<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
     xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
     xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
     xmlns:admin="http://webns.net/mvcb/"
     xmlns:rdf="http://www.w3.org/1999/02/22-rdf-syntax-ns#"
     xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
     xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/">
<channel>
<title>Suara Jatim Post &amp; Rizqi Ardian</title>
<link>https://suarajatimpost.com/rss/author/rizqi-ardian</link>
<description>Suara Jatim Post &amp; Rizqi Ardian</description>
<dc:language>en</dc:language>
<dc:rights>Copyright 2023 Suara Jatim Post. All Rights Reserved.</dc:rights>

<item>
<title>APBD Bondowoso Tahun 2025 Surplus Rp48,4 Miliar, Bupati Abdul Hamid Wahid Pertahankan Opini WTP ke&amp;12 Berturut&amp;turut</title>
<link>https://suarajatimpost.com/apbd-bondowoso-tahun-2025-surplus-rp484-miliar-bupati-abdul-hamid-wahid-pertahankan-opini-wtp-ke-12-berturut-turut</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/apbd-bondowoso-tahun-2025-surplus-rp484-miliar-bupati-abdul-hamid-wahid-pertahankan-opini-wtp-ke-12-berturut-turut</guid>
<description><![CDATA[ Pemkab Bondowoso menyampaikan pertanggungjawaban APBD 2025 dengan realisasi pendapatan mencapai Rp1,97 triliun dan surplus Rp48,4 miliar. Laporan keuangan kembali meraih opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) untuk ke-12 kalinya secara berturut-turut. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202606/image_870x580_6a4257ec0a264.webp" length="17294" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 29 Jun 2026 18:33:57 +0700</pubDate>
<dc:creator>Rizqi Ardian</dc:creator>
<media:keywords>DPRD, Paripurna, rekomendasi, LKPJ suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p class="isSelectedEnd"><strong>BONDOWOSO, SJP – </strong>Pemerintah Kabupaten Bondowoso mencatatkan surplus Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun Anggaran 2025 sebesar Rp48,4 miliar. Capaian tersebut menjadi salah satu indikator positif dalam pengelolaan keuangan daerah yang disampaikan Bupati Bondowoso, Abdul Hamid Wahid, saat rapat paripurna DPRD tentang Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD 2025.</p>
<p class="isSelectedEnd">Tak hanya mencatat surplus anggaran, laporan keuangan Pemerintah Kabupaten Bondowoso juga kembali memperoleh opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). Prestasi tersebut merupakan raihan WTP yang ke-12 secara berturut-turut.</p>
<p class="isSelectedEnd">Bupati Abdul Hamid Wahid mengatakan capaian tersebut merupakan hasil kerja sama seluruh jajaran pemerintah daerah bersama DPRD dalam menjaga tata kelola keuangan yang transparan, akuntabel, dan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.</p>
<p class="isSelectedEnd">Menurutnya, penghargaan tersebut bukan menjadi alasan untuk berpuas diri, melainkan motivasi agar kualitas pengelolaan keuangan daerah terus ditingkatkan demi mendukung pembangunan dan pelayanan kepada masyarakat.</p>
<p class="isSelectedEnd">"Pencapaian opini WTP ini merupakan hasil kerja bersama seluruh jajaran pemerintah daerah dan DPRD. Saya berharap capaian ini menjadi motivasi untuk terus meningkatkan pengelolaan keuangan daerah secara tertib, transparan, dan akuntabel," ujar Abdul Hamid Wahid dalam nota penjelasannya di hadapan DPRD Bondowoso.</p>
<p class="isSelectedEnd">Dalam nota penjelasannya, Bupati Bondowoso yang karib disapa Ra Hamid ini menjelaskan realisasi pendapatan daerah sepanjang tahun anggaran 2025 mencapai Rp1,98 triliun atau 98,68 persen dari target sebesar Rp2 triliun.</p>
<p class="isSelectedEnd">Pendapatan tersebut terdiri atas Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebesar Rp302 miliar, pendapatan transfer sebesar Rp1,64 triliun, serta lain-lain pendapatan daerah yang sah sebesar Rp35,25 miliar.</p>
<p class="isSelectedEnd">Sementara itu, realisasi belanja daerah mencapai Rp1,62 triliun atau 91,18 persen dari total anggaran sebesar Rp1,77 triliun. Belanja tersebut meliputi belanja operasi sebesar Rp1,48 triliun, belanja modal Rp138,9 miliar, serta belanja tidak terduga sebesar Rp959,5 juta.</p>
<p class="isSelectedEnd">Di sisi lain, transfer ke pemerintah desa dan pihak terkait terealisasi sebesar Rp310,8 miliar atau sekitar 95,39 persen dari alokasi yang telah ditetapkan.</p>
<p class="isSelectedEnd">Dari selisih antara realisasi pendapatan dan total belanja beserta transfer, Pemerintah Kabupaten Bondowoso membukukan surplus anggaran sebesar Rp48,4 miliar.</p>
<p class="isSelectedEnd">Selain itu, penerimaan pembiayaan daerah terealisasi sebesar Rp96,69 miliar, sedangkan pengeluaran pembiayaan tidak ada. Dengan demikian, pemerintah daerah mencatat Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran (SiLPA) Tahun Anggaran 2025 sebesar Rp145,11 miliar yang akan dimanfaatkan sebagai penerimaan pembiayaan pada Perubahan APBD Tahun Anggaran 2026.</p>
<p class="isSelectedEnd">Abdul Hamid Wahid menjelaskan, penyampaian Raperda Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD merupakan amanat Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah yang mewajibkan kepala daerah menyampaikan laporan pertanggungjawaban paling lambat enam bulan setelah tahun anggaran berakhir.</p>
<p class="isSelectedEnd">Ia berharap pembahasan Raperda bersama DPRD dapat berlangsung efektif sehingga segera disahkan menjadi Peraturan Daerah sebagai dasar pelaksanaan agenda pembangunan daerah berikutnya.</p>
<p>"Kami berharap proses pembahasan Raperda ini dapat berjalan efektif dan lancar sehingga dapat segera ditetapkan menjadi peraturan daerah, mengingat masih banyak agenda pembangunan yang harus segera dilaksanakan," pungkasnya. <strong>(***)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Hasil OSN 2026 Belum Keluar, Dispendik Bondowoso Surati Puspresnas</title>
<link>https://suarajatimpost.com/hasil-osn-2026-belum-keluar-dispendik-bondowoso-surati-puspresnas</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/hasil-osn-2026-belum-keluar-dispendik-bondowoso-surati-puspresnas</guid>
<description><![CDATA[ Hasil Olimpiade Sains Nasional (OSN) tingkat kabupaten 2026 untuk Bondowoso belum diumumkan oleh Puspresnas. Dispendik telah melayangkan surat resmi meminta klarifikasi dan pengumuman susulan, sementara Komisi IV DPRD Bondowoso berencana memanggil Dinas Pendidikan guna mengusut penyebab keterlambatan tersebut. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202606/image_870x580_6a424f178658a.webp" length="31498" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 29 Jun 2026 18:03:34 +0700</pubDate>
<dc:creator>Rizqi Ardian</dc:creator>
<media:keywords>pendidikan, sekolah, siswa, pelajar, bantuan, guru, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p class="isSelectedEnd"><strong>BONDOWOSO, SJP</strong><span><strong> –</strong> Nasib ratusan peserta </span><span>Olimpiade Sains Nasional (OSN)</span><span> tingkat kabupaten di Bondowoso hingga kini masih menggantung. Saat hasil seleksi yang menjadi pintu menuju OSN tingkat provinsi diumumkan secara nasional, nama Kabupaten Bondowoso justru tidak tercantum dalam daftar pengumuman yang dirilis Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas).</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>Persoalan tersebut memicu perhatian karena menyangkut kesempatan para siswa berprestasi untuk melanjutkan kompetisi di tingkat yang lebih tinggi. Dinas Pendidikan (Dispendik) Bondowoso memastikan kondisi tersebut bukan disebabkan oleh pelaksanaan OSN di daerah, melainkan berkaitan dengan belum munculnya hasil penilaian dari sistem pusat.</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>Dispendik Bondowoso juga menegaskan bahwa masalah ini bukan hanya dialami daerahnya. Berdasarkan informasi yang diterima melalui jaringan komunikasi antardaerah, puluhan kabupaten dan kota di Indonesia mengalami kondisi serupa, yakni hasil OSN tingkat kabupaten belum diumumkan bersamaan dengan daerah lain.</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>Pemerintah Kabupaten Bondowoso kini terus melakukan koordinasi intensif dengan Puspresnas agar hasil OSN segera diterbitkan. Langkah tersebut dinilai penting mengingat peserta yang lolos harus segera dipersiapkan mengikuti OSN tingkat Provinsi yang dijadwalkan berlangsung pada 9 Juli 2026.</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bondowoso, Taufan Restuanto, mengatakan hasil OSN tingkat kabupaten yang diumumkan Puspresnas pada 27 Juni 2026 memang tidak mencantumkan nama Kabupaten Bondowoso. Mengetahui hal tersebut, pihaknya langsung menghubungi admin Puspresnas untuk meminta penjelasan mengenai penyebab belum munculnya hasil tersebut.</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>Atas arahan dari pihak pusat, Dispendik Bondowoso kemudian mengirimkan surat resmi Nomor 430.3.5.1454.430.9.9 Tahun 2026 tentang permohonan pengumuman susulan hasil OSN tingkat kabupaten sekaligus meminta klarifikasi.</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>"Kami langsung kirim surat resmi ke Pusat Prestasi Nasional. Kami juga menanyakan apa penyebab nilai Kabupaten Bondowoso tidak muncul dalam pengumuman,"</span><span> kata Taufan saat dikonfirmasi di kantornya, Senin (29/6/2026).</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>Taufan menjelaskan, pelaksanaan OSN jenjang SD maupun SMP di Bondowoso sebelumnya berlangsung sesuai jadwal nasional. Seluruh peserta mengikuti ujian secara daring sebagaimana kabupaten dan kota lain di Indonesia.</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>Ia mengakui saat pelaksanaan sempat terjadi kendala teknis berupa keterlambatan pengiriman token dari pusat sehingga peserta jenjang SD harus menunggu sekitar 30 menit. Namun setelah token diterima, seluruh peserta dapat menyelesaikan ujian hingga tuntas.</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>Menurutnya, seluruh tahapan pelaksanaan OSN di Bondowoso telah memenuhi prosedur yang ditetapkan. Setiap ruang ujian dipantau menggunakan kamera dan sistem live streaming sebagai bentuk pengawasan agar pelaksanaan berlangsung transparan.</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>"Seluruh proses pengerjaan soal hingga penilaian dilakukan secara daring melalui sistem milik Puspresnas. Pemerintah daerah hanya memfasilitasi pelaksanaan ujian sesuai petunjuk teknis yang telah ditetapkan,"</span><span> ungkapnya.</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>Meski demikian, hingga kini Dispendik Bondowoso belum memperoleh penjelasan resmi mengenai penyebab hasil OSN daerah tersebut belum muncul. Dugaan yang berkembang masih sebatas kemungkinan adanya persoalan administrasi pada sistem pusat.</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>Taufan menegaskan Bondowoso bukan satu-satunya daerah yang mengalami kondisi tersebut. Berdasarkan informasi yang diterimanya, terdapat puluhan kabupaten dan kota lain yang juga belum memperoleh hasil OSN tingkat kabupaten.</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>"Jadi di Indonesia pun tidak hanya Bondowoso yang tidak muncul nilainya. Ada puluhan lebih kabupaten dan kota yang mengalami hal yang sama,"</span><span> ujarnya.</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>Sembari menunggu jawaban resmi dari Puspresnas, Dispendik Bondowoso terus melakukan berbagai upaya koordinasi. Selain berkomunikasi melalui aplikasi WhatsApp dengan pihak pusat, seorang staf juga diutus ke Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur untuk memperoleh informasi lebih lanjut terkait persoalan tersebut.</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>Dispendik berharap hasil OSN Kabupaten Bondowoso dapat segera diumumkan sehingga siswa yang dinyatakan lolos memiliki waktu cukup untuk mempersiapkan diri menghadapi OSN tingkat provinsi.</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>"Kami masih yakin nilainya akan keluar. Yang bermasalah hanya hasilnya yang belum muncul, sementara pelaksanaannya sudah selesai dengan baik,"</span><span> pungkas Taufan.</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>Sementara itu, Komisi IV DPRD Bondowoso menyatakan akan terlebih dahulu meminta penjelasan resmi dari Dinas Pendidikan sebelum menentukan langkah pengawasan lebih lanjut.</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>Anggota Komisi IV DPRD Bondowoso dari Fraksi PKB, A. Mansur, mengatakan pihaknya belum dapat memberikan sikap karena masih menunggu pertemuan dengan Dinas Pendidikan.</span></p>
<p><span>"Makanya kita tidak bisa memberikan dulu gitu ya, karena memang kita belum ketemu dengan Dinas Pendidikan. Kalau sudah dengan Dinas Pendidikan, pasti nanti akan kita kabari bagaimana langkah-langkah yang bisa kita lakukan. Kapan itu kira-kira untuk manggil Dinas Pendidikan? Ya ini kita nanti mungkin akan kita rapat di komisi, karena itu pemanggilan komisi nanti. Jadi kita akan bicarakan di komisi, nanti gimana kan, gitu ya,"</span><span> ujarnya usai rapat paripurna di Graha Paripurna Bondowoso, Senin (29/6/2026). <strong>(*)</strong></span></p>
<p><span><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></span></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Kolaborasi Pemkab dan BI, Festival Muharram Jadi Motor Penggerak UMKM Bondowoso</title>
<link>https://suarajatimpost.com/kolaborasi-pemkab-dan-bi-festival-muharram-jadi-motor-penggerak-umkm-bondowoso</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/kolaborasi-pemkab-dan-bi-festival-muharram-jadi-motor-penggerak-umkm-bondowoso</guid>
<description><![CDATA[ Festival Muharram 2026 di Bondowoso mencatat estimasi transaksi Rp3 miliar, memperkuat UMKM, ekonomi syariah, industri halal, serta membuka peluang promosi dan ekspor produk unggulan daerah ke pasar Mesir. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202606/image_870x580_6a3df0cfdd796.webp" length="44482" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Fri, 26 Jun 2026 10:55:45 +0700</pubDate>
<dc:creator>Rizqi Ardian</dc:creator>
<media:keywords>Ekonomi, Industrialisasi, Pemerintah, suarajatimpost, emas, antam, pabrik, UMKM, PLUT, pengusaha, pedagang, produk</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>BONDOWOSO, SJP – </strong>Festival Muharram 2026 tak hanya menjadi ajang syiar Islam dan pelestarian budaya, tetapi juga terbukti memberikan dampak positif terhadap perekonomian daerah. Selama pelaksanaan festival yang berlangsung pada 8–25 Juni 2026, nilai transaksi ekonomi yang dihasilkan diperkirakan mencapai sekitar Rp3 miliar, didominasi aktivitas pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).</p>
<p>Hergiar Yuli Pramanto, Ketua Panitia Penyelenggara Festival Muharram 2026, yang juga Kepala Dinas Koperasi Perindustrian dan Perdagangan menyampaikan, capaian tersebut merupakan hasil kolaborasi Pemerintah Kabupaten Bondowoso dengan berbagai pemangku kepentingan, terutama Bank Indonesia melalui program Semarak Ekonomi Syariah Sekarkijang (SAMARA).</p>
<p>Menurutnya, Festival Muharram telah berkembang menjadi agenda strategis daerah yang mampu menggerakkan sektor ekonomi syariah sekaligus memperluas peluang usaha masyarakat.</p>
<p>"Festival ini tidak hanya menjadi ruang syiar keagamaan, tetapi juga sarana pemberdayaan ekonomi masyarakat, penguatan UMKM, peningkatan literasi keuangan syariah, hingga pengembangan industri halal," ujar saat penutupan Festival Muharram di Alun-alun Raden Bagus Assra Ki Ronggo, Kamis (25/6/2026) malam.</p>
<p>Selama penyelenggaraan, Bank Indonesia menghadirkan berbagai kegiatan pendukung, mulai dari pelatihan digitalisasi pesantren, showcase UMKM dan industri halal, seminar ekonomi pesantren, Sharia Innovation for Youth, hingga Samara Run yang diikuti lebih dari 1.000 peserta.</p>
<p>"Sementara itu, Pemerintah Kabupaten Bondowoso menggelar beragam kegiatan, di antaranya bazar UMKM dan pameran produk unggulan, sosialisasi sertifikasi halal, festival budaya, fashion show busana muslim, kontes ternak, hingga berbagai kegiatan sosial dan keagamaan," ungkap Hergiar.</p>
<p>Salah satu momentum yang dinilai berpotensi membuka akses pasar internasional kata Hergiar, adalah kehadiran Mursyid Mostafa Atef. Kunjungan tokoh asal Mesir tersebut disebut membuka peluang promosi dan ekspor produk unggulan Bondowoso ke pasar Mesir melalui jejaring yang terbangun selama festival.</p>
<p>"Kami menilai keberhasilan Festival Muharram 2026 tidak lepas dari sinergi pemerintah daerah, Bank Indonesia, pelaku usaha, pondok pesantren, dunia usaha, serta masyarakat. Kolaborasi tersebut diharapkan terus berlanjut untuk memperkuat ekonomi syariah sekaligus meningkatkan daya saing UMKM Bondowoso," tandanya.</p>
<p>Dengan capaian transaksi sekitar Rp3 miliar selama festival, Pemerintah Kabupaten Bondowoso optimistis Festival Muharram akan terus menjadi salah satu penggerak pertumbuhan ekonomi daerah, khususnya melalui penguatan sektor UMKM, industri halal, dan ekonomi berbasis syariah. <strong>(***)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Buronan Curanmor dan Pencuri Perhiasan di Bondowoso Berhasil Ditangkap</title>
<link>https://suarajatimpost.com/buronan-curanmor-dan-pencuri-perhiasan-di-bondowoso-berhasil-ditangkap</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/buronan-curanmor-dan-pencuri-perhiasan-di-bondowoso-berhasil-ditangkap</guid>
<description><![CDATA[ Polres Bondowoso mengungkap dua kasus pencurian. Buronan curanmor ditangkap di Tol Kalikangkung, Jawa Tengah, sementara seorang ART diamankan setelah diduga mencuri sekitar 100 perhiasan milik majikannya. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202606/image_870x580_6a3bbdc785909.webp" length="55054" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 24 Jun 2026 19:00:22 +0700</pubDate>
<dc:creator>Rizqi Ardian</dc:creator>
<media:keywords>Pencurian, tersangka, kriminal, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p class="isSelectedEnd"><strong><span>Buronan Curanmor dan ART Gasak Puluhan Perhiasan</span></strong></p>
<p class="isSelectedEnd"><strong><span>BONDOWOSO, SJP</span></strong><span> – Kepolisian Resor Bondowoso berhasil mengungkap dua kasus pencurian berbeda yang sempat meresahkan masyarakat. Seorang pelaku pencurian kendaraan bermotor (curanmor) yang menjadi buronan sejak April 2026 berhasil ditangkap di Gerbang Tol Kalikangkung, Jawa Tengah. Sementara itu, seorang asisten rumah tangga (ART) diamankan setelah diduga mencuri puluhan perhiasan milik majikannya.</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>Pengungkapan kedua kasus tersebut disampaikan Kapolres Bondowoso AKBP Aryo Dwi Wibowo dalam konferensi pers di halaman Mapolres Bondowoso, Rabu (24/6/2026).</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>Kasus pertama melibatkan tersangka berinisial JS, warga Jalan Martadinata, Kelurahan Dabasah, Bondowoso. Ia ditangkap setelah menjadi buronan polisi sejak laporan kehilangan sepeda motor diterima pada 8 April 2026.</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>“Setelah mendapatkan informasi bahwa pelaku berada di luar wilayah Jawa Timur, kami melakukan pengejaran dan berhasil mengamankan yang bersangkutan di pintu Tol Kalikangkung,” ujar Aryo.</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>Berdasarkan hasil penyidikan, tersangka diduga masuk ke ruang tamu rumah korban dan menemukan kunci kendaraan yang kemudian digunakan untuk membawa kabur sepeda motor milik korban.</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>Petugas melakukan pelacakan intensif hingga akhirnya mengetahui keberadaan pelaku di luar provinsi. Setelah ditangkap, tersangka langsung dibawa ke Bondowoso untuk menjalani proses hukum.</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>Dalam kasus tersebut, polisi mengamankan sejumlah barang bukti berupa dokumen kendaraan, antara lain PKB, STNK, serta salinan rekaman CCTV yang menguatkan dugaan keterlibatan tersangka.</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>Sementara itu, kasus kedua melibatkan seorang asisten rumah tangga berinisial SR (35), warga Kecamatan Tenggarang, Bondowoso. Ia ditangkap setelah diduga mencuri puluhan perhiasan dari rumah majikannya.</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>Menurut Kapolres, SR baru bekerja selama sekitar satu minggu sebelum nekat melakukan aksi pencurian.</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>“Pelaku merusak lubang kunci etalase dan mengambil sekitar 100 perhiasan yang berada di dalam etalase tersebut,” jelas Aryo.</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>Laporan terkait kasus ini diterima polisi pada 7 Juni 2026. Berkat gerak cepat anggota Polsek Kota bersama Satreskrim Polres Bondowoso, tersangka berhasil diamankan hanya sekitar tiga jam setelah laporan masuk.</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>Dari tangan pelaku, polisi menyita sejumlah barang bukti berupa delapan gelang bangkok, 24 gelang rantai, sembilan gelang bangkok lainnya, serta satu kawat yang diduga digunakan untuk membobol etalase tempat penyimpanan perhiasan.</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>Saat ini kedua tersangka telah ditahan di Polres Bondowoso dan menjalani proses hukum lebih lanjut untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.</span></p>
<p><span>Kapolres menegaskan, pihaknya akan terus meningkatkan upaya penegakan hukum terhadap berbagai tindak kriminal yang merugikan masyarakat serta mengimbau warga untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi tindak kejahatan di lingkungan masing-masing.</span></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Bangkit setelah 5 Tahun Vakum, Exponak 2026 di Bondowoso Jadi Ajang Adu Kualitas Hewan Ternak</title>
<link>https://suarajatimpost.com/bangkit-setelah-5-tahun-vakum-exponak-2026-di-bondowoso-jadi-ajang-adu-kualitas-hewan-ternak</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/bangkit-setelah-5-tahun-vakum-exponak-2026-di-bondowoso-jadi-ajang-adu-kualitas-hewan-ternak</guid>
<description><![CDATA[ Exponak 2026 kembali digelar setelah lima tahun vakum dan menjadi ajang unjuk kualitas hewan ternak unggulan Bondowoso. Wakil Bupati As&#039;ad Yahya Syafi&#039;i mengapresiasi tingginya antusiasme peternak serta berharap kegiatan ini melahirkan bibit ternak berkualitas dan peternak yang mampu bersaing hingga tingkat nasional maupun internasional. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202606/image_870x580_6a41bafbd2d19.webp" length="39336" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 24 Jun 2026 17:22:41 +0700</pubDate>
<dc:creator>Rizqi Ardian</dc:creator>
<media:keywords>pemerintahan, Bondowoso, advetorial, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p class="isSelectedEnd"><strong><span>BONDOWOSO, SJP</span></strong><span> – Ratusan peternak memadati Pasar Hewan Terpadu Desa Locare, Kecamatan Curahdami, saat gelaran </span>Expo Peternakan dan Kontes Ternak (Exponak) 2026<span> berlangsung, Rabu (24/6/2026). Setelah vakum selama lima tahun, ajang bergengsi ini kembali digelar dan langsung disambut antusias luar biasa oleh para peternak dari berbagai wilayah di Bondowoso.</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>Bahkan, semangat para peserta sudah terlihat sejak malam sebelum perlombaan dimulai. Sejumlah peternak rela bermalam di lokasi demi memastikan ternak terbaik mereka siap mengikuti penilaian. Pemandangan tersebut menjadi bukti bahwa Exponak bukan sekadar kompetisi, melainkan momentum kebangkitan sektor peternakan Bondowoso.</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>Wakil Bupati Bondowoso, As'ad Yahya Syafi'i, mengaku terkesan melihat besarnya antusiasme para peserta. Menurutnya, tingginya semangat peternak menjadi modal penting bagi pemerintah daerah untuk terus mendorong peningkatan kualitas peternakan sekaligus memperkuat daya saing komoditas lokal hingga tingkat nasional bahkan internasional.</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>Tak hanya mengejar prestasi, Wakil Bupati berharap Exponak menjadi ruang berbagi ilmu, mempererat silaturahmi antarpeternak, serta melahirkan inovasi yang mampu meningkatkan kualitas genetika ternak dan kesejahteraan masyarakat. Pemerintah Kabupaten Bondowoso pun memastikan kegiatan tersebut akan terus dipertahankan sebagai agenda tahunan.</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>"Luar biasa sekali. Mereka sangat semangat. Informasinya sejak tadi malam sudah berada di sini. Kami sangat berterima kasih dan mengapresiasi antusiasme para peternak," ujar Wabup usai mengunjungi stand peserta Exponak dan menyerahkan piala juara umum.</span></p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202606/image_870x_6a41bb0082a95.webp" alt=""></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>Ia berharap Exponak tidak hanya menjadi ajang mencari juara, tetapi juga menjadi wadah memperkuat jejaring dan transfer pengetahuan di kalangan peternak.</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>"Kami berharap kegiatan ini tidak hanya sebatas perlombaan, tetapi juga menjadi jaring silaturahmi dan edukasi antarpeternak. Dengan begitu, penyelenggaraan tahun depan bisa lebih baik lagi," katanya.</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>Wakil Bupati yang karib disapa Ra As'ad ini menegaskan, Pemerintah Kabupaten Bondowoso tetap berkomitmen melanjutkan penyelenggaraan Exponak meski di tengah kebijakan efisiensi anggaran.</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>"Bismillah, kami tetap harus semangat. Ini bukti bahwa walaupun ada kondisi efisiensi, pemerintah dan masyarakat saling mendukung. Ini luar biasa sekali. Kami sangat bersyukur," tuturnya.</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>Ia juga mengajak para pemenang untuk tidak menyimpan pengetahuan yang dimiliki, melainkan membagikannya kepada peternak lain agar kualitas peternakan Bondowoso terus meningkat.</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>"Selamat kepada para pemenang. Jangan pelit berbagi ilmu dengan yang lain. Harapan kami, prestasi ini tidak berhenti di sini, tetapi bisa membawa nama Bondowoso ke tingkat provinsi, nasional, bahkan internasional," tegasnya.</span></p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202606/image_870x_6a41bb04e1680.webp" alt=""></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>Sementara itu, Kepala Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakkan) Bondowoso, Hendri Widotono, mengatakan, Exponak 2026 merupakan bagian dari rangkaian Festival Muharram 2026 yang kembali digelar setelah lima tahun vakum.</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>Menurut Hendri, kegiatan tersebut bertujuan menampilkan ternak unggulan sekaligus memotivasi para peternak untuk terus meningkatkan kualitas usaha peternakan mereka.</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>"Peserta yang tampil hari ini merupakan hasil seleksi dari lima Puskeswan, yakni Cermee, Tapen, Pujer, Tamanan, dan Curahdami. Dari 127 ternak yang diseleksi, sebanyak 48 ternak lolos ke babak final dan dinilai oleh tiga orang juri," jelasnya.</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>Selain kontes ternak, Exponak 2026 juga melibatkan 59 pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang turut meramaikan kegiatan.</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>Dalam kesempatan tersebut, Bupati Bondowoso Abdul Hamid Wahid melalui Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Bondowoso, Nunung Setianingsih, menegaskan, Exponak merupakan bagian dari implementasi visi RPJMD Kabupaten Bondowoso 2025–2029 menuju daerah yang tangguh, unggul, berdaya saing global, dan berbudaya.</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>Menurutnya, sektor peternakan memiliki posisi strategis dalam mendukung pertumbuhan ekonomi daerah secara inklusif dan berkelanjutan.</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>"Kegiatan ini bukan hanya ajang kontes atau pameran, tetapi strategi nyata untuk memotivasi peternak meningkatkan kualitas genetika sapi, produksi daging dan susu, serta mendorong praktik peternakan modern yang berkelanjutan," ujarnya.</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>Pada kesempatan itu juga dilakukan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) terkait pengembangan sumber daya manusia di bidang kesehatan hewan, manajemen praktik dokter hewan, dan laboratorium. Kerja sama tersebut meliputi pendidikan, penelitian, magang, pengabdian kepada masyarakat, hingga pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.</span></p>
<p><span>Pada Exponak 2026, Puskeswan Tamanan berhasil meraih predikat Juara Umum. Pemerintah Kabupaten Bondowoso berharap kegiatan ini mampu menjadi pemicu lahirnya peternak-peternak berprestasi sekaligus meningkatkan daya saing komoditas peternakan Bondowoso di pasar nasional hingga internasional. <strong>(***)</strong></span></p>
<p><span><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></span></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Korsleting Diduga Jadi Pemicu, Kebakaran Gudang Tembakau di Bondowoso Merembet ke Tiga Rumah Warga</title>
<link>https://suarajatimpost.com/korsleting-diduga-jadi-pemicu-kebakaran-gudang-tembakau-di-bondowoso-merembet-ke-tiga-rumah-warga</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/korsleting-diduga-jadi-pemicu-kebakaran-gudang-tembakau-di-bondowoso-merembet-ke-tiga-rumah-warga</guid>
<description><![CDATA[ Kebakaran gudang tembakau PT Sadana Arif Nusa di Desa Pancoran, Bondowoso, merambat ke tiga rumah warga. Tidak ada korban jiwa, kerugian ditaksir mencapai Rp300 juta. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202606/image_870x580_6a39db42e481b.webp" length="42660" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Tue, 23 Jun 2026 08:30:37 +0700</pubDate>
<dc:creator>Rizqi Ardian</dc:creator>
<media:keywords>bencana, angin, banjir, tanah longsor, puting beliung, BPBD, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>BONDOWOSO, SJP – </strong>Kebakaran hebat melanda gudang tembakau milik PT Sadhana Arif Nusa di Dusun Wringin Tapung, Desa Pancoran, Kecamatan Bondowoso, Kabupaten Bondowoso, Senin (22/6/2026) petang. Kobaran api yang diduga berasal dari korsleting listrik itu tidak hanya menghanguskan gudang penyimpanan, tetapi juga merambat ke tiga rumah warga di sekitar lokasi.</p>
<p>Peristiwa terjadi sekitar pukul 17.30 WIB di Jalan Mastrip RT 14 RW 05. Asap pekat dan kobaran api yang membumbung tinggi sempat membuat panik warga sekitar. Material gudang yang mudah terbakar menyebabkan api dengan cepat membesar dan sulit dikendalikan.</p>
<p>Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bondowoso menerima laporan dari masyarakat sekitar pukul 18.00 WIB dan segera mengerahkan tim ke lokasi bersama unsur gabungan untuk melakukan pemadaman serta penanganan darurat.</p>
<p>Berdasarkan hasil asesmen awal BPBD, penyebab kebakaran diduga akibat korsleting arus listrik di area gudang tembakau. Beruntung tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut, meski kerugian material ditaksir mencapai ratusan juta rupiah.</p>
<p>Menurut keterangan salah satu pemilik rumah terdampak, Tuama, dirinya sempat mendengar suara ledakan dari bagian tengah rumah sebelum api menyambar bangunan.</p>
<p>"Saya mendengar suara ledakan dari ruang tengah rumah. Saat keluar rumah, api sudah besar dan langsung menyambar bangunan," ungkapnya.</p>
<p>Api kemudian merambat ke rumah-rumah yang berada di sekitar lokasi sehingga menyebabkan tiga unit rumah warga mengalami kerusakan kategori sedang. Selain itu, gudang tembakau berukuran sekitar 50 x 15 meter turut mengalami kerusakan parah. Sedikitnya 200 palet kayu yang berada di dalam gudang ikut terbakar.</p>
<p>Untuk memadamkan api, BPBD Bondowoso bersama Damkar, TNI, Polri, PMI, DLH, Pemerintah Kecamatan Bondowoso, Pemerintah Desa Pancoran, serta sejumlah relawan dan warga setempat menerjunkan armada tangki air dalam jumlah besar. Total sedikitnya sembilan armada suplai air dikerahkan, termasuk mobil pemadam kebakaran, truk tangki BPBD, water canon Polres Bondowoso, hingga kendaraan tangki milik TNI dan PMI.</p>
<p>Kepala Pelaksana BPBD Bondowoso, Kristianto Putro Prasojo menyebutkan, proses pemadaman menghadapi kendala karena banyaknya bahan mudah terbakar di dalam gudang. Meski demikian, upaya penanganan berhasil mencapai 100 persen dan api dapat dikendalikan pada malam hari.</p>
<p>"Poses pemadaman memakan waktu berjam-jam dan petugas masih melakukan pendinginan di area terdampak untuk mengantisipasi munculnya titik api baru," pungkasnya.</p>
<p>Saat ini, kondisi di lokasi kejadian telah berangsur kondusif. Petugas gabungan masih melakukan pemantauan dan pendataan lanjutan terhadap kerusakan bangunan serta kerugian yang ditimbulkan akibat kebakaran tersebut.<strong> (*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>BREAKING NEWS: Gudang PT Sadhana Arif Nusa di Bondowoso Terbakar</title>
<link>https://suarajatimpost.com/breaking-news-tiga-gudang-pt-sadhana-arif-nusa-di-bondowoso-terbakar</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/breaking-news-tiga-gudang-pt-sadhana-arif-nusa-di-bondowoso-terbakar</guid>
<description><![CDATA[ Gudang penyimpanan barang milik PT Sadhana Arif Nusa di Desa Pancoran, Bondowoso, terbakar Senin petang. Petugas Damkar melakukan pemadaman. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202606/image_870x580_6a391f53bd5d7.webp" length="12838" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 22 Jun 2026 18:38:11 +0700</pubDate>
<dc:creator>Rizqi Ardian</dc:creator>
<media:keywords>bencana, angin, banjir, longsor, puting beliung, BPBD, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p data-start="106" data-end="442"><strong data-start="106" data-end="124">BONDOWOSO, SJP</strong> – Kebakaran hebat melanda gudang penyimpanan barang milik PT Sadhana Arif Nusa yang berlokasi di Desa Pancoran, Kecamatan Bondowoso, Kabupaten Bondowoso, Senin (22/6/2026) petang.</p>
<p data-start="106" data-end="442">Kobaran api yang membumbung tinggi membuat warga sekitar berhamburan keluar rumah dan berupaya menyelamatkan barang-barang berharga.</p>
<p data-start="444" data-end="652">Peristiwa tersebut pertama kali diketahui warga sekitar menjelang pukul 18.00 WIB. Asap hitam pekat terlihat membumbung dari kawasan gudang dan dapat disaksikan dari berbagai titik di sekitar lokasi kejadian.</p>
<p data-start="654" data-end="895">Sejumlah warga segera melaporkan kejadian tersebut kepada petugas pemadam kebakaran. Tak lama berselang, armada Damkar tiba di lokasi dan langsung melakukan upaya pemadaman untuk mencegah api merembet ke bangunan lain di sekitar area gudang.</p>
<p data-start="897" data-end="1091">Hingga berita ini diturunkan, petugas masih berjibaku menjinakkan kobaran api. Belum diketahui secara pasti penyebab kebakaran maupun besaran kerugian yang ditimbulkan akibat peristiwa tersebut.</p>
<p data-start="1093" data-end="1251">Feli, warga RT 15 RW 5 Dusun Wringin Tapung, Desa Pancoran, mengatakan informasi yang diterimanya menyebutkan kebakaran mulai terjadi sekitar pukul 17.50 WIB.</p>
<p data-start="1253" data-end="1416">“Barusan sekitar 20 menit yang lalu saya mendapat informasi. Menurut keterangan yang saya terima, kebakaran diperkirakan terjadi sekitar pukul 17.50 WIB,” ujarnya.</p>
<p data-start="1418" data-end="1586">Ia menjelaskan, berdasarkan informasi dari Kepala Dusun setempat, titik api awal terlihat di bagian utara area gudang sebelum kemudian menjalar ke bagian lain bangunan.</p>
<p data-start="1588" data-end="1730">“Menurut Pak Kasun, awalnya api terlihat dari sebelah utara. Sekitar 10 menit sebelumnya juga masih terlihat di bagian barat lokasi,” katanya.</p>
<p data-start="1732" data-end="1915">Kecemasan juga disampaikan oleh Deni, warga yang rumahnya berdempetan dengan gudang yang terbakar. Beruntung api tidak sampai menjalar ke rumahnya.</p>
<p data-start="1732" data-end="1915">"Alhamdulillah, rumah saya aman," tukasnya.</p>
<p data-start="1732" data-end="1915">Saat berita ini ditayangkan, petugas pemadam kebakaran sudah berada di lokasi untuk melakukan penanganan dan berupaya mengendalikan kobaran api agar tidak meluas, dan informasi terbaru akan disampaikan dalam berita selanjutnta. <strong>(*)</strong></p>
<p data-start="1732" data-end="1915"><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Kemendukbangga Jatim Apresiasi Bondowoso, Target MOW 2026 Tercapai 100 Persen</title>
<link>https://suarajatimpost.com/kemendukbangga-jatim-apresiasi-bondowoso-target-mow-2026-tercapai-100-persen</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/kemendukbangga-jatim-apresiasi-bondowoso-target-mow-2026-tercapai-100-persen</guid>
<description><![CDATA[ Berdasarkan data yang diterima Media ini, jumlah warga yang berminat mengikuti program MOW bahkan mencapai sekitar 300 orang, jauh melebihi kuota yang tersedia. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202606/image_870x580_6a3631ab49edb.webp" length="61208" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sat, 20 Jun 2026 14:23:22 +0700</pubDate>
<dc:creator>Rizqi Ardian</dc:creator>
<media:keywords>MOW, KB, keluarga, operasi, kesehatan, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p class="isSelectedEnd"><strong><span>BONDOWOSO, SJP</span></strong><span> – Komitmen Pemerintah Kabupaten Bondowoso dalam menyukseskan program Keluarga Berencana (KB) mendapat apresiasi dari Pemerintah Pusat melalui Perwakilan Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga)/BKKBN Provinsi Jawa Timur. Hal itu ditunjukkan dengan tercapainya target pelayanan Metode Operasi Wanita (MOW) tahun 2026 yang mencapai 100 persen.</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>Dalam kegiatan pelayanan KB serentak yang digelar di RSUD dr. H. Koesnadi Bondowoso, Sabtu (20/6/2026), sebanyak 82 akseptor MOW berhasil dilayani. Capaian tersebut sekaligus menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke-33 yang diperingati pada 29 Juni mendatang.</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>Kepala Perwakilan Kemendukbangga/BKKBN Jawa Timur, Shodiqin, mengatakan, target awal pelayanan MOW di Bondowoso sebanyak 70 akseptor. Namun berkat tambahan kuota, jumlah peserta meningkat menjadi 82 orang dan seluruhnya berhasil terpenuhi.</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>"Alhamdulillah Kabupaten Bondowoso telah melaksanakan pelayanan KB serentak, khususnya MOW. Target awal 70 peserta kemudian bertambah menjadi 82 peserta dan seluruhnya tercapai 100 persen," kata Sadikin.</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>Menurutnya, keberhasilan tersebut tidak lepas dari kuatnya dukungan Pemerintah Kabupaten Bondowoso terhadap program pengendalian penduduk dan pembangunan keluarga.</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>Ia mengapresiasi kehadiran langsung jajaran pemerintah daerah dalam kegiatan tersebut, mulai dari Wakil Bupati Bondowoso, Ketua Tim Penggerak PKK, Wakil Ketua TP PKK, hingga Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (Dinsos P3AKB) bersama tim medis.</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>"Kami mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Bondowoso. Ini menunjukkan komitmen yang luar biasa dalam mendukung pelayanan KB kepada masyarakat," ujarnya.</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>Shodiqin menjelaskan, jumlah kuota MOW tahun ini memang lebih rendah dibandingkan tahun sebelumnya. Kondisi tersebut terjadi secara nasional akibat penyesuaian anggaran pemerintah pusat.</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>"Secara nasional anggaran APBN untuk program ini mengalami pengurangan sekitar 50 persen. Kalau sebelumnya bisa mencapai lebih dari seratus peserta, tahun ini Bondowoso mendapatkan kuota 82 peserta dan seluruhnya berhasil terserap," jelasnya.</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>Meski demikian, tingginya minat masyarakat Bondowoso terhadap program KB jangka panjang dinilai menjadi indikator positif meningkatnya kesadaran keluarga dalam merencanakan kehidupan rumah tangga yang lebih berkualitas.</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>Berdasarkan data yang diterima pihaknya, jumlah warga yang berminat mengikuti program MOW bahkan mencapai sekitar 300 orang, jauh melebihi kuota yang tersedia.</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>"Ini menunjukkan kesadaran masyarakat untuk ikut program KB semakin baik. Harapan kami pemerintah daerah tetap bisa memfasilitasi masyarakat yang belum terlayani melalui program-program daerah maupun layanan kontrasepsi jangka panjang lainnya," katanya.</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>Sebagai alternatif, Shodiqin menyebut masyarakat dapat memanfaatkan metode kontrasepsi jangka panjang seperti Intra Uterine Device (IUD) yang masa pakainya bisa mencapai delapan tahun atau implan yang efektif hingga tiga tahun.</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>Menurutnya, MOW merupakan pilihan bagi pasangan yang telah mantap untuk tidak memiliki anak lagi. Karena itu, peserta harus memenuhi sejumlah persyaratan, di antaranya telah memiliki anak, mendapatkan persetujuan pasangan, serta mempertimbangkan kondisi keluarga secara matang.</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>"Yang paling penting ada kesepakatan suami dan istri bahwa mereka memang sudah mantap tidak ingin menambah anak lagi. Itu menjadi dasar utama sebelum mengikuti MOW," tegasnya.</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>Terkait keamanan prosedur, Shodiqin memastikan MOW merupakan metode kontrasepsi yang sangat efektif dan telah lama diterapkan dalam program KB nasional. Berdasarkan pengalaman dan kajian medis, tingkat keberhasilannya sangat tinggi dengan risiko yang relatif rendah apabila dilakukan sesuai prosedur oleh tenaga kesehatan yang kompeten.</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>Ia berharap ke depan kuota pelayanan MOW di Bondowoso dapat kembali ditingkatkan mengingat tingginya animo masyarakat serta kebutuhan pengendalian pertumbuhan penduduk yang terus berkembang.</span></p>
<p><span>"Tadi juga menjadi harapan Pemerintah Kabupaten Bondowoso agar kuota pelayanan MOW bisa ditingkatkan lagi, minimal setara dengan tahun-tahun sebelumnya. Aspirasi ini tentu akan kami sampaikan kepada pemerintah pusat untuk menjadi bahan pertimbangan ke depan," pungkasnya. <strong>(*)</strong></span></p>
<p><span><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></span></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Bondowoso Lampaui Target Peserta MOW, Dinsos P3AKB Siapkan 82 Akseptor dari Seluruh Kecamatan</title>
<link>https://suarajatimpost.com/bondowoso-lampaui-target-peserta-mow-dinsos-p3akb-siapkan-82-akseptor-dari-seluruh-kecamatan</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/bondowoso-lampaui-target-peserta-mow-dinsos-p3akb-siapkan-82-akseptor-dari-seluruh-kecamatan</guid>
<description><![CDATA[ Pelayanan MOW yang dilakukan saat ini menggunakan teknik laparoskopi yang dinilai lebih aman dan minim risiko. Metode tersebut hanya memerlukan sayatan kecil sekitar satu sentimeter sehingga proses pemulihan pasien menjadi lebih cepat. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202606/image_870x580_6a36321e50479.webp" length="61158" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sat, 20 Jun 2026 13:57:14 +0700</pubDate>
<dc:creator>Rizqi Ardian</dc:creator>
<media:keywords>MOW, KB, keluarga, operasi, kesehatan, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>BONDOWOSO, SJP</strong> – Antusiasme masyarakat Bondowoso terhadap program Keluarga Berencana (KB) Metode Operasi Wanita (MOW) atau tubektomi terus menunjukkan tren positif. Meski jumlah peserta tahun ini tercatat 82 akseptor, Pemerintah Kabupaten Bondowoso memastikan angka tersebut bukan menunjukkan penurunan minat masyarakat, melainkan karena adanya pembatasan kuota program dari pemerintah pusat dan provinsi.</p>
<p>Pelaksanaan pelayanan MOW yang dipusatkan di RSUD dr. H. Koesnadi Bondowoso, Sabtu (20/6/2026), menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam mengendalikan laju pertumbuhan penduduk sekaligus meningkatkan kualitas keluarga melalui program KB jangka panjang.</p>
<p>Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (Dinsos P3AKB) Bondowoso, dr. Moh. Imron, mengatakan, pihaknya sebenarnya hanya mendapat target 70 peserta pada tahun ini. Namun berkat dukungan pemerintah provinsi, kuota tersebut bertambah hingga mencapai 82 akseptor.</p>
<p>"Target awal kita sebenarnya 70 peserta. Alhamdulillah ada tambahan kuota dari provinsi sehingga total yang bisa kita layani tahun ini mencapai 82 akseptor," kata dr. Imron usai meninjau proses pelayanan MOW di RSUD dr. H. Koesnadi.</p>
<p>Menurutnya, seluruh peserta berasal dari Kabupaten Bondowoso dan telah melalui proses seleksi serta pemeriksaan kesehatan secara ketat di 25 puskesmas yang tersebar di seluruh kecamatan.</p>
<p>"Kami melakukan screening kesehatan terlebih dahulu. Peserta dipastikan tidak memiliki penyakit penyerta dan memenuhi syarat medis untuk menjalani tindakan MOW," ujarnya.</p>
<p>Dr. Imron menegaskan, tingginya minat masyarakat terhadap program tersebut terlihat dari jumlah pendaftar yang jauh melebihi kuota yang tersedia. Bahkan, calon peserta yang berminat tercatat mencapai sekitar 300 orang.</p>
<p>"Jadi bukan karena animonya berkurang. Justru peminatnya sangat banyak. Namun kuota yang tersedia tahun ini hanya 82 peserta sehingga yang belum terlayani akan tetap kami fasilitasi melalui program pemerintah daerah," jelasnya.</p>
<p>Ia menambahkan, pembiayaan program berasal dari kolaborasi anggaran pemerintah pusat melalui APBN yang telah dikoordinasikan bersama Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga), Perwakilan BKKBN Jawa Timur, serta dukungan APBD Kabupaten Bondowoso.</p>
<p>Program MOW sendiri merupakan salah satu strategi pemerintah dalam membangun keluarga yang lebih berkualitas. Selain untuk mengendalikan pertumbuhan penduduk, program ini diharapkan dapat membantu keluarga merencanakan masa depan anak secara lebih optimal.</p>
<p>"Kita ingin keluarga di Bondowoso menjadi lebih berkualitas. Anak-anak yang dilahirkan juga bisa tumbuh dengan baik dan mendapatkan perhatian yang maksimal dari orang tuanya," tutur dr. Imron.</p>
<p>Ia menjelaskan, peserta MOW umumnya berasal dari pasangan usia subur yang masih berada pada masa reproduktif dan telah memiliki jumlah anak sesuai perencanaan keluarga. Karena itu, program ini tidak diperuntukkan bagi perempuan yang telah memasuki masa menopause.</p>
<p>Selain MOW, Dinsos P3AKB Bondowoso juga terus mendorong partisipasi pria dalam program KB melalui Metode Operasi Pria (MOP) atau vasektomi. Pada tahun 2026, pemerintah daerah menargetkan sedikitnya 10 akseptor MOP.</p>
<p>"Untuk MOP tahun ini ada target 10 peserta. Pelaksanaannya nanti akan kami informasikan lebih lanjut dan bisa dilakukan di fasilitas kesehatan yang telah disiapkan," katanya.</p>
<p>Sementara itu, pelayanan MOW yang dilakukan saat ini menggunakan teknik laparoskopi yang dinilai lebih aman dan minim risiko. Metode tersebut hanya memerlukan sayatan kecil sekitar satu sentimeter sehingga proses pemulihan pasien menjadi lebih cepat.</p>
<p>Namun demikian, dr. Imron menegaskan bahwa tindakan tersebut harus dilakukan oleh tenaga medis yang memiliki kompetensi khusus dan telah mendapatkan pelatihan laparoskopi sesuai standar pelayanan kesehatan.</p>
<p>"Teknik laparoskopi membutuhkan dokter yang memiliki kompetensi dan sertifikasi khusus. Karena itu pelaksanaannya harus dilakukan oleh tenaga medis yang benar-benar terlatih," pungkasnya. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>HEBITREN Bondowoso Dikukuhkan, Pesantren Siap Jadi Motor Penggerak Ekonomi Umat</title>
<link>https://suarajatimpost.com/hebitren-bondowoso-dikukuhkan-pesantren-siap-jadi-motor-penggerak-ekonomi-umat</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/hebitren-bondowoso-dikukuhkan-pesantren-siap-jadi-motor-penggerak-ekonomi-umat</guid>
<description><![CDATA[ Pengurus HEBITREN Kabupaten Bondowoso resmi dikukuhkan dalam Festival Muharram 1448 Hijriah x Road to Fesyar SAMARA. Pesantren didorong menjadi motor penggerak ekonomi umat dan penguatan ekonomi syariah daerah. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202606/image_870x580_6a35f0409418d.webp" length="87186" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sat, 20 Jun 2026 09:55:11 +0700</pubDate>
<dc:creator>Rizqi Ardian</dc:creator>
<media:keywords>hebitren, pesantren, bondowoso, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>BONDOWOSO, SJP –</strong> Kabupaten Bondowoso semakin menegaskan posisinya sebagai salah satu daerah yang serius mengembangkan ekonomi syariah berbasis masyarakat. Momentum Tahun Baru Islam 1448 Hijriah dimanfaatkan pemerintah daerah bersama berbagai pemangku kepentingan untuk memperkuat peran pesantren sebagai pusat pemberdayaan ekonomi umat.</p>
<p>Komitmen tersebut ditandai dengan pengukuhan Pengurus Himpunan Ekonomi Bisnis Pesantren (HEBITREN) Kabupaten Bondowoso dalam rangkaian Festival Muharram 1448 Hijriah x Road to Fesyar SAMARA (Semarak Ekonomi Syariah Sekarkijang). Pengukuhan ini menjadi langkah strategis untuk memperluas ekosistem ekonomi syariah yang selama ini tumbuh dari lingkungan pesantren.</p>
<p>Kehadiran HEBITREN dinilai penting karena pesantren tidak lagi hanya berperan sebagai lembaga pendidikan dan pusat dakwah, melainkan juga sebagai kekuatan ekonomi yang mampu menciptakan kemandirian, membuka lapangan usaha, serta menggerakkan kesejahteraan masyarakat di sekitarnya.</p>
<p>Melalui sinergi antara Pemerintah Kabupaten Bondowoso, Bank Indonesia Jember, kalangan pesantren, pelaku UMKM, dan sektor keuangan syariah, penguatan ekonomi berbasis pesantren diharapkan menjadi salah satu fondasi pembangunan daerah yang inklusif, berkelanjutan, dan berkeadilan.</p>
<p>Bupati Bondowoso Abdul Hamid Wahid menegaskan bahwa pengembangan ekonomi syariah tidak dapat dipisahkan dari peran pesantren sebagai pusat pendidikan, dakwah, sekaligus pemberdayaan masyarakat. Karena itu, kehadiran HEBITREN diharapkan mampu menjadi wadah penguatan jaringan ekonomi antar pesantren dan pelaku usaha berbasis syariah.</p>
<p>Menurutnya, Festival Muharram yang dipadukan dengan Road to Fesyar SAMARA bukan sekadar seremoni pergantian tahun dalam kalender Islam, melainkan momentum untuk membangun kemandirian ekonomi masyarakat secara berkelanjutan.</p>
<p>“Ini bukan sekadar perayaan Tahun Baru Islam, melainkan ikhtiar bersama untuk memperkuat ekonomi masyarakat yang mandiri, inklusif, dan berkeadilan,” kata Abdul Hamid Wahid.</p>
<p>Selain pengukuhan HEBITREN, kegiatan tersebut juga diwarnai dengan penyerahan mock-up business matching pembiayaan syariah, penyerahan sertifikat halal kepada pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM), serta sertifikasi halal bagi Rumah Potong Hewan (RPH).</p>
<p>Program-program tersebut menjadi wujud nyata penguatan ekosistem ekonomi syariah di Bondowoso. Melalui akses pembiayaan yang lebih luas dan kepastian legalitas usaha, pelaku UMKM diharapkan mampu meningkatkan kualitas produk sekaligus memperluas jangkauan pasar.</p>
<p>Pemerintah Kabupaten Bondowoso meyakini bahwa sertifikasi halal dan dukungan pembiayaan syariah akan menjadi instrumen penting dalam meningkatkan daya saing produk lokal di tengah persaingan pasar yang semakin kompetitif.</p>
<p>Bupati menambahkan, penguatan ekonomi syariah harus dibangun melalui tiga pilar utama, yakni akses pembiayaan yang mudah, pendampingan usaha yang berkelanjutan, serta kepastian legalitas usaha. Dengan dukungan tersebut, UMKM di Bondowoso diharapkan mampu tumbuh lebih kuat dan kompetitif.</p>
<p>Sementara itu, Ketua HEBITREN Jawa Timur KH Faiz AHZ menyebut pengukuhan HEBITREN sebagai langkah strategis untuk menjadikan pesantren tidak hanya berfungsi sebagai pusat pendidikan dan dakwah, tetapi juga sebagai penggerak ekonomi umat.</p>
<p>"Pengukuhan ini merupakan langkah strategis untuk memperkuat kemandirian ekonomi pesantren dan umat. Pesantren harus mampu menjadi motor penggerak ekonomi masyarakat. Melalui HEBITREN, kami berharap terbangun jaringan usaha yang kuat antar pesantren dan lahir pelaku-pelaku usaha syariah yang memberikan manfaat luas bagi kesejahteraan umat,” tegasnya.</p>
<p>Tidak hanya berorientasi pada penguatan ekonomi, Festival Muharram 1448 Hijriah juga menjadi ruang mempererat ukhuwah Islamiyah melalui rangkaian Tabligh Akbar yang dihadiri masyarakat dari berbagai kalangan. Semangat hijrah yang menjadi makna utama Tahun Baru Islam diharapkan mampu mendorong lahirnya inovasi, kolaborasi, dan peluang ekonomi baru bagi masyarakat.</p>
<p>Dengan dibukanya Festival Muharram 1448 Hijriah x Road to Fesyar SAMARA, Bondowoso kembali menegaskan komitmennya dalam mengembangkan ekonomi syariah sebagai salah satu pilar pembangunan daerah. Di saat yang sama, pengukuhan HEBITREN menjadi tonggak penting untuk memperkuat peran pesantren dalam menciptakan kemandirian ekonomi dan kesejahteraan umat. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>ICN Siapkan Peta Jalan Demokrasi Digital yang Inklusif di Bondowoso</title>
<link>https://suarajatimpost.com/icn-siapkan-peta-jalan-demokrasi-digital-yang-inklusif-di-bondowoso</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/icn-siapkan-peta-jalan-demokrasi-digital-yang-inklusif-di-bondowoso</guid>
<description><![CDATA[ Bondowoso Digital Democracy Index (BDDI) 2026 diluncurkan sebagai acuan penguatan demokrasi digital. Penelitian ICN merekomendasikan revitalisasi SAID 2.0, peningkatan literasi digital, dan penguatan partisipasi publik melalui kolaborasi lintas sektor. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202606/image_870x580_6a33ef63bb9c2.webp" length="42292" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 18 Jun 2026 21:00:25 +0700</pubDate>
<dc:creator>Rizqi Ardian</dc:creator>
<media:keywords>ICN, analisis, digitalisasi, sekda, Bondowoso, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p class="isSelectedEnd"><strong><span>BONDOWOSO, SJP</span></strong><span> – Komitmen mewujudkan tata kelola pemerintahan yang lebih terbuka, partisipatif, dan berbasis teknologi terus diperkuat di Kabupaten Bondowoso. Upaya tersebut ditandai dengan peluncuran hasil penelitian </span>Bondowoso Digital Democracy Index (BDDI) 2026 yang digagas Ijen Cendekia Nusantara (ICN) sebagai instrumen untuk mengukur sekaligus memetakan kualitas demokrasi digital di daerah.</p>
<p class="isSelectedEnd">Peluncuran BDDI 2026 berlangsung dalam kegiatan Diseminasi Hasil Penelitian dan Forum Dialog Kebijakan Tata Kelola Digital Inklusif di Pendopo Raden Bagus Assra (RBA), Kamis (18/6/2026). Forum tersebut mempertemukan unsur pemerintah daerah, akademisi, organisasi masyarakat sipil, hingga berbagai pemangku kepentingan guna merumuskan arah kebijakan transformasi digital yang lebih inklusif dan berkeadilan.</p>
<p class="isSelectedEnd">Tidak sekadar memaparkan hasil riset, kegiatan ini menjadi momentum penting untuk membangun kesepahaman bersama mengenai masa depan demokrasi digital di Bondowoso. Di tengah pesatnya perkembangan teknologi informasi, pemerintah dan masyarakat dituntut mampu memastikan digitalisasi tidak hanya meningkatkan efisiensi layanan publik, tetapi juga memperluas ruang partisipasi warga dalam proses pembangunan.</p>
<p class="isSelectedEnd">Hasil penelitian BDDI 2026 pun diharapkan menjadi pijakan strategis dalam menyusun kebijakan yang lebih responsif terhadap kebutuhan masyarakat. Berbagai rekomendasi yang dihasilkan diyakini dapat memperkuat kualitas pelayanan publik sekaligus mendorong keterlibatan masyarakat dalam pengambilan keputusan di tingkat daerah.</p>
<p class="isSelectedEnd">Direktur ICN, Ach Humaidi, mengatakan BDDI 2026 dirancang bukan hanya sebagai alat ukur kondisi demokrasi digital, tetapi juga sebagai dasar penyusunan blueprint kebijakan yang mampu menjawab tantangan transformasi digital di Bondowoso.</p>
<p class="isSelectedEnd">"Hari ini kita berkumpul bukan hanya sekadar menandai selesainya penelitian, tetapi bagaimana bersama-sama membangun blueprint kebijakan tentang demokrasi digital di Bondowoso agar lebih inklusif dan lebih berkeadilan bagi seluruh masyarakat Bondowoso," ujarnya.</p>
<p class="isSelectedEnd">Menurut Humaidi, penelitian tersebut tidak hanya menghasilkan data statistik, melainkan juga merekam berbagai aspirasi masyarakat yang perlu diterjemahkan menjadi kebijakan publik yang berdampak nyata.</p>
<p class="isSelectedEnd">Karena itu, BDDI 2026 diharapkan mampu menjadi peta jalan dalam pengembangan tata kelola digital yang berpihak kepada kebutuhan warga.</p>
<p class="isSelectedEnd">Salah satu rekomendasi utama yang muncul dari penelitian tersebut adalah revitalisasi Sistem Administrasi dan Informasi Desa (SAID) 2.0. Rekomendasi ini didasarkan pada temuan bahwa desa merupakan titik terdekat pelayanan publik sekaligus ruang interaksi utama antara pemerintah dan masyarakat.</p>
<p class="isSelectedEnd">"Desa adalah episentrum pelayanan masyarakat. Karena itu, inovasi digital tidak boleh hanya berkutat di pusat pemerintahan, tetapi harus menyentuh masyarakat hingga tingkat grassroot. Itulah mengapa revitalisasi SAID 2.0 menjadi salah satu rekomendasi penting dalam penelitian ini," katanya.</p>
<p class="isSelectedEnd">Selain penguatan layanan digital desa, penelitian juga merekomendasikan peningkatan literasi digital masyarakat serta penguatan ruang dialog publik agar warga dapat terlibat lebih aktif dalam proses perumusan kebijakan.</p>
<p class="isSelectedEnd">Humaidi menegaskan implementasi rekomendasi tersebut tidak dapat dilakukan oleh satu pihak saja. Menurutnya, diperlukan kolaborasi berkelanjutan antara pemerintah daerah, organisasi masyarakat sipil, akademisi, lembaga donor, dan masyarakat.</p>
<p class="isSelectedEnd">"Kerja-kerja besar ke depan, terutama pada tataran implementasi, tidak bisa hanya dibebankan kepada pemerintah. Dibutuhkan dukungan dan sinergi seluruh pihak agar rekomendasi BDDI 2026 benar-benar dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat," tegasnya.</p>
<p class="isSelectedEnd">Sementara itu, Sekretaris Daerah Kabupaten Bondowoso, Fathur Rozi, menyambut positif hasil penelitian tersebut dan menyatakan bahwa rekomendasi BDDI 2026 akan menjadi salah satu referensi penting dalam memperkuat agenda transformasi digital pemerintah daerah.</p>
<p class="isSelectedEnd">"Kami sangat mengapresiasi hasil penelitian ini. Kajian berbasis data ilmiah seperti ini diharapkan mampu menginspirasi organisasi masyarakat sipil untuk terus berinovasi dan berkontribusi nyata dalam pembangunan daerah," ujarnya.</p>
<p class="isSelectedEnd">Sebagai bentuk komitmen, Pemerintah Kabupaten Bondowoso akan mengintegrasikan tiga rekomendasi utama BDDI 2026 ke dalam agenda pembangunan daerah, yakni reaktivasi SAID 2.0, peningkatan literasi digital yang inklusif, serta penguatan forum dialog yang terinstitusionalisasi antara pemerintah dan masyarakat.</p>
<p class="isSelectedEnd">Menurut Fathur Rozi, digitalisasi bukanlah tujuan akhir pembangunan, melainkan instrumen untuk memperkuat partisipasi publik dan kualitas demokrasi di daerah.</p>
<p class="isSelectedEnd">"Digitalisasi hanyalah instrumen untuk memperkuat partisipasi publik. Tanpa keterlibatan aktif masyarakat, demokrasi digital maupun demokrasi secara umum tidak akan berjalan secara optimal," tegasnya.</p>
<p class="isSelectedEnd">Agenda tersebut sejalan dengan Misi Kedua RPJMD Kabupaten Bondowoso 2025–2029 yang menitikberatkan pada transformasi digital pemerintahan dan peningkatan kualitas pelayanan publik.</p>
<p class="isSelectedEnd">Untuk mendukung implementasinya, Pemkab Bondowoso telah menginstruksikan Diskominfo, Bapperida, dan DPMD untuk menyusun program kerja kolaboratif yang berfokus pada penguatan layanan publik berbasis digital. Pemerintah daerah juga tengah mempercepat integrasi berbagai aplikasi pelayanan publik ke dalam satu platform terpadu agar layanan menjadi lebih sederhana, efisien, dan mudah diakses masyarakat.</p>
<p class="isSelectedEnd">Fathur Rozi menegaskan bahwa prinsip inklusivitas harus menjadi fondasi utama dalam setiap proses transformasi digital.</p>
<p class="isSelectedEnd">"Digitalisasi harus mampu memberdayakan seluruh masyarakat secara adil. Tidak boleh ada satu pun warga Bondowoso yang tertinggal dalam proses transformasi digital ini atau no one left behind," katanya.</p>
<p class="isSelectedEnd">Menutup forum tersebut, ICN dan Pemerintah Kabupaten Bondowoso sepakat bahwa masa depan demokrasi digital tidak hanya ditentukan oleh kemajuan teknologi, tetapi juga oleh kuatnya kolaborasi antarpemangku kepentingan dalam memastikan teknologi benar-benar menghadirkan manfaat bagi masyarakat.</p>
<p class="isSelectedEnd">"Demokrasi digital yang bermakna tidak akan lahir dari ruang hampa. Ia harus dibidani oleh komitmen pemerintah yang responsif, didukung oleh masyarakat sipil yang tangguh, serta dikawal oleh kemitraan yang berkesinambungan," terang Sekda.</p>
<p class="isSelectedEnd">Sekda Bondowoso berharap sinergi antara pemerintah daerah, ICN, Tifa Foundation, dan berbagai elemen masyarakat sipil dapat terus diperkuat untuk mengawal implementasi hasil penelitian tersebut.</p>
<p>"Temuan ini menjadi kompas dan masukan yang sangat berarti bagi kami. Kami berharap pendampingan dan sinergi lintas sektor dapat terus berjalan demi mewujudkan demokrasi digital yang semakin kuat, sehat, dan inklusif di Kabupaten Bondowoso," pungkasnya. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Transformasi Digital Bondowoso Makin Masif, Jaringan Fiber Optik Pemkab Jangkau OPD hingga Puskesmas</title>
<link>https://suarajatimpost.com/transformasi-digital-bondowoso-makin-masif-jaringan-fiber-optik-pemkab-jangkau-opd-hingga-puskesmas</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/transformasi-digital-bondowoso-makin-masif-jaringan-fiber-optik-pemkab-jangkau-opd-hingga-puskesmas</guid>
<description><![CDATA[ Transformasi Digital Bondowoso, Diskominfo Bondowoso, Dwi Wahyudi, Eka Kusuma Astuti, Jaringan Fiber Optik, Jaringan Intra Kabupaten, SPBE Bondowoso, Bandwidth 1,5 Gbps, Infrastruktur Digital, Pelayanan Publik Digital. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202606/image_870x580_6a33c91258760.webp" length="53462" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 18 Jun 2026 18:52:22 +0700</pubDate>
<dc:creator>Rizqi Ardian</dc:creator>
<media:keywords>KOminfo, inovasi, informasi, keterbukaan publik, KIP, Jawa Timur, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p class="isSelectedEnd"><strong><span>BONDOWOSO, SJP</span></strong><span> – Pemerintah Kabupaten Bondowoso terus mempercepat transformasi digital sebagai fondasi peningkatan kualitas pelayanan publik. Melalui Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo), pembangunan dan perluasan jaringan infrastruktur teknologi informasi dilakukan secara bertahap hingga menjangkau seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD), kecamatan, puskesmas, dan kelurahan.</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>Upaya tersebut menjadi bagian dari komitmen Pemkab Bondowoso dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan berbasis elektronik yang terintegrasi, cepat, aman, dan efisien. Ketersediaan jaringan yang andal dinilai menjadi faktor penting untuk mendukung berbagai layanan digital, mulai dari administrasi pemerintahan hingga pelayanan masyarakat di tingkat wilayah.</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>Hingga tahun 2026, cakupan Jaringan Intra Kabupaten Bondowoso terus mengalami peningkatan signifikan. Infrastruktur berbasis Fiber Optik (FO) yang dibangun secara mandiri oleh Diskominfo kini telah menghubungkan puluhan instansi pemerintahan, sekaligus memperkuat sistem pertukaran data dan komunikasi antarperangkat daerah.</span></p>
<p data-start="290" data-end="485">Selain penguatan infrastruktur, Pemerintah Kabupaten Bondowoso juga menaruh perhatian besar pada peningkatan kapasitas sumber daya manusia yang akan mengelola dan memanfaatkan teknologi tersebut.</p>
<p data-start="487" data-end="756">Sekretaris Daerah Bondowoso, Fathur Rozi, menegaskan, transformasi digital tidak hanya berbicara mengenai perluasan jaringan internet, melainkan juga kesiapan aparatur sipil negara dalam memanfaatkan fasilitas tersebut untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik.</p>
<p data-start="758" data-end="1095">"Yang penting adalah peningkatan kapasitas teman-teman ASN. Kita harus memastikan perluasan akses jaringan internet benar-benar dimanfaatkan untuk kepentingan publik dan pelayanan publik. Fasilitas yang diberikan pemerintah harus mendukung peningkatan kinerja dan kualitas layanan kepada masyarakat," ujar Fathur Rozi, Kamis (18/6/2026) saat membuka Bimtek Sosialisasi dan Bimtek Pemanfaatan Jaringan Intra Pemerintah di Aula Ijen Raung.</p>
<p data-start="1097" data-end="1358">Menurutnya, keberadaan internet di lingkungan pemerintahan harus menjadi instrumen untuk mempercepat proses administrasi, memperkuat koordinasi antarinstansi, serta menghadirkan pelayanan yang lebih efektif, efisien, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.</p>
<p class="isSelectedEnd"><span>Sementara itu, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Bondowoso, Dwi Wahyudi, mengatakan pembangunan jaringan intra merupakan langkah strategis untuk memastikan seluruh layanan pemerintahan dapat berjalan secara terintegrasi dan berkelanjutan.</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>“Transformasi digital bukan hanya soal penyediaan internet, tetapi bagaimana seluruh perangkat daerah dapat terhubung dalam satu sistem yang aman dan mampu mendukung pelayanan publik secara optimal. Karena itu, penguatan jaringan intra terus menjadi prioritas kami,” ujarnya.</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>Berdasarkan laporan perkembangan Jaringan Intra tahun 2026, sebanyak 93 titik OPD telah terhubung dalam jaringan intra Kabupaten Bondowoso. Infrastruktur tersebut ditopang oleh 91 titik jaringan Fiber Optik yang dibangun secara mandiri oleh Diskominfo.</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>"Dari jumlah tersebut, jaringan FO telah menjangkau 35 OPD, 22 kecamatan, 10 kelurahan, dan 24 puskesmas. Sementara dua titik lainnya masih menggunakan sistem sewa melalui layanan Metronet untuk mendukung konektivitas di lokasi tertentu," ungkapnya</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>Pada tahun 2026, lanjut Dwi, Diskominfo juga melakukan ekspansi jaringan dengan menambah kabel FO pada dua kecamatan dan dua puskesmas di wilayah Sukosari dan Sumberwringin. Langkah ini dilakukan untuk memperluas jangkauan layanan serta meningkatkan kualitas akses data di wilayah yang membutuhkan penguatan konektivitas.</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>"Selain pengembangan backbone jaringan utama, perluasan Local Area Network (LAN) turut dilakukan di 65 instansi pemerintah. Program tersebut meliputi 15 OPD, 18 kecamatan, 22 puskesmas, dan 10 kelurahan," jelas mantan Camat Maesan ini.</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>Dirinya juga mengimbau seluruh pihak agar lebih berhati-hati dan meningkatkan koordinasi sebelum melakukan pekerjaan yang berpotensi bersinggungan dengan infrastruktur telekomunikasi milik pemerintah daerah.</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>“Kami berharap seluruh pihak turut menjaga jaringan yang telah dibangun bersama. Infrastruktur digital ini merupakan aset penting yang mendukung pelayanan publik sehingga perlu mendapat perhatian dan perlindungan dari semua pihak,” tegasnya.</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>Dalam kesempatan yang sama, Kabid Aplikasi Informatika (Aptika) Diskominfo Bondowoso, Eka Kusuma Astuti, menjelaskan pengembangan LAN dilakukan melalui penarikan kabel baru serta penambahan titik akses WiFi di berbagai ruang pelayanan dan ruang kerja.</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>“Perluasan LAN ini bertujuan meningkatkan kualitas koneksi internet di lingkungan kerja. Selain mendukung aktivitas administrasi, jaringan yang lebih merata juga membantu mempercepat pelayanan kepada masyarakat,” jelasnya.</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>Untuk menunjang sistem pemerintahan berbasis elektronik (SPBE), kapasitas bandwidth internet dedicated yang dikelola Diskominfo saat ini telah mencapai 1,5 Gbps. Kapasitas tersebut dinilai cukup untuk mendukung berbagai aplikasi pemerintahan, sistem informasi daerah, hingga kebutuhan pertukaran data antarinstansi secara real time.</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>Eka menambahkan, jaringan intra Pemkab Bondowoso juga dilengkapi sistem keamanan berlapis yang terdiri dari Router BGP, Router Distribusi, serta perangkat Firewall di pusat data. Sistem tersebut dirancang untuk menjaga stabilitas sekaligus keamanan lalu lintas data pemerintahan.</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>"Dalam penggunaannya, akses jaringan dapat dilakukan melalui LAN maupun WiFi resmi pemerintah daerah. Pengguna yang terhubung melalui LAN cukup mengakses halaman login dan melanjutkan koneksi tanpa memasukkan kata sandi, sedangkan akses WiFi menggunakan akun yang telah didistribusikan oleh Diskominfo," ujarnya.</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>Meski demikian, lanjut Eka, Diskominfo masih menghadapi sejumlah tantangan dalam menjaga stabilitas jaringan. Salah satu kendala yang paling sering terjadi adalah putusnya kabel Fiber Optik (FO Cut) akibat aktivitas penebangan pohon di sekitar jalur jaringan.</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>Selain gangguan fisik, Diskominfo juga menemukan sejumlah kendala teknis berupa IP address crash atau jaringan tidak teridentifikasi yang umumnya dipicu pemasangan perangkat Access Point baru tanpa koordinasi dengan tim teknis. </span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>"Karena itu, setiap OPD diminta melaporkan rencana penambahan perangkat jaringan agar konfigurasi dapat dilakukan sesuai standar dan tidak mengganggu distribusi jaringan utama. </span><span>Melalui penguatan infrastruktur digital yang terus berlanjut, Pemkab Bondowoso optimistis pelayanan publik berbasis teknologi akan semakin cepat, efektif, dan mampu menjawab kebutuhan masyarakat di era digital," pungkasnya. <strong>(***)</strong></span></p>
<p class="isSelectedEnd"><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Wabup Bondowoso Panen Tebu Bongkar Ratoon, Bentuk Dukungan Swasembada Gula</title>
<link>https://suarajatimpost.com/wabup-bondowoso-panen-tebu-bongkar-ratoon-bentuk-dukungan-swasembada-gula</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/wabup-bondowoso-panen-tebu-bongkar-ratoon-bentuk-dukungan-swasembada-gula</guid>
<description><![CDATA[ Pemkab Bondowoso memperkuat dukungan terhadap swasembada gula nasional melalui program bongkar ratoon. Dalam panen tebu di Desa Mangli, Kecamatan Tapen, Wakil Bupati As&#039;ad Yahya Syafi&#039;i menegaskan peremajaan tanaman tebu menjadi langkah strategis untuk meningkatkan produktivitas, rendemen, dan kesejahteraan petani. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202606/image_870x580_6a33c1d249950.webp" length="81832" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 18 Jun 2026 17:51:30 +0700</pubDate>
<dc:creator>Rizqi Ardian</dc:creator>
<media:keywords>Gula, tebu, pertanian, swasembada pangan, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p class="isSelectedEnd"><strong><span>BONDOWOSO, SJP</span></strong><span> – Pemerintah Kabupaten Bondowoso terus memperkuat perannya sebagai salah satu daerah penyangga industri gula nasional. Melalui program bongkar ratoon atau peremajaan tanaman tebu, pemerintah daerah berupaya meningkatkan produktivitas perkebunan rakyat sekaligus mendukung target swasembada gula yang menjadi program strategis nasional.</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>Komitmen tersebut ditunjukkan melalui kegiatan Panen Tebu Program Bongkar Ratoon Tahun 2026 yang digelar di Desa Mangli, Kecamatan Tapen, Kamis (18/6/2026). Kegiatan itu menjadi simbol keberhasilan upaya peremajaan tanaman tebu yang selama ini mengalami penurunan produktivitas akibat faktor usia tanaman.</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>Di tengah meningkatnya kebutuhan gula nasional, langkah percepatan bongkar ratoon dinilai menjadi solusi penting untuk meningkatkan hasil panen sekaligus memperbaiki kualitas bahan baku yang masuk ke pabrik gula. Program ini juga diharapkan mampu meningkatkan pendapatan petani dan memperkuat ekonomi pedesaan yang selama ini bertumpu pada sektor perkebunan tebu.</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>Wakil Bupati Bondowoso As'ad Yahya Syafi'i menegaskan sektor pertanian, khususnya komoditas tebu, memiliki peran strategis dalam menopang perekonomian daerah dan menjaga ketahanan pangan nasional. Karena itu, berbagai upaya peningkatan produktivitas terus didorong melalui sinergi antara pemerintah, petani, dan industri gula.</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>"Aspek pertanian, khususnya komoditas tebu, memegang peranan krusial dalam menopang perekonomian daerah sekaligus menjaga ketahanan pangan nasional. Tantangan berupa penurunan produktivitas akibat usia tanaman yang sudah tua harus dijawab melalui langkah-langkah strategis seperti program bongkar ratoon ini," kata As'ad dalam sambutannya.</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>Menurutnya, program bongkar ratoon merupakan bentuk nyata komitmen pemerintah untuk meremajakan tanaman tebu rakyat yang sudah tidak lagi produktif. Melalui pembongkaran tanaman keprasan lama dan penggantian dengan bibit unggul, produktivitas lahan diharapkan meningkat secara signifikan.</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>"Program ini bertujuan memutus siklus tanaman yang kurang produktif dan menggantinya dengan bibit baru yang lebih unggul. Langkah ini penting untuk meningkatkan rendemen maupun tonase hasil panen tebu di Kabupaten Bondowoso, khususnya di Kecamatan Tapen," ujarnya.</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>Wakil Bupati Bondowoso yang karib disapa Ra As'ad ini berharap, momentum panen tebu tersebut dapat menjadi pemicu semangat para petani untuk terus menerapkan pola budidaya yang baik dan sesuai anjuran teknis. Menurutnya, keberhasilan sektor pergulaan tidak bisa dilepaskan dari kerja sama seluruh pihak yang terlibat.</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>Ia menekankan pentingnya sinergi antara kelompok tani, penyuluh pertanian, serta PG Pradjekan dalam mendukung peningkatan produksi tebu di Bondowoso. Pemerintah daerah, lanjutnya, berkomitmen untuk terus memberikan pendampingan dan dukungan kepada petani.</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>"Saya berharap para petani semakin termotivasi untuk menerapkan pola tanam yang baik, teratur, dan sesuai anjuran teknis. Sinergi antara kelompok tani, penyuluh pertanian, dan PG Pradjekan harus terus diperkuat demi meningkatkan kesejahteraan petani dan kemajuan sektor perkebunan kita," ungkapnya.</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>Dalam kesempatan tersebut, As'ad juga menyampaikan apresiasi kepada Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Bondowoso, Forkopimcam Tapen, penyuluh pertanian, serta seluruh pihak yang telah mengawal pelaksanaan Program Bongkar Ratoon Tahun 2026.</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>Ia menegaskan bahwa petani merupakan ujung tombak pembangunan sektor pertanian. Karena itu, pemerintah akan terus hadir memberikan dukungan agar produktivitas perkebunan tebu terus meningkat dari tahun ke tahun.</span></p>
<p><span>"Kepada para petani, teruslah bersemangat. Dedikasi dan kerja keras panjenengan semua adalah pilar utama yang menjaga roda perekonomian daerah tetap bergerak. Mari bersama-sama menyongsong produktivitas pertanian yang lebih gemilang demi terwujudnya Bondowoso yang maju dan sejahtera," pungkasnya. <strong>(***)</strong></span></p>
<p><span><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></span></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Produktivitas Tebu di Bondowoso Digenjot demi Dukung Swasembada Gula Nasional</title>
<link>https://suarajatimpost.com/produktivitas-tebu-di-bondowoso-digenjot-demi-dukung-swasembada-gula-nasional</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/produktivitas-tebu-di-bondowoso-digenjot-demi-dukung-swasembada-gula-nasional</guid>
<description><![CDATA[ Pemkab Bondowoso mempercepat program bongkar ratoon tebu seluas 2.352 hektare untuk mendukung swasembada gula nasional. Produktivitas petani berpotensi meningkat hingga 30 persen. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202606/image_870x580_6a33bf0d9de60.webp" length="117214" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 18 Jun 2026 17:11:35 +0700</pubDate>
<dc:creator>Rizqi Ardian</dc:creator>
<media:keywords>Gula, tebus, pertanian, swasembada pangan, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>BONDOWOSO, SJP – </strong>Pemerintah Kabupaten Bondowoso terus memperkuat kontribusinya dalam mendukung target swasembada gula nasional melalui program bongkar ratoon atau peremajaan tanaman tebu.</p>
<p>Langkah tersebut ditandai dengan kegiatan panen tebu bongkar ratoon yang digelar di Desa Mangli, Kecamatan Tapen, Kamis (18/6/2026).</p>
<p>Program yang menjadi bagian dari strategi nasional sektor pergulaan ini dinilai memiliki peran penting dalam meningkatkan produktivitas lahan tebu rakyat sekaligus memperkuat ketahanan pangan nasional.</p>
<p>Selain mendukung kebutuhan bahan baku industri gula, program tersebut juga diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan petani melalui hasil panen yang lebih optimal.</p>
<p>Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Bondowoso, Mulyadi, mengatakan kegiatan bongkar ratoon merupakan salah satu upaya strategis untuk mengembalikan produktivitas tanaman tebu yang mengalami penurunan akibat usia tanaman yang sudah tua.</p>
<p>"Program bongkar ratoon ini bukan hanya soal peningkatan produksi gula, tetapi juga upaya meningkatkan kesejahteraan petani tebu Bondowoso. Dengan produktivitas yang lebih tinggi, kami berharap pendapatan petani meningkat dan sektor perkebunan tebu semakin menjadi penggerak ekonomi masyarakat desa," ujarnya.</p>
<p>Menurut Mulyadi, gula merupakan salah satu komoditas strategis yang berpengaruh terhadap ketahanan pangan nasional, stabilitas harga pangan, serta kesejahteraan petani. Karena itu, pemerintah terus mendorong percepatan program peremajaan tanaman tebu di berbagai daerah sentra produksi.</p>
<p>Ia menjelaskan, tanaman ratoon yang telah mengalami penurunan produktivitas perlu diremajakan melalui kegiatan bongkar ratoon. Berdasarkan berbagai kajian teknis, langkah tersebut mampu meningkatkan produktivitas tebu antara 15 hingga 30 persen apabila didukung penggunaan varietas unggul, pemupukan berimbang, serta penerapan budidaya yang baik.</p>
<p>Kabupaten Bondowoso sendiri menjadi salah satu wilayah pengembangan tebu yang memiliki peran penting dalam memasok kebutuhan bahan baku industri gula, khususnya bagi PG Prajekan. Pada tahun 2026, Bondowoso mendapatkan target pelaksanaan bongkar ratoon dan perluasan areal tebu seluas 2.352 hektare.</p>
<p>"Hingga pertengahan Juni 2026, progres bongkar ratoon dan perluasan areal tebu di Bondowoso telah mencapai 797,789 hektare atau sekitar 33,92 persen dari target 2.352 hektare. Capaian ini akan terus kami percepat melalui pendampingan intensif kepada petani dan penguatan sinergi dengan seluruh pemangku kepentingan," kata Mulyadi.</p>
<p>Meski menunjukkan perkembangan positif, pelaksanaan program tersebut masih menghadapi sejumlah tantangan. Di antaranya masih terdapat petani yang mempertahankan tanaman ratoon tua karena keterbatasan modal usaha, kebutuhan percepatan penyediaan benih varietas unggul, penyesuaian jadwal tanam dengan kondisi iklim, hingga penguatan kelembagaan petani.</p>
<p>Untuk mengatasi berbagai kendala tersebut, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Bondowoso terus melakukan pendampingan oleh penyuluh pertanian, verifikasi dan validasi Calon Petani Calon Lokasi (CPCL), memperkuat koordinasi dengan PG Prajekan, mendorong penerapan teknologi budidaya yang lebih efisien, serta memperkuat kelompok tani dan kemitraan usaha.</p>
<p>Di sisi lain, sektor pergulaan Bondowoso pada musim giling 2026 menunjukkan prospek yang cukup menjanjikan. PG Prajekan menargetkan produksi gula mencapai 5,5 juta kuintal dengan rendemen rata-rata sebesar 7,62 persen.</p>
<p>Angka tersebut meningkat dibandingkan capaian rendemen tahun sebelumnya yang berada pada kisaran 7,01 persen. Peningkatan rendemen menjadi indikator membaiknya kualitas bahan baku tebu sekaligus hasil dari sinergi antara petani, penyuluh pertanian, pemerintah daerah, dan industri gula.</p>
<p>"Kami optimistis target program ini dapat tercapai. Apalagi musim giling tahun 2026 menunjukkan prospek yang cukup baik dengan target produksi gula PG Prajekan mencapai 5,5 juta kuintal dan rendemen yang meningkat menjadi 7,62 persen. Ini menjadi indikator bahwa kualitas budidaya tebu di Bondowoso terus membaik," pungkas Mulyadi. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Program Ini Budi di Bondowoso Jadi Ruang Belajar Budaya Sejak Dini</title>
<link>https://suarajatimpost.com/program-ini-budi-di-bondowoso-jadi-ruang-belajar-budaya-sejak-dini</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/program-ini-budi-di-bondowoso-jadi-ruang-belajar-budaya-sejak-dini</guid>
<description><![CDATA[ Program Ini Budi (Indonesia Belajar Budaya Sejak Dini) menjadi ruang edukasi budaya bagi anak-anak Bondowoso. Melalui seni dan kearifan lokal, program yang didukung Disparbudpora ini bertujuan membentuk generasi berkarakter sekaligus menjaga keberlangsungan budaya daerah. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202606/image_870x580_6a33432c60ad3.webp" length="42948" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 18 Jun 2026 10:00:02 +0700</pubDate>
<dc:creator>Rizqi Ardian</dc:creator>
<media:keywords>budaya, kesenian, tarian, tradisi, desa, wisata, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p class="isSelectedEnd"><strong><span>BONDOWOSO, SJP</span></strong><span> – Di tengah dominasi gawai dan derasnya arus budaya global yang semakin akrab dengan kehidupan anak-anak, ruang untuk mengenalkan budaya lokal sering kali semakin menyempit. Padahal, pengenalan budaya sejak usia dini tidak hanya penting untuk menjaga warisan leluhur, tetapi juga menjadi sarana membangun karakter, identitas, dan rasa bangga terhadap daerah asal.</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>Berangkat dari kegelisahan tersebut, sejumlah pegiat seni dan pendidikan di Bondowoso menghadirkan sebuah gerakan pembelajaran budaya yang dikemas dengan cara menyenangkan dan dekat dengan dunia anak. Program itu diberi nama </span>"Ini Budi"<span>, sebuah akronim dari </span><em><span>Indonesia Belajar Budaya Sejak Dini</span></em><span>, yang mengajak anak-anak mengenal budaya melalui seni, cerita rakyat, tari, musik, hingga pertunjukan teater.</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>Selama enam bulan terakhir, puluhan guru PAUD bersama murid-muridnya terlibat dalam proses pembelajaran yang tidak hanya mengajarkan keterampilan berkesenian, tetapi juga menanamkan nilai-nilai kebajikan, gotong royong, penghormatan terhadap tradisi, serta kecintaan terhadap budaya daerah. Pembelajaran tersebut kemudian bermuara pada pementasan Gelar Budaya "Ini Budi – Amarta Dewi Rengganis" yang digelar di GOR Pelita Bondowoso, Rabu (17/6/2026) malam.</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>Lebih dari sekadar pertunjukan, program Ini Budi menjadi contoh bagaimana pelestarian budaya dapat dilakukan secara nyata melalui pendidikan. Budaya tidak lagi diposisikan sebagai warisan yang hanya dikenang, melainkan dihadirkan sebagai pengalaman belajar yang hidup dan dapat dirasakan langsung oleh generasi muda.</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>Kepala Dinas Pariwisata, Kebudayaan, Pemuda dan Olahraga (Disparbudpora) Kabupaten Bondowoso, </span>Gede Budiawan<span>, mengatakan, pemerintah daerah sejak awal memberikan dukungan penuh terhadap pelaksanaan program tersebut.</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>Menurutnya, kegiatan yang digagas oleh Group Apresiasi Seni (GAS) Bondowoso bersama sejumlah pegiat budaya itu telah berjalan sejak awal tahun 2026 dan mendapat sambutan positif dari para peserta maupun tenaga pendidik.</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>"Kami dari awal memang sudah men-support kegiatan ini. Sanggar GAS yang diinisiasi Mas Bang Jun sudah melaksanakan program ini sejak awal tahun. Kami melihat semangat yang luar biasa untuk mengenalkan budaya kepada anak-anak sejak usia dini," ujarnya saat dikonfirmasi di ruang kerjanya, Kamis (18/6/2026).</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>Gede menjelaskan, peserta program Ini Budi terdiri dari guru-guru PAUD dan murid-muridnya yang selama beberapa bulan mengikuti proses pembelajaran budaya secara intensif. Karena itu, ketika muncul keinginan agar hasil pembelajaran tersebut ditampilkan dalam sebuah pertunjukan, pemerintah daerah menyambutnya dengan antusias.</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>Disparbudpora bersama Dinas Pendidikan kemudian berkolaborasi memberikan dukungan agar para peserta memiliki ruang untuk menampilkan hasil belajar mereka kepada masyarakat luas.</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>"Keinginan peserta pembelajaran adalah apa yang sudah dilatihkan selama ini bisa ditampilkan. Kami menyambut baik gagasan itu dan memberikan apresiasi kepada mereka agar bisa tampil pada malam hari ini," katanya.</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>Ia menegaskan, Program Ini Budi bukan sekadar kegiatan seni pertunjukan, melainkan sebuah gerakan pendidikan budaya yang bertujuan menanamkan kecintaan terhadap budaya bangsa sejak usia dini.</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>Menurut Gede, pelestarian budaya akan lebih efektif apabila dimulai dari anak-anak. Dengan demikian, nilai-nilai budaya tidak hanya diwariskan secara lisan, tetapi juga dipraktikkan dan dialami secara langsung dalam kehidupan sehari-hari.</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>Karena itu, ia berharap kegiatan serupa dapat terus tumbuh dan berkembang di Kabupaten Bondowoso sebagai gerakan yang lahir dari masyarakat serta didukung oleh pemerintah.</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>"Harapannya kegiatan-kegiatan seperti ini, yang memang dari masyarakat untuk masyarakat, bisa terus berlangsung di Bondowoso. Semangat pelestarian budaya harus bisa terwakili oleh masyarakat dengan difasilitasi oleh pemerintah," tandasnya.</span></p>
<p><span>Melalui Program Ini Budi, kata mandan Kepala Bidang Kebudayaan Disparbudpora ini, Bondowoso tidak hanya berupaya menjaga warisan budaya agar tetap hidup, tetapi juga menyiapkan generasi masa depan yang mengenal akar budayanya, memiliki karakter yang kuat, dan tetap mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman tanpa kehilangan jati dirinya.</span></p>
<p><span>"Itulah sejatinya harapan besar yang kami ingin raih dari Program Ini Budi," pungkasnya.<strong> (*)</strong></span></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Di Tengah Gempuran Globalisasi, Bondowoso Perkuat Karakter Anak Lewat Kearifan Lokal Dewi Rengganis</title>
<link>https://suarajatimpost.com/di-tengah-gempuran-globalisasi-bondowoso-perkuat-karakter-anak-lewat-kearifan-lokal-dewi-rengganis</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/di-tengah-gempuran-globalisasi-bondowoso-perkuat-karakter-anak-lewat-kearifan-lokal-dewi-rengganis</guid>
<description><![CDATA[ Pemkab Bondowoso mendorong penguatan karakter generasi muda melalui edukasi budaya berbasis kearifan lokal. Melalui Gelar Budaya &quot;Ini Budi-Amarta Dewi Rengganis&quot;, anak-anak diajak mengenal nilai kebajikan, seni, dan identitas daerah sebagai bekal menghadapi tantangan globalisasi. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202606/image_870x580_6a333b9c9fb86.webp" length="55668" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 18 Jun 2026 09:00:20 +0700</pubDate>
<dc:creator>Rizqi Ardian</dc:creator>
<media:keywords>Pendidikan, budaya, pariwisata, seni, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p class="isSelectedEnd"><strong><span>BONDOWOSO, SJP</span></strong><span> – Di tengah derasnya arus globalisasi yang kian memengaruhi pola pikir dan perilaku generasi muda, upaya menjaga akar budaya menjadi tantangan yang tidak ringan. Anak-anak kini tumbuh dalam lingkungan yang dipenuhi beragam budaya populer dari berbagai belahan dunia. Di satu sisi membuka wawasan, namun di sisi lain berpotensi mengikis kedekatan mereka dengan nilai-nilai luhur yang diwariskan leluhur.</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>Kondisi tersebut mendorong berbagai pihak di Bondowoso untuk mencari cara agar generasi muda tidak tercerabut dari identitas budayanya. Salah satunya melalui pendekatan seni dan budaya yang dikemas secara menarik, edukatif, serta dekat dengan dunia anak-anak. Upaya ini diyakini menjadi sarana efektif untuk menanamkan karakter, moral, dan kecintaan terhadap daerah sejak usia dini.</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>Malam itu, nilai-nilai kearifan lokal hadir tidak hanya sebagai tontonan, tetapi juga tuntunan. Legenda Dewi Rengganis yang hidup dalam khazanah budaya masyarakat Bondowoso dihidupkan kembali melalui pertunjukan tari, musik, dan teater dalam Gelar Budaya "Ini Budi – Amarta Dewi Rengganis".</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>Anak-anak yang terlibat tidak sekadar belajar seni pertunjukan, melainkan juga menyerap pesan tentang kebajikan, kepemimpinan, keberanian, dan cinta terhadap tanah kelahiran.</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>Bagi Pemerintah Kabupaten Bondowoso, penguatan karakter berbasis budaya lokal merupakan investasi jangka panjang dalam membangun generasi masa depan. Sebab, kecerdasan intelektual tanpa fondasi budaya yang kuat dikhawatirkan akan melahirkan generasi yang kehilangan arah dan identitas di tengah perubahan zaman yang begitu cepat.</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>Pandangan tersebut disampaikan Bupati Bondowoso Abd. Hamid Wahid saat menghadiri Gelar Budaya "Ini Budi Amarta Dewi Rengganis" yang digelar Rabu (17/6/2026) malam di GOR Pelita Bondowoso yang berkolaborasi dengan berbagai pihak dan digagas oleh Group Apresiasi Seni (GAS) Bondowoso dan Dinas Pariwisata Kebudayaan Pemuda dan Olahraga (Disparbudpora) Kabupaten Bondowoso.</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>Menurut Bupati Bondowoso, Abdul Hamid Wahid saat membuka kegiatan tersebut mengatakan, penguatan karakter berbasis kearifan lokal bukan lagi sekadar pilihan, melainkan kebutuhan strategis yang harus dilakukan secara berkelanjutan.</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>"Pada era modernisasi yang bergerak sangat cepat ini, kita dihadapkan pada tantangan besar berupa terkikisnya nilai-nilai jati diri bangsa di kalangan generasi muda. Oleh karena itu, penguatan karakter berbasis kearifan lokal bukan lagi sekadar pilihan, melainkan sebuah urgensi dan kebutuhan strategis demi menyelamatkan masa depan bangsa," ujarnya.</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>Bupati yang karib disapa Ra Hamid ini juga memberikan apresiasi kepada Group Apresiasi Seni (GAS) Bondowoso yang menggagas program pembelajaran "Ini Budi". Menurutnya, program tersebut menjadi contoh nyata bagaimana seni budaya dapat dijadikan media pendidikan karakter yang menyenangkan sekaligus membumi.</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>Melalui pertunjukan yang mengangkat kisah Dewi Rengganis, anak-anak diperkenalkan pada nilai-nilai seni, kebajikan, keindahan, dan kearifan yang menjadi bagian dari identitas masyarakat Bondowoso. Nilai-nilai tersebut dinilai penting sebagai fondasi dalam membentuk pribadi yang berkarakter dan memiliki rasa cinta terhadap bangsa serta daerahnya.</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>"Pemerintah Kabupaten Bondowoso memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada GAS Bondowoso atas inisiasi program pembelajaran Ini Budi. Melalui pertunjukan ini kita menyaksikan langkah nyata dalam menanamkan nilai-nilai seni, kebajikan, dan kearifan kepada anak-anak sejak usia dini," katanya.</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>Ra Hamid menegaskan, pelestarian budaya tidak boleh berhenti pada seremoni dan pertunjukan sesaat. Pelestarian yang sejati harus diwujudkan melalui proses pembelajaran yang berkesinambungan dan menyentuh langsung generasi penerus.</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>Karena itu, ia mendorong agar kolaborasi antara pemerintah daerah, komunitas seni, lembaga pendidikan, serta masyarakat terus diperkuat. Menurutnya, sinergi tersebut menjadi kunci dalam menjaga keberlangsungan budaya sekaligus memperkuat karakter generasi muda Bondowoso.</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>"Kegiatan malam ini menjadi bukti bahwa pelestarian budaya tidak boleh mandek pada tataran wacana. Pelestarian harus diwujudkan melalui proses pembelajaran yang berkelanjutan dan menyentuh langsung denyut nadi generasi muda," ungkapnya.</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>Bupati Bondowoso mengajak seluruh masyarakat menjadikan budaya sebagai perekat persatuan sekaligus sarana membangun masa depan daerah. Ia berharap semangat "Satu Hati, Satu Budi, Satu Bangsa" dapat terus tumbuh di tengah masyarakat.</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>Kepada para peserta yang sebagian besar merupakan anak-anak, Ra Hamid berpesan agar menjadikan kisah Dewi Rengganis sebagai teladan dalam kehidupan sehari-hari. Menurutnya, Bondowoso harus menjadi ruang yang subur bagi lahirnya generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki keluhuran budi dan kebanggaan terhadap budaya daerahnya.</span></p>
<p><span>"Mari kita jadikan Bondowoso sebagai rahim yang subur bagi tumbuhnya generasi yang cerdas secara intelektual dan luhur secara kultural," pungkasnya. <strong>(***)</strong></span></p>
<p><span><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></span></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Sekda Bondowoso Beberkan Progres Gerai KDKMP dan Kendala Lahan</title>
<link>https://suarajatimpost.com/sekda-bondowoso-beberkan-progres-gerai-kdkmp-dan-kendala-lahan</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/sekda-bondowoso-beberkan-progres-gerai-kdkmp-dan-kendala-lahan</guid>
<description><![CDATA[ KDKMP Bondowoso, Gerai Merah Putih, Fathur Rozi, Sekda Bondowoso, DPRD Bondowoso, Forum Ketua KDKMP, Tanah Kas Desa, Program Koperasi Desa Merah Putih. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202606/image_870x580_6a32cc0da7f87.webp" length="26696" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 17 Jun 2026 23:32:44 +0700</pubDate>
<dc:creator>Rizqi Ardian</dc:creator>
<media:keywords>KDKMP, Koperasi Merah Putih, Dandim Kediri, kodim 0809/Kediri</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>BONDOWOSO, SJP – </strong>Polemik pembangunan gerai Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di Bondowoso yang menjadi pembahasan dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) antara Forum Komunikasi Ketua KDKMP dan DPRD Bondowoso, pada Rabu (17/6/2026) terus mendapat perhatian pemerintah daerah.</p>
<p>Menanggapi berbagai aspirasi dan desakan yang muncul dalam RDP tersebut, Sekretaris Daerah (Sekda) Bondowoso, Fathur Rozi, memaparkan perkembangan pembangunan gerai KDKMP sekaligus menjelaskan berbagai kendala yang masih dihadapi di lapangan, terutama terkait ketersediaan lahan.</p>
<p>Menurut Fathur Rozi, hingga saat ini terdapat 112 unit pembangunan gerai KDKMP yang telah berjalan di berbagai wilayah Bondowoso. Dari jumlah tersebut, sebanyak 97 unit telah rampung 100 persen, sementara 15 unit lainnya masih dalam tahap pembangunan.</p>
<p>"Sebanyak 97 unit sudah selesai seratus persen dan 15 unit masih dalam proses pembangunan," kata Fathur Rozi.</p>
<p>Ia menjelaskan, pembangunan gerai yang sudah berjalan tersebut sebagian besar memanfaatkan Tanah Kas Desa (TKD). Dari total 112 unit, sebanyak 107 unit berdiri di atas lahan kas desa dan lima unit lainnya menggunakan aset milik Pemerintah Kabupaten Bondowoso.</p>
<p>Meski demikian, upaya pengembangan gerai KDKMP masih menghadapi tantangan. Saat ini terdapat 107 lokasi yang masih dalam tahap penyiapan lahan sebelum pembangunan fisik dapat dilakukan.</p>
<p>Lahan-lahan yang diusulkan untuk pembangunan tersebut berasal dari berbagai aset milik pemerintah maupun badan usaha negara.</p>
<p>Rinciannya meliputi sembilan aset Pemkab Bondowoso, satu aset Pemerintah Provinsi Jawa Timur, 12 aset Perhutani, 14 aset PTP, satu aset KAI, satu aset KPPN, serta kemungkinan 12 lokasi melalui mekanisme tukar guling Tanah Kas Desa.</p>
<p>Selain itu, masih terdapat 53 desa yang hingga kini belum memiliki lahan yang dapat digunakan untuk pembangunan gerai KDKMP.</p>
<p>"Masih ada 53 yang belum memiliki lahan," ujarnya.</p>
<p>Sekda menegaskan, pada prinsipnya pemerintah daerah mendukung penuh percepatan pembangunan gerai KDKMP karena merupakan bagian dari program strategis nasional yang mendapat instruksi langsung dari pemerintah pusat.</p>
<p>Namun, ia mengingatkan bahwa pemanfaatan aset pemerintah untuk kepentingan pembangunan gerai tetap harus mengikuti aturan yang berlaku agar tidak menimbulkan persoalan hukum di kemudian hari.</p>
<p>Menurutnya, setiap aset berupa tanah maupun bangunan yang akan dimanfaatkan harus melalui proses penilaian dan mekanisme pengelolaan sesuai ketentuan perundang-undangan.</p>
<p>"Kita mendukung program ini karena merupakan instruksi presiden. Tetapi pengelolaan dan pemanfaatan aset daerah harus tetap mengikuti regulasi agar tidak menimbulkan masalah di kemudian hari," tegasnya.</p>
<p>Ia menambahkan, ketentuan tersebut telah diatur dalam sejumlah regulasi, di antaranya Peraturan Pemerintah Nomor 27 Tahun 2014 tentang Pengelolaan Barang Milik Negara/Daerah, Permendagri Nomor 19 Tahun 2016 tentang Pedoman Pengelolaan Barang Milik Daerah, serta Permendagri Nomor 7 Tahun 2024. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>DPRD Bondowoso Respons Keluhan KDKMP, Ahmad Dhafir Minta Forkopimda Segera Bahas Persoalan Lahan</title>
<link>https://suarajatimpost.com/dprd-bondowoso-respons-keluhan-kdkmp-ahmad-dhafir-minta-forkopimda-segera-bahas-persoalan-lahan</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/dprd-bondowoso-respons-keluhan-kdkmp-ahmad-dhafir-minta-forkopimda-segera-bahas-persoalan-lahan</guid>
<description><![CDATA[ Ketua DPRD Bondowoso Ahmad Dhafir meminta Pemkab segera menggelar rapat Forkopimda untuk menyelesaikan persoalan lahan Koperasi Desa Merah Putih. Langkah itu dilakukan menyusul keluhan Forum KDKMP yang menilai penyediaan lahan masih berjalan lamban. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202606/image_870x580_6a327aecb8668.webp" length="26606" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 17 Jun 2026 19:33:51 +0700</pubDate>
<dc:creator>Rizqi Ardian</dc:creator>
<media:keywords>KDKMP, koperasi, Bondowoso, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p class="isSelectedEnd"><strong><span>BONDOWOSO, SJP</span></strong><span> – DPRD Bondowoso merespons sejumlah keluhan yang disampaikan Forum Komunikasi Ketua Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) terkait lambannya penyediaan lahan dan sejumlah persoalan regulasi dalam pelaksanaan program Koperasi Desa Merah Putih. </span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>Menyusul Rapat Dengar Pendapat (RDP) yang digelar Rabu (17/6/2026), DPRD meminta pemerintah daerah segera mengambil langkah konkret untuk mempercepat penyelesaian berbagai kendala di lapangan.</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>Ketua DPRD Bondowoso, Ahmad Dhafir, menegaskan, aspirasi yang disampaikan para pengurus koperasi akan menjadi bahan tindak lanjut bersama pemerintah daerah. Menurutnya, persoalan lahan tidak bisa dibiarkan berlarut-larut mengingat program Koperasi Desa Merah Putih merupakan bagian dari program strategis nasional yang membutuhkan dukungan seluruh pihak.</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>"RDP ini bukan rapat kerja dan bukan forum untuk mengambil keputusan. Tetapi aspirasi yang disampaikan teman-teman KDKMP, terutama terkait percepatan penyelesaian persoalan lahan, tentu akan kami tindak lanjuti karena ini sudah menjadi kebutuhan bersama," kata Dhafir usai memimpin RDP.</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>Sebelumnya, Forum Ketua KDKMP Bondowoso menyampaikan kritik terhadap lambannya penyediaan lahan yang dinilai berpotensi menghambat operasional koperasi. Forum juga meminta pemerintah daerah dan Satgas Koperasi Merah Putih segera mengambil langkah strategis agar persoalan tersebut tidak menghambat pelaksanaan program di tingkat desa dan kelurahan.</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>Menanggapi kritik tersebut, Dhafir menilai proses penyediaan lahan memerlukan kehati-hatian karena menyangkut aset negara, aset daerah, maupun tanah kas desa yang penggunaannya harus sesuai regulasi.</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>Menurutnya, pemerintah daerah saat ini tengah berupaya mencari solusi terbaik agar tidak muncul persoalan hukum di kemudian hari. Salah satunya terkait pemanfaatan tanah kas desa (TKD) yang tidak seluruhnya berada di lokasi strategis dan dalam beberapa kasus membutuhkan mekanisme tukar guling.</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>"Yang dilakukan pemerintah sebenarnya mencari solusi. Jangan sampai karena ingin cepat, justru muncul masalah hukum di kemudian hari. Semua harus sesuai dengan regulasi yang berlaku," ujarnya.</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>Dhafir menjelaskan, pemanfaatan lahan untuk koperasi harus mempertimbangkan status kepemilikan dan lokasi aset. Selain tanah kas desa, terdapat sejumlah alternatif lahan yang berasal dari aset pemerintah daerah, Perhutani maupun Perkebunan Nusantara (PTPN) yang juga perlu dikaji secara mendalam.</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>"Kalau tanah kas desa berada di lokasi strategis tentu bisa dimanfaatkan. Tetapi jika lokasinya tidak memungkinkan dan harus melalui mekanisme tukar guling, maka prosesnya harus mengikuti ketentuan yang berlaku. Begitu juga jika menggunakan aset daerah, Perhutani atau PTPN," urai politikus senior yang baru saja dinobatkan sebagai Ketua DPC PKB Bondowoso ini.</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>Sebagai tindak lanjut hasil RDP, Dhafir mengaku telah meminta pemerintah daerah segera menggelar rapat koordinasi bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dan sejumlah instansi terkait untuk membahas satu per satu persoalan yang muncul di desa.</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>"Saya sudah meminta agar segera dilakukan rapat Forkopimda. Persoalan-persoalan yang muncul harus diurai satu per satu. Jika diperlukan, kita akan mengundang BPN, Perhutani, PTPN dan pihak terkait lainnya agar ada percepatan penyelesaian persoalan lahan," tegasnya.</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>Selain persoalan lahan, DPRD juga mencatat masukan dari Forum KDKMP terkait regulasi pengelolaan koperasi, termasuk harapan agar perekrutan tenaga kerja di koperasi nantinya lebih mengutamakan masyarakat sekitar desa.</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>Menurut Dhafir, masukan tersebut akan menjadi bahan evaluasi dan akan diteruskan kepada pemerintah pusat sebagai bagian dari penyempurnaan pelaksanaan program Koperasi Desa Merah Putih di daerah.</span></p>
<p><span>"Kami melihat teman-teman KDKMP pada prinsipnya mendukung program ini. Namun ada beberapa catatan yang perlu disampaikan kepada pemerintah pusat agar pelaksanaannya di daerah berjalan lebih baik dan sesuai kebutuhan masyarakat," pungkasnya. <strong>(*)</strong></span></p>
<p><span><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></span></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>7.179 Buruh Rokok Bondowoso Terima BLT Cukai, Disalurkan Tanpa Potongan</title>
<link>https://suarajatimpost.com/7179-buruh-rokok-bondowoso-terima-blt-cukai-disalurkan-tanpa-potongan</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/7179-buruh-rokok-bondowoso-terima-blt-cukai-disalurkan-tanpa-potongan</guid>
<description><![CDATA[ Pemkab Bondowoso menyalurkan BLT DBHCHT senilai Rp4,8 miliar kepada 7.179 pekerja pabrik rokok dan buruh tembakau. Bantuan disalurkan melalui PT Pos Indonesia tanpa potongan dan dipastikan tepat sasaran setelah melalui proses verifikasi langsung. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202606/image_870x580_6a327ae913530.webp" length="47532" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 17 Jun 2026 19:02:45 +0700</pubDate>
<dc:creator>Rizqi Ardian</dc:creator>
<media:keywords>pemerintahan, Bondowoso, advetorial, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p class="isSelectedEnd"><strong><span>BONDOWOSO, SJP</span></strong><span> – Pemerintah Kabupaten Bondowoso mulai menyalurkan Bantuan Langsung Tunai (BLT) yang bersumber dari Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) kepada ribuan pekerja pabrik rokok dan buruh tembakau. Program perlindungan sosial tersebut diharapkan mampu membantu menjaga daya beli masyarakat di tengah tekanan ekonomi dan ketidakpastian industri hasil tembakau.</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>Tahun ini, sebanyak 7.179 pekerja tercatat sebagai penerima manfaat dengan total anggaran mencapai sekitar Rp4,8 miliar. Masing-masing penerima memperoleh bantuan sebesar Rp600 ribu yang disalurkan dalam dua tahap, masing-masing Rp300 ribu.</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>Penyaluran bantuan dilakukan secara langsung di lokasi pabrik rokok dan gudang tembakau melalui kerja sama dengan PT Pos Indonesia. Skema jemput bola tersebut diterapkan untuk memudahkan penerima sekaligus memastikan bantuan tersalurkan secara tepat sasaran tanpa harus membebani pekerja dengan biaya maupun proses administrasi tambahan.</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>Komitmen pemerintah daerah untuk menjaga transparansi dan akuntabilitas penyaluran bantuan terlihat dari keterlibatan sejumlah unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dalam proses penyerahan bantuan. Penyaluran perdana secara simbolis dilaksanakan di Pabrik Rokok Cahaya Bukit Sukawringin, Desa Banyuputih, Kecamatan Wringin, Rabu (17/6/2026).</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>Wakil Bupati Bondowoso, As'ad Yahya Syafi'i, mengatakan, pemerintah daerah sengaja turun langsung untuk memastikan seluruh tahapan penyaluran berjalan sesuai ketentuan.</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>"Kami bersama Forkopimda dan didampingi Kepala Dinsos P3AKB turun langsung untuk memastikan proses penyaluran bantuan ini berjalan dengan baik, lancar, dan akuntabel. Secara keseluruhan penerima BLT DBHCHT tahun ini mencapai 7.179 orang," kata As'ad.</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>Menurutnya, bantuan tersebut merupakan bentuk perhatian pemerintah kepada para pekerja di sektor industri hasil tembakau yang selama ini turut berkontribusi terhadap penerimaan negara melalui cukai.</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>"Masing-masing penerima mendapatkan Rp600 ribu yang diberikan dalam dua tahap. Harapannya bantuan ini dapat membantu memenuhi kebutuhan masyarakat dan meringankan beban ekonomi para pekerja," ujarnya.</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (Dinsos P3AKB) Bondowoso, dr Moh Imron, menjelaskan bahwa penyaluran dilakukan melalui PT Pos Indonesia dengan sistem jemput bola ke masing-masing lokasi pabrik.</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>"Kami menghadirkan PT Pos langsung ke lokasi agar masyarakat tidak perlu datang ke kantor pos. Ini bagian dari upaya memberikan pelayanan terbaik dan memastikan bantuan diterima langsung oleh yang berhak," katanya.</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>Imron menyebut total anggaran BLT DBHCHT yang disiapkan pemerintah daerah mencapai sekitar Rp4,8 miliar. Selain pekerja pabrik rokok dan gudang tembakau yang berada di Bondowoso, bantuan juga diberikan kepada warga ber-KTP Bondowoso yang bekerja di pabrik rokok di luar daerah.</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>"Tahap pertama diberikan kepada pekerja pabrik rokok dan gudang tembakau di Bondowoso. Tahap berikutnya juga akan diberikan kepada warga Bondowoso yang bekerja di pabrik rokok di luar daerah, seperti di Situbondo maupun Jember," jelasnya.</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>Sebelum bantuan disalurkan, Dinsos P3AKB melakukan verifikasi dan validasi data penerima secara langsung ke masing-masing perusahaan. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan bantuan benar-benar diterima pekerja yang memenuhi syarat.</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>"Kami turun langsung ke pabrik-pabrik untuk memastikan identitas penerima sesuai data yang diberikan. Jadi penyalurannya bisa dipertanggungjawabkan dan tepat sasaran," ujarnya.</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>Imron juga menegaskan bahwa bantuan yang diterima pekerja tidak dikenakan potongan dalam bentuk apa pun. Apabila terdapat penerima yang berhalangan hadir saat jadwal penyaluran, mereka masih diberi kesempatan mengambil bantuan dalam waktu tiga hari berikutnya.</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>"Bantuan ini diterima utuh tanpa potongan satu rupiah pun. Kalau ada yang sakit atau berhalangan hadir, bisa memberikan kuasa kepada keluarga sesuai ketentuan. Bahkan jika tetap tidak bisa hadir, PT Pos akan mengantarkan langsung ke rumah penerima," tegasnya.</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>Ia mengungkapkan jumlah penerima manfaat tahun ini mengalami penurunan dibandingkan tahun sebelumnya. Berdasarkan hasil verifikasi, terdapat pengurangan sekitar 300 hingga 400 pekerja yang tercatat sebagai penerima bantuan.</span></p>
<p><span>"Jumlah penerima berkurang kemungkinan karena jumlah pekerja di sektor industri rokok juga menurun seiring berkurangnya produksi. Namun anggaran yang disiapkan pemerintah daerah tetap mengacu pada estimasi kebutuhan sebelumnya," pungkas Imron. <strong>(***)</strong></span></p>
<p><span><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></span></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Tak Hanya Persoalan Lahan, Forum KDKMP Bondowoso Juga Tolak Regulasi Koperasi yang Dinilai Bermasalah</title>
<link>https://suarajatimpost.com/tak-hanya-persoalan-lahan-forum-kdkmp-bondowoso-juga-tolak-regulasi-koperasi-yang-dinilai-bermasalah</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/tak-hanya-persoalan-lahan-forum-kdkmp-bondowoso-juga-tolak-regulasi-koperasi-yang-dinilai-bermasalah</guid>
<description><![CDATA[ Forum Ketua KDKMP Bondowoso meminta percepatan penyediaan lahan dan kepastian regulasi Koperasi Merah Putih. Dalam RDP bersama DPRD, Satgas berjanji menindaklanjuti persoalan tersebut, sementara DPRD siap mengawal proses penyelesaiannya. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202606/image_870x580_6a327af04ed27.webp" length="36128" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 17 Jun 2026 18:31:16 +0700</pubDate>
<dc:creator>Rizqi Ardian</dc:creator>
<media:keywords>KDKMP, koperasi, Bondowoso, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p class="isSelectedEnd"><strong><span>BONDOWOSO, SJP</span></strong><span> – Persoalan ketersediaan lahan untuk mendukung program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di Kabupaten Bondowoso kembali menjadi sorotan. Forum Ketua KDKMP Bondowoso menilai masih terdapat kelambanan dalam penyediaan lahan yang berpotensi menghambat pengembangan koperasi di tingkat desa dan kelurahan.</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>Keluhan tersebut disampaikan dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) yang digelar DPRD Bondowoso bersama perwakilan Forum Ketua KDKMP, Satgas Koperasi Merah Putih, serta sejumlah pihak terkait, Rabu (17/6/2026). Forum Ketua KDKMP berharap pemerintah daerah segera mengambil langkah konkret agar persoalan yang selama ini dikeluhkan pengurus koperasi tidak berlarut-larut.</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>Selain masalah lahan, para Ketua KDKMP juga menyoroti sejumlah regulasi yang dinilai berpotensi menimbulkan persoalan hukum dalam tata kelola koperasi. Mereka meminta pemerintah memastikan seluruh kebijakan yang diterapkan tetap mengacu pada Undang-Undang Perkoperasian agar tidak menimbulkan polemik di kemudian hari.</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>RDP tersebut menghasilkan sejumlah kesepahaman yang dinilai positif oleh Forum Ketua KDKMP Bondowoso. Salah satunya adalah komitmen pemerintah daerah dan DPRD untuk menindaklanjuti berbagai persoalan yang disampaikan oleh para pengurus koperasi.</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>Ketua Forum Ketua KDKMP Bondowoso, Martin, mengatakan jika sebelumnya telah menyampaikan pernyataan sikap yang berisi dua persoalan utama, yakni ketersediaan lahan dan regulasi pengelolaan koperasi.</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>"Alhamdulillah, dari hasil RDP tadi kami mendapatkan banyak poin yang cukup positif. Salah satunya terkait persoalan ketersediaan lahan yang sebelumnya kami sampaikan dalam pernyataan sikap. Kami menilai ada kelambanan dalam penyediaan lahan di Bondowoso sehingga perlu langkah-langkah strategis untuk mempercepat proses tersebut," ujarnya.</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>Menurut Martin, dalam rapat tersebut Sekretaris Daerah (Sekda) selaku perwakilan Satgas Koperasi Merah Putih menyampaikan komitmen untuk segera menindaklanjuti berbagai persoalan yang muncul di lapangan. Bahkan, DPRD Bondowoso juga menyatakan akan mengawal proses tersebut agar menghasilkan solusi yang konkret.</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>"Dari pihak Satgas yang diwakili Sekda menyampaikan akan ada tindak lanjut melalui rapat kerja bersama. Ketua DPRD juga menyatakan akan memonitor langsung tindak lanjut dari Satgas. Mudah-mudahan ini bisa menjadi solusi terhadap persoalan lahan yang selama ini menjadi kendala," kata Martin.</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>Terkait regulasi, Forum KDKMP Bondowoso tetap mempertahankan sikap kritis terhadap kebijakan yang dianggap berpotensi bertentangan dengan Undang-Undang Nomor 25 Tahun 1992 tentang Perkoperasian. Salah satu yang menjadi perhatian adalah mekanisme pengelolaan organisasi dan perekrutan tenaga kerja.</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>"Kami tetap berpendapat menolak regulasi atau pengelolaan koperasi yang berpotensi melanggar Undang-Undang Perkoperasian. Salah satunya terkait mekanisme perekrutan karyawan. Regulasi seperti itu harus memiliki dasar hukum yang jelas dan tidak boleh bertentangan dengan undang-undang yang lebih tinggi," tegasnya.</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>Meski demikian, pihaknya membuka ruang dialog apabila pemerintah pusat maupun daerah menerbitkan aturan turunan yang memberikan kepastian hukum terhadap pelaksanaan program Koperasi Merah Putih.</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>"Jika nantinya ada regulasi turunan yang jelas, seperti peraturan pemerintah atau aturan lain yang memberikan kepastian hukum, tentu bisa menjadi bahan pertimbangan. Namun selama berpotensi bertentangan dengan undang-undang, kami tetap menyatakan penolakan," ujarnya.</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>Martin menegaskan Forum Ketua KDKMP Bondowoso pada prinsipnya mendukung keberadaan program Koperasi Merah Putih sebagai upaya memperkuat ekonomi desa. Namun dukungan tersebut harus dibarengi dengan kepastian regulasi dan penyelesaian berbagai persoalan teknis yang dihadapi pengurus koperasi di lapangan.</span></p>
<p><span>"Kami ingin program ini berjalan baik dan memberikan manfaat bagi masyarakat. Karena itu kami berharap pemerintah segera menindaklanjuti hasil RDP ini sehingga persoalan yang ada bisa segera terselesaikan," pungkasnya. <strong>(*)</strong></span></p>
<p><span><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></span></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>BAZNAS Bondowoso Salurkan 1.000 Seragam Sekolah, Bupati: Investasi Sosial untuk Masa Depan Anak</title>
<link>https://suarajatimpost.com/baznas-bondowoso-salurkan-1000-seragam-sekolah-bupati-investasi-sosial-untuk-masa-depan-anak</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/baznas-bondowoso-salurkan-1000-seragam-sekolah-bupati-investasi-sosial-untuk-masa-depan-anak</guid>
<description><![CDATA[ BAZNAS Bondowoso menyalurkan 1.000 stel seragam sekolah bagi siswa SD dan SMP menjelang tahun ajaran baru. Bupati Abdul Hamid Wahid menyebut bantuan tersebut sebagai investasi sosial yang mampu meningkatkan semangat belajar sekaligus meringankan beban ekonomi keluarga penerima manfaat. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202606/image_870x580_6a32798d4c581.webp" length="58958" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 17 Jun 2026 18:00:03 +0700</pubDate>
<dc:creator>Rizqi Ardian</dc:creator>
<media:keywords>Bondowoso, pemeirntah, sekda, ASN, kinerja, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p class="isSelectedEnd"><strong><span>BONDOWOSO, SJP</span></strong><span> – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Bondowoso menyalurkan bantuan 1.000 stel seragam sekolah kepada siswa Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP). Bantuan tersebut diberikan untuk meringankan beban orang tua menjelang tahun ajaran baru.</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>Penyerahan bantuan dilakukan secara simbolis di Pendopo Ki Bagus Asra Bondowoso, Rabu (17/6/2026), dan dihadiri Bupati Bondowoso Abdul Hamid Wahid beserta jajaran pemerintah daerah.</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>Bupati Bondowoso Abdul Hamid Wahid mengapresiasi langkah BAZNAS yang dinilainya konsisten hadir membantu masyarakat melalui berbagai program sosial, termasuk di bidang pendidikan.</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>“Saya menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya dan terima kasih yang mendalam kepada BAZNAS Kabupaten Bondowoso atas terselenggaranya agenda luar biasa ini,” ujarnya.</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>Menurut bupati, penyaluran 1.000 stel seragam sekolah tersebut menjadi bukti nyata peran BAZNAS dalam mendukung kesejahteraan masyarakat, khususnya membantu keluarga yang membutuhkan saat memasuki tahun ajaran baru.</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>Ia menegaskan bahwa bantuan seragam sekolah tidak hanya bernilai materi, tetapi juga memiliki makna sosial dan pendidikan yang penting bagi perkembangan anak.</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>“Bantuan seragam ini bukan sekadar pemberian materi fisik belaka, melainkan sebuah bentuk investasi sosial dan motivasi moral bagi anak-anak kita,” kata bupati yang karib disapa Ra Hamid ini.</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>Ia menjelaskan, seragam baru diharapkan mampu meningkatkan rasa percaya diri siswa saat mengikuti proses belajar mengajar. Selain itu, bantuan tersebut juga dapat mengurangi kesenjangan sosial di lingkungan sekolah.</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>“Melalui seragam baru ini, kita ingin menumbuhkan rasa percaya diri dalam diri anak-anak, mengikis sekat kesenjangan sosial di lingkungan sekolah, serta memantik semangat baru agar mereka lebih giat belajar demi meraih cita-cita yang tinggi,” tuturnya.</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>Pada kesempatan yang sama, Bupati Bondowoso mengajak seluruh masyarakat, khususnya Aparatur Sipil Negara (ASN), pelaku usaha, dan institusi swasta yang telah memenuhi syarat wajib zakat, untuk menyalurkan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) melalui BAZNAS.</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>Menurutnya, optimalisasi penghimpunan dana ZIS akan memperluas manfaat program-program sosial yang menyasar masyarakat kurang mampu.</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>“Semakin besar dana ZIS yang dihimpun dan dikelola secara profesional, maka semakin luas pula jangkauan kemaslahatan yang dapat diberikan kepada saudara-saudara kita yang membutuhkan,” ungkapnya.</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>Kepada para siswa penerima bantuan, bupati berpesan agar menjadikan bantuan tersebut sebagai penyemangat untuk belajar lebih tekun dan meraih prestasi.</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>“Belajarlah dengan tekun, disiplin, dan penuh tanggung jawab. Rawatlah bantuan seragam ini dengan baik, dan jadikan momentum ini sebagai pemacu semangat untuk membuktikan bahwa kalian mampu mengukir prestasi yang membanggakan,” pungkasnya.</span></p>
<p><span>Program bantuan seragam sekolah tersebut merupakan salah satu bentuk pemanfaatan dana zakat yang dihimpun BAZNAS Bondowoso untuk mendukung akses pendidikan sekaligus meringankan beban ekonomi masyarakat berpenghasilan rendah. <strong>(***)</strong></span></p>
<p><span><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></span></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Ribuan Pelajar Bondowoso Meriahkan Pawai Lampion Tahun Baru Islam 1448 H, UMKM Ikut Terdongkrak</title>
<link>https://suarajatimpost.com/ribuan-pelajar-bondowoso-meriahkan-pawai-lampion-tahun-baru-islam-1448-h-umkm-ikut-terdongkrak</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/ribuan-pelajar-bondowoso-meriahkan-pawai-lampion-tahun-baru-islam-1448-h-umkm-ikut-terdongkrak</guid>
<description><![CDATA[ Lebih dari 1.000 pelajar dari 36 sekolah di Bondowoso mengikuti Pawai Lampion menyambut Tahun Baru Islam 1448 Hijriah. Selain menanamkan nilai religius, kreativitas, dan gotong royong, kegiatan ini juga mendorong perputaran ekonomi melalui ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202606/image_870x580_6a32031f0b361.webp" length="51548" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 17 Jun 2026 11:30:22 +0700</pubDate>
<dc:creator>Rizqi Ardian</dc:creator>
<media:keywords>pemerintahan, Bondowoso, advetorial, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>BONDOWOSO, SJP – </strong>Semarak menyambut Tahun Baru Islam 1448 Hijriah terasa di Kabupaten Bondowoso. Lebih dari 1.000 pelajar dari berbagai jenjang pendidikan memadati jalan-jalan utama kota dalam Pawai Lampion yang digelar pada Selasa (16/6/2026) malam.</p>
<p>Dengan membawa lampion beraneka bentuk dan warna, para peserta berjalan mengelilingi kawasan pusat kota diiringi lantunan selawat dan lagu-lagu religi. Kegiatan yang menjadi bagian dari rangkaian Festival Muharram tersebut sukses menarik perhatian masyarakat yang memadati sepanjang rute pawai.</p>
<p>Kreativitas para pelajar tampak dalam berbagai desain lampion yang mereka tampilkan. Mulai dari bentuk bulan sabit, bunga teratai, tumpeng, hingga janur kuning yang dirangkai menyerupai lampion. Menariknya, sebagian besar lampion dibuat dari bahan daur ulang seperti botol plastik dan galon bekas.</p>
<p>Salah satu karya kreatif datang dari siswa SDN Dibawah 3 Bondowoso yang begitu antusias mengikuti kegiatan tersebut.</p>
<p>Tak hanya itu, SMPN 5 Bondowoso juga membuat lampion berbentuk bunga menggunakan sendok plastik dan galon bekas.</p>
<p>"Ini dari sendok bekas, dari galon bekas juga," ujar Imah, siswi SMP Negeri 5 Bondowoso.</p>
<p>Sementara itu, SMP Negeri 7 Bondowoso memilih konsep yang lebih ramah lingkungan dengan memanfaatkan janur kuning sebagai bahan utama lampion mereka.</p>
<p>Dalam kesempatan tersebut, Wakil Bupati Bondowoso, As'ad Yahya Safi'i, mengatakan pawai lampion digelar sebagai sarana mengajak masyarakat, khususnya generasi muda, untuk mengenang kembali peristiwa hijrah Nabi Muhammad SAW sekaligus menyambut tahun baru Islam dengan kegiatan yang positif dan edukatif.</p>
<p>Menurutnya, lampion yang dibawa peserta bukan sekadar hiasan, melainkan memiliki makna filosofis yang erat dengan semangat hijrah.</p>
<p>"Pemilihan pawai lampion memiliki filosofi pergerakan, perjalanan, hijrah, kekompakan, dan kebersamaan," kata As'ad.</p>
<p>Ia berharap cahaya lampion yang menerangi sepanjang perjalanan pawai dapat menjadi simbol harapan bagi masyarakat dalam menjalani tahun baru Islam.</p>
<p>"Lampion itu bercahaya. Berharap perjalanan kita dalam menjalani kehidupan di tahun 1448 Hijriah ini terus bercahaya, terang benderang, dan penuh dengan keberuntungan," ujarnya.</p>
<p>Selain memiliki nilai religius dan edukatif, kegiatan tersebut juga dinilai memberikan dampak positif terhadap perekonomian masyarakat. Ribuan warga yang hadir untuk menyaksikan pawai turut memadati lapak-lapak UMKM yang berjejer di sekitar lokasi kegiatan.</p>
<p>"Sehingga ada perputaran ekonomi di dalamnya," tambahnya.</p>
<p>Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Bondowoso, Taufan Restuanto, menyebutkan sebanyak 36 lembaga pendidikan berpartisipasi dalam pawai tersebut. Terdiri atas 15 Sekolah Dasar (SD), 11 Sekolah Menengah Pertama (SMP), serta 10 SMA, SMK, dan Madrasah Aliyah (MA).</p>
<p>"Ini merupakan rangkaian dari Festival Muharram," katanya.</p>
<p>Taufan menegaskan bahwa pawai lampion bukan sekadar kegiatan seremonial atau berjalan-jalan pada malam hari. Lebih dari itu, kegiatan tersebut menjadi ruang pembelajaran yang menanamkan berbagai nilai positif kepada para pelajar.</p>
<p>Melalui proses pembuatan lampion, siswa diajak belajar bergotong royong, mengembangkan kreativitas, memperkuat kerja sama tim, serta menerapkan tujuh kebiasaan Anak Indonesia Hebat yang saat ini terus didorong dalam dunia pendidikan.</p>
<p>"Kegiatan ini juga menjadi bagian dari penanaman tujuh kebiasaan Anak Indonesia Hebat kepada para pelajar," pungkasnya. <strong>(***)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Di Tengah Gelombang Penolakan dan Penghentian MBG di Sejumlah Daerah, SPPG Buduan 1 Situbondo Hadirkan Super Hero untuk Hibur Siswa</title>
<link>https://suarajatimpost.com/di-tengah-gelombang-penolakan-dan-penghentian-mbg-di-sejumlah-daerah-sppg-buduan-1-situbondo-hadirkan-super-hero-untuk-hibur-siswa</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/di-tengah-gelombang-penolakan-dan-penghentian-mbg-di-sejumlah-daerah-sppg-buduan-1-situbondo-hadirkan-super-hero-untuk-hibur-siswa</guid>
<description><![CDATA[ Di tengah penolakan dan penghentian Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di sejumlah daerah, SPPG Buduan 01 Situbondo menghadirkan super hero saat distribusi makanan bergizi, menciptakan antusiasme dan keceriaan bagi 2.252 siswa penerima manfaat. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202606/image_870x580_6a3005489cf5e.webp" length="48240" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 15 Jun 2026 21:01:59 +0700</pubDate>
<dc:creator>Rizqi Ardian</dc:creator>
<media:keywords>MBG, SPPG, Suboh, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SITUBONDO, SJP – </strong>Di tengah berbagai dinamika yang mewarnai pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di sejumlah daerah di Indonesia, Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Situbondo Suboh Buduan 01 justru menunjukkan wajah berbeda dari program nasional tersebut.</p>
<p>Saat sejumlah wilayah menghadapi penolakan peserta hingga penghentian sementara operasional dapur MBG akibat berbagai kendala, pelaksanaan program di wilayah ini berlangsung meriah dan mendapat sambutan positif dari para siswa.</p>
<p>Dalam beberapa pekan terakhir, Program MBG menjadi sorotan publik setelah muncul laporan ribuan siswa yang memilih tidak mengikuti program tersebut di sejumlah daerah.</p>
<p>Selain itu, beberapa Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) juga sempat menghentikan layanan akibat persoalan operasional dan administrasi yang sedang dievaluasi pemerintah.</p>
<p>Berbeda dengan kondisi tersebut, SPPG Buduan 01 Situbondo terus berupaya membangun kedekatan dengan para penerima manfaat melalui berbagai inovasi kreatif. Salah satunya dengan menghadirkan tokoh-tokoh super hero saat proses distribusi makanan bergizi ke sekolah-sekolah.</p>
