggu</title>
<link>https://suarajatimpost.com/potensi-rob-hingga-akhir-januari-2026-aktivitas-ekonomi-pesisir-jatim-beresiko-terganggu</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/potensi-rob-hingga-akhir-januari-2026-aktivitas-ekonomi-pesisir-jatim-beresiko-terganggu</guid>
<description><![CDATA[ Pasang maksimum diperkirakan mencapai 130 hingga 140 sentimeter dari permukaan air laut, kondisi tersebut berpotensi menimbulkan genangan setinggi 10 sampai 30 sentimeter di kawasan pesisir. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202601/image_870x580_696a07746146b.webp" length="36026" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Fri, 16 Jan 2026 16:45:16 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ryan Ramadhan</dc:creator>
<media:keywords>Banjir Rob, Rob, Air Laut, Pasang, BMKG, Surabaya, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SURABAYA, SJP - </strong>Aktivitas bongkar muat di pelabuhan, tambak petani garam, hingga perahu nelayan yang biasa bersandar di bibir pantai Jawa Timur terancam terganggu dalam dua pekan yang akan datang. </p>
<p>Badan Meteorologi klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprediksi banjir rob akan kembali menggenangi sejumlah kawasan pesisir mulai pertengahan Januari 2026, seiring meningkatnya pasang air laut.</p>
<p>BMKG Maritim Tanjung Perak Surabaya memprakirakan banjir rob berpotensi melanda wilayah pesisir Jawa Timur pada 16 hingga 31 Januari 2026. Fenomena tersebut dipicu oleh fase bulan baru yang dapat meningkatkan ketinggian muka air laut secara signifikan.</p>
<p>Koordinator Prakirawan BMKG Maritim Tanjung Perak Surabaya, Ady Hermanto, menjelaskan, pada periode tersebut, pasang maksimum diperkirakan mencapai 130 hingga 140 sentimeter dari permukaan air laut. Kondisi ini berpotensi menimbulkan genangan setinggi 10 sampai 30 sentimeter di kawasan pesisir.</p>
<p>"Pasang maksimum diprediksi terjadi pada fase bulan baru," ucap Ady saat dikonfirmasi pada Jumat (16/1/2026).</p>
<p>Wilayah yang berpotensi terdampak meliputi pesisir barat Surabaya, Tuban, Lamongan, dan Gresik pada 16 hingga 19 Januari 2026. Pelabuhan Surabaya juga diperkirakan mengalami banjir rob pada 16 sampai 20 Januari 2026 serta 30 hingga 31 Januari 2026.</p>
<p>"Kenaikan air laut ke pesisir diperkirakan akan terjadi antara pukul 19.00 sampai 23.00 WIB. Masyarakat dihimbau untuk bisa menghindari genangan karena air rob mengandung garam dan sifatnya korosif,"ujar Ady.</p>
<p>BMKG menilai, genangan rob tidak hanya berdampak pada permukiman, tetapi juga mengancam kelancaran aktivitas ekonomi di pesisir. Aktivitas bongkar muat barang di pelabuhan, transportasi laut, hingga kegiatan nelayan dan petani garam berisiko terganggu akibat genangan air laut yang masuk ke daratan.</p>
<p>"Genangan yang ditimbulkan bisa mengganggu transportasi di sekitar pelabuhan dan pesisir, aktivitas petani garam dan perikanan darat, juga mengganggu kegiatan bongkar muat di pelabuhan," ungkapnya.</p>
<p>Ady menambahkan, kondisi rob bisa semakin parah mengingat beberapa wilayah di Jatim, khususnya Surabaya masih kerap diterpa hujan dengan intensitas tinggi. Dikhawatirkan air hujan akan memperlambat surutnya genangan dan memperluas area terdampak.</p>
<p>"Ketinggian genangan bisa diperparah dengan hujan intensitas tinggi," katanya.</p>
<p>BMKG mengimbau masyarakat pesisir, pelaku usaha pelabuhan, nelayan, serta petani garam untuk meningkatkan kewaspadaan dan memantau informasi cuaca serta pasang surut terkini sebelum beraktivitas. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Seminggu Jalan, Satgas Premanisme Surabaya Terima Delapan Laporan</title>
<link>https://suarajatimpost.com/seminggu-jalan-satgas-premanisme-surabaya-terima-delapan-laporan</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/seminggu-jalan-satgas-premanisme-surabaya-terima-delapan-laporan</guid>
<description><![CDATA[ Delapan laporan premanisme masuk ke Satgas Surabaya sejak dibentuk usai kasus Nenek Elina, mulai pungli hingga intimidasi, menandai ujian awal efektivitas tim anti-premanisme kota ini. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202601/image_870x580_6968bf9939117.webp" length="41724" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 15 Jan 2026 18:47:21 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ryan Ramadhan</dc:creator>
<media:keywords>Satgas Anti Premanisme, Preman, Satgas Mafia Tanah, Pungli, Surabaya, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SURABAYA, SJP - </strong>Satuan Tugas Premanisme Kota Surabaya mencatat sudah menerima delapan laporan premanisme sejak mulai beroperasi pada Senin, 5 Januari 2026. Jumlah itu merupakan bagian dari puluhan aduan yang masuk ke posko Satgas dalam waktu singkat setelah mulai beroperasi.</p>
<p></p>
<p>Satgas Premanisme dan Satgas Mafia Tanah sendiri awalnya dibentuk Pemerintah Kota Surabaya sebagai respons atas kasus yang menyita perhatian publik, yakni pengusiran paksa terhadap Nenek Elina Widjajanti (80) di kawasan Surabaya Barat. </p>
<p></p>
<p>Kasus tersebut sempat memantik kemarahan warga hingga muncul desakan kepada Pemkot Surabaya untuk segera bertindak yang kemudian melahirkan satgas anti-premanisme yang merupakan hasil kolaborasi Pemkot bersama Forkopimda dan elemen masyarakat.</p>
<p></p>
<p>Kini, setelah resmi beroperasi, Satgas mulai menerima laporan masyarakat. Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Kota Surabaya, Tundjung Iswandaru, menyebut tidak semua aduan masuk kategori premanisme, meski jumlah laporan terus bertambah setiap hari.</p>
<p></p>
<p>"Untuk kantor Satgas ini memang dari hari ke hari semakin banyak aduannya. Tetapi yang bisa dikategorikan premanisme sampai kemarin kurang lebih ada delapan," ujar Tundjung saat dikonfirmasi pada Kamis (15/1/2026).</p>
<p></p>
<p>Salah satu bentuk premanisme yang dilaporkan warga adalah praktik pungutan liar (pungli) di kawasan tertentu. Laporan tersebut langsung ditangani di tahap awal oleh aparat kewilayahan agar persoalan tidak berlarut.</p>
<p></p>
<p>"Ada pungli. Jadi masuk kawasan berbayar, tapi sudah kita tangani tahap awal," kata Tundjung.</p>
<p></p>
<p>Menurutnya, penanganan dilakukan cepat melalui koordinasi antara Satpol PP dengan kecamatan setempat, guna menyelesaikan persoalan tanpa menunggu konflik berkembang lebih luas.</p>
<p></p>
<p>Selain delapan laporan premanisme, Satgas juga menerima puluhan aduan lain yang berkaitan dengan pertanahan. Kasus-kasus ini mencakup dugaan mafia tanah, sengketa kepemilikan, hingga penipuan jual beli tanah.</p>
<p></p>
<p>"Sedangkan yang lainnya itu terkait dengan tanah. Baik mafia kasus tanah maupun sengketa tanah. Ada penipuan tanah dan lain-lain," imbuhnya.</p>
<p></p>
<p>Untuk setiap laporan yang masuk, Satgas memastikan ada tindak lanjut awal melalui koordinasi lintas aparat. Langkah ini dilakukan agar duduk perkara dapat dipetakan sejak awal.</p>
<p></p>
<p>"Rata-rata sudah kita lakukan koordinasi awal, karena harus tahu persoalannya," jelas Tundjung.</p>
<p></p>
<p>Ia menegaskan, Satpol PP telah bergerak berkoordinasi dengan kecamatan dan Polsek sesuai lokasi laporan.</p>
<p></p>
<p>Khusus laporan yang berkaitan dengan pertanahan, penanganan dilakukan bersama perangkat daerah terkait, seperti Bagian Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (Bapemkesra) Kota Surabaya. Pelapor dipanggil langsung untuk dimintai keterangan dan pendalaman data.</p>
<p></p>
<p>"Kalau soal tanah, ini langsung dari Bapemkesra sudah melakukan rapat dan memanggil pelapor," ujarnya.</p>
<p></p>
<p>Namun, Satgas juga menemukan adanya laporan yang objek perkaranya berada di luar wilayah Surabaya. Untuk kasus seperti ini, Satgas menegaskan tidak dapat menindaklanjuti.</p>
<p></p>
<p>"Kalau yang dilaporkan di luar Surabaya, tentunya kita tolak," ungkap Tundjung.</p>
<p></p>
<p>Ia mengingatkan, Satgas hanya menangani kasus yang terjadi di wilayah Kota Surabaya dan sesuai tugas serta fungsinya.</p>
<p></p>
<p>"Ada yang kita kembalikan karena memang bukan fungsi dari Satgas ini," katanya.</p>
<p></p>
<p>Terkait mekanisme pengaduan, Tundjung memastikan Satgas telah memiliki standar operasional prosedur (SOP) yang mengatur alur verifikasi laporan masyarakat.</p>
<p></p>
<p>"Tentunya sudah kita buatkan SOP-nya. Laporan diverifikasi, kalau bisa diteruskan ya diteruskan, kalau tidak harus dilengkapi dulu," tukasnya.</p>
<p></p>
<p>Seperti diketahui, Satgas Premanisme dan Mafia Tanah Surabaya merupakan gabungan lintas institusi, melibatkan unsur Pemkot Surabaya, TNI, Polri, Kejaksaan, hingga Pengadilan Negeri.</p>
<p></p>
<p>Satgas beroperasi setiap hari kerja pukul 07.30–16.00 WIB, serta membuka kanal pengaduan melalui kantor Satgas, hotline 0817-0013-010, dan Call Center 112. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Mahasiswa Singapura Dorong Pengentasan Kemiskinan Lewat Teknologi di Koperasi Surabaya</title>
<link>https://suarajatimpost.com/mahasiswa-singapura-dorong-pengentasan-kemiskinan-lewat-teknologi-di-koperasi-surabaya</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/mahasiswa-singapura-dorong-pengentasan-kemiskinan-lewat-teknologi-di-koperasi-surabaya</guid>
<description><![CDATA[ Mahasiswa Singapura memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan untuk memperkuat koperasi di Surabaya, membantu penjahit, lansia, dan penyandang disabilitas keluar dari jerat kemiskinan. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202601/image_870x580_6968ab88c8dd2.webp" length="39432" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 15 Jan 2026 18:16:36 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ryan Ramadhan</dc:creator>
<media:keywords>Koperasi, Singapore University of Technology and Design, SUTD, Universitas Kristen Petra, PCU, Surabaya, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SURABAYA, SJP - </strong>Koperasi kerap menjadi tulang punggung ekonomi rakyat, terutama bagi kelompok rentan seperti penjahit lokal, lansia, dan penyandang disabilitas. </p>
<p></p>
<p>Namun, keterbatasan pengelolaan data dan sistem kerja kerap membuat tujuan mulia koperasi sulit dicapai secara maksimal. Di sinilah teknologi mulai memainkan peran penting, membantu koperasi bekerja lebih efisien, terukur, dan berkelanjutan.</p>
<p></p>
<p>Upaya tersebutlah yang kini dilakukan oleh 20 mahasiswa Singapore University of Technology and Design (SUTD) yang berkolaborasi dengan 40 mahasiswa Universitas Kristen Petra (UK Petra) dalam program Global Exploration Opportunities (GEO).</p>
<p></p>
<p>Melalui program tersebut, para mahasiswa lintas negara merancang solusi teknologi untuk memperkuat operasional Koperasi Sumber Mulia Barokah di Tambak Wedi, Surabaya.</p>
<p></p>
<p>Koperasi Sumber Mulia Barokah sendiri merupakan mitra binaan Dinas Koperasi Pemkot Surabaya yang selama ini memberdayakan penjahit lokal, lansia, hingga penyandang disabilitas. Kehadiran mahasiswa internasional membawa perspektif baru, khususnya dalam pemanfaatan teknologi berbasis data.</p>
<p></p>
<p>PIC Program GEO, Vido Iskandar, menjelaskan bahwa program tersebut dirancang agar mahasiswa tidak hanya memahami teknologi, tetapi juga realitas sosial di Indonesia.</p>
<p></p>
<p>"Dalam kegiatan ini, para mahasiswa akan menghadapi fenomena menarik, di mana mereka belajar perbedaan kontras antara budaya urban Singapura dengan sistem ekonomi kerakyatan seperti koperasi di Indonesia," ujar Vido saat dikonfirmasi pada Kamis (15/1/2026).</p>
<p></p>
<p>Tidak sekadar kunjungan budaya, program GEO menggunakan metode hackathon, di mana pada dua hari terakhir para mahasiswa ditantang bekerja secara intensif untuk menciptakan solusi berbasis Machine Learning dan Data Visualization. </p>
<p></p>
<p>"Solusi tersebut dirancang untuk membantu koperasi mengambil keputusan berbasis data, mulai dari produksi hingga distribusi," tutur Vido.</p>
<p></p>
<p>Vido memaparkan bahwa 20 mahasiswa SUTD yang terlibat merupakan mahasiswa tahun pertama dari berbagai program studi, sementara 40 mahasiswa UK Petra berasal dari Program Studi Informatics, School of Business and Management (SBM), dan Petra Business School. </p>
<p></p>
<p>"Kolaborasi ini menyatukan pendekatan teknologi dan bisnis dalam satu tujuan sosial,"jelasnya.</p>
<p></p>
<p>Bersama-sama, para mahasiswa mengembangkan berbagai solusi konkret, seperti analisis tren penjualan, optimasi manajemen bahan baku, hingga digitalisasi pemilihan supplier agar lebih konsisten dan efisien. </p>
<p></p>
<p>Langkah tersebut dinilai penting untuk meningkatkan daya tahan koperasi sekaligus memperluas dampak pemberdayaan ekonomi.</p>
<p></p>
<p>Sebelum merancang solusi, mahasiswa mendapatkan pembekalan teori dari dosen kedua universitas. Materi yang diberikan meliputi Design Thinking oleh Cyrille Pierre Joseph Jegourel dari SUTD, isu sosial Indonesia oleh Josua Tarigan, Machine Learning oleh Adi Wibowo, serta Data Visualization oleh Henry N. Palit dari UK Petra.</p>
<p></p>
<p>Vido menegaskan, program itu menjadi ruang pembelajaran imersif bagi mahasiswa Singapura untuk mengaplikasikan ilmunya di konteks sosial yang berbeda.</p>
<p></p>
<p>"Program imersi mancanegara SUTD ini memberi kesempatan kepada mahasiswa untuk mengaplikasikan ilmu pengetahuan mereka dalam menjawab tantangan keberlanjutan di wilayah setempat," terangnya.</p>
<p></p>
<p>"Melalui kolaborasi lintas budaya, mahasiswa dilatih untuk bekerja sama dalam tim internasional guna mengasah pola pikir kritis dan memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat," tutup Vido. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Kepercayaan Publik Menguat, Penumpang KAI Daop 8 Surabaya Tumbuh 3 Persen Sepanjang 2025</title>
<link>https://suarajatimpost.com/kepercayaan-publik-menguat-penumpang-kai-daop-8-surabaya-tumbuh-3-persen-sepanjang-2025</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/kepercayaan-publik-menguat-penumpang-kai-daop-8-surabaya-tumbuh-3-persen-sepanjang-2025</guid>
<description><![CDATA[ Pertumbuhan jumlah penumpang didukung oleh pembenahan dan peningkatan fasilitas stasiun, keandalan operasional perjalanan kereta api, peningkatan kenyamanan sarana dan prasarana, hingga pelayanan pelanggan yang semakin optimal. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202601/image_870x580_6968ab8f05c5e.webp" length="48224" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 15 Jan 2026 17:40:12 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ryan Ramadhan</dc:creator>
<media:keywords>Kereta Api Indonesia, KAI, Daop 8, Surabaya, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SURABAYA, SJP -</strong> Kepercayaan masyarakat terhadap layanan kereta api kian menguat. Sepanjang tahun 2025, PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 8 Surabaya mencatat pertumbuhan jumlah penumpang, menandai kereta api semakin dipilih sebagai moda transportasi utama di Jawa Timur.</p>
<p></p>
<p>Peningkatan kepercayaan tersebut tercermin dari volume angkutan penumpang KAI Daop 8 Surabaya yang mencapai 6.057.816 pelanggan sepanjang 2025. Angka ini naik dibandingkan tahun 2024 yang tercatat 5.864.312 pelanggan, atau tumbuh sekitar 3 persen secara tahunan.</p>
<p></p>
<p>Pertumbuhan itu menunjukkan minat masyarakat yang terus meningkat terhadap kereta api, tidak hanya sebagai transportasi jarak jauh, tetapi juga sebagai moda yang dinilai aman, nyaman, dan semakin andal.</p>
<p></p>
<p>Manager Humas KAI Daop 8 Surabaya, Mahendro Trang Bawono, menyebut lonjakan penumpang tersebut tidak lepas dari kerja bersama seluruh insan KAI serta dukungan pelanggan yang terus mempercayakan mobilitasnya kepada kereta api.</p>
<p></p>
<p>"Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh pelanggan setia yang telah memilih kereta api sebagai moda transportasi pilihan," ujar Mahendro, Kamis (15/1/2026).</p>
<p></p>
<p>Menurutnya, capaian kinerja angkutan penumpang sepanjang 2025 menjadi dorongan bagi KAI Daop 8 Surabaya untuk terus berbenah dan meningkatkan kualitas pelayanan pada tahun berikutnya.</p>
<p></p>
<p>"Peningkatan kinerja angkutan penumpang di tahun 2025 menjadi motivasi bagi kami untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan kepada pelanggan pada tahun 2026," katanya.</p>
<p></p>
<p>Mahendro menjelaskan, pertumbuhan jumlah penumpang juga didukung oleh berbagai upaya peningkatan layanan yang dilakukan secara konsisten. </p>
<p></p>
<p>Mulai dari pembenahan dan peningkatan fasilitas stasiun, keandalan operasional perjalanan kereta api, peningkatan kenyamanan sarana dan prasarana, hingga pelayanan pelanggan yang semakin optimal.</p>
<p></p>
<p>Selain peningkatan fasilitas dan layanan, aspek keselamatan dan ketepatan waktu perjalanan tetap menjadi prioritas utama KAI Daop 8 Surabaya. Kedua faktor tersebut dinilai menjadi fondasi utama dalam menjaga kepercayaan masyarakat terhadap transportasi kereta api.</p>
<p></p>
<p>"Kami berkomitmen untuk memberikan layanan terbaik yang mengutamakan keselamatan, keamanan, dan kenyamanan penumpang," ucap Mahendro.</p>
<p></p>
<p>Memasuki tahun 2026, KAI Daop 8 Surabaya juga menyiapkan berbagai inovasi layanan serta penyesuaian operasional guna mengakomodasi kebutuhan mobilitas masyarakat yang terus berkembang. Target yang dipasang pun cukup optimistis, yakni rata-rata 19.415 pelanggan per hari.</p>
<p></p>
<p>Ke depan, KAI Daop 8 Surabaya menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan kinerja angkutan penumpang serta menghadirkan transportasi publik yang andal, berkelanjutan, dan berdaya saing, sekaligus mendukung konektivitas wilayah Jawa Timur.</p>
<p></p>
<p>"KAI Daop 8 Surabaya akan terus melakukan evaluasi dan pengembangan layanan guna menjawab kebutuhan transportasi masyarakat yang semakin dinamis," pungkas Mahendro. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Relokasi RPH Pegirian Tak Bisa Dibatalkan, Pemkot Surabaya Prioritaskan Kawasan Ampel</title>
<link>https://suarajatimpost.com/relokasi-rph-pegirian-tak-bisa-dibatalkan-pemkot-surabaya-prioritaskan-kawasan-ampel</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/relokasi-rph-pegirian-tak-bisa-dibatalkan-pemkot-surabaya-prioritaskan-kawasan-ampel</guid>
<description><![CDATA[ Penolakan jagal sapi tak mengubah sikap Pemkot Surabaya untuk merelokasi RPH Pegirian. Lokasi lama direncanakan menjadi area parkir terintegrasi dan pusat UMKM penunjang wisata religi Ampel. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202601/image_870x580_696779991626f.webp" length="36890" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 14 Jan 2026 19:59:48 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ryan Ramadhan</dc:creator>
<media:keywords>RPH, Rumah Potong Hewan, RPH Pegirian, Jagal, Eri Cahyadi, Pemkot Surabaya, Surabaya, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SURABAYA, SJP - </strong>Pemerintah Kota Surabaya menegaskan relokasi Rumah Potong Hewan (RPH) Pegirian ke Tambak Oso Wilangun (TOW) tetap dilakukan sebagai bagian dari penataan kawasan wisata religi Ampel. </p>
<p>Pemindahan tersebut disebut menjadi kunci untuk menata parkir, aktivitas usaha, serta kenyamanan peziarah dan wisatawan yang selama ini kerap terganggu kepadatan di kawasan tersebut.</p>
<p>Di tengah sikap tegas pemerintah kota itu, aksi penolakan dari jagal dan pedagang daging masih terus berlangsung. Pada Rabu (14/1/2026), demonstrasi kembali digelar dan memasuki hari ketiga. </p>
<p>Puluhan massa mendatangi Balai Kota Surabaya setelah sebelumnya menggelar aksi di Kantor Gubernur Jawa Timur dan Gedung DPRD Surabaya. Massa tetap menyuarakan penolakan relokasi meski jumlahnya lebih sedikit dibanding hari-hari sebelumnya.</p>
<p>Menanggapi situasi tersebut, Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menegaskan bahwa pemindahan RPH Pegirian bukan kebijakan mendadak, melainkan bagian dari perencanaan pembangunan kota yang telah lama disusun.</p>
<p>Ia menyebut relokasi tersebut masuk dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kota Surabaya dan seharusnya sudah dilaksanakan sejak 2019.</p>
<p>"Tapi pada waktu itu ada kendala Covid-19. Sehingga yang kita pindah dulu adalah terkait RPH dengan babi, setelah itu baru sapi," ujar Eri, Rabu (14/1/2026).</p>
<p>Eri menegaskan, meski mendapat penolakan dari sebagian pejagal sapi, pemerintah kota tetap melanjutkan rencana pemindahan RPH Pegirian yang dijadwalkan dilakukan setelah Idulfitri. </p>
<p>Menurutnya, diskusi dan komunikasi sudah dilakukan, namun keputusan tetap harus diambil demi kepentingan penataan kota.</p>
<p>"Kita sudah lakukan diskusi dan komunikasi. Tapi mereka mengatakan jangan dipindah, tidak bisa," ucapnya.</p>
<p>Ia menjelaskan, lokasi RPH Pegirian nantinya akan dialihfungsikan untuk mendukung penataan kawasan religi Ampel, khususnya sebagai area parkir terintegrasi dan lokasi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). </p>
<p>"Sehingga tidak ada lagi parkir di jalan. Semuanya akan masuk ke dalam. Jadi konsepnya ini terintegrasi dan tertib," papar Eri.</p>
<p>Penataan kawasan Ampel, lanjut Eri, ditujukan untuk meningkatkan kenyamanan masyarakat maupun wisatawan yang datang untuk berziarah atau berwisata religi. </p>
<p>Ia menilai kawasan Ampel membutuhkan penataan menyeluruh agar lebih tertib dan manusiawi, sesuai dengan perannya sebagai salah satu destinasi religi utama di Surabaya.</p>
<p>"Penataan kawasan Ampel ini harus berjalan. Jadi saya sampaikan, saya mohon maaf, kalau harus membatalkan pemindahan tidak, pasti akan berpindah," tuturnya.</p>
<p>Eri menambahkan, penataan kawasan Ampel juga merupakan aspirasi dari warga Surabaya. Rencana penataan secara menyeluruh diperkirakan akan mulai dilakukan setelah RPH Pegirian benar-benar pindah, kemungkinan pada akhir 2026 atau awal 2027. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Pemkot Surabaya Relokasi RPH Pegirian Pasca Idulfitri, Gelombang Penolakan Berlanjut di Hari Ketiga</title>
<link>https://suarajatimpost.com/pemkot-surabaya-relokasi-rph-pegirian-pasca-idul-fitri-gelombang-penolakan-berlanjut-di-hari-ketiga-29068</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/pemkot-surabaya-relokasi-rph-pegirian-pasca-idul-fitri-gelombang-penolakan-berlanjut-di-hari-ketiga-29068</guid>
<description><![CDATA[ Pemkot Surabaya menegaskan relokasi ke Osowilangun tetap dilakukan usai Idul Fitri 2026. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202601/image_870x580_6967700ad85e7.webp" length="74746" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 14 Jan 2026 19:14:37 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ryan Ramadhan</dc:creator>
<media:keywords>RPH, RPH Pegirian, Jagal, Pemkot Surabaya, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SURABAYA, SJP –</strong> Pemerintah Kota Surabaya menegaskan tetap akan memindahkan aktivitas pemotongan sapi dari Rumah Potong Hewan (RPH) Pegirian ke RPH Osowilangun setelah Hari Raya Idulfitri 2026. Disisi lain, gelombang penolakan dari jagal dan pedagang daging terus berlanjut. </p>
<p>Pada Rabu (14/1/2026) siang, puluhan massa aksi kembali turun ke jalan dan menggelar demonstrasi di pusat Kota Surabaya. Aksi tersebut menandai hari ketiga gelombang aksi jagal yang merupakan kelanjutan dari protes sebelumnya yang digelar di Gedung DPRD Surabaya.</p>
<p>Suasana relatif lebih terkendali, karena massa menyebar di sejumlah titik, yakni di Balai Kota Surabaya dan di depan Kantor Gubernur Jawa Timur, yang kemudian bergeser ke Gedung DPRD Kota Surabaya.</p>
<p>Sejak tiba di kawasan Balai Kota, massa melakukan orasi secara bergantian sambil meminta agar Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi bersedia menemui mereka secara langsung. Diketahui pada aksi di hari kedua, Selasa (13/1/2026), massa sudah melakukan aksi didepan Balai Kota Surabaya namun tidak ditemui oleh Wali Kota Eri.</p>
<p>Dalam orasinya, massa kembali menegaskan sikap keras menolak relokasi dan bahkan mengancam akan melakukan mogok kerja jika tuntutan mereka tidak dipenuhi. Ancaman itu memunculkan kekhawatiran akan terganggunya pasokan daging sapi di Surabaya jika konflik tak segera menemukan titik temu.</p>
<p>"Kami tetap melawan dan tidak ingin dipindahkan, kami siap mogok kerja," teriak salah satu orator yang terdengar dari arah mobil komando.</p>
<p>Aksi hari ketiga ini juga berdampak pada arus lalu lintas di sekitar Balai Kota. Kepadatan terpantau terjadi di Jalan Walikota Mustajab, terutama dari arah Jalan Yos Sudarso. Untuk mengurai kemacetan, petugas melakukan pengalihan arus lalu lintas dari arah barat menuju Jalan Jaksa Agung Suprapto.</p>
<p><strong>Pemkot Surabaya Rencanakan Relokasi Pasca Idul Fitri</strong></p>
<p>Di tengah tekanan aksi yang terus berlanjut, Pemerintah Kota Surabaya tetap pada sikapnya. Diketahui sebelumnya perwakilan massa aksi sempat dipertemukan dengan Pemkot Surabaya dan pihak Manajemen PT RPH untuk lakukan mediasi pada Senin (12/1/2026) di Balai Kota Surabaya.</p>
<p>Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Kota Surabaya, M. Fikser, menegaskan bahwa rencana relokasi RPH Pegirian bukan kebijakan mendadak, melainkan program lama yang telah disosialisasikan sejak 2016 dan menjadi bagian dari penataan kawasan wisata religi Ampel.</p>
<p>"Mereka minta untuk tidak dipindah, tapi program ini sudah sejak tahun 2016 dan masuk rencana pembangunan kota," tegas Fikser.</p>
<p>Fikser menjelaskan, meskipun mendapat penolakan, Pemkot Surabaya tetap membuka ruang dialog dan pendekatan kepada para jagal agar relokasi dapat berjalan tanpa merugikan pihak manapun. </p>
<p>Pemerintah kota, kata dia, telah menyiapkan berbagai fasilitas penunjang di RPH Osowilangun, mulai dari kendaraan pengangkut daging hingga kesiapan tempat pemotongan.</p>
<p>"Kami akan terus melakukan pendekatan dan diskusi dengan para jagal," kata Fikser.</p>
<p>Selain itu, Pemkot juga berencana mengubah jam operasional RPH Osowilangun agar proses pemotongan dan distribusi daging lebih cepat. Jam operasional yang semula dimulai pukul 00.00 WIB akan dimajukan menjadi pukul 22.00 WIB, sehingga pengiriman daging ke Pasar Arimbi dapat dilakukan lebih awal.</p>
<p>Tak hanya soal teknis operasional, pemerintah kota juga menjamin aspek keamanan dan kenyamanan para jagal setelah relokasi. Setiap jagal akan dibekali tanda pengenal dan surat khusus saat membawa alat kerja, serta disediakan loker penyimpanan alat di area RPH Osowilangun.</p>
<p>"Nanti ada keplek atau surat supaya alat kerja yang dibawa bisa diketahui, dan akan disiapkan loker," ujarnya.</p>
<p>Fikser kembali menegaskan bahwa relokasi tetap akan dilaksanakan setelah Hari Raya Idulfitri 2026. Namun, ia memastikan sosialisasi dan pendekatan persuasif akan terus dilakukan hingga waktu pemindahan tiba.</p>
<p>"Pemindahan tetap dilakukan setelah Idulfitri 2026," tegasnya.</p>
<p>Ia juga menekankan bahwa yang dipindahkan hanyalah aktivitas pemotongan sapi, sementara Pasar Pegirian yang selama ini dikenal sebagai sentra penjualan daging di Jalan Arimbi tetap beroperasi seperti biasa. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Di Tengah Isu Paparan Paham Radikal Remaja, SMAN 9 Surabaya Rayakan HUT ke&amp;60 dengan Ruang Ekspresi Positif</title>
<link>https://suarajatimpost.com/di-tengah-isu-paparan-paham-radikal-remaja-sman-9-surabaya-rayakan-hut-ke-60-dengan-ruang-ekspresi-positif</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/di-tengah-isu-paparan-paham-radikal-remaja-sman-9-surabaya-rayakan-hut-ke-60-dengan-ruang-ekspresi-positif</guid>
<description><![CDATA[ Di tengah temuan 11 remaja Jawa Timur terpapar neo-Nazi, SMAN 9 Surabaya merayakan HUT ke-60 dengan panggung kreativitas siswa sebagai benteng dari paparan paham radikal digital. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202601/image_870x580_69675bd10f828.webp" length="63044" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 14 Jan 2026 17:41:35 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ryan Ramadhan</dc:creator>
<media:keywords>SMAN 9 Surabaya, Songo Mania, Radikalisme, Neo-Nazi, Surabaya, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SURABAYA, SJP - </strong>Di tengah kekhawatiran meningkatnya paparan paham radikal pada remaja akibat derasnya arus teknologi dan media digital, SMA Negeri 9 Surabaya memilih merespons dengan cara berbeda. </p>
<p>Momentum Hari Ulang Tahun (HUT) ke-60 sekolah tersebut dijadikan ruang ekspresi positif bagi siswa songomania, sekaligus penguatan karakter agar pelajar tidak mudah terjerumus pada ideologi ekstrem.</p>
<p><strong>Paparan Radikalisme Remaja Jadi Alarm</strong></p>
<p>Isu radikalisme pada anak dan remaja belakangan menjadi sorotan serius. Aparat keamanan melalui Densus 88 Antiteror Polri dan BNPT mencatat sedikitnya 60 anak di Indonesia terpapar paham ekstrem, termasuk muatan neo-Nazi, melalui ruang digital dan komunitas daring. </p>
<p>Jawa Timur menjadi salah satu provinsi dengan jumlah kasus tertinggi, yakni sekitar 11 anak teridentifikasi per Januari 2026, menempatkannya di posisi ketiga secara nasional setelah DKI Jakarta (15 anak) dan Jawa Barat (12 anak). </p>
<p>Paparan tersebut umumnya tidak terjadi melalui jalur konvensional, melainkan lewat media sosial, gim daring, dan forum digital yang kerap dibungkus dengan narasi estetika, kebebasan berekspresi, atau komunitas eksklusif. </p>
<p>Kondisi tersebut mendorong sekolah-sekolah untuk tidak hanya fokus pada capaian akademik, tetapi juga menyediakan ruang aktualisasi diri yang sehat bagi siswa.</p>
<p><strong>HUT Sekolah Jadi Momentum Berekspresi</strong></p>
<p>Merespons situasi itu, SMA Negeri 9 Surabaya menggelar perayaan HUT ke-60 dengan mengusung tema koboi dengan tujuan agar siswa lebih berani berekspresi.</p>
<p>Kepala SMA Negeri 9 Surabaya, Tri Kurniawati, menegaskan bahwa perayaan HUT kali ini sepenuhnya dirancang sebagai panggung bagi siswa untuk menampilkan bakat dan minat mereka, mulai dari seni, olahraga, hingga akademik dan non-akademik.</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202601/image_870x_69675bb0ac41f.webp" alt=""></p>
<p>"Untuk kegiatan hari ini, seluruh kemampuan anak-anak, bakat dan minatnya ditampilkan. Jadi ini benar-benar dari kita dan untuk kita," ujar Tri, Rabu (14/1/2026).</p>
<p>Ia menjelaskan, konsep yang diangkat dalam HUT ke-60 itu sepenuhnya hasil rancangan siswa. Pihak sekolah dengan sengaja memberikan kebebasan kepada peserta didik untuk berkreasi dan berinovasi, agar energi dan emosi mereka tersalurkan secara positif.</p>
<p>"Kami memberikan kebebasan anak-anak untuk berekspresi, berkreasi, dan berinovasi. Dari tema koboi itu, ternyata bisa diambil nilai-nilai positif seperti keberanian, kebersamaan, dan kesuksesan," katanya.</p>
<p>Menurutnya, meski mengangkat budaya global, sekolah tetap melakukan penyaringan nilai. Yang ditonjolkan bukan simbol, melainkan semangat perjuangan dan kerja keras untuk meraih masa depan.</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202601/image_870x_69675bbea94bf.webp" alt=""></p>
<p><strong>Sekolah Sadar Ancaman Radikalisme Digital</strong></p>
<p>Pendamping kegiatan sekaligus pemerhati pendidikan, Syaiful Bachri atau Kak Iful yang merupakan Ketua Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas PA) Surabaya secara terbuka mengaitkan kegiatan HUT SMAN 9 dengan isu radikalisme yang kini menyasar remaja.</p>
<p>"Sekarang banyak isu anak-anak terpapar radikalisme, bahkan ada muatan neo-Nazi yang masuk. Kemarin tercatat sekitar 60 anak secara nasional, dan di Jawa Timur ada 11," ungkapnya.</p>
<p>Ia menilai, kegiatan positif seperti HUT sekolah menjadi salah satu cara efektif untuk mengantisipasi paparan tersebut. Dengan memfasilitasi potensi dasar siswa, sekolah dapat memperkuat ketahanan mental dan sosial remaja di tengah derasnya teknologi.</p>
<p>"Ini cara SMA Negeri 9 mengantisipasi. Dengan teknologi yang terus berkembang, kita tetap memacu potensi dasar anak-anak lewat kegiatan positif," ucapnya.</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202601/image_870x_69675bb78b034.webp" alt=""></p>
<p><strong>Tema Koboi dari Perspektif Siswa</strong></p>
<p>Ketua OSIS SMAN 9 Surabaya, Cinta Kirana Faradela, menjelaskan bahwa pemilihan tema koboi bukan tanpa alasan. Tema tersebut dinilai merepresentasikan nilai yang selama ini melekat pada SMAN 9 Surabaya.</p>
<p>"Tema koboi identik dengan kebersamaan, keberanian, dan perjuangan. Tiga nilai itu juga yang kami lihat ada di diri siswa-siswi SMA Negeri 9 Surabaya," kata Cinta.</p>
<p>Ia menyebutkan, perayaan HUT ke-60 itu melibatkan seluruh warga sekolah. Panitia berasal dari OSIS dan MPK kelas 10 dan 11, sementara siswa kelas 12 yang kini fokus ujian tetap turut berpartisipasi memeriahkan dan menikmati acara.</p>
<p>"Ini menjadi perubahan dan keistimewaan di ulang tahun ke-60. Harapannya, SMA Negeri 9 semakin berkembang dan melahirkan siswa berprestasi, baik akademik maupun non-akademik," ujarnya.</p>
<p><strong>Kolaborasi Siswa dan Guru Perkuat Kebersamaan</strong></p>
<p>Ketua Majelis Perwakilan Kelas (MPK) SMAN 9 Surabaya, Angie Ramadhani, menambahkan bahwa perayaan HUT juga diisi dengan berbagai bentuk kolaborasi lintas elemen sekolah, termasuk penjualan merchandise hasil ide siswa.</p>
<p>"Untuk HUT kali ini, kami juga menjual merchandise seperti mug, stiker, gantungan kunci, dan lanyard. Semua desain dan ide dari OSIS MPK," jelas Angie.</p>
<p>Tak hanya siswa, para guru juga turut terlibat aktif, mulai dari menari hingga membentuk band sebagai penutup acara. Hal tersebut dinilai positif karena menunjukkan bahwa guru juga aktif berperan.</p>
<p>"Tidak ada kesulitan mengajak guru. Mereka juga ingin memeriahkan ulang tahun SMA. Jadi benar-benar semua warga Songo terlibat," katanya.</p>
<p>Di tengah kekhawatiran terhadap paparan paham radikal pada remaja Jawa Timur, perayaan HUT ke-60 SMAN 9 Surabaya menunjukkan bahwa sekolah dapat menjadi benteng awal melalui pendekatan kultural dan kreatif.</p>
<p>Dengan memberi ruang aktualisasi, membangun kebersamaan, dan memperkuat karakter, SMAN 9 Surabaya berupaya memastikan siswa tidak mencari identitas dan pengakuan di ruang digital yang berisiko, melainkan tumbuh dalam lingkungan pendidikan yang sehat, inklusif, dan berdaya. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Meski Diberi Fasilitas Lebih Modern, Jagal Tolak Relokasi RPH TOW Akibat Jarak dan Biaya Angkut</title>
<link>https://suarajatimpost.com/meski-diberi-fasilitas-lebih-modern-jagal-tolak-relokasi-rph-tow-akibat-jarak-dan-biaya-angkut</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/meski-diberi-fasilitas-lebih-modern-jagal-tolak-relokasi-rph-tow-akibat-jarak-dan-biaya-angkut</guid>
<description><![CDATA[ Dua hari turun ke jalan, jagal RPH Pegirian menolak relokasi ke Tambak Osowilangun dengan alasan jarak jauh, jalur rawan, dan biaya angkut membebani pedagang kecil meski fasilitas baru lebih modern. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202601/image_870x580_69662b4c791b8.webp" length="117796" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Tue, 13 Jan 2026 20:00:23 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ryan Ramadhan</dc:creator>
<media:keywords>Rumah Pemotongan Hewan, RPH, Pegirian, Tambak Osowilangun, Daging Sapi, Sapi, Jagal, Surabaya, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SURABAYA, SJP – </strong>Selama dua hari berturut-turut, para pedagang dan jagal Rumah Potong Hewan (RPH) Pegirian menggelar aksi demonstrasi menolak kebijakan relokasi aktivitas pemotongan sapi. Aksi dilakukan di Gedung DPRD Kota Surabaya pada Senin (12/1/2026) kemarin dan berlanjut di Balai Kota Surabaya, Selasa (13/1/2026). </p>
<p>Mereka memprotes rencana pemindahan lokasi pemotongan sapi dari RPH Pegirian ke RPH Tambak Osowilangun (TOW) yang dinilai memberatkan jagal kecil dan pedagang tradisional. Aksi juga dibarengi mogok kerja massal sebagai bentuk tekanan agar pemerintah kota dan manajemen RPH meninjau ulang kebijakan relokasi tersebut.</p>
<p>Meski manajemen PT RPH Perseroda Surabaya menyatakan RPH TOW memiliki fasilitas lebih modern dan siap beroperasi, para jagal menegaskan bahwa persoalan mereka bukan semata soal bangunan atau teknologi, melainkan menyangkut realitas kerja sehari-hari, biaya operasional, dan keselamatan.</p>
<p><strong>Jarak Jauh, Jalur Rawan dan Biaya Angkut </strong></p>
<p>Salah seorang pedagang daging potong yang ikut aksi, Wagiman Haryanto, menyebut jarak menjadi alasan utama penolakan relokasi. Menurutnya, pemindahan lokasi pemotongan ke TOW berpotensi mengacaukan jadwal pemotongan sapi yang selama ini dilakukan pada malam hari.</p>
<p>"Kadang kita sudah dapat jadwal waktu, seumpama malam harus segera dipotong. Kalau lokasinya dipindah, apalagi Osowilangun itukan jauh, bisa-bisa kita terlambat potong sampai hitungan jam," ucap Wardah, Selasa (13/1/2026).</p>
<p>Keterlambatan pemotongan dinilai berdampak langsung pada kualitas dan kesegaran daging yang harus segera didistribusikan ke pasar-pasar pada pagi hari.</p>
<p>Selain jarak, aspek keamanan juga menjadi kekhawatiran serius para jagal. Wagiman menyebut jalur menuju TOW dikenal rawan kecelakaan dan tindak kriminal seperti pencurian dan begal, terutama saat malam hingga dini hari.</p>
<p>"Kalau orang sana mungkin menyebutnya jalur 'tengkorak' ya karena berbahaya, apalagi distribusi sapi kadang malam hari, selain bahaya kecelakaan disana juga banyak begal," ungkapnya.</p>
<p>Menurutnya, membawa sapi hidup melewati jalur tersebut bukan hanya berisiko secara ekonomi, tetapi juga mengancam keselamatan sopir dan pedagang. Hak tersebut dinilai luput dari perhatian pihak manajemen RPH.</p>
<p>Penolakan relokasi juga didasari kondisi pedagang kecil yang tidak memiliki sarana angkut sendiri. Banyak pedagang selama ini mengandalkan jarak dekat RPH Pegirian ke pasar untuk menekan biaya operasional.</p>
<p>"Ini yang mungkin luput dari manajemen, bahwa tidak semua pedagang itu memiliki alat transportasi sendiri. Ambil contoh pikap, kalau tidak punya dan jaraknya sejauh itu terus mau ngirim jadi susah," tutur Wagiman.</p>
<p>Bagi jagal dan pedagang kecil, relokasi ke TOW berarti tambahan biaya sewa kendaraan, bahan bakar, dan tenaga, yang berpotensi memangkas keuntungan secara signifikan.</p>
<p>Wagiman sendiri menepis informasi dari RPH yang menyebut pemberitahuan relokasi dilakukan sejak lama. Dirinya mengaku belum pernah mendapat informasi secara resmi bahwa ada rencana relokasi.</p>
<p>"Belum lihat, saya tidak pernah memegang atau menerima surat pemberitahuan relokasi," tandasnya.</p>
<p>Selain itu, ia menyebutk para jagal mempertanyakan alasan Pemkot Surabaya memilih TOW sebagai lokasi baru, mengingat jaraknya yang cukup jauh dari Pegirian. Diketahui RPH ounya tiga tanah lain, meliputi daerah Tambak Wedhi, Kenjeran, dan Mulyosari.</p>
<p>Area Pegirian yang berada di wilayah timur dan Tambak Osowilangun yang terletak di wilayah barat memiliki jarak tempuh mencapai sekitar 14 kilometer dengan waktu lebih dari 45 menit, hal tersebut dinilai tidak efisien untuk kegiatan pemotongan harian. </p>
<p><strong>Manajemen: RPH Pegirian Sudah Tidak Representatif</strong></p>
<p>Sebelumnya, pihak manajemen RPH melalui Direktur Utama PT RPH Surabaya Perseroda, Fajar Arifianto Isnugroho, menegaskan RPH TOW telah disiapkan dengan fasilitas yang lebih modern dan representatif dibandingkan RPH Pegirian yang telah berusia hampir satu abad.</p>
<p>"TOW secara fungsi sudah siap, menampung 150 ekor sapi Brahman Cross, kemudian 80 ekor sapi lokal, kemudian ada 28 unit handrail," ujar Fajar.</p>
<p>Ia juga menyebut bahwa fasilitas di TOW setara bahkan lebih baik dibandingkan RPH Pegirian, termasuk sistem pengolahan limbah yang lebih maksimal.</p>
<p>Namun, alasan tersebut dinilai tidak sebanding dengan kerugian yang akan dialami oleh pihak pedagang dan jagal jika memang harus dipindahkan, mulai dari jarak yang terlampau jauh, jalur yang masih tidak aman, hingga beban biaya logistik yang kemungkinan akan membengkak. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>RPH Pastikan Stok Daging Aman di Surabaya Meski Jagal Mogok dan Gelar Protes Relokasi</title>
<link>https://suarajatimpost.com/rph-pastikan-stok-daging-aman-di-surabaya-meski-jagal-mogok-dan-gelar-protes-relokasi</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/rph-pastikan-stok-daging-aman-di-surabaya-meski-jagal-mogok-dan-gelar-protes-relokasi</guid>
<description><![CDATA[ Di tengah aksi mogok jagal dan protes relokasi yang memanas hingga membawa sapi ke Balai Kota, RPH Surabaya menegaskan stok daging aman dan pasokan tetap terkendali. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202601/image_870x580_696619ca16506.webp" length="64608" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Tue, 13 Jan 2026 19:13:11 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ryan Ramadhan</dc:creator>
<media:keywords>Rumah Pemotongan Hewan, RPH, Daging Sapi, Sapi, Jagal, Surabaya, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SURABAYA, SJP – </strong>PT Rumah Pemotongan Hewan (RPH) Perseroda Surabaya memastikan ketersediaan daging sapi di Kota Surabaya tetap aman dan mencukupi, meskipun terjadi gelombang protes dan aksi mogok kerja yang dilakukan jagal serta pedagang daging dari kawasan Pegirian. </p>
<p>Manajemen RPH, menegaskan pasokan masih terjaga melalui unit pemotongan lain yang tetap beroperasi dan jalur distribusi resmi yang tidak terputus.</p>
<p>Hal tersebut disampaikan menyusul aksi unjuk rasa ratusan jagal dan pedagang daging yang berlangsung pada Senin (12/1/2026) kemarin. Aksi tersebut dipicu penolakan terhadap rencana relokasi aktivitas pemotongan sapi dari RPH Pegirian ke RPH Tambak Osowilangun (TOW).</p>
<p>Dalam aksi itu, massa mendatangi Gedung DPRD Surabaya dan Balai Kota dengan membawa truk berisi sapi hidup. Kehadiran hewan ternak di tengah kota menjadi simbol penolakan sekaligus membuat suasana demonstrasi memanas. </p>
<p>Para jagal menyuarakan kekhawatiran bahwa relokasi akan meningkatkan biaya operasional, menyulitkan distribusi, dan mengancam keberlangsungan usaha mereka.</p>
<p>Selain berorasi, massa juga menyampaikan ancaman mogok kerja massal apabila relokasi tetap dijalankan. Mogok tersebut mulai berdampak pada aktivitas pemotongan sapi di RPH Pegirian, sehingga sebagian pasar sempat mengalami keterbatasan pasokan daging segar.</p>
<p><strong>RPH Pastikan Stok Daging Sapi Aman</strong></p>
<p>Merespons kondisi tersebut, Direktur Utama PT RPH Surabaya Perseroda, Fajar Arifianto Isnugroho, menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas dampak yang ditimbulkan dari aksi mogok tersebut.</p>
<p>"Jadi yang pertama saya meminta maaf kepada masyarakat Surabaya. Karena akibat aksi mogok memotong sapi di RPH Pegirian, masyarakat agak kesulitan mendapatkan pasokan daging segar," ujar Fajar, Selasa (13/1/2026).</p>
<p>Meski demikian, Fajar menegaskan, secara keseluruhan stok daging sapi di Surabaya masih dalam kondisi aman. Berdasarkan hasil pemantauan internal, aktivitas pemotongan sapi masih berlangsung di unit RPH Kedurus yang menjadi penopang utama pasokan.</p>
<p>"Saya pastikan hari ini, saya cek tadi oleh tim monitoring daging RPH bahwa ketersediaan daging masih cukup," terang Fajar.</p>
<p>"Karena apa? Kami masih punya RPH Surabaya unit Kedurus yang masih memotong sapi hari ini. Jadi masyarakat tidak perlu khawatir, tidak perlu panik," imbuhnya.</p>
<p>Ia juga memastikan masyarakat tetap bisa mendapatkan daging sapi melalui jalur resmi, baik di outlet milik RPH maupun di pasar tradisional yang telah disuplai mitra jagal.</p>
<p>"Masyarakat bisa mendapatkan daging sapi yang terbaik, bisa melalui outlet RPH Surya Mart, atau melalui pasar-pasar. Ada 11 outlet di pasar tradisional yang disuplai oleh para mitra jagal dari Kedurus," sebutnya.</p>
<p><strong>Relokasi Hanya Lokasi Pemotongan, Bukan Pasar</strong></p>
<p>Terkait substansi protes, Fajar menegaskan, kebijakan relokasi tidak menyentuh pusat perdagangan daging. Menurutnya, yang dipindahkan hanyalah lokasi pemotongan sapi, sementara Pasar Daging Arimbi tetap beroperasi di tempat semula.</p>
<p>"Jadi yang pindah adalah tempat pemotongannya saja. Pasar Daging Arimbi sebagai sentra perkulakan daging terbaik di Surabaya, tidak pindah. Lokasinya tetap di Pegirian, Jalan Arimbi," ungkap Fajar.</p>
<p>Manajemen RPH juga memberikan masa transisi bagi jagal Pegirian hingga akhir Idulfitri 2026 untuk tetap memanfaatkan fasilitas lama. Selama periode tersebut, dua lokasi pemotongan akan dijalankan secara paralel.</p>
<p>"Artinya, ada waktu Januari, Februari, sampai dengan akhir Maret untuk memanfaatkan RPH Pegirian. Selama Januari, Februari, Maret, RPH memanfaatkan dua tempat pemotongan sekaligus. Paralel kami jalankan, TOW jalan, Pegirian jalan," jelasnya.</p>
<p>Menurut Fajar, masa transisi itu diperlukan untuk memastikan kesiapan penuh RPH TOW, termasuk aspek teknis dan sertifikasi.</p>
<p>"Kami akan cek yang sudah dibangun itu apakah sudah sesuai atau tidak. Ketika ada perbaikan, ada kekurangan apa, kan kita perlu pemotongan itu. Mengurus sertifikat halal dan sebagainya," tandasnya.</p>
<p><strong>RPH TOW Dinilai Lebih Modern </strong></p>
<p>Terkait operasional RPH TOW, Fajar menegaskan, jagal Pegirian tetap menjadi prioritas utama untuk beraktivitas di lokasi baru tersebut, meskipun terdapat minat dari jagal luar daerah.</p>
<p>Dari sisi fasilitas, RPH TOW disebut telah siap beroperasi dan memiliki sarana yang lebih modern dibandingkan RPH Pegirian yang telah berusia hampir satu abad.</p>
<p>"TOW secara fungsi sudah siap, menampung 150 ekor sapi Brahman Cross, kemudian 80 ekor sapi lokal, kemudian ada 28 unit handrail. Persis sama di RPH Pegirian, tidak ada yang berubah, bahkan tempatnya lebih representatif karena dibangun lebih modern dan IPAL-nya lebih maksimal," papar Fajar.</p>
<p>Sementara itu, guna menjaga stabilitas pasokan selama mogok yang dilakukan oleh jagal berlangsung, RPH Surabaya juga akan melakukan pemotongan mandiri dalam waktu dekat.</p>
<p>"Jadi seminggu ini kami RPH Surabaya akan melakukan pemotongan mandiri, kami juga akan memotong sapi, dari Kedurus juga akan memotong sapi. Insyaallah bisa terpenuhi kebutuhan masyarakat Surabaya," terangnya.</p>
<p>Atas kondisi tersebut, Fajar berharap aksi mogok tidak berlangsung lama karena justru berpotensi merugikan para jagal itu sendiri, dan nantinya para pelanggan ditakutkan akan mencari penyedia daging alternatif.</p>
<p>"Harapan kami jangan sampai mogok, karena kalau mereka mogok, pelanggannya akan cari supplier baru," pungkasnya. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Alasan Keamanan Hingga Beda Klaim PN Surabaya dan MADAS, Eksekusi Kantor Ormas di Darmo Ditunda</title>
<link>https://suarajatimpost.com/alasan-keamanan-hingga-beda-klaim-pn-surabaya-dan-madas-eksekusi-kantor-ormas-di-darmo-ditunda</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/alasan-keamanan-hingga-beda-klaim-pn-surabaya-dan-madas-eksekusi-kantor-ormas-di-darmo-ditunda</guid>
<description><![CDATA[ Rencana eksekusi PN Surabaya atas kantor ormas di Darmo batal setelah polisi meminta penundaan demi keamanan, meski ratusan anggota MADAS telah memadati lokasi. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202601/image_870x580_696609a6ae615.webp" length="68526" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Tue, 13 Jan 2026 17:31:30 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ryan Ramadhan</dc:creator>
<media:keywords>PN Surabaya, Pengadilan Negeri, MADAS, Ormas Madura Asli Daerah Anak Serumpun, Surabaya, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SURABAYA, SJP - </strong>Pengadilan Negeri (PN) Surabaya batal melaksanakan upaya penyegelan sebuah bangunan di Jalan Raya Darmo Nomor 153, Wonokromo, Surabaya, pada Senin (12/1/2026). </p>
<p>Bangunan yang rencananya akan disegel itu disebut-sebut menjadi markas Ormas Madura Asli Daerah Anak Serumpun (MADAS) dan berkaitan dengan perkara kepailitan yang telah diputus Pengadilan Niaga PN Surabaya sejak 2021.</p>
<p>Alasan penundaan terungkap dilatarbelakangi adanya permintaan resmi dari pihak kepolisian setempat dengan pertimbangan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas). Diketahui di hari yang sama, ratusan anggota organisasi telah berkumpul dan berjaga di lokasi sejak pagi hari.</p>
<p><strong>PN Tunda Penyegelan Demi Keamanan</strong></p>
<p>Humas PN Surabaya, Slamet Pujiono, menjelaskan, pengadilan sejatinya telah menjadwalkan pelaksanaan penyegelan pada 12 Januari 2026 berdasarkan permohonan kurator dalam perkara pailit. Namun, pelaksanaan urung dilakukan setelah PN menerima surat dari Kapolrestabes Surabaya pada Jumat (9/1/2026) lalu.</p>
<p>"Jumat kami terima surat dari Kapolrestabes yang menyatakan minta ditunda karena situasi Kamtibmas. Karena permintaan dari Kapolrestabes, hari ini penyegelan ditunda," ujar Pujiono, dikonfirmasi pada Selasa (13/1/2026).</p>
<p>Ia menegaskan bahwa langkah yang direncanakan tersebut bukan eksekusi pengosongan, melainkan penyegelan sebagai bagian dari pengamanan harta pailit.</p>
<p>"Itu penyegelan ya, bukan eksekusi (pengosongan), penyegelan karena ini perkara pailit atas permintaan kurator," tandasnya.</p>
<p>Pujiono menerangkan, rencana penyegelan berangkat dari putusan pailit Pengadilan Niaga PN Surabaya Nomor 20/Pdt.Sus-Pailit/2021/PN Niaga Sby yang dijatuhkan pada 10 Agustus 2021.</p>
<p>Dalam putusan tersebut, majelis hakim menyatakan Achmad Sidqus Syahdi dalam keadaan pailit atas permohonan krediturnya, Tutiek Retnowati, karena tidak mampu melunasi kewajiban utang.</p>
<p>Pengadilan kemudian menunjuk Slamet Suripto sebagai Hakim Pengawas dan mengangkat Albert Riyadi Suwono sebagai kurator. Seluruh harta pailit atau boedel pailit berada di bawah kewenangan kurator, termasuk menentukan langkah pengamanan aset.</p>
<p>"Penyegelan itu kan harta pailit. Termasuk di dalam boedel harta pailit. Jadi penguasaannya di bawah penguasaan kurator," jelas Pujiono.</p>
<p><strong>MADAS Bantah Kantornya Aset Pailit</strong></p>
<p>Wakil Ketua Umum MADAS Daerah Nusantara, Muhammad Ridwansyah, menyatakan pihaknya menolak rencana penyegelan karena menilai bangunan tersebut bukan bagian dari aset boedel pailit.</p>
<p>"Antara subjek yang dipailitkan dengan objek yang jadi daftar sitanya pengadilan itu tidak nyambung," kata Ridwansyah saat diwawancarai wartawan pada Senin (12/1/2026).</p>
<p>Menurutnya, bangunan di Jalan Raya Darmo Nomor 153 bukan milik Achmad Sidqus Syahdi, melainkan milik Hartini yang telah meninggal dunia dan diwariskan kepada dua orang ahli waris.</p>
<p>"Kalau pemilik aset ini, Hartini namanya, sudah meninggal orangnya, tinggal anaknya dua orang ahli waris," ujarnya.</p>
<p>Ridwansyah juga mempersoalkan luasan lahan yang disebutkan dalam dokumen pengadilan. Ia menyebut luas lahan sebenarnya lebih dari 700 meter persegi, berbeda dengan data sekitar 440 meter persegi yang tercantum dalam surat penyegelan.</p>
<p>Atas dasar itu, MADAS menyatakan tidak akan tinggal diam dan siap menempuh langkah hukum lanjutan. Ridwansyah menegaskan perlawanan dilakukan melalui jalur hukum, bukan tindakan melawan hukum.</p>
<p>"Kami akan melakukan perlawanan melalui langkah-langkah hukum. Karena kami membaca ada celah-celah hukum yang terjadi di materi putusan kepailitan tersebut," tuturnya.</p>
<p><strong>Jalur Hukum Tetap Terbuka</strong></p>
<p>Menanggapi keberatan dari pihak MADAS yang disampaikan pada Senin (12/1/2026), PN Surabaya menegaskan bahwa pihak yang tidak puas dengan putusan pailit memiliki jalur hukum resmi yang dapat ditempuh.</p>
<p>"Pihak yang merasa tidak puas dengan putusan pailit tersebut dapat mengajukan peninjauan kembali ke Mahkamah Agung," kata Pujiono.</p>
<p>Ia menambahkan, hingga kini PN Surabaya masih menunggu permintaan lanjutan dari kurator terkait penyegelan, sekaligus hasil koordinasi lebih lanjut dengan pihak kepolisian.</p>
<p>"Kalau kurator meminta dan Polrestabes menyatakan bisa dilakukan, ya kami laksanakan," pungkasnya. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Lotus Art Courses Hadirkan Ruang Dialog Imajinasi Anak Lewat Biennale Exhibition di Jantung Kota Pahlawan</title>
<link>https://suarajatimpost.com/lotus-art-courses-hadirkan-ruang-dialog-imajinasi-anak-lewat-biennale-exhibition-di-jantung-kota-pahlawan</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/lotus-art-courses-hadirkan-ruang-dialog-imajinasi-anak-lewat-biennale-exhibition-di-jantung-kota-pahlawan</guid>
<description><![CDATA[ Lotus Art Courses menempatkan pameran ini sebagai ruang yang menepis anggapan bahwa karya anak harus rapi dan seragam, dengan menonjolkan keunikan, keberagaman warna, serta cerita personal tiap anak sebagai kekuatan utama karya seni mereka. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202601/image_870x580_6968b09e14974.webp" length="70886" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 12 Jan 2026 15:00:48 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ryan Ramadhan</dc:creator>
<media:keywords>Lotus Art Courses, LAC, Biennale Exhibition, Alun-alun Kota Surabaya, Galeri Merah Putih, Surabaya, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SURABAYA, SJP — </strong>Selama tiga hari, Galeri Merah Putih di kawasan Alun-Alun Surabaya dipenuhi langkah pengunjung yang datang silih berganti, menyusuri dinding galeri berisi warna berani dan bentuk jujur khas karya anak-anak, diiringi tawa, obrolan keluarga, dan diskusi seni.</p>
<p>Suasana itu hidup dalam pameran siswa Lotus Art Courses (LAC), tepatnya di edisi kedua dari Biennale Exhibition 2026, berlangsung sejak 10 hingga 12 Januari sebagai perayaan imajinasi anak yang disambut secara terbuka oleh ruang publik di pusat kota.</p>
<p><strong>Ruang Dialog Imajinasi Anak dan Masyarakat</strong></p>
<p>Founder Lotus Art Courses, I Putu Mahendra, menyebut pameran kali ini sebagai agenda rutin yang selalu hadir dengan semangat baru di setiap awal tahun genap. Bagi LAC, pameran bukan hanya penanda kalender seni, tetapi ruang dialog antara dunia anak dan masyarakat luas.</p>
<p>“Pameran ini tidak hanya sebagai catatan kalender seni, tapi kami hadir sebagai ruang dialog antara pemikiran dan imajinasi anak dengan masyarakat secara luas,” ujar Putu pada hari terakhir pameran, Senin (12/1/2026).</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202601/image_870x_6964ae8ce10ab.webp" alt=""></p>
<p>Tema besar “Eksplorasi dan Kreativitas Anak” menjadi benang merah seluruh karya yang ditampilkan. Tema tersebut diterjemahkan secara utuh, tidak hanya melalui lukisan yang tergantung di dinding, tetapi juga lewat tata ruang, dekorasi, hingga narasi kuratorial yang menyertai setiap sudut pameran.</p>
<p>"Value dari pameran ini kami harapkan benar-benar maksimal. Tidak hanya sekadar menggantungkan karya di dinding. Ada dekorasi, ada nilai, ada kata-kata yang disusun oleh praktisi dan diterjemahkan agar bisa diterima dengan baik oleh masyarakat," jelasnya.</p>
<p>Di balik 97 karya yang terpajang, terdapat proses kurasi yang panjang. Putu Mahendra menjelaskan bahwa hampir 200 karya masuk dalam tahap submisi. Karya yang datang tidak hanya dari Surabaya, tetapi juga dari berbagai daerah di Indonesia, baik siswa offline maupun online.</p>
<p>“Linkup peserta holistik. Ada dari Surabaya, luar Surabaya, Samarinda, Bali, Bekasi. Ini agenda besar Lotus yang memang kami gelar dua tahun sekali,” jelas Putu.</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202601/image_870x_6964ae849c46f.webp" alt=""></p>
<p>Tidak hanya cakupan lokasi yang luas, rentang usia peserta juga cukup beragam, yakni melibatkan anak berusia 5 hingga 17 tahun. Hal itu mencerminkan keragaman karya, mulai dari coretan awal yang spontan hingga karya yang lebih matang secara konsep dan teknis.</p>
<p>Seluruhnya kemudian melalui proses seleksi ketat oleh kurator, yakni M. Bayu Tejo Sampurno, Dosen Senior Universitas Pendidikan Sultan Idris, Malaysia untuk memilih karya-karya terbaik.</p>
<p>"Peserta mengirimkan karyanya untuk submisi, kemudian kurator memproses dan melakukan seleksi. Dari hampir 200 karya, terpilih 97 karya terbaik yang dipamerkan di edisi kali ini," ungkapnya.</p>
<p>Penilaian tidak berhenti pada aspek teknis semata. Pesan yang disampaikan anak, keberanian bereksplorasi, serta kejujuran ekspresi menjadi pertimbangan utama.</p>
<p>"Kami melihat bagaimana anak menyampaikan pesan secara maksimal. Teknis-artistik dipertimbangkan, konsep, warna, bentuk, originalitas, dan kreativitas juga sangat berpengaruh,” tambah Putu.</p>
<p><strong>Tidak Seragam Adalah Identitas Karya Anak</strong></p>
<p>Lotus Art Courses dengan sadar menepis anggapan bahwa karya anak harus rapi, seragam, dan mengikuti pola tertentu. Justru sebaliknya, keunikan tiap anak menjadi kekuatan utama pameran ini.</p>
<p>"Bukan karya-karya yang seragam, bukan karya rapi-rapian. Setiap anak punya warna, bisa bercerita, dan punya makna tersendiri. Itu yang terpenting," kata Putu.</p>
<p>Pendekatan itu menjadikan pameran sebagai sarana edukasi, tidak hanya bagi anak, tetapi juga bagi masyarakat dalam memahami dan mengapresiasi karya seni anak secara lebih utuh.</p>
<p>Setiap peserta menampilkan satu karya dengan ukuran minimal A4 dan maksimal A3. Meski berbeda latar belakang, seluruh karya bertemu dalam satu bahasa yang sama, yaitu bahasa visual anak yang jujur dan spontan.</p>
<p>Disisi lain, Pemilihan Galeri Merah Putih di kawasan Alun-Alun Surabaya sebagai lokasi pameran bukan tanpa alasan. Lokasi strategis di pusat kota dan waktu pelaksanaan di akhir pekan membuat pameran ini mudah diakses publik.</p>
<p>“Ini strategis, pusat kota. Kami pilih weekend supaya lebih ramai dan pengenalan karya anak-anak bisa lebih maksimal,” ujar Putu.</p>
<p>Sebagai bentuk apresiasi, setiap peserta memperoleh sertifikat, katalog cetak, dan trofi sebagai wujud apresiasi dan pengalaman awal yang berharga bagi perjalanan seni mereka.</p>
<p>Selain pameran utama, rangkaian kegiatan juga dihadirkan untuk memperkaya pengalaman belajar seni. Pada hari kedua gelaran pada 11 Januari, digelar workshop pembuatan gantungan kunci dari aluminium dengan teknik tekan.</p>
<p>Sementara di hari terakhir, pada 12 Januari berlangsung sesi artist talk bersama dua peserta pameran yang disiarkan secara langsung melalui akun Instagram Lotus Art Courses.</p>
<p><strong>Apresiasi Karya Anak Dengan Cara yang Tepat</strong></p>
<p>Bagi Lotus Art Courses, pameran tersebut bukan tujuan akhir. Lebih dari itu, acara itu diharapkan menjadi sarana edukasi tentang cara memandang dan mengapresiasi karya anak secara menyeluruh. Putu Mahendra menegaskan keyakinannya pada kekuatan bahasa visual anak.</p>
<p>“Bahasa visual anak adalah karya yang sangat naif dan selalu menarik untuk dibahas. Mereka membawa kita menyelam ke pemikiran polos yang dipadukan dengan teknik berkarya yang beragam dan indah," ucapnya.</p>
<p>Ia berharap pameran itu menjadi pengalaman seni yang positif, baik bagi para peserta maupun pengunjung, sekaligus menumbuhkan keberanian anak untuk terus belajar dan mengeksplorasi diri melalui seni rupa.<strong> (***) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Membawa Sapi, Ratusan Jagal dan Pedagang Daging di Surabaya Luruk Gedung DPRD Tolak Relokasi RPH</title>
<link>https://suarajatimpost.com/membawa-sapi-ratusan-jagal-dan-pedagang-daging-di-surabaya-luruk-gedung-dprd-tolak-relokasi-rph</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/membawa-sapi-ratusan-jagal-dan-pedagang-daging-di-surabaya-luruk-gedung-dprd-tolak-relokasi-rph</guid>
<description><![CDATA[ Koordinator aksi dalam orasinya menegaskan bahwa pemindahan RPH ke kawasan Oso Wilangun bukan sekadar relokasi fisik, melainkan ancaman terhadap ekosistem ekonomi yang telah terbangun secara turun-temurun. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202601/image_870x580_69649e62e4f74.webp" length="84912" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 12 Jan 2026 13:30:55 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ryan Ramadhan</dc:creator>
<media:keywords>Rumah Potong Hewan, RPH, Oso Wilangun, Sapi, Jagal, DPRD Surabaya, Surabaya, DPRD, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SURABAYA, SJP</strong> — Gelombang penolakan terhadap relokasi Rumah Potong Hewan (RPH) Pegirian memuncak pada Senin (12/1/2026). </p>
<p>Ratusan jagal dan pedagang daging yang tergabung dalam Paguyuban RPH Pegirian meluruk Gedung DPRD Kota Surabaya, membawa tiga ekor sapi hidup sebagai simbol perlawanan terhadap kebijakan yang dianggap mencekik mata pencaharian mereka.</p>
<p>Aksi unjuk rasa yang berlangsung sejak pagi ini sempat diwarnai ketegangan saat massa memaksa membawa masuk hewan ternak ke halaman gedung dewan di Jalan Yos Sudarso. </p>
<p>Akibat tumpahnya massa ke badan jalan, arus lalu lintas di pusat kota Surabaya mengalami kelumpuhan total selama beberapa jam, memaksa kepolisian melakukan rekayasa arus.</p>
<p>Koordinator aksi dalam orasinya menegaskan bahwa pemindahan RPH ke kawasan Oso Wilangun bukan sekadar relokasi fisik, melainkan ancaman terhadap ekosistem ekonomi yang telah terbangun secara turun-temurun.</p>
<p>"Kami menolak pindah karena lokasi baru tidak representatif. Kebijakan ini akan mematikan mata pencaharian kami yang sudah berjalan puluhan tahun di Pegirian. Seharusnya DPRD membela rakyat, bukan justru memuluskan pengusiran," teriak salah satu orator di atas mobil komando.</p>
<p>Kekecewaan massa mengerucut pada tanggapan Komisi B DPRD Surabaya. Para jagal menilai wakil rakyat gagal menjadi jembatan aspirasi dan cenderung berpihak pada ambisi pembangunan pemerintah kota tanpa mempertimbangkan aspek sosiologis para pekerja di RPH.</p>
<p>Mereka mengancam akan mengerahkan massa lebih besar jika tuntutan pembatalan relokasi tidak dipenuhi.</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202601/image_870x_69649e6d290ee.webp" alt=""></p>
<p>Menanggapi tekanan tersebut, Ketua Komisi B DPRD Surabaya, M. Faridz Afif, menanggapi aksi tersebut. Ia menyebut penolakan para jagal tergolong terlambat karena rencana relokasi merupakan kebijakan lama yang telah masuk tahap pelaksanaan.</p>
<p>"Relokasi ini bukan kebijakan mendadak. Penolakan seharusnya disampaikan sejak awal perencanaan, bukan saat pembangunan sudah berjalan," ujar Faridz kepada awak media.</p>
<p>Faridz mengeklaim pihaknya telah menawarkan solusi berupa penyediaan armada pengangkut daging untuk menekan biaya distribusi ke lokasi baru.</p>
<p>Namun, ia menyayangkan sikap Paguyuban RPH Pegirian yang dianggap tidak kooperatif dalam pertemuan sebelumnya.</p>
<p>"Kami sudah fasilitasi, termasuk tawaran kendaraan pengangkut. Namun pada rapat terakhir, mereka justru melakukan aksi <em>walk out</em> sebelum pembahasan tuntas," imbuhnya.</p>
<p>Meski gelombang protes masif terjadi, pemerintah setempat hingga saat ini masih bersikukuh bahwa relokasi harus tetap berjalan.</p>
<p>Di sisi lain, para pedagang dan jagal menganggap solusi teknis seperti kendaraan angkut tidak menjawab persoalan utama jarak dan potensi hilangnya pelanggan setia di kawasan Pegirian.<strong> (*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Tidak Perlu Panik, Pakar UNAIR Ingatkan Superflu Bisa Dicegah dengan Pola Hidup Sehat</title>
<link>https://suarajatimpost.com/tidak-perlu-panik-pakar-unair-ingatkan-superflu-bisa-dicegah-dengan-pola-hidup-sehat</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/tidak-perlu-panik-pakar-unair-ingatkan-superflu-bisa-dicegah-dengan-pola-hidup-sehat</guid>
<description><![CDATA[ Penerapan pola hidup bersih dan sehat (PHBS) menjadi solusi utama mencegah superflu, karena virus menular lewat droplet dan dapat ditekan dengan kebiasaan sederhana sehari-hari. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202601/image_870x580_69645e1780a6f.webp" length="6880" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 12 Jan 2026 10:00:00 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ryan Ramadhan</dc:creator>
<media:keywords>Superflu, PHBS, Universitas Airlangga, Unair, Surabaya, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SURABAYA, SJP — </strong>Memasuki awal tahun 2026, Kementerian Kesehatan RI merilis perkembangan terbaru terkait kasus superflu di Indonesia. Hingga saat ini, tercatat 62 kasus superflu yang tersebar di delapan provinsi, dengan Jawa Timur menjadi wilayah dengan jumlah kasus tertinggi, yakni 23 pasien positif.</p>
<p>Menanggapi situasi tersebut, pakar kesehatan masyarakat dari Universitas Airlangga (UNAIR) menilai masyarakat tidak perlu panik berlebihan. Kewaspadaan tetap diperlukan, namun harus diimbangi dengan langkah pencegahan yang tepat, terutama melalui penerapan Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS).</p>
<p><strong>Mirip Seperti Flu Biasa</strong></p>
<p>Dosen Luar Biasa Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) UNAIR, dr Windhu Purnomo, menjelaskan bahwa secara klinis, gejala superflu tidak jauh berbeda dengan flu biasa. Gejala seperti demam, batuk, dan pilek masih menjadi keluhan utama, sehingga masyarakat sering kali sulit membedakannya secara kasat mata.</p>
<p>"Secara umum gejalanya sama dengan flu biasa yaitu demam, batuk, dan pilek. Jadi secara kasat mata sulit membedakan dengan flu biasa" ungkap dr Windhu, Senin (12/6/2026)</p>
<p>Kendati demikian, dr Windhu mengingatkan agar masyarakat tetap waspada jika muncul tanda-tanda yang lebih serius, seperti sesak napas atau kondisi sakit yang tidak kunjung membaik. Pada kondisi tersebut, pemeriksaan lanjutan di fasilitas kesehatan menjadi langkah penting untuk memastikan diagnosis.</p>
<p>Dalam proses diagnosis, superflu tidak cukup dikenali hanya dari gejala klinis. dr Windu menyebut perlu adanya pengujian laboratorium lanjutan berupa Whole Genome Sequencing (WGS) untuk mendeteksi keberadaan virus H2N3 pada manusia. </p>
<p>"Salah satu perbedaan superflu dengan flu biasa juga dapat dilihat dari tingkat penularannya yang lebih cepat dibandingkan flu biasa," jelasnya.</p>
<p>Meski penularannya relatif cepat, dr Windhu menegaskan bahwa superflu bukan penyakit yang sangat berbahaya. Hal itu tercermin dari rendahnya angka perawatan di rumah sakit maupun tingkat fatalitas. Namun, kondisi tersebut sangat bergantung pada daya tahan tubuh masing-masing individu.</p>
<p>"Kalau imunitas tubuh seseorang itu kuat, penyakit ini bisa sembuh dengan sendirinya, tapi tetap jangan dianggap remeh," ujar dia. </p>
<p><strong>Kenapa PHBS Penting?</strong></p>
<p>Sebagai langkah pencegahan utama, dr Windhu menekankan pentingnya penerapan PHBS dalam kehidupan sehari-hari. Hal tersebut dikarenakan superflu menyebar melalui droplet, kebiasaan menjaga kebersihan diri menjadi kunci utama untuk memutus rantai penularan.</p>
<p>"Gunakan masker dan tutupi hidung dan mulut saat batuk atau bersin. Droplet ini dapat menjadi media penularan superflu," sebutnya.</p>
<p>Ia juga mengingatkan pentingnya mencuci tangan secara rutin, berolahraga teratur, serta memastikan tubuh mendapatkan istirahat yang cukup. Masyarakat juga diminta lebih kritis dalam menerima informasi terkait superflu dan tidak mudah terpengaruh kabar yang belum terverifikasi.</p>
<p>Tak hanya masyarakat, pemerintah juga diharapkan terus memperkuat surveilans kesehatan. Pendataan kasus dengan gejala serupa flu atau Influenza Like Illness (ILI) perlu dilakukan secara rutin untuk kemudian ditindaklanjuti dengan pemeriksaan laboratorium yang akurat.</p>
<p>"Masyarakat tidak perlu panik. Jaga kesehatan dan terapkan PHBS, sementara pemerintah harus menyampaikan data yang benar tanpa menimbulkan ketakutan," pungkasnya.</p>
<p>Dengan pendekatan yang seimbang antara kewaspadaan dan edukasi, Windhu optimistis penyebaran superflu dapat dikendalikan tanpa menimbulkan kepanikan di tengah masyarakat. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Marwah Pemkot Surabaya Diuji dalam Kasus Nenek Eliana, Terdesak Rekomendasi Pembubaran Ormas</title>
<link>https://suarajatimpost.com/marwah-pemkot-surabaya-diuji-dalam-kasus-nenek-eliana-terdesak-rekomendasi-pembubaran-ormas</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/marwah-pemkot-surabaya-diuji-dalam-kasus-nenek-eliana-terdesak-rekomendasi-pembubaran-ormas</guid>
<description><![CDATA[ Kasus pengusiran Nenek Elina memicu desakan warga Surabaya agar ormas dibubarkan, menekan Wali Kota Eri Cahyadi yang memilih menunggu hasil penyelidikan hukum. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202601/image_870x580_69644cde628fd.webp" length="61900" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 12 Jan 2026 09:00:00 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ryan Ramadhan</dc:creator>
<media:keywords>Eri Cahyadi, Wali Kota Surabaya, Nenek Elina, Ormas, Penggusuran Rumah, Surabaya, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SURABAYA, SJP — </strong>Kasus pengusiran dan penggusuran rumah milik Nenek Elina oleh sekelompok orang diduga oknum anggota organisasi masyarakat (ormas) yang sempat viral di media sosial kini berimbas langsung pada citra Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi. </p>
<p>Sejak peristiwa itu mencuat, berbagai kanal media sosial resmi milik Pemerintah Kota Surabaya maupun akun pribadi Eri tak lepas dari komentar warga yang mendesak pembubaran ormas yang diduga terlibat dalam penggusuran tersebut.</p>
<p>Tekanan publik itu semakin menguat seiring meluasnya simpati masyarakat terhadap Nenek Elina.</p>
<p>Banyak warga Surabaya menilai pemerintah kota harus bersikap tegas, bahkan mendesak Eri Cahyadi untuk berani merekomendasikan pembubaran ormas yang dinilai telah bertindak di luar batas kemanusiaan dan hukum.</p>
<p>Menanggapi desakan tersebut, Eri Cahyadi menegaskan bahwa dirinya tidak menutup mata terhadap aspirasi warga. Namun, ia menekankan bahwa langkah pembubaran ormas tidak bisa dilakukan secara tergesa-gesa tanpa dasar hukum yang kuat.</p>
<p>"Jika terbukti ormas tersebut terlibat, maka langsung kami rekomendasikan bersama untuk dibubarkan," ujar Eri, saat dikonfirmasi Senin (12/1/2026).</p>
<p>Eri menjelaskan, saat ini Pemerintah Kota Surabaya masih menunggu hasil penyelidikan resmi terkait kasus pengusiran Nenek Elina. </p>
<p>Menurutnya, keputusan besar seperti pembubaran ormas harus didasarkan pada fakta hukum, bukan semata tekanan publik atau opini yang berkembang di media sosial.</p>
<p>Ia juga mengingatkan bahwa kewenangan pembubaran ormas bukan berada di tangan kepala daerah. Hal tersebut telah diatur secara jelas dalam Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2017.</p>
<p>"Dalam Undang-undang Nomor 16 Tahun 2017, yang bisa membubarkan ormas adalah Kementerian Dalam Negeri, Polri, dan Kementerian Hukum," jelasnya.</p>
<p>Karena itu, Eri menilai pembubaran ormas tidak bisa dilakukan sembarangan. Diperlukan penelusuran mendalam serta pembuktian adanya pelanggaran berat yang dilakukan oleh ormas bersangkutan.</p>
<p>"Yang menyatakan ormas ini melakukan pelanggaran atau tidak adalah pihak kepolisian," ungkap Eri.</p>
<p>Meski memilih menunggu proses hukum, Eri menegaskan komitmennya untuk bersikap tegas jika ormas tersebut benar-benar terbukti bersalah. Ia memastikan tidak akan ragu mengambil langkah lanjutan sesuai kewenangannya sebagai kepala daerah.</p>
<p>"Negara kita adalah negara hukum. Kalau memang dinyatakan bersalah, saya tidak akan pernah ragu-ragu, maka langsung kami rekomendasikan bersama untuk dibubarkan," tegasnya.</p>
<p>Kasus pengusiran Nenek Elina kini tak hanya menjadi persoalan hukum, tetapi juga ujian kepercayaan publik terhadap kepemimpinan Eri Cahyadi. </p>
<p>Hingga kini, kasus pengusiran Nenek Elina Widjajanti masih bergulir di tingkat hukum. Polda Jawa Timur telah menangkap dan menetapkan beberapa tersangka. Laporan baru dari Nenek Elina atas dugaan pemalsuan dokumen juga sedang diproses oleh Polda Jatim.<strong> (*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>BPS Catat Okupansi di Hotel Berbintang di Mojokerto Tertinggi di Jawa Timur</title>
<link>https://suarajatimpost.com/bps-catat-okupansi-di-hotel-berbintang-di-mojokerto-tertinggi-di-jawa-timur</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/bps-catat-okupansi-di-hotel-berbintang-di-mojokerto-tertinggi-di-jawa-timur</guid>
<description><![CDATA[ Di tengah penurunan kunjungan wisatawan, Mojokerto justru mencatat TPK hotel berbintang tertinggi di Jawa Timur pada November 2025, terdongkrak gelaran event pariwisata dan internasional. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202601/image_870x580_6963966d81063.webp" length="70230" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sun, 11 Jan 2026 22:25:28 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ryan Ramadhan</dc:creator>
<media:keywords>Hotel, Tingkat Penghunian Kamar, TPK, Badan Pusat Statistik, BPS Jatim, Surabaya, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SURABAYA, SJP –</strong> Sektor akomodasi di Jawa Timur menunjukkan kinerja positif pada November 2025, di tengah menurunnya mobilitas wisatawan nusantara (Wisnus) maupun manca negara (Wisman). </p>
<p>Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Timur mencatat Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel berbintang mencapai 52,82 persen, atau meningkat 0,19 poin dibandingkan Oktober 2025.</p>
<p>Kota Mojokerto muncul sebagai daerah dengan TPK hotel berbintang tertinggi di Jawa Timur, mencapai 70,86 persen, mengungguli daerah lain seperti Kabupaten Sidoarjo dan Kabupaten Gresik.</p>
<p>Kepala BPS Jawa Timur, Zulkipli, mengungkapkan penguatan sektor akomodasi itu tidak lepas dari masih tingginya aktivitas pariwisata berbasis event, pertemuan, dan kegiatan berskala nasional hingga internasional.</p>
<p>"Kondisi itu menunjukkan bahwa meskipun jumlah kunjungan wisatawan mengalami koreksi secara bulanan," jelas Zulkipli, Minggu (11/1/2026)</p>
<p>"Aktivitas pariwisata yang berkaitan dengan kegiatan bisnis, pertemuan, dan agenda berskala tertentu masih mampu menopang kinerja hotel, khususnya hotel berbintang," sambungnya.</p>
<p>Tingginya okupansi hotel berbintang di Mojokerto pada November 2025 sejalan dengan padatnya agenda pariwisata dan kegiatan berskala besar yang digelar di wilayah tersebut. </p>
<p>BPS Jatim mencatat beberapa kegiatan yang berlangsung pada periode itu, di antaranya Mojo Fest 2025 serta Travel Gathering ASIDEWI yang digelar di kawasan Mojokerto dan sekitarnya.</p>
<p>Selain itu, Jawa Timur juga menjadi tuan rumah Asian Science &amp; Mathematics Olympiad for Primary and Secondary Schools (ASMOPSS) 2025, sebuah ajang internasional yang diikuti delegasi dari enam negara, yang turut berkontribusi terhadap pergerakan tamu hotel berbintang.</p>
<p>Menurut Zulkipli, karakter tamu yang datang untuk kegiatan semacam itu umumnya memanfaatkan hotel berbintang, terutama kelas menengah hingga atas. Menunjukkan bahwa kenaikan hunian hotel juga didukung aktivitas MICE, atau Meetings (Pertemuan), Incentives (Insentif), Conferences (Konferensi), dan Exhibitions (Pameran)</p>
<p>"Peningkatan TPK pada November 2025 terutama didorong oleh kenaikan hunian pada hotel bintang empat dan lima," katanya.</p>
<p><strong>Hotel Bintang Empat dan Lima Jadi Motor Kenaikan TPK</strong></p>
<p>Secara rinci, BPS Jatim mencatat TPK hotel bintang empat naik 1,34 poin, sementara hotel bintang lima meningkat 0,36 poin dibandingkan bulan sebelumnya. </p>
<p>Kondisi tersebut menunjukkan bahwa permintaan kamar masih kuat pada segmen hotel yang melayani tamu kegiatan resmi, bisnis, dan event.</p>
<p>"Angka TPK ini berarti pada bulan November 2025, dari setiap 100 kamar hotel berbintang yang tersedia di Jawa Timur, sekitar 52 hingga 53 kamar terjual setiap malam," sebut Zulkipli.</p>
<p>Sementara itu, TPK hotel non bintang juga mengalami kenaikan meski terbatas, yakni 22,06 persen, atau naik 0,07 poin dibandingkan Oktober 2025.</p>
<p>BPS Jatim menilai kinerja sektor akomodasi yang tetap menguat di tengah penurunan kunjungan wisatawan secara bulanan mencerminkan ketahanan industri perhotelan, khususnya di daerah yang aktif menggelar agenda pariwisata dan kegiatan berskala besar.</p>
<p>"TPK hotel yang tinggi di suatu daerah umumnya dipengaruhi oleh letak strategis, kedekatan dengan pusat kegiatan, serta kualitas layanan dan fasilitas hotel yang tersedia," pungkas Zulkipli. (*)</p>
<p>Editor : Danu  </p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Arek Suroboyo Paling Aktif Bepergian di Tengah Melambatnya Mobilitas Wisnus di Jawa Timur</title>
<link>https://suarajatimpost.com/arek-suroboyo-paling-aktif-bepergian-di-tengah-melambatnya-mobilitas-wisnus-di-jawa-timur</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/arek-suroboyo-paling-aktif-bepergian-di-tengah-melambatnya-mobilitas-wisnus-di-jawa-timur</guid>
<description><![CDATA[ Di tengah melambatnya mobilitas wisatawan nusantara di Jawa Timur, Arek Suroboyo tetap menjadi yang paling sering bepergian, menjadikan Surabaya motor utama pergerakan wisnus provinsi ini. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202601/image_870x580_69631e2249730.webp" length="38834" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sun, 11 Jan 2026 17:21:00 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ryan Ramadhan</dc:creator>
<media:keywords>Pariwisata, Wisatawan Nusantara, Wisnus, Badan Pusat Statistik, BPS Jatim, Surabaya, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SURABAYA, SJP – </strong>Laju perjalanan wisatawan nusantara (wisnus) di Jawa Timur tercatat melambat pada November 2025. Namun di tengah tren penurunan mobilitas tersebut, Arek Suroboyo justru tetap menjadi kelompok yang paling aktif melakukan perjalanan.</p>
<p>Data Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Timur menunjukkan, kontribusi warga Surabaya terhadap pergerakan wisata domestik masih mendominasi. Padahal, total perjalanan wisnus mengalami koreksi bulanan</p>
<p>Sebagai informasi, wisnus sendiri adalah penduduk Indonesia yang melakukan perjalanan wisata di dalam wilayah Indonesia, baik lintas kabupaten/kota maupun antarprovinsi, di luar lingkungan tempat tinggalnya, dengan tujuan berlibur, berkunjung, atau keperluan lain selain bekerja tetap dan sekolah. </p>
<p>Dalam statistik BPS, perjalanan wisnus dihitung berdasarkan frekuensi perjalanan, sehingga satu orang dapat tercatat lebih dari sekali apabila melakukan beberapa perjalanan dalam periode tertentu.</p>
<p>BPS Jawa Timur mencatat, jumlah perjalanan wisnus tujuan Jawa Timur pada November 2025 mencapai 16,46 juta perjalanan. Angka ini turun 2,60 persen dibandingkan Oktober 2025, menandai perlambatan mobilitas wisata domestik secara jangka pendek.</p>
<p>Kepala BPS Jawa Timur, Zulkipli, mengatakan penurunan tersebut merupakan pola yang kerap terjadi menjelang akhir tahun, ditambah November 2025 yang tidak memiliki tanggal merah nasional maupun cuti bersama yang membuat berkurangnya intensitas perjalanan masyarakat.</p>
<p>"Penurunan secara bulanan ini lebih dipengaruhi oleh faktor musiman, termasuk berakhirnya masa liburan dan kondisi cuaca, sehingga tidak serta-merta mencerminkan pelemahan sektor pariwisata," ujar Zulkipli saat dikonfirmasi, Minggu (11/1/2026).</p>
<p>Tak hanya kunjungan masuk, mobilitas wisnus asal Jawa Timur juga menunjukkan tren penurunan. Pada November 2025, jumlah perjalanan wisnus asal Jawa Timur tercatat 15,72 juta perjalanan, atau turun 2,20 persen dibandingkan Oktober 2025.</p>
<p>Secara kumulatif, sepanjang Januari hingga November 2025, perjalanan wisnus asal Jawa Timur mencapai 185,25 juta perjalanan, lebih rendah dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Kondisi itu mengindikasikan adanya penyesuaian pola perjalanan masyarakat, baik dari sisi frekuensi maupun tujuan.</p>
<p>Di tengah melambatnya mobilitas tersebut, Kota Surabaya tetap menjadi daerah asal perjalanan wisnus terbesar di Jawa Timur. BPS mencatat, pada November 2025, perjalanan wisnus yang berasal dari Surabaya mencapai 2,55 juta perjalanan, atau sekitar 16,20 persen dari total perjalanan wisnus asal Jawa Timur.</p>
<p>Posisi Surabaya kemudian diikuti oleh Kabupaten Sidoarjo dengan jumlah perjalanan wisnus mencapai 1,59 juta perjalanan.</p>
<p>Zulkipli menjelaskan, dominasi Surabaya mencerminkan peran kawasan metropolitan sebagai penggerak utama mobilitas wisata domestik, dengan jumlah penduduk yang tinggi dan penuh dengan aktivitas ekonomi.</p>
<p>"Wilayah dengan aktivitas ekonomi tinggi dan jumlah penduduk besar cenderung menjadi kontributor utama pergerakan wisatawan, baik untuk perjalanan liburan maupun non-liburan," katanya.</p>
<p><strong>Tren Tahunan Wisnus Masih Relatif Terjaga</strong></p>
<p>Meski mengalami penurunan secara bulanan, kinerja wisnus ke Jawa Timur secara tahunan masih menunjukkan ketahanan. BPS mencatat, jumlah perjalanan wisnus tujuan Jawa Timur pada November 2025 masih tumbuh 0,75 persen dibandingkan November 2024.</p>
<p>Sementara itu, secara kumulatif Januari–November 2025, perjalanan wisnus tujuan Jawa Timur tercatat 197,48 juta perjalanan, meskipun sedikit menurun 0,47 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.</p>
<p>"Secara tahunan, pergerakan wisnus masih relatif stabil. Fluktuasi yang terjadi lebih bersifat jangka pendek dan dipengaruhi faktor musiman," ujar Zulkipli.</p>
<p>BPS menilai perlambatan mobilitas wisnus juga dapat mencerminkan perubahan pola wisata masyarakat. Wisatawan domestik cenderung melakukan perjalanan yang lebih singkat, bahkan tanpa menginap, serta lebih selektif dalam menentukan waktu dan tujuan wisata.</p>
<p>Kondisi itu membuat penurunan jumlah perjalanan tidak selalu berdampak langsung pada seluruh subsektor pariwisata.</p>
<p><strong>Hunian Hotel Masih Bertahan</strong></p>
<p>Di tengah melambatnya perjalanan wisnus, sektor akomodasi di Jawa Timur masih menunjukkan ketahanan. Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel bintang pada November 2025 tercatat sebesar 52,82 persen, atau naik 0,19 poin dibandingkan Oktober 2025.</p>
<p>Kenaikan tersebut terutama ditopang oleh hotel bintang empat dan lima, yang mengindikasikan bahwa aktivitas perjalanan berbasis bisnis, rapat, dan agenda tertentu masih mampu menopang kinerja perhotelan.</p>
<p>"Meskipun perjalanan wisata mengalami koreksi, aktivitas non-liburan masih berperan dalam menjaga tingkat hunian hotel," kata Zulkipli.</p>
<p>Data BPS Jawa Timur menunjukkan bahwa mobilitas wisnus memang melambat secara bulanan pada November 2025, namun Surabaya tetap menjadi tulang punggung pergerakan wisata domestik di provinsi ini. </p>
<p>Dengan tren tahunan yang masih relatif stabil, dinamika wisnus di Jawa Timur lebih mencerminkan fluktuasi musiman dibandingkan pelemahan struktural sektor pariwisata. (*)</p>
<p><strong>Editor : Danu </strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Meski Ditopang Event Internasional, Kunjungan Wisman ke Jatim  Anjlok  di Pengujung 2025</title>
<link>https://suarajatimpost.com/wisman-ke-jatim-anjlok</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/wisman-ke-jatim-anjlok</guid>
<description><![CDATA[ Meski mengalami fluktuasi bulanan, kunjungan wisman ke Jawa Timur sepanjang Januari–November 2025 justru tumbuh 0,71 persen secara tahunan, menandakan ketahanan sektor pariwisata di tengah dinamika global. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202601/image_870x580_6963038d034bc.webp" length="48364" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sun, 11 Jan 2026 14:19:24 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ryan Ramadhan</dc:creator>
<media:keywords>Wisatawan, Wisatawan Manca Negara, Wisman, Badan Pusat Statistik, BPS, Surabaya, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SURABAYA, SJP - </strong>Kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Jawa Timur menunjukkan tren yang menurun signifikan secara bulanan pada November 2025. Padahal, sejumlah event internasional dan daerah sudah dihelat.</p>
<p>Berdasarkan data terbaru Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Timur, jumlah wisman yang masuk ke Jawa Timur melalui Bandara Juanda pada November 2025 tercatat sebanyak 21.629 kunjungan. Angka tersebut turun 26,77 persen dibandingkan Oktober 2025 yang mencapai 29.534 kunjungan.</p>
<p>"Penurunan jumlah kunjungan wisman secara month-to-month (bulanan) dipengaruhi oleh faktor musiman termasuk berakhirnya periode libur dan kondisi cuaca," papar Kepala BPS Jatim, Zulkipli saat dikonfirmasi pada Minggu (11/1/2026).</p>
<p>Zulkipli menyebut tren tersebut menjadi indikator sekaligus kebutuhan bagi pemerintah untuk memperkuat siklus kunjungan tahunan agar tidak terlalu bergantung pada momentum tertentu, terutama di luar musim liburan.</p>
<p>Walaupun terjadi penurunan tajam secara bulanan, data tahunan (year-on-year/y-on-y) menunjukkan gambaran yang lebih stabil. Dibandingkan November 2024, kunjungan wisman mengalami kenaikan sebesar 3,89 persen, atau bertambah 809 kunjungan dari 20.820 menjadi 21.629.</p>
<p>Sementara jika dihitung secara kumulatif periode (c-to-c), akumulasi wisnus pada Januari–November 2025 mencapai 304.926 kunjungan, naik 0,71 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya (302.780 kunjungan).</p>
<p>"Secara tren tahunan, kinerja sektor pariwisata masih terjaga. Ini menunjukkan bahwa meskipun ada fluktuasi bulanan, momentum positif tetap ada," ujar Zulkipli.</p>
<p><strong>Wisatawan Malaysia Tertinggi, Jepang Melonjak</strong></p>
<p>BPS Jatim juga merinci aspek asal negara wisatawan yang datang ke Jawa Timur pada November 2025. Wisatawan asal Malaysia masih menjadi penyumbang wisman terbesar dengan 5.357 kunjungan, atau berkontribusi 24,77 persen dari total wisman yang masuk melalui Bandara Juanda.</p>
<p>Posisi berikutnya ditempati oleh wisatawan asal Tiongkok dengan 5.355 kunjungan, dan disusul Singapura sebanyak 2.626 kunjungan.</p>
<p>Menariknya, di tengah penurunan total kunjungan bulanan, wisman asal Jepang justru mencatatkan peningkatan paling signifikan. </p>
<p>Kunjungan wisatawan Jepang pada November 2025 naik 25,98 persen dibandingkan Oktober 2025, atau bertambah 86 kunjungan. Jika dibandingkan dengan November 2024, kunjungan dari Jepang juga meningkat 6,38 persen.</p>
<p>"Ini menunjukkan bahwa minat wisman dari pasar tertentu masih tumbuh," ucap Zulkipli.</p>
<p>"Pasar tradisional seperti Malaysia dan China tetap dominan, tetapi lonjakan dari Jepang memberi peluang untuk pangsa pasar baru seiring dengan adanya event internasional dan aktivitas berskala global yang digelar di Jawa Timur," sambungnya.</p>
<p>BPS Jatim mencatat bahwa sejumlah acara besar memang turut mendukung pergerakan wisman meski tidak cukup menahan tren penurunan bulanan</p>
<p>Kegiatan tersebut diantaranya adalah Mojo Fest 2025 dan Travel Gathering ASIDEWI di Kabupaten Mojokerto, serta Asian Science &amp; Mathematics <em>Olympiad for Primary and Secondary Schools</em> (ASMOPSS) 2025 di Bojonegoro yang diikuti delegasi dari enam negara.</p>
<p><strong>Kinerja Akomodasi Masih Tangguh</strong></p>
<p>Sebagai cerminan aktivitas pariwisata yang lebih luas, Zulkipli juga menjabarkan data BPS pada sektor akomodasi hotel berbintang yang menunjukkan perkembangan positif di tengah kunjungan wisman yang menurun.</p>
<p>Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel bintang di Jawa Timur pada November 2025 mampu mencapai 52,82 persen, naik dibanding Oktober 2025 (52,63 persen), dengan rincian hotel bintang 4 naik 1,34 poin dan hotel bintang 5 naik 0,36 poin. Sementara hotel non bintang juga mengalami kenaikan TPK kecil, 22,06 persen di November 2025.</p>
<p>"Kenaikan hunian hotel menunjukkan aktivitas bisnis, pertemuan, dan event masih menopang industri akomodasi meski wisman sempat turun. Ini menjadi sinyal bahwa pariwisata bukan hanya leisure, tetapi juga segmen MICE dan bisnis," tutur Zulkipli.</p>
<p>Jika diperinci secara lokasi, data BPS menunjukkan bahwa TPK hotel bintang tertinggi tercatat di Kota Mojokerto (70,86 persen), Kabupaten Sidoarjo (66,85 persen), dan Kabupaten Gresik (66,19 persen).</p>
<p>"Bisa dilihat bahwa tren hunian hotel besar dipengaruhi lokasi strategis dan kedekatan dengan pusat aktivitas, namun kualitas layanan dan harga yang kompetitif juga ikut mempengaruhi," tukas Zulkipli.</p>
<p>Penurunan wisman secara bulanan pada November 2025 menjadi sorotan penting bagi pelaku pariwisata Jawa Timur. Meskipun tren tahunan masih menunjukkan pertumbuhan, perkembangan bulanan kembali menunjukkan ketergantungan pada musim liburan dan event tertentu. (*)</p>
<p><strong>Editor: Danu</strong> </p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Robot Pemadam Jadi Teman Baru Damkar Surabaya di 2026, Cara Aman Taklukkan Medan Berisiko</title>
<link>https://suarajatimpost.com/robot-pemadam-jadi-teman-baru-damkar-surabaya-di-2026-cara-aman-taklukkan-medan-berisiko</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/robot-pemadam-jadi-teman-baru-damkar-surabaya-di-2026-cara-aman-taklukkan-medan-berisiko</guid>
<description><![CDATA[ Robot pemadam tersebut dikendalikan dari jarak jauh dirancang khusus untuk menjelajah medan ekstrem seperti gedung bertingkat, ruang bawah tanah, hingga kawasan industri dengan risiko ledakan atau paparan bahan kimia. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202601/image_870x580_696236bcc60d7.webp" length="57674" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sat, 10 Jan 2026 19:14:28 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ryan Ramadhan</dc:creator>
<media:keywords>Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan, DPKP Surabaya, Damkar, Robot, Surabaya, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SURABAYA, SJP - </strong>Memasuki 2026, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kota Surabaya punya wajah baru dalam barisan armadanya. Bukan lagi sekadar mobil pemadam dengan selang air, melainkan sebuah robot pemadam kebakaran yang kini siap turun ke medan berisiko tinggi.</p>
<p></p>
<p>Robot itu tidak hadir tiba-tiba, ia datang di penghujung tahun 2025 bersamaan dengan penguatan armada pemadam kebakaran Surabaya. Kehadirannya menandai langkah baru Damkar Surabaya yang kian mengandalkan teknologi untuk bekerja lebih aman, presisi, dan terukur.</p>
<p></p>
<p><strong>Punya Fungsi, Bukan Sekadar Gimmick</strong></p>
<p>Meski bentuknya tidak meniru makhluk hidup seperti manusia atau anjing, namun robot pemadam dengan bentuk menyerupai tank mini itu memiliki fungsi yang lebih praktikal, yaitu dirancang khusus untuk menghadapi kondisi yang risikonya terlalu tinggi bagi manusia.</p>
<p></p>
<p>Kepala DPKP Kota Surabaya, Laksita Rini Sevriani, menjelaskan bahwa robot pemadam tersebut dikendalikan dari jarak jauh dirancang khusus untuk menjelajah medan ekstrem seperti gedung bertingkat, ruang bawah tanah, hingga kawasan industri dengan risiko ledakan atau paparan bahan kimia.</p>
<p></p>
<p>“Dengan material tahan air dan ledakan, robot ini mampu mendaki kemiringan ekstrem hingga 42 derajat dan melewati rintangan setinggi 60 sentimeter," jelas Rini, Sabtu (10/1/2026).</p>
<p></p>
<p>"Jadi jika kondisinya sangat ekstrim, maka robot inilah yang akan dikirim terlebih dahulu sebelum personil pemadam diterjunkan," imbuhnya.</p>
<p></p>
<p>Tak hanya bergerak dan memantau keadaan, sesuai namanya, robot pemadam juga bekerja aktif memadamkan api. Air atau busa bisa disemburkan hingga jarak 90 meter, sembari sistem kamera dan sensor memantau kondisi di sekitar titik kebakaran.</p>
<p></p>
<p>"Robot ini dilengkapi kamera pendeteksi panas, sensor gas berbahaya, dan jangkauan kendali hingga 900 meter," tutur Rini.</p>
<p></p>
<p><strong>Rekan Baru Damkar di 2026</strong></p>
<p>Kehadiran robot pemadam itu menjadi bagian dari penguatan sistem penanganan kebakaran secara menyeluruh. Bersamaan dengan itu, DPKP Surabaya juga memperkenalkan satu unit Mobil Pemadam Kebakaran Hazmat yang berfungsi sebagai pusat komando sekaligus fasilitas pendukung keselamatan petugas.</p>
<p></p>
<p>Mobil tersebut dilengkapi ruang kendali untuk memantau arah angin, suhu, hingga sebaran zat berbahaya di lokasi kebakaran.</p>
<p></p>
<p>"Mobil Hazmat ini dibekali perlengkapan medis canggih seperti Hyperbaric Chamber, alat dekontaminasi, serta APD lengkap dari level A hingga D," sebut Rini.</p>
<p></p>
<p>Fasilitas Hyperbaric Chamber memungkinkan petugas memulihkan kondisi tubuh setelah terpapar asap dan zat kimia berbahaya.</p>
<p></p>
<p>"Setelah petugas selesai menyemprot dan melepas baju Hazmat, mereka bisa langsung masuk untuk pemulihan oksigen," lanjut Rini.</p>
<p></p>
<p>Selain robot dan Mobil Hazmat, DPKP Surabaya juga menerima tambahan armada lain berupa tiga unit mobil pemadam Compress Air Foam System (CAFS) berkapasitas 3.000 liter dan dua unit mobil pemadam berkapasitas 5.000 liter.</p>
<p></p>
<p>Keseluruhan armada itu menjadi bekal Damkar Surabaya menatap 2026 dengan kesiapan yang lebih matang. Dengan robot pemadam sebagai “rekan baru” di lapangan, petugas kini punya lapisan perlindungan tambahan saat menghadapi api di medan yang tak bersahabat. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor: Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Turnamen MLBB Goes To School Digelar di Surabaya, Angkat Slogan &amp;apos;Belajar Dulu Baru Mabar&amp;apos;</title>
<link>https://suarajatimpost.com/turnamen-mlbb-goes-to-school-digelar-di-surabaya-angkat-slogan-belajar-dulu-baru-mabar</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/turnamen-mlbb-goes-to-school-digelar-di-surabaya-angkat-slogan-belajar-dulu-baru-mabar</guid>
<description><![CDATA[ Turnamen itu tidak semata-mata soal kompetisi, melainkan sarana pembentukan karakter. Melalui esport, siswa diajarkan nilai sportivitas, kerja sama tim, disiplin, serta kemampuan mengendalikan emosi, yang relevan dengan kehidupan akademik maupun sosial. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202601/image_870x580_696204c0b28b7.webp" length="52706" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sat, 10 Jan 2026 14:57:00 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ryan Ramadhan</dc:creator>
<media:keywords>Mobile Legends: Bang Bang, MLBB, Dinas Pendidikan, Pemkot Surabaya, Moonton, Surabaya, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SURABAYA, SJP -</strong> Pola belajar anak-anak terus bergerak mengikuti zaman. Jika dulu ruang kelas identik dengan papan tulis dan buku pelajaran, kini pendidikan mulai merangkul dunia digital sebagai media pembelajaran. </p>
<p></p>
<p>Evolusi itulah yang kini tampak nyata dalam gelaran Grand Tournament Mobile Legends: Bang Bang (MLBB) Goes To School 2025 di Surabaya, ajang esport pelajar yang tak sekadar mempertandingkan keterampilan bermain, tetapi juga nilai-nilai pendidikan.</p>
<p></p>
<p>Mobile Legends: Bang Bang (MLBB) Goes To School 2025 sendiri merupakan program yang digagas Moonton Games selaku pengembang, dengan tujuan mengintegrasikan gim sebagai media pembelajaran karakter, literasi digital, serta pengendalian diri.</p>
<p></p>
<p>Dengan melibatkan lebih dari 300 sekolah tingkat SD dan SMP di Surabaya, program tersebut juga merangkul para guru melalui program Teacher Ambassador, dimana para guru dibekali peran sebagai pengawas sekaligus pendamping agar aktivitas bermain gim tetap berada dalam koridor pendidikan.</p>
<p></p>
<p>Pendekatan itu kemudian diwujudkan lebih luas melalui ajang Grand Tournament MLBB Goes To School 2025 yang diselenggarakan di Atrium Tunjungan Plaza 3 Surabaya, sejak Kamis hingga Ahad, 8–11 Januari 2026.</p>
<p></p>
<p>Pemerintah Kota Surabaya pun memberikan dukungan penuh terhadap penyelenggaraan kegiatan tersebut. Kepala Dinas Pendidikan Kota Surabaya, Febrina Kusumawati menyoroti slogan dari acara tersebut yang berbunyi 'Belajar Dulu Baru Mabar' untuk benar-benar diterapkan agar minat bermain dan tanggung jawab akademik siswa busa seimbang.</p>
<p></p>
<p>"Saya ingin slogan tersebut benar-benar diresapi di dalam hati. Kalau tidak belajar, jangan boleh main bareng (mabar) dulu," ujar Febrina saat dikonfirmasi pada Sabtu (10/1/2026).</p>
<p></p>
<p>Dirinya juga menekankan bahwa peran guru menjadi kunci utama dalam memastikan pemanfaatan gim tetap sehat dan terkendali, terutama di tengah masifnya penggunaan gawai di kalangan pelajar.</p>
<p></p>
<p>"Kami menitipkan pesan ini kepada bapak dan ibu guru untuk membantu pengawasan agar anak-anak kita tetap sehat dalam menggunakan gadget," tuturnya.</p>
<p></p>
<p>Menurut dia, turnamen itu tidak semata-mata soal kompetisi, melainkan sarana pembentukan karakter. Melalui esport, siswa diajarkan nilai sportivitas, kerja sama tim, disiplin, serta kemampuan mengendalikan emosi, yang relevan dengan kehidupan akademik maupun sosial.</p>
<p></p>
<p>"Kami berharap kegiatan ini dapat membentuk generasi muda yang berprestasi dan berkarakter baik," harap Febrina.</p>
<p></p>
<p>Ia juga menilai turnamen tersebut sebagai langkah awal menuju jalur prestasi yang lebih tinggi, termasuk peluang berkarier secara profesional di dunia esport hingga level internasional.</p>
<p></p>
<p>Sementara itu, Kepala Bidang Pengembangan Ekosistem Gim Moonton Games, Erina Tan, mengapresiasi tingginya antusiasme dunia pendidikan di Surabaya dan Jawa Timur terhadap program yang mereka gagas.</p>
<p></p>
<p>"Tidak hanya siswa tetapi guru juga antusias. Kita mulai program ini dari hanya 50 guru, dan sekarang sudah berkembang menjadi 328 guru di Surabaya dan sekitarnya," ungkap Erina.</p>
<p></p>
<p>Ia menegaskan bahwa Moonton berkomitmen membangun ekosistem esport yang aman, terstruktur, dan berorientasi pada pendidikan, dengan guru sebagai fondasi utamanya.</p>
<p></p>
<p>"Peran guru sangat krusial untuk memastikan esport berjalan selaras dengan nilai pendidikan," ujarnya.</p>
<p></p>
<p>Erina juga menekankan bahwa minat anak-anak terhadap gim tidak perlu dipatahkan, melainkan diarahkan agar menjadi aktivitas yang produktif dan berdampak positif.</p>
<p></p>
<p>"Kami ingin menunjukkan bahwa minat anak-anak bisa diarahkan tanpa mengesampingkan pendidikan formal," jelasnya.</p>
<p></p>
<p>Melalui turnamen tersebut, Moonton berharap para siswa tidak hanya tumbuh sebagai pemain gim, tetapi juga sebagai pribadi yang memiliki karakter, disiplin, dan semangat belajar yang kuat.</p>
<p></p>
<p>"Guru dan pihak sekolah adalah pelopor dan tonggak terpenting dalam membentuk program ini," pungkas Erina.</p>
<p></p>
<p>Dengan pendekatan kolaboratif antara pemerintah, sekolah, dan industri gim, Surabaya kini menunjukkan bahwa edukasi dan esport bukan dua kutub yang saling bertentangan, melainkan dapat berjalan beriringan dalam menyiapkan generasi masa depan. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Sempat Kosong di Awal 2026, Stok Darah O di PMI Surabaya Berangsur Pulih</title>
<link>https://suarajatimpost.com/sempat-kosong-di-awal-2026-stok-darah-o-di-pmi-surabaya-berangsur-pulih</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/sempat-kosong-di-awal-2026-stok-darah-o-di-pmi-surabaya-berangsur-pulih</guid>
<description><![CDATA[ Sempat nyaris kosong di awal 2026, stok darah golongan O PMI Surabaya berangsur pulih berkat gelombang solidaritas warga dan aksi donor massal. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202601/image_870x580_6961cb34c6501.webp" length="34128" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sat, 10 Jan 2026 10:00:03 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ryan Ramadhan</dc:creator>
<media:keywords>Stok Darah, Darah O, Palang Merah Indonesia, PMI, Surabaya, PMI, Surabaya, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SURABAYA, SJP - </strong>Stok darah golongan O di Kota Surabaya yang sempat berada di titik nadir pada awal 2026 kini perlahan kembali menunjukkan tanda-tanda pemulihan. </p>
<p></p>
<p>Unit Donor Darah (UDD) Palang Merah Indonesia (PMI) Surabaya memastikan ketersediaan darah mulai berangsur aman setelah sempat mengalami kekosongan dan status darurat.</p>
<p></p>
<p>Kondisi kritis tersebut sempat memicu kekhawatiran lantaran darah golongan O menjadi salah satu jenis yang paling banyak dibutuhkan rumah sakit untuk berbagai keperluan medis, mulai dari operasi hingga penanganan pasien gawat darurat.</p>
<p></p>
<p>Memasuki awal Januari 2026, UDD PMI Surabaya dihadapkan pada situasi sulit. Libur panjang Natal dan Tahun Baru (Nataru) berdampak signifikan pada penurunan jumlah pendonor, sementara permintaan darah dari rumah sakit justru meningkat.</p>
<p></p>
<p>Kepala Bagian Pelayanan dan Humas UDD PMI Surabaya, dr. Wandai Rasoetedja, menyebut kondisi tersebut merupakan pola yang hampir selalu berulang setiap tahun usai musim liburan.</p>
<p></p>
<p>"Kondisi ini sebenarnya sama seperti tahun-tahun sebelumnya. Stok darah selalu menurun setelah musim liburan," jelas Wabdai saat dikonfirmasi pada Sabtu (10/1/2026).</p>
<p></p>
<p>Menurutnya, stok darah di PMI Surabaya relatif terjaga berkat pendonor rutin dan kegiatan donor dari berbagai instansi. Namun, pada awal tahun ini aktivitas tersebut belum kembali berjalan.</p>
<p></p>
<p>"Tidak hanya pendonor rutin yang berkurang, instansi-instansi yang biasanya mengadakan donor darah sampai sekarang juga belum dimulai lagi," ungkapnya.</p>
<p></p>
<p>Di sisi lain, lonjakan permintaan darah golongan O dari rumah sakit turut memperparah situasi. Sedangkan untuk kondisi golongan darah lainnya, meliputi A, B dan AB relatif aman.</p>
<p></p>
<p>Sebelumnya diketahui situasi mencapai titik paling kritis pada Kamis (8/1/2026). Pada hari itu, PMI Surabaya bahkan menetapkan status “Urgent” untuk stok darah golongan O karena persediaan menipis drastis.</p>
<p></p>
<p>Kepala UDD PMI Surabaya, dr. Martono, mengakui bahwa kondisi tersebut memerlukan penanganan cepat agar layanan medis di rumah sakit tidak terganggu.</p>
<p></p>
<p>“Ya, memang stok sempat kritis. Namun setelah kami informasikan itu dan melakukan ajakan lewat platform sosial media, Alhamdulillah, respon masyarakat Surabaya luar biasa," kata dr. Martono.</p>
<p></p>
<p>Ia menyebut, pada hari yang sama PMI langsung menerima bantuan besar dari jajaran kepolisian. Kemudian, masyarakat juga berbondong-bondong datang untuk melakukan donor darah.</p>
<p></p>
<p>"Jadi di waktu kita informasikan bahwa stok darah itu menipis, kita langsung menerima rombongan dari Polda sebanyak 300 orang yang mendonorkan darahnya," ujarnya.</p>
<p></p>
<p>Informasi mengenai menipisnya stok darah golongan O yang disebarluaskan melalui media sosial dan pesan berantai terbukti efektif menggerakkan kepedulian warga. Kantor PMI Surabaya di Jalan Embong Ploso dipadati pendonor sejak pagi hingga siang hari.</p>
<p></p>
<p>Untuk menghindari penumpukan antrean dan mempercepat pemulihan stok, PMI Surabaya menerapkan strategi jemput bola dengan mengerahkan unit donor darah keliling ke sejumlah lokasi strategis.</p>
<p></p>
<p>"Selain di kantor pusat Embong Ploso, kami juga kerahkan unit mobile ke lokasi umum seperti di Bus Taman Bungkul. Ada juga di instansi pendidikan seperti SMAN 9 Surabaya, serta sektor industri di PT Mustika Dharmajaya, Rungkut Industri," pungkas dr. Martono.</p>
<p></p>
<p>Seiring derasnya arus pendonor, PMI Surabaya kini mulai bernapas lega. Stok darah golongan O berangsur pulih dan mendekati level aman untuk memenuhi kebutuhan rumah sakit di Surabaya.</p>
<p></p>
<p>Sebagai informasi, data terbaru dari PMI Surabaya tertanggal Kamis (8/1/2026) stok total darah golongan O sebanyak 28 kantong, golongan A total 42 kantong, golongan B total 135 kantong, dan golongan AB total sebanyak 55 kantong.</p>
<p></p>
<p>Meski kondisi membaik, PMI menegaskan kebutuhan darah bersifat berkelanjutan. Dalam kondisi normal, PMI Surabaya membutuhkan setidaknya 350 kantong darah per hari dari berbagai golongan. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Petugas Kebersihan Temukan Bungkusan Plastik Diduga Janin di Parkiran Apartemen</title>
<link>https://suarajatimpost.com/petugas-kebersihan-temukan-bungkusan-plastik-diduga-janin-di-parkiran-apartemen</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/petugas-kebersihan-temukan-bungkusan-plastik-diduga-janin-di-parkiran-apartemen</guid>
<description><![CDATA[ Barang bukti berupa bungkusan plastik tersebut kini telah diamankan dan dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara HS Samsoeri Mertojoso Polda Jawa Timur untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202601/image_870x580_6960b26ac9699.webp" length="17540" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Fri, 09 Jan 2026 16:00:59 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ryan Ramadhan</dc:creator>
<media:keywords>Janin, Penemuan Janin, Plastik Mencurigakan, Apartemen Surabaya, Polsek Rungkut, Surabaya, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><b>SURABAYA, SJP </b>— Penghuni sebuah apartemen di kawasan Rungkut, Surabaya, digemparkan dengan penemuan bungkusan plastik mencurigakan yang diduga berisi janin manusia di area parkir lantai dua, Kamis (8/1/2026). </p>
<p></p>
<p>Temuan ini terungkap setelah tercium aroma amis menyengat dari sebuah tempat sampah di lokasi tersebut.</p>
<p></p>
<p>Bungkusan tersebut pertama kali ditemukan oleh seorang petugas kebersihan bernama Suhadi saat sedang melaksanakan tugas rutin. </p>
<p></p>
<p>Suhadi curiga ketika ia mencium bau anyir yang sangat tajam saat mendekati tong sampah di area parkir mobil.</p>
<p></p>
<p>"Awalnya saya mengira itu limbah daging konsumsi yang dibuang. Namun, saat saya amati lebih dekat, plastiknya berlumuran darah segar dan aromanya sangat amis. Saya curiga itu janin," ungkap Suhadi.</p>
<p></p>
<p>Sadar akan temuan yang tidak wajar, Suhadi segera melaporkan hal tersebut kepada pihak keamanan (security) apartemen yang kemudian meneruskan laporan ke Mapolsek Rungkut.</p>
<p></p>
<p>Kapolsek Rungkut, Kompol Agus Santoso, mengonfirmasi peristiwa tersebut. Ia menyatakan bahwa pihak kepolisian telah melakukan tindakan cepat segera setelah menerima laporan dari pengelola apartemen.</p>
<p></p>
<p>"Benar, telah ditemukan bungkusan plastik berlumuran darah yang diduga berisi janin di tempat sampah area parkir. Laporan kami terima sekitar pukul 14.30 WIB," ujar Kompol Agus saat dikonfirmasi, Jumat (9/1/2026).</p>
<p></p>
<p>Tim Inafis Polrestabes Surabaya dikerahkan ke lokasi untuk melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) guna mencari petunjuk dan alat bukti tambahan. Proses identifikasi berlangsung intensif hingga pukul 20.00 WIB guna memastikan tidak ada bukti yang terlewatkan.</p>
<p></p>
<p>Untuk keperluan medis dan hukum, barang bukti bungkusan tersebut telah dievakuasi ke Rumah Sakit Bhayangkara HS Samsoeri Mertojoso Polda Jawa Timur.</p>
<p></p>
<p>"Barang bukti sudah kami kirim ke RS Bhayangkara untuk menjalani pemeriksaan forensik guna memastikan apakah bungkusan tersebut benar berisi janin manusia atau bukan," tegas Kompol Agus.</p>
<p></p>
<p>Saat ini, kepolisian tengah mendalami rekaman kamera pengawas (CCTV) di sekitar area parkir dan akses keluar-masuk apartemen guna mengidentifikasi terduga pelaku pembuangan. Sejumlah saksi, termasuk petugas kebersihan dan pihak keamanan, juga telah dimintai keterangan.</p>
<p></p>
<p>Kasus ini masih dalam tahap penyelidikan intensif. Jika terbukti benar merupakan janin manusia, pelaku dapat dijerat dengan undang-undang perlindungan anak dan pasal terkait dalam KUHP dengan ancaman pidana penjara yang berat. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Eksekusi Akhir Taman Pelangi, Pemkot Surabaya Janjikan Perataan Lahan Tuntas Januari 2026</title>
<link>https://suarajatimpost.com/eksekusi-akhir-taman-pelangi-pemkot-surabaya-janjikan-perataan-lahan-tuntas-januari-2026</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/eksekusi-akhir-taman-pelangi-pemkot-surabaya-janjikan-perataan-lahan-tuntas-januari-2026</guid>
<description><![CDATA[ Hingga saat ini, masih terdapat enam persil bangunan yang berdiri di lokasi tersebut. Eksekusi lahan belum dapat dilakukan karena proses penyerahan uang ganti rugi melalui Pengadilan Negeri (PN) Surabaya sempat terhambat agenda libur pergantian tahun. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202601/image_870x580_69608c6d926da.webp" length="73896" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Fri, 09 Jan 2026 12:05:54 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ryan Ramadhan</dc:creator>
<media:keywords>Flyover, Flyover Ahmad Yani, Ahmad Yani, Taman Pelangi, Pemkot Surabaya, Eri Cahyadi, Surabaya, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SURABAYA, SJP</strong> — Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya berjanji akan menargetkan pembersihan sisa bangunan di kawasan Kampung Taman Pelangi, median Jalan Ahmad Yani, tuntas sepenuhnya pada Januari 2026. </p>
<p></p>
<p>Langkah ini menjadi fase krusial bagi percepatan proyek strategis pembangunan Flyover Ahmad Yani guna mengurai kemacetan kronis di gerbang selatan Kota Pahlawan.</p>
<p></p>
<p>Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, menegaskan bahwa penyesuaian jadwal pembongkaran bukan disebabkan oleh kendala anggaran maupun penolakan warga, melainkan murni persoalan teknis administratif di pengadilan.</p>
<p></p>
<p>Hingga saat ini, masih terdapat enam persil bangunan yang berdiri di lokasi tersebut. Eksekusi lahan belum dapat dilakukan karena proses penyerahan uang ganti rugi melalui Pengadilan Negeri (PN) Surabaya sempat terhambat agenda libur pergantian tahun.</p>
<p></p>
<p>"Secara substansi, persoalan ganti rugi sebenarnya sudah rampung sejak Desember 2025. Dana kompensasi sudah siap sepenuhnya, hanya tinggal menunggu proses penyerahan secara administratif melalui pengadilan karena sebelumnya terbentur libur akhir tahun," ujar Eri Cahyadi saat dikonfirmasi, Jumat (9/1/2026).</p>
<p></p>
<p>Eri memastikan, begitu PN Surabaya menyelesaikan proses penyerahan dana kepada pemilik lahan, Pemkot Surabaya akan langsung mengerahkan alat berat untuk meratakan bangunan yang tersisa. </p>
<p></p>
<p>"Targetnya bulan Januari ini harus tuntas," imbuh dia.</p>
<p></p>
<p>Proyek ini disebut memiliki urgensi tinggi mengingat Jalan Ahmad Yani merupakan nadi transportasi utama yang menghubungkan Surabaya dengan Kabupaten Sidoarjo. Kawasan tersebut menjadi titik jenuh lalu lintas, terutama pada jam keberangkatan dan kepulangan kerja.</p>
<p></p>
<p>Sebagai informasi, proses dekonstruksi Kampung Taman Pelangi telah berlangsung secara bertahap sejak akhir Agustus 2025. </p>
<p></p>
<p>Total lahan terdampak 29 persil, sisa lahan belum dieksekusi 6 persil, total nilai ganti rugi (appraisal) ± Rp 83 miliar. </p>
<p></p>
<p>Pantauan di lokasi menunjukkan mayoritas bangunan di Kampung Taman Pelangi kini telah rata dengan tanah. </p>
<p></p>
<p>Sejumlah alat berat tetap disiagakan di area tersebut untuk merespons percepatan eksekusi begitu lampu hijau administratif diterbitkan oleh otoritas hukum.</p>
<p></p>
<p>Penyelesaian clearing area ini menjadi titik penentu bagi dimulainya konstruksi fisik flyover yang diharapkan mampu mempersingkat waktu tempuh dan meningkatkan efisiensi arus logistik di pintu masuk utama Kota Surabaya. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Pemkot Surabaya Gelar Perayaan Natal di Taman Surya, Perkuat Narasi Kota Toleransi</title>
<link>https://suarajatimpost.com/pemkot-surabaya-gelar-perayaan-natal-di-taman-surya-perkuat-narasi-kota-toleransi</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/pemkot-surabaya-gelar-perayaan-natal-di-taman-surya-perkuat-narasi-kota-toleransi</guid>
<description><![CDATA[ Agenda tahunan yang memasuki tahun ketiga ini diproyeksikan menjadi ruang perjumpaan ribuan umat Kristiani sekaligus simbol harmonisasi keberagaman di Kota Pahlawan. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202601/image_870x580_696039fd7b10d.webp" length="35488" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Fri, 09 Jan 2026 08:00:41 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ryan Ramadhan</dc:creator>
<media:keywords>Perayaan Natal, Natal, Taman Surya, Pemkot Surabaya, Bakesbangpol, Surabaya, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SURABAYA, SJP</strong> — Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya kembali menegaskan komitmennya sebagai kota inklusif dengan menyelenggarakan Perayaan Natal Kota Surabaya di Taman Surya, Balai Kota, pada Jumat (9/1/2026) sore. </p>
<p></p>
<p>Agenda tahunan yang memasuki tahun ketiga ini diproyeksikan menjadi ruang perjumpaan ribuan umat Kristiani sekaligus simbol harmonisasi keberagaman di Kota Pahlawan.</p>
<p></p>
<p>Mengusung tema 'Christmas – Love in God, Harmony Together (C-LIGHT)', perayaan ini merepresentasikan pesan kasih Tuhan sebagai penerang dalam kehidupan bermasyarakat yang majemuk.</p>
<p></p>
<p>Rangkaian acara dijadwalkan dimulai pada pukul 15.00 WIB dengan pembukaan akses masuk (open gate) bagi jemaat. </p>
<p></p>
<p>Puncak ibadah akan berlangsung pukul 18.00 WIB, menghadirkan dua tokoh religi terkemuka, yakni Ps. Philip Mantofa, yang akan menyampaikan Firman Natal dan Mgr. Agustinus Tri Budi Utomo (Uskup Surabaya), yang dijadwalkan menyampaikan pesan Natal bagi umat Katolik dan Kristen yang hadir.</p>
<p></p>
<p>Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Kota Surabaya, Tundjung Iswandaru, menyatakan bahwa pemilihan Balai Kota sebagai lokasi acara merupakan langkah strategis untuk merawat nilai persaudaraan.</p>
<p></p>
<p>"Perayaan ini bukan sekadar ibadah keagamaan, melainkan ruang kebersamaan. Ini adalah wujud nyata Surabaya sebagai kota toleransi yang terus kami rawat bersama seluruh elemen masyarakat," tegas Tundjung di Surabaya, Jumat (9/1/2026).</p>
<p></p>
<p>Selain prosesi ibadah, acara ini turut melibatkan partisipasi aktif pelajar Kristiani Surabaya melalui penampilan paduan suara dan seni kreatif. </p>
<p></p>
<p>Keterlibatan generasi muda ini dimaksudkan sebagai sarana pembinaan karakter berbasis nilai kasih dan toleransi sejak dini.</p>
<p></p>
<p>Mengingat estimasi massa yang mencapai ribuan, pihak panitia mengimbau peserta untuk hadir lebih awal demi kelancaran alur masuk; membawa barang bawaan secukupnya demi kenyamanan bersama; bagi orang tua, diharapkan memberikan pengawasan ekstra terhadap kebutuhan dan keamanan anak-anak selama acara berlangsung.</p>
<p></p>
<p>"Kami berharap seluruh rangkaian perayaan dapat berjalan tertib, aman, dan penuh sukacita, sehingga pesan harmoni ini sampai kepada seluruh warga Surabaya," pungkas Tundjung. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Puting Beliung Terjang Bandara Juanda, Sejumlah Kendaraan dan Bangunan Dilaporkan Rusak</title>
<link>https://suarajatimpost.com/puting-beliung-terjang-bandara-juanda-sejumlah-kendaraan-dan-bangunan-dilaporkan-rusak</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/puting-beliung-terjang-bandara-juanda-sejumlah-kendaraan-dan-bangunan-dilaporkan-rusak</guid>
<description><![CDATA[ Sejumlah saksi mata melaporkan bahwa ranting pohon yang patah dan pohon tumbang menimpa deretan mobil pribadi serta taksi bandara. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202601/image_870x580_695f71aee9856.webp" length="31048" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 08 Jan 2026 16:30:48 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ryan Ramadhan</dc:creator>
<media:keywords>Cuaca Ekstrem, Puting Beliung, Angin, Hujan, Bandara Juanda, BMKG, Surabaya, Sidoarjo, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><b>SURABAYA, SJP </b>— Cuaca ekstrem kembali menghantam wilayah Jawa Timur. Fenomena angin puting beliung terpantau menerjang kawasan strategis Terminal 1 Bandara Internasional Juanda, Kecamatan Sedati, Kabupaten Sidoarjo, pada Kamis (8/1/2026) sore.</p>
<p></p>
<p>Peristiwa yang terjadi di tengah puncak musim hujan ini menyebabkan kerusakan pada infrastruktur bandara dan kendaraan yang sedang terparkir. </p>
<p></p>
<p>Berdasarkan rekaman video yang beredar luas di media sosial, angin kencang merobohkan sejumlah pohon peneduh serta menerbangkan material bangunan di area parkir terminal.</p>
<p></p>
<p>Sejumlah saksi mata melaporkan bahwa ranting pohon yang patah dan pohon tumbang menimpa deretan mobil pribadi serta taksi bandara. </p>
<p></p>
<p>Selain kerugian pada kendaraan bermotor, beberapa bagian bangunan di Terminal 1 juga mengalami kerusakan fisik.</p>
<p></p>
<p>Hingga saat ini, pihak terkait masih melakukan pendataan di lapangan. Belum ada pernyataan resmi mengenai total kerugian materiil maupun ada tidaknya korban jiwa dalam insiden tersebut.</p>
<p></p>
<p>Pihak BMKG Juanda mengonfirmasi bahwa fenomena tersebut merupakan angin puting beliung dengan intensitas tinggi. </p>
<p></p>
<p>Kecepatan angin yang tercatat saat kejadian dinilai cukup destruktif untuk area terbuka.</p>
<p></p>
<p>"Benar telah terjadi puting beliung. Berdasarkan data sementara, kecepatan angin saat kejadian mencapai sekitar 85 kilometer per jam," tulis pernyataan resmi BMKG Juanda saat dikonfirmasi, Kamis (8/1/2026).</p>
<p></p>
<p>Fenomena ini selaras dengan peringatan dini yang sebelumnya telah dirilis oleh Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) untuk periode Januari hingga Februari 2026. </p>
<p></p>
<p>Ketua Tim Operasional Kedaruratan BPBD Surabaya, Arif Sunandar Pranoto Negoro, menegaskan bahwa masyarakat harus tetap waspada karena puncak cuaca ekstrem masih berlangsung.</p>
<p></p>
<p>Meski kerusakan terjadi di area Terminal 1, pihak pengelola Bandara Internasional Juanda belum memberikan keterangan resmi terkait status operasional penerbangan. </p>
<p></p>
<p>Belum dapat dipastikan apakah bencana ini memicu penundaan (<em>delay</em>) jadwal penerbangan atau gangguan pada pelayanan penumpang di dalam terminal.</p>
<p></p>
<p>Kondisi terkini di lokasi menunjukkan petugas kebersihan dan keamanan bandara mulai melakukan evakuasi terhadap pohon tumbang guna memulihkan akses lalu lintas di area parkir.<b> (*) </b></p>
<p><b>Editor: Syaiful Aries</b></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Kasus Pesta Gay di Hotel Surabaya Segera Disidangkan, Jaksa Waspadai Pesta Ulang di Rutan</title>
<link>https://suarajatimpost.com/kasus-pesta-gay-di-hotel-surabaya-segera-disidangkan-jaksa-waspadai-pesta-ulang-di-rutan</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/kasus-pesta-gay-di-hotel-surabaya-segera-disidangkan-jaksa-waspadai-pesta-ulang-di-rutan</guid>
<description><![CDATA[ Kasus pesta seks sesama jenis di hotel Surabaya segera disidangkan, namun jaksa kini dihadapkan pada persoalan pelik penahanan 34 tersangka demi menjaga keamanan rutan. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202601/image_870x580_695f0c5293a89.webp" length="25366" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 08 Jan 2026 10:00:55 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ryan Ramadhan</dc:creator>
<media:keywords>Pesta Gay, Sesama Jenis, Gay, Hotel, Surabaya, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SURABAYA, SJP — </strong>Kasus pesta seks sesama jenis (gay) yang sempat menghebohkan publik di Surabaya kini memasuki babak baru.</p>
<p>Setelah berbulan-bulan dalam proses penyidikan, perkara yang melibatkan puluhan pria di salah satu hotel Kota Pahlawan itu dinyatakan lengkap dan siap bergulir ke meja hijau.</p>
<p>Diketahui sebelumnya, peristiwa tersebut terjadi pada Ahad, (19/10/2025), di sebuah hotel kawasan Ngagel, Surabaya, Jawa Timur. </p>
<p>Polisi menggerebek lokasi setelah menerima laporan warga yang curiga dengan aktivitas tidak biasa di hotel tersebut. Saat penggerebekan dilakukan, petugas mendapati puluhan pria berada dalam satu kamar dalam kondisi tanpa busana.</p>
<p>Kasat Samapta Polrestabes Surabaya, AKBP Erika Purwana Putra, menjelaskan bahwa pengungkapan kasus itu bermula dari keresahan masyarakat sekitar.</p>
<p>"Saat penggerebekan berlangsung, puluhan pria ditemukan tanpa busana dalam satu kamar yang sama. Mereka diduga tengah melakukan kegiatan tidak sesuai norma kesusilaan," ungkapnya.</p>
<p>Dalam operasi tersebut, polisi mengamankan sebanyak 34 orang. Selain itu, sejumlah barang bukti turut disita, mulai dari alat kontrasepsi, telepon genggam, hingga beberapa perangkat elektronik lainnya. </p>
<p>Dari hasil pendalaman, seluruh pria yang diamankan ditetapkan sebagai tersangka dengan peran yang berbeda-beda, mulai dari pendana, admin, pembantu, hingga peserta.</p>
<p>Setelah proses penyidikan rampung, Kejaksaan Negeri Surabaya menyatakan berkas perkara kasus pesta seks sesama jenis tersebut lengkap atau P21. Dengan demikian, perkara tersebut siap dilimpahkan ke pengadilan untuk disidangkan.</p>
<p><strong>Dilema Skema Penahanan 34 Tersangka</strong></p>
<p>Kasi Pidana Umum Kejari Surabaya, Ida Bagus Widnyana, menyebut bahwa meski jadwal sidang perdana belum ditetapkan, jaksa akan segera melaksanakan tahap dua, yakni pelimpahan tersangka dan barang bukti dari penyidik ke penuntut umum.</p>
<p>"Untuk penahanan masih kami pikirkan. Tidak mungkin para tersangka ini disatukan karena dikhawatirkan bisa terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, termasuk potensi pesta di dalam penjara," ucap Ida saat dikonfirmasi pada Kamis (8/1/2026).</p>
<p>Ia menjelaskan, banyaknya jumlah tersangka menjadi perhatian khusus kejaksaan dalam menentukan teknis penahanan.</p>
<p>Selain risiko keamanan internal, jaksa juga mempertimbangkan dampak jika para tersangka dicampur dengan tahanan lain di rumah tahanan.</p>
<p>"Jika dicampur dengan tahanan lainnya juga bisa mempengaruhi penghuni rutan," tambahnya.</p>
<p>Saat ini, Kejari Surabaya masih melakukan koordinasi intensif dengan pihak Rutan Kelas I Surabaya untuk menentukan skema penempatan dan pengamanan yang paling aman.</p>
<p>"Koordinasi dengan pihak rutan masih terus berjalan, mengingat jumlah tersangka mencapai 34 orang," pungkas Ida. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Pemkot Surabaya Perketat Implementasi Parkir Non&amp;Tunai, Jukir Intimidatif Bisa Dilaporkan</title>
<link>https://suarajatimpost.com/pemkot-surabaya-perketat-implementasi-parkir-non-tunai-jukir-intimidatif-bisa-dilaporkan</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/pemkot-surabaya-perketat-implementasi-parkir-non-tunai-jukir-intimidatif-bisa-dilaporkan</guid>
<description><![CDATA[ Pemkot Surabaya telah menyiapkan Satgas Anti-Premanisme untuk merespons laporan warga secara cepat jika menemukan oknum jukir yang terbukti melakukan pelanggaran seperti menolak pembayaran non-tunai. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202601/image_870x580_695f0c56a38c5.webp" length="32202" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 08 Jan 2026 09:00:53 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ryan Ramadhan</dc:creator>
<media:keywords>Juru Parkir, Jukir, Parkir, Non-tunai, Pemkot Surabaya, Eri Cahyadi, Surabaya, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SURABAYA, SJP — </strong>Di balik lembar karcis kecil yang mudah hilang, persoalan parkir masih jadi momok bagi warga Kota Surabaya. Dari tarif yang kadang meroket tak wajar hingga intimidasi dari oknum juru parkir yang tidak bertanggungjawab, persoalan parkir seakan sudah mengakar di Kota Pahlawan.</p>
<p></p>
<p>Merespons keresahan masyarakat yang kian meningkat, kini Pemerintah Kota Surabaya mengambil langkah tegas dengan memperluas penerapan sistem parkir non-tunai di seluruh wilayah kota.</p>
<p></p>
<p>Kebijakan tersebut tidak hanya ditujukan untuk memudahkan transaksi, tetapi juga sebagai upaya serius memberantas pungutan liar (pungli) dan praktik premanisme di sektor perparkiran.</p>
<p></p>
<p>Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menegaskan, sistem pembayaran parkir non-tunai sebenarnya sudah berjalan dan kini akan diperkuat secara menyeluruh. Ia mengimbau warga untuk mulai membiasakan diri bertransaksi secara digital saat membayar retribusi parkir.</p>
<p></p>
<p>"Parkir non-tunai sudah jalan. Maka saya mohon warga Surabaya, kalau membayar, itu saya imbau untuk non-tunai," tutur Eri saat dikonfirmasi pada Kamis (8/1/2026).</p>
<p></p>
<p>Menurut Eri, pembayaran non-tunai menjadi kunci transparansi sekaligus cara efektif menghilangkan prasangka negatif yang kerap muncul di lapangan. Dengan sistem digital, tidak ada lagi ruang untuk manipulasi tarif maupun setoran.</p>
<p></p>
<p>Ia juga menyoroti keluhan masyarakat terkait praktik pemaksaan tarif parkir yang tidak sesuai ketentuan. Karena itu, Eri meminta warga tidak ragu melapor jika menemukan juru parkir yang menolak pembayaran non-tunai atau melakukan intimidasi.</p>
<p></p>
<p>"Agar tidak ada lagi yang misalnya bayar tunai tapi dipaksa Rp10.000. Kalau warga membayar non-tunai ternyata ditolak atau diintimidasi, tolong laporkan ke Satgas Anti-Preman," tegasnya.</p>
<p></p>
<p>Pemkot Surabaya, lanjut Eri, telah menyiapkan Satgas Anti-Premanisme untuk merespons laporan warga secara cepat. Oknum jukir yang terbukti melanggar tidak akan diberi toleransi dan akan langsung dicopot.</p>
<p></p>
<p>"Langsung kita ambil jukirnya, kita ganti, kita copot," imbuh orang nomor satu di Surabaya itu.</p>
<p></p>
<p>Meski demikian, Eri menegaskan bahwa pembayaran tunai tetap diperbolehkan secara hukum. Hal itu lantaran penggunaan mata uang rupiah tidak boleh ditolak. Namun, ia menekankan bahwa setiap titik parkir wajib menyediakan pilihan pembayaran non-tunai bagi warga.</p>
<p></p>
<p>"Tapi kalau dia tetap membayar tunai, ya tetap boleh. Karena tidak boleh kita menolak rupiah. Tapi dengan catatan warga Surabaya punya pilihan untuk non-tunai," terang Eri.</p>
<p></p>
<p>Kebijakan parkir non-tunai itu dipastikan berlaku menyeluruh, baik untuk parkir tepi jalan umum (TJU) maupun area parkir yang masuk dalam kategori pajak parkir. Tidak ada pengecualian lokasi dalam penerapannya.</p>
<p></p>
<p>"Semuanya. Karena kita sudah minta kepada seluruh parkir yang ada di pajak parkir, itu non-tunai juga," ucapnya.</p>
<p></p>
<p>Eri mencontohkan penerapan sistem non-tunai di pusat perbelanjaan modern seperti Tunjungan Plaza dan Galaxy Mall yang dinilai berhasil. Selain memudahkan transaksi, sistem ini juga membantu pemerintah mengetahui jumlah kendaraan secara pasti.</p>
<p></p>
<p>Selain transparansi pendapatan daerah, sistem digital juga diyakini mampu meminimalkan konflik di lapangan, khususnya terkait jumlah setoran parkir yang kerap memicu perselisihan.</p>
<p></p>
<p>"Biar tidak ada gegeran (adu mulut) perkara jumlah," sebut Eri </p>
<p></p>
<p>Memasuki tahun 2026, Pemkot Surabaya menetapkan penguatan sistem parkir non-tunai sebagai salah satu program prioritas. Berdasarkan hasil polling, mayoritas warga Surabaya dinilai sudah nyaman dan terbiasa dengan transaksi digital.</p>
<p></p>
<p>"Ini sesuatu yang baru yang kita perkuat di tahun 2026. Karena mayoritas warga sudah melakukan non-tunai, maka semuanya harus kita fasilitasi. Ada pilihan non-tunai dan ada tunai," pungkas Wali Kota Surabaya. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Cuaca Ekstrem Awal Tahun 2026, Surabaya Diterpa Bencana Hidrometeorologi</title>
<link>https://suarajatimpost.com/cuaca-ekstrem-awal-tahun-2026-surabaya-diterpa-bencana-hidrometeorologi</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/cuaca-ekstrem-awal-tahun-2026-surabaya-diterpa-bencana-hidrometeorologi</guid>
<description><![CDATA[ Hujan deras mengawali 2026 di Surabaya sesuai dengan peringatan dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) terkait cuaca ekstrem yang akan melanda wilayah tersebut pada Januari–Februari. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202601/image_870x580_695e4d5e2a478.webp" length="73350" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 07 Jan 2026 20:50:01 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ryan Ramadhan</dc:creator>
<media:keywords>Banjir, Simo, Basarnas, BPDB Surabaya, 112, Surabaya, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SURABAYA, SJP -</strong> Hujan seolah tak memberi jeda bagi Kota Surabaya di awal tahun 2026. Sejak beberapa hari pertama Januari, intensitas hujan sedang hingga tinggi kerap mengguyur, meninggalkan genangan di sejumlah ruas jalan dan memicu rangkaian bencana hidrometeorologi di berbagai wilayah kota.</p>
<p>Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Surabaya mencatat, dalam sepekan pertama tahun ini, laporan kejadian terus berdatangan ke Command Center 112. Bencana yang ditangani meliputi genangan air, pohon tumbang, hingga atap rumah roboh, seiring cuaca ekstrem yang diprediksi berlangsung hingga Februari.</p>
<p>Ketua Tim Operasional Kedaruratan BPBD Surabaya, Arif Sunandar Pranoto Negoro, mengatakan kondisi tersebut sesuai dengan peringatan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) terkait cuaca ekstrem pada Januari–Februari.</p>
<p>"Seperti yang disampaikan BMKG betul, ini laporan yang masuk ke Command Center terkait dengan cuaca ekstrem," kata Arif, Rabu (7/1/2026).</p>
<p>Ia mengungkapkan, kejadian paling parah terjadi pada Minggu (4/1/2026) lalu. Dalam satu hari saja, BPBD menerima 24 laporan pohon tumbang di berbagai titik Surabaya. Selain itu, terdapat dua kejadian atap rumah roboh yang mayoritas disebabkan oleh kondisi struktur bangunan yang sudah lapuk.</p>
<p>"Kalau atap roboh ada 2 kejadian, atap roboh itu kebanyakan biasanya atapnya, yang ambruk karena struktur, struktur kayunya sudah lapuk," ujarnya.</p>
<p>Menurut Arif, musim hujan meningkatkan risiko atap rumah roboh karena berat genteng bertambah signifikan setelah menyerap air hujan dalam waktu lama. Beban tersebut kerap tidak mampu ditahan oleh rangka atap yang sudah melemah.</p>
<p>"Ketika musim kemarau berat genteng misalnya hanya satu kilogram, saat musim hujan beratnya bisa berkali-kali lipat," katanya.</p>
<p>BPBD juga memetakan wilayah dengan tingkat kerawanan tertinggi. Surabaya Barat disebut sebagai kawasan paling rawan bencana hidrometeorologi, khususnya genangan dan luapan sungai.</p>
<p>"Titik paling rawan di Surabaya Barat, Simo Kalangan. Ketika hujan deras pasti kita harus jaga di sana," jelas Arif.</p>
<p>Selain Simo Kalangan, genangan juga masih kerap terjadi di kawasan Ciwo dan Wiyung. Untuk menekan dampak, BPBD mengoptimalkan sistem pra-bencana melalui data cuaca BMKG yang terintegrasi di Command Center 112. </p>
<p>Melalui sistem tersebut, petugas dapat mengetahui potensi hujan deras satu hingga dua jam sebelum awan Cumulonimbus memasuki wilayah Surabaya, sehingga langkah antisipasi bisa dilakukan lebih awal.</p>
<p><strong>Basarnas Tingkatkan Kewaspadaan</strong></p>
<p>Seiring kondisi tersebut, Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Surabaya turut meningkatkan kewaspadaan menghadapi musim hujan di awal 2026. Curah hujan tinggi menyebabkan debit air meningkat dan mengalir deras di sejumlah ruas jalan serta kawasan permukiman.</p>
<p>"Curah hujan tinggi mengakibatkan genangan di jalan raya dan kawasan permukiman. Debit air cukup besar dan mengalir deras di sejumlah ruas jalan," ungkap Kepala Basarnas Surabaya, Nanang Sigit.</p>
<p>Nanang menegaskan, Basarnas langsung melakukan pemantauan sejak hujan mulai turun. Pemantauan dilakukan untuk memastikan kondisi tetap aman dan mengantisipasi potensi kejadian darurat.</p>
<p>"Basarnas Surabaya langsung melakukan pemantauan situasi di lapangan. Pemantauan dilakukan sejak hujan mulai turun," ujarnya.</p>
<p>Meski sejumlah wilayah terdampak genangan, Nanang memastikan tidak ada permintaan evakuasi dari masyarakat. Hingga kini, tidak ditemukan warga yang terisolasi akibat banjir. Namun, potensi hujan lanjutan tetap diantisipasi dengan pemantauan intensif di daerah cekungan, aliran sungai, parit, serta lokasi rawan longsor.</p>
<p>"Daerah cekungan, aliran sungai, parit, serta lokasi rawan longsor menjadi perhatian," kata Nanang.</p>
<p>Basarnas juga mengimbau masyarakat untuk turut berperan dalam pencegahan risiko bencana, mulai dari membersihkan saluran air yang tersumbat sampah, menghindari aktivitas di sungai saat hujan deras, hingga memeriksa kondisi atap rumah dan instalasi listrik.</p>
<p>"Kerusakan dapat menimbulkan risiko runtuh atau korsleting," ucapnya.</p>
<p>Untuk menghadapi kemungkinan kondisi darurat, Basarnas Surabaya meningkatkan kesiapsiagaan dengan menyiagakan lebih banyak personel serta memastikan peralatan dan perlengkapan penanganan bencana siap digunakan. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Jatim Catat Kasus Superflu Terbanyak, Surabaya Siaga Meski Masih Nihil Laporan</title>
<link>https://suarajatimpost.com/jatim-catat-kasus-superflu-terbanyak-surabaya-siaga-meski-masih-nihil-laporan</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/jatim-catat-kasus-superflu-terbanyak-surabaya-siaga-meski-masih-nihil-laporan</guid>
<description><![CDATA[ Meski Jawa Timur mencatat kasus superflu terbanyak nasional, Surabaya masih nihil laporan. Namun Pemkot memilih siaga penuh dengan skrining ketat dan penguatan layanan kesehatan tanpa memicu kepanikan. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202601/image_870x580_695e387576a58.webp" length="6968" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 07 Jan 2026 18:33:49 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ryan Ramadhan</dc:creator>
<media:keywords>Superflu, Suoer Flu, Eri Cahyadi, Kemenkes, Pemkot Surabaya, Dinkes Surabaya, Pemprov Jatim, Jawa Timur, Surabaya, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SURABAYA, SJP —</strong> Kementerian Kesehatan RI mencatat Jawa Timur sebagai provinsi dengan jumlah kasus influenza A (H3N2) subclade K atau yang populer disebut superflu terbanyak di Indonesia. Dari total 62 kasus yang terdeteksi secara nasional hingga akhir Desember 2025, 23 kasus diantaranya ditemukan di wilayah Jawa Timur. </p>
<p>Kota Surabaya sendiri hingga kini belum mencatat satu pun kasus. Kendati masih nihil, Pemerintah Kota Surabaya menegaskan tetap bersiaga tanpa menciptakan kepanikan di tengah masyarakat.</p>
<p>Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi menjelaskan bahwa Pemkot memilih langkah antisipatif dengan memperkuat skrining kesehatan dan kesiapsiagaan layanan, terutama pascalibur Natal dan Tahun Baru (Nataru) yang identik dengan mobilitas masyarakat tinggi.</p>
<p>"Hingga saat ini belum ada laporan resmi. Namun kami tetap memberikan imbauan kepada warga yang merayakan libur Nataru, baik di tempat hiburan lokal maupun yang baru kembali dari luar negeri," terang Eri, Rabu (7/1/2026).</p>
<p>Orang nomor satu di Surabaya itu menyebut, skrining ketat diterapkan khususnya bagi pelaku perjalanan internasional, termasuk pemeriksaan suhu tubuh dan kondisi kesehatan saat kedatangan. </p>
<p>Langkah tersebut dilakukan sebagai upaya deteksi dini terhadap berbagai potensi penyakit menular, termasuk influenza varian baru. Sementara untuk mobilitas dalam negeri, Pemkot menekankan pentingnya kesadaran masyarakat untuk segera memeriksakan diri jika merasakan gejala flu.</p>
<p>"Kami berharap masyarakat memiliki kesadaran sendiri. Jika merasa kondisi tubuh kurang sehat, seperti demam, batuk, atau gejala flu lainnya, segera melapor ke fasilitas kesehatan terdekat," pesannya.</p>
<p>Selain skrining, Pemkot Surabaya juga menyiagakan seluruh puskesmas serta memperkuat koordinasi dengan rumah sakit. Seluruh fasilitas kesehatan diminta segera melaporkan apabila menemukan pasien dengan gejala penyakit menular agar dapat dilakukan pemeriksaan dan penanganan lanjutan secara cepat.</p>
<p>Sejalan dengan itu, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Surabaya memastikan hingga kini belum ditemukan pasien terpapar superflu. Meski demikian, langkah antisipatif dilakukan secara aktif dan berkelanjutan melalui penguatan surveilans penyakit pernapasan.</p>
<p>"Langkah tersebut meliputi penguatan surveilans kesehatan dan pemantauan kasus ISPA dan influenza di seluruh fasilitas pelayanan kesehatan, peningkatan kesiapsiagaan puskesmas dan rumah sakit, serta penerapan standar Pencegahan dan Pengendalian Infeksi," sebut Kepala Dinkes Surabaya Nanik Sukristina.</p>
<p>Nanik menjelaskan, sistem deteksi dini dan pelaporan cepat telah berjalan dengan pencatatan dan analisis kasus penyakit pernapasan secara harian. Jika ditemukan pasien dengan gejala flu berat atau tidak biasa, fasilitas kesehatan diwajibkan melakukan skrining lanjutan dan melaporkannya melalui sistem resmi dalam waktu kurang dari 24 jam.</p>
<p>"Jika ditemukan pasien dengan gejala flu berat atau tidak biasa, fasilitas kesehatan wajib melakukan skrining lanjutan dan melaporkannya melalui sistem pelaporan resmi," imbuhnya.</p>
<p>Nanik juga menegaskan bahwa istilah superflu bukan istilah medis resmi. Istilah tersebut digunakan untuk menggambarkan influenza atau infeksi saluran pernapasan akut dengan gejala yang dirasakan lebih berat atau penyebarannya relatif cepat. </p>
<p>Masyarakat diminta tetap tenang, tidak mudah percaya informasi yang belum jelas sumbernya, serta menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat.</p>
<p><strong>Gubernur Jatim Sebut Jatim Terkendali</strong></p>
<p>Sebelumnya, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa juga menegaskan bahwa kondisi influenza A (H3N2) subclade K di Jawa Timur masih terkendali dan tidak menunjukkan peningkatan tingkat keparahan dibandingkan varian influenza lainnya. </p>
<p>Pemerintah Provinsi Jawa Timur terus melakukan pemantauan melalui surveilans ILI dan SARI serta pemeriksaan laboratorium rujukan.</p>
<p>“Kami ingin menegaskan kepada masyarakat bahwa virus influenza A (H3N2) subclade K tidak berbahaya dan tidak mematikan. Masyarakat tidak perlu panik, namun harus tetap waspada dengan menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat," ucap Khofifah pada Senin (5/1/2026) lalu.</p>
<p>Pemprov Jatim juga mengimbau masyarakat untuk disiplin menerapkan etika batuk, penggunaan masker di ruang tertutup atau kerumunan, serta mempertimbangkan vaksin influenza bagi kelompok berisiko. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor: Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Diduga Pakai Akta Bermasalah, Nenek Elina Kembali Laporkan Samuel CS ke Polda Jatim</title>
<link>https://suarajatimpost.com/diduga-pakai-akta-bermasalah-nenek-elina-kembali-laporkan-samuel-cs-ke-polda-jatim</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/diduga-pakai-akta-bermasalah-nenek-elina-kembali-laporkan-samuel-cs-ke-polda-jatim</guid>
<description><![CDATA[ Kuasa hukum nenek Elina menyebut peran aparat kelurahan dan notaris turut menjadi perhatian karena berkaitan langsung dengan penerbitan Letter C dan akta jual beli yang diduga palsu. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202601/image_870x580_695e2a92dc74d.webp" length="67334" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 07 Jan 2026 17:29:50 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ryan Ramadhan</dc:creator>
<media:keywords>Nenek Elina, Ormas, Rumah Dibongkar, Pengusiran Paksa, Surabaya, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SURABAYA, SJP - </strong>Polemik pengusiran paksa dan perobohan rumah yang dialami Elina Widjajanti belum menemui titik akhir. </p>
<p>Nenek berusia 80 tahun asal Surabaya itu kembali mendatangi Polda Jawa Timur untuk melaporkan dugaan tindak pidana baru, kali ini terkait pemalsuan dokumen kepemilikan tanah dan rumahnya di kawasan Dukuh Kuwukan, Kecamatan Sambikerep.</p>
<p>Laporan tertanggal 6 Januari 2026 yang masuk ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polda dengan nomor LP/B/18/1/2026/SPKT/Polda Jawa Timur itu menyoroti dugaan pemalsuan surat Letter C serta akta jual beli yang dijadikan dasar pengusiran dan perobohan rumahnya.</p>
<p>Kuasa hukum Elina, Wellem Mintarja, menjelaskan bahwa laporan terbaru ini berangkat dari temuan kejanggalan serius dalam administrasi pertanahan objek sengketa. Menurutnya, tanah dan rumah yang selama ini ditempati Elina tidak pernah diperjualbelikan kepada pihak mana pun.</p>
<p>"Kami laporkan dugaan pemalsuan surat. Ada beberapa yang kami laporkan. Dokumen mengenai objek tanah di Kuwukan yang sekarang sudah rata dengan tanah," ujar Wellem, Rabu (7/1/2026).</p>
<p>Wellem menuturkan, dokumen kepemilikan tanah tersebut sejak awal tercatat dalam surat Letter C atas nama Elisa Irawati, kakak kandung Elina. Elisa diketahui telah meninggal dunia pada tahun 2017. </p>
<p>Namun, dalam perjalanan waktu, tim hukum menemukan adanya pencoretan Letter C dan muncul nama pihak lain sebagai pemilik baru.</p>
<p>Keanehan semakin terlihat ketika pencoretan tersebut disebut-sebut didasarkan pada akta jual beli yang dibuat pada 2025, sementara akta tersebut bersumber dari surat kuasa jual tahun 2014. Padahal, Elisa Irawati telah meninggal dunia sebelum transaksi itu terjadi.</p>
<p>"Awalnya atas nama Bu Elisa Irawati. Pencoretannya didasarkan pada akta jual beli tahun 2025, sementara akta jual beli itu bersumber dari surat kuasa jual tahun 2014. Sedangkan Bu Elisa meninggal pada 2017," jelas Wellem.</p>
<p>"Orang yang sudah meninggal tidak mungkin melakukan jual beli. Itu yang kami duga sebagai pemalsuan," tegasnya.</p>
<p>Dalam laporan tersebut, tim kuasa hukum Elina melaporkan sedikitnya lima orang, salah satunya Samuel Adi Kristanto, yang sebelumnya disebut sebagai otak di balik aksi pengusiran dan perobohan rumah Elina.</p>
<p>Selain itu, Wellem menyebut peran aparat kelurahan dan notaris turut menjadi perhatian karena berkaitan langsung dengan penerbitan Letter C dan akta jual beli. Meski demikian, dugaan keterlibatan unsur tersebut masih menunggu pendalaman penyidik.</p>
<p>"Jika nantinya ditemukan adanya dugaan pemalsuan pada produk yang dikeluarkan oleh notaris atau kelurahan, tentu akan kami laporkan sesuai prosedur hukum," kata Wellem.</p>
<p>Laporan dugaan pemalsuan itu disertai sejumlah dokumen pendukung, mulai dari surat ahli waris, kutipan Letter C, hingga dokumen administrasi lainnya. </p>
<p>Tim hukum Elina juga menyinggung kemungkinan adanya penghilangan dokumen penting, meski fokus utama laporan saat ini masih pada dugaan pemalsuan surat dan akta autentik.</p>
<p>Atas laporan tersebut, para terlapor diduga melanggar Pasal 391, Pasal 392, dan Pasal 394 KUHP sebagaimana diatur dalam UU Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP, yang mengatur tentang pemalsuan surat dan keterangan palsu dalam akta autentik.</p>
<p>Sementara itu, Elina kembali menegaskan bahwa dirinya tidak pernah menjual rumah maupun tanah yang selama ini ditempatinya. Ia berharap, melalui proses hukum yang sedang berjalan, hak kepemilikan tanah dapat dipulihkan sesuai data awal.</p>
<p>"Enggak pernah menjual. Harapan saya sederhana, tanah itu dikembalikan seperti semula atas nama kakak saya, Elisa," ucap Elina.</p>
<p><strong>Kronologi Awal Kasus</strong></p>
<p>Sebagai informasi, kasus ini bermula pada 6 Agustus 2025, ketika Elina Widjajanti diusir secara paksa dari rumahnya di Jalan Dukuh Kuwukan Nomor 27, Kelurahan Lontar, Kecamatan Sambikerep, Surabaya. </p>
<p>Aksi tersebut dilakukan oleh sekelompok orang yang dipimpin Samuel Adi Kristanto, dengan dalih memiliki dasar akta jual beli atas rumah dan tanah tersebut.</p>
<p>Dalam peristiwa itu, Elina diseret keluar dari rumahnya. Beberapa hari berselang, tepatnya 15 Agustus 2025, rumah Elina disegel dan kemudian dirobohkan hingga rata dengan tanah.</p>
<p>Atas kejadian tersebut, Elina melaporkan dugaan pengusiran paksa dan perusakan rumah ke Polda Jawa Timur dengan nomor LP/B/1546/X/2025/SPKT/Polda Jawa Timur pada 29 Oktober 2025. </p>
<p>Penyidikan kasus itu berujung pada penetapan dan penahanan Samuel Adi Kristanto dan Yasin sebagai tersangka pada 30 Desember 2025, disusul penetapan tersangka terhadap WE dan SY. Kini, dengan laporan baru terkait dugaan pemalsuan dokumen pertanahan, kasus yang menimpa Nenek Elina memasuki babak lanjutan. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Sempat Bilang Akan Beri Kejutan, Polemik Armuji–Madas Berakhir Damai</title>
<link>https://suarajatimpost.com/sempat-bilang-akan-beri-kejutan-polemik-armujimadas-berakhir-damai</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/sempat-bilang-akan-beri-kejutan-polemik-armujimadas-berakhir-damai</guid>
<description><![CDATA[ Sempat menyebut akan memberi kejutan usai dilaporkan, Wakil Wali Kota Surabaya Armuji akhirnya meminta maaf dan mengakhiri polemik dengan Ormas Madas melalui mediasi damai. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202601/image_870x580_695cefe16b0e4.webp" length="33578" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Tue, 06 Jan 2026 20:21:56 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ryan Ramadhan</dc:creator>
<media:keywords>Armuji, Madura Asli Sedarah, Madas Ormas, Cak Ji, Surabaya, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SURABAYA, SJP - </strong>Setelah sebelumnya menanggapi laporan hukum dengan santai dan menyebut akan memberi “kejutan”, Wakil Wali Kota Surabaya Armuji memilih jalur damai atas polemiknya dengan Organisasi Kemasyarakatan (Ormas) Madura Asli Sedarah (Madas).</p>
<p>Kedua belah pihak sepakat menyelesaikan persoalan melalui dialog dan saling menyampaikan permintaan maaf. Kesepakatan damai tersebut tercapai dalam mediasi yang digelar di Universitas Dr. Soetomo (Unitomo), Surabaya, Selasa (6/1/2026). </p>
<p>Dalam pertemuan itu, Armuji secara terbuka mengakui kekhilafannya saat menyebut nama Ormas Madas dalam video sidak kasus pengusiran paksa Nenek Elina yang sempat viral di media sosial.</p>
<p>"Berulang kali saya mengatakan, tetapi mungkin ada kekhilafan saya. Kekhilafan saya. Karena setelah saya dialog sama si Iwan, sama Bu Joni, saya bolak-balik ngomong ormas, oknum, oknum ormas, oknum," tutur Armuji, Selasa (6/1/2026).</p>
<p>Armuji menjelaskan, polemik bermula ketika dirinya menerima laporan terkait pengusiran paksa terhadap Nenek Elina di Jalan Dukuh Kuwuhan 27, Kelurahan Lontar, Kecamatan Sambikerep. </p>
<p>Laporan tersebut mendorongnya melakukan inspeksi mendadak untuk mengetahui kondisi di lapangan sekaligus mencari solusi atas persoalan yang dialami keluarga Nenek Elina.</p>
<p>Ia mengungkapkan, saat sidak berlangsung, dirinya berdialog dengan Nenek Elina, tersangka Samuel, serta RT/RW setempat. Dari keterangan di lokasi, muncul dugaan bahwa pengusiran dilakukan oleh sekelompok orang yang disebut sebagai oknum ormas, yang kemudian memicu penyebutan nama Madas dalam video sidak.</p>
<p>"Nah, dengan pernyataan kekhilafan saya itu menyebut ada logo Madas di baju oknum yang mengusir Nenek Elina, maka saya mohon maaf. Namanya orang khilaf, tidak ada maksud lain karena 10 kali saya menyebut oknum," imbuh Armuji.</p>
<p>Armuji juga mengakui bahwa sebagai pejabat publik, pernyataannya sangat rentan disalahartikan dan berpotensi mendiskreditkan pihak tertentu, bahkan bisa berkembang menjadi sentimen yang sensitif di masyarakat.</p>
<p>"Tetapi hati kecil saya tidak ada niatan apapun untuk ke arah sana. Saya mohon maaf yang sebesar-besarnya supaya hal semacam ini menjadi pembelajaran kita semua," ujarnya.</p>
<p>Sebelumnya, Ormas Madas melaporkan akun media sosial Armuji ke Polda Jawa Timur atas dugaan pelanggaran Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE). Laporan tersebut tercatat dengan Nomor LP/B/10/1/2026/SPKT/Polda Jawa Timur pada Senin, 5 Januari 2026.</p>
<p>Namun, setelah proses klarifikasi dan mediasi, Ormas Madas memastikan persoalan tersebut telah selesai dan sepakat untuk mencabut laporan hukum yang telah dilayangkan.</p>
<p>"Ini sudah clear semuanya, sesegera mungkin Ormas Madas akan mencabut laporan di Polda Jatim, karena baru kemarin perkaranya dilaporkan. Semoga ini menjadi klarifikasi dan penjelasan," tukas Ketua Umum DPP Madas, Muhammad Taufik. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Armuji “No Comment” Usai Dilaporkan Madas ke Polda Jatim, Janjikan Kejutan Hari Ini</title>
<link>https://suarajatimpost.com/armuji-no-comment-usai-dilaporkan-madas-ke-polda-jatim-janjikan-kejutan-hari-ini</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/armuji-no-comment-usai-dilaporkan-madas-ke-polda-jatim-janjikan-kejutan-hari-ini</guid>
<description><![CDATA[ Dilaporkan Ormas Madas ke Polda Jatim, Wakil Wali Kota Surabaya Armuji memilih “no comment” dan justru menjanjikan kejutan, menambah panas polemik sidak rumah Nenek Elina. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202601/image_870x580_695cd838e8d55.webp" length="39714" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Tue, 06 Jan 2026 18:14:58 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ryan Ramadhan</dc:creator>
<media:keywords>Armuji, Madura Asli Sedarah, Madas Ormas, Cak Ji, Surabaya, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SURABAYA, SJP - </strong>Wakil Wali Kota Surabaya, Armuji, akhirnya memberikan respons atas pelaporan dirinya ke Polda Jawa Timur oleh Organisasi Masyarakat (Ormas) Madura Asli Sedarah (Madas). Dengan sikap santai, Armuji memilih tidak banyak berbicara dan justru menyebut akan ada “kejutan” terkait kasus tersebut.</p>
<p>Sebelum respons Armuji muncul ke publik, polemik itu lebih dulu bergulir panjang melalui pelaporan hukum dan kritik terbuka dari Ormas Madas terhadap aktivitas inspeksi mendadak (sidak) yang sekaligus dijadikan konten sosmed orang nomor dua di Kota Surabaya itu.</p>
<p><strong>Konten Dianggap Menyudutkan</strong></p>
<p>Ormas Madura Asli Sedarah (Madas) secara resmi melaporkan Armuji ke Polda Jawa Timur pada Senin, 5 Januari 2026. Laporan tersebut dilayangkan buntut dari konten video sidak Armuji ke rumah Nenek Elina yang diunggah melalui akun media sosial Instagram, TikTok, dan YouTube @CakJ1.</p>
<p>Ketua Umum DPP Madas, Muhammad Taufik, menilai video sidak tersebut tidak sekadar menampilkan kepedulian sosial, melainkan sarat dengan framing yang menyudutkan organisasi Madas dan berpotensi membentuk persepsi negatif di masyarakat.</p>
<p>Selain itu, Madas juga menilai sidak yang dilakukan Armuji tidak berorientasi pada penyelesaian masalah, melainkan justru memperkeruh keadaan. Taufik bahkan mempertanyakan mekanisme sidak seorang wakil wali kota, yang menurutnya bersifat pasif dan seharusnya dilakukan dengan sepengetahuan wali kota.</p>
<p>"Wakil itu sifatnya pasif. Kalau dibaca dalam hukum tata negara dan hukum administrasi negara, setiap tindak tanduknya harus ada laporan kepada wali kota," kata Taufik, Senin (5/1/2026) kemarin.</p>
<p>Lebih jauh, Taufik menduga aktivitas sidak Armuji sarat dengan kepentingan politik dan pencitraan pribadi.</p>
<p>"Kami menilai jangan-jangan ini gerakan politik untuk menaikkan popularitas. Apakah jangan-jangan ada nafsu politik? Ingin ke Surabaya 1," ujarnya.</p>
<p>Atas dasar itu, Madas tidak hanya menempuh jalur hukum, tetapi juga mengadukan Armuji ke DPRD Surabaya dan meminta dilakukan evaluasi menyeluruh terhadap kinerjanya, bahkan hingga mengusulkan pergantian Wakil Wali Kota Surabaya.</p>
<p>Dalam laporan ke polisi, Madas menjerat Armuji dengan Pasal 28 Ayat (3) juncto Pasal 45 Ayat (3) Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE). </p>
<p>Mereka menilai konten yang diunggah Armuji telah mengaitkan tindakan individu dalam kasus Nenek Elina dengan keterlibatan Ormas Madas secara kelembagaan.</p>
<p>Menurut Taufik, tudingan tersebut tidak berdasar, sebab kaus merah yang dikenakan salah satu tersangka tidak memuat logo atau identitas resmi Madas.</p>
<p>"Framing tersebut kian menguat karena adanya partisipasi tokoh publik pejabat pemerintah setempat, yakni Wakil Wali Kota Surabaya Armuji yang diduga secara berlebihan mengaitkan kasus tersebut dengan keterlibatan Ormas Madas Sedarah secara keorganisasian," ujar Taufik.</p>
<p>Laporan tersebut telah diterima Polda Jatim dengan Nomor LP/B/10/I/2025/SPKT/Polda Jawa Timur.</p>
<p><strong>Armuji <em>No Comment</em> dan Janji Kejutan</strong></p>
<p>Sehari setelah pelaporan tersebut, Armuji akhirnya ditemui awak media di Rumah Dinas Wakil Wali Kota Surabaya, Selasa (6/1/2026). Namun, alih-alih memberikan klarifikasi panjang, Armuji memilih bersikap singkat.</p>
<p>"<em>No comment ya, no comment </em>aku," ujar Armuji.</p>
<p>Meski enggan menanggapi substansi laporan hukum yang diarahkan kepadanya, Armuji justru melempar pernyataan yang memancing perhatian publik. Ia menyebut akan ada kejutan terkait kasus tersebut pada hari yang sama.</p>
<p>"Nanti saja, bakal ada kejutan soal itu," ucapnya.</p>
<p>Hingga berita ini ditulis, Armuji belum menjelaskan lebih lanjut maksud dari “kejutan” yang dimaksud. Sementara itu, polemik antara Wakil Wali Kota Surabaya dan Ormas Madas terus menjadi sorotan, tidak hanya dalam ranah hukum, tetapi juga politik dan etika pemerintahan daerah. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Penumpang KA Daop 8 Surabaya Meningkat 10,5 Persen pada Nataru 2025/2026</title>
<link>https://suarajatimpost.com/penumpang-ka-daop-8-surabaya-meningkat-105-persen-pada-nataru-20252026</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/penumpang-ka-daop-8-surabaya-meningkat-105-persen-pada-nataru-20252026</guid>
<description><![CDATA[ Berdasarkan data resmi KAI Daop 8, sepanjang periode 18 Desember 2025 hingga 4 Januari 2026, total sebanyak 837.240 penumpang telah menggunakan layanan kereta api. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202601/image_870x580_695c95907a20b.webp" length="53182" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Tue, 06 Jan 2026 11:50:00 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ryan Ramadhan</dc:creator>
<media:keywords>Kereta Api Indonesia, KAI, Daop 8, Nataru, Libur Nataru, Surabaya, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><b>SURABAYA, SJP </b>— PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi (Daop) 8 Surabaya mencatat tren positif pada masa angkutan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru). </p>
<p>Meski periode angkutan resmi telah ditutup pada Ahad (4/1/2026), volume penumpang tercatat mengalami kenaikan signifikan sebesar 10,5 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.</p>
<p>Berdasarkan data resmi KAI Daop 8, sepanjang periode 18 Desember 2025 hingga 4 Januari 2026, total sebanyak 837.240 penumpang telah menggunakan layanan kereta api. </p>
<p>Angka tersebut terdiri atas 429.774 penumpang keberangkatan dan 407.466 penumpang kedatangan.</p>
<p>Manager Humas KAI Daop 8 Surabaya, Mahendro Trang Bawono, mengungkapkan bahwa aktivitas di sejumlah stasiun masih terpantau padat meski masa libur telah usai. </p>
<p>Fenomena ini menunjukkan adanya pergeseran waktu perjalanan masyarakat yang memilih kembali setelah puncak arus balik.</p>
<p>"Berdasarkan data sementara pada Senin (5/1), terdapat 39.566 penumpang yang memanfaatkan layanan kami. Dari jumlah tersebut, angka kedatangan masih mendominasi dengan 23.600 penumpang, sementara keberangkatan tercatat 15.966 penumpang," ujar Mahendro saat dikonfirmasi, Selasa (6/1/2026).</p>
<p>Menurut Mahendro, tingginya volume penumpang tiba menjadi indikator kuat bahwa sisa arus balik masyarakat masih berlangsung hingga awal pekan ini.</p>
<p>Selama masa angkutan Nataru 2025/2026, tiga stasiun di wilayah Daop 8 mencatatkan volume penumpang tertinggi: Stasiun Surabaya Gubeng tercatat sebanyak 251.587 penumpang; Stasiun Surabaya Pasarturi sebanyak 238.073 penumpang; Stasiun Malang tercatat sebanyak 146.823 penumpang.</p>
<p>Peningkatan sebesar 10,5 persen ini dinilai sebagai bentuk meningkatnya kepercayaan publik terhadap transportasi rel yang dinilai lebih tepat waktu dan nyaman. </p>
<p>Mahendro menegaskan bahwa KAI tetap memprioritaskan aspek keselamatan dan ketepatan jadwal meski volume penumpang berada di atas rata-rata harian.</p>
<p>"Capaian ini merupakan hasil optimalisasi sarana, prasarana, serta koordinasi intensif dengan pemangku kepentingan terkait. Kami berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas layanan demi menghadirkan transportasi publik yang andal dan berkelanjutan," pungkasnya.<b> (*) </b></p>
<p><b>Editor: Syaiful Aries</b></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Tak Perlu ke Eropa, Mahasiswa UKWMS Belajar Budaya Musim Dingin Lewat Festival</title>
<link>https://suarajatimpost.com/tak-perlu-ke-eropa-mahasiswa-ukwms-belajar-budaya-musim-dingin-lewat-festival</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/tak-perlu-ke-eropa-mahasiswa-ukwms-belajar-budaya-musim-dingin-lewat-festival</guid>
<description><![CDATA[ Belajar budaya musim dingin kini tak perlu ke luar negeri, UKWMS menghadirkan pengalaman winter ala Eropa lewat Winter Festival yang dikemas interaktif dan terbuka untuk umum. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202601/image_870x580_695bb932ce29a.webp" length="26998" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 05 Jan 2026 21:47:29 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ryan Ramadhan</dc:creator>
<media:keywords>Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya, UKWMS, Budaya, Surabaya, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SURABAYA, SJP - </strong>Keberagaman budaya dari berbagai negara di dunia selalu menarik untuk dipelajari, mulai dari tradisi, kebiasaan sehari-hari, hingga perayaan musiman yang sarat makna. Namun, tidak semua orang memiliki kesempatan untuk pergi ke luar negeri dan mengalami langsung kehidupan lintas budaya tersebut. </p>
<p>Di sinilah peran institusi pendidikan menjadi penting, menghadirkan pengalaman internasional ke dalam ruang belajar agar mahasiswa tetap dapat memahami dunia secara lebih luas.</p>
<p>Upaya itulah yang dilakukan Laboratorium <em>Self Access Center </em>(SAC) Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya (UKWMS) melalui gelaran Winter Festival bertema <em>The Magic of Warmth in Cold. </em></p>
<p>Kegiatan tersebut merupakan bagian dari program Seasonal Celebration yang digelar pada Jumat (5/12/2026) di Auditorium St. Albertus, UKWMS Kampus Kalijudan. </p>
<p>Festival itu dirancang untuk memperkaya wawasan budaya mahasiswa dengan mengadaptasi perayaan musim dingin yang umum dirayakan di berbagai negara Barat.</p>
<p>Koordinator SAC, Clementin Kortisarom, menjelaskan bahwa Winter Festival dikemas tidak hanya sebagai acara hiburan, tetapi juga sebagai sarana pembelajaran lintas budaya yang interaktif. </p>
<p>Dalam pelaksanaannya, festival tersebut menghadirkan tiga sub acara utama, yakni cultural insight, cooking competition berupa dekorasi kue, serta kegiatan Secret Santa yang identik dengan tradisi musim dingin.</p>
<p>"Winter Festival ini memiliki tiga sub acara, yakni cultural insight, cooking competition – cookies decoration, dan Secret Santa. Selain untuk mahasiswa, acara ini juga terbuka untuk umum maupun siswa SMA/SMK," ucap Clementin, Senin (5/1/2026).</p>
<p>Untuk memperkuat atmosfer musim dingin, panitia secara khusus mengatur suhu ruangan agar menyerupai kondisi winter di luar negeri. Para peserta juga diminta mengenakan pakaian musim dingin, sementara minuman cokelat panas disajikan untuk melengkapi pengalaman sensorik yang mendukung suasana festival. </p>
<p>"Pendekatan seperti ini tujuannya guna membuat peserta seolah merasakan langsung perayaan musim dingin tanpa harus meninggalkan Indonesia," tutur Clementin.</p>
<p>Dalam sesi cultural insight, SAC menghadirkan Father Benoît Marie Paul Leclerc asal Prancis sebagai pembicara. <em>Father</em> Benoît yang merupakan Pastor Rekan di Gereja Katolik Santo Yakobus Surabaya berbagi pengalaman langsung mengenai kehidupan, budaya, serta kebiasaan masyarakat di negara-negara yang mengalami musim dingin. </p>
<p>Kehadirannya memberikan sudut pandang autentik dan memperkaya pemahaman peserta tentang perbedaan budaya.</p>
<p>"Melalui kegiatan ini, para peserta bisa semakin tahu bagaimana situasi, budaya, dan kebiasaan musim dingin di luar negeri. Dan semoga ke depannya bisa ada festival untuk musim yang lain, agar bisa belajar lebih banyak," tutur <em>Father</em> Benoît.</p>
<p>Program Seasonal Celebration diharapkan dapat terus berlanjut dengan tema musim lainnya, sehingga mahasiswa dan masyarakat luas semakin terbuka terhadap keberagaman budaya dunia secara nyata dan menyenangkan. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor: Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Pemkot Surabaya Fokus Benahi Drainase dan Bozem Usai Kawasan Simo Direndam Banjir Awal Tahun 2026</title>
<link>https://suarajatimpost.com/banjir-awal-2026-pemkot-surabaya-siapkan-langkah-menyeluruh-atasi-genangan</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/banjir-awal-2026-pemkot-surabaya-siapkan-langkah-menyeluruh-atasi-genangan</guid>
<description><![CDATA[ Selain pembangunan bozem, Pemkot Surabaya juga menyiapkan normalisasi dan pelebaran sungai di sejumlah titik krusial. Salah satunya di kawasan Tanjungsari, di mana sungai yang seharusnya memiliki lebar 20 meter kini menyempit drastis akibat bangunan liar. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202601/image_870x580_695b995a743e6.webp" length="42798" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 05 Jan 2026 20:01:52 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ryan Ramadhan</dc:creator>
<media:keywords>Banjir, Penanganan Banjir, Simo, Pemkot Surabaya, Eri Cahyadi, Surabaya, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SURABAYA, SJP - </strong>Hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur Surabaya pada Minggu, 4 Januari 2026, menyebabkan banjir dan genangan di sejumlah wilayah kota. Beberapa kawasan permukiman dilaporkan sempat terendam cukup dalam, meski genangan relatif cepat surut setelah hujan reda. </p>
<p>Pemerintah Kota Surabaya memastikan telah menyiapkan langkah penanganan komprehensif, khususnya untuk wilayah yang selama ini belum tersentuh infrastruktur pengendalian banjir.</p>
<p><strong>Air Sempat Setinggi Pinggang</strong></p>
<p>Sebelumnya, banjir pada Minggu (4/1/2026) terjadi saat hujan deras melanda Surabaya pada Minggu sore hingga malam. Wilayah yang terdampak paling parah berada di Simo Kalangan dan Simo Hilir, Surabaya Barat. Di kawasan tersebut, air sempat meluap hingga setinggi pinggang orang dewasa, merendam permukiman warga.</p>
<p>Selain itu, genangan juga terjadi di Jalan Mayjend Sungkono, meski hanya di satu sisi jalan. Menurut Pemkot, kondisi tersebut merupakan dampak dari hujan ekstrem yang menyebabkan saluran air lama di kawasan Pakis ambrol, sehingga diperlukan langkah teknis darurat untuk mencegah dampak yang lebih luas.</p>
<p>Untuk mempercepat surutnya air di permukiman, Pemkot Surabaya langsung mengerahkan armada mobil Pemadam Kebakaran (PMK) untuk melakukan penyedotan. Upaya cepat ini membuat genangan di sebagian besar wilayah berangsur surut sekitar 15 menit setelah hujan reda.</p>
<p><strong>Pemkot Akui Belum Lakukan Penanganan Menyeluruh</strong></p>
<p>Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mengakui bahwa kawasan Simo Kalangan dan Simo Hilir memang menjadi titik lemah dalam sistem pengendalian banjir kota. Wilayah tersebut selama bertahun-tahun belum mendapatkan sentuhan infrastruktur drainase secara menyeluruh.</p>
<p>"Kawasan itu (Daerah Simo) memang belum kita sentuh," kata Eri Cahyadi di Balai Kota Surabaya, Senin (5/1/2026).</p>
<p>Ia menjelaskan, selama ini penanganan banjir di kawasan Simo masih bersifat reaktif, yakni dengan penyedotan air menggunakan mobil PMK setiap kali hujan deras turun. Kondisi tersebut menyebabkan genangan kerap berulang ketika intensitas hujan tinggi.</p>
<p>“Kalau Simo, Simo Kalangan dan Simo Hilir itu sudah bertahun-tahun memang belum kita sentuh sama sekali,” ujar Eri.</p>
<p>Terkait genangan di Jalan Mayjend Sungkono, Eri menegaskan bahwa kondisi tersebut merupakan pilihan teknis yang sengaja diambil Pemkot. Penutupan pintu air dilakukan karena hujan yang turun terlalu deras, sementara saluran Pakis 1B mengalami ambrol.</p>
<p>“Pintu air kita tutup karena hujannya terlalu deras,” ucapnya.</p>
<p>Menurut Eri, jika pintu air tidak ditutup, maka air berpotensi menggenangi permukiman warga di kawasan Pakis. </p>
<p>Karena itu, Pemkot memilih mengorbankan ruas jalan agar permukiman tetap aman dari banjir. Ia menekankan, genangan tersebut hanya terjadi di satu sisi jalan dan cepat surut setelah hujan berhenti.</p>
<p><strong>Bozem Baru hingga Pelebaran Sungai di 2026</strong></p>
<p>Memasuki 2026, Pemkot Surabaya mulai menggeser pendekatan dari penanganan darurat menuju penanganan struktural jangka panjang, khususnya di kawasan Simo. Salah satu langkah utama adalah mengubah pola aliran air yang selama ini bermuara ke Simo Kalangan.</p>
<p>Pemkot juga akan membangun bozem baru untuk menampung limpasan air hujan. Lahan bozem tersebut akan memanfaatkan area yang saat ini ditempati bangunan tanpa izin.</p>
<p>“IPT-nya yang tidak ada kita minta dibongkar, kita jadikan bozem. Seharusnya itu memang bozem,” tegas Eri.</p>
<p>Ia menambahkan, wilayah selatan Simo kini relatif lebih aman dari genangan karena sebelumnya telah dibangun bozem. Konsep serupa akan diterapkan di sisi timur kawasan tersebut guna menekan risiko banjir berulang.</p>
<p>Selain pembangunan bozem, Pemkot Surabaya juga menyiapkan normalisasi dan pelebaran sungai di sejumlah titik krusial. Salah satunya di kawasan Tanjungsari, di mana sungai yang seharusnya memiliki lebar 20 meter kini menyempit drastis akibat bangunan liar.</p>
<p>“Yang seharusnya lebarnya 20 meter sekarang tinggal 3 meter. Ini akan kita kembalikan lagi fungsinya,” kata Eri.</p>
<p>Di sisi lain, Pemkot juga mempercepat penyelesaian proyek saluran dan rumah pompa. Salah satu yang menjadi perhatian adalah rumah pompa di Ahmad Yani, yang disiapkan untuk mencegah genangan di kawasan Injoko.</p>
<p>Sepanjang 2025, Pemkot Surabaya tercatat telah menyelesaikan pembangunan drainase di 233 lokasi dengan total panjang mencapai 56,36 kilometer. Selain itu, lima rumah pompa baru berkapasitas 3,5 meter kubik per detik telah dibangun di Dukuh Menanggal, Karah Agung, Ketintang Madya, Margorejo Indah, dan Amir Mahmud.</p>
<p><strong>Pemkot Minta Peran Warga dan Pengembang</strong></p>
<p>Eri menegaskan, hingga saat ini tidak ada penambahan titik banjir baru di Surabaya. Justru, jumlah titik genangan terus berkurang seiring pembangunan infrastruktur pengendalian banjir.</p>
<p>“Dulu ada sekitar 350 titik. Sekarang sudah berkurang, sekitar 100 titik sudah kita selesaikan,” ujarnya.</p>
<p>Meski demikian, ia menekankan bahwa penanganan banjir tidak bisa sepenuhnya dibebankan kepada pemerintah. Pemkot meminta keterlibatan aktif masyarakat, pengembang, dan pemilik bangunan untuk menyediakan saluran air sesuai ketentuan.</p>
<p>“Kalau semuanya dibebankan kepada pemerintah, tidak cukup duit,” kata Eri.</p>
<p>Pada 2026, Pemkot Surabaya memprioritaskan penanganan banjir di Simo Kalangan, Simo Hilir, Simo Rejo, Tanjungsari, dan Margorejo. Eri menegaskan, penanganan dilakukan bertahap berbasis wilayah agar sistem pengendalian banjir dapat berfungsi optimal dari hulu hingga hilir.</p>
<p>“Ini PR tahunan, tapi satu per satu kita selesaikan. Insyaallah 2026 fokus Simo dan sekitarnya,” pungkasnya. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Posko Aduan Diresmikan, Satgas Anti&amp;Premanisme Surabaya Siap Terima Laporan Warga</title>
<link>https://suarajatimpost.com/posko-aduan-diresmikan-satgas-anti-premanisme-surabaya-siap-terima-laporan-warga</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/posko-aduan-diresmikan-satgas-anti-premanisme-surabaya-siap-terima-laporan-warga</guid>
<description><![CDATA[ Dengan adanya unsur TNI dan Polri di dalam satgas, setiap laporan yang terbukti mengandung unsur pidana akan langsung diproses sesuai hukum yang berlaku. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202601/image_870x580_695b8a23f2e3e.webp" length="43904" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 05 Jan 2026 17:32:49 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ryan Ramadhan</dc:creator>
<media:keywords>Satgas Anti-premanisme, Premanisme, Pemkot Surabaya, Eri Cahyadi, Nenek Elina, Ormas, Surabaya, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SURABAYA, SJP - </strong>Satgas Anti-Premanisme Kota Surabaya yang digagas sejak Deklarasi Surabaya Bersatu pada Rabu (31/12/2025), kini resmi memasuki tahap operasional.</p>
<p>Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi meresmikan sekaligus menyiagakan satgas tersebut dalam apel pagi di Balai Kota Surabaya, Senin (5/1/2026), sebagai bentuk kehadiran negara untuk melindungi warga dari segala bentuk kekerasan dan pemaksaan.</p>
<p>Momentum apel pagi itu sekaligus menandai diresmikannya Posko Aduan Satgas Anti-Premanisme, yang menjadi pusat pelaporan dan koordinasi penanganan aksi premanisme di Kota Pahlawan.</p>
<p>Eri Cahyadi meminta seluruh unsur yang tergabung dalam satgas untuk menjaga kondusivitas Kota Surabaya. Satgas Anti-Premanisme itu melibatkan unsur TNI, Polri, Kejaksaan, Pengadilan Negeri, Satpol PP, BPBD, serta perangkat terkait lainnya di lingkungan Pemerintah Kota Surabaya.</p>
<p>“Surabaya tidak boleh ada kekerasan, Surabaya tidak boleh ada pemaksaan. Maka kita hadir di sini adalah memberikan ketenangan kepada warga Kota Surabaya,” kata Eri, Senin (5/1/2025)</p>
<p>Wali Kota Surabaya menyebut pelibatan lintas institusi itu ditujukan agar penindakan tidak hanya berjalan di lapangan, tetapi juga memastikan proses hukum berjalan hingga tuntas. Seluruh unsur Forkopimda dilibatkan untuk menjamin tidak ada celah kompromi terhadap tindakan kekerasan dan intimidasi.</p>
<p><strong>Posko Aduan Dibuka, Warga Diminta Berani Melapor</strong></p>
<p>Bersamaan dengan penyiagaan satgas, Pemkot Surabaya juga meresmikan kantor Satgas Anti-Premanisme yang berlokasi di samping Gedung Inspektorat Kota Surabaya, Jalan Sedap Malam, Ketabang, Kecamatan Genteng. </p>
<p>Posko itu menjadi pusat pengaduan bagi warga yang mengalami atau mengetahui praktik premanisme. Karenanya, Eri menekankan pentingnya peran masyarakat dalam melaporkan setiap bentuk kekerasan atau pemaksaan yang terjadi.</p>
<p>“Langsung bisa ke 112 atau hotline langsung ke tempat satgas penanganan premanisme Kota Surabaya,” ujarnya.</p>
<p>Selain melalui hotline, warga juga dapat datang langsung ke kantor satgas untuk menyampaikan laporan. Setiap aduan yang masuk akan ditindaklanjuti secara cepat oleh tim gabungan.</p>
<p>Eri menegaskan bahwa Satgas Anti-Premanisme tidak hanya bertugas menerima laporan, tetapi juga melakukan penindakan hukum terhadap pelaku kekerasan.</p>
<p>“Seluruh jajaran Forkopimda tidak akan pernah main-main dengan hal ini. Karena kekerasan pemaksaan premanisme tidak boleh ada di Kota Surabaya. Tapi masyarakat juga harus diinformasikan,” bebernya.</p>
<p>Dengan adanya unsur TNI dan Polri di dalam satgas, setiap laporan yang terbukti mengandung unsur pidana akan langsung diproses sesuai hukum yang berlaku. Pemkot memastikan tidak ada ruang bagi praktik premanisme, baik yang dilakukan individu maupun kelompok.</p>
<p><strong>Lima Posko Wilayah untuk Respons Cepat</strong></p>
<p>Untuk mempercepat penanganan di lapangan, Pemkot Surabaya juga mendirikan lima posko Satgas Anti-Premanisme yang tersebar di seluruh wilayah kota, yakni:</p>
<ul>
<li>Surabaya Utara</li>
<li>Surabaya Barat</li>
<li>Surabaya Selatan</li>
<li>Surabaya Timur</li>
<li>Surabaya Pusat</li>
</ul>
<p>Keberadaan posko wilayah ini bertujuan mendekatkan layanan pengaduan kepada masyarakat sekaligus mempercepat respons apabila terjadi gangguan keamanan di lingkungan warga.</p>
<p>Selain fokus pada aksi premanisme, Satgas Anti-Premanisme Surabaya juga merangkap sebagai satgas mafia tanah. Langkah itu diambil karena persoalan pertanahan masih menjadi salah satu sumber konflik yang rawan di Kota Pahlawan, bahlan terkadang hingga disertai intimidasi dan kekerasan.</p>
<p>Satgas akan menangani sengketa tanah bersama pihak kelurahan dengan target penyelesaian maksimal 2 x 24 jam. Skema ini diharapkan mampu mencegah konflik berkepanjangan serta memutus praktik intimidasi dalam sengketa lahan.</p>
<p>Diketahui sebelumnya bahwa pembentukan satgas anti-premanisme tidak lepas dari sorotan publik terhadap kasus viral pengusiran paksa Nenek Widjajanti (80) dari rumahnya, yang diduga melibatkan oknum organisasi kemasyarakatan. </p>
<p>Kasus tersebut menjadi alarm keras bagi Pemkot Surabaya untuk memastikan perlindungan maksimal terhadap warga, khususnya kelompok rentan.</p>
<p>Diharapkan dengan hadirnya satgas anti-premanisme, warga tidak hanya berani melawan tindak premanisme tetapi pemerintah juga lebih tanggap terhadap beragam permasalahan yang dihadapi oleh masyarakat. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Mobilitas Tinggi Usai Nataru, Pemkot Surabaya Antisipasi Ancaman Super Flu</title>
<link>https://suarajatimpost.com/mobilitas-tinggi-usai-nataru-pemkot-surabaya-antisipasi-ancaman-super-flu</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/mobilitas-tinggi-usai-nataru-pemkot-surabaya-antisipasi-ancaman-super-flu</guid>
<description><![CDATA[ Usai libur Nataru, Pemkot Surabaya meningkatkan kewaspadaan super flu dengan menyiagakan Puskesmas dan rumah sakit meski belum ada laporan kasus di Kota Pahlawan. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202601/image_870x580_695a1cb2ca8c5.webp" length="7498" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sun, 04 Jan 2026 17:30:34 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ryan Ramadhan</dc:creator>
<media:keywords>Super Flu, Nataru, Libur Nataru, Eri Cahyadi, Surabaya, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SURABAYA, SJP - </strong>Di balik geliat euforia libur Natal dan Tahun Baru 2026 yang perlahan mereda masyarakat  dihadapkan dengan potensi merebaknya super flu, penyakit influenza yang belakangan menjadi perhatian global.</p>
<p>Mobilitas tinggi masyarakat selama libur panjang dinilai menjadi celah masuk dan menyebarnya penyakit menular. Karena itu, meski belum ditemukan lonjakan kasus, Pemkot Surabaya menyiapkan langkah pencegahan sejak dini agar kota tetap dalam kondisi aman pascalibur Nataru.</p>
<p>Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi memastikan bahwa hingga awal Januari 2026, pihaknya belum menerima laporan resmi terkait adanya kasus super flu di Kota Pahlawan.</p>
<p>"Saya belum mendapatkan laporan ya," ucap orang nomor satu di Surabaya itu saat dikonfirmasi pada Minggu (4/1/2026).</p>
<p>Meski demikian, Eri menegaskan bahwa situasi tersebut tidak boleh membuat masyarakat lengah. Menurutnya, langkah pencegahan tetap harus dikedepankan, terutama setelah masyarakat menjalani libur panjang dengan aktivitas dan perjalanan yang padat.</p>
<p>Pemkot Surabaya mengimbau warga agar lebih memperhatikan kondisi kesehatan usai liburan. Warga yang merasakan gejala flu atau kondisi tubuh tidak fit diminta segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat.</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202601/image_870x_695a0fc4246a2.webp" alt="" width="452" height="339"></p>
<p>Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi (foto: Ryan/SJP)</p>
<p>"Kalau liburan ke luar negeri kan ada screening, suhu badan kelihatan. Tapi untuk yang liburan di dalam negeri, saya berharap kalau merasa badannya tidak enak untuk memeriksakan diri," ujar Eri.</p>
<p>Imbauan tersebut menjadi penting mengingat gejala awal super flu sering kali tampak ringan, namun dapat berkembang lebih berat jika tidak ditangani sejak awal.</p>
<p>Sebagai bentuk kesiapsiagaan, Pemkot Surabaya telah menyiagakan seluruh Puskesmas dan memperkuat koordinasi dengan rumah sakit. Setiap pasien yang menunjukkan gejala mengarah pada super flu diminta untuk segera dilaporkan dan menjalani pemeriksaan lanjutan.</p>
<p>"Langkah ini diharapkan mampu mempercepat deteksi dini sekaligus mencegah potensi penularan di tengah masyarakat," pungkas Eri.</p>
<p>Pemkot Surabaya juga menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan kesiapan layanan kesehatan, sembari mengajak warga menjaga daya tahan tubuh dan tidak menunda pemeriksaan medis jika mengalami gejala flu berat pascalibur Nataru.</p>
<p>Super flu sendiri bukanlah nama penyakit baru, melainkan istilah populer yang digunakan untuk menyebut infeksi virus influenza A H3N2 subclade K. Varian itu dikenal lebih agresif dan mudah menular, serta berpotensi menimbulkan gejala yang lebih berat dibandingkan flu musiman.</p>
<p>Varian H3N2 subclade K pertama kali terdeteksi di Amerika Serikat pada Agustus 2025. Data Centers for Disease Control and Prevention (CDC) mencatat, hingga 20 Desember 2025, sedikitnya 7,5 juta orang di AS terinfeksi influenza. Dari jumlah tersebut, sekitar 81.000 pasien harus menjalani perawatan rumah sakit dan lebih dari 3.100 orang dilaporkan meninggal dunia.</p>
<p>Lonjakan kasus di tingkat global itulah yang menjadi dasar kewaspadaan berbagai daerah, termasuk Surabaya, untuk tidak menunggu hingga kasus muncul secara masif dan tidak mengulangi pola penanganan dan pencegahan penyakit yang tidak efektif. (*)</p>
<p><strong>Editor: </strong>Danu </p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Indonesia Masih Darurat TBC, Mahasiswa ITS Kembangkan Skrining Dini Lewat Suara Batuk</title>
<link>https://suarajatimpost.com/indonesia-masih-darurat-tbc-mahasiswa-its-kembangkan-skrining-dini-lewat-suara-batuk</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/indonesia-masih-darurat-tbc-mahasiswa-its-kembangkan-skrining-dini-lewat-suara-batuk</guid>
<description><![CDATA[ Inovasi yang diberi nama TBCare ini tidak hanya berupa model kecerdasan buatan, tetapi juga diwujudkan dalam perangkat perekaman batuk yang terintegrasi dengan sistem Internet of Things (IoT). ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202601/image_870x580_6959f7d4c8a3c.webp" length="54452" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sun, 04 Jan 2026 16:37:40 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ryan Ramadhan</dc:creator>
<media:keywords>Institut Teknologi Sepuluh Nopember, ITS, Tuberkulosis, TBCare, Surabaya, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SURABAYA, SJP - </strong>Tuberkulosis (TBC) masih menjadi ancaman serius kesehatan masyarakat di Indonesia. Indonesia tercatat sebagai penyumbang kasus TBC terbesar kedua di dunia, dengan tantangan utama pada deteksi dini dan keterbatasan akses alat diagnosis, terutama di wilayah dengan fasilitas kesehatan terbatas.</p>
<p>Berangkat dari kondisi tersebut, mahasiswa Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) menghadirkan inovasi sistem skrining dini TBC berbasis suara batuk. </p>
<p>Inovasi tersebut dikembangkan untuk menjawab keterbatasan alat skrining dan diagnosis standar yang belum merata di masyarakat, sekaligus menawarkan pendekatan yang lebih mudah diakses dan hemat biaya.</p>
<p><strong>Batuk, Gejala yang Kerap Diabaikan</strong></p>
<p>TBC sendiri merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis. Bakteri ini menyerang jaringan paru-paru dan dapat menyebar melalui udara, terutama lewat percikan batuk atau bersin. </p>
<p>Salah satu gejala utama TBC adalah batuk kronis yang berlangsung lebih dari dua hingga tiga minggu, sering kali disertai penurunan berat badan, demam, dan keringat malam. Sayangnya, gejala tersebut kerap diabaikan, sehingga banyak penderita baru terdeteksi saat kondisi sudah memburuk.</p>
<p>Ketua tim pengembang, Nathania Cahya Romadhona, menjelaskan bahwa suara batuk memiliki karakteristik unik yang dapat dianalisis menggunakan kecerdasan buatan. Namun, pengolahan sinyal batuk bukan perkara sederhana karena memiliki pola spektral yang tidak beraturan.</p>
<p>“Model kecerdasan buatan umumnya fokus pada fitur akustik seperti Mel-Frequency Cepstral Coefficients,” kata Nathania, Minggu (4/1/2026).</p>
<p>Untuk menangkap kompleksitas tersebut, tim memanfaatkan teknologi deep learning. Data suara batuk diolah menggunakan YAMNet guna memastikan validitas jenis suara, sekaligus menyaring gangguan suara dari berbagai kondisi lingkungan. Pendekatan ini memungkinkan sistem mengenali ciri khas batuk penderita TBC secara lebih akurat.</p>
<p>Di bawah bimbingan dosen ITS, Dhany Arifianto, tim kemudian memodifikasi arsitektur deep learning agar performa sistem semakin optimal. Fitur MFCC yang telah diekstraksi dijadikan input pada model Long Short-Term Memory (LSTM) untuk membedakan batuk TBC dan non-TBC secara lebih presisi.</p>
<p>Inovasi yang diberi nama TBCare ini tidak hanya berupa model kecerdasan buatan, tetapi juga diwujudkan dalam perangkat perekaman batuk yang terintegrasi dengan sistem Internet of Things (IoT). </p>
<p>"Jadi perangkat inj dirancang agar dapat terhubung langsung dengan basis data rumah sakit, sehingga proses pengiriman dan pengelolaan data medis menjadi lebih efisien dan terstruktur," imbuh Nathania.</p>
<p>Hasil pengembangan menunjukkan capaian yang cukup menjanjikan. TBCare telah melalui proses validasi medis dengan sensitivitas klasifikasi batuk tuberkulosis mencapai 76 persen. Pengujian dilakukan menggunakan data suara batuk dari 17 pasien Rumah Sakit Universitas Airlangga (RSUA). </p>
<p>Saat ini, inovasi tersebut berada pada Tingkat Kesiapterapan Teknologi (TKT) enam, yang menandakan teknologi telah teruji pada lingkungan relevan dan siap dikembangkan lebih lanjut.</p>
<p>Dengan pendekatan yang sederhana namun berbasis teknologi mutakhir, inovasi itu diharapkan dapat menjadi alat bantu skrining awal TBC di masyarakat. </p>
<p>Kehadiran TBCare berpotensi mempercepat penemuan kasus, mendorong pemeriksaan lanjutan lebih dini, serta mendukung upaya nasional dalam menekan angka penularan TBC di Indonesia. (*)</p>
<p>Editor: Danu </p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Nilai TKA Anjlok, Akademisi UNAIR Soroti Krisis Makna Belajar hingga Distraksi Digital</title>
<link>https://suarajatimpost.com/nilai-tka-anjlok-akademisi-unair-soroti-krisis-makna-belajar-hingga-distraksi-digital</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/nilai-tka-anjlok-akademisi-unair-soroti-krisis-makna-belajar-hingga-distraksi-digital</guid>
<description><![CDATA[ Nilai TKA 2025 anjlok, akademisi UNAIR menilai siswa kehilangan makna belajar dan tergerus distraksi digital, mencerminkan krisis serius kualitas pembelajaran di sekolah. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202601/image_870x580_6959d3ea662d8.webp" length="21728" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sun, 04 Jan 2026 12:42:29 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ryan Ramadhan</dc:creator>
<media:keywords>Tes Kemampuan Akademik, TKA, Kemendikdasmen, Universitas Airlangga, Unair, Surabaya, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SURABAYA, SJP - </strong>Hasil terbaru Tes Kemampuan Akademik (TKA) jenjang SMA dan SMK yang dirilis Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menunjukkan capaian yang mengkhawatirkan. Hasil TKA yang di bawah standar ini menunjukkan rendahnya kualitas belajar di Indonesia.  </p>
<p>Data Kemendikdasmen, pada TKA 2025, nilai rata-rata siswa SMA untuk Bahasa Indonesia tercatat 57,39, Matematika 37,23, dan Bahasa Inggris hanya 26,71. Sementara itu, siswa SMK mencatat rata-rata Bahasa Indonesia 53,62, Matematika 34,74, dan Bahasa Inggris 22,55. </p>
<p>Data tersebut menegaskan lemahnya capaian numerasi dan literasi bahasa asing siswa Indonesia, sekaligus memicu keprihatinan kalangan akademisi, bahkan data tersebut juga memicu diskusi publik tentang kualitas belajar mengajar di Indonesia beberapa tahun terakhir.</p>
<p>Menanggapi perihal tersebut, Guru Besar Sosiologi Pendidikan Universitas Airlangga (UNAIR), Prof. Tuti Budirahayu, menilai rendahnya nilai TKA tidak bisa dilepaskan dari cara siswa memandang ujian itu sendiri. </p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202601/image_870x_6959d326c998c.webp" alt=""></p>
<p>Menurutnya, TKA belum dianggap sebagai ujian yang menentukan masa depan siswa, berbeda dengan Ujian Nasional (UN) maupun jalur seleksi masuk perguruan tinggi seperti SNBP yang selama ini memberi tekanan psikologis kuat.</p>
<p>"Dua jenis ujian tersebut dikenal sangat efektif membuat siswa belajar dengan sungguh-sungguh dan menjadi alat seleksi yang cukup baik untuk menyaring siswa-siswa yang berprestasi," ungkap Prof. Tuti, Minggu (4/1/2026).</p>
<p>Lebih jauh, Prof Tuti menjelaskan bahwa lemahnya capaian TKA juga dipengaruhi kuatnya arus distraksi digital yang membentuk perilaku belajar generasi saat ini. Paparan media sosial dan gim membuat siswa terbiasa dengan pola instan, sehingga berdampak pada menurunnya ketekunan dan kemampuan berpikir mendalam.</p>
<p>"Siswa SMA saat ini telah mengalami distraksi digital melalui paparan gawai, baik dalam bentuk tayangan di media sosial seperti IG dan TikTok atau game, yang melemahkan daya kritis dan konsentrasi jangka panjang," ujarnya.</p>
<p>Menurut Prof Tuti, TKA sejatinya dapat dibaca sebagai cermin kualitas pembelajaran di sekolah. Jika capaian siswa rendah secara merata, maka persoalan utamanya terletak pada metode dan orientasi pembelajaran yang belum sepenuhnya mampu membangun pemahaman konsep dan penalaran tingkat tinggi.</p>
<p>"Jika ini yang terjadi maka harus ada upaya reformasi pendidikan besar-besaran. Metode pembelajaran tidak lagi bertumpu pada hafalan, tetapi harus menekankan penalaran dan berpikir tingkat tinggi," ucap Prof. Tuti.</p>
<p>Untuk mengatasi persoalan tersebut, Prof. Tuti menekankan pentingnya mengembalikan makna belajar kepada siswa. Pembelajaran perlu dikaitkan dengan realitas kehidupan dan tantangan dunia kerja agar siswa memahami relevansi materi yang dipelajari. </p>
<p>Selain itu, literasi digital kritis harus diperkuat agar teknologi menjadi alat pendukung belajar, bukan malah menjadi distraksi atau sumber gangguan.</p>
<p>Reformasi pendidikan, lanjut Prof. Tuti, juga harus menyentuh peningkatan kualitas guru serta upaya mengurangi kesenjangan pendidikan antardaerah dan antarsekolah. Menurutnya, kualitas sumber daya manusia pendidik menjadi kunci utama dalam memperbaiki capaian akademik siswa secara berkelanjutan.</p>
<p>“Menata ulang kualitas guru-guru sebagai SDM utama serta meminimalisir ketimpangan pendidikan antarwilayah dan antarsekolah adalah langkah yang tidak bisa ditawar," tutur Prof. Tuti.</p>
<p>Prof. Tuti menegaskan perlunya sinergi yang lebih kuat antara sekolah, orang tua, dan pemerintah daerah. Pendampingan akademik dan psikologis melalui program mentoring dan konseling dinilai penting untuk membantu siswa berkembang secara utuh, tidak hanya dari sisi akademik, tetapi juga emosional.</p>
<p>“Kerja sama semua pihak akan menciptakan lingkungan yang mendukung perkembangan siswa secara menyeluruh," pungkasnya. (*)</p>
<p>Editor: Danu </p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Rotasi Awal 2026, Pemkot Surabaya Galakkan Reformasi Birokrasi dan Angkat Tujuh Kepala Dinas Baru</title>
<link>https://suarajatimpost.com/rotasi-awal-2026-pemkot-surabaya-galakkan-reformasi-birokrasi-dan-angkat-tujuh-kepala-dinas-baru</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/rotasi-awal-2026-pemkot-surabaya-galakkan-reformasi-birokrasi-dan-angkat-tujuh-kepala-dinas-baru</guid>
<description><![CDATA[ Mengawali 2026, Pemkot Surabaya merombak struktur birokrasi dengan rotasi pejabat dan pelantikan tujuh kepala dinas baru, menegaskan reformasi berbasis kinerja dan transparansi publik. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202601/image_870x580_69590a65983be.webp" length="36080" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sat, 03 Jan 2026 21:07:51 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ryan Ramadhan</dc:creator>
<media:keywords>Reformasi Birokrasi, Rotasi Pejabat, Eri Cahyadi, Pemkot Surabaya, Surabaya, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SURABAYA, SJP – </strong>Pemerintah Kota Surabaya melakukan penataan ulang struktur pemerintahan pada awal 2026 sebagai bagian dari agenda reformasi birokrasi.  </p>
<p></p>
<p>Melalui rotasi pejabat dan pengisian jabatan strategis, pemkot melantik setidaknya 69 pejabat dari berbagai jenjang, termasuk tujuh kepala dinas baru yang diproyeksikan menjadi motor utama perubahan kinerja pelayanan publik Kota Pahlawan.</p>
<p></p>
<p>Pelantikan yang digelar di Graha Sawunggaling, Jumat (2/1/2026) kemarin, mencakup Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama, Administrator, Pengawas, hingga Fungsional Penyetaraan. </p>
<p></p>
<p>Mengonfirmasi adanya rotasi pejabat di lingkungan Pemkot, Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menegaskan bahwa langkah itu diambil bukan sekadar untuk pergantian posisi, melainkan bagian dari sistem besar transformasi birokrasi berbasis kinerja dan transparansi. </p>
<p></p>
<p>Pemkot Surabaya menerapkan aturan ketat bahwa tidak ada kepala dinas yang boleh menjabat lebih dari tiga tahun di satu posisi, dengan rotasi maksimal setiap 2 hingga 2,5 tahun agar aparatur memiliki pengalaman lintas fungsi.</p>
<p></p>
<p>"Pelantikan kemarin bukan sekadar rotasi jabatan, tetapi penegasan sistem. Tidak ada kepala dinas menjabat lebih dari tiga tahun di satu posisi. Rotasi maksimal setiap 2 hingga 2,5 tahun agar aparatur memiliki pengalaman lintas fungsi," ucap Eri saat dikonfirmasi pada Sabtu (3/1/2026).</p>
<p></p>
<p>Sebagai penguat reformasi birokrasi, Pemkot Surabaya juga meluncurkan kebijakan “Rapor Pejabat” yang akan diterbitkan setiap enam bulan oleh Sekretaris Daerah dan Inspektorat. Rapor kinerja tersebut akan dibuka ke publik sebagai bentuk akuntabilitas, sekaligus instrumen evaluasi berbasis hasil dan penilaian masyarakat.</p>
<p></p>
<p>Pejabat dengan nilai rapor di bawah standar dan gagal mencapai outcome tidak hanya akan dimutasi, tetapi dapat diturunkan dari jabatannya. Sistem ini dinilai menjadi terobosan karena melibatkan masyarakat secara langsung dalam pengawasan kinerja birokrasi.</p>
<p></p>
<p>"Kalau dalam satu tahun outcome tidak tercapai dan nilai rapor di bawah 80, pejabat akan diturunkan, bukan sekadar dimutasi. Yang menentukan masa depan pejabat adalah kinerjanya sendiri dan penilaian masyarakat," tegas orang nomor satu di Kota Surabaya itu.</p>
<p></p>
<p>Selain pembenahan internal birokrasi, Pemkot Surabaya juga mengambil langkah strategis untuk menjaga stabilitas kota. Pada akhir tahun 2025, dibentuk Satuan Tugas Pemberantasan Premanisme yang akan menindak organisasi kemasyarakatan yang terafiliasi praktik premanisme di seluruh wilayah Surabaya. </p>
<p></p>
<p>Di sisi lain, Gugus Tugas Reformasi Agraria juga dibentuk untuk mempercepat penyelesaian sengketa pertanahan dengan melibatkan Badan Pertanahan Nasional (BPN), Kejaksaan, Kepolisian, dan Pemkot Surabaya.</p>
<p></p>
<p>"Tahun 2026 menjadi titik perubahan. Cara memimpin Surabaya akan berbeda. Kita buktikan bahwa Surabaya adalah kota yang transparan, aman, dan berorientasi pada kesejahteraan masyarakat," ucap Eri.</p>
<p></p>
<p>Dalam rotasi awal tahun 2026, ada tujuh kepala dinas baru resmi dilantik untuk mengisi posisi strategis di lingkungan Pemkot Surabaya. Mereka diharapkan menjadi ujung tombak pelaksanaan reformasi birokrasi dan peningkatan kualitas layanan publik.</p>
<p></p>
<p>Adapun tujuh kepala dinas baru tersebut adalah:</p>
<p></p>
<ol>
<li>Lasidi – Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP)</li>
<li>Iman Kristian Maharhandono – Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman serta Pertanahan (DPRKPP)</li>
<li>Agus Imam Sonhaji – Kepala Badan Riset dan Inovasi Daerah (Brida)</li>
<li>Hidayat Syah – Kepala Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga</li>
<li>Mia Santi Dewi – Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah, serta Perdagangan</li>
<li>Yusuf Masruh – Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan</li>
<li>Febrina Kusumawati – Kepala Dinas Pendidikan</li>
</ol>
<p></p>
<p>Adapun penempatan pejabat baru pada level jabatan pratama, yakni Syamsul Hariadi sebagai Asisten Perekonomian dan Pembangunan. Langkah rotasi dan penguatan sistem evaluasi tersebut mempertegas arah baru reformasi birokrasi Surabaya pada 2026. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor: Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Selain Satgas Anti&amp;Premanisme, Pemkot Surabaya Bentuk Satgas Reformasi Agraria Untuk Tangani Sengketa Tanah</title>
<link>https://suarajatimpost.com/selain-satgas-anti-premanisme-pemkot-surabaya-bentuk-satgas-reformasi-agraria-untuk-tangani-sengketa-tanah</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/selain-satgas-anti-premanisme-pemkot-surabaya-bentuk-satgas-reformasi-agraria-untuk-tangani-sengketa-tanah</guid>
<description><![CDATA[ Dalam pelaksanaannya, Satgas Reformasi Agraria akan terintegrasi langsung dengan Badan Pertanahan Nasional (BPN) untuk meminimalkan konflik antarwarga yang selama ini kerap dipicu perbedaan klaim atau keabsahan dokumen pertanahan. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202601/image_870x580_69590a727b886.webp" length="64618" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sat, 03 Jan 2026 20:05:30 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ryan Ramadhan</dc:creator>
<media:keywords>Satgas Reformasi Agraria, Satgas Anti-premanisme, Eri Cahyadi, Pemkot Surabaya, Surabaya, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SURABAYA, SJP -</strong> Imbas kasus dugaan penggusuran paksa rumah seorang lansia di Surabaya yang memicu perhatian publik, Pemerintah Kota Surabaya tak hanya membentuk Satgas Anti-Premanisme, tetapi juga membentuk Satgas Reformasi Agraria.</p>
<p></p>
<p>Satgas Reformasi Agraria sendiri dibentuk guna mempercepat penyelesaian sengketa tanah dan mencegah konflik berkepanjangan di tengah masyarakat.</p>
<p></p>
<p>Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mengatakan, pembentukan dua satgas tersebut merupakan langkah konkret Pemkot dalam merespons persoalan keamanan dan pertanahan yang kerap beririsan. Sengketa tanah, menurut dia, tidak jarang memicu konflik horizontal hingga membuka ruang praktik intimidasi dan premanisme.</p>
<p></p>
<p>"Ada Satgas Anti-Preman dan yang kedua adalah satgas terkait dengan Gugus Tugas Reformasi Agraria," ujar Eri, Sabtu (3/1/2026).</p>
<p></p>
<p>Eri menjelaskan, kehadiran Satgas Reformasi Agraria bertujuan agar persoalan tanah dapat ditangani lebih cepat, terstruktur, dan tidak lagi berhenti di level bawah. </p>
<p></p>
<p>Dengan mekanisme baru itu, diharapkan warga yang menghadapi sengketa pertanahan tidak harus berlarut-larut menyelesaikan masalah hanya di tingkat kelurahan.</p>
<p></p>
<p>"Jika ada masyarakat yang berhubungan dengan masalah tanah, maka tidak bisa dilakukan oleh hanya lurah, tapi bisa mengajukan ke Satgas Reformasi Agraria," tutur Eri.</p>
<p></p>
<p>Ia menegaskan, penanganan persoalan tersebut tidak hanya menjadi tanggung jawab Pemkot Surabaya semata. Seluruh unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dilibatkan agar penanganan berjalan komprehensif, baik dari sisi administrasi, hukum, maupun keamanan.</p>
<p></p>
<p>"Jadi bukan hanya pemerintah kota, tapi seluruh Forkopimda yang ada di Kota Surabaya," sebut Wali Kota Surabaya itu.</p>
<p></p>
<p>Dalam pelaksanaannya, Satgas Reformasi Agraria akan terintegrasi langsung dengan Badan Pertanahan Nasional (BPN). Integrasi tersebut diharapkan dapat meminimalkan konflik antarwarga yang selama ini kerap dipicu perbedaan klaim atau keabsahan dokumen pertanahan.</p>
<p></p>
<p>"Karena Gugus Tugas Agraria ini akan berhubungan dengan BPN, sehingga tidak ada lagi gegeran antara warga perkara surat," ucap Eri </p>
<p></p>
<p>Selain fokus pada reformasi agraria, Pemkot Surabaya juga membentuk Satgas Anti-Preman yang disebar di lima wilayah kota, yakni Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan, dan Pusat. </p>
<p></p>
<p>Pembagian wilayah tersebut dimaksudkan agar penanganan persoalan dapat dilakukan lebih cepat dan tepat sasaran sesuai karakteristik wilayah.</p>
<p></p>
<p>“Ada di Surabaya barat, timur, utara, selatan, dan pusat. Hal ini agar mempercepat untuk penyelesaian setiap masalah yang ada di masing-masing wilayah," imbuh Eri.</p>
<p></p>
<p>Eri memastikan, Satgas Reformasi Agraria telah terbentuk dan siap bekerja. Tim tersebut terdiri dari lintas lembaga, mulai dari BPN, Kejaksaan, Pemkot Surabaya, hingga unsur Forkopimda lainnya, sehingga setiap laporan yang masuk dapat ditindaklanjuti secara menyeluruh.</p>
<p></p>
<p>"Sudah terbentuk, terkait dengan permasalahan tanah. Timnya terdiri dari BPN, Kejaksaan, pemerintah kota, Forkopimda semuanya ada di sana," tegasnya.</p>
<p></p>
<p>Ia pun mengimbau masyarakat agar tidak ragu melaporkan persoalan pertanahan yang dihadapi, terutama jika merasa dirugikan atau menjadi korban penipuan. Menurutnya, kehadiran satgas itu merupakan bentuk komitmen negara dalam melindungi hak warga atas tanah.</p>
<p></p>
<p>"Sehingga, nanti masyarakat kalau ada permasalahan terkait dengan tanah, misal ditipu, ya lapor ke situ," pungkas Eri. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor: Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Memasuki Akhir Angkutan Nataru, KAI Daop 8 Surabaya Prediksi Layani Lebih dari 825 Ribu Penumpang</title>
<link>https://suarajatimpost.com/memasuki-akhir-angkutan-nataru-kai-daop-8-surabaya-prediksi-layani-lebih-dari-825-ribu-penumpang</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/memasuki-akhir-angkutan-nataru-kai-daop-8-surabaya-prediksi-layani-lebih-dari-825-ribu-penumpang</guid>
<description><![CDATA[ Memasuki akhir Angkutan Nataru, arus balik penumpang kereta di wilayah KAI Daop 8 Surabaya meningkat signifikan, dengan total layanan diproyeksikan menembus 825.022 penumpang. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202601/image_870x580_69590a614ea64.webp" length="50350" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sat, 03 Jan 2026 19:25:29 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ryan Ramadhan</dc:creator>
<media:keywords>Kereta Api Indonesia, KAI, KAI Daop 8, Nataru, Surabaya, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SURABAYA, SJP - </strong>Masa libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 kini memasuki fase akhir. Seiring berakhirnya libur panjang, pergerakan penumpang kereta api di wilayah PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daop 8 Surabaya justru menunjukkan tren peningkatan, terutama akibat mulai menguatnya arus balik masyarakat ke kota asal.</p>
<p></p>
<p>KAI Daop 8 Surabaya mencatat, pada hari-hari terakhir libur Nataru, volume penumpang masih tergolong tinggi dan didominasi oleh penumpang yang tiba di Kota Pahlawan.</p>
<p></p>
<p>Kondisi itu disebut menjadi penanda bahwa arus balik telah berlangsung signifikan dalam beberapa hari terakhir, seiring masyarakat bersiap kembali bekerja dan menjalani aktivitas normal.</p>
<p></p>
<p>Manager Humas KAI Daop 8 Surabaya, Mahendro Trang Bawono, menyampaikan bahwa lonjakan arus balik terlihat jelas menjelang akhir masa Angkutan Nataru.</p>
<p></p>
<p>"Pada masa menjelang akhir libur Nataru ini, jumlah pelanggan yang menggunakan layanan kereta api di wilayah Daop 8 Surabaya masih tergolong tinggi," ujar Mahendro, Sabtu (3/1/2026).</p>
<p></p>
<p>"Hal ini didominasi oleh masyarakat yang kembali ke kota asal untuk bekerja maupun melanjutkan aktivitas sehari-hari. Dari data sementara hari ini pelanggan didominasi oleh penumpang yang tiba di wilayah KAI Daop 8 Surabaya," imbuhnya.</p>
<p></p>
<p>Berdasarkan data sementara per Sabtu, 3 Januari 2026, jumlah penumpang yang menggunakan layanan kereta api di wilayah KAI Daop 8 Surabaya diprediksi mencapai 43.388 orang. </p>
<p></p>
<p>Dari jumlah tersebut, sebanyak 19.878 penumpang tercatat berangkat, sementara 23.510 penumpang lainnya tiba di berbagai stasiun wilayah Daop 8.</p>
<p></p>
<p>Secara kumulatif, selama periode 18 Desember 2025 hingga 3 Januari 2026, KAI Daop 8 Surabaya telah melayani total 784.044 penumpang. Rinciannya, 403.999 penumpang berangkat dan 380.045 penumpang tiba. Angka ini menunjukkan tingginya mobilitas masyarakat selama masa libur akhir tahun.</p>
<p></p>
<p>KAI Daop 8 Surabaya juga memproyeksikan bahwa hingga berakhirnya masa Angkutan Nataru pada 4 Januari 2026, total penumpang yang dilayani akan mencapai 825.022 orang. </p>
<p></p>
<p>Proyeksi tersebut menegaskan bahwa layanan kereta api tetap menjadi moda transportasi favorit masyarakat untuk perjalanan jarak menengah maupun jauh.</p>
<p></p>
<p>Selama periode Nataru, tiga stasiun dengan volume penumpang tertinggi berada di Stasiun Surabaya Gubeng, Stasiun Surabaya Pasar Turi, dan Stasiun Malang. </p>
<p></p>
<p>Ketiga stasiun tersebut mencatat total 627.383 penumpang, mencerminkan peran strategis stasiun utama di Jawa Timur dalam mendukung arus mudik dan balik.</p>
<p></p>
<p>Tingginya angka pergerakan penumpang juga dipengaruhi oleh relasi favorit seperti Jakarta, Bandung, Yogyakarta, Semarang, hingga Ketapang yang tetap menjadi tujuan utama pelanggan kereta api.</p>
<p></p>
<p>Di tengah tingginya mobilitas penumpang, KAI Daop 8 Surabaya mengimbau masyarakat untuk memanfaatkan layanan pemesanan tiket secara digital.</p>
<p></p>
<p>"Kami mengimbau pelanggan untuk melakukan pemesanan melalui aplikasi Access by KAI agar lebih mudah, cepat, dan praktis," tutur Mahendro.</p>
<p></p>
<p>KAI menegaskan komitmennya untuk terus memberikan pelayanan terbaik hingga akhir masa Angkutan Nataru, dengan mengedepankan aspek keselamatan, kenyamanan, dan ketepatan waktu perjalanan. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor: Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Pastikan Tak Ada yang Lepas Tanggung Jawab, Kejati Jatim Terjunkan Tim Khusus Kawal Kasus Nenek Elina</title>
<link>https://suarajatimpost.com/pastikan-tak-ada-yang-lepas-tanggung-jawab-kejati-jatim-terjunkan-tim-khusus-kawal-kasus-nenek-elina</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/pastikan-tak-ada-yang-lepas-tanggung-jawab-kejati-jatim-terjunkan-tim-khusus-kawal-kasus-nenek-elina</guid>
<description><![CDATA[ Kejati Jatim menerjunkan tim khusus tiga jaksa untuk mengawal kasus perobohan rumah Nenek Elina, memastikan tak ada pihak lolos, sekaligus membongkar dugaan dokumen palsu sengketa tanah. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202601/image_870x580_6957bf5fd2ad8.webp" length="91002" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Fri, 02 Jan 2026 22:15:10 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ryan Ramadhan</dc:creator>
<media:keywords>Kejati Jatim, Elina Widjajanti, Rumah Dirobohkan Paksa, Surabaya, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SURABAYA, SJP – </strong>Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Timur mengambil langkah tegas dalam penanganan kasus perobohan paksa rumah Nenek Elina Widjajanti (80) di Surabaya. </p>
<p>Untuk memastikan seluruh pihak yang bertanggung jawab diproses hukum, Kejati Jatim menerjunkan tim khusus berisi tiga Jaksa Penuntut Umum (JPU) yang akan mengawal perkara ini sejak tahap penyidikan.</p>
<p>Langkah tersebut diambil di tengah sorotan publik terhadap kasus pengusiran paksa yang dialami Nenek Elina. Perempuan lanjut usia itu dipaksa keluar dari rumah yang telah ia huni sejak 2011 di Dukuh Kuwukan, Kelurahan Lontar, Kecamatan Sambikerep, Surabaya, sebelum bangunan tersebut dirobohkan. </p>
<p>Setelah perkara resmi naik ke tahap penyidikan, Kejati Jatim memastikan perannya tidak sekadar menunggu berkas perkara, melainkan aktif mengawal proses hukum dari awal.</p>
<p>Wakil Kepala Kejati Jawa Timur, Saiful Bahri Siregar, mengatakan penunjukan tiga JPU dilakukan segera setelah pihaknya menerima Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan (SPDP) dari penyidik Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Jawa Timur.</p>
<p>“Kami sudah menunjuk tiga JPU untuk aktif bekerja sama dengan penyidik, memastikan konstruksi hukum, termasuk pihak-pihak yang terkait dan bertanggung jawab dalam perkara ini,” kata Saiful saat dikonfirmasi pada Kamis (2/1/2026).</p>
<p>Saiful itu menjelaskan, mandat utama tim jaksa adalah melakukan koordinasi intensif dengan kepolisian, terutama dalam membedah keabsahan dokumen kepemilikan lahan yang diklaim oleh tersangka utama, Samuel Ardi Kristanto.</p>
<p>“Mandat kami adalah membangun konstruksi hukum. Jika ditemukan sertifikat palsu atau dokumen tidak sah, atau keterlibatan pihak lain di luar tersangka, hal itu akan didalami sejak awal penyidikan,” ujarnya.</p>
<p>Menurut Saiful, penanganan kasus itu tidak boleh berhenti pada tindak pidana pengusiran paksa dan pengeroyokan semata. Jaksa, kata dia, telah memberikan masukan kepada penyidik agar mendalami sengketa tanah yang menjadi akar persoalan hingga berujung pada perobohan rumah Nenek Elina.</p>
<p>Kasus itu pun mendapat perhatian khusus karena muncul dugaan penggunaan dokumen bermasalah dalam klaim kepemilikan lahan. </p>
<p>Meski sengketa tersebut melibatkan lahan pribadi, Kejati Jatim menekankan pentingnya transparansi dan kehati-hatian, termasuk menelusuri apakah terdapat praktik yang menyerupai modus mafia tanah di balik peristiwa tersebut.</p>
<p>Sementara itu, Polda Jawa Timur telah menetapkan tiga tersangka dalam perkara ini, yakni Samuel Ardi Kristanto, SY alias Klowor, serta seorang anggota organisasi kemasyarakatan bernama M Yasin.</p>
<p>Samuel mengklaim telah membeli rumah tersebut sejak 2014 dari seseorang bernama Elisa (almarhumah) dengan bukti Akta Jual Beli (AJB) yang dibuat di hadapan notaris. </p>
<p>Ia berdalih telah menempuh upaya mediasi melalui ketua RT setempat, namun menyebut pihak penghuni rumah, anak angkat Elisa dan Nenek Elina tidak dapat menunjukkan dokumen kepemilikan tandingan.</p>
<p>Terkait pembongkaran paksa tanpa jalur pengadilan, Samuel mengakui tindakannya keliru dan menyebut alasan biaya serta lamanya proses hukum sebagai pertimbangan saat itu.</p>
<p>"Jujur kalau lewat pengadilan biayanya mahal dan waktunya lama. Saya mengakui langkah ini salah, tapi saya siap bertanggung jawab secara hukum karena saya punya bukti sah," ujar Samuel. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Tak Hanya Kehilangan Rumah, Nenek Elina Juga Kehilangan Dokumen Vital</title>
<link>https://suarajatimpost.com/tak-hanya-kehilangan-rumah-nenek-elina-juga-kehilangan-dokumen-vital</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/tak-hanya-kehilangan-rumah-nenek-elina-juga-kehilangan-dokumen-vital</guid>
<description><![CDATA[ Dokumen yang dilaporkan hilang antara lain Sertifikat Hak Milik (SHM) rumah di kawasan Nirwana Eksekutif atas nama Lusiana Sintawati, SHM rumah di kawasan HK, SHM rumah toko di Balongsari, dua SHM rumah di Perumahan Balongsari, SHM tanah tambak di Kabupaten Tulungagung, serta surat C dan mutasi objek tanah atas nama Elisa Irawati. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202601/image_870x580_6957bf5b90746.webp" length="64618" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Fri, 02 Jan 2026 21:44:44 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ryan Ramadhan</dc:creator>
<media:keywords>Rumah Dirobohkan Paksa, Ormas, Nenek Elina, Elina Wijjajanti, Sambikerep, Surabaya, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SURABAYA, SJP — </strong>Kasus perobohan paksa rumah Nenek Elina Widjjajanti di Surabaya kini memasuki babak baru. Perempuan lanjut usia berumur 80 tahun itu tidak hanya kehilangan tempat tinggal, tetapi juga diduga kehilangan sejumlah sertifikat dan dokumen vital bernilai tinggi yang raib setelah rumahnya dibongkar.</p>
<p>Pengungkapan tersebut menambah panjang daftar kerugian yang dialami Nenek Elina, sekaligus membuka kemungkinan berkembangnya perkara pidana baru di luar dugaan kekerasan yang kini tengah diproses kepolisian.</p>
<p><strong>Awal Mula Kasus Perobohan Rumah</strong></p>
<p>Diketahui sebelumnya, kasus itu bermula dari peristiwa pembongkaran rumah Nenek Elina yang berada di Dukuh Kuwukan Nomor 27 RT 005 RW 006, Kelurahan Lontar, Kecamatan Sambikerep, Kota Surabaya, pada 6 Agustus 2025. Rumah tersebut diduga dibongkar paksa oleh Samuel (SAK) bersama sejumlah orang lainnya.</p>
<p>Samuel mengklaim telah membeli tanah dan bangunan tersebut sejak 2014 dari Elisa Irawati. Namun klaim tersebut dibantah oleh pihak keluarga Nenek Elina. Elisa diketahui merupakan kakak kandung Elina yang tidak menikah dan tidak memiliki anak angkat. Elisa meninggal dunia pada 2017, dan berdasarkan hukum waris, harta peninggalannya jatuh kepada enam orang ahli waris, termasuk Nenek Elina.</p>
<p>Sehari sebelum perobohan, tepatnya pada 5 Agustus 2025, rombongan Samuel mendatangi rumah tersebut. Dalam peristiwa itu, Yasin (MY) yang diduga merupakan oknum organisasi masyarakat, bersama beberapa orang lainnya, mengusir paksa Nenek Elina. Aksi tersebut terekam video dan menunjukkan Nenek Elina diangkat secara paksa keluar dari rumahnya.</p>
<p>Merasa menjadi korban, pihak keluarga kemudian melaporkan Samuel dan pihak terkait ke Polda Jawa Timur melalui laporan polisi bernomor LP/B/1546/X/2025/SPKT/POLDA JAWA TIMUR tertanggal 29 Oktober 2025.</p>
<p><strong>Sertifikat dan Dokumen Penting Diduga Hilang</strong></p>
<p>Selain kehilangan rumah, Nenek Elina kini menghadapi persoalan baru. Sejumlah sertifikat dan dokumen penting miliknya diduga raib pasca pembongkaran rumah. Dokumen tersebut tidak hanya berkaitan dengan objek rumah yang disengketakan, tetapi juga aset lain di berbagai lokasi.</p>
<p>Dokumen yang dilaporkan hilang antara lain Sertifikat Hak Milik (SHM) rumah di kawasan Nirwana Eksekutif atas nama Lusiana Sintawati, SHM rumah di kawasan HK, SHM rumah toko di Balongsari, dua SHM rumah di Perumahan Balongsari, SHM tanah tambak di Kabupaten Tulungagung, serta surat C dan mutasi objek tanah atas nama Elisa Irawati.</p>
<p>Kehilangan dokumen-dokumen tersebut menimbulkan kekhawatiran serius, mengingat sertifikat merupakan bukti kepemilikan sah yang memiliki nilai hukum dan ekonomi tinggi.</p>
<p>Nenek Elina berharap seluruh dokumen dan barang pribadinya bisa kembali, sekaligus rumahnya dibangun seperti sedia kala.</p>
<p>"Iya, saya berharap dikembalikan seperti asal (rumah). Dibangun seperti asal," kata Nenek Elina usai menjalani pemeriksaan di Polda Jatim, Rabu (31/12/2025).</p>
<p>Selain soal rumah, Nenek Elina juga berharap seluruh barang, khususnya dokumen penting yang hilang bersamaan dengan dirobohkannya rumah miliknya dapat ditemukan kembali.</p>
<p>“Surat-surat kembali dan barang-barang, pakaian-pakaian, semuanya,” pintanya.</p>
<p><strong>Tinggal di Kos, Hidup Ditopang Keluarga</strong></p>
<p>Sejak rumahnya dibongkar, Nenek Elina bersama keluarganya tidak lagi memiliki tempat tinggal tetap. Saat ini, mereka harus menempati sebuah kamar kos di kawasan Balongsari, Surabaya.</p>
<p>“Di kos-kosan daerah Balongsari,” ujar kuasa hukum Nenek Elina, Wellem Mintarja, saat dikonfirmasi pada Jumat, (2/1/2026).</p>
<p>Untuk kebutuhan sehari-hari Nenek Elina, Wellem mengonfirmasi bahwa seluruhnya kini digantungkan pada bantuan pihak keluarga. </p>
<p>"Iya, ditanggung keluarga," sambung Wellem.</p>
<p>Kondisi itu memperlihatkan dampak sosial langsung dari peristiwa pembongkaran tersebut, yang tidak hanya menghilangkan aset, tetapi juga mengubah secara drastis kehidupan korban di usia senja.</p>
<p><strong>Tiga Tersangka, Potensi Pasal Tambahan</strong></p>
<p>Dalam proses hukum yang berjalan, Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Jawa Timur telah menetapkan tiga orang sebagai tersangka, yakni Samuel (SAK), Yasin (MY), dan Klowor (SY).</p>
<p>Ketiganya dijerat Pasal 170 KUHP tentang tindak pidana kekerasan secara bersama-sama di muka umum terhadap orang atau barang, dengan ancaman hukuman maksimal 5 tahun 6 bulan penjara.</p>
<p>Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Pol Jules Abraham Abast, menyatakan penyidik saat ini masih fokus pada pembuktian unsur kekerasan dalam perkara tersebut.</p>
<p>"Saat ini kita masih fokus mendalami tindak pidana Pasal 170 KUHP," kata Jules Abraham Abast, Rabu (31/12/2025).</p>
<p>Meski demikian, kepolisian membuka peluang untuk mengembangkan penyidikan ke dugaan tindak pidana lain, termasuk yang berkaitan dengan kepemilikan tanah dan kemungkinan hilangnya dokumen-dokumen penting milik korban.</p>
<p>"Kita belum sampai ke sana. Nanti kita akan dalami juga terkait kepemilikan tanah dari Nenek Elina ataupun pihak lain yang merasa memiliki," ungkap Jules.</p>
<p>Hilangnya sertifikat dan dokumen vital menandai babak baru dalam kasus Nenek Elina. Perkara tersebut tidak lagi semata soal perobohan rumah dan kekerasan fisik, tetapi juga menyentuh potensi kejahatan terhadap hak kepemilikan dan perlindungan aset warga, terutama kelompok rentan seperti lanjut usia. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Surabaya Perkuat Sistem Antibanjir 2026, 81 Rumah Pompa Disiagakan</title>
<link>https://suarajatimpost.com/surabaya-perkuat-sistem-antibanjir-2026-81-rumah-pompa-disiagakan</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/surabaya-perkuat-sistem-antibanjir-2026-81-rumah-pompa-disiagakan</guid>
<description><![CDATA[ Syamsul mengklaim integrasi infrastruktur baru ini telah membuahkan hasil signifikan. Berdasarkan data evaluasi DSDABM, terjadi penurunan jumlah lokasi rawan genangan secara drastis di Surabaya. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202601/image_870x580_695761f884631.webp" length="43532" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Fri, 02 Jan 2026 13:50:54 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ryan Ramadhan</dc:creator>
<media:keywords>Rumah Pompa, Saluran Drainase, Banjir, Titik Banjir, Eri Cahyadi, Pemkot Surabaya, Surabaya, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><b>SURABAYA, SJP</b> — Mengawali tahun 2026, Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya mempertegas komitmennya dalam menanggulangi persoalan banjir. </p>
<p>Hingga pengujung 2025, kota ini tercatat telah memiliki 81 unit rumah pompa yang tersebar di titik-titik strategis menyusul tuntasnya pembangunan lima unit tambahan sepanjang tahun lalu.</p>
<p>Langkah ini merupakan bagian dari akselerasi infrastruktur pengendalian air untuk menghadapi puncak musim penghujan pada 2026. </p>
<p>Selain penguatan mekanis melalui rumah pompa, Pemkot Surabaya juga melaporkan keberhasilan pembangunan 56,36 kilometer saluran drainase baru di 233 lokasi per 31 Desember 2025.</p>
<p>Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, menegaskan bahwa keberadaan rumah pompa merupakan komponen vital dalam manajemen air di wilayah metropolitan Surabaya. </p>
<p>Menurutnya, mengandalkan aliran gravitasi tidak lagi memadai untuk menangani debit air yang tinggi saat hujan lebat.</p>
<p>"Jika hanya mengandalkan gravitasi, proses penurunan permukaan air akan memakan waktu lama. Melalui sistem pompa, aliran air dari daratan langsung kita dorong menuju laut secara aktif," ujar Eri, Jumat (2/1/2026).</p>
<p>Eri menambahkan bahwa proyek masif ini merupakan bentuk nyata implementasi Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Surabaya 2021–2026. </p>
<p>Fokus utama pemerintah bukan sekadar mengejar target fisik, melainkan memastikan masyarakat merasakan dampak langsung berupa penurunan titik genangan.</p>
<p>Kepala Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM) Surabaya, Syamsul Hariadi, memaparkan bahwa pengerjaan drainase sepanjang tahun 2025 berfokus pada modernisasi kapasitas saluran. </p>
<p>Penggunaan material batu kali konvensional telah dialihkan ke penggunaan <em>box culvert</em> berdimensi besar untuk menampung volume air yang lebih masif.</p>
<p>Beberapa ruas yang pembangunannya telah rampung meliputi: Kawasan Karah (Sisi Barat) dengan panjang 1.096 meter; Gayungsari Barat X 1.102 meter dan Tambak Wedi Jaya III dengan luas 940 meter.</p>
<p>Syamsul mengklaim integrasi infrastruktur baru ini telah membuahkan hasil signifikan. Berdasarkan data evaluasi DSDABM, terjadi penurunan jumlah lokasi rawan genangan secara drastis di Surabaya. </p>
<p>"Terdapat pengurangan titik genangan di 38 lokasi di seluruh wilayah kota," jelasnya.</p>
<p>Meski infrastruktur telah ditingkatkan, Syamsul menekankan bahwa efektivitas sistem antibanjir sangat bergantung pada kesadaran masyarakat. </p>
<p>Ia menyebut bahwa penyumbatan saluran akibat sampah domestik yang masih menjadi hambatan utama dalam operasional drainase.</p>
<p>"Persoalan klasik seperti saluran yang tersumbat sampah rumah tangga masih sering kami temukan di lapangan. Partisipasi warga dalam menjaga kebersihan saluran sangat krusial," tukas Syamsul.<b> (*) </b></p>
<p><b>Editor: Syaiful Aries</b></p>
<p><b> </b></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Puluhan Ribu Pengunjung Serbu Kebun Binatang Surabaya di Hari Pertama 2026</title>
<link>https://suarajatimpost.com/puluhan-ribu-pengunjung-serbu-kebun-binatang-surabaya-di-hari-pertama-2026</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/puluhan-ribu-pengunjung-serbu-kebun-binatang-surabaya-di-hari-pertama-2026</guid>
<description><![CDATA[ Ribuan keluarga memadati PDTS Kebun Binatang Surabaya di hari pertama 2026, menikmati edukasi satwa, pertunjukan budaya, hingga konser dangdut yang menyulap bonbin penuh keceriaan. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202601/image_870x580_695651078566f.webp" length="72496" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 01 Jan 2026 20:59:39 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ryan Ramadhan</dc:creator>
<media:keywords>PDTS KBS, Kebun Binatang Surabaya, Tahun Baru, 2026, Wisata, Surabaya, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SURABAYA, SJP -</strong> Suasana awal tahun 2026 di Perusahaan Daerah Taman Satwa (PDTS) Kebun Binatang Surabaya (KBS) berlangsung semarak. Sejak pagi, Kamis (1/1/2026), ribuan pengunjung memadati area kebun binatang legendaris tersebut, didominasi keluarga yang menghabiskan libur Tahun Baru bersama anak-anak.</p>
<p>Kepadatan pengunjung terlihat hampir di seluruh sudut PDTS KBS, mulai dari area Kids Zoo, zona primata, hingga panggung hiburan. Banyak keluarga datang sejak pagi untuk menikmati beragam agenda khusus yang disiapkan KBS di hari pertama tahun 2026.</p>
<p><strong>Program Khusus Tahun Baru di PDTS KBS</strong></p>
<p>Keramaian itu tak lepas dari rangkaian program liburan Natal dan Tahun Baru (Nataru) yang disiapkan PDTS KBS sejak awal Desember 2025. Program bertajuk “Ceria Bersama – Menuju Kebun Binatang Surabaya Mendunia: Bonbin Dar Der Dor” itu mencapai puncaknya pada 1 Januari 2026.</p>
<p>Kepala Seksi Humas PDTS KBS, Lintang Ratri Sunarwidhi, menyebut program tersebut sengaja dirancang untuk menghadirkan pengalaman wisata keluarga yang penghujung tahun 2025 dan di awal tahun 2026, dengan target pengunjung pada 1 Januari 2026 tembus 50 ribu pengunjung.</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202601/image_870x_69565be62540c.webp" alt=""></p>
<p>"Kami ingin menghadirkan pengalaman berwisata yang tidak hanya menyenangkan tetapi juga memiliki nilai edukasi kuat," ujar Lintang, Kamis (1/1/2026).</p>
<p>Salah satu agenda yang paling diminati pengunjung adalah aktivitas feeding satwa. Pada 1 Januari 2026, pengunjung dapat menyaksikan langsung pemberian pakan untuk sejumlah satwa unggulan, seperti gajah, singa, binturong, dan pelikan.</p>
<p>Aktivitas itu dikemas secara interaktif dan edukatif, sehingga pengunjung tidak hanya menyaksikan, tetapi juga memahami perilaku dan pola hidup satwa, khususnya bagi anak-anak.</p>
<p>"Aktivitas tersebut memberikan edukasi konservasi yang dikemas dengan cara yang menarik dan mudah dipahami oleh anak-anak, tetapi tetap cocok untuk orang dewasa," ungkap Lintang.</p>
<p><strong>Perpaduan Budaya dan Hiburan di Hari Pertama 2026</strong></p>
<p>Selain aktivitas satwa, PDTS KBS juga menghadirkan beragam pertunjukan budaya dan hiburan pada hari pertama tahun ini. Pengunjung disuguhi pentas reog, jaranan, angklung, hingga live music yang digelar sepanjang hari.</p>
<p>Kemeriahan kian terasa dengan adanya sesi kejutan khusus bagi pengunjung yang mengenakan busana ala era 1980-an, yang menjadi bagian dari konsep tematik liburan akhir tahun.</p>
<p>"Kami menambahkan lebih banyak interaksi satwa dan pertunjukan budaya agar pengunjung mendapatkan pengalaman yang lengkap," imbuh Lintang.</p>
<p>Puncak hiburan di 1 Januari 2026 ditandai dengan konser musik dangdut yang digelar di area PDTS KBS. Konser ini menjadi salah satu magnet utama yang menarik pengunjung bertahan hingga sore hari.</p>
<p>"Hari ini akan tampil Avita Grup bersama bintang Pantura dan KDI, yakni Puput Pazriah, Khiara Puspita, dan Cita Amelia," tutur Lintang.</p>
<p><strong>Pengunjung Luar Kota Nikmati Liburan Keluarga</strong></p>
<p>Salah satu pengunjung, Rudi Hartono (38), warga Malang, datang bersama istri dan dua anaknya untuk merayakan Tahun Baru di Kota Pahlawan, dan salah satu destinasi yang mereka kunjungi ialah PDTS KBS. Rudi mengaku suasana PDTS KBS di awal tahun 2026 terasa lebih hidup dan ramah keluarga.</p>
<p>"Kami sengaja datang sejak pagi. Anak-anak senang karena bisa lihat satwa sekaligus nonton pertunjukan, suasananya ramai tapi tetap nyaman," ujar Rudi.</p>
<p>Menurutnya, harga tiket yang terjangkau menjadi alasan KBS selalu masuk daftar tujuan liburan keluarganya.</p>
<p>Di tengah padatnya pengunjung awal tahun, PDTS KBS memastikan harga tiket tidak mengalami kenaikan. Tiket masuk tetap dipatok Rp15.000 per orang, dengan pilihan paket hemat Rp100.000 untuk lima orang yang sudah termasuk akses ke wahana Kids Zoo.</p>
<p>Dengan kombinasi edukasi satwa, hiburan budaya, dan konser musik, PDTS KBS sukses menghadirkan suasana awal tahun 2026 yang ramai, hangat, dan penuh keceriaan bagi ribuan keluarga yang berlibur. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Rumah Mewah di Dharmahusada Dibobol saat Pemilik Tidur, Pelaku Terekam CCTV hingga Santai Makan</title>
<link>https://suarajatimpost.com/rumah-mewah-di-dharmahusada-dibobol-saat-pemilik-tidur-pelaku-terekam-cctv-hingga-santai-makan</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/rumah-mewah-di-dharmahusada-dibobol-saat-pemilik-tidur-pelaku-terekam-cctv-hingga-santai-makan</guid>
<description><![CDATA[ Aksi pembobolan terekam CCTV saat pemilik rumah tertidur, pelaku tunggal masuk lewat lantai dua dan menggondol BPKB, perhiasan, hingga jam mewah bernilai ratusan juta rupiah. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202601/image_870x580_69565110759a4.webp" length="34862" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 01 Jan 2026 19:23:00 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ryan Ramadhan</dc:creator>
<media:keywords>Pembobolan Rumah Mewah, CCTV, Pencurian, Surabaya, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SURABAYA, SJP –</strong> Aksi pembobolan rumah mewah terjadi di Jalan Dharmahusada Indah Timur, Kecamatan Mulyorejo, Surabaya. Rumah milik Elly Tjengundoro (53) dimasuki pencuri pada Minggu (14/12/2025) dini hari, saat korban tertidur pulas di dalam kamar dan tidak menyadari keberadaan orang asing di rumahnya.</p>
<p>Peristiwa pencurian itu baru diketahui korban setelah bangun tidur dan mendapati kondisi rumah dalam keadaan berantakan. Sejumlah barang berharga miliknya raib, dengan total kerugian ditaksir mencapai ratusan juta rupiah.</p>
<p>Aksi pelaku terekam kamera pengawas (CCTV) di dalam rumah. Dalam rekaman tersebut, pelaku terlihat mengobrak-abrik hampir seluruh ruangan dan kamar. Gerak-geriknya tampak tenang dan terampil, seolah mengetahui lokasi penyimpanan barang-barang berharga milik korban.</p>
<p>Tak hanya itu, rekaman CCTV juga memperlihatkan aksi pelaku yang menyita perhatian publik. Pelaku tampak masuk ke salah satu ruangan, lalu makan dan minum makanan yang tersaji di meja hingga habis, seolah berada di rumah sendiri. </p>
<p>Video tersebut kemudian beredar luas dan viral di media sosial, memicu beragam reaksi warganet yang menilai pelaku sangat berani.</p>
<p>Korban selanjutnya melaporkan kejadian tersebut ke pihak kepolisian. Menindaklanjuti laporan itu, jajaran Polsek Mulyorejo bersama tim Inafis Polrestabes Surabaya langsung mendatangi lokasi kejadian untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).</p>
<p>Kapolsek Mulyorejo Surabaya, AKP Desy Ratnasih Dewanti, membenarkan adanya laporan pembobolan rumah tersebut dan menjelaskan bahwa pihaknya langsung melakukan penyelidikan sejak laporan awal kali diterima.</p>
<p>"Begitu menerima laporan, kami langsung mendatangi lokasi dan melakukan olah TKP bersama tim Inafis Polrestabes Surabaya," ujar AKP Desy saat dikonfirmasi, Kamis (1/1/2026).</p>
<p>Berdasarkan hasil penyelidikan awal, pelaku diduga masuk ke dalam rumah melalui lahan kosong di bagian belakang rumah korban. Pelaku kemudian memanjat ke lantai dua dan masuk melalui pintu belakang yang tidak terkunci.</p>
<p>"Pada saat kejadian, korban sedang tertidur di dalam kamar sehingga tidak menyadari adanya orang asing yang masuk ke rumah," jelasnya.</p>
<p>Dalam aksinya, pelaku yang diduga beraksi seorang diri itu dengan leluasa mengacak-acak isi rumah dan membawa kabur berbagai barang berharga. Di antaranya satu tas berisi empat BPKB mobil, jam tangan mewah, tiga unit telepon genggam, uang tunai, serta perhiasan berlian.</p>
<p>Setelah menjarah isi rumah, pelaku melarikan diri melalui jalur yang sama seperti saat masuk. Hingga kini, polisi masih terus mendalami kasus tersebut dengan memeriksa rekaman CCTV di sekitar lokasi dan meminta keterangan sejumlah orang yang dicurigai.</p>
<p>"Saat ini kasus masih dalam tahap penyelidikan. Kami masih mengidentifikasi dan mengejar pelaku," tegas AKP Desy.</p>
<p>Sementara itu, pantauan di lokasi rumah korban menunjukkan kondisi rumah tampak sepi. Upaya awak media untuk meminta konfirmasi kepada korban belum membuahkan hasil. </p>
<p>Polisi mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan, memastikan seluruh akses rumah terkunci dengan baik, serta segera melapor apabila menemukan aktivitas mencurigakan di lingkungan sekitar. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Pemkot Surabaya Tetapkan Mekanisme Kerja Satgas Anti&amp;Premanisme</title>
<link>https://suarajatimpost.com/pemkot-surabaya-tetapkan-mekanisme-kerja-satgas-anti-premanisme</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/pemkot-surabaya-tetapkan-mekanisme-kerja-satgas-anti-premanisme</guid>
<description><![CDATA[ Kasus dugaan pengusiran paksa warga lansia memicu Pemkot Surabaya membentuk Satgas Anti-Premanisme dengan posko, patroli wilayah, dan sinergi aparat untuk melawan intimidasi. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202601/image_870x580_6956510bd3f15.webp" length="39840" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 01 Jan 2026 18:30:42 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ryan Ramadhan</dc:creator>
<media:keywords>Satgas Anti-premanisme, Deklarasi Surabaya Bersatu, Pemkot Surabaya, Eri Cahyadi, Surabaya, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SURABAYA, SJP – </strong>Pemerintah Kota Surabaya menetapkan mekanisme kerja Satgas Anti-Premanisme sebagai langkah tegas memberantas praktik premanisme dan menjaga keamanan serta ketertiban di Kota Pahlawan. </p>
<p>Satgas yang mulai aktif sejak diluncurkan pada Deklarasi Surabaya Bersatu pada Rabu (31/12/2025) kemarin itu dilengkapi posko pengaduan, sistem patroli wilayah, penanggung jawab di tiap kawasan, serta bergerak bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda).</p>
<p>Penetapan mekanisme kerja tersebut menjadi bagian penting dari upaya Pemkot memastikan kehadiran negara dalam melindungi warga dari intimidasi dan tindakan sewenang-wenang yang mengatasnamakan kekuatan kelompok atau organisasi tertentu.</p>
<p>Pembentukan Satgas Anti-Premanisme tidak lepas dari mencuatnya kasus dugaan pengusiran paksa dan perobohan rumah seorang warga lanjut usia, Elina Widjajanti, di Surabaya yang viral di media sosial pada akhir 2025. </p>
<p>Kasus tersebut memicu gelombang reaksi publik dan kekhawatiran masyarakat terhadap praktik premanisme yang dilakukan secara terbuka dan disertai intimidasi.</p>
<p>Melalui pembentukan Satgas Anti-Premanisme, Pemkot Surabaya ingin menegaskan bahwa setiap persoalan harus diselesaikan melalui jalur hukum, bukan dengan kekuatan atau tekanan premanisme.</p>
<p><strong>Mekanisme Kerja: Posko Induk dan Sistem Mobile</strong></p>
<p>Satgas Anti-Premanisme dibentuk sebagai instrumen untuk pencegahan dan penindakan praktik premanisme di Surabaya. Satgas bertugas menerima laporan masyarakat, melakukan pemantauan langsung di lapangan, serta berkoordinasi dengan aparat penegak hukum apabila ditemukan pelanggaran hukum.</p>
<p>Keberadaan Satgas tersebut diharapkan mampu menciptakan rasa aman bagi masyarakat sekaligus memberikan kepastian bahwa setiap tindakan intimidatif akan ditangani secara tegas dan terukur.</p>
<p>Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menjelaskan bahwa Satgas Anti-Premanisme telah memiliki posko khusus yang menjadi pusat koordinasi dan pengaduan. Posko tersebut berada di area dekat Inspektorat Pemkot Surabaya.</p>
<p>"Jadi kita akan memiliki tempat ya di posko kita yang namanya Satgas Anti-Preman itu ada di dekat Inspektorat, di samping Inspektorat," ujar Eri, Kamis (1/1/2026).</p>
<p>Selain posko tetap, Satgas juga akan bekerja secara aktif dengan berkeliling ke wilayah-wilayah di Surabaya. Setiap wilayah telah ditetapkan penanggung jawab untuk memastikan penanganan laporan berjalan cepat dan tidak tumpang tindih.</p>
<p>"Dan nanti kita akan berputar di setiap wilayah dan ada penanggung jawabnya sendiri-sendiri di masing-masing wilayah tadi," lanjutnya.</p>
<p><strong>Menjangkau Lima Wilayah Surabaya</strong></p>
<p>Dalam pelaksanaannya, Satgas Anti-Premanisme disebar di lima wilayah Surabaya, meliputi Surabaya Timur, Barat, Utara, Selatan, dan wilayah pusat. Pola itu diterapkan agar pengawasan dan pelayanan pengaduan dapat dilakukan secara merata di seluruh kota.</p>
<p>Dengan sistem wilayah tersebut, Pemkot berharap masyarakat tidak kesulitan melapor ketika menemukan pelanggaran atau tindakan yang mengarah pada premanisme.</p>
<p>Pemkot Surabaya menegaskan bahwa Satgas Anti-Premanisme tidak bekerja sendiri. Satgas akan bergerak bersama Forkopimda Surabaya guna memastikan keamanan dan ketertiban kota tetap terjaga.</p>
<p>"Kita juga akan bergerak bersama Forkopimda Surabaya khususnya untuk menjaga keamanan Surabaya," tegas Eri.</p>
<p>Sinergi itu memungkinkan Satgas untuk langsung berkoordinasi dengan unsur penegak hukum ketika laporan masyarakat mengandung unsur pidana atau ancaman keamanan.</p>
<p><strong>Warga Diminta Aktif Melapor</strong></p>
<p>Wali Kota Eri Cahyadi juga mengimbau warga Surabaya agar tidak ragu melapor apabila menemukan pelanggaran aturan, terutama yang disertai aksi premanisme. Menurutnya, laporan cepat dari masyarakat sangat menentukan efektivitas kerja Satgas.</p>
<p>"Dan yang terpenting warga Surabaya itu kalau ada kejadian langsung laporkan sehingga kita akan bertindak itu," imbaunya.</p>
<p>Pemkot Surabaya menegaskan tidak akan memberi ruang bagi praktik premanisme dalam bentuk apa pun. Setiap pelanggaran aturan yang disertai intimidasi atau kekerasan akan dihadapi secara tegas.</p>
<p>"Jadi dalam hal apapun ya, dalam hal apapun warga Surabaya kalau ada aturan dan ternyata tidak menjalankan aturan, terus menggunakan kekuatan premanisme, kita lawan," pungkas Eri.</p>
<p>Dengan mekanisme kerja yang jelas dan dukungan lintas sektor, Pemkot Surabaya optimistis Satgas Anti-Premanisme dapat menjadi langkah efektif dalam menjaga keamanan dan ketertiban Kota Pahlawan. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Sering Terlihat di Jalan, Begini Cara Melaporkan Rokok Ilegal ke Bea Cukai</title>
<link>https://suarajatimpost.com/sering-terlihat-di-jalan-begini-cara-melaporkan-rokok-ilegal-ke-bea-cukai</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/sering-terlihat-di-jalan-begini-cara-melaporkan-rokok-ilegal-ke-bea-cukai</guid>
<description><![CDATA[ Gerobak portabel hingga motor dengan kotak mirip laptop warna-warni kerap menjual rokok bermerek asing di jalanan, Bea Cukai ungkap beragam jalur resmi untuk melaporkannya. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202512/image_870x580_69440b91e7393.webp" length="95420" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 18 Dec 2025 22:57:10 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ryan Ramadhan</dc:creator>
<media:keywords>Beacukai, Bea Cukai, KPPBC, KPPBC Sidoarjo, DJBC, Rokok Ilegal, Gempur Rokok Ilegal, Surabaya, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SURABAYA, SJP - </strong>Di sudut-sudut jalan, pemandangan gerobak kecil yang menjajakan rokok sudah menjadi hal lumrah. Ada yang berupa toko kelontong, ada pula yang dibawa menggunakan sepeda motor dengan kotak kayu menyerupai laptop. Sekilas tampak biasa, namun jika dicermati, tak jarang rokok yang dijual justru bermerek asing di telinga, tanpa pita cukai, atau harganya jauh di bawah rokok legal.</p>
<p>Fenomena itulah yang menjadi salah satu pintu masuk peredaran rokok ilegal di tengah masyarakat. Peredarannya kerap luput dari perhatian karena menyaru dalam aktivitas jual beli sehari-hari, bahkan berada sangat dekat dengan lingkungan permukiman. Lalu apakah masyarakat bisa melaporkan peredaran tersebut?</p>
<p>Berkaitan dengan persoalan itu, Informasi mengenai cara masyarakat melaporkan temuan rokok ilegal dijelaskan dalam kegiatan press release pemusnahan rokok ilegal yang digelar oleh Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC) Tipe Madya Pabean Sidoarjo di Lapangan Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Jawa Timur I, Kamis (18/12/2025). </p>
<p>Kepala Kantor Bea Cukai Sidoarjo, Rudy Hery Kurniawan, memaparkan bahwa salah satu tantangan terbesar dalam pemberantasan rokok ilegal adalah maraknya penjualan di lapak-lapak kecil dan gerobak portabel yang mudah berpindah.</p>
<p>"Masih banyak di jalan-jalan itu gerobak portable untuk jualan rokok ilegal, termasuk yang pakai motor-motor," ujarnya.</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202512/image_870x_69440b9e5a0a0.webp" alt=""></p>
<p>Menurut Rudy, meskipun yang terlihat di lapangan sering kali pedagang kecil, skala barang yang beredar menunjukkan adanya distributor besar di belakangnya. Karena itu, Bea Cukai tidak hanya menindak barang, tetapi juga memproses pelaku hingga ke ranah hukum.</p>
<p>Untuk masyarakat yang menemukan peredaran rokok ilegal, Rudy menegaskan bahwa negara telah menyediakan berbagai saluran pelaporan yang mudah diakses. Pelaporan dapat dilakukan baik di daerah produksi, distribusi, maupun pemasaran.</p>
<p>“Kami punya hotline, bisa langsung ke KPPBC, bisa melalui SIPUMA, WISE di Kementerian Keuangan, atau melalui lapor Pak Menteri. Semua laporan pasti ditindaklanjuti,” tegasnya.</p>
<p>Ia menambahkan, peran masyarakat menjadi kunci karena aparat tidak mungkin menjangkau seluruh wilayah tanpa dukungan informasi dari warga. Setiap laporan akan dipantau oleh unit kepatuhan internal untuk memastikan tindak lanjut penanganannya.</p>
<p>“Peran masyarakat menjadi penting ketika kita memerangi rokok ilegal,” ucap Rudy.</p>
<p>Sementara itu, Kepala Kantor Wilayah DJBC Jawa Timur I, Untung Basuki, menegaskan bahwa pelibatan masyarakat sangat penting dalam memerangi peredaran rokok ilegal, terutama di tingkat pemasaran yang bersentuhan langsung dengan konsumen.</p>
<p>"Harapannya rekan-rekan media bisa mengedukasi seluruh komponen, tidak hanya aparat penegak hukum, tetapi juga masyarakat untuk bersama-sama memerangi rokok ilegal," ujar Untung.</p>
<p>Ia menjelaskan, rokok ilegal bukan sekadar persoalan administrasi cukai, melainkan berdampak luas terhadap negara dan masyarakat. Rokok yang tidak dilekati pita cukai menyebabkan negara kehilangan penerimaan, menciptakan persaingan usaha tidak sehat, serta berpotensi membahayakan kesehatan karena tidak melalui pengawasan resmi.</p>
<p>“Dampaknya negatif terhadap penerimaan negara, terhadap kesehatan, kemudian terhadap perdagangan di dalam negeri,” pungkasnya.</p>
<p>Bea Cukai berharap, dengan adanya edukasi yang berkelanjutan melalui media dan keterlibatan aktif masyarakat, peredaran rokok ilegal dapat ditekan secara signifikan. Masyarakat pun diimbau tidak hanya menolak membeli, tetapi juga berani melaporkan setiap temuan rokok ilegal di sekitarnya. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Manfaatkan Jastip hingga Mobil Pribadi, Bea Cukai Ungkap Modus Baru Peredaran Rokok Ilegal</title>
<link>https://suarajatimpost.com/manfaatkan-jastip-hingga-mobil-pribadi-bea-cukai-ungkap-modus-baru-peredaran-rokok-ilegal</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/manfaatkan-jastip-hingga-mobil-pribadi-bea-cukai-ungkap-modus-baru-peredaran-rokok-ilegal</guid>
<description><![CDATA[ Menggunakan mobil pribadi mewah dan jasa titipan, pelaku rokok ilegal kian lihai mengelabui petugas, menunjukkan peredaran masih kuat meski pengawasan Bea Cukai terus diperketat. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202512/image_870x580_69440b7ccdb27.webp" length="46940" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 18 Dec 2025 22:22:06 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ryan Ramadhan</dc:creator>
<media:keywords>Beacukai, Bea Cukai, KPPBC, KPPBC Sidoarjo, DJBC, Rokok Ilegal, Gempur Rokok Ilegal, Surabaya, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SURABAYA, SJP - </strong>Upaya pemberantasan peredaran rokok ilegal terus digencarkan oleh aparat penegak hukum, khususnya Direktorat Jenderal Bea dan Cukai/(DJBC). Namun di tengah pengawasan yang semakin ketat, peredaran rokok tanpa pita cukai justru masih bertahan dan malah semakin marak.</p>
<p>Para pengedar yang tak pernah kehabisan akal mulai memodifikasi cara distribusi agar bisa luput dari pengawasan aparat, mulai dari memanfaatkan jasa titipan (jastip) hingga menggunakan mobil pribadi mewah sebagai sarana pengangkut.</p>
<p>Modus-modus tersebut diungkapkan dalam kegiatan Press Release Pemusnahan 9 Juta Batang Rokok Ilegal yang digelar di Lapangan Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Jawa Timur I, Kamis (18/12/2025). </p>
<p>Kegiatan tersebut diselenggarakan oleh Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC) Tipe Madya Pabean Sidoarjo sebagai bagian dari komitmen pemberantasan rokok ilegal di wilayah Jawa Timur.</p>
<p>Dalam kesempatan tersebut, Kepala Kantor Wilayah DJBC Jawa Timur I, Untung Basuki, mengungkapkan bahwa pola distribusi rokok ilegal kini mengalami perubahan signifikan. Jika sebelumnya pelaku banyak menggunakan kendaraan niaga seperti truk atau mobil boks, kini mereka beralih ke kendaraan pribadi untuk mengelabui petugas.</p>
<p>"Banyak mobil yang kami sita itu justru kendaraan pribadi, bukan lagi kendaraan komersial. Sekarang sudah menggunakan mobil-mobil seperti Alphard dan sejenisnya," ujar Untung, Kamis (18/12/2025).</p>
<p>Selain menggunakan mobil pribadi, pelaku juga memanfaatkan jasa titipan (jastip) sebagai sarana distribusi. Rokok ilegal disamarkan sebagai barang kiriman biasa agar tidak menimbulkan kecurigaan, baik dari petugas maupun penyedia jasa pengiriman.</p>
<p>"Modus lainnya menggunakan jasa titipan. Paket-paket itu seolah barang biasa, seperti makanan atau barang umum, padahal isinya rokok ilegal," katanya.</p>
<p>Menurut Untung, perubahan modus ini menunjukkan bahwa pelaku peredaran rokok ilegal bersifat adaptif dan terus mencari celah di tengah pengawasan yang semakin ketat. Menyikapi hal tersebut, Bea Cukai kini memperkuat kerja sama dengan perusahaan jasa titipan untuk mendeteksi pengiriman barang kena cukai ilegal sejak dini.</p>
<p>"Kami sudah bekerja sama dengan seluruh perusahaan jasa titipan. Jika di lapangan terindikasi hasil tembakau, maka langsung dikoordinasikan dengan Bea Cukai," ucapnya.</p>
<p>Ia menegaskan, rokok ilegal bukan sekadar pelanggaran administrasi, melainkan kejahatan yang berdampak luas. Selain menghilangkan penerimaan negara, peredaran rokok ilegal juga menciptakan persaingan usaha tidak sehat dan berpotensi membahayakan kesehatan masyarakat.</p>
<p>"Rokok ilegal itu merugikan negara, merugikan konsumen, dan merugikan pelaku usaha yang taat aturan," tegas Untung.</p>
<p>Sebagai informasi, Sepanjang tahun 2025, Bea Cukai Sidoarjo telah melaksanakan enam kali kegiatan pemusnahan dengan total barang kena cukai ilegal mencapai 63,6 juta batang rokok. Dari jumlah tersebut, potensi nilai barang ditaksir mencapai Rp91,6 miliar, sementara potensi kerugian negara diperkirakan sebesar Rp56,7 miliar.</p>
<p>Melalui kegiatan tersebut, Bea Cukai berharap masyarakat semakin waspada dan tidak terlibat, baik sebagai pelaku maupun konsumen. Partisipasi publik dinilai menjadi kunci penting dalam memutus mata rantai peredaran rokok ilegal yang kian canggih dan terselubung. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Bea Cukai Musnahkan 9,38 Juta Batang Rokok Ilegal, Potensi Kerugian Negara Capai Rp9,07 Miliar</title>
<link>https://suarajatimpost.com/bea-cukai-musnahkan-938-juta-batang-rokok-ilegal-potensi-kerugian-negara-capai-rp907-miliar</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/bea-cukai-musnahkan-938-juta-batang-rokok-ilegal-potensi-kerugian-negara-capai-rp907-miliar</guid>
<description><![CDATA[ Peredaran rokok ilegal menimbulkan berbagai dampak serius, tidak hanya dari sisi penerimaan negara, tetapi juga terhadap iklim usaha dan kesehatan masyarakat. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202512/image_870x580_69440b7644f8f.webp" length="69190" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 18 Dec 2025 21:43:21 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ryan Ramadhan</dc:creator>
<media:keywords>Beacukai, Bea Cukai, KPPBC, KPPBC Sidoarjo, DJBC, Rokok Ilegal, Gempur Rokok Ilegal, Surabaya, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SURABAYA, SJP - </strong>Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC) Tipe Madya Pabean Sidoarjo memusnahkan 9.38 juta batang rokok ilegal dengan potensi kerugian negara mencapai Rp9,07 miliar. </p>
<p>Kegiatan pemusnahan tersebut digelar pada Kamis (18/12/2025) di Lapangan Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Jawa Timur I sebagai bagian dari upaya berkelanjutan pemberantasan peredaran barang kena cukai ilegal.</p>
<p>Pemusnahan tersebut merupakan hasil penindakan di bidang cukai periode Juli hingga November 2025, yang mencakup rokok tanpa pita cukai, menggunakan pita cukai palsu, serta pita cukai yang tidak sesuai peruntukannya sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 39 Tahun 2007 tentang Cukai.</p>
<p><strong>Akumulasi Penindakan Sepanjang 2025</strong></p>
<p>Sepanjang tahun 2025, Bea Cukai Sidoarjo telah melaksanakan enam kali kegiatan pemusnahan dengan total barang kena cukai ilegal mencapai 63,6 juta batang rokok. Dari jumlah tersebut, potensi nilai barang ditaksir mencapai Rp91,6 miliar, sementara potensi kerugian negara diperkirakan sebesar Rp56,7 miliar.</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202512/image_870x_69440b870305e.webp" alt=""></p>
<p>Kepala Kantor Wilayah DJBC Jawa Timur I, Untung Basuki, menegaskan bahwa pemusnahan tersebut merupakan agenda rutin yang mencerminkan konsistensi negara dalam menegakkan hukum cukai.</p>
<p>"Hari ini kita melakukan kegiatan yang secara rutin kita lakukan, yaitu pemusnahan barang kena cukai hasil tembakau ilegal atau rokok ilegal," ujar Untung, Kamis (18/12/2025).</p>
<p>Ia menjelaskan bahwa barang yang dimusnahkan merupakan hasil penindakan KPPBC Sidoarjo di cakupan wilayah kerjanya, meliputi Kabupaten Sidoarjo, Kota dan Kabupaten Mojokerto, serta Kota Surabaya.</p>
<p>Untung menuturkan, peredaran rokok ilegal menimbulkan berbagai dampak serius, tidak hanya dari sisi penerimaan negara, tetapi juga terhadap iklim usaha dan kesehatan masyarakat.</p>
<p>"Bahaya rokok ilegal tentu pertama jelas penerimaan negara tidak didapatkan. Yang kedua terjadi persaingan usaha yang tidak sehat antara rokok legal dan ilegal," katanya.</p>
<p>Ia menambahkan bahwa rokok sebagai barang kena cukai dikenakan pembatasan karena berdampak pada kesehatan masyarakat, sehingga pengawasannya menjadi sangat penting.</p>
<p>"Oleh karena itu, mari kita bersama-sama memerangi rokok ilegal karena dampaknya negatif terhadap penerimaan negara, kesehatan, dan perdagangan dalam negeri," ujarnya.</p>
<p><strong>Proses Pemusnahan dan Legalitas</strong></p>
<p>Pada kegiatan kali ini, sebanyak 10 truk rokok ilegal dimusnahkan selama dua hari, yakni pada 18–19 Desember 2025. Pada hari pertama dilakukan pemusnahan secara simbolis di lapangan depan kantor DJBC Jawa Timur I, sementara pemusnahan keseluruhan dilakukan di fasilitas PT Putra Restu Ibu Abadi (PRIA) menggunakan mesin incinerator bersuhu tinggi.</p>
<p>Metode tersebut dipilih untuk memastikan rokok ilegal benar-benar rusak, tidak memiliki nilai ekonomis, serta tidak menimbulkan dampak lingkungan. Seluruh proses pemusnahan telah melalui penetapan sebagai Barang Milik Negara (BMN) dan memperoleh persetujuan resmi dari Direktorat Pengelolaan Kekayaan Negara.</p>
<p>Kepala Kantor Bea Cukai Sidoarjo, Rudy Hery Kurniawan, mengungkapkan bahwa nilai barang yang dimusnahkan pada kegiatan ini mencapai Rp13,9 miliar, dengan potensi penerimaan cukai sebesar Rp9,07 miliar.</p>
<p>"Ini tiga kali penindakan, kita bayangkan kalau setahun terus-terus terjadi, berapa ratus miliar atau triliunan rupiah potensi kerugian negara," kata Rudy.</p>
<p>Ia juga menyampaikan bahwa Bea Cukai Sidoarjo telah memproses 12 tersangka, seluruhnya telah dinyatakan lengkap atau P21, dan tersangka terakhir segera diserahkan kepada penuntut umum.</p>
<p>"Bukan hanya pedagang kecil, karena kalau barangnya sebanyak ini pasti distributor yang cukup besar," tegasnya.</p>
<p><strong>Peran Masyarakat dan Aparat Daerah</strong></p>
<p>Rudy menjelaskan bahwa penindakan tidak hanya menyasar gudang dan distribusi besar, tetapi juga lapak-lapak penjualan rokok ilegal di jalanan, termasuk gerobak portabel yang banyak ditemukan dari laporan masyarakat.</p>
<p>"Walaupun itu masyarakat, tetap kita edukasi dan kita ambil barangnya, karena mau bagaimanpun itu adalah tindakan (menjual rokok ilegal) yang salah," ujarnya.</p>
<p>Penindakan tersebut dilakukan secara terpadu dengan melibatkan Satpol PP, TNI, Polri, kejaksaan, serta unsur Forkopimda lainnya. Menurutnya, Jawa Timur sebagai daerah dengan produksi tembakau yang hampir merata membutuhkan pengawasan ekstra ketat.</p>
<p>"Yang perlu digarisbawahi adalah ini bukan hanya soal penerimaan negara saja, tetapi juga menyangkut kesehatan pasar dan masyarakat, sehingga menjadi tanggung jawab kita bersama," tukas Rudy. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>DPRD Surabaya Soroti Kasus Dugaan Pungli Oknum Satpol PP, Pemkot Diminta Tegas dan &amp;quot;Gak Ngomong Tok&amp;quot;</title>
<link>https://suarajatimpost.com/dprd-surabaya-soroti-kasus-dugaan-pungli-oknum-satpol-pp-pemkot-diminta-tegas-dan-gak-ngomong-tok</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/dprd-surabaya-soroti-kasus-dugaan-pungli-oknum-satpol-pp-pemkot-diminta-tegas-dan-gak-ngomong-tok</guid>
<description><![CDATA[ DPRD Surabaya menegaskan video lama tak menghapus fakta pungli oknum Satpol PP, menuntut sanksi terberat demi menjaga integritas aparatur dan kepercayaan publik. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202512/image_870x580_693d5f7a5808e.webp" length="18022" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sat, 13 Dec 2025 21:29:47 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ryan Ramadhan</dc:creator>
<media:keywords>Pungli, Satpol PP, Pungutan Liar, Pemkot Surabaya, DPRD Surabaya, Surabaya, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SURABAYA, SJP - </strong>DPRD Kota Surabaya menyoroti serius kasus dugaan pungutan liar (pungli) yang melibatkan oknum anggota Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Surabaya. </p>
<p></p>
<p>Kasus itu mencuat ke publik setelah sebuah video yang memperlihatkan dugaan pungli terhadap pedagang kaki lima (PKL) viral di media sosial dan memantik perhatian luas masyarakat.</p>
<p></p>
<p>Wakil rakyat menilai, peristiwa tersebut bukan sekadar persoalan individu, melainkan menyangkut integritas aparatur pemerintah serta kepercayaan publik terhadap komitmen pemberantasan pungli di lingkungan Pemerintah Kota Surabaya.</p>
<p></p>
<p><strong>Video Viral Saat Hari Anti Korupsi Sedunia</strong></p>
<p>Kasus tersebut bermula dari beredarnya sebuah video di media sosial yang memperlihatkan seorang oknum anggota Satpol PP diduga melakukan pungli kepada PKL.</p>
<p>Video tersebut kemudian menyebar luas dan memicu reaksi publik, terutama karena tindakan itu dilakukan oleh aparat penegak peraturan daerah yang seharusnya menjadi contoh dalam menegakkan aturan.</p>
<p>Belakangan, pihak Satpol PP Kota Surabaya memberikan klarifikasi bahwa video tersebut merupakan rekaman lama, yang diambil pada rentang waktu Juli hingga Oktober 2024, dan baru viral pada akhir 2025. Meski demikian, klarifikasi tersebut tidak serta-merta meredam kritik, karena substansi dugaan pungli tetap dinilai sebagai pelanggaran serius.</p>
<p>Momentum viralnya video itu juga dinilai ironis karena bertepatan dengan peringatan Hari Anti Korupsi Sedunia (Hakordia), di saat pemerintah daerah tengah menggaungkan komitmen pemberantasan korupsi dan pungli.</p>
<p><strong>Substansi Lebih Penting dari Usia Video</strong></p>
<p>Ketua Komisi A DPRD Surabaya, Yona Bagus Widyatmoko, menegaskan bahwa polemik video lama atau baru tidak boleh mengaburkan substansi persoalan. Menurutnya, fakta adanya dugaan pungli merupakan persoalan utama yang harus ditangani secara serius oleh Pemerintah Kota Surabaya.</p>
<p>"Bukan soal itu video lama atau baru, tapi ini adalah fakta yang tidak bisa disanggah tentang wajah Satpol PP Kota Surabaya yang masih jauh dari bersih dari perilaku pungli," ujar Yona, </p>
<p>Ia menilai, klarifikasi bahwa video tersebut direkam setahun lalu tidak menghapus fakta bahwa praktik pungli pernah terjadi dan mencederai kepercayaan masyarakat. DPRD, kata dia, melihat kasus ini sebagai peringatan keras bahwa pengawasan internal masih perlu diperkuat.</p>
<p>Yona juga menyoroti ironi kasus itu yang muncul di tengah kampanye antikorupsi. Ia mengingatkan agar semangat pemberantasan pungli tidak berhenti pada slogan dan seremonial belaka, melainkan diwujudkan dalam tindakan nyata.</p>
<p>“Keberanian memberantas pungli dan menolak korupsi jangan hanya sebatas jargon, tapi harus diaktualisasikan dalam kehidupan nyata sehari-hari," tegasnya.</p>
<p>Lebih jauh, DPRD Surabaya mendorong agar sanksi terhadap pelaku pungli tidak bersifat ringan. Ia menilai, mutasi jabatan atau rotasi lokasi kerja tidak cukup untuk menunjukkan keseriusan pemerintah dalam memberantas pungli.</p>
<p>"Jika ada ASN maupun non-ASN Pemkot Surabaya yang terbukti melakukan pungli kepada masyarakat, harus ditindak tegas dengan sanksi yang memberatkan," imbuhnya.</p>
<p>Menurutnya, opsi sanksi terberat berupa pemecatan tidak dengan hormat perlu dipertimbangkan agar memberikan efek jera sekaligus menjadi peringatan bagi aparatur lainnya.</p>
<p>"Ini soal integritas aparatur dan kepercayaan publik, sehingga harus dibuktikan. Gak ngomong tok," tabdas Yona.</p>
<p><strong>Satpol PP Sebut Sanksi Berat Telah Dijatuhkan</strong></p>
<p>Sebelumnya, Pemerintah Kota Surabaya melalui Satpol PP menyatakan telah mengambil langkah tegas. Kepala Satpol PP Kota Surabaya, Achmad Zaini, mengungkapkan bahwa pihaknya telah menjatuhkan sanksi berat kepada oknum yang bersangkutan dan tengah memprosesnya sesuai mekanisme kepegawaian.</p>
<p>"Kami ambil tindakan tegas seberat-beratnya, saat ini kami proses dan sedang berkoordinasi dengan BKPSDM," ucap Zaini, Jumat (12/12/2025).</p>
<p>Zaini menegaskan, pihaknya tidak membenarkan tindakan pungli dalam kondisi apa pun. Ia juga menepis anggapan bahwa status video sebagai rekaman lama dapat menjadi alasan untuk mengendurkan penindakan.</p>
<p>“Walaupun itu video lama atau baru, pungli tetaplah pungli, itu pelanggaran berat," terangnya.</p>
<p>Selain penindakan, Satpol PP Surabaya juga berkomitmen memperkuat pengawasan internal guna mencegah kasus serupa terulang. Zaini menyebut, langkah tersebut sejalan dengan komitmen Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi dalam membangun birokrasi yang bersih, transparan, dan akuntabel.</p>
<p>"Langkah ini kami ambil sebagai bentuk keseriusan dalam memberantas praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme di lingkungan Satpol PP," ujar Zaini.</p>
<p>Ia juga mengapresiasi peran masyarakat yang melaporkan kejadian tersebut melalui rekaman video, seraya berharap kasus ini menjadi pembelajaran bagi seluruh anggota Satpol PP agar tidak menyalahgunakan kewenangan. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor: Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Perhumas Luncurkan Perhumas Indicators 2025, Standar Baru Mengukur Kepercayaan dan Narasi Publik</title>
<link>https://suarajatimpost.com/perhumas-luncurkan-perhumas-indicators-2025-standar-baru-mengukur-kepercayaan-dan-narasi-publik</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/perhumas-luncurkan-perhumas-indicators-2025-standar-baru-mengukur-kepercayaan-dan-narasi-publik</guid>
<description><![CDATA[ Perhumas resmi meluncurkan Perhumas Indicators 2025, instrumen berbasis data untuk mengukur kepercayaan publik, reputasi institusi, dan kualitas narasi komunikasi di Indonesia. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202512/image_870x580_693d5f6b0e84f.webp" length="41184" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sat, 13 Dec 2025 20:29:09 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ryan Ramadhan</dc:creator>
<media:keywords>Perhumas Indicators 2025, Konvensi Humas Indonesia, KHI 2025, Perhumas, Humas, Pemprov Jatim, Khofifah Indar Parawansa, Surabaya, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SURABAYA, SJP - </strong>Di tengah derasnya arus informasi yang kerap membentuk opini tanpa pijakan data, profesi humas kini dituntut tidak lagi sekadar sebagai penyampai pesan, melainkan juga mampu membaca dan mengelola narasi publik secara terukur. </p>
<p></p>
<p>Menjawab tantangan itu, Perhimpunan Hubungan Masyarakat Indonesia (Perhumas) meluncurkan Perhumas Indicators 2025, sebuah instrumen strategis berbasis data untuk mengukur reputasi dan kepercayaan publik.</p>
<p></p>
<p>Peluncuran tersebut dilakukan dalam Konvensi Humas Indonesia (KHI) Surabaya 2025 yang digelar di Hotel Bumi Surabaya, Sabtu (13/12/2025).</p>
<p></p>
<p>Forum nasional tersebut menjadi panggung bagi Perhumas untuk memperkenalkan terobosan penting dalam praktik kehumasan di Indonesia, sejalan dengan tema “Inovasi Bersama untuk Indonesia Berdaya Saing Global”.</p>
<p></p>
<p>Konvensi itu dihadiri oleh para praktisi humas, pemimpin organisasi, serta pemangku kepentingan komunikasi dari berbagai sektor. KHI 2025 dirancang tidak hanya sebagai ruang diskusi, tetapi juga sebagai momentum transformasi profesi humas menuju peran yang lebih strategis, berbasis riset, dan akuntabel.</p>
<p></p>
<p>Dalam forum tersebut, Perhumas secara resmi memperkenalkan Perhumas Indicators 2025, hasil kolaborasi dengan lembaga riset Populix. Instrumen itu dirancang sebagai alat ukur komprehensif untuk membaca tingkat kepercayaan publik terhadap institusi pemerintah dan swasta.</p>
<p></p>
<p>Selain membaca kepercayaan publik berdasarkan data, Perhumas Indicator juga dirancang untuk menganalisis kualitas narasi yang berkembang di ruang publik serta efektivitas strategi komunikasi yang dijalankan organisasi.</p>
<p></p>
<p>Ketua Umum DPP Perhumas, Boy Kelana Soebroto dalam KHI 2025 menegaskan bahwa kehadiran indikator ini menjadi penanda perubahan penting dalam dunia kehumasan Indonesia.</p>
<p></p>
<p>"Perhumas Indicators merupakan hasil kerjasama dengan Populix, guanya beragam dan sangat krusial dalam bidang kehumasan," ucap Boy, Sabtu (13/12/2025).</p>
<p></p>
<p>Boy menjelaskan, langkah tersebut diambil untuk menjawab realitas komunikasi di era digital yang sarat dengan disinformasi dan polarisasi. Menurutnya, reputasi tidak bisa lagi dipahami sebagai sesuatu yang abstrak, melainkan harus diukur secara objektif dan berbasis data.</p>
<p></p>
<p>"Kita semua memahami dengan sangat jelas bahwa kepercayaan dan reputasi bukan hanya sekadar persepsi, tetapi juga merupakan aset strategis yang dapat berdampak pada stabilitas pertumbuhan bangsa," tuturnya.</p>
<p></p>
<p>Ia menambahkan, pemilihan Surabaya sebagai lokasi peluncuran bukan tanpa alasan. Kota ini dinilai merepresentasikan semangat inovasi dan transformasi pembangunan Indonesia modern, yang sejalan dengan arah pembaruan profesi humas.</p>
<p></p>
<p>"Jadi harapan kami Perhumas Indicators ini dapat menjadi rujukan bagi praktisi humasan dan komunikasi serta para pimpinan di Indonesia," tukasnya.</p>
<p></p>
<p>Sebagai informasi, selain meluncurkan Perhumas Indicators 2025, Perhumas juga memperkenalkan sejumlah inisiatif penting lainnya dalam KHI 2025, seperti peluncuran buku kolaborasi praktisi humas Indonesia serta pemutakhiran Kode Etik Humas yang kini mengakomodasi pemanfaatan teknologi <em>Artificial Intelligence</em> (AI).</p>
<p></p>
<p>Seluruh rangkaian agenda tersebut merupakan bagian dari persiapan menyambut Hari Ulang Tahun Perhumas ke-53 yang jatuh pada 15 Desember 2025. </p>
<p></p>
<p>Melalui standar pengukuran yang jelas dan fondasi etika yang kuat, Perhumas menegaskan posisi humas sebagai aktor strategis dalam pengambilan kebijakan dan penjaga kualitas komunikasi publik. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor: Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Gerakan “Bicara Baik” di KHI 2025 Surabaya, Perhumas Dorong Etika Komunikasi Humanis di Era AI</title>
<link>https://suarajatimpost.com/gerakan-bicara-baik-di-khi-2025-surabaya-perhumas-dorong-etika-komunikasi-humanis-di-era-ai</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/gerakan-bicara-baik-di-khi-2025-surabaya-perhumas-dorong-etika-komunikasi-humanis-di-era-ai</guid>
<description><![CDATA[ Di tengah derasnya arus AI dan banjir informasi, Perhumas menggaungkan gerakan “Bicara Baik” sebagai kompas etika humas nasional dalam Konvensi Humas Indonesia. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202512/image_870x580_693d5f74cf1ab.webp" length="61154" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sat, 13 Dec 2025 19:46:18 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ryan Ramadhan</dc:creator>
<media:keywords>Konvensi Humas Indonesia, KHI 2025, Perhumas, Humas, Pemprov Jatim, Khofifah Indar Parawansa, Surabaya, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SURABAYA, SJP - </strong>Berbicara adalah aktivitas paling sederhana yang dilakukan manusia setiap hari. Namun di tengah derasnya arus informasi, teknologi kecerdasan buatan, dan ruang digital yang kian bising, setiap kata kini memiliki dampak besar membangun kepercayaan atau justru meruntuhkannya. </p>
<p></p>
<p>Kesadaran itulah yang melandasi gerakan “Bicara Baik”, sebuah ajakan untuk menempatkan etika, empati, dan tanggung jawab sebagai fondasi utama komunikasi publik Indonesia.</p>
<p></p>
<p>Gerakan tersebut secara tegas dikampanyekan oleh Perhimpunan Hubungan Masyarakat Indonesia (Perhumas) dalam Konvensi Humas Indonesia (KHI) 2025 yang digelar di Hotel Bumi Surabaya, Sabtu (13/12/2025).</p>
<p></p>
<p>Mengusung tema “Inovasi Bersama untuk Indonesia Berdaya Saing Global”, konvensi tersebut menjadi panggung konsolidasi nasional profesi humas dalam merespons tantangan komunikasi di era teknologi yang kian canggih.</p>
<p></p>
<p><strong>KHI Sebagi Forum Strategis Profesi Humas Nasional</strong></p>
<p>KHI 2025 dihadiri ratusan praktisi humas dari sektor pemerintah, swasta, akademisi, dan komunitas dari berbagai daerah di Indonesia. Pemilihan Surabaya sebagai tuan rumah bukan tanpa alasan. </p>
<p></p>
<p>Kota Pahlawan dinilai merepresentasikan semangat inovasi, transformasi, serta kesinambungan nilai sejarah dan modernitas, sejalan dengan visi pembangunan komunikasi Indonesia ke depan.</p>
<p></p>
<p>Konvensi itu tidak hanya menjadi ajang diskusi dan refleksi, tetapi juga momentum strategis bagi Perhumas untuk meluncurkan berbagai inisiatif penting, mulai dari pemutakhiran kode etik profesi hingga penguatan peran humas sebagai penjaga kepercayaan publik.</p>
<p></p>
<p><strong>“<em>Bicara Baik</em>” sebagai Pilar Etika dan Strategi Komunikasi</strong></p>
<p>Ketua Umum DPP Perhumas, Boy Kelana Soebroto, menegaskan bahwa profesi kehumasan telah berevolusi jauh melampaui fungsi teknis penyampaian informasi. Di tengah akselerasi teknologi, humas kini memegang peran strategis dalam menjaga harmoni sosial dan membangun optimisme bangsa.</p>
<p></p>
<p>“Saat ini dalam mengemban profesi kehumasan kita bukan hanya berbicara tentang komunikasi saja tetapi juga mengenai persatuan narasi, menjaga kedaulatan dan martabat bangsa serta daya saing Indonesia di kancah global,” ujar Boy, Sabtu (13/12/2025).</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202512/image_870x_693d5f634d52b.webp" alt=""></p>
<p>Ia menyoroti tantangan serius yang dihadapi dunia komunikasi saat ini, termasuk disrupsi teknologi, otomatisasi informasi, serta penggunaan kecerdasan buatan yang berpotensi mengikis nilai kemanusiaan jika tidak diimbangi etika.</p>
<p></p>
<p>"Di dalam kode etik ini tertanam prinsip kebenaran, transparansi, akurasi, tanggung jawab, dan keberpihakan pada kepentingan publik. Dan tentu saja sudah memasukkan unsur-unsur terkait teknologi terkini yaitu artificial intelligence," tegas Boy.</p>
<p></p>
<p>Pemutakhiran Kode Etik Perhumas tersebut menjadi bukti komitmen organisasi untuk memastikan bahwa inovasi komunikasi tetap berpijak pada nilai-nilai manusiawi dan tanggung jawab sosial.</p>
<p></p>
<p>Sejalan dengan Perhumas, Direktur Jenderal Komunikasi Publik dan Media Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi), Fifi Aleyda Yahya yang turut hadir dalam pembukaan konvensi, menegaskan bahwa teknologi tidak boleh menghilangkan peran sentral manusia dalam komunikasi publik.</p>
<p></p>
<p>"Teknologi memang boleh cepat Ibu Bapak tapi manusia yang memberikan sentuhan, memberikan arah begitu. Jadi tetap unsur manusia ini sungguh sangat penting," kata Fifi.</p>
<p></p>
<p>Menurutnya, kecerdasan buatan memang mampu membantu pengolahan dan penyaringan data, namun empati, rasa, dan kebijaksanaan tetap menjadi domain manusia, khususnya profesi humas.</p>
<p></p>
<p>"Bapak Ibu Humas bukan hanya penyampai informasi tapi Bapak Ibu semua adalah penafsir hasil kebijakan, penjaga etika dan kurator kepercayaan publik," imbuhnya.</p>
<p></p>
<p><strong>Jatim Sambut Positif Gerakan "Bicara Baik"</strong></p>
<p>Konvensi Humas Indonesia 2025 secara resmi dibuka oleh Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa. Ia menyambut positif gerakan “Bicara Baik” sebagai energi kolektif untuk membangun optimisme nasional, terlebih dimulai dari Bumi Majapahit.</p>
<p></p>
<p>"Kata Allah, ‘Aku akan memberikan apa yang dipersepsikan oleh hambaku.’ Tetaplah berprasangka yang baik. Tetaplah berprasangka yang positif, tetaplah berprasangka bahwa Indonesia kuat," pesan Khofifah.</p>
<p></p>
<p>Khofifah juga menekankan pentingnya inovasi dalam tata kelola pemerintahan, seraya mengungkapkan bahwa Jawa Timur baru saja meraih penghargaan sebagai provinsi dengan Indeks Inovasi terbaik di Indonesia, sejalan dengan tema besar KHI 2025.</p>
<p></p>
<p>Sebagai informasi, selain kampanye “Bicara Baik” dan peluncuran kode etik terbaru, KHI 2025 yang digelar dua hari hingga Minggu (14/12/2025) besok, juga menghadirkan sejumlah agenda penting lainnya, meliputi:</p>
<ol>
<li>Perhumas Indicators 2025 sebagai alat ukur kepercayaan publik</li>
<li>Peluncuran tiga paket buku kolaborasi praktisi humas yang membahas ESG, reputasi nasional, dan komunikasi krisis digital, serta penyelenggaraan Anugerah Humas 2025.</li>
</ol>
<p></p>
<p>Melalui KHI 2025, Perhumas menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat nation branding Indonesia dan membangun reputasi bangsa melalui komunikasi yang etis, inovatif, dan berorientasi global yang dimulai dari "berbicara dengan baik". <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor: Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Warga Banjar Jawa Timur Hulurkan Bantuan Untuk Percepatan Pemulihan Pascabencana Sumatra</title>
<link>https://suarajatimpost.com/warga-banjar-jawa-timur-hulurkan-bantuan-untuk-percepatan-pemulihan-pascabencana-sumatra</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/warga-banjar-jawa-timur-hulurkan-bantuan-untuk-percepatan-pemulihan-pascabencana-sumatra</guid>
<description><![CDATA[ Warga Banjar Jawa Timur yang tergabung dalam KBB Sa Dunia Provinsi Jawa Timur bergerak cepat menggalang bantuan bagi korban banjir dan longsor Sumatera, memastikan donasi tiba transparan dan tepat guna di tengah situasi darurat yang masih berlangsung. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202512/image_870x580_693bf49a70b8e.webp" length="46598" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Fri, 12 Dec 2025 19:00:09 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ryan Ramadhan</dc:creator>
<media:keywords>Kerukunan Bubuhan Banjar, KBB Jawa Timur, Banjar, Bencana Sumatera, Aceh Surabaya suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SURABAYA, SJP - </strong>Bantuan bagi korban bencana banjir dan longsor di Sumatra-Aceh terus mengalir. Tidak hanya dari pemerintah, namun bantuan juga datang dari berbagai lapisan masyarakat. </p>
<p>Salah satu yang turut bergerak cepat adalah komunitas Kerukunan Bubuhan Banjar (KBB) Sa Dunia Provinsi Jawa Timur, yang menginisiasi penggalangan dana untuk membantu warga terdampak di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatra Barat.</p>
<p>Sebagai informasi, dalam dua pekan terakhir, situasi di Sumatera masih berada pada fase penanganan darurat. Data BNPB per 10 Desember mencatat 990 warga meninggal dunia dan 222 orang masih hilang, dengan sejumlah wilayah baru dapat dijangkau tim SAR. </p>
<p>Ribuan warga masih berada di pos pengungsian, akses jalan terputus, listrik belum stabil, dan kebutuhan logistik meningkat akibat cuaca ekstrem yang masih mungkin berlanjut. Pemulihan jalur darat, penyaluran bantuan darurat, serta pemulihan jaringan komunikasi kini menjadi prioritas pemerintah pusat dan daerah.</p>
<p>Di tengah kondisi tersebut, KBB Jawa Timur hadir sebagai salah satu elemen masyarakat yang turut ambil peran. Gerakan kemanusiaan itu dipimpin langsung oleh Ketua Umum KBB Jawa Timur, Noor Alamsyah.</p>
<p>Saat seremoni penyerahan bantuan di sekretariat Pengurus Wilayah (PW) KBB Jawa Timur, Noor yang didampingi Suryansyah selaku sekum dan anggota lain menegaskan bahwa aksi solidaritas tersebut lahir dari keprihatinan mendalam atas musibah yang menimpa saudara-saudara mereka di Sumatra.</p>
<p>"Ini murni panggilan jiwa untuk membantu saudara kita di Aceh dan Sumatra. Banyak daerah masih kekurangan logistik, jadi kami bergerak secepat mungkin," ujar Noor saat dikonfirmasi pada Jumat (12/12/2025)</p>
<p>Penggalangan dana dimulai hanya dua hari setelah bencana terjadi. Dalam waktu singkat, KBB Jatim berhasil mengumpulkan Rp26.950.000, yang berasal dari anggota, jejaring organisasi, UMKM binaan, pengajian Sahabat Kalam, serta pengurus KBB cabang Blitar, Gresik, dan Bangil. </p>
<p>Gerakan itu bukan sekadar aksi spontan, tetapi bagian dari nilai organisasi yang selama ini menekankan kerukunan, kepedulian sosial, dan pemberdayaan warga Banjar di perantauan.</p>
<p>Dana yang terkumpul langsung dikirimkan ke KBB wilayah Aceh dan Sumatra Utara sebelum acara penyerahan digelar. KBB memastikan seluruh proses pengumpulan dan penyaluran dilakukan secara transparan dan dapat dipertanggungjawabkan.</p>
<p>“Kami ingin bantuan ini cepat tiba dan tercatat dengan jelas. Solidaritas harus bisa dibaca publik, disamping itu besar harapan, bantuan yang terus datang bisa sedikit meringankan kebutuhan penyintas bencana," kata Noor.</p>
<p>Penyaluran bantuan di lapangan dikoordinasikan oleh Bidang Sosial dan Keagamaan KBB Jawa Timur. H Metzie, selaku koordinator, menegaskan bahwa dukungan kepada warga terdampak bukan hanya berupa dana, tetapi juga doa dan dukungan moral melalui kegiatan pengajian.</p>
<p>“Kami terus membuka donasi dan mengirimkan doa. Semoga yang meninggal mendapat ampunan, dan yang terdampak diberi kekuatan,” ujar Metzie.</p>
<p>KBB Jawa Timur berharap kepedulian masyarakat Banjar dapat menjadi bagian dari upaya besar membantu percepatan pemulihan di wilayah-wilayah terdampak. Mereka juga mengajak lebih banyak pihak untuk turut mengambil bagian, mengingat kondisi lapangan yang masih berat dan kebutuhan yang terus meningkat. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Seleksi Tahap 2 Rampung, Nama Calon PPIH 2026 Jawa Timur Akan Dirilis Hari Ini</title>
<link>https://suarajatimpost.com/seleksi-tahap-2-rampung-nama-calon-ppih-2026-jawa-timur-akan-dirilis-hari-ini</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/seleksi-tahap-2-rampung-nama-calon-ppih-2026-jawa-timur-akan-dirilis-hari-ini</guid>
<description><![CDATA[ Seleksi lanjutan yang berlangsung serentak di 31 provinsi ini telah digelar pada Kamis (11/12/2025) di Asrama Haji Embarkasi Surabaya dan diikuti oleh ratusan peserta yang telah lolos dari seleksi tahap pertama di tingkat kabupaten/kota. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202512/image_870x580_693bd4c74ace3.webp" length="32896" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Fri, 12 Dec 2025 16:30:21 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ryan Ramadhan</dc:creator>
<media:keywords>Kanwil Kemenag Jatim, PPIH, CAT, Haji, Haji 2026, Embarkasi Surabaya, Asrama Haji, Menteri Haji dan Umroh, Surabaya, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SURABAYA, SJP</strong> — Hasil Seleksi Tahap II Calon Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) 1447 H/2026 M tingkat Provinsi Jawa Timur akan diumumkan sore hari ini, Jumat (12/12/2025). </p>
<p>Seleksi lanjutan yang berlangsung serentak di 31 provinsi ini telah digelar pada Kamis (11/12/2025) di Asrama Haji Embarkasi Surabaya dan diikuti oleh ratusan peserta yang telah lolos dari seleksi tahap pertama di tingkat kabupaten/kota.</p>
<p>Di Jawa Timur, tercatat sebanyak 437 peserta berhak mengikuti seleksi tingkat provinsi. Mereka menjalani ujian komprehensif, meliputi <em>Computer Assisted Test </em>(CAT) yang memuat 100 soal dalam durasi 90 menit, serta sesi wawancara oleh tim penilai dari Kanwil Kemenag Jatim, pejabat Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN), dan praktisi haji.</p>
<p>Menteri Haji dan Umrah, Moch. Irfan Yusuf, turut hadir untuk memberikan arahan langsung selama pelaksanaan seleksi. Menteri yang akrab disapa Gus Irfan ini menekankan pentingnya integritas dan kesiapan petugas demi pelayanan maksimal kepada jemaah.</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202512/image_870x_693bd4c4a64b3.webp" alt=""></p>
<p>"Pelaksanaan tes CAT ini harus berlangsung selancar-lancarnya dan jangan sampai ada pelanggaran demi pelayanan terbaik kepada masyarakat," tegas Menteri yang karib disapa Gus Irfan ini. </p>
<p>Ia juga menegaskan bahwa seleksi harus bersifat mutlak dan berjenjang. Setelah dinyatakan lulus, peserta wajib mengikuti pembekalan intensif selama satu bulan penuh. </p>
<p>"Petugas haji harus dibina secara maksimal. Seleksi ini harus mutlak, dan setelah lulus, peserta wajib mengikuti pembekalan selama satu bulan agar benar-benar siap melayani tamu-tamu Allah," imbuhnya.</p>
<p>Gus Irfan juga mengingatkan para calon petugas untuk tidak menjadikan penugasan haji sebagai orientasi material. </p>
<p>"Jalankan tugas sebaik mungkin. Lepaskan orientasi materi, karena Allah telah menyiapkan hadiah yang jauh lebih baik," pesannya.</p>
<p>Sementara itu, Plt. Kepala Kanwil Kemenhaj Jawa Timur, Moh. As’adul Anam, turut memaparkan perkembangan terkait persiapan haji 2026. Menurutnya, jumlah jemaah haji asal Jawa Timur yang berhak melakukan pelunasan tahun ini mencapai 42.053 orang.</p>
<p>"Alhamdulillah, hingga 10 Desember sore, sebanyak 11.467 jemaah atau sekitar 27,27 persen telah melakukan pelunasan," terang Anam saat dikonfirmasi.</p>
<p>Anam menambahkan, Embarkasi Surabaya tahun 2026 akan mengelola 116 kloter keberangkatan jemaah, meningkat dari 97 kloter pada tahun sebelumnya. Dari total tersebut, 111 kloter di antaranya berasal dari Jawa Timur. Kenaikan signifikan ini menuntut kesiapan dan kualitas petugas yang lebih tinggi.</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202512/image_870x_693bd4bf7dd21.webp" alt=""></p>
<p>Peserta seleksi berasal dari berbagai kategori, mulai dari Aparatur Sipil Negara (ASN) Kementerian Agama untuk posisi ketua kloter, hingga masyarakat umum untuk layanan umum dan pembimbing ibadah non-ASN. Penilaian akhir didasarkan pada komposisi 60 persen nilai CAT dan 40% hasil wawancara. </p>
<p>Seleksi yang ketat dan berjenjang ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas pelayanan PPIH 2026 secara signifikan. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Jatim Kirim 103 Ton Bantuan Kemanusiaan ke Sumatra, Perkuat Solidaritas Nasional Pascabencana</title>
<link>https://suarajatimpost.com/jatim-kirim-103-ton-bantuan-kemanusiaan-ke-sumatra-perkuat-solidaritas-nasional-pascabencana</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/jatim-kirim-103-ton-bantuan-kemanusiaan-ke-sumatra-perkuat-solidaritas-nasional-pascabencana</guid>
<description><![CDATA[ Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kanwil Kemenag) Jatim, berkolaborasi dengan puluhan lembaga amil zakat yang tergabung dalam Forum Zakat (FOZ) Jatim, dan Pemerintah Provinsi Jatim, memberangkatan bantuan ini melalui program &#039;Bantuan Kolaborasi Kapal Kemanusiaan untuk Sumatera&#039;. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202512/image_870x580_693bc7b4eb1fc.webp" length="87538" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Fri, 12 Dec 2025 16:00:28 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ryan Ramadhan</dc:creator>
<media:keywords>Kemenag Jatim, FOZ, Banjir Sumatera, Aceh, Bantuan Logistik, Pemprov Jatim, Emil Dardak, Sidoarjo, Surabaya, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SURABAYA, SJP</strong> — Provinsi Jawa Timur (Jatim) kembali memperkuat solidaritas nasional dengan memberangkatkan 103 ton bantuan logistik untuk korban banjir bandang dan tanah longsor di Sumatra, mencakup wilayah Sumatra Barat, Aceh, dan Sumatra Utara.</p>
<p>engiriman ini dilakukan di tengah krisis pengungsian besar dan kondisi pascabencana yang masih belum stabil di wilayah tersebut.</p>
<p>Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kanwil Kemenag) Jatim, berkolaborasi dengan puluhan lembaga amil zakat yang tergabung dalam Forum Zakat (FOZ) Jatim, dan Pemerintah Provinsi Jatim, memberangkatan bantuan ini melalui program 'Bantuan Kolaborasi Kapal Kemanusiaan untuk Sumatera'.</p>
<p>Bantuan dilepas secara simbolis oleh Wakil Gubernur Jatim, Emil Elestianto Dardak, bersama Kepala Kanwil Kemenag Jatim, Akhmad Sruji Bahtiar, di halaman kantor Kemenag, Sidoarjo, Jumat (12/12/2025).</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202512/image_870x_693bc7b1a3e98.webp" alt=""></p>
<p>Sebanyak 35 truk dan armada logistik memuat seluruh bantuan yang terdiri dari sembako, air minum, pakaian baru, popok sekali pakai, dan berbagai kebutuhan dasar mendesak lainnya. </p>
<p>Seluruh logistik tersebut diberangkatkan menuju Depo Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya, dan selanjutnya akan dikirim melalui jalur laut menuju Pelabuhan Belawan, Medan, Sumatra Utara. Proses pengiriman ini bekerja sama dengan Ikatan Pengusaha Cargo Nusantara (IPCN).</p>
<p>Ketua FOZ Jatim, Ziyad, menyebutkan bahwa total bantuan yang mencapai 103 ton tersebut merupakan hasil kolaborasi dari 33 lembaga yang aktif dalam aksi kemanusiaan. Ia juga mengungkapkan estimasi nilai bantuan ini.</p>
<p>"Nilainya sekitar Rp 2,3 miliar," ujar Ziyad.</p>
<p>Pengiriman menggunakan Kapal Kemanusiaan dipilih untuk memastikan bantuan dapat menjangkau titik-titik distribusi di Sumatra Utara dan wilayah lainnya yang akses daratnya masih terganggu parah akibat kerusakan infrastruktur.</p>
<p>Wakil Gubernur Emil Dardak menyampaikan apresiasi tinggi atas kolaborasi besar ini dan menegaskan pentingnya solidaritas masyarakat untuk mempercepat pemulihan Sumatra.</p>
<p>"Pengiriman bantuan ini adalah bentuk kepedulian kepada saudara-saudara kita di Sumatra," ujar Emil.</p>
<p>Meski Pemprov Jatim sebelumnya telah mengirimkan bantuan langsung, Emil menekankan bahwa pengiriman kali ini merupakan dukungan dari masyarakat Jatim. </p>
<p>"Jika beberapa hari lalu bantuan dari Pemprov Jatim, hari ini bantuan dari masyarakat untuk masyarakat," tuturnya.</p>
<p>Sementara itu, Kepala Kanwil Kemenag Jatim, Akhmad Sruji Bahtiar, berharap langkah kolaboratif ini membawa manfaat nyata bagi warga yang sedang menghadapi masa-masa sulit, serta mengapresiasi keterlibatan lembaga zakat dan relawan.</p>
<p>Dukungan lintas daerah dan lembaga ini menjadi krusial mengingat kondisi pascabencana yang masih genting, di mana jumlah korban meninggal dilaporkan mendekati seribu jiwa, hampir satu juta warga masih bertahan di pengungsian, dan banyak wilayah yang masih terisolasi dengan akses air bersih terbatas. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Debut Manis Lotus Art Courses di FLOW 2025, Puluhan Karya Lolos Dalam Pameran Internasional di Jerman</title>
<link>https://suarajatimpost.com/debut-manis-lotus-art-courses-di-flow-2025-puluhan-karya-lolos-dalam-pameran-internasional-di-jerman</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/debut-manis-lotus-art-courses-di-flow-2025-puluhan-karya-lolos-dalam-pameran-internasional-di-jerman</guid>
<description><![CDATA[ Puluhan karya siswa Lotus Art Courses menembus pameran bergengsi FLOW 2025 di Jerman, menegaskan kualitas seniman muda Indonesia yang mampu bersaing di panggung seni internasional. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202512/image_870x580_693bb5b4efe14.webp" length="64266" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Fri, 12 Dec 2025 13:30:17 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ryan Ramadhan</dc:creator>
<media:keywords>FLOW, FLOW 2025, Jerman, Lotus Art Courses, LAC, Wisma Jerman, Mike Neuber, I Putu Mahendra, Surabaya, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SURABAYA, SJP — </strong>Anak-anak didik Lotus Art Courses (LAC) kembali menorehkan prestasi di tingkat internasional. Kali ini melalui ajang <em>58th Internationaler Zeichenwettbewerb FLOW</em> <em>2025</em>, sebuah kompetisi seni gambar bergengsi di Jerman.</p>
<p>Dalam ajang tersebut, puluhan karya siswa LAC berhasil lolos dalam seleksi dan dipamerkan bersama ratusan karya dari berbagai negara. Sebuah kebanggaan tersendiri, terlebih karena prestasi tersebut diraih pada tahun pertama LAC ikut serta dalam kompetisi tersebut.</p>
<p><strong>FLOW, Ajang Bergengsi dari Negeri Seribu Kastil</strong></p>
<p>FLOW merupakan kompetisi seni gambar yang sudah berlangsung selama 58 tahun dan dikenal sebagai salah satu ajang paling prestisius di Jerman. Setiap tahun, ribuan karya anak dan remaja dari seluruh dunia dikirimkan, namun hanya sekitar seperempat yang berhasil lolos untuk dipamerkan.</p>
<p>Tingkat seleksinya yang ketat membuat ajang itu menjadi tolok ukur kualitas karya seni muda internasional. </p>
<p>Dengan reputasi panjang dan konsistensinya, lolosnya karya-karya siswa LAC ke dalam pameran FLOW tahun 2025 menjadi capaian penting yang semakin mengukuhkan posisi LAC di kancah kompetisi global.A</p>
<p><strong>Dukungan dan Harapan dari Lotus Art Courses</strong></p>
<p>Dalam acara awarding yang berlangsung di Wisma Jerman, Rabu (10/12/2025), Founder LAC I Putu Mahendra menyampaikan rasa syukur sekaligus kebanggaannya. Ia menjelaskan bahwa tahun ini adalah partisipasi perdana mereka dalam FLOW, namun langsung membuahkan hasil positif.</p>
<p>"Syukur ada siswa yang berhasil lolos pameran, meskipun belum dapat juara utama. Tapi ini sudah sebuah pencapaian yang harus dibanggakan," ujar Putu, Rabu (10/12/2025).</p>
<p>Putu menjelaskan bahwa ajang FLOW 2025 menerima 1.539 karya dari 22 negara, dengan hanya 716 karya terbaik yang dipamerkan dan mendapatkan penghargaan. LAC sendiri mengirim sekitar 50–60 karya, dan sekitar 20 diantaranya berhasil lolos seleksi.</p>
<p>Meski belum meraih gelar juara, menurut Putu, hasil itu sudah membuktikan bahwa kualitas karya siswa LAC diakui secara internasional. Sebagai informasi, penghargaan tersebut telah berhasil diraih oleh:</p>
<ul>
<li>Akira F. Adialmira</li>
<li>Nasha A. Sujarwo</li>
<li>Kaylee E. Gunawan</li>
<li>Raisya Kayla Wijaya</li>
<li>Freya M. Wijaya</li>
<li>Nadine Zeta Azahra</li>
<li>Zhenaya Ai Mono</li>
<li>Micha Savero S</li>
<li>Anggita Rastriary D.N</li>
<li>Jennifer M. Sianto</li>
<li>Gwen Leticia W</li>
<li>Jordan Sun</li>
<li>J.K. Gesang Prasetia</li>
<li>Joyce Zerlina</li>
<li>M. Hayuning Arumdani</li>
<li>Aizcha A. Jovita</li>
<li>Agista T. Sarasvati</li>
<li>Benediktus Reynard Chandra</li>
<li>Ameera Cremelicia K</li>
<li>Fabian M. Aklafi</li>
<li>Gempita R.Ramadhani</li>
<li>Sheena Guntoro </li>
</ul>
<p>"Ini penting bagi mereka, perjalanan mereka, proses motivasi mereka untuk berkarya ke depannya," tambahnya.</p>
<p>Putu juga mengapresiasi Wisma Jerman yang bersedia menjadi lokasi awarding. Ia berharap tahun depan LAC bisa kembali meraih hasil positif, mengingat mereka rutin mengikuti kompetisi internasional sejak 2020.</p>
<p><strong>Wisma Jerman sebagai Mitra dan Ruang Apresiasi</strong></p>
<p>Direktur Utama Wisma Jerman, Mike Neuber, turut memberikan apresiasi atas prestasi para siswa. Ia menilai kegiatan LAC tidak hanya meningkatkan kemampuan seni, tetapi juga membuka kesempatan bagi anak-anak untuk tampil di panggung internasional.</p>
<p>"Menurut kami luar biasa yang dilakukan oleh Lotus Art, memberikan kesempatan untuk anak-anak berkarya bahkan sampai ke Jerman," kata Mike.</p>
<p>Meski sebelumnya belum banyak mengenal FLOW, Mike kemudian mengetahui bahwa ajang ini termasuk yang paling penting di bidang seni gambar di Jerman. Ia menyebutkan bahwa keberhasilan lolos pameran di kompetisi dengan ribuan peserta merupakan bukti kualitas.</p>
<p>"Sekitar dua ribuan anak kirim karya, dan hanya enam ratus yang ditampilkan. Itu bukti kualitas gambar yang dikirim oleh anak-anak Lotus Art," ujarnya.</p>
<p>Wisma Jerman sendiri terlibat sebagai tempat penyerahan piagam, melanjutkan kerja sama dan hubungan baik dengan LAC yang sebelumnya telah mengadakan berbagai kegiatan seni bersama.</p>
<p><strong>Color Theory dari Anggita dan Ruang Mimpi bagi Sheena</strong></p>
<p>Salah satu peserta, Anggita Rastriary D.N. (16), mengaku senang karena karya pertamanya di FLOW langsung lolos pameran. Ia menggambarkan suasana santai seorang anak yang duduk di teras dan menikmati angin dari kipas.</p>
<p>"Walau belum dapat juara, tapi masuk pameran. Untuk karya saya di FLOW ini lebih detail, karena saya pakai lighting sama color theory juga," ucap anak kelas 1 SMK itu.</p>
<p>Peserta lain, Sheena Guntoro, mengikuti FLOW untuk pertama kalinya dan langsung lolos pameran. Karena Sheena memiliki gangguan perkembangan bahasa dan merupakan penyandang tuli, proses berkaryanya didampingi ibunya yang membantu menggali ide dan konsep karya.</p>
<p>"Saya beranikan dia ikut, dan puji Tuhan langsung terpilih," ujar sang ibu dari anak usia 12 tahun itu.</p>
<p>Karya Sheena menggambarkan perjalanan dirinya dari kecil hingga dewasa, sebuah visualisasi mimpi-mimpinya. Bagi keluarganya, seni bukan hanya karya estetis, tetapi juga sarana terapi yang membantu Sheena berkembang secara kognitif dan emosional.</p>
<p>"Seni itu terapi buat dia, membuatnya lebih berani dan lebih kuat," tutur ibunya.</p>
<p>Prestasi siswa-siswa LAC di ajang FLOW tahun ini kembali menunjukkan bahwa kreativitas anak-anak Indonesia mampu bersaing di panggung global. </p>
<p>Dengan konsistensi mengikuti kompetisi internasional dan pendampingan yang kuat, potensi para siswa muda ini semakin terbuka untuk melangkah lebih jauh lagi di dunia seni rupa. <strong>(***) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Mulai 2026, Parkir Surabaya Wajib Nontunai demi Transparansi dan Kemudahan Publik</title>
<link>https://suarajatimpost.com/mulai-2026-parkir-surabaya-wajib-nontunai-demi-transparansi-dan-kemudahan-publik</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/mulai-2026-parkir-surabaya-wajib-nontunai-demi-transparansi-dan-kemudahan-publik</guid>
<description><![CDATA[ Surabaya mewajibkan parkir nontunai mulai 2026 untuk menghilangkan ketidakjelasan pembayaran ke jukir dan memastikan pendapatan parkir tercatat transparan serta adil bagi semua pihak. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202512/image_870x580_693983ac354ac.webp" length="79580" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 10 Dec 2025 22:26:50 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ryan Ramadhan</dc:creator>
<media:keywords>Parkir, Jukir, Digitalisasi, Pemkot Surabaya, Eri Cahyadi, Surabaya, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SURABAYA, SJP - </strong>Di tengah dorongan besar menuju transformasi digital, Pemerintah Kota Surabaya mulai membenahi layanan parkir untuk menghindari praktik pembayaran yang kerap tak jelas di lapangan. </p>
<p>Mulai Januari 2026, seluruh layanan parkir di kota Pahlawan akan beralih ke sistem nontunai secara bertahap sebagai upaya memastikan kemudahan bagi warga sekaligus transparansi bagi para juru parkir.</p>
<p>Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi menjelaskan adapun layanan parkir digital tersebut pembayarannya menggunakan kartu uang elektronik prabayar, maupun melalui e-toll atau e-money.</p>
<p>“Kami telah menyampaikan instruksi kepada seluruh pengusaha yang memungut pajak parkir di tempat usahanya, bahwa sistem parkir mereka harus beralih menggunakan digitalisasi,” ujar Eri, Rabu (10/12/2025).</p>
<p>Kebijakan layanan parkir tersebut, lanjut Eri, berlaku di semua tempat usaha Surabaya. Namun bagi tempat usaha yang hitungannya masih baru, harus memiliki persyaratan perizinan sistem parkir digital.</p>
<p>“Sistem parkir digital ini terbagi menjadi dua opsi, yakni penggunaan palang otomatis atau penerapan pembayaran nontunai melalui kartu uang elektronik prabayar, dengan memanfaatkan kartu e-toll atau e-money,” jelasnya.</p>
<p><strong>Tahapan Mempermudah Layanan Pembayaran Parkir</strong> </p>
<p>Pembayaran dengan menggunakan kartu e-toll maupun e-money ini diungkapkan Eri, merupakan langkah untuk mempermudah layanan pembayaran sebelumnya yang menggunakan Qris. </p>
<p>Namun demikan, dalam pelaksanaan nantinya Pemkot Surabaya tetap menyusun strategi yang lebih matang dan bertahap, sesuai tingkat kesiapan masyarakat dan petugas parkir maupun penyedia lahan tempat usaha.</p>
<p>“Dulu kita sudah coba dengan QRIS, tapi responnya (masyarakat) masak (bayar) Rp5.000 saja (QRIS), (mending) bayar cash. Akhirnya, kami memutuskan untuk memulai implementasi nontunai secara bertahap, dan fokus pada sektor pajak parkir, dengan mengandalkan sistem e-toll,” ungkap Eri.</p>
<p>Setelah tahap pertama diterapkan di tempat usaha sukses dirasakan, nantinya sistem pembayaran nontunai akan diperluas ke parkir tepi jalan umum.</p>
<p>Eri menyebut, sosialisasi akan dilakukan masif awal tahun 2026. Dan pihaknya meminta warga Surabaya mematuhi kebijakan baru ini apabila menolak, akan dikenakan sanksi berupa denda.</p>
<p>“Jika sistem non-tunai sudah diterapkan, warga yang menolak membayar secara non-tunai akan dikenakan denda. Kita tidak boleh saling menyalahkan, jangan sampai operator disalahkan karena tidak digital, padahal warga sendiri yang menolak, beralasan tidak bawa kartu, bayar cash saja,” terangnya.</p>
<p>Kunci keberhasilan dalam upaya kebijakan mempermudah layanan publik dengan transformasi digital pembayaran layanan parkir ini, menurut Eri, adalah adanya dukungan aktif dari pengguna jalan. </p>
<p>Eri percaya dan merasa optimis stem nontunai ini merupakan langkah strategis untuk menciptakan transparansi pendapatan terutama layanan publik seperti pembayaran parkir. </p>
<p>“Nontunai ini esensinya adalah untuk memberikan kejelasan kepada petugas parkir agar uang yang mereka dapatkan itu jelas. Dengan adanya kejelasan pemasukan, kami berharap pembagian hasilnya pun menjadi transparan dan adil,” ucapnya.</p>
<p>Selain mempermudah layanan pembayaran parkir, Eri mengatakan, kebijakan baru yang akan diberlakukan ini juga bertujuan untuk menjaga kerukunan dan keadalin untuk kesejahteraan masyarakat. Oleh karenanya Dia yakin hal ini akan mendapatkan sambutan baik dan dukungan penuh paguyuban parkir.</p>
<p>“Di Surabaya ini ada Batak, Ambon, Jawa, Madura, Manado, Sumatera, dan semuanya ada yang mencari rezeki. Jangan sampai kita bertengkar hanya karena perkara rezeki, InsyaAllah kebijakan ini mulai efektif pada Januari 2026,” pungkasnya. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Konsisten Peduli Bencana, Total Bantuan Donasi Pemkot Surabaya ke Sumatera Rp900 Juta Lebih</title>
<link>https://suarajatimpost.com/konsisten-peduli-bencana-total-bantuan-donasi-pemkot-surabaya-ke-sumater-rp900-juta-lebih</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/konsisten-peduli-bencana-total-bantuan-donasi-pemkot-surabaya-ke-sumater-rp900-juta-lebih</guid>
<description><![CDATA[ Berdasarkan catatan posko, bantuan yang diberikan berupa 34.888 paket sembako dan makanan cepat saji sebanyak 8.396 paket. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202512/image_870x580_693983a660a2a.webp" length="62846" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 10 Dec 2025 22:06:05 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ryan Ramadhan</dc:creator>
<media:keywords>Bantuan Logistik, BPBD, Pemkot Surabaya, BPBD Surabaya, Surabaya, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SURABAYA, SJP - </strong>Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya menunjukkan konsistensi kepeduliannya terhadap bencana Sumatera yang telah dua kali mengirimkan bantuan. Wujud komitmen itu terbukti dari pembaruan data terkini, yang diketahui total uang donasi Pemkot Surabaya tembus hingga Rp900 juta lebih. </p>
<p>Pernyataan tersebut disampaikan oleh Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kota Surabaya, Linda Novanti yang menyampaikan, hingga 9 Desember 2025 total bantuan donasi tembus hingga Rp989.992.721.</p>
<p>"Dana tersebut dihimpun melalui posko bantuan yang berada di halaman Balai Kota Surabaya, sejak dibuka 30 November 2025 lalu," ujar Linda, Rabu (10/12/2025).</p>
<p>Total bantuan Rp900 juta lebih ini, diprediksi Linda, akan terus melaju berseiring dengan tingkat perhatian masyarakat terhadap korban bencana di Sumatera.</p>
<p>Selain bantuan dana, Linda menyebut, Pemerintah Kota Surabaya melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) juga telah mengirimkan bantuan logistik tahap lanjutan pada Rabu, (10/12/2025) pagi ini. </p>
<p>Bantuan logistik tersebut, dipaparkan Linda, pastinya menjalani pemeriksaan detail sebelum dikirim ke wilayah bencana. Seperti, pengecekan jumlah barang, kelayakan pakai, masa kedaluwarsa hingga berat setiap paket. </p>
<p>"Proses checking itu memastikan barang benar-benar aman digunakan ketika sampai di lokasi," paparnya. </p>
<p>Berdasarkan catatan posko, adapun bantuan yang diberikan berupa 34.888 paket sembako dan makanan cepat saji sebanyak 8.396 paket.  </p>
<p>Selain itu, ada pula perlengkapan sanitasi, 2.879 paket pakaian, 2.189 paket peralatan shelter dan perlindungan, 531.877 paket peralatan kesehatan dan P3K, serta 14.951 paket perlengkapan bayi maupun ibu hamil.</p>
<p>"Dimohon untuk bantuan berupa pakaian, selimut dan perlengkapan ibadah diberikan dalam kondisi baru demi menjaga kelayakan," pungkas Linda. </p>
<p>Bagi masyarakat yang ingin pula mengirimkan donasi berupa, Linda menuturkan, dana dapat disalurkan melalui rekening Surabaya Peduli Bencana pada Bank BCA, Bank Jatim dan Bank BTN atas nama Baznas Kota Surabaya atau BSP Tanggap Bencana. Dan untuk posko berlokasi di Balai Kota Surabaya, Jalan Taman Surya Nomor q dan beroperasi setiap hari pukul 08.00–21.00 WIB. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Jembatani Perdamaian Dunia Lewat Bahasa: Peace Corps AS Lantik Sembilan Relawan Baru Untuk Indonesia</title>
<link>https://suarajatimpost.com/jembatani-perdamaian-dunia-lewat-bahasa-peace-corps-as-lantik-sembilan-relawan-baru-untuk-indonesia</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/jembatani-perdamaian-dunia-lewat-bahasa-peace-corps-as-lantik-sembilan-relawan-baru-untuk-indonesia</guid>
<description><![CDATA[ Sembilan relawan Peace Corps di Indonesia dilantik dalam upacara yang digelar di Konsulat Jenderal Amerika Serikat Surabaya untuk melanjutkan misi perdamaian dan persahabatan dunia. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202512/image_870x580_6939837921212.webp" length="56744" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 10 Dec 2025 21:45:47 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ryan Ramadhan</dc:creator>
<media:keywords>Peace Corps, Konsulat Jenderal Amerika Serikat, Konjen AS, Konjen AS di Surabaya, Chris Green, Dubes AS, Surabaya, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SURABAYA, SJP - </strong>Selama ini, banyak orang mengira kemitraan Indonesia dan Amerika Serikat hanya bergerak di ranah-ranah besar seperti ekonomi, teknologi, pertahanan, atau diplomasi tingkat tinggi. Padahal, di balik panggung besar itu, ada bentuk kerja sama yang jauh lebih dekat dengan kehidupan sehari-hari.</p>
<p>Mungkin tidak semua orang yang tahu, namun di akar rumput, kemitraan dua negara besar itu justru tumbuh dari hal-hal yang paling sederhana. Mulai dari belajar bahasa, pengenalan budaya, hingga pengalaman hidup bersama oleh relawan Peace Corps, sebuah wajah diplomasi yang tidak berdiri di podium, melainkan hadir di tengah masyarakat.</p>
<p>Pada Rabu (10/12/2025), sembilan warga Amerika Serikat kembali menambah kisah persahabatan itu. Mereka resmi dilantik sebagai relawan Peace Corps baru, menambah total hampir 600 orang yang telah mengabdi di Indonesia sejak program itu kembali dibuka pada 2010.</p>
<p><strong>Apa Itu Peace Corps?</strong></p>
<p>Peace Corps adalah lembaga resmi pemerintah Amerika Serikat yang berdiri pada 1961 dengan misi untuk mempromosikan perdamaian dan persahabatan dunia melalui pengabdian sukarela. Hingga kini, lebih dari 240.000 warga Amerika telah bertugas di lebih dari 140 negara.</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202512/image_870x_6939839f2586e.webp" alt=""></p>
<p>Di Indonesia sendiri, Peace Corps berfokus pada program Teaching English as a Foreign Language (TEFL), bekerja bersama guru-guru di daerah untuk meningkatkan akses dan kualitas pembelajaran bahasa Inggris yang sangat bermanfaat untuk bekal ilmu di masa depan.</p>
<p>Menariknya, para relawan itu tidak tinggal di mansion mewah atau hotel berbintang, melainkan mereka akan tinggal selama dua tahun bersama keluarga setempat dan menjadi bagian dari kehidupan sosial serta pendidikan masyarakat lokal.</p>
<p><em><strong>Peace Corps Swearing-In Ceremony</strong></em></p>
<p>Upacara pelantikan digelar di Konsulat Jenderal Amerika Serikat Surabaya, dipimpin langsung oleh Wakil Duta Besar AS untuk Indonesia, Heather Merritt yang didampingi oleh Direktur Peace Corps Indonesia, Brian Gleeson, dan Konsulat Jenderal AS di Surabaya, Christopher Green.</p>
<p>Dalam kesempatan itu, Merritt mengungkapkan bahwa para relawan baru saja menyelesaikan 11 minggu pelatihan intensif di Desa Leminggir dan Seduri, Jawa Timur, mencakup bahasa Indonesia, pembelajaran budaya, serta pelatihan teknis pengajaran bahasa Inggris.</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202512/image_870x_6939839049705.webp" alt=""></p>
<p>"Relawan Peace Corps adalah diplomat warga yang tinggal dan bekerja berdampingan dengan komunitas tuan rumah mereka, membangun rasa saling percaya dan memahami," ujar Merritt, Rabu (10/12/2025).</p>
<p>Ia juga menekankan bahwa pengabdian para relawan menjadi wujud nyata semangat Kemitraan Strategis Komprehensif AS–Indonesia, terutama melalui hubungan antarmasyarakat kedua bangsa.</p>
<p>Para relawan akan menjalani penugasan selama dua tahun di tiga provinsi, meliputi Jawa Timur, Jawa Barat, dan Nusa Tenggara Timur (NTT). Mereka mengajar minimal 20 jam per pekan dan mendampingi pelatihan guru bahasa Inggris tingkat sekolah maupun distrik. Tidak hanya itu, mereka juga memimpin kegiatan ekstrakurikuler seperti klub bahasa Inggris, kamp kepemimpinan, hingga inisiatif literasi. </p>
<p>Wakil Dubes Merritt menjelaskan bagaimana relawan menjalankan fungsi diplomasi secara alami melalui kehidupan sehari-hari di tengah masyarakat.</p>
<p>"Ini adalah bentuk pertukaran budaya paling mendalam. Mereka belajar bahasa, budaya, dan kehidupan masyarakat Indonesia, sambil membantu murid dan guru memahami Amerika dari sudut pandang yang nyata," ujarnya.</p>
<p>Ia juga membahas tantangan yang dihadapi program ini, terutama proses rekrutmen relawan yang harus berkomitmen dua tahun meninggalkan pekerjaan dan keluarga, baginya, menyisihkan waktu dua tahun untuk mengabdi membutuhkan pengorbanan.</p>
<p>"Salah satu tantangannya adalah menemukan orang yang mampu menyediakan waktu. Tetapi mereka yang datang adalah orang-orang yang benar-benar ingin mengabdi," kata Merritt.</p>
<p>Ia menambahkan, penempatan para relawan akan didasarkan pada rekomendasi resmi dari Kementerian Pendidikan dan Kementerian Agama, terutama untuk sekolah-sekolah di daerah pedesaan dan dengan sumber daya terbatas. Peace Corps tidak memilih lokasi sendiri.</p>
<p>"Kami bermitra sangat dekat dengan pemerintah Indonesia yang menilai setiap kandidat sebelum penempatan, jadi kita juga berkolaborasi dalam menentukan siapa dan dimana tugasnya" jelasnya.</p>
<p><strong>Dari Pelatihan Desa ke Lapangan Pengabdian</strong></p>
<p>Dalam kesempatan yang sama, Direktur Peace Corps Indonesia, Brian Gleeson yang juga hadir dalam acara pelantikan mengapresiasi peran masyarakat Leminggir dan Seduri dalam mempersiapkan para relawan.</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202512/image_870x_693983d8b45b1.webp" alt=""></p>
<p>"Komunitas Leminggir dan Seduri menyambut relawan kami dengan hangat. Dukungan itu mempersiapkan mereka sekaligus memberi pengenalan autentik tentang nilai-nilai Indonesia," kata Gleeson.</p>
<p>Selama bertugas, setiap relawan diwajibkan tinggal bersama keluarga angkat. Model ini dianggap efektif mendukung pembelajaran budaya dan integrasi sosial.</p>
<p>"Mereka hidup bersama keluarga setempat selama dua tahun. Ini bukan hanya soal mengajar, tapi memahami konteks kehidupan di Indonesia," ujar Gleeson.</p>
<p>Gleeson juga menegaskan bahwa pengajaran bahasa Inggris adalah permintaan khusus dari Pemerintah Indonesia, bukan inisiatif sepihak.</p>
<p>"Apa yang mereka lakukan merupakan permintaan pemerintah Indonesia. Mereka bekerja sama dengan guru setempat untuk berbagi teknik mengajar baru," jelasnya.</p>
<p>Tentang kehidupan setelah program, Gleeson menyebut para alumnus menjalani beragam jalur, mulai dari melanjutkan studi, menjadi guru, hingga mengajar di negara lain.</p>
<p>Gleeson menjelaskan bahwa <em>Peace Corps</em> memiliki tiga tujuan utama:</p>
<ol>
<li>Memberikan bantuan teknis yang diminta pemerintah mitra.</li>
<li>Membantu masyarakat lokal memahami budaya Amerika melalui interaksi langsung.</li>
<li>Membawa kembali cerita tentang Indonesia ke Amerika Serikat untuk memperkuat pemahaman dan persahabatan jangka panjang.</li>
</ol>
<p></p>
<p>Ia menambahkan bahwa relawan hanya menerima stipend kecil dan hidup setara dengan guru lokal, bukan sebagai pekerja bergaji.</p>
<p></p>
<p><em><strong>"Indonesia yang Hangat, Ramah, dan Penuh Inspirasi"</strong></em></p>
<p>Di antara sembilan relawan baru, tiga di antaranya Joe P dari Chicago, Rosalina M dari South Carolina, dan May T dari Indianapolis yang berbagi pengalaman dan motivasi mereka.</p>
<p>Joe, sebagai pemuda Amerika yang suka menjelajah atau Traveling mengaku sudah lama mengenal orang Indonesia dan tertarik dengan budaya lokal yang ramah.</p>
<p>"Saya sering sekali berpergian, dan saya dengan pede bisa bilang bahwa orang-orang disini memang sangat ramah, makanannya enak, dan saya ingin belajar banyak bahasa," ujarnya.</p>
<p>Ia juga menyampaikan ketertarikannya untuk menghabiskan lebih banyak waktu di kelas dan menjelajah Indonesia yang menurutnya sangat hangat dan menyenangkan.</p>
<p>Di sisi lain, Rosalina, yang berasal dari Columbia, South Carolina, memiliki akar budaya Samoa. Hal itu membuatnya merasa cocok dengan nilai kekeluargaan di Indonesia.</p>
<p>"Budaya di sini terasa dekat dengan budaya saya. Itu sebabnya saya ingin datang dan mengajar di Indonesia," kata Rosalina.</p>
<p>Adapun, May yang memiliki mimpi untuk menjadi seseorang yang lebih mandiri ingin belajar bersosialisasi di lokasi yang dikenal sangat sosial seperti Indonesia.</p>
<p>"Iya, jadi Amerika dan Indonesia sangat berbeda dalam segi sosial, di Amerika itu warganya sangat individualis, maka dari itu belajar di Indonesia mungkin akan menambah pengalaman saya menjadi lebih luas," ucap May.</p>
<p><strong>Membangun Persahabatan Melalui Pendidikan</strong></p>
<p>Relawan Peace Corps bukan hanya pengajar bahasa Inggris. Mereka adalah penghubung dua budaya, pembawa cerita, dan jembatan diplomasi yang bekerja melalui senyum, sikap hormat, dan kehidupan sehari-hari.</p>
<p>Dari rumah-rumah keluarga angkat hingga kelas-kelas sekolah di pedesaan, mereka membawa nilai persahabatan yang akan tersimpan dalam ingatan, bukan hanya selama dua tahun penugasan, tetapi sepanjang hidup baik bagi mereka maupun masyarakat yang mereka temui. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Pesisir Surabaya Dibayangi Rob, Pemkot Percepat Penguatan Proteksi Lewat Rumah Pompa dan Pintu Air</title>
<link>https://suarajatimpost.com/pesisir-surabaya-dibayangi-rob-pemkot-percepat-penguatan-proteksi-lewat-rumah-pompa-dan-pintu-air</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/pesisir-surabaya-dibayangi-rob-pemkot-percepat-penguatan-proteksi-lewat-rumah-pompa-dan-pintu-air</guid>
<description><![CDATA[ Pemkot Surabaya menggeber pembangunan rumah pompa dan pintu air di pesisir barat, wilayah yang paling rentan rob, demi menutup celah perlindungan yang selama ini belum tersedia. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202512/image_870x580_69381ffce0af2.webp" length="66086" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Tue, 09 Dec 2025 21:57:48 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ryan Ramadhan</dc:creator>
<media:keywords>DSDABM, Pemkot Surabaya, Banjir, Banjir Ron, Surabaya, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SURABAYA, SJP — </strong>Kawasan pesisir Surabaya masih kerap dibayangi genangan air laut atau rob, terutama saat pasang tinggi dan curah hujan meningkat. Meski tidak terjadi setiap hari, risiko rob selalu menghantui permukiman dan akses jalan di sejumlah titik pesisir timur dan barat kota, sehingga penguatan infrastruktur pengendali banjir menjadi kebutuhan mendesak.</p>
<p></p>
<p>Pemerintah Kota Surabaya kini memfokuskan langkah yang pada optimalisasi fasilitas pengendalian banjir yang telah ada. Alih-alih langsung membangun tanggul laut berskala besar, Pemkot menilai pemaksimalan fungsi rumah pompa, pintu air, dan bozem adalah strategi paling realistis untuk melindungi warga dari ancaman rob yang dapat muncul sewaktu-waktu.</p>
<p></p>
<p>"Saat ini Pemkot Surabaya lebih memprioritaskan optimalisasi rumah pompa, pintu air, dan bozem sebagai upaya pengendalian banjir," ujar Kepala Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM) Surabaya, Syamsul Hariadi, Selasa (9/12/2025).</p>
<p></p>
<p>Langkah ini dinilai tepat karena sejumlah infrastruktur pengendali banjir di Surabaya Timur sudah lengkap. Pintu air hingga pompa air berfungsi penuh, sehingga kawasan pesisir timur relatif lebih aman dari ancaman rob. Pemerintah optimistis kondisi ini dapat terus meminimalisasi potensi genangan air laut yang selama ini menghantui wilayah tersebut.</p>
<p></p>
<p>"Itu sudah lengkap, sehingga untuk rob itu insyaallah bisa kita minimalisir," kata Syamsul.</p>
<p></p>
<p>Berbeda dengan bagian timur, wilayah barat Surabaya justru menjadi titik yang paling rentan. Sejumlah sungai yang bermuara ke laut, seperti Kali Krembangan, Kalianak, dan Kali Sememi, belum memiliki pintu air maupun rumah pompa. Tanpa fasilitas tersebut, debit air laut berpotensi masuk kembali dan menimbulkan rob saat kondisi pasang.</p>
<p></p>
<p>"Jadi kita agendakan untuk rumah pompa di tiga atau empat sungai yang menuju ke laut di wilayah barat itu," jelasnya.</p>
<p></p>
<p>Hingga kini, wilayah barat baru memiliki fasilitas pompa di kawasan Balong dan Kandangan. Sementara tiga titik lain, seperti di Asemrowo, Kalianak, dan Tambak Langon masih menunggu pembangunan yang telah dimasukkan ke agenda prioritas Pemkot Surabaya.</p>
<p></p>
<p>Selain itu, pembangunan tanggul laut menyeluruh di sepanjang pesisir kota belum dapat dilakukan. Selain karena kompleksitas teknis dan anggaran, tidak semua wilayah pesisir memerlukan struktur tersebut. </p>
<p></p>
<p>Sejumlah kawasan barat sebenarnya telah memiliki tanggul lokal yang telah berfungsi sebagai pelindung dasar terhadap air laut meski bukan merupakan tanggul laut formal.</p>
<p></p>
<p>"Di wilayah barat itu sebetulnya sudah ada tanggulnya. Bukan tanggul laut namanya, tapi itu sudah proteksi terhadap air laut," tambah Syamsul.</p>
<p></p>
<p>Dengan penguatan infrastruktur yang dikejar di kawasan barat dan optimalisasi yang terus dilakukan di kawasan timur, Pemkot Surabaya berharap risiko rob dapat ditekan semaksimal mungkin, menjadikan kawasan pesisir lebih aman dan siap menghadapi musim penghujan maupun pasang tinggi. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Lebih dari 2.300 Insiden, Evakuasi Hewan Dominasi Tugas Damkar Surabaya di Tahun 2025</title>
<link>https://suarajatimpost.com/lebih-dari-2300-insiden-evakuasi-hewan-dominasi-tugas-damkar-surabaya-di-tahun-2025</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/lebih-dari-2300-insiden-evakuasi-hewan-dominasi-tugas-damkar-surabaya-di-tahun-2025</guid>
<description><![CDATA[ Lonjakan kemunculan ular dan biawak saat banjir membuat evakuasi hewan mendominasi 2.306 insiden yang ditangani DPKP Surabaya sepanjang 2025, melampaui seluruh jenis penanganan lainnya. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202512/image_870x580_69381ff4ec704.webp" length="59428" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Tue, 09 Dec 2025 21:38:50 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ryan Ramadhan</dc:creator>
<media:keywords>DPKP, Pemadam Kebakaran, Damkar, Surabaya, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SURABAYA, SJP – </strong>Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kota Surabaya merilis angka catatan penanganan insiden evakuasi selama Januari hingga November 2025.</p>
<p>Total 2.306 insiden berhasil ditangani, dengan evakuasi hewan mendominasi laporan sepanjang tahun, terutama saat musim hujan dan banjir. </p>
<p>Kondisi cuaca ekstrem membuat warga semakin sering meminta bantuan petugas, baik untuk situasi darurat maupun kasus-kasus unik yang muncul di tengah perubahan lingkungan.</p>
<p><strong>Evakuasi Hewan Mendominasi Laporan</strong></p>
<p>Dari total 2.306 insiden, evakuasi hewan menjadi kasus terbanyak dengan 1.424 penanganan. Mayoritas terjadi ketika curah hujan meningkat drastis pada November 2025. </p>
<p>Banjir yang melanda beberapa wilayah membuat habitat hewan liar, seperti ular dan biawak terganggu, mendorong mereka keluar dari sarang dan tak jarang malah masuk ke lingkungan warga, bahkan hingga ke dalam rumah.</p>
<p>Kepala DPKP Surabaya, Laksita Rini Sevriani, menjelaskan bahwa peningkatan signifikan tersebut berhubungan langsung dengan dinamika alam saat musim penghujan.</p>
<p>"Lonjakan tertinggi laporan terjadi pada November 2025. Peningkatan ini terutama dipicu faktor alam, yakni tingginya curah hujan," jelas Rini, Selasa (9/12/2025).</p>
<p>Menurutnya, munculnya hewan liar di pemukiman bukan hanya ancaman bagi warga, tetapi juga menjadi salah satu beban kerja terbesar bagi para petugas. </p>
<p>Ketika air naik dan menggenangi area habitat, hewan-hewan tersebut kehilangan tempat berlindung dan mencari area yang dianggap lebih aman, yang sering kali justru adalah rumah warga.</p>
<p>"Air memaksa hewan naik ke permukaan. Ini menjadi penyebab utama tingginya permintaan evakuasi dan langsung kami tindak lanjuti," tutur Rini.</p>
<p>Selain evakuasi hewan, DPKP Surabaya juga menangani berbagai jenis insiden lainnya, dengan totoal angka sebagai berikut:</p>
<ul>
<li>Evakuasi hewan: 1.424 kasus</li>
<li>Evakuasi manusia: 358 kasus</li>
<li>Evakuasi kendaraan: 137 kasus</li>
<li>Evakuasi objek alam: 231 kasus</li>
<li>Evakuasi objek lainnya: 163 kasus</li>
<li>Evakuasi bangunan: 3 kasus</li>
</ul>
<p>Ragam penanganan tersebut menunjukkan peran DPKP yang semakin luas dan fleksibel dalam menghadapi berbagai jenis permintaan bantuan masyarakat.</p>
<p><strong>Laporan Unik: Dari Cincin Tersangkut hingga Rambut Warga</strong></p>
<p>Tak sedikit laporan yang diterima DPKP berada di luar dugaan, atau mungkin istilah modernnya"diluar nalar" dan memerlukan pendekatan humanis. Salah satu yang paling sering adalah permintaan bantuan untuk melepas cincin yang tersangkut di jari warga. </p>
<p>Rini menyebut bahwa beberapa rumah sakit kerap mengarahkan pasien ke DPKP karena petugas memiliki alat yang cukup efektif untuk penanganan awal.</p>
<p>"Mereka diarahkan dari rumah sakit ke Damkar agar cincin bisa dilepas dengan peralatan sederhana seperti gerinda potong sebelum mendapatkan penanganan medis," terangnya.</p>
<p>Selain itu, masih ada laporan yang sifatnya non-darurat namun tetap dilayani dengan respons cepat. Mulai dari permintaan penyambutan simbolis untuk ibu hamil yang berharap anaknya kelak menjadi petugas damkar, hingga membantu memotong rambut warga berkebutuhan khusus yang hanya merasa nyaman jika ditangani petugas.</p>
<p>"Ada juga beberapa permintaan berada di luar kewenangan kami, seperti kerusakan motor, tetapi petugas Damkar tetap menekankan pentingnya membantu masyarakat," ujar Rini.</p>
<p><strong>Standar Waktu Respon dan Peran Call Center 112</strong></p>
<p>Meski tugas yang masuk sangat beragam, DPKP Surabaya menetapkan standar waktu respons yang sama cepatnya dengan penanganan kebakaran. Target kedatangan adalah 6,5 menit, sesuai Standar Pelayanan Minimal (SPM). </p>
<p>Untuk mencapai target itu, petugas mengerahkan tim terdekat dengan kendaraan ringan, termasuk penggunaan sepeda motor di wilayah padat.</p>
<p>"Akses layanan melalui call center 112 sangat membantu mempercepat pelaporan, meski sebagian insiden berada di luar kewenangan utama Damkar," ucap Rini.</p>
<p>Call center menjadi pintu utama masyarakat untuk melaporkan segala bentuk keadaan darurat dan non-darurat, sehingga petugas dapat mengatur prioritas dengan cepat dan tepat.</p>
<p>Menyongsong tahun 2026, DPKP Surabaya menargetkan peningkatan kapasitas internal dan eksternal. Bagi petugas, pelatihan berkala dan survei wilayah rutin akan ditingkatkan untuk memastikan seluruh anggota memahami SOP, karakteristik medan, serta dapat menjaga standar respons yang cepat.</p>
<p>Di sisi lain, peningkatan kesiapsiagaan masyarakat menjadi fokus berikutnya. DPKP merencanakan pelatihan evakuasi mini di tingkat wilayah agar warga mampu menangani insiden ringan secara mandiri, seperti menangani kemunculan ular kecil tanpa membahayakan diri.</p>
<p>"Pelatihan ini kami rancang agar masyarakat mampu mengatasi kasus kecil, sehingga tim damkar dapat fokus pada insiden yang membutuhkan keahlian khusus," tukas Rini. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Sembilan IRT Tuwowo Diwisuda, Siap Menjadi Penjahit Mandiri Lewat Program Pemberdayaan YBM PLN</title>
<link>https://suarajatimpost.com/sembilan-irt-tuwowo-diwisuda-siap-menjadi-penjahit-mandiri-lewat-program-pemberdayaan-ybm-pln</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/sembilan-irt-tuwowo-diwisuda-siap-menjadi-penjahit-mandiri-lewat-program-pemberdayaan-ybm-pln</guid>
<description><![CDATA[ Di tengah ekonomi yang lesu, sembilan ibu rumah tangga di Tuwowo resmi diwisuda sebagai penjahit mandiri berkat program pemberdayaan YBM PLN UIP JBTB yang ubah mustahik menuju muzakki. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202512/image_870x580_69382008a0716.webp" length="63840" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Tue, 09 Dec 2025 21:18:26 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ryan Ramadhan</dc:creator>
<media:keywords>Perusahaan Listrik Negara, YBM PLN UIP JBTB, YBM PLN, BY VIRA, V-Ra Collection, Surabaya, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SURABAYA, SJP — </strong>Di tengah kondisi perekonomian nasional yang belum stabil, upaya pemberdayaan masyarakat menjadi semakin penting. Hal itulah yang terlihat dalam Wisuda Pelatihan Menjahit di Balai RW Tuwowo, Kelurahan Kapas Madya Baru, Tambaksari, Selasa (9/12/2025). </p>
<p>Acara tersebut menandai lahirnya sembilan penjahit baru yang dibina melalui program pemberdayaan ekonomi Yayasan Baitul Maal PLN Unit Induk Pembangunan Jawa Bagian Timur dan Bali (YBM PLN UIP JBTB) selama empat bulan terakhir, sebagai langkah nyata agar keluarga di wilayah tersebut dapat menambah penghasilan dan menjadi lebih mandiri.</p>
<p><strong>Program Ekonomi Sebagai Pemberdayaan</strong></p>
<p>Pelatihan ini merupakan bagian dari pilar ekonomi YBM PLN UIP JBTB melalui Kelompok Usaha Cahaya (KUC) "Sartika Dewi". Program tersebut menyasar kelompok yang membutuhkan dan berpotensi untuk diberdayakan, khususnya para ibu rumah tangga (IRT) yang sebelumnya tidak memiliki pemasukan.</p>
<p>Manager YBM PLN UIP JBTB, Achmad Fatkhurrozi, menjelaskan bahwa pelatihan menjahit dipilih karena dinilai paling cocok untuk ibu-ibu di lingkungan tersebut, sekaligus menjadi alternatif dari dominasi bantuan UMKM berbasis kuliner.</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202512/image_870x_69381fe970478.webp" alt=""></p>
<p>"Di sini banyak ibu rumah tangga yang sebenarnya punya mimpi besar tapi belum punya kesempatan. Maka kami berikan pelatihan menjahit agar mereka bisa punya keterampilan dan pemasukan," ujar Fatkhurrozi, Kamis (9/12/2025).</p>
<p>Fatkhurrozi menambahkan bahwa inti dari program ini bukan hanya keterampilan, tetapi perubahan mindset dari mustahik bisa naik menjadi muzakki, yakni dari penerima zakat menjadi orang yang wajib memberikan zakat.</p>
<p>"Kesuksesan bagi kami itu bukan hanya mereka bisa menjahit, tapi bagaimana mustahik bisa naik menjadi muzakki. Jadi ini proses panjang, produksi, marketing, sampai mindset," katanya.</p>
<p>YBM PLN juga memberikan hibah berupa 10 alat produksi seperti mesin jahit, mesin obras, mesin pelubang kancing, manekin, hingga perlengkapan pendukung lainnya. Semua alat ditempatkan di Balai RW agar dapat digunakan bersama dan berkelanjutan.</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202512/image_870x_69381fed291af.webp" alt=""></p>
<p><strong>Pendampingan Empat Bulan yang Asah Skill dan Mental</strong></p>
<p>Pelatihan yang diwisudakan hari ini merupakan kelanjutan dari program yang sudah berjalan hampir dua tahun. Sementara bagian pelatihan intensif yang berlangsung empat bulan dipandu langsung oleh pelatih dari UKM V-RA Collection, Novita Rahayu Purwaningsih.</p>
<p>Dalam sesi pendampingannya, Novita tidak hanya mengajarkan teknik menjahit, tetapi juga membangun keberanian peserta untuk memasarkan produk melalui latihan presentasi dan komunikasi.</p>
<p>"Yang saya latih dimulai dari nol lagi, karena beda mentor beda metode. Saya juga ajari mereka presentasi satu per satu biar percaya diri saat menghadapi customer," tutur pemilik produk BY-VIRA itu.</p>
<p>Ia juga mengapresiasi salah satu peserta yang ternyata merupakan rekan kerja lama Novita saat masih bekerja di konveksi, antusias belajar kembali dan ringan tangan untuk membantu teman-temannya membuat Novita tergerak untuk memberikan apresiasi lebih.</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202512/image_870x_69381ff1bdf48.webp" alt=""></p>
<p>"Beliau ini sebenarnya sudah bisa jahit, tapi belum bisa bikin pola atau potong bahan. Yang membuat saya apresiasi itu karena dia sangat membantu peserta lain," ujar Novita.</p>
<p>Menurutnya, pemasaran kini masih berada dalam lingkup warga sekitar, dengan etalase baju dipajang di Balai RW. Harga produk berkisar Rp95.000 hingga Rp175.000, dengan harga khusus untuk pembelian grosir. Ke depan, kelompok ini ditargetkan dapat masuk ke marketplace agar pasar lebih luas.</p>
<p><strong>Dukungan RW dan Antusiasme Warga</strong></p>
<p>Ketua RW 04 Kapas Madya Baru, Agung Suprapto, mengaku bangga melihat perkembangan ibu-ibu peserta. Menurutnya, kini mereka telah mampu memproduksi dan menjual hasil karya, bahkan beberapa pesanan datang dari RT, dewan, hingga jalur online.</p>
<p>"Dulu mereka benar-benar belajar dari nol. Sekarang alhamdulillah sudah bisa menjual, bahkan pesanan kaos dari RT juga ada. Perkembangannya sangat bagus," katanya.</p>
<p>Agung menjelaskan bahwa Balai RW memang disediakan sebagai ruang aktivitas masyarakat, termasuk tempat pelatihan menjahit. RW juga menguruskan SK kelompok sehingga YBM PLN dapat menyalurkan bantuan alat secara resmi.</p>
<p>"Saya senang sekali kalau warga di sini aktif. Ibu-ibu kalau sudah selesai pekerjaan rumah bisa menjahit untuk membantu keluarga. Intinya, ayo optimis, jangan pesimis," ujarnya.</p>
<p>Wisuda hari ini bukan akhir, melainkan titik awal bagi sembilan ibu rumah tangga untuk memulai usaha kecil mereka. Dengan keterampilan menjahit, fasilitas usaha, dan dukungan masyarakat, para lulusan pelatihan diharapkan mampu memperkuat ekonomi keluarga sekaligus membuka peluang kerja baru di lingkungan mereka.</p>
<p>Program itu juga direncanakan akan direplikasi di lokasi lain oleh YBM PLN UIP JBTB, termasuk pengembangan pelatihan crafting untuk memperluas cakupan pemberdayaan perempuan di Surabaya. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Ayah dan Anak Berduet dalam “Coretan Warna Warni” di Galeri Merah Putih Balai Pemuda Surabaya</title>
<link>https://suarajatimpost.com/ayah-dan-anak-berduet-dalam-coretan-warna-warni-di-galeri-merah-putih-balai-pemuda-surabaya</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/ayah-dan-anak-berduet-dalam-coretan-warna-warni-di-galeri-merah-putih-balai-pemuda-surabaya</guid>
<description><![CDATA[ Pameran duet ayah–anak “Coretan Warna Warni” digelar di Galeri Merah Putih pada 6–11 Desember, menampilkan 12 karya yang menandai langkah awal perjalanan seni mereka. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202512/image_870x580_693695cc2b514.webp" length="50626" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 08 Dec 2025 18:22:25 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ryan Ramadhan</dc:creator>
<media:keywords>Galeri Merah Putih, Balai Pemuda, Surabaya, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SURABAYA, SJP — </strong>Pepatah “buah jatuh tidak jauh dari pohonnya” menemukan wujudnya secara nyata di Galeri Merah Putih, Balai Pemuda Surabaya pada penghujung tahun 2025 ini.</p>
<p></p>
<p>Dalam pameran bertajuk “Coretan Warna Warni I Made Kenzie &amp; Papa” yang berlangsung pada 6-11 Desember 2025, hubungan ayah dan anak tidak hanya terjalin lewat ikatan darah, tetapi tersambung melalui goresan warna yang sama-sama lahir dari panggilan hati.</p>
<p></p>
<p><strong>Bonding Lewat Goresan Warna</strong></p>
<p>Di antara dinding-dinding putih galeri yang dipenuhi 12 lukisan, terdapat kisah tentang dua generasi yang bertemu di kanvas. I Ketut Gede Susila (IKGS) Widiastra, sang ayah, mengaku bahwa perjalanan seni mereka bermula dari hobi sederhana yang dilakukan bersama.</p>
<p></p>
<p>Ia menuturkan bahwa dirinya dan putranya sama-sama mulai menyentuh kanvas di waktu yang hampir bersamaan, sebagai aktivitas spontan penuh rasa suka.</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202512/image_870x_693695c733410.webp" alt=""></p>
<p>“Kami mulai bareng, terjun ke kanvas bareng. Saya suka potret, anak saya ikut ketularan,” ujar Widiastra saat dikonfirmasi pada Senin (8/12/2025).</p>
<p></p>
<p>Tema pameran yang mereka pilih, coretan warna-warni, menjadi wujud kebebasan berekspresi, meskipun keduanya tetap menampilkan banyak figur manusia. Kecintaan pada bentuk dan wajah seakan menjadi benang merah visual antara ayah dan anak.</p>
<p></p>
<p><strong>Rumah Penuh Kreativitas</strong></p>
<p>Perjalanan seni Widiastra tidak lahir dari pendidikan formal, melainkan dari lingkungan masa kecil yang sarat tradisi. Ia tumbuh di Jembrana, Bali, dalam keluarga yang memiliki fasilitas seni lengkap, dari gong hingga wayang.</p>
<p></p>
<p>“Kakek saya punya fasilitas berkesenian lengkap. Setiap sore warga kumpul untuk berkesenian, dan jiwa saya terpanggil.”</p>
<p></p>
<p>Kecintaan akan kreativitas itu berlanjut hingga membentuk rumah tangga. Ia dan sang istri sama-sama memiliki minat seni, membuat rumah mereka di Menganti, Gresik, menjadi tempat berkumpul anak muda dan ruang tumbuh bagi bakat sang putra, I Made Kenzie. Widiastra bersyukur karena bakat anaknya terlihat sejak dini dan mudah diarahkan.</p>
<p></p>
<p>“Saya merasa bersyukur, karena bakat anak saya sudah ditunjukkan lebih mudah daripada orang lain,” katanya.</p>
<p></p>
<p><strong>Keraguan yang Berubah Menjadi Keyakinan</strong></p>
<p>Meski demikian, perjalanan menuju pameran ini tidak sepenuhnya mulus. Widiastra mengaku sempat menghadapi konflik batin ketika melihat realitas hidup sebagian seniman yang tidak mudah.</p>
<p></p>
<p>“Rasa menghargai seni di Indonesia itu minim. Saya lihat banyak seniman hidupnya miris, sempat ragu juga,” tuturnya.</p>
<p></p>
<p>Namun refleksinya membawa ia kembali pada keyakinan bahwa setiap pekerjaan memiliki nilainya masing-masing selama dikerjakan dengan cinta. </p>
<p></p>
<p>Keyakinan itu semakin kuat setelah ia pernah diundang mengikuti OTS lukisan lintas agama pada 2024, dan bahkan karyanya mampu menarik perhatian dalam sebuah lelang seni yang awalnya sangat ia cemaskan.</p>
<p></p>
<p>“Ternyata karya saya diminati. Itu titik saya berani melangkah,” katanya.</p>
<p></p>
<p>Pengalaman itu mendorongnya mengambil langkah besar, memesan slot pameran di Galeri Merah Putih untuk Desember tahun ini. Keputusan yang menjadi pemicu semangat baru untuk terus berkarya, meski harus mencuri waktu sepulang kerja.</p>
<p></p>
<p><strong>Duet Perdana Ayah dan Anak</strong></p>
<p>Pameran ini adalah pameran “duet” pertama mereka. Widiastra membawa lima lukisan, sedangkan Kenzie yang baru berusia 13 tahun membawa tujuh karya. Meski masih belia, kemampuan Kenzie disebut sang ayah telah melampaui banyak anak seusianya.</p>
<p></p>
<p>“Kalau saya lihat, langkah anak saya sudah di depan. Potensinya harus saya dampingi,” ujarnya.</p>
<p></p>
<p>Widiastra sendiri baru mengenal media kanvas dalam dua tahun terakhir, setelah sebelumnya fokus pada gambar pensil hitam-putih. Tetapi tampil bersama putranya membuat pameran ini terasa lebih dari sekadar peristiwa seni—melainkan perjalanan keluarga.</p>
<p></p>
<p>Meski pameran ini menjadi tonggak pertama, Widiastra berharap ini bukan akhir melainkan awal bagi langkah mereka. Ia menegaskan bahwa bagi keluarganya, seni bukan soal ketenaran atau penjualan karya, tetapi tentang kebahagiaan yang muncul saat lukisan selesai tercipta.</p>
<p></p>
<p>“Ada kepuasan tersendiri setiap selesai melukis. Bukan soal laku atau tidak, saya hanya ingin berkarya sebaik mungkin,” katanya.</p>
<p></p>
<p>Ia juga berharap kehadiran mereka dapat ikut menyegarkan gairah seni rupa di Surabaya, sekaligus meningkatkan penghargaan masyarakat terhadap para pelukis.</p>
<p></p>
<p>“Mudah-mudahan berkesenian di Surabaya semakin bergairah dan penghargaan pada seniman bisa meningkat,” pungkasnya. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Perupa Surabaya Galang Donasi untuk Korban Bencana Sumatera lewat Aksi Melukis Wajah</title>
<link>https://suarajatimpost.com/perupa-surabaya-galang-donasi-untuk-korban-bencana-sumatera-lewat-aksi-melukis-wajah</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/perupa-surabaya-galang-donasi-untuk-korban-bencana-sumatera-lewat-aksi-melukis-wajah</guid>
<description><![CDATA[ Para perupa Surabaya menggalang donasi lewat aksi melukis wajah, mengubah karya seni menjadi bantuan cepat bagi ribuan korban banjir besar yang melanda Sumatera. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202512/image_870x580_693695d8e724e.webp" length="46236" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 08 Dec 2025 17:41:22 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ryan Ramadhan</dc:creator>
<media:keywords>Bencana Sumatera, Banjir Sumatera, Sumatera, Donasi, Ilustrasi Idiom, Balai Pemuda Surabaya, OCC, Oi Crisis Center, Surabaya, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SURABAYA, SJP – </strong>Di tengah situasi darurat kemanusiaan yang menimpa Sumatera, para penyintas banjir dan longsor kini bergantung pada kecepatan bantuan dari berbagai pihak. Skala bencana yang meluas membuat kebutuhan di lapangan sangat mendesak, mulai dari logistik, air bersih, hingga tempat tinggal sementara. </p>
<p>Di antara gelombang solidaritas yang muncul, kepedulian juga mengalir dari para perupa Surabaya yang memilih mengekspresikan empati mereka melalui sebuah aksi kreatif, yaitu kegiatan melukis untuk donasi.</p>
<p>Sebagai informasi, Banjir besar dan longsor yang menerjang Sumatera dimulai sejak akhir November 2025, dipicu hujan ekstrem serta efek siklon di Selat Malaka. Kini, bencana tersebut telah meninggalkan kerusakan luas di Aceh, Sumatera Barat, dan Sumatera Selatan. </p>
<p>Data terbaru BNPB mencatat lebih dari 900 orang meninggal dunia, ratusan masih hilang, dan jutaan warga terdampak, sementara fasilitas publik, jalan, dan jembatan banyak yang rusak berat.</p>
<p>Meski cuaca mulai mereda di beberapa wilayah, kebutuhan masyarakat terdampak justru meningkat karena banyak permukiman yang belum dapat dihuni kembali. Relokasi, bantuan pangan, layanan kesehatan darurat, dan akses logistik menjadi tantangan utama. Kondisi tersebut membuat dukungan dari masyarakat di luar Sumatera sangat diperlukan.</p>
<p><strong>Melukis untuk Donasi</strong></p>
<p>Di Surabaya, dukungan itu datang melalui cara yang berbeda. Komunitas Ilustrasi Idiom menggelar aksi “Open Donasi Peduli Bencana – Pray for Sumatera” di depan kantor Dewan Kesenian Surabaya (DKS), Komplek Balai Pemuda, dengan melibatkan puluhan pelukis dari Surabaya, Sidoarjo, dan Mojokerto. </p>
<p>Mereka menawarkan beragam lukisan, seperti layanan melukis wajah secara langsung, beragam lukisan yang dijual, dan hasil kegiatan ini disalurkan untuk membantu korban bencana. Penggagas acara yang juga Ketua Ilustrasi Idiom, Roman Chuza menjelaskan bahwa kegiatan ini murni muncul dari dorongan kemanusiaan.</p>
<p>"Karena ada bencana di Sumatera Barat, Sumatera Selatan, dan Aceh, kami para seniman sepakat untuk mengadakan melukis wajah untuk donasi," ujar Roman saat dikonfirmasi pada Senin (8/12/2025).</p>
<p>Ia menegaskan bahwa meskipun skala bantuan dari komunitas seni mungkin tidak besar, kepedulian tetap penting untuk digerakkan.</p>
<p>"Mungkin ada manfaatnya walau kecil. Yang penting kita peduli untuk kemanusiaannya," tambahnya.</p>
<p><strong>Kolaborasi Pelukis dari Tiga Kabupaten/Kota</strong></p>
<p>Aksi solidaritas tersebut diikuti oleh banyak perupa dari beberapa daerah. Seniman Surabaya tampak berkolaborasi dengan pelukis Sidoarjo dan Mojokerto, menciptakan suasana kerja kolektif yang hangat di area Balai Pemuda.</p>
<p>Menurut penyelenggara, keterlibatan lintas kota ini adalah bentuk persatuan komunitas seni dalam menghadapi situasi darurat nasional.</p>
<p>“Untuk kegiatannya kita libatkan rekan-rekan pelukis Sidoarjo, Surabaya, dan Mojokerto,” jelasnya.</p>
<p>Seluruh koordinasi berada di bawah Komunitas Ilustrasi Idiom agar kegiatan berjalan tertib dan terfokus pada tujuan donasi. </p>
<p>Kegiatan itu sendiri digagas hanya beberapa hari setelah kabar bencana besar mencuat. Para seniman ingin agar proses pengumpulan dana dapat dilakukan secepat mungkin mengingat urgensinya.</p>
<p>“Namanya bencana kan spontanitas, para korban tidak bisa menunggu lama,” katanya.</p>
<p>Donasi yang terkumpul nantinya akan disalurkan melalui <em>Oi Crisis Center</em> (OCC), salah satu badan otonom yang berperan dalam bantuan kebencanaan. OCC Surabaya menjadi pelaksana penyaluran dari hasil kegiatan ini ke wilayah terdampak di Sumatra.</p>
<p>“Penyalurannya lewat OCC, tim daerah Surabaya yang akan membantu di area bencana,” ujarnya.</p>
<p>Penyelenggara berharap masyarakat Surabaya dapat memberikan dukungan dengan datang ke Balai Pemuda dan berpartisipasi dalam kegiatan melukis donasi ini. Semakin banyak warga yang terlibat, semakin besar dana yang bisa disalurkan untuk membantu pemulihan di Sumatra.</p>
<p>“Moga-moga warga Surabaya bisa support acara ini agar kami bisa menyalurkan dana ke para korban,” harap Roman. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Minat Tinggi Jelang Nataru, Penjualan Tiket Kereta Diskon 30 Persen di Daop 8 Tembus 53 Ribu Kursi</title>
<link>https://suarajatimpost.com/minat-tinggi-jelang-nataru-penjualan-tiket-kereta-diskon-30-persen-di-daop-8-tembus-53-ribu-kursi</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/minat-tinggi-jelang-nataru-penjualan-tiket-kereta-diskon-30-persen-di-daop-8-tembus-53-ribu-kursi</guid>
<description><![CDATA[ Lonjakan pemesanan membuat lebih dari 53 ribu tiket diskon Nataru di Daop 8 Surabaya ludes cepat, memicu KAI mengimbau masyarakat segera mengamankan kursi sebelum kuota habis. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202512/image_870x580_693695dee3b88.webp" length="42698" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 08 Dec 2025 16:59:12 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ryan Ramadhan</dc:creator>
<media:keywords>KAI, Kereta Api Indonesia, Daop 8 Surabaya, Nataru, Surabaya, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SURABAYA, SJP –</strong> Minat masyarakat untuk bepergian menggunakan kereta api pada masa libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025/2026 terus melonjak. Di wilayah Daop 8 Surabaya, sebanyak 53.447 tiket telah terjual hingga Senin (8/12/2025), dari total kuota 171.444 tiket subsidi diskon 30 persen yang disediakan untuk periode tersebut.</p>
<p>Sebelumnya, Direktur Utama PT KAI (Persero) Bobby Rasyidin menjelaskan bahwa pemerintah memberikan subsidi khusus berupa potongan harga 30 persen untuk mendorong mobilitas masyarakat selama Nataru, khususnya pada moda transportasi kereta api. Program ini kemudian diterapkan di seluruh daerah operasi KAI, termasuk Daop 8 Surabaya.</p>
<p>Manajer Humas Daop 8 Surabaya, Luqman Arif, mengatakan tingginya respons masyarakat membuat tiket promo cepat terserap.</p>
<p>"Tarif diskon 30 persen ini dialokasikan untuk perjalanan menggunakan kereta api kelas ekonomi komersial," katanya, Senin (8/12/2025).</p>
<p>Ia menjelaskan bahwa program ini mencakup 25 KA Reguler Komersial serta 3 KA Tambahan Komersial yang disiapkan khusus untuk menunjang kelancaran mobilitas pelanggan selama masa angkutan Nataru. Namun, tingginya permintaan membuat kuota diskon semakin terbatas.</p>
<p>"Kami mengimbau pelanggan untuk segera memesan tiket karena kuota diskon terbatas dan sangat cepat terjual," ujarnya.</p>
<p>Luqman menambahkan, pelanggan sebaiknya merencanakan perjalanan lebih awal, menentukan jadwal keberangkatan, dan langsung mengamankan tiket sebelum kuota habis. Promo tiket diskon 30 persen dapat dibeli melalui seluruh kanal resmi penjualan KAI, mulai dari aplikasi KAI Access, website resmi, minimarket, hingga mitra penjualan lainnya.</p>
<p>"Periode pemesanan mulai 21 November 2025 sampai 10 Januari 2026, selama persediaan masih tersedia dan berlaku untuk keberangkatan 22 Desember 2025 sampai 10 Januari 2026," tuturnya.</p>
<p>Ia juga menegaskan bahwa potongan harga ini hanya berlaku untuk kelas ekonomi komersial, tidak termasuk tarif khusus dan tidak dapat digabungkan dengan promo lainnya. Meski demikian, pelanggan tetap memiliki fleksibilitas untuk melakukan pembatalan atau perubahan jadwal sesuai ketentuan berlaku.</p>
<p>"Tiket tetap dapat dibatalkan atau diubah jadwalnya sesuai kebijakan yang berlaku," pungkasnya.</p>
<p>Selama periode Nataru, tiga stasiun utama yang mendominasi keberangkatan penumpang di wilayah Daop 8 Surabaya adalah Stasiun Pasarturi, Stasiun Gubeng, dan Stasiun Malang, yang diperkirakan akan menjadi pusat pergerakan masyarakat menuju berbagai destinasi libur akhir tahun. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Seni Anak Indonesia Mendunia: Lotus Art Courses Unggul di Lidice &amp; Rep.Ceko Internasional 2025</title>
<link>https://suarajatimpost.com/seni-anak-indonesia-mendunia-lotus-art-courses-unggul-di-lidice-repceko-internasional-2025</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/seni-anak-indonesia-mendunia-lotus-art-courses-unggul-di-lidice-repceko-internasional-2025</guid>
<description><![CDATA[ Tiga siswa Lotus Art Courses menembus 639 karya terbaik dunia dalam Lidice 2025, menjadikan Indonesia bersinar setelah menyisihkan lebih dari 12 ribu karya dari 81 negara. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202512/image_870x580_693648fd0bbef.webp" length="56550" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 08 Dec 2025 10:50:19 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ryan Ramadhan</dc:creator>
<media:keywords>Lotus Art Courses, LAC, International Children’s Exhibition of Fine Arts Lidice 2025, Republik Ceko, Surabaya, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SURABAYA, SJP — </strong>Prestasi membanggakan kembali datang dari dunia seni rupa anak Indonesia. Tiga siswa <em>Lotus Art Courses</em> (LAC) berhasil menorehkan pencapaian tingkat internasional pada <em>53rd International Children’s Exhibition of Fine Arts Lidice </em>2025 yang digelar di Republik Ceko. </p>
<p>Ajang bergengsi yang telah berlangsung lebih dari lima dekade itu dikenal sebagai salah satu kompetisi seni rupa anak terbesar di dunia, dengan ribuan karya dari berbagai negara setiap tahunnya.</p>
<p>Pada edisi 2025, sebanyak 12.946 karya dari 81 negara bersaing untuk memperebutkan tempat dalam jajaran karya terbaik. Dari jumlah itu, hanya 639 karya yang berhasil lolos kurasi final, termasuk tiga karya siswa <em>Lotus Art Courses</em> yang masing-masing meraih <em>Honorable Mention</em>, yakni:</p>
<ol>
<li>Joyce Zerlina</li>
<li>Theodora Christabel</li>
<li>P. Arabelle Manyakori.</li>
</ol>
<p>Penyerahan penghargaan berlangsung di Kedutaan Besar Republik Ceko di Jakarta, Jumat (5/12/2025) pukul 10.00 WIB. Acara penghargaan diserahkan langsung oleh Radomír Karlík, <em>Deputy Head of Mission </em>Kedubes Republik Ceko untuk Indonesia.</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202512/image_870x_6936490582f04.webp" alt=""></p>
<p>Capaian tersebut sekaligus menempatkan <em>Lotus Art Courses </em>sebagai juara umum Indonesia, karena dari lima anak Indonesia yang berhasil meraih penghargaan tahun ini, tiga di antaranya berasal dari lembaga seni tersebut.</p>
<p><em>Founder Lotus Art Courses</em>, Putu Mahendra, mengatakan bahwa keberhasilan itu merupakan kombinasi dari talent, kerja keras, dan lingkungan belajar yang suportif. Ia menegaskan bahwa lembaganya selalu menekankan proses kreatif yang menyenangkan sekaligus serius.</p>
<p>"Prestasi ini bukan hanya soal menang, tetapi tentang bagaimana anak-anak berani mengekspresikan diri dan belajar mengolah imajinasi menjadi karya yang kuat," ujar Putu.</p>
<p>"<em>Lotus Art Courses</em> memberikan ruang untuk bereksplorasi, belajar melihat dunia dengan lebih peka, dan membangun kepercayaan diri mereka. Ketika karya mereka diapresiasi di panggung dunia, itu membuktikan bahwa kesempatan dan bimbingan yang tepat mampu melahirkan generasi seniman masa depan," imbuhnya.</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202512/image_870x_693648f750806.webp" alt=""></p>
<p>Putu juga menambahkan bahwa kompetisi Tingkat Internasional seperti Lidice memberikan pengalaman berharga bagi anak-anak. Tidak hanya dalam hal pencapaian, tetapi juga sebagai motivasi untuk terus berkarya.</p>
<p>"Saya berharap pencapaian ini menjadi pemantik semangat, baik bagi siswa kami maupun anak-anak lain di Indonesia. Dunia seni sangat luas, dan ruang bagi mereka untuk tumbuh juga sangat terbuka," tandas Putu.</p>
<p><em>Lotus Art Courses</em> mengucapkan selamat kepada ketiga siswanya atas prestasi yang diraih. Mereka berharap keberhasilan ini dapat menjadi inspirasi bagi lebih banyak anak Indonesia untuk berani berkarya dan semakin mencintai seni rupa.<strong> (***) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>ACI Rayakan Lima Tahun Berkarya Lewat Konser dan Pameran Bertajuk “PancaWarsa”</title>
<link>https://suarajatimpost.com/aci-rayakan-lima-tahun-berkarya-lewat-konser-dan-pameran-bertajuk-pancawarsa</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/aci-rayakan-lima-tahun-berkarya-lewat-konser-dan-pameran-bertajuk-pancawarsa</guid>
<description><![CDATA[ ACI merayakan lima tahun perjalanan dari komunitas daring hingga panggung luring, menegaskan keyakinan bahwa anak dan remaja punya kekuatan besar menciptakan perubahan lewat karya. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202512/image_870x580_69343dd055900.webp" length="42898" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sat, 06 Dec 2025 22:22:00 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ryan Ramadhan</dc:creator>
<media:keywords>Aksi Cinta Indonesia, ACI, Wisma Jerman, PancaWarsa, Surabaya, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SURABAYA, SJP — </strong>Komunitas anak dan remaja Aksi Cinta Indonesia (ACI) resmi memasuki usia lima tahun dan merayakannya dengan sebuah konser dan pameran bertajuk PancaWarsa, Sabtu (6/12/2025), di Ruang Halle Wisma Jerman, Surabaya. </p>
<p></p>
<p>Perayaan tersebut dirancang sederhana namun sarat makna, menampilkan karya vokal dari grup SwaraKita serta pameran seni dari mitra-mitra program Arek Surabaya Berkarya – Goes to School yang gencar digalakkan sejak tahun 2024 lalu.</p>
<p></p>
<p><strong>Perayaan Penuh Syukur dari ACI</strong></p>
<p>Direktur sekaligus Music Director ACI, Eri Atmojo, menjelaskan bahwa PancaWarsa menjadi momentum refleksi perjalanan ACI dalam lima tahun terakhir. Ia menegaskan bahwa inti acara ini adalah bentuk syukur sekaligus cara memberikan ruang apresiasi bagi anak-anak yang selama ini berkarya bersama ACI.</p>
<p></p>
<p>"Ini sebenarnya konser perayaan lima tahun ACI. Digelar sederhana tapi kami ingin penuh makna," ucap Eri, Sabtu (6/12/2025).</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202512/image_870x_69343dd20c513.webp" alt=""></p>
<p>Selain konser, perayaan 5 tahun ACI juga menampilkan berbagai hasil karya dari pelajar-pelajar yang tergabung dalam program Arek Surabaya Berkarya – Goes to School, sebuah inisiatif yang selama setahun terakhir membawa tim ACI berkeliling sekolah-sekolah di Surabaya dan sekitarnya.</p>
<p></p>
<p>"Pameran ini adalah karya dari partner-partner sekolah kami. Diantaranya ada SMPN 3 Surabaya, sekolah inklusi Widya Wiyata, sampai SD dan SMP Dharma Mulia," sebut Eri.</p>
<p></p>
<p>SMP Kristen Dharma Mulia sendiri menyajikan karya-karya yang menghiasi dinding ruang Halle Wisma Jerman dengan karya yang terbuat dari sampah plastik yang sejalan dengan kampanye sosial ACI tahun 2025.</p>
<p></p>
<p>Selain sekolah-sekolah tersebut, ACI turut melibatkan OceanKita, sebuah social enterprise yang fokus pada pengumpulan dan pengolahan sampah plastik laut. Keterlibatan mereka disebut sejalan dengan visi ACI untuk membuka ruang kolaborasi yang luas bagi anak-anak dan remaja.</p>
<p></p>
<p><strong>Mengapa di Wisma Jerman?</strong></p>
<p>Menurut Eri, pemilihan Wisma Jerman bukan tanpa alasan. Selain menjadi mitra ACI sejak lama, tempat ini dinilai memberikan nuansa nyaman dan mendukung upaya ACI membuka wawasan para pelajar mengenai peluang internasional.</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202512/image_870x_69343dcbe3f8c.webp" alt=""></p>
<p>"Kami ingin anak-anak tahu bahwa mereka boleh bermimpi setinggi langit. Di Surabaya ada pusat kebudayaan asing seperti Wisma Jerman, siapa tahu nanti mereka ingin kuliah atau cari beasiswa ke Jerman," ujarnya.</p>
<p></p>
<p>Pada usia kelimanya, ACI berharap dapat terus menumbuhkan semangat berkarya di kalangan anak muda, terutama mereka yang tergabung ke dalam kegiatan ACI maupun partner lingkungan seperti OceanKita.</p>
<p></p>
<p>"Kami percaya anak-anak dan remaja punya power besar untuk membawa perubahan lewat karya," harap Eri.</p>
<p></p>
<p><strong>Evolusi ACI dari Mata Generasi Pertama</strong></p>
<p>Adapun, Vocal Director ACI Naomi Olivia mengenang perjalanan panjang ACI yang ia ikuti sejak awal berdiri pada 2020. Ia menyebut bahwa ACI telah melalui perkembangan yang signifikan, baik dari sisi format kegiatan maupun kualitas karya anggotanya.</p>
<p></p>
<p>"Saya bangga karena melihat sendiri bagaimana ACI berevolusi dari komunitas daring jadi komunitas yang bisa bikin konser dan ikut lomba-lomba," ucap perempuan yang menjadi anggota ACI di generasi pertama itu.</p>
<p></p>
<p>Menurut Naomi, kekuatan terbesar ACI terletak pada komitmen anggotanya yang selalu mau berproses. Hal inilah yang melahirkan nilai utama ACI: menjadi versi terbaik dari diri sendiri.</p>
<p></p>
<p>"ACI itu wadah untuk anak-anak yang ingin berproses dari nol, termasuk saya dulu," jelasnya.</p>
<p></p>
<p><strong>Tantangan Perpindahan dari Daring ke Luring</strong></p>
<p>Naomi mengakui bahwa perjalanan lima tahun ACI tidak selalu mulus. Salah satu tantangan terbesar adalah transisi dari kegiatan online ke pertemuan langsung setelah pandemi mereda.</p>
<p></p>
<p>"Waktu itu anggota ACI tersebar dari Sumatra sampai Bali. Jadi saat mulai luring, penyesuaiannya lumayan besar," ungkap Naomi.</p>
<p></p>
<p>Konser PancaWarsa menghadirkan penampilan dari vokal grup SwaraKita, yang sudah menjalani latihan jauh sebelum persiapan ulang tahun dimulai. Beberapa lagu merupakan aransemen yang sebelumnya telah tampil di konser-konser ACI.</p>
<p></p>
<p>Suasana semakin cair karena selain konser, pengunjung juga disuguhi pameran seni dari SMP Dharma Mulia. Karya-karya yang dibuat dari sampah plastik, sejalan dengan kampanye sosial ACI tahun ini yang berkolaborasi dengan OceanKita dalam isu pengolahan sampah laut.</p>
<p></p>
<p>"Harapannya, ACI bisa terus jadi wadah bagi anak-anak muda berkarya yang berdampak, bukan sekadar untuk dipamerkan di media sosial," pungkas Naomi. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor: Rizqi Ardian </strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Hadiri DevFest 2025, Konjen AS di Surabaya Dukung Kolaborasi Teknologi Indonesia–Amerika</title>
<link>https://suarajatimpost.com/hadiri-devfest-2025-konjen-as-di-surabaya-dukung-kolaborasi-teknologi-indonesiaamerika</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/hadiri-devfest-2025-konjen-as-di-surabaya-dukung-kolaborasi-teknologi-indonesiaamerika</guid>
<description><![CDATA[ Kolaborasi teknologi Indonesia–Amerika kian erat saat Konjen AS Christopher Green menegaskan komitmen dukungan terhadap ekosistem AI Surabaya dalam DevFest 2025. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202512/image_870x580_69343dd744279.webp" length="43388" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sat, 06 Dec 2025 21:56:48 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ryan Ramadhan</dc:creator>
<media:keywords>Konsulat Jenderal Amerika Serikat, Konjen AS di Surabaya, Chris Green, Cak Chris, Institut Sains dan Teknologi Terpadu Surabaya, Google Developer Group, GDG, ISTTS, Surabaya, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SURABAYA, SJP — </strong>Kerja sama teknologi antara Amerika Serikat dan Indonesia semakin meluas dalam beberapa tahun terakhir, terutama di bidang kecerdasan buatan, keamanan siber, hingga pengembangan talenta digital. </p>
<p>Pola kolaborasi itu kembali terlihat pada akhir pekan ini ketika Konsul Jenderal (Konjen) Amerika Serikat di Surabaya, Christopher Green, hadir langsung dalam gelaran DevFest Surabaya 2025. Kehadiran ini menjadi simbol penguatan kemitraan dua negara dalam inovasi teknologi dan pengembangan ekosistem digital.</p>
<p>Acara tahunan yang diinisiasi Google Developer Groups (GDG) Surabaya bersama AI/ML Surabaya, Flutter Surabaya, serta Institut Saind dan Teknologi Terpadu Surabaya (ISTTS) itu berlangsung pada 6 Desember 2025 di Yarra Ballroom Surabaya. </p>
<p>DevFest 2025 menghadirkan rangkaian program yang lebih komprehensif, mulai dari sesi edukatif, diskusi teknis mendalam, hingga workshop praktik langsung yang diikuti ratusan peserta dari berbagai latar belakang.</p>
<p>Beragam topik kekinian disajikan, di antaranya pengembangan web, mobile development, machine learning, data science, IoT, DevOps, hingga inovasi amplified AI. Acara ini tidak hanya menjadi ruang belajar, tetapi juga menjadi titik temu antara pengembang, akademisi, dan industri.</p>
<p>Selain itu, panitia juga membuka Call for Speakers bagi talenta teknologi di Jawa Timur, sebagai sarana berbagi riset, pengalaman, serta ide inovatif di hadapan komunitas developer.</p>
<p></p>
<p><strong>Dukungan Konjen AS untuk Ekosistem AI Indonesia</strong></p>
<p>Konjen AS di Surabaya, Christopher Green hadir untuk memberikan sambutan pembukaan sekaligus menegaskan komitmen Konsulat AS dalam mendukung inovasi digital di Indonesia. </p>
<p></p>
<p>Ia menyampaikan optimisme atas potensi kolaborasi kedua negara, terutama dalam bidang kecerdasan buatan yang kini berkembang pesat di Indonesia Green menyebut dinamika pengembangan AI di Indonesia mengingatkannya pada era awal internet di Amerika Serikat, masa ketika teknologi baru tumbuh cepat dan mendorong percepatan inovasi global.</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202512/image_870x_69343de0b6cc7.webp" alt=""></p>
<p>"Ini adalah tahun kedua saya berada di GDG Surabaya, dan kami sangat bangga dapat mendukung inovasi teknologi, terutama AI, yang juga menjadi kekuatan Amerika Serikat," ungkap laki-laki yang akrab disapa Cak Chris itu, Sabtu (6/12/2025).</p>
<p></p>
<p>Cak Chris sendiri menilai ekosistem AI di Indonesia sangat energetis, didukung komunitas yang kuat dan mitra industri yang terus berkembang. Menurutnya, kondisi tersebut menciptakan peluang kolaborasi yang luas antara kedua negara.</p>
<p></p>
<p>"Indonesia adalah partner yang sempurna untuk kami berkolaborasi, berbagi ide, dan menemukan penyelesaian baru yang bermanfaat bagi kemanusiaan bersama antara kedua negara," imbuhnya.</p>
<p></p>
<p>Ia juga menyoroti pentingnya pipeline talent di sektor teknologi. Kolaborasi antara komunitas, industri, dan kampus dinilainya sebagai langkah strategis untuk mempersiapkan talenta yang mampu bersaing secara global.</p>
<p></p>
<p>"Kolaborasi seperti ini memberi manfaat bagi semua pihak, mulai dari pelajar yang memperoleh kemampuan baru, universitas dapat menyesuaikan kurikulum, dan industri mendapatkan talenta yang siap bergerak sejak hari pertama," sebut Chris.</p>
<p></p>
<p>Kolaborasi Komunitas dan Akademisi Dinilai Semakin Strategis</p>
<p></p>
<p>Konjen AS juga sempat berdiskusi dengan penyelenggara acara serta beberapa perwakilan industri. Green menyampaikan bahwa kolaborasi lintas sektor seperti yang dilakukan GDG Surabaya, ISTTS, dan IKADO merupakan model ekosistem teknologi yang efektif, layaknya pola kemitraan yang berkembang di Silicon Valley.</p>
<p></p>
<p>Dukungan Konsulat AS terhadap berbagai program edukasi teknologi sebelumnya, termasuk inisiatif keamanan siber dan artificial intelligence yang telah dijalankan bersama ISTTS menjadi bukti komitmen jangka panjang yang terus diperluas.</p>
<p></p>
<p><strong>Kolaborasi Ini Akan Terus Diperkuat</strong></p>
<p>Sementara itu, Prof. Esther Setiawan dari Institut STTS, yang juga menjadi salah satu pemateri dalam DevFest 2025, menyambut baik kehadiran Konjen AS serta kolaborasi yang terjalin selama ini. Ia menyebut kerja sama lintas negara dan lintas ekosistem merupakan fondasi penting dalam pembentukan talenta digital masa depan.</p>
<p></p>
<p>"Kami sangat bersyukur Mr. Chris Green bisa hadir dan mendukung komunitas developer di Surabaya. Kolaborasi seperti ini sangat penting untuk perkembangan ekosistem teknologi kita," ucap Prof. Esther.</p>
<p></p>
<p>Di akhir sesi, Esther menegaskan bahwa kemitraan dengan Konsulat AS akan terus diperluas pada tahun mendatang, terutama pada bidang-bidang strategis yang berkaitan dengan pengembangan talenta digital. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor: Rizqi Ardian </strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Perkuat Ekosistem Developer Jawa Timur, Konferensi Teknologi DevFest Surabaya 2025 Digelar</title>
<link>https://suarajatimpost.com/perkuat-ekosistem-developer-jawa-timur-konferensi-teknologi-devfest-surabaya-2025-digelar</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/perkuat-ekosistem-developer-jawa-timur-konferensi-teknologi-devfest-surabaya-2025-digelar</guid>
<description><![CDATA[ Era AI agents memimpin DevFest Surabaya 2025, ketika ratusan developer diajak membangun sistem cerdas kolaboratif berbasis model terbuka Google dan teknologi Cloud. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202512/image_870x580_69343db9326c1.webp" length="71182" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sat, 06 Dec 2025 21:35:08 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ryan Ramadhan</dc:creator>
<media:keywords>Konsulat Jenderal Amerika Serikat, Konjen AS di Surabaya, Chris Green, Cak Chris, Institut Sains dan Teknologi Terpadu Surabaya, Google Developer Group, GDG, ISTTS, Surabaya, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SURABAYA, SJP - </strong>Guna memperkuat ekosistem developer di Jawa Timur, <em>Google Developer Groups</em> (GDG) Surabaya bekerja sama dengan Institut Sains dan Teknologi Terpadu Surabaya (STTS) dan AI/ML Surabaya mengadakan kegiatan DevFest Surabaya 2025, yang berlangsung di Yarra Ballroom Surabaya, Sabtu (6/12/2025). </p>
<p>Acara yang merupakan kegiatan konferensi teknologi tahunan ini menghadirkan rangkaian sesi edukatif yang dirancang untuk meningkatkan kompetensi para pengembang dan pelaku industri teknologi.</p>
<p>DevFest Surabaya 2025 ini menghadirkan berbagai topik yang relevan dengan perkembangan teknologi terkini, mulai dari pengembangan web dan aplikasi mobile, kecerdasan buatan (AI), machine learning, data science, IoT, DevOps, hingga inovasi amplified AI. </p>
<p>Para peserta juga berkesempatan mengikuti hands-on-workshop praktis, sesi teknis mendalam, serta berjejaring dengan praktisi industri, akademisi, dan komunitas teknologi lokal.</p>
<p><strong>Edukasi ke Developer Terkait Era Agent pada AI</strong></p>
<p>Saat ditemui di sela-sela kegiatan, Profesor Institut STTS Esther Setiawan menjelaskan, DevFest merupakan Developer Festival hasil kerja sama kerjasama antara Google dengan kampus Institut STTS dan, IKADO Surabaya. Dia mengungkapkan, bahasan utama dari kegiatan ini adalah fokusnya pada era agent dalam berbagai teknologi terbaru AI.</p>
<p>"Hari ini kita membagikan berbagai teknologi terbaru AI ke para developer supaya mereka tahu bahwa sekarang eranya agent. Jadi, agent ini akan menjadi fokus utama teknologi di mana antara agent ini akan berkolaborasi dan mendukung ekosistem dari dunia IT dan sistem yang ada keseluruhan," jelas Esther, Sabtu (6/12/2025).</p>
<p>Dia menjelaskan terkait studi kasus tentang kedokteran di mana AI agents itu bisa saling berkolaborasi untuk mendukung proses pencegahan terjadinya serangan jantung, proses membantu pemantauan kesehatan sampai ke solusi yang bisa langsung dipakai oleh masyarakat sederhananya seperti mencari rumah sakit terdekat. </p>
<p>"Jadi, agent ini sangat membantu kita nanti ke depannya dan teknologi ini sudah dipakai di berbagai negara dan kita harapkan di Indonesia juga ekosistem developer di Surabaya bisa segera mengadaptasi teknologi agent ini dan menyediakan solusi-solusi untuk masyarakat yang bermanfaat dan bisa langsung digunakan," harap Esther.</p>
<p>"Ada 750 developer yang datang hari ini, juga ada berbagai developer yang dari luar kota, bahkan dari Malang, bahkan dari Bandung. Kita punya puluhan pembicara yang hari ini juga spesial ada Pak Sandika, terus ada Pak Steve Ng dari Flutterflow Pusat, ada Alvin dari Google Cloud dan tim dari MPS Jakarta yang langsung datang hari ini untuk membagikan knowledge dan teknologi terbaru tentang ini," sambung Esther.</p>
<p>Mengingat jumlah peserta developer dalam kegiatan ini banyak, mencapai 750 orang, Esther menuturkan bahwa dalam kegiatan ini dibagi menjadi tiga kategori berdasarkan level keahlian masing-masing developer.</p>
<p>"Nah, kita punya tiga track. Jadi, workshopnya sudah kita pisah bagi yang pemula tidak tahunya sama sekali ada, bagi yang level intermediate ada, dan juga level expert. Jadi, kita ingin mengakomodasi semua level pemahamannya," tutur Esther.</p>
<p>Dia menilai, para developer yang ikut kegiatan di Surabaya ini sangat antusias dalam mengikuti. Sehingga setiap dirinya melontarkan pertanyaan terjadi diskusi yang aktif antara dirinya yang juga merupakan narasumber atau pembicara dengan peserta.</p>
<p>"Jadi, mereka benar-benar memperhatikan dan juga banyak yang sudah bawa app hari ini, mereka membawa aplikasi terus mendiskusikan bagaimana cara mengembangkan aplikasinya itu," ucapnya.</p>
<p>Dalam konferensi teknologi terpadu ini, Esther juga menyebutkan, beberapa workshop ataupun lokakarya yang diadakan di antaranya tentang bagaimana AI itu dikolaborasikan dengan Android, AI dengan web, maupun cara membangun sistem AI itu sendiri.</p>
<p>"Maka, untuk tim yang bisa membangun AI, komputer scientist, kita bisa fokus pada membangun modal-modal AI. Untuk yang tim developer mobile dan web, mereka tetap bisa mengintegrasikan AI ke dalam ekosistem mereka. Jadi, ada lebih dari 10 workshop paralel bersama," sebut Esther.</p>
<p><strong>Membangun Agentic System Menggunakan "Jema"</strong></p>
<p>Di sisi lain, hadir sebagai pembicara pula Direktur of Research dan Innovation Center Institut STTS, Joan Santoso menyampaikan, pada kegiatan ini pihaknya mengajarkan terkait cara membangun agentic system menggunakan open model dari Google yaitu "Jema". </p>
<p>"Kita akan bahas step by step-nya mulai dari yang basic sampai bagaimana open model ini bisa digunakan untuk dari aplikasi industri. Kita melakukan workshop satu jam setengah dengan pemanfaatan Google Cloud Technology," papar Joan.</p>
<p>Dalam kegiatan ini, Joan menerangkan, peserta diajak belajar terkait open model, penggunaan Google Cloud, dan bagaimana melakukan deploy Google Cloud maupun modelnya, sampai mengembangkan, agentic system-nya memanfaatkan open model dari Google tersebut. </p>
<p>"Kita akan mengajak peserta mencoba untuk melakukan stress test juga ke Google Cloud-nya supaya kita tahu bagaimana skalabilitas dan kebutuhan di industri untuk pengembangan aplikasi Cloud itu seperti apa. Dan juga tidak hanya secara develop tapi juga cara testing-nya, baik secara aplikasi maupun dari infrastructure," terangnya.</p>
<p>Terkait kondisi Google Cloud sendiri di Indonesia, Joan mengungkapkan, bahwa saat ini banyak yang sudah pakai teknologi Cloud, salah satunya Google Cloud. </p>
<p>"Google Cloud, Google dengan menggunakan teknologi Cloud ini saya rasa sudah lama sekali diadopsi di Indonesia. Dan melalui event-event GDG juga kita terus sharing terkait dengan teknologi terbaru dari Google Cloud supaya bisa dimanfaatkan teman-teman developer maupun industri melalui kegiatan ini," ungkap Joan.</p>
<p>Meski sudah banyak yang memakai teknologi Cloud, Joan menekankan, bahwa tidak perlu khawatir akan keamanan digitalnya. Karena dalam teknologi Cloud tersebut sudah memiliki SLA dari Google Cloud yang terjamin. </p>
<p>"Jadi Cloud nggak cuma hanya masalah infrastructure saja tapi dari sisi security juga ada. Nah, di hari ini juga ada sesi terkait dengan security khususnya untuk penggunaannya di Google Cloud itu sendiri," jelas Joan. </p>
<p>Melalui kegiatan konferensi teknologi terpadu bernama DevFest Surabaya 2025 ini, para pengembang perangkat lunak, profesional industri, mahasiswa, dan masyarakat umum bisa semakin memperdalam pemahaman mereka tentang teknologi digital dan tren industri terbaru. </p>
<p>Diharapkan, pengembang atau para developer ke depan semakin bisa memanfaatkan teknologi terbaru dari AI maupun menggunakan teknologi Cloud sehingga semakin maju. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor: Rizqi Ardian </strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Gita Swara Fraternity Choir Raih Medali Emas Di Ajang Karangturi International Choir Competition  2025</title>
<link>https://suarajatimpost.com/gita-swara-fraternity-choir-raih-medali-emas-di-ajang-karangturi-international-choir-competition-2025</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/gita-swara-fraternity-choir-raih-medali-emas-di-ajang-karangturi-international-choir-competition-2025</guid>
<description><![CDATA[ GSFC SMAK Frateran Surabaya meraih Gold Medal kategori Mix Youth di KICC 2025 setelah melalui persiapan singkat dan tantangan besar sepanjang proses kompetisi. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202512/image_870x580_692ec6ef3a25f.webp" length="68874" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Tue, 02 Dec 2025 19:51:37 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ryan Ramadhan</dc:creator>
<media:keywords>SMAK Frateran Surabaya, Gita Swara Fraternity Choir, GSFC, Karangturi International Choir Competition, KICC 2025, Surabaya, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SURABAYA, SJP - </strong>Gita Swara Fraternity Choir (GSFC) SMAK Frateran Surabaya kembali menorehkan prestasi membanggakan di kancah internasional. Dalam ajang <em>Karangturi International Choir Competition</em> (KICC) 2025 yang berlangsung pada 10–15 November 2025, GSFC berhasil meraih <em>Gold Medal</em> pada kategori <em>Mix Youth</em>.</p>
<p>Medali emas itu merupakan sebuah capaian yang menjadi puncak perjuangan panjang, penuh tantangan, dan penuh makna bagi seluruh keluarga besar SMAK Frateran Surabaya.</p>
<p><strong>Perjalanan Menuju KICC</strong></p>
<p>Keikutsertaan GSFC di KICC 2025 bermula dari instruksi singkat Kepala Sekolah SMAK Frateran Surabaya, Fr. M. Wilhelmus Satel Sura, BHK., S.Pd., M.M. atau yang akrab disapa Frater William, pada akhir Agustus 2025. Meskipun waktu persiapan sangat terbatas, para official GSFC langsung bergerak cepat membentuk tim dan memulai latihan intensif.</p>
<p>"Menurut saya ini adalah kesempatan emas bagi anak-anak SMAK Frateran untuk tidak hanya unjuk gigi, tapi juga berusaha raih prestasi," ucap Fr. William, Selasa (2/12/2025).</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202512/image_870x_692ec633289fc.webp" alt=""></p>
<p>Kendati demikian, proses persiapan tidaklah berjalan mulus. Pelatih tetap sekaligus konduktor GSFC, Catur Mayangkoro, mengalami sakit berkepanjangan. Kondisinya membuat ia tidak dapat mendampingi latihan.</p>
<p>Namun, semangat pantang menyerah yang telah beliau wariskan justru menjadi api perjuangan baru bagi tim. Dipimpin oleh ketua padus Angela Tiffany, para anggota GSFC berkomitmen untuk meneruskan semangat almarhum dalam setiap nada yang mereka nyanyikan.</p>
<p>Dalam kondisi penuh keterbatasan, GSFC mendapatkan dukungan luar biasa dari pelatih baru, Ignasius Irwan, yang dengan cepat mengambil peran penting dalam memberikan arahan dan koordinasi. </p>
<p>Dengan gaya pelatihannya yang dekat dan disukai anak-anak, Irwan membantu mengatasi berbagai hambatan, termasuk kendala kesehatan banyak anggota padus akibat pergantian musim yang menyebabkan latihan kerap tertunda.</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202512/image_870x_692ec88ca7d9b.webp" alt=""></p>
<p>GSFC menjalani Training Camp pada 31 Oktober hingga 2 November 2025 sebagai puncak pematangan performa. Pada 1 November pukul 19.00 WIB, GSFC mengadakan aksi spontan bernyanyi di ruang publik di Kota Lama Surabaya, disaksikan orang tua anggota padus dan menarik perhatian pengunjung wisata.</p>
<p>Namun, beberapa jam kemudian, tepatnya pukul 23.47 WIB, GSFC menerima kabar duka mengenai wafatnya almarhum Catur Mayangkoro. Duka bercampur haru menyelimuti seluruh tim, kehilangan itu menjadi kehilangan besar bagi GSFC dan keluarga besar SMAK Frateran Surabaya.</p>
<p>Pada 3 November 2025, GSFC memberikan penghormatan terakhir dengan menyanyikan IZAR EDERRAK di depan peti jenazah almarhum pada misa tutup peti di Rumah Duka Adijasa. Lagu itu menjadi persembahan penuh cinta dan penghargaan atas dedikasi beliau selama ini.</p>
<p><strong>Penampilan GSFC di KICC 2025</strong></p>
<p>Dalam kategori Mix Youth, GSFC membawakan tiga lagu:</p>
<ol>
<li>Izar Ederrak</li>
<li>Fajar dan Senja</li>
<li>Zigeunnerleben (komposisi paduan suara pra-1900) diiringi piano, triangle, dan tambourin</li>
</ol>
<p>Meski melalui proses yang berat, GSFC tampil dengan penuh kekuatan emosional dan kualitas musikal yang matang.</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202512/image_870x_692ec639ce3fb.webp" alt=""></p>
<p><strong>Raihan Gold Medal untuk GSFC. </strong></p>
<p>Pada 15 November 2025, dalam acara awarding KICC, kerja keras dan keteguhan hati seluruh anggota GSFC akhirnya terbayar, yakni GSFC meraih GOLD MEDAL untuk kategori Mix Youth.</p>
<p>Prestasi itu menjadi bukti bahwa perjuangan tidak pernah mengkhianati hasil, dan bahwa cinta, dedikasi, serta kebersamaan dapat mengatasi segala rintangan, termasuk kehilangan orang yang sangat dicintai.</p>
<p>Kemenangan itu bukan hanya untuk GSFC, tetapi juga untuk SMAK Frateran Surabaya, untuk almarhum Catur Mayangkoro, dan untuk seluruh pihak yang telah mendukung.</p>
<p>GSFC akan terus bernyanyi, terus melangkah, dan terus membawa nama Frateran dengan penuh kebanggaan.</p>
<p><em>Gita Swara Fraternity Choir — We Sing, We Honor, We Persevere. </em><strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Carl’s Jr. Kembali Hadir di Surabaya: Nostalgia Burger California di Penghujung 2025</title>
<link>https://suarajatimpost.com/carls-jr-kembali-hadir-di-surabaya-nostalgia-burger-california-di-penghujung-2025</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/carls-jr-kembali-hadir-di-surabaya-nostalgia-burger-california-di-penghujung-2025</guid>
<description><![CDATA[ Carl’s Jr. kembali ke Surabaya dengan ambisi besar: menghadirkan nostalgia burger premium sekaligus memperkuat ekspansi nasional yang menargetkan belasan gerai baru pada 2026. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202512/image_870x580_692daf7b1f84f.webp" length="58006" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 01 Dec 2025 22:11:00 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ryan Ramadhan</dc:creator>
<media:keywords>Carl&#039;s Junior, Premium Burger, Ciputra World, Surabaya, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SURABAYA, SJP -</strong> Kota Pahlawan kembali kedatangan nuansa nostalgia di penghujung 2025. Di tengah maraknya tren kuliner baru, hadir lagi sebuah nama yang dulu pernah menjadi destinasi favorit para pecinta burger premium di Jawa Timur, yakni Carl’s Jr. </p>
<p></p>
<p>Kembalinya restoran asal California itu bukan sekadar membuka pintu gerai baru, tetapi menjadi momentum yang memadukan kenangan lama dengan pengalaman bersantap modern di salah satu pusat perbelanjaan, Ciputra World Surabaya.</p>
<p></p>
<p>Gerai tersebut resmi dibuka pada 1 Desember 2025, menandai babak baru ekspansi Carl’s Jr. Indonesia di Jawa Timur yang hadir dengan konsep fresh made to order, sertifikasi halal, dan interior modern yang menegaskan posisinya sebagai pemain QSR premium di pasar Indonesia.</p>
<p></p>
<p>Acara grand opening dihadiri langsung oleh beberapa perwakilan utama dari CKE, perusahaan induk Carl’s Jr., diantaranya CEO Carl’s Jr. Indonesia Francisca Prandayani, Marketing Director APAC Sally Williams, serta Senior Manager Franchisee Operation APAC Serene Samantha Goh.</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202512/image_870x_692daf7140ced.webp" alt=""></p>
<p>Dalam kesempatan tersebut, Francisca menegaskan bahwa kehadiran kembali di Surabaya menjadi bentuk kedekatan baru dari Carl's Jr. dengan pelanggan, khususnya pecinta kuliner di Jawa Timur.</p>
<p></p>
<p>"Kami ingin Surabaya kembali menikmati Carl’s Jr. dengan kualitas premium dan sertifikasi halal," ujar Francisca, Senin (1/11/2025).</p>
<p></p>
<p>Selain jajaran yang hadir langsung, sejumlah tokoh memberi sambutan melalui video, termasuk CEO Prestige Corp Rudy Salim, International President of Hardee’s &amp; Carl’s Jr. Ewan Davenport, General Manager Asia Pasifik Gaven Needham, serta Dirut Halal Quality Syariah Indonesia Denny I. Bachrul. Dari pihak tuan rumah, GM Ciputra World Susi Angela Suherman turut memberikan dukungan.</p>
<p></p>
<p>CEO Prestige Corp, Rudy Salim melihat kehadiran Carl’s Jr. sebagai langkah positif bagi ekosistem industri kuliner nasional, khususnya bagi para pecinta kuliner sekaligus bagi pencari pekerja.</p>
<p></p>
<p>"Kami berkomitmen membuka lapangan kerja dan menghadirkan inovasi bagi masyarakat,” kata Rudy.</p>
<p></p>
<p>Sementara itu, Sally Williams menilai pasar Indonesia memiliki potensi pertumbuhan luar biasa di kawasan Asia Pasifik. Pembukaan gerai Surabaya disebut menjadi langkah penting yang akan mengukur perkembangan jaringan mereka di tahun-tahun mendatang.</p>
<p></p>
<p>"Kami bangga melihat sambutan hangat dari pelanggan Indonesia," ungkap Sally.</p>
<p></p>
<p>Menurut Sally, gerai baru ini akan menjadi pintu pembuka untuk berbagai proyek pengembangan lain yang sudah direncanakan CKE untuk pasar Indonesia.</p>
<p></p>
<p><strong>Pengalaman Bersantap Premium</strong></p>
<p>Mengusung konsep fresh made to order, semua hidangan Carl’s Jr. disiapkan setelah dipesan menggunakan bahan berkualitas mulai dari daging sapi pilihan, ayam segar, hingga saus racikan khusus. Seluruh proses telah tersertifikasi halal.</p>
<p></p>
<p>Restoran berluas 216,80 m² ini juga mengusung interior baru yang lebih modern dan segar, dengan area dine-in berkapasitas 80 kursi. Lokasinya yang strategis di Ciputra World diharapkan dapat menjadikan pengalaman bersantap lebih nyaman bagi pengunjung.</p>
<p></p>
<p>Menambahkan, Francisca menjelaskan juga bahwa pemilihan lokasi mall bukan tanpa perhitungan. Surabaya memang pernah memiliki gerai standalone, namun investasi yang besar membuat mereka kini memilih strategi yang lebih stabil dan mendukung keberlanjutan bisnis.</p>
<p></p>
<p>"Bisnis harus profitable dan bisa bertahan jangka panjang," jelasnya.</p>
<p></p>
<p>Carl’s Jr. telah mengontrak lokasi ini untuk minimal lima tahun, dan berencana untuk terus memperpanjang selama performanya baik.</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202512/image_870x_692daf7701986.webp" alt=""></p>
<p><strong>Kenapa Dibuka Akhir Tahun? </strong></p>
<p>Momen pembukaan yang berdekatan dengan liburan akhir tahun ternyata bukan strategi kalender, melainkan imbas dari proses impor peralatan dapur yang memakan waktu. Peralatan seperti charbroiler dan fryer merupakan tools khas Carl’s Jr. yang membutuhkan investasi ratusan juta rupiah per unit.</p>
<p></p>
<p>“Namanyabrestiran itu pasti kami ingin buka secepatnya, rencananya di November tapi alat dapurnya baru datang,” ujar Francisca.</p>
<p></p>
<p>Fransisca mengungkapkan bahwa peralatan seperti Charboiler dan Fryer untuk dapur merupakan hasil impor dan sangat berbeda daripada our F&amp;B lain dengan nilai investasi yang tinggi.</p>
<p></p>
<p>Francisca juga menyoroti karakter pelanggan Surabaya yang dikenal suka memberi hantaran pada berbagai momen spesial. Karena itu, mereka menyiapkan hamper box berisi burger, ayam, kentang, dan pilihan menu lain.</p>
<p></p>
<p>“Orang Surabaya suka berbagi, jadi kami siapkan paket lengkap untuk hadiah,” katanya.</p>
<p></p>
<p>Sejak hari pertama beroperasi, pengunjung datang tidak hanya dari Surabaya, tetapi juga dari Gresik, Sidoarjo, bahkan beberapa yang sengaja datang dari luar kota karena rindu menu Carl’s Jr.</p>
<p></p>
<p>“Biar nostalgia di sini dulu, baru nanti kami buka di tempat lain,” ujar Francisca.</p>
<p></p>
<p>Untuk 2026, Carl’s Jr. Indonesia menargetkan membuka hingga 15 gerai baru di berbagai kota seperti Jakarta, Tangerang, Bekasi, Bogor, Bandung, hingga Bali, semuanya dengan riset pasar ketat sebelum eksekusi.</p>
<p></p>
<p>Setelah sempat absen selama beberapa tahun, Carl’s Jr. memastikan bahwa kehadiran kali ini bukan percobaan. Mereka menegaskan komitmen untuk bertahan lama di Kota Pahlawan.</p>
<p></p>
<p>“Target kami sederhana: tetap di Surabaya dan tidak pergi lagi,” tegas Francisca. <strong>(0)</strong></p>
<p><strong>Editor: Rizqi Ardian </strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Pembayaran Mudah dan Operasional Rapi Jadi Kunci UMKM, ITS Latih Warga Gebang Putih</title>
<link>https://suarajatimpost.com/pembayaran-mudah-dan-operasional-rapi-jadi-kunci-umkm-its-latih-warga-gebang-putih</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/pembayaran-mudah-dan-operasional-rapi-jadi-kunci-umkm-its-latih-warga-gebang-putih</guid>
<description><![CDATA[ Pelatihan 5R dan digitalisasi pembayaran yang dibawa ITS ke Gebang Putih menargetkan akar persoalan UMKM, kepercayaan konsumen dan kebutuhan transaksi modern yang cepat dan aman. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202512/image_870x580_692d8585c11e5.webp" length="50674" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 01 Dec 2025 19:48:18 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ryan Ramadhan</dc:creator>
<media:keywords>Institut Teknologi Sepuluh Nopember, ITS, Teknik Sistem dan Industri, 5R, QRIS, Gebang Putih, UMKM, Surabaya, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SURABAYA, SJP - </strong>Di era ketika pelanggan menuntut proses belanja yang cepat, bersih, dan serba praktis, kebutuhan UMKM tidak lagi hanya berkutat pada kualitas produk. Operasional yang tertata serta pembayaran yang mudah menjadi dambaan konsumen modern. </p>
<p>Dua hal itulah yang kemudian melatarbelakangi kegiatan pengabdian masyarakat (abmas) Departemen Teknik Sistem dan Industri ITS di Kelurahan Gebang Putih, Surabaya, Minggu (30/11/2025), yang menghadirkan pelatihan 5R dan literasi keuangan digital untuk 50 pelaku UMKM setempat.</p>
<p>Departemen Teknik Sistem dan Industri ITS melalui Laboratorium Manufacturing Systems sudah rutin melakukan pengabdian masyarakat setiap semester. Program tersebut ditujukan untuk membantu UMKM di sekitar kampus agar tidak hanya bertahan, tetapi ikut berkembang dalam persaingan ekonomi yang semakin digital. </p>
<p>Kegiatan abmas tersebut diinisiasi oleh dosen Prof. Dr. Maria Anityasari, S.T., M.Eng. selaku Kepala Laboratorium Manufacturing System bersama Dr. Putu Dana Karningsih, S.T., M.Eng.Sc., Ph.D. selaku Dosen Laboratorium Manufacturing System dan asisten mahasiswa Lab Manufacturing Systems, yakni Fadhel da Murra dan Farras Faishal.</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202512/image_870x_692d856be2dc4.webp" alt=""></p>
<p>Dr. Putu Dana Karningsih, selaku dosen lab menjelaskan dalam kegiatan kali ini, Kelurahan Gebang Putih dipilih karena merupakan salah satu wilayah terdekat dengan kampus ITS, dan menurut tim ITS, sudah semestinya kampus turut memberdayakan lingkungan sekitarnya secara berkesinambungan.</p>
<p>"Jadi kegiatan pengabdian masyarakat kami lakukan itu hampir setiap semester dan itu memang dilakukan dengan tujuan membantu atau mendampingi UMKM," ujar Dana, Minggu (30/11/2025).</p>
<p>Pada kegiatan itu, tim ITS memberikan dua materi inti, yaitu penerapan budaya kerja 5R (Ringkas, Rapi, Resik, Rawat, Rajin) dan digitalisasi transaksi melalui QRIS dengan menggandeng Bank Mandiri yang juga memiliki kantor cabang disekitar wilayah ITS.</p>
<p>Keduanya dipilih karena terbukti sangat relevan dengan problem harian yang ditemukan pada UMKM di wilayah tersebut, diantaranya seperti banyak yang belum tertib dalam pengelolaan operasional, serta sebagian besar masih menggunakan pembayaran tunai.</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202512/image_870x_692d857e6e495.webp" alt=""></p>
<p>Dr. Dana menjelaskan bahwa salah satu cara paling sederhana untuk meningkatkan kepercayaan konsumen adalah menjaga kerapian, kebersihan, dan ketertataan tempat usaha, terutama bagi pelaku usaha makanan, minuman, dan layanan.</p>
<p>"5R itu kan sebenarnya sederhana. Bila itu mereka bisa aplikasikan, maka konsumen akan merasa yakin, apalagi untuk produk makanan dan jasa," tuturnya </p>
<p>Program tersebut telah bergulir selama tiga bulan dan dirancang berkelanjutan. ITS menargetkan akan kembali hadir semester depan dengan materi yang lain sehingga pendampingan tidak berhenti pada aspek kebersihan saja, tetapi melebar ke keamanan pangan, legalitas, hingga sistem produksi UMKM. </p>
<p>Sementara dalam aspek digitalisasi, menurut Dr. Dana hanyalah satu bagian dari proses besar menuju UMKM yang modern dan cocok dengan kebiasaan generasi muda yang serba instan dan mudah.</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202512/image_870x_692d857580598.webp" alt=""></p>
<p>"Mau tidak mau mereka (UMKM) harus berkenalan dengan digitalisasi. Karena itu kami juga mengajak Bank Mandiri untuk memberikan edukasi tentang penggunaan QRIS," tandas Dr. Dana.</p>
<p><strong>Berangkat dari Hasil Survei Mahasiswa</strong></p>
<p>Pelatihan tersebut diracik berdasarkan survei mahasiswa ITS terhadap UMKM dan masyarakat di Gebang Putih. Survei tersebut mengungkap adanya tiga jenis usaha kecil menengah yang mendominasi wilayah ini, meliputi kuliner, kelontong, dan jasa seperti bengkel maupun laundry.</p>
<p>Hasil survei dari mahasiswa ITS menunjukkan bahwa hampir seluruh jenis usaha menghadapi persoalan serupa, yakni kebersihan tempat usaha dan belum tersedianya pembayaran digital. Temuan tersebut kemudian diterjemahkan menjadi materi pelatihan.</p>
<p>"Setelah kami survei, banyak pembeli yang enggan datang ketika UMKM terlihat kotor atau tidak rapi," Fadhel da Murra yang merupakan salah satu asisten lab.</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202512/image_870x_692d855ac82ce.webp" alt=""></p>
<p>Selain itu, mahasiswa ITS juga menekankan bahwa materi 5R yang mereka bawa berasal dari konsep besar Toyota Production System (TPS) yang mereka Sederhanakan agar relevan dan dapat dipraktikkan langsung oleh pelaku UMKM dengan konteks lokal. Pendekatan ilmiah ini dilakukan tanpa mengubah esensi produktivitas yang menjadi dasar dari 5R.</p>
<p>"Kami coba bumikan konsep dari Toyota Production System dengan bahasa yang mudah dipahami agar UMKM bisa menerapkan dengan baik," imbuh Farras Faishal, asisten lab yang memberikan materi 5R kepada warga.</p>
<p>Dari pengelompokan data survei, dua masalah utama muncul paling dominan adalah kepercayaan konsumen dan metode pembayaran. Pembeli akan merasa lebih mudah dan aman bila transaksi tercatat jelas melalui QRIS, sementara operasional yang rapi akan meningkatkan keyakinan mereka terhadap kualitas produk. </p>
<p>Oleh karena itu, program tersebut tidak hanya berhenti pada penyuluhan, tetapi akan dievaluasi dengan pola PDCA (Plan, Do, Check, Action) untuk memastikan dampaknya berkelanjutan.</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202512/image_870x_692d8551f0572.webp" alt=""></p>
<p>"Kegiatan ini akan terus berlanjut karena sistemnya PDCA. Setelah penyuluhan, kami akan mengevaluasi apakah program berjalan efektif," ucap Farras.</p>
<p><strong>UMKM Gebang Putih Harap Makin Siap Hadapi Era Digital</strong></p>
<p>Mewakili pihak warga setempat, pelatihan itu disambut positif oleh Lurah Gebang Putih, Indriyani Setiyawati, S.Sos, M.Si. Ia menyampaikan bahwa penguatan literasi digital dan manajemen operasional menjadi kebutuhan mendesak bagi UMKM lokal, terutama karena sebagian besar pelakunya adalah ibu rumah tangga yang menjalankan usaha untuk membantu perekonomian keluarga. </p>
<p>Menurutnya, edukasi dari perguruan tinggi menjadi dorongan besar agar UMKM tidak tertinggal dalam perkembangan zaman, dan tetap semangat dalam menjalankan operasional yang tidak hanya profesional, tetapi juga nyaman bagi pelanggan.</p>
<p>"Kami sangat apresiasi atas apa yang dilakukan ITS. Ini akan menambah nilai bagi UMKM kami untuk menghadapi era digital," Indriyani Setiyawati</p>
<p>UMKM Gebang Putih dikenal aktif, terutama saat memasuki bulan Ramadan, karena wilayah tersebut rutin menggelar Kampung Ramadhan dengan lebih dari seratus stan UMKM yang memenuhi area ITS untuk dijadikan lokasi ngabuburit dab berburu takjil.</p>
<p>Dengan pelatihan digitalisasi dan 5R itu, Lurah berharap para pelaku usaha dapat menerapkan ilmunya pada Ramadhan Februari 2026 mendatang sehingga transaksi lebih efisien, usaha lebih bersih, dan penghasilan meningkat.</p>
<p>"Semoga UMKM Gebang Putih bisa berkembang dan menerapkan digitalisasi untuk Kampung Ramadhan tahun depan," tukas Indriyani. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor: Rizqi Ardian </strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Surabaya Incar Perputaran Ekonomi Rp15 Triliun Lewat Holiday Super Sale 2025</title>