<p>Pada Rabu (3/6/2026), sejumlah karakter ikonik seperti Spiderman, Batman, Superman, dan Zorro diterjunkan untuk mengantarkan sekaligus membagikan paket MBG kepada para siswa di wilayah layanan SPPG Buduan 01.</p>
<p>Kehadiran para tokoh yang lekat dengan dunia anak-anak tersebut langsung mencuri perhatian para siswa. Mereka tampak antusias menyambut kedatangan para super hero yang membagikan makanan bergizi secara langsung di lingkungan sekolah.</p>
<p>Dalam penyaluran kali ini, SPPG Buduan 01 mendistribusikan makanan bergizi kepada 2.252 penerima manfaat.</p>
<p>Menu yang disajikan terdiri dari roti burger, nugget ayam, edamame, timun, tomat, selada, serta jeruk longan yang telah disiapkan sesuai standar pemenuhan gizi Program MBG.</p>
<p>Asisten Lapangan (Aslap) Dapur SPPG Buduan 01, Ubay, mengatakan pelibatan tokoh super hero merupakan bagian dari upaya menghadirkan pengalaman yang menyenangkan bagi para penerima manfaat, khususnya anak-anak sekolah.</p>
<p>Menurutnya, program MBG tidak hanya berorientasi pada pemenuhan kebutuhan gizi, tetapi juga bertujuan membangun suasana positif yang dapat meningkatkan semangat belajar dan kebahagiaan para siswa.</p>
<p>"Kami ingin penyaluran MBG menjadi momen yang dinanti oleh anak-anak. Karena itu, kami kembali menghadirkan super hero untuk menemani proses distribusi. Selain menerima makanan bergizi, mereka juga mendapatkan pengalaman yang menyenangkan dan berkesan," ujarnya.</p>
<p>Ia menjelaskan, respons para penerima manfaat sangat menggembirakan. Sejak para super hero tiba di sekolah, para siswa terlihat antusias, melambaikan tangan, menyapa, hingga berebut untuk berfoto bersama.</p>
<p>"Anak-anak tampak sangat senang dan bahagia ketika melihat Spiderman, Batman, Superman, dan Zorro kembali hadir di sekolah mereka," ungkapnya.</p>
<p>"Antusiasme itu terlihat dari senyum dan keceriaan yang mereka tunjukkan selama kegiatan berlangsung. Hal tersebut menjadi motivasi bagi kami untuk terus memberikan pelayanan terbaik," tambahnya.</p>
<p>Ubay menegaskan bahwa pihaknya akan terus menjaga kualitas makanan, ketepatan waktu distribusi, serta menghadirkan berbagai inovasi agar pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis semakin diterima dan memberikan dampak positif bagi para penerima manfaat.</p>
<p>"Kami berharap program ini tidak hanya membantu memenuhi kebutuhan gizi anak-anak, tetapi juga menghadirkan semangat dan kebahagiaan dalam proses belajar mereka," katanya.</p>
<p>Menurutnya, keberhasilan program tidak hanya diukur dari jumlah makanan yang tersalurkan, tetapi juga dari penerimaan dan antusiasme para siswa sebagai penerima manfaat.</p>
<p>"Ketika anak-anak menikmati makanan bergizi dengan perasaan senang, maka tujuan program untuk menciptakan generasi yang sehat dan berkualitas akan semakin mudah terwujud," paparnya.</p>
<p>Melalui konsep distribusi yang kreatif dan edukatif tersebut, SPPG Buduan 01 kembali menunjukkan bahwa Program Makan Bergizi Gratis bukan sekadar tentang penyediaan makanan sehat.</p>
<p>Lebih dari itu, program ini juga menjadi sarana membangun kedekatan dengan penerima manfaat, menumbuhkan kesadaran pentingnya pola makan bergizi sejak usia dini, sekaligus menghadirkan pengalaman positif yang membekas bagi anak-anak di tengah berbagai tantangan yang masih dihadapi pelaksanaan MBG secara nasional. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Diduga Korsleting, Pom Mini di Jalur Kawah Ijen Bondowoso Ludes Terbakar, Tiga Pekerja Terluka</title>
<link>https://suarajatimpost.com/diduga-korsleting-pom-mini-di-jalur-kawah-ijen-bondowoso-ludes-terbakar-tiga-pekerja-terluka</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/diduga-korsleting-pom-mini-di-jalur-kawah-ijen-bondowoso-ludes-terbakar-tiga-pekerja-terluka</guid>
<description><![CDATA[ Kebakaran melanda Pom Mini di Desa Sukosari, Bondowoso, Senin (15/6/2026). Tiga karyawan mengalami luka bakar ringan, sementara kerugian ditaksir mencapai puluhan juta rupiah akibat dugaan korsleting mesin. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202606/image_870x580_6a2fe10e67b9c.webp" length="64160" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 15 Jun 2026 18:31:00 +0700</pubDate>
<dc:creator>Rizqi Ardian</dc:creator>
<media:keywords>bencana, angin, puting beliung, BPBD, suarjatimpost, banjir, tanah longsor, kebakaran</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p data-start="235" data-end="572"><strong data-start="235" data-end="253">BONDOWOSO, SJP</strong> – Sebuah stasiun pengisian bahan bakar mini (Pom Mini) di Desa Sukosari, Kecamatan Sukosari, Kabupaten Bondowoso, terbakar pada Senin (15/6/2026) siang. Insiden yang terjadi di jalur menuju kawasan wisata Kawah Ijen itu menyebabkan tiga orang karyawan mengalami luka bakar ringan dan harus mendapatkan perawatan medis.</p>
<p data-start="574" data-end="797">Kebakaran dilaporkan terjadi sekitar pukul 13.10 WIB. Api dengan cepat membesar dan melahap dua unit mesin pompa bahan bakar mini beserta sejumlah barang di lokasi. Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.</p>
<p data-start="799" data-end="1098">Petugas Damkar Bondowoso menerima laporan kejadian pada pukul 13.18 WIB dan langsung mengerahkan armada menuju lokasi. Setelah menempuh perjalanan sekitar setengah jam, tim tiba di lokasi pada pukul 13.47 WIB dan segera melakukan upaya pemadaman serta pendinginan untuk mencegah api kembali menyala.</p>
<p data-start="1100" data-end="1318">Kepala Satpol PP, Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Kabupaten Bondowoso,<strong> </strong>Aries Agung Sungkowo, mengatakan pihaknya langsung menerjunkan personel dan sejumlah armada setelah menerima laporan dari warga.</p>
<p data-start="1320" data-end="1534">"Kami menerima laporan kebakaran Pom Mini di Desa Sukosari pada pukul 13.18 WIB. Tim langsung bergerak ke lokasi dengan membawa kendaraan Carcentro, Water Supply, dan Rescue untuk melakukan penanganan," ujar Kasatpol PP.</p>
<p data-start="1536" data-end="1806">Berdasarkan hasil penanganan dan keterangan saksi di lokasi, kebakaran diduga bermula dari korsleting pada mesin dispenser bahan bakar (DAP). Saat itu, salah seorang penjaga bernama Samsul tengah menghidupkan mesin tersebut sebelum muncul percikan api dari bagian bawah.</p>
<p data-start="1808" data-end="2051">"Ketika rekan korban hendak mengambil alat pemadam api ringan (APAR), api justru menyambar dan mengenai salah satu pekerja. Dalam waktu singkat kobaran api membesar sehingga warga segera menghubungi petugas melalui layanan SiJaguar," jelasnya.</p>
<p data-start="2053" data-end="2284">Akibat kejadian tersebut, tiga orang pekerja mengalami luka bakar ringan. Mereka masing-masing adalah Samsul (32), Fernando (26), dan Tio (27). Ketiganya langsung dievakuasi ke Puskesmas Sukosari untuk mendapatkan penanganan medis.</p>
<p data-start="2286" data-end="2535">Selain menimbulkan korban luka, kebakaran juga merusak dua unit mesin pompa bahan bakar mini, sebuah televisi, dan kasur kapuk yang berada di lokasi usaha. Nilai kerugian masih dalam proses pendataan, namun diperkirakan mencapai puluhan juta rupiah.</p>
<p data-start="2537" data-end="2745">Kasatpol PP mengimbau masyarakat yang mengelola usaha penyimpanan maupun penjualan bahan bakar untuk rutin melakukan pengecekan instalasi listrik dan peralatan operasional guna mencegah terjadinya kebakaran serupa.</p>
<p data-start="2747" data-end="3014">"Kami mengingatkan masyarakat agar selalu memperhatikan standar keselamatan, terutama pada usaha yang berkaitan dengan bahan mudah terbakar. Pemeriksaan instalasi listrik dan kesiapan APAR perlu dilakukan secara berkala untuk meminimalkan risiko kebakaran," tegasnya. <strong>(*)</strong></p>
<p data-start="2747" data-end="3014"><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Desa Kaligedang Ijen  Bondowoso Jadi Perhatian, BPS Rekrut Warga Lokal untuk Sukseskan Sensus Ekonomi</title>
<link>https://suarajatimpost.com/desa-kalikedang-ijen-bondowoso-jadi-perhatian-bps-rekrut-warga-lokal-untuk-sukseskan-sensus-ekonomi</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/desa-kalikedang-ijen-bondowoso-jadi-perhatian-bps-rekrut-warga-lokal-untuk-sukseskan-sensus-ekonomi</guid>
<description><![CDATA[ BPS Bondowoso menyiapkan strategi berjenjang untuk mengantisipasi penolakan warga dalam Sensus Ekonomi. RT, kepala desa, tokoh masyarakat hingga petugas lokal dilibatkan guna memastikan pendataan berjalan lancar. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202606/image_870x580_6a2f94784acc8.webp" length="36690" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 15 Jun 2026 13:58:48 +0700</pubDate>
<dc:creator>Rizqi Ardian</dc:creator>
<media:keywords>Ekonomi, Industrialisasi, Pemerintah, suarajatimpost, emas, antam, pabrik, UMKM, PLUT, pengusaha, pedagang, produk</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p class="isSelectedEnd"><strong><span>BONDOWOSO, SJP</span></strong><span> – Keberhasilan sebuah sensus tidak hanya ditentukan oleh kesiapan petugas dan kelengkapan instrumen pendataan, tetapi juga bergantung pada tingkat kepercayaan masyarakat terhadap proses yang dijalankan. Di berbagai daerah, pendataan sering kali menghadapi tantangan berupa keraguan hingga penolakan warga yang khawatir terhadap penggunaan data pribadi mereka.</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>Tantangan tersebut menjadi perhatian serius Badan Pusat Statistik (BPS) menjelang pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026. Mengingat cakupan pendataan yang menjangkau rumah tangga hingga pelaku usaha skala kecil, pendekatan sosial dinilai menjadi kunci agar proses pengumpulan data berjalan lancar dan menghasilkan informasi yang akurat.</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>Karena itu, BPS Kabupaten Bondowoso telah menyiapkan berbagai langkah antisipasi sejak dini. Selain memperkuat koordinasi dengan pemerintah desa dan perangkat wilayah, lembaga tersebut juga menggandeng tokoh masyarakat untuk membantu membangun kepercayaan warga terhadap petugas sensus yang akan turun langsung ke lapangan.</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>Kepala BPS Bondowoso, Mudji Setijo, mengatakan, pihaknya telah menyiapkan strategi pendekatan berjenjang apabila petugas menghadapi kendala atau penolakan saat melakukan pendataan di lapangan.</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>Menurutnya, langkah pertama yang dilakukan adalah berkoordinasi dengan Ketua RT setempat sebagai pihak yang paling memahami kondisi sosial masyarakat di wilayahnya. Jika pendekatan tersebut belum membuahkan hasil, koordinasi akan ditingkatkan dengan melibatkan kepala desa hingga tokoh masyarakat yang memiliki pengaruh di lingkungan setempat.</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>"Kami akan melakukan pendekatan secara bertahap. Pertama melalui RT, kemudian jika diperlukan akan melibatkan kepala desa dan tokoh masyarakat agar masyarakat memahami pentingnya pendataan ini," ujar Mudji, Senin (15/6/2026) di Pendopo Raden Bagus Assra.</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>Ia menjelaskan bahwa partisipasi masyarakat sangat penting karena data yang dikumpulkan akan menjadi dasar dalam memotret kondisi ekonomi daerah maupun nasional. Semakin tinggi tingkat partisipasi warga, semakin akurat pula gambaran ekonomi yang dihasilkan dari sensus tersebut.</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>Selain menyiapkan mekanisme pendekatan sosial, BPS Bondowoso juga telah melakukan pemetaan terhadap wilayah-wilayah yang memerlukan perlakuan khusus dalam pelaksanaan pendataan. Salah satu wilayah yang mendapat perhatian adalah Desa Kaligedang Kecamatan Ijen.</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>Mudji mengakui kawasan tersebut memiliki karakteristik sosial yang berbeda dibandingkan wilayah lain sehingga membutuhkan strategi khusus agar proses pendataan dapat diterima dengan baik oleh masyarakat.</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>Sebagai langkah antisipasi, BPS Bondowoso merekrut petugas sensus yang berasal dari lingkungan masyarakat setempat. Langkah ini diambil untuk membangun kedekatan dan meminimalkan potensi penolakan terhadap petugas yang datang melakukan pendataan.</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>"Untuk Desa Kaligedang memang perlu perlakuan khusus. Karena itu petugas yang kami rekrut berasal dari warga setempat sehingga lebih mudah diterima masyarakat dan proses pendataan bisa berjalan dengan baik," jelasnya.</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>Menurut Mudji, keterlibatan warga lokal sebagai petugas sensus tidak hanya mempermudah komunikasi, tetapi juga menjadi strategi efektif untuk membangun rasa percaya masyarakat terhadap kegiatan pendataan yang dilakukan pemerintah.</span></p>
<p><span>"Kami optimistis pelaksanaan Sensus Ekonomi dapat berjalan lancar dan memperoleh data yang lengkap. Keberhasilan pendataan dinilai sangat penting karena hasil sensus akan menjadi dasar penyusunan berbagai kebijakan pembangunan, pemberdayaan usaha, serta pemetaan potensi ekonomi masyarakat di masa mendatang," tandasnya. <strong>(*)</strong></span></p>
<p><span><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></span></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Sensus Ekonomi 2026 Jadi Fondasi Pemetaan Potensi UMKM dan Pengentasan Kemiskinan di Bondowoso</title>
<link>https://suarajatimpost.com/sensus-ekonomi-2026-jadi-fondasi-pemetakan-potensi-umkm-dan-pengentasan-kemiskinan-di-bondowoso</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/sensus-ekonomi-2026-jadi-fondasi-pemetakan-potensi-umkm-dan-pengentasan-kemiskinan-di-bondowoso</guid>
<description><![CDATA[ Bupati Bondowoso Abdul Hamid Wahid menegaskan Sensus Ekonomi 2026 menjadi fondasi pembangunan daerah. Data akurat dibutuhkan untuk memetakan UMKM, menarik investasi, dan mempercepat pengentasan kemiskinan. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202606/image_870x580_6a2f92d7bc391.webp" length="44710" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 15 Jun 2026 13:15:12 +0700</pubDate>
<dc:creator>Rizqi Ardian</dc:creator>
<media:keywords>Ekonomi, Industrialisasi, Pemerintah, suarajatimpost, emas, antam, pabrik, UMKM, PLUT, pengusaha, pedagang, produk</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p class="isSelectedEnd"><strong><span>BONDOWOSO, SJP</span></strong><span> – Di tengah tantangan ekonomi yang terus berkembang, pemerintah daerah membutuhkan data yang akurat untuk memastikan setiap kebijakan yang diambil benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat. Tanpa data yang valid, program pengembangan ekonomi berisiko tidak tepat sasaran, sehingga potensi daerah yang seharusnya dapat dikembangkan justru tidak tergarap secara optimal.</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>Kabupaten Bondowoso sendiri memiliki beragam sektor ekonomi yang menjadi penopang kehidupan masyarakat, mulai dari pertanian, perdagangan, industri rumah tangga hingga usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM). Namun, potensi tersebut membutuhkan pemetaan yang lebih komprehensif agar dapat dikembangkan menjadi kekuatan ekonomi yang mampu mendorong pertumbuhan daerah.</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>Karena itu, pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 dinilai menjadi momentum strategis untuk memperoleh gambaran riil kondisi ekonomi Bondowoso. Hasil sensus diharapkan menjadi landasan penting dalam merumuskan kebijakan pembangunan, menarik investasi, memperkuat UMKM, hingga mempercepat pengentasan kemiskinan.</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>Hal tersebut disampaikan Bupati Bondowoso Abdul Hamid Wahid dalam sambutan yang dibacakan Plt Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Bondowoso, Nunung Setyaningsih, pada kegiatan "Sinergi Membangun Ekonomi Kabupaten Bondowoso Melalui Sensus Ekonomi 2026" yang diselenggarakan Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Bondowoso, Senin (15/6/2026).</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>Mewakili Bupati Bondowoso, Nunung menyampaikan apresiasi kepada BPS Bondowoso atas penyelenggaraan agenda strategis tersebut. Menurutnya, Sensus Ekonomi 2026 merupakan langkah penting untuk mendapatkan potret ekonomi daerah yang lebih lengkap dan mutakhir.</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>"Melalui sensus ini, kita akan memperoleh gambaran yang utuh, menyeluruh, dan terkini mengenai peta kekuatan ekonomi daerah. Informasi tersebut akan menjadi fondasi utama dalam merumuskan arah kebijakan pembangunan ekonomi yang tepat sasaran, efektif, dan berkelanjutan," ujar Nunung di Pendopo Raden Bagus Assra.</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>Dirinya menegaskan, keberhasilan sensus bukan hanya menjadi tanggung jawab BPS semata, melainkan membutuhkan dukungan seluruh pemangku kepentingan. Oleh karena itu, pemerintah daerah meminta seluruh organisasi perangkat daerah (OPD), instansi vertikal, lembaga usaha, hingga pemerintah kecamatan untuk turut menyukseskan agenda nasional tersebut.</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>Menurutnya, sinergi antarlembaga menjadi faktor penting agar proses pendataan berjalan lancar dan masyarakat maupun pelaku usaha dapat menerima petugas sensus dengan baik.</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>"Kami meminta seluruh kepala OPD, lembaga usaha, instansi vertikal, dan camat untuk memberikan dukungan penuh. Pastikan seluruh instrumen pemerintahan hingga tingkat bawah ikut mendorong masyarakat dan dunia usaha untuk menyambut petugas sensus," katanya.</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>Lebih lanjut, Plt Asisten II Hamid menekankan, kualitas data akan menentukan kualitas kebijakan yang dihasilkan pemerintah. Kesalahan data, kata dia, berpotensi melahirkan kebijakan ekonomi yang tidak sesuai dengan kondisi riil di lapangan.</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>Karena itu, Pemerintah Kabupaten Bondowoso berharap Sensus Ekonomi 2026 mampu menghasilkan basis data ekonomi yang valid, akurat, dan dapat dipertanggungjawabkan.</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>"Keakuratan data merupakan kunci utama keberhasilan pembangunan. Kesalahan dalam menyajikan data akan berdampak pada kekeliruan dalam pengambilan kebijakan perekonomian," tegasnya.</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>Data yang sahih akan menjadi instrumen penting dalam mengidentifikasi berbagai persoalan ekonomi yang masih dihadapi daerah. Selain itu, data tersebut juga dapat digunakan untuk memetakan potensi UMKM, membuka peluang investasi baru, serta mempercepat upaya pengentasan kemiskinan.</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>"Data yang akurat akan membantu pemerintah mengurai tantangan ekonomi, memetakan potensi UMKM secara lebih tepat, meningkatkan investasi, serta mempercepat pengentasan kemiskinan di Kabupaten Bondowoso," lanjutnya.</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>Menyampaikan pesan Bupati Bondowoso, Nunung  mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menyatukan komitmen dan semangat gotong royong demi menyukseskan pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026.</span></p>
<p><span>"Mari kita bersatu, menyelaraskan pandangan, dan berkomitmen penuh untuk menyukseskan Sensus Ekonomi Tahun 2026. Kita tunjukkan spirit gotong royong demi kemakmuran dan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Bondowoso," pesannya.</span></p>
<p>Sementara itu, Kepala BPS Bondowoso, Mudji Setijo, menegaskan, Sensus Ekonomi 2026 akan menjadi instrumen penting untuk memotret perkembangan aktivitas ekonomi masyarakat secara lebih komprehensif. Pendataan tidak hanya menyasar usaha yang memiliki lokasi fisik, tetapi juga berbagai usaha yang berkembang di lingkungan rumah tangga dan sektor ekonomi digital.</p>
<p>Menurut Mudji, petugas sensus nantinya akan melakukan pendataan secara langsung hingga tingkat RT untuk memastikan seluruh aktivitas usaha dapat terjangkau. Pendekatan door-to-door tersebut dilakukan agar data yang diperoleh benar-benar menggambarkan kondisi ekonomi masyarakat di lapangan.</p>
<p>"Kami ingin memastikan seluruh aktivitas ekonomi tercatat, baik usaha yang sudah terlihat secara fisik maupun usaha yang selama ini sulit teridentifikasi seperti perdagangan online, jasa berbasis digital, maupun pelaku usaha rumahan," ujarnya.</p>
<p>Ia menjelaskan, hasil sensus nantinya tidak hanya memberikan gambaran mengenai jumlah pelaku usaha, tetapi juga memuat informasi mengenai karakteristik usaha, penyerapan tenaga kerja, hingga kontribusi masing-masing sektor terhadap perekonomian daerah. Data tersebut akan menjadi dasar penting bagi pemerintah dalam menyusun kebijakan pembangunan ekonomi yang lebih tepat sasaran.</p>
<p>Selain menghasilkan potret struktur ekonomi daerah, Sensus Ekonomi 2026 juga diharapkan mampu menjadi rujukan dalam penyusunan program pemberdayaan UMKM dan peningkatan investasi. Dengan data yang akurat, pemerintah dapat lebih mudah mengidentifikasi sektor usaha yang memiliki potensi berkembang maupun sektor yang membutuhkan dukungan kebijakan.</p>
<p>"Karena itu kami berharap masyarakat dan pelaku usaha dapat menerima petugas sensus dengan baik serta memberikan informasi yang benar sesuai kondisi sebenarnya. Partisipasi masyarakat menjadi kunci utama agar Sensus Ekonomi 2026 menghasilkan data yang valid, akurat, dan bermanfaat bagi pembangunan Kabupaten Bondowoso ke depan," pungkas Mudji. <strong>(***)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Sisir dari Rumah ke Rumah, Petugas Sensus Ekonomi Bondowoso Kejar Seluruh Pelaku Usaha</title>
<link>https://suarajatimpost.com/sisir-dari-rumah-ke-rumah-petugas-sensus-ekonomi-bondowoso-kejar-seluruh-pelaku-usaha</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/sisir-dari-rumah-ke-rumah-petugas-sensus-ekonomi-bondowoso-kejar-seluruh-pelaku-usaha</guid>
<description><![CDATA[ BPS Bondowoso akan melakukan pendataan door-to-door hingga tingkat RT melalui Sensus Ekonomi. Usaha online, ojek online, dan usaha rumahan menjadi fokus untuk memperbarui peta ekonomi daerah. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202606/image_870x580_6a2f90ecedde4.webp" length="35328" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 15 Jun 2026 11:43:47 +0700</pubDate>
<dc:creator>Rizqi Ardian</dc:creator>
<media:keywords>Ekonomi, Industrialisasi, Pemerintah, suarajatimpost, emas, antam, pabrik, UMKM, PLUT, pengusaha, pedagang, produk</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p class="isSelectedEnd"><strong><span>BONDOWOSO, SJP</span></strong><span> – Perkembangan ekonomi digital yang semakin pesat membuat banyak aktivitas usaha tumbuh tanpa memiliki lokasi usaha yang terlihat secara fisik. Mulai dari pedagang online, jasa berbasis aplikasi, hingga pelaku usaha rumahan kini menjadi bagian penting dalam roda perekonomian yang selama ini belum seluruhnya terpetakan secara optimal dalam basis data resmi pemerintah.</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>Di sisi lain, data ekonomi yang akurat menjadi kebutuhan mendesak bagi pemerintah dalam menyusun kebijakan pembangunan, pemberdayaan usaha, hingga penyaluran berbagai program bantuan dan pembinaan. Tanpa data yang lengkap, potensi ekonomi masyarakat berisiko tidak teridentifikasi sehingga sulit dijadikan dasar pengambilan keputusan.</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>Karena itu, Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Bondowoso akan melakukan pendataan secara masif melalui Sensus Ekonomi dengan menyasar seluruh lapisan pelaku usaha hingga tingkat satuan wilayah terkecil. Pendataan dilakukan secara door-to-door ke rumah tangga maupun lokasi usaha untuk memastikan tidak ada aktivitas ekonomi yang terlewat dari pencatatan.</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Bondowoso, Mudji Setijo, menjelaskan, petugas sensus akan mendatangi wilayah terkecil yakni RT untuk melakukan pendataan secara menyeluruh terhadap pelaku usaha dan masyarakat.</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>"Petugas akan door-to-door ke wilayah satuan terkecil, yaitu RT. Nanti seluruh RT akan disisir. Jika ditemukan bangunan usaha akan didata sebagai usaha. Kemudian di rumah tangga juga akan didata apabila terdapat aktivitas usaha," ujar Mudji, Senin (15/6/2026), usai acara Sinergi Membangun Ekonomi Kabupaten Bondowoso melalui Sensus Ekonomi tahun 2026 di Pendopo Raden Bagus Assra.</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>Menurutnya, salah satu fokus pendataan kali ini adalah menjangkau usaha-usaha yang selama ini sulit teridentifikasi karena tidak memiliki tempat usaha khusus atau bersifat tidak kasat mata. Di antaranya adalah perdagangan online, jasa digital, hingga pengemudi ojek online yang menjalankan aktivitas ekonomi dari rumah.</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>"Kita ingin menangkap usaha-usaha yang selama ini mungkin belum tercatat, seperti perdagangan online maupun ojek online. Itu semua bagian dari aktivitas ekonomi yang perlu masuk dalam pendataan," katanya.</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>Mudji menjelaskan, kepada pelaku usaha petugas akan mengumpulkan berbagai informasi yang berkaitan dengan kegiatan bisnis mereka. Data yang dihimpun meliputi pendapatan, pengeluaran usaha, bahan baku yang digunakan, produk yang dihasilkan, hingga pola pemasaran yang dilakukan.</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>Sementara itu, pada rumah tangga yang memiliki usaha, petugas akan mengidentifikasi apakah usaha tersebut bergerak di sektor pertanian atau nonpertanian. Selain pendataan usaha, BPS juga akan memperbarui sejumlah data sosial keluarga.</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>"Data sosial yang diperbarui antara lain kondisi perumahan dan kepemilikan aset keluarga. Data ini nantinya dapat digunakan untuk pemutakhiran desil atau pemeringkatan kesejahteraan masyarakat," jelasnya.</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>Ia menegaskan bahwa sensus tidak akan mencatat pengeluaran rumah tangga secara umum. Pendataan pengeluaran hanya dilakukan terhadap aktivitas usaha yang dijalankan oleh responden.</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>Dalam pelaksanaannya, setiap petugas sensus ditargetkan mampu mendata sekitar 800 usaha atau muatan pendataan selama masa kegiatan yang berlangsung kurang lebih dua setengah bulan. Jika dirata-ratakan, setiap petugas harus menyelesaikan sekitar 13 muatan pendataan setiap hari.</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>"Muatan itu bisa berupa rumah tangga yang memiliki usaha ataupun lokasi usaha tersendiri. Jadi targetnya sekitar 13 muatan per hari," ungkapnya.</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>Mudji menambahkan, hasil sensus nantinya akan memberikan gambaran terbaru mengenai struktur ekonomi baik di tingkat nasional maupun daerah. Data tersebut akan menunjukkan kontribusi masing-masing sektor usaha terhadap perekonomian serta kemungkinan adanya pergeseran sektor unggulan dibandingkan periode sebelumnya.</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>Selain itu, sensus juga akan menghasilkan basis data pelaku usaha yang dapat dimanfaatkan oleh pemerintah dalam menyusun berbagai program pembangunan ekonomi dan pemberdayaan masyarakat.</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>"Tabulasi standar nantinya bisa diakses, misalnya jumlah usaha per kecamatan, jumlah usaha berdasarkan lapangan usaha, hingga data penyerapan tenaga kerja. Itu akan menjadi informasi yang sangat penting bagi pemerintah daerah," paparnya.</span></p>
<p class="isSelectedEnd">Sementara itu, Plt Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Bondowoso, Nunung Setyaningsih, menyampaikan pesan Bupati Bondowoso Abdul Hamid Wahid, bahwa keakuratan data menjadi fondasi utama dalam perencanaan dan pelaksanaan pembangunan daerah. Menurutnya, kesalahan dalam penyajian data dapat berdampak langsung pada ketidaktepatan pengambilan kebijakan, khususnya di bidang perekonomian.</p>
<p data-start="466" data-end="915">"Keakuratan data merupakan kunci utama keberhasilan pembangunan. Kesalahan dalam menyajikan data akan berdampak pada kekeliruan dalam pengambilan kebijakan perekonomian. Karena itu, melalui sinergi dan kolaborasi seluruh pihak, kami berharap Sensus Ekonomi 2026 mampu menghasilkan basis data ekonomi Kabupaten Bondowoso yang valid, akurat, dan dapat dipertanggungjawabkan," ujar Nunung menyampaikan sambutan Bupati.</p>
<p data-start="920" data-end="1155">Menurutnya, data yang sahih akan menjadi landasan penting bagi pemerintah dalam mengidentifikasi berbagai tantangan ekonomi yang dihadapi daerah, sekaligus memetakan potensi usaha dan peluang pertumbuhan ekonomi yang ada di masyarakat.</p>
<p data-start="1160" data-end="1400">"Data yang akurat akan membantu pemerintah mengurai berbagai persoalan ekonomi, memetakan potensi UMKM secara lebih tepat, meningkatkan daya tarik investasi, serta mempercepat upaya pengentasan kemiskinan di Kabupaten Bondowoso," lanjutnya.</p>
<p data-start="1405" data-end="1605">Pada kesempatan tersebut, Asisten II juga mengajak seluruh elemen masyarakat, pemerintah, dunia usaha, hingga petugas lapangan untuk menyatukan komitmen dalam menyukseskan pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026.</p>
<p data-start="1610" data-end="1845" data-is-last-node="">"Mari kita bersatu, menyelaraskan pandangan, dan berkomitmen penuh untuk menyukseskan Sensus Ekonomi 2026. Kita tunjukkan semangat gotong royong demi terwujudnya kemakmuran dan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Bondowoso," pungkasnya.<span><strong>(*)</strong></span><span></span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></span></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Antisipasi Risiko Kebakaran di Rumah Sakit, Damkar Bondowoso Latih Pegawai RSUD Koesnadi</title>
<link>https://suarajatimpost.com/antisipasi-risiko-kebakaran-di-rumah-sakit-damkar-bondowoso-latih-pegawai-rsud-koesnadi</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/antisipasi-risiko-kebakaran-di-rumah-sakit-damkar-bondowoso-latih-pegawai-rsud-koesnadi</guid>
<description><![CDATA[ Melalui kegiatan tersebut, Damkar Bondowoso berharap seluruh pegawai RSUD dr. Koesnadi semakin siap menghadapi kondisi darurat dan mampu menjadi garda terdepan dalam melakukan penanganan awal sebelum petugas pemadam kebakaran tiba di lokasi kejadian ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202606/image_870x580_6a2c254682fdb.webp" length="31266" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Fri, 12 Jun 2026 22:59:57 +0700</pubDate>
<dc:creator>Rizqi Ardian</dc:creator>
<media:keywords>bencana, angin, banjir, tanah longsor, puting beliung, BPBD, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>BONDOWOSO, SJP – </strong>Risiko kebakaran di lingkungan rumah sakit menjadi perhatian serius karena dapat mengancam keselamatan pasien, tenaga medis, hingga aset pelayanan kesehatan. Sebagai fasilitas publik dengan aktivitas tinggi dan penggunaan berbagai peralatan listrik maupun bahan pendukung medis, rumah sakit dituntut memiliki kesiapsiagaan yang baik dalam menghadapi potensi kebakaran.</p>
<p>Kesadaran akan pentingnya mitigasi bencana tersebut mendorong Satuan Polisi Pamong Praja, Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Kabupaten Bondowoso untuk terus memperkuat kapasitas sumber daya manusia di berbagai instansi. Salah satunya melalui kegiatan sosialisasi dan pelatihan penanganan kebakaran yang digelar di RSUD dr. Koesnadi Bondowoso, Jumat (12/6/2026).</p>
<p>Pelatihan ini tidak hanya membekali peserta dengan pengetahuan teoritis, tetapi juga keterampilan praktis dalam menghadapi situasi darurat kebakaran. Mulai dari penggunaan alat pemadam api ringan (APAR), penanganan kebocoran gas, hingga pemanfaatan sistem proteksi kebakaran gedung menjadi bagian penting dalam materi yang diberikan.</p>
<p>Kegiatan yang dimulai pukul 08.00 WIB tersebut diikuti oleh jajaran pegawai RSUD dr. Koesnadi Bondowoso. Acara diawali dengan sambutan Direktur Keuangan RSUD dr. Koesnadi, dr. Lukman Hakim, dilanjutkan sambutan dari Bidang Pemadam Kebakaran sebelum memasuki sesi pemaparan materi dan praktik lapangan.</p>
<p>Kepala Satuan Polisi Pamong Praja, Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Bondowoso, Aries Agung Sungkowo melalui Plt Kabid Damkar, Martanto, menjelaskan, pelatihan ini merupakan bagian dari upaya meningkatkan kesiapsiagaan seluruh unsur rumah sakit dalam menghadapi potensi kebakaran.</p>
<p>"Rumah sakit merupakan objek vital yang memiliki tingkat risiko tersendiri. Karena itu seluruh petugas perlu memahami langkah-langkah pencegahan dan penanganan awal apabila terjadi kebakaran agar dapat meminimalkan dampak yang ditimbulkan," ujar Martanto.</p>
<p>Dalam kegiatan tersebut, peserta mendapatkan sejumlah materi, di antaranya penggunaan APAR, teknik pemadaman kebakaran secara tradisional menggunakan karung goni basah, penanganan kebocoran gas, serta Manajemen Keselamatan Kebakaran Gedung (MKKG).</p>
<p>"Selain teori, peserta juga mengikuti praktik langsung pemadaman api menggunakan APAR jenis CO2, simulasi penanganan kebocoran gas, serta penggunaan fasilitas proteksi kebakaran gedung seperti box hydrant dan siamese connection," ucapnya.</p>
<p>Menurut Martanto, penguasaan keterampilan dasar tersebut sangat penting karena tindakan cepat pada tahap awal kebakaran sering kali menjadi faktor penentu dalam mencegah meluasnya api.</p>
<p>"Harapannya seluruh peserta memahami fungsi dan cara penggunaan APAR, mampu melakukan pemadaman awal secara mandiri, mengetahui prosedur penanganan kebocoran gas, serta memahami penggunaan hydrant dan sistem keselamatan kebakaran gedung yang tersedia di lingkungan rumah sakit," katanya.</p>
<p>Ia menambahkan, edukasi dan pelatihan secara berkala perlu terus dilakukan untuk membangun budaya keselamatan di lingkungan kerja. Dengan kesiapsiagaan yang baik, risiko korban jiwa maupun kerugian material akibat kebakaran dapat ditekan semaksimal mungkin.</p>
<p>Melalui kegiatan tersebut, Damkar Bondowoso berharap seluruh pegawai RSUD dr. Koesnadi semakin siap menghadapi kondisi darurat dan mampu menjadi garda terdepan dalam melakukan penanganan awal sebelum petugas pemadam kebakaran tiba di lokasi kejadian.<strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Janji PBB Gratis Bupati Bondowoso Ditagih Mahasiswa, Sekda Pastikan Tetap Direalisasikan</title>
<link>https://suarajatimpost.com/janji-pbb-gratis-bupati-bondowoso-ditagih-mahasiswa-sekda-pastikan-tetap-direalisasikan</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/janji-pbb-gratis-bupati-bondowoso-ditagih-mahasiswa-sekda-pastikan-tetap-direalisasikan</guid>
<description><![CDATA[ Pemkab Bondowoso memastikan janji pembebasan PBB bagi masyarakat miskin ekstrem tetap akan direalisasikan. Namun, pemerintah masih melakukan verifikasi data, penyusunan regulasi, dan menyiapkan skema agar kebijakan tepat sasaran. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202606/image_870x580_6a2be95cddbd1.webp" length="67390" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Fri, 12 Jun 2026 18:32:07 +0700</pubDate>
<dc:creator>Rizqi Ardian</dc:creator>
<media:keywords>PBB Gratis, Bondowoso, Fathur Rozi, Sekda Bondowoso, PMII, Miskin Ekstrem, Abdul Hamid Wahid, As&#039;ad Yahya Syafi&#039;i, Ady Kriesna, Pemkab Bondowoso, Pajak Bumi dan Bangunan, DTSN.</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p class="isSelectedEnd"><strong><span>BONDOWOSO, SJP</span></strong><span> – Gelombang tuntutan mahasiswa terkait realisasi janji pembebasan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) bagi masyarakat miskin ekstrem akhirnya mendapat respons langsung dari Pemerintah Kabupaten Bondowoso. </span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>Di tengah sorotan publik terhadap komitmen yang pernah disampaikan saat Pilkada 2024, pemerintah menegaskan bahwa program tersebut tidak pernah ditinggalkan, namun masih membutuhkan sejumlah tahapan sebelum dapat diterapkan.</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>Aksi mahasiswa yang digelar di halaman Kantor Pemkab Bondowoso, Jumat (12/6/2026), menjadi pengingat bahwa janji politik tidak hanya dinilai saat kampanye, tetapi juga diukur dari sejauh mana komitmen itu diwujudkan setelah kekuasaan diraih. </span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>Desakan agar pemerintah memberikan kepastian mengenai program PBB gratis bagi masyarakat miskin ekstrem pun mengemuka di tengah meningkatnya jumlah warga kategori desil satu di Bondowoso.</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>Di sisi lain, pemerintah menghadapi tantangan yang tidak sederhana. Selain harus memastikan bantuan benar-benar diterima kelompok yang berhak, kebijakan tersebut juga berpotensi memengaruhi pendapatan daerah yang selama ini menjadi salah satu sumber pembiayaan pembangunan. Karena itu, pemerintah mengaku tidak ingin mengambil langkah tergesa-gesa yang justru menimbulkan persoalan baru di kemudian hari.</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>Meski demikian, Pemerintah Kabupaten Bondowoso memastikan janji politik pembebasan PBB bagi masyarakat miskin ekstrem tetap menjadi bagian dari agenda yang akan diperjuangkan. Pemerintah menegaskan komitmen tersebut sedang dipersiapkan melalui proses verifikasi data dan penyusunan regulasi agar pelaksanaannya tepat sasaran serta memiliki dasar hukum yang kuat.</span></p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202606/image_870x_6a2be96250ab0.webp" alt=""></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>Sekretaris Daerah Bondowoso, Fathur Rozi, mengatakan pihaknya mengapresiasi aspirasi yang disampaikan mahasiswa. Menurutnya, aksi tersebut menjadi pengingat bagi pemerintah bahwa terdapat komitmen politik yang harus diwujudkan secara bertanggung jawab.</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>“Pemerintah melihat secara positif aspirasi dari adik-adik mahasiswa. Saya berterima kasih karena paling tidak itu mengingatkan kita bahwa memang ada janji politik yang harus direalisasikan. Namun, semua kebijakan pemerintah harus dilakukan secara terukur dan tepat sasaran,” ujarnya usai audiensi dengan peserta aksi.</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>Fathur Rozi menjelaskan, rencana pembebasan PBB bagi masyarakat miskin kategori desil satu masih memerlukan proses verifikasi dan validasi data secara menyeluruh. Langkah tersebut dinilai penting agar kebijakan yang nantinya diterapkan benar-benar menyasar warga yang berhak menerima manfaat.</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>Menurutnya, data masyarakat miskin ekstrem di Bondowoso mengalami perubahan cukup cepat. Pada akhir Desember 2025 jumlah warga kategori desil satu tercatat sekitar 87 ribu jiwa. Angka itu meningkat menjadi sekitar 101 ribu jiwa pada April 2026 dan kembali bertambah menjadi sekitar 104 ribu jiwa pada Juni 2026.</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>“Data masyarakat desil satu sangat dinamis. Karena pergerakannya sangat cepat, maka harus dilakukan verifikasi dan validasi terlebih dahulu,” katanya.</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>Selain validasi data, pemerintah juga tengah menyiapkan regulasi sebagai dasar hukum pelaksanaan program tersebut. Sekda menegaskan, janji politik tidak bisa langsung diterapkan tanpa mekanisme dan aturan yang jelas.</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>“Ketika janji politik itu akan dilaksanakan, harus ada regulasi yang mendukung. Datanya harus valid dan dasar hukumnya juga harus ada. Karena itu, saat ini pemerintah bergerak secara simultan melakukan verifikasi dan validasi data, termasuk mengikuti proses pemutakhiran Data Tunggal Sosial Nasional (DTSN) yang masih berlangsung,” jelasnya.</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>Terkait potensi berkurangnya Pendapatan Asli Daerah (PAD), Sekda mengakui bahwa kebijakan pembebasan PBB akan berdampak terhadap penerimaan daerah. Namun, pemerintah telah menyiapkan berbagai alternatif untuk menutup potensi kehilangan pendapatan tersebut.</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>“Kalau kebijakan ini diterapkan tentu ada dampaknya terhadap PAD. Tetapi semangat pemerintah adalah meningkatkan kesejahteraan rakyat tanpa membebani masyarakat. Karena itu nanti akan dicari skema dan solusi untuk meningkatkan PAD melalui cara-cara lain,” ujarnya.</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>Ia juga mengingatkan bahwa selama hampir satu dekade terakhir Pemerintah Kabupaten Bondowoso tidak pernah menaikkan Nilai Jual Objek Pajak (NJOP). Menurutnya, kebijakan tersebut merupakan bentuk keberpihakan pemerintah agar masyarakat tidak terbebani kenaikan pajak yang berlebihan.</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>“Kita patut bersyukur karena NJOP di Bondowoso tidak pernah naik sejak 2017. Di beberapa daerah lain bahkan sempat terjadi gejolak karena kenaikan NJOP yang sangat tinggi. Di Bondowoso hal itu tidak terjadi,” katanya.</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>Meski masih berproses, ASN yang pernah berkarir di Kabupaten Probolinggo ini memastikan pemerintah tetap berkomitmen merealisasikan janji politik yang pernah disampaikan Bupati Abdul Hamid Wahid dan Wakil Bupati As'ad Yahya Syafi'i kepada masyarakat.</span></p>
<p><span>“Ini adalah janji politik kepala daerah, Bupati dan Wakil Bupati Bondowoso. Insyaallah akan kami ikhtiarkan semaksimal mungkin untuk direalisasikan. Namun harus terukur, tepat sasaran, dan memiliki payung hukum yang jelas. Itu menjadi prinsip yang tidak bisa ditinggalkan,” tegasnya. <strong>(*)</strong></span></p>
<p><span><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></span></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Janji PBB Gratis Bupati Bondowoso Ditagih, Mahasiswa Geruduk Kantor Pemkab</title>
<link>https://suarajatimpost.com/janji-pbb-gratis-bupati-bondowoso-ditagih-mahasiswa-geruduk-kantor-pemkab</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/janji-pbb-gratis-bupati-bondowoso-ditagih-mahasiswa-geruduk-kantor-pemkab</guid>
<description><![CDATA[ PMII RBA Universitas At-Taqwa Bondowoso menggelar aksi di Kantor Pemkab Bondowoso untuk menagih kejelasan realisasi janji pembebasan PBB bagi 46 ribu lebih keluarga miskin ekstrem yang pernah disampaikan saat Pilkada 2024. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202606/image_870x580_6a2be69154946.webp" length="55880" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Fri, 12 Jun 2026 17:59:44 +0700</pubDate>
<dc:creator>Rizqi Ardian</dc:creator>
<media:keywords>PBB Gratis, PMII Bondowoso, Abdul Hamid Wahid, As&#039;ad Yahya Syafi&#039;i, Ady Kriesna, Miskin Ekstrem, Demo Mahasiswa, Pemkab Bondowoso.</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p data-start="184" data-end="677"><strong data-start="184" data-end="202">BONDOWOSO, SJP</strong> – Janji politik yang pernah dilontarkan saat kontestasi Pilkada Bondowoso 2024 kembali menjadi sorotan publik. Sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam Pengurus Komisariat (PK) PMII Raden Bagoes Asra (RBA) Universitas At-Taqwa Bondowoso turun ke jalan untuk menagih kejelasan realisasi program pembebasan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) bagi masyarakat miskin ekstrem yang pernah dijanjikan pasangan Bupati dan Wakil Bupati Bondowoso, Abdul Hamid Wahid dan As'ad Yahya Syafi'i.</p>
<p data-start="679" data-end="1019">Aksi demonstrasi yang digelar di halaman Kantor Pemerintah Kabupaten Bondowoso, Jumat (12/6/2026), menjadi pengingat bahwa komitmen politik tidak berhenti setelah pemilihan usai. Bagi mahasiswa, janji penggratisan PBB bukan sekadar narasi kampanye, melainkan harapan yang telah dititipkan kepada ribuan keluarga miskin ekstrem di Bondowoso.</p>
<p data-start="1021" data-end="1389">Sorotan juga diarahkan kepada Ady Kriesna, politikus Partai Golkar, yang saat masa kampanye Pilkada 2024 bertindak sebagai juru bicara tim pemenangan pasangan RAHMAD dan kini menjabat Wakil Ketua DPRD Bondowoso. Saat itu, program pembebasan PBB bagi masyarakat miskin disebut sebagai salah satu prioritas yang akan diperjuangkan jika pasangan tersebut memenangkan pemilihan.</p>
<p data-start="1391" data-end="1708">Di tengah kondisi ekonomi yang masih membebani kelompok rentan, mahasiswa menilai masyarakat berhak memperoleh kepastian atas janji yang telah disampaikan kepada publik. Mereka meminta pemerintah tidak membiarkan komitmen tersebut menggantung tanpa penjelasan yang jelas mengenai status maupun progres pelaksanaannya.</p>
<p data-start="1710" data-end="1979">Koordinator aksi PMII RBA Universitas At-Taqwa Bondowoso, Rifky Gimnastiar, mengatakan demonstrasi tersebut merupakan tindak lanjut dari hasil kajian akademik yang dilakukan organisasinya terkait kebijakan pembebasan PBB bagi masyarakat miskin ekstrem kategori Desil 1.</p>
<p data-start="1981" data-end="2338">Menurutnya, hingga saat ini masih terdapat perbedaan informasi mengenai bentuk dan arah realisasi program tersebut. Sejumlah pihak menyebut kebijakan itu akan dilaksanakan secara bertahap, sementara pihak lain menyatakan program tersebut akan diwujudkan dalam bentuk kebijakan tertentu. Namun, belum ada penjelasan resmi yang komprehensif kepada masyarakat.</p>
<p data-start="2340" data-end="2649">"Kami tidak sedang meminta sesuatu yang tidak pernah dijanjikan. Kami hanya meminta kejelasan dan kesungguhan pemerintah dalam menjelaskan sejauh mana komitmen yang pernah disampaikan kepada rakyat telah diterjemahkan menjadi kebijakan yang nyata," tegas Rifky dalam pernyataan sikap yang dibacakan saat aksi.</p>
<p data-start="2651" data-end="3084">PMII juga mengacu pada data Dinas Sosial P3AKB Bondowoso yang menunjukkan jumlah masyarakat miskin ekstrem kategori Desil 1 per 3 Juni 2026 mencapai 46.277 kepala keluarga atau sekitar 104.368 jiwa. Menurut mereka, angka tersebut menunjukkan bahwa persoalan pembebasan PBB tidak sekadar menyangkut kebijakan perpajakan daerah, tetapi menyangkut kepentingan puluhan ribu keluarga yang berada pada kelompok kesejahteraan paling rendah.</p>
<p data-start="3086" data-end="3352">Dalam aksinya, mahasiswa menyampaikan sejumlah tuntutan kepada Pemerintah Kabupaten Bondowoso. Di antaranya meminta Bupati Bondowoso memberikan penjelasan resmi dan terbuka terkait status serta progres realisasi program pembebasan PBB bagi masyarakat miskin ekstrem.</p>
<p data-start="3354" data-end="3759">Mereka juga mendesak pemerintah daerah menyampaikan secara transparan skema kebijakan yang akan digunakan, menyusun regulasi dan roadmap pelaksanaan program, melakukan verifikasi serta validasi data penerima manfaat secara terbuka, serta memastikan seluruh komitmen yang pernah disampaikan kepada masyarakat pada masa kampanye diwujudkan dalam bentuk kebijakan yang dapat dirasakan manfaatnya oleh rakyat.</p>
<p data-start="3761" data-end="3970">PMII menegaskan bahwa aksi tersebut merupakan bentuk pengawasan masyarakat sipil terhadap akuntabilitas kebijakan publik, bukan upaya menyerang pribadi maupun mendelegitimasi pemerintahan yang sedang berjalan.</p>
<p data-start="3972" data-end="4240">"Kami meyakini bahwa kritik yang berbasis data dan kajian merupakan bagian dari upaya memperkuat demokrasi dan tata kelola pemerintahan yang baik. Karena masyarakat akan lebih memahami keterbatasan yang dijelaskan daripada keterbatasan yang disembunyikan," ujar Rifky.</p>
<p data-start="4242" data-end="4559">Melalui aksi tersebut, PMII RBA Universitas At-Taqwa Bondowoso juga meminta Pemerintah Kabupaten Bondowoso memberikan jawaban dan sikap resmi secara tertulis agar masyarakat memperoleh kepastian mengenai arah serta progres realisasi komitmen pembebasan PBB bagi masyarakat miskin ekstrem di Kabupaten Bondowoso. <strong>(*)</strong></p>
<p data-start="4242" data-end="4559"><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Kekeringan Mulai Mengancam, Ratusan KK di Desa Purnama Bondowoso Bergantung Pasokan Air Bersih BPBD</title>
<link>https://suarajatimpost.com/kekeringan-mulai-mengancam-ratusan-kk-di-desa-purnama-bondowoso-bergantung-pasokan-air-bersih-bpbd</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/kekeringan-mulai-mengancam-ratusan-kk-di-desa-purnama-bondowoso-bergantung-pasokan-air-bersih-bpbd</guid>
<description><![CDATA[ Sebanyak 271 KK di Desa Purnama, Kecamatan Tegalampel, mulai terdampak kekeringan. BPBD Bondowoso menyalurkan 10.000 liter air bersih untuk memenuhi kebutuhan warga yang kesulitan memperoleh air. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202606/image_870x580_6a2aa2c2ba420.webp" length="63976" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 11 Jun 2026 20:28:49 +0700</pubDate>
<dc:creator>Rizqi Ardian</dc:creator>
<media:keywords>bencana, angin, banjir, tanah longsor, puting beliung, BPBD, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>BONDOWOSO, SJP – </strong>Musim kemarau yang mulai dirasakan di sejumlah wilayah Kabupaten Bondowoso kembali memunculkan persoalan klasik yang setiap tahun menghantui masyarakat, yakni krisis air bersih.</p>
<p>Berkurangnya debit sumber mata air dan sumur warga membuat kebutuhan dasar sehari-hari semakin sulit dipenuhi, terutama di kawasan yang selama ini menjadi langganan kekeringan.</p>
<p>Kondisi tersebut tidak hanya mengganggu aktivitas rumah tangga, tetapi juga berpotensi memengaruhi kesehatan masyarakat apabila akses terhadap air bersih semakin terbatas.</p>
<p>Di beberapa daerah, warga bahkan harus menghemat penggunaan air untuk kebutuhan memasak, mandi, hingga mencuci agar persediaan yang ada tidak cepat habis.</p>
<p>Desa Purnama, Kecamatan Tegalampel, menjadi salah satu wilayah yang mulai merasakan dampak musim kemarau tahun ini. Ratusan kepala keluarga di Dusun Krajan dan Dusun Jurang Gundah dilaporkan mengalami kesulitan mendapatkan pasokan air bersih akibat menurunnya ketersediaan air di lingkungan mereka.</p>
<p>Merespons kondisi tersebut, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bondowoso bergerak cepat dengan menyalurkan bantuan air bersih kepada warga terdampak pada Kamis (11/6/2026). Langkah ini dilakukan sebagai upaya memastikan kebutuhan dasar masyarakat tetap terpenuhi selama musim kemarau berlangsung.</p>
<p>Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Bondowoso, Kristianto Putro Prasojo, mengatakan distribusi air bersih dilakukan untuk membantu masyarakat yang mulai mengalami kesulitan memperoleh air akibat kekeringan.</p>
<p>"BPBD Bondowoso menyalurkan bantuan air bersih kepada warga Desa Purnama Kecamatan Tegalampel yang terdampak kekeringan. Kami berupaya memastikan kebutuhan air masyarakat tetap terpenuhi, terutama untuk kebutuhan sehari-hari," ujarnya.</p>
<p>Dalam kegiatan tersebut, BPBD menerjunkan dua unit truk tangki dengan kapasitas masing-masing 5.000 liter. Total sebanyak 10.000 liter air bersih didistribusikan kepada warga yang membutuhkan.</p>
<p>Bantuan tersebut menyasar dua dusun, yakni Dusun Krajan yang dihuni sekitar 181 kepala keluarga serta Dusun Jurang Gundah dengan jumlah 90 kepala keluarga. Secara keseluruhan, sebanyak 271 kepala keluarga menjadi penerima manfaat dari distribusi air bersih tersebut.</p>
<p>Kalaksa menjelaskan, BPBD terus memantau perkembangan kondisi kekeringan di sejumlah wilayah Bondowoso. Apabila terdapat laporan dari desa atau kecamatan yang mengalami kesulitan air bersih, pihaknya akan melakukan asesmen dan menyiapkan langkah penanganan sesuai kebutuhan di lapangan.</p>
<p>"Kami mengimbau masyarakat untuk menggunakan air secara bijak dan segera melaporkan apabila terjadi kekurangan air bersih di wilayahnya. BPBD akan terus melakukan pemantauan dan penanganan agar dampak kekeringan dapat diminimalkan," katanya.</p>
<p>Kegiatan distribusi air bersih ini melibatkan BPBD Bondowoso, Pemerintah Kecamatan Tegalampel, Pemerintah Desa Purnama, serta masyarakat setempat. Hingga kegiatan berakhir, kondisi cuaca di lokasi terpantau cerah berawan dan proses penyaluran bantuan berjalan lancar. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Wartawan Jadi Garda Edukasi, PWI Bondowoso Tekankan Pentingnya Pemberitaan Ramah Anak dan Perempuan</title>
<link>https://suarajatimpost.com/wartawan-jadi-garda-edukasi-pwi-bondowoso-tekankan-pentingnya-pemberitaan-ramah-anak-dan-perempuan</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/wartawan-jadi-garda-edukasi-pwi-bondowoso-tekankan-pentingnya-pemberitaan-ramah-anak-dan-perempuan</guid>
<description><![CDATA[ Wakil Ketua PWI Bondowoso Moh Bahri menegaskan media memiliki peran strategis mengedukasi masyarakat melalui pemberitaan ramah anak dan perempuan dengan tetap melindungi identitas, martabat, serta masa depan korban. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202606/image_870x580_6a2a9b9fc36f1.webp" length="34926" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 11 Jun 2026 19:00:35 +0700</pubDate>
<dc:creator>Rizqi Ardian</dc:creator>
<media:keywords>PWI, wartawan, PDHI, program, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p class="isSelectedEnd"><strong><span>BONDOWOSO, SJP</span></strong><span> – Di tengah meningkatnya kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak, peran media massa tidak lagi sekadar menyampaikan informasi kepada publik. Wartawan kini menjadi salah satu garda terdepan dalam membangun kesadaran masyarakat, mendorong pencegahan, sekaligus memastikan hak-hak korban tetap terlindungi melalui pemberitaan yang beretika.</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>Setiap informasi yang dipublikasikan memiliki dampak yang luas. Di satu sisi, pemberitaan dapat membuka mata masyarakat terhadap bahaya kekerasan dan pentingnya perlindungan korban. Namun di sisi lain, informasi yang disampaikan tanpa mempertimbangkan prinsip perlindungan anak dan perempuan berpotensi menimbulkan trauma baru, stigma sosial, bahkan mengancam masa depan korban.</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>Dalam kasus kekerasan seksual maupun kekerasan berbasis gender, perlindungan identitas korban menjadi aspek yang tidak bisa ditawar. Karena itu, tanggung jawab menjaga kerahasiaan korban tidak hanya berada di pundak aparat penegak hukum atau lembaga pendamping, tetapi juga media massa dan seluruh pihak yang memiliki akses terhadap informasi korban.</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>Perspektif perlindungan korban inilah yang kini semakin ditekankan dalam berbagai upaya penanganan kekerasan terhadap perempuan dan anak. Selain penanganan hukum, pemulihan psikologis dan perlindungan terhadap hak privasi korban menjadi bagian penting yang harus dipahami bersama oleh seluruh elemen masyarakat.</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>Hal tersebut mengemuka dalam Pelatihan Manajemen dan Pencatatan Kasus Terhadap Korban Kekerasan Anak yang diselenggarakan Pemerintah Kabupaten Bondowoso melalui Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (Dinsos P3AKB) di Ruang Rapat Ijen Raung, Kamis (11/6/2026).</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>Kegiatan yang merupakan bagian dari penguatan sistem penanganan kekerasan terhadap perempuan dan anak itu diikuti berbagai unsur, mulai dari organisasi perangkat daerah (OPD), aparat penegak hukum, psikolog, lembaga layanan, pendamping korban, lembaga pendidikan, pondok pesantren, hingga insan media.</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>Dalam kesempatan tersebut, Wakil Ketua PWI Bondowoso, Moh. Bahri, hadir sebagai narasumber dengan materi "Pemberitaan Ramah Anak dan Perempuan". Ia menegaskan, pemahaman mengenai etika penyampaian informasi tidak hanya penting bagi wartawan, tetapi juga seluruh pihak yang terlibat dalam penanganan kasus.</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>“Materi ini penting dipahami bersama karena perlindungan anak dan perempuan bukan hanya tanggung jawab media. Siapa pun yang memiliki akses terhadap informasi korban harus memahami batasan-batasan yang harus dijaga agar tidak menimbulkan dampak buruk bagi korban,” ujar wartawan asal Pulau Madura ini.</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>Menurut Bahri, media memiliki posisi strategis dalam membentuk cara pandang masyarakat terhadap korban kekerasan. Karena itu, pemberitaan tidak boleh sekadar mengejar aspek sensasional, melainkan harus mengedepankan kepentingan terbaik bagi korban.</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>Ia menjelaskan bahwa berdasarkan Undang-Undang Perlindungan Anak dan Undang-Undang Sistem Peradilan Pidana Anak (SPPA), anak yang menjadi korban, saksi maupun pelaku dalam suatu perkara wajib mendapatkan perlindungan identitas.</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>Kerahasiaan tersebut tidak hanya mencakup nama korban, tetapi juga foto, alamat tempat tinggal, sekolah, nama orang tua, hingga informasi lain yang memungkinkan publik mengenali identitas anak.</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>“Jangan sampai anak menjadi korban untuk kedua kalinya akibat informasi yang tersebar tanpa mempertimbangkan dampaknya. Sekali identitas terbuka, jejak digitalnya bisa bertahan sangat lama dan memengaruhi kehidupan anak di masa depan,” jelasnya.</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>Bahri juga mengingatkan bahwa perkembangan teknologi informasi dan media sosial membuat risiko penyebaran identitas korban semakin besar. Karena itu, seluruh pihak yang menangani kasus harus berhati-hati saat membagikan dokumentasi kegiatan, laporan, maupun informasi terkait korban.</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>Menurutnya, niat baik membantu korban dapat berubah menjadi pelanggaran hak anak apabila dilakukan tanpa memperhatikan prinsip-prinsip perlindungan identitas.</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>Selain perlindungan anak, Bahri turut menyoroti pentingnya perspektif gender dalam pemberitaan. Ia menilai perempuan korban kekerasan masih kerap menghadapi stigma sosial yang diperparah oleh narasi pemberitaan yang menyudutkan korban.</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>“Korban kekerasan seksual, kekerasan dalam rumah tangga, maupun tindak pidana lainnya harus ditempatkan sebagai pihak yang perlu dilindungi. Jangan sampai informasi yang disampaikan justru menambah beban psikologis dan tekanan sosial yang mereka alami,” katanya.</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>Karena itu, ia mengajak seluruh peserta untuk menghindari penggunaan bahasa yang menyalahkan korban, merendahkan perempuan, maupun memperkuat stereotip gender dalam setiap penyampaian informasi kepada publik.</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>Menurut Bahri, keberhasilan penanganan kasus kekerasan tidak hanya diukur dari proses hukum yang berjalan, tetapi juga dari sejauh mana hak, martabat, dan masa depan korban dapat terlindungi.</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>Pelatihan yang digelar Dinsos P3AKB Bondowoso tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat sinergi lintas sektor dalam penanganan kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak. </span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>"Kegiatan ini tidak hanya menyatukan prosedur penanganan antar lembaga, kegiatan ini juga mendorong lahirnya kesadaran bersama bahwa perlindungan korban harus dilakukan secara menyeluruh, termasuk dalam cara informasi disampaikan kepada masyarakat," pesannya.</span></p>
<p><span>"Dengan demikian, media tidak hanya berfungsi sebagai penyampai berita, tetapi juga menjadi mitra edukasi publik yang berperan penting dalam mencegah kekerasan, menghapus stigma terhadap korban, serta menciptakan lingkungan yang lebih aman bagi perempuan dan anak," pungkas wartawan Times Indonesia ini. <strong>(*)</strong></span></p>
<p><span><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></span></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Dari Pencegahan hingga Pemulihan, Bondowoso Perkuat Perlindungan Perempuan dan Anak</title>
<link>https://suarajatimpost.com/dari-pencegahan-hingga-pemulihan-bondowoso-perkuat-perlindungan-perempuan-dan-anak</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/dari-pencegahan-hingga-pemulihan-bondowoso-perkuat-perlindungan-perempuan-dan-anak</guid>
<description><![CDATA[ Pemerintah Kabupaten Bondowoso memperkuat sistem penanganan kekerasan terhadap perempuan dan anak melalui pelatihan manajemen dan pencatatan kasus yang melibatkan seluruh unsur layanan. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202606/image_870x580_6a2a90a6a8385.webp" length="43220" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 11 Jun 2026 17:34:10 +0700</pubDate>
<dc:creator>Rizqi Ardian</dc:creator>
<media:keywords>Dinsos, Puspaga, Pesantren, Keluarga, Kasih Bunda, suarajatimpost, Kemensos</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p class="isSelectedEnd"><strong>BONDOWOSO, SJP</strong> – Kekerasan terhadap perempuan dan anak masih menjadi ancaman serius yang membayangi masa depan generasi muda. Di balik setiap kasus yang terungkap, tersimpan dampak panjang yang tidak hanya melukai fisik korban, tetapi juga meninggalkan trauma psikologis, mengganggu pendidikan, hingga memengaruhi kehidupan sosial mereka di masa depan.</p>
<p class="isSelectedEnd"><span>Anak-anak yang menjadi korban kekerasan, terutama kekerasan seksual, sering kali menghadapi tekanan berlapis. Selain harus berhadapan dengan proses hukum, mereka juga kerap mengalami stigma sosial, kehilangan rasa percaya diri, bahkan tidak sedikit yang memilih berhenti sekolah karena merasa malu atau takut menghadapi lingkungan sekitarnya.</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>Di sisi lain, banyak kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak yang selama bertahun-tahun tidak terungkap. Faktor rasa takut, ancaman pelaku, minimnya pengetahuan tentang mekanisme pelaporan, hingga anggapan bahwa persoalan tersebut merupakan aib keluarga, menjadi penyebab utama korban memilih diam. Akibatnya, angka kasus yang tercatat sering kali tidak mencerminkan kondisi yang sebenarnya terjadi di masyarakat.</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>Meningkatnya kesadaran masyarakat untuk melaporkan kasus kekerasan kini menjadi tantangan baru bagi Pemerintah Kabupaten Bondowoso yang masuk dalam Kabupaten Layak Anak tingkat Nindya. Selain memastikan proses hukum berjalan, pemerintah juga dituntut mampu menghadirkan sistem layanan yang terintegrasi agar korban memperoleh pendampingan secara menyeluruh, mulai dari penanganan awal, pemulihan psikologis, hingga jaminan keberlanjutan pendidikan mereka.</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>Berangkat dari kebutuhan tersebut, Pemerintah Kabupaten Bondowoso melalui Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Keluarga Berencana (Dinsos P3AKB) menggelar Pelatihan Manajemen dan Pencatatan Kasus Korban Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak di Aula Ijen Raung, Kamis (11/6/2026).</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>Kegiatan yang diikuti berbagai unsur layanan perlindungan perempuan dan anak, aparat penegak hukum, psikolog, pendamping korban, lembaga pendidikan, pondok pesantren, hingga media massa itu bertujuan menyamakan persepsi sekaligus memperkuat koordinasi dalam penanganan kasus.</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>Sekretaris Daerah Bondowoso, Fathur Rozi, menegaskan, pelatihan tersebut merupakan bagian dari implementasi kebijakan pemerintah dalam perlindungan perempuan dan anak yang mencakup tiga aspek utama, yakni pencegahan, penanganan, dan pemulihan korban.</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>Menurutnya, selama ini pemerintah telah menjalankan berbagai program pencegahan, mulai dari edukasi masyarakat hingga upaya menekan angka pernikahan dini. Namun, aspek penanganan korban juga harus diperkuat agar seluruh pihak memiliki pemahaman yang sama ketika menghadapi kasus kekerasan.</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>“Yang kita lakukan hari ini adalah memperkuat tahap penanganan. Kita ingin seluruh unit layanan yang ada memiliki standar yang sama dalam menangani kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak. Harapannya nanti ada kesepahaman, ada standar operasional prosedur yang menjadi pedoman bersama,” kata Sekda.</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>Ia menilai penanganan korban tidak boleh berhenti pada penyelesaian kasus semata. Lebih dari itu, negara dan seluruh pemangku kepentingan harus hadir memastikan korban mendapatkan pendampingan psikologis yang memadai.</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>“Jangan sampai anak-anak yang menjadi korban kehilangan masa depannya karena trauma yang tidak tertangani. Karena itu, yang terpenting bukan hanya pencatatan dan administrasi kasus, tetapi juga pendampingan dan pemulihan psikologis korban,” ujarnya.</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>ASN yang lama berkarir di Kabupaten Probolinggo ini berharap, peserta yang berasal dari berbagai unsur, termasuk kalangan pesantren, dapat menjadi garda terdepan dalam upaya pencegahan kekerasan di lingkungan masing-masing.</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>Sementara itu, Kepala Dinsos P3AKB Bondowoso, dr Moh Imron, menjelaskan, pelatihan tersebut juga menjadi momentum untuk memperkuat sinergi Satgas Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) yang selama ini telah berjalan.</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>Menurutnya, masih terdapat sejumlah celah dalam koordinasi antarinstansi yang perlu diperbaiki, terutama terkait standar operasional prosedur ketika menerima laporan maupun menangani korban.</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>“Ketika ada kejadian, semua pihak harus bergerak dalam satu rel, satu arah, dan satu tujuan. Karena itu kita menghadirkan seluruh unsur terkait agar memiliki pemahaman yang sama dalam penanganan kasus,” ujarnya.</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>Dalam kegiatan tersebut, pihaknya menghadirkan Unit PPA Polres Bondowoso untuk menjelaskan alur penanganan laporan, sekaligus melibatkan media massa sebagai mitra edukasi publik.</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>Imron menekankan bahwa media memiliki peran strategis dalam membangun kesadaran masyarakat terkait pencegahan kekerasan terhadap perempuan dan anak.</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>“Media bukan hanya memberitakan kasus, tetapi juga memiliki fungsi edukasi agar masyarakat memahami pentingnya pencegahan dan pendampingan korban setelah peristiwa kekerasan terjadi,” katanya.</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>Ia mengungkapkan, hingga Mei 2026 jumlah kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak yang tercatat di Kabupaten Bondowoso telah mencapai lebih dari 50 kasus. Angka tersebut lebih tinggi dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>Meski demikian, peningkatan angka laporan tidak selalu dimaknai sebagai memburuknya situasi. Menurut Imron, kondisi tersebut juga dapat menunjukkan meningkatnya keberanian korban maupun keluarga untuk melaporkan kasus yang mereka alami.</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>“Dulu mungkin ada rasa takut, malu, atau tidak berani melapor. Sekarang masyarakat mulai sadar bahwa mereka bisa mendapatkan perlindungan dan pendampingan. Itu menjadi salah satu alasan mengapa angka laporan meningkat,” tuturnya.</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa setiap korban yang melapor tidak hanya mendapatkan pendampingan hukum, tetapi juga dukungan psikologis dan sosial. Pemerintah daerah bahkan melakukan koordinasi dengan Dinas Pendidikan maupun lembaga pendidikan agar korban tetap dapat melanjutkan sekolah.</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>“Yang paling penting adalah memastikan korban, terutama anak-anak, tetap memiliki masa depan. Jangan sampai mereka kehilangan kesempatan pendidikan hanya karena menjadi korban kekerasan,” ujarnya.</span></p>
<p><span>Melalui pelatihan tersebut, Pemerintah Kabupaten Bondowoso berharap lahir sistem penanganan yang lebih terintegrasi, sehingga setiap korban dapat memperoleh layanan yang cepat, tepat, dan berkelanjutan. <br><br>Sebab, keberhasilan perlindungan perempuan dan anak tidak hanya diukur dari banyaknya kasus yang diselesaikan, melainkan sejauh mana negara mampu memulihkan korban dan mengembalikan hak-hak mereka untuk hidup, tumbuh, dan berkembang secara layak. <strong>(*)</strong></span></p>
<p><span><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></span></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Dinsos P3AKB Bondowoso Perkuat Sistem Perlindungan Korban Kekerasan Perempuan dan Anak</title>
<link>https://suarajatimpost.com/dinsos-p3akb-bondowoso-perkuat-sistem-perlindungan-korban-kekerasan-perempuan-dan-anak</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/dinsos-p3akb-bondowoso-perkuat-sistem-perlindungan-korban-kekerasan-perempuan-dan-anak</guid>
<description><![CDATA[ Pemkab Bondowoso menggelar forum gelar kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak. Kegiatan ini mempertemukan aparat hukum, psikolog, pekerja sosial, dan berbagai lembaga untuk memperkuat sistem perlindungan, pendampingan, serta pemulihan korban secara terpadu. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202606/image_870x580_6a2971b778d6d.webp" length="41228" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 10 Jun 2026 19:32:37 +0700</pubDate>
<dc:creator>Rizqi Ardian</dc:creator>
<media:keywords>Dinsos, Puspaga, Pesantren, Keluarga, Kasih Bunda, suarajatimpost, Kemensos</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p class="isSelectedEnd"><strong><span>BONDOWOSO, SJP</span></strong><span> – Kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak tidak hanya meninggalkan luka fisik, tetapi juga trauma psikologis yang kerap membekas dalam jangka panjang. Di tengah meningkatnya kompleksitas persoalan yang dihadapi korban, kebutuhan akan sistem perlindungan yang terpadu dan responsif menjadi semakin mendesak.</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>Penanganan korban pun tidak cukup hanya mengandalkan proses hukum. Korban membutuhkan pendampingan menyeluruh mulai dari layanan kesehatan, bantuan psikologis, dukungan sosial hingga pemulihan yang memungkinkan mereka kembali menjalani kehidupan secara normal. Tanpa kolaborasi lintas sektor, upaya perlindungan kerap berjalan parsial dan berisiko mengabaikan kebutuhan korban.</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>Berangkat dari kondisi tersebut, Pemerintah Kabupaten Bondowoso mengumpulkan berbagai unsur terkait dalam kegiatan Gelar Kasus Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak Semester I Tahun 2026 yang digelar di Aula Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (Dinsos P3AKB) Bondowoso, Rabu (10/6/2026).</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>Kegiatan tersebut diikuti sekitar 40 hingga 50 peserta yang terdiri dari pengelola layanan perlindungan perempuan dan anak, tim pendamping korban, aparat penegak hukum, psikolog, konselor, organisasi profesi, perangkat daerah terkait, lembaga masyarakat, Forum Anak, hingga sejumlah mitra strategis lainnya.</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>Kepala Dinsos P3AKB Bondowoso, dr. Moh Imron, menegaskan bahwa perlindungan perempuan dan anak merupakan tanggung jawab bersama yang tidak dapat dibebankan kepada satu lembaga saja.</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>"Kekerasan terhadap perempuan dan anak adalah persoalan bersama. Karena itu penanganannya juga harus dilakukan secara bersama-sama dengan melibatkan seluruh pihak yang memiliki kewenangan dan kompetensi," ujarnya saat membuka kegiatan.</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>Menurut Imron, selama ini perhatian publik sering kali terfokus pada proses hukum terhadap pelaku. Padahal, korban juga membutuhkan pemulihan yang tidak kalah penting agar mampu bangkit dari dampak yang ditimbulkan akibat kekerasan.</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>"Sering kali yang menjadi fokus adalah proses hukum terhadap pelaku, padahal korban juga membutuhkan pemulihan yang tidak kalah penting. Di sinilah peran semua lembaga harus berjalan beriringan," katanya.</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>Ia menjelaskan, berbagai bentuk kekerasan, baik fisik, psikis, seksual, penelantaran maupun eksploitasi, dapat menimbulkan dampak yang kompleks bagi korban. Bahkan tidak sedikit korban yang memerlukan waktu panjang untuk memulihkan kondisi mental, emosional, maupun sosialnya.</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>"Dampak kekerasan tidak hanya dirasakan saat kejadian berlangsung, tetapi bisa memengaruhi masa depan korban. Karena itu negara harus hadir memberikan perlindungan dan pendampingan yang maksimal," tegasnya.</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>Salah satu tantangan yang masih dihadapi dalam penanganan kasus, lanjut Imron, adalah belum optimalnya koordinasi antarinstansi. Padahal, kecepatan dan ketepatan layanan sangat bergantung pada kesamaan persepsi mengenai prosedur penanganan serta mekanisme rujukan antar lembaga.</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>"Kita ingin tidak ada lagi korban yang terlambat mendapatkan layanan hanya karena koordinasi antar lembaga belum berjalan optimal. Semua harus bergerak cepat sesuai tugas dan fungsinya masing-masing," ujarnya.</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>Melalui forum gelar kasus tersebut, para peserta membahas sejumlah kasus prioritas yang membutuhkan penanganan lintas sektor. Selain menjadi sarana evaluasi, forum ini juga diharapkan menghasilkan rekomendasi konkret guna memperkuat sistem perlindungan perempuan dan anak di Kabupaten Bondowoso.</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>"Gelar kasus ini bukan hanya membahas persoalan yang sudah terjadi, tetapi juga mencari solusi terbaik agar penanganan berikutnya bisa lebih cepat, tepat dan berpihak kepada korban," kata Imron.</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>Menurut Imron, kehadiran seluruh unsur tersebut penting untuk membangun kesamaan persepsi sekaligus memperkuat komitmen bersama dalam memberikan pelayanan yang terintegrasi kepada masyarakat.</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>"Kami sengaja menghadirkan seluruh unsur yang terlibat dalam perlindungan perempuan dan anak agar terbangun kesamaan persepsi dan komitmen dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat," jelasnya.</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>Dalam forum tersebut, Aiptu Deddy Purba, Kanit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Bondowoso memaparkan materi mengenai penanganan hukum kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak serta mekanisme koordinasi dengan aparat penegak hukum. </span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>"Proses hukum harus berjalan seiring dengan upaya perlindungan terhadap korban. Oleh karena itu, koordinasi antara aparat penegak hukum dan lembaga pendamping menjadi sangat penting," ujar Deddy.</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>Sementara itu, Yusuf kurniawan, </span>Kepala Seksi Tindak Pidana Umum (Kasipidum) Kejaksaan Negeri Bondowoso, mengatakan, Kejaksaan memiliki peran penting dalam memastikan proses penegakan hukum terhadap pelaku berjalan sesuai ketentuan sekaligus memperhatikan hak-hak korban selama proses peradilan berlangsung.</p>
<p data-start="503" data-end="854">"Dalam tugas dan fungsi kami, Kejaksaan berperan melakukan penelitian berkas perkara, proses penuntutan hingga pelaksanaan putusan pengadilan. Namun dalam perkara yang melibatkan perempuan dan anak sebagai korban, kami juga berupaya memastikan perspektif perlindungan korban menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari proses penegakan hukum," ujarnya.</p>
<p data-start="859" data-end="1133">Menurutnya, penanganan perkara kekerasan terhadap perempuan dan anak membutuhkan sinergi yang kuat antara aparat penegak hukum, lembaga pendamping, tenaga kesehatan, dan psikolog agar korban tidak mengalami reviktimisasi atau trauma berulang selama proses hukum berlangsung.</p>
<p data-start="1138" data-end="1388">"Korban tidak boleh merasa sendirian saat mencari keadilan. Karena itu koordinasi lintas sektor menjadi sangat penting agar proses hukum dapat berjalan dengan baik, sementara kebutuhan pendampingan dan pemulihan korban juga tetap terpenuhi," katanya.</p>
<p data-start="1393" data-end="1599">Ia menambahkan, forum gelar kasus seperti yang digelar Dinsos P3AKB Bondowoso menjadi sarana strategis untuk menyamakan persepsi antar lembaga dalam menangani kasus-kasus yang melibatkan perempuan dan anak.</p>
<p data-start="1604" data-end="1868">"Melalui forum ini, setiap instansi dapat memahami peran dan kewenangannya masing-masing. Dengan demikian, penanganan perkara tidak hanya berorientasi pada penghukuman pelaku, tetapi juga memberikan perlindungan dan pemulihan yang optimal bagi korban," tandasnya.<span></span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>Di sisi lain, Mieke Prasetia, perwakilan dari Himpunan Psikologi Indonesia (HIMPSI) menyoroti pentingnya layanan pendampingan psikologis, trauma healing, dan pemulihan korban sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari sistem perlindungan.</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>"Korban kekerasan sering mengalami trauma yang membutuhkan penanganan khusus. Pendampingan psikologis menjadi bagian yang tidak bisa dipisahkan dari proses perlindungan," ungkapnya.</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>Melalui kegiatan ini, Pemerintah Kabupaten Bondowoso berharap terbentuk sistem perlindungan perempuan dan anak yang semakin kuat, terpadu, dan berkelanjutan. Selain menghasilkan rekomendasi penanganan kasus yang lebih komprehensif, forum tersebut juga diharapkan mampu memperkuat jejaring perlindungan serta komitmen bersama seluruh pihak dalam memberikan rasa aman bagi perempuan dan anak di Bondowoso. <strong>(*)</strong></span><span></span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></span></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Hak Perempuan dan Anak Kerap Terabaikan Pasca Cerai, Bondowoso Siapkan Langkah Perlindungan Lintas Sektor</title>
<link>https://suarajatimpost.com/hak-perempuan-dan-anak-kerap-terabaikan-pasca-cerai-bondowoso-siapkan-langkah-perlindungan-lintas-sektor</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/hak-perempuan-dan-anak-kerap-terabaikan-pasca-cerai-bondowoso-siapkan-langkah-perlindungan-lintas-sektor</guid>
<description><![CDATA[ Dinsos P3AKB dan Pengadilan Agama Bondowoso membahas penguatan perlindungan perempuan dan anak pasca perceraian. Salah satu usulan yang dikaji dalam draft kerja sama lintas sektor adalah langkah administratif bagi mantan suami yang mengabaikan kewajiban nafkah anak. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202606/image_870x580_6a280165be3e4.webp" length="34224" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Tue, 09 Jun 2026 18:47:52 +0700</pubDate>
<dc:creator>Rizqi Ardian</dc:creator>
<media:keywords>Perceraian, perempuan, anak, pengadilan agama, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p class="isSelectedEnd"><strong><span>BONDOWOSO, SJP</span></strong><span> – Perceraian tidak selalu menjadi akhir dari sebuah konflik rumah tangga. Dalam banyak kasus, putusan pengadilan justru menjadi awal dari persoalan baru yang harus ditanggung perempuan dan anak. Mantan istri kehilangan sumber nafkah, sementara anak-anak tumbuh tanpa kepastian dukungan ekonomi dari ayahnya.</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>Di Bondowoso, fenomena tersebut menjadi perhatian serius pemerintah daerah dan Pengadilan Agama. Meski pengadilan telah memutuskan kewajiban mantan suami untuk memberikan nafkah kepada mantan istri maupun anak, pelaksanaannya di lapangan sering kali jauh dari harapan. Tidak sedikit perempuan yang harus berjuang sendiri memenuhi kebutuhan hidup dan pendidikan anak setelah perceraian.</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>Kondisi itu semakin mengkhawatirkan ketika terjadi pada perempuan yang menikah di usia anak. Sebagian dari mereka harus menghadapi perceraian dalam waktu singkat, namun tidak memperoleh hak-haknya sebagaimana diatur dalam putusan pengadilan. Dampaknya tidak hanya menyentuh aspek ekonomi, tetapi juga psikologis, sosial, hingga masa depan anak-anak yang lahir dari perkawinan tersebut.</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>Berangkat dari persoalan itu, Pemerintah Kabupaten Bondowoso bersama Pengadilan Agama Bondowoso mulai merumuskan penguatan kerja sama lintas sektor untuk memastikan hak perempuan dan anak tetap terlindungi setelah perceraian. </span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>Gagasan tersebut dibahas dalam Focus Group Discussion (FGD) tentang perlindungan perempuan dan anak pasca perceraian, evaluasi layanan dispensasi kawin, serta penyusunan draft nota kesepahaman antara Pengadilan Agama dan pemerintah daerah, Selasa (9/6/2026).</span></p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202606/image_870x_6a27fff3a7f11.webp" alt=""></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (Dinsos P3AKB) Bondowoso, dr. Moh. Imron, mengatakan forum tersebut menjadi langkah awal untuk menyatukan berbagai program dan kewenangan yang selama ini berjalan sendiri-sendiri.</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>Menurutnya, kerja sama antara Pemkab Bondowoso dan Pengadilan Agama sebenarnya telah berlangsung sejak tahun 2023. Hasilnya dinilai cukup signifikan, terutama dalam penanganan persoalan keluarga dan pengendalian dispensasi kawin. Namun, masih terdapat sejumlah celah yang perlu diperkuat, khususnya terkait perlindungan perempuan dan anak setelah perceraian.</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>"Selama ini para pihak sudah berjalan sesuai tugas dan fungsinya masing-masing. Tetapi belum ada satu konsep besar yang benar-benar menyinergikan seluruh pihak agar penanganan persoalan perempuan dan anak berjalan satu arah, terukur, dan berkelanjutan," ujar Imron.</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>Salah satu fokus yang sedang dibahas adalah penyusunan mekanisme pengawasan terhadap pelaksanaan putusan pengadilan terkait hak-hak perempuan dan anak. Sebab, berdasarkan berbagai temuan di lapangan, banyak mantan suami yang tidak menjalankan kewajibannya setelah perceraian meski telah diputus oleh pengadilan.</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>Imron menilai kondisi tersebut tidak bisa dibiarkan karena berdampak langsung terhadap kehidupan perempuan dan anak yang ditinggalkan. Mulai dari menurunnya kondisi ekonomi keluarga, terganggunya pendidikan anak, hingga munculnya berbagai persoalan sosial lainnya.</span></p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202606/image_870x_6a27ffc6e4119.webp" alt=""></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>Sebagai bahan kajian, Bondowoso juga mempelajari model kerja sama yang diterapkan di daerah lain, termasuk Kota Surabaya. Salah satu skema yang menjadi bahan diskusi adalah kemungkinan pemberian konsekuensi administratif kepada pihak yang tidak melaksanakan kewajiban sesuai putusan pengadilan.</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>Meski demikian, ia menegaskan bahwa Bondowoso tidak akan serta-merta menyalin kebijakan daerah lain. Seluruh konsep akan disesuaikan dengan karakteristik sosial dan budaya masyarakat setempat.</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>"Kami ingin mencari formulasi yang tepat. Tujuannya bukan menghukum, tetapi memastikan ada tanggung jawab yang tetap dijalankan terhadap mantan istri dan anak setelah perceraian," katanya.</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>Selain perlindungan pasca perceraian, forum tersebut juga membahas evaluasi layanan dispensasi kawin. Imron mengungkapkan masih ditemukan kasus perkawinan usia anak yang berujung pada perceraian dalam waktu singkat.</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>Ia mencontohkan adanya kasus seorang remaja perempuan yang menikah pada usia 16 tahun dan harus bercerai hanya delapan bulan kemudian. Ironisnya, setelah perceraian, hak-hak yang seharusnya diterima korban tidak terpenuhi.</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>"Kasus seperti ini menjadi alarm bagi kita semua. Jangan sampai anak-anak perempuan lainnya mengalami hal yang sama," ujarnya.</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>Sementara itu, Ketua Pengadilan Agama Bondowoso, Zainul Arifin, menjelaskan bahwa tingginya dampak sosial perceraian menjadi alasan utama pentingnya penguatan kolaborasi lintas sektor.</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>Menurutnya, perempuan dan anak merupakan pihak yang paling rentan terdampak ketika sebuah rumah tangga berakhir di meja hijau. Dalam banyak perkara, anak menjadi tanggungan ibu, sedangkan mantan suami memilih melepaskan tanggung jawabnya.</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>"Sering kali setelah perceraian, anak berada dalam pengasuhan ibu. Sementara mantan suami tidak lagi menjalankan kewajibannya. Karena itu hak-hak perempuan dan anak harus benar-benar dilindungi," kata Zainul.</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>Ia menjelaskan bahwa dalam perkara perceraian terdapat sejumlah hak yang wajib dipenuhi suami, seperti nafkah iddah, mut'ah, nafkah anak, hingga kewajiban lainnya yang diputuskan pengadilan. Besaran kewajiban tersebut ditentukan berdasarkan kemampuan ekonomi suami yang dibuktikan selama persidangan.</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>Namun, Pengadilan Agama memiliki keterbatasan dalam penegakan putusan setelah perkara berkekuatan hukum tetap. Lembaga peradilan tidak memiliki kewenangan memberikan sanksi administratif maupun pidana kepada mantan suami yang tidak menjalankan kewajibannya.</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>Meski demikian, pengadilan telah menerapkan sejumlah mekanisme untuk mendorong kepatuhan. Dalam perkara cerai talak, misalnya, suami tidak dapat mengucapkan ikrar talak sebelum melunasi kewajiban nafkah yang dibebankan dalam putusan.</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>Sedangkan dalam perkara cerai gugat, pengambilan akta cerai dapat ditunda apabila masih terdapat kewajiban yang belum dipenuhi kepada mantan istri.</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>Menurut Zainul, persoalan terbesar justru berada pada pemenuhan nafkah anak setelah perceraian. Berbeda dengan nafkah kepada mantan istri, kewajiban nafkah anak berlangsung dalam jangka panjang dan membutuhkan pengawasan yang lebih efektif.</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>Karena itu, ia menyambut baik inisiatif penyusunan nota kesepahaman antara Pengadilan Agama dan pemerintah daerah sebagai upaya memperkuat perlindungan terhadap perempuan dan anak.</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>"Ini bukan hanya urusan hukum, tetapi juga urusan sosial. Karena itu perlu keterlibatan banyak pihak agar hak-hak perempuan dan anak benar-benar terjamin setelah perceraian," tegasnya.</span></p>
<p><span>FGD yang digelar di Bondowoso tersebut menjadi langkah awal menuju lahirnya kebijakan daerah yang lebih komprehensif. Jika berhasil dirumuskan, kerja sama lintas sektor itu diharapkan tidak hanya mampu menekan angka perkawinan anak dan perceraian, tetapi juga memastikan tidak ada perempuan dan anak yang kehilangan hak-haknya setelah sebuah rumah tangga berakhir.</span></p>
<p><span>Seperti diketahui, berdasarkan data yang dihimpun, volume perkara yang masuk ke pengadilan mengalami fluktuasi yang cukup tajam. Lonjakan perkara tertinggi terjadi pada bulan April 2026, di mana tercatat ada 312 perkara baru yang diterima. </span></p>
<p><span>Angka ini naik signifikan dibanding bulan-bulan sebelumnya, seperti Januari (287 perkara), Februari (164 perkara), dan titik terendah pada Maret (124 perkara). Sementara itu, untuk bulan Mei sendiri, pihak pengadilan menerima 186 perkara baru. Secara akumulatif, total perkara yang diterima dari Januari hingga Mei 2026 menembus angka 1.073 perkara. <strong>(*)</strong></span></p>
<p><span><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></span></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Lahan di Kawasan Wisata Arak&amp;arak Bondowoso Terbakar</title>
<link>https://suarajatimpost.com/lahan-di-kawasan-wisata-arak-arak-bondowoso-terbakar</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/lahan-di-kawasan-wisata-arak-arak-bondowoso-terbakar</guid>
<description><![CDATA[ Musim kemarau mulai memicu ancaman kebakaran lahan di Bondowoso. Kebakaran seluas sekitar 2.000 meter persegi terjadi di kawasan Wisata Arak-Arak, Kecamatan Wringin. BPBD bersama Damkar, TNI, dan Polri melakukan pemadaman serta mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi karhutla. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202606/image_870x580_6a26903a88a3a.webp" length="140724" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 08 Jun 2026 16:48:27 +0700</pubDate>
<dc:creator>Rizqi Ardian</dc:creator>
<media:keywords>bencana, angin, banjir, longsor, puting beliung, BPBD, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p class="isSelectedEnd"><strong><span>BONDOWOSO, SJP</span></strong><span> – Musim kemarau mulai menunjukkan dampaknya di sejumlah wilayah Kabupaten Bondowoso. Selain ancaman krisis air bersih yang setiap tahun menghantui masyarakat di daerah rawan kekeringan, bahaya lain yang tak kalah serius kini mulai muncul, yakni kebakaran hutan dan lahan (karhutla).</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>Asap tipis yang membumbung dari perbukitan kawasan Destinasi Wisata Arak-Arak, Kecamatan Wringin, Senin (8/6/2026), menjadi peringatan dini bahwa musim kering tahun ini tidak hanya menguras sumber-sumber air, tetapi juga meningkatkan risiko terjadinya kebakaran di area terbuka yang dipenuhi rerumputan dan semak kering.</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>Kebakaran yang menghanguskan sekitar 2.000 meter persegi lahan di kawasan wisata unggulan Bondowoso tersebut memaksa petugas BPBD, Damkar, TNI, dan Polri turun tangan melakukan pemadaman. Medan yang curam membuat proses penanganan tidak mudah, sehingga armada pemadam harus dikerahkan untuk menjinakkan api agar tidak merambat ke area yang lebih luas.</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>Peristiwa ini menjadi alarm bagi seluruh pihak bahwa memasuki puncak musim kemarau pada Juli hingga Agustus mendatang, ancaman bencana tidak hanya berupa kekurangan air bersih. Lahan-lahan kering yang mudah terbakar dapat berubah menjadi sumber petaka apabila tidak diantisipasi sejak dini, baik oleh pemerintah maupun masyarakat.</span></p>
<p><span>Di tengah cuaca yang semakin panas dan minimnya curah hujan, kesadaran masyarakat menjadi faktor penting dalam mencegah terjadinya kebakaran. Aktivitas sederhana seperti membuang puntung rokok sembarangan atau membakar sampah tanpa pengawasan dapat menjadi pemicu munculnya api yang berpotensi meluas dan mengancam lingkungan, kawasan wisata, hingga permukiman warga.</span></p>
<p class="isSelectedEnd">Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bondowoso bersama petugas pemadam kebakaran, TNI, dan Polri bergerak cepat menangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di kawasan Wisata Arak-arak, Senin (8/6/2026).</p>
<p class="isSelectedEnd"><span>Kepala Pelaksana BPBD Bondowoso, Kristianto Putro Prasojo melalui Kasi K2 BPBD Bondowoso, Bagoes Herisyahputra </span><span>mengatakan, pihaknya menerima laporan kejadian dari pengelola wisata pada pukul 10.48 WIB. Setelah menerima laporan tersebut, tim segera melakukan asesmen dan berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk melakukan penanganan di lokasi.</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>"Kami menerima laporan dari pihak pengelola wisata terkait terjadinya kebakaran lahan. Setelah itu kami langsung melakukan asesmen dan berkoordinasi dengan Damkar, Polsek, serta TNI untuk melakukan penanganan bersama," ujarnya.</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>Berdasarkan hasil pendataan sementara, luas lahan yang terdampak kebakaran diperkirakan mencapai sekitar 2.000 meter persegi. Sementara itu, penyebab kebakaran masih dalam proses penyelidikan oleh pihak berwenang.</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>Menurutnya, proses pemadaman menghadapi kendala karena lokasi kebakaran berada di area yang curam sehingga menyulitkan petugas untuk melakukan pemadaman secara manual.</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>"Karena kondisi lokasi yang cukup curam, petugas BPBD tidak dapat melakukan pemadaman secara langsung. Oleh karena itu kami meminta bantuan Damkar untuk melakukan pemadaman menggunakan armada yang dapat menjangkau area tersebut," katanya. </span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>BPBD juga mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan memasuki musim kemarau yang diperkirakan mencapai puncaknya pada Juli hingga Agustus mendatang.</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>Masyarakat diminta menghindari tindakan yang berpotensi memicu kebakaran, seperti membuang puntung rokok sembarangan, membakar sampah tanpa pengawasan, maupun aktivitas lain yang dapat menimbulkan percikan api.</span></p>
<p><span>"Hal-hal yang terlihat sederhana seperti membuang puntung rokok sembarangan atau membakar sampah tanpa ditunggu dapat menjadi pemicu kebakaran. Karena itu kami mengajak masyarakat untuk lebih peduli dan waspada agar kejadian serupa tidak terulang," pesannya.</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>Sementara itu, Kepala Bidang Damkar Satpol PP Bondowoso, Vara Tedi </span><span>menerjunkan dua armada untuk mengendalikan api, yakni satu unit mobil pemadam kebakaran dan satu unit water supply dengan kapasitas masing-masing 6.000 liter dan 5.000 liter air.</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>"Kami menyiagakan dua armada, terdiri dari satu unit truk pemadam dan satu unit water supply. Pemadaman serta pendinginan sudah dilakukan. Area bagian atas juga telah dibasahi untuk mencegah api meluas," jelasnya.</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>Petugas masih terus memantau perkembangan di lokasi. Jika ditemukan titik api yang kembali muncul atau terjadi pergerakan api, pemadaman lanjutan akan segera dilakukan. <strong>(*)</strong></span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></span></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>SDN Selolembu Bondowoso Rayakan Kelulusan dengan Gerakan Hijau, Bagikan Ribuan Bibit Tanaman</title>
<link>https://suarajatimpost.com/sdn-selolembu-bondowoso-rayakan-kelulusan-dengan-gerakan-hijau-bagikan-ribuan-bibit-tanaman</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/sdn-selolembu-bondowoso-rayakan-kelulusan-dengan-gerakan-hijau-bagikan-ribuan-bibit-tanaman</guid>
<description><![CDATA[ SDN Selolembu Bondowoso merayakan kelulusan siswa kelas VI dengan membagikan ribuan bibit tanaman dan pohon kepada puluhan sekolah serta instansi. Program Selolembu Eco Paradise mendapat apresiasi dari Ketua PWI Bondowoso karena dinilai menjadi contoh perayaan kelulusan yang edukatif, ramah lingkungan, dan mendukung ketahanan pangan. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202606/image_870x580_6a2162a45ecbf.webp" length="84386" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 04 Jun 2026 18:34:08 +0700</pubDate>
<dc:creator>Rizqi Ardian</dc:creator>
<media:keywords>pendidikan, Bondowoso, banyuwulu, featured, berita, cerita, SD, MBG, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>BONDOWOSO, SJP – </strong>SD Negeri Selolembu, Kecamatan Curahdami, Kabupaten Bondowoso, merayakan kelulusan siswa kelas VI Tahun Ajaran 2025/2026 dengan cara berbeda. Sekolah menggelar kegiatan penanaman dan pembagian ribuan bibit pohon, buah, serta sayuran kepada sejumlah sekolah dan instansi di wilayah Kecamatan Curahdami.</p>
<p>Kepala SD Negeri Selolembu, Catur Mega Sofianto, mengatakan kegiatan bertajuk Selolembu Eco Paradise tersebut merupakan implementasi program pemerintah Indonesia Asri sekaligus bentuk keberlanjutan Program Sekolah Tangguh Bencana (SEGANA) yang selama ini dijalankan sekolah.</p>
<p>“Selolembu Eco Paradise adalah bentuk implementasi dari program pemerintah Indonesia Asri yang juga merupakan keberlanjutan dari Program Sekolah Tangguh Bencana (SEGANA) yang telah kami laksanakan,” ujar Catur saat berkunjung ke Sekretariat PWI Bondowoso, Kamis (4/6/2026).</p>
<p>Dalam program tersebut, SDN Selolembu membagikan sebanyak 1.000 bibit cabai, 1.000 bibit tomat, 10 bibit pohon mangga, 30 bibit pohon trembesi, 10 bibit markisa, 10 bibit sirsak, dan 10 bibit tabebuya. Seluruh bibit tersebut didistribusikan ke sekitar 50 titik penerima.</p>
<p>Penerima bantuan meliputi sekolah-sekolah di Kecamatan Curahdami, sejumlah kantor pemerintahan, Sekretariat PWI Bondowoso, serta berbagai instansi lainnya. Ke depan, program ini juga akan diperluas dengan menyasar taman kanak-kanak (TK), sekolah menengah pertama (SMP), dan instansi lain di wilayah Curahdami, termasuk BSBK SDA Wilayah Bondowoso.</p>
<p>“Program ini merupakan bentuk rasa syukur kami atas kelulusan siswa kelas VI tahun ajaran 2025/2026. Kami ingin momen kelulusan tidak hanya menjadi seremoni, tetapi juga memberikan manfaat bagi lingkungan dan masyarakat,” katanya.</p>
<p>Selain pembagian bibit, kegiatan ini turut melibatkan kolaborasi dengan tiga instansi sebagai upaya memperkuat gerakan penghijauan serta mendukung ketahanan pangan di tingkat lokal.</p>
<p>Catur berharap program tersebut mampu menumbuhkan kesadaran lingkungan sejak dini sekaligus mendorong pemanfaatan lahan produktif untuk mendukung ketahanan pangan keluarga maupun sekolah.</p>
<p>Ia juga menyampaikan terima kasih kepada berbagai pihak yang telah mendukung pelaksanaan program, di antaranya Dinas Pendidikan Kabupaten Bondowoso, BPBD Kabupaten Bondowoso, Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bondowoso, Perum Perhutani KPH Bondowoso, serta seluruh warga sekolah.</p>
<p>“Dari Selolembu untuk Bumi yang Lestari,” ucapnya.</p>
<p>Sementara itu, Ketua PWI Bondowoso, Sincha Ari Pangistu, mengapresiasi langkah SDN Selolembu yang memilih merayakan kelulusan dengan kegiatan yang bernilai edukatif dan berdampak langsung bagi lingkungan.</p>
<p>Menurutnya, program tersebut dapat menjadi contoh bagi sekolah lain dalam membangun karakter peduli lingkungan sekaligus menanamkan nilai tanggung jawab sosial kepada peserta didik.</p>
<p>“Ini merupakan terobosan yang sangat positif. Kelulusan tidak harus dirayakan dengan kegiatan seremonial yang berlebihan, tetapi bisa diwujudkan melalui aksi nyata yang memberikan manfaat bagi masyarakat dan lingkungan. Semangat seperti ini patut menjadi inspirasi bagi sekolah-sekolah lain di Bondowoso,” ujar Sincha.</p>
<p>Ia menambahkan, keterlibatan siswa dalam kegiatan penghijauan sejak usia dini akan membentuk generasi yang lebih peduli terhadap kelestarian lingkungan dan keberlanjutan sumber daya alam.</p>
<p>Kegiatan Selolembu Eco Paradise menjadi alternatif perayaan kelulusan yang lebih bermakna dengan mengedepankan pelestarian lingkungan, edukasi kebencanaan, dan penguatan ketahanan pangan masyarakat. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Kejagung Tetapkan Tiga Eks Petinggi BGN Tersangka Korupsi Program MBG</title>
<link>https://suarajatimpost.com/kejagung-tetapkan-tiga-eks-petinggi-bgn-tersangka-korupsi-program-mbg</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/kejagung-tetapkan-tiga-eks-petinggi-bgn-tersangka-korupsi-program-mbg</guid>
<description><![CDATA[ Kejagung menetapkan tiga mantan pimpinan BGN sebagai tersangka dugaan korupsi Program Makan Bergizi Gratis. Sejumlah yayasan yang diduga terafiliasi dengan para tersangka disebut memperoleh keuntungan miliaran rupiah melalui proses verifikasi mitra yang diduga direkayasa. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202606/image_870x580_6a201cd29e580.webp" length="24516" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 03 Jun 2026 19:30:11 +0700</pubDate>
<dc:creator>Rizqi Ardian</dc:creator>
<media:keywords>MBG, BGN, Dadan, SPPG, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p class="isSelectedEnd"><strong><span>JAKARTA, SJP</span></strong><span> – Kejaksaan Agung (Kejagung) mengungkap dugaan keterlibatan sejumlah yayasan yang terafiliasi dengan mantan petinggi Badan Gizi Nasional (BGN) dalam perkara dugaan korupsi tata kelola Program Makan Bergizi Gratis (MBG) periode 2025–2026.</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>Dalam kasus ini, penyidik Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) telah menetapkan tiga mantan pejabat BGN sebagai tersangka, yakni mantan Kepala BGN Dadan Hindayana (DH), mantan Deputi Bidang Penyediaan dan Penyaluran BGN Lodewyk Pusung (LP), serta mantan Wakil Kepala BGN Sony Sondjaya (SS).</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>Direktur Penyidikan Jampidsus Kejagung, Syarief Sulaeman Nahdi, mengatakan penetapan tersangka dilakukan setelah penyidik mengantongi bukti permulaan yang cukup terkait dugaan penyimpangan dalam pelaksanaan program nasional tersebut.</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>“Ketiga orang tersebut telah ditetapkan sebagai tersangka dalam penyidikan perkara dugaan tindak pidana korupsi tata kelola Program Makan Bergizi Gratis pada Badan Gizi Nasional,” ujar Syarief dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu (3/6/2026).</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>Berdasarkan hasil penyidikan sementara, program MBG dijalankan melalui yayasan yang bermitra dengan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di berbagai daerah. Namun, penyidik menemukan adanya dugaan rekayasa dalam proses verifikasi mitra melalui portal BGN sehingga sejumlah yayasan yang tidak memenuhi persyaratan tetap dapat lolos dan ditetapkan sebagai mitra resmi.</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>Kejagung menduga yayasan-yayasan tersebut memiliki hubungan langsung maupun tidak langsung dengan para tersangka.</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>Menurut Syarief, yayasan yang terafiliasi itu memperoleh keuntungan dalam jumlah sangat besar dari pelaksanaan program MBG.</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>“Yayasan-yayasan tersebut memperoleh insentif hingga miliaran rupiah setiap hari. Yayasan itu terafiliasi, di antaranya dimiliki oleh saudara DH, saudara SS, dan saudara LP,” ungkapnya.</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>Selain dugaan manipulasi dalam penetapan mitra SPPG, penyidik juga menemukan indikasi penyimpangan pada proses pengadaan barang dan jasa di lingkungan BGN. Ketiga tersangka diduga melakukan intervensi terhadap pejabat pembuat komitmen (PPK) dalam pelaksanaan sejumlah proyek yang berkaitan dengan program MBG.</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>Tindakan tersebut diduga menimbulkan potensi kerugian keuangan negara dalam jumlah besar. Meski demikian, hingga saat ini penyidik masih melakukan penghitungan nilai kerugian negara serta menelusuri aliran dana yang diduga terkait dengan tindak pidana tersebut.</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>Kasus ini merupakan pengembangan dari penyidikan yang telah dimulai sejak 29 Mei 2026. Untuk memperkuat pembuktian, pada Rabu (3/6/2026) penyidik juga melakukan penggeledahan di kantor BGN serta sejumlah lokasi lain yang berkaitan dengan para tersangka.</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>Kejagung menegaskan proses penyidikan akan terus dikembangkan guna mengungkap pihak-pihak lain yang diduga turut terlibat dalam penyimpangan tata kelola Program Makan Bergizi Gratis.</span></p>
<p><span>“Penyidikan masih terus berjalan dan tidak menutup kemungkinan adanya pihak lain yang akan dimintai pertanggungjawaban hukum sesuai hasil pengembangan penyidikan,” tegas Syarief. <strong>(**)</strong></span></p>
<p><span><strong>Editor : Rizqi Ardian<br>Sumber : beritasatu.com</strong></span></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Percepat PSN, Pangdam V/Brawijaya Tinjau Lokasi Pembangunan Yonif Teritorial Pembangunan di Bondowoso</title>
<link>https://suarajatimpost.com/percepat-psn-pangdam-vbrawijaya-tinjau-lokasi-pembangunan-yonif-teritorial-pembangunan-di-bondowoso</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/percepat-psn-pangdam-vbrawijaya-tinjau-lokasi-pembangunan-yonif-teritorial-pembangunan-di-bondowoso</guid>
<description><![CDATA[ Pangdam V/Brawijaya Mayjen TNI Rudy Saladin meninjau kesiapan lahan seluas 51,83 hektare di Bondowoso untuk pembangunan Yonif Teritorial Pembangunan yang menjadi bagian program strategis nasional penguatan pertahanan dan ketahanan pangan. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202606/image_870x580_6a1ea313bdd5a.webp" length="89342" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Tue, 02 Jun 2026 16:36:23 +0700</pubDate>
<dc:creator>Rizqi Ardian</dc:creator>
<media:keywords>Pangdam, TNI, PSN, Hon TP, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>BONDOWOSO, SJP –</strong> Komitmen pemerintah dalam memperkuat sistem pertahanan negara sekaligus mendukung program ketahanan pangan nasional terus diwujudkan melalui pembangunan Batalyon Infanteri Teritorial Pembangunan (Yonif TP) di berbagai daerah. Salah satunya direncanakan berdiri di Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur.</p>
<p>Sebagai bagian dari percepatan program strategis tersebut, Pangdam V/Brawijaya Mayjen TNI Rudy Saladin meninjau langsung lokasi calon pembangunan Yonif TP di Desa Sukorejo, Kecamatan Sumber Wringin, Kabupaten Bondowoso, Selasa (2/6/2026).</p>
<p>Peninjauan dilakukan untuk memastikan kesiapan lahan serta berbagai aspek pendukung pembangunan satuan baru TNI Angkatan Darat tersebut.</p>
<p>Didampingi jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Pangdam meninjau lahan seluas sekitar 51 hektare milik Perhutani yang diproyeksikan menjadi lokasi pembangunan batalyon.</p>
<p>Kehadiran satuan ini diharapkan tidak hanya memperkuat pertahanan wilayah, tetapi juga memberikan dampak positif terhadap pembangunan dan kesejahteraan masyarakat setempat.</p>
<p>Komandan Kodim 0822 Bondowoso, Letkol Inf Prawito, mengatakan peninjauan dilakukan untuk memastikan kesiapan lokasi, sarana pendukung, serta kondisi geografis yang akan menunjang proses pembangunan Yonif TP.</p>
<p>"Peninjauan ini dilakukan agar proses pembangunan dapat berjalan optimal sesuai dengan rencana yang telah ditetapkan," ujarnya.</p>
<p>Menurutnya, pembangunan Yonif TP merupakan bagian dari program strategis nasional yang digagas Presiden RI Prabowo Subianto.</p>
<p>Program tersebut tidak hanya bertujuan memperkuat sistem pertahanan negara, tetapi juga mendukung ketahanan pangan nasional melalui konsep pembangunan teritorial yang terintegrasi.</p>
<p>"Kesiapan lahan terus dimatangkan melalui koordinasi dengan berbagai pihak, termasuk pemerintah daerah, Perhutani, dan masyarakat sekitar," katanya.</p>
<p>Di lokasi peninjauan, Letkol Inf Prawito memaparkan secara langsung kepada Pangdam V/Brawijaya dan rombongan mengenai kesiapan lahan serta berbagai aspek pendukung pembangunan, mulai dari aspek pertahanan, administrasi, geografis, sosial, hingga kondisi ekonomi masyarakat sekitar.</p>
<p>Pembangunan Yonif TP di Bondowoso diharapkan mampu memberikan manfaat strategis bagi pertahanan wilayah sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat.</p>
<p>Keberadaan batalyon tersebut juga diproyeksikan memperkuat pembinaan teritorial, meningkatkan kemanunggalan TNI dengan rakyat, serta mendukung program ketahanan pangan melalui pengembangan sektor pertanian, peternakan, dan pembangunan wilayah terpadu. <strong>(***)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Disnakkan Bondowoso Turunkan 75 Petugas Awasi Hewan Kurban, Al&amp;Ishlah Jadi Fokus Pengawasan</title>
<link>https://suarajatimpost.com/disnakkan-bondowoso-turunkan-75-petugas-awasi-hewan-kurban-al-ishlah-jadi-fokus-pengawasan</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/disnakkan-bondowoso-turunkan-75-petugas-awasi-hewan-kurban-al-ishlah-jadi-fokus-pengawasan</guid>
<description><![CDATA[ Dinas Peternakan dan Perikanan Bondowoso menerjunkan 75 petugas untuk memantau kesehatan hewan kurban Iduladha 1447 Hijriah. Pondok Pesantren Al-Ishlah di Desa Dadapan, Kecamatan Grujugan, menjadi titik pengawasan terbesar dengan 15 petugas khusus pemeriksaan ante mortem dan post mortem. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202605/image_870x580_6a181b9c77cf2.webp" length="51392" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 28 May 2026 17:58:27 +0700</pubDate>
<dc:creator>Rizqi Ardian</dc:creator>
<media:keywords>Iduladha, sapi, ternak, kurban, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p class="isSelectedEnd"><span><strong>BONDOWOSO, SJP –</strong> Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakkan) Kabupaten Bondowoso memperketat pengawasan kesehatan hewan kurban selama pelaksanaan Iduladha 1447 Hijriah. Sebanyak 75 petugas diterjunkan ke berbagai titik pemotongan hewan di seluruh wilayah Bondowoso untuk memastikan hewan kurban dalam kondisi sehat dan aman dikonsumsi masyarakat.</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>Salah satu titik pengawasan terbesar berada di Pondok Pesantren Al-Ishlah, Desa Dadapan, Kecamatan Grujugan. Lokasi ini menjadi pusat pemotongan hewan kurban terbanyak di Bondowoso sehingga mendapat perhatian khusus dari Disnakkan.</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>Kabid Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner (Keswan dan Kesmavet) Disnakkan Bondowoso, drh. Edi Poernomo, mengatakan, pihaknya menurunkan 15 petugas khusus di Al-Ishlah untuk melakukan pemeriksaan ante mortem dan post mortem terhadap hewan kurban.</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>“Al-Ishlah memang menjadi titik pemotongan terbesar di Bondowoso, sehingga pengawasan kami fokuskan di sini. Sebanyak 15 petugas kami turunkan khusus untuk memastikan seluruh proses berjalan aman dan sesuai standar kesehatan hewan,” ujarnya saat dikonfirmasi, Kamis (28/5/2026).</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>Menurut Edi, pemeriksaan ante mortem dilakukan sebelum hewan disembelih guna memastikan ternak dalam kondisi sehat, tidak stres, dan layak dipotong. Selain itu, petugas juga memastikan aspek kesejahteraan hewan terpenuhi, seperti kecukupan air minum dan waktu istirahat.</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>“Setelah dipotong, kami lanjutkan dengan pemeriksaan post mortem untuk mengecek organ dalam hewan. Biasanya temuan yang paling sering adalah cacing hati. Jika ditemukan kondisi yang parah, organ tersebut langsung kami afkir agar tidak dikonsumsi,” jelasnya.</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>Pengawasan tidak hanya dilakukan di lokasi pemotongan, tetapi juga sejak hewan masih berada di kandang pemasok. Disnakkan melakukan screening awal di sejumlah titik kandang sebelum ternak dikirim ke Al-Ishlah.</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>“Pemeriksaan sudah kami mulai dari kandang supplier. Ada satu titik di Jember dan lima titik di Bondowoso, terdiri dari dua titik sapi dan tiga titik domba. Semua kami pastikan sehat sebelum diberangkatkan,” terangnya.</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>Bahkan saat hewan tiba di lokasi pemotongan, Disnakkan kembali menerjunkan petugas tambahan untuk melakukan pemeriksaan ulang guna memastikan kondisi ternak tetap aman.</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>“Ketika hewan datang ke lokasi, kami kirim lagi petugas untuk screening ulang. Jadi pengawasannya berlapis,” imbuhnya.</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>Secara keseluruhan, Disnakkan Bondowoso menyebar puluhan petugas ke berbagai lokasi pemotongan hewan kurban di seluruh kecamatan. Di wilayah Kecamatan Bondowoso kota saja terdapat sekitar 75 titik pemotongan yang diawasi oleh 22 petugas secara bergantian.</span></p>
<p><span>“Petugas bergerak dari satu titik ke titik lainnya untuk memastikan seluruh pemotongan terpantau. Alhamdulillah sampai saat ini tidak ditemukan penyakit berbahaya. Kasus yang paling banyak hanya cacing hati dengan persentase sekitar 10 persen,” pungkasnya. <strong>(*)</strong></span></p>
<p><span><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></span></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Al&amp;Ishlah Bondowoso Distribusikan 20 Ribu Kupon Daging Kurban hingga Luar Daerah</title>
<link>https://suarajatimpost.com/al-ishlah-bondowoso-distribusikan-20-ribu-kupon-daging-kurban-hingga-luar-daerah</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/al-ishlah-bondowoso-distribusikan-20-ribu-kupon-daging-kurban-hingga-luar-daerah</guid>
<description><![CDATA[ Pondok Pesantren Al-Ishlah Bondowoso menerima amanah hampir 980 hewan kurban pada Iduladha 1447 H, termasuk dari Presiden Prabowo Subianto dan Kapolri Listyo Sigit Prabowo. Distribusi dilakukan dengan sistem modern dan humanis hingga menjangkau sejumlah daerah di Jawa Timur. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202605/image_870x580_6a16d2b4ab983.webp" length="62482" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 27 May 2026 19:32:53 +0700</pubDate>
<dc:creator>Rizqi Ardian</dc:creator>
<media:keywords>Iduladha, sapi, ternak, kurban, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p data-start="0" data-end="427"><strong>BONDOWOSO, SJP –</strong> Pondok Pesantren Al-Ishlah di Desa Dadapan, Kecamatan Grujugan, Kabupaten Bondowoso kembali menjadi pusat penyembelihan hewan kurban skala besar pada momentum Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah, Rabu (27/5/2026). Tahun ini, jumlah hewan kurban yang dikelola pondok mencapai hampir 980 ekor, termasuk titipan dari Presiden RI <span class="hover:entity-accent entity-underline inline cursor-pointer align-baseline"><span class="whitespace-normal">Prabowo Subianto</span></span> dan Kapolri <span class="hover:entity-accent entity-underline inline cursor-pointer align-baseline"><span class="whitespace-normal">Listyo Sigit Prabowo</span></span>.</p>
<p data-start="429" data-end="658">Salah satu Pengasuh Pondok Pesantren Al-Ishlah, Gus Yasin Dhialul Haq, mengatakan, mayoritas hewan kurban berasal dari para donatur di Singapura yang kembali mempercayakan proses penyembelihan dan distribusi kurban kepada pihak pondok.</p>
<p data-start="660" data-end="895">“Alhamdulillah di Pondok Pesantren Al-Ishlah Bondowoso tahun ini diamanahkan untuk mengorganisir 807 ekor kambing dari saudara-saudara kita di Singapura. Untuk sapinya 87 ekor,” ujarnya usai Salat Iduladha di kompleks pondok pesantren.</p>
<p data-start="897" data-end="1123">Selain dari luar negeri, kata dia, terdapat tambahan hewan kurban dari dalam negeri sebanyak 38 kambing dan 9 sapi. Salah satunya merupakan sapi kurban bantuan Presiden Prabowo Subianto yang telah tiba di lokasi penyembelihan.</p>
<p data-start="1125" data-end="1297">“Juga ada dari Kapolri Bapak Listyo Sigit Prabowo. Alhamdulillah Al-Ishlah kembali dipercaya untuk menyembelih hewan kurban dari Presiden dan Kapolri,” katanya.</p>
<p data-start="1299" data-end="1536">Secara keseluruhan, jumlah hewan kurban yang masuk ke Al-Ishlah tahun ini diperkirakan menyentuh angka 980 ekor. Jumlah tersebut masih berpotensi bertambah karena terdapat beberapa hewan kurban yang baru masuk menjelang hari pelaksanaan.</p>
<p data-start="1538" data-end="1801">Distribusi daging kurban diprioritaskan untuk jamaah pondok, wali santri, para santri, dan masyarakat sekitar. Namun, permintaan bantuan kurban dari sejumlah pondok pesantren, masjid, hingga lembaga sosial dari berbagai daerah juga turut dilayani secara terbatas.</p>
<p data-start="1803" data-end="1932">“Mayoritas untuk Bondowoso, tapi kita kirim juga ke Jember, Banyuwangi, Sidoarjo, Jombang, termasuk ke Bangil,” ungkapnya.</p>
<p data-start="1934" data-end="2150">Pihak pondok menyiapkan sekitar 15 ribu hingga 20 ribu kupon distribusi yang mencakup daging sapi, kambing, hingga jeroan kurban. Untuk mengantisipasi kepadatan warga, panitia menerapkan sistem pembagian empat jalur.</p>
<p data-start="2152" data-end="2364">Jalur paling kiri diperuntukkan bagi lansia dan ibu hamil sebagai prioritas pelayanan. Sementara jalur lain dibagi untuk bapak-bapak, ibu-ibu, dan satu jalur drive-thru khusus warga yang menggunakan sepeda motor.</p>
<p data-start="2366" data-end="2464">“Jadi enggak perlu capek antre jalan kaki. Bisa langsung naik motor, ambil lalu pulang,” jelasnya.</p>
<p data-start="2466" data-end="2666">Tak hanya itu, pelaksanaan kurban di Al-Ishlah juga melibatkan berbagai pihak, mulai dari puskesmas, dinas peternakan, hingga aparat TNI dan Polri untuk memastikan keamanan dan kesehatan hewan kurban.</p>
<p data-start="2668" data-end="2883">Menurut Yasin, konsep penyembelihan di pondoknya juga dirancang mengikuti syariat Islam sekaligus memperhatikan aspek kesejahteraan hewan. Hal itu terlihat dari penggunaan bilik-bilik tertutup di area penyembelihan.</p>
<p data-start="2885" data-end="3069">“Kita menjaga adab kepada hewan kurban. Dalam syariat Islam kita tidak boleh menyakiti hewan. Salah satunya membiarkan hewan yang masih hidup melihat hewan yang sudah mati,” terangnya.</p>
<p data-start="3071" data-end="3221">Karena itu, bilik penyembelihan dibuat tertutup agar hewan yang belum disembelih tidak melihat proses pemotongan maupun mendengar suara hewan lainnya.</p>
<p data-start="3223" data-end="3353" data-is-last-node="" data-is-only-node="">“Supaya hewan yang masih hidup itu tidak melihat hewan-hewan yang sudah mati dan tidak mendengar suara penyembelihan,” pungkasnya. <strong>(*)</strong></p>
<p data-start="3223" data-end="3353" data-is-last-node="" data-is-only-node=""><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Purnawiyata Sederhana Penuh Makna, 411 Siswa SMKN 1 Bondowoso Siap Lanjut Kuliah dan Kerja</title>
<link>https://suarajatimpost.com/purnawiyata-sederhana-penuh-makna-411-siswa-smkn-1-bondowoso-siap-lanjut-kuliah-dan-kerja</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/purnawiyata-sederhana-penuh-makna-411-siswa-smkn-1-bondowoso-siap-lanjut-kuliah-dan-kerja</guid>
<description><![CDATA[ Sebanyak 411 siswa SMKN 1 Bondowoso resmi mengikuti purnawiyata tahun 2026. Sebanyak 45 siswa lolos SNBP ke perguruan tinggi negeri, sementara 60 siswa lainnya telah diterima bekerja di berbagai perusahaan sebelum kelulusan. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202605/image_870x580_6a13c15824e81.webp" length="36794" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 25 May 2026 10:28:47 +0700</pubDate>
<dc:creator>Rizqi Ardian</dc:creator>
<media:keywords>pendidikan, Bondowoso, banyuwulu, featured, berita, cerita, SD, MBG, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p data-start="96" data-end="444"><strong data-start="96" data-end="114">BONDOWOSO, SJP</strong> – Suasana haru dan bangga menyelimuti aula <span class="hover:entity-accent entity-underline inline cursor-pointer align-baseline"><span class="whitespace-normal">SMKN 1 Bondowoso</span></span> saat ratusan siswa kelas XII mengikuti prosesi purnawiyata tahun ajaran 2025/2026, Senin (25/5/2026). Dengan balutan kebaya anggun bagi para siswi dan jas rapi bagi siswa, acara kelulusan digelar sederhana namun tetap khidmat di lingkungan sekolah.</p>
<p data-start="446" data-end="798">Kesederhanaan acara tidak mengurangi makna dari momentum perpisahan tersebut. Tangis haru orang tua, guru, hingga para siswa pecah ketika satu per satu lulusan menerima ucapan selamat sebagai tanda berakhirnya masa pendidikan menengah kejuruan mereka. Aula sekolah dipenuhi nuansa kebersamaan dan rasa syukur atas perjuangan selama tiga tahun terakhir.</p>
<p data-start="800" data-end="1074">Purnawiyata tahun ini menjadi kebanggaan tersendiri bagi sekolah. Di tengah tantangan dunia pendidikan dan persaingan kerja yang semakin ketat, lulusan SMKN 1 Bondowoso mampu menunjukkan prestasi membanggakan, baik dalam bidang akademik maupun kesiapan memasuki dunia kerja.</p>
<p data-start="1076" data-end="1402">Kepala SMKN 1 Bondowoso, Asyik Sulaiman menyampaikan apresiasi kepada seluruh siswa kelas XII yang telah menyelesaikan pendidikan dengan baik. Ia menyebut, lulusan tahun 2026 berhasil menorehkan capaian positif dengan banyaknya siswa yang diterima di perguruan tinggi negeri maupun perusahaan sebelum dinyatakan lulus sekolah.</p>
<p data-start="1404" data-end="1745">“Kami sangat bangga kepada seluruh lulusan tahun 2026. Total ada 411 siswa yang hari ini resmi menyelesaikan pendidikan di SMKN 1 Bondowoso. Dari jumlah itu, 45 siswa berhasil lolos melalui jalur SNBP jalur prestasi. Nanti pasti bertambah, saat hasil <span class="Yjhzub"><span data-subtree="aimfl,mfl" data-copy-service-computed-style="font-family: " google="" sans",="" arial,="" sans-serif;="" font-size:="" 16px;="" font-weight:="" 600;="" margin:="" 0px;="" text-decoration:="" none;="" border-bottom:="" 0px="" rgb(10,="" 10,="" 10);"="">UTBK</span></span> (Ujian Tulis Berbasis Komputer) diumumkan,” ujar Asyik Sulaiman.</p>
<p data-start="1747" data-end="1988">Ia juga mengungkapkan bahwa SMKN 1 Bondowoso terus membuktikan diri sebagai sekolah vokasi yang mampu melahirkan lulusan siap kerja. Bahkan, sebelum prosesi kelulusan dilaksanakan, puluhan siswa telah diterima bekerja di sejumlah perusahaan.</p>
<p data-start="1990" data-end="2258">“Selain melanjutkan kuliah, ada sekitar 60 siswa kami yang sebelum lulus sudah diterima di berbagai perusahaan dan saat ini sudah bekerja sebagai karyawan. Ini menjadi bukti bahwa lulusan SMK memiliki daya saing dan kompetensi yang dibutuhkan dunia industri,” katanya.</p>
<p data-start="2260" data-end="2586">Menurutnya, capaian tersebut merupakan hasil sinergi antara sekolah, guru, orang tua, dan dunia industri yang selama ini mendukung proses pendidikan vokasi di SMKN 1 Bondowoso. Program link and match dengan dunia usaha dan dunia industri disebut terus diperkuat agar lulusan memiliki keterampilan sesuai kebutuhan pasar kerja.</p>
<p data-start="2588" data-end="2794">Asyik juga memberikan motivasi kepada para lulusan agar tidak cepat puas setelah menyelesaikan pendidikan di bangku SMK. Ia menegaskan bahwa jenjang SMK bukan titik akhir dalam perjalanan meraih masa depan.</p>
<p data-start="2796" data-end="3087">“Kelulusan ini bukan akhir, tetapi awal perjalanan baru. Anak-anak harus terus belajar, meningkatkan kemampuan, dan menjaga karakter yang baik. Dunia kerja dan kehidupan masyarakat membutuhkan generasi yang tidak hanya terampil, tetapi juga disiplin, jujur, dan bertanggung jawab,” tuturnya.</p>
<p data-start="3089" data-end="3250">Ia berharap para lulusan mampu membawa nama baik almamater di mana pun berada, baik yang melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi maupun yang langsung bekerja.</p>
<p data-start="3252" data-end="3410">“Jangan pernah berhenti bermimpi. Lulusan SMK punya peluang besar untuk sukses selama mau terus berusaha dan belajar menghadapi perkembangan zaman,” imbuhnya.</p>
<p data-start="3252" data-end="3410">Sementara itu, Kepala Cabang Dinas (Kacabdin) Pendidikan Wilayah Bondowoso, Drs. Slamet Riyadi, memberikan apresiasi kepada seluruh guru dan tenaga pendidik di SMKN 1 Bondowoso serta seluruh lulusan yang mampu bersaing dengan sekolah lain.</p>
<p data-start="3412" data-end="3714">"Sebagai salah satu sekolah kejuruan unggulan di Bondowoso, SMKN 1 Bondowoso selama ini dikenal aktif mengembangkan pendidikan berbasis keterampilan dan kebutuhan industri. Berbagai program keahlian yang dimiliki sekolah terus diarahkan agar selaras dengan perkembangan teknologi dan dunia kerja modern," ujarnya.</p>
<p data-start="3412" data-end="3714">Rasa bangga juga tampak di raut wajah salah seorang wali siswa. Pardi, Warga Wonosari yang menyaksikan anaknya yang bernama Jesica lulus, matanya berkaca-kaca dan merasa bersyukur sebelum lulus, anaknya sudah diterima bekerja di salah satu perusahaan di Kecamatan Pujer dan melanjutkan kuliah di Universitas Terbuka.</p>
<p data-start="3412" data-end="3714">"Anak saya (Jesica) sudah bekerja. Bahkan, ada dua perusahaan yang menerima anak saya bekerja, ada di Bondowoso dan Situbondo. Karena anak saya perempuan, akhirnya memilih bekerja di perusahaan yang ada di Pujer Bondowoso, soalnya lebih dekat dengan keluarga. Dia lulusan akuntansi dan memang ingin bekerja sambil kuliah," ungkapnya bangga.</p>
<p data-start="3716" data-end="4014">Sekadar diketahui, selain fokus pada kompetensi akademik, sekolah juga mendorong pembentukan karakter siswa melalui berbagai kegiatan kedisiplinan, organisasi, hingga praktik kerja lapangan. Hal itu dilakukan untuk mencetak lulusan yang siap bersaing sekaligus mampu beradaptasi di lingkungan kerja maupun masyarakat.</p>
<p data-start="4016" data-end="4326">SMKN 1 Bondowoso juga menjalin kerja sama dengan berbagai perusahaan dan institusi pendidikan tinggi sebagai upaya membuka peluang lebih luas bagi siswa setelah lulus. Kerja sama tersebut menjadi bagian penting dalam memperkuat kualitas lulusan agar mampu terserap di dunia kerja maupun melanjutkan pendidikan.</p>
<p data-start="4328" data-end="4580" data-is-last-node="" data-is-only-node="">Dengan semangat vokasi dan prestasi yang terus berkembang, SMKN 1 Bondowoso berharap para lulusan tahun 2026 dapat menjadi generasi muda yang membanggakan daerah, memiliki daya saing tinggi, dan mampu berkontribusi positif bagi bangsa serta masyarakat.<strong> (*)</strong></p>
<p data-start="4328" data-end="4580" data-is-last-node="" data-is-only-node=""><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>SPPG Suboh Buduan 1,  Hidupkan Ekonomi Desa dan Kurangi Pengangguran di Situbondo</title>
<link>https://suarajatimpost.com/sppg-suboh-buduan-1-hidupkan-ekonomi-desa-dan-kurangi-pengangguran-di-situbondo</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/sppg-suboh-buduan-1-hidupkan-ekonomi-desa-dan-kurangi-pengangguran-di-situbondo</guid>
<description><![CDATA[ Kehadiran dapur SPPG Suboh Buduan 01 Situbondo dalam Program Makan Bergizi Gratis tak hanya membantu pemenuhan gizi masyarakat, tetapi juga membuka lapangan kerja baru bagi ibu rumah tangga dan pemuda desa yang kini memiliki penghasilan tetap. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202605/image_870x580_6a12b1afdf9a6.webp" length="39856" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sun, 24 May 2026 18:14:25 +0700</pubDate>
<dc:creator>Rizqi Ardian</dc:creator>
<media:keywords>MBG, SPPG, Suboh, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SITUBONDO, SJP – </strong>Asap hangat dari dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Suboh Buduan 01 di Kabupaten Situbondo bukan sekadar pertanda ribuan paket makanan bergizi tengah disiapkan. Di balik hiruk-pikuk aktivitas memasak sejak pagi hari, dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG) itu perlahan menjelma menjadi sumber harapan baru bagi masyarakat desa.</p>
<p>Setiap hari, puluhan warga silih berganti datang membawa peran masing-masing. Ada ibu rumah tangga yang sibuk menyiapkan bahan makanan, pemuda desa yang membantu distribusi, hingga relawan yang memastikan setiap menu tersaji sesuai standar gizi. Aktivitas yang dulunya tidak pernah terbayangkan kini menjadi rutinitas produktif yang menghadirkan penghasilan tetap bagi banyak keluarga.</p>
<p>Program MBG yang dijalankan melalui dapur SPPG Buduan Suboh 1 tidak hanya berbicara soal pemenuhan nutrisi bagi siswa, balita, ibu hamil, dan ibu menyusui. Lebih dari itu, program ini mulai membentuk ekosistem ekonomi baru di tingkat desa. Kehadirannya memberi ruang kerja bagi warga yang sebelumnya hanya mengandalkan pekerjaan serabutan bahkan tidak memiliki pendapatan tetap.</p>
<p>Di tengah kondisi ekonomi desa yang masih penuh tantangan, keberadaan dapur MBG menjadi bukti bahwa program sosial pemerintah dapat bergerak lebih luas menjadi instrumen pemberdayaan masyarakat. Dari dapur sederhana di kawasan Buduan, roda ekonomi kecil mulai berputar, menghadirkan optimisme baru bagi warga Situbondo.</p>
<p>Kehadiran SPPG Suboh Buduan 01 di Kabupaten Situbondo memang tidak hanya memberikan manfaat dalam pemenuhan gizi masyarakat melalui program MBG, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru bagi warga sekitar.</p>
<p>Di bawah pengelolaan yayasan mitra pelaksana MBG, dapur SPPG Buduan Suboh kini menjadi ruang pemberdayaan masyarakat yang melibatkan puluhan relawan dari berbagai kalangan, mulai pemuda desa, remaja, hingga ibu rumah tangga.</p>
<p>Program yang beroperasi setiap hari tersebut berhasil menciptakan lapangan kerja baru bagi masyarakat sekitar. Para relawan dilibatkan dalam berbagai tahapan pelayanan, mulai dari persiapan bahan baku, proses memasak, pemorsian makanan, hingga distribusi ke sekolah-sekolah dan kelompok penerima manfaat lainnya.</p>
<p>Mayoritas relawan sebelumnya tidak memiliki pekerjaan tetap atau hanya mengandalkan pekerjaan serabutan dengan pendapatan yang tidak menentu. Kini mereka memiliki aktivitas kerja yang lebih terarah sekaligus memperoleh penghasilan rutin setiap bulan.</p>
<p>Salah pekerja, Maisa (58), mengaku bersyukur dapat bergabung dalam kegiatan operasional dapur SPPG. Sebelum bergabung, ia hanya beraktivitas sebagai ibu rumah tangga tanpa penghasilan sendiri. Namun, melalui program tersebut, kini ia memiliki kesempatan untuk membantu ekonomi keluarga.</p>
<p>“Alhamdulillah, dulu saya hanya ibu rumah tangga. Sekarang bisa ikut bekerja di dapur SPPG dan memiliki penghasilan sendiri. Selain membantu memenuhi kebutuhan keluarga, saya juga merasa lebih semangat karena bisa ikut berkontribusi dalam program yang bermanfaat bagi masyarakat,” ungkapnya.</p>
<p>Keberadaan dapur SPPG Suboh Buduan juga dinilai mampu mengurangi angka perantauan tenaga kerja muda ke luar daerah. Sejumlah pemuda yang sebelumnya harus mencari pekerjaan di kota lain kini dapat tetap produktif dan memperoleh pendapatan di kampung halamannya sendiri.</p>
<p>Dalam operasionalnya, para relawan bekerja secara gotong royong untuk memastikan makanan yang disalurkan kepada penerima manfaat memenuhi standar kebersihan, keamanan pangan, dan gizi seimbang.</p>
<p>Setiap hari, ribuan paket makanan diproduksi dan didistribusikan kepada siswa sekolah, balita, ibu hamil (bumil), serta ibu menyusui (busui) di wilayah Situbondo.</p>
<p>Menu yang disajikan disusun berdasarkan kebutuhan gizi seimbang, seperti nasi putih, ayam crumble, tahu goreng, tumis bihun sawi, dan buah pisang ambon sebagai sumber vitamin dan serat.</p>
<p>Selain berfungsi sebagai pusat pelayanan pemenuhan gizi, SPPG Suboh Buduan kini juga menjadi contoh pemberdayaan ekonomi masyarakat berbasis desa. Program ini tidak hanya membantu meningkatkan kualitas gizi penerima manfaat, tetapi juga menghadirkan lapangan kerja nyata yang mampu meningkatkan kesejahteraan warga.</p>
<p>Hingga saat ini, pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis di dapur SPPG Suboh Buduan 01 berjalan tertib, aman, dan lancar dengan dukungan serta antusiasme tinggi dari masyarakat dan para relawan yang terlibat. <strong>(**)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Nasib PT Bogem Jadi Penentu Bondowoso Republik Kopi Reborn</title>
<link>https://suarajatimpost.com/nasib-pt-bogem-jadi-penentu-bondowoso-republik-kopi-reborn</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/nasib-pt-bogem-jadi-penentu-bondowoso-republik-kopi-reborn</guid>
<description><![CDATA[ Program Bondowoso Republik Kopi Reborn kembali membuka ingatan publik terhadap nasib PT Bondowoso Gemilang (Bogem), BUMD kopi yang hingga kini masih dibayangi persoalan hukum dan polemik tata kelola. Pemkab Bondowoso kini mengkaji opsi pembubaran atau pembenahan total perusahaan daerah tersebut demi menopang kebangkitan industri kopi daerah. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202605/image_870x580_6a129fb7ceee6.webp" length="32490" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sun, 24 May 2026 15:14:16 +0700</pubDate>
<dc:creator>Rizqi Ardian</dc:creator>
<media:keywords>kopi, ekspor, ekonomi, bisnis, petani, pertanian, perkebunan, suarajatimpos</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p data-start="0" data-end="417"><strong data-start="0" data-end="18">BONDOWOSO, SJP - </strong>Wacana penguatan kembali tata niaga kopi melalui program Bondowoso Republik Kopi<em data-start="78" data-end="110"> Reborn,</em> kembali menyeret perhatian publik pada nasib PT Bondowoso Gemilang (Bogem), perusahaan daerah yang dulu digadang-gadang menjadi motor penggerak industri kopi Bondowoso. Namun, setelah bertahun-tahun berjalan, perusahaan tersebut justru terseret berbagai persoalan yang hingga kini belum benar-benar tuntas.</p>
<p data-start="419" data-end="790">PT Bogem sebelumnya dibentuk sebagai Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) yang diharapkan mampu mengelola potensi kopi Bondowoso secara profesional, mulai dari pengolahan hingga pemasaran. Di awal kemunculannya, perusahaan ini sempat menjadi simbol optimisme baru bagi petani kopi Bondowoso yang terkenal dengan kopi specialty berlabel Indikasi Geografis (IG) Java Ijen-Raung.</p>
<p data-start="792" data-end="1194">Namun dalam perjalanannya, PT Bogem menghadapi berbagai persoalan internal, mulai dari polemik tata kelola, persoalan bisnis, hingga proses hukum yang menyeret keberlangsungan perusahaan tersebut. Kondisi itu membuat keberadaan PT Bogem kini berada di persimpangan jalan, antara dibubarkan dan diganti dengan badan usaha baru, atau tetap dipertahankan dengan skema pembenahan total di tubuh perusahaan.</p>
<p data-start="1196" data-end="1510">Situasi tersebut kembali menjadi sorotan seiring munculnya program Bondowoso Republik Kopi<em data-start="1263" data-end="1295"> Reborn</em> yang diusung Pemerintah Kabupaten Bondowoso. Program tersebut dinilai membutuhkan lembaga usaha yang kuat dan lincah untuk menopang tata niaga kopi daerah agar mampu bersaing di pasar nasional maupun internasional.</p>
<p data-start="1512" data-end="1791">Kepala Dinas Koperasi, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskoperindag) Kabupaten Bondowoso, Hergiar Yuli Pramanto, mengakui saat ini pemerintah masih mengkaji langkah terbaik terkait nasib PT Bogem. Menurutnya, terdapat dua pandangan yang berkembang di internal pemerintah daerah.</p>
<p data-start="1793" data-end="2093">“Jadi gini, sekarang masih ada proses hukum yang berjalan di sana. Memang ada dua pendapat. Satu, bagaimana itu lebih baik diganti saja dengan yang baru. Tapi ada juga yang berpendapat prosesnya tetap berjalan, namun isi dan sistemnya yang dibenahi,” ujar Hergiar saat dikonfirmasi, Ahad (24/5/2026).</p>
<p data-start="2095" data-end="2295">Meski demikian, Hergiar menegaskan, pemerintah daerah memiliki harapan besar agar ke depan terdapat BUMD yang mampu bergerak lebih cepat dan profesional dalam mendukung penguatan sektor kopi Bondowoso.</p>
<p data-start="2297" data-end="2579">“Kalau kita punya BUMD, itu akan jauh lebih lincah. Saya juga di Dinas Koperasi pernah mengurus koperasi pengolahan, tapi memang tidak akan selincah BUMD. Karena itu sekarang masih dicarikan formula terbaik, apakah membuat baru atau melanjutkan yang lama dengan pembaruan,” katanya.</p>
<p data-start="2581" data-end="2750">Ia menambahkan, penguatan kelembagaan usaha menjadi bagian penting dalam mewujudkan program Bondowoso Republik Kopi<em data-start="2673" data-end="2705"> Reborn</em> yang saat ini mulai disiapkan lintas sektor.</p>
<p data-start="2752" data-end="3080">“Jadi salah satu program besar saat ini adalah Bondowoso Republik Kopi Reborn. Yang kami lakukan sekarang adalah membangun infrastrukturnya, terutama dari hulunya terlebih dahulu. Kami bersama Dinas Pertanian mendorong agar Bondowoso memiliki kopi specialty yang benar-benar mendapat dukungan maksimal dari pemerintah,” ujarnya.</p>
<p data-start="3082" data-end="3290">Menurut Hergiar, pengembangan kopi tidak cukup hanya fokus pada produksi dan pemasaran semata. Sektor pariwisata juga harus dilibatkan agar industri kopi Bondowoso memiliki daya tarik ekonomi yang lebih kuat.</p>
<p data-start="3292" data-end="3585">“Kalau hanya dari hulu ke tengah lalu ke hilir tanpa ada penarik dari sektor pariwisata, tentu akan lebih sulit berkembang. Karena itu kami sudah membangun komunikasi dengan berbagai pihak agar Bondowoso Republik Kopi Reborn ini tidak hanya menjadi wacana, tetapi benar-benar bisa diwujudkan,” jelasnya.</p>
<p data-start="3587" data-end="3881">Salah satu langkah yang kini disiapkan adalah optimalisasi fungsi Gedung PLUT, sebagai pusat pengembangan pelaku usaha kopi di Bondowoso. Tempat tersebut nantinya akan difungsikan untuk meningkatkan keterampilan, kapasitas, hingga kemampuan pemasaran pelaku usaha kopi lokal.</p>
<p data-start="3883" data-end="4100">“Harapannya para pengusaha dan pelaku kopi di Bondowoso bisa mendapat lebih banyak keterampilan dan kemampuan, sehingga bisa semakin menyemarakkan kopi Bondowoso dan mendukung program Bondowoso Republik Kopi Reborn,” ungkapnya.</p>
<p data-start="4102" data-end="4330">Hergiar menambahkan, konsep Bondowoso Republik Kopi <em data-start="4130" data-end="4152">Reborn</em> pada dasarnya merupakan kelanjutan dari gagasan lama yang diperbarui dengan semangat dan pendekatan baru, terutama dalam menghadapi perkembangan teknologi dan pemasaran digital.</p>
<p data-start="4332" data-end="4612" data-is-last-node="" data-is-only-node="">“Kalau dulu mungkin digital marketing belum terlalu berkembang, sekarang kita harus menangkap perubahan zaman itu. Jangan sampai tertinggal. Karena itu salah satu inkubator usaha yang kami siapkan adalah penguatan digital marketing dan branding produk kopi Bondowoso,” pungkasnya. <strong>(*)</strong></p>
<p data-start="4332" data-end="4612" data-is-last-node="" data-is-only-node=""><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Sikapi Isu Pocong Jadi&amp;jadian, Polres Bondowoso Imbau Warga Tidak Terprovokasi Hoaks</title>
<link>https://suarajatimpost.com/sikapi-isu-pocong-jadi-jadian-polres-bondowoso-imbau-warga-tidak-terprovokasi-hoaks</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/sikapi-isu-pocong-jadi-jadian-polres-bondowoso-imbau-warga-tidak-terprovokasi-hoaks</guid>
<description><![CDATA[ Polres Bondowoso mengimbau masyarakat tetap tenang menyikapi isu “pocong jadi-jadian” yang viral dan belum terbukti kebenarannya. Warga diminta tidak menyebarkan hoaks, menghindari tindakan main hakim sendiri, serta meningkatkan kewaspadaan dan ronda malam demi menjaga kondusivitas wilayah. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202605/image_870x580_6a12965ecd6dd.webp" length="7144" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sun, 24 May 2026 14:16:48 +0700</pubDate>
<dc:creator>Rizqi Ardian</dc:creator>
<media:keywords>Pocong, viral, jadi-jadian, peristiwa, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p data-start="92" data-end="379"><strong>BONDOWOSO, SJP - </strong>Merebaknya isu penampakan “pocong jadi-jadian” yang belakangan membuat resah warga mendapat perhatian serius dari <span class="hover:entity-accent entity-underline inline cursor-pointer align-baseline"><span class="whitespace-normal">Kapolres Bondowoso</span></span>. Pihak kepolisian meminta masyarakat tetap tenang dan tidak mudah mempercayai informasi yang belum jelas kebenarannya.</p>
<p data-start="92" data-end="379">Akhir-akhir ini marak di media sosial dan WhatsApp beredar informasi jika ada pocong yang mendatangi rumah warga. Bahkan, informasi tersebut masif menyebar hingga kalangan anak-anak usia pelajar tingkat SD hingga SMA di Bondowoso.</p>
<p data-start="92" data-end="379">Warga sampai berani mengupload foto diduga pocong di teras rumah, dengan caption, "Hati-hati ya teman-teman. Teror pocong ini benar adanya. Di rumah temanku ada tadi malam," begitu keterangan foto yang ditangkap dan diterima oleh suarajatimpost.com, Ahad (24/5/2026).</p>
<p data-start="381" data-end="683">Oleh sebab itu, untuk meredam keresahan warga, melalui imbauan resmi yang disampaikan Polres Bondowoso, masyarakat diminta lebih bijak dalam menyikapi berbagai kabar yang beredar di media sosial maupun pesan berantai. Polisi menegaskan bahwa isu tersebut belum dapat dipastikan kebenarannya dan berpotensi menjadi hoaks yang memicu keresahan publik.</p>
<p data-start="685" data-end="938">“Kami mengimbau kepada seluruh masyarakat agar tidak mudah terprovokasi, tidak menyebarkan hoaks, serta tidak melakukan tindakan main hakim sendiri yang dapat meresahkan dan mengganggu keamanan lingkungan,” tegas Kapolres Bondowoso, AKBP Dr. Aryo Dwi Wibowo melalui Kasi Humas Iptu Bobby Dwi Siswanto saat dikonfirmasi pada Ahad (24/5/2026).</p>
<p data-start="940" data-end="1190">Kapolres juga mengingatkan masyarakat untuk menerapkan prinsip “saring sebelum sharing” dalam menerima informasi. Warga diminta tidak langsung mempercayai ataupun menyebarluaskan kabar yang belum memiliki sumber jelas dan dapat dipertanggungjawabkan.</p>
<p data-start="1192" data-end="1392">Selain itu, kepolisian melarang keras adanya tindakan sepihak ataupun aksi main hakim sendiri yang justru dapat melanggar hukum dan mengganggu situasi keamanan serta ketertiban masyarakat (kamtibmas).</p>
<p data-start="1394" data-end="1656">Sebagai langkah preventif, Polres Bondowoso mengajak masyarakat memperkuat komunikasi antarwarga dan kembali mengaktifkan ronda malam atau poskamling di lingkungan masing-masing. Kepedulian terhadap kondisi sekitar dinilai penting untuk menjaga keamanan bersama.</p>
<p data-start="1658" data-end="1849">Polisi juga mengimbau warga untuk memperbanyak kegiatan positif dan meningkatkan ibadah agar suasana di lingkungan tetap kondusif dan tidak mudah dipengaruhi isu yang menyesatkan.</p>
<p data-start="1851" data-end="2020">“Jika masyarakat melihat atau menemukan hal-hal mencurigakan, segera laporkan kepada pihak kepolisian atau aparat setempat agar dapat segera ditindaklanjuti,” tegas Bobby.</p>
<p data-start="2022" data-end="2195">Polres Bondowoso memastikan layanan kepolisian siaga selama 24 jam. Masyarakat dapat menghubungi Call Center Polri di nomor 110 apabila menemukan potensi gangguan kamtibmas.</p>
<p data-start="2197" data-end="2289" data-is-last-node="" data-is-only-node="">“Bersama kita ciptakan Bondowoso yang aman, nyaman, dan kondusif,” tutup Kasi Humas Polres Bondowoso. <strong>(*)</strong></p>
<p data-start="2197" data-end="2289" data-is-last-node="" data-is-only-node=""><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Mangkrak Sejak Dibangun, Revitalisasi Resi Gudang Sumberwringin Bondowoso Butuh Rp2 Miliar</title>
<link>https://suarajatimpost.com/mangkrak-sejak-dibangun-revitalisasi-resi-gudang-sumberwringin-bondowoso-butuh-rp2-miliar</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/mangkrak-sejak-dibangun-revitalisasi-resi-gudang-sumberwringin-bondowoso-butuh-rp2-miliar</guid>
<description><![CDATA[ Bangunan Resi Gudang di Kecamatan Sumberwringin, Bondowoso, yang dibangun sejak era Bupati Amin Said Husni kini terbengkalai dan mengalami kerusakan parah. Diskoperindag Bondowoso menyiapkan langkah revitalisasi bertahap agar fasilitas bernilai miliaran rupiah itu kembali berfungsi mendukung petani dan UMKM kopi. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202605/image_870x580_6a12917ca251d.webp" length="76784" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sun, 24 May 2026 13:17:13 +0700</pubDate>
<dc:creator>Rizqi Ardian</dc:creator>
<media:keywords>kopi, ekspor, ekonomi, bisnis, petani, pertanian, perkebunan, suarajatimpos</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<div class="qMYqUG_convSearchResultHighlightRoot">
<div class="" data-turn-id-container="request-WEB:22011ef9-5859-4db2-83ea-e067e70995eb-8" data-is-intersecting="true">
<section class="text-token-text-primary w-full focus:outline-none has-data-writing-block:pointer-events-none [&amp;:has([data-writing-block])&gt;*]:pointer-events-auto R6Vx5W_threadScrollVars scroll-mb-[calc(var(--scroll-root-safe-area-inset-bottom,0px)+var(--thread-response-height))] scroll-mt-[calc(var(--header-height)+min(200px,max(70px,20svh)))]" dir="auto" data-turn-id="request-WEB:22011ef9-5859-4db2-83ea-e067e70995eb-8" data-turn-id-container="request-WEB:22011ef9-5859-4db2-83ea-e067e70995eb-8" data-testid="conversation-turn-4" data-scroll-anchor="false" data-turn="assistant">
<div class="text-base my-auto mx-auto pb-10 [--thread-content-margin:var(--thread-content-margin-xs,calc(var(--spacing)*4))] @w-sm/main:[--thread-content-margin:var(--thread-content-margin-sm,calc(var(--spacing)*6))] @w-lg/main:[--thread-content-margin:var(--thread-content-margin-lg,calc(var(--spacing)*16))] px-(--thread-content-margin)">
<div class="[--thread-content-max-width:40rem] @w-lg/main:[--thread-content-max-width:48rem] mx-auto max-w-(--thread-content-max-width) flex-1 group/turn-messages focus-visible:outline-hidden relative flex w-full min-w-0 flex-col agent-turn">
<div class="flex max-w-full flex-col gap-4 grow">
<div data-message-author-role="assistant" data-message-id="80fce571-534e-495a-bbc2-c7e11e4c4a21" dir="auto" data-message-model-slug="gpt-5-5" class="min-h-8 text-message relative flex w-full flex-col items-end gap-2 text-start break-words whitespace-normal outline-none keyboard-focused:focus-ring [.text-message+&amp;]:mt-1" data-turn-start-message="true" tabindex="0">
<div class="flex w-full flex-col gap-1 empty:hidden">
<div class="markdown prose dark:prose-invert wrap-break-word w-full light markdown-new-styling">
<p data-start="0" data-end="422"><strong data-start="0" data-end="18">BONDOWOSO, SJP</strong> <strong>-</strong> Bangunan Sistem Resi Gudang (SRG) di kompleks sentra industri kopi terpadu yang berada di Kecamatan Sumberwringin, Kabupaten Bondowoso, yang dibangun pada era kepemimpinan Bupati <span class="hover:entity-accent entity-underline inline cursor-pointer align-baseline"><span class="whitespace-normal">Amin Said Husni</span></span> sekitar tahun 2014 hingga 2016, kini kondisinya memprihatinkan. Fasilitas yang digadang-gadang menjadi pusat penyangga komoditas pertanian dan penguatan akses pembiayaan petani itu bertahun-tahun terbengkalai dan belum berfungsi optimal.</p>
<p data-start="424" data-end="792">Gudang yang dibangun menggunakan anggaran miliaran rupiah tersebut awalnya diproyeksikan menjadi bagian dari penguatan tata niaga komoditas unggulan Bondowoso, khususnya kopi arabika kawasan Ijen-Raung. Dengan keberadaan sistem resi gudang, petani diharapkan dapat menyimpan hasil panennya untuk mendapatkan nilai jual lebih baik tanpa harus menjual saat harga anjlok.</p>
<p data-start="794" data-end="1149">Namun dalam perjalanannya, fasilitas tersebut tidak berjalan sesuai harapan. Minimnya pengelolaan, lemahnya kelembagaan, hingga kerusakan fisik bangunan membuat operasional resi gudang berhenti. Kini, sejumlah bagian bangunan mengalami kerusakan cukup parah, mulai dari tembok retak, kaca pecah, hingga fasilitas penunjang yang tidak lagi layak digunakan.</p>
<p data-start="1151" data-end="1387">Kondisi itu kini menjadi perhatian Pemerintah Kabupaten Bondowoso melalui Dinas Koperasi, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskoperindag) untuk kembali menghidupkan fungsi resi gudang sebagai penopang ekonomi petani dan pelaku UMKM kopi.</p>
<p data-start="1389" data-end="1577">Kepala Diskoperindag Bondowoso, <span class="hover:entity-accent entity-underline inline cursor-pointer align-baseline"><span class="whitespace-normal">Hergiar Yuli Pramanto</span></span>, menegaskan, revitalisasi Resi Gudang Sumberwringin menjadi salah satu pekerjaan rumah penting pemerintah daerah.</p>
<p data-start="1579" data-end="1882">Menurut Hergiar, pihaknya telah berkomunikasi dengan Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) Kementerian Perdagangan terkait upaya menghidupkan kembali fungsi resi gudang tersebut. Saat ini, kondisi fisik bangunan disebut membutuhkan perbaikan serius sebelum dapat kembali dioperasikan.</p>
<p data-start="1884" data-end="2129">“Resi gudang Bondowoso ini permasalahannya memang ada pada kondisi fisik bangunan yang mengalami kerusakan dan membutuhkan pendanaan untuk perbaikan. Kami akan mencoba mengusulkan penganggarannya agar bisa masuk paling cepat pada 2027,” ujarnya, Ahad (24/6/2026).</p>
<p data-start="2131" data-end="2402">Ia menjelaskan, selain perbaikan fisik gedung, penguatan kelembagaan pengelola juga menjadi hal penting agar sistem resi gudang dapat berjalan optimal. Pengelolaan nantinya dimungkinkan bekerja sama dengan institusi yang memiliki kapasitas menjalankan sistem resi gudang.</p>
<p data-start="2404" data-end="2676">“Kalau gedungnya sudah bagus dan kelembagaannya berjalan, maka resi gudang bisa kembali berfungsi. Nantinya petani bisa menyimpan komoditasnya di gudang, memperoleh resi sebagai bukti sah, lalu resi itu bisa digunakan untuk mendapatkan pendanaan dari perbankan,” jelasnya.</p>
<p data-start="2678" data-end="2914">Namun demikian, Hergiar mengakui upaya revitalisasi tersebut masih terkendala keterbatasan anggaran daerah di tengah kebijakan efisiensi. Untuk tahap awal, pihaknya berharap ada alokasi bertahap guna menangani kerusakan paling mendesak.</p>
<p data-start="2916" data-end="3159">“Kalau estimasi total perbaikan mungkin sekitar Rp2 miliar lebih. Tapi kalau bisa mendapat Rp1 miliar dulu untuk tahap awal sudah sangat membantu, karena ada kerusakan struktural cukup berat di tembok sebelah timur yang hampir roboh,” katanya.</p>
<p data-start="3161" data-end="3331">Selain bangunan utama, sejumlah fasilitas pendukung di sekitar gudang juga mengalami kerusakan, seperti kaca pecah dan bagian gedung lain yang tidak lagi layak digunakan.</p>
<p data-start="3333" data-end="3651">Nantinya, Diskoperindag juga berencana mengoptimalkan kawasan resi gudang sebagai pusat pengolahan kopi untuk mendukung petani dan pelaku UMKM kopi Bondowoso. Sejumlah peralatan pengolahan kopi yang dimiliki pemerintah, mulai dari mesin roasting hingga alat penyajian kopi, direncanakan ditempatkan di lokasi tersebut.</p>
<p data-start="3653" data-end="3894" data-is-last-node="" data-is-only-node="">“Harapannya nanti petani dan UMKM tidak hanya menjual kopi mentah. Dari cherry bisa diolah menjadi green bean, lalu berkembang menjadi roasted bean hingga bubuk kopi. Jadi nilai tambahnya bisa dinikmati langsung oleh masyarakat,” pungkasnya. <strong>(*)</strong></p>
<p data-start="3653" data-end="3894" data-is-last-node="" data-is-only-node=""><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>
</div>
</div>
</div>
</div>
</div>
</div>
</section>
</div>
</div>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Inkubator PLUT Bondowoso Perkuat Ekonomi Pelaku UMKM</title>
<link>https://suarajatimpost.com/inkubator-plut-bondowoso-perkuat-ekonomi-pelaku-umkm</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/inkubator-plut-bondowoso-perkuat-ekonomi-pelaku-umkm</guid>
<description><![CDATA[ Pemkab Bondowoso melalui PLUT KUMKM memperkuat pendampingan usaha mikro dan ultra mikro lewat inkubator bisnis, konsultasi usaha, hingga fasilitasi legalitas dan sertifikasi untuk mendorong UMKM naik kelas dan berdaya saing. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202605/image_870x580_6a128c3d30f6a.webp" length="39054" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sun, 24 May 2026 12:20:47 +0700</pubDate>
<dc:creator>Rizqi Ardian</dc:creator>
<media:keywords>Ekonomi, Industrialisasi, Pemerintah, suarajatimpost, emas, antam, pabrik, UMKM, PLUT, pengusaha, pedagang, produk</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p data-start="0" data-end="448"><strong data-start="0" data-end="18">BONDOWOSO, SJP - </strong>Pemerintah Kabupaten Bondowoso terus memperkuat strategi pemberdayaan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) sebagai salah satu sektor penopang utama perekonomian daerah.</p>
<p data-start="0" data-end="448">Melalui Dinas Koperasi Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag), berbagai program pendampingan, pelatihan, hingga penguatan kapasitas usaha kini difokuskan untuk mendorong pelaku usaha mikro dan ultra mikro agar mampu naik kelas dan lebih kompetitif.</p>
<p data-start="450" data-end="838">Salah satu langkah konkret yang dilakukan yakni mengoptimalkan fungsi Pusat Layanan Usaha Terpadu (PLUT) KUMKM Bondowoso sebagai pusat pendampingan dan pengembangan usaha masyarakat.</p>
<p data-start="450" data-end="838">Pemerintah setempat ingin memastikan keberadaan PLUT tidak hanya menjadi fasilitas administratif, tetapi benar-benar menjadi ruang pembinaan terpadu bagi UMKM dari tahap perintisan hingga pengembangan pasar.</p>
<p data-start="840" data-end="1207">Kepala Diskoperindag Bondowoso, Hergiar Yuli Pramanto, mengatakan, pemerintah saat ini tengah berupaya mendekatkan layanan kepada pelaku usaha kecil melalui sistem pendampingan yang lebih aktif dan berkelanjutan. Menurutnya, penguatan UMKM menjadi bagian penting dalam meningkatkan ketahanan ekonomi masyarakat di tengah tantangan ekonomi yang terus berkembang.</p>
<p data-start="1209" data-end="1518">“PLUT Bondowoso saat ini sudah mulai beroperasi mendekati fungsi aslinya sebagai pendamping UMKM, usaha mikro dan ultra mikro agar bisa berkembang. Jadi bukan hanya tempat layanan biasa, tetapi menjadi tempat pelaku usaha mendapatkan solusi dan pendampingan usaha,” ujarnya saat dikonfirmasi, Ahad (2/5/2026).</p>
<p data-start="1520" data-end="1739">Menurut Hergiar, saat ini PLUT Bondowoso telah memiliki empat inkubator usaha yang difokuskan untuk mendukung pengembangan UMKM. Keempat inkubator tersebut meliputi inkubator kuliner, kerajinan, agribisnis, dan digital.</p>
<p data-start="1741" data-end="1835">“Dari empat inkubator itu, ujungnya bagaimana usaha kecil kita bisa semakin berdaya,” katanya.</p>
<p data-start="1837" data-end="2110">Ia menjelaskan, selama pelatihan yang berlangsung enam hari kerja, antusiasme pelaku usaha mikro dan ultra mikro cukup tinggi. Bahkan, banyak peserta mengusulkan agar pelatihan dengan tema-tema tertentu kembali digelar, terutama terkait ekspor, kopi, dan digital marketing.</p>
<p data-start="2112" data-end="2305">Hergiar menilai peluang ekspor tidak boleh hanya dinikmati pelaku usaha besar. Menurutnya, pelaku usaha mikro juga harus diberi akses dan pendampingan agar mampu menembus pasar yang lebih luas.</p>
<p data-start="2307" data-end="2510">“Ekspor jangan sampai hanya pada pelaku usaha besar saja. Bagaimana ekspor itu juga bisa dilakukan oleh usaha-usaha mikro kita, supaya dampak ekonominya benar-benar dirasakan masyarakat kecil,” tegasnya.</p>
<p data-start="2512" data-end="2769">Lebih lanjut, ia menyampaikan, PLUT kini telah didukung dua konsultan pendamping yang siap memberikan layanan setiap hari kerja. Kehadiran konsultan tersebut diharapkan mampu membantu pelaku usaha menyelesaikan berbagai persoalan usaha secara langsung.</p>
<p data-start="2771" data-end="2932">“Sekarang sudah ada dua konsultan yang standby di sini. Jadi kapan pun selama hari kerja, pelaku usaha bisa datang dan langsung ditemui konsultannya,” ungkapnya.</p>
<p data-start="2934" data-end="3173">Pendampingan yang diberikan mencakup legalitas usaha, proses produksi, pemasaran, kemitraan, hingga akses pembiayaan. Selain itu, PLUT juga membantu pengurusan berbagai sertifikasi yang dibutuhkan UMKM untuk meningkatkan daya saing produk.</p>
<p data-start="3175" data-end="3480" data-is-last-node="" data-is-only-node="">“Biasanya masalah UMKM itu ada di legalitas, pendanaan, produksi, pembiayaan, dan sebagainya. Nah, itu sekarang sudah bisa kita dampingi, termasuk sertifikasi halal, NIB, dan sertifikasi lain yang diperlukan ketika mereka ingin menjual produk ke luar daerah maupun ke level yang lebih tinggi,” pungkasnya. <strong>(*)</strong></p>
<p data-start="3175" data-end="3480" data-is-last-node="" data-is-only-node=""><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Menu MBG SPPG Suboh Buduan Situbondo Diserbu Siswa, Ayam Crumble dan Pisang Ambon Jadi Favorit</title>
<link>https://suarajatimpost.com/menu-mbg-sppg-suboh-buduan-situbondo-diserbu-siswa-ayam-crumble-dan-pisang-ambon-jadi-favorit</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/menu-mbg-sppg-suboh-buduan-situbondo-diserbu-siswa-ayam-crumble-dan-pisang-ambon-jadi-favorit</guid>
<description><![CDATA[ Program MBG SPPG Situbondo Suboh Buduan 01 kembali menyalurkan makanan bergizi kepada 2.229 penerima manfaat dengan menu ayam crumble, tahu goreng, tumis bihun sawi, dan pisang ambon. Menu sehat tersebut disambut antusias para siswa karena dinilai lezat dan menambah semangat belajar. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202605/image_870x580_6a10575d79351.webp" length="42624" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Fri, 22 May 2026 20:05:45 +0700</pubDate>
<dc:creator>Rizqi Ardian</dc:creator>
<media:keywords>MBG, makan gratis, Situbondo, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p data-start="106" data-end="404"><strong>SITUBONDO, SJP –</strong> Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dijalankan SPPG Situbondo Suboh Buduan 01 kembali menyalurkan paket makanan sehat kepada ribuan penerima manfaat. Menu yang disajikan selalu mendapat sambutan hangat dari para siswa karena dinilai lezat sekaligus bergizi.</p>
<p data-start="406" data-end="622">Sebanyak 2.229 penerima manfaat menerima paket makanan dengan kandungan nutrisi yang telah disesuaikan kebutuhan harian. Sasaran program meliputi siswa sekolah, balita, ibu hamil (bumil), hingga ibu menyusui (busui).</p>
<p data-start="624" data-end="887">Pada distribusi kali ini, menu yang disiapkan terdiri dari nasi putih, ayam crumble, tahu goreng, tumis bihun sawi, dan buah pisang ambon. Kombinasi tersebut dirancang untuk memenuhi kebutuhan protein, karbohidrat, vitamin, serta serat bagi para penerima manfaat.</p>
<p data-start="889" data-end="1148"><span>Kepala SPPG Buduan Kecamatan Suboh, Bagas Deo Pradana, mengatakan, a</span>yam crumble menjadi sumber protein hewani utama yang dipadukan dengan tahu goreng sebagai protein nabati. Sementara tumis bihun sawi membantu memenuhi asupan serat dan vitamin, sedangkan pisang ambon menambah energi alami serta mineral yang dibutuhkan tubuh.</p>
<p data-start="1150" data-end="1346">"Berdasarkan data kandungan gizi dari ahli gisi kami, paket porsi kecil memiliki nilai energi 729,62 kkal, protein 17,72 gram, lemak 25,35 gram, karbohidrat 108,70 gram, dan serat 5,09 gram," jelasnya, Jumat (22/5/2026).</p>
<p data-start="1348" data-end="1557">"Sedangkan porsi besar yang diperuntukkan bagi ibu hamil dan ibu menyusui mengandung energi lebih tinggi, yakni 884,92 kkal, protein 22,89 gram, lemak 29,07 gram, karbohidrat 133,71 gram, serta serat 5,91 gram." imbuhnya menjelaskan.</p>
<p data-start="1559" data-end="1735">Suasana pembagian makanan berlangsung tertib dan penuh antusiasme. Para siswa tampak senang menerima paket MBG dan menikmati hidangan bersama teman-teman mereka di dalam kelas.</p>
<p data-start="1737" data-end="1874">Salah seorang siswa penerima manfaat, sebut saja Raka, mengaku senang dengan menu yang dibagikan karena rasanya enak dan berbeda dari biasanya.</p>
<p data-start="1876" data-end="2049">“Ayam crumble-nya enak, saya suka. Pisangnya juga manis. Kalau ada menu seperti ini jadi tambah semangat makan di sekolah,” ujarnya saat dikonfirmasi pada Jumat (22/5/2026).</p>
<p data-start="2051" data-end="2318">Program MBG tidak hanya bertujuan memenuhi kebutuhan gizi, tetapi juga membangun pola makan sehat sejak dini di lingkungan sekolah. Menu yang variatif dan seimbang diharapkan mampu menunjang pertumbuhan anak, menjaga kesehatan, serta meningkatkan konsentrasi belajar.</p>
<p data-start="2320" data-end="2568" data-is-last-node="" data-is-only-node="">Melalui slogan “Nutrisi Nyata, Tumbuh Sempurna”, SPPG Situbondo Suboh Buduan 01 menegaskan komitmennya untuk terus mendukung pemenuhan gizi masyarakat, khususnya generasi muda, melalui penyediaan makanan sehat dengan kandungan nutrisi yang terukur. <strong>(**)</strong></p>
<p data-start="2320" data-end="2568" data-is-last-node="" data-is-only-node=""><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Viral Dugaan Begal di Pancoran Bondowoso, Korban Mengaku Dipukul Orang Tak Dikenal</title>
<link>https://suarajatimpost.com/viral-dugaan-begal-di-pancoran-bondowoso-korban-mengaku-dipukul-orang-tak-dikenal</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/viral-dugaan-begal-di-pancoran-bondowoso-korban-mengaku-dipukul-orang-tak-dikenal</guid>
<description><![CDATA[ Video dugaan begal terhadap mahasiswi asal Desa Jetis viral di Bondowoso. Korban mengaku dipukul orang tak dikenal saat melintas di jalan pintas kawasan Pancoran dan mengalami luka lecet akibat terjatuh. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202605/image_870x580_6a0f28d86bbfa.webp" length="23978" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 21 May 2026 22:05:29 +0700</pubDate>
<dc:creator>Rizqi Ardian</dc:creator>
<media:keywords>kriminial, suarajatimpost, pencurian, polisi, pembunuhan, narkoba, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>BONDOWOSO, SJP –</strong> Warga Desa Pancoran, Kecamatan Bondowoso, dibuat resah dengan beredarnya video dugaan aksi begal yang disebut terjadi di sekitar SDN Pancoran 3, Kamis (21/5/2026).l malam. Informasi tersebut cepat menyebar melalui pesan berantai dan status WhatsApp warga.</p>
<p>Korban diketahui seorang perempuan bernama Aurel, warga Desa Jetis, Kecamatan Curahdami. Dalam informasi yang beredar, korban disebut menjadi sasaran orang tak dikenal saat melintas di jalan pintas kawasan tersebut sepulang kuliah.</p>
<p>“Hati-hati ya, barusan ada begal di pertigaan SD Pancoran 3. Korban anak perempuan, anak Jetis pulang dari kuliah dipentung sampai terjatuh. Tapi alhamdulillah korban selamat dan berhasil kabur ke rumah minta tolong,” demikian isi pesan yang ramai dibagikan warga.</p>
<p>Perangkat Desa Jetis, Hanan, membenarkan bahwa perempuan yang disebut dalam video viral tersebut merupakan warganya. Korban diketahui tinggal di RT 12 RW 5 Desa Jetis.</p>
<p>“Kejadiannya sekitar setengah jam lalu (sekitar pukul 20.17 WIB),” ujar Hanan.</p>
<p>Berdasarkan informasi dari keluarga, korban kini telah berada di rumah dalam kondisi selamat. Namun, ia mengalami luka lecet pada bagian lutut dan tangan akibat terjatuh saat kejadian.</p>
<p>Meski demikian, hingga kini belum ada kepastian terkait kronologi lengkap maupun dugaan aksi pembegalan tersebut. Pihak desa menyebut korban masih belum banyak memberikan keterangan karena masih syok.</p>
<p>Keterangan lain disampaikan seorang pengendara berinisial F yang mengaku melintas di lokasi beberapa menit sebelum insiden terjadi. Ia mengaku melihat dua orang mencurigakan berada di area pintu masuk jalan pintas dekat lokasi kejadian.</p>
<p>“Saya dari arah barat lewat di jalan itu. Saya lihat ada dua orang seperti sedang berjaga di pintu masuk jalan pintas,” ungkapnya.</p>
<p>Dalam video yang beredar di media sosial, terlihat tangan korban mengalami luka lecet. Korban juga mengaku sempat dipukul pada bagian wajah oleh terduga pelaku. Beruntung, korban mengenakan helm full face sehingga tidak mengalami luka serius.</p>
<p>“Pakai helm dari Jember,” ucap korban dalam rekaman video yang tersebar.</p>
<p>Video lainnya juga memperlihatkan sejumlah warga mendatangi lokasi yang disebut menjadi tempat korban diduga mengalami aksi kriminal tersebut.</p>
<p>Sementara itu, hingga berita ini ditulis, pihak Polsek Kota Bondowoso belum memberikan keterangan resmi terkait kabar dugaan begal yang viral di media sosial tersebut. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Jurnalis Bondowoso Turun ke Jalan, Desak Pembebasan Wartawan Indonesia yang Ditahan Israel</title>
<link>https://suarajatimpost.com/jurnalis-bondowoso-turun-ke-jalan-desak-pembebasan-wartawan-indonesia-yang-ditahan-israel</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/jurnalis-bondowoso-turun-ke-jalan-desak-pembebasan-wartawan-indonesia-yang-ditahan-israel</guid>
<description><![CDATA[ Aksi solidaritas yang dilakukan para jurnalis dapat mendorong pemerintah lebih sigap dalam mengupayakan pembebasan jurnalis dan aktivis kemanusiaan Indonesia yang ditahan di Gaza. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202605/image_870x580_6a0eb4d62333a.webp" length="77508" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 21 May 2026 16:00:22 +0700</pubDate>
<dc:creator>Rizqi Ardian</dc:creator>
<media:keywords>jurnalis, wartawan, Israel, PWI, Bondowoso, Suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>BONDOWOSO, SJP – </strong>Sejumlah awak media yang tergabung dalam Forum Jurnalis Bondowoso menggelar aksi solidaritas di depan Monumen Gerbong Maut Bondowoso, Kamis (21/05/2026).</p>
<p>Aksi tersebut digelar sebagai bentuk dukungan terhadap jurnalis dan aktivis kemanusiaan Indonesia yang dikabarkan ditangkap atau disandera militer Israel saat menjalankan peliputan aksi kemanusiaan di Gaza.</p>
<p>Dalam aksi itu, para jurnalis membawa poster, membentangkan spanduk, serta membacakan pernyataan sikap yang berisi kecaman keras terhadap tindakan militer Israel yang dinilai mencederai kebebasan pers dan prinsip-prinsip kemanusiaan internasional.</p>
<p>Ketua PWI Kabupaten Bondowoso, Sincha Ari Pangestu mengatakan, aksi tersebut merupakan bentuk kepedulian insan pers terhadap keselamatan rekan-rekan jurnalis yang tengah menjalankan tugas jurnalistik di wilayah konflik.</p>
<p>“Hari ini kita teman-teman jurnalis yang tergabung dalam Forum Jurnalis Bondowoso melakukan aksi solidaritas. Ini bentuk solidaritas kami kepada teman-teman jurnalis khususnya,” kata wanita yang karib disapa Ocha ini.</p>
<p>Ia menyebut, berdasarkan informasi yang diterima, terdapat sekitar empat jurnalis dan aktivis kemanusiaan asal Indonesia yang saat ini ditahan oleh Israel.</p>
<p>Menurutnya, Forum Jurnalis Bondowoso mengecam tindakan militer Israel yang dinilai arogan dan brutal terhadap jurnalis serta aktivis kemanusiaan.</p>
<p>“Kami mengutuk keras sikap arogan dan juga brutal dari militer Israel terhadap para jurnalis dan juga aktivis kemanusiaan asal Indonesia,” ujar wartawan tribunjatim ini.</p>
<p>Forum Jurnalis Bondowoso menilai penangkapan terhadap jurnalis yang sedang menjalankan tugas profesional merupakan bentuk intimidasi, kekerasan, sekaligus pelanggaran serius terhadap hak publik untuk memperoleh informasi.</p>
<p>Dalam pernyataan sikapnya, mereka menegaskan bahwa jurnalis dilindungi oleh hukum internasional, termasuk Konvensi Jenewa dan berbagai resolusi internasional terkait perlindungan jurnalis di wilayah konflik.</p>
<p>Selain itu, Forum Jurnalis Bondowoso mendesak pemerintah dan militer Israel segera membebaskan para jurnalis dan aktivis kemanusiaan tersebut dalam kondisi selamat tanpa syarat.</p>
<p>Mereka juga meminta Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Luar Negeri untuk mengambil langkah diplomasi tingkat tinggi dan upaya internasional guna memastikan keselamatan serta pembebasan para jurnalis dan aktivis yang ditahan.</p>
<p>“Kami meminta kepada pemerintah Indonesia melalui Kementerian Luar Negeri untuk melakukan langkah diplomasi tingkat tinggi tentunya, dan berbagai upaya internasional untuk memastikan keselamatan serta pembebasan para jurnalis dan aktivis yang ditahan,” tutur Sincha.</p>
<p>Wartawan Memo-x.co.id, Moh Muarif, yang menjadi koordinator aksi solidaritas menegaskan, bahwa jurnalis bukan target kekerasan dalam kondisi apa pun, termasuk di wilayah konflik.</p>
<p>“Kami hadir di sini sebagai bentuk solidaritas sesama jurnalis. Apa yang terjadi terhadap rekan-rekan jurnalis Indonesia di sana menjadi alarm serius bagi kebebasan pers dunia. Jurnalis bekerja untuk menyampaikan fakta kepada publik, bukan untuk menjadi korban intimidasi ataupun kekerasan,” ujar Moh Muarif.</p>
<p>Ia juga mengajak seluruh organisasi pers dan komunitas internasional untuk bersama-sama memberikan tekanan kepada Israel agar menghormati kebebasan pers dan perlindungan terhadap jurnalis.</p>
<p>Arif menambahkan, aksi solidaritas serupa tidak hanya digelar di Bondowoso, tetapi juga dilakukan di sejumlah daerah lain di Indonesia. Bahkan organisasi pers tingkat pusat seperti PWI dan IJTI telah mengeluarkan pernyataan resmi terkait peristiwa tersebut.</p>
<p>"Kami berharap aksi solidaritas yang dilakukan para jurnalis dapat mendorong pemerintah lebih sigap dalam mengupayakan pembebasan jurnalis dan aktivis kemanusiaan Indonesia yang ditahan di Gaza," tandanya.</p>
<p>Aksi solidaritas berlangsung damai dan ditutup dengan doa bersama untuk keselamatan para jurnalis serta aktivis kemanusiaan yang masih ditahan. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Dukung Program RANTAS, Perkim Ciptaru Bondowoso Tuntaskan Jalan Lingkungan dan Pavingisasi di Sejumlah Wilayah</title>
<link>https://suarajatimpost.com/dukung-program-rantas-perkim-ciptaru-bondowoso-tuntaskan-jalan-lingkungan-dan-pavingisasi-di-sejumlah-wilayah</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/dukung-program-rantas-perkim-ciptaru-bondowoso-tuntaskan-jalan-lingkungan-dan-pavingisasi-di-sejumlah-wilayah</guid>
<description><![CDATA[ Dinas Perkim Ciptaru Bondowoso mendukung program RANTAS melalui pembangunan jalan lingkungan dan pavingisasi dari anggaran APBD. Perbaikan infrastruktur di beberapa wilayah kini rampung dan mulai dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202605/image_870x580_6a0d346617b3f.webp" length="95398" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 20 May 2026 12:30:23 +0700</pubDate>
<dc:creator>Rizqi Ardian</dc:creator>
<media:keywords>Rantas, PU, Kementerian, BSBK, Perkim Ciptaru, Bondowoso, Pembangunan, Jalan, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<div class="qMYqUG_convSearchResultHighlightRoot">
<div class="" data-turn-id-container="request-WEB:47b53eff-f103-4abc-8410-87b5fdc9fa24-2" data-is-intersecting="true">
<section class="text-token-text-primary w-full focus:outline-none has-data-writing-block:pointer-events-none [&amp;:has([data-writing-block])&gt;*]:pointer-events-auto R6Vx5W_threadScrollVars scroll-mb-[calc(var(--scroll-root-safe-area-inset-bottom,0px)+var(--thread-response-height))] scroll-mt-[calc(var(--header-height)+min(200px,max(70px,20svh)))]" dir="auto" data-turn-id="request-WEB:47b53eff-f103-4abc-8410-87b5fdc9fa24-2" data-turn-id-container="request-WEB:47b53eff-f103-4abc-8410-87b5fdc9fa24-2" data-testid="conversation-turn-6" data-scroll-anchor="false" data-turn="assistant">
<div class="text-base my-auto mx-auto pb-10 [--thread-content-margin:var(--thread-content-margin-xs,calc(var(--spacing)*4))] @w-sm/main:[--thread-content-margin:var(--thread-content-margin-sm,calc(var(--spacing)*6))] @w-lg/main:[--thread-content-margin:var(--thread-content-margin-lg,calc(var(--spacing)*16))] px-(--thread-content-margin)">
<div class="[--thread-content-max-width:40rem] @w-lg/main:[--thread-content-max-width:48rem] mx-auto max-w-(--thread-content-max-width) flex-1 group/turn-messages focus-visible:outline-hidden relative flex w-full min-w-0 flex-col agent-turn">
<div class="flex max-w-full flex-col gap-4 grow">
<div data-message-author-role="assistant" data-message-id="2a6cea95-9ef6-438d-a7e5-63a2a052619c" dir="auto" data-message-model-slug="gpt-5-5" class="min-h-8 text-message relative flex w-full flex-col items-end gap-2 text-start break-words whitespace-normal outline-none keyboard-focused:focus-ring [.text-message+&amp;]:mt-1" data-turn-start-message="true" tabindex="0">
<div class="flex w-full flex-col gap-1 empty:hidden">
<div class="markdown prose dark:prose-invert wrap-break-word w-full light markdown-new-styling">
<p data-start="116" data-end="510"><strong>BONDOWOSO, SJP –</strong> Komitmen Pemerintah Kabupaten Bondowoso dalam mempercepat pembangunan infrastruktur berbasis kebutuhan masyarakat terus diperkuat melalui program RANTAS <span class="Yjhzub">(Ruas Jalan dan Infrastruktur Tuntas)</span></p>
<p data-start="116" data-end="510">Salah satu dukungan nyata datang dari Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman serta Cipta Karya dan Tata Ruang (Perkim Ciptaru) Bondowoso yang fokus melakukan pembangunan jalan lingkungan dan pavingisasi di sejumlah wilayah.</p>
<p data-start="512" data-end="704">Program tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas kawasan permukiman sekaligus memperkuat akses mobilitas masyarakat hingga tingkat lingkungan dan dusun.</p>
<p data-start="706" data-end="935">Kepala Dinas Perkim Ciptaru Bondowoso, Dadan Kurniawan, saat dikonfirmasi pada Rabu (20/5/2026), menegaskan bahwa pihaknya siap mendukung penuh pelaksanaan program RANTAS melalui pembangunan infrastruktur sesuai kewenangan dinas.</p>
<p data-start="937" data-end="1123">Menurutnya, dukungan tersebut diwujudkan melalui pengalokasian anggaran dari APBD Kabupaten Bondowoso yang difokuskan pada pembangunan jalan lingkungan dan pavingisasi di berbagai titik.</p>
<p data-start="1125" data-end="1396">“Program ini merupakan bentuk dukungan kami terhadap program RANTAS yang menjadi prioritas pemerintah daerah. Anggaran bersumber dari APBD dan dialokasikan untuk pembangunan jalan lingkungan serta pavingisasi sesuai kewenangan Dinas Perkim Ciptaru,” ujar Dadan Kurniawan.</p>
<p data-start="1398" data-end="1656">Salah satu realisasi pembangunan tersebut terlihat di Dusun Karang Rejo, Desa Grujugan Kidul. Penantian panjang warga untuk memiliki akses jalan yang layak akhirnya terjawab setelah proyek perbaikan infrastruktur jalan di wilayah tersebut selesai 100 persen.</p>
<p data-start="1658" data-end="1944">"Jalan yang sebelumnya rusak parah, berlubang, dan sulit dilalui terutama saat musim hujan, kini berubah menjadi akses yang lebih mulus, nyaman, dan aman. Kondisi ini memudahkan mobilitas warga, mulai dari aktivitas pertanian, perdagangan, hingga akses pendidikan bagi anak-anak sekolah," ungkap mantan Kepala Pelaksana BPBD Bondowoso ini.</p>
<p data-start="1946" data-end="2302">Selesainya pembangunan jalan tersebut, kata Dadan, menjadi bagian dari komitmen Pemerintah Kabupaten Bondowoso dalam menghadirkan pembangunan infrastruktur yang merata hingga tingkat dusun. Di bawah kepemimpinan Bupati Bondowoso, Abdul Hamid Wahid, pembangunan konektivitas wilayah terus diprioritaskan sebagai langkah mempercepat kesejahteraan masyarakat.</p>
<p data-start="2304" data-end="2613">Lebih lanjut, Dadan memaparkan, pembangunan jalan memiliki peran penting dalam mendukung pertumbuhan ekonomi desa dan memperkuat akses antarwilayah. Pemerintah daerah berkomitmen memastikan seluruh kebutuhan dasar masyarakat, khususnya infrastruktur jalan, dapat ditangani secara bertahap dan berkelanjutan.</p>
<p data-start="2615" data-end="2766">“Pembangunan jalan bukan sekadar membangun akses, tetapi juga membuka peluang pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat,” ujarnya.</p>
<p data-start="2768" data-end="3022">Manfaat pembangunan tersebut kini mulai dirasakan warga Dusun Karang Rejo. Selain memangkas waktu tempuh perjalanan, jalan yang lebih baik juga dinilai mampu menekan biaya distribusi hasil pertanian dan meminimalisir risiko kecelakaan akibat jalan rusak.</p>
<p data-start="3024" data-end="3214">Tak hanya di Grujugan Kidul, Dadan mengungkap jika pembangunan infrastruktur jalan yang sudah tuntas juga dilakukan di Desa Gayam Lor, Kecamatan Botolinggo. Akses jalan yang sebelumnya rusak parah kini berubah menjadi jalur yang lebih kokoh dan aman dilalui kendaraan masyarakat.</p>
<p data-start="3024" data-end="3214">"Kehadiran infrastruktur yang lebih baik diharapkan dapat memperlancar mobilitas warga sekaligus memperkuat konektivitas antarwilayah di Kabupaten Bondowoso," sebutnya.</p>
<p data-start="3517" data-end="3715">Dadan menambahkan, pihaknya terus melakukan pemetaan kebutuhan infrastruktur di kawasan permukiman agar pembangunan yang dilakukan benar-benar tepat sasaran dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.</p>
<p data-start="3717" data-end="3894" data-is-last-node="" data-is-only-node="">"Kami (Dinas Perkim Ciptaru) berkomitmen akan terus melanjutkan pembangunan infrastruktur secara merata agar tidak ada wilayah yang tertinggal dalam pemenuhan fasilitas publik," pungkasnya. <strong>(*)</strong></p>
<p data-start="3717" data-end="3894" data-is-last-node="" data-is-only-node=""><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>
</div>
</div>
</div>
</div>
<div class="mt-3 w-full empty:hidden">
<div class="text-center"></div>
</div>
</div>
</div>
</section>
</div>
</div>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>PWI Bondowoso Perluas Kolaborasi Pendidikan dan Literasi Keuangan Digital</title>
<link>https://suarajatimpost.com/pwi-bondowoso-perluas-kolaborasi-pendidikan-dan-literasi-keuangan-digital</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/pwi-bondowoso-perluas-kolaborasi-pendidikan-dan-literasi-keuangan-digital</guid>
<description><![CDATA[ PWI Bondowoso melakukan safari silaturahmi ke Bank Indonesia Jember dan UIN Khas Jember guna menjajaki kolaborasi di bidang pendidikan, literasi keuangan digital, penguatan UMKM, dan pengembangan generasi muda. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202605/image_870x580_6a0c407d6050c.webp" length="56840" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Tue, 19 May 2026 17:33:14 +0700</pubDate>
<dc:creator>Rizqi Ardian</dc:creator>
<media:keywords>Bank Indonesia Jember, Keuangan, PWI, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p data-start="0" data-end="438"><strong>BONDOWOSO, SJP –</strong> Upaya memperkuat sinergi antara insan pers, dunia pendidikan, dan sektor keuangan terus dibangun oleh Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Bondowoso.</p>
<p data-start="0" data-end="438">Melalui agenda safari silaturahmi ke Kantor Perwakilan Bank Indonesia Jember dan UIN Kiai Haji Achmad Siddiq (Khas) Jember, Selasa (19/5/2026), PWI Bondowoso membuka ruang kolaborasi strategis untuk mendukung peningkatan literasi masyarakat, khususnya generasi muda.</p>
<p data-start="440" data-end="842">Kolaborasi dengan Bank Indonesia menjadi salah satu fokus penting dalam agenda tersebut. PWI Bondowoso menilai penguatan literasi keuangan digital dan pemberdayaan UMKM membutuhkan keterlibatan banyak pihak, termasuk media sebagai jembatan edukasi publik.</p>
<p data-start="440" data-end="842">Sinergi itu diharapkan dapat melahirkan program-program edukatif yang menyasar kalangan pesantren, pelajar, hingga pelaku usaha kecil di daerah.</p>
<p data-start="844" data-end="1220">Tak hanya itu, PWI Bondowoso juga mendorong kemitraan dengan dunia akademik melalui penjajakan kerja sama bersama Fakultas Dakwah UIN Khas Jember, khususnya Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI).</p>
<p data-start="844" data-end="1220">Kerja sama tersebut diarahkan untuk mendukung pengembangan kapasitas mahasiswa di bidang jurnalistik, komunikasi publik, dan penguatan literasi media di era digital.</p>
<p data-start="1391" data-end="1577">Silaturahmi tak hanya untuk menyambung sinergitas. Lebih dari itu bertujuan untuk menjajaki peluang kolaborasi dalam bidang pendidikan dan literasi keuangan digital bagi generasi muda.</p>
<p data-start="1579" data-end="1746">Menurut Ketua PWI Bondowoso, Sinca Ari Pangistu, dalam kunjangan ke UIN Khas Jember pihaknya melakukan komunikasi awal untuk peluang kerja sama di bidang pendidikan.</p>
<p data-start="1748" data-end="1848">Khususnya, kolaborasi dengan Fakultas Dakwah dalam Program Studi Komunikasi Penyiaran Islam (KPI).</p>
<p data-start="1850" data-end="2004">"Tadi kita udah sampaikan peluang kerja sama di bidang pendidikan, bismillah mudah-mudahan bisa segera terealisasi. Tinggal menunggu draftnya," jelasnya.</p>
<p data-start="2006" data-end="2135">Sementara dengan Kantor Perwakilan Bank Indonesia Jember, kata wanita yang akrab disapa Ocha itu, masih dalam tahap perkenalan.</p>
<p data-start="2137" data-end="2327">Utamanya terkait program-program kerja tahunan PWI yang berkaitan dengan UMKM dan literasi keuangan digital yang sebelumnya pernah dilaksanakan dalam tajuk PWI Bondowoso Goes to Pesantren.</p>
<p data-start="2329" data-end="2414">"Mudah-mudahan bisa kolaborasi nanti. Ini sekarang kita silaturahmi dulu," ujarnya.</p>
<p data-start="2416" data-end="2564">Dia menegaskan PWI memang merupakan organisasi profesi jurnalis. Namun, pihaknya juga ingin memberikan sumbangsih dalam berbagai lini pembangunan.</p>
<p data-start="2566" data-end="2740">Mulai dari bidang pendidikan, ekonomi, penguatan UMKM, hingga lingkungan. Berbagai program tersebut telah dijalankan melalui kegiatan tahunan PWI Bondowoso sejak 2018 lalu.</p>
<p data-start="2742" data-end="2888">Terbaru, pada momentum Hari Pers Nasional (HPN) 2026, PWI Bondowoso juga berkolaborasi dengan Perhutani dalam kegiatan penanaman pohon serentak.</p>
<p data-start="2890" data-end="3040" data-is-last-node="" data-is-only-node="">"Kami berharap dengan memperluas peluang kolaborasi dengan berbagai lintas sektor ini bisa memperbesar bakti PWI sebagai pilar demokrasi," pungkasnya. <strong>(*)</strong></p>
<p data-start="2890" data-end="3040" data-is-last-node="" data-is-only-node=""><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>KDKMP Bondowoso Mandek, Pengurus Keluhkan Minim Progres hingga Dugaan Titipan SDM</title>
<link>https://suarajatimpost.com/kdkmp-bondowoso-mandek-pengurus-keluhkan-minim-progres-hingga-dugaan-titipan-sdm</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/kdkmp-bondowoso-mandek-pengurus-keluhkan-minim-progres-hingga-dugaan-titipan-sdm</guid>
<description><![CDATA[ Forum KDKMP Bondowoso mengeluhkan lambannya realisasi pembangunan gerai koperasi desa yang baru mencapai 106 dari 219 titik. Selain minim progres, pengurus juga menyoroti dugaan pelanggaran mekanisme rekrutmen SDM yang dinilai tidak sesuai aturan perkoperasian. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202605/image_870x580_6a0b00a0de8eb.webp" length="53800" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 18 May 2026 19:20:06 +0700</pubDate>
<dc:creator>Rizqi Ardian</dc:creator>
<media:keywords>KDKMP, koperas, Bondowoso, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>BONDOWOSO, SJP –</strong> Beberapa waktu lalu, di Kabupaten Nganjuk, Presiden RI Prabowo Subianto meresmikan operasional 1.061 Koperasi Desa dan Kelurahan Merah Putih (KDKMP). Kondisi tersebut justru berbeda dengan yang terjadi di Kabupaten Bondowoso. Program yang digadang-gadang menjadi motor penggerak ekonomi desa itu kini menuai keluhan dari para pengurus koperasi sendiri.</p>
<p>Forum Komunikasi Pengurus Koperasi Desa dan Kelurahan Merah Putih (KDKMP) se-Kabupaten Bondowoso secara terbuka melayangkan kritik keras terhadap lambannya realisasi pembangunan gerai koperasi hingga dugaan pelanggaran mekanisme pengelolaan internal koperasi.</p>
<p>Dalam pernyataan sikap resmi yang disampaikan Senin (18/5/2026), forum tersebut menilai pelaksanaan program KDKMP di Bondowoso belum berjalan sesuai harapan dan justru berpotensi menghambat pertumbuhan ekonomi masyarakat desa.</p>
<p>Ketua Forum Ketua KDKMP Bondowoso, Martin, mengungkapkan, hingga kini progres pembangunan gerai koperasi masih jauh dari target. Dari total 219 desa dan kelurahan di Bondowoso, baru 106 titik yang dinyatakan terealisasi.</p>
<p>“Yang sudah berjalan hanya 106 lokasi. Sisanya belum ada progres sama sekali. Kondisi ini tentu sangat memprihatinkan,” ujar Martin saat membacakan pernyataan sikap forum.</p>
<p>Menurutnya, lambannya proses pembangunan membuat banyak koperasi tidak dapat menjalankan aktivitas usaha secara optimal. Bahkan, di beberapa wilayah, ketidakjelasan realisasi pembangunan memicu pengurus koperasi memilih mundur karena merasa tidak ada kepastian dari program yang dijanjikan.</p>
<p>Forum KDKMP juga mendesak Satgas KDKMP tingkat kabupaten segera mengambil langkah konkret, terutama terkait percepatan penyediaan dan eksekusi lahan pembangunan gerai koperasi. Sebab, seluruh dokumen administrasi disebut telah lama diserahkan ke sejumlah instansi terkait seperti dinas teknis, Sekretariat Daerah, BPKAD hingga Perhutani.</p>
<p>“Sejak direncanakan Oktober 2025 sampai sekarang belum ada kejelasan. Kalau kondisi ini terus dibiarkan, maka aktivitas ekonomi masyarakat desa ikut terdampak,” katanya.</p>
<p>Tak hanya persoalan pembangunan fisik, forum juga menyoroti dugaan penyimpangan dalam mekanisme pengelolaan koperasi yang dinilai tidak sesuai dengan Undang-Undang Nomor 25 Tahun 1992 tentang Perkoperasian maupun aturan internal AD/ART KDKMP.</p>
<p>Salah satu yang menjadi sorotan yakni proses perekrutan tenaga pengelola koperasi. Martin menegaskan, sesuai Pasal 32 UU Perkoperasian, pengangkatan pengelola harus melalui persetujuan rapat anggota. Namun dalam praktik di lapangan, sejumlah posisi strategis seperti wakil manajer, kasir, staf gudang hingga tenaga keamanan disebut sarat dengan sistem titipan.</p>
<p>“Pengurus koperasi justru seolah tidak dilibatkan dalam penentuan SDM. Padahal aturan hukumnya jelas dan pengurus memiliki kewenangan dalam pengelolaan koperasi,” tegasnya.</p>
<p>Atas kondisi tersebut, Forum KDKMP Bondowoso berencana membawa persoalan ini ke lembaga legislatif sebagai bentuk tekanan agar pemerintah daerah segera mengambil langkah penyelesaian dan memastikan program koperasi desa tidak berhenti hanya sebatas wacana. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>BPBD Bondowoso Droping 10 Ribu Liter Air Bersih untuk Ratusan Warga Terdampak Kekeringan di Tegalampel</title>
<link>https://suarajatimpost.com/bpbd-bondowoso-droping-10-ribu-liter-air-bersih-untuk-ratusan-warga-terdampak-kekeringan-di-tegalampel</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/bpbd-bondowoso-droping-10-ribu-liter-air-bersih-untuk-ratusan-warga-terdampak-kekeringan-di-tegalampel</guid>
<description><![CDATA[ BPBD Bondowoso menyalurkan 10 ribu liter air bersih kepada 271 KK di Desa Purnama, Kecamatan Tegalampel, yang terdampak kekeringan dan krisis air bersih. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202605/image_870x580_6a0aeb69e8e0a.webp" length="78594" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 18 May 2026 18:00:38 +0700</pubDate>
<dc:creator>Rizqi Ardian</dc:creator>
<media:keywords>bencana, angin, banjir, tanah longsor, puting beliung, BPBD, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>BONDOWOSO, SJP – </strong>Bencana kekeringan mulai melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Bondowoso. Untuk memenuhi kebutuhan air bersih warga terdampak, BPBD Bondowoso menyalurkan bantuan air bersih ke Desa Purnama, Kecamatan Tegalampel, Senin (18/5/2026).</p>
<p>Distribusi air bersih dilakukan di dua dusun, yakni Dusun Krajan dan Dusun Jurang Gundah. Sedikitnya 271 kepala keluarga terdampak krisis air bersih akibat menurunnya debit sumber air di wilayah tersebut.</p>
<p>Kepala Pelaksana BPBD Bondowoso, Kristianto Putro Prasojo, saat dikonfirmasi pada Senin (18/5/2026), mengatakan, pihaknya bergerak cepat melakukan dropping air bersih untuk membantu masyarakat memenuhi kebutuhan sehari-hari.</p>
<p>“BPBD Bondowoso menyalurkan bantuan air bersih menggunakan dua unit truk tangki dengan total kapasitas 10 ribu liter. Bantuan ini diprioritaskan bagi warga yang mulai kesulitan mendapatkan air bersih akibat kekeringan,” ujarnya.</p>
<p>Ia menjelaskan, distribusi air bersih dilakukan di RT 1 dan RT 2 RW 1 Dusun Krajan yang dihuni 181 KK, serta RT 3 RW 2 Dusun Jurang Gundah dengan jumlah 90 KK.</p>
<p>Menurut Kalaksa, potensi kekeringan di sejumlah wilayah Bondowoso mulai meningkat seiring cuaca cerah berawan yang berlangsung dalam beberapa waktu terakhir. Karena itu, BPBD terus melakukan pemantauan wilayah rawan kekeringan untuk mengantisipasi dampak yang lebih luas.</p>
<p>“Koordinasi dengan pemerintah kecamatan dan desa terus kami lakukan agar kebutuhan dasar masyarakat tetap terpenuhi, terutama pasokan air bersih,” katanya.</p>
<p>Dalam kegiatan tersebut, BPBD Bondowoso menerjunkan dua armada truk tangki masing-masing berkapasitas 5.000 liter beserta personel lapangan. Penyaluran air bersih juga melibatkan Pemerintah Kecamatan Tegalampel, Pemerintah Desa Purnama, dan warga setempat. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardians</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Diskoperindag Bondowoso Dorong UMKM Naik Kelas dan Buka Akses Ekspor</title>
<link>https://suarajatimpost.com/diskoperindag-bondowoso-dorong-umkm-naik-kelas-dan-buka-akses-ekspor</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/diskoperindag-bondowoso-dorong-umkm-naik-kelas-dan-buka-akses-ekspor</guid>
<description><![CDATA[ Diskoperindag Bondowoso menggencarkan pelatihan ekspor bagi UMKM untuk meningkatkan kualitas produk, membuka akses pasar internasional, serta mendorong pelaku usaha lokal mampu ekspor mandiri dan memberi nilai tambah bagi daerah. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202605/image_870x580_6a0ae25e7b152.webp" length="63644" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 18 May 2026 16:59:33 +0700</pubDate>
<dc:creator>Rizqi Ardian</dc:creator>
<media:keywords>UMKM, Ekonomi, peridustrian, koperasi, ekspor, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<div class="qMYqUG_convSearchResultHighlightRoot">
<div class="" data-turn-id-container="request-WEB:6f06e490-976f-4c3b-b7e5-0776d9d30e61-0" data-is-intersecting="true">
<div class="relative w-full overflow-visible">
<section class="text-token-text-primary w-full focus:outline-none has-data-writing-block:pointer-events-none [&amp;:has([data-writing-block])&gt;*]:pointer-events-auto R6Vx5W_threadScrollVars scroll-mb-[calc(var(--scroll-root-safe-area-inset-bottom,0px)+var(--thread-response-height))] scroll-mt-[calc(var(--header-height)+min(200px,max(70px,20svh)))]" dir="auto" data-turn-id="request-WEB:6f06e490-976f-4c3b-b7e5-0776d9d30e61-0" data-turn-id-container="request-WEB:6f06e490-976f-4c3b-b7e5-0776d9d30e61-0" data-testid="conversation-turn-2" data-scroll-anchor="false" data-turn="assistant">
<div class="text-base my-auto mx-auto pb-10 [--thread-content-margin:var(--thread-content-margin-xs,calc(var(--spacing)*4))] @w-sm/main:[--thread-content-margin:var(--thread-content-margin-sm,calc(var(--spacing)*6))] @w-lg/main:[--thread-content-margin:var(--thread-content-margin-lg,calc(var(--spacing)*16))] px-(--thread-content-margin)">
<div class="[--thread-content-max-width:40rem] @w-lg/main:[--thread-content-max-width:48rem] mx-auto max-w-(--thread-content-max-width) flex-1 group/turn-messages focus-visible:outline-hidden relative flex w-full min-w-0 flex-col agent-turn">
<div class="flex max-w-full flex-col gap-4 grow">
<div data-message-author-role="assistant" data-message-id="45f6effa-4f73-46f6-9c1d-7e2b8420306f" dir="auto" data-message-model-slug="gpt-5-5" class="min-h-8 text-message relative flex w-full flex-col items-end gap-2 text-start break-words whitespace-normal outline-none keyboard-focused:focus-ring [.text-message+&amp;]:mt-1" data-turn-start-message="true" tabindex="0">
<div class="flex w-full flex-col gap-1 empty:hidden">
<div class="markdown prose dark:prose-invert wrap-break-word w-full light markdown-new-styling">
<p data-start="360" data-end="733"><strong>BONDOWOSO, SJP – </strong>Pemerintah Kabupaten Bondowoso terus mendorong pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) agar mampu naik kelas hingga menembus pasar global. Melalui pelatihan dan pendampingan ekspor, pelaku usaha lokal diharapkan tidak hanya mampu memproduksi barang berkualitas, tetapi juga memahami kebutuhan pasar internasional dan tata kelola ekspor secara mandiri.</p>
<p data-start="735" data-end="922">Kepala Dinas Koperasi Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag) Bondowoso, Hergiar Yuli Pramanto menegaskan, pelatihan yang digelar bukan sekadar meningkatkan keterampilan teknis, melainkan juga membuka wawasan dan jejaring bisnis bagi para pelaku UMKM.</p>
<p data-start="924" data-end="1142">“Kalau secara mentalitas dan kualifikasi sudah masuk, otomatis UMKM kita bisa naik kelas sampai tingkat global. Yang penting meningkatkan kualitas dan membuka wawasan agar mampu bersaing secara internasional,” ujarnya, usai pembukan Pekan PLUT UMKM, Senin (18/5/2026).</p>
<p data-start="1144" data-end="1400">Menurutnya, salah satu persoalan utama yang selama ini dihadapi UMKM adalah minimnya pemahaman mengenai mekanisme ekspor. Banyak pelaku usaha menganggap ekspor sebagai sesuatu yang rumit, mulai dari proses kurasi produk hingga administrasi dan sertifikasi.</p>
<p data-start="1402" data-end="1584">Karena itu, pihaknya kini fokus memberikan pemahaman menyeluruh terkait tahapan ekspor, mulai dari kualitas produk, pencarian pasar, legalitas, hingga strategi pemasaran luar negeri.</p>
<p data-start="1586" data-end="1763">“Harus ada link antara produk unggulan Bondowoso dengan pasar luar negeri. Produk kita juga harus sesuai dengan kebutuhan konsumen internasional. Ini yang tidak mudah,” katanya.</p>
<p data-start="1765" data-end="1970">Ia menjelaskan, produk lokal Bondowoso sebenarnya memiliki potensi besar di pasar global. Beberapa komoditas bahkan telah berhasil menembus pasar luar negeri, seperti arang, kopi, hingga sambal kecombrang.</p>
<p data-start="1972" data-end="2197">“Produk-produk lokal justru sekarang banyak diminati. Bahkan ada produk Bondowoso yang dibeli pengusaha besar lalu dijual kembali memakai merek mereka sendiri. Akibatnya nilai tambahnya tidak kembali ke Bondowoso,” ungkap Hergiar.</p>
<p data-start="2199" data-end="2448">Saat ini, pasar ekspor produk UMKM Bondowoso masih didominasi negara Malaysia dan kawasan Timur Tengah. Namun sebagian besar ekspor masih dilakukan melalui agregator atau jasa titip karena pelaku UMKM belum sepenuhnya mampu melakukan ekspor mandiri.</p>
<p data-start="2450" data-end="2607">“Harapannya nanti UMKM kita memahami legalitas, administrasi, dan pasar, sehingga bisa ekspor sendiri dan nilai tambahnya tetap ada di Bondowoso,” tambahnya.</p>
<p data-start="2609" data-end="2857">Berdasarkan data Diskoperindag tahun 2023, jumlah UMKM di Bondowoso mencapai sekitar 40 ribu unit usaha. Namun dari jumlah tersebut, diperkirakan kurang dari 50 UMKM yang pernah melakukan ekspor, itupun sebagian besar masih bersifat tidak langsung.</p>
<p data-start="2859" data-end="3024">Menurutnya, rendahnya jumlah UMKM eksportir dipengaruhi persoalan mindset. Banyak pelaku usaha masih menganggap ekspor itu sulit, rumit, dan membutuhkan modal besar.</p>
<p data-start="3026" data-end="3278">Karena itu, Diskoperindag juga mulai menggandeng perbankan agar pelaku UMKM memiliki akses pembiayaan yang memadai sehingga tidak hanya menjual produk mentah secara cepat, tetapi mampu meningkatkan nilai tambah produk sebelum dipasarkan ke luar negeri.</p>
<p data-start="3280" data-end="3444" data-is-last-node="" data-is-only-node="">“Yang penting sekarang bagaimana produk Bondowoso bisa match dengan kebutuhan pasar internasional. Kalau itu bertemu, peluang ekspor kita sangat besar,” pungkasnya. <strong>(*)</strong></p>
<p data-start="3280" data-end="3444" data-is-last-node="" data-is-only-node=""><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>
</div>
</div>
</div>
</div>
</div>
</div>
</section>
</div>
</div>
</div>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Optimalisasi Aset dan Digitalisasi Retribusi Jadi Kunci Dongkrak PAD Bondowoso Tahun 2026</title>
<link>https://suarajatimpost.com/optimalisasi-aset-dan-digitalisasi-retribusi-jadi-kunci-dongkrak-pad-bondowoso-tahun-2026</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/optimalisasi-aset-dan-digitalisasi-retribusi-jadi-kunci-dongkrak-pad-bondowoso-tahun-2026</guid>
<description><![CDATA[ Pemkab Bondowoso memperkuat strategi peningkatan PAD 2026 melalui optimalisasi aset daerah, penarikan retribusi baru, serta penerapan pembayaran non tunai guna menekan kebocoran pendapatan dan mendukung pembangunan daerah. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202605/image_870x580_6a08609a436d3.webp" length="21182" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sat, 16 May 2026 20:42:46 +0700</pubDate>
<dc:creator>Rizqi Ardian</dc:creator>
<media:keywords>PAD, Bapenda, Pajak, retribusi, restoran, parkir, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p data-start="0" data-end="399"><strong data-start="0" data-end="18">Bondowoso, SJP</strong> – Pemerintah Kabupaten Bondowoso terus memacu berbagai strategi untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebagai penopang utama pembangunan daerah.</p>
<p data-start="0" data-end="399">Di tengah tantangan fiskal dan semakin besarnya kebutuhan pembiayaan pembangunan, optimalisasi sumber-sumber pendapatan menjadi fokus serius yang kini mulai digerakkan secara menyeluruh oleh organisasi perangkat daerah (OPD).</p>
<p data-start="401" data-end="703">Salah satu langkah yang kini diperkuat adalah mengubah pola pikir pengelolaan aset daerah. Jika sebelumnya aset hanya dipandang dari sisi administratif, kini Pemkab Bondowoso mulai mengarahkan pemanfaatan aset agar memiliki nilai ekonomi yang mampu memberikan kontribusi nyata terhadap peningkatan PAD.</p>
<p data-start="705" data-end="1030">Komitmen tersebut mengemuka dalam setiap pertemuan dan forum perangkat daerah yang membahas strategi optimalisasi pendapatan daerah tahun 2026. Pemerintah daerah mendorong seluruh OPD tidak hanya berhenti pada pembahasan konsep, tetapi segera menindaklanjuti langkah konkret di lapangan guna memaksimalkan potensi pendapatan dari berbagai sektor.</p>
<p data-start="1032" data-end="1194">Ketua Satgas PAD Bondowoso, Haeriah Yuliati, menegaskan bahwa perubahan mindset menjadi hal mendasar dalam pengelolaan barang milik daerah maupun aset pemerintah.</p>
<p data-start="1196" data-end="1470">“Kalau dulu terkait pemanfaatan aset kita hanya berkutat pada sisi administrasi, yang penting aset itu terdata dan teridentifikasi. Sekarang pola pikirnya sudah berubah, bagaimana aset daerah itu bisa memiliki nilai ekonomis dan berdampak terhadap peningkatan PAD,” ujarnya, dikonfirmasi pada Sabtu (16/5/2026).</p>
<p data-start="1472" data-end="1707">Menurutnya, masih banyak aset daerah yang selama ini belum dimanfaatkan secara optimal. Karena itu, pemerintah mulai melakukan inventarisasi dan identifikasi terhadap berbagai potensi pendapatan yang sebelumnya belum tergarap maksimal.</p>
<p data-start="1709" data-end="1991">Salah satu contoh yang mulai disisir adalah penggunaan ruas jalan oleh vendor atau pihak tertentu yang selama ini belum dikenakan retribusi. Padahal, regulasi mengenai penarikan retribusi tersebut telah diatur dalam Peraturan Daerah tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah (PDRD).</p>
<p data-start="1993" data-end="2250">“Mulai tahun ini sudah mulai diidentifikasi siapa saja pengguna ruas jalan tersebut. Nantinya OPD pengampu akan melakukan penarikan retribusi karena regulasinya sudah jelas. Jadi apapun yang memang memiliki dasar hukum harus segera kita eksekusi,” tegasnya.</p>
<p data-start="2252" data-end="2460">Haeriah menambahkan, ketergantungan daerah terhadap PAD kini semakin besar sehingga seluruh perangkat daerah dituntut memiliki semangat dan visi yang sama dalam meningkatkan pendapatan daerah secara maksimal.</p>
<p data-start="2462" data-end="2620">Ia berharap hasil dalam setiap forum pertemuan bersama perangkat daerah tidak berhenti sebatas rapat formalitas, melainkan benar-benar diwujudkan dalam langkah nyata oleh masing-masing OPD.</p>
<p data-start="2622" data-end="2864">“Harapannya hasil rapat segera ditindaklanjuti. Tidak hanya bertemu dan dibahas, tetapi harus ada aksi nyata. Alhamdulillah sekarang OPD juga sudah memiliki mindset yang sama bahwa PAD tahun 2026 harus diperoleh secara maksimal,” katanya.</p>
<p data-start="2866" data-end="3151">Selain optimalisasi aset dan retribusi, Pemkab Bondowoso juga mulai memperkuat sistem pembayaran non tunai untuk pajak maupun retribusi daerah. Langkah digitalisasi ini diyakini mampu menekan potensi kebocoran pendapatan sekaligus meningkatkan transparansi pengelolaan keuangan daerah.</p>
<p data-start="3153" data-end="3294">Menurut Haeriah, sistem pembayaran non tunai dapat meminimalisasi penyalahgunaan maupun keterlambatan penyetoran hasil pungutan ke kas daerah.</p>
<p data-start="3296" data-end="3480">“Dengan pembayaran non tunai, potensi kebocoran bisa ditekan. Tidak ada lagi penggunaan sementara oleh oknum pemungut sebelum disetorkan. Semua langsung masuk ke kas daerah,” jelasnya.</p>
<p data-start="3482" data-end="3656">Ia juga menilai sistem digital tersebut menjadi jawaban atas berbagai keluhan masyarakat terkait dugaan pungutan melebihi tarif resmi, khususnya di sejumlah destinasi wisata.</p>
<p data-start="3658" data-end="3878" data-is-last-node="" data-is-only-node="">“Melalui pembayaran non tunai, insya Allah praktik pungutan yang melebihi ketentuan bisa dihindari. Pengunjung tidak dirugikan dan PAD bisa masuk sepenuhnya ke kas daerah untuk dimanfaatkan bagi pembangunan,” pungkasnya. <strong>(*)</strong></p>
<p data-start="3658" data-end="3878" data-is-last-node="" data-is-only-node=""><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>PDI Perjuangan Siapkan Mesin Politik, Gotong Royong Jadi Kunci Kemenangan di Bondowoso</title>
<link>https://suarajatimpost.com/pdi-perjuangan-siapkan-mesin-politik-gotong-royong-jadi-kunci-kemenangan-di-bondowoso</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/pdi-perjuangan-siapkan-mesin-politik-gotong-royong-jadi-kunci-kemenangan-di-bondowoso</guid>
<description><![CDATA[ PDI Perjuangan Jawa Timur mulai memanaskan konsolidasi politik menuju Pemilu dan Pemilukada 2029 di Bondowoso. Wakil Ketua Bidang Kehormatan DPD PDI Perjuangan Jatim Agus Wicaksono menegaskan target minimal delapan kursi DPRD dan merebut posisi eksekutif melalui kerja kolektif, gotong royong, penguatan kaderisasi, serta adaptasi media sosial untuk menghadapi dominasi pemilih muda. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202605/image_870x580_6a085bdb9bad1.webp" length="30416" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sat, 16 May 2026 19:19:29 +0700</pubDate>
<dc:creator>Rizqi Ardian</dc:creator>
<media:keywords>politik, PDI Perjuangan, Pilkada, DPRD, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p data-start="0" data-end="363"><strong>BONDOWOSO, SJP –</strong> <span class="hover:entity-accent entity-underline inline cursor-pointer align-baseline"><span class="whitespace-normal">PDI Perjuangan</span></span> mulai memanaskan mesin politik menuju Pemilu dan Pemilukada 2029 melalui konsolidasi besar-besaran hingga tingkat akar rumput. Partai berlambang banteng moncong putih itu menegaskan kemenangan hanya dapat diraih melalui kerja kolektif, gotong royong, serta penguatan kaderisasi yang terstruktur dan disiplin.</p>
<p data-start="365" data-end="759">Di tengah perubahan peta politik nasional yang didominasi pemilih muda, PDI Perjuangan Jawa Timur juga mulai menyesuaikan strategi perjuangan dengan perkembangan teknologi dan media sosial. Kader partai didorong tidak hanya kuat secara ideologi, tetapi juga mampu beradaptasi dengan pola komunikasi politik digital yang kini menjadi rujukan utama generasi muda dalam menentukan pilihan politik.</p>
<p data-start="761" data-end="1147">Konsolidasi tersebut sekaligus menjadi momentum memperkuat kolaborasi antara kader senior yang telah memahami sejarah panjang perjuangan partai dengan kader-kader muda progresif yang dinilai memiliki energi baru untuk menghadapi kontestasi politik mendatang. Seluruh elemen partai diminta bergerak secara kolektif dengan semangat gotong royong demi mencapai target kemenangan pada 2029.</p>
<p data-start="1149" data-end="1405">Hal itu disampaikan Wakil Ketua Bidang Kehormatan DPD PDI Perjuangan Jawa Timur, Agus Wicaksono, usai pelantikan Pengurus Anak Cabang (PAC) dan Rapat Kerja DPC PDI Perjuangan Kabupaten Bondowoso di ballroom salah satu hotel di Bondowoso, Sabtu (16/5/2026).</p>
<p data-start="1407" data-end="1602">Agus menegaskan, DPC PDI Perjuangan Bondowoso memiliki target besar pada Pemilu mendatang, yakni meraih minimal delapan kursi DPRD sekaligus memenangkan kontestasi politik di Kabupaten Bondowoso.</p>
<p data-start="1604" data-end="1752">“Kita punya cita-cita bersama bagaimana DPC Bondowoso ini meraih minimal delapan kursi. Kalau bisa ya harus menjadi pemenang di Bondowoso,” ujarnya.</p>
<p data-start="1754" data-end="1995">Tak hanya di legislatif, partai juga menargetkan kader terbaiknya mampu masuk ke jajaran eksekutif pada Pemilukada mendatang. Menurut Agus, keterlibatan kader di pemerintahan menjadi bagian penting dalam memperkuat perjuangan politik partai.</p>
<p data-start="1997" data-end="2108">“Yang kedua, kader terbaik di Bondowoso harus menjadi wakil bupati. Artinya harus masuk di eksekutif,” kata Anggota DPRD Provinsi Jawa Timur ini, ditemani Sinung Sudrajad, Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Bondowoso.</p>
<p data-start="2110" data-end="2368">Ia menyebut pelantikan pengurus PAC dan rapat kerja tersebut menjadi awal konsolidasi lima tahunan partai di Kabupaten Bondowoso. Kolaborasi antara pengurus lama dan kader muda dinilai menjadi modal penting dalam menjalankan tugas kepartaian secara maksimal.</p>
<p data-start="2370" data-end="2624">“Pengurus lama yang sudah paham perjuangan panjang partai dikolaborasikan dengan kader-kader muda yang progresif. Ini harus dijalankan penuh tanggung jawab, penuh kedisiplinan, penuh semangat, dan dilakukan secara kolektif serta gotong royong,” tegasnya.</p>
<p data-start="2626" data-end="2823">Menurut Agus, tantangan politik pada 2029 tidak bisa dihadapi dengan pola lama. Seluruh pengurus partai dituntut aktif membangun komunikasi sosial sekaligus memperkuat jaringan hingga tingkat desa.</p>
<p data-start="2825" data-end="3043">Ia bahkan meminta pengurus yang baru dilantik segera melakukan silaturahmi dengan para tokoh masyarakat untuk memastikan struktur partai di desa benar-benar diisi kader yang mampu menjalankan tugas partai secara aktif.</p>
<p data-start="3045" data-end="3272">“Kita ingin memastikan tujuh orang di desa-desa yang tersebar di 209 desa dan 23 kecamatan itu bukan hanya direkrut sebagai pengurus, tetapi benar-benar menjadi kader yang mampu menjalankan tugas partai dengan baik,” ungkapnya.</p>
<p data-start="3274" data-end="3506">Selain penguatan struktur organisasi, Agus juga menekankan pentingnya penguasaan teknologi informasi dan media sosial bagi seluruh kader partai. Sebab, mayoritas pemilih pada Pemilu 2029 diperkirakan berasal dari kalangan anak muda.</p>
<p data-start="3508" data-end="3694">“Pemilih di tahun 2029 itu 62 persen adalah anak muda. Dan rujukan mereka memilih pemimpin itu dari media sosial. Maka hari ini kader partai harus familiar dengan media sosial,” katanya.</p>
<p data-start="3696" data-end="3909">Untuk itu, DPD PDI Perjuangan Jawa Timur disebut akan terus melakukan kaderisasi berjenjang guna mencetak kader militan yang mampu menghadapi tantangan politik modern tanpa meninggalkan ideologi kerakyatan partai.</p>
<p data-start="3911" data-end="4087">Agus menegaskan seluruh target politik partai hanya dapat dicapai melalui semangat gotong royong seluruh elemen partai, mulai dari legislatif hingga struktur organisasi partai.</p>
<p data-start="4089" data-end="4229" data-is-last-node="" data-is-only-node="">“Ini kerja kolektif. Ideologi kita Pancasila. Kalau diperas, semangatnya adalah gotong royong. Itulah semangat perjuangan kita,” pungkasnya. <strong>(*)</strong></p>
<p data-start="4089" data-end="4229" data-is-last-node="" data-is-only-node=""><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Gen Z Dominasi Struktur PAC, PDI Perjuangan Bondowoso Targetkan 8 Kursi di Pemilu 2029</title>
<link>https://suarajatimpost.com/gen-z-dominasi-struktur-pac-pdi-perjuangan-bondowoso-targetkan-8-kursi-di-pemilu-2029</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/gen-z-dominasi-struktur-pac-pdi-perjuangan-bondowoso-targetkan-8-kursi-di-pemilu-2029</guid>
<description><![CDATA[ PDI Perjuangan Bondowoso mulai memanaskan mesin politik menuju Pemilu 2029 dengan melibatkan lebih dari 50 persen kader Generasi Z dalam struktur PAC. Ketua DPC Sinung Sudrajad menegaskan kolaborasi kader muda, senior, tokoh kultur, dan perempuan menjadi strategi gotong royong untuk mendongkrak perolehan suara hingga target delapan kursi DPRD. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202605/image_870x580_6a08578042676.webp" length="18512" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sat, 16 May 2026 18:40:07 +0700</pubDate>
<dc:creator>Rizqi Ardian</dc:creator>
<media:keywords>politik, PDI Perjuangan, Pilkada, DPRD, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p data-start="0" data-end="337"><strong>BONDOWOSO, SJP – </strong>Upaya memenangkan Pemilu dan Pemilukada 2029 mulai dipersiapkan sejak dini oleh <span class="hover:entity-accent entity-underline inline cursor-pointer align-baseline"><span class="whitespace-normal">PDI Perjuangan</span></span>. Partai berlambang banteng moncong putih itu kini menitikberatkan strategi regenerasi kader dengan memberi ruang besar kepada Generasi Z untuk masuk dalam struktur kepengurusan hingga tingkat kecamatan.</p>
<p data-start="339" data-end="650">Langkah tersebut dinilai menjadi bagian penting dalam membangun kekuatan politik jangka panjang di Kabupaten Bondowoso. Di tengah perubahan pola komunikasi politik dan dominasi pemilih muda pada pemilu mendatang, keterlibatan kader berusia di bawah 35 tahun dianggap mampu menjadi energi baru bagi mesin partai.</p>
<p data-start="652" data-end="968">Tak hanya mengandalkan kader senior, PDI Perjuangan Bondowoso juga menegaskan pentingnya kolaborasi, gotong royong, dan penguatan kultur masyarakat sebagai fondasi perjuangan politik. Pendekatan itu dipadukan dengan pengkaderan ideologis untuk menciptakan kader partai yang militan sekaligus dekat dengan masyarakat.</p>
<p data-start="970" data-end="1201">Komitmen tersebut ditegaskan Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Bondowoso, Sinung Sudrajad, usai pelantikan Pengurus Anak Cabang (PAC) dan Rapat Kerja DPC PDI Perjuangan di ballroom salah satu hotel di Bondowoso, Sabtu (16/5/2026).</p>
<p data-start="1203" data-end="1452">Menurut Sinung, lebih dari 50 persen kepengurusan PAC yang dilantik berasal dari kalangan Generasi Z. Mayoritas merupakan anak muda berusia di bawah 35 tahun, termasuk lulusan baru yang dinilai memiliki semangat tinggi untuk bergerak bersama partai.</p>
<p data-start="1454" data-end="1668">“Sesuai instruksi DPD Partai, dari 23 kecamatan yang ada, total lebih dari 50 persen pengurus berasal dari usia Gen Z. Ini menjadi sumber regenerasi untuk pengkaderan PD Perjuangan di Kabupaten Bondowoso,” ujarnya.</p>
<p data-start="1670" data-end="1894">Ia mengatakan, para kader muda tersebut nantinya akan dibekali melalui pengkaderan formal serta dilibatkan dalam berbagai kegiatan partai. Salah satu agenda terdekat adalah rangkaian kegiatan Bulan Bung Karno pada Juni 2026.</p>
<p data-start="1896" data-end="2112">“Nanti akan kita isi dengan pengkaderan-pengkaderan formil. Kemudian event-event kegiatan partai, khususnya Bulan Bung Karno pada Juni 2026 yang juga melibatkan seluruh pengurus PAC yang dilantik malam ini,” katanya.</p>
<p data-start="2114" data-end="2387">Sinung menegaskan, perpaduan antara kader senior dan Generasi Z diharapkan menjadi kekuatan baru bagi partai dalam menghadapi kontestasi politik mendatang. Menurutnya, semangat muda perlu dipadukan dengan pengalaman kader lama agar gerak organisasi lebih solid dan adaptif.</p>
<p data-start="2389" data-end="2552">“Ini kolaborasi antara generasi kader senior dengan kader-kader Genzi. Kami berharap menjadi ramuan terbaik bagi partai untuk melangkah lebih baik lagi,” imbuhnya.</p>
<p data-start="2554" data-end="2803">Selain fokus pada regenerasi, DPC PDI Perjuangan Bondowoso juga menekankan pentingnya pendekatan kultur masyarakat. Dukungan para tokoh agama, masyayikh, dan kiai disebut menjadi bagian penting dalam membangun kekuatan partai di tingkat akar rumput.</p>
<p data-start="2805" data-end="2936">“Alhamdulillah para masyayikh, para lora, dan para kiai sangat mendukung pergerakan PD Perjuangan di Kabupaten Bondowoso,” ucap politisi Banteng Moncong Putih yang kini juga menjabat sebagai Wakil Ketua DPRD Bondowoso ini.</p>
<p data-start="2938" data-end="3125">Di sisi lain, keterwakilan perempuan juga menjadi perhatian serius dalam penyusunan kepengurusan. Sinung menyebut kuota 30 persen perempuan telah terpenuhi baik di tingkat DPC maupun PAC.</p>
<p data-start="3127" data-end="3243">“Pengurus PAC pun 30 persen perempuan. Ini menjadi evaluasi bagi kita untuk bergerak lebih baik ke depan,” tegasnya.</p>
<p data-start="3245" data-end="3467">Saat ini struktur kepengurusan partai telah terbentuk di 23 kecamatan di Kabupaten Bondowoso. Meski beberapa PAC sebelumnya sempat tidak aktif, seluruh struktur disebut mulai diaktifkan kembali hingga tingkat anak ranting.</p>
<p data-start="3469" data-end="3649">Dengan komposisi kepengurusan yang didominasi anak muda dan penguatan soliditas kader, PDI Perjuangan Bondowoso optimistis mampu meningkatkan perolehan kursi pada Pemilu mendatang.</p>
<p data-start="3651" data-end="3707" data-is-last-node="" data-is-only-node="">“Target kami Insya Allah delapan kursi,” pungkas Sinung. <strong>(*)</strong></p>
<p data-start="3651" data-end="3707" data-is-last-node="" data-is-only-node=""><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Kolaborasi Pentahelix Diperkuat, Perlindungan Perempuan dan Anak Jadi Fokus Bersama di Bondowoso</title>
<link>https://suarajatimpost.com/kolaborasi-pentahelix-diperkuat-perlindungan-perempuan-dan-anak-jadi-fokus-bersama-di-bondowoso</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/kolaborasi-pentahelix-diperkuat-perlindungan-perempuan-dan-anak-jadi-fokus-bersama-di-bondowoso</guid>
<description><![CDATA[ LKP3A Fatayat NU Bondowoso bersama Dinsos P3AKB memperkuat sinergi pentahelix dalam upaya pencegahan dan penanganan kekerasan terhadap perempuan dan anak. Langkah ini dilakukan di tengah meningkatnya laporan kasus PPA di Bondowoso yang telah mencapai 57 kasus hingga awal Mei 2026. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202605/image_870x580_6a058f2a2793f.webp" length="52248" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 14 May 2026 16:01:18 +0700</pubDate>
<dc:creator>Rizqi Ardian</dc:creator>
<media:keywords>Fatayat, nahdllatul ulama, perempuan, islam, suarajatimpost, DInsos P3AKB</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p data-start="0" data-end="527"><strong>BONDOWOSO, SJP –</strong> Kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak di Kabupaten Bondowoso masih menjadi pekerjaan rumah serius yang membutuhkan keterlibatan semua pihak.</p>
<p data-start="0" data-end="527">Hingga awal Mei 2026, Satgas Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Bondowoso bersama Dinsos P3AKB dan Unit PPA Polres Bondowoso tercatat telah menangani sekitar 57 kasus kekerasan, dengan rincian sekitar 22 kasus melibatkan anak dan 28 kasus menimpa perempuan. Mayoritas kasus berupa kekerasan fisik, kekerasan seksual, hingga kekerasan dalam rumah tangga (KDRT).</p>
<p data-start="529" data-end="847">Meningkatnya angka laporan tersebut tidak hanya menjadi alarm bagi pemerintah daerah, tetapi juga menandakan tumbuhnya keberanian masyarakat untuk melapor. Kondisi itu sekaligus memperlihatkan bahwa upaya perlindungan perempuan dan anak tidak bisa hanya dibebankan kepada pemerintah maupun aparat penegak hukum semata.</p>
<p data-start="849" data-end="1254">Karena itu, penguatan kolaborasi pentahelix yang melibatkan pemerintah, organisasi masyarakat, akademisi, media, hingga aparat penegak hukum dinilai menjadi langkah penting dalam membangun sistem perlindungan yang lebih kuat dan menyentuh hingga tingkat akar rumput. Pendekatan kolaboratif tersebut diharapkan mampu memperkuat pencegahan, penanganan, edukasi, hingga pemulihan korban secara berkelanjutan.</p>
<p data-start="1256" data-end="1679">Komitmen itu terus digaungkan LKP3A Fatayat NU Bondowoso melalui kegiatan Penguatan Kader LKP3A Fatayat NU dan Pondok Konseling (Poling) yang digelar di Graha NU Bondowoso, Rabu (14/5/2026).</p>
<p data-start="1256" data-end="1679">Kegiatan tersebut dirangkai dengan penandatanganan perjanjian kerja sama (PKS) antara LKP3A Fatayat NU Bondowoso dan Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Keluarga Berencana (Dinsos P3AKB) Kabupaten Bondowoso.</p>
<p data-start="1681" data-end="2096">Hadir dalam kegiatan itu Kepala Dinsos P3AKB Bondowoso dr. Mohammad Imron, Ketua PC Fatayat NU Bondowoso Ning Liniyatul Ma’lufah, Ketua LKP3A Fatayat NU Bondowoso Ning Dr. Laily Abida, Psikolog, Panitera Pengadilan Agama Bondowoso, serta Kepala Bidang Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Hafidhatullaily.</p>
<p data-start="2098" data-end="2274">Kegiatan tersebut diikuti kader Fatayat NU se-Cabang Bondowoso sebagai upaya memperkuat kapasitas layanan konseling dan pendampingan perempuan serta anak di tingkat masyarakat.</p>
<p data-start="2276" data-end="2495">Kepala Dinsos P3AKB Bondowoso, dr. Mohammad Imron, mengapresiasi langkah Fatayat NU Bondowoso dalam memperkuat layanan perlindungan perempuan dan anak melalui penguatan kader LKP3A dan Pondok Konseling (Poling).</p>
<p data-start="2497" data-end="2672">Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah daerah dan organisasi masyarakat menjadi bagian penting dalam membangun sistem perlindungan sosial yang lebih dekat dengan masyarakat.</p>
<p data-start="2674" data-end="2924">“Sinergi ini sangat penting karena persoalan perempuan dan anak tidak bisa ditangani sendiri oleh pemerintah. Dibutuhkan keterlibatan semua pihak, termasuk organisasi perempuan seperti Fatayat NU yang memiliki jaringan hingga tingkat bawah,” ujarnya.</p>
<p data-start="2926" data-end="3296">Ia menegaskan, pola kolaborasi lintas sektor atau pentahelix perlu terus diperkuat agar upaya pencegahan dan penanganan kekerasan bisa berjalan lebih efektif. Selain pemerintah dan organisasi masyarakat, peran media, akademisi, serta aparat penegak hukum juga dinilai penting dalam membangun kesadaran publik dan menciptakan lingkungan yang aman bagi perempuan dan anak.</p>
<p data-start="3298" data-end="3465">“Dengan adanya kerja sama ini, kami berharap pelayanan terhadap perempuan dan anak di Bondowoso semakin responsif, humanis, dan mudah dijangkau masyarakat,” tambahnya.</p>
<p data-start="3467" data-end="3693">Sementara itu, Ketua LKP3A Fatayat NU Bondowoso Ning Dr. Laily Abida menyampaikan bahwa penguatan kader menjadi langkah strategis agar masyarakat memiliki ruang aman untuk berkonsultasi maupun melapor ketika terjadi kekerasan.</p>
<p data-start="3695" data-end="3913">"Keberadaan kader dan Pondok Konseling di tingkat bawah diharapkan mampu menjadi garda terdepan dalam memberikan edukasi, pendampingan psikologis, hingga membantu korban mendapatkan akses perlindungan hukum," jelasnya.</p>
<p data-start="3915" data-end="4098">Selain penandatanganan PKS, kegiatan juga diisi pelatihan layanan konseling bagi kader LKP3A Fatayat NU guna meningkatkan kualitas pendampingan dan pelayanan di masing-masing wilayah.</p>
<p data-start="4100" data-end="4286">Di sisi lain, Kabid PPPA Dinsos P3AKB Bondowoso Hafidhatullaily menegaskan, pihaknya terus memperkuat sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat sebagai langkah pencegahan kasus kekerasan.</p>
<p data-start="4288" data-end="4363">“Kalau kami pencegahan, ya dengan tetap sosialisasi secara masif,” katanya.</p>
<p data-start="4365" data-end="4626">Ia menambahkan, meningkatnya jumlah laporan menunjukkan kesadaran masyarakat untuk melindungi korban mulai tumbuh. Karena itu, masyarakat diharapkan tidak lagi bersikap abai ketika menemukan dugaan kekerasan terhadap perempuan maupun anak di lingkungan sekitar.</p>
<p data-start="4628" data-end="4750" data-is-last-node="" data-is-only-node="">“Jangan sampai korban-korban ini sudah jadi korban, terus dia juga ditekan, takut untuk bersuara dan melapor,” pungkasnya. <strong>(*)</strong></p>
<p data-start="4628" data-end="4750" data-is-last-node="" data-is-only-node=""><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>RSUD dr H Koesnadi Bondowoso Klarifikasi Polemik Rekrutmen Non ASN, Pastikan Seleksi Transparan</title>
<link>https://suarajatimpost.com/rsud-dr-h-koesnadi-bondowoso-klarifikasi-polemik-rekrutmen-non-asn-pastikan-seleksi-transparan</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/rsud-dr-h-koesnadi-bondowoso-klarifikasi-polemik-rekrutmen-non-asn-pastikan-seleksi-transparan</guid>
<description><![CDATA[ RSUD dr H Koesnadi Bondowoso menegaskan proses rekrutmen tenaga Non ASN/BLUD 2026 dilakukan terbuka dan transparan. dr Yus Priyatna menjelaskan seluruh peserta formasi perawat memang diloloskan ke tahap berikutnya sesuai ketentuan pengumuman resmi. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202605/image_870x580_69ff26877ed7f.webp" length="43012" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sat, 09 May 2026 19:59:00 +0700</pubDate>
<dc:creator>Rizqi Ardian</dc:creator>
<media:keywords>RSUD, Bondowoso, aan, dokter, rekruitmen, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p data-start="0" data-end="380"><strong data-start="0" data-end="20">BONDOWOSO, SJP –</strong> Polemik dugaan kurangnya transparansi dalam proses rekrutmen tenaga kesehatan Non ASN/BLUD RSUD dr H Koesnadi Bondowoso tahun 2026 menjadi perhatian publik setelah kritik muncul melalui unggahan media sosial seorang dokter spesialis. Sorotan tersebut memicu berbagai pertanyaan masyarakat terkait mekanisme seleksi dan keterbukaan informasi hasil tes peserta.</p>
<p data-start="382" data-end="646">Di tengah ramainya perbincangan itu, manajemen RSUD dr H Koesnadi Bondowoso akhirnya memberikan klarifikasi resmi. Pihak rumah sakit menegaskan bahwa seluruh tahapan rekrutmen dilaksanakan sesuai prosedur dan mengedepankan prinsip transparansi serta akuntabilitas.</p>
<p data-start="648" data-end="964">Direktur RSUD dr H Koesnadi Bondowoso, dr Yus Priyatna, menyampaikan bahwa peserta seleksi sebenarnya dapat langsung mengetahui hasil ujian kompetensi sesaat setelah menyelesaikan tes. Menurutnya, sistem tersebut diterapkan untuk memastikan proses seleksi berjalan terbuka dan dapat dipantau peserta secara langsung.</p>
<p data-start="966" data-end="1286">Selain itu, pihak rumah sakit juga menjelaskan alasan tidak dicantumkannya nilai hasil tes pada formasi Perawat Ahli dan Perawat Terampil dalam lampiran pengumuman. Kebijakan tersebut disebut bukan bentuk penutupan informasi, melainkan karena seluruh peserta pada formasi tersebut dinyatakan lolos ke tahapan berikutnya.</p>
<p data-start="1288" data-end="1438">Melalui press release resmi, pihak rumah sakit menegaskan bahwa seluruh tahapan rekrutmen dilaksanakan secara terbuka dan dapat dipertanggungjawabkan.</p>
<p data-start="1440" data-end="1610">Salah satu bentuk transparansi tersebut ditunjukkan dengan sistem hasil seleksi kompetensi atau ujian tulis yang dapat langsung diakses peserta setelah menyelesaikan tes.</p>
<p data-start="1612" data-end="1820">“Setiap peserta seleksi kompetensi dapat langsung melihat nilai hasil tes setelah menyelesaikan ujian,” ujar dr Yus Priyatna dalam keterangan resminya yang dikirim kepada suarajatimpost.com, Sabtu (9/5/2026).</p>
<p data-start="1822" data-end="1975">Ia juga menjelaskan mengenai tidak dicantumkannya nilai hasil seleksi untuk formasi Perawat Ahli dan Perawat Terampil pada lampiran pengumuman hasil tes.</p>
<p data-start="1977" data-end="2138">Menurutnya, hal tersebut bukan bentuk penutupan informasi, melainkan karena seluruh peserta yang mengikuti tes kompetensi dinyatakan lolos ke tahapan berikutnya.</p>
<p data-start="2140" data-end="2332">“Untuk formasi Perawat Ahli dan Perawat Terampil, seluruh peserta yang mengikuti seleksi kompetensi memang dinyatakan lanjut ke tahapan berikutnya sesuai ketentuan dalam pengumuman,” jelasnya.</p>
<p data-start="2334" data-end="2556">Pihak rumah sakit menegaskan bahwa kebijakan tersebut sebenarnya telah diinformasikan secara resmi kepada publik melalui Surat Pengumuman Hasil Tes Kompetensi/Tes Tulis Nomor 800/1062/30.10.7/2026 tertanggal 20 April 2026.</p>
<p data-start="2558" data-end="2720">Dalam poin ketiga surat tersebut disebutkan bahwa untuk jabatan perawat, tahapan tes selanjutnya diikuti oleh seluruh peserta yang telah mengikuti tes kompetensi.</p>
<p data-start="2722" data-end="2878">Dokter spesialis paru itu menambahkan, manajemen rumah sakit berkomitmen menjaga prinsip transparansi dan akuntabilitas selama proses rekrutmen berlangsung.</p>
<p data-start="2880" data-end="3009">“Seluruh proses rekrutmen Tenaga Non ASN BLUD RSUD dr H Koesnadi Bondowoso dilaksanakan secara terbuka dan transparan,” tegasnya.</p>
<p data-start="3011" data-end="3226" data-is-last-node="" data-is-only-node="">Pihak rumah sakit juga membuka akses informasi bagi masyarakat maupun peserta seleksi melalui layanan resmi rumah sakit, baik melalui nomor informasi, website, maupun media sosial resmi RSUD dr H Koesnadi Bondowoso. <strong>(*)</strong></p>
<p data-start="3011" data-end="3226" data-is-last-node="" data-is-only-node=""><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Hingga Mei 2026, Satgas PPA Bondowoso Tangani 57 Kasus Kekerasan Perempuan dan Anak</title>
<link>https://suarajatimpost.com/hingga-mei-2026-satgas-ppa-bondowoso-tangani-57-kasus-kekerasan-perempuan-dan-anak</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/hingga-mei-2026-satgas-ppa-bondowoso-tangani-57-kasus-kekerasan-perempuan-dan-anak</guid>
<description><![CDATA[ Satgas PPA Bondowoso mencatat 57 kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak hingga awal Mei 2026. Meningkatnya laporan dinilai sebagai tanda tumbuhnya keberanian masyarakat untuk speak up dan melapor. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202605/image_870x580_69fdb9b27ef4b.webp" length="41624" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Fri, 08 May 2026 17:33:46 +0700</pubDate>
<dc:creator>Rizqi Ardian</dc:creator>
<media:keywords>Dinsos, Puspaga, Pesantren, Keluarga, Kasih Bunda, suarajatimpost, Kemensos</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p data-start="0" data-end="413"><strong>BONDOWOSO, SJP –</strong> Satgas Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Bondowoso terus memperkuat peran dalam penanganan kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak yang hingga awal Mei 2026 menunjukkan tren meningkat.</p>
<p data-start="0" data-end="413">Tim gabungan yang terdiri dari Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (Dinsos P3AKB) bersama Unit PPA Polres Bondowoso itu tercatat telah menangani sekitar 57 kasus.</p>
<p data-start="415" data-end="680">Meningkatnya jumlah laporan tersebut dinilai menjadi tantangan serius bagi Satgas PPA. Namun di sisi lain, kondisi itu juga dianggap sebagai indikator tumbuhnya kepercayaan masyarakat terhadap layanan perlindungan yang diberikan pemerintah dan aparat penegak hukum.</p>
<p data-start="682" data-end="948">Kabid P3A Dinsos P3AKB Bondowoso, Hafidhatullaily, mengatakan selama ini banyak kasus kekerasan yang tidak terungkap karena korban maupun lingkungan sekitar memilih diam. Kini, masyarakat mulai berani melapor dan tidak lagi menutupi kasus yang terjadi di sekitarnya.</p>
<p data-start="950" data-end="1099">“Kalau selama ini ya, ini trendnya memang meningkat. Karena kepercayaan masyarakat terhadap kami (Satgas PPA, red) meningkat,” tuturnya saat dikonfirmasi pada Jumat (8/5/2026).</p>
<p data-start="1101" data-end="1291">Dari total kasus yang ditangani, kekerasan terhadap anak menjadi salah satu yang paling dominan. Bentuk kasusnya beragam, mulai dari kekerasan fisik, kekerasan seksual, hingga penemuan bayi.</p>
<p data-start="1293" data-end="1412">“Kalau anak ya, anak itu rata-rata kekerasan, kekerasan fisik, juga kekerasan seksual, penemuan bayi juga ya,” katanya.</p>
<p data-start="1414" data-end="1640">Data penanganan menunjukkan kasus yang melibatkan anak mencapai sekitar 22 perkara. Sementara kasus terhadap perempuan tercatat sekitar 28 kasus, yang mayoritas berupa kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) dan kekerasan seksual.</p>
<p data-start="1642" data-end="1963">Tingginya angka kekerasan tersebut membuat Satgas PPA bersama Dinsos P3AKB memperkuat pola penanganan sekaligus upaya pencegahan. Langkah yang dilakukan tidak hanya fokus pada pendampingan korban, tetapi juga sosialisasi secara masif kepada masyarakat agar lebih peka terhadap tanda-tanda kekerasan di lingkungan sekitar.</p>
<p data-start="1965" data-end="2041">“Kalau kami pencegahan, ya dengan tetap sosialisasi secara masif,” jelasnya.</p>
<p data-start="2043" data-end="2270">Ia menjelaskan, setiap laporan yang masuk langsung ditindaklanjuti melalui asesmen bersama aparat penegak hukum. Korban juga mendapatkan pendampingan sejak awal proses hukum hingga tahap pemulihan psikologis apabila diperlukan.</p>
<p data-start="2272" data-end="2426">Selain pendampingan hukum, Satgas PPA juga memfasilitasi layanan psikolog hingga psikiater secara gratis bagi korban yang membutuhkan penanganan lanjutan.</p>
<p data-start="2428" data-end="2630">Menurut Hafidhatullaily, tingginya jumlah kasus pada awal tahun ini menjadi sinyal bahwa persoalan kekerasan terhadap perempuan dan anak masih memerlukan perhatian serius dari seluruh elemen masyarakat.</p>
<p data-start="2632" data-end="2835">Meski demikian, ia menilai meningkatnya laporan juga menunjukkan kesadaran masyarakat untuk melindungi korban mulai tumbuh.</p>
<p data-start="2632" data-end="2835">“Ya memang kesadaran masyarakat untuk melaporkan itu sudah meningkat,” katanya.</p>
<p data-start="2837" data-end="3033">Ia pun meminta masyarakat tidak lagi bersikap abai ketika menemukan dugaan kekerasan. Lingkungan sekitar diharapkan ikut memberi dukungan agar korban berani berbicara dan mendapatkan perlindungan.</p>
<p data-start="3035" data-end="3145" data-is-last-node="" data-is-only-node="">“Jangan sampai korban-korban ini sudah jadi korban, terus dia juga ditekan, takut untuk bersuara dan melapor,” pungkasnya. <strong>(*)</strong></p>
<p data-start="3035" data-end="3145" data-is-last-node="" data-is-only-node=""><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>RSUD dr H Koesnadi Bondowoso Pertahankan Status Akreditasi Paripurna dan Implementasi RME</title>
<link>https://suarajatimpost.com/rsud-dr-h-koesnadi-bondowoso-pertahankan-status-akreditasi-paripurna-dan-implementasi-rme</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/rsud-dr-h-koesnadi-bondowoso-pertahankan-status-akreditasi-paripurna-dan-implementasi-rme</guid>
<description><![CDATA[ RSUD dr H Koesnadi Bondowoso kembali meraih Akreditasi Paripurna dan memenuhi standar implementasi Rekam Medis Elektronik (RME) sebagai bentuk komitmen peningkatan mutu pelayanan kesehatan dan keselamatan pasien. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202605/image_870x580_69fc0fa174f16.webp" length="57292" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 07 May 2026 11:06:53 +0700</pubDate>
<dc:creator>Rizqi Ardian</dc:creator>
<media:keywords>RSUD, kesehatan, medis, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>BONDOWOSO, SJP – </strong>RSUD dr H Koesnadi Bondowoso kembali menorehkan prestasi dengan mempertahankan status Akreditasi Paripurna, predikat tertinggi dalam standar pelayanan rumah sakit di Indonesia. Capaian tersebut menegaskan komitmen rumah sakit milik Pemerintah Kabupaten Bondowoso itu dalam menghadirkan layanan kesehatan yang berkualitas, aman, dan berbasis digital.</p>
<p></p>
<p>Predikat Paripurna diperoleh setelah rumah sakit dinilai memenuhi berbagai standar pelayanan kesehatan nasional, mulai dari mutu pelayanan medis, keselamatan pasien, hingga tata kelola manajemen rumah sakit.</p>
<p>Selain itu, RSUD dr H Koesnadi juga dinyatakan memenuhi ketentuan implementasi Rekam Medis Elektronik (RME) berdasarkan hasil verifikasi Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.</p>
<p>Penerapan sistem digital tersebut dinilai mampu meningkatkan efisiensi pelayanan sekaligus memudahkan tenaga kesehatan dalam mengakses data pasien secara cepat dan terintegrasi.</p>
<p>Direktur RSUD dr H Koesnadi Bondowoso, dr Yus Priyatna, mengatakan capaian tersebut merupakan hasil kerja bersama seluruh jajaran rumah sakit dalam menjaga mutu pelayanan kesehatan kepada masyarakat.</p>
<p>“Akreditasi Paripurna ini bukan sekadar penghargaan, tetapi menjadi bukti komitmen kami untuk terus memberikan pelayanan kesehatan terbaik, aman, dan profesional kepada masyarakat,” ujar dr Yus Priyatna saat dikonfirmasi, Kamis (7/5/2026), di ruang kerjanya.</p>
<p>Menurutnya, penerapan Rekam Medis Elektronik menjadi bagian penting dalam transformasi pelayanan kesehatan modern di RSUD dr H Koesnadi. Dengan sistem digital tersebut, proses pelayanan dinilai lebih efektif serta mampu meminimalkan risiko kesalahan pencatatan data pasien.</p>
<p>“Melalui implementasi Rekam Medis Elektronik, pelayanan menjadi lebih cepat, akurat, dan terintegrasi. Ini juga mendukung proses diagnosis dan pengobatan pasien agar lebih optimal,” katanya.</p>
<p>Ia menegaskan, keselamatan pasien tetap menjadi prioritas utama dalam setiap pelayanan yang diberikan rumah sakit. Karena itu, seluruh tenaga kesehatan terus didorong meningkatkan kompetensi melalui pelatihan dan evaluasi berkala.</p>
<p>“Standar keselamatan pasien harus terus dijaga. Kami ingin masyarakat merasa aman dan nyaman saat mendapatkan pelayanan di rumah sakit,” tambahnya.</p>
<p>Tidak hanya fokus pada layanan kuratif, RSUD dr H Koesnadi juga terus mengembangkan program promotif dan preventif melalui edukasi kesehatan kepada masyarakat.</p>
<p>Rumah sakit mengajak masyarakat rutin melakukan pemeriksaan kesehatan serta menerapkan pola hidup sehat untuk mencegah penyakit sejak dini.</p>
<p>Dokter spesialis paru ini menyebut, keberhasilan mempertahankan Akreditasi Paripurna menjadi motivasi bagi rumah sakit untuk terus berinovasi dan meningkatkan kualitas layanan di tengah perkembangan tantangan dunia kesehatan.</p>
<p>“Kepercayaan masyarakat adalah hal yang sangat berharga. Karena itu kami akan terus berbenah dan menghadirkan inovasi pelayanan kesehatan yang lebih baik, modern, dan berkelanjutan,” tandasnya.<strong> </strong></p>
<p>Sementara itu, salah seorang pasien rawat jalan, Siti Aminah (42), warga Desa Pancoran Kecamatan Bondowoso, mengaku merasakan perubahan pelayanan di RSUD dr H Koesnadi yang kini dinilai lebih cepat dan tertata.</p>
<p>“Sekarang proses pendaftaran dan pelayanan lebih mudah. Petugas juga ramah dan informasi yang diberikan jelas, jadi pasien merasa lebih nyaman,” ungkapnya. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Dugaan Meluapnya Limbah Peternakan PT Bumi Kironggo Joyo Bondowoso, Kades Rejoagung Jelaskan Fakta Sebenarnya</title>
<link>https://suarajatimpost.com/dugaan-meluapnya-limbah-peternakan-pt-bumi-kironggo-bondowoso-kades-rejoagung-jelaskan-fakta-sebenarnya</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/dugaan-meluapnya-limbah-peternakan-pt-bumi-kironggo-bondowoso-kades-rejoagung-jelaskan-fakta-sebenarnya</guid>
<description><![CDATA[ Video viral limbah peternakan meluber ke jalan di Bondowoso, Kades Rejoagung sebut dipicu hujan deras dan tanggul belum selesai, bukan karena kegagalan pengolahan limbah. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x580_69f33c4c2babd.webp" length="18436" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 30 Apr 2026 18:28:55 +0700</pubDate>
<dc:creator>Rizqi Ardian</dc:creator>
<media:keywords>limbah, PT Bumi Kironggo Joyo, Peternakan, Bondowoso, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p data-start="443" data-end="696"><strong>BONDOWOSO, SJP –</strong> Video yang memperlihatkan material kotoran sapi terbawa air hujan hingga meluber ke jalan raya dari area peternakan sapi perah PT Bumi Kironggo Joyo di Desa Rejoagung, Kecamatan Sumberwringin, viral di masyarakat, Rabu (29/4/2026) sore.</p>
<p data-start="698" data-end="934">Dalam video tersebut disebutkan adanya bau menyengat dan kotoran sapi yang keluar dari pintu gerbang peternakan. Rekaman yang beredar di media sosial juga menunjukkan aliran air berwarna cokelat pekat meluap hingga melintasi jalan raya.</p>
<p data-start="936" data-end="1134">Setelah video itu beredar luas, muncul berbagai penilaian negatif dari masyarakat. Perusahaan dituding tidak mengelola limbah kotoran dan urine sapi dengan baik hingga meluap terbawa derasnya hujan.</p>
<p data-start="1136" data-end="1327">Menanggapi hal tersebut, Kepala Desa Rejoagung, Kusnadi, menjelaskan bahwa peristiwa itu bukan akibat kesalahan pengolahan limbah, melainkan dipicu hujan deras yang mengguyur area peternakan.</p>
<p data-start="1329" data-end="1527">Kusnadi menegaskan, informasi yang menyebut penampungan limbah jebol tidak sepenuhnya tepat. Menurutnya, kejadian dipicu kombinasi curah hujan tinggi dan infrastruktur peternakan yang belum rampung.</p>
<p data-start="1529" data-end="1780">“Kalau dibilang penampungan limbah jebol itu kurang tepat. Kemarin hujan lebat terjadi di wilayah peternakan. Di dalam peternakan memang sedang dibuat tanggul, tetapi masih setengah jadi,” ujar Kusnadi saat dikonfirmasi via telepon, Kamis (30/4/2026).</p>
<p data-start="1782" data-end="1908">Ia menjelaskan, air dari wilayah atas yang diguyur hujan deras mengalir ke area peternakan dan membawa material hingga keluar.</p>
<p data-start="1910" data-end="2119">Di kawasan tersebut terdapat lagon atau kolam penampungan limbah berupa kotoran dan urine sapi. Limbah itu dimanfaatkan sebagai pupuk organik untuk lahan pertanian seluas sekitar 38 hektare di area peternakan.</p>
<p data-start="2121" data-end="2298">“Setiap hari limbah kotoran dan urine sapi dialirkan ke lahan pertanian untuk pupuk jagung dan rumput odot. Biasanya sudah dimanfaatkan sejak pagi hingga pukul 09.00,” jelasnya.</p>
<p data-start="2300" data-end="2541">Namun pada hari kejadian, setelah pengaliran pupuk organik dilakukan pada pagi hari, hujan deras turun sekitar pukul 11.00 WIB. Kondisi tersebut menyebabkan volume air meningkat dan menggerus pupuk organik hingga keluar dari area peternakan.</p>
<p data-start="2543" data-end="2707">“Peristiwa ini terjadi karena faktor alam dan tanggul yang belum selesai, sehingga saat hujan deras pupuk organik yang sudah disebarkan ikut terbawa air,” tegasnya.</p>
<p data-start="2709" data-end="2802">Setelah hujan reda, pihak peternakan langsung melakukan pembersihan dan kondisi kembali aman.</p>
<p data-start="2804" data-end="2926" data-is-last-node="" data-is-only-node="">“Itu hanya terjadi saat hujan lebat. Setelah reda, semuanya aman dan tidak mengganggu masyarakat sekitar,” pungkasnya. <strong>(*)</strong></p>
<p data-start="2804" data-end="2926" data-is-last-node="" data-is-only-node=""><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Banyak Gedung Sekolah Rusak, Komisi IV DPRD Soroti Serapan Anggaran Disdik Bondowoso</title>
<link>https://suarajatimpost.com/banyak-gedung-sekolah-rusak-komisi-iv-dprd-soroti-serapan-anggaran-disdik-bondowoso</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/banyak-gedung-sekolah-rusak-komisi-iv-dprd-soroti-serapan-anggaran-disdik-bondowoso</guid>
<description><![CDATA[ Pemangkasan DAK pendidikan 2024 hingga Rp52 miliar membuat pembangunan infrastruktur menurun. DPRD Bondowoso meminta Disdik memprioritaskan perbaikan ringan, mempercepat penyerapan anggaran, serta memastikan perencanaan berbasis Dapodik agar kebutuhan sekolah tetap terakomodasi. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x580_69f05762b5e49.webp" length="34218" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Tue, 28 Apr 2026 14:43:14 +0700</pubDate>
<dc:creator>Rizqi Ardian</dc:creator>
<media:keywords>pendidikan, sekolah, siswa, pelajar, bantuan, guru, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p data-start="90" data-end="305"><strong>BONDOWOSO, SJP – </strong>Kondisi infrastruktur pendidikan di Kabupaten Bondowoso menjadi sorotan. Sejumlah sekolah kondisinya rusak, mulai dari ringan hingga berat, namun belum seluruhnya tertangani secara optimal.</p>
<p data-start="307" data-end="562">Sekretaris Komisi IV DPRD Bondowoso, <span class="hover:entity-accent entity-underline inline cursor-pointer align-baseline"><span class="whitespace-normal">Abdul Majid</span></span>, menegaskan, persoalan tersebut tidak hanya disebabkan keterbatasan anggaran, tetapi juga berkaitan dengan penyerapan anggaran di Dinas Pendidikan yang dinilai belum maksimal.</p>
<p data-start="564" data-end="791">“Kalau kita bicara kerusakan infrastruktur, memang ada keterbatasan. Apalagi DAK tahun 2026 terkoreksi Rp52 miliar dengan anggaran perbaikan kira-kira Rp2 miliar. Tapi di sisi lain, penyerapan anggaran juga harus dioptimalkan,” ujarnya saat dikonfirmasi, Selasa (28/4/2026).</p>
<p data-start="793" data-end="1078">Menurutnya, hingga memasuki triwulan kedua, realisasi anggaran pendidikan masih berkisar 30 persen dan didominasi belanja rutin. Padahal secara ideal, pada periode tersebut serapan anggaran seharusnya sudah menyentuh 30 hingga 35 persen, bahkan menuju 50 persen pada pertengahan tahun.</p>
<p data-start="1080" data-end="1224">“Jangan sampai kita bicara kekurangan anggaran, tapi yang sudah ada tidak terserap dengan baik. Ini yang harus jadi evaluasi bersama,” tegasnya.</p>
<p data-start="1226" data-end="1533">Ia menjelaskan, berkurangnya Dana Alokasi Khusus (DAK) berdampak langsung pada minimnya kegiatan pembangunan dan rehabilitasi fisik sekolah. Karena itu, DPRD mendorong Dinas Pendidikan untuk memprioritaskan perbaikan yang bersifat mendesak dan tidak membutuhkan anggaran besar.</p>
<p data-start="1535" data-end="1666">“Yang ringan-ringan dulu segera ditangani. Jangan menunggu anggaran besar, karena yang tersedia saat ini memang terbatas,” kata politisi Partai Gerindra ini.</p>
<p data-start="1668" data-end="1899">Selain itu, Abdul Majid juga menekankan pentingnya percepatan pelaksanaan program oleh organisasi perangkat daerah (OPD). Ia meminta kegiatan yang sudah direncanakan dapat segera direalisasikan sebelum perubahan anggaran dilakukan.</p>
<p data-start="1901" data-end="2115">Tak kalah penting, ia menyoroti persoalan perencanaan yang masih lemah di tingkat satuan pendidikan. Banyak kerusakan sekolah yang tidak terakomodasi karena tidak masuk dalam sistem Data Pokok Pendidikan (Dapodik).</p>
<p data-start="2117" data-end="2288">“Separah apa pun kondisi sekolah, kalau tidak diinput di Dapodik, tidak akan bisa dianggarkan. Sistemnya sudah terkunci setiap tahun, biasanya di bulan Agustus,” jelasnya.</p>
<p data-start="2290" data-end="2474">Ia pun mengingatkan para kepala sekolah agar lebih proaktif dalam mengusulkan kebutuhan melalui sistem tersebut, sehingga kondisi riil di lapangan dapat terpetakan dan ditindaklanjuti.</p>
<p data-start="2476" data-end="2700">Di sisi lain, Abdul Majid juga mengingatkan bahwa pembangunan pendidikan tidak semata bergantung pada infrastruktur fisik. Menurutnya, peningkatan kualitas sumber daya manusia tetap menjadi hal utama yang harus diperhatikan.</p>
<p data-start="2702" data-end="2863" data-is-last-node="" data-is-only-node="">“Pendidikan tidak hanya soal bangunan. Tapi bagaimana meningkatkan kualitas siswa, kecerdasan, dan keterampilan. Itu juga harus berjalan beriringan,” pungkasnya. <strong>(*)</strong></p>
<p data-start="2702" data-end="2863" data-is-last-node="" data-is-only-node=""><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Ruang Kelas SDN Banyuputih 1 Ambruk, Dinas Pendidikan Bondowoso Ajukan Revitalisasi ke Pemerintah Pusat</title>
<link>https://suarajatimpost.com/ruang-kelas-sdn-banyuputih-1-ambruk-dinas-pendidikan-bondowoso-ajukan-revitalisasi-ke-pemerintah-pusat</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/ruang-kelas-sdn-banyuputih-1-ambruk-dinas-pendidikan-bondowoso-ajukan-revitalisasi-ke-pemerintah-pusat</guid>
<description><![CDATA[ Ambruknya ruang kelas di Wringin menjadi cerminan lemahnya infrastruktur pendidikan, sementara perbaikan masih menunggu program pusat. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x580_69f05129ecda4.webp" length="57848" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Tue, 28 Apr 2026 13:32:00 +0700</pubDate>
<dc:creator>Rizqi Ardian</dc:creator>
<media:keywords>pendidikan, sekolah, siswa, pelajar, bantuan, guru, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>BONDOWOSO, SJP – </strong>Malam itu sunyi di Desa Banyuputih, Kecamatan Wringin. Tak ada aktivitas belajar, tak ada suara riuh anak-anak. Namun justru di waktu itulah, sebuah ruang kelas di SDN Banyuputih 1 ambruk pada 23 April 2026. </p>
<p>Atap yang selama ini menaungi proses belajar puluhan siswa, runtuh begitu saja, meninggalkan puing, sekaligus menjadi potret nyata rapuhnya infrastruktur pendidikan di pelosok Bondowoso.</p>
<p>Beruntung, peristiwa itu terjadi saat malam hari. Tak ada korban jiwa. Namun ketika pagi datang, yang tersisa bukan hanya reruntuhan kayu dan genteng, melainkan juga kegelisahan. Ruang yang biasanya dipenuhi tawa dan semangat belajar, kini tak lagi bisa digunakan.</p>
<p>Menurut Kepala Desa Banyuputih, Ahmad Syahid, kondisi bangunan memang sudah lama mengkhawatirkan. Kayu penyangga atap diduga telah lapuk dimakan usia. Ironisnya, upaya perbaikan sudah pernah diajukan, namun tak kunjung terealisasi.</p>
<p>"Itu sebenarnya sudah diajukan berapa tahun ya mungkin tiga tahun lalu (perbaikan, red)," jelasnya dikonfirmasi pada Senin (27/4/2026) kemarin.</p>
<p>Kini, puluhan siswa kelas III harus beradaptasi. Mereka dipindahkan ke ruang lain, berbagi tempat dengan kelas berbeda, demi tetap bisa mengikuti kegiatan belajar mengajar. Di tengah keterbatasan ruang dan fasilitas, proses pendidikan tetap berjalan, meski jauh dari kata ideal.</p>
<p>Dikonfirmasi terpisah, Kepala Dinas Pendidikan Bondowoso, Taufan Restuanto, membenarkan kejadian tersebut. Ia memastikan langkah darurat telah dilakukan agar kegiatan belajar tidak terhenti.</p>
<p>"Rescue penyelamatan sudah kita lakukan, seperti memindah tempat belajar," jelasnya, Selasa (28/4/2026) usai pembukan pekan pendidikan Bondowoso Berkah di salah satu Hall Supermarket.</p>
<p>Namun, persoalan tak berhenti pada pemindahan ruang belajar. Kerusakan yang cukup parah membuat kebutuhan anggaran membengkak. Satu ruang kelas di SDN Banyuputih 1 diperkirakan memerlukan biaya hingga Rp800 juta untuk perbaikan total.</p>
<p>Di sisi lain, keterbatasan anggaran daerah menjadi kendala utama. Pemerintah daerah belum bisa bergerak cepat karena skema perbaikan kini bergantung pada program revitalisasi dari pemerintah pusat. Jika tidak lolos, barulah alternatif melalui APBD dipertimbangkan.</p>
<p>Fenomena ini bukan kasus tunggal. Sepanjang 2026, tercatat sudah ada 12 sekolah di Bondowoso yang mengalami kerusakan hingga ambruk. Di Kecamatan Wringin saja, kondisi serupa terjadi di SDN Banyuwulu 4, SDN Banyuwulu 2, dan SDN Banyuputih 1.</p>
<p>"Sampai sekarang sudah ada 12 di Bondowoso yang ambruk," jelasnya.</p>
<p>Di balik angka-angka itu, ada cerita tentang anak-anak yang tetap berangkat sekolah meski harus belajar di ruang sempit, berbagi bangku, atau bahkan khawatir dengan kondisi bangunan. Ada guru-guru yang berupaya menjaga semangat belajar tetap hidup, meski fasilitas jauh dari memadai.</p>
<p>Bagi mereka, sekolah bukan sekadar bangunan. Ia adalah harapan. Namun ketika dinding retak dan atap runtuh, harapan itu diuji, seberapa kuat bisa bertahan di tengah keterbatasan yang belum juga terjawab.</p>
<p>"Kalau di Banyuputih itu karena cukup besar, ya lumayan lah. Bisa mungkin sampai Rp800 juta," tandasnya.</p>
<p>Sementara itu, Sekretaris Daerah (Sekda) Bondowoso, Fathur Rozi menegaskan jika Pemkab Bondowoso melalui Dinas Pendidikan terus berupaya dengan segala cara untuk memperbaiki infrastruktur pendidikan yang rusak.</p>
<p>“Segala cara akan kita lakukan. Alhamdulillah teman-teman Dinas Pendidikan sudah mengajukan revitalisasi juga ke Kementerian. Ya, semua ikhtiar kita lakukan. Dari APBD sesuai dengan kemampuan anggaran kita, tentu ada skala prioritas,” tukasnya.</p>
<p>Dalam kesempatan yang sama, Sekretaris Komisi IV DPRD Bondowoso, Abdul Majid, juga menyoroti pentingnya perencanaan berbasis data melalui sistem Dapodik. Ia menegaskan, usulan perbaikan sarana pendidikan tidak akan terealisasi jika tidak tercatat dalam sistem tersebut.</p>
<p data-start="2507" data-end="2670">“Separah apa pun kondisi sekolah, kalau tidak masuk di Dapodik, tidak akan diproses. Karena sistem sudah terkunci tiap tahun, biasanya di bulan Agustus,” jelasnya.</p>
<p data-start="2672" data-end="2900">"Dengan kondisi tersebut, Komisi IV berharap seluruh pihak, terutama sekolah dan Dinas Pendidikan, lebih cermat dalam perencanaan dan aktif dalam memastikan usulan masuk dalam sistem agar kebutuhan riil di lapangan dapat terakomodasi," pungkasnya.  <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Komisi IV DPRD Bondowoso Soroti Mangkraknya Revitalisasi Puskesmas Tegalampel Senilai Rp744 Juta</title>
<link>https://suarajatimpost.com/komisi-iv-dprd-bondowoso-soroti-mangkraknya-revitalisasi-puskesmas-tegalampel-senilai-rp744-juta</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/komisi-iv-dprd-bondowoso-soroti-mangkraknya-revitalisasi-puskesmas-tegalampel-senilai-rp744-juta</guid>
<description><![CDATA[ Mangkraknya proyek Puskesmas Tegalampel jadi bahan evaluasi, DPRD ingatkan pentingnya perencanaan realistis dan pengawasan. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x580_69f03282c2a34.webp" length="55754" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Tue, 28 Apr 2026 12:08:25 +0700</pubDate>
<dc:creator>Rizqi Ardian</dc:creator>
<media:keywords>Puskesmas, Dinkes, Bondowoso, mangkrak, BPK, KPK, rekanan, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>BONDOWOSO, SJP –</strong> Revitalisasi Puskesmas Tegalampel, Kecamatan Tegalampel, Kabupaten Bondowoso, yang bersumber dari Dana Alokasi Umum (DAU) Kesehatan tahun anggaran 2025, kini menjadi sorotan. Pasalnya, proyek tersebut saat ini mangkrak dan terbengkalai, meski sebelumnya masuk dalam prioritas peningkatan layanan kesehatan masyarakat.</p>
<p>Menanggapi kondisi tersebut, Sekretaris Komisi IV DPRD Bondowoso, Abdul Majid, menyatakan bahwa mangkraknya proyek ini menjadi bahan evaluasi bersama, khususnya bagi pemerintah daerah dalam proses perencanaan dan pengawasan.</p>
<p>“Pemerintah dalam hal ini tidak hanya sekadar meloloskan pihak ketiga sebagai pemenang tender. Meski sudah ada konsultan dan RAB, seharusnya tetap diuji apakah anggaran itu masuk akal dan pelaksana siap atau tidak,” ujar Abdul Majid saat dikonfirmasi, Selasa (28/4/2026).</p>
<p>Menurutnya, persoalan ini menunjukkan adanya kelemahan dalam tahap verifikasi awal. Ia menilai, pihak ketiga sebagai pelaku usaha tentu mempertimbangkan aspek keuntungan, sehingga jika sejak awal perhitungan tidak realistis, maka pekerjaan berpotensi tidak berjalan maksimal.</p>
<p>“Tidak mungkin pelaksana mau bekerja keras jika secara perhitungan mereka sudah merugi. Ini yang harus jadi perhatian bersama,” tegas, politisi Partai Gerindra ini.</p>
<p>Komisi IV, lanjutnya, merekomendasikan agar proyek tersebut diselesaikan terlebih dahulu secara administratif sesuai tanggung jawab masing-masing pihak. Ia menegaskan, selama persoalan belum tuntas, proyek sebaiknya tidak dilanjutkan dan dijadikan sebagai temuan untuk perbaikan ke depan.</p>
<p>“Kami minta diselesaikan dulu secara administratif. Kalau belum selesai, jangan dilanjutkan. Ini harus jadi temuan,” katanya.</p>
<p>Ia juga menambahkan bahwa proyek tersebut sebelumnya tidak memungkinkan untuk dilanjutkan melalui APBD perubahan, dan direncanakan baru bisa dianggarkan kembali pada tahun 2027, lantaran masih menunggu hasil audit.</p>
<p>“Setelah audit selesai, pihak yang bertanggung jawab sudah kami hentikan. Itu menjadi risiko karena dinilai tidak kompeten dan tidak bertanggung jawab,” tandasnya.</p>
<p>Komisi IV menegaskan, meski proses penyelesaian harus mengikuti mekanisme, namun tidak boleh berlarut-larut agar tidak menghambat pelayanan publik, khususnya di sektor kesehatan masyarakat.</p>
<p>Seperti diketahui, berdasarkan data Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE), proyek dengan pagu anggaran sebesar Rp930.540.380 itu dimenangkan oleh CV Fajar Mulya, perusahaan jasa konstruksi yang beralamat di Dusun Ploso, Desa Toyaning, Kecamatan Rejoso, Kabupaten Pasuruan, dengan penawaran terkoreksi sebesar Rp744.424.800 atau sekitar 20 persen lebih rendah dari nilai HPS. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>UTD PMI Bondowoso Raih Akreditasi Paripurna, Ketua PMI Targetkan Layanan Makin Berkualitas</title>
<link>https://suarajatimpost.com/utd-pmi-bondowoso-raih-akreditasi-paripurna-ketua-pmi-targetkan-layanan-makin-berkualitas</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/utd-pmi-bondowoso-raih-akreditasi-paripurna-ketua-pmi-targetkan-layanan-makin-berkualitas</guid>
<description><![CDATA[ UTD PMI Bondowoso raih akreditasi paripurna Kemenkes, Ketua PMI Juni Sukarno targetkan peningkatan mutu layanan, SDM, dan sarana prasarana. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x580_69ef05e3b0dbe.webp" length="69126" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 27 Apr 2026 15:47:00 +0700</pubDate>
<dc:creator>Rizqi Ardian</dc:creator>
<media:keywords>PMI, donor darah, UDD, pemerintah, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>BONDOWOSO, SJP – </strong>Prestasi membanggakan diraih Unit Transfusi Darah (UTD) PMI Bondowoso yang berhasil memperoleh akreditasi paripurna dari Kementerian Kesehatan RI. Capaian ini menjadi yang pertama kalinya bagi PMI Bondowoso dan menandai standar pelayanan darah yang telah memenuhi kriteria tertinggi secara nasional.</p>
<p></p>
<p>Penghargaan tersebut diterim dalam upacara peringatan Hari Otonomi Daerah di halaman kantor Bupati Pemerintah Kabupaten Bondowoso, Senin (27/4/2026). </p>
<p></p>
<p>Momentum ini sekaligus menjadi pengakuan resmi atas komitmen PMI dalam menjaga mutu layanan darah bagi masyarakat.</p>
<p></p>
<p>Ketua PMI Bondowoso, Juni Sukarno, menyampaikan bahwa capaian akreditasi paripurna ini bukan sekadar penghargaan, melainkan tanggung jawab besar untuk mempertahankan kualitas layanan yang telah diraih.</p>
<p></p>
<p>“Ini adalah pencapaian yang harus kita jaga bersama. Ke depan, kami berkomitmen mempertahankan akreditasi paripurna dari Kemenkes yang baru pertama kali diraih ini,” ujarnya usai kegiatan.</p>
<p></p>
<p>Lebih lanjut, Juni menegaskan bahwa peningkatan mutu layanan akan menjadi fokus utama PMI Bondowoso. </p>
<p></p>
<p>"Upaya tersebut dilakukan melalui pengembangan sumber daya manusia, baik dari sisi kualitas maupun kuantitas, serta peningkatan sarana dan prasarana pendukung pelayanan," tambahnya.</p>
<p></p>
<p>Akreditasi paripurna yang diberikan oleh Kementerian Kesehatan Republik Indonesia merupakan predikat tertinggi dalam penilaian Unit Donor Darah. Penilaian ini dilakukan oleh Komite Akreditasi UTD dan BDRS berdasarkan standar yang tertuang dalam Permenkes Nomor 83 Tahun 2014.</p>
<p></p>
<p>Dirinya merinci, untuk meraih predikat ini, UTD PMI Bondowoso harus memenuhi 15 indikator standar, mulai dari aspek sumber daya manusia, peralatan, proses donor darah, uji saring infeksi menular lewat transfusi darah (IMLTD), hingga sistem manajemen mutu. </p>
<p></p>
<p>"Predikat paripurna hanya diberikan jika seluruh indikator memenuhi nilai tinggi tanpa adanya kekurangan signifikan," ungkapnya menjelaskan.</p>
<p></p>
<p>Dengan status tersebut, kata dia, kualitas darah yang dihasilkan UTD PMI Bondowoso dipastikan aman dan bermutu. </p>
<p></p>
<p>Setiap darah yang didonorkan telah melalui proses skrining ketat terhadap penyakit seperti HIV, Hepatitis B, Hepatitis C, dan sifilis, serta dikelola sesuai standar nasional dan internasional.</p>
<p></p>
<p>"Ke depan, PMI Bondowoso berharap capaian ini dapat meningkatkan kepercayaan masyarakat sekaligus memperkuat peran UTD sebagai rujukan utama penyedia darah bagi rumah sakit, termasuk untuk kebutuhan medis yang kompleks," pungkasnya.</p>
<p></p>
<p>Seperti diketahui, secara administratif, akreditasi ini tertuang dalam Sertifikat Kementerian Kesehatan RI dengan nomor registrasi YM.02.01/D/1200/2026. </p>
<p></p>
<p>UTD PMI Bondowoso yang beralamat di Jalan Khairil Anwar, Gang Kesehatan No. 11, Kabupaten Bondowoso, dinyatakan lulus dengan predikat paripurna yang berlaku selama lima tahun, terhitung mulai 3 Januari 2026 hingga 3 Januari 2031. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Anak Muda Bondowoso Diakui Dunia, Penutupan JAYCA Jadi Panggung Lahirnya Agen Perubahan</title>
<link>https://suarajatimpost.com/anak-muda-bondowoso-diakui-dunia-penutupan-jayca-jadi-panggung-lahirnya-agen-perubahan</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/anak-muda-bondowoso-diakui-dunia-penutupan-jayca-jadi-panggung-lahirnya-agen-perubahan</guid>
<description><![CDATA[ Generasi muda Bondowoso menorehkan prestasi internasional melalui JAYCA dan penghargaan Duke of Edinburgh, menjadi simbol lahirnya agen perubahan di daerah. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x580_69eca7aec0f49.webp" length="70146" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sat, 25 Apr 2026 18:52:59 +0700</pubDate>