<link>https://suarajatimpost.com/surabaya-incar-perputaran-ekonomi-rp15-triliun-lewat-holiday-super-sale-2025</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/surabaya-incar-perputaran-ekonomi-rp15-triliun-lewat-holiday-super-sale-2025</guid>
<description><![CDATA[ Surabaya membidik perputaran ekonomi hingga Rp15 triliun dalam satu bulan lewat Surabaya Holiday Super Sale, menjadikannya program diskon akhir tahun terbesar yang pernah digelar kota ini. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202511/image_870x580_692c571c127ee.webp" length="95506" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sun, 30 Nov 2025 23:13:01 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ryan Ramadhan</dc:creator>
<media:keywords>Surabaya Holiday Super Sale, SHSS, SHSS 2025, Pakuwon, Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia, APPBI Jatim, Pemkot Surabaya, Eri Cahyadi, Surabaya, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SURABAYA, SJP - </strong>Mendekati pengujung tahun, aktivitas belanja di berbagai kota Indonesia selalu menunjukkan pola yang sama, dari keramaian meningkat, pusat perbelanjaan kembali padat, hingga masyarakat memanfaatkan momentum akhir tahun untuk memenuhi kebutuhan sekaligus berburu promo. </p>
<p>Fenomena ini tak hanya memperkuat sektor retail, tetapi juga menjadi pendorong penting bagi perputaran ekonomi regional, termasuk di kota besar seperti Surabaya yang tahun ini menyiapkan sebuah program raksasa.</p>
<p>Pemerintah Kota Surabaya bersama Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) Jawa Timur meluncurkan Surabaya Holiday Super Sale (SHSS), sebuah program diskon besar-besaran lintas sektor yang dibuka bersamaan dengan Light Up Ceremony Christmas Wonderland di The Courtyard Pakuwon City Mall, Minggu (30/11/2025).</p>
<p>SHSS berlangsung selama satu bulan penuh, terhitung sejak 1 hingga 31 Desember 2025, melibatkan seluruh pusat perbelanjaan, hotel, restoran, hingga destinasi wisata di Surabaya. </p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202511/image_870x_692c56ff0bf75.webp" alt=""></p>
<p>Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, menegaskan bahwa program tersebut digelar sebagai upaya kota untuk menciptakan ekosistem belanja dan wisata yang terintegrasi selama libur akhir tahun.</p>
<p>"Surabaya mengadakan<em> sale</em> besar-besaran, tidak hanya di <em>mall</em>, tapi juga di hotel, restoran, dan tempat wisata," ujar Eri dalam <em>opening ceremony</em> SHSS 2025, Minggu (30/11/2025)</p>
<p>Pemkot menilai partisipasi penuh dari sektor retail menjadi elemen krusial, mengingat ribuan tenan di seluruh kota ikut serta memberikan berbagai bentuk diskon. Menurut Eri, keterlibatan APPBI juga memastikan program berlangsung di seluruh mall, bukan terbatas pada satu jaringan tertentu. "Semua mall dan tenan ikut memberikan diskon, jumlahnya ribuan," tambahnya.</p>
<p><strong>Mendorong Wisata Belanja dan Perputaran Ekonomi</strong></p>
<p>Pemerintah Kota yakin SHSS dapat menarik pengunjung dari luar daerah dan mendorong masyarakat Surabaya untuk memilih kotanya sendiri sebagai destinasi libur akhir tahun. Eri menekankan bahwa tujuan utamanya adalah meningkatkan daya tarik kota sebagai hub wisata belanja, sekaligus memperkuat pendapatan daerah.</p>
<p>"Harapannya, warga Surabaya dan luar Surabaya bisa menikmati liburan dan berbelanja di Surabaya, bukan ke kota lain," kata Eri.</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202511/image_870x_692c570f2392a.webp" alt=""></p>
<p>Di sisi lain, keberhasilan sejumlah program sebelumnya menjadi acuan pemkot. Ia mencontohkan penyelenggaraan Surabaya Marathon yang mampu menyumbang hingga Rp6 miliar PAD. Dengan durasi SHSS yang berlangsung sebulan penuh dan melibatkan lebih banyak sektor, potensi pendapatan dinilai jauh lebih besar.</p>
<p>“Target kita dari APPBI saja 15 triliun, belum dari sektor lainnya,” ujarnya.</p>
<p>Selain mendorong belanja, program ini dikemas agar mudah diakses seluruh lapisan masyarakat. Berbagai kategori produk dan layanan, mulai dari fashion, kuliner, perlengkapan rumah, hotel, hingga rekreasi keluarga menawarkan potongan harga berjenjang.</p>
<p>“Semua orang bisa dapat diskon, sampai 80 persen. Itu dilakukan di mall-mall untuk semua barang,” ucap Eri.</p>
<p><strong>Siklus Retail Mulai Pulih Menjelang Akhir Tahun</strong></p>
<p>Sementara itu, Ketua APPBI Jawa Timur, Sutandi Purnomosidi, menjelaskan bahwa SHSS digelar pada momentum yang tepat. Ia memaparkan bahwa selama 30 tahun terakhir, siklus daya beli masyarakat selalu menurun pada periode Agustus hingga Oktober, dengan penurunan berkisar 20–30 persen. Tahun ini pun mengikuti pola serupa, meski turunnya sedikit lebih landai.</p>
<p></p>
<p>"Agustus sampai Oktober pasti turun, sekitar 20–30 persen,” kata Sutandi.</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202511/image_870x_692c57085f53a.webp" alt=""></p>
<p>Namun menjelang akhir November, APPBI melihat kembalinya minat belanja masyarakat. Lonjakan pengunjung di pusat perbelanjaan seperti Tunjungan Plaza dan Pakuwon City menjadi indikasi kuat bahwa konsumsi domestik mulai pulih setelah periode landai.</p>
<p>“Menjelang akhir November ini, masyarakat sudah kembali shopping dan mall sudah ramai lagi,” ujarnya.</p>
<p><strong>Target Perputaran Ekonomi Capai 15 Triliun</strong></p>
<p>APPBI Jawa Timur menargetkan perputaran ekonomi sebesar Rp15 triliun selama pelaksanaan SHSS. Target itu dihimpun dari 17 mall yang berada di bawah koordinasi APPBI, belum termasuk potensi dari hotel, restoran, dan destinasi wisata yang juga ikut berpartisipasi. Hal ini membuat SHSS menjadi salah satu program belanja terbesar yang pernah digelar di Surabaya.</p>
<p>“Dari 17 mall yang ikut tahun ini, kami menargetkan 15 triliun dalam satu bulan,” ujar Sutandi.</p>
<p>Untuk mendukung pencapaian itu, APPBI meminta seluruh tenan di masing-masing mall memberikan penawaran terbaik dan menghadirkan ragam promo yang variatif.</p>
<p>“Mulai dari diskon 10 persen hingga 80 persen, semuanya berpartisipasi,” katanya.</p>
<p>Dengan cakupan yang luas dan kolaborasi lintas sektor, Pemerintah Kota Surabaya berharap SHSS menjadi pendorong utama aktivitas ekonomi sekaligus penguat sektor pariwisata kota. </p>
<p>Pemkot Surabaya bersama APPBI optimistis bahwa integrasi program seperti ini dapat meningkatkan pendapatan daerah, memaksimalkan okupansi hotel, serta memperluas multiplier effect bagi pelaku UMKM dan industri retail. (*)</p>
<p>Editor : Danu </p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Menjelajah Tugu Pahlawan di Malam Hari Lewat Night at The Museum</title>
<link>https://suarajatimpost.com/menjelajah-tugu-pahlawan-di-malam-hari-lewat-night-at-the-museum</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/menjelajah-tugu-pahlawan-di-malam-hari-lewat-night-at-the-museum</guid>
<description><![CDATA[ Night at The Museum kembali hadir pada 28–30 November 2025, dengan menjadi bagian dari program cross musea bertema Bajawara, sebuah pameran lintas museum yang mengisahkan proses perjuangan kemerdekaan 1945 hingga pembangunan Tugu Pahlawan. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202511/image_870x580_692c491dc4469.webp" length="81724" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sun, 30 Nov 2025 22:42:08 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ryan Ramadhan</dc:creator>
<media:keywords>Night at the Museum, Tugu Pahlawan, Bajawara, Surabaya, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SURABAYA, SJP - </strong>Night at The Museum kembali hadir di Surabaya. Bukan seperti film <em>Hollywood</em> yang menunjukkan patung-patung hidup dan berlarian di lorong museum di tengah malam, versi kota Pahlawan justru menghadirkan suasana malam yang hidup.</p>
<p>Night at The Museum sendiri adalah program kunjungan museum di malam hari yang pertama kali digelar pada pada Mei 2023 oleh Pemerintah Kota Surabaya lewat UPTD Tugu Pahlawan dan Museum 10 November.</p>
<p>Program tersebut lahir sebagai upaya menghadirkan cara baru menikmati ruang sejarah, sekaligus menjadikan museum sebagai ruang publik yang hangat, inklusif, dan relevan bagi generasi muda.</p>
<p>Lantunan musik, pertunjukan budaya, serta keramaian pengunjung akan menghidupkan area Tugu Pahlawan yang normalnya sudah tutup pada sore hari, kini akan tetap buka di bawah langit malam.</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202511/image_870x_692c49278f954.webp" alt=""></p>
<p>Sejak awal, Night at the Museum tidak sekadar membuka pintu museum lebih lama, namun juga menghadirkan pertunjukan budaya, kuliner UMKM, serta kegiatan edukatif yang dirangkai dalam suasana malam hari. </p>
<p>Tahun ini, kegiatan tersebut kembali hadir pada 28–30 November 2025, mulai pukul 16.00 hingga 21.00 WIB dengan menjadi bagian dari program cross musea bertema Bajawara, sebuah pameran lintas museum yang mengisahkan proses perjuangan kemerdekaan 1945 hingga pembangunan Tugu Pahlawan. </p>
<p>Bajawara sendiri digelar dua kali setiap tahun, pada Mei untuk memperingati Hari Kebangkitan Nasional dan pada November untuk menyambut Hari Pahlawan. Melalui konsep itu, Night at The Museum menjadi salah satu rangkaian kegiatan yang paling ditunggu oleh masyarakat Kota Surabaya.</p>
<p>"Program tahunan cross musea tahun ini mengangkat tema Bajawara. Pameran ini menceritakan proses perjuangan kemerdekaan sejak tahun 1945 sampai pembangunan Tugu Pahlawan," ujar Dinar, Museum Edukator Cross Musea, Minggu (30/11/2025).</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202511/image_870x_692c492fcca50.webp" alt=""></p>
<p>Tahun ini, pameran Bajawara melibatkan empat museum, diantaranya adalah Museum Naskah Proklamasi Jakarta, Museum Pers Nasional Solo, Museum Islam Nusantara KH Hasyim Asy’ari Jombang, serta Museum Tugu Pahlawan Surabaya. </p>
<p><strong>Antusiasme Pengunjung yang Selalu Tinggi</strong></p>
<p>Dinar menjelaskan bahwa Night at The Museum merupakan rangkaian paling dinantikan pengunjung setiap tahun. Pada gelaran sebelumnya, jumlah pengunjung mencapai tujuh ribu orang, angka yang cukup besar untuk sebuah program wisata sejarah malam hari.</p>
<p>"Antusiasnya sangat tinggi. Karena tidak setiap bulan digelar, jadi masyarakat selalu menunggu momen ini," jelas Dinar.</p>
<p>Tahun ini, penyelenggara berharap jumlah pengunjung dapat meningkat. Selain waktunya yang kembali digelar pada akhir pekan, konsep hiburan budaya, instalasi visual, serta pengalaman menjelajah museum di malam hari dinilai menjadi daya tarik yang sulit ditolak, terutama oleh keluarga muda dan generasi pelajar. (*)</p>
<p>Editor: Danu </p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>KinoFest 2025 Hadir Perdana di Surabaya, Angkat Tema Keluarga yang Maknanya Kian Beragam</title>
<link>https://suarajatimpost.com/kinofest-2025-hadir-perdana-di-surabaya-angkat-tema-keluarga-yang-maknanya-kian-beragam</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/kinofest-2025-hadir-perdana-di-surabaya-angkat-tema-keluarga-yang-maknanya-kian-beragam</guid>
<description><![CDATA[ KinoFest untuk pertama kalinya digelar di Surabaya lewat Wisma Jerman pada 28 hingga 30 November 2025, menayangkan tujuh film Jerman terbaru yang menantang ulang makna keluarga lewat tema “Family – Extended”. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202511/image_870x580_692bd44e8d51f.webp" length="36240" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sun, 30 Nov 2025 15:55:54 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ryan Ramadhan</dc:creator>
<media:keywords>KinoFest 2025, KinoFest, Wisma Jerman, Goethe Institute, Jerman, Film, Festival, Festival Film, Surabaya, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SURABAYA, SJP - </strong>Tidak ada konsep yang berubah secepat “keluarga”. Ia pernah dimaknai sebagai rumah yang dilandaskan hanya pada ikatan darah. Namun dunia bergerak cepat, dan keluarga hari ini bisa terbentuk dari pilihan, pengalaman, bahkan luka yang sama.</p>
<p>Pergeseran konsep itulah yang melatarbelakangi tema KinoFest 2025, sebuah festival film Jerman yang diselenggarakan oleh Goethe-Institut sejak Oktober hingga November di berbagai kota di Asia Tenggara dan kawasan Pasifik, termasuk di Kota Surabaya melalui Wisma Jerman. </p>
<p>Selama tiga hari, sejak 28 hingga 30 November 2025, Kota Surabaya akan disuguhkan tujuh film terbaru dari Negeri Seribu Kastil dengan tema "<em>Family - Extended</em>" yang membentangkan ragam kisah keluarga, dari yang hangat, getir, hingga menggugat struktur sosial yang selama ini dianggap mapan.</p>
<p>Direktur Utama Wisma Jerman, Mike Neuber, menyebut edisi tahun ini spesial bukan hanya karena tema yang kuat, tetapi juga karena Surabaya baru kali ini mendapat kesempatan menjadi tuan rumah resmi KinoFest.</p>
<p>"Jadi KinoFest merupakan acara festival film dari Goethe-Institut yang diadakan setiap tahun sejak 2022, dan di tahun keempat ini untuk pertama kalinya diadakan di Surabaya," ujar Mike, Minggu (30/11/2025).</p>
<p>Ia menjelaskan bahwa tema “<em>Family – Extended</em>” memberi ruang bagi penonton untuk melihat keluarga dari sudut pandang yang lebih luas.</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202511/image_870x_692bd4499ef20.webp" alt=""></p>
<p>Film-film yang diputar, sebagian cocok untuk dewasa dan sebagian untuk anak-anak, dipilih secara khusus untuk membuka sudut pandang baru tentang bagaimana keluarga terbentuk, baik melalui emosi, sejarah, maupun kerja keras.</p>
<p>"Film-film ini memberikan kita kesempatan melihat keluarga tidak hanya berdasarkan definisi tradisional, tetapi juga yang lain. Bahwa keluarga bisa dibentuk oleh kerja keras, sejarah, atau emosi, tidak hanya lewat hubungan darah," kata Mike.</p>
<p>Wisma Jerman juga menyiapkan penyaringan usia penonton, dengan mencantumkan batasan umur pada sistem registrasi daring melalui akun Instagram @Wisma_jerman. Menurut Mike, penonton yang tidak memenuhi batas usia akan ditolak masuk jika datang tanpa pendamping orang tua.</p>
<p>Ia juga menyinggung proses kurasi program yang dilakukan oleh seorang pakar film Indonesia yang kini tinggal di Portugal. Wisma Jerman, ucap Mike, bangga dapat menghadirkan kembali program film terbaru setelah beberapa tahun pascapandemi hanya menghadirkan pemutaran arthouse yang tidak selalu memutarkan rilisan baru.</p>
<p>"Kita sebenarnya juga sering mengadakan festival film lain, namun tidak ada program yang benar-benar menghadirkan film terbaru dari Jerman. Karena itu kami sangat senang bisa membawakan film terbaru Jerman melalui KinoFest ini," ungkap Mike </p>
<p>Dari sisi Goethe-Institut, KinoFest sendiri dianggap bukan sekadar ajang menonton film, tetapi jembatan budaya yang menghubungkan berbagai negara di Asia Tenggara dan Pasifik. </p>
<p>Dr. Marguerite Rumpf, Regional <em>Head of Cultural Programmes Goethe-Institut</em> dalam keterangannya mengungkapkan bahwa KinoFest 2025 diselenggarakan secara serentak di delapan negara, yakni Filipina, Thailand, Vietnam, Singapura, Malaysia, Timor Leste, Selandia Baru dan Indonesia.</p>
<p>"KinoFest 2025 menawarkan platform untuk mengeksplorasi narasi keluarga yang terus berkembang melalui lensa sinema Jerman," ungkap Rumpf.</p>
<p>Ia menegaskan bahwa film-film yang diputar di festival ini memiliki satu benang merah, yaitu keluarga sebagai ruang yang tidak selalu personal, tetapi juga politis. Tempat yang bisa menjadi landasan, tetapi juga dapat melahirkan ketegangan atau bahkan pemberontakan.</p>
<p>"Dengan menghubungkan penonton lintas budaya melalui film, kami merayakan cerita-cerita yang menantang batas tradisional dan membuka dialog tentang apa arti keluarga hari ini," imbuhnya.</p>
<p>Kurator KinoFest 2025 yang sebelumnya disebut oleh Mike Neuber sebagai warga Indonesia yang tinggal di Portugal, Lisabona Rahman, menekankan bahwa rangkaian film tahun 2025 dipilih secara khusus untuk menunjukkan bagaimana keluarga tidak lagi bisa dimaknai tunggal.</p>
<p>"Film-film Jerman di KinoFest 2025 mencerminkan kompleksitas keluarga dalam sejarah sosial, ideologis, dan ekonomi Jerman," jelas Lisa.</p>
<p>Menurutnya, beberapa film justru menunjukkan bahwa ikatan keluarga bisa muncul dari tindakan perlawanan. Dalam tindakan bersama yang tidak sesuai tradisi, hubungan baru terbentuk dan komunitas diimajinasikan ulang. </p>
<p>Ada pula film-film yang menampilkan sisi gelap keluarga, ketika kasih sayang berubah menjadi manipulasi atau luka yang diwariskan.</p>
<p>"Banyak cerita yang menunjukkan bagaimana keibuan, misalnya, bisa menjadi sumber kecemasan sekaligus kekuatan dan perubahan," kata Lisabona.</p>
<p>Untuk pemutaran perdana di Surabaya, Wisma Jerman memilih Vena (2024), film besutan Chiara Fleischhacker. Film tersebut mengikuti perjalanan pasangan muda yang terjebak dalam kehamilan tak direncanakan, tekanan hidup, hingga penggunaan crystal meth sebagai pelarian, sebelum seorang bidan memberikan jalan bagi mereka untuk memulai kembali.</p>
<p>KinoFest 2025 bukan hanya tempat menonton film. Dari Surabaya hingga kota-kota lain di Asia Tenggara, festival itu menjadi ruang pertemuan gagasan tentang arti keluarga yang terus berubah. Setiap film disajikan bukan hanya untuk menghibur, tetapi juga mengundang penonton pulang dengan pertanyaan yang lebih dalam dari saat mereka datang.</p>
<p>Bagi Wisma Jerman sendiri, harapannya sederhana, setiap kursi terisi, para penonton pulang dengan pemikiran baru, dan setiap dialog kecil yang lahir setelah menonton film menjadi bagian dari pemaknaan ulang apa itu arti keluarga. (*)</p>
<p>Editor : Danu </p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Koperasi Merah Putih Menguat, Wamenkop UKM Sebut Jatim Sebagai Benchmark Nasional</title>
<link>https://suarajatimpost.com/koperasi-merah-putih-menguat-wamenkop-ukm-sebut-jatim-sebagai-benchmark-nasional</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/koperasi-merah-putih-menguat-wamenkop-ukm-sebut-jatim-sebagai-benchmark-nasional</guid>
<description><![CDATA[ Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih didorong jadi motor ekonomi desa melalui percepatan operasional, digitalisasi, dan model bisnis captive agar nilai tambah tak lagi keluar dari desa. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202511/image_870x580_69285b51e907b.webp" length="60992" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 27 Nov 2025 22:24:54 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ryan Ramadhan</dc:creator>
<media:keywords>Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih, KDKMP, Pemprov Jatim, Menteri Koperasi dan UMK, Jawa Timur, Jatim, Surabaya, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SURABAYA, SJP - </strong>Perkembangan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) menunjukkan akselerasi kuat di Jawa Timur. Program yang digagas oleh pemerintah pusat sebagai upaya memotong rantai pasok dan mengembalikan nilai tambah ke desa itu telah membuahkan pembentukan puluhan ribu unit koperasi secara nasional.</p>
<p>Provinsi Jawa Timur yang menjadi salah satu penggerak terbesar mendapat sorotan dalam Talkshow “Koperasi Merah Putih, Astacita, dan Perekonomian Jatim” yang digelar dalam rangka memperingati HUT ke-36 Harian Surya, Kamis (27/11/25), di Dyandra Convention Center Surabaya yang dihadiri oleh Wakil Menteri Koperasi RI, Farida Farichah.</p>
<p>Wamenkop UKM menyebut Jawa Timur sebagai daerah yang memainkan peran paling signifikan dalam menggerakkan program Koperasi Desa dan Kelurahan Merah Putih (KDKMP). Dengan jumlah koperasi terbentuk yang terus melesat, Jatim dianggap sebagai benchmark nasional dalam transformasi ekonomi berbasis desa.</p>
<p>"Jawa Timur ini menjadi salah satu motor penggerak terbesar Koperasi Merah Putih di Indonesia. Antusiasme masyarakat dan kekuatan kelembagaan desanya sangat luar biasa," ujar Farida, Kamis (27/11/2025).</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202511/image_870x_6928606791b59.webp" alt=""></p>
<p>Dalam paparannya, Farida menekankan bahwa desa memiliki peran lebih dari sekadar lumbung pangan. Desa adalah pasar besar dengan daya beli yang kuat. Sayangnya, panjangnya rantai distribusi membuat nilai tambah ekonomi justru hilang di tengah jalan.</p>
<p>Melalui KDKMP, pemerintah ingin memastikan nilai tersebut kembali ke desa. “Koperasi Merah Putih hadir untuk memangkas rantai distribusi dan memastikan masyarakat desa berdiri sebagai pelaku utamanya,” jelasnya.</p>
<p><strong>82.500 Koperasi Desa Dibentuk, Jatim Jadi Penopang Terbesar</strong></p>
<p>Secara nasional, lebih dari 82.500 koperasi desa telah berdiri. Jawa Timur menjadi salah satu provinsi dengan kontribusi terbanyak, baik dalam jumlah koperasi terbentuk maupun pembangunan aset fisik. Hal itu sekaligus menunjukkan kesiapan desa-desa di Jatim menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru.</p>
<p>Selain fisik, peningkatan kualitas SDM juga menjadi fokus besar. Pemerintah melakukan pelatihan pengurus, pendampingan manajemen, hingga pemagangan di koperasi mapan, termasuk koperasi-koperasi pesantren yang dinilai berhasil menjalankan usaha berbasis komoditas desa.</p>
<p>Digitalisasi pun mulai diterapkan melalui sistem pencatatan transaksi dan data kelembagaan berbasis teknologi, untuk memastikan tata kelola yang modern dan transparan.</p>
<p><strong>Menyatukan Desa, UMKM, dan Pembiayaan</strong></p>
<p>Sementara itu, laporan dari Kepala Dinas Koperasi dan UKM Jatim Endy Alim Abdi Nusa menegaskan bahwa provinsi siap menjadi motor pengembangan KDKMP. Pemerintah provinsi telah memetakan desa-desa yang memiliki potensi untuk segera masuk skema Merah Putih, termasuk desa dengan basis UMKM kuat, desa wisata, hingga desa penghasil komoditas unggulan.</p>
<p>Ia menjelaskan bahwa pendampingan berlapis kini disiapkan, mulai dari peningkatan kompetensi pengurus, modernisasi pencatatan, sampai dukungan pembiayaan dari berbagai skema. Pemprov Jatim juga memastikan bahwa koperasi desa/kelurahan ini akan tersambung dengan pasar dan offtaker, sehingga tidak berhenti pada pembentukan kelembagaan saja.</p>
<p>"Kami ingin KDKMP di Jatim bukan hanya berdiri, tetapi benar-benar bergerak dan menghasilkan manfaat ekonomi nyata bagi warga," ujar Endy.</p>
<p>Endy menambahkan bahwa beberapa daerah telah menunjukkan progres signifikan setelah mengikuti pola pembinaan.</p>
<p>"Begitu koperasi tertata, potensi desa langsung terbaca dan bisa digarap lebih cepat," imbuhnya.</p>
<p><strong>KDKMP Harus Menjawab Tantangan Desa Masa Kini</strong></p>
<p>Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak yang hadir terlambat dalam acara, menutup rangkaian narasi dengan menekankan bahwa Koperasi Merah Putih dapat menjadi ruang kolaborasi baru bagi anak muda desa, perangkat desa, dan pelaku usaha lokal. </p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202511/image_870x_69285b4a09983.webp" alt=""></p>
<p>Menurutnya, desa hari ini menghadapi tantangan yang tidak ringan, mulai dari digitalisasi, posisi di rantai pasok, hingga kebutuhan percepatan pelayanan ekonomi.</p>
<p>Emil menilai bahwa KDKMP adalah kendaraan yang tepat apabila mampu membuka akses usaha dan menjadi pusat koordinasi ekonomi lokal. Ia mendorong pemerintah desa/kelurahan untuk mengidentifikasi potensi yang dapat dikembangkan, terutama sektor yang memiliki peluang ekspor atau substitusi impor.</p>
<p>"Kita ingin desa punya alat untuk ikut masuk ke ekosistem ekonomi yang lebih besar," ucap Emil.</p>
<p>Wagub Emil juga mengingatkan agar penguatan koperasi tidak terjebak pada administratif semata. Baginya, koperasi baru bisa dianggap berhasil ketika mampu menyentuh kebutuhan warga dan menghasilkan aktivitas ekonomi yang bertahan panjang.</p>
<p>"Yang penting koperasi ini hidup, bergerak, dan memberi nilai tambah bagi masyarakat," pungkasnya. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Ribuan Buruh Jatim Gelar Aksi di Surabaya, Tuntut Kenaikan UMP 2026 Jadi Rp 3,35 Juta</title>
<link>https://suarajatimpost.com/ribuan-buruh-jatim-gelar-aksi-di-surabaya-tuntut-kenaikan-ump-2026-jadi-rp-335-juta</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/ribuan-buruh-jatim-gelar-aksi-di-surabaya-tuntut-kenaikan-ump-2026-jadi-rp-335-juta</guid>
<description><![CDATA[ Ribuan buruh mengepung pusat Surabaya, mendesak UMP 2026 naik saat KHL menembus Rp3 juta dan putusan MK membuka ruang peninjauan ulang formula upah. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202511/image_870x580_69285b3ae45b6.webp" length="86858" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 27 Nov 2025 21:52:12 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ryan Ramadhan</dc:creator>
<media:keywords>Demo, Gasper, UMP, Surabaya, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SURABAYA, SJP - </strong>Ribuan buruh dari berbagai kota di Jawa Timur memadati kawasan pusat kota Surabaya, Kamis (27/11/2025), untuk menuntut kenaikan Upah Minimum Provinsi (UMP) Jawa Timur tahun 2026. </p>
<p>Aksi besar yang digelar Gerakan Aliansi Pekerja/Serikat Buruh (Gasper) ini menegaskan bahwa isu upah layak masih menjadi persoalan mendesak dan belum menemukan titik temu antara buruh dan pemerintah provinsi.</p>
<p>Massa aksi mulai berkumpul sejak pukul 11.00 WIB di Frontage Road Ahmad Yani, kemudian bergerak melalui berbagai ruas protokol seperti Wonokromo, Raya Darmo, Basuki Rahmat, Embong Malang, Baluran, hingga Bubutan. Mereka diperkirakan tiba serentak di Kantor Gubernur Jawa Timur sekitar pukul 14.00 WIB untuk menyampaikan tuntutan.</p>
<p><strong>Mobilisasi Massa Besar-besaran dari 11 Daerah</strong></p>
<p>Aksi kali ini melibatkan sekitar 6.000 pekerja dari Surabaya, Sidoarjo, Gresik, Mojokerto, Pasuruan, Tuban, Probolinggo, Jember, Lumajang, Jombang, dan Malang. Mereka menggunakan ribuan sepeda motor dan sejumlah mobil komando yang membuat ruas jalan protokol Surabaya hampir seluruhnya tersendat.</p>
<p>Situasi di lapangan menunjukkan seluruh badan Jalan Raya Darmo sempat tertutup oleh arus massa. Polisi melakukan rekayasa lalu lintas dengan mengalihkan kendaraan arah Wonokromo–pusat kota melalui Jalan Diponegoro. Kemacetan juga meluas ke Basuki Rahmat, Embong Malang, Blauran, Bubutan, hingga kawasan Pahlawan.</p>
<p>Dalam aksi ini, Gasper Jatim menyampaikan tuntutan resmi yaitu penetapan UMP Jawa Timur 2026 sebesar Rp3.356.349. Nilai tersebut dianggap proporsional dengan kondisi ekonomi, beban kebutuhan hidup, serta kesenjangan upah provinsi.</p>
<p>Juru bicara Gasper Jatim, Jazuli, mengatakan bahwa angka UMP Jatim saat ini tidak lagi sesuai dengan kebutuhan hidup riil pekerja.</p>
<p>"Ribuan buruh Jawa Timur hari ini menuntut penetapan UMP 2026 sebesar Rp3.356.349," ucap Jazuli, Kamis (27/11/2025).</p>
<p>Ia menegaskan bahwa UMP 2025 sebesar Rp2.305.985 merupakan salah satu yang terendah secara nasional.</p>
<p>"MP Jawa Timur adalah yang terendah keempat nasional dan jauh di bawah rata-rata UMP nasional," imbuhnya.</p>
<p>Menurut Gasper, alasan kenaikan UMP tidak hanya sebatas perbandingan antarprovinsi, tetapi juga karena data Kebutuhan Hidup Layak (KHL) yang semakin meningkat. Data BPS 2024 menunjukkan KHL Jatim sudah mencapai Rp3.038.305, sehingga UMP saat ini dianggap tidak memadai untuk memenuhi kebutuhan minimum pekerja.</p>
<p>Selain itu, Gasper mengacu pada Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 168/PUU-XXI/2023, yang membatalkan frasa “indeks tertentu” dalam rumusan perhitungan upah.</p>
<p>Jazuli kembali menyampaikan bahwa putusan MK memberi ruang perubahan signifikan dalam kebijakan upah.</p>
<p>"Frasa indeks tertentu sudah tidak punya kekuatan hukum mengikat setelah putusan MK," ujarnya.</p>
<p>Ia menegaskan bahwa dengan dihapusnya variabel tersebut, perhitungan upah harus lebih menitikberatkan pada prinsip proporsionalitas dan pemenuhan kebutuhan hidup layak.</p>
<p>"Putusan MK menegaskan pentingnya memenuhi kebutuhan hidup layak bagi pekerja dan menghitung kontribusi tenaga kerja secara lebih adil," sambung Jazuli.</p>
<p><strong>Jatim Terpaut Jauh dari Papua Pegunungan dan Rata-rata Nasional</strong></p>
<p>Gasper juga memaparkan bahwa ketertinggalan upah Jatim semakin terlihat ketika dibandingkan dengan provinsi lainnya. UMP Papua Pegunungan misalnya, telah mencapai Rp4.285.850, sementara rata-rata nasional berada pada angka Rp3.315.761,65.</p>
<p>Nilai UMP Jawa Timur yang selisihnya mencapai lebih dari satu juta rupiah dengan Papua Pegunungan dianggap tidak sebanding dengan besarnya kontribusi pekerja Jatim bagi manufaktur nasional, industri pengolahan, serta logistik.</p>
<p>Pantauan di lapangan menunjukkan bahwa pergerakan ribuan buruh sejak pukul 13.00 WIB menyebabkan arus lalu lintas Surabaya lumpuh di beberapa titik. Jalan Raya Darmo, salah satu jalur paling vital di kota, sempat ditutup total karena dipenuhi massa aksi.</p>
<p>Kepadatan kendaraan menjalar ke Wonokromo, Diponegoro, Embong Malang, hingga Bubutan, sehingga pusat kota Surabaya praktis terblokir selama aksi berlangsung.</p>
<p>Jazuli memastikan bahwa tuntutan tersebut bukan hanya rutinitas tahunan, tetapi bagian dari dorongan agar pemerintah provinsi segera menyesuaikan peraturan upah dengan kondisi ekonomi aktual dan landasan hukum terbaru yang akan berlanjut pada tahap dialog dan audiensi resmi dengan Pemprov Jawa Timur.</p>
<p>"Kami berharap pemerintah provinsi benar-benar mempertimbangkan data KHL dan putusan MK dalam menetapkan UMP 2026," tukas Jazuli. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Dari Penetapan UMK hingga Penguatan LKS, Pemkot Surabaya dan KSPSI Sepakati Lima Kebijakan Ketenagakerjaan</title>
<link>https://suarajatimpost.com/dari-penetapan-umk-hingga-penguatan-lks-pemkot-surabaya-dan-kspsi-sepakati-lima-kebijakan-ketenagakerjaan</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/dari-penetapan-umk-hingga-penguatan-lks-pemkot-surabaya-dan-kspsi-sepakati-lima-kebijakan-ketenagakerjaan</guid>
<description><![CDATA[ Dokumen yang ditandatangani oleh Pemkot Surabaya dan KSPSI merupakan hasil penyatuan aspirasi dari seluruh serikat pekerja/serikat buruh (SPSB) yang berada di bawah KSPSI. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202511/image_870x580_69285b2a89e36.webp" length="33770" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 27 Nov 2025 21:35:50 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ryan Ramadhan</dc:creator>
<media:keywords>Pemkot Surabaya, Eri Cahyadi, KSPSI, Upah Pekerja, Surabaya, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SURABAYA, SJP – </strong>Di tengah dinamika ekonomi yang cepat berubah, isu ketenagakerjaan masih menjadi salah satu tantangan terbesar bagi kota-kota besar. Surabaya menjadi salah satunya, mulai dari tuntutan pengupahan, jaminan sosial, hingga perlindungan bagi pekerja yang ter-PHK. </p>
<p>Kondisi itulah yang mendorong Pemerintah Kota Surabaya dan Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) Surabaya duduk bersama untuk merumuskan langkah konkret yang dapat menguntungkan pekerja sekaligus menjaga iklim investasi tetap stabil.</p>
<p>Pertemuan yang digelar di Balai Kota Surabaya pada Rabu (26/11/2025) itu menghasilkan kesepakatan lima kebijakan ketenagakerjaan yang disepakati secara resmi dan dituangkan dalam berita acara bersama.</p>
<p>Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, menegaskan, pemerintah kota tidak ingin menimbulkan polemik dalam penetapan UMK. Menurutnya, Surabaya tetap akan konsisten mengikuti regulasi pemerintah pusat sebagai langkah yang lebih aman, terukur, dan sejalan dengan kebijakan nasional.</p>
<p>“Kita nanti mengikuti apa yang ditetapkan oleh pemerintah pusat. Aturannya apa pun, kita jalani,” ujar Eri, Kamis (27/11/2025).</p>
<p>Eri menambahkan bahwa langkah itu diambil guna memastikan proses penetapan upah tidak menimbulkan hambatan bagi dunia usaha, tetapi tetap menjaga arah peningkatan kesejahteraan pekerja.</p>
<p>Pemerintah kota, kata Eri, juga sudah menjalankan kebijakan untuk membantu pekerja yang kesulitan membayar iuran BPJS Kesehatan setelah terkena PHK. Hal tersebut menjadi salah satu bentuk proteksi sosial yang selama ini diperjuangkan.</p>
<p>“Yang harusnya ganti mandiri bisa di-cover oleh pemerintah kota,” jelasnya.</p>
<p>Selain itu, Pemkot Surabaya telah mengalokasikan anggaran khusus untuk pemberdayaan masyarakat yang purna tugas maupun terdampak PHK. Dukungan itu mencakup pelatihan wirausaha, pemberian modal usaha, hingga akses pemasaran bagi usaha baru yang mereka jalankan.</p>
<p>Eri juga menekankan bahwa arah kebijakan ini disusun berdasarkan kesamaan pandangan antara pemerintah dan serikat pekerja bahwa kesejahteraan warga dan keberlanjutan investasi harus berjalan seiring.</p>
<p>“Kita punya pemikiran yang sama, bagaimana warga Surabaya ini sejahtera, dan bagaimana investasi tetap berjalan,” tambahnya.</p>
<p>Ketua DPC KSPSI Surabaya, Dendy Prayitno, menyambut baik kesepakatan yang dihasilkan dalam pertemuan tersebut. Ia menjelaskan bahwa dokumen yang ditandatangani bersama merupakan hasil penyatuan aspirasi dari seluruh serikat pekerja/serikat buruh (SPSB) yang berada di bawah KSPSI.</p>
<p>“Aspirasi semua teman-teman dari SPSB kita rangkum jadi satu komitmen bersama,” kata Dendy.</p>
<p>Terkait pengupahan tahun 2026, Dendy menyatakan pihaknya juga tengah menunggu regulasi resmi dari pemerintah pusat sehingga semua pihak dapat bergerak sesuai dasar hukum yang sama.</p>
<p>“Pak Wali Kota menegaskan akan berkomitmen dengan keputusan regulasi pengupahan yang ada,” ujarnya.</p>
<p>Berikut lima poin resmi yang tercantum dalam berita acara bersama:</p>
<ol>
<li>Pemkot Surabaya akan tunduk pada regulasi pemerintah pusat dalam usulan UMK 2026, sebagai upaya peningkatan upah pekerja sesuai kebutuhan hidup pekerja dan keluarga.</li>
<li>Pengalokasian anggaran pemberdayaan bagi pekerja purna tugas atau korban PHK, mencakup pelatihan wirausaha, bantuan modal, dan akses pemasaran.</li>
<li>Penyusunan prosedur peralihan BPJS Kesehatan dari PPU ke PBI bagi pekerja ber-KTP Surabaya yang terkena PHK.</li>
<li>Pengembalian proses pengesahan, pendaftaran, dan pencatatan ketenagakerjaan kepada dinas terkait, termasuk pencatatan serikat pekerja dan buruh.</li>
<li>Optimalisasi fungsi LKS dan Dewan Pengupahan Surabaya untuk memperkuat monitoring perusahaan, memastikan kepatuhan, serta menjaga hubungan industrial yang harmonis. <strong>(*)</strong></li>
</ol>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Gandeng ITS dan Arizona State University, Konjen AS di Surabaya Gali Potensi Semikonduktor Lewat Inovasi Mahasiswa</title>
<link>https://suarajatimpost.com/gandeng-its-dan-arizona-state-university-konjen-as-di-surabaya-gali-potensi-semikonduktor-lewat-inovasi-mahasiswa</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/gandeng-its-dan-arizona-state-university-konjen-as-di-surabaya-gali-potensi-semikonduktor-lewat-inovasi-mahasiswa</guid>
<description><![CDATA[ Ketergantungan dunia pada chip dan rapuhnya rantai pasok global mendorong Indonesia–AS mempercepat penguatan industri semikonduktor melalui kemitraan pendidikan guna melahirkan beragam inovasi dari generasi muda. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202511/image_870x580_692702fa0485e.webp" length="59916" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 26 Nov 2025 22:58:50 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ryan Ramadhan</dc:creator>
<media:keywords>Konsulat Jenderal Amerika, Konjen AS, Konjen Amerika, Konjen AS di Surabaya, Chris Green, Institut Teknologi Sepuluh Nopember, ITS, Arizona State University, Surabaya, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SURABAYA, SJP - </strong>Konsulat Jenderal Amerika Serikat di Surabaya bersama Arizona State University (ASU) dan Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) menggelar babak final Semiconductor Venture Accelerator di Gedung Fakultas Teknik Elektro ITS Surabaya.</p>
<p></p>
<p>Kompetisi tersebut menjadi upaya memperkuat hubungan ekonomi dan pendidikan antara Indonesia dan Amerika, khususnya dalam pengembangan industri semikonduktor yang kini menjadi sektor strategis global.</p>
<p></p>
<p>Ajang tersebut adalah puncak dari rangkaian kompetisi yang menghimpun sekitar 60 mahasiswa dari berbagai bidang teknologi. Setelah melalui proses pelatihan, mentoring, dan seleksi, delapan finalis terpilih mempresentasikan inovasi terbaik mereka di hadapan panel juri. </p>
<p></p>
<p><strong>Semikonduktor Jadi Fokus AS–Indonesia</strong></p>
<p>Konsul Jenderal AS di Surabaya, Christopher Green atau Chris Green, menegaskan bahwa dorongan terhadap industri semikonduktor bukan sekadar agenda teknologi, melainkan strategi penting untuk mengamankan rantai pasok global.</p>
<p></p>
<p>"Semikonduktor digunakan di semua barang, mulai dari HP, komputer, mobil, satelit, semuanya memakai semikonduktor. Ini membuatnya semakin penting bagi setiap sektor," ujarnya saat dikonfirmasi pada Rabu (26/11/2025).</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202511/image_870x_692702f41cc8a.webp" alt=""></p>
<p>Green menjelaskan bahwa tantangan terbesar saat ini adalah rantai pasok global yang sebagian besar masih terpusat di China dan rentan terhadap hambatan geopolitik. </p>
<p></p>
<p>Karena itu, Amerika Serikat kini membuka kolaborasi dengan lebih banyak negara untuk memperluas ekosistem produksi, riset, dan inovasi. Indonesia dinilai memiliki potensi besar meski sektor semikonduktornya masih kecil.</p>
<p></p>
<p>"Keinginan kami adalah memperkuat supply chain untuk manfaat Indonesia dan Amerika. Indonesia punya potensi tinggi, dan kami ingin membantu meningkatkan kemampuan pendidikan serta inovasinya," jelasnya.</p>
<p></p>
<p><strong>Pendidikan dan Kebijakan Jadi Kunci</strong></p>
<p>Menurut Green, pengembangan sektor semikonduktor membutuhkan kebijakan yang tepat dan ekosistem pendidikan yang kuat. Ia menilai inisiatif seperti program kompetisi ini dapat memperkuat kepercayaan diri mahasiswa Indonesia untuk berkiprah di industri teknologi tinggi.</p>
<p></p>
<p>"Tentu saja pemerintah memiliki peran dalam menciptakan regulasi yang mendukung. Tapi yang tidak kalah penting adalah interaksi antara pendidikan dan industri. Harapan kami, kebijakan dan program ini bisa membuat mahasiswa yakin bahwa mereka bisa ikut membangun sektor semikonduktor Indonesia," katanya.</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202511/image_870x_69270301d2a7f.webp" alt=""></p>
<p>Chris Green berharap pengalaman seluruh peserta dapat berkembang menjadi kontribusi nyata bagi pembangunan teknologi Indonesia. Baginya, program seperti ini merupakan investasi Amerika Serikat terhadap talenta muda Indonesia.</p>
<p></p>
<p>“Harapan saya mahasiswa yang menang dan semua yang bersaing akan menggunakan pengalaman ini untuk melanjutkan pendidikan dan karier mereka. Ini adalah investasi dalam mahasiswa Indonesia, masa depan Indonesia,” tutupnya.</p>
<p></p>
<p><strong>Monitoring Emisi untuk Bahan Semikonduktor</strong></p>
<p>Dalam final tersebut, gelar juara diraih oleh Riva Rizkiana, mahasiswa semester 7 Teknik Fisika ITS. Ia membawa ide bertajuk SusTech ID, sebuah konsep startup yang mengembangkan teknologi monitoring emisi dari material semikonduktor.</p>
<p></p>
<p>Riva memaparkan bahwa SusTech ID memiliki dua produk utama:</p>
<ol>
<li>Sensor monitoring emisi yang mendeteksi aktivitas emisi bahan semikonduktor.</li>
<li>Platform website real-time yang menampilkan data secara langsung dari sensor tersebut.</li>
</ol>
<p></p>
<p>Selain dua produk inti, startup tersebut juga menawarkan layanan kalibrasi dan ESG reporting, solusi yang kini banyak dibutuhkan perusahaan-perusahaan green technology.</p>
<p></p>
<p>"Untuk aspek penilaiannya, kita menimbang juga sisi bisnis dan potensi pemasaran global. Karena itu saya menekankan bagaimana solusi ini bisa dijual, serta menampilkan timeline pengembangan yang jelas," kata Riva.</p>
<p></p>
<p>Ia menjelaskan bahwa ide tersebut ia rumuskan dalam waktu singkat karena didukung dua tahun pengalaman di bidang green technology. Harapannya, Indonesia suatu hari dapat membuat sensor emisi sendiri dan mampu menjalankan monitoring proyek-proyek teknologi dengan standar yang lebih baik.</p>
<p></p>
<p>"Semoga ke depannya Indonesia punya sensor emisi buatan sendiri, sehingga pelaporan seperti ESG bisa jauh lebih akurat dan tidak asal-asalan," ujarnya.</p>
<p></p>
<p>Riva mengaku bahwa program ini memberikan dampak besar terhadap kapasitas dirinya, sebab bukan hanya kompetisi, peserta juga mendapatkan pelatihan intensif. Selama program, ia menerima sembilan course dan sembilan sertifikat secara gratis.</p>
<p></p>
<p>"Biasanya kalau ikut Coursera kan bisa 500 ribu per sertifikat. Di sini kami dapat sembilan sekaligus dan gratis. Jadi memang harus dijalani dengan serius," pungkasnya.<strong> (*)</strong></p>
<p><strong>Editor: Rizqi Ardian </strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Madrasah sebagai Bengkel Spiritual, Menag RI Tekankan Fondasi Kurikulum Berbasis Cinta</title>
<link>https://suarajatimpost.com/madrasah-sebagai-bengkel-spiritual-menag-ri-tekankan-fondasi-kurikulum-berbasis-cinta</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/madrasah-sebagai-bengkel-spiritual-menag-ri-tekankan-fondasi-kurikulum-berbasis-cinta</guid>
<description><![CDATA[ Menag menegaskan madrasah sebagai ‘bengkel spiritual’ yang menanamkan ilmu langit dan cinta, menjadikan KBC fondasi pembentukan generasi berakhlak di era post-truth. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202511/image_870x580_692703059f8e6.webp" length="30116" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 26 Nov 2025 22:18:34 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ryan Ramadhan</dc:creator>
<media:keywords>Kementerian Agama, Kemenag RI, Nasaruddin Umar, Kurikulum Cinta, UINSA, Surabaya, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SURABAYA, SJP — </strong>Menteri Agama (Menag) RI, Nasaruddin Umar menegaskan kembali posisi madrasah sebagai “bengkel spiritual” dalam sistem pendidikan nasional. </p>
<p></p>
<p>Pesan tersebut disampaikan saat hadir pada hari kedua Bimbingan Teknis (Bimtek) Peningkatan Kompetensi Pengawas Madrasah, Kepala MA, dan Wakil Kepala Kurikulum MA Batch 1 di International Conference on Indonesian Islam di UINSA Surabaya, Rabu (26/11/2025).</p>
<p></p>
<p>Dalam pemaparannya, Menag menyebut madrasah memiliki karakter pendidikan yang lebih holistik dibanding sekolah umum. Ia menggambarkan madrasah sebagai lembaga yang tidak hanya mengajarkan pengetahuan dunia, tetapi juga tempat menempa kejernihan batin.</p>
<p></p>
<p>"Madrasah adalah bengkel spiritual yang mengajarkan ilmu langit, dimulai dari pembersihan batin sebelum proses ta’lim," ujar Menag Nasaruddin, Rabu (26/11/2025).</p>
<p></p>
<p>Ia menekankan bahwa guru madrasah idealnya mengawali, menjalani, dan mengakhiri pembelajaran dengan doa. Menurutnya, kegiatan di madrasah bukan hanya proses transfer ilmu, tetapi juga perjalanan spiritual yang menuntun peserta didik pada keberkahan.</p>
<p></p>
<p>"Guru madrasah, idealnya memulai aktivitas dengan doa, mengajar dengan penuh doa, dan menutup pembelajaran dengan doa pula," imbuhnya.</p>
<p></p>
<p><strong>Kurikulum Berbasis Cinta sebagai Kerangka Utama</strong></p>
<p>Sebagai pencetus Kurikulum Berbasis Cinta (KBC), Menag memberikan penjabaran mendalam mengenai arah kebijakan dan landasan filosofis kurikulum tersebut. KBC digagas sebagai jalan untuk mengembalikan pendidikan madrasah pada orientasi kemanusiaan, akhlak, dan spiritualitas.</p>
<p></p>
<p>“Cinta sebagai pusat Kurikulum Berbasis Cinta adalah buah dari proses panjang yang terkait dengan konsep ekoteologi, kesadaran akan hubungan manusia sebagai mikrokosmos dengan alam semesta,” jelas Menag.</p>
<p></p>
<p>Melalui KBC, madrasah diharapkan mampu mencetak generasi yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga matang secara emosional, spiritual, dan etis.</p>
<p></p>
<p>Menag juga menyoroti keluasan epistemologi madrasah dibanding sekolah umum. Ia menyebut bahwa sekolah pada umumnya memfokuskan pembelajaran pada alam fisik, sementara madrasah mencakup wilayah yang lebih luas.</p>
<p></p>
<p>“Madrasah memiliki paket pembelajaran yang lebih lengkap. Secara epistemologi, sekolah mempelajari alam fisik, sementara madrasah mempelajari fisika sekaligus metafisika,” terangnya.</p>
<p></p>
<p>Dalam nomenklatur pendidikan, sekolah umum banyak menitikberatkan pada logika. Namun madrasah, kata Menag, berjalan lebih jauh.</p>
<p></p>
<p>“Berbeda dengan madrasah. Pembelajaran di madrasah tidak hanya mempelajari logika tetapi juga intuisi,” kata Menag.</p>
<p></p>
<p>Menag Nasaruddin juga menekankan bahwa ukuran keberhasilan pendidikan di madrasah tidak semata-mata merujuk pada capaian akademik.</p>
<p></p>
<p>“Di sekolah umum, ukuran keberhasilan adalah nilai dan orientasinya dunia, di madrasah, ukurannya adalah sikap (attitude) dengan orientasi dunia sekaligus akhirat,” tuturnya.</p>
<p></p>
<p>Pada titik ini, konsep bengkel spiritual dan Kurikulum Berbasis Cinta bertemu. Keduanya menempatkan perkembangan karakter dan spiritualitas sebagai inti pembelajaran.</p>
<p></p>
<p><strong>Panggilan untuk Guru: Lebih dari Sekadar Pengajar</strong></p>
<p>Menag Nasaruddin menutup materinya dengan menekankan bahwa guru madrasah tidak cukup hanya menjadi pengajar di kelas.</p>
<p></p>
<p>“Guru madrasah bukan hanya berperan sebagai personal teacher, tetapi juga pembimbing spiritual yang harus menghadirkan jiwa dan karakter seorang guru madrasah dalam setiap proses pembelajaran,” ujarnya.</p>
<p></p>
<p>Ia berharap para peserta Bimtek mampu membawa nilai-nilai KBC ke madrasah masing-masing.</p>
<p></p>
<p>“Semoga Bapak/Ibu peserta Bimtek dapat memahami dan menerapkan nilai-nilai KBC di madrasah masing-masing,” pungkasnya.</p>
<p></p>
<p>Sebagai informasi, Bimtek KBC Batch 1 berlangsung selama tiga hari, 25–27 November, di Bess Mansion Hotel Surabaya. Peserta terdiri dari Pengawas MA, Kepala MA, dan Wakil Kepala Kurikulum MA se-Jawa Timur. </p>
<p></p>
<p>Kegiatan tersebut ditujukan untuk memperkuat implementasi KBC sekaligus mempertegas kembali posisi madrasah sebagai institusi pendidikan yang berakar pada cinta, akhlak, dan spiritualitas.</p>
<p></p>
<p>Kanwil Kemenag Jatim menegaskan komitmennya menghadirkan madrasah unggul yang tidak hanya siap menghadapi tantangan akademik, tetapi juga mampu membentuk karakter dan moral generasi mendatang. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor: Rizqi Ardian </strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Pelatihan K3 Dasar, ISTTS Tekankan Pentingnya Keselamatan bagi Mahasiswa Calon Tenaga Industri</title>
<link>https://suarajatimpost.com/pelatihan-k3-dasar-istts-tekankan-pentingnya-keselamatan-bagi-mahasiswa-calon-tenaga-industri</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/pelatihan-k3-dasar-istts-tekankan-pentingnya-keselamatan-bagi-mahasiswa-calon-tenaga-industri</guid>
<description><![CDATA[ Mahasiswa diajak memahami bahaya kebakaran secara nyata, dari membedakan jenis api hingga memadamkan dengan APAR, demi membangun kesiapan keselamatan sebelum memasuki dunia industri. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202511/image_870x580_69270314592ba.webp" length="70872" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 26 Nov 2025 21:42:06 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ryan Ramadhan</dc:creator>
<media:keywords>Institut Sains dan Teknologi Terpadu Surabaya, ISTTS, APAR, K3, Surabaya, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SURABAYA, SJP - </strong>Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) selama ini kerap dianggap urusan “nanti saja”, padahal mahasiswa yang hanya tinggal selangkah lagi memasuki dunia industri justru menjadi kelompok yang paling membutuhkan edukasi tersebut. </p>
<p></p>
<p>Banyak calon tenaga kerja memahami teori akademik, namun belum dibekali kemampuan praktis untuk menghadapi potensi bahaya di lingkungan kerja. </p>
<p></p>
<p>Melihat kebutuhan itu, Program Studi Teknik Industri Institut Sains dan Teknologi Terpadu Surabaya (ISTTS) menggelar Pelatihan K3 Dasar pada Rabu, 26 November 2025.</p>
<p></p>
<p>Pelatihan tersebut berlangsung di ruang E402 dan lapangan parkir ISTTS pada Rabu (26/11/2025) dan diikuti 40 mahasiswa lintas program studi. Materi diberikan oleh praktisi K3 bersertifikat dari PT Semen Indonesia Group dan Datek Inovasi Indonesia, serta menghadirkan rangkaian praktik lapangan seperti simulasi pemadaman kebakaran dan pertolongan pertama.</p>
<p></p>
<p><strong>Pemahaman Kebakaran dari Ahli Lapangan</strong></p>
<p>Materi pemadaman kebakaran menjadi salah satu bagian yang paling ditekankan. Pemateri dari PT Semen Indonesia Group, Harto Agianto, menjelaskan bahwa banyak kesalahan penanganan terjadi karena kurangnya pengetahuan dasar masyarakat mengenai jenis kebakaran dan media pemadam yang tepat.</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202511/image_870x_6927030ce8bf5.webp" alt=""></p>
<p>Menurutnya, langkah pertama yang harus dilakukan saat menghadapi kebakaran bukanlah mengambil air atau APAR, melainkan tetap tenang dan mengenali lebih dulu sumber api.</p>
<p></p>
<p>"Yang paling penting itu jangan panik. Setelah itu pastikan dulu jenis kebakarannya seperti apa," ujarnya, Rabu (26/11/2025).</p>
<p></p>
<p>Ia menegaskan, kesalahan paling umum di masyarakat adalah menyiram kebakaran minyak dengan air, yang justru memperbesar api.</p>
<p></p>
<p>"Kalau minyak disiram air, apinya tambah besar. Cara yang benar adalah menutup permukaan api dengan kain basah untuk menghentikan oksigennya," jelasnya.</p>
<p></p>
<p>Harto juga menyebutkan bahwa penerapan K3 di perusahaan-perusahaan saat ini semakin baik, didukung prosedur kerja dan fasilitas penanggulangan kebakaran yang lebih lengkap. Ia mengapresiasi antusiasme mahasiswa yang aktif bertanya dan membawa contoh kasus nyata.</p>
<p></p>
<p>"Mahasiswa tadi aktif sekali. Itu bagus karena mereka jadi tahu kondisi lapangan, bukan hanya teori," katanya.</p>
<p></p>
<p><strong>K3 Bukan Tambahan, tapi Kebutuhan Industri</strong></p>
<p>Ketua Program Studi Teknik Industri ISTTS, Kelvin, menegaskan bahwa pelatihan K3 bukan sekadar agenda tahunan, tetapi bagian dari upaya mempersiapkan mahasiswa agar benar-benar siap memasuki dunia kerja. Menurutnya, kemampuan K3 kini menjadi kompetensi wajib di hampir semua sektor industri.</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202511/image_870x_692703a4f2dbd.webp" alt=""></p>
<p>"Kegiatan ini bukan hanya teori, tapi praktik langsung supaya mahasiswa punya kemampuan lebih dari sekadar pengetahuan di kelas," ujarnya.</p>
<p></p>
<p>Kelvin menjelaskan bahwa ISTTS telah lama konsisten mengadakan pembelajaran berbasis praktik lapangan. Tahun ini, kerja sama dilakukan langsung dengan dua pihak profesional dari industri.</p>
<p></p>
<p>"Kami ingin mahasiswa paham bahwa K3 itu betul-betul dibutuhkan di perusahaan, bukan hanya teori menyelamatkan diri," tambahnya.</p>
<p></p>
<p>Ia berharap sertifikasi K3 yang diberikan dapat menjadi modal penting ketika mahasiswa melamar pekerjaan nanti.</p>
<p></p>
<p><strong>Mahasiswa Rasakan Manfaat Nyata dari Simulasi</strong></p>
<p>Manfaat pelatihan ini juga dirasakan langsung oleh peserta. Jordan Putra Dewangga, mahasiswa Teknik Industri semester 3, mengaku pelatihan K3 memberikan pengalaman berbeda dari pembelajaran di kelas.</p>
<p></p>
<p>“Biasanya cuma teori, tapi tadi bisa praktik langsung pakai APAR dan fire blanket,” tuturnya.</p>
<p></p>
<p>Jordan menilai pengalaman tersebut membuatnya lebih siap jika menghadapi keadaan darurat di dunia nyata.</p>
<p></p>
<p>"Kalau ada kejadian asli, kita jadi gak kaget karena sudah tahu langkah-langkahnya. Jadi menurut saya ini 10 dari 10 manfaatnya. Hampir semua pabrik pasti butuh K3," tukasnya.</p>
<p></p>
<p>Melalui pelatihan tersebut, Teknik Industri ISTTS menegaskan komitmennya mencetak lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kesadaran dan kemampuan praktik K3 yang sesuai kebutuhan industri modern. </p>
<p></p>
<p>Pelatihan K3 Dasar tersebut menjadi langkah awal membangun generasi muda yang kompeten, berbudaya keselamatan, dan mampu ikut menciptakan lingkungan kerja yang aman serta berkelanjutan. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor: Rizqi Ardian </strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Solusi Kurangi Sampah Plastik, PCU Ajak Warga Siwalankerto Surabaya Buat Edible Plastic</title>
<link>https://suarajatimpost.com/solusi-kurangi-sampah-plastik-pcu-ajak-warga-siwalankerto-surabaya-buat-edible-plastic</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/solusi-kurangi-sampah-plastik-pcu-ajak-warga-siwalankerto-surabaya-buat-edible-plastic</guid>
<description><![CDATA[ Diikuti oleh total 228 mahasiswa, Kampung Binaan Mahasiswa IX yang diselenggarakan BEM Petra Christian University (PCU) di Kelurahan Siwalankerto, Surabaya, mengajak warga membuat edible plastic guna mengurangi penggunaan plastik sekali pakai. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202511/image_870x580_6923058d2fa1f.webp" length="43804" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sun, 23 Nov 2025 21:32:30 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ryan Ramadhan</dc:creator>
<media:keywords>Petra Christian University, PCU, Edible Plastic, Surabaya, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SURABAYA, SJP - </strong>Masalah pencemaran lingkungan terutama sampah plastik, menjadi isu yang mengakar dari dulu untuk diselesaikan. Pasalnya, plastik adalah jenis sampah yang sulit dan membutuhkan waktu lama proses penguraiannya karena pada kenyataannya, kantong plastik sendiri misalnya, membutuhkan waktu 10 hingga 1000 tahun dan botol plastik membutuhkan waktu sekitar 450 tahun.</p>
<p></p>
<p>Untuk memberi solusi akan hal itu, dibutuhkan pengurangan sampah plastik dengan beralih menggunakan alat keseharian yang bermaterial berkelanjutan, seperti botol minum tumbler dan tas kain, sebagai pengganti produk plastik sekali pakai. Namun, untuk produk makanan ataupun minuman yang masih menggunakan kemasan solusi yang tepat adalah menggunakan material edible plastic. </p>
<p></p>
<p>Oleh karenanya sebagai upaya menekan penumpukan sampah plastik, Universitas Kristen (UK) Petra Surabaya atau yang biasa disebut Petra Christian University (PCU) melalui Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) mengajak Kampung Binaan Mahasiswa IX di Kelurahan Siwalankerto, Surabaya, untuk membuat <em>edible plastic</em>. </p>
<p></p>
<p>Bertempat di Kantor Kelurahan Siwalankerto, Surabaya, kegiatan ini dikemas dengan acara Workshop atau Lokakarya yang diikuti total 228 mahasiswa itu dipandu langsung oleh dua dosen <em>Food Technology</em> PCU Renny Indrawati, dan Yosinta Christie Setiabudi.</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202511/image_870x_69230595927f0.webp" alt=""></p>
<p>Kegiatan dibagi menjadi dua sesi, total ada 43 kelompok berisi masing-masing tiga mahasiswa yang berpartisipasi. Dalam setiap tim, satu warga ikut belajar bersama mereka untuk membuat edible plastic. </p>
<p></p>
<p>Ketua Panitia kegiatan, Marcell Nathaniel Julian menyampaikan dalam kegiatan ini mahasiswa dan warga saling belajar langkah demi langkah dalam proses pembuatan edible plastic secara sederhana. </p>
<p></p>
<p>"Pembutannya yaitu dengan mencampurkan bahan-bahan alami seperti tepung tapioka, gliserol, dan air, kemudian dipanaskan hingga membentuk lembaran plastik yang dapat terurai dan bahkan aman untuk dikonsumsi,” jelas Marcell, Minggu (23/11/2025).</p>
<p></p>
<p>Di kegiatan ini, Marcell menuturkan para mahasiswa dan warga, bisa langsung menggunakan edible plastic itu untuk menaruh teh, kopi, dan gula, lalu menyeduhnya. </p>
<p></p>
<p>"Melalui workshop ini, baik warga maupun mahasiswa tidak hanya memperoleh keterampilan baru, tetapi juga menumbuhkan kesadaran akan pentingnya inovasi dan gaya hidup yang bertanggung jawab dalam menjaga kelestarian lingkungan," tutur Marcell.</p>
<p></p>
<p>Selain belajar mengenai edible plastic, Marcell menyebutkan, panitia juga mengajak para mahasiswa untuk memberikan dampak nyata kepada warga, yakni dengan membuat ecobricks pada hari ini Minggu (23/11/2025). </p>
<p></p>
<p>Diterangkannya, sejumlah 33 tim mahasiswa membuat ecobricks dengan mengisi botol plastik bekas menggunakan sampah plastik hingga menjadi padat. Setelah itu disusun menjadi pot atau wadah tanam. Bersama-sama, mereka saling menanam bibit cabai di dalamnya. </p>
<p></p>
<p>“Ecobricks tersebut kemudian diberikan kepada warga di Gang Pisang,” imbuh Marcell.</p>
<p></p>
<p>Gang Pisang yang terletak di wilayah Siwalankerto, Surabaya, adalah kawasan permukiman padat penduduk dengan ruang terbuka hijau yang terbatas. Kondisi ini memberi peluang besar untuk pengembangan penghijauan yang lebih optimal, guna meningkatkan kualitas lingkungan dan kenyamanan warga. </p>
<p></p>
<p>Pada akhir sesi, Marcell selaku Ketua Panitia KBM IX berharap agar acara ini memberikan dampak yang nyata dan signifikan bagi warga. </p>
<p></p>
<p>“Kegiatan ini menjadi wadah bagi warga dan mahasiswa untuk semakin meningkatkan kesadaran akan pentingnya pelestarian ruang terbuka hijau serta pengelolaan sampah yang baik. Semoga setelah ini mereka juga bisa mempraktikkan pembuatan dan penggunaan edible plastic serta ecobricks dalam kehidupan sehari-hari,” pungkasnya. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor: Rizqi Ardian </strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>UWKS Hadirkan Kemasan Siap Jual untuk Produk UMKM Olahan Ikan Kampoeng Oase Ondomohen Surabaya</title>
<link>https://suarajatimpost.com/uwks-hadirkan-kemasan-siap-jual-untuk-produk-umkm-olahan-ikan-kampoeng-oase-ondomohen-surabaya</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/uwks-hadirkan-kemasan-siap-jual-untuk-produk-umkm-olahan-ikan-kampoeng-oase-ondomohen-surabaya</guid>
<description><![CDATA[ Kemasan baru yang dirancang UWKS mengubah olahan ikan Kampoeng Oase dari sekadar produk rumahan menjadi komoditas bernilai jual, membuka peluang pemasaran dan identitas baru bagi UMKM setempat. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202511/image_870x580_6923011626d2a.webp" length="50896" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sun, 23 Nov 2025 21:00:13 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ryan Ramadhan</dc:creator>
<media:keywords>Kampoeng Oase Ondomohen, Produk UMKM, Universitas Wijaya Kusuma Surabaya, UWKS, Surabaya, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SURABAYA, SJP — </strong>Produk olahan selalu memiliki nilai tambah lebih tinggi dibandingkan bahan mentah. Daya tahannya lebih lama, pilihan variannya lebih banyak, dan peluang menjangkau pasar lebih luas. Namun agar sebuah produk olahan dapat benar-benar “naik kelas”, diperlukan perencanaan produksi, pemahaman keamanan pangan, branding yang tepat, hingga kemasan yang menarik dan siap jual.</p>
<p></p>
<p>Hal itulah yang kini diupayakan Universitas Wijaya Kusuma Surabaya (UWKS) melalui program pengabdian kepada masyarakat di Kampoeng Oase Ondomohen. Sejak Juli, tim dari UWKS itu bukan hanya memberikan pelatihan olahan ikan, tetapi juga mempersiapkan kemasan produk sebagai tahap akhir sebelum UMKM setempat terjun ke pasar yang lebih luas.</p>
<p></p>
<p>Tim tersebut terdiri dari dosen lintas bidang, meliputi Fungki Sri Rejeki dari program studi Teknologi Industri Pertanian UWKS, Diana Puspitasari dari program studi Teknologi Industri Pertanian UWKS, dan Shofia Shidada dari program studi Informatika.</p>
<p></p>
<p>Adapun beberapa mahasiswa Teknologi Industri Pertanian yang juga tergabung dalam program PKM tersebut, diantaranya adalah Cindi Aulia Zahrani, Azza Aisac Aryadain Prodi dan Aldino Dwi Arnada.</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202511/image_870x_6923012340129.webp" alt=""></p>
<p><strong>Dari Pelatihan hingga Kemasan Siap Jual</strong></p>
<p>Program tersebut berjalan melalui skema hibah Pengabdian kepada Masyarakat yang didanai oleh Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM) Direktorat Jendral Riset dan Pengembangan, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi.</p>
<p></p>
<p>Mitra yang dipilih oleh UWKS sendiri adalah Kampoeng Oase Ondomohen, sebuah kampung yang terletak di jantung kota Surabaya yang memiliki budidaya ikan lokal. Melalui program tersebut, warga didorong untuk meningkatkan produk olahan ikan agar memiliki nilai tambah.</p>
<p></p>
<p>Ketua Tim Pelaksana, Fungki Sri Rejeki, menjelaskan bahwa program mencakup sosialisasi, pelatihan pengolahan ikan, penyediaan peralatan, hingga pembuatan kemasan dan kanal pemasaran digital.</p>
<p></p>
<p>"Dalam program ini kita melatih mulai dari pembuatan produk seperti katsu, sumpia, abon, dan stik ikan. kita juga menghibahkan alat-alatnya seperti freezer, showcase, dan hari ini juga kemasannya,” ujar Fungki, Minggu (23/11/2025).</p>
<p></p>
<p>Ia menambahkan bahwa total ada 1.800 kemasan clip-on yang diserahkan kepada mitra, masing-masing untuk empat jenis produk olahan. Tim juga membantu pembuatan akun Instagram serta perencanaan kehadiran di e-commerce, meskipun kanal jual online tersebut masih dalam tahap persiapan.</p>
<p></p>
<p>"Desainnya sudah jadi semua, tinggal nanti kampung ini memproduksi dan mengemasnya," katanya.</p>
<p></p>
<p>Selain dosen, tiga mahasiswa yang tergabung dalam program tersebut juga akan mendapatkan rekognisi MBKM sebagai bagian dari implementasi pembelajaran di luar kelas.</p>
<p></p>
<p><b>Penyempurnaan dari Pihak Kampoeng </b></p>
<p>Ketua Kampoeng Oase Ondomohen, Mus Mulyono, menyebut program ini memberi harapan baru bagi UMKM setempat. Pelatihan dasar telah selesai, namun penyempurnaan rasa akan terus dilakukan sebelum produk benar-benar dipasarkan.</p>
<p></p>
<p>"Secara rasa masih perlu penyempurnaan. Tapi kemasannya menurut kami sudah bagus dan layak diterima pasar," ungkapnya.</p>
<p></p>
<p>Saat ini pemasaran masih sebatas melalui WhatsApp Group, digunakan untuk koordinasi warga, informasi kegiatan, hingga menjual produk yang sudah ada. Meski begitu, Mus berharap Kampoeng Oase nantinya memiliki akun e-commerce sendiri.</p>
<p></p>
<p>Ia juga menyiapkan rencana untuk membuka booth penjualan sementara, sembari menunggu penyediaan tempat khusus dari salah satu hotel yang sudah berkomitmen bekerja sama.</p>
<p></p>
<p>"Kami ingin segera memproduksi sesuai kemampuan, lalu terus belajar menyempurnakan rasa," tambahnya.</p>
<p></p>
<p><strong>Penguatan Identitas Wisata Berbasis Olahan Ikan</strong></p>
<p>Pembina Kampoeng Oase Ondomohen, Adi Candra, menilai bahwa keberadaan produk olahan berkemasan khusus ini akan memperkuat daya tarik kampung wisata tersebut. Para pengunjung nantinya dapat membawa pulang produk olahan ikan sebagai oleh-oleh setelah mengikuti paket edukasi.</p>
<p></p>
<p>"Pelatihan dan pendampingan ini semakin melengkapi Kampoeng Oase sebagai kampung wisata dengan produk unggulannya," kata Adi.</p>
<p></p>
<p>Ia juga menekankan bahwa Kampoeng Oase kini berkembang menjadi Life Lab, yaitu ruang belajar bersama lintas kampus dan disiplin ilmu. Melalui program pemberdayaan berbasis pangan dan urban farming, kampung ini diarahkan menjadi model edukasi sirkular ekonomi yang berkelanjutan.</p>
<p></p>
<p>"Semoga Kampoeng Oase semakin siap mendunia dan memberi manfaat berkelanjutan," ujarnya.</p>
<p></p>
<p>Dengan adanya program hibah tahun ini, warga Kampoeng Oase Ondomohen kini memegang peralatan produksi, desain kemasan, dan keterampilan dasar yang diperlukan untuk mulai memproduksi olahan ikan secara mandiri. </p>
<p></p>
<p>Tantangannya kini tinggal keberlanjutan produksi, konsistensi mutu, dan kesiapan melangkah ke pasar yang lebih luas melalui pemasaran digital dan sertifikasi produk. Produk olahan yang dulu hanya ide, kini telah memiliki identitas dan siap menuju rak-rak penjualan.</p>
<p></p>
<p>Kegiatan tersebut didukung penuh oleh HPAI (Himpunan Penggiat Adiwiyata Indonesia) DPW Kota Surabaya, YLBA (Yayasan Lestari Bumi Abadi) Kota Surabaya, Kampoeng Oase Suroboyo Group, PERBANUSA (Perkumpulan Pengelola Sampah dan Bank Sampah Nusantara) DPD I Jawa Timur, Forum GRADASI (Gerakan Sedekah Sampah Indonesia) Jawa Timur dan DPP IFTA (Indonesian Fighter Tourism Association) Jelajah Indonesia. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor: Rizqi Ardian </strong></p>
<p></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Pemkot Surabaya Perketat Aturan Rumah Kos Usai Penggerebekan Prostitusi Terselubung</title>
<link>https://suarajatimpost.com/pemkot-surabaya-perketat-aturan-rumah-kos-usai-penggerebekan-prostitusi-terselubung</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/pemkot-surabaya-perketat-aturan-rumah-kos-usai-penggerebekan-prostitusi-terselubung</guid>
<description><![CDATA[ Penggerebekan prostitusi terselubung di rumah kos Putat Jaya memicu Pemkot Surabaya memperketat aturan rumah kos dan memperluas pengawasan untuk mencegah kembalinya praktik ilegal di sekitar eks Dolly. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202511/image_870x580_6923010e563a1.webp" length="18702" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sun, 23 Nov 2025 20:28:58 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ryan Ramadhan</dc:creator>
<media:keywords>Dolly, Prostitusi, Pemkot Surabaya, Lokalisasi, Surabaya, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SURABAYA, SJP - </strong>Pemerintah Kota Surabaya mempercepat penyusunan aturan baru terkait rumah kos dan meningkatkan pengawasan di kawasan eks lokalisasi Dolly serta Moroseneng. </p>
<p></p>
<p>Langkah tersebut diambil setelah munculnya kembali praktik prostitusi terselubung yang dioperasikan melalui rumah kos di sekitar wilayah tersebut.</p>
<p></p>
<p><strong>Kasus Penggerebekan yang Picu Respons Pemkot</strong></p>
<p>Penindakan terbaru terjadi pada pertengahan November 2025 ketika aparat Polrestabes Surabaya menggerebek sebuah rumah kos di kawasan Putat Jaya, tidak jauh dari eks lokalisasi Dolly. </p>
<p></p>
<p>Dalam operasi itu, polisi mengamankan empat orang dua mucikari dan dua pekerja seks komersial. Salah satu pekerja seks diketahui masih di bawah umur, sehingga diperlakukan sebagai korban dan langsung mendapat penanganan khusus.</p>
<p></p>
<p>Praktik prostitusi tersebut dijalankan secara tertutup melalui ponsel dan media daring, dengan transaksi dilakukan di kamar kos yang disewa khusus untuk aktivitas tersebut. Kasus ini memperkuat dugaan adanya pergeseran pola prostitusi dari lokalisasi terbuka menuju rumah kos yang tersebar di sekitar kawasan.</p>
<p></p>
<p>Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menegaskan bahwa praktik prostitusi itu tidak terjadi di area inti eks lokalisasi Dolly, melainkan di rumah kos sekitar. Ia menolak anggapan bahwa kawasan Dolly yang kini dipenuhi sentra usaha dan UMKM kembali menjadi titik prostitusi.</p>
<p></p>
<p>"Dolly-nya clear, aman, karena di sana sudah ada tempat usaha yang berjalan, seperti sentra sepatu. Ini adanya di kos-kosan," ujar Eri Cahyadi, Minggu (23/11/2025)</p>
<p></p>
<p>Menurutnya, sebagian besar pelaku yang terjaring bukan warga Surabaya. Mereka akan dipulangkan usai menjalani pembinaan, sedangkan yang ber-KTP Surabaya akan dibina oleh Pemkot agar tidak mengulangi perbuatannya.</p>
<p></p>
<p>“Sebagian besar yang terjaring itu bukan warga Surabaya. Kami pulangkan setelah dibina, yang warga Surabaya kami bina supaya tidak mengulangi," imbuhnya.</p>
<p></p>
<p><strong>Pengaturan Baru Rumah Kos untuk Menutup Celah Prostitusi</strong></p>
<p>Sebagai langkah jangka panjang, Pemkot bersama DPRD sedang merampungkan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Rumah Kos. Aturan ini akan melarang rumah kos campur antara laki-laki dan perempuan di wilayah permukiman, karena dinilai menjadi salah satu pemicu munculnya aktivitas negatif.</p>
<p></p>
<p>"Kalau di permukiman, kos tidak boleh campur. Kos laki-laki harus laki-laki semua, perempuan harus perempuan. Ini supaya anak-anak tidak meniru hal yang tidak baik," tegas Eri.</p>
<p></p>
<p>Pemilik kos juga diminta lebih selektif terhadap penyewa dan berperan aktif menjaga lingkungan. Pemkot berharap warga segera melapor bila menemukan aktivitas mencurigakan yang mengarah pada praktik prostitusi terselubung.</p>
<p></p>
<p>“Kami minta warga ikut menjaga kampungnya dan melapor kalau ada gelagat mencurigakan,” kata Eri.</p>
<p></p>
<p>Untuk menguatkan fungsi kawasan, Pemkot juga mengevaluasi kembali sentra UMKM dan wisata edukasi di eks Dolly. Revitalisasi ekonomi dinilai penting agar kawasan tetap hidup dan tidak memberi ruang bagi aktivitas ilegal.</p>
<p></p>
<p>Wali kota meminta Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah, serta Perdagangan mengkaji ulang jenis komoditas di sentra kuliner dan UMKM sehingga lebih mampu menarik pengunjung dan memberi manfaat ekonomi bagi warga sekitar. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor: Rizqi Ardian </strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Tiga Bidang, Tiga Prestasi: Siswa SMAK Frateran Surabaya Unjuk Kemampuan di Ajang Nasional</title>
<link>https://suarajatimpost.com/tiga-bidang-tiga-prestasi-siswa-smak-frateran-surabaya-unjuk-kemampuan-di-ajang-nasional</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/tiga-bidang-tiga-prestasi-siswa-smak-frateran-surabaya-unjuk-kemampuan-di-ajang-nasional</guid>
<description><![CDATA[ Tiga prestasi nasional berhasil dipersembahkan siswa-siswi SMAK Frateran Surabaya, menunjukkan kecerdasan, kreativitas, dan kemampuan komunikasi yang membuat sekolah ini kembali tampil menonjol di tingkat nasional. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202511/image_870x580_691eaab6d9361.webp" length="39418" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 20 Nov 2025 12:46:28 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ryan Ramadhan</dc:creator>
<media:keywords>SMAK Frateran Surabaya, Lomba, Pendidikan, Prestasi, Universitas Ciputra, Petra Christian University, Surabaya, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SURABAYA, SJP - </strong>SMA Katolik Frateran Surabaya terus membuktikan komitmennya dalam membina peserta didik agar tumbuh sebagai generasi yang berprestasi dan berkarakter. </p>
<p>Dengan pendekatan pembelajaran yang mendorong kreativitas, ketekunan, serta keberanian mencoba hal baru, sekolah yang terletak di daerah Surabaya Utara itu kembali mengantarkan para siswanya meraih sejumlah capaian bergengsi di tingkat nasional. </p>
<p>Deretan prestasi yang lahir pada penghujung 2025 menunjukkan bahwa siswa-siswi Frateran tidak hanya kompeten dalam bidang akademik, tetapi juga mampu bersinar di ranah seni dan komunikasi publik.</p>
<p><strong>Prestasi Edu Champion: Michael &amp; Alvin Raih Juara 2 Nasional</strong></p>
<p>Dua siswa kelas XI NSc, Michael Brilliant Jeferson dan Alvin Kenan Nasution, berhasil meraih Juara 2 dalam ajang Edu Champion yang diadakan oleh Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) – Petra Christian University pada 18 dan 25 Oktober 2025. </p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202511/image_870x_691eaaab041d7.webp" alt=""></p>
<p>Kompetisi yang digelar semi luring (semi offline) tersebut mempertemukan sekitar 50 tim terbaik dari berbagai sekolah, dengan rangkaian materi yang menuntut ketajaman konsep, strategi, serta kemampuan menjawab cepat. </p>
<p>Peserta tidak hanya berhadapan dengan soal presentasi dan cerdas cermat, tetapi juga tantangan lintas disiplin ilmu yang kadang dikaitkan dengan pengetahuan Alkitab, sesuai segmen lomba yang berlangsung.</p>
<p>Michael menuturkan bahwa perjalanan mereka menuju podium tidaklah mudah karena setiap tim memiliki gaya strategi yang berbeda, sehingga mereka harus menyesuaikan ritme permainan agar tetap konsisten hingga akhir.</p>
<p>"Saingannya banyak dan kuat, tapi kami menikmati setiap segmennya. Kami hampir juara 1, tapi karena kami sering cek ulang jawaban, ada tim lain yang lebih cepat mengumpulkan," ujarnya saat dikonfirmasi pada Kamis (20/11/2025).</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202511/image_870x_691eaaa5cdea1.webp" alt=""></p>
<p>Sementara Alvin mengatakan bahwa kerja sama menjadi elemen paling penting karena setiap anggota tim memiliki karakter dan keahlian berbeda yang saling melengkapi, membuat mereka dapat menghadapi ragam tantangan yang disajikan oleh panitia. </p>
<p>"Pengalaman ini tidak hanya menambah wawasan kami, tetapi juga mempertajam kemampuan berpikir cepat dalam situasi yang kompetitif," tandas Alvin.</p>
<p>Pendamping lomba, Octhan Setyawan, S.Si., M.Pd., juga menilai bahwa kegigihan Michael dan Alvin merupakan kunci keberhasilan mereka menembus posisi dua besar.</p>
<p>"Kompetisi ini sangat menantang karena memadukan matematika, sains, sosial, dan pengetahuan Alkitab. Michael dan Alvin mampu menunjukkan kapasitas mereka secara utuh," ungkapnya, memberikan apresiasi terhadap performa kedua siswa.</p>
<p><strong>Gwen Soesanto Masuk 10 Besar Nasional Outstanding Young Artist Award</strong></p>
<p>Dari bidang seni, prestasi membanggakan datang dari Gwen Soesanto dari kelas XI A, yang berhasil masuk 10 TOP Young Artist Nasional dalam ajang Outstanding Young Artist Award 2025 yang digelar The One Academy Malaysia pada 16 November 2025. </p>
<p>Lomba yang sepenuhnya berlangsung secara luring itu diikuti sekitar 300 peserta dari enam kota besar, menjadikannya salah satu kompetisi seni pelajar paling kompetitif di Indonesia. </p>
<p>Dengan tema besar tentang bagaimana menjelaskan kehidupan di bumi kepada alien ketika seseorang “secara tidak sengaja” dianggap sebagai pemimpin bumi, peserta dituntut untuk mengekspresikan kreativitas menggunakan media manual seperti cat dan spidol, tanpa bantuan cat minyak ataupun pilox.</p>
<p>Dalam karyanya, Gwen menerapkan teknik five point perspective atau fish eye perspective, sebuah gaya visual yang memerlukan ketelitian tinggi dan biasanya digunakan untuk memberikan kesan lengkung dramatis pada objek. </p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202511/image_870x_691eaaaf0a220.webp" alt=""></p>
<p>Ia memilih teknik tersebut agar gambaran bumi yang ia buat terlihat lebih hidup dan memberikan pengalaman melihat yang berbeda, sekaligus menonjolkan pesan bahwa bumi memiliki kompleksitas kehidupan yang luas dan beragam.</p>
<p>"Saingannya berat karena datang dari berbagai kota. Tapi menurutku seni itu subjektif, jadi aku fokus pada ide dan teknikku sendiri," ujar Gwen sambil menceritakan proses kreatif yang ia jalani.</p>
<p>Meski persaingan ketat, Gwen merasakan pengalaman mengikuti lomba ini sangat berharga karena ia dapat bertemu dengan banyak pelajar berbakat dari kota-kota lain. Pertemuan itu memperluas wawasannya mengenai tren, kreativitas, serta cara pelajar lain menafsirkan sebuah tema.</p>
<p>"Aku senang bisa masuk 10 besar. Bisa ketemu peserta dari kota lain itu nambah wawasan dan bikin aku lebih termotivasi. Jadi temen-temen ikut lomba yuk, biar aku ada temennya," ucapnya sambil tertawa kecil.</p>
<p>Sementara itu guru seni rupa yang jadi pendamping, Antonius Haritono, S.Pd., menjelaskan bahwa pencapaian Gwen tidak terlepas dari penguasaan teknik dan keberanian mengambil risiko dalam eksplorasi visual.</p>
<p>"Untuk masuk 10 besar, peserta harus mengalahkan ratusan karya lain. Kreativitas, ide, dan teknik warna benar-benar menjadi penentu kemenangan," tegasnya.</p>
<p><strong>Prestasi Siswa Kelas XE di PR Campaign Universitas Ciputra</strong></p>
<p>Bidang komunikasi juga menjadi arena yang banyak memberikan pengalaman baru bagi tiga siswa kelas XE, yakni Jovaclen Elfando Michaeel, Geisler Suntimothy De Sherra Sinery, dan Levano Fernandez Santoso. </p>
<p>Mereka mengikuti kompetisi PR Campaign yang diselenggarakan Universitas Ciputra, sebuah ajang yang dirancang untuk menguji pemahaman peserta tentang strategi komunikasi, pengelolaan relasi dengan masyarakat, dan penyusunan kampanye yang berlandaskan data serta realita sosial.</p>
<p>Selama mengikuti rangkaian kompetisi, ketiganya merasakan suasana yang hangat dan suportif dari panitia maupun peserta lain. Selain mendapat pengalaman dalam dunia public relations, mereka juga memperoleh banyak relasi baru dan wawasan yang memperkaya pemahaman mereka tentang bagaimana sebuah pesan dapat dirancang dan disampaikan dengan benar kepada publik.</p>
<p>"Panitianya ramah, pesertanya suportif, jadi aku merasa diterima. Aku belajar banyak tentang PR dan dapat pengalaman baru yang berharga," ungkap Jovaclen saat menceritakan kesan pertamanya mengikuti lomba tersebut.</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202511/image_870x_691eaab3eddfc.webp" alt=""></p>
<p>Ia berharap pengalaman ini dapat mendorong teman-temannya untuk terus mengembangkan budaya literasi dan kemampuan komunikasi, karena kompetensi tersebut sangat dibutuhkan untuk menghadapi tantangan masa depan.</p>
<p>"Semoga dari lomba ini kami bisa terus semangat berprestasi dan bangun budaya literasi untuk Indonesia yang lebih berkualitas," tambahnya.</p>
<p>Guru pendamping, Markus Tri Wibowo, S.Pd., menilai bahwa kompetisi PR Campaign merupakan media pembelajaran yang sangat efektif bagi siswa-siswa Frateran yang ingin memahami dunia komunikasi secara lebih mendalam.</p>
<p>"PR Campaign itu menarik karena mendorong siswa membangun hubungan baik dengan masyarakat. Kampanye berbasis realita dan solusi seperti ini punya tujuan positif untuk keberlanjutan hidup," jelasnya.</p>
<p>Ia menegaskan bahwa kegiatan seperti ini penting untuk diteruskan karena sejalan dengan upaya meningkatkan kesadaran sosial.</p>
<p>"Kompetisi ini harus terus berlangsung dengan tema berbeda agar semakin menumbuhkan kesadaran sosial," ujarnya.</p>
<p>Prestasi dari ketiga bidang tersebut menjadi bukti bahwa SMAK Frateran Surabaya tidak hanya memfasilitasi siswa dalam mengembangkan potensi akademik, tetapi juga mendorong keberanian mereka untuk mengeksplorasi bakat dan minat di bidang seni maupun komunikasi. </p>
<p>Konsistensi siswa-siswa Frateran dalam meraih prestasi nasional menunjukkan bahwa pembinaan yang diberikan sekolah mampu menghasilkan generasi yang kreatif, kompeten, dan siap berkontribusi bagi lingkungan sekitarnya. <strong>(***) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Surabaya Mulai Petakan Tenaga Tukang Lokal untuk Wajib Terserap di Proyek 2026</title>
<link>https://suarajatimpost.com/surabaya-mulai-petakan-tenaga-tukang-lokal-untuk-wajib-terserap-di-proyek-2026</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/surabaya-mulai-petakan-tenaga-tukang-lokal-untuk-wajib-terserap-di-proyek-2026</guid>
<description><![CDATA[ Surabaya mewajibkan seluruh proyek 2026 memakai tukang lokal terdaftar, dengan sanksi blacklist permanen bagi kontraktor dan pekerja yang memalsukan identitas. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202511/image_870x580_691b2a6106763.webp" length="38566" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 17 Nov 2025 23:01:15 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ryan Ramadhan</dc:creator>
<media:keywords>Tukang, Pemerintah Kota Surabaya, Pemkot Surabaya, Eri Cahyadi, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SURABAYA, SJP — </strong>Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya memulai langkah besar dalam pendataan tenaga pertukangan sebagai fondasi sistem baru pengadaan pembangunan tahun 2026. </p>
<p>Melalui pendataan dan digitalisasi data tukang, seluruh proyek infrastruktur Surabaya nantinya wajib mempekerjakan tenaga kerja lokal yang terdaftar resmi dalam sistem aplikasi Pemkot.</p>
<p>Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menegaskan bahwa pendataan tersebut menjadi kunci reformasi pengadaan, sekaligus memastikan warga Surabaya menjadi prioritas utama dalam setiap pengerjaan proyek APBD, mengingat sebelumnya banyak proyek yang malah menggunakan tenaga kerja dari luar.</p>
<p><strong>Pendataan hingga Aplikasi untuk Memetakan Keahlian Tukang</strong></p>
<p>Pemkot Surabaya telah membuka pendataan tenaga pertukangan untuk seluruh warga ber-KTP Surabaya, dengan keahlian mulai mandor, kepala tukang, tukang, hingga pembantu tukang. Pendataan itu tidak hanya mencatat identitas, tetapi juga keahlian serta pengalaman kerja setiap peserta.</p>
<p>"Nama-nama tukang yang punya keahlian nanti muncul di aplikasi. Kontraktor yang menang tender wajib mengambil dari daftar itu," jelas Eri Cahyadi, saat dikonfirmasi pada Senin (17/11/2025).</p>
<p>Hingga kini, lebih dari 400 tukang telah mengikuti pelatihan, dan jumlah tersebut dipastikan terus bertambah seiring dibukanya akses pendaftaran hingga akhir tahun.</p>
<p>Data tenaga pertukangan yang masuk akan diintegrasikan ke dalam sistem aplikasi khusus yang dikembangkan Pemkot. Aplikasi ini memungkinkan pemetaan kebutuhan tukang secara presisi, sekaligus memudahkan kontraktor memilih tenaga kerja sesuai bidang keahlian.</p>
<p>"Nantinya nama-nama orang yang sebagai tukang, punya keahlian tukang, itu namanya masuk terdaftar akan muncul di aplikasi. Dengan sistem ini, diharapkan seluruh pengerjaan nantinya berlangsung lebih tertib, terverifikasi, dan transparan," kata Eri.</p>
<p><strong>Tenaga Lokal Jadi Prioritas Wajib</strong></p>
<p>Mulai 2026, seluruh kontraktor yang memenangkan tender proyek APBD Surabaya wajib mengambil tenaga kerja lokal dari daftar aplikasi tersebut. Jika semua tukang lokal telah terserap namun kebutuhan pekerja masih kurang, barulah kontraktor diperbolehkan menggunakan tenaga kerja dari luar daerah.</p>
<p>"Ketika kontraktornya siapapun yang menang maka pekerjanya harus mengambil orang Surabaya yang nama-nama terdaftar. Jika semua sudah bekerja dan masih kurang, baru boleh mengambil dari luar," ujar Eri.</p>
<p>Kebijakan tersebut dipastikan membuat tukang lokal Surabaya memiliki peluang kerja yang lebih stabil dan konsisten sepanjang tahun.</p>
<p>Pemkot menerapkan aturan tegas untuk mencegah penyamaran tenaga kerja luar kota melalui praktik pinjam KTP warga Surabaya. Pelanggaran tersebut akan dikenai sanksi berat baik bagi tukang maupun kontraktornya.</p>
<p>"Jangan sekali-sekali pinjam KTP. Tukangnya saya blacklist, kontraktornya juga langsung saya <em>blacklist,"</em> tegas Eri.</p>
<p>Ia kembali menegaskan bahwa blacklist bersifat permanen, tidak hanya untuk tukang yang akan terkena sanksi tersebut, namun kontraktor juga akan langsung diblacklist oleh Pemkot Surabaya.</p>
<p><strong>Dampak bagi Ekonomi Warga</strong></p>
<p>Pemkot memastikan kebijakan tersebut bukan sekadar penertiban pengadaan, tetapi strategi untuk memastikan perputaran ekonomi dari proyek APBD benar-benar kembali ke warga Surabaya.</p>
<p>"Setiap investasi harus menggerakkan ekonomi orang Surabaya, mengurangi kemiskinan, dan menekan angka pengangguran," ungkap Eri.</p>
<p>Dengan tukang lokal menjadi motor pembangunan, dampak ekonomi diyakini lebih langsung dirasakan oleh rumah tangga pekerja di Surabaya.</p>
<p>Pendataan tukang menjadi bagian dari reformasi besar sistem pengadaan yang dilakukan Surabaya. Mulai 2026, Surabaya akan memisahkan lelang material dan tenaga kerja,yang membuat kota Pahlawan menjadi perintis di Indonesia.</p>
<p>Kebijakan tersebut mendapat perhatian dari LKPP yang menilai model ini berpotensi diadopsi secara nasional.</p>
<p>"LKPP menyampaikan bahwa barangnya dilelang sendiri, tenaga kerjanya sendiri. Surabaya akan jadi percontohan di Indonesia," ungkap Eri.</p>
<p>Selain tenaga berpengalaman, Pemkot membuka peluang besar bagi generasi muda Surabaya untuk memulai karier di dunia konstruksi.</p>
<p>"Saya minta anak-anak muda ikut daftar. Mulai dari bawah, kumpulkan pengalaman. Setelah itu mereka bisa jadi leader. Ini yang saya bangun di tahun 2026," ucap Eri.</p>
<p>Seluruh program tenaga tukang, termasuk implementasi aplikasi dan pemisahan lelang, akan dikawal langsung oleh KPK dan Kejaksaan Tinggi Jawa Timur agar bebas dari penyimpangan.</p>
<p>“Program ini harus kita jalankan di 2026 dan akan dikawal KPK serta Kejati,” tegasnya.</p>
<p>Sebagai informasi, syarat pendaftaran tukang meliputi:</p>
<ul>
<li>Usia minimal 18 tahun</li>
<li>Memiliki KTP Surabaya</li>
<li>Keahlian: mandor, kepala tukang, tukang, pembantu tukang</li>
</ul>
<p>Akses informasi lebih lengkap tentang pendaftaran tukang bisa mengakses media sosial Disperinaker Surabaya atau <em>bit.ly/TukangSby25. </em><strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor: Rizqi Ardian </strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Banjir Awal November Jadi Alarm untuk Surabaya, Dosen Unair Ingatkan Segera Lakukan Mitigasi</title>
<link>https://suarajatimpost.com/banjir-awal-november-jadi-alarm-untuk-surabaya-dosen-unair-ingatkan-segera-lakukan-mitigasi</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/banjir-awal-november-jadi-alarm-untuk-surabaya-dosen-unair-ingatkan-segera-lakukan-mitigasi</guid>
<description><![CDATA[ Genangan yang terus muncul sejak awal November menjadi alarm bahwa Surabaya belum siap menghadapi puncak hujan 2026 di tengah drainase yang kewalahan hingga kebiasaan masyarakat yang masih kerap membuang sampah sembarangan. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202511/image_870x580_691b2a5bcf488.webp" length="66728" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 17 Nov 2025 22:46:43 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ryan Ramadhan</dc:creator>
<media:keywords>Banjir, Drainase, Hujan, Universitas Airlangga, Unair, Surabaya, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SURABAYA, SJP - </strong>Sejak memasuki awal November, kota Surabaya yang kerap dilanda hujan dengan intensitas sedang hingga tinggi kerap menyisakan titik-titik genangan. </p>
<p>Beberapa lokasi terendam cukup parah, sementara sebagian lainnya cepat surut namun tetap mengganggu aktivitas warga. Kondisi tersebut menandakan kerentanan kota metropolitan tersebut saat curah hujan tinggi.</p>
<p>Dosen Fakultas Sains dan Teknologi (FST) Universitas Airlangga, Dio Alif Hutama, menilai bahwa banjir yang mulai muncul sejak awal musim hujan merupakan sinyal penting yang harus diantisipasi. Ia mengingatkan bahwa puncak musim hujan menurut BMKG Maritim Tanjung Perak diprediksi akan terjadi pada Januari–Februari 2026.</p>
<p>"Fenomena banjir di beberapa wilayah menunjukkan kapasitas drainase Surabaya masih belum memadai menghadapi cuaca ekstrem," ujar Dio, Senin (17/11/2025).</p>
<p>Dio menjelaskan bahwa semakin banyak wilayah kota yang tertutup beton membuat air tidak bisa meresap secara alami. Di sisi lain, sejumlah saluran juga mengalami sedimentasi sehingga mengurangi kapasitas tampungnya.</p>
<p><strong>Penyebab Banjir: Kombinasi Alam dan Ulah Manusia</strong></p>
<p>Menurut Dio, faktor alam seperti curah hujan tinggi sering kali melebihi kemampuan drainase untuk menampung air dalam waktu singkat. Namun masalah paling besar justru datang dari aktivitas manusia, terutama perilaku membuang sampah ke sungai atau saluran.</p>
<p>"Penyumbatan oleh sampah memperparah kondisi karena aliran air jadi terhambat," katanya.</p>
<p>Diketahui sebelumnya, beberapa saluran air di wilayah Surabaya memang mengalami sumbatan karena penumpukan sampah, bahkan saat pengecekan oleh pihak PDAM Surabaya dan Dinas Lingkungan Hidup Kota Surabaya, ditemukan sampah balok kayu hingga sampah kasur di dalam saluran drainase.</p>
<p>Selain itu, wilayah pesisir seperti Surabaya juga memiliki ancaman tambahan berupa banjir rob dari gelombang pasang Selat Madura yang dapat memperbesar risiko genangan di musim hujan.</p>
<p><strong>Solusi dan Langkah yang Perlu Dipercepat</strong></p>
<p>Dio menyebut bahwa pemerintah Kota Surabaya harus memastikan seluruh fasilitas pengendali banjir bekerja optimal sebelum masuk puncak musim hujan. Langkah itu mencakup normalisasi saluran, pengecekan pompa, perbaikan pintu air dan pintu laut, serta percepatan proyek drainase yang masih berjalan.</p>
<p>"Semua infrastruktur pengendali banjir harus dipastikan berfungsi optimal," tegasnya.</p>
<p>Ia juga menekankan pentingnya tata kelola ruang kota yang berkelanjutan, termasuk menjaga ruang terbuka hijau dan lahan basah agar tidak beralih fungsi menjadi kawasan terbangun.</p>
<p>Sebagai upaya tambahan, Dio menyoroti pentingnya pengoptimalan bozem atau kolam retensi di titik rawan genangan. Kolam ini bisa menampung air untuk sementara sebelum dialirkan ke sungai atau laut sehingga mengurangi tekanan pada sistem drainase kota.</p>
<p>"Bozem harus dioptimalkan untuk menahan limpasan air di titik rawan," jelas Dio.</p>
<p>Ia menegaskan bahwa penanganan banjir tidak bisa dilakukan pemerintah saja. Masyarakat perlu terlibat aktif, terutama dengan menjaga saluran drainase tetap bersih.</p>
<p>"Penanganan banjir harus dilakukan bersama-sama antara pemerintah dan masyarakat," pungkasnya. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor: Rizqi Ardian </strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>RSUP Kemenkes Surabaya Luncurkan Layanan PET Scan, Radioterapi, dan Bedah Jantung Minimal Invasif</title>
<link>https://suarajatimpost.com/rsup-kemenkes-surabaya-luncurkan-layanan-pet-scan-radioterapi-dan-bedah-jantung-minimal-invasif</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/rsup-kemenkes-surabaya-luncurkan-layanan-pet-scan-radioterapi-dan-bedah-jantung-minimal-invasif</guid>
<description><![CDATA[ Peluncuran PET Scan, radioterapi, dan bedah jantung minimal invasif di RSUP Kemenkes Surabaya menjadi lompatan besar pemerataan layanan kritis yang selama ini membuat pasien harus berobat ke luar negeri. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202511/image_870x580_691b2a4d030b1.webp" length="24738" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 17 Nov 2025 22:16:53 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ryan Ramadhan</dc:creator>
<media:keywords>RSUP Kemenkes Surabaya, Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin Radioterapi, PET Scan, MICS, Surabaya, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SURABAYA, SJP - </strong>Akses layanan kesehatan berteknologi tinggi di Indonesia kembali meningkat setelah RSUP Kemenkes Surabaya resmi meluncurkan tiga layanan unggulan sekaligus, meliputi <em>Positron Emission Tomography (Pet Scan)</em> &amp; Radioterapi, Bedah Jantung <em>Minimally Invasive Cardiac Surgery (MICS)</em> dan perbaikan katup mitral</p>
<p>Peresmian tersebut diumumkan dalam konferensi pers di Auditorium Heritage RSUP Kemenkes Surabaya, Senin (17/11/2025) yang juga dihadiri oleh Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin, dan dilanjutkan dengan Media Tulip Tour untuk melihat langsung fasilitas kedokteran nuklir dan radioterapi.</p>
<p><strong>Komitmen Pemerintah Perluas Akses Layanan Kritis</strong></p>
<p>Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin dalam presscon menegaskan bahwa layanan kesehatan esensial harus tersedia merata di seluruh Indonesia, terutama untuk penyakit kritis seperti kanker dan jantung.</p>
<p>"Kalau bisa semua kabupaten/kota memiliki layanan seperti ini. Hari ini kita mulai dengan meluncurkan fasilitas PET Scan, radioterapi, dan bedah jantung di Surabaya," ujar Budi, Senin (17/11/2025).</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202511/image_870x_691b2a56bed03.webp" alt=""></p>
<p>Menkes menekankan bahwa penyakit jantung masih menjadi penyebab kematian kedua terbesar di Indonesia. Ia mengatakan banyak kasus jantung bermula dari gangguan kesehatan sejak kecil, namun penanganannya terlambat karena keterbatasan fasilitas di daerah.</p>
<p>"Banyak kasus sebenarnya bisa ditangani lebih cepat tanpa harus dirujuk jauh. Dengan adanya layanan lengkap di Surabaya ini, pasien bisa mendapatkan penanganan lebih cepat dan efisien," tambahnya.</p>
<p>Ia menyebut kemampuan RSUP Kemenkes Surabaya melakukan operasi jantung minimal invasif, termasuk MICS dan perbaikan katup mitral, merupakan kemajuan besar bagi layanan kardiovaskular nasional.</p>
<p>"Tujuan kami sebetulnya sederhana saja, yakni bagi siapa pun dan di mana pun, masyarakat harus bisa mendapat pelayanan terbaik dengan cepat," tegas Budi.</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202511/image_870x_691b2a455b852.webp" alt=""></p>
<p><strong>RSUP Kemenkes Surabaya Jadi Pusat Layanan Unggulan di Jatim</strong></p>
<p>Di kesempatan yang sama, PLH Direktur Utama RSUP Kemenkes Surabaya, dr. Martha Siahaan, menjelaskan bahwa pengembangan layanan unggulan itu merupakan bagian dari program nasional yang memperluas akses layanan kritis di berbagai wilayah.</p>
<p>"Ini adalah upaya pemerintah memastikan masyarakat di seluruh tanah air dapat memperoleh layanan canggih seperti PET Scan, radioterapi, dan operasi jantung," ujarnya.</p>
<p>Ia mengatakan antrean operasi jantung secara nasional masih panjang, dan sebagian masyarakat memilih berobat ke luar negeri karena keterbatasan fasilitas dalam negeri.</p>
<p>"Dengan hadirnya fasilitas ini, kami berharap antrean bisa terurai dan masyarakat tidak perlu lagi berobat ke luar negeri untuk tindakan yang sebenarnya bisa dilakukan di dalam negeri," jelas dr. Martha.</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202511/image_870x_691b2a3be9817.webp" alt=""></p>
<p>Dirinya memaparkan bahwa fasilitas serupa sedang dikembangkan di Makassar, Papua, dan IKN sebagai rumah sakit rujukan berstandar tinggi.</p>
<p>Ia menambahkan bahwa RSUP Kemenkes Surabaya kini menjadi satu-satunya rumah sakit di Jawa Timur dengan layanan radioterapi lengkap, mulai dari simulator, cobalt, hingga brachytherapy.</p>
<p>Ia juga menyampaikan perkembangan layanan jantung minimal invasif menunjukkan hasil yang sangat positif. De Martha mengungkapkan bahwa saat ini layanan tersebut telah menyelesaikan tiga operasi awal.</p>
<p>"Salah satu pasien, Dwi (65), masuk pada 17 Oktober dan pulih dalam waktu cepat. Hanya lima hari dirawat dan sudah kembali beraktivitas satu bulan setelah operasi," tuturnya.</p>
<p>Saat ditanya mengenai penerimaan layanan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) dalam layanan PET Scan di RSUP Kemenkes Surabaya, Dr. Martha menyebut rumah sakit masih berproses finalisasi pembiayaan bersama BPJS Kesehatan.</p>
<p>"Pelayanan sebenarnya sudah siap, tinggal proses administrasi BPJS yang berjalan bertahap," kata Martha.</p>
<p><strong>Layanan Kedokteran Nuklir Pertama di Jawa Timur</strong></p>
<p>Setelah konferensi pers, media mengikuti Tulip Tour bersama dr. Tri Pera Sucianti, dokter spesialis kedokteran nuklir dan teranostik molekuler RSUP Kemenkes Surabaya untuk melihat secara lebih dekat layanan kedokteran nuklir yang telah resmi dibuka sejak 16 September 2025 lalu, dan menjadi yang pertama di Jawa Timur.</p>
<p>"Layanan ini merupakan one stop service pertama di Jawa Timur untuk penanganan keganasan kanker, khususnya kanker tiroid," kata dr. Tri.</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202511/image_870x_691b2b79ea736.webp" alt=""></p>
<p>Ia menjelaskan bahwa fasilitas PET Scan dan SPECT-CT memberikan kemampuan diagnostik presisi untuk kanker, gangguan metabolisme, serta penyakit jantung.</p>
<p>"Dengan adanya fasilitas ini, pasien bisa memperoleh deteksi dini maupun terapi presisi di daerah sendiri," ujarnya.</p>
<p>Seluruh prosedur kedokteran nuklir dilakukan dengan standar ALARA (As Low As Reasonably Achievable), yaitu penggunaan dosis radiasi serendah mungkin tanpa mengurangi kualitas diagnostik. Layanan kedokteran nuklir dan teranostik molekuler di RSUP Kemenkes Surabaya sendiri mencakup:</p>
<ul>
<li>Pemeriksaan laboratorium in-vitro (RIA/RIRA)</li>
<li>PET Scan untuk mendeteksi kelainan metabolisme</li>
<li>SPECT-CT untuk pemetaan organ dan jaringan</li>
<li>Terapi ablasi kanker tiroid</li>
</ul>
<p>Layanan tersebut menjadi jawaban atas kebutuhan masyarakat Jawa Timur yang selama ini harus berobat ke Jakarta atau luar negeri untuk mendapatkan layanan serupa.</p>
<p><strong>Diharapkan Kurangi Pasien Berobat ke Luar Negeri</strong></p>
<p>Dengan peluncuran fasilitas PET Scan, radioterapi lengkap, dan layanan operasi jantung minimal invasif, RSUP Kemenkes Surabaya kini menjadi salah satu pusat layanan kesehatan berteknologi tinggi terbesar di Indonesia bagian timur.</p>
<p>Dr. Martha berharap fasilitas yang ada di RSUP Kemenkes Surabaya akan meningkatkan kualitas layanan sekaligus memperluas kesempatan pasien untuk mendapat penanganan cepat dan presisi.</p>
<p>"Kami berharap hadirnya layanan unggulan ini tidak hanya mempercepat pemulihan pasien, tetapi juga menekan jumlah masyarakat yang harus berobat ke luar negeri," katanya.</p>
<p>Peluncuran layanan kesehatan baru di RSUP Kemenkes Surabaya menandai langkah baru dalam pemerataan layanan kesehatan nasional, sejalan dengan visi Kementerian Kesehatan untuk menghadirkan fasilitas kritis yang terjangkau, modern, dan merata. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor: Rizqi Ardian </strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Kuatkan Ikatan Orang Tua dan Anak, TK&amp;KB Kusuma Gelar Peragaan Busana Bertajuk &amp;quot;Ayahku Pahlawanku&amp;quot;</title>
<link>https://suarajatimpost.com/kuatkan-ikatan-orang-tua-dan-anak-tk-kb-kusuma-gelar-peragaan-busana-bertajuk-ayahku-pahlawanku</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/kuatkan-ikatan-orang-tua-dan-anak-tk-kb-kusuma-gelar-peragaan-busana-bertajuk-ayahku-pahlawanku</guid>
<description><![CDATA[ Anak-anak meneriakkan komando “maju!” sambil berjalan di runway bersama ayah mereka, menjadikan panggung kecil itu jawaban atas minimnya kebersamaan keluarga di kota besar. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202511/image_870x580_6918706c36dec.webp" length="105076" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sat, 15 Nov 2025 20:57:19 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ryan Ramadhan</dc:creator>
<media:keywords>TK-KB Kusuma RSU Dr. Soetomo Surabay, Dr. Soetomo, Hari Ayah, Hari Pahlawan, Ayah, Fatherless, Surabaya, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SURABAYA, SJP - </strong>Sorak-sorai kecil memenuhi Taman Flora Surabaya. Anak-anak berseragam kostum pahlawan meneriakkan komando lucu seperti “maju!”, “siap!”, hingga “angkat pedang!” sambil menggandeng tangan ayah mereka yang tak kalah antusias. </p>
<p>Para orang tua ikut tertawa, guru-guru menepuk tangan memberi semangat, dan suasana taman berubah menjadi panggung meriah penuh warna.</p>
<p>Di balik kegembiraan serta keriuhan itu, tersimpan pesan yang jauh lebih mendalam, yakni tentang pentingnya memperkuat kehadiran ayah di tengah kehidupan anak-anak, terutama di kota metropolitan seperti Surabaya, yang membuat waktu keluarga sering terkikis. </p>
<p>Melalui acara peragaan busana bertema “Ayahku Pahlawanku”, TK-KB Kusuma RSU Dr. Soetomo Surabaya mencoba menghadirkan momen kebersamaan yang mulai langka untuk banyak keluarga metropolitan.</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202511/image_870x_691870737d76a.webp" alt=""></p>
<p><strong>Merespons Isu <em>Fatherlessness</em> Lewat Panggung Kostum</strong></p>
<p>Ketua Lembaga TK-KB Kusuma, Mira Kusumawardhani, mengatakan bahwa peringatan Hari Pahlawan dan Hari Ayah yang jatuh berdekatan di tanggal 10 dan 12 November, menjadi momentum ideal untuk mengangkat isu kehadiran ayah pada anak yang kian hari kian marak.</p>
<p>“Kami ingin menegaskan kembali pentingnya kehadiran ayah, apalagi sekarang banyak yang sibuk bekerja dan jarang punya waktu,” ujarnya.</p>
<p>Ia menjelaskan bahwa kegiatan tersebut juga mendukung kampanye Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) mengenai dampak <em>fatherlessness</em> yang bisa berpengaruh pada tumbuh kembang anak.</p>
<p><strong>Fashion Show sebagai Media Kedekatan Ayah dan Anak</strong></p>
<p>Peragaan Busana digelar dengan melibatkan seluruh murid dari jenjang KB, TKA, hingga TKB dengan total sekitar 33 siswa. Anak-anak tampil bersama ayah mereka dengan kostum pahlawan, sementara bagi yang ayahnya berhalangan, ibu menjadi pendamping pengganti.</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202511/image_870x_6918706553e67.webp" alt=""></p>
<p>“Alasan kita memilih kegiatan fashion show itu karena dari proses persiapan kostum hingga latihan pose itu pasti ada komunikasi antara anak dan orang tua, khususnya ayah di rumah. Itu bisa melatih mereka jadi kebih kompak dan dekat," jelas Mira.</p>
<p>Mira menambahkan bahwa dalam proses persiapan kostum, anak dan orang tua juga akan kembali melakukan aktivitas bersama, seperti membeli kostum bersama atau bahkan membuat kostum itu secara handmade bersama-sama yang menambah waktu kebersamaan mereka.</p>
<p>"Jadi dari kegiatan sederhana itulah akan muncul ruang dialog antara ayah dan anak, sekaligus membangun rasa percaya diri pada anak," tuturnya.</p>
<p><strong>Lembaga Berkonsep <em>Small Class </em>dan Layanan Inklusi</strong></p>
<p>Berbeda dengan banyak sekolah besar, TK-KB Kusuma sendiri menerapkan konsep small class dengan maksimal 15 anak per kelas. Hal itu disebut Mira penting, karena sekolah menampung beberapa anak berkebutuhan khusus yang memerlukan pendampingan intensif.</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202511/image_870x_69187058b0b18.webp" alt=""></p>
<p>"Kami punya tiga terapis dan satu psikolog yang mendampingi tumbuh kembang anak inklusi," kata Mira.</p>
<p>Ia menambahkan bahwa anak inklusi wajib menjalani terapi minimal tiga bulan sebelum masuk sekolah agar mereka terbiasa dengan lingkungan baru dan mengurangi risiko tantrum di hari-hari pertama.</p>
<p>Mira menegaskan bahwa kegiatan seperti itu bukan sekadar hiburan, tetapi bagian dari upaya memperkuat komunikasi antara orang tua dan pihak sekolah.</p>
<p>"Kami ingin orang tua punya kesadaran lebih, karena pendidikan anak itu butuh kolaborasi, terutama peran ayah," ungkapnya.</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202511/image_870x_6918716cc2bec.webp" alt=""></p>
<p>Untuk itu, pihak sekolah juga membagikan lembar edukasi mengenai dampak kurangnya kehadiran ayah saat registrasi awal dalam acara Fashion Show di Taman Flora.</p>
<p><strong>Ayah Adalah Pahlawan Masa Kini</strong></p>
<p>Menutup kegiatan, Mira menyampaikan pesan khusus bagi para ayah bahwa menjadi pahlawan keluarga tidak harus heroik bak pahlawan kemerdekaan, melainkan cukup hadir, peduli, dan mendampingi anak dalam proses tumbuh kembang mereka.</p>
<p>"Pahlawan itu ya para ayah ini. Tetap semangat melindungi keluarga dan mendampingi anak," tuturnya.</p>
<p>Di panggung kecil Taman Flora, para ayah mungkin hanya berjalan beberapa langkah bersama anak mereka. Namun bagi anak-anak, langkah kecil itu adalah bukti bahwa pahlawan masih ada di rumah mereka sendiri. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor: Rizqi Ardian </strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Bahaya Bullying hingga NAPZA Mengintai Siswa SD, Edukasi Dini Kian Mendesak</title>
<link>https://suarajatimpost.com/bahaya-bullying-hingga-napza-mengintai-siswa-sd-edukasi-dini-kian-mendesak</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/bahaya-bullying-hingga-napza-mengintai-siswa-sd-edukasi-dini-kian-mendesak</guid>
<description><![CDATA[ Generasi muda kini terancam bullying hingga NAPZA sejak usia SD, mendorong SDN Perak III memperkuat benteng pencegahan melalui penyuluhan bersama Komnas Perlindungan Anak. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202511/image_870x580_6917e42cdd508.webp" length="60094" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sat, 15 Nov 2025 10:26:43 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ryan Ramadhan</dc:creator>
<media:keywords>Komisi Nasional Perlindungan Anak, Komnas PA, Perundungan, NAPZA, Surabaya, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SURABAYA, SJP - </strong>Kenakalan remaja, perundungan, hingga penyalahgunaan Narkotika, Psikotropika dan Zat Adiktif lainnya (NAPZA) masih menjadi momok serius bagi dunia pendidikan Indonesia. Meski sebagian besar kasus terjadi di jenjang remaja, bibit perilaku menyimpang kerap muncul sejak usia sekolah dasar. </p>
<p>Karena itu, upaya pencegahan membutuhkan keterlibatan banyak pihak, sekolah, orang tua, lembaga perlindungan anak, hingga komunitas yang peduli terhadap tumbuh kembang anak.</p>
<p>Berangkat dari kepedulian tersebut, SDN Perak III Surabaya menggelar kegiatan penyuluhan bagi guru serta siswa kelas 5 dan 6 dengan menggandeng Komnas Perlindungan Anak Kota Surabaya. </p>
<p>Kegiatan tersebut membahas bahaya bullying, kenakalan remaja, serta penyalahgunaan narkoba yang kini mulai mengintai anak-anak usia dini. Kepala SDN Perak III, Umi Solikah, menegaskan bahwa penyuluhan itu merupakan bentuk komitmen sekolah untuk mencegah perilaku menyimpang sejak awal.</p>
<p>"Kami ingin membangun kesadaran sejak dini agar para pelajar memahami betapa berbahayanya bullying dan narkoba," ujar Umi, Sabtu (15/11/2025).</p>
<p>Umi menekankan pentingnya peran kolektif dalam mencegah perilaku menyimpang di kalangan pelajar. Seluruh pihak itu mencakup siswa, orang tua, sekolah, hingga lembaga perlindungan anak untuk lebih peka terhadap perubahan tingkah laku orang-orang disekitarnya.</p>
<p>"Pencegahan akan lebih efektif jika dilakukan bersama-sama, mulai dari orang tua, guru, sekolah hingga lembaga perlindungan anak," katanya.</p>
<p>Penyuluhan tersebut turut mendapat apresiasi dari Komnas Perlindungan Anak Kota Surabaya. Narasumber utama, Syaiful, menyampaikan bahwa inisiatif SDN Perak III adalah langkah positif dalam membekali siswa dan guru tentang indikasi munculnya bibit ancaman lingkungan.</p>
<p>"Penyalahgunaan narkoba, rokok, dan miras hingga bullying kini mengintai bahkan di usia sekolah dasar. Anak-anak adalah aset masa depan yang harus kita jaga dan arahkan, membentuk karakter dan melindungi generasi bangsa," ungkapnya </p>
<p>Selain pemahaman dasar, kegiatan itu juga membekali peserta dengan keterampilan mengenali tanda-tanda awal penyalahgunaan zat terlarang, termasuk langkah tepat yang harus diambil sekolah ketika menemukan indikasi kasus.</p>
<p>"Jika ada anak terindikasi terlibat NAPZA, guru bisa langsung menghubungi konselor atau pihak yang berhak menangani," jelasnya.</p>
<p>Syaiful juga menegaskan bahwa sekolah harus menjadi barisan terdepan dalam upaya perlindungan anak dari tindak perundungan, kenakalan remaja, hingga paparan NAPZA. </p>
<p>“Pencegahan adalah investasi terbaik masa depan bangsa. sosialisasi dan penyuluhan ini diharapkan mampu membangun kesadaran kolektif seluruh komponen sekolah, agar SDN Perak III Surabaya menjadi tempat tumbuh kembang generasi muda yang sehat, cerdas, dan berakhlak mulia," pungkasnya. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Dorong Bisnis Mebel, Pameran Furniture dan Kerajinan UMKM se&amp;Jatim Digelar di Kampus PCU Surabaya</title>
<link>https://suarajatimpost.com/dorong-bisnis-mebel-pameran-furniture-dan-kerajinan-umkm-se-jatim-digelar-di-kampus-pcu-surabaya</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/dorong-bisnis-mebel-pameran-furniture-dan-kerajinan-umkm-se-jatim-digelar-di-kampus-pcu-surabaya</guid>
<description><![CDATA[ Pameran Furniture dan Kerajinan UMKM se-Jawa Timur di PCU Menghadirkan total 60 UMKM dari 24 kota/kabupaten bertujuan mendorong pertumbuhan dan memperkenalkan produk unggulan lokal. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202511/image_870x580_6917e4272f538.webp" length="69430" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sat, 15 Nov 2025 09:28:35 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ryan Ramadhan</dc:creator>
<media:keywords>UMKM, Petra Christian University, PCU, UK Petra, Furniture, Surabaya, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SURABAYA, SJP - </strong>Usaha sektor mebel dan kerajinan kini dipandang sebagai bisnis unggulan masa depan Indonesia, hal tersebut karena baik potensi sumber daya alam maupun sumber daya manusia yang terus maju seiring perkembangan zaman. </p>
<p>Potensi UMKM di Indonesia pada bidang mebel, memiliki prediksi positif, sehingga dengan latar belakang dorongan mengembangkan bisnis mebel itulah sebuah pameran Furniture dan Kerajinan UMKM se-Jawa Timur bertajuk "Mebel Berkualitas Karya Anak Bangsa" dilangsungkan di Kampus <em>Petra Christian University</em> (PCU) Surabaya pada 13 - 15 November 2025. </p>
<p>Lewat pameran yang digelar dengan tujuan untuk mendorong pertumbuhan dan memperkenalkan produk unggulan lokal ini, para pelaku UMKM dapat memperkenalkan produk terbaik mereka kepada masyarakat, pembeli lokal, dan bahkan calon mitra internasional.  </p>
<p>Koordinator Acara Pameran, Poppy Firtatwentyna Nilasari menyampaikan, pameran mebel ini menjadi ajang untuk menunjukkan dan menaikkan pertumbuhan kerajinan unggulan dari Indonesia, terutama Jawa Timur, ketika pasca pandemi.</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202511/image_870x_6917e420c481a.webp" alt=""></p>
<p>“Total ada 60 UMKM dari 24 kota/kabupaten di Jawa Timur yang berpartisipasi. Produknya adalah mebel yang berbahan baku kayu serta kerajinan berbahan kayu dan natural fiber,” ujar Poppy, Sabtu (15/11/2025).</p>
<p>Pameran ini, diungkapkan Poppy, merupakan hasil kolaborasi multipihak antara dunia industri, perguruan tinggi, dan pemerintah daerah, dengan dukungan dari Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Timur (Disperindag Jatim). </p>
<p>"PCU juga menggandeng Propan dalam terselenggaranya kegiatan pameran ini," ungkap Poppy.</p>
<p><strong>Kompetisi Desain dan Seminar Seputar Mebel</strong></p>
<p>Untuk memeriahkan pameran, Poppy menuturkan, sebagai pihak penyelenggara PCU melalui Program Studi Desain Interior, juga menghadirkan sebuah kompetisi desain. Yakni, Minimalist Side Table Design Competition bagi seluruh mahasiswa desain interior. </p>
<p>"Dalam kompetisi tersebut, mahasiswa diajak untuk menciptakan side table minimalis dan hemat ruang (space-saving) dengan mewujudkannya menjadi prototype skala 1:1 yang kemudian diaplikasikan finishing menggunakan produk Propan di side table yang telah dibuat," tutur Poppy.</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202511/image_870x_6917e4160695a.webp" alt=""></p>
<p>Setelah dikumpulkan dan melalui proses seleksi, dia menjelaskan, kemudian desain dipilih 15 karya untuk dipamerkan bersama produk-produk dari para pelaku UMKM. </p>
<p>"Tujuannya agar mahasiswa dapat merasakan langsung iklim industri, dan termotivasi untuk menghasilkan karya dengan standar berkualitas tinggi,” imbuh Poppy.</p>
<p>Tak cukup sampai di situ, Poppy membeberkan, selama pameran dalam tiga hari berturut-turut juga dihadirkan sesi seminar seputar mebel. </p>
<p>"Seminar itu, bahasannya berbeda-beda setiap harinya. Seperti membahas cara membuat mebel dan kerajinan berkualitas di hari pertama, cara membuat mebel dan kerajinan lebih bernilai jual tinggi di hari kedua, dan cara memanfaatkan bahan yang tidak terpakai menjadi barang yang bernilai jual di hari terakhir," bebernya.</p>
<p>Bagi Poppy, pameran ini dirancang sebagai wadah edukasi dan kolaborasi terpadu. Dengan seluruh rangkaian pameran, promosi, dan kegiatan edukasi yang terintegrasi, acara ini bertekad memberikan manfaat bisnis yang luas dan berkelanjutan bagi UMKM.</p>
<p>“Dengan demikian, pameran ini diharapkan dapat menjadi katalisator bagi peningkatan daya saing dan kualitas kerajinan furniture di Jawa Timur. Sehingga kami sangat bangga bisa terlibat dalam terselenggaranya kegiatan ini, yang harapannya akan terus ada hingga tahun-tahun berikutnya,” pungkas Poppy. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Gandeng Universitas Thailand, PCU Gelar Pameran Gambarkan Gubeng 30 Tahun ke Depan</title>
<link>https://suarajatimpost.com/gandeng-universitas-thailand-pcu-gelar-pameran-gambarkan-gubeng-30-tahun-ke-depan</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/gandeng-universitas-thailand-pcu-gelar-pameran-gambarkan-gubeng-30-tahun-ke-depan</guid>
<description><![CDATA[ Mahasiswa Indonesia-Thailand berkolaborasi membayangkan wajah baru Gubeng 30 tahun mendatang menjadi kawasan hijau, cerdas, dan sehat yang divisualisasikan lewat teknologi Augmented Reality di pameran “Projecting Cities”. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202511/image_870x580_69133961b4b84.webp" length="49532" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Tue, 11 Nov 2025 22:30:01 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ryan Ramadhan</dc:creator>
<media:keywords>Universitas Petra Christian University, PCU, Universitas Kristen Petra, Gubeng, Augmented Reality, Surabaya, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SURABAYA, SJP - </strong>Dilukiskan 30 tahun mendatang, kawasan Gubeng di tengah Kota Surabaya menjadi inspirasi karya mahasiswa arsitektur Universitas Kristen (UK) Petra Surabaya (PCU) dan mahasiswa Silpakorn University Thailand.</p>
<p>Penggambaran itu ditampilkan dalam pameran bertajuk “<em>Projecting Cities: Surabaya and Bangkok</em>” yang berlangsung mulai 10-24 November 2025 di Gallery Gedung J, Kampus PCU Surabaya. </p>
<p>Pameran tersebut merupakan ruang transformasi imajiner dari para mahasiswa lintas negara yang menggunakan area Gubeng, sebagai bahan visualisasi kawasan hijau, sehat, dan cerdas agar mencerminan kota berkelanjutan dalam 30 tahun mendatang. </p>
<p>Kawasan Gubeng, yang selama ini dikenal sebagai salah satu jantung aktivitas di Surabaya, kini menjadi titik awal untuk membayangkan masa depan kota metropolitan Surabaya. </p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202511/image_870x_6913395abb1d8.webp" alt=""></p>
<p>Menariknya, dalam pameran tersebut pengunjung dapat memanfaatkan pengalaman canggih <em>Augmented Reality</em> (AR) di smartphone hanya dengan memindai <em>QR Code</em> di smartphone. </p>
<p>Visualisasi tersebut menampilkan kawasan Gubeng yang telah bertransformasi menjadi zona kesehatan dan komersial yang terhubung dengan rencana jalur LRT di sepanjang Kali Mas.</p>
<p>Dekan Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan PCU sekaligus PIC kegiatan, Rully Samayanti menjelaskan, pameran ini merupakan hasil kolaborasi PCU dengan Silpakorn University yang kali ini ingin mengembangkan potensi kawasan Gubeng ke depan lebih baik.</p>
<p>“Ini merupakan tahun keempat kami berkolaborasi dengan Silpakorn University, berfokus pada riset dan desain kota berkelanjutan. Tahun ini, kami menyoroti kawasan Gubeng karena potensinya yang besar menjadi pusat kesehatan dan bisnis kota,” ujar Rully, Selasa (11/11/2025) </p>
<p>Rully menyebutkan, pameran ini merupakan hasil kerja selama satu semester dari 71 mahasiswa PCU dan 40 mahasiswa Silpakorn University, yang menampilkan tujuh desain masterplan dan 72 maket bangunan. </p>
<p>"Karya mereka mengusung konsep walkable city, city that cares, dan 15 minute city dengan integrasi ruang hijau, hunian, fasilitas publik, dan area komersial," jelasnya.</p>
<p>Selain pameran, Rully menuturkan, karya mahasiswa juga dilombakan secara hybrid dengan menghadirkan juri internasional dari Chulalangkorn University (Thailand), Tunghai University (Taiwan), serta profesional urban designer yang merupakan alumni PCU.</p>
<p>Rully menambahkan, kolaborasi ini bukan sekadar ajang belajar lintas budaya, tetapi juga latihan berpikir global di tengah tantangan nyata. </p>
<p>“Mulai dari gempa saat kunjungan ke Bangkok hingga demonstrasi saat kunjungan ke Surabaya, semuanya jadi pelajaran penting tentang adaptasi dan ketangguhan arsitek masa depan,” tuturnya.</p>
<p>Melalui kegiatan ini, PCU menegaskan perannya dalam mendidik arsitek muda yang tak hanya andal dalam perancangan, tapi juga peka terhadap isu global dan mahir memanfaatkan teknologi seperti Artificial Intelligence (AI) untuk memvisualisasikan gagasan desain yang inovatif dan berkelanjutan. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Pemkot Surabaya Perketat Keikutsertaan Jaminan Sosial bagi Pekerja, Disperinaker Siap Tindak Perusahaan Bandel</title>
<link>https://suarajatimpost.com/pemkot-surabaya-perketat-keikutsertaan-jaminan-sosial-bagi-pekerja-disperinaker-siap-tindak-perusahaan-bandel</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/pemkot-surabaya-perketat-keikutsertaan-jaminan-sosial-bagi-pekerja-disperinaker-siap-tindak-perusahaan-bandel</guid>
<description><![CDATA[ Pemkot Surabaya bersiap menindak perusahaan yang abai mendaftarkan pekerjanya ke layanan BPJS, langkah tegas tersebut digadang mampu mencegah lahirnya kemiskinan baru di Kota Pahlawan. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202511/image_870x580_691332bfdbcd8.webp" length="12518" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Tue, 11 Nov 2025 22:14:54 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ryan Ramadhan</dc:creator>
<media:keywords>Badan Penyelenggara Jaminan Sosial, BPJS, BPJS Ketenagakerjaan, Dinas Perindustrian dan Ketenagakerjaan Surabaya, Disperinaker, Pemkot Surabaya, Surabaya, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SURABAYA, SJP - </strong>Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya melalui Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja (Disperinaker) berencana menertibkan perusahaan-perusahaan yang belum mendaftarkan pekerjanya ke program jaminan sosial BPJS Ketenagakerjaan dan BPJS Kesehatan. </p>
<p>Selain untuk melindungi para pekerja, langkah tersebut juga menjadi bagian dari upaya Pemkot untuk menjaga stabilitas ekonomi warga dan menekan potensi kemiskinan baru di Kota Pahlawan.</p>
<p>Kepala Disperinaker Kota Surabaya, Agus Hebi Djuniantoro, mengungkapkan bahwa hingga kini masih banyak perusahaan yang belum patuh terhadap kewajiban pendaftaran BPJS bagi pekerjanya. </p>
<p>Pihaknya berkomitmen melakukan pengecekan langsung ke lapangan untuk memastikan seluruh perusahaan mematuhi aturan tersebut.</p>
<p>"Banyak perusahaan di Surabaya yang tidak mendaftarkan BPJS Ketenagakerjaan. Saya akan cek satu per satu. Kalau tidak mau mendaftarkan pekerjanya ke BPJS Ketenagakerjaan dan BPJS Kesehatan, bisa disanksi sesuai undang-undang," ujar Hebi, Selasa (11/11/2025).</p>
<p>Ia menjelaskan, kewajiban perusahaan tidak hanya mencakup BPJS Ketenagakerjaan bagi karyawan, tetapi juga BPJS Kesehatan bagi keluarga pekerja. Dua hal itu diatur dalam Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2011 tentang BPJS serta Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2004 tentang Sistem Jaminan Sosial Nasional (SJSN).</p>
<p>"Penerima upah seperti pekerja di mal, toko, atau perusahaan lainnya wajib terdaftar. BPJS Kesehatan untuk keluarganya, BPJS Ketenagakerjaan untuk dirinya. Kalau terjadi kecelakaan kerja atau cacat, itu bisa dicover BPJS," jelasnya.</p>
<p>Untuk memperkuat langkah tersebut, Disperinaker Surabaya akan segera berkoordinasi dengan Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertran) Provinsi Jawa Timur, karena kewenangan pengawasan perusahaan berada di tingkat provinsi.</p>
<p>"Kewenangannya ada di provinsi, jadi nanti kami koordinasikan dulu. Karena ini wajib dan akan saya lakukan dalam waktu dekat," tegas Hebi.</p>
<p>Ia menambahkan, ketegasan ini bukan semata urusan administrasi, tetapi juga upaya melindungi kesejahteraan pekerja dan mencegah munculnya kemiskinan baru di Surabaya.</p>
<p>"Kalau pekerja tidak punya perlindungan, lalu terjadi sesuatu, bisa menimbulkan kemiskinan baru. Itu yang kami cegah," tandasnya.</p>
<p>Dari penegakan aturan tersebut, Pemkot Surabaya berharap dunia usaha semakin tertib dan kesejahteraan pekerja kian terjamin, sehingga perekonomian kota bisa tumbuh secara inklusif dan berkeadilan. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Harmoni Bahasa dan Budaya Warnai Peringatan Bulan Bahasa di SMAN 9 Surabaya</title>
<link>https://suarajatimpost.com/harmoni-bahasa-dan-budaya-warnai-peringatan-bulan-bahasa-di-sman-9-surabaya</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/harmoni-bahasa-dan-budaya-warnai-peringatan-bulan-bahasa-di-sman-9-surabaya</guid>
<description><![CDATA[ Semarak Bulan Bahasa di SMAN 9 Surabaya menghadirkan harmoni bahasa dan budaya, siswa menari, berdebat, hingga berbusana adat dalam perayaan yang meneguhkan identitas dan kreativitas pelajar muda. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202511/image_870x580_691326951d243.webp" length="62828" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Tue, 11 Nov 2025 21:45:17 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ryan Ramadhan</dc:creator>
<media:keywords>Bulan Bahasa, Bulan Bahasa 2025, Campursari, saurajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SURABAYA, SJP -</strong> Semarak peringatan Bulan Bahasa 2025 belum juga usai meski kalender sudah berganti ke November. Di SMA Negeri 9 Surabaya, peringkatan tahunan itu justru mencapai puncaknya pada awal pekan ini dengan angkat tema “<em>Harmony in Diversity</em> - Suara, Bahasa dan Budaya”.</p>
<p>Bulan Bahasa sendiri merupakan agenda nasional yang diperingati setiap Oktober sebagai bentuk penghormatan terhadap bahasa persatuan, Bahasa Indonesia, sekaligus penguatan literasi dan pelestarian bahasa daerah serta penguasaan bahasa asing.</p>
<p>Melalui peringatan tersebut, pelajar diharapkan mampu mengenali akar budaya sendiri sembari membuka diri terhadap keragaman bahasa dunia. Semangat itulah yang dihidupkan kembali oleh SMAN 9 Surabaya dengan cara yang kreatif dan menyenangkan.</p>
<p><strong>Tiga Bahasa, Satu Semangat</strong></p>
<p>Ketua panitia kegiatan sekaligus guru Bahasa Jawa SMAN 9 Surabaya, Jefri Dadang Triyoso, menjelaskan bahwa Bulan Bahasa tahun 2025 ini menjadi momentum untuk berkolaborasi antarbidang bahasa dan seni.</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202511/image_870x_6913269c703de.webp" alt=""></p>
<p>"Bulan Bahasa rutin kami gelar tiap tahun. Guru bahasa Indonesia, Jawa, dan Inggris berkolaborasi dengan guru seni budaya. Jadi dalam perayaannya tidak hanya soal bahasa tapi juga ada seni rupa, tari-tarian, dan pameran karya siswa," ujarnya, Selasa (11/11/2025).</p>
<p>Tahun 2025 menjadi tahun ketiga penyelenggaraan dengan antusiasme yang semakin meningkat. Kegiatan tersebut semula hanya diinisiasi oleh guru-guru bahasa, namun sejak dua tahun terakhir telah menjadi bagian dari program kesiswaan sekolah.</p>
<p>Pelaksanaan Bulan Bahasa 2025 di SMAN 9 Surabaya berlangsung selama dua hari, Senin–Selasa (10–11 November 2025). Kegiatan itu sengaja diundur dari Oktober karena bertepatan dengan ujian Tes Kemampuan Akademik (TKA) siswa kelas XII, dan digabungkan dengan peringatan Hari Pahlawan.</p>
<p>Pada hari pertama, acara yang juga bertepatan dengan Hari Pahlawan dibuka dengan Tari Gandrung khas Banyuwangi. Siswa tampil mengenakan busana tradisional dan mengikuti berbagai lomba seperti debat Bahasa Indonesia, pidato Bahasa Jawa, MC Bahasa Indonesia, serta vlog Bahasa Inggris.</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202511/image_870x_691326a879c27.webp" alt=""></p>
<p>"Senin kemarin anak-anak sudah memakai baju adat dan mengikuti lomba-lomba berbahasa. Semua berlangsung meriah dan penuh semangat," kata Jefri.</p>
<p>Sementara itu, hari kedua dibuka dengan Tari Remo khas Jawa Timur dan penampilan Reog Ponorogo oleh siswa, lengkap dengan dadak merak seberat 80 kilogram. Sementara ajang perlombaan dilanjutkan dengan lomba menyanyi campursari.</p>
<p>"Anak-anak yang menari Reog itu benar-benar luar biasa. Mereka itu sampai membawa Dadak Merak yang beratnya itu hampir 80 kilogram," tuturnya.</p>
<p>"Dan untuk yang Campursari itu diadakan agar anak-anak kenal dan mengetahui budaya kita," sambung Jefri.</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202511/image_870x_69133537a4ccc.webp" alt=""></p>
<p>Selain lomba bahasa dan seni, panitia juga menambahkan kategori Best Dress Code bagi siswa dan guru, serta Best Supporter bagi kelas yang paling kompak dan meriah dalam mendukung teman-teman mereka yang mengikuti perlombaan.</p>
<p><strong>Sekolah Berhenti Belajar, Tapi Tidak Berhenti Berkarya</strong></p>
<p>Selama dua hari kegiatan berlangsung, proses belajar mengajar di kelas ditiadakan sementara. Seluruh area sekolah berubah menjadi ruang ekspresi, mulai dari aula, laboratorium, hingga lapangan utama.</p>
<p>"Kegiatan ini memang dibuat agar anak-anak lebih fresh setelah TKA. Jadi pembelajaran kami hentikan dulu dua hari, baru besok kembali normal," terang Jefri.</p>
<p>Suasana sekolah terlihat hidup. Guru dan siswa sama-sama mengenakan baju adat dari berbagai daerah, mulai dari Jawa, Sumatera, hingga Kalimantan. Tak sedikit orang tua turut mendukung dengan membantu penyewaan kostum adat untuk anak-anaknya.</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202511/image_870x_691326ae6af4c.webp" alt=""></p>
<p><strong>Membiasakan Berbahasa, Menanamkan Identitas</strong></p>
<p>Dalam keseharian, SMAN 9 Surabaya memiliki pembiasaan penggunaan bahasa sesuai konteks pelajaran. Bahasa Indonesia digunakan dalam komunikasi umum, sementara saat pelajaran bahasa daerah atau bahasa asing, seluruh interaksi dilakukan dalam bahasa pengantar tersebut.</p>
<p>"Kalau pelajaran Bahasa Jawa, semua komunikasi harus pakai bahasa Jawa, mulai dari komunikasi di dalam kelas hingga izin keluar. Begitu juga Bahasa Inggris, semuanya full English," jelas Jefri.</p>
<p>"Bahasa Jawa mencerminkan identitas kita, Bahasa Indonesia jati diri bangsa, dan Bahasa Inggris jembatan untuk berinteraksi dengan dunia," imbuhnya.</p>
<p>Ia berharap melalui kegiatan Bulan Bahasa, siswa semakin menyadari pentingnya bahasa sebagai alat komunikasi yang membentuk kepribadian dan karakter positif.</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202511/image_870x_691326a28ee79.webp" alt=""></p>
<p>"Dari bahasa, literasi anak-anak bisa meningkat. Mereka belajar memilih kata yang baik, berbicara sopan, dan berpikir positif," tambahnya.</p>
<p>Peringatan Bulan Bahasa di SMAN 9 Surabaya juga mendapat dukungan dari pihak luar. Ketua Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas PA) Surabaya, Syaiful Bachri, turut hadir memberikan apresiasi terhadap kegiatan tersebut.</p>
<p>"Kegiatan seperti ini baik sekali, tidak hanya menumbuhkan kesadaran berbahasa, tapi juga menjadi wadah kegiatan positif bagi remaja," tandas Syaiful.</p>
<p>Peringatan Bulan Bahasa di SMAN 9 Surabaya bukan sekadar lomba tahunan, tetapi menjadi ruang pembelajaran yang menyatukan tiga dimensi penting, meliputi bahasa, seni, dan karakter. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Pemerintah Bidik Kemandirian Energi Lewat Penghentian Impor Solar 2026, Akademisi Minta Transisi Dilakukan Bertahap</title>
<link>https://suarajatimpost.com/pemerintah-bidik-kemandirian-energi-lewat-penghentian-impor-solar-2026-akademisi-minta-transisi-dilakukan-bertahap</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/pemerintah-bidik-kemandirian-energi-lewat-penghentian-impor-solar-2026-akademisi-minta-transisi-dilakukan-bertahap</guid>
<description><![CDATA[ Langkah Indonesia menghentikan impor solar pada 2026 dinilai strategis menuju kemandirian energi, namun Elisa menegaskan transisinya harus hati-hati agar tak picu gejolak ekonomi. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202511/image_870x580_6911d0858f34e.webp" length="16126" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 10 Nov 2025 21:32:32 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ryan Ramadhan</dc:creator>
<media:keywords>Solar, Stop Solar, 2026, Universitas Kristen Petra, PCU, Bahlil Lahadalia, Surabaya, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SURABAYA, SJP - </strong>Pemerintah Indonesia menargetkan untuk menghentikan impor solar mulai tahun 2026, seiring penerapan program biodiesel B50, yakni campuran 50 persen bahan bakar nabati dari minyak sawit dengan 50 persen solar fosil.</p>
<p>Menteri Investasi Bahlil Lahadalia sebelumnya menyatakan bahwa kebijakan tersebut akan membuat Indonesia mandiri dalam memenuhi kebutuhan bahan bakar solar setelah proyek <em>Refinery Development Master Plan</em> (RDMP) Balikpapan rampung pada November 2025.</p>
<p>Langkah itu dinilai sebagai bagian dari strategi besar pemerintah dalam mengurangi ketergantungan pada impor energi dan memperkuat kemandirian energi nasional. Namun, kalangan akademisi menilai bahwa pelaksanaan kebijakan ini perlu dilakukan secara hati-hati dan bertahap agar tidak menimbulkan gejolak ekonomi.</p>
<p>Salah satu pendapat datang dari Elisa Tjondro, Ketua Program International Trade &amp; Finance Universitas Kristen Petra. Menurutnya, secara makroekonomi, kebijakan tersebut merupakan langkah strategis menuju efisiensi dan kemandirian energi nasional.</p>
<p>"Dalam jangka panjang, penghentian impor solar dapat memperkuat neraca perdagangan dan mengurangi ketergantungan terhadap fluktuasi harga minyak global," ujar Elisa, Senin (10/11/2025).</p>
<p>Namun, ia menegaskan bahwa keberhasilan kebijakan ini akan sangat bergantung pada kesiapan produksi dan distribusi energi domestik, terutama dalam hal penyediaan biodiesel dan kesiapan kilang dalam negeri.</p>
<p>"Jika kesiapan teknis dan logistik belum matang, risiko inflasi dan gangguan pasokan energi bisa saja terjadi,” jelasnya.</p>
<p>Dari sisi waktu, Elisa menilai kebijakan tersebut cukup ambisius. Meski data menunjukkan produksi solar domestik akan mampu memenuhi kebutuhan nasional yakni sekitar 20,9 juta kiloliter pada 2026, implementasinya tetap memerlukan kesiapan lintas sektor.</p>
<p>"Pemerintah perlu memastikan kesiapan teknis, logistik, dan kebijakan harga agar transisi berjalan mulus. Sosialisasi juga harus dilakukan ke seluruh pihak yang terkait, mulai dari industri sawit, migas, transportasi, hingga alat berat," tuturnya.</p>
<p>Lebih jauh, Elisa menjelaskan bahwa secara teoritis penghentian impor solar dapat memperbaiki neraca perdagangan dan menekan beban subsidi energi, karena belanja negara untuk impor dan subsidi BBM bisa dikurangi. Namun, manfaat ini hanya akan terasa bila produksi dalam negeri benar-benar mencukupi kebutuhan nasional.</p>
<p>"Kalau pasokan dalam negeri belum stabil, pemerintah bisa terpaksa melakukan impor darurat yang justru menekan cadangan devisa dan APBN," katanya.</p>
<p>Terkait inflasi, ia mengingatkan adanya potensi kenaikan harga di sektor transportasi dan logistik bila harga biodiesel lebih tinggi dari solar fosil. Kendati demikian, kondisi tersebut masih bisa dikendalikan jika pemerintah mampu menjaga kestabilan harga dan pasokan energi.</p>
<p>Dari sisi investasi, kebijakan ini berpotensi menarik minat investor baru di sektor energi, namun hanya jika regulasinya stabil dan sinergi pemerintah pusat, daerah berjalan baik. Sebaliknya, ketidakpastian pasokan dan fluktuasi harga sawit bisa menimbulkan kekhawatiran di kalangan investor.</p>
<p>"Investor akan masuk jika pemerintah bisa menjamin kepastian regulasi dan kualitas pasokan energi," ujarnya.</p>
<p>Elisa juga menyoroti risiko efek domino terhadap industri dan transportasi apabila produksi solar domestik belum optimal. Kekurangan pasokan, menurutnya, bisa menimbulkan rantai dampak seperti kenaikan biaya produksi, inflasi, hingga penurunan daya beli masyarakat.</p>
<p>"Gangguan pasokan bahan bakar bisa menghambat aktivitas industri dan transportasi, yang pada akhirnya memengaruhi stabilitas ekonomi secara keseluruhan," tambahnya.</p>
<p>Di sisi fiskal, ia menilai kebijakan tersebut bisa memperkuat ketahanan APBN karena subsidi energi berkurang. Namun jika implementasinya tidak matang, justru dapat menciptakan beban fiskal baru berupa peningkatan subsidi tambahan, impor darurat, dan penurunan penerimaan pajak.</p>
<p>Menutup pandangannya, Elisa menegaskan bahwa wacana penghentian impor solar merupakan langkah strategis yang realistis, tetapi membutuhkan tahapan dan koordinasi kebijakan lintas sektor yang matang.</p>
<p>"Kemandirian energi memang tujuan besar yang perlu dikejar, tapi kuncinya ada pada kesiapan produksi, infrastruktur, dan sinkronisasi antar sektor agar transisi ini tidak menimbulkan guncangan ekonomi," pungkasnya. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Dari Sawunggaling hingga Bung Tomo, Wali Kota Eri Ajak Warga Surabaya Jadi Pahlawan di Kehidupan Sehari&amp;hari</title>
<link>https://suarajatimpost.com/dari-sawunggaling-hingga-bung-tomo-wali-kota-eri-ajak-warga-surabaya-jadi-pahlawan-di-kehidupan-sehari-hari</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/dari-sawunggaling-hingga-bung-tomo-wali-kota-eri-ajak-warga-surabaya-jadi-pahlawan-di-kehidupan-sehari-hari</guid>
<description><![CDATA[ Peringatan Hari Pahlawan 2025 jadi momentum Wali Kota Eri Cahyadi untuk ajak warga Surabaya meneladani semangat Bung Tomo dan Sawunggaling, bukan lewat perang, melainkan menjadi pahlawan masa kini lewat kebijaksanaan, gotong royong, dan aksi nyata bagi sesama. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202511/image_870x580_6911a1b25f2f5.webp" length="50226" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 10 Nov 2025 19:19:57 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ryan Ramadhan</dc:creator>
<media:keywords>Hari Pahlawan, 10 November, Sawunggaling, Bung Tomo, Eri Cahyadi, Pemkot Surabaya, Surabaya, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SURABAYA, SJP - </strong>Peringatan Hari Pahlawan Nasional 2025 di Balai Kota Surabaya, Senin (10/11/2025), menjadi momentum reflektif bagi seluruh warga untuk memaknai arti perjuangan di masa kini.</p>
<p>Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi dalam amanatnya menekankan bahwa kepahlawanan modern tidak lagi diukur dari medan perang, melainkan dari semangat membantu sesama dan berkontribusi untuk kebaikan bersama. Menurutnya, nilai perjuangan yang diwariskan para pahlawan harus terus hidup di setiap langkah warga kota.</p>
<p>"Sawunggaling mengajarkan kita bahwa kepahlawanan tidak hanya tentang berperang, tetapi juga tentang kebijaksanaan dalam menjalani kehidupan," ujar Eri, Senin (10/11/2025).</p>
<p>"Begitu pula semangat Bung Tomo dan Bung Karno yang lahir dari tanah Surabaya harus terus hidup di dada kita," imbuhnya.</p>
<p><strong>Upacara Khidmat di Balai Kota Surabaya </strong></p>
<p>Upacara peringatan Hari Pahlawan tahun ini berlangsung khidmat dan meriah di halaman Balai Kota Surabaya. Eri Cahyadi bertindak sebagai inspektur upacara, diikuti oleh ribuan peserta, termasuk sekitar seribu warga undangan khusus dan jajaran Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda).</p>
<p>Kegiatan dimulai sejak pukul 07.30 WIB dan diakhiri sekitar pukul 09.30 WIB. Dalam upacara itu, Wali Kota Eri juga membacakan pesan Menteri Sosial RI, Saifullah Yusuf, yang menegaskan pentingnya meneruskan nilai perjuangan para pahlawan bangsa dalam kehidupan sehari-hari.</p>
<p>Kegiatan upacara juga dimeriahkan dengan penampilan drumband, teater Sawunggaling, dan paduan suara. Teater tersebut menggambarkan sosok pahlawan lokal Raden Sawunggaling sebagai simbol keberanian dan kebijaksanaan khas Surabaya.</p>
<p>Setelah amanat dan rangkaian upacara, Pemkot Surabaya memberikan penghargaan kepada sejumlah pihak, mulai dari unsur Forkopimda, tokoh berprestasi, insan media, hingga penyerahan sertifikat tanah aset milik pemkot.</p>
<p>Sebagai bentuk penghormatan kepada para pejuang, Wali Kota Eri bersama Wakil Wali Kota Armuji, Ketua TP PKK Rini Indriyani, dan jajaran Forkopimda melanjutkan ziarah serta tabur bunga di Taman Makam Pahlawan (TMP) Kusuma Bangsa.</p>
<p><strong>Menjadi Pahlawan di Kehidupan Sehari-hari</strong></p>
<p>Dalam pesannya kepada warga, Eri menekankan bahwa setiap orang bisa menjadi pahlawan dengan cara sederhana, yaitu melalui rasa empati dan kepedulian sosial.</p>
<p>"Ada yang tidak mampu kita bantu, ada yang kurang kita bisa membantu. Kelebihan yang kita miliki jangan membuat kita sombong, tapi jadikan sarana untuk menolong orang lain," tutur Eri.</p>
<p>Ia menegaskan, semangat kepahlawanan seharusnya hadir di rumah, di lingkungan kerja, maupun di ruang sosial digital, dengan sikap saling menghargai dan gotong royong.</p>
<p>Eri juga memberikan pesan khusus bagi generasi muda Surabaya agar tidak hanya menjadi penonton dalam proses pembangunan, tetapi ikut berkontribusi langsung. Ia meyakini bahwa masa depan kota akan ditentukan oleh kreativitas dan kepedulian kaum muda.</p>
<p>"Kita tidak bisa hidup bahagia kalau hanya jadi penonton dan tidak mau ikut dalam pembangunan. Masa depan Surabaya ada di tangan kalian," tegasnya.</p>
<p>Pemerintah Kota Surabaya, lanjut Eri, berkomitmen membuka ruang kolaborasi agar pemuda dapat berperan aktif di berbagai bidang, termasuk inovasi sosial, ekonomi kreatif, dan lingkungan.</p>
<p>Melalui peringatan Hari Pahlawan tahun ini, Eri ingin mengajak warga untuk menghidupkan kembali semangat Bung Tomo dan Bung Karno yang berakar dari kota Surabaya, yakni semangat berani, bijak, dan gotong royong.</p>
<p>"Kita adalah pewaris darah pahlawan. Jadilah pahlawan dalam kehidupan sehari-hari," pungkasnya.<strong> (*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Cuaca Ekstrem Kembali Landa Surabaya, Pohon Tumbang Tutup Jalan Sulawesi</title>
<link>https://suarajatimpost.com/cuaca-ekstrem-kembali-landa-surabaya-pohon-tumbang-tutup-jalan-sulawesi</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/cuaca-ekstrem-kembali-landa-surabaya-pohon-tumbang-tutup-jalan-sulawesi</guid>
<description><![CDATA[ Hujan deras kembali mengguyur Surabaya, sebuah pohon tumbang di Jalan Sulawesi dan padamnya sejumlah traffic light membuat lalu lintas kota sempat lumpuh pada Senin sore. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202511/image_870x580_6911cce718230.webp" length="102098" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 10 Nov 2025 18:46:13 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ryan Ramadhan</dc:creator>
<media:keywords>Hujan, Pohon Tumbang, Traffic Light, Hujan Deras, BMKG, Surabaya, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SURABAYA, SJP - </strong>Kota Surabaya kembali diguyur hujan deras pada Senin (10/11/2025) sore. Hujan yang telah terjadi hampir setiap hari dalam sepekan terakhir itu kali ini menyebabkan sebuah pohon tumbang di kawasan Jalan Sulawesi, hingga sempat menutup akses jalan dan menimbulkan kemacetan.</p>
<p>Petugas gabungan langsung diterjunkan ke lokasi untuk menangani pohon tumbang tersebut. Setelah beberapa waktu, pohon berhasil dievakuasi dan akses jalan kini telah kembali dibuka untuk kendaraan yang melintas.</p>
<p>Pantauan tin suarajatimpost.com, hingga pukul 18.00 wib hujan masih mengguyur sejumlah wilayah di Surabaya. Sejumlah kawasan seperti Gubeng, Rungkut, Wonokromo, Wonocolo, dan Dukuh Pakis dilaporkan masih diguyur hujan dengan intensitas sedang hingga lebat.</p>
<p>Selain pohon tumbang, hujan deras juga menyebabkan beberapa traffic light padam di sejumlah titik dan memicu kepadatan lalu lintas. Berdasarkan data Command Center 112 Surabaya, titik lampu lalu lintas yang mengalami gangguan meliputi: THP Kenjeran–Tambak Deres, Kenjeran THP–Abdul Latief, Rungkut Tengah–Zamhuri, Ngagel Jaya Utara–Ngagel Tama, Kertajaya–Dharmawangsa.</p>
<p>Salah seorang pengendara roda dua, Irma, yang memilih berhenti karena kemacetan di daerah Kenjeran mengaku dirinya tidak melanjutkan perjalanan hingga pukul 18.00 WIB. Dirinya mengatakan bahwa jalanan masoh terlalu padat, terlebih dampak akibat padamnya traffic light di beberapa titik.</p>
<p>"Iya ini bakal macet terus sampai habis Isya, biasanya memang sudah macet tapi karena ini tadi sempat padan lampu merahnya dan masih hujan juga, jadi ini bakal lama macetnya," terang Irma, Senin (10/11/2025).</p>
<p>Sebelumnya, peringatan mengenai cuaca ekstrem yang akan melanda wilayah Jawa Timur juga sudah dikeluarkan oleh BMKG Juanda.  </p>
<p>Sementara itu, BMKG Juanda mengingatkan bahwa hujan deras yang rutin terjadi selama hampir sepekan merupakan bagian dari pola cuaca ekstrem yang berpotensi berlangsung hingga beberapa hari ke depan.</p>
<p>Menurut Kepala BMKG Juanda, Taufiq Hermawan, kondisi atmosfer di wilayah Jawa Timur sedang aktif akibat pertemuan angin dan suhu laut yang hangat, sehingga memicu pertumbuhan awan hujan dalam jumlah besar.</p>
<p>"Beberapa sistem cuaca sedang aktif di atas Jawa Timur, termasuk gelombang atmosfer dan suhu laut yang hangat di sekitar Selat Madura. Kondisi ini memperkuat peluang hujan deras dan angin kencang di wilayah Surabaya dan sekitarnya," jelas Taufiq.</p>
<p>Ia juga mengimbau masyarakat agar tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem dan genangan air, terutama pada sore hingga malam hari.</p>
<p>"Kami mengimbau warga agar lebih waspada terhadap hujan lebat yang disertai petir dan angin kencang, serta menghindari berteduh di bawah pohon atau baliho besar saat cuaca buruk," tandasnya. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Jadi Laboratorium Hidup: Polbangtan Malang Teliti Solusi Darurat Sampah Lewat Budidaya Maggot di KBA Kampoeng Oase Ondomohen</title>
<link>https://suarajatimpost.com/jadi-laboratorium-hidup-polbangtan-malang-teliti-solusi-darurat-sampah-lewat-budidaya-maggot-di-kba-kampoeng-oase-ondomohen</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/jadi-laboratorium-hidup-polbangtan-malang-teliti-solusi-darurat-sampah-lewat-budidaya-maggot-di-kba-kampoeng-oase-ondomohen</guid>
<description><![CDATA[ Polbangtan Malang meneliti Kampoeng Oase Ondomohen, mengungkap bagaimana warga mengubah sampah organik jadi sumber protein lewat budidaya maggot sebagai solusi darurat sampah. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202511/image_870x580_6910869674c30.webp" length="54772" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sun, 09 Nov 2025 21:31:44 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ryan Ramadhan</dc:creator>
<media:keywords>Politeknik Pembangunan Pertanian, Polbangtan Malang, KBA Kampoeng Oase Ondomohen, Sampah, Darurat Sampah, Maggot, Surabaya, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SURABAYA, SJP – </strong>Masalah sampah masih menjadi pekerjaan rumah besar di Indonesia. Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) bahkan baru-baru ini merilis laporan yang menetapkan sebagian besar wilayah di Tanah Air berstatus darurat sampah, menandakan kondisi pengelolaan sampah, khususnya limbah rumah tangga dan organik belum sepenuhnya terkendali.</p>
<p>Meski penanganan sampah mendesak dilakukan, cara pengelolaannya pun tak boleh sembarangan. Pembakaran plastik yang memicu polusi udara, hingga penemuan mikroplastik di udara dan air hujan, menjadi bukti bahwa solusi instan justru bisa menimbulkan masalah baru. </p>
<p>Karena itu, kini muncul dorongan untuk menerapkan pendekatan alami dan berkelanjutan, salah satunya lewat pemanfaatan biokonversi maggot (larva) dari <em>black soldier fly</em> (BSF) atau lalat tentara hitam untuk mengurai sampah organik.</p>
<p>Pendekatan itulah yang kini sedang diteliti oleh tim dari Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Malang dibawah naungan Kementerian Pertanian Republik Indonesia untuk menemukan praktik terbaik dalam pemanfaatan biokonversi maggot.</p>
<p>Mereka adalah Sad Likah, Wahyu Windari dan Bekti Nur Utami dari Unit Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (UPPM) Polbangtan Malang yang datang ke Kampung Berseri Astra (KBA) Kampoeng Oase Ondomohen yang terletak di jantung Kota Surabaya sebagai salah satu lokasi yang dijadikan tempat penelitian.</p>
<p>Ketua tim peneliti, Sad Likah, menjelaskan bahwa penelitian yang mereka lakukan merupakan bagian dari Tri Dharma Perguruan Tinggi, tepatnya pada bidang penelitian dan pengabdian masyarakat yang berfokus pada isu lingkungan.</p>
<p>Mengangkat judul "Penguatan Kapasitas Masyarakat dalam Pengelolaan Sampah Melalui Budidaya Maggot BSF untuk Mendukung Produktifitas Ayam Buras pada Masyarakat Perkotaan di Jawa Timur” penelitian tersebut mendapat pendanaan dari Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) Polbangtan Malang</p>
<p>"Kami meneliti bagaimana masyarakat berpartisipasi dalam penanganan sampah lewat budidaya maggot BSF. Karena masalah sampah ini kan sudah jadi isu nasional," ujar Likah, Minggu (9/11/2025).</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202511/image_870x_6910868b0af41.webp" alt=""></p>
<p>Likah menambahkan, pemilihan KBA Kampoeng Oase Ondomohen Surabaya bukan tanpa alasan. Kawasan itu telah lebih dulu menerapkan inovasi budidaya maggot BSF sebagai upaya mandiri mengolah sampah rumah tangga dengan basis masyarakat.</p>
<p>"Kami dengar di sini sudah memanfaatkan maggot untuk mengurai sampah. Kalau kampung-kampung padat lain bisa meniru dan kita jejaringkan, hasilnya akan besar. Prosesnya cepat, dari telur ke panen hanya 18 hari," katanya.</p>
<p>Selain survei kepada warga, penelitian juga dilakukan di beberapa kota lain seperti Malang untuk perbandingan. Polbangtan berharap hasil riset itu bisa menjadi model partisipasi masyarakat dalam pengelolaan sampah berkelanjutan, sekaligus alternatif sumber protein alami untuk pakan ternak.</p>
<p>"Harapannya, hasil riset ini bermanfaat dan bisa ditiru banyak pihak. Karena solusi persoalan sampah itu tak hanya dari pemerintah, tapi juga dari masyarakat," ujar Sad Likah.</p>
<p><strong>Sampah Jadi Sumber Pangan</strong></p>
<p>Ketua RT 08 RW 07 Kelurahan Ketabang, Endang Sriwulansari, menyebut kehadiran tim Polbangtan memberi semangat baru bagi warganya untuk terus menjaga pengelolaan lingkungan.</p>
<p>Meski tidak melakukan budidaya ayam bukan ras, atau ayam kampung, Endang mengungkapkan bahwa maggot yang dibudidayakan di wilayahnya tetap bisa dimanfaatkan menjadi pakan ikan yang warga budidayakan di saluran air.</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202511/image_870x_691086917805f.webp" alt=""></p>
<p>"Kami senang sekali, karena maggot disini memang sangat membantu mengurai sampah sekaligus jadi pakan ikan. Di sini banyak ikan dibudidayakan di selokan, dan kalau beli pakan biayanya mahal," ujarnya.</p>
<p>Endang menambahkan, warga kini semakin memahami pentingnya pemilahan sampah dari rumah tangga, yang menjadi syarat utama untuk menghasilkan bahan organik berkualitas bagi budidaya maggot.</p>
<p>"Warga sudah terbiasa memilah sampah, jadi survei dari Polbangtan hasilnya positif. Harapan kami ada pelatihan lagi supaya bisa olah maggot jadi produk seperti pelet pakan," tambahnya.</p>
<p><strong>Kampung Oase sebagai Laboratorium Hidup</strong></p>
<p>Sementara itu, Adi Candra, local champion KBA Kampoeng Oase Ondomohen, menilai kolaborasi ini bukan sekadar penelitian, melainkan bentuk kemitraan multipihak yang sejalan dengan prinsip Sustainable Development Goals (SDGs) ke-11, yaitu kota dan permukiman berkelanjutan.</p>
<p>"Konsepnya life lab, laboratorium hidup. Di sini teori bisa diimplementasikan langsung. Ini kemitraan nyata antara masyarakat, perguruan tinggi, dan pemerintah," jelas Adi.</p>
<p>Ia berharap Kampoeng Oase dapat menjadi role model bagi kampung-kampung lain dalam menciptakan lingkungan bersih, mandiri, dan produktif.</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202511/image_870x_6910869f29e7d.webp" alt=""></p>
<p>"Kita ingin Oase jadi inspirasi. Tempat semua orang haus akan perubahan bisa datang, belajar, dan menerapkan solusi nyata untuk lingkungan," ujarnya.</p>
<p>Kegiatan penelitian dari Polbangtan Malang menjadi contoh bagaimana inovasi lokal berbasis masyarakat mampu menjawab tantangan besar nasional, yakni tentang pengelolaan sampah, lingkungan dan penguatan ketahanan pangan melalui urban farming.</p>
<p>Melalui budidaya maggot, warga Ondomohen membuktikan bahwa sampah bukan sekadar masalah, tetapi sumber daya yang bisa diolah kembali tanpa menghasilkan polusi lanjutan.</p>
<p>Kegiatan tersebut didukung penuh oleh HPAI (Himpunan Penggiat Adiwiyata Indonesia) DPW Kota Surabaya, YLBA (Yayasan Lestari Bumi Abadi) Kota Surabaya, Kampoeng Oase Suroboyo Group, PERBANUSA (Perkumpulan Pengelola Sampah dan Bank Sampah Nusantara) DPD I Jawa Timur, Forum GRADASI (Gerakan Sedekah Sampah Indonesia) Jawa Timur dan DPP IFTA (Indonesian Fighter Tourism Association) Jelajah Indonesia. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Perluas Wawasan Global, ISTTS Adakan Kunjungan Industri dan Akademik ke Thailand</title>
<link>https://suarajatimpost.com/perluas-wawasan-global-istts-adakan-kunjungan-industri-dan-akademik-ke-thailand</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/perluas-wawasan-global-istts-adakan-kunjungan-industri-dan-akademik-ke-thailand</guid>
<description><![CDATA[ Mahasiswa ISTTS menjejak Thailand, belajar langsung dari Google hingga kampus top KMUTT untuk memahami teknologi global, inovasi AI, dan budaya kerja internasional. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202511/image_870x580_69108684af5fb.webp" length="43748" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sun, 09 Nov 2025 19:44:14 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ryan Ramadhan</dc:creator>
<media:keywords>Institut Sains dan Teknologi Terpadu, ISTTS, Google, Line, Thailand, Surabaya, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SURABAYA, SJP – </strong>Kegiatan belajar tak selalu harus di ruang kelas. Mengunjungi langsung industri dan kampus di luar negeri kini menjadi salah satu cara paling efektif bagi mahasiswa untuk memahami bagaimana ilmu pengetahuan diterapkan di dunia nyata. </p>
<p>Melalui pengalaman lintas negara, mahasiswa tidak hanya mendapatkan pemaparan langsung tentang lingkungan akademik di luar negeri, namun juga dapat membuka wawasan global, belajar budaya kerja, hingga membangun jejaring profesional internasional.</p>
<p>Dengan semangat itu, Institut Sains dan Teknologi Terpadu Surabaya (ISTTS) sukses menyelenggarakan program <em>study visit</em> internasional ke Thailand pada 1–8 November 2025. Program tersebut dirancang untuk mempertemukan mahasiswa dengan dunia industri dan akademik bertaraf global.</p>
<p><strong>Belajar dari Industri Teknologi Dunia</strong></p>
<p>Selama lima hari, rombongan mahasiswa ISTTS menjalani serangkaian kunjungan ke perusahaan teknologi multinasional terkemuka. Dua di antaranya adalah Google Thailand dan LINE Thailand, tempat para mahasiswa mendapat wawasan langsung mengenai budaya kerja, inovasi produk, hingga tantangan teknologi di kawasan Asia Tenggara.</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202511/image_870x_6910868033c72.webp" alt=""></p>
<p>Mereka juga berkesempatan menghadiri <em>DevFest Cloud Thailand</em>, sebuah ajang komunitas teknologi berskala internasional yang mempertemukan para pengembang dan pakar <em>cloud computing</em> dari berbagai negara. Melalui forum ini, mahasiswa tidak hanya menambah ilmu, tetapi juga memperluas koneksi profesional di bidang teknologi masa depan.</p>
<p><strong>Eksplorasi Dunia Fintech dan Transformasi Digital</strong></p>
<p>Selain sektor teknologi, rombongan juga mengunjungi K+ <em>Building</em> milik <em>Kasikorn Business Technology Group</em> (KBTG), salah satu institusi keuangan digital terbesar di Thailand. Mahasiswa diajak memahami bagaimana teknologi mutakhir diterapkan dalam layanan perbankan modern, mulai dari keamanan digital hingga pengembangan produk berbasis data.</p>
<p>Salah satu dosen pendamping dalam kegiatan tersebut, Prof. Esther Irawati Setiawan, menjelaskan bahwa kegiatan semacam itu memberi perspektif nyata kepada mahasiswa tentang penerapan teknologi di industri.</p>
<p>"Mahasiswa bisa melihat langsung bagaimana teknologi berdampak pada proses bisnis global. Pengalaman semacam ini sulit diperoleh hanya lewat teori di kelas," ujar Prof. Esther saat dikonfirmasi pada Minggu (9/11/2025).</p>
<p><strong>Kolaborasi Akademik dan Peran Dosen sebagai Visiting Professor</strong></p>
<p>Dari sisi akademik, ISTTS juga menjalin hubungan dengan King Mongkut’s University of Technology Thonburi (KMUTT), salah satu universitas teknik terbaik di Thailand. Kunjungan ini menjadi ajang penjajakan kerja sama pendidikan dan penelitian di bidang teknologi informasi.</p>
<p>Tidak sendiri, Prof. Esther juga ditemani oleh Assoc. Prof. Joan Santoso yang sama-sama didapuk untuk menjadi <em>Visiting Professor di Department of Computing Engineering KMUTT. </em></p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202511/image_870x_691087b040060.webp" alt=""></p>
<p>Mereka membawakan workshop selama enam jam tentang <em>Large Language Model</em> (LLM), teknologi yang menjadi dasar kecerdasan buatan modern.</p>
<p>"Kami ingin mahasiswa memahami bahwa teknologi seperti LLM bukan hanya soal algoritma, tapi bagaimana inovasi ini bisa dimanfaatkan untuk menyelesaikan masalah nyata," tutur Profersor ISTTS yang juga Kaprodi S1 Sistem Informasi dan Manajemen Bisnis Digital itu.</p>
<p><strong>Belajar Budaya dan Nilai Global</strong></p>
<p>Tak hanya fokus pada teknologi, para peserta juga diajak mengenal budaya lokal dengan mengunjungi Wat Arun (<em>Temple of Dawn</em>) di Bangkok. Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa diajak memahami pentingnya menghargai keberagaman budaya dan nilai-nilai global yang melekat dalam masyarakat modern.</p>
<p>Usai sukses menjalankan kegiatan tersebut, ISTTS berharap mahasiswa tak hanya memperoleh pengalaman akademik, tetapi juga karakter unggul dan wawasan global.</p>
<p>"Kami ingin lulusan ISTTS siap bersaing di dunia internasional. Pengalaman lintas budaya dan paparan industri global akan membentuk mereka menjadi inovator yang tangguh dan berdaya saing tinggi," pungkas Prof. Esther.</p>
<p>Program <em>study visit</em> itu menjadi bukti nyata komitmen ISTTS dalam mengembangkan pendidikan berbasis pengalaman internasional. Melalui kolaborasi akademik dan paparan industri global, mahasiswa diharapkan dapat membawa pulang inspirasi baru dan semangat berinovasi di bidang teknologi. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Dua Bulan Hilang Saat Demo Agustus, Jenazah Demonstran Reno Dimakamkan di Surabaya</title>
<link>https://suarajatimpost.com/dua-bulan-hilang-saat-demo-agustus-jenazah-demonstran-reno-dimakamkan-di-surabaya</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/dua-bulan-hilang-saat-demo-agustus-jenazah-demonstran-reno-dimakamkan-di-surabaya</guid>
<description><![CDATA[ Jenazah demonstran Reno Syahputra, yang sempat hilang saat kerusuhan di Jakarta, akhirnya dimakamkan di Surabaya setelah dua bulan pencarian dan proses identifikasi DNA kerangka yang ditemukan terbakar di Gedung ACC Kwitang, Jakarta. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202511/image_870x580_691052ab50c88.webp" length="56372" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sun, 09 Nov 2025 15:37:33 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ryan Ramadhan</dc:creator>
<media:keywords>Demonstran Hilang, Reno, Reno Farhan, Reno Syahputra Dewo, Demo Agustus, Kwitang, Surabaya, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SURABAYA, SJP —</strong> Jenazah Reno Syahputra Dewo, korban hilang saat demonstrasi di Jakarta pada akhir Agustus lalu, akhirnya tiba di kampung halamannya, Surabaya. Setelah disemayamkan di rumah duka Jalan Kampung Malang Utara I/20 B, jenazah Reno dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Putat Gede “Jarak” Surabaya, Minggu (9/11/2025).</p>
<p></p>
<p>Suasana duka menyelimuti prosesi pemakaman yang dihadiri keluarga, kerabat, dan rekan kerja. Isak tangis pecah ketika peti jenazah diturunkan ke liang lahat sekitar pukul 10.30 WIB.</p>
<p></p>
<p>Reno Syahputra Dewo sebelumnya dilaporkan hilang sejak 29 Agustus 2025, bertepatan dengan aksi demonstrasi besar di depan Gedung DPR/MPR RI, Jakarta. Pada hari yang sama, seorang mahasiswa bernama Muhammad Farhan Hamid juga dilaporkan hilang dalam peristiwa serupa.</p>
<p></p>
<p>Setelah dua bulan pencarian tanpa hasil, pada 30 Oktober 2025, aparat menemukan dua kerangka manusia dalam kondisi terbakar di Gedung Astra Credit Company (ACC) Kwitang, Jakarta Pusat, yang hangus dalam insiden kerusuhan tersebut.</p>
<p></p>
<p>Hasil tes DNA Tim Disaster Victim Identification (DVI) Mabes Polri yang diumumkan 7 November 2025 memastikan bahwa kedua jenazah tersebut adalah Reno dan Farhan. Polisi menyebut tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan, dan keduanya diduga meninggal akibat kebakaran di dalam gedung.</p>
<p></p>
<p>Sosok Reno di Mata Keluarga</p>
<p></p>
<p>Reno adalah anak sulung dari dua bersaudara, putra pasangan Mochammad Yasin dan Rita Shipiwelas Ningrum. Selama tiga tahun terakhir ia tinggal di Jakarta, bekerja di Astra Otoparts Group, kawasan Cikarang. Ia dikenal pendiam, tertutup, dan jarang bepergian.</p>
<p></p>
<p>Paman korban, Jemmy Yunianto (44), mengatakan keluarga tidak pernah menyangka Reno bisa terlibat dalam aksi demonstrasi.</p>
<p></p>
<p>"Nggak tahu kenapa di saat demo itu kok dia mungkin ada rasa ketertarikannya ya, karena nggak pernah lihat demo besar di Surabaya atau apa. Reno itu orangnya mageran, nggak pernah mau ke mana-mana," ujar Jemmy di Surabaya, Minggu (9/11/2025).</p>
<p></p>
<p>Keluarga terakhir kali berkomunikasi dengan Reno pada 29 Agustus 2025, hari yang sama ia dinyatakan hilang. Saat itu, Reno hanya meminta uang makan kepada ayahnya.</p>
<p></p>
<p>"Tanggal 29 itu minta transfer uang menurut ayahnya, cuma Rp 50.000 buat beli makan," kata Jemmy.</p>
<p></p>
<p>Setelah itu, komunikasi terputus total. Pihak keluarga melapor ke polisi setelah dua hari tak bisa menghubunginya. Hingga akhirnya muncul dugaan bahwa kerangka yang ditemukan di gedung ACC Kwitang merupakan Reno dan Farhan.</p>
<p></p>
<p>Setelah hasil identifikasi DNA dan dikonfirmasi bahwa dua kerangka itu merupakan Reno dan Farhan, jenazah Reno dipulangkan dari Jakarta ke Surabaya. Peti jenazah tiba di rumah duka Sabtu (8/11/2025) malam sekitar pukul 19.30 WIB, disambut isak tangis keluarga.</p>
<p></p>
<p>"Keluarga juga tidak ada firasat apa pun tentang kepergiannya. Kami juga telah mengikhlaskan," ujar Jemmy mewakili keluarga.</p>
<p></p>
<p>Ia juga menyampaikan rasa terima kasih kepada seluruh pihak yang telah membantu proses pencarian hingga pemakaman.</p>
<p></p>
<p>"Kami mengucapkan banyak terima kasih kepada institusi polisi yang sudah mengawal kasus hilangnya keponakan saya dari bulan Agustus sampai ditemukan hingga dikebumikan hari ini," katanya.</p>
<p></p>
<p>"Sampai pada pemakaman hari ini, semuanya berjalan dengan lancar. Mungkin berkat doa dari teman-teman, sahabat Reno, dan rekan-rekan media juga," lanjut Jemmy.</p>
<p></p>
<p>Bagi keluarga, Reno dikenal sebagai sosok sederhana yang tidak banyak bicara dan fokus bekerja. Selama tiga tahun di Jakarta, ia jarang pulang. Terakhir kali ia berkumpul bersama keluarga adalah saat Idul Fitri 2024.</p>
<p></p>
<p>Kini, meski duka masih terasa, keluarga mengaku telah mengikhlaskan kepergian Reno dan menyerahkan sepenuhnya proses penyelidikan lanjutan kepada pihak berwenang. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor: Rizqi Ardian </strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Masuk Tahun Akademik Baru, STIESIA Tanamkan Nilai Kepedulian Lewat Doa Bersama dan Santunan Sosial</title>
<link>https://suarajatimpost.com/masuk-tahun-akademik-baru-stiesia-tanamkan-nilai-kepedulian-lewat-doa-bersama-dan-santunan-sosial</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/masuk-tahun-akademik-baru-stiesia-tanamkan-nilai-kepedulian-lewat-doa-bersama-dan-santunan-sosial</guid>
<description><![CDATA[ Memulai tahun akademik dengan doa dan berbagi, STIESIA Surabaya menegaskan bahwa keberkahan ilmu lahir dari kepedulian, kampus tak hanya mencetak sarjana, tapi juga menumbuhkan empati. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202511/image_870x580_690ca1285623f.webp" length="48416" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 06 Nov 2025 21:41:59 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ryan Ramadhan</dc:creator>
<media:keywords>Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Indonesia, STIESIA, Permendiknas, Istigosah, Surabaya, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SURABAYA, SJP - </strong>Di tengah persaingan pendidikan tinggi yang kian ketat, Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Indonesia (STIESIA) Surabaya memilih cara berbeda dan lebih segar untuk memulai tahun akademik baru, yakni dengan doa dan berbagi rezeki kepada anak yatim.</p>
<p></p>
<p>Kegiatan istighosah dan santunan anak yatim itu digelar di Masjid Al-Hikmah STIESIA Surabaya, Kamis (6/11/2025). Acara diikuti oleh seluruh dosen, staf administrasi, serta karyawan kampus ekonomi tersebut dengan sesi ceramah yang dibawakan oleh Ust. M. Ali Misbahul Munir.</p>
<p></p>
<p>Tujuan utama kegiatan itu tidak hanya memohon kesehatan, keselamatan, dan kelancaran dalam penerimaan mahasiswa baru tahun akademik 2026/2027, melainkan juga simbol kebersamaan antara sivitas akademika dan masyarakat sekitar. STIESIA ingin agar langkah awal menuju tahun akademik baru diawali dengan semangat spiritual dan kepedulian sosial.</p>
<p></p>
<p>Diketahui STIESIA Surabaya sendiri dalam penerimaan mahasiswa baru angkatan tahun 2026/2027 membuka berbagai jenjang, meliputi D3, S1, S2 dan S3 dan juga kuliah Program Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL).</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202511/image_870x_690ca11a20d26.webp" alt=""></p>
<p>Ketua Perkumpulan Penyelenggara Pendidikan Nasional (Perpendiknas) Surabaya, Dra. Endang Dwi Retnani, M.Si, Ak, CA, menjelaskan bahwa kegiatan doa bersama telah menjadi tradisi rutin di lingkungan lembaga pendidikan di bawah naungan yayasan tersebut.</p>
<p></p>
<p>"Kami selalu mengadakan doa bersama untuk memohon ridho Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Tujuannya agar seluruh aktivitas di STIESIA dan lembaga di bawah Perpendiknas diberi kemudahan, kelancaran, serta kesehatan dan kesejahteraan bagi seluruh keluarga besar kami," ujar Endang, Kamis (6/11/2025).</p>
<p></p>
<p>Sebagai badan hukum sekaligus penyelenggara pendidikan STIESIA, Perpendiknas menaungi sejumlah unit, mulai dari STIESIA, Graha Widya Bakti, Klinik Pratama, Lembaga Sertifikasi Profesi, Laboratorium hingga Cafeteria STIESIA.</p>
<p></p>
<p>Endang menegaskan, kegiatan tersebut penting untuk memperkuat spiritualitas sekaligus menjaga keseimbangan antara aktivitas akademik dan nilai-nilai kemanusiaan di lembaga pendidikan.</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202511/image_870x_690ca10b22a41.webp" alt=""></p>
<p>Sementara itu, Ketua STIESIA Prof Dr Nur Fajrih Asyik, SE, M.Si, Ak, CA menuturkan bahwa istighosah merupakan bentuk tanggung jawab moral dan spiritual bagi sivitas akademika.</p>
<p></p>
<p>"Sebagai sesama muslim, kami harus taat pada ketentuan Allah. Melalui istighosah, kami berharap seluruh aktivitas akademik di STIESIA senantiasa diridhai dan diberi keberkahan," ungkapnya.</p>
<p></p>
<p>Dalam kegiatan tersebut, STIESIA juga mengundang anak-anak yatim untuk menerima santunan.</p>
<p>Menurut Prof. Nur Fajrih, kegiatan sosial telah menjadi bagian dari budaya kampus, yang juga dilakukan menjelang Idulfitri dan Iduladha, dengan memberikan bingkisan kepada masyarakat dhuafa di sekitar lingkungan kampus.</p>
<p></p>
<p>"Kami ingin agar STIESIA bukan hanya dikenal sebagai kampus ekonomi yang unggul, tapi juga kampus yang peduli. Karena di antara mahasiswa kami pun, banyak yang berjuang dari sisi ekonomi," katanya.</p>
<p></p>
<p>Selain santunan sosial, Perpendiknas juga menyediakan berbagai program beasiswa bagi mahasiswa yang kurang mampu. Beasiswa tersebut bersumber dari dana yayasan dan kerja sama dengan berbagai mitra eksternal.</p>
<p></p>
<p>Langkah tersebut menjadi bentuk komitmen agar tidak ada mahasiswa yang terhambat dalam menempuh pendidikan karena alasan ekonomi.</p>
<p></p>
<p>"Kami berharap tidak ada mahasiswa yang berhenti kuliah hanya karena faktor biaya. Itu sebabnya kami terus berupaya membantu melalui beasiswa dan kemitraan," lanjut Prof. Nur Fajrih.</p>
<p></p>
<p>Harapan besar pun disampaikan dalam acara, dengan mengawali tahun akademik melalui doa dan berbagi, STIESIA Surabaya ingin menanamkan keyakinan bahwa keberkahan akan hadir jika lembaga pendidikan mampu berbagi manfaat dengan sesama.</p>
<p></p>
<p>"Kami percaya, dengan membersihkan harta dan mendistribusikannya kepada yang membutuhkan, maka Allah akan memberikan ridho dan keberkahan. Semoga STIESIA dan seluruh lembaga di bawah Perpendiknas semakin barokah dan sukses ke depan," tutup Prof. Nur. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor: Rizqi Ardian </strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Dari Bangunan Menjorok sampai Sampah Menumpuk, Ini Penyebab Surabaya Terkepung Banjir</title>
<link>https://suarajatimpost.com/dari-bangunan-menjorok-sampai-sampah-menumpuk-ini-penyebab-surabaya-terkepung-banjir</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/dari-bangunan-menjorok-sampai-sampah-menumpuk-ini-penyebab-surabaya-terkepung-banjir</guid>
<description><![CDATA[ Bangunan menjorok menutup saluran, sampah menumpuk di pintu air, dua biang yang membuat Surabaya kembali kebanjiran meski hujan baru turun enam jam saja. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202511/image_870x580_690c81f0dfbf4.webp" length="45214" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 06 Nov 2025 19:41:23 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ryan Ramadhan</dc:creator>
<media:keywords>Banjir Surabaya, Sampah, Eri Cahyadi, Cak Eri, Wali Kota Surabaya, DSDABM, Surabaya, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SURABAYA, SJP –</strong> Hujan deras mengguyur Kota Surabaya selama lebih dari enam jam pada Rabu (5/11/2025). Guyuran dengan intensitas tinggi sejak siang hingga petang itu membuat sejumlah kawasan kota tergenang, terutama di wilayah selatan dan barat.</p>
<p>Dari hasil peninjauan di lapangan, ditemukan sejumlah faktor yang memperparah dampak hujan berkepanjangan tersebut, mulai dari bangunan warga yang menutup saluran air hingga tumpukan sampah yang menyumbat pintu air.</p>
<p><strong>Bangunan Tutup Saluran di Tanjungsari</strong></p>
<p>Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi melakukan inspeksi langsung ke beberapa titik banjir, di antaranya Jalan Jemursari, Sidosermo, Ahmad Yani, Tidar, Embong Malang, Pacuan Kuda, Tanjungsari, hingga Asemrowo.</p>
<p>Saat meninjau kawasan Jalan Tanjungsari, Kecamatan Sukomanunggal, Eri menemukan sejumlah bangunan milik warga yang menjorok hingga menutup saluran air. Kondisi ini, menurutnya, sudah berlangsung lama dan menjadi salah satu penyebab genangan tak kunjung tuntas di wilayah tersebut.</p>
<p>"Tolong dicek lagi ke BPN. Nanti barang-barang jangan sampai ada di luar persil," kata Eri Cahyadi di lokasi, Rabu (5/11/2025).</p>
<p>"Ini (bangunan) sudah puluhan tahun menghalangi jalannya air. Terus gimana mau bisa menyelesaikan banjir kalau masih ada seperti ini?" imbuhnya </p>
<p>Eri pun memerintahkan Camat Sukomanunggal dan Camat Asemrowo untuk segera mengumpulkan warga dan memastikan bangunan mereka tidak berdiri di atas saluran atau menutup aliran air.</p>
<p>"Kalau salurannya ditutupi rumah, terus gimana. Makanya saya minta tolong camat dan LPMK kumpulkan warganya, diingatkan rumahnya harus mundur sesuai surat tanahnya," tegasnya.</p>
<p>Selain itu, Eri juga melarang warga maupun pengurus lingkungan mendirikan jembatan liar di atas saluran air karena dinilai mempersempit aliran.</p>
<p>"Jangan buat jembatan di sini. Akhirnya air yang mengalir di sini ditutupi begini. Sudah dibongkar saja," ujarnya.</p>
<p><strong>Tumpukan Sampah di Pintu Air</strong></p>
<p>Selain masalah bangunan, Eri juga menemukan faktor lain yang memperparah banjir, yakni tumpukan sampah di Pintu Air Simo Kalangan, Kecamatan Sukomanunggal.</p>
<p>Ketika meninjau lokasi itu, ia mendapati aliran air tersumbat oleh volume sampah yang menumpuk di bawah pintu air. Melihat kondisi tersebut, Eri tampak kesal dan langsung menegur dinas terkait.</p>
<p><em>"Sampahe koyok ngene rek. Sampahe koyok ngene terus yo opo,"</em> ucapnya dengan nada kecewa.</p>
<p>Ia kemudian meminta agar pintu air segera dibuka total supaya air yang menggenang di kawasan Sukomanunggal bisa cepat surut.</p>
<p>Sementara itu, di saluran vital di daerah Genteng, Surabaya juga ditemukan berbagai sampah yang menyumbat aliran air. Tidak tanggung-tanggung, di saluran tersebut bahkan ditemukan sampah helm belas hingga kasur.</p>
<p>Sebagai langkah strategis jangka panjang, Eri mengarahkan jajarannya untuk membangun<em> box culvert</em> di sepanjang Jalan Simo Kalang, yang nantinya akan berfungsi menampung dan memperlancar aliran air hujan.</p>
<p>"Gawekno (buatkan) box ae gawe nampung banyu (air)," ujarnya.</p>
<p>Selain itu, Pemkot juga mencari lahan di kawasan Darmo Satelit yang dinilai strategis untuk pembangunan bozem baru sebagai tampungan air tambahan.</p>
<p><strong>Konfirmasi DSDABM Surabaya perihal Sumbatan Air</strong></p>
<p>Mengonfirmasi temuan Wali Kota Eri Cahyadi, Kepala Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM) Surabaya, Syamsul Hariadi, membenarkan adanya sejumlah sumbatan di beberapa saluran air. Salah satunya tentang rumah di kawasan Tanjungsari yang posisinya menjorok ke badan jalan dan menutup saluran air.</p>
<p>"Karena salurannya kecil dan rumah-rumah banyak yang maju ke jalan. Terus aliran ke muara juga tidak lancar," jelas Syamsul, Kamis (6/11/2025).</p>
<p>Sebagai solusi jangka menengah, Syamsul menyebut tahun depan saluran air di kawasan tersebut akan dilebarkan agar aliran air menuju muara bisa lebih lancar dan risiko genangan berkurang.</p>
<p>"Tahun depan akan dilebarkan salurannya agar bisa lebih lancar," tukasnya.</p>
<p>Dari temuan tersebut, dapat disimpulkan bahwa banjir di Surabaya bukan hanya akibat curah hujan tinggi, tetapi juga karena kombinasi persoalan infrastruktur dan perilaku masyarakat. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Blunder Live Instagram, Akun Medsos Wali Kota Surabaya Banjir Komentar &amp;apos;Epok&amp;epok&amp;apos;, Ini Tanggapan Eri Cahyadi</title>
<link>https://suarajatimpost.com/blunder-live-instagram-akun-medsos-wali-kota-surabaya-banjir-komentar-epok-epok-ini-tanggapan-eri-cahyadi</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/blunder-live-instagram-akun-medsos-wali-kota-surabaya-banjir-komentar-epok-epok-ini-tanggapan-eri-cahyadi</guid>
<description><![CDATA[ Komentar “epok-epok” membanjiri unggahan Eri Cahyadi usai blunder admin Instagramnya viral, memicu sang wali kota buka suara soal tudingan pencitraan di tengah banjir Surabaya. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202511/image_870x580_690c7930ada7e.webp" length="18922" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 06 Nov 2025 19:21:30 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ryan Ramadhan</dc:creator>
<media:keywords>Epok-epok, Banjir, Admin Sosmed, Ig Eri Cahyadi, Suara Bocor, Eri Cahyadi, Wali Kota Surabaya, Surabaya, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SURABAYA, SJP – </strong>Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi buka suara menanggapi serbuan komentar “epok-epok” yang memenuhi akun Instagram resmi, @<em>ericahyadi_</em>. Istilah "epok-epok" yang berarti “pura-pura” itu kini ramai ditulis warganet di setiap unggahan sang wali kota, buntut dari blunder admin media sosialnya yang sempat viral beberapa hari terakhir.</p>
<p><strong>Blunder Saat Live Instagram</strong></p>
<p>Insiden tersebut bermula dari siaran langsung akun Instagram @<em>ericahyadi_</em> yang dijeda, namun mikrofon admin belum dimatikan.</p>
<p>Dalam rekaman yang kemudian tersebar luas sejak akhir Oktober 2025, terdengar suara admin yang bercanda dan menyebut soal pengarsipan video kegiatan wali kota untuk diunggah saat hujan.</p>
<p>Ucapan itu memicu tafsir publik bahwa unggahan kegiatan wali kota hanyalah bentuk pencitraan. Video tersebut dengan cepat menyebar di berbagai platform media sosial, terutama TikTok, dan memunculkan gelombang komentar sinis terhadap akun resmi Eri Cahyadi.</p>
<p>Admin bernama Hening Dzikrillah kemudian menyampaikan permintaan maaf terbuka pada 3 November 2025 dan menyatakan telah mengundurkan diri dari tim pengelola akun.</p>
<p>Eri menolak permintaan tersebut dan memutuskan untuk menonaktifkan sementara Hening agar bisa melakukan introspeksi dan perbaikan diri. Kendati demikian, imbas blunder tersebut tetap terasa di dunia maya hingga kini.</p>
<p>Kini, kondisi media sosial Eri Cahyadi berubah drastis. Setiap unggahan di akun Instagram @<em>ericahyadi_</em> maupun akun resmi Bangga Surabaya, kini dipenuhi komentar “epok-epok”.</p>
<p>Fenomena itu kembali terlihat pada unggahan Rabu (5/11/2025) kemarin saat Kota Pahlawan dilanda hujan lebat yang membuat beberapa lokasi tergenang banjir.</p>
<p>Ketika Eri membagikan video dirinya meninjau beberapa titik genangan air di Kota Surabaya. Banyak warganet mempertanyakan keaslian video tersebut, apakah diambil secara langsung saat kejadian atau hanya stok lama yang diunggah ulang.</p>
<p>Komentar bernada <em>satire</em> seperti “<em>wayah e epok-epok</em>", "<em>video kapan iki</em>" hingga “ <em>wayah e upload stock</em>” mendominasi kolom komentar, menandakan turunnya kepercayaan publik terhadap keaslian konten media sosial wali kota.</p>
<p><strong>Eri Tegaskan: Medsos Bukan untuk Popularitas</strong></p>
<p>Menanggapi hal itu, Eri Cahyadi menegaskan bahwa akun media sosial miliknya tidak dibuat untuk mencari popularitas, melainkan sebagai sarana edukasi dan transparansi terhadap masyarakat.</p>
<p>"Media sosial ini bukan untuk popularitas, bukan juga untuk menampilkan apa yang dikerjakan," kata Eri saat dikonfirmasi pada Kamis (6/11/2025).</p>
<p>Ia mengaku bahwa sebenarnya dirinya tidak terlalu senang jika kegiatannya diunggah di media sosial, karena menurutnya apa yang dilakukan hanyalah kewajiban sebagai kepala daerah, bukan ajang pencitraan.</p>
<p>"Pekerjaan sebagai kepala daerah itu kewajiban, bukan sesuatu yang perlu ditonjolkan di medsos," ujarnya.</p>
<p>Eri juga menyebut sejumlah capaian konkret yang telah diraih Pemerintah Kota Surabaya di bawah kepemimpinannya. Di antaranya angka stunting turun menjadi 1,6 persen, sementara kemiskinan tercatat 3,9 persen, angka terendah dalam sejarah kota itu.</p>
<p>"Wong ngono epok-epok (kalau hasilnya begini, masa dibilang pura-pura)," tegasnya.</p>
<p>Meski sempat tersandung insiden, Eri tetap berencana memanfaatkan media sosial sebagai sarana komunikasi publik. Ia menyebut akan mengintegrasikan akun media sosial pribadi dengan dinas-dinas di bawah Pemkot Surabaya agar publik memahami bahwa pembangunan kota merupakan kerja kolektif.</p>
<p>"Sekarang banyak dinas dikolaborasi dengan IG saya, agar publik tahu yang bergerak bukan hanya wali kota," ujarnya menutup. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Pemkot Surabaya Kejar Pelaku Vandalisme Mural Gubeng Pojok</title>
<link>https://suarajatimpost.com/pemkot-surabaya-kejar-pelaku-vandalisme-mural-gubeng-pojok</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/pemkot-surabaya-kejar-pelaku-vandalisme-mural-gubeng-pojok</guid>
<description><![CDATA[ Pemkot Surabaya memburu pelaku vandalisme mural Gubeng Pojok, Wali Kota Eri Cahyadi menegaskan hukuman berat menanti perusak karya seniman muda yang mempercantik wajah kota. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202511/image_870x580_690b53d5e2552.webp" length="52852" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 05 Nov 2025 22:16:50 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ryan Ramadhan</dc:creator>
<media:keywords>Mural, Gubeng Pojok, Vandalisme, Surabaya, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SURABAYA, SJP - </strong>Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya bergerak cepat menindaklanjuti kasus vandalisme yang menimpa mural di kawasan Jalan Gubeng Pojok.</p>
<p>Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi memerintahkan perangkat daerah terkait untuk memeriksa rekaman kamera pengawas (CCTV) dan menindak tegas pelaku perusakan fasilitas publik itu.</p>
<p>Sebelum insiden vandalisme terjadi, tembok di kawasan Gubeng Pojok telah diubah menjadi kanvas besar karya seniman muda Surabaya. Tema mural menggambarkan keberagaman suku, ras, dan agama di Surabaya, serta keindahan wisata Kota Pahlawan.</p>
<p>Proyek mural tersebut digagas Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM) sebagai bagian dari penataan kawasan dan upaya mempercantik wajah kota dan baru rampung pada 20 Oktober 2025.</p>
<p>Namun, tak lama setelah rampung sekitar akhir Oktober 2025, satu pekan setelah selesai kini permukaan mural penuh warna itu dicorat-coret oleh tangan-tangan jahil. Aksi vandalisme tersebut menimbulkan keprihatinan para seniman dan warga sekitar yang ikut menjaga kebersihan kawasan itu.</p>
<p>Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi memastikan pelaku akan dikejar hingga tertangkap. Ia menegaskan sudah meminta Satpol PP dan Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) memanfaatkan rekaman kamera pengawas di sekitar lokasi.</p>
<p>"Nah ini sudah saya minta itu sama teman-teman, kan ada CCTV-nya, diproses lah. Makanya saya berharap, kalau sudah dimural jangan dirusak," kata Wali Kota Eri, Selasa (5/11/2025).</p>
<p>Cak Eri mengaku prihatin atas perusakan karya mural yang dikerjakan dengan susah payah oleh anak muda Surabaya. Ia menilai tindakan tersebut menunjukkan kurangnya rasa memiliki terhadap fasilitas umum yang dibangun dari uang negara.</p>
<p>"Arek-arek (mengerjakan) susahnya seperti itu, divandalisme. Ini saya minta (cari) CCTV, proses sampai dapat, hukumannya jangan ringan-ringan, yang berat sekalian. Karena merusak fasilitas umum," ujarnya.</p>
<p>Ia menambahkan, perbuatan vandalisme terhadap fasilitas umum termasuk pelanggaran hukum dan bisa dijerat pidana.</p>
<p>"Saya pidanakan, karena merusak fasilitas umum kan bisa masuk kategori pidana," tegasnya.</p>
<p>Dari hasil koordinasi sementara, terdapat dua hingga tiga titik CCTV yang mengarah ke lokasi mural. Rekaman tersebut kini sedang diperiksa oleh tim gabungan dari Satpol PP dan Diskominfo untuk mengidentifikasi pelaku.</p>
<p>"Insyaallah ada beberapa (CCTV) tiga atau dua. (Pelaku) lagi dicari itu sama teman-teman. Saya bilang goleki (cari) sampai ketemu (pelakunya)," kata Eri.</p>
<p>Eri menjelaskan, mural Gubeng Pojok bukan sekadar hiasan kota, melainkan simbol kebersamaan dan toleransi masyarakat Surabaya. Karena itu, ia mengajak warga menjaga keindahan karya tersebut bersama-sama.</p>
<p>"Beragam agama, beragam suku, sehingga itu menyatukanlah tempat-tempat wisata. Makanya kita harus menjaga Surabaya bareng-bareng," jelasnya.</p>
<p>Di akhir pernyataannya, Eri juga menyampaikan pesan moral kepada pelaku vandalisme agar menyadari kesalahannya.</p>
<p>"Semoga yang tangannya jahil, jadi gak jahil lagi. Semoga yang tangannya jahil, dibuka hatinya biar sadar. Bagaimanapun dia ya wargaku. Maka satu-satunya yang bisa membolak-balikkan hatinya manusia adalah Gusti Allah," pungkasnya. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor: Rizqi Ardian </strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Pemkot Surabaya Kebut Proyek Drainase Hadapi Puncak Musim Hujan 2026</title>
<link>https://suarajatimpost.com/pemkot-surabaya-kebut-proyek-drainase-hadapi-puncak-musim-hujan-2026</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/pemkot-surabaya-kebut-proyek-drainase-hadapi-puncak-musim-hujan-2026</guid>
<description><![CDATA[ Surabaya kebut proyek drainase di puluhan titik demi bebas banjir sebelum puncak musim hujan 2026, sementara 28 mobil PMK dikerahkan tiap kali hujan deras mengguyur kota. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202511/image_870x580_690b4aae88907.webp" length="99884" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 05 Nov 2025 21:47:23 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ryan Ramadhan</dc:creator>
<media:keywords>Drainase, Hujan, Banjir, Pemkot Surabaya, Eri Cahyadi, Surabaya, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SURABAYA, SJP - </strong>Memasuki awal November 2025, Surabaya mulai diguyur hujan dengan intensitas sedang hingga lebat di sejumlah wilayah. Mengantisipasi potensi genangan, Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya mempercepat pengerjaan proyek-proyek drainase agar seluruh saluran air siap berfungsi sebelum puncak musim hujan yang diprediksi terjadi pada Januari hingga Februari 2026.</p>
<p></p>
<p>Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mengatakan, percepatan proyek drainase menjadi prioritas utama menjelang akhir tahun. Menurutnya, sebagian besar proyek ditargetkan rampung pada akhir November, sehingga sistem pengendalian air bisa bekerja maksimal saat intensitas hujan meningkat.</p>
<p></p>
<p>"Jadi insyaallah di akhir November selesai semua. Tapi, alhamdulillah di bulan Oktober sudah hujan. Nah berarti apa, strategi saya untuk menahan agar tidak terjadi genangan kita keluarkan yang namanya mobil-mobil PMK (Pemadam Kebakaran)," kata Eri Cahyadi, dikonfirmasi Rabu (5/11/2025).</p>
<p></p>
<p>Eri menjelaskan, mobil PMK disiagakan untuk mempercepat aliran air di lapangan setiap kali hujan deras turun. Sedikitnya 28 unit mobil PMK diterjunkan di berbagai titik rawan genangan untuk membantu mengalirkan air ke saluran terdekat.</p>
<p></p>
<p>"Kita punya 28 unit, keluar semua setiap hujan. Dan ini moga-moga insyaallah sampai akhir November kita bisa mengatasi itu, sehingga ketika ini jadi semua, bisa selesai," ujarnya.</p>
<p></p>
<p>Menurut Eri, sejumlah kawasan yang selama puluhan tahun menjadi langganan banjir kini mulai terbebas dari genangan setelah dilakukan perbaikan sistem drainase.</p>
<p></p>
<p>"Saya kasih contoh di Pakal, puluhan tahun banjir, 30 tahun bisa selesai. Yang namanya Dukuh Kupang itu lima puluh tahun, hari ini bisa selesai, tidak banjir," tuturnya.</p>
<p></p>
<p>Meski demikian, Eri menegaskan pembangunan drainase masih akan berlanjut tahun depan di kawasan lain yang masih mengalami hambatan, salah satunya di Kecamatan Sukomanunggal.</p>
<p></p>
<p>"Kayak di Sukomanunggal itu (warga) tidak mau dibuatkan saluran, akhirnya banjir. Makanya saya bilang tahun depan (warga) harus mau. Bagaimana camat dan lurah bisa meyakinkan bahwa ketika dibuatkan saluran maka tidak menjadikan banjir," katanya.</p>
<p></p>
<p>Eri optimistis proyek drainase yang tengah dikebut bisa menuntaskan persoalan banjir di sejumlah titik lama. Ia pun mengajak warga Surabaya ikut mendukung program tersebut agar selesai tepat waktu.</p>
<p></p>
<p>"Saya mohon doanya juga warga Surabaya, insyaallah November selesai, maka ada kawasan-kawasan yang terbebas banjir. Nanti di tahun depan kita lakukan lagi untuk per kawasan," imbuhnya.</p>
<p></p>
<p><strong>Progres Teknis 70 Persen</strong></p>
<p>Kepala Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM) Kota Surabaya, Syamsul Hariadi, menjelaskan bahwa hingga awal November 2025, progres pengerjaan drainase telah mencapai sekitar 70 persen.</p>
<p></p>
<p>"Untuk saat ini update kita, paket-paket pekerjaan drainase itu sudah 70 persen kita selesaikan. Kemudian yang 20 persen selesai di akhir November, sisanya insyaallah kita selesaikan di Desember," jelas Syamsul.</p>
<p></p>
<p>Percepatan ini dilakukan agar seluruh pekerjaan rampung sebelum puncak musim hujan tiba. Berdasarkan prediksi BMKG, intensitas hujan tahun ini relatif sama dengan tahun-tahun sebelumnya, dengan puncak terjadi pada Januari–Februari 2026.</p>
<p></p>
<p>"Kalau musim hujan itu hampir sama diprediksi oleh teman-teman BMKG dengan tahun-tahun kemarin. Puncak hujan itu diprediksikan di bulan Januari–Februari. Makanya kita berusaha agar paket-paket pekerjaan bisa diselesaikan di bulan November," katanya.</p>
<p></p>
<p><strong>Fokus Proyek Besar di Benowo</strong></p>
<p>Salah satu proyek besar yang tengah dikebut DSDABM berada di kawasan Benowo, Surabaya Barat. Proyek drainase tersebut menggunakan metode penutupan total saluran agar hasil pengerjaannya maksimal.</p>
<p></p>
<p>"Yang (selesai) sampai Desember itu yang (proyek) besar-besar. Seperti drainase Benowo, itu harus kita selesaikan karena untuk pengerjaan proyek besar ini kita harus menutup total salurannya," jelas Syamsul.</p>
<p></p>
<p>Namun, metode itu memiliki konsekuensi teknis, yakni aliran air harus dialihkan sementara menggunakan pompa portable atau mobile dengan kapasitas terbatas dibandingkan aliran alami.</p>
<p></p>
<p>"Kalau ditutup total otomatis airnya itu cuma bisa kita alihkan dengan pompa. Tapi kapasitasnya sangat kecil dibandingkan aliran alami," ujarnya.</p>
<p></p>
<p>Kondisi ini berpotensi menimbulkan genangan sementara, terutama di sekitar kawasan Pondok Benowo Indah (PBI).</p>
<p></p>
<p>"Mungkin di sekitaran PBI itu ada potensi genangan kalau tidak selesai. Makanya kita usahakan supaya selesai sambil juga berdoa mudah-mudahan hujannya ini tidak terlalu deras," tutur Syamsul.</p>
<p></p>
<p>Syamsul menambahkan, DSDABM juga menyiagakan seluruh rumah pompa dan tim lapangan setiap kali muncul peringatan dini cuaca ekstrem dari BMKG.</p>
<p></p>
<p>"Prediksi teman-teman BMKG itu hanya global. Kalau yang detil itu biasanya prediksi harian. Kalau jam-jaman itu biasanya ada peringatan dua jam, tiga jam sebelumnya dari BMKG, kita harus sudah siap semua," jelasnya.</p>
<p></p>
<p>Tim lapangan DSDABM rutin memantau arah awan hujan dan berkoordinasi melalui HT (<em>handy talkie</em>). Saat hujan lebat diperkirakan mendekat, seluruh saluran dikosongkan agar siap menampung air.</p>
<p></p>
<p>"Kira-kira ada awan hujan mau mengarah ke mana, itu teman-teman harus sudah siap semua. Lewat HT kita komunikasi, rumah pompa semua dikosongkan salurannya," pungkasnya.</p>
<p></p>
<p>Dengan berbagai upaya percepatan tersebut, Pemkot Surabaya berharap tidak ada lagi kawasan langganan banjir saat musim hujan mendatang. Pemerintah juga menekankan pentingnya dukungan warga dalam menjaga kelancaran saluran air dan mendukung program drainase agar kota tetap aman dan kering saat curah hujan meningkat. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor: Rizqi Ardian </strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Hujan Lebih dari Enam Jam, Sejumlah Wilayah Surabaya Tergenang hingga Motor Mogok</title>
<link>https://suarajatimpost.com/hujan-lebih-dari-enam-jam-sejumlah-wilayah-surabaya-tergenang-hingga-motor-mogok</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/hujan-lebih-dari-enam-jam-sejumlah-wilayah-surabaya-tergenang-hingga-motor-mogok</guid>
<description><![CDATA[ Hujan deras lebih dari enam jam mengguyur Surabaya, membuat sejumlah kawasan tergenang hingga 20 sentimeter, motor-motor mogok, dan lalu lintas di beberapa titik tersendat parah. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202511/image_870x580_690b4222ec8d1.webp" length="38208" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 05 Nov 2025 19:39:36 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ryan Ramadhan</dc:creator>
<media:keywords>Banjir, Hujan, Hujan Deras, Surabaya, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SURABAYA, SJP - </strong>Hujan deras mengguyur Kota Surabaya dan sekitarnya selama lebih dari enam jam, sejak pukul 12.30 WIB hingga malam hari, Rabu (5/11/2025). Akibatnya, sejumlah kawasan di Surabaya dan Sidoarjo tergenang air, sebagian bahkan mulai masuk ke rumah warga.</p>
<p>Laporan dari pendengar Radio Suara Surabaya (SS), genangan setinggi setengah ban sepeda motor atau sekitar 20 sentimeter terjadi di Jalan Panjang Jiwo dan Jalan Kendangsari. Meski demikian, arus lalu lintas di dua lokasi itu masih terpantau lancar.</p>
<p>Kondisi serupa juga terjadi di Sidosermo IV, dengan ketinggian air setengah ban motor dan mulai masuk ke rumah warga. Di bawah jembatan layang Jalan Raya Waru, air sungai dilaporkan meluap dan menggenangi jalan, menyebabkan lalu lintas padat karena kendaraan memperlambat laju.</p>
<p>Hujan deras juga melanda kawasan Surabaya Selatan dan Barat seperti Dukuh Kupang, Jalan Jarak, dan Banyu Urip. Warga menilai sistem drainase di wilayah itu cukup baik karena air cepat surut begitu hujan mereda. Namun, kemacetan sempat terjadi di sekitar Pasar Asem Banyu Urip saat hujan deras menjelang malam.</p>
<p>Di Nginden Medokan Semampir, dua pengurus Yayasan Pendidikan Wartawan Jawa Timur, Riamah Douliat dan Yanti Gobel, dilaporkan sempat terjebak genangan air di sekitar kampus Stikosa-AWS.</p>
<p>Sementara itu, di Surabaya Pusat seperti Genteng, Tegalsari, Bubutan, dan Simokerto kondisi relatif aman. Tidak tampak genangan, dan arus lalu lintas tetap lancar meski hujan mengguyur cukup lama.</p>
<p>Sejumlah laporan juga menyebut banyak sepeda motor mogok di beberapa titik. Warga melaporkannya ke Command Center 112 Surabaya, menandakan dampak hujan cukup luas pada jam pulang kerja.</p>
<p>Pantauan langsung tin suarajatimpost.com dari Kantor BPS Jawa Timur menunjukkan hujan mulai turun sekitar pukul 12.30 WIB dan baru sedikit mereda menjelang pukul 18.30. Seorang pegawai BPS mengaku baru bisa pulang setelah hujan reda, meski jalanan masih padat.</p>