<dc:creator>Rizqi Ardian</dc:creator>
<media:keywords>pemerintahan, Bondowoso, advetorial, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p data-start="93" data-end="491"><strong>BONDOWOSO, SJP – </strong>Suasana Pendopo Raden Bagus Assra, Sabtu (25/4/2026), terasa berbeda. Bukan sekadar seremoni penutupan, tetapi menjadi panggung kebanggaan bagi generasi muda Bondowoso yang berhasil menorehkan prestasi hingga level internasional.</p>
<p data-start="93" data-end="491">Melalui program Jawa Timur Changemaker Academy (JAYCA), puluhan anak muda menunjukkan bahwa perubahan bisa dimulai dari langkah kecil di lingkungan sekitar.</p>
<p data-start="493" data-end="832">Momentum itu semakin istimewa dengan penyematan penghargaan internasional The Duke of Edinburgh (DOE), sebuah pengakuan global atas dedikasi, kerja keras, dan komitmen para peserta dalam menjalani proses panjang sebagai agen perubahan. Tepuk tangan dan raut haru mengiringi momen tersebut, menandai capaian yang tidak datang secara instan.</p>
<p data-start="834" data-end="1165">Di balik pencapaian itu, tersimpan perjalanan penuh tantangan. Para peserta tidak hanya mengikuti pelatihan, tetapi juga turun langsung ke masyarakat, mengasah empati, kepemimpinan, dan kemampuan mencari solusi atas persoalan sosial di sekitarnya. Proses itulah yang membentuk mereka menjadi pribadi yang lebih tangguh dan berdaya.</p>
<p data-start="1167" data-end="1397">Bagi Bondowoso, capaian ini bukan sekadar prestasi individu, melainkan simbol harapan. Di tengah berbagai keterbatasan daerah, muncul generasi muda yang berani melangkah, berpikir kritis, dan membawa semangat perubahan yang nyata.</p>
<p data-start="1399" data-end="1749">Wakil Bupati Bondowoso, As’ad Yahya Syafi’i, yang hadir dalam acara tersebut menegaskan bahwa program seperti JAYCA memiliki peran penting dalam membentuk karakter generasi muda. Menurutnya, ruang-ruang pembelajaran seperti ini mampu melahirkan anak muda yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki kepedulian sosial yang tinggi.</p>
<p data-start="1751" data-end="1902">“Ini bukan sekadar pelatihan, tetapi proses pembentukan karakter. Mereka ditempa untuk menjadi agen perubahan di lingkungannya masing-masing,” ujarnya.</p>
<p data-start="1904" data-end="2192">Ia juga menilai penghargaan The Duke of Edinburgh yang disematkan kepada peserta menjadi bukti bahwa upaya anak-anak muda Bondowoso telah mendapat pengakuan dunia.</p>
<p data-start="1904" data-end="2192">"Capaian ini diharapkan menjadi pemantik semangat untuk terus berkarya dan membawa nama daerah ke level yang lebih luas," harapnya.</p>
<p data-start="2194" data-end="2438">Lebih jauh, As’ad berharap program seperti JAYCA dapat terus berlanjut dan menjangkau lebih banyak generasi muda. Ia menegaskan bahwa dukungan terhadap inisiatif kepemudaan menjadi kunci dalam menciptakan masa depan daerah yang lebih progresif.</p>
<p data-start="2440" data-end="2697" data-is-last-node="" data-is-only-node="">"Perjalanan mereka tidak berhenti di sini. Justru, apa yang diraih hari ini menjadi titik awal untuk terus bergerak, memberi dampak, dan menghadirkan perubahan nyata bagi masyarakat," pungkasnya. <strong>(*)</strong></p>
<p data-start="2440" data-end="2697" data-is-last-node="" data-is-only-node=""><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Setia di Ujung Jalan Terjal: Kisah Penjaga Sekolah, 21 Tahun Mengabdi di Pelosok Bondowoso</title>
<link>https://suarajatimpost.com/setia-di-ujung-jalan-terjal-kisah-penjaga-sekolah-21-tahun-mengabdi-di-pelosok-bondowoso</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/setia-di-ujung-jalan-terjal-kisah-penjaga-sekolah-21-tahun-mengabdi-di-pelosok-bondowoso</guid>
<description><![CDATA[ Kisah Suraja menggambarkan perjuangan tenaga pendidikan di pelosok Bondowoso. Dari guru hingga penjaga sekolah, ia tetap setia mengabdi meski menghadapi jalan terjal dan fasilitas minim. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x580_69ec7f0b605ef.webp" length="77290" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sat, 25 Apr 2026 17:00:34 +0700</pubDate>
<dc:creator>Rizqi Ardian</dc:creator>
<media:keywords>pendidikan, Bondowoso, banyuwulu, featured, berita, cerita, SD, MBG, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p data-start="87" data-end="448"><strong>BONDOWOSO, SJP – </strong>Pagi di pelosok Desa Banyuwulu, Kecamatan Wringin, tak pernah benar-benar mudah. Jalan berbatu, tanjakan curam, dan medan licin saat hujan menjadi bagian dari keseharian. Namun bagi Surajak (56), semua itu bukan penghalang. Selama lebih dari dua dekade, ia setia menapaki rute yang sama demi satu tujuan, menjaga denyut pendidikan di SDN Banyuwulu 4.</p>
<p data-start="450" data-end="770">Setiap hari, Surajak membutuhkan waktu sekitar satu jam untuk sampai ke sekolah. Perjalanan itu ia jalani sejak 2005, tahun pertama ketika dirinya mengabdikan diri di wilayah terpencil tersebut.</p>
<p data-start="450" data-end="770">“Sudah biasa. Sudah keras di sini,” ujarnya pelan, menggambarkan bagaimana medan ekstrem itu kini menjadi bagian dari hidupnya, Sabtu (25/4/2026) saat dikonfirmasi di halaman SDN Banyuwulu 4 yang berlatar belakang ruang kelas yang runtuh akibat bencana angin puting beliung, 9 tahun silam.</p>
<p data-start="772" data-end="1157">Di masa lalu, Surajak bukan sekadar penjaga sekolah. Ia pernah berdiri di depan kelas sebagai guru, mendidik anak-anak desa yang tumbuh di tengah keterbatasan. Namun seiring usia, kondisi fisiknya tak lagi memungkinkan. Kini, ia tetap bertahan dan tak patah arang mengabdi sebagai penjaga sekolah berstatus Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) paruh waktu.</p>
<p data-start="1159" data-end="1469">Baginya, Banyuwulu bukan sekadar tempat bertugas, melainkan rumah kedua. Ia menemukan makna dalam kesederhanaan dan penghormatan yang tulus dari masyarakat. Surajak bercerita tentang makna seorang guru bagi warga di pelosok, yang tetap menjadi panutan dan dihormati.</p>
<p data-start="1159" data-end="1469">“Di sini beda dengan di bawah (kota). Masyarakat sangat menghormati guru. Murid-murid, bahkan yang sudah punya anak dan cucu, masih ingat dan menyapa,” kata pria berkacamata yang karib dengan blangkon dan ramah dengan anak-anak ini.</p>
<p data-start="1471" data-end="1841">Namun pengabdian panjang itu tak lepas dari tantangan. Infrastruktur menjadi persoalan utama yang tak kunjung usai. Jalan menuju sekolah, kata Suraja, “tidak bisa diajak kompromi.” Saat musim hujan tiba, motor sering tak mampu menanjak. Tak jarang ia harus mendorong kendaraan bersama rekannya demi sampai ke tujuan.</p>
<p data-start="1471" data-end="1841">“Harus berangkat lebih pagi, kadang didorong,” tutur warga Desa Sumbercanting Kecamatan Wringin ini, menceritakan pengalaman dan kesehariannya mengabdi selama 21 tahun di sekolah dasar yang saat ini hanya memiliki 94 siswa. </p>
<p data-start="1843" data-end="2160">Kondisi sekolah pun jauh dari ideal. Beberapa ruang kelas mengalami kerusakan parah. Ada bangunan yang sejak 2017 tak lagi layak digunakan karena diterpa angin dan hujan. Temboknya hancur, dan saat cuaca buruk, air serta angin bebas masuk ke dalam ruangan.</p>
<p data-start="1843" data-end="2160">“Dulu sempat dipakai belajar, sekarang tidak bisa,” katanya sembari menunjukkan bangunan berkontruksi atap baja ringan yang gentingnya sudah tak tertata rapi, tanpa dinding dan hanya menyisakan lantai plester yang bercampur abu dan tanah.</p>
<p data-start="2162" data-end="2548">Sekelumit dirinya bercerita tentang kondisi siswa SDN Banyuwulu 4 yang begitu antusias menerima Makan Bergizi Gratis (MBG). Surajak menyaksikan langsung dampaknya bagi anak-anak. Banyak siswa yang sebelumnya datang ke sekolah tanpa sarapan karena orang tua mereka sudah berangkat ke ladang sejak pagi. Kini, mereka bisa belajar dengan perut kenyang.</p>
<p data-start="2162" data-end="2548">“Anak-anak jadi tenang, sudah makan. Mainnya juga enak,” ujarnya menceritakan perasaan siswa saat menerima MBG yang tak hanya mereka nikmati sendiri di sekolah, tapi dibawa pulang untuk dimakan bersama keluarga di rumah.</p>
<p data-start="2824" data-end="3112">Di usia 56 tahun, ketika banyak orang memilih beristirahat, Surajak justru tetap setia menjalani rutinitasnya. Jalan terjal, hujan, dan keterbatasan tak membuatnya berpaling. Ia mungkin tak lagi berdiri di depan kelas, tetapi dedikasinya tetap menjadi fondasi bagi pendidikan di Banyuwulu.</p>
<p data-start="3114" data-end="3399" data-is-last-node="" data-is-only-node="">Di ujung jalan berbatu itu, Surajak adalah bukti bahwa pengabdian tak selalu hadir dalam sorotan. Kadang, ia tumbuh diam-diam dalam langkah kaki yang setia, dalam perjalanan satu jam setiap pagi, dan dalam  keyakinan bahwa pendidikan, sekecil apa pun upayanya, tetap layak diperjuangkan. <strong>(*)</strong></p>
<p data-start="3114" data-end="3399" data-is-last-node="" data-is-only-node=""><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Menembus Jalan Ekstrem, Seporsi MBG di Pelosok Bondowoso Dibawa Pulang untuk Dimakan Sekeluarga</title>
<link>https://suarajatimpost.com/menembus-jalan-ekstrem-seporsi-mbg-di-pelosok-bondowoso-dibawa-pulang-untuk-dimakan-sekeluarga</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/menembus-jalan-ekstrem-seporsi-mbg-di-pelosok-bondowoso-dibawa-pulang-untuk-dimakan-sekeluarga</guid>
<description><![CDATA[ Distribusi Makan Bergizi Gratis (MBG) di pelosok ekstrem Bondowoso menghadapi medan berat, namun tetap berjalan demi siswa. Di balik itu, tersimpan kisah haru anak-anak yang menyisakan lauk daging untuk dibawa pulang dan dimakan bersama keluarga. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x580_69ec6a83e7867.webp" length="122708" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sat, 25 Apr 2026 14:57:27 +0700</pubDate>
<dc:creator>Rizqi Ardian</dc:creator>
<media:keywords>MBG, makan gratis, bondowoso, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>BONDOWOSO, SJP –</strong> Pagi belum sepenuhnya terang ketika sebuah sepeda motor mulai menembus jalur terjal dan berbatu di pelosok Kecamatan Wringin. Di atas kendaraan itu, tersimpan harapan ratusan anak, yakni paket Makan Bergizi Gratis (MBG) yang harus tiba tepat waktu di sekolah mereka.</p>
<p>Perjalanan sejauh 6 hingga 7 kilometer itu bukan sekadar soal jarak. Medan ekstrem membuat waktu tempuh bisa mencapai satu jam. Jalan sempit, tanjakan curam, berbatu, hingga jalur tanah licin menjadi tantangan harian bagi petugas distribusi dari SPPG Wringin II.</p>
<p>Namun, kondisi tersebut tak menyurutkan semangat mereka. Karena, MBG yang mereka salurkan ke wilayah perbatasan Desa Banyuwulu dan Desa Gubrih Kecamatan Wringin, bukan hanya menjadi makanan pendamping saja, tapi bak makanan ala restoran yang kehadirannya selalu dinantikan oleh siswa SD Banyuwulu 4 dan SMP terbuka, cabang dari SMPN 2 Pakem.</p>
<p>Tak hanya itu, MBG juga menyasar siswa TK dan PAUD di Dusun Biser, Desa Gubrih Kecamatan Wringin, sebuah lokasi paling jauh, yang baru saja dikunjungi oleh Bupati Bondowoso, Abdul Hamid Wahid dan Wakil Bupati As’Ad Yahya Syafi’i bersama jajaran Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), pada Jumat (24/4/2026) kemarin.</p>
<p><strong>Disajikan Berbeda dengan Perkotaan</strong></p>
<p>Tantangan terberat, kata seorang pengantar MBG, terjadi saat musim penghujan. Kondisi jalan yang ekstrem baik meusim penghujan maupun musim kemaru, tidak memungkinkan MBG diantar menggunakan kendaraan roda 4. </p>
<p>“Walaupun dengan medan yang cukup ekstrem, kami tetap berusaha mengantarkan MBG ke siswa menggunakan motor. Karena memang permintaan dari pihak sekolah dan anak-anak di sini sangat membutuhkan,” ujar Abdul Malik, petugas pengantar MBG di SDN Banyuwulu 4.</p>
<p>Di SDN Banyuwulu 4 dan SMP Terbuka, sekitar 120 siswa dan guru menanti kiriman makanan setiap pagi. Bagi sebagian dari mereka, makanan tersebut bukan sekadar tambahan, melainkan asupan penting untuk memulai kegiatan belajar.</p>
<p>Karena keterbatasan akses, proses distribusi dilakukan dengan cara berbeda. Makanan tidak langsung dibawa menggunakan ompreng dari dapur produksi. Sebagai gantinya, makanan dikemas dalam kotak khusus berbahan <em>food grade</em>, lalu setibanya di sekolah dibagikan secara prasmanan.</p>
<p>“Kalau membawa ompreng dari bawah, butuh tiga sampai empat kali pengangkutan. Jadi kami sesuaikan agar lebih efisien dan tetap aman,” jelasnya.</p>
<p>Pengiriman biasanya dimulai sejak pagi buta. Sekitar pukul 06.00 WIB, petugas sudah berangkat agar makanan bisa tiba di sekolah sekitar pukul 08.00 WIB dalam kondisi layak konsumsi.</p>
<p>Di balik upaya tersebut, masih ada tantangan yang belum sepenuhnya teratasi. Sejumlah wilayah di Bondowoso yang tergolong daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) masih belum terjangkau secara optimal oleh program MBG.</p>
<p><strong>Keterbatasan Hasilkan Solusi Jangka Panjang</strong></p>
<p>Koordinator SPPG Bondowoso, Mila Afriana Agustina, mengakui keterbatasan itu. Saat dikonfirmasi pada Sabtu (25/4/2026), ia menekankan pentingnya solusi jangka panjang.</p>
<p>“Beberapa titik yang cukup ekstrem memang sudah bisa kami jangkau. Namun masih ada wilayah yang belum memungkinkan untuk distribusi dari SPPG reguler. Karena itu, kami mendorong pembangunan SPPG khusus 3T,” ujarnya.</p>
<p>Menurut Mila, SPPG 3T dirancang untuk wilayah dengan akses sulit dan jumlah penerima manfaat yang relatif sedikit, bahkan di bawah 1.000 orang. Dengan dapur yang lebih dekat ke lokasi sasaran, distribusi diharapkan menjadi lebih efektif dan efisien.</p>
<p>“Pengajuannya melalui pemerintah daerah ke Badan Gizi Nasional. Nantinya akan dibangun SPPG tersendiri di wilayah tersebut agar jarak distribusi tidak terlalu jauh,” jelasnya.</p>
<p>Di tengah segala keterbatasan, dedikasi para petugas menjadi kunci utama keberlanjutan program ini. Satu sepeda motor, satu jalur ekstrem, dan satu tujuan yang sama, yakni memastikan tidak ada anak yang belajar dalam keadaan lapar.</p>
<p><strong>Seporsi Dibagi untuk Makan Sekeluarga</strong></p>
<p>Bagi anak-anak di pelosok Bondowoso, kehadiran MBG bukan sekadar program pemerintah, melainkan wujud nyata kepedulian yang tetap hadir, bahkan harus melewati jalan paling sulit sekalipun.</p>
<p>MBG yang diterima oleh siswa SDN Banyuwulu 4, begitu berharga dibandingkan siswa di wilayah perkotaan. Di daerah pelosok yang dikelilingi pegunungan, MBG dengan menu telur dan daging, menjadi favorit siswa Paud hingga SMP. </p>
<p>Bukannya melahap habis menu MBG, siswa SDN Banyuwulu 4 lebih memilih makan separuh saja. Bukannya tidak suka, kenyang ataupun menolak MBG, mereka lebih memilih membawa sisa daging dan lauk MBG ke rumah, untuk dimakan bersama orang tua mereka.</p>
<p>Hal itu diungkap oleh Surajak (56) seorang penjaga sekolah yang telah mengabdi 21 tahun di SDN Banyuwulu 4. Dirinya mengungkap, MBG di wilayahnya disambut antusias oleh siswa dan sangat membantu orang tua.</p>
<p>“Program MBG, itu luar biasa. Banyak anak-anak di sini yang tidak sempat sarapan karena orang tuanya sejak pagi sudah pergi ke ladang, jadi mereka datang ke sekolah dalam keadaan lapar,” ungkap warga Desa  Sumbercanting Wringin ini.</p>
<p>Bahkan, kata Surajak, menu telur, daging ayam dan sapi selalu dimakan separuh dan dibawa pulang oleh siswa. Mereka ingin berbagi agar daging yang mereka dapatkan bisa juga dirasakan oleh orang tua mereka di rumah.</p>
<p>“Di rumahnya kan jarang makan daging dan ikan kayak gitu. Keseringan mereka makan ikan kering (ikan asin) kalau di sini. Karena, kan ke pasar jauh. Di sini, kalau dikasih telur atau daging, anak-anak memilih dibawa pulang untuk dimakan sama ibu,” terang pria yang masih berstatus PPPK paruh waktu ini.</p>
<p>Di sanalah, makna MBG menjadi lebih dari sekadar program pemerintah. Ia menjelma menjadi jembatan kecil yang menghubungkan sekolah dan rumah, antara kebutuhan gizi anak dan kebahagiaan keluarga.</p>
<p>Di pelosok Bondowoso, seporsi makanan bisa berarti dua hal sekaligus, mengenyangkan perut anak di sekolah, dan menghadirkan senyum di meja makan sederhana di rumah. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Minim Jaringan Internet, Akses Pendidikan di Banyuwulu Bondowoso Masih Tertinggal</title>
<link>https://suarajatimpost.com/minim-jaringan-internet-akses-pendidikan-di-banyuwulu-bondowoso-masih-tertinggal</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/minim-jaringan-internet-akses-pendidikan-di-banyuwulu-bondowoso-masih-tertinggal</guid>
<description><![CDATA[ Minimnya jaringan internet di Desa Banyuwulu, Bondowoso, menghambat pelaksanaan ujian berbasis digital di sekolah dasar, memaksa siswa dan guru menghadapi keterbatasan sinyal serta perangkat, sementara Dinas Pendidikan menyiapkan solusi ujian susulan bagi yang terdampak. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x580_69eb856badf23.webp" length="27104" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Fri, 24 Apr 2026 22:47:36 +0700</pubDate>
<dc:creator>Rizqi Ardian</dc:creator>
<media:keywords>pendidikan, sekolah, siswa, pelajar, bantuan, guru, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p data-start="87" data-end="371"><strong data-start="87" data-end="100">BONDOWOSO, SJP</strong> – Minimnya akses jaringan internet masih menjadi kendala serius dalam dunia pendidikan di Desa Banyuwulu, Kecamatan Wringin, Kabupaten Bondowoso. Kondisi ini berdampak langsung pada proses pembelajaran hingga pelaksanaan ujian berbasis digital di sejumlah sekolah dasar.</p>
<p data-start="373" data-end="638">Salah satu kasus terjadi di SDN Banyuwulu 2. Dari delapan siswa yang mengikuti ujian, satu siswa bernama Muhammad Rizki tidak mampu menyelesaikan tes sesuai waktu yang ditentukan. Hal tersebut dipicu gangguan jaringan internet yang terjadi selama ujian berlangsung.</p>
<p data-start="640" data-end="968">Guru SDN Banyuwulu 2, Fauzan Adima, mengungkapkan bahwa keterbatasan jaringan menjadi kendala utama.</p>
<p data-start="640" data-end="968">“Pakai laptop guru lima unit, tiga lainnya pinjam,” ujarnya.</p>
<p data-start="640" data-end="968">Ia menjelaskan, meskipun sekolah telah menyediakan jaringan WiFi, kualitas sinyal yang tersedia masih belum memadai untuk menunjang pelaksanaan ujian berbasis daring.</p>
<p data-start="970" data-end="1187">Menurut Fauzan, pihak sekolah sebenarnya telah berupaya memperkuat jaringan sebelum ujian dilaksanakan. Namun, hasilnya tetap belum optimal.</p>
<p data-start="970" data-end="1187">“Mungkin karena faktor geografis atau gimana, saya kurang paham,” tambahnya.</p>
<p data-start="1189" data-end="1433">Selain persoalan jaringan, keterbatasan perangkat juga menjadi hambatan tersendiri. Sekolah terpaksa meminjam laptop milik guru bahkan menyewa dari kerabat dengan biaya sekitar Rp30 ribu untuk dua hari penggunaan demi menunjang kebutuhan ujian.</p>
<p data-start="1435" data-end="1786">Kondisi tersebut mendapat perhatian dari Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bondowoso, <span class="hover:entity-accent entity-underline inline cursor-pointer align-baseline"><span class="whitespace-normal">Taufan Restuanto</span></span>, saat melakukan kunjungan ke SD Banyuwulu 2 dan SD Banyuwulu 4 pada Jumat (2/4/2026).</p>
<p data-start="1435" data-end="1786">Ia mengakui bahwa jaringan internet masih menjadi tantangan dalam penerapan sistem pendidikan berbasis digital, khususnya di wilayah pelosok.</p>
<p data-start="1788" data-end="1986">Menurutnya, keterbatasan sinyal bahkan berdampak pada pendataan siswa sejak jenjang pendidikan awal.</p>
<p data-start="1788" data-end="1986">“Ada beberapa siswa yang sejak TK belum terdata secara optimal karena kendala jaringan,” ujarnya.</p>
<p data-start="1988" data-end="2165">Meski demikian, Dinas Pendidikan memastikan telah menyiapkan solusi bagi siswa yang terdampak, termasuk mekanisme pendaftaran serta ujian susulan, baik di tingkat SD maupun SMP.</p>
<p data-start="2167" data-end="2423">Taufan juga menegaskan bahwa kebijakan terkait kurikulum dan sistem evaluasi seperti Tes Kemampuan Akademik (TKA) merupakan kewenangan pemerintah pusat. Meskipun tidak bersifat wajib, TKA menjadi salah satu syarat dalam sistem penerimaan murid baru (SPMB).</p>
<p data-start="2425" data-end="2553">“Karena itu, kita dorong semua siswa untuk mengikuti TKA, dan bagi yang terkendala, sudah disiapkan jadwal susulan,” pungkasnya.</p>
<p data-start="2555" data-end="2862" data-is-last-node="" data-is-only-node="">Kondisi ini menjadi gambaran nyata bahwa kesenjangan akses teknologi masih menjadi pekerjaan rumah besar dalam pemerataan kualitas pendidikan, terutama di daerah pedesaan.</p>
<p data-start="2555" data-end="2862" data-is-last-node="" data-is-only-node="">Tanpa dukungan infrastruktur yang memadai, transformasi pendidikan digital berpotensi meninggalkan sebagian siswa di wilayah terpencil. <strong>(*)</strong></p>
<p data-start="2555" data-end="2862" data-is-last-node="" data-is-only-node=""><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Warga Dusun Biser Gubrih Butuh Bidan, Dinkes Bondowoso Siap Tempatkan Tenaga Kesehatan</title>
<link>https://suarajatimpost.com/warga-dusun-biser-gubrih-butuh-bidan-dinkes-bondowoso-siap-tempatkan-tenaga-kesehatan</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/warga-dusun-biser-gubrih-butuh-bidan-dinkes-bondowoso-siap-tempatkan-tenaga-kesehatan</guid>
<description><![CDATA[ Kunjungan Bupati Bondowoso ke Dusun Biser mengungkap keterbatasan akses layanan kesehatan. Warga mendesak penambahan bidan, dan Dinkes siap siapkan kebijakan khusus. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x580_69eb85984ee03.webp" length="32056" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Fri, 24 Apr 2026 22:31:39 +0700</pubDate>
<dc:creator>Rizqi Ardian</dc:creator>
<media:keywords>pemerintahan, sekda, bupati, pemerintahan, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p data-start="56" data-end="399"><strong data-start="56" data-end="69">BONDOWOSO, SJP</strong> – Bupati Bondowoso, <span class="hover:entity-accent entity-underline inline cursor-pointer align-baseline"><span class="whitespace-normal">Abdul Hamid Wahid</span></span>, turun langsung ke pelosok desa dalam kegiatan “Sehari Bersama Bupati” di Dusun Biser, Desa Gubrih, Kecamatan Wringin, Jumat (24/4/2026). Kunjungan ini menjadi upaya nyata pemerintah daerah untuk mendekatkan layanan sekaligus menyerap aspirasi masyarakat secara langsung.</p>
<p data-start="401" data-end="697">Dalam kegiatan tersebut, bupati tidak hanya menyerahkan bantuan pangan, tetapi juga menghadirkan pelayanan terpadu bagi warga. Mulai dari layanan kesehatan, pemeriksaan hewan, hingga dialog terbuka digelar untuk memastikan kebutuhan masyarakat di wilayah terpencil dapat terakomodasi dengan baik.</p>
<p data-start="699" data-end="945">Kondisi geografis yang menantang di wilayah tersebut menjadi salah satu perhatian utama. Akses layanan dasar yang terbatas membuat warga menyampaikan berbagai keluhan, terutama terkait kebutuhan tenaga kesehatan yang dinilai masih kurang memadai.</p>
<p data-start="947" data-end="1186">Salah satu aspirasi yang mencuat adalah permintaan tambahan tenaga bidan di tingkat dusun. Warga menilai keberadaan satu bidan desa belum cukup untuk menjangkau seluruh masyarakat, terutama di daerah dengan sebaran penduduk yang terpencar.</p>
<p data-start="1188" data-end="1444">Menanggapi hal tersebut, Abdul Hamid Wahid menyatakan bahwa pemerintah daerah melalui Dinas Kesehatan bersama pihak puskesmas telah berupaya mencari solusi. Ia memastikan kebutuhan tambahan tenaga bidan di Dusun Biser akan diupayakan untuk segera dipenuhi.</p>
<p data-start="1446" data-end="1689">“Secara ideal, setiap desa memang memiliki satu bidan. Namun, dengan kondisi geografis seperti di sini, masyarakat membutuhkan tambahan tenaga kesehatan di tingkat dusun. Ini sudah kami koordinasikan dan insya Allah bisa kita penuhi,” ujarnya.</p>
<p data-start="1691" data-end="1905">Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Bondowoso, <span class="hover:entity-accent entity-underline inline cursor-pointer align-baseline"><span class="whitespace-normal">Moch Jasin</span></span>, mengatakan pihaknya akan menindaklanjuti permintaan warga terkait kebutuhan layanan kesehatan yang lebih dekat di Dusun Biser.</p>
<p data-start="1907" data-end="2140">Menurutnya, secara prinsip pelayanan kesehatan berada di tingkat desa. Namun, melihat kondisi Dusun Biser yang cukup terpencil, pihaknya membuka kemungkinan adanya kebijakan khusus dengan menempatkan tenaga bidan di wilayah tersebut.</p>
<p data-start="2142" data-end="2460">“Kami akan berkoordinasi dengan kepala desa dan kepala dusun terkait penyediaan lokasi, baik untuk tempat pelayanan maupun tempat tinggal tenaga kesehatan. Untuk fasilitas dasar bisa disiapkan oleh dusun, sementara dari kami akan mendukung peralatan, obat-obatan, serta tenaga kesehatannya,” ujarnya saat dikonfirmasi.</p>
<p data-start="2462" data-end="2724" data-is-last-node="" data-is-only-node="">Ia juga mengakui bahwa selama ini akses layanan kesehatan bagi warga setempat cukup jauh dan berisiko, terutama dalam kondisi darurat seperti persalinan.</p>
<p data-start="2462" data-end="2724" data-is-last-node="" data-is-only-node="">"Kami berupaya mencari solusi agar pelayanan kesehatan bisa lebih mudah dijangkau masyarakat," pungkasnya. <strong>(*)</strong></p>
<p data-start="2462" data-end="2724" data-is-last-node="" data-is-only-node=""><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Sehari di Dusun Biser Gubrih, Bupati Bondowoso Serap Aspirasi Warga Pelosok</title>
<link>https://suarajatimpost.com/sehari-di-dusun-biser-gubrih-bupati-bondowoso-serap-aspirasi-warga-pelosok</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/sehari-di-dusun-biser-gubrih-bupati-bondowoso-serap-aspirasi-warga-pelosok</guid>
<description><![CDATA[ Bupati Bondowoso turun langsung ke Dusun Biser, Desa Gubrih, menyerap aspirasi warga dan memastikan penambahan tenaga bidan untuk memperkuat layanan kesehatan di wilayah pelosok. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x580_69eb585cea1df.webp" length="73000" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Fri, 24 Apr 2026 20:30:04 +0700</pubDate>
<dc:creator>Rizqi Ardian</dc:creator>
<media:keywords>Bondowoso, pemeerintah, sekda, ASN, kinerja, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p data-start="82" data-end="425"><strong data-start="82" data-end="95">BONDOWOSO</strong> – Bupati Bondowoso, <span class="hover:entity-accent entity-underline inline cursor-pointer align-baseline"><span class="whitespace-normal">Abdul Hamid Wahid</span></span>, turun langsung ke pelosok desa dalam kegiatan “Sehari Bersama Bupati” di Dusun Biser, Desa Gubrih, Kecamatan Wringin, Jumat (24/4/2026). Kunjungan ini menjadi upaya nyata pemerintah daerah untuk mendekatkan layanan sekaligus menyerap aspirasi masyarakat secara langsung.</p>
<p data-start="427" data-end="723">Dalam kegiatan tersebut, bupati tidak hanya menyerahkan bantuan pangan, tetapi juga menghadirkan pelayanan terpadu bagi warga. Mulai dari layanan kesehatan, pemeriksaan hewan, hingga dialog terbuka digelar untuk memastikan kebutuhan masyarakat di wilayah terpencil dapat terakomodasi dengan baik.</p>
<p data-start="725" data-end="971">Kondisi geografis yang menantang di wilayah tersebut menjadi salah satu perhatian utama. Akses layanan dasar yang terbatas membuat warga menyampaikan berbagai keluhan, terutama terkait kebutuhan tenaga kesehatan yang dinilai masih kurang memadai.</p>
<p data-start="973" data-end="1212">Salah satu aspirasi yang mencuat adalah permintaan tambahan tenaga bidan di tingkat dusun. Warga menilai keberadaan satu bidan desa belum cukup untuk menjangkau seluruh masyarakat, terutama di daerah dengan sebaran penduduk yang terpencar.</p>
<p data-start="1214" data-end="1470">Menanggapi hal tersebut, Abdul Hamid Wahid menyatakan bahwa pemerintah daerah melalui Dinas Kesehatan bersama pihak puskesmas telah berupaya mencari solusi. Ia memastikan kebutuhan tambahan tenaga bidan di Dusun Biser akan diupayakan untuk segera dipenuhi.</p>
<p data-start="1472" data-end="1715">“Secara ideal, setiap desa memang memiliki satu bidan. Namun, dengan kondisi geografis seperti di sini, masyarakat membutuhkan tambahan tenaga kesehatan di tingkat dusun. Ini sudah kami koordinasikan dan insya Allah bisa kita penuhi,” ujarnya.</p>
<p data-start="1717" data-end="1905">Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa kegiatan “Sehari Bersama Bupati” tidak hanya bersifat seremonial, melainkan menjadi sarana penting bagi pemerintah untuk memahami kondisi riil masyarakat.</p>
<p data-start="1907" data-end="2166">Menurutnya, dengan turun langsung ke lapangan, pemerintah dapat mengetahui secara detail persoalan yang dihadapi warga serta menentukan langkah penanganan yang tepat, baik yang bisa segera direalisasikan maupun yang perlu direncanakan sesuai kemampuan daerah.</p>
<p data-start="2168" data-end="2368">“Kita ingin mengetahui realitas masyarakat secara langsung, apa permasalahannya, dan apa yang bisa segera kita tangani. Selebihnya akan kita akomodasi dalam perencanaan pembangunan daerah,” tambahnya.</p>
<p data-start="2370" data-end="2625">Kegiatan serupa, lanjut bupati, akan terus dilakukan di wilayah lain di Kabupaten Bondowoso. Pemerintah akan menyusun jadwal kunjungan secara bertahap dengan menyesuaikan agenda yang ada, agar pelayanan dapat menjangkau lebih banyak masyarakat di pelosok.</p>
<p data-start="2627" data-end="2856" data-is-last-node="" data-is-only-node="">"Melalui kegiatan ini, Pemerintah Kabupaten Bondowoso berharap dapat memperkuat kehadiran negara di tengah masyarakat, sekaligus memastikan bahwa setiap kebijakan yang diambil benar-benar sesuai dengan kebutuhan warga di lapangan," pungkasnya.</p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Potret Pendidikan di Bondowoso, Antara Dinding Runtuh dan Mimpi yang Utuh di SD Banyuwulu 4</title>
<link>https://suarajatimpost.com/potret-pendidikan-di-bondowoso-antara-dinding-runtuh-dan-mimpi-yang-utuh-di-sd-banyuwulu-4</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/potret-pendidikan-di-bondowoso-antara-dinding-runtuh-dan-mimpi-yang-utuh-di-sd-banyuwulu-4</guid>
<description><![CDATA[ Potret memilukan fasilitas SDN Banyuwulu 2 dan 4 di pelosok Bondowoso; bangunan rusak parah, kekurangan guru, namun semangat belajar siswa tetap menyala di tengah keterbatasan. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x580_69eb541a3ff56.webp" length="79204" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Fri, 24 Apr 2026 18:29:56 +0700</pubDate>
<dc:creator>Rizqi Ardian</dc:creator>
<media:keywords>pendidikan, sekolah, siswa, pelajar, bantuan, guru, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p data-start="0" data-end="302"><strong data-start="0" data-end="20">BONDOWOSO, SJP —</strong> Di balik hamparan perbukitan di Kecamatan Wringin, langkah kecil anak-anak menuju sekolah menyimpan cerita yang tak banyak diketahui. Mereka datang dengan semangat belajar yang utuh, meski harus menembus jalan yang tak mudah dan memasuki bangunan sekolah yang jauh dari kata layak.</p>
<p data-start="304" data-end="653">Ruang kelas yang seharusnya menjadi tempat lahirnya mimpi, justru berdiri dengan kondisi rapuh. Dinding retak, atap rusak, dan sisa-sisa bangunan yang nyaris tak bisa lagi digunakan menjadi pemandangan sehari-hari di SDN Banyuwulu 2 dan SDN Banyuwulu 4. Saat angin kencang atau hujan datang, rasa cemas lebih dulu hadir dibanding kenyamanan belajar.</p>
<p data-start="655" data-end="947">Namun, di tengah keterbatasan itu, anak-anak tetap duduk rapi, membuka buku, dan menyimak pelajaran dengan penuh harap. Sekolah bagi mereka bukan sekadar bangunan, melainkan satu-satunya jalan untuk meraih masa depan yang lebih baik, meski harus bertaruh dengan kondisi yang serba kekurangan.</p>
<p data-start="949" data-end="1227">Ironisnya, perjuangan itu juga dirasakan para guru. Mereka menempuh perjalanan jauh demi memastikan kegiatan belajar tetap berjalan. Di tengah segala keterbatasan fasilitas dan tenaga pengajar, semangat untuk tetap mengajar dan belajar menjadi potret keteguhan yang mengharukan.</p>
<p data-start="1229" data-end="1537">Kondisi infrastruktur pendidikan di wilayah pelosok Kabupaten Bondowoso ini kembali menjadi sorotan setelah Bupati Bondowoso Abdul Hamid Wahid bersama Wakil Bupati As’ad Yahya Syafi’i dan jajaran kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) meninjau langsung SD Banyuwulu 2 dan SD Banyuwulu 4, Jumat (24/4/2026).</p>
<p data-start="1539" data-end="1749">Dalam kunjungan tersebut, ditemukan kondisi bangunan sekolah yang memprihatinkan dan membutuhkan penanganan segera. Kerusakan infrastruktur dinilai cukup parah dan berpotensi mengganggu proses belajar mengajar.</p>
<p data-start="1751" data-end="1941">Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bondowoso, Taufan Restuanto, mengakui bahwa persoalan infrastruktur masih menjadi pekerjaan rumah besar di sektor pendidikan, khususnya di daerah terpencil.</p>
<p data-start="1943" data-end="2146">“Kita akui memang masih ada masalah, terutama infrastruktur. Dari hasil kunjungan ke SD Banyuwulu 2 dan 4, kondisinya cukup mengenaskan. Ini menjadi bahan evaluasi dan dasar kebijakan ke depan,” ujarnya.</p>
<p data-start="2148" data-end="2429">Selain infrastruktur, Taufan juga menyoroti keterbatasan tenaga pendidik di wilayah tersebut. Di SD Banyuwulu 4, kepala sekolah harus menempuh perjalanan hingga dua jam setiap hari untuk sampai ke lokasi. Hal serupa juga dialami beberapa guru lainnya yang berasal dari luar daerah.</p>
<p data-start="2431" data-end="2601">“Kondisi ini menjadi dilema. Kalau kita lakukan pemerataan guru, lalu siapa yang akan mengisi di sekolah tersebut. Sementara jumlah siswa tetap harus dilayani,” jelasnya.</p>
<p data-start="2603" data-end="2825">Saat ini, jumlah siswa di kawasan tersebut tercatat sekitar 69 siswa tingkat SD dan 15 siswa tingkat SMP. Meski jumlahnya tidak besar, pemerintah menegaskan komitmennya untuk tetap memberikan layanan pendidikan yang layak.</p>
<p data-start="2827" data-end="3105">Terkait upaya perbaikan, Pemkab Bondowoso telah mengusulkan revitalisasi bangunan sekolah, khususnya di SD Banyuwulu 4. Jika hingga pertengahan tahun belum ada realisasi dari pemerintah pusat, maka perbaikan akan diupayakan melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).</p>
<p data-start="3107" data-end="3248">“Kalau sampai bulan Juni belum ada keputusan, kita akan upayakan dari APBD, semoga anggaran kita memungkinkan untuk perbaikan,” tegas Taufan.</p>
<p data-start="3250" data-end="3481">Sementara itu, penjaga sekolah, Surajak, menyampaikan bahwa kebutuhan paling mendesak saat ini adalah perbaikan ruang kelas. Menurutnya, bangunan sekolah sudah mengalami kerusakan parah sejak diterjang angin kencang pada 2017 lalu.</p>
<p data-start="3483" data-end="3736" data-is-last-node="" data-is-only-node="">“Di sini hanya ada dua ruang kelas SD, dan kondisinya memang memprihatinkan. Dulu sempat digunakan untuk kegiatan belajar, tapi saat musim hujan dan angin, kerusakan semakin parah hingga temboknya hancur dan akhirnya tidak bisa dipakai lagi,” ungkapnya. <strong>(*)</strong></p>
<p data-start="3483" data-end="3736" data-is-last-node="" data-is-only-node=""><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Bupati Bondowoso Dorong KDKMP Jadi Instrumen Strategis Ekonomi Kerakyatan</title>
<link>https://suarajatimpost.com/bupati-bondowoso-dorong-kdkmp-jadi-instrumen-strategis-ekonomi-kerakyatan</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/bupati-bondowoso-dorong-kdkmp-jadi-instrumen-strategis-ekonomi-kerakyatan</guid>
<description><![CDATA[ Penyerahan kendaraan operasional KDKMP menjadi langkah konkret Pemkab Bondowoso dalam mendorong pemerataan ekonomi berbasis desa. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x580_69e98af490267.webp" length="44734" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 23 Apr 2026 11:30:53 +0700</pubDate>
<dc:creator>Rizqi Ardian</dc:creator>
<media:keywords>pemerintahan, Bondowoso, advetorial, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>BONDOWOSO, SJP –</strong> Penguatan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) terus menjadi fokus Pemerintah Kabupaten Bondowoso dalam mendorong kemandirian ekonomi berbasis desa. KDKMP diposisikan sebagai instrumen strategis untuk memperluas akses ekonomi masyarakat sekaligus memperkuat distribusi kesejahteraan secara merata.</p>
<p>Langkah konkret tersebut diwujudkan melalui penyerahan 41 kendaraan operasional bagi KDKMP yang digelar di Pendopo Raden Bagus Assra, Kamis (23/4/2026). Bantuan ini diharapkan mampu meningkatkan mobilitas dan efektivitas layanan koperasi dalam menjangkau masyarakat hingga ke tingkat desa dan kelurahan.</p>
<p>Keberadaan KDKMP dinilai tidak hanya sebagai lembaga ekonomi biasa, melainkan sebagai motor penggerak ekonomi kerakyatan yang mampu mengelola potensi lokal secara optimal. Dengan dukungan sarana operasional, koperasi diharapkan semakin responsif dalam menangkap peluang usaha serta mempercepat pertumbuhan ekonomi di daerah.</p>
<p>Penguatan ini sekaligus menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah dalam menciptakan sistem ekonomi yang inklusif, berbasis gotong royong, serta berorientasi pada kesejahteraan masyarakat desa secara berkelanjutan.</p>
<p>Bupati Bondowoso, Abdul Hamid Wahid, saat penyerahan kendaraan operasional KDKMP mengatakan, KDKMP memiliki peran yang sangat strategis dalam memperkuat perekonomian desa dan kelurahan.</p>
<p>“KDKMP bukan hanya sekadar lembaga ekonomi, tetapi menjadi motor penggerak kemandirian masyarakat. Melalui koperasi, kita mendorong tumbuhnya usaha bersama, memperluas akses permodalan, serta menciptakan distribusi ekonomi yang lebih adil dan merata,” ujarnya.</p>
<p>Ia menambahkan, penyerahan kendaraan operasional tersebut bukan sekadar bantuan fisik, melainkan bentuk dukungan nyata pemerintah dalam meningkatkan efektivitas pelayanan koperasi kepada masyarakat.</p>
<p>Dengan adanya fasilitas tersebut, diharapkan mobilitas pengurus KDKMP semakin optimal, jangkauan pelayanan semakin luas, serta aktivitas ekonomi desa dapat berkembang lebih cepat.</p>
<p>Lebih lanjut, Bupati menekankan pentingnya pengelolaan potensi desa secara profesional dan inovatif. Menurutnya, setiap desa memiliki keunggulan tersendiri, mulai dari sektor pertanian, UMKM, kerajinan hingga potensi wisata yang harus dikembangkan secara maksimal.</p>
<p>“KDKMP harus mampu menjadi wadah untuk mengelola potensi tersebut secara profesional, inovatif, dan berorientasi pada nilai tambah,” tegasnya.</p>
<p>Ia juga mengingatkan agar kearifan lokal yang dimiliki setiap desa tetap dijaga dan diangkat sebagai kekuatan ekonomi. Produk berbasis budaya dan tradisi, lanjutnya, tidak hanya memiliki nilai ekonomi tetapi juga menjadi identitas daerah yang membanggakan.</p>
<p>Bupati juga  menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam program penguatan KDKMP tersebut.</p>
<p>Ia berharap, keberadaan KDKMP ke depan mampu menjadi pilar ekonomi rakyat yang tangguh, mandiri, serta berdaya saing tinggi dalam mendorong terwujudnya desa yang maju dan sejahtera.</p>
<p>Turut hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Bupati Bondowoso As'ad Yahya Syafi'i, jajaran Forkopimda, pimpinan perangkat daerah, camat, kepala desa sekaligus ketua KDKMP, serta perwakilan dari PT Mitsubishi Motor. <strong>(**)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Belanja Pegawai di Atas 30 Persen, DPRD Bondowoso Dorong Efisiensi dan Penyesuaian TPP ASN</title>
<link>https://suarajatimpost.com/belanja-pegawai-di-atas-30-persen-dprd-bondowoso-dorong-efisiensi-dan-penyesuaian-tpp-asn</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/belanja-pegawai-di-atas-30-persen-dprd-bondowoso-dorong-efisiensi-dan-penyesuaian-tpp-asn</guid>
<description><![CDATA[ DPRD Bondowoso dorong efisiensi belanja pegawai sesuai batas 30 persen di tengah turunnya APBD, termasuk evaluasi TPP dan optimalisasi kinerja ASN serta P3K demi menjaga pelayanan publik. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x580_69e8a255075dd.webp" length="21516" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 22 Apr 2026 18:21:16 +0700</pubDate>
<dc:creator>Rizqi Ardian</dc:creator>
<media:keywords>TPP, ASN, Bondowoso, PPPK, APBD, anggaran, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p data-start="109" data-end="516"><strong data-start="109" data-end="127">BONDOWOSO, SJP</strong> – Batas maksimal belanja pegawai sebesar 30 persen dari total APBD menjadi perhatian serius pemerintah daerah di seluruh Indonesia, termasuk Kabupaten Bondowoso. Ketentuan tersebut diatur dalam Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2022 tentang Hubungan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah (HKPD), yang mewajibkan daerah menata ulang komposisi anggaran secara lebih proporsional.</p>
<p data-start="518" data-end="917">Kebijakan ini menjadi tantangan tersendiri, terutama di tengah kondisi penurunan dana transfer pusat ke daerah. Akibatnya, banyak daerah mengalami penyusutan total APBD, sementara kewajiban pembayaran gaji dan tunjangan pegawai tetap harus dipenuhi.</p>
<p data-start="518" data-end="917">Kondisi tersebut berdampak pada meningkatnya persentase belanja pegawai secara otomatis, meskipun secara nominal tidak mengalami kenaikan signifikan.</p>
<p data-start="919" data-end="1277">Di sisi lain, pembatasan belanja pegawai ini berimplikasi langsung terhadap ruang fiskal daerah dalam membiayai pembangunan. Ketika porsi belanja pegawai meningkat, maka belanja modal dan program pembangunan berpotensi terpangkas.</p>
<p data-start="919" data-end="1277">Hal ini menjadi dilema bagi pemerintah daerah dalam menjaga keseimbangan antara pelayanan publik dan pembangunan infrastruktur.</p>
<p data-start="1279" data-end="1481">Merespons kondisi tersebut, DPRD Bondowoso mendorong adanya langkah strategis dan efisiensi anggaran agar ketentuan tersebut tetap dapat dipenuhi tanpa mengorbankan kualitas pelayanan kepada masyarakat.</p>
<p data-start="1483" data-end="1708">Ketua DPRD Bondowoso, Ahmad Dhafir, menyampaikan, Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) bupati bukanlah forum untuk menghitung anggaran, melainkan mengevaluasi kinerja pemerintah daerah selama satu tahun anggaran.</p>
<p data-start="1710" data-end="2096">“LKPJ ini adalah laporan keterangan pertanggungjawaban bupati tahun anggaran 2025. Jadi ini bukan soal perhitungan anggaran, karena itu akan dilakukan setelah DPRD dan bupati menerima LHP dari BPK,” kata Dhafir usai Rapat Paripurna penyerahan rekomendasi DPRD terhadap LKPJ Bupati Bondowoso tahun anggaran 2026 atas penjabaran APBD tahun anggaran 2025, di Gedung DPRD, Rabu (22/4/2026).</p>
<p data-start="2098" data-end="2317">Ia menjelaskan, dalam rapat tersebut DPRD memberikan sejumlah rekomendasi penting, salah satunya terkait penyesuaian kebijakan anggaran di tengah efisiensi fiskal, termasuk dalam penyusunan APBD 2026 dan tahun berjalan.</p>
<p data-start="2319" data-end="2542">Menurut Dhafir, meningkatnya persentase belanja pegawai di Bondowoso bukan disebabkan oleh penambahan pegawai, melainkan karena menurunnya total APBD akibat berkurangnya dana transfer pusat seperti DAU, DBH, hingga DBH-CHT.</p>
<p data-start="2544" data-end="2748">“Pada 2024, APBD kita sekitar Rp2,254 triliun. Sekarang turun menjadi sekitar Rp1,8 triliun. Sementara jumlah pegawai dan haknya tetap, sehingga secara persentase belanja pegawai terlihat naik,” jelasnya.</p>
<p data-start="2750" data-end="2947">Dampaknya, lanjut dia, belanja pembangunan atau belanja modal mengalami penurunan. Untuk itu, DPRD mendorong evaluasi menyeluruh terhadap belanja pegawai, khususnya pada komponen tunjangan kinerja.</p>
<p data-start="2949" data-end="3152">“Kami tidak bicara pemotongan, tapi penyesuaian. TPP itu tunjangan kinerja, jadi harus disesuaikan dengan beban kerja masing-masing ASN. Ada yang beban kerjanya tinggi, itu harus diperhatikan,” tegasnya.</p>
<p data-start="3154" data-end="3394">Selain itu, Dhafir juga menyoroti keberadaan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K) yang menjadi konsekuensi kebijakan nasional. Pemerintah daerah, kata dia, tetap harus memenuhi hak-hak mereka meskipun membutuhkan anggaran besar.</p>
<p data-start="3396" data-end="3558">“Pada 2023 saja, pengangkatan lebih dari 2.000 PPPK membutuhkan hampir Rp100 miliar per tahun. Mereka sudah mengabdi lama, jadi harus tetap diperhatikan,” ujarnya.</p>
<p data-start="3560" data-end="3815">Ia menambahkan, Pemerintah Kabupaten Bondowoso tidak melakukan pemutusan kerja terhadap PPPK, termasuk yang berstatus paruh waktu. Namun, setiap Organisasi Perangkat Daerah (OPD) diminta memastikan bahwa keberadaan tenaga tersebut benar-benar dibutuhkan.</p>
<p data-start="3817" data-end="3945" data-is-last-node="" data-is-only-node="">“Selama untuk pelayanan masyarakat, silakan dipertahankan. Tapi OPD harus bisa mempertanggungjawabkan kebutuhannya,” pungkasnya. <strong>(*)</strong></p>
<p data-start="3817" data-end="3945" data-is-last-node="" data-is-only-node=""><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Jembatan Kayu Jadi Alternatif Pejalan Kaki Selama Pembangunan Jembatan Sentong Bondowoso</title>
<link>https://suarajatimpost.com/jembatan-kayu-jadi-alternatif-pejalan-kaki-selama-pembangunan-jembatan-sentong-bondowoso</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/jembatan-kayu-jadi-alternatif-pejalan-kaki-selama-pembangunan-jembatan-sentong-bondowoso</guid>
<description><![CDATA[ Jembatan kayu alternatif di Bondowoso dibangun dari dana BTT untuk pejalan kaki selama pembangunan Jembatan Sentong, membantu mobilitas warga dan mendapat apresiasi masyarakat sekitar. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x580_69e70d38d0582.webp" length="81674" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Tue, 21 Apr 2026 13:31:47 +0700</pubDate>
<dc:creator>Rizqi Ardian</dc:creator>
<media:keywords>Jembatan Sentong, Sopir Angkot, Bondowoso, Human Interest, Transportasi Bondowoso, Penutupan Jembatan, Ekonomi Warga, Sopir Angkot Bondowoso</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p data-start="94" data-end="322"><strong data-start="94" data-end="112">BONDOWOSO, SJP</strong> – Di tengah aktivitas pembangunan jembatan alternatif yang menghubungkan Kelurahan Nangkaan dan Desa Sukowiryo, Kecamatan Bondowoso, Wakil Bupati Bondowoso, As’ad Yahya Syafi’i, turun langsung meninjau progres pembangunan ke lokasi.</p>
<p data-start="324" data-end="575">Jembatan alternatif yang kini menjadi tumpuan mobilitas sementara masyarakat tersebut dibangun melalui anggaran Belanja Tidak Terduga (BTT) sebesar Rp75 juta. Pengerjaannya ditargetkan rampung dalam 14 hari, terhitung sejak dimulai pada 11 April 2026.</p>
<p data-start="577" data-end="839">Meski dibangun dengan konstruksi kayu, jembatan sederhana yang diprioritaskan bagi pejalan kaki ini menjadi jawaban atas aspirasi warga yang menginginkan akses aman di tengah proses pembangunan Jembatan Sentong yang diperkirakan berlangsung selama delapan bulan.</p>
<p data-start="841" data-end="1082">“Alhamdulillah, hari ini saya melihat langsung jembatan alternatif ini. Ini memang permintaan warga. Meski masih sederhana, ke depan akan kita upayakan lebih kokoh,” ujar Wakil Bupati Bondowoso, didampingi Kepala Dinas BSBK dan Kalaksa BPBD.</p>
<p data-start="1084" data-end="1408">Meskipun sederhana, jembatan tersebut menjadi urat nadi penting bagi aktivitas harian warga, mulai dari anak sekolah hingga pedagang kecil yang harus tetap melintas. Bahkan, tak sedikit Aparatur Sipil Negara (ASN) di Dinas Lingkungan Hidup dan BPBD memilih berjalan kaki dengan memarkir kendaraan mereka di wilayah Nangkaan.</p>
<p data-start="1410" data-end="1679">Usai meninjau, Wabup mengapresiasi semangat masyarakat yang memanfaatkan fasilitas tersebut dengan penuh kesadaran. Ia juga mengimbau pentingnya menjaga kebersihan dan perawatan jembatan melalui kerja bakti rutin setiap hari Jumat agar tetap layak dan nyaman digunakan.</p>
<p data-start="1681" data-end="1814">“Kita akan adakan kerja bakti tiap Jumat, supaya lingkungan tetap bersih, tidak ada sampah, dan masyarakat merasa nyaman,” tambahnya.</p>
<p data-start="1816" data-end="2100">Sementara itu, pembangunan Jembatan Sentong disebut masih terus berjalan, meski belum maksimal karena sebagian masyarakat masih menggunakan jalur lama. Pemerintah berharap, dengan dialihkannya akses pejalan kaki ke jembatan alternatif, proses pembangunan dapat berjalan lebih optimal.</p>
<p data-start="2102" data-end="2219">“Nanti jika masyarakat sudah sepenuhnya dialihkan ke sini, pembangunan jembatan utama bisa lebih maksimal,” jelasnya.</p>
<p data-start="2221" data-end="2453">Di tengah keterbatasan, jembatan alternatif ini bukan sekadar penghubung antarwilayah. Konstruksi kayu yang kokoh tersebut menjadi simbol gotong royong, kesabaran, dan harapan warga akan hadirnya akses yang lebih baik di masa depan.</p>
<p data-start="2455" data-end="2697">Antusiasme warga terlihat saat jembatan alternatif tersebut hampir selesai dan siap difungsikan. Kehadiran akses sementara ini dinilai sangat membantu aktivitas sehari-hari yang sebelumnya sempat terganggu akibat pembangunan Jembatan Sentong.</p>
<p data-start="2699" data-end="2845">Sejumlah warga mengaku kini dapat kembali beraktivitas dengan lebih tenang, mulai dari bekerja, bersekolah, hingga berbelanja ke wilayah seberang.</p>
<p data-start="2847" data-end="3038">Salah seorang warga, Tindy (37) warga Kelurahan Dabasah yang bekerja di Dinas Lingkungan Hidup (DLH), menyampaikan rasa syukurnya atas perhatian pemerintah daerah. Menurutnya, meski jembatan tersebut masih sederhana, namun jauh lebih aman dibanding sebelumnya.</p>
<p data-start="3040" data-end="3249">“Kami tidak perlu memutar untuk ke kantor (DLH). Sepeda motor bisa dititipkan di Nangkaan, lalu kami berjalan kaki ke kantor. Ini sangat menghemat BBM dibanding harus memutar lewat jalur alternatif Nangkaan - Duko - Kembang,” ungkapnya.</p>
<p data-start="3251" data-end="3432">Hal senada disampaikan Siti Aminah (43), yang setiap hari melintas untuk mengantar anaknya ke sekolah. Ia mengapresiasi langkah cepat pemerintah dalam merespons aspirasi masyarakat.</p>
<p data-start="3434" data-end="3598" data-is-last-node="" data-is-only-node="">“Kami sangat terbantu, apalagi sekarang sudah ada jalur khusus pejalan kaki. Semoga bisa dirawat bersama dan pembangunan jembatan utamanya segera selesai,” ujarnya. <strong>(*)</strong></p>
<p data-start="3434" data-end="3598" data-is-last-node="" data-is-only-node=""><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Dinkes Bondowoso Main Aman, Proyek Puskesmas Mangkrak Dilanjutkan Tahun 2027</title>
<link>https://suarajatimpost.com/dinkes-bondowoso-main-aman-proyek-puskesmas-mangkrak-dilanjutkan-tahun-2027</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/dinkes-bondowoso-main-aman-proyek-puskesmas-mangkrak-dilanjutkan-tahun-2027</guid>
<description><![CDATA[ Revitalisasi Puskesmas Tegalampel yang mangkrak dipastikan lanjut 2027. Dinkes Bondowoso hindari risiko APBD Perubahan, pembayaran proyek masih menunggu hasil audit progres pekerjaan. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x580_69e60a6d289a3.webp" length="48584" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 20 Apr 2026 18:48:10 +0700</pubDate>
<dc:creator>Rizqi Ardian</dc:creator>
<media:keywords>Puskesmas, Dinkes, Bondowoso, mangkrak, BPK, KPK, rekanan, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>BONDOWOSO, SJP –</strong> Proyek revitalisasi Puskesmas Tegalampel Kecamatan Tegalampel Kabupaten Bondowoso yang mangkrak, direncanakan akan dilanjutkan pada tahun 2027.</p>
<p>Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bondowoso, Moch Jasin memastikan pekerjaan tetap akan dilanjutkan. Namun, karena belum tersedia anggaran dalam APBD awal, penganggaran ulang direncanakan pada tahun 2027. </p>
<p>Bahkan, kali ini Dinkes tidak berani bertaruh dan mengambil risiko, untuk menganggarkan di APBD Perubahan di tri wulan terakhir tahun 2026. Moch Jasin menilai, pengajuan melalui APBD Perubahan dinilai berisiko, terutama dari sisi waktu pelaksanaan.</p>
<p>“Kalau dipaksakan di APBD perubahan cukup berisiko. Setelah konsultasi, lebih aman dianggarkan kembali pada APBD awal tahun 2027,” jelasnya, saat dikonfirmasi di ruang kerjanya, pada Senin (20//2026).</p>
<p>Mangkraknya proyek ratusan juta tersebut, kata Jasin, menjadi acuan agar hal yang sama tidak terjadi. Dirinya berupaya meminimalisasi risiko proyek mangkrak dengan memperbaiki manajemen waktu, serta mempertimbangkan kembali pelaksanaan proyek fisik melalui mekanisme lelang, khususnya pada perubahan anggaran.</p>
<p>“Kita akan lebih memanage waktu dan kemungkinan tidak melakukan kegiatan fisik yang membutuhkan lelang di perubahan anggaran, karena risikonya cukup besar,” katanya.</p>
<p>Selain itu, Dinkes juga berharap adanya sistem yang lebih baik dalam proses lelang untuk menyaring rekanan, meskipun diakui bahwa secara administrasi seluruh peserta lelang biasanya telah memenuhi syarat.</p>
<p>“Secara kualifikasi dan administrasi mereka memenuhi, bahkan penawarannya terbaik. Tapi kita berharap ada sistem yang bisa lebih menyaring hal-hal seperti ini,” ujarnya.</p>
<p>Sementara itu, untuk kondisi bangunan yang belum rampung, Dinkes melakukan langkah efisiensi dengan memanfaatkan ruang yang ada serta meminta pihak puskesmas menjaga kondisi bangunan agar tidak semakin menurun kualitasnya.</p>
<p>“Kita minta dilakukan penutupan dan perawatan agar tidak terlihat kumuh,” imbuhnya.</p>
<p>Seperti diketahui, proyek revitalisasi Puskesmas Tegalampel di Kabupaten Bondowoso dilaporkan mangkrak meski telah menghabiskan anggaran ratusan juta rupiah dari Dana Alokasi Umum (DAU) kesehatan tahun 2025.</p>
<p>Berdasarkan data LPSE Bondowoso, proyek dengan pagu Rp930.540.380 dimenangkan oleh CV Fajar Mulya dari Kabupaten Pasuruan, dengan nilai kontrak Rp744.424.800, setelah mengungguli puluhan peserta lelang lainnya.</p>
<p>Namun hingga kini, proyek tersebut belum rampung dan masalah pembayaran kepada rekanan dan konsultan pengawas, saat ini masih menunggu hasil audit untuk menentukan progres pekerjaan. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>RSUD dr H Koesnadi Bondowoso Rekrut Tenaga Non ASN, 451 Peserta Ikut Seleksi</title>
<link>https://suarajatimpost.com/rsud-dr-h-koesnadi-bondowoso-rekrut-tenaga-non-asn-451-peserta-ikut-seleksi</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/rsud-dr-h-koesnadi-bondowoso-rekrut-tenaga-non-asn-451-peserta-ikut-seleksi</guid>
<description><![CDATA[ RSUD dr. H. Koesnadi Bondowoso umumkan hasil seleksi administrasi rekrutmen Non ASN 2026. Sebanyak 451 peserta lanjut tes kompetensi sebagai tahap penentu menjaring tenaga kesehatan profesional berkualitas. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x580_69e608bd0361a.webp" length="47558" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 20 Apr 2026 18:12:48 +0700</pubDate>
<dc:creator>Rizqi Ardian</dc:creator>
<media:keywords>rsud, rumah sakit, kesehatan, cukai, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>BONDOWOSO, SJP –</strong> Kabar penting bagi ratusan pencari kerja di sektor kesehatan. Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. H. Koesnadi Bondowoso resmi mengumumkan hasil seleksi administrasi rekrutmen tenaga Non ASN/BLUD tahun 2026. Pengumuman yang dirilis pada 14 April 2026 ini langsung menjadi sorotan publik, mengingat tingginya animo pelamar yang ingin bergabung di institusi layanan kesehatan tersebut.</p>
<p>Tahapan ini menjadi gerbang awal menuju proses seleksi yang lebih ketat dan kompetitif. Dari ratusan berkas yang masuk, panitia melakukan verifikasi secara menyeluruh guna memastikan hanya peserta yang memenuhi syarat yang dinyatakan lolos. Transparansi dan akuntabilitas disebut menjadi prinsip utama dalam proses rekrutmen ini.</p>
<p>Direktur RSUD dr. H. Koesnadi Bondowoso, dr. Yus Priyatna, menegaskan bahwa seluruh tahapan seleksi dilakukan secara profesional dan terbuka. Hal itu disampaikannya saat dikonfirmasi pada Senin (20/4/2026) di ruang kerjanya.</p>
<p>“Proses ini kami pastikan berjalan transparan dan objektif. Kami ingin mendapatkan tenaga yang benar-benar kompeten dan siap memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” ujarnya.</p>
<p>Ia juga menambahkan bahwa tingginya jumlah pelamar menunjukkan kepercayaan masyarakat terhadap RSUD dr. H. Koesnadi sebagai institusi pelayanan kesehatan. </p>
<p>“Ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus meningkatkan kualitas layanan, termasuk dari sisi sumber daya manusia,” imbuhnya.</p>
<p>Peserta yang dinyatakan lulus seleksi administrasi berhak melanjutkan ke tahap berikutnya, yakni Tes Kompetensi yang menjadi penentu utama dalam proses rekrutmen. Sementara bagi yang tidak lolos, dinyatakan gugur dan tidak dapat mengikuti tahapan selanjutnya. Keputusan panitia bersifat mutlak.</p>
<p>Sebanyak 451 peserta dijadwalkan mengikuti Tes Kompetensi yang telah dilaksanakan pada Kamis, 16 April 2026, bertempat di Aula Puspa Indah. Pelaksanaan tes dibagi ke dalam enam sesi, mulai pukul 08.00 hingga 17.00 WIB, guna memastikan kelancaran dan ketertiban.</p>
<p>Setiap peserta diwajibkan hadir minimal 30 menit sebelum jadwal dimulai untuk proses registrasi. Panitia juga menerapkan aturan ketat, termasuk larangan keterlambatan, penggunaan alat komunikasi, hingga praktik kerja sama selama tes berlangsung.</p>
<p>Dalam pelaksanaannya, peserta diwajibkan mengenakan kemeja putih, bawahan hitam, serta sepatu tertutup. Bagi peserta perempuan berhijab, diwajibkan menggunakan kerudung hitam. Selain itu, peserta juga harus membawa KTP asli, laptop, dan charger sebagai perlengkapan utama tes berbasis teknologi.</p>
<p>“Disiplin dan integritas menjadi bagian penting dalam seleksi ini. Kami ingin memastikan bahwa seluruh peserta mengikuti proses secara jujur dan tertib,” tegas dr. Yus.</p>
<p>Panitia juga telah menyiapkan fasilitas penunjang secara maksimal guna mendukung kelancaran pelaksanaan tes. Setiap sesi berlangsung selama satu jam dengan jeda antar sesi, sehingga peserta dapat mengikuti tahapan dengan lebih terstruktur.</p>
<p>Rekrutmen ini menjadi bagian dari upaya RSUD dr. H. Koesnadi dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan melalui penyediaan tenaga profesional. Dengan sistem seleksi yang modern dan berbasis kompetensi, diharapkan tenaga yang terpilih mampu memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat.</p>
<p>“Ini bukan sekadar rekrutmen, tetapi bagian dari investasi jangka panjang dalam meningkatkan mutu pelayanan kesehatan di Bondowoso,” pungkasnya. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Proyek Revitalisasi Puskesmas Tegalampel Bondowoso Mangkrak, Rekanan Terancam Diblacklist</title>
<link>https://suarajatimpost.com/proyek-revitalisasi-puskesmas-tegalampel-bondowoso-mangkrak-rekanan-terancam-diblacklist</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/proyek-revitalisasi-puskesmas-tegalampel-bondowoso-mangkrak-rekanan-terancam-diblacklist</guid>
<description><![CDATA[ Proyek revitalisasi Puskesmas Tegalampel Bondowoso mangkrak, Dinkes menunggu hasil audit untuk menentukan progres pekerjaan dan pembayaran, sementara rekanan CV Fajar Mulya terancam sanksi hingga masuk daftar hitam. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x580_69e6022a6206f.webp" length="74412" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 20 Apr 2026 17:40:04 +0700</pubDate>
<dc:creator>Rizqi Ardian</dc:creator>
<media:keywords>Kesehatan, puskesmas, mangkrak, BPK, KPK, rekanan, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p data-start="519" data-end="682"><strong data-start="519" data-end="539">BONDOWOSO, SJP –</strong> Proyek rehabilitasi Puskesmas Tegalampel, Kabupaten Bondowoso, tahun anggaran 2025, hingga kini mangkrak dan belum menunjukkan kejelasan penyelesaian.</p>
<p data-start="431" data-end="642">Proyek yang dibiayai dari Dana Alokasi Umum (DAU) sektor kesehatan tersebut sebelumnya digadang-gadang menjadi penopang peningkatan layanan kesehatan masyarakat. Namun di lapangan, pekerjaan justru terbengkalai.</p>
<p data-start="644" data-end="871">Data Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) mencatat, proyek dengan pagu Rp930,5 juta itu dimenangkan oleh CV Fajar Mulya, kontraktor asal Pasuruan, dengan nilai penawaran Rp744,4 juta atau turun sekitar 20 persen dari HPS.</p>
<p data-start="873" data-end="975">Penurunan signifikan tersebut kini menjadi sorotan, seiring tidak rampungnya pekerjaan sesuai harapan.</p>
<p data-start="1284" data-end="1452">Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bondowoso, Moch Jasin, membenarkan bahwa proyek tersebut saat ini belum rampung dan pihaknya belum melakukan pembayaran kepada rekanan.</p>
<p data-start="1454" data-end="1575">Menurutnya, pembayaran masih menunggu hasil audit untuk mengetahui sejauh mana progres pekerjaan yang telah diselesaikan.</p>
<p data-start="1577" data-end="1747">“Pertama, kita menunggu hasil audit. Dari situ akan diketahui berapa persen progres pekerjaan rekanan, dan itu yang menjadi dasar pembayaran,” ujarnya, Senin (20/4/2026).</p>
<p data-start="1749" data-end="1898">Ia menambahkan, mekanisme serupa juga berlaku untuk konsultan pengawas. Pembayaran akan disesuaikan dengan capaian pekerjaan berdasarkan hasil audit.</p>
<p data-start="1900" data-end="2005">“Untuk konsultan pengawas juga sama, dibayarkan sesuai progres pekerjaan yang dinilai auditor,” imbuhnya.</p>
<p data-start="2007" data-end="2170">Terkait sanksi, Dinas Kesehatan menyatakan akan mengacu pada ketentuan yang berlaku, termasuk kemungkinan mengusulkan rekanan masuk dalam daftar hitam (blacklist).</p>
<p data-start="2172" data-end="2246">“Sesuai aturan, ada kemungkinan kita usulkan untuk blacklist,” pungkasnya. <strong>(*)</strong></p>
<p data-start="2172" data-end="2246"><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Penimbunan 1 Ton Pertalite di Bondowoso Terbongkar, Dua Orang Diamankan</title>
<link>https://suarajatimpost.com/penimbunan-1-ton-pertalite-di-bondowoso-terbongkar-dua-orang-diamankan</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/penimbunan-1-ton-pertalite-di-bondowoso-terbongkar-dua-orang-diamankan</guid>
<description><![CDATA[ Polres Bondowoso mengungkap kasus penimbunan BBM bersubsidi jenis Pertalite sebanyak 1,015 ton. Dua tersangka diamankan dan terancam hukuman hingga 6 tahun penjara. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x580_69e21b5e9ec92.webp" length="34324" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Fri, 17 Apr 2026 19:02:06 +0700</pubDate>
<dc:creator>Rizqi Ardian</dc:creator>
<media:keywords>kriminial, suarajatimpost, pencurian, polisi, pembunuhan, narkoba, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p data-start="0" data-end="276"><strong data-start="0" data-end="18">BONDOWOSO, SJP</strong> – Praktik penimbunan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi kembali terungkap di Kabupaten Bondowoso. Aksi ilegal yang merugikan masyarakat ini berhasil dibongkar aparat kepolisian setelah menerima laporan warga terkait aktivitas mencurigakan di sejumlah SPBU.</p>
<p data-start="278" data-end="530">Dalam pengungkapan tersebut, polisi mengamankan dua orang pelaku beserta barang bukti dalam jumlah besar. Dari tangan keduanya, petugas menyita BBM jenis Pertalite sebanyak kurang lebih 1,015 ton yang diduga akan diperjualbelikan kembali secara ilegal.</p>
<p data-start="532" data-end="801">Kasus ini menjadi perhatian serius, mengingat penimbunan BBM bersubsidi tidak hanya melanggar hukum, tetapi juga berdampak langsung terhadap ketersediaan energi bagi masyarakat yang berhak, terutama di tengah upaya pemerintah menjaga distribusi BBM tetap tepat sasaran.</p>
<p data-start="803" data-end="979">Pelaku yang telah ditetapkan sebagai tersangka yakni Abdul Manap (64), warga Desa/Kecamatan Wringin, serta Mustopa (74), warga Desa Sempol, Kecamatan Ijen, Kabupaten Bondowoso.</p>
<p data-start="981" data-end="1254">Selain mengamankan barang bukti, polisi juga langsung menahan kedua tersangka untuk proses penyidikan lebih lanjut. Berdasarkan informasi yang dihimpun, para pelaku menjalankan aksinya dengan mendatangi sejumlah SPBU di wilayah Bondowoso hingga Situbondo menggunakan mobil.</p>
<p data-start="1256" data-end="1488">Mereka mengisi penuh tangki kendaraan, kemudian memindahkan BBM tersebut ke dalam jeriken yang telah disiapkan. Selanjutnya, BBM itu ditimbun di lokasi tertentu sebelum dijual kembali ke kios-kios dengan harga yang telah ditentukan.</p>
<p data-start="1490" data-end="1646">Kasat Reskrim Polres Bondowoso, Iptu Wawan Triono, mengungkapkan bahwa kasus ini masih terus dikembangkan untuk mengungkap kemungkinan adanya jaringan lain.</p>
<p data-start="1648" data-end="1779">“Ini masih kami lakukan pengembangan dan pemeriksaan intensif,” ujarnya saat dikonfirmasi di Mapolres Bondowoso, Jumat (17/4/2026).</p>
<p data-start="1781" data-end="1936">Menurutnya, pengungkapan kasus ini bermula dari aduan masyarakat yang kemudian ditindaklanjuti dengan penyelidikan intensif terhadap aktivitas para pelaku.</p>
<p data-start="1938" data-end="2019">“Pelaku tertangkap basah di jalan sesaat setelah melancarkan aksinya,” tandasnya.</p>
<p data-start="2021" data-end="2282">Atas perbuatannya, kedua tersangka dijerat Pasal 55 Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2001 tentang Minyak dan Gas Bumi sebagaimana telah diubah dalam Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2023. Mereka terancam hukuman penjara maksimal enam tahun atau denda hingga Rp60 miliar. <strong>(*)</strong></p>
<p data-start="2021" data-end="2282"><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Kasus Kekerasan Anak di Bondowoso: Pelaku Diamankan Polisi, Dinsos P3AKB Beri Pendampingan</title>
<link>https://suarajatimpost.com/kasus-kekerasan-anak-di-bondowoso-pelaku-diamankan-polisi-dinsos-p3akb-beri-pendampingan</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/kasus-kekerasan-anak-di-bondowoso-pelaku-diamankan-polisi-dinsos-p3akb-beri-pendampingan</guid>
<description><![CDATA[ Dinsos P3AKB Bondowoso memberikan pendampingan menyeluruh kepada korban kekerasan seksual anak, mulai dari visum hingga dukungan psikologis, serta memastikan hak pendidikan korban tetap terpenuhi. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x580_69e20c2548bf5.webp" length="25434" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Fri, 17 Apr 2026 18:40:46 +0700</pubDate>
<dc:creator>Rizqi Ardian</dc:creator>
<media:keywords>Kekerasan Seksual di bawah umur, pemuda nganjuk, kasus persetubuhan, PPA Polres Bondowoso, Polisi</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p data-start="0" data-end="344"><strong data-start="0" data-end="18">BONDOWOSO, SJP</strong> – Kasus kekerasan seksual terhadap anak kembali menjadi perhatian serius di Kabupaten Bondowoso. Pasalnya, baru-baru ini telah terjadi kekerasan seksual terhadap anak di bawah umur berinisial S (16) yang diduga menjadi korban aksi bejad kakak iparnya sendiri, berinisial M (39), hingga korban hamil 8 bulan.</p>
<p data-start="0" data-end="344">"Terduga pelaku saat ini telah diamankan oleh jajaran Satreskrim Polres Bondowoso dan mendekam di balik jeruji besi tahanan," kata Kasat Reskrim Polres Bondowoso, Iptu Wawan Triono, saat dikonfirmasi pada Jumat (7/4/2026).</p>
<p data-start="0" data-end="344">Bukan hanya memberikan hukuman seberat-beratnya kepada pelaku, korban yang masih di bawah umur juga perlu mendapatkan pendampingan. Oleh sebab itu, Pemerintah daerah melalui Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (Dinsos P3AKB) memastikan korban mendapatkan pendampingan intensif guna memulihkan kondisi fisik maupun psikologisnya.</p>
<p data-start="346" data-end="632">Tak hanya fokus pada proses hukum, pendampingan juga diarahkan untuk menjamin hak-hak korban tetap terpenuhi, termasuk perlindungan, kesehatan, hingga keberlanjutan pendidikan. Langkah ini menjadi bagian dari upaya komprehensif dalam menangani dampak jangka panjang yang dialami korban.</p>
<p data-start="634" data-end="942">Kasus ini sendiri menjadi alarm bagi semua pihak, mengingat kekerasan seksual terjadi di lingkungan terdekat korban dan berlangsung berulang hingga menyebabkan kehamilan. Kondisi tersebut menunjukkan pentingnya peran keluarga dan lingkungan dalam mendeteksi serta mencegah kekerasan terhadap anak sejak dini.</p>
<p data-start="944" data-end="1061">Hal tersebut disampaikan oleh Hafidhatullaily, Kepala Bidang Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Dinsos P3AKB,  usai menghadiri konferensi pers di Polres Bondowoso, Jumat (17/4/2026).</p>
<p data-start="1063" data-end="1356">Menurut Hafidhatullaily, berdasarkan kronologi yang dihimpun, peristiwa kekerasan seksual tersebut pertama kali terjadi saat korban berada di kamar tidurnya. Pelaku yang merupakan kakak ipar korban masuk ke dalam kamar dan melakukan tindakan tersebut, yang kemudian berulang di lokasi berbeda.</p>
<p data-start="1358" data-end="1571">“Kasus ini tidak terjadi satu kali, tetapi berulang hingga akhirnya korban diketahui dalam kondisi hamil. Korban baru berani menyampaikan kejadian tersebut saat usia kehamilan kurang lebih delapan bulan,” ujarnya.</p>
<p data-start="1573" data-end="1793">Setelah laporan diterima, pihak Dinsos P3AKB langsung berkoordinasi dengan kepolisian untuk memberikan pendampingan menyeluruh kepada korban. Pendampingan meliputi visum medis, visum psikiatri, serta dukungan psikologis.</p>
<p data-start="1795" data-end="2015">“Kami dihubungi oleh Polres dan langsung melakukan pendampingan, mulai dari visum hingga pendampingan psikologis. Jika ke depan korban masih membutuhkan pendampingan lanjutan, kami siap untuk terus mendampingi,” katanya.</p>
<p data-start="2017" data-end="2178">Ia menegaskan bahwa pihaknya berkomitmen tidak akan melepas korban begitu saja dan akan terus hadir dalam proses pemulihan, termasuk mendampingi keluarga korban.</p>
<p data-start="2180" data-end="2427">Selain itu, Dinsos P3AKB juga memberi perhatian pada keberlanjutan pendidikan korban. Upaya dilakukan agar korban tidak putus sekolah, termasuk membuka opsi pendidikan alternatif seperti program kejar paket melalui koordinasi dengan dinas terkait.</p>
<p data-start="2429" data-end="2570">“Yang terpenting, korban tetap mendapatkan hak pendidikannya. Kami akan upayakan berbagai solusi agar tidak sampai putus sekolah,” tambahnya.</p>
<p data-start="2572" data-end="2781">Lebih lanjut, Hafidhatullaily mengungkap, sejak awal tahun 2026 hingga saat ini, pihaknya telah menangani sekitar sepuluh kasus serupa, yang sebagian besar melibatkan anak di bawah umur sebagai korban.</p>
<p data-start="2783" data-end="2935">Ia juga menyebut adanya kasus lain dengan pelaku berusia lanjut yang tidak memiliki hubungan keluarga dengan korban, melainkan tetangga satu lingkungan.</p>
<p data-start="2937" data-end="3153">"Kami (Dinsos P3AKB Bondowoso) menegaskan akan terus meningkatkan upaya pencegahan serta pendampingan terhadap korban kekerasan, khususnya perempuan dan anak, melalui sinergi dengan aparat penegak hukum dan instansi terkait," pungkasnya.<strong> (*)</strong></p>
<p data-start="2937" data-end="3153"><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Polres Bondowoso Ungkap 5 Kasus Narkoba, Sita Sabu dan Ribuan Pil Berbahaya</title>
<link>https://suarajatimpost.com/polres-bondowoso-ungkap-5-kasus-narkoba-sita-sabu-dan-ribuan-pil-berbahaya</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/polres-bondowoso-ungkap-5-kasus-narkoba-sita-sabu-dan-ribuan-pil-berbahaya</guid>
<description><![CDATA[ Satresnarkoba Polres Bondowoso mengungkap lima kasus narkoba dengan lima tersangka. Polisi menyita 8,52 gram sabu dan 6.265 pil berlogo Y serta terus mengembangkan jaringan peredaran. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x580_69e20a5a49c36.webp" length="52756" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Fri, 17 Apr 2026 18:00:39 +0700</pubDate>
<dc:creator>Rizqi Ardian</dc:creator>
<media:keywords>kriminal, miras, polres, polsek, polisi, polda, hukum, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p data-start="0" data-end="311"><strong data-start="0" data-end="18">BONDOWOSO, SJP</strong> – Komitmen dalam memerangi peredaran narkotika kembali ditegaskan Kepolisian Resor Bondowoso. Dalam upaya berkelanjutan memberantas penyalahgunaan zat terlarang yang kian meresahkan, Satresnarkoba Polres Bondowoso berhasil mengungkap lima kasus narkoba sekaligus dalam satu rangkaian operasi.</p>
<p data-start="313" data-end="560">Tak hanya mengamankan barang bukti, aparat juga menetapkan lima orang sebagai tersangka dalam pengungkapan tersebut. Kasus ini menjadi gambaran bahwa peredaran narkoba di wilayah Bondowoso masih menjadi ancaman nyata yang perlu diwaspadai bersama.</p>
<p data-start="562" data-end="859">Dari hasil pengungkapan, petugas menyita narkotika jenis sabu seberat 8,52 gram serta 6.265 butir pil berlogo Y berwarna putih yang diduga merupakan obat keras berbahaya. Barang bukti ini menunjukkan skala peredaran yang cukup signifikan dan berpotensi merusak masyarakat, khususnya kalangan muda.</p>
<p data-start="861" data-end="956">Pengungkapan tersebut disampaikan dalam press release di Mapolres Bondowoso, Jumat (17/4/2026).</p>
<p data-start="958" data-end="1150">Kepala Satuan Reserse Narkoba Polres Bondowoso, AKP Deky Julkarnain, menjelaskan bahwa keberhasilan ini merupakan hasil pengembangan dari serangkaian penyelidikan intensif di sejumlah wilayah.</p>
<p data-start="1152" data-end="1282">“Dalam pengungkapan kali ini, kami berhasil mengungkap lima kasus dengan total lima tersangka yang kini telah diamankan,” ujarnya.</p>
<p data-start="1284" data-end="1446">Menurut AKP Deky, peredaran narkoba jenis sabu dan pil berlogo Y masih menjadi ancaman serius bagi masyarakat, terutama generasi muda yang rentan menjadi sasaran.</p>
<p data-start="1448" data-end="1577">“Kami terus melakukan upaya penindakan dan pencegahan guna memutus mata rantai peredaran narkoba di wilayah Bondowoso,” tegasnya.</p>
<p data-start="1579" data-end="1798">Saat ini, kelima tersangka tengah menjalani pemeriksaan lebih lanjut di Mapolres Bondowoso. Penyidik juga masih melakukan pengembangan guna mengungkap kemungkinan adanya jaringan yang lebih luas di balik kasus tersebut.</p>
<p data-start="1800" data-end="2078" data-is-last-node="" data-is-only-node="">Polres Bondowoso turut mengimbau masyarakat agar berperan aktif dalam memberikan informasi terkait peredaran narkoba. Sinergi antara aparat dan masyarakat dinilai penting untuk menciptakan lingkungan yang aman serta bebas dari penyalahgunaan narkotika dan obat-obatan berbahaya.</p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Jalur Alternatif Jetis–Pancoran Rusak, Dinas BSBK Bondowoso Siapkan Penanganan Tambal Sulam</title>
<link>https://suarajatimpost.com/jalur-alternatif-jetispancoran-rusak-dinas-bsbk-bondowoso-siapkan-penanganan-tambal-sulam</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/jalur-alternatif-jetispancoran-rusak-dinas-bsbk-bondowoso-siapkan-penanganan-tambal-sulam</guid>
<description><![CDATA[ Warga Desa Jetis, Bondowoso, mengeluhkan kerusakan jalan alternatif Jetis–Pancoran akibat dilalui kendaraan bertonase berat pasca amblesnya Jembatan Sentong. Perbaikan tambal sulam segera dilakukan. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x580_69dde2beaa6b0.webp" length="147682" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Tue, 14 Apr 2026 14:00:41 +0700</pubDate>
<dc:creator>Rizqi Ardian</dc:creator>
<media:keywords>altenatif, jetis, pancoran, Bondowoso, sentong, BSBK, Provinsi Jatim, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>BONDOWOSO, SJP –</strong> Jalan alternatif di Dusun Pagungan, Blok Masjid dan Loji, RT 12, 13, dan 14, Desa Jetis, Kecamatan Curahdami, Kabupaten Bondowoso, mulai dikeluhkan warga setempat.</p>
<p>Pasalnya, Jalan Argopuro yang menghubungkan Desa Jetis dan Desa Pancoran mengalami kerusakan sejak difungsikan sebagai jalur alternatif pascaambrolnya Jembatan Sentong yang menghubungkan Kabupaten Bondowoso dan Jember.</p>
<p>Di lokasi, tampak sejumlah ruas jalan mulai rusak akibat sering dilalui kendaraan bertonase berat yang melebihi kelas jalan. Bahkan, saluran drainase di sisi jalan juga mengalami kerusakan karena dilindas kendaraan besar.</p>
<p>Padahal, pemerintah telah mengimbau agar kendaraan besar seperti truk dan bus melintas melalui jalur alternatif Koncer–Tasnan serta Koncer–Kalianyar–Grujugan Kidul. Namun, masih banyak kendaraan berat yang melanggar imbauan tersebut.</p>
<p>Akibatnya, jalan alternatif di ruas Jetis–Pancoran yang tidak sesuai peruntukannya mengalami kerusakan, sehingga memicu keluhan warga karena hingga kini belum ada perbaikan.</p>
<p>Keluhan itu disampaikan salah seorang warga pada Selasa (14/4/2026) siang. Ia mengaku khawatir kondisi jalan rusak dan berlubang sepanjang kurang lebih satu kilometer akan semakin parah jika tidak segera ditangani.</p>
<p>“Sejak jadi jalur alternatif, banyak kendaraan besar yang lewat sini. Akibatnya, jalan yang awalnya rusak sedang kini kondisinya parah dan mengkhawatirkan pengguna jalan,” ujarnya.</p>
<p>Keluhan tersebut dibenarkan Kepala Desa Jetis, Saefuddin Hakim. Ia mengaku telah menerima laporan dari warga dan menyampaikannya kepada dinas terkait agar segera dilakukan perbaikan.</p>
<p>“Di utara balai desa ada sekitar 50 meter yang rusak parah dan perlu tambal sulam. Ada juga beberapa titik lain yang rusak, tepatnya di gapura perbatasan Desa Jetis dan Pancoran,” ungkapnya saat dikonfirmasi di balai desa.</p>
<p>Sementara itu, Kepala Dinas Bina Marga Sumber Daya Air dan Bina Konstruksi (BSBK) Kabupaten Bondowoso, Ansori, menyatakan, dalam waktu dekat jalan tersebut akan diperbaiki dengan metode tambal sulam.</p>
<p>“Dalam waktu dekat, sekitar bulan ini (April), jalan tersebut akan kami tambal sulam, seperti ruas jalan alternatif lainnya,” ujar Ansori saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon.</p>
<p>Ia juga memastikan bahwa Pemerintah Kabupaten Bondowoso tidak melakukan pembiaran terhadap kerusakan jalan tersebut. Menurutnya, masih proses pengadaan bahannya.</p>
<p>“Kemarin kami kehabisan stok bahan material. Aspal sudah tersedia, tinggal bahan lainnya yang sedang kami siapkan. Insyaallah pekan depan sudah kami perbaiki dengan tambal sulam,” tegasnya.</p>
<p>Ansori menambahkan, ruas jalan Jetis–Pancoran tidak dianggarkan untuk revitalisasi. Penanganan yang dilakukan hanya berupa tambal sulam agar jalur alternatif tersebut tetap aman dilalui.</p>
<p>“Belum dianggarkan baik rehabilitasi, maupun rekonstruksi jalan, hanya tambal sulam,” pungkasnya.</p>
<p>Diketahui, pembangunan Jembatan Sentong saat ini telah mulai dikerjakan oleh pihak ketiga. Proyek dengan nilai anggaran Rp17,5 miliar tersebut ditargetkan rampung dalam waktu delapan bulan. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor: Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Pemkab Bondowoso Optimalkan Dana BTT untuk Tangani Dampak Banjir di Sejumlah Wilayah</title>
<link>https://suarajatimpost.com/pemkab-bondowoso-optimalkan-dana-btt-untuk-tangani-dampak-banjir-di-sejumlah-wilayah</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/pemkab-bondowoso-optimalkan-dana-btt-untuk-tangani-dampak-banjir-di-sejumlah-wilayah</guid>
<description><![CDATA[ Dinas BSBK dan BPBD Bondowoso memanfaatkan dana BTT sekitar Rp500 juta untuk penanganan darurat banjir di tujuh titik, termasuk pembangunan bronjong dan akses sementara. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x580_69dce0242634c.webp" length="78552" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 13 Apr 2026 19:59:18 +0700</pubDate>
<dc:creator>Rizqi Ardian</dc:creator>
<media:keywords>bencana, angin, banjir, longsor, puting beliung, BPBD, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p data-start="453" data-end="798"><strong data-start="453" data-end="471">BONDOWOSO, SJP</strong> – Pemerintah Kabupaten Bondowoso mengoptimalkan penggunaan Belanja Tidak Terduga (BTT) sebagai langkah cepat dalam menangani dampak bencana banjir yang melanda sejumlah wilayah. Skema anggaran darurat ini menjadi andalan di tengah keterbatasan fiskal daerah, terutama untuk merespons kerusakan infrastruktur secara mendesak.</p>
<p data-start="800" data-end="1099">Pemanfaatan dana BTT difokuskan pada penanganan awal di titik-titik terdampak, seperti penguatan tebing sungai dengan bronjong serta perbaikan akses jalan dan jembatan sementara. Langkah ini dinilai krusial guna memastikan aktivitas masyarakat tetap berjalan dan dampak bencana tidak semakin meluas.</p>
<p data-start="1101" data-end="1337">Kolaborasi lintas organisasi perangkat daerah (OPD), khususnya antara Dinas Bina Marga, Sumber Daya Air, dan Bina Konstruksi (BSBK) serta Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), menjadi kunci dalam percepatan penanganan di lapangan.</p>
<p data-start="1344" data-end="1535">Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Bondowoso, Kristianto Putro Prasojo, menjelaskan, penggunaan dana BTT dilakukan untuk penanganan darurat di sejumlah titik yang terdampak banjir.</p>
<p data-start="1537" data-end="1717">“Penanganan ini kita lakukan secara kolaboratif dengan Dinas BSBK dan dinas terkait. Dana BTT digunakan untuk langkah cepat, terutama pembangunan bronjong di titik-titik rawan,” ujarnya, Senin saat menemani Bupati Abdul Hamid Wahid meninjau pembangunan bronjong di Desa Wonoboyo Kecamatan Klabang, Senin (13/4/2026).</p>
<p data-start="1719" data-end="1908">Ia menyebutkan, terdapat tujuh titik penanganan yang tersebar di beberapa kecamatan, tidak hanya di Desa Wonoboyo, tetapi juga di wilayah lain seperti Tlogosari, Ampelan, hingga Botolinggo.</p>
<p data-start="1910" data-end="2039">“Total ada tujuh titik yang ditangani, dan semuanya menggunakan bronjong sebagai solusi awal untuk menahan luapan air,” jelasnya.</p>
<p data-start="2041" data-end="2248">Selain itu, total anggaran yang digunakan melalui skema BTT untuk penanganan awal tersebut mencapai sekitar Rp500 juta. Anggaran ini dialokasikan untuk memastikan dampak banjir dapat segera dikendalikan.</p>
<p data-start="2250" data-end="2416">“Kurang lebih sekitar Rp500 juta untuk penanganan awal di beberapa titik. Ini sifatnya darurat, yang penting air tidak langsung masuk ke permukiman warga,” ungkapnya.</p>
<p data-start="2418" data-end="2570">Sementara itu, Kepala Dinas BSBK, Ansori, menambahkan, penanganan terhadap infrastruktur seperti jembatan juga dilakukan secara sementara agar tetap dapat dilalui masyarakat.</p>
<p data-start="2572" data-end="2725">“Untuk jembatan yang rusak, sementara kita tangani dulu agar bisa dilewati. Nantinya perbaikan permanen akan diusulkan melalui perubahan APBD,” imbuhnya.</p>
<p data-start="2727" data-end="2900">Ansori menegaskan bahwa penggunaan dana BTT merupakan langkah strategis dalam kondisi darurat, sembari menunggu proses penganggaran lanjutan untuk penanganan jangka panjang.</p>
<p data-start="2902" data-end="3037">“Yang utama saat ini adalah penanganan cepat. Untuk permanennya, kita sesuaikan dengan kemampuan anggaran daerah ke depan,” pungkasnya. <strong>(*)</strong></p>
<p data-start="2902" data-end="3037"><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Antisipasi Banjir Tahunan, Pemkab Bondowoso Perkuat Mitigasi di Wonoboyo</title>
<link>https://suarajatimpost.com/antisipasi-banjir-tahunan-pemkab-bondowoso-perkuat-mitigasi-di-wonoboyo</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/antisipasi-banjir-tahunan-pemkab-bondowoso-perkuat-mitigasi-di-wonoboyo</guid>
<description><![CDATA[ Pemkab Bondowoso bersama pemerintah desa memperkuat langkah antisipasi banjir di Wonoboyo melalui pembangunan bronjong, edukasi warga, dan sistem mitigasi terintegrasi. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x580_69dcdbe5310cf.webp" length="66520" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 13 Apr 2026 19:20:07 +0700</pubDate>
<dc:creator>Rizqi Ardian</dc:creator>
<media:keywords>bencana, angin, banjir, longsor, puting beliung, BPBD, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p data-start="459" data-end="818"><strong data-start="459" data-end="477">BONDOWOSO, SJP</strong> – Ancaman banjir tahunan yang terus menghantui Desa Wonoboyo, Kecamatan Klabang, Kabupaten Bondowoso, mendorong pemerintah daerah dan desa setempat untuk memperkuat langkah antisipasi bencana secara lebih sistematis. Tidak hanya fokus pada penanganan darurat, upaya pencegahan kini menjadi prioritas utama guna meminimalisir risiko kerugian di masa mendatang.</p>
<p data-start="459" data-end="818">Bencana yang berulang sejak beberapa tahun terakhir menjadi pengingat bahwa pendekatan reaktif tidak lagi cukup. Diperlukan langkah mitigasi yang terencana, mulai dari penguatan infrastruktur hingga perubahan perilaku masyarakat dalam menjaga lingkungan.</p>
<p data-start="1076" data-end="1282">Pemerintah Kabupaten Bondowoso pun mulai mengarahkan kebijakan pada pembangunan sistem penanggulangan bencana yang terintegrasi, terutama di wilayah rawan seperti Wonoboyo yang berada di kawasan perbatasan.</p>
<p data-start="1284" data-end="1499">Di sisi lain, pemerintah desa turut mengambil peran penting dengan memperkuat edukasi kepada masyarakat agar lebih peduli terhadap faktor-faktor penyebab banjir, termasuk persoalan sampah dan tata kelola lingkungan.</p>
<p data-start="1506" data-end="1707">Bupati Bondowoso, <span class="hover:entity-accent entity-underline inline cursor-pointer align-baseline"><span class="whitespace-normal">Abdul Hamid Wahid</span></span>, menegaskan bahwa penanganan banjir di Wonoboyo tidak hanya berhenti pada langkah sementara, namun diarahkan pada sistem mitigasi jangka panjang.</p>
<p data-start="1709" data-end="1962">“Kita sedang membangun sistem penanganan kebencanaan yang terintegrasi, mulai dari preventif hingga penanganan dampaknya. Ini penting karena Wonoboyo termasuk wilayah yang rawan dan berada di perbatasan,” ujarnya saat meninjau pembangunan jembatan dan bronjong di Desa Wonoboyo, Senin (13/4/2026).</p>
<p data-start="1964" data-end="2134">Menurutnya, pembangunan bronjong yang saat ini dilakukan menjadi bagian dari langkah awal untuk mengendalikan aliran air agar tidak langsung mengarah ke permukiman warga.</p>
<p data-start="2136" data-end="2299">“Bronjong ini sebagai tangkis dan pengarah aliran air. Untuk ke depan, penanganan permanen akan kita koordinasikan, termasuk dengan Kabupaten Situbondo,” jelasnya.</p>
<p data-start="2301" data-end="2482">Ia juga menekankan pentingnya pemetaan risiko dan optimalisasi sumber pendanaan, baik dari APBD, provinsi, hingga pemerintah pusat, demi mendukung upaya mitigasi yang berkelanjutan.</p>
<p data-start="2489" data-end="2664">Sementara itu, Kepala Desa Wonoboyo, Tubaeni, menyebut bahwa upaya antisipasi di tingkat desa terus diperkuat, terutama setelah banjir terakhir yang terjadi pada 8 Maret 2026.</p>
<p data-start="2666" data-end="2815">“Sekarang kita fokus pada pencegahan. Salah satunya dengan pembangunan bronjong di beberapa titik yang cukup efektif mengurangi luapan air,” ujarnya.</p>
<p data-start="2817" data-end="3005">Selain penguatan infrastruktur, pemerintah desa juga gencar melakukan edukasi kepada masyarakat terkait pentingnya menjaga kebersihan lingkungan, khususnya tidak membuang sampah ke sungai.</p>
<p data-start="3007" data-end="3163">“Kami sudah menyediakan tempat sampah khusus, terutama untuk peternak sapi. Dulu memang ada yang dibuang ke sungai, sekarang sudah mulai tertib,” ungkapnya. <strong>(*)</strong></p>
<p data-start="3007" data-end="3163"><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Penanganan Banjir Wonoboyo Dipercepat, Pemkab Bondowoso Fokus Bronjong dan Siapkan Solusi Permanen</title>
<link>https://suarajatimpost.com/penanganan-banjir-wonoboyo-dipercepat-pemkab-bondowoso-fokus-bronjong-dan-siapkan-solusi-permanen</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/penanganan-banjir-wonoboyo-dipercepat-pemkab-bondowoso-fokus-bronjong-dan-siapkan-solusi-permanen</guid>
<description><![CDATA[ Pemkab Bondowoso percepat penanganan banjir di Desa Wonoboyo dengan pembangunan bronjong di sejumlah titik, perbaikan rumah warga, serta rencana penanganan permanen lintas wilayah. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x580_69dcdadbb2190.webp" length="99118" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 13 Apr 2026 19:00:24 +0700</pubDate>
<dc:creator>Rizqi Ardian</dc:creator>
<media:keywords>bencana, angin, banjir, longsor, puting beliung, BPBD, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p data-start="485" data-end="775"><strong data-start="485" data-end="503">BONDOWOSO, SJP</strong> – Banjir yang kerap melanda Desa Wonoboyo, Kecamatan Klabang, Kabupaten Bondowoso kembali menjadi perhatian serius Pemerintah Kabupaten Bondowoso. Penanganan darurat terus dilakukan guna meminimalisasi dampak yang ditimbulkan, terutama terhadap permukiman warga dan infrastruktur desa.</p>
<p data-start="777" data-end="1044">Sejumlah langkah cepat telah dilakukan, mulai dari pemasangan bronjong di titik-titik rawan hingga perbaikan rumah warga terdampak. Upaya ini menjadi bagian dari respons pemerintah daerah dalam menghadapi bencana yang berulang hampir setiap tahun di wilayah tersebut.</p>
<p data-start="1046" data-end="1308">Selain penanganan jangka pendek, pemerintah juga mulai merancang solusi jangka panjang melalui koordinasi lintas daerah. Hal ini mengingat lokasi terdampak berada di wilayah perbatasan Kabupaten Bondowoso dan Situbondo, sehingga membutuhkan sinergi antarwilayah.</p>
<p data-start="1310" data-end="1486">Di tengah keterbatasan anggaran, pemerintah daerah tetap berupaya menghadirkan sistem penanganan bencana yang terintegrasi, mulai dari pencegahan hingga pemulihan pascabencana.</p>
<p data-start="1493" data-end="1671">Bupati Bondowoso, <span class="hover:entity-accent entity-underline inline cursor-pointer align-baseline"><span class="whitespace-normal">Abdul Hamid Wahid</span></span>, mengatakan, penanganan sementara telah dilakukan dengan pemasangan bronjong sebagai tangkis dan pengarah aliran air.</p>
<p data-start="1673" data-end="1865">“Alhamdulillah, saat ini sudah dilakukan penanganan sementara, seperti pemasangan bronjong agar air tidak langsung meluap ke permukiman warga,” ujarnya saat meninjau lokasi, Senin (13/4/2026).</p>
<p data-start="1867" data-end="2014">Ia menegaskan, untuk penanganan permanen diperlukan koordinasi dengan Kabupaten Situbondo karena lokasi terdampak berada di perbatasan dua wilayah.</p>
<p data-start="2016" data-end="2138">“Penanganan permanen harus kita koordinasikan lintas daerah, karena ini menyangkut aliran sungai di perbatasan,” jelasnya.</p>
<p data-start="2140" data-end="2358">Selain itu, pemerintah juga menyoroti kondisi sejumlah jembatan desa yang rusak akibat banjir. Penanganan sementara dilakukan agar tetap bisa dilalui, sementara perbaikan permanen akan diusulkan melalui perubahan APBD.</p>
<p data-start="2360" data-end="2467">“Kita upayakan melalui dana Belanja Tak Terduga (BTT) dan belanja daerah, meskipun kondisi anggaran saat ini terbatas,” imbuhnya.</p>
<p data-start="2360" data-end="2467">Untuk rumah warga terdampak, ia memastikan sebagian besar telah tertangani, termasuk melalui program Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) sebanyak sekitar 100 unit.</p>
<p data-start="2633" data-end="2825">Sementara itu, Kepala Dinas Bina Marga Sumber Daya Air dan Bina Kontruksi (BSBK) Kabupaten Bondowoso, <span class="hover:entity-accent entity-underline inline cursor-pointer align-baseline"><span class="whitespace-normal">Ansori</span></span>, menjelaskan, penanganan dilakukan secara kolaboratif lintas organisasi perangkat daerah (OPD).</p>
<p data-start="2827" data-end="2966">“Ada beberapa titik yang menjadi kewenangan BSBK, BPBD, maupun Perkim. Kami fokus pada penanganan infrastruktur seperti bronjong,” katanya.</p>
<p data-start="2968" data-end="3143">Ia menyebut terdapat empat titik utama di Desa Wonoboyo yang telah ditangani, termasuk di area jembatan gapura dan aliran Sungai Gunung Putri yang berbatasan dengan Situbondo.</p>
<p data-start="3145" data-end="3258">“Semua ditangani dengan bronjong sebagai solusi sementara agar air tidak langsung masuk ke rumah warga,” ujarnya.</p>
<p data-start="3260" data-end="3413">Menurutnya, penanganan awal melalui dana Belanja Tidak Terduga (BTT) mencakup tujuh titik di beberapa kecamatan dengan total anggaran sekitar Rp500 juta.</p>
<p data-start="3415" data-end="3532">“Tidak hanya di Wonoboyo, tapi juga di beberapa wilayah lain. Semua penanganan awal menggunakan bronjong,” tambahnya.</p>
<p data-start="3539" data-end="3707">Dalam kesempatan yang sama, Kepala Desa Wonoboyo, Tubaeni, mengungkapkan, banjir terakhir terjadi pada 8 Maret 2026, mengulang kejadian serupa yang pernah terjadi sejak 2020.</p>
<p data-start="3709" data-end="3821">“Alhamdulillah, penanganan langsung dilakukan, terutama dengan pembangunan bronjong di beberapa titik,” ujarnya.</p>
<p data-start="3823" data-end="3966">Ia menyebut, hanya sebagian rumah warga yang terdampak dan kini telah diperbaiki, baik secara mandiri maupun melalui bantuan pemerintah daerah.</p>
<p data-start="3968" data-end="4054">“Untuk rumah yang rusak parah, sudah dibangun kembali melalui program RTLH,” jelasnya.</p>
<p data-start="4056" data-end="4184">Tubaeni juga menambahkan bahwa saat ini telah dibangun bronjong di empat titik yang dinilai cukup efektif mengurangi luapan air.</p>
<p data-start="4186" data-end="4359">Sebagai langkah pencegahan, pemerintah desa juga mengedukasi masyarakat agar tidak membuang sampah ke sungai, termasuk dengan menyediakan tempat sampah khusus bagi peternak.</p>
<p data-start="4361" data-end="4497">“Dulu memang masih ada yang membuang sampah ke sungai, tapi sekarang sudah kita sediakan fasilitas agar itu tidak terulang,” pungkasnya. <strong>(*)</strong></p>
<p data-start="4361" data-end="4497"><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Silaturahmi Koordinator Donor Darah, Sinergi PMI dan Pemkab Bondowoso Perkuat Ketersediaan Stok Darah</title>
<link>https://suarajatimpost.com/silaturahmi-koordinator-donor-darah-sinergi-pmi-dan-pemkab-bondowoso-perkuat-ketersediaan-stok-darah</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/silaturahmi-koordinator-donor-darah-sinergi-pmi-dan-pemkab-bondowoso-perkuat-ketersediaan-stok-darah</guid>
<description><![CDATA[ Penghargaan bagi koordinator donor darah menjadi bagian dari upaya PMI Bondowoso memperkuat gerakan kemanusiaan dan solidaritas sosial. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x580_69da0ae640a94.webp" length="54836" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sat, 11 Apr 2026 15:50:40 +0700</pubDate>
<dc:creator>Rizqi Ardian</dc:creator>
<media:keywords>PMI, donor darah, UDD, pemerintah, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>BONDOWOSO, SJP –</strong> Ketersediaan darah yang aman dan mencukupi menjadi salah satu kebutuhan vital dalam pelayanan kesehatan masyarakat. Menyadari hal tersebut, berbagai upaya terus dilakukan untuk memastikan stok darah tetap terjaga, termasuk melalui penguatan koordinasi lintas sektor.</p>
<p></p>
<p>Peran aktif masyarakat, khususnya para relawan dan koordinator donor darah di berbagai instansi, dinilai menjadi kunci utama dalam menjaga kesinambungan kegiatan donor darah. Tanpa keterlibatan mereka, upaya pemenuhan kebutuhan darah akan sulit berjalan optimal.</p>
<p></p>
<p>Selain itu, tantangan dalam pelaksanaan donor darah, mulai dari fluktuasi jumlah pendonor hingga kendala teknis di lapangan, membutuhkan strategi bersama yang terukur dan berkelanjutan. Oleh karena itu, ruang komunikasi dan evaluasi menjadi sangat penting untuk menyatukan langkah.</p>
<p></p>
<p>Sebagai wujud komitmen tersebut, Unit Donor Darah (UDD) PMI Kabupaten Bondowoso menggelar kegiatan silaturahmi bersama para koordinator donor darah se-Kabupaten Bondowoso pada Sabtu (11/4/2026) di Aula Sabha Bina Praja.</p>
<p></p>
<p>Dalam legiatan yang berlangsung sejak pukul 08.00 WIB tersebut, Ketua PMI Kabupaten Bondowoso, Juni Sukarno, menegaskan pentingnya sinergi antara PMI dan para koordinator donor darah dalam menjaga kesinambungan stok darah, terutama untuk kebutuhan layanan kesehatan masyarakat.</p>
<p></p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x_69da0bab4b041.webp" alt=""></p>
<p>Menurut Juni Sukarno, para koordinator donor darah memiliki peran strategis sebagai penggerak partisipasi masyarakat di lingkungan masing-masing. </p>
<p></p>
<p>“Melalui kegiatan ini, kita ingin menyusun strategi bersama, mengevaluasi pelaksanaan sebelumnya, serta mengidentifikasi kendala yang dihadapi di lapangan agar ke depan lebih optimal,” ujarnya.</p>
<p></p>
<p>Dalam pertemuan koordinasi tersebut, sejumlah agenda dibahas, di antaranya penyusunan rencana kegiatan donor darah, evaluasi pelaksanaan sebelumnya, identifikasi kendala, hingga penguatan jejaring relawan dan instansi. </p>
<p></p>
<p>"Upaya menjaring pendonor baru serta menjaga loyalitas pendonor tetap juga menjadi fokus utama kami, agar ketersediaan darah tetap terjaga dan aman," ungkapnya.</p>
<p></p>
<p>Sementara itu, Sekretaris Daerah (Sekda) Fathur Rozi turut memberikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Ia menilai langkah PMI dalam memperkuat koordinasi dengan para koordinator donor darah merupakan bagian penting dalam mendukung pelayanan kesehatan di daerah.</p>
<p></p>
<p>“Kami sangat mengapresiasi dan mendukung penuh kegiatan ini. Sinergi antara PMI, pemerintah, dan masyarakat menjadi kunci dalam memastikan ketersediaan darah tetap aman dan mencukupi bagi masyarakat yang membutuhkan,” ujar Fathur Rozi.</p>
<p></p>
<p>Ia juga berharap kegiatan serupa dapat terus dilakukan secara berkelanjutan guna memperkuat komitmen bersama dalam mendorong budaya donor darah sukarela di tengah masyarakat.</p>
<p></p>
<p>Selain dihadiri oleh Sekretaris Daerah, tampak hadir dalam kegiatan tersebut, Dewan Kehormatan PMI Agung Tri Handono, Ketua PMI beserta jajaran pengurus, Kepala UDD PMI, Asisten I, Kepala Dinas Kesehatan, serta Direktur RSUD dr H Koesnadi Bondowoso.</p>
<p></p>
<p>Menariknya, acara juga diselingi dengan penyerahan piagam penghargaan kepada para koordinator donor darah se-Kabupaten Bondowoso sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi dan kontribusi mereka dalam mendukung ketersediaan darah di daerah.</p>
<p></p>
<p>Para peserta yang terdiri dari seluruh koordinator donor darah tampak antusias mengikuti jalannya kegiatan. Diskusi interaktif dan berbagi pengalaman diharapkan mampu melahirkan strategi konkret dalam meningkatkan partisipasi masyarakat untuk donor darah secara rutin dan sukarela. (*)</p>
<p></p>
<p>Editor : Rizqi Ardian</p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Standar Ketat! Penjamah Makanan SPPG Suboh Buduan 1 Situbondo Wajib Gunakan APD Lengkap</title>
<link>https://suarajatimpost.com/standar-ketat-penjamah-makanan-sppg-suboh-buduan-1-situbondo-wajib-gunakan-apd-lengkap</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/standar-ketat-penjamah-makanan-sppg-suboh-buduan-1-situbondo-wajib-gunakan-apd-lengkap</guid>
<description><![CDATA[ Penerapan ini mengacu pada standar operasional prosedur (SOP) dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang ditetapkan oleh Badan Gizi Nasional (BGN). ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x580_69d7c34ae4f48.webp" length="39744" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 09 Apr 2026 22:30:58 +0700</pubDate>
<dc:creator>Rizqi Ardian</dc:creator>
<media:keywords>MBG, Frozen Food, kesehatan, SPPG, Prabowo, TNI, Kodim, POlri, KPK, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SITUBONDO, SJP –</strong> Seluruh petugas penjamah makanan di dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Situbondo Suboh Buduan 1 dipastikan telah menerapkan penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) secara lengkap sesuai ketentuan.</p>
<p>Penerapan ini mengacu pada standar operasional prosedur (SOP) dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang ditetapkan oleh Badan Gizi Nasional (BGN).</p>
<p>Kepastian tersebut disampaikan langsung oleh Ahli Gizi dapur SPPG Situbondo Suboh Buduan 01 kepada suarajatimpost.com, Kamis (9/4/2026).</p>
<p>Ia menegaskan bahwa seluruh petugas menjalankan protokol kebersihan dan keamanan pangan dengan disiplin, mulai dari tahap pengolahan hingga pendistribusian makanan kepada penerima manfaat.</p>
<p>“Seluruh petugas wajib mengenakan APD lengkap, mulai dari masker, penutup kepala, celemek, hingga sarung tangan, sesuai standar yang telah ditetapkan BGN,” ujarnya.</p>
<p>Menurutnya, penggunaan APD menjadi bagian krusial dalam menjaga kualitas sekaligus higienitas makanan yang disajikan kepada masyarakat.</p>
<p>Ia menjelaskan, masker dan penutup rambut berfungsi untuk mencegah potensi kontaminasi, seperti debu, bakteri, keringat, maupun rambut yang dapat masuk ke dalam makanan. Standar tersebut mengacu pada prinsip keamanan pangan berbasis Hazard Analysis and Critical Control Point (HACCP).</p>
<p>Tak hanya itu, sejumlah aturan ketat juga diterapkan di area dapur. Petugas dilarang mengenakan perhiasan, memiliki kuku panjang, serta menggunakan telepon genggam saat menangani makanan.</p>
<p>Selain itu, mereka juga diwajibkan memakai sepatu khusus dapur yang tidak digunakan di luar area produksi.</p>
<p>Pengawasan terhadap penerapan standar ini dilakukan secara berkala guna memastikan seluruh prosedur berjalan optimal.</p>
<p>Ia menambahkan, langkah tersebut penting untuk menekan risiko terjadinya keracunan makanan serta menjaga mutu konsumsi, khususnya bagi anak-anak sebagai sasaran utama program MBG.</p>
<p>“Pengendalian kualitas menjadi tanggung jawab bersama. Namun secara teknis, kami sebagai ahli gizi memastikan semua standar dipatuhi demi keamanan dan kesehatan anak-anak,” imbuhnya.</p>
<p>Dengan penerapan standar yang ketat, dapur SPPG Situbondo diharapkan mampu menjadi contoh pelaksanaan program MBG yang tidak hanya berorientasi pada pemenuhan gizi, tetapi juga mengedepankan aspek keamanan pangan. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Angin Kencang Terjang Empat Desa di Bondowoso, Belasan Rumah Rusak</title>
<link>https://suarajatimpost.com/angin-kencang-terjang-empat-desa-di-bondowoso-belasan-rumah-rusak</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/angin-kencang-terjang-empat-desa-di-bondowoso-belasan-rumah-rusak</guid>
<description><![CDATA[ Angin kencang disertai hujan deras menerjang empat desa di Bondowoso, menyebabkan belasan rumah dan fasilitas umum rusak tanpa korban jiwa. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x580_69d7c1dc08614.webp" length="56430" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 09 Apr 2026 22:15:10 +0700</pubDate>
<dc:creator>Rizqi Ardian</dc:creator>
<media:keywords>bencana, angin, banjir, longsor, puting beliung, BPBD, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p data-start="72" data-end="398"><strong>BONDOWOSO, SJP –</strong> Suara gemuruh angin yang datang tiba-tiba membuat warga di sejumlah desa di Kabupaten Bondowoso panik, Kamis (9/4/2026) sore. Hujan deras yang mengguyur sejak siang berubah menjadi ancaman saat angin kencang menerjang, merusak atap rumah dan memaksa sebagian warga berhamburan keluar untuk menyelamatkan diri.</p>
<p data-start="400" data-end="676">Di tengah derasnya hujan, beberapa warga hanya bisa pasrah melihat genting rumah mereka beterbangan. Sebagian lainnya berusaha menahan pintu dan jendela agar tidak roboh diterpa angin. Dalam hitungan menit, suasana tenang berubah menjadi kepanikan yang menyelimuti permukiman.</p>
<p data-start="678" data-end="963">Seorang warga di Kecamatan Jambesari mengaku sempat ketakutan saat angin menghantam rumahnya. Ia bersama keluarga memilih keluar rumah demi menghindari risiko tertimpa bangunan yang rusak. Meski diliputi kecemasan, warga tetap saling membantu satu sama lain setelah angin mulai mereda.</p>
<p data-start="965" data-end="1173">Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa cuaca ekstrem bisa datang tanpa peringatan panjang. Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut, meski sejumlah rumah dan fasilitas umum mengalami kerusakan.</p>
<p data-start="1175" data-end="1363">Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Kabupaten Bondowoso, <span class="hover:entity-accent entity-underline inline cursor-pointer align-baseline"><span class="whitespace-normal">Kristianto Putro Prasojo</span></span>, mengatakan peristiwa terjadi sekitar pukul 15.48 WIB dan melanda beberapa desa di dua kecamatan.</p>
<p data-start="1365" data-end="1587">“Berdasarkan laporan yang kami terima, angin kencang terjadi bersamaan dengan hujan deras dan berdampak di Desa Sumber Anom Kecamatan Tamanan serta Desa Jambeanom, Pengarang, dan Jambesari di Kecamatan Jambesari,” ujarnya.</p>
<p data-start="1589" data-end="1869">Ia menjelaskan, dampak paling signifikan terjadi di Desa Jambeanom, Kecamatan Jambesari, dengan total delapan rumah mengalami kerusakan ringan dan satu rumah rusak sedang. Sementara di Desa Pengarang tercatat satu rumah rusak sedang, dan di Desa Jambesari satu rumah rusak ringan.</p>
<p data-start="1871" data-end="1995">“Selain rumah warga, terdapat satu fasilitas umum berupa kanopi SDN Jambesari 3 yang mengalami kerusakan ringan,” tambahnya.</p>
<p data-start="1997" data-end="2179">Tak hanya itu, satu pohon tumbang juga dilaporkan menimpa atap ruko di Desa Sumber Anom, Kecamatan Tamanan, hingga menyebabkan kerusakan ringan serta sempat menutup akses jalan raya.</p>
<p data-start="2181" data-end="2279">Meski menimbulkan kerusakan, Kalaksa memastikan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.</p>
<p data-start="2281" data-end="2416">“Alhamdulillah tidak ada korban jiwa. Tim kami bersama unsur terkait langsung bergerak cepat melakukan penanganan di lokasi,” tegasnya.</p>
<p data-start="2418" data-end="2637">BPBD Bondowoso bersama tim gabungan yang terdiri dari TNI-Polri, PMI, pemerintah desa, serta masyarakat setempat telah melakukan asesmen, evakuasi pohon tumbang, dan koordinasi lintas sektor untuk percepatan penanganan.</p>
<p data-start="2639" data-end="2842">Saat ini, kondisi di lokasi kejadian dilaporkan mulai kondusif. Akses jalan yang sempat tertutup telah kembali normal, sementara sebagian rumah warga yang terdampak sudah mulai diperbaiki secara mandiri.</p>
<p data-start="2844" data-end="2969" data-is-last-node="" data-is-only-node="">“Penanganan darurat sudah dilakukan, selanjutnya kami akan melakukan tindak lanjut sesuai kebutuhan di lapangan,” pungkasnya. <strong>(*)</strong></p>
<p data-start="2844" data-end="2969" data-is-last-node="" data-is-only-node=""><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Dinsos P3AKB Bondowoso Perketat Dispensasi Nikah Dini, Catin Wajib Lolos Asesmen Psikologis</title>
<link>https://suarajatimpost.com/dinsos-p3akb-bondowoso-perketat-dispensasi-nikah-dini-catin-wajib-lolos-asesmen-psikologis</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/dinsos-p3akb-bondowoso-perketat-dispensasi-nikah-dini-catin-wajib-lolos-asesmen-psikologis</guid>
<description><![CDATA[ Dispensasi nikah dini di Bondowoso diperketat melalui asesmen psikologis wajib bagi catin di bawah umur guna memastikan kesiapan mental serta menekan risiko sosial, perceraian, dan stunting. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x580_69d77f0e1d866.webp" length="25672" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 09 Apr 2026 17:28:33 +0700</pubDate>
<dc:creator>Rizqi Ardian</dc:creator>
<media:keywords>Pernikahan dini, bondowoso, kediri, dinsos p3akb, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p data-start="106" data-end="407"><strong data-start="106" data-end="119">BONDOWOSO, SJP</strong> – Pemerintah Kabupaten Bondowoso semakin memperketat pemberian dispensasi pernikahan usia dini. Tak lagi sekadar formalitas administratif, setiap calon pengantin (catin) di bawah umur kini wajib melewati asesmen psikologis yang ketat sebagai syarat utama sebelum rekomendasi dikeluarkan.</p>
<p data-start="409" data-end="770">Langkah ini menjadi bentuk keseriusan pemerintah daerah dalam menekan laju pernikahan dini yang berpotensi menimbulkan berbagai persoalan sosial. Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Keluarga Berencana (Dinsos P3AKB) memastikan, hanya catin yang benar-benar siap secara mental dan emosional yang dapat melanjutkan proses dispensasi.</p>
<p data-start="772" data-end="1086">Tak hanya itu, proses pendampingan dilakukan secara komprehensif melalui pemeriksaan klinis dan konseling intensif. Setiap pasangan muda harus menjalani serangkaian uji kesiapan, mulai dari stabilitas emosi hingga kemampuan menghadapi dinamika rumah tangga, sehingga keputusan menikah tidak diambil secara gegabah.</p>
<p data-start="1088" data-end="1372">Kebijakan ini sekaligus menjadi filter ketat untuk mencegah pernikahan dini dijadikan jalan keluar instan dari persoalan remaja. Pemerintah ingin memastikan bahwa pernikahan bukan sekadar solusi sementara, melainkan keputusan matang yang dipertimbangkan dari berbagai aspek kehidupan.</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x_69d77f171444c.webp" alt=""></p>
<p data-start="1374" data-end="1559">Kepala Dinsos P3AKB Kabupaten Bondowoso, dr. Mohammad Imron menyampaikan, langkah ini merupakan bentuk perlindungan pemerintah terhadap masa depan anak-anak di Bondowoso.</p>
<p data-start="1561" data-end="1821">"Pemeriksaan ini bertujuan untuk memetakan kesiapan mental mereka. Kita tidak ingin pernikahan hanya menjadi pelarian tanpa kesiapan, karena dampaknya sangat luas, mulai dari masalah sosial hingga kesehatan nasional seperti stunting," tegas Imron.</p>
<p data-start="1561" data-end="1821">Dinsos P3AKB juga memiliki psikolog ahli dalam proses asesmen, Mieke Prasetyo. Dirinya menjelaskan, secara psikologis, remaja di bawah umur seringkali belum memiliki regulasi emosi yang stabil untuk menghadapi dinamika rumah tangga.</p>
<p data-start="2107" data-end="2486">"Dalam pemeriksaan ini, kami fokus mengevaluasi kematangan emosional, kemampuan pemecahan masalah, serta pemahaman mereka terhadap peran sebagai suami atau istri. Banyak dari mereka yang secara mental masih dalam tahap perkembangan remaja, sehingga edukasi dan pendampingan ini menjadi krusial agar mereka tidak 'kaget' saat menghadapi realitas pernikahan," jelas Mieke.</p>
<p data-start="2533" data-end="2769">Senada dengan hal tersebut, Kepala Bidang Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Hafidhatullaily, menekankan pentingnya peran orang tua yang turut mendampingi anak-anak mereka selama proses konseling di kantor Dinsos.</p>
<p data-start="2771" data-end="3069">"Kami memberikan pemahaman kepada para orang tua bahwa tanggung jawab mereka tidak berhenti setelah anak menikah. Melalui Bidang PPPA, kami pastikan bahwa hak-hak anak tetap terlindungi dan mereka mendapatkan bekal pola asuh yang benar meskipun harus menikah di usia muda," pungkasnya.</p>
<p data-start="3437" data-end="3646" data-is-last-node="" data-is-only-node="">Diharapkan dengan adanya keterlibatan psikolog dalam proses ini, angka perceraian dan kekerasan dalam rumah tangga di wilayah Kabupaten Bondowoso dapat diminimalisasi melalui persiapan mental yang lebih matang. <strong>(*)</strong></p>
<p data-start="3437" data-end="3646" data-is-last-node="" data-is-only-node=""><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Bondowoso Bidik KLA Kategori Utama, Kolaborasi 360 Derajat Jadi Kunci</title>
<link>https://suarajatimpost.com/bondowoso-bidik-kla-kategori-utama-kolaborasi-360-derajat-jadi-kunci</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/bondowoso-bidik-kla-kategori-utama-kolaborasi-360-derajat-jadi-kunci</guid>
<description><![CDATA[ Pemkab Bondowoso menargetkan naik ke kategori utama Kabupaten Layak Anak 2026 melalui kolaborasi lintas sektor dan penguatan evaluasi mandiri KLA serta memperkuat sinergi 360 derajat dan menggelar Bimtek KLA 2026 untuk mengejar predikat utama. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x580_69d708d2d6ae2.webp" length="69666" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 09 Apr 2026 10:00:59 +0700</pubDate>
<dc:creator>Rizqi Ardian</dc:creator>
<media:keywords>KLA, Forum anak, Anak, DInsos, P3AKB, fasilitator, Kemensos, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p data-start="0" data-end="286"><strong data-start="0" data-end="18">BONDOWOSO, SJP</strong> – Pemerintah Kabupaten Bondowoso terus mendorong terwujudnya Kabupaten Layak Anak dengan kategori utama, melalui kolaborasi lintas sektor yang terintegrasi. Upaya ini menjadi bagian dari visi besar “Bondowoso Berkah yang Layak Anak” dengan pendekatan berkualitas, akseleratif, dan holistik.</p>
<p data-start="0" data-end="286">Saat ini, Bumi Ki Ronggo, menyandang predikat Kabupaten Layak Anak 'Nindya' yang diberikan oleh K<span>ementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA) bersama 355 kabupaten/kota se Indonesia, di Jakarta pada 8 Agustus 2025 lalu.</span> </p>
<p data-start="0" data-end="286">Selanjutnya, Bondowoso membidik kategori utama, yang diawali dengan menggelar Bimtek dan Desk Inputan Evaluasi Mandiri Kabupaten Layak Anak (KLA) tahun 2026, dengan melibatkan semua perangkat daerah dan berbagai pihak yang digelar di Aula Sabha Bina Praja pada Rabu (9/4/2026) kemarin.</p>
<p data-start="288" data-end="630">Kepala Bidang Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (P3A) pada Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (Dinsos P3AKB) Bondowoso, Hafidhatullaily, menjelaskan, keberhasilan program Kabupaten Layak Anak tidak bisa hanya bergantung pada pemerintah daerah, melainkan membutuhkan sinergi dari berbagai pihak.</p>
<p data-start="632" data-end="887">“Ini adalah tujuan bersama. Untuk mewujudkan Bondowoso sebagai kabupaten layak anak, diperlukan kolaborasi 360 derajat yang melibatkan seluruh elemen, mulai dari pemerintah, masyarakat, hingga dunia usaha,” ujarnya saat dikonfirmasi pada Kamis (9/4/2026).</p>
<p data-start="889" data-end="1131">Ia merinci, terdapat tujuh pilar utama yang menjadi pendukung program tersebut. Di antaranya pemerintah daerah beserta perangkatnya, kecamatan hingga desa dan kelurahan yang diperkuat dengan regulasi daerah, kebijakan serta dukungan anggaran.</p>
<p data-start="1133" data-end="1447">Selain itu, instansi vertikal seperti TNI, Polri, kejaksaan, pengadilan hingga Kementerian Agama juga berperan dalam penegakan hukum serta pelayanan administrasi kependudukan. Lembaga masyarakat, organisasi keagamaan, PKK, dan karang taruna turut ambil bagian melalui edukasi pola asuh, pengawasan, serta advokasi.</p>
<p data-start="1449" data-end="1602">“Peran kelompok anak juga sangat penting, seperti forum anak dan komunitas kreatif yang menjadi wadah partisipasi serta penyaluran suara anak,” jelasnya.</p>
<p data-start="1604" data-end="1915">Tak hanya itu, dunia usaha melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) juga didorong untuk menciptakan lingkungan kerja ramah keluarga serta menghasilkan produk yang layak bagi anak. Media massa pun memiliki peran strategis dalam menyebarluaskan kampanye edukatif dan melakukan fungsi kontrol sosial.</p>
<p data-start="1917" data-end="2077">Sementara itu, kalangan akademisi diharapkan mampu memberikan kontribusi melalui riset, kajian, pelatihan hingga inovasi yang mendukung kebijakan berbasis data.</p>
<p data-start="2079" data-end="2475">Dalam implementasinya, pemenuhan hak anak di Bondowoso difokuskan pada lima klaster utama. Meliputi hak sipil dan kebebasan seperti kepemilikan akta kelahiran, lingkungan keluarga dan pengasuhan alternatif dengan pola asuh positif, kesehatan dasar dan kesejahteraan termasuk imunisasi dan penanganan stunting, hingga pendidikan ramah anak serta pemenuhan hak atas waktu luang dan kegiatan budaya.</p>
<p data-start="2477" data-end="2699">“Selain itu, perlindungan khusus bagi anak juga menjadi perhatian serius, terutama dalam pencegahan kekerasan, pemulihan psikososial, pendampingan hukum, hingga aksesibilitas bagi anak disabilitas,” tambahnya.</p>
<p data-start="2701" data-end="2896" data-is-last-node="" data-is-only-node="">Ia menegaskan, seluruh elemen tersebut harus berjalan secara terpadu agar anak-anak di Bondowoso dapat tumbuh dalam lingkungan yang aman, nyaman, dan mendukung perkembangan mereka secara optimal.</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x_69d708d018e69.webp" alt=""></p>
<p data-start="2701" data-end="2896" data-is-last-node="" data-is-only-node=""><strong>Gelar Bimtek Evaluasi Mandiri KLA 2026</strong></p>
<p>Pemerintah Kabupaten Bondowoso terus menunjukkan keseriusannya dalam menjamin pemenuhan hak dan perlindungan anak secara berkelanjutan, dengan menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) dan Bimbingan Teknis (Bimtek) Evaluasi Mandiri Kabupaten Layak Anak (KLA) Tahun 2026 di Ruang Sabha Bina Praja, Sekretariat Daerah Kabupaten Bondowoso, Rabu (8/4/2026) kemarin.</p>
<p>Kegiatan strategis ini dibuka secara resmi oleh Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Kabupaten Bondowoso, Solikin, yang hadir mewakili Bupati Bondowoso.</p>
<p>Turut hadir Sekretaris Dinsos P3AKB, Ketua Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Kabupaten Bondowoso, fasilitator KLA, serta perwakilan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), camat, dan pemangku kepentingan lintas sektor.</p>
<p data-start="0" data-end="286"><span>Asisten I Setdakab Bondowoso, Solikin menegaskan, status Kabupaten Layak Anak bukan sekadar mengejar penghargaan, melainkan merupakan tanggung jawab moral pemerintah daerah dalam memastikan setiap anak di Bondowoso dapat tumbuh dan berkembang dalam lingkungan yang aman, sehat, dan kondusif.</span></p>
<p>“Evaluasi mandiri ini merupakan instrumen penting untuk memetakan sejauh mana intervensi kebijakan telah menyentuh masyarakat hingga ke akar rumput. Dibutuhkan sinergi kolektif dari seluruh instansi, bukan kerja sporadis semata,” katanya.</p>
<p>Rakor dan Bimtek ini diselenggarakan sebagai bagian dari proses evaluasi tahunan KLA, dengan tujuan memperkuat kapasitas perangkat daerah dan pemangku kepentingan dalam memahami indikator-indikator KLA yang terus berkembang.</p>
<p>"Tentunya target kita yaitu meraih kategori Kabupaten Layak Anak dengan predikat utama," harap Solikin, sembari memberikan penegasan kepada seluruh komponen gugus tugas KLA Kabupaten Bondowoso periode 2026-2030. </p>
<p>Kegiatan tersebut juga memberikan pendampingan teknis terkait penginputan data pada aplikasi evaluasi, guna memastikan kualitas dan akurasi pelaporan.</p>
<p>Kehadiran fasilitator KLA dalam kegiatan ini turut memberikan ruang konsultasi bagi OPD dan kecamatan dalam mengatasi berbagai tantangan implementasi di lapangan.</p>
<p>Beberapa isu krusial yang dibahas antara lain penguatan sistem peradilan pidana anak serta penyediaan fasilitas ramah anak di ruang publik.</p>
<p>Melalui pelaksanaan Evaluasi Mandiri KLA Tahun 2026, Pemerintah Kabupaten Bondowoso menargetkan tercapainya validasi data yang akurat dan transparan, sehingga seluruh capaian pembangunan berbasis anak dapat terukur secara objektif. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>DPW Petakan Tiga Nama Calon Ketua DPC PKB Bondowoso, Ahmad Dhafir, Tohari dan Ubaidillah Bersaing</title>
<link>https://suarajatimpost.com/dpw-petakan-tiga-nama-calon-ketua-dpc-pkb-bondowoso-ahmad-dhafir-tohari-dan-ubaidillah-bersaing</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/dpw-petakan-tiga-nama-calon-ketua-dpc-pkb-bondowoso-ahmad-dhafir-tohari-dan-ubaidillah-bersaing</guid>
<description><![CDATA[ Forum Muscab tak melahirkan kandidat tambahan, tiga nama hasil pemetaan DPW PKB Jatim lanjut ke tahap assessment dan wawancara DPP. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x580_69d0c99b56d2e.webp" length="45420" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sat, 04 Apr 2026 17:10:27 +0700</pubDate>
<dc:creator>Rizqi Ardian</dc:creator>
<media:keywords>Muscab, PKB, Bondowoso, politik, DPRD, DPRD Jatim, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p data-start="204" data-end="549"><strong>BONDOWOSO, SJP -</strong> Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Jawa Timur mulai memetakan calon kepengurusan baru untuk periode 2026–2031 dengan pola yang berbeda dari sebelumnya. Penentuan kepemimpinan kali ini tidak lagi berbasis figur semata, melainkan berlandaskan periodisasi organisasi yang lebih sistematis dan terstruktur.</p>
<p data-start="551" data-end="883">Ketua DPW PKB Jawa Timur, <span class="hover:entity-accent entity-underline inline cursor-pointer align-baseline"><span class="whitespace-normal">Baddrut Tamam</span></span> menegaskan, proses penjaringan dilakukan secara menyeluruh dengan melibatkan pemetaan internal DPW serta usulan dari tingkat Dewan Pengurus Cabang (DPC) melalui forum musyawarah cabang (Muscab). Namun, keputusan akhir tetap berada di tangan Dewan Pengurus Pusat (DPP).</p>
<p data-start="885" data-end="1131">“Periodisasi ini bukan soal orang per orang, tetapi tentang masa kepengurusan 2026–2031. DPW hanya melakukan pemetaan kader yang berpotensi, sementara DPC diberi ruang untuk mengusulkan nama tambahan,” ujarnya saat dikonfirmasi, Sabtu (4/4/2026).</p>
<p data-start="1133" data-end="1380">Dalam proses tersebut, DPW PKB Jatim telah memetakan tiga nama yang dinilai layak masuk bursa calon ketua DPC, yakni Ahmad Dhafir, Tohari, dan Ubaidillah. Ketiga nama ini selanjutnya akan mengikuti tahapan <em>fit and proper test</em> yang diselenggarakan oleh DPP PKB.</p>
<p data-start="1382" data-end="1575">Menurut Bupati Pamekasan periode 2018-2023 ini, seluruh peserta Muscab telah diberikan kesempatan untuk mengusulkan nama tambahan di luar hasil pemetaan DPW. Namun, hingga forum berakhir, tidak ada usulan baru yang diajukan.</p>
<p data-start="1577" data-end="1806">Tahapan fit and proper test sendiri akan dilakukan dalam dua tahap. Pertama adalah <em>assessment</em> yang mencakup uji kemampuan kepemimpinan, keadilan, dan konsistensi. Selanjutnya, para kandidat akan menjalani sesi wawancara mendalam.</p>
<p data-start="1808" data-end="1960">“Hasil dari dua tahapan itu akan menjadi dasar bagi DPP untuk menetapkan dan menerbitkan surat keputusan (SK) kepengurusan periode 2026–2031,” jelasnya.</p>
<p data-start="1962" data-end="2166">Ia menambahkan, seluruh kandidat yang masuk dalam pemetaan telah menyatakan kesediaannya untuk menjadi bagian dari kepengurusan, termasuk kesiapan untuk menjabat sebagai ketua apabila ditetapkan oleh DPP.</p>
<p data-start="2168" data-end="2381">"Meski demikian, kewenangan penuh dalam menentukan siapa yang akan menjadi ketua tetap berada di DPP PKB. DPW hanya bertugas melakukan pemetaan awal dan memfasilitasi proses penjaringan aspirasi dari tingkat bawah," pungkasnya. <strong>(*)</strong></p>
<p data-start="2168" data-end="2381"><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Muscab PKB Bondowoso Kunci Tiga Nama, DPP Jadi Penentu</title>
<link>https://suarajatimpost.com/muscab-pkb-bondowoso-kunci-tiga-nama-dpp-jadi-penentu</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/muscab-pkb-bondowoso-kunci-tiga-nama-dpp-jadi-penentu</guid>
<description><![CDATA[ Muscab PKB Bondowoso menetapkan tiga kandidat ketua hasil evaluasi kinerja DPW. Proses kini menunggu keputusan DPP, dengan jaminan tidak ada kekosongan kepemimpinan selama masa transisi. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x580_69d0c63990903.webp" length="41252" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sat, 04 Apr 2026 16:51:47 +0700</pubDate>
<dc:creator>Rizqi Ardian</dc:creator>
<media:keywords>Muscab, PKB, Bondowoso, politik, DPRD, DPRD Jatim, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p data-start="85" data-end="378"><strong>BONDOWOSO, SJP - </strong>Dinamika pemilihan Ketua DPC PKB Kabupaten Bondowoso dalam Musyawarah Cabang (Muscab) mulai menemukan titik terang. Forum pleno yang digelar di Hotel Ijen View, Sabtu (4/4/2026), resmi mengerucutkan nama-nama kandidat menjadi tiga figur yang dinilai layak memimpin partai yang akan datang.</p>
<p data-start="380" data-end="634">Penetapan tiga nama tersebut bukan tanpa proses. Mekanisme internal partai melalui evaluasi kinerja oleh Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) menjadi dasar utama dalam menjaring kandidat, sebelum akhirnya diusulkan ke Dewan Pimpinan Pusat (DPP) untuk diputuskan.</p>
<p data-start="636" data-end="880">Meski belum ada penentuan siapa pimpinan DPC PKB Bondowoso, panitia memastikan roda organisasi tetap berjalan tanpa kekosongan kepemimpinan. Proses transisi kini tinggal menunggu keputusan final dari DPP yang diperkirakan tidak akan memakan waktu lama dan berkisar dalam satu pekan yang akan datang.</p>
<p data-start="636" data-end="880">Ketua Panitia Muscab PKB Bondowoso, Sutriono, menjelaskan, ahwa seluruh tahapan telah berjalan sesuai dengan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) partai. Dalam forum pleno, rekomendasi DPW yang berbasis pada penilaian kinerja pengurus inti telah dibacakan dan disepakati.</p>
<p data-start="1186" data-end="1421">“Dari mekanisme yang ada, DPW melakukan evaluasi kinerja di lapangan, termasuk menyerap masukan dari tokoh masyarakat dan kiai. Hasilnya kemudian dihimpun dan diusulkan ke DPP, lalu DPP menetapkan tiga nama,” ujarnya saat dikonfirmasi.</p>
<p data-start="1423" data-end="1671">Adapun tiga kandidat yang muncul dalam forum tersebut adalah Ahmad Dafir, Tohari, dan Ubaidillah yang saat ini menjabat sebagai Ketua Fraksi PKB Jawa Timur. Ketiganya dinilai memiliki kapasitas berdasarkan rekam jejak dan hasil evaluasi internal partai.</p>
<p data-start="1673" data-end="1883">Sutriono menegaskan, forum pleno juga telah memberikan ruang bagi peserta untuk mengajukan tambahan nama. Namun hingga forum ditutup, tidak ada usulan lain yang masuk, sehingga jumlah kandidat tetap tiga orang.</p>
<p data-start="1885" data-end="2026">“Sudah dibuka kesempatan di forum pleno, tetapi tidak ada tambahan. Artinya forum sudah mencukupkan tiga nama ini untuk diusulkan,” jelasnya.</p>
<p data-start="2028" data-end="2266">Selanjutnya, ketiga nama tersebut akan diproses di tingkat DPW sebelum disahkan oleh DPP menjadi satu nama ketua definitif. Menurut Sutriono, keputusan final sepenuhnya menjadi kewenangan DPP sebagai bagian dari mekanisme nasional partai.</p>
<p data-start="2268" data-end="2385">“Kita tunggu saja, kemungkinan tidak lama lagi karena ini proses nasional dan biasanya dilakukan serentak,” imbuhnya.</p>
<p data-start="2387" data-end="2595">Terkait kondisi kepemimpinan saat ini, ia memastikan tidak ada kekosongan. Menurutnya, partai telah menyiapkan mekanisme transisi agar organisasi tetap berjalan.</p>
<p data-start="2597" data-end="2722">“Yang jelas tidak akan ada kekosongan kepemimpinan. Mekanismenya sudah diatur dalam AD/ART dan disiapkan oleh DPP,” tegasnya.</p>
<p data-start="2724" data-end="2881">Ia menambahkan, meski berbeda dari pola sebelumnya, proses kali ini tetap menjamin kesinambungan kepemimpinan hingga terbitnya Surat Keputusan (SK) dari DPP. <strong>(*)</strong></p>
<p data-start="2724" data-end="2881"><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Truk Terguling di Jalur Alternatif Bondowoso–Jember, Sopir Ikuti Google Maps hingga Masuk Jalan Sempit</title>
<link>https://suarajatimpost.com/truk-terguling-di-jalur-alternatif-bondowosojember-sopir-ikuti-google-maps-hingga-masuk-jalan-sempit</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/truk-terguling-di-jalur-alternatif-bondowosojember-sopir-ikuti-google-maps-hingga-masuk-jalan-sempit</guid>
<description><![CDATA[ Truk bermuatan gabah terguling di jalur alternatif Bondowoso–Jember setelah sopir mengikuti Google Maps dan kehilangan kendali di jalan sempit berkelok; tidak ada korban jiwa, namun polisi mengimbau pengendara patuhi rambu. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x580_69d0c0b58ddda.webp" length="91810" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sat, 04 Apr 2026 16:21:42 +0700</pubDate>
<dc:creator>Rizqi Ardian</dc:creator>
<media:keywords>Lalu lintas, laka lantas, terguling, polisi, jalur alternatif, Bondowoso, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<div class="text-base my-auto mx-auto [--thread-content-margin:var(--thread-content-margin-xs,calc(var(--spacing)*4))] @w-sm/main:[--thread-content-margin:var(--thread-content-margin-sm,calc(var(--spacing)*6))] @w-lg/main:[--thread-content-margin:var(--thread-content-margin-lg,calc(var(--spacing)*16))] px-(--thread-content-margin)">
<div class="[--thread-content-max-width:40rem] @w-lg/main:[--thread-content-max-width:48rem] mx-auto max-w-(--thread-content-max-width) flex-1 group/turn-messages focus-visible:outline-hidden relative flex w-full min-w-0 flex-col agent-turn">
<div class="flex max-w-full flex-col gap-4 grow">
<div data-message-author-role="assistant" data-message-id="43b59d7f-2d09-4854-89e8-8d3707374668" dir="auto" data-message-model-slug="gpt-5-3" class="min-h-8 text-message relative flex w-full flex-col items-end gap-2 text-start break-words whitespace-normal outline-none keyboard-focused:focus-ring [.text-message+&amp;]:mt-1">
<div class="flex w-full flex-col gap-1 empty:hidden">
<div class="markdown prose dark:prose-invert w-full wrap-break-word light markdown-new-styling">
<p data-start="108" data-end="394"><strong>BONDOWOSO, SJP - </strong>Sebuah truk bermuatan gabah terguling di jalur alternatif Bondowoso–Jember, tepatnya di Desa Grujugan Kidul, Kecamatan Grujugan, Sabtu dini hari (4/4/2026). Insiden ini terjadi setelah sopir diduga kehilangan kendali saat melintas di jalan tanjakan sempit dan berkelok.</p>
<p data-start="396" data-end="656">Kendaraan bernomor polisi N 8621 BE itu diketahui terjun ke area persawahan di sisi barat jalan dengan posisi roda berada di atas. Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut, meski truk mengalami kerusakan cukup parah dan muatan gabahnya tumpah.</p>
<p data-start="658" data-end="952">Peristiwa ini diduga dipicu karena sopir mengikuti petunjuk aplikasi navigasi yang mengarahkan kendaraan melintasi jalur yang sebenarnya tidak diperuntukkan bagi truk. Kondisi jalan yang sempit dan ekstrem memperbesar risiko kecelakaan, terutama bagi pengemudi yang belum familiar dengan medan.</p>
<p data-start="954" data-end="1281">Diketahui, truk tersebut dikemudikan oleh Antok (40), warga Balung, Kabupaten Jember. Ia berangkat dari Balung menuju Arak-Arak untuk mengirim gabah, ditemani seorang kenek. Dalam perjalanan, Antok mengikuti arahan Google Maps yang membawanya melewati jalur Tasnan, yang sebenarnya tidak direkomendasikan untuk kendaraan besar.</p>
<p data-start="1283" data-end="1542">Setibanya di lokasi kejadian, truk harus melewati tanjakan yang langsung disusul tikungan tajam ke kanan. Pada saat bersamaan, dari arah berlawanan melaju sepeda motor dengan kecepatan cukup tinggi. Kondisi tersebut membuat sopir panik dan kehilangan kendali.</p>
<p data-start="1544" data-end="1715">"Apes mas, saya belum pernah lewat jalan ini cuma ikut maps di HP saja, sampai sini pas belok ada sepeda motor, karena kaget panik akhirnya saya banting kanan," ungkapnya.</p>
<p data-start="1717" data-end="1899">Akibatnya, truk keluar jalur dan terjun ke sawah hingga terguling. Warga sekitar yang mengetahui kejadian tersebut langsung memberikan pertolongan dan melaporkan ke pihak kepolisian.</p>
<p data-start="1901" data-end="2182">Petugas dari Unit Gakkum Satlantas Polres Bondowoso bersama Polsek setempat segera menuju lokasi kejadian untuk melakukan olah TKP dan evakuasi kendaraan. Proses evakuasi dilakukan dengan cepat mengingat jalur tersebut merupakan akses alternatif yang cukup padat dilalui kendaraan.</p>
<p data-start="2184" data-end="2349">"Pasca menerima laporan kami langsung menuju TKP dan melakukan evakuasi truk dan muatannya, alhamdulilah prosesnya cukup cepat dengan dibantu warga," jelas Abdillah.</p>
<p data-start="2351" data-end="2620">Meski tidak menimbulkan korban jiwa, kerugian material akibat kejadian ini cukup signifikan. Polisi pun mengimbau para pengendara, khususnya kendaraan besar, agar tidak hanya mengandalkan aplikasi navigasi, tetapi juga memperhatikan rambu lalu lintas dan kondisi jalan.</p>
<p data-start="2622" data-end="2742" data-is-last-node="" data-is-only-node="">"Dihimbau agar ikut rambu yang dipasang petugas, karena semua rambu sudah disesuaikan dengan kondisi jalan," pungkasnya. <strong>(*)</strong></p>
<p data-start="2622" data-end="2742" data-is-last-node="" data-is-only-node=""><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>
</div>
</div>
</div>
</div>
<div class="z-0 flex min-h-[46px] justify-start"></div>
</div>
</div>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Kejar Target PAD 2026, Pemkab Bondowoso Andalkan Digitalisasi dan Inovasi</title>
<link>https://suarajatimpost.com/kejar-target-pad-2026-pemkab-bondowoso-andalkan-digitalisasi-dan-inovasi</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/kejar-target-pad-2026-pemkab-bondowoso-andalkan-digitalisasi-dan-inovasi</guid>
<description><![CDATA[ Realisasi PAD Bondowoso Triwulan I 2026 baru 15,82 persen, Pemkab dorong percepatan melalui digitalisasi, inovasi, dan kolaborasi lintas sektor. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x580_69d0bf2398d61.webp" length="44650" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sat, 04 Apr 2026 16:00:44 +0700</pubDate>
<dc:creator>Rizqi Ardian</dc:creator>
<media:keywords>PAD, Bapenda, Pajak, retribusi, restoran, parkir, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<div class="text-base my-auto mx-auto [--thread-content-margin:var(--thread-content-margin-xs,calc(var(--spacing)*4))] @w-sm/main:[--thread-content-margin:var(--thread-content-margin-sm,calc(var(--spacing)*6))] @w-lg/main:[--thread-content-margin:var(--thread-content-margin-lg,calc(var(--spacing)*16))] px-(--thread-content-margin)">
<div class="[--thread-content-max-width:40rem] @w-lg/main:[--thread-content-max-width:48rem] mx-auto max-w-(--thread-content-max-width) flex-1 group/turn-messages focus-visible:outline-hidden relative flex w-full min-w-0 flex-col agent-turn">
<div class="flex max-w-full flex-col gap-4 grow">
<div data-message-author-role="assistant" data-message-id="479ca05e-89e6-4277-b6d8-c291df87fc0c" dir="auto" data-message-model-slug="gpt-5-3" class="min-h-8 text-message relative flex w-full flex-col items-end gap-2 text-start break-words whitespace-normal outline-none keyboard-focused:focus-ring [.text-message+&amp;]:mt-1">
<div class="flex w-full flex-col gap-1 empty:hidden">
<div class="markdown prose dark:prose-invert w-full wrap-break-word light markdown-new-styling">
<p data-start="88" data-end="492"><strong data-start="88" data-end="106">BONDOWOSO, SJP</strong> <strong>-</strong> Realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Bondowoso hingga Triwulan I Tahun 2026 masih belum memenuhi target yang diharapkan. Dari total target Rp333,02 miliar, capaian baru menyentuh Rp52,67 miliar atau 15,82 persen, berada di bawah benchmark triwulan sebesar 20 persen. Kondisi ini menjadi alarm bagi Pemerintah Kabupaten Bondowoso untuk segera melakukan percepatan kinerja.</p>
<p data-start="494" data-end="803">Situasi tersebut mendorong Pemkab Bondowoso memperkuat strategi peningkatan PAD melalui langkah kolaboratif lintas perangkat daerah. Percepatan tidak hanya difokuskan pada peningkatan capaian angka, namun juga menyasar transformasi sistem pengelolaan pendapatan agar lebih adaptif, efektif, dan berkelanjutan.</p>
<p data-start="805" data-end="1095">Digitalisasi dan inovasi menjadi kunci utama yang didorong dalam upaya mengejar ketertinggalan capaian PAD. Pemerintah daerah menilai, pemanfaatan teknologi serta terobosan baru dalam pelayanan publik akan mempercepat optimalisasi potensi pendapatan yang selama ini belum tergarap maksimal.</p>
<p data-start="1097" data-end="1431">Hal tersebut mengemuka dalam rapat koordinasi evaluasi kinerja PAD yang digelar di Sabha Bina Praja I, Kamis (2/4/2026) selumbari, yang dipimpin Sekretaris Daerah Kabupaten Bondowoso, Fathur Rozi dan dihadiri Badan Pendapatan Daerah (Bapenda), UPT PPD Jawa Timur di Bondowoso, Bank Jatim, serta jajaran perangkat daerah penghasil.</p>
<p data-start="1433" data-end="1756">Dalam arahannya, Sekda menekankan pentingnya transformasi dalam pengelolaan PAD melalui optimalisasi potensi dan inovasi berbasis keterbatasan. Menurutnya, masih banyak potensi PAD di Bondowoso yang belum tergali secara maksimal sehingga membutuhkan penguatan pemetaan berbasis data serta peningkatan kepatuhan wajib pajak.</p>
<p data-start="1758" data-end="1893">“Keterbatasan bukan menjadi hambatan, tetapi harus melahirkan inovasi. Digitalisasi adalah kunci percepatan peningkatan PAD,” tegasnya, usai acara.</p>
<p data-start="1895" data-end="2149">Ia juga mendorong seluruh perangkat daerah penghasil untuk menghadirkan terobosan, dengan dukungan sinergi bersama Bank Jatim yang akan dievaluasi secara berkala setiap triwulan dalam kerangka penguatan elektronifikasi transaksi pemerintah daerah (ETPD).</p>
<p data-start="2151" data-end="2385">Sementara itu, dikonfirmasi terpisah, Kepala Bapenda Kabupaten Bondowoso, Slamet Yantoko, menyampaikan, PAD saat ini masih menghadapi dua tantangan utama, yakni potensi yang belum tergali optimal dan eksekusi yang belum maksimal.</p>
<p data-start="2387" data-end="2593">"Sejumlah sektor yang menjadi perhatian di antaranya Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2), pajak barang dan jasa tertentu (PBJT) pada sektor strategis, serta retribusi perizinan tertentu," jelas Slamety, saat dikonfirmasi pada Sabtu (4/4/2026).</p>
<p data-start="2595" data-end="2888">Untuk mengatasi hal tersebut, lanjut mantan Kasatpol PP ini, strategi percepatan difokuskan pada optimalisasi pemungutan berbasis data, percepatan digitalisasi melalui ETPD, serta penguatan pengawasan dan penagihan.</p>
<p data-start="2595" data-end="2888">"Pencapaian PAD merupakan tanggung jawab bersama seluruh perangkat daerah penghasil," ungkapnya.</p>
<p data-start="2890" data-end="3142" data-is-last-node="" data-is-only-node="">Dengan penguatan strategi, inovasi, serta kolaborasi lintas sektor, Pemerintah Kabupaten Bondowoso optimistis kinerja PAD akan meningkat seiring berjalannya tahun anggaran 2026, sekaligus menjaga tren positif demi tercapainya kemandirian fiskal daerah. <strong>(*)</strong></p>
<p data-start="2890" data-end="3142" data-is-last-node="" data-is-only-node=""><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>
</div>
</div>
</div>
</div>
<div class="z-0 flex min-h-[46px] justify-start"></div>
</div>
</div>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Di Tengah Situasi Tak Kondusif, Ratusan Prajurit Yonif 514 Bondowoso Berangkat Tugas ke Lebanon</title>
<link>https://suarajatimpost.com/di-tengah-situasi-tak-kondusif-prajurit-yonif-514-bondowoso-berangkat-tugas-ke-lebanon</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/di-tengah-situasi-tak-kondusif-prajurit-yonif-514-bondowoso-berangkat-tugas-ke-lebanon</guid>
<description><![CDATA[ Kodim 0822 Bondowoso bersama Forkopimda melepas personel Yonif 514/Sabada Yudha untuk misi perdamaian PBB di Lebanon, dengan pesan kewaspadaan di tengah situasi yang belum kondusif. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x580_69d0bc07a9316.webp" length="80610" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sat, 04 Apr 2026 15:38:20 +0700</pubDate>
<dc:creator>Rizqi Ardian</dc:creator>
<media:keywords>Lebanon, Indonesia, TNI, Tentara, 514, UNIFIL, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p data-start="0" data-end="403"><strong data-start="0" data-end="18">BONDOWOSO, SJP - </strong>Komando Distrik Militer (Kodim) 0822 Bondowoso bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) melepas 237 personel Yonif 514/Sabada Yudha yang akan menjalankan tugas negara dalam misi perdamaian dunia, Sabtu (4/4/2026).</p>
<p data-start="0" data-end="403">Para prajurit tersebut diberangkatkan untuk mengikuti pelatihan pra penugasan di Bogor sebelum diterjunkan sebagai bagian dari Satgas TNI Konga 32T di Lebanon.</p>
<p data-start="405" data-end="740">Keikutsertaan prajurit asal Bondowoso dalam misi internasional ini menjadi kebanggaan tersendiri bagi daerah. Pemerintah daerah dan unsur Forkopimda menilai, keterlibatan tersebut menunjukkan kontribusi nyata Kabupaten Bondowoso dalam mendukung peran Indonesia di kancah global, khususnya dalam menjaga stabilitas dan perdamaian dunia.</p>
<p data-start="742" data-end="1042">Namun di balik kebanggaan itu, terselip kewaspadaan tinggi mengingat situasi keamanan di Lebanon yang dinilai belum sepenuhnya kondusif. Karena itu, seluruh prajurit diingatkan untuk tetap disiplin, siaga, serta menjalankan setiap prosedur dengan penuh tanggung jawab selama menjalankan tugas negara.</p>
<p data-start="1044" data-end="1277">Komandan Kodim 0822 Bondowoso, Letkol Inf Prawito, menyampaikan bahwa pelepasan ini bukan sekadar seremoni, melainkan bentuk dukungan moril dari pemerintah daerah dan masyarakat kepada para prajurit yang akan bertugas di luar negeri.</p>
<p data-start="1279" data-end="1444">“Kami mewakili Forkopimda dan seluruh masyarakat Bondowoso merasa bangga. Ini menjadi bukti bahwa daerah kita memiliki andil dalam penugasan internasional,” ujarnya.</p>
<p data-start="1446" data-end="1636">Ia juga memohon doa dan dukungan dari seluruh masyarakat Bondowoso agar para prajurit yang diberangkatkan dapat menjalankan tugas dengan baik serta kembali dalam keadaan selamat dan lengkap.</p>
<p data-start="1638" data-end="1762">“Kami mohon doa restu, semoga seluruh personel yang berangkat hari ini dapat kembali dalam kondisi sehat walafiat,” katanya.</p>
<p data-start="1764" data-end="2003">Terkait kondisi di daerah penugasan, Prawito menegaskan pentingnya kewaspadaan dan kedisiplinan prajurit. Ia mengingatkan agar seluruh personel selalu mematuhi standar operasional prosedur (SOP) serta menjaga kesiapsiagaan selama bertugas.</p>
<p data-start="2005" data-end="2138">“Situasi di Lebanon saat ini tidak baik-baik saja. Prajurit harus selalu waspada, disiplin, dan mentaati SOP yang berlaku,” tegasnya.</p>
<p data-start="2140" data-end="2313">Selain itu, ia juga berpesan agar para prajurit tidak melupakan aspek spiritual selama menjalankan tugas, dengan senantiasa berdoa agar diberikan keselamatan dan kelancaran.</p>
<p data-start="2315" data-end="2451">“Yang paling utama, sertakan Tuhan dalam setiap kegiatan. Mudah-mudahan diberikan kemudahan dan keselamatan selama penugasan,” imbuhnya.</p>
<p data-start="2453" data-end="2639">Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa setiap prajurit TNI telah dibekali kesiapan untuk menghadapi berbagai situasi, termasuk dalam kondisi berisiko tinggi, baik di dalam maupun luar negeri.</p>
<p data-start="2641" data-end="2768" data-is-last-node="" data-is-only-node="">“Penugasan adalah kebanggaan dan kehormatan bagi prajurit. Dalam kondisi apapun, prajurit siap melaksanakan tugas,” pungkasnya. <strong>(*)</strong></p>
<p data-start="2641" data-end="2768" data-is-last-node="" data-is-only-node=""><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Efisiensi Anggaran, Dishub Bondowoso Konversi PJU ke Meterisasi, Hemat Rp682 Juta</title>
<link>https://suarajatimpost.com/efisiensi-anggaran-dishub-bondowoso-konversi-pju-ke-meterisasi-hemat-rp-682-juta</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/efisiensi-anggaran-dishub-bondowoso-konversi-pju-ke-meterisasi-hemat-rp-682-juta</guid>
<description><![CDATA[ Dishub Bondowoso lakukan konversi PJU dari taksasi ke meterisasi untuk menekan biaya listrik, hasilkan penghematan Rp682 juta dan akan diperluas di 2026. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x580_69d06cdd5ac4d.webp" length="26604" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sat, 04 Apr 2026 08:05:35 +0700</pubDate>
<dc:creator>Rizqi Ardian</dc:creator>
<media:keywords>pemerintahan, Dishub, PJU, efisiensi anggaran, bondowoso, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<div class="flex flex-col text-sm pb-25">
<section class="text-token-text-primary w-full focus:outline-none [--shadow-height:45px] has-data-writing-block:pointer-events-none has-data-writing-block:-mt-(--shadow-height) has-data-writing-block:pt-(--shadow-height) [&amp;:has([data-writing-block])&gt;*]:pointer-events-auto scroll-mt-[calc(var(--header-height)+min(200px,max(70px,20svh)))]" dir="auto" data-turn-id="request-WEB:27259e7a-f61a-4ee9-9b62-e286a61d258c-1" data-testid="conversation-turn-4" data-scroll-anchor="true" data-turn="assistant">
<div class="text-base my-auto mx-auto pb-10 [--thread-content-margin:var(--thread-content-margin-xs,calc(var(--spacing)*4))] @w-sm/main:[--thread-content-margin:var(--thread-content-margin-sm,calc(var(--spacing)*6))] @w-lg/main:[--thread-content-margin:var(--thread-content-margin-lg,calc(var(--spacing)*16))] px-(--thread-content-margin)">
<div class="[--thread-content-max-width:40rem] @w-lg/main:[--thread-content-max-width:48rem] mx-auto max-w-(--thread-content-max-width) flex-1 group/turn-messages focus-visible:outline-hidden relative flex w-full min-w-0 flex-col agent-turn">
<div class="flex max-w-full flex-col gap-4 grow">
<div data-message-author-role="assistant" data-message-id="f68e21fa-b392-4dd1-bb49-d54f96f86fd6" dir="auto" data-message-model-slug="gpt-5-3" class="min-h-8 text-message relative flex w-full flex-col items-end gap-2 text-start break-words whitespace-normal outline-none keyboard-focused:focus-ring [.text-message+&amp;]:mt-1" data-turn-start-message="true" tabindex="0">
<div class="flex w-full flex-col gap-1 empty:hidden">
<div class="markdown prose dark:prose-invert w-full wrap-break-word light markdown-new-styling">
<p data-start="0" data-end="360"><strong>BONDOWOSO, SJP –</strong> Di tengah tekanan efisiensi anggaran daerah, Dinas Perhubungan (Dishub) Bondowoso mulai melakukan langkah strategis untuk memangkas beban biaya operasional penerangan jalan umum (PJU). Salah satu upaya yang ditempuh adalah mengonversi sistem pembayaran listrik PJU dari metode taksasi menjadi meterisasi, yang dinilai lebih akurat dan efisien.</p>
<p data-start="362" data-end="768">Kebijakan ini tidak hanya menjadi respons atas keterbatasan anggaran, tetapi juga bagian dari penataan pengelolaan PJU yang selama ini dinilai belum optimal. Dengan jumlah PJU yang mencapai sekitar 10 ribu unit di seluruh wilayah kabupaten, beban pembayaran listrik setiap bulannya terbilang cukup besar, sehingga diperlukan terobosan untuk menekan pengeluaran tanpa mengurangi kualitas layanan penerangan.</p>
<p data-start="770" data-end="1095">Langkah konversi tersebut mulai menunjukkan hasil signifikan. Pada tahun 2025, ratusan unit PJU yang telah dialihkan ke sistem meterisasi mampu menghasilkan penghematan anggaran hingga ratusan juta rupiah. Capaian ini menjadi bukti bahwa perubahan metode pembayaran dapat berdampak langsung terhadap efisiensi belanja daerah.</p>
<p data-start="1097" data-end="1278">Nantinya, Dishub Bondowoso berencana melanjutkan program ini secara bertahap di sejumlah kecamatan, dengan harapan penghematan yang dihasilkan dapat semakin besar dan berkelanjutan.</p>
<p data-start="1280" data-end="1495">Menurut Kepala Bidang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ) Dinas Perhubungan Bondowoso, Deky Andi Prasetyo, selama ini anggaran untuk membayar sekitar 10 ribu unit PJU se-kabupaten mencapai Rp1,3 miliar per bulan.</p>
<p data-start="1497" data-end="1674">Karena kondisi efisiensi, pihaknya menekan biaya tersebut dengan melakukan konversi dari taksasi ke meterisasi. Pada tahun 2025, sebanyak 312 unit PJU telah berhasil dikonversi. Hasilnya, terjadi penghematan biaya listrik PJU yang cukup signifikan.</p>
<p data-start="1748" data-end="1948">"Kemarin 2025 hasil dari taksasi itu yang berubah ke meterisasi, ada penghematan Rp682 juta," ujarnya dikonfirmasi suarajatimpost.com, Sabtu (4/5/2026).</p>
<p data-start="1950" data-end="2107">Ia menjelaskan, proses konversi dilakukan melalui tahapan survei bersama pihak PLN, mengingat kewenangan teknis berada di perusahaan listrik negara tersebut.</p>
<p data-start="2109" data-end="2269">Pada tahun 2026, Dinas Perhubungan kembali merencanakan survei konversi di Kecamatan Wonosari dan Prajekan sebagai bagian dari kelanjutan program efisiensi ini.</p>
<p data-start="2271" data-end="2345" data-is-last-node="" data-is-only-node="">"Ini salah satu upaya penghematan yang dilakukan oleh Dishub," pungkasnya. <strong>(*)</strong></p>
</div>
</div>
</div>
</div>
<div class="z-0 flex min-h-[46px] justify-start"><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></div>
</div>
</div>
</section>
</div>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Efisiensi Anggaran, Pembangunan RTLH di Bondowoso Turun Jadi 114 Unit, Ribuan Rumah Masih Menunggu</title>
<link>https://suarajatimpost.com/efisiensi-anggaran-pembangunan-rtlh-di-bondowoso-turun-jadi-114-unit-ribuan-rumah-masih-menunggu</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/efisiensi-anggaran-pembangunan-rtlh-di-bondowoso-turun-jadi-114-unit-ribuan-rumah-masih-menunggu</guid>
<description><![CDATA[ Pemkab Bondowoso memperbaiki 114 RTLH pada 2026 dengan anggaran Rp20 juta per unit. Jumlah ini menurun akibat efisiensi, sementara total RTLH mencapai 60 ribu unit dan butuh dukungan pemerintah pusat. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x580_69ce5c21ce1fd.webp" length="41734" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 02 Apr 2026 19:16:14 +0700</pubDate>
<dc:creator>Rizqi Ardian</dc:creator>
<media:keywords>RTLH, pemerintah, bondowoso, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>BONDOWOSO, SJP – </strong>Pemkab Bondowoso mulai menggulirkan perbaikan 114 rumah tidak layak huni (RTLH) pada tahun anggaran 2026, meski jumlahnya menurun dibanding tahun sebelumnya yang mencapai 134 unit.</p>
<p>Di tengah keterbatasan fiskal akibat efisiensi anggaran, program ini tetap menjadi prioritas sebagai upaya menjaga kualitas hunian masyarakat miskin.</p>
<p>Perbaikan dijadwalkan mulai April 2026 dan ditargetkan rampung dalam waktu tiga bulan, dengan pola pemberdayaan masyarakat sebagai pelaksana utama pembangunan.</p>
<p>Namun di balik intervensi tersebut, tantangan besar masih membayangi. Data Pemkab menunjukkan jumlah RTLH di Bondowoso mencapai sekitar 60 ribu unit, jauh melampaui kemampuan pembiayaan daerah.</p>
<p>Kepala Dinas Perumahan Kawasan Permukiman Cipta Karya dan Tata Ruang (Perkim Cintaku) Bondowoso, Dadan Kurniawan, mengakui, keterbatasan anggaran daerah menjadi faktor utama berkurangnya jumlah RTLH yang bisa ditangani tahun ini.</p>
<p>Meski demikian, ia memastikan pelaksanaan program tetap berjalan dengan skema yang melibatkan masyarakat secara langsung.</p>
<p>“Pengerjaannya tetap di masyarakat,” ujarnya usai menghadiri kegiatan di Command Center Pemkab Bondowoso, Kamis (2/4/2026).</p>
<p>Dalam program ini, setiap unit rumah akan mendapatkan alokasi anggaran sebesar Rp20 juta. Dana tersebut digunakan untuk meningkatkan kelayakan struktur bangunan, mulai dari perbaikan atap, lantai, hingga dinding rumah.</p>
<p>Dadan menambahkan, keterbatasan APBD membuat pemerintah daerah tidak bisa bekerja sendiri. Oleh karena itu, berbagai upaya dilakukan untuk menarik dukungan dari pemerintah pusat.</p>
<p>Pengajuan bantuan dilakukan melalui aplikasi SIBARU (Sistem Informasi Bantuan Perumahan), yang menjadi pintu masuk program perumahan berbasis data nasional.</p>
<p>Selain itu, Pemkab Bondowoso juga mengusulkan bantuan melalui program BSPS (Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya) dari Kementerian PUPR.</p>
<p>“Memang dari pemerintah pusat,” pungkasnya.</p>
<p>Langkah ini diharapkan mampu mempercepat penanganan puluhan ribu RTLH yang masih menjadi pekerjaan rumah besar, sekaligus mendorong kolaborasi antara pemerintah daerah, pusat, dan masyarakat dalam mewujudkan hunian yang layak bagi warga Bondowoso. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Transformasi Budaya Kerja ASN Digenjot, Pemkab Bondowoso Fokus SDM, Efisiensi, dan Optimalisasi Potensi Daerah</title>
<link>https://suarajatimpost.com/transformasi-budaya-kerja-asn-digenjot-pemkab-bondowoso-fokus-sdm-efisiensi-dan-optimalisasi-potensi-daerah</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/transformasi-budaya-kerja-asn-digenjot-pemkab-bondowoso-fokus-sdm-efisiensi-dan-optimalisasi-potensi-daerah</guid>
<description><![CDATA[ Pemkab Bondowoso mendorong transformasi budaya kerja ASN melalui penguatan SDM, efisiensi anggaran, dan digitalisasi guna mengoptimalkan potensi daerah serta meningkatkan PAD 2026. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x580_69ce53846e8d4.webp" length="55662" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 02 Apr 2026 18:20:34 +0700</pubDate>
<dc:creator>Rizqi Ardian</dc:creator>
<media:keywords>Bondowoso, pemeirntah, sekda, ASN, kinerja, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p data-start="0" data-end="236"><strong data-start="0" data-end="18">BONDOWOSO, SJP</strong> – Pemerintah Kabupaten Bondowoso mulai menggenjot transformasi budaya kerja Aparatur Sipil Negara (ASN) sebagai langkah strategis menghadapi tantangan global, mulai dari dinamika geopolitik hingga keterbatasan energi.</p>
<p data-start="238" data-end="455">Transformasi tersebut menitikberatkan pada penguatan kualitas sumber daya manusia (SDM) aparatur, efisiensi belanja daerah, serta optimalisasi potensi lokal yang bermuara pada peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD).</p>
<p data-start="457" data-end="629">Sekretaris Daerah Bondowoso, Fathur Rozi, mengatakan bahwa kebijakan ini merupakan tindak lanjut dari arahan pemerintah pusat yang harus diimplementasikan hingga ke daerah.</p>
<p data-start="631" data-end="896">“Transformasi budaya ASN ini menjadi keharusan. Kita harus memperkuat SDM, baik dari sisi kompetensi teknis, integritas, maupun etika kerja yang semuanya berbasis regulasi,” ujarnya usai rapat koordinasi peningkatan PAD di Aula Sabha Bina Praja, Kamis (2/4/2026).</p>
<p data-start="898" data-end="1117">Selain penguatan SDM, Pemkab Bondowoso juga melakukan rasionalisasi anggaran, khususnya pada belanja perjalanan dinas. Langkah ini dinilai penting agar penggunaan anggaran lebih efektif dan fokus pada program prioritas.</p>
<p data-start="1119" data-end="1349">“Perjalanan dinas harus selektif. Jika tidak terlalu penting, tidak perlu dilakukan. Kita arahkan anggaran pada belanja prioritas seperti pemenuhan Standar Pelayanan Minimal (SPM) dan pencapaian indikator kinerja utama,” tegasnya.</p>
<p data-start="1351" data-end="1638">Di sisi lain, pemerintah daerah juga mendorong optimalisasi seluruh potensi daerah sebagai sumber pertumbuhan ekonomi. Sektor pertanian dan perkebunan masih menjadi tulang punggung perekonomian Bondowoso dengan kontribusi sekitar 28 persen terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB).</p>
<p data-start="1640" data-end="1849">“Potensi daerah harus dimaksimalkan, mulai dari pertanian, UMKM hingga sektor lainnya. Program seperti kawasan rumah pangan lestari juga terus kita dorong agar masyarakat bisa mandiri secara pangan,” jelasnya.</p>
<p data-start="1851" data-end="1987">Tak hanya itu, digitalisasi di berbagai sektor juga menjadi fokus untuk meningkatkan efektivitas pengelolaan pajak dan retribusi daerah.</p>
<p data-start="1989" data-end="2163">“Digitalisasi sudah berjalan, tapi perlu diperkuat. Ini penting agar semua sektor, baik pajak maupun retribusi, bisa lebih optimal dalam mendukung peningkatan PAD,” imbuhnya.</p>
<p data-start="2165" data-end="2368">Dengan berbagai langkah tersebut, Pemkab Bondowoso menargetkan PAD tahun 2026 sebesar Rp328 miliar dan optimistis dapat tercapai melalui penguatan sistem serta pemanfaatan potensi daerah secara maksimal.</p>
<p data-start="2370" data-end="2479" data-is-last-node="" data-is-only-node="">“Kuncinya ada pada perubahan pola kerja ASN yang lebih adaptif, efisien, dan berorientasi hasil,” pungkasnya. <strong>(*)</strong></p>
<p data-start="2370" data-end="2479" data-is-last-node="" data-is-only-node=""><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Traffic Light Perempatan Kantor Pos Bondowoso Rusak, Dishub Imbau Pengendara Waspada</title>
<link>https://suarajatimpost.com/traffic-light-perempatan-kantor-pos-bondowoso-rusak-dishub-imbau-pengendara-waspada</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/traffic-light-perempatan-kantor-pos-bondowoso-rusak-dishub-imbau-pengendara-waspada</guid>
<description><![CDATA[ Lampu lalu lintas di perempatan Kantor Pos sisi timur Alun-alun Raden Bagus Asra Bondowoso rusak sejak dua hari terakhir. Dishub menyebut gangguan terjadi pada sistem dan belum bisa memastikan waktu perbaikan, sementara pengendara diminta berhati-hati. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x580_69ce2a25ab80e.webp" length="63354" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 02 Apr 2026 15:58:59 +0700</pubDate>
<dc:creator>Rizqi Ardian</dc:creator>
<media:keywords>dishub, lalu lintas, bondowoso, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p data-start="0" data-end="194"><strong data-start="0" data-end="18">BONDOWOSO, SJP</strong> – Lampu lalu lintas (traffic light) di perempatan Kantor Pos, tepat di sisi timur bagian selatan Alun-alun Raden Bagus Asra Bondowoso, dilaporkan mengalami kerusakan sistem sejak dua hari terakhir.</p>
<p data-start="196" data-end="393">Kondisi tersebut menyebabkan arus lalu lintas di kawasan tersebut menjadi rawan kepadatan hingga berpotensi memicu kecelakaan, terlebih karena jalur di jalan Letjen Suprapto kini diberlakukan dua arah.</p>
<p data-start="395" data-end="589">Kepala Bidang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ) Dinas Perhubungan Bondowoso, Deky Andi Prasetyo, saat dikonfirmasi, Kamis (2/4/2026), membenarkan adanya gangguan pada traffic light tersebut.</p>
<p data-start="591" data-end="769">“Untuk traffic light di perempatan Kantor Pos memang ada kendala. Gangguan terjadi pada sistemnya, dan sejak dua hari lalu hingga sekarang masih dalam proses perbaikan,” ujarnya.</p>
<p data-start="771" data-end="943">Ia menjelaskan, pihaknya belum dapat memastikan estimasi waktu perbaikan. Pasalnya, kerusakan yang terjadi bersifat berulang meski telah beberapa kali dilakukan pembenahan.</p>
<p data-start="945" data-end="1087">“Kami belum bisa menyebutkan estimasi perbaikannya, karena sudah beberapa kali diperbaiki namun gangguan yang sama kembali terjadi,” jelasnya.</p>
<p data-start="1089" data-end="1297">Sebagai langkah sementara, Dishub Bondowoso telah melakukan penanganan persuasif dengan memasang banner imbauan di lokasi. Hal itu dilakukan untuk mengingatkan pengguna jalan agar lebih waspada saat melintas.</p>
<p data-start="1299" data-end="1420">Selain itu, petugas juga disiagakan di lapangan untuk memantau kondisi lalu lintas dan mengantisipasi potensi kecelakaan.</p>
<p data-start="1422" data-end="1578">“Kami juga melakukan pemantauan melalui tim di lapangan. Teman-teman setiap hari memberikan informasi jika ada gangguan pada perlengkapan jalan,” tambahnya.</p>
<p data-start="1580" data-end="1729">Pihaknya juga tengah melakukan survei terhadap seluruh traffic light di wilayah Bondowoso guna memastikan kondisi serupa tidak terjadi di titik lain.</p>
<p data-start="1731" data-end="1892">Deky mengimbau kepada seluruh pengguna jalan agar meningkatkan kewaspadaan dan mengutamakan keselamatan selama lampu lalu lintas tersebut belum berfungsi normal.</p>
<p data-start="1894" data-end="2039" data-is-last-node="" data-is-only-node="">“Kami mohon pengendara yang melintas di perempatan Kantor Pos untuk berhati-hati dan tidak saling serobot, demi keselamatan bersama,” pungkasnya. <strong>(*)</strong></p>
<p data-start="1894" data-end="2039" data-is-last-node="" data-is-only-node=""><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Akses Lumpuh Akibat Banjir, Perbaikan 3 Jembatan di Bondowoso Dikebut Dinas BSBK Pakai Anggaran BTT</title>
<link>https://suarajatimpost.com/akses-lumpuh-akibat-banjir-perbaikan-3-jembatan-di-bondowoso-dikebut-dinas-bsbk-pakai-anggaran-btt</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/akses-lumpuh-akibat-banjir-perbaikan-3-jembatan-di-bondowoso-dikebut-dinas-bsbk-pakai-anggaran-btt</guid>
<description><![CDATA[ Jembatan penghubung Desa Bandilan–Sempol, Kecamatan Prajekan, Bondowoso ambruk akibat banjir besar. Bupati Abdul Hamid Wahid meninjau lokasi dan memastikan perbaikan darurat segera dilakukan menggunakan anggaran BTT sebesar Rp370 juta untuk tiga titik jembatan rusak. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x580_69cc6ced51b2f.webp" length="108002" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 01 Apr 2026 09:00:46 +0700</pubDate>
<dc:creator>Rizqi Ardian</dc:creator>
<media:keywords>bencana, angin, puting beliung, BPBD, suarjatimpost, banjir, tanah longsor</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p data-start="79" data-end="299"><strong data-start="79" data-end="97">BONDOWOSO, SJP</strong> – Pemerintah Kabupaten Bondowoso bergerak cepat menindaklanjuti amblesnya jembatan penghubung Desa Bandilan–Sempol, Kecamatan Prajekan, usai ditinjau langsung oleh Bupati Bondowoso, Selasa (31/3/2026).</p>
<p data-start="301" data-end="476">Bupati Bondowoso, <span class="hover:entity-accent entity-underline inline cursor-pointer align-baseline"><span class="whitespace-normal">Abdul Hamid Wahid</span></span>, mengungkapkan bahwa terdapat tiga jembatan yang mengalami kerusakan akibat banjir besar yang melanda wilayah tersebut.</p>
<p data-start="478" data-end="604">“Ada tiga jembatan yang mengalami kerusakan, yakni penghubung Bandilan–Sempol, Bandilan–Tarum, dan Bandilan–Klekean,” ujarnya.</p>
<p data-start="606" data-end="784">Ia memastikan, pemerintah daerah akan segera melakukan penanganan darurat agar akses masyarakat tidak terputus total. Perbaikan sementara ditargetkan rampung dalam waktu singkat.</p>
<p data-start="786" data-end="1006">“Untuk jembatan di lokasi ini, insya Allah akan kami lakukan penanganan sementara agar bisa digunakan terlebih dahulu, meskipun dengan keterbatasan. Kami targetkan dalam setengah bulan sudah bisa dimanfaatkan,” jelasnya.</p>
<p data-start="1008" data-end="1171">Selain itu, penanganan permanen akan direncanakan melalui skema perubahan anggaran. Jika belum memungkinkan, pembangunan akan diusulkan pada APBD induk tahun 2027.</p>
<p data-start="1173" data-end="1385">Sementara itu, Kepala Dinas Bina Marga Sumber Daya Air dan Bina Konstruksi Bondowoso, <span class="hover:entity-accent entity-underline inline cursor-pointer align-baseline"><span class="whitespace-normal">Ansori</span></span>, menyampaikan bahwa perbaikan darurat akan dibiayai melalui Belanja Tidak Terduga (BTT).</p>
<p data-start="1387" data-end="1568">“Penanganan menggunakan anggaran BTT dengan pagu sekitar Rp370 juta untuk tiga titik. Pelaksanaannya secepatnya, dengan estimasi pengerjaan antara satu hingga tiga hari,” terangnya saat dikonfirmasi pada Rabu (1/4/2026).</p>
<p data-start="1570" data-end="1730">Di sisi lain, Sundari, Kepala Desa Bandilan mengungkapkan bahwa banjir kali ini merupakan yang terbesar dalam beberapa tahun terakhir hingga menyebabkan jembatan ambruk.</p>
<p data-start="1732" data-end="1929">“Hujan yang turun sangat lebat, bahkan di wilayah atas lebih deras lagi, sehingga menyebabkan banjir besar. Kejadian ini belum pernah terjadi sebelumnya dan mengakibatkan jembatan ambruk,” ungkapnya.</p>
<p data-start="1931" data-end="2131">Ia menyebut, jembatan tersebut merupakan akses vital bagi ribuan warga. Tercatat sekitar 2.601 kepala keluarga (KK) di Desa Bandilan dan sekitar 1.560 KK di Desa Sempol bergantung pada jalur tersebut.</p>
<p data-start="2133" data-end="2282">“Kami memohon kepada Pemerintah Kabupaten Bondowoso agar segera menindaklanjuti, karena ini satu-satunya jalan poros penghubung kedua desa,” katanya.</p>
<p data-start="2284" data-end="2453">Untuk sementara, warga terpaksa menggunakan jalur alternatif melalui Bandilan Selatan menuju Sempol. Namun, kondisi jembatan di jalur tersebut juga dinilai kurang layak.</p>
<p data-start="2455" data-end="2533">“Kalau harus memutar, jaraknya sekitar dua hingga tiga kilometer,” pungkasnya. <strong>(*)</strong></p>
<p data-start="2455" data-end="2533"><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Sampaikan LKPJ ke DPRD, Bupati Bondowoso Beberkan Capaian Kinerja Tahun 2025</title>
<link>https://suarajatimpost.com/sampaikan-lkpj-ke-dprd-bupati-bondowoso-beberkan-capaian-kinerja-tahun-2025</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/sampaikan-lkpj-ke-dprd-bupati-bondowoso-beberkan-capaian-kinerja-tahun-2025</guid>
<description><![CDATA[ Bupati Bondowoso Abdul Hamid Wahid menyampaikan LKPJ 2025 dengan realisasi APBD mencapai 98,67 persen, pertumbuhan ekonomi 5,32 persen, serta penurunan pengangguran dan ketimpangan. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202603/image_870x580_69ca71b5e8029.webp" length="33148" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 30 Mar 2026 21:46:52 +0700</pubDate>
<dc:creator>Rizqi Ardian</dc:creator>
<media:keywords>paripurna, DPRD, APBD, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p data-start="90" data-end="390"><strong data-start="90" data-end="108">BONDOWOSO, SJP</strong> – Bupati Bondowoso, <span class="hover:entity-accent entity-underline inline cursor-pointer align-baseline"><span class="whitespace-normal">Abdul Hamid Wahid</span></span>, menyampaikan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) terhadap pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun Anggaran 2025 dalam rapat paripurna DPRD Kabupaten Bondowoso, Senin (30/3/2026).</p>
<p data-start="392" data-end="591">Dalam penyampaiannya, Bupati menyebut realisasi APBD 2025 menunjukkan kinerja yang cukup baik. Dari total anggaran sebesar Rp2 triliun, realisasi mencapai Rp1,97 triliun atau sekitar 98,67 persen.</p>
<p data-start="593" data-end="731">“Realisasi pendapatan daerah menunjukkan capaian yang optimal, termasuk Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang mencapai 92,62 persen,” ujarnya.</p>
<p data-start="733" data-end="925">Sementara itu, dari sisi belanja daerah, tingkat penyerapan anggaran mencapai 91,83 persen dari total anggaran sebesar Rp2,09 triliun. Adapun realisasi belanja tercatat sebesar Rp1,92 triliun.</p>
<p data-start="927" data-end="1057">Selain itu, pembiayaan daerah yang dianggarkan sebesar Rp96,55 miliar juga terealisasi sedikit lebih tinggi, yakni Rp96,69 miliar.</p>
<p data-start="1059" data-end="1283">Dalam paparannya, Bupati juga menyoroti capaian makro pembangunan daerah sepanjang 2025. Pertumbuhan ekonomi Kabupaten Bondowoso mengalami peningkatan menjadi 5,32 persen, naik dibanding tahun sebelumnya sebesar 4,87 persen.</p>
<p data-start="1285" data-end="1409">“Pertumbuhan ini terjadi di seluruh sektor lapangan usaha, yang menunjukkan geliat ekonomi daerah semakin membaik,” katanya.</p>
<p data-start="1411" data-end="1600">Dari sisi kesejahteraan, ketimpangan ekonomi yang diukur melalui indeks gini mengalami penurunan menjadi 0,271 pada 2025. Angka ini lebih rendah dibandingkan tahun sebelumnya sebesar 0,333.</p>
<p data-start="1602" data-end="1791">Penurunan juga terjadi pada tingkat pengangguran. Dalam periode 2024–2025, jumlah pengangguran berkurang sebanyak 4.716 orang, dengan tingkat pengangguran terbuka turun menjadi 2,55 persen.</p>
<p data-start="1793" data-end="2024">Di sektor pembangunan manusia, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Bondowoso mencapai angka 71,72 atau meningkat 0,50 poin dibanding tahun sebelumnya. Capaian tersebut menempatkan Bondowoso dalam kategori pembangunan manusia “tinggi”.</p>
<p data-start="2026" data-end="2209">Bupati menegaskan, seluruh capaian tersebut tidak lepas dari sinergi antara pemerintah daerah, DPRD, serta dukungan pemerintah pusat dan provinsi melalui berbagai program pembangunan.</p>
<p data-start="2211" data-end="2361">“Kami berharap adanya masukan dan rekomendasi dari DPRD sebagai bahan evaluasi untuk meningkatkan kinerja pemerintahan di masa mendatang,” pungkasnya. <strong>(*)</strong></p>
<p data-start="2211" data-end="2361"><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Hadapi Tantangan SDM dan Infrastruktur, Bupati Bondowoso Siapkan Strategi Pembangunan 2027</title>
<link>https://suarajatimpost.com/hadapi-tantangan-sdm-dan-infrastruktur-bupati-bondowoso-siapkan-strategi-pembangunan-2027</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/hadapi-tantangan-sdm-dan-infrastruktur-bupati-bondowoso-siapkan-strategi-pembangunan-2027</guid>
<description><![CDATA[ Bupati Bondowoso Abdul Hamid Wahid memaparkan arah pembangunan 2027 dalam Musrenbang RKPD, dengan fokus pada kesejahteraan sosial, ketahanan pangan, serta penguatan ekonomi inklusif dan SDM. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202603/image_870x580_69ca73d2a3c4a.webp" length="66192" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 30 Mar 2026 21:15:56 +0700</pubDate>
<dc:creator>Rizqi Ardian</dc:creator>
<media:keywords>pemerintahan, Bondowoso, advetorial, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p data-start="90" data-end="322"><strong data-start="90" data-end="108">BONDOWOSO, SJP</strong> – Bupati Bondowoso, <span class="hover:entity-accent entity-underline inline cursor-pointer align-baseline"><span class="whitespace-normal">Abdul Hamid Wahid</span></span>, menegaskan arah pembangunan daerah tahun 2027 akan difokuskan pada penguatan kesejahteraan sosial dan ketahanan pangan berbasis pembangunan berkelanjutan.</p>
<p data-start="324" data-end="479">Hal itu disampaikan dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Kabupaten Bondowoso Tahun 2027 yang digelar di Bondowoso, Senin (30/3/2026).</p>
<p data-start="481" data-end="630">Bupati menyebut pembangunan Bondowoso saat ini menunjukkan tren positif, meski masih dihadapkan pada sejumlah tantangan strategis.</p>
<p data-start="632" data-end="795">“Pertumbuhan ekonomi mencapai 5,32 persen, tingkat kemiskinan turun menjadi 12,20 persen, serta tingkat pengangguran terbuka menurun menjadi 2,55 persen,” ujarnya.</p>
<p data-start="797" data-end="1014">Selain itu, ketimpangan ekonomi juga membaik dengan indeks gini sebesar 0,271. Namun demikian, ia mengakui Indeks Pembangunan Manusia (IPM) masih tumbuh relatif lebih lambat dibandingkan capaian provinsi dan nasional.</p>
<p data-start="1016" data-end="1150">Bupati menekankan, kondisi tersebut menjadi dasar penting dalam merumuskan kebijakan pembangunan ke depan agar lebih cepat dan merata.</p>
<p data-start="1152" data-end="1396">Sejumlah isu strategis pun menjadi perhatian, di antaranya kerawanan bencana, alih fungsi lahan, kerusakan lingkungan, rendahnya kualitas sumber daya manusia (SDM), kemiskinan, keterbatasan lapangan kerja, hingga belum optimalnya infrastruktur.</p>
<p data-start="1398" data-end="1565">Untuk itu, tema pembangunan Kabupaten Bondowoso tahun 2027 ditetapkan sebagai “Penguatan Kesejahteraan Sosial dan Ketahanan Pangan Berbasis Pembangunan Berkelanjutan”.</p>
<p data-start="1567" data-end="1732">Tema ini selaras dengan arah pembangunan nasional dan Provinsi Jawa Timur, yang menitikberatkan pada pertumbuhan ekonomi berkualitas serta penguatan pelayanan dasar.</p>
<p data-start="1734" data-end="1989">Dalam paparannya, Bupati juga memaparkan sejumlah target indikator makro tahun 2027, di antaranya pertumbuhan ekonomi ditargetkan berada pada kisaran 4,94 hingga 6 persen, tingkat kemiskinan ditekan menjadi 11 persen, serta IPM ditargetkan mencapai 72,60.</p>
<p data-start="1991" data-end="2125">Sementara itu, tingkat pengangguran terbuka ditargetkan berada pada kisaran 3,03 hingga 3,87 persen, serta indeks gini di angka 0,317.</p>
<p data-start="2127" data-end="2355">Untuk mencapai target tersebut, Pemkab Bondowoso menyiapkan sejumlah program prioritas, mulai dari penguatan ekonomi inklusif berbasis potensi lokal, pemberdayaan UMKM, hingga pengembangan ekonomi kreatif dan digitalisasi pasar.</p>
<p data-start="2357" data-end="2506">Selain itu, program peningkatan SDM melalui beasiswa pendidikan, jaminan kesehatan, serta pemberdayaan perempuan dan pemuda juga menjadi fokus utama.</p>
<p data-start="2508" data-end="2693">Di sektor infrastruktur, pemerintah daerah melanjutkan program “Rantas” (Ruas Infrastruktur Jalan Tuntas) guna meningkatkan konektivitas wilayah, serta mendorong pemerataan pembangunan.</p>
<p data-start="2695" data-end="2841">Bupati juga menekankan pentingnya reformasi birokrasi melalui digitalisasi layanan publik serta penguatan sistem merit bagi aparatur sipil negara.</p>
<p data-start="2843" data-end="2969">“Perencanaan pembangunan harus berbasis data dan kinerja, serta mampu memberikan dampak langsung kepada masyarakat,” tegasnya.</p>
<p data-start="2971" data-end="3125">Ia pun mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk berperan aktif dalam proses perencanaan pembangunan agar lebih partisipatif, transparan, dan akuntabel.</p>
<p data-start="3127" data-end="3262">“Kami berharap Musrenbang ini menghasilkan perencanaan yang berkualitas dan mampu menjawab tantangan pembangunan ke depan,” pungkasnya. <strong>(*)</strong></p>
<p data-start="3127" data-end="3262"><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>KDMP di Bondowoso Diduga Langgar Tata Ruang hingga Berdiri di Lahan Sawah Dilindungi</title>
<link>https://suarajatimpost.com/kdmp-di-bondowoso-diduga-langgar-tata-ruang-hingga-berdiri-di-lahan-sawah-dilindungi</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/kdmp-di-bondowoso-diduga-langgar-tata-ruang-hingga-berdiri-di-lahan-sawah-dilindungi</guid>
<description><![CDATA[ Sejumlah pembangunan KDMP di Bondowoso diduga belum berizin dan terindikasi berdiri di lahan sawah dilindungi, memicu sorotan terkait potensi pelanggaran tata ruang dan dampak lingkungan. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202603/image_870x580_69ca6eade69ff.webp" length="62998" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 30 Mar 2026 20:01:23 +0700</pubDate>
<dc:creator>Rizqi Ardian</dc:creator>
<media:keywords>kdmp, prabowo, koperasi, perkim, bondowoso, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<div class="flex flex-col text-sm pb-25">
<section class="text-token-text-primary w-full focus:outline-none [--shadow-height:45px] has-data-writing-block:pointer-events-none has-data-writing-block:-mt-(--shadow-height) has-data-writing-block:pt-(--shadow-height) [&amp;:has([data-writing-block])&gt;*]:pointer-events-auto scroll-mt-[calc(var(--header-height)+min(200px,max(70px,20svh)))]" dir="auto" data-turn-id="request-WEB:9d2c599b-bc31-4904-8b27-95748ac2d259-1" data-testid="conversation-turn-4" data-scroll-anchor="true" data-turn="assistant">
<div class="text-base my-auto mx-auto pb-10 [--thread-content-margin:var(--thread-content-margin-xs,calc(var(--spacing)*4))] @w-sm/main:[--thread-content-margin:var(--thread-content-margin-sm,calc(var(--spacing)*6))] @w-lg/main:[--thread-content-margin:var(--thread-content-margin-lg,calc(var(--spacing)*16))] px-(--thread-content-margin)">
<div class="[--thread-content-max-width:40rem] @w-lg/main:[--thread-content-max-width:48rem] mx-auto max-w-(--thread-content-max-width) flex-1 group/turn-messages focus-visible:outline-hidden relative flex w-full min-w-0 flex-col agent-turn">
<div class="flex max-w-full flex-col gap-4 grow">
<div data-message-author-role="assistant" data-message-id="daf9b98e-96ec-49bc-85d8-fc7547771697" dir="auto" data-message-model-slug="gpt-5-3" class="min-h-8 text-message relative flex w-full flex-col items-end gap-2 text-start break-words whitespace-normal outline-none keyboard-focused:focus-ring [.text-message+&amp;]:mt-1" data-turn-start-message="true" tabindex="0">
<div class="flex w-full flex-col gap-1 empty:hidden">
<div class="markdown prose dark:prose-invert w-full wrap-break-word light markdown-new-styling">
<p data-start="0" data-end="320"><strong data-start="0" data-end="18">BONDOWOSO, SJP</strong> – Pembangunan sejumlah gerai Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP) di Kabupaten Bondowoso mulai menuai sorotan publik. Selain diduga belum mengantongi Persetujuan Bangunan Gedung (PBG), beberapa titik proyek juga terindikasi berdiri di atas lahan produktif, termasuk Lahan Sawah Dilindungi (LSD).</p>
<p data-start="322" data-end="723">Indikasi tersebut mengemuka setelah dilakukan penelusuran melalui peta digital Talaswangi yang diakses dari laman resmi <a href="https://linktr.ee/talaswangi">https://linktr.ee/talaswangi</a>, sejumlah lokasi pembangunan KDMP terdeteksi berada di kawasan yang masuk kategori lahan sawah dilindungi.</p>
<p data-start="322" data-end="723">Temuan ini memunculkan kekhawatiran adanya potensi pelanggaran tata ruang, sekaligus alih fungsi lahan yang tidak sesuai dengan ketentuan yang berlaku.</p>
<p data-start="725" data-end="1009">Kepala Bidang Tata Ruang dan Pertanahan Dinas Perkim Ciptaru Bondowoso, Didik Purnawan, menegaskan, status lahan tidak bisa ditentukan secara asumtif. Penetapan harus merujuk pada peta resmi LSD maupun Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B) yang telah ditetapkan pemerintah.</p>
<p data-start="1011" data-end="1206">Ia menekankan, setiap rencana pembangunan wajib mengacu pada dokumen tersebut sebagai dasar legalitas. Jika terbukti berada di kawasan lindung, maka izin pembangunan tidak akan dapat diterbitkan.</p>
<p data-start="1208" data-end="1317">“Harus dilihat di peta. Kalau itu termasuk lahan dilindungi, tentu tidak bisa sembarangan dibangun,” ujarnya.</p>
<p data-start="1319" data-end="1548">Di sisi lain, pengamat hukum administrasi negara dari UIN KHAS Jember, Basuki Kurniawan, menilai proyek pembangunan KDMP di lahan produktif berpotensi menabrak sejumlah regulasi, terutama terkait pemanfaatan Tanah Kas Desa (TKD).</p>
<p data-start="1550" data-end="1735">Menurutnya, merujuk pada Permendagri Nomor 1 Tahun 2016, penggunaan TKD untuk pembangunan fisik, terlebih yang melibatkan pihak ketiga, wajib mengantongi izin tertulis dari kepala daerah.</p>
<p data-start="1737" data-end="1865">“Status milik desa bukan berarti bisa digunakan tanpa prosedur. Tetap harus melalui mekanisme perizinan yang berlaku,” tegasnya.</p>
<p data-start="1867" data-end="2157">Basuki juga menggarisbawahi bahwa aturan zonasi dalam tata ruang bersifat mengikat terhadap fungsi lahan, bukan sekadar status kepemilikan. Artinya, jika suatu kawasan telah ditetapkan sebagai zona pertanian atau LP2B, maka pembangunan gedung permanen di atasnya berpotensi melanggar hukum.</p>
<p data-start="2159" data-end="2402">Selain aspek administratif, ia turut menyoroti potensi dampak ekologis dari alih fungsi lahan produktif yang tidak terkendali. Lahan pertanian, menurutnya, memiliki peran penting sebagai daerah resapan air sekaligus penyangga ketahanan pangan.</p>
<p data-start="2404" data-end="2542">“Jika ke depan menimbulkan banjir atau kerusakan lingkungan, pihak yang terlibat bisa dimintai pertanggungjawaban secara hukum,” jelasnya.</p>
<p data-start="2544" data-end="2800">Lebih lanjut, ia menyebut bahwa alih fungsi lahan tanpa dokumen Kesesuaian Kegiatan Pemanfaatan Ruang (KKPR) dapat dikategorikan sebagai tindakan ilegal. Bahkan, pelanggaran terhadap ketentuan perlindungan lahan pertanian dapat berujung pada sanksi pidana.</p>
<p data-start="2802" data-end="2970">Undang-Undang Nomor 41 Tahun 2009 tentang Perlindungan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan mengatur ancaman pidana hingga lima tahun penjara bagi pelanggaran tersebut.</p>
<p data-start="2972" data-end="3213" data-is-last-node="" data-is-only-node="">Sorotan terhadap pembangunan KDMP ini mencerminkan meningkatnya perhatian publik terhadap transparansi, kepatuhan regulasi, serta konsistensi pemerintah daerah dalam menjaga tata ruang dan keberlanjutan lingkungan, khususnya di tingkat desa. <strong>(*)</strong></p>
<p data-start="2972" data-end="3213" data-is-last-node="" data-is-only-node=""><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>
</div>
</div>
</div>
</div>
</div>
</div>
</section>
</div>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Silaturahmi Saat Lebaran, Kunci Kebahagiaan dan Kesehatan EmosionaL</title>
<link>https://suarajatimpost.com/silaturahmi-saat-lebaran-kunci-kebahagiaan-dan-kesehatan-emosional</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/silaturahmi-saat-lebaran-kunci-kebahagiaan-dan-kesehatan-emosional</guid>
<description><![CDATA[ Silaturahmi saat Idulfitri tak hanya mempererat hubungan keluarga, tetapi juga bermanfaat bagi kesehatan emosional. Dalam Islam, silaturahmi membawa keberkahan, melapangkan rezeki, serta memperpanjang umur manusia. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202603/image_870x580_69c1415955165.webp" length="45350" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Tue, 24 Mar 2026 18:05:30 +0700</pubDate>
<dc:creator>Rizqi Ardian</dc:creator>
<media:keywords>lebaran, baju baru lebaran, tradisi lebaran, sejarah baju baru lebaran, idulfitri, makna baju baru, budaya lebaran indonesia</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p data-start="186" data-end="454"><strong>SUARAJATIMPOST.COM - </strong>Momen Hari Raya Idulfitri selalu identik dengan tradisi bersilaturahmi, berkumpul, serta berbagi cerita bersama keluarga dan orang-orang terdekat. Suasana hangat ini tidak hanya menghadirkan kebahagiaan, tetapi juga memberikan dampak positif bagi kesehatan emosional.</p>
<p data-start="456" data-end="709">Interaksi sederhana seperti mengobrol, saling mendengarkan, hingga tertawa bersama terbukti mampu membantu meredakan stres. Kehadiran orang-orang terkasih menjadi ruang aman untuk berbagi cerita, melepas penat, bahkan mengurangi rasa sedih dan kesepian.</p>
<p data-start="711" data-end="962">Tak hanya dari sisi psikologis, silaturahmi juga memiliki makna yang sangat penting dalam ajaran Islam, terutama di momen Idulfitri. Silaturahmi menjadi salah satu amalan yang dianjurkan karena dapat mempererat ukhuwah atau persaudaraan antar sesama.</p>
<p data-start="964" data-end="1251">Dalam Islam, menjaga hubungan silaturahmi diyakini membawa banyak keberkahan, di antaranya melapangkan rezeki dan memanjangkan umur. Selain itu, Idulfitri juga menjadi waktu yang tepat untuk saling memaafkan, menghapus kesalahan, serta memperbaiki hubungan yang mungkin sempat renggang.</p>
<p data-start="1253" data-end="1477">Silaturahmi juga melatih kepekaan sosial dan menumbuhkan rasa empati. Dengan saling berkunjung atau sekadar berkomunikasi, seseorang dapat lebih memahami kondisi dan perasaan orang lain, sehingga kepedulian pun semakin kuat.</p>
<p data-start="1479" data-end="1735">Di tengah kesibukan dan rutinitas, momen Lebaran menjadi waktu yang tepat untuk kembali mempererat hubungan yang mungkin sempat terputus. Bahkan bagi yang tidak dapat mudik, silaturahmi tetap bisa dilakukan melalui video call atau media komunikasi lainnya.</p>
<p data-start="1737" data-end="1870">Dengan begitu, jarak bukan lagi menjadi penghalang untuk tetap terhubung, saling memaafkan, dan berbagi kebahagiaan bersama keluarga. <strong>(**)</strong><strong></strong></p>
<p data-start="1737" data-end="1870"><strong>Editor : Rizqi Ardian<br>Sumber : Berbagai Sumber</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>10 Rekomendasi Wisata di Madura untuk Libur Lebaran 2026, Eksotis dan Beragam</title>
<link>https://suarajatimpost.com/10-rekomendasi-wisata-di-madura-untuk-libur-lebaran-2026-eksotis-dan-beragam</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/10-rekomendasi-wisata-di-madura-untuk-libur-lebaran-2026-eksotis-dan-beragam</guid>
<description><![CDATA[ Rekomendasi 10 wisata di Madura untuk libur Lebaran 2026, mulai dari pantai eksotis, pulau cantik, wisata alam, hingga destinasi religi dan sejarah yang cocok dikunjungi bersama keluarga. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202603/image_870x580_69c160a69bde3.webp" length="73264" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Tue, 24 Mar 2026 17:07:02 +0700</pubDate>
<dc:creator>Rizqi Ardian</dc:creator>
<media:keywords>lifestyle, rekomendasi, membaca, literasi, buku, suarajatimpost, bisnis, otomotif, teknologi</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p data-start="0" data-end="81"><b>MADURA, SJP - </b>Pulau Madura menjadi salah satu destinasi menarik untuk menghabiskan libur Lebaran 2026. Terletak di timur laut Jawa Timur, kawasan ini menawarkan pesona wisata yang lengkap, mulai dari pantai eksotis, wisata alam, hingga destinasi religi dan sejarah.</p>
<p data-start="336" data-end="611">Tak hanya terkenal dengan kulinernya seperti sate dan bebek khas Madura, pulau ini juga menyimpan banyak tempat wisata yang cocok dikunjungi bersama keluarga. Suasananya yang relatif lebih tenang dibanding kota besar menjadikan Madura pilihan tepat untuk liburan yang nyaman.</p>
<p data-start="613" data-end="698">Berikut 10 destinasi wisata di Madura yang bisa menjadi referensi libur Lebaran Anda:</p>
<p data-start="613" data-end="698"><strong>1. Pantai Lombang</strong></p>
<p data-start="724" data-end="896">Pantai Lombang di Sumenep terkenal dengan pasir putihnya yang luas serta deretan cemara udang yang unik. Ombaknya yang tenang membuat pantai ini aman untuk wisata keluarga.</p>
<p data-start="724" data-end="896"><strong>2. Pantai Slopeng</strong></p>
<p data-start="922" data-end="1082">Masih di Sumenep, Pantai Slopeng menawarkan hamparan pasir berbukit (gumuk) yang jarang ditemukan di tempat lain. Sunset di pantai ini menjadi daya tarik utama.</p>
<p data-start="922" data-end="1082"><strong>3. Gili Labak</strong></p>
<p data-start="1104" data-end="1272">Pulau kecil ini terkenal dengan keindahan bawah lautnya yang jernih. Gili Labak menjadi favorit wisatawan untuk snorkeling dan menikmati suasana pulau yang masih alami.</p>
<p data-start="1104" data-end="1272"><strong>4. Bukit Jaddih</strong></p>
<p data-start="1296" data-end="1449">Bekas tambang kapur di Bangkalan ini kini disulap menjadi destinasi wisata unik dengan tebing putih dan kolam berwarna biru kehijauan yang Instagramable.</p>
<p data-start="1296" data-end="1449"><strong>5. Api Tak Kunjung Padam</strong></p>
<p data-start="1482" data-end="1617">Wisata ikonik di Pamekasan ini menyuguhkan fenomena api abadi yang terus menyala. Tempat ini paling menarik dikunjungi saat malam hari.</p>
<p data-start="1482" data-end="1617"><strong>6. Pantai Camplong</strong></p>
<p data-start="1644" data-end="1787">Terletak di Sampang, Pantai Camplong dikenal ramah anak dengan ombak yang tenang. Di sekitar lokasi juga tersedia berbagai kuliner khas Madura.</p>
<p data-start="1644" data-end="1787"><strong>7. Air Terjun Toroan</strong></p>
<p data-start="1816" data-end="1955">Air terjun ini memiliki keunikan karena langsung mengalir ke laut. Suasana alamnya masih asri dan cocok bagi wisatawan pencinta ketenangan.</p>
<p data-start="1816" data-end="1955"><strong>8. Keraton Sumenep</strong></p>
<p data-start="1982" data-end="2124">Destinasi sejarah ini menampilkan perpaduan arsitektur Jawa, Eropa, dan Tiongkok. Di dalamnya terdapat museum dengan koleksi benda bersejarah.</p>
<p data-start="1982" data-end="2124"><strong>9. Masjid Agung Sumenep</strong></p>
<p data-start="2156" data-end="2283">Menjadi destinasi religi favorit saat Lebaran, masjid ini memiliki arsitektur khas yang menarik sekaligus nilai sejarah tinggi.</p>
<p data-start="2156" data-end="2283"><strong>10. Pantai 9 (Pantai Sembilan)</strong></p>
<p data-start="2156" data-end="2283">Pantai ini terkenal dengan pasir putih bersih dan air laut yang jernih. Beragam aktivitas wisata air seperti snorkeling hingga banana boat bisa dinikmati di sini.</p>
<p data-start="2156" data-end="2283"><strong>Liburan Lebaran Lebih Berkesan</strong></p>
<p data-start="2522" data-end="2783">Madura menawarkan pengalaman liburan yang beragam dalam satu kawasan, mulai dari wisata alam, budaya, hingga religi. Dengan perencanaan yang matang, libur Lebaran 2026 bisa menjadi momen tepat untuk menjelajahi keindahan “Surga Timur Jawa” ini bersama keluarga. <strong>(**)</strong></p>
<p data-start="2522" data-end="2783"><strong>Editor : Rizqi Ardian<br>Sumber : beritasatu.com</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Ayam Lodho, Jejak Rasa Legendaris Trenggalek yang Diburu Pemudik Lebaran 2026</title>
<link>https://suarajatimpost.com/ayam-lodho-jejak-rasa-legendaris-trenggalek-yang-diburu-pemudik-lebaran-2026</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/ayam-lodho-jejak-rasa-legendaris-trenggalek-yang-diburu-pemudik-lebaran-2026</guid>
<description><![CDATA[ Ayam lodho khas Trenggalek menjadi buruan pemudik Lebaran 2026. Kuliner legendaris berbahan ayam kampung ini bercita rasa pedas gurih, dimasak dengan teknik tradisional, serta menjadi ikon budaya dan wisata daerah. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202603/image_870x580_69c1eaa1efb02.webp" length="25122" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Tue, 24 Mar 2026 15:00:54 +0700</pubDate>
<dc:creator>Rizqi Ardian</dc:creator>
<media:keywords>lifestyle, rekomendasi, membaca, literasi, buku, suarajatimpost, bisnis, otomotif, teknologi</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p data-start="83" data-end="314"><strong>TRENGGALEK, SJP –</strong> Aroma asap dari bara arang menyatu dengan bumbu rempah yang meresap hingga ke serat daging. Itulah ciri khas ayam lodho, kuliner legendaris asal Trenggalek yang kembali diburu para pemudik saat momen Lebaran 2026.</p>
<p data-start="316" data-end="696">Hidangan berbahan dasar ayam kampung ini dikenal dengan cita rasa pedas gurih yang kuat dan autentik. Tak sekadar menu biasa, ayam lodho telah lama menjadi bagian dari tradisi masyarakat, terutama saat selamatan hingga perayaan hari raya. Bahkan, kuliner ini kini telah ditetapkan sebagai warisan budaya tak benda karena nilai historis dan kearifan lokal yang melekat di dalamnya.</p>
<p data-start="698" data-end="955">Dahulu, ayam lodho hanya disajikan dalam acara hajatan dan tidak diperjualbelikan. Namun seiring waktu, hidangan ini berkembang menjadi ikon kuliner khas Trenggalek yang banyak dicari, baik oleh warga lokal maupun wisatawan yang datang dari berbagai daerah.</p>
<p data-start="957" data-end="1210">Salah satu penjaga cita rasa otentik tersebut adalah Warung Ayam Lodho Pak Yusuf yang berada di Desa Kedunglurah, Kecamatan Pogalan. Berdiri sejak 1987, warung ini menjadi salah satu pelopor yang konsisten mempertahankan resep tradisional turun-temurun.</p>
<p data-start="1212" data-end="1422">Pemilik warung, Ayub Nualak, mengungkapkan bahwa proses memasak ayam lodho memiliki teknik khusus yang tidak bisa sembarangan. Pemilihan ayam kampung berkualitas menjadi kunci utama sebelum diolah lebih lanjut.</p>
<p data-start="1424" data-end="1625">“Setelah dibersihkan, ayam dijepit dengan kayu agar matang merata, lalu dibakar di atas arang. Ini yang membuat aromanya khas. Jadi bukan diasap, tapi benar-benar dibakar,” ujarnya, Selasa (23/3/2026) kemarin.</p>
<p data-start="1627" data-end="1922">Proses tersebut kemudian dilanjutkan dengan memasak ayam bersama kuah santan berbumbu rempah pedas hingga dagingnya empuk dan bumbu meresap sempurna. Dalam satu sajian, ayam lodho biasanya disandingkan dengan nasi gurih serta urap-urap, menciptakan perpaduan rasa yang kaya dan menggugah selera.</p>
<p data-start="1924" data-end="2018">“Resep ini sudah diwariskan dari kakek kami dan tetap kami jaga sampai sekarang,” tambah Ayub.</p>
<p data-start="2020" data-end="2214">Dari sisi harga, kuliner legendaris ini masih tergolong ramah di kantong. Satu porsi ayam lodho dibanderol mulai Rp25.000, sementara paket keluarga bisa dinikmati dengan harga sekitar Rp183.000.</p>
<p data-start="2216" data-end="2564" data-is-last-node="" data-is-only-node="">Kini, ayam lodho tidak hanya menjadi favorit masyarakat lokal, tetapi juga menjelma sebagai daya tarik wisata kuliner yang memperkuat identitas budaya Trenggalek. Di tengah arus modernisasi, kehadirannya menjadi bukti bahwa cita rasa tradisional tetap memiliki tempat istimewa di hati penikmatnya, terutama saat momen pulang kampung seperti Lebaran. <strong>(**)</strong></p>
<p data-start="2216" data-end="2564" data-is-last-node="" data-is-only-node=""><strong>Editor : Rizqi Ardian<br>Sumber : beritasatu.com</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Microsleep Mengintai Saat Mudik, Ini Penyebab, Gejala, dan Cara Mencegahnya</title>
<link>https://suarajatimpost.com/microsleep-mengintai-saat-mudik-ini-penyebab-gejala-dan-cara-mencegahnya</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/microsleep-mengintai-saat-mudik-ini-penyebab-gejala-dan-cara-mencegahnya</guid>
<description><![CDATA[ Microsleep saat mudik atau balik lebaran bisa picu kecelakaan fatal. Kenali gejala, penyebab, dan cara mencegahnya agar perjalanan tetap aman, nyaman, dan terhindar dari risiko kehilangan konsentrasi saat berkendara. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202603/image_870x580_69c147798a605.webp" length="15028" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Tue, 24 Mar 2026 13:59:52 +0700</pubDate>
<dc:creator>Rizqi Ardian</dc:creator>
<media:keywords>lifestyle, rekomendasi, membaca, literasi, buku, suarajatimpost, bisnis, otomotif, teknologi</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p data-start="0" data-end="79"><b>SUARAJATIMPOST.COM - </b>Perjalanan mudik maupun balik Lebaran identik dengan jarak tempuh panjang dan waktu berkendara yang tidak sebentar. Dalam kondisi seperti ini, rasa lelah dan kantuk kerap muncul tanpa disadari. Salah satu kondisi berbahaya yang sering terjadi namun masih kurang dipahami adalah <em>microsleep.</em></p>
<p data-start="359" data-end="656">Microsleep merupakan kondisi ketika seseorang tertidur dalam waktu sangat singkat, hanya beberapa detik. Meski singkat, kondisi ini cukup membuat otak berhenti memproses informasi dari sekitar. Situasi ini tentu sangat berisiko, terutama bagi pengemudi yang membutuhkan konsentrasi penuh di jalan.</p>
<p data-start="658" data-end="793">Karena itu, penting memahami microsleep mulai dari pengertian, gejala, hingga dampaknya agar risiko kecelakaan saat mudik bisa ditekan.</p>
<p data-start="658" data-end="793"><strong>Apa Itu Microsleep?</strong></p>
<p data-start="820" data-end="1014">Microsleep adalah periode tidur singkat yang berlangsung sekitar beberapa detik, bahkan kurang dari 15 detik. Kondisi ini terjadi secara tidak sadar, berbeda dengan tidur sejenak yang disengaja.</p>
<p data-start="1016" data-end="1209">Seseorang yang mengalami microsleep bisa saja tampak tetap terjaga, bahkan dengan mata terbuka. Namun, pada saat itu otak sebenarnya tidak memproses informasi seperti dalam kondisi sadar penuh.</p>
<p data-start="1211" data-end="1370">Karena durasinya sangat singkat, banyak orang tidak menyadari telah mengalaminya. Tak jarang kondisi ini dianggap sekadar kehilangan fokus atau melamun sesaat.</p>
<p data-start="1372" data-end="1558">Microsleep bisa dialami siapa saja, termasuk orang tanpa gangguan tidur. Kondisi ini sering muncul saat melakukan aktivitas monoton, seperti mengemudi di jalan tol yang panjang dan sepi.</p>
<p data-start="1372" data-end="1558"><strong>Apa yang Terjadi di Otak?</strong></p>
<p data-start="1591" data-end="1739">Saat microsleep terjadi, aktivitas otak mengalami perlambatan seperti fase awal tidur. Namun, kondisi ini tidak sepenuhnya sama dengan tidur normal.</p>
<p data-start="1741" data-end="1914">Sebagian area otak masih aktif, terutama yang berperan dalam menjaga kewaspadaan. Meski begitu, kemampuan otak dalam merespons rangsangan, seperti suara dan visual, menurun.</p>
<p data-start="1916" data-end="2109">Tanda fisik juga bisa muncul sebelum microsleep, seperti gerakan mata yang melambat, kelopak mata mulai turun, hingga tatapan kosong. Ini menjadi sinyal awal tubuh mulai kehilangan kewaspadaan.</p>
<p data-start="1916" data-end="2109"><strong>Gejala yang Perlu Diwaspadai</strong></p>
<p data-start="2145" data-end="2238">Microsleep sering tidak disadari, tetapi ada beberapa tanda yang bisa dikenali, di antaranya:</p>
<ul data-start="2239" data-end="2451">
<li data-start="2239" data-end="2296">Mata terasa berat atau sempat tertutup beberapa detik</li>
<li data-start="2297" data-end="2327">Kepala tiba-tiba terangguk</li>
<li data-start="2328" data-end="2346">Sering menguap</li>
<li data-start="2347" data-end="2365">Tatapan kosong</li>
<li data-start="2366" data-end="2395">Tubuh tersentak tiba-tiba</li>
<li data-start="2396" data-end="2451">Tidak ingat beberapa menit terakhir saat berkendara</li>
</ul>
<p data-start="2453" data-end="2582">Dalam kondisi lebih serius, pengemudi mulai sulit menjaga kendaraan tetap di jalur dan menjadi lambat merespons situasi di jalan.</p>
<p data-start="2453" data-end="2582"><strong>Penyebab Microsleep</strong></p>
<p data-start="2609" data-end="2751">Penyebab utama microsleep adalah kurang tidur dan kelelahan. Ketika tubuh tidak mendapat istirahat cukup, dorongan untuk tidur akan meningkat.</p>
<p data-start="2753" data-end="2809">Selain itu, beberapa faktor lain juga berperan, seperti:</p>
<ul data-start="2810" data-end="2985">
<li data-start="2810" data-end="2848">Begadang atau kualitas tidur buruk</li>
<li data-start="2849" data-end="2887">Aktivitas monoton dalam waktu lama</li>
<li data-start="2888" data-end="2943">Perjalanan jauh di jalan lurus dan minim rangsangan</li>
<li data-start="2944" data-end="2985">Konsumsi obat yang menyebabkan kantuk</li>
</ul>
<p data-start="2987" data-end="3090">Gangguan tidur seperti insomnia, sleep apnea, dan narcolepsy juga dapat meningkatkan risiko microsleep.</p>
<p data-start="2987" data-end="3090"><strong>Kapan Sering Terjadi?</strong></p>
<p data-start="3119" data-end="3342">Microsleep bisa terjadi kapan saja, tetapi risikonya meningkat saat tubuh lelah. Kondisi ini juga sering muncul pada siang hingga sore hari, saat tubuh mengalami penurunan energi alami atau dikenal sebagai <em data-start="3325" data-end="3341">post-lunch dip</em>.</p>
<p data-start="3344" data-end="3452">Pekerja malam juga berisiko tinggi mengalaminya, terutama saat berkendara pulang setelah begadang semalaman.</p>
<p data-start="3344" data-end="3452"><strong>Bahaya Microsleep Saat Berkendara</strong></p>
<p data-start="3493" data-end="3617">Dampak paling fatal dari microsleep adalah kecelakaan. Dalam hitungan detik saja, kendaraan bisa keluar jalur tanpa kendali.</p>
<p data-start="3619" data-end="3825">Saat microsleep terjadi, pengemudi menjadi tidak responsif dan terlambat bereaksi terhadap kondisi jalan. Bahkan tidur dua detik saja sudah cukup membuat kendaraan melenceng, apalagi dalam kecepatan tinggi.</p>
<p data-start="3827" data-end="4020">Sejumlah penelitian menunjukkan banyak kasus kecelakaan diawali tanda-tanda microsleep, seperti kedipan mata yang melambat hingga akhirnya mata tertutup beberapa detik sebelum tabrakan terjadi.</p>
<p data-start="3827" data-end="4020"><strong>Cara Mencegah Microsleep Saat Mudik</strong></p>
<p data-start="4063" data-end="4144">Microsleep dapat dicegah dengan langkah sederhana, terutama saat perjalanan jauh:</p>
<ul data-start="4146" data-end="4513">
<li data-start="4146" data-end="4197">Pastikan tidur cukup 7–9 jam sebelum berkendara</li>
<li data-start="4198" data-end="4252">Segera berhenti dan istirahat jika mulai mengantuk</li>
<li data-start="4253" data-end="4304">Manfaatkan tidur singkat untuk memulihkan fokus</li>
<li data-start="4305" data-end="4366">Konsumsi kafein secukupnya untuk meningkatkan kewaspadaan</li>
<li data-start="4367" data-end="4414">Bergantian mengemudi jika bepergian bersama</li>
<li data-start="4415" data-end="4458">Lakukan peregangan ringan saat berhenti</li>
<li data-start="4459" data-end="4513">Hindari obat yang memicu kantuk sebelum perjalanan</li>
</ul>
<p data-start="4515" data-end="4653">Jika microsleep sering terjadi meski sudah cukup istirahat, sebaiknya periksakan diri ke dokter untuk memastikan tidak ada gangguan tidur.</p>
<p data-start="4671" data-end="4886">Microsleep adalah tidur singkat yang berlangsung hanya beberapa detik, namun berdampak besar terhadap keselamatan, terutama saat berkendara. Kondisi ini umumnya dipicu kelelahan, kurang tidur, dan aktivitas monoton.</p>
<p data-start="4888" data-end="5073">Meski terlihat sepele, microsleep dapat menyebabkan kecelakaan fatal dalam waktu singkat. Oleh karena itu, mengenali tanda-tandanya dan mengambil langkah pencegahan menjadi hal penting.</p>
<p data-start="5075" data-end="5191" data-is-last-node="" data-is-only-node="">Dengan kondisi tubuh yang fit dan kewaspadaan yang terjaga, perjalanan mudik bisa berlangsung lebih aman dan nyaman. <strong>(**)</strong></p>
<p data-start="5075" data-end="5191" data-is-last-node="" data-is-only-node=""><strong>Editor : Rizqi Ardian<br>Sumber : beritasatu.com</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Tips Sehat saat Lebaran, Nikmati Hidangan Tanpa Khawatir Kolesterol Naik</title>
<link>https://suarajatimpost.com/tips-sehat-saat-lebaran-nikmati-hidangan-tanpa-khawatir-kolesterol-naik</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/tips-sehat-saat-lebaran-nikmati-hidangan-tanpa-khawatir-kolesterol-naik</guid>
<description><![CDATA[ Lebaran identik dengan hidangan lezat, namun konsumsi berlebihan berisiko meningkatkan kolesterol. Terapkan pola makan sehat, batasi lemak dan gula, serta tetap aktif agar tubuh tetap bugar. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202603/image_870x580_69c1437f26681.webp" length="72014" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Tue, 24 Mar 2026 13:02:14 +0700</pubDate>
<dc:creator>Rizqi Ardian</dc:creator>
<media:keywords>lifestyle, rekomendasi, membaca, literasi, buku, suarajatimpost, bisnis, otomotif, teknologi</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p data-start="100" data-end="176"><strong>SUARAJATIMPOST.COM - </strong>Hari Raya Idulfitri identik dengan tradisi saling memaafkan sekaligus menikmati berbagai hidangan khas yang menggugah selera. Mulai dari opor ayam, rendang, hingga aneka kue kering menjadi sajian yang sulit untuk ditolak.</p>
<p data-start="402" data-end="645">Namun demikian, masyarakat tetap perlu bijak dalam mengonsumsi makanan saat Lebaran. Pola makan yang berlebihan, terutama makanan tinggi lemak, gula, dan santan, berpotensi meningkatkan kadar kolesterol serta memicu gangguan kesehatan lainnya.</p>
<p data-start="647" data-end="751">Agar tetap sehat dan bugar selama merayakan hari raya, ada beberapa tips sederhana yang bisa diterapkan:</p>
<ol>
<li data-start="753" data-end="917">Batasi konsumsi gorengan, kue kering, serta makanan bersantan seperti rendang dan opor. Jenis makanan ini umumnya mengandung lemak jenuh yang cukup tinggi.</li>
<li data-start="919" data-end="1084">Kurangi asupan makanan dan minuman manis. Sebagai alternatif, masyarakat dapat memilih porsi kecil atau menggantinya dengan buah segar yang lebih menyehatkan.</li>
<li data-start="1086" data-end="1269">Perbanyak konsumsi sayur dan buah, serta pilih lauk yang lebih sehat seperti ikan atau ayam tanpa kulit. Pola makan seimbang akan membantu menjaga kondisi tubuh tetap optimal.</li>
<li data-start="1271" data-end="1452">Tetap aktif bergerak meskipun suasana Lebaran identik dengan berkumpul dan bersantai. Aktivitas ringan seperti berjalan kaki setelah makan dapat membantu proses pencernaan.</li>
<li data-start="1454" data-end="1599">Hindari makan secara berlebihan dan tidak langsung berbaring setelah makan, karena dapat memicu gangguan pencernaan dan penumpukan lemak.</li>
<li data-start="1601" data-end="1854">Bagi masyarakat yang memiliki riwayat penyakit seperti kolesterol tinggi atau diabetes, penting untuk lebih disiplin dalam menjaga pola makan. Selain itu, konsumsi obat sesuai anjuran dokter tetap harus dilakukan guna menjaga kondisi tubuh tetap stabil.</li>
</ol>
<p data-start="1856" data-end="1981">Dengan menerapkan pola hidup sehat, masyarakat tetap dapat menikmati momen Lebaran dengan nyaman tanpa mengabaikan kesehatan. <strong>(**)</strong></p>
<p data-start="1856" data-end="1981"><strong>Editor : Rizqi Ardian<br>Sumber : Instagram @alodokter_id</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Ruko di Pasar Induk Bondowoso Terbakar, Diduga Dipicu Arus Pendek</title>
<link>https://suarajatimpost.com/ruko-di-pasar-induk-bondowoso-terbakar-diduga-dipicu-arus-pendek</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/ruko-di-pasar-induk-bondowoso-terbakar-diduga-dipicu-arus-pendek</guid>
<description><![CDATA[ Kebakaran ruko di Pasar Induk Bondowoso diduga akibat korsleting listrik. Tidak ada korban jiwa, kerugian ditaksir Rp7 juta, api berhasil dipadamkan petugas Damkar. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202603/image_870x580_69c1f7221ca5c.webp" length="28472" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Tue, 24 Mar 2026 09:30:33 +0700</pubDate>
<dc:creator>Rizqi Ardian</dc:creator>
<media:keywords>bencana, angin, banjir, tanah longsor, puting beliung, BPBD, suarajatimpost, kebakaran</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p data-start="79" data-end="298"><strong>BONDOWOSO, SJP –</strong> Kebakaran melanda sebuah ruko di kawasan Pasar Induk Bondowoso pada Senin (23/3/2026) malam. Peristiwa tersebut terjadi sekira pukul 23.07 WIB dan sempat mengundang kepanikan warga serta petugas pasar.</p>
<p data-start="300" data-end="535">Pelaksana Tugas (Plt) Kasi Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan, Jamali, mengatakan laporan kebakaran diterima pada pukul 23.13 WIB. Petugas Damkar langsung bergerak cepat dan tiba di lokasi tiga menit kemudian, tepatnya pukul 23.16 WIB.</p>
<p data-start="537" data-end="677">“Kami langsung melakukan upaya pemadaman begitu tiba di lokasi, sekaligus berkoordinasi dengan pihak kepolisian dan penjaga pasar,” ujarnya.</p>
<p data-start="679" data-end="929">Kebakaran pertama kali diketahui oleh Kusnu (56), seorang warga yang saat itu hendak pulang usai makan di warung. Ia melihat kepulan asap tebal dari dalam ruko milik Nur Ahmad Penta (29).</p>
<p data-start="679" data-end="929">"Menyadari adanya bahaya, Kusnu segera memanggil petugas pasar," kata Jamali.</p>
<p data-start="931" data-end="1124">Petugas pasar sempat berupaya membuka rolling door dan memadamkan api menggunakan peralatan seadanya.</p>
<p data-start="931" data-end="1124">"Namun, api justru semakin membesar hingga akhirnya dilaporkan ke petugas pemadam kebakaran," imbuhnya.</p>
<p data-start="1126" data-end="1322">Dugaan sementara, kebakaran dipicu oleh arus pendek listrik. Beruntung tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut.</p>
<p data-start="1126" data-end="1322">"Pemilik ruko diperkirakan mengalami kerugian material sekitar Rp7 juta," ungkap Jamali.</p>
<p data-start="1324" data-end="1580">Setelah api berhasil dipadamkan, petugas melakukan pendataan di lokasi serta memastikan kondisi aman. Sejumlah pihak turut terlibat dalam penanganan kejadian ini, di antaranya Polres Bondowoso, Polsek Kota, Satlantas Bondowoso, serta petugas penjaga pasar.</p>
<p data-start="1582" data-end="1703" data-is-last-node="" data-is-only-node="">Saat ini, situasi di lokasi telah kembali kondusif dan petugas Damkar kembali siaga untuk mengantisipasi kejadian serupa. <strong>(*)</strong></p>
<p data-start="1582" data-end="1703" data-is-last-node="" data-is-only-node=""><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Bondowoso “Mulus” Lagi, Program RANTAS 2026 Targetkan 134 Titik Jalan Rusak</title>
<link>https://suarajatimpost.com/bondowoso-mulus-lagi-program-rantas-2026-targetkan-134-titik-jalan-rusak</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/bondowoso-mulus-lagi-program-rantas-2026-targetkan-134-titik-jalan-rusak</guid>
<description><![CDATA[ Program RANTAS 2026 di Bondowoso targetkan perbaikan 134 titik jalan rusak. Dikerjakan bertahap mulai Maret-April, program ini diharapkan tingkatkan akses, keselamatan, dan pertumbuhan ekonomi masyarakat. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202603/image_870x580_69c19a2fb6f7e.webp" length="30916" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Tue, 24 Mar 2026 09:05:36 +0700</pubDate>
<dc:creator>Rizqi Ardian</dc:creator>
<media:keywords>Jalan, BSBK, PUPR, Pemkab, Infrastruktur, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p data-start="81" data-end="292"><strong>BONDOWOSO, SJP – </strong>Kabar baik datang bagi masyarakat Kabupaten Bondowoso. Pemerintah daerah kembali menggulirkan program unggulan RANTAS (Ruas Infrastruktur Jalan Tuntas) pada tahun 2026 dengan cakupan yang lebih luas.</p>
<p data-start="294" data-end="582">Program ini menjadi langkah konkret dalam meningkatkan kualitas infrastruktur, khususnya perbaikan jalan rusak yang selama ini menjadi keluhan warga.</p>
<p data-start="294" data-end="582">Tahun ini, sebanyak 134 titik jalan di berbagai wilayah Bondowoso menjadi sasaran perbaikan dengan dukungan anggaran dari APBD murni 2026 dan dieksekusi oleh Dinas Bina Marga Sumber Daya Air dan Bina Kontruksi (BSBK).</p>
<p data-start="294" data-end="582"><strong>Perencanaan Disiapkan Matang</strong></p>
<p data-start="618" data-end="798">Pemkab Bondowoso memastikan pengerjaan dilakukan secara terencana dan tidak terburu-buru. Tahapan perencanaan serta persiapan teknis telah dimulai sejak Februari hingga Maret 2026.</p>
<p data-start="800" data-end="1036">Langkah ini dilakukan agar proses pembangunan berjalan optimal serta menghasilkan kualitas jalan yang lebih tahan lama dan sesuai standar. Sementara itu, pengerjaan fisik di lapangan dijadwalkan mulai akhir Maret hingga awal April 2026.</p>
<p data-start="800" data-end="1036"><strong>Fokus pada Kenyamanan dan Keselamatan</strong></p>
<p data-start="1081" data-end="1263">Di sejumlah titik, alat berat seperti <em data-start="1119" data-end="1132">road roller</em> dan <em data-start="1137" data-end="1152">asphalt paver</em> mulai dikerahkan. Hal ini menjadi tanda keseriusan pemerintah dalam mempercepat perbaikan infrastruktur jalan.</p>
<p data-start="1265" data-end="1494">Program RANTAS diharapkan mampu meningkatkan kenyamanan sekaligus keselamatan pengguna jalan. Selain itu, akses transportasi yang lebih baik juga akan mendukung aktivitas ekonomi masyarakat, baik di wilayah desa maupun perkotaan.</p>
<p data-start="1265" data-end="1494"><strong>Dorong Pertumbuhan Ekonomi Daerah</strong></p>
<p data-start="1535" data-end="1743">Perbaikan jalan tidak hanya berdampak pada kelancaran mobilitas, tetapi juga menjadi penggerak pertumbuhan ekonomi. Dengan akses yang semakin baik, distribusi barang dan jasa diharapkan berjalan lebih lancar.</p>
<p data-start="1745" data-end="1935">Pemkab Bondowoso optimistis program RANTAS 2026 mampu menghadirkan infrastruktur yang lebih mantap dan merata, sekaligus menjawab kebutuhan masyarakat akan jalan yang layak dan aman dilalui. <strong>(**)</strong></p>
<p data-start="1745" data-end="1935"><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Liburan Lebaran di Bondowoso Saja, Ini Destinasi Wisata yang Ada di Kecamatan Ijen</title>
<link>https://suarajatimpost.com/liburan-lebaran-di-bondowoso-saja-ini-destinasi-wisata-yang-ada-di-kecamatan-ijen</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/liburan-lebaran-di-bondowoso-saja-ini-destinasi-wisata-yang-ada-di-kecamatan-ijen</guid>
<description><![CDATA[ Berbagai destinasi wisata alam di Kecamatan Ijen, masih menjadi primadona bagi wisatawan yang ingin menghabiskan waktu bersama keluarga, usai bersilaturahmi dalam momentum Lebaran. Yuk simak dan agendakan ! ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202603/image_870x580_69c196681f580.webp" length="97598" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Tue, 24 Mar 2026 08:00:24 +0700</pubDate>
<dc:creator>Rizqi Ardian</dc:creator>
<media:keywords>lifestyle, rekomendasi, membaca, literasi, buku, suarajatimpost, bisnis, otomotif, teknologi</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong><span lang="IN">BONDOWOSO, SJP -<span> </span></span></strong><span lang="IN">Tidak perlu bingung menentukan tempat wisata untuk mengisi libur lebaran. Kabupaten Bondowoso bisa menjadi salah satu rujukan bagi para wisatawan yang ingin menikmati pemandangan alam yang penuh dengan nuansa hijau. <o:p></o:p></span></p>
<p><span lang="IN">Kabupaten Bondowoso yang pernah mendeklarasikan diri sebagai Republik Kopi dan The Highland of Paradise memiliki banyak destinasi wisata yang bisa memanjakan mata para pelancong penikmat wisata alam. <o:p></o:p></span></p>
<p><span lang="IN">Kota dengan makanan khas tapenya ini memiliki berbagai destinasi wisata yang tak kalah menarik dengan daerah lain sekedar untuk memanjakan mata para wisatawan yang merindukan kesejukan serta kedamaian.</span></p>
<p><span lang="IN">Apalagi saat ini Bondowoso memiliku kawasan UNESCO Global Geopark yang situs geologinya banyak terdapat di kawasan Kecamatan Ijen, menjadi pilihan tepat untuk menghabiskan masa libur Lebaran tahun 2026 bersama keluarga tercinta. <o:p></o:p></span></p>
<p><span lang="IN">Berikut adalah destinasi wisata alam di Kecamtan Ijen Kabupaten Bondowoso yang patut dikunjungi saat nikmati libur lebaran: <o:p></o:p></span></p>
<p><span lang="IN"><strong>1. Kawah Ijen</strong><o:p></o:p></span></p>
<p><span lang="IN">Kawah Ijen yang terletak di Kabupaten Bondowoso ini merupakan wisata yang menjadi primadona dan memiliki daya tarik tersendiri bagi wisatawan. Destinasi wisata ini berada pada ketinggian 2.368 meter di atas permukaan laut (mdpl).<o:p></o:p></span></p>
<p><span lang="IN">Menariknya, Kawah Ijen memiliki kawah asam terluas di dunia dengan warna tosca, karena kandungan belerang yang tinggi. Selain itu, banyak wisatawan yang berburu dan menikmati keunikan serta keindahan blue fire yang dapat ditemukan di waktu-waktu tertentu di Kawah Ijen. <o:p></o:p></span></p>
<p><span lang="IN">Bagi wisatawan yang penasaran dan ingin berburu pesona dari keunikan dan keindahan blue fire, pengunjung bisa mulai mendaki pukul 02.00 WIB dini hari sejak dibukanya pendakian. <o:p></o:p></span></p>
<p><span lang="IN">Bagi wisatawan yang hendak berkunjung ke Taman Wisata Alam (TWA) Kawah Ijen ini ada baiknya menyiapkan jaket, penerangan, hingga masker, untuk keamanan pengunjung dari asap belerang yang mengepul. <o:p></o:p></span></p>
<p><span lang="IN"><strong>2. Kawah Wurung</strong><o:p></o:p></span></p>
<p><span lang="IN">Wisatawan yang ingin menikmati hamparan pemandangan padang rumput dan perbukitan hijau dengan latar belakang pegunungan Ijen yang dapat memanjakan mata, dapat mengunjungi Kawah Wurung. Lokasinya pun tidak terlalu jauh dari pendakian Kawah Ijen. <o:p></o:p></span></p>
<p><span lang="IN">Pengunjung pun bisa melakukan berbagai aktivitas outdoor di kawasan Kawah Wurung. Seperti tracking, bersepeda, hingga camping. <o:p></o:p></span></p>
<p><span lang="IN">Di kawasan destinasi wisata ini juga bisa pengunjung temukan banyak spot swafoto yang dijamin instagramable. <o:p></o:p></span></p>
<p><span lang="IN">Kawah Wurung merupakan salah satu situs Ijen Global Geopark (UGG) di wilayah Kabupaten Bondowoso yang berada pada ketinggian 1500 mdpl. Olah karena itu, cuaca di destinasi wisata yang satu ini masih terasa cukup dingin. <o:p></o:p></span></p>
<p><span lang="IN">Keindahan Kawah Wurung sering kali disamakan dengan bukit teletubbies yang ada di Gunung Bromo. Kadang juga disamakan dengan padang rerumputan yang ada di Selandia Baru. <o:p></o:p></span></p>
<p><span lang="IN">Bagi wisatawan yang ingin memanjakan mata dengan menikmati keindahan alam pegunungan Ijen di Kawah Wurung, pengunjung bisa memasuki kawasan tersebut pada pukul 12.00 WIB. <o:p></o:p></span></p>
<p><span lang="IN"><strong>3. Kalipait</strong><o:p></o:p></span></p>
<p><span lang="IN">Masih di kawasan Unesco Global Geopark (UGG), destinasi wisata yang patut dikunjungi berikutnya adalah Kalipait. <o:p></o:p></span></p>
<p><span lang="IN">Kalipait merupakan rembesan Kawah Ijen yang mengalir membentuk sungai kecil. Kadar belerangnya pun cukup tinggi. Sehingga airnya berwarna hijau dan berbusa. <o:p></o:p></span></p>
<p><span lang="IN">Di tempat wisata ini, panorama hutan pinus dan tebing-tebing batu yang landai ini bisa menjadi salah satu background menjadi spot swafoto bagi para wisatawan yang suka berselfie ria. <o:p></o:p></span></p>
<p><span lang="IN">Untuk menjangkau destinasi wisata yang satu ini, para pengunjung tak perlu repot karena lokasinya tak jauh di pinggir jalan raya menuju Kawah Ijen maupun Kawah Wurung. <o:p></o:p></span></p>
<p><span lang="IN">Untuk memasuki kawasan wisata ini, pengunjung bisa bebas masuk karena tidak ada jam buka ataupun tutup. <o:p></o:p></span></p>
<p><span lang="IN"><strong>4. Air Terjun Blawan</strong><o:p></o:p></span></p>
<p><span lang="IN">Air terjun Blawan merupakan salah satu keindahan alam yang tersembunyi di Kabupaten Bondowoso. Tepatnya di Desa Kalianyar, Kecamatan Sempol. <o:p></o:p></span></p>
<p><span lang="IN">Wisatawan bisa mengunjungi spot wisata yang satu ini setelah mendaki Kawah Ijen. Dengan ketinggian sekira 30 meter, Air Terjun Blawan menyuguhkan pemandangan yang unik dan menyejukkan. <o:p></o:p></span></p>
<p><span lang="IN">Aliran air belerang dari Kalipait ini sangat berbeda dengan air terjun lainnya. Uniknya, air akan terjun bebas memasuki tanah dan kemudian muncul kembali di daerah Asembagus, Kabupaten Situbondo sebelum akhirnya bermuara ke laut Jawa. <o:p></o:p></span></p>
<p><span lang="IN">Bagi wisatawan yang suka petualangan, akses menuju ke Air Terjun Blawan ini cukup menantang dengan dikelilingi tebing-tebing tinggi yang menjadikan suasana semakin alami. <o:p></o:p></span></p>
<p><span lang="IN">Meski hanya bisa dilihat, air terjun ini tetap menakjubkan dengan suara gemuruh air yang sangat deras memberikan sensasi yang begitu memesona. <o:p></o:p></span></p>
<p><span lang="IN">Selain itu, di kawasan Air Terjun Blawan, juga terdapat destinasi yang tak kalah alami seperti pemandian Damar Wulan dan Goa Kapur. <o:p></o:p></span></p>
<p><span lang="IN">Pengunjung bisa menikmati keeksotisan Air Terjun Blawan sejak pukul 10.00 WIB. <o:p></o:p></span></p>
<p><span lang="IN"><strong>5. Pemandian Air Panas Blawan</strong><o:p></o:p></span></p>
<p><span lang="IN">Setelah seharian berkeliling menikmati keindahan alam mulai dari Kawah Ijen, Kawah Wurung, Kalipait dan Air Terjun Blawan, para wisatawan bisa memanjakan badan di Pemandian Air Panas Blawan. <o:p></o:p></span></p>
<p><span lang="IN">Sumber air panas yang telah dibentuk menjadi beberapa kolam ini merupakan tempat yang cocok bagi wisatawan yang sudah kelelahan untuk sekedar menghangatkan badan.<o:p></o:p></span></p>
<p><span lang="IN">Di setiap kolam yang tersedia, memilik air dengan tingkat panas yang berbeda-beda. Menikmati sensasi berendam air panas bersama keluarga atau pun bersama teman menjadi pilihan yang sangat tepat. <o:p></o:p></span></p>
<p><span lang="IN">Berendam air hangat juga dipercaya memiliki khasiat bagi wisatawan yang telah kelelahan, sehingga setelahnya akan merasakan badan menjadi bugar kembali.<span> </span><strong>(**)</strong></span></p>
<p><span lang="IN"><strong>Editor : Rizqi Ardian<br></strong></span></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Tips Mudik Nyaman 2026: Cegah Mabuk Perjalanan agar Perjalanan Tetap Lancar dan Menyenangkan</title>
<link>https://suarajatimpost.com/tips-mudik-nyaman-2026-cegah-mabuk-perjalanan-agar-perjalanan-tetap-lancar-dan-menyenangkan</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/tips-mudik-nyaman-2026-cegah-mabuk-perjalanan-agar-perjalanan-tetap-lancar-dan-menyenangkan</guid>
<description><![CDATA[ Tips mudik Lebaran 2026 agar terhindar dari mabuk perjalanan, mulai dari menjaga kondisi tubuh, pola makan, hingga penggunaan aromaterapi dan obat sesuai aturan demi perjalanan nyaman dan aman. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202603/image_870x580_69bd4ccb76bf5.webp" length="30512" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sat, 21 Mar 2026 13:05:23 +0700</pubDate>
<dc:creator>Rizqi Ardian</dc:creator>
<media:keywords>lifestyle, rekomendasi, membaca, literasi, buku, suarajatimpost, bisnis, otomotif, teknologi</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p data-start="98" data-end="422"><strong>SUARAJATIMPOST.COM - </strong>Memasuki musim mudik Lebaran 2026, jutaan masyarakat mulai bersiap melakukan perjalanan panjang menuju kampung halaman. Momen tahunan ini memang selalu dinanti, namun bagi sebagian pemudik, perjalanan jauh kerap menjadi tantangan tersendiri, terutama karena mabuk perjalanan yang ditandai dengan pusing, mual, hingga muntah.</p>
<p data-start="424" data-end="674">Kondisi ini tentu bisa mengganggu kenyamanan selama perjalanan, baik menggunakan kendaraan pribadi maupun transportasi umum. Agar mudik tetap lancar dan menyenangkan, ada beberapa langkah sederhana yang bisa dilakukan untuk mencegah mabuk perjalanan.</p>
<p data-start="676" data-end="971">Pertama, pemudik disarankan untuk memfokuskan pandangan ke arah depan selama perjalanan. Terlalu sering menatap gadget dapat membuat otak kesulitan menyesuaikan gerakan kendaraan, sehingga memicu rasa mual. Dengan melihat ke depan, tubuh akan lebih mudah beradaptasi dengan pergerakan kendaraan.</p>
<p data-start="973" data-end="1239">Selain itu, penting untuk mengonsumsi camilan ringan sebelum berangkat. Kondisi perut yang terlalu kosong maupun terlalu penuh sama-sama berisiko memicu mabuk perjalanan. Pilihlah makanan ringan yang mudah dicerna, seperti biskuit atau buah, agar perut tetap nyaman.</p>
<p data-start="1241" data-end="1464">Kondisi tubuh yang prima juga menjadi kunci utama. Oleh karena itu, pemudik diimbau untuk mencukupi waktu tidur dan istirahat sebelum melakukan perjalanan. Tubuh yang lelah cenderung lebih rentan mengalami mabuk perjalanan.</p>
<p data-start="1466" data-end="1723">Selama di perjalanan, penggunaan aromaterapi seperti peppermint atau lemon juga dapat membantu memberikan efek segar dan menenangkan. Cara ini cukup efektif untuk mengurangi rasa mual, terutama saat perjalanan berlangsung lama dan kondisi lalu lintas padat.</p>
<p data-start="1725" data-end="1947">Jika diperlukan, pemudik juga dapat mengonsumsi obat anti mabuk perjalanan sesuai dengan aturan pakai. Namun, perlu diperhatikan bahwa beberapa jenis obat dapat menyebabkan kantuk, sehingga tidak dianjurkan bagi pengemudi.</p>
<p data-start="1949" data-end="2201" data-is-last-node="" data-is-only-node="">Dengan persiapan yang tepat, perjalanan mudik Lebaran 2026 diharapkan dapat berlangsung lebih nyaman, aman, dan bebas dari gangguan kesehatan. Pemudik pun bisa tiba di kampung halaman dengan kondisi tetap fit untuk merayakan Hari Raya bersama keluarga. <strong>(**)</strong></p>
<p data-start="1949" data-end="2201" data-is-last-node="" data-is-only-node=""><strong>Editor : Rizqi Ardian<br>Sumber : instagram @alodokter_id</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Panduan Aman Mudik Lebaran bagi Ibu Hamil: Tips Nyaman agar Ibu dan Janin Tetap Sehat</title>
<link>https://suarajatimpost.com/panduan-aman-mudik-lebaran-bagi-ibu-hamil-tips-nyaman-agar-ibu-dan-janin-tetap-sehat</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/panduan-aman-mudik-lebaran-bagi-ibu-hamil-tips-nyaman-agar-ibu-dan-janin-tetap-sehat</guid>
<description><![CDATA[ Mudik Lebaran bagi ibu hamil tetap aman dilakukan selama kondisi sehat. Simak waktu terbaik, risiko yang perlu diwaspadai, serta tips penting agar perjalanan nyaman dan janin tetap terlindungi. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202603/image_870x580_69bd4f6d8e530.webp" length="24976" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sat, 21 Mar 2026 09:59:55 +0700</pubDate>
<dc:creator>Rizqi Ardian</dc:creator>
<media:keywords>lifestyle, rekomendasi, membaca, literasi, buku, suarajatimpost, bisnis, otomotif, teknologi</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p data-start="149" data-end="238"><strong>SUARAJATIMPOST.COM - </strong>Tradisi mudik saat Lebaran selalu menjadi momen yang dinanti untuk berkumpul bersama keluarga di kampung halaman. Namun, bagi ibu hamil (bumil), perjalanan jauh kerap menimbulkan kekhawatiran tersendiri.</p>
<p data-start="451" data-end="527">Pertanyaan yang sering muncul pun sederhana: <em data-start="496" data-end="527">apakah ibu hamil boleh mudik?</em></p>
<p data-start="529" data-end="749">Dokter Roby menjelaskan, mudik tetap diperbolehkan selama kondisi ibu dan janin dalam keadaan sehat serta tidak memiliki risiko kehamilan tertentu. Dengan persiapan yang tepat, perjalanan jauh bisa tetap aman dan nyaman.</p>
<p data-start="529" data-end="749"><strong>Waktu Terbaik untuk Mudik Saat Hamil</strong></p>
<p data-start="793" data-end="939">Secara medis, waktu paling ideal bagi bumil untuk melakukan perjalanan jauh adalah pada trimester kedua, yakni usia kehamilan 14 hingga 28 minggu.</p>
<p data-start="941" data-end="1141">Pada fase ini, kondisi tubuh ibu umumnya lebih stabil. Keluhan mual dan muntah di trimester pertama biasanya sudah berkurang, sementara risiko komplikasi di akhir kehamilan belum meningkat signifikan.</p>
<p data-start="941" data-end="1141"><strong>Kondisi yang Perlu Diwaspadai</strong></p>
<p data-start="1178" data-end="1305">Meski diperbolehkan, tidak semua kondisi kehamilan aman untuk bepergian jauh. Bumil disarankan menunda mudik apabila mengalami:</p>
<ul data-start="1307" data-end="1531">
<li data-start="1307" data-end="1337">
<p data-start="1309" data-end="1337">Risiko persalinan prematur</p>
</li>
<li data-start="1338" data-end="1384">
<p data-start="1340" data-end="1384">Gangguan plasenta, seperti plasenta previa</p>
</li>
<li data-start="1385" data-end="1415">
<p data-start="1387" data-end="1415">Riwayat keguguran berulang</p>
</li>
<li data-start="1416" data-end="1494">
<p data-start="1418" data-end="1494">Kehamilan berisiko tinggi (hipertensi atau diabetes yang tidak terkontrol)</p>
</li>
<li data-start="1495" data-end="1531">
<p data-start="1497" data-end="1531">Usia kehamilan di atas 36 minggu</p>
</li>
</ul>
<p data-start="1533" data-end="1675">Jika terdapat salah satu kondisi tersebut, sebaiknya konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter kandungan sebelum memutuskan untuk bepergian.</p>
<p data-start="1533" data-end="1675"><strong>5 Tips Mudik Nyaman untuk Ibu Hamil</strong></p>
<p data-start="1718" data-end="1808">Agar perjalanan tetap lancar dan minim risiko, berikut beberapa tips yang bisa diterapkan:</p>
<p data-start="1810" data-end="2046"><strong data-start="1810" data-end="1852">1. Periksa ke dokter sebelum berangkat</strong><br data-start="1852" data-end="1855">Langkah ini menjadi yang paling penting. Pastikan kondisi janin sehat dan dokter memberikan izin untuk melakukan perjalanan. Jika menggunakan pesawat, siapkan juga surat keterangan kehamilan.</p>
<p data-start="2048" data-end="2247"><strong data-start="2048" data-end="2080">2. Hindari puncak arus mudik</strong><br data-start="2080" data-end="2083">Kemacetan panjang atau keterlambatan transportasi bisa memicu kelelahan dan stres. Pilih waktu keberangkatan yang lebih longgar agar perjalanan terasa lebih santai.</p>
<p data-start="2249" data-end="2510"><strong data-start="2249" data-end="2294">3. Rutin istirahat dan lakukan peregangan</strong><br data-start="2294" data-end="2297">Jangan duduk terlalu lama. Jika menggunakan mobil, usahakan berhenti setiap 1–2 jam untuk berjalan ringan. Jika naik kereta atau pesawat, sempatkan berdiri dan bergerak di lorong untuk melancarkan peredaran darah.</p>
<p data-start="2512" data-end="2730"><strong data-start="2512" data-end="2548">4. Penuhi kebutuhan cairan tubuh</strong><br data-start="2548" data-end="2551">Minum air putih yang cukup sangat penting untuk mencegah dehidrasi dan kontraksi ringan. Selain itu, jangan menahan buang air kecil karena bisa memicu infeksi saluran kemih (ISK).</p>
<p data-start="2732" data-end="2956"><strong data-start="2732" data-end="2787">5. Gunakan pakaian nyaman dan seatbelt dengan benar</strong><br data-start="2787" data-end="2790">Kenakan pakaian longgar agar tubuh tetap rileks selama perjalanan. Pastikan sabuk pengaman dipasang di bawah perut, tepat di area panggul, bukan menekan bagian perut.</p>
<p data-start="2732" data-end="2956"><strong>Prioritaskan Keselamatan</strong></p>
<p data-start="2988" data-end="3207">Mudik saat hamil bukan hal yang dilarang, namun tetap membutuhkan perhatian ekstra. Kunci utamanya adalah memastikan kondisi kesehatan ibu dan janin dalam keadaan baik serta melakukan persiapan matang sebelum berangkat.</p>
<p data-start="3209" data-end="3373">Jika masih ragu, jangan segan untuk berkonsultasi langsung dengan dokter kandungan. Keselamatan ibu dan janin tetap menjadi prioritas utama dalam setiap perjalanan. <strong>(*)</strong></p>
<p data-start="3209" data-end="3373"><strong>Editor : Rizqi Ardian<br>Sumber : Instagram @alodokter_id</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Strategi &amp;quot;Ngeles&amp;quot; Cantik: Menghadapi Pertanyaan &amp;apos;Horor&amp;apos; Saat Kumpul Keluarga di Hari Lebaran</title>
<link>https://suarajatimpost.com/strategi-ngeles-cantik-menghadapi-pertanyaan-horor-saat-kumpul-keluarga-di-hari-lebaran</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/strategi-ngeles-cantik-menghadapi-pertanyaan-horor-saat-kumpul-keluarga-di-hari-lebaran</guid>
<description><![CDATA[ Menghadapi kumpul keluarga memang membutuhkan kesiapan mental. Dengan menerapkan strategi berikut ini, diharapkan Anda tetap bisa menikmati momen kebersamaan di suasana Lebaran tanpa harus merasa stres atau tertekan. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202603/image_870x580_69bd1f1a3f74e.webp" length="42108" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sat, 21 Mar 2026 09:02:27 +0700</pubDate>
<dc:creator>Rizqi Ardian</dc:creator>
<media:keywords>lifestyle, rekomendasi, membaca, literasi, buku, suarajatimpost, bisnis, otomotif, teknologi, ramadan</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p data-path-to-node="3"><strong>SUARAJATIMPOST.COM - </strong>Momen hari raya Idulfitri yang identik dengan berkumpulnya keluarga besar seharusnya menjadi saat yang membahagiakan. Namun bagi sebagian orang, acara silaturahmi ini justru terasa seperti ajang 'sidang skripsi' mendadak. Pertanyaan klasik seperti <i data-path-to-node="3" data-index-in-node="217">"Kapan nikah?"</i>, <i data-path-to-node="3" data-index-in-node="233">"Gajinya berapa sekarang?"</i>, hingga komentar fisik seperti <i data-path-to-node="3" data-index-in-node="291">"Kok gendutan ya?"</i> seringkali terlontar begitu saja.</p>
<p data-path-to-node="4">Jangan buru-buru kesal atau malah absen dari acara keluarga. Ada beberapa tips jitu untuk menghadapi situasi tersebut agar Anda tetap santai dan suasana tetap hangat.</p>
<p data-path-to-node="4"><strong>1. Pahami Niat Mereka: Kepo atau Peduli?</strong></p>
<p data-path-to-node="6">Langkah pertama adalah mengubah pola pikir kita. Perlu diingat, pertanyaan-pertanyaan tersebut biasanya muncul bukan karena mereka berniat menyakiti hati Anda. Sebagian besar kerabat bertanya karena mereka memang "kepo" (ingin tahu) atau justru itu adalah bentuk perhatian versi mereka. Mereka hanya ingin tahu kabar terbaru Anda dengan cara yang paling umum mereka ketahui.</p>
<p data-path-to-node="6"><strong>2. Jawab dengan Sentuhan Humor</strong></p>
<p data-path-to-node="8">Senjata paling ampuh menghadapi pertanyaan berat adalah dengan tidak membawanya ke perasaan. Tetaplah santai!</p>
<ul data-path-to-node="9">
<li>
<p data-path-to-node="9,0,0"><b data-path-to-node="9,0,0" data-index-in-node="0">Soal Berat Badan:</b> Jika dikomentari "gendutan", Anda bisa menjawab dengan candaan: <i data-path-to-node="9,0,0" data-index-in-node="82">"Iya nih, kayaknya karena lagi happy banget. Doakan sehat terus ya!"</i></p>
</li>
<li>
<p data-path-to-node="9,1,0"><b data-path-to-node="9,1,0" data-index-in-node="0">Soal Pernikahan:</b> Jika ditanya "kapan nikah", cukup berikan senyum terbaik dan jawab: <i data-path-to-node="9,1,0" data-index-in-node="85">"Doakan ya Om/Tante. Kalau sudah ada kabar baik, pasti nanti dikabarin kok."</i></p>
</li>
</ul>
<p data-path-to-node="10">Candaan ringan seperti ini bisa mencairkan suasana yang kikuk sekaligus membantu Anda menjaga batasan (<i data-path-to-node="10" data-index-in-node="103">boundaries</i>) secara sopan.</p>
<p data-path-to-node="10"><strong>3. Strategi Jawaban Singkat dan Netral</strong></p>
<p data-path-to-node="12">Jika Anda merasa tidak ingin bercanda, jawaban singkat dan netral adalah pilihan yang aman. Anda cukup berkata, <i data-path-to-node="12" data-index-in-node="112">"Oh iya Om/Tante, terima kasih sarannya ya,"</i> lalu segera alihkan topik pembicaraan.</p>
<p data-path-to-node="13">Beberapa topik pengalih yang efektif:</p>
<ul data-path-to-node="14">
<li>
<p data-path-to-node="14,0,0">Tanya balik soal rencana libur lebaran mereka.</p>
</li>
<li>
<p data-path-to-node="14,0,0">Bahas menu makanan yang sedang dihidangkan.</p>
</li>
<li>
<p data-path-to-node="14,2,0">Berikan pujian yang tulus, misalnya: <i data-path-to-node="14,2,0" data-index-in-node="37">"Tante cantik banget deh pakai baju ini."</i></p>
</li>
</ul>
<p data-path-to-node="15">Cara ini membuat Anda tetap terlihat sopan tanpa harus terjebak dalam obrolan panjang mengenai hal pribadi yang membuat tidak nyaman.</p>
<p data-path-to-node="15"><strong>4. Beri Batasan dengan Tenang</strong></p>
<p data-path-to-node="17">Apabila pertanyaan terus meluncur dan mulai mengganggu kenyamanan, tidak ada salahnya memberikan batasan. Anda bisa pamit sejenak dengan alasan logis:</p>
<p data-path-to-node="17"><i data-path-to-node="18,0" data-index-in-node="0">"Maaf, aku ke toilet dulu ya,"</i> atau <i data-path-to-node="18,0" data-index-in-node="36">"Aku mau ambil camilan dulu di sana ya."</i></p>
<p data-path-to-node="19">Anda juga bisa membalikkan keadaan dengan menanyakan kesibukan atau prestasi anak-anak mereka. Orang cenderung lebih nyaman dan bersemangat saat membicarakan hal-hal yang dekat dengan diri mereka sendiri.</p>
<p data-path-to-node="19"><strong>Jaga Kesehatan Emosional Anda</strong></p>
<p data-path-to-node="21">Menghadapi kumpul keluarga memang membutuhkan kesiapan mental. Dengan menerapkan strategi di atas, diharapkan Anda tetap bisa menikmati momen kebersamaan tanpa harus merasa stres atau tertekan.</p>
<p data-path-to-node="22">Namun, jika setelah acara tersebut Anda merasa sangat terbebani atau butuh teman bicara mengenai kesehatan emosional, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan profesional, dengan menghubungi dokter atau psikolog. Tetap sehat, tetap bahagia, dan selamat bersilaturahmi! <strong>(**)</strong></p>
<p data-path-to-node="22"><strong>Editor : Rizqi Ardian<br>Sumber : Instagram @alodokter_</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Gunung Semeru Erupsi Dini Hari, Awan Panas Meluncur 4,5 Km ke Arah Besuk Kobokan</title>
<link>https://suarajatimpost.com/gunung-semeru-erupsi-dini-hari-awan-panas-meluncur-45-km-ke-arah-besuk-kobokan</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/gunung-semeru-erupsi-dini-hari-awan-panas-meluncur-45-km-ke-arah-besuk-kobokan</guid>
<description><![CDATA[ Erupsi Gunung Semeru terjadi dini hari dengan tinggi kolom abu mencapai 1.000 meter dan awan panas meluncur sejauh 4,5 kilometer ke arah Besuk Kobokan. PVMBG menetapkan status Siaga dan mengimbau warga menjauhi zona bahaya. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202603/image_870x580_69bde1f96693c.webp" length="50660" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sat, 21 Mar 2026 07:12:29 +0700</pubDate>
<dc:creator>Rizqi Ardian</dc:creator>
<media:keywords>bencana, angin, banjir, longsor, puting beliung, BPBD, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p data-start="86" data-end="290"><strong>LUMAJANG, SJP – </strong>Gunung Semeru di Jawa Timur kembali mengalami erupsi pada Sabtu (21/3/2026) dini hari. Letusan terjadi sekitar pukul 02.12 WIB dengan tinggi kolom abu mencapai ±1.000 meter di atas puncak.</p>
<p data-start="292" data-end="588">Berdasarkan laporan resmi Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), kolom abu teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas tebal dan condong ke arah tenggara. Aktivitas erupsi juga terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 22 mm dan durasi sekitar 6 menit 28 detik.</p>
<p data-start="590" data-end="810">Selain lontaran abu vulkanik, erupsi kali ini disertai awan panas guguran yang meluncur sejauh 4.500 meter ke arah Curah Kobokan. Kondisi ini meningkatkan potensi bahaya bagi wilayah yang berada di jalur aliran tersebut.</p>
<p data-start="812" data-end="1191">Saat ini, status Gunung Semeru masih berada pada Level III (Siaga). Masyarakat diimbau untuk tidak melakukan aktivitas di sektor tenggara sepanjang Besuk Kobokan hingga jarak 13 kilometer dari puncak. Di luar radius tersebut, warga juga diminta menjauhi sempadan sungai sejauh 500 meter karena berpotensi terdampak perluasan awan panas dan aliran lahar hingga jarak 17 kilometer.</p>
<p data-start="1193" data-end="1556">Selain itu, warga dilarang beraktivitas dalam radius 5 kilometer dari kawah atau puncak gunung karena rawan terhadap lontaran batu pijar. Masyarakat juga diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi awan panas, guguran lava, serta lahar di sepanjang aliran sungai yang berhulu di Gunung Semeru, seperti Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat.</p>
<p data-start="1558" data-end="1742" data-is-last-node="" data-is-only-node="">PVMBG mengingatkan agar masyarakat terus memantau perkembangan aktivitas Gunung Semeru melalui kanal resmi serta mengikuti arahan dari petugas setempat guna menghindari risiko bencana. <strong>(**)</strong></p>
<p data-start="1558" data-end="1742" data-is-last-node="" data-is-only-node=""><strong>Editor : Rizqi Ardian<br>Sumber : Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG)</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Menjelang Magrib di Penghujung Ramadan, Dapur SPPG Buduan Situbondo Berbagi Takjil</title>
<link>https://suarajatimpost.com/menjelang-magrib-di-penghujung-ramadan-dapur-sppg-buduan-situbondo-berbagi-takjil</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/menjelang-magrib-di-penghujung-ramadan-dapur-sppg-buduan-situbondo-berbagi-takjil</guid>
<description><![CDATA[ Gerimis tak menghalangi karyawan Dapur SPPG Buduan berbagi ratusan takjil kepada pengguna jalan, menghadirkan kehangatan Ramadan di tengah cuaca mendung. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202603/image_870x580_69bac33943b6b.webp" length="88840" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 18 Mar 2026 22:23:39 +0700</pubDate>
<dc:creator>Rizqi Ardian</dc:creator>
<media:keywords>MBG, makan gratis, Situbondo, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p data-start="76" data-end="433"><strong>SITUBONDO, SJP –</strong> Rintik gerimis yang turun perlahan di sore hari itu justru menghadirkan suasana syahdu di bulan suci Ramadan. Di tengah langit mendung dan jalanan yang mulai basah, sekelompok karyawan Dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Buduan, Kecamatan Suboh, tetap berdiri di tepi jalan, menanti waktu berbuka dengan cara yang berbeda untuk berbagi.</p>
<p data-start="435" data-end="765">Rabu (18/3/2026), menjelang azan magrib, tangan-tangan mereka sibuk menyodorkan paket takjil kepada para pengguna jalan. Pengendara motor, mobil, hingga pejalan kaki yang melintas seakan mendapat “hadiah kecil” di tengah perjalanan yang menjadi sebuah pengingat bahwa Ramadan selalu punya cara menghadirkan kehangatan, bahkan di bawah gerimis.</p>
<p data-start="767" data-end="958">Tak ada raut lelah di wajah para relawan. Meski sesekali harus menepi menghindari cipratan air dari kendaraan yang melaju, mereka tetap tersenyum, menyapa setiap penerima takjil dengan ramah.</p>
<p data-start="960" data-end="1138">Ratusan paket sederhana berisi nasi kotak, mi instan, dan minuman dibagikan dengan cepat dan tertib. Namun lebih dari sekadar isi, ada ketulusan yang ikut terbungkus di dalamnya.</p>
<p data-start="1140" data-end="1368">Owner Dapur SPPG Buduan, H. Rustendi, mengatakan, kegiatan ini menjadi bagian dari ikhtiar berbagi kebahagiaan di penghujung Ramadan 1447 Hijriah, terutama bagi mereka yang belum sempat sampai rumah saat waktu berbuka tiba.</p>
<p data-start="1370" data-end="1562">“Gerimis bukan halangan bagi kami untuk tetap berbagi. Justru di momen seperti ini, kami ingin menghadirkan kebahagiaan sederhana bagi saudara-saudara kita yang masih di perjalanan,” tuturnya.</p>
<p data-start="1564" data-end="1798">Baginya, takjil bukan sekadar makanan pembuka puasa, melainkan simbol kepedulian dan kebersamaan. Di tengah kesibukan dan kondisi cuaca yang tak menentu, aksi kecil ini diharapkan mampu mempererat hubungan sosial di tengah masyarakat.</p>
<p data-start="1800" data-end="1933">“Kami ingin Ramadan ini terasa lebih hangat. Semoga apa yang kami lakukan membawa berkah dan memperkuat rasa kebersamaan,” tambahnya.</p>
<p data-start="1935" data-end="2104">Di sisi lain, para penerima takjil pun merasakan manfaat nyata. Beberapa pengendara mengaku terbantu, terutama karena hujan membuat mereka harus memperlambat perjalanan.</p>
<p data-start="2106" data-end="2292">Sementara itu, para relawan tetap sigap mengatur pembagian agar tidak mengganggu arus lalu lintas. Dengan cekatan, mereka memastikan setiap paket tersalurkan tanpa menimbulkan kemacetan.</p>
<p data-start="2294" data-end="2539" data-is-last-node="" data-is-only-node="">Di tengah gerimis yang tak kunjung reda, senyum, sapa, dan uluran tangan itu menjadi pemandangan yang menyejukkan. Sebuah potret sederhana tentang Ramadan, bahwa di balik langit mendung, selalu ada kehangatan yang mengalir dari kepedulian sesama. <strong>(**)</strong></p>
<p data-start="2294" data-end="2539" data-is-last-node="" data-is-only-node=""><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Sejumlah Dapur MBG di Bondowoso Ditutup Sementara, Tak Penuhi Standar Sanitasi dan Fasilitas</title>
<link>https://suarajatimpost.com/sejumlah-dapur-mbg-di-bondowoso-ditutup-sementara-tak-penuhi-standar-sanitasi-dan-fasilitas</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/sejumlah-dapur-mbg-di-bondowoso-ditutup-sementara-tak-penuhi-standar-sanitasi-dan-fasilitas</guid>
<description><![CDATA[ SPPG Bondowoso, dapur MBG ditutup, Badan Gizi Nasional, program makan bergizi gratis, sanitasi dapur MBG, IPAL SPPG ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202603/image_870x580_69b2b5c18b3a3.webp" length="31678" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 12 Mar 2026 20:21:25 +0700</pubDate>
<dc:creator>Rizqi Ardian</dc:creator>
<media:keywords>MBG, Frozen Food, kesehatan, SPPG, Prabowo, TNI, Kodim, POlri, KPK, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p data-start="107" data-end="390"><strong data-start="107" data-end="125">BONDOWOSO, SJP</strong> – Sejumlah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kabupaten Bondowoso terpaksa menghentikan operasional sementara setelah Badan Gizi Nasional (BGN) menerbitkan surat resmi Nomor 841/D.TWS/03/2026 tertanggal 10 Maret 2026 tentang penutupan operasional sementara.</p>
<p data-start="392" data-end="595">Penghentian tersebut dilakukan menyusul laporan Koordinator Regional Jawa Timur yang menemukan sejumlah SPPG belum memenuhi standar dasar operasional dalam pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG).</p>
<p data-start="597" data-end="846">Dalam laporan tersebut disebutkan bahwa beberapa SPPG belum melakukan pendaftaran Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) serta belum memiliki Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL), padahal unit layanan tersebut telah beroperasi lebih dari 30 hari.</p>
<p data-start="848" data-end="1127">Selain persoalan sanitasi, temuan lain juga menunjukkan bahwa sebagian SPPG belum menyediakan fasilitas tempat tinggal atau mess bagi Kepala SPPG, Pengawas Gizi, dan Pengawas Keuangan. Padahal, fasilitas tersebut merupakan bagian dari persyaratan operasional yang wajib dipenuhi.</p>
<p data-start="1129" data-end="1356">Kebijakan penutupan sementara ini merujuk pada Keputusan Kepala Badan Gizi Nasional Republik Indonesia Nomor 401.1 Tahun 2025 tentang Petunjuk Teknis Tata Kelola Penyelenggaraan Program Makan Bergizi Gratis Tahun Anggaran 2026.</p>
<p data-start="1358" data-end="1524">Koordinator SPPG Bondowoso, Mila Afriana Agustina, membenarkan adanya penghentian operasional sementara terhadap sejumlah SPPG yang belum memenuhi ketentuan tersebut.</p>
<p data-start="1526" data-end="1673">“Iya benar, operasional SPPG yang belum memiliki SLHS, IPAL, dan mess untuk sementara dihentikan sesuai surat dari BGN,” ujarnya saat dikonfirmasi, Kamis (12/3/2026).</p>
<p data-start="1675" data-end="1794">Namun demikian, hingga kini belum ada kepastian mengenai berapa lama penghentian operasional tersebut akan berlangsung.</p>
<p data-start="1796" data-end="1971">“Untuk berapa minggu penutupannya kami belum tahu, karena itu bukan ranah kami. Kebijakannya dari pusat, jadi kami menunggu surat atau arahan berikutnya dari BGN,” jelas Mila.</p>
<p data-start="1973" data-end="2171">Ia menambahkan, langkah tersebut merupakan bagian dari upaya BGN untuk memperketat pengawasan sekaligus memastikan standar kualitas dan keamanan layanan gizi dalam program MBG benar-benar terpenuhi.</p>
<p data-start="2173" data-end="2539">Beredarnya surat penutupan sementara itu pun memicu perhatian publik. Pasalnya, cukup banyak SPPG di Bondowoso yang tercantum dalam daftar penghentian operasional.</p>
<p data-start="2173" data-end="2539">Kondisi ini menjadi pengingat bahwa pelaksanaan program MBG tidak hanya dituntut berjalan cepat, tetapi juga wajib memenuhi standar sanitasi, fasilitas, dan tata kelola yang telah ditetapkan pemerintah. <strong>(*)</strong></p>
<p data-start="2173" data-end="2539"><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Polres Bondowoso Musnahkan 1.500 Botol Miras dan 50 Knalpot Brong Jelang Operasi Ketupat 2026</title>
<link>https://suarajatimpost.com/polres-bondowoso-musnahkan-1500-botol-miras-dan-50-knalpot-brong-jelang-operasi-ketupat-2026</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/polres-bondowoso-musnahkan-1500-botol-miras-dan-50-knalpot-brong-jelang-operasi-ketupat-2026</guid>
<description><![CDATA[ Jelang Operasi Ketupat 2026, Polres Bondowoso memusnahkan 1.500 botol miras, 50 knalpot brong, dan puluhan ban tidak sesuai spesifikasi hasil Operasi Pekat dan Operasi Keselamatan. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202603/image_870x580_69b23e9b18a25.webp" length="91388" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 12 Mar 2026 12:05:00 +0700</pubDate>
<dc:creator>Rizqi Ardian</dc:creator>
<media:keywords>polres, polisi, mutasi, sertijab, suarajatimpost, barang bukti, kriminal</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p data-start="108" data-end="374"><strong data-start="108" data-end="126">BONDOWOSO, SJP</strong> – Menjelang pelaksanaan Operasi Ketupat 2026, <span class="hover:entity-accent entity-underline inline cursor-pointer align-baseline"><span class="whitespace-normal">Polres Bondowoso</span></span> memusnahkan ribuan barang bukti hasil Operasi Pekat dan Operasi Keselamatan. Kegiatan pemusnahan tersebut digelar di halaman Mapolres Bondowoso, Kamis (12/3/2026).</p>
<p data-start="376" data-end="623">Kapolres Bondowoso <span class="hover:entity-accent entity-underline inline cursor-pointer align-baseline"><span class="whitespace-normal">Aryo Dwi Wibowo</span></span> mengatakan, pemusnahan barang bukti dilakukan sebagai bagian dari penegakan hukum sekaligus upaya menciptakan situasi kamtibmas yang kondusif menjelang operasi pengamanan arus mudik Lebaran.</p>
<p data-start="625" data-end="939">“Pada pagi hari ini kita melaksanakan pemusnahan barang bukti dari hasil Operasi Pekat dan Operasi Keselamatan yang telah dilaksanakan sebelumnya. Barang bukti yang dimusnahkan antara lain minuman keras, knalpot brong, dan ban kecil yang tidak sesuai spesifikasi kendaraan,” kata Aryo saat rilis kepada awak media.</p>
<p data-start="941" data-end="1147">Dalam kegiatan tersebut, polisi memusnahkan sekitar 1.500 botol minuman keras, 50 knalpot brong, serta 20 ban kecil yang dinilai tidak sesuai spesifikasi teknis kendaraan bermotor di jalan raya.</p>
<p data-start="1149" data-end="1301">Aryo menjelaskan, barang bukti tersebut merupakan hasil pengungkapan kasus selama Operasi Pekat yang berlangsung sebelum Ramadan hingga awal Maret 2026.</p>
<p data-start="1303" data-end="1543">“Dari operasi tersebut kami berhasil mengungkap 10 kasus tindak pidana dengan berbagai jenis, mulai dari perjudian, premanisme hingga temuan bahan peledak berupa bubuk mesiu untuk mercon yang sebelumnya juga telah dimusnahkan,” ujarnya.</p>
<p data-start="1545" data-end="1709">Ia menambahkan, sebelum Operasi Pekat, jajaran kepolisian juga lebih dahulu melaksanakan Operasi Keselamatan yang fokus pada penertiban pelanggaran lalu lintas.</p>
<p data-start="1711" data-end="1868">“Operasi Pekat berakhir pada 8 Maret 2026. Sebelumnya selama satu bulan dilaksanakan Operasi Keselamatan yang berkaitan dengan bidang lalu lintas,” jelasnya.</p>
<p data-start="1870" data-end="2109">Terkait penanganan kasus minuman keras, Aryo menyebut proses hukumnya akan disesuaikan dengan aturan yang berlaku, termasuk kemungkinan penerapan tindak pidana ringan (tipiring) sesuai ketentuan hukum maupun peraturan daerah yang mengatur.</p>
<p data-start="2111" data-end="2299">"Kami berharap langkah penegakan hukum ini dapat menciptakan keamanan dan ketertiban masyarakat menjelang pelaksanaan Operasi Ketupat serta perayaan Idulfitri di wilayah Bondowoso," pungkasnya. <strong>(*)</strong></p>
<p data-start="2111" data-end="2299"><b>Editor : Rizqi Ardian</b></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Pertanian Modern Mulai Diterapkan, DPKP Bondowoso Dorong Penggunaan Alat Perontok Padi di Tingkat Petani</title>
<link>https://suarajatimpost.com/pertanian-modern-mulai-diterapkan-dpkp-bondowoso-dorong-penggunaan-alat-perontok-padi-di-tingkat-petani</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/pertanian-modern-mulai-diterapkan-dpkp-bondowoso-dorong-penggunaan-alat-perontok-padi-di-tingkat-petani</guid>
<description><![CDATA[ DPKP Bondowoso mendorong penggunaan alat perontok padi di tingkat petani saat panen di wilayah BPP Maskuning Kulon, Pujer, karena mampu mempercepat proses panen dan mengurangi kehilangan hasil. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202603/image_870x580_69b23ae2a7f6a.webp" length="71430" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 12 Mar 2026 11:01:37 +0700</pubDate>
<dc:creator>Rizqi Ardian</dc:creator>
<media:keywords>pertanian, petani, poktan, kios, klinik tani, dprd, penyuluh pertanian, ppl, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p data-start="110" data-end="400"><strong data-start="110" data-end="128">BONDOWOSO, SJP</strong> – Upaya modernisasi sektor pertanian terus didorong oleh Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kabupaten Bondowoso. Salah satunya melalui pemanfaatan mesin <em>combine </em>atau mesin alat perontok padi yang dinilai mampu meningkatkan efisiensi kerja petani sekaligus menekan kehilangan hasil panen.</p>
<p data-start="402" data-end="596">Hal tersebut disampaikan Kepala DPKP Bondowoso, Mulyadi, saat melakukan kegiatan panen padi di wilayah Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Maskuning Kulon, Kecamatan Pujer, Kabupaten Bondowoso, Kamis (12/3/2026).</p>
<p data-start="598" data-end="754">Menurut Mulyadi, penggunaan alat perontok padi menjadi salah satu langkah penting dalam mendorong pertanian yang lebih modern dan efisien di tingkat petani.</p>
<p data-start="756" data-end="1012">“Pemanfaatan alat perontok ini sangat membantu petani dalam mempercepat proses pascapanen. Jika secara manual satu hektare lahan bisa memakan waktu hingga dua hari, dengan alat ini prosesnya dapat diselesaikan hanya sekitar empat sampai lima jam,” ujarnya.</p>
<p data-start="1014" data-end="1215">Ia menjelaskan, selain menghemat waktu, penggunaan teknologi pertanian tersebut juga mampu mengurangi tingkat kehilangan hasil panen yang kerap terjadi ketika proses perontokan dilakukan secara manual.</p>
<p data-start="1217" data-end="1403">Menurutnya, kondisi di lapangan saat ini juga menunjukkan bahwa tenaga kerja di sektor pertanian semakin terbatas, sehingga mekanisasi pertanian menjadi solusi yang perlu terus didorong.</p>
<p data-start="1405" data-end="1586">“Selain efisiensi waktu, penggunaan alat ini juga mengurangi potensi kehilangan hasil panen. Apalagi sekarang tenaga kerja di sektor pertanian juga semakin sulit didapat,” jelasnya.</p>
<p data-start="1588" data-end="1777">Karena itu, pihaknya berharap para penyuluh pertanian di lapangan dapat lebih aktif melakukan sosialisasi dan pendampingan kepada petani agar pemanfaatan alat pertanian modern semakin luas.</p>
<p data-start="1779" data-end="1987">“Kami berharap sosialisasi penggunaan alat ini bisa dilakukan lebih masif kepada masyarakat petani, sehingga manfaatnya benar-benar dirasakan dalam meningkatkan produktivitas dan efisiensi kerja,” pungkasnya.</p>
<p data-start="1989" data-end="2157">Melalui penerapan mekanisasi pertanian tersebut, Pemkab Bondowoso optimistis produktivitas pertanian dapat terus meningkat sekaligus memperkuat ketahanan pangan daerah. <strong>(*)</strong></p>
<p data-start="1989" data-end="2157"><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Mudik Tanpa Was&amp;was, Polres Bondowoso Buka Penitipan Kendaraan dan Barang Berharga Gratis</title>
<link>https://suarajatimpost.com/mudik-tanpa-was-was-polres-bondowoso-buka-penitipan-kendaraan-dan-barang-berharga-gratis</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/mudik-tanpa-was-was-polres-bondowoso-buka-penitipan-kendaraan-dan-barang-berharga-gratis</guid>
<description><![CDATA[ Polres Bondowoso membuka layanan penitipan kendaraan dan barang berharga gratis bagi warga yang mudik Lebaran. Program ini diharapkan memberi rasa aman agar masyarakat dapat pulang kampung tanpa khawatir rumah dan aset yang ditinggalkan. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202603/image_870x580_69b171a7bbaca.webp" length="54746" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 11 Mar 2026 21:46:37 +0700</pubDate>
<dc:creator>Rizqi Ardian</dc:creator>
<media:keywords>Lebaran, polisi, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>BONDOWOSO, SJP –</strong> Menjelang Lebaran, ribuan warga biasanya bersiap pulang kampung untuk berkumpul bersama keluarga. Namun di balik rencana mudik yang membahagiakan itu, ada satu kekhawatiran yang kerap menghantui, yakni keamanan rumah dan kendaraan yang ditinggalkan.</p>
<p>Untuk menjawab kegelisahan tersebut, Polres Bondowoso membuka layanan penitipan kendaraan dan barang berharga secara gratis bagi masyarakat yang hendak mudik.</p>
<p>Kapolres Bondowoso AKBP Dr. Aryo Dwi Wibowo mengatakan, program ini merupakan bagian dari upaya kepolisian memberikan rasa aman bagi masyarakat selama momentum mudik Lebaran.</p>
<p>“Layanan ini gratis. Tujuannya agar masyarakat bisa pulang kampung dengan hati tenang tanpa khawatir kendaraan atau barang berharganya hilang,” kata Aryo saat dikonfirmasi, Rabu (11/3/2026).</p>
<p>Menurutnya, layanan penitipan tidak hanya diperuntukkan bagi kendaraan bermotor. Warga juga diperbolehkan menitipkan berbagai barang berharga lainnya.</p>
<p>Di antaranya perhiasan seperti logam mulia, alat elektronik, sertifikat tanah, ijazah, BPKB, hingga dokumen penting lainnya.</p>
<p>“Intinya kami ingin masyarakat Bondowoso bisa mudik dengan aman dan berkesan. Silakan manfaatkan fasilitas ini di Polres maupun Polsek jajaran,” ujarnya.</p>
<p>Untuk menggunakan layanan tersebut, warga cukup datang ke kantor polisi terdekat dengan membawa identitas diri berupa KTP asli serta dokumen kepemilikan sah. Untuk kendaraan misalnya, masyarakat diminta membawa STNK atau BPKB sebagai bukti kepemilikan.</p>
<p>Selain itu, Kapolres juga mengingatkan masyarakat agar tetap memastikan kondisi rumah aman sebelum ditinggalkan.</p>
<p>Ia mengimbau warga untuk memastikan pintu dan jendela rumah telah terkunci rapat, mematikan aliran listrik yang tidak diperlukan, serta mencabut regulator gas sebelum berangkat mudik.</p>
<p>“Kalau memungkinkan, sampaikan juga kepada RT, RW atau tetangga sekitar bahwa rumah akan ditinggal sementara,” tambahnya.</p>
<p>Sementara itu, Kasi Humas Polres Bondowoso Iptu Bobbi Siswanto menegaskan layanan ini merupakan bentuk komitmen kepolisian dalam memberikan pelayanan yang adaptif terhadap kebutuhan masyarakat, terutama saat musim mudik Lebaran.</p>
<p>Ia juga mengingatkan masyarakat untuk tidak ragu melapor apabila melihat atau mengalami tindak kejahatan.</p>
<p>“Segera hubungi layanan Kepolisian melalui call center 110 yang bebas pulsa. Laporan masyarakat akan segera kami tindak lanjuti,” pungkasnya. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Target Rp3,2 Miliar, Baznas Bondowoso Soroti Lemahnya Implementasi Instruksi Bupati soal Zakat ASN</title>
<link>https://suarajatimpost.com/target-rp32-miliar-baznas-bondowoso-soroti-lemahnya-implementasi-instruksi-bupati-soal-zakat-asn</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/target-rp32-miliar-baznas-bondowoso-soroti-lemahnya-implementasi-instruksi-bupati-soal-zakat-asn</guid>