<p>"Dari siang hujan belum berhenti. Mau nggak mau pulang, soalnya besok tetap masuk kerja," ujarnya saat ditemui sekitar pukul 18.30 WIB.</p>
<p>Hingga pukul 19.00 WIB, hujan masih turun di kawasan Kecamatan Tenggilis Mejoyo, meski tidak menimbulkan genangan. Di sejumlah titik lain, air mulai berangsur surut seiring hujan yang kian menipis menjelang malam. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Pemkot Surabaya Gugat Balik WALHI Jatim Soal Dokumen AMDAL PLTSa Benowo</title>
<link>https://suarajatimpost.com/pemkot-surabaya-gugat-balik-walhi-jatim-soal-dokumen-amdal-pltsa-benowo</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/pemkot-surabaya-gugat-balik-walhi-jatim-soal-dokumen-amdal-pltsa-benowo</guid>
<description><![CDATA[ Pemkot Surabaya menggugat balik WALHI ke PTUN setelah kalah di Komisi Informasi soal dokumen AMDAL PLTSa Benowo, menandai babak baru sengketa keterbukaan informasi lingkungan. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202511/image_870x580_690a0171ce473.webp" length="43790" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Tue, 04 Nov 2025 22:30:29 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ryan Ramadhan</dc:creator>
<media:keywords>PLTSa Benowo, WALHI, WALHI Jatim, Amdal, Pemkot Surabaya, Surabaya, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SURABAYA, SJP - </strong>Sengketa informasi publik mengenai dokumen Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) Benowo, Surabaya oleh Wahana Lingkungan Hidup (WALHI) Jawa Timur, berujung ke meja hijau. </p>
<p>Setelah sebelumnya WALHI memenangkan gugatan di Komisi Informasi Jawa Timur yang menyatakan dokumen ANDAL PLTSa Benowo bersifat publik, kini Pemkot Surabaya justru menggugat balik hasil putusan tersebut ke Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Surabaya.</p>
<p>Sidang gugatan lanjutan itu digelar pada Selasa (4/11/2025) di PTUN Surabaya, dengan WALHI Jatim hadir sebagai pihak terkait dalam perkara yang diajukan oleh Pemerintah Kota Surabaya.</p>
<p><strong>PLTSa Benowo, Dari Inovasi Energi hingga Sumber Polemik</strong></p>
<p>Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) Benowo yang berlokasi di kawasan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Benowo, Kecamatan Pakal, Surabaya, merupakan proyek pengolahan sampah menjadi energi listrik yang telah beroperasi penuh sejak 2021. Proyek tersebut digadang-gadang sebagai solusi pengelolaan sampah kota sekaligus penyedia energi ramah lingkungan.</p>
<p>Namun sejak awal, keberadaan PLTSa Benowo menuai kritik dari sejumlah organisasi lingkungan. WALHI Jawa Timur menilai proyek tersebut berpotensi menimbulkan dampak lingkungan serius, terutama pada kualitas udara dan kesehatan warga sekitar.</p>
<p>Selain itu, lembaga ini juga menyoroti rendahnya transparansi pemerintah dalam membuka dokumen AMDAL, padahal dokumen tersebut penting untuk memastikan apakah kajian dampak lingkungan proyek sudah sesuai aturan.</p>
<p><strong>KI Jatim Tegaskan AMDAL Adalah Dokumen Publik</strong></p>
<p>Persoalan keterbukaan informasi bermula ketika WALHI Jawa Timur mengajukan permohonan salinan dokumen AMDAL PLTSa Benowo ke Pemerintah Kota Surabaya. Namun, permohonan itu ditolak dengan alasan bahwa dokumen tersebut merupakan informasi yang dikecualikan.</p>
<p>WALHI kemudian mengajukan sengketa informasi ke Komisi Informasi Provinsi Jawa Timur. Dalam putusan No. 67/PIII/KI-Prov.Jatim-PS-A/2025, Komisi Informasi mengabulkan seluruh permohonan WALHI dan menyatakan bahwa dokumen AMDAL PLTSa Benowo merupakan dokumen publik.</p>
<p>Putusan itu juga memerintahkan Pemkot Surabaya untuk menyerahkan dokumen AMDAL paling lambat 10 hari kerja sejak putusan berkekuatan hukum tetap, dengan catatan bagian yang bersifat rahasia dapat dihitamkan atau dikaburkan.</p>
<p><strong>Pemkot Balik Gugat WALHI ke PTUN</strong></p>
<p>Namun, Pemkot Surabaya justru mengajukan keberatan ke PTUN Surabaya. Dalam gugatan itu, Pemkot menilai dokumen AMDAL termasuk informasi yang dikecualikan dengan merujuk pada Pasal 40 ayat (1) huruf a Undang-Undang No. 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta dan Pasal 17 huruf b Undang-Undang No. 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik.</p>
<p>Menurut WALHI, alasan tersebut tidak relevan. Pasal dalam UU Hak Cipta dimaksudkan untuk melindungi karya orisinal di bidang seni, ilmu pengetahuan, dan sastra, bukan dokumen administratif seperti AMDAL. Begitu pula Pasal 17 huruf b UU KIP yang tidak ada kaitannya dengan rahasia dagang atau proses hukum dalam konteks permohonan ini.</p>
<p><strong>WALHI: Pemerintah Surabaya Melanggar Prinsip Keterbukaan</strong></p>
<p>Direktur Eksekutif WALHI Jawa Timur, Wahyu, menilai tindakan Pemerintah Kota Surabaya sebagai bentuk inkonsistensi dan pelanggaran terhadap prinsip keterbukaan informasi publik yang dijamin oleh undang-undang.</p>
<p>"Gugatan yang dilakukan oleh Pemerintah Kota Surabaya ini adalah bentuk pelanggaran konstitusi dan pemberangusan partisipasi publik, terutama tertutupnya informasi," ujar Wahyu.</p>
<p>Ia menegaskan bahwa proyek PLTSa memiliki potensi bahaya bagi publik, sehingga masyarakat berhak mengetahui seluruh dokumen lingkungan terkait.</p>
<p>"Pemerintah Kota Surabaya melalui Eri Cahyadi harus memastikan keterbukaan informasi dan partisipasi publik, karena proyek PLTSa merupakan proyek yang berbahaya dan berisiko bagi publik. Dokumen AMDAL sebagaimana amanat undang-undang harus terbuka dan menjadi bagian partisipasi publik, terutama untuk hak atas lingkungan hidup yang baik dan sehat," tegasnya.</p>
<p>Dalam pernyataannya, WALHI juga menyoroti bahwa langkah Pemkot Surabaya menggugat keterbukaan informasi publik menunjukkan bahwa akses terhadap dokumen lingkungan di kota tersebut seolah menjadi hal yang dilarang.</p>
<p>Menurut WALHI, permintaan informasi ini sejatinya adalah bagian dari kontrol sosial masyarakat sipil terhadap kebijakan publik yang memiliki dampak besar terhadap lingkungan dan kesehatan masyarakat.</p>
<p>"Gugatan ke PTUN ini menegaskan bahwa prinsip keterbukaan informasi di Kota Surabaya, terutama berkaitan dengan dokumen lingkungan, adalah hal yang diharamkan," demikian isi pernyataan WALHI.</p>
<p>Hingga saat ini, publik disebut belum memiliki akses terhadap hasil uji risiko, baku mutu udara, maupun mekanisme pengawasan lingkungan dari proyek PLTSa Benowo. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor: Rizqi Ardian </strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Tiga Penyakit Utama Mengancam Jawa Timur, Dinkes Minta Posyandu Jadi Garda Depan</title>
<link>https://suarajatimpost.com/tiga-penyakit-utama-mengancam-jawa-timur-dinkes-minta-posyandu-jadi-garda-depan</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/tiga-penyakit-utama-mengancam-jawa-timur-dinkes-minta-posyandu-jadi-garda-depan</guid>
<description><![CDATA[ Lonjakan kasus metabolic syndrome, kanker, dan infeksi di Jawa Timur membuat pemerintah daerah menyiapkan langkah besar: menggerakkan Posyandu dan layanan cek kesehatan gratis hingga ke tingkat desa. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202511/image_870x580_690a016ba75de.webp" length="45832" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Tue, 04 Nov 2025 22:12:41 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ryan Ramadhan</dc:creator>
<media:keywords>Posyandu, Kesehatan, Dinas Kesehatan, Dinkes Jatim, Stunting, TP Posyandu, Jawa Timur, Surabaya, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SURABAYA, SJP – </strong>Pemerintah Provinsi Jawa Timur mencatat tiga penyakit utama yang kini menjadi ancaman serius, yaitu <em>metabolic syndrome</em>, penyakit keganasan (kanker), dan infeksi. Tren kasus ketiganya terus meningkat di berbagai rumah sakit, sehingga Pemprov Jatim menyiapkan langkah deteksi dini melalui program cek kesehatan gratis.</p>
<p>Laporan tersebut disampaikan oleh Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur, dr. Erwin Astha Triyono, mewakili Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, dalam Rapat Koordinasi Daerah Tim Pembina (TP) Posyandu Provinsi dan Kabupaten/Kota se-Jawa Timur Tahun 2025 di Hotel Aria Centra, Surabaya, Selasa (4/11/2025).</p>
<p>Erwin menjelaskan bahwa tiga penyakit tersebut menjadi perhatian utama pemerintah karena peningkatannya merata di semua wilayah. Ia meminta seluruh TP Posyandu kabupaten/kota mendukung program nasional Quick Win Presiden Prabowo Subianto, berupa cek kesehatan gratis di puskesmas agar masyarakat lebih mudah mengetahui kondisi kesehatannya.</p>
<p>"Tiga penyakit terbanyak itu ada metabolic syndrome, ada keganasan, ada infeksi. Hampir di semua rumah sakit trennya meningkat. Karena itu, kami titip Bapak-Ibu di kabupaten/kota untuk mendukung program cek kesehatan gratis agar kondisi masyarakat bisa terpantau sejak dini," ujar Erwin, Selasa (4/11/2025).</p>
<p><strong>Penemuan Kasus TBC Bukan Aib</strong></p>
<p>Selain tiga penyakit utama, Erwin juga menyoroti TBC sebagai salah satu fokus utama kebijakan nasional di bidang kesehatan. Ia mengingatkan bahwa meningkatnya penemuan kasus justru menunjukkan keberhasilan deteksi dini, bukan kegagalan.</p>
<p>"Ketemu lebih baik daripada tidak ketemu. Kalau ada kabupaten/kota yang temuan kasus TBC-nya meningkat, itu justru artinya kinerjanya baik. Karena kalau tidak ketemu, penularannya jauh lebih cepat," jelasnya.</p>
<p>Erwin meminta agar stigma terhadap pasien TBC dihapuskan dan seluruh kader Posyandu berperan aktif dalam pemantauan kasus di lapangan.</p>
<p><strong>Pendekatan Terpadu Tangani Stunting</strong></p>
<p>Dalam laporannya, Erwin juga menyoroti penanganan stunting, dengan mencontohkan keberhasilan Kota Surabaya dalam sistem notifikasi dan tindak lanjut kasus. Menurutnya, setiap temuan stunting harus segera diklasifikasi berdasarkan penyebab:</p>
<ol>
<li>Pola asuh tidak tepat,</li>
<li>Akses pangan terbatas, atau</li>
<li>Penyakit penyerta seperti TBC.</li>
</ol>
<p>"Begitu ada stunting, langsung kita bagi tiga. Kalau karena pola asuh, kita damping. Kalau karena akses makanan, kita bantu lewat dinas sosial. Kalau karena penyakit seperti TBC, kita obati penyakit dasarnya," paparnya.</p>
<p>Ia menambahkan, studi di Madiun membuktikan bahwa beberapa bayi stunting mengalami perbaikan setelah pengobatan TBC, menandakan pentingnya deteksi penyakit sebagai langkah pencegahan.</p>
<p><strong>Angka Kematian Ibu Terus Turun</strong></p>
<p>Erwin menyebut angka kematian ibu (AKI) di Jawa Timur terus menurun dari tahun ke tahun, namun tetap menegaskan agar tidak ada lagi kematian yang bisa dicegah. Untuk itu, ia menjelaskan pendekatan tiga delay dalam mendampingi ibu hamil:</p>
<ul>
<li><em>Delay</em> <em>1</em> – ibu hamil tidak terdeteksi atau enggan memeriksakan diri (sering karena pernikahan dini).</li>
<li><em>Delay</em> <em>2</em> – hambatan ekonomi atau akses layanan kesehatan.</li>
<li><em>Delay 3 </em>– keterlambatan penanganan saat kondisi darurat.</li>
</ul>
<p>"Begitu ketemu ibu hamil, langsung dibagi tiga. Kalau ada hambatan finansial atau malu karena usia muda, harus segera kita dampingi supaya tidak terlambat saat persalinan," katanya.</p>
<p><strong>Imunisasi dan Edukasi Masyarakat</strong></p>
<p>Erwin juga menyinggung tantangan imunisasi di beberapa daerah Madura, di mana hoaks dan isu halal-haram masih menjadi hambatan. Ia menegaskan bahwa jika imunisasi tidak maksimal, akan muncul kembali penyakit infeksi lama seperti campak dan difteri.</p>
<p>"Kalau imunisasi tidak maksimal, kita siap memanen semua problem infeksi," tegasnya.</p>
<p>Karena itu, ia meminta TP Pembina dan kader Posyandu aktif memberikan edukasi dan pendampingan kepada masyarakat agar cakupan imunisasi meningkat.</p>
<p><strong>Posyandu sebagai Jembatan Pemerintah dan Masyarakat</strong></p>
<p>Hingga saat ini, Jawa Timur memiliki 46.415 Posyandu dengan 269.478 kader aktif. Erwin menilai peran Posyandu sangat strategis sebagai jembatan antara pemerintah dan masyarakat dalam edukasi, pelayanan dasar, dan pengawasan kesehatan.</p>
<p>"Pemberdayaan masyarakat lewat Posyandu adalah jembatan terbaik dari pemerintah ke masyarakat. Harapannya, tahun 2045 kita bisa memanen generasi emas Jawa Timur," ujarnya optimistis.</p>
<p>Ketua TP Posyandu Provinsi Jawa Timur, Arumi Bachsin Emil Dardak, menegaskan komitmen Pemprov Jatim untuk menangani seluruh permasalahan kesehatan itu, terlebih setelah terbitnya Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) Nomor 13 Tahun 2024 yang memperluas peran Posyandu.</p>
<p>Arumi juga menjelaskan bahwa Pemprov Jatim sudah berkomitmen untuk menurunkan angka stunting di 19 kabupaten/kota yang masih di atas rata-rata provinsi. Intervensi lapangan akan dilakukan mulai 10 November hingga 5 Desember 2025, dengan dukungan TP Posyandu di masing-masing daerah.</p>
<p>"Seluruh langkah tersebut tidak akan berhasil tanpa kolaborasi yang kuat dan sinergi nyata antara TP Posyandu provinsi dan kabupaten/kota," kata Arumi.</p>
<p>Ia berharap Rakorda ini melahirkan kesepahaman dan rencana aksi konkret untuk memperkuat Posyandu sebagai ujung tombak pelayanan dasar masyarakat, sekaligus memastikan seluruh program kesehatan berjalan secara berkelanjutan di Jawa Timur. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor: Rizqi Ardian </strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Posyandu Kini Jadi Pusat Layanan Masyarakat Terpadu Enam Bidang SPM</title>
<link>https://suarajatimpost.com/posyandu-kini-jadi-pusat-layanan-masyarakat-terpadu-enam-bidang-spm</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/posyandu-kini-jadi-pusat-layanan-masyarakat-terpadu-enam-bidang-spm</guid>
<description><![CDATA[ Posyandu di Jawa Timur kini tak lagi sebatas layanan kesehatan, tapi bertransformasi menjadi pusat pelayanan terpadu masyarakat di enam bidang Standar Pelayanan Minimal (SPM). ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202511/image_870x580_690a015d541b8.webp" length="37248" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Tue, 04 Nov 2025 21:51:08 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ryan Ramadhan</dc:creator>
<media:keywords>Posyandu, Pemprov Jatim, Arumi Bachsin, TP Posyandu, SPM, Surabaya, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SURABAYA, SJP — </strong>Terbitnya Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) Nomor 13 Tahun 2024 tentang Posyandu menjadi tonggak penting dalam transformasi pelayanan masyarakat di tingkat desa dan kelurahan. </p>
<p>Regulasi baru itu memperluas peran Posyandu, tidak hanya di bidang kesehatan, tetapi juga pada enam bidang Standar Pelayanan Minimal (SPM) yang meliputi kesehatan, pendidikan, sosial, pekerjaan umum, perumahan rakyat, serta ketenteraman dan ketertiban umum.</p>
<p>Menindaklanjuti kebijakan tersebut, Tim Pembina (TP) Posyandu Provinsi Jawa Timur menggelar Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) bersama TP Posyandu kabupaten/kota se-Jawa Timur di Hotel Aria Centra, Surabaya, Selasa (4/11/2025).</p>
<p>Rapat koordinasi itu merupakan tindak lanjut dari Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) TP Posyandu yang digelar pada 22 September 2025 lalu di Jakarta.</p>
<p>Rakorda di Surabaya dihadiri 157 peserta, terdiri dari Ketua dan Sekretaris TP Posyandu kabupaten/kota, TP Posyandu Provinsi, serta perwakilan sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD).</p>
<p><strong>Transformasi Posyandu Enam Bidang</strong></p>
<p>Dalam arahannya, Ketua TP Posyandu Provinsi Jawa Timur, Arumi Bachsin Emil Dardak menegaskan bahwa tahun 2025 menjadi momentum penting bagi seluruh daerah untuk menyesuaikan arah kebijakan Posyandu sesuai amanat Permendagri terbaru.</p>
<p>"Tahun 2025 ini menjadi momentum penting bagi kita semua. Setelah terbitnya Permendagri Nomor 13 Tahun 2024 tentang Posyandu, arah kebijakan Posyandu di Jawa Timur juga harus menyesuaikan," ujar Arumi, Selasa (4/11/2025).</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202511/image_870x_690a0166af286.webp" alt=""></p>
<p>Ia menjelaskan, Posyandu kini tidak lagi dipandang sebatas tempat pelayanan untuk balita dan ibu hamil. Posyandu telah bertransformasi menjadi pusat pelayanan terpadu berbasis masyarakat yang mendukung pelaksanaan enam bidang Standar Pelayanan Minimal (SPM) urusan wajib pemerintah daerah, meliputi:</p>
<ol>
<li>Kesehatan</li>
<li>Pendidikan</li>
<li>Sosial</li>
<li>Pekerjaan Umum</li>
<li>Perumahan Rakyat</li>
<li>Ketentraman dan Ketertiban Umum serta Perlindungan Masyarakat (Trantibumlinmas).</li>
</ol>
<p>"Kita tidak lagi memandang Posyandu hanya sebagai tempat pelayanan balita dan ibu hamil, melainkan sebagai pusat pelayanan terpadu masyarakat di enam bidang pelayanan dasar," tegasnya.</p>
<p><strong>Langkah Strategis Penguatan Posyandu</strong></p>
<p>Arumi memaparkan beberapa langkah strategis yang harus dilakukan seluruh TP Posyandu di Jawa Timur untuk memperkuat kelembagaan dan pelaksanaan enam bidang SPM tersebut.</p>
<ul>
<li><strong>Pertama</strong>, penyelarasan kebijakan dan rencana aksi daerah, agar peraturan bupati/wali kota, SK Tim Pembina, serta dokumen perencanaan daerah seperti RPJMD, Renstra OPD, dan RKPD dapat disesuaikan dengan amanat Permendagri 13/2024.</li>
<li><strong>Kedua</strong>, penguatan kelembagaan dan tata kelola, dengan memastikan setiap Posyandu memiliki struktur pengurus aktif, kader terlatih, serta sistem pencatatan kegiatan yang terintegrasi.</li>
<li><strong>Ketiga</strong>, peningkatan kapasitas SDM dan kader, melalui pelatihan dan pembekalan kader agar memahami tugas di enam bidang SPM, serta menggandeng perguruan tinggi untuk pendampingan dan inovasi.</li>
</ul>
<p>"Kami mendorong kabupaten dan kota membentuk sekretariat bersama Tim Pembina Posyandu untuk memperlancar koordinasi lintas sektor," jelas Arumi.</p>
<p>Selain itu, Arumi juga menekankan pentingnya sinergi lintas sektor, dengan melibatkan OPD terkait seperti Dinas Kesehatan, PMD, Pendidikan, Sosial, Ketahanan Pangan, Lingkungan Hidup, dan Koperasi/UMKM.</p>
<p>Penguatan peran Posyandu juga diarahkan pada pemanfaatan data dan teknologi digital. Arumi menilai, sistem informasi Posyandu berbasis digital dapat memperkuat pemantauan capaian pelayanan dasar lintas bidang.</p>
<p>"Data Posyandu harus menjadi rujukan utama dalam penyusunan kebijakan intervensi pelayanan dasar," ungkapnya.</p>
<p>Selain itu, ia mendorong setiap daerah melahirkan inovasi berbasis potensi lokal, seperti Posyandu Pangan Lestari, Posyandu Ramah Lingkungan, hingga Posyandu Ekonomi Keluarga. Pendanaan dapat dioptimalkan melalui APBD, dana desa, CSR, maupun dukungan mitra pembangunan.</p>
<p>Menutup arahannya, Arumi menegaskan pentingnya menjadikan Posyandu sebagai wadah pemberdayaan masyarakat yang adaptif, inklusif, dan berdaya saing.</p>
<p>"Mari kita jadikan Posyandu sebagai wadah pemberdayaan masyarakat yang adaptif, inklusif, dan berdaya saing, sesuai semangat Jawa Timur yang terus bergerak maju," tutup Arumi.</p>
<p><strong>Dorong Registrasi Nasional Posyandu</strong></p>
<p>Sementara itu, dalam laporannya, Kepala Dinas PMD Jawa Timur, Budi Sarwoto, menjelaskan bahwa tujuan Rokorda diperuntukan guna menyamakan persepsi terkait penguatan kelembagaan Posyandu di Jawa Timur dan mempercepat pendaftaran nomor registrasi Posyandu secara nasional.</p>
<p>"Pada saat Rakornas, Jawa Timur masih di posisi menengah ke bawah dalam tingkat registrasi. Dengan Rakorda ini, kami berharap bisa segera melakukan percepatan agar seluruh Posyandu terdaftar sebelum akhir tahun," ujar Budi.</p>
<p>Senada dengan Arumi, Budi juga berharap Rakorda kali ini dapat menghasilkan sinergitas antar-TP Posyandu di tingkat provinsi dan kabupaten/kota, serta memperkuat koordinasi lintas sektor dalam penguatan layanan masyarakat di enam bidang SPM. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor: Rizqi Ardian </strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Lestarikan Tradisi Turun&amp;Temurun, Warga Sambikerep Surabaya Kembali Gelar Sedekah Bumi</title>
<link>https://suarajatimpost.com/lestarikan-tradisi-turun-temurun-warga-sambikerep-surabaya-kembali-gelar-sedekah-bumi</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/lestarikan-tradisi-turun-temurun-warga-sambikerep-surabaya-kembali-gelar-sedekah-bumi</guid>
<description><![CDATA[ Deretan ancak jumbo berhias hasil bumi memenuhi halaman Balai RW Sambikerep, menjadi simbol syukur dan bukti bahwa tradisi leluhur masih hidup di tengah modernitas Surabaya. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202511/image_870x580_6907469508d04.webp" length="66690" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sun, 02 Nov 2025 22:06:09 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ryan Ramadhan</dc:creator>
<media:keywords>Sedekah Bumi, Sambikerep, Ancak, Ancak Jumbo, Hasil Bumi, Surabaya, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SURABAYA, SJP —</strong> Suasana di Balai RW 04 Sambikerep, Surabaya, Minggu (2/11/2025) pagi terasa begitu semarak. Deretan ancak berukuran besar berdiri megah di halaman, dihiasi aneka hasil bumi, buah-buahan, sayur-mayur, hingga makanan tradisional.</p>
<p>Setiap tahun, warga dari dua belas RT di daerah tersebut selalu sibuk menyiapkan hasil karya ancak mereka untuk acara tahunan sedekah bumi sebagai simbol rasa syukur kepada tuhan atas rezeki dan hasil bumi yang mereka peroleh.</p>
<p>Ancak yang dirangkai oleh setiap warga dari masing-masing RT itu memiliki wujud yang bervariasi. Untuk tahun 2025 ini, ancak didominasi oleh wujud yang menyerupai hewan seperti kura-kura, burung, rusa, hingga naga, namun ada pula yang menyerupai figur manusia.</p>
<p>Berlokasi di Balai RW lama, lokasi perayaan tahun ini tampak penuh sesak oleh warga yang ingin menyaksikan dan ikut mendapatkan hasil bumi. Setiap ancak datang bergiliran memasuki halaman utama, diiringi tawa, musik, dan penampilan hiburan dari masing-masing RT.</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202511/image_870x_6907468571353.webp" alt=""></p>
<p><strong>Dari Tumpeng Kecil ke Ancak Jumbo</strong></p>
<p>Tradisi Sedekah Bumi di Sambikerep bukan hal baru. Ketua RW 04 Sambikerep, Suwito, menuturkan bahwa perayaan tersebut telah berlangsung sejak masa para sesepuh. Dulu bentuknya masih sederhana, namun kini berkembang menjadi perayaan besar yang melibatkan seluruh RT.</p>
<p>"Dulu itu hanya seperti tumpeng biasa, lalu berkembang yang mana setiap warga membuat ancak kecil sendiri. Tapi seiring waktu, pengurus RT-RW sepakat membuat ancak jumbo tiap RT supaya warga bisa guyub dan gotong royong," ucap Suwito seusai acara, Minggu (2/11/2025).</p>
<p>Perubahan bentuk dari ancak kecil menjadi ancak jumbo mencerminkan pergeseran nilai sosial, dari kegiatan individual menjadi gotong royong kolektif. Kini, setiap RT di RW 04 berpartisipasi aktif, mengeluarkan waktu, tenaga, dan biaya untuk mewujudkan ancak terbaik dari lingkungan mereka masing-masing.</p>
<p>Meski setiap RT bersemangat untuk membuat ancak dengan bentuk terbaik, Suwito menegaskan bahwa semangat dalam perayaan itu bukanlah kompetisi. Tidak ada penilaian siapa yang paling indah atau paling besar, sebab maknanya justru terletak pada kebersamaan.</p>
<p>"Yang penting warga Sambikerep ini bisa guyub, rukun, gotong royongan. Tidak ada persaingan antara RT, semua sama rata," jelasnya.</p>
<p>Dana pembuatan ancak berasal dari iuran warga maupun bantuan lingkungan. Meski biayanya cukup besar, warga tidak merasa terbebani. Semua RT berpartisipasi sesuai kemampuan masing-masing. Nilai gotong royong menjadi fondasi utama yang membuat tradisi ini terus bertahan.</p>
<p><strong>Berputarnya Tradisi di Dua Balai RW</strong></p>
<p>Seperti yang diketahui sebelumnya, tahun ini perayaan dipusatkan di Balai RW lama yang berada di wilayah RT 9 Sambikerep. Namun, tradisi Sedekah Bumi di RW 04 dilaksanakan secara bergantian lokasi setiap tahun dengan Balai RW baru yang berada di kawasan RT 1 dan RT 2.</p>
<p>"Jadi kita ini punya dua balai RW, satu balai baru dan satu balai lama. Untuk tahun ini diadakan di Balai RW lama, tahun depan Insyaallah di balai baru. Jadi setiap tahun bergantian biar semua wilayah RW ikut merasakan," terang Suwito</p>
<p>Sistem rotasi lokasi itu menjadi bentuk pemerataan dan memastikan seluruh wilayah RW tetap terlibat aktif dalam menjaga tradisi.</p>
<p>Penentuan tanggal perayaan Sedekah Bumi dilakukan lewat rapat besar seluruh RT. Biasanya berlangsung satu atau dua bulan setelah Hari Raya Idul Fitri. Namun, tahun ini jadwalnya bergeser ke bulan November karena padatnya jadwal grup ludruk yang biasa menjadi hiburan warga.</p>
<p>"Biasanya bulan sembilan atau sepuluh, tapi karena ludruk yang biasa kita tanggap jadwalnya penuh, akhirnya diundur bulan sebelas," ucap Suwito.</p>
<p>Keputusan bersama itu menunjukkan bagaimana warga Sambikerep tetap menjunjung tinggi musyawarah dan kesepakatan kolektif dalam menjaga kelangsungan tradisi.</p>
<p>Di tengah modernisasi Surabaya sebagai kota industri, Sedekah Bumi RW 04 Sambikerep menjadi oasis budaya yang terus hidup dari generasi ke generasi. Tradisi ini bukan hanya ajang syukur atas hasil bumi, tetapi juga simbol identitas, persatuan, dan harmoni sosial bagi masyarakatnya.</p>
<p>Suwito berharap, semangat yang terbangun dari kegiatan Sedekah bumi dapat terus diwariskan kepada anak cucu. "Tradisi ini harus dijaga supaya warga tetap ayem, tentrem, dan sejahtera," pungkasnya.</p>
<p>Selain ancak jumbo, acara sedekah bumi masih berlanjut hingga Senin (3/11/2025) dini hari dengan dimeriahkan oleh kegiatan seni dan tradisi lokal seperti Tayub (tarian tradisional Jawa Timur), Kendangan, Olahraga OKOL, hingga Ludruk Karisma Baru yang merupakan grup ludruk asli Surabaya.</p>
<p>Dengan ancak jumbo yang berdiri megah dan tawa warga yang memenuhi halaman balai RW, Sedekah Bumi tahun ini menjadi bukti nyata bahwa warisan leluhur masih berdenyut kuat di tengah kehidupan masyarakat modern Sambikerep. (*)</p>
<p>Editor: Danu S</p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Robot Lengan Pintar Karya Mahasiswa Undika, Bergerak Hanya dengan Isyarat Tangan</title>
<link>https://suarajatimpost.com/robot-lengan-pintar-karya-mahasiswa-undika-bergerak-hanya-dengan-isyarat-tangan</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/robot-lengan-pintar-karya-mahasiswa-undika-bergerak-hanya-dengan-isyarat-tangan</guid>
<description><![CDATA[ Dari proyek kampus sederhana, dua mahasiswa Undika menghadirkan robot lengan berbasis AI yang bisa bergerak hanya lewat isyarat tangan, membawa teknologi pabrik ke genggaman manusia. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202511/image_870x580_6906c679753b5.webp" length="41938" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sun, 02 Nov 2025 15:29:50 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ryan Ramadhan</dc:creator>
<media:keywords>Universitas Dinamika, STIKOM Surabaya, Undika, AI, Arm Robot, Robot, Surabaya, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SURABAYA, SJP — </strong>Selama ini, robot lengan identik dengan mesin-mesin besar di pabrik industri, lengkap dengan kabel, tombol, dan sistem kendali rumit. Namun, dua mahasiswa Universitas Dinamika (Undika) berhasil menghadirkan versi yang lebih sederhana dan interaktif, robot lengan yang bisa dikendalikan hanya dengan isyarat tangan.</p>
<p></p>
<p>Adalah Achmad Bayu Setiawan dan Wildan Atho’illah, mahasiswa Prodi Teknik Komputer Undika, yang sukses mengembangkan inovasi bertajuk “Image Processing-Based Robot Arm for Hand Gesture Processing”. </p>
<p></p>
<p>Lewat proyek kerja praktek (KP) mereka, teknologi robotik yang biasa ada di industri kini bisa hadir dalam bentuk kecil, ramah pengguna, dan berbasis kecerdasan buatan (AI).</p>
<p></p>
<p>Robot lengan tersebut memanfaatkan computer vision, servo motor, dan AI untuk membaca gestur tangan manusia secara real time. Pengguna cukup menggerakkan tangan di depan kamera, dan robot akan menirukan perintah tanpa menyentuh tombol apa pun. </p>
<p>Empat gestur utama yang bisa dikenali adalah peace sign untuk menyalakan robot, metal sign untuk reset, tangan terbuka untuk mengaktifkan gerak, dan tangan mengepal untuk mengambil objek ringan.</p>
<p></p>
<p>"Kami ingin menciptakan sistem yang bisa dikendalikan dengan isyarat tangan secara langsung, tanpa perlu menyentuh alat bantu lain,"ujar Bayu, salah satu pengembang, Ahad (2/11/2025).</p>
<p></p>
<p>Proyek itu menggunakan teknologi Mediapipe Hand Landmark dari Google, yang mampu mendeteksi titik-titik pada tangan, kemudian diolah menggunakan Python agar robot bisa ‘memahami’ maksud dari setiap gestur.</p>
<p></p>
<p>"Kami sempat menemui kendala, terutama dari sisi pemrograman. Kami harus mengutik-utik programnya agar gerakan yang ditangkap bisa sesuai dengan perintah," tambah Bayu.</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202511/image_870x_6906c684ee24e.webp" alt=""></p>
<p>Dalam prosesnya, mereka membutuhkan waktu sekitar satu bulan untuk menyesuaikan respons gerak robot agar stabil dan akurat. Meski baru pertama kali menekuni bidang robotika, hasil karya keduanya sudah menunjukkan potensi besar di bidang human–machine interaction.</p>
<p></p>
<p>Rekan Bayu, Wildan, menjelaskan bahwa ide mereka terinspirasi dari sistem robot otonom di pabrik-pabrik besar. Namun, mereka ingin menghadirkan versi yang lebih fleksibel dan bisa dikendalikan langsung oleh manusia.</p>
<p></p>
<p>"Awalnya kami hanya ingin membuat prototipe. Tapi kami berpikir, kenapa tidak mencoba membawa konsep robot pabrik itu ke skala kecil yang bisa dikendalikan lewat sensor gerak tangan," ujarnya.</p>
<p></p>
<p>Robot ini kini tengah dipersiapkan untuk mengikuti kompetisi inovasi tingkat nasional. Keduanya berharap, hasil kerja praktek tersebut tak berhenti di laboratorium kampus, melainkan bisa dikembangkan menjadi alat bantu nyata yang bermanfaat di masyarakat.</p>
<p></p>
<p>"Harapan kami, robot ini nggak cuma berhenti di tahap prototipe, tapi bisa terus dikembangkan jadi alat bantu yang benar-benar fungsional," tutup Wildan. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor: Rizqi Ardian </strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Hari Ini, Parade Juang Surabaya 2025 Angkat Kisah Pahlawan Perempuan</title>
<link>https://suarajatimpost.com/hari-ini-parade-juang-surabaya-2025-angkat-kisah-pahlawan-perempuan</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/hari-ini-parade-juang-surabaya-2025-angkat-kisah-pahlawan-perempuan</guid>
<description><![CDATA[ Kisah Mbok Dar Mortir, pejuang perempuan dari dapur umum 1945, jadi sorotan Parade Surabaya Juang 2025 yang hari ini mengangkat semangat heroik perempuan Kota Pahlawan. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202511/image_870x580_6906c5159cbeb.webp" length="55064" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sun, 02 Nov 2025 11:44:24 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ryan Ramadhan</dc:creator>
<media:keywords>Parade Juang, Parade Surabaya Juang, Eri Cahyadi, Kota Pahlawan, Surabaya, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SURABAYA, SJP — </strong>Kota Pahlawan kembali bersiap menjadi saksi gelaran tahunan yang sarat makna sejarah. Hari ini, Ahad (2/11/2025), Pemerintah Kota Surabaya kembali menggelar Parade Surabaya Juang 2025.</p>
<p></p>
<p>Parade yang digelar dalam rangka menyambut Hari Pahlawan yang jatuh pada 10 November itu, pada tahun 2025 ini akan mengusung tema besar Epic Surabaya dan menyoroti kisah-kisah pahlawan perempuan dalam perjuangan kemerdekaan.</p>
<p></p>
<p><strong>Legenda Mbok Dar Mortir, Pahlawan dari Dapur Umum</strong></p>
<p>Di antara tokoh yang akan diangkat kisahnya dalam parade kali ini, salah satunya adalah Mbok Dar Mortir, sosok pejuang perempuan yang namanya mungkin tak setenar para komandan di medan tempur, tetapi jasanya begitu besar di balik layar perjuangan.</p>
<p></p>
<p>Bernama asli Darijah Soerodikoesoemo, Mbok Dar dikenal sebagai penggerak dapur umum saat pertempuran Surabaya 1945. Ia menyiapkan makanan bagi para pejuang, bahkan melepas perhiasan pribadinya demi memastikan logistik perang tetap berjalan.</p>
<p></p>
<p>Legenda itu menjadi simbol bahwa semangat juang tak selalu identik dengan senjata, melainkan juga ketulusan dan keberanian memberi dari dapur perjuangan.</p>
<p></p>
<p><strong>2.000 Peserta Ramaikan Parade Bertema “Epic Surabaya”</strong></p>
<p>Sekretaris Dinas Kebudayaan, Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disbudporapar) Surabaya, Heri Purwadi, mengatakan parade tahun ini akan melibatkan sekitar 2.000 peserta dari berbagai unsur masyarakat, komunitas budaya, dan lembaga pendidikan.</p>
<p></p>
<p>"Parade Surabaya Juang bukan sekadar perayaan, tetapi cara kami menghidupkan kembali nilai-nilai kepahlawanan di tengah masyarakat," ujar Heri, Sabtu (2/11/2025).</p>
<p></p>
<p>Parade akan dimulai pukul 14.00 WIB dengan tiga titik utama penampilan teatrikal, diantaranya di Tugu Pahlawan, Perempatan Siola, dan Balai Pemuda Surabaya sebagai titik klimaks pertempuran.</p>
<p></p>
<p>Khusus tahun ini, Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi juga akan turut tampil dalam pertunjukan. Ia berperan sebagai Gubernur Soerjo, tokoh penting dalam pertempuran Surabaya, sekaligus bertugas membacakan pidato dan memberangkatkan parade di awal acara.</p>
<p></p>
<p>Sementara itu, Ketua TP PKK Kota Surabaya Rini Indriani, istri Wali Kota, juga akan tampil teatrikal dengan memerankan Lukita Ningsih, seorang pimpinan Laskar Putri yang mengoordinasikan dapur umum perjuangan tahun 1945.</p>
<p></p>
<p>Heri menuturkan bahwa gelaran tersebut bukan hanya bentuk penghormatan kepada para pahlawan, tetapi juga bagian dari strategi promosi wisata budaya Kota Surabaya.</p>
<p></p>
<p>"Kami ajukan Parade Juang untuk masuk dalam daftar Karisma Event Nusantara (KEN). Dengan begitu, dampak ekonomi dan promosi kota bisa lebih luas," katanya.</p>
<p></p>
<p>Acara tersebut juga dirangkai dengan berbagai side event yang melibatkan pelaku UMKM lokal agar semangat juang ekonomi warga ikut tumbuh seiring semangat sejarahnya.</p>
<p></p>
<p><strong>Rangkaian Hari Pahlawan Surabaya 2025</strong></p>
<p>Parade Surabaya Juang menjadi bagian dari tiga rangkaian utama peringatan Hari Pahlawan di Surabaya:</p>
<ol>
<li>Tjangkroekan Djoeang, digelar di Tugu Pahlawan pada 31 Oktober–1 November 2025, menampilkan suasana Surabaya tempo dulu.</li>
<li>Parade Surabaya Juang, hari ini, 2 November 2025, dengan teatrikal kolosal bertema Epic Surabaya.</li>
<li><em>HerockMob</em> Festival, 8 November 2025 di Plaza Internatio, menghadirkan musik rock untuk menutup rangkaian dengan semangat muda Kota Pahlawan.</li>
</ol>
<p></p>
<p><strong>Rute Parade Melintasi Jalur Bersejarah</strong></p>
<p>Parade akan dimulai dari Tugu Pahlawan, berlanjut melalui Jalan Gemblongan dan Jalan Tunjungan, lalu berhenti di depan Hotel Majapahit untuk prosesi penghormatan bendera Merah Putih. Dari sana, peserta akan melanjutkan perjalanan ke Jalan Gubernur Suryo dan berakhir di Balai Pemuda (Alun-Alun Surabaya).</p>
<p></p>
<p>Mengonfirmasi soal kepastian rute parade, Kepala Bidang Disbudporapar Surabaya Fauzie Mustaqiem Yos menjelaskan bahwa parade tahun ini tidak melewati Jalan Kramat Gantung untuk menghindari kemacetan karena keterbatasan akses jalan yang sempit.</p>
<p></p>
<p>“Jadi nanti rutenya setelah dari Tugu Pahlawan akan berlanjut ke Jalan Gemblongan, melintasi Jalan Tunjungan dan Siola, berlanjut di depan Hotel Majapahit, akan dilakukan prosesi penghormatan bendera Merah Putih. Belok kiri ke Jalan Gubernur Suryo, dan finish di Balai Pemuda,” pungkas Yos. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor: Rizqi Ardian </strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Menjaga Nafas Tenun Gedog Tuban Lewat Pameran ‘Entah Dalam Koma’</title>
<link>https://suarajatimpost.com/menjaga-napas-tenun-gedog-tuban-lewat-pameran-entah-dalam-koma</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/menjaga-napas-tenun-gedog-tuban-lewat-pameran-entah-dalam-koma</guid>
<description><![CDATA[ Suara gedog dari alat tenun Tuban kembali hidup lewat pameran “Entah Dalam Koma”, saat benang dan akar disulam menjadi pesan tentang hidup, alam, dan pelestarian tradisi. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202510/image_870x580_69049f76cf659.webp" length="52354" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Fri, 31 Oct 2025 20:58:43 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ryan Ramadhan</dc:creator>
<media:keywords>Entah Dalam Koma, Tenun Gedog Tuban, Wisma Jerman, Tuban, Surabaya, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SURABAYA, SJP - </strong>Di balik bunyi gedog-gedog yang ritmis, lahirlah salah satu warisan tertua dari tanah pesisir utara Jawa Timur, tenun gedog Tuban. Namanya diambil dari suara gedog yang dihasilkan saat kayu alat tenun tradisional saling beradu. </p>
<p></p>
<p>Tenun itu bukanlah sekadar kain, ia adalah kisah tentang kesabaran, ketekunan, dan napas panjang perempuan-perempuan Tuban yang mewariskan teknik menenun dari generasi ke generasi.</p>
<p></p>
<p>Tenun gedog biasanya dibuat dari kapas yang dipintal dan ditenun secara manual, tanpa bantuan mesin. Proses panjangnya bisa memakan waktu berminggu-minggu bahkan berbulan-bulan, mulai dari memintal kapas, mewarnai benang dengan pewarna alami, hingga menenun setiap helai benang menjadi motif khas yang sarat makna. </p>
<p></p>
<p>Dahulu, kain itu menjadi simbol status sosial dan digunakan dalam berbagai upacara adat. Kini, di tengah arus modernisasi dan industri tekstil cepat, keberadaannya kian terpinggirkan. Kini, upaya untuk menjaga agar suara gedog itu tak hilang sedang dilakukan dengan cara yang indah, yakni melalui pameran seni.</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202510/image_870x_69049ceede279.webp" alt=""></p>
<p><strong>Menghidupkan Tradisi Lewat Karya Seni</strong></p>
<p>Berlokasi di Wisma Jerman Surabaya, suasana hangat menyambut pengunjung yang datang ke pameran bertajuk “Entah Dalam Koma” karya Uzzaer Ruwaidah, seniman perempuan asal Tuban yang telah lama mencintai tenun gedog. </p>
<p></p>
<p>Dalam ruang pamer yang hening, benang, kapas, akar beringin, dan kain tenun berpadu menjadi karya visual yang sarat makna tentang hubungan manusia dengan alam dan Sang Pencipta.</p>
<p></p>
<p>Bagi Uzzaer, pameran tersebut bukan sekadar ajang menampilkan hasil karya, melainkan bentuk penghormatan terhadap proses panjang di balik sehelai kain tenun.</p>
<p></p>
<p>"Pameran ini bukan perayaan hasil, melainkan penghormatan terhadap proses. Hidup, seperti benang dan akar, tidak pernah selesai disusun, ia hanya berganti koma," ujar Uzzaer, Jumat (31/10/2025).</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202510/image_870x_69049cf50b66a.webp" alt=""></p>
<p>Ia menuturkan bahwa setiap karyanya berpijak pada prinsip keberlanjutan dan cinta terhadap alam. Bahan-bahan alami ia pilih bukan hanya untuk keindahan, tetapi juga demi menjaga keseimbangan lingkungan agar proses kreatifnya tak meninggalkan jejak yang merusak.</p>
<p></p>
<p>"Saya percaya, seperti daur ulang, perulangan itu akan terus terjadi. Alam pun tidak rugi akan itu," katanya.</p>
<p></p>
<p>Tema “Entah Dalam Koma” sendiri lahir dari perenungan pribadi Uzzaer tentang perubahan dan perjalanan hidup. Ia memandang proses kreatif seperti halnya kehidupan, tak pernah benar-benar berhenti, hanya berganti bentuk dan makna.</p>
<p></p>
<p>"Saya hidup dengan banyak benturan, tapi dari situ saya menjelma jadi diri yang baru. Berproses itu adalah pernyataan akan hidup," ungkapnya dengan tenang.</p>
<p></p>
<p>Melalui karyanya, Uzzaer ingin mengajak pengunjung merenungkan bagaimana hidup selalu berkaitan antara manusia, alam, dan Tuhan. Setiap benang yang ia tenun adalah simbol hubungan yang saling mengikat, membentuk harmoni di tengah perubahan.</p>
<p></p>
<p><strong>Dukungan Lintas Budaya dari Wisma Jerman</strong></p>
<p>Komitmen pelestarian budaya lokal itu mendapat dukungan penuh dari Wisma Jerman Surabaya, yang memfasilitasi ruang pamer bagi seniman-seniman lokal. </p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202510/image_870x_69049d645fe71.webp" alt=""></p>
<p>Pameran “Entah Dalam Koma” digelar di gedung mereka, di Jalan Taman AIS Nasution 15, Surabaya, mulai 31 Oktober hingga 2 November 2025, dan terbuka gratis untuk umum. Direktur Pelaksana Wisma Jerman Surabaya, Mike Neuber, menilai langkah Uzzaer sebagai bentuk nyata upaya melestarikan tradisi yang kini kian langka.</p>
<p></p>
<p>"Tenun adalah tradisi yang mungkin bisa dibilang diancam punah. Kegiatan seperti ini efektif untuk membangkitkan kesadaran publik tentang pentingnya menjaga warisan budaya,"kata Mike.</p>
<p></p>
<p>Ia juga membandingkan situasi di Indonesia dengan di Jerman, di mana tradisi menenun sudah tidak lagi hidup dalam keseharian masyarakat, dan kalaupun ada mungkin hanya beberapa orang yang melakukannya atas dasar kesenian, bukan pekerjaan.</p>
<p></p>
<p>"Di Jerman sendiri budaya menenun tradisional sudah nyaris tak ada, hanya bisa dilihat di museum. Karena itu, kami sangat menghargai upaya seperti yang dilakukan Uzzaer ini," tambahnya.</p>
<p></p>
<p><strong>Menenun Masa Depan dari Benang Tradisi</strong></p>
<p>Bagi Wisma Jerman, dukungan terhadap pelestarian budaya bukan hal baru. Sebelumnya mereka juga pernah menggelar pameran batik dari pesisir Probolinggo. Pameran kali ini menjadi lanjutan komitmen mereka untuk memberi ruang ekspresi bagi seniman lokal dan menjaga warisan budaya Indonesia tetap hidup.</p>
<p></p>
<p>Sementara bagi Uzzaer, setiap pameran adalah bentuk doa agar tenun gedog tak hanya tinggal cerita. Di setiap helai benang yang ia rangkai, tersimpan harapan agar generasi muda mau menengok kembali akar tradisi yang nyaris terlupa.</p>
<p></p>
<p>Karena di setiap bunyi gedog yang beradu, tersimpan bukan hanya kain, tapi identitas, kesabaran, dan jiwa sebuah bangsa. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Gandeng Komnas PA Surabaya, SMP Kristen Indriasana IV Cegah Cyberbullying dengan Kesadaran Digital Sehat</title>
<link>https://suarajatimpost.com/gandeng-komnas-pa-surabaya-smp-kristen-indriasana-iv-cegah-cyberbullying-dengan-kesadaran-digital-sehat</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/gandeng-komnas-pa-surabaya-smp-kristen-indriasana-iv-cegah-cyberbullying-dengan-kesadaran-digital-sehat</guid>
<description><![CDATA[ Bangun kesadaran digital sehat, SMP Kristen Indriasana IV Surabaya dan Komnas PA bersinergi mencegah cyberbullying dengan menanamkan literasi, etika, dan empati di dunia maya sejak dini. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202510/image_870x580_69049d5817db4.webp" length="24484" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Fri, 31 Oct 2025 20:18:24 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ryan Ramadhan</dc:creator>
<media:keywords>Komnas PA Surabaya, Komisi Nasional Perlindungan Anak, Cyberbullying, Surabaya, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SURABAYA, SJP -</strong> SMP Kristen Indriasana IV Surabaya berkolaborasi dengan Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas PA) Surabaya berupaya mencegah terjadinya <em>cyberbullying</em> (perundungan digital) pada siswa di lingkungan sekolah dengan membangun kesadaran ruang digital yang sehat.</p>
<p></p>
<p>Upaya tersebut diwujudkan melalui kegiatan Sosialisasi Perlindungan dan Pencegahan Tindak Kekerasan di Lingkungan Sekolah. Kegiatan itu menekankan pentingnya literasi digital berbasis pencegahan kekerasan sebagai upaya membangun budaya komunikasi yang sehat, aman, dan beretika di era media sosial.</p>
<p></p>
<p>Kepala Sekolah SMP Kristen Indriasana IV Surabaya, Sri Handani mengungkapkan, bahwa kegiatan ini menjadi ruang refleksi bagi siswa agar lebih peka terhadap perilaku bullying, terutama yang terjadi tanpa disadari di dunia maya.</p>
<p></p>
<p>“Siswa wajib menerapkan komunikasi yang baik, baik di sekolah, di rumah, maupun di masyarakat. Harapannya, seluruh warga sekolah bisa bersama-sama mencegah perilaku <em>bullying</em>,” ujarnya, Jumat (31/10/2025). </p>
<p></p>
<p>Sri menilai, untuk mengedukasi anak-anak dari tindak laku bullying, memang sebaiknya disosialisasikan kepada pelajar agar bisa diterapkan. Mengingat banyak sekali perilaku <em>bullying</em> di era digital yang kadang tidak disadari.</p>
<p></p>
<p>Senada dengan hal tersebut, salah satu Pendidik SMP Kristen Indriasana IV Surabaya Ulis Iyan menyebut, bahwa pendekatan literasi digital merupakan langkah nyata dalam mendukung penerapan sekolah ramah anak.</p>
<p></p>
<p>"Melalui kerja sama dengan Komnas Anak Surabaya, kami ingin menumbuhkan kesadaran sejak dini bahwa dunia digital harus digunakan untuk hal positif dan saling menghargai,” kata Ulis.</p>
<p></p>
<p><strong>Pentingnya Perilaku Positif di Ruang Digital</strong></p>
<p>Sementara itu, hadir sebagai pembicara Ketua Komnas PA Surabaya Syaiful Bachri menegaskan betapa pentingnya mengasah olah pikir, olah rasa, dan olah sikap dalam membangun perilaku positif di ruang digital. Terutama untuk mencegah tindakan <em>bullying</em> bagi anak.</p>
<p></p>
<p>“Orang yang terbiasa berpikir dan merasakan hal positif akan bertindak positif. Ini menjadi benteng utama agar siswa tidak menjadi pelaku maupun korban <em>cyberbullying</em>,” terang Syaiful.</p>
<p></p>
<p>Dampak <em>cyberbullying</em>, menurut Syaiful, tidak selalu terlihat secara fisik, namun dapat meninggalkan luka emosional mendalam. </p>
<p></p>
<p>"Oleh karena itu, saya mengajak orang tua untuk memperkuat komunikasi dan ketahanan batin anak agar tidak mudah terpengaruh tekanan sosial di dunia maya," ajaknya.</p>
<p></p>
<p><strong>Langkah Strategis Orang Tua</strong></p>
<p>Syaiful pun juga menekankan tujuh langkah strategis yang bisa diterapkan orang tua untuk melindungi anak dari bahaya <em>cyberbullying</em>. </p>
<p></p>
<p>Langkah tersebut antara lain menanamkan literasi digital sejak dini, membangun komunikasi dua arah, melatih anak mengenali batas interaksi, menumbuhkan rasa percaya diri, melibatkan anak dalam aktivitas sehat di luar layar, memanfaatkan teknologi sebagai alat perlindungan, serta menjadi teladan dalam bermedia sosial.</p>
<p></p>
<p>"Kunci utama pencegahan adalah edukasi, komunikasi terbuka, dan tindakan bersama. Dengan begitu, kita bisa menciptakan ruang digital yang aman dan menghormati setiap individu,” pungkas Syaiful.</p>
<p></p>
<p>Melalui kegiatan ini, diharapkan para siswa di SMP Kristen Indriasana IV Surabaya tidak hanya memahami bahaya <em>cyberbullying</em>, tetapi juga mampu menjadi agen perubahan yang menebarkan empati, etika, dan kebaikan di dunia digital. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Peringkati DSAM 2025, PIK POTADS dan YKAI Jatim Gelar Pemeriksaan Kesehatan Anak Down Syndrome Gratis</title>
<link>https://suarajatimpost.com/peringkati-dsam-2025-pik-potads-dan-ykai-jatim-gelar-pemeriksaan-kesehatan-anak-down-syndrome-gratis</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/peringkati-dsam-2025-pik-potads-dan-ykai-jatim-gelar-pemeriksaan-kesehatan-anak-down-syndrome-gratis</guid>
<description><![CDATA[ Masih banyak yang keliru menganggap Down Syndrome sebagai penyakit, padahal mereka istimewa dan punya potensi besar, itulah semangat di balik peringatan DSAM 2025 di Surabaya. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202510/image_870x580_69049d3fae207.webp" length="41058" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Fri, 31 Oct 2025 19:50:48 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ryan Ramadhan</dc:creator>
<media:keywords>Down Syndrome Awareness Month, DSAM, Pusat Informasi dan Kegiatan Persatuan Orang Tua Anak dengan Down Syndrome, PIK POTADS Jawa Timur, Yayasan Kesejahteraan Anak Indonesia, YKAI Jatim, Surabaya, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SURABAYA, SJP </strong>- Masih banyak masyarakat yang keliru memahami <em>Down Syndrome</em> sebagai penyakit yang menular atau menakutkan. Padahal, <em>Down Syndrome</em> bukan penyakit, melainkan kelainan genetik yang menyebabkan perbedaan pada cara tumbuh dan berkembang seseorang.</p>
<p></p>
<p>Kesalahpahaman tersebut sering menimbulkan stigma buruk di tengah masyarakat, anak-anak dengan <em>Down Syndrom</em>e kerap dijauhkan, disembunyikan, bahkan dianggap “tidak bisa apa-apa”. Padahal, mereka adalah anak yang bisa melakukan apa saja, karena mereka juga punya kemampuan, perasaan, dan mimpi seperti anak-anak lain.</p>
<p></p>
<p>Untuk mengubah pandangan itu, dunia setiap Oktober memperingati <em>Down Syndrome Awareness Month</em> (DSAM), sebuah gerakan global yang bertujuan menumbuhkan kesadaran, menghargai keberagaman, serta memperkuat dukungan bagi keluarga penyandang <em>Down Syndrome.</em></p>
<p> </p>
<p><strong>Ruang Sehat dan Ramah untuk Anak-anak Istimewa</strong></p>
<p>Di Jawa Timur, semangat memperingati DSAM 2025 diwujudkan dalam kegiatan bermanfaat sekaligus hangat, yakni "Konsultasi dan Pemeriksaan Kesehatan Penyandang <em>Down Syndrome</em>” dengan tema “Tumbuh, Berkembang, dan Bermakna” serta slogan “Lebih dari Sekadar Kromosom: Kami Punya Mimpi”.</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202510/image_870x_69049d309fcf2.webp" alt=""></p>
<p>Kegiatan tersebut digelar oleh Pusat Informasi dan Kegiatan Persatuan Orang Tua Anak dengan <em>Down Syndrome</em> (PIK POTADS) Jawa Timur yang didukung oleh Yayasan Kesejahteraan Anak Indonesia (YKAI) Jawa Timur dan Shangri-La Hotel Surabaya melalui program <em>Corporate Social Responsibility</em> (CSR).</p>
<p></p>
<p>Berlokasi di Hotel Shangri-La Surabaya, kegiatan tersebut tidak hanya mengahdirkan pemeriksaan kesehatan secara gratis, namun juga menjadi ruang ekspresi lewat penampilan angklung anak penyandang <em>down syndrome</em> hingga ruangan untuk mewarnai.</p>
<p></p>
<p>Ketua PIK POTADS Jawa Timur, Endah Sugiarti dalam sambutannya mengatakan, kegiatan tersebut menjadi wujud pendampingan nyata bagi keluarga penyandang <em>Down Syndrome </em>agar tetap mendapatkan dukungan tumbuh kembang yang layak.</p>
<p></p>
<p>"Kami ingin anak-anak dengan <em>Down Syndrome</em> tidak hanya dilihat dari keterbatasannya, tetapi dari potensinya. Mereka bertumbuh dengan caranya sendiri, dan kita hadir untuk mendampingi dan merayakan setiap perkembangan mereka," ujar Endah, Jumat (31/10/2025).</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202510/image_870x_69049d52820d0.webp" alt=""></p>
<p><strong>Dari Pemeriksaan Kesehatan hingga Penghapusan Stigma</strong></p>
<p>Kegiatan pemeriksaan itu melibatkan dokter-dokter spesialis dari berbagai bidang seperti dokter anak, mata, THT, gigi anak, psikiatri, hingga psikolog. Semua hadir dengan semangat pengabdian, memberikan pelayanan komprehensif agar setiap anak bisa mencapai potensi terbaiknya.</p>
<p></p>
<p>Ketua pelaksana acara, Harry Febryanto yang juga merupakan anggota YKAI Jatim menjelaskan bahwa kerjasama antara pihaknya dengan Hotel Shangri-La Surabaya melalui program CSR kali ini merupakan pelaksanaan yang kesembilan kalinya. </p>
<p></p>
<p>Harry mengungkapkan bahwa kegiatan tahun ini diikuti setidaknya oleh 100 anak dengan <em>Down Syndrome</em> dari berbagai daerah di Jawa Timur. Ia menegaskan pentingnya memberikan ruang bagi anak-anak <em>Down Syndrome</em> untuk tumbuh sehat sekaligus melawan stigma yang masih sering muncul di masyarakat.</p>
<p></p>
<p>"Masih banyak yang menganggap <em>Down Syndrome</em> sebagai penyakit. Padahal mereka juga punya kelebihan, ada yang pandai melukis, menari, bahkan bermain angklung. Kalau dikawal dengan baik, mereka bisa berprestasi," ucap Harry.</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202510/image_870x_69049d1ba9bbd.webp" alt=""></p>
<p>Senada dengan Harry, pembina YKAI Jawa Timur, Gadis Heria Nurdiana, menjelaskan bahwa tujuan utama kegiatan ini adalah memastikan anak-anak merasa aman, dihargai, dan didukung untuk berkembang sesuai potensinya.</p>
<p></p>
<p>"Kami ingin membantu anak-anak ini agar bisa tumbuh sehat dan mandiri. Orang tua harus belajar menggali potensi anak karena setiap anak punya kelebihan," tutur Gadis.</p>
<p></p>
<p>Menurutnya, kesejahteraan anak tidak hanya soal kesehatan fisik, tapi juga perasaan dihargai dan diterima di lingkungan. YKAI, bersama para ahli dan tenaga profesional di bidang pendidikan serta kesehatan, terus berupaya memperluas layanan agar keluarga memiliki akses pendampingan yang tepat.</p>
<p></p>
<p><strong>Dari Melukis hingga Mandiri</strong></p>
<p>Gadis juga menuturkan bahwa banyak anak dengan Down Syndrome yang menunjukkan bakat luar biasa. Ada yang pandai melukis dan menjual hasil karyanya dalam bentuk tas atau tumbler, ada pula yang gemar memasak hingga membuat kue kering untuk dijual. Bahkan beberapa di antaranya telah berprestasi di bidang olahraga.</p>
<p></p>
<p>"Kami ingin orang tua terbuka bahwa anak-anak <em>Down Syndrome</em> tidak harus disembunyikan di rumah. Justru harus dikembangkan potensinya agar mereka bisa mandiri dan bahkan menghasilkan karya," pungkasnya.</p>
<p></p>
<p>Acara hasil kolaborasi antara PIK POTADS Jatim, YKAI Jatim dan Shangri-La Hotel Surabaya itu bukan sekadar agenda kesehatan tahunan, tapi juga gerakan hati dan sebuah ajakan agar masyarakat belajar menerima perbedaan, menghargai potensi, dan menghapus batas antara “mereka” dan “kita”. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Penurunan Oksigen Terlarut Jadi Pemicu Ikan Mengambang di Sungai Surabaya</title>
<link>https://suarajatimpost.com/penurunan-oksigen-terlarut-jadi-pemicu-ikan-mengambang-di-sungai-surabaya</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/penurunan-oksigen-terlarut-jadi-pemicu-ikan-mengambang-di-sungai-surabaya</guid>
<description><![CDATA[ Kadar oksigen sungai anjlok hingga 1,5 mg/L, membuat ikan-ikan di Surabaya naik ke permukaan, membuka fakta mencengangkan tentang polusi dan rapuhnya ekosistem perkotaan. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202510/image_870x580_69036a709d766.webp" length="51084" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 30 Oct 2025 22:23:14 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ryan Ramadhan</dc:creator>
<media:keywords>Ikan Mengambang, Kali, Sungai, Kadar Oksigen, Surabaya, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SURABAYA, SJP —</strong> Pemerintah Kota Surabaya mengungkap penyebab di balik fenomena ikan mengambang di sejumlah sungai yang sempat menggegerkan warga. </p>
<p></p>
<p>Hasil pemeriksaan laboratorium menunjukkan kadar oksigen terlarut (<em>Dissolved Oxygen</em>/DO) di beberapa titik sungai turun drastis hingga di bawah ambang batas normal, diduga kuat akibat pencemaran limbah dan perubahan cuaca ekstrem di masa peralihan musim.</p>
<p></p>
<p><strong>Fenomena dari Jagir ke Kalimas</strong></p>
<p>Peristiwa bermula pada Senin pagi (27/10/2025) ketika warga di kawasan Kali Jagir, Wonokromo, mendapati banyak ikan naik ke permukaan dan tampak lemas. Video dan foto kondisi tersebut segera viral di media sosial.</p>
<p></p>
<p>Keesokan harinya, laporan serupa muncul di Saluran Banyu Urip dan Sungai Kalimas, dua aliran yang masih terhubung dengan sistem sungai utama di Surabaya. Petugas Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Surabaya segera diterjunkan untuk melakukan pengukuran kualitas air dan memeriksa kondisi lapangan.</p>
<p></p>
<p>Hasil uji awal menunjukkan kadar oksigen terlarut (DO) di beberapa titik hanya sekitar 1,5 mg/L, jauh di bawah standar minimal 3 mg/L yang dibutuhkan ikan untuk bertahan hidup.</p>
<p></p>
<p><strong>DLH Pastikan Penurunan DO Jadi Penyebab Utama</strong></p>
<p>Kepala DLH Kota Surabaya Dedik Irianto menegaskan bahwa fenomena ikan “mabuk” tersebut dipicu oleh menurunnya kadar oksigen di air, terutama saat masa peralihan musim.</p>
<p></p>
<p>"Kuat dugaan penyebab kejadian ini adalah penurunan drastis kadar oksigen terlarut (DO) dalam air sungai," ujar Dedik, Kamis (30/10/2025).</p>
<p></p>
<p>Lebih lanjut, Ia menjelaskan bahwa hasil laboratorium menunjukkan angka DO hanya mencapai 1,5 mg/L, jauh dari batas ideal.</p>
<p></p>
<p>"Kami sudah melakukan uji laboratorium dan hasilnya kadar DO-nya sangat rendah," imbuhnya.</p>
<p></p>
<p>Dedik menambahkan, pihaknya telah menyiapkan langkah mitigasi dan pemantauan berkala untuk mencegah kejadian serupa terulang.</p>
<p></p>
<p>"Kami mengimbau kepada masyarakat untuk tidak membuang sampah, khususnya sampah rumah tangga dan limbah lainnya, ke sungai. Kebersihan sungai adalah tanggung jawab kita bersama," pesannya.</p>
<p></p>
<p><strong>Analisis Ahli: Polutan Mengendap di Dasar Sungai</strong></p>
<p>Dosen Departemen Teknik Lingkungan Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Prof. Harmin Sulistiyaning Titah menjelaskan bahwa fenomena ini berkaitan erat dengan dinamika perubahan musim dan perilaku polutan di dasar sungai.</p>
<p></p>
<p>"Pencemar organik atau polutan yang mengendap selama musim kemarau dapat memicu masalah ini," ungkap Harmin saat dikonfirmasi pada Kamis (30/10/2025).</p>
<p></p>
<p>Ia menambahkan, saat hujan pertama turun, endapan tersebut akan teraduk dan melepaskan zat pencemar yang menyerap oksigen di air.</p>
<p></p>
<p>"Ketika musim hujan tiba, polutan terangkat sehingga mengurangi kandungan oksigen dalam air. Hal tersebut mengakibatkan ikan kekurangan oksigen dan naik ke permukaan untuk mencari oksigen," jelasnya.</p>
<p></p>
<p>Menindaklanjuti hasil temuan tersebut, DLH Surabaya berkomitmen melaksanakan pemantauan kualitas air secara rutin di seluruh jaringan sungai perkotaan. </p>
<p></p>
<p>Selain itu, Pemkot akan menggencarkan edukasi publik dan pengawasan limbah dari aktivitas rumah tangga maupun industri kecil di sepanjang bantaran sungai. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor: Rizqi Ardian </strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Motor Warga Surabaya Mbrebet Usai Isi Pertalite, Cak Ji Desak Pertamina Cek Lapangan</title>
<link>https://suarajatimpost.com/motor-warga-surabaya-mbrebet-usai-isi-pertalite-cak-ji-desak-pertamina-cek-lapangan</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/motor-warga-surabaya-mbrebet-usai-isi-pertalite-cak-ji-desak-pertamina-cek-lapangan</guid>
<description><![CDATA[ Cak Ji desak Pertamina turun tangan usai marak keluhan motor mbrebet di Surabaya, menuntut pengecekan kualitas Pertalite di SPBU yang dilaporkan bermasalah. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202510/image_870x580_69036a7560c9b.webp" length="22006" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 30 Oct 2025 21:57:57 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ryan Ramadhan</dc:creator>
<media:keywords>Pertalite, Pertamina, Cak Ji, Ojol, Motor Mogok, Mbrebet, Surabaya, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SURABAYA, SJP - </strong>Wakil Wali Kota Surabaya Armuji meminta Pertamina segera melakukan pengecekan lapangan di sejumlah SPBU di Kota Surabaya yang dilaporkan oleh masyarakat membuat kendaraan mereka mengalami beragam masalah seperti mbrebet hingga mogok total. </p>
<p></p>
<p><strong>Keluhan Meluas dari Pengendara di Kota Pahlawan</strong></p>
<p>Dalam sepekan terakhir, sejumlah warga Surabaya dan sekitarnya melaporkan kendaraannya mendadak kehilangan tenaga atau brebet setelah mengisi BBM jenis Pertalite. Keluhan terbanyak datang dari pengemudi ojek online yang sehari-hari bergantung pada motor untuk mencari nafkah.</p>
<p></p>
<p>Laporan serupa bermunculan dari beberapa SPBU, terutama di kawasan Diponegoro, Tapak Siring, dan Rajawali. Kondisi ini memicu kekhawatiran di kalangan masyarakat, mengingat Pertalite merupakan jenis BBM yang paling banyak digunakan warga.</p>
<p></p>
<p>Fenomena tersebut juga menjadi perhatian aktivis driver online Surabaya, Daniel Lukas Rorong, yang menyebut peningkatan keluhan pengemudi menunjukkan adanya dugaan penurunan kualitas BBM di tingkat SPBU.</p>
<p></p>
<p>Menanggapi kondisi tersebut, Wakil Wali Kota Surabaya Armuji atau yang akrab disapa Cak Ji menegaskan agar Pertamina tidak menunda langkah. dan segera melakukan pengecekan kualitas bahan bakar dilakukan secara menyeluruh di SPBU yang dilaporkan bermasalah.</p>
<p></p>
<p>"Masyarakat ojo dirugekno (jangan dirugikan), Iki akeh laporan motor brebet sakwise (ini banyak laporan motor bermasalah setelah) isi BBM. Pihak terkait ojo tutup mata, kudu tanggap. Meleko (buka mata) Pertamina!' tegas Armuji, Kamis (30/10/2025).</p>
<p></p>
<p>Menurutnya, laporan yang terus berdatangan menunjukkan adanya persoalan serius yang tidak bisa diabaikan. Armuji juga menyoroti kondisi para pengemudi ojol yang kini waswas menggunakan Pertalite.</p>
<p></p>
<p>"Rakyat iki angel golek (susah cari) bensin saben dina (setiap hari). Nek wis tuku (kalau sudah beli) tapi malah motornha rusak, yo jelas loro," ujarnya dengan nada prihatin.</p>
<p></p>
<p>Sebagai bentuk tanggung jawab, Pemkot Surabaya menyatakan siap turun langsung bersama Pertamina dan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag). Langkah ini untuk memastikan kualitas BBM yang beredar di Surabaya tetap aman dan sesuai spesifikasi Pertamina.</p>
<p></p>
<p>"Kami bakal turun bareng instansi terkait supaya masyarakat terlindungi. BBM yang beredar kudu sesuai spesifikasi Pertamina," tegas Cak Ji.</p>
<p></p>
<p>Selain itu, Pemkot juga berencana memperkuat pengawasan di lapangan, khususnya di SPBU yang banyak dikeluhkan warga, agar kejadian serupa tidak meluas ke wilayah lain.</p>
<p></p>
<p><strong>Imbauan untuk Warga</strong></p>
<p>Armuji juga mengimbau masyarakat agar tidak ragu melapor bila menemukan bahan bakar yang mencurigakan. Menurutnya, keterlibatan warga penting untuk mempercepat tindak lanjut dan menjaga kepercayaan publik terhadap layanan pemerintah kota.</p>
<p></p>
<p>"Kalau ada BBM yang aneh, langsung lapor. Supaya bisa segera dicek dan ditindak," ujarnya.</p>
<p></p>
<p>Ia menegaskan, Pemkot berkomitmen menjaga hak warga Surabaya agar tidak dirugikan oleh persoalan yang berkaitan dengan layanan publik, termasuk pasokan bahan bakar.</p>
<p></p>
<p>Kasus dugaan Pertalite bermasalah kini dalam proses investigasi. Pertamina disebut telah menurunkan tim teknis untuk mengambil sampel dari beberapa SPBU di wilayah Surabaya dan sekitarnya. </p>
<p></p>
<p>Hasil uji laboratorium sementara menyebut kualitas pertalite masih sesuai spesifikasi, namun Pemkot Surabaya tetap akan mengawal proses penyelidikan tersebut hingga tuntas. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor: Rizqi Ardian </strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Khofifah Koordinasi dengan BRIN Telusuri Dugaan Cengkeh Terkontaminasi Cs&amp;137</title>
<link>https://suarajatimpost.com/khofifah-koordinasi-dengan-brin-telusuri-dugaan-cengkeh-terkontaminasi-cs-137</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/khofifah-koordinasi-dengan-brin-telusuri-dugaan-cengkeh-terkontaminasi-cs-137</guid>
<description><![CDATA[ Gubernur Khofifah bergerak cepat menggandeng BRIN menelusuri dugaan kontaminasi radioaktif Cs-137 pada ekspor cengkeh, demi menjaga kepercayaan pasar dunia dan reputasi ekspor Jawa Timur. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202510/image_870x580_69036a7c9b512.webp" length="37824" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 30 Oct 2025 21:22:18 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ryan Ramadhan</dc:creator>
<media:keywords>Cengkeh, Cesium-137, Cs-137, Cengkeh Ekspor, Khofifah Indar Parawansa, Gubernur Jatim, Pemprov Jatim, BRIN, Surabaya, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SURABAYA, SJP – </strong>Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengambil langkah cepat merespons temuan dugaan kontaminasi zat radioaktif <em>Cesium</em>-137 (Cs-137) pada produk ekspor cengkeh yang disebut berasal dari Indonesia. </p>
<p></p>
<p>Ia menegaskan Pemprov Jatim telah berkoordinasi dengan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) untuk melakukan identifikasi bersama guna memastikan keamanan produk yang melewati jalur ekspor Jawa Timur.</p>
<p></p>
<p>"Saya sudah berkomunikasi dengan BRIN dan akan melakukan identifikasi bersama, karena inovasi-inovasi ini bisa berdampak langsung pada perekonomian, terutama bagi masyarakat yang produknya sudah diekspor," ujar Khofifah, Kamis (30/10/2025).</p>
<p></p>
<p><strong>Kronologi Temuan Dugaan Kontaminasi</strong></p>
<p>Kasus tersebut mencuat setelah otoritas kesehatan Amerika Serikat, <em>Food and Drug Administration</em> (FDA), mendeteksi adanya isotop radioaktif Cesium-137 pada satu kontainer berisi cengkeh asal Indonesia yang dikirim ke luar negeri. </p>
<p></p>
<p>Pemerintah Indonesia melalui Satgas Penanganan Bahaya Radiasi Radionuklida Cs-137 kemudian melakukan investigasi lanjutan.</p>
<p></p>
<p>Ketua Divisi Bidang Diplomasi dan Komunikasi Publik Satgas Cs-137, Bara Hasibuan, menyebutkan bahwa kontainer tersebut telah tiba di Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, pada 29 Oktober 2025 untuk pemeriksaan lebih lanjut.</p>
<p></p>
<p>"Kontainer yang diduga terkontaminasi akan segera dilakukan pengujian ulang oleh tim gabungan," ujar Bara saat dikonfirmasi.</p>
<p></p>
<p>Dari hasil penelusuran sementara, sumber dugaan kontaminasi radioaktif mengarah pada perkebunan di Lampung, meski sebagian proses pengolahan dan ekspor dilakukan melalui Surabaya. Pemerintah menegaskan skala dugaan kontaminasi masih terbatas dan belum menyebar ke komoditas lain.</p>
<p></p>
<p>Menanggapi perkembangan ini, Khofifah menekankan pentingnya langkah ilmiah dan koordinasi lintas lembaga untuk memastikan akurasi temuan serta menjaga kepercayaan pasar internasional terhadap produk asal Indonesia.</p>
<p></p>
<p>"Koordinasi ini penting agar penanganan dilakukan secara cepat, tepat, dan ilmiah," tegasnya.</p>
<p></p>
<p>Ia menjelaskan, Pemprov Jawa Timur bersama BRIN akan melakukan serangkaian pemeriksaan dan verifikasi di lapangan untuk memastikan tidak ada indikasi kontaminasi radiasi pada produk yang diolah maupun dikirim dari Jawa Timur.</p>
<p></p>
<p>Khofifah menilai isu ini tak hanya menyangkut kesehatan, tetapi juga berpotensi memengaruhi citra dan kepercayaan pasar global terhadap ekspor Indonesia, termasuk dari Jawa Timur yang menjadi salah satu pusat perdagangan rempah nasional.</p>
<p></p>
<p>"Potensi dampaknya tidak hanya soal kesehatan, tetapi juga kepercayaan pasar internasional. Kita harus melindungi reputasi ekspor nasional," ujar Khofifah.</p>
<p></p>
<p>Lebih lanjut, Khofifah menyebut telah berkomunikasi langsung dengan Kepala BRIN, Laksana Tri Handoko, untuk membangun sinergi yang lebih kuat antara pemerintah daerah dan pusat.</p>
<p></p>
<p>"Kita perlu diskusi lebih lanjut dengan Pak Laksana Tri Handoko supaya kolaborasi ini bisa lebih luas lagi," tambah Khofifah.</p>
<p></p>
<p>BRIN bersama Badan Pengawas Tenaga Nuklir (Bapeten) dan kementerian terkait juga dijadwalkan melakukan pengambilan sampel dan pengukuran tingkat radiasi pada area produksi dan pengolahan rempah di beberapa wilayah Jawa Timur, termasuk Surabaya dan sekitarnya.</p>
<p></p>
<p>Khofifah menegaskan, langkah itu bukan sekadar penanganan kasus tunggal, melainkan bagian dari upaya jangka panjang dalam memperkuat keandalan sistem ekspor nasional. </p>
<p></p>
<p>Pemprov Jatim, kata Khofifah, siap menjadi bagian dari solusi melalui peningkatan pengawasan, inovasi keamanan lingkungan, dan kolaborasi riset dengan lembaga nasional.</p>
<p></p>
<p>"Ini bukan hanya soal satu kasus, tetapi juga bagaimana kita menjaga reputasi dan daya saing ekspor nasional. Jawa Timur siap menjadi bagian dari penguatan sistem keamanan pangan dan lingkungan," tegasnya.</p>
<p></p>
<p>Pemerintah Provinsi Jawa Timur menegaskan seluruh proses pemeriksaan dan penanganan akan dilakukan sesuai dengan standar keselamatan internasional seperti yang ditetapkan oleh IAEA (<em>International Atomic Energy Agency).</em></p>
<p></p>
<p>Melalui langkah ini, Pemprov berharap masyarakat dan mitra dagang luar negeri dapat memperoleh kepastian bahwa seluruh produk ekspor Jawa Timur tetap aman, bersih, dan memenuhi standar global. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor: Rizqi Ardian </strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>450 Atlet Pelajar Jatim Dilepas ke POPNAS XVII dan PEPARPENAS XI 2025 di Jakarta</title>
<link>https://suarajatimpost.com/450-atlet-pelajar-jatim-dilepas-ke-popnas-dan-peparpenas-2025-di-jakarta</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/450-atlet-pelajar-jatim-dilepas-ke-popnas-dan-peparpenas-2025-di-jakarta</guid>
<description><![CDATA[ Dengan penuh semangat, 450 atlet pelajar resmi dilepas menuju POPNAS XVII dan PEPARPENAS XI 2025 untuk membawa harum nama Jawa Timur di Jakarta. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202510/image_870x580_69020930e0064.webp" length="49348" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 29 Oct 2025 21:17:55 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ryan Ramadhan</dc:creator>
<media:keywords>POPNAS XVII, PEPARPENAS XI, Kontingen Jawa Timur, Dispora Jatim, Surabaya, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SURABAYA, SJP — </strong>Sebanyak 450 atlet pelajar asal Jawa Timur resmi dilepas untuk mengikuti ajang Pekan Olahraga Pelajar Nasional (POPNAS) XVII dan Pekan Paralimpik Pelajar Nasional (PEPARPENAS) XI Tahun 2025 yang akan digelar di DKI Jakarta pada 1–10 November 2025.</p>
<p>Pelepasan dilakukan di GOR Cahaya Lestari Surabaya (CLS) Surabaya, Rabu (29/10/2025), oleh Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga Provinsi Jawa Timur (Dispora Jatim) M. Hadi Wawan Guntoro mewakili Gubernur Khofifah Indar Parawansa. </p>
<p>Ajang POPNAS XVII dan PEPARPENAS XI merupakan kegiatan dua tahunan tingkat nasional yang mempertemukan para atlet pelajar terbaik dari seluruh provinsi di Indonesia. </p>
<p>Tahun ini, POPNAS mempertandingkan 23 cabang olahraga, di antaranya angkat besi, atletik, bola basket, bola voli, bulu tangkis, hingga panahan.</p>
<p>Sedangkan PEPARPENAS mempertandingkan 4 cabang olahraga, yaitu para atletik, para bulu tangkis, para renang, dan para tenis meja.</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202510/image_870x_690209388c90f.webp" alt=""></p>
<p>Acara pelepasan diwarnai dengan penyematan semangat oleh Kadispora Jatim kepada seluruh atlet agar berjuang dengan sepenuh hati dan menjunjung tinggi sportivitas di Jakarta nanti.</p>
<p>"Dengan mengucap Bismillahirrahmanirrahim, saya secara resmi melepas Kontingen Jawa Timur untuk mengikuti POPNAS ke-XVII dan PEPARPENAS ke-XI Tahun 2025 ke Jakarta," ucap Hadi, Rabu (29/10/2025).</p>
<p>"Saya yakin adik-adik semua adalah yang terbaik. Tunjukkan kebanggaan Jawa Timur dengan memberikan upaya terbaik saat bertanding," sambungnya.</p>
<p>Ia menekankan pentingnya semangat juang dan rasa bangga sebagai duta olahraga dari Jawa Timur. Dalam kesempatan yang sama, Hadi juga menyampaikan apresiasi kepada orang tua yang telah mendukung dan mendampingi anak-anaknya hingga bisa menjadi bagian dari kontingen provinsi.</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202510/image_870x_690208a4d1b5c.webp" alt=""></p>
<p>"Berbanggalah bisa masuk dalam tim ini. Kita berharap ridho Allah dan ikhtiar yang telah dilakukan bisa membawa hasil terbaik. Jangan lupa bahwa semua adalah anugerah dari Allah SWT," pesannya.</p>
<p>Ia juga berpesan kepada seluruh atlet untuk menjaga kekompakan, menjunjung sportivitas, serta tidak melupakan doa dan restu orang tua sebagai kekuatan utama.</p>
<p>"Tuhan adalah kekuatan utama kita. Mari berserah diri, berikhtiar, dan jangan lupa doa restu orang tua agar semuanya dilancarkan," ujar Hadi.</p>
<p>Terakhir, tidak lupa Hadi juga memberikan pesan kepada para pelatih, Hadi menyampaikan terima kasih atas peran para pelatih dalam membimbing dan menjaga semangat para atlet hingga pertandingan nanti.</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202510/image_870x_69020b532eb20.webp" alt=""></p>
<p>"Terima kasih sudah mendukung dan memberikan bimbingan. Selamat bertanding dan selamat berjuang untuk membawa nama harum Jawa Timur," tutupnya.</p>
<p>Sementara itu, Kabid Olahraga Prestasi Dispora Jatim Abdul Wahab menjelaskan, total kontingen yang diberangkatkan berjumlah 450 orang, terdiri dari 400 peserta POPNAS (312 atlet, 70 pelatih, dan 18 official) serta 50 peserta PEPARPENAS (30 atlet, 15 pelatih, dan 5 official).</p>
<p>"Untuk keberangkatan, kontingen akan berangkat secara bertahap sesuai jadwal pertandingan. Kloter pertama berangkat 30 Oktober dan terakhir pada 5 November 2025," paparnya.</p>
<p>Menurut Wahab, para atlet telah melalui proses seleksi dan pemusatan latihan sejak pertengahan Oktober 2025. Tahun ini, Dispora Jatim menargetkan peningkatan prestasi dibanding capaian sebelumnya.</p>
<p>"Pada POPNAS XVI tahun 2023 di Palembang, Jawa Timur menempati peringkat ketiga, dan di PEPARPENAS X peringkat keempat. Tahun ini kami berharap hasil yang lebih baik," pungkasnya. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor: Rizqi Ardian </strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>RSUD Dr. Soetomo Luncurkan Layanan “OMAH”, Hadirkan Sentuhan Medis di Tengah Keluarga</title>
<link>https://suarajatimpost.com/rsud-dr-soetomo-luncurkan-layanan-omah-hadirkan-sentuhan-medis-di-tengah-keluarga</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/rsud-dr-soetomo-luncurkan-layanan-omah-hadirkan-sentuhan-medis-di-tengah-keluarga</guid>
<description><![CDATA[ Lewat program OMAH, RSUD Dr. Soetomo menghadirkan layanan medis hingga ke rumah pasien, memadukan sentuhan profesional dan kehangatan keluarga bagi mereka yang sulit datang ke rumah sakit. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202510/image_870x580_6901faecddee7.webp" length="66272" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 29 Oct 2025 20:33:49 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ryan Ramadhan</dc:creator>
<media:keywords>OMAH, RSUD Dr Soetomo, Pemprov Jatim, Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa, Surabaya, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SURABAYA, SJP —</strong> Bagi sebagian pasien dengan kondisi khusus seperti lansia, penderita penyakit kronis, atau pasien dalam fase terminal, perjalanan ke rumah sakit bukan hal mudah. Jarak, kondisi fisik yang lemah, dan kebutuhan untuk tetap dekat dengan keluarga sering kali menjadi kendala yang membuat mereka terpaksa menunda atau bahkan melewatkan perawatan medis.</p>
<p></p>
<p>Menjawab situasi tersebut, RSUD Dr. Soetomo Surabaya meluncurkan program OMAH (Outreach Medical at Home), sebuah layanan medis berbasis kunjungan rumah yang memungkinkan pasien mendapatkan penanganan langsung dari tenaga profesional tanpa harus datang ke rumah sakit. Program ini resmi diluncurkan pada Rabu, 29 Oktober 2025, di Surabaya.</p>
<p></p>
<p><strong>Layanan yang Lebih Dekat dan Manusiawi</strong></p>
<p>Program OMAH diharapkan menjadi terobosan dalam menjangkau masyarakat yang membutuhkan layanan kesehatan namun memiliki keterbatasan mobilitas. Dalam peluncuran program tersebut, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa turut hadir dan memberikan apresiasi tinggi kepada RSUD Dr. Soetomo atas langkah inovatif tersebut.</p>
<p></p>
<p>"Alhamdulillah, proses inovasi ini terus berkelanjutan. RSUD Dr. Soetomo tidak hanya fokus pada pelayanan medis, tapi juga menghadirkan layanan yang lebih dekat dan manusiawi," ujar Khofifah saat meresmikan program OMAH, Rabu (29/10/2025).</p>
<p></p>
<p>Menurutnya, layanan berbasis kunjungan rumah seperti OMAH merupakan bentuk nyata pelayanan kesehatan yang berpihak pada kemanusiaan.</p>
<p></p>
<p>"Bagi pasien-pasien seperti ini, kebersamaan dengan keluarga sangat berarti. Dengan OMAH, mereka tetap bisa menjalani hari-hari bersama orang tercinta, namun tetap dalam pengawasan medis profesional," jelasnya.</p>
<p></p>
<p>Khofifah menilai, inovasi ini tidak hanya berfokus pada aspek medis, tetapi juga mengedepankan pendekatan emosional dan spiritual terhadap pasien. Ia mencontohkan, pasien dalam fase terminal dapat tetap menjalankan aktivitas ibadah bersama keluarga tanpa harus dirawat jauh dari rumah.</p>
<p></p>
<p>"Misalnya bagi pasien yang sudah dalam fase terminal, mereka bisa tetap menjalankan ibadah bersama keluarga, sementara kondisi medisnya tetap terpantau," tuturnya.</p>
<p></p>
<p> Itulah esensi dari OMAH, yakni menghadirkan sentuhan medis yang berpadu dengan sentuhan jiwa," imbuh Gubernur Jatim tersebut.</p>
<p></p>
<p>Program Outreach Medical at Home menjadi simbol komitmen RSUD Dr. Soetomo dalam memperluas akses layanan kesehatan hingga ke tingkat rumah tangga. Langkah ini sekaligus mempertegas peran rumah sakit daerah sebagai pelopor inovasi layanan publik yang berorientasi pada kebutuhan nyata masyarakat.</p>
<p></p>
<p>"Program ini adalah wujud kepedulian RSUD Dr. Soetomo dalam menjangkau masyarakat yang membutuhkan, di mana pun mereka berada. Ini bukan sekadar layanan medis, tapi wujud dari pelayanan yang humanis," tegas Khofifah.</p>
<p></p>
<p><strong>Tiga Pilar: <em>Planet</em>, <em>People</em>, dan <em>Profit</em></strong></p>
<p>Sementara itu, Direktur RSUD Dr. Soetomo Prof. Dr. Cita Rosita Sigit Prakoeswa menjelaskan bahwa peluncuran program OMAH juga sejalan dengan tema besar peringatan tahun ini, yakni “<em>Sustainability Caring of Life</em>.”</p>
<p></p>
<p>"Kami ingin memastikan bahwa setiap langkah inovasi di RSUD Dr. Soetomo selalu berorientasi pada keberlanjutan kehidupan manusia, tudak hanya aslek medis tetapi juga lingkungan dan sosial," ujar Prof. Cita Rosita.</p>
<p></p>
<p>Lebih lanjut, ia memaparkan bahwa konsep <em>Sustainability Caring of Life </em>bertumpu pada tiga pilar utama, yaitu <em>planet, people, dan profit.</em> Ketiganya menjadi landasan bagi RSUD Dr. Soetomo dalam menjaga keseimbangan antara pelayanan kesehatan, keberlanjutan lingkungan, serta efisiensi institusi.</p>
<p></p>
<p>Prof. Cita menegaskan, program OMAH merupakan bentuk konkret dari pilar tersebut, terutama dalam aspek “<em>people</em>”, karena berfokus pada peningkatan kualitas hidup pasien dan keluarga.</p>
<p></p>
<p>"Melalui OMAH, kami ingin memastikan bahwa keberlanjutan itu hidup, tidak hanya di lingkungan rumah sakit, tetapi juga di setiap rumah pasien yang kami layani," pungkasnya.</p>
<p></p>
<p>Dengan hadirnya OMAH, Pemerintah Provinsi Jawa Timur melalui RSUD Dr. Soetomo berharap dapat memperluas cakupan pelayanan kesehatan dan memberikan alternatif baru bagi pasien yang membutuhkan pendampingan intensif di rumah. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor: Rizqi Ardian </strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Bea Cukai Jatim I Musnahkan 17,1 Juta Batang Rokok Ilegal di Surabaya</title>
<link>https://suarajatimpost.com/bea-cukai-jatim-i-musnahkan-171-juta-batang-rokok-ilegal-di-surabaya</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/bea-cukai-jatim-i-musnahkan-171-juta-batang-rokok-ilegal-di-surabaya</guid>
<description><![CDATA[ Bea Cukai Jawa Timur I memusnahkan 17,1 juta batang rokok ilegal senilai Rp25,5 miliar, langkah tegas melawan peredaran tanpa cukai yang merugikan negara hingga Rp16,8 miliar. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202510/image_870x580_6901fae2ba498.webp" length="49718" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 29 Oct 2025 19:47:03 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ryan Ramadhan</dc:creator>
<media:keywords>Bea Cukai Jawa Timur I, Bea Cukai, Cukai, Rokol Ilegal, Gempur Rokok Ilegal, Satpol PP, Surabaya, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SURABAYA, SJP — </strong>Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Jawa Timur I bersama Pemerintah Provinsi Jawa Timur memusnahkan 17,1 juta batang rokok ilegal hasil penindakan periode April hingga Juli 2025. Pemusnahan dilakukan di area depan Gedung Graha Pena Surabaya, Rabu (29/10/2025).</p>
<p></p>
<p>Total barang yang dimusnahkan mencapai 17.166.200 batang dengan nilai barang sekitar Rp25,5 miliar. Bila beredar di pasaran, potensi kerugian negara ditaksir mencapai Rp16,8 miliar dari sektor cukai, pajak rokok, dan pajak penghasilan hasil tembakau.</p>
<p></p>
<p>Pemusnahan ini menjadi langkah nyata Bea Cukai dalam menekan peredaran rokok tanpa pita cukai sekaligus bentuk komitmen sebagai “<em>community protector</em>” yang melindungi masyarakat dari peredaran barang kena cukai ilegal.</p>
<p></p>
<p><strong>Kolaborasi Lintas Instansi</strong></p>
<p>Kepala Bidang Penindakan dan Penyidikan Kanwil Bea Cukai Jawa Timur I, Achmad Fatoni, menjelaskan bahwa kegiatan pemusnahan merupakan hasil kolaborasi antara Bea Cukai dengan berbagai pihak, termasuk Satpol PP dan aparat penegak hukum lainnya.</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202510/image_870x_6901fadd37b02.webp" alt=""></p>
<p>"Pemusnahan ini merupakan hasil kerja sama antara Bea Cukai Jawa Timur I bersama Satpol PP dan aparat penegak hukum lainnya dalam menekan peredaran rokok ilegal," ujar Fatoni, Rabu (29/10/2025).</p>
<p></p>
<p>Ia menambahkan, pengawasan dilakukan mulai dari kegiatan intelijen hingga operasi gabungan di lapangan. Dirinya juga berpesan kepada masyarakat agar ikut membantu dengan cara melaporkan jika ada temuan rokok ilegal di lingkungan mereka.</p>
<p></p>
<p>"Kami melakukan pengawasan dengan mengunjungi penjual dan pabrik, memastikan tidak ada produksi rokok yang tidak sesuai ketentuan. Selain itu, edukasi kepada masyarakat juga terus dilakukan agar semua pihak bisa ikut memerangi rokok ilegal," katanya.</p>
<p></p>
<p><strong>Tantangan Pengawasan Industri Tembakau</strong></p>
<p>Fatoni juga mengungkapkan sejumlah tantangan yang dihadapi dalam pemberantasan rokok ilegal di Jawa Timur, terutama karena wilayah Jawa Timur merupakan sentra industri tembakau nasional.</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202510/image_870x_6901fad43b384.webp" alt=""></p>
<p>"Pertama, banyaknya pertumbuhan pabrik baru, terutama golongan 2 dan 3, membuat pengawasan menjadi lebih berat. Dalam dua tahun terakhir, pertumbuhan industri hampir dua kali lipat," ujarnya.</p>
<p></p>
<p>Ia menyebut, rokok ilegal yang beredar tidak hanya menurunkan penerimaan negara, tetapi juga memukul industri rokok legal.</p>
<p></p>
<p>"Peredaran rokok ilegal di warung-warung dan melalui sepeda motor masih marak. Karena itu, kami mengimbau masyarakat untuk berhenti menjual dan segera melaporkan jika menemukan rokok ilegal," tegasnya.</p>
<p></p>
<p>Fatoni menegaskan bahwa penanganan rokok ilegal memerlukan sinergi semua pihak agar ruang gerak pelaku bisa benar-benar ditutup.</p>
<p></p>
<p><strong>Peran Satpol PP dan Hadirnya Kader Penegak Peraturan Daerah</strong></p>
<p>Sementara itu, Kepala Satpol PP Provinsi Jawa Timur, Andik Fadjar Tjahjono, menegaskan bahwa lembaganya berperan dalam aspek sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat, sekaligus mendukung pelaksanaan operasi gabungan bersama Bea Cukai.</p>
<p></p>
<p>"Kami melakukan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat bersama Bea Cukai dan aparat penegak hukum lainnya. Untuk operasi di lapangan, Satpol PP menjadi pendukung kegiatan yang dilakukan Bea Cukai," jelasnya.</p>
<p></p>
<p>Selain itu, Satpol PP Jawa Timur juga tengah membentuk kader penegak peraturan daerah (Perda) dengan melibatkan anak sekolah, pramuka, hingga organisasi masyarakat agar lebih banyak elemen publik terlibat dalam pengawasan.</p>
<p></p>
<p>"Kami ingin masyarakat ikut membantu pemerintah menegakkan aturan yang berlaku, termasuk dalam pemberantasan rokok ilegal," ujar Andk.</p>
<p></p>
<p><strong>Jawa Timur Jadi Fokus Pengawasan Nasional</strong></p>
<p>Jawa Timur menjadi salah satu provinsi dengan kontribusi terbesar terhadap penerimaan cukai nasional, mencapai sekitar 60 persen. Karena itu, pemberantasan rokok ilegal menjadi prioritas utama di wilayah ini.</p>
<p></p>
<p>Melalui pemanfaatan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT), pemerintah provinsi bersama Bea Cukai terus memperkuat sinergi lintas instansi. Upaya ini mencakup penegakan hukum, peningkatan layanan kesehatan, serta pemberdayaan sosial ekonomi bagi buruh tani tembakau dan pekerja pabrik rokok.</p>
<p></p>
<p>Kegiatan pemusnahan kali ini bukan sekadar simbol penegakan hukum, tetapi juga bagian dari upaya edukatif untuk membangun kesadaran masyarakat mengenai bahaya dan dampak ekonomi dari peredaran rokok ilegal.</p>
<p></p>
<p>Dengan dukungan aparat penegak hukum dan partisipasi publik, pemerintah berharap ruang gerak peredaran rokok tanpa cukai dapat semakin dipersempit di seluruh wilayah Jawa Timur. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor: Rizqi Ardian </strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Pemkot Surabaya dan ITS Audit Struktur 1.100 Pesantren, Pastikan Keamanan Bangunan</title>
<link>https://suarajatimpost.com/pemkot-surabaya-dan-its-audit-struktur-1100-pesantren-pastikan-keamanan-bangunan</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/pemkot-surabaya-dan-its-audit-struktur-1100-pesantren-pastikan-keamanan-bangunan</guid>
<description><![CDATA[ Surabaya menggandeng ITS mengaudit struktur 1.100 pondok pesantren, memastikan keamanan bangunan bertingkat agar keselamatan para santri tetap terjamin. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202510/image_870x580_6900c6b57c1d1.webp" length="36772" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Tue, 28 Oct 2025 21:42:31 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ryan Ramadhan</dc:creator>
<media:keywords>Pondok Pesantren, Ponpes, Pondok Pesantren Al Khoziny, Eri Cahyadi, Pemkot Surabaya, Institut Teknologi Sepuluh Nopember, ITS, Surabaya, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SURABAYA, SJP –</strong> Pemerintah Kota Surabaya bersama Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) mulai melakukan audit struktur bangunan di 1.100 pondok pesantren yang ada di Kota Pahlawan. Langkah ini bertujuan memastikan kekuatan konstruksi dan keamanan sarana pendidikan tempat ribuan santri tinggal dan belajar setiap hari.</p>
<p></p>
<p>Audit difokuskan pada bangunan bertingkat dan bangunan yang awalnya merupakan rumah tinggal namun kini difungsikan sebagai lembaga pendidikan. Pemeriksaan akan dilakukan secara bertahap oleh tim gabungan dari Pemkot dan ahli struktur ITS.</p>
<p></p>
<p>Langkah itu diambil pasca insiden ambruknya Pondok Pesantren Al Khoziny di Sidoarjo yang menimbulkan korban dan kekhawatiran publik terkait keamanan bangunan pesantren. Pemerintah menilai keselamatan santri harus menjadi prioritas utama.</p>
<p></p>
<p>Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, menjelaskan bahwa seluruh pondok pesantren terdata di Kementerian Agama telah memiliki Izin Mendirikan Bangunan (IMB). Namun, sebagian besar IMB tersebut merupakan izin lama, sehingga perlu dicocokkan kembali dengan kondisi bangunan saat ini.</p>
<p></p>
<p>"Di seluruh Kota Surabaya, semua pondok yang terdaftar di Kementerian Agama itu sudah ada IMB semua. Tetapi IMB-nya lama, sehingga hari ini kita menyesuaikan, apakah IMB yang lama masih sama seperti kondisi bangunan sekarang atau tidak," ucap Eri, Selasa (28/10/2025).</p>
<p></p>
<p>Pemkot menggandeng ITS karena memerlukan pendampingan teknis yang kuat dalam menilai kekokohan struktur. Eri yang juga menjabat sebagai Ketua IKA ITS Jawa Timur menegaskan bahwa audit dilakukan mendetail untuk mencegah risiko kerusakan bangunan di masa depan.</p>
<p></p>
<p>"Kami lakukan pengecekan struktur pondoknya, terutama yang bertingkat atau yang dulunya rumah kemudian menjadi lokasi mengaji," tutur Eri.</p>
<p></p>
<p>Hasil audit nantinya akan menjadi dasar penyesuaian IMB terbaru. Jika struktur dinyatakan aman, maka gambar konstruksi diperbarui dan izin baru akan diterbitkan sesuai kondisi aktual. Namun jika ditemukan bagian bangunan yang tidak memenuhi standar, Pemkot akan membantu proses penguatan struktur.</p>
<p></p>
<p>"Jika hasil pengecekan struktur ditemukan ada bagian yang tidak memenuhi standar atau kurang kuat, jikalau ada penguatan-penguatan maka kami juga akan membantu," ungkap Eri.</p>
<p></p>
<p>Pembiayaan penguatan struktur akan dilakukan dengan sistem gotong royong. Selain dana APBD, sumber pembiayaan dapat berasal dari wakaf atau dana lain yang dikelola bersama DPRD dan Kemenag.</p>
<p></p>
<p>Saat ini, sudah 15 pondok pesantren yang menjalani pemeriksaan awal dan seluruhnya dinyatakan berada dalam kategori aman. Meski begitu, kesesuaian IMB lama dan kondisi terkini tetap akan direvisi.</p>
<p></p>
<p>"Ini upaya kami untuk menjaga keselamatan para santri di Kota Pahlawan," tutup Eri.</p>
<p></p>
<p>Audit seluruh pesantren di Surabaya ditargetkan selesai pada akhir November 2025. Pemerintah berharap langkah preventif ini dapat memastikan lingkungan pendidikan agama tetap nyaman, aman, dan layak huni bagi para santri. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor: Rizqi Ardian </strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Bersama Komnas PA, SMPK Untung Suropati Sidoarjo Latih Siswa Miliki Jiwa Pemimpin Ramah Anak</title>
<link>https://suarajatimpost.com/bersama-komnas-pa-smpk-untung-suropati-sidoarjo-latih-siswa-miliki-jiwa-pemimpin-ramah-anak</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/bersama-komnas-pa-smpk-untung-suropati-sidoarjo-latih-siswa-miliki-jiwa-pemimpin-ramah-anak</guid>
<description><![CDATA[ LDKS di SMPK Untung Suropati tak sekadar membentuk pengurus OSIS, tetapi menanamkan kepemimpinan berempati agar sekolah tumbuh sebagai ruang belajar yang aman dan ramah anak. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202510/image_870x580_6900c689c34ab.webp" length="43196" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Tue, 28 Oct 2025 21:24:37 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ryan Ramadhan</dc:creator>
<media:keywords>LDKS, SMPK Untung Suropati, Komnas PA Surabaya, Surabaya, Sidoarjo, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SURABAYA, SJP - </strong>Di tengah derasnya arus persaingan dan tekanan akademik, ada upaya kecil tapi bermakna yang sedang tumbuh di Sekolah Menengah Pertama Katolik (SMPK) Untung Suropati Sidoarjo yang saat ini tengah berupaya menyiapkan para siswa menjadi pemimpin muda yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tapi juga berjiwa ramah dan searas terhadap sesama khususnya kepada anak.</p>
<p></p>
<p>Upaya menanamkan kepemimpinan tersebut, tentunya tak hanya dilakukan SMPK Untung Suropati sendiri. Dengan menggandeng Integral Sarana Media Surabaya dan Komnas Perlindungan Anak (PA), SMPK Untung Suropati membekali para calon pengurus Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS) melalui Latihan Dasar Kepemimpinan Siswa (LDKS) berbasis nilai-nilai kemanusiaan dan empati.</p>
<p></p>
<p>Wakil Kepala SMPK Untung Suropati, Lusia Marian menjelaskan, kegiatan ini bertujuan membentuk OSIS yang mampu menjadi pusat kegiatan siswa dengan Konsep diri, Kepemimpinan dan Organisasi. Sehingga mampu mengelola maupun manajemen waktu dengan baik supaya memiliki jiwa kepemimpinan yang kuat serta bertanggung jawab.</p>
<p></p>
<p>"Latihan dasar kepemimpinan ini kegiatan rutin diperuntukkan bagi calon pengurus OSIS, dan kemudian berkembang menjadi upaya membentuk organisasi siswa yang lebih baik dan terstruktur," jelas Lusia, Selasa (28/10/2025).</p>
<p></p>
<p><strong>Ajang Peningkatan Disiplin Siswa </strong></p>
<p>LDKS ini, bagi Lusia juga dilaksanakan sebagai ajang untuk meningkatkan disiplin serta kepatuhan terhadap peraturan bagi para siswa, khususnya yang terpilih menjadi pengurus OSIS. Dia berharap, para siswa dapat bekerja sama dengan baik serta memiliki jiwa kepemimpinan yang lebih kuat.</p>
<p></p>
<p>"Peserta LDKS merupakan siswa kelas tujuh dan delapan yang telah lolos seleksi. Total ada 30 siswa yang terpilih sebagai pengurus OSIS tahun ini," ungkap Lusia.</p>
<p></p>
<p>"Kegiatan ini merupakan kali kedua pemilihan pengurus OSIS disertai dengan LDKS yang menghadirkan instruktur dari Komite Nasional Perlindungan Anak," sambungnya.</p>
<p></p>
<p>Alih-alih menonjolkan kedisiplinan kaku, bagi Lusia, pelatihan ini menekankan kepemimpinan yang berangkat dari rasa hormat dan empati. </p>
<p></p>
<p>"Siswa diajak mengenali potensi diri, belajar mengelola konflik dengan bijak, dan mempraktikkan komunikasi yang inklusif," ujar Lusia.</p>
<p></p>
<p>Keberhasilan program ini, dinilai Lusia, bukan diukur dari seberapa baik OSIS menjalankan acara, melainkan dari perubahan kecil yang muncul. </p>
<p></p>
<p>Seperti siswa yang lebih peduli terhadap teman, lebih berani berbicara, dan lebih sadar akan perannya dalam mewujudkan lingkungan belajar yang ramah anak.</p>
<p></p>
<p>“Kalau mereka bisa memimpin dengan empati, kami yakin sekolah ini akan tumbuh sebagai ruang yang aman dan menyenangkan bagi semua,” tambah Lusia dengan senyum.</p>
<p></p>
<p><strong>Kepemimpinan yang Aman Bagi Anak </strong></p>
<p>Di sisi lain, hadir sebagai instruktur dalam sesi pendidikan kepemimpinan pada kegiatan tersebut, Ketua Komnas PA Suarabaya Syaiful Bachri mengatakan, melalui pelatihan kepemimpinan ini seharusnya dapat membuka ruang aman bagi anak untuk berpendapat dan berekspresi tanpa takut dihakimi.</p>
<p></p>
<p>“Pemimpin yang ramah anak adalah pemimpin yang bisa mendengar dan memahami teman sebayanya. Itu yang kami tanamkan di sini,” kata Syaiful.</p>
<p></p>
<p>Dia menjelaskan, dengan pendekatan yang mengombinasikan teori, refleksi diri, dan aktivitas interaktif dalam kegiatan ini para siswa diajak belajar menjadi pemimpin dengan hati, bukan dengan otoritas semata. </p>
<p></p>
<p>"Dari sesi public speaking hingga mini praktik kepemimpinan, setiap momen diarahkan agar siswa mampu mengasah kepekaan sosial sekaligus tanggung jawab," ungkap Syaiful.</p>
<p></p>
<p>Dari ruang kelas hingga halaman sekolah, benih-benih kepemimpinan searas itu mulai tumbuh. Di tangan mereka, masa depan pendidikan ramah anak bukan lagi sekadar wacana, tapi sedang nyata dibangun pelan-pelan, tapi pasti.<strong> (*)</strong></p>
<p><strong>Editor: Rizqi Ardian </strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Hangat dan Dekat, IGTKI Wonokromo Kemas Peringatan Sumpah Pemuda Lewat Panggung Kreasi Anak</title>
<link>https://suarajatimpost.com/hangat-dan-dekat-igtki-wonokromo-kemas-peringatan-sumpah-pemuda-lewat-panggung-kreasi-anak</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/hangat-dan-dekat-igtki-wonokromo-kemas-peringatan-sumpah-pemuda-lewat-panggung-kreasi-anak</guid>
<description><![CDATA[ Menanamkan cinta tanah air sejak dini, para guru dan orang tua mengajak anak-anak Merayakan Sumpah Pemuda lewat cerita, permainan, dan keberanian tampil di ruang publik. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202510/image_870x580_6900c6a3ef567.webp" length="65904" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Tue, 28 Oct 2025 21:03:33 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ryan Ramadhan</dc:creator>
<media:keywords>Ikatan Guru Taman Kanak-Kanak Indonesia, IGTKI, IGTKI Wonokromo, Hari Sumpah Pemuda, Sumpah Pemuda, Surabaya Surabaya, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SURABAYA, SJP - </strong>Perayaan Hari Sumpah Pemuda hari ini seringkali berhenti pada bentuk formalitas, seperti sekadar upacara, menggunakan twibon di media sosial, atau membuat poster-poster bertema perjuangan pemuda.</p>
<p></p>
<p>Nilai-nilai seperti nasionalisme, keberanian, dan rasa memiliki terhadap bangsa perlahan terasa memudar, terutama di kalangan generasi paling muda. Padahal, menanamkan kecintaan pada tanah air idealnya dimulai sejak dini, melalui bahasa dan kegiatan yang dekat dengan dunia anak-anak.</p>
<p></p>
<p>Dalam semangat itulah para pendidik dari Ikatan Guru Taman Kanak-Kanak Indonesia (IGTKI) Kecamatan Wonokromo berkolaborasi dengan Royal Plaza Surabaya menghadirkan acara “Kumpul Bocah”, Selasa (28/10/2025). </p>
<p></p>
<p>Sebanyak 100 anak dari 10 lembaga TK tampil bergantian, mulai dari bercerita, menyanyi, hingga unjuk kreativitas lain yang dikaitkan dengan tema perjuangan pemuda.</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202510/image_870x_6900c69942024.webp" alt=""></p>
<p><strong>Mengenalkan Sejarah Lewat Bahasa Anak</strong></p>
<p>Ketua IGTKI Kecamatan Wonokromo, Elmin Krisnawati, menjelaskan bahwa acara ini sengaja diadakan bertepatan dengan Hari Sumpah Pemuda untuk membangkitkan pemahaman sejarah sejak kecil.</p>
<p></p>
<p>"Harapannya anak-anak mulai sejak dini bisa mengenal Sumpah Pemuda dan perjuangan para pahlawan," ujarnya, Selasa (28/10/2025).</p>
<p></p>
<p>Elmin menyebutkan bahwa sebenarnya peserta bisa lebih banyak, karena lembaga pendidikan yang tergabung dalam IGTKI Kecamatan Wonokromo berjumlah 35 lembaga, namun karena acaranya mendadak, jadi banyak yang berhalangan untuk ikut berpartisipasi.</p>
<p></p>
<p>"Sebenarnya pesertanya 130, tapi karena waktunya mepet jadi hanya 100 dari 10 lembaga. Alhamdulillah tetap bisa terlaksana," tambahnya.</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202510/image_870x_6900c7a29d0a1.webp" alt=""></p>
<p>Guru-guru dari setiap lembaga juga turut mendampingi anak-anak selama tampil, sekaligus menyampaikan cerita sederhana tentang makna Sumpah Pemuda sesuai usia mereka.</p>
<p></p>
<p><strong>Wadah Tumbuhnya Kepercayaan Diri Anak</strong></p>
<p>Tidak hanya para guru yang merasakan manfaat acara ini. Para orang tua pun melihat sisi pentingnya bagi perkembangan mental anak. Salah satunya Erky, wali murid siswa dari TK Al-Uswah 2, merasa bangga melihat anaknya tampil di panggung umum.</p>
<p></p>
<p>"Acara seperti ini itu melatih keberanian. Anak jadi lebih percaya diri tampil di lingkungan yang lebih luas," ungkapnya.</p>
<p></p>
<p>Ia berharap kegiatan semacam ini bisa dilaksanakan berkala. Baginya, kegiatan kumpul bersama antar sekolah tidak hanya bisa menambah teman tetapi juga menjadi ruang untuk saling belajar.</p>
<p></p>
<p>"Kalau bisa satu semester sekali ya. Selain tampil, anak-anak juga bisa saling mengenal dan belajar dari sekolah lain," tukasnya.</p>
<p></p>
<p><strong>Menghidupkan Kembali Makna Sumpah Pemuda</strong></p>
<p>Sementara itu dari pihak pendidik, Lia, selaku guru di TK Hasanah Jambangan, menyoroti bahwa makna Sumpah Pemuda kini sering hanya dipahami di permukaan.</p>
<p></p>
<p>"Sekarang banyak yang memperingati hanya lewat postingan. Tapi tidak memahami sejarah dan perjuangannya," katanya.</p>
<p></p>
<p>Baginya, kegiatan yang dirancang sesuai bahasa anak seperti ini jauh lebih bermakna dan membekas. Karenanya Lia berharap bahwa kegiatan seperti itu tidak berhenti hari ini saja tetapi juga rutin digelar tiap tahunnya.</p>
<p></p>
<p>"Anak-anak tampil hari ini sebagai bentuk bahwa mereka masih memegang budaya Indonesia. Itu penting sekali," tegasnya.</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202510/image_870x_6900c7aa6d0e8.webp" alt=""></p>
<p><strong>Membela Anak Sama dengan Membela Negara</strong></p>
<p>Ketua Komnas Perlindungan Anak (PA) Surabaya, Syaiful Bachri, yang turut hadir untuk memberikan dukungan dalam acara, menilai acara yang digelar oleh IGTKI Kecamatan Wonokromo mengandung nilai fundamental bagi perkembangan anak.</p>
<p></p>
<p>"Menanamkan rasa bela negara memang dimulai dari sejak kecil,” ujarnya.</p>
<p></p>
<p>Ia menjelaskan bahwa kegiatan seperti itu sekaligus memenuhi hak dasar anak untuk bermain dan mengekspresikan diri.</p>
<p></p>
<p>“Membela anak adalah membela negara. Menjaga anak adalah menjaga negara," pungkas Ketua Komnas PA Surabaya yang akrab disapa Kak Iful itu.</p>
<p></p>
<p>Kegiatan Kumpul Bocah bukan sekadar seremonial peringatan Sumpah Pemuda. Ia adalah usaha sederhana namun bermakna, yakni menanamkan rasa cinta tanah air melalui cerita, permainan, keberanian tampil, serta kebersamaan di ruang publik.</p>
<p></p>
<p>Dari panggung kecil di sebuah pusat perbelanjaan, nilai besar tentang bangsa sedang ditanam secara perlahan, lembut, dan disesuaikan dengan cara anak-anak memahami dunia. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor: Rizqi Ardian </strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>UNESA Gelar Program “Gym To School” di SMA Labschool: Investasi Kesehatan Sejak Dini</title>
<link>https://suarajatimpost.com/unesa-gelar-program-gym-to-school-di-sma-labschool-investasi-kesehatan-sejak-dini</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/unesa-gelar-program-gym-to-school-di-sma-labschool-investasi-kesehatan-sejak-dini</guid>
<description><![CDATA[ Latihan sejak muda jadi “tabungan” kesehatan masa depan, pesan utama program Gym To School Unesa yang ajak siswa SMA Labschool memahami pentingnya kebugaran ilmiah sejak dini. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202510/image_870x580_68ff6eb64abed.webp" length="51010" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 27 Oct 2025 22:04:51 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ryan Ramadhan</dc:creator>
<media:keywords>Universitas Negeri Surabaya, Unesa, Pusat Unggulan Iptek Sport and Exercise Research Center, PUI-SERC, Pengabdian Kepada Masyarakat, PKM, SMA Labschool, Surabaya, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SURABAYA, SJP - </strong>Tim dosen Universitas Negeri Surabaya (UNESA) dari Pusat Unggulan Iptek <em>Sport and Exercise Research Center</em> (PUI-SERC) melaksanakan kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat bertajuk “Optimalisasi Kebugaran Siswa Melalui <em>Gym To School</em>” di SMA Labschool UNESA Lidah Wetan, Jumat (24/10/2025).</p>
<p>Program tersebut merupakan bagian dari upaya UNESA dalam meningkatkan kesadaran generasi muda terhadap pentingnya latihan kebugaran sejak dini sebagai investasi kesehatan jangka panjang. </p>
<p>Kegiatan yang dipimpin oleh Afif Rusdiawan, bersama tim dosen Fakultas Ilmu Keolahragaan dan Kesehatan (FIKK) Unesa dan Direktorat <em>Unesa Science Center</em> (USC) itu diikuti dengan antusias oleh puluhan siswa dan guru SMA Labschool.</p>
<p>Pelaksanaan dilakukan dalam dua sesi, yaitu teori di kelas dan praktik di lapangan. Pada sesi teori, tim memberikan sosialisasi tentang pentingnya latihan gym untuk meningkatkan massa otot pada usia muda. </p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202510/image_870x_68ff6ec3001f8.webp" alt=""></p>
<p>Afif menjelaskan bahwa massa otot seseorang akan menyusut sekitar 1 persen setiap tahun setelah usia 30 tahun, sehingga membangun otot sejak muda menjadi “tabungan” kesehatan di masa tua.</p>
<p>”Dengan otot yang kuat, tubuh lebih stabil, risiko cedera saat terjatuh berkurang, dan metabolisme tetap baik meski usia bertambah,” ujar Afif dalam pemaparannya.</p>
<p>Selain itu, para peserta juga mendapatkan materi tentang cara mengukur denyut nadi dan menentukan dosis latihan kebugaran agar dapat berolahraga secara aman dan efektif sesuai dengan kapasitas tubuh masing-masing.</p>
<p>Sesi berikutnya adalah praktik lapangan yang berfokus pada penerapan functional training atau latihan fungsional yang meniru gerakan alami tubuh dalam kehidupan sehari-hari. </p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202510/image_870x_68ff6ec7d1dd7.webp" alt=""></p>
<p>Dalam sesi tersebut, para siswa dan guru terlihat antusias mengikuti instruksi gerakan latihan, mulai dari <em>squat</em>, <em>plank</em>, hingga latihan kekuatan tubuh bagian atas.</p>
<p>Antusiasme peserta semakin terlihat ketika sesi tanya jawab dibuka. Salah satu siswa bertanya, “Kenapa ya setelah latihan justru badan terasa sakit semua?” </p>
<p>Pertanyaan tersebut dijawab dengan penjelasan ilmiah mengenai proses adaptasi otot yang disebut <em>delayed onset muscle soreness </em>(DOMS). </p>
<p>Sementara itu, siswa lain penasaran dengan manfaat olahraga bagi pembuluh darah, yang dijelaskan oleh tim sebagai salah satu kunci mencegah penyakit jantung dan meningkatkan sirkulasi oksigen ke seluruh tubuh.</p>
<p>Menurut Dr. Donny Ardy Kusuma, M.Kes., anggota tim pelaksana, kegiatan ini tidak hanya melatih fisik, tetapi juga menanamkan pemahaman sains olahraga kepada siswa agar mereka mampu berolahraga dengan benar.</p>
<p>“Kebugaran bukan hanya soal olahraga keras, tapi juga memahami cara kerja tubuh dan batasannya,” ujarnya.</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202510/image_870x_68ff6ebd8aae7.webp" alt=""></p>
<p>Program <em>Gym To School</em> merupakan bagian dari inovasi Unesa melalui produk SERC dalam bidang kebugaran yang diujicobakan di sekolah-sekolah mitra. </p>
<p>Melalui kegiatan itu, PUI-SERC berharap dapat membangun budaya hidup sehat di lingkungan pendidikan serta mendorong siswa menjadikan olahraga sebagai gaya hidup.</p>
<p>Kepala SMA Labschool UNESA, dalam sambutannya, mengapresiasi kegiatan tersebut karena memberi pengalaman baru bagi para siswa.</p>
<p>“Kegiatan ini sangat bermanfaat. Anak-anak jadi tahu pentingnya menjaga kebugaran sejak muda, bukan hanya untuk prestasi olahraga, tapi juga kesehatan jangka panjang,” katanya.</p>
<p>Dengan terlaksananya kegiatan <em>Gym To School</em> itu, diharapkan siswa mampu menerapkan latihan kebugaran secara mandiri, serta memahami bahwa tubuh sehat dan bugar adalah investasi berharga untuk masa depan. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Bangun Kesadaran Hidup Aktif, UNESA Gelar Edukasi Pencegahan Perilaku Sedentari pada Anak Usia Sekolah</title>
<link>https://suarajatimpost.com/bangun-kesadaran-hidup-aktif-unesa-gelar-edukasi-pencegahan-perilaku-sedentari-pada-anak-usia-sekolah</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/bangun-kesadaran-hidup-aktif-unesa-gelar-edukasi-pencegahan-perilaku-sedentari-pada-anak-usia-sekolah</guid>
<description><![CDATA[ UNESA dorong siswa SMA ubah kebiasaan pasif lewat edukasi pencegahan gaya hidup sedentari, ajak generasi muda jadikan aktivitas fisik sebagai bagian hidup sehat sehari-hari. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202510/image_870x580_68ff6eae70dbe.webp" length="63204" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 27 Oct 2025 20:31:58 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ryan Ramadhan</dc:creator>
<media:keywords>Sedentari, Universitas Negeri Surabaya, UNESA, Fakultas Ilmu Keolahragaan dan Kesehatan, FIKK UNESA, SMA Labschool, Surabaya, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SURABAYA, SJP - </strong>Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) dengan tema “Edukasi Pencegahan Gaya Hidup Sedentari pada Anak Usia Sekolah” telah dilaksanakan oleh tim dosen dari Program Studi S1 Pendidikan Kepelatihan Olahraga, Fakultas Ilmu Keolahragaan dan Kesehatan (FIKK), Universitas Negeri Surabaya (UNESA).</p>
<p>Kegiatan tersebut diketuai oleh Adi Pranoto dan dilaksanakan pada tanggal 24 Oktober 2025 bertempat di SMA Labschool Universitas Negeri Surabaya. Peserta kegiatan terdiri dari 50 siswa dan 10 guru pendamping.</p>
<p>Tujuan dari kegiatan itu adalah untuk memberikan edukasi dan kesadaran mengenai bahaya gaya hidup sedentari serta mendorong penerapan pola hidup aktif dan sehat di kalangan anak usia sekolah. </p>
<p>Gaya hidup sedentari yang ditandai dengan rendahnya aktivitas fisik dan tingginya penggunaan gawai menjadi salah satu faktor risiko penurunan kebugaran jasmani serta gangguan kesehatan pada usia muda.</p>
<p>Pelaksanaan kegiatan dilakukan melalui beberapa tahapan, yaitu:</p>
<ol>
<li>Pemaparan materi edukatif mengenai pengertian, penyebab, dan dampak gaya hidup sedentari terhadap kesehatan fisik dan mental.</li>
<li>Diskusi interaktif dengan peserta terkait kebiasaan sehari-hari dan strategi pencegahan.</li>
<li>Demonstrasi aktivitas fisik sederhana yang dapat dilakukan di lingkungan sekolah maupun rumah untuk meningkatkan kebugaran jasmani.</li>
</ol>
<p>Selama kegiatan berlangsung, peserta menunjukkan antusiasme tinggi dalam mengikuti setiap sesi. Para siswa aktif bertanya dan berpartisipasi dalam kegiatan praktik fisik. Guru pendamping juga turut serta dalam kegiatan untuk memperoleh pemahaman yang dapat diterapkan dalam program pembelajaran sekolah.</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202510/image_870x_68ff6ea824ded.webp" alt=""></p>
<p>Dalam sambutannya, Adi Pranoto menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk nyata kontribusi akademisi UNESA dalam upaya membangun kesadaran masyarakat, khususnya generasi muda, terhadap pentingnya menjaga kebugaran dan kesehatan melalui aktivitas fisik yang teratur.</p>
<p>“Melalui kegiatan ini, kami berharap para siswa dapat mengubah kebiasaan pasif menjadi lebih aktif dan sehat, serta menjadikan aktivitas fisik sebagai bagian dari gaya hidup sehari-hari,” ujar Adi Pranoto.</p>
<p>Pihak SMA Labschool Universitas Negeri Surabaya menyambut baik kegiatan ini dan menyampaikan apresiasi atas kerja sama yang terjalin dengan UNESA. Pihak sekolah juga berharap kegiatan serupa dapat dilaksanakan secara berkelanjutan sebagai bentuk sinergi antara dunia akademik dan pendidikan menengah dalam meningkatkan kualitas kesehatan peserta didik.</p>
<p>Kegiatan itu berjalan dengan lancar dan mendapat respon positif dari seluruh peserta. Melalui pelaksanaan PKM tersebut, diharapkan dapat terwujud generasi muda yang aktif, sehat, dan produktif, serta mendukung program pemerintah dalam peningkatan derajat kesehatan masyarakat. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Kobarkan Semangat Sumpah Pemuda, UNDIKA Kembali Gelar Paskibra Festival 3.0</title>
<link>https://suarajatimpost.com/kobarkan-semangat-sumpah-pemuda-undika-kembali-gelar-paskibra-festival-30</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/kobarkan-semangat-sumpah-pemuda-undika-kembali-gelar-paskibra-festival-30</guid>
<description><![CDATA[ Semangat Sumpah Pemuda bergema di Paskibra Festival 3.0 Universitas Dinamika, ketika ratusan pelajar Jawa Timur tegap berbaris, berkarya, dan berikrar muda untuk bangsa. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202510/image_870x580_68fe085362511.webp" length="29670" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sun, 26 Oct 2025 22:13:37 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ryan Ramadhan</dc:creator>
<media:keywords>Universitas Dinamika, UNDIKA, Stikom Surabaya, Paskibra Festival 3.0, Emil Dardak, Surabaya, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SURABAYA, SJP — </strong>Barisan tegap dan langkah serempak para anggota Paskibra memenuhi Arena Prestasi lantai 9 Gedung Biru Universitas Dinamika (Undika) Surabaya, Minggu (26/10/2025). </p>
<p>Dalam momentum menjelang Hari Sumpah Pemuda pada 28 Oktober, kampus yang dahulu dikenal sebagai STIKOM Surabaya itu menjadi saksi semangat juang generasi muda yang memadukan disiplin, nasionalisme, dan kreativitas dalam ajang Paskibra Festival 3.0 bertajuk “Muda Berkarya untuk Bangsa.”</p>
<p>Kegiatan yang digelar oleh UKM Paskibra Universitas Dinamika ini diikuti oleh 51 tim dari berbagai kota di Jawa Timur, terdiri atas 24 tim tingkat SMP/MTs dan 27 tim tingkat SMA/SMK/MA. </p>
<p>Mereka bersaing dalam kategori PBB Perpang (Peraturan Panglima TNI) dan Kreasi Variasi untuk memperebutkan sejumlah piala bergilir dari berbagai lembaga, termasuk Kemenpora, Gubernur Jawa Timur, Danpasmar 2, Kapolrestabes Surabaya, dan Dandim 0831 Surabaya.</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202510/image_870x_68fe085b802d9.webp" alt=""></p>
<p>Rektor Universitas Dinamika, Prof. Budi Jatmiko, dalam sambutannya menyampaikan rasa bangga atas terselenggaranya acara ini yang bertepatan dengan semangat Sumpah Pemuda. </p>
<p>Ia menegaskan bahwa Paskibra Festival bukan sekadar ajang lomba baris-berbaris, tetapi juga wadah untuk menanamkan nilai kedisiplinan, kepemimpinan, dan karakter bangsa.</p>
<p>"Tema Muda Berkarya untuk Bangsa bukan sekadar rangkaian kata, tapi panggilan jiwa bagi setiap pemuda untuk mengukir prestasi dan berkontribusi nyata bagi negeri," ujarnya, Minggu (26/10/2025).</p>
<p>Budi juga menegaskan bahwa kegiatan tersebut adalah bentuk nyata komitmen Universitas Dinamika dalam mendukung pembentukan generasi muda yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga bermental baja dan siap memimpin masa depan.</p>
<p>"Keteraturan barisan kalian hari ini mencerminkan keteraturan masa depan bangsa yang ada di tangan kalian," tambahnya.</p>
<p>Sementara itu, Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak, yang turut hadir membuka acara, memberikan apresiasi atas inisiatif Universitas Dinamika yang menggelar festival semacam ini. </p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202510/image_870x_68fe0860cd70c.webp" alt=""></p>
<p>Ia menyebut bahwa kegiatan seperti Paskibra Festival sangat penting untuk menumbuhkan jiwa patriotisme sekaligus menyiapkan generasi muda menghadapi tantangan zaman modern.</p>
<p>"Berani ikut paskibra itu sudah hebat, tapi berani ikut festival seperti ini jauh lebih hebat lagi. Karena ini melatih keberanian, kreativitas, dan jiwa patriot yang sesungguhnya," kata Emil.</p>
<p>Emil juga mengingatkan bahwa di era digital dan maraknya kecerdasan buatan (AI), anak muda harus tetap berakar pada interaksi sosial dan dunia nyata agar tidak kehilangan kemanusiaannya.</p>
<p>"Kalau anak muda kita hanya sibuk di depan layar, maka akan hilang modal kemanusiaannya. AI bisa kuasai dunia maya, tapi dunia nyata harus dikuasai manusia," tegasnya.</p>
<p>"Ini adalah bukti generasi muda yang tidak mager dan insyaallah siap menjadi pemimpin, sukses teman-teman Paskibra," imbuhnya.</p>
<p>Dalam sambutannya yang bernuansa reflektif, Emil juga mengaitkan semangat Sumpah Pemuda 1928 dengan tantangan generasi masa kini. Ia menekankan bahwa bangsa Indonesia terbentuk bukan karena kesamaan ras atau wilayah, melainkan karena tekad yang sama untuk bersatu dan memperjuangkan keadilan.</p>
<p>"Yang menyamakan kita bukan kesamaan kulit atau asal, tapi semangat bahwa kita bertumpah darah satu, berbahasa satu, dan berbangsa satu, bangsa Indonesia," tutur Emil.</p>
<p>Kegiatan yang berlangsung sejak pagi hingga malam ini juga dimeriahkan dengan berbagai aktivitas lain seperti food bazar, expo kampus, serta music &amp; entertainment, yang terbuka untuk masyarakat umum. Selain menjadi ajang kompetisi, acara ini juga menjadi ruang pertemuan antarpelajar dan ajang promosi semangat kebangsaan di kalangan muda.</p>
<p>Salah satu tim yang ikut berkompetisi, yakni tim dari SMAN 6 Surabaya mengaku bangga dapat ikut serta dan tampil di hadapan juri dan penonton.</p>
<p>"Tanggapannya seru banget dan nggak nyangka bisa sampai tahap ini. Latihan cuma dua minggu, tapi kita berusaha menampilkan yang terbaik," ujar salah satu anggota tim.</p>
<p>Dengan penuh semangat, seluruh peserta menunjukkan bahwa kedisiplinan dan kebersamaan bukan hanya soal barisan yang rapi, tetapi juga tentang jiwa yang teguh dan tekad untuk terus berkarya bagi Indonesia.</p>
<p>Melalui Paskibra Festival 3.0, Universitas Dinamika dan para pemuda Jawa Timur menegaskan kembali semangat Sumpah Pemuda, yakni bersatu, berjuang, dan berkarya untuk bangsa. (*)</p>
<p><strong>Editor:</strong> Danu </p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Kasus Pesta Seks Terkuak di Surabaya, Eri Cahyadi Minta Hotel Perketat Pengawasan</title>
<link>https://suarajatimpost.com/kasus-pesta-seks-terkuak-di-surabaya-eri-cahyadi-minta-hotel-perketat-pengawasan</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/kasus-pesta-seks-terkuak-di-surabaya-eri-cahyadi-minta-hotel-perketat-pengawasan</guid>
<description><![CDATA[ Wali Kota Eri Cahyadi menegaskan Surabaya harus bersih dari pesta maksiat, menuntut hotel lebih waspada agar tak tercoreng kasus serupa. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202510/image_870x580_68fc9e364c6f0.webp" length="39874" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sun, 26 Oct 2025 21:04:29 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ryan Ramadhan</dc:creator>
<media:keywords>Pesta Seks Gay, Pesta Gay, Gay, Hubungan Sesama Jenis, Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, Pemkot Surabaya, Surabaya, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SURABAYA, SJP -</strong> Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menegaskan bahwa Kota Pahlawan harus dijaga dari aktivitas yang melanggar norma agama dan hukum, menyusul terbongkarnya kasus pesta seks sesama jenis di salah satu hotel di Surabaya.</p>
<p>"Surabaya ini adalah kota yang dibangun dengan syariat dan kekuatan agama. Jadi, jangan sampai Surabaya dicoreng dengan hal seperti itu," ucap Eri saat dikonfirmasi pada Minggu (26/10/2025).</p>
<p>Kasus pesta seks tersebut terjadi pada 19 Oktober 2025 di sebuah hotel kawasan Jalan Ngagel. Polisi mengamankan 34 pria, dan hasil pemeriksaan Dinas Kesehatan Kota Surabaya menunjukkan 29 di antaranya positif HIV.</p>
<p>Sebagai respons, Eri mengumpulkan para general manager hotel anggota PHRI se-Surabaya untuk memperkuat pengawasan di lingkungan perhotelan. Ia menegaskan, sektor jasa seperti hotel adalah tulang punggung ekonomi kota, namun harus berjalan selaras dengan nilai moral.</p>
<p>"Kota Surabaya ini kota jasa. Pertumbuhan ekonomi kita berasal dari sektor jasa, termasuk hotel. Maka saya mengundang seluruh anggota PHRI dan GM hotel untuk berkomitmen menjaga agar kejadian seperti itu tidak terulang lagi," ujarnya.</p>
<p>Wali kota juga meminta pihak hotel segera melapor jika menemukan aktivitas tamu yang mencurigakan. </p>
<p>"Kalau ada yang aneh, misalnya orang keluar masuk kamar berulang kali, langsung hubungi Polrestabes Surabaya atau Call 112. Kita akan bergerak bersama," katanya.</p>
<p>Senada dengan apa yang dikatakan oleh Wali Kota Eri, Ketua Harian PHRI Surabaya Firman Sudi Permana juga menyatakan dukungannya terhadap langkah yang diambil oleh pihak Pemkot Surabaya.</p>
<p>"Dampaknya bukan hanya dari sisi pariwisata, tapi juga budaya dan citra kota. Karena itu kami akan memperketat pengawasan di seluruh aspek operasional hotel," ujarnya.</p>
<p>Eri menutup pertemuan itu dengan menegaskan pentingnya kerja sama antara Pemkot, kepolisian, dan pengelola hotel.</p>
<p>"Kita sudah punya komitmen bersama. Ini Kota Pahlawan, kejadian seperti pesta narkoba atau pesta seks tidak boleh lagi terjadi di Surabaya," tandasnya. (*)</p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Belajar dari Alam: Pengalaman Multisensori Murid Inklusi SD Cikal di KBA Kampoeng Oase Ondomohen</title>
<link>https://suarajatimpost.com/belajar-dari-alam-pengalaman-multisensori-murid-inklusi-sd-cikal-di-kba-kampoeng-oase-ondomohen</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/belajar-dari-alam-pengalaman-multisensori-murid-inklusi-sd-cikal-di-kba-kampoeng-oase-ondomohen</guid>
<description><![CDATA[ Belajar multisensori di alam terbuka, sepuluh siswa inklusi SD Cikal Surabaya merasakan pengalaman unik mengelola sampah dan berinteraksi langsung dengan ekosistem Kampung Oase Ondomohen. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202510/image_870x580_68fc9e299ddb7.webp" length="55484" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sun, 26 Oct 2025 20:22:53 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ryan Ramadhan</dc:creator>
<media:keywords>KBA Kampoeng Oase Ondomohen, Kampoeng Oase, Inklusi, Multisensori, SD Cikal, Surabaya, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SURABAYA, SJP -</strong> Di tengah suasana teduh dan rindang di KBA Kampoeng Oase Ondomohen, Surabaya, tawa riang terdengar dari sekelompok anak inklusi SD Cikal Surabaya. Mereka berlarian kecil di antara kolam ikan, menatap sayur-sayuran yang tumbuh dengan metode urban farming, dan sesekali menutup hidung saat mencium aroma khas area pengolahan sampah organik.</p>
<p>Semua itu menjadi bagian dari pengalaman belajar multisensori, sebuah metode belajar dengan memanfaatkan seluruh pancaindra yang menjadi salah satu pendekatan paling efektif untuk perkembangan anak-anak berkebutuhan khusus.</p>
<p>Kegiatan itu merupakan bagian dari Field Trip (karyawisata) murid kelas 3, 4, dan 5 Pendidikan Inklusi TK-SD Cikal Surabaya. Dengan lima guru pendamping, sepuluh siswa inklusi mengikuti sesi belajar langsung tentang pengelolaan sampah dan lingkungan di KBA Kampoeng Oase Ondomohen.<strong></strong></p>
<p>Sejak pagi, anak-anak diajak menjelajahi berbagai area edukatif di kampung eduwisata yang terletak di jantung Kota Surabaya itu. Mereka mengenal berbagai jenis tanaman, memberi makan ikan, hingga menyaksikan budidaya kepiting dan lobster. </p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202510/image_870x_68fc9e2eec099.webp" alt=""></p>
<p>Bagi anak inklusi, pengalaman tersebut tidak sekadar belajar tentang ekosistem, tetapi juga melatih motorik, keberanian, dan interaksi sosial. Sirakh Dini Lestari, salah satu guru pendamping dalam kegiatan tersebut menjelaskan bahwa kegiatan karyawisata itu sejalan dengan misi Cikal untuk membangun kepedulian terhadap lingkungan.</p>
<p>"Anak-anak belajar langsung tentang bagaimana memilah sampah dan daur ulang. Kegiatan ini selaras dengan misi sekolah Cikal, yaitu harus berdampak ke lingkungan," ujar Dini, Minggu (26/10/2025).</p>
<p>Meski ini bukan pertama kalinya SD Cikal mengunjungi KBA Kampoeng Oase Ondomohen, namun yang berbeda saat ini adalah seluruh peserta merupakan murid inklusi dari tiga jenjang berbeda. Para murid juga dibekali dengan modul untuk dikerjakan selama kegiatan.</p>
<p>"Jadi selain berkeliling, mereka juga akan mengisi modul. Namun modulnya disesuaikan dengan anak inklusi, jadi didalamnya yang mereka tulis seperti emosi mereka selama berkegiatan, atau mencatat apa saja yang mereka lihat dan lakukan," tutur Dini.</p>
<p>Meski kegiatan berjalan dengan penuh canda dan tawa, Dini mengungkapkan bahwa tantangan itu tetap ada. Beberapa siswa inklusi sangat sensitif terhadap bau dari area pengolahan magot. Namun, hal itu tidak mengurangi antusiasme mereka untuk belajar.</p>
<p>"Memang ada anak yang mengeluh karena sensitif terhadap bau. Tapi secara umum mereka antusias. Tempat ini sangat edukatif dan visual, jadi anak-anak cepat paham," imbuhnya.</p>
<p>Bukan hanya bagi peserta, kegiatan itu juga menjadi pengalaman baru bagi warga KBA Kampoeng Oase Ondomohen sendiri. Ketua RT 8 RW 7 Ondomohen Magersari, Endang Sri Wulansari, mengatakan bahwa ini adalah kali pertama mereka menerima kunjungan dari anak-anak inklusi.</p>
<p>"Ini pengalaman khusus bagi kami, karena baru pertama kali kedatangan siswa inklusi. Jadi cara penyampaian materinya kami buat lebih pelan dan hati-hati," ujarnya.</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202510/image_870x_68fc9e2629dc2.webp" alt=""></p>
<p>Endang menceritakan, selain melihat-lihat, banyak kegiatan yang dilakukan oleh anak-anak. Salah satu kegiatan adalah belajar membuat pot dari botol plastik. </p>
<p>Namun karena alasan keamanan, mereka tidak diperbolehkan menggunakan gunting. Sebagai gantinya, para peserta diajak untuk mewarnai pot dengan cat warna-warni.</p>
<p>"Kami tidak izinkan mereka pegang gunting karena itu benda tajam, tadi juga sudah koordinasi dengan para guru pendamping. Jadi cukup mewarnai pot. Tapi mereka senang sekali," tutur Endang.</p>
<p>Selain melihat sayur, ada juga sesi mengenal hewan seperti ikan, lobster dan kepiting yang sengaja dibudidayakan di KBA Kampoeng Oase Ondomohen. Meski tidak semua anak berani memegangnya, namun beberapa menunjukkan keberanian yang luar biasa.</p>
<p>"Ada yang takut, tapi ada juga yang berani memegang lobster. Jadi kita sesuaikan kegiatannya agar mereka tetap nyaman," tambahnya.</p>
<p>Endang mengungkapkan bahwa beberapa anak yang terganggu dengan bau itu terjadi saat melihat budidaya maggot. Bahkan beberapa anak sempat ketakutan saat melihat lalat di area itu. Namun setelah dijelaskan bahwa itu bagian dari kehidupan di alam terbuka, mereka mulai memahami.</p>
<p>"Kami jelaskan bahwa di luar ruangan itu pasti ada lalat atau serangga. Kita hidup berdampingan dengan alam," ucap Endang, mengulangi perkataannya kepada para peserta.</p>
<p>Sebagai bentuk apresiasi, warga KBA Kampung Oase Ondomohen juga memberikan oleh-oleh buatan tangan sendiri kepada anak-anak mulai dari kotak pensil hingga tas mini dengan karakter warna cerah.</p>
<p>"Semua oleh-oleh itu buatan warga. Kami ingin mereka pulang dengan kenangan positif," katanya.</p>
<p><strong>Menjadi Laboratorium Hidup</strong></p>
<p>Local Champion KBA Kampoeng Oase Ondomohen, Adi Candra, menyebut kegiatan ini sebagai bentuk kolaborasi yang bermakna antara sekolah dan masyarakat. Ia menyambut positif pendekatan inklusif yang dibawa oleh SD Cikal.</p>
<p>"Walaupun pesertanya sedikit, ini spesial karena semuanya anak inklusi. Kami menyiapkan treatment khusus agar mereka bisa menikmati belajar di alam terbuka," ujarnya.</p>
<p>Adi menjelaskan, lingkungan belajar seperti itu sangat efektif untuk memberi pengalaman multisensori, anak dapat belajar dengan melihat, mendengar, menyentuh, dan merasakan secara langsung.</p>
<p>"Memberi makan ikan saja bisa jadi interaksi menarik bagi mereka. Itu melatih kepekaan dan adaptasi terhadap lingkungan sekitar," katanya.</p>
<p>Ia menekankan bahwa kegiatan semacam itu bukan hanya bermanfaat bagi siswa, tetapi juga bagi warga kampung yang ikut berperan aktif menciptakan suasana belajar yang ramah dan inklusif.</p>
<p>"Anak-anak belajar beradaptasi dengan lingkungan kampung, belajar bahwa hidup berdampingan dengan masyarakat itu penting," tambahnya.</p>
<p>Adi menyebut, KBA Kampoeng Oase Ondomohen kini tengah dikembangkan sebagai laboratorium hidup, tempat belajar terbuka untuk berbagai kelompok dan lembaga pendidikan. </p>
<p>"Lokasi ini akan jadi laboratorium hidup. Di sini semua bisa belajar dan berinovasi, entah itu tentang sampah, lingkungan, atau nilai-nilai kebersamaan," tutupnya.</p>
<p>Kegiatan field trip ini tidak hanya menjadi ajang bermain dan belajar, tetapi juga memperkuat nilai empati, kemandirian, dan keberanian bagi siswa inklusi.</p>
<p>Kegiatan itu juga didukung penuh oleh HPAI (Himpunan Penggiat Adiwiyata Indonesia) DPW Kota Surabaya, YLBA (Yayasan Lestari Bumi Abadi) Kota Surabaya, Kampoeng Oase Suroboyo Group , PERBANUSA (Perkumpulan Pengelola Sampah dan Bank Sampah Nusantara) DPD I Jawa Timur , Forum GRADASI (Gerakan Sedekah Sampah Indonesia) Jawa Timur dan DPP IFTA (Indonesian Fighter Tourism Association) Jelajah Indonesia. (*)</p>
<p><strong>Editor : </strong>Danu S</p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Lotus Art Courses dan Konjen Australia di Surabaya Gelar Kompetisi Menggambar Anak se&amp;Jatim, Angkat Tema Gaya Hidup Sehat</title>
<link>https://suarajatimpost.com/lotus-art-courses-dan-konjen-australia-di-surabaya-gelar-kompetisi-menggambar-anak-se-jatim-angkat-tema-gaya-hidup-sehat</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/lotus-art-courses-dan-konjen-australia-di-surabaya-gelar-kompetisi-menggambar-anak-se-jatim-angkat-tema-gaya-hidup-sehat</guid>
<description><![CDATA[ Anak-anak dan remaja se-Jawa Timur unjuk bakat menggambar bertema gaya hidup sehat, dalam ajang kolaborasi seni Lotus Art Courses dan Konjen Australia yang sarat pesan persahabatan dua bangsa. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202510/image_870x580_68fc9e1f32ff3.webp" length="44718" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sun, 26 Oct 2025 14:09:56 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ryan Ramadhan</dc:creator>
<media:keywords>Lotus Art Courses, LAC, I Putu Mahendra, Konsulat Jenderal Australia, Konjen Australia, Western Sydney University, Surabaya, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SURABAYA, SJP -</strong> Lotus Art Courses bekerja sama dengan <em>Australian Consulate-General in </em>Surabaya kembali menggelar ajang tahunan <em>Drawing Competition</em> 2025, lomba menggambar anak dan remaja se-Jawa Timur yang tahun ini mengusung tema “Gaya Hidup Sehat Generasi Muda Indonesia dan Australia.”</p>
<p>Kompetisi yang telah memasuki tahun ketiganya itu menjadi wadah bagi anak-anak untuk mengekspresikan nilai-nilai kesehatan dan kebersamaan dua bangsa melalui karya seni. </p>
<p>Sebanyak lebih dari 200 peserta dari berbagai kota di Jawa Timur, mulai Surabaya, Malang, hingga Madiun, ikut serta dalam lomba yang terbagi dalam tiga kategori usia, diantaranya yakni Kategori A (5–7 tahun), Kategori B (8–11 tahun), dan Kategori C (12–15 tahun).</p>
<p><strong>Dewan Juri dan Penilaian</strong></p>
<p>Para peserta dinilai berdasarkan kesesuaian dengan tema, orisinalitas, artistik, keunikan, warna, bentuk, kreativitas, dan komposisi. Dewan juri terdiri dari I Putu Mahendra D.P., S.Ds. selaku <em>Founder</em> Lotus Art Courses, Christine Bui selaku <em>Deputy Consul-General</em> Australia di Surabaya, dan Satria Wicaksana, S.Pd. dari Inkala<em> Art and Design.</em></p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202510/image_870x_68fc9e0f8e29d.webp" alt=""></p>
<p>Sebanyak lima karya terbaik dari masing-masing kategori ditetapkan sebagai pemenang dan menerima sertifikat serta medali pada Awarding Ceremony yang digelar di Western Sydney University, Kampus Surabaya, Jumat (24/10/2025).</p>
<p>Karya Terbaik Kategori A (5-7 Tahun)</p>
<ul>
<li>Krystal Nusayba Genpermana</li>
<li>Adzkia Islamadina</li>
<li>Afiqah Almaira I</li>
<li>Michella J Tongku</li>
<li>Andhara Mikhayla A</li>
</ul>
<p>Karya Terbaik Kategori B (8-11 Tahun)</p>
<ul>
<li>Firion Constantin Q</li>
<li>Dexter Mikael Yulianto</li>
<li>Adinda Hana Salsabila</li>
<li>Hasna Marga Silawarti</li>
<li>Gempita R Ramadhani</li>
</ul>
<p>Karya Terbaik Kategori C (12-15 Tahun)</p>
<ul>
<li>Ash-Sheefha Qolby C.S</li>
<li>Carlitta Olivia Gunawan</li>
<li>Phoebe Audriana J</li>
<li>Azzahra Praneza Princess S</li>
<li>Florenza Fredeline X.W</li>
</ul>
<p><strong>Bangkitkan Kreativitas dan Kesadaran Sehat</strong></p>
<p>Founder Lotus Art Courses, I Putu Mahendra D.P., S.Ds., menyampaikan apresiasinya terhadap semangat dan kreativitas seluruh peserta.  "Kami sangat bangga melihat antusiasme anak-anak dan remaja dalam mengekspresikan pentingnya gaya hidup sehat melalui karya seni," ujar Putu.</p>
<p>"Kompetisi ini bukan hanya ajang lomba, tetapi juga sarana untuk menumbuhkan kesadaran akan pentingnya kesehatan dan kreativitas sejak dini," tambahnya.</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202510/image_870x_68fda494586bf.webp" alt=""></p>
<p>Menurut Putu, kegiatan tersebut merupakan bentuk nyata komitmen Lotus Art Courses dalam memberikan ruang edukatif dan inspiratif bagi anak-anak agar mampu menyalurkan gagasan mereka secara positif.</p>
<p><strong>Pererat Hubungan Indonesia–Australia Lewat Seni</strong></p>
<p>Sejalan dengan apa yang disampaikan Putu, Deputy Consul-General Australia di Surabaya, Christine Bui, menilai kompetisi ini tak hanya menjadi wadah ekspresi seni, tetapi juga mempererat hubungan dua negara melalui semangat generasi muda.</p>
<p>"Australia dan Indonesia adalah negara tetangga yang memiliki banyak nilai dan aspirasi yang sama," jelas Christine.</p>
<p>"Melalui kompetisi ini, para peserta diajak untuk mengeksplorasi nilai-nilai bersama tersebut sekaligus mengenal lebih dekat kedua negara," imbuhnya.</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202510/image_870x_68fc9e181cab4.webp" alt=""></p>
<p>Christine menegaskan, kegiatan seperti ini menjadi simbol bagaimana seni dapat menjadi jembatan persahabatan antarbangsa. "Kami bangga dapat mendukung kegiatan yang menginspirasi generasi muda Indonesia untuk mengekspresikan diri dan melihat Australia sebagai bagian yang akrab dan bersahabat dari dunia mereka," ujarnya.</p>
<p><strong>Cerita Gempita, Peserta dari Madiun</strong></p>
<p>Salah satu peserta yang masuk lima besar kategori B (usia 8–11 tahun), Gempita R. Ramadhani asal Madiun, mengaku senang dan bangga bisa berpartisipasi. "Perasaanku bisa menang jadi semangat lagi untuk menggambar," ujar siswi kelas 3 SD itu.</p>
<p>Gempita yang telah belajar di Lotus Art Courses selama satu tahun ini mengaku bakat seninya terinspirasi dari sang ibu. Dalam lomba ini, ia menggambar karya berjudul “Young &amp; Strong, Everyday!”</p>
<p>Karyanya itu menggambarkan dua sosok muda, seorang Australia yang berolahraga dan seorang Indonesia yang makan buah serta sayur di depan latar pelabuhan Sydney.</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202510/image_870x_68fda48d0f360.webp" alt=""></p>
<p>"Paling susah menggambar gedungnya, soalnya bentuknya rumit," katanya sambil tersenyum.</p>
<p>Gempita menambahkan, perlombaan ini adalah kompetisi kelimanya yang ia ikuti. Sebelumnya, ia juga pernah menang dalam Lotus Art Courses x Konjen Jepang di Surabaya.</p>
<p><strong>Dukungan dari Berbagai Pihak</strong></p>
<p>Selain dukungan dari Australian Consulate-General in Surabaya dan Western Sydney University, kegiatan ini juga disokong oleh Leeven &amp; Co Creative Space serta SLB Harapan Bunda Surabaya.</p>
<p>Kolaborasi lintas institusi ini diharapkan dapat memperluas dampak positif kegiatan, tidak hanya bagi peserta, tetapi juga bagi dunia pendidikan dan komunitas seni rupa di Jawa Timur.</p>
<p>Melalui kompetisi tersebut, Lotus Art Courses dan Australian Consulate-General in Surabaya berupaya menanamkan nilai penting tentang kesehatan, kolaborasi, dan kreativitas lintas budaya.</p>
<p>Ajang itu diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi generasi muda untuk terus berkarya, berpikir positif, dan menjadikan seni sebagai bagian dari gaya hidup sehat dan berkarakter. (***)</p>
<p><strong>Editor :</strong> Danu </p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Cotton Bud Bukan Solusi, Dokter Spesialis THT RSUD Haji Ungkap Satu&amp;satunya Cara Aman Bersihkan Telinga</title>
<link>https://suarajatimpost.com/cotton-bud-bukan-solusi-dokter-spesialis-tht-rsud-haji-ungkap-satu-satunya-cara-aman-bersihkan-telinga</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/cotton-bud-bukan-solusi-dokter-spesialis-tht-rsud-haji-ungkap-satu-satunya-cara-aman-bersihkan-telinga</guid>
<description><![CDATA[ Membersihkan telinga dengan cotton bud justru bisa mendorong kotoran makin dalam dan merusak gendang telinga, kebiasaan sepele yang bisa berujung pada gangguan pendengaran permanen. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202510/image_870x580_68f62a9b36460.webp" length="47840" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 20 Oct 2025 22:07:58 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ryan Ramadhan</dc:creator>
<media:keywords>THT, HUT ke-80 Jawa Timur, Kesehatan Telinga, RSUD Haji, Surabaya, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SURABAYA, SJP -</strong> Kebiasaan membersihkan telinga dengan <em>cotton bud </em>masih dianggap sepele oleh banyak orang. Padahal, cara itu justru bisa mendorong kotoran masuk lebih dalam dan menimbulkan risiko luka bahkan gangguan pendengaran. Apalagi pada anak-anak, struktur telinganya yang masih sensitif membuat tindakan semacam itu bisa berbahaya.</p>
<p>Hal itu dijelaskan oleh Dr. Heru Agus Santoso, Dokter Spesialis THT Bedah Kepala dan Leher RSUD Haji Surabaya, saat kegiatan Skrining Kesehatan Gigi dan Mulut serta THT dalam rangka Bakti Sosial Peringatan HUT ke-80 Provinsi Jawa Timur.</p>
<p>Acara yang digelar di SDN Kedondong 2, Kecamatan Tulangan, Sidoarjo, Senin (20/10/2025) itu merupakan kolaborasi antara RSUD Haji, Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur, Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur, Dinas Kesehatan Kabupaten Sidoarjo dan bersinergi dengan Tentara Manunggal Membangun Desa (TMMD).</p>
<p>Dalam skrining kesehatan THT yang dilakukan terhadap siswa sekolah dasar, ditemukan dua masalah yang paling sering muncul, yakni penumpukan kotoran telinga (serumen) dan pembesaran amandel (tonsil).</p>
<p><strong>Kotoran Telinga Justru Melindungi</strong></p>
<p>Menurut dr. Heru, banyak orang keliru dalam memahami fungsi kotoran telinga. Serumen yang tampak seperti lilin itu sebenarnya bermanfaat untuk melindungi liang telinga dari debu dan serangga kecil.</p>
<p>"Serumen itu normal, justru berfungsi menangkap debu dan hewan kecil. Nanti akan keluar sendiri karena posisi telinga memang miring," jelas dr. Heru, Senin (20/10/2025).</p>
<p>Masalah muncul ketika serumen malah didorong masuk ke dalam saat dibersihkan secara mandiri.</p>
<p>Akibatnya, kotoran menumpuk di bagian dalam dan menurunkan kemampuan pendengaran. Bahkan, bila dilakukan dengan cara yang salah, bisa menimbulkan luka hingga robek pada gendang telinga.</p>
<p>"Membersihkan telinga sendiri itu salah. Kalau dipaksakan, bisa lecet, bahkan robek gendangnya. Organ manusia itu kan nggak ada tokonya,” ujarnya.</p>
<p><strong>Teknik Aman Bersihkan Telinga</strong></p>
<p>Dalam kegiatan itu, dr. Heru menemukan sebagian besar anak mengalami serumen lunak, sementara beberapa lainnya memiliki serumen keras yang perlu penanganan lanjutan di puskesmas.</p>
<p>Untuk mengeluarkan kotoran telinga, dokter menggunakan teknik irigasi telinga atau ekstraksi serumen, metode medis yang aman jika dilakukan oleh tenaga kesehatan.</p>
<p>"Kalau serumennya lunak, bisa langsung kita cuci. Tapi kalau keras, jangan dipaksakan, nanti lecet. Kita rujuk ke puskesmas untuk dilunakkan, agar nanti bisa dibersihkan," jelasnya.</p>
<p>Saat ditanya metode aman untuk membersihkan telinga secara mandiri, dr. Heru dengan tegas menjawab tidak ada. Menurutnya, metode yang benar hanyalah dengan rutin memeriksakan kesehatan telinga setiap enam bulan sampai satu tahun sekali ke fasilitas kesehatan.</p>
<p>"Membersihkan mandiri itu hanya menggunakan perasaan saja, tudak tahu apakah telinga bersih atau tidak. Kalau salah, malah bisa menyebabkan luka," katanya menegaskan.</p>
<p>Selain itu, pemakaian headset terlalu sering juga disarankan untuk dibatasi. Meski tidak menyebabkan infeksi, paparan suara keras dalam jangka panjang bisa merusak saraf pendengaran dan mendorong kotoran masuk lebih dalam.</p>
<p><strong>Amandel yang Membesar dan Perlu Diwaspadai</strong></p>
<p>Selain serumen, hasil skrining juga menunjukkan sejumlah siswa mengalami pembesaran amandel. Menurut dr. Heru, amandel sebenarnya merupakan bagian dari cincin Waldeyer, kumpulan jaringan limfoid yang berfungsi sebagai pertahanan tubuh terhadap kuman.</p>
<p>"Amandel itu termasuk kelenjar limfoid, bagian dari sistem pertahanan tubuh kita," ujarnya.</p>
<p>Namun, amandel bisa menjadi masalah bila ukurannya terlalu besar atau sering mengalami infeksi.</p>
<p>Dalam pemeriksaan, ditemukan beberapa anak dengan ukuran amandel tingkat T3 hingga T4, yang menandakan pembesaran cukup berat dan kemungkinan perlu tindakan operasi bila mengganggu pernapasan atau menyebabkan infeksi berulang.</p>
<p>"Kalau sudah besar sekali dan tidak mengecil lagi, berarti jaringan itu sudah seperti keloid. Sudah tidak berfungsi, malah bisa jadi sumber infeksi," jelasnya.</p>
<p>Dokter Heru juga memberi edukasi kepada anak-anak tentang cara menjaga kesehatan tenggorokan dan amandel. Kuncinya ada pada pola makan dan gaya hidup yang seimbang.</p>
<p>Makanan pemicu infeksi seperti gorengan, makanan instan, atau minuman dingin sebaiknya dibatasi, bukan dihindari total.</p>
<p>"Boleh makan gorengan atau mi instan, tapi jangan berlebihan. Semua yang berlebihan itu tidak baik, sama seperti orang diabetes," pesannya.</p>
<p><strong>Telinga, Pintu Dunia Anak</strong></p>
<p>Lebih jauh, dr. Heru menekankan pentingnya menjaga kesehatan telinga sejak dini. Gangguan pendengaran pada anak kecil bisa berdampak pada kemampuan bicara dan perkembangan sosial mereka.</p>
<p>"Telinga itu salah satu pintu dunia selain mata. Kalau pendengarannya terganggu sejak bayi, anak bisa jadi bisu karena tidak mendapat masukan suara," ujarnya.</p>
<p>Ia pun mengingatkan bahwa pemeriksaan telinga rutin kini bisa dilakukan gratis dengan BPJS, sehingga tidak ada alasan untuk menunda pemeriksaan berkala.</p>
<p>Kegiatan skrining kesehatan di SDN Kedondong 2 itu menjadi contoh bagaimana edukasi medis sederhana bisa berdampak besar bagi masyarakat.</p>
<p>Melalui pemeriksaan langsung dan penjelasan dari dokter spesialis, anak-anak diajak memahami pentingnya menjaga kesehatan telinga, hidung, dan tenggorokan bukan sekadar dibersihkan, tapi dirawat dengan cara yang benar.</p>
<p>"Kontrol rutin ke fasilitas kesehatan. Jangan dibersihkan sendiri. Karena organ manusia tidak ada gantinya," pungkas dr. Heru. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Sudah Bukan Gigi Susu, Dokter Ingatkan Bahaya Abaikan Geraham Anak di Usia 6 Tahun</title>
<link>https://suarajatimpost.com/sudah-bukan-gigi-susu-dokter-ingatkan-bahaya-abaikan-geraham-anak-di-usia-6-tahun</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/sudah-bukan-gigi-susu-dokter-ingatkan-bahaya-abaikan-geraham-anak-di-usia-6-tahun</guid>
<description><![CDATA[ Lebih dari 60 persen anak usia sekolah dasar di Sidoarjo mengalami gigi geraham permanen berlubang karena tidak menyadari bahwa gigi tersebut sudah tumbuh sejak usia enam tahun. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202510/image_870x580_68f62a930c200.webp" length="39346" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 20 Oct 2025 21:36:49 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ryan Ramadhan</dc:creator>
<media:keywords>RSUD Haji, HUT Ke-80 Jatim, Skrining Gigi, Gigi Geraham, Surabaya, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SURABAYA, SJP - </strong>Banyak anak di usia sekolah dasar tidak menyadari bahwa gigi geraham yang tumbuh di usia sekitar enam tahun adalah gigi permanen yang harus dijaga seumur hidup. </p>
<p>Kesalahpahaman tersebut membuat banyak gigi geraham berlubang tidak segera dirawat, karena dirasa masih berupa gigi susu yang akan lepas. Hal itu dapat berujung pencabutan gigi yang berdampak pada bentuk wajah dan kemampuan mengunyah anak di kemudian hari.</p>
<p>Temuan itu terungkap dalam kegiatan skrining kesehatan gigi dan mulut pada acara Bakti Sosial Peringatan HUT ke-80 Provinsi Jawa Timur yang digelar di SDN Kedondong 2, Tulangan, Sidoarjo, Senin (20/10/2025).</p>
<p>Kegiatan tersebut merupakan hasil kerja sama antara RSUD Haji Provinsi Jawa Timur, Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur, Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur, Dinas Kesehatan Kabupaten Sidoarjo serta bersinergi dengan Tentara Manunggal Membangun Desa (TMMD).</p>
<p>Dokter Spesialis Gigi Anak RSUD Haji Provinsi Jawa Timur, drg. Siti Nur Lestari, mengungkapkan bahwa lebih dari 60 persen anak yang diperiksa mengalami gigi geraham berlubang, terutama di bagian belakang yang jarang diperhatikan.</p>
<p>"Banyak anak dan orang tua mengira gigi geraham yang tumbuh di usia enam tahun masih gigi susu. Padahal itu sudah gigi dewasa yang seharusnya dijaga seumur hidup," jelas drg. Siti, Senin (20/10/2025).</p>
<p>Menurutnya, kesalahpahaman tersebut menyebabkan banyak anak terlambat mendapatkan perawatan. Tidak sedikit yang akhirnya kehilangan gigi permanen di usia muda, yang dapat berpengaruh pada bentuk wajah dan fungsi mengunyah.</p>
<p>"Kalau giginya sampai dicabut, wajah bisa jadi asimetris dan kemampuan mengunyahnya berkurang. Karena itu perlu kesadaran sejak dini untuk merawat gigi permanen," ujarnya.</p>
<p>drg. Siti menjelaskan, gigi geraham pertama umumnya tumbuh pada usia 6 tahun untuk bagian bawah dan 7 tahun untuk bagian atas, dengan variasi sekitar enam bulan tergantung kondisi anak. Karena tumbuh tanpa menggantikan gigi susu, gigi ini sering tidak disadari keberadaannya.</p>
<p>Selain itu, ia menekankan pentingnya kebiasaan menyikat gigi sebelum tidur malam. Kebiasaan tersebut dinilai jauh lebih penting dibandingkan menyikat gigi di pagi hari.</p>
<p>"Yang paling penting itu malam hari sebelum tidur. Kalau pagi tidak sempat, masih bisa ditoleransi walaupun nanti bisa berdampak pada bau mulut. Tapi kalau malam tidak sikat gigi, bakteri berkembang karena mulut kering saat tidur," terangnya.</p>
<p>drg. Siti menuturkan bahwa saat kondisi tidur, mulut dalam kondisi tertutup dan produksi air liur menurun, sehingga bakteri lebih mudah berkembang. Bila gigi dalam kondisi kotor sebelum tidur, akan terjadi reaksi kimia antara bakteri dan sisa makanan yang memicu kerusakan enamel dan gigi berlubang.</p>
<p>Ia juga menambahkan bahwa membawa sikat gigi ke sekolah belum diperlukan bila fasilitas seperti wastafel dan air bersih belum tersedia memadai, agar kegiatan kebersihan tidak justru menimbulkan kotoran baru di lingkungan sekolah.</p>
<p>Dalam kegiatan tersebut, selain pemeriksaan gigi dan mulut, adapun kegiatan lain meliputi edukasi gizi seimbang, serta skrining kesehatan mata, hidung, telinga, dan tenggorokan. </p>
<p>Namun, temuan pada kesehatan gigi menjadi perhatian utama karena memperlihatkan masih rendahnya literasi perawatan gigi pada anak usia sekolah dasar.</p>
<p>"Pesannya sederhana, kalau sudah ada gigi yang berlubang, rawat segera. Jangan sampai dicabut, karena itu gigi permanen. Dan biasakan menggosok gigi setiap malam," tutup drg. Siti. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>RSUD Haji, Pemprov Jatim bersama TNI Bersinergi Gelar Edukasi Gizi dan Skrining Kesehatan Pelajar di Sidoarjo</title>
<link>https://suarajatimpost.com/rsud-haji-pemprov-jatim-bersama-tni-bersinergi-gelar-edukasi-gizi-dan-skrining-kesehatan-pelajar-di-sidoarjo</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/rsud-haji-pemprov-jatim-bersama-tni-bersinergi-gelar-edukasi-gizi-dan-skrining-kesehatan-pelajar-di-sidoarjo</guid>
<description><![CDATA[ Memperingati HUT ke-80 Provinsi Jawa Timur, berbagai instansi bersinergi lewat bakti sosial dan skrining kesehatan di Sidoarjo, menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat hingga ke tingkat sekolah dasar. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202510/image_870x580_68f62a8d6070f.webp" length="23122" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 20 Oct 2025 21:06:26 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ryan Ramadhan</dc:creator>
<media:keywords>RSUD Haji, Pemprov Jatim, Bakti Sosial, Surabaya, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SURABAYA, SJP - </strong>Peringatan Hari Jadi ke-80 Provinsi Jawa Timur diwarnai dengan kegiatan bakti sosial bertema kesehatan yang digelar di SDN Kedondong II, Desa Kedondong, Kecamatan Tulangan, Kabupaten Sidoarjo, Senin (20/10/2025).</p>
<p>Acara ini merupakan kolaborasi lintas sektor antara RSUD Haji Provinsi Jawa Timur, Dinas Kesehatan, Dinas Peternakan, dan TNI melalui program Tentara Manunggal Membangun Desa (TMMD).</p>
<p>Kegiatan yang menyasar masyarakat dan siswa sekolah dasar ini meliputi empat agenda utama, yakni edukasi gizi seimbang dan pemilihan makanan bergizi, skrining kesehatan mata, pemeriksaan gigi dan mulut, serta pemeriksaan hidung, telinga, dan tenggorokan (THT).</p>
<p>Direktur RSUD Haji Provinsi Jawa Timur, dr. Tauhid Islamy, menjelaskan bahwa kegiatan ini menjadi tindak lanjut arahan Gubernur Jawa Timur agar perangkat daerah menghadirkan program yang benar-benar dirasakan masyarakat.</p>
<p>"Ibu Gubernur berpesan agar seluruh perangkat daerah meluncurkan program yang langsung bersentuhan dan memberi manfaat nyata bagi masyarakat," ujar dr. Tauhid, Senin (20/10/2025).</p>
<p>Menurut dr. Tauhid, isu gizi anak kini menjadi perhatian utama di bidang kesehatan. Karena itu, RSUD Haji bersama Dinas Peternakan berkolaborasi dalam memberikan edukasi gizi serta penyediaan bahan pangan bergizi bagi siswa.</p>
<p>"Kita ingin anak-anak memahami seperti apa menu sehat itu. Dengan asupan gizi yang baik, mereka bisa lebih fokus belajar," terangnya.</p>
<p>Selain memberikan edukasi, tim medis juga melakukan skrining kesehatan pada siswa SD. Pemeriksaan meliputi kesehatan gigi, mulut, mata, serta THT. dr. Tauhid menilai, anak-anak merupakan agent of information yang dapat menularkan kebiasaan sehat ke keluarga mereka.</p>
<p>"Kita berharap anak-anak teredukasi dengan baik dan mampu mempraktikkan informasi itu dalam kehidupan sehari-hari," tuturnya.</p>
<p>Ia menambahkan, masalah yang dihadapi masyarakat saat ini bukan hanya kekurangan gizi, tetapi juga malnutrition atau salah pola makan.</p>
<p>"Masalah kita bukan lagi under nutrition, tapi mal nutrition. Anak-anak kenyang, tapi gizinya tidak ada. Misalnya nasi ketemu mi, itu tidak seimbang," jelasnya.</p>
<p><strong>Sinergi TMMD untuk Kesehatan dan Pemberdayaan Desa</strong></p>
<p>Kegiatan tersebut menjadi bagian dari rangkaian program TMMD yang dilaksanakan di Desa Kedondong sejak 12 Oktober hingga 5 November 2025. Program tersebut tidak hanya fokus pada pembangunan fisik, tetapi juga pemberdayaan dan peningkatan kualitas hidup masyarakat.</p>
<p>Babinsa Koramil 0816/05 Tulangan, Koptu Maries Arwan, menjelaskan bahwa skrining kesehatan bagi siswa dan warga desa merupakan bagian dari misi TMMD untuk membantu masyarakat di bidang kesehatan.</p>
<p>"Rangkaian kegiatannya meliputi skrining kesehatan untuk siswa dan warga dewasa di Balai Desa. Semua ini bagian dari TMMD untuk mengatasi kesulitan masyarakat," ungkapnya.</p>
<p>Selain layanan kesehatan, TMMD juga melakukan pembangunan rumah tidak layak huni, pavingisasi jalan, serta pelatihan pemberdayaan masyarakat agar masyarakat desa lebih mandiri.</p>
<p>"Harapan kami, sinergi ini terus berlanjut. Kami tetap kompak untuk membantu masyarakat," tambahnya.</p>
<p><strong>Sambutan Antusias dari Sekolah dan Siswa</strong></p>
<p>Kegiatan bakti sosial tersebut disambut hangat oleh pihak sekolah. Kepala SDN Kedondong II, Endang Soelistyaningroem, menyampaikan apresiasi dan rasa haru atas perhatian yang diberikan berbagai instansi terhadap kesehatan siswa.</p>
<p>"Selama saya jadi pendidik, baru kali ini sekolah kami dikunjungi banyak tamu dari Dinas Kesehatan, RSUD Haji, dan Dinas Peternakan. Anak-anak sangat antusias dan senang sekali," ucapnya.</p>
<p>Dari total 201 murid, sebanyak 89 siswa kelas 4 hingga 6 mengikuti kegiatan edukasi dan skrining, sementara siswa kelas 1 hingga 3 telah diperiksa sebelumnya oleh Puskesmas Kepadangan. Endang menilai kegiatan ini sangat selaras dengan program sekolah mereka, yaitu SEMASA (Senin Makan Sehat Bersama).</p>
<p>"Anak-anak bukan hanya mendapat pemeriksaan kesehatan, tapi juga pengetahuan tentang makanan sehat. Apalagi sekolah kami memang sudah punya program makan sehat tiap Senin, jadi ini nyambung sekali," katanya.</p>
<p>Ia berharap kegiatan serupa bisa dilaksanakan rutin di masa mendatang dan menjangkau lebih banyak sekolah di wilayah Tulangan.</p>
<p>"Edukasi dari dokter lebih mengena di hati anak-anak. Mereka jadi tahu, misalnya nasi ketemu mi itu tidak sehat," ujarnya.</p>
<p>Endang pun berpesan kepada siswanya agar terus menjaga kesehatan dan belajar dengan semangat.</p>
<p>"Jadilah generasi penerus bangsa yang sehat, cerdas, berkarakter, dan berprestasi," pesannya.</p>
<p>Melalui kegiatan ini, sinergi antara tenaga kesehatan, pemerintah daerah, dan TNI terbukti mampu menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat pedesaan. Tak hanya membangun secara fisik, kegiatan tersebut juga membangun kesadaran hidup sehat sejak dini.</p>
<p>Langkah ini sejalan dengan semangat Germas (Gerakan Masyarakat Hidup Sehat) dan visi Jawa Timur Tangguh dan Bertumbuh, yang menempatkan kesehatan masyarakat sebagai fondasi utama kemajuan daerah. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Lukisan Madhep Bumi, Renungan Didi Dyan Tentang Kembali ke Fitrah</title>
<link>https://suarajatimpost.com/lukisan-madhep-bumi-renungan-didi-dyan-tentang-kembali-ke-fitrah</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/lukisan-madhep-bumi-renungan-didi-dyan-tentang-kembali-ke-fitrah</guid>
<description><![CDATA[ Lukisan Madhep Bumi karya Didi Dyan menjadi renungan tentang kepasrahan dan keikhlasan manusia, mengingatkan bahwa hidup sejatinya adalah perjalanan kembali menuju fitrah dan keseimbangan diri. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202510/image_870x580_68f4cc05d9891.webp" length="36068" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sun, 19 Oct 2025 23:25:07 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ryan Ramadhan</dc:creator>
<media:keywords>Madhep Bumi, Lukisan, IPI, Ikatan Pelukis Indonesia, Pameran Lukisan Nasional Akbar, Alun-alun Kota Surabaya, Surabaya, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SURABAYA, SJP - </strong>Di tengah riuhnya Pameran Lukisan Nasional Akbar Ikatan Pelukis Indonesia (IPI) ke-11 di Alun-Alun Kota Surabaya, Minggu (19/10/2025), sebuah lukisan berjudul Madhep Bumi menarik perhatian pengunjung. Karya itu milik Didi Dyan, pelukis asal Jawa Timur yang menampilkan tafsir mendalam tentang kehidupan dan pengabdian.</p>
<p>Pameran nasional yang mengusung tema “Mengabarkan Semangat Sumpah Pemuda dari Surabaya untuk Indonesia” ini menjadi wadah bagi para pelukis untuk menyalurkan semangat kebangsaan melalui karya rupa. Namun bagi Didi, pameran bukan sekadar ruang eksibisi, melainkan momen untuk menatap kembali perjalanan batinnya.</p>
<p>Didi menuturkan, lukisan Madhep Bumi itu telah ia buat sejak tahun 2024 lalu. Namun, karya itu belum pernah dipamerkan karena berbagai ujian hidup yang datang silih berganti. Ia mengaku memiliki cara unik dalam mencipta karya.</p>
<p>"Kalau pelukis lain biasanya melukis dulu baru kasih judul, kalau saya kebalik, judul dulu baru dilukis. Jadi rasanya seperti menulis," ujar Didi.</p>
<p>Baginya, setiap goresan kuas adalah tulisan hati. Ia menempatkan dirinya bukan sekadar sebagai pelukis, melainkan sebagai penulis perasaan yang dituangkan dalam warna dan bentuk.</p>
<p><strong>Makna ‘Madhep Bumi’</strong></p>
<p>Dalam bahasa Jawa, Madhep Bumi berarti “menghadap bumi”. Bagi Didi, makna ini jauh lebih dalam daripada sekadar arah pandang. Ia menggambarkannya sebagai sikap spiritual manusia yang telah berdamai dengan dirinya sendiri, meletakkan ego, nafsu, dan ambisi duniawi.</p>
<p>"Madhep Bumi itu mengingatkan manusia agar mawas diri, sadar diri, dan kembali ke fitrahnya. Semua sama, tidak ada yang lebih spesial dari yang lain," tuturnya.</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202510/image_870x_68f4d191289d5.webp" alt=""></p>
<p>Lukisan itu, lanjutnya, adalah ajakan untuk menundukkan hati, namun bukan diartikan sebagai menyerah, tetapi menyadari bahwa kehidupan sejatinya adalah pengabdian.</p>
<p>"Hidup, belajar, dan bekerja itu bukan tentang mencari sesuatu, tapi memberikan sesuatu," ucapnya lembut.</p>
<p>Secara visual, Madhep Bumi didominasi oleh warna hijau, pink, dan putih. Tiga warna yang oleh Didi disusun dengan makna simbolik. Ia sengaja memilih hijau jeruk yang cerah karena menurutnya membawa rasa segar dan hidup.</p>
<p>"Saya ingin warna hijau yang indah, hijau jeruk. Sedangkan pink itu darah, tapi bukan darah yang tajam seperti merah. Hidup itu ada manis-manisnya," ujarnya sambil tersenyum.</p>
<p>Warna putih, katanya, melambangkan kesucian dan awal kehidupan. Sedangkan perpaduan hijau dan pink menghadirkan keseimbangan antara luka dan kebahagiaan, tangis dan tawa.</p>
<p>"Dalam lukisan saya ada merah, ada putih, ada luka, ada bahagia, ada tangis dan tawa," katanya.</p>
<p>Bagi Didi, seni bukan hanya tentang estetika, melainkan tentang kejujuran batin. Ia percaya, tidak ada yang salah dalam seni selama karya lahir dari ketulusan hati.</p>
<p>"Seni itu kejujuran hati. Ungkapan dari perasaan terdalam," katanya tegas.</p>
<p>Melalui Madhep Bumi, Didi ingin menegaskan bahwa manusia yang telah selesai dengan dirinya akan hidup tanpa dendam, tanpa prasangka, dan penuh welas asih. Dalam keseimbangan itu, ia melihat makna sejati dari kemanusiaan.</p>
<p>"Ketika manusia sudah selesai dengan dirinya, dia akan meletakkan semua rasa, ego, dan duniawi. Hidupnya untuk berbagi hati dan menatah diri," ujarnya.</p>
<p>Didi menutup perbincangan tentang karyanya dengan kalimat yang terasa seperti doa. Bahwa kehidupan adalah proses untuk kembali, bukan menuju akhir, tetapi pulang ke asal. Ke tanah yang melahirkan, air yang menyucikan, dan kasih ibu yang menaungi.</p>
<p>Baginya, Madhep Bumi bukan sekadar lukisan, melainkan ajakan untuk hidup dengan kesadaran penuh, tanpa pamrih, tanpa dendam, dan tanpa curiga.</p>
<p>"Pada akhirnya kita semua akan kembali ke bumi. Jadi bekerjalah dari hati, hiduplah dengan bahagia, karena keabadian itu hidup sesudah mati," pungkasnya.</p>
<p>Di tengah hiruk-pikuk pameran yang dipenuhi warna dan bentuk, Madhep Bumi berdiri sebagai pengingat yang tenang. Lukisan itu bukan hanya bicara tentang seni, tetapi juga tentang kesadaran, bahwa dalam setiap goresan hidup, manusia sejatinya sedang belajar untuk kembali. (*)</p>
<p>Editor: Danu S</p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Seniman Surabaya Rayakan Hari Kebudayaan Nasional dengan Melukis On The Spot</title>
<link>https://suarajatimpost.com/seniman-surabaya-rayakan-hari-kebudayaan-nasional-dengan-melukis-on-the-spot</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/seniman-surabaya-rayakan-hari-kebudayaan-nasional-dengan-melukis-on-the-spot</guid>
<description><![CDATA[ Puluhan seniman Surabaya menorehkan warna di Balai Pemuda, merayakan Hari Kebudayaan Nasional perdana dengan semangat gotong royong dan tekad menghidupkan kembali denyut seni kota Pahlawan. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202510/image_870x580_68f4cbdfd5df3.webp" length="71836" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sun, 19 Oct 2025 23:12:04 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ryan Ramadhan</dc:creator>
<media:keywords>Ilustrasi Idiom, Dewan Kesenian Surabaya, DKS, Galeri DKS, Balai Pemuda, Hari Kesenian Nasional, HKS, Surabaya, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SURABAYA, SJP – </strong>Suasana sore di Komplek Balai Pemuda Surabaya pada akhir pekan terasa berbeda. Di depan Galeri Dewan Kesenian Surabaya (DKS), puluhan seniman berkumpul dengan kuas, cat, dan kanvas, menumpahkan imajinasi mereka di ruang terbuka.</p>
<p>Kegiatan melukis <em>On The Spot </em>(OTS) bertajuk "Goresan Memperingati Hari Kebudayaan Nasional" ini menjadi salah satu cara para seniman kota Pahlawan merayakan Hari Kebudayaan Nasional (HKN) yang untuk pertama kalinya diperingati secara resmi pada 17 Oktober 2025, setelah ditetapkan oleh Presiden Prabowo Subianto.</p>
<p>Kegiatan melukis di tempat atau OTS tersebut digagas oleh Komunitas Ilustrasi Idiom, salah satu komunitas seni rupa yang aktif di Kota Pahlawan, dengan dukungan dari Dewan Kesenian Surabaya (DKS) sebagai penyedia fasilitas lokasi.</p>
<p>Ketua Ilustrasi Idiom, Roman Chuza, menjelaskan bahwa kegiatan itu dirancang sebagai ruang ekspresi lintas disiplin seni, menggabungkan lukisan model berbusana kebaya dengan penampilan musik akustik dari Arul Lamandau, Heru Prasetyono, dan Mukhsin Amar.</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202510/image_870x_68f4cbd94d326.webp" alt=""></p>
<p>"Kami ingin menjalin rasa kekeluargaan dan semangat berkesenian yang peduli pada kebudayaan. Ini ruang ekspresi seniman Surabaya dalam memperingati Hari Kebudayaan Nasional," ujar Roman, Minggu (19/10/2025).</p>
<p>Menurut Roman, kegiatan tersebut juga melibatkan berbagai elemen komunitas seni dan sanggar di Surabaya, mulai dari Aksera, Koplak, IPI, IWPI, Sanggar Sawunggaling, Sanggar Rumah Seni Bukid, hingga Sanggar Lukis Tandes. Dukungan juga datang dari komunitas ColCai yang turut membantu jalannya kegiatan.</p>
<p>"Kami berterima kasih kepada semua komunitas seni lukis dan para musisi Surabaya, juga pihak-pihak yang mendukung, termasuk Bu Linda Leeven &amp; Co yang membantu menyediakan material lukis bagi peserta," imbuhnya.</p>
<p>Roman menegaskan, kegiatan tersebut akan menjadi agenda tahunan Ilustrasi Idiom untuk menjaga kesinambungan ruang kreatif bagi seniman dan generasi muda yang peduli pada budaya Indonesia.</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202510/image_870x_68f4cbd1264d6.webp" alt=""></p>
<p>Dari pihak DKS, Paksi menjelaskan bahwa kegiatan OTS kali ini merupakan bentuk spontanitas yang tumbuh dari kolaborasi antar komunitas. Awalnya kegiatan tersebut hanya menggunakan pensil, namun kemudian ada sumbangan cat dari peserta, sehingga siapa pun bisa ikut melukis.</p>
<p>"Temanya bebas. Tadinya cuma pakai pensil, tapi teman-teman nyumbang cat, jadi semua bisa ikut. Artinya banyak komunitas saling mendukung," ujar Paksi.</p>
<p>Kegiatan ini diikuti sekitar 70 seniman lokal Surabaya dari berbagai komunitas. Karena izin penggunaan area Balai Pemuda terbatas hanya tiga jam, peserta yang diundang memang berasal dari wilayah Surabaya saja.</p>
<p>Paksi menilai kegiatan yang digagas oleh Komunitas Ilustrasi Idiom tersebut sebagai upaya menghidupkan kembali Balai Pemuda yang dulu menjadi pusat aktivitas seniman Surabaya.</p>
<p>"Balai Pemuda dulu tempatnya seniman, tapi sekarang mulai tergeser. Harapan saya, acara seperti ini bisa rutin dan mengembalikan marwahnya," ujar Paksi penuh harap.</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202510/image_870x_68f4cbeb458e5.webp" alt=""></p>
<p>Ia juga berharap karya-karya hasil kegiatan kali ini dapat dipamerkan di masa mendatang sebagai bagian dari dokumentasi perjalanan seni di Surabaya.</p>
<p>"Sebenarnya saya ingin karya OTS ini bisa dipamerkan. Mungkin nanti ke depannya bisa diwujudkan," ucapnya.</p>
<p>Kegiatan tersebut juga mendapat tanggapan positif dari berbagai komunitas. Salah satunya datang dari Bachtiar Sutrisno Aji, Ketua Sanggar Sawunggaling, yang turut hadir menyaksikan jalannya acara.</p>
<p>"Acara ini menarik sekali, gebrakannya bagus. Memberi motivasi untuk para seniman Surabaya dan jadi titik temu yang bagus," kata Bachtiar.</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202510/image_870x_68f4cbf57a140.webp" alt=""></p>
<p>Meski sebagian anggota sanggarnya tidak bisa hadir karena jadwal kegiatan lain, Bachtiar menilai acara ini bisa menjadi inspirasi bagi sanggar-sanggar lain untuk kembali aktif berkarya.</p>
<p>"Kegiatan seperti ini jadi pemantik bagi Sanggar Sawunggaling juga. Nanti kami Bismillah, mungkin akan meniru untuk mengadakan acara serupa," ujarnya.</p>
<p>Bachtiar berharap dunia kesenian di Surabaya semakin berkembang dan lebih dihargai oleh masyarakat, terutama bagi generasi muda yang baru mulai belajar seni.</p>
<p>"Harapannya seni di Surabaya berkembang, lebih baik, dan lebih dihargai, baik yang baru belajar maupun yang sudah lama," tuturnya.</p>
<p>Melalui kegiatan sederhana seperti melukis di tempat, Komunitas Ilustrasi Idiom dan DKS ingin menunjukkan bahwa merayakan kebudayaan tak selalu harus megah atau formal. Justru, lewat pertemuan dan goresan spontan di ruang publik, semangat berkebudayaan terasa lebih hidup.</p>
<p>Acara melukis di tempat kali ini menjadi penanda bahwa Hari Kebudayaan Nasional bukan sekadar tanggal baru di kalender, melainkan momentum untuk kembali menumbuhkan kesadaran seni dan kebersamaan antarpegiat budaya di kota Surabaya. (*)</p>
<p>Editor: Danu </p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Pameran Nasional Akbar IPI ke&amp;11: Dari Kanvas Surabaya, Semangat Sumpah Pemuda Dikabarkan untuk Indonesia</title>
<link>https://suarajatimpost.com/pameran-nasional-akbar-ipi-ke-11-dari-kanvas-surabaya-semangat-sumpah-pemuda-dikabarkan-untuk-indonesia</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/pameran-nasional-akbar-ipi-ke-11-dari-kanvas-surabaya-semangat-sumpah-pemuda-dikabarkan-untuk-indonesia</guid>
<description><![CDATA[ Dari Surabaya, semangat Sumpah Pemuda dikabarkan lewat warna dan goresan kuas para pelukis Indonesia membuktikan bahwa persatuan bisa hidup di setiap karya seni. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202510/image_870x580_68f4cc2007c53.webp" length="36010" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sun, 19 Oct 2025 22:13:58 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ryan Ramadhan</dc:creator>
<media:keywords>Ikatan Pelukis Indonesia, IPI, Sumpah Pemuda, Balai Pemuda, Disbudporapar, Surabaya, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SURABAYA, SJP - </strong>Semangat Sumpah Pemuda bisa hadir dalam banyak bentuk. Ia tidak hanya hidup dalam pekik perjuangan, tetapi juga dalam sapuan kuas dan percikan warna di atas kanvas. Melalui goresan tangan para pelukis, nilai-nilai persatuan dan semangat berkarya kembali dikabarkan dari Surabaya untuk seluruh Indonesia.</p>
<p>Itulah semangat yang diusung dalam Pameran Lukisan Nasional Akbar Ikatan Pelukis Indonesia (IPI) ke-11, bertajuk “Mengabarkan Semangat Sumpah Pemuda dari Surabaya untuk Indonesia.”</p>
<p>Acara tersebut digelar di basement Alun-alun Balai Pemuda Surabaya, pada 14–19 Oktober 2025, dan menghadirkan sekitar 100 karya dari 50–80 pelukis se-Indonesia.</p>
<p>Ketua Umum IPI, Supaat Margi, menjelaskan bahwa tema pameran kali ini lahir dari semangat kebersamaan yang menjadi roh organisasi. Melalui Surabaya, pesan persatuan disebarkan ke seluruh penjuru negeri.</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202510/image_870x_68f4cc1032046.webp" alt=""></p>
<p>"Pameran IPI kali ini tentang mengabarkan semangat Sumpah Pemuda dari Surabaya untuk seluruh Indonesia. Karena IPI ini nasional, jadi kumpulnya di Surabaya, kita kabarkan ke seluruh Indonesia," ujar Supaat, Minggu (19/10/2025).</p>
<p>Dirinya mengungkapkan bahwa, pameran tersebut diikuti pelukis dari berbagai daerah, mulai dari Aceh, Riau, Kalimantan, hingga Sulawesi. Gelaran itu menjadi momen pertemuan para perupa dari 40 cabang IPI di seluruh Indonesia, termasuk cabang terbaru di Sumenep, Madura.</p>
<p>"Pesertanya ada yang dari timur sampai barat. Jadi benar-benar campur, dan semua membawa semangat yang sama," tambahnya.</p>
<p>Meski bertema semangat Sumpah Pemuda, para pelukis diberikan kebebasan untuk menafsirkan semangat itu melalui gaya dan ide masing-masing. IPI ingin agar pameran tersebut tidak sekadar memamerkan tema perjuangan, tetapi juga menyalakan kembali gairah berkarya di kalangan pelukis.</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202510/image_870x_68f4cc191eadb.webp" alt=""></p>
<p>"Kita beri kelonggaran, tidak harus tentang perang atau semangat yang keras. Yang penting, semangat itu bisa terasa dari karyanya," jelas Supaat.</p>
<p>Ia menambahkan, inti dari kegiatan pameran kali ini diperuntukan guna saling menularkan semangat antar sesama perupa agar terus berkarya dan memperkaya seni rupa Indonesia.</p>
<p>Tak hanya menampilkan karya besar, pameran itu juga menghadirkan merchandise berupa lukisan kecil serta berbagai kegiatan interaktif seperti lomba melukis dan mewarnai untuk anak-anak, juga painting bersama yang digelar setiap hari bagi masyarakat umum dan komunitas seni.</p>
<p>Pihak IPI turut mengundang sejumlah pendukung dari berbagai lembaga seni dan sosial, di antaranya Yayasan Kesejahteraan Anak Indonesia (YKAI), Yayasan Pondok Kasi Surabaya, Galeri 52, Birdie Gallery, Sage House Gallery, hingga pihak mediasi aset lelang.</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202510/image_870x_68f4cbfee6ca2.webp" alt=""></p>
<p>Bagi IPI, pameran akbar bukan sekadar perayaan seni rupa, tetapi juga ajakan untuk mencintai karya sendiri dan menghidupkan kembali semangat nasionalisme melalui seni.</p>
<p>"Harapan kami, IPI semakin berkembang, semakin dikenal, dan semakin digital. Tapi yang paling penting, masyarakat Indonesia semakin mencintai seni sendiri," tutur Supaat.</p>
<p>IPI juga memberikan apresiasi kepada Pemkot Surabaya, khususnya Dinas Kebudayaan, Kepemudaan dan Olahraga serta Pariwisata (Disbudporapar) Kota Surabaya atas dukungan dan fasilitas tempat yang diberikan selama kegiatan berlangsung.</p>
<p>"Kami menyampaikan rasa terimakasih ke pihak Pemkot Surabaya Kota Surabaya untuk tempat dan jalannya acara," ujar Roman Chuza, Humas IPI.</p>
<p>Roman menjelaskan, kegiatan pameran akbar merupakan agenda rutin tahunan IPI sebagai wadah silaturahmi para pelukis nasional. Ajang ini menjadi ruang temu yang menjaga kekompakan dan pertukaran gagasan antar seniman dari berbagai daerah.</p>
<p>"Setiap tahun kami adakan untuk menyambung silaturahmi pelukis nasional dalam komunitas IPI," tukasnya.</p>
<p>Melalui goresan kuas dan warna yang berpadu di ruang pamer Balai Pemuda, para pelukis Indonesia seolah mengingatkan bahwa semangat Sumpah Pemuda tak pernah usang. Ia selalu hidup, dan kali ini ia mengalir lewat warna di atas kanvas dari Surabaya untuk Indonesia. (*)</p>
<p><strong>Editor:</strong> Danu S</p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Tidak Berbahaya, Dosen ITS Duga Semburan Gas di Rungkut Akibat Aktivitas Vulkanik Purba</title>
<link>https://suarajatimpost.com/tidak-berbahaya-dosen-its-duga-semburan-gas-di-rungkut-akibat-aktivitas-vulkanik-purba</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/tidak-berbahaya-dosen-its-duga-semburan-gas-di-rungkut-akibat-aktivitas-vulkanik-purba</guid>
<description><![CDATA[ ITS menduga semburan gas di Sungai Kebon Agung, Rungkut Madya, Surabaya berasal dari aktivitas vulkanik purba dan memastikan fenomena itu tidak berbahaya karena terjadi di area terbuka. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202510/image_870x580_68f1f80b83db2.webp" length="129394" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Fri, 17 Oct 2025 15:44:16 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ryan Ramadhan</dc:creator>
<media:keywords>ITS, Institut Teknologi Sepuluh Nopember, BPBD, PGN, Gas, Pipa Gas, PDAM, Semburan Air, Sungai Kebon Agung, Rungkut, Surabaya, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SURABAYA, SJP – </strong>Fenomena semburan gas di aliran Sungai Kebon Agung, Rungkut Madya, Surabaya yang sempat menghebohkan warga sejak Kamis (16/10/2025) siang, dipastikan bukan berasal dari pipa gas utilitas. </p>
<p>Hasil uji lapangan menunjukkan kandungan gas tersebut bersifat alami, mengandung unsur gas dan belerang, bukan gas buatan dari jaringan milik Perusahaan Gas Negara (PGN). </p>
<p>Dosen Teknik Geofisika Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya, Wien Lestari menyampaikan bahwa hasil pengujian di lapangan telah mengonfirmasi hal itu.</p>
<p>"Dari laporan awal, kami sempat menduga apakah ada pipa gas yang terlepas. Namun hasil uji yang dilakukan pihak terkait menunjukkan kandungannya adalah belerang dan gas, bukan gas buatan dari pipa PGN," jelas Wien saat ditemui di lokasi, Jumat (17/10/2025).</p>
<p><strong>Diduga Berasal dari Aktivitas Vulkanik Purba</strong></p>
<p>Menurut Wien, gas yang muncul di Sungai Rungkut kemungkinan besar bersumber dari aktivitas vulkanik atau magmatis purba yang tersimpan di lapisan bawah tanah Surabaya. </p>
<p>Hal tersebut diakibatkan wilayah Surabaya yang secara geologis tersusun atas lapisan lempung dan endapan tebal yang mampu menyimpan gas serta hidrokarbon selama ribuan tahun.</p>
<p>"Secara geologis, wilayah Surabaya terdiri dari lapisan lempung dan endapan tebal yang mampu menyimpan gas serta hidrokarbon. Itu sebabnya beberapa titik di Surabaya Timur sering muncul semburan seperti ini," ujarnya.</p>
<p>Ia menambahkan, fenomena serupa pernah terjadi di sejumlah lokasi lain di kawasan timur kota, sehingga memperkuat dugaan adanya rekahan bawah tanah yang menjadi jalur migrasi gas alami dari lapisan terdalam bumi menuju permukaan.</p>
<p><strong>ITS Akan Lakukan Studi Lanjutan</strong></p>
<p>Sebagai langkah lanjutan, tim dari ITS akan melakukan pemetaan utilitas bawah tanah dan studi geofisika permukaan untuk memastikan karakteristik dan sumber gas secara ilmiah. Selain itu, sampel air sungai juga diambil untuk diuji di laboratorium.</p>
<p>"Sampel air akan diuji untuk melihat kandungan hidrokarbon atau logam berat. Kalau nanti terdeteksi minyak atau TPH, baru bisa dikategorikan sebagai potensi pencemaran,” terang Wien.</p>
<p>Dari hasil pengamatan awal di lapangan, tim ITS tidak menemukan tanda-tanda tumpahan minyak seperti lapisan gelap atau warna mengilap di permukaan air.</p>
<p>"Dari hasil pengamatan visual, tampaknya ini murni gas saja, bukan oil spill," tegasnya.</p>
<p><strong>Fenomena Tidak Berbahaya bagi Warga</strong></p>
<p>Wien memastikan fenomena semburan gas tersebut tidak berbahaya bagi masyarakat, karena lokasinya berada di ruang terbuka. Risiko bahaya hanya mungkin terjadi apabila fenomena serupa muncul di kawasan permukiman padat.</p>
<p>"Selama aktivitas berada di area <em>outdoor</em> seperti ini, risiko sangat kecil. Hanya perlu hati-hati kalau muncul di area permukiman padat," katanya.</p>
<p>Menurut Wien, semburan gas juga hanya bersifat sementara dan akan berhenti dengan sendirinya ketika tekanan gas di bawah tanah menurun.</p>
<p>"Biasanya setelah kandungan gasnya habis, semburan akan berhenti sendiri," pungkasnya.</p>
<p>Wilayah Kota Surabaya yang bukan kali pertama mengalami fenomena semburan gas serupa, menguatkan indikasi dari para akademisi bahwa adanya potensi jalur gas alami yang mungkin masih aktif hingga kini di bawah tanah Surabaya. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor: Rizqi Ardian </strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Fenomena Kulminasi Utama Buat Suhu Surabaya Menyengat, BMKG Sebut Panas Bisa Terasa Seperti 41 Derajat</title>
<link>https://suarajatimpost.com/fenomena-kulminasi-utama-buat-suhu-surabaya-menyengat-bmkg-sebut-panas-bisa-terasa-seperti-41-derajat</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/fenomena-kulminasi-utama-buat-suhu-surabaya-menyengat-bmkg-sebut-panas-bisa-terasa-seperti-41-derajat</guid>
<description><![CDATA[ Fenomena kulminasi utama membuat Surabaya terasa membara, suhu mencapai 36 derajat Celsius dan terasa hingga 41 derajat akibat radiasi matahari yang tegak lurus di atas kota. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202510/image_870x580_68f1d7db62c5e.webp" length="78762" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Fri, 17 Oct 2025 12:55:17 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ryan Ramadhan</dc:creator>
<media:keywords>Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika, BMKG Juanda, BMKG, Panas, Panas Berlebih, Excessive Heat, Kulminasi, Surabaya, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SURABAYA, SJP -</strong> Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Juanda menyebut fenomena kulminasi utama menjadi penyebab meningkatnya suhu udara di Surabaya dan sejumlah wilayah Jawa Timur dalam beberapa hari terakhir.</p>
<p>Fenomena ini terjadi karena posisi matahari tepat berada di atas wilayah Jawa Timur sehingga radiasi sinar matahari diterima secara maksimal oleh permukaan bumi.</p>
<p></p>
<p>Prakirawan BMKG Juanda, Oky Sukma Hakim, menjelaskan bahwa kondisi panas yang dirasakan warga disebabkan posisi matahari yang sedang berada tepat di atas lintang Jawa Timur.</p>
<p></p>
<p>"Gerak semu harian matahari itu dari 23,5 derajat lintang utara sampai 23,5 derajat lintang selatan. Nah, kebetulan saat ini lintang matahari tepat di atas Jatim. Kalau Surabaya itu di sekitar 7 derajat lintang selatan, jadi memang saat ini terasa panas," ujar Oky, Jumat (17/10/2025).</p>
<p></p>
<p>Menurut Oky, saat kulminasi utama, langit yang cerah dan minim awan menyebabkan sinar matahari langsung mengenai permukaan tanah tanpa penghalang, membuat suhu udara meningkat signifikan.</p>
<p></p>
<p>"Kondisi ini membuat radiasi sinar matahari diterima secara maksimal oleh permukaan bumi, terutama ketika langit cerah dengan sedikit awan. Itu sebabnya suhu udara meningkat dan terasa lebih panas," katanya.</p>
<p></p>
<p>Berdasarkan pengamatan BMKG, suhu udara di Surabaya telah mencapai 36 derajat Celsius, namun suhu yang dirasakan tubuh bisa mencapai 40 hingga 41 derajat Celsius akibat kelembapan udara yang tinggi.</p>
<p></p>
<p>"Suhu udara dan suhu yang dirasakan kulit manusia berbeda. Saat kelembapan tinggi, suhu yang dirasakan tubuh bisa jauh lebih panas," jelas Oky.</p>
<p></p>
<p>Ia menambahkan, faktor lokal seperti kepadatan bangunan juga membuat suhu di Surabaya lebih tinggi dibandingkan daerah lain di Jawa Timur.</p>
<p></p>
<p>"Surabaya ini padat dengan sedikit lahan terbuka hijau, banyak bangunan dan penduduk, jadi faktor lokal ini juga meningkatkan suhu udara di kota Surabaya," tambahnya.</p>
<p></p>
<p><strong>Hari Tanpa Bayangan</strong></p>
<p>Fenomena kulminasi utama juga dikenal sebagai hari tanpa bayangan, karena posisi matahari tepat di atas kepala pengamat atau titik zenit. Pada saat itu, bayangan benda tegak menghilang karena bertumpuk dengan bendanya sendiri.</p>
<p></p>
<p>Prakirawan BMKG Juanda lainnya, Thariq Harun Al Rasyiid, menjelaskan bahwa fenomena ini menyebabkan peningkatan intensitas penyinaran matahari dan radiasi ultraviolet (UV).</p>
<p></p>
<p>"Cuaca panas yang dirasakan warga Jawa Timur belakangan ini disebabkan posisi matahari yang sedang berada tepat di atas wilayah Jawa Timur. Akibatnya, intensitas penyinaran dan radiasi ultraviolet meningkat, sehingga udara terasa lebih gerah dari biasanya," ujar Thariq.</p>
<p></p>
<p><strong>Dampak Lingkungan dan Kesehatan</strong></p>
<p></p>
<p>BMKG mengingatkan masyarakat agar mewaspadai sejumlah dampak akibat suhu tinggi yang berkepanjangan. Cuaca terik dan kering dapat memicu kebakaran lahan, mempercepat pengeringan tanah, serta menurunkan ketersediaan air di sumber-sumber dangkal.</p>
<p></p>
<p>"Untuk dampaknya memang benar, mulai dari potensi kebakaran, kekeringan, hingga gangguan kesehatan akibat suhu yang tinggi," kata Thariq.</p>
<p></p>
<p>Dari sisi kesehatan, BMKG memperingatkan risiko dehidrasi, kelelahan akibat panas (heat exhaustion), dan paparan sinar ultraviolet berlebih.</p>
<p></p>
<p>BMKG mengimbau masyarakat untuk meminimalkan aktivitas di luar ruangan, terutama pada siang hari selama periode kulminasi utama berlangsung.</p>
<p></p>
<p>"Lebih ke paparan sinar ultraviolet ya, karena kalau terpapar dalam waktu cukup lama akan berbahaya untuk kulit manusia," katanya.</p>
<p></p>
<p>Jika terpaksa beraktivitas di luar ruangan, masyarakat diimbau untuk mengenakan pakaian tertutup, topi atau payung, serta memastikan kebutuhan cairan tubuh tetap tercukupi.</p>
<p></p>
<p>"Pastikan kebutuhan air minum harian terpenuhi sehingga terhindar dari dehidrasi," jelas Thariq.</p>
<p></p>
<p><strong>Panas Masih Akan Berlangsung hingga Akhir Oktober</strong></p>
<p>BMKG memperkirakan fenomena kulminasi utama ini akan berlangsung hingga akhir Oktober 2025. Artinya, cuaca panas ekstrem masih akan terasa dalam dua pekan ke depan.</p>
<p></p>
<p>Hari ini, Jumat (17/10/2025) data BMKG secara nasional menunjukkan suhu maksimum di atas 35°C terpantau meluas di hampir seluruh wilayah Indonesia, termasuk Nusa Tenggara, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, dan beberapa wilayah Papua.</p>
<p></p>
<p>Di sisi lain, peringatan cuaca dari <em>Google Weather </em>juga mencatat suhu di Surabaya mencapai 36°C dan terasa seperti 42°C, sejalan dengan data pengamatan BMKG Juanda yang menempatkan rentang suhu kota ini antara 29 hingga 36°C.</p>
<p></p>
<p>BMKG mengingatkan masyarakat agar tetap waspada terhadap paparan sinar UV tinggi dan dampak suhu ekstrem.</p>
<p></p>
<p>"Fenomena ini alami dan bersifat sementara, tapi masyarakat perlu berhati-hati terhadap dampaknya. Hindari paparan langsung di siang hari dan perbanyak konsumsi air," pungkas Thariq. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor: Rizqi Ardian </strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Semburan Gas di Rungkut Belum Reda, Tim Gabungan Terus Lakukan Penggalian Hingga Jumat Pagi</title>
<link>https://suarajatimpost.com/semburan-gas-di-rungkut-belum-reda-tim-gabungan-terus-lakukan-penggalian-hingga-jumat-pagi</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/semburan-gas-di-rungkut-belum-reda-tim-gabungan-terus-lakukan-penggalian-hingga-jumat-pagi</guid>
<description><![CDATA[ Semburan air bercampur gas di Sungai Rungkut Surabaya belum reda hingga Jumat pagi, meski empat titik pipa telah dikunci tim gabungan PGN dan BPBD. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202510/image_870x580_68f1b25c4785b.webp" length="114392" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Fri, 17 Oct 2025 10:30:32 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ryan Ramadhan</dc:creator>
<media:keywords>BPBD, PGN, Gas, Pipa Gas, PDAM, Semburan Air, Sungai Kebon Agung, Kali Rungkut, Surabaya, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SURABAYA, SJP - </strong>Semburan air bercampur gas di kawasan Rungkut, Surabaya, belum juga berhenti hingga Jumat (17/10/2025) pagi. </p>
<p></p>
<p>Tim gabungan dari Perusahaan Gas Negara (PGN) dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Surabaya masih terus berupaya melacak sumber kemunculan gas tersebut di aliran Sungai Kebon Agung, tepatnya di sekitar persimpangan Rungkut Madya dan Yakaya.</p>
<p></p>
<p>Kepala BPBD Surabaya, Irvan Widyanto, mengatakan proses penggalian masih berlangsung di dua sisi sungai untuk memastikan tidak ada kebocoran pipa gas di bawah aliran air.</p>
<p></p>
<p>"Upaya penguncian pipa sudah dilakukan di empat titik, masing-masing dua titik di sisi utara dan selatan sungai oleh tim PGN. Namun, semburan masih terus muncul," kata Irvan, Jumat (17/10/2025).</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202510/image_870x_68f1b26ed20cf.webp" alt=""></p>
<p>Irvan mengungkapkan bahwa semburan air bercampur gas itu sempat berhenti dua kali pada Kamis (16/10/2025) malam kemarin, tetapi kembali muncul beberapa saat kemudian.</p>
<p></p>
<p>"Sejauh ini tercatat sudah dua kali berhenti dan muncul lagi sejak pergantian shift petugas dari malam ke pagi," ujarnya.</p>
<p></p>
<p><strong>Semburan Muncul Sejak Kamis Siang</strong></p>
<p>Peristiwa tersebut pertama kali dilaporkan oleh warga pada Kamis (16/10/2025) siang sekitar pukul 14.00 WIB. Warga di sekitar Jalan Rungkut Madya dan Kebon Agung melaporkan adanya semburan air dan gelembung gas dari dasar sungai yang disertai bau menyengat.</p>
<p></p>
<p>Laporan tersebut diterima oleh Call Center 112 Kota Surabaya, yang segera menerjunkan petugas BPBD untuk melakukan pemeriksaan awal dan mengamankan area.</p>
<p></p>
<p>"Dari kemarin ini udah nyembur (air), kalau bau gas memang kadang menyengat kadang hilang," ucap Nabila, warga Rungkut Mapan yang melintas di lokasi kejadian.</p>
<p></p>
<p>Petugas sejak Kamis malam juga telah memasang garis pembatas dan menutup area sungai sementara waktu untuk mencegah potensi kebakaran atau ledakan akibat gas mudah terbakar.</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202510/image_870x_68f1b27b12668.webp" alt=""></p>
<p><strong>PGN Pastikan Tekanan Jaringan Aman</strong></p>
<p>Menindaklanjuti laporan itu, PGN mengirimkan tim teknis untuk melakukan pemeriksaan lapangan. Hasil pemantauan awal menunjukkan bahwa jaringan pipa gas milik PGN dalam kondisi aman dan tidak mengalami penurunan tekanan.</p>
<p></p>
<p>"Kami periksa, tidak ada kendala, tidak ada gangguan, tidak ada penurunan tekanan dari instalasi pipa kami di sekitar lokasi. Kami pastikan pelanggan tidak terganggu penyalurannya," ujar Muhammad Rais Effendi, Division Head Regional Support and Service PGN SOR III.</p>
<p></p>
<p>Dari hasil pengukuran sementara, tim PGN mendeteksi gelembung di sungai tersebut mengandung gas metana (CH₄), yaitu komponen utama gas bumi. Namun, sumber pasti gas itu masih belum dapat dipastikan berasal dari pipa PGN atau dari sumber alami di bawah tanah.</p>
<p></p>
<p>"Berdasarkan alat ukur yang kami bawa di lokasi, menunjukkan bahwa itu mengandung metana, gas bumi. Tapi kami pastikan dulu apakah itu dari pipa atau ada sumber lain," jelas Rais.</p>
<p></p>
<p><strong>Kemungkinan Faktor Alami Masih Ditelusuri</strong></p>
<p>Menurut Rais, kemunculan gas seperti ini dapat disebabkan oleh banyak faktor, mulai dari aktivitas alami di bawah tanah, hingga kebocoran sistem pipa lama yang mungkin sudah tidak aktif. Oleh karena itu, pemeriksaan dilakukan secara menyeluruh dan berhati-hati.</p>
<p></p>
<p>"Kemungkinannya banyak, bisa dari faktor alami, gas alam dari sumber alaminya, atau gas dari saluran pipa. Tapi sampai saat ini kami masih memeriksa semua jaringan pipa di sekitar dan memonitor tekanan di alat ukur," terangnya.</p>
<p></p>
<p>PGN menegaskan investigasi akan dilakukan hingga tuntas dan hasilnya akan diinformasikan secara resmi kepada masyarakat setelah proses selesai.</p>
<p></p>
<p><strong>Area Masih Steril, Warga Diminta Menjauh</strong></p>
<p>Hingga Jumat pagi pukul 08.30 WIB saat tim Suarajatimpost.com ke lokasi, semburan air bercampur gas di aliran sungai masih terus muncul. Tim PGN dan BPBD bersama Satpol PP Surabaya masih berjaga di lokasi untuk menjaga keamanan.</p>
<p></p>
<p>Petugas juga memasang garis pembatas di sekitar area sungai agar warga tidak mendekat, karena dikhawatirkan terjadi ledakan apabila ada pemicu api di sekitar area.</p>
<p></p>
<p>"Kami mengimbau masyarakat yang berada di lokasi untuk sedapat mungkin tidak mendekati area gelembung. Karena bisa membahayakan, apalagi kalau ada pemicu seperti rokok atau kendaraan yang panas," ujar Rais.</p>
<p></p>
<p>Meski demikian, sejumlah warga masih terlihat menonton dari jarak aman di pinggir jalan, karena rasa penasaran terhadap semburan yang belum berhenti hingga hari kedua.</p>
<p></p>
<p><strong>Belum Diketahui Pasti Asal Gas</strong></p>
<p>Hingga kini, baik PGN maupun BPBD Surabaya belum bisa memastikan asal gas tersebut. Meskipun hasil pemeriksaan menunjukkan adanya kandungan metana, seluruh jaringan pipa aktif PGN di kawasan Rungkut masih berfungsi normal tanpa ada indikasi kebocoran.</p>
<p></p>
<p>Pemeriksaan lapangan dan penggalian di sekitar titik semburan akan terus dilanjutkan hingga sumber gas benar-benar ditemukan.</p>
<p></p>
<p>"Kami akan terus memonitor tekanan jaringan dan memastikan keamanan hingga penyebab pastinya bisa dipastikan," tutup Rais. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor: Rizqi Ardian </strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Bawakan Karya Bahan Daur Ulang, Nadine Fave Tampil Sebagai Finalis di 15th UOB Painting of The Year 2025</title>
<link>https://suarajatimpost.com/bawakan-karya-bahan-daur-ulang-nadine-fave-tampil-sebagai-finalis-di-15th-uob-painting-of-the-year-2025</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/bawakan-karya-bahan-daur-ulang-nadine-fave-tampil-sebagai-finalis-di-15th-uob-painting-of-the-year-2025</guid>
<description><![CDATA[ Gadis 10 tahun, Nadine Fave, menembus finalis UOB Painting of the Year 2025 lewat karya daur ulang “Animalo Anomalies” yang memadukan kreativitas, keberanian, dan kepedulian lingkungan. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202510/image_870x580_68f0fbbfdf48c.webp" length="67980" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 16 Oct 2025 22:30:29 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ryan Ramadhan</dc:creator>
<media:keywords>Lotus Art Courses, LAC, 15th UOB Painting of the Year 2025, UOB, Jakarta, Surabaya, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SURABAYA, SJP - </strong>Prestasi membanggakan kembali diraih oleh siswa Lotus Art Courses (LAC). Nadine Fave, siswi berusia 10 tahun, berhasil menembus jajaran 48 finalis terpilih dalam ajang bergengsi 15th UOB<em> Painting of the Year</em> 2025 yang digelar di Jakarta <em>Ballroom</em>, <em>25hours Hotel The Oddbird</em>, kawasan SCBD Jakarta.</p>
<p>Nadine bersaing dengan lebih dari 1.500 peserta dari seluruh Indonesia, dan tampil menonjol di kategori <em>Emerging Artist</em>, yang merupakan wadah bagi para perupa muda berbakat. </p>
<p>Karyanya yang berjudul “<em>Animalo Anomalies</em>”, dibuat dengan teknik mixed media dan bahan daur ulang di atas kanvas berukuran 80x80 cm, berhasil menarik perhatian dewan juri berkat gagasan kreatif dan keberaniannya mengolah material yang tidak biasa.</p>
<p>Ajang UOB <em>Painting of the Year </em>dikenal sebagai salah satu kompetisi seni rupa paling prestisius di kawasan Asia Tenggara, yang rutin diikuti oleh seniman profesional dan muda dari berbagai daerah.</p>
<p>Tahun ini, acara penghargaan dihadiri oleh Giring Ganesha Djumaryo, Wakil Menteri Kebudayaan Republik Indonesia, serta tiga juri ternama, di antaranya adalah Dr. Agung Hujatnika, Alia Swastika, dan Venus Lau.</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202510/image_870x_68f0f91da4744.webp" alt=""></p>
<p>Founder Lotus Art Courses, Putu Mahendra, menyampaikan rasa bangga dan apresiasinya atas pencapaian anak yang baru menginjak umur 10 tahun itu lewat karyanya yang tidak hanya indah, namun juga berani.</p>
<p>"Kami sangat bangga pada Nadine. Di usia yang masih muda, ia sudah menunjukkan kedewasaan berpikir dan berani bereksperimen lewat karya yang bernilai lingkungan dan estetika tinggi," ungkap Putu, Kamis (16/10/2025).</p>
<p>Terkait gagasan kreatif yang diangkat Nadine dalam lukisannya, Putu menambahkan bahwa karya anak didiknya juga menjadi cerminan kepedulian terhadap isu lingkungan melalui pemanfaatan bahan daur ulang. </p>
<p>"Itu menunjukkan bahwa seni bisa menjadi media untuk menyampaikan pesan penting dengan cara yang indah dan bermakna. Selain itu, itu juga menjadi bukti bahwa kreativitas anak Indonesia tidak kalah dengan perupa dewasa," imbuhnya.</p>
<p>Putu menegaskan, Lotus Art Courses berkomitmen menjadi ruang tumbuh bagi anak-anak yang mencintai seni, dengan gaya pengajaran yang bebas dan tidak kaku, Putu berharap semakin banyak pula anak-anak Indonesia yang bisa menyalurkan ekspresi mereka lewat seni.</p>
<p>"Lotus Art Courses selalu berkomitmen menjadi ruang tumbuh bagi anak-anak yang mencintai seni, agar mereka dapat menyalurkan ekspresi dan gagasan besar mereka sejak dini," pungkas Putu.</p>
<p>Pameran karya para finalis UOB <em>Painting of the Year</em> 2025 berlangsung di Ashta Melting Pot, Jakarta, mulai 15 Oktober 2025. Pameran tersebut menampilkan karya terbaik dari dua kategori utama, yakni <em>Emerging Artist</em> dan <em>Established Artist. </em><strong>(***)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Satu Dekade Hadir di Surabaya, Oktoberfest 2025 Jadi Simbol Persahabatan Indonesia–Jerman</title>
<link>https://suarajatimpost.com/satu-dekade-hadir-di-surabaya-oktoberfest-2025-jadi-simbol-persahabatan-indonesiajerman</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/satu-dekade-hadir-di-surabaya-oktoberfest-2025-jadi-simbol-persahabatan-indonesiajerman</guid>
<description><![CDATA[ Menandai sepuluh tahun penyelenggaraan di Surabaya, Wisma Jerman menggelar Oktoberfest 2025 bertepatan dengan Hari Persatuan Jerman, menghadirkan pesta budaya yang mempererat hubungan Indonesia dan Jerman. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202510/image_870x580_68e1abb743b3a.webp" length="54576" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sun, 05 Oct 2025 06:57:13 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ryan Ramadhan</dc:creator>
<media:keywords>Oktoberfest, Oktoberfest 2025, Wisma Jerman, Mike Neuber, Bavaria, Jerman, Surabaya, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SURABAYA, SJP -</strong> Dentuman musik pesta bergema di Tunjungan Grand Ballroom, DoubleTree by Hilton Surabaya. Lampu-lampu kuning keemasan berpendar di antara dekorasi biru-putih khas Bavaria, sementara aroma sosis panggang dan pretzel baru matang memenuhi udara. </p>
<p>Di setiap sudut, tawa terdengar riuh, gelas-gelas diangkat tinggi, dan lantunan lagu “<em>Ein Prosit, ein Prosit der Gemütlichkeit!</em>” menggema serempak diiringi tepuk tangan dan sorak-sorai.</p>
<p>Suasana seperti itulah yang hadir dalam perayaan Oktoberfest 2025 yang digelar oleh Wisma Jerman di Kota Surabaya pada Jumat (3/10/2025) malam. </p>
<p>Tak hanya menjadi pesta budaya khas Jerman, Oktoberfest kali ini terasa istimewa karena menandai satu dekade penyelenggaraan Oktoberfest di Surabaya, sekaligus bertepatan dengan Hari Persatuan Jerman (<em>Day of German Unity</em>) yang jatuh pada tanggal yang sama.</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202510/image_870x_68e1a920ef9b2.webp" alt=""></p>
<p><strong>Sepuluh Tahun Oktoberfest di Surabaya</strong></p>
<p><em>Managing Director</em> Wisma Jerman, Mike Neuber, menyebut Oktoberfest tahun ini sebagai perayaan yang sarat makna. </p>
<p>"Bagi kami, Oktoberfest adalah ajang mempertemukan orang-orang. Merayakannya bertepatan dengan Hari Persatuan Jerman membuatnya semakin bermakna," ujar Mike.</p>
<p>"Kami disini tidak hanya berbagi tradisi Bavaria, tetapi juga semangat persatuan dan persahabatan dengan masyarakat Indonesia," imbuhnya.</p>
<p>Sejak pertama kali digelar pada 2011 oleh Wisma Jerman, Oktoberfest di Kota Pahlawan telah menjadi agenda tahunan yang selalu dinanti, baik oleh warga Jerman, internasional hingga masyarakat lokal. </p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202510/image_870x_68e1a37d73c77.webp" alt=""></p>
<p>Mike mengungkapkan bahwa selain sebagai bentuk pelestarian budaya, festival itu juga menjadi wadah diplomasi yang hangat antara dua negara.</p>
<p>"Ini bukan hanya pesta. Ini tentang pertemuan dua budaya, tentang bagaimana Surabaya menjadi rumah kedua bagi komunitas Jerman," ungkapnya.</p>
<p><strong>Dekorasi hingga Kuliner Bavaria Turun ke Surabaya</strong></p>
<p>Malam itu, para tamu Oktoberfest 2025 seolah dibawa langsung ke Munich. Beragam ornamen berwarna biru-putih khas Bavaria terpajang, meja-meja panjang berderet dengan taplak kotak-kotak, hingga pelayan yang mengenakan kostum tradisional.</p>
<p>Para pengunjung pun ikut berpartisipasi, perempuan tampil anggun dengan <em>Dirndl</em>, gaun tradisional bertali yang menonjolkan warna cerah dan renda, sementara laki-laki tampil gagah dengan <em>Lederhosen</em>, celana kulit pendek lengkap dengan kaus kaki tinggi dan topi berbulu kecil di sisi.</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202510/image_870x_68e1abad6d7db.webp" alt=""></p>
<p>Dari sudut buffet, aroma daging panggang dan roti hangat seolah memanggil siapa pun yang lewat. Di atas meja panjang, tersaji deretan kuliner otentik khas negara Jerman.</p>
<p>Diantaranya, ada <em>pretzel</em> yang lembut dengan lapisan garam kasar, sosis <em>bratwurst</em> beraroma <em>smoky</em>, <em>pork knuckles</em>, Leberkäse yang gurih, hingga Spätzle. Untuk pencuci mulut, ada <em>Black Forest</em> cake berlapis krim dan ceri khas Jerman, cheesecake hingga es krim.</p>
<p>Di sisi bar, minuman khas Oktoberfest mengalir tanpa henti. Namun bagi yang tak ingin menikmati bir, tersedia pula berbagai minuman non-alkohol, dari teh, jus hingga mocktail, sehingga suasana tetap nyaman bagi seluruh pengunjung.</p>
<p><strong>Musik, Lagu, dan Sorak “Prost!”</strong></p>
<p>Ketika malam semakin larut, dentuman musik semakin menggoda. DJ Gatra, seorang DJ lokal yang terkenal dengan musik eksperimentalnya, membawakan Oktoberfestmusik dengan cita rasa Bavaria, membuka pesta dengan deretan lagu pesta klasik.</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202510/image_870x_68e1a4ae0037c.webp" alt=""></p>
<p>Setelah itu, panggung diambil alih oleh <em>Night Lilies Band</em>, grup musik asal Jerman beranggotakan empat perempuan. Dengan kostum ala Oktoberfest dan energi yang menular, mereka menghidupkan suasana lewat lagu-lagu yang beragam, dari “<em>Dancing Queen</em>” milik ABBA, “<em>Ein Prosit (der Gemütlichkeit</em>)”, hingga “<em>Tequila</em>”.</p>
<p>Setiap kali lagu “<em>Ein Prosit</em>” dimainkan, para tamu dari berbagai latar belakang melebur dan bersama-sama mengangkat gelas mereka tinggi-tinggi, bersulang sambil berteriak “<em>Prost</em>!”sebuah simbol kegembiraan dan kebersamaan.</p>
<p><strong>“Rasa Jerman” di Surabaya</strong></p>
<p>Di tengah riuh suasana, Arishadela, salah satu pengunjung asal Surabaya, tampak menikmati malam pertamanya di Oktoberfest. Ia datang bersama teman-temannya dan mengaku terkesan dengan suasana yang begitu berbeda.</p>
<p>"Ternyata ini (Oktoberfest) seru banget. Aku baru pertama kali ikut festival ini, dan ternyata sudah diadakan dari dulu oleh Wisma Jerman di Surabaya," ujarnya antusias.</p>
<p>Sembari menikmati jalannya festival, perempuan dengan panggilan Dela itu menyebut bahwa makanan dan atmosfernya menjadi pengalaman yang tak terlupakan.</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202510/image_870x_68e1a91330848.webp" alt=""></p>
<p>"Banyak banget makanan-makanan otentik dari Jerman, dari sosis sampai kue ceri <em>Black Forest</em> (<em>Schwarzwälder Kirschtorte</em>) ada, bahkan saya baru tahu kalau (kue) Black Forest itu asalnya dari Jerman," sebutnya.</p>
<p>"Terus acaranya juga family friendly banget, di area depan itu ada tempat bermain untuk anak, dan hidangannya pun juga beragam," katanya.</p>
<p>Bagi Dela, yang paling berkesan dalam pengalaman pertamanya mengikuti Oktoberfest di Surabaya adalah bagaimana suasana malam itu membuatnya merasa seperti sedang berada di Jerman itu sendiri.</p>
<p>"Vibe (suasana)-nya asik banget, jarang ada yang kayak gini di Surabaya. Harapanku semoga ada terus tiap tahun, biar warga Surabaya tahu kalau ternyata ada sedikit rasa Jerman di sini," ujarnya menutup malam dengan senyum.</p>
<p>Lebih dari sekadar pesta, dalam gelaran ke-10 Oktoberfest 2025 oleh Wisma Jerman, festival tersebut menjadi lebih dari ajang pengenalan budaya, tetapi juga perayaan persahabatan dua bangsa, sebuah malam di mana tawa, musik, dan cita rasa menyatukan perbedaan. <strong>(**)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Menkeu Purbaya Tegaskan Dana Rp200 Triliun Himbara Tak Boleh Digunakan untuk Spekulasi Dolar</title>
<link>https://suarajatimpost.com/menkeu-purbaya-tegaskan-dana-rp200-triliun-himbara-tak-boleh-digunakan-untuk-spekulasi-dolar</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/menkeu-purbaya-tegaskan-dana-rp200-triliun-himbara-tak-boleh-digunakan-untuk-spekulasi-dolar</guid>
<description><![CDATA[ Menkeu Purbaya tegas, dana Rp200 triliun di bank Himbara dilarang untuk spekulasi dolar, diawasi ketat agar tetap mendukung stabilitas rupiah dan kredit produktif. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202510/image_870x580_68de686e821ed.webp" length="34218" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 02 Oct 2025 19:32:05 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ryan Ramadhan</dc:creator>
<media:keywords>Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, Dana 200 T, Himbara, Himpunan Bank Milik Negara, Surabaya, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SURABAYA, SJP - </strong>Menteri Keuangan Republik Indonesia, Purbaya Yudhi Sadewa, menegaskan bahwa pemerintah akan mengawasi ketat penggunaan dana sebesar Rp200 triliun yang ditempatkan di bank-bank Himbara (Himpunan Bank Milik Negara). </p>
<p>Ia menekankan agar dana tersebut tidak digunakan untuk spekulasi mata uang asing, khususnya dolar AS, guna menjaga stabilitas nilai tukar rupiah.</p>
<p>"Saya sudah cek ke BNI, apakah dana itu dipakai membeli dolar atau tidak. Untungnya tidak. Tapi saya akan terus cek ke bank Himbara lain juga," ujar Purbaya saat berkunjung ke Gedung Keuangan Negara (GKN) Surabaya, Kamis (2/10/2025).</p>
<p>Dalam kesempatan tersebut, Menkeu Purbaya menegaskan bahwa pemerintah akan memantau penggunaan dana tersebut secara berkala. Meski begitu, pemerintah tidak akan campur tangan dalam urusan teknis masing-masing bank.</p>
<p>"Untuk penyaluran dana sepenuhnya tanggung jawab bank Himbara, pemerintah tidak akan campur tangan untuk urusan teknis," tegas Purbaya.</p>
<p>Purbaya juga menambahkan bahwa pemerintah hanya bertindak sebagai deposan yang mempercayakan uangnya kepada bank untuk dikelola. Ia menyerahkan sepenuhnya kepada bank Himbara untuk menilai dan memilih proyek-proyek yang menguntungkan dan sesuai dengan tujuan kebijakan.</p>
<p>"Mereka lebih ahli dalam menghitung proyek yang menguntungkan. Jadi saya serahkan pada kepandaian mereka. Saya tidak ikut campur terlalu jauh," ujar Purbaya. </p>
<p>Purbaya menekankan bahwa prioritas utama pemerintah adalah memastikan dana tersebut tidak disalahgunakan dan tetap digunakan untuk tujuan yang produktif, seperti mendukung pemulihan ekonomi dan menjaga stabilitas rupiah. </p>
<p>Purbaya juga menegaskan bahwa pemerintah akan terus mengawasi dan mengevaluasi penggunaan dana tersebut untuk memastikan efektivitas kebijakan tersebut.</p>
<p>Sebagai informasi, Penempatan dana bank Himbara itu sebelumnya sempat menuai perhatian publik karena jumlahnya yang sangat besar dan potensi dampaknya terhadap perekonomian. </p>
<p>Pemerintah berharap dana tersebut dapat memperkuat likuiditas perbankan dan mendorong penyaluran kredit ke sektor riil, termasuk UMKM dan proyek strategis nasional.</p>
<p>Dengan pengawasan yang ketat dan transparansi dalam penyaluran dana, pemerintah berharap kebijakan ini dapat memberikan dampak positif bagi perekonomian Indonesia dan meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap pengelolaan keuangan negara. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Luruskan Isu Pemangkasan TKD, Menkeu Purbaya: &amp;quot;Pemda Jangan Fokus ke Besaran Transfer Saja&amp;quot;</title>
<link>https://suarajatimpost.com/luruskan-isu-pemangkasan-tkd-menkeu-purbaya-pemda-jangan-fokus-ke-besaran-transfer-saja</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/luruskan-isu-pemangkasan-tkd-menkeu-purbaya-pemda-jangan-fokus-ke-besaran-transfer-saja</guid>
<description><![CDATA[ Menkeu Purbaya pastikan pemangkasan transfer daerah bukan pengurangan dana, melainkan strategi efisiensi, total anggaran daerah justru naik dari Rp900 triliun menjadi Rp1.300 triliun. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202510/image_870x580_68de48315dceb.webp" length="43160" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 02 Oct 2025 17:10:00 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ryan Ramadhan</dc:creator>
<media:keywords>Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, Tranfer ke Daerah, TKD, Anggaran Daerah, Surabaya, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SURABAYA, SJP -</strong> Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa pemangkasan dana transfer ke daerah tidak berarti mengurangi porsi anggaran yang diterima. Ia menyebut, secara keseluruhan justru ada penambahan dana lebih besar bagi daerah.</p>
<p></p>
<p>"Meski transfer turun Rp200 triliun, program untuk daerah naik signifikan dari Rp900 triliun menjadi Rp1.300 triliun," ujarnya saat kunjungan kerja di Gedung Keuangan Negara (GKN) Surabaya, Kamis (2/10/2025).</p>
<p></p>
<p>Isu pemangkasan transfer daerah sendiri mulai ramai sejak Agustus lalu, tepatnya ketika pemerintah mengajukan Rancangan APBN 2026. </p>
<p></p>
<p>Dalam rancangan itu, alokasi Transfer ke Daerah (TKD) diproyeksikan turun sekitar 25 persen dibanding tahun sebelumnya, hingga memicu sorotan dari DPR dan kepala daerah.</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202510/image_870x_68de4837cb5fe.webp" alt=""></p>
<p>"Tadi beberapa bupati datang ke sini. Tadinya mau ketemu saya semua. Untung saya cuma ketemu perwakilan. Kalau enggak saya dipukulin tadi," ucap Purbaya berkelakar.</p>
<p></p>
<p>Purbaya menjelaskan, kebijakan pemangkasan dilakukan untuk mengoreksi adanya ketidaksesuaian anggaran di daerah. Pemerintah pusat, kata dia, ingin memastikan dana yang turun benar-benar terserap efektif dan bersih.</p>
<p></p>
<p>"Ekonomi di daerah sebetulnya uangnya tidak berkurang, malah ditambah secara netto," tegasnya.</p>
<p></p>
<p>Ia menambahkan, pemerintah sudah menyiapkan tambahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2026 sebesar Rp43 triliun. Bahkan, terbuka peluang transfer ditambah lagi bila ekonomi membaik dan penerimaan pajak meningkat.</p>
<p></p>
<p>"Kalau daerah bisa menunjukkan penyerapan yang baik dan bersih, harusnya saya bisa meyakinkan pemimpin di atas untuk menambah dengan cepat," katanya.</p>
<p></p>
<p>Purbaya juga mengingatkan agar pemerintah daerah tidak hanya berfokus pada besaran transfer, melainkan meningkatkan kapasitas dalam menyerap serta mengelola anggaran dengan benar.</p>
<p></p>
<p>"Biasa kan daerah itu ingin jalankan sendiri, jadi mereka mesti belajar juga memperbaiki cara menyerap anggaran," tukasnya.<strong> (*)</strong></p>
<p><strong>Editor: Rizqi Ardian </strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Menkeu Purbaya Ultimatum Rokok Ilegal di Surabaya: &amp;quot;Bayar Pajak atau Saya Sikat&amp;quot;</title>
<link>https://suarajatimpost.com/menkeu-purbaya-ultimatum-rokok-ilegal-di-surabaya-bayar-pajak-atau-saya-sikat</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/menkeu-purbaya-ultimatum-rokok-ilegal-di-surabaya-bayar-pajak-atau-saya-sikat</guid>
<description><![CDATA[ Pemerintah menyiapkan sejumlah kebijakan seperti menentukan pola tarif yang tepat, hingga mekanisme relokasi produksi di daerah yang selama ini dicurigai sebagai pusat produksi rokok ilegal, khususnya Kota Surabaya. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202510/image_870x580_68de483b0c069.webp" length="60724" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 02 Oct 2025 16:41:38 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ryan Ramadhan</dc:creator>
<media:keywords>Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, Bea Cukai, Rokok Ilegal, Cukai Rokok, Rokok, Surabaya, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SURABAYA, SJP – </strong>Menteri Keuangan RI, Purbaya Yudhi Sadewa, memulai langkah tegasnya memberantas peredaran rokok ilegal dengan menjadikan Surabaya sebagai titik awal operasi penertiban. </p>
<p></p>
<p>Kunjungan kerja luar kota pertamanya itu sekaligus menegaskan sikap pemerintah untuk melindungi pelaku industri hasil tembakau yang taat pajak dari peredaran produk ilegal yang kini sedang marak beredar di tengah masyarakat.</p>
<p></p>
<p>"Kenapa memilih Surabaya? Karena di sini banyak rokok ilegal," tegas Purbaya saat menghadiri pemusnahan rokok ilegal bersama Bea Cukai Jawa Timur, di Gedung Keuangan Negara (GKN) Surabaya, Jatim, Kamis (2/10/2025).</p>
<p></p>
<p>Ia menekankan bahwa langkah yang diambil oleh pemerintah bukan ingin menghancurkan industri rokok, melainkan menciptakan iklim usaha yang adil dan bersih.</p>
<p></p>
<p>"Kalau yang bayar pajak diadu dengan yang nggak bayar cukai, mereka yang rugi. Cukai tidak naik, tapi saya jamin income (pendapatan) pemerintah naik, saya akan jaga pasar di sini jangan dikontaminasi barang-barang ilegal,"ujarnya.</p>
<p></p>
<p>Purbaya menjelaskan, pemerintah sedang menyiapkan sejumlah kebijakan, mulai dari diskusi terbuka dengan pelaku usaha untuk menentukan pola tarif yang tepat, hingga mekanisme relokasi produksi di daerah yang selama ini dicurigai sebagai pusat produksi rokok ilegal.</p>
<p></p>
<p>"Pengusaha-pengusaha itu nggak akan kita buat mati. Kami sedang berencana untuk mengembangkan kawasan industri hasil tembakau yang lebih intensif lagi di daerah-daerah yang kita curigai menjadi pusat produksi ilegal," katanya.</p>
<p></p>
<p>Pendekatan pemerintah, lanjut Purbaya, bukan pemusnahan total, melainkan pemberdayaan bersyarat.</p>
<p></p>
<p>"Akan diberdayakan, tapi habis diberdayakan harus bayar pajak. Kalau nggak, saya sikat, saya tidak ada ampun," tegasnya.</p>
<p></p>
<p>Data Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) menunjukkan hingga September 2025 telah diterbitkan 1.519 Surat Bukti Penindakan (SBP) di wilayah Kanwil DJP Jatim I dan II. </p>
<p></p>
<p>Dari operasi tersebut, sebanyak 235,44 juta batang rokok ilegal berhasil diamankan dengan estimasi kerugian negara mencapai Rp250 miliar.</p>
<p></p>
<p>Sebanyak 59 kasus telah naik ke tahap penyidikan bersama kejaksaan, sementara melalui pendekatan Ultimum Remedium terdapat 114 keputusan dengan total tagihan Rp52,6 miliar.</p>
<p></p>
<p>Purbaya menegaskan bahwa penindakan tidak bisa dilakukan hanya oleh Bea Cukai, tetapi memerlukan sinergi lintas lembaga dan dukungan masyarakat.</p>
<p></p>
<p>"Penanggulangan rokok ilegal tidak hanya menjadi tugas Bea Cukai, tetapi juga TNI, Polri, serta masyarakat," pungkasnya. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor: Rizqi Ardian </strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Siswa SMAK Frateran Surabaya Raih 4th Runner Up Puteri Kebaya Jawa Timur 2025</title>
<link>https://suarajatimpost.com/siswa-smak-frateran-surabaya-raih-4th-runner-up-puteri-kebaya-jawa-timur-2025</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/siswa-smak-frateran-surabaya-raih-4th-runner-up-puteri-kebaya-jawa-timur-2025</guid>
<description><![CDATA[ Siswa SMAK Frateran Surabaya, Marcheline Cheryl Ko, tampil memukau hingga meraih 4th Runner Up Puteri Kebaya Jatim 2025, usai menempuh perjalanan penuh persiapan dan dedikasi budaya. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202510/image_870x580_68ddffba687eb.webp" length="36002" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 02 Oct 2025 12:31:00 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ryan Ramadhan</dc:creator>
<media:keywords>SMAK Frateran Surabaya, Puteri Kebaya Jawa Timur, Puteri Kebaya 2025, Surabaya, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SURABAYA, SJP — </strong>Dalam gemerlap malam Grand Final ajang Puteri Kebaya Jawa Timur 2025, Marcheline Cheryl Ko, siswi SMAK Frateran Surabaya, berhasil menorehkan prestasi gemilang dengan keluar sebagai 4th Runner Up. </p>
<p>Prestasi tersebut diraihnya setelah melalui berbagai tahapan persiapan dan kompetisi yang ketat sejak pertengahan tahun. Capain Cheryl menjadi bukti bahwa kerja keras, ketekunan, dan cinta terhadap budaya bisa menghasilkan buah manis di atas panggung prestisius.</p>
<p>"Saya bangga bisa ikut serta dalam kompetisi ini dan memperkenalkan kebaya ke generasi muda. Ini bukan hanya tentang lomba, tapi juga tentang menjaga warisan budaya," ujar Cheryl, Kamis (2/10/2025).</p>
<p><strong>Apa itu Puteri Kebaya Jawa Timur?</strong></p>
<p>Kompetisi Puteri Kebaya Jawa Timur adalah ajang kontes tahunan yang digelar khusus untuk mempromosikan kebaya sebagai bagian dari warisan budaya Jawa Timur. </p>
<p>Tujuannya adalah mengangkat nilai-nilai tradisi, seni, dan identitas budaya melalui penampilan kontestan yang mengenakan kebaya dan menyampaikan advokasi budaya. </p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202510/image_870x_68ddffbf1d960.webp" alt=""></p>
<p>Dalam ajang tersebut, para peserta biasanya dinilai dari segi estetika, kepribadian, kemampuan berbicara di depan publik, dan kontribusi terhadap pelestarian kebaya di kalangan generasi muda.</p>
<p>Selain itu, kompetisi itu juga menjadi ruang bagi generasi muda untuk memperkenalkan ide-ide kreatif dalam menghidupkan kembali minat terhadap kebaya melalui program seperti edukasi budaya, media sosial, dan gerakan advokasi. </p>
<p><strong>Perjalanan Marcheline Cheryl Ko</strong></p>
<p>Dalam suasana persaingan ketat itu, Cheryl berhasil toreh prestasi karena persiapannya yang matang. Sejak 20 Juni lalu, Cheryl sudah menyiapkan diri dengan serius. Ia menyusun advokasi, melatih kemampuan public speaking, berlatih catwalk, hingga membuat Kebaya Diaries untuk memperkenalkan kebaya kepada generasi muda.</p>
<p>Perjalanannya semakin menantang saat memasuki pra-karantina pada 24 Agustus di BG Junction, di mana ia bertemu para finalis lain dan juga Top 3 pemenang tahun sebelumnya. Cheryl kemudian tampil di ajang Talent Show dan Pre-Elim pada 7 September di Gunawangsa Tidar dengan menampilkan nyanyian sekaligus pidato.</p>
<p>Tahap karantina di Surabaya Suites Hotel pada 24 September menjadi masa pembekalan penting. Cheryl mendapat pelatihan mulai dari talk show bersama Kak Regina, workshop yoga, merangkai bunga, hingga gala dinner. Ia juga mematangkan tarian final dan blocking panggung.</p>
<p>"Masa karantina dan latihan panggung ini menjadi momen penting, karena ini bermanfaat untuk memperkuat kesiapan fisik dan mental setiap peserta," jelas Cheryl.</p>
<p><strong>Malam Grand Final</strong></p>
<p>Di malam Grand Final, Cheryl mengaku sempat gugup karena banyaknya penonton. Namun, kerja kerasnya membuahkan hasil saat ia berhasil menampilkan speech, dance, dan catwalk yang membawa dirinya ke posisi 4th Runner Up.</p>
<p>"Saya sangat senang dan berterima kasih atas semua dukungan dari teman, keluarga, dan sekolah. Saya bangga bisa bertemu dengan finalis hebat serta panitia yang luar biasa," ujar Cheryl.</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202510/image_870x_68ddffb7331bb.webp" alt=""></p>
<p>Ia juga menambahkan rasa terima kasih khusus kepada SMAK Frateran yang menurutnya banyak membantu, mulai dari fasilitas hingga dukungan penuh selama kompetisi.</p>
<p>"Sekolah memberikan dukungan besar, bahkan meminjamkan kamera drone untuk kebutuhan video. Semangat mereka benar-benar luar biasa," katanya.</p>
<p><strong>Dukungan Pihak SMAK Frateran Surabaya</strong></p>
<p>Kepala Sekolah SMA Katolik Frateran Surabaya, Fr. M. Wilhelmus Satel Sura, atau yang lebih akrab dipanggil Fr. William, menyatakan kebanggaannya atas prestasi salah satu anak didiknya, Cheryl </p>
<p>"Prestasi Cheryl ini menunjukkan bahwa siswa Frateran tidak hanya unggul di bidang akademik, tetapi juga mampu memajukan budaya lokal melalui talenta dan dedikasi," ungkap Fr. William.</p>
<p>"Kami akan terus mendukung siswa berprestasi agar mereka dapat mengaktualisasikan potensi di berbagai bidang," tandasnya.</p>
<p>Prestasi Cheryl diharapkan menjadi inspirasi, tidak hanya bagi siswa di SMAK Frateran Surabaya, namun juga bagi siswa dari sekolah lain. Melalu kerja keras, keberanian berekspresi, dan cinta budaya, generasi muda bisa menjadi agen pelestarian warisan budaya kebaya untuk masa depan. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor: Rizqi Ardian </strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Kreativitas Anak Muda Surabaya Sulap Plastik Bekas Jadi Produk Interior Ramah Lingkungan</title>
<link>https://suarajatimpost.com/kreativitas-anak-muda-surabaya-sulap-plastik-bekas-jadi-produk-interior-ramah-lingkungan</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/kreativitas-anak-muda-surabaya-sulap-plastik-bekas-jadi-produk-interior-ramah-lingkungan</guid>
<description><![CDATA[ Limbah plastik rumah tangga di tangan Salvina Adelia Susetyo disulap jadi parquet, nightstand, roster, dan terrazzo, membuka jalan baru bagi material interior ramah lingkungan. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202510/image_870x580_68dd241e88c98.webp" length="40958" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 01 Oct 2025 21:17:11 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ryan Ramadhan</dc:creator>
<media:keywords>Universitas Kristen Petra, UK Petra, PCU, Sampah Plastik, Polypropylene, Surabaya, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SURABAYA, SJP — </strong>Gayung patah yang dibiarkan di pojok dapur, pot bunga retak yang teronggok di halaman, atau ember bocor yang kini hanya jadi penampung debu, semua itu sering kita biarkan menumpuk begitu saja. </p>
<p>Barang-barang plastik rumah tangga yang sudah tidak terpakai kerap dianggap remeh, padahal jumlahnya terus bertambah hingga akhirnya berakhir di tempat sampah, lambat laun akan menjadi tumpukan limbah plastik yang sulit diurai dan mencemari lingkungan.</p>
<p>Di tengah kebiasaan masyarakat yang sering menutup mata pada masalah ini, seorang anak muda Surabaya justru melihat peluang. Baginya, benda-benda plastik bekas bukanlah akhir perjalanan, melainkan awal dari sebuah transformasi menuju sesuatu yang lebih bernilai.</p>
<p>Adalah Salvina Adelia Susetyo, lulusan program Interior Design and Styling, Universitas Kristen Petra (PCU) Surabaya, yang berani mengolah limbah plastik rumah tangga menjadi material interior fungsional sekaligus ramah lingkungan.</p>
<p><em>Polypropylene (PP)</em> sendiri dikenal sebagai plastik serbaguna yang banyak dipakai untuk produk sehari-hari seperti ember, tempat sampah, dan wadah makanan. Meski kuat dan tahan lama, plastik itu sulit terurai sehingga kerap menjadi masalah lingkungan bila tidak dikelola dengan baik.</p>
<p>Dengan kreativitasnya, Salvina mengolah <em>polypropylene</em> bekas menjadi bahan interior melalui proses mencacah, mengoven, mencampur dengan semen atau resin, hingga memanaskan menggunakan heat-gun. </p>
<p>Dari risetnya lahirlah lima karya utama, yakni parquet, nightstand, roster, terrazzo, dan katalog RHPP (<em>Recycled Household Polypropylene</em>).</p>
<p>"Sampah selalu jadi masalah yang tidak pernah selesai. Saya ingin menunjukkan bahwa limbah rumah tangga bisa punya nilai baru bila dikelola dengan benar," ujar Salvina, Rabu (1/10/2025).</p>
<p>Produk hasil olahan Salvina memiliki fungsi nyata. Parquet bisa dipasang di dinding dan lantai, nightstand berfungsi sebagai meja kecil dan lampu, roster dipakai untuk ventilasi di halaman rumah, sementara terrazzo menjadi campuran semen dan plastik yang dilapisi resin.</p>
<p>Selain itu, ia juga membuat katalog RHPP sebagai dokumentasi visual berbagai eksperimen plastik rumah tangga yang dapat diaplikasikan dalam interior.</p>
<p>"Harapan saya, penelitian ini bisa membuka kesadaran masyarakat bahwa ada bahan alternatif yang sustainable untuk interior, tanpa harus terus bergantung pada material baru dari alam," tukas Salvina.</p>
<p>Dari pot berwarna coklat, gayung biru dan hijau, ember abu-abu, hingga pigura hitam, semua disulap menjadi material interior baru. Inovasi ini bukan sekadar proyek akademik, melainkan langkah nyata menuju desain berkelanjutan yang berkontribusi pada lingkungan. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor: Rizqi Ardian </strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Peringati RTKD 2025, KI Jatim Tetapkan 15 Desa Sebagai Desa Terang 2025</title>
<link>https://suarajatimpost.com/peringati-rtkd-2025-ki-jatim-tetapkan-15-desa-sebagai-desa-terang-2025</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/peringati-rtkd-2025-ki-jatim-tetapkan-15-desa-sebagai-desa-terang-2025</guid>
<description><![CDATA[ Sebanyak 15 desa di Jawa Timur meraih predikat Desa Terang 2025 setelah dinilai transparan, akuntabel, dan global dalam pengelolaan informasi publik. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202510/image_870x580_68dd240ee5c69.webp" length="39380" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 01 Oct 2025 20:48:36 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ryan Ramadhan</dc:creator>
<media:keywords>Desa Terang, International Day for Universal Access to Information, Right to Know Day, RTKD, Komisi Informasi, KI Jatim, Jawa Timur, Surabaya, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SURABAYA, SJP - </strong>Sebanyak 15 desa di Jawa Timur berhasil meraih nilai di atas 80 dalam monitoring keterbukaan informasi publik (KIP) yang dilakukan Komisi Informasi (KI) Jawa Timur. Hasil tersebut menempatkan desa-desa itu sebagai contoh 'Desa Terang', yaitu desa yang terbuka, akuntabel, dan global.</p>
<p>Monitoring dan evaluasi yang dilakukan KI Jatim melalui <em>Self Assessment Questionnaire </em>(SAQ) dan visitasi lapangan itu merupakan bagian dari rangkaian peringatan <em>International Day for Universal Access to Information </em>atau<em> Right to Know Day </em>(RTKD) yang jatuh setiap 28 September lalu.</p>
<p>Ketua KI Jatim, Edi Purwanto, menegaskan capaian yang sudah diraih oleh beberapa desa di Provinsi Jawa Timur menunjukkan bahwa keterbukaan informasi sudah menjadi budaya baru di desa.</p>
<p>"Pencapaian ini bukan sekadar angka, melainkan bukti nyata bahwa keterbukaan informasi telah menjadi budaya baru di desa-desa," ujar Edi saat dikonfirmasi pada Rabu (1/10/2025).</p>
<p>"Dengan transparansi, akuntabilitas, dan wawasan global, desa mampu tumbuh lebih inklusif, inovatif, dan berdaya saing," imbuhnya.</p>
<p>Konsep Desa Terang sendiri dibangun atas tiga nilai utama, yakni: </p>
<ol>
<li><strong>Terbuka</strong>, yakni informasi desa mudah diakses, dokumen program dan anggaran dipublikasikan jelas, serta masyarakat dilibatkan dalam pengawasan.</li>
<li><strong>Akuntabel</strong>, di mana tata kelola desa dipertanggungjawabkan secara terukur, proses anggaran terbuka, dan evaluasi dilakukan konsisten.</li>
<li><strong>Global</strong>, yaitu desa mampu menyesuaikan diri dengan perkembangan teknologi digital dan standar tata kelola berorientasi internasional.</li>
</ol>
<p></p>
<p>Adapun 15 desa yang mendapat predikat Desa Terang 2025, meliputi: </p>
<ul>
<li>Desa Malangsari (Kab. Nganjuk),</li>
<li>Desa Pungpungan (Kab. Bojonegoro),</li>
<li>Desa Tikusan (Kab. Bojonegoro),</li>
<li>Desa Wates (Kab. Magetan),</li>
<li>Desa Sidomukti (Kab. Jember),</li>
<li>Desa Sekarputih (Kab. Nganjuk),</li>
<li>Desa Kemaduh (Kab. Nganjuk), </li>
<li>Desa Gonggang (Kab. Magetan),</li>
<li>Desa Sumberejo (Kab. Madiun),</li>
<li>Desa Pademawu Timur (Kab. Pamekasan),</li>
<li>Desa Sidomulyo (Kab. Jember),</li>
<li>Desa Wates (Kab. Blitar),</li>
<li>Desa Merkawang (Kab. Tuban),</li>
<li>Desa Simoangin-Angin (Kab. Sidoarjo),</li>
<li>Desa Tembalang (Kab. Blitar).</li>
</ul>
<p></p>
<p>Pada tahun sebelumnya, juga sudah ada beberapa desa yang layak disebut sebagai Desa Terang. Dengan tambahan 15 Desa Terang baru di tahun 2025, KI Jatim berkomitmen untuk terus memperluas praktik keterbukaan informasi publik hingga ke seluruh desa.</p>
<p>Ketua Bidang Kelembagaan KI Jatim, M. Sholahuddin, menambahkan bahwa keterbukaan informasi kini semakin dibutuhkan seluruh masyarakat, tidak hanya yang berada di daerah perkotaan, namun juga di pedesaan.</p>
<p>"Momentum <em>Right to Know Day</em> ini menjadi pijakan bersama bahwa keterbukaan informasi bukan hanya kewajiban hukum, tetapi juga kebutuhan seluruh masyarakat untuk mewujudkan pemerintahan yang inklusif, transparan, dan berdaya saing global," katanya.</p>
<p>KI Jatim menyebut komitmen tersebut sejalan dengan salah satu program prioritas Asta Cita pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, yang menempatkan desa sebagai pilar kemajuan dan kesejahteraan.</p>
<p>"Kunci dari semuanya diawali dari membangun keterbukaan informasi publik," pungkas Sholahuddin. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor: Rizqi Ardian </strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Masih Ada Santri Surabaya Hilang dalam Ambruknya Ponpes Al Khoziny</title>
<link>https://suarajatimpost.com/masih-ada-santri-surabaya-hilang-dalam-ambruknya-ponpes-al-khoziny</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/masih-ada-santri-surabaya-hilang-dalam-ambruknya-ponpes-al-khoziny</guid>
<description><![CDATA[ Masih ada satu santri asal Surabaya yang hilang dalam ambruknya Ponpes Al Khoziny, Wali Kota Eri Cahyadi meminta warganya bersatu dalam doa agar segera ditemukan. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202510/image_870x580_68dd241877399.webp" length="64956" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 01 Oct 2025 20:20:08 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ryan Ramadhan</dc:creator>
<media:keywords>Eri Cahyadi, Pemkot Surabaya, Pesantren Al-Khoziny, Pesantren, Musala, Masjid, Ponpes Sidoarjo, Surabaya, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SURABAYA, SJP -</strong> Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, menyampaikan bahwa masih ada warganya yang belum ditemukan dalam tragedi ambruknya bangunan Pondok Pesantren (Ponpes) Al Khoziny di Sidoarjo pada Sabtu (29/9/2025) lalu.</p>
<p>"Saya minta tolong kepada semua warga Surabaya untuk saling mendoakan, karena masih ada satu yang hari ini belum ditemukan," katanya, Rabu (1/10/2025).</p>
<p>Eri menegaskan, Pemerintah Kota Surabaya akan terus berkoordinasi dengan pihak pondok maupun Pemerintah Provinsi Jawa Timur untuk memastikan jumlah korban asal Surabaya.</p>
<p>"Nanti kami koordinasi juga dengan pondok (Al Khoziny) dengan Provinsi Jatim juga, berapa warga Surabaya, karena hari ini yang meninggal satu yang sudah dimakamkan di Madura," ujar Eri.</p>
<p>Selain itu, ia juga menyebut ada seorang santri asal Surabaya yang sempat dirawat di RSUD dr. Soewandhie dan kini sudah dipulangkan setelah kondisinya membaik.</p>
<p>"Saya minta doanya kepada seluruh warga Surabaya khususnya dan Jawa Timur umumnya, ayo semuanya sama-sama berdoa agar yang belum ditemukan segera ditemukan," ucapnya.</p>
<p>Pada hari yang sama, Eri juga melakukan takziah ke rumah duka Maulana Alvan Ibrahimavic, warga Pabean Cantian, Surabaya, yang meninggal akibat tertimpa reruntuhan bangunan Ponpes Al Khoziny.</p>
<p>"Ayo doakan, saya minta tolong semua keluarga Surabaya untuk saling mendoakan," kata Eri.</p>
<p>Saat melakukan Takziah, Eri menguatkan seluruh keluarga korban dengan menambahkan bahwa korban yang meninggal dalam proses menuntut ilmu agama diyakini akan mendapat balasan terbaik di sisi Allah SWT.</p>
<p>"Yakinlah ketika setiap orang yang menuntut ilmu, apalagi ilmu agama, ketika diambil oleh Gusti Allah, maka balasannya, tempatnya, pasti surganya Gusti Allah," tandasnya. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor: Rizqi Ardian </strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Madura Art Forum Perkenalkan Pelukis Madura ke Publik Surabaya lewat Tompengan Sekapeng Duwa</title>
<link>https://suarajatimpost.com/madura-art-forum-perkenalkan-pelukis-madura-ke-publik-surabaya-lewat-tompengan-sekapeng-duwa</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/madura-art-forum-perkenalkan-pelukis-madura-ke-publik-surabaya-lewat-tompengan-sekapeng-duwa</guid>
<description><![CDATA[ Pameran “Tompengan Sekapeng Duwa” di Galeri Prabangkara menampilkan 60 karya perupa Madura dari berbagai usia, memperkenalkan seni lukis Madura ke publik di luar pulau. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202509/image_870x580_68dbb29f2c6ff.webp" length="22802" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Tue, 30 Sep 2025 20:17:36 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ryan Ramadhan</dc:creator>
<media:keywords>Madura Art Forum, Galeri Prabangkara, Taman Budaya Jatim, Tompengan Sekapeng Duwa, Madura, Surabaya, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SURABAYA, SJP — </strong>Madura dikenal luas dengan kekayaan seni tradisionalnya, mulai dari karapan sapi, batik Madura, hingga seni topeng dan musik tradisional. Namun, Madura ternyata juga memiliki seniman lukis yang tidak kalah kreatif, bahkan banyak dari mereka sudah mendunia.</p>
<p></p>
<p>Hal itu terbukti melalui pameran seni rupa tahunan bertajuk “Tompengan Sekapeng Duwa”, yang digelar di Galeri Prabangkara, Komplek Taman Budaya Jawa Timur. Pameran tersebut bertujuan memperkenalkan karya para pelukis Madura ke publik di luar pulau asal mereka.</p>
<p></p>
<p><strong>Makna Pameran dan Keberagaman Peserta</strong></p>
<p>Koordinator Madura Art Forum, Hendri R Sidik, menjelaskan bahwa "Tompengan" itu ibarat seperti Tumpengan dalam bahasa Jawa, yang artinya tidak hanya soal syukur, tapi juga soal berbagi.</p>
<p></p>
<p>"Pameran ini ibarat tumpengan kedua. Selain sebagai ajang silaturahmi, kegiatan ini juga menjadi wujud rasa syukur dan upaya menjaga kerukunan antar perupa Madura" ungkap Hendri, Selasa (30/9/2025).</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202509/image_870x_68dbbeccaf839.webp" alt=""></p>
<p>Pameran menghadirkan 60 karya dari 45 perupa yang berasal dari empat kabupaten, yakni Bangkalan, Sampang, Pamekasan, dan Sumenep. Peserta berasal dari berbagai usia, mulai dari anak-anak taman kanak-kanak hingga perupa senior berusia 70 tahun.</p>
<p></p>
<p>"Tidak ada batasan dalam pameran ini. Para perupa bebas menampilkan karyanya sesuai gaya masing-masing. Justru keberagaman inilah yang membuat pameran terasa hidup," tambah Hendri.</p>
<p></p>
<p>Madura Art Forum kini memiliki sekitar 50 anggota, beberapa di antaranya bahkan telah menorehkan karya hingga ke Asia dan Eropa. Melalui pameran di luar Madura, mereka berharap eksistensi perupa Madura semakin dikenal luas.</p>
<p></p>
<p>"Kami ingin menunjukkan bahwa Madura juga memiliki potensi besar di bidang seni rupa. Harapannya, karya-karya perupa Madura bisa mendapat ruang lebih luas dan diapresiasi oleh masyarakat," pungkas Hendri.</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202509/image_870x_68dbbebc52680.webp" alt=""></p>
<p><strong>Peran Taman Budaya</strong></p>
<p>Mewakili Kepala UPT Taman Budaya Jatim, Bambang Dwi Sumanto, Kepala Seksi Dokumentasi dan Publikasi, menekankan pentingnya pameran Tompengan Sekapeng Duwa sebagai ruang ekspresi dan penguatan ekosistem seni rupa Jawa Timur.</p>
<p></p>
<p>"Pameran ini memberi kesempatan bagi seniman untuk menampilkan karya terbaiknya. Ini sinergi dengan komitmen pemerintah mengembangkan seni dan budaya, baik dari aktivitas berkesenian, peningkatan sarana-prasarana, maupun pengembangan sumber daya pelakunya," jelas Bambang.</p>
<p></p>
<p>Bambang menekankan pengembangan seni dan budaya melalui pameran juga dapat menguatkan karakter bangsa, jati diri, dan meningkatkan perekonomian masyarakat.</p>
<p></p>
<p>“Pengembangan itu diharapkan bisa menguatkan basis pengelolaan seni dan budaya dalam rangka membangun karakter bangsa, menguatkan jati diri, dan yang lebih penting lagi meningkatkan perekonomian masyarakat dari pemanfaatan,” ujarnya.</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202509/image_870x_68dbbec508978.webp" alt=""></p>
<p>Ia juga memuji semangat perupa Madura dalam menyelenggarakan pameran ini, baik sebagai komunitas maupun perseorangan.</p>
<p></p>
<p>"Dengan berkumpulnya beberapa komunitas, itu akan menguntungkan, karena disitu akan terjadi ruang diskusi antara seniman, pelukis, dan masyarakat pengunjung," tambah Bambang.</p>
<p></p>
<p><strong>Seniman Madura di Era Digital</strong></p>
<p>Lebih dari sekadar fasilitator, pemerintah juga mendorong seniman agar adaptif terhadap perkembangan teknologi, termasuk kehadiran kecerdasan buatan (AI).</p>
<p></p>
<p>"Kemajuan teknologi tidak bisa ditolak. Seniman harus menyesuaikan diri agar tidak mundur. Justru AI bisa menjadi tantangan untuk melahirkan inovasi baru dalam seni rupa. Pemerintah punya kewajiban untuk mendukung proses adaptasi itu," tegas Bambang.</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202509/image_870x_68dbbed3c8efc.webp" alt=""></p>
<p>Bambang menekankan bahwa tradisi dan inovasi bisa berjalan beriringan, bahkan karya non-tradisi yang terus dikembangkan bisa menjadi tradisi baru.</p>
<p></p>
<p>"Suatu kesenian ada yang namanya tradisi dan ada yang pengembangan non-tradisi. Nah kurun waktu, sekian tahun yang saat itu dikatakan non-tradisi, karena kontinu dilakukan dan diamini bersama, itu akan menjadi tradisi," pesannya.</p>
<p></p>
<p>Pameran “Tompengan Sekapeng Duwa” menjadi bukti bahwa Madura tidak hanya kaya dengan seni tradisional, tetapi juga memiliki generasi pelukis yang kreatif dan siap menembus panggung seni nasional bahkan internasional, sambil terus beradaptasi dengan perkembangan zaman. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor: Rizqi Ardian </strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Ponpes Al Khoziny Diduga Tak Miliki IMB, Santri Sebut Bangunan Sempat Tidak Stabil Sebelum Ambruk</title>
<link>https://suarajatimpost.com/ponpes-al-khoziny-diduga-tak-miliki-imb-santri-sebut-bangunan-sempat-tidak-stabil-sebelum-ambruk</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/ponpes-al-khoziny-diduga-tak-miliki-imb-santri-sebut-bangunan-sempat-tidak-stabil-sebelum-ambruk</guid>
<description><![CDATA[ Bangunan musala Ponpes Al Khoziny yang ambruk diduga tanpa IMB, sementara santri menyebut sempat ada tanda-tanda bangunan bergerak tidak stabil sebelum tragedi terjadi. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202509/image_870x580_68da76cd57d3b.webp" length="59012" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Tue, 30 Sep 2025 17:59:41 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ryan Ramadhan</dc:creator>
<media:keywords>Izin Mendirikan Bangunan, IMB, Pesantren Al-Khoziny, Pesantren, Musala, Masjid, Ponpes Sidoarjo, Surabaya, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SURABAYA, SJP — </strong>Ambruknya bangunan musala Pondok Pesantren (Ponpes) Al Khoziny, Buduran, Kabupaten Sidoarjo, terus menyisakan tanda tanya besar. Tragedi yang terjadi saat santri melaksanakan salat Ashar berjemaah pada Senin (29/9/2025) itu menewaskan dan melukai sejumlah santri. </p>
<p>Di balik duka dan proses evakuasi yang hingga saat ini masih berlangsung, ada dugaan bahwa bangunan musala tersebut tidak mengantongi izin mendirikan bangunan (IMB).</p>
<p>Dugaan tersebut disampaikan langsung oleh Bupati Sidoarjo, Subandi, setelah melakukan pengecekan ke lapangan. Menurutnya, pihaknya tidak menemukan dokumen izin yang seharusnya dimiliki bangunan sebelum didirikan.</p>
<p>"Ini saya tanyakan izin-izinnya mana, tetapi ternyata nggak ada. Tadi ngecor lantai tiga, karena konstruksi tidak standar, jadi akhirnya roboh," kata Subandi, Senin (29/9/2025) kemarin.</p>
<p>Dirinya menyoroti pola pembangunan di sejumlah pesantren yang sering mendahulukan berdirinya bangunan, tanpa memastikan kelengkapan administrasi dan standar teknis. </p>
<p>Subandi menyebut, kerap kali perizinan baru diurus setelah bangunan jadi, padahal izin mendirikan bangunan semestinya menjadi langkah awal agar konstruksi diawasi dan sesuai aturan.</p>
<p>"Jadi banyak pondok itu, kadang bangun masjid, pondok, kadang dia tidak mengurus IMB-nya dulu, langsung bangun," ujarnya.</p>
<p><strong>Pengasuh Pesantren Mengaku Tidak Tahu</strong></p>
<p>Dari pihak pesantren, pengasuh Ponpes Al Khoziny, Abdus Salam Mujib, justru mengaku tidak mengetahui soal perizinan musala tersebut. Ia menyampaikan ketidaktahuan itu ketika ditemui wartawan di lokasi.</p>
<p>"Lah itu enggak tahu. Saya kira enggak lah. Di sini semuanya sama," kata Mujib.</p>
<p>Mujib menambahkan bahwa insiden ambruknya musala terjadi tepat ketika para pekerja tengah melakukan pengecoran di bagian atap.</p>
<p>Menurutnya, bagian atas bangunanlah yang jebol terlebih dahulu hingga akhirnya menimpa para santri yang sedang beribadah.</p>
<p>"Ini pengecoran yang terakhir saja. Itu jebol. Ya hanya itu," ucapnya.</p>
<p><strong>Santri Sempat Melihat Bangunan Tidak Stabil</strong></p>
<p>Dari keterangan santri, diketahui ada tanda-tanda awal bangunan tidak stabil sebelum musala runtuh. Seorang santri yang ikut membantu pembangunan bahkan sempat memperingatkan adanya pergerakan pada bangunan.</p>
<p>Namun, peringatan itu tidak sempat sampai kepada pengurus karena sebagian besar tengah melaksanakan salat Ashar.</p>
<p>Muhammad Zahrawi (17), salah satu santri asal Bangkalan, Madura, yang selamat dari insiden itu, menceritakan pengalaman mencekamnya.</p>
<p>Ia lolos dari maut karena keluar dari barisan jamaah untuk ke kamar mandi sesaat sebelum bangunan ambruk.</p>
<p>“Saya keluar shaf untuk pipis. Saat saya sampai di kamar mandi pipis, tiba-tiba terdengar suara gemuruh keras dari arah musala," kata santri kelas 10 itu, Selasa (30/9/2025).</p>
<p>Ketika ia kembali, musala sudah rata dengan tanah. Ratusan jamaah yang sebelumnya berada di dalamnya tertimpa beton. Zahrawi mengaku masih syok karena sempat melihat santri MTs yang tertimbun.</p>
<p>"Saya masih diberi umur panjang, terima kasih Ya Allah," ungkapnya.</p>
<p>Hingga kini, dugaan soal ketiadaan IMB pada bangunan musala Ponpes Al Khoziny belum dapat sepenuhnya dikonfirmasi.</p>
<p>Pemerintah daerah maupun pihak pesantren masih fokus dalam upaya penyelamatan dan penanganan para santri yang menjadi korban runtuhan. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor: Rizqi Ardian </strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Gubernur Jatim Pastikan Biaya Perawatan Korban Ponpes Sidoarjo Ditanggung Pemerintah</title>
<link>https://suarajatimpost.com/gubernur-jatim-pastikan-biaya-perawatan-korban-ponpes-sidoarjo-ditanggung-pemerintah</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/gubernur-jatim-pastikan-biaya-perawatan-korban-ponpes-sidoarjo-ditanggung-pemerintah</guid>
<description><![CDATA[ Gubernur Jatim Khofifah menjamin seluruh biaya perawatan korban musala Ponpes Sidoarjo ditanggung pemerintah, sementara jumlah korban meninggal bertambah menjadi tiga santri. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202509/image_870x580_68db8666ed0bd.webp" length="43600" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Tue, 30 Sep 2025 15:29:00 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ryan Ramadhan</dc:creator>
<media:keywords>Khofifah Indar Parawansa, Gubernur Jatim, Pesantren Al-Khoziny, Pesantren, Musala, Masjid, Ponpes Sidoarjo, Surabaya, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SURABAYA, SJP — </strong>Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa memastikan seluruh biaya perawatan santri korban ambruknya musala Pondok Pesantren Al Khoziny, Sidoarjo, ditanggung pemerintah, baik yang dirawat di rumah sakit daerah maupun rumah sakit swasta.</p>
<p>Pemprov Jatim melalui Dinas Kesehatan juga telah berkoordinasi dengan seluruh rumah sakit rujukan agar pelayanan korban tidak terkendala biaya.</p>
<p>"Seluruh biaya jika itu dilakukan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) akan ditanggung Pemkab Sidoarjo, sementara untuk biaya layanan kesehatan lain termasuk biaya rumah sakit swasta ditanggung oleh Pemprov Jatim," ujar Khofifah, Selasa (30/9/2025).</p>
<p>Sebelumnya, Khofifah sendiri juga telah meninjau langsung lokasi kejadian pada Selasa (30/9/2025) dini hari tadi. Dirinya menegaskan bahwa proses evakuasi korban tidak akan dihentikan hingga seluruh santri tertangani. Upaya evakuasi masih terus dilakukan oleh Basarnas, BPBD, TNI, dan Polri.</p>
<p>"Saya juga sudah sampaikan ke pihak keluarga korban bahwa proses evakuasi tidak akan berhenti sampai semua korban berhasil dievakuasi," tambahnya.</p>
<p>Sementara itu, jumlah korban meninggal dunia bertambah menjadi tiga orang. Data terbaru hingga Selasa (30/9/2025) pukul 08.00 WIB mencatat ada 98 santri menjadi korban. Mereka dirawat di RSUD Sidoarjo, RSI Siti Hajar, dan RS Delta Surya.</p>
<p>Setelah Senin malam kemarin ada satu korban meninggal yang dikonfirmasi, kini dikabarkan bahwa ada korban meninggal baru, yakni Mochammad Mashudulhaq (14), asal Dukuh Pakis, Surabaya, dan Muhammad Soleh (22), asal Tanjung Pandan, Bangka Belitung. </p>
<p>Mashudulhaq sempat dirawat di RSUD Sidoarjo namun nyawanya tidak tertolong. Sementara Soleh, yang mengalami luka parah dan sempat masuk kategori zona merah, meninggal pada Selasa pagi.</p>
<p>Direktur RSUD Sidoarjo, dr Atok Irawan, menyebut salah satu korban harus menjalani tindakan amputasi di lokasi kejadian karena luka yang terlalu berat dan membahayakan nyawa.</p>
<p>"Evakuasi dilakukan cepat di TKP. Tim ortopedi dan anestesi kami lakukan amputasi lengan kiri karena korban terjepit reruntuhan bangunan," kata dr Atok.</p>
<p>Soleh sendiri termasuk korban dengan kondisi paling parah. Ia sempat terhimpit pada bagian bawah tubuh dan dirawat intensif sebelum akhirnya meninggal dunia saat dirujuk ke RSUD Sidoarjo. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor: Rizqi Ardian </strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Pengurus Buka Suara, Ponpes Al Khoziny Akan Hentikan Sementara Kegiatan di Pondok Usai Asrama Roboh</title>
<link>https://suarajatimpost.com/pengurus-buka-suara-ponpes-al-khoziny-akan-hentikan-sementara-kegiatan-di-pondok-usai-asrama-roboh</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/pengurus-buka-suara-ponpes-al-khoziny-akan-hentikan-sementara-kegiatan-di-pondok-usai-asrama-roboh</guid>
<description><![CDATA[ Bangunan tiga lantai Pondok Pesantren Al Khoziny di Sidoarjo ambruk saat digunakan, menelan banyak korban dan mengguncang salah satu pesantren tertua di Jawa Timur. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202509/image_870x580_68da76cd57d3b.webp" length="59012" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 29 Sep 2025 21:02:19 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ryan Ramadhan</dc:creator>
<media:keywords>Pesantren Al-Khoziny, Pesantren, Musala, Masjid, Ponpes Sidoarjo, Surabaya, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SURABAYA, SJP — </strong>Pengasuh Pondok Pesantren (Ponpes) Al Khoziny Sidoarjo, Abdul Salam Mujib, akhirnya angkat bicara terkait ambruknya bangunan tiga lantai dan satu atap dek di kompleks pesantren pada Senin (29/9/2025) sore. </p>
<p>Bangunan yang direncanakan akan dimanfaatkan sebagai musala di lantai dasar serta beberapa aula di lantai atas itu sudah mulai dibangun sejak sembilan hingga sepuluh bulan lalu.</p>
<p>"Sudah lama, sudah sembilan bulan. Kurang lebih sembilan hingga sepuluh bulan," ujar Abdul Salam kepada wartawan, Senin petang (29/9/2025).</p>
<p>Menurutnya, selama pembangunan berlangsung hingga mendekati rampung, lantai dasar bangunan itu memang difungsikan untuk salat para santri, sementara lantai di atasnya masih kosong. Pada hari kejadian, pengecoran untuk lantai empat atau atap dek (<em>roof deck</em>) dilakukan sejak pagi hingga sekitar pukul 12.00 WIB.</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202509/image_870x_68da766586370.webp" alt=""></p>
<p>"Baru tiga (lantai). Ya ada itu terakhir, deck terakhir (pengecoran). Saya kira ngecornya mungkin hanya empat–lima jam selesai. Mungkin jam 12.00 sudah selesai," jelasnya </p>
<p>Salam menyebut musala itu biasanya dipakai santri dari berbagai tingkatan kelas untuk salat berjemaah, termasuk pada waktu Ashar saat insiden terjadi. Namun ia tidak mengetahui pasti jumlah santri yang berada di lokasi karena sebagian masih beraktivitas di luar.</p>
<p>"Ya, semestinya semua (kelas). Cuman kan waktu asar itu kan banyak yang istirahat. Banyak yang masih kegiatan di luar musala kan," tambahnya.</p>
<p>Atas musibah tersebut, pihak ponpes menghentikan sementara seluruh kegiatan di lingkungan pondok. Ia menyampaikan belasungkawa kepada para wali santri dan menekankan pentingnya kesabaran menghadapi ujian tersebut.</p>
<p>"Saya kira memang ini takdir dari Allah. Jadi semuanya harus bisa bersabar dan mudah-mudahan diberi ganti oleh Allah yang lebih baik," ucapnya.</p>
<p><strong>Pesantren Tertua di Jawa Timur</strong></p>
<p>Dikeuahui, Ponpes Al Khoziny yang terletak di Desa Buduran, Kecamatan Buduran, Sidoarjo, itu dikenal sebagai salah satu pesantren tertua di Jawa Timur. Berdiri sekitar tahun 1915–1920, pesantren ini sudah melampaui usia seabad.</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202509/image_870x_68da7481347f2.webp" alt=""></p>
<p>Dilansir dari laman Nahdlatul Ulama (NU) Online, nama Ponpes Al Khoziny diambil dari pendirinya, KH Raden Khozin Khoiruddin atau Kiai Khozin sepuh, menantu KH Ya’qub pengasuh Pesantren Siwalanpanji. Masyarakat lebih mengenalnya sebagai Pesantren Buduran.</p>
<p>Kepastian tahun berdiri sempat diperdebatkan, dengan versi lain menyebut 1926–1927. Namun pengasuh generasi ketiga, KHR Abdus Salam Mujib, menegaskan pesantren telah ada sebelum 1920.</p>
<p><strong>Korban Dievakuasi ke Dua Rumah Sakit</strong></p>
<p>Kondisi terkini, pasca ambruknya bangunan musala asrama putra tiga lantai pada Senin sore membuat puluhan santri menjadi korban. Korban dievakuasi ke RSUD R.T. Notopuro Sidoarjo, dan langsung ditangani di Instalasi Gawat Darurat (IGD).</p>
<p>Hingga pukul 20.00 WIB, lebih dari 35 pasien telah ditangani di rumah sakit tersebut. Sejumlah keluarga juga tampak bergantian masuk menemui pasien. Sebagian pasien dirawat di bed IGD, sementara lainnya masih menjalani pemeriksaan.</p>
<p>Selain RSUD R.T. Notopuro, adapun beberapa korban lain ada yang dirujuk ke RS Islam Siti Hajar Sidoarjo, diketahui informasi terakhir ada 39 korban yang dirujuk ke rumah sakit tersebut, dan satu korban dinyatakan meninggal dunia.</p>
<p>Sementara itu, Kepala Kantor SAR Surabaya, Nanang Sigit, menyampaikan telah terdeteksi tanda dua korban selamat di bawah reruntuhan. Proses evakuasi terus dilakukan dengan bantuan tiga alat berat dan puluhan ambulans.</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202509/image_870x_68da758b48e28.webp" alt=""></p>
<p>"Alat berat sidah kaii siapkan, karena fokus kita sekarang evakuasi korban yang masih selamat," terang Nanang.</p>
<p><strong>Konfirmasi Ketua RT</strong></p>
<p>Munir, Ketua RT 7/RW 3 Desa Buduran, mengonfirmasi sejumlah detail insiden. Ia menegaskan bahwa bangunan yang ambruk adalah musala pesantren, bukan masjid utama yang digunakan warga untuk salat.</p>
<p>"Warga tidak salat di sana, santri juga tidak melakukan salat Jumat di musala itu karena ada masjid sendiri di dekat lokasi," katanya.</p>
<p>Ia juga menyebut bangunan tersebut merupakan bangunan lama yang sedang ditambah pengecoran di lantai atas. Dirinya yang berada di rumah saat kejadian, mengaku mendengar suara gemuruh seperti gempa.</p>
<p>"Saya masih dirumah, jaraknya sekitar 50 meter, pukul 15.00 WIB terdengar suara gemuruh mirip gempa disertai debu hitam, ternyata bangunan asrama itu sudah ambruk," pungkasnya. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Emil Dardak: Struktur Rawan Runtuh, Evakuasi Korban Ponpes Sidoarjo Ekstra Hati&amp;hati</title>
<link>https://suarajatimpost.com/emil-dardak-struktur-rawan-runtuh-evakuasi-korban-ponpes-sidoarjo-ekstra-hati-hati</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/emil-dardak-struktur-rawan-runtuh-evakuasi-korban-ponpes-sidoarjo-ekstra-hati-hati</guid>
<description><![CDATA[ Evakuasi korban reruntuhan Ponpes Al Khoziny di Sidoarjo tak akan dihentikan meski bangunan rawan runtuh susulan, tegas Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Dardak. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202509/image_870x580_68da76cd57d3b.webp" length="59012" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 29 Sep 2025 19:45:33 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ryan Ramadhan</dc:creator>
<media:keywords>Pesantren Al-Khoziny, Pesantren, Musala, Masjid, Ponpes Sidoarjo, Surabaya, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SURABAYA, SJP - </strong>Pemerintah Provinsi Jawa Timur menegaskan operasi penyelamatan terhadap korban ambruknya musala Pondok Pesantren (Ponpes) Al Khoziny, Buduran, Sidoarjo, akan terus dilanjutkan hingga seluruh santri ditemukan.</p>
<p>Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak yang meninjau langsung lokasi mengatakan, pencarian tidak akan dihentikan meskipun situasi di lapangan penuh risiko.</p>
<p>"Evakuasi tidak berhenti sampai semua korban ditemukan dalam keadaan selamat," terangnya, Senin (29/9/2025).</p>
<p>Emil mengingatkan struktur bangunan masih rawan runtuh susulan sehingga petugas harus bekerja dengan ekstra hati-hati sembari mengimbau masyarakat yang tidak ada keperluan bisa menjauhi lokasi yang masih berbahaya.</p>
<p>"Bangunan ini masih tidak stabil. Ada suara ‘krek-krek’ di dalam yang menunjukkan potensi runtuhan susulan. Tim harus memastikan dulu keamanan sebelum bisa masuk lebih jauh," tuturnya.</p>
<p>Selain fokus pada evakuasi, Pemprov Jatim juga menyiapkan bantuan darurat bagi korban yang masih tertimbun.</p>
<p>*Makanan, minuman, dan oksigen sudah disiapkan. Harapannya bisa segera disalurkan kepada anak-anak yang masih di dalam agar tidak kesulitan bernapas," imbuh Emil.</p>
<p>Hingga Senin malam, tim gabungan dari BPBD, Basarnas, TNI, Polri, relawan, serta warga masih berjibaku di lokasi. Mereka berupaya mengangkat puing dan menyalurkan bantuan ke korban dengan penuh kehati-hatian.</p>
<p>Sementara itu, Kapolresta Sidoarjo Kombes Pol Christian Tobing menjelaskan, saat bangunan runtuh sebagian santri sedang beraktivitas di musala. Dikonfirmasi pada pukul 19.30 wib, ada 4 korban yang dinyatakan meninggal dunia.</p>
<p>"Ketika ambruk, ada santri yang sedang salat Asar dan sebagian baru selesai berwudhu," papar Kapolresta Sidoarjo.</p>
<p>Hingga berita ini ditulis, proses evakuasi masih berlangsung, dan data pasti berapa total jumlah jamaah salat ashar pada waktu kejadian juga masih belum bisa dikonfirmasi. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Bangunan Pesantren di Sidoarjo Ambruk, Diduga Akibat Pengecoran Lantai Atas</title>
<link>https://suarajatimpost.com/bangunan-pesantren-di-sidoarjo-ambruk-diduga-akibat-pengecoran-lantai-atas</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/bangunan-pesantren-di-sidoarjo-ambruk-diduga-akibat-pengecoran-lantai-atas</guid>
<description><![CDATA[ Bangunan lantai empat pesantren di Sidoarjo ambruk saat santri melaksanakan salat ashar, diduga menimbun hingga ratusan orang. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202509/image_870x580_68da76cd57d3b.webp" length="59012" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 29 Sep 2025 19:22:07 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ryan Ramadhan</dc:creator>
<media:keywords>Pesantren Al-Khoziny, Pesantren, Musala, Masjid, Ponpes Sidoarjo, Surabaya, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SURABAYA, SJP – </strong>Bangunan asrama putra dan Musala Pondok Pesantren Al-Khoziny di Buduran, Sidoarjo, ambruk pada Senin sore (29/9/2025). Ambruknya bangunan pesantren diduga akibat tidak mampu menahan beban saat melakukan pengecoran di lantai 4 sehingga bangunan runtuh hingga ke lantai dasar.</p>
<p>Diketahui, aktivitas pengecoran telah berlangsung sejak pagi, menjelang sore sekitar pukul 14.40 WIB, bangunan mengalami keruntuhan dari lantai paling atas hingga menimpa area bawah. Saat insiden berlangsung, sejumlah santri diketahui sedang melaksanakan salat di lantai dasar yang dimanfaatkan sebagai Musala.</p>
<p>Ketua Basarnas Surabaya, Nanang Sigit, menyebut pihaknya langsung mengerahkan dua tim dengan total 13 personel ke lokasi. Tim pertama melakukan pemetaan awal dan mendeteksi dua korban selamat di bawah reruntuhan.</p>
<p>"Kami langsung bergerak cepat setelah mendapat laporan. Tim pertama melakukan assessment dan menemukan tanda-tanda dua korban yang masih hidup. Untuk mempercepat evakuasi, kami mengirim tim kedua dengan membawa peralatan ekstrikasi," ucap Nanang, Senin (29/9/2025).</p>
<p>Ia menambahkan, fokus utama tim SAR gabungan adalah evakuasi aman bagi korban maupun personel yang melakukan evakuasi. Hal tersebut dikarenakan akses menuju gedung yang runtuh cukuo sulit akibat lokasinya berada di area belakang pondok pesantren.</p>
<p>"Fokus kami saat ini adalah bagaimana secepat mungkin mengevakuasi korban dengan tetap memperhatikan keselamatan tim di lapangan. Data korban akan kami sampaikan setelah proses evakuasi selesai," tandas Nanang.</p>
<p>Diketahui petugas mulai melakukan upaya evakuasi pada pukul 17.15 WIB ditengah kondisi hujan. Aparat juga terlihat telah memasang garis polisi agar proses evakuasi berjalan lancar.</p>
<p><strong>Getaran Terasa Hingga Jarak 50 meter</strong></p>
<p>Sementara itu, Munir, selaku Ketua RT setempat, mengungkapkan bahwa dirinya mendengar suara gemuruh pada pukul 15.00 wib, dan saat dirinya menuju ke sumber suara, gedung asrama putra Ponpes Al-Khoziny sudah ambruk.</p>
<p>"Jam 3 terdengar suara gemuruh dari rumah saya yang jaraknya sekitar 50 meter. Saya langsung keluar rumah dan langsung melihat debu hitam. Saya langsung datang ke pondok, ternyata sudah banyak warga yang berlarian," ungkap Munir.</p>
<p>Dirinya menjelaskan bahwa bangunan yang runtuh adalah Musala yang digunakan oleh anak-anak pesantren, sementara warga memiliki Musala sendiri yang lokasinya tidak jauh dari lokasi kejadian.</p>
<p>Hingga pukul 19.00 wib, Munir mengonfirmasi bahwa sudah ada tiga korban luka yang telah berhasil dievakuasi oleh petugas gabungan dan akan berlanjut hingga malam. Beberapa peralatan berat seperti ekskavator.</p>
<p>Selain Basarnas, unsur pemerintah daerah juga hadir memantau langsung situasi. Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak datang sekitar pukul 17.00 WIB bersamaan dengan kedatangan tim SAR.</p>
<p>Bupati dan Wakil Bupati Sidoarjo, Subandi serta Mimik Idayana, juga berada di lokasi. Sejumlah ambulans, lebih dari 20 unit, disiagakan untuk mengevakuasi korban. Sebagian korban luka telah dibawa ke RSUD R.T. Notopuro Sidoarjo dan RSI Siti Hajar.</p>
<p>Hingga berita ini ditulis, jumlah pasti korban luka maupun jiwa akibat ambruknya bangunan belum bisa dipastikan. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Dari Mata hingga Jantung, Khasiat Luar Biasa Wortel Biofortifikasi Warna&amp;warni</title>
<link>https://suarajatimpost.com/dari-mata-hingga-jantung-khasiat-luar-biasa-wortel-biofortifikasi-warna-warni</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/dari-mata-hingga-jantung-khasiat-luar-biasa-wortel-biofortifikasi-warna-warni</guid>
<description><![CDATA[ Wortel biofortifikasi berwarna oranye, ungu, dan merah menyimpan nutrisi kompleks provitamin A, karotenoid, hingga antosianin yang mampu menjaga penglihatan, kekebalan tubuh, serta kesehatan jantung. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202509/image_870x580_68d7bf4828841.webp" length="25268" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sat, 27 Sep 2025 19:39:33 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ryan Ramadhan</dc:creator>
<media:keywords>Wortel, Universitas Kristen Petra, PCU, University of Wisconsin-Madison, Surabaya, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SURABAYA, SJP -</strong> Selama ini wortel dikenal sebagai sayuran berwarna oranye dengan kandungan vitamin A yang baik untuk mata. Namun, perkembangan riset pangan menghadirkan fakta baru bahwa wortel ternyata tidak hanya satu warna. </p>
<p>Melalui proses biofortifikasi, kini tersedia varietas wortel dengan kombinasi oranye, ungu, hingga merah. Setiap warna membawa kandungan fitokimia yang berbeda, sekaligus manfaat kesehatan yang lebih luas bagi tubuh.</p>
<p>Prof. Sherry A. Tanumihardjo, Professor Department of Nutritional Sciences University of Wisconsin-Madison, mengungkapkan wortel jenis itu mengandung nutrisi kompleks, mulai provitamin A, karotenoid seperti likopen dan lutein, hingga antosianin. </p>
<p>Kandungan tersebut berperan penting, tidak hanya untuk menjaga penglihatan, tetapi juga bermanfaat untuk meningkatkan kekebalan tubuh, hingga menyehatkan jantung.</p>
<p>"Wortel varietas baru ini bukan hanya sayuran biasa, tetapi juga sumber nutrisi kompleks yang dapat mendukung kesehatan penglihatan, kekebalan tubuh, hingga jantung," jelas Prof. Sherry, Jumat (26/9/2025).</p>
<p>Penjelasan tersebut ia sampaikan dalam Guest Lecture bertajuk “Wortel Warna-warni, Kesehatan yang Luar Biasa: Mengungkap Fitokimia untuk Ilmu Pangan, Kesehatan, dan Kuliner” yang diadakan oleh Food Technology Petra Christian University (PCU) bekerja sama dengan University of Wisconsin-Madison.</p>
<p>Dalam kesempatan tersebut, Prof. Sherry menekankan bahwa vitamin A dari sumber alami wortel akan memberi manfaat besar jika diolah dengan tepat, sementara itu, jika pengolahannya kurang tepat maka Vitamin A yang terkandung bisa hancur.</p>
<p>"Proses memasak itu langkah yang penting, jangan memasak wortel terlalu lama karena bisa menghancurkan Vitamin A," ujarnya.</p>
<p>Selain itu, Prof. Sherry menambahkan konsumsi minyak dalam jumlah cukup turut membantu penyerapan vitamin A.</p>
<p>"Contohnya konsumsi salad sayur bersama dressing oil," katanya.</p>
<p>Sementara itu, Ketua Program Studi Food Technology PCU, Dr. Renny Indrawati, menegaskan bahwa kegiatan tersebut membuka wawasan baru bagi mahasiswa maupun publik tentang pentingnya memahami nutrisi dalam bahan pangan sehari-hari.</p>
<p>"Harapannya dari bahan sederhana ini bisa menjadi wawasan baru tentang solusi hidup sehat dengan bahan pangan dan pengolahan pangan yang tepat," tutur Dr. Renny.</p>
<p>Acara itu juga menjadi bentuk kolaborasi akademik lintas disiplin dengan melibatkan Fakultas Kedokteran dan Fakultas Kedokteran Gigi UK Petra, sekaligus menyoroti pentingnya pendekatan berkelanjutan dalam memerangi defisiensi vitamin A yang masih menjadi masalah di Indonesia. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>“Petualangan Aruna dan Sekala”, Pop&amp;Up Book Edukatif Didik Anak Tentang Empati pada Hewan</title>
<link>https://suarajatimpost.com/petualangan-aruna-dan-sekala-pop-up-book-edukatif-didik-anak-tentang-empati-pada-hewan</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/petualangan-aruna-dan-sekala-pop-up-book-edukatif-didik-anak-tentang-empati-pada-hewan</guid>
<description><![CDATA[ Buku pop-up interaktif “Petualangan Aruna dan Sekala” ajak anak belajar empati dan mencegah kekerasan hewan lewat dunia fantasi penuh konflik nyata sehari-hari. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202509/image_870x580_68d7ae0f75bea.webp" length="48958" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sat, 27 Sep 2025 17:11:27 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ryan Ramadhan</dc:creator>
<media:keywords>Universitas Dinamika, UNDIKA, Animal Welfare, Kesejahteraan Hewan, Animal Abuse, Surabaya, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SURABAYA, SJP - </strong>Kesejahteraan bukan hanya hak manusia, tetapi juga makhluk hidup lain yang hidup berdampingan di bumi, termasuk hewan. Mereka membutuhkan kasih sayang, perlindungan, serta perlakuan yang tepat agar bisa hidup sehat dan sejahtera.</p>
<p>Sayangnya, di Indonesia kasus animal abuse atau kekerasan terhadap hewan masih cukup tinggi setiap tahunnya. Catatan terbaru bahkan menunjukkan adanya peningkatan hingga 50 persen hanya dalam waktu satu tahun, dengan banyak kasus dilakukan oleh anak-anak yang belum memahami batasan dalam memperlakukan hewan.</p>
<p>Melihat kenyataan tersebut, seorang mahasiswa Desain Komunikasi Visual (DKV) Universitas Dinamika (Undika) angkatan 2021, Krissanti Anggi Utami, menghadirkan karya kreatif berupa buku pop-up interaktif.</p>
<p>Mengangkat judul “Petualangan Aruna dan Sekala.” Buku itu dirancang khusus untuk anak usia 7–11 tahun, dengan tujuan mengenalkan nilai-nilai kesejahteraan hewan dan mencegah perilaku kekerasan terhadap mereka sejak dini.</p>
<p>"Saya merasa di Indonesia masih belum banyak yang concern terhadap kesejahteraan hewan. Anak-anak sering bermain-main dengan hewan tapi belum mengerti batasannya," ujar Anggi, Sabtu (27/9/2025).</p>
<p><strong>Edukasi Melalui Dunia Fantasi</strong></p>
<p>Buku pop-up itu tidak hanya berisi gambar dan teks, melainkan juga mengajak anak-anak masuk dalam dunia fantasi penuh makna. Anggi menghadirkan tokoh kakak beradik bernama Aruna dan Sekala, yang suatu hari menemukan medali emas ajaib dan membawanya masuk ke dunia bernama Petopia.</p>
<p>Di dalam Petopia yang dihuni hewan-hewan mamalia, terutama anjing dan kucing, Aruna dan Sekala menghadapi berbagai konflik yang berhubungan dengan keseharian anak-anak. </p>
<p>Mulai dari menolong hewan yang kelaparan, memberikan makanan yang tepat, hingga menyelamatkan kucing hanyut. Dari konflik-konflik inilah empati anak-anak diasah.</p>
<p>"Setiap konflik saya buat agar menggugah empati. Dari situ anak-anak bisa belajar apakah mereka mau menolong atau hanya membiarkan," jelas Anggi.</p>
<p><strong>Teknologi Pop-Up dan <em>Augmented Reality</em></strong></p>
<p>Buku ini hadir dalam 21 halaman, dengan konsep handmade yang seluruhnya dirakit sendiri oleh Anggi. Tidak hanya menyuguhkan pop-up yang interaktif, buku ini juga dilengkapi teknologi <em>Augmented Reality</em> (AR).</p>
<p>Ketika halaman tertentu dipindai dengan aplikasi khusus yang tersedia di App Store dan Play Store, anak-anak bisa melihat animasi singkat hingga mendengar suara yang memperkuat cerita. Dengan cara ini, pengalaman belajar menjadi lebih hidup.</p>
<p>"Kalau di-scan akan muncul animasi. Apa yang nggak bisa saya cantumkan dalam buku, seperti suara, bisa ditampilkan lewat AR," kata Anggi.</p>
<p>Karya tersebut disusun selama dua semester, yakni sejak semester 7 untuk riset hingga semester 8 untuk produksi. Meski menjadi karya pertamanya, Anggi berharap “Petualangan Aruna dan Sekala” dapat berkembang menjadi seri dengan tema yang lebih luas.</p>
<p>"Ini buku pertama. Saya harap bisa ada seri lain. Untuk awal, saya fokus ke mamalia, karena banyak orang Indonesia yang punya anjing dan kucing," pungkasnya.</p>
<p>Saat ini, buku tersebut masih dalam bentuk handmade, sehingga sulit untuk diproduksi massal. Namun Anggi membuka peluang agar karyanya bisa diperbanyak dan dimanfaatkan lebih luas sebagai media edukasi anak dalam menumbuhkan empati kepada hewan. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor: Rizqi Ardian </strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Art Market: Di Balik Indahnya Lukisan, Tersimpan Kisah Perjuangan Seniman</title>
<link>https://suarajatimpost.com/art-market-di-balik-indahnya-lukisan-tersimpan-kisah-perjuangan-seniman</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/art-market-di-balik-indahnya-lukisan-tersimpan-kisah-perjuangan-seniman</guid>
<description><![CDATA[ Di balik indahnya karya seni, pameran Art Market menyingkap kerasnya perjuangan perupa yang harus memutar uang, membeli material, hingga menjual karyanya demi bertahan. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202509/image_870x580_68d799853ca27.webp" length="54404" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sat, 27 Sep 2025 15:44:49 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ryan Ramadhan</dc:creator>
<media:keywords>Ilustrasi Idiom, Art Market, Galeri DKS, Dewan Kesenian Surabaya, Alun-alun Kota Surabaya, Balai Pemuda, Surabaya, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SURABAYA, SJP - </strong>Lukisan seringkali tampil gagah di dinding pameran. Warnanya tegas, bentuknya indah, dan ceritanya menyentuh. Namun di balik setiap goresan, tersimpan perjuangan seniman yang jarang terlihat.</p>
<p>Dibalik kanvas, para seniman terus memutar uang dari hasil penjualan karya untuk membeli cat, kuas, kanvas, hingga kembali memulai proses kreatif yang menguras waktu dan energi. Menjadi perupa bukan hanya perkara estetika, tetapi juga soal bertahan hidup.</p>
<p>Sisi itulah yang ingin diangkat oleh Komunitas Seni Ilustrasinya Idiom dalam pameran bertajuk Art Market yang berlangsung di Galeri Dewan Kesenian Surabaya (DKS), Alun-alun Kota Surabaya, sejak 20 September lalu. Puluhan lukisan berjejer rapi, dengan label harga yang terpasang jelas di bawahnya. </p>
<p><strong>Konsep yang Menghapus Kecanggungan</strong></p>
<p>Ketua pelaksana sekaligus wakil ketua komunitas Ilustrasi Idiom, Ridwan SS, menyebut Art Market digelar dengan tujuan simbiosis mutualisme antara penikmat seni dan pelaku seni, khususnya di ranah seni rupa.</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202509/image_870x_68d7997e20110.webp" alt=""></p>
<p>"Sebelumnya, saya perhatikan masyarakat awam yang ingin mengkoleksi karya pameran secara pribadi itu maju-mundur, karena tidak tahu nominal dan canggung jika ingin bertanya, akhirnya tidak jadi," jelas Ridwan, Sabtu (27/9/2025).</p>
<p>Dengan label harga yang tertera disetiap lukisan yang dipamerkan, Ridwan merasa penikmat seni akan lebih berani bertanya, membuat proses interaksi lebih terbuka dan kemungkinan untuk membeli karya meningkat.</p>
<p>"Pengunjung tidak canggung lagi. Mereka bisa langsung menimbang sesuai kemampuan finansialnya tanpa perlu sungkan bertanya ke pelukis," ujarnya.</p>
<p><strong>Sirkulasi Ekonomi Pelaku Seni</strong></p>
<p>Sementara untuk para pelaku seni, Art Market bukan sekadar ruang pamer seperti pameran pada umumnya, melainkan sebuah wadah bagi para seniman untuk menjaga perputaran hidup mereka.</p>
<p>"Art Market memberi ruang bagi pelaku seni untuk bersirkulasi. Dari menjual karya, membeli bahan, sampai kembali berkarya," tambah Ridwan.</p>
<p>Sebanyak 35 pelukis terlibat dalam pameran tersebut, masing-masing membawa hingga tiga karya. Jenisnya pun beragam, dari lukisan pasar (market art) atau "karya sembako" yang mudah dijual hingga lukisan idealis para seniman yang pasarnya lebih sempit.</p>
<p>"Kami membuka akses selebar-lebarnya. Selagi ada ruang, karya tetap kami pasang dan pamerkan," jelas Ridwan.</p>
<p>Ia menegaskan bahwa Art Market akan dijadikan agenda tahunan setiap September. Harapannya, pameran seni tidak hanya dinikmati oleh kolektor, tetapi juga masyarakat umum yang juga ingin mengapresiasi, atau bahkan memiliki karya seni.</p>
<p><strong>Seniman Kota Gudeg yang Bawa Kesegaran Alam</strong></p>
<p>Di antara perupa yang terlibat, hadir Samuel Nugroho atau akrab disapa Nugee. Seniman asal Bojonegoro yang kini menetap di Yogyakarta itu baru kembali aktif setelah tujuh tahun vakum karena urusan pekerjaan. Pameran di Surabaya menjadi pengalaman barunya setelah sebelumnya pernah berpameran di Ambarawa dan Jakarta.</p>
<p>"Saya bawa dua karya, lukisan pertama itu burung Makau, judulnya Pesona Sayap Tropis. Yang kedua harimau berenang, berjudul Ketenangan Sang Raja,” ungkap Nugee.</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202509/image_870x_68d79999ec2ac.webp" alt=""></p>
<p>Dirinya menjelaskan bahwa alasan dirinya membawa dua lukisan bertemakan alam adalah sebagai representasi pengalaman segar ketika pertama kali berpameran di Kota Pahlawan.</p>
<p>"Pengalaman pertama ini rasanya segar dan fresh gitu, makanya saya bawa lukisan yang hijau-hijau dan segar juga," katanya.</p>
<p>Salah satu karyanya, yakni 'Ketenangan Raja' adalah karya realis itu dibuat dengan cat akrilik di atas kanvas berukuran 60x80 sentimeter. Lukisan yang pembuatannya memakan waktu empat sampai lima hari tersebut ia banderol seharga Rp3 juta.</p>
<p>"Iya lebih malah 200 ribu dari yang burung makau, karena saya lebih suka dan proses pembuatannya lebih susah," beber Nugee.</p>
<p><strong>Hangatnya Sambutan Kota Pahlawan</strong></p>
<p>Nugee mengatakan bahwa dirinya bisa mengetahui pameran Art Market dari ajakan temannya yang mendapat selebaran. Namun, saat akan berangkat, temannya berhalangan hadir hingga dirinya berangkat sendiri ke Surabaya.</p>
<p>Kendati demikian, Nugee justru menemukan kehangatan dari komunitas seniman di Surabaya yang diluar ekspektasinya. Dirinya menyebut bahwa para seniman senior di Kota Pahlawan sangat ayom dan guyub.</p>
<p>"Ketemu sekali langsung jadi saudara. Mungkin itu kalimat yang bisa menggambarkan sambutan para rekan seniman di Kota Surabaya,” ucapnya.</p>
<p>Nugee berharap, komunitas Ilustrasi Idiom bisa terus berkembang dan membentuk pasar seni tetap di Surabaya dan sekitarnya. Lebih jauh, ia ingin semua karya yang digelar di Art Market kali ini menemukan pemilik barunya.</p>
<p>"Harapannya tentu semua lukisan di sini nggak ada yang pulang alias laku semua," pungkas Nugee.</p>
<p>Pameran Art Market bukan sekadar ruang untuk memamerkan karya, tetapi juga cermin dari keteguhan hati para seniman dalam menjaga api kreativitas di tengah kerasnya kehidupan. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor: Rizqi Ardian </strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Satu Dekade, Oktoberfest ke&amp;10 Wisma Jerman Siap Digelar 3 Oktober di Surabaya</title>
<link>https://suarajatimpost.com/satu-dekade-oktoberfest-ke-10-wisma-jerman-siap-digelar-3-oktober-di-surabaya</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/satu-dekade-oktoberfest-ke-10-wisma-jerman-siap-digelar-3-oktober-di-surabaya</guid>
<description><![CDATA[ Oktoberfest Wisma Jerman 2025 rayakan satu dekade sekaligus Hari Persatuan Jerman, hadirkan budaya Bavaria autentik lengkap musik, kuliner khas, dan nuansa kebersamaan Indonesia–Jerman. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202509/image_870x580_68d6942b2b621.webp" length="61394" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Fri, 26 Sep 2025 21:42:48 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ryan Ramadhan</dc:creator>
<media:keywords>Wisma Jerman, Oktoberfest, Oktoberfest 2025, Jerman, Bavaria, Munich, DoubleTree Hotel by Hilton, Surabaya, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SURABAYA, SJP -</strong> Surabaya bersiap menyambut kemeriahan Oktoberfest yang digelar Wisma Jerman pada 3 Oktober 2025 mendatang. Tahun ini, Oktoberfest akan berlangsung di Tunjungan Grand Ballroom, DoubleTree by Hilton Surabaya.</p>
<p>Oktoberfest 2025 menjadi momen istimewa karena perayaan bukan hanya menandai satu dekade penyelenggaraan Oktoberfest di Surabaya, tetapi juga bertepatan dengan Hari Penyatuan Jerman (<em>Day of German Unity</em>) yang dirayakan setiap 3 Oktober. </p>
<p>Dua momentum itu menjadikan Oktoberfest kali ini terasa lebih bermakna, tak hanya hadir sebagai pesta budaya semata, melainkan juga menjadi perayaan kebersamaan antara Indonesia dan Jerman.</p>
<p><strong>Dari Pernikahan Kerajaan Hingga Festival Dunia</strong></p>
<p>Oktoberfest sendiri sebenarnya memiliki sejarah yang panjang sebelum menjadi festival tahunan yang mendunia. Direktur Pelaksana Wisma Jerman, Mike Neuber, menceritakan bahwa festival itu berawal dari pernikahan kerajaan di München lebih dari dua abad lalu, tepatnya tahun 1810.</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202509/image_870x_68d694267335d.webp" alt=""></p>
<p>"Oktoberfest pertama kali digelar untuk merayakan pernikahan Putra Mahkota Ludwig dengan Therese von Sachsen-Hildburghausen," tutur Mike pada konferensi pers Oktoberfest Wisma Jerman 2025 di Double Tree Hotel by Hilton, Jumat (26/9/2025).</p>
<p>"Pada saat itu digelarlah balapan kuda besar sebagai wujud perayaan pernikahan mereka, lalu lama-kelamaan berkembang jadi festival rakyat yang kini dikenal banyak orang," imbuh Mike.</p>
<p>Dari waktu ke waktu, balapan kuda pun ditinggalkan, tetapi bagian pesta bir, hiburan, dan permainan rakyat justru berkembang semakin besar. Kini, Oktoberfest modern identik dengan tenda-tenda bir raksasa yang setiap tahunnya menarik jutaan pengunjung ke München.</p>
<p><strong>Oktoberfest di Surabaya</strong></p>
<p>Semangat yang sama dihadirkan Wisma Jerman di Surabaya sejak 2011. Meski sempat vakum beberapa tahun akibat pandemi, Oktoberfest tetap menjadi acara tahunan yang ditunggu-tunggu. </p>
<p>Kali ini, Oktoberfest di Surabaya akan berlangsung di venue yang baru, yakni di Tunjungan Grand Ballroom, DoubleTree by Hilton Surabaya, mulai pukul 19.00 WIB.</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202509/image_870x_68d6941b2491d.webp" alt=""></p>
<p>"Karena festival tahun ini bertepatan dengan Hari Persatuan Jerman, jadi nuansanya akan penuh makna persahabatan dan perayaan bersama," tambah Mike.</p>
<p>Oktoberfest 2025 akan menghadirkan band asal Jerman, Night Lilies, yang siap memeriahkan panggung dengan musik khas Bavaria. Setelah itu, penampilan penuh energi dari DJ Gatra akan menutup malam dengan semarak.</p>
<p>Tak ketinggalan, buffet istimewa bertema Jerman akan menyajikan hidangan klasik seperti pork knuckles, Leberkäse, Spätzle, sausages, pretzels hingga aneka kudapan khas lainnya, lengkap dengan free flow minuman Oktoberfest.</p>
<p>Harga tiket dibanderol Rp700.000 per orang. Untuk rombongan minimal 10 orang, harga menjadi Rp650.000 per orang, sementara tiket anak-anak Rp300.000. Untuk informasi pembelian bisa dilihat melalui laman Instagram resmi dari Wisma Jerman.</p>
<p><strong>Bangga Jadi Tuan Rumah</strong></p>
<p><em>General Manager</em> DoubleTree by Hilton Surabaya, Shane Ingram, menyampaikan rasa bangga bisa menjadi bagian dari Oktoberfest yang begitu bersejarah tahun ini.</p>
<p>"Kami sangat bangga menjadi tuan rumah Oktoberfest 2025 bersama Wisma Jerman. Ini adalah momen satu dekade yang spesial," ucal Ingram dalam keterangannya.</p>
<p>Menurutnya, kolaborasi dengan Wisma Jerman sejalan dengan komitmen DoubleTree untuk terus menghadirkan acara internasional berkelas di Surabaya.</p>
<p><strong>Sentuhan Bavaria di Kota Pahlawan</strong></p>
<p><em>Marketing Communication Manager</em> DoubleTree by Hilton Surabaya, Fanidia Larasati, yang hadir dalam konferensi pers Oktoberfest 2025 menjelaskan persiapan khusus yang dilakukan, terutama dalam menciptakan nuansa Bavaria yang kental.</p>
<p>"Dekorasi akan didominasi warna biru–putih, warna identik Bavaria. Itu berasal dari bendera resmi Bavaria yang sudah lama menjadi simbol tradisi," kata Fanidia.</p>
<p>Ia menambahkan, bukan hanya dekorasi, tetapi juga kostum, pernak-pernik, hingga penyajian makanan semuanya dirancang untuk membawa pengunjung seolah hadir langsung di München.</p>
<p>"Untuk makanan, kita siapkan menu klasik Oktoberfest seperti pork knuckles, Leberkäse, Spätzle, sausages, pretzels. Itu memang tantangan, tapi tim chef kami sudah menyiapkan yang terbaik untuk hari H," ujarnya.</p>
<p>Dengan sejarah panjang dan persiapan matang, Oktoberfest Wisma Jerman 2025 di Surabaya dipastikan akan menjadi pesta budaya sekaligus perayaan persahabatan Indonesia–Jerman yang tak terlupakan. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>KONI Jatim Sampaikan Duka Mendalam atas Wafatnya Atlet Gimnastik Muda Naufal Takdir</title>
<link>https://suarajatimpost.com/koni-jatim-sampaikan-duka-mendalam-atas-wafatnya-atlet-gimnastik-muda-naufal-takdir</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/koni-jatim-sampaikan-duka-mendalam-atas-wafatnya-atlet-gimnastik-muda-naufal-takdir</guid>
<description><![CDATA[ Atlet muda berbakat Naufal Takdir, peraih dua perak PON Sumut, wafat usai kecelakaan latihan di Rusia; KONI Jatim pastikan pemulangan jenazah segera dipercepat. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202509/image_870x580_68d644615607d.webp" length="17548" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Fri, 26 Sep 2025 16:23:09 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ryan Ramadhan</dc:creator>
<media:keywords>KONI Jatim, Gimnastik, Naufal Takdir, Atlet Meninggal, Rusia, Surabaya, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SURABAYA, SJP —</strong> Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Jawa Timur menyampaikan duka mendalam atas wafatnya atlet gimnastik artistik putra, Naufal Takdir Al Bari (19), yang meninggal dunia setelah mengalami kecelakaan saat latihan di Penza, Rusia.</p>
<p></p>
<p>Ketua KONI Jatim, Muhammad Nabil, menegaskan bahwa proses pemulangan jenazah tengah diupayakan secepatnya melalui koordinasi antara Pengurus Besar Persatuan Senam Indonesia (PB Persani) dan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Rusia.</p>
<p></p>
<p>"Oh iya, sedang diproses. Semoga dipercepat. PB Senam dan Kedutaan Besar Indonesia di Rusia sudah mengurus kejadian itu," ujar Nabil saat ditemui dalam peringatan Hari Olahraga Nasional (HAORNAS) ke-42 di Universitas Negeri Surabaya (Unesa), Jumat (26/9/2025).</p>
<p></p>
<p>Nabil mengenang Naufal sebagai anak berprestasi yang mulai menonjol sejak Pekan Olahraga Nasional (PON) Sumatra Utara 2024, di mana ia berhasil meraih medali perak.</p>
<p></p>
<p>"Dia anak berprestasi, sudah mulai kelihatan waktu PON Sumut kemarin. Tapi ya itu sebuah musibah dalam latihan di Pelatnas untuk ikut di SEA Games," tambahnya.</p>
<p></p>
<p><strong>Kronologi Kejadian</strong></p>
<p>Naufal meninggal dunia pada Kamis (25/9/2025) waktu Indonesia di Rumah Sakit G.A. Zakharyin, Penza, Rusia, setelah menjalani perawatan intensif selama 12 hari di ruang ICU. </p>
<p></p>
<p>Ia mengalami kecelakaan saat menjalani program latihan bersama empat atlet gimnastik artistik putra Indonesia lainnya di The Palace of Sport Training Center Burtasy, Penza.</p>
<p></p>
<p>Program training camp tersebut berlangsung sejak 1 September 2025, dengan dukungan pembiayaan dari Pemusatan Pelatihan Olahraga Nasional (PPON) Kementerian Pemuda dan Olahraga.</p>
<p></p>
<p><strong>Talenta Besar Gimnastik Indonesia</strong></p>
<p>Menurut keterangan resmi Federasi Gimnastik Indonesia (FGI), Naufal merupakan salah satu atlet potensial Indonesia yang tengah dipersiapkan untuk sejumlah ajang internasional, antara lain:</p>
<ul>
<li>Kejuaraan Dunia ke-53 FIG Artistic Gymnastics 2025 di Jakarta,</li>
<li>SEA Games 2025 di Thailand,</li>
<li>serta proyeksi jangka panjang menuju Olimpiade Los Angeles 2028.</li>
</ul>
<p></p>
<p>Sebelumnya, Ketua Umum FGI, Ita Yuliati, sudah memberikan keterangan dan menyebut bahwa kepergian Naufal sebagai kehilangan besar dunia olahraga Indonesia.</p>
<p></p>
<p>"Innalillahi wa inna ilaihi rojiun. Atlet nasional putra kita Naufal berpulang ke Rahmatullah. Naufal merupakan atlet muda berbakat dan sosok yang baik. Gimnastik Indonesia kehilangan putra terbaik bangsa," ujarnya dalam keterangan tertulis.</p>
<p></p>
<p>Saat ini, FGI bersama KONI Jatim, KBRI di Moskow, Federasi Gimnastik Rusia, serta Kedutaan Rusia di Indonesia tengah berkoordinasi untuk memastikan pemulangan jenazah Naufal ke tanah air. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor: Rizqi Ardian </strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>HAORNAS 2025, Sport Science UNESA Jadi Kunci Pembinaan Atlet Jatim</title>
<link>https://suarajatimpost.com/haornas-2025-sport-science-unesa-jadi-kunci-pembinaan-atlet-jatim</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/haornas-2025-sport-science-unesa-jadi-kunci-pembinaan-atlet-jatim</guid>
<description><![CDATA[ UNESA ditegaskan sebagai episentrum sport science Indonesia, menjadi pusat pembinaan atlet Jawa Timur menuju Indonesia Emas 2045 lewat kolaborasi pendidikan, beasiswa, dan penguatan prestasi olahraga. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202509/image_870x580_68d6445b6a3c0.webp" length="48656" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Fri, 26 Sep 2025 16:03:39 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ryan Ramadhan</dc:creator>
<media:keywords>Universitas Negeri Surabaya, UNESA, Hari Olahraga Nasional, HAORNAS 2025, KONI, Surabaya, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SURABAYA, SJP —</strong> Universitas Negeri Surabaya (UNESA) kembali menegaskan posisinya sebagai pusat atau episentrum pengembangan sains olahraga (sport science) di Indonesia lewat momentum Gebyar Puncak Peringatan Hari Olahraga Nasional (HAORNAS) ke-42 tahun 2025.</p>
<p></p>
<p>Mengangkat tajuk Jatim Sport Festival (Jatim Sportiv) “Olahraga Satukan Kita”, HAORNAS 2025 menjadi ajang kolaborasi strategis antara UNESA dan Pemerintah Provinsi Jawa Timur dalam mewujudkan pembinaan atlet menuju Indonesia Emas 2045.</p>
<p></p>
<p>Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa yang turut hadir dalam acara, menekankan pentingnya peran sport science dalam pembinaan dan pelatihan atlet. Ia menyebut inisiatif dari UNESA patut diapresiasi karena mampu menggerakkan konsolidasi olahraga di Jawa Timur.</p>
<p></p>
<p>"Pengembangan sport science di Indonesia memang episentrumnya di UNESA. Jadi inisiasinya luar biasa dari Pak Rektor," ungkap Khofifah saat membuka puncak peringatan HAORNAS 2025, Jumat (26/9/2025).</p>
<p></p>
<p>Dihadapan 15.000 peserta yang hadir secara daring maupun datang langsung, Gubernur Jatim ingin momentum HAORNAS 2025 berlanjut hingga terjadi konsolidasi antara pimpinan cabang olahraga (cabor) tingkat provinsi bersama Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI).</p>
<p></p>
<p>"Yang pasti saya harap resonansi HAORNAS ini bisa memberikan semangat agar olahraga di Jawa Timur lebih fokus, terutama dalam hal pembinaan, pelatihan, dan training," ujar Khofifah.</p>
<p></p>
<p>Sementara itu, Ketua KONI Jatim, Muhammad Nabil, menambahkan bahwa momentum HAORNAS menjadi ajang refleksi terhadap capaian prestasi olahraga di Jawa Timur. Menurutnya, prestasi harus diukur dari kemenangan di berbagai kejuaraan, baik nasional maupun internasional.</p>
<p></p>
<p>"Target kita adalah kemenangan-kemenangan di setiap event olahraga. Penguatannya ada di sport science, dan kualitas UNESA tidak diragukan sebagai partner Jawa Timur dalam pengembangan prestasi," terang Nabil.</p>
<p></p>
<p>"Bahkan beasiswa dari UNESA menjadi pemicu semangat anak-anak untuk berolahraga sekaligus berpendidikan," imbuhnya.</p>
<p></p>
<p>Rektor UNESA, Nurhasan, menyampaikan bahwa beasiswa bukan hanya penghargaan, tetapi juga jaminan masa depan atlet setelah karier olahraga. Tahun ini UNESA memberikan 25 beasiswa S1, 5 beasiswa S2, dan 5 beasiswa S3 untuk para atlet berprestasi.</p>
<p></p>
<p>"Beasiswa itu motivasi agar anak-anak atlet tetap perform. Harapannya perguruan tinggi lain juga ikut berpartisipasi memikirkan SDM berprestasi ini. Ketika atlet tenang dengan pendidikan, mereka bisa bahagia berlatih dan tetap fokus," ungkap Nurhasan.</p>
<p></p>
<p>Dirinya juga menginginkan agar perguruan tinggi lain juga ikut berpartisipasi dalam memberikan dukungan (support) kepada sumber daya manusia (SDM) yang memiliki prestasi di bidang olahraga.</p>
<p></p>
<p>"Dukungan ini jadi penting agar para atlet tetap bersemangat dan bahagia dalam menjalani aktivitas serta latihan," tambahnya.</p>
<p></p>
<p>Selain memantik prestasi, Nurhasan menambahkan bahwa HAORNAS juga mengingatkan pentingnya kebugaran masyarakat. Gemar berolahraga, menurutnya, adalah modal penting dalam membentuk SDM unggul dan tangguh menghadapi tantangan zaman. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor: Rizqi Ardian </strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>GPM Serentak di Jatim, Mentan Gelontorkan 2.400 Ton Beras Murah</title>
<link>https://suarajatimpost.com/gpm-serentak-di-jatim-mentan-gelontorkan-2400-ton-beras-murah</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/gpm-serentak-di-jatim-mentan-gelontorkan-2400-ton-beras-murah</guid>
<description><![CDATA[ Indonesia mencatat stok beras tertinggi sejak merdeka, tanpa impor hampir setahun. Pemerintah gelontorkan 2.400 ton beras murah di 828 titik Jawa Timur. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202509/image_870x580_68d2a48d833c6.webp" length="64754" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Tue, 23 Sep 2025 23:08:59 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ryan Ramadhan</dc:creator>
<media:keywords>Gerakan Pangan Murah, GPM, Beras, Kementerian Pertanian, Mentan, Andi Amran, Surabaya, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SURABAYA, SJP – </strong>Pemerintah pusat melalui Kementerian Pertanian bersama Pemerintah Provinsi Jawa Timur menggelontorkan 2.400 ton beras dalam Gerakan Pangan Murah (GPM) yang digelar serentak di 828 titik, Senin (23/9/2025). </p>
<p></p>
<p>Program tersebut diharapkan menjadi langkah nyata menjaga keterjangkauan harga dan stabilitas pangan di tingkat masyarakat.</p>
<p></p>
<p>Hadir dalam GPM di Taman Mundu atau Taman 10 Nopember, Tambaksari Surabaya, Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa GPM bukan kegiatan seremonial, melainkan gerakan berkelanjutan yang akan dilakukan hingga akhir tahun.</p>
<p></p>
<p>"Gerakan ini tidak berhenti hari ini saja, melainkan akan terus berlanjut hingga akhir tahun untuk menjaga keterjangkauan harga di masyarakat," ujar Amran Selasa (23/9/2025).</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202509/image_870x_68d2a48a78723.webp" alt=""></p>
<p>Amran menyebut pemerintah melepas ribuan ton beras SPHP dengan harga Rp55.000 per lima kilogram agar masyarakat dapat memperoleh bahan pokok dengan harga terjangkau. Ia meminta Bulog membuka akses penuh untuk pemerintah daerah.</p>
<p></p>
<p>"Kami minta Bulog buka 24 jam, dan jangan dipersulit. Bupati dan wali kota yang ingin mengambil beras jangan dibatasi, supaya rakyat bisa merasakan langsung kehadiran negara," ujarnya.</p>
<p></p>
<p>Menurut Amran, hingga saat ini stok beras nasional mencapai 1,3 juta ton, dengan tambahan 1,7 juta ton yang siap digelontorkan melalui operasi pasar hingga akhir tahun.</p>
<p></p>
<p>Selain itu, Amran juga membeberkan data FAO (<em>Food and Agriculture Organization</em>) yang menunjukkan bahwa peningkatan produksi beras Indonesia menempati posisi kedua tertinggi di dunia.</p>
<p></p>
<p>Ia menegaskan capaian tersebut menjadi tonggak sejarah karena Indonesia tidak melakukan impor beras hampir setahun sejak pemerintahan Presiden Prabowo Subianto berjalan.</p>
<p></p>
<p>"Sampai detik ini kita tidak ada impor beras. Stok kita bahkan tertinggi sejak Indonesia merdeka," ungkapnya.</p>
<p></p>
<p>Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyambut baik langkah cepat pemerintah pusat. Menurutnya, stok pangan di Jatim sebenarnya cukup melimpah, namun tantangan terbesar adalah distribusi.</p>
<p></p>
<p>"Gerakan Pangan Murah ini menjadi langkah nyata agar masyarakat dapat merasakan langsung keterjangkauan harga di pasar," tuturnya.</p>
<p></p>
<p>Khofifah optimistis dengan sinergi antara pemerintah pusat, pemda, dan masyarakat, Jawa Timur bisa menjaga ketersediaan dan keterjangkauan pangan.</p>
<p></p>
<p>"Saya rasa langkah ini akan sangat melancarkan pemenuhan kebutuhan pokok, terutama beras yang menjadi konsumsi tertinggi rumah tangga," tambahnya.</p>
<p></p>
<p>Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, menyebut Jatim bisa menjadi contoh bagi provinsi lain dalam pelaksanaan GPM.</p>
<p></p>
<p>"Mudah-mudahan kegiatan ini bisa diikuti oleh provinsi-provinsi lain. Jawa Timur hari ini menunjukkan sinergi luar biasa antara pemerintah daerah, Forkopimda, dan masyarakat dalam penyaluran SPHP," ujarnya.</p>
<p></p>
<p>Sebagai informasi, distribusi GPM serentak kali ini mencakup 222 kantor kecamatan, 308 polsek, 212 koramil, serta 16 lokasi lainnya. Di setiap titik, Bulog menyiapkan sekitar 3 ton beras SPHP, khusus Taman Mundu Surabaya disediakan 10 ton. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor: Rizqi Ardian </strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Bisa Anonim, Mahasiswa Undika Kembangkan Aplikasi Aduan Sampah Liar yang Aman bagi Pelapor</title>
<link>https://suarajatimpost.com/bisa-anonim-mahasiswa-undika-kembangkan-aplikasi-aduan-sampah-liar-yang-aman-bagi-pelapor</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/bisa-anonim-mahasiswa-undika-kembangkan-aplikasi-aduan-sampah-liar-yang-aman-bagi-pelapor</guid>
<description><![CDATA[ Warga sering takut dicap pengadu saat melaporkan sampah liar, kondisi inilah yang melahirkan inovasi aplikasi LaporSampah.id dengan fitur anonim dan kamera GPS real time. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202509/image_870x580_68d2a482d7ddb.webp" length="26852" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Tue, 23 Sep 2025 22:58:31 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ryan Ramadhan</dc:creator>
<media:keywords>Universitas Dinamika, Undika, STIKOM Surabaya, Sampah, Sampah.id, Surabaya, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SURABAYA, SJP —</strong> Perilaku buang sampah sembarangan masih saja ditemukan hingga kini, tidak terkecuali di kawasan perkotaan yang jumlahnya masyarakatnya terus bertambah akibat proses urbanisasi.</p>
<p>Ironisnya, upaya sebagian warga untuk melaporkan pelanggaran buang sampah sembarangan terkadang justru berbalik tidak menyenangkan, karena pelapor dianggap sebagai “pengadu”. Kondisi tersebut membuat masalah sampah liar semakin sulit ditangani dengan baik.</p>
<p>Melihat persoalan itu, sekelompok mahasiswa dari Universitas Dinamika (Undika) Surabaya menghadirkan inovasi baru bernama LaporSampah.id, sebuah platform warga untuk melaporkan, memantau, dan menuntaskan sampah liar secara aman dan transparan. </p>
<p>Inisiatif tersebut digerakkan oleh Alexander Wibowo, mahasiswa S1 Sistem Informasi angkatan 2022, bersama tiga rekannya.</p>
<p>"Sampah.id adalah platform warga untuk melaporkan, memantau, dan menuntaskan sampah liar secara transparan, kolaboratif, dan edukatif," jelas Alexander, Selasa (23/9/2025).</p>
<p>Aplikasi itu dirancang untuk menjawab tiga persoalan utama mengenai pelaporan adanya tindak buang sampah sembarang, diantaranya:</p>
<ol>
<li>Sulitnya menemukan saluran pelaporan sampah yang mudah,</li>
<li>Minimnya perlindungan identitas bagi pelapor,</li>
<li>Kurangnya transparansi tindak lanjut pelaporan.</li>
</ol>
<p>"Masyarakat sering takut dicap pengadu karena identitasnya tidak terlindungi, sementara tindak lanjut dari laporan juga jarang jelas," ujarnya.</p>
<p>Melalui aplikasi itu, masyarakat bisa mengirim laporan secara real time dengan bantuan fitur kamera ber-GPS. Fitur tersebut memastikan foto bukti sampah memuat lokasi dan waktu yang akurat. Pelapor pun bisa memilih untuk tetap anonim.</p>
<p>"Dengan fitur anonim, masyarakat bisa melapor tanpa takut dicap pengadu di lingkungannya. Identitasnya aman," tegas Alexander.</p>
<p>Selain menjadi sarana pelaporan, LaporSampah.id juga membuka ruang kolaborasi dengan pemerintah, komunitas, hingga relawan lingkungan. </p>
<p>Alexander menyebut pihaknya siap menggandeng Dinas Kebersihan, Dinas Lingkungan Hidup (DLH), bahkan komunitas <em>Non-Governmental Organization</em> (NGO) peduli lingkungan seperti Pandawara.</p>
<p>"Kita bisa bekerja sama dengan pemerintah maupun komunitas, supaya laporan bisa langsung ditindaklanjuti," kata dia.</p>
<p>Saat ini, pengembangan aplikasi sudah mencapai 50 persen dan ditargetkan rampung dalam 1–2 bulan ke depan.</p>
<p>LaporSampah.id akan hadir dalam versi mobile untuk Android dan iOS, mengingat penggunaan smartphone yang terus meningkat di kalangan masyarakat.</p>
<p>Alexander berharap inovasi itu dapat menjadi jembatan komunikasi antara warga dengan pihak berwenang agar persoalan sampah liar di perkotaan bisa segera tertangani.</p>
<p>"Harapan kami, aplikasi ini bisa berjalan lancar dengan dukungan pemerintah, sehingga fungsi-fungsinya benar-benar membantu penyelesaian masalah sampah di kota besar," tutupnya. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor: Rizqi Ardian </strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>YKAI Jatim Gelar Pameran Lukisan Anak, Alun&amp;alun Surabaya Disulap Jadi Ruang Ekspresi Pelukis Cilik</title>
<link>https://suarajatimpost.com/ykai-jatim-gelar-pameran-lukisan-anak-alun-alun-surabaya-disulap-jadi-ruang-ekspresi-pelukis-cilik</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/ykai-jatim-gelar-pameran-lukisan-anak-alun-alun-surabaya-disulap-jadi-ruang-ekspresi-pelukis-cilik</guid>
<description><![CDATA[ Alun-alun Surabaya mendadak berwarna, dipenuhi balon dan keceriaan anak-anak, saat 25 pelukis cilik termasuk anak istimewa memamerkan karya di Galeri Merah Putih. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202509/image_870x580_68d2a4796d870.webp" length="51056" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Tue, 23 Sep 2025 22:11:51 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ryan Ramadhan</dc:creator>
<media:keywords>Yayasan Kesejahteraan Anal Indonesia Provinsi Jawa Timur, YKAI Jatim, YKAI, Alun-alun Surabaya, Galeri Merah Putih, Anak, Surabaya, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SURABAYA, SJP — </strong>Suasana Alun-alun Kota Surabaya terasa berbeda sejak akhir pekan. Area disekitar Galeri Merah Putih dipenuhi balon warna-warni, keceriaan anak-anak, dan nuansa meriah yang tidak biasanya. </p>
<p>Rupanya, ada pameran bertajuk “Pameran Lukisan Anak: Terimakasih Ayah dan Bunda” yang digelar oleh Yayasan Kesejahteraan Anak Indonesia Provinsi Jawa Timur (YKAI Jatim) sejak 20 hingga 25 September 2025.</p>
<p>Fera Hadriyanti, panitia penyelenggara, menyebut kegiatan ini sebagai wadah bagi anak-anak untuk menyalurkan kreativitas sekaligus sarana mendekatkan masyarakat pada karya seni.</p>
<p>"Pameran ini diikuti 25 pelukis cilik, termasuk anak-anak istimewa. Kami ingin masyarakat lebih menghargai kreativitas anak bangsa," ujar Fera, Selasa (23/9/2025).</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202509/image_870x_68d2a4760d00d.webp" alt=""></p>
<p>Dirinya juga menuturkan bahwa kreatifitas anak harus didukung sejak dini. Ragam potensi seperti piawai dalam menari, pandai berbicara di depan umum, ada pula yang menemukan dunianya lewat sapuan kuas seperti yang dilihat dalam 'Pameran Lukisan Anak: Terimakasih Ayah dan Bunda'.</p>
<p>Melalui gelaran pameran tersebut, YKAI Jatim ingin orang tua juga turut hadir bukan sekadar sebagai pengasuh, melainkan teman yang mendukung setiap potensi anaknya.</p>
<p>"Kalau orang tua sering mengajak anak ke pameran seni, bahkan sekadar menjadi pengunjung saja, itu sudah bisa memancing potensi seni dari anak itu," tambahnya.</p>
<p>Dukungan serupa juga ditegaskan oleh Ketua Umum YKAI Jawa Timur, Satiti Kuntari. Menurutnya, pameran ini adalah bagian dari visi besar YKAI untuk mempersiapkan generasi yang handal dan berkualitas.</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202509/image_870x_68d2a46b0d315.webp" alt=""></p>
<p>"Kami ingin menciptakan lingkungan yang memberi peluang, dukungan, dan perlindungan bagi anak-anak untuk berkembang, baik jasmani maupun rohani," katanya.</p>
<p>Sementara itu, salah satu peserta pameran, Fatimah Hasna Asseggaf, terlihat antusias menceritakan karya lukisannya yang diikutkan dalam pameran tersebut dengan tajuk<em> "Deep Forest".</em></p>
<p>"Iya, yang hadi inspirasi lukisanku itu hutan lebat dengan pepohonan raksasa dan suara gemuruh air dari kejauhan," ungkap Fatimah.</p>
<p>Kehadiran pameran lukisan anak oleh YKAI Jatim di Kota Pahlawan menjadi pengingat bahwa setiap anak memiliki cara unik untuk mengekspresikan dirinya. Melalui warna, bentuk, dan imajinasi, mereka sedang belajar menapaki masa depan dengan percaya diri. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Pendataan Warga Non&amp;Permanen Surabaya Diperketat, Pendatang Wajib Lapor 1x24 jam</title>
<link>https://suarajatimpost.com/pendataan-warga-non-permanen-surabaya-diperketat-pendatang-wajib-lapor-1x24-jam</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/pendataan-warga-non-permanen-surabaya-diperketat-pendatang-wajib-lapor-1x24-jam</guid>
<description><![CDATA[ Pemkot Surabaya mewajibkan warga pendatang lapor 1x24 jam dan pemilik kos pisahkan penghuni laki-laki-perempuan, dengan ancaman sanksi administratif hingga sosial bila melanggar. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202509/image_870x580_68d1518a9b952.webp" length="33052" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 22 Sep 2025 21:57:49 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ryan Ramadhan</dc:creator>
<media:keywords>Indekos, Kos-kosan, Kos Campur, Living Together, Kasus Mutilasi, Satpol PP, Pemkot Surabaya, Surabaya, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SURABAYA, SJP — </strong>Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya memperketat pengawasan rumah kos dan kontrakan pasca-viral kasus mutilasi di daerah Lakarsantri yang sempat viral beberapa waktu lalu.</p>
<p>Selain operasi yustisi, pemkot juga berencana mengaktifkan kembali program Kampung Pancasila agar warga ikut terlibat dalam pengawasan berbasis lingkungan.</p>
<p><b>Warga Surabaya Ikut Dilibatkan </b></p>
<p>Kepala Satpol PP Surabaya, Achmad Zaini, mengatakan partisipasi warga sangat penting karena luasnya wilayah kota yang memiliki lebih dari 9.000 RT dan 1.360 RW.</p>
<p>"Sesuai arahan Wali Kota, kami akan mengefektifkan kembali Kampung Pancasila agar warga ikut menjaga lingkungannya, termasuk dalam mengawasi kos-kosan," kata Zaini, Senin (22/9/2025).</p>
<p>Meski program Kampung Pancasila akan segera diberlakukan, Zaini menegaskan bahwa operasi yustisi tetap rutin dilakukan dengan melibatkan perangkat daerah, camat, dan lurah.</p>
<p>Pemilik kos juga diwajibkan melapor penghuni baru maksimal 14 hari setelah kedatangan, menyediakan ruang tamu terpisah, serta memastikan tidak ada pencampuran penghuni laki-laki dan perempuan tanpa pemisahan jelas.</p>
<p>"Kita akan mengimbau kembali kepada pemilik kos-kosan agar meskipun campur ada pemisahan yang jelas," ujarnya.</p>
<p>Menurut Zaini, pengawasan malam hari menjadi tanggung jawab pemilik kos bersama RT. Pemkot juga menyiapkan sanksi berlapis jika ditemukan pelanggaran, bahkan hingga pencabutan izin.</p>
<p>"Yang paling ekstrem adalah memang sanksi dari warga, berupa sanksi sosial," tegasnya.</p>
<p><strong>Pemkot Beri Kemudahan RT Catat Data Penduduk</strong></p>
<p>Sementara itu, Kepala Dispendukcapil Surabaya, Eddy Christijanto, menegaskan pengawasan diperkuat dengan pendataan administrasi kependudukan, khususnya bagi warga non-permanen. Program ini sudah berjalan sejak 2023 sesuai Permendagri 74/2022.</p>
<p>"Pendataan ini sangat penting agar pemerintah tahu jumlah dan lokasi warga luar kota yang tinggal di Surabaya. Sehingga ketika ada masalah sosial atau hukum, data mereka bisa langsung dilacak," kata Eddy.</p>
<p>Eddy menyebut jumlah warga non-permanen yang sudah terdata baru 41.726 orang. Untuk mempercepatnya, Pemkot memberi akun khusus kepada Ketua RT agar bisa langsung memasukkan data ke sistem informasi kependudukan.</p>
<p>"Sehingga nanti mereka akan mendapatkan bukti pendataan penduduk non-permanen," jelasnya.</p>
<p>Ia menegaskan kewajiban melapor bagi warga luar daerah sudah diatur dalam Perwali Nomor 30 Tahun 2025. Warga harus melapor dalam waktu 1x24 jam setelah tiba di Surabaya.</p>
<p>"Setelah itu RT akan melakukan pengisian dengan sistem informasi teknologi yang sudah kita siapkan, yaitu pendataan penduduk non-permanen," tegas Eddy.</p>
<p>Berdasarkan laporan kecamatan, jumlah kos-kosan di Surabaya saat ini mencapai lebih dari 6.000 unit. Eddy menambahkan penertiban tidak hanya menyasar kos harian dan bulanan, tetapi juga kontrakan.</p>
<p>"Teman-teman camat sebenarnya sudah melakukan pendataan terhadap kos-kosan. Bahkan dibantu oleh teman-teman Satpol PP untuk melakukan pendataan," pungkasnya. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Jan Hwa Diana Kembali ke Meja Hijau, Kini Divonis 8 Bulan Penjara atas Kasus Perusakan Mobil</title>
<link>https://suarajatimpost.com/jan-hwa-diana-kembali-ke-meja-hijau-kini-divonis-8-bulan-penjara-atas-kasus-perusakan-mobil</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/jan-hwa-diana-kembali-ke-meja-hijau-kini-divonis-8-bulan-penjara-atas-kasus-perusakan-mobil</guid>
<description><![CDATA[ Pertikaian proyek kanopi Rp400 juta berujung ricuh kembali seret Jan Hwa Diana dan suami ke meja hijau dengan tuntutan oleh JPU 8 bulan penjara. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202509/image_870x580_68d1474b4e1e1.webp" length="35716" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 22 Sep 2025 20:47:51 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ryan Ramadhan</dc:creator>
<media:keywords>Jan Hwa Diana, Sentoso Seal, Pengadilan Negeri, PN Surabaya, Surabaya, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SURABAYA, SJP — </strong>Nama Jan Hwa Diana, pengusaha asal Surabaya, kembali jadi sorotan. Setelah sempat viral karena kasus penahanan ijazah karyawan di perusahaannya, UD/ PT Sentoso Seal, kini ia bersama sang suami, Handy Soenario, harus berhadapan dengan hukum atas perkara perusakan mobil milik rekan kerjanya.</p>
<p></p>
<p>Kasus tersebut bergulir di Pengadilan Negeri Surabaya dengan nomor perkara 1616/Pid.B/2025/PN Sby. Senin (22/9/2025), keduanya hadir di ruang sidang Sari 2 mengenakan rompi tahanan merah.</p>
<p></p>
<p><strong>Dituntut 8 Bulan Penjara</strong></p>
<p>Dalam persidangan, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Ahmad Muzakki menuntut Diana dan Handy masing-masing 8 bulan penjara. Mereka terbukti merusak dua mobil milik Hironius Tuqu alias Nimus di Perumahan Pradah Permai.</p>
<p></p>
<p>"Meringankan, belum pernah dipidana. Mereka (Jan Hwa Diana, Handy Soenario dengan Nimus) sudah ada perdamaian, nota perdamaian kami lampirkan, maka masing-masing delapan bulan," ujar Ahmad Muzakki di persidangan, Senin (22/9/2025).</p>
<p></p>
<p>Sikap sopan Diana dan suaminya selama persidangan turut jadi pertimbangan. Terlebih, keduanya sudah meminta maaf kepada korban dan menyesali perbuatannya.</p>
<p></p>
<p>"Kami meminta keringanan karena beberapa hal, yang bersangkutan memiliki anak, yang bersangkutan bersikap sopan, menyesali perbuatannya dan tulang punggung keluarga," kata kuasa hukum Diana dan Handy, Andre Rian Hidayanto.</p>
<p></p>
<p><strong>Kilas Balik Kasus Perusakan Jan Hwa Diana</strong></p>
<p>Konflik yang menjerat Jan Hwa Diana dan suaminya, Handy Soenario, bermula dari proyek pemasangan kanopi senilai Rp400 juta. </p>
<p></p>
<p>Proyek tersebut melibatkan Paul Stevanus bersama dua rekannya, Yanto dan Hironimus Tuqu alias Nimus. Namun, karena desain dianggap rumit dan pengerjaan berjalan lambat, mereka mendapat tekanan dari pihak Diana.</p>
<p></p>
<p>Ketegangan memuncak ketika Paul datang ke lokasi untuk mengambil alat kerja. Ia diteriaki maling dan bahkan dilaporkan ke Polsek Dukuh Pakis. Pada saat bersamaan, dua ban mobil pikap yang disewa dari Nimus dicopot, sementara ban mobil milik Yanto digerinda.</p>
<p></p>
<p>Yanto menuturkan bahwa ketika ia turun dari lantai dua, ban mobilnya sudah dalam kondisi tergorok. Dari peristiwa itu, Paul mengalami kerugian sekitar Rp3 juta. Sedangkan Nimus mengaku mobilnya tak bisa disewakan selama 10 bulan karena dijadikan barang bukti oleh kepolisian. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor: Rizqi Ardian </strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Gelar Forum Penyegaran Bahasa Indonesia, BBP Jatim Dorong Insan Media Jaga Mutu Tulisan</title>
<link>https://suarajatimpost.com/gelar-forum-penyegaran-bahasa-indonesia-bbp-jatim-dorong-insan-media-jaga-mutu-tulisan</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/gelar-forum-penyegaran-bahasa-indonesia-bbp-jatim-dorong-insan-media-jaga-mutu-tulisan</guid>
<description><![CDATA[ Bahasa Indonesia di media massa adalah wajah bangsa. Di tengah arus digital serba cepat, jurnalis dituntut menjaga ketepatan bahasa agar informasi tetap akurat dan terpercaya. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202509/image_870x580_68d13c7de90ed.webp" length="43132" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 22 Sep 2025 19:57:20 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ryan Ramadhan</dc:creator>
<media:keywords>Balai Bahasa, BBP Jatim, Balai Bahasa Provinsi Jawa Timur, Insan Media, Jurnalis, PWI, AJI, Surabaya, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SURABAYA, SJP — </strong>Izin atau ijin? Jumat atau Jum’at? hidrolis atau hidraulis? Pertanyaan sederhana seperti itu sering kali membuat kita ragu saat menulis. Padahal, detail kecil semacam itu bisa berpengaruh besar pada ketepatan bahasa, apalagi dalam ruang publik yang luas jangkauannya seperti media massa.</p>
<p>Untuk itu, Balai Bahasa Provinsi Jawa Timur (BBP Jatim) menyelenggarakan kegiatan Penyegaran Bahasa Indonesia bagi Insan Media di Aula Cut Nyak Dien, BBP Jatim. Kegiatan tersebut diikuti oleh 50 pelaku media cetak, elektronik, daring, hingga pengelola media sosial di Surabaya.</p>
<p><strong>Tren Media dan Tantangan Bahasa</strong></p>
<p>Sejumlah survei terbaru menggambarkan betapa besar peran media digital dalam menyebarkan informasi. Laporan Reuters Institute Digital News Report tahun 2024 mencatat 84 persen masyarakat Indonesia mengakses berita melalui smartphone, dan 34 persen di antaranya menyebarkan ulang berita lewat media sosial.</p>
<p>Litbang Kompas pada awal 2025 juga menemukan bahwa lebih dari 50 persen publik kini lebih mengandalkan media sosial untuk mendapatkan informasi kebijakan pemerintah. Sementara itu, 15,7 persen memilih media daring, dan 14,7 persen masih mengandalkan media massa konvensional.</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202509/image_870x_68d13c78b97f1.webp" alt=""></p>
<p>Data itu menunjukkan adanya transformasi besar dalam cara masyarakat menerima informasi. Di tengah derasnya arus digital itulah peran bahasa Indonesia yang baik, benar, dan santun menjadi semakin penting. </p>
<p></p>
<p>Lebih dari itu, bahasa Indonesia juga telah ditetapkan sebagai 1 dari 10 bahasa resmi yang diakui oleh UNESCO sejak tahun 2023. Hal itu menjadi sebuah kebanggaan sekaligus tantangan dalam menjaga kualitas dan inti dari bahasa Indonesia.</p>
<p></p>
<p><strong>Wajah Bahasa ada di Media Massa</strong></p>
<p>Kepala BBP Jatim, Puji Retno Hardiningtyas, menjelaskan bahwa kegiatan kali ini merupakan wujud Pembinaan Kemahiran Berbahasa Indonesia (PKBI) sebagai jawaban atas tantangan melestarikan bahasa Indonesia yang tidak hanya benar, tapi juga berkualitas.</p>
<p></p>
<p>Retno menegaskan bahwa pihak yang memiliki peran paling vital dalam menjaga kualitas bahasa di ruang publik ialah insan media. Baginya, konsistensi berbahasa bukan hanya tanggung jawab institusi pendidikan atau lembaga kebahasaan, melainkan juga bagian dari profesionalisme jurnalis.</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202509/image_870x_68d13c72c7129.webp" alt=""></p>
<p>"Bahasa Indonesia di media massa adalah wajah bangsa. Melalui penyegaran kebahasaan ini, kami berharap para jurnalis semakin terampil menggunakan bahasa Indonesia dengan baik dan benar, tanpa kehilangan daya kritis serta kekhasan jurnalistiknya," ujar Retno, Senin (22/9/2025).</p>
<p></p>
<p>BBP Jatim dalam kegiatan tersebut menghadirkan tiga narasumber yang berasal dari berbagai latar belakang, masing-masing menyoroti persoalan kebahasaan dari sudut pandang masing-masing.</p>
<p></p>
<p><strong>Kaidah Bahasa dalam Jurnalistik</strong></p>
<p>Narasumber pertama, Awaludin Rusiandi, Penerjemah Ahli Madya BBP Jatim, mengingatkan pentingnya ketelitian dalam berbahasa.</p>
<p></p>
<p>"Bahasa jurnalistik harus lugas, jelas, dan sesuai kaidah. Kesalahan sekecil apa pun, misalnya dalam ejaan atau pilihan kata, bisa mengubah makna dan menurunkan kredibilitas media," tutur laki-laki yang akrab disapa Sandi itu.</p>
<p></p>
<p>Ia menekankan bahwa penguasaan bahasa yang baik akan memperkuat posisi media sebagai sumber informasi yang terpercaya. Karenanya, dalam kesempatan tersebut dirinya juga memperkenalkan beberapa layanan daring badan bahasa, diantaranya:</p>
<ul>
<li>Kamus Bahasa Indonesia (KBBI) daring</li>
<li>Padanan Istilah (Pasti)</li>
<li>Kamus Budaya Jawa</li>
<li>Tesaurus Tematis Bahasa Indonesia</li>
<li>Sipebi</li>
</ul>
<p></p>
<p>Salah satu layanan yang mencuri perhatian adalah Sipebi. Dalam paparannya, Sandi menyebut bahwa Sipebi adalah layanan pemeriksaan ejaan seperti aplikasi "Grammarly", hanya saja, saat ini Sipebi masih belum sempurna.</p>
<p></p>
<p>"Karena itu kami harap seluruh masyarakat khususnya insan media bisa memaksimalkan penggunaan layanan tersebut, dengn itu pengembangan aplikasi tersebut juga bisa lebih cepat," tutur Sandi.</p>
<p></p>
<p><strong>Problematika Bahasa dalam Berita</strong></p>
<p>Beralih ke bahasan yang kerap menjadi dilema jurnalis di era digital, Wakil Ketua PWI Jawa Timur, Wahyu Kuncoro selaku narasumber kedua menuturkan tentang bagaimana tuntutan kecepatan kerap mempengaruhi kualitas penulisan para jurnalis.</p>
<p></p>
<p>"Di era digital, jurnalis dituntut serba cepat. Namun, kecepatan tidak boleh mengorbankan ketepatan bahasa. Justru, bahasa yang baik akan meningkatkan kepercayaan publik terhadap media," jelas Wahyu.</p>
<p></p>
<p>Tidak hanya soal kecepatan, Wahyu juga membeberkan tuntutan era digital yang mengakibatkan penurunan kualitas jurnalistik juga dipengaruhi asumsi bahwa semakin banyak orang membaca, maka semakin baik.</p>
<p></p>
<p>"Jadi banyak kita jumpai berita-berita dengan judul yang sensasional atau <em>click bait, </em>itu karena banyak dari kita berlomba-lomba agar memiliki banyak pembaca," tuturnya.</p>
<p></p>
<p>Menurut Wahyu, penurunan kualitas jurnalistik dapat melemahkan reputasi media di mata pembaca. Hal tersebut juga mendorong <em>citizen journalism</em> (jurnalisme warga) menjadi lebih diminati.</p>
<p></p>
<p><strong>Esai dan Keluwesan Bahasa</strong></p>
<p>Sementara itu, narasumber ketiga, Andre Yuris, Ketua AJI Kota Surabaya menjelaskan perihal Bahasa Indonesia dalam penulisan esai. Dirinya menjelaskan bagaimana menulis esai membutuhkan kemampuan meramu bahasa agar tetap komunikatif dan mudah dipahami pembaca, meskipun membawa gagasan yang kompleks.</p>
<p></p>
<p>"Menulis esai membutuhkan keluwesan bahasa. Namun, keluwesan itu tetap harus berpijak pada kaidah bahasa yang benar agar tulisan enak dibaca sekaligus bernilai," ungkap Andre.</p>
<p></p>
<p>Selain itu, Andre juga membahas mengenai politik bahasa, sebuah sebutan untuk gaya bahasa atau kebijakan masing-masing media terkait pemilihan kata dalam berita atau esai yang menunjukkan keberpihakan media tersebut dalam suatu peristiwa.</p>
<p></p>
<p>"Media biasanya menunjukan keberpihakannya melaui bahasa atau pemilihan diksi dalam berita atau esai, itu bisa kita lihat bahkan dalam pemberitaan media akhir-akhir ini," terang Wahyu.</p>
<p></p>
<p><strong>Bahasa sebagai Identitas Bangsa</strong></p>
<p>Forum yang digelar oleh BBP Jatim itu menjadi pengingat bahwa bahasa Indonesia bukan sekadar alat komunikasi, melainkan identitas bangsa. Di tengah derasnya arus digital, kecepatan penyampaian informasi perlu berjalan seiring dengan ketepatan bahasa.</p>
<p></p>
<p>Dengan kegiatan tersebut, BBP Jatim meneguhkan komitmennya untuk menjaga mutu bahasa Indonesia di ranah media massa, sekaligus mendorong insan media menjadi agen literasi bahasa yang mampu menghadirkan informasi akurat, santun, dan terpercaya bagi masyarakat.<strong> (*)</strong></p>
<p><strong>Editor: Rizqi Ardian </strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Festival Gig on the Green 2025: Musik, Kuliner, dan Persahabatan Lintas Negara Warnai Reuni Alumni Australia</title>
<link>https://suarajatimpost.com/festival-gig-on-the-green-2025-musik-kuliner-dan-persahabatan-lintas-negara-warnai-reuni-alumni-australia</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/festival-gig-on-the-green-2025-musik-kuliner-dan-persahabatan-lintas-negara-warnai-reuni-alumni-australia</guid>
<description><![CDATA[ Asap BBQ bercampur denting gitar dan tawa alumni, menjadikan Gig on the Green 2025 bukan sekadar festival, tapi reuni hangat para alumni Australia di Jawa Timur yang meneguhkan persahabatan Indonesia–Australia. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202509/image_870x580_68d006cd1fa23.webp" length="65996" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sun, 21 Sep 2025 23:23:42 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ryan Ramadhan</dc:creator>
<media:keywords>Konsulat Jenderal Australia, Konjen Australia Surabaya, GoG, Gig on The Green, Surabaya, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SURABAYA, SJP - </strong>"Alumni Australia di Jawa Timur merupakan bagian dari komunitas yang dinamis, yang pengalamannya di Australia memberikan kontribusi terhadap hubungan antar masyarakat yang kuat antara kedua negara," begitu ungkap Konsul Jenderal Australia di Surabaya, Glen Askew, dalam festival tahunan <em>Gig on the Green</em> (GoG).</p>
<p><strong>Reuni dengan Cita Rasa Negeri Kanguru</strong></p>
<p>Untuk kedua kalinya, GoG digelar di Rustic Market Gunung Sari, menjadi ruang pertemuan alumni Australia dari seluruh Jawa Timur. Sekitar 300 orang alumni dan sahabat larut dalam suasana penuh tawa dan cerita.</p>
<p>Acara tersebut juga dirancang sebagai penyambutan bagi para alumni yang baru kembali dari studi di Australia, sembari merayakan prestasi mereka dan mempererat jejaring komunitas.</p>
<p>Di panggung utama, tampil penyanyi yang merupakan salah satu alumni Australia yakni Maseta, band lokal Alderamin, dan penyanyi asal Australia Neptune tampil mengiringi jalannya acara dan menemani peserta yang bertegur sapa di bawah cahaya lampu estetik. </p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202509/image_870x_68d006d6112d5.webp" alt=""></p>
<p>Bukan hanya telinga yang dimanjakan. Lidah pun diajak berkeliling lewat deretan kuliner yang dibawa langsung oleh para alumni. Ada BBQ ala Australia, Fish and Chips dari Garasi Ergo, Lamington dan cupcake dari Cocoro Café, kopi dari Kopi Tuku, hingga sajian roti dan pastry dari Barby’s Bakery serta Farine Pastry.</p>
<p><strong>Apresiasi dan Harapan kepada Alumni</strong></p>
<p>Di balik kemeriahan acara tersebut, Konjen Australia untuk Surabaya, Glen memberikan apresiasi kepada para alumni Australia di Jawa Timur, menurutnya Alumni merupakan bagian dari komunitas yang dinamis dan berdampak.</p>
<p>"Pengalamannya (para Alumni) di Australia mampu memberikan kontribusi terhadap hubungan antar masyarakat yang kuat antara kedua negara," kata Glen, Minggu (21/9/2025).</p>
<p>Dirinya juga membawa kabar penting mengenai kebijakan baru pemerintah Australia di bidang pendidikan. Glen membeberkan bahwa satu bulan uang lalu, pemerintah Australia telah menambah jumlah visa khusu mahasiswa Asia Tenggara.</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202509/image_870x_68d006c869715.webp" alt=""></p>
<p>"Jadi ada 25 ribu visa khusus mahasiswa Asia Tenggara termasuk Indonesia per tahun. Tujuannya tentu pemerintah Australia ingin menarik lebih banyak mahasiswa Indonesia kuliah di Australia," jelas Glen</p>
<p>Karena itu, Glen berharap pertemuan seperti GoG tidak hanya jadi ruang nostalgia, tetapi juga inspirasi bagi generasi berikutnya.</p>
<p>"Saya harap alumni ini bisa 'membujuk' anak lain untuk melanjutkan pendidikan atay berkuliah di Australia," ucapnya dengan canda.</p>
<p>Perihal persyaratan, Glen tidak menyebut secara detail dan rinci karena setiap instansi memiliki kriteria yang berbeda-beda. Namun Glen memastikan bahwa syarat wajib untuk mengambil studi di Australia adalah sertifikasi bahasa Inggris.</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202509/image_870x_68d008fb4058c.webp" alt=""></p>
<p>"Jadi IELTS-nya nilainya 6 atau 6,5. Selain itu, calon mahasiswa juga harus mengetahui tujuan belajar sebelum pergi belajar ke Australia. Sehingga, nantinya para lulusan dapat membuat kontribusi yang nyata untuk Indonesia," tandasnya.</p>
<p><strong>Menyapa Indonesia dengan Musik</strong></p>
<p>Di antara penampil malam itu, musisi asal Australia Neptune menjadi salah satu bintang yang ditunggu. Dengan nama asli Luca, ia mengaku sangat terkesan bisa hadir di Surabaya untuk pertama kalinya.</p>
<p>"Saya senang dengan cara saya disambut di Indonesia, khususnya Jawa Timur dan Surabaya. Saya sangat menanti-nantikan untuk bermain di sini malam ini dan semoga pengunjung bisa menikmati," ucapnya.</p>
<p>Neptune mengungkapkan bahwa dirinya membawakan lagu-lagu ciptaannya sendiri, hasil perjalanan musik yang telah ia kerjakan selama empat hingga lima tahun terakhir.</p>
<p>"Saya akan melakukannya dengan lagu-lagu yang telah saya tulis sendiri. Untuk bisa membawa lagu-lagu ini ke negara baru adalah sesuatu yang saya sangat menanti-nantikan," ujarnya.</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202509/image_870x_68d006db06cab.webp" alt=""></p>
<p>"Lagu saya selalu terinspirasi dengan tempat seperti ini, dan mengalami budaya baru. Saya sangat mencintai orang-orang. Mungkin di masa depan saya akan menulis lagu tentang Indonesia," imbuhnya sambil tersenyum.</p>
<p>Perjalanannya di dunia musik pun tak lepas dari latar belakang keluarga. Ia tumbuh di Sydney dalam lingkungan yang dekat dengan musik, lalu jatuh cinta pada gitar, hingga akhirnya rutin menulis lagu dan tampil di atas panggung.</p>
<p>"Saya dilahirkan dalam keluarga yang sangat musikal, dan musik selalu merupakan bagian besar dari hidup saya. Dari menulis lagu hingga persembahan pertama saya, saya tiba-tiba mencintai perjalanan itu, dan itu sangat luar biasa untuk saya terlibat dalam," ucap Neptune.</p>
<p>Lebih dari sekadar festival, Gig on the Green 2025 menjadi ruang nostalgia sekaligus jembatan baru bagi alumni Australia di Jawa Timur. </p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202509/image_870x_68d006c4d0155.webp" alt=""></p>
<p>Dengan musik, kuliner, dan cerita yang dibawa pulang dari Negeri Kanguru, momen ini menegaskan bahwa hubungan antarmasyarakat Indonesia–Australia bukan hanya tentang pendidikan, tetapi juga persahabatan yang terus hidup di tengah kebersamaan. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor: Rizqi Ardian </strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Mahasiswa UM Surabaya Lukis Pesan Damai di Hari Perdamaian Dunia</title>
<link>https://suarajatimpost.com/mahasiswa-um-surabaya-lukis-pesan-damai-di-hari-perdamaian-dunia</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/mahasiswa-um-surabaya-lukis-pesan-damai-di-hari-perdamaian-dunia</guid>
<description><![CDATA[ Ribuan mahasiswa baru UM Surabaya melukis di “The Wall of Peace,” menegaskan pilihan generasi muda merawat kehidupan dengan damai di tengah dunia yang masih dipenuhi konflik. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202509/image_870x580_68d007fd9acea.webp" length="53792" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sun, 21 Sep 2025 22:18:28 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ryan Ramadhan</dc:creator>
<media:keywords>Universitas Muhamadiyah Surabaya, UM Surabaya, Perang, Hari Perdamaian Dunia, Surabaya, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SURABAYA, SJP - </strong>Di tengah dentuman senjata yang masih terdengar di banyak belahan dunia, sekelompok anak muda di Surabaya memilih melawan gambaran kelam itu, bukan membalasnya dengan senjata, tapi dengan kuas dan warna yang mereka angkat.</p>
<p></p>
<p><strong>Hari Perdamaian Dunia</strong></p>
<p>Kegiatan tersebut bertepatan dengan International Day of Peace, atau Hari Perdamaian Internasional dunia yang jatuh setiap 21 September. </p>
<p></p>
<p>Peringatan itu pertama kali ditetapkan oleh Majelis Umum PBB pada tahun 1981, dengan tujuan menghentikan kekerasan setidaknya sehari dalam setahun dan memberi ruang bagi refleksi tentang arti damai. </p>
<p></p>
<p>Dua dekade kemudian, tepatnya pada 2001, PBB mengesahkan resolusi yang menegaskan tanggal 21 September sebagai hari non-kekerasan dan gencatan senjata secara global.</p>
<p></p>
<p>Kendati demikian, peperangan masih terjadi di beberapa negara, mulai dari Palestina–Israel, Ukraina–Rusia, hingga Pakistan–India, berbagai belahan dunia masih diselimuti suara ledakan dan tangisan.</p>
<p></p>
<p><em><strong>The Wall of Peace</strong></em></p>
<p>Di tengah realitas getir itu, mahasiswa baru Universitas Muhammadiyah (UM) Surabaya memilih cara berbeda untuk merayakan Hari Perdamaian Dunia. Mereka melukis pesan damai di sebuah dinding besar yang diberi nama <em>The Wall of Peace.</em></p>
<p></p>
<p>M. Febriyanto Firman Wijaya, perwakilan pelaksana mengungkapkan bahwa aksi simbolik tersebut menjadi pengingat bahwa generasi muda tak ingin hidup di bawah bayang-bayang kekerasan. </p>
<p></p>
<p>"<em>The Wall of Peace</em> adalah simbol bahwa ribuan mahasiswa baru memilih merawat kehidupan dengan perdamaian, bukan pertikaian di tengah konflik di belahan dunia yang terjadi,” ujar Febriyanto, Minggu (21/9/2025).</p>
<p></p>
<p>Febriyanto menekankan, kegiatan ini bukan hanya sekadar seremoni tahunan. Lebih jauh, aksi melukis bersama tersebut adalah bentuk pendidikan karakter yang menanamkan nilai-nilai damai sejak dini kepada mahasiswa baru.</p>
<p></p>
<p>Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa dibagi ke dalam sejumlah kelompok untuk menyalurkan ide kreatif mereka. </p>
<p></p>
<p>"Mereka diberikan kebebasan dengan kelompok untuk memvisualisasikan pesan-pesan perdamaian sesuai isu yang sudah diberikan," jelas Febriyanto.</p>
<p></p>
<p>Setiap coretan di dinding itu menjadi simbol suara muda yang menolak perang. Harapannya, pesan yang digaungkan tak berhenti sebagai lukisan semata, tetapi mewujud menjadi gerakan nyata di masyarakat. </p>
<p></p>
<p>"Inilah bukti bahwa generasi muda punya keberanian untuk menyuarakan damai, meski dunia kerap bising dengan kekerasan. Menandai komitmen bahwa perdamaian harus diperjuangkan bersama," pungkas Febriyanto. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor: Rizqi Ardian </strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Wisma Jerman Kembali Gelar German&amp;Swiss Higher Education Fair 2025 di Surabaya</title>
<link>https://suarajatimpost.com/wisma-jerman-kembali-gelar-german-swiss-higher-education-fair-2025-di-surabaya</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/wisma-jerman-kembali-gelar-german-swiss-higher-education-fair-2025-di-surabaya</guid>
<description><![CDATA[ Lebih dari 400 ribu mahasiswa asing menempuh studi di Jerman, tren yang terus meningkat ini menjadi magnet kuat bagi masyarakat Surabaya mencari peluang pendidikan lewat GSHEF 2025. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202509/image_870x580_68d006a9cb274.webp" length="42352" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sun, 21 Sep 2025 21:36:30 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ryan Ramadhan</dc:creator>
<media:keywords>Wisma Jerman, GSHEF, GSHEF 2025, German-Swiss Higher Education Fair, Jerman, Ausbildung, Surabaya, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SURABAYA, SJP - </strong>Saat ini terdapat lebih dari 400 ribu mahasiswa asing yang menempuh studi di Jerman. Angka tersebut menjadi bukti keterbukaan Negeri Panzer terhadap pelajar internasional, sekaligus pendorong meningkatnya minat masyarakat Indonesia terhadap informasi pendidikan di Jerman dan Swiss.</p>
<p></p>
<p><strong>Ajang Informasi Pendidikan Internasional</strong></p>
<p>Berkenaan dengan hal tersebut, Wisma Jerman kembali menghadirkan <em>German-Swiss Higher Education Fair</em> (GSHEF) 2025 di GF Level, Artotel TS, Suites Surabaya. </p>
<p></p>
<p>Acara tahunan tersebut menjadi wadah bagi masyarakat Surabaya dan sekitarnya untuk menggali peluang studi maupun program pelatihan kejuruan (<em>Ausbildung</em>) di Jerman dan Swiss.</p>
<p></p>
<p>"Tujuan kegiatan ini adalah memberikan kesempatan bagi masyarakat Surabaya agar bisa mendapatkan informasi tentang pendidikan di Jerman dan Swiss," ujar Mike Neuber, Direktur Wisma Jerman saat dikonfirmasi pada Minggu (21/9/2025).</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202509/image_870x_68d006bfcb6a1.webp" alt=""></p>
<p><strong>Partisipasi Universitas Ternama</strong></p>
<p>GSHEF tahun 2025 melibatkan 12 institusi pendidikan dan lembaga pendukung, termasuk Wisma Jerman, DAAD, Goethe-Institut, dan Yayasan Indonesia Jerman. Sejumlah universitas Jerman turut hadir secara daring, di antaranya:</p>
<ul>
<li>University of Cologne</li>
<li>Leibniz University Hannover</li>
<li>Deggendorf Institute of Technology</li>
<li>Furtwangen University</li>
</ul>
<p></p>
<p>"Kali ini ada empat universitas yang berpartisipasi secara online dan dua di antaranya termasuk universitas top di Jerman," kata Mike.</p>
<p></p>
<p>Selain itu juga ada beberapa institusi lain seperti Infopoint Deutsch, Uni Duisburg-essen, SK Leipzig Halle Neuzelle dan Akademiker Finanz Mannheim.</p>
<p></p>
<p><strong>Bidang yang Paling Diminati</strong></p>
<p>Dalam pameran tersebut, peserta dapat mempelajari dua jalan untuk menempuh studi di Jerman, yakni melalui jalur akademis dan Ausbildung. Mike menekankan bahwa bahwa peserta juga perlu mempertimbangkan jalur yang dipilih sesuai minat mereka.</p>
<p></p>
<p>"Bidang teknik masih menjadi favorit di jalur akademis, sementara untuk Ausbildung, bidang perawatan, gastronomi, dan perhotelan menempati urutan teratas," terangnya.</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202509/image_870x_68d006b23a2de.webp" alt=""></p>
<p>Mike juga menambahkan bahwa informasi tentang pendidikan di Jerman sudah cukup diketahui masyarakat, bahkan peserta GSHEF kali ini sudah semakin paham bahwa Ausbildung menawarkan lebih banyak pilihan.</p>
<p></p>
<p>"Sekarang orang sudah tahu ada lebih dari 350 profesi yang bisa dipilih. Pertanyaan pengunjung juga semakin beragam, tidak hanya soal perawatan seperti dulu," imbuhnya.</p>
<p></p>
<p>Jumlah pelajar Indonesia yang menempuh pendidikan di Jerman meningkat perlahan tiap tahun. Jurusan teknik dan kedokteran masih menjadi pilihan utama, melanjutkan tradisi yang erat kaitannya dengan sosok BJ Habibie.</p>
<p></p>
<p>"Mayoritas pelajar Indonesia mengambil teknik dan kedokteran, karena memang bidang itu yang paling menonjol dari Jerman," tutur Mike.</p>
<p></p>
<p><strong>Tidak Hanya Sekadar Pameran </strong></p>
<p>Selain pameran, seluruh peserta memberikan presentasi interaktif tentang kursus bahasa, ujian resmi, peluang kerja ahli di Jerman, hingga persiapan studi. Hal ini diharapkan bisa menjadi rujukan bagi calon mahasiswa maupun tenaga kerja yang tertarik membangun karier di Jerman.</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202509/image_870x_68d006b92b2cd.webp" alt=""></p>
<p>Mike menyebut bahwa target peserta memang mencapai 200 hingga 300 pengunjung. Hal tersebut berbanding lurus dengan suasana ruang pameran maupun presentasi yang sudah penuh hingga kursi tambahan harus disediakan di luar ruangan.</p>
<p></p>
<p>"Antusiasmenya selalu meningkat dari tahun ke tahun. Bahkan ruangannya langsung penuh di pagi hari," ucap Mike.</p>
<p></p>
<p>Saat disinggung soal pengadaan road show di Kota lain, Mike menyebut pihaknya belum berencana menggelar roadshow ke kota lain dan masih fokus menghadirkan acara di Surabaya.</p>
<p></p>
<p>Di akhir wawancara, Mike menyampaikan harapan agar pengunjung dapat benar-benar memanfaatkan acara tersebut.</p>
<p></p>
<p>"Semoga semua pengunjung bisa mendapatkan informasi yang bermanfaat, sesuai harapan mereka, dan membantu mereka untuk mewujudkan mimpi studi maupun karier di Jerman," pungkasnya. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor: Rizqi Ardian </strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>PCU Gelar Family Homecoming 2025 di Royal Residence, Angkat Isu Kesehatan hingga Harmoni Sosial</title>
<link>https://suarajatimpost.com/pcu-gelar-family-homecoming-2025-di-royal-residence-angkat-isu-kesehatan-hingga-harmoni-sosial</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/pcu-gelar-family-homecoming-2025-di-royal-residence-angkat-isu-kesehatan-hingga-harmoni-sosial</guid>
<description><![CDATA[ Bukan sekadar ajang reuni biasa, acara bertajuk “PCU Family Homecoming: Petra x Royal Residence Wellness Weekend” digelar pada Sabtu-Minggu, 20-21 September 2025 di Royal Residence, Surabaya. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202509/image_870x580_68ceb5b93276c.webp" length="45844" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sat, 20 Sep 2025 22:30:30 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ryan Ramadhan</dc:creator>
<media:keywords>PCU, Universitas Kristen Petra, UK Petra, Royal Residence, Pemkot Surabaya, Eri Cahyadi, Rini Indriyani, Surabaya, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SURABAYA, SJP - </strong>Aroma nostalgia bercampur energi kebersamaan mewarnai akhir pekan di kawasan Royal Residence, Wiyung. Ribuan orang, mulai alumni, warga, hingga beberapa tokoh pemerintahan berkumpul dalam sebuah reuni yang berbeda dari biasanya. </p>
<p></p>
<p>Bukan sekadar temu kangen, “PCU Family Homecoming: Petra x Royal Residence Wellness Weekend” pada 20–21 September 2025 itu menghadirkan pelayanan kesehatan, olahraga, hingga ruang harmoni lintas agama dalam satu perayaan besar. </p>
<p></p>
<p>Kegiatan tersebut merupakan bagian dari rangkaian Homecoming 2025 sekaligus Dies Natalis ke-64 Universitas Kristen Petra (UK Petra).</p>
<p></p>
<p>Ketua Panitia sekaligus Kepala Bagian Relasi Alumni UK Petra, Glori Puteri Maharani Agung, menegaskan bahwa acara ini lahir dari niat menghadirkan manfaat nyata bagi warga.</p>
<p></p>
<p>"Sebagai bagian dari reuni sekaligus perayaan Dies Natalis ke-64 UK Petra, kegiatan ini lebih dari sekadar temu kangen. Berkolaborasi dengan Royal Residence, kami ingin acara ini berdampak langsung bagi masyarakat, ujar Glori, Sabtu (20/9/2025).</p>
<p></p>
<p>"Nantinya ada kegiatan kesehatan, pencegahan stunting, penguatan UMKM, dan promosi gaya hidup sehat. Harapannya kita juga dapat berkontribusi dalam mewujudkan mimpi Kota Surabaya yang lebih hebat dan tumbuh semakin kuat," imbuhnya.</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202509/image_870x_68ceb5bfdc50d.webp" alt=""></p>
<p>Ia menambahkan, sinergi tersebut menjadi wujud nyata kolaborasi antara pendidikan, industri, masyarakat, dan pemerintah kota. </p>
<p></p>
<p>"Kami ingin acara ini mencerminkan semangat kebersamaan dan inovasi, tanpa meninggalkan akar budaya Surabaya," imbuhnya.</p>
<p></p>
<p>Dukungan penuh datang dari Royal Residence yang dikelola PT Bhakti Tamara. Lokasi perumahan modern itu disulap menjadi ruang interaksi publik yang menyatukan pemerintah, masyarakat, alumni, dan institusi pendidikan.</p>
<p></p>
<p>"Kegiatan ini memiliki tujuan yang sama seperti gerakan Kampung Pancasila yang sedang digalakkan Pemkot Surabaya, agar timbul semangat gotong royong, toleransi, dan kerukunan dengan warga sekitar," ujar Dina Ariyanti, Manager Marketing Royal Residence.</p>
<p></p>
<p>"Kami sangat bahagia bisa turut ambil bagian dalam kegiatan ini. Harapannya, Surabaya terus berkembang menjadi kota yang maju, mandiri, dan tetap guyub serta harmonis," sambungnya.</p>
<p></p>
<p>Hari pertama pada Sabtu (20/9/2025) menghadirkan Healthy Hub, kegiatan bakti sosial yang meliputi pemeriksaan kesehatan gratis, penyuluhan gizi, hingga simulasi menyikat gigi untuk anak-anak. </p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202509/image_870x_68ceb5b3b21d2.webp" alt=""></p>
<p>Fokus utama adalah pencegahan stunting dengan metode permainan edukatif bersama dosen-dosen UK Petra. Acara tersebut dibuka oleh Rini Indriyani, Ketua Tim Penggerak PKK Surabaya sekaligus istri dari Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi.</p>
<p></p>
<p>Sementara itu, energi kebersamaan berlanjut pada Minggu pagi (21/9/2025) lewat “Petra Run x Royal Residence – Miles to Go, Life to Grow”, jalan sehat (3 km) dan lari (5 km) yang diikuti lebih dari 1.000 peserta, baik alumni UK Petra maupun warga Royal Residence. </p>
<p></p>
<p>Peserta melintasi area calon Rumah Sakit Petra serta enam rumah ibadah lintas agama (Buddha, Hindu, Islam, Katolik, Protestan, Konghucu) yang berdiri berdampingan tanpa pagar pembatas, menjadi simbol harmoni dan kerukunan di Surabaya Barat.</p>
<p></p>
<p>Dalam sambutannya, Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, yang hadir langsung bersama istrinya, Rini Indriyani, dan memberikan apresiasi atas semangat kolaborasi yang terjalin.</p>
<p></p>
<p>"Alhamdulillah hari ini saya mendapat undangan. Sebenarnya saya ada kegiatan lain jam 11 siang, tapi karena istri tercinta menyampaikan, undur saja, akhirnya saya datang ke sini," ungkapnya.</p>
<p></p>
<p>"Kenapa? Karena di sini ada pengobatan gratis, pemeriksaan gigi untuk anak-anak, dan kegiatan CSR yang luar biasa. Tempat ini penuh berkah karena kebaikan yang sudah dilakukan," tambah Eri disambut tepuk tangan peserta.</p>
<p></p>
<p>Ia menekankan bahwa seorang wali kota hanyalah pengarah, sedangkan pemimpin sejati adalah warga yang mau berbagi. </p>
<p></p>
<p>"Buat saya, Surabaya tidak butuh seorang pemimpin, tidak butuh wali kota. Wali kota itu hanya dirigen saja. Pemimpin sejati adalah orang-orang yang mau berbagi, yang mau memperhatikan orang susah di sekitarnya," tegas Eri.</p>
<p></p>
<p>Selain itu, ia mendukung rencana pembangunan Rumah Sakit Petra di kawasan Royal Residence. Menurutnya, rumah sakit yang melayani masyarakat kurang mampu dengan biaya murah dan menerima BPJS akan menjadi berkah bagi warga sekaligus UK Petra.</p>
<p></p>
<p>Menutup sambutannya, Eri menyinggung harmoni antaragama yang terwujud nyata di Royal Residence. Hal tersebut juga selaras dengan berbagai program dari Pemerintah Kota Surabaya, contohnya Kampung Pancasila.</p>
<p></p>
<p>"Tempat ibadah jejeran yo gak gegeran (berdampingan tanpa ribut), ini luar biasa. Kota yang kuat adalah kota yang warganya saling membantu, yang lemah menghormati yang kuat, dan yang kuat membantu yang lemah," sebut Eri.</p>
<p></p>
<p>"Tidak ada yang lebih baik di antara kita, kecuali saat kita bersama-sama menjalankan Pancasila bukan hanya di lisan, tapi dalam tindakan," tukasnya.</p>
<p></p>
<p>Acara dua hari ini ditutup dengan suasana meriah. Bazar UMKM, spot foto, dan area interaksi publik menambah keceriaan, menciptakan ruang bagi alumni, warga, dan pemerintah untuk bercengkrama, tertawa, sekaligus menciptakan kenangan baru bersama. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Sentuhan Kuno&amp;Modern, FISIP Unair Kembangkan UMKM Kampoeng Pintar Oase Tembok Gede Dengan Nuansa Majapahit</title>
<link>https://suarajatimpost.com/sentuhan-kuno-modern-fisip-unair-kembangkan-umkm-kampoeng-pintar-oase-tembok-gede-dengan-nuansa-majapahit</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/sentuhan-kuno-modern-fisip-unair-kembangkan-umkm-kampoeng-pintar-oase-tembok-gede-dengan-nuansa-majapahit</guid>
<description><![CDATA[ UMKM Kampoeng Pintar Surabaya dikemas ala Majapahit dengan sentuhan digital, menjelma ikon wisata kuliner modern yang menghidupkan kembali sejarah sekaligus mengangkat ekonomi warga. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202509/image_870x580_68ceb5c5e3c0e.webp" length="60746" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sat, 20 Sep 2025 21:58:02 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ryan Ramadhan</dc:creator>
<media:keywords>Universitas Airlangga, Majapahit, Unair, Kampoeng Pintar Oase Tembok Gede, Surabaya, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SURABAYA, SJP - </strong>Budaya Indonesia, mulai dari kesenian, bahasa, busana hingga tradisi dan kulinernya memiliki daya tarik luar biasa. Tidak hanya untuk dilestarikan, tetapi juga berpotensi menjual jika dikembangkan dengan sentuhan teknologi dan modernisasi. </p>
<p>Perpaduan itulah yang kini coba dihidupkan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Airlangga (Unair) melalui program pengabdian masyarakat (pengmas) di Kampoeng Pintar Oase Tembok Gede Surabaya</p>
<p>Program bertajuk “Penerapan Wisata Kuliner Tradisi Kuno Era Majapahit Berbasis Teknologi Kewirausahaan di Kampoeng Pintar Oase Tembok Gede Surabaya” memiliki tujuan yang sederhana sekaligus ambisius, yakni membuka ruang pasar bagi UMKM lokal sekaligus melestarikan nilai luhur budaya Jawa Timur.</p>
<p>Program tersebut merupakan bagian dari skema Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat Kementerian Kebudayaan, Riset, dan Teknologi yang difasilitasi Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Unair melalui SK: 721/UN3/2025, bertanggal 28 Mei 2025.</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202509/image_870x_68ceb5c3415a2.webp" alt=""></p>
<p><strong>UMKM Mojopahit Pintar</strong></p>
<p>FISIP Unair turun langsung memberikan pendampingan intensif, mulai dari pengelolaan usaha hingga strategi pemasaran. Salah satu langkah nyata adalah membuka jalur distribusi produk UMKM Kampoeng Pintar melalui koperasi kampus FISIP Unair, sehingga produk warga bisa menjangkau pasar yang lebih luas.</p>
<p>Tak hanya soal pasar, aspek digitalisasi juga menjadi fokus. Warga dibekali keterampilan memanfaatkan media sosial dan marketplace sebagai sarana promosi. Harapannya, produk kuliner bernuansa Majapahit mampu bersaing di pasar modern tanpa kehilangan identitas budaya yang menjadi ciri khasnya.</p>
<p>Menurut Ketua Tim Pengmas FISIP Unair, Fahrul Muzaqqi, program ini bukan sekadar mendorong UMKM naik kelas, tetapi juga menghidupkan kembali semangat kebudayaan Majapahit dengan branding UMKM Mojopahit Pintar.</p>
<p>"Kami ingin UMKM Kampoeng Pintar menjadi contoh bagaimana kearifan lokal bisa dikemas modern, tetap relevan, dan membawa kebanggaan di era digital," ujar Fahrul yang juga merupakan Dosen Ilmu Politik itu, Sabtu (20/9/2025).</p>
<p>Novri Susan, Dosen Pendamping Tim Pengmas Unair menambahkan, bahwa timnya ingin mereplikasikan pengalaman di negara-negara lain yang berhasil memadukan antara budaya tradisi mereka dengan teknologi modern.</p>
<p>"Kami ingin mereplikasi sejumlah pengalaman di Jepang, China, dan negara-negara lain yang berhasil mengembangkan kampung wisata bebasis perpaduan budaya tradisi dengan era modern yang bernilai ekonomis yang tinggi," tandas Dosen Sosiologi itu.</p>
<p>Selain dosen, tim pengmas juga meliputi dua mahasiswa yakni Uzza Naila Qolbi dan Yudha Dwi Ariyadi yang keduanya merupakan mahasiswa program studi Sosiologi.</p>
<p>Sementara itu, pihak kampung menyambut hangat pendampingan dari FISIP Unair. Aseyan, selaku Ketua Kampoeng Pintar, Oase Tembok Gede berharap pendampingan dari FISIP Unair dapat terus berlanjut.</p>
<p>"Harapannya tentu UMKM Mojopahit Pintar benar-benar mampu membawa manfaat nyata bagi warga kami, baik dari sisi kesejahteraan ekonomi maupun pelestarian budaya," ungkap Aseyan.</p>
<p>Adapun pembina Kampoeng Pintar, Oase Tembok Gede, Adi Candra yang menyebut bahwa Kekuatan Kampoeng Pintar, Oase Tembok Gede tak lepas dari potensi yang sudah lebih dulu ada. Selama ini, kawasan Tembok Gede dikenal sebagai kampung “<em>smart</em>” yang mengelola barang bekas menjadi robot hingga menghasilkan produk urban farming.</p>
<p>"Lewat pendampingan FISIP Unair, seluruh produk tersebut yang sudah ada disini akan diarahkan untuk naik kelas melalui strategi branding dan kemasan yang lebih modern," jelas Adi.</p>
<p>"Menu-menu kuliner ini dikemas menggunakan nama-nama yang unik ala Majapahit. Kami ingin menunjukkan bahwa produk turunan di Kampoeng Pintar tidak monoton, bisa dimodifikasi sesuai kebutuhan zaman, tapi tetap menonjolkan sejarah," imbuhnya.</p>
<p>Upaya itu diharapkan mampu melahirkan Kampoeng Pintar Mojopahit sebagai ikon baru Surabaya yang tidak hanya menampilkan inovasi urban, tetapi juga menghidupkan kembali warisan budaya dalam bentuk kuliner bernilai ekonomis.</p>
<p>Kegiatan tersebut didukung penuh oleh Kampoeng Oase Suroboyo Group, DPP Indonesian Fighter Tourism Association (IFTA) Jelajah Indonesia, Perkumpulan Pengelola Sampah dan Bank Sampah Nusantara (PERBANUSA) DPD I Jawa Timur, Himpunan Penggiat Adiwiyata Indonesia (HPAI) DPW Kota Surabaya, Yayasan Lestari Bumi Abadi (YLBA) Kota Surabaya, dan Forum Gerakan Sedekah Sampah Indonesia (GRADASI) Jawa Timur. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Tribute to Andy Lau Warnai Meriahnya Perayaan Mid Autumn Festival di Park Shanghai PCM</title>
<link>https://suarajatimpost.com/tribute-to-andy-lau-warnai-meriahnya-perayaan-mid-autumn-festival-di-park-shanghai-pcm</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/tribute-to-andy-lau-warnai-meriahnya-perayaan-mid-autumn-festival-di-park-shanghai-pcm</guid>
<description><![CDATA[ Andy Leung hadir di Surabaya membawakan tembang nostalgia Andy Lau, menjadi magnet utama Mid Autumn Festival Park Shanghai PCM yang bisa ditonton secara gratis. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202509/image_870x580_68ceb6187b3d5.webp" length="23480" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sat, 20 Sep 2025 21:29:31 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ryan Ramadhan</dc:creator>
<media:keywords>Mid Autumn Festival, Pakuwon City Mall, PCM, Andy Lau, Andy Leung, Surabaya, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SURABAYA, SJP - </strong>Festival Pertengahan Musim Gugur atau <em>Mid Autumn Festival</em> selalu identik dengan kehangatan, lampion, kue bulan, dan cerita nostalgia di bawah sinar bulan purnama. </p>
<p>Perayaan tradisi Tiongkok itu bukan sekadar momen kebersamaan keluarga, melainkan juga kesempatan untuk menikmati seni, budaya, hingga kuliner khas Negeri Tirai Bambu yang selalu menggugah rasa.</p>
<p>Suasana itulah yang kini dihadirkan di Park Shanghai, Pakuwon City Mall (PCM) sejak 12 September hingga 5 Oktober 2025. Dekorasi bernuansa oriental, booth interaktif, hingga ragam kuliner tersaji bak sebuah pasar budaya di tengah kota.</p>
<p>Salah satu rangkaian kegiatan yang paling mencuri perhatian adalah penampilan khusus "<em>Tribute to Andy Lau</em>" oleh Andy Leung, impersonator asal Guangzhou, Tiongkok. Selama tiga hari, 19–21 September, ia akan membawakan lagu-lagu Mandarin nostalgia sang superstar Hong Kong yang begitu populer di hati penggemar. </p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202509/image_870x_68ceb646dce76.webp" alt=""></p>
<p>"Kita pilih Andy Leung karena sesuai tema dan memang Andy Lau sedang happening, banyak yang request," jelas General Manager (GM) PCM, Lily Tanaya saat dikonfirmasi pada Sabtu (20/9/2025).</p>
<p>Pertunjukan tersebut dapat disaksikan gratis setiap pukul 19.00 WIB, dengan pilihan VIP seat bagi pengunjung yang berbelanja minimal Rp200 ribu. Lily mengatakan bahwa pihaknya menargetkan ada tambahan lonjakan pengunjung dari acara tersebut.</p>
<p>"Targetnya ada lonjakan pengunjung hingga 20–30 persen, melanjutkan tren peningkatan traffic 50 persen sejak Park Shanghai resmi dibuka," terangnya.</p>
<p>Lily mengungkapkan bahwa festival itu terasa kian istimewa karena juga bertepatan dengan HUT ke-43 Pakuwon yang jatuh pada 20 September lewat bebagai event belanja.</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202509/image_870x_68ce61c074700.webp" alt=""></p>
<p>Mulai dari Zao An Cuan tiap akhir pekan, hadiah produk segar untuk pembelanjaan tertentu, hingga pembagian 43 kerat telur, buah, dan sayur untuk 43 pengunjung pertama yang berbelanja dengan nominal Rp243 ribu.</p>
<p>"Zao An Cuan itu kita adakan fresh market di pagi hari Dari start dari jam 7 pagi hingga jam 10, disitu orang bisa belanja barang-barang fresh hasil kolaborasi dengan Hokky," ucap Lily.</p>
<p>Adapun booth “partner in love” hingga promo tukar Hanfu gratis, pengunjung diajak tak hanya berbelanja, tapi juga merasakan langsung nuansa budaya yang sarat makna. Terlebih saat ini Park Shanghai juga sudah memiliki total 52 tenant aktif, termasuk tenant baru yakni Ikan Bakar Surabaya.</p>
<p>"Mid Autumn Festival memang rutin kami gelar, tapi ini pertama kalinya di Park Shanghai. Kami ingin menghadirkan pengalaman yang lebih dekat dengan budaya Tiongkok bagi pengunjung," ujar Lily.</p>
<p>Sementara itu, bagi sebagian pengunjung, Mid Autumn Festival di Park Shanghai PCM menjadi pengalaman yang membangkitkan kenangan. Salah satunya adalah Agnes Lim (46) warga Citraland Surabaya yang datang bersama keluarganya.</p>
<p>"Ya dari ujung Surabaya Barat ke Surabaya Timur memang sengaja buat dengar lagu klasik Andy Lah, dulu soalnya juga suka denger lagunya," ucap Agnes.</p>
<p>Selain menikmati musik, Agnes mengatakan bahwa dirinya bersama keluarga juga bisa berfoto di area Park Shanghai yang menyajikan nuansa oriental yang photogenic.</p>
<p>Dengan rangkaian hiburan, dekorasi tematik, hingga kejutan belanja, Mid Autumn Festival di Park Shanghai tak sekadar menghadirkan suasana oriental, tetapi juga pengalaman berkesan bagi setiap pengunjung. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Manfaat Teknologi, UKWMS Bantu Peningkatan Produksi dan Manajemen Usaha Bakso</title>
<link>https://suarajatimpost.com/manfaat-teknologi-ukwms-bantu-peningkatan-produksi-dan-manajemen-usaha-bakso</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/manfaat-teknologi-ukwms-bantu-peningkatan-produksi-dan-manajemen-usaha-bakso</guid>
<description><![CDATA[ Bakso Goyang Rasa 768 naik kelas lewat sentuhan Abdimas UKWMS: dari produksi manual jadi higienis dengan mesin modern, pengemasan vakum, dan pencatatan keuangan digital SIAPIK. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202509/image_870x580_68cd6457686d5.webp" length="26806" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Fri, 19 Sep 2025 22:47:35 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ryan Ramadhan</dc:creator>
<media:keywords>Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya, UKWMS, Bakso, Surabaya, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SURABAYA, SJP - </strong>Siapa yang tak kenal bakso? Bulatan daging gurih itu hampir selalu jadi primadona di meja makan hingga warung pinggir jalan. Di Surabaya, nama Bakso Goyang Rasa 768 cukup populer di kalangan pecinta kuliner. </p>
<p>Namun, di balik kelezatannya, ada tantangan besar: bagaimana menjaga kualitas sekaligus meningkatkan kapasitas produksi agar bisa menjangkau lebih banyak pelanggan. Menjawab tantangan itu, Tim Pengabdian Masyarakat Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya (UKWMS) turun tangan. </p>
<p>Melalui skema Pemberdayaan Berbasis Masyarakat dengan dukungan pendanaan dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi RI, para dosen lintas fakultas berkolaborasi mendampingi pengusaha Bakso Goyang Rasa 768.</p>
<p>Kegiatan tersebut difokuskan pada peningkatan kualitas produksi dan manajemen usaha bakso sehat beku. Tim dari Fakultas Teknologi Pertanian yang terdiri atas Dr. Anita Maya Sutedja dan Chatarina Yayuk Trisnawati, bersama tim Fakultas Bisnis yang diwakili Dr. Dyna Rachmawati, memperkenalkan berbagai inovasi produksi serta sistem pencatatan keuangan modern.</p>
<p>"Pendampingan ini kami lakukan agar kegiatan produksi dan penjualan bakso bisa berjalan lebih lancar sesuai potensi yang dimiliki pengusaha," ujar Anita Maya, saat dikonfirmasi Jumat (19/9/2025).</p>
<p>Sebelumnya, pengolahan adonan bakso di usaha itu masih manual, sementara pengemasan hanya menggunakan plastik biasa dengan penyimpanan di lemari pendingin. Kondisi itu membuat umur simpan produk lebih pendek dan kualitasnya mudah menurun. </p>
<p>Karena itu, tim abdimas menghadirkan alat penggiling adonan, pencetak bakso, pengemas vakum, serta pelatihan pencatatan keuangan berbasis aplikasi SIAPIK yang dikembangkan Bank Indonesia dan Ikatan Akuntan Indonesia (IAI).</p>
<p>"Selain pelatihan target costing untuk penentuan harga jual, kami juga memperkenalkan aplikasi SIAPIK agar pencatatan lebih rapi sesuai standar SAK-EMKM," jelas Dyna.</p>
<p>Harapannya, melalui penggunaan teknologi tepat guna dan sistem pencatatan modern, Bakso Goyang Rasa 768 mampu meningkatkan produksi secara higienis, memperpanjang umur simpan produk, sekaligus menata manajemen usaha lebih profesional.</p>
<p>"Dengan pengemasan vakum dan lemari pembekuan, kualitas bakso bisa lebih terjaga. Ditambah pencatatan keuangan yang tertib, pengusaha akan lebih siap mengembangkan usahanya," pungkas Chatarina Yayuk. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor: Rizqi Ardian </strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Psikolog Anak Puspaga Surabaya Tekankan Pendampingan dalam Membimbing Anak di Era Digital</title>
<link>https://suarajatimpost.com/psikolog-anak-puspaga-surabaya-tekankan-pendampingan-dalam-membimbing-anak-di-era-digital</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/psikolog-anak-puspaga-surabaya-tekankan-pendampingan-dalam-membimbing-anak-di-era-digital</guid>
<description><![CDATA[ Kericuhan demo yang melibatkan pelajar jadi alarm bagi orang tua, anak di bawah 18 tahun masih butuh bimbingan penuh, baik fisik maupun emosional. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202509/image_870x580_68cd64317515e.webp" length="36496" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Fri, 19 Sep 2025 22:03:57 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ryan Ramadhan</dc:creator>
<media:keywords>Parenting, Era Digital, Orangtua, Anak, SMAN 9 Surabaya, Surabaya, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SURABAYA, SJP - </strong>Menjadi sosok orang tua yang memiliki tanggung jawab terhadap anak-anaknya, tentu ada peran penting yang harus dipenuhi dalam mendidik dan mendampingi anak baik secara fisik maupun emosional, anak yang masih dalam masa pertumbuhan masih sangat butuh bimbingan menghadapi berbagai tantangan di era digital.</p>
<p>Hal tersebut disampaikan oleh Psikolog Anak Pusat Pembelajaran Keluarga (Puspaga) Kota Surabaya, Asteria Ratnawati saat berkesempatan menjadi salah satu pembicara dalam acara Parenting bagi orang tua wali murid SMA Negeri 9 Surabaya, Jumat (19/9/2025). </p>
<p>"Kita mau ngobrol bareng, mau belajar sambil sharing tentang bagaimana membersamai generasi emas atau generasi saat ini yang nanti di tahun 2045 diharapkan mereka sudah bisa jadi orang-orang yang sukses sebagai pemimpin, yang bisa untuk menjaga negara kita," ujar Asteria, Jumat (19/9/2025).</p>
<p>"Bahwa, dalam Mendampingi anak bukan kita hanya hadir secara fisik, tapi juga secara emosional, karena mereka masih butuh bimbingan orang tua dalam menghadapi berbagai tantangan, termasuk di era digital," imbuhnya.</p>
<p><strong><em>Parenting</em> itu Penting </strong></p>
<p>Asteria menilai, kegiatan parenting semacam ini di sekolah-sekolah bagi para wali murid yang notabene juga sebagai orang tua sangat penting. Namun, juga dia tetap mengimbau supaya tidak hanya berhenti di parenting secara teori saja. </p>
<p>"Karena parenting itu kan kita ada informasi baru, kita bisa sharing pengalaman dari para pesertanya. Itu bagus dilakukan secara kontinu, tapi tidak berhenti di situ saja," terangnya.</p>
<p>Baginya, kegiatan semacam ini, dapat diikuti pula dengan berbagai kegiatan yang mendukung materi-materi yang ada dalam parenting tersebut. </p>
<p>Misalnya kegiatan orang tua bersama anak, kegiatan orang tua dengan sekolah yang memang bisa menambah informasi, yang belajar lagi tentang bagaimana mengembangkan diri anak.</p>
<p>"Nggak harus melalui parenting ya, tapi bisa melalui kegiatan-kegiatan lain yang memang bermanfaat," kata Asteria. </p>
<p><strong>Kebutuhan Membimbing Anak </strong></p>
<p>Mengingat selama kericuhan demo tempo hari lalu ada beberapa yang turut ikut juga anak-anak di dalamnya, Asteria berpendapat, hal tersebut merupakan suatu bukti bahwa setiap anak masih sangat membutuhkan bimbingan sejak dalam kandungan hingga berumur 18 tahun, bahwa mereka masih dalam genggaman tanggung jawab orang tua.</p>
<p>"Jadi yang perlu kita ingat namanya anak, apalagi kalau diundang-undang perlindungan anak, yang namanya anak itu 18 tahun ke bawah, termasuk yang dalam kandungan. Sehingga kalau kita ngomong anak, mereka masih sangat butuh bimbingan dari orang tuanya. Jadi ketika di bawah 18 tahun, itu masih tanggung jawab orang tua," jelas Asteria.</p>
<p>"Ketika mungkin anak mencoba hal yang negatif atau mengikuti kayak yang kemarin ya, ada demo dan sebagainya. Justru ini adalah alarm buat kita bersama, buat para orang tua. Agar bisa lebih dekat lagi dengan anaknya, bisa lebih mengawasi keberadaan anaknya," sambung Asteria.</p>
<p>Dia menuturkan, bahwa dalam membimbung anak bukan hanya sekadar mengawasi, tapi dengan merangkul anak-anak supaya bisa dekat dengan orang tua dan keluarga. </p>
<p>"Bisa ngobrol bareng, orang tua bisa tahu anaknya ada di mana, temannya siapa, dia lagi aktif kegiatan apa saja," tutur Asteria.</p>
<p><strong>Mendampingi Anak di Era Digital</strong></p>
<p>Dalam perkembangan era digital saat ini yang terdapat banyak gadget, anak-anak juga terpapar dampaknya, banyak dari mereka yang juga teracuni oleh gadget dan teknologi digital. </p>
<p>Maka, Asteria menjelaskan, dalam mendampingi anak zaman sekarang di era digital, fokusnya jangan cuma anak-anak, tapi juga harus fokus pada diri masing-masing orang tua dan keluarga.</p>
<p>"Orang tua harus mau belajar terus. Belajar ilmu tentang perkembangan anak. Belajar update perkembangan-perkembangan anak ini sekarang apa saja," imbau Asteria.</p>
<p>Dia pun mengimbau, agar orang tua juga harus belajar bagaimana memperbaiki hubungan dengan anak. Kadang semakin anak itu besar, diri masing-masing orang tua, juga lupa bahwa anak-anak ini sebetulnya dalam tanda kutip, cara berpikirnya masih anak-anak. </p>
<p>"Secara mental, berproses masih anak-anak. Padahal sebetulnya, anak-anak itu mereka masih butuh bimbingan. Mereka belum matang dalam berpikir, dan belum matang dalam memilih sesuatu. Justru butuh dampingkan orang tua," terangnya</p>
<p>"Jadi nggak bisa lepas dari orang tua. Orang tua harus sama anak, harus belajar bareng di era yang serba digital ini," tukas Asteria. </p>
<p>Sehingga dirinya pun berpesan kepada peserta yang merupakan para orang tua, harus menjaga komunikasinya tetap bagus dengan anak-anaknya. Menurutnya, yang namanya mendampingi anak, berarti tidak membiarkan anak berjalan sendiri, namun mendampingi anak selain hadir secara fisik juga secara emosional. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor: Rizqi Ardian </strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Parenting SMAN 9 Surabaya, Celah Komunikasi Keluarga Dinilai Jadi Pemicu Pelajar Ikut Aksi Anarkis</title>
<link>https://suarajatimpost.com/parenting-sman-9-surabaya-celah-komunikasi-keluarga-dinilai-jadi-pemicu-pelajar-ikut-aksi-anarkis</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/parenting-sman-9-surabaya-celah-komunikasi-keluarga-dinilai-jadi-pemicu-pelajar-ikut-aksi-anarkis</guid>
<description><![CDATA[ SMAN 9 Surabaya gelar parenting “Mendampingi Generasi Emas Tanpa Cemas”, tekankan sinergi sekolah dan orangtua membangun kedekatan, komunikasi, dan pengasuhan bijak di era digital. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202509/image_870x580_68cd644c7723c.webp" length="51794" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Fri, 19 Sep 2025 21:29:22 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ryan Ramadhan</dc:creator>
<media:keywords>Parenting, SMAN 9 Surabaya, Songo, Komnas PA Surabaya, Kericuhan, Surabaya, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SURABAYA, SJP - </strong>Maraknya kasus yang melibatkan pelajar belakangan ini, khususnya kericuhan dan tindak anarkisme di Surabaya pada akhir Agustus 2025 lalu menjadi perhatian banyak pihak.</p>
<p>Salah satu faktor yang kerap disebut adalah renggangnya komunikasi dan kurangnya kedekatan antara orang tua dengan anak.</p>
<p>Hal itu dibuktikan dari ketidaktahuan orang tua tentang anaknya yang mengikuti aksi demo, hingga akhirnya dipanggil pihak kepolisian untuk menjemput anak mereka yang sudah diamankan.</p>
<p><strong>Parenting Untuk Generasi Emas</strong></p>
<p>Menjawab tantangan tersebut, Komite SMAN 9 Surabaya menggelar kegiatan parenting bertajuk “Mendampingi Generasi Emas Tanpa Cemas” pada Jumat, (19/9/2025). </p>
<p>Acara tersebut menghadirkan narasumber Syaiful Bachri, Ketua Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas PA) Surabaya, serta Asteria, psikolog anak dari Puspaga Surabaya.</p>
<p>Mewakili Pelaksana Harian (Plh.) Kepala Sekolah, Wakil Kepala (Waka) Kesiswaan, Sutartik, menjelaskan bahwa kegiatan parenting sudah lama diprogramkan. Tujuannya adalah mempererat hubungan antara sekolah, orang tua, dan masyarakat.</p>
<p>"Kami intinya meminta dukungan dari masyarakat tentang apapun, baik mulai dana, pergaulan anak di luar, maupun hubungan anak-anak dengan bapak ibu guru," ujar Sutartik, Jumat (19/9/2025).</p>
<p>Rangkaian acara dimulai dengan sambutan PLH Kepala Sekolah, Sukirin Wikanto yang juga merupakan Kepala SMAN 5 Surabaya. Dirinya memberikan motivasi dan gambaran umum tentang SMA Kompleks yang terletak di jantung Kota Surabaya.</p>
<p>Adapun Ketua Komite SMAN 9 Surabaya yang menjelaskan pentingnya partisipasi masyarakat dalam pendidikan, termasuk menjelaskan perbedaan antara iuran, pungutan, dan sumbangan, yang mana kerap menjadi polemik.</p>
<p>Bagian berikutnya diisi paparan tim kurikulum mengenai lima kriteria kenaikan kelas, serta presentasi koordinator kokurikuler yang menjelaskan program pembelajaran di luar akademik. Para orang tua juga diajak berdiskusi tentang voting kegiatan luar kota, dengan opsi Surabaya, Malang, dan Yogyakarta.</p>
<p>Sesi puncak parenting untuk kelas X menghadirkan narasumber dari Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas PA) Surabaya yakni Syaiful Bachri, sementara sesi kelas XI diisi oleh psikolog anak, Asteria.</p>
<p><strong>Siswa SMAN 9 Surabaya Tidak Terlibat Kericuhan</strong></p>
<p>Berkenaan dengan kericuhan di Surabaya pada akhir Agustus lalu, pihak sekolah juga memastikan bahwa tidak ada satupun siswa SMAN 9 yang terlibat dalam kericuhan yang mengakibatkan Gedung Negara Grahadi itu terbakar.</p>
<p>Bendahara BOS SMAN 9 Surabaya, Koekoeh Soebagijo menjelaskan bahwa pihak sekolah bahkan memperketat sistem pengawasan siswa, termasuk absensi berbasis <em>share location (shareloc)</em> melalui <em>WhatsApp</em> agar memastikan bahwa para siswa tidak berada di zona merah kericuhan.</p>
<p>"Anak-anak wajib <em>shareloc</em> ke wali kelas sampai jam delapan malam. Setelah itu tanggung jawab kami kembalikan ke orang tua," tandas Koekoeh.</p>
<p><strong>Peran Orangtua Sangat Penting</strong></p>
<p>Syaiful menilai pola pengasuhan yang kurang tepat, terutama minimnya komunikasi, menjadi pemicu anak mencari pelarian di luar rumah. Hal itu membuat mereka rentan terlibat dalam kasus-kasus sosial, termasuk kericuhan yang sempat terjadi di Surabaya.</p>
<p>"Ketidakadanya komunikasi yang baik antara orang tua dengan anak membuat anak mencari pola di luar. Itu yang memicu keterlibatan mereka dalam demo akhir Agustus," tegas Syaiful.</p>
<p>Ia juga mengingatkan agar orangtua tidak gagap teknologi, karena dunia anak saat ini sangat dipengaruhi perkembangan digital. Orangtua perlu menjadi sahabat bagi anak, sekaligus menanamkan benteng utama berupa akhlak, tanggung jawab, dan disiplin.</p>
<p>"Didiklah anak sesuai zamannya. Kalau akhlaknya kuat, meski banyak ajakan negatif, mereka tidak akan mudah terbawa," tambahnya.</p>
<p>Dalam materinya, Syaiful Bachri menyoroti lemahnya komunikasi antara orang tua dan anak sebagai salah satu penyebab keterlibatan pelajar dalam aksi kericuhan.</p>
<p>"Ketidakadanya komunikasi yang baik antara orang tua dengan anak mengakibatkan anak mencari polanya di luar," tegas Syaiful.</p>
<p>Ia mengungkapkan, berdasarkan catatan Komnas Anak bersama Polda Jatim, kericuhan itu melibatkan pelajar dari 44 SMA/SMK, 13–15 SMP, bahkan dua sekolah dasar.</p>
<p>Syaiful juga menekankan pentingnya orang tua melek teknologi agar tidak tertinggal dari anak-anak mereka yang tumbuh di era digital. Bahkan dirinya mengutip kalimat dari Kekhalifahan Rasyidin, Ali bin Abi Thalib.</p>
<p>"Didiklah anak sesuai jamannya. Karena mereka akan hidup di zaman yang berbeda dengan kita," tukasnya.</p>
<p>Dengan kegiatan parenting sebagai edukasi bagi orangtua, maka diharapkan para wali murid sadar bahwa penguatan akhlak, disiplin, dan tanggung jawab tetap menjadi benteng utama bagi anak-anak agar siap menyongsong generasi emas Indonesia 2045. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor: Rizqi Ardian </strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Pemkot Surabaya Akan Gelar Razia Kos&amp;kosan Imbas Kasus Mutilasi Lakarsantri</title>
<link>https://suarajatimpost.com/pemkot-surabaya-akan-gelar-razia-kos-kosan-imbas-kasus-mutilasi-lakarsantri</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/pemkot-surabaya-akan-gelar-razia-kos-kosan-imbas-kasus-mutilasi-lakarsantri</guid>
<description><![CDATA[ Walikota Surabaya Eri Cahyadi akan merazia 6.398 kos campur, menyusul kasus mutilasi yang terungkap beberapa waktu lalu. Ia juga meminta warga tidak cuek ke tetangga demi mencegah kasus serupa terjadi. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202509/image_870x580_68cc0ac7778d7.webp" length="19558" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 18 Sep 2025 20:59:10 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ryan Ramadhan</dc:creator>
<media:keywords>Kasus Mutilasi, Lakarsantri, Indekos, Kampung Pancasila, Eri Cahyadi, Razia, Surabaya, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SURABAYA, SJP - </strong>Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya berencana menggelar razia besar-besaran terhadap rumah indekos yang disinyalir kerap ditempati oleh pasangan tanpa ikatan pernikahan yang tinggal bersama.</p>
<p>Langkah tersebut diambil menyusul terungkapnya kasus pembunuhan berujung mutilasi yang menggemparkan warga Surabaya, yang terjadi di sebuah rumah kos di kawasan Lakarsantri. </p>
<p>Kasus tersebut mencuatkan kembali kekhawatiran publik, khususnya warga Kota Surabaya tentang pengawasan di rumah kos, terutama yang minim pengawasan dan sepi.</p>
<p>Menanggapi hal tersebut, Walikota Surabaya Eri Cahyadi menegaskan bahwa Pemkot tidak akan tinggal diam. Ia menyatakan, razia akan melibatkan jajaran Kampung Pancasila dan difokuskan pada rumah kos campur yang dinilai rentan terhadap tindak kriminal dan perbuatan asusila.</p>
<p>"Datanya sudah ada. Nanti Insyaallah dengan selesainya Kampung Pancasila di akhir minggu ini, minggu depan kita sudah berjalan razia itu," ujar Eri, Kamis (18/9/2025).</p>
<p>Eri menambahkan, razia tersebut akan melibatkan jajaran Kampung Pancasila dan akan dilakukan di setiap RW. Ia juga menekankan pentingnya peran serta masyarakat dalam pengawasan. </p>
<p>"Ojok cuek (jangan cuek), kos-kosan gak sak bojo yo dijarno (jangan biarkan kos diisi pasangan yang bukan suami-istri)," tuturnya.</p>
<p>"Makanya ketika ada pelecehan seksual terhadap anak dan perempuan ya karena kita membiarkan yang seperti itu, maka saya dengan Kampung Pancasila ini merazia tempat-tempat yang seperti itu," imbuh Eri.</p>
<p>Sebagai informasi, Kampung Pancasila sendiri adalah program inovasi Pemkot Surabaya yang bertujuan mewujudkan setiap Rukun Warga (RW) sebagai miniatur Indonesia, tempat nilai-nilai Pancasila diterapkan tidak hanya secara lisan tetapi juga dalam tindakan nyata.</p>
<p>Tujuan program tersebut adalah mengatasi permasalahan sosial seperti kemiskinan, pengangguran, stunting, serta memperkuat kerukunan dan gotong royong masyarakat melalui empat pilar, yakni lingkungan, kemasyarakatan, sosial-budaya, dan ekonomi. </p>
<p>Lebih lanjut, Wali Kota Surabaya itu juga mengimbau para pemilik dan pengelola rumah kos untuk lebih ketat dalam mendata penghuni dan tamu. Berdasarkan data Pemkot, setidaknya terdapat 6.398 rumah kos yang tersebar di kota Surabaya.</p>
<p>"Iki ya rada medeni (Ini agak seram), kos-kosan putra-putri. Kalau kos-kosan putra-putri sing jaga sopo (yang jaga siapa)? Yang memastikan dia suami istri siapa? Ya jadinya kayak begini. </p>
<p>"Lek campur ya maksiat e akeh (Kalau campur banyak malaikatnya). Jadinya ya kayak kejadian mutilasi kemarin," pungkas Eri, menyoroti bahaya minimnya pengawasan di kos campur. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor: Rizqi Ardian </strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Ungkap Makna Warna Hijau dan Pink, Identitas Gerakan 17+8 Tuntutan Rakyat</title>
<link>https://suarajatimpost.com/ungkap-makna-warna-hijau-dan-pink-identitas-gerakan-178-tuntutan-rakyat-25482</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/ungkap-makna-warna-hijau-dan-pink-identitas-gerakan-178-tuntutan-rakyat-25482</guid>
<description><![CDATA[ Gerakan “17+8 Tuntutan Rakyat” mencuri perhatian bukan hanya isi aspirasinya, tapi identitas visualnya: warna hijau dan pink yang menyulut solidaritas dan emosi kolektif. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202509/image_870x580_68cbf9d7eeea7.webp" length="43284" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 18 Sep 2025 20:03:01 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ryan Ramadhan</dc:creator>
<media:keywords>17+8, Gerakan Rakyat, Pink, Hijau, PCU, Universitas Kristen Petra, DKV, Surabaya, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SURABAYA, SJP -</strong> Gelombang tuntutan rakyat yang sempat mengguncang kondisi sosial politik Indonesia sejak 25 Agustus hingga 2 September 2025 melahirkan satu fenomena unik, yakni gerakan “17+8 Tuntutan Rakyat.” </p>
<p>Bak sebuah gebrakan baru, gerakan tersebut tidak hanya membawa isi aspirasi yang segar, tetapi juga menggunakan cara penyampaian yang kontras, terutama melalui penggunaan warna hijau dan pink sebagai identitas visual.</p>
<p>Sebelumnya, diketahui kemarahan publik bermula dari keputusan pemerintah menaikkan tunjangan anggota dewan secara drastis, yang dianggap timpang dengan kondisi masyarakat di luar gedung parlemen. </p>
<p>Protes kian membesar, bahkan hingga menimbulkan kerusuhan di berbagai daerah. Kini pemerintah berusaha meredam dengan langkah-langkah serius, mulai dari reshuffle kabinet hingga pembatalan tunjangan rumah dewan. Namun, api ketidakpuasan sudah terlanjur membakar jalanan.</p>
<p>Di tengah gelombang itu, lahirlah “17+8 Tuntutan Rakyat,” sebuah rangkuman aspirasi berbagai kelompok yang kemudian digerakkan secara masif di media sosial.</p>
<p>Dengan memanfaatkan kekuatan visual, gerakan itu tampil berbeda, tidak lagi hanya berupa poster hitam putih penuh teks, melainkan desain berwarna hijau dan pink yang segera akrab di mata publik, khususnya generasi muda.</p>
<p>Menanggapi gerakan itu, Dosen Desain Komunikasi Visual (DKV) Petra Christian University, Asthararianty, menilai strategi warna tersebut bukan kebetulan. Dalam dunia DKV sendiri, warna adalah alat komunikasi non-verbal yang efektif. </p>
<p>"Warna bukan sekadar elemen estetika, tapi bahasa universal yang mampu menyampaikan pesan, membangkitkan emosi, dan menyatukan berbagai kelompok masyarakat," ujar Astha, Kamis (18/9/2025).</p>
<p>Astha menjelaskan, warna pink secara psikologis merepresentasikan kelembutan dan empati, sementara secara kultural identik dengan solidaritas. Sebaliknya, hijau menghadirkan kesan segar dan tenang, serta menjadi simbol kehidupan.</p>
<p>Dalam gerakan 17+8 Tuntutan Rakyat sendiri, warna yang dipilih itu juga memiliki nama masing-masing. Dengan merah muda yang disebut <em>Brave Pink</em>, hijau disebut <em>Hero Green</em>, dan ada warna biru yang disebut sebagai <em>Resistance Blue</em>.</p>
<p>Menurut Astha, makna tersebut bisa bergeser tergantung latar belakang budaya, tetapi dalam konteks gerakan sosial, kombinasi keduanya menciptakan pesan yang kuat.</p>
<p>"Visual memiliki kekuatan yang tidak terbatas, yang mampu membangun jembatan emosi menuju persepsi dan identitas. Karena itu, pemilihan warna dalam gerakan sosial tidak boleh asal-asalan. Harus ada tujuan dan dasar teori yang jelas," tegas dosen DKV yang sudah mengajar sejak 2009 itu.</p>
<p>Penggunaan warna hijau dan pink yang konsisten membuat gerakan 17+8 lebih mudah diingat dan diikuti, terlebih beberapa pengguna sosial media juga mengganti foto profil mereka dengan tone warna yang sama dengan gerakan 17+8 tuntutan rakyat.</p>
<p>"Simbol visual kini bukan lagi sekadar pelengkap, tetapi strategi utama dalam komunikasi sosial," tandas Astha.</p>
<p>Gerakan itupun memunculkan pertanyaan lebih jauh, apakah daya tarik visual akan menjadi salah satu kunci keberhasilan gerakan 17+8 dalam menyatukan suara rakyat? Yang jelas, di tengah gaduh kondisi sosial politik Indonesia, kini warna juga ikut ambil peran dalam bersuara. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor: Rizqi Ardian </strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>30 Persen Porsi MBG di SMAN 15 Surabaya Dikeluhkan Basi</title>
<link>https://suarajatimpost.com/30-persen-porsi-mbg-di-sman-15-surabaya-dikeluhkan-basi</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/30-persen-porsi-mbg-di-sman-15-surabaya-dikeluhkan-basi</guid>
<description><![CDATA[ Sayur dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) di SMAN 15 Surabaya tercium basi, 30 persen dari 1.285 porsi dikeluhkan siswa pada hari kesembilan pelaksanaan. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202509/image_870x580_68cbe033d38a3.webp" length="36942" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 18 Sep 2025 18:35:00 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ryan Ramadhan</dc:creator>
<media:keywords>Makan Bergizi Gratis, MBG, SPPG, SMAN 15, Libels, Surabaya, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SURABAYA, SJP - </strong>Sejumlah siswa SMAN 15 Surabaya atau yang dikenal dengan SMA Libels mengeluhkan makanan dari program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang disajikan dalam kondisi basi pada Kamis (18/9/2025), tepat di hari kesembilan program berjalan.</p>
<p>Kepala SMAN 15 Surabaya, Johanes Mardijono, membenarkan adanya temuan makanan yang tidak layak konsumsi tersebut. Ia menegaskan bahwa selama delapan hari sebelumnya, program berjalan lancar dan tidak mendapat keluhan dari siswa.</p>
<p>"Delapan hari sebelumnya, makanan tidak ada yang basi dan baik-baik saja. Siswa siswi kami juga menyampaikan makanan pada hari-hari sebelumnya enak dan sesuai dengan harapan mereka," kata Johanes, Kamis (18/9/2025).</p>
<p>Awalnya, temuan makanan basi tersebut terungkap ketika beberapa siswa membuka wadah makanan dan mencium aroma yang tidak sedap. Akibatnya, sebagian siswa enggan menyantapnya dan melaporkan kepada guru.</p>
<p>"Kan makanannya itu ditutup, begitu dibuka katanya ada aroma yang tidak sedap. Anak-anak enggak berani makan. Tapi ada (beberapa) yang tidak (basi) dan masih dimakan. Jadi tidak 100 persen," ujar Johanes.</p>
<p>Ia menyebut sekitar 30 persen dari total 1.285 porsi MBG hari itu yang terindikasi basi. Meski begitu, mayoritas makanan tetap layak dikonsumsi. Johanes menegaskan tidak ada siswa yang mengalami keracunan.</p>
<p>"Yang mendapatkan makanan basi belum sempat makan karena langsung aromanya tercium. Ada yang sudah makan karena tidak 100 persen basi, tapi kita belum tahu, keluhan anak-anak belum ada," jelasnya.</p>
<p>Sebagai informasi, program MBG di SMAN 15 Surabaya disuplai oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Gayungan. Pihak sekolah telah melakukan koordinasi dengan penyedia untuk memastikan kualitas makanan lebih terjamin ke depan.</p>
<p>"Kita kan komitmen begitu jalan, sesuai petunjuk SPPG ada makanan ketika anak tidak suka agar tidak dibuang. Harus masuk ke tempat wadahnya. Nanti pihak SPPG itu bisa melihat mana yang tidak disukai. Ini bisa dievaluasi," tutur Johanes.</p>
<p>Meski muncul persoalan di menu hari ke-9, Johanes menegaskan program MBG tetap akan dilanjutkan sebagaimana jadwal yang berlaku. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor: Rizqi Ardian </strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Kasus Kerusuhan Surabaya: Berkas 6 Tersangka Pembakar Grahadi Masuk Kejaksaan</title>
<link>https://suarajatimpost.com/kasus-kerusuhan-surabaya-berkas-6-tersangka-pembakar-grahadi-masuk-kejaksaan</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/kasus-kerusuhan-surabaya-berkas-6-tersangka-pembakar-grahadi-masuk-kejaksaan</guid>
<description><![CDATA[ Berkas enam tersangka pembakar Gedung Negara Grahadi akhirnya dilimpahkan ke Kejari Surabaya, menandai babak baru kasus kerusuhan besar di Kota Pahlawan. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202509/image_870x580_68ca9637004f7.webp" length="61946" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 17 Sep 2025 18:59:09 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ryan Ramadhan</dc:creator>
<media:keywords>Kerusuhan Surabaya, Gedung Negara Grahadi, Grahadi Terbakar, Kejaksaan, Kejari Surabaya, Polrestabes Surabaya, Surabaya, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SURABAYA, SJP -</strong> Kasus kerusuhan yang melanda Surabaya pada akhir Agustus lalu, termasuk peristiwa pembakaran Gedung Negara Grahadi, kini memasuki babak baru. Kejaksaan Negeri (Kejari) Surabaya telah menerima pelimpahan berkas perkara dari kepolisian.</p>
<p>Kasintel Kejari Surabaya, Putu Arya Wibisana, membenarkan bahwa pihaknya sudah menerima berkas dari enam orang tersangka.</p>
<p>"Berkas sudah masuk 6 orang," kata Putu saat dikonfirmasi pada Rabu (17/9/2025).</p>
<p>Meski begitu, Kejari Surabaya masih menunggu pelimpahan berkas lainnya dari Polrestabes Surabaya. Putu menegaskan, jumlah tersangka yang ditangani sebenarnya lebih banyak daripada yang baru dilimpahkan.</p>
<p>"Untuk di Kejari Negeri Surabaya sudah ada 7 SPDP yang masuk dari Polrestabes Surabaya dengan jumlah tersangka 11 orang," ujarnya.</p>
<p>Diketahui sebelumnya, Polrestabes Surabaya telah menetapkan 11 orang sebagai tersangka utama dalam kasus pembakaran Gedung Negara Grahadi. Penetapan itu dilakukan setelah proses panjang sejak kerusuhan pecah pada 29–30 Agustus 2025.</p>
<p>Saat itu, kepolisian mengamankan 315 orang yang diduga terlibat dalam kerusuhan. Dari jumlah tersebut, sebanyak 33 orang ditetapkan sebagai tersangka terkait berbagai aksi perusakan, termasuk yang berujung pada kebakaran Gedung Negara Grahadi dan Polsek Tegalsari.</p>
<p>Dari puluhan tersangka itu, polisi mengerucutkan 11 orang yang dinilai paling bertanggung jawab atas terbakarnya Gedung Negara Grahadi. Kini, berkas enam dari 11 tersangka sudah masuk meja kejaksaan untuk diteliti lebih lanjut. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor: Rizqi Ardian </strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Peringati HUT ke&amp;80 di Gresik, PMI Cetak Relawan Muda Lewat Jumbara PMR Terbesar di Jawa Timur</title>
<link>https://suarajatimpost.com/peringati-hut-ke-80-di-gresik-pmi-cetak-relawan-muda-lewat-jumbara-pmr-terbesar-di-jawa-timur</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/peringati-hut-ke-80-di-gresik-pmi-cetak-relawan-muda-lewat-jumbara-pmr-terbesar-di-jawa-timur</guid>
<description><![CDATA[ Lebih dari 1.500 peserta dari 38 kabupaten/kota se-Jawa Timur tumpah ruah dalam acara ini. Setiap kontingen mengirimkan 38 hingga 40 peserta, menunjukkan antusiasme luar biasa dari generasi muda dalam Jumbara PMR ke-10. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202509/image_870x580_68ca8ee8b0c93.webp" length="28356" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 17 Sep 2025 18:29:17 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ryan Ramadhan</dc:creator>
<media:keywords>Palang Merah Indonesia, PMI, PMR, Jumbara, HUT ke-80 PMI, Emil Dardak, Gresik, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SURABAYA, SJP - </strong>Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Palang Merah Indonesia (PMI) di Provinsi Jawa Timur tahun 2025 tidak hanya menjadi momentum refleksi dan regenerasi, namun juga melahirkan momen bersejarah.</p>
<p>Acara yang dipusatkan di Lapangan Sepak Bola Semen Gresik, Kabupaten Gresik, pada Rabu (17/9/2025), dirangkai dengan Pembukaan Jumpa Bakti Gembira (Jumbara) Palang Merah Remaja (PMR) ke-10 yang berhasil memecahkan rekor dengan jumlah peserta terbanyak sepanjang sejarah.</p>
<p>Lebih dari 1.500 peserta dari 38 kabupaten/kota se-Jawa Timur tumpah ruah dalam acara ini. Setiap kontingen mengirimkan 38 hingga 40 peserta, menunjukkan antusiasme luar biasa dari generasi muda dalam Jumbara PMR ke-10.</p>
<p>Upacara pembukaan yang dipimpin oleh Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak, menjadi puncak acara. Ia mewakili Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, yang berhalangan hadir. </p>
<p>Selain Emil, turut hadir pula pengurus PMI Pusat, Ketua PMI Provinsi Jawa Timur Imam Utomo, para ketua PMI kabupaten/kota, serta Bupati Gresik selaku tuan rumah.</p>
<p><strong>Momen Introspeksi dan Regenerasi</strong></p>
<p>Dalam sambutannya, Wagub Jatim, Emil Dardak menyampaikan bahwa peringatan HUT ke-80 PMI bukan hanya sekadar seremonial. Acara tersebut merupakan momentum untuk introspeksi diri sejauh mana PMI dapat terus menjalankan peran kemanusiaan sebagai marwah utamanya. </p>
<p>"Peringatan ulang tahun ini bukan sekadar seremonial, tetapi menjadi momentum untuk melakukan introspeksi sejauh mana kita semua akan bisa terus melaksanakan peran kemanusiaan," ujar Emil, Rabu (17/9/2025).</p>
<p>Ia menekankan bahwa PMI, sebagai bagian dari gerakan kemanusiaan internasional, memegang teguh tujuh prinsip dasar, yaitu Kemanusiaan, Kesamaan, Kenetralan, Kemandirian, Kesukarelaan, Kesatuan, dan Kesemestaan.</p>
<p>Emil Dardak menyoroti tema Jumbara PMR ke-10 yang jatuh pada tahun ini, yakni "Membentuk PMI yang Cerdas, Tangkas, dan Berbudaya". Menurutnya, Jumbara adalah wadah yang ideal untuk membentuk generasi muda yang tidak apatis dan sigap dalam membantu masyarakat.</p>
<p>"Jumbara ini menjadi ajang untuk semakin mengokohkan pembinaan palang merah remaja di sekolah. Karena PMI sebagai bagian dari PMI, itu memang mengedepankan jiwa kerelawanan tadi," tegasnya.</p>
<p>"Jadi nggak boleh apatis, nggak boleh abai, nggak boleh mager generasi mudanya," tandas Emil.</p>
<p><strong>PMI Jatim Siapkan Kader untuk Nasional</strong></p>
<p>Sementara itu, Ketua PMI Provinsi Jawa Timur, Imam Utomo, kembali menjelaskan bahwa Jumbara merupakan agenda rutin yang digelar setiap empat tahun sekali. Selain menjadi ajang pembinaan, Jumbara juga berfungsi sebagai seleksi untuk memilih perwakilan Jawa Timur yang akan dikirim ke Jumbara Nasional.</p>
<p>"Untuk Jumbara ini setiap 4 tahun sekali kita lakukan. Di samping mempersiapkan sendiri, kita nanti mengikuti Jumbara Nasional," ujar Imam.</p>
<p>Ia mengungkapkan bahwa peserta Jumbara di Jawa Timur, yang berjumlah 38 kabupaten/kota, bahkan lebih banyak dibanding Jumbara tingkat nasional yang hanya melibatkan 34 provinsi. Hal itu menunjukkan potensi besar kader PMR di Jawa Timur. </p>
<p>Imam Utomo juga menyebut bahwa PMI terus menjalin kerja sama dengan Dinas Pendidikan untuk memberdayakan unit PMR di sekolah-sekolah, baik dari tingkat SD, SMP, hingga SMA/SMK.</p>
<p>"Pengetahuan masalah PMI-an, PMR itu diajarkan. Itu kita latih," pungkasnya.</p>
<p><strong>Parade Budaya, Wujud Keberagaman Nusantara</strong></p>
<p>Tidak selesai disitu, sore harinya, acara juga dilanjutkan dengan parade budaya yang diikuti oleh seluruh kontingen PMR. Dengan jarak tempuh hampir 3 kilometer, peserta mengenakan pakaian adat dari daerah masing-masing dan menampilkan atraksi seni tradisional.</p>
<p>Ketua Panitia, Zainal Marzuki, menjelaskan bahwa parade ini bukan sekadar hiburan, melainkan sarana untuk memperkenalkan keragaman budaya Jawa Timur.</p>
<p>"Parade budaya ini bukan sekadar hiburan, tetapi juga sarana memperkenalkan keragaman budaya Jawa Timur," kata Zainal.</p>
<p>Acara peringatan HUT ke-80 PMI dan Jumbara PMR ini tidak hanya menjadi perayaan, tetapi juga cerminan dari komitmen PMI dalam membentuk generasi muda yang peduli dan siap siaga. </p>
<p>Dengan semangat yang diwariskan dari para pendahulu dan inovasi yang dibawa oleh generasi baru, PMI Jawa Timur menunjukkan bahwa misi kemanusiaan akan terus berlanjut dan beradaptasi. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor: Rizqi Ardian </strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Kelangkaan BBM Swasta Mulai Terasa di Surabaya, Shell Akui Stok  Kosong</title>