<description><![CDATA[ Baznas Bondowoso mengungkap potensi zakat ASN di daerah itu bisa mencapai Rp5 miliar per tahun, namun realisasi penghimpunan masih sekitar Rp900 juta. Lemahnya implementasi instruksi penyaluran zakat melalui Baznas menjadi sorotan. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202603/image_870x580_69b147b903579.webp" length="50374" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 11 Mar 2026 19:01:02 +0700</pubDate>
<dc:creator>Rizqi Ardian</dc:creator>
<media:keywords>Baznas, Bondowoso, zakat, ASN, rendah, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p data-start="0" data-end="348"><strong>BONDOWOSO, SJP –</strong> Potensi penghimpunan zakat dari Aparatur Sipil Negara (ASN) di Kabupaten Bondowoso dinilai sangat besar, namun hingga kini realisasinya masih jauh dari optimal. Dari ribuan ASN yang ada, dana zakat yang berhasil dihimpun melalui <span class="hover:entity-accent entity-underline inline cursor-pointer align-baseline"><span class="whitespace-normal">Badan Amil Zakat Nasional</span></span> Kabupaten Bondowoso masih berkisar Rp900 juta per tahun.</p>
<p data-start="350" data-end="565">Ketua <span class="hover:entity-accent entity-underline inline cursor-pointer align-baseline"><span class="whitespace-normal">Baznas Bondowoso</span></span>, Akhmadi, mengatakan, sebenarnya sudah ada instruksi Bupati Bondowoso yang mengatur penyaluran zakat ASN melalui Baznas. Namun implementasinya di lapangan dinilai belum maksimal.</p>
<p data-start="567" data-end="756">“Surat instruksi Bupati itu masih ada, tetapi pelaksanaannya sangat kecil. Harapan kami Bupati bisa mengumpulkan ASN dan OPD untuk menjelaskan kembali isi instruksi tersebut,” kata Akhmadi, saat dikonfirmasi di Pendopo Raden Bagus Assra, Rabu (11/3/2026).</p>
<p data-start="758" data-end="953">Ia menjelaskan, dalam instruksi tersebut juga terdapat klausul yang mewajibkan organisasi perangkat daerah (OPD) melaporkan sejauh mana pelaksanaan instruksi tersebut di lingkungan masing-masing.</p>
<p data-start="955" data-end="1152">“Di dalam surat instruksi itu ada kewajiban OPD untuk melaporkan hasil kerjanya. Sejauh mana mereka sudah menyampaikan dan menjalankan instruksi itu. Tapi selama ini masih belum maksimal,” ujarnya.</p>
<p data-start="1154" data-end="1352">Menurut Akhmadi, potensi penghimpunan zakat ASN di Bondowoso sebenarnya bisa mencapai miliaran rupiah setiap tahun. Pasalnya, jumlah ASN di daerah tersebut diperkirakan mencapai sekitar 8.000 orang.</p>
<p data-start="1354" data-end="1476">"Dari jumlah itu, sektor yang memiliki potensi terbesar berasal dari Dinas Pendidikan, yang memiliki sekitar 5.000 ASN," ungkapnya.</p>
<p data-start="1478" data-end="1684">Jika setiap ASN menyalurkan zakat sebesar Rp50 ribu per bulan sebagaimana tertuang dalam instruksi Bupati, maka dari Dinas Pendidikan saja potensi penghimpunan bisa mencapai sekitar Rp250 juta setiap bulan.</p>
<p data-start="1686" data-end="1823">“Kalau 5.000 ASN dikalikan Rp50 ribu, itu sekitar Rp250 juta tiap bulan. Dalam 10 bulan saja sudah bisa mencapai Rp2,5 miliar,” jelasnya.</p>
<p data-start="1825" data-end="2003">Ia menambahkan, bersama <span class="hover:entity-accent entity-underline inline cursor-pointer align-baseline"><span class="whitespace-normal">Badan Amil Zakat Nasional</span></span> pusat, pihaknya menargetkan penghimpunan zakat di Bondowoso pada tahun 2026 dapat mencapai sekitar Rp3,2 miliar.</p>
<p data-start="2005" data-end="2112">“Kalau semua OPD berjalan optimal, potensinya bahkan bisa mencapai Rp5 miliar dalam satu tahun,” ungkapnya.</p>
<p data-start="2114" data-end="2293">Karena itu, Baznas berharap adanya penguatan dukungan dari pemerintah daerah agar potensi zakat ASN dapat dimaksimalkan untuk membantu program pengentasan kemiskinan di Bondowoso.</p>
<p data-start="2295" data-end="2495" data-is-last-node="" data-is-only-node="">“Pada dasarnya Baznas membantu pemerintah daerah dalam upaya pengentasan kemiskinan. Karena itu kami berharap ada penguatan dari pemerintah daerah agar potensi ini bisa tergarap maksimal,” pungkasnya. <strong>(*)</strong></p>
<p data-start="2295" data-end="2495" data-is-last-node="" data-is-only-node=""><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Baznas Bondowoso Santuni Ratusan Anak Yatim dan Dhuafa di 23 Kecamatan, Dana Tersalurkan Rp130 Juta</title>
<link>https://suarajatimpost.com/baznas-bondowoso-santuni-ratusan-anak-yatim-dan-dhuafa-di-23-kecamatan-dana-tersalurkan-rp130-juta</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/baznas-bondowoso-santuni-ratusan-anak-yatim-dan-dhuafa-di-23-kecamatan-dana-tersalurkan-rp130-juta</guid>
<description><![CDATA[ Baznas Bondowoso menyalurkan santunan kepada ratusan anak yatim dan dhuafa di 23 kecamatan melalui kegiatan Gebyar Ramadan 1447 H dengan total dana sekitar Rp130 juta. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202603/image_870x580_69b1422d1ef5b.webp" length="34666" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 11 Mar 2026 18:30:27 +0700</pubDate>
<dc:creator>Rizqi Ardian</dc:creator>
<media:keywords>Baznas, Bondowoso, zakat, ASN, rendah, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p data-start="177" data-end="495"><strong>BONDOWOSO, SJP –</strong> Pemerintah Kabupaten Bondowoso mengapresiasi kegiatan Gebyar Ramadan 1447 H bertajuk <em data-start="279" data-end="330">Berbagi Kebahagiaan Bersama Anak Yatim dan Dhuafa</em> yang digagas Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Bondowoso. Kegiatan tersebut dinilai menjadi bagian penting dalam memperkuat kepedulian sosial di tengah masyarakat.</p>
<p data-start="497" data-end="831">Bupati Bondowoso Abdul Hamid Wahid melalui Asisten I Sekretariat Daerah, Solikin menyampaikan, kegiatan tersebut sejalan dengan visi pembangunan Kabupaten Bondowoso tahun 2025–2030, yakni mewujudkan daerah yang tidak hanya maju dari sisi infrastruktur, tetapi juga memiliki kepedulian sosial yang kuat.</p>
<p data-start="833" data-end="1159">“Ramadan menjadi momentum untuk memperkuat ketahanan sosial dan semangat gotong royong. Kita ingin membangun Bondowoso yang inklusif, di mana tidak ada anak yatim maupun kaum dhuafa yang merasa ditinggalkan dalam pembangunan daerah,” ujar Solikin saat membacakan sambutan Bupati di Pendopo Raden Bagus Assra, Rabu (11/3/2026).</p>
<p data-start="1161" data-end="1473">Ia menjelaskan, melalui kegiatan tersebut santunan disalurkan kepada ratusan penerima manfaat yang tersebar di 23 kecamatan di Kabupaten Bondowoso. Penyaluran bantuan itu diharapkan dapat meringankan beban ekonomi masyarakat sekaligus menghadirkan kebahagiaan Ramadan yang dapat dirasakan hingga ke pelosok desa.</p>
<p data-start="1475" data-end="1641">“Sinergi antara pemerintah daerah, Baznas, para muzakki, dan masyarakat ini menjadi jembatan keberkahan antara pihak yang memberi dan yang menerima manfaat,” katanya.</p>
<p data-start="1643" data-end="1874">Pemerintah Kabupaten Bondowoso juga memberikan apresiasi kepada Baznas yang dinilai konsisten menjadi mitra strategis dalam membantu pengentasan kemiskinan melalui pengelolaan zakat, infak, dan sedekah secara transparan dan amanah.</p>
<p data-start="1876" data-end="2113">Ia berharap kegiatan serupa tidak hanya berhenti pada penyaluran santunan, tetapi juga mampu menumbuhkan semangat kepedulian sosial yang lebih luas, khususnya bagi para pengusaha maupun aparatur sipil negara untuk terus menunaikan zakat.</p>
<p data-start="2115" data-end="2262">“Semoga kegiatan ini menjadi pemantik semangat kepedulian bersama, sehingga Bondowoso benar-benar menjadi rumah yang ramah bagi semua,” tandasnya.</p>
<p data-start="2264" data-end="2424">Sementara itu, Ketua Baznas Bondowoso Akhmadi menjelaskan, kegiatan santunan tersebut dilaksanakan dengan melibatkan seluruh kecamatan di wilayah setempat.</p>
<p data-start="2426" data-end="2577">“Pada hari ini kegiatan dilaksanakan di 23 kecamatan. Namun untuk kecamatan yang lokasinya dekat, sebagian penerimanya kami tarik ke pendopo,” ujarnya.</p>
<p data-start="2579" data-end="2753">Ia menuturkan, setiap kecamatan menyalurkan santunan kepada 10 anak yatim dan 10 dhuafa. Dengan jumlah 23 kecamatan, total penerima dari kategori tersebut mencapai 230 orang.</p>
<p data-start="2755" data-end="3002">Selain itu, bantuan juga diberikan kepada kelompok penerima lainnya seperti dari unsur Nahdlatul Ulama melalui Nurut Tholabah, Majelis Ulama Indonesia (MUI), serta tambahan penerima dari Kementerian Agama yang dijadwalkan pada kegiatan berikutnya.</p>
<p data-start="3004" data-end="3085">“Besok bersama Kemenag juga akan ada santunan untuk sekitar 100 dhuafa,” katanya.</p>
<p data-start="3087" data-end="3202">Secara keseluruhan, dana yang disalurkan dalam kegiatan santunan tersebut diperkirakan mencapai sekitar Rp130 juta.</p>
<p data-start="3204" data-end="3386">Adapun bantuan yang diberikan kepada anak yatim berupa uang tunai sebesar Rp200 ribu per orang. Sementara bagi dhuafa diberikan paket sembako yang berisi beras, kecap, dan mi instan.</p>
<p data-start="3388" data-end="3498">“Untuk anak yatim bentuk bantuannya uang tunai Rp200 ribu. Sedangkan dhuafa menerima paket sembako,” jelasnya.</p>
<p data-start="3500" data-end="3623">Ia berharap kegiatan santunan tersebut dapat membantu masyarakat yang membutuhkan, khususnya menjelang Hari Raya Idulfitri.</p>
<p data-start="3625" data-end="3739">“Harapan kami melalui kegiatan ini dapat membantu anak yatim dan kaum dhuafa dalam menyambut Lebaran,” pungkasnya. <strong>(*)</strong></p>
<p data-start="3625" data-end="3739"><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Superhero Antar Menu MBG, Cara Kreatif SPPG Suboh 1 Situbondo Selama Ramadan</title>
<link>https://suarajatimpost.com/superhero-antar-menu-mbg-cara-kreatif-sppg-suboh-1-situbondo-selama-ramadan</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/superhero-antar-menu-mbg-cara-kreatif-sppg-suboh-1-situbondo-selama-ramadan</guid>
<description><![CDATA[ Meski terlihat sederhana, momen pengantaran tersebut sempat menjadi perhatian. Anak-anak tampak antusias melihat “superhero” yang datang membawa tas-tas berisi makanan. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202603/image_870x580_69b0dc992b3f4.webp" length="35424" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 11 Mar 2026 10:09:37 +0700</pubDate>
<dc:creator>Rizqi Ardian</dc:creator>
<media:keywords>mbg, SPPG, Suboh, Ramadan, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SITUBONDO, SJP – </strong>Cara unik dilakukan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Suboh 1 Situbondo dalam menyalurkan menu kering program Makan Bergizi Gratis (MBG) selama bulan Ramadan.</p>
<p></p>
<p>Para petugas distribusi bahkan tampil mengenakan kostum superhero saat mengantarkan paket makanan kepada siswa taman kanak-kanak (TK).</p>
<p></p>
<p>Aksi itu terlihat ketika mobil boks pengangkut paket MBG berhenti di depan sekolah tujuan. Dari dalam kendaraan yang memuat puluhan paket makanan bergizi, dua petugas turun dengan mengenakan kostum Spiderman dan Superman.</p>
<p></p>
<p>Mereka kemudian menurunkan tas-tas merah berisi menu kering MBG dari mobil boks. Dengan gaya khas tokoh pahlawan super, paket makanan tersebut dipanggul dan dibawa menuju area sekolah untuk diserahkan kepada pihak guru sebelum dibagikan kepada para siswa.</p>
<p></p>
<p>Kepala SPPG Suboh 1, Bagas Deo Pradana, mengatakan cara tersebut sengaja dilakukan agar proses distribusi terasa lebih menyenangkan, terutama bagi anak-anak usia dini.</p>
<p></p>
<p>“Selama Ramadan menu yang diberikan berupa menu kering agar bisa dikonsumsi siswa saat berbuka atau setelah pulang sekolah. Untuk pengantaran ke TK kami kemas lebih menarik supaya anak-anak senang,” kata Bagas saat dikonfirmasi, Rabu (11/3/2026).</p>
<p></p>
<p>Menurutnya, pendekatan kreatif seperti ini juga menjadi upaya membangun kedekatan dengan para siswa sekaligus menumbuhkan semangat mereka terhadap program pemenuhan gizi.</p>
<p></p>
<p>Puluhan paket menu kering itu selanjutnya diserahkan kepada pihak sekolah untuk dibagikan kepada para siswa. Setiap paket telah disiapkan dengan kandungan gizi yang disesuaikan dengan kebutuhan anak-anak.</p>
<p></p>
<p>Meski terlihat sederhana, momen pengantaran tersebut sempat menjadi perhatian. Anak-anak tampak antusias melihat “superhero” yang datang membawa tas-tas berisi makanan.</p>
<p></p>
<p>“Harapannya anak-anak tidak hanya mendapatkan asupan gizi, tapi juga pengalaman yang menyenangkan. Jadi program ini terasa lebih dekat dengan mereka,” tambah Bagas.</p>
<p></p>
<p>Setelah seluruh paket berhasil didistribusikan, para petugas kembali beristirahat sejenak sebelum melanjutkan aktivitas berikutnya. Bagi mereka, misi pagi itu telah selesai dengan memastikan menu kering MBG sampai ke tangan para siswa, sekaligus menghadirkan keceriaan kecil bagi anak-anak di bulan Ramadan.</p>
<p></p>
<p>Sekadar diketahui, SPPG Buruan Suboh 1 menyalurkan MBG kepada 1.736 penerima manfaat yang terdiri dari siswa, guru, hingga kelompok 3B, kehadiran menu selama Ramadan ini menjadi solusi agar kebutuhan gizi tetap terpenuhi tanpa mengganggu ibadah puasa. <strong>(**)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Hangatnya Ramadan di Banyuwulu, PWI dan Polres Bondowoso Berbagi Santunan untuk Dhuafa dan Anak Yatim</title>
<link>https://suarajatimpost.com/hangatnya-ramadan-di-banyuwulu-pwi-dan-polres-bondowoso-berbagi-santunan-untuk-dhuafa-dan-anak-yatim</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/hangatnya-ramadan-di-banyuwulu-pwi-dan-polres-bondowoso-berbagi-santunan-untuk-dhuafa-dan-anak-yatim</guid>
<description><![CDATA[ Nuansa kepedulian Ramadan terasa di Desa Banyuwulu saat PWI Bondowoso dan Polres Bondowoso berbagi santunan kepada dhuafa dan anak yatim. Kegiatan ini menjadi wujud sinergi insan pers dan kepolisian dalam menghadirkan kebahagiaan menjelang Lebaran. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202603/image_870x580_69aed90b737cc.webp" length="59848" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 09 Mar 2026 22:10:43 +0700</pubDate>
<dc:creator>Rizqi Ardian</dc:creator>
<media:keywords>santunnan, PWI, POlres, dhuafa, anak yatim, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>BONDOWOSO, SJP –</strong> Nuansa kepedulian dan kebersamaan di bulan suci Ramadan terasa hangat di Desa Banyuwulu, Kecamatan Wringin. Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Bondowoso berkolaborasi dengan Polres Bondowoso menggelar kegiatan Safari Sedekah Ramadan dengan memberikan santunan berupa uang tunai dan paket sembako kepada puluhan kaum dhuafa serta anak yatim piatu, Senin (9/3/2026).</p>
<p>Di tengah suasana Ramadan yang penuh berkah, bantuan tersebut menjadi secercah harapan bagi warga yang tengah bersiap menyambut Hari Raya Idulfitri.</p>
<p>Kabaglog Polres Bondowoso, AKP Slamet Riyadi, menyampaikan apresiasi kepada PWI Bondowoso atas kolaborasi dan sinergi yang terjalin dalam mengisi bulan suci Ramadan melalui kegiatan sosial yang menyentuh langsung masyarakat.</p>
<p>Menurutnya, kepedulian semacam ini sangat berarti bagi masyarakat yang membutuhkan, khususnya kaum dhuafa dan anak-anak yatim yang kerap menghadapi keterbatasan ekonomi.</p>
<p>“Kegiatan semacam ini kami harapkan bisa terus dilakukan sebagai bentuk perhatian dari insan pers dan kepolisian terhadap kondisi ekonomi masyarakat, terutama kaum dhuafa dan anak-anak yatim,” ujarnya.</p>
<p>Sementara itu, Camat Wringin Misyono menilai kegiatan Safari Sedekah Ramadan yang diinisiasi PWI Bondowoso tidak hanya menghadirkan bantuan materi, tetapi juga memberikan pemahaman kepada masyarakat tentang peran wartawan di tengah kehidupan sosial.</p>
<p>Menurutnya, wartawan tidak hanya bertugas menulis dan menyampaikan informasi, tetapi juga menjadi jembatan aspirasi masyarakat serta hadir memberi manfaat bagi mereka yang membutuhkan.</p>
<p>“Wartawan juga menjadi penyambung lidah masyarakat, khususnya kaum dhuafa dan anak yatim, agar mereka tetap bisa merasakan berkah Ramadan dan menyambut Hari Raya Idulfitri dengan penuh harapan,” ucapnya.</p>
<p>Usai penyerahan santunan, Ketua PWI Bondowoso Sinca Ari Pangistu tampak haru melihat senyum para penerima bantuan. Baginya, kebahagiaan sederhana itu menjadi pengingat bahwa kehadiran wartawan tidak hanya sebatas menyampaikan berita, tetapi juga membawa kepedulian.</p>
<p>Ia pun berpesan kepada masyarakat agar tidak memandang profesi wartawan dengan stigma negatif.</p>
<p>“Kami juga ingin berbagi di bulan Ramadan ini. Tolong jangan dilihat dari besar kecilnya bantuan yang diberikan, tetapi lihatlah dari ketulusan dan perhatian kami, PWI bersama Polres Bondowoso. Semoga apa yang kami berikan bisa bermanfaat,” tuturnya.</p>
<p>Salah seorang penerima bantuan, Salama, tak mampu menyembunyikan rasa harunya. Dengan mata berkaca-kaca, ia mengaku bantuan tersebut sangat berarti bagi dirinya dan keluarga, terlebih menjelang Hari Raya Idulfitri.</p>
<p>“Terima kasih sudah berbagi dengan kami. Bantuan ini sangat bermanfaat, apalagi menjelang Lebaran seperti sekarang,” tandasnya. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Bukan Pemerintah, Cerita Lirih Sopir Angkot Usai Penutupan Jembatan Sentong Bondowoso Jadi Perhatian Wartawan dan Polisi</title>
<link>https://suarajatimpost.com/bukan-pemerintah-cerita-lirih-sopir-angkot-usai-penutupan-jembatan-sentong-bondowoso-jadi-perhatian-wartawan-dan-polisi</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/bukan-pemerintah-cerita-lirih-sopir-angkot-usai-penutupan-jembatan-sentong-bondowoso-jadi-perhatian-wartawan-dan-polisi</guid>
<description><![CDATA[ Penutupan Jembatan Sentong di Bondowoso berdampak besar pada penghasilan para sopir angkot yang harus memutar lebih jauh dengan biaya bahan bakar yang meningkat. Melihat kondisi tersebut, PWI Bondowoso bersama Polres Bondowoso menggelar Safari Sedekah Ramadan dengan memberikan santunan kepada puluhan sopir angkot yang terdampak secara ekonomi. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202603/image_870x580_69aec8a1d970e.webp" length="42216" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 09 Mar 2026 20:25:47 +0700</pubDate>
<dc:creator>Rizqi Ardian</dc:creator>
<media:keywords>Jembatan Sentong, Sopir Angkot Bondowoso, PWI Bondowoso, Polres Bondowoso, Santunan Ramadan, Transportasi Bondowoso, Dampak Penutupan Jembatan, Berita Bondowoso</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p data-start="218" data-end="584"><strong data-start="218" data-end="236">BONDOWOSO, SJP</strong> – Cerita lirih para sopir angkutan kota (angkot) yang terdampak penutupan Jembatan Sentong akhirnya mendapat perhatian. Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Bondowoso berkolaborasi dengan Polres Bondowoso menggelar kegiatan <em data-start="459" data-end="483">Safari Sedekah Ramadan</em> dengan memberikan santunan kepada puluhan sopir angkot di Mapolsek Kota Bondowoso, Senin (9/3/2026).</p>
<p data-start="586" data-end="758">Kegiatan sosial ini digelar sebagai bentuk kepedulian terhadap para sopir yang penghasilannya merosot sejak Jembatan Sentong di Kelurahan Nangkaan ditutup karena kerusakan.</p>
<p data-start="760" data-end="973">Sejak penutupan jembatan tersebut, seluruh kendaraan, baik roda dua maupun roda empat, harus dialihkan melalui jalur alternatif yang melewati Kelurahan Nangkaan, Kecamatan Curahdami, hingga tembus di Desa Kembang.</p>
<p data-start="975" data-end="1163">Jalur memutar itu membuat waktu tempuh menjadi lebih lama dan kebutuhan bahan bakar meningkat. Pengendara mobil bahkan harus melalui Desa Pakuwesi dengan waktu perjalanan sekitar 30 menit.</p>
<p data-start="1165" data-end="1383">Kondisi tersebut berdampak langsung pada pendapatan para sopir angkot, khususnya jurusan Bondowoso–Arjasa. Selain penumpang yang semakin sepi, mereka juga harus memutar lebih jauh sehingga biaya operasional membengkak.</p>
<p data-start="1385" data-end="1592">“Sejak penutupan Jembatan Sentong, dampaknya sangat terasa bagi kami para sopir angkot. Pendapatan menurun drastis, sementara kebutuhan bahan bakar justru meningkat,” kata Rahmat, salah seorang sopir angkot.</p>
<p data-start="1594" data-end="1793">Rahmat mengenang masa ketika angkot masih menjadi moda transportasi utama masyarakat. Saat itu, jumlah penumpang cukup ramai sehingga biaya operasional masih bisa tertutupi dari ongkos yang diterima.</p>
<p data-start="1795" data-end="2010">“Kalau dulu kenaikan harga BBM masih bisa tertutup dari penumpang. Sekarang sudah sangat berat. Bahkan kebutuhan BBM bisa meningkat sampai empat atau lima kali lipat karena harus memutar jalur lebih jauh,” imbuhnya.</p>
<p data-start="2012" data-end="2252">Cerita lirih sopir angkot di tengah himpitan ekonomi menjelang Lebaran tahun ini, ternyata masih belum mendapatkan perhatian dari pemerintah. Oleh sebab itu, Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Bondowoso bersama Polres, tergerak untuk memberikan santunan uang dan sembako kepada puluhan sopir angkot.</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202603/image_870x_69aec8fdaa3c2.webp" alt=""></p>
<p data-start="2254" data-end="2468">Ketua PWI Bondowoso, Sinca Ari Pangestu, mengatakan kerusakan jembatan membuat para sopir angkutan dan pelaku usaha harus memutar lebih jauh sehingga biaya operasional, terutama bahan bakar, menjadi semakin tinggi.</p>
<p data-start="2470" data-end="2770">“Sejak jembatan ambles, para sopir harus memutar lebih jauh. Otomatis biaya BBM makin mahal. Karena itu kami bersama Polres Bondowoso dan rekan-rekan jurnalis ingin sedikit berbagi rezeki. Mudah-mudahan apa yang kami berikan bisa bermanfaat dan sedikit meringankan beban bapak ibu semua,” ujar Sinca.</p>
<p data-start="2772" data-end="2990">Ia menjelaskan, kegiatan sosial tersebut juga berawal dari hasil liputan para jurnalis di lapangan yang kemudian disampaikan kepada pihak kepolisian hingga akhirnya terwujud kegiatan santunan bagi masyarakat terdampak.</p>
<p data-start="2992" data-end="3233">“Ini berawal dari liputan teman-teman jurnalis di lapangan. Kami sampaikan kepada pemangku kebijakan, dalam hal ini Kapolres. Alhamdulillah ditanggapi dengan baik hingga akhirnya lahirlah kegiatan berbagi pada sore hari ini,” jelasnya.</p>
<p data-start="3235" data-end="3352">Menurutnya, lokasi pangkalan para sopir angkot juga telah dipindahkan sementara agar jarak tempuh tidak semakin jauh.</p>
<p data-start="3354" data-end="3519">“Biasanya pangkalan sopir berada di sisi selatan jembatan. Sekarang dipindah ke Nangkaan agar tidak terlalu memutar dan biaya BBM bisa sedikit berkurang,” tambahnya.</p>
<p data-start="3521" data-end="3667">Sementara itu, Wakapolres Bondowoso, Kompol I Gede Suartika, berharap masyarakat tetap bersabar sambil menunggu proses penanganan dari pemerintah.</p>
<p data-start="3669" data-end="3928">“Memang ini kejadian yang tidak kita harapkan. Namun kita berharap penanganannya bisa segera dilakukan. Bahkan, kami sudah bersurat ke PU Provinsi agar ada pembangunan jembatan darurat, khususnya untuk sepeda motor dan pejalan kaki, bisa segera dilaksanakan,” ujarnya.</p>
<p data-start="3930" data-end="4054">Ia menjelaskan, nantinya akan dibuat jalur alternatif agar arus lalu lintas tidak terlalu padat akibat pengalihan kendaraan.</p>
<p data-start="4056" data-end="4255">“Rencananya sepeda motor akan dibuatkan jalur alternatif melalui jembatan kecil di sekitar lokasi, sehingga kendaraan roda empat bisa tetap melalui jalur utama jalan alternatif dan tidak terjadi penumpukan,” katanya.</p>
<p data-start="4257" data-end="4391">Selain itu, Kompol Gede juga menegaskan bahwa kepolisian selalu terbuka bagi masyarakat yang ingin menyampaikan keluhan atau aspirasi.</p>
<p data-start="4393" data-end="4625">“Polisi ini milik masyarakat. Jika ada keluhan atau persoalan, silakan datang. Rumah dinas saya terbuka 24 jam untuk masyarakat. Mari kita jaga kebersamaan ini, karena polisi, media, dan masyarakat adalah satu kesatuan,” pungkasnya. <strong>(*)</strong></p>
<p data-start="4393" data-end="4625"><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Menjaga Asa Sopir Angkot di Balik Penutupan Jembatan Sentong Bondowoso</title>
<link>https://suarajatimpost.com/menjaga-asa-sopir-angkot-di-balik-penutupan-jembatan-sentong-bondowoso</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/menjaga-asa-sopir-angkot-di-balik-penutupan-jembatan-sentong-bondowoso</guid>
<description><![CDATA[ Penutupan Jembatan Sentong di Bondowoso tidak hanya mengganggu arus lalu lintas, tetapi juga memukul perekonomian para sopir angkot. Pendapatan mereka menurun drastis karena jalur harus memutar lebih jauh dan penumpang semakin sepi. Di tengah kondisi sulit, seorang sopir bernama Rahmat berinisiatif membuka jasa penitipan motor di sekitar sekolah sebagai sumber penghasilan tambahan bagi dirinya dan rekan-rekan sesama sopir. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202603/image_870x580_69aec5a28b2a8.webp" length="67176" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 09 Mar 2026 20:08:38 +0700</pubDate>
<dc:creator>Rizqi Ardian</dc:creator>
<media:keywords>Jembatan Sentong, Sopir Angkot, Bondowoso, Human Interest, Transportasi Bondowoso, Penutupan Jembatan, Ekonomi Warga, Sopir Angkot Bondowoso</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p data-start="108" data-end="421"><strong data-start="108" data-end="126">BONDOWOSO, SJP</strong> – Penutupan Jembatan Sentong di Kelurahan Nangkaan yang menjadi penghubung utama Bondowoso–Jember bukan hanya berdampak pada arus lalu lintas. Di balik kebijakan tersebut, ada kisah perjuangan para sopir angkutan kota (angkot) yang harus berjuang keras mempertahankan penghasilan demi keluarga.</p>
<p data-start="423" data-end="677">Sejak jembatan itu ditutup, pangkalan angkot yang sebelumnya berada di sisi selatan jembatan kini dipindah ke Kelurahan Nangkaan, tepat di sisi utara jembatan. Pemindahan tersebut dilakukan sebagai upaya menekan biaya operasional yang semakin membengkak.</p>
<p data-start="679" data-end="974">Penutupan jembatan membuat seluruh kendaraan, baik roda dua maupun roda empat, harus dialihkan melalui jalur alternatif yang melintasi Kelurahan Nangkaan, Kecamatan Curahdami, hingga tembus di Desa Kembang. Jalur memutar itu membuat waktu tempuh semakin lama dan kebutuhan bahan bakar meningkat.</p>
<p data-start="976" data-end="1210">Pengendara mobil bahkan harus melewati Desa Pakuwesi dengan waktu perjalanan yang bisa mencapai sekitar 30 menit. Bagi sopir angkot yang setiap hari menggantungkan hidup dari jalanan, kondisi ini tentu menjadi beban yang tidak ringan.</p>
<p data-start="1212" data-end="1411">Rahmat, salah seorang sopir angkot jurusan Bondowoso–Arjasa, mengaku merasakan langsung dampak dari penutupan jembatan tersebut. Pendapatannya merosot tajam, sementara biaya operasional justru melonjak.</p>
<p data-start="1413" data-end="1610">“Sejak penutupan Jembatan Sentong, dampaknya sangat terasa bagi kami para sopir angkot. Pendapatan menurun drastis, sementara kebutuhan bahan bakar justru meningkat,” ujar Rahmat, Senin (9/3/2026).</p>
<p data-start="1612" data-end="1806">Ia mengenang masa ketika angkot masih menjadi pilihan utama masyarakat. Saat itu, jumlah penumpang cukup ramai sehingga biaya operasional masih bisa tertutupi dari ongkos yang dibayar penumpang.</p>
<p data-start="1808" data-end="2023">“Kalau dulu kenaikan harga BBM masih bisa tertutup dari penumpang. Sekarang sudah sangat berat. Bahkan kebutuhan BBM bisa meningkat sampai empat atau lima kali lipat karena harus memutar jalur lebih jauh,” tuturnya.</p>
<p data-start="1808" data-end="2023"><strong>Tetap Bertahan di Tengah Maraknya Transportasi Lain</strong></p>
<p data-start="2082" data-end="2333">Tak hanya persoalan jarak tempuh yang semakin jauh, Rahmat juga harus menghadapi kenyataan bahwa jumlah penumpang semakin menurun. Moda transportasi baru seperti ojek online, bentor, hingga kendaraan pribadi membuat keberadaan angkot semakin tersisih.</p>
<p data-start="2335" data-end="2552">“Kadang kami dapat operan penumpang dari arah Besuki, tapi sering juga sepi sama sekali. Sekarang kendaraan juga semakin banyak, ada Grab, bentor, dan transportasi lain. Semua orang sama-sama mencari nafkah,” katanya.</p>
<p data-start="2554" data-end="2773">Dulu, pelajar menjadi salah satu penumpang tetap angkot. Namun kini kondisi itu berubah. Banyak siswa yang memilih membawa kendaraan sendiri ke sekolah, sehingga jumlah penumpang dari kalangan pelajar semakin berkurang.</p>
<p data-start="2775" data-end="2952">“Sekarang kebanyakan anak sekolah sudah membawa kendaraan sendiri. Aturan usia berkendara seolah tidak terlalu diperhatikan lagi, jadi penumpang angkot makin sedikit,” imbuhnya.</p>
<p data-start="2775" data-end="2952"><strong>Mencari Harapan Lewat Jasa Penitipan Motor</strong></p>
<p data-start="3002" data-end="3219">Di tengah kondisi yang semakin sulit, Rahmat mencoba mencari cara agar dirinya dan rekan-rekan sesama sopir angkot tetap bisa bertahan. Ia pun menggagas ide membuka jasa penitipan sepeda motor di sekitar area sekolah.</p>
<p data-start="3221" data-end="3334">Menurutnya, langkah kecil ini diharapkan bisa menjadi sumber penghasilan tambahan bagi para sopir yang terdampak.</p>
<p data-start="3336" data-end="3514">“Melihat kondisi teman-teman sopir, saya merasa kasihan. Akhirnya saya mencoba mencari alternatif penghasilan dengan membuka jasa penitipan sepeda di sekitar sekolah,” ungkapnya.</p>
<p data-start="3516" data-end="3651">Ide tersebut ia komunikasikan dengan sejumlah pihak, termasuk remaja masjid dan pihak sekolah. Respons yang diterima pun cukup positif.</p>
<p data-start="3653" data-end="3764">“Alhamdulillah responsnya baik. Bahkan ada pihak sekolah yang meminta nomor saya untuk berkoordinasi,” katanya.</p>
<p data-start="3766" data-end="3957">Ke depan, Rahmat berharap tempat penitipan tersebut bisa dijaga bersama oleh para sopir angkot. Tidak ada jadwal khusus, siapa pun yang memiliki waktu bisa membantu menjaga secara bergantian.</p>
<p data-start="3959" data-end="4047">Tarif penitipan yang dipatok pun sangat terjangkau, hanya sekitar Rp2.000 per kendaraan.</p>
<p data-start="4049" data-end="4223">“Kalau ada yang memberi lebih juga tidak masalah. Yang penting kami masih bisa mendapat tambahan penghasilan di tengah kondisi yang cukup sulit seperti sekarang,” pungkasnya.</p>
<p data-start="4225" data-end="4451" data-is-last-node="" data-is-only-node="">Bagi Rahmat dan para sopir angkot lainnya, jalanan mungkin tak lagi seramai dulu. Namun semangat untuk tetap bekerja dan mencari nafkah bagi keluarga membuat mereka terus bertahan, meski harus memutar lebih jauh dari biasanya. <strong>(*)</strong></p>
<p data-start="4225" data-end="4451" data-is-last-node="" data-is-only-node=""><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Safari Berkah Ramadan, PWI Bondowoso bersama MWCNU Tegalampel Santuni Anak Yatim dan Dhuafa</title>
<link>https://suarajatimpost.com/safari-berkah-ramadan-pwi-bondowoso-bersama-mwcnu-tegalampel-santuni-anak-yatim-dan-dhuafa</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/safari-berkah-ramadan-pwi-bondowoso-bersama-mwcnu-tegalampel-santuni-anak-yatim-dan-dhuafa</guid>
<description><![CDATA[ Kegiatan yang dirangkai dengan khotmil Qur’an dan buka puasa bersama ini menjadi wujud kepedulian sosial insan pers dan elemen masyarakat dalam berbagi kebahagiaan di bulan suci Ramadan. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202603/image_870x580_69ad63beb6b1a.webp" length="50192" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sun, 08 Mar 2026 19:47:47 +0700</pubDate>
<dc:creator>Rizqi Ardian</dc:creator>
<media:keywords>Ramadan, yatim, dhuafa, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>BONDOWOSO, SJP – </strong>Suasana haru dan penuh kebersamaan terasa di Kantor Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Tegalampel, Ahad (8/3/2026).</p>
<p>Puluhan anak yatim dan kaum dhuafa berkumpul untuk menerima santunan dalam kegiatan Safari Berkah Ramadan yang digelar Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Bondowoso bersama MWCNU Tegalampel.</p>
<p>Dalam kegiatan sosial tersebut, para anak yatim dan dhuafa menerima bingkisan parcel serta uang santunan. Acara semakin khidmat dengan rangkaian khotmil Qur’an yang dilanjutkan dengan buka puasa bersama.</p>
<p>Kegiatan ini turut dihadiri jajaran pengurus PWI Bondowoso, Rois Syuriah dan Tanfidziyah MWCNU Tegalampel, pengurus PAC GP Ansor, serta Muslimat NU Tegalampel.</p>
<p>Ketua PWI Bondowoso, Sinca Ari Pangestu, mengatakan, Safari Berkah Ramadan merupakan bentuk kepedulian insan pers kepada masyarakat. Menurutnya, wartawan tidak hanya menjalankan tugas jurnalistik melalui pemberitaan, tetapi juga memiliki tanggung jawab sosial untuk hadir dan berbagi manfaat bagi lingkungan sekitar.</p>
<p>“Melalui Safari Berkah Ramadan ini, kami ingin berbagi kebahagiaan dengan anak-anak yatim dan saudara-saudara kita yang membutuhkan. Wartawan tidak hanya menulis berita, tetapi juga harus hadir memberikan kontribusi nyata di tengah masyarakat,” ujarnya.</p>
<p>Ia menambahkan, bulan suci Ramadan menjadi momentum yang tepat untuk memperkuat nilai solidaritas dan kepedulian sosial.</p>
<p>Menurut pria yang akrab disapa Ocha itu, kolaborasi dengan organisasi keagamaan seperti MWCNU Tegalampel menjadi langkah penting untuk memperluas dampak kegiatan sosial.</p>
<p>“Kami sangat mengapresiasi dukungan dari MWCNU Tegalampel dan seluruh elemen NU yang telah membuka ruang kolaborasi ini. Harapannya, kegiatan seperti ini dapat terus berlanjut dan melibatkan lebih banyak pihak sehingga manfaatnya semakin luas,” katanya.</p>
<p>Sementara itu, Ketua MWCNU Tegalampel, Haryono, menyampaikan apresiasi atas inisiatif PWI Bondowoso yang menggandeng MWCNU dalam kegiatan sosial di bulan Ramadan.</p>
<p>Menurutnya, kegiatan tersebut sejalan dengan nilai-nilai Islam yang mengajarkan kepedulian terhadap sesama, terutama kepada anak yatim dan kaum dhuafa.</p>
<p>“Kami sangat mengapresiasi kegiatan Safari Berkah Ramadan ini. Kolaborasi antara PWI Bondowoso dan MWCNU Tegalampel menunjukkan bahwa kepedulian sosial dapat dibangun melalui sinergi berbagai elemen masyarakat,” ungkapnya.</p>
<p>Ia berharap santunan yang diberikan dapat membawa kebahagiaan dan semangat bagi para penerima manfaat, sekaligus memperkuat kebersamaan di tengah masyarakat.</p>
<p>“Meskipun bantuan yang diberikan tidak seberapa, semoga dapat memberikan manfaat dan menjadi penguat bagi anak-anak yatim serta kaum dhuafa,” tuturnya.</p>
<p>Ia juga berharap kegiatan sosial semacam ini dapat terus dilakukan secara berkelanjutan sebagai upaya mempererat ukhuwah dan menebarkan kebaikan, khususnya di bulan suci Ramadan.</p>
<p>“Semoga sinergi ini terus terjalin dan menjadi inspirasi bagi banyak pihak untuk terus berbagi dan menebarkan keberkahan,” pungkasnya. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Menu Kering MBG di Bondowoso Dikeluhkan Warga, Satgas Pastikan Aduan Ditindaklanjuti</title>
<link>https://suarajatimpost.com/menu-kering-mbg-di-bondowoso-dikeluhkan-warga-satgas-pastikan-aduan-ditindaklanjuti</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/menu-kering-mbg-di-bondowoso-dikeluhkan-warga-satgas-pastikan-aduan-ditindaklanjuti</guid>
<description><![CDATA[ Satgas MBG Bondowoso menerima berbagai aduan mulai dari takaran hingga kualitas menu. Koordinator SPPG Mila Afriana Agustina memastikan setiap laporan akan diverifikasi dan ditindaklanjuti. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202603/image_870x580_69abe08141879.webp" length="29166" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sat, 07 Mar 2026 18:22:59 +0700</pubDate>
<dc:creator>Rizqi Ardian</dc:creator>
<media:keywords>MBG, makan gratis, bondowoso, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p data-start="241" data-end="532"><strong>BONDOWOSO, SJP –</strong> Menu kering dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang disalurkan selama bulan Ramadan di <span class="hover:entity-accent entity-underline inline cursor-pointer align-baseline"><span class="whitespace-normal">Kabupaten Bondowoso</span></span> menuai berbagai keluhan dari masyarakat. Mulai dari takaran, gramasi hingga kandungan gizi makanan menjadi perbincangan hangat di media sosial.</p>
<p data-start="534" data-end="761">Menanggapi hal tersebut, Ketua Satuan Tugas (Satgas) MBG yang juga Wakil Bupati Bondowoso, <span class="hover:entity-accent entity-underline inline cursor-pointer align-baseline"><span class="whitespace-normal">As'ad Yahya Syafi'i</span></span>, mengakui pihaknya menerima sejumlah laporan dari masyarakat terkait pelaksanaan program tersebut.</p>
<p data-start="763" data-end="996">“Kami sebenarnya sudah menyediakan kanal pengaduan. Bahkan ada juga masukan dari masyarakat yang disampaikan melalui berbagai pihak. Kami sangat berterima kasih karena itu menjadi bahan evaluasi bagi kami,” ujarnya, Sabtu (7/3/2026).</p>
<p data-start="998" data-end="1204">Usai bertemu dan bersilaturahmi dengan seluruh kepala SPPG dan mitra di Wisma Wakil Bupati, pria yang akrab disapa Ra As’ad itu menegaskan bahwa setiap laporan yang masuk akan ditampung dan ditindaklanjuti.</p>
<p data-start="1206" data-end="1373">“Jika ada kekurangan, baik dari mitra maupun SPPG, tentu harus segera dibenahi. Apa yang kurang harus dilengkapi dan apa yang belum baik harus kita perbaiki,” katanya.</p>
<p data-start="1375" data-end="1602">Ia menjelaskan, sebagian laporan masyarakat biasanya langsung disampaikan kepada <span class="hover:entity-accent entity-underline inline cursor-pointer align-baseline"><span class="whitespace-normal">Badan Gizi Nasional</span></span>. Jika memerlukan penanganan di daerah, laporan tersebut kemudian diteruskan kepada tim di tingkat kabupaten.</p>
<p data-start="1604" data-end="1748">“Langkah yang kami lakukan tentu menyesuaikan dengan aduan yang masuk. Misalnya terkait kualitas, kami melakukan monitoring langsung,” jelasnya.</p>
<p data-start="1750" data-end="1871">Monitoring dilakukan oleh beberapa tim yang disebar ke sejumlah wilayah di Bondowoso, baik di kawasan barat maupun timur.</p>
<p data-start="1873" data-end="2011">“Kami membagi tim untuk melakukan pemantauan di beberapa wilayah. Insya Allah kegiatan monitoring ini akan terus kami lakukan,” tandasnya.</p>
<p data-start="2013" data-end="2229">Sementara itu, Koordinator Wilayah SPPG Kabupaten Bondowoso, <span class="hover:entity-accent entity-underline inline cursor-pointer align-baseline"><span class="whitespace-normal">Mila Afriana Agustina</span></span>, menegaskan setiap laporan masyarakat akan diverifikasi sebelum diteruskan kepada kepala SPPG untuk segera ditangani.</p>
<p data-start="2231" data-end="2414">“Ketika kami mendapatkan laporan, tentu akan kami pilah terlebih dahulu. Setelah itu kami teruskan kepada kepala SPPG untuk segera ditindaklanjuti,” ujarnya kepada suarajatimpost.com.</p>
<p data-start="2416" data-end="2511">Ia mencontohkan salah satu laporan yang diterima terkait kualitas buah yang diterima anak-anak.</p>
<p data-start="2513" data-end="2726">“Misalnya ada masyarakat melaporkan anaknya mendapat buah yang busuk, seperti buah naga. Dari luar terlihat bagus karena sudah disortir di SPPG, tetapi setelah sampai di rumah dan dibuka ternyata busuk,” jelasnya.</p>
<p data-start="2728" data-end="2843">Menurutnya, jika terjadi kasus seperti itu, pihak SPPG memiliki kewajiban mengganti menu yang tidak layak tersebut.</p>
<p data-start="2845" data-end="2996">“Laporan seperti ini langsung kami sampaikan kepada pihak SPPG. Mereka wajib mengganti menu yang kurang layak agar anak-anak tidak dirugikan,” ujarnya.</p>
<p data-start="2998" data-end="3080">Ia menambahkan, aduan masyarakat sangat penting untuk membantu pengawasan program.</p>
<p data-start="3082" data-end="3280">“Dari ribuan porsi yang disalurkan setiap hari, mungkin ada satu atau dua porsi yang kurang baik. Dengan adanya laporan masyarakat, kekurangan tersebut bisa segera diperbaiki dan diganti,” imbuhnya.</p>
<p data-start="3282" data-end="3396">Mila juga memastikan bahwa setiap menu yang disediakan SPPG telah disesuaikan dengan standar gizi yang ditetapkan.</p>
<p data-start="3398" data-end="3551">Menurutnya, setiap SPPG diwajibkan memiliki akun media sosial untuk melaporkan menu yang dibagikan setiap hari, termasuk harga dan gramasi bahan makanan.</p>
<p data-start="3553" data-end="3733">“Di media sosial itu dilaporkan setiap hari menu apa yang diberikan, berapa harganya dan berapa gramasinya. Laporan tersebut juga disampaikan kepada tim Satgas Kabupaten,” katanya.</p>
<p data-start="3735" data-end="3865">Dengan sistem tersebut, masyarakat dapat ikut melakukan pengawasan apabila menu yang diterima tidak sesuai dengan yang dilaporkan.</p>
<p data-start="3867" data-end="3978">“Kalau menu yang didapat tidak sesuai dengan yang diposting, silakan langsung dilaporkan kepada kami,” ujarnya.</p>
<p data-start="3980" data-end="4180">Ia juga menjelaskan terkait pagu anggaran bahan baku dalam program tersebut. Untuk porsi kecil yang diberikan kepada balita usia enam bulan hingga siswa kelas 3 SD, pagu bahan bakunya sebesar Rp8.000.</p>
<p data-start="4182" data-end="4303">Sedangkan untuk porsi besar bagi siswa kelas 4 SD hingga ibu hamil dan ibu menyusui, pagu bahan bakunya sebesar Rp10.000.</p>
<p data-start="4305" data-end="4453">“Perlu dipahami bahwa pagu tersebut khusus untuk bahan baku. Selain itu masih ada pagu untuk insentif mitra serta biaya operasional,” tandasnya. <strong>(*)</strong></p>
<p data-start="4455" data-end="4479"><strong data-start="4455" data-end="4479">Editor: Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>SPPG Penyuplai MBG di Bondowoso Wajib Gunakan Bahan Baku Lokal</title>
<link>https://suarajatimpost.com/sppg-penyuplai-mbg-di-bondowoso-wajib-gunakan-bahan-baku-lokal</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/sppg-penyuplai-mbg-di-bondowoso-wajib-gunakan-bahan-baku-lokal</guid>
<description><![CDATA[ Satgas MBG dan seluruh SPPG di Bondowoso mulai memetakan potensi bahan lokal yang bisa diserap untuk menyuplai MBG. Jika tidak menggunakan bahan baku lokal, maka ada sanki tegas bagi SPPG dari Badan Gizi Nasional (BGN), yaitu suspend. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202603/image_870x580_69abdd16bce3e.webp" length="46094" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sat, 07 Mar 2026 17:21:44 +0700</pubDate>
<dc:creator>Rizqi Ardian</dc:creator>
<media:keywords>MBG, Kodim 0822, SPPG, Suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>BONDOWOSO, SJP –</strong> Satuan Tugas (Satgas) makan bergizi gratis (MBG) Kabupaten Bondowoso, menekankan agar seluruh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi yang ada di Bumi Ki Ronggo, bisa menggunakan bahan baku lokal.</p>
<p>Hal itu dikatakan oleh Ketua Satgas MBG, Wakil Bupati Bondowoso, As’ad Yahya Syafi’i, usai bertemu dan bersilaturahmi dengan seluruh Kepala SPPG dan mitra, di Wisma Wabup, Jalan Ahmad Yani, Sabtu (7/3/2026).</p>
<p>Dalam pertemuan tersebut, Satgas MBG membahas berbagai hal strategis, terutama terkait upaya optimalisasi ketersediaan bahan baku di daerah agar manfaat ekonomi dari program yang dijalankan benar-benar dirasakan masyarakat.</p>
<p>“Pertama, kami ingin membangun sinergitas yang baik antara Satgas dengan mitra serta pihak Korwil. Di dalamnya kami membahas banyak hal, termasuk bagaimana ketersediaan bahan baku bisa dioptimalkan dari kabupaten sendiri,” ujarnya.</p>
<p>Ia menjelaskan, optimalisasi bahan baku lokal diharapkan mampu menciptakan dampak ekonomi sirkuler bagi masyarakat.</p>
<p>“Sehingga dampak ekonomi sirkulernya betul-betul bisa dirasakan oleh masyarakat. Itu yang sangat ingin kami lakukan agar masyarakat mendapatkan manfaat langsung dari program ini,” katanya.</p>
<p>Selain itu, langkah tersebut juga diharapkan mampu menekan potensi inflasi di daerah.</p>
<p>“Nantinya, kita perlu memetakan kebutuhan bahan baku dari masing-masing SPPG. Nanti bisa dilihat kecamatan mana yang memiliki potensi untuk menyuplai bahan baku. Selama masih bisa dipenuhi dari Bondowoso, kita upayakan dari daerah sendiri,” jelasnya.</p>
<p>Sementara itu, Koordinator Wilayah SPPG Kabupaten Bondowoso, Mila Afriana Agustina mengaskan, keberadaan SPPG juga diharapkan mampu memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat melalui penggunaan bahan pangan lokal.</p>
<p>Mila tegas mengatakan, mitra SPPG diwajibkan menyerap bahan pangan lokal selama ketersediaan dan kualitasnya memenuhi standar.</p>
<p>“Sudah disampaikan oleh pimpinan kami bahwa mitra SPPG wajib mengambil bahan pangan lokal selama tersedia dan kualitasnya sesuai,” katanya.</p>
<p>Apabila kewajiban tersebut tidak dijalankan, maka mitra SPPG dapat dikenai sanksi dari BGN.</p>
<p>“Sanksinya bisa berupa penangguhan atau suspend,” pungkasnya. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Gejolak Timur Tengah Picu Panic Buying, Antrean BBM Mengular di Bondowoso</title>
<link>https://suarajatimpost.com/gejolak-timur-tengah-picu-panic-buying-antrean-bbm-mengular-di-bondowoso</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/gejolak-timur-tengah-picu-panic-buying-antrean-bbm-mengular-di-bondowoso</guid>
<description><![CDATA[ Ketegangan geopolitik Timur Tengah berdampak hingga daerah. Antrean BBM di Bondowoso meningkat, namun pemerintah memastikan stok dari PT Pertamina (Persero) masih aman. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202603/image_870x580_69abd54c0b44e.webp" length="74494" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sat, 07 Mar 2026 16:00:27 +0700</pubDate>
<dc:creator>Rizqi Ardian</dc:creator>
<media:keywords>Geopolitik, selat hormus, BBM, SPBU, Minyak, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p data-start="245" data-end="578"><strong>BONDOWOSO, SJP –</strong> Memanasnya situasi geopolitik di Timur Tengah yang memunculkan isu penutupan jalur distribusi minyak dunia di <span class="hover:entity-accent entity-underline inline cursor-pointer align-baseline"><span class="whitespace-normal">Selat Hormuz</span></span> mulai memicu kekhawatiran masyarakat di berbagai daerah. Bahkan beredar kabar bahwa cadangan bahan bakar minyak (BBM) di Indonesia disebut hanya cukup untuk sekitar 21 hari.</p>
<p data-start="580" data-end="873">Isu tersebut berdampak pada meningkatnya pembelian BBM oleh masyarakat yang khawatir akan terjadi kelangkaan. Di <span class="hover:entity-accent entity-underline inline cursor-pointer align-baseline"><span class="whitespace-normal">Kabupaten Bondowoso</span></span>, antrean kendaraan pun terlihat mengular di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU), khususnya untuk pembelian BBM jenis Pertalite dan solar.</p>
<p data-start="875" data-end="1062">Merespons kondisi tersebut, Pemerintah Kabupaten Bondowoso melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke beberapa SPBU pada Sabtu (7/3/2026) guna memastikan distribusi BBM tetap berjalan normal.</p>
<p data-start="1064" data-end="1263">Pelaksana Tugas (Plt) Asisten II Sekretariat Daerah Bondowoso, Nunung Setianingsih, mengatakan hasil pemantauan di lapangan memang menunjukkan adanya peningkatan antrean kendaraan, terutama roda dua.</p>
<p data-start="1265" data-end="1397">“Memang ada antrean pembelian BBM, khususnya Pertalite. Karena itu kami turun langsung untuk memantau kondisi di lapangan,” ujarnya.</p>
<p data-start="1399" data-end="1570">Menurut Nunung, antrean tersebut dipicu kekhawatiran masyarakat terhadap kemungkinan kelangkaan BBM sehingga sebagian warga membeli bahan bakar lebih banyak dari biasanya.</p>
<p data-start="1572" data-end="1743">Pemerintah daerah sebelumnya juga telah berkoordinasi dengan <span class="hover:entity-accent entity-underline inline cursor-pointer align-baseline"><span class="whitespace-normal">PT Pertamina (Persero)</span></span> untuk memastikan kondisi distribusi BBM di wilayah Bondowoso tetap aman.</p>
<p data-start="1745" data-end="1894">Sementara itu, Bupati Bondowoso, <span class="hover:entity-accent entity-underline inline cursor-pointer align-baseline"><span class="whitespace-normal">Abdul Hamid Wahid</span></span> turut menyampaikan imbauan kepada masyarakat agar tidak panik menyikapi situasi yang berkembang.</p>
<p data-start="1896" data-end="2003">Dalam keterangannya, bupati menegaskan bahwa stok dan distribusi BBM di Bondowoso masih dalam kondisi aman.</p>
<p data-start="2005" data-end="2138">“Pemerintah Kabupaten Bondowoso mengimbau kepada seluruh masyarakat agar tetap tenang dan tidak melakukan panic buying BBM,” ujarnya.</p>
<p data-start="2140" data-end="2293">Ia menjelaskan, berdasarkan koordinasi dengan pihak Pertamina, ketersediaan BBM di wilayah Bondowoso masih mencukupi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.</p>
<p data-start="2295" data-end="2412">Bupati juga mengajak masyarakat membeli BBM secara bijak sesuai kebutuhan sehari-hari dan tidak melakukan penimbunan.</p>
<p data-start="2414" data-end="2539">“Pembelian secara berlebihan justru dapat mengganggu kelancaran distribusi dan menyebabkan antrean panjang di SPBU,” katanya.</p>
<p data-start="2541" data-end="2706">Pemerintah Kabupaten Bondowoso, lanjutnya, akan terus memantau perkembangan ketersediaan BBM serta memastikan pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan dengan baik. <strong>(*)</strong></p>
<p data-start="2541" data-end="2706"><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Miris! SD Filial di Bondowoso Nyaris Roboh, Dinas Pendidikan Sebut Sudah Usulkan Pembangunan</title>
<link>https://suarajatimpost.com/miris-sd-filial-di-bondowoso-nyaris-roboh-dinas-pendidikan-sebut-sudah-usulkan-pembangunan</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/miris-sd-filial-di-bondowoso-nyaris-roboh-dinas-pendidikan-sebut-sudah-usulkan-pembangunan</guid>
<description><![CDATA[ Gedung SD Filial SDN Klabang 2 di Dusun Sumber Biru, Bondowoso, dalam kondisi memprihatinkan dan nyaris roboh. Meski atap kelas disangga bambu dan rawan ambruk, 14 siswa tetap menjalani proses belajar ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202603/image_870x580_69abd27997977.webp" length="35336" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sat, 07 Mar 2026 14:00:15 +0700</pubDate>
<dc:creator>Rizqi Ardian</dc:creator>
<media:keywords>pendidikan, sekolah, siswa, pelajar, bantuan, guru, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>BONDOWOSO, SJP –</strong> Salah satu gedung Sekolah Dasar (SD) Filial dari Sekolah Dasar Negeri (SDN) 2 Klabang Kecamatan Tegalampel yang berada di Dusun Sumber Biru kini kondisinya memprihatinkan, bahkan nyaris roboh.</p>
<p>Sebanyak 14 siswa yang belajar di sana, harus bertahan di antara tonggak-tonggak bambu yang menopang atap plafon ruang kelas yang mulai rapuh dan rawan ambruk.</p>
<p>Tak jarang dari mereka harus sesekali menatap plafon yang nyaris ambruk. Meski kondisi bangunan jauh dari kata layak, proses belajar mengajar tetap berlangsung. Para guru tidak memiliki pilihan lain karena tidak ada ruang alternatif yang bisa digunakan.</p>
<p>Menyikapi hal itu, Dinas Pendidikan Kabupaten Bondowoso, mengungkap jika kerusakan atap sudah diketahui dan untuk perbaikannya telah diusulkan. Hal itu dikatakan oleh Taufan Restuanto, Kepala Dinas Pendidikan, pada Sabtu (7/3/2026).</p>
<p>“Kami sudah mengusulkan revitalisasi sekolah, termasuk di antaranya adalah SDN Klabang 2,” ujar Taufan usai mengikuti rapat koordinasi bersama puluhan mitra SPPG di Wisma Wakil Bupati Bondowoso.</p>
<p>Saat ini, kata Taufan, pihaknya tengah mempelajari langkah terbaik yang akan diambil. Mulai dari perencanaan hingga sumber anggaran yang akan dialokasikan untuk revitalisasi SD Filial tersebut.</p>
<p>“Memang kita masih mempelajari apa langkah dan sumber pendanaannya pakai apa. Kita lihat nanti, karena itu SD Filial dari SDN Klabang 2. Intinya, yang kami usulkan ada 105 lembaga pendidikan,” ukasnya.</p>
<p>Seperti diberitakan sebelumnya, salah seorang guru, Mula Wiji Lestari, mengatakan kerusakan bangunan sekolah tersebut sebenarnya sudah terjadi sejak beberapa tahun terakhir. </p>
<p>Bahkan, pihak sekolah juga telah beberapa kali melaporkan kondisi itu kepada instansi terkait, namun hingga kini belum ada kepastian mengenai perbaikannya.</p>
<p>“Kami khawatir sewaktu-waktu bangunan ini roboh saat anak-anak sedang belajar,” ujarnya saat ditemui di sekolah, Kamis (5/3/2026).</p>
<p>Kekhawatiran para guru semakin meningkat ketika musim hujan tiba. Beberapa bagian plafon sudah jatuh, sementara kayu penyangga atap terlihat lapuk dimakan usia.</p>
<p>“Kalau hujan turun, kami semakin waswas. Tapi kegiatan belajar tetap harus berjalan karena ini satu-satunya tempat anak-anak menimba ilmu,” tambahnya.</p>
<p>Sekolah filial yang berada di Dusun Sumber Biru tersebut memang menjadi tumpuan utama pendidikan dasar bagi anak-anak di wilayah itu. Gedung sekolah dibangun sekitar tahun 2005 dan hingga kini belum pernah mendapatkan renovasi besar.</p>
<p>Usia gedungnya sudah lebih dari dua dekade, jadi wajar kalau banyak bagian yang rusak dan membutuhkan perbaikan,” jelasnya.</p>
<p>Saat ini tercatat ada 14 siswa yang belajar di sekolah tersebut, mulai dari kelas 1 hingga kelas 6. Sekolah ini dibentuk sebagai kelas jauh untuk memudahkan anak-anak di dusun itu mengakses pendidikan.</p>
<p>Jika harus bersekolah ke SD induk, jarak yang harus ditempuh sekitar 2 hingga 3 kilometer. Sementara jarak menuju SD Mandiro 1 bahkan lebih jauh lagi. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Siswa SDN Klabang 2 Tegalampel Bondowoso Belajar di Kelas Nyaris Roboh</title>
<link>https://suarajatimpost.com/siswa-sdn-klabang-2-tegalampel-bondowoso-belajar-di-kelas-nyaris-roboh</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/siswa-sdn-klabang-2-tegalampel-bondowoso-belajar-di-kelas-nyaris-roboh</guid>
<description><![CDATA[ Sekolah dasar di Dusun Sumber Biru, Bondowoso, mengalami kerusakan parah. Meski ruang kelas nyaris roboh dan disangga bambu, 14 siswa tetap belajar karena tidak ada alternatif sekolah lain. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202603/image_870x580_69a9a72550d8c.webp" length="50958" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 05 Mar 2026 21:16:42 +0700</pubDate>
<dc:creator>Rizqi Ardian</dc:creator>
<media:keywords>Pendidikan, SD, ambruk, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>BONDOWOSO, SJP –</strong> Semangat belajar belasan siswa di Dusun Sumber Biru, Kecamatan Tegalampel, Kabupaten Bondowoso, tetap menyala meski harus menimba ilmu di ruang kelas yang kondisinya memprihatinkan. Bangunan SD Negeri Klabang 2 yang menjadi satu-satunya tempat belajar di dusun tersebut kini mengalami kerusakan parah dan dinilai membahayakan keselamatan.</p>
<p>Beberapa ruang kelas yang digunakan siswa dari kelas 1 hingga kelas 6 tampak disangga menggunakan bambu agar bangunan tidak roboh. Di dalam ruangan, atap dan plafon yang sudah banyak ambrol menjadi pemandangan sehari-hari bagi para siswa saat mengikuti pelajaran.</p>
<p>Meski kondisi bangunan jauh dari kata layak, proses belajar mengajar tetap berlangsung. Para guru tidak memiliki pilihan lain karena tidak ada ruang alternatif yang bisa digunakan.</p>
<p>Salah seorang guru, Mula Wiji Lestari, mengatakan kerusakan bangunan sekolah tersebut sebenarnya sudah terjadi sejak beberapa tahun terakhir. Pihak sekolah juga telah beberapa kali melaporkan kondisi itu kepada instansi terkait, namun hingga kini belum ada kepastian mengenai perbaikannya.</p>
<p>“Kami khawatir sewaktu-waktu bangunan ini roboh saat anak-anak sedang belajar,” ujarnya saat ditemui di sekolah, Kamis (5/3/2026).</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202603/image_870x_69a9a72ee360f.webp" alt=""></p>
<p>Kekhawatiran para guru semakin meningkat ketika musim hujan tiba. Beberapa bagian plafon sudah jatuh, sementara kayu penyangga atap terlihat lapuk dimakan usia.</p>
<p>“Kalau hujan turun, kami semakin waswas. Tapi kegiatan belajar tetap harus berjalan karena ini satu-satunya tempat anak-anak menimba ilmu,” tambahnya.</p>
<p>Sekolah filial yang berada di Dusun Sumber Biru tersebut memang menjadi tumpuan utama pendidikan dasar bagi anak-anak di wilayah itu. Gedung sekolah dibangun sekitar tahun 2005 dan hingga kini belum pernah mendapatkan renovasi besar.</p>
<p>“Usia gedungnya sudah lebih dari dua dekade, jadi wajar kalau banyak bagian yang rusak dan membutuhkan perbaikan,” jelasnya.</p>
<p>Saat ini tercatat ada 14 siswa yang belajar di sekolah tersebut, mulai dari kelas 1 hingga kelas 6. Sekolah ini dibentuk sebagai kelas jauh untuk memudahkan anak-anak di dusun itu mengakses pendidikan.</p>
<p>Jika harus bersekolah ke SD induk, jarak yang harus ditempuh sekitar 2 hingga 3 kilometer. Sementara jarak menuju SD Mandiro 1 bahkan lebih jauh lagi.</p>
<p>Kondisi bangunan sekolah yang semakin rapuh juga membuat para orang tua murid diliputi rasa cemas. Mosleh, salah seorang wali siswa, mengaku khawatir setiap kali anaknya berangkat sekolah.</p>
<p>“Kami sebagai orang tua tentu khawatir melihat kondisi kelas seperti itu. Tapi anak-anak tetap harus sekolah. Kami berharap pemerintah segera memperbaiki agar mereka bisa belajar dengan aman dan nyaman,” ujarnya.</p>
<p>Masyarakat Dusun Sumber Biru pun berharap ada perhatian serius dari pemerintah daerah maupun dinas terkait. Mereka khawatir jika kondisi ini terus dibiarkan, bukan hanya keselamatan siswa yang terancam, tetapi juga masa depan pendidikan anak-anak di wilayah tersebut. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Program Rantas Bondowoso Prioritaskan Akses Jalan ke Sekolah, Rumah Sakit, dan Pasar</title>
<link>https://suarajatimpost.com/program-rantas-bondowoso-prioritaskan-akses-jalan-ke-sekolah-rumah-sakit-dan-pasar</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/program-rantas-bondowoso-prioritaskan-akses-jalan-ke-sekolah-rumah-sakit-dan-pasar</guid>
<description><![CDATA[ Program Ruas Jalan Tuntas (Rantas) di Bondowoso memprioritaskan pembangunan jalan menuju sekolah, rumah sakit, pasar, dan kawasan wisata. Tahun 2025 target 25 km jalan tercapai bahkan melampaui hingga 43,11 km ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202603/image_870x580_69a9a856bcc8e.webp" length="33062" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 05 Mar 2026 21:01:08 +0700</pubDate>
<dc:creator>Rizqi Ardian</dc:creator>
<media:keywords>Rantas, PU, Kementerian, BSBK, Pembangunan, Jalan, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>BONDOWOSO, SJP – </strong>Pemerintah Kabupaten Bondowoso terus mempercepat perbaikan infrastruktur jalan melalui program Ruas Jalan Tuntas (Rantas) yang menjadi salah satu program prioritas Bupati Bondowoso. Program ini menitikberatkan pada penyelesaian perbaikan jalan secara bertahap dengan menyesuaikan kemampuan anggaran daerah setiap tahunnya.</p>
<p>Kepala Dinas Bina Marga Sumber Daya Air dan Bina Kontruksi (BSBK) Kabupaten Bondowoso, Ansori meluruska, istilah Rantas kerap disalahartikan sebagai “infrastruktur tuntas”. Padahal yang dimaksud adalah penyelesaian satu per satu ruas jalan hingga tuntas, sehingga setiap ruas yang dikerjakan benar-benar selesai sebelum beralih ke ruas lainnya.</p>
<p>“Rantas itu bukan infrastruktur tuntas, tapi ruas jalan tuntas. Jadi satu ruas diselesaikan dulu, kemudian ruas berikutnya, menyesuaikan dengan pagu anggaran yang tersedia,” jelasnya, saat dikonfirmasi pada Kamis (5/3/2026).</p>
<p>Dalam menentukan lokasi prioritas pembangunan jalan, pemerintah daerah tidak menetapkannya secara sembarangan. Penentuan titik pembangunan mempertimbangkan sejumlah faktor pendukung aktivitas masyarakat. Beberapa di antaranya adalah akses menuju sekolah, rumah sakit, puskesmas, pasar, hingga kawasan wisata lokal yang menjadi pusat aktivitas warga.</p>
<p>“Lokasi yang diprioritaskan adalah jalan yang menunjang pelayanan publik, seperti akses pendidikan, kesehatan, pasar, atau kawasan wisata masyarakat,” ujarnya.</p>
<p>Penentuan lokasi tersebut juga didasarkan pada data survei tahunan yang dihimpun pemerintah daerah. Data tersebut dikenal dengan istilah DD1, yang menjadi basis perencanaan pembangunan infrastruktur setiap tahun.</p>
<p>“Dari data tersebut, pemerintah kemudian menyusun skala prioritas pembangunan berdasarkan kebutuhan di lapangan. Prioritas tersebut dibagi dalam tiga kategori, yaitu super prioritas, sangat prioritas, dan prioritas,” imbuhnya.</p>
<p>Selain berasal dari program pemerintah daerah, usulan pembangunan jalan juga dapat muncul dari aspirasi masyarakat. Warga dapat mengajukan proposal pembangunan melalui mekanisme resmi yang nantinya akan diverifikasi dan dievaluasi oleh pemerintah daerah.</p>
<p>“Usulan dari masyarakat juga bisa masuk, baik melalui proposal maupun aspirasi lainnya. Tapi tetap harus melalui proses verifikasi dan evaluasi,” ujar Ansori.</p>
<p>Terkait transparansi informasi lokasi pembangunan jalan, pemerintah daerah menyebut data tersebut sebenarnya dapat diakses melalui sistem e-SIPD. Dalam sistem tersebut, masyarakat dapat melihat lokasi kegiatan, sumber pendanaan, hingga jenis program pembangunan yang dilakukan.</p>
<p>“Sumber pendanaan pembangunan jalan tidak hanya berasal dari APBD murni, tetapi juga dari berbagai sumber lain seperti Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT), Dana Bagi Hasil (DBH), SILPA, hingga opsen Pajak Kendaraan Bermotor,” jelasnya.</p>
<p>Untuk target pembangunan, pada tahun 2025 pemerintah daerah menargetkan penyelesaian 25 kilometer ruas jalan. Namun realisasi di lapangan justru melampaui target tersebut.</p>
<p>“Tahun 2025 target kita 25 kilometer, tetapi realisasinya mencapai 43,11 kilometer. Artinya pembangunan jalan melebihi target yang telah ditetapkan,” ungkapnya.</p>
<p>Sementara untuk tahun 2026, pemerintah menargetkan pembangunan jalan sepanjang 35 kilometer, dengan tetap menyesuaikan kemampuan anggaran daerah.<br>Meski demikian, pelaksanaan proyek infrastruktur tidak selalu berjalan tanpa kendala. </p>
<p>Salah satu hambatan yang sempat terjadi adalah perubahan administrasi jabatan dari pelaksana tugas (PLT) menjadi pejabat definitif, yang berdampak pada penyesuaian sistem administrasi pengadaan.</p>
<p>Perubahan tersebut mengharuskan pembaruan data dalam sistem pengadaan nasional seperti INAPROC, sehingga sempat memerlukan waktu untuk proses penyesuaian.</p>
<p>“Perubahan administrasi itu harus menyesuaikan sistem, termasuk di INAPROC. Itu yang sempat memakan waktu,” jelasnya.</p>
<p>Selain itu, pemerintah daerah juga memastikan pengawasan pelaksanaan proyek dilakukan secara berlapis. Pengawasan tidak hanya dilakukan oleh tim teknis internal, tetapi juga oleh konsultan pengawas di lapangan.</p>
<p>Jika ditemukan pelanggaran atau ketidaksesuaian dalam pelaksanaan proyek oleh penyedia jasa konstruksi, pemerintah daerah menegaskan akan melakukan evaluasi kinerja terhadap kontraktor yang terlibat.</p>
<p>“Setiap penyedia konstruksi akan dievaluasi. Jika ada masalah dalam pelaksanaan, tentu akan kita tindaklanjuti melalui evaluasi,” tegasnya.</p>
<p>Pemerintah berharap program Rantas dapat terus memperbaiki kualitas infrastruktur jalan di Bondowoso, terutama akses menuju pusat pendidikan, layanan kesehatan, dan aktivitas ekonomi masyarakat. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Bupati Bondowoso Tanggapi Aksi Mahasiswa, Infrastruktur Jalan Jadi Perhatian Bersama</title>
<link>https://suarajatimpost.com/bupati-bondowoso-tanggapi-aksi-mahasiswa-infrastruktur-jalan-jadi-perhatian-bersama</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/bupati-bondowoso-tanggapi-aksi-mahasiswa-infrastruktur-jalan-jadi-perhatian-bersama</guid>
<description><![CDATA[ Bupati Bondowoso Abdul Hamid Wahid menanggapi aksi mahasiswa dengan menegaskan bahwa perbaikan infrastruktur jalan merupakan perhatian bersama pemerintah dan masyarakat, meski pelaksanaannya harus menyesuaikan kondisi anggaran daerah. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202603/image_870x580_69a9a85ff1a80.webp" length="59284" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 05 Mar 2026 20:45:27 +0700</pubDate>
<dc:creator>Rizqi Ardian</dc:creator>
<media:keywords>aksi, demo, mahasiswa, APBD, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>BONDOWOSO, SJP – </strong>Bupati Bondowoso Abdul Hamid Wahid menanggapi tuntutan mahasiswa terkait perbaikan infrastruktur jalan saat aksi demonstrasi yang digelar di depan Kantor Bupati Bondowoso, Kamis (5/3/2026).</p>
<p>Menurutnya, persoalan infrastruktur sebenarnya bukan hanya menjadi tuntutan mahasiswa, tetapi juga telah menjadi perhatian pemerintah daerah dan kebutuhan masyarakat luas.</p>
<p>Bupati Abdul Hamid Wahid menyatakan, pemerintah daerah memiliki pandangan yang sama dengan mahasiswa mengenai pentingnya perbaikan jalan. Infrastruktur, khususnya jalan, memang menjadi salah satu kebutuhan utama masyarakat yang terus diupayakan penanganannya secara bertahap.</p>
<p>“Ini bukan hanya tuntutan mahasiswa. Infrastruktur jalan memang menjadi perhatian pemerintah dan juga keinginan masyarakat. Dalam hal ini sebenarnya cara pandang kita sudah sama,” ujarnya.</p>
<p>Ia menjelaskan, berbagai survei yang dilakukan sebelumnya juga menunjukkan bahwa masyarakat sangat berharap pemerintah dapat segera memperbaiki kondisi jalan yang rusak. Bahkan, menurutnya, kinerja pemerintah daerah sering kali dinilai masyarakat dari sejauh mana kebutuhan dasar seperti infrastruktur dapat dipenuhi.</p>
<p>“Memang masyarakat berharap jalan-jalan yang rusak bisa segera diperbaiki. Itu menjadi perhatian kita bersama,” kata Bupati Bondowoso yang karib disapa Ra Hamid ini.</p>
<p>Bupati juga menyebut DPRD turut berperan dalam upaya perbaikan infrastruktur melalui pokok-pokok pikiran (pokir) yang banyak diarahkan pada pembangunan jalan di berbagai wilayah.</p>
<p>Meski demikian, pemerintah daerah tidak dapat serta-merta menetapkan target pembangunan yang terlalu besar karena harus menyesuaikan dengan kondisi keuangan daerah yang tidak selalu stabil.</p>
<p>Selain pembangunan infrastruktur, pemerintah daerah juga menghadapi tantangan dalam pengelolaan anggaran, khususnya terkait komposisi belanja pegawai yang masih cukup besar dibandingkan belanja modal.</p>
<p>Menurut Ra Hamid, regulasi nasional mengatur agar belanja pegawai pemerintah daerah berada pada kisaran 30 persen pada tahun 2027. Untuk mencapai ketentuan tersebut, pemerintah daerah saat ini sedang melakukan penataan secara bertahap.</p>
<p>“Kita sedang melakukan penataan agar bisa menuju ketentuan itu. Tapi tentu tidak bisa dilakukan secara drastis,” jelasnya.</p>
<p>Orang nomor satu di Bumi Ki Ronggo ini menegaskan, bahwa langkah rasionalisasi pegawai bukan keputusan yang mudah diambil karena pemerintah juga harus mempertimbangkan aspek kemanusiaan, terutama terkait keberadaan pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (P3K).</p>
<p>Di Bondowoso sendiri terdapat sekitar 2.000 tenaga P3K penuh waktu. Pemerintah daerah menilai pemutusan kontrak secara tiba-tiba bukan solusi yang tepat.</p>
<p>“Kita tidak mungkin serta-merta memutus kontrak. Ada aspek kemanusiaan yang juga harus dipertimbangkan,” tegasnya.</p>
<p>Untuk mengatasi keterbatasan anggaran, pemerintah daerah terus berupaya mencari dukungan dari berbagai sumber, termasuk pemerintah pusat dan provinsi, serta mendorong peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD).</p>
<p>“Kita sudah berupaya mencari dukungan ke pemerintah pusat, ke provinsi, dan juga meningkatkan PAD. Semua langkah itu terus kita lakukan,” katanya.</p>
<p>Bupati juga menambahkan bahwa kondisi keuangan daerah sangat dipengaruhi kebijakan pemerintah pusat, khususnya terkait transfer dana ke daerah. Jika terjadi penurunan transfer, maka hal tersebut otomatis berdampak pada kemampuan belanja daerah.</p>
<p>Meski menghadapi berbagai keterbatasan anggaran, pemerintah daerah tetap berkomitmen memperbaiki infrastruktur jalan secara bertahap demi memenuhi kebutuhan masyarakat Bondowoso. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Aksi Demo Mahasiswa di Kantor Pemkab Bondowoso, Perbaikan Jalan dan Belanja Pegawai Jadi Tuntutan Serius</title>
<link>https://suarajatimpost.com/aksi-demo-mahasiswa-di-kantor-pemkab-bondowoso-perbaikan-jalan-dan-belanja-pegawai-jadi-tuntutan-serius</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/aksi-demo-mahasiswa-di-kantor-pemkab-bondowoso-perbaikan-jalan-dan-belanja-pegawai-jadi-tuntutan-serius</guid>
<description><![CDATA[ Puluhan mahasiswa menggelar aksi di depan Kantor Pemkab Bondowoso, Kamis (5/3/2026). Mereka menuntut realokasi APBD dengan memangkas belanja pegawai agar anggaran pembangunan infrastruktur, khususnya perbaikan jalan, dapat ditingkatkan hingga target 100 kilometer pada 2026. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202603/image_870x580_69a9a85b3b304.webp" length="69884" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 05 Mar 2026 20:32:12 +0700</pubDate>
<dc:creator>Rizqi Ardian</dc:creator>
<media:keywords>aksi, demo, mahasiswa, APBD, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>BONDOWOSO, SJP –</strong> Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam aliansi gabungan mahasiswa menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor Pemerintah Kabupaten Bondowoso, Kamis (5/3/2026).</p>
<p>Dalam aksi tersebut, mahasiswa menyoroti struktur Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Bondowoso yang dinilai belum berpihak pada kebutuhan masyarakat, khususnya terkait pembangunan infrastruktur jalan.</p>
<p>Koordinator aksi, Ahmad Rifandi menyampaikan, komposisi anggaran daerah saat ini terlalu besar pada belanja pegawai, sementara alokasi untuk belanja modal yang langsung dirasakan masyarakat dinilai sangat kecil.</p>
<p>Menurutnya, berdasarkan data yang mereka kaji, belanja pegawai dalam APBD Bondowoso mencapai sekitar 48 persen, sedangkan belanja modal hanya sekitar 6 persen. Padahal, belanja modal mencakup pembangunan yang bersentuhan langsung dengan masyarakat seperti perbaikan jalan, infrastruktur, hingga irigasi.</p>
<p>“APBD Bondowoso itu bengkak di belanja pegawai, yaitu sekitar 48 persen. Sementara belanja modal hanya 6 persen. Padahal belanja modal ini yang langsung menyentuh masyarakat, seperti jalan, perbaikan infrastruktur dan irigasi,” ujarnya saat menyampaikan tuntutan dalam aksi.</p>
<p>Mahasiswa menuntut agar komposisi anggaran tersebut direalokasi dengan memangkas belanja pegawai menjadi sekitar 40 persen. Selain itu, mereka juga meminta adanya penyesuaian pada belanja barang dan jasa agar anggaran yang dihemat dapat dialihkan untuk pembangunan infrastruktur.</p>
<p>Dari penghematan tersebut, mahasiswa memperkirakan sekitar Rp208 miliar anggaran bisa dialihkan ke belanja modal.</p>
<p>“Kami menuntut agar sekitar Rp208 miliar itu dialihkan ke belanja modal. Sehingga perbaikan jalan yang awalnya hanya ditargetkan sekitar 25 kilometer bisa ditingkatkan menjadi minimal 100 kilometer pada tahun 2026,” kata koordinator aksi.</p>
<p>Mahasiswa juga mengaku mengacu pada informasi yang beredar bahwa rencana awal perbaikan jalan hanya sekitar 25 kilometer dengan anggaran sekitar Rp50 miliar.</p>
<p>Karena itu, mereka mendorong pemerintah daerah meningkatkan target perbaikan jalan agar kerusakan infrastruktur di berbagai wilayah Bondowoso dapat segera tertangani.</p>
<p>“Fokus utama tuntutan kami adalah perbaikan jalan yang rusak agar dilakukan lebih masif. Karena kondisi jalan rusak di Bondowoso ini sudah sangat krusial,” tegasnya.</p>
<p>Dalam tuntutannya, mahasiswa berharap pemerintah daerah memiliki komitmen nyata untuk meningkatkan pembangunan infrastruktur, salah satunya dengan menargetkan perbaikan jalan hingga 100 kilometer dalam satu tahun anggaran. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Puluhan Mahasiswa Demo di Kantor Bupati Bondowoso, Ini Tuntutannya</title>
<link>https://suarajatimpost.com/puluhan-mahasiswa-demo-di-kantor-bupati-bondowoso-ini-tuntutannya</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/puluhan-mahasiswa-demo-di-kantor-bupati-bondowoso-ini-tuntutannya</guid>
<description><![CDATA[ Mahasiswa dan elemen masyarakat menggelar demonstrasi di depan Kantor Bupati Bondowoso dengan lima tuntutan, termasuk transparansi APBD dan peningkatan anggaran pembangunan. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202603/image_870x580_69a9044ce43b2.webp" length="45084" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 05 Mar 2026 11:20:05 +0700</pubDate>
<dc:creator>Rizqi Ardian</dc:creator>
<media:keywords>demo, mahasiswa, berkah, aksi, massa, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>BONDOWOSO, SJP – </strong>Puluhan mahasiswa menggelar aksi demonstrasi di depan Kantor Bupati Bondowoso dan DPRD Bondowoso, Kamis (5/3/2026). </p>
<p>Para peserta aksi datang mengenakan pakaian serba hitam sebagai simbol protes terhadap sejumlah kebijakan yang dinilai belum berpihak pada kepentingan masyarakat.</p>
<p>Massa sebelumnya berkumpul di depan Kampus Universitas Jember (UNEJ) Bondowoso sekitar pukul 09.00 WIB sebelum bergerak menuju lokasi aksi. Setibanya di depan Kantor Bupati, mereka menggelar orasi secara bergantian sambil membawa sejumlah poster berisi tuntutan.</p>
<p>Dalam aksinya, para demonstran menyampaikan lima tuntutan utama kepada pemerintah daerah. Pertama, mereka meminta pemerintah menurunkan belanja pegawai secara bertahap sesuai amanat undang-undang.</p>
<p>Kedua, massa menuntut adanya peningkatan anggaran pembangunan yang difokuskan pada perbaikan jalan, irigasi, serta penguatan ekonomi rakyat.</p>
<p>Selain itu, para peserta aksi juga meminta pemerintah daerah mempublikasikan rincian Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) secara terbuka dan detail kepada masyarakat. Transparansi tersebut dinilai penting agar publik dapat mengetahui penggunaan anggaran daerah.</p>
<p>Massa juga menyoroti persoalan kawasan Ijen yang diminta untuk diselesaikan secara transparan dan berpihak pada masyarakat setempat. Mereka menilai kebijakan terkait kawasan tersebut harus melibatkan warga terdampak.</p>
<p>Tak hanya itu, demonstran juga mendesak pemerintah daerah menyediakan kanal pengaduan masyarakat berupa “Rumah Curhat Rakyat” yang aktif, cepat, dan responsif, baik melalui layanan daring maupun secara langsung.</p>
<p>Aksi berlangsung dengan pengawalan aparat keamanan. Para demonstran berharap pemerintah daerah dapat menindaklanjuti aspirasi yang mereka sampaikan demi perbaikan tata kelola pemerintahan dan pembangunan di Kabupaten Bondowoso. </p>
<p>Sampai berita ini ditayangkan, aksi masih terus berlangsung. Pantauan di lokasi, tampak Bupati Bondowoso Abdul Hamid Wahid bersama jajaran Forkopimda, kepala OPD dan Pimpinan DPRD telah menunggu kedatangan mahasiswa peserta aksi di lobi Pemkab Bondowoso. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Hujan Deras Picu Bencana Beruntun di Bondowoso, Gedung GKJW Ambruk</title>
<link>https://suarajatimpost.com/hujan-deras-picu-bencana-beruntun-di-bondowoso-gedung-gkjw-ambruk</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/hujan-deras-picu-bencana-beruntun-di-bondowoso-gedung-gkjw-ambruk</guid>
<description><![CDATA[ Sedikitnya 11 titik bencana terjadi akibat cuaca ekstrem di Bondowoso. Bupati Abd Hamid Wahid meninjau lokasi dan meminta warga di kawasan rawan segera evakuasi. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202603/image_870x580_69a8218e0e47f.webp" length="66596" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 04 Mar 2026 20:29:16 +0700</pubDate>
<dc:creator>Rizqi Ardian</dc:creator>
<media:keywords>bencana, angin, banjir, tanah longsor, puting beliung, BPBD, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>BONDOWOSO, SJP –</strong> Hujan deras yang mengguyur wilayah Kabupaten Bondowoso pada Rabu (4/3/2026) memicu sejumlah kejadian bencana. Salah satu yang paling parah adalah ambruknya atap Gedung Serbaguna Gereja Kristen Jawi Wetan (GKJW) di Jalan Ahmad Yani Nomor 51, Kelurahan Dabasah, Kecamatan Bondowoso.</p>
<p>Atap bangunan dilaporkan roboh total setelah hujan dengan intensitas tinggi mengguyur sejak siang hingga sore hari. Beruntung, tidak ada laporan korban jiwa dalam peristiwa tersebut.</p>
<p>Bupati Bondowoso, Abdul Hamid Wahid, turun langsung ke lokasi untuk meninjau kondisi bangunan sekaligus memastikan penanganan berjalan cepat dan tepat.</p>
<p>Selain gedung GKJW, ia juga mengunjungi sejumlah titik longsor dan kerusakan bangunan lain yang tersebar di beberapa kecamatan.</p>
<p>Menurut bupati, cuaca ekstrem dalam beberapa hari terakhir telah meningkatkan potensi bencana hidrometeorologi, terutama di kawasan dengan kontur tanah labil dan tebing yang tergerus aliran air hujan.</p>
<p>“Keselamatan warga adalah yang utama. Kami sudah sarankan untuk segera evakuasi dan tidak lagi menempati lokasi tersebut. Kita tidak pernah tahu kapan air kembali menggerus dan meruntuhkan bangunan,” tegasnya di sela peninjauan.</p>
<p>Salah satu titik yang menjadi perhatian serius berada di area tebing yang terus mengalami pengikisan. Kondisi tanah yang jenuh air dan struktur yang labil dikhawatirkan memicu longsor susulan apabila hujan kembali turun dengan intensitas tinggi.</p>
<p>Pemerintah Kabupaten Bondowoso telah merekomendasikan warga di sekitar lokasi rawan untuk mengosongkan rumah sementara waktu. Pendekatan persuasif dilakukan agar masyarakat memahami risiko yang ada dan bersedia mengutamakan keselamatan.</p>
<p>Tak hanya itu, Pemkab juga mencatat sedikitnya 11 titik bencana yang terjadi hampir bersamaan, mulai dari longsor, pohon tumbang, hingga kerusakan bangunan akibat terpaan hujan dan angin kencang.</p>
<p>Untuk mempercepat penanganan, tim penanggulangan dibagi dalam beberapa kelompok dan berkolaborasi dengan pihak kecamatan serta relawan.</p>
<p>“Alhamdulillah seluruh titik bisa tertangani dengan baik,” ujarnya.</p>
<p>Pemkab Bondowoso terus memantau perkembangan cuaca dan kondisi lapangan. Masyarakat diimbau meningkatkan kewaspadaan, menjaga saluran drainase tetap bersih, serta segera melapor jika menemukan tanda-tanda pergerakan tanah atau potensi bahaya lainnya.</p>
<p>Langkah mitigasi dan respons cepat diharapkan mampu meminimalisasi risiko korban jiwa maupun kerugian material apabila cuaca ekstrem kembali terjadi. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Dari Panti Asuhan ke Pusat Perbelanjaan, 20 Anak Yatim Rasakan Hangatnya Ramadan di Citiplaza Bondowoso</title>
<link>https://suarajatimpost.com/dari-panti-asuhan-ke-pusat-perbelanjaan-20-anak-yatim-rasakan-hangatnya-ramadan-di-citiplaza-bondowoso</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/dari-panti-asuhan-ke-pusat-perbelanjaan-20-anak-yatim-rasakan-hangatnya-ramadan-di-citiplaza-bondowoso</guid>
<description><![CDATA[ Momen haru dan bahagia menyelimuti 20 anak panti asuhan saat menikmati pengalaman bermain dan berbelanja dalam kegiatan CSR Ramadan. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202603/image_870x580_69a7bd0b56e34.webp" length="53336" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 04 Mar 2026 12:00:50 +0700</pubDate>
<dc:creator>Rizqi Ardian</dc:creator>
<media:keywords>ramadan, puasa, yatim piatu, dhuafa, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p data-start="115" data-end="444"><strong data-start="115" data-end="128">BONDOWOSO, SJP</strong> – Tawa riang itu terdengar berbeda kala itu, Ahad (1/3/2026). Di tengah suasana Ramadan 1447 Hijriah yang penuh berkah, sebanyak 20 anak yatim piatu dari Yayasan Panti Asuhan Bina Bangsa Bondowoso merasakan pengalaman yang mungkin tak mereka jumpai setiap hari, bermain, berbelanja, dan berbuka puasa bersama di pusat perbelanjaan.</p>
<p data-start="446" data-end="842">Melalui program <em data-start="462" data-end="488">“Berbagi Berkah Ramadan”</em>, manajemen <span class="hover:entity-accent entity-underline inline cursor-pointer align-baseline"><span class="whitespace-normal">Citiplaza Bondowoso</span></span> mengajak mereka menikmati hari istimewa yang dimulai dengan bermain bebas di wahana playground Happy Time.</p>
<p data-start="446" data-end="842">Wajah-wajah polos itu tampak sumringah. Ada yang berlari kecil menuju perosotan, ada pula yang tertawa lepas di arena permainan, seakan melupakan beban hidup yang mungkin terlalu dini mereka kenal.</p>
<p data-start="844" data-end="1261">Kebahagiaan belum berhenti di sana. Anak-anak kemudian diajak berbelanja kebutuhan pokok di tenant Hyfresh. Masing-masing diberi kesempatan memilih sendiri barang yang mereka butuhkan dan inginkan.</p>
<p data-start="844" data-end="1261">Dengan mata berbinar, mereka memegang erat keranjang belanja, menimbang pilihan dengan penuh antusias. Bagi sebagian dari mereka, momen sederhana memilih sendiri barang belanjaan menjadi pengalaman yang sangat berharga.</p>
<p data-start="1263" data-end="1610">Menjelang waktu berbuka, suasana berubah lebih khidmat. Anak-anak duduk rapi mendengarkan tausiyah singkat tentang makna berbagi dan rasa syukur di bulan Ramadan. Tak lama kemudian, azan magrib berkumandang, dan mereka pun menikmati hidangan berbuka puasa bersama jajaran manajemen di tenant CFC. Senyum bahagia tak henti terukir di wajah mereka.</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202603/image_870x_69a7bd1036027.webp" alt=""></p>
<div class="flex flex-col text-sm pb-25">
<article class="text-token-text-primary w-full focus:outline-none [--shadow-height:45px] has-data-writing-block:pointer-events-none has-data-writing-block:-mt-(--shadow-height) has-data-writing-block:pt-(--shadow-height) [&amp;:has([data-writing-block])&gt;*]:pointer-events-auto scroll-mt-[calc(var(--header-height)+min(200px,max(70px,20svh)))]" dir="auto" data-turn-id="request-WEB:7c8eccd3-d430-4e3b-b568-7eca7a1541e0-4" data-testid="conversation-turn-4" data-scroll-anchor="true" data-turn="assistant" tabindex="-1">
<div class="text-base my-auto mx-auto pb-10 [--thread-content-margin:--spacing(4)] @w-sm/main:[--thread-content-margin:--spacing(6)] @w-lg/main:[--thread-content-margin:--spacing(16)] px-(--thread-content-margin)">
<div class="[--thread-content-max-width:40rem] @w-lg/main:[--thread-content-max-width:48rem] mx-auto max-w-(--thread-content-max-width) flex-1 group/turn-messages focus-visible:outline-hidden relative flex w-full min-w-0 flex-col agent-turn" tabindex="-1">
<div class="flex max-w-full flex-col grow">
<div data-message-author-role="assistant" data-message-id="f4fd1a62-9bb3-422b-936a-75c2c60bb7ad" dir="auto" data-message-model-slug="gpt-5-2" class="min-h-8 text-message relative flex w-full flex-col items-end gap-2 text-start break-words whitespace-normal [.text-message+&amp;]:mt-1">
<div class="flex w-full flex-col gap-1 empty:hidden first:pt-[1px]">
<div class="markdown prose dark:prose-invert w-full wrap-break-word light markdown-new-styling">
<p data-start="2136" data-end="2430">Teges Prita Soraya selaku Direktur Citiplaza Bondowoso, PT Tirta Anugrah Buana yang tergabung dalam perusahaan pengembang NWP Property Group, mengatakan, acara ini merupakan bagian dari komitmen Citiplaza Bondowoso dalam memberikan kontribusi positif kepada masyarakat, terutama kepada anak-anak yang membutuhkan perhatian khusus.</p>
<p data-start="2432" data-end="2638">“Melalui kegiatan ini, kami berharap dapat memberikan kebahagiaan melalui pengalaman berbelanja dan bermain di pusat perbelanjaan bagi anak-anak tersebut yang mungkin tidak didapatkan setiap hari,” ujarnya, melalui pesan tertulisnya kepada suarajatimpost.com, pada Rabu (4/3/2026).</p>
<p data-start="2069" data-end="2330">Program ini merupakan bagian dari komitmen sosial perusahaan yang berada di bawah naungan <span class="hover:entity-accent entity-underline inline cursor-pointer align-baseline"><span class="whitespace-normal">NWP Property</span></span>, pengembang infrastruktur konsumen yang telah memiliki puluhan pusat perbelanjaan dan aset komersial di berbagai daerah di Indonesia.</p>
<p data-start="2332" data-end="2596">Di bulan yang identik dengan empati dan kepedulian ini, tawa anak-anak yatim itu menjadi pengingat bahwa kebahagiaan sering kali hadir dari hal-hal sederhana: bermain tanpa beban, memilih kebutuhan sendiri, dan berbuka puasa bersama dalam suasana penuh kehangatan.</p>
<p data-start="2640" data-end="3063">“Dalam kesempatan ini, kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada semua pihak yang telah mendukung dan berpartisipasi dalam kegiatan ini, Citiplaza Bondowoso berkomitmen untuk terus berperan serta dalam berbagai kegiatan sosial yang bermanfaat bagi masyarakat. Semoga kegiatan ini dapat memberikan inspirasi dan mendorong kolaborasi lebih lanjut dalam upaya meningkatkan kesejahteraan bersama” tambah Teges.</p>
<p data-start="3065" data-end="3615">Sebagai informasi, <span class="hover:entity-accent entity-underline inline cursor-pointer align-baseline"><span class="whitespace-normal">NWP Property</span></span> (PT Nirvana Wastu Pratama) adalah salah satu perusahaan pengembang infrastruktur konsumen terbesar dan tercepat di Indonesia yang memiliki eksposur terhadap pusat perbelanjaan komersial dan infrastruktur logistik.</p>
<p data-start="3065" data-end="3615">Sejak didirikan pada tahun 2015 sebagai perusahaan patungan antara Warburg Pincus dan PT City Retail Developments, NWP Property telah mengalami pertumbuhan yang pesat. Saat ini, NWP Property memiliki lebih dari 50 pusat perbelanjaan, hotel, dan aset logistik dalam portofolionya. <strong>(**)</strong></p>
</div>
</div>
</div>
</div>
<div class="mt-3 w-full empty:hidden">
<div class="text-center"><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></div>
</div>
</div>
</div>
</article>
</div>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>25 Kg Mesiu Ilegal Dimusnahkan, Polres Bondowoso Gagalkan Ancaman Ledakan Jelang Lebaran</title>
<link>https://suarajatimpost.com/25-kg-mesiu-ilegal-dimusnahkan-polres-bondowoso-gagalkan-ancaman-ledakan-jelang-lebaran</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/25-kg-mesiu-ilegal-dimusnahkan-polres-bondowoso-gagalkan-ancaman-ledakan-jelang-lebaran</guid>
<description><![CDATA[ Polres Bondowoso memusnahkan 25 kilogram bahan peledak ilegal hasil Operasi Pekat. Mesiu yang rencananya dijual jelang Idulfitri itu berpotensi menimbulkan ledakan besar dan membahayakan permukiman warga. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202603/image_870x580_69a6e45aa54ec.webp" length="42960" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Tue, 03 Mar 2026 20:58:42 +0700</pubDate>
<dc:creator>Rizqi Ardian</dc:creator>
<media:keywords>kriminal, lebaran, mercon, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>BONDOWOSO, SJP – </strong>Dentuman keras memecah kesunyian kawasan perbukitan di Desa Sumber Kokap, Kecamatan Taman Krocok, Selasa (3/3/2026). Bukan suara mercon yang dimainkan anak-anak menjelang Lebaran, melainkan proses pemusnahan 25 kilogram bahan peledak ilegal oleh jajaran Polres Bondowoso.</p>
<p>Barang bukti berupa mesiu yang diduga kuat akan digunakan untuk pembuatan petasan itu dimusnahkan dengan pengamanan ketat. Lokasi disposal sengaja dipilih jauh dari permukiman warga, demi mencegah risiko yang bisa mengancam keselamatan masyarakat.</p>
<p>Kasatreskrim Polres Bondowoso, Iptu Wawan Triono, menjelaskan, bahan peledak tersebut diamankan dalam Operasi Pekat dari Desa Taman, Kecamatan Grujugan. Polisi menangkap satu tersangka berinisial AR yang diduga hendak memperjualbelikan mesiu tersebut.</p>
<p>“Barang bukti berupa mesiu atau bahan mercon ini kami amankan dalam Operasi Pekat di Desa Taman, Kecamatan Grujugan, dengan satu tersangka berinisial AR,” ujarnya.</p>
<p>Dari hasil pemeriksaan, total berat bahan peledak mencapai sekitar 25 kilogram. Rencananya, mesiu itu akan dijual dalam satu paket utuh seharga Rp5 juta, tidak secara eceran. Penjualan disebut-sebut akan dilakukan menjelang atau setelah Hari Raya Idulfitri, momen di mana permintaan petasan biasanya meningkat tajam.</p>
<p>Menurut Wawan, daya ledak sebesar itu sangat berbahaya jika disimpan terlalu lama, terlebih bila berada di dekat lingkungan padat penduduk. Ia membandingkan, ledakan 1,5 kilogram bahan peledak di daerah lain saja sudah menimbulkan kerusakan signifikan.</p>
<p>“Kalau 25 kilogram, daya ledaknya sangat besar. Potensinya bisa merusak rumah dan membahayakan nyawa. Karena itu kami pastikan pemusnahan dilakukan di tempat yang aman,” tegasnya.</p>
<p>AR diketahui merupakan residivis kasus serupa. Polisi kini masih mendalami asal-usul bahan peledak tersebut. Berdasarkan pengakuan tersangka, mesiu itu diperoleh dari seseorang berinisial S di wilayah Probolinggo. Aparat pun tengah memburu pihak yang diduga menjadi pemasok.</p>
<p>Proses pemusnahan dilakukan oleh tim Gegana Brimob Bondowoso yang dipimpin Danki Gegana AKP Haryanto. Kegiatan tersebut turut disaksikan personel Polsek Taman Krocok dan pihak Kejaksaan untuk memastikan prosedur berjalan sesuai standar keamanan.</p>
<p>Kasus ini kembali menjadi pengingat akan bahaya mercon dan bahan peledak rakitan. Selain berisiko memicu kebakaran dan ledakan hebat, petasan ilegal kerap memakan korban luka bakar serius, kehilangan anggota tubuh, hingga korban jiwa. Tak jarang pula ledakannya merusak rumah warga dan memicu kepanikan massal.</p>
<p>Menjelang Lebaran, polisi mengimbau masyarakat untuk tidak memproduksi, memperjualbelikan, maupun menyalakan petasan berdaya ledak tinggi. Tradisi merayakan hari besar keagamaan, tegas Wawan, seharusnya tidak dibayar dengan risiko keselamatan.</p>
<p>“Keselamatan masyarakat adalah yang utama. Jangan sampai euforia sesaat berujung petaka,” pungkasnya. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor: Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Drainase Meluap, 25 Rumah di Wonosari Bondowoso Terendam Banjir Saat Hujan Deras</title>
<link>https://suarajatimpost.com/drainase-meluap-25-rumah-di-wonosari-bondowoso-terendam-banjir-saat-hujan-deras</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/drainase-meluap-25-rumah-di-wonosari-bondowoso-terendam-banjir-saat-hujan-deras</guid>
<description><![CDATA[ Hujan deras menyebabkan drainase meluap dan merendam 25 rumah di Desa Wonosari, Bondowoso. BPBD bersama aparat gabungan turun tangan, air berangsur surut dan tidak ada korban jiwa. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202603/image_870x580_69a64418f1744.webp" length="51594" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Tue, 03 Mar 2026 09:30:12 +0700</pubDate>
<dc:creator>Rizqi Ardian</dc:creator>
<media:keywords>bencana, angin, banjir, tanah longsor, puting beliung, BPBD, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>BONDOWOSO, SJP – </strong>Hujan yang turun sejak sore, Senin (2/3/2026), membuat warga di sekitar Pasar Wonosari, Desa Wonosari, Kecamatan Wonosari, diliputi kecemasan. Sekira pukul 18.30 WIB, air tiba-tiba meluap dari selokan dan drainase di sepanjang Jalan Raya Situbondo, merendam rumah-rumah warga hingga setinggi lutut orang dewasa.</p>
<p>Di RT 25 dan RT 26 RW 08, Dusun Krajan Timur, sedikitnya 25 rumah terdampak. Air setinggi 30–50 sentimeter masuk ke ruang tamu, dapur, hingga musala kecil milik warga. Sejumlah perabot rumah tangga terpaksa diangkat seadanya untuk menghindari kerusakan.</p>
<p>Beberapa warga mengaku tak menyangka genangan akan cepat meninggi. “Biasanya hanya mengalir di jalan, tapi tadi langsung masuk rumah,” ujar salah seorang warga yang terdampak.</p>
<p>Laporan warga melalui pesan WhatsApp sekira pukul 19.00 WIB segera ditindaklanjuti oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Bondowoso (BPBD). Tim Pusdalops dan TRC-PB bergerak ke lokasi untuk melakukan asesmen sekaligus membantu penanganan.</p>
<p>Kepala Pelaksana BPBD Bondowoso, Kristianto Putro Prasojo, mengatakan banjir dipicu oleh tingginya intensitas hujan dan kapasitas drainase yang tak mampu menampung debit air.</p>
<p>“Air meluap cukup cepat karena saluran tidak mampu menahan debit. Tim kami langsung membantu mengeluarkan air dari rumah warga dan melakukan pendataan,” ujarnya saat dikonfirmasi, Selasa (3/3/2026) pagi.</p>
<p>Tak hanya di Desa Wonosari, genangan juga dilaporkan terjadi di Desa Kapuran, Dusun Pasar RT 07. Meski sempat membuat panik, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.</p>
<p>Di tengah genangan dan cuaca yang masih diguyur hujan ringan, aparat gabungan dari Polres Bondowoso, Kodim 0822 Bondowoso, serta relawan dan perangkat desa ikut membantu warga membersihkan rumah dan mengalirkan air keluar.</p>
<p>Menjelang pukul 21.02 WIB, air mulai berangsur surut. Ketinggiannya turun menjadi sekitar 20–30 sentimeter. Warga pun perlahan kembali membersihkan rumah masing-masing, menyeka lantai yang berlumpur dan menjemur barang-barang yang basah.</p>
<p>“Kami bersyukur tidak ada korban. Saat ini kondisi terpantau aman dan terkendali, namun masyarakat tetap kami imbau waspada jika hujan kembali turun dengan intensitas tinggi,” tutur Kristianto.</p>
<p>Malam itu, di antara sisa genangan dan bau lumpur yang masih tercium, warga Wonosari memilih bertahan. Dengan gotong royong dan bantuan petugas, mereka mulai menata kembali rumahnya, berharap hujan berikutnya tak lagi membawa cerita yang sama. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Mandek, 144 Tower di Bondowoso Belum Bayar Pajak, Bapenda Ambil Langkah Tegas</title>
<link>https://suarajatimpost.com/mandek-144-tower-di-bondowoso-belum-bayar-pajak-bapenda-ambil-langkah-tegas</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/mandek-144-tower-di-bondowoso-belum-bayar-pajak-bapenda-ambil-langkah-tegas</guid>
<description><![CDATA[ Realisasi pajak tower 2025 di Kabupaten Bondowoso masih sangat rendah. Dari 149 objek pajak dengan total ketetapan Rp17,38 miliar, baru 5 tower yang membayar. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202602/image_870x580_69a24ded132f2.webp" length="76604" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sat, 28 Feb 2026 09:58:31 +0700</pubDate>
<dc:creator>Rizqi Ardian</dc:creator>
<media:keywords>Bapenda, pajak tower, pajak, PAD, Tower, suarjatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>BONDOWOSO, SJP – </strong>Realisasi pajak tower tahun 2025 di Kabupaten Bondowoso tercatat masih sangat rendah. Dari total 149 objek pajak tower yang telah ditetapkan, baru sebagian kecil yang memenuhi kewajibannya.</p>
<p>Berdasarkan data daftar potensi objek pajak tower tahun 2025, total ketetapan pajak kabupaten mencapai Rp17.383.671.501. Sedangkan ketetapan tower sebesar Rp82.095.819.</p>
<p>Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Bondowoso mencatat, pada tahun 2025 hanya 5 objek tower yang telah melakukan pembayaran dengan nilai Rp2.477.720, sedangkan 144 tower lainnya masih belum melunasi kewajiban pajaknya.</p>
<p>Sisanya, selama tahun 2025 jumlah tunggakan tower sebesar Rp79.618.099. Sedangkan untuk realisasi baku kabupaten tahun 2025 sebesar Rp13.211.376.573, dengan prosentase penerimaan di bawan 1 persen. </p>
<p>Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Bondowoso, Slamet Yantoko, saat dikonfirmasi, Sabtu (28/2/2026), membenarkan bahwa serapan pajak tower tahun 2025 masih jauh dari target.</p>
<p>“Iya, memang realisasinya masih sangat rendah dibandingkan dengan total ketetapan. Ini menjadi perhatian serius kami karena potensi pajak tower cukup besar untuk mendongkrak PAD Bondowoso,” ujarnya.</p>
<p>Meskipun baru dilantik pada November 2025 sebagai Kepala Bapenda, Slamet telah menyiapkan sejumlah langkah strategis untuk mengoptimalkan penerimaan dari sektor tersebut. Salah satunya dengan melakukan pendataan ulang terhadap seluruh objek pajak tower, sekaligus memastikan validitas data kepemilikan dan perizinannya.</p>
<p>Selain itu, Bapenda juga menggandeng Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) untuk memperkuat penegakan Peraturan Daerah (Perda) terhadap tower yang menunggak pajak.</p>
<p>“Kami akan lakukan penagihan secara bertahap, mulai dari surat teguran hingga tindakan administratif sesuai regulasi. Satpol PP akan membantu dalam penegakan Perda terhadap tower-tower yang tidak patuh,” tegasnya.</p>
<p>Ia menambahkan, langkah tegas tersebut bukan semata-mata penindakan, melainkan upaya mendorong kepatuhan wajib pajak agar potensi pendapatan daerah tidak hilang.</p>
<p>“Kalau semua objek patuh, kontribusinya sangat signifikan terhadap Pendapatan Asli Daerah. Ini yang sedang kami kejar di tahun 2026,” imbuh Slamet.</p>
<p>Dengan sinergi lintas perangkat daerah dan penguatan pengawasan, Bapenda berharap realisasi pajak tower dapat meningkat dalam waktu dekat, sehingga mampu memberikan kontribusi optimal bagi pembangunan Kabupaten Bondowoso. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Sempat Longsor, Jembatan Kauman Penghubung Bondowoso&amp;Jember Masih Aman Dilalui</title>
<link>https://suarajatimpost.com/sempat-longsor-jembatan-kauman-penghubung-bondowoso-jember-masih-aman-dilalui</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/sempat-longsor-jembatan-kauman-penghubung-bondowoso-jember-masih-aman-dilalui</guid>
<description><![CDATA[ Mengingat jembatan tersebut juga berada di jalur vital akses penghubung dua kabupaten, tentunya kerusakan yang terjadi menjadi perhatian serius dari Dinas PU Provinsi, di mana untuk perbaikannya akan segera dilakukan. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202602/image_870x580_69a2499eca171.webp" length="73238" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sat, 28 Feb 2026 08:58:23 +0700</pubDate>
<dc:creator>Rizqi Ardian</dc:creator>
<media:keywords>bencana, angin, banjir, longsor, puting beliung, BPBD, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>BONDOWOSO, SJP –</strong> Parapet dan tembok penahan tanah di Jembatan Kauman Kecamatan Grujugan Kabupaten Bondowoso mengalami kerusakan, akibat longsor yang terjadi usai hujan deras pada 24 Februari 2026 lalu.</p>
<p>Kerusakan tersebut sempat viral di media sosial, seiring ditutupnya Jembatan Sentong. Warga sempat resah, karena Jembatan Kauman tersebut berada di ruas jalan provinsi yang menghubungkan Bondowoso dan Jember.<br> <br>Namun, warga akhirnya bernapas lega. Karena, Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga Provinsi Jawa Timur memastikan untuk sementara dan hingga saat ini kondisi jembatan masih aman dilalui kendaraan. </p>
<p>“Untuk sementara waktu kondisi konstruksi jembatan aman,” kata Budi Hartono, Kasi Pembangunan dan Peningkatan Jalan UPT Pengelola Jalan dan Jembatan Jember pada Dinas PU Bina Marga Provinsi Jawa Timur, Sabtu (28/2/2026).</p>
<p>Untuk mengantisipasi terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan, pantauan di lapangan, petugas dari Dinas PU Bina Marga Provinsi Jawa Timur, telah melakukan pemasangan pembatas sisi kanan dan kiri jembatan.</p>
<p>“Longsoran pada sayap jembatan kemarin (27/2/2026) telah akan kami pasang rambu dan pagar pengaman dulu,” ujar Budi Hartono.</p>
<p>Mengingat jembatan tersebut juga berada di jalur vital akses penghubung dua kabupaten, tentunya kerusakan yang terjadi menjadi perhatian serius dari Dinas PU Provinsi, di mana untuk perbaikannya akan segera dilakukan. </p>
<p>“Untuk perbaikannya segera diadakan pemilihan penyedia. Insyaallah awal bulan April 2026 baru bisa dikerjakan,” tandasnya.</p>
<p>Sekadar diketahui, berdasarkan laporan resmi dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bondowoso, kejadian longsor berlangsung pada Selasa, 24 Februari 2026 sekira pukul 07.38 WIB. </p>
<p>Namun, laporan baru diterima BPBD pada Jumat, 27 Februari 2026 pukul 08.00 WIB melalui informasi dari pihak kepolisian setempat.</p>
<p>Longsor dipicu oleh hujan dengan intensitas tinggi yang menyebabkan derasnya arus sungai hingga menggerus struktur penahan tanah di sisi jembatan. </p>
<p>Tercatat, longsoran terjadi di dua sisi jembatan dengan panjang sekitar 3 meter, lebar 3 meter, dan tinggi 4 meter.</p>
<p>Kepala Pelaksana BPBD Bondowoso, Kristanto Putro Prasojo, mengatakan pihaknya langsung bergerak cepat begitu menerima laporan.</p>
<p>“Setelah mendapat informasi, tim TRC, Pusdalops, dan agen bencana segera menuju lokasi untuk melakukan asesmen. Alhamdulillah tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini,” ujarnya.</p>
<p>Ia menjelaskan, kerusakan terjadi pada bagian parapet dan tembok penahan tanah di Jembatan Kauman yang berada di jalur utama penghubung Bondowoso–Jember. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Longsor Rusak Parapet Jembatan Kauman di Jalur Bondowoso–Jember, BPBD Pastikan Tak Ada Korban</title>
<link>https://suarajatimpost.com/longsor-rusak-parapet-jembatan-kauman-di-jalur-bondowosojember-bpbd-pastikan-tak-ada-korban</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/longsor-rusak-parapet-jembatan-kauman-di-jalur-bondowosojember-bpbd-pastikan-tak-ada-korban</guid>
<description><![CDATA[ Longsor akibat hujan deras merusak parapet dan tembok penahan tanah Jembatan Kauman di jalur Bondowoso–Jember, Desa Pekauman, Grujugan. BPBD Bondowoso memastikan tidak ada korban jiwa dan kondisi lokasi terpantau aman terkendali. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202602/image_870x580_69a1b0996a066.webp" length="115624" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Fri, 27 Feb 2026 22:22:17 +0700</pubDate>
<dc:creator>Rizqi Ardian</dc:creator>
<media:keywords>bencana, angin, banjir, tanah longsor, puting beliung, BPBD, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>BONDOWOSO, SJP – </strong>Tanah longsor terjadi di Jalan Raya Bondowoso–Jember, tepatnya di Desa Pekauman, Kecamatan Grujugan, Kabupaten Bondowoso. Peristiwa tersebut mengakibatkan parapet dan tembok penahan tanah di Jembatan Kauman mengalami kerusakan.</p>
<p>Berdasarkan laporan resmi dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Bondowoso, kejadian longsor berlangsung pada Selasa, 24 Februari 2026 sekitar pukul 07.38 WIB. Namun, laporan baru diterima BPBD pada Jumat, 27 Februari 2026 pukul 08.00 WIB melalui informasi dari pihak kepolisian setempat.</p>
<p>Longsor dipicu oleh hujan dengan intensitas tinggi yang menyebabkan derasnya arus sungai hingga menggerus struktur penahan tanah di sisi jembatan. Tercatat, longsoran terjadi di dua sisi jembatan dengan panjang sekitar 3 meter, lebar 3 meter, dan tinggi 4 meter.</p>
<p>Kepala Pelaksana BPBD Bondowoso, Kristanto Putro Prasojo, mengatakan pihaknya langsung bergerak cepat begitu menerima laporan.</p>
<p>“Setelah mendapat informasi, tim TRC, Pusdalops, dan agen bencana segera menuju lokasi untuk melakukan asesmen. Alhamdulillah tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini,” ujarnya.</p>
<p>Ia menjelaskan, kerusakan terjadi pada bagian parapet dan tembok penahan tanah di Jembatan Kauman yang berada di jalur utama penghubung Bondowoso–Jember. Meski demikian, kondisi wilayah dinyatakan aman dan terkendali.</p>
<p>“Sampai asesmen selesai pukul 10.30 WIB, situasi di lokasi terpantau aman dan terkendali. Cuaca saat ini juga berawan. Kami terus berkoordinasi dengan pihak terkait untuk langkah tindak lanjut,” tambah Kristanto.</p>
<p>Sejumlah unsur terlibat dalam penanganan di lokasi, antara lain BPBD Bondowoso, Agen Bencana Provinsi Jawa Timur, Satlantas Polres Bondowoso, PU Bina Marga Provinsi Jawa Timur, Polsek dan Koramil Grujugan, serta pemerintah kecamatan setempat.</p>
<p>BPBD mengimbau masyarakat agar tetap waspada terhadap potensi bencana hidrometeorologi, terutama saat curah hujan tinggi yang berpotensi memicu longsor maupun kerusakan infrastruktur di sekitar aliran sungai. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Ini Tiga Fokus Utama Kebijakan Bapenda Bondowoso dalam Tingkatkan PAD</title>
<link>https://suarajatimpost.com/ini-tiga-fokus-utama-kebijakan-bapenda-bondowoso-dalam-tingkatkan-pad</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/ini-tiga-fokus-utama-kebijakan-bapenda-bondowoso-dalam-tingkatkan-pad</guid>
<description><![CDATA[ Tahun 2026 Pemkab Bondowoso mematok target PAD sebesar Rp333 miliar. Sektor perhotelan, restoran, dan hiburan diproyeksikan menjadi kontributor signifikan dalam pencapaian target tersebut. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202602/image_870x580_69a163fa8acd1.webp" length="18526" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Fri, 27 Feb 2026 17:31:10 +0700</pubDate>
<dc:creator>Rizqi Ardian</dc:creator>
<media:keywords>bapenda, pajak, retribusi, pad, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>BONDOWOSO, SJP - </strong>Pemerintah Kabupaten Bondowoso melalui Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) terus mematangkan strategi untuk mengoptimalkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari semua sektor, khususnya sektor pajak perhotelan, restoran, dan hiburan.</p>
<p>Seperti diketahui bersama, pajak daerah merupakan instrumen krusial dan tulang punggung pembiayaan pembangunan di Kabupaten Bondowoso. Karena, pajak yang dibayarkan oleh masyarakat dan dikelola oleh pemerintah daerah pada hakikatnya kembali ke rakyat. </p>
<p>Dana tersebut dimanfaatkan secara luas untuk pembangunan infrastruktur, peningkatan kualitas layanan publik terutama di sektor pendidikan dan kesehatan, hingga upaya penciptaan lapangan kerja bagi masyarakat Bondowoso.</p>
<p>Bapenda di era kepemimpinan Slamet Yantoko mengedepankan tiga poin utama yang menjadi fokus kebijakan selama tahun 2026, di antaranya : </p>
<p><strong>1. Sinergi Tanpa Ego Sektoral</strong></p>
<p>Bapenda mengajak seluruh pemangku kepentingan dan wajib pajak untuk bergerak bersama dalam satu frekuensi guna membangun daerah.</p>
<p><strong>2. Kebijakan Berbasis Data </strong></p>
<p>Penyusunan regulasi perpajakan harus didasarkan pada data yang akurat agar menghasilkan kebijakan yang adil, tidak memberatkan pelaku usaha, namun tetap efektif dalam mencapai target.</p>
<p><strong>3. Akselerasi Digitalisasi </strong></p>
<p>Strategi ini bisa mempercepat transformasi sistem perpajakan daerah menuju digital guna memberikan kemudahan pelaporan dan pembayaran, sekaligus menjamin transparansi dan akuntabilitas pengelolaan keuangan daerah.</p>
<p>Kepala Bapenda Bondowoso, Slamet Yantoko, memaparkan, untuk tahun ini (2026), Pemkab Bondowoso mematok target PAD sebesar Rp333 miliar. Sektor perhotelan, restoran, dan hiburan diproyeksikan menjadi kontributor signifikan dalam pencapaian target tersebut.</p>
<p>“Kami menyoroti adanya celah antara laporan okupansi hotel dengan realita di lapangan. Saat ini, tingkat okupansi yang dilaporkan masih berkisar antara 25–30 persen, namun hasil evaluasi lapangan menunjukkan potensi yang jauh lebih besar,” jelasnya saat dikonfirmasi, pada Jumat (27/2/2026).</p>
<p>Untuk menjembatani hal ini, Bapenda akan memperkuat pengawasan dan kolaborasi. Salah satu langkah konkretnya adalah mendorong pemasangan Taxmapper pada hotel dan restoran. </p>
<p>“Ini adalah bentuk kontrol untuk memastikan pajak yang telah dititipkan masyarakat kepada pelaku usaha benar-benar masuk ke kas daerah sesuai ketentuan,” terangnya.</p>
<p>Saat ini, Bapenda Bondowoso telah menyusun peta jalan (roadmap) perpajakan yang lebih modern. Mulai tahun 2026, ditargetkan seluruh transaksi pajak daerah akan dilakukan secara non-tunai (cashless). </p>
<p>“Selain itu, peningkatan kepatuhan pelaporan akan terus dipacu, mencakup Pajak Barang dan Jasa Tertentu (PBJT) serta pajak air bawah tanah,” pungkas mantan Kasatpol PP Bondowoso ini. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Bapenda Bondowoso Andalkan Taxmapper untuk Genjot Peningkatan PAD</title>
<link>https://suarajatimpost.com/bapenda-bondowoso-andalkan-taxmapper-untuk-genjot-peningkatan-pad</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/bapenda-bondowoso-andalkan-taxmapper-untuk-genjot-peningkatan-pad</guid>
<description><![CDATA[ Lebih dari sekadar untuk pemerintah daerah, Taxmapper juga memberikan kemudahan bagi pelaku usaha dalam melakukan pembukuan secara elektronik. Hal ini membantu pelaku usaha memantau perkembangan bisnis mereka dan mengidentifikasi waktu puncak operasional (peak hour) maupun musim ramai (peak season). ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202602/image_870x580_69a114fd5b311.webp" length="19542" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Fri, 27 Feb 2026 12:00:24 +0700</pubDate>
<dc:creator>Rizqi Ardian</dc:creator>
<media:keywords>bapenda, pajak, retribusi, pad, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>BONDOWOSO, SJP - </strong>Pemerintah Kabupaten Bondowoso terus menggenjot penerimaan pajak daerah melalui inovasi teknologi. Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Bondowoso bekerja sama dengan Bank Jatim Cabang Bondowoso mulai melakukan pemasangan alat monitoring pajak berbasis digital bernama Taxmapper di sejumlah Wajib Pajak (WP) yang tersebar di wilayahnya. </p>
<p></p>
<p>Langkah ini diambil sebagai implementasi Undang-undang Nomor 1 Tahun 2022 tentang Hubungan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah, dalam meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD) di sektor pajak dan retribusi.</p>
<p></p>
<p>Kepala Bapenda Bondowoso, Slamet Yantoko menjelaskan, pemasangan Taxmapper bertujuan mempermudah proses pencatatan dan pelaporan pajak daerah oleh WP. Dengan perangkat ini, pemerintah daerah bisa memantau omzet dan peredaran usaha secara langsung, sehingga data yang diperoleh lebih akurat dan real-time.</p>
<p></p>
<p>“Taxmapper sangat efektif untuk meningkatkan kepatuhan wajib pajak serta mengurangi potensi kebocoran dalam pemungutan dan penyetoran pajak. Ini merupakan bagian dari upaya kami untuk meningkatkan PAD,” ujar Slamet, dikonfirmasi pada Jumat (27/2/2026).</p>
<p></p>
<p>Dalam penerapannya, setelah pemasangan alat, setiap WP wajib menyerahkan user ID dan password kepada tim admin Taxmapper dari Great Code untuk mengakses sistem yang dipasang di tempat usaha. </p>
<p></p>
<p>“Selanjutnya, Bapenda akan menggelar bimbingan teknis bertahap, disertai uji coba langsung agar WP dapat mengoperasikan Taxmapper dengan optimal. Sementara ini, kami sudah melakukan sosialisasi ke beberapa WP di Bondowoso,” ungkapnya.</p>
<p></p>
<p>Lebih dari sekadar untuk pemerintah daerah, Taxmapper juga memberikan kemudahan bagi pelaku usaha dalam melakukan pembukuan secara elektronik. Hal ini membantu pelaku usaha memantau perkembangan bisnis mereka dan mengidentifikasi waktu puncak operasional (peak hour) maupun musim ramai (peak season).</p>
<p></p>
<p>“Bagi pelaku usaha yang belum memiliki aplikasi kasir, kami juga menyediakan aplikasi kasir gratis sebagai pelengkap penggunaan Taxmapper,” tambah mantan Kasatpol PP Bondowoso ini.</p>
<p></p>
<p>Slamet Yantoko juga menegaskan bahwa penerapan Taxmapper diharapkan mendorong peningkatan pelaporan pajak dan kepatuhan WP secara signifikan. Data transaksi usaha yang terkumpul akan lebih andal dan dapat dipertanggungjawabkan, sekaligus memberikan kemudahan monitoring pajak secara real time.</p>
<p></p>
<p>“Sistem ini sangat membantu pemerintah daerah dalam menyusun kebijakan strategis, khususnya dalam mendorong pengembangan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM),” urainya menjelaskan.</p>
<p></p>
<p>Dalam konteks pajak, Slamet mengingatkan agar pelaku usaha memahami ketentuan tarif Pajak Barang dan Jasa Tertentu (PBJT) untuk sektor makanan dan minuman seperti restoran, warung makan, dan kafe, sesuai dengan Perda Nomor 2 Tahun 2026. </p>
<p></p>
<p>“Pemilik usaha yang penghasilannya mencapai 6 juta per bulan, wajib mengenakan PBJT restoran di setiap transaksi dengan tarif sebesar 10 persen, di mana setiap bulannya dilaporkan dan disetorkan kepada Pemerintah Daerah,” paparnya.</p>
<p></p>
<p>Bapenda Bondowoso optimistis Taxmapper menjadi tonggak transformasi digital di sektor perpajakan daerah di Bumi Ki Ronggo. Dengan sistem yang transparan dan akuntabel, pemerintah daerah yakin mampu meningkatkan PAD secara signifikan, sekaligus membantu pelaku usaha menjalankan usahanya dengan tertib administrasi.</p>
<p></p>
<p>“Sinergi yang baik antara pemerintah dan pelaku usaha akan terus kami jaga demi kemajuan bersama. Ini bukan hanya soal pajak, tetapi juga bagaimana menciptakan tata kelola usaha yang sehat, transparan, dan berdaya saing,” pungkas Slamet. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Selama Ramadan, SPPG Buduan Situbondo Salurkan MBG Kering Bergizi Menggunakan Paper Bag</title>
<link>https://suarajatimpost.com/selama-ramadan-sppg-buduan-situbondo-salurkan-mbg-kering-bergizi-menggunakan-paper-bag</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/selama-ramadan-sppg-buduan-situbondo-salurkan-mbg-kering-bergizi-menggunakan-paper-bag</guid>
<description><![CDATA[ Selama Ramadan, Dapur SPPG Buduan Situbondo menyajikan menu kering yang aman dikonsumsi hingga waktu berbuka, dengan kandungan gizi tetap terjaga sebagai bentuk adaptasi pola makan penerima manfaat. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202602/image_870x580_69a0ff110f9a3.webp" length="45838" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Fri, 27 Feb 2026 11:00:13 +0700</pubDate>
<dc:creator>Rizqi Ardian</dc:creator>
<media:keywords>situbondo, ekonomi, pemerintahan, UMKM, rio, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p data-start="84" data-end="404"><strong>SITUBONDO, SJP – </strong>Aroma semangat Ramadan terasa berbeda di Dapur SPPG Buduan, Kecamatan Suboh, Kabupaten Situbondo. Di balik aktivitas yang tetap sibuk sejak pagi, ada upaya khusus yang dilakukan tim dapur untuk memastikan para penerima manfaat tetap memperoleh asupan yang aman dan bergizi selama menjalani ibadah puasa.</p>
<p data-start="406" data-end="674">Ramadan membawa perubahan besar pada pola makan. Waktu konsumsi yang bergeser ke sahur dan berbuka membuat penyajian makanan harus disesuaikan. Kondisi itulah yang mendorong dapur Satuan Pelayanan dan Pemenuhan Gizi (SPPG) Buduan memilih langkah adaptif: menghadirkan menu kering sebagai alternatif sajian.</p>
<p data-start="676" data-end="844">Bukan tanpa pertimbangan, pilihan menu makan bergizi gratis (MBG) kering dinilai lebih aman karena tidak mudah basi. Dengan begitu, makanan tetap layak dikonsumsi hingga waktu berbuka puasa tiba.</p>
<p data-start="846" data-end="959">“Menu keringan ini pastinya aman untuk dimakan sampai berbuka,” ujar Siska, Ahli Gizi Dapur SPPG Buduan Suboh Situbondo, dikonfirmasi melalui sambungan WhatsApp pada Jumat (27/2/2026)</p>
<p data-start="961" data-end="1282">Di tengah kekhawatiran sebagian masyarakat tentang kualitas makanan selama puasa, dapur ini justru memastikan bahwa perubahan bentuk sajian tidak mengurangi nilai gizinya. Setiap menu tetap dirancang melalui perhitungan matang. Komposisi bahan dipilih secara cermat agar kebutuhan energi penerima manfaat tetap tercukupi.</p>
<p data-start="1284" data-end="1375">“Meskipun yang diberikan menu keringan, kandungan gizi juga tetap diperhatikan,” lanjutnya.</p>
<p data-start="1377" data-end="1628">Bagi tim dapur, menu kering bukanlah pengganti makanan utama. Sajian tersebut diposisikan sebagai kudapan atau makanan selingan, yang membantu menjaga stamina menjelang waktu berbuka. Strategi ini dinilai lebih sesuai dengan ritme tubuh saat berpuasa.</p>
<p data-start="1630" data-end="1715">“Menu keringan dijadikan menu kudapan, tidak dijadikan sebagai menu utama,” tegasnya.</p>
<p data-start="1717" data-end="1906">Di balik kesederhanaan menu yang disajikan, pihaknya tetap komitmen untuk tetap menghadirkan layanan terbaik. Karena, kata Siska, Ramadan bukan menjadi hambatan, melainkan momentum untuk berinovasi dan beradaptasi.</p>
<p data-start="1908" data-end="2141" data-is-last-node="" data-is-only-node="">"Melalui sentuhan perencanaan gizi yang tepat serta perhatian pada keamanan pangan, Dapur SPPG Buduan berupaya memastikan setiap sajian yang dibagikan bukan sekadar makanan, melainkan bentuk kepedulian yang tetap hangat selama Ramadan," tandasnya.</p>
<p data-start="1908" data-end="2141" data-is-last-node="" data-is-only-node="">Sementara itu, Kepala Dapur SPPG Buduan, Bagas Deo Pradana menyampaikan jika selama pendistribusian menu kering di bulan Ramadan, pihaknya juga menggunakan <em>paper bag </em>(tas kertas) kepada 1.736 penerima manfaat yang terdiri dari siswa, guru, hingga kelompok 3B.</p>
<p data-start="628" data-end="901">"Penggunaan <em>paper bag </em>dalam program MBG diutamakan untuk menggantikan kantong plastik sekali pakai, khususnya pada menu kering saat bulan Ramadan. Paper bag dipilih karena lebih ramah lingkungan, higienis, dan mempermudah siswa membawa pulang makanan. Kebijakan ini mendukung standar keamanan pangan yang ditetapkan Badan Gizi Nasional (BGN)," jelasnya. <strong>(**)</strong></p>
<p data-start="1908" data-end="2141" data-is-last-node="" data-is-only-node=""><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Penantian dari Tahun 2022, Akhirnya 282 ASN Fungsional di Bondowoso Diangkat</title>
<link>https://suarajatimpost.com/penantian-dari-tahun-2022-akhirnya-282-asn-fungsional-di-bondowoso-diangkat</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/penantian-dari-tahun-2022-akhirnya-282-asn-fungsional-di-bondowoso-diangkat</guid>
<description><![CDATA[ BKPSDM Bondowoso pastikan keterlambatan bukan karena sanksi, melainkan penyesuaian anggaran; tunjangan fungsional mulai Rp200 ribuan per bulan. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202602/image_870x580_69a015fd2047f.webp" length="41402" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 26 Feb 2026 18:30:07 +0700</pubDate>
<dc:creator>Rizqi Ardian</dc:creator>
<media:keywords>PNS, pemerintah, BKD, Jatim, BKPSDM, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<div class="flex flex-col text-sm pb-25">
<article class="text-token-text-primary w-full focus:outline-none [--shadow-height:45px] has-data-writing-block:pointer-events-none has-data-writing-block:-mt-(--shadow-height) has-data-writing-block:pt-(--shadow-height) [&amp;:has([data-writing-block])&gt;*]:pointer-events-auto scroll-mt-[calc(var(--header-height)+min(200px,max(70px,20svh)))]" dir="auto" data-turn-id="request-WEB:f77025e9-a314-4581-b7de-d887d80bc995-2" data-testid="conversation-turn-6" data-scroll-anchor="true" data-turn="assistant" tabindex="-1">
<div class="text-base my-auto mx-auto pb-10 [--thread-content-margin:--spacing(4)] @w-sm/main:[--thread-content-margin:--spacing(6)] @w-lg/main:[--thread-content-margin:--spacing(16)] px-(--thread-content-margin)">
<div class="[--thread-content-max-width:40rem] @w-lg/main:[--thread-content-max-width:48rem] mx-auto max-w-(--thread-content-max-width) flex-1 group/turn-messages focus-visible:outline-hidden relative flex w-full min-w-0 flex-col agent-turn" tabindex="-1">
<div class="flex max-w-full flex-col grow">
<div data-message-author-role="assistant" data-message-id="63c3cfdf-fac8-45c3-b62b-884b77564933" dir="auto" data-message-model-slug="gpt-5-2" class="min-h-8 text-message relative flex w-full flex-col items-end gap-2 text-start break-words whitespace-normal [.text-message+&amp;]:mt-1">
<div class="flex w-full flex-col gap-1 empty:hidden first:pt-[1px]">
<div class="markdown prose dark:prose-invert w-full wrap-break-word light markdown-new-styling">
<p data-start="114" data-end="352"><strong>BONDOWOSO, SJP –</strong> Momentum bulan suci Ramadan menjadi saksi pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan pengangkatan pertama ASN dalam Jabatan Fungsional di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bondowoso, Kamis (26/2/2026).</p>
<p data-start="114" data-end="352">Sebanyak 282 Aparatur Sipil Negara (ASN) dari rumpun kesehatan, ilmu hayat dan pendidikan tersebut, merupakan CPNS formasi tahun 2022 yang telah menunggu 4 tahun dan baru dilantik tahun ini, di Pendopo Raden Bagus Assra.</p>
<p data-start="354" data-end="572">Wakil Bupati Bondowoso, <span class="hover:entity-accent entity-underline inline cursor-pointer align-baseline"><span class="whitespace-normal">As'ad Yahya Syafi'i, usai melantik 282 ASN</span></span> menegaskan, pelantikan ini bukan sekadar prosesi administratif, melainkan amanah besar yang harus dijaga dengan integritas dan profesionalisme.</p>
<p data-start="574" data-end="781">“Mulai hari ini saudara tidak hanya memegang jabatan, tetapi juga memegang kepercayaan masyarakat. Jadikan pelayanan publik sebagai ladang ibadah sosial, bekerja dengan ilmu, melayani dengan hati,” pesannya.</p>
<p data-start="783" data-end="1001">Ia menyebut, pengangkatan pertama ini merupakan jawaban atas penantian panjang para ASN formasi 2022 yang seharusnya telah diangkat setahun setelah masa percobaan CPNS.</p>
<p data-start="783" data-end="1001">"Ahlamdulillah, proses (Pelantikan) tersebut baru terealisasi tahun ini," imbuhnya..</p>
<p data-start="1003" data-end="1202">Sementara itu, Kepala <span class="hover:entity-accent entity-underline inline cursor-pointer align-baseline"><span class="whitespace-normal">Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Bondowoso</span></span>, Puspo Pranoto, menjelaskan, keterlambatan pengangkatan bukan disebabkan persoalan disiplin atau hukuman, melainkan karena pertimbangan penganggaran.</p>
<p data-start="1204" data-end="1363">“Tidak ada masalah apa-apa. Hanya kita berhitung di penganggaran. Kita koordinasi dengan BPKAD, Bappeda, dan BKPSDM sehingga tahun ini bisa diangkat,” ujarnya usai pelantikan.</p>
<p data-start="1365" data-end="1632">Ia menegaskan, ini bukan kenaikan pangkat, melainkan pengangkatan pertama dalam jabatan fungsional bagi formasi CPNS tahun 2022. Setelah resmi diangkat, para pejabat fungsional tersebut berhak menerima gaji pokok serta tunjangan fungsional yang besarannya bervariasi.</p>
<p data-start="1634" data-end="1785">“Relatif ya, tergantung jenis fungsionalnya. Paling rendah (tunjangan) sekitar Rp200 ribuan sampai Rp300 ribuan per bulan. Itu untuk fungsional pertama,” jelasnya.</p>
<p data-start="1787" data-end="2064">Dari total formasi 2022 tersebut, penempatan terbesar berada di sektor pelayanan publik. Di antaranya pada Dinas Kesehatan dan rumah sakit daerah, Dinas Pendidikan, Dinas Peternakan, Perkim, BSDK, hingga Inspektorat.</p>
<p data-start="1787" data-end="2064">"Khusus tenaga kesehatan (nakes), tercatat sekitar 157 orang," ungkapnya.</p>
<p data-start="2066" data-end="2260">Puspo juga menyebut, sebagian ASN yang telah diangkat kini memasuki masa kenaikan pangkat reguler sesuai ketentuan. Mayoritas berada di golongan IIIA, sementara untuk dokter ada yang sudah IIIB.</p>
<p data-start="2262" data-end="2381">“Sudah waktunya naik pangkat. Tetap di jenjang pertama, tapi golongannya bisa naik, misalnya dari 3A ke 3B,” pungkasnya. <strong>(*)</strong></p>
<p data-start="2262" data-end="2381"><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>
</div>
</div>
</div>
</div>
</div>
</div>
</article>
</div>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Jalan Lingkar Selatan Bondowoso Belum Terealisasi, Dinas BSBK Fokus Amankan Aset</title>
<link>https://suarajatimpost.com/jalan-lingkar-selatan-bondowoso-belum-terealisasi-dinas-bsbk-fokus-amankan-aset</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/jalan-lingkar-selatan-bondowoso-belum-terealisasi-dinas-bsbk-fokus-amankan-aset</guid>
<description><![CDATA[ Tahun 2026, Pemkab memprioritaskan pengamanan lahan yang sudah dibebaskan sambil menunggu realisasi anggaran jembatan dari pemerintah pusat. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202602/image_870x580_699ff619bf616.webp" length="68114" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 26 Feb 2026 15:30:51 +0700</pubDate>
<dc:creator>Rizqi Ardian</dc:creator>
<media:keywords>jembatan, BSBK, Lingkar selatan, ring road, BSBK, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p data-start="164" data-end="420"><strong>BONDOWOSO, SJP –</strong> Pembangunan Jalan Lingkar Selatan di Desa Pancoran dan Kejawan hingga kini belum terealisasi secara tuntas. Pemerintah Kabupaten Bondowoso masih menghadapi kendala konektivitas dan keterbatasan anggaran, terutama untuk pembangunan jembatan penghubung.</p>
<p data-start="422" data-end="627">Kepala Dinas Bina Marga Sumber Daya Air dan Bina Konstruksi (BSBK) Kabupaten Bondowoso, Ansori, menjelaskan, belum terbangunnya jembatan menjadi faktor utama tersendatnya penyelesaian proyek tersebut.</p>
<p data-start="629" data-end="854">“Lingkar Selatan itu belum ada jembatannya. Kita sudah usulkan ke kementerian, juga melalui DAK dan provinsi. Tapi belum bisa direalisasikan karena jalannya belum terkoneksi,” ujar Ansori saat dikonfirmasi, Kamis (26/2/2026).</p>
<p data-start="856" data-end="1098">Ia menegaskan, persoalan tersebut bukan disebabkan oleh pembebasan lahan. Menurutnya, sisa lahan yang belum tuntas relatif kecil dan dapat diselesaikan. Namun pembangunan jembatan menjadi syarat utama agar ruas jalan bisa tersambung sempurna.</p>
<p data-start="1100" data-end="1287">Ansori menyebutkan, ruas jalan yang belum terselesaikan diperkirakan kurang dari dua kilometer, ditambah satu unit jembatan. Tanpa jembatan, jalan tidak dapat difungsikan secara maksimal.</p>
<p data-start="1289" data-end="1335">“Kurang dua kilometer plus jembatan,” katanya.</p>
<p data-start="1337" data-end="1572">Untuk tahun 2026, pihaknya memprioritaskan pengamanan aset. Sejumlah lahan yang telah dibebaskan sebelumnya masih dimanfaatkan warga, sehingga perlu dilakukan penertiban dan pengamanan agar tidak menimbulkan persoalan di kemudian hari.</p>
<p data-start="1574" data-end="1780">Pada 2025, pemerintah daerah sebenarnya telah menyiapkan anggaran pembebasan lahan. Namun realisasinya belum dapat dilakukan karena harus melalui proses appraisal atau penilaian harga tanah terlebih dahulu.</p>
<p data-start="1782" data-end="1967">Terkait pembangunan jembatan, Ansori mengakui kemampuan APBD Kabupaten Bondowoso masih terbatas. Estimasi kebutuhan anggaran untuk satu jembatan berkisar antara Rp20 hingga Rp25 miliar.</p>
<p data-start="1969" data-end="2123">“Kalau jembatan, APBD belum cukup. Untuk pembebasan lahan dan perkerasan mungkin bisa, tapi kalau pengaspalan dan konstruksi penuh belum mampu,” jelasnya.</p>
<p data-start="2125" data-end="2328">Karena itu, pembangunan jembatan di Jalan Lingkar Selatan tetap diusulkan ke kementerian. Selain di ruas Pancoran–Kejawan, terdapat dua jembatan lain yang juga diajukan, yakni di Desa Koncer dan Tegalampel.</p>
<p data-start="2330" data-end="2549" data-is-last-node="" data-is-only-node="">"Kami berharap dukungan anggaran dari pemerintah pusat dapat segera terealisasi agar Jalan Lingkar Selatan bisa tersambung sepenuhnya dan mendukung kelancaran arus lalu lintas di wilayah Bondowoso," tandasnya. <strong>(*)</strong></p>
<p data-start="2330" data-end="2549" data-is-last-node="" data-is-only-node=""><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Di Tengah Sorotan MBG di Bondowoso, SPPG Sumberkalong Konsisten Jaga Gizi selama Bulan Ramadan</title>
<link>https://suarajatimpost.com/di-tengah-sorotan-mbg-di-bondowoso-sppg-sumberkalong-konsisten-jaga-gizi-selama-bulan-ramadan</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/di-tengah-sorotan-mbg-di-bondowoso-sppg-sumberkalong-konsisten-jaga-gizi-selama-bulan-ramadan</guid>
<description><![CDATA[ SPPG Sumberkalong Bondowoso berinovasi sajikan menu kering tahan lama selama Ramadan dengan standar gizi seimbang dan pengawasan ketat, guna menjawab sorotan publik terkait kualitas MBG. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202602/image_870x580_699fa10863564.webp" length="36848" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 26 Feb 2026 10:00:04 +0700</pubDate>
<dc:creator>Rizqi Ardian</dc:creator>
<media:keywords>MBG, Kodim 0822, SPPG, Suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p data-start="80" data-end="468"><strong>BONDOWOSO, SJP –</strong> Ramadan tahun ini menjadi momentum evaluasi sekaligus pembenahan bagi pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Bondowoso. Di tengah gelombang protes terkait menu kering yang sebelumnya dikeluhkan para wali murid, ada juga Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) memilih menjawabnya dengan inovasi dan penguatan kualitas layanan.</p>
<p data-start="470" data-end="802">Seperti diberitakan sebelumnya, menu kering MBG selama Ramadan sempat menuai kritik. Keluhan para orang tua bahkan ramai diperbincangkan di media sosial, termasuk melalui unggahan akun Instagram <em>@lambeturah_official </em>yang memiliki jutaan pengikut. Paket makanan dinilai kurang dari sisi kualitas, kelengkapan gizi, hingga pengemasan.</p>
<p data-start="804" data-end="1024">Sebagian orang tua mengaku kecewa karena buah yang diterima anak-anak mereka dalam kondisi kurang segar. Susu, yang diharapkan menjadi bagian penting asupan nutrisi, juga disebut tidak selalu tersedia dalam setiap paket.</p>
<p data-start="1026" data-end="1213">Menanggapi situasi tersebut, SPPG Sumberkalong Kecamatan Wonosari menegaskan komitmennya untuk tetap menjaga mutu pelayanan. Mereka melakukan penyesuaian bentuk menu tanpa mengurangi standar kandungan gizi.</p>
<p data-start="1215" data-end="1384">Ahli Gizi Dapur SPPG Sumberkalong, Feby Andriyanti, menjelaskan, perubahan dilakukan pada jenis dan bentuk makanan yang didistribusikan selama bulan puasa.</p>
<p data-start="1386" data-end="1518">“Selama bulan Ramadan, penyesuaian utama dilakukan pada jenis dan bentuk makanan yang didistribusikan,” ujar Feby, Kamis (26/2/2026).</p>
<p data-start="1520" data-end="1755">“Menu yang semula berupa makanan siap santap diganti menjadi menu kering yang memiliki daya tahan lebih lama, umumnya hingga kurang lebih 12 jam. Hal ini bertujuan agar makanan tetap layak konsumsi saat waktu berbuka puasa,” tambahnya.</p>
<p data-start="1757" data-end="2059">Menurutnya, inovasi ini bukan sekadar mengganti bentuk makanan, melainkan juga mempertimbangkan daya tahan, kemudahan konsumsi, serta kecukupan energi setelah seharian berpuasa. Diversifikasi pangan lokal seperti umbi-umbian dan kacang-kacangan juga mulai diterapkan sebagai bagian dari pengayaan menu.</p>
<p data-start="2061" data-end="2199">“Komposisi menu juga disesuaikan agar praktis, mudah dikonsumsi, dan tetap memenuhi kebutuhan energi setelah seharian berpuasa,” imbuhnya.</p>
<p data-start="2201" data-end="2338">Feby menegaskan bahwa meskipun bentuknya berubah menjadi menu kering, prinsip gizi seimbang tetap menjadi landasan utama penyusunan menu.</p>
<p data-start="2340" data-end="2525">“Kandungan menu tetap memperhatikan unsur utama seperti karbohidrat sebagai sumber energi, protein untuk pemulihan dan daya tahan tubuh, serta dilengkapi vitamin dan mineral,” jelasnya.</p>
<p data-start="2527" data-end="2647">“Pada bulan puasa, porsi dan komposisi dirancang agar mampu menggantikan energi yang hilang selama berpuasa,” tambahnya.</p>
<p data-start="2649" data-end="2866">Untuk memastikan kualitas tetap terjaga, dapur SPPG Sumberkalong menerapkan pengawasan ketat sejak tahap awal. Mulai dari pemilihan bahan baku, proses pengolahan yang higienis, hingga sistem pengemasan dan distribusi.</p>
<p data-start="2868" data-end="3066">“Kualitas makanan dijaga melalui beberapa tahapan, mulai dari pemilihan bahan baku yang baik, proses pengolahan yang higienis, hingga pengemasan yang aman agar makanan tidak mudah rusak,” tandasnya.</p>
<p data-start="3068" data-end="3159">Distribusi pun diatur agar jarak waktu antara produksi dan konsumsi tetap dalam batas aman.</p>
<p data-start="3161" data-end="3356">“Proses distribusi juga diatur agar waktu antara produksi dan konsumsi tetap dalam batas aman, sehingga makanan yang diterima tetap sehat, bergizi, dan layak dikonsumsi saat berbuka,” pungkasnya.</p>
<p data-start="3358" data-end="3673" data-is-last-node="" data-is-only-node="">Melalui inovasi tersebut, Dapur SPPG Sumberkalong berharap program pemenuhan gizi tetap berjalan optimal selama Ramadan.</p>
<p data-start="3358" data-end="3673" data-is-last-node="" data-is-only-node="">Di tengah sorotan publik, mereka berupaya memastikan bahwa setiap paket yang diterima benar-benar mendukung penerima manfaat menjalankan ibadah puasa dengan tubuh yang sehat dan tetap bertenaga. <strong>(*)</strong></p>
<p data-start="3358" data-end="3673" data-is-last-node="" data-is-only-node=""><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Menu Kering MBG Saat Ramadan Dikeluhkan, Harapan Orang Tua di Bondowoso Jangan Sampai Pupus</title>
<link>https://suarajatimpost.com/menu-kering-mbg-saat-ramadan-dikeluhkan-harapan-orang-tua-di-bondowoso-jangan-sampai-pupus</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/menu-kering-mbg-saat-ramadan-dikeluhkan-harapan-orang-tua-di-bondowoso-jangan-sampai-pupus</guid>
<description><![CDATA[ Menu kering MBG selama Ramadan di Bondowoso dikeluhkan wali murid karena dinilai minim gizi dan kurang layak, SPPG akui sudah laporkan ke BGN dan akan lakukan evaluasi mutu serta distribusi. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202602/image_870x580_699f9d536d73f.webp" length="12826" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 26 Feb 2026 09:00:24 +0700</pubDate>
<dc:creator>Rizqi Ardian</dc:creator>
<media:keywords>MBG, Frozen Food, kesehatan, SPPG, Prabowo, TNI, Kodim, POlri, KPK, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p data-start="97" data-end="341"><strong>BONDOWOSO, SJP – </strong>Harapan besar orang tua terhadap program Makan Bergizi Gratis (MBG) di bulan Ramadan justru berubah menjadi kekecewaan. Sejumlah wali murid di Kabupaten Bondowoso mengeluhkan kualitas menu kering yang diterima anak-anak mereka.</p>
<p data-start="343" data-end="666">Keluhan itu tak hanya bergulir dari mulut ke mulut. Di media sosial, protes sempat ramai diperbincangkan, salah satunya melalui unggahan akun Instagram <em>@lambeturah_official</em> yang memiliki jutaan pengikut. Isi unggahan tersebut ternyata sejalan dengan apa yang dirasakan para orang tua siswa di sejumlah sekolah di Bondowoso.</p>
<p data-start="668" data-end="833">Paket makanan kering yang dibagikan dinilai jauh dari ekspektasi. Bukan hanya soal rasa, tetapi juga kelengkapan gizi dan cara pengemasan yang dianggap kurang layak.</p>
<p data-start="835" data-end="1052">Beberapa orang tua mengungkapkan, buah yang diterima anak mereka dalam kondisi asam bahkan hampir layu. Sementara susu, yang diharapkan menjadi bagian penting pemenuhan nutrisi, justru tidak selalu ada di dalam paket.</p>
<p data-start="1054" data-end="1327">AI, wali murid di SDN Dabasah 3 Bondowoso, menceritakan pengalaman anaknya saat menerima paket MBG pada 23 Februari lalu. Ia menyebut isi paket hanya terdiri dari dua pisang kecil yang kurang segar, tiga butir kurma, sedikit kedelai dalam plastik klip, serta sepotong roti.</p>
<p data-start="1329" data-end="1543">Menurut AI, niat pemerintah melalui program ini patut diapresiasi. Namun, ia menilai pengawasan di tingkat pelaksana masih perlu diperkuat. Banyak wali murid lain, katanya, merasakan hal serupa tetapi memilih diam.</p>
<p data-start="1545" data-end="1697">“Kalau tujuannya mencetak generasi emas, tapi mutunya seperti ini, yang lahir bukan emas, bisa-bisa malah generasi besi tua,” ujarnya, Rabu (25/2/2026) kemarin.</p>
<p data-start="1699" data-end="1887">Nada kecewa juga datang dari VG, wali murid di SMKN 1 Bondowoso. Ia menyoroti cara pengemasan makanan yang hanya menggunakan plastik kresek putih tanpa wadah yang lebih layak dan higienis.</p>
<p data-start="1889" data-end="2220">Meski demikian, tidak semua orang tua menginginkan program ini dihentikan. MR, wali murid di Kecamatan Wringin, berharap persoalan tersebut tidak berujung pada penutupan dapur penyedia MBG.</p>
<p data-start="1889" data-end="2220">Baginya, yang perlu diperbaiki adalah mutu dan pengawasan, bukan menghentikan program yang juga menjadi sumber penghasilan bagi para pekerja.</p>
<p data-start="2222" data-end="2377">Menanggapi keluhan tersebut, Koordinator SPPG Kabupaten Bondowoso, Mila Afriana Agustina, menyatakan laporan sudah diteruskan ke Badan Gizi Nasional (BGN).</p>
<p data-start="2379" data-end="2495">“SPPG ini sudah kami laporkan ke BGN pusat sebagai laporan khusus apabila ada hal-hal yang kurang baik,” jelas Mila, Kamis (26/2/2026).</p>
<p data-start="2497" data-end="2849">Ia menerangkan bahwa anggaran MBG per porsi berbeda sesuai kategori penerima. Untuk balita hingga siswa kelas 3 SD, anggaran sebesar Rp 8.000 per porsi (porsi kecil).</p>
<p data-start="2497" data-end="2849">Sedangkan untuk siswa kelas 4 SD ke atas, ibu hamil, dan ibu menyusui, sebesar Rp 10.000 per porsi (porsi besar). Perbedaan tersebut dihitung berdasarkan standar gramasi oleh ahli gizi.</p>
<p data-start="2851" data-end="2962">Terkait pengemasan menggunakan plastik kresek, Mila menegaskan bahwa distribusi seharusnya menggunakan totebag.</p>
<p data-start="2964" data-end="3035">“Harusnya ada totebag. Kami akan kroscek kembali di lapangan,” ujarnya.</p>
<p data-start="3037" data-end="3433">Soal tidak adanya susu dalam beberapa paket, Mila menjelaskan bahwa susu bukan komponen wajib selama telah digantikan sumber protein lain seperti telur, abon, atau dendeng.</p>
<p data-start="3037" data-end="3433">Selain itu, ia mengakui ketersediaan susu saat ini cukup terbatas di pasaran. Di Bondowoso sendiri belum ada UMKM yang memproduksi susu murni olahan siap konsumsi sesuai standar, sehingga masih bergantung pada susu kemasan.</p>
<p data-start="3435" data-end="3482">“Barangnya langka dan sulit dicari,” terangnya.</p>
<p data-start="3484" data-end="3771" data-is-last-node="" data-is-only-node="">Mendatang, SPPG memastikan akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap distribusi dan kualitas menu. Harapannya, pelaksanaan MBG selama Ramadan tetap berjalan sesuai standar dan benar-benar menghadirkan manfaat nyata bagi tumbuh kembang siswa, sebagaimana cita-cita awal program tersebut. <strong>(*)</strong></p>
<p data-start="3484" data-end="3771" data-is-last-node="" data-is-only-node=""><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Wagub Emil Tinjau Tol Gending–Besuki, Target Dibuka Fungsional H&amp;10 Lebaran 2026</title>
<link>https://suarajatimpost.com/wagub-emil-tinjau-tol-gendingbesuki-target-dibuka-fungsional-h-10-lebaran-2026</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/wagub-emil-tinjau-tol-gendingbesuki-target-dibuka-fungsional-h-10-lebaran-2026</guid>
<description><![CDATA[ Wagub Jatim Emil Elestianto Dardak meninjau finalisasi Tol Probolinggo-Situbondo-Banyuwangi ruas Gending–Besuki yang ditargetkan dibuka fungsional H-10 Lebaran 2026 guna memperlancar arus mudik dan mendukung perekonomian Situbondo. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202602/image_870x580_699f1015c50f5.webp" length="26806" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 25 Feb 2026 23:32:12 +0700</pubDate>
<dc:creator>Rizqi Ardian</dc:creator>
<media:keywords>Tol, gending, situbondo, paiton, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p data-start="86" data-end="399"><strong>SITUBONDO, SJP –</strong> Deru alat berat dan lalu-lalang pekerja tak berhenti meski waktu terus mendekati tenggat. Di bawah terik matahari pesisir utara Jawa Timur, Wakil Gubernur Jawa Timur, <span class="hover:entity-accent entity-underline inline cursor-pointer align-baseline"><span class="whitespace-normal">Emil Elestianto Dardak</span></span>, turun langsung meninjau progres pembangunan ruas tol Gending–Besuki, Rabu (25/2/2026).</p>
<p data-start="401" data-end="626">Kunjungan itu bukan sekadar seremoni. Emil ingin memastikan jalur Tol <span class="hover:entity-accent entity-underline inline cursor-pointer align-baseline"><span class="whitespace-normal">Probolinggo-Situbondo-Banyuwangi</span></span> siap dibuka secara fungsional pada H-10 Lebaran 2026, guna mendukung kelancaran arus mudik di kawasan Tapal Kuda.</p>
<p data-start="628" data-end="848">Ruas yang ditinjau meliputi Gending–Kraksaan, Kraksaan–Paiton, hingga Paiton–Besuki. Dari atas badan jalan yang sebagian masih diberlakukan sistem buka-tutup, Emil melihat langsung proses penyempurnaan di sejumlah titik.</p>
<p data-start="850" data-end="1054">“Ini semua sedang dikerjakan dan difinalisasi. Masih ada 13 hari lagi menuju H-10 Lebaran 2026. Teman-teman di sini bekerja 24 jam. Mudah-mudahan ini bisa memperlancar arus mudik warga nantinya,” ujarnya.</p>
<p data-start="1056" data-end="1287">Menurut Emil, pembukaan fungsional jalur Gending–Paiton hingga Besuki sangat dinantikan masyarakat. Selain memangkas waktu tempuh, kehadiran tol ini diharapkan mampu mengurai kepadatan kendaraan yang kerap terjadi saat musim mudik.</p>
<p data-start="1289" data-end="1475">Ia menegaskan, pembukaan ini bersifat sementara. Setelah periode Lebaran selesai, ruas tol akan kembali ditutup guna memenuhi seluruh persyaratan operasional sebelum dibuka secara penuh.</p>
<p data-start="1477" data-end="1679">Dalam peninjauan tersebut, Emil juga melihat langsung gerbang tol Situbondo Barat yang masuk dalam paket 3 dengan panjang 25,7 kilometer. Proyek ini tergolong menantang karena harus membelah perbukitan.</p>
<p data-start="1681" data-end="1876">“Pengerjaan mainroad sudah selesai, namun ada beberapa titik yang perlu disempurnakan. Secara teknik memang rumit, tetapi dari atas kita bisa melihat pemandangan laut yang luar biasa,” ungkapnya.</p>
<p data-start="1878" data-end="2015">Beberapa bagian bahkan masih dilakukan pembongkaran lapisan beton untuk memastikan permukaan jalan lebih rata dan aman dilalui kendaraan.</p>
<p data-start="2017" data-end="2207">Di balik kerja keras tanpa henti para pekerja, harapan besar masyarakat pun menggantung. Bukan hanya soal kelancaran mudik, tetapi juga dampak jangka panjang bagi pertumbuhan ekonomi daerah.</p>
<p data-start="2209" data-end="2286">“Semoga ini bisa menunjang perekonomian yang ada di Situbondo,” pungkas Emil.</p>
<p data-start="2288" data-end="2470" data-is-last-node="" data-is-only-node="">Jika target tercapai, ruas tol ini akan menjadi akses vital baru yang menghubungkan wilayah pesisir utara Jawa Timur, sekaligus memberi warna baru bagi perjalanan mudik Lebaran 2026. <strong>(*)</strong></p>
<p data-start="2288" data-end="2470" data-is-last-node="" data-is-only-node=""><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Bulog Bondowoso Gelar Gerakan Pangan Murah, Jaga Daya Beli Warga Selama Ramadan</title>
<link>https://suarajatimpost.com/bulog-bondowoso-gelar-gerakan-pangan-murah-jaga-daya-beli-warga-selama-ramadan</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/bulog-bondowoso-gelar-gerakan-pangan-murah-jaga-daya-beli-warga-selama-ramadan</guid>
<description><![CDATA[ Perum Bulog Bondowoso bersama Pemkab menggelar gerakan pangan murah di seluruh kecamatan selama Ramadhan 1447 H, menjual Beras SPHP Rp57.000/5 kg dan Minyakita Rp15.000/liter serta memastikan stok dan harga kebutuhan pokok tetap stabil jelang Idul Fitri. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202602/image_870x580_699f11525fb4b.webp" length="73972" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 25 Feb 2026 22:28:19 +0700</pubDate>
<dc:creator>Rizqi Ardian</dc:creator>
<media:keywords>ketahanan pangan, swasembada pangan, pertanian, presiden, prabowo, TNI, Kodim, PPL, Babinsa, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p data-start="86" data-end="371"><strong>BONDOWOSO, SJP – </strong>Selama bulan puasa, halaman kantor kecamatan di berbagai wilayah Bondowoso tampak lebih ramai dari biasanya. Warga datang silih berganti, membawa harapan sederhana: mendapatkan bahan pokok dengan harga terjangkau di tengah kebutuhan Ramadan yang meningkat.</p>
<p data-start="373" data-end="580">Melalui gerakan pangan murah, Perum Bulog Kantor Cabang Bondowoso bersama Pemerintah Daerah turun langsung melayani masyarakat di seluruh kecamatan selama Ramadhan 1447 Hijriah.</p>
<p data-start="582" data-end="807">Setiap hari, kegiatan ini digelar bergiliran di kantor-kantor kecamatan. Warga bisa membeli Beras SPHP seharga Rp57.000 per 5 kilogram dan Minyakita Rp15.000 per liter, harga yang diharapkan mampu menjaga daya beli masyarakat.</p>
<p data-start="809" data-end="989">Pemimpin Cabang Perum Bulog Bondowoso, Hesty Retno Kusumastuti, mengatakan, gerakan ini merupakan langkah konkret untuk menjaga stabilitas harga bahan pokok selama bulan suci.</p>
<p data-start="991" data-end="1150">“Tidak hanya gerakan pangan murah, kami juga melakukan pengecekan harga kebutuhan pokok di Pasar Induk Bondowoso,” ujarnya saat dikonfirmasi, Rabu (25/2/2026).</p>
<p data-start="1152" data-end="1372">Menurutnya, pemantauan harga akan terus dilakukan secara berkelanjutan hingga menjelang Hari Raya Idulfitri. Dari hasil peninjauan, harga kebutuhan pokok terpantau relatif stabil dan belum mengalami kenaikan signifikan.</p>
<p data-start="1374" data-end="1689">Kabar baik lainnya, stok pangan di Bondowoso dipastikan dalam kondisi aman. Pada awal Februari 2026, stok beras tercatat mencapai sekitar 40 ribu ton yang tersimpan di sejumlah gudang Bulog. Sementara itu, stok minyak goreng mencapai sekitar 100 ribu liter di gudang Bondowoso dan 60 ribu liter di gudang Situbondo.</p>
<p data-start="1691" data-end="1898">"Dengan kombinasi operasi pasar dan ketersediaan stok yang memadai, Bulog dan pemerintah daerah berharap masyarakat dapat menjalani Ramadhan dengan lebih tenang, tanpa dihantui lonjakan harga kebutuhan pokok," tandasnya.</p>
<p data-start="1900" data-end="2045" data-is-last-node="" data-is-only-node="">Di tengah meningkatnya kebutuhan selama bulan suci, gerakan ini menjadi bentuk kehadiran negara untuk memastikan dapur masyarakat tetap mengepul. <strong>(*)</strong></p>
<p data-start="1900" data-end="2045" data-is-last-node="" data-is-only-node=""><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>SPPG Buduan Situbondo Tetap Jaga Asupan Gizi Saat Ramadan, Andalkan Menu Kering Tahan 12 Jam</title>
<link>https://suarajatimpost.com/sppg-buduan-situbondo-tetap-jaga-asupan-gizi-saat-ramadan-andalkan-menu-kering-tahan-12-jam</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/sppg-buduan-situbondo-tetap-jaga-asupan-gizi-saat-ramadan-andalkan-menu-kering-tahan-12-jam</guid>
<description><![CDATA[ SPPG Buduan, Kecamatan Suboh, Situbondo, berinovasi menghadirkan menu kering tahan 12 jam selama Ramadan 1447 H untuk memastikan 1.736 penerima manfaat tetap mendapatkan asupan gizi yang layak saat berbuka puasa. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202602/image_870x580_699f0e6a45888.webp" length="37288" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 25 Feb 2026 22:00:48 +0700</pubDate>
<dc:creator>Rizqi Ardian</dc:creator>
<media:keywords>MBG, Frozen Food, kesehatan, SPPG, Prabowo, TNI, Kodim, POlri, KPK, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p data-start="89" data-end="445"><strong>SITUBONDO, SJP –</strong> Suasana dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Buduan di Kecamatan Suboh, Kabupaten Situbondo, tetap sibuk seperti hari-hari biasa. Namun, ada yang berbeda selama bulan suci Ramadan 1447 Hijriah.</p>
<p data-start="89" data-end="445">Aroma masakan hangat yang biasanya langsung disantap, kini berganti dengan sajian menu kering yang disiapkan khusus untuk berbuka puasa.</p>
<p data-start="447" data-end="626">Bagi 1.736 penerima manfaat yang terdiri dari siswa, guru, hingga kelompok 3B, kehadiran menu ini menjadi solusi agar kebutuhan gizi tetap terpenuhi tanpa mengganggu ibadah puasa.</p>
<p data-start="628" data-end="901">Kepala Dapur SPPG Buduan, Bagas Deo Pradana, mengatakan, inovasi menu kering menjadi strategi utama selama Ramadan. Penyesuaian ini dilakukan karena mayoritas penerima manfaat menjalankan ibadah puasa sehingga makanan tidak bisa langsung dikonsumsi setelah didistribusikan.</p>
<p data-start="903" data-end="1103">“Selama bulan Ramadan, menu yang didistribusikan adalah menu kering yang dapat bertahan hingga 12 jam. Harapannya, makanan tersebut tetap layak dan aman dikonsumsi saat waktu berbuka puasa,” ujarnya.</p>
<p data-start="1105" data-end="1374">Menurutnya, perubahan ini bukan sekadar mengganti jenis makanan. Tim dapur tetap memperhitungkan kandungan gizi, cita rasa, serta kepraktisan penyajian. Dengan begitu, penerima manfaat tetap memperoleh asupan energi yang cukup setelah seharian menahan lapar dan dahaga.</p>
<p data-start="1376" data-end="1557">Meski bentuk penyajian berbeda dari biasanya, pelayanan tidak mengalami pengurangan. Jumlah porsi tetap sama, distribusi berjalan normal, dan kualitas tetap menjadi prioritas utama.</p>
<p data-start="1559" data-end="1721">“Bentuk penyajiannya memang berbeda dengan hari biasa, namun tujuan utamanya tetap sama, yaitu memastikan kebutuhan gizi penerima manfaat terpenuhi,” jelas Bagas.</p>
<p data-start="1723" data-end="1992">Langkah ini menjadi contoh bagaimana layanan publik mampu beradaptasi dengan kebutuhan masyarakat.</p>
<p data-start="1723" data-end="1992">"Di tengah suasana Ramadan yang sarat makna, SPPG Buduan tidak hanya mendukung kelancaran ibadah puasa, tetapi juga memastikan kesehatan dan pemenuhan gizi tetap terjaga," pungkasnya. <strong>(**)</strong></p>
<p data-start="1723" data-end="1992"><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Cegah Kerusakan Jalan Alternatif Pasca Penutupan Jembatan Sentong Bondowoso, Ini Imbauan Camat Curahdami</title>
<link>https://suarajatimpost.com/cegah-kerusakan-jalan-alternatif-pasca-penutupan-jembatan-sentong-bondowoso-ini-imbauan-camat-curahdami</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/cegah-kerusakan-jalan-alternatif-pasca-penutupan-jembatan-sentong-bondowoso-ini-imbauan-camat-curahdami</guid>
<description><![CDATA[ Lonjakan kendaraan di jalur alternatif Curahdami membuat pemerintah bergerak cepat menambal lubang dan mengeluarkan imbauan keselamatan. Warga diminta waspada, sementara kendaraan berat dilarang melintas demi keamanan bersama. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202602/image_870x580_699ec8c841eb7.webp" length="46848" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 25 Feb 2026 16:34:30 +0700</pubDate>
<dc:creator>Rizqi Ardian</dc:creator>
<media:keywords>bencana, angin, banjir, longsor, puting beliung, BPBD, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p data-start="199" data-end="528"><strong data-start="199" data-end="217">BONDOWOSO, SJP</strong> – Penutupan total Jembatan Sentong di Kelurahan Nangkaan, Kabupaten Bondowoso, membuat arus lalu lintas dialihkan ke jalur alternatif berstatus jalan kabupaten, di wilayah Kecamatan Curahdami dan Grujugan.</p>
<p data-start="199" data-end="528">Meningkatnya volume kendaraan di ruas jalan kabupaten di wilayah Kecamatan Curahdami memunculkan persoalan baru, yakni kondisi jalan berlubang yang berpotensi membahayakan pengguna jalan.</p>
<p data-start="530" data-end="736">Wakil Gubernur Jawa Timur, <span class="hover:entity-accent entity-underline inline cursor-pointer align-baseline"><span class="whitespace-normal">Emil Elestianto Dardak</span></span>, menegaskan perbaikan jalur alternatif menjadi prioritas agar mobilitas masyarakat tetap aman selama proses pembangunan jembatan berlangsung.</p>
<p data-start="738" data-end="902">“Memang ada bolong-bolong karena biasanya jalan itu tidak menjadi prioritas utama. Tapi sekarang harus ditangani,” ujar Emil saat meninjau Jembatan Sentong yang amblas, Rabu (25/2/2026).</p>
<p data-start="738" data-end="902"><span style="font-size: 14px;">Dalam kesempatan yang sama, Bupati Bondowoso, </span><span class="hover:entity-accent entity-underline inline cursor-pointer align-baseline" style="font-size: 14px;"><span class="whitespace-normal">Abdul Hamid Wahid</span></span><span style="font-size: 14px;">, memastikan pihaknya telah berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi Jawa Timur terkait percepatan penanganan jalan berlubang tersebut.</span></p>
<p data-start="1494" data-end="1666">“Kita sudah koordinasi. Ada bantuan aspal dari provinsi dengan skema sharing pekerjaan untuk penggarapan jalan alternatif ini. Insyaallah segera kita laksanakan,” ujarnya.</p>
<p data-start="1668" data-end="1827">Ia menjelaskan, karena keterbatasan waktu dan anggaran, perbaikan tahap awal difokuskan pada penambalan lubang terlebih dahulu guna mencegah risiko kecelakaan.</p>
<p data-start="1829" data-end="1879">“Yang penting tidak ada lubangnya dulu,” tegasnya.</p>
<p data-start="1829" data-end="1879"><strong>Camat Curahdami Keluarkan Imbauan Keselamatan</strong></p>
<p data-start="1932" data-end="2179">Meningkatnya arus kendaraan juga berdampak langsung pada wilayah Kecamatan Curahdami yang kini menjadi jalur perlintasan alternatif. Menyikapi hal itu, Camat Curahdami, <span class="hover:entity-accent entity-underline inline cursor-pointer align-baseline"><span class="whitespace-normal">Guruh Purnama Putra</span></span>, mengeluarkan imbauan kepada masyarakat.</p>
<p data-start="2181" data-end="2333">"Kami mengimbau dan meminta warga lebih berhati-hati saat berkendara, khususnya di ruas jalan desa dan kawasan permukiman yang kini dilalui kendaraan dalam jumlah besar," ujarnya usai mengikuti rapat koordinasi bersama beberapa OPD membahas dampak penutupan Jembatan Sentong.</p>
<p data-start="2335" data-end="2570">Selain itu, lanjutnya, orang tua juga diminta meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak agar tidak bermain di badan jalan.</p>
<p data-start="2335" data-end="2570">"Pengguna jalan diimbau mematuhi rambu dan arahan petugas di lapangan demi kelancaran kendaraan roda dua maupun roda empat," imbuhnya.</p>
<p data-start="2572" data-end="2836">Tak hanya itu, warga di sekitar jalur alternatif diharapkan turut menjaga ketertiban dan keamanan lingkungan.</p>
<p data-start="2572" data-end="2836">"Kami juga secara tegas mengimbau kendaraan berat, seperti truk berkapasitas sedang maupun besar, agar tidak melintasi jalur alternatif wilayah Curahdami," tegasnya.</p>
<p data-start="2572" data-end="2836">Larangan itu dikeluarkan agar kontruksi jalan tidak rusak semakin parah. Mengingat jalan yang dilewati merupakan jalan penghubung antar desa yang tidak boleh dilewati kendaraan berat.</p>
<p data-start="2838" data-end="2983">"Langkah tersebut dilakukan untuk mencegah kerusakan jalan poros desa dan jembatan desa yang tidak dirancang menahan beban tonase kendaraan besar," pungkasnya. <strong>(*)</strong></p>
<p data-start="2838" data-end="2983"><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Pemprov Jatim dan Pemkab Bondowoso Akan Tambal Lubang Jalur Alternatif Pasca Penutupan Jembatan Sentong</title>
<link>https://suarajatimpost.com/pemprov-jatim-dan-pemkab-bondowoso-akan-tambal-lubang-jalur-alternatif-pasca-penutupan-jembatan-sentong</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/pemprov-jatim-dan-pemkab-bondowoso-akan-tambal-lubang-jalur-alternatif-pasca-penutupan-jembatan-sentong</guid>
<description><![CDATA[ emprov Jatim dan Pemkab Bondowoso bergerak cepat menambal lubang di jalur alternatif pasca penutupan Jembatan Sentong. Emil Elestianto Dardak dan Abdul Hamid Wahid memastikan perbaikan difokuskan pada penanganan titik berlubang agar aman dilalui selama pembangunan jembatan berlangsung. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202602/image_870x580_699ec39f8d2b1.webp" length="69616" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 25 Feb 2026 15:05:42 +0700</pubDate>
<dc:creator>Rizqi Ardian</dc:creator>
<media:keywords>bencana, angin, banjir, longsor, puting beliung, BPBD, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p data-start="259" data-end="539"><strong data-start="259" data-end="277">BONDOWOSO, SJP</strong> – Penutupan total Jembatan Sentong di Kelurahan Nangkaan, Kabupaten Bondowoso, membuat arus lalu lintas dialihkan ke jalur alternatif berstatus jalan kabupaten. Namun, kondisi ruas tersebut yang berlubang menjadi perhatian serius pemerintah daerah dan provinsi.</p>
<p data-start="541" data-end="785">Menanggapi situasi tersebut, Wakil Gubernur Jawa Timur, <span class="hover:entity-accent entity-underline inline cursor-pointer align-baseline"><span class="whitespace-normal">Emil Elestianto Dardak</span></span>, menegaskan, perbaikan jalan alternatif menjadi langkah prioritas agar mobilitas warga tetap aman selama proses pembangunan jembatan berlangsung.</p>
<p data-start="787" data-end="933">“Memang ada bolong-bolong karena biasanya jalan itu tidak menjadi prioritas utama. Tapi sekarang harus ditangani,” ujar Emil saat meninjau lokasi, Rabu (25/2/2026).</p>
<p data-start="935" data-end="1132">Menurutnya, jalur tersebut sebelumnya bukan lintasan utama sehingga penanganannya tidak menjadi fokus. Namun dengan penutupan Jembatan Sentong, kondisi berubah dan perbaikan harus segera dilakukan.</p>
<p data-start="1134" data-end="1249">“Tidak apa-apa belum bisa langsung mulus. Yang penting jangan berlubang dan membahayakan pengguna jalan,” tegasnya.</p>
<p data-start="1134" data-end="1249">Emil menjelaskan, perbaikan dilakukan melalui sinergi antara Pemerintah Provinsi Jawa Timur dan Pemerintah Kabupaten Bondowoso. Pemprov akan memberikan bantuan material aspal melalui Dinas Pekerjaan Umum, sementara pelaksanaan teknis penambalan dilakukan oleh pemerintah kabupaten.</p>
<p data-start="1573" data-end="1742">“Kita biasanya punya program bantuan aspal. Material dari provinsi, pengerjaan di lapangan oleh kabupaten. Tujuannya supaya masyarakat bisa lewat dengan aman,” jelasnya.</p>
<p data-start="1744" data-end="1885">Langkah ini diharapkan mampu meminimalisasi risiko kecelakaan serta menjaga kelancaran arus kendaraan yang kini terfokus di jalur alternatif.</p>
<p data-start="1744" data-end="1885">Sementara itu, Bupati Bondowoso, <span class="hover:entity-accent entity-underline inline cursor-pointer align-baseline"><span class="whitespace-normal">Abdul Hamid Wahid</span></span>, memastikan pihaknya telah berkoordinasi dengan Pemprov Jatim terkait percepatan penanganan jalan berlubang tersebut.</p>
<p data-start="2113" data-end="2285">“Kita sudah koordinasi. Ada bantuan aspal dari provinsi dengan skema sharing pekerjaan untuk penggarapan jalan alternatif ini. Insya Allah segera kita laksanakan,” ujarnya.</p>
<p data-start="2287" data-end="2434">Ia mengakui, karena keterbatasan waktu dan anggaran, perbaikan tahap awal difokuskan pada penambalan lubang agar tidak membahayakan pengguna jalan.</p>
<p data-start="2436" data-end="2486">“Yang penting tidak ada lubangnya dulu,” tegasnya.</p>
<p data-start="2436" data-end="2486">Penutupan Jembatan Sentong memang berdampak pada aktivitas ekonomi warga sekitar. Namun pemerintah menilai perbaikan jalur alternatif menjadi langkah awal yang krusial untuk menjaga kelancaran distribusi barang dan mobilitas masyarakat.</p>
<p data-start="2769" data-end="3016">Sementara itu, pembangunan ulang Jembatan Sentong sendiri diperkirakan berlangsung sekitar delapan bulan. Pemerintah berharap, selama masa pengerjaan, jalur alternatif yang telah ditambal dapat menjadi solusi sementara yang aman dan layak dilalui. <strong>(*)</strong></p>
<p data-start="2769" data-end="3016"><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Emil Dardak Pastikan Percepatan Pembangunan Ulang Jembatan Sentong Bondowoso</title>
<link>https://suarajatimpost.com/emil-dardak-pastikan-percepatan-pembangunan-ulang-jembatan-sentong-bondowoso</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/emil-dardak-pastikan-percepatan-pembangunan-ulang-jembatan-sentong-bondowoso</guid>
<description><![CDATA[ Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak memastikan pembangunan ulang Jembatan Sentong Bondowoso dipercepat setelah amblas. Proyek senilai Rp17,5 miliar dengan lebar 14 meter ditargetkan dimulai bulan Ramadan dan rampung dalam delapan bulan. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202602/image_870x580_699ebf0808ab8.webp" length="100094" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 25 Feb 2026 14:05:39 +0700</pubDate>
<dc:creator>Rizqi Ardian</dc:creator>
<media:keywords>bencana, angin, banjir, longsor, puting beliung, BPBD, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p data-start="118" data-end="416"><strong data-start="118" data-end="136">BONDOWOSO, SJP</strong> – Wakil Gubernur Jawa Timur, <span class="hover:entity-accent entity-underline inline cursor-pointer align-baseline"><span class="whitespace-normal">Emil Elestianto Dardak</span></span>, memastikan pembangunan ulang Jembatan Sentong di Kelurahan Nangkaan, Kecamatan Bondowoso, Kabupaten Bondowoso akan segera dipercepat menyusul kondisi jembatan yang amblas dan dinyatakan tidak lagi layak dilalui.</p>
<p data-start="418" data-end="608">Hal tersebut disampaikan Emil saat meninjau langsung lokasi amblasnya Jembatan Sentong pada Rabu (25/2/2026). Ia hadir bersama jajaran pemerintah daerah dan berdialog dengan warga terdampak.</p>
<p data-start="610" data-end="890">Menurut Emil, inisiatif pembangunan ulang jembatan sebenarnya sudah dirancang sejak beberapa tahun terakhir oleh Dinas Pekerjaan Umum Provinsi Jawa Timur. Perencanaan tersebut mencakup penganggaran hingga proses lelang untuk membangun jembatan baru dengan spesifikasi yang lebih kuat dan lebih lebar.</p>
<p data-start="892" data-end="1146">“Rekan-rekan di PU sudah mengambil langkah inisiatif untuk merancang, menganggarkan, dan melelang pembangunan ulang jembatan ini dengan spesifikasi lebih kuat menggunakan balok girder. Lebarnya juga akan diperluas dari 9 meter menjadi 14 meter,” ujarnya.</p>
<p data-start="1148" data-end="1360">Ia menjelaskan, kondisi jembatan lama yang diperkirakan telah berusia lebih dari satu abad memang sudah rapuh. Peristiwa amblasnya jembatan, menurutnya, semakin membuktikan urgensi pembangunan ulang secara total.</p>
<p data-start="1362" data-end="1638">“Ini sudah terbukti bahwa jembatan ini rapuh karena usianya lebih dari satu abad. Justru dengan kondisi seperti ini, kita bisa bergerak cepat karena proses administrasi sudah berjalan. Tinggal penandatanganan kontrak, dan estimasi pelaksanaan sekitar delapan bulan,” tegasnya.</p>
<p data-start="1640" data-end="1763">Meski demikian, Emil menekankan bahwa percepatan proyek tidak boleh mengorbankan kualitas dan aspek keselamatan konstruksi.</p>
<p data-start="1765" data-end="1939">“Mutu dan keselamatan nomor satu. Jangan diburu-buru lalu kualitasnya tidak kokoh. Ini pembangunan jembatan dengan bentang 50 meter yang membutuhkan presisi tinggi,” katanya.</p>
<p data-start="1765" data-end="1939"><strong>Akses Ditutup Total</strong></p>
<p data-start="1977" data-end="2141">Dalam kesempatan itu, Emil juga menegaskan bahwa selama proses pembangunan berlangsung, Jembatan Sentong tidak bisa dilalui sama sekali, termasuk oleh pejalan kaki.</p>
<p data-start="2143" data-end="2303">Ia memahami adanya usulan warga agar dibuatkan jembatan darurat di sisi jembatan lama, bahkan sekadar jembatan bambu. Namun menurutnya, hal itu berisiko tinggi.</p>
<p data-start="2305" data-end="2575">“Bentangnya 50 meter, membangun jembatan darurat itu sangat berbahaya. Selain itu, kalau dibangun persis di samping, jembatan baru ini akan dilebarkan. Saat pelaksanaan nanti harus dilakukan penggalian, sehingga otomatis memang sama sekali tidak bisa dilalui,” jelasnya.</p>
<p data-start="2577" data-end="2668">Ia mengapresiasi sikap warga yang dinilai kooperatif dan memahami kondisi darurat tersebut.</p>
<p data-start="2670" data-end="2917">“Alhamdulillah masyarakat luar biasa mau memahami. Ini memang menimbulkan kesulitan sementara, pengorbanan sementara. Tapi pengorbanan delapan bulan ini akan dijawab dengan jembatan yang kokoh dan lebar untuk jangka waktu sangat panjang,” ujarnya.</p>
<p data-start="2670" data-end="2917"><strong>Dimulai Lebih Awal dari Rencana</strong></p>
<p data-start="2956" data-end="3192">Semula, proyek pembangunan direncanakan dimulai pada April 2026 dengan asumsi jembatan lama masih bisa digunakan hingga waktu tersebut. Namun karena kini harus ditutup total, Pemprov Jatim mendorong agar pelaksanaan dimulai lebih cepat.</p>
<p data-start="3194" data-end="3375">“April itu dengan asumsi jembatan masih bisa dilalui sampai menunggu April. Sekarang sudah harus ditutup. Untuk mengurangi kesulitan warga, sebaiknya dimulai lebih awal,” kata Emil.</p>
<p data-start="3377" data-end="3526">Ia berharap penandatanganan kontrak dan pelaksanaan fisik proyek bisa dimulai pada bulan Ramadan tahun ini, tanpa melanggar kaidah teknis konstruksi.</p>
<p data-start="3528" data-end="3764">Pembangunan ulang Jembatan Sentong ini menelan anggaran sekitar Rp17,5 miliar. Emil berharap jembatan baru nantinya menjadi infrastruktur yang kokoh dan membanggakan masyarakat Bondowoso, bahkan dapat bertahan hingga satu abad ke depan.</p>
<p data-start="3766" data-end="3896" data-is-last-node="" data-is-only-node="">“Mudah-mudahan terbangun dengan kokoh dan menjadi aset kebanggaan masyarakat Bondowoso Kota untuk satu abad ke depan,” pungkasnya. <strong>(*)</strong></p>
<p data-start="3766" data-end="3896" data-is-last-node="" data-is-only-node=""><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Menu Kering Ramadan dari SPPG Sumberkalong Bondowoso, Ikhtiar Jaga Gizi di Tengah Ibadah Puasa</title>
<link>https://suarajatimpost.com/menu-kering-ramadan-dari-sppg-sumberkalong-bondowoso-ikhtiar-jaga-gizi-di-tengah-ibadah-puasa</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/menu-kering-ramadan-dari-sppg-sumberkalong-bondowoso-ikhtiar-jaga-gizi-di-tengah-ibadah-puasa</guid>
<description><![CDATA[ SPPG Sumberkalong Bondowoso menghadirkan menu kering bergizi selama Ramadhan untuk 1.935 penerima manfaat, dengan penyesuaian jam relawan dan pola distribusi agar kebutuhan nutrisi tetap terpenuhi tanpa mengganggu ibadah. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202602/image_870x580_699c70a38fe87.webp" length="31774" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 23 Feb 2026 22:59:24 +0700</pubDate>
<dc:creator>Rizqi Ardian</dc:creator>
<media:keywords>MBG, Kodim 0822, SPPG, Suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>BONDOWOSO, SJP — </strong>Aroma bubur sumsum berpadu manisnya gula merah, kacang atom yang renyah, telur rebus, hingga buah jambu segar menjadi sajian istimewa dari dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Sumberkalong di Kecamatan Wonosari, Bondowoso, pada awal Ramadan tahun ini.</p>
<p>Di tengah ritme ibadah yang kian padat, SPPG Sumberkalong memilih menghadirkan menu kering sebagai solusi praktis namun tetap bernutrisi bagi para penerima manfaat, terutama pelajar dan kelompok rentan.</p>
<p>Berdasarkan menu edisi Senin (23/2/2026), kombinasi bubur sumsum, gula merah, kacang atom, telur, dan buah jambu dirancang sederhana, tetapi tetap memenuhi unsur karbohidrat, protein, vitamin, serta energi yang dibutuhkan tubuh selama berpuasa.</p>
<p>Bagi para relawan dapur, Ramadan bukan sekadar tentang menyiapkan makanan, tetapi juga menata ulang waktu dan tenaga. Kepala Dapur SPPG Sumberkalong, Ineke Kartika Putri, mengungkapkan adanya penyesuaian jam kerja agar relawan tetap bisa menjalankan ibadah dengan khusyuk.</p>
<p>“Ada perubahan terkait jam masuk dan pulang relawan. Selama Ramadan, jam kerja dibagi dalam sistem shift, sehingga relawan tetap bisa berbuka di rumah dan melaksanakan tarawih,” ujarnya.</p>
<p>Tak hanya pola kerja, sistem distribusi pun ikut disesuaikan. Jika pada hari biasa menu dibagikan dalam kondisi segar setiap hari, selama Ramadhan SPPG memprioritaskan menu kering yang dinilai lebih praktis dan tahan lama.</p>
<p>“Untuk siswa, menu kering dikirim setiap hari. Sedangkan untuk kelompok 3B dirapel maksimal tiga hari,” tambah Ineke.</p>
<p>Kelompok 3B yang dimaksud meliputi ibu hamil, ibu menyusui, dan balita—kelompok yang tetap menjadi prioritas dalam program pemenuhan gizi ini.</p>
<p>Saat ini, SPPG Sumberkalong melayani total 1.935 penerima manfaat, terdiri dari 1.882 siswa dan guru serta 53 penerima dari kelompok bumil, busui, dan balita.</p>
<p>Di balik kesederhanaan menu kering itu, tersimpan komitmen besar: memastikan kebutuhan gizi tetap terpenuhi tanpa mengurangi kekhusyukan ibadah. Ramadhan menjadi momentum untuk berbagi, sekaligus menjaga ketahanan tubuh masyarakat melalui asupan yang terukur dan seimbang. <strong>(**)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Revitalisasi Jembatan Sentong Dianggarkan Rp17,5 Miliar, Target Rampung 8 Bulan</title>
<link>https://suarajatimpost.com/revitalisasi-jembatan-sentong-dianggarkan-rp175-miliar-target-rampung-8-bulan</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/revitalisasi-jembatan-sentong-dianggarkan-rp175-miliar-target-rampung-8-bulan</guid>
<description><![CDATA[ Jembatan Sentong penghubung Bondowoso–Jember ambrol separuh akibat hujan deras dan sisi timur ikut retak. Dinas PU Bina Marga Jatim menutup total akses dan menyiapkan pembangunan ulang senilai Rp17,5 miliar dengan estimasi pengerjaan delapan bulan, sementara arus dialihkan ke jalur alternatif. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202602/image_870x580_699c532985cd5.webp" length="35396" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 23 Feb 2026 20:19:20 +0700</pubDate>
<dc:creator>Rizqi Ardian</dc:creator>
<media:keywords>bencana, angin, banjir, longsor, puting beliung, BPBD, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p data-start="0" data-end="278"><strong data-start="0" data-end="18">BONDOWOSO, SJP</strong> – Badan jalan sisi barat Jembatan Sentong di perbatasan Desa Sukowiryo dan Kelurahan Nangkaan, Kecamatan Bondowoso, ambrol hingga separuh badan jalan pada Senin (23/2/2026). Jembatan tersebut merupakan akses vital penghubung Kabupaten Bondowoso dengan Jember.</p>
<p data-start="280" data-end="473">Ambrolnya jembatan diduga akibat hujan deras yang mengguyur wilayah Bondowoso sejak siang hingga petang. Selain sisi barat yang ambrol, badan jalan sisi timur juga dilaporkan mengalami retakan.</p>
<p data-start="475" data-end="690">Menyikapi kondisi tersebut, <span class="hover:entity-accent entity-underline inline cursor-pointer align-baseline"><span class="whitespace-normal">Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga Provinsi Jawa Timur</span></span> menutup total akses Jembatan Sentong hingga proses pembangunan kembali rampung. Estimasi pengerjaan diperkirakan memakan waktu sekitar delapan bulan.</p>
<p data-start="692" data-end="933">Kasi Pembangunan dan Peningkatan Jalan UPT Pengelola Jalan dan Jembatan Jember pada Dinas PU Bina Marga Provinsi Jawa Timur, Budi Hartono, memastikan pembangunan ulang segera dilaksanakan dan saat ini telah memasuki tahap pemilihan penyedia.</p>
<p data-start="935" data-end="1040">“Desain pembangunan telah rampung dan saat ini memasuki tahap pemilihan penyedia atau evaluasi,” ujarnya.</p>
<p data-start="1042" data-end="1211">Ia menambahkan, nilai anggaran revitalisasi diperkirakan mencapai Rp17,5 miliar. Pembangunan akan dilakukan dengan penggantian total menggunakan konstruksi girder beton.</p>
<p data-start="1213" data-end="1275">“Perkiraan waktu pelaksanaan sekitar delapan bulan,” jelasnya.</p>
<p data-start="1277" data-end="1416">Selama masa pembangunan, arus lalu lintas dialihkan melalui jalur alternatif yang akan ditetapkan melalui rapat koordinasi lintas instansi.</p>
<p data-start="1418" data-end="1603">Sementara itu, Kepala Pelaksana <span class="hover:entity-accent entity-underline inline cursor-pointer align-baseline"><span class="whitespace-normal">Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bondowoso</span></span>, Kristianto Putro Prasojo, menyebutkan sementara ini terdapat dua jalur alternatif yang dapat digunakan masyarakat.</p>
<p data-start="1605" data-end="1808" data-is-last-node="" data-is-only-node="">“Pengendara dari arah Kota Bondowoso menuju Jember dapat melalui jalur Nangkaan tembus ke Desa Jetis dan Desa Kembang. Alternatif lainnya bisa melalui Koncer menuju Tasnan atau Grujugan,” pungkasnya. <strong>(*)</strong></p>
<p data-start="1605" data-end="1808" data-is-last-node="" data-is-only-node=""><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Jembatan Sentong Penghubung Bondowoso&amp;Jember Ditutup Total</title>
<link>https://suarajatimpost.com/jembatan-sentong-penghubung-bondowoso-jember-ditutup-total</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/jembatan-sentong-penghubung-bondowoso-jember-ditutup-total</guid>
<description><![CDATA[ Jembatan Sentong penghubung Bondowoso–Jember resmi ditutup total karena ambrol dan retak parah. Ambrolnya jembatan tersebut diduga karena intensitas hujan yang mengguyur wilayah kota Kabupaten Bondowoso, sejak siang hingga malam. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202602/image_870x580_699c42ae6bc3b.webp" length="47994" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 23 Feb 2026 19:06:13 +0700</pubDate>
<dc:creator>Rizqi Ardian</dc:creator>
<media:keywords>bencana, angin, banjir, longsor, puting beliung, BPBD, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>BONDOWOSO, SJP –</strong> Akses Jembatan Sentong penghubung Bondowoso–Jember resmi ditutup total mulai malam ini, Senin (23/2/2026). Penutupan dilakukan karena kondisi jembatan dinilai membahayakan setelah sisi barat ambrol dan sisi timur mengalami retakan serius.</p>
<p>Budi Hartono, Kasi Pembangunan dan Peningkatan Jalan Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pengelola Jalan dan Jembatan Jember pada Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga Provinsi Jawa Timur, mengatakan, pemerintah daerah bersama instansi terkait akan segera menggelar rapat koordinasi untuk menentukan skema pengalihan arus lalu lintas.</p>
<p>“Untuk malam ini kami akan mengadakan rapat dengan instansi terkait, baik dari Polres, Dishub Kabupaten, Dishub Provinsi, Bina Marga BSBK, maupun Bina Marga Kabupaten untuk menentukan pengalihan arus lalu lintasnya,” ujarnya kepada suarajatimpost.com.</p>
<p>“Penutupan diberlakukan efektif mulai saat ini mengingat kondisi jembatan sudah mendesak dan berisiko bagi pengguna jalan,” imbuhnya menegaskan karena kondisi jembatan yang membahayakan jika dilintasi kendaraan.</p>
<p>Kepala Pelaksana BPBD Bondowoso, Kristianto Putro Prasojo mengatakan, Jembatan Sentong kini ditutup total untuk sementara waktu guna menghindari risiko kecelakaan bagi pengguna jalan.</p>
<p>“Bagian barat jembatan sebelumnya telah ambrol hingga separuh badan jembatan. Sementara itu, sisi timur yang sebelumnya hanya mengalami retakan, kini dilaporkan semakin melebar dan berpotensi membahayakan,” ucapnya saat dihubungi melalui sambungan telepon.</p>
<p>Menindaklanjuti kondisi tersebut, kata Kalaksa, pihak terkait langsung melakukan koordinasi dengan sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD), termasuk unsur Dinas BSBK dan Dinas Pekerjaan Umum (PU) Provinsi Jawa Timur, untuk mengambil langkah cepat.</p>
<p>Untuk sementara waktu, katanya, penutupan total dilakukan sebagai langkah antisipasi agar tidak ada pengguna jalan yang melintas dan terdampak kerusakan struktur jembatan.</p>
<p>“Penutupan ini untuk memastikan keselamatan masyarakat. Karena sisi timur juga sudah mengalami retakan serius, sehingga dikhawatirkan membahayakan jika tetap dilalui,” tambahnya.</p>
<p>“Untuk sementara, arus lalu lintas dialihkan. Pengendara dari arah kota Bondowoso dapat melalui jalur Nangkaan yang tembus ke Desa Jetis dan Desa Kembang. Sedangkan alternatif lainnya bisa melalui Koncer menuju Tasnan atau Grujugan,” pungkasnya.</p>
<p>Sekadar diketahui, Jembatan Sentong yang dibangun pada masa penjajahan Belanda tersebut sebelumnya belum pernah direvitalisasi. Bahkan, pada Desember 2025 lalu, retakan pada badan jalan sudah terlihat, dan hanya dilakukan penambalan pada aspal jalan saja.<strong> (*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>BREAKING NEWS: Jembatan Sentong Bondowoso Ambrol Separuh, Akses Penghubung ke Jember Berpotensi Ditutup Total</title>
<link>https://suarajatimpost.com/breaking-news-jembatan-sentong-bondowoso-ambrol-separuh-akses-penghubung-ke-jember-berpotensi-ditutup-total</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/breaking-news-jembatan-sentong-bondowoso-ambrol-separuh-akses-penghubung-ke-jember-berpotensi-ditutup-total</guid>
<description><![CDATA[ Jembatan Sentong di perbatasan Sukowiryo–Nangkaan, Bondowoso, ambrol separuh akibat hujan deras. Sisi timur juga mengalami retakan serius sehingga berpotensi ditutup total dan untuk akses penghubung Bondowoso–Jember dialihkan ke jalur alternatif. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202602/image_870x580_699c3d974d768.webp" length="22836" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 23 Feb 2026 18:42:57 +0700</pubDate>
<dc:creator>Rizqi Ardian</dc:creator>
<media:keywords>bencana, angin, banjir, longsor, puting beliung, BPBD, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>BONDOWOSO, SJP - </strong>Badan jalan sisi barat pada Jembatan Sentong yang berada di perbatasan Desa Sukowiryo dan Kelurahan Nangkaan Kecamatan Bondowoso, yang menghubungkan Kabupaten Bondowoso dengan Jember, ambrol hingga separuh badan jalan.</p>
<p>Ambrolnya jembatan penghubung Bondowoso-Jember ini diduga diakibatkan karena kondisi jembatan yang sudah tua dan karena hujan deras yang mengguyur kawasan Bondowoso, sejak siang hari hingga petang, pada Senin (23/2/2026).</p>
<p>Saat ini, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bondowoso tengah melakukan asesmen, memasang garis pembatas dan melihat kondisi sisi timur yang sudah retak, kemungkinan besar jembatan tersebut akan ditutup total.</p>
<p>Kepala Pelaksana BPBD Bondowoso, Kristianto Putro Prasojo mengatakan, Jembatan Sentong berpotensi ditutup total untuk sementara waktu guna menghindari risiko kecelakaan bagi pengguna jalan.</p>
<p>“Bagian barat jembatan sebelumnya telah ambrol hingga separuh badan jembatan. Sementara itu, sisi timur yang sebelumnya hanya mengalami retakan, kini dilaporkan semakin melebar dan berpotensi membahayakan,” ucapnya saat dihubungi suarajatimpost.com.</p>
<p>Menindaklanjuti kondisi tersebut, kata Kalaksa, pihak terkait langsung melakukan koordinasi dengan sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD), termasuk unsur Dinas BSBK dan Dinas Pekerjaan Umum (PU) Provinsi Jawa Timur, untuk mengambil langkah cepat.</p>
<p>Untuk sementara waktu, katanya, penutupan total dilakukan sebagai langkah antisipasi agar tidak ada pengguna jalan yang melintas dan terdampak kerusakan struktur jembatan.</p>
<p>“Penutupan ini untuk memastikan keselamatan masyarakat. Karena sisi timur juga sudah mengalami retakan serius, sehingga dikhawatirkan membahayakan jika tetap dilalui,” tambahnya.</p>
<p>“Untuk sementara, arus lalu lintas dialihkan. Pengendara dari arah kota Bondowoso dapat melalui jalur Nangkaan yang tembus ke Desa Jetis dan Desa Kembang. Sedangkan alternatif lainnya bisa melalui Koncer menuju Tasnan atau Grujugan,” pungkasnya.</p>
<p>Sekadar diketahui, Jembatan Sentong yang dibangun pada masa penjajahan Belanda tersebut sebelumnya belum pernah direvitalisasi. Bahkan, pada Desember 2025 lalu, retakan pada badan jalan sudah terlihat, dan hanya dilakukan penambalan pada aspal jalan saja. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Hujan Deras Picu Enam Titik Longsor di Pakem Bondowoso, Akses Antar Dusun Sempat Tertutup</title>
<link>https://suarajatimpost.com/hujan-deras-picu-enam-titik-longsor-di-pakem-bondowoso-akses-antar-dusun-sempat-tertutup</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/hujan-deras-picu-enam-titik-longsor-di-pakem-bondowoso-akses-antar-dusun-sempat-tertutup</guid>
<description><![CDATA[ Hujan deras menyebabkan enam titik longsor di Kecamatan Pakem, Bondowoso. Material longsor dan rumpun bambu sempat menutup akses jalan antar dusun di Desa Petung dan merusak plengsengan. BPBD Bondowoso bersama warga bergerak cepat melakukan penanganan, tanpa korban jiwa. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202602/image_870x580_699918c8e3595.webp" length="41598" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sat, 21 Feb 2026 11:30:42 +0700</pubDate>
<dc:creator>Rizqi Ardian</dc:creator>
<media:keywords>bencana, angin, banjir, tanah longsor, puting beliung, BPBD, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>BONDOWOSO, SJP –</strong> Hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah Kabupaten Bondowoso, Jumat (20/2/2026) malam, memicu terjadinya tanah longsor di sejumlah titik di Kecamatan Pakem. Meski tidak menimbulkan korban jiwa, longsoran sempat menutup akses jalan dan merusak plengsengan di wilayah terdampak.</p>
<p>Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bondowoso mencatat, peristiwa terjadi sekira pukul 21.00 WIB. BPBD menerima informasi dari warga melalui pesan WhatsApp pada pukul 20.50 WIB terkait longsor di Jalan Raya Wringin, Desa Patemon, serta di Desa Petung, Kecamatan Pakem.</p>
<p>Di Jalan Raya Wringin, Desa Patemon, tercatat enam titik longsor akibat kondisi tanah yang labil setelah diguyur hujan deras.</p>
<p>Sementara di Desa Petung, material longsor dengan ukuran sekitar 8 meter panjang, 4 meter lebar, dan tinggi 3 meter merusak plengsengan serta menutup akses jalan penghubung antara Dusun Pertelon RT 1 RW 1 dan Dusun Barat Curah RT 9 RW 4.</p>
<p>Tak hanya itu, satu rumpun bambu tumbang turut menghalangi jalur warga. Akses yang biasanya menjadi penghubung aktivitas harian masyarakat sempat lumpuh, terutama bagi warga yang hendak menuju kebun maupun beraktivitas ke desa tetangga.</p>
<p>Tim Pusdalops, TRC BPBD Bondowoso bersama relawan dan warga setempat langsung bergerak melakukan asesmen dan pembersihan material longsoran. Berkat kerja cepat tersebut, Sabtu (21/2/2026) pagi, material longsor telah berhasil ditangani dan akses jalan kembali bisa dilalui.</p>
<p>Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Bondowoso, Kristianto Putro Prasojo, mengapresiasi respons cepat masyarakat yang sigap melaporkan kejadian serta ikut membantu penanganan di lapangan.</p>
<p>“Alhamdulillah tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini. Kami mengimbau masyarakat, khususnya yang tinggal di wilayah perbukitan dan lereng, untuk meningkatkan kewaspadaan saat hujan deras berlangsung cukup lama. Jika ada tanda-tanda pergerakan tanah atau retakan, segera laporkan,” ujarnya, Sabtu (21/2/2026).</p>
<p>Ia menambahkan, curah hujan tinggi yang terjadi beberapa hari terakhir membuat kondisi tanah menjadi jenuh air dan rawan longsor.</p>
<p>"BPBD Bondowoso akan terus memantau titik-titik rawan serta berkoordinasi dengan pemerintah desa untuk langkah mitigasi bencana," tandasnya.</p>
<p>Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa di balik derasnya hujan, ada ancaman yang mengintai wilayah dengan kontur tanah labil.</p>
<p>"Solidaritas warga dan respons cepat petugas menjadi kekuatan utama dalam menghadapi bencana," pungkasnya. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>300 UMKM Ramaikan Festival Ramadhan 2026 di Bondowoso, Perputaran Ekonomi Ditarget Rp10 Miliar</title>
<link>https://suarajatimpost.com/300-umkm-ramaikan-festival-ramadhan-2026-di-bondowoso-perputaran-ekonomi-ditarget-rp10-miliar</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/300-umkm-ramaikan-festival-ramadhan-2026-di-bondowoso-perputaran-ekonomi-ditarget-rp10-miliar</guid>
<description><![CDATA[ Festival Ramadhan 2026 bertajuk “Ramadhan Berkah, UMKM Berdaya” resmi dibuka Bupati Abdul Hamid Wahid di Alun-Alun Raden Bagus Assra Ki Ronggo. Sebanyak 300 UMKM ambil bagian, dengan target perputaran omzet hingga Rp10 miliar selama satu bulan pelaksanaan. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202602/image_870x580_69984cd04c983.webp" length="60476" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Fri, 20 Feb 2026 19:20:27 +0700</pubDate>
<dc:creator>Rizqi Ardian</dc:creator>
<media:keywords>Ramadan, fetival, takjil, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<div class="flex flex-col text-sm pb-25">
<article class="text-token-text-primary w-full focus:outline-none [--shadow-height:45px] has-data-writing-block:pointer-events-none has-data-writing-block:-mt-(--shadow-height) has-data-writing-block:pt-(--shadow-height) [&amp;:has([data-writing-block])&gt;*]:pointer-events-auto scroll-mt-[calc(var(--header-height)+min(200px,max(70px,20svh)))]" dir="auto" data-turn-id="request-WEB:9706cd66-bea4-4112-a34d-e1b7b884e3f5-2" data-testid="conversation-turn-6" data-scroll-anchor="true" data-turn="assistant" tabindex="-1">
<div class="text-base my-auto mx-auto pb-10 [--thread-content-margin:--spacing(4)] @w-sm/main:[--thread-content-margin:--spacing(6)] @w-lg/main:[--thread-content-margin:--spacing(16)] px-(--thread-content-margin)">
<div class="[--thread-content-max-width:40rem] @w-lg/main:[--thread-content-max-width:48rem] mx-auto max-w-(--thread-content-max-width) flex-1 group/turn-messages focus-visible:outline-hidden relative flex w-full min-w-0 flex-col agent-turn" tabindex="-1">
<div class="flex max-w-full flex-col grow">
<div data-message-author-role="assistant" data-message-id="b1796627-49f3-4f1d-b229-75e5bb40492b" dir="auto" data-message-model-slug="gpt-5-2" class="min-h-8 text-message relative flex w-full flex-col items-end gap-2 text-start break-words whitespace-normal [.text-message+&amp;]:mt-1">
<div class="flex w-full flex-col gap-1 empty:hidden first:pt-[1px]">
<div class="markdown prose dark:prose-invert w-full wrap-break-word light markdown-new-styling">
<p data-start="0" data-end="249"><strong data-start="0" data-end="18">BONDOWOSO, SJP</strong> – Bupati Bondowoso, <span class="hover:entity-accent entity-underline inline cursor-pointer align-baseline"><span class="whitespace-normal">Abdul Hamid Wahid</span></span>, secara resmi membuka Festival Ramadhan 2026 bertajuk “Ramadhan Berkah, UMKM Berdaya” yang digelar di sisi selatan <span class="hover:entity-accent entity-underline inline cursor-pointer align-baseline"><span class="whitespace-normal">Alun-Alun Raden Bagus Assra Ki Ronggo</span></span>, Jumat (20/2/2026).</p>
<p data-start="251" data-end="514">Peresmian festival ditandai dengan pemukulan bedug bersama jajaran Forkopimda Bondowoso, dilanjutkan dengan peninjauan stand-stand UMKM yang berjajar di area bazar. Ratusan pelaku usaha kecil menengah tampak antusias menyambut pembukaan kegiatan tahunan tersebut.</p>
<p data-start="516" data-end="851">Dalam sambutannya, Bupati Abdul Hamid Wahid menegaskan, Ramadan merupakan momentum strategis untuk memperkuat spiritualitas sekaligus membangun kemandirian ekonomi rakyat.</p>
<p data-start="516" data-end="851">Menurutnya, Bondowoso memiliki potensi besar, baik dari sisi sumber daya alam maupun kekayaan budaya lokal yang harus terus dijaga di tengah arus modernisasi.</p>
<p data-start="853" data-end="996">“Ekonomi kita harus tumbuh dan maju, tetapi identitas budaya dan nilai religius tetap menjadi fondasi pembangunan yang berkelanjutan,” ujarnya.</p>
<p data-start="998" data-end="1281">Ia juga mengajak masyarakat untuk mencintai dan menggunakan produk lokal sebagai bentuk gotong royong membangun ekonomi daerah.</p>
<p data-start="998" data-end="1281">“Ayo beli produk lokal. Dengan membeli produk tetangga sendiri, kita sedang memperkuat pondasi ekonomi Bondowoso yang mandiri dan berdaya saing,” pesannya.</p>
<p data-start="1283" data-end="1613">Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag) Bondowoso, <span class="hover:entity-accent entity-underline inline cursor-pointer align-baseline"><span class="whitespace-normal">Hergiar Yuli Pramanto</span></span>, menyampaikan, Festival Ramadhan ini merupakan bentuk sinergitas seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk mendukung program prioritas Bupati dan Wakil Bupati Bondowoso.</p>
<p data-start="1615" data-end="1785">Menurutnya, festival ini tidak hanya menyemarakkan bulan suci Ramadan, tetapi juga menjadi upaya konkret pemberdayaan UMKM sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.</p>
<p data-start="1787" data-end="1972">“Kegiatan ini diharapkan menjadi sarana melestarikan nilai-nilai agama dan budaya Islam, sekaligus meningkatkan citra pariwisata dan kapasitas usaha UMKM Kabupaten Bondowoso,” jelasnya.</p>
<p data-start="1974" data-end="2445">Ia memaparkan, festival tahun ini menghadirkan pasar kuliner yang diikuti sekitar 300 UMKM dari berbagai sektor, mulai dari makanan khas Bondowoso, kerajinan tangan hingga fashion.</p>
<p data-start="1974" data-end="2445">Selain itu, terdapat apresiasi seni budaya yang menampilkan pertunjukan dari 63 sekolah se-Kabupaten Bondowoso, pameran lukisan swadaya dari seniman Bondowoso, Jember dan Lumajang, layanan administrasi kependudukan, pemeriksaan kesehatan gratis, hingga pameran otomotif dari 25 showroom di Bondowoso.</p>
<p data-start="2447" data-end="2676">Hergiar juga mengungkapkan bahwa berdasarkan data tahun sebelumnya, terjadi peningkatan omzet UMKM sekitar 30 persen dibanding hari biasa, dengan total perputaran uang mencapai Rp6 hingga Rp7 miliar selama satu bulan pelaksanaan.</p>
<p data-start="2678" data-end="2793">“Tahun ini kami berharap omzet bisa meningkat lebih besar lagi. Kalau bisa tembus Rp10 miliar,” ujarnya optimistis.</p>
<p data-start="2795" data-end="3024">Selain itu, dalam momentum Festival Ramadhan ini, Diskoperindag juga memulai pemutakhiran data UMKM Bondowoso guna memetakan potensi dan menentukan arah kebijakan pembinaan serta pemberdayaan yang lebih efektif dan tepat sasaran.</p>
<p data-start="3026" data-end="3261" data-is-last-node="" data-is-only-node="">"Kami berharap Festival Ramadhan 2026 ini tidak hanya menjadi agenda tahunan, tetapi mampu memberikan dampak nyata terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat dan penguatan ekonomi lokal secara berkelanjutan," pungkasnya. <strong>(*)</strong></p>
<p data-start="3026" data-end="3261" data-is-last-node="" data-is-only-node=""><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>
</div>
</div>
</div>
</div>
<div class="z-0 flex min-h-[46px] justify-start"></div>
<div class="mt-3 w-full empty:hidden">
<div class="text-center"></div>
</div>
</div>
</div>
</article>
</div>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Potensi PAD dari Sektor Peternakan di Bondowoso Mulai Dioptimalkan</title>
<link>https://suarajatimpost.com/potensi-pad-dari-sektor-peternakan-di-bondowoso-mulai-dioptimalkan</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/potensi-pad-dari-sektor-peternakan-di-bondowoso-mulai-dioptimalkan</guid>
<description><![CDATA[ Perda Pajak dan Retribusi Daerah untuk mengoptimalkan PAD secara adil dan berkelanjutan. Regulasi ini menambah potensi PAD baru dari sektor peternakan, menyesuaikan sejumlah tarif, menghapus pungutan administratif, serta memperluas digitalisasi pembayaran guna meningkatkan transparansi dan akuntabilitas. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202602/image_870x580_6998442aa4f93.webp" length="20226" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Fri, 20 Feb 2026 18:40:10 +0700</pubDate>
<dc:creator>Rizqi Ardian</dc:creator>
<media:keywords>PAD, Bapenda, Pajak, retribusi, restoran, parkir, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>BONDOWOSO, SJP - </strong>Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Perubahan atas Peraturan Daerah Nomor 1 Tahun 2024 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah, merupakan langkah adaptif Pemerintah Kabupaten Bondowoso dalam meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD)</p>
<p>Perubahan Perda tersebut diarahkan untuk memberikan kepastian hukum dan meningkatkan efektivitas pemungutan pajak serta retribusi daerah. Selain itu, regulasi ini bertujuan mengoptimalkan PAD secara adil, proporsional, dan berkelanjutan, sekaligus mendukung kemandirian fiskal daerah guna memperkuat pembiayaan pembangunan dan pelayanan publik.</p>
<p>Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Bondowoso, Slamet Yantoko menjelaskan, perumusan kebijakan pajak dan retribusi daerah dilakukan secara hati-hati, transparan, dan akuntabel. </p>
<p>Mantan Kasatpol PP ini mengambahkan, kebijakan ini sangat penting agar kebijakan yang diterapkan tidak menjadi beban berlebihan bagi masyarakat dan dunia usaha, namun tetap mampu memberikan kontribusi nyata bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat Bondowoso.</p>
<p>“Kami menargetkan peningkatan PAD dari seluruh sektor, melalui implementasi Raperda tersebut. Optimalisasi PAD tidak hanya bertumpu pada satu jenis penerimaan, melainkan dilakukan secara menyeluruh, baik dari sektor pajak maupun retribusi daerah,” ungkap Slamet, Jumat (20/2/2026).</p>
<p>Slamet Yantoko juga menjelaskan, dalam Raperda Perubahan atas Perda Nomor 1 Tahun 2024 terdapat sejumlah penambahan potensi PAD baru, khususnya dari sektor peternakan, serta penyesuaian tarif retribusi dan pemanfaatan aset daerah.</p>
<p>“Yang ditetapkan tahun ini ada beberapa penambahan potensi, salah satunya di bidang peternakan. Selain itu juga ada perubahan dan penyesuaian tarif,” ujarnya.</p>
<p>Ia menegaskan, salah satu poin penting dalam perubahan regulasi tersebut adalah penghapusan seluruh pungutan yang bersifat administratif. Retribusi daerah, kata dia, hanya dikenakan untuk layanan yang bersifat murni pelayanan.</p>
<p>“Biaya-biaya retribusi yang sifatnya administrasi semuanya dihilangkan. Contohnya penerbitan sertifikat NKV di peternakan. Dulu ada biaya, sekarang sesuai arahan Kementerian Dalam Negeri sudah dihapus,” jelasnya.</p>
<p>Menurut Slamet, kebijakan ini bertujuan memberikan kepastian hukum sekaligus memastikan pelayanan publik tidak dibebani pungutan yang tidak relevan.</p>
<p>Selain itu, Raperda Perubahan atas Perda Nomor 1 Tahun 2024, juga mengatur pemisahan yang tegas antara retribusi jasa usaha dan retribusi pemanfaatan aset daerah. Salah satunya pada penggunaan ambulans milik pemerintah daerah.</p>
<p>“Kalau ambulans digunakan tanpa pelayanan medis, itu masuk retribusi pemanfaatan aset. Tapi kalau ada pelayanan di dalam ambulans, itu baru masuk retribusi jasa usaha. Ini harus dipisahkan,” terangnya.</p>
<p>Terkait penyesuaian tarif, Slamet Yantoko menyebut air bawah tanah menjadi salah satu objek yang disesuaikan, dari sebelumnya tarif minimal Rp450 menjadi Rp2.000, mengikuti ketentuan peraturan gubernur.</p>
<p>Sementara di sektor peternakan, tahun ini juga muncul potensi PAD baru dari layanan inseminasi buatan (IB) dengan kontribusi sebesar Rp3.000 per suntikan.</p>
<p>“Ini bukan kenaikan tarif, tapi potensi baru. Untuk pembelian bibit, transportasi, dan nitrogen cair tetap menjadi beban mandiri masyarakat karena memang tidak ada subsidi,” katanya.</p>
<p>Penyesuaian tarif juga diberlakukan pada sewa aset pertanian. Lahan pertanian milik daerah yang sebelumnya disewakan sekitar Rp7 juta per tahun kini disesuaikan menjadi Rp10 juta hingga Rp13 juta, tergantung potensi aset.</p>
<p>Selain optimalisasi regulasi, Slamet menegaskan bahwa Bapenda Bondowoso terus memperluas penerapan elektronifikasi dan digitalisasi untuk mencegah kebocoran PAD.</p>
<p>“Retribusi pasar sudah berbasis elektronik, e-parking juga sudah berjalan. Untuk pajak daerah, termasuk PBB, hampir semuanya sudah menggunakan transaksi digital,” ungkapnya.</p>
<p>Ia pun mengimbau masyarakat untuk memanfaatkan pembayaran non-tunai demi keamanan dan transparansi.</p>
<p>“Hampir semua sektor kita dorong berbasis elektronik. Ini bagian dari upaya meningkatkan PAD secara akuntabel dan berkelanjutan,” pungkas Slamet Yantoko. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Begini Cara Bapenda Bondowoso Genjot PAD dari Opsen PKB</title>
<link>https://suarajatimpost.com/begini-cara-bapenda-bondowoso-genjot-pad-dari-opsen-pkb</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/begini-cara-bapenda-bondowoso-genjot-pad-dari-opsen-pkb</guid>
<description><![CDATA[ Bapenda bersama UPT PPD Provinsi Jatim mengoptimalkan Pendapatan Asli Daerah melalui Opsen Pajak Kendaraan Bermotor dengan menggelar rakor penyelesaian tunggakan pajak kendaraan dinas, validasi data aset, serta layanan jemput bola pembayaran guna meningkatkan kepatuhan sebelum akhir tahun anggaran. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202602/image_870x580_6997e2e5a98b6.webp" length="42944" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Fri, 20 Feb 2026 14:00:04 +0700</pubDate>
<dc:creator>Rizqi Ardian</dc:creator>
<media:keywords>PAD 2025, Dinas Dispenda, kenaikan pajak 2025, Rp 251 miliar, PKB, PNKB, Samsat, Satker, Nganjuk</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>BONDOWOSO, SJP – </strong>Pemerintah Kabupaten Bondowoso terus menggenjot peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui optimalisasi sektor Opsen Pajak Kendaraan Bermotor (PKB). </p>
<p>Upaya ini dilakukan Badan Pendapatan Daerah Bondowoso bersama UPT Pengelolaan Pendapatan Daerah Provinsi Jawa Timur sebagai tindak lanjut Keputusan Gubernur Jawa Timur Nomor : 100.3.3.1/898/013/2025 tentang keringanan dasar pengenaan pajak kendaraan bermotor dan bea balik nama kendaraan bermotor.</p>
<p>Kepala Bapenda Bondowoso, Slamet Yantoko, menegaskan bahwa sektor opsen PKB menjadi salah satu sumber PAD yang potensinya cukup besar dan harus dioptimalkan melalui langkah konkret serta sinergi lintas instansi.</p>
<p>“Opsen PKB ini kontribusinya signifikan terhadap PAD. Karena itu, kami memperkuat koordinasi dengan UPT Pengelolaan Pendapatan Daerah Provinsi Jawa Timur agar pemungutan lebih maksimal, tertib, dan akuntabel,” ujar Slamet saat dikonfirmasi, Jumat (20/2/2026).</p>
<p>Sebagai bagian dari strategi peningkatan kepatuhan pajak, Bapenda Bondowoso menggelar Rapat Koordinasi Penyelesaian Tunggakan Pajak Kendaraan Bermotor di lingkungan Pemerintah Daerah. </p>
<p>Rapat tersebut dipimpin Asisten Administrasi Umum dan dihadiri Asisten Perekonomian dan Pembangunan, Kepala Bapenda, Kepala Bagian Umum Setda, Kepala UPT Pengelolaan Pendapatan Daerah Provinsi Jatim, perwakilan BPKAD, serta sejumlah perwakilan perangkat daerah.</p>
<p>Rapat difokuskan pada percepatan penyelesaian tunggakan pajak kendaraan dinas melalui sinkronisasi data kendaraan yang masih berstatus menunggak. Dari hasil evaluasi ditemukan sejumlah kendaraan operasional, baik roda dua maupun roda empat, yang masa berlaku pajaknya telah habis namun belum diperpanjang. </p>
<p>Selain itu, terdapat kendaraan yang telah diserahkan kepada pihak ketiga, namun statusnya masih tercatat sebagai aset Pemkab Bondowoso.</p>
<p>“Kami ingin memastikan seluruh kendaraan dinas tertib administrasi dan tidak ada lagi yang menunggak. Ini penting bukan hanya untuk kepatuhan, tetapi juga untuk optimalisasi PAD dari opsen PKB,” tegas Slamet yang pernah menjadi Kasatpol PP Bondowoso ini.</p>
<p>Dalam rapat tersebut, disepakati sejumlah langkah strategis yang harus segera dilakukan perangkat daerah, di antaranya validasi data dengan melakukan kroscek antara data fisik kendaraan dan data administrasi yang tercatat di perangkat daerah, Bagian Umum Setda maupun bidang aset. </p>
<p>Selain itu, dilakukan inventarisasi kendaraan rusak yang sudah tidak layak pakai namun masih tercatat sebagai objek pajak untuk segera diproses penghapusan aset serta dilaporkan ke UPT PPD Provinsi Jatim.</p>
<p>Untuk mempermudah pembayaran, UPT PPD Provinsi Jatim bersama Samsat Bondowoso dan Bapenda juga menghadirkan layanan jemput bola pembayaran pajak kendaraan dinas. Layanan ini dilakukan secara kolektif dan terjadwal dengan mendatangi perangkat daerah secara langsung.</p>
<p>“Pendekatan jemput bola ini kami lakukan agar tidak ada alasan keterlambatan pembayaran. Semua kita dorong lebih cepat, lebih mudah, dan lebih tertib,” jelasnya.</p>
<p>Slamet menambahkan, langkah ini sejalan dengan semangat perubahan Raperda Pajak Daerah dan Retribusi Daerah yang menitikberatkan pada efektivitas pemungutan dan penguatan kemandirian fiskal daerah.</p>
<p>“Perubahan regulasi memberi dasar hukum yang lebih kuat bagi kami untuk mengoptimalkan seluruh potensi pendapatan, termasuk dari opsen PKB. Harapannya, sebelum akhir tahun anggaran, tingkat kepatuhan pembayaran pajak kendaraan plat merah sudah optimal dan berdampak nyata terhadap peningkatan PAD,” pungkas Slamet Yantoko. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Hangatnya Berbagi di Awal Ramadan, Ponpes Al&amp;Islah Bondowoso Salurkan 4,5 Ton Kurma hingga Pelosok Desa</title>
<link>https://suarajatimpost.com/hangatnya-berbagi-di-awal-ramadan-ponpes-al-islah-bondowoso-salurkan-45-ton-kurma-hingga-pelosok-desa</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/hangatnya-berbagi-di-awal-ramadan-ponpes-al-islah-bondowoso-salurkan-45-ton-kurma-hingga-pelosok-desa</guid>
<description><![CDATA[ Ponpes Al-Islah Dadapan, Grujugan, Bondowoso menyalurkan 448 kotak atau sekitar 4,5 ton kurma kepada 273 lembaga pendidikan Islam, santri, masjid, dan mushala menjelang Ramadan 1447 Hijriah. Kegiatan rutin lima tahunan ini menjadi simbol ukhuwah Islamiyah dan kepedulian terhadap masyarakat, termasuk di daerah terpencil. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202602/image_870x580_6995d8653290b.webp" length="54532" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 18 Feb 2026 22:45:55 +0700</pubDate>
<dc:creator>Rizqi Ardian</dc:creator>
<media:keywords>ramadan, bahan pokok, pengawasan, bulog, polisi, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p data-start="249" data-end="622"><strong>BONDOWOSO, SJP –</strong> Menyambut datangnya bulan suci Ramadan 1447 Hijriah, suasana haru dan bahagia menyelimuti Masjid Kembar Pondok Pesantren (Ponpes) Al-Islah, Desa Dadapan, Kecamatan Grujugan, Kabupaten Bondowoso, Rabu (18/2/2026).</p>
<p data-start="249" data-end="622">Sebanyak 448 kotak atau sekitar 4,5 ton kurma dibagikan kepada santri dan ratusan lembaga keagamaan sebagai bekal menyambut bulan penuh berkah.</p>
<p data-start="624" data-end="883">Kurma yang dibagikan merupakan sumbangan dari Singapura serta para donatur dari berbagai daerah di Indonesia. Setiap penerima memperoleh 10 kilogram kurma, baik untuk pondok pesantren, Raudatul Athfal, majelis taklim, masjid, mushala, maupun jamaah pengajian.</p>
<p data-start="885" data-end="1042">Pimpinan Ponpes Al-Islah, Kiai Toha Yusuf Zakaria, menyampaikan, jumlah kurma yang disalurkan tahun ini menjadi yang terbesar dalam lima tahun terakhir.</p>
<p data-start="1044" data-end="1191">“Total yang kita bagikan sebanyak 448 kotak. Setiap kotak berisi 10 kilogram, sehingga keseluruhannya mencapai 4 ton 480 kilogram,” ujar Kiai Toha.</p>
<p data-start="1193" data-end="1401">Sebanyak 273 lembaga pendidikan Islam menerima bantuan tersebut. Selain itu, kurma juga dibagikan kepada para santri dan digunakan untuk mendukung kegiatan pesantren Ramadan yang diikuti sekitar lima sekolah.</p>
<p data-start="1403" data-end="1549">Menurut Kiai Toha, tradisi berbagi kurma ini telah rutin dilaksanakan setiap tahun sebagai bentuk kepedulian dan syiar kebaikan menjelang Ramadan.</p>
<p data-start="1551" data-end="1721">“Tahun-tahun sebelumnya biasanya di atas tiga ton. Tahun lalu hampir 400 kotak atau sekitar empat ton. Tahun ini yang paling banyak, hampir empat setengah ton,” tuturnya.</p>
<p data-start="1723" data-end="1941">Lebih dari sekadar pembagian bantuan, kegiatan ini menjadi simbol persaudaraan tanpa sekat. Ponpes Al-Islah, kata Kiai Toha, membuka diri bagi seluruh kalangan tanpa memandang latar belakang organisasi maupun golongan.</p>
<p data-start="1943" data-end="2089">“Al-Islah berdiri untuk semua golongan. NU, Muhammadiyah, Al-Irsyad, Jamaah Tabligh, semuanya kami ayomi. Tidak boleh ada sekat-sekat,” ungkapnya.</p>
<p data-start="2091" data-end="2244">Ia berharap, pembagian kurma ini dapat mempererat ukhuwah Islamiyah serta menghadirkan kebahagiaan Ramadan, terutama bagi masyarakat di daerah terpencil.</p>
<p data-start="2246" data-end="2443">“Ada saudara-saudara kita di daerah pegunungan yang bahkan belum pernah merasakan kurma. Ketika kami beri, mereka sangat senang. Alhamdulillah, itulah kebahagiaan yang ingin kami bagikan,” katanya.</p>
<p data-start="2445" data-end="2604">Di tengah kesederhanaan, manisnya kurma menjadi simbol manisnya berbagi. Ramadan pun terasa lebih hangat ketika kepedulian dan persaudaraan tumbuh tanpa batas. <strong>(*)</strong></p>
<p data-start="2445" data-end="2604"><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>11 Motor Curian Diamankan, Jaringan Curanmor dan Narkoba di Bondowoso Terbongkar</title>
<link>https://suarajatimpost.com/11-motor-curian-diamankan-jaringan-curanmor-dan-narkoba-di-bondowoso-terbongkar</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/11-motor-curian-diamankan-jaringan-curanmor-dan-narkoba-di-bondowoso-terbongkar</guid>
<description><![CDATA[ Polres Bondowoso mengungkap kasus pencurian sepeda motor di area persawahan Jambesari dan mengamankan 11 unit motor hasil kejahatan. Dalam periode Januari–Februari 2026, polisi juga membongkar 11 kasus narkotika dan peredaran obat keras berbahaya dengan total 11 tersangka. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202602/image_870x580_69959dea88b9e.webp" length="62056" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 18 Feb 2026 18:39:26 +0700</pubDate>
<dc:creator>Rizqi Ardian</dc:creator>
<media:keywords>Curanmor, pelaku curanmor, kepergok warga, pencurian, Satreskrim Polres</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p data-start="0" data-end="331"><strong>BONDOWOSO, SJP –</strong> Wajah lega tak bisa disembunyikan dari para korban pencurian sepeda motor saat jajaran <span class="hover:entity-accent entity-underline inline cursor-pointer align-baseline"><span class="whitespace-normal">Polres Bondowoso</span></span> merilis hasil pengungkapan kasus, Rabu (18/2/2026) pukul 11.00 WIB. Di balik deretan motor yang dipamerkan sebagai barang bukti, ada cerita keresahan warga desa yang akhirnya terjawab.</p>
<p data-start="333" data-end="548">Kapolres Bondowoso, AKBP <span class="hover:entity-accent entity-underline inline cursor-pointer align-baseline"><span class="whitespace-normal">Aryo Dwi Wibowo</span></span>, menjelaskan, Satreskrim berhasil mengungkap kasus pencurian dengan pemberatan (curat) yang terjadi di area persawahan Kecamatan Jambesari Darus Sholah.</p>
<p data-start="550" data-end="874">Kasus ini bermula pada Sabtu (14/2/2026) sekira pukul 11.00 WIB. Saat itu korban memarkir sepeda motornya di tepi sawah untuk mencari rumput. Lokasi yang sepi dimanfaatkan pelaku.</p>
<p data-start="550" data-end="874">Dengan menggunakan kunci T, pelaku merusak lubang kunci motor dan membawa kabur kendaraan tersebut. Kerugian korban ditaksir sekitar Rp3 juta.</p>
<p data-start="876" data-end="1083">Tak butuh waktu lama, polisi melakukan pengembangan. Hasilnya, tiga tersangka berhasil diamankan, masing-masing berinisial T (44) dan S (49), warga Kalisat, Jember, serta AY (40), warga Kalibaru, Banyuwangi.</p>
<p data-start="1085" data-end="1424">Dari tangan para pelaku, polisi menyita total 11 unit sepeda motor hasil kejahatan. Delapan unit berasal dari wilayah Bondowoso, dua unit dari Jember, dan satu unit digunakan sebagai sarana menjalankan aksi pencurian. Polisi juga mengamankan STNK, surat bukti gadai, dua bilah pisau, dua obeng, kunci engkol, palu, serta satu buah kunci T.</p>
<p data-start="1426" data-end="1692">Para pelaku dijerat Pasal 477 ayat (1) huruf f dan g KUHP Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 dengan ancaman hukuman maksimal tujuh tahun penjara atau denda hingga Rp500 juta. Sementara penadah dijerat Pasal 591 huruf a KUHP dengan ancaman maksimal empat tahun penjara.</p>
<p data-start="1694" data-end="1993">Tak hanya kasus pencurian, dalam periode Januari hingga Februari 2026, Satresnarkoba Polres Bondowoso juga mengungkap 11 kasus narkotika dan peredaran obat keras berbahaya (okerbaya). Sebanyak 11 tersangka diamankan dengan barang bukti sabu seberat 16,09 gram dan 4.127 butir pil logo Y warna putih.</p>
<p data-start="1995" data-end="2213">Untuk kasus narkotika, para tersangka terancam hukuman maksimal 15 hingga 20 tahun penjara. Sementara pelaku peredaran obat keras berbahaya dapat dijerat pidana maksimal 12 tahun penjara sesuai Undang-Undang Kesehatan.</p>
<p data-start="2215" data-end="2329">Kapolres Bondowoso, AKBP <span class="hover:entity-accent entity-underline inline cursor-pointer align-baseline"><span class="whitespace-normal">Aryo Dwi Wibowo</span></span> menegaskan, pengungkapan ini bukan sekadar angka statistik, melainkan upaya menjaga rasa aman masyarakat.</p>
<p data-start="2331" data-end="2545">“Ini bentuk keseriusan kami memberantas kejahatan yang meresahkan, baik curanmor maupun peredaran narkotika dan obat keras berbahaya. Kami akan terus kembangkan untuk membongkar jaringan yang lebih luas,” tegasnya.</p>
<p data-start="2547" data-end="2720">Ia juga mengimbau masyarakat agar lebih waspada saat memarkir kendaraan, terutama di lokasi sepi seperti area persawahan, serta tidak ragu melaporkan aktivitas mencurigakan.</p>
<p data-start="2722" data-end="2908" data-is-last-node="" data-is-only-node="">"Bagi warga Bondowoso, keberhasilan ini setidaknya memberi harapan bahwa ruang gerak pelaku kejahatan semakin sempit, dan rasa aman di tengah aktivitas sehari-hari bisa kembali dirasakan," pungkasnya. <strong>(*)</strong></p>
<p data-start="2722" data-end="2908" data-is-last-node="" data-is-only-node=""><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Inspiratif, Bupati Bondowoso Sabet Gelar Doktor di Tengah Padatnya Tugas Daerah</title>
<link>https://suarajatimpost.com/inspiratif-bupati-bondowoso-sabet-gelar-doktor-di-tengah-padatnya-tugas-daerah</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/inspiratif-bupati-bondowoso-sabet-gelar-doktor-di-tengah-padatnya-tugas-daerah</guid>
<description><![CDATA[ Disertasi tentang manajemen pembiayaan pesantren mengantarkan Bupati Bondowoso, Abdul Hamid Wahid, meraih doktor cumlaude. Hal ini menegaskan komitmennya pada kemajuan pendidikan Islam. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202602/image_870x580_699591c5e7dc8.webp" length="55064" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 18 Feb 2026 17:21:09 +0700</pubDate>
<dc:creator>Rizqi Ardian</dc:creator>
<media:keywords>pendidikan, sekolah, siswa, pelajar, bantuan, guru, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p data-start="0" data-end="403"><strong data-start="0" data-end="18">BONDOWOSO, SJP</strong> – Di tengah padatnya agenda pemerintahan dan tanggung jawab sebagai orang nomor satu di Kabupaten Bondowoso, Abdul Hamid Wahid menunjukkan bahwa, semangat belajar tak mengenal batas jabatan.</p>
<p data-start="0" data-end="403">Bupati yang akrab disapa Ra Hamid itu resmi menyandang gelar doktor dengan predikat cumlaude usai menuntaskan Ujian Disertasi Terbuka di <span class="hover:entity-accent entity-underline inline cursor-pointer align-baseline"><span class="whitespace-normal">Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Siddiq Jember</span></span>, pada Rabu (18/2/2026).</p>
<p data-start="405" data-end="895">Bagi sebagian orang, memimpin daerah sudah menjadi pekerjaan penuh waktu. Namun bagi Ra Hamid, mengabdi kepada masyarakat juga berarti terus memperkaya diri dengan ilmu pengetahuan.</p>
<p data-start="405" data-end="895">Di sela kesibukan memimpin Bondowoso, ia menyelesaikan disertasi bertajuk <em data-start="662" data-end="894">“Manajemen Pembiayaan Pesantren Berbasis Komunitas: Penguatan Layanan Pendidikan Melalui Sinergi Pesantren dan Perbankan (Studi Kasus di Pondok Pesantren Nurul Qadim Paiton dan Pondok Pesantren Al-Mashduqiah Kraksaan Probolinggo)”</em>.</p>
<p data-start="897" data-end="1214">Disertasi tersebut lahir dari kegelisahannya melihat tantangan pembiayaan lembaga pendidikan pesantren yang semakin kompleks. Ra Hamid, yang juga dosen dan pernah menjabat Rektor periode 2017–2025 di <span class="hover:entity-accent entity-underline inline cursor-pointer align-baseline"><span class="whitespace-normal">Universitas Nurul Jadid ini, </span></span>menekankan pentingnya kolaborasi konkret antara pesantren dan sektor perbankan.</p>
<p data-start="1216" data-end="1566">Menurutnya, pembiayaan berbasis komunitas bukan sekadar soal dana, melainkan tentang membangun tata kelola yang transparan, mandiri, dan berkelanjutan. Pesantren, kata dia, tidak hanya dituntut kuat secara spiritual dan sosial, tetapi juga harus memiliki ketahanan finansial yang terstruktur agar mampu memberikan layanan pendidikan yang berkualitas.</p>
<p data-start="1568" data-end="1899">Di hadapan dewan penguji, Ra Hamid memaparkan argumentasi ilmiah yang menekankan bahwa sinergi antara pesantren dan perbankan dapat menjadi model solusi atas persoalan klasik pembiayaan pendidikan Islam. Model tersebut dinilai relevan dengan kebutuhan kelembagaan pesantren saat ini, sekaligus adaptif terhadap perkembangan zaman.</p>
<p data-start="1568" data-end="1899">Sidang promosi doktor dipimpin Dr. H. Saihan, dengan Prof. Masdar Hilmy, sebagai penguji utama, bersama tim promotor dan akademisi di bidang manajemen pendidikan Islam.</p>
<p data-start="1568" data-end="1899">Pihak rektorat UIN KHAS Jember memberikan apresiasi atas kualitas riset yang dinilai memiliki kontribusi akademik signifikan. Predikat cumlaude yang diraih menjadi penegasan atas kedalaman analisis dan relevansi kajiannya.</p>
<p data-start="2322" data-end="2501">Kepada suarajatimpost.com, Ra Hamid menyampaikan rasa syukur sekaligus menegaskan bahwa gelar doktor yang diraih bukanlah tujuan akhir, melainkan amanah baru untuk memperkuat pengabdian.</p>
<p data-start="2503" data-end="2673">“Kami berkomitmen menjadikan fondasi keilmuan sebagai pijakan dalam merumuskan kebijakan publik, khususnya di bidang pendidikan dan penguatan moderasi beragama,” ujarnya.</p>
<p data-start="2675" data-end="2996">Keberhasilan ini tak sekadar menjadi capaian personal. Bagi masyarakat Bondowoso, momen tersebut menjadi inspirasi bahwa pendidikan adalah proses seumur hidup.</p>
<p data-start="2675" data-end="2996">Di tengah kesibukan memimpin daerah, Bupati Bondowoso ini membuktikan bahwa dedikasi terhadap ilmu pengetahuan dapat berjalan beriringan dengan tanggung jawab pemerintahan.</p>
<p data-start="2998" data-end="3148">“Alhamdulillah, capaian ini adalah amanah besar untuk mengabdi dan memberikan kontribusi terbaik bagi umat, bangsa, dan dunia pendidikan,” pungkasnya. <strong>(*)</strong></p>
<p data-start="2998" data-end="3148"><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Jelang Ramadan, Pemkab Situbondo dan Satgas Pangan Gelar GPM di Tiga Wilayah</title>
<link>https://suarajatimpost.com/jelang-ramadan-pemkab-situbondo-dan-satgas-pangan-gelar-gpm-di-tiga-wilayah</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/jelang-ramadan-pemkab-situbondo-dan-satgas-pangan-gelar-gpm-di-tiga-wilayah</guid>
<description><![CDATA[ Jelang Ramadan, Pemkab Situbondo bersama Satgas Pangan Polres menggelar Gerakan Pangan Murah di tiga wilayah untuk menekan lonjakan harga, menjaga stok tetap aman, dan membantu masyarakat memperoleh sembako di bawah harga pasar. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202602/image_870x580_69904ef58f964.webp" length="49760" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sat, 14 Feb 2026 22:00:03 +0700</pubDate>
<dc:creator>Rizqi Ardian</dc:creator>
<media:keywords>Pasar murah, ramadan, fluktuasi, inflasi, Suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p data-start="197" data-end="462"><strong>SITUBONDO, SJP –</strong> Menjelang Bulan Suci Ramadan, harga bahan pokok dan kebutuhan lainnya mulai merangkak naik seiring meningkatnya permintaan pasar. Kondisi tersebut dikeluhkan masyarakat karena harga sejumlah komoditas di pasaran terpantau lebih mahal dari biasanya.</p>
<p data-start="464" data-end="692">Untuk mengantisipasi lonjakan harga, Pemerintah Kabupaten Situbondo bersama Satgas Pangan Polres Situbondo melakukan berbagai langkah, di antaranya inspeksi dan razia di sejumlah pasar serta menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM).</p>
<p data-start="694" data-end="891">Upaya ini dilakukan secara intens guna memastikan ketersediaan bahan pokok tetap aman, menekan inflasi, serta mempermudah akses masyarakat dalam memperoleh kebutuhan pangan dengan harga terjangkau.</p>
<p data-start="893" data-end="1138">Kapolres Situbondo melalui Kasat Reskrim AKP Agung Hartawan, Sabtu (14/2/2026), mengungkapkan bahwa pengawasan harga pangan terus dilakukan oleh personel gabungan lintas sektoral. Salah satu langkah konkret yang dilakukan adalah pelaksanaan GPM.</p>
<p data-start="1140" data-end="1341">“Gerakan Pangan Murah (GPM) ini merupakan komitmen Satgas Pangan bersama pemerintah daerah untuk membantu masyarakat mendapatkan sembako dengan harga lebih murah, bahkan di bawah harga pasar,” ujarnya.</p>
<p data-start="1343" data-end="1522">Menurut AKP Agung, GPM tidak hanya bertujuan menstabilkan harga, tetapi juga menjamin ketersediaan stok pangan menjelang Ramadan, di mana permintaan biasanya meningkat signifikan.</p>
<p data-start="1524" data-end="1709">Antusiasme masyarakat pun terlihat tinggi. Pantauan di lapangan, warga sangat antusias. Dalam waktu sekitar tiga jam, seluruh stok bahan pokok yang disediakan habis terjual.</p>
<p data-start="1711" data-end="1965">Kegiatan GPM kali ini digelar serentak di tiga wilayah Situbondo, yakni wilayah tengah di Kantor Desa Kalibagor, Kecamatan Situbondo; wilayah timur di Kantor Desa Asembagus, Kecamatan Asembagus; serta wilayah barat di Pendopo Pate Alos, Kecamatan Besuki.</p>
<p data-start="1967" data-end="2226">Adapun komoditas yang dijual dengan harga terjangkau antara lain 5 ton beras SPHP seharga Rp11.400 per kilogram, beras premium Rp74.500 per 5 kilogram, 2 kuintal gula pasir Rp15.000–Rp17.500 per kilogram, serta 100 karton Minyakita seharga Rp15.000 per liter.</p>
<p data-start="2228" data-end="2446">Selain itu, tersedia 1 kuintal telur ayam broiler seharga Rp27.000 per kilogram, 1 kuintal daging ayam ras Rp36.000 per kilogram, serta stok bumbu dapur seperti bawang merah, bawang putih, dan cabai dalam jumlah cukup.</p>
<p data-start="2448" data-end="2579">Aminah Agustin (40), salah satu warga yang mengantre di Kantor Desa Kalibagor, mengaku terbantu dengan adanya pasar murah tersebut.</p>
<p data-start="2581" data-end="2892">“Begitu mendengar ada pasar murah dengan harga lebih rendah dari pasaran, saya langsung datang untuk belanja kebutuhan bulan puasa nanti. Kegiatan seperti ini sebaiknya sering dilakukan agar harga di pasar tidak dipermainkan oleh pihak yang hanya mencari keuntungan besar dan menyusahkan masyarakat,” ungkapnya. <strong>(**)</strong></p>
<p data-start="2581" data-end="2892"><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Ribuan Kue Kucur Alirkan Doa: Kadhisah Jurang Sapi Bondowoso Jaga Persaudaraan Jelang Ramadan</title>
<link>https://suarajatimpost.com/ribuan-kue-kucur-alirkan-doa-kadhisah-jurang-sapi-bondowoso-jaga-persaudaraan-jelang-ramadan</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/ribuan-kue-kucur-alirkan-doa-kadhisah-jurang-sapi-bondowoso-jaga-persaudaraan-jelang-ramadan</guid>
<description><![CDATA[ Tradisi selamatan desa Kadhisah di Jurangsapi kembali digelar dengan Festival Kucur ketiga, menghadirkan ribuan kue kucur sebagai simbol persatuan sepuluh pedukuhan dan doa keselamatan menjelang Ramadhan. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202602/image_870x580_69908a1f5c1a8.webp" length="71136" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sat, 14 Feb 2026 21:33:44 +0700</pubDate>
<dc:creator>Rizqi Ardian</dc:creator>
<media:keywords>lifestyle, rekomendasi, membaca, literasi, buku, suarajatimpost, bisnis, otomotif, teknologi</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p data-start="91" data-end="434"><strong>BONDOWOSO, SJP –</strong> Sore ini, Sabtu 14 Februari 2026, aroma gula merah dan santan menyeruak di antara derap langkah warga yang berbaris membawa gunungan. Di tangan mereka, kue-kue cucur tersusun rapi, menghias gunungan dan replika hewan seperti sapi yang dihias dengan ratusan kue cucur beraneka warna.</p>
<p data-start="91" data-end="434">Bukan sekadar jajanan pasar, kue tradisional cucur atau yang karib disebut kue kucur oleh masyarakat, menjadi pusat perhatian dalam Kadhisah atau selamatan desa yang telah mengakar kuat di Desa Jurang Sapi Kecamatan Tapen, Kabupaten Bondowoso.</p>
<p data-start="436" data-end="784">Tahun ini, Kadhisah terasa berbeda. Untuk ketiga kalinya 'Festival Kucur' digelar, namun kini memiliki lokasi yang lebih bermakna, yakni, lahan aset desa yang tengah dibangun kantor koperasi desa merah putih (KDMP)</p>
<p data-start="436" data-end="784">Arak-arakan gunungan kue kucur bermuara di lahan aset desa yang bersebelahan dengan pembangunan KDMP. Usai arak-arakan, ribuan warga berdesakan berebut kue kucur untuk dibawa pulang.</p>
<p data-start="918" data-end="1207">Festival tahunan ini menjadi denyut utama perayaan Kadhisah. Setiap pedukuhan, yang jumlahnya sepuluh dusun, mengirimkan perwakilan dengan membawa lima hingga delapan gunungan. Jika dihitung, ribuan kue kucur tersaji hari itu. Jumlahnya mungkin tak terhitung pasti, namun semangatnya terasa melimpah.</p>
<p data-start="1209" data-end="1459">Di balik bentuknya yang sederhana, kue kucur menyimpan filosofi mendalam. Bagian tengah yang menonjol dimaknai sebagai pusat pemerintahan desa. Sementara lingkaran bundarnya melambangkan sepuluh pedukuhan yang mengitari dan menguatkan satu sama lain.</p>
<p data-start="1461" data-end="1580">“Ini simbol bahwa kita satu. Sepuluh pedukuhan melingkar, bersatu mendukung kebijakan desa dan kabupaten,” tutur H Hasbi Hasidi, Kepala Desa Jurang Sapi, usai acara, Sabtu (14/2/2026) kepada suarajatimpost.com.</p>
<p data-start="1582" data-end="1893">Tradisi ini bukan sekadar seremoni tahunan. Kadhisah adalah doa bersama yang dirawat turun-temurun. Sejak malam sebelumnya, warga telah berkumpul di balai desa untuk rokat dan pembacaan doa.</p>
<p data-start="1582" data-end="1893">Puncaknya adalah Festival Kucur dan selamatan bersama, memohon keselamatan desa serta kelancaran menyongsong bulan suci Ramadan.</p>
<p data-start="1895" data-end="1997">“Intinya untuk keselamatan desa dan kebersamaan demi kemajuan,” kata Hasbi singkat, namun sarat makna.</p>
<p data-start="1895" data-end="1997">Festival Kucur juga menjadi upaya menyelamatkan warisan kuliner yang mulai jarang ditemui. Kue kucur, yang dahulu akrab di setiap hajatan, kini semakin sedikit pembuatnya.</p>
<p data-start="1895" data-end="1997">"Melalui festival ini, desa berusaha menghidupkan kembali keterampilan yang hampir punah ini," sebut Hasbi.</p>
<p data-start="2265" data-end="2508">Tak hanya tradisi, denyut ekonomi warga pun ikut bergerak. Sebanyak 13 tenda UMKM asli Desa Jurang Sapi turut meramaikan acara.</p>
<p data-start="2265" data-end="2508">"Pemerintah desa bahkan telah menyiapkan agenda lanjutan Pasar Ramadan yang akan berlangsung selama sebulan penuh," terangnya.</p>
<p data-start="2510" data-end="2806">Kadhisah di Desa Jurang Sapi lebih dari sekadar pesta rakyat. Kegiatan ini, adalah cara masyarakat merawat ingatan kolektif, mengikat persaudaraan, dan menanamkan harapan.</p>
<p data-start="2510" data-end="2806">"Di antara manisnya kue kucur dan gemuruh arak-arakan, terselip doa agar desa tetap rukun, makmur, dan selamat dari segala mara bahaya. Itu yang terpenting," tandasnya.</p>
<p data-start="436" data-end="784">Selain itu, Kadhisah kali ini digelar di lokasi yang baru. Tempat itu bukan dipilih tanpa alasan. Pemerintah desa ingin menyampaikan pesan bahwa Desa Jurang sapi sedang melangkah maju, menguatkan fondasi ekonomi dari desa sendiri.</p>
<p data-start="786" data-end="916">“Supaya warga tahu, desa kita sudah punya kantor koperasi merah putih,” pungkasnya.</p>
<p data-start="786" data-end="916">Sementara itu, Camat Tapen, Sidik Waluyo menerangkan, tradisi ini mungkin sederhana. Namun di sanalah kekuatannya: pada kebersamaan yang dirawat, pada warisan yang dijaga, dan pada keyakinan bahwa kemajuan desa berawal dari persatuan warganya.</p>
<p data-start="786" data-end="916">"Ini perlu dirawat, dilestarikan dan terus dilaksanakan agar memberikan dampak positif bagi masyarakat, khususnya Desa Jurang Sapi," tandasnya singkat. <strong>(*)</strong></p>
<p data-start="786" data-end="916"><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Lewat Lagu “Rukun Sama Teman”, Siswa SD di Bondowoso Tanamkan Toleransi dan Anti&amp;Perundungan</title>
<link>https://suarajatimpost.com/lewat-lagu-rukun-sama-teman-siswa-sd-di-bondowoso-tanamkan-toleransi-dan-anti-perundungan</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/lewat-lagu-rukun-sama-teman-siswa-sd-di-bondowoso-tanamkan-toleransi-dan-anti-perundungan</guid>
<description><![CDATA[ Kegiatan kokurikuler Cinta Budaya Lokal di Bondowoso menjadi momentum edukasi karakter, mengajak siswa menghargai perbedaan dan membangun persahabatan demi menciptakan sekolah aman dan nyaman. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202602/image_870x580_698feda77924d.webp" length="102178" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sat, 14 Feb 2026 11:30:27 +0700</pubDate>
<dc:creator>Rizqi Ardian</dc:creator>
<media:keywords>pendidikan, sekolah, siswa, pelajar, bantuan, guru, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p data-start="98" data-end="369"><strong>BONDOWOSO, SJP – </strong>Gerimis tipis yang turun di pagi hari tak menyurutkan semangat sembilan siswa SDN dari Gugus 1 Kecamatan Bondowoso. Dengan balutan baju adat dari beragam suku, mereka menari penuh keceriaan di Alun-alun <span class="hover:entity-accent entity-underline inline cursor-pointer align-baseline"><span class="whitespace-normal">Alun-alun Raden Bagus Assra Ki Ronggo</span></span>, Sabtu (14/2/2029).</p>
<p data-start="371" data-end="539">Lewat lagu bertajuk <em data-start="391" data-end="409">Rukun Sama Teman</em>, anak-anak itu menyampaikan pesan sederhana namun kuat, yakni, sekolah harus menjadi ruang yang aman, ramah, dan bebas dari perundungan.</p>
<p data-start="541" data-end="837">Penampilan tersebut menjadi pembuka kegiatan Pembelajaran Kokurikuler Cinta Budaya Lokal Bondowoso bertema “Gebyar Tari Totta’an Dhara” yang diikuti 1.774 siswa dari sembilan sekolah dasar. Di antaranya SDN Dabasah 1, 2, 3, 4, 5, SDN Tamansari 1, SDN Tamansari 2, SDK Indra Siswa, dan SD Alifya.</p>
<p data-start="839" data-end="1178">Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bondowoso, <span class="hover:entity-accent entity-underline inline cursor-pointer align-baseline"><span class="whitespace-normal">Taufan Restuanto</span></span> mengatakan, lagu <em data-start="939" data-end="957">Rukun Sama Teman</em> merupakan ciptaan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, <span class="hover:entity-accent entity-underline inline cursor-pointer align-baseline"><span class="whitespace-normal">Abdul Mu'ti</span></span>. Lagu tersebut dirancang untuk menanamkan karakter toleransi, persahabatan, dan sikap anti-perundungan di lingkungan sekolah.</p>
<p data-start="1180" data-end="1347">“Liriknya sederhana, tetapi sarat makna. Anak-anak diajak hidup damai dalam keberagaman, menghargai perbedaan fisik maupun kemampuan, serta menjauhi konflik,” ujarnya.</p>
<p data-start="1349" data-end="1692">Lebih dari sekadar lagu, pesan yang dibawakan mengandung nilai penting. Anak-anak diajarkan bahwa setiap individu unik dan perbedaan adalah anugerah Tuhan yang harus dihormati.</p>
<p data-start="1349" data-end="1692">"Pertengkaran dan saling menyakiti ditegaskan tidak membawa manfaat apa pun. Sebaliknya, memiliki banyak teman akan membuat anak merasa aman, tenang, dan percaya diri," ucap mantan staf ahli Bupati Bondowoso ini.</p>
<p data-start="1694" data-end="1920">Kampanye ini menjadi bagian dari upaya membangun budaya sekolah yang aman dan nyaman bagi seluruh siswa. Lagu tersebut kini kian populer dinyanyikan di berbagai kegiatan pendidikan sebagai sarana mempererat relasi antar siswa.</p>
<p data-start="1922" data-end="2103">“Kami terus berupaya menekan terjadinya bullying. Harapannya tidak ada lagi perundungan pada anak-anak kita. Nilai anti-bullying itu harus melekat di semua pelajaran,” tegas Taufan.</p>
<p data-start="2105" data-end="2385" data-is-last-node="" data-is-only-node="">Di bawah langit yang masih berembun, gerakan kecil sembilan anak itu menjadi simbol besar, bahwa persahabatan dan saling menghargai harus tumbuh sejak bangku sekolah dasar.</p>
<p data-start="2105" data-end="2385" data-is-last-node="" data-is-only-node="">"Dari Bondowoso, pesan itu menggema dan menegaskan, sekolah tanpa bullying bukan sekadar slogan, melainkan komitmen bersama," pungkasnya. (*)</p>
<p data-start="2105" data-end="2385" data-is-last-node="" data-is-only-node="">Editor : Rizqi Ardian</p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Di Bawah Rintik Hujan, 1.774 Anak Bondowoso Menari Totta’an Dhara untuk Cinta Budaya</title>
<link>https://suarajatimpost.com/di-bawah-rintik-hujan-1774-anak-bondowoso-menari-tottaan-dhara-untuk-cinta-budaya</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/di-bawah-rintik-hujan-1774-anak-bondowoso-menari-tottaan-dhara-untuk-cinta-budaya</guid>
<description><![CDATA[ Sebanyak 1.774 siswa dari sembilan SD di Bondowoso menari dalam “Gebyar Tari Totta’an Dhara” sebagai bagian pembelajaran kokurikuler cinta budaya lokal, menanamkan nilai identitas, kebanggaan, dan cinta tanah air sejak dini. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202602/image_870x580_698fe719d7710.webp" length="76698" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sat, 14 Feb 2026 10:29:02 +0700</pubDate>
<dc:creator>Rizqi Ardian</dc:creator>
<media:keywords>budaya, kesenian, tarian, tradisi, desa, wisata, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>BONDOWOSO, SJP – </strong>Pagi yang diiringi hujan dan membasahai Alun-alun Raden Bagus Asra Ki Ronggo, pada Sabtu (14/2/2026), terasa berbeda dari hari-hari sebelumnya. Semilir angin dingin dengan aroma lumpur di pusat kota Bondowoso itu, tak menyurutkan niat dari ribuan siswa sekolah dasar untuk menari.</p>
<p>Ribuan siswa sekolah dasar yang termasuk dalam Gugus 1 ini mengenakan busana tari bernuansa putih dengan topi burung yang khas dengan karakter burung merpati atau disebut burung dhara. </p>
<p>Selendang warna merah juga tampak menyala memberikan tanda sebuah filosofi yang mendalam, melampaui sekadar fungsi estetika sebagai properti tari. Warna merahnya melambangkan keberanian, energi dan semangat pada setiap siswa SD yang tengah menyelesaikan puncak pembelajaran kokurikuler.</p>
<p>Mereka berbaris rapi, wajah-wajah kecil itu tampak antusias menanti giliran tampil dalam Pembelajaran Kokurikuler Cinta Budaya Lokal Bondowoso bertajuk “Gebyar Tari Totta’an Dhara”, sebuah tarian yang menceritakan tradisi pelepasan burung merpati yang menjadi kearifan lokal Bumi Ki Ronggo.</p>
<p>Sebanyak 1.774 pelajar dari sembilan sekolah dasar ambil bagian dalam kegiatan ini. Mereka berasal dari SDN Dabasah 1, SDN Dabasah 2, SDN Dabasah 3, SDN Dabasah 4, SDN Dabasah 5, SDN Tamansari 1, SDN Tamansari 2, SDK Indra Siswa, dan SD Alifya.</p>
<p><strong>Proses Menanam Nilai Cinta Budaya Lokal</strong></p>
<p>Sekretaris Daerah (Sekda) Bondowoso, Fathur Rozi, menyampaikan, kegiatan tersebut bukan sekadar pertunjukan tari massal, melainkan bagian dari proses pembelajaran yang dirancang untuk menanamkan nilai cinta budaya lokal sejak dini.</p>
<p>“Sebanyak 1.774 pelajar terlibat dalam kegiatan tarian reguler ini dengan semangat melestarikan budaya lokal, khususnya tari Totta’an Dhara. Kenapa memilih tari ini? Karena ini budaya asli Bondowoso yang harus kita junjung tinggi,” ujarnya.</p>
<p>Pengenalan budaya kepada anak-anak tidak boleh berhenti pada aspek gerakan semata. Ada nilai filosofis yang jauh lebih penting untuk dipahami.</p>
<p>“Ini bukan persoalan tariannya saja, tetapi filosofi makna dari tarian itu. Yang paling utama adalah cinta budaya lokal. Ketika kita cinta budaya lokal, bisa dipastikan kita akan cinta tanah air. Karena lokalitas itu bagian dari bangsa ini,” jelas Sekda.</p>
<p>Tak hanya itu, derasnya arus budaya luar yang masuk menjadi tantangan tersendiri bagi generasi muda. Tanpa penguatan karakter dan identitas budaya, anak-anak dikhawatirkan akan tercerabut dari akar budayanya sendiri.</p>
<p>“Anak-anak kita perlu dikenalkan sejak dini agar tidak tergerus dari sisi culture-nya, dari sisi budayanya, oleh budaya luar yang masuk. Harapannya mereka lebih mengenal budayanya sendiri, bangga terhadap jati dirinya sebagai orang Bondowoso,” tambah ASN asal Kabupaten Probolinggo ini.</p>
<p><strong>Filosofi Tarian Inspirasi dari Tradisi</strong></p>
<p>Kegiatan bertajuk “Gebyar Tari Totta’an Dhara” ini juga terinspirasi dari tradisi lokal Totta’an Dhara yang telah lama hidup di tengah masyarakat Bondowoso. Tradisi Totta’an Dhara merupakan tradisi melepaskan merpati (dhara) secara massal sebagai simbol rasa syukur, kesetiaan, dan perdamaian. </p>
<p>“Biasanya tradisi ini dilakukan petani sebelum panen padi atau oleh komunitas pecinta burung, dengan menerbangkan ratusan hingga ribuan merpati berhias yang terlatih untuk kembali ke kandang,” jelasnya menceritakan filososi tarian Totta’an Dhara.</p>
<p>Baginya, nilai-nilai dalam tradisi tersebut selaras dengan semangat pendidikan karakter yang ingin ditanamkan melalui pembelajaran kokurikuler.</p>
<p>“Ini bukan sekadar event. Ini bagian dari kokurikuler. Dalam pembelajaran itu ada intrakurikuler, yaitu mata pelajaran di sekolah. Ada ekstrakurikuler seperti pramuka. Dan ada kokurikuler, yakni penugasan yang menjadi bagian dari proses pembelajaran,” paparnya.</p>
<p>Ia menegaskan, kegiatan ini memiliki keberlanjutan dan bukan berhenti pada perayaan satu hari.</p>
<p>“Artinya ini ada keberlanjutannya. Bukan hanya sekadar hari ini selesai. Ini sebuah proses pembelajaran untuk menanamkan nilai-nilai cinta budaya lokal. Event hari ini adalah puncak ekspresi dari proses itu,” tuturnya.</p>
<p>Di tengah alunan musik dan gerak serempak para siswa, Alun-alun seolah menjadi ruang belajar terbuka. Bukan hanya tentang seni tari, tetapi tentang identitas, kebanggaan, dan harapan.</p>
<p>“Semoga generasi muda Bondowoso bisa tumbuh dengan karakter kuat, berakar pada budaya sendiri, dan tetap tegak menghadapi perubahan zaman,” tandasnya.</p>
<p><strong>Budaya Lokal Lainnya Juga Jadi Sasaran</strong></p>
<p>Senada dengan itu, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bondowoso, Taufan Restuanto, menyampaikan, pengenalan budaya lokal memang dirancang menjadi bagian penting dalam pembelajaran semester ini.</p>
<p>“Belajar budaya harus sejak dini. Tarian ini merupakan salah satu ikon seni Bondowoso. Jadi, tidak hanya Totta’an Dhara yang dipelajari, tetapi juga seni-seni lokal lainnya. Ada Remo Sutina, ada Tong-tong. Masing-masing gugus silakan memilih. Kebetulan gugus satu memilih Totta’an Dhara,” terangnya.</p>
<p>Ia menjelaskan, selain Totta’an Dhara, ada pula gugus yang mengangkat tema molong kopi, petik kopi, dan kekayaan tradisi lokal lainnya sesuai karakter wilayah masing-masing.</p>
<p>“Pesertanya ada 1.774 siswa. Ini bukan kegiatan sekali selesai. Ini pembelajaran yang terus berproses. Sekarang ini adalah gebyarnya. Sudah berjalan satu semester dan rutin dilaksanakan pada jam kokurikuler. Kebetulan tema semester ini adalah budaya lokal,” ungkap mantan staf ahli Bupati Bondowoso ini.</p>
<p>Taufan juga menambahkan bahwa melalui pembelajaran ini, siswa diajak memahami asal-usul dan cerita di balik seni yang dipelajari.</p>
<p>“Nanti anak-anak juga dikenalkan cerita dari Totta’a Dhara itu sendiri, dari Bondowoso itu asalnya dari mana, maknanya apa, dan nilai apa yang bisa diambil,” pungkasnya. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Aksi Damai di Bondowoso, Soroti Keputusan Indonesia Gabung BoP</title>
<link>https://suarajatimpost.com/aksi-damai-di-bondowoso-soroti-keputusan-indonesia-gabung-bop</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/aksi-damai-di-bondowoso-soroti-keputusan-indonesia-gabung-bop</guid>
<description><![CDATA[ Gabungan massa Ahlul Bait Indonesia (ABI) dan Komite Umat Islam anti Amerika dan Israel (KUMAIL) menggelar aksi damai di depan Pendopo Bupati Bondowoso menanggapi keputusan Presiden Prabowo Subianto menghadiri peluncuran Board of Peace (BoP) yang diusung Donald Trump di Davos, Swiss. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202602/image_870x580_698f0ac55fbf6.webp" length="81100" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Fri, 13 Feb 2026 18:28:23 +0700</pubDate>
<dc:creator>Rizqi Ardian</dc:creator>
<media:keywords>palestina, aksi, kumail, islam, israel, amerika BoP, presiden, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<div class="flex flex-col text-sm pb-25">
<article class="text-token-text-primary w-full focus:outline-none [--shadow-height:45px] has-data-writing-block:pointer-events-none has-data-writing-block:-mt-(--shadow-height) has-data-writing-block:pt-(--shadow-height) [&amp;:has([data-writing-block])&gt;*]:pointer-events-auto scroll-mt-[calc(var(--header-height)+min(200px,max(70px,20svh)))]" dir="auto" data-turn-id="request-WEB:6a304acc-9a82-4cfd-8536-efc5baaacbd4-2" data-testid="conversation-turn-6" data-scroll-anchor="true" data-turn="assistant" tabindex="-1">
<div class="text-base my-auto mx-auto pb-10 [--thread-content-margin:--spacing(4)] @w-sm/main:[--thread-content-margin:--spacing(6)] @w-lg/main:[--thread-content-margin:--spacing(16)] px-(--thread-content-margin)">
<div class="[--thread-content-max-width:40rem] @w-lg/main:[--thread-content-max-width:48rem] mx-auto max-w-(--thread-content-max-width) flex-1 group/turn-messages focus-visible:outline-hidden relative flex w-full min-w-0 flex-col agent-turn" tabindex="-1">
<div class="flex max-w-full flex-col grow">
<div data-message-author-role="assistant" data-message-id="5c84a0cc-00aa-4e5d-80e9-030ec0dcc0e7" dir="auto" class="min-h-8 text-message relative flex w-full flex-col items-end gap-2 text-start break-words whitespace-normal [.text-message+&amp;]:mt-1" data-message-model-slug="gpt-5-2">
<div class="flex w-full flex-col gap-1 empty:hidden first:pt-[1px]">
<div class="markdown prose dark:prose-invert w-full wrap-break-word light markdown-new-styling">
<p data-start="0" data-end="567"><strong data-start="0" data-end="18">BONDOWOSO, SJP</strong> – Bergabungnya Indonesia dengan Board of Peace (BoP) atau Dewan Perdamaian yang diusung Presiden Amerika Serikat, <span class="hover:entity-accent entity-underline inline cursor-pointer align-baseline"><span class="whitespace-normal">Donald Trump</span></span> di <span class="hover:entity-accent entity-underline inline cursor-pointer align-baseline"><span class="whitespace-normal">Davos</span></span>, Swiss, Kamis (22/1) silam, menuai berbagai kritikan. </p>
<p data-start="0" data-end="567">Kebijakan ini menuai beragam respons kritis dari kalangan akademisi, terutama terkait arah politik luar negeri Indonesia, legitimasi hukum internasional, serta dampaknya terhadap isu Palestina.</p>
<p data-start="569" data-end="819">Gelombang respons serupa juga muncul di daerah. Gabungan massa dari <span class="hover:entity-accent entity-underline inline cursor-pointer align-baseline"><span class="whitespace-normal">Ahlul Bait Indonesia</span></span> (ABI) dan <span class="hover:entity-accent entity-underline inline cursor-pointer align-baseline"><span class="whitespace-normal">Komite Umat Islam anti Amerika dan Israel</span></span> (KUMAIL) menggelar aksi damai di depan <span class="hover:entity-accent entity-underline inline cursor-pointer align-baseline"><span class="whitespace-normal">Pendopo Bupati Bondowoso</span></span>, Jumat (13/2/2026).</p>
<p data-start="821" data-end="1034">Koordinator aksi, Hasan Mustafa Haddar, menyampaikan keberatan atas keputusan pemerintah tersebut. Ia mengaku khawatir langkah itu justru membawa dampak negatif, terutama dalam konteks perjuangan rakyat Palestina.</p>
<p data-start="1036" data-end="1247">“Kami merasa keberatan dengan masuknya Presiden dalam BoP. Kami khawatir kebijakan ini tidak mempertimbangkan secara mendalam aspek agama dan kemanusiaan, khususnya terkait Palestina,” ujar Hasan dalam orasinya.</p>
<p data-start="1249" data-end="1501">Menurutnya, rekam jejak kebijakan luar negeri Amerika Serikat di bawah kepemimpinan Donald Trump selama ini dinilai berpihak pada Israel melalui dukungan persenjataan. Karena itu, ia mempertanyakan efektivitas BoP jika dikaitkan dengan misi perdamaian.</p>
<p data-start="1503" data-end="1652">“Saya yakin Presiden punya tujuan baik, mungkin ingin membantu kemerdekaan Palestina. Tapi apakah cara ini efektif? Itu yang kami ragukan,” tegasnya.</p>
<p data-start="1654" data-end="1866">Hasan juga menyinggung kondisi sosial di dalam negeri. Ia menilai pemerintah seharusnya lebih memprioritaskan persoalan rakyat kecil, terlebih jika kebijakan tersebut berimplikasi pada penggunaan anggaran negara.</p>
<p data-start="1868" data-end="2005">“Kita masih punya persoalan di dalam negeri. Jangan sampai anggaran rakyat digunakan untuk sesuatu yang manfaatnya belum jelas,” katanya.</p>
<p data-start="2007" data-end="2194">Selain itu, ia menyoroti perubahan sikap sejumlah tokoh agama dan pimpinan organisasi yang sebelumnya menyatakan keberatan, namun kemudian menyatakan dukungan terhadap kebijakan tersebut.</p>
<p data-start="2196" data-end="2327">“Awalnya ada yang menyampaikan keberatan, beberapa hari kemudian berubah mendukung. Ini yang membuat umat bertanya-tanya,” ujarnya.</p>
<p data-start="2329" data-end="2600">Meski menyampaikan kritik keras, Hasan menegaskan bahwa aksi yang digelar merupakan aksi damai dan berjalan sesuai aturan yang berlaku. Massa, kata dia, hanya ingin menyampaikan aspirasi serta mengingatkan pemerintah agar berhati-hati dalam mengambil keputusan strategis.</p>
<p data-start="2602" data-end="2784" data-is-last-node="" data-is-only-node="">“Kami akan terus menyuarakan ini sesuai koridor hukum. Harapan kami, Presiden mempertimbangkan kembali dan tidak sampai mengambil langkah yang merugikan umat dan bangsa,” pungkasnya.</p>
</div>
</div>
</div>
</div>
<div class="z-0 flex min-h-[46px] justify-start">
<p>Aksi damai itu bertujuan untuk memberikan dukungan moral kepada penduduk Palestina yang selama ini menjadi korban perang.</p>
<p>Seperti diketahui, warga Bondowoso yang melakukan aksi damai itu adalah gabungan dalam Ahlul Bait Indonesia (ABI) dan Komite Umat Islam anti Amerika dan Israel (KUMAIL).</p>
<p>Mereka berjalan kaki sejauh 4 kilometer dari sekitar Jl. Wahid Hasyim menuju depan Pendapa Raden Bagus Assra Bondowoso.</p>
<p>Ratusan peserta aksi kemudian menyayikan lagu Indonesia Raya sambil mengibarkan Bendera Merah Putih dan Bendera Palestina.</p>
<p>Para peserta aksi menginginkan agar persoalan perang dan krisis kemanusiaan di jalur Gaza cepat diselesaikan.</p>
<p>Mereka meneriakkan dukungan untuk Palestina agar segera merdeka dari penjajahan. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>
</div>
<div class="mt-3 w-full empty:hidden">
<div class="text-center"></div>
</div>
</div>
</div>
</article>
</div>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Warga Wringin Bondowoso Rela Mengantre Beli Beras dan Minyak Jelang Ramadan</title>
<link>https://suarajatimpost.com/warga-wringin-bondowoso-rela-mengantre-beli-beras-dan-minyak-jelang-ramadan</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/warga-wringin-bondowoso-rela-mengantre-beli-beras-dan-minyak-jelang-ramadan</guid>
<description><![CDATA[ Ratusan warga Kecamatan Wringin, Kabupaten Bondowoso, rela antre mengular demi mendapatkan beras SPHP dan Minyakita dalam Gerakan Pangan Murah Serentak Nasional. Program kolaborasi DPKP Bondowoso bersama Bulog dan mitra ini digelar untuk menjaga stabilitas harga dan meringankan beban masyarakat jelang Ramadan. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202602/image_870x580_698ebddb5845a.webp" length="67976" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Fri, 13 Feb 2026 14:30:23 +0700</pubDate>
<dc:creator>Rizqi Ardian</dc:creator>
<media:keywords>GPM, Pasar murah, beras, telur, minyak, ramadan, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<div class="flex flex-col text-sm pb-25">
<article class="text-token-text-primary w-full focus:outline-none [--shadow-height:45px] has-data-writing-block:pointer-events-none has-data-writing-block:-mt-(--shadow-height) has-data-writing-block:pt-(--shadow-height) [&amp;:has([data-writing-block])&gt;*]:pointer-events-auto scroll-mt-[calc(var(--header-height)+min(200px,max(70px,20svh)))]" dir="auto" data-turn-id="request-WEB:c36c51c4-646d-4b84-bb3e-4d36ddde3266-2" data-testid="conversation-turn-6" data-scroll-anchor="true" data-turn="assistant" tabindex="-1">
<div class="text-base my-auto mx-auto pb-10 [--thread-content-margin:--spacing(4)] @w-sm/main:[--thread-content-margin:--spacing(6)] @w-lg/main:[--thread-content-margin:--spacing(16)] px-(--thread-content-margin)">
<div class="[--thread-content-max-width:40rem] @w-lg/main:[--thread-content-max-width:48rem] mx-auto max-w-(--thread-content-max-width) flex-1 group/turn-messages focus-visible:outline-hidden relative flex w-full min-w-0 flex-col agent-turn" tabindex="-1">
<div class="flex max-w-full flex-col grow">
<div data-message-author-role="assistant" data-message-id="bf94c4de-2dc5-4083-bf07-03b7291cffa9" dir="auto" class="min-h-8 text-message relative flex w-full flex-col items-end gap-2 text-start break-words whitespace-normal [.text-message+&amp;]:mt-1" data-message-model-slug="gpt-5-2">
<div class="flex w-full flex-col gap-1 empty:hidden first:pt-[1px]">
<div class="markdown prose dark:prose-invert w-full wrap-break-word light markdown-new-styling">
<p data-start="90" data-end="443"><strong>BONDOWOSO, SJP – </strong>Antrean warga tampak mengular sejak pagi di lokasi Gerakan Pangan Murah (GPM) Serentak Nasional yang digelar di Kecamatan Wringin, Kabupaten Bondowoso, Jumat (13/2/2026). Dengan uang di tangan, para ibu rumah tangga, lansia, hingga bapak-bapak rela berdiri berjam-jam demi mendapatkan beras SPHP dan Minyakita dengan harga lebih terjangkau.</p>
<p data-start="445" data-end="732">Di tengah suasana yang ramai namun tertib, wajah-wajah penuh harap terlihat saat petugas melayani warga satu per satu. Bagi sebagian warga, selisih harga beberapa ribu rupiah sangat berarti, apalagi menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN), yakni Tahun Baru Imlek dan bulan suci Ramadan.</p>
<p data-start="734" data-end="1038">Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kabupaten Bondowoso, Mulyadi, mengatakan, kegiatan ini merupakan instruksi pemerintah pusat yang dilaksanakan serentak secara nasional, sekaligus tindak lanjut imbauan Bupati, Sekda, dan Wakil Bupati Bondowoso agar masyarakat terbantu menghadapi Ramadan.</p>
<p data-start="1040" data-end="1263">“Gerakan pangan murah ini untuk meringankan beban masyarakat dalam menghadapi HBKN. Karena, insyaallah minggu depan kita sudah memasuki bulan suci Ramadan. Harapannya, tidak ada kenaikan harga komoditas,” ujarnya di sela kegiatan.</p>
<p data-start="1265" data-end="1557">DPKP Bondowoso menggandeng sejumlah pihak, di antaranya Perum Bulog, PG Prajekan, PT Samudra, serta sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Bahkan dalam kesempatan tersebut juga disalurkan bantuan sosial untuk anak-anak, balita, ibu menyusui, dan kaum dhuafa melalui kolaborasi dengan sejumlah instansi.</p>
<p data-start="1559" data-end="1792">Komoditas yang dijual pun cukup besar. Dari Bulog tersedia 8 ton beras SPHP dan 2.000 liter minyak goreng Minyakita. Sementara dari PT Samudra disiapkan 4 ton beras merek Beras Koki yang merupakan hasil produksi padi lokal Bondowoso.</p>
<p data-start="1794" data-end="1989">“Untuk hari ini jumlahnya dua kali lipat dibanding pelaksanaan sebelumnya di Pakem. Harganya di bawah HET dan di bawah harga pasar. Ini bentuk stabilisasi harga menjelang Ramadan,” tegas Mulyadi, mantan Kepala Disparbudpora Bondowoso ini.</p>
<p data-start="1991" data-end="2235">Ia juga menekankan pentingnya ketahanan pangan berbasis lokal. Beras yang dijual dari PT Samudra, kata dia, murni berasal dari padi petani Bondowoso.</p>
<p data-start="1991" data-end="2235">“Sebisa mungkin produksi dan kearifan lokal bisa dinikmati masyarakat kita sendiri,” imbuhnya.</p>
<p data-start="2237" data-end="2473">Melihat tingginya antusiasme warga, Pemkab Bondowoso berencana menggelar kegiatan serupa di 23 kecamatan. Bahkan, telah diterbitkan SK Bupati terkait pendampingan OPD di masing-masing kecamatan guna memperkuat distribusi dan pengawasan.</p>
<p data-start="2475" data-end="2794" data-is-last-node="" data-is-only-node="">Bagi warga Wringin, kata Mulyadi, GPM bukan sekadar program pemerintah, tetapi menjadi harapan di tengah naik turunnya harga kebutuhan pokok.</p>
<p data-start="2475" data-end="2794" data-is-last-node="" data-is-only-node="">"Di antara terik matahari dan panjangnya antrean, ada rasa lega ketika beras dan minyak goreng akhirnya berhasil dibawa pulang, sebagai bekal menyambut Ramadan," tandasnya.</p>
<p data-start="2475" data-end="2794" data-is-last-node="" data-is-only-node="">Sementara itu, Yuniar salah seorang ibu rumah tangga yang ikut mengantre di Kecamatan Wringin mengatakan, dirinya sedikik lega mendapatkan beras dan minyak di bawah harga eceran di pasar. Pasar murah tersebut menjadi cadangan pangan saat menghadapi bulan Ramadan.</p>
<p data-start="2475" data-end="2794" data-is-last-node="" data-is-only-node="">"Saya beli beras SPHP 2 sak 5 Kg dan 2 liter minyak. Ini sangat membantu, mengingat biasanya harga komoditas pangan akan naik di awal Ramadan dan menjelang Idulfitri," ucapnya. <strong>(*)</strong></p>
<p data-start="2475" data-end="2794" data-is-last-node="" data-is-only-node=""><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>
</div>
</div>
</div>
</div>
</div>
</div>
</article>
</div>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Hujan Deras Guyur Jambesari Bondowoso, Belasan Rumah Tergenang dan Seekor Sapi Dievakuasi</title>
<link>https://suarajatimpost.com/hujan-deras-guyur-jambesari-bondowoso-belasan-rumah-tergenang-dan-seekor-sapi-dievakuasi</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/hujan-deras-guyur-jambesari-bondowoso-belasan-rumah-tergenang-dan-seekor-sapi-dievakuasi</guid>
<description><![CDATA[ Hujan deras di Kecamatan Jambesari, Bondowoso, menyebabkan saluran irigasi meluap dan merendam 12 halaman rumah warga di Desa Grujugan Lor dan Tegalpasir. BPBD Bondowoso mengevakuasi satu ekor sapi dan melakukan asesmen di lokasi. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202602/image_870x580_698e6e2f5c9a0.webp" length="46528" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Fri, 13 Feb 2026 07:30:12 +0700</pubDate>
<dc:creator>Rizqi Ardian</dc:creator>
<media:keywords>bencana, angin, banjir, longsor, puting beliung, BPBD, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p data-start="94" data-end="305"><strong data-start="94" data-end="112">BONDOWOSO, SJP</strong> – Hujan deras yang mengguyur wilayah Kecamatan Jambesari, Kabupaten Bondowoso, sejak sore hingga malam, pada Kamis (12/2/2026), menyebabkan saluran irigasi meluap dan merendam belasan halaman rumah warga di dua desa. Banjir drainase dan selokan itu terjadi sekira pukul 21.23 WIB.</p>
<p data-start="453" data-end="598">Dua lokasi terdampak yakni Dusun Cangkring Baru RT 29, Desa Grujugan Lor dan Dusun Karangbedih RT 16 RW 03, Desa Tegalpasir, Kecamatan Jambesari.</p>
<p data-start="600" data-end="839">Kepala Pelaksana (Kalaksa) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bondowoso, Kristianto Putro Prasojo, mengatakan, pihaknya menerima laporan dari masyarakat melalui pesan WhatsApp sekira pukul 21.20 WIB, setelah hujan dengan intensitas sedang hingga deras mengguyur wilayah tersebut.</p>
<p data-start="841" data-end="1046">“Curah hujan menyebabkan debit air meningkat dan saluran irigasi meluap hingga masuk ke halaman rumah warga. Tim langsung kami kerahkan untuk melakukan asesmen dan koordinasi di lapangan,” ujar Kristianto.</p>
<p data-start="1048" data-end="1251">Di Desa Grujugan Lor, sedikitnya tujuh halaman rumah warga tergenang. Sementara di Desa Tegalpasir, lima halaman rumah terdampak. Selain itu, satu kandang ternak milik warga bernama Nanang juga terendam.</p>
<p data-start="1253" data-end="1382">Dalam situasi yang cukup menegangkan, tim harus mengevakuasi satu ekor sapi agar tidak terdampak lebih parah akibat genangan air.</p>
<p data-start="1384" data-end="1539">“Keselamatan warga dan hewan ternak juga menjadi perhatian kami. Evakuasi dilakukan secara gotong royong bersama perangkat desa dan masyarakat,” tambahnya.</p>
<p data-start="1541" data-end="1758">Tim Pusdalops dan TRC-PB BPBD Bondowoso langsung melakukan asesmen, memberikan imbauan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem, serta berkoordinasi dengan pemerintah desa setempat untuk langkah penanganan lanjutan.</p>
<p data-start="1760" data-end="2019">Namun, upaya penanganan sempat terkendala. Di Desa Grujugan Lor, saluran irigasi diketahui tersumbat gelondongan kayu. Tingginya debit air serta kondisi saluran yang sempit membuat proses pembersihan belum dapat dilakukan karena berisiko membahayakan petugas.</p>
<p data-start="2021" data-end="2194">“Kami tidak ingin mengambil risiko terhadap keselamatan personel. Pembersihan akan dilakukan setelah debit air benar-benar surut dan situasi memungkinkan,” tegas Kristianto.</p>
<p data-start="2196" data-end="2385">Hingga menjelang tengah malam, debit air dilaporkan mulai berangsur surut. Dugaan sementara, gelondongan kayu yang menyumbat aliran menjadi penyebab utama meluapnya air ke permukiman warga.</p>
<p data-start="2387" data-end="2594">BPBD Bondowoso mengimbau masyarakat tetap waspada, terutama saat terjadi hujan deras disertai angin kencang. Warga juga diminta segera melapor jika menemukan potensi penyumbatan saluran air di lingkungannya.</p>
<p data-start="2596" data-end="2768">“Cuaca ekstrem masih berpotensi terjadi. Kami berharap masyarakat meningkatkan kewaspadaan dan menjaga kebersihan saluran air untuk meminimalkan risiko banjir,” pungkasnya. <strong>(*)</strong></p>
<p data-start="2596" data-end="2768"><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Hangat di Kampung Kopi Kluncing Sumberwringin, HPN 2026 Hadirkan Bakti Sosial untuk Warga Bondowoso</title>
<link>https://suarajatimpost.com/hangat-di-kampung-kopi-kluncing-sumberwringin-hpn-2026-hadirkan-bakti-sosial-untuk-warga-bondowoso</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/hangat-di-kampung-kopi-kluncing-sumberwringin-hpn-2026-hadirkan-bakti-sosial-untuk-warga-bondowoso</guid>
<description><![CDATA[ Peringatan Hari Pers Nasional 2026 dan HUT ke-80 PWI di Bondowoso diisi dengan bakti sosial di Kampung Kopi Kluncing. Polres Bondowoso, Pemkab, dan insan pers berkolaborasi memberikan santunan, layanan kesehatan gratis, serta donor darah bagi masyarakat. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202602/image_870x580_698c792debbf4.webp" length="90476" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 11 Feb 2026 19:45:41 +0700</pubDate>
<dc:creator>Rizqi Ardian</dc:creator>
<media:keywords>HPN, Bulog, pasar murah, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p data-start="118" data-end="428"><strong data-start="118" data-end="136">BONDOWOSO, SJP</strong> – Pagi itu, udara sejuk di kawasan Rest Area Kampung Kopi Kluncing, Desa Sukorejo Kecamatan Sumberwringin, terasa berbeda. Di tengah hamparan perbukitan dan aroma kopi khas Bondowoso, puluhan warga berkumpul bukan untuk sekadar merayakan seremoni, melainkan untuk berbagi dan merasakan kepedulian bersama.</p>
<p data-start="430" data-end="729">Momentum Hari Pers Nasional (HPN) 2026 sekaligus Hari Ulang Tahun ke-80 Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) di Bondowoso, dirayakan dengan cara yang lebih membumi. Rabu (11/2/2026), insan pers bersama Polres Bondowoso dan Pemerintah Kabupaten menggelar bakti sosial yang langsung menyentuh masyarakat.</p>
<p data-start="731" data-end="1006">Anak-anak yatim duduk rapi menunggu giliran menerima santunan. Beberapa warga lanjut usia tampak memeriksakan kesehatan mereka secara gratis. Di sudut lain, anggota Polri, wartawan, dan warga bergantian mengikuti donor darah, sebuah simbol sederhana tentang berbagi kehidupan.</p>
<p data-start="1008" data-end="1242">Kapolres Bondowoso AKBP Dr. Aryo Dwi Wibowo hadir langsung didampingi Wakapolres Kompol I Gede Suartika. Turut hadir Sekretaris Daerah Bondowoso Dr. Fathur Rozi serta Ketua PWI Bondowoso Sinca Ari Pangestu bersama sejumlah insan pers.</p>
<p data-start="1244" data-end="1491">Bagi AKBP Aryo, Hari Pers Nasional bukan hanya tentang peringatan tahunan atau refleksi peran media sebagai pilar demokrasi. Lebih dari itu, ia memandang HPN sebagai ruang untuk memperkuat kolaborasi dan menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat.</p>
<p data-start="1493" data-end="1837">“Pers adalah cahaya informasi bagi masyarakat. Di momen HPN ini, kita ingin menghadirkan makna yang lebih luas, bahwa kolaborasi antara Polri, pemerintah daerah, dan insan pers harus memberi dampak nyata. Bakti sosial ini adalah wujud kepedulian sekaligus penguatan kebersamaan dalam membangun Bondowoso yang lebih peduli dan berdaya,” ujarnya.</p>
<p data-start="1839" data-end="2067">Kehadiran berbagai unsur dalam satu kegiatan sosial tersebut menjadi gambaran bahwa kepedulian tidak mengenal sekat institusi. Polisi, wartawan, pemerintah daerah, dan masyarakat duduk bersama dalam satu tujuan: membantu sesama.</p>
<p data-start="2069" data-end="2335">Suasana berlangsung hangat dan penuh kekeluargaan. Tidak ada jarak antara pejabat dan warga. Senyum anak-anak yatim, rasa lega warga usai pemeriksaan kesehatan, serta semangat para pendonor darah menjadi potret sederhana namun bermakna dari peringatan HPN tahun ini.</p>
<p data-start="2337" data-end="2528">Di Bondowoso, perayaan Hari Pers Nasional 2026 meninggalkan pesan yang kuat, pers dan Polri bukan hanya mitra dalam menjaga informasi dan keamanan, tetapi juga sahabat dalam aksi kemanusiaan.</p>
<p data-start="2530" data-end="2682" data-is-last-node="" data-is-only-node="">"Sebab pada akhirnya, perayaan terbaik bukanlah tentang kemeriahan panggung, melainkan tentang seberapa besar manfaat yang bisa dirasakan masyarakat," pungkas Kapolres. <strong>(*)</strong></p>
<p data-start="2530" data-end="2682" data-is-last-node="" data-is-only-node=""><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Bulog dan PWI Bondowoso Gelar Pasar Murah di Hari Pers Nasional, Minyak Goreng Jadi Rebutan Warga</title>