<link>https://suarajatimpost.com/kelangkaan-bbm-swasta-mulai-terasa-di-surabaya-shell-akui-stok-kosong</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/kelangkaan-bbm-swasta-mulai-terasa-di-surabaya-shell-akui-stok-kosong</guid>
<description><![CDATA[ Kelangkaan BBM swasta makin terasa di Surabaya, satu demi satu SPBU kehabisan stok bensin unggulan hingga membuat pengendara kesulitan mencari pasokan. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202509/image_870x580_68ca46dab8da5.webp" length="67314" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 17 Sep 2025 14:00:38 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ryan Ramadhan</dc:creator>
<media:keywords>BBM, BBM Swasta, SPBU, Kelangkaan BBM, Shell, BP, Vivo, Surabaya, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SURABAYA, SJP - </strong>Kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) di SPBU swasta kini sudah terasa di Surabaya. Sejumlah SPBU swasta seperti Shell, <em>British Petroleum</em> (BP) dan Vivo Energy tampak sepi dan sudah tidak menerima lagi pelanggan, beberaoa konsumen bahkan terpaksa putar balik.</p>
<p>Shell Indonesia sendiri dalam keterangan resminya mengakui kelangkaan pasokan BBM sudah terjadi sejak bulan lalu. Kondisi itu memaksa mereka melakukan penyesuaian operasional di sejumlah SPBU. Faktor penyebab disebut beragam, mulai dari dinamika pasar hingga dampak kebijakan pemerintah.</p>
<p>Penyesuaian tersebut berdampak langsung terhadap pekerja di lapangan. Sebagian petugas SPBU dirumahkan sementara, sedangkan jam kerja dan hari kerja petugas lain ikut dipangkas. Beberapa produk bensin juga tidak tersedia, antara lain Shell Super, Shell V-Power, dan Shell V-Power Nitro+.</p>
<p>Meski demikian, Shell menegaskan operasional SPBU tetap berjalan. Konsumen masih bisa mengakses BBM jenis lain, serta layanan tambahan seperti Shell Select, Shell Recharge, bengkel, dan pelumas Shell.</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202509/image_870x_68ca46d581bef.webp" alt=""></p>
<p><strong>Kondisi di Surabaya</strong></p>
<p>Di Kota Pahlawan, kelangkaan BBM swasta semakin nyata. Satu demi satu SPBU swasta mulai kehabisan stok. Seorang pegawai salah satu cabang SPBU Shell di Surabaya yang enggan disebutkan namanya membenarkan kondisi tersebut.</p>
<p>"Sejak Senin pagi (16/9/2025) Shell Super dan V-Power sudah kosong. V-Power Diesel masih ada, tapi sore sudah tidak melayani. SPBU kami juga tutupnya-kan jam 10.00 malam," ujarnya.</p>
<p>Ia menambahkan, situasi tersebut membuat banyak pengendara kecewa. </p>
<p>"Banyak yang sudah masuk lalu terpaksa putar balik. Kami terpaksa pasang palang sejak siang dan berjaga di depan untuk menjelaskan bahwa produk bensin tidak ada," katanya.</p>
<p><strong>Solusi Sementara pihak Shell </strong></p>
<p>Sebagai solusi sementara, Shell mengarahkan konsumen untuk mengecek ketersediaan BBM melalui situs resmi mereka di shell.co.id pada menu “Informasi Ketersediaan BBM di SPBU Shell.”</p>
<p>Berdasarkan pantauan per 17 September 2025 di laman tersebut, terlihat dari total 10 SPBU Shell yang ada di Surabaya, hanya cabang Kalijudan dan Yonosuwoyo yang masih menjual <em>Shell Super</em>.</p>
<p>Bahkan, tertulis bahwa seluruh cabang di Jawa Timur sudah tidak menjual <em>Shell V-Power</em> maupun <em>Shell V-Power Nitro+.</em> Informasi resmi di situs tersebut berbunyi:</p>
<p>“Mohon maaf, <em>Shell V-Power/Shell V-Power Nitro+</em> tidak tersedia di SPBU Shell hingga waktu yang belum dapat dipastikan.” tulis laman tersebut.</p>
<p>Meski produk bensin unggulan kosong, SPBU Shell tetap membuka layanan non-BBM, termasuk Shell Select, Shell Recharge, bengkel, serta pelumas Shell. Sementara itu, BBM jenis Shell V-Power Diesel masih tersedia di beberapa titik.<strong> (*)</strong></p>
<p><strong>Editor: Rizqi Ardian </strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Numpuk di Percetakan, Lulusan PCU Ini Ubah Limbah Kertas Jadi Media Healing Lewat “Paper Pulse”</title>
<link>https://suarajatimpost.com/numpuk-di-percetakan-lulusan-pcu-ini-ubah-limbah-kertas-jadi-media-healing-lewat-paper-pulse</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/numpuk-di-percetakan-lulusan-pcu-ini-ubah-limbah-kertas-jadi-media-healing-lewat-paper-pulse</guid>
<description><![CDATA[ Limbah kertas percetakan di Surabaya diolah Evelyn Widiana menjadi Paper Pulse, kit melukis tekstur yang menghadirkan seni, relaksasi, sekaligus pesan kepedulian lingkungan. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202509/image_870x580_68c96121823c4.webp" length="51644" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Tue, 16 Sep 2025 21:17:50 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ryan Ramadhan</dc:creator>
<media:keywords>Petra Christian University, Universitas Kristen Petra, PCU, Paper Pulse, Limbah, Limbah Kertas, Surabaya, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SURABAYA, SJP - </strong>Bagi mahasiswa, terutama bagi yang sedang mengerjakan skripsi, mungkin sudah biasa melihat tumpukan sisa kertas seperti lembaran HVS yang kerap terbuang percuma di tempat percetakan. Meski terlihat biasa, ternyata kertas merupakan salah satu limbah yang memiliki volume yang cukup besar. </p>
<p>Berangkat dari permasalahan tersebut, seorang wisudawati Desain Komunikasi Visual Universitas Kristen Petra, Evelyn Widiana berhasil mengolah limbah kertas menjadi karya seni yang sekaligus membawa pesan lingkungan.</p>
<p>Mahasiswi angkatan 2021 itu merancang Textured Painting Kit yang diberi nama Paper Pulse. Lewat produk ini, Evelyn ingin menunjukkan bahwa sampah kertas bukan sekadar limbah, tetapi bisa berubah menjadi media ekspresi seni sekaligus sarana relaksasi.</p>
<p>"Penggunaan kertas sudah sangat umum. Kalau tidak dipilah dengan benar, bisa berdampak buruk bagi lingkungan. Dengan Paper Pulse, saya ingin orang lebih sadar bahwa kertas bekas bisa bermanfaat lagi," kata Evelyn, Selasa (16/9/2025).</p>
<p>Kit karyanya berisi kanvas berukuran 15x15 cm atau 15x20 cm, cat akrilik, lem putih, pinset, stik es krim, hingga potongan kertas bekas. Ada enam desain berbeda yang digambar langsung oleh Evelyn. </p>
<p>"Target dari produk ini adalah pengguna berusia 17–30 tahun dapat mencoba seni melukis tekstur sebagai aktivitas healing sederhana dari rumah," jelas Evelyn.</p>
<p>Menurutnya, melukis punya kekuatan menenangkan pikiran, sejalan dengan mottonya, “mind holds power.” Nama Paper Pulse sendiri dipilih untuk merepresentasikan bahan utama berupa kertas (paper) dan denyut nadi (pulse) sebagai simbol ketenangan.</p>
<p>Meski kertas yang ia gunakan sebagai salah satu bahan dalam kit Paper Pulse menggunakan berbagai jenis kertas, Evelyn mengaku sebagian besar bahan kertas ia dapat dari percetakan di Surabaya. </p>
<p>"Jenis kertas yang saya gunakan biasanya HVS atau art paper. Kalau art paper agak sulit diolah, jadi lebih mudah pakai HVS," jelasnya.</p>
<p>Melalui inovasi tersebut, Evelyn berharap masyarakat lebih peduli dalam mengelola sampah kertas yang sering diabaikan. </p>
<p>"Harapannya, orang tidak langsung membuang kertas. Sebelum jadi sampah, bisa dimanfaatkan kembali. Minimal, kit ini bisa menginspirasi orang lebih aware terhadap lingkungan," ujarnya. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor: Rizqi Ardian </strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Gandeng KPK, Pemkot Surabaya Targetkan Predikat Wilayah Bebas Korupsi tahun 2026</title>
<link>https://suarajatimpost.com/gandeng-kpk-pemkot-surabaya-targetkan-predikat-wilayah-bebas-korupsi-tahun-2026</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/gandeng-kpk-pemkot-surabaya-targetkan-predikat-wilayah-bebas-korupsi-tahun-2026</guid>
<description><![CDATA[ Kasus pungli di Kelurahan Kebraon jadi titik balik Pemkot Surabaya memperketat integritas, menggandeng KPK, dan menargetkan seluruh dinas meraih predikat WBK 2026. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202509/image_870x580_68c9601fb47a2.webp" length="19588" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Tue, 16 Sep 2025 20:46:13 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ryan Ramadhan</dc:creator>
<media:keywords>Pemkot Surabaya, Pungli, Korupsi, KPK, Eri Cahyadi, Surabaya, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SURABAYA, SJP - </strong>Kasus pungutan liar (pungli) yang terungkap di Kelurahan Kebraon beberapa waktu lalu menjadi titik balik Pemkot Surabaya dalam memperkuat budaya antikorupsi. </p>
<p>Diketahui sebelumnya, oknum tenaga non-ASN yang terlibat bersama Ketua RT dalam pengurusan KK itu langsung mendapat teguran keras dari Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi.</p>
<p>Pasca kejadian tersebut, Eri bahkan menginstruksikan seluruh pegawai di lingkungan Pemkot Surabaya Seluruh untuk membuat surat pernyataan siap dipecat jika terbukti melakukan pungli untuk kemudian diserahkan kepada pihak inspektorat.</p>
<p>Tidak berhenti disitu, kini Pemkot Surabaya juga berkolaborasi dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk menggelar sosialisasi penguatan integritas, budaya antikorupsi, dan gratifikasi di Graha Sawunggaling, Selasa, (16/9/2025).</p>
<p>"Ini adalah tindak lanjut dari pernyataan bersama seluruh pegawai Pemkot Surabaya untuk tidak ada lagi pungutan liar atau menerima sesuatu yang tidak seharusnya. Karena itu, kami mengundang KPK untuk memberikan sosialisasi langsung," kata Eri, Selasa (16/9/2025).</p>
<p>Kegiatan yang dihadiri oleh seluruh jajaran Perangkat Daerah (PD) mulai dari Sekretaris Daerah, Kepala Dinas, Kepala Bidang, hingga Camat dan Lurah itu ditujukan untuk kebut perolehan predikat Wilayah Bebas Korupsi (WBK) pada tahun 2026 mendatang.</p>
<p>"Semua dinas di tahun 2026 harus mempunyai bebas WBK. Kita semua harus masuk dalam tingkatan awal terlebih dahulu," ungkap Eri.</p>
<p>Predikat WBK sendiri diberikan oleh Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) setelah melewati evaluasi dan rekomendasi dari Tim Penilai Nasional (TPN). Predikat itu adalah penghargaan atas keberhasilan membentuk zona integritas anti korupsi.</p>
<p>"Untuk mendapatkan predikat itu, pelayan seluruh masyarakat yang berada di Pemkot Surabaya harus membuktikan dan berkomitmen untuk tidak melakukan pungli dan bebas korupsi," terang Eri.</p>
<p>Sementara itu, Kepala Satgas Sertifikasi dan Pemberdayaan Direktorat Diklat Antikorupsi KPK, Sugiarto mendukung langkah wali Kota Surabaya dalam anggota korupsi di lingkup Pemkot. Menurutnya, sosialisasi kali ini baru awal karena baru menyasar ASN.</p>
<p>"Untuk antisipasi memang tidak bisa hanya dilakukan di satu sisi. Sosialisasi ini perlu menyasar para ASN dan masyarakat," kata Sugiarto.</p>
<p>Menurutnya, kunci utama pencegahan korupsi adalah menjaga integritas ASN dan memahami batasan gratifikasi. Karena menurutnya, banyak ASN yang masih tidak paham dan tidak menyadari bahwa dirinya melakukan tindak gratifikasi.</p>
<p>"ASN harus sadar bahwa mereka diberi amanat untuk membantu rakyat. Kuncinya jangan jadi pelaku, hindari konflik kepentingan, dan pahami perbedaan gratifikasi yang boleh dan tidak boleh," tegasnya.</p>
<p>Ia berharap upaya berkelanjutan seperti kegiatan hari ini bersama KPK bisa menekan praktik gratifikasi dan pungli di Surabaya.</p>
<p>“Langkah ini menunjukkan keseriusan Surabaya untuk benar-benar bersih dari korupsi,” tukas Sugiarto. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor: Rizqi Ardian </strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Dari Jarum ke Jualan Online, IRT Kelurahan Kapasmadya Baru Dilatih Produksi Baju Siap Pakai</title>
<link>https://suarajatimpost.com/dari-jarum-ke-jualan-online-irt-kelurahan-kapasmadya-baru-dilatih-produksi-baju-siap-pakai-untuk-tambahan-penghasilan</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/dari-jarum-ke-jualan-online-irt-kelurahan-kapasmadya-baru-dilatih-produksi-baju-siap-pakai-untuk-tambahan-penghasilan</guid>
<description><![CDATA[ IRT Kelurahan Kapas Madya Baru dilatih menjahit hingga jualan online, membuka peluang baru bagi mereka untuk mandiri dan menambah penghasilan keluarga lewat produk baju ready to wear. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202509/image_870x580_68c9611215096.webp" length="34496" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Tue, 16 Sep 2025 20:32:25 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ryan Ramadhan</dc:creator>
<media:keywords>Penjahit, Jahit, V-RA Collection, Kapasmadya Baru, Tuwowo, PLN, YBM PLN, Surabaya, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SURABAYA, SJP - </strong>Ibu Rumah Tangga (IRT) di Kelurahan Kapasmadya Baru kini tidak hanya mengurus rumah tangga, tetapi juga mulai menekuni keterampilan menjahit, mulai dari menghasilkan baju siap pakai hingga siap menjualnya secara online.</p>
<p>Melalui program pendampingan Yayasan Baitul Maal PLN (YBM PLN) yang menggandeng V-RA Collection, diharapkan akan menambah keterampilan dan menjadi jalan baru bagi warga berpenghasilan rendah untuk mandiri secara ekonomi.</p>
<p>Owner V-RA Collection sekaligus tutor pelatihan, Novita Rahayu Purwaningsih, mengatakan pelatihan yang berlangsung di Balai RW 4 Jalan Tuwowo, Kapas Madya Baru, Kecamatan Tambaksari itu dibekali penuh oleh YBM PLN, mulai dari mesin jahit, bahan, hingga alat praktek.</p>
<p>"Disini saya bertanggung jawab untuk memberikan pelatihan, dari peserta yang belum bisa sama sekali juga diajarin dari nol sampai bisa bikin baju jadi dan siap jualan," kata Novita, Selasa (16/9/2025).</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202509/image_870x_68c96130ebdc3.webp" alt=""></p>
<p>Novita menjelaskan, pelatihan sudah dimulai sejak akhir Agustus dan akan berjalan minimal dua bulan. Pertemuan dilakukan seminggu sekali pada hari Selasa bersama tutor, lalu peserta diberi tugas belajar mandiri di hari Rabu agar tetap memiliki tanggung jawab dan lebih terbiasa.</p>
<p>"Nanti hasil belajar mandiri itu juga dikoreksi lagi di pertemuan berikutnya. Harapannya mereka punya kepercayaan diri, bisa posting produknya di story WA atau IG, dan bilang ‘ini produk saya, saya bikin sendiri, siap melayani kalau ada pesanan’, gitu," ujarnya.</p>
<p>Selain keterampilan menjahit, peserta juga dikenalkan cara foto produk, mengunggah di media sosial, hingga rencana penjualan ke marketplace. Produk yang dibuat difokuskan pada baju siap pakai (ready to wear) seperti kemeja wanita dengan target pasar usia 16–50 tahun.</p>
<p>"Kenapa kita pilih baju siap pakai itu karena pasarnya luas, semua orang butuh pakaian siap pakai ini. Jadi pertimbangannya lebih mudah dijual, tapi tetap marketable," jelas Novita.</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202509/image_870x_68c96100a0767.webp" alt=""></p>
<p>Tidak hanya saat pelatihan, Balai RW 4 juga sengaja dibuka setiap hari bagi warga yang ingin menjahit. Mesin jahit dan peralatan bisa digunakan bersama, baik untuk pesanan kelompok maupun pribadi. </p>
<p>Peserta yang ikut telah diseleksi oleh pihak RW berdasarkan minat dan kondisi ekonomi, dan kini total peserta yang ikut pelatihan berjumlah sembilan orang. Kini, kelompok tersebut juga telah memiliki branding dengan nama Kelompok Usaha Cahaya (KUC) Sartika Dewi.</p>
<p>Salah satu peserta pelatihan, Rohma, mengaku pelatihan yang ia ikuti sangat membantu, meski awalnya cukup sulit karena dirinya benar-benar belajar dari nol.</p>
<p>"Awal-awal memang sulit, karena saya belum pernah pegang mesin jahit sama sekali. Tapi senang sekali bisa dapat pengalaman baru," ujarnya.</p>
<p>Rohma berharap ke depan bisa terus menjahit untuk tambahan ekonomi keluarga, meski masih terkendala modal untuk membeli kain maupun mesin jahit sendiri. Dirinya juga berharap setiap peserta juga bisa mendapatkan mesin jahit di rumah masing-masing agar lebih memudahkan jika mendapatkan pesanan.</p>
<p>"Kalau ada pesanan insyaallah diteruskan. Kalau belum bisa modal sendiri, mungkin ambil jahitan dari konveksi. Harapannya nanti bisa punya mesin jahit di rumah," katanya.</p>
<p>Dengan dukungan YBM PLN dan pendampingan dari V-RA Collection, para IRT Kapasmadya Baru kini memiliki peluang lebih besar untuk mandiri secara ekonomi melalui keterampilan menjahit dan pemasaran digital. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor: Rizqi Ardian </strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Atasi Guguran Bunga Tabebuya, DLH Surabaya Siagakan Pasukan Tambahan</title>
<link>https://suarajatimpost.com/dlh-surabaya-siagakan-pasukan-tambahan-atasi-guguran-bunga-tabebuya</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/dlh-surabaya-siagakan-pasukan-tambahan-atasi-guguran-bunga-tabebuya</guid>
<description><![CDATA[ Guguran bunga tabebuya memenuhi jalan-jalan Surabaya, membuat DLH menyiagakan pasukan tambahan agar keindahan kota tetap terjaga di tengah musim singkat nan menawan ini. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202509/image_870x580_68c6b97237354.webp" length="79612" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sun, 14 Sep 2025 23:04:25 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ryan Ramadhan</dc:creator>
<media:keywords>Tabebuya, Dinas Lingkungan Hidup, DLH Surabaya, Surabaya, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SURABAYA, SJP -</strong> Setelah beberapa hari menghiasi sudut-sudut kota dengan keindahannya, bunga tabebuya di sejumlah jalan Kota Surabaya kini mulai berguguran. </p>
<p>Rontokan bunga yang cukup banyak ini membuat Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Surabaya menyiapkan langkah antisipasi untuk menjaga kebersihan dan keindahan kota.</p>
<p>Kepala Bidang Kebersihan DLH Kota Surabaya, Moh Rokhim, menyampaikan bahwa pihaknya telah menambah jumlah personel kebersihan khusus untuk menghadapi musim tabebuya.</p>
<p>"Di musim bunga tabebuya, rontokannya juga sangat banyak. Kami sudah antisipasi dengan menambah beberapa satgas dari jalan sirip, juga petugas road sweeper," ujar Rokhim, Minggu (14/9/2025).</p>
<p>Ia menjelaskan, para petugas kebersihan kini dibagi dalam lima rayon yang difokuskan di titik-titik dengan banyak pohon tabebuya. Lokasi tersebut antara lain Jalan Ir. Soekarno (MERR), Jalan Kedung Cowek, Jalan Ahmad Yani, Jalan Mayjen Sungkono, Jalan HR Muhammad, hingga kawasan Margomulyo.</p>
<p>Selain itu, <em>road sweeper</em> juga disiagakan untuk mempercepat penanganan sampah organik akibat guguran bunga. Rokhim mencontohkan kondisi di frontage barat Jalan Ahmad Yani, yang biasanya dijaga delapan petugas kebersihan.</p>
<p>"Kini ada penambahan personel dari jalan sirip di sekitarnya, seperti Jalan Dukuh Menanggal, Jetis, hingga Menanggal V," jelasnya.</p>
<p>Dengan langkah tersebut, DLH berharap kebersihan kota tetap terjaga meski musim tabebuya tengah berlangsung.</p>
<p>"Biasanya tabebuya berbunga 3–4 hari, setelahnya sudah mulai berkurang," pungkas Rokhim. (*)</p>
<p><strong>Editor: </strong>Danu S</p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>UKWMS Manfaatkan PLTS Guna Besarkan Kepiting Bakau di Tengah Kota</title>
<link>https://suarajatimpost.com/ukwms-manfaatkan-plts-guna-besarkan-kepiting-bakau-di-tengah-kota</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/ukwms-manfaatkan-plts-guna-besarkan-kepiting-bakau-di-tengah-kota</guid>
<description><![CDATA[ Budidaya kepiting bakau kini merambah jantung Surabaya, lahir dari kolaborasi urban farming Kampoeng Oase Ondomohen dan teknologi PLTS yang digagas tim Abdimas UKWMS. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202509/image_870x580_68c6b96aa53bf.webp" length="44906" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sun, 14 Sep 2025 22:37:57 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ryan Ramadhan</dc:creator>
<media:keywords>Kampoeng Oase Ondomohen, Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya, UKWMS, Kepiting Bakau, Urban Farming, Surabaya, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SURABAYA, SJP - </strong>Urban farming, atau pertanian perkotaan selama ini identik dengan budidaya sayuran dan tanaman buah. Namun siapa sangka, jika konsep itu dikombinasikan dengan teknologi terbarukan, maka bisa membuka ruang baru hingga ke ranah yang dianggap mustahil.</p>
<p>Salah satunya datang dari tim abdimas Fakultas Teknik Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya (UKWMS) yang membawa gagasan untuk membesarkan hewan laut seperti kepiting bakau dengan memanfaatkan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS).</p>
<p>Program yang didanai Kemdikti–Saintek dengan nomor kontrak 003/LL7/DT.05.00/PM/2025 itu mengusung judul "Inovasi Teknologi berbasis PLTS Untuk Pengaturan Lingkungan Akuakultur Penggemukan Kepiting Bakau" dengan menyasar salah satu komunitas di jantung Kota Pahlawan, yakni Kampoeng Oase Ondomohen, Surabaya.</p>
<p>Ketua Tim Abdimas UKWMS, Rasional Sitepu dari Program Studi Profesi Insinyur, menjelaskan alasan utama memilih PLTS sebagai pendukung budidaya kepiting bakau dikarenakan PLTS termasuk salah satu sistem energi terbarukan yang ramah lingkungan.</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202509/image_870x_68c6b96409abe.webp" alt=""></p>
<p>"Dengan menggunakan panel surya untuk mengubah cahaya matahari menjadi listrik, energi ini tidak pernah habis, serta bebas digunakan, dan lebih hemat," jelasnya, Minggu (14/9/2025).</p>
<p>"Selain itu, karena panel surya tidak menimbulkan kebisingan, maka penggunaannya sangat cocok untuk area padat penduduk seperti di tengah kota," lanjut Rasional.</p>
<p>Ia juga memberi penekanan pada aspek keamanan dan ketahanan instalasi. Sambungan listrik harus diisolasi dan dilindungi silikon agar tahan air hujan. Selain itu, digunakan kabel khusus NYYHY serta lampu outdoor agar tahan cuaca.</p>
<p><strong>Mengapa Kepiting Bakau?</strong></p>
<p>Rasional kemudian menjelaskan, pertimbangan dalam memilih kepiting bakau adalah karena memiliki nilai ekonomi tinggi sekaligus daya adaptasi besar bila dipelihara di darat.</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202509/image_870x_68c6b95b18a80.webp" alt=""></p>
<p>"Karena mengingat kepiting bakau sangat tinggi nilai ekonominya, jadi kami ingin coba mengembangkannya di darat," ujar Rasional.</p>
<p>Dirinya mengungkapkan bahwa harga dari kepiting bakau mentah per ekor bisa menyentuh harga 65 ribu per kilogram, sedangkan jika diolah menjadi masakan seafood harganya bisa tembus hingga 250 ribu per ekor.</p>
<p>"Selain sisi ekonomi, kepiting bakau juga punya harapan hidup yang tinggi, jadi kemungkinan bertahan dalam proses adaptasi jika dibawa ke darat dan dibesarkan di sini juga besar," imbuhnya.</p>
<p><strong>Kolaborasi Lintas Prodi</strong></p>
<p>Tidak hanya Rasional, Tim Abdimas Fakultas Teknik UKWMS juga diperkuat dosen dari berbagai program studi, meliputi Peter Rathodirjo Angka (Teknik Informatika), Ery Susiany Retnoningtyas (Teknik Kimia), serta mahasiswa Sasrio Resi Valen (Teknik Elektro) dan Yosefa Ruvinda Ayu Krisanti (Teknik Kimia).</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202509/image_870x_68c6bbc7632e5.webp" alt=""></p>
<p>Kolaborasi tersebut terlihat dalam workshop yang ditujukan untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat Kampoeng Oase Ondomohen terkait program yang akan dijalankan. </p>
<p>"Kita akan beri pelatihan kepada masyarakat. Pertama dari sisi teknologi pengadaan energi melalui pembangkit listrik tenaga surya itu dari prodi teknik elektro dan teknik informatika," terang Rasional.</p>
<p>"Kemudian dari prodi teknik kimia akan jelaskan sisi pengkondisian air darat supaya cocok dengan iklim kepiting bakau, seperti parameter kadar garam, pH dan penggunaan amonia," sambungnya.</p>
<p>Workshop atau pelatihan tersebut diikuti sekitar 30 peserta. Kendati pelatihan hanya dilakukan satu hari, Rasional mengungkapkan bahwa pihaknya akan lakukan pendampingan hingga masyarakat mampu mandiri.</p>
<p>"Karena tujuan dari pelatihan ini adalah meningkatkan kemampuan produksi dan kemampuan manajernya," tambah Rasional.</p>
<p><strong>Dari “Apartemen Kepiting” hingga Restoran Seafood</strong></p>
<p>Saat ini, Kampoeng Oase Ondomohen sudah memiliki 25 apartemen kepiting, yakni wadah khusus yang masing-masing menampung satu ekor denga dilengkapi sistem PLTS. Dari jumlah itu, 19 ekor berhasil beradaptasi, sedangkan sisanya ada yang mati atau hilang.</p>
<p>"Goals-nya masyarakat bisa kembangbiakan dan jual mentah maupun dimasak. Jadi kita akan punya seperti cold storage. Lalu rencana dari Ibu Endang selaku RT cukup bagus, beliau ingin punya restoran khusus seafood di sini,” katanya.</p>
<p>Ketersediaan bibit kepiting juga menuntut kerja sama erat dengan nelayan di kawasan Pantai Timur Surabaya, karena hanya pada momen pasang-surut tertentu hewan tersebut dapat diperoleh.</p>
<p>"Harapan kami kalau program ini berhasil bisa dicontoh oleh masyarakat lain juga. Produksi kepiting semakin banyak, dan Ondomohen ini bisa jadi pusat edukasi," tuturnya.</p>
<p><strong>Tantangan Baru Kampoeng Oase Ondomohen</strong></p>
<p>Ketua Kampoeng Oase Ondomohen, Mus Mulyono, menyambut antusias program yang menurutnya membawa tantangan baru bagi masyarakat. Setelah berhasil dengan budidaya hewab lain seperti maggot, ikan, hingga lobster, diharapkan upaya pembesaran hingga budidaya kepiting bakau berjalan lancar.</p>
<p>"Kami sangat senang sekali dan berbahagia. Ini yang saya rasa menjadi tantangan paling besar karena bentuk urban farming perikanan laut yang dipindah ke darat, apalagi posisi kami di jantung kota, jauh dari pesisir," ungkap Mus.</p>
<p>Meski ada beberapa kepiting yang mati dan hilang saat proses adaptasi, Mus menilai hasil adaptasi kepiting di kampung yang dia pimpin cukup memuaskan dibanding tempat lain.</p>
<p>"Iya kemarin itu ada yang lepas karena belum ada kunci apartemennya. Tapi sekarang sudah bagus, seluruh kepiting sudah aktif," ujarnya.</p>
<p>Mus menegaskan bahwa keberhasilan program tersebut tidak bisa ditopang oleh satu dua orang saja, namun harus melibatkan seluruh warga.</p>
<p>"Karena kita hidup di kampung dengan profesi berbeda-beda, jadi semuanya harus bisa terlibat. Paling tidak nanti ada tenaga ahli lokal yang bisa jadi pengontrol," katanya.</p>
<p>Sementara itu, Adi Candra, selaku pembina Kampoeng Oase Ondomohen mengapresiasi dukungan dari akademisi tim Abdimas UKWMS. Sebagai komunitas yang sudah menjadi lokasi edukasi, Adi berharap inovasi itu dapat menambah daya tarik Kampoeng Oase Ondomohen.</p>
<p>"Semoga dengan program dan keilmuan baru ini mampu menjadikan Kampoeng Oase Ondomohen semakin memperkaya edukasi terkait energi baru terbarukan yaitu tentang PLTS sebagai sistem energi untuk proses penggemukan kepiting bakau," jelasnya.</p>
<p>Menurutnya, inovasi baru itu juga akan semakin menguatkan Kampoeng Oase Ondomohen sebagai Kampung Wisata Edukasi Pengelolaan Lingkungan dan Urban Farming di Jantung Kota Surabaya.</p>
<p>"Yang paling penting juga masyarakat semakin peduli dengan lingkungan dan menjaganya agar mampu memberikan kemanfaatan secara berkelanjutan," tukas Adi.</p>
<p>Kegiatan tersebut didukung penuh oleh Kampoeng Oase Suroboyo Group, DPP Indonesian Fighter Tourism Association (IFTA) Jelajah Indonesia, Perkumpulan Pengelola Sampah dan Bank Sampah Nusantara (PERBANUSA) DPD I Jawa Timur, Himpunan Penggiat Adiwiyata Indonesia (HPAI) DPW Kota Surabaya, Yayasan Lestari Bumi Abadi (YLBA) Kota Surabaya, dan Forum Gerakan Sedekah Sampah Indonesia (GRADASI) Jawa Timur. (*)</p>
<p><strong>Editor:</strong> Danu S</p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Festival Kreatif Anak Muda Indonesia Digelar di Surabaya, Lahirkan Duta&amp;Duta Remaja Di Berbagai Bidang</title>
<link>https://suarajatimpost.com/festival-kreatif-anak-muda-indonesia-digelar-di-surabaya-lahirkan-duta-duta-remaja-di-berbagai-bidang</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/festival-kreatif-anak-muda-indonesia-digelar-di-surabaya-lahirkan-duta-duta-remaja-di-berbagai-bidang</guid>
<description><![CDATA[ Generasi muda Surabaya, Sidoarjo, dan Gresik unjuk kreativitas dalam Festival Ajang Kreasi &amp; Kreatif 2025, menampilkan duta-duta remaja dari anti narkoba hingga fashion show. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202509/image_870x580_68c6b953d36cc.webp" length="35324" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sun, 14 Sep 2025 21:28:27 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ryan Ramadhan</dc:creator>
<media:keywords>Gebyar Aksi Duta Remaja, Festival Anak Muda, Pandawa Nusantara, Komnas PA Surabaya, Komisi Nasional Perlindungan Anak, Surabaya, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SURABAYA, SJP - </strong>Generasi muda kerap disebut sebagai penentu masa depan bangsa. Namun, potensi besar mereka tak akan berarti bila tidak diberi ruang untuk tumbuh, berkreasi, dan diapresiasi. Melalui berbagai ajang positif, anak-anak sekolah bisa menunjukkan bakat, kepedulian sosial, hingga gaya kreatif terbaik mereka.</p>
<p>Semangat inilah yang tampak dalam Gebyar Aksi Duta Remaja Tingkat Nasional, Festival Ajang Kreasi &amp; Kreatif ke-VII 2025 yang berlangsung di Trans Mini Studio Rungkut, Surabaya, Minggu (14/9/2025). </p>
<p>Acara yang digelar Pandawa Nusantara tersebut menghadirkan lebih dari 100 tim dari SMP dan SMA/SMK sederajat se-Surabaya, Sidoarjo, dan Gresik.</p>
<p><strong>Ajang Pencarian Duta</strong></p>
<p>Founder Pandawa Nusantara, Dwi atau yang akrab disapa Kak Dwi menjelaskan bahwa festival itu bukan sekadar lomba, melainkan sarana untuk mengembangkan potensi dan kreativitas anak-anak muda.</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202509/image_870x_68c6b950c7cab.webp" alt=""></p>
<p>"Kegiatan ini merupakan agenda untuk menumbuh kembangkan setiap potensi anak dalam peningkatan kreatifitas dan aksi nyata anak guna peningkatan beberapa aspek yang dimilikinya," jelas Kak Dwi, Minggu (14/9/2025).</p>
<p>Dalam kesempatan tersebut, ditentukan pula berbagai peran duta, mulai dari Duta Anti Narkoba (DAN), Duta Kesehatan Remaja (DKR), Duta Makanan Sehat (DMS), Duta Generasi Berencana (GENRE), Duta Healthcare Leadership (DHL), Duta Anti Bullying (DAB), hingga Duta Fashion Show Design Picture.</p>
<p>Acara tersebut juga menghadirkan motivasi dari generasi muda yang tengah berjuang di level nasional. Muhammad Zaki Raihansyah, mahasiswa PPNS yang kini menjadi finalis Pemilihan Mahasiswa Berprestasi Nasional sekaligus founder Crenous Media Indonesia, menyampaikan pesannya dengan tema Prestasi tanpa Sensasi.</p>
<p>"Kita harus punya kesiapan dan planing terkait masa depan kita sendiri. Bullying harus kita tekan dan hilangkan, jangan sampai kita terjajah di era digital," kata Zaki.</p>
<p>Ia menegaskan perlunya wadah ramah anak yang benar-benar mendukung perkembangan generasi muda menuju Generasi Emas Indonesia 2045.</p>
<p>Kegiatan itu juga mendapat apresiasi dari Ketua Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas PA) Kota Surabaya, Syaiful Bachri, yang menilai acara tersebut memberi ruang penting bagi anak-anak SMP dan SMA/SMK untuk berekspresi.</p>
<p>"Sangat luar biasa event ini karena memberikan ruang bagi anak muda untuk mengekspresikan diri, berbagi ide, dan membangun komunitas yang kreatif dan inklusif," ujarnya.</p>
<p>Ia menambahkan, keseimbangan pengembangan akademis dan kreativitas harus terus dijaga, khususnya bagi anak muda yang berada dalam proses tumbuh kembang.</p>
<p>"Kita tahu anak-anak ini sudah padat program belajar di sekolahnya, akademis untuk otak kiri, perlu juga merangsang otak kanan untuk kreatifitas, seni, ataupun olah raga sehingga saling melengkapi," tutupnya. (*)</p>
<p><strong>Editor : </strong>Danu </p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Pasca Banjir Bali, Penumpang Bus Surabaya–Bali Anjlok, PO di Purabaya Merugi</title>
<link>https://suarajatimpost.com/pasca-banjir-bali-penumpang-bus-surabayabali-anjlok-po-di-purabaya-merugi</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/pasca-banjir-bali-penumpang-bus-surabayabali-anjlok-po-di-purabaya-merugi</guid>
<description><![CDATA[ Banjir bandang Bali bukan hanya merenggut nyawa dan merusak infrastruktur, tapi juga membuat penumpang bus Surabaya–Bali anjlok lebih dari 50 persen di Terminal Purabaya. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202509/image_870x580_68c2c7983f16c.webp" length="46474" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 11 Sep 2025 20:41:34 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ryan Ramadhan</dc:creator>
<media:keywords>Bus, Terminal Purabaya, Surabaya-Bali, Banjir Bali, Surabaya, Bali, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SURABAYA, SJP -</strong> Banjir bandang yang melanda Bali sejak Selasa (9/9/2025) bukan hanya menelan korban jiwa dan merusak infrastruktur, tetapi juga menimbulkan dampak domino hingga Jawa Timur. </p>
<p>Selain merenggut sedikitnya 14 nyawa dan membuat lebih dari 500 warga mengungsi, bencana ini juga memutus sejumlah akses jalan utama di Pulau Dewata.</p>
<p>Dari kondisi di Bali yang masih lumpuh akibat banjir, dampak langsung kini dirasakan di Terminal Purabaya, Sidoarjo. Sejumlah Perusahaan Otobus (PO) mengaku penurunan jumlah penumpang jurusan Surabaya–Bali mencapai lebih dari 50 persen sejak bencana terjadi.</p>
<p>"Ya sepi, Mas. Kalau hari biasanya masih ramai. Bus Surabaya–Bali maupun Mataram yang biasanya penuh, sekarang kursinya kosong," ujar Banyak, pengurus armada PO Angkasa, Kamis (11/9/2025).</p>
<p>Penurunan penumpang bukan satu-satunya masalah. Jalur perjalanan yang biasa dilalui bus melewati kawasan Negara, kini harus diputar lewat Singaraja karena akses terendam banjir. Imbasnya, biaya operasional terutama bahan bakar melonjak.</p>
<p>"Ya berdampak juga ke bahan bakar. Karena harus memutar, jadi lebih jauh. Biasanya habis Rp1,3 juta, sekarang nambah sekitar Rp250.000," kata Umar, pengurus armada PO Bali Perdana.</p>
<p>Meski begitu, trayek Surabaya–Bali tetap beroperasi setiap hari. Wakil Komandan Regu Satuan Pelayanan Terminal Purabaya, Reza Noor, memastikan ada sekitar 10 armada yang masih berjalan sesuai jadwal.</p>
<p>"Dari bus yang ada di Purabaya masih tergolong aman, meski ada sedikit penurunan jumlah penumpang. Untuk trayek Bali sendiri masih berjalan sesuai jadwal," jelas Reza.</p>
<p>Bencana banjir di Bali menunjukkan betapa eratnya keterhubungan antara kondisi daerah terdampak dengan aktivitas transportasi lintas provinsi. Selain menekan mobilitas masyarakat, operator bus juga harus menanggung kerugian akibat berkurangnya penumpang sekaligus naiknya biaya operasional.<strong> (*)</strong></p>
<p><strong>Editor: Rizqi Ardian </strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>UKWMS Bahas Isu Pedofilia Lewat Workshop Internasional Bersama Pakar Italia</title>
<link>https://suarajatimpost.com/ukwms-bahas-isu-pedofilia-lewat-workshop-internasional-bersama-pakar-italia</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/ukwms-bahas-isu-pedofilia-lewat-workshop-internasional-bersama-pakar-italia</guid>
<description><![CDATA[ UKWMS berani angkat isu tabu pedofilia lewat workshop internasional, hadirkan pakar Italia Prof. Aureliano yang menegaskan pencegahan dimulai dari memperkuat kesadaran anak sejak dini. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202509/image_870x580_68c2c7dda32b7.webp" length="33754" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 11 Sep 2025 20:22:43 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ryan Ramadhan</dc:creator>
<media:keywords>Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya, UWKMS, Pedofilia, Psikologi, Surabaya, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SURABAYA, SJP - </strong>Isu pedofilia sering dianggap tabu, bahkan tidak nyaman untuk dibicarakan. Namun Fakultas Psikologi Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya (UKWMS) justru berani mengangkat persoalan tersebut dalam sebuah forum ilmiah, sebagai respon akademik atas fenomena kasus pedofilia yang semakin marak di Indonesia.</p>
<p>Melalui International Workshop bertema “The Uncomfortable Truth: Can We Predict and Prevent Pedophilia?”, UKWMS menghadirkan pakar psikologi forensik dari Italia, Prof. Pacciolla Aureliano untuk membedah topik yang sensitif sekaligus penting bagi perlindungan anak.</p>
<p>Acara tersebut berlangsung pada Kamis (11/9/2025), berlokasi di Teater Timur, Kampus Pakuwon City UKWMS, Surabaya, diikuti akademisi, mahasiswa, praktisi, serta media.</p>
<p><strong>Pencegahan Dimulai dari Penguatan Anak</strong></p>
<p>Dalam paparannya, Prof. Aureliano menekankan bahwa kunci utama pencegahan pedofilia bukan hanya pada sisi hukum atau penanganan pelaku, melainkan pada penguatan kesadaran anak-anak sejak dini.</p>
<p>Menurutnya, ia telah mengembangkan dua proyek edukasi berbasis logoterapi. Proyek pertama ditujukan untuk anak usia 5–12 tahun, sementara proyek kedua bagi anak usia 12–16 tahun. </p>
<p>Kedua proyek tersebut berfokus pada pelatihan anak untuk mengenali situasi berbahaya, memahami hak atas tubuhnya, serta berani menolak perlakuan yang tidak pantas.</p>
<p>"Poin pertama untuk mencegah pedofilia adalah memperkuat anak-anak. Biarkan mereka tahu apa situasi yang berbahaya. Mereka harus sadar," ujar Prof. Aureliano, Kamis (11/9/2025).</p>
<p>Ia menambahkan, metode yang digunakan dalam proyeknya adalah media visual berupa video, kartun, hingga buku bergambar yang menampilkan 21–22 situasi berisiko. </p>
<p>Dengan cara itu, Prof. Aureliano merasa anak-anak akan lebih mudah memahami tanda bahaya, serta secara tidak langsung diajarkan untuk segera melapor kepada guru atau orang tua.</p>
<p>"Langkah pertama adalah mengenali situasi berbahaya, baik untuk diri sendiri maupun teman. Langkah kedua, segera melaporkan kepada guru atau ibu," jelasnya.</p>
<p><strong>Pelaku Pedofilia Tidak Bisa Disembuhkan Total</strong></p>
<p>Prof. Aureliano juga menyinggung soal penanganan bagi pelaku pedofilia. Menurutnya, hingga kini tidak ada strategi khusus untuk menyembuhkan total orang dengan kecenderungan tersebut. Yang bisa dilakukan hanya sebatas terapi pengendalian emosi agar mereka tidak berbahaya.</p>
<p>"Saya percaya bahwa pedofili bisa diperkuat, tapi mereka tidak bisa disembuhkan. Kita bisa menjaga mereka agar tidak membahayakan, tetapi tidak bisa menjanjikan mereka berhenti berfantasi seksual terhadap anak-anak," ungkapnya.</p>
<p><strong>Perspektif Akademisi UKWMS</strong></p>
<p>Dekan Fakultas Psikologi UKWMS, Agnes Maria Sumargi, menjelaskan alasan pihaknya mengangkat tema yang sangat sensitif itu. Menurutnya, pedofilia sering kali dianggap sekadar bahasan yang tabu, padahal dalam ranah psikologi forensik isu tersebut relevan dan bahkan untuk dikaji secara ilmiah.</p>
<p>"Pedofilia adalah mereka-mereka yang punya sexual pleasure kepada anak-anak. Jadi ada gangguan dalam dirinya yang bisa arahnya kepada anak-anak secara seksual," jelas Agnes.</p>
<p>Agnes menambahkan, selama ini penanganan di Indonesia cenderung berhenti pada hukuman, tanpa pendampingan psikologis yang memadai bagi korban maupun pelaku. Padahal, untuk memahami latar belakang pelaku, konseling tetap diperlukan, meski penyembuhan penuh sulit dicapai.</p>
<p>"Kadang pelaku hanya dihukum begitu saja, tanpa ada pendampingan. Padahal pendampingan psikologis penting untuk memahami masalahnya, meski secara teoritis penyembuhan memang sangat sulit," tambahnya.</p>
<p>Selain membahas sisi forensik, Fakultas Psikologi UKWMS juga menekankan paradigma psikologi positif kepada mahasiswa sejak semester awal. Tujuannya agar calon psikolog tidak hanya memandang sisi gangguan, tetapi juga potensi kekuatan dalam diri seseorang.</p>
<p>"Kita ingin mempromosikan kesejahteraan, bukan hanya mengkritisi gangguan. Dari trauma misalnya, kita bisa belajar resiliensi atau kekuatan untuk bangkit kembali," tutur Agnes.</p>
<p>Menurutnya, kesadaran inilah yang penting ditanamkan, baik bagi masyarakat maupun orang tua, agar anak-anak lebih terlindungi.</p>
<p>"Harapan kami tumbuh kesadaran bahwa ada masalah besar di sana. Yang lebih penting adalah empowering anak-anak supaya mereka tidak jadi korban," pungkasnya. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor: Rizqi Ardian </strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Prodi DKV dan Sistem Informasi Dapat Akreditasi Unggul, Undika Siap Perluas Jangkauan PJJ</title>
<link>https://suarajatimpost.com/prodi-dkv-dan-sistem-informasi-dapat-akreditasi-unggul-undika-siap-perluas-jangkauan-pjj</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/prodi-dkv-dan-sistem-informasi-dapat-akreditasi-unggul-undika-siap-perluas-jangkauan-pjj</guid>
<description><![CDATA[ Undika raih akreditasi unggul untuk Prodi DKV dan Sistem Informasi, membuka jalan pembelajaran jarak jauh nasional lewat inovasi Undika Futuristic Learning (UFL). ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202509/image_870x580_68c2c7e92d1f5.webp" length="26316" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 11 Sep 2025 20:00:34 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ryan Ramadhan</dc:creator>
<media:keywords>Universitas Dinamika, Undika, STIKOM Surabaya, Akreditasi Unggul, BAN-PT, Surabaya, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SURABAYA, SJP - </strong>Peningkatan mutu pendidikan tinggi Indonesia kian nyata dengan semakin banyaknya program studi meraih akreditasi unggul. Predikat itu menjadi indikator penting bahwa perguruan tinggi tidak hanya memenuhi standar minimum, tetapi juga melampaui ekspektasi kualitas pendidikan.</p>
<p></p>
<p>Salah satu pencapaian terbaru datang dari Universitas Dinamika (Undika, dulu STIKOM Surabaya) yang berhasil meraih akreditasi unggul untuk dua program studinya. </p>
<p></p>
<p>Prodi Desain Komunikasi Visual (DKV) resmi menyandang predikat unggul dari BAN-PT berdasarkan SK No.7052/SK/BAN-PT/Ak/S1/VII/2025 tertanggal 29 Juli 2025. </p>
<p></p>
<p>Sementara itu, Prodi Sistem Informasi mendapatkan pengakuan serupa dari LAM INFOKOM lewat SK No. 193/SK LAM-INFOKOM/Ak/S/VIII/2025 pada 17 Agustus 2025.</p>
<p></p>
<p><strong>Jaminan Kualitas, Akses Lebih Luas</strong></p>
<p>Rektor Universitas Dinamika, Prof. Budi Jatmiko, menegaskan bahwa predikat unggul bukan hanya sekadar pengakuan administratif, tetapi jaminan kualitas yang berdampak langsung bagi mahasiswa. </p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202509/image_870x_68c2c7f75555a.webp" alt=""></p>
<p>Menurutnya, akreditasi tersebut membuka peluang lebih besar di pasar kerja global, beasiswa nasional dan internasional, hingga kolaborasi industri yang semakin luas bagi para mahasiswa.</p>
<p></p>
<p>"Mahasiswa kini memiliki daya saing lebih tinggi di pasar kerja global, peluang lebih besar untuk beasiswa nasional maupun internasional, serta akses ke kemitraan industri yang lebih luas," ujar Prof. Budi, Kamis (11/9/2025).</p>
<p></p>
<p><strong>PJJ dan UFL: Inovasi Pembelajaran Masa Depan</strong></p>
<p>Lebih jauh, Prof. Budi mengungkapkan bahwa akreditasi unggul juga membuka jalan Undika untuk memperluas penerapan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ). </p>
<p></p>
<p>Dengan predikat unggul, program studi bisa menjangkau mahasiswa dari seluruh provinsi, bukan hanya terbatas tiga provinsi sebagaimana aturan untuk akreditasi dengan predikat 'baik sekali'.</p>
<p></p>
<p>"Jadi pembelajaran jarak jauh (PJJ) itu sudah lama kami canangkan, tetapi menunggu akreditasi unggul. Dengan status ini, kami bisa bekerja sama dengan jangkauan yang lebih luas," jelasnya.</p>
<p></p>
<p>Untuk mendukung rencana itu, Undika telah menyiapkan platform Undika Futuristic Learning (UFL), sebuah learning management system yang memungkinkan mahasiswa mengikuti pembelajaran bahkan mengulang kembali materi kuliah secara fleksibel.</p>
<p></p>
<p>"UFL ini memungkinkan mahasiswa membuka kembali apa yang sudah diajarkan kapan pun mereka butuh, kapanpun dimanapun. Harapannya, pemahaman mereka terhadap materi akan semakin mendalam," tambah Prof. Budi.</p>
<p></p>
<p><strong>Keunggulan Tiap Prodi</strong></p>
<p>Sementara itu, Wakil Rektor I Bidang Akademik, Kemahasiswaan, dan Alumni, Anjik Sukmaaji, menjelaskan bahwa pencapaian akreditasi unggul didapat melalui pemenuhan beberapa kriteria yang dicanangkan oleh lembaga akreditasi.</p>
<p></p>
<p>"Jadi dari sejumlah butir-butir yang sudah dicanangkan oleh BAN-PT ataupun LAM Infokom, itu semua bisa dipenuhi oleh kami, dipenuhi dengan nilai yang sangat baik," jelas Anjik.</p>
<p></p>
<p>Lebih lanjut, ia menuturkan bahwa butir-butir penilaian di antaranya adalah sarana-prasarana kampus, kemudian tenaga pengajar dan SDM lainnya, kemudian juga berkaitan dengan penjaminan mutu.</p>
<p></p>
<p>"Bahkan sebelum penjaminan mutu eksternal dari lembaga akreditasi datang lakukan assesmen lapangan, kami juga ada assesmen internal untuk memenuhi kekurangan yang kita temukan," paparnya.</p>
<p></p>
<p>Anjik juga menegaskan bahwa keunggulan dua prodi yang baru saja mendapatkan akreditasi unggul di Undika terletak pada konsentrasi yang khas dan berbeda dibanding prodi yang sama di universitas lain.</p>
<p></p>
<p>"Untuk DKV, kita itu unggul di smart branding and advertising. Sementara Sistem Informasi memiliki keunggulan di tiga konsentrasi, yaitu bisnis digital, data intelligent, dan cyber security," tuturnya.</p>
<p></p>
<p>Prestasi akreditasi tersebut juga sejalan dengan karya mahasiswa dan alumni Undika yang telah diakui. Mahasiswa berhasil menciptakan robot lengan (arm robot) yang aplikatif di berbagai sektor industri serta buku pop-up interaktif bertema animal abuse dengan dukungan teknologi AR untuk edukasi anak-anak.</p>
<p></p>
<p>Selain itu, alumni DKV banyak berkarier di industri kreatif nasional maupun internasional, sedangkan lulusan Sistem Informasi menjadi tulang punggung di perusahaan teknologi dan startup digital.</p>
<p></p>
<p>"Kami ingin memastikan mahasiswa bukan hanya lulus dengan ijazah, tetapi juga membawa solusi nyata bagi masyarakat, baik melalui teknologi informasi maupun karya kreatif," pungkas Anjik. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor: Rizqi Ardian </strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Ombudsman Jatim Awasi Pemulihan Sarpras Pascakerusuhan Agustus, Grahadi Ditargetkan Rampung Desember 2025</title>
<link>https://suarajatimpost.com/ombudsman-jatim-awasi-pemulihan-sarpras-pascakerusuhan-agustus-grahadi-ditargetkan-rampung-desember-2025</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/ombudsman-jatim-awasi-pemulihan-sarpras-pascakerusuhan-agustus-grahadi-ditargetkan-rampung-desember-2025</guid>
<description><![CDATA[ Gedung Negara Grahadi, ikon bersejarah Jawa Timur, ditargetkan pulih Desember 2025 dengan biaya Rp11 miliar, sementara 394 sarpras publik Surabaya masih menunggu kepastian anggaran. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202509/image_870x580_68c178075cff4.webp" length="53220" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 10 Sep 2025 21:45:54 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ryan Ramadhan</dc:creator>
<media:keywords>Ombudsman, Ombudsman Jatim, Gedung Negara Grahadi, Surabaya, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SURABAYA, SJP - </strong>Gedung Negara Grahadi, ikon bersejarah Jawa Timur yang menjadi saksi perjalanan pemerintahan, kini masih menyisakan jejak kerusakan usai aksi unjuk rasa anarkis pada 30–31 Agustus lalu. </p>
<p>Dinding-dinding yang menghitam dan detail arsitektur yang terkoyak, bahkan bangunan bagian barat cagar budaya itu ludes terbakar. Kondisi tersebut kini juga menjadi sorotan Ombudsman RI Jawa Timur. </p>
<p>Lembaga pengawas pelayanan publik itu memanggil Pemerintah Provinsi Jawa Timur dan Pemerintah Kota Surabaya untuk meminta penjelasan terkait kerugian material, biaya rekonstruksi, dan rencana pemulihan sarana prasarana (sarpras) publik yang terdampak.</p>
<p>"Kami perlu memastikan bahwa pelayanan publik dapat kembali normal setelah unjuk rasa anarkis," ujar Kepala Perwakilan Ombudsman RI Jawa Timur, Agus Muttaqin, Rabu (10/9/2025).</p>
<p>Dari hasil pemanggilan, Pemprov Jatim menargetkan rekonstruksi Gedung Negara Grahadi selesai pada Desember 2025 dengan anggaran sekira Rp11 miliar yang diambil dari pos belanja tidak terduga (BTT) APBD.</p>
<p>Agus menjelaskan, pemprov sudah membentuk empat tim khusus untuk menangani pembersihan, kajian sejarah, perencanaan teknis, dan pelaksanaan konstruksi.</p>
<p>"Untuk rekonstruksi Grahadi, pemprov sudah melakukan persiapan. Di antaranya membentuk empat tim yang fokus pada pembersihan, kajian sejarah dan rekomendasi (terkait bangunan cagar budaya), perencanaan teknis konstruksi, dan pelaksanaan," jelas Agus.</p>
<p>Pemprov juga melibatkan Balai Pelestarian Kebudayaan XI Jawa Timur, Kementerian Pekerjaan Umum, Ikatan Arsitek Indonesia (IAI), dan Pemkot Surabaya. </p>
<p>Rekomendasi tim kajian sejarah menjadi acuan dalam pemulihan cagar budaya ini, termasuk penggunaan material otentik seperti kapur pengganti semen yang dipesan dari Amerika Serikat, kayu dari Perhutani, hingga perkakas logam seperti engsel dan grendel.</p>
<p>Sebagai informasi, Agus juga mengungkapkan bahwa selama proses rekonstruksi, ruang kerja Wakil Gubernur Jawa Timur akan dipindahkan sementara. </p>
<p>"Pak Wagub kini juga dapat menggunakan kantor di Jalan Pahlawan," tambah Agus.</p>
<p>Sementara itu, Pemkot Surabaya melaporkan kerusakan sarpras publik yang lebih luas. Total ada 394 item yang rusak dan hilang, mulai dari kantor Polsek Tegalsari berikut bungker, 33 CCTV, 6 pos pantau BPBD, 23 pos polisi, 5 sepeda motor dinas, hingga puluhan rambu jalan, lampu hias, dan lampu lalu lintas.</p>
<p>"Sedang dari Pemkot Surabaya masih menggantungkan pada penganggaran. Bisa jadi baru tuntas tahun depan," ungkap Agus. </p>
<p>Menurutnya, kebutuhan biaya pemkot sekira Rp3,7 miliar dan Ombudsman meminta agar dialokasikan melalui pos BTT APBD seperti yang dilakukan Pemprov.</p>
<p>Agus menegaskan, baik pemprov maupun pemkot harus bergerak cepat agar kerusakan sarpras tidak menghambat pelayanan masyarakat. </p>
<p>"Pemkot diminta agar mengalokasikan anggaran perbaikan/pengadaan sarpras pelayanan publik tersebut," tegasnya. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor: Rizqi Ardian </strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Sempat Dipuji Wali Kota Saat Deklarasi Jogo Suroboyo, Warga Wonokromo Ternyata Cegah Polsek Dibakar Perusuh</title>
<link>https://suarajatimpost.com/sempat-dipuji-wali-kota-saat-deklarasi-jogo-suroboyo-warga-wonokromo-ternyata-cegah-polsek-dibakar-perusuh</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/sempat-dipuji-wali-kota-saat-deklarasi-jogo-suroboyo-warga-wonokromo-ternyata-cegah-polsek-dibakar-perusuh</guid>
<description><![CDATA[ Warga Joyoboyo, Wonokromo SS, dan Darmokali serentak menyerang dari tiga arah, menggagalkan upaya perusuh membakar Polsek Wonokromo saat kerusuhan akhir Agustus 2025. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202509/image_870x580_68c17019c27dc.webp" length="35774" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 10 Sep 2025 21:14:17 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ryan Ramadhan</dc:creator>
<media:keywords>Kerusuhan, Kericuhan, Demo, Wonokromo, Deklarasi Jogo Suroboyo, Surabaya, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SURABAYA, SJP - </strong>Kerusuhan yang pecah pada akhir Agustus 2025 masih menyisakan cerita panjang bagi warga Surabaya. Hari itu, Jumat (29/9/2025), sebuah aksi demonstrasi serentak nasional berlangsung, namun di beberapa daerah, aksi tersebut berujung ricuh, termasuk di Kota Pahlawan.</p>
<p>Massa yang semula terdiri dari mahasiswa dengan almamater dan kelompok masyarakat sipil kota yang menyuarakan aspirasi tentang solidaritas Ojol dan tuntutan reformasi Polri, perlahan berubah menjadi kelompok perusuh jelang malam hari. </p>
<p>Tidak hanya melakukan provokasi kepada masyarakat, kelompok tersebut juga sempat melakukan perusakan fasilitas publik hingga pembakaran. Bahkan salah satu cagar budaya ikonik di Surabaya yakni Gedung Negara Grahadi juga ikut terbakar.</p>
<p>Selain di kawasan tengah kota, salah satu titik paling rawan kala itu adalah di daerah Wonokromo, khususnya di area dekar Polsek Wonokromo dan kawasan Terminal Intermoda Joyoboyo (TIJ).</p>
<p>Di situ, sejumlah kelompok perusuh dikabarkan hendak melakukan aksi pembakaran gedung layanan masyarakat, terutama ke gedung Mapolsek Wonokromo. Namun rencana itu urung terjadi karena warga sekitar memilih tak tinggal diam.</p>
<p><strong>Apresiasi dari Balik Deklarasi</strong></p>
<p>Sebelumnya, dalam Deklarasi Jogo Suroboyo di Tugu Pahlawan pada 4 September 2025 lalu, Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi secara terbuka menyampaikan rasa terima kasih kepada warga Wonokromo dan Bubutan. </p>
<p>"Saya matur nuwun untuk warga Wonokromo yang kemarin ketika terjadi anarkistis, mereka mempertahankan Wonokromo dengan perjuangan yang luar biasa," ujar Eri pada (4/9/2025) lalu.</p>
<p>Baginya, aksi sigap mereka di tengah kerusuhan adalah bukti bahwa Surabaya masih punya daya tahan dari akar rumput.</p>
<p>Apresiasi itu juga sampai ke telinga Camat Wonokromo, Maria Agustim Yuristina. Ia membenarkan bahwa warganya memang turun langsung menghadang perusuh. </p>
<p>"Alhamdulillah beliaunya Bapak Wali dan banyak lagi dari teman-teman kepolisian mengapresiasi warga kami," ucap Maria, Rabu (10/9/2025).</p>
<p><strong>Tiga Kampung Bergerak dari Tiga Sisi</strong></p>
<p>Maria menjelaskan bahwa saat kerusuhan pecah, situasi di Wonokromo memanas setelah Pos Polisi Pelayanan Lalu Lintas di Taman Bungkul, Wonokromo, Surabaya, dirusak dan dibakar. Peristiwa itulah yang kemudian memicu kemarahan warga sekitar.</p>
<p>"Berawal dari pengerusakan pos polisi itulah yang di KBS, warga keluar semua," jelasnya.</p>
<p>Warga dari Joyoboyo, Wonokromo SS, dan Darmokali kemudian bergerak serentak. Mereka melancarkan perlawanan dari tiga arah berbeda: sisi timur, barat, dan selatan. Posisi itu berdekatan dengan Jembatan Sawunggaling, Polsek Wonokromo, dan kawasan TIJ.</p>
<p>"Jadi memang warga tersebut betul-betul melakukan upaya, bahkan perjuangan untuk melawan perusuh yang kebetulan lewat di wilayah kami. Di situ warga melakukan perlawanan karena ada upaya dari pihak perusuh untuk melakukan penerusakan di kantor Polsek Wonokromo," tutur Maria.</p>
<p><strong>Polsek Selamat, Warga Menang</strong></p>
<p>Berkat aksi kompak warga, kantor Polsek Wonokromo selamat dari upaya pembakaran. Tidak ada fasilitas utama yang rusak, kecuali pos polisi yang lebih dulu jadi sasaran.</p>
<p>"Beliau-beliau warga Joyoboyo, Wonokromo SS, dan Darmokali itu secara bersamaan melakukan penyerangan dari tiga sisi wilayah yang berbeda. Polsek aman semua," tegas Camat Wonokromo itu.</p>
<p>Bagi Maria, perlawanan itu bukan sekadar keberanian spontan. Ia melihatnya sebagai bukti nyata solidaritas warga yang tak ingin kampungnya dikuasai perusuh. Dan pengakuan dari Wali Kota, menurutnya, adalah bentuk penghargaan atas keberanian warganya.</p>
<p>Cerita itu menjadi bagian penting dalam rangkaian Deklarasi Jogo Suroboyo. Bukan hanya ikrar di atas kertas, melainkan bukti di lapangan bahwa warga mampu berdiri menjaga kampungnya dan jaga warga lainnya. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor: Rizqi Ardian </strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Edukasi Seksualitas Dini di SDN Sawunggaling I, Upaya Bunda PAUD Surabaya Jaga Kota Ramah Anak</title>
<link>https://suarajatimpost.com/edukasi-seksualitas-dini-di-sdn-sawunggaling-i-upaya-bunda-paud-surabaya-jaga-kota-ramah-anak-25135</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/edukasi-seksualitas-dini-di-sdn-sawunggaling-i-upaya-bunda-paud-surabaya-jaga-kota-ramah-anak-25135</guid>
<description><![CDATA[ Pendidikan seksualitas sejak dini di SDN Sawunggaling I menjadi bukti nyata Surabaya menjaga predikat Kota Ramah Anak, lewat pencegahan dan perlindungan anak dari kejahatan seksual. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202509/image_870x580_68c14106c7fd0.webp" length="36248" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 10 Sep 2025 16:44:58 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ryan Ramadhan</dc:creator>
<media:keywords>Pendidikan Seksual, SDN Sawunggaling I, Komnas PA Surabaya, Kecamatan Wonokromo, Bunda PAUD, Komnas PA Surabaya, Surabaya, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SURABAYA, SJP - </strong>Pendidikan seksualitas sejak dini kerap dianggap tabu oleh sebagian orang tua, namun kenyataannya menjadi bekal penting bagi anak-anak untuk melindungi diri dari potensi kejahatan seksual. </p>
<p>Sebagai salah satu kota dengan predikat Kota Ramah Anak, Surabaya terus memperkuat perlindungan terhadap anak melalui kolaborasi antara sekolah, orang tua, hingga Bunda PAUD di tingkat kecamatan dan kelurahan.</p>
<p>Hal itulah yang mendasari kegiatan edukasi seksualitas yang digelar di SDN Sawunggaling I Surabaya oleh bunda PAUD Kecamatan Wonokromo dan bunda PAUD Kelurahan Sawunggaling dengn menggandeng Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas PA) Surabaya.</p>
<p>Bunda PAUD Kecamatan Wonokromo, Maria Agustim Yuristina, menjelaskan kegiatan bahwa kegiatan tersebut fokus pada pengenalan batas tubuh anak dan cara melindungi diri. Kegiatan itu menyasar siswa kelas 1 dengan rentang usia 6 hingga 7 tahun yang mana memasuki transisi ke masa SD.</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202509/image_870x_68c1419979b95.webp" alt=""></p>
<p>"Tujuannya adalah mengenalkan pemahaman seksualitas sejak dini. Anak-anak harus tahu bagian tubuh mana yang boleh disentuh dan mana yang tidak boleh disentuh," ujar Maria, Rabu (10/9/2025).</p>
<p>"Kami juga melatih mereka bagaimana cara meminta tolong, misalnya berteriak, ketika menghadapi hal-hal yang membahayakan," imbuhnya.</p>
<p>Maria menambahkan, anak-anak yang bersekolah di SDN Sawunggaling I merupakan mereka yang tinggal di kawasan Joyoboyo dan Bumiarjo, yang sebagian besar berasal dari keluarga menengah ke bawah dan perlu mendapatkan perhatian khusus.</p>
<p>"Kami dari Pokja Bunda PAUD Kecamatan mendukung tenaga pengajar di SDN Sawunggaling I maupun sekolah sekitar lainnya agar lebih yakin mendampingi anak-anak masa transisi dari TK ke SD. Mereka butuh figur kuat yang bisa membimbing," terangnya.</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202509/image_870x_68c140ff6fa36.webp" alt=""></p>
<p>Sementara itu, Kepala SDN Sawunggaling I, Mochamad Taukit, menyebut kegiatan yang digelar oleh bunda PAUD tingkat Kecamatan dan Kelurahan itu sebagai langkah penting sekaligus baru bagi anak-anak.</p>
<p>"Ini pembekalan yang luar biasa, karena anak-anak harus memahami bagaimana cara mencegah agar tidak menjadi korban kejahatan seksual," terang Taukit.</p>
<p>Dirinya juga membeberkan bahwa selama ini, SDN Sawunggaling I Surabaya juga melakukan pencegahan lewat parenting bersama orang tua, sosialisasi, pemasangan poster, hingga melalui pembelajaran sehari-hari agar lingkungan sekolah tetap aman dari segala bentuk kekerasan.</p>
<p>"Kalau soal bullying, di SDN Sawunggaling tidak ada. Kami berusaha mencegah sejak awal. Jadi bisa dikatakan stop bullying di sekolah kami," tegasnya.</p>
<p>Dari sisi Bunda PAUD Kelurahan Sawunggaling, Rizka Fadillah, menyampaikan bahwa pendekatan dalam upaya perlindungan anak di wilayahnya hingga menyentuh keluarga secara langsung.</p>
<p>"Selama ini kami juga melakukan edukasi door-to-door, datang ke rumah anak-anak yang rentan. Kami mengedukasi orang tua sekaligus anaknya. Kolaborasi dilakukan bersama sekolah, DP3A, dan pihak sosial," katanya.</p>
<p>Rizka menambahkan, pihaknya juga memfasilitasi anak-anak dengan kegiatan positif di lingkungan masyarakat. Bahkan, Balai RW 5 di kelurahan Sawunggaling meral digunakan sebagai tempat bermain anak saat libur sekolah.</p>
<p>"Di Balai RW 5, kami sering adakan dolanan bareng dan sinau bareng saat libur sekolah. Dengan begitu anak-anak tidak mencari aktivitas yang negatif. Alhamdulillah, semangat mereka luar biasa," ungkapnya.</p>
<p>Ketua Komnas Perlindungan Anak Surabaya, Syaiful Bachri, yang turut hadir dalam kegiatan tersebut, menegaskan bahwa predikat Kota Ramah Anak harus benar-benar diwujudkan dengan kerja nyata. </p>
<p>Menurutnya, status itu tidak bisa hanya sekadar label, melainkan harus dibuktikan melalui keterbukaan dalam menangani laporan dan upaya pencegahan kekerasan terhadap anak.</p>
<p>"Kota Ramah Anak itu harus diperjuangkan, bukan dengan menutup-nutupi kasus, melainkan melalui penanganan laporan yang serius dan konsisten, serta langkah pencegahan yang nyata di lapangan," pesannya.</p>
<p>Kegiatan edukasi seksualitas dini tersebut menjadi salah satu wujud nyata komitmen Surabaya menjaga statusnya sebagai Kota Ramah Anak, dengan memberikan perlindungan menyeluruh kepada generasi muda sejak usia dini. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Siswa SMA Frateran Surabaya Raih Juara 2 Nasional di ALSA English Contest 7.0</title>
<link>https://suarajatimpost.com/siswa-sma-frateran-surabaya-raih-juara-2-nasional-di-alsa-english-contest-70</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/siswa-sma-frateran-surabaya-raih-juara-2-nasional-di-alsa-english-contest-70</guid>
<description><![CDATA[ Siswi SMA Frateran Surabaya, Jennifer, raih Juara 2 Nasional ALSA English Contest 7.0 lewat pidato tentang ketimpangan ekonomi generasi muda, mengalahkan peserta dari berbagai daerah Indonesia. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202509/image_870x580_68c0205aa094a.webp" length="76168" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Tue, 09 Sep 2025 21:01:26 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ryan Ramadhan</dc:creator>
<media:keywords>SMAK Frateran Surabaya, Frateran, ALSA, ALSA English Contest 7.0, ALSA UB, Universitas Brawijaya, Surabaya, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SURABAYA, SJP - </strong>Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh siswa SMA Katolik Frateran Surabaya. Jennifer, siswi kelas XII SSC, berhasil meraih Juara 2 tingkat nasional dalam ajang ALSA <em>English Contest</em> 7.0 yang digelar oleh <em>Asian Law Students Association</em> (ALSA) Universitas Brawijaya secara daring pada 7 dan 31 Agustus 2025.</p>
<p>Kompetisi tersebut diikuti oleh peserta dari berbagai kota dan pulau di Indonesia, menjadikannya ajang bergengsi yang penuh persaingan. Jennifer sendiri berpartisipasi dalam cabang lomba <em>Speech</em> dengan tema mengenai kondisi ekonomi masa kini, khususnya di kalangan generasi muda.</p>
<p>"Lewat lomba ini saya bisa belajar banyak hal, terutama soal ketimpangan ekonomi dan bagaimana cara menanggulanginya. Selain itu, saya juga merasa kemampuan berbicara di depan umum saya semakin terasah," ujar Jennifer, Selasa (9/9/2025).</p>
<p>"Lebih dari itu, rasanya sangat luar biasa bisa bersaing dengan teman-teman dari seluruh Indonesia," imbuhnya.</p>
<p>Atas prestasi yang Jennifer raih, dirinya juga berterimakasih kepada guru pembimbingnya yakni Anastasia Lelyana T., S.Pd. atau yang akrab disapa Ma'am Anas oleh siswa, yang merupakan guru bahasa Inggris SMAK Frateran Surabaya.</p>
<p>Jennifer juga menambahkan bahwa pengalaman tersebut bukan hanya tentang meraih juara, melainkan juga kesempatan memperluas wawasan dan membangun rasa percaya diri.</p>
<p>"Saya termotivasi untuk terus meningkatkan kemampuan bahasa Inggris dan ingin memberikan kontribusi lewat ide-ide yang bermanfaat bagi generasi muda," katanya.</p>
<p>Kepala SMA Katolik Frateran Surabaya, Fr. M. Wilhelmus Satel Sura, BHK., S.Pd., M.M. atau yang akrab disapa Fr. Williams, turut memberikan apresiasi atas capaian siswinya. Baginya, prestasi Jennifer menunjukkan bahwa anak didiknya memiliki potensi besar yang mampu bersaing di tingkat nasional. </p>
<p>"Tentu kami bangga, karena melalui lomba ini siswa tidak hanya berlatih akademik, tetapi juga membangun kepercayaan diri, wawasan global, dan kepedulian terhadap isu sosial," tuturnya.</p>
<p>Dengan prestasi tersebut, sekolah berharap Jennifer dapat menjadi inspirasi bagi siswa lain untuk terus berani mencoba, mengembangkan potensi, dan membawa nama baik sekolah ke kancah yang lebih luas. <strong>(***)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>KI Jatim Ungkap Kualitas Keterbukaan Informasi Badan Publik Naik Signifikan di Tahun 2025</title>
<link>https://suarajatimpost.com/ki-jatim-ungkap-kualitas-keterbukaan-informasi-badan-publik-naik-signifikan-di-tahun-2025</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/ki-jatim-ungkap-kualitas-keterbukaan-informasi-badan-publik-naik-signifikan-di-tahun-2025</guid>
<description><![CDATA[ Kualitas keterbukaan informasi badan publik di Jatim melonjak, mulai dari hanya 25 pada 2023, naik jadi 51 di 2024, kini 70 instansi berpeluang predikat informatif tahun 2025. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202509/image_870x580_68bec29069c6c.webp" length="32650" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 08 Sep 2025 19:29:30 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ryan Ramadhan</dc:creator>
<media:keywords>Komisi Informasi, KI, Kominfo Jatim, Keterbukaan Informasi Publik, UU KIP, Surabaya, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SURABAYA, SJP - </strong>Kualitas keterbukaan informasi badan publik di Jawa Timur terus menunjukkan tren positif. Tahun 2025, sebanyak 70 badan publik berhasil meraih nilai <em>Self Assessment Questionnaire </em>(SAQ) di atas 80, melonjak dibandingkan tahun sebelumnya yang hanya 51 badan publik. </p>
<p>Jumlah itu bahkan tiga kali lipat lebih tinggi dibanding tahun 2023 yang hanya mencatat 25 badan publik. Data tersebut terungkap usai tahapan Monitoring dan Evaluasi (Monev) Keterbukaan Informasi Publik yang diselenggarakan Komisi Informasi (KI) Jawa Timur. </p>
<p>Tahun 2025 ini, Monev diikuti oleh 142 badan publik, meliputi Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemprov Jatim, pemkab/pemkot, BUMD, instansi vertikal, hingga pemerintah desa.</p>
<p>Dari sisi kepesertaan, jumlah tersebut menurun empat badan publik dibanding tahun 2024. Penurunan terjadi pada kategori OPD Pemprov Jatim, dari 64 menjadi 54, serta BUMD dari 11 menjadi hanya dua. </p>
<p>Sebaliknya, jumlah pemerintah desa yang ikut melonjak signifikan, dari 24 pada 2024 menjadi 40 pada 2025. Sementara, semua pemkab/pemkot tetap konsisten ikut serta, yakni 38 daerah.</p>
<p>Ketua KI Jatim Edi Purwanto mengapresiasi peningkatan kualitas tersebut. Menurutnya, keterbukaan informasi publik (KIP) merupakan kewajiban hukum, bukan sekadar pilihan. </p>
<p>"KIP ini bukanlah pilihan, melainkan kewajiban yang sudah diamanatkan dalam undang-undang. Nah, Monev ini bukan kompetisi atau lomba, tetapi untuk mengukur sejauh mana tingkat kepatuhan dari badan publik," ujarnya saat dikonfirmasi pada Senin (8/9/2025) </p>
<p>Edi juga menekankan, masih ada badan publik yang belum optimal mengimplementasikan KIP sesuai Peraturan Komisi Informasi Nomor 1 Tahun 2021 tentang Standar Layanan Informasi Publik. Namun, tren positif dalam tiga tahun terakhir patut diapresiasi. </p>
<p>"Kami dari Komisi Informasi selalu siap melakukan advokasi, sosialisasi, dan edukasi. Sebab, KIP ini penting sebagaimana disebut pada Pasal 3 UU KIP, dan sangat linier dengan program prioritas Asta Cita Presiden," tegasnya.</p>
<p>Monev KIP sendiri dilakukan dengan enam indikator penilaian, yakni kualitas informasi, jenis informasi, layanan informasi, komitmen organisasi, sarana dan prasarana, serta digitalisasi.</p>
<p>Sementara itu, Penanggung Jawab Monev KIP 2025 Yunus Mansur Yasin menyampaikan, dari 70 badan publik yang lolos tahap SAQ, akan dilanjutkan dengan proses visitasi dan wawancara atau presentasi. Visitasi dijadwalkan berlangsung pada 10–26 September untuk mengecek kebenaran data di lapangan.</p>
<p>"Untuk presentasi, kami berharap pimpinan badan publik langsung yang akan memaparkan komitmen dan inovasinya dalam meningkatkan layanan informasi publik. Misalnya, bupati atau wali kota untuk pemkab/pemkot, dan kepala desa untuk pemerintah desa," jelas Yunus.</p>
<p>Ia menambahkan, hal itu penting untuk memastikan komitmen pimpinan terhadap keterbukaan informasi. Terlebih, hal itu sudah diimplementasikan dalam Undang-undang Keterbukaan Informasi Publik (UU KIP).</p>
<p>"Semangat mengimplementasikan UU KIP ini sangat bergantung pada komitmen pucuk pimpinan. Mulai dukungan peningkatan sarana dan prasarana, support penganggaran hingga inovasi-inovasi yang dilakukan," ungkapnya.</p>
<p>Sebagai penutup rangkaian Monev, KI Jatim akan menggelar acara tahunan, Anugerah Keterbukaan Informasi (KI Award). Melalui ajang tersebut, badan publik akan diberikan predikat mulai dari “informatif”, “menuju informatif”, hingga "cukup informatif", dan penghargaan akan diserahkan langsung oleh Gubernur Jawa Timur. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor: Rizqi Ardian </strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Jelang Lawan Lebanon, Kluivert Andalkan Skema Baru dan Tinggalkan Warisan Shin Tae&amp;yong</title>
<link>https://suarajatimpost.com/jelang-lawan-lebanon-kluivert-andalkan-skema-baru-dan-tinggalkan-warisan-shin-tae-yong</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/jelang-lawan-lebanon-kluivert-andalkan-skema-baru-dan-tinggalkan-warisan-shin-tae-yong</guid>
<description><![CDATA[ Patrick Kluivert tinggalkan warisan Shin Tae-yong, malam ini Timnas Indonesia siap uji skema total football 4-2-3-1 saat menjamu Lebanon di Stadion GBT Surabaya. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202509/image_870x580_68bebdb8b067e.webp" length="31882" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 08 Sep 2025 19:00:55 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ryan Ramadhan</dc:creator>
<media:keywords>Timnas Indonesia, FIFA Mtach Day, Gelora Bung Tomo, Patrick Kluivert, Surabaya, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SURABAYA, SJP - </strong>Timnas Indonesia akan kembali turun gelanggang malam ini pukul 20.30 WIB menghadapi Lebanon dalam laga FIFA <em>Matchday</em> di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT), Senin (8/9/2025). </p>
<p>Laga tersebut menjadi ujian penting bagi racikan strategi anyar Patrick Kluivert yang secara terang-terangan sudah meninggalkan “warisan” skema Shin Tae-yong.</p>
<p>Kemenangan telak 6-0 atas Taiwan pekan lalu menjadi titik balik. Untuk pertama kalinya sejak menukangi Garuda, Kluivert berani meninggalkan pola tiga bek ala Shin dan membangun identitas sendiri. </p>
<p>Ia menerapkan formasi 4-2-3-1 ketika menyerang yang bisa bergeser menjadi 4-4-2 saat bertahan. Filosofi yang diusung adalah total football, dengan penguasaan bola dan dominasi penuh di lapangan.</p>
<p>"Gaya bermain inilah yang saya inginkan sejak awal. Melawan Lebanon, kami tidak akan mengubah sistem ini. Yang terpenting adalah menyempurnakan dan menjaga kepercayaan diri," tegas Kluivert, Senin (8/9/2025).</p>
<p>Dalam uji coba kontra Taiwan, duet Rizky Ridho–Jordi Amat menjaga jantung pertahanan, diapit Yakob Sayuri dan Shayne Pattynama yang agresif dari sayap. Marc Klok dan Nathan Tjoe-A-On mengisi sektor pivot, dengan Klok bahkan menyumbang dua gol lewat bola mati. </p>
<p>Di depan, Sananta tampil sebagai ujung tombak, disokong Egy Maulana, Beckham Putra, dan Eliano Reijnders yang dipasang mengejutkan sebagai gelandang serang nomor 10. Eksperimen itu berjalan manis, menghasilkan enam gol.</p>
<p>Malam ini, atmosfer diyakini lebih ketat. Lebanon, yang menempati peringkat 112 FIFA, jelas bukan lawan mudah. Namun, Kluivert menegaskan sistem yang sama akan kembali dipakai. Hanya saja, ia memberi sinyal adanya rotasi pemain. </p>
<p>Nama-nama seperti Jay Idzes, Kevin Diks, Calvin Verdonk, hingga Ragnar Oratmangoen berpeluang tampil setelah hanya jadi penonton melawan Taiwan. Kehadiran mereka diharapkan memperkuat eksekusi sistem baru ini.</p>
<p>"Para pemain semakin nyambung dengan gaya bermain ini. Masih banyak yang perlu diperbaiki, tapi ini baru permulaan," jelas Kluivert. </p>
<p>"Saya ingin sistem ini menjadi pondasi jangka panjang, bukan hanya untuk timnas, melainkan juga bisa menginspirasi tim-tim Indonesia lainnya," tandas mantan pemain Barcelona di awal tahun 2000-an itu. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor: Rizqi Ardian </strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Pasca Terungkapnya Pungli di Kebraon, Eri Cahyadi Instruksikan Pegawai Langsung Dipecat Jika Melanggar</title>
<link>https://suarajatimpost.com/pasca-terungkapnya-pungli-di-kebraon-eri-cahyadi-instruksikan-pegawai-langsung-dipecat-jika-melanggar</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/pasca-terungkapnya-pungli-di-kebraon-eri-cahyadi-instruksikan-pegawai-langsung-dipecat-jika-melanggar</guid>
<description><![CDATA[ Siap dipecat tanpa kompromi, itulah pernyataan tegas Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi usai terbongkarnya pungli di Kelurahan Kebraon yang mengguncang pelayanan publik kota. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202509/image_870x580_68be955557082.webp" length="42658" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 08 Sep 2025 17:02:23 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ryan Ramadhan</dc:creator>
<media:keywords>Pungli, Pungutan Liar, Adpimduk, Kelurahan Kebraon, Eri Cahyadi, Pemkot Surabaya, Surabaya, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SURABAYA, SJP - </strong>Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, menginstruksikan seluruh aparatur sipil negara (ASN) maupun non-ASN di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya untuk membuat surat pernyataan bermaterai siap dipecat apabila terbukti melakukan pungutan liar (pungli).</p>
<p>Instruksi tersebut berlaku untuk semua pegawai, mulai dari lurah, camat, hingga kepala dinas, dan harus dikumpulkan ke Inspektorat dalam waktu dua hari kedepan.</p>
<p>Instruksi tersebut lahir usai temuan praktik pungli di Kelurahan Kebraon, Kecamatan Karang Pilang. Kasus itu bermula dari laporan warga yang disampaikan langsung melalui kanal pengaduan, termasuk Instagram dan WhatsApp pribadi Wali Kota Eri.</p>
<p>Laporan menyebut adanya oknum pegawai kelurahan Kebraon yang menarik pungutan kepada warga saat mengurus administrasi kependudukan (adminduk). </p>
<p>Menanggapi aduan itu, Wali Kota Eri melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke Kantor Kelurahan Kebraon pada Senin (8/9/2025). Dalam sidak, Eri juga menguak bahwa banyak pegawai kelurahan yang belum tiba di kantor pada jam kerja.</p>
<p>"Ini tindak lanjut dari laporan masyarakat. Masyarakat bisa menyampaikan hal apapun, melalui Instagram saya, melalui WA saya. Dan laporan ini memang terbukti," ujar Eri, Senin (8/9/2025).</p>
<p>Dalam sidak, Eri menemukan seorang pegawai berinisial B yang terbukti melakukan pungli. Oknum tersebut akhirnya mengakui perbuatannya di hadapan wali kota bahwa dirinya menerima uang sebesar Rp500 ribu dari warga yang meminta bantuan melalui Ketua RT setempat untuk mengurus kartu keluarga (KK).</p>
<p>"Pak RT menyampaikan ke saya dan saya bilang sebentar (akan) saya coba dulu. Kalau bisa ya boleh, tapi saya enggak menyebutkan nominal," ungkap B di hadapan Wali Kota, Senin (8/9/2025).</p>
<p>B membeberkan bahwa uang diberikan dua kali, yakni senilai Rp200 ribu pada permintaan awal dan Rp300 ribu setelah KK selesai dibuat. B bahkan mengaku membagi uang itu dengan Ketua RT sebesar Rp300 ribu.</p>
<p>Dalam kesempatan itu, Eri akhirnya meminta seluruh pegawai Kelurahan Kebraon membuat surat pernyataan tidak akan melakukan pungli. Ia juga memberi peringatan keras agar praktik serupa tidak terulang kembali.</p>
<p>"Saya minta uangnya dikembalikan, karena sekali lagi dalam pengurusan Adminduk tidak boleh ada pungli. Melayani warga adalah tugas Aparatur Sipil Negara," tegasnya.</p>
<p>Namun, Eri menekankan bahwa kesempatan tersebut hanya berlaku sekali. Ke depan, tidak ada lagi toleransi bagi pegawai yang kedapatan melakukan pungli di lingkungan pemerintah Kota Surabaya.</p>
<p>"Kalau sudah peringatan ini lagi, maka tidak ada lagi peringatan tertulis. Langsung dicopot dari pegawai Pemkot Surabaya," tandasnya.</p>
<p>Sebagai tindak lanjut, instruksi diperluas ke seluruh jajaran Pemkot Surabaya. Ada lima poin utama yang wajib ditandatangani dalam surat pernyataan.</p>
<ol>
<li>Pelayanan wajib dimulai pukul 07.30 WIB tepat.</li>
<li>Pernyataan bermaterai tidak menerima gratifikasi atau imbalan apapun dari pelayanan publik.</li>
<li>Petugas wajib memberikan solusi jika ada kendala pelayanan.</li>
<li>Semua pelayanan publik harus selesai sesuai tenggat waktu.</li>
<li>Pelayanan publik di balai RW wajib tetap berjalan.</li>
</ol>
<p>"Enggak usah ada pemeriksaan, sanksi-sanksian, langsung dikeluarkan. Kalau ada lagi ya langsung selesai," tegas Eri.</p>
<p>Dengan aturan tersebut, diharapkan Pemkot Surabaya mampu memastikan pelayanan publik di Surabaya benar-benar bebas pungli, transparan, dan berpihak pada kepentingan warga. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor: Rizqi Ardian </strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Dukung Ekonomi Sirkular, UWKS Sulap Maggot Jadi Pelet Bergizi di Kampoeng Oase Songo</title>
<link>https://suarajatimpost.com/dukung-ekonomi-sirkular-uwks-sulap-maggot-jadi-pelet-bergizi-di-kampoeng-oase-songo</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/dukung-ekonomi-sirkular-uwks-sulap-maggot-jadi-pelet-bergizi-di-kampoeng-oase-songo</guid>
<description><![CDATA[ Maggot bukan sekadar pengurai sampah. Di tangan tim UWKS, larva mungil ini disulap jadi pelet bergizi, membuka peluang ekonomi sirkular bagi Kampoeng Oase Songo Surabaya. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202509/image_870x580_68bc255d95bc1.webp" length="49508" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sat, 06 Sep 2025 21:16:56 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ryan Ramadhan</dc:creator>
<media:keywords>Kampoeng Oase Songo, Universitas Wijaya Kusuma Surabaya, UWKS, Maggot, Pelet, Surabaya, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SURABAYA, SJP - </strong>Kecil kecil cabe rawit, mungkin adalah ungkapan yang cocok untuk menggambarkan makhluk ini. Maggot, larva dari lalat tentara hitam (<em>Black Soldier Fly</em>) tidak hanya ampuh untuk mengurai sampah organik, tetapi juga punya potensi menggerakkan ekonomi sirkular di tingkat komunitas. </p>
<p>Makhluk itulah yang kini disorot oleh tim dari Program Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat (PKM) Universitas Wijaya Kusuma Surabaya (UWKS) untuk dikembangkan menjadi pelet pakan ternak yang bergizi dan memiliki nilai jual yang tinggi.</p>
<p>Salah satu komunitas lingkungan berbasis masyarakat yang sudah menerapkan budidaya maggot adalah Kampoeng Oase Songo.</p>
<p>Tidak hanya membantu menekan volume sampah organik masyarakat, namun mereka juga mampu menjual produk seperti maggot fresh dan maggot kering sebagai sumber pendapatan lokal.</p>
<p>Ketua Tim PKM UKWS, Dr. Rondius Solfaine menjelaskan bahwa meski praktik itu sudah berjalan, namun menurut pihaknya, produk yang sudah ada masih belum mencapai nilai yang maksimal.</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202509/image_870x_68bc255611a09.webp" alt=""></p>
<p>"Maksudnya apa, ya jadi produk yang sudah mereka jual masih bisa dikembangkan baik dari sisi formulasi nutrisi, stabilitas produk, maupun potensi komersialisasi yang lebih luas," jelas Dosen dari Prodi Kedokteran Hewan UWKS itu, Sabtu (6/9/2025).</p>
<p>Dari situlah ide PKM UKWS itu muncul, dengan tajuk 'Formulasi Pelet Ikan Maggot Berbasis Urban Farming Untuk Ketahanan Pangan dan Ekonomi Sirkular di Kampoeng Oase Songo Surabaya' PKM UKWS ingin mengembangkan produk yang sudah ada menjadi lebih bernilai, guna membantu UMKM lokal.</p>
<p>Riset dalam pengembangan formulasi pelet itu melibatkan lintas fakultas UKWS, meliputi Prodi Kedokteran Hewan, Fakultas Kedokteran, Prodi Pendidikan Biologi, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan; dan Prodi Teknologi Industri Pertanian, FakultasTeknik.</p>
<p>Selain Rondius, dalam riset tersebut ia juga ditemani oleh dua dosen lain, yakni Dr. Dwi Haryanta dari Prodi Pendidikan Biologi dan Marina Revitriani dari Teknologi Industri Pangan, juga dua empat mahasiswa lintas prodi, meliputi Wakiatul Awliya, Raeva Sinatrya Henlifaristik, Annisa Nurul Aini.</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202509/image_870x_68bc2566d54d5.webp" alt=""></p>
<p>Tujuan utama tim PKM menurut Dr. Rondius ialah merumuskan pelet berbasis maggot yang memiliki nilai nutrisi tinggi, tahan simpan, dan layak produksi UMKM. Selain maggot, tim juga akan memanfaatkan sampah cangkang telur yang juga banyak ditemukan di Kampoeng Oase Songo.</p>
<p>"Jadi bagan utamanya adalah maggot dan cangkang telur yang dicampur dengan formulasi yang kita kembangkan, agar bisa jadi produk yang terstandardisasi hingga mendapatkan paten untuk kemudian dikomersilkan," terangnya.</p>
<p>Saat ini pengembangan pelet tersebut sudah masuk tahap prototipe dan akan diuji lebih lenjut perihal ketahanan dalam kemasan, sebelum pelabelan dilakukan. Terkait komersialisasi, Dr. Rondius juga menghadirkan bimbingan teknis (bimtek) agar masyarakat bisa melakukan pemasaran di marketplace digital.</p>
<p>"Kita juga beri pembekalan terkait marketing, agar produk tidak berhenti pada tahap prototipe, melainkan mencapai konsumen melalui kanal penjualan modern," sambungnya.</p>
<p>Menanggapi pengembangan budidaya mereka, Yaning Mustikaningrum selaku Ketua Kampoeng Oase Songo menerima dengan baik inisiatif dari UWKS. Dirinya mengungkapkan bahwa sebelumnya, produk maggot segar atau kering yang pihaknya jual sudah berpotensi, namun terkendala bagian ketahanan dan manfaat.</p>
<p>"Jadi sebelumnya itu tidak bisa disimpan terlalu lama, tapi dikasih ke ayam atau lele gitu sudah bagus hasilnya. Jadi kami berharap saat sudah jadi pelet bisa tersimpan lama dan memiliki gizi yang lebih baik," ucap Yaning.</p>
<p>Saat ini, Kampoeng Oase Songo sudah bisa memproduksi setidaknya lima kilogram maggot setiap minggu. Karenanya, target utama dari Yaning ialang menjadi pemasok pakan di pasar ikan Gunung Sari.</p>
<p>Di sisi lain, sebagai Pembina Kampoeng Oase Songo, Adi Candra yang biasa dipanggil Cak Adi menyampaikan apresiasinya kepada pihak UWKS karena telah bersedia mengembangkan budidaya di komunitasnya.</p>
<p>"Tentu sangat bersyukur dengan adanya inisiatif ini, karena kita tahu maggot selain sebagai biokonversi pengelolaan sampah organik, tetapi juga bisa menjadi produk turunan berupa pelet magot yang sangat bermanfaat bagi hewan ternak," ujar Cak Adi.</p>
<p>Cak Adi berharap upaya dari UWKS bisa dilakukan dengan cakupan lebih luas, agar kebermanfaatannya dalam mendorong sirkuler ekonomi yang berkelanjutan tidak hanya dirasakan oleh Kampoeng Oase Songo, melainkan juga Surabaya maupun nasional.</p>
<p>Sebagai informasi tambahan, program dari UWKS itu didanai oleh Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) melalui Kantor Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDikti) wilayah 7 Jawa Timur dan Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) UWKS melalui Hibah PKM dengan kontrak Nomor: 200/PM/LPPM/UWKS/V/2025, 28 Mei 2025.</p>
<p>Selain itu, kegiatan PKM di Kampoeng Oase Songo juga didukung penuh Kampoeng Oase Suroboyo Group, Indonesian Fighter Tourism Association (DPP IFTA) JELAJAH INDONESIA, Perkumpulan Pengelola Sampah dan Bank Sampah Nusantara (PERBANUSA) DPD I Jawa Timur, Himpunan Penggiat Adiwiyata Indonesia (HPAI) DPW Kota Surabaya, Yayasan Lestari Bumi Abadi (YLBA) Kota Surabaya, dan Forum Gerakan Sedekah Sampah Indonesia (GRADASI) Jawa Timur. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor: Rizqi Ardian </strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Surabaya Diselimuti Sakura Tropis, Tabebuya Mekar Hiasi Kota Pahlawan</title>
<link>https://suarajatimpost.com/surabaya-diselimuti-sakura-tropis-tabebuya-mekar-hiasi-kota-pahlawan</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/surabaya-diselimuti-sakura-tropis-tabebuya-mekar-hiasi-kota-pahlawan</guid>
<description><![CDATA[ Bak negeri sakura, ribuan tabebuya bermekaran serentak di Kota Surabaya, menghadirkan pesona bak sakura tropis yang hanya bertahan singkat, sekitar dua pekan setiap tahun. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202509/image_870x580_68bc2584109ac.webp" length="82618" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sat, 06 Sep 2025 20:47:04 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ryan Ramadhan</dc:creator>
<media:keywords>Tabebuya, Sakura Tropis, Dinas Lingkungan Hidup, DLH Surabaya, Surabaya, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SURABAYA, SJP –</strong> Awal September selalu jadi momen istimewa bagi warga Kota Pahlawan. Di berbagai sudut jalan protokol, pohon tabebuya bermekaran serentak, menghadirkan pemandangan yang disebut mirip dengan sakura di Jepang.</p>
<p>Di sepanjang Jalan Tunjungan, misalnya, deretan tabebuya kuning, merah muda, ungu, hingga putih tampak menebar pesona. Pengendara yang melintas tak jarang memperlambat laju kendaraan hanya untuk menikmati keindahan yang jarang muncul.</p>
<p>Meski indah, ternyata fenomena tersebut tidak berlangsung lama. Sekretaris Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Surabaya, Achmad Eka Mardijanto, menjelaskan tabebuya biasanya mekar hanya sekitar dua pekan dalam setahun, dengan puncak pada Agustus hingga September. </p>
<p>"Puncak musim tabebuya memang antara bukan Agustus dan September, jadi memang tidak lama," kata Eka, Sabtu (6/9/2025).</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202509/image_870x_68bc258c37890.webp" alt=""></p>
<p>Menurut data Pemkot Surabaya, terdapat sekitar 16.300 pohon tabebuya yang ditanam di berbagai ruas kota, mulai Taman Apsari, MERR, Gunung Anyar, hingga sepanjang jalan protokol lainnya. </p>
<p>Dari jumlah tersebut, 11.400 pohon berbunga putih dan merah muda, 4.650 pohon kuning, 162 pohon merah, dan 100 pohon ungu.</p>
<p>Keindahan tabebuya yang berasal dari Amerika Tengah dan Selatan ini membuatnya dijuluki “sakura tropis.” Kelopaknya berbentuk terompet berukuran 3–11 cm, menjadikan langit Surabaya seolah disapu warna-warni setiap kali musimnya tiba.</p>
<p>Tak hanya memperindah kota, tabebuya juga diharapkan menjadi daya tarik wisata baru. Pemkot Surabaya berencana memperluas penanamannya, sehingga semakin banyak warga dan wisatawan dapat menikmati momen singkat tapi menawan.</p>
<p>Seperti sakura di Jepang yang dinanti tiap musim semi, tabebuya kini menjadi penanda khas pertengahan tahun di Surabaya. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor: Rizqi Ardian </strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Puluhan Pelajar Terlibat Kerusuhan di Surabaya, Eri Cahyadi Akan Kembali Perketat Jam Malam Anak</title>
<link>https://suarajatimpost.com/puluhan-pelajar-terlibat-kerusuhan-di-surabaya-eri-cahyadi-akan-kembali-perketat-jam-malam-anak</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/puluhan-pelajar-terlibat-kerusuhan-di-surabaya-eri-cahyadi-akan-kembali-perketat-jam-malam-anak</guid>
<description><![CDATA[ Sebanyak 26 pelajar ikut terseret dalam kerusuhan Surabaya, memicu Wali Kota Eri Cahyadi kembali mengetatkan jam malam anak yang sebelumnya telah diberlakukan sejak Juni 2025. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202509/image_870x580_68bc257dc8530.webp" length="56692" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sat, 06 Sep 2025 20:17:18 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ryan Ramadhan</dc:creator>
<media:keywords>Kerusuhan, Grahadi, Gedung Negara Grahadi, Eri Cahyadi, Anak, Surabaya, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SURABAYA, SJP – </strong>Keterlibatan pelajar dalam aksi demonstrasi akhir Agustus lalu membuka babak baru perdebatan soal peran anak-anak di ruang publik Surabaya. Dari ratusan orang yang ditangkap, 26 di antaranya tercatat masih berstatus pelajar. </p>
<p>Fakta tersebut membuat Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, kembali menekankan pentingnya aturan jam malam yang sejatinya sudah berlaku sejak Juni 2025, demi mencegah anak-anak terjerumus dalam kericuhan serupa.</p>
<p>"Kemarin kabarnya 20-an lebih ya, 26 (pelajar yang ditangkap saat demonstrasi), dari Surabaya," ungkap Eri dalam konferensi pers di Balai Kota Surabaya, Sabtu (6/9/2025).</p>
<p>Ia menambahkan, usia para pelajar itu masih belum terkonfirmasi secara rinci. Kendati demikian, memang dipastikan bahwa ada anak-anak dibawah umur, khususnya pelajar SMA yang ikut terlibat.</p>
<p>Eri menegaskan, kejadian penangkapan pelajar dalam demo menandakan perlunya penguatan kembali aturan jam malam. Ia mengaitkannya dengan konsep Kampung Pancasila, yakni gotong royong warga untuk membimbing generasi muda.</p>
<p>"Kita jalankan lagi ya, jam malam tetap seperti biasanya, karena itu tadi saya bilang kan, kita menjalankan Kampung Pancasila. Kalau dilakukan pemerintahnya saja enggak mungkin bisa," ujarnya</p>
<p><strong>Jam Malam Anak, Sudah Berlaku Sejak Juni</strong></p>
<p>Aturan jam malam di Surabaya bagi anak-anak di bawah 18 tahun sebenarnya sudah resmi berlaku sejak 20 Juni 2025 melalui Surat Edaran Pemkot Surabaya. </p>
<p>Aturan itu membatasi aktivitas anak di luar rumah mulai pukul 21.00 WIB, kecuali jika jelas tujuannya dan mendapat izin orang tua. Bahkan cakupannya tudak hanya melibatkan orangtua, namun juga pengurus RW tiap-tiap kecamatan.</p>
<p><strong>Sorotan YLBH Surabaya</strong></p>
<p>Di sisi lain, sebelumnya Yayasan Lembaga Bantuan Hukum (YLBH) Surabaya semlat menyoroti transparansi proses hukum terkait aksi demonstrasi tersebut. </p>
<p>Direktur YLBH Surabaya, Habibus Shalihin, mencatat ada 109 orang ditangkap selama tiga hari aksi unjuk rasa, dengan status yang tidak semuanya jelas.</p>
<p>"Sebanyak 55 orang sudah dibebaskan, satu orang masih menjalani pemeriksaan, sementara 26 orang lainnya belum terkonfirmasi keberadaannya," kata Habibus di Surabaya.</p>
<p>Menurut YLBH, kondisi tersebut menimbulkan kekhawatiran terkait perlindungan hukum dan hak-hak dasar para pengunjuk rasa, khususnya mereka yang masih anak-anak.</p>
<p>Dengan demikian, penangkapan puluhan pelajar dalam aksi demonstrasi sekaligus memperlihatkan pengawasan anak di Surabaya yang masih rapuh dan menurun dibanding saat aturan jam malam dijalankan secara ketat. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor: Rizqi Ardian </strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Sering Jadi Tempat Uji Nyali, Lantai Atas Gedung Bekas Bioskop Oscar di Surabaya Terbakar</title>
<link>https://suarajatimpost.com/sering-jadi-tempat-uji-nyali-lantai-atas-gedung-bekas-bioskop-oscar-di-surabaya-terbakar</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/sering-jadi-tempat-uji-nyali-lantai-atas-gedung-bekas-bioskop-oscar-di-surabaya-terbakar</guid>
<description><![CDATA[ Api melalap lantai atas bekas Bioskop Oscar di Jalan Mayjen Sungkono, Surabaya, meninggalkan asap hitam pekat yang terlihat hingga radius dua kilometer. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202509/image_870x580_68b990fecdb92.webp" length="30272" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 04 Sep 2025 20:30:22 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ryan Ramadhan</dc:creator>
<media:keywords>Gedung Oscar, Bioskop Oscar, Kebakaran, DPKP, Surabaya, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SURABAYA, SJP - </strong>Sebuah gedung bekas Bioskop Oscar di kompleks pertokoan Jalan Mayjen Sungkono, Surabaya, terbakar pada Kamis (4/9/2025) sore.</p>
<p>Menurut laporan Command Center 112 Surabaya, Api dilaporkan muncul sekitar pukul 16.26 WIB dan langsung membesar, mengeluarkan asap hitam pekat yang terlihat hingga radius 2 kilometer.</p>
<p>Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kota Surabaya, Laksita Rini Sevriani, menjelaskan bahwa setelah menerima laporan, pihaknya langsung mengirimkan sebanyak 16 unit mobil pemadam.</p>
<p>"Kami mengirim unit dari Pos TVRI terdekat lokasi dan tiba di lokasi sekitar pukul 16.32 WIB," ujar Rini, Kamis (4/9/2025).</p>
<p>Gedung yang terbakar itu dulunya merupakan Bioskop Oscar, salah satu bioskop kelas mewah yang berdiri sejak era 1980-an.</p>
<p>Pada masa jayanya, Oscar menjadi tujuan warga kelas menengah atas untuk menonton film layar lebar, terutama film asing populer asal barat maupun Mandarin, serta beberapa film lokal favorit. </p>
<p>Kehadirannya kala itu turut menyumbang Pendapatan Asli Daerah (PAD) Surabaya, seiring tren menjamurnya mal dan plaza di Kota Pahlawan. </p>
<p>Namun sejak awal 2000-an, kejayaan bioskop ini meredup akibat perkembangan VCD dan TV kabel. Gedungnya sempat difungsikan sebagai gereja, tapi kemudian ditutup dan terbengkalai hingga kini.</p>
<p>Kadis DPKP mengungkapkan bahwa menurut informasi yang pihaknya terima, gedung yang sudah lama tidak beroperasi sejak lama itu kini kerap digunakan sebagai lokasi uji nyali.</p>
<p>"Informasinya kalau malam dipakai uji nyali," terangnya.</p>
<p>Sekitar satu jam kemudian, api berhasil dipadamkan, dan petugas melanjutkan proses pembasahan hingga sekira pukul 18.00 WIB. </p>
<p>Rini menjelaskan, bagian yang terbakar hanya lantai atas bekas ruang bioskop, sementara lantai tengah dan bawah yang dulu digunakan sebagai pertokoan serta swalayan tidak terdampak. </p>
<p>"Bagian atas berisi kursi-kursi bioskop dan ilalang," tuturnya.</p>
<p>Hingga berita ini ditulis, penyebab kebakaran masih belum diketahui. Karena gedung itu sudah lama tak beroperasi, tidak ada aktivitas maupun korban jiwa dalam insiden tersebut. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor: Rizqi Ardian </strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Pasca Terbakar Saat Kerusuhan, Polsek Tegalsari Pindah ke Gedung Eks Bawaslu</title>
<link>https://suarajatimpost.com/pasca-terbakar-saat-kerusuhan-polsek-tegalsari-pindah-ke-gedung-eks-bawaslu</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/pasca-terbakar-saat-kerusuhan-polsek-tegalsari-pindah-ke-gedung-eks-bawaslu</guid>
<description><![CDATA[ Polsek Tegalsari dipindah ke gedung eks Bawaslu usai kantornya terbakar dalam kerusuhan pekan lalu. Pelayanan publik dipastikan tetap berjalan sembari menunggu renovasi kantor lama yang kurang lebih selama satu tahun. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202509/image_870x580_68b96e60e080e.webp" length="76782" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 04 Sep 2025 20:12:35 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ryan Ramadhan</dc:creator>
<media:keywords>Mapolsek Tegalsari, Polsek Tegalsari, Terbakar, Kericuhan, Surabaya, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SURABAYA, SJP - </strong>Kericuhan yang terjadi di Surabaya pekan lalu tidak hanya menghanguskan sebagian bangunan cagar budaya Gedung Negara Grahadi. </p>
<p>Markas Kepolisian Sektor (Polsek) Tegalsari juga turut terdampak, setelah kantornya terbakar dalam insiden di hari yang sama, membuat operasional pelayanan publik terhenti dan kini harus dialihkan sementara.</p>
<p>Kapolsek Tegalsari, Kompol Rizki, menyampaikan bahwa jajaran kepolisian sudah resmi menempati gedung eks Bawaslu Provinsi Jawa Timur di Jalan Tanggulangin, Surabaya sebagai kantor sementara. Kepindahan itu ditandai dengan kegiatan bersih-bersih bersama unsur tiga pilar pada Kamis (4/9/2025).</p>
<p>"Alhamdulillah pada hari kita baru saja melaksanakan kegiatan bersih-bersih di kantor bekas Bawaslu Jatim," ungkap Kompol Rizki, Kamis (4/9/2025).</p>
<p>"Gedung ini sementara kami gunakan sebagai kantor pelayanan masyarakat, menggantikan Polsek Tegalsari yang sedang dalam proses renovasi," imbuhnya.</p>
<p>Meski berpindah kantor, masyarakat tetap bisa mengakses sejumlah layanan seperti pembuatan SKCK, SPKT, layanan lalu lintas, hingga pelayanan Samapta di gedung sementara tersebut. Hanya saja, untuk penanganan tahanan masih dititipkan di Polrestabes Surabaya.</p>
<p>Kendati demikian, Kompol Rizki memastikan dalam waktu 1–2 hari ke depan seluruh sarana dan prasarana sudah siap, termasuk perangkat laptop dan printer, sehingga pelayanan bisa berjalan normal.</p>
<p>"Insyaallah dalam waktu 1–2 hari, semua peralatan seperti laptop dan printer sudah lengkap, sehingga masyarakat bisa langsung dilayani di kantor sementara ini," terangnya.</p>
<p>Gedung eks Bawaslu yang kini dipakai sebagai kantor sementara Poksek Tegalsari merupakan aset milik Pemprov Jawa Timur. Peminjaman dilakukan melalui permohonan resmi kepada Gubernur Jatim melalui Sekretaris Daerah (Sekda).</p>
<p>"Alhamdulillah Bapak Sekda langsung turun ke lapangan, baik ke Polsek Tegalsari maupun ke kantor sementara ini, dan memberikan izin peminjaman gedung," ujar Kompol Rizki.</p>
<p>Kegiatan bersih-bersih kantor sementara melibatkan banyak pihak, mulai dari aparat kecamatan, kelurahan, kelompok sadar masyarakat, tokoh agama, hingga warga sekitar. </p>
<p>Hal tersebut sekaligus menjadi simbol gotong royong pasca kericuhan dan guna memastikan pelayanan publik tetap berjalan meski kantor utama rusak terbakar.</p>
<p>"Jadi kita tinggal menunggu proses renovasi Mapolsek selesai, estimasi waktunya kurang lebih mencapai satu tahun," pungkas Kompol Rizki. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Ribuan Warga Deklarasi Jogo Suroboyo, Tegaskan Komitmen Jaga Kota dari Anarkisme</title>
<link>https://suarajatimpost.com/ribuan-warga-deklarasi-jogo-suroboyo-tegaskan-komitmen-jaga-kota-dari-anarkisme</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/ribuan-warga-deklarasi-jogo-suroboyo-tegaskan-komitmen-jaga-kota-dari-anarkisme</guid>
<description><![CDATA[ Ribuan warga lintas elemen berikrar di Tugu Pahlawan, bangkit dari luka kerusuhan, meneguhkan Surabaya sebagai kota persaudaraan, gotong royong, dan bebas dari anarki. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202509/image_870x580_68b959247db80.webp" length="70446" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 04 Sep 2025 19:28:05 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ryan Ramadhan</dc:creator>
<media:keywords>Jogo Suroboyo, Ikrar, Tugu Pahlawan, Eri Cahyadi, Kericuhan, Anarkis, Surabaya, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SURABAYA, SJP - </strong>Kerusuhan yang terjadi menyusul aksi unjuk rasa beberapa waktu lalu meninggalkan jejak kerusakan fasilitas publik, mengganggu laju ekonomi kota, hingga menimbulkan rasa was-was bagi warga Kota Surabaya untuk beraktivitas di luar rumah.</p>
<p>Sebagai upaya bersama dalam menjaga keamanan dan ketertiban Kota, berbagai elemen masyarakat di Kota Surabaya menggelar kegiatan "Ikrar Deklarasi Damai Jogo Suroboyo" dan Doa Bersama yang berlangsung di Tugu Pahlawan, pada Kamis (4/9/2025).</p>
<p>Inisiator acara tersebut meliputi Karang Taruna, Pemuda Pusura, Cak Ning, Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas, Pemuda Pancasila, Pramuka, Madura Asli (Madas), Muhammadiyah, PCNU, Gojek dan Ketua Satgas Kampung Pancasila RW serta unsur masyarakat. </p>
<p>Setidaknya, ada lebih dari 9.000 warga Kota Surabaya dari berbagai elemen masyarakat di Kota Pahlawan yang hadir untuk menyatukan suara mereka dalam hal menolak tindak anarkistis dan berkomitmen menjaga kota tetap kondusif.</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202509/image_870x_68b9592a488ca.webp" alt=""></p>
<p><strong>Kerusuhan di Kota Surabaya</strong></p>
<p>Diketahui sebelumnya bahwa Surabaya merupakan salah satu kota yang menjadi lokasi aksi solidaritas serentak di berbagai daerah Indonesia atas kematian ojek online (ojol), Affan Kurniawan yang tewas terlindas mobil rantis Brimob dalam aksi di Jakarta.</p>
<p>Sayangnya, di beberapa daerah, termasuk di Kota Surabaya aksi tersebut kemudian dimanfaatkan oleh pihak yang tidak bertanggungjawab untuk melakukan tindakan anarkisme.</p>
<p>Bahkan di Kota Surabaya sendiri, pada Sabtu (30/8/2025), aksi yang awalnya berjalan damai dan kondusif malah berujung pembakaran Gedung Negara Grahadi dan Polsek Tegalsari pada malam hari.</p>
<p>Belajar dari insiden tersebut, Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi yang hadir dalam gelaran Ikrar Deklarasi Jogo Suroboyo menegaskan bahwa kegiatan tersebut lahir dari kesadaran bersama, bukan sekadar agenda seremonial.</p>
<p>"Deklarasi ini adalah ikrar warga Surabaya. Kota ini pernah ternoda oleh kekerasan, tapi kita berjanji tidak akan membiarkan itu terulang. Surabaya dibangun dengan perjuangan para pahlawan, maka menjaga kedamaian adalah kewajiban kita,” tegas Eri, Kamis (4/9/2025).</p>
<p>Dirinya juga menyoroti keberanian warga Surabaya, khususnya warga Wonokromo dan Bubutan, yang secara swadaya menjaga keamanan di wilayah mereka saat terjadi kerusuhan pekan lalu.</p>
<p>"Saya <em>matur nuwun</em> untuk warga Wonokromo yang kemarin ketika terjadi anarkistis, mereka mempertahankan Wonokromo dengan perjuangan yang luar biasa," ujar Eri.</p>
<p>Warga Bubutan semua keluar memberikan hantaman untuk memberikan ketenangan kepada warga Kota Surabaya," imbuhnya.</p>
<p><strong>Sinergi Aparat, Tokoh Agama dan Warga</strong></p>
<p>Tidak hanya Wali Kota Eri, Kegiatan tersebut terlihat juga dihadiri oleh Wakil Walikota Surabaya Armuji, Komandan Kodaeral V/Surabaya Laksda TNI Ali Triswanto, Dandim 0830/Surabaya Kolonel Inf. Didin Nasruddin Darsono, Wakapolrestabes Surabaya AKBP Muhammad Ridwan, Kepala Kejari Surabaya Ajie Prasetya, serta Ketua FKUB Kota Surabaya Dr. Muhammad Yazid.</p>
<p>Kehadiran pemerintah, aparat, dan tokoh agama di tengah masyarakat itu menekankan pentingnya nilai kerukunan. Ketua FKUB Surabaya Dr. Muhammad Yazid selaku pemimpin doa bersama menekankan agar Kota Surabaya terhindar dari segala bentuk perpecahan.</p>
<p>"Ya Allah Ya Salam Ya Hafidz, Engkaulah Dzat Yang Maha Menjaga dan Melindungi, karuniakanlah keselamatan kepada kami sebangsa dan setanah air, jauhkan dari segala musibah, bala, penyakit dan fitnah," bunyi lantunan doa yang dipanjatkan.</p>
<p><strong>Pernyataan Sikap Bersama</strong></p>
<p>Deklarasi kemudian ditutup dengan pembacaan ikrar yang diikuti seluruh peserta. Isi pernyataan sikap tersebut meliputi:</p>
<ol>
<li>Menjaga Surabaya tetap aman dan rukun dalam kebersamaan.</li>
<li>Menguatkan kota Surabaya sebagai jati diri warga kota dan masa depan Surabaya.</li>
<li>Menyampaikan aspirasi dengan kritis dan tidak mudah terprovokasi.</li>
<li>Menolak segala dalam bentuk kekerasan dan anarkistis.</li>
<li>Bersatu dalam harmoni tanpa amarah dan bersama-sama tolong menolong antar warga.</li>
</ol>
<p>Deklarasi tersebut menjadi momentum penting bagi warga Surabaya. Bukan sebagai pembungkaman atas suara rakyat, melainkan sebagai pesan agar masyarakat bisa saling menjaga di tengah krisis, tidak terpancing provokasi, dan meneguhkan Kota Surabaya sebagai Kota Pahlawan yang aman dan oenug persaudaraan. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Lahir saat Ibunya Tawaf di Masjidil Haram, Bayi Prematur saat Prosesi Haji 2025 Tiba di Tanah Air</title>
<link>https://suarajatimpost.com/lahir-saat-ibunya-tawaf-di-masjidil-haram-bayi-prematur-saat-prosesi-haji-2025-tiba-di-tanah-air</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/lahir-saat-ibunya-tawaf-di-masjidil-haram-bayi-prematur-saat-prosesi-haji-2025-tiba-di-tanah-air</guid>
<description><![CDATA[ Bayi prematur bernama Nu’aim lahir saat ibunya tawaf di Masjidil Haram, kini pulang ke tanah air bersama orang tuanya, menutup kisah haji 2025. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202509/image_870x580_68b83dbee47d7.webp" length="58938" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 03 Sep 2025 22:40:41 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ryan Ramadhan</dc:creator>
<media:keywords>Haji 2025, Debarkasi Surabaya, Embarkasi Surabaya, PPIH, Kemenag Jatim, Bayi Prematur, Surabaya, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SURABAYA, SJP - </strong>Musim haji 2025 di Embarkasi Surabaya telah lama usai yang ditandai kepulangan kloter 97 sebagai penutup pada 11 Juli 2025.  Namun, ada cerita dari tanah suci yang tersisa ketika seorang jemaah haji asal Lumajang melahirkan secara prematur di tanah Suci.</p>
<p>Adalah Tristy Erlinawati, jemaah kloter 83 asal Lumajang, bersama sang suami, Fachrizal Rahmad, yang pulang membawa kebahagiaan sekaligus kenangan tak terlupakan. Anak keempat mereka yang lahir di tanah haram, diberi nama Nu’aim, kini ikut menginjakkan kaki di tanah air untuk pertama kalinya. Mereka tiba Bandara Internasional Juanda pada Selasa (2/9/2025) kemarin.</p>
<p>"Alhamdulillah, setelah tiga bulan di Arab Saudi, akhirnya kami bisa pulang bersama Nu’aim," ucap Tristy saat ditemui pada Rabu (3/9/2025).</p>
<p>Perjalanan keluarga Tristy penuh dengan kisah kisah. Dia berangkat ke tanah suci pada 26 Mei 2025 dalam kondisi hamil dengan usia kandungan 14–26 minggu. Saat pengecekan kala itu, kondisinya dinyatakan laik terbang.</p>
<p>Mamun pada 16 Juni, di tengah putaran tawaf ketiga di Masjidil Haram, ketubannya pecah. Enam hari dalam observasi medis di Makkah, akhirnya Nu’aim lahir sebagai bayi prematur dengan berat hanya 1,2 kilogram.</p>
<p>"Sebelum melahirkan, saya sempat diobservasi tim medis selama 6 hari. Kehamilan masih diusahakan dipertahankan karena memang belum ada kontraksi. Namun qadarullah, ternyata Nu’aim lahir," kenangnya.</p>
<p>Hari-hari berikutnya diisi perjuangan. Sementara bayi kecil mereka dirawat di inkubator rumah sakit, Tristy dan Fachrizal tinggal di Wisma Haji Daker Makkah. Mereka sabar mengantarkan air susu ibu setiap hari, sembari memperbanyak ibadah di Masjidil Haram. </p>
<p>Perlahan, Nu’aim menunjukkan perkembangan. Berat badannya kini naik menjadi 2,3 kilogram, dan dokter akhirnya memberi izin pulang setelah ia bisa bernapas sendiri tanpa alat bantu serta minum susu langsung.</p>
<p>"Nu’aim diizinkan pulang oleh dokter setelah dia dapat bernapas tanpa selang oksigen, serta dapat minum susu langsung tanpa alat bantu. Jadi langsung menyusu ke ibunya atau ke botol/dot," terangnya.</p>
<p>"Alhamdulillah, semua biaya penginapan, transportasi, dan makan kami ditanggung pemerintah. Kami sangat bersyukur atas dukungan penuh ini," imbuh suami Fristy, Fachrizal.</p>
<p>Sebelumnya, kepulangan jemaah pasangan suami-istri itu disambut hangat oleh Kabid Penyelenggara Haji dan Umrah Kanwil Kemenag Jatim, Muh. As’adul Anam, bersama perwakilan Kemenag Lumajang. </p>
<p>Di balik kepulangan ribuan jemaah yang sudah lebih dulu tiba, kisah Tristy dan Nu’aim menjadi bagian yang manis dari rangkaian panjang haji 2025. Sebuah pengingat bahwa setiap perjalanan haji selalu menyimpan cerita, bahkan yang tak terduga sekalipun.</p>
<p>Kendati demikian, Kemenag masih menunggu kepulangan 2 (dua) jemaah haji embarkasi Surabaya dari Kabupaten Pasuruan dan Lumajang yang masih dirawat di Tanah Suci. Sedangkan satu jemaah yang ghoib asal Kabupaten Malang sampai saat ini belum ditemukan dan dalam proses identifikasi oleh Ditjen PHU Kemenag RI. (*)</p>
<p><strong>Editor : </strong>Danu S</p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Seusai Api Melumat Grahadi: Sejarah dan Harapan Restorasi Cagar Budaya</title>
<link>https://suarajatimpost.com/seusai-api-melumat-grahadi-sejarah-dan-harapan-restorasi-cagar-budaya</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/seusai-api-melumat-grahadi-sejarah-dan-harapan-restorasi-cagar-budaya</guid>
<description><![CDATA[ Gedung Negara Grahadi, saksi sejarah Surabaya sejak abad ke-18, kini porak-poranda dilalap api. Insiden yang mengguncang identitas dan warisan budaya kota itu diharap bisa jadi pelajaran dalam hal pelestarian cagar budaya. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202509/image_870x580_68b83daeabf03.webp" length="40484" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 03 Sep 2025 22:26:01 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ryan Ramadhan</dc:creator>
<media:keywords>Gedung Negara Grahadi, Grahadi, Cagar Budaya, Kerusuhan, PCU, Petra Christian University, Surabaya, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SURABAYA, SJP - </strong>Insiden kebakaran yang melanda sisi barat Gedung Negara Grahadi pada Sabtu (30/8/2025) malam meninggalkan duka mendalam. Bangunan berusia ratusan tahun yang berdiri di jantung Surabaya itu bukan sekadar kantor pemerintahan, melainkan saksi perjalanan panjang sejarah kota.</p>
<p>Gedung Negara Grahadi dibangun pada abad ke-18, ketika Surabaya masih berkembang sebagai pusat perdagangan penting di Jawa Timur. Arsitekturnya menggabungkan gaya neo-klasik (<em>Empire Style)</em> dengan sentuhan tradisional Jawa, menjadikannya simbol percampuran budaya sekaligus lambang otoritas pada masa kolonial.</p>
<p>Bangunan itu kerap menjadi panggung peristiwa penting, mulai dari masa pemerintahan Belanda, Jepang, hingga era kemerdekaan. Bahkan hingga saat ini, Gedung Negara Grahadi kerap dimanfaatkan sebagai lokasi berbagai kegiatan Pemprov Jawa Timur.</p>
<p>Karena itu, kerusakan akibat api dipandang sebagai kehilangan yang menyentuh identitas kolektif warga Surabaya, khususnya bagi para pecinta sejarah dan pegiat pelestarian cagar budaya.</p>
<p>Salah satu pandangan atas insiden tersebut datang dari Dosen Arsitektur Petra Christian University (PCU), Dr. Timoticin Kwanda, yang menyoroti pentingnya menjaga Grahadi sebagai aset bangsa.</p>
<p>"Tentu saja kita prihatin dengan kejadian tersebut," ujar Dr. Timoticin, Rabu (3/9/2025).</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202509/image_870x_68b83db950c75.webp" alt=""></p>
<p>Menurutnya, Grahadi tidak hanya memancarkan nilai historis, tetapi juga menampilkan estetika unik. Pelestariannya harus menjadi tanggung jawab bersama agar generasi mendatang tetap dapat menyaksikan warisan tersebut.</p>
<p>Sebagai cagar budaya, Grahadi sudah mendapat perlindungan hukum. Aturan itu tertuang dalam Permen Pariwisata dan Ekonomi Kreatif SK no. PM.23/PW.007/MKP/2007. Karenanya, Dr. Timoticin menegaskan bahwa kerusakan yang disengaja pada cagar budaya merupakan tindak kriminal.</p>
<p>"Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2010 tentang Cagar Budaya, Pasal 101, menyebutkan hukuman pidana bagi perusak cagar budaya. Pelaku bisa dipenjara maksimal 5 tahun atau didenda hingga Rp1,5 miliar," tegasnya.</p>
<p><strong>Restorasi dengan Prinsip Minimum Intervensi</strong></p>
<p>Langkah berikutnya setelah kebakaran adalah memulai proses restorasi secara hati-hati. Menurut Dr. Timoticin, tahap awal restorasi dimulai dari dokumentasi kerusakan, baru kemudian dilakukan perbaikan.</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202509/image_870x_68b83da90ff40.webp" alt=""></p>
<p>"Untuk bagian yang masih dapat diperbaiki, maka menggunakan prinsip minimum intervensi guna mempertahankan material yang asli," jelasnya.</p>
<p>"Namun jika harus diganti, material yang baru harus sesuai dengan zamannya, tapi tetap berbeda agar masyarakat dapat membedakan mana material asli dan mana yang baru," imbuh Dr. Timoticin,.</p>
<p>Pendekatan itu penting dalam memastikan nilai sejarah Grahadi tetap terjaga tanpa mencampuradukkan antara bagian lama dan hasil perbaikan. Maka dari itu, Dr. Timoticin mengingatkan insiden kemarin bisa diambil sisi positifnya sebagai pelajaran berharga.</p>
<p>"Pelestarian cagar budaya adalah tanggung jawab bersama. Perlindungan hukum yang tegas, edukasi publik, dan proses restorasi yang tepat harus dijalankan agar warisan sejarah ini tetap utuh bagi generasi mendatang," pungkasnya. (*)</p>
<p><strong>Editor : </strong>Danu S</p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Surabaya Perketat Waspada Campak, Belajar dari KLB di Sumenep</title>
<link>https://suarajatimpost.com/surabaya-perketat-waspada-campak-belajar-dari-klb-di-sumenep</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/surabaya-perketat-waspada-campak-belajar-dari-klb-di-sumenep</guid>
<description><![CDATA[ Sebagai langkah antisipasi, Wali Kota Surabaya mengeluarkan Surat Edaran Nomor: 400.7.7.1/18915/436.7.2/2025 tentang Peningkatan Kewaspadaan dan Pencegahan Penularan Campak. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202509/image_870x580_68b83e4b14b12.webp" length="19614" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 03 Sep 2025 22:11:56 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ryan Ramadhan</dc:creator>
<media:keywords>Campak, KLB, Dinas Kesehatan, Dinkes Surabaya, Sumenep, Surabaya, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SURABAYA, SJP - </strong>Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya memperketat kewaspadaan terhadap ancaman penularan campak setelah tiga dari empat kabupaten di Pulau Madura dilanda kejadian luar biasa (KLB), salah satunya di Kabupaten Sumenep.</p>
<p>Sebagai langkah antisipasi, Wali Kota Surabaya mengeluarkan Surat Edaran Nomor: 400.7.7.1/18915/436.7.2/2025 tentang Peningkatan Kewaspadaan dan Pencegahan Penularan Campak.</p>
<p>Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Surabaya, Nanik Sukristina, menegaskan bahwa pihaknya terus berupaya menjaga agar KLB tidak meluas ke Surabaya. “Mohon doanya agar Surabaya aman dari KLB. Kami terus berupaya agar hal itu tidak terjadi,” ujar Nanik saat dikonfirmasi, Rabu (3/9/2025).</p>
<p>Nanik mengakui salah satu tantangan terbesar adalah tingginya mobilitas penduduk Surabaya. Dengan arus keluar-masuk warga yang padat, risiko penyebaran penyakit menular menjadi lebih tinggi.</p>
<p>Selain itu, masih ada sebagian orang tua yang enggan membawa anaknya untuk imunisasi campak karena stigma tertentu. Hal ini membuat tenaga kesehatan harus bekerja ekstra.</p>
<p>"Kadang-kadang kita harus mendatangi mereka satu per satu, mencari dari rumah ke rumah karena masih ada yang percaya beberapa stigma tentang imunisasi campak," jelasnya.</p>
<p>Meski menghadapi tantangan, capaian imunisasi di Surabaya relatif menggembirakan. Data Dinkes menunjukkan, dari Januari hingga Juli 2025, cakupan imunisasi Campak-Rubella dosis pertama sudah mencapai 60,1 persen, lebih tinggi dari target pusat sebesar 58 persen.</p>
<p>Untuk dosis kedua, Surabaya mencapai 60,7 persen, sedangkan dosis ketiga bahkan menyentuh 76,71 persen. Seluruh angka ini berada di atas target pemerintah pusat yang sama-sama ditetapkan 58 persen.</p>
<p>Berbeda dengan Surabaya yang masih dalam tahap pencegahan, Kabupaten Sumenep sudah lebih dulu ditetapkan KLB campak sejak Agustus 2025. Dinas Kesehatan P2KB Sumenep merespons dengan mengintensifkan penyelidikan epidemiologi (PE) dan mempercepat pelaksanaan imunisasi massal atau <em>outbreak response immunization </em>(ORI).</p>
<p>Sebelumnya, Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes P2KB Sumenep, Achmad Syamsuri, menjelaskan bahwa PE dilakukan untuk menelusuri jalur penularan.</p>
<p>"Jika ada anak terjangkit, maka dicari tahu sumbernya, apakah tertular di sekolah, surau, atau tetangga sekitar. Istilahnya diperdalam, terkait dengan sebab penyebaran campak ini. Mereka dapatnya dari mana. Apakah dari tetangga, atau saudaranya," kata Achmad.</p>
<p>Menurut Achmad, fokus penyelidikan berada di Kecamatan Gapura, Talango, dan Pasongsongan, karena jumlah kasus di wilayah ini terus meningkat. Untuk memperkuat penanganan, penyelidikan melibatkan lintas instansi seperti dinas pendidikan, Kementerian Agama, hingga perguruan tinggi.</p>
<p>Surabaya kini memantau perkembangan di Madura sembari mengoptimalkan strategi pencegahan. Kolaborasi lintas instansi, sebagaimana dilakukan Sumenep, juga ditekankan agar upaya di Surabaya lebih kuat.</p>
<p>Dengan langkah antisipasi yang lebih dini, Surabaya berharap dapat terhindar dari status KLB yang kini tengah dihadapi sejumlah daerah di Madura. (*)</p>
<p><strong>Editor : </strong>Danu S</p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Puluhan Anak Terlibat Pembakaran Grahadi, Pemprov Jatim Desak Aktor Intelektual Diusut</title>
<link>https://suarajatimpost.com/puluhan-anak-terlibat-pembakaran-grahadi-pemprov-jatim-desak-aktor-intelektual-diusut</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/puluhan-anak-terlibat-pembakaran-grahadi-pemprov-jatim-desak-aktor-intelektual-diusut</guid>
<description><![CDATA[ Puluhan anak di bawah umur terseret kerusuhan hingga membakar Grahadi, terperdaya hasutan orang tak bertanggung jawab, jadi sorotan Pemprov Jatim yang menyerukan pembinaan dan proses hukum aktor intelektual. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202509/image_870x580_68b6e287f2244.webp" length="58286" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Tue, 02 Sep 2025 21:14:01 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ryan Ramadhan</dc:creator>
<media:keywords>Pembakaran, Kericuhan, Gedung Negara Grahadi, Anak, Khofifah Indar Parawansa, Emil Dardak, Pemprov Jatim, Polrestabes Surabaya, Surabaya, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SURABAYA, SJP - </strong>Tragedi pembakaran Gedung Negara Grahadi pada Sabtu malam (30/8/2025) menguak fakta mengejutkan. Puluhan anak di bawah umur ikut terseret dalam kerusuhan yang berujung pada rusaknya bangunan cagar budaya di jantung Kota Surabaya itu.</p>
<p>Sebelumnya, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyatakan keprihatinannya usai gedung bersejarah itu dilempari molotov oleh massa aksi yang tak terkendali. </p>
<p>"Iya tentu itu bagian dari cagar budaya, kita semua prihatin bahwa bagian barat gedung Grahadi ternyata dilempari molotov juga," kata Khofifah di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (1/9/2025) kemarin.</p>
<p>Khofifah menyebut, sebagian pelaku yang diamankan ternyata masih berusia 15–16 tahun. Atas pertimbangan usia, Kapolda Jatim memutuskan untuk menyerahkan mereka kembali ke pihak keluarga.</p>
<p>Kini, Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak mengungkapkan fakta baru bahwa jumlah anak-anak yang terlibat ternyata lebih dari 50 orang. </p>
<p>"Ternyata 50 lebih adalah anak di bawah umur, dan mereka saat didalami tidak punya motif politik sama sekali, hanya ikut-ikutan," ujar Emil, Selasa (2/8/2025).</p>
<p>Emil menilai para remaja itu tidak memiliki kemampuan teknis membuat bom molotov. Ia menduga mereka terperdaya oleh pihak tertentu yang memperalat anak-anak di situasi berbahaya, dan para provokator itulah yang perlu diproses hukum.</p>
<p>"Bahaya sekali anak-anak ini berada di luar dalam situasi yang bisa berhadapan dengan api, lemparan batu, dan kemudian diperalat oleh orang yang kemudian memperenjatai mereka," tegasnya</p>
<p>Emil sendiri mengaku telah menemui orangtua anak-anak yang menjadi pelaku pembakaran. Ia mengungkapkan bahwa orang tua sang anak merasa sedih dan kecewa, namun tetap diimbau untuk membina anak-anak mereka. </p>
<p>Untuk memastikan keamanan, anak-anak yang diamankan dikembalikan kepada orang tua dengan pendampingan. Proses ini turut diawasi Dinas P3AK, Karo Kesra, dan Karo Hukum. </p>
<p>"Kita bukan sedang bersikap lembek kepada anak-anak ini, namun kita juga tetap membina, mendidik dan menjadikan mereka generasi yang lebih baik bagi masa depan bangsa," tandas Emil.</p>
<p><strong>18 Tersangka Diproses Hukum</strong></p>
<p>Sementara itu, Polrestabes Surabaya memastikan penegakan hukum tetap berjalan terhadap pelaku dewasa yang terlibat kerusuhan. Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol Lutfhie Sulistiawan menyebut ada 18 orang yang telah diproses hukum.</p>
<p>"Terhadap penegakan hukum saat ini masih terus berproses. Ada tadi terakhir sudah ada kurang lebih 18 yang sudah kita bisa lengkapi berkasnya, kemudian ini masih terus berproses," kata Kombes Pol Lutfhie </p>
<p>Ia menegaskan, anak-anak yang tidak terbukti melakukan tindak pidana akan dikembalikan ke keluarga. Namun bagi yang terbukti merusak, tetap diproses hukum. </p>
<p>"Kalau kemudian dari bukti-bukti yang ada dan fakta yang ada serta dokumen yang ditemukan membuktikan keterlibatan dalam perusakan, penganiayaan, tentu akan diproses," jarnya.</p>
<p>Selain Grahadi, kerusuhan juga merusak Mapolsek Tegalsari yang merupakan bangunan cagar budaya. Polrestabes berkoordinasi dengan Wali Kota Surabaya terkait rencana renovasi sekaligus mencari lokasi sementara untuk pelayanan kepolisian. </p>
<p>"Sementara ini masih numpang di kecamatan, menunggu proses perbaikan," tutup Lutfhie. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Surabaya Siap Gelar FIFA Matchday, Pemprov Jatim Pastikan Keamanan Terkendali</title>
<link>https://suarajatimpost.com/surabaya-siap-gelar-fifa-matchday-pemprov-jatim-pastikan-keamanan-terkendali</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/surabaya-siap-gelar-fifa-matchday-pemprov-jatim-pastikan-keamanan-terkendali</guid>
<description><![CDATA[ Surabaya bersiap jadi sorotan internasional, Pemprov Jatim pastikan laga FIFA Match day Timnas Indonesia tetap aman meski kota sempat memanas oleh demonstrasi besar. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202509/image_870x580_68b6e283c8ea9.webp" length="41058" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Tue, 02 Sep 2025 20:59:29 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ryan Ramadhan</dc:creator>
<media:keywords>Timnas, Tim Nasional, U 23, Gelora Bung Tomo, FIFA, FIFA Match Day, Emil Dardak, Jawa Timur, Surabaya, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SURABAYA, SJP - </strong>Pemerintah Provinsi Jawa Timur memastikan gelaran FIFA <em>Matchday</em> Timnas Indonesia di Surabaya berjalan aman dan lancar meski situasi politik di kota ini sempat memanas akibat demonstrasi besar-besaran akhir pekan lalu.</p>
<p>Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak menegaskan aparat keamanan sudah bekerja maksimal untuk mengawal jalannya laga internasional yang akan digelar di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT), Surabaya.</p>
<p>"Besok ada pertandingan sepak bola internasional ya. Jadi aparat bekerja keras karena kita insyaallah optimistis Jawa Timur ini dalam kondisi yang bisa terkendali," ujar Emil usai paripurna di DPRD Jatim, Selasa (2/9/2025).</p>
<p>Menanggapi keresahan masyarakat pasca kerusuhan yang terjadi pada pekan lalu di beberapa titik di Kota Pahlawan, Emil menegaskan agar masyarakat tidak perlu khawatir terkait jalannya pertandingan.</p>
<p>"Jadi besok pertandingan internasional ini insyaallah tetap berjalan," kata Emil.</p>
<p>Dalam jadwal FIFA <em>Matchday</em>, Indonesia akan menghadapi Chinese Taipei pada Jumat (5/9/2025), lalu melawan Lebanon pada Senin (8/9/2025). </p>
<p>Pertandingan tersebut juga menjadi persiapan terakhir Timnas senior sebelum menjalani fase keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia di Arab Saudi pada Oktober mendatang, dengan lawan berat Irak dan Arab Saudi.</p>
<p><strong>Timnas Senior Mulai Berkumpul di Surabaya</strong></p>
<p>Hal tersebut juga dikonfirmasi oleh Manajer Timnas Indonesia Sumardji memastikan agenda pemusatan latihan berjalan tanpa hambatan. Seluruh pemain yang dipanggil pelatih Patrick Kluivert dijadwalkan berkumpul di hotel sejak Senin (1/9/2025).</p>
<p>"Ya, mulai hari (skuad Timnas Indonesia) berkumpul," kata Sumardji dikutip dari berbagai media.</p>
<p>Ia menegaskan tidak ada perubahan agenda meski kondisi politik di Surabaya sempat menegangkan. Pemain dari dalam negeri maupun diaspora tetap datang sesuai panggilan. </p>
<p>Sejumlah nama seperti Sandy Walsh, Emil Audero, dan Shayne Pattynama terpantau sedang dalam perjalanan menuju Indonesia, sementara kapten Timnas Jay Idzes sudah tiba lebih awal di Surabaya pada Senin pagi.</p>
<p><strong>Timnas U-23 Tetap Latihan di Tengah Gejolak</strong></p>
<p>Selain Timnas senior, Timnas Indonesia U-23 juga memusatkan latihan di Surabaya sejak awal pekan lalu. Pemusatan latihan ini merupakan persiapan menghadapi Kualifikasi Piala Asia U-23 2026, di mana Indonesia menjadi tuan rumah Grup J di Sidoarjo pada 3–9 September 2025.</p>
<p>Skuad Garuda Muda akan menghadapi Korea Selatan U-23, Laos U-23, dan Makau U-23. Keberadaan dua agenda sepak bola internasional sekaligus di Jawa Timur membuat Surabaya dan Sidoarjo menjadi pusat perhatian sepak bola nasional pada pekan ini.</p>
<p>Pemprov Jatim menyatakan pihaknya telah berkoordinasi dengan TNI, Polri, dan panitia penyelenggara untuk memastikan keamanan penonton maupun kelancaran teknis pertandingan. </p>
<p>Langkah itu dilakukan agar laga berjalan sesuai jadwal dan tetap menghadirkan atmosfer aman bagi pecinta sepak bola tanah air sekaligus nenjadi simbol stabilitas Jawa Timur di tengah dinamika sosial-politik yang sempat menghangat.<strong> (*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Aksi Jatim Menggugat Ditunda, Koordinator Sebut Rawan Ditunggangi</title>
<link>https://suarajatimpost.com/aksi-jatim-menggugat-ditunda-koordinator-sebut-rawan-ditunggangi</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/aksi-jatim-menggugat-ditunda-koordinator-sebut-rawan-ditunggangi</guid>
<description><![CDATA[ Posko aksi Jatim Menggugat di Taman Apsari dibongkar, diganti tenda TNI bersenjata, usai Cak Sholeh menunda aksi 3 September akibat situasi politik belum kondusif. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202509/image_870x580_68b6e2cabde02.webp" length="91106" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Tue, 02 Sep 2025 20:29:47 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ryan Ramadhan</dc:creator>
<media:keywords>Cak Sholeh, Rakyat Jawa Timur Menggugat, Jatim Menggugat, Gedung Negara Grahadi, Gubernur Jatim, Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, Surabaya, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SURABAYA, SJP - </strong>Rencana aksi massa "Rakyat Jawa Timur Menggugat" yang semula rencananya akan digelar pada Rabu (3/9/2025) di depan Gedung Negara Grahadi, Surabaya, akhirnya diputuskan untuk ditunda.</p>
<p>Padahal, tenda posko aksi sudah lebih dulu berdiri di Taman Apsari, bahkan jauh sebelum aksi Solidaritas Darurat Kekerasan Aparat pada Jumat (29/8/2025) dan aksi Reformasi Polri di hari berikutnya yang berujung ricuh hingga Gedung Negara Grahadi terbakar.</p>
<p>Koordinator gerakan, M. Sholeh atau akrab disapa Cak Sholeh, menyampaikan keputusan itu diambil karena pihaknya menimbang kondisi sosial politik di tingkat nasional maupun lokal, khususnya di Kota Surabaya, cukup aman untuk melaksanakan aksi.</p>
<p>"Iya, aksi tanggal 3 September ditunda. Keputusan diambil untuk menjaga ketenangan warga Surabaya dan Jawa Timur secara umum," ujar Cak Sholeh saat dikonfirmasi pada Selasa, (2/8/2025).</p>
<p>Dirinya menggarisbawahi bahwa di kondisi yang tidak kondusif seperti sekarang, aksi yang semula dimaksudkan berjalan damai berpotensi ditunggangi pihak lain dan berubah ke arah anarkisme.</p>
<p>Cak Sholeh menyinggung situasi beberapa hari terakhir, ketika kerusuhan meletus di sejumlah kota di Indonesia, termasuk insiden pembakaran kantor DPRD.</p>
<p>"Beberapa hari terakhir terjadi kerusuhan di sejumlah kota di Indonesia, termasuk pembakaran kantor DPRD. Kondisi ini dikhawatirkan menimbulkan keresahan masyarakat," katanya.</p>
<p>Di Surabaya sendiri, tanda-tanda kekhawatiran sudah terlihat. Mulai 1 hingga 4 September, sejumlah kantor, sekolah, hingga pusat perbelanjaan memilih mempercepat jam operasional atau memberlakukan metode daring. Hal itu menunjukkan adanya rasa cemas akan potensi aksi besar.</p>
<p>"Kami tidak ingin warga merasa takut," lanjut Cak Sholeh.</p>
<p>Menurutnya, keputusan tersebut bukan berarti gerakan berhenti. Ia menekankan bahwa Rakyat Jawa Timur Menggugat akan tetap berjalan, namun pada momentum yang lebih tepat dan benar-benar kondusif.</p>
<p>"Gerakan Rakyat Jawa Timur Menggugat tidak berhenti. Kami hanya menunda demi kemaslahatan warga," tegasnya.</p>
<p>Dalam kesempatan yang sama, ia juga menyinggung soal wacana pengampunan pajak oleh Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa. Bila kebijakan itu benar-benar diwujudkan, menurutnya, akan sangat meringankan beban masyarakat di tengah kondisi ekonomi sulit.</p>
<p>"Jika Gubernur Khofifah benar-benar membuat kebijakan pengampunan pajak, maka beliau layak dinobatkan sebagai pahlawan, karena telah meringankan beban masyarakat," ungkapnya.</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202509/image_870x_68b6e32fe8429.webp" alt=""></p>
<p>Diketahui, tenda posko aksi "Rakyat Jawa Timur Menggugat" bertuliskan "No Viral No Justice" yang sudah didirikan sejak 21 Agustus 2025 di Taman Apsari dibongkar oleh Cak Sholeh bersama tim pada Senin (1/9/2025) malam kemarin.</p>
<p>Sejak saat itu, kawasan Gedung Negara Grahadi dipenuhi oleh aparat keamanan. Area Taman Apsari kini berdiri tiga tenda TNI menggantikan posko Cak Sholeh dan tim, lengkap dengan prajurit bersenjata. </p>
<p>Kendaraan taktis Anoa milik Yon 516/CY Branjangan Kodam V/Brawijaya turut disiagakan di gerbang barat Grahadi, bersebelahan dengan mobil pemadam kebakaran. BPBD juga menempatkan tenda logistik untuk mendukung pasukan yang berjaga. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Tidak Ada Aksi Demo, Surabaya Terkendali Pasca Ricuh Akhir Pekan Lalu</title>
<link>https://suarajatimpost.com/tidak-ada-aksi-demo-surabaya-terkendali-pasca-ricuh-akhir-pekan-lalu</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/tidak-ada-aksi-demo-surabaya-terkendali-pasca-ricuh-akhir-pekan-lalu</guid>
<description><![CDATA[ Surabaya kembali kondusif pasca kerusuhan, patroli aparat, langkah antisipasi sekolah dan kampus, serta keputusan koordinator aksi menahan massa menjaga stabilitas kota. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202509/image_870x580_68b584d89a282.webp" length="51510" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 01 Sep 2025 19:01:45 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ryan Ramadhan</dc:creator>
<media:keywords>Polda Jatim, Polisi, Aksi, Kondusif, Kerusuhan, Grahadi, Surabaya, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SURABAYA, SJP - </strong>Situasi Kota Surabaya pasca kerusuhan akhir pekan lalu terus menunjukkan kondisi yang terkendali. Menurut pantauan hingga Senin (1/9/2025) pukul 17.00 WIB, aktivitas masyarakat berjalan normal dan arus lalu lintas berjalan lancar.</p>
<p></p>
<p>Kepolisian Daerah Jawa Timur (Polda Jatim) memastikan bahwa upaya pengamanan sudah diupayakan sejak Minggu (31/8/2025) malam. Aparat gabungan TNI dan Polri menggelar patroli skala besar yang melibatkan ratusan personel dengan puluhan kendaraan patroli. </p>
<p></p>
<p>Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Pol Jules Abraham Abast menjelaskan bahwa operasi yang dilakukan menyasar jalur-jalur vital dan titik yang sebelumnya dianggap rawan konsentrasi massa, mulai dari kawasan Ahmad Yani, Raya Darmo, Urip Sumoharjo, hingga Tugu Pahlawan.</p>
<p></p>
<p>"Kita bisa laporkan untuk situasi Surabaya dan Jawa Timur masih relatif terkendali dan kondusif," jelas Kombes Pol Abast, Senin (1/9/2025)</p>
<p></p>
<p>Lebih lengkap, Ia merinci bahwa patroli gabungan yang melibatkan 265 personel Polri dan TNI serta 34 kendaraan roda dua dan roda empat sejak minggu malam menunjukkan bahwa arus lalu lintas sudah terkendali.</p>
<p></p>
<p>"Arus lalu lintas terkendali, pusat keramaian terpantau aman, dan seluruh kegiatan masyarakat berjalan lancar," ujarnya.</p>
<p></p>
<p>Langkah antisipasi juga datang dari berbagai pihak di luar aparat keamanan. Sekolah melalui Dinas Pendidikan Kota Surabaya dan sebagian kampus memilih mengalihkan kegiatan belajar mengajar ke rumah atau pembelajaran jarak jauh (PJJ).</p>
<p></p>
<p>Sedangkan beberapa instansi pemerintah dan kedinasan memperbolehkan pegawai tidak mengenakan seragam demi menjaga fleksibilitas situasi dan keamanan pegawai.</p>
<p></p>
<p>Koordinator aksi yang sebelumnya memobilisasi massa turut mengonfirmasikan bahwa tidak ada agenda turun ke jalan pada hari ini. Selain untuk menunggu kondisi Kota kembali kondusif, keputusan itu juga diambil akibat dirasa banyak provokator yang masuk dalam jajaran massa aksi.</p>
<p></p>
<p>Senada dengan pesan itu, Polda Jatim juga mengingatkan masyarakat untuk kedepan lakukan aksi demonstrasi tanpa anarkisme, dan tidak mudah terprovokasi isu yang beredar di media sosial, termasuk kabar penjarahan yang sempat ramai diperbincangkan. </p>
<p></p>
<p>"Karena nanti setiap pelaku kejahatan akan diproses sesuai hukum yang berlaku," tegas Kombes Pol Abast.</p>
<p></p>
<p>Ia juga menambahkan bahwa ketenteraman hanya bisa tercapai melalui sinergi seluruh pihak, mulai pemerintah daerah, tokoh masyarakat, tokoh agama, hingga kalangan pemuda.</p>
<p></p>
<p>"Hanya dengan kolaborasi semua pihak maka ketenteraman dan keamanan masyarakat akan terwujud. Komunikasi yang baik antara masyarakat dan aparat akan memutus mata rantai kejahatan serta menciptakan rasa aman," tukasnya. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor: Rizqi Ardian </strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Kampus di Surabaya Alihkan Perkuliahan ke Daring, Prioritaskan Keamanan Mahasiswa</title>
<link>https://suarajatimpost.com/kampus-di-surabaya-alihkan-perkuliahan-ke-daring-prioritaskan-keamanan-mahasiswa</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/kampus-di-surabaya-alihkan-perkuliahan-ke-daring-prioritaskan-keamanan-mahasiswa</guid>
<description><![CDATA[ Kondisi Surabaya belum kondusif usai kericuhan, sejumlah kampus alihkan perkuliahan ke daring demi keamanan mahasiswa. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202509/image_870x580_68b560070221d.webp" length="64960" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 01 Sep 2025 16:32:19 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ryan Ramadhan</dc:creator>
<media:keywords>Kuliah, Daring, Kampus, UINSA, Ubaya, Petra, PCU, Kericuhan, Aksi, Surabaya, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SURABAYA, SJP - </strong>Setelah Dinas Pendidikan Kota Surabaya memutuskan pembelajaran dari rumah bagi jenjang PAUD hingga SMP pada 1–4 September 2025, kini sejumlah perguruan tinggi di Kota Pahlawan juga mengambil langkah serupa. </p>
<p>Perkuliahan dialihkan ke sistem daring menyusul kondisi kota yang belum sepenuhnya kondusif pasca kericuhan pekan lalu. Bentrokan terjadi antara aparat keamanan dan massa aksi solidaritas ojek online serta aksi menuntut reformasi Polri yang terjadi di beberapa titik.</p>
<p>Sejumlah kampus yang sudah mengumumkan kebijakan pembelajaran daring antara lain Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya (UKWMS), Universitas Surabaya (Ubaya), Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (UINSA), dan Universitas Kristen Petra. </p>
<p>Masing-masing mengeluarkan aturan dengan durasi serta penekanan berbeda, namun sama-sama menempatkan aspek keamanan mahasiswa sebagai prioritas utama.</p>
<p><strong>Beberapa Kampus Beri Surat Edaran</strong></p>
<p>Melalui surat edaran yang ditandatangani Rektor UKWMS, Sumi Wijaya, perkuliahan dialihkan ke daring pada 1–6 September 2025. Dalam edaran itu, Sumi menegaskan penolakan terhadap segala bentuk kekerasan maupun tindakan anarkis.</p>
<p>"Kami mengimbau agar aspirasi disampaikan melalui cara-cara damai, santun, dan sesuai aturan," ujar Sumi saat dikonfirmasi pada Senin (1/9/2025).</p>
<p>UKWMS juga meminta civitas akademika meningkatkan kewaspadaan, antara lain dengan membatasi aktivitas di luar kampus, tidak mengenakan atribut universitas di luar kepentingan resmi, serta menghindari lokasi demonstrasi. </p>
<p>Sumi menegaskan agar mahasiswa, dosen, dan tenaga kependidikan bisa saling jaga, tetap tenang dan bijak dalam mengambil keputusan, serta tidak mudah terprovokasi.</p>
<p>"Segera melapor kepada pihak keamanan kampus atau aparat setempat apabila terjadi situasi yang mengancam keselamatan," tambah Sumi.</p>
<p>Untuk pegawai, tetap diwajibkan masuk kampus sesuai peran dan tanggung jawab. Namun jika lingkungan tempat tinggal dirasakan tidak aman, pegawai diperkenankan bekerja dari rumah setelah berkoordinasi dengan pimpinan unit.</p>
<p><strong>Ada Sanksi Bagi Dosen yang Melanggar</strong></p>
<p>Aturan lebih tegas bahkan diterapkan oleh Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (UINSA) Surabaya. Pihak kampus memberlakukan perkuliahan daring pada 1–4 September 2025, sebagaimana tertuang dalam Surat Edaran Rektor Nomor 2677 Tahun 2025. </p>
<p>Dalam aturannya, dosen diwajibkan tetap mengajar dari kampus dengan memanfaatkan platform daring seperti Google Meet. Pihak universitas juga memberi ketegasan, bahwa jika diketahui ada dosen yang memaksa mahasiswa hadir ke kampus, maka akan dikenai sanksi.</p>
<p>Kepala Biro Administrasi Akademik, Kemahasiswaan, dan Kerjasama UINSA, Aslamiyah juga mengonfirmasi bahwa perkuliahan di UINSA akan berjalan melalui sistem daring.</p>
<p>"Iya perkuliahannya online, sesuai arahan Rektor," ucap Aslamiyah, yang menegaskan bahwa keputusan diambil setelah mempertimbangkan situasi yang tidak terkendali serta kekhawatiran orang tua.</p>
<p><strong>UBAYA Sediakan Layanan Hotline Darurat</strong></p>
<p>Sementara itu, Universitas Surabaya (Ubaya) memutuskan untuk melaksanakan perkuliahan daring pada 1–5 September 2025. Serupa dengan kampus lain, Manager Public Relations Ubaya, Elenita Santoso, menyebut kebijakan itu diambil untuk memastikan keamanan mahasiswa.</p>
<p>"Kami mengambil tindakan ini untuk memastikan keamanan mahasiswa. Seluruh proses pembelajaran akan dilakukan dari tempat tinggal masing-masing sampai situasi kembali kondusif," jelasnya.</p>
<p>Selain perkuliahan, kegiatan kemahasiswaan juga dialihkan ke daring. Ubaya bahkan menyediakan hotline darurat untuk mahasiswa yang membutuhkan, sembari mengimbau agar tidak mudah terprovokasi dan menyampaikan aspirasi dengan santun.</p>
<p>Adapun Universitas Kristen Petra (PCU) yang juga menetapkan perkuliahan daring mulai 1 hingga 6 September 2025. Meski tidak merinci kebijakan teknisnya secara detail, langkah itu dipastikan sejalan dengan kampus lain dalam menjaga keselamatan mahasiswa. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor: Rizqi Ardian </strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Tokoh Lintas Agama di Surabaya Serukan Perdamaian, Ingatkan Pejabat Tidak Hedon di Tengah Penderitaan Rakyat</title>
<link>https://suarajatimpost.com/tokoh-lintas-agama-di-surabaya-serukan-perdamaian-ingatkan-pejabat-tidak-hedon-di-tengah-penderitaan-rakyat</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/tokoh-lintas-agama-di-surabaya-serukan-perdamaian-ingatkan-pejabat-tidak-hedon-di-tengah-penderitaan-rakyat</guid>
<description><![CDATA[ Tokoh lintas agama Surabaya menyerukan persatuan, mengingatkan aparat hindari tindakan represif, dan menegur pejabat publik agar tidak pamer kemewahan di tengah gejolak sosial politik dan rakyat yang sedang sulit. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202509/image_870x580_68b52ec509a30.webp" length="62374" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 01 Sep 2025 13:45:10 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ryan Ramadhan</dc:creator>
<media:keywords>PCNU, PCNU Surabaya, Nahdlatul Ulama, Pernyataan Sikap, Kericuhan, Aparat, Surabaya, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SURABAYA, SJP - </strong>Menyusul ketegangan sosial politik yang meluas di berbagai daerah pekan lalu, tokoh lintas agama di Surabaya mengeluarkan pernyataan sikap bersama. Selain menyerukan pesan perdamaian, mereka juga mengingatkan penguasa agar tidak mempertontonkan kemewahan di tengah penderitaan rakyat.</p>
<p></p>
<p>Di Kota Pahlawan sendiri, gelombang konflik yang terjadi bahkan sempat membuat salah satu ikon bangunan Jawa Timur, yakni Gedung Negara Grahadi terbakar. Bahkan aktivitas perekonomian, kesenian hingga olahraga lokal terkena dampak.</p>
<p></p>
<p><strong>Pernyataan Sikap Lintas Agama</strong></p>
<p>Menanggapi gejolak tersebut, Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Surabaya memprakarsai pernyataan sikap yang diikuti oleh jajaran organisasi lintas agama, diantaranya:</p>
<ul>
<li>Muhammadiyah Kota Surabaya</li>
<li>Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia (PGI) Surabaya</li>
<li>Gereja Katolik Keuskupan Surabaya</li>
<li>Majelis Agama Khonghucu Indonesia (MAKIN) Surabaya</li>
<li>Yayasan Tempat Ibadah Mbah Ratu Tri Dharma Surabaya</li>
<li>Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Surabaya</li>
<li>Majelis Buddhayana Indonesia Surabaya</li>
</ul>
<p></p>
<p>Ketua PCNU Surabaya Masduki Toha menegaskan bahwa langkah tersebut merupakan ikhtiar bersama menjaga persatuan. Khususnya agar masyarakat bisa merasa lebih tenang dan aman dalam menjalankan aktivitas sehari-hari.</p>
<p></p>
<p>"Surabaya ini milik kita bersama. Sebagai Kota Pahlawan, harus kita jaga dan rawat bersama. Maka kami menyampaikan sikap ini agar semua pihak merasa memiliki tanggung jawab yang sama," ujar Masduki saat dikonfirmasi pada Senin (1/9/2025).</p>
<p></p>
<p>Masduki juga menekankan pentingnya komitmen bersama dalam merawat kerukunan lintas iman. Baginya, organisasi keagamaan memiliki peranan penting dalam mengingatkan seluruh pihak agar bisa menjaga kenyamanan dan kesejukan.</p>
<p></p>
<p>"Intinya, semua niat baik ini adalah untuk memastikan Surabaya tetap rukun, damai, dan menjadi teladan bagi Indonesia," imbuhnya.</p>
<p></p>
<p>Menurutnya, pesan yang disampaikan dalam pernyataan sikap bukan hanya untuk hari ini saja, melainkan juga pesan masa depan bagi generasi mendatang.</p>
<p></p>
<p>"Kita semua memiliki tanggung jawab, tidak hanya untuk hari ini, tetapi juga demi anak-anak, cucu, dan generasi penerus kita agar mereka mengerti arti sesungguhnya dari Surabaya yang damai dan penuh persaudaraan," pesan Masduki.</p>
<p></p>
<p><strong>Isi Pernyataan Sikap Lintas Agama Surabaya:</strong></p>
<ol>
<li>Menyatakan turut berbelasungkawa atas adanya korban jiwa di sejumlah daerah akibat konflik sosial, aksi unjuk rasa, dan kerusuhan. Doa dipanjatkan agar keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan, keteguhan hati, dan kekuatan iman.</li>
<li>‎Aparat keamanan dan ketertiban hendaknya mengedepankan sikap persuasif serta menghindari tindakan represif dalam menangani massa aksi.</li>
<li>Masyarakat diimbau menjaga fasilitas umum sebagai aset rakyat, serta mengutamakan sikap arif demi kepentingan bersama.</li>
<li>‎Pejabat publik, baik anggota DPR, DPRD, maupun kepala daerah, hendaknya berkomunikasi dengan masyarakat dan tidak mempertontonkan gaya hidup bermewah-mewahan.</li>
<li>‎Pejabat publik dan pemimpin bangsa senantiasa memandang rakyat dengan kehormatan dan kemuliaan. Prinsip <em>vox populi vox dei </em>(suara rakyat adalah suara Tuhan) harus dijunjung, sebagaimana konsep kepemimpinan Islam <em>audah istirja</em>’ (suara rakyat adalah kemaslahatan rakyat).</li>
<li>‎Seorang pemimpin adalah pemegang amanah untuk mewujudkan kemaslahatan rakyat.</li>
<li>‎Semua pejabat dan seluruh komponen masyarakat agar memperkuat silaturahim, demi mewujudkan persaudaraan, persatuan, dan kesantunan.</li>
</ol>
<p></p>
<p>Pernyataan sikap itu telah ditandatangani oleh seluruh pihak pada Minggu (31/8/2025) di Kantor PCNU Kota Surabaya sebagai bentuk komitmen nyata dari organisasi keagamaan di Surabaya dalam menjaga kota agar tetap aman, damai, dan kondusif. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor: Rizqi Ardian </strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Kondisi Tak Menentu di Surabaya Paksa ARTSUBS 2025 Tutup Lebih Cepat</title>
<link>https://suarajatimpost.com/kondisi-tak-menentu-di-surabaya-paksa-artsubs-2025-tutup-lebih-cepat</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/kondisi-tak-menentu-di-surabaya-paksa-artsubs-2025-tutup-lebih-cepat</guid>
<description><![CDATA[ Kericuhan massa di Surabaya merembet ke dunia seni, memaksa pameran nasional ARTSUBS 2025 di Balai Pemuda tutup sepekan lebih cepat demi keselamatan pengunjung. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202508/image_870x580_68b44d7621653.webp" length="27712" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sun, 31 Aug 2025 20:59:22 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ryan Ramadhan</dc:creator>
<media:keywords>ARTSUBS 2025, ARTSUBS, Balai Pemuda, Aksi, Kericuhan, Gedung Negara Grahadi, Grahadi, Terbakar, Surabaya, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SURABAYA, SJP - </strong>Usai pusat perbelanjaan yang harus tutup kemarin, kini efek dari kericuhan di Surabaya merambat ke dunia kesenian. Ajang pameran seni rupa kontemporer nasional ARTSUBS 2025 di Balai Pemuda Surabaya terpaksa ditutup lebih cepat.</p>
<p>ARTSUBS 2025 resmi tutup pada Ahad (31/8/2025), tepatnya sepekan sebelum jadwal resmi berakhir. Padahal, pameran yang menghadirkan lebih dari 130 seniman dan kolektor seni dari berbagai daerah itu awalnya dijadwalkan berlangsung hingga Ahad (7/9/2025). </p>
<p>Namun, Balai Pemuda yang menjadi lokasi pameran berada sangat dekat dengan Gedung Negara Grahadi dan Gedung DPRD Kota Surabaya yang rawan kericuhan massa, hal tersebut membuat penyelenggara mengambil langkah darurat.</p>
<p>"Menimbang situasi di Surabaya dan kondisi nasional yang kian tidak menentu, serta demi mengutamakan keselamatan para pemirsa, kami memutuskan Minggu, 31 Agustus 2025, menjadi hari terakhir ARTSUBS 2025," ujar kurator Nirwan Dewanto, Ahad (31/8/2025).</p>
<p>Sebelumnya, Direktur ARTSUBS Rambat bersama Direktur Artistik sekaligus kurator Asmudjo Jono Irianto sempat merencanakan penutupan pada Rabu (3/9/2025) dengan mempertimbangkan rencana demonstrasi besar di Surabaya. </p>
<p>Namun setelah evaluasi mendalam, terlebih melihat eskalasi pada Sabtu (30/8/2025) yang sangat tidak terkendali hingga sempat membuat Gedung Negara Grahadi terbakar, Direktur ARTSUBS 2025 memutuskan mempercepat penutupan menjadi 31 Agustus.</p>
<p>Panitia kini juga telah menyampaikan pengumuman penutupan lebih awal itu tiga kali melalui Instagram resmi ARTSUBS pada Sabtu (30/8/2025), tepatnya sejak pukul 14.00, 19.00, dan 22.00 WIB. </p>
<p>Dalam pengumuman tersebut, panitia juga meminta maaf sekaligus menawarkan pengembalian dana tiket (<em>reimbursement</em>) bagi pengunjung yang belum sempat hadir namun telah membeli tiket via pembelian <em>online</em>.</p>
<p>Penutupan itu bukan keputusan tiba-tiba. Pada Jumat (29/8/2025) pukul 14.30 WIB, pameran sempat dihentikan sementara setelah massa berunjuk rasa di sekitar Gedung Grahadi. </p>
<p>Kondisi semakin memburuk ketika kericuhan berlanjut hingga malam hari, bahkan membakar sisi timur dan barat gedung peninggalan Belanda itu. Situasi rawan itulah yang akhirnya membuat ARTSUBS tidak bisa melanjutkan kegiatan.</p>
<p>Penutupan dini ARTSUBS 2025 menegaskan bahwa kericuhan sosial tidak hanya memengaruhi aspek keamanan kota, tetapi juga langsung menghantam denyut aktivitas kesenian di Surabaya. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor: Rizqi Ardian </strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Pemkot Surabaya Terapkan Belajar dari Rumah untuk PAUD, SD, dan SMP Pekan Depan</title>
<link>https://suarajatimpost.com/pemkot-surabaya-terapkan-belajar-dari-rumah-untuk-paud-sd-dan-smp-pekan-depan</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/pemkot-surabaya-terapkan-belajar-dari-rumah-untuk-paud-sd-dan-smp-pekan-depan</guid>
<description><![CDATA[ Pemkot Surabaya menghentikan sekolah tatap muka dan mewajibkan siswa PAUD, SD, SMP belajar daring 1–4 September demi menjaga psikologis anak di tengah situasi kota tak kondusif. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202508/image_870x580_68b43677e5261.webp" length="59692" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sun, 31 Aug 2025 19:59:10 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ryan Ramadhan</dc:creator>
<media:keywords>Aksi, Surabaya, Kerusuhan, Pendidikan, Sekolah, Siswa, Libur, Dinas Pendidikan, Dispendik, Surabaya, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SURABAYA, SJP -</strong> Dinas Pendidikan (Dispendik) Kota Surabaya memutuskan untuk memberlakukan pembelajaran daring atau belajar dari rumah (BDR) bagi seluruh siswa PAUD, SD, dan SMP selama empat hari, mulai Senin hingga Kamis, 1–4 September 2025. </p>
<p>Langkah tersebut diambil menyusul kondisi keamanan Kota Surabaya yang dinilai kurang kondusif dalam beberapa hari terakhir, terutama akibat maraknya aksi di sejumlah titik, khususnya di daerah tengah kota.</p>
<p>Kebijakan itu sendiri tertuang dalam surat edaran resmi yang ditandatangani Kepala Dispendik Surabaya, Yusuf Masruh, pada Minggu (31/8/2025).</p>
<p>Saat dikonformasi, Yusuf menegaskan bahwa pembelajaran dari rumah dipilih demi menjaga keamanan sekaligus kondisi psikologis siswa.</p>
<p>"Metode pembelajaran kan banyak. Sehingga diputuskan agar siswa SD dan SMP untuk belajar di rumah via daring," terang Yusuf, Minggu (31/8/2025).</p>
<p>"Sementara untuk yang PAUD, akan dikondisikan. Selama belajar di rumah, siswa tetap dipandu guru dan mendapat tugas dengan jam belajar efektif," imbuhnya.</p>
<p>Yusuf juga mengingatkan agar para siswa fokus pada pembelajaran tanpa terlibat dalam aksi turun ke jalan.</p>
<p>Dirinya berharap orang tua ikut memantau pergerakan anak-anak agar tidak keluar rumah tanpa pantauan kecuali ada kegiatan yang mendesak.</p>
<p>Dalam edaran tersebut, Dinas Pendidikan meminta kepala satuan pendidikan memastikan pembelajaran daring berjalan efektif.</p>
<p>Guru dan tenaga kependidikan tetap diminta mendampingi siswa agar proses belajar mengajar tetap optimal meskipun dari rumah.</p>
<p>Selain itu, aktivitas siswa di luar sekolah pada jam pelajaran, seperti lomba atau latihan rutin di klub dan lembaga lain wajib disertai surat izin resmi dari orang tua atau penyelenggara kegiatan.</p>
<p>"Selama proses pembelajaran di rumah, mohon bantuan orang tua untuk memantau dan memastikan putra-putrinya mengikuti kegiatan tersebut dengan baik," tulis edaran itu.</p>
<p>Dispendik juga menekankan bahwa selama periode BDR, guru maupun tenaga pendidik diminta menggunakan pakaian bebas rapi tanpa atribut kedinasan.</p>
<p>Menindaklanjuti instruksi tersebut, sejumlah sekolah langsung mengeluarkan pemberitahuan kepada orang tua. Salah satunya SD negeri di Kecamatan Sawahan. Dalam suratnya kepada wali murid kelas 1–6, sekolah menyatakan pembelajaran akan dilaksanakan secara daring mulai 1 hingga 4 September 2025.</p>
<p>Walaupun dilakukan dari rumah, sekolah menegaskan tetap akan berkomunikasi dengan orang tua agar mereka mendampingi anak-anak saat belajar. Semua tugas dan instruksi guru akan disampaikan melalui grup WhatsApp kelas.</p>
<p>Keterlibatan orang tua menjadi kunci dalam menjaga kelancaran pembelajaran daring kali ini. Selain memastikan anak belajar, orang tua juga diminta mengawasi agar anak-anak tidak terpengaruh kondisi kota yang kurang kondusif.</p>
<p>Dengan kebijakan tersebut, Pemkot Surabaya berharap siswa tetap bisa belajar secara aman, terpantau, dan tidak terganggu oleh dinamika yang sedang terjadi di luar lingkungan pendidikan. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor: Rizqi Ardian </strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Surabaya Mulai Tenang, Pemprov Jatim Gelar Doa Bersama untuk Driver Ojol Affan Kurniawan</title>
<link>https://suarajatimpost.com/surabaya-mulai-tenang-pemprov-jatim-gelar-doa-bersama-untuk-driver-ojol-affan-kurniawan</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/surabaya-mulai-tenang-pemprov-jatim-gelar-doa-bersama-untuk-driver-ojol-affan-kurniawan</guid>
<description><![CDATA[ Ratusan ojol Jawa Timur melebur dalam doa dan solidaritas untuk Affan Kurniawan, sehari setelah Surabaya ricuh dan Grahadi terbakar akibat aksi tuntutan reformasi Polri. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202508/image_870x580_68b42bada6921.webp" length="18670" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sun, 31 Aug 2025 19:41:17 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ryan Ramadhan</dc:creator>
<media:keywords>Khofifah Indar Parawansa, Khofifah, Aksi, Ojol, Doa Bersama, Jawa Timur, Surabaya, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SURABAYA, SJP - </strong>Setelah semalam (30/8/2025) Surabaya dilanda ketegangan menyusul aksi solidaritas ojol dan aksi menuntut reformasi Polri yang berujung ricuh di sekitar Gedung Negara Grahadi hingga menyebabkan bangunan bersejarah itu terbakar, suasana kota berangsur membaik pada Minggu (31/8/2025).</p>
<p></p>
<p>Momentum ketenangan itu dimanfaatkan Pemerintah Provinsi Jawa Timur untuk menggelar Tahlil Kubro, doa bersama, dan aksi solidaritas bagi almarhum Affan Kurniawan, driver ojek online (ojol) yang meninggal dunia saat aksi di Jakarta.</p>
<p></p>
<p>Acara berlangsung di Masjid Baitul Hamdi, Kompleks Gubernuran Surabaya, diikuti lebih dari 500 hingga 600 driver ojol dari berbagai wilayah Jawa Timur. Beberapa ojol diketahui hadir sejak dini hari.</p>
<p></p>
<p>Dalam kegiatan tersebut dilaksanakan rangkaian doa, dzikir, shalawat, tahlil, hingga penggalangan dana yang ditujukan untuk keluarga almarhum. Suasana haru semakin terasa ketika jamaah bersama-sama menyanyikan lagu "Gugur Bunga" dan "Padamu Negeri" setelah doa selesai.</p>
<p></p>
<p><strong>Kehadiran Gubernur Khofifah</strong></p>
<p>Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa hadir langsung memimpin doa sekaligus menyatu dengan para pengemudi ojol. Khofifah menyebut solidaritas komunitas ojol merupakan cerminan budaya gotong royong yang masih kuat di tengah masyarakat, bahkan di tengah tragedi.</p>
<p></p>
<p>"Saya merasa sangat tersentuh melihat solidaritas yang ditunjukkan para driver ojol Jawa Timur untuk saudara kita Affan. Bayangkan, tempat almarhum jauh ratusan kilometer dari sini, tapi saudara-saudaranya di Jatim satu suara mendoakan," ucap Khofifah, Minggu (31/8/2025).</p>
<p></p>
<p>"Mudah-mudahan ketulusan ini sampai kepada keluarga yang ditinggalkan dan memberi mereka kekuatan," imbuhnya.</p>
<p></p>
<p>Ia menutup doanya dengan harapan agar Affan diampuni segala khilaf, diterima amal ibadahnya, serta keluarganya diberi ketabahan.</p>
<p></p>
<p>Doa tahlil dipimpin oleh Asep Saifuddin Chalim, pengasuh Pondok Pesantren Amanatul Ummah. Dalam kesempatan tersebut dirinya berpesan dan mengajak jamaah untuk tidak hanya mendoakan Affan, melainkan juga korban lain di berbagai daerah yang turut menjadi bagian dari gelombang aksi belakangan ini.</p>
<p></p>
<p>"Kita berdoa agar negeri ini tetap kondusif, dijauhkan dari perpecahan. Semoga semua korban mendapat ampunan Allah dan keluarga mereka diberi ketabahan," pesannya di hadapan jamaah.</p>
<p></p>
<p>Dukungan dari komunitas ojol tampak nyata, mulai dari jimpitan sosial berupa penggalangan dana hingga kebersamaan menyanyikan lagu perjuangan. Mereka memaknai acara ini bukan hanya sebagai doa, melainkan juga bentuk penghormatan terakhir untuk almarhum Affan.</p>
<p></p>
<p>Perwakilan komunitas ojol, Yuniawati alias Mbok Mak, menyampaikan bahwa kesempatan berkumpul ini sangat berarti bagi mereka yang sehari-hari mencari nafkah di jalanan. Menurutnya, doa bersama ini membawa harapan akan kedamaian yang kembali pulih di Jawa Timur dan Indonesia.</p>
<p></p>
<p>"Tidak banyak yang ingin saya sampaikan, selain harapan agar Indonesia bisa kembali damai seperti sebelumnya. Khususnya Jawa Timur dan bangsa Indonesia, semoga keadaan segera membaik," katanya.</p>
<p></p>
<p><strong>Dukungan Pemprov terhadap Ojol</strong></p>
<p>Turut hadir, Kepala Dinas Sosial Jatim, Restu Novi Widiani, menjelaskan bahwa kegiatan ini memang difasilitasi penuh oleh Pemprov Jatim. Sejak subuh, panitia menyiapkan makanan, minuman, snack, hingga bantuan transportasi untuk para peserta yang berdatangan.</p>
<p></p>
<p>Lebih jauh, Restu menegaskan bahwa perhatian Pemprov kepada komunitas ojol tidak hanya berhenti pada acara seremonial saja. Ia membeberkan bahwa selama ini Pemprov juga telah memberikan pembinaan berkelanjutan, terutama kepada pengemudi perempuan yang menjadi tulang punggung keluarga. </p>
<p></p>
<p>"Kami memiliki beberapa program yang sudah berjalan, mencakup bantuan usaha produktif, bimbingan mental, pengajian, serta perlindungan jaminan sosial," sebutnya.</p>
<p></p>
<p>Kegiatan doa bersama itu sekaligus menjadi momentum bagi Pemerintah Provinsi Jawa Timur untuk menunjukkan respon cepat dan sebaik mungkin di tengah situasi yang sempat memanas. </p>
<p></p>
<p>Sebagai informasi, kondisi Surabaya terkini hingga pukul 18.00 WIB aman tanpa gejolak. Meski sempat tersebar informasi tentang Demonstrasi di gedung DPRD Kota Surabaya, hingga berita ini ditulis belum ada pergerakan yang terlihat di tengah Kota. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor: Rizqi Ardian </strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Massa Aksi Naik Pitam, Gedung Negara Grahadi Ludes Dibakar</title>
<link>https://suarajatimpost.com/massa-aksi-naik-pitam-gedung-negara-grahadi-ludes-dibakar</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/massa-aksi-naik-pitam-gedung-negara-grahadi-ludes-dibakar</guid>
<description><![CDATA[ Gedung Negara Grahadi, ikon sejarah Jawa Timur, terbakar dalam aksi demonstrasi di Surabaya, Sabtu (30/8/2025) malam. Api melahap sebagian besar bangunan, ribuan massa memadati lokasi. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202508/image_870x580_68b31a3081d41.webp" length="15994" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sat, 30 Aug 2025 22:51:00 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ryan Ramadhan</dc:creator>
<media:keywords>Gedung Negara Grahadi Ludes Terbakar dalam Aksi Demonstrasi Surabaya, Grahadi, Gedung Negara Grahadi, Aksi, Affan Kurniawan, Terbakar, Surabaya, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SURABAYA, SJP —</strong> Gedung Negara Grahadi, ikon bersejarah Jawa Timur, terbakar hebat dalam aksi demonstrasi pada Sabtu (30/8/2025) malam. Api melahap sebagian besar bangunan bersejarah itu.</p>
<p></p>
<p>Kebakaran dipicu aksi massa yang membakar fasilitas di depan gedung hingga menjalar ke bagian utama. Ruang wakil gubernur terbakar habis, dan api merembet hingga area parkir belakang.</p>
<p></p>
<p>Sejak sore, ribuan massa berpakaian hitam berkumpul di sekitar Grahadi. Mereka meneriakkan tuntutan, termasuk desakan reformasi di tubuh Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri).</p>
<p></p>
<p>Pada saat itu, polisi tidak terlihat berjaga di sekitar lokasi. Hanya beberapa personel Tentara Nasional Indonesia (TNI) berada di balik pagar Grahadi. Arus lalu lintas dialihkan ke Taman Apsari.</p>
<p></p>
<p>Situasi memanas sekitar pukul 21.30 WIB. Massa membakar gapura triplek di depan Grahadi, lalu melemparkan molotov dan petasan, bahkan berusaha menjebol pagar utama gedung.</p>
<p></p>
<p>Api yang semula kecil cepat merambat dan melahap bagian dalam gedung. Bangunan timur dan barat hangus terbakar, sementara bangunan utama masih aman dalam pantauan terakhir.</p>
<p></p>
<p>Tentara dan aparat kepolisian kemudian bersiaga dengan tameng. Namun, upaya pengendalian massa tak mampu mencegah api berkobar hingga Grahadi nyaris rata dengan tanah.</p>
<p></p>
<p>Sebelum situasi memburuk, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa sempat menemui demonstran pada pagi hari. Dia mendengarkan aspirasi mahasiswa, termasuk tuntutan pembebasan massa yang ditahan.</p>
<p></p>
<p>Khofifah menjanjikan pembebasan dengan berkoordinasi bersama Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Jawa Timur dan Polrestabes Surabaya. Namun, kondisi justru semakin memanas pada malam harinya.</p>
<p></p>
<p>Hingga berita ini diturunkan, petugas pemadam kebakaran masih melakukan pendinginan di lokasi. Belum ada laporan resmi mengenai korban jiwa maupun jumlah kerugian. (*)</p>
<p></p>
<p><strong>Editor: Ali Wafa</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Aksi Tuntut Reformasi Polri Berlanjut di Polrestabes Surabaya,  Desak Bebaskan Demonstran yang Ditahan</title>
<link>https://suarajatimpost.com/aksi-tuntut-reformasi-polri-berlanjut-di-polrestabes-surabaya-desak-bebaskan-demonstran-yang-ditahan</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/aksi-tuntut-reformasi-polri-berlanjut-di-polrestabes-surabaya-desak-bebaskan-demonstran-yang-ditahan</guid>
<description><![CDATA[ Massa aksi Reformasi Polri di Polrestabes Surabaya ricuh, lempar botol hingga bakar kardus, sebelum dibubarkan polisi dengan water cannon dan gas air mata. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202508/image_870x580_68b3041f232ac.webp" length="38958" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sat, 30 Aug 2025 22:07:01 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ryan Ramadhan</dc:creator>
<media:keywords>Aksi, Aksi Solidaritas, Affan Kurniawan, Polrestabes Surabaya, TP, Mapolrestabes, Surabaya, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SURABAYA, SJP — </strong>Aksi demonstrasi menuntut reformasi kepolisian kembali berlanjut di Surabaya. Setelah menggelar aksi di depan Mapolda Jatim pada Sabtu (30/8/2025) siang, massa kemudian berpindah ke depan Mapolrestabes Surabaya pada sore harinya.</p>
<p></p>
<p>Massa terdiri dari sekelompok mahasiswa dari berbagai Universitas seperti Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran Jawa Timur, juga berbagai elemen masyarakat sipil, khususnya ojek online (ojol).</p>
<p></p>
<p>Di titik kedua ini, suasana semakin memanas. Awalnya aksi berjalan dengan orasi panjang, namun karena tuntutan belum direspons, massa mulai melakukan lemparan botol serta membakar kardus dan gelas air kemasan.</p>
<p></p>
<p>Kondisi yang kian memanas membuat polisi mengeluarkan peringatan, sekitar pukul 16.30 WIB aparat kepolisian menyemprotkan water cannon dan menembakkan gas air mata untuk membubarkan massa aksi.</p>
<p></p>
<p>Akibatnya, massa aksi berhamburan. Sebagian lari ke arah selatan menuju Jalan Tunjungan, sementara sebagian lainnya ke utara mengarah ke Kota Lama. Polisi kemudian memperketat penjagaan dengan membuat barikade agar demonstran tidak kembali mendekat ke Mapolrestabes.</p>
<p></p>
<p>Alasan demonstran mendatangi Mapolrestabes Surabaya sendiri dikarenakan massa aksi merasa kepolisian masih menahan puluhan, tepatnya sekitar 40 hingga 50 rekan mereka, dan menuntut untuk segera dibebaskan.</p>
<p></p>
<p>"Bebaskan kawan kami," seru koordinator aksi secara berulang-ulang.</p>
<p></p>
<p>Sembari berteriak agar kawan-kawannya dibebaskan, sebelumnya mahasiswa ITS juga melemparkan bunga-bunga yang mereka bawa ke pintu gerbang Polrestabes Surabaya. Mereka menuntut polisi untuk kembali menjalankan fungsinya sebagai pengayom rakyat.</p>
<p></p>
<p>"Kawan kita ada di dalam. Ditahan. Padahal dia bukan penjahat. Tolong bebaskan kawan-kawan kami," lanjut orator aksi.</p>
<p></p>
<p>Massa aksi juga menekankan bahwa aksi yang mereka lakukan adalah aksi dama, dan menegaskan bahwa tindakan anarkisme bukanlah dari pihak mahasiwa melainkan ada oknum provokator.</p>
<p></p>
<p>Diketahui, dalam tuntutannya, massa mendesak agar seluruh demonstran yang ditahan segera dibebaskan, serta menghentikan segala bentuk tindakan represif aparat. </p>
<p></p>
<p>Mereka juga menuntut pengusutan tuntas kasus kekerasan dan korban jiwa dalam aksi sebelumnya, termasuk kematian Affan Kurniawan, seorang pengemudi ojek online yang meninggal di Jakarta.</p>
<p></p>
<p>Selain itu, massa mendesak reformasi total institusi kepolisian, demiliterisasi Polri, peningkatan transparansi dalam penanganan perkara pidana, serta pengusutan tragedi Kanjuruhan.</p>
<p></p>
<p>Hingga Sabtu malam, kondisi Surabaya masih belum sepenuhnya kondusif. Imbas dari aksi solidaritas ojek online sehari sebelumnya di depan Gedung Negara Grahadi masih terasa, ketika ribuan orang turun ke jalan memprotes tewasnya Affan Kurniawan dan tindakan berlebihan oleh aparat kepolisian. (*)</p>
<p></p>
<p><strong>Editor: Ali Wafa</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Demi Keamanan, Pertandingan PSM Makassar vs Persebaya Resmi Ditunda</title>
<link>https://suarajatimpost.com/demi-keamanan-pertandingan-psm-makassar-vs-persebaya-resmi-ditunda</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/demi-keamanan-pertandingan-psm-makassar-vs-persebaya-resmi-ditunda</guid>
<description><![CDATA[ Efek domino aksi solidaritas ojol merambah ke sektor yang lebih luas, dari pusat perbelanjaan yang harus tutup sementara hingga laga klasik PSM vs Persebaya yang terpaksa ditunda demi keamanan. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202508/image_870x580_68b2cf222a5c0.webp" length="36852" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sat, 30 Aug 2025 17:16:46 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ryan Ramadhan</dc:creator>
<media:keywords>Persebaya, PSM Makassar, Aksi, Aksi Solidaritas, Affan Kurniawan, Surabaya, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SURABAYA, SJP — </strong>Efek domino aksi solidaritas menyusul kematian seorang pengemudi ojek online (ojol), Affan Kurniawan di Jakarta merembet ke berbagai sektor. Tidak hanya menimbulkan gangguan arus lalu lintas, namun juga menghambat aktivitas ekonomi hingga olahraga lokal.</p>
<p></p>
<p>Sebelumnya, di Surabaya, beberapa pusat perbelanjaan terpaksa harus tutup lebih awal pada Jumat (29/8/2025) akibat eskalasi aksi yang semakin meluas dan memanas, bahkan Tunjungan Plaza memilih untuk tutup total pada Sabtu (30/8/2025) demi keamanan pengunjung dan pegawai.</p>
<p></p>
<p>Kini, dampaknya juga terasa di sektor sepak bola lokal, laga klasik antara PSM Makassar dan Persebaya Surabaya pada pekan keempat Super League 2025/2026 harus resmi ditunda akibat kondisi yang juga tidak kondusif di Makassar.</p>
<p></p>
<p>Pertandingan yang semula dijadwalkan berlangsung pada Minggu (31/8/2025) pukul 15.30 WIB di Stadion Gelora B.J. Habibie, Parepare, Sulawesi Selatan itu dibatalkan setelah operator kompetisi, I-League, menilai situasi keamanan di Makassar belum kondusif. </p>
<p></p>
<p>"Setelah meninjau dan mempertimbangkan fakta serta kondisi di lapangan yang tidak kondusif, dengan ini ditetapkan bahwa pertandingan antara PSM Makassar vs Persebaya Surabaya pada tanggal 31 Agustus 2025 ditunda sampai dengan pemberitahuan lebih lanjut," tulis Direktur Utama I-League, Ferry Paulus, dalam surat resmi bernomor 1277/LI-COR/VIII/2025.</p>
<p></p>
<p>Keputusan ini merujuk pada rekomendasi dari Kepolisian Daerah Sulawesi Selatan lewat surat bernomor B/2131/VIII/PAM.3.3./2025/Roops, serta surat dari panitia pelaksana pertandingan PSM bernomor 082/PSM-PANPEL/BRI-LIGA1/VIII/2025. Surat resmi penundaan baru diterima manajemen Persebaya pada Sabtu dini hari (30/8/2025) pukul 01.20 WIB.</p>
<p></p>
<p>Menanggapi keputusan tersebut, Media Officer Persebaya, Jonathan Yohvinno, menegaskan bahwa pihaknya dengan lapang dada menerima keputusan tersebut demi kebaikan bersama, khususnya bagi para pendukung tim dan pemain.</p>
<p></p>
<p>"Kami memahami keputusan ini diambil demi kebaikan bersama. Keamanan dan keselamatan semua pihak adalah prioritas utama. Kami berharap situasi segera kondusif sehingga kompetisi dapat kembali berjalan normal," ujar Jonathan, Sabtu (30/8/2025).</p>
<p></p>
<p>Skuad Bajol Ijo asuhan Eduardo Perez dijadwalkan bertolak menuju Parepare pada Sabtu (30/8/2025) pukul 10.20 WIB. Namun, agenda itu langsung dibatalkan setelah surat resmi penundaan diterima. Tim pelatih pun segera menyusun ulang program persiapan untuk menjaga fokus menghadapi pertandingan berikutnya.</p>
<p></p>
<p>Laga PSM vs Persebaya selama ini dikenal sebagai duel klasik antara dua tim legendaris era perserikatan. Namun, operator liga dan kedua kesebelasan sepakat bahwa keselamatan dan keamanan lebih utama dibanding gengsi pertandingan. Jadwal pengganti akan ditentukan kemudian setelah situasi dianggap memungkinkan.</p>
<p></p>
<p>Penundaan laga itu sekaligus menegaskan betapa luasnya imbas aksi massa beberapa hari terakhir. Masyarakat dihimbau untuk jaga diri, jika ingin menyampaikan aspira maka lalukan demonstrasi sewajarnya, dan hindari terprovokasi oleh pihak-pihak tertentu. <strong>(*)</strong></p>
<p></p>
<p><strong>Editor: Ali Wafa</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Aliansi Mahasiswa Surabaya Geruduk Polda Jatim, Tuntut Reformasi Polri</title>
<link>https://suarajatimpost.com/aliansi-mahasiswa-surabaya-geruduk-polda-jatim-tuntut-reformasi-polri</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/aliansi-mahasiswa-surabaya-geruduk-polda-jatim-tuntut-reformasi-polri</guid>
<description><![CDATA[ Mahasiswa Surabaya geruduk Polda Jatim, tuntut reformasi total Polri pasca tewasnya ojol Affan Kurniawan, disertai ancaman aksi lebih besar bila tuntutan diabaikan. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202508/image_870x580_68b2b580320b9.webp" length="21430" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sat, 30 Aug 2025 16:00:31 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ryan Ramadhan</dc:creator>
<media:keywords>Demo, Aksi, Aksi Solidaritas, Polda Jatim, BEM, Badan Eksekutif Mahasiswa, Reformasi Polri, Surabaya, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SURABAYA, SJP - </strong>Ribuan mahasiswa dari berbagai kampus di Surabaya menggelar demonstrasi di depan Markas Kepolisian Daerah Jawa Timur (Mapolda Jatim), Jalan Ahmad Yani, Surabaya, Sabtu (30/8/2025). </p>
<p>Aksi yang diikuti oleh gabungan aliansi BEM Nusantara dan BEM Seluruh Indonesia (SI) itu merupakan kelanjutan dari unjuk rasa sehari sebelumnya di Gedung Negara Grahadi yang berakhir ricuh, bahkan hingga tengah malam.</p>
<p>Diketahui massa mulai berdatangan sekira pukul 11.30 WIB. Mereka memarkir kendaraan di sepanjang Jalan Ketintang Baru sebelum bergerak bersama-sama menuju area depan Mapolda Jatim. </p>
<p>Jalan Ahmad Yani dari putar balik Taman Pelangi ditutup total karena dipenuhi massa, sementara arus lalu lintas roda dua maupun roda empat dialihkan ke jalur alternatif jalan Raya Surabaya–Malang.</p>
<p>Mahasiswa mengenakan almamater masing-masing kampus dan pakaian serba hitam. Puluhan bendera Merah Putih dikibarkan, diiringi yel-yel perjuangan dari atas mobil komando. </p>
<p>"Kita berjuang melawan kedzaliman, kita berjuang melawan demi perdamaian negeri!" teriak salah satu orator.</p>
<p>Diketahui Mahasiswa yang tergabung dalam aksi kali ini berasal dari Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (UINSA) Surabaya, Universitas Negeri Surabaya (Unesa), Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Jatim, Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya, hingga Universitas Wijaya Kusuma dan berbagai kampus lainnya di Surabaya dan sekitarnya.</p>
<p><strong>Tuntutan Aksi</strong></p>
<p>Koordinator lapangan aksi dari BEM Nusantara, Rialdo, menegaskan bahwa fokus utama aksi kali ini adalah mendesak reformasi menyeluruh institusi kepolisian.</p>
<p>"Aksi hari ini kami menuntut agar reformasi Polri menyeluruh, untuk kami meminta kepada kepolisian untuk bisa reformasi Polri," ujar Rialdo, Sabtu (30/8/2025).</p>
<p>Adapun tujuh tuntutan yang mereka bawa, antara lain:</p>
<ol>
<li>Hentikan tindakan represif terhadap massa aksi.</li>
<li>Usut tuntas kasus kekerasan dan korban jiwa dalam demonstrasi, termasuk meninggalnya Affan Kurniawan, driver ojek online.</li>
<li>Bebaskan seluruh massa aksi yang ditahan aparat.</li>
<li>Laksanakan reformasi total institusi kepolisian.</li>
<li>Lakukan de-militerisasi Polri.</li>
<li>Transparansi polisi dalam penanganan perkara pidana.</li>
<li>Usut tuntas tragedi Kanjuruhan.</li>
</ol>
<p>Presiden BEM UNESA, Muhammad La Rayba Fie atau Arfi, menambahkan bahwa aksi mahasiswa ini murni untuk menyuarakan keresahan tanpa niat merusak.</p>
<p>"Tidak ada niatan bertindak merusak fasilitas umum dan membahayakan nyawa teman-teman kami dan siapa pun itu agar suara kami didengar," ujar Arfi.</p>
<p>Ia menegaskan bahwa peserta aksi sudah diinstruksikan untuk menghindari hal-hal yang merugikan masyarakat. </p>
<p>"Sudah kami instruksikan jangan sampai terjadi yang merugikan dan memberikan efek negatif ke masyarakat. Peserta demo semua memakai almamater," tambahnya.</p>
<p>Arfi juga menyebut pihaknya sudah mengirimkan surat pemberitahuan aksi ke aparat, namun belum ada tanggapan. Ia berharap ke depan aparat kembali menjalankan fungsi sebagai pengayom.</p>
<p>"Kami hanya ingin menyuarakan kejanggalan di hati dan pikiran kami. Bukan yang menindas dan melindas, jangan sampai kejadian itu terjadi lagi," tuturnya.</p>
<p>Massa aksi juga menegaskan, jika tuntutan mahasiswa kali ini kembali tidak mendapatkan respon, mereka siap turun kembali dengan kekuatan massa yang lebih besar.</p>
<p>Selain itu, mahasiswa juga merencanakan aksi lanjutan di tempat berbeda untuk mengangkat isu lain, seperti Rancangan Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (RKUHAP), RUU Perampasan Aset, serta penolakan kenaikan tunjangan DPR. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Situasi Surabaya Belum Kondusif, Tunjungan Plaza Putuskan Tidak Beroperasi Hari Ini</title>
<link>https://suarajatimpost.com/situasi-surabaya-belum-kondusif-tunjungan-plaza-putuskan-tidak-beroperasi-hari-ini</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/situasi-surabaya-belum-kondusif-tunjungan-plaza-putuskan-tidak-beroperasi-hari-ini</guid>
<description><![CDATA[ Kericuhan demo kemarin masih berimbas hari ini, membuat Tunjungan Plaza memilih tutup total demi keamanan, sementara demo lanjutan dijadwalkan berlangsung di Mapolda Jatim. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202508/image_870x580_68b2a850ccb44.webp" length="24994" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sat, 30 Aug 2025 15:15:15 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ryan Ramadhan</dc:creator>
<media:keywords>Aksi, Aksi Solidaritas, Affan Kurniawan, Tunjungan Plaza, TP, Mapolda Jatim, Surabaya, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SURABAYA, SJP -</strong> Dampak kericuhan aksi solidaritas atas kematian ojek online di Jakarta yang berlangsung di depan Gedung Negara Grahadi, Jumat (29/8/2025), masih terasa hingga hari ini, Sabtu (30/8/2025).</p>
<p>Terlebih, dijadwalkan ada aksi lanjutan yang berlangsung di depan Mapolda Jatim dan akan kembali mengarah ke tengah Kota Pahlawan. Kondisi tersebut membuat manajemen Mall Tunjungan Plaza (TP) Surabaya memutuskan untuk tidak beroperasi sama sekali.</p>
<p>"Sehubungan dengan kondisi di area sekitar Tunjungan Plaza yang kurang kondusif, maka hari ini Sabtu tanggal 30 Agustus 2025 Tunjungan Plaza tidak beroperasional untuk sementara," jelas pihak manajemen TP dalam keterangannya, Sabtu (30/8/2025).</p>
<p>Langkah tersebut diambil untuk menjaga keamanan dan kenyamanan pengunjung, tenant, serta karyawan. Pihak manajemen juga menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang ditimbulkan.</p>
<p>Sehari sebelumnya, dua pusat perbelanjaan besar di Surabaya memilih menutup lebih awal akibat kericuhan demo yang merembet ke beberapa titik kota. </p>
<p>Delta Plaza tutup sekitar pukul 19.00 WIB setelah suara ledakan dan gas air mata membuat pengunjung panik, sementara TP juga menutup sebagian operasional karena aksi massa merambah ke Jalan Basuki Rachmat.</p>
<p>Bagian keamanan Delta Plaza, Rivandri menjelaskan bahwa alasan penutupan mall lebih awal dikarenakan kondisi jalan Pemuda yang tidak terkendali sejak pukul 18.00 WIB akibat massa yang terus dipukul mundur oleh pihak kepolisian.</p>
<p>"Kami tutup lebih awal untuk antisipasi. Suasananya di luar sudah sangat mencekam, terdengar suara ledakan saling balas antara petasan dan gas air mata," ujar Rivandri, Jumat (29/8/2025) kemarin.</p>
<p>Bahkan, pantauan tim suarajatimpost.com menunjukkan bahwa massa aksi masih berkumpul di area dekat Mall Grand City, tepatnya di jalan Gubeng Pojok hingga pukul 00.00 WIB. Kerusuhan merembet hingga Taman Bungkul, bahkan pos polisi dilokasi tersebut dibakar massa.</p>
<p>Kini, sehari pasca kericuhan, TP memilih menutup total untuk mengantisipasi risiko jika aksi lanjutan kembali meluas di pusat kota. Terlihat sepanjang jalan di tengah Kota Surabaya memang masih belum benar-benar tertata rapi karena banyak bekas bakaran, trotoar hingga fasum yang masih rusak</p>
<p>Aksi solidaritas ini merupakan respons atas meninggalnya Affan Kurniawan, driver ojek online yang tewas terlindas kendaraan taktis Brimob saat demonstrasi di Jakarta, Kamis (28/8/2025). Insiden tersebut memicu reaksi serentak di hampir seluruh daerah di Indonesia keesokan harinya.</p>
<p>Di Surabaya, demo yang awalnya berupa orasi di depan Grahadi berujung ricuh. Massa melempar batu, merusak pagar, membakar kendaraan, dan dibalas oleh aparat dengan water cannon dan gas air mata untuk memukul mundur massa aksi. </p>
<p>Benturan antara aparat dan massa menimbulkan kericuhan merembet ke beberapa titik vital kota, termasuk kawasan Plaza Surabaya dan Tunjungan Plaza. Kini, imbasnya masih dirasakan dengan terhentinya aktivitas ekonomi di salah satu pusat perbelanjaan terbesar di Indonesia. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Delta Plaza Tutup Lebih Awal Imbas Kericuhan Aksi Solidaritas Ojol di Surabaya</title>
<link>https://suarajatimpost.com/delta-plaza-tutup-lebih-awal-imbas-kericuhan-aksi-solidaritas-ojol-di-surabaya</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/delta-plaza-tutup-lebih-awal-imbas-kericuhan-aksi-solidaritas-ojol-di-surabaya</guid>
<description><![CDATA[ Dentuman gas air mata dan petasan dari luar Grahadi membuat panik pengunjung Delta Plaza, memaksa manajemen menutup mall lebih awal demi keselamatan. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202508/image_870x580_68b1a182f1f16.webp" length="28252" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Fri, 29 Aug 2025 20:17:47 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ryan Ramadhan</dc:creator>
<media:keywords>Demo, Buruh, Aksi, Demonstrasi, Lalu Lintas, Macet, Partai Buruh, KSPI, Surabaya, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SURABAYA, SJP — </strong>Suasana mencekam akibat kericuhan aksi solidaritas di depan Gedung Negara Grahadi, Jumat (29/8/2025), tidak hanya menyelimuti jalanan. Mall Delta Plaza Surabaya, pusat perbelanjaan yang hanya berjarak beberapa ratus meter dari lokasi aksi, ikut merasakan dampaknya.</p>
<p></p>
<p>Manajemen mal memutuskan menutup lebih awal, tepatnya sekitar pukul 19.00 WIB demi keamanan pengunjung dan pegawai di dalam Mall.</p>
<p></p>
<p>Saat dikonfirmasi Rivandri, bagian keamanan Delta Plaza menuturkan bahwa langkah tersebut diambil setelah kondisi di luar gedung benar-benar tidak terkendali.</p>
<p></p>
<p>"Kami tutup lebih awal untuk antisipasi. Suasananya di luar sudah sangat mencekam, terdengar suara ledakan saling balas antara petasan dan gas air mata," ujar Rivandri, Jumat (29/8/2025).</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202508/image_870x_68b1a2a6d9097.webp" alt=""></p>
<p><b>Picu Kepanikan Pengunjung Mall</b></p>
<p>Menurut Rivandri, meski kericuhan terjadi di jalanan depan Grahadi, dentuman dan kepulan asap membuat pengunjung serta karyawan di dalam Delta Plaza ikut panik. Beberapa pengunjung sempat berlari ke arah pintu keluar saat suara ledakan terdengar beruntun.</p>
<p></p>
<p>"Semua jadi panik, ada momen di mana orang-orang di dalam gedung kaget mendengar dentuman keras dari luar. Itu langsung terasa ke dalam mal," tambahnya.</p>
<p></p>
<p>Cita, salah satu penjaga tenant yang ada di dalam Mall delta Plaza mengaku tidak keberatan tutup lebih awal. Ia mengatakan, jalan Pemuda yang menjadi lokasi sweeping pihak aparat membuat pengunjung tidak bisa lewat.</p>
<p></p>
<p>"Iya engga papa, saya juga takut, lagian orang-orang engga bisa masuk ke Delta," ucapnya.</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202508/image_870x_68b1a303205e9.webp" alt=""></p>
<p><strong>Gas Air Mata Masih Ditembakkan</strong></p>
<p>Pantauan pukul 20.10 WIB, aparat kepolisian masih melakukan penembakan gas air mata di area jembatan jalan Pemuda, efek gas air mata membuat pengunjung tidak bisa meninggalkan Mall karena angin mengarahkan gas ke arah Delta Plaza.</p>
<p></p>
<p>Beberapa pengunjung terlihat masih menunggu situasi kondusif, karenanya pihak Mall memperbolehkan pengunjung untuk tetap berada di dalam meski Mall sudah tutup.</p>
<p><strong></strong></p>
<p><strong>Dipicu Ketegangan Massa Aksi dan Aparat</strong></p>
<p>Di luar, aksi yang awalnya merupakan solidaritas untuk Affan Kurniawan, driver ojek online yang tewas terlindas kendaraan taktis Brimob di Jakarta sehari sebelumnya berubah menjadi ricuh. </p>
<p></p>
<p>Massa melempar batu, merusak pagar, hingga membakar bendera polisi. Aparat merespons dengan water cannon dan gas air mata. Bahkan, 12 sepeda motor yang terparkir di kompleks Grahadi ikut terbakar, membuat asap hitam pekat menutupi langit Surabaya sore itu.</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202508/image_870x_68b1a7f94fe82.webp" alt=""></p>
<p>Penutupan mendadak Delta Plaza memberi gambaran nyata bagaimana efek domino dari kericuhan aksi massa tidak hanya berhenti di titik bentrokan, tetapi juga memengaruhi denyut kehidupan kota dari arus lalu lintas yang lumpuh, suara dentuman yang menimbulkan kepanikan, hingga aktivitas ekonomi yang terpaksa berhenti. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor: Ali Wafa</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Kerusuhan Menelan Korban Pecah di Surabaya, Polisi Tembakkan Gas Air Mata Bubarkan Massa</title>
<link>https://suarajatimpost.com/kerusuhan-menelan-korban-pecah-di-surabaya-polisi-tembakkan-gas-air-mata-bubarkan-massa</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/kerusuhan-menelan-korban-pecah-di-surabaya-polisi-tembakkan-gas-air-mata-bubarkan-massa</guid>
<description><![CDATA[ Aksi solidaritas yang berujung bentrokan di Surabaya diwarnai pembakaran belasan motor. Polisi menembakkan gas air mata untuk membubarkan massa. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202508/image_870x580_68b18dfc51a26.webp" length="42546" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Fri, 29 Aug 2025 19:19:04 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ryan Ramadhan</dc:creator>
<media:keywords>Bentrokan Massa Solidaritas di Surabaya, Polisi Tembakkan Gas Air Mata</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SURABAYA, SJP — </strong>Aparat kepolisian menembakkan gas air mata untuk membubarkan massa aksi solidaritas di depan Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Jumat (29/8/2025). </p>
<p>Tembakan gas, yang menurut pantauan dimulai sekitar pukul 16.22 WIB, memicu kepanikan, ratusan massa berhamburan, bahkan sejumlah orang terjebak dan saling berdesakan turun dari JPO hingga ada yang harus lompat ke atas atao gedung sekitaran JPO. </p>
<p>Setidaknya satu orang diketahui jatuh dari tembok yang mengelilingi lokasi sehingga harus mendapat perawatan medis.</p>
<p><strong>Aksi Menyusul Kematian Ojol di Jakarta</strong></p>
<p>Aksi yang dimulai sore itu merupakan bentuk solidaritas warga, termasuk pengemudi ojek online (ojol) dan mahasiswa, menanggapi tewasnya seorang driver ojol bernama Affan Kurniawan (21) di Jakarta sehari sebelumnya. </p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202508/image_870x_68b192ccc5652.webp" alt=""></p>
<p>Affan dilaporkan meninggal setelah terlindas kendaraan taktis Brimob pada demo di kawasan DPR/MPR RI (28/8/2025), insiden yang memicu kemarahan nasional dan penyelidikan polisi. </p>
<p>Di Surabaya, aksi ini diorganisasi oleh beberapa kelompok, termasuk Aksi Solidaritas Melebur Bersama Masyarakat dan jaringan Arek Gerak yang menggaungkan ajakan lewat media sosial. </p>
<p>Massa berkumpul di Taman Apsari sejak sekitar pukul 14.00 WIB dan berjalan ke depan Grahadi sekitar 14.30 WIB, membawa atribut hitam, bendera merah putih, poster, dan sejumlah bendera Jolly Roger (One Piece). </p>
<p>Dalam aksi terdengar pekikan-pekikan yang mengecam aparat, dan poster bertuliskan “ACAB” terpasang di pagar gedung. </p>
<p><strong>Kronologi Aksi 29 Agustus di Surabaya</strong></p>
<ul>
<li><strong>14.00–14.30 WIB: </strong>Massa berkumpul di Taman Apsari, bergerak menuju Grahadi. Aksi awal relatif kondusif dengan orasi dan yel-yel. </li>
<li><strong>Sekitar 14.46–14.50 WIB:</strong> Suasana memanas—massa mulai melempar batu, mencoba merangsek pagar, dan merusak gerbang HUT ke-80 RI di depan Grahadi. Polisi menanggapi dengan water cannon. </li>
<li><strong>15.15–15.25 WIB: </strong>Gelombang massa tambahan datang dari arah Jalan Pemuda dan Jalan Sudirman. Sekitar 15.25 WIB dilaporkan massa merebut dan membakar bendera polisi di Jalan Gubernur Suryo. </li>
<li><strong>15.46 WIB</strong>: Api melalap sejumlah sepeda motor yang terparkir, total laporan menyebut 12 unit motor terbakar, menghasilkan asap hitam tebal di atas Grahadi. </li>
<li><strong>16.22 WIB: </strong>Polisi mulai menembakkan gas air mata, terdengar beberapa ledakan. Massa panik dan berlari menuju Alun-Alun Surabaya dan Jalan Panglima Sudirman. Beberapa orang, termasuk demonstran dan jurnalis, terjebak di JPO depan SMA Negeri 6 ketika gas ditembakkan. </li>
<li>18.30 WIB: Polisi pukul mundur massa aksi hingga menembakkan gas air mata dan kerahkan water cannon didepan Mall Delta Plaza.</li>
</ul>
<p>Sepanjang insiden ada saling lempar antara massa dan aparat, dari batu dan petasan yang dilontarkan massa hingga water cannon dan gas air mata dari kepolisian. </p>
<p>Pengerahan gas ditujukan aparat untuk menghentikan kerumunan yang dianggap sudah melampaui parameter pengamanan dan melewati jam aksi.</p>
<p><b>Seorang Massa Aksi Jatuh di Dekat JPO</b></p>
<p>Salah satu peserta aksi yang selamat (identitas tidak disebutkan) menceritakan detik-detik ketika gas air mata ditembakkan dari arah JPO. Menurut saksi itu, gas tiba-tiba meletus beberapa kali.</p>
<p>"Ada empat sampai lima ledakan," ucapnya.</p>
<p>Pada gelombang pertama, membuat orang-orang di atas JPO panik. Orang-orang yang berupaya menuruni tangga saling berdesakan di tengah kekacauan seorang rekan yang berdiri di pinggir tembok kehilangan keseimbangan dan terjatuh dengan posisi kepala terlebih dahulu. </p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202508/image_870x_68b1913e7e7a0.webp" alt=""></p>
<p>Saksi mengatakan jatuhnya menimbulkan pendarahan, ia kemudian membopong rekannya melalui jalan belakang Gedung Negara Grahadi. Korban langsung dibawa untuk perawatan medis. </p>
<p>Saksi menegaskan bahwa momen paling parah terjadi ketika gas ditembakkan ke area JPO, bukan hanya karena rasa perih gas, tetapi karena kepadatan orang dan keterbatasan jalan turun yang membuat beberapa orang terseret dan terjatuh. </p>
<p>Keterangan saksi ini konsisten dengan laporan lapangan yang menyebut banyak demonstran dan awak media terjebak di JPO dan sempat berdesakan saat gas ditembakkan. </p>
<p>Sebagai catatan, jurnalis media Suarajatimpost.com saat itu juga berada diatas JPO antara SMAN 6 Surabaya dan OJK, ketegangan membuat pengambilan dokumentasi mustahil dilakukan.</p>
<p><strong>Korban dan Kerusakan</strong></p>
<p>Korban fisik: Laporan lapangan menyebut ada beberapa yang terluka, ada yang mengalami peradangan/perih mata dan pernapasan akibat gas air mata, serta satu kasus jatuh dari ketinggian (tembok sekitar JPO) yang memerlukan perawatan. Informasi jumlah pasti korban luka belum dikonfirmasi oleh instansi kesehatan setempat pada saat laporan ini disusun. </p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202508/image_870x_68b192481027e.webp" alt=""></p>
<p>Kerusakan materiil: Setidaknya 12 unit sepeda motor hangus terbakar, beberapa di antaranya milik karyawan dan anggota Satpol PP Provinsi Jawa Timur, menurut penghitungan media lokal. Asap hitam tebal terlihat membubung di atas Grahadi. </p>
<p><strong>Konteks Aksi</strong></p>
<p>Insiden Surabaya merupakan salah satu dari rangkaian aksi protes yang meletus setelah kematian Affan Kurniawan di Jakarta (28/8/2025). Mirisnya, diketahui korban bukanlah aksi massa, melainkan hanya ojol yang sedang mengantarkan barang.</p>
<p>Kasus Affan mendapat perhatian nasional dan memicu gelombang solidaritas dari berbagai daerah, di mana tuntutan utama pengunjuk rasa adalah pertanggungjawaban aparat dan penyelidikan menyeluruh atas penggunaan kekuatan yang berujung pada korban jiwa. Penyidikan internal terhadap beberapa anggota Brimob telah dilaporkan berjalan. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor: Ali Wafa</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Belasan Motor Dibakar, Aksi Solidaritas Ojol di Surabaya Semakin Memanas</title>
<link>https://suarajatimpost.com/belasan-motor-dibakar-aksi-solidaritas-di-surabaya-semakin-memanas</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/belasan-motor-dibakar-aksi-solidaritas-di-surabaya-semakin-memanas</guid>
<description><![CDATA[ Aksi solidaritas di Surabaya berujung ricuh. Massa dan aparat bentrok, hingga belasan motor hangus dibakar di tengah jalan. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202508/image_870x580_68b18787938e8.webp" length="34304" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Fri, 29 Aug 2025 18:45:03 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ryan Ramadhan</dc:creator>
<media:keywords>Belasan Motor Dibakar dalam Bentrokan Massa Solidaritas di Surabaya, Brimob, Affan Kurniawan, Kendaraan Taktis, Gedung Negara Grahadi, Surabaya, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><span lang="IN"><strong>SURABAYA, SJP — </strong>Kericuhan aksi solidaritas di Surabaya memuncak pada Jumat (29/8/2025) sore, 12 sepeda motor dibakar massa hingga hanya menyisakan rangka di Jalan Gubernur Suryo.<o:p></o:p></span></p>
<p><span lang="IN">Aksi solidaritas ini dipicu kematian Affan Kurniawan (21), pengemudi ojek online (ojol), dalam aksi demonstrasi yang berlangsung di Jakarta sehari sebelumnya.<o:p></o:p></span></p>
<p><span lang="IN">Sekitar pukul 15.00 WIB, bentrokan pecah antara massa dan aparat kepolisian. Massa melempar batu. Sementara polisi membalas dengan <em>water cannon </em>untuk menghalau kericuhan.<o:p></o:p></span></p>
<p><span lang="IN">Kerusuhan mencapai puncaknya ketika 12 sepeda motor dibakar massa. Kendaraan itu diketahui milik karyawan dan personel Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Provinsi Jawa Timur.<o:p></o:p></span></p>
<p><span lang="IN">Ribuan massa aksi sudah berkumpul di Taman Apsari sejak pukul 14.00 WIB, lalu bergerak menuju depan Gedung Negara Grahadi sekitar pukul 14.30 WIB.<o:p></o:p></span></p>
<p><span lang="IN">Hingga pukul 17.00, aparat kepolisian akhirnya memukul mundur massa dengan tembakan gas air mata. Kericuhan berhasil dikendalikan meski situasi tetap tegang. <strong>(*)</strong><o:p></o:p></span></p>
<p class="MsoNormal"><strong><span lang="IN">Editor: Ali Wafa</span></strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Demo Solidaritas di Surabaya Ricuh, Massa Tuntut Keadilan untuk Ojol yang Tewas di Jakarta</title>
<link>https://suarajatimpost.com/demo-solidaritas-di-surabaya-ricuh-massa-tuntut-keadilan-untuk-ojol-yang-tewas-di-jakarta</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/demo-solidaritas-di-surabaya-ricuh-massa-tuntut-keadilan-untuk-ojol-yang-tewas-di-jakarta</guid>
<description><![CDATA[ Aksi solidaritas masyarakat Surabaya menyusul tewasnya ojol di Jakarta hang berlangsung di depan Grahadi Surabaya berjalan ricuh, gerbang HUT RI hingga area depan Gedung Negara Grahadi hancur. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202508/image_870x580_68b1694e573fd.webp" length="101560" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Fri, 29 Aug 2025 16:44:54 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ryan Ramadhan</dc:creator>
<media:keywords>Ojol, Brimob, Affan Kurniawan, Kendaraan Taktis, Gedung Negara Grahadi, Surabaya, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SURABAYA, SJP - </strong>Aksi Solidaritas di depan Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Jumat (29/8/2025), berlangsung ricuh. Massa yang terdiri dari pengemudi ojek online (ojol), mahasiswa, dan elemen masyarakat sipil menggelar aksi solidaritas menyusul tewasnya seorang driver ojol bernama Affan Kurniawan (21) di Jakarta sehari sebelumnya.</p>
<p>Diketahui Affan meninggal setelah terlindas kendaraan taktis Brimob saat demonstrasi di depan Gedung DPR/MPR RI, Jakarta, Kamis (28/8/2025).</p>
<p>Kasus itu kini tengah dalam penyelidikan dengan tujuh anggota Brimob Polda Metro Jaya diperiksa oleh Propam.</p>
<p>Di Kota Pahlawan, aksi solidaritas digawangi oleh beberapa kelompok, diantaranya adalah Aksi Solidaritas Melebur Bersama Masyarakat dan jaringan Arek Gerak yang sempat menyebarkan woro-woro di sosial media.</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202508/image_870x_68b1693ee32fb.webp" alt=""></p>
<p>Ratusan massa aksi telah berkumpul di Taman Apsari sejak pukul 14.00 wib dan mulai bergerak menuju depan Gedung Negara Grahadi sekitar pukul 14.30 wib.</p>
<p></p>
<p>Massa mayoritas mengenakan baju hitam dan membawa beberapa atribut seperti bendera merah putih, poster, hingga bendera Jolly Roger dari anime One Piece.</p>
<p></p>
<p>Aksi sempat berjalan kondusif beberapa saat, dengan massa aksi meneriakan yel-yel dan teriakan seperti "Polisi Jancok", "Polisi Pembunuh" dsb. Selain otu massa juga menempelkan poster bertuliskan "<em>All Cops Are Bastard</em>", "ACAB" dll. di depan Gedung Negara Grahadi. </p>
<p></p>
<p>Tidak lama kemudian sekitar pukul 14.50 wib situasi langsung memanas. Massa mulai melempar batu, mengambil alih pagar kawat polisi hingga merobohkan gerbang HUT ke-80 RI di depan Gedung Negara Grahadi. Tindakan itu juga disertai aksi balasan dari pihak kepolisian menggunakan water cannon.</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202508/image_870x_68b1695ca8fff.webp" alt=""></p>
<p>Tidak berhenti disitu, massa aksi masih datang secara bergelombang, setidaknya ada 3 gelombang yang datang saat aksi telah berlangsung, diantaranya datang pada pukul 15.15 wib, 15.20 wib dan 15.23 wib dari arah jalan Pemuda dan jalan Sudirman.</p>
<p></p>
<p>Pukul 15.25 wib massa berhasil merebut bendera polisi dan membakarnya di jalan Gubernur Suryo. Hingga berita ini ditulis pada pukul 15.30 wib massa aksi masih memenuhi jalan Gubernur Suryo dan masih belum bisa dinyatakan kondusif.</p>
<p></p>
<p>Lemparan batu, semprotan water cannon, dan teriakkan "Polisi Jancok", "Pembunuh" hingga "Revolusi" Masih menggema sepanjang jalan Gubernur Suryo. Masyarakat dihimbau untuk menghindari jalan Gubernur Suryo hingga malam. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor: Rizqi Ardian </strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Isu Nampan MBG Diduga Mengandung Minyak Babi, Pemerintah dan MUI Lakukan Penelusuran</title>
<link>https://suarajatimpost.com/isu-nampan-mbg-diduga-mengandung-minyak-babi-pemerintah-dan-mui-lakukan-penelusuran</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/isu-nampan-mbg-diduga-mengandung-minyak-babi-pemerintah-dan-mui-lakukan-penelusuran</guid>
<description><![CDATA[ Dugaan nampan program Makan Bergizi Gratis mengandung minyak babi memicu sorotan. MUI, pemerintah, dan sekolah pelaksana di Surabaya menanti hasil uji untuk meredam keresahan publik. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202508/image_870x580_68b03b994cc21.webp" length="67668" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 28 Aug 2025 19:26:31 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ryan Ramadhan</dc:creator>
<media:keywords>Makan Bergizi Gratis, MBG, BGN, Badan Gizi Nasional, IBP, Surabaya, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SURABAYA, SJP — </strong>Program Makan Bergizi Gratis (MBG), salah satu prioritas Presiden Prabowo Subianto dengan anggaran jumbo dalam APBN, kini tengah menjadi sorotan usai munculnya dugaan nampan makanan atau food tray yang digunakan mengandung minyak babi (<em>lard</em>).</p>
<p>Awal mula isu tersebut terkuak dari investigasi <em>Indonesia Business Post</em> (IBP) yang menelusuri industri perkakas makan di Chaoshan, Provinsi Guangdong, Tiongkok yang menemukan 30–40 pabrik memproduksi nampan tipe 201 untuk pasar global, dengan indikasi digunakan juga dalam distribusi MBG di Indonesia. </p>
<p>Bahan tipe 201 disebut berisiko karena kadar mangan tinggi yang tidak aman bila bersentuhan dengan makanan asam, serta diduga menggunakan lard dalam proses produksinya. Bahkan, IBP juga menyingkap adanya dugaan pemalsuan label “Made in Indonesia” dan logo SNI pada produk-produk tersebut.</p>
<p>Kabar ini langsung menarik perhatian Majelis Ulama Indonesia (MUI). Sekretaris Umum MUI Jawa Timur, Prof. Akhmad Muzakki, mengatakan pihaknya menunggu langkah resmi dari pusat. </p>
<p>"MUI Pusat akan menindaklanjuti kabar tersebut secara resmi," ujar Prof. Muzakki, Kamis (28/8/2025).</p>
<p>Senada, Ketua MUI Bidang Fatwa, Asrorun Niam Sholeh, menegaskan pentingnya memastikan program tetap sesuai syariat. Terlebih karena MBG menjadi program unggulan yang cakupan daerahnya sangat luas.</p>
<p>"Program ini sangat strategis dan bermanfaat bagi masyarakat. Karena itu, kami memastikan pelaksanaannya harus sesuai dengan syariat Islam," tegasnya.</p>
<p>Di Surabaya sendiri, sekolah-sekolah pelaksana program MBG masih beraktivitas normal. Kepala Sekolah Taquma, Nur Rohmatul Izzah, menyebut wadah makan yang digunakan di sekolahnya berbahan <em>stainless</em>. </p>
<p>"Sementara ini kami masih menunggu hasil pemeriksaan. Semoga saja tidak benar (mengandung minyak babi)," tutur Izzah saat dikonfirmasi.</p>
<p>Sebelumnya, pemerintah pusat melalui Badan Gizi Nasional (BGN) sudah sempat memberi klarifikasi. Dadan Hindayana, Kepala BGN, menegaskan pihaknya tengah melakukan pemeriksaan ulang terkait isu tersebut.</p>
<p>"Sedang <em>check and recheck</em> (diperiksa kembali)," katanya, sambil menambahkan bahwa BGN tidak pernah melakukan pengadaan nampan untuk MBG.</p>
<p>Tidak hanya pihak BGN, Kepala Kantor Komunikasi Kepresidenan (PCO), Hasan Nasbi, juga menegaskan bahwa sejauh ini belum ditemukan bukti adanya minyak babi dalam food tray program MBG meminta masyarakat untuk tidak gegabah menelan isu sensitif.</p>
<p>"Tapi kalau memang ada kekhawatiran soal itu, kita riset, bisa diuji di BPOM," ujarnya.</p>
<p>Meski masih berupa dugaan, isu ini jelas mengusik pelaksanaan MBG yang tengah berjalan. Publik kini menanti kepastian dari pemerintah dan MUI agar keresahan masyarakat, khususnya orangtua tak berlarut. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor: Ali Wafa</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Jangan Sampai PAKERIN Jadi Sritex Jilid II, Ribuan Buruh Kepung Surabaya Tuntut Upah dan Perlindungan Kerja</title>
<link>https://suarajatimpost.com/jangan-sampai-pakerin-jadi-sritex-jilid-ii-ribuan-buruh-kepung-surabaya-tuntut-upah-dan-perlindungan-kerja</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/jangan-sampai-pakerin-jadi-sritex-jilid-ii-ribuan-buruh-kepung-surabaya-tuntut-upah-dan-perlindungan-kerja</guid>
<description><![CDATA[ Ribuan buruh Jawa Timur padati Kota Surabaya dalam aksi dalam aksi bertajuk HOSTUM (Hapus Outsourcing, Tolak Upah Murah), ingatkan jangan sampai kasus PAKERIN jadi Sritex jilid II. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202508/image_870x580_68b0113daa5b3.webp" length="107434" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 28 Aug 2025 16:41:24 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ryan Ramadhan</dc:creator>
<media:keywords>Demo, Buruh, Aksi, Demonstrasi, Lalu Lintas, Macet, Partai Buruh, KSPI, Sritex, PAKERIN, Surabaya, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SURABAYA, SJP -</strong> Ribuan buruh yang tergabung dalam Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) dan sejumlah federasi turun ke jalan pada Kamis (28/8/2025), dalam aksi nasional serentak bertajuk HOSTUM (Hapus <em>Outsourcing</em>, Tolak Upah Murah).</p>
<p>Di Jawa Timur, tepatnya yang digelar di Kota Surabaya, aksi dipusatkan di Kantor Gubernur Jawa Timur, Jalan Pahlawan, dengan titik kumpul di CITO Mall Jalan Ahmad Yani dan mulai bergerak sejak pukul 11.00 WIB.</p>
<p>Massa yang didominasi buruh dari Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) serta pekerja PT Pabrik Kertas Indonesia (PAKERIN) Mojokerto langsung memicu kepadatan lalu lintas di beberapa titik, utamanya di Jalan Ahmad Yani.</p>
<p>Massa yang sempat berhenti di Masjid Baitul Haq Kejati Jatim untuk ishoma (istirahat, sholat dan makan) sebelum melanjutkan perjalanan membuat arus lalu lintas di jalan Ahmad Yani lumpuh, akhirnya kendaraan diarahkan ke jalan Raya Surabaya-Malang.</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202508/image_870x_68b0115a3da1f.webp" alt=""></p>
<p><strong>Sempat Memanas di Depan Tunjungan Plaza</strong></p>
<p>Sekitar pukul 13.20 WIB, massa long march tiba di Jalan Embong Malang dan berpapasan dengan barisan polisi di depan Mall Tunjungan Plaza (TP) 6. Situasi sempat memanas ketika polisi meminta suara pengeras aksi dikecilkan hingga terjadi adu mulut:</p>
<p>“Kalau mau tangkap langsung tangkap, kalau mau pukuli segera pukuli, akan kami pukul balik!”</p>
<p>“Kami tidak nantang, tapi kami frustasi karena kasus yang tidak selesai-selesai.”</p>
<p>“Seragam dan gaji mereka itu berasal dari uang rakyat.”</p>
<p>“Hari ini kita berkumpul untuk menyaksikan ironi, di negeri yang katanya merdeka ternyata banyak pemerintah yang hidup bergelimang harta, sementara rakyat tercekik.”</p>
<p>Orator bahkan sempat melontarkan tudingan bahwa pihak kepolisian kerap bekerja sama dengan pengusaha nakal.</p>
<p>Selain itu, massa aksi juga menyoroti kasus buruh PT PAKERIN Mojokerto yang disebut belum menerima gaji selama enam bulan dan nasibnya kini yang semakin tidak menentu.</p>
<p>“Jangan sampai PAKERIN jadi kasus Sritex jilid II!” tegas orator, merujuk pada kasus pabrik tekstil raksasa yang bangkrut dan meninggalkan ribuan buruh tanpa kepastian.</p>
<p><strong>Tuntutan Nasional dan Lokal</strong></p>
<p>Aksi buruh di Surabaya tersebut merupakan bagian dari gelombang demonstrasi di 38 provinsi dan lebih dari 300 kabupaten/kota di Indonesia. </p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202508/image_870x_68b0114c3c758.webp" alt=""></p>
<p>Presiden Partai Buruh sekaligus Presiden KSPI, Said Iqbal, sebelumnya menyampaikan bahwa aksi menuntut kenaikan upah minimum 2026 sebesar 8,5%–10,5%, sesuai amanat Putusan MK No. 168/2024 yang memperhitungkan inflasi dan pertumbuhan ekonomi.</p>
<p>"Kota juga melakukan aksi teatrikal sebagai bentuk protes dan kritik terhadap pemerintahan," jelas Jazuli.</p>
<p><strong>Selain isu upah, buruh juga menuntut:</strong></p>
<ul>
<li>Penghapusan outsourcing dan tolak upah murah (HOSTUM).</li>
<li>Pembentukan Satgas PHK untuk cegah gelombang pemutusan kerja.</li>
<li>Reforrmasi pajak perburuhan, termasuk menaikkan PTKP menjadi Rp7,5 juta/bulan, menghapus pajak atas pesangon, THR, JHT, serta diskriminasi pajak terhadap perempuan menikah.</li>
<li>Pengesahan RUU Ketenagakerjaan tanpa Omnibus Law.</li>
<li>Pengesahan RUU Perampasan Aset sebagai instrumen pemberantasan korupsi.</li>
<li>Revisi UU Pemilu untuk menindaklanjuti putusan MK dan Redesign Pemilu 2029.</li>
</ul>
<p>Sementara di tingkat Jawa Timur, buruh mendesak Pemprov segera merealisasikan komitmen aksi 1 Mei 2025, seperti pembentukan Perda Sistem Jaminan Pesangon, alokasi anggaran BPJS Kesehatan bagi warga miskin, penambahan kuota afirmasi anak buruh di SMA/SMK negeri, hingga pengusulan KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) sebagai Pahlawan Nasional.</p>
<p>Polrestabes Surabaya menerjunkan 2.608 personel gabungan untuk mengawal jalannya aksi. Kasi Humas Polrestabes Surabaya AKP Rina Shanty Dewi Nainggolan memastikan pasukan disebar di titik-titik strategis.</p>
<p>"Personel yang diturunkan sesuai rencana pengamanan sebanyak 2.608. Termasuk diantaranya berasal jajaran Polres lain," papar AKP Rina.</p>
<p>Kasatlantas Polrestabes Surabaya AKBP Galih Bayu Raditya menambahkan, pihaknya telah menyiapkan rekayasa lalu lintas apabila Jalan Pahlawan lumpuh akibat demonstrasi. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Rute Aksi Buruh 28 Agustus di Surabaya: Waspada Kepadatan Lalu Lintas</title>
<link>https://suarajatimpost.com/rute-aksi-buruh-28-agustus-di-surabaya-waspada-kepadatan-lalu-lintas</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/rute-aksi-buruh-28-agustus-di-surabaya-waspada-kepadatan-lalu-lintas</guid>
<description><![CDATA[ Ribuan buruh dari berbagai daerah di Jatim siap turun ke Surabaya pada 27 Agustus, menuntut perbaikan upah dan kesejahteraan, berpotensi memicu kepadatan lalu lintas. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202508/image_870x580_68afbb57525f5.webp" length="119800" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 28 Aug 2025 10:13:40 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ryan Ramadhan</dc:creator>
<media:keywords>Demo, Buruh, Aksi, Demonstrasi, Lalu Lintas, Macet, Partai Buruh, KSPI, Surabaya, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SURABAYA, SJP - </strong>Arus lalu lintas di sejumlah ruas jalan utama Surabaya hari ini, Kamis (28/8/2025), diperkirakan akan padat akibat aksi ribuan buruh yang menggelar demonstrasi serentak di pusat kota.</p>
<p>Massa buruh berasal dari berbagai daerah Jawa Timur dan akan melakukan long march menuju Kantor Gubernur, DPRD Jatim, serta Gedung Negara Grahadi.</p>
<p>Diketahui aksi tersebut merupakan bagian dari gelombang unjuk rasa nasional yang digelar serentak di 38 provinsi dan lebih dari 300 kabupaten/kota di Indonesia, dipimpin oleh Partai Buruh bersama Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) serta koalisi serikat pekerja lainnya. </p>
<p>Sekretaris Perda KSPI Jawa Timur, Jazuli, menyampaikan bahwa titik kumpul massa aksi di Jawa Timur berada di depan CITO Mal, Jalan Ahmad Yani sejak pukul 11.00 WIB. </p>
<p>"Kami perkirakan sekitar 3.000 buruh dari Surabaya, Sidoarjo, Gresik, Jember, hingga Tuban turun dalam aksi ini. Mereka akan berjalan menuju pusat kota secara bergelombang," ujar Jazuli saat dikonfirmasi pada Kamis (28/8/2025).</p>
<p>Rute long march buruh dimulai dari Jalan Ahmad Yani – Wonokromo – Raya Darmo – Basuki Rahmat – Embong Malang – Baluran – Bubutan – hingga berakhir di Kantor Gubernur Jatim sekitar pukul 13.00 WIB. Selain itu, sebagian massa buruh juga akan diarahkan menuju Kantor DPRD Jatim dan Gedung Negara Grahadi.</p>
<p>"Sepanjang perjalanan, akan ada aksi teatrikal sebagai bentuk kritik terhadap pemerintah," tambah Jazuli.</p>
<p>Dalam aksi tersebut, massa buruh membawa enam tuntutan nasional dan sejumlah tuntutan lokal khusus untuk Jawa Timur.</p>
<p><strong>Enam tuntutan nasional:</strong></p>
<ol>
<li>Hapus <em>outsourcing</em> dan tolak upah murah (HOSTUM).</li>
<li>Naikkan upah minimum 2026 sebesar 8,5 persen –10,5 persen, sesuai amanat Putusan MK No. 168/2024.</li>
<li>Cegah PHK dengan membentuk Satgas PHK, termasuk penyelamatan PT Pabrik Kertas Indonesia (PAKERIN) Mojokerto dan penyelesaian kasus buruh outsourcing di PT Pradha Karya Perkasa, Mojokerto.</li>
<li>Reformasi pajak perburuhan: naikkan PTKP menjadi Rp7,5 juta/bulan, hapus pajak atas pesangon, THR, JHT, serta hapus diskriminasi pajak terhadap perempuan menikah.</li>
<li>Sahkan RUU Ketenagakerjaan tanpa Omnibus Law.</li>
<li>Berantas korupsi dengan segera mengesahkan RUU Perampasan Aset dan revisi UU Pemilu sesuai putusan MK (Redesign Sistem Pemilu 2029).</li>
</ol>
<p></p>
<p><strong>Tuntutan khusus di Jawa Timur:</strong></p>
<p>Segera merealisasikan komitmen aksi 1 Mei 2025 lalu, yakni:</p>
<ol>
<li>Pembentukan Perda Jatim tentang Sistem Jaminan Pesangon.</li>
<li>Pengalokasian anggaran BPJS Kesehatan bagi masyarakat miskin.</li>
<li>Pemberian sanksi bagi pengusaha yang tidak mendaftarkan buruhnya ke BPJS.</li>
<li>Penambahan kuota SPMB SMA/SMK Negeri jalur afirmasi anak buruh.</li>
<li>Mengusulkan Presiden ke-4 RI Abdurrahman Wahid (Gus Dur) sebagai Pahlawan Nasional.</li>
</ol>
<p>"Untuk di Jatim sendiri kami juga menuntut penyelamatan PT Pabrik Kertas Indonesia (PAKERIN), Mojokerto agar tidak terjadi PHK terhadap ribuan buruh dan perusahaan-perusahaan lain di Jawa Timur yang melakukan PHK sepihak," tukas Jazuli. (*)</p>
<p>Editor: Rizqi Ardian </p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Besok, Ribuan Buruh Jatim Gelar Demo Serentak Tuntut Kenaikan Upah dan Hapus Outsourcing</title>
<link>https://suarajatimpost.com/besok-ribuan-buruh-jatim-gelar-demo-serentak-tuntut-kenaikan-upah-dan-hapus-outsourcing</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/besok-ribuan-buruh-jatim-gelar-demo-serentak-tuntut-kenaikan-upah-dan-hapus-outsourcing</guid>
<description><![CDATA[ Besok, ribuan buruh dari berbagai daerah Jawa Timur turun ke Surabaya, bergabung dalam aksi nasional di 38 provinsi, menuntut kenaikan upah minimum 2026 hingga 10,5 persen. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202508/image_870x580_68aefdcb58bd4.webp" length="84454" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 27 Aug 2025 21:31:43 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ryan Ramadhan</dc:creator>
<media:keywords>Demo, Buruh, Jawa Timur, Surabaya, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SURABAYA, SJP -</strong> Ribuan buruh dari berbagai daerah di Jawa Timur akan menggelar aksi demonstrasi serentak pada Kamis (28/8/2025) besok. Massa buruh berencana turun ke jalan untuk menyuarakan sejumlah tuntutan, mulai dari kenaikan upah minimum hingga penghapusan sistem <em>outsourcing.</em></p>
<p>Diketahui aksi tersebut merupakan bagian dari gelombang unjuk rasa nasional yang digelar serentak di 38 provinsi dan lebih dari 300 kabupaten/kota di Indonesia, dipimpin oleh Partai Buruh bersama Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) serta koalisi serikat pekerja lainnya. </p>
<p>Secara nasional, ratusan ribu buruh diperkirakan turun ke jalan, dengan pusat aksi di Jabodetabek yang dipusatkan di DPR RI dan Istana Jakarta. </p>
<p>Sementara di Jawa Timur sendiri, aksi akan dipusatkan di Surabaya dengan lokasi utama di Kantor Gubernur Jatim, Jalan Pahlawan. Selain itu, buruh juga akan menggelar aksi di Kantor DPRD Jatim dan Gedung Negara Grahadi.</p>
<p>Sekretaris Perda KSPI Jawa Timur, Jazuli, mengatakan estimasi jumlah peserta aksi di Surabaya mencapai sekitar 3.000 buruh. Massa akan bergerak dari titik kumpul di depan CITO Mal, Jalan Ahmad Yani, mulai pukul 11.00 WIB.</p>
<p>"Massa akan datang dari berbagai daerah dan berkumpul di depan CITO Mal Jalan Ahmad Yani pukul 11.00 WIB. Rencananya mereka akan melakukan long march," ujar Jazuli, Rabu (27/8/2025).</p>
<p>"Untuk rutenya melewati Jalan Wonokromo, Jalan Raya Darmo, Jalan Basuki Rahmat, Jalan Embong Malang, Jalan Baluran, hingga Jalan Bubutan, dan diperkirakan pukul 13.00 WIB sudah tiba di Kantor Gubernur Jatim," imbuhnya.</p>
<p>Ia menambahkan, sepanjang perjalanan massa akan melakukan aksi teatrikal sebagai bentuk kritik terhadap pemerintah. </p>
<p>Dalam aksi besok, buruh membawa enam tuntutan nasional dan sejumlah tuntutan lokal khusus untuk Jawa Timur.</p>
<p><strong>Enam tuntutan nasional:</strong></p>
<ol>
<li>Hapus outsourcing dan tolak upah murah (HOSTUM).</li>
<li>Naikkan upah minimum 2026 sebesar 8,5 persen –10,5 persen, sesuai amanat Putusan MK No. 168/2024.</li>
<li>Cegah PHK dengan membentuk Satgas PHK, termasuk penyelamatan PT Pabrik Kertas Indonesia (PAKERIN) Mojokerto dan penyelesaian kasus buruh outsourcing di PT Pradha Karya Perkasa, Mojokerto.</li>
<li>Reformasi pajak perburuhan: naikkan PTKP menjadi Rp7,5 juta/bulan, hapus pajak atas pesangon, THR, JHT, serta hapus diskriminasi pajak terhadap perempuan menikah.</li>
<li>Sahkan RUU Ketenagakerjaan tanpa Omnibus Law.</li>
<li>Berantas korupsi dengan segera mengesahkan RUU Perampasan Aset dan revisi UU Pemilu sesuai putusan MK (Redesign Sistem Pemilu 2029).</li>
</ol>
<p></p>
<p><strong>Tuntutan khusus di Jawa Timur:</strong></p>
<p>Segera merealisasikan komitmen aksi 1 Mei 2025 lalu, yakni:</p>
<ol>
<li>Pembentukan Perda Jatim tentang Sistem Jaminan Pesangon.</li>
<li>Pengalokasian anggaran BPJS Kesehatan bagi masyarakat miskin.</li>
<li>Pemberian sanksi bagi pengusaha yang tidak mendaftarkan buruhnya ke BPJS.</li>
<li>Penambahan kuota SPMB SMA/SMK Negeri jalur afirmasi anak buruh.</li>
<li>Mengusulkan Presiden ke-4 RI Abdurrahman Wahid (Gus Dur) sebagai Pahlawan Nasional.</li>
</ol>
<p></p>
<p>"Buruh Jawa Timur khususnya akan menuntut penyelamatan PT Pabrik Kertas Indonesia (PAKERIN), Mojokerto agar tidak terjadi PHK terhadap ribuan buruh dan perusahaan-perusahaan lain di Jawa Timur yang melakukan PHK sepihak," tegas Jazuli. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor: Rizqi Ardian </strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Perempuan Disabilitas Ditemukan Tewas di Pakal Surabaya, Polisi: Tidak Ada Tanda Kekerasan</title>
<link>https://suarajatimpost.com/perempuan-disabilitas-ditemukan-tewas-di-pakal-surabaya-polisi-tidak-ada-tanda-kekerasan</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/perempuan-disabilitas-ditemukan-tewas-di-pakal-surabaya-polisi-tidak-ada-tanda-kekerasan</guid>
<description><![CDATA[ Penemuan jasad perempuan di semak Pakal Surabaya yang sempat membuat geger terungkap sebagai warga Gresik penyandang disabilitas, korban sebelumnya dilaporkan hilang sejak 18 Agustus 2025. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202508/image_870x580_68aeeb5ab600d.webp" length="48316" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 27 Aug 2025 18:59:02 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ryan Ramadhan</dc:creator>
<media:keywords>Penemuan Mayat, Disabilitas, Korban, BPBD, Gresik, Surabaya, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SURABAYA, SJP - </strong>Penemuan jasad seorang perempuan di lahan kosong kawasan Jalan Pakal Madya Barat, Surabaya, Selasa malam (26/8/2025), sempat menghebohkan warga sekitar. </p>
<p>Belakangan terungkap identitas korban adalah Wiwik Ristiningsih (51), warga Jalan Laban, Menganti, Gresik, yang selama ini dilaporkan hilang oleh keluarganya.</p>
<p>Korban ditemukan pertama kali oleh seorang pemancing sekira pukul 18.30 WIB. Saat itu, jasad dalam kondisi setengah telanjang tergeletak di semak-semak, hanya mengenakan rok pendek putih dan bra merah maron. </p>
<p>Selain itu, di dekat lokasi petugas juga menemukan pakaian luar bermotif polkadot hitam serta sepasang sandal jepit oranye. Jasad kemudian dievakuasi tim gabungan pada sekira pukul 21.00 WIB, setelah laporan disampaikan ke pihak kepolisian.</p>
<p>Kapolsek Pakal Kompol I Made Jatinegara menjelaskan bahwa identitas korban berhasil dipastikan setelah ada laporan kehilangan dari pihak keluarga sejak Senin, 18 Agustus 2025 malam.</p>
<p>Menurutnya, korban merupakan lansia disabilitas dengan kondisi tuna rungu, tuna wicara, serta gangguan mental.</p>
<p>"Korban memang menderita gangguan mental, tuna wicara lalu juga tuna rungu. Sudah keluar rumah sejak Senin (18/8/2025) kemarin," kata Made, Rabu (27/8/2025).</p>
<p>Ia menambahkan, kepergian korban bukanlah kejadian pertama. Selama ini, korban kerap meninggalkan rumah tanpa pamit dan kemudian dicari oleh keluarganya. Bahkan, laporan orang hilang telah lebih dulu dibuat ke Polsek Menganti, Gresik.</p>
<p>"Korban ini berkebutuhan khusus. Memang sering keluar dan dicari sama keluarganya. Sebelumnya, keluarganya sudah membuat laporan orang hilang ke Polsek Menganti," imbuhnya.</p>
<p>Sementara itu, Kanit Reskrim Polsek Pakal Iptu Edy Kristanto juga mengungkapkan keterangan dari keluarga bahwa korban tinggal bersama saudara kandung setelah orang tuanya meninggal.</p>
<p>"Dari keterangan kakak kandung korban bahwa selama ini korban sering keluar rumah tanpa arah dan sering dicari keluarga untuk dibawa pulang kembali," jelas Edy.</p>
<p>Hasil pemeriksaan tim Inafis Polrestabes Surabaya tidak menemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Dugaan sementara, korban meninggal akibat sakit. Namun, penyebab pasti tidak dapat dipastikan karena pihak keluarga menolak dilakukan autopsi.</p>
<p>"Hasil pemeriksaan, Tim Inafis tidak menemukan ada luka tanda kekerasan di tubuhnya. Untuk otopsi, keluarganya tidak menghendaki. Langsung dibawa pulang oleh saudaranya," pungkas Made.<strong> (*)</strong></p>
<p><strong>Editor: Rizqi Ardian </strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Manfaatkan Program Padat Karya, Pemkot Surabaya Siapkan Pekerjaan Alternatif bagi &amp;quot;Pak Ogah&amp;quot;</title>
<link>https://suarajatimpost.com/manfaatkan-program-padat-karya-pemkot-surabaya-siapkan-pekerjaan-alternatif-bagi-pak-ogah</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/manfaatkan-program-padat-karya-pemkot-surabaya-siapkan-pekerjaan-alternatif-bagi-pak-ogah</guid>
<description><![CDATA[ Pemkot Surabaya menertibkan Supeltas dengan mengalihkan ke program Padat Karya agar tetap berpenghasilan tanpa mengganggu kelancaran lalu lintas kota. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202508/image_870x580_68aee4ea0ef83.webp" length="44598" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 27 Aug 2025 18:20:23 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ryan Ramadhan</dc:creator>
<media:keywords>Pak Ogah, Supeltas, Padat Karya, Pemkot Surabaya, Eri Cahyadi, Surabaya, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SURABAYA, SJP - </strong>Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya berencana menertibkan sukarelawan pengatur lalu lintas (Supeltas) atau yang kerap disebut “Pak Ogah” di jalan raya. Sebagai gantinya, Pemkot menyiapkan solusi alternatif berupa pekerjaan yang lebih layak melalui program Padat Karya.</p>
<p>Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, menegaskan bahwa penertiban itu dilakukan demi menjaga keamanan dan kenyamanan pengguna jalan. Supeltas dinilai sering kali justru menambah kemacetan, alih-alih membantu kelancaran lalu lintas.</p>
<p>“Ini memang sudah kita mulai sebenarnya dengan Dishub untuk memetakan (Supeltas) yang ada di titik-titik itu. Karena saya juga merasakan, waktu mau belok (putar balik) malah tambah macet,” kata Eri di Surabaya, saat dikonfirmasi pada Rabu (27/8/2025).</p>
<p>Meski begitu, Eri menekankan bahwa Pemkot tidak hanya menertibkan, tetapi juga memberi perhatian pada kesejahteraan para Supeltas yang mayoritas merupakan warga Surabaya. </p>
<p>Ia meminta Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Surabaya, Trio Wahyu Bowo, untuk mendata seluruh Supeltas agar bisa dialihkan ke program Padat Karya.</p>
<p>"Kalau itu (Supeltas) orang Surabaya, kasih pekerjaan yang layak. Kan kami punya Padat Karya, jadi kami akan tarik ke situ, kami sosialisasi itu dan sekarang sudah mulai berjalan,” ujarnya.</p>
<p>Menurut Eri, banyak pilihan pekerjaan yang bisa diikuti Supeltas dalam program tersebut, mulai dari pembuatan paving, pembuatan sandal hotel, hingga tenaga di Koperasi Merah Putih. </p>
<p>"Banyak (alternatifnya) di Padat Karya. Ada pembuatan paving, dan lainnya, padat karya di Surabaya ada banyak kan (sudah berkembang),” jelasnya, Selasa (26/8/2025).</p>
<p>Selain persoalan lalu lintas, Eri juga menyoroti kondisi ekonomi Supeltas yang tidak stabil. Tidak hanya itu, nagi sebagian orang bahkan kehadiran supeltas juga malah dianggap mengganggu.</p>
<p>"Kadang saya juga miris, kenapa wargaku ada yang seperti itu, lalu hidupnya bagaimana? Pendapatannya berapa? Disamping itu, juga mengganggu orang lain, kadang ada (yang meminta uang) kemudian orang itu tidak terima, lalu tambah macet,” tegasnya.</p>
<p>Sementara itu, Dishub Surabaya telah mulai memetakan sejumlah titik di jalan raya yang menjadi lokasi operasi Supeltas. Langkah ini merupakan bagian dari upaya penataan kota yang sebelumnya diawali dengan penertiban parkir liar.</p>
<p>Pemkot juga mengimbau masyarakat agar melapor jika masih mendapati adanya Supeltas atau parkir liar. Menurut Eri, dua persoalan ini akan menjadi fokus utama Pemkot Surabaya dalam menciptakan ketertiban dan kelancaran lalu lintas.</p>
<p>“Selain parkir liar, kami juga akan fokus ke Supeltas untuk saat ini,” tandas Eri. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Eks Pj Bupati Sidoarjo Hudiyono Resmi Ditahan Kejati Jatim, Terseret Korupsi Rp179 Miliar Pengadaan Alat SMK</title>
<link>https://suarajatimpost.com/eks-pj-bupati-sidoarjo-hudiyono-resmi-ditahan-kejati-jatim-terseret-korupsi-rp179-miliar-pengadaan-alat-smk</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/eks-pj-bupati-sidoarjo-hudiyono-resmi-ditahan-kejati-jatim-terseret-korupsi-rp179-miliar-pengadaan-alat-smk</guid>
<description><![CDATA[ Hudiyono dan seorang pengendali penyedia ditahan Kejati Jatim, diduga merugikan negara Rp179 miliar lewat rekayasa pengadaan alat SMK yang hanya bernilai sekitar Rp2 juta. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202508/image_870x580_68adcb972db4a.webp" length="25124" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Tue, 26 Aug 2025 22:03:12 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ryan Ramadhan</dc:creator>
<media:keywords>Hudiyono, Korupsi, SMK, Kejati Jatim, Pj Gubernur Sidoarjo, Dinas Pendidikan, Dindik Jatim, Surabaya, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SURABAYA SJP -</strong> Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Timur resmi menahan mantan Penjabat (Pj) Bupati Sidoarjo, Hudiyono, atas kasus dugaan tindak pidana korupsi pengadaan barang dan jasa di lingkungan Dinas Pendidikan Jatim tahun anggaran 2017. </p>
<p></p>
<p>Selain Hudiyono, penyidik juga menahan seorang tersangka lain berinisial JT, yang diduga sebagai pengendali pihak penyedia (<em>beneficial owner</em>).</p>
<p></p>
<p>Penahanan dilakukan setelah penyidik Pidana Khusus (Pidsus) Kejati Jatim menemukan bukti yang cukup dari hasil serangkaian pemeriksaan. </p>
<p></p>
<p>"Betul, penyidik Pidsus Kejati Jatim menahan dua orang tersangka kasus tindak pidana korupsi dana hibah pengadaan barang dan jasa di Dinas Pendidikan Jawa Timur," ujar Kepala Seksi Penerangan Hukum (Kasi Penkum) Kejati Jatim, Windhu Sugiarto, Selasa (26/8/2025).</p>
<p></p>
<p>Windhu menjelaskan, kedua tersangka langsung ditahan setelah Kejati mengumpulkan bukti kuat dari pemeriksaan saksi, penyitaan dokumen, dan penggeledahan. </p>
<p></p>
<p>"Kami langsung menahan keduanya setelah menemukan barang bukti yang cukup," terangnya.</p>
<p></p>
<p>Berdasarkan hasil penyidikan, pada tahun anggaran 2017 Dinas Pendidikan Provinsi Jatim mengalokasikan dana lebih dari Rp186 miliar untuk berbagai pos, termasuk belanja pegawai, hibah, serta belanja modal alat dan konstruksi. </p>
<p></p>
<p>Dalam prosesnya, Kepala Dinas Pendidikan saat itu, Saiful Rachman (SR), mempertemukan Hudiyono yang menjabat sebagai Kabid SMK sekaligus Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) dengan JT.</p>
<p></p>
<p>Dalam pertemuan tersebut, SR menyampaikan bahwa JT adalah pihak yang akan mengendalikan pelaksanaan kegiatan. Selanjutnya, Hudiyono dan JT diduga merekayasa proses pengadaan. </p>
<p></p>
<p>JT menyiapkan harga barang sebagai dasar penyusunan Harga Perkiraan Sendiri (HPS), sedangkan jenis dan spesifikasi barang tidak berdasarkan analisis kebutuhan sekolah, melainkan berasal dari stok milik JT.</p>
<p></p>
<p>“Proses pengadaan dilakukan melalui mekanisme lelang, tetapi sudah dikondisikan sehingga perusahaan di bawah kendali JT menjadi pemenang. Akibatnya, barang yang disalurkan ke sekolah tidak sesuai kebutuhan dan tidak dapat dimanfaatkan,” jelas Windhu.</p>
<p></p>
<p>Adapun pengadaan itu mencakup hibah maupun belanja modal yang disalurkan dalam tiga tahap. Barang diberikan kepada 44 SMK swasta sesuai SK Gubernur Jawa Timur, serta 61 SMK negeri sesuai SK Kepala Dinas Pendidikan.</p>
<p></p>
<p>Dalam perjalanan perkara, Kejati Jatim telah memeriksa sedikitnya 139 saksi, termasuk 25 kepala sekolah SMK yang menerima barang pengadaan. Dari temuan sementara, perbuatan para tersangka diduga menimbulkan kerugian keuangan negara sebesar Rp179,975 miliar. </p>
<p></p>
<p>"Perhitungan pasti atas kerugian negara saat ini masih dilakukan oleh tim BPK Perwakilan Jawa Timur,” kata Windhu.</p>
<p></p>
<p>Modus tersebut bukan kali pertama diungkap Kejati Jatim. Sebelumnya, penyidik menemukan pola serupa pada pengadaan alat kesenian untuk SMK swasta tahun 2017 dengan anggaran Rp65 miliar. Dari dana sekitar Rp2,6 miliar per sekolah, barang yang diterima hanya senilai sekitar Rp2 juta.</p>
<p></p>
<p>Untuk kepentingan penyidikan, kedua tersangka ditahan berdasarkan Surat Perintah Penahanan Kepala Kejati Jatim Nomor Print-1527/M.5/Fd.2/08/2025 dan Print-1528/M.5/Fd.2/08/2025 tertanggal 26 Agustus 2025. Mereka dititipkan di Rutan Kelas I Surabaya cabang Kejati Jatim selama 20 hari, mulai 26 Agustus hingga 14 September 2025.</p>
<p></p>
<p>"Nanti rilisnya saya kirim ya. Kami akan terus mengupdate perkembangan kasus ini," ujar Windhu sebelumnya melalui konfirmasi singkat. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor: Rizqi Ardian </strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Menuju Kampung Percontohan, STIESIA Dorong Manyar Indah Jadi Pusat Batik Ecoprint</title>
<link>https://suarajatimpost.com/menuju-kampung-percontohan-stiesia-dorong-manyar-indah-jadi-pusat-batik-ecoprint</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/menuju-kampung-percontohan-stiesia-dorong-manyar-indah-jadi-pusat-batik-ecoprint</guid>
<description><![CDATA[ Manyar Indah dirancang jadi kampung percontohan batik ecoprint oleh STIESIA dan Disnaker Surabaya, kain ramah lingkungan dari daun dan bunga yang bernilai jual tinggi hingga tembus jutaan rupiah. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202508/image_870x580_68ae7a6af3c78.webp" length="74522" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Tue, 26 Aug 2025 21:21:17 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ryan Ramadhan</dc:creator>
<media:keywords>STIESIA, Ecoprint, Batik Ecoprint, Disperinaker, Disnaker Surabaya, Surabaya, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SURABAYA, SJP — </strong>Batik ecoprint, karya kain dengan motif alami dari daun dan bunga, kini memang menjadi tren dalam upaya pemberdayaan masyarakat. Selain ramah lingkungan, teknik ecoprint ini memiliki nilai seni tinggi dan potensi ekonomi yang menjanjikan. </p>
<p>Melihat peluang tersebut, Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Indonesia Surabaya (STIESIA) bersama Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja (Disperinaker) Kota Surabaya ingin mendorong Perumahan Manyar Indah di Menur Pumpungan, Sukolilo, Surabaya menjadi sebuah kampung percontohan batik ecoprint.</p>
<p>Kegiatan tersebut merupakan bagian dari program Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) "Pengembangan Rintisan Kampung Wisata" oleh STIESIA , yang menggandeng warga setempat, khususnya warga Menur Pumpungan yang berada di area sekitar kampus untuk mengembangkan pusat pelatihan batik ecoprint</p>
<p>"Rencananya kampung Manyar Indah ini menjadi kampung percontohan untuk kegiatan batik ecoprint. Perumahan ini diharapkan menjadi pusat pelatihan pembuatan batik ramah lingkungan," jelas Yayah Atmajawati, Ketua Pelaksana sekaligus Dosen STIESIA, Selasa (26/8/2025).</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202508/image_870x_68ae7ab330152.webp" alt=""></p>
<p>Proses ecoprint sendiri memanfaatkan bahan alami seperti daun dan bunga, dengan teknik yang memerlukan ketelitian dan waktu. Kain disiapkan, direndam, ditempel daun atau bunga, kemudian dipres dan dikeringkan. Hasil akhirnya berbeda-beda tergantung jenis bahan yang digunakan.</p>
<p>"Batik ecoprint unik, ramah lingkungan, dan cukup mahal dijual, mulai dari 200 ribu hingga jutaan rupiah, tergantung motif dan kualitas kain," tambah Yayah.</p>
<p>Dalam kegiatan itu, STIESIA menurunkan lima dosen termasuk Yayah, Bambang Hadi Santoso Dwidjosumarno, Achmad Djuraidi, Farida Idayati, Mochammad Reza Zulfikar, dan dua mahasiswa dari jurusan Manajemen, yaitu Sofi Nazwa Afandi dan Putri Ayu Melinda.</p>
<p>Sementara Disperinaker dan pihak kecamatan juga mengirimkan perwakilannya. Sekitar 20 warga, mayoritas ibu rumah tangga, mengikuti pelatihan yang berlangsung dari pukul 09.00 hingga 15.00 WIB.</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202508/image_870x_68ada7f2b8ee2.webp" alt=""></p>
<p>Sementara itu, Anin Khoirunnisa, staf Disperinaker Bidang Pelatihan dan Penempatan Tenaga Kerja, menjelaskan teknis pelatihan ecoprint yang diberikan dalam kesempatan ini lengkap dari dasar hingga jadi.</p>
<p>"Kami mengajarkan teori dasar ecoprint hingga praktik menata daun agar warnanya keluar dengan baik. Peserta juga belajar teknik mengunci warna pada kain," jelas Anin yang juga Penanggung Jawab Pelatihan Kewirausahaan atau BIMTEK Kewirausahaan.</p>
<p>Selain itu, pihak Disperinaker juga menyiapkan bahan praktek, narasumber profesional, konsumsi, transport, dan sertifikat pelatihan. Narasumber utama yang bernama Iin, adalah pengrajin ecoprint berpengalaman yang produknya sudah masuk kapal pesiar dan pasar ekspor.</p>
<p>"Harapan kami, pelatihan ini bukan sekadar kegiatan, tapi ibu-ibu bisa melanjutkan produksi, mengembangkan desain, dan mempelajari teknik promosi serta perhitungan produksi agar usahanya berkelanjutan," ujar Anin.</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202508/image_870x_68ada574d62d5.webp" alt=""></p>
<p>Disnaker juga menyiapkan dukungan agar produk warga dapat memasuki pasar resmi pemkot, seperti Siola dan mendapatkan legalitas yang diperlukan, termasuk akses ke media promosi pemerintah kota Surabaya.</p>
<p>Deddy Setya Wibawa, Ketua RW 6 Manyar Indah, menyatakan bahwa pelatihan ecoprint memperkuat mental, pengetahuan, dan jaringan warga. </p>
<p>"STIESIA memberikan wadah baru untuk kampung rintisan kami. Pelatihan ini menguatkan potensi daerah dan membuka jalur baru untuk bisnis serta edukasi warga," jelas Deddy.</p>
<p>Dia menambahkan, kolaborasi tersebut memungkinkan warga memanfaatkan bahan lokal yang sudah ditanam di lingkungan RW, memadukan teknik pelatihan dengan desain unik, hingga proses penjualan. Menurutnya, inovasi itu penting untuk ketahanan ekonomi lokal di tengah persaingan pasar.</p>
<p>"Setelah penjualan, alurnya jelas, dari produksi hingga pemasaran. Terobosan ini membuat warga lebih siap bersaing dan jadi pioner ecoprint," pungkasnya. <strong>(**)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Gudang Jan Hwa Diana Dibobol, Armuji Sebut Segel Akan Dibuka Sementara</title>
<link>https://suarajatimpost.com/gudang-jan-hwa-diana-dibobol-armuji-sebut-segel-akan-dibuka-sementara</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/gudang-jan-hwa-diana-dibobol-armuji-sebut-segel-akan-dibuka-sementara</guid>
<description><![CDATA[ Gudang Jan Hwa Diana yang sebelumnya disegel Pemkot kini dibobol maling hingga merugi Rp5 miliar. Armuji sebut akan buka segel sementara guna keperluan penyelidikan. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202508/image_870x580_68ad9c17ade58.webp" length="42284" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Tue, 26 Aug 2025 20:30:53 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ryan Ramadhan</dc:creator>
<media:keywords>Jan Hwa Diana, Sentoso Seal, Sentosa Seal, TDG, Armuji, Pemkot Surabaya, Surabaya, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SURABAYA, SJP - </strong>Gudang milik pengusaha Surabaya Jan Hwa Diana kembali menjadi sorotan. Gudang yang sebelumnya sempat disegel Pemkot Surabaya karena perihal izin TDG dan polemik penahanan ijazah karyawan, kini dilaporkan dibobol maling dengan nilai kerugian mencapai miliaran rupiah.</p>
<p><strong>Kronologi Pembobolan</strong></p>
<p>Sebelumnya, Kuasa hukum Jan Hwa Diana, Andre Rian Hidayanto, menjelaskan bahwa kasus pembobolan baru diketahui saat penyelesaian izin tanda daftar gudang (TDG) pada Selasa (19/8/2025). </p>
<p>Saat segel Pemkot dilepas untuk finalisasi izin, kondisi di dalam gudang UD Sentoso Seal, Jalan Margomulyo Industri II Nomor 32, Asemrowo, ditemukan berantakan.</p>
<p>"Setelah itu kami mengecek di dalam ternyata keadaan di dalam sudah terbobol oleh maling," ungkap Andre, Minggu (24/8/2025) malam.</p>
<p>Barang-barang yang raib di antaranya satu sepeda motor, lima monitor, kabel kuningan, AC, mesin pompa air, puluhan paket oil seal, komponen bearing, hingga berbagai onderdil mesin lain.</p>
<p>Kerugian ditaksir mencapai Rp 5 miliar dan masih bisa bertambah seiring pemeriksaan stok barang secara menyeluruh.</p>
<p>Kuasa hukum lain dari pihak Jan Hwa Diana, Elok Dwi Kadja, menuturkan pelaku diduga lebih dari satu orang. Mereka masuk melalui pagar samping dengan merusak kawat berduri, kemudian mengendap lewat plafon bangunan.</p>
<p>"Recorder dari CCTV kemudian diambil sama pelaku lalu <em>dicemplungkan</em> ke dalam tandon air untuk menghilangkan jejak," jelas Elok.</p>
<p>Selain itu, pelaku juga merusak pagar, gerbang, hingga instalasi listrik untuk mematikan kamera pengawas. Atas kejadian tersebut, pihak Diana melaporkan kasus ini ke Polda Jatim dengan dugaan pelanggaran Pasal 362 dan Pasal 363 KUHP tentang pencurian dengan pemberatan.</p>
<p><strong>Segel Akan Dibuka Sementara</strong></p>
<p>Menanggapi laporan tersebut, Wakil Wali Kota Surabaya Armuji atau Cak Ji mengaku terkejut dengan nilai kerugian yang disebut mencapai miliaran rupiah, bahkan Cak Ji sempat berkelakar bahwa apakah pencuri itu membawa truk untuk mencuri hingga kerugian sebanyak itu.</p>
<p>"Waduh sampai Rp 5 miliar? Lah, yang tahu situasi dan kondisinya kan orang-orang dalam situ juga loh. Kalau sampai kemalingan sampai miliaran gitu, lah itu malingnya bawa truk atau gimana kok sampai Rp 5 miliar," ujarnya, Selasa (26/8/2025).</p>
<p>Menurutnya, gudang yang selama ini dalam status segel karena kasus ijazah itu sebenarnya sudah memiliki pengamanan standar. Hal tersebut diungkapkan oleh Cak Ji karena dirinya berulang kali ke gudang tersebut saat polemik soal penahanan ijazah.</p>
<p>"Dia punya satpam, penjaga gudang secara umum juga ada, itu kan sudah cukup untuk pengamanan di gudang seperti itu. Gudang-gudang lainnya juga <em>enggak</em> ada yang kemalingan kok," tambahnya.</p>
<p>Armuji menilai proses hukum harus berjalan agar dugaan pencurian bisa terang. Karena itu, ada kemungkinan gudang yang sebelumnya disegel akan dibuka sementara.</p>
<p>"Ya kalau dibuka sementara iyalah, untuk diusut kasus pencuriannya seperti apa, bagaimana modusnya, kan nanti polisi lebih tahu itu," kata dia.</p>
<p>Ia berharap penyelidikan polisi bisa memanfaatkan rekaman CCTV maupun keterangan saksi, termasuk penjaga gudang. </p>
<p>"Ya kalau kemalingan ya diusut saja, malingnya di mana, kan ada penjaganya dan juga pasti ada CCTV di dalamnya," pungkas Armuji. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Viral Aksi KDRT yang Terekam CCTV di Surabaya, Suami Resmi Ditahan</title>
<link>https://suarajatimpost.com/viral-aksi-kdrt-yang-terekam-cctv-di-surabaya-suami-resmi-ditahan</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/viral-aksi-kdrt-yang-terekam-cctv-di-surabaya-suami-resmi-ditahan</guid>
<description><![CDATA[ Suami di Surabaya ditetapkan tersangka setelah rekaman CCTV memperlihatkan dirinya menyiksa istri lebih dari 20 kali, bahkan saat korban hamil tujuh bulan disaksikan anaknya. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202508/image_870x580_68ad6762e5271.webp" length="8926" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Tue, 26 Aug 2025 16:22:34 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ryan Ramadhan</dc:creator>
<media:keywords>KDRT, Kekerasan Rumah Tangga, Surabaya, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SURABAYA, SJP — </strong>Video kasus kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) yang menimpa seorang wanita berinisial IGF (32) di Surabaya viral di media sosial. Suaminya, AAS (40), yang bekerja sebagai pegawai bank swasta, kini resmi ditetapkan sebagai tersangka setelah aksi brutalnya viral di media sosial. </p>
<p>"Betul sudah ditetapkan sebagai tersangka. Saat ini pelaku sudah ditahan," kata Kasi Humas Polrestabes Surabaya AKP Rina Shanty Dewi, Selasa (26/8/2025).</p>
<p>Polrestabes Surabaya mengungkapkan bahwa kekerasan terjadi berulang kali sejak Desember 2023 hingga Januari 2025. Tindakan pelaku tidak hanya berupa tamparan, tetapi juga mencekik, membanting, hingga memukul menggunakan bantal. </p>
<p>Mirisnya, beberapa kejadian peristiwa terjadi ketika korban tengah hamil tujuh bulan dan disaksikan langsung oleh anak mereka yang masih dibawah umur.</p>
<p>Dugaan adanya isu perselingkuhan sempat mencuat di tengah publik. Namun polisi menegaskan motif KDRT tersebut murni disebabkan oleh percekcokan dalam rumah tangga. Perselisihan yang terjadi berulang kemudian berujung pada tindak kekerasan fisik.</p>
<p>"Sementara belum ada laporan mengenai perselingkuhan, ya percekcokan kecil saja rumah tangga. Kekerasan dilakukan pelaku terhadap korban sejak 2023 hingga 2025," jelas Kasatreskrim Polrestabes Surabaya AKBP Edy Herwiyanto.</p>
<p>Tidak jarang, perselisihan sepele memicu AAS melakukan pemukulan terhadap istrinya. Meski tidak setiap hari terjadi, tetapi tindakan itu berulang dan meninggalkan luka fisik serta psikis bagi korban.</p>
<p>"Tidak intens memukul, tetapi memang manakala terjadi perselisihan kecil, sepele akhirnya dilanjutkan dengan kekerasan menggunakan fisik," tambahnya.</p>
<p>Korban melalui kuasa hukumnya menegaskan bahwa ia telah mengalami tindak kekerasan lebih dari 20 kali. Luka yang ditinggalkan bukan hanya di tubuh, tetapi juga dalam kondisi psikologisnya.</p>
<p>“Yang paling membekas itu tentunya pada saat yang hamil 7 bulan ya, korban dianiaya suaminya dan disaksikan anaknya langsung,” ungkap kuasa hukum korban, Andrian Dimas Prakoso.</p>
<p>Karena itu, pihak korban menolak upaya mediasi. Apalagi hingga saat ini pelaku belum menyampaikan permohonan maaf resmi.</p>
<p>"Apalagi dari pihak terlapor juga belum menyampaikan permohonan maaf secara resmi ke pihak korban," tegasnya.</p>
<p>Akibat kekerasan yang berkepanjangan, hubungan rumah tangga IGF dan AAS semakin renggang. Korban memilih meninggalkan rumah sejak April 2025 dan kini mendapat pendampingan hukum serta pemeriksaan psikis dari kepolisian. Lokasi kejadian sendiri berada di kawasan Jalan Lebak Agung, Kecamatan Tambaksari, Surabaya.</p>
<p>Korban telah menjalani pemeriksaan psikis oleh psikiater. Pemeriksaan serupa juga akan dipertimbangkan untuk anak-anak korban yang ikut terdampak secara mental.</p>
<p>Atas perbuatannya, AAS dijerat dengan Pasal 44 ayat 1 huruf E Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2004 tentang Kekerasan dalam Rumah Tangga dengan ancaman pidana maksimal lima tahun penjara. (*)</p>
<p><strong>Editor: Ali Wafa</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Mengenal Buchaechum, Tarian Kipas Tradisional dari Korea Selatan</title>
<link>https://suarajatimpost.com/mengenal-buchaechum-tarian-kipas-tradisional-dari-korea-selatan-24416</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/mengenal-buchaechum-tarian-kipas-tradisional-dari-korea-selatan-24416</guid>
<description><![CDATA[ Pesona anggun tarian kipas Buchaechum bukan sekadar hiburan, melainkan pesan agar tradisi tetap hidup di tengah derasnya arus budaya populer. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202508/image_870x580_68a99b0c0d8d8.webp" length="109270" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sat, 23 Aug 2025 20:01:21 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ryan Ramadhan</dc:creator>
<media:keywords>Buchaechum, Korea, Korea Selatan, Korean Wave, Hallyu, Surabaya, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SURABAYA, SJP —</strong> <em>Korean Wave</em> (<em>Hallyu</em>) sudah lama menyihir masyarakat dunia, termasuk Indonesia. Beragam budaya populer Korea seperti musik<em> K-Pop</em>, drama, film, hingga kuliner dari Negeri Ginseng kian mendominasi ruang hiburan dan gaya hidup generasi muda.</p>
<p>Namun, di balik sorotan budaya populer itu, ada warisan tradisional Korea yang tak kalah memikat dan layak terus dilestarikan. Salah satunya adalah <em>Buchaechum</em> (부채춤), tarian kipas tradisional yang menampilkan keindahan gerakan penuh makna.</p>
<p>Kota Surabaya merupakan salah satu kota yang beruntung, karena dalam acara perayaan 10 tahun King Sejong Institute (KSI) Surabaya di Universitas Kristen Petra, Kota Pahlawan menjadi panggung dari pesona <em>Buchaechum</em>.</p>
<p>Buchaechum adalah tarian kreasi yang lahir pada tahun 1954 dari tangan seniman Kim Baek-Bong. Meski tergolong muda dalam sejarah seni Korea, tarian tersebut mendapat tempat istimewa sebagai salah satu representasi budaya tradisional Korea Selatan.</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202508/image_870x_68a99c3d6274c.webp" alt=""></p>
<p>Biasanya dibawakan oleh sekelompok perempuan, tarian ini menonjolkan harmoni gerakan. Para penari mengenakan hanbok berwarna cerah, sambil memainkan kipas besar berhias bunga peony. </p>
<p>Dengan formasi melingkar, kipas-kipas itu membentuk ilusi bunga mekar, ombak, atau pola indah lainnya, menghadirkan gambaran alam yang sarat filosofi tentang keanggunan dan kebersamaan.</p>
<p>Buchaechum juga merefleksikan cara masyarakat Korea memandang estetika, yakni anggun, tertib, dan menyatu dengan alam. Karena itu, setiap penampilan <em>Buchaechum</em> tidak hanya sekadar hiburan, tetapi juga pertunjukan budaya yang penuh makna.</p>
<p>Pesona Buchaechum sempat hadir di Surabaya saat perayaan 10 tahun King Sejong Institute (KSI) Surabaya di Universitas Kristen Petra. Sebanyak 11 penari tampil anggun diiringi lagu tradisional Korea berjudul <em>Areumdaun Nara, </em>yang berarti Negara yang Indah.</p>
<p>Hilda, salah satu penari yang juga alumni KSI 2016, menjelaskan bahwa Buchaechum bukan hanya sebatas gerakan tari yang indah, melainkan juga membawa pesan tentang pelestarian budaya.</p>
<p>"Tarian tradisional seperti ini itu harus dilestarikan dan disebarkan, <em>Buchaechum</em> itu hanya salah satu contoh, tapi tiap negara itu harus punya semangat yang sama untuk melestarikan budaya asli mereka," terang Hilda, Sabtu (23/8/2025).</p>
<p>Hilda mengaku, <em>Buchaechum</em> sangatlah menarik untuk dipelajari. Meski menemukan tantangan, Hilda dan 10 rekannya bangga bisa menampilkan tarian asli negeri gingseng itu di acara tersebut.</p>
<p>"Kita mulai latihan dari bulan April ya. Setiap Sabtu kita latihan. Pelatihnya itu orang Korea namanya Kwon Ji-Hyun," ujarnya.</p>
<p>Kebanggaan serupa dirasakan oleh Farah, peserta kelas budaya <em>Sejong Culture Academy</em>. Meski ia bukan murid KSI yang merupakan tuan rumah acara tersebut, namun bisa menarikan tarian khas Korea di hadapan masyarakat Indonesia adalah pengalaman membanggakan.</p>
<p>"Bangganya itu juga karena dengan begitu, saya jadi bisa memperkenalkan budaya dari Korea ke masyarakat Indonesia," tambahnya</p>
<p>Pertunjukan <em>Buchaechum</em> di Surabaya membuktikan bahwa budaya Korea tidak berhenti pada K-Pop dan drama, melainkan ada warisan tradisional yang sama memikatnya. </p>
<p>Lebih jauh, <em>Buchaechum</em> seakan memberi cermin bagi masyarakat Indonesia. Jika Korea bisa memperkenalkan tarian tradisionalnya ke dunia di tengah gempuran budaya pop modern, maka Indonesia pun mestinya tak kalah sigap merawat dan mempopulerkan warisan seninya. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor: Ali Wafa</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Penuh Anak Muda, Open House Wisma Jerman Ajak Surabaya Kenali Negeri Inovasi</title>
<link>https://suarajatimpost.com/penuh-anak-muda-open-house-wisma-jerman-ajak-surabaya-kenali-negeri-inovasi</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/penuh-anak-muda-open-house-wisma-jerman-ajak-surabaya-kenali-negeri-inovasi</guid>
<description><![CDATA[ Ramai sejak pagi, Open House Wisma Jerman 2025 memotret antusiasme anak muda Surabaya yang kian serius menyiapkan jalan ke negeri inovasi. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202508/image_870x580_68a9846984244.webp" length="23300" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sat, 23 Aug 2025 18:04:30 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ryan Ramadhan</dc:creator>
<media:keywords>Wisma Jerman, Bahasa Jerman, Jerman, Ausbildung, Mike Neuber, Surabaya, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SURABAYA, SJP — </strong>Jerman dikenal luas sebagai salah satu negara paling inovatif di dunia. Dari penemuan mesin cetak Johannes Gutenberg, teori relativitas Albert Einstein, hingga vaksin Covid-19 pertama dari BioNTech, negeri ini telah melahirkan berbagai inovasi yang mengubah peradaban manusia.</p>
<p>Semangat itulah yang coba dibawa oleh Wisma Jerman ke Surabaya melalui gelaran Open House mereka di tahun 2025. Acara yang digelar pada Sabtu (23/8/2025), di Wisma Jerman itu mengangkat tema “Deutsch-Sprache der Innovation” atau “Bahasa Jerman adalah Bahasa Inovasi”.</p>
<p>Direktur Wisma Jerman, Mike Neuber, mengatakan bahwa tema inovasi dipilih tidak hanya karena sesuai dengan karakter bangsa Jerman, namun karena tema inovasi selalu relevan sepanjang waktu.</p>
<p>"Inovasi sudah dari dulu sangat penting, tapi rasanya semakin penting juga untuk bisa sukses pada zaman sekarang," jelas Neuber, Sabtu (23/8/2025).</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202508/image_870x_68a984631a556.webp" alt=""></p>
<p>"Jerman juga terkenal inovatif, jadi kami berharap dengan tema yang kami angkat di Open House, bisa memotivasi masyarakat Surabaya dan sekitarnya untuk mengenal inovasi dan budaya Jerman lebih dalam," imbuhnya.</p>
<p>Mike menyebut Open house tahun 2025 menghadirkan berbagai kegiatan menarik, mulai dari permainan legendaris Rally Wisma Jerman, games interaktif, kursus kilat bahasa Jerman gratis (Schnupperkurs), konsultasi studi ke Jerman, konsultasi kursus serta ujian bahasa Jerman, hingga konsultasi Ausbildung dan pra-integrasi. </p>
<p>"Jadi kegiatannya lengkap, untuk masyarakat yang hanya sekadar suka dengan Jerman, atau masyarakat yang memang berniat pergi ke Jerman ada," papar Mike.</p>
<p>Adapun kehadiran sejumlah komunitas lokal yang memamerkan inovasi mereka, seperti Surabaya Astronomy Club yang menjelaskan peran Jerman di bidang astronomi, Aksi Cinta Indonesia (ACI) dan Ekoton menampilkan inovasi untuk pelestarian lingkungan.</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202508/image_870x_68a988984cd78.webp" alt=""></p>
<p>Selain itu, ada juga penampilan dari Komunitas Mata Hati, dan seniman Doddy Hernanto atau Mr. D yang menghadirkan karya seni berbasis QR Code.</p>
<p>"Kehadiran komunitas yang penuh inovasi itu juga sejalan dengan tema yang diangkat, agar lebih menikmati acara kami tentunya juga menghadirkan suguhan kuliner khas Jerman" </p>
<p>Mike juga mengungkapkan bahwa antusiasme masyarakat terlihat berbeda dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Menurut Neuber, sejak pintu dibuka pukul 09.30, ruang acara sudah penuh sebelum resmi dimulai. </p>
<p>Hal itu dinilainya sebagai bukti meningkatnya minat masyarakat untuk belajar bahasa maupun melanjutkan studi dan karier ke Jerman.</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202508/image_870x_68a984989fc74.webp" alt=""></p>
<p>"Banyak orang sekarang lebih tahu tentang Jerman. Program Ausbildung dan peluang kuliah berbiaya rendah membuat mereka tertarik, apalagi ada kesempatan mendapatkan penghasilan langsung dalam bentuk Euro di sana," ujarnya.</p>
<p>Melalui gelaran tahunan Open House, Wisma Jerman berharap pengunjung pulang dengan pengetahuan dan motivasi baru.</p>
<p>"Harapan kami, mereka mendapatkan sesuatu yang berguna ke depan, baik untuk memenuhi impian pergi ke Jerman maupun wawasan baru yang bisa menginspirasi," tutup Neuber.</p>
<p>Antusiasme masyarakat Surabaya yang memenuhi Open House Wisma Jerman di tahun 2025 sejak pagi memberi sinyal jelas bahwa semakin banyak yang menimbang serius masa depan ke liar negeri, khususnya negeri panzer yang inovatif itu.</p>
<p>Pertanyaannya, ketika begitu banyak anak muda bergegas menyiapkan bahasa, studi, dan karier ke luar negeri seperti Jerman, apakah mereka ingin menimba ilmu untuk kembali, atau pergi seperti tagar yang sempat viral di awal tahun 2025 ini? <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor: Ali Wafa</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Jawa Timur Jadi Pasar Strategis, GIIAS Kembali Hadir di Surabaya dengan 7 Merek Baru</title>
<link>https://suarajatimpost.com/jawa-timur-jadi-pasar-strategis-giias-kembali-hadir-di-surabaya-dengan-7-merek-baru</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/jawa-timur-jadi-pasar-strategis-giias-kembali-hadir-di-surabaya-dengan-7-merek-baru</guid>
<description><![CDATA[ Jawa Timur menyumbang 9,5 persen penjualan kendaraan nasional, potensi ini membuat GAIKINDO menghadirkan GIIAS Surabaya 2025 dengan tujuh merek baru sebagai bukti kepercayaan industri. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202508/image_870x580_68a984e1eb0f3.webp" length="49442" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sat, 23 Aug 2025 17:18:42 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ryan Ramadhan</dc:creator>
<media:keywords>GAIKINDO, GIIAS, GIIAS Surabaya, Otomotif, Surabaya, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SURABAYA, SJP —</strong> Potensi besar pasar otomotif di Jawa Timur kembali menjadi alasan Surabaya dipercaya sebagai tuan rumah ajang pameran otomotif bergengsi Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) Surabaya 2025. </p>
<p>Provinsi Jatim secara konsisten masuk tiga besar distribusi kendaraan secara nasional, dengan kontribusi 9,5 persen terhadap total penjualan kendaraan di Indonesia periode Januari–Mei 2025.</p>
<p>Hal tersebut diungkapkan oleh Sekretaris Umum GAIKINDO, Kukuh Kumara. Kukuh menambahkan bahwa kembalinya GIIAS Surabaya 2025 juga merupakan upaya untuk memaksimalkan potensi tersebut dan mendorong peran Jawa Timur dalam memperkuat capaian industri otomotif nasional.</p>
<p>"Jawa Timur adalah pasar potensial yang sangat besar. Dari sisi distribusi kendaraan secara nasional, provinsi ini konsisten masuk tiga besar. Bahkan kontribusinya mencapai 9,5 persen dari total penjualan nasional," jelas Kukuh, saat dikonfirmasi pada Sabtu (23/8/2025).</p>
<p>Pameran GIIAS Surabaya 2025 dijadwalkan berlangsung 27–31 Agustus 2025 di Grand City Convex, Surabaya. Ini menjadi tahun ke-10 berturut-turut Surabaya dipercaya sebagai salah satu tuan rumah rangkaian GIIAS The Series.</p>
<p>Tahun 2025 ini, sebanyak 30 merek kendaraan akan meramaikan GIIAS Surabaya 2025. Dari jumlah itu, 21 merek berasal dari kendaraan penumpang seperti AION, BAIC, BYD, Chery, Citroen, Daihatsu, Denza, Geely, GWM, Honda, Jaecoo, Lexus, Mazda, MG, Mitsubishi Motors, Nissan, Seres, Suzuki, Toyota, Vinfast, dan Wuling.</p>
<p>Dari segmen kendaraan komersial, DFSK ikut berpartisipasi. Sementara delapan merek roda dua yang hadir yakni Aprilia, Kupprum, Moto Guzzi, Piaggio, Royal Enfield, Scomadi, United E-Motor, dan Vespa.</p>
<p>Sebanyak tujuh merek baru untuk pertama kalinya tampil di GIIAS Surabaya, terdiri dari AION, BAIC, Denza, Geely, GWM, Jaecoo, serta Scomadi dari roda dua. Kehadiran merek-merek ini dinilai sebagai bukti bahwa Jawa Timur semakin dilirik oleh pelaku industri otomotif.</p>
<p>"Kehadiran merek-merek baru ini tidak hanya memperluas pilihan kendaraan bagi konsumen, tetapi juga mencerminkan keyakinan industri bahwa Jawa Timur mampu menopang pertumbuhan otomotif nasional," ujar Kukuh.</p>
<p>Selain kendaraan bermotor, 14 merek industri pendukung juga ikut serta dengan membawa produk dan teknologi terbaru, termasuk yang sudah lebih dulu diperkenalkan di GIIAS 2025 BSD, Tangerang.</p>
<p>GIIAS Surabaya merupakan seri kedua dari rangkaian GIIAS The Series 2025 yang berlangsung di lima kota strategis. Setelah Tangerang (24 Juli–3 Agustus), Surabaya menjadi tuan rumah pada 27–31 Agustus, disusul Semarang (24–28 September), Bandung (1–5 Oktober), dan Makassar (5–9 November).</p>
<p>Tiket GIIAS Surabaya sendiri tersedia secara online melalui aplikasi Auto360. Penjualan pre-sale dibuka pada 19–21 Agustus 2025 pukul 17.00 WIB dengan harga Rp15.000 (weekdays) dan Rp20.000 (weekend). </p>
<p>Setelah itu berlaku tarif reguler Rp25.000 (weekdays/Rabu–Jumat) dan Rp40.000 (weekend/Sabtu–Minggu). Tiket on the spot juga tersedia dengan harga Rp35.000 (weekdays) dan Rp50.000 (weekend).</p>
<p>Dengan potensi pasar yang terus tumbuh, dukungan berbagai sponsor, dan kehadiran merek-merek baru, GIIAS Surabaya 2025 diproyeksikan menjadi momentum strategis yang semakin memperkuat posisi Jawa Timur dalam peta industri otomotif nasional. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor: Ali Wafa</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Universitas Ciputra Dorong Wisata Budaya di Desa Peniwen Malang</title>
<link>https://suarajatimpost.com/universitas-ciputra-dorong-wisata-budaya-di-desa-peniwen-malang</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/universitas-ciputra-dorong-wisata-budaya-di-desa-peniwen-malang</guid>
<description><![CDATA[ Desa Peniwen diharapkan menjadi contoh desa wisata budaya yang mampu menyeimbangkan antara pelestarian tradisi dengan pengembangan ekonomi kreatif. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202508/image_870x580_68a715bbc5db1.webp" length="38374" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 21 Aug 2025 23:20:49 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ryan Ramadhan</dc:creator>
<media:keywords>Universitas Ciputra, UC, Abdimas, PKM, Desa Peniwen, Malang, Surabaya, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SURABAYA, SJP — </strong>Universitas Ciputra (UC) Surabaya bersama masyarakat Desa Peniwen, Kecamatan Kromengan, Kabupaten Malang, melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) dengan tema “PKM Pokdarwis Gesang Selaras Desa Peniwen, Kecamatan Kromengan Kabupaten Malang dalam Mengembangkan Inovasi Atraksi Wisata Budaya Berbasis Kearifan Lokal”. </p>
<p>Kegiatan tersebut diikuti oleh 40 warga Desa Peniwen dan Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Gesang Selaras, yang berfokus pada penguatan kapasitas masyarakat dalam menciptakan atraksi wisata berbasis budaya lokal. </p>
<p>Melalui program itu, diharapkan Desa Peniwen dapat semakin dikenal sebagai destinasi wisata budaya yang autentik, berkelanjutan, dan memiliki daya tarik unik di Kabupaten Malang.</p>
<p>Program tersebut dilaksanakan oleh tim dosen Universitas Ciputra Surabaya yang terdiri dari Hari Minantyo selaku ketua, serta Thomas S. Kaihatu dan Devina Irtanto sebagai anggota beserta mahasiswa Ham Sylvia Cindy Hartono, Queen Allysha Stelson dan Rafi Nawfal Pasha. PKM ini merupakan hibah dari Kemendiktisaintek tahun 2025. </p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202508/image_870x_68a715c130dc1.webp" alt=""></p>
<p>"Melalui kegiatan ini, kami ingin mendorong masyarakat Desa Peniwen agar semakin percaya diri dalam menggali potensi budaya yang dimiliki, sehingga mampu menjadi atraksi wisata unggulan sekaligus memperkuat ekonomi lokal," ujar Hari Minantyo selaku ketua pelaksana, Kamis (21/8/2025).</p>
<p>Dalam pelaksanaannya, warga dilibatkan secara aktif melalui diskusi, lokakarya, dan praktik langsung dalam merancang serta mengembangkan atraksi wisata berbasis kearifan lokal. </p>
<p>Pendekatan partisipatif ini diharapkan dapat memperkuat rasa memiliki masyarakat terhadap potensi wisata desa mereka, sekaligus menjaga kelestarian nilai-nilai tradisi yang ada. </p>
<p>Dengan adanya program ini, Universitas Ciputra menegaskan komitmennya untuk terus berkontribusi dalam pembangunan masyarakat melalui sinergi akademisi, pemerintah, dan komunitas lokal. </p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202508/image_870x_68a715b5a4e67.webp" alt=""></p>
<p>Desa Peniwen diharapkan menjadi contoh desa wisata budaya yang mampu menyeimbangkan antara pelestarian tradisi dengan pengembangan ekonomi kreatif.</p>
<p>Kegiatan ini berfokus pada dua aspek utama, yaitu pertama, penguatan kapasitas SDM dan kelembagaan Pokdarwis Gesang Selaras sebagai motor penggerak pariwisata desa, serta kedua, pelatihan pengolahan bahan pangan lokal menjadi produk inovatif seperti abon, dendeng, dan siomay berbasis hasil pertanian dan potensi lokal. </p>
<p>Dalam kegiatan penguatan kapasitas SDM dan kelembagaan Pokdarwis, tim PKM memberikan pembekalan mengenai storytelling, travel pattern, paket wisata, hingga pemanfaatan teknologi komunikasi untuk memperlancar operasional perjalanan wisata desa. </p>
<p>Harapannya, anggota Pokdarwis mampu mengelola potensi wisata budaya desa secara lebih profesional dan berkelanjutan.</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202508/image_870x_68a715b92ad9f.webp" alt=""></p>
<p>Sementara itu, pelatihan pengolahan bahan pangan lokal dilakukan untuk meningkatkan nilai tambah produk pangan lokal sekaligus memperluas peluang usaha kuliner di kalangan warga Desa Peniwen. Peserta dilatih mengolah bahan pangan lokal menjadi produk bernilai jual tinggi, seperti abon, dendeng, dan siomay. </p>
<p>"Produk ini tidak hanya menjadi bagian dari kuliner khas wisata Desa Peniwen, tetapi juga membuka peluang ekonomi kreatif bagi masyarakat setempat," pungkas Hari Minantyo. <strong>(adv)</strong></p>
<p><strong>Editor: Ali Wafa</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>UKWMS Kembangkan Riset Stem Cell untuk Kesehatan Regeneratif</title>
<link>https://suarajatimpost.com/ukwms-kembangkan-riset-stem-cell-untuk-kesehatan-regeneratif</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/ukwms-kembangkan-riset-stem-cell-untuk-kesehatan-regeneratif</guid>
<description><![CDATA[ UKWMS jadi pionir riset stem cell Indonesia, libatkan mahasiswa S1 hingga hasilkan sekretom untuk penyembuhan luka, kesehatan mata, dan inovasi anti-aging. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202508/image_870x580_68a713dd7e57f.webp" length="22488" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 21 Aug 2025 23:02:15 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ryan Ramadhan</dc:creator>
<media:keywords>Universitas Katolik Widya Mandala, UKWMS, Stem Cell, Surabaya, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SURABAYA, SJP —</strong> Dunia medis Indonesia terus menunjukkan kemajuan. Salah satunya datang dari Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya (UKWMS) yang menghadirkan terobosan riset <em>stem cell </em>(sel punca) di bidang kesehatan regeneratif.</p>
<p>Menariknya, UKWMS berhasil mengintegrasikan riset tersebut ke dalam pembelajaran jenjang Strata-1 (S1). Artinya, riset kelas dunia yang lazimnya hanya dapat dipraktikkan di tingkat pascasarjana, kini bisa diakses lebih dini oleh mahasiswa.</p>
<p>Diketahui, <em>Stem cell</em> atau sel punca adalah sel dasar yang mampu berkembang menjadi berbagai jenis sel tubuh. Dari penelitian terbaru, UKWMS difokuskan pada "<em>mesenchymal stem cell"</em> (MSC) yang berasal dari tali pusar. </p>
<p>MSC tersebut menghasilkan sekretom, yaitu faktor bioaktif yang terbukti mempercepat penyembuhan luka dan memiliki potensi besar di bidang kesehatan regeneratif serta estetika.</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202508/image_870x_68a713d836fcb.webp" alt=""></p>
<p>Sekretom itulah yang sedang dikembangkan menjadi berbagai produk aplikasi, mulai dari tetes mata untuk mencegah mata kering, masker wajah anti-aging, hingga hydrogel untuk penyembuhan luka.</p>
<p>Wakil Dekan II Fakultas Farmasi UKWMS, Dr. Yudy Tjahjono, menjelaskan bahwa riset <em>stem cell</em> yang dirinya inisiasi bersama kelompoknya berawal dari proyek biogerontologi untuk meningkatkan kualitas hidup lansia.</p>
<p>"Tujuan awal penelitian ini adalah untuk wellbeing orang lanjut usia. Dari sini kami memperkenalkan mesenchymal stem cell dari tali pusar sebagai salah satu tonggak penelitian kami," kata Dr. Yudy, Kamis (21/8/2025).</p>
<p>Menurutnya, proses tersebut dilakukan dengan kerja sama lintas fakultas dan rumah sakit (RS), khususnya RS Umum Gotong Royong. Mulai dari screening pasien donor oleh dokter, isolasi tali pusar, karakterisasi sel punca, hingga pengolahan sekretom.</p>
<p>"Uji preklinis sudah kami lakukan pada hewan coba, hasilnya nyata membantu penyembuhan luka. Selanjutnya kami menyiapkan tahap uji klinis," tambahnya.</p>
<p>Pengambilan sampel tali pusar tentu melalui prosedur medis dan etis yang ketat. dr. Sianty Dewi, spesialis obstetri ginekologi UKWMS, menjelaskan bahwa tidak semua pasien bisa menjadi donor.</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202508/image_870x_68a713caa03e2.webp" alt=""></p>
<p>"Kriteria tali pusar yang ideal adalah bebas dari infeksi menular seksual, toksoplasma, rubella, dan ibu dalam kondisi sehat tanpa diabetes atau hipertensi," jelas dr. Sianty.</p>
<p>"Semua pasien juga kami ajak berdiskusi, dan hanya jika bersedia mereka menandatangani informed consent (persetujuan tindakan)," sambungnya.</p>
<p>Dia menambahkan, bila ada komplikasi saat persalinan seperti pendarahan atau infeksi, maka otomatis sampel tidak bisa digunakan. </p>
<p>"Kami hanya mengambil sekitar 10–15 cm junction antara plasenta dan tali pusar. Sisanya kami kembalikan ke pasien atau dibuang sesuai tata cara limbah medis,” katanya.</p>
<p>Stem cell dan sekretom hasil riset UKWMS kini sudah masuk tahap aplikasi nyata. dr. Hendy Wijaya, dosen bidang klinis Fakultas Farmasi, menyebutkan stem cell bukan hanya untuk meringankan gejala, tapi bisa jadi solusi penyakit degeneratif.</p>
<p>"Stem cell mampu menjadi solusi nyata, termasuk untuk proses penuaan. Ke depan kami akan berkolaborasi dengan pakar kosmetika dan estetika," ujar dr. Hendy.</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202508/image_870x_68a713d167cbf.webp" alt=""></p>
<p>Hal senada disampaikan Dr. dr. Bernadette Dian Novita atau akrab disapa dr. Vita dari Fakultas Kedokteran UKWMS. Ia menegaskan, hasil riset ini ditujukan untuk masyarakat luas. </p>
<p>"Kami ingin hasil riset tidak berhenti di laboratorium, tetapi hadir sebagai solusi yang benar-benar bisa dirasakan masyarakat," kata dr. Vita.</p>
<p>Terlebih karena Riset tersebut juga mendapat dukungan penuh dari pimpinan UKWMS, yakni Rektor Sumi Wijaya, Dekan Fakultas Farmasi Martha Ervina, serta Dekan Fakultas Kedokteran Laksamana Pertama TNI Purn dr. Herjunianto.</p>
<p>dr. Vita optimistis, penelitian yang dikembangkan oleh UKWMS akan menjadi tonggak penting di Indonesia. Ditambah, salah satu keunggulan UKWMS adalah membuka ruang bagi mahasiswa S1 untuk terjun langsung dalam riset tersebut.</p>
<p>"Inilah bentuk komitmen UKWMS untuk mempersiapkan generasi ilmuwan dan tenaga kesehatan yang siap bersaing di tingkat global," pungkas dr. Vita. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor: Ali Wafa</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Pemkot Surabaya Pastikan Larangan Parkir Tak Pengaruhi Ramainya Jalan Tunjungan</title>
<link>https://suarajatimpost.com/pemkot-surabaya-pastikan-larangan-parkir-tak-pengaruhi-ramainya-jalan-tunjungan</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/pemkot-surabaya-pastikan-larangan-parkir-tak-pengaruhi-ramainya-jalan-tunjungan</guid>
<description><![CDATA[ Pemkot Surabaya pastikan Jalan Tunjungan tetap ramai meski parkir tepi jalan dilarang, dengan solusi tambahan kantong parkir berkapasitas ribuan kendaraan di sekitar kawasan. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202508/image_870x580_68a715c515793.webp" length="82562" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 21 Aug 2025 22:34:47 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ryan Ramadhan</dc:creator>
<media:keywords>Tunjungan Romansa, Jalan Tunjungan, Tunjungan, TJU, Parkir, Save Tunjungan, Eri Cahyadi, Surabaya, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SURABAYA, SJP — </strong>Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya menanggapi polemik larangan parkir di Tepi Jalan Umum (TJU) Jalan Tunjungan yang menuai keluhan dari sejumlah pelaku usaha. Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, memastikan aturan itu tidak mengurangi jumlah pengunjung ke kawasan ikonik tersebut.</p>
<p>"Kalau itu (penjual yang protes imbas larangan parkir TJU) tidak semuanya ya. Bahkan Jalan Tunjungan tetap ramai," kata Eri, saat dikonfirmasi pada Kamis (21/8/2025).</p>
<p>Menurutnya, larangan parkir di TJU justru langkah tepat untuk menjaga kelancaran lalu lintas. Pemkot telah menyiapkan sejumlah kantong parkir resmi di sekitar kawasan, mulai dari Gedung Siola hingga bekas Kantor Badan Pertanahan Nasional (BPN).</p>
<p>"Ada di Siola dan di sebelah Siola, ada di bekas Kantor BPN. Ada banyak titik yang sudah kami siapkan dan tidak jauh dan memang di Siola. Tapi, tidak di tepi jalan umum," jelasnya.</p>
<p>"Pertanyaan saya, kalau di tepi jalan umum logikanya, berapa kendaraan sih? Berarti kan tidak pengaruh itu," tambah Eri.</p>
<p>Eri juga menegaskan mayoritas pengusaha di Jalan Tunjungan tidak mengalami penurunan omzet setelah larangan parkir berlaku. </p>
<p>"Maka tugas kita adalah bagaimana menjaga itu tetap terjadi, tidak ada yang parkir di TJU saja penuh jalannya, apalagi ada yang parkir," tegasnya.</p>
<p>Pernyataan Eri itu sekaligus menanggapi maraknya poster protes dari beberapa kafe dan restoran yang dipasang di pintu masuk toko. Poster itu berisi tulisan “Save Tunjungan”, “Selamatkan Tunjungan”, hingga “Satu Tujuan Satu Tunjungan” dan ramai beredar di media sosial.</p>
<p>Guna mengatasi keluhan pengunjung yang merasa kesulitan parkir, Dinas Perhubungan (Dishub) Surabaya memastikan akan membuka kantong parkir baru di sekitar Jalan Tunjungan. </p>
<p>Kepala UPTD Parkir TJU Dishub Surabaya, Jeane Mariane Taroreh, menyebut salah satu lokasi yang dipertimbangkan adalah Jalan Genteng Besar.</p>
<p>“Tapi (di Jalan Genteng Besar) akan didata ulang untuk kapasitasnya. Kantong parkir sebelum Mumuso juga banyak daya tampung untuk roda 2 dan 4,” ujar Jeane.</p>
<p>Selain itu, Dishub menyiapkan lahan kosong di dalam gang seberang Kantor BPN. Sejumlah titik kantong parkir sebenarnya sudah tersedia dengan kapasitas yang cukup besar.</p>
<p>Jeane merinci, Gedung Siola mampu menampung 255 mobil dan 800 motor, Jalan Tanjung Anom 800 motor, Gedung TEC 200 mobil dan 300 motor, Jalan Genteng Besar 20 mobil dan 100 motor, Kantor BPN 15 mobil dan 100 motor, serta Pasar Tunjungan 100 motor.</p>
<p>“Untuk sementara kapasitas (total) mobil 490 dan sepeda motor 2.250 yang tersebar di 6 titik seperti data, dan masih ada beberapa lokasi yang belum masuk dalam data,” tambahnya.</p>
<p>Dengan tambahan kantong parkir itu, Pemkot berharap masyarakat tetap nyaman berkunjung tanpa harus mengandalkan parkir di tepi jalan umum yang berpotensi menimbulkan kemacetan. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor: Ali Wafa</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Dua Remaja Ditangkap saat Tawuran, Pemkot Surabaya Akan Lakukan Pembinaan</title>
<link>https://suarajatimpost.com/dua-remaja-ditangkap-saat-tawuran-pemkot-surabaya-akan-lakukan-pembinaan</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/dua-remaja-ditangkap-saat-tawuran-pemkot-surabaya-akan-lakukan-pembinaan</guid>
<description><![CDATA[ Dua kelompok remaja, Warnyong dan Warpai, terlibat tawuran bersenjata tajam di Surabaya; dua anggotanya ditetapkan tersangka, sementara Pemkot memilih pembinaan lewat Kampung Pancasila. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202508/image_870x580_68a715a9bd677.webp" length="55012" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 21 Aug 2025 22:06:51 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ryan Ramadhan</dc:creator>
<media:keywords>Tawuran, Senjata Tajam, Sajam, Kenakalan Remaja, Kampung Pancasila, Eri Cahyadi, Pemkot Surabaya, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SURABAYA, SJP — </strong>Polisi menetapkan dua remaja berinisial NA (18) dan FA (18), sebagai tersangka dalam kasus tawuran bersenjata tajam yang viral di Surabaya. Keduanya ditangkap di rumah masing-masing usai penyelidikan Unit Jatanras Satreskrim Polres Pelabuhan Tanjung Perak, Rabu (20/8/2025).</p>
<p>"Dua tersangka kami amankan beserta barang bukti tiga senjata tajam (sajam), busur dan dua pipa berbentuk celurit," ujar Kasi Humas Polres Pelabuhan Tanjung Perak, Iptu Suroto saat dikonfirmasi pada Kamis (21/8/2025).</p>
<p>Polisi juga menemukan sejumlah barang bukti tambahan di sebuah rumah kosong di Jalan Kedungmangu II, Surabaya, yang diduga dijadikan markas penyimpanan senjata oleh kelompok remaja tersebut.</p>
<p>"Kami temukan pula sajam, busur, dan pipa berbentuk celurit di sebuah rumah kosong Jalan Kedungmangu II, Surabaya," tambahnya.</p>
<p>Peristiwa tawuran terjadi pada Senin (18/8/2025) sore di kawasan Jalan Kedungmangu Masjid, Surabaya. Awalnya, lokasi beberapa sumber menyebutkan tawuran terjadi di Jalan Tenggumung Baru. Namun, polisi meluruskan informasi berdasarkan hasil penyelidikan dan rekaman CCTV.</p>
<p>Dalam video amatir yang tersebar di media sosial, belasan remaja tampak berlarian dari gang menuju jalan raya sambil membawa senjata tajam panjang dan melempar benda. Polisi memastikan tawuran itu melibatkan dua kelompok remaja, yakni Warnyong dan Warpai.</p>
<p>"Kami masih terus menyelidiki siapa saja yang terlibat. Hingga saat ini masih kami kembangkan," ungkap Suroto.</p>
<p>Menanggapi insiden tersebut, Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menegaskan telah meminta polisi mengamankan seluruh pelaku tawuran. Namun, ia menekankan para remaja itu tidak akan dihukum, melainkan dibina.</p>
<p>"Kemarin saya minta untuk Pak Kapolres Tanjung Perak untuk menangkap semuanya. Setelah itu kita kumpul bersama. Saya itu pengen ketemu," kata Eri.</p>
<p>"Karena ini kebiasaannya semuanya pelakunya. Karena itu kan gara-gara sepak bola. Ada yang enggak cocok akhirnya seperti itu," sambungnya.</p>
<p>Eri menjelaskan, setelah diamankan, para remaja akan dikembalikan ke rumah masing-masing dengan pengawasan pengurus Kampung Pancasila dan orang tua mereka. Harapannya, pengawasan lingkungan mampu menghilangkan kebiasaan buruk seperti tawuran.</p>
<p>"Nanti kalau ketika ini sudah ketangkap semuanya, maka ini akan saya serahkan kembali ke RW-nya untuk tahu. Ini loh, yang tawuran. Jadi, ke depannya ya ini fungsi Kampung Pancasila ya menghilangkan seperti ini," jelasnya.</p>
<p>Ia menambahkan, pemerintah bersama warga akan memberi kegiatan positif kepada para remaja, sekaligus memberi pemahaman agar mereka tidak mengulangi perbuatan serupa.</p>
<p>"Kita bina, jadi nanti anak-anak yang ada di kampung-kampung akan dikumpulkan untuk kita berikan kegiatan. Setelah itu orang tua dan warga kampungnya harus tahu. Jadi nanti kan orang kampung tahu ini kita yang tawuran dulu. Setelah ini ayo dibetulkan," bebernya.</p>
<p>Eri menegaskan, perubahan perilaku remaja tidak bisa hanya mengandalkan aparat hukum, tetapi juga partisipasi warga. Ia menolak pendekatan semata-mata dengan hukuman.</p>
<p>"Karena ini menjadi tugas kita bersama. Tidak bisa pemerintah saja, kalau hanya dengan hukuman saja ya tidak bakal berubah," tandasnya. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor: Ali Wafa</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Pemkot Pilih Skema Alternatif, PBB Kota Surabaya Tidak Naik</title>
<link>https://suarajatimpost.com/pemkot-pilih-skema-alternatif-pbb-kota-surabaya-tidak-naik</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/pemkot-pilih-skema-alternatif-pbb-kota-surabaya-tidak-naik</guid>
<description><![CDATA[ Alih-alih menaikkan PBB, Pemkot Surabaya memilih percepatan infrastruktur lewat skema alternatif agar ekonomi bergerak, dengan syarat warga jujur membayar pajak. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202508/image_870x580_68a47ae862c59.webp" length="48428" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Tue, 19 Aug 2025 21:59:39 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ryan Ramadhan</dc:creator>
<media:keywords>PBB, Pajak Bumi dan Bangunan, Eri Cahyadi, Pemkot Surabaya, Surabaya, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SURABAYA, SJP -</strong> Alih-alih menaikkan tarif Pajak Bumi dan Bangunan (PBB-P2), Pemerintah Kota Surabaya bersama DPRD setempat memilih skema pembiayaan alternatif untuk menjaga kelancaran pembangunan infrastruktur. </p>
<p>Kebijakan tersebut diambil agar roda ekonomi kota tetap berputar tanpa menambah beban masyarakat. Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menegaskan, keputusan mempertahankan tarif PBB merupakan bentuk kepedulian terhadap kesejahteraan warga. </p>
<p>"Kami tidak menaikkan PBB, tapi kejujuran wajib bayar pajak sangat penting. Contoh, pajak restoran atau hotel sampaikan sesuai jumlah sebenarnya, jangan dikurangi," kata Eri, Selasa (19/8/2025).</p>
<p>Ia menambahkan, setiap rupiah pajak yang dibayarkan warga langsung kembali untuk kepentingan publik. Pajak tersebut digunakan untuk sekolah gratis, bantuan sosial, program rumah tidak layak huni (Rutilahu), perbaikan infrastruktur, penerangan jalan, hingga pengendalian banjir.</p>
<p>Menurut Eri, menunda proyek pembangunan justru berisiko menambah beban bunga di masa depan. Karena itu, percepatan infrastruktur harus segera dilakukan untuk memacu pergerakan ekonomi kota. </p>
<p>"Maka itu, infrastruktur segera dikerjakan untuk memacu pergerakan ekonomi kota," ujarnya.</p>
<p>Kendati demikian, Eri menekankan pentingnya kejujuran dalam membayar pajak, bukan hanya sebagai kewajiban administratif, tetapi juga wujud gotong royong dan penerapan nilai Pancasila. </p>
<p>"Yang mampu membantu yang tidak mampu dengan kejujuran membayar pajak," ucapnya.</p>
<p>Berdasarkan Peraturan Daerah (Perda) No. 7 Tahun 2023, tarif PBB di Surabaya tetap progresif, mulai 0,05 persen hingga 0,3 persen, tergantung lapisan Nilai Jual Objek Pajak (NJOP).</p>
<p>Data Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Surabaya mencatat, realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) tahun 2024 mencapai Rp6,114 triliun dari total pendapatan daerah Rp10,034 triliun.</p>
<p>Pajak daerah, termasuk PBB, Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB), serta pajak restoran dan hotel, menyumbang sekitar 60,21 persen dari PAD.</p>
<p>Pada 2025, Pemkot Surabaya menargetkan pendapatan daerah Rp12,137 triliun, dengan pajak daerah ditargetkan Rp7,307 triliun.</p>
<p>Dari jumlah tersebut, sektor PBB dan BPHTB diperkirakan menyumbang Rp1,6 triliun, sementara pajak hotel dan restoran juga diharapkan memberi kontribusi signifikan. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor: Rizqi Ardian </strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Fasum Rusak usai Pesta Rakyat: DPRD Surabaya Desak EO Bertanggung Jawab</title>
<link>https://suarajatimpost.com/fasum-rusak-usai-pesta-rakyat-dprd-surabaya-desak-eo-bertanggung-jawab</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/fasum-rusak-usai-pesta-rakyat-dprd-surabaya-desak-eo-bertanggung-jawab</guid>
<description><![CDATA[ Pesta Rakyat di Grahadi sukses menghibur ribuan warga, namun beberapa sudut taman dan fasilitas umum rusak, DPRD Surabaya menuntut EO bertanggung jawab dan memperbaiki kerusakan. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202508/image_870x580_68a47ae4d423c.webp" length="69298" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Tue, 19 Aug 2025 21:44:39 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ryan Ramadhan</dc:creator>
<media:keywords>Pesta Rakyat, HUT ke-80 RI, Taman Apsari, Surabaya, Pemprov Jatim, DPRD Surabaya, Arif Fathoni, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SURABAYA, SJP - </strong>Pesta Rakyat yang digelar Pemprov Jawa Timur di Gedung Negara Grahadi, Senin (18/8/2025) malam, berlangsung meriah dan sukses menghibur masyarakat. Ribuan warga menikmati sajian musik, kuliner gratis, hingga nuansa kebersamaan dalam penutupan HUT ke-80 Kemerdekaan RI. </p>
<p>Namun, di balik kemeriahan itu, beberapa sudut tata ruang di area gelaran pesta rakyat terlihat kumuh. Meski usai kegiatan pihak Pemprov telah melakukan bersih-bersih dan perbaikan, namun beberapa fasum seperti kursi terlihat mengalami kerusakan.</p>
<p>Wakil Ketua DPRD Surabaya, Arif Fathoni, menegaskan pihak <em>Event Organizer</em> (EO) harus bertanggung jawab penuh atas kerusakan yang terjadi. Ia menilai penyelenggara lalai dalam melakukan mitigasi risiko saat menggelar acara besar yang melibatkan massa dalam jumlah besar.</p>
<p>"Saya meminta EO yang menyelenggarakan acara bertanggung jawab dengan memperbaiki sarana dan prasarana publik yang rusak. Karena mereka lalai dalam mitigasi risiko," kata Fathoni, Selasa (19/8/2025).</p>
<p>Menurutnya, peristiwa tersebut harus menjadi evaluasi penting agar penyelenggaraan acara serupa bisa lebih tertib di masa depan. Salah satunya dengan memberikan imbauan langsung dari atas panggung, mengajak masyarakat untuk menjaga fasilitas umum.</p>
<p>"Ke depan, saya berharap ini menjadi evaluasi bagi semua pihak agar lebih jeli dalam mitigasi risiko. Sekaligus ada imbauan di atas panggung untuk menjaga fasum yang ada, sehingga masyarakat juga bisa ikut menjaga dan melestarikan," ujarnya.</p>
<p>Fathoni mengakui masyarakat membutuhkan hiburan sebagai sarana melepas penat. Namun, ia mengingatkan jangan sampai niat baik menghadirkan hiburan justru menimbulkan kerugian publik.</p>
<p>"Masyarakat memang menginginkan adanya hiburan sebagai momen melepas kepenatan. Namun niat baik tersebut jangan sampai merugikan kepentingan publik yang lebih besar yakni warga yang menginginkan fasum yang layak untuk melepas penat sehari-hari," tegasnya.</p>
<p>Ia juga menekankan pentingnya kesadaran pengunjung dalam menjaga fasilitas umum yang dibangun dari uang pajak dan retribusi masyarakat. </p>
<p>"Jangan sampai kesenangan yang didapat dengan mendengarkan musik tapi menciptakan kemudharatan di sisi yang lain," pungkasnya. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor: Rizqi Ardian </strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Predikat Kota Layak Anak Surabaya Diuji, Komnas PA Soroti Kasus Daycare Bermasalah</title>
<link>https://suarajatimpost.com/predikat-kota-layak-anak-surabaya-diuji-komnas-pa-soroti-kasus-daycare-bermasalah</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/predikat-kota-layak-anak-surabaya-diuji-komnas-pa-soroti-kasus-daycare-bermasalah</guid>
<description><![CDATA[ &quot;Tanggung jawab utama ada pada pemilik dan pengelola daycare,&quot; tegas Komnas PA Surabaya, menyoroti lemahnya pengawasan hingga balita 1 tahun alami luka serius tanpa pengasuhan orang dewasa. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202508/image_870x580_68a47aebe776f.webp" length="28950" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Tue, 19 Aug 2025 21:31:15 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ryan Ramadhan</dc:creator>
<media:keywords>Daycare, Layanan Penitipan Anak, Komnas PA Surabaya, Komisi Nasional Perlindungan Anak, Surabaya, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SURABAYA, SJP - </strong>Predikat Kota Layak Anak Utama yang disandang Surabaya tercoreng setelah muncul kasus seorang balita berusia satu tahun yang pulang penuh luka usai dititipkan di sebuah <em>daycare</em> atau layanan penitipan anak di Surabaya Timur. </p>
<p>Kasus yang kini telah dilaporkan ke Polda Jatim oleh orang tua korban sejak 5 Juni 2025 itu juga tengah mendapat sorotan serius dari beberapa pihak, termasuk Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas PA) Kota Surabaya.</p>
<p><strong>Kronologi Kasus</strong></p>
<p>Peristiwa tersebut terjadi pada 4 Juni 2025. Balita berusia 1 tahun yang menjadi korban itu dititipkan orang tuanya di sebuah <em>daycare</em> di kawasan Medokan Ayu, Surabaya Timur pada pagi hari.</p>
<p>Sekira dua jam setelah ditinggal, pihak <em>daycare</em> mengabarkan kepada orang tua bahwa anak mereka diduga digigit oleh balita lain yang sekamar. Namun, ketika dijemput, kondisi korban jauh lebih parah dari yang disebutkan, dengan luka terlihat di wajah, lengan, hingga punggung. Malam harinya, korban dibawa ke IGD untuk mendapatkan perawatan. </p>
<p>Pada hari berikutnya, 5 Juni 2025, orang tua korban langsung melaporkan kejadian tersebut ke Polda Jatim. Pemeriksaan medis lebih lanjut dilakukan pada 6 Juni 2025 menunjukkan bahwa luka lebih banyak daripada yang tampak di awal.</p>
<p>Sejak laporan masuk, Ditreskrimum Polda Jatim sudah memeriksa sejumlah saksi, termasuk pihak <em>daycare</em>. Hingga pertengahan Agustus 2025, kasus itu masih dalam tahap penyelidikan.</p>
<p><strong>Komnas PA Surabaya turut Prihatin</strong></p>
<p>Komnas PA Surabaya menilai kasus tersebut menunjukkan lemahnya pengawasan dari pihak <em>daycare.</em> Dugaan awal adalah anak ditidurkan sekamar dengan anak lain tanpa kehadiran pengasuh, sehingga saat ada tindakan yang membahayakan luput dari pengawasan.</p>
<p>"Komnas Anak Surabaya sangat prihatin dan menyayangkan kejadian di <em>daycare</em> wilayah Surabaya, apalagi Surabaya menerima predikat Kota Layak Anak Utama dari pemerintah pusat," ucap Syaiful Bachri, Ketua Komnas PA Surabaya, Selasa (19/8/2025).</p>
<p>Syaiful atau yang akrab disapa Kak Iful menegaskan bahwa, apa pun hasil investigasi dari pihak Polda Jatim, tanggung jawab utama atas kejadian tersebut tetap ada di pemilik dan pengelola <em>daycare.</em></p>
<p><strong>Pastikan <em>Daycare</em> Berkualitas</strong></p>
<p>Komnas PA Surabaya memahami bahwa layanan daycare kerap menjadi pilihan banyak orang tua saat tidak memiliki waktu untuk mengasuh buah hatinya karena harus bekerja atau menyelesaikan urusan tertentu. </p>
<p>Kendati demikian, Komnas PA meminta orang tua lebih selektif memilih <em>daycare,</em> bukan hanya karena fasilitas, tetapi standar perawatan dan pengasuhan yang tinggi. Beberapa hal yang ditekankan antara lain:</p>
<ul>
<li>Harus punya izin resmi dan akreditasi.</li>
<li>Adanya SOP pengasuhan yang jelas serta pengasuh berkompeten.</li>
<li>Memiliki review atau ulasan yang baik dari pengguna layanan sebelumnya.</li>
<li>Keamanan terjamin, bahkan disarankan memakai CCTV yang bisa dipantau orang tua.</li>
</ul>
<p>"Oleh karena itu kami meminta peran semua pihak terutama pemerintah terkait pemantauan dan pendampingan terkait standar perawatan dan pengasuhan," tukas Kak Iful.</p>
<p><strong>Nyata atau Sebatas Penghargaan?</strong></p>
<p>Kasus itu menjadi pengingat penting bahwa predikat Kota Layak Anak tidak hanya ditentukan oleh penghargaan, tetapi juga oleh kualitas nyata layanan pengasuhan anak di lapangan. </p>
<p>Kasus tersebut juga disorot oleh Pemkot Surabaya, Wali Kota Eri Cahyadi bahkan menegaskan akan menelusuri perizinan dan standar pelayanan <em>daycare.</em> Jika terbukti lalai, sanksi administratif hingga pencabutan izin bisa dijatuhkan. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor: Rizqi Ardian </strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Pemprov Jatim Gelar Pesta Rakyat Tutup Perayaan HUT ke&amp;80 RI Besok di Grahadi</title>
<link>https://suarajatimpost.com/pemprov-jatim-gelar-pesta-rakyat-tutup-perayaan-hut-ke-80-ri-besok-di-grahadi</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/pemprov-jatim-gelar-pesta-rakyat-tutup-perayaan-hut-ke-80-ri-besok-di-grahadi</guid>
<description><![CDATA[ Pesta Rakyat akan menutup HUT ke-80 RI di Grahadi besok malam, menghadirkan artis nasional, kuliner gratis, dan hiburan kolaborasi untuk masyarakat Jawa Timur. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202508/image_870x580_68a1cf6f0a79a.webp" length="41182" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sun, 17 Aug 2025 21:16:16 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ryan Ramadhan</dc:creator>
<media:keywords>Pesta Rakyat, Pemprov Jatim, Gedung Negara Grahadi, Jawa Timur, Surabaya, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SURABAYA, SJP — </strong>Rangkaian perayaan HUT ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia (RI) yang digelar Pemerintah Provinsi Jawa Timur akan ditutup dengan Pesta Rakyat, Senin (18/8/2025) malam, di Gedung Negara Grahadi, Surabaya.</p>
<p>Kabid Kebudayaan Disbudpar Jatim, Dwi Supranto, mengatakan acara yang mulai digelar pada pukul 19.00 wib hingga 22.00 wib itu akan menghadirkan hiburan sekaligus melibatkan masyarakat secara langsung. </p>
<p>"Pesta Rakyat itu, selain menghadirkan artis nasional, masyarakat bisa terlibat di sana," ujarnya saat dikonfirmasi, Minggu (17/8/2025).</p>
<p>Sejumlah penampil sudah dipastikan hadir, di antaranya: </p>
<ul>
<li>Nike Sabrina</li>
<li>Arya Galih</li>
<li>Guyon Maton Cak Percil CS</li>
<li>NDX AKA dari Yogyakarta. </li>
</ul>
<p>"Sebagian besar memang dari Jawa Timur. Satu penampil yang mungkin dari luar Jatim adalah NDX AKA itu yang dari Yogyakarta,” tambah Dwi.</p>
<p><b>Ragam Kuliner Gratis</b></p>
<p>Sementara itu, Muhibbin, Analis Kebijakan Keahlian Ahli Madya Biro Kesra Setdaprov Jatim, menyebutkan bahwa tujuan utama Pesta Rakyat adalah memberikan hiburan bagi masyarakat. </p>
<p>"Pesta Rakyat betul-betul untuk menyenangkan masyarakat Jawa Timur. Akan ada hiburan yang sudah disiapkan, artis-artisnya juga. Dan itu nanti akan disediakan makanan gratis," ungkapnya.</p>
<p>Ia menambahkan, seluruh Unit Pelaksana Dinas (UPD) Pemprov Jatim terlibat dalam persiapan. Menu yang disediakan pun beragam sehingga masyarakat bisa benar-benar menikmatinya.</p>
<p><strong>Rekayasa Lalin dan Kantong Parkir</strong></p>
<p>Sementara itu, Kabid Lalin Dishub Jatim, Farid Susanto mengungkapkan bahwa pihaknya sudah mempersiapkan rekayasa arus lalu lintas di kawasan Grahadi yang serupa seperti di tanggal 16 saat kegiatan Doa bersama yang juga dihelat pada malam hari.</p>
<p>"Guna mendukung kelancaran acara, kami berkolaborasi dengan Dishub Kota Surabaya untuk menyiapkan pengalihan arus dan kantong parkir," ujar Farid.</p>
<p>"Mohon maaf jika terjadi kepadatan di sekitar Jalan Gubernur Suryo sepanjang peringatan HUT Kemerdekaan RI," imbuhnya.</p>
<p>Farid membeberkan sejumlah ruas jalan akan ditutup dan dialihkan. Seperti di Jalan Tunjungan menuju ke Grahadi akan dialihkan, kemudian Jalan dari Siola ke Embong Malang, dan pengalihan jalan menuju ke Grahadi diarahkan ke Jalan Genteng.</p>
<p>Sementara itu, sejumlah lokasi kantong parkir yang disiapkan antara lain:</p>
<ul>
<li>Jalan Simang Duku</li>
<li>Taman Apsari</li>
<li>Embong Malang</li>
<li>jl. Yos Sudarso</li>
<li>jl. Panglima Sudirman</li>
<li>Area parkir mal seperti Surabaya Plaza, Tunjungan Plaza.</li>
</ul>
<p>"Total ada sekitar 3.500 unit ruang parkir yang disiapkan untuk kendaraan roda dua dan empat," tandas Farid.</p>
<p>Momen Pesta Rakyat diharapkan menjadi momen kebersamaan sekaligus penutup meriah bagi rangkaian peringatan HUT Kemerdekaan RI ke-80 di Jawa Timur. (*)</p>
<p><strong>Editor: Ali Wafa</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Bendera Merah Putih 14,9 Km Karya Pelajar di Jatim Pecahkan Rekor MURI</title>
<link>https://suarajatimpost.com/bendera-merah-putih-149-km-karya-pelajar-di-jatim-pecahkan-rekor-muri</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/bendera-merah-putih-149-km-karya-pelajar-di-jatim-pecahkan-rekor-muri</guid>
<description><![CDATA[ Bendera Merah Putih sepanjang 14,9 kilometer dibentangkan 10.868 pelajar Jawa Timur di sepanjang jalan menuju Gedung Negara Grahadi, Surabaya, dan resmi tercatat sebagai rekor MURI. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202508/image_870x580_68a1aab07e390.webp" length="57018" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sun, 17 Aug 2025 19:38:28 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ryan Ramadhan</dc:creator>
<media:keywords>Rekor Muri, Bendera Merah Putih, Muri, Pelajar, Gen Z, Jawa Timur, Surabaya, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SURABAYA, SJP — </strong>Pemandangan megah tersaji di depan Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Minggu (17/8/2025), usai upacara HUT ke-80 Republik Indonesia. Sebanyak 10.868 pelajar SMA, SMK, dan SLB se-Jawa Timur membentangkan bendera Merah Putih raksasa sepanjang 14,9 kilometer.</p>
<p>Bentangan memecahkan rekor nasional dan tercatat dalam Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) sebagai bendera Merah Putih terpanjang yang dijahit dan dibentangkan oleh pelajar terbanyak di tanah air.</p>
<p><strong>Raih Dua Rekor Sekaligus</strong></p>
<p>Senior Manager MURI, Triyono, menyerahkan piagam penghargaan secara simbolis kepada Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, seusai upacara kemerdekaan. Menurutnya, capaian Jatim bukan sekadar rekor biasa, melainkan bukti nyata semangat kebangsaan generasi muda.</p>
<p>"Dengan bangga, MURI menyerahkan piagam penghargaan bukan rekor Indonesia tapi rekor dunia," ujar Triyono, Minggu (17/8/2024).</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202508/image_870x_68a1aac26fc91.webp" alt=""></p>
<p><strong>MURI mencatat dua rekor sekaligus, yakni:</strong></p>
<ul>
<li>Penjahitan bendera merah putih terpanjang sepanjang 14,9 km oleh 800 sekolah.</li>
<li>Pembentangan bendera merah putih terbanyak, yakni melibatkan 10.868 pelajar.</li>
</ul>
<p>"Bung Karno pernah mengatakan, bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai jasa pahlawannya. Hari ini pelajar Jatim membuktikan tidak hanya dengan kata-kata, tapi dengan tindakan, yakni menjahit dan membentangkan kain Merah Putih sebagai tanda cinta tanah air," imbuh Triyono.</p>
<p><strong>Antusiasme Melampaui Target</strong></p>
<p>Awalnya, panjang bendera ditargetkan hanya 8 km. Namun, antusiasme guru dan siswa membuat capaian tersebut jauh terlampaui. Pengerjaan bendera dilakukan sejak awal Agustus dan berakhir pada 14 Agustus 2025.</p>
<p>Proses penjahitan dikerjakan di banyak sekolah, bukan di penjahit profesional. Tercatat ada 23 SMA, 78 SMK, dan 50 SLB yang terlibat, dengan partisipasi 5.862 siswa dan 1.314 guru.</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202508/image_870x_68a1aaaa85a43.webp" alt=""></p>
<p>Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa bahkan sempat meninjau proses jahit bendera di SMKN 8 Surabaya, 13 Agustus lalu, dan ikut serta menjahit bersama siswa-guru.</p>
<p>"Saya melihat sendiri bagaimana siswa-siswa kita begitu semangat. Mereka tidak hanya belajar teori tentang cinta tanah air, tapi membuktikannya dengan karya nyata," ungkap Khofifah.</p>
<p><strong>Lebih Bermakna karena Dikerjakan Siswa</strong></p>
<p>Dalam kesempatan yang sama, Kepala Dinas Pendidikan Jawa Timur, Aries Agung Paewai, menegaskan bahwa capaian ini lebih istimewa dibanding rekor sebelumnya yang dicetak Papua Barat pada 2024 dengan panjang 12,77 km.</p>
<p>"Penjahitan bendera ini terasa lebih bermakna karena dikerjakan langsung oleh para murid, bukan lewat jasa penjahit. Jadi ada nilai gotong royong, kerja keras, dan rasa cinta tanah air yang tertanam di dalamnya." terang Aries.</p>
<p>Menurutnya, rekor kali yang diraih oleh Jawa Timur bukan hanya soal panjang kain, melainkan juga pembuktian bagi generasi muda yang kerap diremehkan dan dianggap tidak cinta tanah air.</p>
<p>"Banyak yang mengatakan bahwa Gen Z dan Alpha itu kurang peduli terhadap negaranya. Tapi ternyata, dibuktikan oleh pelajar Jatim," tukas Aries.</p>
<p>Dengan capaian tersebut, Jawa Timur tidak hanya memecahkan rekor dunia, tetapi juga menghadirkan pesan kuat bahwa semangat gotong royong dan nasionalisme tetap menyala di kalangan generasi muda. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor: Ali Wafa</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Dramatari Kolosal “Rani Tribhuwana” Warnai Peringatan HUT ke&amp;80 RI di Grahadi</title>
<link>https://suarajatimpost.com/dramatari-kolosal-rani-tribhuwana-warnai-peringatan-hut-ke-80-ri-di-grahadi</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/dramatari-kolosal-rani-tribhuwana-warnai-peringatan-hut-ke-80-ri-di-grahadi</guid>
<description><![CDATA[ Tari kolosal “Rani Tribhuwana” dengan 300 penari muda memukau ribuan undangan di Grahadi, menghadirkan kepemimpinan perempuan Majapahit sebagai pesan warisan nilai kemerdekaan. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202508/image_870x580_68a19de618308.webp" length="63748" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sun, 17 Aug 2025 17:46:27 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ryan Ramadhan</dc:creator>
<media:keywords>HUT ke-80 RI, Hari Kemerdekaan, Gedung Negara Grahadi, Rani Tribhuwana, Taru Kolosal, Drama Taru, Upacara Bendera, Surabaya, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SURABAYA, SJP — </strong>Upacara pengibaran bendera HUT ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Minggu (17/8/2025), berlangsung khidmat. Derap pasukan pengibar, lantunan doa, serta prosesi penghormatan bendera melingkupi halaman Grahadi yang padat oleh ribuan undangan.</p>
<p>Namun, ada momen lain yang menarik perhatian pada sesi pagi itu. Usai pengibaran sang Saka, para pasukan upacara yang tekah dibubarkan digantikan oleh ratusan anak muda yang berbaris masuk ke halaman Gedung Negara Grahadi untuk menampilkan pertunjukan tari kolosal bertajuk "Rani Tribhuwana".</p>
<p>Dihelat oleh Pemerintah Provinsi Jawa Timur melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar), pertunjukan kolosal yang menjadi hiburan utama untuk sesi pagi perayaan kemerdekaan itu melibatkan setidaknya 300 siswa-siswi binaan Disbudpar Jatim.</p>
<p>Pertunjukan tersebut membuat pembina, pemimpin hingga seluruh tamu undangan upacara tidak beranjak dari tempat mereka. Perpaduan musik, tata gerak, dan busana menghadirkan lintasan sejarah Majapahit dengan poros figur pemimpin perempuan, yaitu Tribhuwana Tunggadewi.</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202508/image_870x_68a19df232826.webp" alt=""></p>
<p><strong>Warisan Visi “Kenusantaraan”</strong></p>
<p>Kepala UPT Pemberdayaan Lembaga Seni dan Ekonomi Kreatif Wilwatikta, Samad Widodo, menjelaskan bahwa dramatari kolosal yang disajikan pagi itu tidak semata ingin menampilkan keagungan istana Majapahit, tetapi menghidupkan kembali gagasan yang diturunkan dari Gayatri Rajapatni kepada putrinya, Tribhuwana.</p>
<p>“Tari kolosal ini memiliki kisah yang sarat keteladanan dari babak sejarah Majapahit. Dalam babak sejarah Majapahit yang agung, muncul sosok pemimpin perempuan yang tidak hanya kuat dalam kepemimpinan, tetapi juga bijak dalam visi kenusantaraan, Rani Tribhuwana Tunggadewi," ucap Samad, Minggu, (17/8/2025).</p>
<p>Menurut Samad, pengisahan dalam dramatari menekankan cara Tribhuwana dalam menata fondasi politik dan spiritual kerajaan, sekaligus mempersiapkan generasi penerus.</p>
<p>“Tribhuwana tahu betul bahwa kejayaan sejati harus dipersiapkan sejak dini. Ia membimbing Hayam Wuruk dengan nilai-nilai luhur, visi besar kenegaraan, serta semangat pengabdian terhadap tanah air," ujarnya. Ia menambahkan,</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202508/image_870x_68a19decc9b62.webp" alt=""></p>
<p>"Dramatari kolosal ‘Rani Tribhuwana’ bukan hanya tentang sosok ratu, tetapi tentang warisan nilai, keteguhan perempuan, dan kekuatan generasi, sebuah keajaiban sejarah yang lahir dari kasih dan kecerdasan seorang ibu," tuturnya.</p>
<p>Kisah “Rani Tribhuwana” dibentangkan berlapis, dari penobatan sang ratu hingga peralihan tahta kepada putra mahkota Hayam Wuruk yang kelak meneguhkan puncak kejayaan Majapahit bersama Mahapatih Gajah Mada. </p>
<p>Sinopsis pertunjukan menonjolkan pesan bahwa keberhasilan besar sering berakar pada proses pendidikan karakter dan visi jauh ke depan, suatu nilai yang dijahit rapi melalui adegan-adegan simbolik: prosesi penobatan, adegan doa dan kontemplasi, hingga penyerahan estafet kepemimpinan.</p>
<p><strong>Seleksi Ketat, Panggung Pemberdayaan Sanggar</strong></p>
<p>Tim suarajatimpost juga sempat menemui sutradara pertunjukan, Dhimas Respati Palguna yang juga merupakan perwakilan dari Disbudpar Jatim, menjelaskan proses kuratorial yang melibatkan sedikitnya tujuh sanggar dan komunitas seni:</p>
<ul>
<li>Sanggar Lepremo</li>
<li>Sanggar Putra Pimar Respati</li>
<li>Sanggar Tari Buwung</li>
<li>Sanggar Tari Kalimas</li>
<li>Komunitas Brangwetan</li>
<li>Sekolah Tinggi Kesenian Wilwatikta (STKW)</li>
<li>Tiga talent Jember Fashion Carnival (JFC).</li>
</ul>
<p>"Untuk alasan pemilihan sanggar itu melalui tahap seleksi juga. Artinya, kita memilih penari siapa yang layak untuk memerankan adegan-adegan kunci, termasuk adegan berdoa. Jadi tetap ada proses seleksi," ucap Dhimas.</p>
<p>Selain menjaga mutu artistik, tim produksi juga ingin mendorong ekosistem. Maksudnya adalah, Disbudpar ingin menggunakan kesempatan dalam penampilan kali ini, sekaligus untuk memberdayakan sanggar-sanggar seni yang khususnya berada di Surabaya dan juga Jawa Timur,"</p>
<p>"Dengan cara itu, pertunjukan kolosal bukan hanya puncak perayaan, melainkan ruang belajar bersama bagi penari muda, koreografer, penata musik, dan perias kostum," tuturnya.</p>
<p>Dhimas mengungkapkan bahwa proses latihan berlangsung sekitar satu bulan setelah audisi dan penetapan peran, sentralnya berada di lingkungan Disbudpar Jatim. </p>
<p>"Proses latihan kita sekitar hampir satu bulan sesudah audisi, untuk lokasi latihannya di Disbudpar,” ucapnya.</p>
<p>Durasi yang relatif singkat untuk skala kolosal menuntut efisiensi, Dhimas menjelaskan ada beberapa hal yang perlu diperhatikan, meliputi pembagian peran jelas, blocking yang terukur, dan penyelarasan ritme antar-kelompok.</p>
<p><strong>Edukasi Sejarah di Tengah Peringatan Kemerdekaan</strong></p>
<p>Bagi Dhimas, pilihan tema bukan kebetulan, pihaknya mengangkat peristiwa-peristiwa sejarah masa lampau dengan tujuan untuk mengingatkan generasi sekarang bahwa perjuangan dan kemerdekaan itu diraih melalui proses panjang, bukan sekadar insidental.</p>
<p>"Jadi saya harap pesan historis itu dibawa pulang penonton, terutama generasi muda," pesannya.</p>
<p>"Harapan lainnya tentu untuk sanggar-sanggar yang ditunjuk berhasil memvisualkan tema utama. Artinya ada magnet, simbol, dan nilai yang ingin kita wujudkan. Semoga para penari mampu menerjemahkannya," ucap Dhimas.</p>
<p>Pengemasan sejarah melalui bahasa panggung merupakan jembatan imajinasi yang efektif. Ketika figur Tribhuwana hadir sebagai ibu, pemimpin, dan perajut fondasi, penonton diajak merasakan bahwa kebesaran tidak lahir seketika, melainkan dirawat sebuah gagasan yang beresonansi kuat pada momentum 17 Agustus. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor: Ali Wafa</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Doa Bersama Buka Rangkaian HUT ke&amp;80 RI di Jatim, Khofifah Serukan Persatuan</title>
<link>https://suarajatimpost.com/doa-bersama-buka-rangkaian-hut-ke-80-ri-di-jatim-khofifah-serukan-persatuan</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/doa-bersama-buka-rangkaian-hut-ke-80-ri-di-jatim-khofifah-serukan-persatuan</guid>
<description><![CDATA[ Khofifah ajak warga Jatim syukuri kemerdekaan lewat zikir dan doa bersama di Grahadi, tekankan pentingnya persatuan lahir batin untuk masa depan bangsa. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202508/image_870x580_689f41d6553f3.webp" length="58876" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Fri, 15 Aug 2025 21:32:07 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ryan Ramadhan</dc:creator>
<media:keywords>HUT ke-80 RI, Hari Kemerdekaan, Habib Syech, Khofifah Indar Parawansa, Pemprov Jatim, Surabaya, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SURABAYA, SJP — </strong>Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengajak seluruh masyarakat Jawa Timur menjaga persatuan dan kekompakan melalui ikhtiar lahir-batin dalam momentum jelang HUT ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia.</p>
<p>Pesan tersebut ia sampaikan dalam acara Zikir, Sholawat, dan Doa Bersama Habib Syech di halaman Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Jumat (15/8/2025) malam. Kegiatan yang terbuka untuk umum itu sekaligus menjadi pembuka rangkaian puncak perayaan HUT ke-80 Kemerdekaan RI di Jawa Timur.</p>
<p>Meski acara baru dimulai pukul 19.00 wib, sejak sore jamaah terutama Syekhermania sudah mulai berdatangan, didominasi dengan busana warna putih, sebagian jemaah bahkan ada yang membawa bendera merah putih.</p>
<p>Dalam kesempatan tersebut, Khofifah menegaskan, semangat kemerdekaan tidak hanya diperjuangkan melalui kekuatan senjata, tetapi juga melalui kekuatan doa yang diwariskan para ulama dan pejuang.</p>
<p>"Untuk menguatkan nasionalisme dalam menyambut HUT ke-80 Kemerdekaan RI itu selain dengan upacara dan pengibaran bendera merah putih serta kegiatan sosial kerakyatan, tapi juga dengan zikir, sholawat, dan doa mensyukuri 80 Tahun Kemerdekaan RI," kata Khofifah dalam sambutannya, Jumat (15/8/2025).</p>
<p>Khofifah yang juga hadir bersama Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elistiano Dardak dan jajaran, berharap bahwa di momen kemerdekaan, masyarakat Jawa Timur tidak hanya bersuka cita, namun juga bisa menjaga silaturahmi dan tetap guyub rukun.</p>
<p>Di kesempatan yang sama, Habib Syech bin Abdul Qodir Assegaf, turut memberikan apresiasi kepada Pemprov Jatim yang mampu mengelola daerah dengan perpaduan antara kinerja dan doa serta sholawat.</p>
<p>"Dengan begitu, masyarakat Jatim bisa adem, ayem, dan sukses, semoga rahmat Allah selalu menyertai masyarakat Jatim," kata Habib Syech.</p>
<p>Dia juga mendukung gerakan pengibaran bendera Merah Putih selama satu bulan penuh di seluruh wilayah Jawa Timur sebagai bentuk penghormatan kepada para pahlawan.</p>
<p><strong>Pengalihan Arus Lalu Lintas selama Acara</strong></p>
<p>Saat dikonfirmasi sebelumnya, Kepala Bidang Lalu Lintas Jalan Dinas Perhubungan Jawa Timur, Farid Susanto, menjelaskan bahwa rekayasa lalu lintas juga dilakukan  untuk kelancaran acara.</p>
<p>"Arus lalu lintas dari Jalan Ngemplak dan Jalan Ketabang Kali menuju Jalan Gubernur Suryo dialihkan ke Jalan Genteng Kali dan Jalan Wali Kota Mustajab. Dari Jalan Tunjungan ke Jalan Gubernur Suryo dialihkan ke Jalan Embong Malang," kata Farid.</p>
<p>Dia menambahkan, arus dari Jalan Basuki Rahmat menuju Jalan Gubernur Suryo dan Simpang diluruskan ke Jalan Embong Malang, sedangkan dari Jalan Embong Wungu ke Jalan Gubernur Suryo dialihkan ke Jalan Terusan Baru dan Jalan Embong Trengguli. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor: Ali Wafa</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Sambut HUT ke&amp;80 RI, Pemkot Surabaya Beri Diskon Parkir Khusus Pengguna QRIS</title>
<link>https://suarajatimpost.com/sambut-hut-ke-80-ri-pemkot-surabaya-beri-diskon-parkir-khusus-pengguna-qris</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/sambut-hut-ke-80-ri-pemkot-surabaya-beri-diskon-parkir-khusus-pengguna-qris</guid>
<description><![CDATA[ Pemkot Surabaya memberlakukan tarif parkir Rp80 untuk pengguna QRIS di titik-titik parkir strategis. Kebijakan ini sebagai simbol perayaan 80 tahun Kemerdekaan RI. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202508/image_870x580_689f2b5114e52.webp" length="80430" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Fri, 15 Aug 2025 20:48:20 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ryan Ramadhan</dc:creator>
<media:keywords>Tarif Parkir Rp80 Berlaku di Surabaya, Simbol Perayaan 80 Tahun Kemerdekaan</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SURABAYA, SJP — </strong>Delapan dekade kemerdekaan adalah waktu yang panjang untuk belajar menjadi bangsa yang semakin dewasa. Beragam cara bisa dilakukan dalam merefleksikan angka tersebut, salah satunya dengan kebijakan tarif parkir murah seharga Rp80 dengan QRIS.</p>
<p>Program tarif parkir Rp80 itu telah diberlakukan sejak 14 hingga 17 Agustus 2025, khusus bagi pengguna yang membayar melalui metode QRIS di titik-titik parkir strategis. </p>
<p>Mengonfirmasi kebijakan tersebut, Kepala UPTD Parkir TJU Dinas Perhubungan (Dishub) Surabaya, Jeane Mariane Taroreh, mengatakan harga yang ditetapkan sengaja dipilih sebagai simbol perayaan kemerdekaan yang ke-80.</p>
<p>"Tarif Rp80 ini dipilih sebagai simbol perayaan 80 tahun kemerdekaan," ucap Jeane, Jumat (15/8/2025).</p>
<p>Jeane menegaskan program tersebut berlaku untuk semua jenis kendaraan, baik roda dua maupun roda empat, dengan ketentuan lokasi yang sudah ditentukan. Tarif spesial juga berlaku di sejumlah parkir tepi jalan umum seperti kawasan Balai Kota Surabaya dan Taman Bungkul. </p>
<p>Selain itu, juga berlaku di tempat khusus parkir non-progresif seperti Lapangan THOR, Kebun Raya Mangrove Gunung Anyar, THP Kenjeran, Taman Bulak, RSUD Eka Candrarini, serta UPTSA Siola untuk mobil.</p>
<p><strong>Parkir Progresif, Dua Jam Pertama Rp80</strong></p>
<p>Sejumlah titik parkir progresif juga menerapkan tarif spesial ini. Di antaranya Balai Pemuda, Lapangan Hoki, PTK Gentengkali, PTK Pasar Karah, UPTSA Siola untuk roda dua, Convention Hall Adityawarman, Park and Ride Mayjen Sungkono, Tugu Pahlawan, Park and Ride Adityawarman, dan THP Kenjeran sisi selatan.</p>
<p>Namun perlu diperhatikan bahwa khusus parkir progresif, tarif Rp80 hanya berlaku untuk dua jam pertama. Setelah itu, tarif kembali normal sesuai ketentuan yang berlaku.</p>
<p>Jeane berharap warga maupun wisatawan memanfaatkan program ini. Apalagi, selama periode tersebut, Surabaya tengah dipadati berbagai acara, termasuk Artsub di Balai Pemuda.</p>
<p>"Ini kesempatan untuk merayakan kemerdekaan sambil merasakan kemudahan transaksi digital lewat QRIS," ujar Jeane.</p>
<p>Dengan kebijakan tersebut, perayaan kemerdekaan bukan hanya soal upacara dan karnaval, tetapi juga memaknai perkembangan teknologi dan pelayanan publik yang semakin ramah warga. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor: Ali Wafa</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Trans Jatim Gratis Dua Hari di Hari Kemerdekaan, Gubernur Khofifah Ajak Warga Jelajah Wisata Jatim</title>
<link>https://suarajatimpost.com/trans-jatim-gratis-dua-hari-di-hari-kemerdekaan-gubernur-khofifah-ajak-warga-jelajah-wisata-jatim</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/trans-jatim-gratis-dua-hari-di-hari-kemerdekaan-gubernur-khofifah-ajak-warga-jelajah-wisata-jatim</guid>
<description><![CDATA[ Bus Trans Jatim digratiskan 17–18 Agustus 2025, kado HUT ke-80 RI dari Gubernur Khofifah untuk warga agar menjelajahi wisata dan merayakan kemerdekaan bersama keluarga. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202508/image_870x580_689ed478b8a9e.webp" length="81266" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Fri, 15 Aug 2025 14:33:38 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ryan Ramadhan</dc:creator>
<media:keywords>Trans Jatim, Tiket Gratis, Trans Jatim Gratis, Khofifah Indar Parawansa, Gubernur Jatim, HUT ke-80 RI, 17 Agustus, Jawa Timur, Surabaya, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SURABAYA, SJP -</strong> Pemerintah Provinsi Jawa Timur memberikan kado istimewa bagi warga pada peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia. Layanan Bus Trans Jatim akan digratiskan selama dua hari penuh tanpa syarat pada 17–18 Agustus 2025, untuk seluruh koridor kecuali layanan Trans Jatim Luxury.</p>
<p>Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengatakan, bahwa kebijakan tersebut ditujukan sebagai bentuk apresiasi sekaligus ajakan untuk merayakan kemerdekaan dengan sukacita.</p>
<p>"Selama dua hari, masyarakat tidak akan ditarik ongkos transportasi dan hanya akan diberikan tiket dengan tarif Rp0. Ini hadiah kami pada peringatan Kemerdekaan yang hanya setahun sekali ini," ucap Khofifah, Jumat (15/8/2025).</p>
<p>Dirinya mengajak masyarakat memanfaatkan momen libur nasional tersebut untuk berkeliling bersama orang-orang tercinta, terlebih karena tanggal 18 Agustus juga telah resmi ditetapkan sebagai cuti bersama nasional.</p>
<p>"Jadi yang selama ini belum kesampaian untuk berlibur, bisa merasakannya saat 17 Agustusan nanti. Nikmati waktu bersama keluarga dan isi kemerdekaan dengan suka cita," ujarnya.</p>
<p><strong>Dorong Eksplorasi Wisata Jawa Timur</strong></p>
<p>Khofifah juga membeberkan bagwa wilayah yang ia pimpin memiliki banyak destinasi wisata yang menarik, termasuk lokasi-lokasi yang jarang diketahui publik alias hidden gem.</p>
<p>"Setiap daerah punya tempat-tempat wisata yang layak dikunjungi. Banyak sekali hidden gem di Jawa Timur yang sebenarnya menarik untuk dijadikan destinasi liburan," tegasnya.</p>
<p>Meski begitu, ia mengingatkan agar masyarakat tetap menjaga esensi peringatan kemerdekaan dan meminta agar seluruh masyarakat tetap menjaga kesakralan hari Kemerdekaan.</p>
<p>"Ini memang hari libur, tapi libur dalam rangka Kemerdekaan RI. Jadi di dalamnya kita mengenang jasa pahlawan dan merayakan kemenangan rakyat Indonesia," imbaunya.</p>
<p>Khofifah juga menekankan pentingnya persiapan sebelum bepergian. Gubernur Jatim itu mengingatkan agar masyarakat tidak berlebihan dalam berlibur dan bisa mengukur kemampuan diri maupun orang-orang terkasih.</p>
<p>"Jaga diri, dan mudah-mudahan nanti setelah kembali ke rutinitas biasa, kita bisa kembali bekerja membangun Indonesia yang lebih maju dan membanggakan," pungkasnya.</p>
<p><strong>Rute dan Teknis Layanan Gratis</strong></p>
<p>Saat dikonfirmasi, Kepala Bidang Lalu Lintas Jalan Dinas Perhubungan Jawa Timur, Farid Susanto, menjelaskan bahwa layanan gratis Trans Jatim berlaku di enam koridor Trans Jatim yang tersebar di berbagai wilayah.</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202508/image_870x_689ed47406a5f.webp" alt=""></p>
<p>"Koridor I menghubungkan Sidoarjo – Surabaya – Gresik. Koridor II melewati Mojokerto dan Surabaya. Koridor III melintasi Mojokerto (Terminal Kertajaya) dan Gresik (Terminal Bunder)," terang Farid.</p>
<p>"Koridor IV melalui rute Gresik (Terminal Bunder) – Lamongan (Paciran), Koridor V menghubungkan Surabaya – Bangkalan di Madura, dan Koridor VI dari Terminal Kertajaya Mojokerto sampai Terminal Porong Sidoarjo," imbuhnya.</p>
<p>Farid juga mengonfirmasi bahwa tiket gratis itu tidak berlaku bagi layanan Trans Jatim luxury karena memang layanan tersebut tidak ada subsidi.</p>
<p>Kendati demikian, dua hari layanan gratis di seluruh koridor diharapkan memudahkan mobilitas warga, tidak hanya bagi yang ingin mengunjungi tempat wisata, namun juga bagi mereka yang ingin mengunjungi keluarga atau kawan di seluruh daerah Jawa Timur.</p>
<p>"Dengan rute yang cukup luas, masyarakat bisa memanfaatkan Trans Jatim sebagai moda transportasi yang nyaman dan terjangkau," tutupnya. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor: Rizqi Ardian </strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Besok, Doa dan Zikir Kebangsaan Habib Syech Buka Rangakaian HUT ke&amp;80 RI di Jatim</title>
<link>https://suarajatimpost.com/besok-doa-dan-zikir-kebangsaan-habib-syech-buka-rangakaian-hut-ke-80-ri-di-jatim</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/besok-doa-dan-zikir-kebangsaan-habib-syech-buka-rangakaian-hut-ke-80-ri-di-jatim</guid>
<description><![CDATA[ Graha­di bersiap padat, ribuan jamaah diperkirakan memadati kegiatan Doa dan Zikir Kebangsaan bersama Habib Syech besok malam, penanda puncak perayaan HUT ke-80 RI dimulai. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202508/image_870x580_689de479bf50c.webp" length="54588" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 14 Aug 2025 21:45:41 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ryan Ramadhan</dc:creator>
<media:keywords>Doa dan Zikir Kebangsaan, Pesta Rakyat, Habib Syech, Gedung Negara Grahadi, Surabaya, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SURABAYA, SJP — </strong>Menjelang peringatan HUT ke-80 Kemerdekaan RI, persiapan Doa dan Zikir Kebangsaan bersama Habib Syech bin Abdul Qodir Assegaf yang akan digelar Jumat (15/8/2025) di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, mulai memadati kawasan Jalan Gubernur Suryo sejak Kamis (14/8/2025).</p>
<p>Analis Kebijakan Ahli Madya Biro Kesra Setdaprov Jatim, Muhibbin, menyebut bahwa meski pesta rakyat baru dihelat Senin (18/8/2025), puncak acara sebenarnya sudah dimulai sejak Jumat (15/8/2025) besok saat Doa dan Dzikir Kebangsaan bersama Habib Syech bin Abdul Qodir Assegaf.</p>
<p>Pembukaan tersebut sesuai dengan arahan Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa yang sempat berpesan bahwa dalam perayaan kemerdekaan jiga perlu dilakukan ikhtiar batin.</p>
<p>"Meski pesta rakyatnya tanggal 18, puncak perayaan sudah dimulai tanggal 15 karena ada doa dan dzikir kebangsaan sesuai arahan Ibu Gubernur," ucap Muhibbin saat dikonfirmasi pada Kamis (14/8/2025).</p>
<p><strong>Sudah Ramai sejak Kamis Pagi</strong></p>
<p>Melalui pandangan tim <em>Suarajatimpost.com</em>, sejak Kamis (14/8/2025) area Gedung Negara Grahadi dan jl. Gubernur Suryo sudah tampak padat. Beberapa kegiatan seperti gladi bersih upacara di pagi hari, Gladi kotor upacara di sore hari, dan persiapan koneksi audio-visual kegiatan Doa dan Zikir Kebangsaan.</p>
<p>Besok, dua <em>venue</em> akan digunakan untuk kegiatan Doa dan Zikir Kebangsaan, halaman dalam Grahadi dan sepanjang Jalan Gubernur Suryo hingga DPRD, lengkap dengan enam videotron dan pengeras suara. Kapasitasnya diperkirakan mencapai 27 ribu orang.</p>
<p>"Persiapan teknis besok dimulai pukul 15.00, meski acara baru mulai 19.00 WIB. Jamaah biasanya datang sejak pagi, jadi semua antisipasi keamanan dan kenyamanan sudah kami siapkan," ujarnya.</p>
<p>Setelah doa kebangsaan, pada Sabtu (16/8/2025) diisi gladi bersih upacara kemerdekaan dan latihan Paskibra. Sehari kemudian, Minggu (17/8/2025), dilaksanakan Upacara HUT ke-80 Kemerdekaan RI di halaman Grahadi.</p>
<p><strong>Rekayasa Lalu Lintas Disiapkan</strong> </p>
<p>Kepala Bidang Lalu Lintas Jalan Dinas Perhubungan Provinsi Jatim, Farid Susanto, menjelaskan bahwa rekayasa lalu lintas telah disiapkan. Jalan Tunjungan menuju Grahadi akan ditutup, arus dialihkan melalui Embong Malang atau Jalan Genteng, dan disediakan kantong parkir di enam titik strategis dengan kapasitas total 3.500 unit.</p>
<p>"Untuk mendukung kelancaran acara, Dinas Perhubungan Provinsi, Dinas Perhubungan Kota Surabaya dan Satlantas Polrestabes telah menyiapkan pengalihan arus dan kantong parkir," jelas Farid.</p>
<p>Senin (18/8/2025) menjadi hari penutup sekaligus cuti bersama, diisi Pesta Rakyat mulai pukul 18.00 WIB. Hiburan akan dihadirkan oleh NDX AKA, Jihan Audy, Arya Galih, dan Cak Percil cs. </p>
<p>Panggung dibuat menjorok keluar pagar Grahadi agar penonton lebih dekat, dengan hidangan khas dari seluruh OPD, termasuk nasi kerahu.</p>
<p><strong>Antisipasi Massa Doa dan Zikir Kebangsaan</strong></p>
<p>Dari pihak vendor, Helmy M. Noor dari Cita Entertainment menuturkan pihaknya menyiapkan pengaturan massa khusus bagi jamaah Syekher Mania yang kerap hadir lebih awal.</p>
<p>"Syekher Mania yang bisa masuk ke dalam, ya siapa yang datang lebih awal akan dapat shaff depannya. Untuk koneksi, Insya Allah nanti sepanjang jalan itu kita akan siapkan 6 videotron dan speaker di beberapa titik," ujar Helmy.</p>
<p>Area publik seperti Taman Apsari juga akan dijaga ketat agar tidak dimasuki jamaah demi ketertiban. Jalur khusus VIP dengan barikade akan disiapkan bagi bupati, wali kota, dan undangan penting lainnya.</p>
<p>"Namanya orang banyak, jadi tidak boleh membawa apa-apa, akan kami lakukan screening. Jangan sampai dia bawa minuman yang membahayakan seperti botol-botol," tutup Helmy. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor: Ali Wafa</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Semarak HUT ke&amp;80 RI, Mak&amp;mak Usia 40+ Adu Tumpeng di Tengah Mall</title>
<link>https://suarajatimpost.com/semarak-hut-ke-80-ri-mak-mak-usia-40-adu-tumpeng-di-tengah-mall</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/semarak-hut-ke-80-ri-mak-mak-usia-40-adu-tumpeng-di-tengah-mall</guid>
<description><![CDATA[ Mak-mak usia 40+ di Wonokromo unjuk gaya di catwalk busana daerah, lalu kembali sibuk menghias tumpeng, membawa semangat kemerdekaan jelang HUT ke-80 Republik Indonesia. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202508/image_870x580_689db714f20b0.webp" length="50166" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 14 Aug 2025 18:30:44 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ryan Ramadhan</dc:creator>
<media:keywords>HUT ke-80 RI, Hari Kemerdekaan, 17 Agustus, Royal Plaza, Wonokromo, Surabaya, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SURABAYA, SJP — </strong>Lomba 17 Agustus biasanya identik dengan anak-anak yang adu cepat di lomba balap karung, atau beberapa remaja berebut kursi saat irama musik tiba-tiba berhenti. Tapi di Kelurahan Wonokromo, para emak-emak justru mengambil alih panggung lomba jelang perayaan HUT ke-80 Republik Indonesia.</p>
<p>Berlokasi di Royal Plaza Surabaya, sebuah ajang perlombaan seperti menghias tumpeng hingga fashion show diikuti oleh peserta yang biasanya hanya menonton di pinggir area perlombaan, mereka adalah emak-emak usia 40 tahun ke atas.</p>
<p><strong>Hasil Kolaborasi Royal Plaza dengan Kelurahan Wonokromo</strong></p>
<p>Pesta Rakyat Semarak Kemerdekaan, begitu namanya, adalah acara hasil kolaborasi Royal Plaza Surabaya dengan Kelurahan Wonokromo, yang menjadi lokasi mall tersebut berdiri. Lurah Wonokromo, Prima Sri Poerwiendati mengatakan bahwa acara tersebut adalah upaya pihak Royal Plaza merangkul warganya.</p>
<p>"Jadi pihak Royal Plaza mengajak ibu-ibu Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK) untuk mengadakan acara seperti lomba, dan Royal memberikan support untuk hadiah lombanya," jelas Lurah Wonokromo, Prima Sri Poerwiendati, Kamis (14/8/2025).</p>
<p>"Tahun ini ada dua jenis lomba, yakni lomba tumpeng yang merupakan ide dari pihak Royal Plaza dan lomba Fashion Show, ide dari Kelurahan," imbuhnya.</p>
<p>Prima mengungkapkan bahwa antusiasme masyarakat sekitar sangatlah tinggi, dari tahun 2024 lalu yang hanya melibatkan PKK RW 1-8 Kelurahan Wonokromo, kini acara tersebut juga menggandeng Ikatan Pekerja Sosial Masyarakat (IPSM) dan karang taruna Wonokromo.</p>
<p>"Kalau yang lomba tumpeng itu ada 10 meja, meliputi 8 RW, IPSM sama Karang Taruna, sedangkan lomba fashion show ada 9 peserta," sebut Prima.</p>
<p>"Kegiatan lainnya juga ada penampilan tari dari karang taruna binaan dan sosialisasi dari Komnas PA Surabaya," sambungnya.</p>
<p>Kolaborasi Royal dan Kelurahan sendiri bukan hubungan dadakan. Prima menegaskan, setiap kali kelurahan punya agenda mulai dari pengajian hingga rapat, pihak Royal Plaza Surabaya selalu menyediakan tempat secara gratis. </p>
<p>"Kerja sama memang sudah lama. Royal selalu mendukung beberapa kegiatan kita," ujarnya.</p>
<p><strong>Tumpeng Bertema Indonesia dan Catwalk Emak-Emak</strong></p>
<p>Untuk lomba menghias tumpeng, para peserta diberikan waktu 30 menit untuk menghias nasi kuning yang sudah mereka bawa dari rumah dengan ornamen khas kemerdekaan, seperti bendera atau bunga disamping perkedel dan mie yang juga ikut memberikan warna.</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202508/image_870x_689db71e558e9.webp" alt=""></p>
<p>Sementara dalam lomba fashion show, busana daerah yang dikenakan oleh emak-emak yang jadi peserta juga berhasil mencuri perhatian. Ketua Tim Penggerak PKK Wonokromo, Santi Muliasari, mengatakan bahwa acara tersebut jadi ajang belajar sekaligus hiburan. </p>
<p>"Daripada kita ikut lomba di tingkat kota, kita belajar dulu di tingkat kelurahan. Menariknya, biasanya lomba 17-an itu kan anak-anak sampai remaja, nah ini yang ikut malah emak-emak. Banyak yang pingin ikut, satu ikut, jadi ikut semua akhirnya,” ungkapnya.</p>
<p>Santi menambahkan, emak-emak melakukan catwalk tudak dengan busana bebas, melainkan mengenakan busana dengan tema baju daerah untuk menguatkan nuansa pesta rakyat.</p>
<p>Di tengah deretan ibu-ibu berbusana daerah, satu peserta dari Ikatan Pekerja Sosial Masyarakat (IPSM) sukses mencuri perhatian. Bukannya mengirim emak-emak seperti aturan lomba, mereka justru mengutus seorang bapak yang berdandan layaknya wanita, lengkap dengan kostum adat Nusa Tenggara Timur. </p>
<p>Aturannya memang membuat ia tak bisa menang, tapi sorak-sorai penonton membuktikan hiburan itu lebih berharga daripada trofi.</p>
<p><strong>"Mama Juga Butuh Bahagia" </strong></p>
<p>Camat Wonokromo, Maria Agustin, memandang acara itu sebagai bukti eksistensi PKK yang konsisten mendukung program pemerintah di semua tingkatan. </p>
<p>"PKK adalah salah satu pilar kemasyarakatan kita. Mereka menangani masalah wanita dan anak-anak, dan lewat acara ini membuktikan peranannya," katanya.</p>
<p>Baginya, ada sisi emosional yang tak kalah penting dalam perayaan kemerdekaan, meski jarang disorot, menurut Maria, emak-emak yang biasanya hanya menonton perlombaan 17 Agustus, pasti juga ingin berpartisipasi.</p>
<p>"Mama juga butuh bahagia. Kadangkala wajib memberikan kesempatan buat mami-mami dan emak-emak ini mencurahkan potensi mereka melalui event-event yang membuat mereka bahagia dan lupa sesaat," ujarnya.</p>
<p>Dengan aroma tumpeng yang memenuhi udara dan lenggak-lenggok busana daerah di tengah riuhnya mall, Royal Plaza dan Kelurahan Wonokromo berhasil memindahkan energi lomba kampung ke ruang publik modern tanpa kehilangan rasa kebersamaan. </p>
<p>Di sini, kemerdekaan dirayakan bukan hanya dengan seremoni, tapi juga dengan memberi panggung untuk mereka yang biasanya hanya duduk di pinggir, menyemangati dari kejauhan. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor: Ali Wafa</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Hari Pramuka ke&amp;64, Khofifah Puji Kiprah Nyata Pramuka Jawa Timur</title>
<link>https://suarajatimpost.com/hari-pramuka-ke-64-khofifah-puji-kiprah-nyata-pramuka-jawa-timur</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/hari-pramuka-ke-64-khofifah-puji-kiprah-nyata-pramuka-jawa-timur</guid>
<description><![CDATA[ Peringatan Hari Pramuka ke-64 di Surabaya menjadi ajang apresiasi bagi Pramuka Jatim atas aksi nyata mereka, mulai penanganan bencana, pemugaran rumah, hingga aksi bersih lingkungan. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202508/image_870x580_689daff9cf8a3.webp" length="35096" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 14 Aug 2025 17:01:58 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ryan Ramadhan</dc:creator>
<media:keywords>Hari Pramuka ke-64, Pramuka, Khofifah Indar Parawansa, Koarmada, Surabaya, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><span lang="IN"><strong>SURABAYA, SJP — </strong>Peringatan Hari Pramuka ke-64 di Dermaga Ujung Komando Armada II Surabaya, Kamis (14/8/2025), menjadi ajang apresiasi atas capaian besar Gerakan Pramuka Jawa Timur.<o:p></o:p></span></p>
<p><span lang="IN">Gubernur Jawa Timur sekaligus Ketua Majelis Pembimbing Daerah Gerakan Pramuka Jatim, Khofifah Indar Parawansa, menegaskan kiprah Pramuka di daerahnya membanggakan dan membawa manfaat nyata bagi masyarakat.<o:p></o:p></span></p>
<p><span lang="IN">"Gerakan Pramuka di Jawa Timur memang membanggakan. Mereka hadir untuk masyarakat, memberi manfaat nyata, dan membentuk karakter gotong royong melalui kerja nyata," kata Khofifah di hadapan peserta upacara.<o:p></o:p></span></p>
<p><span lang="IN">Salah satu pencapaian yang disorot adalah peran aktif Pramuka Peduli Bencana. Mereka membantu penanganan bencana di Jawa Timur dan luar daerah, termasuk mengirim pasokan air bersih ke wilayah longsor di Jawa Barat.<o:p></o:p></span></p>
<p><span lang="IN">Pramuka Jatim juga membangun rumah bagi korban erupsi Gunung Semeru bersama Kwartir Cabang Lumajang serta melakukan terapi psikologis bagi warga yang mengalami trauma pascabencana.<o:p></o:p></span></p>
<p><span lang="IN">"Selain membangun rumah, kita juga melakukan penguatan masyarakat, termasuk terapi psikologis bagi mereka yang mengalami ujian berat pada saat itu," ujar Khofifah.<o:p></o:p></span></p>
<p><span lang="IN">Lewat Perkemahan Wirakarya, Pramuka Jatim memugar 200 rumah tidak layak huni menjadi layak huni. Kegiatan ini tidak hanya memperbaiki fisik rumah, tetapi juga meningkatkan kualitas hidup keluarga penerima manfaat.<o:p></o:p></span></p>
<p><span lang="IN">Kesadaran lingkungan menjadi pilar gerakan. Dalam aksi bersih pantai dan sungai serentak, mereka bergerak di 80 lokasi berbeda dengan target memperluas kegiatan menjelang HUT ke-80 Republik Indonesia.<o:p></o:p></span></p>
<p><span lang="IN">"Menyambut HUT Kemerdekaan RI ke-80, saya usulkan kepada Kak Kwarda untuk melakukan bersih-bersih pantai minimal di 80 pantai. Ini menjadi simbol semangat kemerdekaan dan kepedulian lingkungan," katanya.<o:p></o:p></span></p>
<p><span lang="IN">Khofifah mengajak seluruh anggota Pramuka Jatim tetap menjadi garda terdepan memperkuat persatuan, membantu masyarakat, dan menjaga lingkungan.<o:p></o:p></span></p>
<p><span lang="IN">"Gerakan Pramuka adalah kebanggaan kita bersama. Mari kita jaga semangatnya, kita kuatkan pengabdiannya," ujarnya. <strong>(*)</strong><o:p></o:p></span></p>
<p><strong><span lang="IN">Editor: Ali Wafa</span></strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Tanggapi Kasus Emak&amp;emak Minta Sumbangan, Wali Kota Surabaya: Sumbangan Agustusan Harus Sukarela</title>
<link>https://suarajatimpost.com/tanggapi-kasus-emak-emak-minta-sumbangan-wali-kota-surabaya-sumbangan-agustusan-harus-sukarela</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/tanggapi-kasus-emak-emak-minta-sumbangan-wali-kota-surabaya-sumbangan-agustusan-harus-sukarela</guid>
<description><![CDATA[ Tiga emak-emak di Surabaya viral mematok sumbangan Agustusan Rp500 ribu, Wali Kota Eri Cahyadi tegaskan sumbangan harus sukarela tanpa paksaan. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202508/image_870x580_689b2fe579ab1.webp" length="66096" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Tue, 12 Aug 2025 21:29:12 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ryan Ramadhan</dc:creator>
<media:keywords>Sumbangan, Agustusan, Hari Kemerdekaan, HUT 80, Eri Cahyadi, Surabaya, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SURABAYA, SJP - </strong>Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, memberikan penegasan tegas mengenai tata cara penggalangan dana untuk perayaan HUT RI, menanggapi viralnya video yang menunjukkan tiga emak-emak diduga mematok sumbangan Rp500 ribu kepada seorang pemilik toko di Jalan Gemblongan, Surabaya.</p>
<p><strong>Sumbangan</strong> <strong>Rasa Pungli</strong></p>
<p>Kasus tersebut bermula pada Kamis (7/8/2025), sore hari sekitar pukul 15.58 WIB, saat tiga emak-emak mendatangi toko Pods Authentic di Jalan Gemblongan. Mereka mengaku sebagai utusan RT/RW setempat dan meminta sumbangan perayaan Agustusan. </p>
<p>Namun, yang membuat kasus itu menjadi viral adalah patokan nominal sumbangan yang diminta, yaitu antara Rp500 ribu hingga Rp1 juta, jauh dari sifat sumbangan yang biasanya bersifat sukarela.</p>
<p>Pemilik toko, Kevin Wiliam, awalnya berusaha memberi sumbangan sesuai kemampuannya, yakni sekitar Rp5-10 ribu, namun permintaan emak-emak tersebut ditolak. Kejadian memanas dan sempat terjadi adu mulut serta intimidasi, bahkan kaca mobil milik Kevin sempat dipukul.</p>
<p>"Nominalnya memang seikhlasnya, tapi ketika saya bilang sanggupnya Rp5-10 ribu, ibu itu bilang enggak bisa," ujarnya.</p>
<p>Video insiden itu tersebar luas di media sosial, menimbulkan kehebohan dan kecaman publik. Kevin akhirnya sempat melaporkan kejadian tersebut ke polisi dengan dugaan pungutan liar (pungli).</p>
<p>Sebelumnya, kasus tersebut juga sempat dimediasi oleh Wakil Wali Kota Surabaya, Armuji atau Cak Ji. Meski seluruh pihak dihadirkan, hanya dua dari tiga emak-emak yang sepakat damai.</p>
<p><strong>Eri: "Sumbangan Harus Sukarela"</strong></p>
<p>Menanggapi kasus tersebut, Wali Kota Eri Cahyadi menyatakan bahwa warga tidak boleh mematok nominal sumbangan untuk acara Agustusan agar tidak memberatkan masyarakat.</p>
<p>"Sumbangan harus bersifat sukarela sesuai kemampuan pemberi, tanpa paksaan," tegas Eri, Selasa (12/8/2025).</p>
<p>"Nggak boleh (dipatok). Itu kan namanya sumbangan, berarti sukarela. Kalau Rp200 ribu atau Rp100 ribu pun seharusnya bisa diterima," imbuhnya.</p>
<p>Eri juga menginstruksikan perangkat kelurahan serta RT/RW untuk menyertakan pernyataan tertulis ‘Tidak Memaksa’ saat meminta bantuan dana. Terlebih karena 3 emak-emak penagih sumbangan yang sempat viral ternyata bagian dari Kader Surabaya Hebat (KSH) mewakili RW 3.</p>
<p>Kendati demikian, Eri memberi pesan bahwa Kota Surabaya dibangun dari gotong-royong antarwarga, maka sumbangsih dalam bentuk apapun bisa dilakukan oleh masyarakat agar ikut memeriahkan perayaan Hari Ulang Tahun ke-80 Republik Indonesia.</p>
<p>"Untuk memperingati hari kemerdekaan ke-80 ini, siapapun ayo memberi sumbangsih, entah harta, tenaga, atau pikiran, untuk memeriahkan ulang tahun kemerdekaan," tandas Eri. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor: Rizqi Ardian </strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Dari Panel Surya untuk Pertanian hingga Pemantauan Kualitas Udara, SEGTA 2025 Resmi Ditutup di UNAIR</title>
<link>https://suarajatimpost.com/dari-panel-surya-untuk-pertanian-hingga-pemantauan-kualitas-udara-segta-2025-resmi-ditutup-di-unair</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/dari-panel-surya-untuk-pertanian-hingga-pemantauan-kualitas-udara-segta-2025-resmi-ditutup-di-unair</guid>
<description><![CDATA[ Enam inovasi energi dan teknologi ramah lingkungan lintas negara, dari panel surya pertanian hingga drone wisata, menandai penutupan SEGTA 2025 di Universitas Airlangga. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202508/image_870x580_689b3140a1bca.webp" length="49704" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Tue, 12 Aug 2025 21:03:36 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ryan Ramadhan</dc:creator>
<media:keywords>SEGTA 2025, Universitas Airlangga, UNAIR, Surabaya, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SURABAYA, SJP - </strong>Enam proyek lintas negara, mulai dari panel surya untuk pertanian hingga pemantauan kualitas air, rampung digarap di Surabaya, Gili Iyang, dan Sumenep. </p>
<p>Pencapaian tersebut sekaligus menutup rangkaian kegiatan <em>Sustainable Energy and Green Technology Applications</em> (SEGTA) 2025 yang digelar oleh Fakultas Teknologi Maju dan Multidisiplin (FTMM) UNAIR. </p>
<p>Acara penutupan berlangsung di Universitas Airlangga, Selasa (12/8/2025) dengan dihadiri oleh unsur pimpinan fakultas, dosen, serta peserta internasional dari berbagai negara.</p>
<p><strong>Misi <em>Community Development</em> dan <em>Academic Outreach</em></strong></p>
<p>Wakil Dekan 3 Bidang Riset, Inovasi, Pengabdian Masyarakat, dan Kerjasama FTMM, Prof. Retna Apsari, menyebut SEGTA 2025 sukses menjalankan dua misi utama, yakni <em>community development</em> dan <em>academic</em> <em>outreach</em>.</p>
<p>"Berbagai inovasi ini sudah kami terapkan di Pulau Gili Iyang dan Kalianget. Peserta juga mendapatkan kuliah akademik, mengikuti workshop di laboratorium, hingga praktik lapangan di Bromo untuk melihat langsung penerapan teknologi dalam pariwisata berkelanjutan," ujar Prof. Retna, Selasa (12/8/2025).</p>
<p><strong>Enam Topik Unggulan</strong></p>
<p>Sepanjang pelaksanaan SEGTA 2025, program ini menyasar tiga lokasi utama: Surabaya, Gili Iyang, dan Sumenep. Ada enam topik community development yang menjadi fokus:</p>
<ol>
<li>Penerapan panel surya untuk pertanian</li>
<li>Penanaman pohon kelapa dan pemupukan lahan</li>
<li>Edukasi energi matahari</li>
<li>Pemantauan kualitas udara</li>
<li>Pembangunan solar shelter</li>
<li>Pemanfaatan drone untuk mendukung pariwisata</li>
</ol>
<p></p>
<p>Kegiatan tersebut sepenuhnya melibatkan kolaborasi lintas disiplin ilmu, menggabungkan penelitian, pengabdian masyarakat, dan inovasi teknologi ramah lingkungan.</p>
<p></p>
<p><strong>Teknologi Pemantauan Udara di Gili Iyang</strong></p>
<p>Salah satu capaian menonjol SEGTA 2025 adalah pemasangan teknologi real-time air quality monitoring di Pulau Gili Iyang, Sumenep. </p>
<p></p>
<p>Perangkat itu mampu mengukur kadar oksigen dan karbondioksida secara langsung, sehingga warga dapat mengetahui kondisi udara dan menjaga kelestarian lingkungan pulau yang dikenal dengan sebutan “Pulau Oksigen” tersebut.</p>
<p></p>
<p>"Data real-time membantu masyarakat sadar akan kondisi lingkungan dan mendorong langkah pelestarian," ujar Agus Mukhlisin, dosen Prodi Teknik Elektro UNAIR. </p>
<p></p>
<p>Dukungan juga datang dari dokter Pustu Gili Iyang, dr. Madari, yang berharap program tersebut dapat berjalan secara berkelanjutan demi kesehatan masyarakat setempat.</p>
<p></p>
<p><strong>Mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan</strong></p>
<p>Sebagai program internasional tahunan, SEGTA bukan sekadar agenda rutin. Menurut Prof. Retna, kegiatan ini merupakan bagian dari misi UNAIR untuk mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs).</p>
<p></p>
<p>"Melalui SEGTA, kami ingin berkontribusi pada energi bersih, infrastruktur berkelanjutan, pengentasan kemiskinan, air bersih dan sanitasi, hingga kemitraan global. Kolaborasi ini memberi manfaat nyata bagi masyarakat dan lingkungan," tuturnya.</p>
<p></p>
<p>Meski seremoni penutupan SEGTA 2025 digelar di Surabaya, adapun agenda lapangan yang berlangsung Kawasan Nasional Gunung Bromo Tengger Semeru pada 12–13 Agustus 2025.</p>
<p></p>
<p>Kegiatan tersebut menjadi ajang pembelajaran langsung bagi peserta untuk melihat bagaimana teknologi dapat diterapkan dalam mendukung pariwisata berkelanjutan.</p>
<p></p>
<p>Dengan berakhirnya SEGTA 2025, UNAIR berharap inovasi dan kolaborasi internasional yang sudah dijalankan dapat terus memberi dampak positif, khususnya di bidang energi dan teknologi hijau. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor: Rizqi Ardian </strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Komnas PA Surabaya Minta Larangan Roblox Disertai Edukasi dan Alternatif Gim Aman</title>
<link>https://suarajatimpost.com/komnas-pa-surabaya-minta-larangan-roblox-disertai-edukasi-dan-alternatif-gim-aman</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/komnas-pa-surabaya-minta-larangan-roblox-disertai-edukasi-dan-alternatif-gim-aman</guid>
<description><![CDATA[ Gim Roblox yang bersifat terbuka membuat siapa pun bisa membuat konten tanpa proses kurasi ketat. Moderasi cenderung reaktif, baru menghapus konten setelah ada laporan bukan sebaliknya. Hal tersebut memberi celah munculnya mini game dengan unsur kekerasan ekstrem atau interaksi yang tidak aman. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202508/image_870x580_689b2fe228c98.webp" length="44340" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Tue, 12 Aug 2025 20:30:51 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ryan Ramadhan</dc:creator>
<media:keywords>Komisi Nasional Perlindungan Anak, Komnas PA Surabaya, Syaiful Bachri, Roblox, Robux, Surabaya, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SURABAYA, SJP - </strong>Larangan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti agar anak-anak tidak bermain gim Roblox memicu diskusi luas di kalangan orang tua. </p>
<p>Langkah tersebut diambil setelah gim yang populer di seluruh kalangan, bahkan dari anak-anak hingga orang dewasa itu disebut mengandung konten kekerasan yang tidak pantas untuk anak.</p>
<p>Namun, jauh sebelum larangan itu diumumkan, Komnas Perlindungan Anak (PA) Kota Surabaya sudah mewanti-wanti potensi bahaya Roblox dan gim daring serupa. </p>
<p>Sejak awal 2025, Komnas PA Surabaya sudah gencar melakukan sosialisasi kepada siswa dan orang tua melalui seminar dan kelas motivasi tentang dampak negatif gim online tanpa pengawasan.</p>
<p>Ketua Komnas PA Surabaya, Syaiful Bachri, atau yang akrab disapa Kak Iful itu mengungkapkan bahwa pihaknya menemukan sedikitnya 15 permainan di dalam Roblox yang tergolong paling berbahaya. </p>
<p>"Kontennya mulai dari pornografi, sadisme, horor, pemicu kecemasan, pergaulan bebas, sampai hubungan sedarah," ujar Kak Iful, Selasa (12/8/2025).</p>
<p>Dirinya juga menilai kondisi seperti itu adalah bukti bahwa teknologi tanpa kontrol orang tua bisa berdampak serius pada psikologis anak.</p>
<p><strong>Roblox: Dunia Virtual dengan Jutaan Game</strong></p>
<p>Perlu diketahui, gim Roblox sendiri dirancang sebagai platform bermain dan berkreasi untuk anak-anak. Di dalamnya, pengguna dapat dengan bebas memilih jutaan game mini yang dibuat oleh kreator dari seluruh dunia.</p>
<p>Genre mini game-nya beragam, mulai dari simulasi merawat hewan peliharaan (<em>Adopt Me</em>!), bertahan hidup dari bencana (<em>Natural Disaster Survival</em>), hingga permainan <em>roleplay</em> kota (<em>Brookhaven RP)</em>.</p>
<p>Masalahnya, sifat Roblox yang terbuka membuat siapa pun bisa membuat konten tanpa proses kurasi ketat. Moderasi cenderung reaktif, baru menghapus konten setelah ada laporan bukan sebaliknya. Hal tersebut memberi celah munculnya mini game dengan unsur kekerasan ekstrem atau interaksi yang tidak aman. </p>
<p>Disisi lain, pemain juga bisa berkomunikasi bebas dengan orang asing jika kontrol orang tua tidak diaktifkan, serta terdorong melakukan pembelian dalam gim menggunakan mata uang virtual bernama Robux.</p>
<p>"Kalau dulu anak bertengkar karena emosi, sekarang cara melakukannya berbeda. Mereka meniru instruksi atau adegan yang dilihat di gim," kata Kak Iful.</p>
<p><strong>Larangan Saja Tidak Cukup</strong></p>
<p>Komnas PA Surabaya menegaskan pelarangan bermain Roblox tidak akan menyelesaikan masalah secara menyeluruh. Mereka mengusulkan pendekatan yang lebih komprehensif, yakni:</p>
<ul>
<li><strong>Substitusi</strong>: mengganti gim bermasalah dengan alternatif yang aman dan edukatif, termasuk mengembangkan permainan berbasis budaya lokal.</li>
<li><strong>Komplementasi</strong>: menyediakan gim serupa yang mengandung nilai pendidikan karakter berlandaskan Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika.</li>
<li><strong>Kolaborasi Nasional</strong>: melibatkan pemerintah pusat–daerah, Kominfo, DPR RI, tokoh masyarakat, guru, dan industri kreatif untuk pengawasan dan pengembangan gim positif.</li>
</ul>
<p>Kak Iful juga menekankan bahwa secara psikologis, sebuah larangan malah akan menimbulkan rasa penasaran dan ingin coba-coba, terlebih bagi anak-anak. Maka disitulah pentingnya peran orang tua dan sekolah dalam pendampingan. </p>
<p>"Larangan tanpa edukasi justru bisa membuat anak makin penasaran, karena itulah jangan alay dan abai, tapi bijak. Kita perlu memberi ruang, tapi isi kontennya harus sudah diberi nilai yang tepat," ujarnya.</p>
<p>Komnas PA Surabaya juga mendorong generasi muda, terutama kreator lokal, untuk membuat gim yang aman sekaligus kreatif, agar anak tetap mendapat hiburan digital tanpa mengorbankan nilai moral dan keamanan. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor: Rizqi Ardian </strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Harimau Sumatera ‘Rengganis’ Mulai Huni PDTS KBS untuk Program Pengembangbiakan</title>
<link>https://suarajatimpost.com/harimau-sumatera-rengganis-mulai-huni-pdts-kbs-untuk-program-pengembangbiakan</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/harimau-sumatera-rengganis-mulai-huni-pdts-kbs-untuk-program-pengembangbiakan</guid>
<description><![CDATA[ Rengganis, harimau sumatera betina dari Maharani Zoo, kini jadi harapan baru Kebun Binatang Surabaya untuk melestarikan predator langka yang populasinya kian menipis. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202508/image_870x580_6898987ea5cf0.webp" length="51402" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sun, 10 Aug 2025 23:11:04 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ryan Ramadhan</dc:creator>
<media:keywords>PDTS KBS, Kebun Binatang Surabaya, Harimau Sumatera, Maharani Zoo, Surabaya, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SURABAYA, SJP - </strong>Dengan loreng rapat dan tubuh yang lebih ramping dibandingkan kerabatnya di benua lain, Harimau Sumatera menjadi simbol megah hutan-hutan tropis Indonesia. Namun di balik pesonanya, populasi predator itu kian terdesak akibat perburuan dan hilangnya habitat.</p>
<p>Sebagai upaya menjaga keberlangsungan satwa langka seperti Harimau Sumatera, Perusahaan Daerah Taman Satwa Kebun Binatang Surabaya (PDTS KBS) kembali memperkenalkan seekor Harimau Sumatera betina baru bernama Rengganis yang resmi bergabung ke keluarga PDTS KBS pada Minggu (10/8/2025).</p>
<p>Kehadiran Rengganis diharapkan dapat menjadi harapan baru bagi lembaga konservasi di Jawa Timur, khususnya PDTS KBS untuk menambah populasi harimau sumatera di Kota Pahlawan sebagai misi pelestarian satwa yang mulai langka. </p>
<p>Direktur Operasional PDTS KBS, Nurika Widyasanti, menjelaskan bahwa Rengganis merupakan hasil peminjaman dari Maharani Zoo, Paciran, Lamongan, sebagai bentuk kerja sama antar lembaga konservasi.</p>
<p>"Kenapa kita mendatangkan Harimau Sumatra? Karena koleksi di KBS hanya ada tiga ekor, yaitu satu jantan dan dua betina yang sudah berusia tua sehingga produktivitasnya menurun," jelas Nurika, Minggu (10/8/2025).</p>
<p>Menurut Nurika, Rengganis didatangkan khusus untuk program pengembangbiakan. Dengan kehadiran Rengganis, maka PDTS KBS kini memiliki empat ekor Harimau Sumatera.</p>
<p>"Harapannya, Rengganis dapat segera beradaptasi dan berinteraksi dengan harimau lain di sini, sehingga proses perkembangbiakan bisa berjalan. Populasi Harimau Sumatera di KBS harus tetap terjaga," ujarnya.</p>
<p>Memiliki nama latin "Panthera Tigris SRengganis, harimau sumatera betina dari Maharani Zoo, kini jadi harapan baru Kebun Binatang Surabaya untuk melestarikan predator langka yang populasinya kian menipis.</p>
<p>Dengan nama latin "<em>Panthera Tigris Sumatrae</em>", Harimau Sumatera memiliki ciri fisik yang sedikit berbeda dari spesies harimau lainnya, salah satunya ukuran tubuh yang relatif lebih kecil dan loreng yang rapat. "Harimau Sumatera ini merupakan sub-spesies terkecil dari kelompoknya," tutur Nurika.</p>
<p>Untuk pejantan, Harimau Sumatera mempunyai surai di bagian bawah, sural merupakan rambut yang berukuran lebih panjang dari rambut aslinya. Untuk habitatnya, Harimau Sumatera hidup di hutan tropika, semak belukar, padang alang-alang</p>
<p>Kehadiran Rengganis ternyata langsung mencuri perhatian pengunjung yang datang. Sejumlah orang tampak berkerumun di area kandang harimau untuk melihat pendatang baru itu.</p>
<p>Rina (29), warga Gresik yang datang bersama keluarganya, mengaku penasaran sejak mendengar kabar bahwa PDTS KBS akan kedatangan harimau sumatera baru. "Kebetulan sempat dengar kalau bakal ada satwa baru, jadi sekalian datang kesini," ucap Rina.</p>
<p>Meski senang karena bisa melihat Rengganis, tapi dirinya mengaku sedikit kecewa karena Rengganis tidak mau mendekat ke arah pengunjung dan kerap kali tertutup oleh pohon. "Ya memang karena faktor keamanan, tapi jujur memang agak sulit lihat karena terlalu jauh," jelasnya.</p>
<p>Kehadiran Rengganis di PDTS KBS bukan sekadar menambah deretan koleksi satwa, melainkan bagian dari perjuangan panjang menjaga keberlangsungan salah satu predator paling ikonik Indonesia.</p>
<p>Di tengah ancaman kepunahan yang membayangi Harimau Sumatera, setiap kelahiran baru adalah harapan, dan setiap langkah pelestarian adalah janji bahwa loreng-loreng itu tak akan hilang dari bumi Nusantara. (*)</p>
<p><strong>Editor:</strong> Danu S</p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Ikon Lama Jalan Tunjungan Dibongkar, Pemkot Surabaya Siapkan JPO Baru yang Modern dan Estetik</title>
<link>https://suarajatimpost.com/ikon-lama-jl-tunjungan-dibongkar-pemkot-surabaya-siapkan-jpo-baru-yang-modern-dan-estetik</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/ikon-lama-jl-tunjungan-dibongkar-pemkot-surabaya-siapkan-jpo-baru-yang-modern-dan-estetik</guid>
<description><![CDATA[ Empat dekade berdiri, JPO Siola akhirnya dibongkar. Pemkot Surabaya siapkan jembatan baru terbuka dan estetik, target rampung Desember 2025 sebagai ikon baru Tunjungan. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202508/image_870x580_6898986fd25c2.webp" length="50318" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sun, 10 Aug 2025 22:55:47 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ryan Ramadhan</dc:creator>
<media:keywords>JPO Siola, Siola, Jalan Tunjungan, Pemkot Surabaya, Surabaya, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SURABAYA , SJP - </strong>Setelah hampir empat dekade berdiri, Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) Siola di Jalan Tunjungan resmi dibongkar. Keputusan tersebut diambil Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya usai kajian teknis yang menemukan struktur jembatan yang dibangun pada 1987 itu sudah rapuh dan tak lagi terintegrasi optimal dengan wajah baru kawasan heritage Tunjungan</p>
<p>JPO Siola bukan sekadar sarana penyeberangan. Pada era akhir 1980-an hingga 1990-an, jembatan tersebut semlat menjadi nadi penghubung antara pusat perbelanjaan modern Siola, ikon belanja Surabaya kala itu dengan deretan pertokoan dan kantor di seberang jalan. </p>
<p>Di masa jayanya, ribuan pejalan kaki melintasi jembatan ini setiap hari, baik untuk berbelanja, bekerja, maupun sekadar menikmati pemandangan Tunjungan dari ketinggian.</p>
<p>Namun, seiring berubahnya fungsi Siola menjadi Mal Pelayanan Publik dan bangunan sekitarnya beralih peran, membuat arus pengguna JPO menurun.</p>
<p>Struktur yang menua, ditambah desain tertutup yang dinilai kurang sesuai dengan penataan kawasan Tunjungan yang semakin terbuka, membuat jembatan ini akhirnya harus diremajakan.</p>
<p>"Jembatan itu harus terkoneksi dan mencerminkan kondisi Jalan Tunjungan saat ini. Nantinya bentuknya tetap jembatan, tapi lebih terbuka agar bisa jadi tempat foto dengan view dari ketinggian," ujar Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi, Minggu (10/8/2025).</p>
<p>Menurut Eri, pembangunan jembatan baru tidak akan banyak menggunakan dana APBD. Pemkot akan menggandeng investor dan tenaga ahli melalui skema kerja sama, termasuk program CSR. "Harapannya, Jalan Tunjungan makin ramai dan jadi spot menarik bagi warga," tambahnya.</p>
<p>Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kota Surabaya, Wiwiek Widayati, menegaskan pembongkaran ini bukan keputusan mendadak. Kajian independen awal 2025 menemukan sejumlah bagian jembatan yang runtuh dan rapuh sehingga dinyatakan tidak aman.</p>
<p>"Berdasarkan kajian, jembatan itu memang sudah ada yang rapuh. Karena itu harus segera diselamatkan dan dibangun kembali," jelasnya.</p>
<p>Wiwiek memastikan fungsi utama JPO sebagai penghubung pejalan kaki tetap dipertahankan, menghubungkan Gedung Siola dengan Jalan Tanjung Anom. Namun, desain baru akan dibuat lebih estetik dan terbuka agar menarik secara visual dan layak menjadi spot swafoto.</p>
<p>Pembangunan ditargetkan selesai pada Desember 2025 dan dapat digunakan awal 2026. Pemkot juga menjamin proses pembangunan tidak akan mengganggu aktivitas warga karena jadwal pengerjaan disesuaikan dengan arus lalu lintas.</p>
<p>Dengan rencana tersebut, Pemkot berharap JPO baru tak hanya mengembalikan fungsi praktisnya, tetapi juga menghadirkan napas baru di tengah wajah klasik Tunjungan menyatukan sejarah, fungsi, dan daya tarik visual dalam satu bentang modern di jantung Kota Pahlawan. (*)</p>
<p><strong>Editor: </strong>Danu S</p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Dari Ras Flemish Giant hingga Lionhead, Puluhan Kelinci Huni Wahana Baru &amp;apos;Rabbit in Wonderland&amp;apos; di PDTS KBS</title>
<link>https://suarajatimpost.com/dari-ras-flemish-giant-hingga-lionhead-puluhan-kelinci-huni-wahana-baru-rabbit-in-wonderland-di-pdts-kbs</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/dari-ras-flemish-giant-hingga-lionhead-puluhan-kelinci-huni-wahana-baru-rabbit-in-wonderland-di-pdts-kbs</guid>
<description><![CDATA[ Puluhan kelinci dari 11 spesies dunia, termasuk Flemish Giant dan Transylvania Giant, kini bisa diajak bermain, digendong, dan diberi makan di Rabbit in Wonderland Surabaya. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202508/image_870x580_689879381f023.webp" length="50830" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sun, 10 Aug 2025 21:48:04 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ryan Ramadhan</dc:creator>
<media:keywords>PDTS KBS, Kebun Binatang Surabaya, Kelinci, Rabbit in Wonderland, RIW, Surabaya, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SURABAYA, SJP - </strong>Bulu lembut, telinga panjang, hingga kebiasaan melompat-lompat dan makan wortel, siapa lagi kalau bukan Kelinci, hewan berbulu dengan wujud menggemaskan itu memang paket lengkap untuk mencuri hati anak-anak hingga orang dewasa.</p>
<p>Kini, puluhan satwa menggemaskan tersebut tidak hanya bisa dilihat, tapi juga bisa diajak bermain di Rabbit in Wonderland (RIW), wahana baru Perusahaan Daerah Taman Satwa Kebun Binatang Surabaya (PDTS KBS) yang baru saja diresmikan pada Minggu, (10/8/2025).</p>
<p>Direktur Operasional dan Umum PDTS KBS, Nurika Widyasanti, menjelaskan bahwa wahana baru itu sengaja dihadirkan untuk memberikan pengalaman baru sekaligus memperluas pilihan hiburan bagi para pengunjung PDTS KBS.</p>
<p>"Ini bisa jadi daya tarik batu bagi PDTS KBS, kami bahkan langsung menghadirkan setidaknya sekitar 30 hingga 50 kelinci di wahana Rabbit in Wonderland," ujar Nurika, Minggu (10/8/2025).</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202508/image_870x_6898794363395.webp" alt=""></p>
<p><strong>Hadirkan 11 Ras Kelinci dari Seluruh Dunia</strong></p>
<p>Salah satu edukator di Rabbit in Wonderland, Alfia, menjelaskan bahwa wahana tersebut dirancang agar pengunjung tidak hanya melihat, tetapi juga bisa berinteraksi langsung dengan kelinci. Mulai dari memegang, menggendong, hingga memberi maan wortel.</p>
<p>"Pengunjung bisa foto bareng kelinci, mau selfie atau difotoin juga bisa. Di bagian tengah area RIW ada taman dan spot foto seperti istana. Ada area khusus memberi makan, kelincinya dibiarkan lepas tapi tetap ada pagar pembatas supaya aman untuk anak-anak," papar Alfia.</p>
<p>Dari puluhan kelinci yang ada dalam Rabbit in Wonderland, setidaknya ada 11 ras kelinci yang dihadirkan, diantaranya: Flemish Giant, Transylvania Giant, Angora, Netherland Dwarf, Lionhead, Fuzzy Loop, Satin, Rex, Dutch, New Zealand, dan Holland Lop.</p>
<p>Mayoritas ras kelinci itu berasal dari Eropa dan Amerika, meski juga ada yang sudah berkembang biak di Indonesia. Dua ras kelinci yang paling menarik adalah Flemish Giant dan Transylvania Giant, karena tidak hanya ukurannya yang besar, tetapi juga langka</p>
<p>Salah satu kelinci yang langsung menyambut pengunjung di area depan wahana RIW bernama Giant, ras kelinci Flemish Giant yang merupakan salah satu ras kelinci terbesar di dunia.</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202508/image_870x_6898792e7c4b5.webp" alt=""></p>
<p>Alfia menyebut bahwa ras kelinci Flesmish Giant tersebar di dataran Eropa, Amerika Utara &amp; Amerika Latin, Australia &amp; Selandia Baru hingga Asia termasuk Indonesia.</p>
<p>Ukuran Tubuh kelinci Flrmish Giant dewasa dapat bisa mencapai berat 6 hingga 10kg, bahkan beberapa tercatat melebihi 12 kg Panjang tubuh dari kepala hingga ekor sekitar 70-90 cm. Postur tubuhnya panjang dan berotot, dengan dada lebar, punggung yang relatif lurus, kaki kokoh, dan langkahnya jauh meski berukuran besar</p>
<p>"Jadi selain besar, ras ini juga memiliki bulu tebal, lembut, dan halus. Varietas warna meliputi abu-abu (grizzle), agouti, putih, hitam, serta pola broken (campuran warna)," terang Alfia.</p>
<p>Meski besar, Alfia mengatakan bahwa umumnya ras kelinci Flasmish Giang bersikap tenang dan jinak. Meskipun ukurannya besat, ras ini dikenal mudah dijinakkan dan dapat berinteraksi baik dengan manusia.</p>
<p>Selain mengenalkan jenis-jenis kelinci, di wahana RIW, pengunjung juga diedukasi mengenai cara interaksi yang aman dengan kelinci. "Kalau mau menggendong jangan ditarik telinganya, harus dibopong. Kalau disini, wortel cuma camilan, makanan utama kelinci adalah pelet atau pakan khusus," tambahnya.</p>
<p>Mela, pengunjung asal Surabaya, datang bersama suami dan anaknya yang belum berusia dua tahun. Ia mengaku sengaja mampir ke PDTS KBS, khususnya Rabbit in Wonderland untuk memperkenalkan satwa kepada sang anak.</p>
<p>"Masuk ke sini nyaman, anak-anak juga aman karena kelincinya jinak. Tadi anak saya awalnya takut, tapi lama-lama berani pegang kelinci dan terlihat senang sekali," katanya.</p>
<p>Meski puas ingin kembali lagi, Mela memberi masukan agar kebersihan area lebih ditingkatkan. "Mungkin bisa lebih bersih lagi, soalnya masih banyak daun berserakan," ucapnya.</p>
<p>Dengan koleksi kelinci yang lucu, area bermain yang ramah anak, dan spot foto yang manis, Rabbit in Wonderland yang selalu buka mengikuti jam operasional PDTS KBS, bisa jadi alasan tambahan untuk mengisi waktu di akhir pekan.</p>
<p>Harga tiket masuk RIW sendiri dipatok Rp20 ribu per orang, gratis untuk anak dengan tinggi di bawah 85 cm. Jika ingin memberikan makan kelinci, satu keranjang wortel di wahana tersebut dijual dengan harga Rp5 ribu. (*)</p>
<p><strong>Editor : </strong>Danu S </p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Pameran Melebur: Lucerna, Wadah Apresiasi Desain Komunikasi Visual Anak Muda Surabaya</title>
<link>https://suarajatimpost.com/pameran-melebur-lucerna-wadah-apresiasi-desain-komunikasi-visual-anak-muda-surabaya</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/pameran-melebur-lucerna-wadah-apresiasi-desain-komunikasi-visual-anak-muda-surabaya</guid>
<description><![CDATA[ Agenda ini sekaligus sebagai bagian dari wujud apresiasi terhadap desain komunikasi visual dengan berbagai bentuk, rupa, dan desain menarik yang menunjukkan seberapa besar potensi mereka dalam dunia seni visual. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202508/image_870x580_6897513a0832d.webp" length="34970" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sat, 09 Aug 2025 22:53:01 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ryan Ramadhan</dc:creator>
<media:keywords>Universitas Dinamika, UNDIKA, Stikom Surabaya, DKV, Desain Komunikasi Visual, Surabaya, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SURABAYA, SJP — </strong>Desain bukan sekadar soal estetika, tapi bahasa visual yang membentuk cara kita melihat dunia. Dari kemasan kopi yang kita beli, selembar poster konser di jalan, hingga tampilan digital aplikasi di ponsel kita, semua lahir itu dari sentuhan desain komunikasi visual.</p>
<p>Di Surabaya, bahasa visual itu kembali dirayakan lewat pameran bertajuk "Melebur: Lucerna", yang memamerkan hasil karya mahasiswa DKV Universitas Dinamika (UNDIKA), yang mengajak publik menyelami cahaya, ruang, dan pesan-pesan kreatif di baliknya.</p>
<p><strong>Ajang Apresiasi Tahunan</strong></p>
<p>Berlangsung dua hari Sabtu dan Minggu (9-10/8/2025) di Pasar Kita-Kita, Jl. Tunjungan Lantai 3, Surabaya, agenda ‘Melebur’ sendiri merupakan pameran rutin yang diselenggarakan tiap semester, menampilkan hasil karya kreatif mahasiswa DKV UNDIKA.</p>
<p>Selain sebagai wadah untuk menunjukkan bakat di dunia seni dan desain, agenda ini sekaligus sebagai bagian dari wujud apresiasi terhadap desain komunikasi visual dengan berbagai bentuk, rupa, dan desain menarik yang menunjukkan seberapa besar potensi mereka dalam dunia seni visual.</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202508/image_870x_68975159d742a.webp" alt=""></p>
<p>Dengan mengusung tema 'Melebur: Lucerna’, kali knk Prodi DKV UNDIKA Surabaya memetakan konsep pencahayaan dan eksplorasi ruang dengan mengajak para pengunjung masuk ke dalam dunia visual eksperimental yang syarat pesan-pesan desain mendalam.</p>
<p><strong>Pajang 50 Lebih Karya Mahasiswa </strong></p>
<p>Ketua Pelaksana Pameran Nabeel Ahmad menyebutkan, terdapat lebih dari 50 karya yang dipamerkan. 50 karya tersebut merupakan hasil garapan tugas mahasiswa DKV Undika angkatan 2022 hingga 2024.</p>
<p>"Karya-karya yang ditampilkan berasal dari berbagai jenis tugas, mulai dari tugas harian, UTS, hingga UAS. Setiap karya yang akan ditampilkan menunjukkan kreativitas dan keunikan mahasiswa dalam mengeksplorasi ide dan teknik visual," sebut Nabeel, Sabtu (9/8//2025).</p>
<p>Selama pameran, Nabeel menuturkan, pengunjung dapat menikmati beragam jenis karya, yang di antaranya berupa ilustrasi dasar, nirmana trimatra, fotografi periklanan, animasi 3D, sustainable design, serta karya lainnya. </p>
<p>"Beragam karya ini mencerminkan kreativitas dan pemahaman desain para mahasiswa dalam menyelesaikan tugasnya," tuturnya.</p>
<p>Lebih dari sekadar pameran, Nabeel juga mengungkap, agenda ini dimeriahkan dengan kegiatan edukatif seperti talkshow fotografi periklanan yang dibawakan oleh Idealita Ismanto, dosen DKV Undika, serta workshop mapping interaktif oleh Ardan Ababil, yang turut mengundang antusiasme pengunjung dari berbagai kalangan.</p>
<p>Di tengah derasnya arus visual di ruang publik, "Melebur: Lucerna" menjadi ruang jeda untuk melihat karya bukan sekadar gambar, tapi ide dan cerita di baliknya. Dua hari pameran ini bukan hanya pamer teknologi dan teknik, tapi juga undangan untuk berbincang tentang masa depan desain di tangan generasi muda Surabaya. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor: Ali Wafa</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Gelar Parenting Class, SDN Ketabang 1 Surabaya Bekali Wali Murid Hadapi Arus Digital</title>
<link>https://suarajatimpost.com/gelar-parenting-class-sdn-ketabang-1-surabaya-bekali-wali-murid-hadapi-arus-digital</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/gelar-parenting-class-sdn-ketabang-1-surabaya-bekali-wali-murid-hadapi-arus-digital</guid>
<description><![CDATA[ Anak-anak kini tumbuh dengan layar di genggaman, SDN Ketabang 1 bekali orang tua strategi mendidik generasi digital tanpa kehilangan arah pembentukan karakter. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202508/image_870x580_6897511ae37de.webp" length="36828" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sat, 09 Aug 2025 22:11:10 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ryan Ramadhan</dc:creator>
<media:keywords>Komnas PA Surabaya, Syaiful Bachri, Parenting, SDN Ketabang 1, Surabaya, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SURABAYA, SJP —</strong> Di tengah riuhnya notifikasi ponsel dan derasnya arus konten digital, anak-anak kini tumbuh dengan layar di genggaman sejak usia balita. Meski memberi peluang belajar baru, paparan <em>gadget </em>di usia dini berpotensi menimbulkan dampak negatif jika tak diiringi pendampingan yang tepat.</p>
<p>Kesadaran akan tantangan tersebut mendorong SDN Ketabang 1 Kota Surabaya menggelar kegiatan seminar bersama walimurid bertajuk "Parenting Class Mendampingi Generasi Emas Tanpa Cemas: Mendidik Sesuai Jamannya".</p>
<p>Kegiatan tersebut dihadiri sekitar 150 wali murid dari kelas 1 hingga 6 dan dirancang untuk membantu orang tua menemukan pola pengasuhan yang selaras dengan perkembangan teknologi, tanpa mengorbankan pembentukan karakter anak.</p>
<p><strong>Mendidik Anak sesuai Zamannya </strong></p>
<p>Narasumber utama dalam kegiatan, Syaiful Bachri selaku Ketua Komnas Perlindungan Anak (Komnas PA) Surabaya menjelaskan bahwa dalam mendidik anak, orangtua seharusnya mengikuti zaman anaknya, bukan memaksa anaknya untuk menyesuaikan zaman orangtua.</p>
<p>"Kalau anak hidup di era digital, kita tidak bisa menutup mata, tapi kita juga tidak boleh lepas kendali. Maka orangtua perlu melakukan adaptasi pola asuh" ujar laki-laki yang akrab disapa Kak Iful itu, Sabtu (9/8/2025).</p>
<p>Menurut Syaiful, adaptasi pola asuh berarti memahami bahasa generasi sekarang, mengatur batasan yang realistis, dan menanamkan nilai sejak dini. Salah satunya dengan menetapkan jadwal penggunaan gadget yang seimbang antara kebutuhan belajar, hiburan, dan interaksi langsung di dunia nyata.</p>
<p>"Anak yang sejak dini sudah akrab dengan gawai tetap bisa tumbuh sehat secara fisik dan mental, asal orang tua aktif mendampingi dan membimbing," tambah Owner Parenting Cangkru’an Surabaya itu.</p>
<p><strong>Menyamakan Visi-Misi Orang Tua dan Sekolah </strong></p>
<p>Kepala Sekolah SDN Ketabang 1 Kota Surabaya, Sutiana, mengungkapkan bahwa kegiatan tersebut sebagai langkah positif sekolah guna menyamakan visi dan misi dalam pemenuhan hak anak di sekolah dan di rumah.</p>
<p>"Saya sangat bersyukur dengan adanya kegiatan ini, semoga apa yang jadi semangat sekolah bisa berjalan seiring dengan pertumbuhan dan perkembangan anak di rumah," ucap Sutiana.</p>
<p>Terlebih lagi untuk anak kelas 1 yang memasuki masa transisi dari TK ke SD, dan anak kelas 6 yang tengah mempersiapkan proses Tes Kopetensi Akademik (TKA) untuk bulan November 2025 nanti.</p>
<p><strong>Orangtua Juga Butuh Edukasi</strong></p>
<p>Manfaat dari kegiatan tersebut juga langsung dirasakan oleh para wali murid, Nikmah, salah satu wali murid kelas 1 mengatakan bahwa dirinya bersyukur bisa mengikuti seminar itu sebagai bekalnya untuk memberikan pola asuh yang tepat pada buah hatinya.</p>
<p>"Sangat berguna, terutama ilmu tentang era digital ini ya, karena ini bukan zaman kita lagi, jadi banyak dari wali murid itu juga butuh ilmu tentang era digital dan bagaimana beradaptasi," ungkap Nikmah.</p>
<p>Dengan wawasan yang tepat, orang tua tak lagi hanya menjadi penonton di tengah derasnya arus teknologi, tapi mampu menjadi nahkoda yang mengarahkan anak-anaknya berlayar aman di samudra digital. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor: Ali Wafa</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Koalisi Masyarakat Sipil Surabaya Tolak Tegas Usulan Penulisan Ulang Sejarah Indonesia</title>
<link>https://suarajatimpost.com/koalisi-masyarakat-sipil-surabaya-tolak-tegas-usulan-penulisan-ulang-sejarah-indonesia</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/koalisi-masyarakat-sipil-surabaya-tolak-tegas-usulan-penulisan-ulang-sejarah-indonesia</guid>
<description><![CDATA[ Koalisi Masyarakat Sipil Surabaya menolak penulisan ulang sejarah Indonesia yang dinilai mengancam memori kolektif bangsa dan mengabaikan suara korban pelanggaran HAM. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202508/image_870x580_68973937a4452.webp" length="19382" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sat, 09 Aug 2025 20:05:28 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ryan Ramadhan</dc:creator>
<media:keywords>Penulisan Ulang Sejarah, Koalisi Masyarakat Sipil Surabaya, Kerusuhan Mei 1998, Kerusuhan 1998, Kementrian Kebudayaan, Kemenbud, Fadli Zon, Surabaya, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SURABAYA, SJP — </strong>Tangan-tangan berlumur cat warna-warni menempel di bentangan kain putih bertuliskan “TOLAK MANIPULASI SEJARAH.” Satu per satu peserta meninggalkan jejak telapak mereka dalam gelaran “Panggung Rakyat: Menyeduh Ingatan, Menolak Lupa” di Gedung GMKI Surabaya, Sabtu (9/8/2025).</p>
<p>Kegiatan yang diinisiasi oleh Koalisi Masyarakat Sipil Surabaya itu menjadi wadah bertemu bagi berbagai elemen masyarakat, akademisi, dan aktivis, untuk menyatakan sikap tegas dalam menolak usulan penulisan ulang sejarah Indonesia oleh Kementerian Kebudayaan.</p>
<p><strong>Wacana Penulisan Ulang oleh Kemenbud</strong></p>
<p>Wacana revisi buku sejarah nasional mendapat gelombang penolakan yang luas. Proyek yang ditarget rampung dalam waktu singkat itu dinilai minim melibatkan publik, terutama korban pelanggaran HAM dan berisiko menghapus peristiwa penting seperti kerusuhan Mei 1998.</p>
<p>Ketegangan juga meningkat setelah Menteri Kebudayaan, Fadli Zon menyebut pemerkosaan massal Mei 1998 sebagai “rumor,” disusul rencana pemberian gelar Pahlawan Nasional kepada Soeharto. Bagi sebagian kelompok, langkah-langkah tersebut adalah bagian dari upaya pemutihan sejarah Orde Baru.</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202508/image_870x_689739346e7ee.webp" alt=""></p>
<p>Lebih dari 80 tokoh dari 24 elemen masyarakat hadir untuk mendukung pernyataan sikap tersebut. Selain aksi cap tangan, kegiatan lainnya juga mencakup sarasehan, orasi budaya, dan pembacaan pernyataan sikap bersama.</p>
<p><strong>Takkan Hapus Ingatan Kolektif Masyarakat </strong></p>
<p>Guru Besar FISIP Universitas Airlangga, Prof. Hotman Siahaan, menyampaikan bahwa menghapus peristiwa pelanggaran kemanusiaan dari catatan sejarah tidak akan menghilangkan ingatan masyarakat yang sudah tertanam sangat dalam perihal sejarah itu.</p>
<p>"Rezim bisa berganti, tapi narasi sejarah akan tetap hidup di memori sosial. Pengalaman traumatis akan melanggengkan narasi sejarah, tetap hidup di benak masyarakat," ujar Prof. Hotman, Sabtu (9/8/2025).</p>
<p>"Karma sejarah akan menghantui siapapun yang mencoba menghapus fakta sejarah demi kekuasaan," tegasnya.</p>
<p>Hadir pula Antropolog FISIP Universitas Airlangga, Pinky Saptandari yang menekankan bahwa momen seperti ini penting, tidak hanya untuk menyuarakan mereka yang terbungkam, tapi juga meluruskan apa yang salah dalam sejarah. </p>
<p>"Itulah pentingnya menjaga memori kolektif masyarakat. Kami menolak pengabaian, pelupaan, dan penyesatan sejarah," ucap Pinky.</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202508/image_870x_6897392f8c146.webp" alt=""></p>
<p><strong>Sejarah Kelam Kerusuhan Mei 1998 </strong></p>
<p>Sementara itu, Ketua Kelompok Studi Gender dan Kesehatan Universitas Surabaya, Endah Triwijati atau yang akrab disapa Tiwi, menyoroti memori kelam tentang peristiwa kerusuhan Mei 1998, khususnya yang tindakan kekerasan seksual yang dialami perempuan non-mayoritas lokal, termasuk perempuan keturunan Tionghoa dan Arab kala itu.</p>
<p>"Pola kekerasan ini bukan hal baru, yang terjadi di Surabaya, mencerminkan pola serupa yang terjadi di Jakarta dan berbagai kota lain. Perempuan, yang sering dianggap sebagai lambang kehormatan kolektif, menjadi target paling rentan," jelas Tiwi.</p>
<p>Tiwi menjelaskan lebih lanjut bahwa dengan rencana penulisan ulang sejarah membuat perempuan kala itu tidak hanya diserang secara seksual, melainkan juga dipinggirkan secara naratif.</p>
<p>Serupa dengan apa yang disampaikan oleh Tiwi, Akademisi Universitas Ciputra, Yohanes Somawiharja, kembali mengingatkan bahwa meski sejarah ditulis oleh pemenang, tapi sejarah itu juga milik korban. </p>
<p>"Memastikan bahwa suara yang kalah dan korban tidak sampai dihilangkan dan dilupakan merupakan tugas mulia dari orang-orang benar dalam membangun peradaban yang agung dan bermartabat," ujar Yohanes.</p>
<p><strong>Sikap Koalisi Masyarakat Sipil Surabaya</strong></p>
<p>Dengan dilaksanakannya kegiatan tersebut, Koalisi Masyarakat Sipil Surabaya menegaskan bahwa proses penulisan ulang sejarah Indonesia oleh Pemerintah Indonesia cacat moral dan historis. Mereka juga menyatakan sikap bahwa:</p>
<ol>
<li>Menolak buku sejarah yang dihasilkan oleh Kementerian Kebudayaan yang disetujui oleh DPR-RI dengan dana APBN 2025</li>
<li>Menolak penulisan ulang sejarah Indonesia oleh pemerintah karena akan menjadi instrumen legitimasi kekuasaan yang menutupi dan menghilangkan fakta sejarah, serta menghapus narasi-narasi yang berpihak pada korban, khususnya pada peristiwa pelanggaran dan kejahatan HAM di masa lalu. Upaya-upaya untuk memanipulasi fakta sejarah kami anggap sebagai bentuk kejahatan.</li>
<li>Mendesak pemerintah Indonesia menghormati, mengakui dan menjalankan temuan resmi lembaga negara, dokumentasi sejarah, kesaksian korban, pendamping korban, data investigatif, serta rekomendasi dari berbagai lembaga kredibel seperti Komnas HAM, Komnas Perempuan, Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF) Mei 1998, dan Tim Relawan untuk kemanusiaan.</li>
<li>Menuntut pemerintah Indonesia bertanggung jawab terhadap warganya didasarkan pada prinsip keadilan dan kemanusiaan yang inklusif, dengan menyelesaikan kasus-kasus pelanggaran dan kejahatan HAM berat di masa lalu, sebagai bagian dari proses rekonsiliasi nasional. (*)</li>
</ol>
<p><strong>Editor: Ali Wafa</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Manfaatkan Teknologi AR: Mahasiswa 2 Negara Ungkap Potensi Arsitektur Berkelanjutan dengan Rakit Bambu Kinetik</title>
<link>https://suarajatimpost.com/manfaatkan-teknologi-ar-mahasiswa-2-negara-ungkap-potensi-arsitektur-berkelanjutan-dengan-rakit-bambu-kinetik</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/manfaatkan-teknologi-ar-mahasiswa-2-negara-ungkap-potensi-arsitektur-berkelanjutan-dengan-rakit-bambu-kinetik</guid>
<description><![CDATA[ Bambu yang tak hanya berdiri, namun juga bisa bergerak. Mahasiswa empat kampus internasional membangun struktur bambu kinetik berpandu AR, menjembatani kerajinan tradisional dengan teknologi modern. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202508/image_870x580_6894ac9f57523.webp" length="34066" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 07 Aug 2025 22:42:30 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ryan Ramadhan</dc:creator>
<media:keywords>Petra Christian University, PCU, Bambu, Augmented Reality, AR, Surabaya, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SURABAYA, SJP — </strong>Bambu bukan sekadar material tradisional yang dekat dengan budaya lokal. Dalam tangan para arsitek muda, bambu kini menjelma sebagai elemen struktural masa depan, adaptif, dinamis, dan bahkan bisa digerakkan. </p>
<p>Tak hanya itu, teknologi mutakhir seperti <em>Augmented Reality</em> (AR) ikut dilibatkan untuk merancang dan membangun struktur yang bukan hanya kuat, tetapi juga cerdas secara desain.</p>
<p>Gagasan itulah yang jadi inti dari kegiatan "<em>Bamboo Nation 2025: Kinetic Bamboo Structure 2.0</em>", program internasional yang mempertemukan mahasiswa dan dosen dari empat universitas di dua negara. </p>
<p>Diselenggarakan di Surabaya pada 4–10 Agustus 2025, workshop ini digelar oleh Petra Christian University (PCU) dan Universitas Ciputra, bekerja sama dengan Universitas Katolik Parahyangan (UNPAR) dan <em>Xi’an Jiaotong-Liverpool University.</em></p>
<p><strong>Belajar Mendesain Gerak dalam Bambu</strong></p>
<p>Esti Asih Nurdiah, selaku penanggung jawab acara menjelaskan bahwa di tahun 2025, fokus pembelajaran adalah struktur bambu kinetik, arsitektur yang mampu beradaptasi terhadap lingkungan melalui gerak. Para peserta tidak hanya diberi materi, tetapi langsung diajak membangun struktur nyata dengan desain bergerak.</p>
<p>"Di program ini, para peserta akan fokus belajar pada praktik dan eksplorasi dalam mengintegrasikan prinsip-prinsip desain kinetik ke dalam konstruksi bambu," jelas Esti yang juga dosen Arsitektur PCU, Kamis (7/8/2024).</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202508/image_870x_6894ac85495ea.webp" alt=""></p>
<p>Puncak kegiatan terjadi pada hari keempat, Kamis (7/8/2025) di Kampus PCU, ketika mahasiswa membangun struktur bambu dengan mekanisme <em>Scissor-Like Element</em> (SLE), rangkaian seperti gunting yang memungkinkan struktur dibuka dan ditutup. Struktur silindrikal ini memiliki bentang 4,3 meter dan panjang hingga 10 meter.</p>
<p><strong>Teknologi Bertemu Kerajinan Tangan</strong></p>
<p>Menurut Esti, workshop tersebut bukan sekadar latihan fisik, tetapi hasil dari riset kolaboratif antar kampus. Mereka menggabungkan pemahaman tentang sistem mekanika, desain komputasi, optimisasi, perancangan sambungan, serta pemanfaatan AR dalam fabrikasi.</p>
<p>"Secara konvensional kita membutuhkan cetakan untuk bentuk-bentuk sulit. Dengan AR, model digital dipakai sebagai cetakan dalam pembangunan. AR digunakan pada tahap marking and coding batang bambu sebelum dirakit," terang Esti yang meraih gelar Doktor dari <em>University of Sheffield</em>, Inggris, lewat riset tentang struktur cangkang grid (<em>gridshell</em>) dari bambu.</p>
<p>Esti menekankan bahwa unsur kinetik dalam struktur bambu bukan hanya soal fungsi mekanik, tapi juga bahasa arsitektur yang bisa menghasilkan bentuk estetis dan adaptif.</p>
<p>"Workshop ini memberi kesempatan bagi peserta untuk bereksperimen dengan penggunaan bambu sebagai material struktur. Mereka juga belajar tentang prinsip-prinsip kinetik di dunia arsitektur," pungkas Esti.</p>
<p><strong>Tantangan Penggunaan AR</strong></p>
<p>Dari 27 mahasiswa yang terlibat, mereka terbagi menjadi 3 kelompok yang masing-masing menggunakan metode berbeda, yakni AR dan manual untuk kemudian membandingkan hasil akhir untuk menentukan metode paling efektif dan efisien.</p>
<p>Paramesti Yasmin, mahasiswa Arsitektur Petra Angkatan 2023 yang tergabung dalam kelompok AR, membagikan pengalamannya. Ia bersama 9 rekan setimnya yang berasal dari multi kampus mengatakan bahwa tentangan di kelompok AR berada pada proses konektivitas.</p>
<p>"AR itu kadang untuk mengkonektikan alatnya ke layar atau ke bambu masih membutuhkan waktu yang lumayan lama, tapi kelompok kami memang yang paling menarik sih," ungkap Paramesti.</p>
<p>"Jadi meski metode yang paling efektif menurut saya itu masih menggunakan manual, tapi pengalaman menggunakan AR ini sangat berharga," imbuhnya.</p>
<p>Paramesti menambahkan, meskipun struktur yang mereka rakit pada hari keempat masih digerakkan secara manual dengan tangan, ada rencana agar mekanisme geraknya menggunakan kinetik dan bisa otomatis.</p>
<p>Melalui pendekatan tersebut, <em>Bamboo Nation 2025</em> tak hanya menunjukkan kerajinan tangan tradisional dipertemukan dengan inovasi modern, menjadikan bambu tak sekadar simbol lokalitas, tetapi juga jembatan menuju arsitektur berkelanjutan masa depan. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor: Ali Wafa</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>SEGTA 2025 UNAIR: Kolaborasi Internasional Semangat SDGs ke Pulau Kecil</title>
<link>https://suarajatimpost.com/segta-2025-unair-kolaborasi-internasional-semangat-sdgs-ke-pulau-kecil</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/segta-2025-unair-kolaborasi-internasional-semangat-sdgs-ke-pulau-kecil</guid>
<description><![CDATA[ Mahasiswa tujuh negara kembangkan teknologi hijau di pulau terpencil Gili Iyang, wujudkan solusi energi bersih dan SDGs lewat aksi nyata lintas budaya dan disiplin. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202508/image_870x580_6894ac9718c8b.webp" length="46976" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 07 Aug 2025 22:12:14 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ryan Ramadhan</dc:creator>
<media:keywords>FTMM, UNAIR, Universitas Airlangga, Sumenep, SDGs, Surabaya, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SURABAYA, SJP — </strong>Sementara kota-kota besar berlomba mempercepat transisi energi hijau, tak sedikit wilayah di Indonesia yang masih bergantung pada genset atau bahkan hidup tanpa listrik. Padahal, <em>Sustainable Development Goals</em> (SDGs) bukan hanya soal energi terbarukan, melainkan juga pemerataan.</p>
<p>Kesenjangan itulah yang coba dijembatani oleh mahasiswa dan akademisi dari tujuh negara lewat program<em> Sustainable Energy and Green Technology Applications</em> (SEGTA) 2025 yang merupakan kegiatan internasional FTMM UNAIR di tahun 2025 ini.</p>
<p><strong>Dukung 4 Poin SDGs Sekaligus</strong></p>
<p>Dosen Koordinator SDGs FTMM UNAIR, Septia Devi Prihastuti Yasmirullah, mengatakan bahwa SEGTA 2025 melalui berbagai kegiatan seperti community development dan juga academic outreach, mampu mendukung setidaknya empat poin SDGs, yaitu:</p>
<ul>
<li>SDG 6: <em>Clean Water and Sanitation</em></li>
<li>SDG 7: <em>Affordable and Clean Energy</em></li>
<li>SDG 9: <em>Industry, Innovation and Infrastructure</em></li>
<li>SDG 17: <em>Partnerships for the Goals</em></li>
</ul>
<p>Capaian tersebut diwujudkan melalui enam topik kegiatan community development yang berlangsung di Gili Iyang, Sumenep.</p>
<p>"Seluruh proyek community development yang kami jalankan di Gili Iyang dirancang untuk langsung menjawab kebutuhan masyarakat sekaligus mengimplementasikan inovasi teknologi ramah lingkungan dari kampus," jelas Septia, Kamis (7/8/2025).</p>
<p><strong>Peresmian di Kota Besar, Aksi di Pulau Kecil</strong></p>
<p>SEGTA 2025 sendiri resmi dibuka pada Kamis, (7/8/2025), di Bima Suci Airlangga Convention Center (ACC), oleh Prof. Ni’matuzahroh, Wakil Dekan 1 FTMM sekaligus Plt. Dekan.</p>
<p>"Melalui SEGTA, peserta akan mengalami dua hal sekaligus. Pertama, mengenal inovasi teknologi berkelanjutan yang dikembangkan fakultas kami. Kedua, merasakannya langsung di tengah masyarakat di Sumenep dan Gili Iyang,” ujar Prof. Ni’matuzahroh dalam sambutannya.</p>
<p>Usai pembukaan, peserta langsung mengikuti presentasi enam topik proyek yang akan dilaksanakan di lapangan. Kemudian mereka dibagi menjadi enam kelompok untuk sesi diskusi problem-solving selama 60 menit. Ini menjadi tahap awal sebelum mereka diterjunkan ke lokasi.</p>
<p><strong>Ada 91 Peserta dari 7 Negara</strong></p>
<p>Tahun 2025 menjadi penyelenggaraan SEGTA yang keempat kalinya, dengan skala internasional yang semakin luas. Total terdapat 91 peserta, terdiri dari 62 mahasiswa dan 29 staf akademik.</p>
<p>Mereka berasal dari berbagai universitas di Indonesia dan tujuh negara lain, yakni: Malaysia, Thailand, Filipina, Palestina, China, Sudan, dan Gambia.</p>
<p>Kolaborasi lintas negara ini menjadi bagian dari strategi FTMM dalam membangun kemitraan internasional di bidang pendidikan dan inovasi berkelanjutan, sesuai dengan spirit SDG 17.</p>
<p><strong>Aplikasi Teknologi di Gili Iyang</strong></p>
<p>Kegiatan utama SEGTA berlangsung di Pulau Gili Iyang, Kabupaten Sumenep, yang dikenal sebagai salah satu pulau dengan kadar oksigen tertinggi di Indonesia. Namun di balik potensi itu, pulau ini masih menghadapi keterbatasan infrastruktur dan akses energi.</p>
<p>Beberapa program unggulan yang dilaksanakan meliputi:</p>
<ul>
<li><em>Solar-Powered Hydroponics</em>: solusi ketahanan pangan tanpa bahan bakar fosil</li>
<li><em>Coconut Tree Planting</em>: pelestarian oksigen alami</li>
<li><em>Electric Mobility Education</em>: edukasi kendaraan ramah lingkungan untuk pelajar</li>
<li><em>Air Quality Monitoring:</em> sistem pemantauan udara berbasis energi surya</li>
<li><em>Drone &amp; Green Tourism Policy</em>: dukungan teknologi untuk wisata berkelanjutan</li>
<li><em>Solar Shelter Maintenance</em>: memastikan kualitas infrastruktur energi bersih</li>
</ul>
<p>Semua kegiatan tersebut melibatkan interaksi langsung dengan masyarakat lokal dan lembaga setempat.</p>
<p><strong>Berlangsung di Tiga Wilayah</strong></p>
<p>Selain Gili Iyang dan Sumenep, rangkaian SEGTA 2025 juga menyentuh wilayah Probolinggo dan Surabaya. Seluruh kegiatan berlangsung dari 6 hingga 14 Agustus 2025, dengan mobilitas peserta yang diarahkan ke lapangan untuk menghubungkan teori dengan praktik.</p>
<p>SEGTA 2025 membuktikan bahwa teknologi hijau bukan hanya milik laboratorium atau forum elite global, tetapi bisa diterjemahkan menjadi aksi konkret yang menyentuh komunitas paling pinggiran. Dan dari pulau kecil seperti Gili Iyang, semangat menuju masa depan berkelanjutan itu terus dinyalakan. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor: Ali Wafa</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Ibunda Wakil Wali Kota Surabaya Armuji Wafat karena Komplikasi Sirosis Hati</title>
<link>https://suarajatimpost.com/ibunda-wakil-wali-kota-surabaya-armuji-wafat-karena-komplikasi-sirosis-hati</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/ibunda-wakil-wali-kota-surabaya-armuji-wafat-karena-komplikasi-sirosis-hati</guid>
<description><![CDATA[ Ibunda Wakil Wali Kota Surabaya Armuji wafat usai tiga kali keluar masuk rumah sakit dalam dua bulan akibat sirosis hati dan komplikasi paru serta ambeien. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202508/image_870x580_689481c47ffd4.webp" length="11308" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 07 Aug 2025 17:50:01 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ryan Ramadhan</dc:creator>
<media:keywords>Wakil Wali Kota Surabaya, Armuji, Cak Ji, Pemkot Surabaya, Surabaya, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SURABAYA, SJP —</strong> Kabar duka datang dari keluarga Wakil Wali Kota Surabaya, Armuji. Ibunda tercinta, Painem binti Supardjo, meninggal dunia pada Kamis (7/8/2025) dini hari, setelah berjuang melawan sirosis hati dan sejumlah komplikasi.</p>
<p><strong>Wafat di RS RKZ Surabaya Pukul 02.50 WIB</strong></p>
<p>Almarhumah menghembuskan napas terakhir di Rumah Sakit RKZ, Jalan Diponegoro, Surabaya, sekitar pukul 02.50 WIB. Informasi duka ini juga tersebar melalui pesan broadcast yang menyebutkan waktu wafat sebagai pukul 03.00 WIB, dengan kalimat:</p>
<p>"Innalillahiwainnalillahirojiun, telah meninggal dunia Ibu Painem binti Supardjo, Ibu dari Bapak Armuji, pada Kamis (7/8) pukul 03.00 WIB. Semoga almarhum khusnul khotimah." tulis pesan tersebut.</p>
<p><strong>Keluar Masuk Rumah Sakit selama Dua Bulan</strong></p>
<p>Dalam pernyataannya usai pemakaman, Armuji mengungkapkan bahwa sang ibunda memang telah lama mengalami sakit yang cukup berat. Sejak dua bulan terakhir, almarhumah bahkan harus keluar masuk rumah sakit sebanyak tiga kali.</p>
<p>"Sakit. Dirawat sejak Minggu, keluar masuk tiga kali dalam dua bulan. Sakit sirosis," ujar Armuji, Kamis (7/8/2025).</p>
<p>Sakit utama yang diderita adalah sirosis hati, namun juga disertai komplikasi lain, yaitu ambeien dan penyakit paru-paru, yang memperburuk kondisi kesehatan ibunda Armuji menjelang akhir hayatnya.</p>
<p>"Ada ambeien, paru. Komplikasi akhirnya. Hari ini meninggal pukul 02.50 WIB," tambahnya.</p>
<p><strong>Suasana Rumah Duka dan Penghormatan Terakhir</strong></p>
<p>Rumah duka yang berlokasi di Jalan Penjaringan Sari II Blok D16, Surabaya, tampak dipenuhi oleh suasana haru. Sejak pagi hari, banyak warga, kerabat, serta pelayat yang berdatangan untuk memberikan penghormatan terakhir.</p>
<p>Dari informasi yang didapat, sejumlah karangan bunga dari berbagai kalangan tampak berjejer di sekitar kediaman, menandakan duka mendalam dari berbagai pihak atas kepergian almarhumah.</p>
<p><strong>Dimakamkan di TPU Keputih</strong></p>
<p>Sekitar pukul 10.30 hingga 10.32 WIB, jenazah almarhumah tiba di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Keputih, Surabaya. Prosesi pemakaman berlangsung khidmat, diiringi pembacaan doa bersama.</p>
<p>Wakil Wali Kota Surabaya Armuji turun langsung ke liang lahat untuk menguburkan jenazah ibundanya, sebuah gestur penuh penghormatan dan kesedihan.</p>
<p><strong>Sejumlah Pejabat Pemkot Surabaya Hadir</strong></p>
<p>Prosesi pemakaman juga dihadiri oleh sejumlah pejabat dari Pemerintah Kota Surabaya, sebagai bentuk empati dan dukungan moral kepada Armuji. Beberapa pejabat yang hadir antara lain:</p>
<ul>
<li>Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi bersama istri</li>
<li>M Fikser, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat</li>
<li>Anna Fajriatin, Asisten Administrasi Umum</li>
<li>Nanik Sukristina, Kepala Dinas Kesehatan Surabaya</li>
<li>Antiek Sugiharti, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP)</li>
</ul>
<p><strong>Duka Mendalam bagi Armuji dan Pemkot Surabaya</strong></p>
<p>Kepergian Painem binti Supardjo menjadi duka yang mendalam tidak hanya bagi keluarga Armuji, tetapi juga bagi lingkungan Pemerintah Kota Surabaya dan masyarakat yang mengenal sosok Wakil Wali Kota tersebut.</p>
<p>Wali Kota Eri menyampaikan permohonan maaf atas segala kesalahan dan kekurangan almarhum semasa hidup untuk dimaafkan, dan jika ada urusan yang belum selesai untuk segera diselesaikan dengan keluarga besar Armuji.</p>
<p>"Insyaallah malam nanti juga keluarga Pak Armuji akan mengadakan tahlilan. Kalau tidak ada uzur, tidak ada lara, monggo sangat rawuh (datang) di kediaman beliau. Mendoakan ibunda beliau. Semoga representasi jenengan semuanya diberikan surga jannah, tempat yang paling mulia," urainya.</p>
<p>Dengan usia 78 tahun dan riwayat penyakit yang panjang, almarhumah akhirnya berpulang setelah menjalani perawatan intensif, khususnya selama beberapa hari terakhir di RS RKZ. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor: Ali Wafa</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>PDBR Tembus 849 Triliun: BPS Catat Ekonomi Jawa Timur Tumbuh 5,12 Persen Semester I 2025</title>
<link>https://suarajatimpost.com/pdbr-tembus-849-triliun-bps-catat-ekonomi-jawa-timur-tumbuh-512-persen-semester-i-2025</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/pdbr-tembus-849-triliun-bps-catat-ekonomi-jawa-timur-tumbuh-512-persen-semester-i-2025</guid>
<description><![CDATA[ Ekonomi Jawa Timur tumbuh 5,12 persen semester I 2025, ditopang lonjakan jasa perusahaan, ekspor, dan proyek strategis seperti tol Probowangi serta pengembangan KEK. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202508/image_870x580_68920a4d29630.webp" length="22402" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Tue, 05 Aug 2025 22:16:05 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ryan Ramadhan</dc:creator>
<media:keywords>Badan Pusat Statistik, BPS Jatim, Pertumbuhan Ekonomi, PDRB, Jawa Timur, Jatim, Surabaya, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SURABAYA, SJP - </strong>Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Jawa Timur mencatat pertumbuhan ekonomi Jawa Timur sebesar 5,12 persen sepanjang semester I (Januari -Juni) 2025 dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya atau secara <em>cumulative to cumulative</em> <em>(c-to-c). </em></p>
<p>Kepala BPS Jawa Timur, Zulkipli mengungkapkan bahwa capaian tersebut mencerminkan tren pemulihan ekonomi yang konsisten dan merata sejak awal tahun.</p>
<p>"Pertumbuhan ekonomi Jatim secara<em> c-to-c </em>mencapai 5,12 persen. Ini menandakan bahwa proses pemulihan ekonomi berjalan stabil dan inklusif," ungkap Zulkipli, Surabaya, Selasa (5/8/2025).</p>
<p>Menurut Zulkipli, capaian tersebut dihitung berdasarkan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) atas dasar harga berlaku yang mencapai Rp849,30 triliun.</p>
<p>Hampir seluruh lapangan usaha mengalami pertumbuhan positif, kecuali sektor pengadaan air yang mengalami kontraksi tipis sebesar 0,23 persen.</p>
<p>"Pertumbuhan signifikan terjadi pada lapangan usaha jasa perusahaan sebesar 9,14 persen, diikuti transportasi dan pergudangan sebesar 8,29 persen, penyediaan akomodasi dan makan-minum sebesar 7,85 persen, serta jasa kesehatan dan kegiatan sosial sebesar 7,03 persen," jelas Zulkipli.</p>
<p><strong>Dari Sisi Pengeluaran</strong></p>
<p>Pertumbuhan juga terlihat dari sisi pengeluaran. Komponen ekspor barang dan jasa menjadi penyumbang tertinggi dengan pertumbuhan 6,88 persen. Disusul oleh Pengeluaran Konsumsi Lembaga Non-Profit yang Melayani Rumah Tangga (PK-LNPRT) sebesar 6,47 persen.</p>
<p>Kemudian, Pengeluaran Konsumsi Rumah Tangga (PK-RT) sebesar 4,98 persen, Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) sebesar 4,18 persen, dan Pengeluaran Konsumsi Pemerintah (PK-P) sebesar 0,58 persen.</p>
<p>Zulkipli menyebut, dorongan terhadap ekspor dan konsumsi masyarakat salah satunya berasal dari berbagai proyek strategis yang tengah berjalan, seperti pembangunan jalan tol Probowangi dan pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK).</p>
<p>"Namun, perlu dicatat bahwa impor barang dan jasa juga mengalami pertumbuhan 6,11 persen. Ini menjadi faktor pengurang dalam perhitungan PDRB," tambahnya.</p>
<p><strong>Posisi Jawa Timur di Pulau Jawa</strong></p>
<p>Secara spasial, struktur ekonomi di Pulau Jawa masih didominasi oleh DKI Jakarta dengan kontribusi sebesar 29,17 persen terhadap PDRB regional, disusul oleh Jawa Timur sebesar 25,36 persen, Jawa Barat 22,55 persen, Jawa Tengah 14,43 persen, Banten 6,94 persen, dan DI Yogyakarta 1,55 persen.</p>
<p>Dari sisi pertumbuhan year-on-year (y-on-y) pada Triwulan II-2025, DI Yogyakarta mencatat pertumbuhan tertinggi sebesar 5,49 persen, diikuti Banten 5,33 persen, Jawa Tengah 5,28 persen, Jawa Barat dan Jawa Timur masing-masing 5,23 persen, serta DKI Jakarta sebesar 5,18 persen.</p>
<p>"Secara umum, akselerasi ekonomi di Pulau Jawa masih ditopang oleh tingginya permintaan baik dari pasar domestik maupun ekspor," tutup Zulkipli. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Australia dan NU Teken MoU Baru di Surabaya, Pererat Kerja Sama Akar Rumput</title>
<link>https://suarajatimpost.com/australia-dan-nu-teken-mou-baru-di-surabaya-pererat-kerja-sama-akar-rumput</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/australia-dan-nu-teken-mou-baru-di-surabaya-pererat-kerja-sama-akar-rumput</guid>
<description><![CDATA[ Australia dan NU teken MoU di Surabaya, perkuat kerja sama akar rumput lewat pendidikan, aksi iklim, dan bencana, dipimpin dua tokoh Muslimah dari dua negara sahabat. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202508/image_870x580_68920a0dc5522.webp" length="34190" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Tue, 05 Aug 2025 21:59:20 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ryan Ramadhan</dc:creator>
<media:keywords>Alissa Wahid, NU, PBNU, MoU, Konjen Australia, Surabaya, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SURABAYA, SJP - </strong>Pemerintah Australia dan Nahdlatul Ulama (NU) menandatangani nota kesepahaman (MoU) baru di Surabaya, Selasa (5/8/2025), sebagai penguatan kerja sama bilateral yang menyasar langsung pengembangan masyarakat di tingkat akar rumput.</p>
<p>Penandatanganan dilakukan oleh Menteri Pembangunan Internasional, Usaha Kecil, dan Multikultural Australia, Dr. Anne Aly, dan Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Alissa Wahid, di Hotel Majapahit Surabaya, yang juga merupakan kota tempat NU pertama kali didirikan pada 1926.</p>
<p>MoU tersebut menjadi langkah strategis lanjutan dalam sejarah panjang kemitraan NU dan Australia. Ruang lingkup kerja sama meliputi penanggulangan bencana, pendidikan, aksi iklim, pertukaran budaya, hingga pengembangan manusia.</p>
<p>"Saya sangat bangga bisa berada di Surabaya untuk menandatangani nota kesepahaman penting ini. Ini bukan hanya simbolik, tapi wujud nyata komitmen Australia untuk memperkuat hubungan dengan Indonesia," ujar Dr. Anne Aly, menteri perempuan Muslim pertama dalam kabinet Australia, dalam sesi wawancara usai penandatanganan, Selasa (5/8/2025).</p>
<p>Ia menambahkan bahwa nilai-nilai yang dibawa NU, yakni membangun masyarakat dari bawah, selaras dengan prinsip Islam dan prinsip kemanusiaan yang juga dijunjung tinggi di Australia.</p>
<p>"Ketika kita membayangkan nilai-nilai Islam sejati, itu sebenarnya tentang membentuk masyarakat yang adil, damai, dan sejahtera. MoU ini mencerminkan nilai Islam dan nilai Australia sekaligus: persahabatan, solidaritas, dan tanggung jawab regional," tambah Aly.</p>
<p>Senada dengan itu, Alissa Wahid menyebut kerja sama ini sebagai bentuk nyata dari trilogi ukhuwah NU: Islamiyah, Wathaniyah, dan Basyariyah, persaudaraan dalam Islam, kebangsaan, dan kemanusiaan.</p>
<p>"Kami sangat terhormat bahwa Ibu Anne Aly, sebagai sesama Muslimah dan pemimpin negara sahabat, berkenan menandatangani MoU ini bersama NU. Kita tahu bahwa kerja-kerja di tingkat akar rumput itu sangat penting bagi Indonesia," ujar Alissa.</p>
<p>Ia menjelaskan bahwa program-program dalam MoU mencakup beasiswa, pertukaran tokoh agama dan cendekiawan, hingga aksi perubahan iklim dan pemberdayaan desa.</p>
<p>"Dalam tradisi NU, ada kaidah Tasharruful imam ‘ala al-ra’iyyah manuthun bil maslahah, keputusan pemimpin harus ditujukan untuk kemaslahatan rakyat. Kami berharap kerja sama ini jadi keputusan terbaik untuk rakyat Indonesia," tutup Alissa.</p>
<p>Australia dan Indonesia telah menjalin hubungan erat di berbagai bidang, termasuk melalui hubungan provinsi kembar antara Australia Barat dan Jawa Timur yang kini telah berlangsung selama 35 tahun. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>“Gitu Aja Kok Repot”: Alissa Wahid Tanggapi Fenomena Bendera One Piece dan Respons Pemerintah</title>
<link>https://suarajatimpost.com/gitu-aja-kok-repot-alissa-wahid-tanggapi-fenomena-bendera-one-piece-dan-respons-pemerintah</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/gitu-aja-kok-repot-alissa-wahid-tanggapi-fenomena-bendera-one-piece-dan-respons-pemerintah</guid>
<description><![CDATA[ Pengibaran bendera bajak laut di sejumlah daerah disorot aparat dan pemerintah. Alissa Wahid menilai ekspresi anak muda tak semestinya ditanggapi secara represif. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202508/image_870x580_689209fc636b7.webp" length="39762" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Tue, 05 Aug 2025 21:45:04 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ryan Ramadhan</dc:creator>
<media:keywords>Bendera One Piece, One Piece, Jolly Roger, HUT 80 RI, Hari Kemerdekaan, Alissa Wahid, Gus Dur, NU, Nahdlatul Ulama, Surabaya, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SURABAYA, SJP - </strong>Direktur Nasional Jaringan Gusdurian Alissa Qotrunnada Wahid, menanggapi fenomena pengibaran bendera bajak laut dari serial animasi "One Piece" sebagai bentuk ekspresi anak muda yang berhak untuk didengar dan dihargai.</p>
<p>Dengan mengutip salah satu wejangan yang kerap diulang oleh mendiang ayahnya, putri sulung dari tokoh pluralisme Indonesia, KH Abdurrahman Wahid alias Gus Dur itu merasa pemerintah tidak semestinya bersikap berlebihan.</p>
<p>"Kalau Gus Dur ditanya soal ini, paling jawabannya: ‘Gitu aja kok repot’. Maksudnya, selama benderanya dikibarkan 10 cm di bawah Merah Putih tidak ada masalah,” ucap Alissa saat ditemui usai acara MoU antara NU dan Konjen Australia di Hotel Majapahit Surabaya, Selasa (5/7/2025).</p>
<p><strong>Cuma Bendera Kartun?</strong></p>
<p>Diketahui bahwa bendera yang kini menjadi perbincangan adalah bendera "Jolly Roger", sebuah bendera bergambar tengkorak dengan topi jerami yang dijadikan lambang dari kru bajak laut Monkey D. Luffy, sang protagonis di serial animasi Jepang, "One Piece" karya Eiichiro Oda.</p>
<p>Dalam serial tersebut, bendera Jolly Roger memiliki berbagai makna filosofis, mulai dari kebebasan, persahabatan, hingga bentuk perlawanan terhadap sistem dunia dalam animasi tersebut yang dipimpin oleh "World Government", sebuah kelompok politik oligarki yang korup dan anti oposisi.</p>
<p>Meski berasal dari dunia fiksi, banyak anak muda di Indonesia melihat simbol tersebut sebagai cerminan dari keresahan nyata terhadap situasi sosial dan politik saat ini. Karenanya, banyak yang berinisiatif untuk mengibarkan atau menggambar mural bendera tersebut dan menyebarkannya lewat sosial media.</p>
<p>Disisi lain, simbol itu justru mengundang kekhawatiran dari aparat dan sejumlah pejabat daerah, bahkan ada wacana untuk memidanakan siapa saja yang mengibarkan bendera tersebut. Beberapa kampung di Surabaya bahkan sudah ada yang ditertibkan perihal pengibaran dan gambar mural bendera Jolly Roger.</p>
<p><strong>Tindakan Pemerintah Dianggap Berlebihan</strong></p>
<p>Menanggapi sejumlah pihak yang menyebut pengibaran bendera One Piece sebagai potensi gangguan ideologis atau makar terselubung, Alissa menilai tuduhan tersebut tidak berdasar dan reaksi yang berlebihan.</p>
<p>"Cuma modal bendera, tidak mungkin jadi pemberontakan. Negara seharusnya senang karena anak mudanya masih kritis, yang bahaya itu jika masyarakat mulai apatis," ucapnya.</p>
<p>Ia menganalogikan bahwa jika pengibar bendera itu adalah sebuah kelompok yang besar, atau bendera yang dikibarkan adalah bendera negara lain, barulah pemerintah dan aparat boleh menindak tegas.</p>
<p>"Contoh kalau seumpama NU yang ngibarin, itu baru bisa jadi masalah karena kita memiliki infrastruktur dan jaringan sampai ke pelosok. Tapi ini anak-anak muda yang ekspresif saja," terang Alissa.</p>
<p>Ia menekankan bahwa simbol budaya pop seperti bendera One Piece tidak bisa disamakan dengan simbol negara lain atau kelompok separatis.</p>
<p><strong>Hapus Mural Wajar, Pidana Berlebihan</strong></p>
<p>Alissa juga menanggapi soal penghapusan mural bergambar One Piece yang dilakukan aparat di beberapa wilayah termasuk di Surabaya. Ia memahami langkah tersebut sebagai bagian dari tugas negara menjaga ketertiban, namun mengingatkan agar tidak melangkah ke arah represi.</p>
<p>"Ya dihapus ya sudah, anggap saja itu bagian dari tugas negara menjaga ketertiban. Tapi jangan ditangkapi. Kalau sudah represif, itu sudah kelewat," pesannya.</p>
<p>"Kalu cuma hapus ya, besok bisa digambar lagi," imbuh Alissa dengan canda.</p>
<p>Ia menegaskan bahwa dalam negara demokrasi, suara warga harus tetap dijaga. Hak untuk menyatakan pendapat dijamin dalam konstitusi. Menurutnya tidaklah benar jika apa yang sudah diatur dalam Undang-undang Dasar (UUD) malah dibungkam dengan alasan apapun.</p>
<p><strong>Pemimpin Seharusnya Ajak Bicara</strong></p>
<p>Menyitir semangat almarhum ayahnya yang juga Presiden ke-4 RI, Alissa menekankan pentingnya sikap kepemimpinan yang tidak alergi terhadap suara rakyat. Menurutnya saat ini generasi muda sedang berupaya menyuarakan suara mereka yang dirasa tidak didengar.</p>
<p>"Kata Gus Dur, bangsa ini sering tak bisa membedakan antara kepemimpinan dan kekuasaan. Nah, anak-anak muda ini lagi bilang: 'Suara kami tidak didengar.’ Pemimpin harusnya tanya balik: 'Yang tidak didengar yang mana?' disitu akan terjadi komunikasi antara masyarakat dan pemangku kebijakan," jelas Alissa.</p>
<p>Ia bahkan menyarankan agar Presiden dan kepala daerah mengajak berdialog mereka yang mengibarkan bendera One Piece, agar aspirasi mereka bisa dicerna secara terbuka. </p>
<p><strong>Demokrasi Perlu Suara, Bukan Ketakutan</strong></p>
<p>Alissa menutup dengan pengingat bahwa demokrasi membutuhkan ruang kritik. Bila pemerintah justru takut pada simbol-simbol kritik yang datang dari generasi muda, maka yang lebih berbahaya adalah ketika rakyat akhirnya memilih diam.</p>
<p>"Kalau rakyat diam, itu baru bahaya. Bisa jadi karena apatis, bisa jadi karena dipaksa diam. Dua-duanya tanda mampet. Negara gak akan maju kalau rakyatnya gak bersuara," ucapnya.</p>
<p>Fenomena pengibaran bendera One Piece, bagi Alissa Wahid, adalah momen penting untuk menguji kedewasaan demokrasi Indonesia. Di tengah sorotan dan tudingan makar, ia justru melihatnya sebagai ruang dialog yang harus dibuka, bukan ditutup.</p>
<p>"Ini cuma bendera kartun, kenapa takut?" tukas Alissa. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Warna&amp;warni Perayaan Hari Anak Nasional 2025 di Eks Lokalisasi Surabaya</title>
<link>https://suarajatimpost.com/warna-warni-perayaan-hari-anak-nasional-2025-di-eks-lokalisasi-surabaya</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/warna-warni-perayaan-hari-anak-nasional-2025-di-eks-lokalisasi-surabaya</guid>
<description><![CDATA[ Anak-anak eks lokalisasi Bangunrejo merayakan Hari Anak Nasional dengan mewarnai budaya, menjadikan krayon sebagai bahasa hak, dan panggung seni sebagai ruang tumbuh yang layak mereka miliki. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202507/image_870x580_6885b8fb1d4e9.webp" length="39642" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sun, 27 Jul 2025 13:29:54 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ryan Ramadhan</dc:creator>
<media:keywords>Komisi Nasional Perlindungan Anak, Komnas PA, Bangunrejo, Bangunrejo Art Fest, Surabaya, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SURABAYA, SJP — </strong>Setiap anak di Indonesia berhak hidup, tumbuh, berkembang, dan dilindungi dari kekerasan maupun diskriminasi. Itu bukan sekadar wacana, tapi komitmen yang diperkuat lewat peringatan Hari Anak Nasional (HAN) 2025.</p>
<p>Tahun ini, perayaan HAN kembali menjadi pengingat bahwa pemenuhan hak anak bukan hanya urusan negara atau keluarga, tapi juga soal membuka ruang-ruang aman, kreatif, dan menyenangkan bagi tumbuh kembang mereka.</p>
<p>Hak itu tak mengenal batas sosial, ekonomi, atau geografis. Hak itu milik semua anak, termasuk mereka yang tumbuh di kampung-kampung kota, di sudut-sudut yang dulu mungkin dilabeli negatif. Seperti anak-anak di kawasan eks lokalisasi Dupak Bangunrejo, Surabaya, yang kini tak hanya hidup dalam suasana baru, tapi juga punya panggung seni mereka sendiri.</p>
<p><strong>Seni, Anak, dan Cara Mereka Merayakan HAN 2025</strong></p>
<p>Dalam rangka HAN 2025, Komnas Perlindungan Anak (Komnas PA) Kota Surabaya dan Komunitas Hore menggelar kegiatan bertajuk “Saat Budaya Hidup di Jemari Anak-Anak Dupak Bangunrejo” yang bertempat di Sanggar Seni Omah Ndhuwur.</p>
<p>Kegiatan tersebut menjadi bagian dari Mbangunredjo Art Festival, sebuah festival seni tahunan yang lahir dari semangat warga pasca penutupan lokalisasi.</p>
<p>Ratusan anak dari usia TK hingga SD memenuhi halaman sanggar. Di tangan mereka, gambar-gambar bertema budaya seperti tari tradisional, jaranan, wayang, dan cerita rakyat diwarnai dengan bebas. Setiap warna adalah ekspresi, setiap goresan adalah bentuk komunikasi mereka.</p>
<p>"Seni adalah cara anak-anak berbicara. Mewarnai adalah salah satu bahasa ekspresi yang bisa menjadi sarana untuk mereka menyampaikan isi hati," ujar Syaiful Bachri, Ketua Komnas PA Kota Surabaya, Minggu (27/7/2025).</p>
<p>"Kami ingin anak-anak punya ruang aman untuk berekspresi. Ini bagian dari perlindungan psikologis dan sosial yang sering kali luput dari perhatian publik," imbuh Syaiful yang akrab disapa Kak Ipul itu.</p>
<p><strong>Lomba Kecil dengan Dampak Besar</strong></p>
<p>Acara utama berupa lomba mewarnai Piala Komnas PA Kota Surabaya, namun tanpa tekanan kompetisi. Semua peserta, sekitar 100 anak mendapat piala dan dianggap sebagai juara.</p>
<p>"Hebatnya, semua anak adalah juara harapan bagi orangtua. Acara hebat, murah, dan berguna bagi kami," ungkap Ayah Azi, salah satu orangtua peserta.</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202507/image_870x_6885b8eec3d3c.webp" alt=""></p>
<p>Di sela lomba, para orangtua mengikuti sesi parenting dan konsultasi bersama Kak Ipul. Sementara itu, anak-anak binaan sanggar Seni Omah Ndhuwur juga menampilkan pertunjukan tari di panggung sederhana untuk mengiringi jalannya perlombaan.</p>
<p>Momen itu membuktikan bahwa pendidikan dan perlindungan anak bisa dirayakan bersama, dengan cara yang hangat dan inklusif.</p>
<p><strong>Revitalisasi lewat Imajinasi</strong></p>
<p>Dupak Bangunrejo bukan hanya lokasi, tapi juga simbol transformasi sosial. Dulu dikenal sebagai bagian dari wilayah lokalisasi terbesar di Surabaya, kini kawasan ini bergerak dengan semangat baru, terutama lewat seni dan kegiatan komunitas.</p>
<p>Sanggar Seni Omah Ndhuwur hadir sebagai pusat kegiatan anak dan warga, menawarkan ruang belajar, berlatih, dan berekspresi. Festival seni seperti Mbangunredjo Art Festival menjadi agenda rutin tahunan yang mempertemukan budaya dengan imajinasi anak-anak.</p>
<p>Dari tangan mungil mereka, tokoh wayang digambar dengan gaya kartun, motif batik dihiasi warna neon, dan cerita rakyat divisualkan dengan latar yang melompat dari konvensi. Semua ini membuktikan bahwa budaya bukan warisan yang beku, tapi sesuatu yang bisa terus dihidupkan, bahkan lewat krayon anak-anak.</p>
<p>Perayaan HAN di kawasan Bangunrejo menjadi bentuk nyata dari kepedulian bersama bahwa setiap anak berhak merasa dilindungi, merasa dihargai, dan merasa memiliki dunia ini. Dan di kampung yang dulu dianggap gelap, kini tumbuh cahaya dari dalam anak-anak yang berkarya, bercerita, dan menghidupkan budaya dengan caranya sendiri. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor: Ali Wafa</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Pameran “Another Day to Play” Tegaskan Bermain adalah Hak dan Cara Anak Belajar Melihat Dunia</title>
<link>https://suarajatimpost.com/pameran-another-day-to-play-tegaskan-bermain-adalah-hak-dan-cara-anak-belajar-melihat-dunia</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/pameran-another-day-to-play-tegaskan-bermain-adalah-hak-dan-cara-anak-belajar-melihat-dunia</guid>
<description><![CDATA[ Museum Pendidikan Surabaya disulap jadi ruang interaktif penuh warna melalui pameran “Another Day to Play”, anak-anak diajak bermain sambil belajar dan menyampaikan gagasan lewat karya seni. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202507/image_870x580_6884c27380c90.webp" length="45266" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sat, 26 Jul 2025 20:04:20 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ryan Ramadhan</dc:creator>
<media:keywords>Lotus Art Courses, LAC, Orasis Art Space, Another Day to Play, Museum Pendidikan Surabaya, Surabaya, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SURABAYA, SJP—</strong>Di antara daftar les, target nilai, dan jadwal harian yang semakin padat, bermain perlahan kehilangan tempatnya dalam hidup anak-anak. Ia tak lagi dianggap bagian dari belajar, melainkan hiburan belaka, itupun kalau sempat. Padahal justru dalam bermain, anak mengenal dunia, merumuskan logika, melatih empati, dan merancang keberanian.</p>
<p>Hal itulah yang ingin diingatkan kembali dalam gelaran pameran anak bertajuk "<em>Another Day to Play</em>" yang berlokasi di Museum Pendidikan Surabaya.</p>
<p>Diselenggarakan oleh Lotus Art Course (LAC) dan dikurasi oleh Orasis Art Space, pameran tersebut menjadi bagian dari perayaan Hari Anak Nasional yang jatuh pada 23 Juli lalu.</p>
<p><strong>Pameran Interaktif Jadi Ruang Bermain</strong></p>
<p>Tidak seperti pameran pada umumnya, ruang museum dan karya yang ditampilkan sengaja dibuat interaktif dan penuh warna, bak mengajak pengunjung untuk tidak hanya melihat, tapi ikut bermain juga merespons agar membentuk suasana yang cair, penuh imajinasi dan tawa.</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202507/image_870x_6884c26e1dd1d.webp" alt=""></p>
<p>I Putu Mahendra, Founder LAC, menjelaskan bahwa pameran kali ini tak hanya sekadar menampilkan karya anak, namun juga menunjukkan bahwa dengan kegiatan bermain juga bisa dimanfaatkan sebagai sarana belajar, cara membaca sejarah hingga media untuk menyuarakan isu sosial.</p>
<p>"Bermain adalah salah satu hak anak, dan dalam pameran ini kita menyoroti bagaimana pentingnya bermain itu bagi tumbuh kembang anak. Karena saat ini makna dari bermain sedikit mengalami pergeseran ke arah yang negatif, padahal itu salah," ucap Putu yang juga merupakan penggagas utama pameran itu, Sabtu (26/7/2025).</p>
<p><strong>Belajar dari Imajinasi Anak</strong></p>
<p>Sebanyak 12 seniman muda berpartisipasi dalam pameran tersebut. Masing-masing menampilkan satu karya utama, yang dalam prosesnya terdiri dari beberapa bagian atau panel yang saling melengkapi.</p>
<p>Tidak hanya berupa lukisan, karya-karya yang dipamerkan juga mencakup wayang, topeng, kartu remi, hingga lukisan yang bisa berubah warna, semuanya hasil eksplorasi dari rasa ingin tahu anak-anak.</p>
<p>Para peserta itu diantaranya adalah:</p>
<ul>
<li>Aisyah Azkadina A.A</li>
<li>Ali Akhtar Aryasatya</li>
<li>Alisha Cheryl Zaffa A.</li>
<li>Gempita R. Ramadhani</li>
<li>Joyce Zerlina</li>
<li>Joseph Pierre Budiono</li>
<li>Kaylee Ann Siswanto</li>
<li>Louisa C. Simanjuntak</li>
<li>Madeleine L. Tongku</li>
<li>N. Adinata Mayakori</li>
<li>Nadine Fave</li>
<li>Raynold Alexander Sie</li>
</ul>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202507/image_870x_6884c27d1fc8d.webp" alt=""></p>
<p>"Pameran ini menarik karena karya yang ditampilkan nggak hanya dua dimensi, tapi responsif dan fun. Anak-anak yang datang pasti happy karena bisa berinteraksi langsung dengan karya, bukan hanya melihat," jelas Putu.</p>
<p>Desain ruangan pameran memungkinkan pengunjung anak-anak berinteraksi dengan apa yang dipamerkan, seperti menempelkan stiker, menggambar ulang imajinasi mereka, atau sekadar merespon bentuk dan warna dalam karya dengan spontan.</p>
<p>Pendekatan tersebut menjadi penting karena mengubah pengalaman museum dari pasif menjadi aktif, dari tontonan menjadi partisipasi. </p>
<p><strong>Tantangan dan Refleksi Orang Tua</strong></p>
<p>Sebagai pameran yang benar-benar dibuat oleh anak dan untuk anak, proses menuju pembukaan pun menjadi pengalaman kolektif. Salah satu orang tua seniman, Ana, mengungkapkan bagaimana kegiatan pameran itu membuka perspektif baru dalam mendampingi anak-anak berkarya.</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202507/image_870x_6884c289a36eb.webp" alt=""></p>
<p>"Lewat pameran ini, kami sadar bahwa benda-benda sekitar bisa jadi mainan. Ada yang bikin dari barang bekas. Kami bangga sekali melihat imajinasi mereka begitu luas," ungkap Ana.</p>
<p>Dia menambahkan, proses persiapan pameran itu bukan tanpa tantangan. Para orang tua juga diajak aktif berdiskusi, mengarahkan, dan mendukung ide-ide liar anak-anak mereka yang muncul sepanjang proses berkarya.</p>
<p>"Ketika kita bersama Orasis, kita diajak berpikir di luar kebiasaan. Anak-anak juga hadir langsung untuk menggali apa lagi yang bisa dibuat. Itu pengalaman yang luar biasa," lanjutnya.</p>
<p><strong>Bermain yang Melahirkan Karya</strong></p>
<p>Salah satu seniman muda yang menjadi peserta dalam pameran tersebut, yakni Kaeli, merasakan sendiri bagaimana momen bermain bisa menjadi pemicu ide kreatif. Dalam pameran itu, ia mencoba membuat karya di luar teknik yang biasa ia gunakan.</p>
<p>"Lewat pameran ini kami diajak keluar dari zona nyaman seperti hanha melukis diatas lertas atau kanvas. Tapi kita juga melukis di wayang, topeng, kartu remi. Saya sendiri buat lukisan yang bisa berubah warna. Semua berawal dari rasa penasaran," tutur Kaeli.</p>
<p>Menurutnya, pameran yang dia ikuti kali ini bukan hanya tentang hasil akhir, tapi lebih pada keberanian untuk mencoba hal baru dan belajar dari proses.</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202507/image_870x_6884c28fe3b65.webp" alt=""></p>
<p>"Kami belajar bahwa dalam bermain, ide kreatif muncul. Dan dari sana, karya kreatif tumbuh. Semoga pameran ini jadi pengingat bahwa tiap hari adalah kesempatan bermain, berkarya, dan berkembang," ucap Kaeli penuh semangat.</p>
<p><strong>Ruang Apresiasi Baru bagi Keluarga</strong></p>
<p>Pameran Another Day to Play masih akan berlangsung hingga 3 Agustus 2025 dengan dilengkapi dengan berbagai program edukatif, seperti artist talk, workshop DIY, guided tour keluarga, hingga tur inklusif berbahasa isyarat (BISINDO). </p>
<p>Menurut Putu, inisiatif itu ditujukan demi menjadikan seni sebagai bagian dari pengalaman keluarga, sekaligus memperkenalkan cara mengapresiasi karya anak secara lebih inklusif.</p>
<p>"Kami berharap pameran ini bisa menjadi referensi baru untuk keluarga Surabaya dalam mengapresiasi karya anak-anak," tukas Putu.</p>
<p><strong>Seni sebagai Hak Bermain Anak</strong></p>
<p>Pameran yang menghiasi museum Pendidikan Surabaya sejak dibuka pada 25 Juli 2025 itu kembali menegaskan bahwa bermain adalah hak dasar anak, dan seni adalah medium yang membebaskan mereka untuk menyampaikan pikiran serta perasaan. </p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202507/image_870x_6884c28386b3e.webp" alt=""></p>
<p>Di tengah arus digital dan komersialisasi masa kecil, "Another Day to Play" tampil sebagai ruang tanding yang merayakan kreativitas, kolaborasi, dan keberanian anak-anak dalam menyuarakan isi pikirannya.</p>
<p>Bagi Putu dan timnya, ini bukan sekadar pameran, melainkan manifestasi harapan: bahwa anak-anak akan terus tumbuh sebagai pribadi yang berani berkarya dan mampu membaca dunia dengan caranya sendiri.</p>
<p>Dibuka setiap hari kecuali hari Senin pada pukul 09.00-21.00 WIB, dan dengan tiket masuk hanya Rp5.000 (mengikuti jadwal dan harga tiket museum), anak-anak tidak hanya diajak melihat karya, tetapi juga bisa tetap menikmati seluruh isi Museum Pendidikan, menjadikan pameran "<em>Another Day to Play</em>" bagian dari rangkaian pembelajaran yang menyenangkan. <strong>(adv)</strong></p>
<p><strong>Editor: Ali Wafa</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Lotus Art Courses: Wadah Anak hingga Remaja Berkarya Seni secara Natural dan Berprestasi</title>
<link>https://suarajatimpost.com/lotus-art-courses-wadah-anak-hingga-remaja-berkarya-seni-secara-natural-dan-berprestasi</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/lotus-art-courses-wadah-anak-hingga-remaja-berkarya-seni-secara-natural-dan-berprestasi</guid>
<description><![CDATA[ Sanggar seni di Surabaya ini menolak gambar rapi sebagai standar. Di Lotus Art Courses, anak-anak diajak menggambar dengan rasa, bukan meniru bentuk. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202507/image_870x580_6881f4ae6b717.webp" length="33788" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 24 Jul 2025 18:16:06 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ryan Ramadhan</dc:creator>
<media:keywords>Lotus Art Courses, LAC, I Putu Mahendra, Kesenian, Sanggar Seni, Surabaya, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SURABAYA, SJP—</strong>Di Kota Surabaya, ada sebuah sanggar seni rupa anak dan remaja yang tampil beda. Ia tidak memaksa anak menggambar bunga dengan lima kelopak atau rumah berbentuk kotak dengan cerobong asap seperti kebanyakan gambar juara lomba anak-anak di brosur pusat perbelanjaan.</p>
<p>Di sanggar itu, anak justru didorong untuk mencoret dengan bebas, menabrakkan warna sesuai keinginan mereka, dan mengekspresikan isi kepalanya tanpa takut ada yang menyalahkan.</p>
<p>Namanya adalah Lotus Art Courses (LAC), sebuah sanggar seni untuk anak dan remaja yang sudah berdiri sejak 2019 di Surabaya. Namun di baliknya, ada satu nama yang membawa sanggar itu tumbuh secara konsisten hingga kini, yaitu I Putu Mahendra Dharmawan Putra.</p>
<p><strong>Awal Kecintaan pada Dunia Gambar</strong></p>
<p>Akrab dipanggil Putu, dia terlahir dengan darah kesenian yang mengalir dari keluarga dari Bali. Sejak kecil, dia sudah terbiasa mencoret apa saja yang ada disekitarnya, mulai dari secarik kertas, dinding rumah, bahkan layar televisi.</p>
<p>"Dari kecil saya suka banget gambar dimana saja. Coret-coret hingga bikin prakarya dari kertas, kardus bekas, pokoknya tangan harus bergerak terus," ucap Putu, Sabtu (24/7/2025).</p>
<p>Minatnya yang besar membuatnya mulai menekuni belajar seni rupa secara non-akademis sejak 2008 dan merupakan jebolan dari sanggar Taman Budaya Jawa Timur. Pada masa kecilnya, Putu telah rutin mengikuti pameran dan kompetisi seni.</p>
<p>Sejak umur 10 tahun, Putu sudah mencicipi panggung kompetisi global. Selama masa sekolah, dia mengoleksi 9 gelar juara lomba tingkat internasional, dan aktif berpameran di berbagai ajang seni rupa anak tingkat regional dan nasional, termasuk di Galeri Nasional Jakarta.</p>
<p>Ketika beranjak remaja, Putu tidak ragu mengambil keputusan besar dengan mulai menekuni dunia seni rupa sebagai jalan hidupnya. Dia melanjutkan pendidikan formal di SMK Negeri 12 Surabaya (SMSR Surabaya) jurusan Seni Lukis, lalu kuliah di Jurusan Desain Komunikasi Visual, Universitas Negeri Surabaya (Unesa).</p>
<p>Ketika masih kuliah semester 6, tepatnya tahun 2019, Putu mulai merintis sebuah sanggar seni. Bukan sekadar tempat les menggambar, tapi sebuah ruang yang ingin ia isi dengan nilai-nilai kebebasan, kejujuran artistik, dan keberanian untuk jadi diri sendiri.</p>
<p>"Awalnya ide mendirikan sanggar itu karena mencoba melihat peluang dan peta persaingan," ungkapnya.</p>
<p>"Namun lebih dari itu, ada keresahan yang saya lihat dilapangan, mengingat semasa kecil dan belajar bagaimana seharusnya karya seorang anak itu di apresiasi," imbuh Putu.</p>
<p><strong>Lotus Art Courses sebagai Wadah yang Bebas</strong></p>
<p>Putu melihat bahwa banyak metode dalam mengajarkan anak untuk menggambar itu harus memiliki pola dan rapi. Namun baginya, karya seni anak itu lahir dari proses yang tidak selalu bersih, lurus, atau rapi.</p>
<p>"Karya anak itu bukan soal rapi. Karena rapi bukan satu-satunya indikator. Menilai karya harus pakai perpaduan antara rasa dan mengukur secara teknis sekaligus," ujarnya.</p>
<p>Pendekatan itulah yang menjadi dasar filosofi LAC. Di sanggar itu, tak ada standar baku soal bentuk atau warna. Anak-anak bebas menggunakan intuisi mereka. Para pengajar justru mendampingi untuk menggali karakter visual setiap anak, bukan memaksakan satu gaya menggambar tertentu.</p>
<p>"Kasihan kalau anak-anak Indonesia tidak jadi dirinya sendiri. Saya lihat potensi mereka, dan saya bantu mengembangkannya secara personal, bukan membentuk mereka sesuai standar tertentu," ujar Putu.</p>
<p><strong>Prestasi Nasional dan Internasional</strong></p>
<p>Kini, enam tahun sejak pertama kali berdiri, Lotus Art Courses telah melahirkan banyak anak muda berbakat yang berprestasi di panggung seni nasional dan internasional. Beberapa murid berhasil menembus ajang bergengsi seperti: ARTJOG Kids (2023, 2024, 2025), UOB Painting of The Year (2024), Kids Biennale di Galeri Nasional Jakarta (2025), beragam pameran lain (Nasional-Regional).</p>
<p>Tak hanya itu, anak-anak LAC juga mencatat total 36 kemenangan lomba seni rupa internasional yang secara rutin setiap bulannya diikuti sejak tahun 2022 dari berbagai negara di Asia, Amerika, hingga Eropa.</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202507/image_870x_6881f4135dc0f.webp" alt=""></p>
<p>"Puji syukur, pendekatan kami yang membebaskan justru terbukti berhasil. Anak-anak bisa bicara lewat karya, dan itu diakui dunia," ujar Putu.</p>
<p><strong>Kolaborasi Internasional dan Proyek Seni Non-Profit</strong></p>
<p>Selain perlombaan, LAC juga rutin menggelar proyek-proyek seni yang tidak berorientasi profit, melainkan edukasi dan kolaborasi lintas budaya. Putu terinspirasi dari model kompetisi seni anak luar negeri yang lebih humanis dan mendidik.</p>
<p>"Kami coba hadirkan nuansa itu di Indonesia. Bukan lomba yang menekan anak, tapi ruang bermain dan belajar lewat seni," katanya.</p>
<p>LAC telah menjalin kerja sama dengan berbagai pihak, seperti: Konsulat Jenderal Jepang, Amerika, dan Australia di Surabaya, Beragam Pusat Kebudayaan, seperti Wisma Jerman dan Institut Français Indonesia (IFI).</p>
<p>"Kami di tahun 2024 juga berkolaborasi dengan Vinautism Art Gallery dalam penyelenggaraan ajang ARTKIDS yang dibuka oleh 5 perwakilan negara," terangnya.</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202507/image_870x_6881f4a4ba3e9.webp" alt=""></p>
<p>"Sementara dalam waktu dekat ini, kami juga akan berpartisipasi pada ajang Asean Fashion Festival di Jakarta, serta berkolaborasi dengan Orasis Art Space dalam proyek seni inovatif lain untuk tahun 2025," tambah Putu.</p>
<p>Bagi Putu, tujuan terbesar dari LAC bukanlah mencetak “anak juara”, tetapi menciptakan anak-anak yang sadar akan ekspresi dan bangga pada proses mereka sendiri.</p>
<p>"Yang penting bukan menang atau kalah, tapi sejauh mana anak itu mengenali dirinya lewat karya. Kalau mereka bisa jujur dan percaya diri, itu prestasi sesungguhnya," tutupnya. <strong>(adv)</strong></p>
<p><strong>Editor: Ali Wafa</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>DVIDHA: Dua Dunia Dalam Diri Seorang Dokter sekaligus Perupa</title>
<link>https://suarajatimpost.com/dvidha-dua-dunia-dalam-diri-seorang-dokter-sekaligus-perupa</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/dvidha-dua-dunia-dalam-diri-seorang-dokter-sekaligus-perupa</guid>
<description><![CDATA[ DVIDHA, lukisan hitam putih karya dokter gigi Citra R. S. D, memotret dualitas manusia, antara terang dan gelap sebagai anugerah, bukanlah kutukan. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202507/image_870x580_6878d94da2dc2.webp" length="36634" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 17 Jul 2025 19:01:33 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ryan Ramadhan</dc:creator>
<media:keywords>Pameran Hitam Putih, Galeri Raos, Kesenian, Ilustrasi Idioim, Surabaya, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong><span lang="IN">SURABAYA, SJP—</span></strong><span lang="IN">DVIDHA (</span><span lang="IN">द्विधा</span><span lang="IN">). Dalam bahasa Sanskerta, kata itu memiliki arti dua bagian atau juga bisa terbelah dua. Bukan hanya soal pilihan, tapi tentang keadaan batin yang terus digelayuti oleh manusia. Entah itu terang dan gelap, baik dan buruk, atau damai dan gaduh.<o:p></o:p></span></p>
<p><span lang="IN">Medan itulah yang sedang dijelajahi oleh Citra Rahmania Sari Dewi, atau yang dikenal dengan nama panggung Citra R. S. D, seorang dokter gigi sekaligus perupa asal Lumajang, lewat karya lukis hitam putih terbarunya yang dia beri judul “DVIDHA”.<o:p></o:p></span></p>
<p><span lang="IN">"Setiap orang pasti punya dua sisi yang berbeda. Saya ingin menangkap momen lewat lukisan ini," ungkap Citra, Kamis (17/7/2025).<o:p></o:p></span></p>
<p><strong><span lang="IN">Menghadirkan Dualitas lewat Media Sederhana</span></strong><span lang="IN"><o:p></o:p></span></p>
<p><span lang="IN">"DVIDHA" dibuat dengan media akrilik di atas kanvas dalam proses yang hanya memakan waktu satu minggu. Namun karya itu merupakan buah dari pengamatan yang panjang tentang diri dan sekelilingnya. Lukisan itu turut ditampilkan dalam pameran “Black &amp; White Season 2” di Galeri Raos, Kota Batu, Juni–Juli 2025.<o:p></o:p></span></p>
<p><span lang="IN">Gaya visualnya sederhana namun simbolik. Digambarkan sebuah pohon kaktus yang terbagi dalam sisi gelap dan terang. Di bagian terang, terlihat bunga yang mekar dan kupu-kupu yang hinggap. Sedangkan di sisi gelap terlihat lebih polos.<o:p></o:p></span></p>
<p><span lang="IN">Namun kaktus tersebut tetap hidup dan berdiri tegak, seolah berkata bahwa seseorang itu hidup dalam zona abu-abu: yakni tempat di mana semua kemungkinan bertemu.<o:p></o:p></span></p>
<p><strong><span lang="IN">DVIDHA Dalam Diri Citra</span></strong><span lang="IN"><o:p></o:p></span></p>
<p><span lang="IN">Bak refleksi dari kehidupan pribadinya, Citra sendiri juga terbagi dalam dua sisi kehidupan. Dirinya tidak datang dari latar belakang pendidikan seni rupa. Dia justru menyelesaikan pendidikan sebagai dokter gigi. Saat ini dia aktif sebagai ASN di Puskesmas Lumajang, sembari membuka praktik mandiri.<o:p></o:p></span></p>
<p><span lang="IN">Namun dunia seni selalu memanggilnya. Dia mulai aktif di dunia seni sejak 200, dan mulai menekuni seni lukis secara konsisten sejak 2018, mengikuti berbagai pameran di banyak kota di Indonesia. <o:p></o:p></span></p>
<p><span lang="IN">"Melukis itu mungkin jadi bagian dari ruang batin saya, jadi jika sedang bekerja ya bekerja, namun jika ada waktu kosong saya isi dengan kegiatan melukis," ucap Citra.<o:p></o:p></span></p>
<p><span lang="IN">Sebagai salah satu pengalaman berharga di dunia seni, dia menyebut bahwa keikutsertaan dirinya dalam pameran Black &amp; White Season 2 disebutnya sebagai salah satu momen paling berkesan dalam perjalanan karier seninya.<o:p></o:p></span></p>
<p><span lang="IN">"Teman-teman seniman di sini luar biasa terbuka dan merangkul. Tidak ada sekat-sekat. Ilmu dan semangat seni dibagikan dengan tulus. Seniman-seniman dari Batu dan Malang juga sangat peduli dan humble. Jempolan semua," ungkap Citra penuh antusias.<o:p></o:p></span></p>
<p><span lang="IN">Dia berharap, pameran tersebut bisa terus berlanjut dan menjadi tempat tumbuhnya komunitas seni yang sehat dan berkembang, terutama bagi seniman-seniman perempuan atau mereka yang berasal dari latar belakang non-seni.<o:p></o:p></span></p>
<p><strong><span lang="IN">Refleksi DVIDHA dalam Hidup</span></strong><span lang="IN"><o:p></o:p></span></p>
<p><span lang="IN">Melalui DVIDHA, Citra seakan menegaskan bahwa manusia bukanlah entitas tunggal yang linear. Dia percaya bahwa menjadi seseorang yang punya dua dunia bukanlah kutukan, melainkan anugerah, selama kita menyadari bahwa keduanya bisa saling mengisi.<o:p></o:p></span></p>
<p><span lang="IN">Lukisan itu bukan hanya refleksi batin, tapi juga potret dirinya sendiri, yakni seorang perempuan yang membelah waktunya antara klinik dan kanvas, antara prosedur medis dan kebebasan warna.<o:p></o:p></span></p>
<p><span lang="IN">"Saya percaya sisi buruk manusia tak harus ditolak. Ia bisa dikenali, diajak berdialog, dan akhirnya menjadi bagian dari karya. Justru karena ada dua sisi itulah kita manusia," pungkasnya. <strong>(*)</strong><o:p></o:p></span></p>
<p class="MsoNormal"><strong><span lang="IN">Editor: Ali Wafa</span></strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>“Techno of Spiritualism”: Tafsir Pelukis Surabaya atas Spiritualitas di Era Serba Digital</title>
<link>https://suarajatimpost.com/techno-of-spiritualism-tafsir-pelukis-surabaya-atas-spiritualitas-di-era-serba-digital</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/techno-of-spiritualism-tafsir-pelukis-surabaya-atas-spiritualitas-di-era-serba-digital</guid>
<description><![CDATA[ Webeech tidak memosisikan teknologi sebagai musuh spiritualitas. Kesunyian digital, entah dalam bentuk waktu hening ketika membuka aplikasi saat akan terlelap atau saat mengetik pesan ke orang terkasih, adalah bentuk-bentuk spiritualitas baru. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202507/image_870x580_6878943f0dd90.webp" length="32764" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 17 Jul 2025 15:00:23 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ryan Ramadhan</dc:creator>
<media:keywords>Pameran Hitam Putih, Galeri Raos, Kesenian, Ilustrasi Idioim, Surabaya, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SURABAYA, SJP -</strong> "Jadi inti yang saya ambil, serap, dan amati di era sekarang adalah, jangan-jangan teknologi itu dijadikan kepercayaan baru," ucap Webeech, Kamis (17/7/2025).</p>
<p>Kalimat yang terlontar dari pelukis asal Surabaya itu mungkin terdengar asing, aneh, bahkan bisa jadi kontroversial. Kendati demikian, sadarkah kita bahwa kini lonceng notifikasi bak sebuah panggilan yang tak terelakkan, dan scroll di sosial media sudah seperti meditasi yang bikin lupa sekitar.</p>
<p>Hal itulah yang ingin dituangkan oleh Webeech dalam lukisannya yang berjudul "Techno of Spiritualism", sebuah lukisan hitam putih berukuran 150x120 cm yang memiliki makna tersirat tentang bagaimana jika kita menikahkan ide tentang spiritualitas dan teknologi. </p>
<p><strong>Spiritualitas Baru dari Layar Digital</strong></p>
<p>Dalam lukisannya yang sempat dipamerkan dalam pameran hitam putih “Black &amp; White Season 2” di Galeri Raos, Batu, Webeech menghadirkan simbol-simbol spiritual dan figur bersila yang terinspirasi dari keheningan ala kepercayaan Hindu-Buddha yang dicampur dengan sentuhan barang-barang futuristik.</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202507/image_870x_687894ce927e3.webp" alt=""></p>
<p>"Kita lihat saja zaman sekarang, seorang Pastur, Kiai, Biksu, atau apapun kepercayaannya, saya yakin mereka sekarang juga pasti pegang gadget dengan alasan komunikasi, tak jarang dari mereka juga menyiarkan ajaran agama lewat gadget juga," jelas Webeech.</p>
<p>Menariknya, Webeech tidak memosisikan teknologi sebagai musuh spiritualitas. Ia justru mengusulkan pendekatan yang lebih radikal bahwa kesunyian digital, entah dalam bentuk waktu hening ketika membuka aplikasi saat akan terlelap atau saat mengetik pesan ke orang terkasih, adalah bentuk-bentuk spiritualitas baru. </p>
<p>"Spiritual itu tak pernah hilang, hanya berganti format," katanya.</p>
<p><strong>Proses Singkat dari Perjalanan Panjang</strong></p>
<p>Lukisan tersebut dibuat dengan akrilik di atas kanvas dalam waktu pengerjaan hanya satu minggu, menjelang pembukaan pameran di Raos pada bulan Juni lalu. Webeech sendiri mengaku tertantang oleh tenggat yang mepet dan keterbatasan material.</p>
<p>"Zona nyaman itu bikin leha-leha. Saya jujur tertantang untuk buat ini di injury time, padahal waktu itu peralatan dan bahan untuk melukis hitam putih juga belum beli," ucapnya dengan tawa.</p>
<p>Dalam proses pengerjaannya, Webeech bahkan merasakan bahwa teknologi juga mengubah cara dirinya dalam melukis. Dia tidak malu mengaku bahwa dirinya kerapkali terdistraksi oleh notifikasi di gadgetnya saat mengerjakan lukisan tersebut.</p>
<p>"Kalau sudah ada suara notifikasi, saya pasti langsung cek hp. Nah tapi kalau sudah pegang hp pasti yang dilihat bukan cuma satu aplikasi, pasti juga buka yang lainnya juga," katanya.</p>
<p>Meski begitu, Webeech tetap berhasil menyelesaikan lukisan tersebut sebelum tenggat waktu untuk mengikuti pameran di Galeri Raos. Proses yang terasa cepat, namun cepatnya proses tersebut adalah buah dari ide yang terkumpul dalam perjalanan yang panjang.</p>
<p><strong>Sempat Vakum selama 20 Tahun</strong></p>
<p>Webeech bukan nama baru di dunia perupa Surabaya. Ia sudah aktif melukis sejak 1990-an, namun memilih vakum selama hampir 20 tahun karena tuntutan ekonomi dan keluarga.</p>
<p>Webeech sempat memilih merantau dan bekerja di Jakarta, hingga akhirnya kembali ke seni lukis setelah pandemi COVID-19, ketika waktu luang dan gejolak batin memaksanya kembali menggenggam kuas yang sempat ia tinggalkan.</p>
<p>"Semua perubahan itu memang berawal dari Corona. Karena punya waktu luang banyak dan tidak bisa kemana-mana membuat imajinasinya yang dulu sempat tidak bisa dituangkan itu muncul kembali. Terlepas dari rasa frustasi saya terhadap kebijakan-kebijakan kala itu," terang Webeech.</p>
<p>"Dan dari pengamatan saya sejak zaman Corona hingga pasca pandemi, disitulah menurut saya muncul pintu pertama keasyikan orang pada teknologi, termasuk saya sendiri," imbuhnya.</p>
<p><strong>Menyampaikan Pesan Lewat Dialog</strong></p>
<p>Keputusan Webeech kembali ke dunia seni bukan sekadar untuk kesenangan semata. Layaknya seniman lain, ia juga ingin menyampaikan pesan kepada khalayak umum khususnya generasi muda.</p>
<p>Karena itu, dalam pameran Webeech tak hanya menggantungkan lukisannya di dinding. Tapi ia aktif menyapa pengunjung agar mereka tidak hanya untuk selfie tapi juga bisa diskusi.</p>
<p>"Kalau saya gak jemput bola, siapa yang akan tangkap pesan saya? Sekarang lihat pameran hanya buat story Instagram. Saya ingin ada komunikasi, bukan sekadar dokumentasi, karena dialog itu pasti diingat sampai kapanpun," ujarnya.</p>
<p><strong>Kembali Mengembara</strong></p>
<p>Kini, setelah hampir dua dekade, ia kembali membawa napas segar. Tidak untuk mengejar pasar atau pengakuan, tapi untuk memberi tawaran visual yang unik dan menarik. Termasuk daru lukisan "Techno of Spiritualism" yang mengingatkan tentang bagaimana kita, manusia yang terlalu terhubung di dunia maya, ternyata bisa tetap punya ruang batin.</p>
<p>"Mungkin spirit itu sudah tidak tinggal di candi atau tempat sunyi. Tapi dia masuk ke dalam mesin. Dan kita harus cari dia di sana," pungkasnya.</p>
<p>Webeech menyatakan niatnya untuk kembali terjun ke dunia seni dan kembali mengembara dengan ide-idenya. Ia bahkan sudah memantapkan niatnya untuk ikut ke Pameran Hitam Putih berikutnya, entah ide absurd apa lagi yang akan ia bawa, namun visual dan makna lukisannya terbukti menarik untuk dikupas.</p>
<p>"Jadi ya meskipun saya usianya masih muda gini (bercanda), saya juga tidak mau dong kalah dengan anak muda lainnya," tukas Webeech dengan canda. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Nongkrong Asyik, Melintas Pelik: Pemkot Resmi Tertibkan  Parkir di Tepi Jalan Tunjungan</title>
<link>https://suarajatimpost.com/asyik-untuk-nongkrong-pelik-bagi-pengendara-pemkot-resmi-tertibkan-parkir-di-tepi-jalan-tunjungan</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/asyik-untuk-nongkrong-pelik-bagi-pengendara-pemkot-resmi-tertibkan-parkir-di-tepi-jalan-tunjungan</guid>
<description><![CDATA[ Jalan Tunjungan makin ramai jadi tempat nongkrong, tapi justru bikin macet. Pemkot Surabaya akhirnya melarang parkir tepi jalan demi wisata yang lebih nyaman dan tertib. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202507/image_870x580_687891bc1db25.webp" length="47874" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 17 Jul 2025 14:19:11 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ryan Ramadhan</dc:creator>
<media:keywords>Jalan Tunjungan, Pemkot Surabaya, Tunjungan, Eri Cahyadi, Surabaya, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SURABAYA , SJP - </strong>Siapa yang tidak tahu Jalan Tunjungan? Ruas jalan di pusat Kota Pahlawan yang kini menjelma jadi tempat nongkrong hits bagi arek-arek Suroboyo, lengkap dengan lampu temaram dan spot foto heritage membuatnya jadi lokasi favorit, tak terkecuali bagi para wisatawan.</p>
<p>Namun keindahan itu hanya bisa dinikmati mereka yang berhenti, karena bagi pengendara yang sekadar melintas, jalan itu bak mimpi buruk, terlebih saat malam hari. Bagaimana tidak? ekor kemacetan jalan Tunjungan terkadang sudah terlihat sejak tiga jalan penghubung seperti jalan Gemblongan, jalan Praban dan jalan Genteng Kali.</p>
<p>Salah satu biang kemacetan itu adalah keberadaan parkir liar di sepanjang tepi jalan. Sejak pertama kali dicanangkan sebagai Tunjungan Romansa pada tahun 2021, pengunjung yang membludak membuat parkir di pinggir jalan tidak terelakkan dan malah menjadi kebiasaan.</p>
<p>Kini, Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya mengambil langkah tegas terkait permasalahan yang sudah mengakar itu. Sejak 15 Juli 2025 lalu hingga akhir bulan Juli, Pemkot Surabaya resmi menguji coba larangan penggunaan tepi jalan umum (TJU) sebagai tempat parkir.</p>
<p><strong>Tata Ulang Demi Wisata yang Nyaman</strong></p>
<p>Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, menjelaskan bahwa kebijakan itu dilatarbelakangi keinginan untuk menjadikan Jalan Tunjungan lebih nyaman dinikmati wisatawan. Ia menyebut Jalan Tunjungan adalah wajah kota yang harus ditata agar tidak semrawut.</p>
<p>"Surabaya ini sudah menjadi kota yang nyaman untuk wisata cepat. Berarti agar bisa berjalan cepat, orang nyaman, ya harus saya tata," ucap Eri, Kamis (17/7/2025).</p>
<p>Lebih lanjut, ia mengatakan bahwa parkir di tepi jalan membuat pemandangan Jalan Tunjungan tertutup kendaraan. Padahal, salah satu daya tarik kawasan tersebut adalah arsitektur kolonial dan ruang publik yang estetik.</p>
<p>"Jangan sampai orang itu ketika lewat Jalan Tunjungan tidak bisa menikmati. Karena satu crowded (macet) dan kedua kate ndelok (mau melihat) keindahan Tunjungan ketutupan kendaraan," jelasnya.</p>
<p>Eri juga menambahkan, jika suasana Jalan Tunjungan semakin nyaman, maka minat wisatawan akan meningkat. Dampaknya, pendapatan daerah juga ikut naik.</p>
<p>"Semakin nyaman orang yang datang ke tempat itu, trotoarnya digawe melaku (dibuat jalan) enak. Maka semakin banyak orang yang datang ke Surabaya," ujarnya.</p>
<p>"Semakin banyak orang datang ke Surabaya, PAD kita semakin meningkat. PAD kita semakin meningkat, sejahtera orang Surabaya karena sekolahnya gratis dan lain-lain gratis," tambahnya.</p>
<p><strong>Penataan Jalan Melibatkan Banyak Instansi</strong></p>
<p>Penertiban parkir itu juga berkaitan dengan kegiatan revitalisasi infrastruktur di sepanjang Jalan Tunjungan. Plt Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Surabaya, Trio Wahyu Bowo, menyampaikan bahwa ada sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang terlibat dalam penataan kawasan.</p>
<p>"Ada OPD yang melakukan revitalisasi, ini ada pengerukan sedimen selokan, ada pengecatan juga yang dilakukan oleh Dinas Cipta Karya," kata Trio.</p>
<p>"Kemudian DLH (Dinas Lingkungan Hidup) melakukan perantingan, Dinas Perhubungan memperbaiki lampu PJU (penerangan jalan umum), serta menata kembali rambu yang ada," tambahnya.</p>
<p>Menurut Trio, semua upaya itu membutuhkan area steril, sehingga parkir di tepi jalan harus ditiadakan sementara hingga 31 Juli 2025.</p>
<p><strong>Disediakan 5 Titik Parkir Alternatif</strong></p>
<p>Agar tidak menjadi persoalan baru, Pemkot juga telah menyiapkan lima kantong parkir di sekitar kawasan Tunjungan sebagai alternatif. Pengunjung tetap bisa mengakses area tersebut dengan berjalan kaki atau menggunakan kendaraan daring dari titik parkir, diantaranya:</p>
<ul>
<li>UPTSA Siola</li>
<li>Tunjungan Electronic Center (TEC)</li>
<li>Ex Kantor BPN</li>
<li>Jalan Ketandan</li>
<li>Jalan Tanjung Anom (**)</li>
</ul>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Defisit Neraca Dagang Jatim Capai USD 746 Juta, Sektor Migas Jadi Biang Kerok di 5 Bulan Pertama 2025</title>
<link>https://suarajatimpost.com/defisit-neraca-dagang-jatim-capai-usd-746-juta-sektor-migas-jadi-biang-kerok-di-5-bulan-pertama-2025</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/defisit-neraca-dagang-jatim-capai-usd-746-juta-sektor-migas-jadi-biang-kerok-di-5-bulan-pertama-2025</guid>
<description><![CDATA[ Defisit sektor migas yang mencapai USD 1,81 miliar menyeret total neraca perdagangan ke zona negatif. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202507/image_870x580_687891b88f32d.webp" length="25788" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 17 Jul 2025 13:58:32 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ryan Ramadhan</dc:creator>
<media:keywords>Neraca Perdagangan, Ekspor, Impor, Badan Pusat Statistik, BPS Jatim, Surabaya, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SURABAYA, SJP -</strong> Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Timur mencatat neraca perdagangan Jawa Timur sepanjang Januari hingga Mei 2025 mengalami defisit sebesar USD 746,72 juta. </p>
<p>Angka tersebut muncul akibat nilai impor yang masih lebih tinggi dibanding ekspor selama lima bulan pertama tahun ini.</p>
<p>Kepala BPS Jawa Timur, Zulkipli, menjelaskan bahwa defisit itu bukan disebabkan oleh sektor perdagangan utama seperti industri atau pertanian, melainkan karena kinerja perdagangan sektor migas yang terus negatif.</p>
<p>"Defisit neraca perdagangan ini terjadi karena sektor migas masih mengalami minus yang sangat besar. Sektor nonmigas justru masih surplus," ujar Zulkipli, Kamis (17/7/2025).</p>
<p>Tercatat bahwa nilai ekspor Jatim Januari–Mei 2025 mencapai USD 11,24 miliar, meningkat 9,63 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2024. </p>
<p>Ekspor nonmigas menyumbang hampir seluruhnya dengan nilai USD 11 miliar, naik 11,04 persen secara tahunan. Kendati demikian, nilai impor Jatim masih lebih besar, yakni mencapai USD 11,98 miliar.</p>
<p>Zulkipli menjelaskan bahwa kinerja perdagangan nonmigas sebenarnya menunjukkan perkembangan positif.</p>
<p>"Ekspor nonmigas kita unggul, dengan nilai USD 11 miliar lebih tinggi dari impor nonmigas yang hanya USD 9,93 miliar. Ini artinya, kalau tanpa migas, neraca perdagangan kita masih surplus sekitar USD 1,06 miliar," tambahnya.</p>
<p>Sayangnya, defisit sektor migas yang mencapai USD 1,81 miliar menyeret total neraca perdagangan ke zona negatif. Nilai impor migas pada periode Januari–Mei 2025 mencapai USD 2,05 miliar, sementara nilai ekspor migas jauh lebih kecil.</p>
<p><strong>Negara Tujuan dan Komoditas Utama Dagang</strong></p>
<p>Meski sempat ada gejolak perihal tarif pajak barang sepanjang awal tahun 2025, Data BPS juga menunjukkan bahwa Amerika Serikat masih menjadi mitra dagang utama Jawa Timur, disusul dengan Tiongkok.</p>
<p>Ekspor nonmigas terbesar menuju Amerika Serikat (USD 1,51 miliar) dan Tiongkok (USD 1,39 miliar), dengan komoditas utama seperti ikan dan kayu ke AS, serta minyak nabati dan tembaga ke Tiongkok.</p>
<p>Di sisi impor, barang dari Tiongkok mendominasi, dengan nilai mencapai USD 3,34 miliar (33,60% dari total impor nonmigas).</p>
<p>"Negara-negara tujuan ekspor kita tumbuh positif. Tapi barang impor dari Tiongkok dan negara pemasok migas masih mendominasi," kata Zulkipli.</p>
<p>BPS menyebut bahwa secara umum kinerja ekspor cukup menjanjikan, khususnya dari sektor industri pengolahan dan pertanian. Namun kinerja sektor migas masih menjadi tantangan besar. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Rayakan Keberagaman, 100 Mahasiswa dari 7 Negara Ikuti Asia Summer Program 2025 di PCU</title>
<link>https://suarajatimpost.com/rayakan-keberagaman-100-mahasiswa-dari-7-negara-ikuti-asia-summer-program-2025-di-pcu</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/rayakan-keberagaman-100-mahasiswa-dari-7-negara-ikuti-asia-summer-program-2025-di-pcu</guid>
<description><![CDATA[ Mahasiswa tujuh negara belajar budaya Asia di Petra lewat kuliah lintas disiplin, membungkus klepon, hingga membuat wayang dari janur dalam Asia Summer Program 2025. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202507/image_870x580_6877ab7308644.webp" length="45350" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 16 Jul 2025 22:00:49 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ryan Ramadhan</dc:creator>
<media:keywords>Petra Christian University, PCU, Asia Summer Program, ASP 2025, Musim Panas, Surabaya, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SURABAYA, SJP -</strong> Petra Christian University (PCU) kembali menjadi tuan rumah gelaran <em>Asia Summer Program</em> (ASP) 2025, sebuah ajang pembelajaran musim panas berskala internasional yang menggabungkan pengalaman akademik dan budaya bagi mahasiswa dari berbagai negara di Asia. </p>
<p>Kegiatan tersebut digelar selama tiga minggu, mulai 14 Juli hingga 1 Agustus 2025, dengan mengangkat tema “<em>One Asia, Many Stories: Celebrating Diversity</em>.”</p>
<p>Kegiatan tersebut menjadi momentum untuk mempertemukan generasi muda Asia dalam ruang belajar lintas budaya. Tidak hanya sebagai ajang perkuliahan, namun juga membingkai keberagaman Asia lewat praktik langsung warisan budaya, kearifan lokal, dan interaksi antarmahasiswa dari tujuh negara.</p>
<p><strong>Apa Itu <em>Asia Summer Program</em> (ASP)?</strong></p>
<p>ASP merupakan program pertukaran musim panas tingkat Asia yang digagas sejak 2012 oleh lima universitas pendiri, yaitu Bangkok <em>University</em> (Thailand), Dongseo <em>University</em> (Korea Selatan), Josai International <em>University</em> (Jepang), Petra Christian <em>University</em> (Indonesia), dan <em>Universiti</em> Malaysia Perlis (Malaysia). </p>
<p>Program tersebut dibentuk dari semangat kolektif untuk mempersiapkan pemimpin masa depan Asia yang memiliki pemahaman mendalam terhadap keberagaman dan tantangan regional.</p>
<p>Ketua Pelaksana ASP 2025, Liem Satya Limanta menjelaskan bahwa ASP diselenggarakan bergilir setiap tahun di universitas yang berbeda, dan 2025 menjadi kali ke-13 program itu digelar kembali dipusatkan di kampus Petra di Surabaya.</p>
<p>"ASP 2025 di PCU merupakan ASP ke-13 yang ingin lebih mengenalkan Asia dengan cara yang fun dan kreatif," ujar Liem, Rabu (16/7/2025).</p>
<p><strong>Tujuh Negara, Seratus Mahasiswa, Satu Tujuan</strong></p>
<p>Tahun 2025, ASP diikuti oleh 100 mahasiswa dari tujuh negara, yaitu Indonesia, Jepang, Korea Selatan, Thailand, Malaysia, Filipina, dan India. Sebanyak 32 mahasiswa merupakan peserta asing, sementara 68 lainnya berasal dari PCU.</p>
<p>Dengan bahasa pengantar Bahasa Inggris, Liem menjelaskan bahwa nantinya para peserta ditempatkan dalam suasana belajar internasional yang inklusif dan saling mendorong pertukaran gagasan antarbudaya.</p>
<p><strong>Akademik: Kelas Lintas Disiplin yang Diakui SKS</strong></p>
<p>Liem menyebut bahwa ASP 2025 menawarkan 21 kelas akademik yang berlangsung setiap pagi dan siang. Materi yang diajarkan meliputi bidang:</p>
<ul>
<li>Ekonomi</li>
<li>Sastra dan Bahasa</li>
<li>Pengajaran dan Film</li>
<li>Teknik Elektro dan Energi berkelanjutan</li>
<li>Desain dan Pariwisata</li>
<li>Kuliner, Nutrisi, dan Kesehatan</li>
</ul>
<p>Setiap mahasiswa dibatasi untuk mengambil maksimal dua mata kuliah, masing-masing setara 3 SKS (Sistem Kredit Semester). Uniknya, SKS itu dapat diakui oleh universitas asal peserta, menjadikan ASP bukan hanya kegiatan tambahan, melainkan bagian dari kurikulum akademik mereka.</p>
<p><strong>Non-Akademik: Belajar dari Tradisi</strong></p>
<p>Tak hanya kelas, ASP 2025 juga mengemas 13 kegiatan non-akademik bertema budaya dan olahraga, yang berlangsung setiap sore. Salah satu kegiatan yang paling menarik perhatian adalah <em>Banana Leaf and Origami Workshop.</em></p>
<p>Person in Charge (PIC) <em>Banana Leaf and Origami Workshop</em>, Aniendya Christianna menjelaskan bahwa dalam kegiatan tersebut, mahasiswa mempelajari cara membungkus lemper dan klepon dengan daun pisang, menghias tampah berisi jajanan pasar, dan memahami filosofi kearifan lokal dalam makanan tradisional Indonesia.</p>
<p>"Dari belajar membungkus lemper dan klepon, peserta dapat memahami pentingnya penggunaan bahan alami dan keberlanjutan budaya kuliner, serta melatih ketelitian dan presisi tangan," jelas Aniendya.</p>
<p>Sementara itu, pada Senin, (28/7/2025) nanti peserta juga diajak mengikuti Eco Wayang Workshop, yaitu membuat wayang dari janur (daun kelapa).</p>
<p>Dengan semangat merayakan perbedaan, ASP 2025 menjadi panggung kecil bagi lahirnya pemahaman bahwa keberagaman bukan halangan, melainkan kekayaan yang perlu dirayakan bersama. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor: Rizqi Ardian </strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Wali Kota Surabaya Tanggapi Fatwa Haram Sound Horeg: “Nang Suroboyo Gak Onok!”</title>
<link>https://suarajatimpost.com/wali-kota-surabaya-tanggapi-fatwa-haram-sound-horeg-nang-suroboyo-gak-onok</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/wali-kota-surabaya-tanggapi-fatwa-haram-sound-horeg-nang-suroboyo-gak-onok</guid>
<description><![CDATA[ Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menegaskan, “Nang Suroboyo gak onok sound horeg,” merespons fatwa haram MUI Jatim atas fenomena audio ekstrem yang dinilai membahayakan kesehatan dan lingkungan. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202507/image_870x580_6877ab77302e7.webp" length="55012" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 16 Jul 2025 21:46:09 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ryan Ramadhan</dc:creator>
<media:keywords>Sound Horeg, Surabaya, MUI, MUI Jatim, Surabaya, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SURABAYA, SJP - </strong>Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, menanggapi santai keluarnya fatwa haram dari Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Timur mengenai penggunaan sound horeg. </p>
<p>Menurutnya, fenomena tersebut tidak terjadi di wilayah Kota Surabaya, sehingga pembahasan lebih lanjut dirasa kurang relevan bagi daerah yang dipimpinnya.</p>
<p>"Nang Suroboyo gak onok (di Surabaya enggak ada) sound horeg eh. Terus yok opo carane awakdewe (terus bagaimana caranya kita) bahas sound horeg,” ujar Eri, Rabu (16/7/2025).</p>
<p>Ia menegaskan bahwa praktik penggunaan sound horeg di Kota Pahlawan sangatlah minim, laporan gangguan sound horeg juga tidak pernah muncul. Namun tentu kondisi lapangan di daerah lain di Jawa Timur berbeda.</p>
<p><strong>Apa Itu Sound Horeg?</strong></p>
<p>Sound horeg merupakan istilah populer untuk sistem pengeras suara berdaya besar yang dipakai di atas kendaraan bak terbuka dan dibawa keliling lingkungan, sering kali sambil memutar musik dengan volume ekstrem. Biasanya digunakan untuk:</p>
<ul>
<li>Hiburan jalanan atau pesta rakyat</li>
<li>Kegiatan komersial dadakan</li>
<li>Hingga ajang “adu sound” atau <em>battle</em> sound antar pemilik perangkat audio</li>
</ul>
<p>Ciri khas sound horeg adalah:</p>
<ul>
<li>Volume bisa mencapai 120–135 desibel</li>
<li>Menyebabkan getaran fisik dan kebisingan luar biasa</li>
<li>Tidak jarang disertai joget atau tarian pria dan wanita secara bebas</li>
<li>Dilakukan di jalan permukiman atau ruang publik tanpa pengaturan khusus</li>
</ul>
<p>Fenomena tersebut lebih banyak terjadi di wilayah pedesaan atau pinggiran kota di Jawa Timur dan beberapa daerah lain di Pulau Jawa, terutama dalam beberapa tahun terakhir. </p>
<p>Sound horeg sering kali viral di media sosial karena kekuatan suaranya dan aksi-aksi nyeleneh yang mengiringi pertunjukannya.</p>
<p><strong>Kenapa Sound Horeg Diharamkan oleh MUI Jatim?</strong></p>
<p>Menanggapi maraknya sound horeg dan dampak sosial yang ditimbulkan, MUI Jawa Timur menerbitkan Fatwa Nomor 1 Tahun 2025 tentang Penggunaan Sound Horeg. Fatwa ini ditandatangani pada 12 Juli 2025 oleh Ketua Komisi Fatwa KH Makruf Khozin.</p>
<p>"Fatwa ini dikeluarkan untuk menjaga kesehatan masyarakat, ketenangan lingkungan, dan menjawab keresahan banyak warga di sejumlah daerah yang terganggu karena aktivitas sound horeg," tegas KH Makruf saat dikonfirmasi, Senin (14/7/2025).</p>
<p>Fatwa tersebut menyebutkan bahwa penggunaan sound horeg hukumnya haram dalam kondisi tertentu karena menimbulkan mudharat (kerugian), antara lain:</p>
<ol>
<li>Kebisingan ekstrem yang membahayakan pendengaran manusia.</li>
<li>Gangguan terhadap ketenangan masyarakat, terutama saat malam hari.</li>
<li>Potensi merusak fasilitas umum dan milik pribadi.</li>
<li>Penggunaan untuk kegiatan maksiat seperti joget campur pria-wanita dengan pakaian tidak sopan.</li>
<li><em>Battle sound</em> dianggap pemborosan (<em>tabdzir</em>) dan penyia-nyiaan harta (<em>idha’atul mal</em>).</li>
</ol>
<p></p>
<p>Fatwa itu juga mengatur kondisi penggunaan sound system secara wajar yang tetap diperbolehkan, seperti untuk acara pernikahan, Pengajian atau shalawatan. Selama tidak mengandung unsur yang diharamkan dan volumenya dalam batas aman.</p>
<p><strong>Ancaman Serius bagi Kesehatan</strong></p>
<p>Fatwa MUI diperkuat dengan pandangan medis dari Prof. Dr. Nyilo Purnami, dokter spesialis THT Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga dan RSUD dr. Soetomo yang juga disertakan dalam lampiran fatwa haram sound horeg MUI Jatim.</p>
<p>"Batas aman tingkat kebisingan menurut WHO adalah 85 dB. Sedangkan pada sound horeg bisa mencapai 120–135 dB. Ini sangat membahayakan, apalagi jika terpapar dalam waktu lama atau berulang," tulis Prof. Nyilo.</p>
<p>Ia menjelaskan bahwa kebisingan berlebihan dapat menyebabkan:</p>
<ul>
<li>Gangguan pendengaran sensorineural, yaitu kerusakan saraf telinga dalam secara permanen.</li>
<li>Tinnitus (denging telinga kronis),</li>
<li>Gangguan tidur dan kognitif,</li>
<li>Peningkatan risiko penyakit kardiovaskular,</li>
<li>Dan efek sosial seperti mengganggu hubungan antarwarga dan kenyamanan lingkungan.</li>
</ul>
<p><strong>Surabaya Bebas Sound Horeg?</strong></p>
<p>Meski fatwa tersebut berlaku secara umum untuk wilayah Jawa Timur, Wali Kota Eri Cahyadi menegaskan bahwa Surabaya tidak memiliki kasus sound horeg.</p>
<p>Pemerintah Kota, melalui berbagai regulasi dan pendekatan berbasis ketertiban umum, berhasil mencegah penyebaran tren ini ke wilayah perkotaan. Meskipun pemandangan sound sistem raksasa kadang masih terlihat di acara pengajian besar atau acara insidentil lain.</p>
<p>Pernyataan Eri juga secara tidak langsung menunjukkan bahwa fatwa MUI ini lebih ditujukan untuk daerah-daerah di luar Surabaya yang memang memiliki fenomena tersebut secara nyata dan mengganggu. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor: Rizqi Ardian </strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Datangkan Alumni, MPLS SMAN 9 Surabaya Ajak Siswa Baru Raih Prestasi Tanpa Sensasi</title>
<link>https://suarajatimpost.com/datangkan-alumni-mpls-sman-9-surabaya-ajak-siswa-baru-raih-prestasi-tanpa-sensasi</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/datangkan-alumni-mpls-sman-9-surabaya-ajak-siswa-baru-raih-prestasi-tanpa-sensasi</guid>
<description><![CDATA[ Lewat MPLS, SMAN 9 Surabaya kenalkan semangat “Prestasi tanpa Sensasi” lewat alumni yang sukses tanpa hingar-bingar, tapi punya dampak nyata. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202507/image_870x580_68777655beb9c.webp" length="26410" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 16 Jul 2025 17:57:25 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ryan Ramadhan</dc:creator>
<media:keywords>MPLS, SMAN 9 Surabaya, Songo, Surabaya, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SURABAYA, SJP - </strong>Pekan ini, seluruh sekolah di Surabaya tengah menggelar kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) bagi siswa baru. Dimulai sejak Senin (14/7/2025), MPLS tahun ini berlangsung serentak di seluruh jenjang dengan pendekatan yang beragam. </p>
<p>Meski tiap sekolah punya gaya masing-masing, keseluruhan kegiatan tetap mengacu pada koridor yang sama yakni ramah anak, tanpa perundungan dan tekanan yang tidak perlu. Salah satu pendekatan menarik datang dari SMAN 9 Surabaya, yang memilih menghadirkan inspirasi dari para alumninya sendiri. </p>
<p>Dengan mengusung tema “Prestasi Tanpa Sensasi”, SMAN 9 Surabaya mengajak para siswa baru untuk memahami bahwa pencapaian tidak selalu identik dengan sorotan publik atau popularitas.</p>
<p><strong>Belajar dari Alumnus</strong></p>
<p>Sebagai salah satu rangkaian MPLS, SMAN 9 Surabaya menghadirkan tiga alumnus yang kini aktif sebagai mahasiswa dan telah menorehkan berbagai prestasi nasional. Mereka adalah Tepy Lindia Nanta, Muhammad Zaki Raihansyah, dan Rahandi Alifyant Ramadan. </p>
<p>Ketiganya dipilih bukan karena viralitas atau pencitraan, melainkan karena konsistensi mereka dalam meniti jalur prestasi sejak bangku sekolah.</p>
<p><strong>Tepy: "Kita Tidak Sedang Balapan"</strong></p>
<p>Tepy Lindia Nanta, saat ini mahasiswa Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), dikenal sebagai peraih Medali Emas PIMNAS 2023 dan Medali Perak PILMAPRES 2024. Dalam sesi berbagi, ia mengungkapkan bahwa selama ini ia hanya mengikuti apa yang ia cintai, yakni dunia riset.</p>
<p>"Saya nggak pernah merasa sedang balapan sama siapa-siapa. Saya cuma fokus belajar dan meneliti karena saya suka," ucap Tepy, Rabu (16/7/2025).</p>
<p>Ia menyampaikan bahwa popularitas bukanlah tujuan utama dalam meraih prestasi. Yang lebih penting adalah kebermanfaatan dari apa yang dilakukan.</p>
<p>"Kalau karya saya bisa berguna, itu sudah cukup. Nggak perlu harus viral atau disorot terus-menerus," tambahnya.</p>
<p><strong>Zaki yang Bangga Jadi Anak Vokasi</strong></p>
<p>Muhammad Zaki Raihansyah, kini berkuliah di Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya (PPNS), merupakan contoh lain dari jalur sukses yang tidak selalu dilirik, yaitu pendidikan vokasi. </p>
<p>Ia berhasil menjuarai OLIVIA (Olimpiade Vokasi Indonesia) 2024 dan meraih posisi runner-up dalam ajang Bintang Politeknik Nasional 2025.</p>
<p>"Dulu saya sempat merasa minder karena masuk politeknik. Tapi ternyata, justru di jalur inilah saya bisa berkembang dan bersinar," ujar Zaki.</p>
<p>Ia mendorong para siswa baru untuk tidak terpaku pada satu jalur sempit menuju sukses, sebab setiap orang punya ritme dan jalan masing-masing.</p>
<p>"Jangan terlalu sibuk membandingkan diri dengan orang lain. Lebih baik kenali kemampuanmu sendiri, lalu kembangkan itu," katanya.</p>
<p><strong>Alif: "Jalani aja Dulu"</strong></p>
<p>Rahandi Alifyant Ramadan, alumnus lainnya, kini menempuh studi di Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jawa Timur (UPNVJT). Ia aktif sebagai Koordinator Asisten Lab dan Asisten Dosen untuk mata kuliah pemrograman, sekaligus co-founder dari CRITENOUS Media, platform teknologi edukatif.</p>
<p>"Dulu saya juga sempat bingung mau ke mana. Tapi saya suka ikut kegiatan sekolah, dan dari situ saya bisa kenal banyak orang dan akhirnya nemu arah sendiri," ucap Alif.</p>
<p>Ia menekankan pentingnya mencoba dulu, meskipun belum tahu persis ke mana tujuan akhirnya.</p>
<p>"Nggak harus punya rencana besar dulu. Yang penting mulai jalanin sesuatu. Nanti sambil jalan, kita bisa nemuin ritme dan arah yang pas," tambahnya.</p>
<p><strong>Menanamkan Mental Tumbuh dan Tahan Tekanan</strong></p>
<p>Melalui pengalaman para alumni, MPLS SMAN 9 Surabaya tahun ini mencoba menanamkan pada siswa baru bahwa prestasi tidak selalu harus lahir dari tekanan tinggi atau sorotan publik. Justru sebaliknya, keberhasilan sejati lahir dari proses panjang yang jujur dan berkelanjutan.</p>
<p>"Jangan buru-buru pengen jadi nomor satu. Kadang yang penting itu kita berkembang sedikit demi sedikit, tapi konsisten," pesan Zaki.</p>
<p>Tepy juga menambahkan bahwa keberhasilan tidak datang dari membandingkan diri dengan orang lain, melainkan dari keberanian mengenali dan memperjuangkan diri sendiri.</p>
<p>"Yang perlu dibandingin itu versi dirimu yang dulu. Bukan orang lain," katanya.</p>
<p>Sementara Alif menyimpulkan dengan pesan yang lebih menenangkan, yakni mengingatkan bahwa rasa jenuh maupun lelah itu hal yang wajar, semua itu proses yang harus dilewati selagi terus berusaha.</p>
<p>"Kalau lagi capek, istirahat nggak apa-apa. Tapi jangan berhenti. Kita semua punya waktu dan jalur masing-masing," ucal Alif menutup pernyataan ketiganya.</p>
<p><strong>MPLS yang Ramah dan Relevan</strong></p>
<p>Sementara itu, dari pihak sekolah menyatakan bahwa kehadiran para alumnus bisa menjadi motivasi tersendiri bagi siswa baru maupun kakak kelas. Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan, Sutartik berpesan bahwa ia ingin kegiatan MPLS memberikan manfaat yang nyata.</p>
<p>"Kami berharap siswa baru di MPLS tidak hanya mengenal posisi ruang kelas atau kantin saja, tapi juga bisa langsung mendapatkan ilmu yang nyata, termasuk dari sesi bersama alumni ini," tandas Sutartik.</p>
<p>Dengan pendekatan yang ramah namun relevan, SMAN 9 Surabaya yang tahun ini menerima 359 siswa baru mampu menunjukkan bahwa MPLS bisa menjadi ruang pembuka wawasan tanpa harus penuh tekanan atau formalitas berlebihan. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Fenomena Bediding Melanda Jawa Timur, Suhu di Pos Bromo Tembus 5,3°C</title>
<link>https://suarajatimpost.com/fenomena-bediding-melanda-jawa-timur-suhu-di-pos-bromo-tembus-53c</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/fenomena-bediding-melanda-jawa-timur-suhu-di-pos-bromo-tembus-53c</guid>
<description><![CDATA[ Hawa pagi terasa makin menggigit di Jawa Timur; fenomena bediding datang lagi, dengan suhu ekstrem seperti di Bromo yang menyentuh 5,3°C pada puncak musim kemarau tahun ini. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202507/image_870x580_687507c923114.webp" length="40546" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 14 Jul 2025 21:46:20 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ryan Ramadhan</dc:creator>
<media:keywords>Bediding, Dingin, Bromo, Jawa Timur, Surabaya, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SURABAYA, SJP -</strong> Warga Jawa Timur dalam beberapa pekan terakhir merasakan hawa dingin yang lebih menusuk dari biasanya, terutama saat dini hari hingga pagi. Tidak terkecuali di Kota-kota yang biasanya memiliki suhu hangat hingga panas seperti Kota Surabaya.</p>
<p>Tak sedikit warga menyebut fenomena tersebut sebagai "bediding", yakni istilah lokal untuk menyebut suhu lingkungan yang turun drastis saat musim kemarau. Fenomena itu tak hanya soal rasa dingin di kulit. Di kawasan pegunungan seperti Bromo, suhu bahkan bisa mencapai titik ekstrem.</p>
<p>Berdasarkan data pengamatan otomatis Badan Meteorologi Klimatologi Geofisika (BMKG), suhu di Pos Bromo pada Juli 2025 tercatat mencapai 5,3 derajat Celsius, itu merupakan suhu terendah sementara di Jawa Timur tersebut untuk tahun ini.</p>
<p><strong>Fenomena Musiman</strong></p>
<p>Bediding bukan hal baru. Kepala Stasiun Klimatologi UPT BMKG Jawa Timur, Anung Suprayitno, menjelaskan bahwa bediding merupakan siklus tahunan yang biasa terjadi pada musim kemarau, khususnya periode Juni hingga September.</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202507/image_870x_687507c5e1156.webp" alt=""></p>
<p>"Bediding adalah siklus yang tiap tahun terjadi. Ini merupakan istilah masyarakat untuk menyebut kondisi suhu yang lebih dingin dibanding biasanya," ucap Anung, Senin (14/7/2025).</p>
<p>"Di tahun 2025 ini, kemarau mengalami kemunduran dari waktu normalnya, jadi di Bulan Juli terasa lebih dingin dan muncul fenomena bediding," imbuhnya.</p>
<p>Fenomena tersebut muncul akibat aktifnya monsun timur dari Australia, yang membawa angin dingin dan kering menuju Indonesia. Minimnya tutupan awan juga menyebabkan panas dari permukaan bumi dengan mudah terlepas ke atmosfer saat malam hari, membuat udara terasa jauh lebih dingin keesokan paginya.</p>
<p>BMKG memprediksi bahwa puncak musim kemarau 2025 di Jatim diperkirakan terjadi pada bulan Agustus, dengan sifat hujan sebagian besar diprediksi atas normal.</p>
<p><strong>Wilayah Selatan Katulistiwa Paling Terasa</strong></p>
<p>Menurut BMKG, seluruh wilayah Indonesia yang berada di selatan katulistiwa, termasuk Jawa Timur, Bali, dan Nusa Tenggara, mengalami dampak bediding. Namun, wilayah yang berada di dataran tinggi atau dekat lereng gunung seperti Bromo, Batu, dan Malang cenderung mencatat suhu yang lebih rendah secara ekstrem.</p>
<p>"Untuk pantauan dan sebaran suhu dingin atau mbediding di Jawa Timur, kami rutin menginformasikannya di kanal web dan media sosial,” tambah Anung.</p>
<p><strong>Dampak pada Kesehatan dan Sektor Produksi</strong></p>
<p>Tak hanya membuat tubuh menggigil, fenomena bediding juga memberi dampak nyata pada kesehatan, terutama bagi kelompok rentan seperti anak-anak dan lansia. Suhu dingin dapat memicu penurunan indeks kenyamanan tubuh, memperbesar risiko gangguan pernapasan, serta memperburuk kondisi medis tertentu.</p>
<p>Selain itu, sektor pertanian dan peternakan juga tak luput dari pengaruhnya. Di beberapa wilayah dataran tinggi, suhu ekstrem dapat menimbulkan embun beku (frost) yang merusak tanaman dan membuat hasil panen gagal. Pada peternakan rakyat, penurunan suhu dapat mengakibatkan penyakit hingga kematian ternak akibat stres suhu.</p>
<p>Jadi, kalau belakangan selimut terasa semakin lengket atau malas bangun pagi karena dingin menusuk, kamu tidak sendirian, karena fenomena bediding memang lagi puncaknya. Jadi jangan lupa bawa jaket kalau keluar pagi atau malam, perbanyak minum hangat, dan pastikan tubuh tetap fit sampai udara kembali bersahabat. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Pangeran dan Putri Lingkungan Hidup: Ajang Bergengsi Tahunan, Tapi Sebenarnya Apa Sih Itu?</title>
<link>https://suarajatimpost.com/pangeran-dan-putri-lingkungan-hidup-ajang-bergengsi-tahunan-tapi-sebenarnya-apa-sih-itu</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/pangeran-dan-putri-lingkungan-hidup-ajang-bergengsi-tahunan-tapi-sebenarnya-apa-sih-itu</guid>
<description><![CDATA[ Untuk menyandang gelar Pangeran atau Putri Lingkungan, para peserta tak cukup hanya berwacana, mereka harus merancang dan menjalankan proyek lingkungan yang benar-benar berdampak. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202507/image_870x580_6874ead2a6c9c.webp" length="52600" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 14 Jul 2025 19:00:30 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ryan Ramadhan</dc:creator>
<media:keywords>Pangput LH, Lingkungan Hidup, Tunas Hijau, SDN Kaliasin I, Surabaya, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SURABAYA, SJP - </strong>Setiap tahun, berbagai sekolah di Surabaya sibuk mempersiapkan murid-murid terbaik mereka untuk mengikuti sebuah ajang yang tak biasa, yaknk Pangeran dan Putri Lingkungan Hidup, atau lebih dikenal dengan Pangput LH. Tapi pertanyaannya, apa sebenarnya Pangput LH itu?</p>
<p><strong>Ajang Duta Lingkungan Berbasis Aksi</strong></p>
<p>Bukan kontes kecantikan. Bukan pula lomba akademis biasa. Pangput LH adalah ajang seleksi duta lingkungan hidup yang digagas oleh LSM Tunas Hijau sejak tahun 2002, dan kini telah menjadi agenda tahunan resmi di bawah kerja sama dengan Dinas Pendidikan Kota Surabaya, Dinas Lingkungan Hidup, serta Pemerintah Kota Surabaya.</p>
<p>Pangput LH terbuka bagi siswa SD dan SMP se-Surabaya. Namun untuk menyandang gelar Pangeran atau Putri Lingkungan, para peserta tak cukup hanya berwacana, mereka harus merancang dan menjalankan proyek lingkungan yang benar-benar berdampak.</p>
<p>Durasi seleksi berlangsung sekitar tiga bulan, di mana peserta mengelola proyeknya langsung di lingkungan masing-masing. Di tengah proses itu, mereka juga melakukan edukasi publik, pendekatan ke masyarakat, hingga presentasi terbuka.</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202507/image_870x_6874ea366a5f2.webp" alt=""></p>
<p><strong>Calon Pangput LH 2025 SDN Kaliasin I Surabaya </strong></p>
<p>Sebagai salah satu sekolah langganan Pangput LH, SDN Kaliasin I Surabaya kembali mengirimkan calon terbaiknya tahun ini. Mereka adalah Qaireen Nabila Mandagi dari kelas 5B, dan Erhan Surya Pramudya dari kelas 4C. Keduanya mengusung proyek yang unik dan praktis.</p>
<p><strong>Qaireen dan Proyek Daur Ulang Sampah Plastik</strong></p>
<p>Melihat banyaknya plastik yang terbuang sembarangan, Qaireen memutuskan untuk membuat perubahan lewat proyek daur ulang sampah non-organik.</p>
<p>"Aku bikin bantal sofa dari bungkus makanan ringan. Sampah plastik bisa jadi barang bagus kok," ujar Qaireen antusias, Senin (14/7/2025).</p>
<p>Di rumah dan di sekolah, ia juga rutin memilah sampah. Aksi ini bukan hal baru baginya, karena Qaireen sebelumnya sudah pernah menembus 10 besar lomba Asa Terampil se-Surabaya, dan meraih piagam dari Wali Kota.</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202507/image_870x_6874ea2c04944.webp" alt=""></p>
<p>"Kalau aku terpilih jadi Putri Lingkungan, aku pengin ngajak lebih banyak orang biar nggak buang plastik sembarangan. Bisa diolah, bisa dijual," tambahnya.</p>
<p><strong>Erhan dan Proyek Budidaya Maggot</strong></p>
<p>Berbeda dari Qaireen, Erhan memilih topik yang mungkin membuat sebagian orang bergidik: budidaya maggot. Tapi justru di situlah letak kekuatannya.</p>
<p>"Aku pilih maggot karena fungsinya banyak, bisa untuk makan sampah organik cepet banget. Terus gitu juga bisa buat pakan lele juga," kata Erhan sambil tersenyum.</p>
<p>Dengan proyek tersebut, Erhan menargetkan pengolahan hingga 1.000 kilogram sampah organik. Ia juga sudah aktif melakukan sosialisasi ke warga dan membantu pengadaan tong komposter di sekolah maupun kampung sekitar.</p>
<p>"Aku udah ajak warga buat coba. Banyak yang ternyata mau juga. Aku sering ngobrol ke warga buat jelasin soal maggot," jelasnya.</p>
<p><strong>SDN Kaliasin I Surabaya Konsisten Cetak Duta Lingkungan</strong></p>
<p>Menurut Kepala Sekolah Sastro, SDN Kaliasin I bukan pendatang baru dalam ajang Pangput. Justru sebaliknya, sekolah tersebut termasuk langganan juara.</p>
<p>"Program ini merupakan agenda tahunan yang rutin kita ikuti. Anak-anak kami dibimbing untuk menjalankan proyek lingkungan secara nyata, lalu berkompetisi untuk menjadi duta. Selama lima tahun terakhir, sekolah kami hampir selalu lolos dan mencetak juara," tuturnya.</p>
<p>Ia juga menekankan bahwa keterlibatan dalam Pangput bukan soal menang-kalah, melainkan pembentukan karakter anak sejak dini, agar sadar lingkungan dan menjadi pemimpin kecil di lingkungannya masing-masing.</p>
<p>Dengan begitu, ajang Pangput LH bukan sekadar lomba tahunan, tapi ruang tumbuh bagi anak-anak Surabaya untuk belajar memimpin, peduli, dan bertindak nyata bagi lingkungan. Dari tangan kecil mereka, harapan besar tentang bumi yang lebih lestari bisa dimulai. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor: Rizqi Ardian </strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Hari Pertama MPLS di Surabaya, SDN Kaliasin I Kenalkan Pola Makan Sehat lewat Kostum Buah dan Sayur</title>
<link>https://suarajatimpost.com/hari-pertama-mpls-di-surabaya-sdn-kaliasin-i-kenalkan-pola-makan-sehat-lewat-kostum-buah-dan-sayur</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/hari-pertama-mpls-di-surabaya-sdn-kaliasin-i-kenalkan-pola-makan-sehat-lewat-kostum-buah-dan-sayur</guid>
<description><![CDATA[ Guru dan siswa berkostum buah dan sayur warnai hari pertama sekolah di SDN Kaliasin I, Surabaya, ajak siswa kenali pentingnya makan sehat sejak dini. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202507/image_870x580_68748f1210dce.webp" length="99308" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 14 Jul 2025 13:03:59 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ryan Ramadhan</dc:creator>
<media:keywords>MPLS, SDN Kaliasin I Surabaya, Hari Pertama Sekolah, SD, Surabaya, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SURABAYA, SJP—</strong>Jalanan Kota Pahlawan kembali padat sejak pagi pada Senin, (14/7/2025). Deretan kendaraan melambat di depan sekolah-sekolah, diiringi langkah kecil siswa baru yang menggenggam tangan orang tua mereka dengan riang dan semangat.</p>
<p>Hari pertama masuk sekolah tahun ajaran 2025/2026 pun dimulai, hari itu disambut antusias oleh para siswa dan orang tua di berbagai sekolah dasar di Surabaya.</p>
<p>Di SD Negeri Kaliasin I Surabaya misalnya, pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) berlangsung meriah dan edukatif dengan mengusung tema makan sehat dan bergizi.</p>
<p>Kegiatan dimulai sejak pukul 07.00 WIB di lapangan sekolah dan dilanjutkan pengenalan kelas bersama orang tua siswa. Hari pertama itu menjadi momen penting bagi anak-anak untuk mengenal lingkungan baru sekaligus menyesuaikan diri dari suasana taman kanak-kanak ke jenjang sekolah dasar.</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202507/image_870x_68748f0b23a32.webp" alt=""></p>
<p><strong>Tema “Isi Piringku”, Ajak Anak Mengenal Pola Makan Bergizi</strong></p>
<p>MPLS di SDN Kaliasin I tahun ini mengangkat tema “Isi Piringku”, sebagai perwujudan dari salah satu poin dalam gerakan Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat (7KAIH) yang diluncurkan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud). Poin yang diambil adalah kebiasaan makan sehat dan bergizi.</p>
<p>"Kita pilih yang makan sehat dan bergizi karena itu sangat penting. Anak-anak perlu tahu sejak dini pentingnya makanan bergizi. Karena ini hari pertama, orang tua yang ikut hadir juga bisa sekalian mendapat edukasi," ucap Kepala SDN Kaliasin I Surabaya, Sastro, Senin (14/7/2025).</p>
<p>Sebagai bagian dari pendekatan tematik, para guru dan siswa kelas atas mengenakan kostum menyerupai buah, sayur, lauk pauk, dan makanan pokok. Ada yang tampil sebagai apel, brokoli, ayam, hingga petani dan nelayan yang menggambarkan sumber bahan makanan.</p>
<p>"Dengan begitu, anak-anak tidak hanya tahu makanan sehat itu apa, tapi juga dari mana asalnya. Ada yang pakai kostum sapi, ayam, ikan, biar anak-anak tertarik belajar," sambung kepsek yang kenakan baju koki itu.</p>
<p><strong>Kegiatan Edukatif yang Bersahabat</strong></p>
<p>Kegiatan MPLS juga dirancang untuk membuat transisi dari TK ke SD terasa menyenangkan dan tidak menakutkan. Ada sesi pengenalan guru, penyambutan dengan tari-tarian dan drama, serta prosesi penyerahan simbolis dari orang tua ke sekolah.</p>
<p>"Dulu kan banyak anak yang menangis, sampai ngumpet di kamar mandi karena takut sekolah. Sekarang, kami buat suasananya senyaman mungkin dulu. Kalau anak sudah senang, psikologisnya siap untuk belajar," ujar Sastro.</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202507/image_870x_68748f1d4a60b.webp" alt=""></p>
<p>Orang tua pun diberi kebebasan untuk mendampingi anak selama MPLS, termasuk membolehkan anak memakai seragam TK selama minggu pertama.</p>
<p><strong>Apresiasi Peran Ayah di Hari Pertama Sekolah</strong></p>
<p>SDN Kaliasin I juga mengapresiasi peran ayah dalam mengantar anak ke sekolah di hari pertama, sejalan dengan imbauan dari Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) melalui Surat Edaran Nomor 7 Tahun 2025 tentang Gerakan Ayah Mengantar Anak di Hari Pertama Sekolah.</p>
<p>"Kami sempat foto bersama ayah yang hadir. Ini bentuk penghargaan, karena ayah itu kan sering sibuk kerja, jarang sempat menemani. Kehadiran mereka di hari pertama sekolah sangat berarti bagi anak," jelas Sastro.</p>
<p>Salah satu orang tua yang hadir, Dimas Ramiswara, ayah dari Mikaila Cynthia Najita mengaku terkesan dengan pelaksanaan MPLS di SDN Kaliasin I Surabaya yang anaknya ikuti tahun ini.</p>
<p>"Saya tadi nganter dan terkesan sih. Lihat guru-gurunya, kakak kelasnya pakai kostum buah-buahan itu lucu. Jadi anak nggak canggung, malah berani. Beda jauh sama zaman saya dulu yang kesannya serem," ucap Dimas saat ditemui saat jam istirahat.</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202507/image_870x_68748f01b0134.webp" alt=""></p>
<p>Ia juga menyambut baik adanya ajakan agar ayah turut mengantar anak di hari pertama sekolah. Baginya, segala kegiatan bisa ditunda dulu jika itu demi kepentingan sang anak.</p>
<p>"Kalau untuk anak, saya enggak merasa terganggu. Justru ini penting, supaya anak merasa didampingi sejak awal," tambahnya </p>
<p>Sebagai wali murid, Dimas berharap kegiatan MPLS yang masih akan berlangsung selama satu minggu kedepan bisa membuat anaknya akrab dengan siswa lainnya, dan yang paling penting baginya adalah mengurangi potensi tandak perundungan.</p>
<p>"Harapannya ke depan sekolah makin ramah dan yang paling penting itu bebas dari bullying," tukasnya. (*)</p>
<p><strong>Editor: Ali Wafa</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Tiket Hangus, Jemaah Manggarai NTT Pulang dengan Biaya Sendiri usai Tertahan 4 Hari karena Erupsi</title>
<link>https://suarajatimpost.com/tiket-hangus-jemaah-manggarai-ntt-pulang-dengan-biaya-sendiri-setelah-tertahan-4-hari-karena-erupsi</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/tiket-hangus-jemaah-manggarai-ntt-pulang-dengan-biaya-sendiri-setelah-tertahan-4-hari-karena-erupsi</guid>
<description><![CDATA[ Tertahan empat hari di Surabaya karena letusan gunung, 22 jemaah haji Manggarai tetap sabar menanti pulang, meski tiket hangus dan mereka harus bayar perjalanan sendiri karena proses pengembalian dana masih belum rampung. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202507/image_870x580_6870dce7405d0.webp" length="80370" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Fri, 11 Jul 2025 17:59:02 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ryan Ramadhan</dc:creator>
<media:keywords>Haji 2025, Debarkasi Surabaya, PPIH, Kemenag, Asrama Haji, NTT, Gunung Lewotobi Laki-laki, Surabaya, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SURABAYA, SJP—</strong>Empat hari sudah mereka menanti di Surabaya, sementara jemaah haji lain telah pulang ke pelukan keluarga. Bukan karena kurang tiket atau dokumen bermasalah, tapi karena alam yang menunda kepulangan mereka.</p>
<p>Hari ini, Jumat (11/7/2025), sebanyak 22 jemaah haji asal Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur (NTT), akhirnya terbang kembali ke kampung halaman setelah tertahan akibat erupsi Gunung Lewotobi Laki-Laki yang membuat Bandara Komodo, Labuan Bajo, ditutup sementara.</p>
<p><strong>Batal Terbang Mendadak</strong></p>
<p>Tergabung dalam kelompok terbang (kloter) SUB 75, para jemaah yang tertahan itu sebelumnya dijadwalkan pulang pada Senin (7/7/2025) pekan lalu, sesaat setelah tiba dari Tanah Suci ke Debarkasi Surabaya.</p>
<p>Namun di ruang tunggu Bandara Juanda, mereka mendapat kabar mendadak bahwa penerbangan mereka ke Labuan Bajo dibatalkan.</p>
<p>"Waktu itu kami sudah siap naik pesawat Super Airjet, tapi diumumkan kalau Bandara Komodo ditutup karena kondisi alam," ungkap Ketua Kloter 75, Abdul Murtalib Nurdin, Jumat (11/7/2025).</p>
<p>Penutupan bandara itu merupakan dampak langsung dari aktivitas vulkanik Gunung Lewotobi Laki-Laki, yang erupsi pada hari yang sama. Abu vulkanik menyebar dan mengganggu keselamatan penerbangan, sehingga otoritas memutuskan untuk menutup Bandara Komodo pada 7 dan 8 Juli 2025.</p>
<p><strong>Tiket Hangus, Diinapkan Gratis di Asrama Haji</strong></p>
<p>Akibat pembatalan tersebut, tiket jemaah hangus, namun dikabarkan bahwa proses pengembalian dana sedang dalam proses dan jemaah dijanjikan akan mendapatkan pengembalian penuh. </p>
<p>"Kami diberi tahu kalau uang tiket akan dikembalikan 100 persen oleh maskapai. Tapi sampai hari ini belum cair, jadi untuk pulang sekarang kami harus keluar biaya sendiri," kata Abdul Murtalib.</p>
<p>Dalam masa penantian, rombongan sempat menginap di hotel. Namun karena keterbatasan dana, mereka kemudian dibantu untuk tinggal secara gratis di Asrama Haji Sukolilo, Surabaya. </p>
<p>"Alhamdulillah kami dibantu menginap tanpa biaya. Kalau harus menginap di hotel lagi, jelas berat," tambahnya.</p>
<p>Meskipun harus tertunda dan menanggung biaya ekstra, Abdul Murtalib menegaskan bahwa seluruh rombongan tetap sabar dan ikhlas. </p>
<p>"Kami jalani ujian ini dengan sabar. Semoga menjadi tambahan berkah dan kemabruran bagi ibadah haji kami," harapnya.</p>
<p>Sempat ingin pulang lebih awal setelah bandara dibuka kembali, mereka terpaksa menunggu karena tiket penerbangan langsung ke Labuan Bajo habis. Barulah pada hari ini mereka mendapat jadwal penerbangan.</p>
<p>Rombongan jemaah haji Manggarai akhirnya terbang dari Surabaya pukul 13.15 WIB siang tadi menggunakan pesawat Lion Air menuju Denpasar. Dari sana, mereka melanjutkan perjalanan ke Labuan Bajo dengan pesawat Batik Air pada pukul 15.30 WITA. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor: Ali Wafa</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Seni Hitam Putih Mendaki ke Batu: Komunitas Ilustrasi Idiom Gelar Pameran Black &amp;amp; White di Galeri Raos</title>
<link>https://suarajatimpost.com/seni-hitam-putih-mendaki-ke-batu-komunitas-ilustrasi-idiom-gelar-pameran-black-white-di-galeri-raos</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/seni-hitam-putih-mendaki-ke-batu-komunitas-ilustrasi-idiom-gelar-pameran-black-white-di-galeri-raos</guid>
<description><![CDATA[ Komunitas Ilustrasi Idiom membawa Black &amp; White Season 2 ke Batu, mempertemukan perupa era 90-an dan 2000-an dalam dialog visual hitam putih lintas generasi. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202507/image_870x580_6870c98d0338a.webp" length="31340" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Fri, 11 Jul 2025 17:38:42 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ryan Ramadhan</dc:creator>
<media:keywords>Ilustrasi Idioim, Black &amp; White, Roman Chuza, Ridwa SS, Galeri Raos, Batu, Surabaya, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SURABAYA, SJP—</strong>Setahun setelah gelaran pertamanya di Sidoarjo, gerakan seni rupa hitam putih dari komunitas seni rupa asal Surabaya "Ilustrasi Idiom" kini bergerak ke arah lebih tinggi, tidak hanya secara geografis namun juga secara gagasan yang dibawa.</p>
<p>Dihelat di Galeri Raos, Kota Batu, edisi kedua dari pameran <em>Black &amp; White</em> kini mengangkat tajuk <em>“2 Dimension”</em>, menandai babak baru dari inisiatif komunitas Ilustrasi Idiom untuk membangun jembatan lintas generasi dalam dunia seni lukis hitam putih Indonesia.</p>
<p>Ketua Komunitas Ilustrasi Idiom yakni Roman Chuza, menjelaskan bahwa makna dari tajuk <em>2</em> <em>Dimension</em> itu bukan sekedar soal teknis dua dimensi seni rupa yang meliputi cahaya dan ruang, tetapi lebih dari itu. </p>
<p>"<em>2 Dimensions</em> bisa diartikan dua ekspektasi sosial dalam silaturahmi seni lukis, antara pelaku seni sepuh era 90-an sebagai penggagas, dengan generasi di era 2000-an sebagai penerus," jelas Roman, Jumat (11/7/2025). </p>
<p>"Karena dua era ini saling mengisi serta saling bercerita dalam karya-karya hitam putih," imbuhnya.</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202507/image_870x_6870c99ad4421.webp" alt=""></p>
<p>Bagi Roman, <em>Black &amp; White</em> bukan sekadar pameran, melainkan pergerakan yang membawa semangat penyelarasan antara pola pikir dan penilaian estetika di antara generasi. Karena itu, di setiap gelarannya selalu menghadirkan seniman senior dan karya para maestro lukisan hitam putih.</p>
<p>"Di edisi pertama tahun lalu kita menghadirkan karya mendiang ayah saya, almarhum Achmad Chusnan. Sedangkan sekarang kita menghadirkan karya dari almarhum Liem Keng, pelukis kondang lain asal Surabaya," ungkap Roman.</p>
<p>Tujuannya bukan untuk mengadu era atau teknik, tapi justru mempertemukan ide-ide dari masa yang berbeda dalam medan yang sama, dinding yang sama, dan momen yang bersamaan pula. </p>
<p><strong>Misi Menghidupkan Kembali Seni Hitam Putih</strong></p>
<p>Sementara itu, Ridwan SS selaku wakil ketua dari komunitas Ilustrasi Idiom, menjelaskan kembali misi mereka, yakni lahir dari keresahan terhadap kecenderungan seni rupa hari ini yang terlalu bergantung pada warna dan material mahal. Baginya, kekuatan ide dan garis harusnya bisa berdiri sendiri.</p>
<p>"Selama ini kita memahami lukisan dari warnanya. Padahal dalam literatur seni, banyak pelukis besar menciptakan lukisan hanya dengan tinta, bolpoin, atau pensil di atas kertas," ujar Ridwan.</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202507/image_870x_6870c9a425ead.webp" alt=""></p>
<p>Jika pada edisi pertama tahun 2024 lalu para peserta masih acak dan boleh membawa karya lama, di edisi 2 ini para peserta diminta membuat karya baru, berukuran besar, dan dipilih berdasarkan kesiapan mereka memenuhi tantangan tersebut. </p>
<p>"Bisa dibandingkan untuk edisi kedua ini jumlah pesertanya lebih sedikit, sekitar 20 peserta, hampir setengah dari tahun lalu yang jumlahnya mencapai 40 peserta," terang Ridwan.</p>
<p>Dari 25 karya yang menghiasi dinding Galeri Raos, adapun diantaranya penampilan karya maestro Liem Keng sebagai supporting art. Karya Liem Keng sendiri kerap memantik perbincangan dikalangan seniman, yakni tentang penyebutan karya Liem Keng yang merupakan sebuah lukisan atau sketsa.</p>
<p>"Kalau menurut saya, karya Liem Keng itu bukan sketsa. Dia menangkap momen, menangkap gerak, dan ketika garisnya selesai, itu berarti sudah lukisan. Bukan rancangan, tapi karya jadi," tegas Ridwan.</p>
<p>Secara keseluruhan, seniman yang berpartisipasi dalam pameran kali ini meliputi: Liem Keng (alm), Setyoko, Rahmat Widadi, Roman C, Ali Taufan, Citra RSD Dharma Aji, Agus Salim, Velita At, Aszmy, Atya, Nining Zaro, Tomo, Gustaf Esupriyono76, Hadie G, Ridwan SS, Tri T Wibowo, Ratih Nawang Wulan, Webeech, Anthoock Batubeling, Buggy, Dona R, Hyank Welldo, dan Yang Bo.</p>
<p><strong>Sarasehan; Ruang Bertemu Dua Era</strong></p>
<p>Serupa seperti edisi pertama, Pameran <em>Black &amp; White </em>kali ini juga menghadirkan sesi Sarasehan, yakni sesi diskusi antar perupa dari berbagai kalangan untuk saling berbagi ilmu. Edisi kali ini menghadirkan dua seniman Kondang dari Kota Batu, yakni Koeboe Sarawan dan Slamet Henkus.</p>
<p>Koeboe selaku seniman senior, mengaku terkesan dengan semangat generasi mulenial yang tampil di Black &amp; White Season 2. Menurutnya, para pelukis milenial hari ini memiliki progres luar biasa berkat kebebasan eksplorasi yang terbuka lebar oleh teknologi dan akses informasi. </p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202507/image_870x_6870c9dd59cbc.webp" alt=""></p>
<p>"Sekarang itu seniman bebas merdeka. Mereka bisa masuk ke dunia seni tanpa harus lewat akademi. Bisa dari disiplin lain, bahkan otodidak. Itu luar biasa dan tak bisa temukan di generasi saya yang dibesarkan dalam pendekatan klasik dan akademik,” kata Koeboe.</p>
<p>Lebih dari sekadar pujian, ia juga memberi tantangan, yaitu memperbesar skala karya untuk meningkatkan intensitas pengalaman visual yang ditawarkan lukisan hitam putih. Namun ia juga mengingatkan, bahwa kesederhanaan warna bukan berarti kesederhanaan emosi.</p>
<p>"Hitam putih itu proses yang elegan. Untuk menyampaikan emosi hanya lewat dua warna itu tantangan. Bagaimana caranya ekspresi tetap terasa, aura tetap kuat, padahal hanya hitam dan putih," pesan Koeboe.</p>
<p>Gerakan komunitas Ilustrasi Idiom memang terus bergerak. Setelah pertama kali terbentuk dalam pameran Kolaborasi di Galeri DKS di Surabaya (2023), lalu paneran perdana di Dewan Kesenian Daerah Sidoarjo (Dekesda) (2024) lalu edisi kedua sekarang di Galeri Raos, Batu.</p>
<p>Mereka berencana menggelar pameran rutin setiap enam bulan sekali di berbagai kota. Bahkan mereka sudah memiliki rencana untuk menggelar edisi ketiga dengan dua pilihan lokasi, yakni Pendopo Keraton Yogyakarta dan Kota Madiun.</p>
<p>Target jangka panjangnya bukan hanya tur keliling nusantara, tapi juga menanam jejak sejarah bagi pendekatan hitam putih dalam seni rupa Indonesia, sebuah ekspresi visual yang kuat, sederhana, namun mendalam.</p>
<p>Dalam dunia seni rupa yang semakin ramai dengan warna, <em>Black &amp; White</em> justru memilih langkah berani untuk menyaring ulang esensi karya visual. Di ruang sempit antara garis dan gelap terang itulah mereka membuka dimensi ke-dua, bukan hanya bagi karya, tapi juga bagi regenerasi pelukis Indonesia. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor: Ali Wafa</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Jelang MPLS, SDN Kaliasin I Surabaya Bekali Wali Murid lewat Parenting Class</title>
<link>https://suarajatimpost.com/jelang-mpls-sdn-kaliasin-i-surabaya-bekali-wali-murid-lewat-parenting-class</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/jelang-mpls-sdn-kaliasin-i-surabaya-bekali-wali-murid-lewat-parenting-class</guid>
<description><![CDATA[ Menjelang MPLS, SDN Kaliasin I Surabaya bekali orang tua lewat sesi parenting yang bahas transisi TK ke SD, sistem SPMB, hingga edukasi soal jam malam anak. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202507/image_870x580_6870dd6ceacbc.webp" length="58034" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Fri, 11 Jul 2025 17:18:12 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ryan Ramadhan</dc:creator>
<media:keywords>SD Kaliasin I Surabaya, MPLS, SPMB, Parenting Class, Komisi Nasional Perlindungan Anak, Komnas PA, Syaiful Bachri, Surabaya, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SURABAYA, SJP—</strong>Menjelang dimulainya Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) pada Senin, 14 Juli 2025 mendatang, SDN Kaliasin I Surabaya menggelar kegiatan Parenting Class bagi para wali murid baru, Jumat (11/7/2025).</p>
<p>Kegiatan tersebut menjadi langkah awal sekolah dalam membangun sinergi antara pihak sekolah dan orang tua siswa, khususnya dalam menyambut kehadiran peserta didik baru dari jenjang TK ke SD.</p>
<p>Kepala SDN Kaliasin I Surabaya, Sastro, menjelaskan bahwa kegiatan parenting itu merupakan bagian dari rangkaian MPLS yang dirancang tidak hanya untuk siswa, tetapi juga bagi orang tua agar memahami ekosistem sekolah tempat anak-anak mereka akan tumbuh dan belajar.</p>
<p>"Parenting ini bagian dari persiapan MPLS. Tujuannya memberikan pemahaman kepada orang tua tentang program-program sekolah," ujar Sastro saat ditemui usai acara, Jumat (11/7/2025).</p>
<p>Dalam kesempatan tersebut, Sastro menyampaikan visi dan misi sekolah, serta bagaimana peran orang tua dalam menyiapkan anak-anak mereka yang akan masuk ke jenjang SD, khususnya di SDN Kaliasin I yang merupakan sekolah budaya, sekolah sehat, dan sekolah ramah anak.</p>
<p>Kegiatan itu juga membahas perbedaan mendasar antara pembelajaran di TK dan SD, sehingga orang tua diharapkan dapat mendampingi anak-anak mereka dengan pola pengasuhan yang adaptif dan sesuai dengan lingkungan belajar baru.</p>
<p><strong>Transisi SPMB Berjalan Lancar</strong></p>
<p>Dalam kesempatan yang sama, Kepala Sekolah Sastro juga menyampaikan bahwa proses Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) yang menggantikan mekanisme PPDB berjalan lancar di sekolahnya. </p>
<p>Hal itu ditopang oleh sosialisasi yang masif dari Dinas Pendidikan (Dispendik) Kota Surabaya kepada seluruh stakeholder pendidikan, termasuk guru, kepala sekolah, hingga orang tua.</p>
<p>"SPMB ini tidak ada masalah di SDN Kaliasin I, karena Dinas Pendidikan sudah melakukan banyak sosialisasi. Kami pun mendapat siswa sesuai pagu: 4 kelas, masing-masing diisi 28 anak," ungkapnya.</p>
<p>Keberhasilan tersebut menandai kesiapan sekolah dalam mengadaptasi sistem baru, sekaligus menunjukkan koordinasi yang baik antara sekolah dan pemerintah daerah.</p>
<p><strong>Jam Malam Anak Disosialisasikan ke Orang Tua</strong></p>
<p>Menariknya, dalam sesi parenting tersebut, pihak sekolah turut menyisipkan edukasi tentang kebijakan jam malam anak di Kota Surabaya. </p>
<p>Sastro menyebut, penting bagi orang tua memahami peran mereka dalam mendukung aturan yang dikeluarkan oleh Pemerintah Kota Surabaya melalui Surat Edaran (SE) Wali Kota Surabaya Nomor 300.1.1/14224/436.8.6/2024 tentang Pembatasan Aktivitas Anak di Tempat Umum pada Malam Hari.</p>
<p>"Jam malam itu bagian dari perlindungan anak. Orang tua harus ikut menjaga anak-anaknya, apalagi sudah ditetapkan batasan jam 10 malam. Kami bantu sosialisasikan ini agar anak-anak tetap terpantau dan aman," ujar Sastro.</p>
<p>Kebijakan itu semakin menguatkan karakter sekolah sebagai institusi yang mendukung program perlindungan anak, tidak hanya di dalam kelas, tetapi juga dalam kehidupan sosial di luar jam belajar.</p>
<p><strong>Cak Ipul: Didik Anak sesuai Zamannya</strong></p>
<p>Sebagai narasumber utama dalam kegiatan parenting kali ini, hadir Syaiful Bachri atau yang akrab disapa Cak Ipul, Ketua Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas PA) Surabaya sekaligus Koordinator PAUD Institute Jawa Timur.</p>
<p>Dengan membawa tema parenting class "BANGGA Mendampingi Generasi Alfa", Cak Ipul mengapresiasi pihak sekolah yang telah membuka ruang edukasi bagi para orang tua siswa menjelang MPLS.</p>
<p>"Terima kasih karena telah memberi saya kesempatan memberikan edukasi kepada wali murid menjelang MPLS di SDN Kaliasin I Surabaya ini," ujar Cak Ipul.</p>
<p>Dalam materinya, Cak Ipul mengingatkan pentingnya pendekatan yang sesuai dengan konteks zaman ketika mendidik anak-anak. Ia mengutip sebuah nasihat dari tokoh Islam yang menyatakan bahwa orang tua tidak boleh mendidik anak berdasarkan pengalaman masa kecil mereka sendiri, karena zaman sudah berubah.</p>
<p>"Ajarilah anak-anakmu sesuai dengan zaman yang mereka alami. Jangan bandingkan zaman mereka dengan zaman kita, supaya mereka bisa melalui kehidupannya dengan baik sesuai yang mereka alami," pesannya.</p>
<p>Melalui kegiatan parenting ini, para orang tua siswa dibekali pemahaman yang lebih menyeluruh tentang proses transisi anak ke jenjang pendidikan dasar serta kebijakan-kebijakan yang relevan. </p>
<p>Diharapkan, dengan sinergi antara sekolah dan keluarga, anak-anak dapat menjalani tahun ajaran baru dengan kesiapan yang lebih baik, secara akademis maupun emosional. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor: Ali Wafa</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>8 Jam Diperiksa KPK di Polda Jatim, Khofifah: Penyaluran Dana Hibah sudah Sesuai</title>
<link>https://suarajatimpost.com/8-jam-diperiksa-kpk-di-polda-jatim-khofifah-penyaluran-dana-hibah-sudah-sesuai</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/8-jam-diperiksa-kpk-di-polda-jatim-khofifah-penyaluran-dana-hibah-sudah-sesuai</guid>
<description><![CDATA[ Setelah nyaris tak terpantau seharian, Khofifah akhirnya muncul dan menegaskan seluruh penyaluran dana hibah Pemprov Jatim sudah sesuai prosedur usai diperiksa KPK selama delapan jam. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202507/image_870x580_686fc33cecc20.webp" length="30220" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 10 Jul 2025 22:14:26 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ryan Ramadhan</dc:creator>
<media:keywords>Khofifah Indar Parawansa, Khofifah, Gubernur Jatim, Hibah Pokmas, Korupsi, Dana Hibah, Pemprov Jatim, Surabaya, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong><span lang="IN">SURABAYA, SJP—</span></strong><span lang="IN">Setelah sempat tidak terpantau media selama proses pemeriksaan, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa akhirnya muncul dan memberikan pernyataan resmi usai diperiksa penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) selama hampir 8 jam di Polda Jatim, Kamis (10/7/2025).<o:p></o:p></span></p>
<p><span lang="IN">Pantauan di lokasi, Khofifah keluar dari Gedung Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Jatim sekitar pukul 18.27 WIB. Dia mengenakan busana serba putih dan sempat berhenti sejenak untuk memberikan keterangan kepada awak media yang telah menunggu sejak pagi.<o:p></o:p></span></p>
<p><span lang="IN">"Saya hadir untuk menyampaikan keterangan sebagai saksi atas beberapa tersangka. Jadi, Insyaallah telah memberikan penjelasan lengkap dan mudah-mudahan bisa menjadi bagian dari informasi yang dibutuhkan," ujar Khofifah, Kamis (10/7/2025).<o:p></o:p></span></p>
<p><span lang="IN">Dalam pemeriksaan yang berlangsung sejak pukul 10.00 WIB itu, Khofifah mengaku hanya mendapat sedikit pertanyaan. Namun, dia menjelaskan bahwa jawaban yang dia berikan cukup panjang. Karena menyangkut rincian struktur organisasi perangkat daerah (OPD) Pemprov Jatim dari tahun 2021 hingga 2024.<o:p></o:p></span></p>
<p><span lang="IN">"Enggak banyak (pertanyaan). Cuma kalau struktur di OPD, ya satu pertanyaan bisa dijawab panjang. Karena menyebutkan kepala-kepala dinas, badan, biro di tahun 2021–2024 kan banyak banget, termasuk nama lengkap dari masing-masing OPD," jelasnya.<o:p></o:p></span></p>
<p><span lang="IN">Lebih lanjut, Khofifah menyebut, materi pemeriksaan pada dasarnya berkisar pada proses penyaluran dana hibah. Dia menegaskan bahwa seluruh proses tersebut telah sesuai dengan aturan.<o:p></o:p></span></p>
<p><span lang="IN">"Saya ingin menyampaikan bahwa semua proses penyaluran dana hibah oleh pemprov sudah sesuai dengan prosedur," tegasnya.<o:p></o:p></span></p>
<p><span lang="IN">Namun saat ditanya lebih dalam mengenai detail kasus atau dugaan aliran dana, Khofifah memilih bungkam dan langsung meninggalkan lokasi pukul 18.30 WIB menggunakan mobil Innova hitam. <o:p></o:p></span></p>
<p><span lang="IN">"Gak onok pertanyaan iku (tidak ada pertanyaan itu)," ujarnya singkat sembari masuk ke dalam kendaraan.<o:p></o:p></span></p>
<p><span lang="IN">Sebelumnya, Khofifah dijadwalkan menjalani pemeriksaan pada tanggal 20 Juni lalu. Namun dirinya tidak hadir karena menghadiri wisuda anaknya di luar negeri. <o:p></o:p></span></p>
<p><span lang="IN">Pemeriksaan akhirnya dijadwal ulang hari ini, menyusul proses lanjutan kasus dugaan korupsi dana hibah pokmas yang telah menyeret sejumlah tersangka, termasuk mantan Wakil Ketua DPRD Jatim Sehat Tua Simanjuntak. <strong>(*)</strong><o:p></o:p></span></p>
<p class="MsoNormal"><strong><span lang="IN">Editor: Ali Wafa</span></strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Diperiksa KPK di Polda Jatim, Khofifah Hindari Wartawan Lewat Pintu Belakang</title>
<link>https://suarajatimpost.com/diperiksa-kpk-di-polda-jatim-khofifah-hindari-wartawan-lewat-pintu-belakang</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/diperiksa-kpk-di-polda-jatim-khofifah-hindari-wartawan-lewat-pintu-belakang</guid>
<description><![CDATA[ Sudah 8 jam lebih sejak diketahui diperiksa KPK di Polda Jatim, Khofifah Indar Parawansa tak sekalipun muncul di hadapan media, diketahui masuk melalui pintu belakang dan tak terpantau keluar, hasil pemeriksaan masih tanda tanya. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202507/image_870x580_686fab5487ce8.webp" length="25444" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 10 Jul 2025 21:28:06 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ryan Ramadhan</dc:creator>
<media:keywords>Khofifah Indar Parawansa, Gubernur Jatim, Polda Jatim, KPK, Korupsi, Dana Hibah, Hibah Pokmas, Pemprov Jatim, Surabaya, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong><span lang="IN">SURABAYA, SJP—</span></strong><span lang="IN">Kejelasan hasil pemeriksaan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada Kamis (10/7/2025) masih menyisakan tanda tanya. <o:p></o:p></span></p>
<p><span lang="IN">Hingga sore hari, tak satu pun awak media berhasil menemui atau memotret kehadiran Khofifah usai diperiksa sebagai saksi dalam kasus dugaan korupsi dana hibah kelompok masyarakat (pokmas) APBD Jatim 2021–2022.<o:p></o:p></span></p>
<p><strong><span lang="IN">Khofifah Tiba Lewat Pintu Belakang </span></strong><span lang="IN"><o:p></o:p></span></p>
<p><span lang="IN">Khofifah diketahui tiba sekitar pukul 09.50 WIB di gedung Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Kepolisian Daerah (Polda) Jatim. <o:p></o:p></span></p>
<p><span lang="IN">Alih-alih melalui pintu utama tempat para wartawan menunggu sejak pagi, Khofifah dikabarkan masuk lewat sisi belakang Gedung Tribrata, membuat kedatangannya juga luput dari pantauan wartawan. <o:p></o:p></span></p>
<p><span lang="IN">Sejak saat itu, keberadaannya tak lagi terdeteksi secara langsung oleh media. Sejumlah jurnalis telah bersiaga di berbagai titik pintu keluar, termasuk di Gedung Patuh, Ditreskrimsus, hingga Tribrata. <o:p></o:p></span></p>
<p><span lang="IN">Namun hingga pukul 17.00 WIB, tak seorang pun berhasil menangkap momen keluarnya gubernur Jawa Timur dua periode tersebut. Ada dugaan Khofifah telah meninggalkan lokasi pemeriksaan secara diam-diam melalui akses terbatas.<o:p></o:p></span></p>
<p><strong><span lang="IN">Diperiksa sebagai Saksi</span></strong><span lang="IN"><o:p></o:p></span></p>
<p><span lang="IN">Dalam pemeriksaan hari ini, Khofifah diketahui didampingi oleh mantan Kepala Biro Hukum Pemprov Jatim, Lilik Pudjiastuti, dan Ketua Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI) Jatim, Heru Prasetyo. <o:p></o:p></span></p>
<p><span lang="IN">Sebelumnya, Haru menyebut bahwa Khofifah siap hadir sebagai saksi dan akan menyampaikan apa yang dia ketahui terkait proses pengesahan anggaran dana hibah.<o:p></o:p></span></p>
<p><span lang="IN">"Komunikasi yang terjadi pagi ini, Ibu siap untuk menghadiri. Sangat fokus untuk menjawab apa yang beliau tahu, beliau dengar, dan beliau ketahui," ujar Heru, Kamis (10/7/2025).<o:p></o:p></span></p>
<p><span lang="IN">Agenda pemeriksaan ini merupakan pemanggilan ulang setelah Khofifah tidak hadir pada jadwal sebelumnya, 20 Juni 2025, dengan alasan berada di luar negeri menghadiri wisuda anaknya. <o:p></o:p></span></p>
<p><span lang="IN">Surat pemanggilan terbaru kemudian diterbitkan pada 9 Juli 2025, untuk agenda pemeriksaan hari ini.<o:p></o:p></span></p>
<p><strong><span lang="IN">Kusnadi Diperiksa di Jakarta</span></strong><span lang="IN"><o:p></o:p></span></p>
<p><span lang="IN">Di hari yang sama, mantan Ketua DPRD Jawa Timur Kusnadi juga menjalani pemeriksaan oleh penyidik KPK di Gedung Merah Putih, Jakarta. <o:p></o:p></span></p>
<p><span lang="IN">Pemeriksaan tersebut diduga masih berkaitan dengan pengembangan perkara besar yang mencuat setelah operasi tangkap tangan (OTT) terhadap Sahat Tua Simanjuntak, mantan Wakil Ketua DPRD Jatim.<o:p></o:p></span></p>
<p><span lang="IN">Baik Khofifah maupun Kusnadi disebut memiliki posisi strategis dalam proses penganggaran hibah pokmas. Namun hingga saat ini, belum ada keterangan resmi dari KPK terkait hasil pemeriksaan kedua tokoh tersebut.<o:p></o:p></span></p>
<p><span lang="IN">Sebagai informasi, KPK telah menetapkan 21 tersangka dalam perkara hibah pokmas. Terdiri atas empat penerima suap dan 17 pemberi suap. Mereka berasal dari unsur penyelenggara negara dan pihak swasta. <strong>(*)</strong><o:p></o:p></span></p>
<p class="MsoNormal"><strong><span lang="IN">Editor: Ali Wafa</span></strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Datang Diam&amp;Diam, Khofifah Diperiksa KPK soal Hibah Pokmas di Polda Jatim</title>
<link>https://suarajatimpost.com/datang-diam-diam-khofifah-diperiksa-kpk-soal-hibah-pokmas-di-polda-jatim</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/datang-diam-diam-khofifah-diperiksa-kpk-soal-hibah-pokmas-di-polda-jatim</guid>
<description><![CDATA[ Masuk lewat pintu belakang, Gubernur Jatim Khofifah akhirnya diperiksa KPK soal dana hibah pokmas usai sempat mangkir karena hadiri wisuda anaknya di luar negeri. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202507/image_870x580_686f3e8b9399c.webp" length="27358" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 10 Jul 2025 12:32:40 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ryan Ramadhan</dc:creator>
<media:keywords>Khofifah Indar Parawansa, Khofifah, Gubernur Jatim, Hibah Pokmas, Korupsi, Dana Hibah, Pemprov Jatim, Surabaya, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SURABAYA, SJP - </strong>Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa akhirnya memenuhi panggilan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Kamis (10/7/2025), untuk diperiksa sebagai saksi dalam kasus dugaan korupsi dana hibah kelompok masyarakat (pokmas) tahun anggaran 2021–2022.</p>
<p>Khofifah tiba di Markas Polda Jatim sekira pukul 09.50 WIB menggunakan mobil Innova hitam bernopol W 3349 YS. Namun, alih-alih melalui pintu utama Gedung Ditreskrimsus tempat para wartawan menunggu sejak pagi, Khofifah memilih masuk lewat sisi belakang Gedung Tribrata yang minim pantauan media.</p>
<p>Langkah itu membuat kedatangannya nyaris luput dari sorotan kamera. Hingga pukul 11.00 WIB, keberadaan dan aktivitas Khofifah di dalam gedung masih belum terlihat jelas, sementara sejumlah jurnalis berjaga di berbagai pintu keluar kompleks Ditreskrimsus dan Tribrata.</p>
<p><strong>Diperiksa Sebagai Saksi</strong></p>
<p>KPK menjadwalkan pemeriksaan tersebut setelah sebelumnya Khofifah tidak hadir pada panggilan 20 Juni lalu karena tengah berada di luar negeri menghadiri wisuda anaknya. Ia sempat mengajukan penjadwalan ulang, namun baru diperiksa resmi hari ini.</p>
<p>Agenda hari ini memeriksa Khofifah sebagai saksi, dalam lanjutan penyidikan kasus korupsi dana hibah pokmas yang bersumber dari APBD Jawa Timur. Pemeriksaan berlangsung di bawah wewenang penyidik KPK, yang memang sejak awal menangani perkara ini dari hasil pengembangan kasus Sahat Tua Parlindungan Simanjuntak, eks Wakil Ketua DPRD Jatim.</p>
<p><strong>Didampingi Aktivis Antikorupsi</strong></p>
<p>Sejumlah anggota Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI) Jawa Timur tampak hadir di lokasi. Ketua MAKI Jatim, Heru Prasetyo, menyatakan pihaknya ikut mendampingi Khofifah dalam pemeriksaan kali ini.</p>
<p>"Komunikasi yang terjadi pagi ini, Ibu siap untuk menghadiri. Sangat fokus untuk menjawab apa yang beliau tahu, beliau dengar, dan beliau ketahui," ujar Heru, Kamis (10/7/2025).</p>
<p>Ia menegaskan, dalam konstruksi hukum, posisi Khofifah hanya sebagai pihak yang mengesahkan dan menandatangani dokumen hibah. Penanggung jawab utama disebut berada di tangan Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) Pemprov Jatim.</p>
<p>"Sehingga saya yakin, jauh sekali kalau mau menyentuh Ibu untuk bisa diseret sebagai tersangka," katanya.</p>
<p><strong>Pengembangan Kasus Sahat Tua</strong></p>
<p>Kasus dugaan korupsi hibah pokmas itu merupakan pengembangan dari perkara besar yang sebelumnya menjerat Sahat Tua Parlindungan Simanjuntak.</p>
<p>Politikus Partai Golkar itu divonis 9 tahun penjara oleh Majelis Hakim Tipikor Surabaya pada 23 September 2023. Ia juga diwajibkan membayar uang pengganti sebesar Rp39,5 miliar.</p>
<p>Sejauh ini, KPK telah menetapkan 21 tersangka dalam perkara hibah pokmas. Empat di antaranya adalah penerima suap, tiga penyelenggara negara dan satu staf. Sementara 17 lainnya adalah pemberi suap, terdiri dari 15 pihak swasta dan dua unsur penyelenggara negara.</p>
<p>Pemeriksaan terhadap Khofifah hari ini menjadi bagian penting dalam proses menuntaskan perkara yang menyeret banyak aktor politik dan birokrasi di Jawa Timur.<strong> (*)</strong></p>
<p><strong>Editor: Rizqi Ardian </strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Jelang Akhir Pemulangan Haji, Tiga Jemaah Masih Hilang Termasuk dari Embarkasi Surabaya</title>
<link>https://suarajatimpost.com/jelang-akhir-pemulangan-haji-tiga-jemaah-masih-hilang-termasuk-dari-embarkasi-surabaya</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/jelang-akhir-pemulangan-haji-tiga-jemaah-masih-hilang-termasuk-dari-embarkasi-surabaya</guid>
<description><![CDATA[ Tiga hari jelang pemulangan haji berakhir, tiga jemaah Indonesia masih hilang, termasuk Sukardi asal Malang daei kloter 79 embarkasi Surabaya, yang diduga tersesat akibat demensia. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202507/image_870x580_686e6eb15c008.webp" length="33566" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 09 Jul 2025 22:02:57 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ryan Ramadhan</dc:creator>
<media:keywords>Haji 2025, Embarkasi Surabaya, Debarkasi Surabaya, Hemaah Hilang, Demensia, Bandara Juanda, PPIH Surabaya, Surabaya, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SURABAYA, SJP - </strong>Proses pemulangan jemaah haji Indonesia tinggal menyisakan tiga hari lagi. Sesuai jadwal Kementerian Agama (Kemenag), pemulangan terakhir akan dilakukan pada Jumat, 11 Juli 2025 dini hari waktu Arab Saudi. </p>
<p>Namun hingga Rabu (9/7/2025), masih ada tiga jemaah yang dinyatakan hilang dan belum ditemukan. Salah satunya berasal dari Jawa Timur.</p>
<p><strong>Salah Satunya dari Embarkasi Surabaya</strong></p>
<p>Adalah Sukardi, jemaah asal Malang yang tergabung dalam kloter SUB-79 Embarkasi Surabaya. Ia termasuk satu dari tiga jemaah haji yang hingga kini masih dalam pencarian intensif oleh Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi.</p>
<p>Dua jemaah lainnya adalah Nurimah Mentajim dari kloter PLM-19 (Embarkasi Palembang), dan Hasbullah dari BDJ-07 (Embarkasi Banjarmasin).</p>
<p>"Sedang kita cari ya. Setiap tahun selalu ada yang hilang. Bahkan ada yang masuk rumah sakit tahun lalu, sekarang masih di sana (Arab Saudi)," ungkap Menteri Agama Nasaruddin Umar saat dikonfirmasi oleh pihak media, Selasa (8/7/2025) kemarin.</p>
<p>Ketiga jemaah tersebut dilaporkan memiliki riwayat demensia, yang memperbesar risiko disorientasi dan tersesat selama rangkaian ibadah haji. Dua di antaranya hilang sebelum puncak haji (masa Armuzna: Arafah, Muzdalifah, Mina), sementara satu hilang sesudahnya.</p>
<p>Kepala Bidang Perlindungan Jemaah PPIH Arab Saudi, Kolonel Laut Harun Arrasyid, memastikan pencarian tetap berlangsung hingga ketiganya ditemukan. </p>
<p>"Kami menyisir hotel tempat mereka menginap, berkoordinasi dengan syarikah, Konsultan Haji di Jeddah, serta KJRI," ujarnya.</p>
<p>Sementara itu, Sekretaris PPIH Debarkasi Surabaya, Muh. Asadul Anam, menegaskan komitmen pihaknya dalam memberikan layanan terbaik hingga akhir fase pemulangan.</p>
<p>"Kami terus memberikan pendampingan, baik kepada jemaah yang masih dalam perjalanan maupun kepada keluarga mereka di Tanah Air hingga bisa dipertemukan kembali, termasuk kasus-kasus khusus," ujar Asadul Anam.</p>
<p>Sebagaimana diketahui, hingga awal Juli, lebih dari 88 persen jemaah Debarkasi Surabaya telah dipulangkan dari Arab Saudi. Dari total 36.815 jemaah, sebanyak sekitar 32.230 orang telah tiba di Tanah Air. Proses pemulangan dijadwalkan rampung pada 11 Juli, dengan kloter terakhir yaitu Kloter 97 tiba di Bandara Juanda pada Jumat sore.</p>
<p>Sebagai informasi, satu kasus khusus lainnya dari Debarkasi Surabaya adalah Tristy Erlinwati, jemaah asal Lumajang dari kloter 83 yang masih berada di Makkah karena baru melahirkan bayi prematur. Ia menjadi satu dari sedikit jemaah yang belum bisa dipulangkan bersama kloternya. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>IPK Kinclong, Kualitas Bohong: Fenomena Inflasi IPK Mahasiswa Jadi Sorotan di Dunia Akademik</title>
<link>https://suarajatimpost.com/ipk-kinclong-kualitas-bohong-fenomena-inflasi-ipk-mahasiswa-jadi-sorotan-di-dunia-akademik</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/ipk-kinclong-kualitas-bohong-fenomena-inflasi-ipk-mahasiswa-jadi-sorotan-di-dunia-akademik</guid>
<description><![CDATA[ IPK mahasiswa terus meroket pascapandemi, tapi dunia kerja menilai lulusan tak siap. Nilai tinggi tak lagi jaminan kompetensi, inflasi akademik jadi alarm serius pendidikan tinggi. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202507/image_870x580_686e6eb96c29c.webp" length="59962" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 09 Jul 2025 21:46:21 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ryan Ramadhan</dc:creator>
<media:keywords>Indeks Prestasi Kumulatif, IPK, Inflasi IPK, Mahasiswa, PCU, Petra Christian University, Surabaya, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SURABAYA, SJP -</strong> Dalam beberapa tahun terakhir, Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) mahasiswa Indonesia menunjukkan tren yang terlampau baik. Transkrip nilai yang dihiasi dengan angka-angka nyaris sempurna kini bukan lagi fenomena langka. Tapi benarkah mahasiswa Indonesia semakin cerdas, atau malah sistem pendidikannya yang makin lunak?</p>
<p>Fenomena tersebut disebut dengan "inflasi IPK", yakni tren kenaikan nilai mahasiswa secara konsisten yang muncul di berbagai perguruan tinggi. Fenomena tersebut memicu perdebatan soal validitas penilaian dalam dunia akademik, apakah itu kabar gembira, atau justru jadi sinyal bahaya?</p>
<p><strong>Pandemi dan Lonjakan IPK: Dua Sisi Mata Uang</strong></p>
<p>Menurut Juliana Anggono, Wakil Rektor Bidang Akademik Petra Christian University (PCU), tren kenaikan IPK mulai terlihat sejak masa pandemi COVID-19. Beralihnya sistem pembelajaran ke digital diyakini membawa dampak besar.</p>
<p>"Bisa jadi ada peningkatan kapasitas belajar karena digitalisasi pembelajaran. Namun ada kekhawatiran terkait validitas nilai yang diperoleh karena risiko inflasi akademik," ujar Juliana, Rabu (9/7/2025).</p>
<p>Dengan kata lain, kemudahan akses belajar selama pandemi bisa jadi mempercepat pemahaman mahasiswa. Tapi di sisi lain, standar evaluasi jadi lebih longgar, dan itu membuka celah untuk nilai yang tak lagi mencerminkan kualitas sejati.</p>
<p><strong>IPK Tinggi Tak Selalu Berarti Kompeten</strong></p>
<p>Juliana mengingatkan bahwa korelasi antara nilai akademik dan kemampuan nyata di lapangan tidak selalu sejalan. Salah satu penyebab utamanya adalah standar penilaian yang berbeda-beda antar kampus, bahkan antar dosen.</p>
<p>"Dunia nyata yang akan mahasiswa hadapi setelah lulus sangat menghargai kemampuan konkret, seperti problem solving, kolaborasi, dan adaptasi," jelasnya.</p>
<p>Lulusan cum laude sekalipun belum tentu siap terjun ke dunia profesional jika tidak dibekali soft skill yang relevan. Tanpa pengalaman nyata dan evaluasi berbasis praktik, IPK hanya jadi angka tanpa makna.</p>
<p><strong>MBKM: Gagasan Progresif yang Belum Matang</strong></p>
<p>Pemerintah sebenarnya sudah meluncurkan sistem Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) untuk menjembatani dunia akademik dan industri. Sistem tersebut memungkinkan mahasiswa belajar lewat magang, riset, hingga aktivitas sosial.</p>
<p>Namun di lapangan, implementasinya masih jauh dari ideal. Banyak dosen belum dibekali pemahaman mendalam untuk merancang metode belajar dan asesmen yang tepat. Akibatnya, mutu pembelajaran menjadi timpang antar kampus, bahkan dalam satu universitas.</p>
<p><strong>IPK Harus Berdiri di Atas Fondasi Kompetensi</strong></p>
<p>Untuk menjaga agar IPK tetap menjadi indikator yang bermakna, Juliana menegaskan pentingnya evaluasi menyeluruh dalam dunia pendidikan tinggi. Monitoring ketat, pelatihan dosen, serta keterlibatan industri dalam asesmen dinilai sebagai kunci reformasi penilaian.</p>
<p>Ia mengambil contoh implementasi di tempat ia mengajar, yaitu PCU yang menerapkan kurikulum Whole Person Education, sebuah pendekatan yang menilai mahasiswa secara utuh tidak hanya dari sisi kognitif. Karena itu tidak semua fakultas di PCU mengalami kenaikan IPK yang signifikan.</p>
<p>Selain IPK, di PCU mahasiswa juga harus memenuhi syarat minimum Satuan Kredit Kegiatan Kemahasiswaan (SKKK). Aktivitas kemahasiswaan dan <em>Service-Learning</em> yakni belajar melalui pelayanan masyarakat menjadi bagian penting dari proses pendidikan.</p>
<p>"Selain <em>hard skills</em>, mahasiswa juga dinilai dari keaktifan mereka dalam mengembangkan aspek spiritual, emosi, sosial, dan mental," kata Juliana.</p>
<p>Di tengah derasnya arus inflasi IPK, tantangan terbesar pendidikan tinggi bukan lagi sekadar menjaga angka tetap tinggi. Yang jauh lebih penting adalah memastikan setiap digit nilai mencerminkan kompetensi yang otentik bukan sekadar hasil dari sistem yang permisif.</p>
<p>Karena pada akhirnya, nilai sejati seorang lulusan tidak ditentukan oleh angka di atas kertas, melainkan oleh kemampuan mereka berkontribusi di dunia nyata. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Sempat Mangkir Karena Anaknya Wisuda, Besok Khofifah Akan Kembali Diperiksa KPK Terkait Dana Hibah</title>
<link>https://suarajatimpost.com/sempat-mangkir-karena-anaknya-wisuda-besok-khofifah-akan-kembali-diperiksa-kpk-terkait-dana-hibah</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/sempat-mangkir-karena-anaknya-wisuda-besok-khofifah-akan-kembali-diperiksa-kpk-terkait-dana-hibah</guid>
<description><![CDATA[ Khofifah dijadwalkan diperiksa KPK besok di Polda Jatim, usai mangkir pada panggilan sebelumnya terkait dugaan korupsi dana hibah pokmas 2021–2022 senilai miliaran rupiah. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202507/image_870x580_686e4a5450428.webp" length="74480" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 09 Jul 2025 19:37:23 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ryan Ramadhan</dc:creator>
<media:keywords>Dana Hibah, Pokmas, Khofifah Indar Parawansa, Gubernur Jatim, KPK, Surabaya, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SURABAYA, SJP -</strong> Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dijadwalkan akan kembali memanggil Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa untuk diperiksa sebagai saksi dalam kasus dugaan korupsi dana hibah untuk kelompok masyarakat (pokmas) tahun anggaran 2021–2022.</p>
<p>Pemeriksaan dijadwalkan berlangsung pada Kamis (10/7/2025) besok, tepatnya di Polda Jawa Timur. Pemanggilan tersebut berkaitan dengan kapasitas Khofifah sebagai kepala daerah yang menjabat pada periode pelaksanaan program hibah tersebut.</p>
<p><strong>Pemanggilan Ulang Setelah Mangkir</strong></p>
<p>Sebelumnya, diketahui Khofifah tidak menghadiri pemeriksaan yang dijadwalkan pada 20 Juni 2025. Ketidakhadiran Khofifah kala itu disebabkan oleh kepergiannya ke luar negeri untuk menghadiri wisuda putrinya di Universitas Peking, Tiongkok.</p>
<p>Khofifah sendiri telah mengajukan permohonan penjadwalan ulang kepada KPK sejak 18 Juni 2025, dengan menyarankan waktu pemeriksaan ulang antara 23–26 Juni 2025. Namun, dalam rentang waktu yang diajukan, KPK belum menjadwalkan pemeriksaan ulang. </p>
<p>Barulah kemudian dijadwalkan kembali pada pekan ini, tepatnya besok Kamis, 10 Juli 2025. Informasi tersebut dikonfirmasi langsung oleh Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo yang menyampaikan bahwa pihaknya meyakini Khofifah akan hadir untuk memberikan keterangan sebagai saksi pada pemanggilan kedua nanti.</p>
<p>"Benar, saudara Khofifah Indar Parawansa (KIP) Gubenur Jawa Timur dijadwalkan akan diperiksa sebagai saksi di Polda Jawa Timur,” ujar Budi dalam keterangan resminya yang dirilis pada Rabu (9/7/2025).</p>
<p><strong>Dana Hibah Pokmas 2021–2022 Jadi Sorotan</strong></p>
<p>Khofifah diperiksa sebagai saksi dalam perkara dugaan korupsi pengelolaan dana hibah pokmas di lingkungan Pemerintah Provinsi Jawa Timur. </p>
<p>Skema hibah itu menjadi sorotan setelah KPK mengungkap adanya indikasi penyalahgunaan dalam proses penyaluran dana dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) kepada kelompok masyarakat, khususnya selama periode 2021–2022.</p>
<p>Sebelumnya, dalam pengembangan kasus tersebut, KPK telah menetapkan 21 orang sebagai tersangka, terdiri atas empat penerima suap dan 17 pemberi suap. Pemeriksaan terhadap Khofifah menjadi penting karena ia menjabat sebagai kepala daerah saat kebijakan hibah itu digelontorkan.</p>
<p><strong>Ketua DPRD 2019–2024: "Masa Dia Enggak Tahu?"</strong></p>
<p>Keterangan penting soal dugaan keterlibatan Khofifah pernah disampaikan oleh Kusnadi, Ketua DPRD Jawa Timur periode 2019–2024, yang telah lebih dulu diperiksa KPK sebagai saksi pada 19 Juni 2025.</p>
<p>Menurut Kusnadi, gubernur sebagai pemegang kekuasaan eksekutif seharusnya mengetahui detail proses dan pengeluaran anggaran dana hibah untuk Pokmas. </p>
<p>Ia menekankan bahwa proses pengajuan dana hibah selalu melibatkan pembahasan antara DPRD dan gubernur, namun pelaksanaan dan eksekusi anggaran sepenuhnya berada di tangan kepala daerah.</p>
<p>"Pasti tahu. Orang dia yang mengeluarkan dana hibah, masa dia enggak tahu," ujar Kusnadi.</p>
<p>Ia juga menegaskan bahwa DPRD tidak memiliki wewenang untuk mengeksekusi anggaran, melainkan hanya menyetujui dan membahas bersama eksekutif.</p>
<p>"Bukan kewenangan DPRD mengeksekusi anggaran itu. Yang mengeksekusi anggaran itu ya kepala daerah," imbuhnya.</p>
<p>Pemeriksaan besok akan menjadi kunci untuk mengetahui sejauh mana pengetahuan Khofifah terhadap mekanisme penyaluran dana hibah yang kini diduga diselewengkan oleh sejumlah pihak. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor: Rizqi Ardian </strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Temukan 7 Titik Potensial, Tim Sar Gabungan Fokus Cari Bangkai KMP Tunu Pratama Jaya</title>
<link>https://suarajatimpost.com/temukan-7-titik-potensial-tim-sar-gabungan-fokus-cari-bangkai-kmp-tunu-pratama-jaya</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/temukan-7-titik-potensial-tim-sar-gabungan-fokus-cari-bangkai-kmp-tunu-pratama-jaya</guid>
<description><![CDATA[ Fokus pencarian KMP Tunu Pratama Jaya kini mengerucut ke tujuh titik bawah laut, dengan satu lokasi kuat diduga sebagai bangkai kapal yang hilang di Selat Bali. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202507/image_870x580_686cdfad47df5.webp" length="82042" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Tue, 08 Jul 2025 16:07:44 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ryan Ramadhan</dc:creator>
<media:keywords>KMP Tunu Pratama Jaya, Koarmada II, TNI AL, Kapal Tenggelam, Selat Bali, Surabaya, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SURABAYA, SJP - </strong>Pencarian terhadap KMP Tunu Pratama Jaya yang tenggelam di Selat Bali memasuki fase baru. Setelah sepekan upaya penyelamatan dilakukan, kini fokus diperluas dengan pendekatan teknologi bawah laut untuk menemukan titik keberadaan kapal.</p>
<p>KMP Tunu Pratama Jaya membawa 53 penumpang dan 12 kru saat mengalami kecelakaan laut pada Rabu malam, (2/7/2025). Hingga hari keenam pascakejadian, 30 orang ditemukan selamat, enam dinyatakan meninggal dunia, dan 29 lainnya masih dalam pencarian.</p>
<p><strong>Ada 7 Referensi Titik yang Dicurigai</strong></p>
<p>Panglima Komando Armada II (Pangkoarmada II) Laksda TNI I Gung Putu Alit Jaya mengungkapkan bahwa tim dari Pushidrosal telah melakukan survei permukaan laut secara menyeluruh dan menemukan tujuh referensi titik bawah laut yang dicurigai sebagai lokasi bangkai kapal.</p>
<p>Salah satunya, yakni titik ketujuh disebut menunjukkan karakteristik yang sangat mirip dengan bentuk KMP Tunu Pratama Jaya.</p>
<p>"Dari ketujuh titik itu, satu lokasi yang sangat kuat menunjukkan ciri-ciri kapal target. Kami kini fokus pada titik tersebut," ucap Laksda Alit, Selasa (8/7/2025).</p>
<p><strong>Penggunaan ROV dalam Pencarian</strong></p>
<p>Untuk memverifikasi dugaan tersebut, TNI AL juga telah menerjunkan alat Remotely Operated Vehicle (ROV) pada Selasa pagi guna melakukan pencitraan dan pengamatan visual bawah laut.</p>
<p>ROV akan mendeteksi struktur dan kontur benda yang ditemukan di kedalaman sekitar 40–60 meter, kawasan dengan arus cukup kuat.</p>
<p>"ROV sudah kami turunkan pagi ini. Kami berharap segera mendapatkan hasil visual untuk memastikan apakah itu benar bangkai kapal," lanjutnya.</p>
<p>Dalam operasi tersebut, TNI AL bekerja sama dengan berbagai pihak termasuk Basarnas, Dinas Navigasi Kementerian Perhubungan, serta unsur SAR lainnya. Koarmada II juga mengerahkan unsur kapal perang, pesawat udara, hingga penyelam khusus.</p>
<p>Sementara itu, pencarian terhadap korban yang masih hilang tetap dilakukan sembari menunggu hasil verifikasi bangkai kapal.</p>
<p>Pangkoarmada II menegaskan komitmen penuh TNI AL dalam mendukung operasi tersebut sampai seluruh korban dan kapal ditemukan.</p>
<p>"Kami akan terus mendukung dan bekerja maksimal sampai proses evakuasi benar-benar tuntas," tegas Laksda Alit. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor: Rizqi Ardian </strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>32.230 Jemaah Haji Debarkasi Surabaya telah Tiba, Satu Orang Tertahan di Makkah karena Melahirkan</title>
<link>https://suarajatimpost.com/32230-jemaah-haji-debarkasi-surabaya-telah-tiba-satu-orang-tertahan-di-makkah-karena-melahirkan</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/32230-jemaah-haji-debarkasi-surabaya-telah-tiba-satu-orang-tertahan-di-makkah-karena-melahirkan</guid>
<description><![CDATA[ Seorang jemaah haji asal Surabaya tertahan di Makkah usai melahirkan prematur, sementara 32.230 jemaah lainnya telah tiba di Tanah Air menjelang akhir masa pemulangan. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202507/image_870x580_686ca3a4e9484.webp" length="53932" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Tue, 08 Jul 2025 12:20:41 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ryan Ramadhan</dc:creator>
<media:keywords>Haji 2025, Debarkasi Surabaya, Asrama Haji, PPIH Surabaya, Bandara Juanda, Surabaya, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong><span lang="IN">SURABAYA, SJP—</span></strong><span lang="IN">Proses pemulangan jemaah haji Debarkasi Surabaya sudah hampir tuntas. Dari total 36.815 jemaah yang diberangkatkan ke Tanah Suci, sebanyak 32.230 orang atau sekitar 88 persen telah tiba kembali di Tanah Air hingga Senin (7/7/2025).<o:p></o:p></span></p>
<p><span lang="IN">Namun, tidak semua jemaah dapat segera pulang, termasuk Tristy Erlinawati, jemaah asal kelompok terbang (kloter) 83 yang melahirkan secara prematur di Makkah.<o:p></o:p></span></p>
<p><span lang="IN">Hingga kini, Tristy masih dirawat di rumah sakit bersama bayinya yang lahir sebelum waktunya. Kondisi tersebut membuatnya belum mendapat izin untuk kembali ke Indonesia. Selama proses, dia ditemani oleh suaminya, Fachrizal Rachmad, yang setia mendampingi di Makkah.<o:p></o:p></span></p>
<p><span lang="IN">"Tristy Erlinawati yang melahirkan di Makkah belum mendapat izin kembali ke Tanah Air karena sang bayi yang terlahir prematur masih dalam pemantauan di rumah sakit," ucap Muh. Asadul Anam, Sekretaris Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Debarkasi Surabaya, Selasa (8/7/2025).<o:p></o:p></span></p>
<p><span lang="IN">Sementara itu, kloter terakhir atau kloter 97 dijadwalkan akan tiba di Asrama Haji Surabaya pada Jumat (11/7/2025) sore. Artinya, masa pemulangan hanya tinggal menyisakan empat hari. Anam mengimbau agar keluarga jemaah tidak datang ke asrama menjemput langsung.<o:p></o:p></span></p>
<p><span lang="IN">"Waktu pemulangan tinggal 4 hari lagi. Kami harap keluarga para jemaah tetap bersabar di kampung halaman menunggu kedatangan keluarga tanpa datang ke asrama haji," ujarnya.<o:p></o:p></span></p>
<p><span lang="IN">Hingga hari yang sama, tercatat sudah ada 85 kloter yang pulang dan masuk ke Asrama Haji. Proses debarkasi berjalan lancar dan terus dipantau oleh petugas di lapangan.<o:p></o:p></span></p>
<p><span lang="IN">Namun di balik kelancaran tersebut, terdapat kabar duka. PPIH mencatat total 103 jemaah Debarkasi Surabaya wafat selama pelaksanaan ibadah haji tahun ini. <o:p></o:p></span></p>
<p><span lang="IN">Rinciannya: 4 jemaah wafat di embarkasi saat pemberangkatan, 5 jemaah wafat di dalam pesawat (2 saat berangkat, 3 saat pulang), 90 jemaah wafat di Arab Saudi, dan 4 jemaah wafat setelah tiba di Tanah Air (proses debarkasi).<o:p></o:p></span></p>
<p><span lang="IN">PPIH Debarkasi Surabaya berkomitmen untuk terus memberikan pendampingan bagi jemaah maupun keluarga. Termasuk penanganan terhadap kasus-kasus khusus seperti kelahiran atau jemaah yang sakit berat. <strong>(*)</strong><o:p></o:p></span></p>
<p class="MsoNormal"><strong><span lang="IN">Editor: Ali Wafa</span></strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Juknis Jadi Acuan Utama, Dindik Jatim Jawab Isu Penggunaan AI dan Transparansi SPMB 2025</title>
<link>https://suarajatimpost.com/juknis-jadi-acuan-utama-dindik-jatim-jawab-isu-penggunaan-ai-dan-transparansi-spmb-2025</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/juknis-jadi-acuan-utama-dindik-jatim-jawab-isu-penggunaan-ai-dan-transparansi-spmb-2025</guid>
<description><![CDATA[ Dinas Pendidikan Jawa Timur memastikan AI tak digunakan dalam proses seleksi murid SPMB 2025 dan menegaskan proses tetap transparan, akuntabel, dan berbasis kriteria yang tertuang dalam juknis resmi. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202507/image_870x580_686ca3062a64e.webp" length="61152" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Tue, 08 Jul 2025 12:01:00 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ryan Ramadhan</dc:creator>
<media:keywords>SPMB, Dinas Pendidikan, Dindik Jatim, Artificial Intelligence, AI, Surabaya, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong><span lang="IN">SURABAYA, SJP—</span></strong><span lang="IN">Kepala UPT Teknologi Informasi dan Komunikasi Pendidikan (TIKP) Dinas Pendidikan (Dindik) Jawa Timur (Jatim), Mustakim, menanggapi sorotan Komisi Informasi (KI) Jatim perihal keterbukaan informasi publik selama pelaksanaan Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2025.<o:p></o:p></span></p>
<p><span lang="IN">"Teknologi AI (<em>artificial intelligence</em>) tidak digunakan dalam proses seleksi murid. Sistem hanya membantu pencarian informasi, bukan menentukan hasil," tegas Mustakim, Selasa (8/7/2025).<o:p></o:p></span></p>
<p><span lang="IN">Sebelumnya, KI Jatim menyampaikan beberapa catatan dalam penyelenggaraan perdana SPMB sebagai pengganti PPBD. Meski mengapresiasi adanya call center dan posko pengaduan, KI Jatim menyoroti minimnya informasi soal penggunaan AI dalam sistem seleksi serta keterbukaan data pemeringkatan peserta.<o:p></o:p></span></p>
<p><span lang="IN">Menurut Mustakim, proses seleksi dalam SPMB 2025 murni dilakukan berdasarkan parameter yang sudah ditetapkan dan tertulis secara rinci dalam petunjuk teknis (juknis). Yakni mulai dari nilai akademik, jarak domisili, usia, dan waktu pendaftaran. <o:p></o:p></span></p>
<p><span lang="IN">Semua tahapan seleksi tersebut bisa diakses masyarakat secara dalam jaringan (daring) melalui laman resmi spmbjatim.net.<o:p></o:p></span><span lang="IN"></span></p>
<p><strong><span lang="IN">Jalur Seleksi dan Verifikasi Nilai</span></strong><span lang="IN"><o:p></o:p></span></p>
<p><span lang="IN">Dindik Jatim menjelaskan, SPMB 2025 mencakup empat jalur pendaftaran. Yakni afirmasi, mutasi, prestasi hasil lomba, dan nilai prestasi akademik, serta jalur domisili dengan kriteria yang berbeda antara SMA dan SMK. Pemeringkatan dilakukan berdasarkan kombinasi beberapa indikator yang dijelaskan terbuka dalam Juknis.<o:p></o:p></span></p>
<p><span lang="IN">"Semua mekanisme dan ketentuan kami tuangkan secara rinci dalam Juknis SPMB Jatim 2025. Informasi juga dapat diakses publik melalui laman resmi," kata Mustakim.<o:p></o:p></span></p>
<p><span lang="IN">Seluruh proses dimulai dari pra-pendaftaran dengan pengisian nilai rapor oleh sekolah asal. Dilanjutkan verifikasi oleh murid dan orang tua sebelum pengambilan PIN. Jika terdapat kesalahan data, murid dapat melakukan pembetulan langsung, atau melalui operator sekolah.<o:p></o:p></span></p>
<p><span lang="IN">Mustakim menambahkan, semua dokumen dan data yang diunggah ke sistem akan divalidasi oleh operator SMAN/SMKN, disaksikan oleh calon murid dan/atau orang tua.<o:p></o:p></span></p>
<p><span lang="IN">"Setiap tahapan, baik itu pra-pendaftaran, pendaftaran, hingga daftar ulang, dilakukan secara digital. Namun tetap melibatkan validasi manual yang terbuka," ucapnya.<o:p></o:p></span></p>
<p><span lang="IN">Secara khusus, jalur domisili dibagi menjadi dua: domisili reguler dan domisili sebaran. Masing-masing kuotanya yaitu 20 persen dan 15 persen dari daya tampung sekolah. <o:p></o:p></span></p>
<p><span lang="IN">Jalur tersebut hanya bisa diikuti oleh calon murid dari dalam rayon. Sementara jalur nilai prestasi akademik menggunakan pemeringkatan berbasis nilai rapor dan indeks sekolah asal.<o:p></o:p></span></p>
<p><span lang="IN">"Jika pendaftar melebihi kuota, maka seleksi dilakukan berdasarkan urutan prioritas yang jelas: nilai akademik, jarak, usia, dan waktu daftar," jelas Mustakim.<o:p></o:p></span></p>
<p><strong><span lang="IN">Respons Publik dan Sosialisasi</span></strong><span lang="IN"><o:p></o:p></span></p>
<p><span lang="IN">Terkait catatan KI Jatim tentang kurangnya sosialisasi, Mustakim mengakui masih ada sebagian masyarakat yang belum memahami alur secara utuh. Namun dia menegaskan, sebagian besar proses berlangsung lancar dan mendapat respons baik.<o:p></o:p></span></p>
<p><span lang="IN">"Alhamdulillah sosialisasi cukup baik direspons. Tapi memang masih ada sebagian kecil yang belum memahami aturan. Ke depan, kami akan lebih masif melakukan penyuluhan," ujarnya.<o:p></o:p></span></p>
<p><span lang="IN">Saat ini, Dindik Jatim sedang melakukan evaluasi menyeluruh terhadap seluruh tahapan SPMB. Mulai dari penentuan rayon, proses pendaftaran, hingga daftar ulang. Evaluasi itu diharapkan menjadi dasar untuk penyempurnaan di tahun berikutnya.<o:p></o:p></span></p>
<p><span lang="IN">Sementara itu, Dindik Jatim juga terus memperkuat kanal aduan melalui helpdesk di sekolah, cabang dinas, media sosial, dan call center.<o:p></o:p></span></p>
<p><span lang="IN">"Untuk pengaduan, kami berusaha memberikan solusi secepat mungkin melalui berbagai saluran. Prinsip kami tetap, proses harus transparan, akuntabel, dan berpihak pada publik," pungkas Mustakim. <strong>(*)</strong><o:p></o:p></span></p>
<p class="MsoNormal"><strong><span lang="IN">Editor: Ali Wafa</span></strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Hampir Penuhi Kuota, Surabaya Siap Jalankan Sekolah Rakyat Mulai 14 Juli</title>
<link>https://suarajatimpost.com/hampir-penuhi-kuota-surabaya-siap-jalankan-sekolah-rakyat-mulai-14-juli</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/hampir-penuhi-kuota-surabaya-siap-jalankan-sekolah-rakyat-mulai-14-juli</guid>
<description><![CDATA[ Surabaya hampir penuhi kuota Sekolah Rakyat; orang tua langsung berminat setelah melihat fasilitas sekolah gratis berbasis asrama yang mulai berjalan 14 Juli mendatang. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202507/image_870x580_686bbe861f4a4.webp" length="39702" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 07 Jul 2025 21:48:05 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ryan Ramadhan</dc:creator>
<media:keywords>Sekolah Rakyat, Program Keluarga Harapan, PKH, Surabaya, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SURABAYA, SJP -</strong> Program Sekolah Rakyat yang diinisiasi oleh Kementerian Sosial RI akan resmi dimulai pada 14 Juli 2025, atau sepekan lagi. </p>
<p>Di tengah waktu yang semakin dekat, Kota Surabaya menunjukkan kesiapan tinggi dalam menyambut pelaksanaan tahun pertama program pendidikan gratis berbasis asrama ini.</p>
<p><strong>Apa itu Sekolah Rakyat?</strong></p>
<p>Sekolah Rakyat adalah program pendidikan gratis berbasis asrama (boarding school) yang ditujukan bagi anak-anak dari keluarga sangat miskin, terutama penerima Program Keluarga Harapan (PKH). </p>
<p>Program tersebut menyediakan pendidikan formal dari SD hingga SMA, berikut fasilitas asrama, makan, perlengkapan sekolah, dan layanan kesehatan, tanpa dipungut biaya.</p>
<p>Program itu diharapkan menjadi terobosan baru dalam mengentaskan kemiskinan ekstrem dengan mengintervensi pendidikan secara langsung dan menyeluruh dengan kurikulum yang menekankan pada pembentukan karakter, keterampilan hidup, dan pemanfaatan teknologi.</p>
<p><strong>Kuota Surabaya Hampir Penuh</strong></p>
<p>Di Kota Surabaya, antusiasme terhadap program tersebut terbilang tinggi. Dari total kuota sebanyak 100 siswa, sudah 98 anak yang terdaftar. Sisa dua kursi saat ini masih diupayakan pengisiannya oleh para pendamping PKH di lapangan.</p>
<p>"Teman-teman pendamping di Surabaya berupaya untuk mencari para calon siswa yang di sekolah rakyat," ucap Koordinator PKH Kota Surabaya, Rezky Rahardjo, Senin (7/7/2025).</p>
<p>Namun, Rezky tidak menampik bahwa ada sejumlah tantangan dalam proses penjaringan. Karena ini merupakan tahun pertama penyelenggaraan Sekolah Rakyat, sebagian besar keluarga penerima manfaat masih memerlukan pemahaman yang lebih menyeluruh mengenai program tersebut.</p>
<p>"Terkadang orang tua dan calon siswa juga mempertanyakan tentang ijazah ketika lulus, fasilitas yang diperoleh saat berada di Sekolah Rakyat," ujarnya.</p>
<p><strong>Lokasi Bisa Dikunjungi</strong></p>
<p>Untuk menjawab keraguan tersebut, pendamping PKH telah mengarahkan calon siswa dan orang tua untuk mengunjungi langsung lokasi Sekolah Rakyat di Surabaya yang berlokasi di kompleks Universitas Negeri Surabaya (Unesa), Jl. Lidah Wetan, Kecamatan Lakarsantri. Hasilnya, minat pun meningkat secara signifikan.</p>
<p>"Kemarin terdapat siswa dan orang tua yang ingin melihat langsung kondisi gedung Sekolah Rakyat. Seketika mereka langsung berminat di Sekolah Rakyat," jelas Rezky.</p>
<p>Menurutnya, para calon siswa yang sudah masuk dalam daftar menunjukkan antusiasme tinggi terhadap program tersebut. Mereka tertarik bukan hanya karena bebas biaya, tetapi juga karena melihat potensi pendidikan yang berkualitas di dalamnya.</p>
<p>"Para calon siswa sangat antusias dengan program SR. Selain gratis, calon siswa ini juga mendapatkan pendidikan yang berkualitas dan bisa bersaing dengan sekolah-sekolah lainnya," pungkasnya.</p>
<p>Menjelang pembukaan resmi pada 14 Juli mendatang, para pendamping PKH masih terus menjaring calon siswa dari keluarga sasaran. Harapannya, kuota dapat terpenuhi 100 persen, dan seluruh siswa bisa langsung mengikuti kegiatan orientasi dan pembelajaran sejak hari pertama. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Jumlah Wisnus di Jawa Timur Menurun Pasca Mudik Lebaran, Hotel Bintang Bertahan Berkat Event MICE</title>
<link>https://suarajatimpost.com/jumlah-wisnus-di-jawa-timur-menurun-pascamudik-lebaran-hotel-bintang-bertahan-berkat-event-mice</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/jumlah-wisnus-di-jawa-timur-menurun-pascamudik-lebaran-hotel-bintang-bertahan-berkat-event-mice</guid>
<description><![CDATA[ Wisatawan domestik turun lebih dari 30 persen usai lebaran, namun tingkat hunian hotel bintang tetap terjaga di beberapa kota berkat penyelenggaraan kegiatan MICE. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202507/image_870x580_686bbe7d11ca6.webp" length="53410" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 07 Jul 2025 21:36:04 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ryan Ramadhan</dc:creator>
<media:keywords>Pariwisata, Wisatawan Nusantara, Hotel, Badan Pusat Statistik, BPS Jatim, Jawa Timur, Surabaya, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SURABAYA, SJP - </strong>Setelah memuncak pada April karena momentum Idulfitri, mobilitas wisatawan nusantara (wisnus) di Jawa Timur mengalami penurunan cukup tajam pada Mei 2025. </p>
<p>Kendati demikian, tingkat hunian hotel berbintang tetap relatif stabil di beberapa kota berkat penyelenggaraan sejumlah kegiatan <em>MICE</em> (<em>Meeting, Incentive, Convention, Exhibition).</em></p>
<p>Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Jawa Timur mencatat bahwa jumlah perjalanan wisatawan nusantara menuju provinsi Jatim turun sebesar 32,68 persen dibanding April, menjadi sekitar 16,98 juta perjalanan.</p>
<p>Tidak hanya wisatawan nusantara yang masuk ke daerah Jawa Timur, penurunan juga terjadi pada jumlah perjalanan keluar dari Jawa Timur yang mencapai 16,29 juta, turun 28,59 persen dibanding bulan sebelumnya.</p>
<p>"Mei adalah bulan transisi pasca-libur panjang, sehingga penurunan kunjungan wisatawan domestik cukup wajar. Tidak ada momen besar seperti mudik atau cuti bersama,” ujar Zulkipli, Kepala BPS Provinsi Jawa Timur, Senin (7/7/2025).</p>
<p><strong>Perjalanan Wisnus Turun, Hotel Nonbintang Terpukul</strong></p>
<p>Dampak dari turunnya mobilitas wisatawan domestik paling terasa di sektor akomodasi menengah ke bawah. Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel nonbintang pada Mei hanya mencapai 21,54 persen, turun 1,54 poin dibandingkan April.</p>
<p>Sebagai perbandingan, TPK hotel nonbintang pada April masih mencatat angka 23,08 persen, didorong oleh lonjakan pemesanan selama libur Lebaran.</p>
<p>"Hotel nonbintang memang lebih bergantung pada wisatawan nusantara dan kunjungan keluarga saat hari besar. Setelah lebaran, mereka langsung kena imbas," kata Zulkipli.</p>
<p><strong>Hotel Berbintang Tetap Stabil</strong></p>
<p>Meski secara rata-rata TPK hotel berbintang di Jawa Timur menurun tipis dari 49,81 persen pada April menjadi 49,26 persen di Mei, beberapa kota justru mencatat peningkatan hunian karena adanya kegiatan formal dan pertemuan berskala besar.</p>
<p>Kota/kabupaten dengan TPK tertinggi di hotel berbintang:</p>
<ul>
<li>Jombang: 63,59%</li>
<li>Gresik: 62,81%</li>
<li>Kota Mojokerto: 57,39%</li>
</ul>
<p>"Kegiatan <em>MICE</em> menjadi penyangga utama hunian hotel berbintang di bulan Mei, terutama di daerah industri atau yang jadi pusat pelatihan, seminar, dan pertemuan lembaga," jelas Zulkipli.</p>
<p>Hotel Bintang 5 bahkan mencatat peningkatan hunian menjadi 46,65 persen, naik 3,58 poin dibandingkan April.</p>
<p><strong>Durasi Menginap Wisnus Pendek</strong></p>
<p>Durasi tinggal rata-rata wisatawan domestik (RLMT) hanya 1,45 hari, jauh lebih pendek dibanding wisatawan mancanegara (1,67 hari). Ini mencerminkan pola kunjungan cepat-pulang yang umum terjadi pada wisatawan lokal, terutama di bulan-bulan tanpa momentum libur panjang.</p>
<p>"Mayoritas wisatawan nusantara melakukan perjalanan singkat, terutama karena tidak adanya cuti nasional. Ini berbeda dengan bulan sebelumnya yang dipadati kegiatan mudik dan rekreasi keluarga," tambah Zulkipli.</p>
<p>Meskipun sektor pariwisata domestik menunjukkan penurunan pada bulan Mei, data BPS mengindikasikan bahwa industri perhotelan tetap bergerak, terutama pada segmen premium yang mampu menarik pelanggan dari kegiatan institusional.</p>
<p>"Penurunan ini bersifat musiman, dan selama ada kegiatan yang mendorong pergerakan antarwilayah, sektor perhotelan dan pariwisata tetap bisa bertahan," tutup Zulkipli. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Kunjungan Wisman ke Jawa Timur Melejit di Mei 2025, Naik Tajam Berkat Kawah Ijen dan Bromo KOM</title>
<link>https://suarajatimpost.com/kunjungan-wisman-ke-jawa-timur-melejit-di-mei-2025-naik-tajam-berkat-kawah-ijen-dan-bromo-kom</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/kunjungan-wisman-ke-jawa-timur-melejit-di-mei-2025-naik-tajam-berkat-kawah-ijen-dan-bromo-kom</guid>
<description><![CDATA[ Wisman ke Jatim naik 34 persen pada Mei 2025, dipicu membludaknya kunjungan ke Kawah Ijen dan gelaran internasional Bromo KOM yang diikuti wisatawan dari 19 negara. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202507/image_870x580_686bbe80cfd73.webp" length="52536" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 07 Jul 2025 21:18:59 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ryan Ramadhan</dc:creator>
<media:keywords>Pariwisata, Wisatawan Mancanegara, Bromo, Ijen, Badan Pusat Statistik, BPS, Surabaya, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SURABAYA, SJP - </strong>Jumlah kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Jawa Timur melonjak tajam pada Mei 2025.</p>
<p>Lonjakan tersebut dipicu membludaknya pengunjung ke kawasan wisata alam unggulan seperti Kawah Ijen dan terselenggaranya ajang internasional Bromo KOM 2025 yang diikuti ribuan pesepeda dari dalam dan luar negeri.</p>
<p>Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Jawa Timur mencatat bahwa jumlah wisman yang masuk melalui Bandara Internasional Juanda pada bulan tersebut mencapai 33.409 orang, naik 34,71 persen dibandingkan April yang hanya mencatat 24.800 kunjungan. </p>
<p>Angka tersebut juga mencatat kenaikan 7,00 persen secara tahunan jika dibandingkan dengan jumlah wisman Mei 2024 lalu.</p>
<p>"Event internasional seperti Bromo KOM serta daya tarik wisata alam seperti Kawah Ijen telah memberi pengaruh positif terhadap arus masuk wisman ke Jawa Timur," ujar Zulkipli, Kepala BPS Provinsi Jawa Timur, Senin (7/7/2025).</p>
<p>Dalam Berita Resmi Statistik (BRS) BPS Jatim tentang perkembangan pariwisata bulan Mei 2025, dapat diketahui wisman terbanyak datang dari:</p>
<ul>
<li>Tiongkok: 11.163 kunjungan (33,41% dari total)</li>
<li>Malaysia: 9.988 kunjungan (naik 89,63% m-to-m)</li>
<li>Singapura: 3.035 kunjungan (9,08%)</li>
</ul>
<p>"Kunjungan dari Malaysia melonjak drastis, hampir dua kali lipat dibanding bulan sebelumnya," tambah Zulkipli.</p>
<p>Peningkatan kunjungan dari negara-negara Asia Tenggara dan Timur Asia juga menunjukkan bahwa Jawa Timur mulai menarik kembali pasar-pasar utama wisatawan, pasca pandemi yang semoat secara menyeluruh meredup.</p>
<p><strong>Kawah Ijen Macet, Event Bromo Gaet Ribuan Wisatawan</strong></p>
<p>Selama Mei, Kawah Ijen di Banyuwangi dilaporkan mengalami lonjakan wisatawan hingga menyebabkan kemacetan di jalur pendakian.</p>
<p>Sementara itu, Bromo KOM 2025, sebuah ajang gowes internasional dari Surabaya ke kawasan Gunung Bromo menjadi magnet baru yang mendatangkan wisatawan dari 19 negara.</p>
<p>"Terlihat bahwa event berbasis alam terbukti menjadi daya tarik besar, terutama saat dikemas dengan skala internasional," kata Zulkipli.</p>
<p>Durasi menginap rata-rata wisman (RLMT) tercatat 1,67 hari, alias lebih tinggi dibanding wisatawan domestik (1,45 hari). Meski turun sedikit dari bulan sebelumnya, angka ini tetap menunjukkan bahwa wisman cenderung menghabiskan waktu lebih lama di Jawa Timur.</p>
<p>Kenaikan jumlah wisman ini menjadi indikator awal pemulihan pariwisata internasional Jawa Timur setelah beberapa tahun terdampak pandemi dan pembatasan global.</p>
<p>"Jika momentum ini terus dijaga melalui promosi destinasi dan penyelenggaraan event berstandar internasional, bukan tidak mungkin jumlah kunjungan wisman ke Jatim tahun ini akan melampaui angka sebelum pandemi," pungkas Zulkipli. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Tanpa Pendamping, Tanpa Kursi Roda: Kisah Jemaah Haji Tertua di Usia 104 Tahun</title>
<link>https://suarajatimpost.com/tanpa-pendamping-tanpa-kursi-roda-kisah-jemaah-haji-tertua-di-usia-104-tahun</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/tanpa-pendamping-tanpa-kursi-roda-kisah-jemaah-haji-tertua-di-usia-104-tahun</guid>
<description><![CDATA[ Fatahula, 104 tahun, jemaah haji tertua Debarkasi Surabaya, tak hanya kuat tawaf tiap hari, ia bahkan mendorong kursi roda jemaah lain di Tanah Suci. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202507/image_870x580_686a546e1602c.webp" length="73690" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sun, 06 Jul 2025 20:16:27 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ryan Ramadhan</dc:creator>
<media:keywords>Haji 2025, Haji Tertua, PPIH, Debarkasi Surabaya, Asrama Haji, Bandara Juanda, Surabaya, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SURABAYA, SJP—</strong>Proses pemulangan jemaah haji dari Tanah Suci ke Tanah Air terus berlangsung. Sejak akhir Juni, Bandara Juanda dan Asrama Haji Surabaya menjadi titik singgah ribuan jemaah asal Jawa Timur, Bali, dan Nusa Tenggara yang baru saja menuntaskan salah satu rukun Islam, yakni berhaji. </p>
<p>Di antara lautan jubah putih, kursi roda, koper-koper berat, dan wajah-wajah lelah namun bahagia, ada satu momen yang mencuri perhatian para petugas dan sesama jemaah, yaitu seorang kakek tua, berjalan tenang, tidak dipapah, tidak digendong, tidak pula naik kursi roda. Namanya Fatahula La Aba. Umurnya 104 tahun.</p>
<p><strong>Haji tanpa Pendamping, Tanpa Kursi Roda, Tanpa Komplain</strong></p>
<p>Lahir pada 14 Desember 1920 di Desa Gunung Sari, Kecamatan Alok Barat, Kabupaten Sikka, Maumere, Nusa Tenggara Timur, Fatahula menjadi jemaah haji tertua Debarkasi Surabaya 2025. </p>
<p>Dia tiba bersama kloter 75 pada Jumat (4/7/2025) lalu, sekitar pukul 23.15 WIB. Tapi jangan bayangkan dia hadir dalam kondisi rapuh dan butuh pengawasan ekstra. Fatahula duduk tenang di tengah rombongan, jalannya masih tegak, wajahnya jernih, hanya pendengaran yang sedikit terganggu.</p>
<p>"Alhamdulillah, seumur hidup saya belum pernah opname di rumah sakit. Tidak punya darah tinggi, kolesterol, atau diabetes," ujar Fatahula sambil tersenyum bangga, Ahad (6/7/2025).</p>
<p>"Tak ada resep khusus darinya soal hidup sehat. Saya rasa ini karunia dari Allah SWT," imbuhnya.</p>
<p>Meski usianya lebih dari satu abad, dia berangkat ke Tanah Suci tanpa pendamping. Istrinya telah lama meninggal. Anak-anaknya ada 12 orang, tentu ingin menemani, tapi urusan administratif tidak semudah itu. </p>
<p>"Anak saya belum daftar haji lima tahun, jadi belum bisa ikut. Saya berangkat sendiri, alhamdulillah," ungkapnya.</p>
<p><b>Ikut Dorong kursi Roda Jemaah</b></p>
<p>Di Tanah Suci, justru Fatahula yang mendorong kursi roda jemaah lain, bukan sebaliknya. Menurut Arifin Daeng Ahmad (60 tahun), teman sekamarnya selama di Makkah, Fatahula ikut tawaf setiap hari tanpa bantuan apapun. Tak sekali pun ia menyentuh kursi roda.</p>
<p>"Beliau malah bantu mendorong kursi roda milik jemaah lain. Kami sampai takjub," kata Arifin.</p>
<p>"Saking kuatnya, kami kadang nggak ajak beliau ke Masjidil Haram karena jaraknya lumayan jauh dari hotel. Tapi kalau tahu dirinya nggak diajak, beliau bisa marah. Katanya dia masih kuat," sambungnya.</p>
<p>Seluruh rangkaian ibadah di Armuzna (Arafah, Muzdalifah, dan Mina) dilaluinya tanpa skema murur, sebuah mekanisme khusus untuk jemaah berisiko tinggi agar tak kelelahan. Bahkan dalam hal makan, Fatahula tidak meminta makanan khusus lansia. Ia menyantap menu reguler seperti jemaah lainnya.</p>
<p>Perjalanan haji Fatahula dimulai sejak ia mendaftar pada tahun 2019. Setelah menunggu enam tahun, ia akhirnya bisa berangkat di usia yang sudah lebih dari satu abad. </p>
<p>Dan kini, pada hari Ahad (6/7/2025), Fatahula akan terbang kembali ke kampung halamannya di Maumere, bersama 34 jemaah lainnya asal Kabupaten Sikka.</p>
<p>Meski tubuhnya tak sekuat dulu, semangatnya justru seperti anak muda yang baru saja menemukan hidup. </p>
<p>"Saya berharap Allah menerima haji saya, dan saya pulang jadi haji yang mabrur," tuturnya.</p>
<p>Fatahula bukan hanya pulang membawa gelar "haji". Ia juga membawa inspirasi bahwa keikhlasan, kekuatan hati, dan niat yang teguh bisa membawa siapa saja menembus batas usia dan fisik hingga ke Tanah Suci. (*)</p>
<p><strong>Editor: Ali Wafa</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Sebuah Objek Diduga Bangkai KMP Tunu Pratama Jaya Terdeteksi di Jarak 1&amp;2 Mil dari Titik Tenggelam</title>
<link>https://suarajatimpost.com/sebuah-objek-diduga-bangkai-kmp-tunu-pratama-jaya-terdeteksi-di-jarak-1-2-mil-dari-titik-tenggelam</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/sebuah-objek-diduga-bangkai-kmp-tunu-pratama-jaya-terdeteksi-di-jarak-1-2-mil-dari-titik-tenggelam</guid>
<description><![CDATA[ Diduga bangkai KMP Tunu Pratama Jaya terdeteksi sonar di kedalaman 60 meter, TNI AL kerahkan kapal perang dan 32 penyelam untuk pencitraan dan evakuasi di dasar laut Selat Bali. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202507/image_870x580_686a4dd8d491c.webp" length="28170" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sun, 06 Jul 2025 17:35:29 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ryan Ramadhan</dc:creator>
<media:keywords>KMP Tunu Pratama Jaya, Koarmada II, Selat Bali, Surabaya, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SURABAYA, SJP—</strong>Upaya pencarian KMP Tunu Pratama Jaya yang tenggelam di Selat Bali mulai menunjukkan titik terang. Tim SAR gabungan berhasil mendeteksi sebuah objek bawah laut yang diduga kuat sebagai bangkai kapal naas tersebut, berkat teknologi sonar milik Dinas Navigasi Kementerian Perhubungan, Sabtu (5/7/2025) malam.</p>
<p>Objek terdeteksi pada kedalaman 40–60 meter, berjarak sekitar 1–2 mil laut dari titik terakhir kapal dilaporkan tenggelam. Dimensi benda tersebut disebut sesuai dengan ukuran kapal roll on-roll off (roro) itu.</p>
<p>"Benda tersebut memiliki panjang dan lebar yang sesuai dengan spesifikasi kapal. Diduga kuat itu KMP Tunu," ujar Deputi Operasi SAR dan Kesiapsiagaan Basarnas, Laksda TNI Ribut Eko Suyatno, Ahad (6/7/2025).</p>
<p>Perihal tersebut dikonfirmasi oleh Panglima Koarmada II, Laksda TNI I Gung Putu Alit Jaya, menyebut TNI AL segera mengerahkan KRI Pulau Fanildo-732, kapal perang berteknologi pencitraan bawah laut canggih guna memastikan penemuan tersebut.</p>
<p>Kapal tersebut dilengkapi perangkat side scan sonar, multibeam echo sounder, dan magnetometer, yang mampu mendeteksi dan memetakan objek logam secara detail di dasar laut.</p>
<p>"KRI Fanild akan langsung menjalankan tugas pencitraan bawah laut," kata Laksda Alit.</p>
<p>Sebagai wujud komitmen dalam pencarian tersebut, TNI Angkatan Laut juga telah mengerahkan kekuatan penuhnya untuk memperbesar peluang evakuasi korban dan pencarian bangkai kapal. </p>
<p>Selain KRI Fanildo, unsur lain yang dilibatkan antara lain KRI Teluk Ende-517 dan KRI Tongkol-813. Tak hanya unsur permukaan, pencarian juga dilakukan dari udara menggunakan pesawat CN 235-220 dan heli Panther HS-1309 dari Puspenerbal.</p>
<p>Kekuatan personel juga dikerahkan maksimal. Sebanyak 22 penyelam telah menjalani pemeriksaan medis di RSUD Blambangan, dan 16 di antaranya dinyatakan siap diturunkan ke laut. Tambahan 16 penyelam dari TNI AL juga sedang dipersiapkan.</p>
<p>"Dengan semua kemampuan terbaik dari unsur-unsur yang kita bawa, diharapkan pencarian ini berjalan maksimal dan berpeluang besar untuk bisa menemukan posisi KMP Tunu Pratama Jaya maupun para korban,” tegas Laksda Alit.</p>
<p>Hingga Ahad (6/7/2025), hanya ada satu korban meninggal dunia yang berhasil dievakuasi. Dari total 65 manifes (53 penumpang dan 12 kru), tercatat 30 orang selamat, 7 meninggal dunia, dan 28 masih dalam pencarian intensif.</p>
<p>TNI AL menegaskan akan terus terlibat aktif hingga seluruh korban dan bangkai kapal berhasil ditemukan, sesuai arahan Kepala Staf Angkatan Laut, Laksamana TNI Muhammad Ali. (*)</p>
<p><strong>Editor: Ali Wafa</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Didongkrak Hortikultura, Jawa Timur Catat Kenaikan NTP Tertinggi di Pulau Jawa pada Juni 2025</title>
<link>https://suarajatimpost.com/didongkrak-hortikultura-jawa-timur-catat-kenaikan-ntp-tertinggi-di-pulau-jawa-pada-juni-2025</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/didongkrak-hortikultura-jawa-timur-catat-kenaikan-ntp-tertinggi-di-pulau-jawa-pada-juni-2025</guid>
<description><![CDATA[ NTP Jawa Timur naik 2,75 persen di Juni 2025, ditopang lonjakan harga cabai dan tomat, menjadikannya provinsi dengan kenaikan tertinggi se-Pulau Jawa. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202507/image_870x580_686a3c274923e.webp" length="71014" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sun, 06 Jul 2025 17:03:18 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ryan Ramadhan</dc:creator>
<media:keywords>Nilai Tukar Petani, NTP, Badan Pusat Statistik, BPS, Jawa Timur, Surabaya, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SURABAYA, SJP—</strong>Kenaikan tajam harga cabai rawit, tomat, dan bawang merah membuat subsektor hortikultura melonjak hingga mencatatkan kenaikan tertinggi secara bulanan. </p>
<p>Imbasnya, Nilai Tukar Petani (NTP) Jawa Timur pada Juni 2025 naik signifikan hingga 2,75 persen, menjadikannya yang tertinggi di Pulau Jawa untuk penutup semester pertama tahun 2025.</p>
<p>Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Jawa Timur mencatat NTP sebesar 112,39 untuk bulan Juni, naik dari 109,38 pada Mei. Kenaikan tersebut menunjukkan bahwa secara umum, petani di Jawa Timur menikmati peningkatan daya beli karena harga jual hasil pertanian tumbuh lebih cepat dibandingkan biaya yang mereka keluarkan.</p>
<p>"Kenaikan harga komoditas hortikultura sangat tajam bulan ini. Harga cabai rawit naik lebih dari 25 persen, tomat di atas 30 persen, dan bawang merah dua digit. Ini mendongkrak pendapatan petani," ujar Zulkipli, Kepala BPS Provinsi Jawa Timur, Minggu (6/7/2025).</p>
<p><strong>Gabah dan Cabai Jadi Pendorong</strong></p>
<p>Secara sektoral, subsektor hortikultura mencatat kenaikan NTP paling signifikan, yakni 13,68 persen, menjadi 141,68. Sementara itu, subsektor tanaman pangan juga tumbuh 2,37 persen menjadi 110,51. </p>
<p>Adapun sektor lainnya, seperti perkebunan rakyat (-1,35%), peternakan (-0,43%), dan perikanan (-1,05%) justru mengalami penurunan.</p>
<p>Kenaikan NTP itu sejalan dengan meningkatnya indeks harga yang diterima petani (It) sebesar 3,34 persen, yang berasal dari lonjakan harga beberapa komoditas kunci.</p>
<p>"Komoditas utama yang menyumbang kenaikan It antara lain gabah dengan kenaikan 3,65 persen, cabai rawit 25,89 persen, dan tomat yang melonjak lebih dari 32 persen," jelas Zulkipli.</p>
<p>Gabah menyumbang andil paling besar terhadap It, yakni 1,44 persen, diikuti cabai rawit (0,88%) dan bawang merah (0,46%).</p>
<p><strong>NTUP Naik, Tanda Usaha Tani Makin Layak</strong></p>
<p>Selain NTP, Nilai Tukar Usaha Pertanian (NTUP) juga mencatatkan peningkatan sebesar 3,10 persen, menjadi 116,94. Kenaikan NTUP mengindikasikan bahwa usaha tani di Jawa Timur semakin layak secara ekonomi, karena harga hasil pertanian tetap lebih tinggi dibandingkan biaya produksi.</p>
<p>"NTUP digunakan untuk melihat apakah usaha tani masih menguntungkan. Ketika NTUP naik, berarti hasil usaha masih menutup biaya modal dan produksi," papar Zulkipli.</p>
<p>Indeks biaya produksi dan penambahan barang modal (BPPBM) juga mengalami kenaikan, namun tidak sebesar It, sehingga NTUP tetap meningkat.</p>
<p><strong>Harga Konsumsi Petani Naik, Tapi Tidak Sekencang Harga Jual</strong></p>
<p>Di sisi lain, indeks harga yang dibayar petani (Ib) mengalami kenaikan tipis, yakni 0,57 persen. Ini mencerminkan naiknya pengeluaran petani baik untuk keperluan rumah tangga maupun sarana produksi.</p>
<p>Beberapa komoditas yang mendorong kenaikan Ib antara lain:</p>
<ul>
<li>Tomat sayur naik 28,68%</li>
<li>Bakalan sapi naik 4,03%</li>
<li>Cabai rawit naik 30,16%</li>
<li>Bawang merah naik 6,67%</li>
</ul>
<p>Namun, karena laju kenaikan It lebih tinggi dari Ib, NTP tetap meningkat secara keseluruhan.</p>
<p><strong>Jawa Timur Tertinggi se-Pulau Jawa</strong></p>
<p>Jika dibandingkan dengan provinsi lain di Pulau Jawa, Jawa Timur mencatatkan kenaikan NTP bulanan tertinggi, yakni +2,75 persen. Disusul oleh:</p>
<ul>
<li>Jawa Barat (+1,85%)</li>
<li>Jawa Tengah (+1,83%)</li>
<li>Banten (+0,18%)</li>
<li>Sementara DIY justru mengalami penurunan NTP sebesar -0,37 persen</li>
</ul>
<p>"Tren ini menunjukkan bahwa petani Jawa Timur mendapat momentum positif di tengah fluktuasi harga, terutama karena dukungan dari sektor hortikultura," ujar Zulkipli.</p>
<p>Meski secara umum angka NTP meningkat dan mencerminkan daya beli petani yang membaik, BPS tetap mengingatkan perlunya stabilisasi harga komoditas penting, terutama pangan, agar tidak terjadi lonjakan yang justru merugikan konsumen atau petani kecil yang menjadi pembeli.</p>
<p>"Kenaikan harga memang baik untuk produsen, tapi perlu dijaga keseimbangannya agar tidak menjadi beban bagi petani lain yang juga konsumen, seperti peternak atau nelayan," tutup Zulkipli. (*)</p>
<p><strong>Editor: Ali Wafa</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>KH Masduki Toha Resmi Pimpin PCNU Surabaya 2024–2029</title>
<link>https://suarajatimpost.com/kh-masduki-toha-resmi-pimpin-pcnu-surabaya-20242029-janji-rangkul-semua-kalangan-dan-fokus-ekonomi-umat</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/kh-masduki-toha-resmi-pimpin-pcnu-surabaya-20242029-janji-rangkul-semua-kalangan-dan-fokus-ekonomi-umat</guid>
<description><![CDATA[ KH Masduki Toha resmi pimpin PCNU Surabaya, janji tata organisasi dari bawah dan dorong ekonomi umat demi kembalikan kejayaan NU di kota pahlawan. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202507/image_870x580_6868facecdb3e.webp" length="20830" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sat, 05 Jul 2025 17:15:08 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ryan Ramadhan</dc:creator>
<media:keywords>PCNU, Masduki Toha, PCNU Surabaya, NU, Nahdlatul Ulama, Unusa, Surabaya, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong><span lang="IN">SURABAYA, SJP—</span></strong><span lang="IN"><strong>"</strong>Pelantikan ini bukan seremoni. Ini adalah tanggung jawab besar." Kalimat itu disampaikan KH Masduki Toha sesaat setelah dirinya resmi dilantik sebagai ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Surabaya masa khidmat 2024–2029 pada Sabtu (5/7/2025).<o:p></o:p></span></p>
<p><span lang="IN">Pelantikan berlangsung di Auditorium Tower Kampus B Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (Unusa), dan dilakukan langsung oleh Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU). <o:p></o:p></span></p>
<p><span lang="IN">Surat keputusan (SK) ditandatangani secara elektronik oleh jajaran tertinggi PBNU, meliputi Rais Aam KH Miftachul Akhyar, Katib Aam KH Akhmad Said Asrori, Ketua Umum KH Yahya Cholil Staquf, serta Sekretaris Jenderal Saifullah Yusuf.<o:p></o:p></span></p>
<p><span lang="IN">Gubernur Jawa Timur juga turut hadir menyaksikan prosesi yang sekaligus menjadi penanda awal kerja kolektif jajaran pengurus baru NU Surabaya lima tahun ke depan.<o:p></o:p></span></p>
<p><span lang="IN">Dalam sambutannya, Kiai Masduki menyampaikan terima kasih atas kepercayaan dan dukungan berbagai pihak, serta menegaskan komitmennya untuk bekerja maksimal.<o:p></o:p></span></p>
<p><span lang="IN">"Kami ucapkan terima kasih atas segala bentuk dukungan, doa, dan support yang telah diberikan kepada kami. Semoga sambung doa ini menjadi kekuatan batin agar para pengurus yang sudah dilantik ini benar-benar bisa bekerja secara maksimal," ujarnya, Sabtu (5/7/2025).<o:p></o:p></span></p>
<p><span lang="IN">Dia mengungkapkan, sebagian besar pengurus sejatinya telah mulai bekerja dan berkhidmat sejak satu tahun terakhir. Pelantikan formal ini hanya menjadi pengukuhan atas kerja-kerja yang sudah dijalankan.<o:p></o:p></span></p>
<p><span lang="IN">"Semoga ke depan kami bisa lebih giat lagi dalam melayani umat dan menjalankan amanah organisasi. Semua ini kami lakukan demi kemaslahatan umat dan dalam rangka menanam kebaikan untuk kehidupan kelak," tambahnya.<o:p></o:p></span></p>
<p><strong><span lang="IN">Fokus Ekonomi dan Sinergi Sosial</span></strong><span lang="IN"><o:p></o:p></span></p>
<p><span lang="IN">Kiai Masduki juga menegaskan, salah satu pesan utama dari pimpinan NU pusat adalah agar PCNU Surabaya merangkul semua kalangan, tanpa memandang latar belakang sosial, ekonomi, maupun ideologi.<o:p></o:p></span></p>
<p><span lang="IN">"Ini menjadi bagian dari tugas kami ke depan. Tidak hanya membesarkan organisasi, tetapi juga bersinergi antar komponen. Selain itu, kami akan fokus pada penguatan perekonomian warga. Kebijakan-kebijakan yang bersentuhan langsung dengan kesejahteraan masyarakat harus kita dorong bersama," tegasnya.<o:p></o:p></span></p>
<p><span lang="IN">Dalam menjawab pertanyaan soal langkah strategis mengembalikan kejayaan NU di Surabaya, Kiai Masduki menyoroti pentingnya penataan struktur organisasi dari bawah ke atas, mulai dari tingkat anak ranting, ranting, majelis wakil cabang (MWC), hingga cabang.<o:p></o:p></span></p>
<p><span lang="IN">"Struktur harus tertata dan solid hingga ke pemerintahan," jelasnya.<o:p></o:p></span></p>
<p><span lang="IN">"Kita harus bersinergi dengan seluruh komponen internal NU maupun eksternal seperti pemerintah, masyarakat, dan organisasi keagamaan lainnya. Tujuannya jelas, membangun hubungan yang baik antar umat," imbuh Kiai Masduki.<o:p></o:p></span></p>
<p><strong><span lang="IN">Harapan Rais Aam: Surabaya Jadi Inspirasi</span></strong><span lang="IN"><o:p></o:p></span></p>
<p><span lang="IN">Sementara itu, Rais Aam PBNU KH Miftachul Akhyar mengungkapkan harapannya agar pelantikan PCNU Surabaya bisa menjadi contoh bagi cabang-cabang lain, terutama di wilayah Jawa Timur.<o:p></o:p></span></p>
<p><span lang="IN">"Mudah-mudahan menjadi inspirasi semua PCNU di Jawa Timur, karena Surabaya ibu kota Jawa Timur. Itu yang diharapkan," pungkasnya. <strong>(*)</strong><o:p></o:p></span></p>
<p class="MsoNormal"><strong><span lang="IN">Editor: Ali Wafa</span></strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>KI Jatim Soroti Transparansi SPMB 2025: Waspadai Risiko &amp;apos;Kotak Hitam&amp;apos; dari Penggunaan AI</title>
<link>https://suarajatimpost.com/ki-jatim-soroti-transparansi-spmb-2025-waspadai-risiko-kotak-hitam-dari-penggunaan-ai</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/ki-jatim-soroti-transparansi-spmb-2025-waspadai-risiko-kotak-hitam-dari-penggunaan-ai</guid>
<description><![CDATA[ Penggunaan AI dalam SPMB 2025 disorot KI Jatim karena minim transparansi, berisiko jadi “kotak hitam” yang menurunkan kepercayaan publik terhadap sistem seleksi pendidikan. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202507/image_870x580_6868bd43485a1.webp" length="15428" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sat, 05 Jul 2025 14:36:48 +0700</pubDate>
<dc:creator>Ryan Ramadhan</dc:creator>
<media:keywords>Komisi Informasi, KI Jatim, Edi Purwanto, SPMB, PPBD, Surabaya, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SURABAYA, SJP - </strong>Komisi Informasi (KI) Provinsi Jawa Timur memberikan catatan kritis terhadap pelaksanaan Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2025 yang telah berlangsung sepanjang bulan Juni lalu. </p>
<p>Proses tersebut merupakan momen penting karena menjadi transisi dari sistem lama Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menuju SPMB yang mengandalkan pendekatan digital, termasuk penggunaan kecerdasan buatan (AI) dalam proses seleksi.</p>
<p>Ketua KI Jatim, Edi Purwanto, menyampaikan bahwa perubahan skema ini adalah langkah besar, namun juga membawa tantangan besar yang harus disertakan dengan keterbukaan, karena salah satu tujuan utama pergeseran sistem dari PPBD ke SPMB juga atas dasar transparansi.</p>
<p>"SPMB 2025 adalah proses masif yang melibatkan ribuan calon siswa dan jutaan masyarakat. Maka keterbukaan dan akuntabilitas menjadi syarat mutlak agar masyarakat tetap percaya pada sistem," ucap Edi, Sabtu (5/7/2025).</p>
<p><strong>Posko Aduan Menjadi Awal yang Baik</strong></p>
<p>KI Jatim mengapresiasi langkah Dinas Pendidikan Jawa Timur dalam menyediakan kanal informasi publik seperti call center dan posko aduan selama proses SPMB berlangsung. Menurut Edi, kehadiran saluran komunikasi seperti itu penting sebagai fondasi awal keterbukaan. </p>
<p>"Ini menunjukkan adanya niat baik untuk membangun saluran komunikasi yang terbuka," ujarnya.</p>
<p>Namun di sisi lain, KI Jatim juga mencatat masih adanya sejumlah persoalan keterbukaan informasi yang harus segera diperbaiki. Salah satu sorotan utama adalah soal kurangnya transparansi dalam mekanisme pemeringkatan, khususnya pada jalur domisili dan prestasi. </p>
<p>Banyak masyarakat merasa tidak mendapatkan informasi yang jelas mengenai posisi mereka dalam sistem seleksi, yang memicu munculnya spekulasi bahkan dugaan manipulasi. </p>
<p>"Ketika pemeringkatan tidak jelas, publik akan mudah menduga adanya manipulasi atau ketidakadilan," kata Edi.</p>
<p><strong>Penggunaan AI dalam SPMB</strong></p>
<p>Kekhawatiran lain muncul dari penggunaan teknologi AI dalam proses seleksi. Hingga saat ini, belum ada penjelasan terbuka kepada publik tentang parameter dan cara kerja AI yang digunakan dalam SPMB. </p>
<p>KI Jatim menilai hal tersebut berisiko menciptakan kesan adanya "kotak hitam" dalam proses seleksi yang tidak dapat diakses atau dipahami publik. </p>
<p>"Jangan sampai penggunaan AI justru menciptakan ‘kotak hitam’ yang menutup akuntabilitas proses," tegas Edi.</p>
<p>Tak hanya soal sistem seleksi, proses sosialisasi informasi pun dinilai masih belum merata. Masih banyak masyarakat yang kesulitan memahami prosedur-prosedur teknis baru seperti pengajuan PIN atau pengunggahan berkas, terutama di daerah-daerah dengan keterbatasan akses digital. </p>
<p>"Informasi harus bisa diakses dan dipahami semua kalangan, bukan hanya mereka yang melek digital," ucap Edi.</p>
<p>KI Jatim mengingatkan bahwa seluruh informasi terkait SPMB, termasuk syarat, tahapan, dan hasil seleksi, merupakan jenis informasi serta-merta yang harus disampaikan secara aktif dan mudah diakses, sesuai amanat UU No. 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik. </p>
<p>"Bukan masyarakat yang harus mencari, tapi negara yang harus menyampaikan," katanya.</p>
<p><strong>Evaluasi Aspek Layanan Informasi Publik </strong></p>
<p>Melihat berbagai persoalan tersebut, KI Jatim mendorong Dinas Pendidikan Jatim untuk segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem SPMB 2025, terutama pada aspek layanan informasi publik. </p>
<p>Menurut Edi, evaluasi tidak boleh hanya bersifat administratif, tapi harus benar-benar menyentuh persoalan data, transparansi sistem, serta efektivitas kanal informasi yang telah disediakan. </p>
<p>"Jangan tunggu ada gejolak baru. Evaluasi itu harus proaktif," katanya.</p>
<p>Perbaikan juga harus dilakukan pada kualitas data dan keterbukaan informasi. Data terkait kuota, kriteria seleksi, hasil pemeringkatan hingga alasan kelulusan, idealnya dapat diakses dengan mudah dan bisa diverifikasi secara publik. </p>
<p>"Data yang tidak transparan adalah akar dari keresahan masyarakat," lanjut Edi.</p>
<p>Terakhir, KI Jatim meminta agar kanal-kanal aduan yang sudah ada terus dioptimalkan, baik dari segi respons maupun solusi. Menurut Edi, masyarakat tidak cukup diberi jawaban formal, melainkan butuh respons cepat dan solutif atas keluhan mereka. </p>
<p>"Bukan hanya cepat, tapi juga harus solutif. Masyarakat tidak butuh jawaban normatif," ujarnya.</p>
<p>Sebagai lembaga yang memiliki mandat menjaga keterbukaan informasi, KI Jatim menegaskan komitmennya untuk terus mengawal pelaksanaan hak publik atas informasi, termasuk dalam bidang pendidikan. </p>
<p>"Kami siap bekerja sama dengan Dinas Pendidikan dan semua pemangku kepentingan agar ke depan, proses seleksi tidak hanya digital, tapi juga transparan, partisipatif, dan akuntabel," pungkas Edi. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

</channel>
</rss>