<link>https://suarajatimpost.com/bulog-dan-pwi-bondowoso-gelar-pasar-murah-di-hari-pers-nasional-minyak-goreng-jadi-rebutan-warga</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/bulog-dan-pwi-bondowoso-gelar-pasar-murah-di-hari-pers-nasional-minyak-goreng-jadi-rebutan-warga</guid>
<description><![CDATA[ Perum Bulog Bondowoso menggelar pasar murah di Rest Area Kluncing, Desa Sukorejo, dalam rangka HPN 2026 dan HUT ke-80 PWI. Sebanyak 300 liter minyak goreng dan 1,5 ton beras SPHP disediakan, dengan minyak goreng menjadi komoditas paling diburu warga hingga habis terjual. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202602/image_870x580_698c71d1e9809.webp" length="55824" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 11 Feb 2026 19:03:36 +0700</pubDate>
<dc:creator>Rizqi Ardian</dc:creator>
<media:keywords>HPN, Bulog, pasar murah, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>BONDOWOSO, SJP</strong> – Sejak pagi, antrean warga sudah terlihat memanjang di Rest Area Kluncing, Desa Sukorejo, Kecamatan Sumber Wringin, Rabu (11/2/2026). Di tangan mereka tergenggam uang secukupnya, dengan harapan bisa membawa pulang kebutuhan pokok berharga lebih ramah di kantong.<o:p></o:p></p>
<p data-start="458" data-end="713">Hari itu, Perum Bulog Bondowoso yang berkolaborasi dengan PWI Bondowoso menggelar pasar murah dalam rangka memperingati Hari Pers Nasional (HPN) dan HUT ke-80 Persatuan Wartawan Indonesia (PWI). Program ini menjadi angin segar bagi masyarakat di tengah harga kebutuhan pokok yang cenderung naik.<o:p></o:p></p>
<p data-start="715" data-end="979">Bulog menyediakan 300 liter minyak goreng merek Minyakita kemasan 1 liter serta beras SPHP kemasan 5 kilogram dengan total stok 1,5 ton. Warga diperbolehkan membeli minyak goreng sebanyak 2 hingga 4 liter per orang, sedangkan beras dibatasi 5 sampai 10 kilogram.<o:p></o:p></p>
<p data-start="981" data-end="1114">Petugas Bulog Bondowoso, Teguh, mengakui antusiasme masyarakat di luar perkiraan. Minyak goreng menjadi komoditas yang paling diburu.<o:p></o:p></p>
<p data-start="1116" data-end="1205">“Minyak goreng habis terjual semua. Bahkan masih ada warga yang tidak kebagian,” ujarnya.<o:p></o:p></p>
<p data-start="1207" data-end="1389">Sebagian warga yang kehabisan minyak goreng akhirnya memilih membeli beras. Namun untuk beras SPHP, dari total 1,5 ton yang disediakan, baru sekitar 4 hingga 5 kuintal yang terserap.<o:p></o:p></p>
<p data-start="1391" data-end="1612">Menurut Teguh, tidak semua warga membeli beras kemungkinan karena sebagian masih memiliki stok hasil panen sendiri.</p>
<p data-start="1391" data-end="1612">“Kemungkinan masih ada cadangan beras di rumah, jadi yang paling dicari memang minyak goreng,” tambahnya.<o:p></o:p></p>
<p data-start="1614" data-end="1782">Di antara antrean itu, Siti Aminah, warga Desa Sukorejo, tampak lega setelah berhasil mendapatkan minyak goreng. Ia mengaku rela datang lebih awal agar tidak kehabisan.<o:p></o:p></p>
<p data-start="1784" data-end="1915">“Alhamdulillah sangat membantu. Harga minyak sekarang lumayan mahal. Saya antre dari pagi supaya kebagian,” tuturnya dengan senyum.<o:p></o:p></p>
<p data-start="1917" data-end="2100">Bagi Siti, pasar murah bukan sekadar transaksi jual beli, melainkan bentuk perhatian yang nyata. Ia berharap kegiatan serupa bisa rutin digelar agar masyarakat kecil semakin terbantu.<o:p></o:p></p>
<p data-start="2102" data-end="2231">Harapan serupa juga disampaikan Ahmad, warga lainnya. Ia menyebut stok minyak goreng sebaiknya ditambah pada kegiatan berikutnya.<o:p></o:p></p>
<p data-start="2233" data-end="2363">“Cepat sekali habisnya. Banyak yang belum kebagian. Kalau bisa nanti jumlahnya ditambah karena peminatnya memang banyak,” katanya. <o:p></o:p><strong>(*)</strong><o:p></o:p><strong><span style="font-size: 14.0pt;"><o:p></o:p></span></strong></p>
<p data-start="2233" data-end="2363"><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Kolaborasi PMI dan PWI Bondowoso, Setetes Darah untuk Sesama Warnai Peringatan HPN 2026</title>
<link>https://suarajatimpost.com/kolaborasi-pmi-dan-pwi-bondowoso-setetes-darah-untuk-sesama-warnai-peringatan-hpn-2026</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/kolaborasi-pmi-dan-pwi-bondowoso-setetes-darah-untuk-sesama-warnai-peringatan-hpn-2026</guid>
<description><![CDATA[ PMI Bondowoso berkolaborasi dengan PWI dalam peringatan HPN 2026 dan HUT ke-80 PWI dengan menggelar donor darah dan penanaman pohon di lereng Gunung Raung. Kegiatan tersebut berhasil mengumpulkan 20 kantong darah sebagai bentuk komitmen kemanusiaan dan kesiapsiagaan bencana. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202602/image_870x580_698c60427ddd1.webp" length="37534" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 11 Feb 2026 17:46:36 +0700</pubDate>
<dc:creator>Rizqi Ardian</dc:creator>
<media:keywords>PMI, BPBD, Operasiona, Donor, bencana, ambulans, mobil, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p data-start="170" data-end="411"><strong data-start="170" data-end="188">BONDOWOSO, SJP</strong> – Bagi relawan Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Bondowoso, membantu sesama bukan sekadar slogan. Dari kegiatan donor darah hingga turun langsung ke lokasi bencana, semangat kemanusiaan selalu menjadi panggilan utama.</p>
<p data-start="413" data-end="663">Tak hanya aktif menjemput bola untuk menambah stok darah bagi masyarakat yang membutuhkan, PMI Bondowoso juga membuka ruang kolaborasi dengan berbagai instansi pemerintah, swasta, maupun organisasi kemasyarakatan untuk menggelar kegiatan donor darah.</p>
<p data-start="665" data-end="961">Kali ini, PMI Bondowoso berkolaborasi dengan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Bondowoso dengan menggelar donor darah serta penanaman bibit pohon di lereng Gunung Raung. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari peringatan Hari Pers Nasional (HPN) 2026 dan HUT ke-80 PWI, Rabu (11/2/2026).</p>
<p data-start="963" data-end="1175">Dalam kegiatan donor darah yang dilaksanakan oleh Unit Donor Darah (UDD) PMI Bondowoso di Rest Area Kampung Kopi Kluncing, Desa Sukorejo, Kecamatan Sumberwringin, berhasil dikumpulkan sedikitnya 20 kantong darah.</p>
<p data-start="1177" data-end="1411">Ketua PMI Bondowoso, Juni Sukarno, mengatakan, kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan terus berjalan, meski tidak selalu dalam forum formal. Upaya tersebut dilakukan untuk menjaga ketersediaan stok darah bagi masyarakat.</p>
<p data-start="1413" data-end="1577">“Kita saling berkoordinasi dengan pihak kesehatan, BPBD, dan unsur lainnya. Misalnya dengan PWI Bondowoso yang rutin kita lakukan setiap peringatan HPN,” ungkapnya.</p>
<p data-start="1413" data-end="1577"><strong data-start="1588" data-end="1645">Kolaborasi Lintas Lembaga, Kemanusiaan Jadi Prioritas</strong></p>
<p data-start="1647" data-end="1869">Menurut Juni Sukarno, sinergi antar-lembaga selama ini terbangun dengan kuat. PMI bersama BPBD, Dinas Kesehatan, TNI-Polri, organisasi keagamaan, hingga relawan sosial selalu berada dalam satu barisan saat terjadi bencana.</p>
<p data-start="1871" data-end="2019">“Kalau bencana, komandannya BPBD. Kita selalu bersama dalam mitigasi dan penanganan. PMI pasti terlibat di bidang sosial dan kemanusiaan,” jelasnya.</p>
<p data-start="2021" data-end="2147">Ia menambahkan, sesuai arahan Ketua Umum PMI, maksimal enam jam setelah terjadi bencana, tim PMI harus sudah berada di lokasi.</p>
<p data-start="2149" data-end="2372">“Kita datang pertama untuk asesmen, melihat apa yang dibutuhkan dan seperti apa level bencananya. Jika di luar kemampuan, kita akan berkoordinasi dengan PMI provinsi atau pusat,” tambah pria yang akrab disapa Juni tersebut.</p>
<p data-start="2374" data-end="2491">Langkah cepat itu menjadi bentuk komitmen bahwa kehadiran PMI bukan sekadar simbol, melainkan aksi nyata di lapangan.</p>
<p data-start="2374" data-end="2491"><strong data-start="2502" data-end="2539">Donor Darah, Tabungan Kemanusiaan</strong></p>
<p data-start="2541" data-end="2685">Selain respons kebencanaan, PMI juga aktif menggelar kegiatan donor darah. Bagi mereka, setiap tetes darah adalah harapan hidup bagi orang lain.</p>
<p data-start="2687" data-end="2846">“Kegiatan olahraga sekaligus donor darah sangat baik. Selain menambah stok darah PMI, juga mengedukasi masyarakat tentang pentingnya saling membantu,” ujarnya.</p>
<p data-start="2848" data-end="3018">Ia menegaskan, kebutuhan darah tidak pernah benar-benar kosong, namun stok kerap menipis. Karena itu, PMI rutin membagikan informasi kebutuhan darah melalui media sosial.</p>
<p data-start="3020" data-end="3183">“Itu bukan berarti stok habis, tetapi untuk menjaga ketersediaan tetap aman. Sekaligus mengingatkan masyarakat yang mungkin sudah waktunya donor kembali,” katanya.</p>
<p data-start="3185" data-end="3357">Secara medis, donor darah dapat dilakukan setiap dua bulan sekali bagi usia produktif. Sementara bagi pendonor berusia 60 tahun ke atas, disarankan satu kali dalam setahun.</p>
<p data-start="3359" data-end="3456">“Selain membantu orang lain, donor darah juga berdampak baik bagi kesehatan pendonor,” tambahnya.</p>
<p data-start="3359" data-end="3456"><strong data-start="3467" data-end="3506">Media Sosial Jadi Jembatan Kebaikan</strong></p>
<p data-start="3508" data-end="3642">Untuk menjangkau lebih banyak masyarakat, PMI memanfaatkan berbagai platform digital seperti Instagram, TikTok, hingga WhatsApp Group.</p>
<p data-start="3644" data-end="3796">“Semua media sosial kita gunakan agar informasi cepat tersampaikan dan masyarakat mudah tergerak,” ujar Juni Sukarno di Rest Area Kampung Kopi Kluncing.</p>
<p data-start="3798" data-end="4033">Bagi PMI, membangun kesadaran kemanusiaan tidak cukup hanya dengan ajakan lisan. Diperlukan pendekatan yang mengikuti perkembangan zaman agar pesan tentang pentingnya donor darah dan kesiapsiagaan bencana dapat diterima semua kalangan.</p>
<p data-start="4035" data-end="4277">"Di balik 20 kantong darah yang terkumpul hari itu, tersimpan semangat gotong royong yang terus dijaga. Sebab bagi PMI, setetes darah bukan sekadar cairan merah, melainkan kehidupan yang mengalir dari satu kepedulian ke kepedulian lainnya," tandasnya. <strong>(*)</strong></p>
<p data-start="4035" data-end="4277"><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Sedekah Oksigen di Lereng Raung Bondowoso Jadi Puncak Peringatan HPN 2026 dan HUT ke&amp;80 PWI</title>
<link>https://suarajatimpost.com/sedekah-oksigen-di-lereng-raung-bondowoso-jadi-puncak-peringatan-hpn-2026-dan-hut-ke-80-pwi</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/sedekah-oksigen-di-lereng-raung-bondowoso-jadi-puncak-peringatan-hpn-2026-dan-hut-ke-80-pwi</guid>
<description><![CDATA[ PWI Bondowoso memperingati HPN dan HUT PWI dengan gerakan tanam pohon sebagai bentuk kepedulian lingkungan dan investasi hijau bagi generasi mendatang. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202602/image_870x580_698c556357d1e.webp" length="75222" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 11 Feb 2026 17:14:29 +0700</pubDate>
<dc:creator>Rizqi Ardian</dc:creator>
<media:keywords>Bondowoso, HPN, Hari pers Nasional, wartawan, PWI, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<div class="flex flex-col text-sm pb-25">
<article class="text-token-text-primary w-full focus:outline-none [--shadow-height:45px] has-data-writing-block:pointer-events-none has-data-writing-block:-mt-(--shadow-height) has-data-writing-block:pt-(--shadow-height) [&amp;:has([data-writing-block])&gt;*]:pointer-events-auto scroll-mt-[calc(var(--header-height)+min(200px,max(70px,20svh)))]" dir="auto" data-turn-id="request-WEB:4375a021-ab4f-4acf-8b5c-bc2fdead9d0b-1" data-testid="conversation-turn-4" data-scroll-anchor="true" data-turn="assistant" tabindex="-1">
<div class="text-base my-auto mx-auto pb-10 [--thread-content-margin:--spacing(4)] @w-sm/main:[--thread-content-margin:--spacing(6)] @w-lg/main:[--thread-content-margin:--spacing(16)] px-(--thread-content-margin)">
<div class="[--thread-content-max-width:40rem] @w-lg/main:[--thread-content-max-width:48rem] mx-auto max-w-(--thread-content-max-width) flex-1 group/turn-messages focus-visible:outline-hidden relative flex w-full min-w-0 flex-col agent-turn" tabindex="-1">
<div class="flex max-w-full flex-col grow">
<div data-message-author-role="assistant" data-message-id="a6cb59b0-f38c-4126-bb2f-347d5dc1fcd8" dir="auto" class="min-h-8 text-message relative flex w-full flex-col items-end gap-2 text-start break-words whitespace-normal [.text-message+&amp;]:mt-1" data-message-model-slug="gpt-5-2">
<div class="flex w-full flex-col gap-1 empty:hidden first:pt-[1px]">
<div class="markdown prose dark:prose-invert w-full wrap-break-word light markdown-new-styling">
<p data-start="90" data-end="442"><strong>BONDOWOSO, SJP </strong>– Pagi ini, udara lereng Gunung Raung terasa lebih sejuk dari biasanya. Ratusan orang berkumpul di Petak 29A, RPH Sukorejo BKPH Sukosari KPH Bondowoso, Kecamatan Sumberwringin, Rabu (11/2/2026).</p>
<p data-start="90" data-end="442">Mereka datang bukan untuk sekadar seremoni memperingari Hari Pers Nasional (HPN) 2026 dan HUT Ke-80 Persatuan Wartawan Indonesia (PWI), melainkan membawa bibit-bibit pohon dengan satu niat yang sama, bersedekah oksigen bagi masa depan.</p>
<p data-start="444" data-end="616">Gerakan yang digagas Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Bondowoso bersama Perhutani KPH Bondowoso ini, menjadi penanda bahwa kepedulian terhadap lingkungan bisa tumbuh dari siapa saja, termasuk insan pers.</p>
<p data-start="444" data-end="616"><strong>Tanam Pohon, Wariskan Sejuta Oksigen</strong></p>
<p data-start="665" data-end="869">Mengusung tema<em> </em>“Tanam Pohon, Wariskan Sejuta Oksigen”, aksi ini terlaksana berkat kolaborasi PWI Bondowoso bersama Perhutani KPH Bondowoso. Sekitar 300 peserta dari berbagai latar belakang, elemen dan lintas sektor ambil bagian.</p>
<p data-start="871" data-end="1168">Hadir dalam kegiatan tersebut Sekretaris Daerah (Sekda) Bondowoso Dr. Fathur Rozi, Ketua DPRD Ahmad Dhafir, Kapolres Bondowoso AKBP Dr. Aryo Dwi Wibowo, Administratur Perhutani Misbakhul Munir, jajaran OPD, ulama, organisasi kepemudaan, mahasiswa, forum anak, pemandu gunung, asosiasi media, hingga organisasi masyarakat.</p>
<p data-start="1170" data-end="1397">Sekda Bondowoso, Fathur Rozi, hadir mewakili Bupati dan Wakil Bupati yang berhalangan karena agenda kedinasan. Ia menyampaikan salam hormat dari kedua pimpinan daerah dan harapan agar gerakan ini membawa manfaat jangka panjang.</p>
<p data-start="1399" data-end="1513">Menurutnya, penanaman pohon bukan sekadar aktivitas simbolik, melainkan langkah konkret menjaga keseimbangan alam.</p>
<p data-start="1515" data-end="1686">“Manfaatnya mungkin tidak langsung terlihat. Tapi sedekah oksigen ini sangat berarti bagi kehidupan kita. Selain berdampak pada lingkungan, juga bernilai ibadah,” ujarnya.</p>
<p data-start="1688" data-end="1903">Ia menambahkan, gerakan penghijauan serupa sebelumnya telah dilakukan di beberapa kecamatan seperti Sukosari, Curahdami, dan Maesan. Sumberwringin menjadi titik lanjutan dari komitmen bersama merawat alam Bondowoso.</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202602/image_870x_698c5557eb214.webp" alt=""></p>
<p data-start="1688" data-end="1903"><strong>Ketika Anak-Anak Ikut Menanam Harapan</strong></p>
<p data-start="1953" data-end="2129">Di antara ratusan peserta, puluhan siswa PAUD dan SD menjadi pemandangan paling menghangatkan. Dengan tangan kecil mereka, bibit-bibit pohon ditanam di tanah lereng yang subur.</p>
<p data-start="2131" data-end="2227">Khairunnisa (5), siswi TK yang ikut dalam aksi tersebut, tak bisa menyembunyikan kegembiraannya.</p>
<p data-start="2229" data-end="2304">“Saya senang sekali ikut aksi ini. Ikut melestarikan alam,” tuturnya polos.</p>
<p data-start="2306" data-end="2432">Sementara Fathor (8), siswa SD di Sumberwringin, mengaku memang menyukai suasana hutan. Ia bahkan kerap ikut ayahnya ke hutan.</p>
<p data-start="2434" data-end="2542">“Saya senang lihat alam yang hijau. Kalau ada aksi seperti ini, saya mau ikut lagi,” katanya penuh semangat.</p>
<p data-start="2544" data-end="2785">Di wajah-wajah kecil itu, tersimpan harapan besar. Mereka mungkin belum sepenuhnya memahami isu perubahan iklim atau krisis lingkungan. Namun langkah kecil mereka hari itu menjadi simbol bahwa kesadaran menjaga bumi harus ditanam sejak dini.</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202602/image_870x_698c555c5be92.webp" alt=""></p>
<p data-start="2544" data-end="2785"><strong>HPN yang Tak Hanya Seremonial</strong></p>
<p data-start="2827" data-end="3007">Ketua PWI Bondowoso, Sinca Ari Pangestu, menegaskan, kegiatan ini merupakan bagian dari peringatan Hari Pers Nasional (HPN) dan HUT Ke-80 PWI. Namun, pihaknya sengaja memilih cara yang berbeda.</p>
<p data-start="3009" data-end="3164">Menurutnya, peringatan HPN tidak harus berhenti pada seremoni atau diskusi. Ada tanggung jawab moral yang lebih luas, termasuk pada kelestarian lingkungan.</p>
<p data-start="3166" data-end="3311">“Kami ingin HPN diisi dengan kegiatan yang memberi manfaat jangka panjang. Penghijauan ini adalah bentuk kepedulian kami terhadap alam,” ujarnya.</p>
<p data-start="3313" data-end="3456">Gerakan bertajuk "Sedekah Oksigen" ini, lanjutnya, menjadi ajakan terbuka bagi seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga lingkungan.</p>
<p data-start="3458" data-end="3556">“Kelestarian alam bukan hanya tanggung jawab pemerintah. Ini tanggung jawab kita semua,” tegasnya.</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202602/image_870x_698c55604fbf3.webp" alt=""></p>
<p data-start="3458" data-end="3556"><strong>Investasi Hijau untuk Masa Depan</strong></p>
<p data-start="3601" data-end="3867">Penanaman pohon memiliki peran penting dalam menjaga ekosistem, mengurangi risiko banjir dan longsor, serta memperbaiki kualitas udara. Di wilayah lereng seperti Sumberwringin, keberadaan pepohonan menjadi benteng alami bagi keberlangsungan hidup masyarakat sekitar.</p>
<p data-start="3869" data-end="4051">"Gerakan ini bukan hanya tentang menanam hari ini, melainkan tentang apa yang akan tumbuh di masa depan, udara yang lebih bersih, tanah yang lebih kuat, dan generasi yang lebih peduli," ungkap Misbakhul Munir, Adm Perhutani KPH Bondowoso.</p>
<p data-start="4053" data-end="4165">“Semoga apa yang kita tanam hari ini menjadi amal jariyah dan membawa keberkahan bagi Bondowoso,” imbuhnya.</p>
<p data-start="4167" data-end="4404" data-is-last-node="" data-is-only-node="">Di lereng Raung, kata Munir, ratusan bibit kini tertanam. Mungkin butuh waktu bertahun-tahun hingga mereka tumbuh besar dan menaungi bumi.</p>
<p data-start="4167" data-end="4404" data-is-last-node="" data-is-only-node="">"Namun dari sanalah oksigen kehidupan akan terus mengalir, sebagai sedekah tanpa henti untuk generasi mendatang," pungkasnya.</p>
<p data-start="4167" data-end="4404" data-is-last-node="" data-is-only-node="">Peringtan HPN dan HUT Ke-80 PWI tahun ini, juga diisi dengan serangkaian kegiatan sosial lainnya. Seperti, cek kesehatan gratis, pengobatan gratis, donor darah, pasar murah dan santunan kepada 20 anak yatim dan dhuafa. <strong>(*) </strong></p>
<p data-start="4167" data-end="4404" data-is-last-node="" data-is-only-node=""><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>
</div>
</div>
</div>
</div>
</div>
</div>
</article>
</div>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Hidup Sebatang Kara, Warga Desa Bataan Bondowoso Ditemukan Meninggal di Rumahnya</title>
<link>https://suarajatimpost.com/hidup-sebatang-kara-warga-desa-bataan-bondowoso-ditemukan-meninggal-di-rumahnya</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/hidup-sebatang-kara-warga-desa-bataan-bondowoso-ditemukan-meninggal-di-rumahnya</guid>
<description><![CDATA[ Seorang warga Desa Bataan, Kecamatan Tenggarang, Bondowoso, ditemukan meninggal dunia di rumahnya setelah beberapa hari tak terlihat beraktivitas. Korban diketahui hidup sebatang kara dan tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuhnya. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202602/image_870x580_698749477e6bf.webp" length="63728" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sat, 07 Feb 2026 21:23:50 +0700</pubDate>
<dc:creator>Rizqi Ardian</dc:creator>
<media:keywords>peristiwa, sumur, meninggal, basarnas, BPBD, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p data-start="269" data-end="502"><strong>BONDOWOSO, SJP –</strong> Kesunyian sebuah rumah di Desa Bataan, Kecamatan Tenggarang, Bondowoso, akhirnya terjawab dengan kabar duka. Seorang pria bernama Didik Haryadi (54) ditemukan meninggal dunia di dalam rumahnya, Sabtu (7/2/2026) sore.</p>
<p data-start="504" data-end="795">Didik diketahui hidup seorang diri sejak ibunya meninggal dunia beberapa waktu lalu. Dalam kesehariannya, ia jarang berinteraksi dengan warga sekitar. Satu-satunya orang yang kerap berhubungan dengannya adalah Mamang, saudaranya, yang membuka usaha potong rambut tepat di depan rumah korban.</p>
<p data-start="797" data-end="993">Kecurigaan warga muncul ketika Didik tak lagi terlihat beraktivitas selama hampir tiga hari. Pintu rumahnya selalu tertutup dan terkunci, sementara setiap kali diketuk, tak ada jawaban dari dalam.</p>
<p data-start="995" data-end="1170">Merasa ada yang tidak beres, tetangga kemudian melapor kepada Ketua RT, RW, hingga pemerintah desa. Laporan tersebut diteruskan ke pihak kepolisian untuk dilakukan pengecekan.</p>
<p data-start="1172" data-end="1310">“Kami koordinasi dengan Polsek, dan saat dicek korban sudah ditemukan meninggal dunia di dalam rumah,” ujar Kepala Desa Bataan, Hariyanto.</p>
<p data-start="1312" data-end="1529">Jenazah Didik selanjutnya dievakuasi ke RS Bhayangkara Bondowoso untuk dilakukan pemeriksaan luar. Pihak kepolisian memastikan proses evakuasi berjalan dengan lancar dan disaksikan perangkat desa serta warga setempat.</p>
<p data-start="1531" data-end="1724">Kasi Humas Polres Bondowoso, Iptu Bobby Dwi Siswanto, membenarkan peristiwa tersebut. Dari hasil pemeriksaan awal, korban diperkirakan telah meninggal dunia sekitar tiga hari sebelum ditemukan.</p>
<p data-start="1726" data-end="1848">“Berdasarkan hasil pemeriksaan luar, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan atau penganiayaan pada tubuh korban,” jelasnya.</p>
<p data-start="1850" data-end="2062">Peristiwa ini menyisakan duka dan keprihatinan warga sekitar. Sosok Didik dikenal pendiam dan menjalani hari-harinya dalam kesunyian, hingga akhirnya kepergiannya baru disadari setelah beberapa hari tak terlihat. <strong>(*)</strong></p>
<p data-start="1850" data-end="2062"><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Dua Ribu Warga NU Bondowoso Berangkat Hadiri Puncak 1 Abad NU di Malang</title>
<link>https://suarajatimpost.com/dua-ribu-warga-nu-bondowoso-berangkat-hadiri-puncak-1-abad-nu-di-malang</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/dua-ribu-warga-nu-bondowoso-berangkat-hadiri-puncak-1-abad-nu-di-malang</guid>
<description><![CDATA[ Sebanyak 2.000 warga Nahdlatul Ulama asal Bondowoso diberangkatkan ke Malang untuk menghadiri puncak peringatan 1 Abad NU di Stadion Gajayana. Keberangkatan dilepas langsung Kapolres Bondowoso dengan pengawalan ketat. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202602/image_870x580_69873eefed354.webp" length="77456" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sat, 07 Feb 2026 20:59:55 +0700</pubDate>
<dc:creator>Rizqi Ardian</dc:creator>
<media:keywords>Nahdliyin, NU, 1 Abad NU, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p data-start="243" data-end="502"><strong>BONDOWOSO, SJP –</strong> Antusiasme warga Nahdlatul Ulama (NU) di Kabupaten Bondowoso terlihat dari keberangkatan sekitar 2.000 jamaah menuju Kota Malang untuk mengikuti rangkaian puncak peringatan 1 Abad NU yang dipusatkan di Stadion Gajayana pada 7–8 Februari 2026.</p>
<p data-start="504" data-end="763">Rombongan jamaah bersama jajaran pengurus NU dari tingkat cabang hingga ranting diberangkatkan secara resmi dari Jalan Ahmad Yani, Kelurahan Nangkaan, Bondowoso, Sabtu (7/2/2026) sore. Prosesi pelepasan dilakukan oleh Kapolres Bondowoso, AKBP Aryo Dwi Wibowo.</p>
<p data-start="765" data-end="1025">Ketua PCNU Bondowoso, KH Abdul Qodir Syam, mengatakan jumlah jamaah yang berangkat melebihi kuota resmi yang ditetapkan panitia pusat. Dari alokasi awal sebanyak 1.000 orang, jumlah peserta justru meningkat hingga dua kali lipat karena besarnya minat warga NU.</p>
<p data-start="1027" data-end="1162">“Antusiasme sangat tinggi. Banyak warga yang berinisiatif berangkat sendiri dan menanggung biaya transportasi secara mandiri,” katanya.</p>
<p data-start="1164" data-end="1328">Untuk mengangkut ribuan jamaah tersebut, panitia menyiapkan puluhan armada bus serta sejumlah kendaraan pendukung lainnya, termasuk mobil Elf dan kendaraan pribadi.</p>
<p data-start="1330" data-end="1508">Selama di Malang, rombongan NU asal Bondowoso dijadwalkan mengikuti seluruh agenda peringatan, termasuk malam puncak resepsi 1 Abad NU Masehi yang digelar pada Minggu (8/2/2026).</p>
<p data-start="1510" data-end="1704">Meski demikian, KH Abdul Qodir Syam mengungkapkan tidak semua jamaah dipastikan dapat masuk ke dalam area Stadion Gajayana, mengingat keterbatasan kapasitas yang diberikan kepada PCNU Bondowoso.</p>
<p data-start="1706" data-end="1816">“Kami sudah menyampaikan kepada jamaah bahwa kemungkinan sebagian mengikuti acara dari luar stadion,” ujarnya.</p>
<p data-start="1818" data-end="2062">Sebelum keberangkatan, rombongan terlebih dahulu mengikuti doa bersama yang dipimpin Ketua MUI Bondowoso, KH As’ari Pasha. Selanjutnya, rombongan dilepas dan dikawal oleh aparat kepolisian guna memastikan perjalanan berlangsung aman dan tertib.</p>
<p data-start="2064" data-end="2199">“Kami mengapresiasi pengawalan dari pihak kepolisian dan semua unsur yang terlibat dalam kelancaran pemberangkatan jamaah,” pungkasnya. <strong>(*)</strong></p>
<p data-start="2064" data-end="2199"><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Pemkab Bondowoso dan BKD Jatim Perkuat Jabatan Fungsional ASN</title>
<link>https://suarajatimpost.com/pemkab-bondowoso-dan-bkd-jatim-perkuat-jabatan-fungsional-asn</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/pemkab-bondowoso-dan-bkd-jatim-perkuat-jabatan-fungsional-asn</guid>
<description><![CDATA[ Pemerintah Kabupaten Bondowoso bersama BKD Provinsi Jawa Timur menggelar sosialisasi dan bimbingan teknis penguatan jabatan fungsional ASN. Kegiatan ini menegaskan peran strategis jabatan fungsional sebagai tulang punggung pelayanan publik dan arah baru manajemen ASN. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202602/image_870x580_6987436ee5ff2.webp" length="37474" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sat, 07 Feb 2026 20:30:15 +0700</pubDate>
<dc:creator>Rizqi Ardian</dc:creator>
<media:keywords></media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p data-start="275" data-end="695"><strong>BONDOWOSO, SJP - </strong>Pemerintah Kabupaten Bondowoso bersama Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Provinsi Jawa Timur menggelar sosialisasi dan bimbingan teknis (bimtek) penguatan jabatan fungsional bagi Aparatur Sipil Negara (ASN).</p>
<p data-start="275" data-end="695">Kegiatan tersebut bertujuan memperkuat pemahaman ASN terhadap arah kebijakan manajemen kepegawaian yang kini menempatkan jabatan fungsional sebagai pilar utama birokrasi.</p>
<p data-start="697" data-end="1067">Kepala Bidang Perencanaan, Pengadaan, dan Sistem Informasi BKD Provinsi Jawa Timur, Muhammad Hasyim Asyari, menjelaskan bahwa jabatan fungsional memiliki peran yang semakin strategis seiring dengan penyederhanaan struktur organisasi pemerintahan.</p>
<p data-start="697" data-end="1067">Menurutnya, perubahan tersebut menuntut ASN untuk mengedepankan kompetensi dan keahlian profesional sesuai bidang tugasnya.</p>
<p data-start="1069" data-end="1360">Ia menyebutkan, melalui pemetaan dan perhitungan jabatan fungsional, ASN di Kabupaten Bondowoso akan memperoleh kepastian arah karier yang lebih jelas. Selain itu, pemerintah daerah juga dapat memastikan kesesuaian antara kebutuhan organisasi dengan formasi jabatan fungsional yang tersedia.</p>
<p data-start="1362" data-end="1645">“Dengan jabatan fungsional, ASN tidak hanya mendapat kepastian karier, tetapi juga diarahkan untuk meningkatkan kompetensi dan kinerja secara berjenjang. Setiap kenaikan jabatan harus melalui uji kompetensi dan uji praktik, sehingga profesionalisme ASN benar-benar terukur,” ujarnya, Jumat (6/2/2026).</p>
<p data-start="1647" data-end="1940">Hasyim menambahkan, nantinya pilihan karier ASN hanya akan mengarah pada dua jalur, yakni jabatan struktural dan jabatan fungsional. ASN yang memilih jalur fungsional dituntut lebih menekankan penguasaan kompetensi teknis, sementara jalur struktural menitikberatkan pada kompetensi manajerial.</p>
<p data-start="1942" data-end="2088">“Perbedaan jalur ini penting dipahami agar ASN bisa merancang pengembangan kariernya sejak dini dan sesuai dengan potensi yang dimiliki,” katanya.</p>
<p data-start="2090" data-end="2329">Sementara itu, Asisten III Haeriah Yuliati yang dikonfirmasi terpisah menegaskan, kebijakan manajemen ASN saat ini secara tegas menempatkan jabatan fungsional sebagai tulang punggung pelaksanaan tugas teknis dan pelayanan publik.</p>
<p data-start="2331" data-end="2593">Menurut Haeriah, jabatan fungsional bukanlah jalur karier kelas dua sebagaimana anggapan yang masih berkembang di sebagian kalangan ASN. Sebaliknya, jabatan fungsional merupakan jalur karier yang setara, bermartabat, dan memiliki prospek pengembangan yang jelas.</p>
<p data-start="2595" data-end="2823">“Jabatan fungsional adalah pelaksana utama tugas teknis dan pelayanan publik. Ini bukan pilihan kedua, tetapi jalur karier yang terhormat bagi ASN yang berkomitmen pada peningkatan kompetensi, integritas, dan kinerja,” tegasnya, Sabtu (7/2/2026).</p>
<p data-start="2825" data-end="3181">Melalui kegiatan sosialisasi dan bimtek tersebut, Haeriah berharap terbangun kesamaan pemahaman terkait kebijakan, tata kelola, serta pola pengembangan karier jabatan fungsional di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bondowoso.</p>
<p data-start="2825" data-end="3181">Ia juga mendorong agar perangkat daerah lebih optimal dalam membina dan memanfaatkan jabatan fungsional sesuai kebutuhan organisasi.</p>
<p data-start="3183" data-end="3349">“Jika dikelola dengan baik, jabatan fungsional akan membuat birokrasi lebih adaptif, profesional, dan mampu memberikan pelayanan publik yang berkualitas,” pungkasnya. <strong>(*)</strong></p>
<p data-start="3183" data-end="3349"><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Laga Sempat Terhenti, Persik Kediri Amankan Tiga Poin dari Dewa United</title>
<link>https://suarajatimpost.com/laga-sempat-terhenti-persik-kediri-amankan-tiga-poin-dari-dewa-united</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/laga-sempat-terhenti-persik-kediri-amankan-tiga-poin-dari-dewa-united</guid>
<description><![CDATA[ Persik Kediri meraih kemenangan 2-1 atas Dewa United dalam laga BRI Super League 2025/2026 yang sempat tertunda akibat hujan deras. Tambahan tiga poin membawa Macan Putih naik ke posisi ke-10 klasemen. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202602/image_870x580_69873340c0b25.webp" length="29440" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sat, 07 Feb 2026 19:46:29 +0700</pubDate>
<dc:creator>Rizqi Ardian</dc:creator>
<media:keywords>sepak bola, olahraga, Timnas Indonesia, naturalisasi, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p data-start="264" data-end="557"><strong>KEDIRI, SJP –</strong> Persik Kediri sukses mengamankan kemenangan 2-1 atas Dewa United dalam lanjutan BRI Super League 2025/2026 di Stadion Brawijaya, Kediri, Sabtu (7/2/2026). Pertandingan sempat mengalami penundaan akibat hujan deras yang mengguyur sejak awal laga dan membuat aliran bola terganggu.</p>
<p data-start="559" data-end="878">Wasit Candra memutuskan menghentikan sementara pertandingan pada menit ke-50 setelah berdiskusi dengan kapten kedua tim, Ezra Walian dari Persik dan Ricky Kambuaya dari Dewa United.</p>
<p data-start="559" data-end="878">Setelah diskors selama sekitar 30 menit, laga kembali dilanjutkan meski hujan masih turun, seiring kondisi lapangan yang dinilai membaik.</p>
<p data-start="880" data-end="1075">Saat pertandingan dihentikan, Persik Kediri unggul 2-0 berkat dua gol yang dicetak pada babak pertama. Kedua gol tersebut disumbangkan oleh pemain asing asal Spanyol, Ernesto Gomez dan Jon Toral.</p>
<p data-start="1077" data-end="1363">Gol pembuka Persik dicetak Ernesto Gomez setelah memaksimalkan umpan dari gelandang serang asal Uruguay, Adrian Luna. Gol tersebut menjadi catatan manis bagi Ernesto karena merupakan gol perdana dalam debutnya bersama Macan Putih sejak didatangkan dari UD Ibiza pada awal Februari 2026.</p>
<p data-start="1365" data-end="1556">Keunggulan Persik bertambah pada menit ke-32 melalui Jon Toral. Mantan pemain akademi Arsenal itu sukses memanfaatkan operan kapten tim, Ezra Walian, untuk menggandakan keunggulan tuan rumah.</p>
<p data-start="1558" data-end="1796">Usai pertandingan dilanjutkan, Dewa United mampu memperkecil ketertinggalan melalui pemain pengganti Vinicius Duarte atau Vico. Ia berhasil menjebol gawang Persik setelah menerima umpan matang dari Alexis Messidoro di dalam kotak penalti.</p>
<p data-start="1798" data-end="1975">Kondisi lapangan yang gembur akibat hujan membuat para pemain dari kedua tim kesulitan mengontrol bola. Benturan fisik pun kerap terjadi dan sempat memancing tensi pertandingan.</p>
<p data-start="1977" data-end="2266">Namun hingga peluit panjang dibunyikan, skor 2-1 tetap bertahan untuk kemenangan Persik Kediri. Tambahan tiga poin ini membuat Persik kini mengoleksi 25 poin dari 20 pertandingan dan naik ke peringkat ke-10 klasemen sementara, unggul satu poin dari Dewa United yang berada di posisi ke-11. <strong>(**)</strong></p>
<p data-start="1977" data-end="2266"><strong>Editor : Rizqi Ardian<br>Sumber : </strong>Beritasatu.com</p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Virus Nipah Kembali Muncul di India, Indonesia Tingkatkan Kewaspadaan</title>
<link>https://suarajatimpost.com/virus-nipah-kembali-muncul-di-india-indonesia-tingkatkan-kewaspadaan</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/virus-nipah-kembali-muncul-di-india-indonesia-tingkatkan-kewaspadaan</guid>
<description><![CDATA[ Virus Nipah kembali terdeteksi di India dengan dua kasus terkonfirmasi di Bengal Barat. Meski belum masuk Indonesia, Kemenkes meningkatkan kewaspadaan melalui pengawasan pintu masuk negara dan imbauan pencegahan kepada masyarakat. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202602/image_870x580_6987326cd2933.webp" length="18206" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sat, 07 Feb 2026 18:45:37 +0700</pubDate>
<dc:creator>Rizqi Ardian</dc:creator>
<media:keywords>lifestyle, rekomendasi, membaca, literasi, buku, suarajatimpost, bisnis, otomotif, teknologi, ramadan</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p data-start="228" data-end="412"><strong>SUARAJATIMPOST.COM - </strong>Munculnya kembali virus Nipah di India menjadi perhatian dunia. Hingga 26 Januari 2026, Pemerintah India melaporkan dua kasus terkonfirmasi infeksi virus Nipah di wilayah Bengal Barat.</p>
<p data-start="414" data-end="757">Virus Nipah merupakan penyakit zoonosis berbahaya yang dapat menyerang sistem saraf pusat, otak, serta berbagai organ vital manusia. Penularan umumnya terjadi dari hewan ke manusia, terutama melalui kelelawar pemakan buah dan babi yang terinfeksi. Kontak dapat terjadi secara langsung maupun melalui konsumsi makanan yang telah terkontaminasi.</p>
<p data-start="759" data-end="1025">Gejala infeksi virus Nipah bervariasi, mulai dari demam tinggi, batuk, sakit tenggorokan, sesak napas, hingga kondisi lemas. Pada kasus yang lebih berat, virus ini dapat menyebabkan gangguan saraf seperti sakit kepala hebat, kejang, penurunan kesadaran, bahkan koma.</p>
<p data-start="1027" data-end="1225">Virus Nipah menjadi ancaman serius karena memiliki tingkat kematian yang cukup tinggi. Hingga saat ini, belum tersedia obat khusus maupun vaksin untuk mencegah atau mengobati infeksi virus tersebut.</p>
<p data-start="1227" data-end="1540">Meski belum ditemukan kasus virus Nipah di Indonesia, Kementerian Kesehatan Republik Indonesia telah mengambil sejumlah langkah antisipatif. Upaya tersebut meliputi pemantauan ketat terhadap individu dengan gejala mencurigakan, khususnya mereka yang memiliki riwayat perjalanan atau kontak dari wilayah terdampak.</p>
<p data-start="1542" data-end="1802">Selain itu, rumah sakit dan puskesmas disiagakan dengan fasilitas ruang isolasi serta perlengkapan medis pendukung. Pengawasan juga diperketat di pintu masuk negara, seperti bandara, pelabuhan, dan perbatasan, melalui pemeriksaan suhu tubuh dan deteksi gejala.</p>
<p data-start="1804" data-end="2125">Kemenkes juga melakukan koordinasi lintas sektor yang melibatkan kesehatan manusia, hewan ternak, dan satwa liar guna mencegah potensi penularan. Masyarakat diimbau untuk tidak mengonsumsi buah-buahan yang terbuka atau telah digigit hewan, serta menghindari kontak langsung dengan hewan yang berisiko menularkan penyakit.</p>
<p data-start="2127" data-end="2265">Jika mengalami gejala yang mengarah pada infeksi virus Nipah, masyarakat diminta segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat. <strong>(**)</strong></p>
<p data-start="2127" data-end="2265"><strong>Editor : Rizqi Ardian<br></strong><strong>Sumber: </strong>Instagram Alodokter_id</p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Hujan Deras Guyur Stadion Brawijaya, Laga Persik vs Dewa United Ditunda</title>
<link>https://suarajatimpost.com/hujan-deras-guyur-stadion-brawijaya-laga-persik-vs-dewa-united-ditunda</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/hujan-deras-guyur-stadion-brawijaya-laga-persik-vs-dewa-united-ditunda</guid>
<description><![CDATA[ Hujan deras memaksa wasit menghentikan sementara laga Persik Kediri melawan Dewa United di Stadion Brawijaya. Saat pertandingan ditunda, Persik unggul 2-0 berkat gol Ernesto Gomez dan Jon Toral. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202602/image_870x580_698710ffc8ba4.webp" length="67160" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sat, 07 Feb 2026 17:06:25 +0700</pubDate>
<dc:creator>Rizqi Ardian</dc:creator>
<media:keywords>olahraga, sepakbola, laliga, liga champion, liga inggris, spanyol, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p data-start="213" data-end="482"><strong>KEDIRI, SJP –</strong> Hujan deras yang mengguyur Stadion Brawijaya, Kediri, memaksa wasit menghentikan sementara pertandingan antara Persik Kediri melawan Dewa United, Sabtu (7/2/2026). Penghentian laga dilakukan wasit Candra saat pertandingan memasuki menit ke-52 babak kedua.</p>
<p data-start="484" data-end="769">Sebelum keputusan diambil, jalannya pertandingan terlihat terganggu akibat genangan air di sejumlah titik lapangan. Kapten kedua tim, Ezra Walian (Persik) dan Ricky Kambuaya (Dewa United), sempat berdiskusi dengan wasit untuk membahas kondisi lapangan yang dinilai kurang memungkinkan.</p>
<p data-start="771" data-end="986">Wasit kemudian memutuskan menunda pertandingan selama 30 menit sambil menunggu kondisi cuaca membaik agar laga dapat dilanjutkan. Hujan sendiri telah turun sejak awal kick-off dan semakin deras memasuki babak kedua.</p>
<p data-start="988" data-end="1174">Saat laga dihentikan, Persik Kediri unggul sementara 2-0 atas Dewa United. Dua gol Macan Putih dicetak pada babak pertama oleh dua pemain asing asal Spanyol, Ernesto Gomez dan Jon Toral.</p>
<p data-start="1176" data-end="1424">Gol pembuka Persik dicetak Ernesto Gomez usai menerima umpan matang dari gelandang serang asal Uruguay, Adrian Luna. Gol tersebut menjadi gol perdana Ernesto dalam debutnya bersama Persik sejak resmi bergabung dari UD Ibiza pada awal Februari 2026.</p>
<p data-start="1426" data-end="1615">Keunggulan Persik bertambah pada menit ke-32 melalui Jon Toral. Mantan pemain akademi Arsenal itu berhasil memaksimalkan umpan dari Ezra Walian untuk menggandakan keunggulan tim tuan rumah.</p>
<p data-start="1617" data-end="1822">Persik sebenarnya memiliki peluang untuk memperlebar jarak skor melalui sundulan bek Hamra Hehanusa dari situasi sepak pojok. Namun, peluang tersebut masih mampu digagalkan kiper Dewa United, Sonny Steven.</p>
<p data-start="1824" data-end="2093">Menjelang akhir babak pertama, tensi pertandingan sempat meningkat setelah terjadi perselisihan antara Ricky Kambuaya dan Adrian Luna. Keduanya terlibat kontak fisik yang memancing emosi sejumlah pemain dari kedua tim sebelum akhirnya dilerai rekan setim masing-masing.</p>
<p data-start="2095" data-end="2221">Wasit Candra akhirnya mengganjar kartu kuning kepada Ricky Kambuaya dan Adrian Luna sebagai konsekuensi atas insiden tersebut. <strong>(**)</strong></p>
<p data-start="2095" data-end="2221"><strong>Editor : Rizqi Ardian<br>Sumber : </strong>Beritasatu.com</p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>UNESA Dorong Kolaborasi Global di Bondowoso, Bentuk Konsorsium Internasional Pembangunan Berkelanjutan</title>
<link>https://suarajatimpost.com/unesa-dorong-kolaborasi-global-di-bondowoso-bentuk-konsorsium-internasional-pembangunan-berkelanjutan</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/unesa-dorong-kolaborasi-global-di-bondowoso-bentuk-konsorsium-internasional-pembangunan-berkelanjutan</guid>
<description><![CDATA[ UNESA International Community Development (ICD) 2026 di Bondowoso menjadi ajang kolaborasi global perguruan tinggi dan pemerintah daerah untuk memperkuat riset, pengabdian masyarakat, serta pengembangan desa berkelanjutan. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202602/image_870x580_69848b901afd0.webp" length="58306" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 05 Feb 2026 20:01:01 +0700</pubDate>
<dc:creator>Rizqi Ardian</dc:creator>
<media:keywords>pendidikan, universitas, UNESA, mahasiswa, humas, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>BONDOWOSO , SJP –</strong> Universitas Negeri Surabaya (UNESA) menegaskan komitmennya dalam mendorong pembangunan masyarakat berkelanjutan melalui kerja sama lintas negara dalam kegiatan International Community Development (ICD) 2026 yang digelar di Kabupaten Bondowoso.</p>
<p>Wakil Rektor III UNESA, Dr. Bambang Sigit Widodo, mengatakan, pembangunan masyarakat bukan hanya menjadi tanggung jawab lokal atau nasional, melainkan tanggung jawab global yang membutuhkan kolaborasi internasional yang kuat.</p>
<p>“Pembangunan masyarakat adalah tanggung jawab global yang memerlukan kerja sama lintas batas. Kehadiran mitra internasional dalam ICD 2026 ini mencerminkan komitmen bersama untuk memberdayakan masyarakat dan mendorong pembangunan berkelanjutan melalui kolaborasi yang bermakna,” ujarnya, Kamis (5/2/2026).</p>
<p>Ia menyampaikan bahwa sebagian besar delegasi internasional yang terlibat dalam kegiatan ini baru pertama kali mengunjungi Bondowoso. Menurutnya, Bondowoso memiliki keindahan alam serta karakter masyarakat yang ramah, sehingga menjadi lokasi yang tepat untuk pelaksanaan program pengabdian berskala internasional.</p>
<p>“Kami sangat senang bisa berada di Bondowoso. Ini adalah daerah yang indah di Jawa Timur dengan masyarakat yang hangat dan terbuka. Kami berharap para mitra internasional dapat menikmati dan mengenal lebih dekat Bondowoso,” ungkapnya, di Pendopo Raden Bagus Assra.</p>
<p>Dalam kesempatan tersebut, UNESA juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Bondowoso, khususnya kepada bupati beserta jajaran, atas dukungan dan fasilitasi penuh terhadap pelaksanaan ICD 2026. Bambang menegaskan, kegiatan ini tidak berhenti pada agenda seremonial semata, melainkan dirancang untuk berkelanjutan.</p>
<p>“Kegiatan ICD ini didukung pendanaan dari LPDP. Nantinya, kami optimistis masih akan memperoleh hibah lanjutan sehingga program pengabdian kepada masyarakat di Bondowoso dapat terus berlanjut,” jelasnya.</p>
<p>Lebih jauh, UNESA berencana menjadikan Bondowoso sebagai lokasi deklarasi International Consortium for Sustainable Community Development, sebuah konsorsium internasional yang berfokus pada pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs).</p>
<p>“Berdasarkan pengalaman kami mengikuti forum internasional di Hamburg, Jerman, banyak konsorsium global yang berperan penting dalam isu SDGs. Kami ingin konsorsium ini dideklarasikan pertama kali di Bondowoso sebagai bagian dari sejarah kolaborasi global,” katanya.</p>
<p>Konsorsium tersebut nantinya akan melibatkan akademisi dan mitra internasional dari berbagai negara, antara lain Uzbekistan, Korea Selatan, Filipina, Malaysia, Australia, dan Hong Kong. Melalui langkah ini, UNESA berharap Bondowoso dapat dikenal secara internasional sebagai daerah yang aktif dalam pengembangan masyarakat berkelanjutan.</p>
<p>“Bondowoso harus mampu tampil di kancah global dan menjadi representasi Indonesia dalam kerja sama pembangunan masyarakat lintas negara,” tandasnya.</p>
<p>Sementara itu, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Riset, dan Inovasi Daerah (BAPPERIDA) Bondowoso, Anisatul Hamidah, menilai kolaborasi antara Pemerintah Kabupaten Bondowoso dan UNESA merupakan langkah strategis dalam memperkuat riset dan pengabdian kepada masyarakat.</p>
<p>“Dalam rangkaian UNESA ICD 2026 ini terdapat dua agenda utama. Pertama, pembukaan program ICD dengan pelatihan yang dipusatkan di Kecamatan Ujen, menyasar empat segmen, yakni ibu-ibu, anak muda, petani, dan peternak,” ujar Anisatul Hamidah saat dikonfirmasi usai Forum Group Discussion (FGD.</p>
<p>Agenda kedua, lanjut Anisatul, adalah kolaborasi pengabdian kepada masyarakat yang mencakup 12 tema, di antaranya penguatan ekonomi masyarakat, sertifikasi halal, sekolah ramah anak, penguatan sumber daya manusia, serta berbagai program pemberdayaan lainnya.</p>
<p>Menurutnya, keterbatasan anggaran daerah menuntut adanya sinergi yang kuat antara pemerintah daerah dan perguruan tinggi agar kebijakan yang dihasilkan berbasis riset dan kebutuhan riil masyarakat.</p>
<p>“Kami ingin memetakan dan memotret potensi Bondowoso, baik di bidang ekonomi maupun pendidikan, untuk kemudian dieksplorasi dan dikembangkan secara berkelanjutan,” jelasnya.</p>
<p>Anisatul menambahkan, saat ini terdapat 12 Badan Keswadayaan Masyarakat (BKM) yang menjadi proyek percontohan. Ke depan, jumlah tersebut diharapkan terus bertambah, tidak hanya melalui kerja sama dengan UNESA, tetapi juga dengan perguruan tinggi lainnya, sejalan dengan program unggulan Bupati Bondowoso yang menempatkan daerah ini sebagai pusat Tri Dharma Perguruan Tinggi.</p>
<p>Dalam rangkaian kegiatan ICD 2026, UNESA juga memberikan pelatihan pengolahan kotoran ternak menjadi pupuk kandang serta mendorong petani untuk naik kelas dari penjual hasil pertanian mentah menjadi pelaku industri pengolahan. Langkah ini diharapkan mampu mendorong pertumbuhan UMKM dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.</p>
<p>“Rangkaian kegiatan berlangsung selama tiga hari hingga Sabtu. Selain pemberdayaan masyarakat, peserta juga diajak melihat potensi wisata Bondowoso. Bahkan, ada jurnalis internasional dari Korea Selatan yang turut mengeksplorasi potensi wisata Bondowoso untuk diperkenalkan ke tingkat internasional,” pungkasnya. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Bupati Bondowoso Buka UNESA ICD 2026, Wujud Nyata Tri Dharma Perguruan Tinggi</title>
<link>https://suarajatimpost.com/bupati-bondowoso-buka-unesa-icd-2026-wujud-nyata-tri-dharma-perguruan-tinggi</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/bupati-bondowoso-buka-unesa-icd-2026-wujud-nyata-tri-dharma-perguruan-tinggi</guid>
<description><![CDATA[ Pembukaan UNESA ICD 2026 di Bondowoso menjadi momentum kolaborasi global untuk penguatan desa, pengembangan Geopark Ijen, pertanian unggulan, serta peningkatan kapasitas UMKM dan SDM lokal. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202602/image_870x580_6984862378e98.webp" length="50104" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 05 Feb 2026 19:03:09 +0700</pubDate>
<dc:creator>Rizqi Ardian</dc:creator>
<media:keywords>Bapperida, UNESA, Perguruan tinggi, tri dharma, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p data-start="256" data-end="634"><strong>BONDOWOSO, SJP –</strong> Bupati Bondowoso Abdul Hamid Wahid secara resmi membuka kegiatan International Community Development (ICD) 2026 yang digelar Universitas Negeri Surabaya (UNESA) di Kabupaten Bondowoso, Kamis (5/2/2026).</p>
<p data-start="256" data-end="634">Kegiatan ini diikuti delegasi akademisi dan mahasiswa internasional dari berbagai negara serta menjadi momentum penguatan kolaborasi pembangunan berbasis desa.</p>
<p data-start="636" data-end="985">Dalam sambutannya, Bupati Abdul Hamid Wahid menyampaikan apresiasi atas kepercayaan UNESA yang menjadikan Bondowoso sebagai mitra strategis dalam program ICD 2026 yang didukung pendanaan EQUITY-LPDP.</p>
<p data-start="636" data-end="985">Menurutnya, kehadiran sivitas akademika UNESA merupakan wujud nyata implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi yang mampu mendorong pembangunan daerah.</p>
<p data-start="987" data-end="1234">“Pemerintah Kabupaten Bondowoso sangat bangga menjadi bagian dari program ini. Kolaborasi akademik dan internasional seperti ini tidak hanya memperkuat pengabdian kepada masyarakat, tetapi juga menjadi mesin penggerak pembangunan daerah,” ujarnya.</p>
<p data-start="1236" data-end="1543">Bupati juga memperkenalkan potensi Bondowoso sebagai bagian dari Ijen Geopark yang telah diakui UNESCO. Ia menyebut fenomena Blue Fire Kawah Ijen, kekayaan bentang alam pegunungan, serta situs-situs megalitikum sebagai modal besar pengembangan pariwisata berbasis lingkungan dan riset internasional.</p>
<p data-start="1545" data-end="1852">Selain sektor pariwisata, Abdul Hamid Wahid menegaskan, Bondowoso memiliki ketahanan pangan yang kuat. Kabupaten ini dikenal sebagai sentra pertanian dan perkebunan, khususnya kopi Arabika Ijen Raung yang telah mengantongi Sertifikat Indikasi Geografis (IG) dengan branding Bondowoso Republik Kopi.</p>
<p data-start="1854" data-end="2031">“Pertanian, hortikultura, padi organik, dan peternakan adalah fondasi ekonomi masyarakat kami. Kemandirian pangan harus dimulai dari penguatan petani di tingkat desa,” tegas bupati yang karib disapa Ra Hamid ini.</p>
<p data-start="2033" data-end="2340">Lebih lanjut, Ra Hamid menekankan pentingnya pembangunan masyarakat berbasis desa melalui perbaikan tata kelola pemerintahan desa yang akuntabel serta penguatan literasi digital bagi generasi muda. Menurutnya, pemuda desa harus mampu menjadi pelaku utama dalam memasarkan potensi lokal di era ekonomi digital.</p>
<p data-start="2342" data-end="2629">Dalam kesempatan tersebut, Abdul Hamid Wahid menitipkan sejumlah harapan kepada peserta ICD 2026, antara lain adanya transfer pengetahuan yang aplikatif, lahirnya solusi inovatif dan berkelanjutan bagi permasalahan desa, serta dukungan promosi potensi Bondowoso di tingkat internasional.</p>
<p data-start="2631" data-end="2810">“Saya berharap para delegasi internasional dapat menjadi duta Bondowoso di negaranya masing-masing setelah melihat langsung keindahan alam dan keramahan masyarakat kami,” katanya.</p>
<p data-start="2812" data-end="3052">Rangkaian kegiatan International Community Development 2026 dijadwalkan berlangsung selama tiga hari. Selain kegiatan pengabdian dan diskusi akademik, para peserta juga diajak mengunjungi sejumlah destinasi wisata unggulan di Bondowoso.</p>
<p data-start="3054" data-end="3196">“Semoga kegiatan ini memberikan kesan mendalam dan menjadi awal dari banyak kolaborasi hebat di masa depan,” harapnya.</p>
<p data-start="3054" data-end="3196">Sementara itu, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Riset, dan Inovasi Daerah (BAPPERIDA) Bondowoso, Anisatul Hamidah, mengatakan, kolaborasi antara Pemerintah Kabupaten Bondowoso dan Universitas Negeri Surabaya (UNESA) menjadi langkah strategis dalam memperkuat riset dan pengabdian kepada masyarakat.</p>
<p data-start="3054" data-end="3196">“Dalam rangkaian UNESA International Community Development (ICD) 2026 ini, terdapat dua agenda utama. Pertama adalah pembukaan program ICD yang pelatihannya dipusatkan di Kecamatan Ujen dengan sasaran empat segmen, yakni ibu-ibu, anak muda, petani, dan peternak,” ujar Anisatul Hamidah.</p>
<p data-start="3054" data-end="3196">"Agenda kedua, , adalah kolaborasi pengabdian kepada masyarakat yang mencakup 12 tema, di antaranya penguatan ekonomi masyarakat, sertifikasi halal, sekolah ramah anak, penguatan sumber daya manusia, serta berbagai program pemberdayaan lainnya," pungkasnya. <strong>(*)</strong></p>
<p data-start="3054" data-end="3196"><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Lantik Pejabat Administrator dan Pengawas, Bupati Bondowoso Tekankan Profesionalitas dan Pelayanan Publik</title>
<link>https://suarajatimpost.com/lantik-pejabat-administrator-dan-pengawas-bupati-bondowoso-tekankan-profesionalitas-dan-pelayanan-publik</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/lantik-pejabat-administrator-dan-pengawas-bupati-bondowoso-tekankan-profesionalitas-dan-pelayanan-publik</guid>
<description><![CDATA[ Bupati Bondowoso Abdul Hamid Wahid melantik pejabat administrator dan pengawas di lingkungan Pemkab Bondowoso serta menegaskan pentingnya profesionalitas, disiplin kerja, dan peningkatan kualitas pelayanan publik. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202602/image_870x580_6984144af17f3.webp" length="39844" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 05 Feb 2026 13:00:16 +0700</pubDate>
<dc:creator>Rizqi Ardian</dc:creator>
<media:keywords>pelantikan, eselon, pejabat, asesmen, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>BONDOWOSO, SJP - </strong>Genap sepekan usai pelantikan 11 pejabat eselon II hasil open bidding bersama ratusan pejabat eselon III dan IV pada 29 Januari lalu, kini Bupati Bondowoso Abdul Hamid Wahid kembali melantik 15 pejabat setingkat camat, lurah, administrator dan pengawas, di Pendopo Raden Bagus Assra, Kamis (5/2/2026).</p>
<p></p>
<p>Bupati Bondowoso Abdul Hamid Wahid menegaskan, jabatan bukan sekadar posisi struktural, melainkan amanah besar yang harus dipertanggungjawabkan secara moral, administratif, dan spiritual.</p>
<p></p>
<p>“Di balik sumpah yang diucapkan, melekat tanggung jawab besar, bukan hanya kepada negara dan masyarakat, tetapi juga kepada Tuhan Yang Maha Esa,” ujar Abdul Hamid Wahid dalam sambutannya.</p>
<p></p>
<p>Menurutnya, pejabat administrator dan pengawas memiliki peran strategis sebagai penggerak organisasi sekaligus penghubung antara kebijakan pimpinan dan pelaksanaan teknis di lapangan. Karena itu, mereka dituntut mampu memastikan setiap program berjalan efektif, pelayanan publik terlaksana dengan baik, serta pengelolaan sumber daya dilakukan secara akuntabel.</p>
<p></p>
<p>Bupati juga menekankan tiga hal utama yang harus menjadi perhatian para pejabat yang baru dilantik. Pertama, menjaga dan meningkatkan profesionalitas aparatur. </p>
<p></p>
<p>"Profesionalitas tidak hanya menyangkut kemampuan teknis, tetapi juga etika, sikap, dan komitmen terhadap tugas," tegasnya.</p>
<p></p>
<p>Pesan kedua yang disampaikan bupati, yakni, menegakkan disiplin sebagai fondasi kinerja. Disiplin waktu, disiplin kerja, dan kepatuhan terhadap aturan harus menjadi budaya kerja. </p>
<p></p>
<p>“Dari disiplin akan lahir keteladanan, dan dari keteladanan akan tumbuh kepercayaan,” ucap bupati yang karib disapa Ra Hamid ini.</p>
<p></p>
<p>Selain itu, Ra Hamid menyampaikan pesan ketiga, di mana pejabat yang baru dilantik harus bisa meningkatkan kualitas pelayanan publik. </p>
<p></p>
<p>"Aparatur pemerintah hadir untuk melayani masyarakat, bukan sebaliknya. Pelayanan harus diberikan secara cepat, tepat, transparan, dan berkeadilan, serta meninggalkan pola kerja lama yang berbelit-belit," pesannya.</p>
<p></p>
<p>Selain itu, Ra Hamid juga mengingatkan agar para pejabat mampu menjadi pemimpin di unit kerja masing-masing, meskipun dalam lingkup terbatas. Ia mendorong terciptanya komunikasi yang baik dengan bawahan, suasana kerja yang kondusif, serta kepemimpinan yang humanis namun tetap tegas.</p>
<p></p>
<p>“Harapan saya, pejabat yang dilantik hari ini dapat bekerja dengan penuh dedikasi, loyalitas, dan tanggung jawab, serta memberi kontribusi nyata dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang efektif dan pelayanan publik yang semakin berkualitas,” tandasnya.</p>
<p></p>
<p>Sementara itu Puspo Pranoto, Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Bondowoso, menyampaikan untuk selanjutnya juga akan ada pelantikan kepala sekolah, yang mekanismenya masih dibahas di Dinas Pendidikan.</p>
<p></p>
<p>"Masih dibahas di Dinas Pendidikan bersama tim pertimbangan, baru akan dilimpahkan ke BPSDM," pungkasnya. </p>
<p></p>
<p>Seperti diketahui, ada 2 camat yang kosong kar3na purna tugas. Rinciannya, Camat Pujer dijabat oleh Zulfikar Ardiansyah. Kemudian Camat Grujugan dijabat oleh Azas Suwardi. Selanjutnya ada pergeseran di tingkat sekretaris Organisasi Perangkat Daerah (OPD), dan pejabat administrator dan pengawas. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor: Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Terobosan Ukur Lahan Antar Perhutani Bondowoso ke Puncak Innovation Award 2025</title>
<link>https://suarajatimpost.com/terobosan-ukur-lahan-antar-perhutani-bondowoso-ke-puncak-innovation-award-2025</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/terobosan-ukur-lahan-antar-perhutani-bondowoso-ke-puncak-innovation-award-2025</guid>
<description><![CDATA[ Perhutani KPH Bondowoso meraih Juara I Perhutani Innovation Award 2025 kategori Social Innovation lewat inovasi “Ukur Lahan Nambah Income” yang mendorong transparansi pengelolaan lahan hutan dan peningkatan pendapatan masyarakat. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202602/image_870x580_69835f5cea832.webp" length="31548" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 04 Feb 2026 22:04:49 +0700</pubDate>
<dc:creator>Rizqi Ardian</dc:creator>
<media:keywords>Perhutani, hutan, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>BONDOWOSO, SJP – </strong>Perum Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Bondowoso menorehkan prestasi nasional dengan meraih Juara I Perhutani Innovation Award 2025 pada kategori Social Innovation. Penghargaan tersebut diraih berkat inovasi bertajuk “Ukur Lahan Nambah Income”.</p>
<p>Penghargaan diserahkan langsung oleh Direktur SDM dan IT Perum Perhutani, Deny Hermansyah, kepada jajaran Perhutani KPH Bondowoso dalam seremoni yang digelar di Perhutani Forest Institute (PEFI) Madiun, Rabu (4/2/2026).</p>
<p>Administratur Perhutani KPH Bondowoso, Misbakhul Munir, menjelaskan, inovasi pengukuran lahan pemanfaatan hutan, baik untuk tanaman agroforestry maupun jenis tanaman lainnya, merupakan terobosan pertama yang diterapkan di Indonesia.Inovasi ini bahkan diproyeksikan menjadi model percontohan bagi seluruh KPH Perhutani di tanah air.</p>
<p>“Nantinya, inovasi ini akan dijadikan percontohan nasional,” ujar Munir.</p>
<p>Ia mengungkapkan, program pengukuran lahan tersebut mulai diimplementasikan sejak tahun 2025 di wilayah Bondowoso dan Situbondo. Hingga kini, sekitar 4.000 hektare kawasan hutan telah berhasil diukur secara detail.</p>
<p>Padahal, luas kawasan hutan yang dikelola Perhutani di Bondowoso mencapai 89.000 hektare. Sementara itu, lahan yang tercatat secara administratif sebagai kawasan agroforestry kopi baru sekitar 10.000 hektare.</p>
<p>Berdasarkan pendataan lapangan sesuai tipologi tapak, luasan riil pemanfaatan lahan agroforestry diperkirakan mencapai 23.000 hektare. Melalui inovasi “Ukur Lahan”, Perhutani melakukan pendataan secara akurat dengan sistem by name by address, termasuk luasan lahan yang benar-benar dimanfaatkan.</p>
<p>Tujuan utama program ini adalah menciptakan transparansi dalam sistem bagi hasil antara masyarakat pengelola dan Perhutani. Selain itu, kewajiban pembayaran Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) diharapkan menjadi lebih tertib dan terukur.</p>
<p>“Program ini bertujuan untuk penertiban, bukan pengusiran. Ada yang mengaku mengelola satu hektare, namun setelah diukur ternyata mencapai 10 hingga 15 hektare,” jelasnya.</p>
<p>Nantinya, Perhutani menargetkan minimal 5.000 hektare lahan pemanfaatan hutan dapat diukur setiap tahunnya.</p>
<p>Sebagai pengelola kawasan hutan negara, Perhutani memberikan akses kepada masyarakat melalui skema pemanfaatan kawasan hutan di bawah tegakan, baik di hutan lindung maupun hutan produksi.</p>
<p>"Di kawasan hutan lindung, pemanfaatan dilakukan melalui pola agroforestry dengan ketentuan kelestarian pohon tetap terjaga, sehingga masyarakat tetap memperoleh manfaat ekonomi melalui pola kemitraan yang berkelanjutan," pungkas Munir. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Hadiri Harlah 1 Abad NU di Bondowoso, Gus Yahya Ajak Nahdliyin Jaga Jati Diri Organisasi</title>
<link>https://suarajatimpost.com/hadiri-harlah-1-abad-nu-di-bondowoso-gus-yahya-ajak-nahdliyin-jaga-jati-diri-organisasi</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/hadiri-harlah-1-abad-nu-di-bondowoso-gus-yahya-ajak-nahdliyin-jaga-jati-diri-organisasi</guid>
<description><![CDATA[ PBNU menyoroti peningkatan signifikan warga Indonesia yang mengaku NU berdasarkan hasil survei, serta menegaskan pentingnya penguatan identitas dan kaderisasi organisasi. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202602/image_870x580_697fe98754a2d.webp" length="28372" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 02 Feb 2026 08:58:19 +0700</pubDate>
<dc:creator>Rizqi Ardian</dc:creator>
<media:keywords>NU, nahdliyin, Gus Yahya, islam, Harlah, 1 abad, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>BONDOWOSO, SJP –</strong> Malam usai hujan di Bumi Ki Ronggo lebih hangat dari biasanya. Ratusan pengurus Nahdlatul Ulama (NU), mulai tingkat cabang hingga ranting, berkumpul di Aula Graha NU, Kecamatan Bondowoso, Ahad (1/2/2026) malam. Mereka larut dalam silaturahmi akbar dan doa bersama memperingati Hari Lahir (Harlah) NU.</p>
<p></p>
<p>Di tengah suasana khidmat, Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Yahya Cholil Staquf hadir menyapa warga Nahdliyin Bondowoso. Gus Yahya datang didampingi Wakil Ketua Umum PBNU, Amin Said Husni. Kehadiran pimpinan tertinggi NU itu menjadi magnet tersendiri bagi para peserta yang memenuhi aula.</p>
<p></p>
<p>Dalam kesempatan itu, Gus Yahya mengajak jemaah merenungi perjalanan panjang NU di tengah masyarakat. Ia mengungkapkan data survei yang menunjukkan lonjakan signifikan jumlah warga Indonesia yang mengaku sebagai bagian dari NU.</p>
<p></p>
<p>“Pada 2005, survei menyebut warga Indonesia yang mengaku NU sekitar 27 persen. Padahal, pada Pemilu 1955, pemilih NU hanya sekitar 18 persen,” tutur Gus Yahya.</p>
<p></p>
<p>Angka tersebut, kata dia, melonjak tajam dalam survei terbaru pada 2023. Saat itu, sebanyak 56,9 persen responden menyatakan diri sebagai Nahdliyin. Fakta ini, menurut Gus Yahya, bukan sekadar statistik, melainkan tanda tanya besar yang harus dijawab bersama.</p>
<p></p>
<p>“Saya bertanya-tanya, orang-orang yang dari 2005 sampai 2023 mengaku NU itu berasal dari mana, dan bagaimana pemahaman mereka tentang NU,” ujarnya.</p>
<p></p>
<p>Gus Yahya menegaskan, tanpa konsolidasi yang kuat, identitas NU berpotensi larut di tengah masyarakat. Karena itu, PBNU saat ini melakukan pembenahan menyeluruh, mulai dari penjabaran aturan, prosedur, hingga mekanisme organisasi agar pengelolaan NU semakin objektif dan tertata.</p>
<p></p>
<p>Tak hanya itu, PBNU juga memperkuat kapasitas organisasi melalui berbagai pelatihan kader. “Supaya kader-kader itu betul-betul tahu, NU itu apa,” tegasnya.</p>
<p></p>
<p>Seiring perkembangan zaman, PBNU juga melangkah ke ranah digital dengan membangun platform Digdaya sebagai bagian dari transformasi digital organisasi.</p>
<p></p>
<p>Sementara itu, Wakil Ketua Umum PBNU Amin Said Husni menegaskan pesan penting di momentum satu abad NU. Ia berharap seluruh Nahdliyin terus menjaga kekompakan dan meningkatkan peran kemanfaatan di tengah masyarakat.</p>
<p></p>
<p>“Jamaah kita harus semakin solid, semakin kompak, dan hikmah kehadiran NU semakin dirasakan,” ucapnya.</p>
<p></p>
<p>Di kesempatan yang sama, Ketua PCNU Bondowoso KH Abdul Qodir Syam mengajak seluruh hadirin memanfaatkan momen Nisfu Syakban untuk bermunajat.</p>
<p>Ia menyebutkan tiga doa utama yang dipanjatkan bersama, panjang umur dalam ketaatan, dijauhkan dari segala musibah, serta dianugerahi kekayaan hati dan husnul khatimah.</p>
<p></p>
<p>Lebih jauh, KH Abdul Qodir Syam juga mengingatkan pentingnya mendoakan NU dan Indonesia. </p>
<p></p>
<p>“Doakan Indonesia. Negeri ini biasanya ‘dirusak’ dari NU dulu karena NU adalah fondasinya. Maka, doakan NU agar senantiasa diberi kekuatan oleh Allah SWT,” pungkasnya. <strong>(**)</strong></p>
<p><strong>Editor: Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Gerakan Tanam Sayur dan Buah di Pekarangan, Perkuat Ketahanan Pangan di Bondowoso</title>
<link>https://suarajatimpost.com/gerakan-tanam-sayur-dan-buah-di-pekarangan-perkuat-ketahanan-pangan-di-bondowoso</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/gerakan-tanam-sayur-dan-buah-di-pekarangan-perkuat-ketahanan-pangan-di-bondowoso</guid>
<description><![CDATA[ Pemkab Bondowoso meluncurkan Gerakan Tanam Sayur dan Buah di Pekarangan di Kecamatan Pakem yang dirangkai dengan penyaluran bantuan pangan, pertanian, dan pendidikan sebagai upaya memperkuat ketahanan pangan keluarga serta menekan laju inflasi. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202601/image_870x580_697c97aa43b5a.webp" length="101604" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Fri, 30 Jan 2026 19:00:25 +0700</pubDate>
<dc:creator>Rizqi Ardian</dc:creator>
<media:keywords>pemkab, Bondowoso, pertanian, pekarangan, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>BONDOWOSO, SJP –</strong> Pemerintah Kabupaten Bondowoso resmi mencanangkan Gerakan Tanam Sayur dan Buah di Pekarangan di Kecamatan Pakem, Jumat (30/1/2026). Program ini dirangkai dengan penyaluran berbagai bantuan di sektor pangan, pertanian, hingga pendidikan sebagai langkah nyata memperkuat ketahanan pangan keluarga sekaligus meredam tekanan inflasi harga bahan pokok.</p>
<p>Pencanangan tersebut dihadiri langsung Bupati Bondowoso Abdul Hamid Wahid bersama Sekretaris Daerah, jajaran kepala OPD, Forkopincam Pakem, Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Bondowoso beserta pengurus PKK desa, para kepala desa, kelompok tani, serta elemen masyarakat setempat.</p>
<p>Bupati Abdul Hamid Wahid menegaskan, gerakan tanam pekarangan merupakan wujud kolaborasi pemerintah daerah dan masyarakat dalam mendukung agenda swasembada pangan nasional serta mendorong kemandirian pangan di tingkat rumah tangga.</p>
<p>“Hari ini menjadi momentum yang membanggakan. Kita bergerak bersama untuk memberi kontribusi nyata dalam pengendalian inflasi pangan, sekaligus memperkuat ketahanan pangan keluarga melalui pemanfaatan pekarangan, baik ditanam langsung di tanah maupun menggunakan polybag,” ujar Bupati.</p>
<p>Menurutnya, optimalisasi pekarangan rumah, kantor, dan fasilitas umum tak hanya berdampak pada ketersediaan pangan keluarga, tetapi juga berkontribusi pada pelestarian lingkungan, mempercantik kawasan permukiman, serta membuka peluang peningkatan ekonomi rumah tangga.</p>
<p>Selain meluncurkan gerakan tanam, Pemkab Bondowoso juga menyalurkan bantuan beras kepada 30 lansia dan duafa sebagai bentuk kepedulian sosial terhadap kelompok rentan di Kecamatan Pakem.</p>
<p>Di sektor pertanian, pemerintah daerah menyerahkan bantuan bibit hortikultura berupa 4.000 bibit cabai, 4.000 bibit terong, serta 16 bibit alpukat yang diperuntukkan bagi delapan desa di Kecamatan Pakem. Penyerahan dilakukan secara simbolis kepada para kepala desa, masing-masing desa menerima dua pohon alpukat.</p>
<p>Dukungan terhadap produktivitas petani juga diwujudkan melalui penyaluran insektisida dan herbisida sebanyak 1.600 botol kepada delapan gabungan kelompok tani (gapoktan) guna membantu pengendalian hama dan penyakit tanaman.</p>
<p>Tak hanya itu, pemerintah daerah turut menyerahkan benih padi varietas M70D sebanyak 24 ton kepada tiga kelompok tani untuk pengolahan lahan seluas 975 hektare.</p>
<p>Melalui Program Relasi, Pemkab Bondowoso menyalurkan 75 unit cangkul kepada lima kelompok buruh tani di Kecamatan Pakem sebagai dukungan terhadap aktivitas pertanian rakyat.</p>
<p>Di bidang pendidikan dan penghijauan, bantuan juga disalurkan berupa bibit durian dan mangga hasil kolaborasi Dinas Pendidikan Kabupaten Bondowoso, Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Brantas, serta Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) kepada SMP Negeri 1 Pakem. Selain itu, buku rekening Program Indonesia Pintar (PIP) diserahkan kepada dua siswa SD dan dua siswa SMP.</p>
<p>Sebagai bentuk apresiasi atas kemitraan yang terjalin, YDSF turut menyerahkan cenderamata kepada Bupati Bondowoso, Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Bondowoso, serta Camat Pakem.</p>
<p>Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Bondowoso, Mulyadi, menjelaskan, kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari Surat Keputusan Bupati tentang pendampingan percepatan pembangunan dan pengentasan kemiskinan di seluruh kecamatan.</p>
<p>“Kecamatan Pakem menjadi lokasi pendampingan perdana. Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi contoh bagi OPD lain, dengan memperkuat kolaborasi lintas sektor tanpa sepenuhnya bergantung pada APBD,” ungkap Mulyadi.</p>
<p>Ia menambahkan, program tersebut merupakan hasil sinergi antara Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan dengan Bulog, Bank Indonesia, YDSF, KAUJE, serta sejumlah penggilingan padi. Dalam kegiatan itu juga digelar penjualan beras murah untuk masyarakat.</p>
<p>“Sepanjang 2026, dukungan terhadap petani akan terus kami lanjutkan melalui berbagai program pendampingan dan bantuan. Ini menjadi tantangan sekaligus komitmen kami untuk terus berinovasi demi kesejahteraan masyarakat Bondowoso,” pungkasnya. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Selamat! 11 Kepala OPD Hasil Open Bidding di Bondowoso Resmi Dilantik</title>
<link>https://suarajatimpost.com/selamat-11-kepala-opd-hasil-open-bidding-di-bondowoso-resmi-dilantik</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/selamat-11-kepala-opd-hasil-open-bidding-di-bondowoso-resmi-dilantik</guid>
<description><![CDATA[ Pelantikan puluhan ASN di Bondowoso dimaknai Bupati Abdul Hamid Wahid sebagai momentum penguatan integritas dan pengabdian. Ia menegaskan jabatan bukan fasilitas, melainkan amanah yang harus dipertanggungjawabkan kepada masyarakat. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202601/image_870x580_697b5242a3f69.webp" length="41990" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 29 Jan 2026 19:47:28 +0700</pubDate>
<dc:creator>Rizqi Ardian</dc:creator>
<media:keywords>Pelantikan Pejabat, Pemkab Malang, Rotasi Jabatan, Penyegaran Struktur, Birokrasi Daerah, Sanusi, Pendopo Agung</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p data-start="173" data-end="457"><strong>BONDOWOSO, SJP –</strong> Suasana khidmat menyelimuti Pendopo Raden Bagus Assra Kabupaten Bondowoso, Kamis (29/1/2026) sore, saat Bupati Bondowoso Abdul Hamid Wahid melantik dan mengambil sumpah 157 aparatur sipil negara (ASN).</p>
<p data-start="173" data-end="457">Pelantikan tersebut di antaranya, 11 pejabat eselon II dalam jabatan pimpinan tinggi pratama sebagai kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) hasil dari <em>open bidding</em> dan sisanya pejabat eselon III administrator, pengawas, camat dan fungsional.</p>
<p data-start="459" data-end="700">Di hadapan para pejabat yang baru dilantik, Abdul Hamid Wahid tak sekadar berbicara soal jabatan dan struktur birokrasi. Ia mengajak seluruh ASN untuk kembali mengingat makna paling dasar dari sebuah amanah: pengabdian kepada masyarakat.</p>
<p data-start="702" data-end="898">“Jabatan adalah amanah, bukan sekadar kedudukan. Jabatan adalah tanggung jawab, bukan fasilitas. Jabatan adalah ruang pengabdian, bukan tujuan akhir,” tegasnya, dengan nada yang sarat pesan moral.</p>
<p data-start="900" data-end="1250">Bagi bupati yang karib disapa Ra Hamid ini, pelantikan bukanlah seremoni administratif semata. Ia menekankan, sumpah jabatan yang diucapkan hari ini merupakan ikrar yang kelak harus dipertanggungjawabkan.</p>
<p data-start="900" data-end="1250">"Tanggung jawab itu tidak hanya kepada negara dan pemerintah daerah, tetapi juga kepada masyarakat Bondowoso yang menaruh harapan besar pada birokrasi yang profesional dan berintegritas," tegas orang nomor satu di Bumi Ki Ronggo ini.</p>
<p data-start="1252" data-end="1696">Pelantikan jabatan pimpinan tinggi pratama tersebut, lanjutnya, melalui proses seleksi terbuka yang objektif dan transparan. Sebanyak 11 jabatan kosong diisi dengan prinsip meritokrasi, tanpa kompromi terhadap aturan.</p>
<p data-start="1252" data-end="1696">"Proses seleksi bahkan dilakukan dengan pendampingan Kejaksaan Negeri Bondowoso serta koordinasi bersama BKN dan Kementerian Dalam Negeri, sebagai bentuk kehati-hatian dan komitmen terhadap tata kelola pemerintahan yang bersih," ungkapnya.</p>
<p data-start="1698" data-end="1988">Tak hanya itu, lanjut bupati, rotasi dan pengisian jabatan administrator serta pengawas juga dilakukan sebagai bagian dari penyegaran organisasi.</p>
<p data-start="1698" data-end="1988">"Saya berharap langkah ini membuat birokrasi Pemkab Bondowoso tetap dinamis, adaptif, dan responsif terhadap tantangan pembangunan yang terus berkembang," ucapnya.</p>
<p data-start="2477" data-end="2650">Ra Hamid juga mengingatkan, jabatan akan selalu ada batas waktunya. Namun integritas dan pengabdian, menurutnya, akan terus dikenang oleh masyarakat.</p>
<p data-start="2652" data-end="2751">“Jabatan akan berakhir, tetapi pengabdian dan integritas akan dikenang sepanjang masa,” tandasnya.</p>
<ol>
<li><strong>Sekretaris DPRD Bondowoso<br></strong>Agus Winarno</li>
<li><strong>Kepala Dinas Kesehatan <br></strong>dr. Moch. Jasin</li>
<li><strong>Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika<br></strong>Dwi Wahyudi</li>
<li><strong>Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah<br></strong>Kristianto Putro Prasojo</li>
<li><strong>Kepala Dinas Lingkungan Hidup<br></strong>Henry Kurniawan<strong><br></strong></li>
<li><strong>Kepala BKPSDM<br></strong>Puspo Pranoto</li>
<li><strong>Kepala Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan|<br></strong>Hergiar Yuli Pramanto</li>
<li><strong>Kepala Dinas Pariwisata, Kebudayaan, Pemuda dan Olahraga<br></strong>Gede Budiawan</li>
<li><strong>Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah<br></strong>I Wayan Wisesa Buwana</li>
<li><strong>Kepala Dinas Bina Marga, Sumber Daya Air dan Bina Konstruksi<br></strong>Ansori</li>
<li><strong>Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan SDM<br></strong>Diana Nurbayanti</li>
</ol>
<p data-start="2753" data-end="2989">Pelantikan tersebut turut dihadiri Wakil Bupati Bondowoso As’ad Yahya Syafi’i, Ketua DPRD Bondowoso Ahmad Dhafir, unsur Forkopimda, Sekretaris Daerah, serta jajaran pimpinan perangkat daerah di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bondowoso. <strong>(*)</strong></p>
<p data-start="2753" data-end="2989"><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>SPPG di Bondowoso Diisukan Jadi Penyebab Kelangkaan Elpiji 3 Kg, Ini Faktanya</title>
<link>https://suarajatimpost.com/sppg-di-bondowoso-diisukan-jadi-penyebab-kelangkaan-elpiji-3-kg-ini-faktanya</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/sppg-di-bondowoso-diisukan-jadi-penyebab-kelangkaan-elpiji-3-kg-ini-faktanya</guid>
<description><![CDATA[ Kelangkaan LPG 3 kg di Bondowoso bukan disebabkan SPPG. DPRD dan mitra SPPG menegaskan dapur program Makan Bergizi Gratis menggunakan elpiji non-subsidi 50 kilogram. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202601/image_870x580_697b3e55dff9d.webp" length="55270" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 29 Jan 2026 19:17:36 +0700</pubDate>
<dc:creator>Rizqi Ardian</dc:creator>
<media:keywords>elpiji, naik, harga, pertamina, jawa timur, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>BONDOWOSO, SJP –</strong> Isu yang menyebut kelangkaan gas elpiji 3 kilogram di Kabupaten Bondowoso disebabkan oleh penggunaan elpiji bersubsidi oleh sejumlah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dipastikan tidak benar. </p>
<p>Klarifikasi tersebut disampaikan langsung oleh mitra SPPG serta diperkuat oleh pernyataan Ketua Komisi II DPRD Bondowoso, saat melakukan inspeksi mendadak (Sidak) ke salah satu SPPG yang menyuplai program Makan Bergizi Gratis (MBG).</p>
<p>Owner Dapur SPPG Mitra Madiri Dabasah, H. Muzammil, menegaskan, dapur yang dikelolanya sejak awal berdiri tidak pernah menggunakan elpiji 3 kilogram. Seluruh aktivitas memasak menggunakan elpiji non-subsidi tabung 50 kilogram sesuai standar operasional prosedur (SOP).</p>
<p>“Sejak awal operasional, kami tidak pernah menggunakan elpiji 3 kilogram. Seluruh peralatan dapur sudah disesuaikan dengan SOP dan menggunakan gas elpiji 50 kilogram,” ujar H. Muzammil, Kamis (29/1/2026).</p>
<p>Ia menilai, anggapan bahwa SPPG menjadi penyebab kelangkaan elpiji subsidi merupakan kesalahpahaman yang perlu diluruskan. Menurutnya, dapur layanan publik justru berkewajiban tidak membebani masyarakat kecil yang menjadi sasaran utama elpiji bersubsidi.</p>
<p>“Kalau ada anggapan SPPG memakai gas subsidi hingga menyebabkan kelangkaan, itu tidak benar. Kami justru memastikan elpiji 3 kilogram tidak kami gunakan agar tetap tersedia bagi masyarakat yang berhak,” tegasnya.</p>
<p>Kelangkaan elpiji 3 kilogram yang terjadi belakangan ini memang memicu keresahan dan spekulasi di tengah masyarakat. Antrean panjang di pangkalan serta sulitnya mendapatkan gas bersubsidi membuat berbagai dugaan bermunculan, termasuk tudingan kepada dapur-dapur layanan gizi.</p>
<p>Menanggapi isu tersebut, Ketua Komisi II DPRD Bondowoso, Tohari, menyatakan pihaknya telah melakukan pengecekan langsung ke lapangan untuk memastikan kebenaran informasi yang beredar.</p>
<p>“Isu ini memang sekarang berkembang di masyarakat. Kami ingin memastikan ini benar atau tidak,” ujar Tohari.</p>
<p>Ia menegaskan, berdasarkan hasil pemantauan dan sidak yang dilakukan, tidak ditemukan penggunaan elpiji subsidi oleh SPPG.</p>
<p>“Saya kira tidak mungkin SPPG itu menggunakan elpiji non-subsidi lalu menyebabkan kelangkaan. Mau habis berapa? Nah ini yang ingin kami tunjukkan kepada masyarakat bahwa itu tidak terjadi,” tegasnya.</p>
<p>Tohari berharap klarifikasi dari mitra SPPG dan hasil pengawasan DPRD dapat meredam keresahan masyarakat serta mengakhiri spekulasi yang tidak berdasar. Menurutnya, perhatian publik seharusnya diarahkan pada pembenahan distribusi elpiji subsidi agar benar-benar tepat sasaran.</p>
<p>“Kami meminta masyarakat tidak mudah terpengaruh isu dan tetap menggunakan elpiji sesuai peruntukannya. Elpiji 3 kilogram diharapkan hanya dimanfaatkan oleh masyarakat tidak mampu dan usaha mikro, sementara sektor lain menggunakan elpiji non-subsidi,” pungkasnya.<strong> (*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Agen Elpiji di Bondowoso Sebut Distribusi Aman, Kelangkaan Diduga Terjadi di Tingkat Pangkalan</title>
<link>https://suarajatimpost.com/agen-elpiji-di-bondowoso-sebut-distribusi-aman-kelangkaan-diduga-terjadi-di-tingkat-pangkalan</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/agen-elpiji-di-bondowoso-sebut-distribusi-aman-kelangkaan-diduga-terjadi-di-tingkat-pangkalan</guid>
<description><![CDATA[ Agen pastikan proses pendistribusian tidak ada kendala. Bahkan, pihak agen mempertanyakan, kenapa stok di pangkalan saat ini cepat habis, menjelang Ramadan. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202601/image_870x580_697b3aed2cf0c.webp" length="83414" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 29 Jan 2026 18:39:31 +0700</pubDate>
<dc:creator>Rizqi Ardian</dc:creator>
<media:keywords>elpiji, naik, harga, pertamina, jawa timur, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>BONDOWOSO, SJP –</strong> Kesulitan masyarakat mendapatkan elpiji 3 kilogram di Bondowoso dipastikan bukan disebabkan oleh gangguan pasokan di tingkat SPBE maupun agen. </p>
<p>Hal tersebut terungkap dalam inspeksi mendadak (sidak) yang dilakukan Ketua Komisi II DPRD Bondowoso bersama tim ke SPBE, agen LPG, dan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), Kamis (29/1/2026).</p>
<p>Salah seorang karyawan agen elpiji PT Rizky Jaya Makmur di Kelurahan Nangkaan, Kecamatan Bondowoso, Gustiar Nugraha, menegaskan, distribusi elpiji dari agen ke pangkalan berjalan normal dan sesuai prosedur yang ditetapkan Pertamina.</p>
<p>“Kalau di agen tidak ada kendala. Jadwal dari Pertamina sudah ada setiap hari, dan kami melaksanakan penyaluran sesuai prosedur. Sehari dapat, sehari langsung kami salurkan ke pangkalan,” ujarnya saat ditemui di lokasi.</p>
<p>Menurut Gustiar, alokasi elpiji untuk agennya rata-rata mencapai 2.800 tabung per hari, yang didistribusikan ke sekitar 10 hingga 15 pangkalan. Seluruh tabung tersebut dipastikan habis tersalurkan dalam satu hari.</p>
<p>“Normal saja. Tidak ada penambahan kuota atau lonjakan permintaan. Kalau memang ada penambahan, itu harus ada perintah resmi dari Pertamina. Kalau tidak ada, ya tetap sesuai alokasi,” jelasnya.</p>
<p>Ia juga menegaskan, pangkalan mengambil elpiji sesuai jadwal yang telah ditentukan. Tidak ada permintaan tambahan di luar jadwal, termasuk saat kondisi ramai.</p>
<p>“Pangkalan tetap sesuai schedule. Aman semua dari SPBE ke agen, lalu ke pangkalan,” tegasnya.</p>
<p>Gustiar mengakui bahwa keluhan masyarakat kemungkinan dipicu oleh keterlambatan distribusi dalam hitungan jam, bukan karena kekurangan stok.</p>
<p>“Paling hanya beda jam. Karena supir itu rolling setiap hari. Misalnya hari ini supir A kirim ke jalur ini, besok tukar jalur. Jadi ada yang dapat di pengiriman awal, ada yang di pengiriman berikutnya. Tapi secara umum aman,” ungkapnya.</p>
<p>Ia bahkan mengaku mendapat pertanyaan langsung dari pangkalan terkait elpiji atau gas melon 3 kilogram yang cepat habis di kalangan masyarakat.</p>
<p>“Pangkalan juga tanya ke saya, ‘Mas, kok cepat habis?’ Padahal yang jual kan pangkalan. Jadi ini memang kemungkinan di tingkat bawah,” katanya.</p>
<p>Sementara itu, Ketua Komisi II DPRD Bondowoso, Tohari, menegaskan hasil sidak menunjukkan tidak ada masalah pada distribusi elpiji di hulu maupun di tingkat agen. Persoalan utama justru diduga berada di tingkat pangkalan dan pengecer.</p>
<p>“Dari SPBE aman, agen juga aman. Artinya distribusi dari atas tidak ada masalah. Tapi di bawah, masyarakat masih kesulitan. Ini yang harus kita benahi,” ujar Tohari.</p>
<p>Ia menyoroti lemahnya pencatatan pembelian LPG subsidi di pangkalan. Seharusnya, penjualan elpiji 3 Kg dicatat berbasis nomor Kartu Keluarga (KK) agar satu keluarga tidak membeli melebihi jatah maksimal lima tabung per bulan.</p>
<p>“Karena pencatatan belum disiplin, ada dugaan satu KK bisa beli lebih dari satu tabung, bahkan di beberapa pangkalan. Ini memicu kelangkaan semu dan kepanikan di masyarakat,” jelasnya.</p>
<p>Tohari menambahkan, kuota elpiji subsidi untuk Bondowoso masih mencukupi, dengan distribusi sekitar 19 ribu tabung per hari. Namun jika distribusi tidak tepat sasaran, maka masyarakat yang berhak justru kesulitan mendapatkan elpiji.</p>
<p>Sebagai tindak lanjut, DPRD Bondowoso telah berkoordinasi dengan Pertamina dan Hiswana Migas untuk memperketat pengawasan, pencatatan, serta pelaporan di tingkat pangkalan. Evaluasi dijadwalkan dilakukan dalam waktu satu minggu.</p>
<p>“Kami minta elpiji subsidi benar-benar diberikan kepada yang berhak. Kalau masyarakat mampu dan usaha besar tidak menggunakan elpiji subsidi, saya yakin Bondowoso tidak akan kekurangan,” pungkasnya. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Komisi II DPRD Bondowoso, Ungkap Kelangkaan Elpiji 3 Kg</title>
<link>https://suarajatimpost.com/komisi-ii-dprd-bondowoso-ungkap-kelangkaan-elpiji-3-kg</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/komisi-ii-dprd-bondowoso-ungkap-kelangkaan-elpiji-3-kg</guid>
<description><![CDATA[ DPRD Bondowoso memastikan stok LPG subsidi aman. Kelangkaan dan lonjakan harga dipicu pembelian berlebih akibat lemahnya pengawasan dan pencatatan di pangkalan. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202601/image_870x580_697b366d80e58.webp" length="77120" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 29 Jan 2026 17:40:45 +0700</pubDate>
<dc:creator>Rizqi Ardian</dc:creator>
<media:keywords>elpiji, naik, harga, pertamina, jawa timur, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>BONDOWOSO, SJP –</strong> Fenomena sulitnya gas elpiji 3 kilogram, atau yang kerap kali disebut gas melon, di Kabupaten Bondowoso, terkesan menjadi kejadian tahunan menjelang bulan suci Ramadan.</p>
<p>Selain sulit untuk didapatkan, gas elpiji yang disubsidi untuk masyarakat miskin ini, harganya kian melonjak, sampai di kisaran Rp22 ribu per tabung. Bahkan, warga sampai mengantre di pangkalan untuk mendapatkannya.</p>
<p>Melihat fenomena teresbut, Komisi II DPRD Bondowoso bersama Bagian Perekonomian Sekretariat Daerah, Diskoperindag, jajaran kepolisian dan TNI, melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke Stasiun Pengisian Bulk Elpiji, di Desa Taman, Kecamatan Grujugan, beberapa agen dan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).</p>
<p>Ketua Komisi II DPRD Bondowoso, Tohari, menegaskan, distribusi elpiji 3 kilogram di Bondowoso sebenarnya dalam kondisi cukup dan telah sesuai dengan Delivery Order (DO) yang ditetapkan.</p>
<p>Namun, kelangkaan yang dirasakan masyarakat diduga kuat dipicu oleh lemahnya pencatatan di tingkat pangkalan, sehingga membuka peluang pembelian berlebih oleh satu keluarga.</p>
<p>Hal tersebut disampaikan Tohari usai melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah fasilitas penyaluran elpiji, mulai dari SPBE, agen elpiji, hingga Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), pada Kamis (29/1/2026).</p>
<p>“Setiap DO yang diterima Bondowoso sudah kami pastikan tersalurkan dengan benar ke agen. Agen juga sudah mendistribusikan ke seluruh pangkalan. Jadi secara sistem, distribusi itu berjalan,” ujar Tohari kepada awak media.</p>
<p>Menurutnya, persoalan muncul di tingkat pangkalan, terutama terkait pencatatan pembelian elpiji subsidi. Idealnya, penjualan elpiji 3 kg dicatat berdasarkan nomor Kartu Keluarga (KK), bukan sekadar nama pembeli, agar satu keluarga tidak bisa membeli melebihi jatah.</p>
<p>“Jatah per keluarga itu lima tabung per bulan, sesuai ketentuan dari Pertamina. Tapi di lapangan, pencatatan ini belum dilakukan secara disiplin. Akibatnya, ada dugaan satu KK bisa membeli lebih dari satu tabung, bahkan di beberapa pangkalan atau pengecer berbeda,” jelasnya.</p>
<p>Tohari menilai kondisi tersebut memicu kepanikan di tengah masyarakat. Kekhawatiran tidak kebagian elpiji membuat sebagian rumah tangga melakukan pembelian berlebih dan menyimpan tabung di rumah, meski kebutuhan sebenarnya tidak sebesar itu.</p>
<p>“Kalau satu rumah tangga beli satu tabung per hari, jelas tidak masuk akal karena tidak mungkin habis dalam sehari. Tapi karena isu kelangkaan berkembang, masyarakat jadi takut dan akhirnya menimbun,” ungkapnya.</p>
<p>Padahal, lanjut Tohari, kuota elpiji subsidi untuk Bondowoso masih tergolong mencukupi. Saat ini, distribusi elpiji 3 kg di Bondowoso mencapai sekitar 19 ribu tabung per hari.</p>
<p>“Jumlah itu saya yakin cukup, sepanjang distribusinya tepat sasaran dan tidak ada pembelian berlebih,” tegasnya.</p>
<p>Untuk mengatasi persoalan tersebut, DPRD Bondowoso telah berkoordinasi dengan Hiswana Migas dan Pertamina agar segera memperbaiki sistem pencatatan dan pelaporan di pangkalan. Evaluasi akan dilakukan dalam waktu satu minggu untuk melihat dampaknya di lapangan.</p>
<p>“Mulai besok hingga sepekan ke depan, kita minta pencatatan dilakukan secara benar. Setelah itu akan kita evaluasi apakah sudah ada perbaikan atau belum,” katanya.</p>
<p>Selain itu, tim pengawas dan pembina peredaran elpiji diminta terus melakukan pemantauan guna mencegah praktik penimbunan, meski Tohari meyakini penimbunan yang terjadi tidak berskala besar. Dalam kesempatan itu, Tohari juga mengingatkan masyarakat agar menggunakan elpiji subsidi sesuai peruntukannya.</p>
<p>“Yang tidak berhak, mohon tidak menggunakan LPG subsidi. Ini hanya untuk masyarakat miskin dan usaha mikro. Pengusaha besar dan masyarakat mampu seharusnya menggunakan LPG non-subsidi. Kalau semua patuh, insyaallah tidak akan ada kelangkaan,” pungkasnya.</p>
<p><strong>SPBE Pastikan Stok Aman</strong></p>
<p>Pemerintah terus menegaskan bahwa stok elpiji 3 kilogram di Bondowoso dalam kondisi aman. Namun fakta di lapangan menunjukkan masyarakat masih kesulitan mendapatkan gas bersubsidi hingga harus mengantre. </p>
<p>Manager SPBE Bondowoso, Handoko, menyatakan pasokan elpiji dari tahun ke tahun tidak mengalami pengurangan dan proses penyaluran berjalan normal.</p>
<p>“Kalau di SPBE sendiri dari tahun-tahun kemarin tidak ada pengurangan. Pengambilan dari agen juga tidak ada hambatan, tidak ada masalah. Kami mengisi sesuai DO yang dimiliki agen,” ujar Handoko saat dikonfirmasi.</p>
<p>Ia menjelaskan, SPBE Bondowoso menyalurkan sekitar 60 ton elpiji per hari. Namun terkait kebutuhan riil masyarakat Bondowoso, Handoko menyebut hal tersebut menjadi kewenangan pemerintah daerah dan Pertamina.</p>
<p>“Soal kebutuhan real Bondowoso, itu koordinasi antara Pemda dengan Pertamina. Kami hanya melayani pengisian sesuai DO. Tapi untuk pengiriman dari kontainer hingga penyaluran ke agen, semuanya aman, tidak ada kendala,” tegasnya. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Seleksi Perangkat Desa Dinilai Lalai, Warga Sumbersalam Bondowoso Desak Camat Tenggarang Dikenai Sanksi</title>
<link>https://suarajatimpost.com/seleksi-perangkat-desa-dinilai-lalai-warga-sumbersalam-bondowoso-desak-camat-tenggarang-dikenai-sanksi</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/seleksi-perangkat-desa-dinilai-lalai-warga-sumbersalam-bondowoso-desak-camat-tenggarang-dikenai-sanksi</guid>
<description><![CDATA[ Aksi warga di DPRD Bondowoso menyoroti peran Camat Tenggarang yang dinilai lalai mengawasi seleksi kadus, hingga muncul tuntutan sanksi dan mutasi jabatan. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202601/image_870x580_697b30acd590b.webp" length="79722" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 29 Jan 2026 17:02:32 +0700</pubDate>
<dc:creator>Rizqi Ardian</dc:creator>
<media:keywords>perangkat desa, curang, tenggarang, camat, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p data-start="143" data-end="395"><strong data-start="143" data-end="161">BONDOWOSO, SJP</strong> – Belasan warga Desa Sumbersalam, Kecamatan Tenggarang, menggelar aksi unjuk rasa di Gedung DPRD Bondowoso, Kamis (29/1/2026). Aksi ini dipicu dugaan kecurangan dalam proses seleksi kepala dusun yang digelar beberapa hari sebelumnya.</p>
<p data-start="397" data-end="603">Koordinator aksi, Muhdar, mengungkapkan, salah seorang peserta seleksi mempersoalkan lembar soal yang diterimanya. Dari empat mata uji yang diikuti, lembar soal terakhir diduga telah berisi tanda jawaban.</p>
<p data-start="605" data-end="841">“Peserta menilai ada kejanggalan karena pada bagian akhir soal sudah terdapat tanda jawaban. Diduga terjadi kekeliruan panitia dalam pembagian soal, karena lembar tersebut bukan diperuntukkan baginya,” ujar Muhdar di hadapan awak media.</p>
<p data-start="843" data-end="1043">Selain dugaan kecurangan soal, massa juga mempertanyakan pengangkatan perangkat desa yang secara administrasi diduga tidak melalui mekanisme penjaringan dan seleksi sebagaimana ketentuan yang berlaku.</p>
<p data-start="1045" data-end="1291">Atas dasar itu, warga menuntut sanksi tegas hingga pencopotan perangkat Desa Sumbersalam yang terlibat dalam kepanitiaan seleksi. Mereka juga meminta Camat Tenggarang dikenai sanksi mutasi karena dinilai lalai dalam menjalankan fungsi pengawasan.</p>
<p data-start="1293" data-end="1388">“Kami juga menuntut transparansi penuh dalam seluruh tahapan seleksi perangkat desa,” tegasnya.</p>
<p data-start="1390" data-end="1648">Menanggapi tuntutan tersebut, Ketua DPRD Bondowoso, Ahmad Dhafir, memastikan bahwa seleksi kepala dusun Desa Sumbersalam telah dibatalkan. Ia menyatakan siap hadir langsung apabila seleksi ulang dilaksanakan, guna memastikan proses berjalan sesuai mekanisme.</p>
<p data-start="1650" data-end="1737">“Saya mungkin akan hadir untuk menyaksikan langsung,” ujar Ketua DPC PKB Bondowoso itu.</p>
<p data-start="1739" data-end="1916">Dhafir juga meminta perwakilan masyarakat ikut hadir dalam proses seleksi ulang, sebagai bentuk kontrol publik sekaligus untuk menepis dugaan adanya transaksi atau praktik suap.</p>
<p data-start="1918" data-end="1989">“Kalau pun ada praktik seperti itu, jangan sampai dilakukan,” tegasnya.</p>
<p data-start="1991" data-end="2307">Ia mengingatkan Camat Tenggarang agar siap menerima sanksi apabila di kemudian hari ditemukan bukti pelanggaran, termasuk dugaan pembayaran dalam proses seleksi.</p>
<p data-start="1991" data-end="2307">Menurutnya, rekomendasi seleksi kepada Bupati harus disertai pernyataan camat bahwa seluruh tahapan telah dilaksanakan sesuai prosedur perundang-undangan.</p>
<p data-start="2309" data-end="2375">“Camat harus bertanggung jawab dan siap menerima sanksi,” katanya.</p>
<p data-start="2377" data-end="2547">Dhafir berharap kasus di Desa Sumbersalam ini menjadi pelajaran bagi desa dan kecamatan lain agar proses seleksi perangkat desa dilakukan secara transparan dan akuntabel.</p>
<p data-start="2549" data-end="2749">Sementara itu, Camat Tenggarang, Deni Dwi Prihandoko, menjelaskan, peran kecamatan dalam penjaringan perangkat desa bersifat fasilitatif. Kepanitiaan seleksi sepenuhnya diketuai oleh kepala desa.</p>
<p data-start="2751" data-end="2894">Ia menjelaskan terdapat empat mata uji dalam seleksi, yakni Bahasa Indonesia, Pengetahuan Umum, Pendidikan Agama, dan Pengetahuan tentang Desa.</p>
<p data-start="2896" data-end="2984">“Soal dibuat oleh pihak kecamatan, kemudian diserahkan kepada panitia desa,” jelas Deni.</p>
<p data-start="2986" data-end="3220">Meski demikian, ia memastikan proses seleksi tersebut telah dibatalkan dan hasilnya dinyatakan tidak sah. Pihak kecamatan kini menunggu jadwal pelaksanaan seleksi ulang yang direncanakan dalam kurun waktu maksimal tiga bulan ke depan.</p>
<p data-start="3222" data-end="3397">“Kami sudah menelusuri permasalahan ini. Berdasarkan keterangan panitia desa, kesalahan terjadi pada pembagian lembar soal, bukan karena adanya bocoran jawaban,” pungkasnya. <strong>(*)</strong></p>
<p data-start="3222" data-end="3397"><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Kantor Dinilai Tak Representatif, Dinas Kominfo Bondowoso Berpeluang Dipindah</title>
<link>https://suarajatimpost.com/kantor-dinilai-tak-representatif-dinas-kominfo-bondowoso-berpeluang-dipindah</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/kantor-dinilai-tak-representatif-dinas-kominfo-bondowoso-berpeluang-dipindah</guid>
<description><![CDATA[ Pemkab Bondowoso mengkaji pemindahan Kantor Dinas Kominfo ke lantai dua Gedung Pemkab sebagai upaya optimalisasi ruang kerja dan peningkatan kinerja pelayanan publik. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202601/image_870x580_6979e8ee11396.webp" length="60394" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 28 Jan 2026 18:19:23 +0700</pubDate>
<dc:creator>Rizqi Ardian</dc:creator>
<media:keywords>pemerintahan, sekda, bupati, pemerintahan, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p data-start="298" data-end="685"><strong>BONDOWOSO, SJP –</strong> Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bondowoso mulai mengkaji wacana pemindahan sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Wacana yang paling santer adalah, pemintahan Kantor Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) ke lantai dua Gedung Pemkab Bondowoso, tepat di atas kantor Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (BP4D).</p>
<p data-start="298" data-end="685">Sekretaris Daerah (Sekda) Bondowoso, Fathur Rozi, menjelaskan, wacana tersebut menjadi bagian dari upaya penataan dan optimalisasi pemanfaatan ruang kerja OPD dan rencana penataan ruang yang dilatarbelakangi oleh masih belum optimalnya pemanfaatan sejumlah ruangan di lingkungan Pemkab.</p>
<p data-start="298" data-end="685">“Ada ruangan besar yang hanya diisi dua orang, bahkan ada yang hanya satu orang. Ini menurut saya mubazir. Maka semangat kita adalah melakukan penataan dan optimalisasi pemanfaatan ruangan,” ujar Fathur Rozi, Rabu (28/1/2026).</p>
<p data-start="1109" data-end="1263">Ia menilai, sejumlah fasilitas seperti ruang rapat justru jarang digunakan secara maksimal, sehingga perlu ditata ulang agar lebih efektif dan fungsional.</p>
<p data-start="1109" data-end="1263">“Daripada ruang rapat jarang dipakai dan mubazir, lebih baik kita tata dan fungsikan dengan optimal,” tambahnya.</p>
<p data-start="1381" data-end="1646">Terkait pemindahan sejumlah bagian di Sekretariat Daerah, termasuk pemindahan Dinas Kominfo, Fathur Rozi menegaskan, saat ini penataan masih difokuskan pada bagian-bagian internal di lingkungan Sekretariat Daerah. Namun demikian, nantinya penataan tersebut berpotensi menyasar OPD.</p>
<p data-start="1381" data-end="1646">“Untuk saat ini masih di bagian-bagian, belum ke OPD. Tapi ke depan tentu ada rencana penataan,” jelasnya.</p>
<p data-start="1381" data-end="1646">Soal Dinas Kominfo, ASN asal Probolinggo ini mengakui bahwa secara kondisi, kantor Dinas Kominfo saat ini dinilai belum ideal untuk mendukung kinerja sebagai perangkat daerah strategis, terutama terkait keterbatasan ruang pertemuan dan kebutuhan ruang server.</p>
<p data-start="1381" data-end="1646">“Kominfo itu sebenarnya masih terlalu kecil. Belum ada ruang-ruang pertemuan, dan kebutuhan server juga cukup besar. Soal apakah akan dipindah, diperbaiki, atau dibangun, itu akan kita bahas lebih lanjut dan tentu disesuaikan dengan kemampuan anggaran,” terangnya.</p>
<p data-start="2254" data-end="2437">Menurut Sekda, penataan ruang kerja ini bertujuan menciptakan kenyamanan aparatur sekaligus meningkatkan efektivitas kinerja, yang bermuara pada peningkatan kualitas pelayanan publik.</p>
<p data-start="2254" data-end="2437">“Kalau kita bekerja dengan nyaman dan optimal, maka pelayanan pasti jauh lebih baik. Itu semangatnya,” tandasnya.</p>
<p data-start="2556" data-end="2809">Sementara itu, belum memadainya ruang server Dinas Kominfo juga diakui oleh Kepala Bidang Aplikasi Informatika (Aptika) Kominfo Bondowoso, Eka Kusuma Astuti. Ia menyebut, ruang server memiliki fungsi krusial sebagai pusat data pemerintah daerah.</p>
<p data-start="2556" data-end="2809">“Ruang server Kominfo menjadi pusat data yang mengelola jaringan, aplikasi, serta penyimpanan data pemerintah dan seluruh OPD. Karena itu harus representatif,” ungkap Eka.</p>
<p data-start="2986" data-end="3103">Ia menegaskan, ruang server ideal harus memenuhi sejumlah standar, mulai dari aspek keamanan hingga teknis pendukung.</p>
<p data-start="2986" data-end="3103">“Posisinya harus aman, konstruksinya kuat, menggunakan <em>raised floor</em> untuk manajemen kabel, suhu ideal, dan kelembapan terkontrol,” jelasnya.</p>
<p data-start="3249" data-end="3457">Melihat kondisi ruang server saat ini, Eka mengakui masih diperlukan pembenahan. Namun, dengan keterbatasan anggaran, langkah yang paling memungkinkan adalah melakukan perbaikan pada fasilitas yang sudah ada.</p>
<p data-start="3249" data-end="3457">“Untuk kondisi anggaran saat ini, yang bisa segera dilakukan adalah memperbaiki ruang server yang sudah ada,” harapnya. <strong>(*)</strong></p>
<p data-start="3249" data-end="3457"><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Program Rantas di Bondowoso Mulai Dikerjakan Februari, Target 25 Km Selesai Tahun 2026</title>
<link>https://suarajatimpost.com/program-rantas-di-bondowoso-mulai-dikerjakan-februari-target-25-km-selesai-tahun-2026</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/program-rantas-di-bondowoso-mulai-dikerjakan-februari-target-25-km-selesai-tahun-2026</guid>
<description><![CDATA[ Program Infrastruktur Jalan Tuntas (RANTAS) Bupati Bondowoso Abdul Hamid Wahid mulai memasuki tahap pelaksanaan pada Februari 2026 dengan target penanganan 25 kilometer jalan dan irigasi secara bertahap. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202601/image_870x580_6979dbd283323.webp" length="92442" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 28 Jan 2026 17:20:11 +0700</pubDate>
<dc:creator>Rizqi Ardian</dc:creator>
<media:keywords>BSBK, jalan, PUPR, lebaran, suarajatimpost, trial, aspal, irigasi</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p data-start="252" data-end="636"><strong>BONDOWOSO, SJP – </strong>Komitmen Bupati Bondowoso, Abdul Hamid Wahid, untuk menuntaskan persoalan infrastruktur jalan melalui Program Infrastruktur Jalan Tuntas (Rantas) mulai menunjukkan progres nyata.</p>
<p data-start="252" data-end="636">Memasuki Februari 2026, penanganan jalan dan irigasi di Bondowoso resmi memasuki tahap pelaksanaan, dengan target penanganan sepanjang 25 kilometer pada tahun anggaran ini.</p>
<p data-start="638" data-end="793">Hal itu terungkap dalam rapat kerja Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Bondowoso bersama Dinas Bina Marga Sumber Daya Air dan Bina Kontruksi (BSBK) di aula dinas, pada Rabu (28/1/2026).</p>
<p data-start="638" data-end="793">Ketua Komisi III DPRD Bondowoso, Sutriyono, mengatakan, seluruh tahapan perencanaan telah berjalan dan kini berlanjut pada pelaksanaan di lapangan.</p>
<p data-start="795" data-end="1041">“Pada bulan Februari ini semua tahapan sudah mulai berjalan. Target penanganan sekitar 25 kilometer, yang mencakup rekonstruksi, rehabilitasi, hingga pemeliharaan rutin,” ujar Sutriono saat dikonfirmasi di Kantor BSBK Bondowoso.</p>
<p data-start="1043" data-end="1284">Politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini juga menegaskan, implementasi program Rantas tidak lagi didasarkan pada batas wilayah administratif, melainkan pada tingkat kerusakan ruas jalan. Pendekatan ini bertujuan agar penanganan dilakukan secara menyeluruh dan tidak parsial.</p>
<p data-start="1286" data-end="1437">“Prioritasnya bukan wilayah, tapi ruas yang rusak. Satu ruas harus dituntaskan dulu, baru pindah ke ruas berikutnya. Tidak boleh diecer,” tegasnya.</p>
<p data-start="1439" data-end="1640">Menurut Sutriyono, pola kerja tersebut sejalan dengan arah kebijakan Bupati Bondowoso yang menginginkan pembangunan infrastruktur bersifat berkelanjutan dan berdampak jangka panjang bagi masyarakat.</p>
<p data-start="1642" data-end="1866">“Arahnya sudah jelas dari bupati. Sekarang tinggal bagaimana Kepala BSBK menindaklanjuti dan mengakomodasi masukan dari UPT, karena masih ada beberapa titik yang belum masuk perencanaan awal,” jelasnya.</p>
<p data-start="1868" data-end="2021">Di tengah keterbatasan fiskal daerah, Sutriyono menilai kolaborasi lintas sektor menjadi kunci keberhasilan program Rantas agar target tetap tercapai.</p>
<p data-start="2023" data-end="2183">“Ini bukan perencanaan satu tahun saja, tetapi bagian dari perjalanan RPJMD lima tahunan. Setiap tahun sudah ada target yang jelas dan berkelanjutan,” imbuhnya.</p>
<p data-start="2185" data-end="2390">Sementara itu, Plt Kepala BSBK Bondowoso, Ansori, menyampaikan, pihaknya telah memulai proses pengadaan jasa konsultansi sebagai langkah awal pelaksanaan program infrastruktur tahun anggaran 2026.</p>
<p data-start="2392" data-end="2560">“Secara garis besar, target penanganan tahun 2026 mencapai 25 kilometer, terdiri dari 20 kilometer pekerjaan reguler dan 5 kilometer pemeliharaan rutin,” ungkap Ansori.</p>
<p data-start="2562" data-end="2735">Ia menambahkan, target tersebut merupakan hasil kesepakatan bersama Komisi III DPRD Bondowoso dengan tetap mengedepankan skema kolaboratif dalam pelaksanaan pembangunan.</p>
<p data-start="2737" data-end="2890">“Kolaborasi kami lakukan bersama masyarakat, pemerintah desa, dan kecamatan. Dengan keterbatasan fiskal, ini menjadi langkah paling realistis,” jelasnya.</p>
<p data-start="2892" data-end="3057">Ansori juga menekankan bahwa penanganan drainase jalan dan jaringan irigasi menjadi fokus utama, karena berpengaruh besar terhadap ketahanan infrastruktur jalan.</p>
<p data-start="3059" data-end="3215">“Tujuan akhirnya agar jalan yang dibangun lebih awet dan berkelanjutan, sesuai semangat Program Jalan Tuntas yang dicanangkan Bupati,” pungkasnya. <strong>(*)</strong></p>
<p data-start="3059" data-end="3215"><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Pemkab Bondowoso Matangkan Persiapan Susenas Maret 2026</title>
<link>https://suarajatimpost.com/pemkab-bondowoso-matangkan-persiapan-susenas-maret-2026</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/pemkab-bondowoso-matangkan-persiapan-susenas-maret-2026</guid>
<description><![CDATA[ Pemkab Bondowoso mengumpulkan camat dan kepala desa di Aula Sabha Bina Praja untuk mematangkan persiapan Susenas Maret 2026 demi memastikan validitas data kemiskinan dan indikator pembangunan daerah. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202601/image_870x580_6979cf6fb4f15.webp" length="25296" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 28 Jan 2026 16:21:39 +0700</pubDate>
<dc:creator>Rizqi Ardian</dc:creator>
<media:keywords>Sensus, nasional, BPS, Kemiskinan, Survei, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p data-start="235" data-end="560"><strong data-start="235" data-end="248">BONDOWOSO, SJP</strong> – Pemerintah Kabupaten Bondowoso mulai mematangkan persiapan pelaksanaan Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) yang akan digelar pada Maret 2026 mendatang. Salah satu langkah yang dilakukan yakni memberikan arahan kepada perwakilan camat dan kepala desa se-Kabupaten Bondowoso di Aula Sabha Bina Praja, Rabu (28/1/2026).</p>
<p data-start="562" data-end="732">Sekretaris Daerah (Sekda) Bondowoso, Fathur Rozi menegaskan, persiapan ini penting untuk memastikan pelaksanaan Susenas berjalan optimal dan menghasilkan data yang valid serta akurat.</p>
<p data-start="734" data-end="1010">“Susenas ini sangat menentukan kondisi daerah nantinya. Data yang dihasilkan akan menjadi dasar penilaian berbagai indikator, mulai dari kemiskinan, Indeks Pembangunan Manusia (IPM), pertumbuhan ekonomi, indeks gini rasio, hingga rata-rata lama sekolah,” ujar Sekda Bondowoso.</p>
<p data-start="1012" data-end="1269">Sekda menekankan pentingnya peran camat dan kepala desa dalam memberikan pemahaman kepada masyarakat, khususnya warga yang terpilih sebagai responden survei. Ia meminta agar masyarakat dapat menerima petugas dengan baik dan bersabar selama proses wawancara.</p>
<p data-start="1271" data-end="1553">“Jumlah pertanyaan dalam survei ini lebih dari seratus. Prosesnya bisa memakan waktu dua sampai tiga jam. Kalau responden tidak sabar, dikhawatirkan data yang diperoleh tidak valid. Padahal kita ingin data yang benar-benar menggambarkan kondisi riil masyarakat Bondowoso,” tegasnya.</p>
<p data-start="1555" data-end="1843">Menurutnya, kesabaran tidak hanya dituntut dari responden, tetapi juga dari petugas survei agar tetap profesional selama proses pengumpulan data berlangsung. Mengingat Susenas tidak dilaksanakan setiap tahun, hasil survei ini memiliki peran strategis dalam perencanaan pembangunan daerah.</p>
<p data-start="1845" data-end="2059">Ia menjelaskan, Susenas yang dilakukan Badan Pusat Statistik (BPS) bersifat sampel. Dari total 219 desa di Bondowoso, sebanyak 72 desa menjadi sampel, dengan sekitar 830 responden dari lebih dari 790 ribu penduduk.</p>
<p data-start="2061" data-end="2226">“Karena berbasis sampel, maka kualitas data sangat bergantung pada proses di lapangan. Itulah sebabnya kami menekankan validitas dan kesabaran semua pihak,” katanya.</p>
<p data-start="2228" data-end="2487">Lebih lanjut, Sekda menyebut data Susenas akan menjadi pijakan dalam menjalankan strategi pengentasan kemiskinan, yang meliputi pengurangan beban pengeluaran masyarakat, peningkatan pendapatan melalui pemberdayaan, serta penanganan kantong-kantong kemiskinan.</p>
<p data-start="2489" data-end="2643">“Strategi ini merupakan kebijakan nasional yang diturunkan ke daerah. Dengan data yang valid, intervensi pemerintah akan lebih tepat sasaran,” pungkasnya. <strong>(*)</strong></p>
<p data-start="2489" data-end="2643"><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Jelang Ramadan LPG 3 Kg Semakin Sulit, Pemkab Bondowoso Pastikan Stok Aman dan Ajukan Tambahan Kuota</title>
<link>https://suarajatimpost.com/jelang-ramadan-lpg-3-kg-semakin-sulit-pemkab-bondowoso-pastikan-stok-aman-dan-ajukan-tambahan-kuota</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/jelang-ramadan-lpg-3-kg-semakin-sulit-pemkab-bondowoso-pastikan-stok-aman-dan-ajukan-tambahan-kuota</guid>
<description><![CDATA[ Menjelang Ramadan, warga Bondowoso mengeluhkan kesulitan memperoleh LPG 3 kilogram. Pemkab Bondowoso bersama Diskoperindag, Polres, dan Pertamina memastikan pasokan aman serta mengusulkan penambahan kuota hingga dua kali lipat untuk menjaga stabilitas distribusi. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202601/image_870x580_6978d1caf259f.webp" length="34774" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Tue, 27 Jan 2026 22:42:49 +0700</pubDate>
<dc:creator>Rizqi Ardian</dc:creator>
<media:keywords>LPG 3 Kg, Kenaikan Harga, Kota Malang, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p data-start="262" data-end="663"><strong>BONDOWOSO, SJP – </strong>Menjelang bulan suci Ramadan, sejumlah warga di Kabupaten Bondowoso mengeluhkan kesulitan mendapatkan LPG 3 kilogram dalam beberapa hari terakhir.</p>
<p data-start="262" data-end="663">Keluhan tersebut ramai diperbincangkan di media sosial, bahkan memunculkan pertanyaan terkait klaim Pemerintah Daerah yang menyebut stok gas bersubsidi dalam kondisi aman, sementara di lapangan warga harus mencari dengan susah payah.</p>
<p data-start="262" data-end="663">Ayu Agustina warga RT 17 RW 6 Kelurahan Tamansari Kecamatan Bondowoso, mengaku kesulitan mendapatkan LPG 3 Kg, sejak 5 hari yang lalu. Bahkan, toko kelontong dan warung di sekitar rumahnya juga kehabisan stok.</p>
<p data-start="262" data-end="663">"Sulitnya sejak 5 hari lalu. Jadi untuk mengantisipasi kekurangan LPG, kami sekeluarga haru ekstra hemat," ujarnya, Selasa (27/1/2026).</p>
<p data-start="665" data-end="901">Menindaklanjuti banyaknya laporan tersebut, Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag) Kabupaten Bondowoso melakukan pengecekan langsung ke pangkalan resmi LPG 3 kilogram di wilayah Pasar Induk Bondowoso, pada Senin (26/1/2026) kemarin.</p>
<p data-start="903" data-end="1223">Pengecekan bersama tim menyasar Pangkalan Resmi LPG 3 Kg PT Sentosa Migas Jaya. Langkah ini dilakukan sebagai respons cepat pemerintah daerah guna memastikan ketersediaan stok serta kelancaran distribusi LPG bersubsidi.</p>
<p data-start="1225" data-end="1498">Hasil pantauan di lapangan menunjukkan, antrean panjang yang terjadi bukan disebabkan kelangkaan stok LPG, melainkan tingginya minat masyarakat yang datang lebih awal untuk membeli gas bersubsidi. Antrean bahkan sudah terjadi setiap hari sebelum pangkalan mulai beroperasi.</p>
<p data-start="1500" data-end="1757">“Pengiriman LPG dari agen ke pangkalan biasanya tiba sekitar pukul 07.15 WIB. Stok yang tersedia sebanyak 100 tabung per hari, sementara jumlah masyarakat yang mengantre melebihi alokasi harian tersebut,” ujar pemilik pangkalan, seperti yang dilaporkan oleh Diskoperindag.</p>
<p data-start="1759" data-end="1981">Distribusi LPG 3 kilogram dari agen ke pangkalan resmi, lanjutnya, dilakukan secara rutin sesuai alokasi masing-masing pangkalan, dengan pola pengiriman yang bervariasi, mulai dari harian, dua hari sekali, hingga mingguan.</p>
<p data-start="1983" data-end="2288">Sementara itu, Kasi Humas Polres Bondowoso, Iptu Bobby Dwi Siswanto, menyampaikan bahwa pihak kepolisian juga telah melakukan pengecekan terkait distribusi LPG 3 kilogram di Bondowoso. Dari hasil pengecekan, penyaluran LPG 3 kilogram dari SPBE Bondowoso ke 10 agen mencapai 20.720 tabung per hari.</p>
<p data-start="2290" data-end="2533">“Total penerimaan suplai gas dari Depo LPG Banyuwangi ke Bondowoso mencapai sekitar 65.000 kilogram per hari, dan pengiriman dilakukan setiap hari. Selama ini tidak ada kendala dalam proses pengiriman,” ujar Iptu Bobby, Selasa (27/1/2026).</p>
<p data-start="2535" data-end="2781">Terpisah, Kepala Bagian Perekonomian Setda Bondowoso, Agung Nurhidayat, mengakui bahwa secara kuota LPG 3 kilogram memang dinyatakan aman, namun lonjakan permintaan masyarakat menjelang Ramadan menyebabkan distribusi di lapangan terasa ketat.</p>
<p data-start="2783" data-end="2919">“Kami sudah mendatangi Pertamina dan Hiswana Migas. Tanggapannya secara kuota aman, tapi permintaan masyarakat memang tinggi,” jelasnya.</p>
<p data-start="2921" data-end="3144">Sebagai langkah antisipasi, Pemkab Bondowoso telah mengusulkan penambahan kuota LPG 3 kilogram untuk bulan Februari dan Maret 2026. Usulan penambahan tersebut mencapai 100 persen atau sekitar 1.500 metrik ton per bulan.</p>
<p data-start="3146" data-end="3247">“Kita minta ditambah jadi dua kali lipat, karena kebutuhan masyarakat juga meningkat,” pungkas Agung.</p>
<p data-start="3249" data-end="3537">Pemkab Bondowoso memastikan akan terus berkoordinasi dengan Pertamina, Hiswana Migas, Diskoperindag, serta aparat penegak hukum, guna menjaga stabilitas pasokan, memperketat pengawasan distribusi, dan memastikan LPG bersubsidi tepat sasaran menjelang Ramadan dan Hari Raya Idulfitri. <strong>(*)</strong></p>
<p data-start="3249" data-end="3537"><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Terima UHC Awards 2026, Bupati Bondowoso Komitmen Lakukan Perluasan JKN</title>
<link>https://suarajatimpost.com/terima-uhc-awards-2026-bupati-bondowoso-komitmen-lakukan-perluasan-jkn</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/terima-uhc-awards-2026-bupati-bondowoso-komitmen-lakukan-perluasan-jkn</guid>
<description><![CDATA[ Sebanyak 31 pemerintah provinsi dan 397 kabupaten/kota menerima UHC Awards 2026 atas komitmen mendukung Program JKN. Bupati Bondowoso Abdul Hamid Wahid turut meraih penghargaan dan menegaskan komitmen daerah dalam memperluas akses layanan kesehatan bagi masyarakat. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202601/image_870x580_6978cce33ded5.webp" length="26140" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Tue, 27 Jan 2026 22:00:09 +0700</pubDate>
<dc:creator>Rizqi Ardian</dc:creator>
<media:keywords>pemerintahan, Bondowoso, advetorial, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p data-start="372" data-end="719"><strong>BONDOWOSO, SJP –</strong> Komitmen pemerintah daerah dalam mendukung Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) kembali mendapat apresiasi. Sebanyak 31 pemerintah provinsi serta 397 pemerintah kabupaten dan kota menerima penghargaan pada ajang Universal Health Coverage (UHC) Awards Tahun 2026, yang digelar oleh BPJS Kesehatan, Selasa (27/1/2026).</p>
<p data-start="721" data-end="1098">Penghargaan tersebut diberikan kepada kepala daerah yang dinilai konsisten menghadirkan perlindungan kesehatan bagi masyarakat melalui perluasan kepesertaan dan keberlanjutan Program JKN. Salah satu penerima penghargaan adalah Bupati Bondowoso, Abdul Hamid Wahid, atas capaian dan komitmen Pemerintah Kabupaten Bondowoso dalam mendukung program strategis nasional tersebut.</p>
<p data-start="1100" data-end="1318">Direktur Utama BPJS Kesehatan, Ghufron Mukti, mengatakan capaian ini mencerminkan keberhasilan kolaborasi lintas sektor antara pemerintah pusat dan daerah dalam menjamin hak dasar masyarakat atas layanan kesehatan.</p>
<p data-start="1320" data-end="1595">“Hingga 31 Desember 2025, jumlah kepesertaan Program JKN telah mencapai 282,7 juta jiwa atau lebih dari 98 persen dari total penduduk Indonesia, dengan tingkat kepesertaan aktif sebesar 81,45 persen. Capaian ini melampaui target nasional dalam RPJMN 2025–2029,” ujar Ghufron.</p>
<p data-start="1597" data-end="1827">Menurutnya, peran kepala daerah sangat menentukan keberhasilan Program JKN, terutama dalam mendorong masyarakat untuk terdaftar serta memastikan keberlangsungan kepesertaan aktif melalui dukungan kebijakan dan penganggaran daerah.</p>
<p data-start="1829" data-end="2142">Sejalan dengan agenda Sustainable Development Goals (SDGs) 2030, Indonesia menempatkan Universal Health Coverage sebagai indikator utama dalam mewujudkan masyarakat yang sehat dan sejahtera. Program JKN menjadi instrumen utama pencapaian target SDGs 3.8, yakni cakupan kesehatan semesta bagi seluruh penduduk.</p>
<p data-start="2144" data-end="2446">Ghufron juga mengungkapkan, capaian UHC berdampak nyata terhadap kesejahteraan sosial. Berdasarkan penelitian LPEM FEB UI tahun 2025, daerah yang telah mencapai UHC memiliki tingkat kesakitan lebih rendah, akses layanan kesehatan lebih baik, serta beban pengeluaran kesehatan rumah tangga yang menurun.</p>
<p data-start="2448" data-end="2642">Sementara itu, Bupati Bondowoso Abdul Hamid Wahid menyampaikan, penghargaan UHC Awards 2026 menjadi penguat komitmen daerah dalam menjamin hak kesehatan masyarakat secara berkelanjutan.</p>
<p data-start="2644" data-end="2864">“Penghargaan ini bukan sekadar capaian administratif, tetapi amanah untuk terus memastikan seluruh masyarakat Bondowoso mendapatkan akses layanan kesehatan yang adil, layak, dan berkesinambungan,” ujar Abdul Hamid Wahid.</p>
<p data-start="2866" data-end="3131">Ia menegaskan, Pemerintah Kabupaten Bondowoso akan terus memperkuat sinergi dengan BPJS Kesehatan dan seluruh pemangku kepentingan, baik melalui penguatan kebijakan daerah, optimalisasi pendataan kepesertaan, maupun peningkatan kualitas layanan fasilitas kesehatan.</p>
<p data-start="3133" data-end="3301">“Kesehatan adalah fondasi pembangunan sumber daya manusia. Dengan masyarakat yang sehat, pembangunan daerah dapat berjalan lebih produktif dan berkelanjutan,” tegasnya, kepada suarajatimpost.</p>
<p data-start="3303" data-end="3577">Dalam kesempatan yang sama, Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat, Abdul Muhaimin Iskandar (Cak Imin), menegaskan bahwa Program JKN merupakan wujud nyata kehadiran negara dalam menjalankan amanat Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945.</p>
<p data-start="3579" data-end="3754">“Program JKN memastikan masyarakat tidak jatuh miskin hanya karena sakit. Kesehatan memiliki peran strategis dalam menjaga stabilitas dan keberlanjutan bangsa,” ujar Cak Imin.</p>
<p data-start="3756" data-end="3949">Pemerintah menargetkan cakupan kepesertaan JKN mencapai 99 persen penduduk pada tahun 2029, dengan penekanan pada keberlanjutan kepesertaan aktif dan peningkatan kualitas layanan kesehatan.</p>
<p data-start="3951" data-end="4203">UHC Awards 2026 diberikan dalam beberapa kategori, yakni Utama, Madya, dan Pratama, dan diharapkan menjadi pemicu bagi daerah lain untuk mempercepat perluasan perlindungan kesehatan melalui Program JKN demi terwujudnya Indonesia yang semakin sehat. <strong>(*)</strong></p>
<p data-start="3951" data-end="4203"><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Fathorrozi Resmi Pimpin PC GP Ansor Bondowoso, Fokus Benahi Organisasi Pasca Kasus Korupsi</title>
<link>https://suarajatimpost.com/fathorrozi-resmi-pimpin-pc-gp-ansor-bondowoso-fokus-benahi-organisasi-pasca-kasus-korupsi</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/fathorrozi-resmi-pimpin-pc-gp-ansor-bondowoso-fokus-benahi-organisasi-pasca-kasus-korupsi</guid>
<description><![CDATA[ PC GP Ansor Bondowoso resmi menunjuk Fathorrozi sebagai Ketua PAW untuk melanjutkan sisa masa jabatan pasca penonaktifan ketua lama akibat kasus dugaan korupsi dana hibah. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202601/image_870x580_6978b77419236.webp" length="38050" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Tue, 27 Jan 2026 20:02:34 +0700</pubDate>
<dc:creator>Rizqi Ardian</dc:creator>
<media:keywords>korupsi, Kejari, Kajari, KKN, KPK, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p data-start="354" data-end="614"><strong>BONDOWOSO, SJP –</strong> Pasca penonaktifan Ketua PC GP Ansor Bondowoso sebelumnya akibat tersandung kasus dugaan korupsi dana hibah APBD Provinsi Jawa Timur Tahun Anggaran 2024, kepemimpinan organisasi kini resmi beralih ke ketua Pergantian Antar Waktu (PAW).</p>
<p data-start="616" data-end="836">Melalui pleno pemilihan PAW yang digelar di Graha NU Bondowoso, Selasa (27/1/2026), Fathorrozi terpilih sebagai Ketua PC GP Ansor Bondowoso untuk melanjutkan sisa masa jabatan sekitar satu tahun ke depan.</p>
<p data-start="838" data-end="1012">Pleno pemilihan PAW tersebut dilaksanakan setelah ketua sebelumnya, Luluk Haryadi, dinonaktifkan menyusul proses hukum yang tengah berjalan di Kejaksaan Negeri Bondowoso.</p>
<p data-start="1014" data-end="1151">Wakil Ketua II PC GP Ansor Bondowoso, Syaiful Bahri Husnan, menjelaskan bahwa Fathorrozi meraih suara terbanyak dalam pleno tersebut.</p>
<p data-start="1153" data-end="1238">“Fathorrozi mendapatkan suara terbanyak yakni 20 suara dari total 24 suara,” ujarnya.</p>
<p data-start="1240" data-end="1377">Syaiful Bahri menambahkan, dari total suara yang masuk, terdapat dua suara yang dinyatakan tidak sah karena tidak memenuhi ketentuan hak pilih.</p>
<p data-start="1379" data-end="1454">“Tidak sah dua suara. Pemilik hak suara adalah pengurus harian,” ungkapnya.</p>
<p data-start="1456" data-end="1584">Ia juga menegaskan, ketua PAW terpilih memiliki tanggung jawab besar untuk memulihkan citra organisasi di tengah sorotan publik.</p>
<p data-start="1586" data-end="1770">Sementara itu, Fathorrozi, selaku Ketua PAW terpilih PC GP Ansor Bondowoso, menyampaikan bahwa langkah pertama yang akan dilakukan adalah melakukan konsolidasi internal organisasi.</p>
<p data-start="1772" data-end="1944">“Setelah ini kita akan langsung melakukan konsolidasi di internal. Karena pasca penetapan mantan ketua sebagai tersangka, di internal Ansor disebutnya berantakan,” katanya.</p>
<p data-start="1946" data-end="2071">Ia menambahkan, konsolidasi tidak hanya dilakukan di tingkat cabang, namun juga hingga ke tingkat pimpinan anak cabang (PAC).</p>
<p data-start="2073" data-end="2256">“Selanjutnya kita akan turun ke PAC, bagaimana kita menjelaskan dan memperbaiki nama baik Ansor. Serta sosialisasi agar tidak melakukan sesuatu yang berlawanan dengan hukum,” urainya.</p>
<p data-start="2258" data-end="2421">Terkait proses hukum yang sedang berjalan, Fathorrozi menegaskan pihaknya menghormati sepenuhnya langkah penegakan hukum yang dilakukan Kejaksaan Negeri Bondowoso.</p>
<p data-start="2423" data-end="2477">“Kami menghormati proses hukum yang berlaku,” ujarnya.</p>
<p data-start="2479" data-end="2644">Ia juga menyebut, jika terdapat pengurus atau kader Ansor yang dipanggil untuk dimintai keterangan oleh Kejaksaan, pihaknya akan mempertimbangkan pendampingan hukum.</p>
<p data-start="2646" data-end="2871">Dukungan juga datang dari jajaran PW GP Ansor Jawa Timur. Wakil Ketua Bidang Koreil Tapal Kuda PW GP Ansor Jatim, Muzammil, menyatakan pihaknya mendukung penuh langkah-langkah penataan organisasi di PC GP Ansor Bondowoso.</p>
<p data-start="2873" data-end="2929">“Kita dukung untuk menyusun langkah strategis,” ujarnya.</p>
<p data-start="2931" data-end="3027">Ia menegaskan, PW GP Ansor Jatim juga mendukung sepenuhnya proses hukum yang sedang berlangsung.</p>
<p data-start="3029" data-end="3263">Sementara itu, Ketua LBH Ansor, Jayadi, menyampaikan sikap tegas terkait perkara tersebut. Ia menyebut secara pribadi siap membantu, namun secara kelembagaan menolak pendampingan terhadap pelaku yang merusak marwah organisasi.</p>
<p data-start="3265" data-end="3346">“Secara pribadi sebagai Ketua saya menolak kalau LBH Ansor mendampingi,” urainya.</p>
<p data-start="3348" data-end="3490">Meski demikian, Jayadi memastikan LBH Ansor tetap membuka ruang pendampingan hukum bagi kader atau pengurus lain yang diperiksa sebagai saksi.</p>
<p data-start="3492" data-end="3640">“Nantinya kita koordinasikan. Kita dampingi PAC-PAC. Yang diperiksa kan ketua PAC-PAC, Insyallah. Nggak semua, sebagian yang diperiksa,” pungkasnya. <strong>(*)</strong></p>
<p data-start="3492" data-end="3640"><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Bupati Bondowoso Kantongi Calon 11 Kepala OPD Hasil Seleksi Terbuka, Ini Kandidatnya</title>
<link>https://suarajatimpost.com/bupati-bondowoso-kantongi-calon-11-kepala-opd-hasil-seleksi-terbuka-ini-kandidatnya</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/bupati-bondowoso-kantongi-calon-11-kepala-opd-hasil-seleksi-terbuka-ini-kandidatnya</guid>
<description><![CDATA[ Kendati belum berani menyampaikan siapa nama-namanya dan kapan pelantikan akan dilaksanakan, bupati menyatakan pengumuman resmi akan disampaikan pada waktu yang tepat. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202601/image_870x580_69774397edf80.webp" length="38532" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 26 Jan 2026 18:20:12 +0700</pubDate>
<dc:creator>Rizqi Ardian</dc:creator>
<media:keywords>open biding, seleksi jabatan, jabatan, bupati, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>BONDOWOSO, SJP – </strong>Bupati Bondowoso, Abdul Hamid Wahid memastikan proses penentuan pejabat strategis yang akan menakhodai 11 Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bondowoso telah memasuki tahap akhir. </p>
<p>Dari tiga kandidat terbaik yang telah diseleksi, satu nama dipastikan sudah dipilih sesuai dengan kebutuhan organisasi dan prinsip meritokrasi. Satu nama yang akan memimpin OPD, merupakan hasil dari hak prerogatigf Bupati Abdul Hamid Wahid.</p>
<p>Kendati belum berani menyampaikan siapa nama-namanya dan kapan pelantikan akan dilaksanakan, bupati menyatakan pengumuman resmi akan disampaikan pada waktu yang tepat.</p>
<p>“Ya, nanti pada gilirannya akan kami umumkan,” ujar Bupati Bondowoso singkat,” pada Senin (26/1/2026) usai mengikuti kegiatan evaluasi bersama Badan Gizi Nasional (BGN) dan semua SPPG se Kabupaten Bondowoso, di Hotel Ijen View.</p>
<p>Saat ditanya terkait kriteria pejabat yang sesuai dengan harapan bupati, Abdul Hamid Wahid, yang karib disapa Ra Hamid ini menyatakan, penentuan pejabat dilakukan dengan mempertimbangkan prinsip the right man in the right place serta rekam jejak kinerja.</p>
<p>“Kita memang berusaha mendorong orang yang tepat di tempat yang tepat, right man in the right place. Itu sesuai dengan sistem meritokrasi dalam penataan birokrasi,” kata Ra Hamid didampingi Wakil Bupati Bondowoso, As’ad Yahya Syafi’i.</p>
<p>Ia menegaskan, penilaian tidak dilakukan secara subjektif, melainkan berdasarkan track record, prestasi, serta hasil evaluasi kinerja selama ini.</p>
<p>“Sudah sesuai dengan rekam jejak, prestasinya, kemudian hasil evaluasi. Itu yang jelas kami pertimbangkan,” ujarnya.</p>
<p>Ketika kembali ditegaskan apakah dari tiga kandidat tersebut sudah ada satu nama yang dipilih, Bupati Bondowoso memastikan proses tersebut telah selesai.</p>
<p>“Sudah. Sudah dipilih,” tegasnya.</p>
<p>Bupati juga menambahkan, penataan organisasi yang berkaitan dengan keputusan tersebut telah mulai dilakukan sebagai bagian dari penyegaran dan penguatan kinerja birokrasi di lingkungan Pemkab Bondowoso.</p>
<p>“Efek penataannya juga sudah kita lakukan,” pungkas bupati.</p>
<p>Sebelumnya, Panitia Seleksi Terbuka Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT) Pratama Pemerintah Kabupaten Bondowoso resmi mengumumkan hasil seleksi terbuka JPT Pratama Tahun 2025. Pengumuman tersebut tertuang dalam Pengumuman Nomor 14/PANSEL-JPTP/BWS/2026 tertanggal 12 Januari 2026.</p>
<p>Pengumuman hasil seleksi disampaikan berdasarkan Surat Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN) Nomor 00898/R-AK.02.03/SD/F/2026 tanggal 6 Januari 2026 tentang rekomendasi hasil seleksi terbuka JPT Pratama di Kabupaten Bondowoso.</p>
<p>Dalam pengumuman tersebut, Panitia Seleksi menetapkan tiga peserta terbaik untuk masing-masing jabatan yang diseleksi. Seluruh nama yang tercantum merupakan hasil seleksi terbuka yang telah melalui tahapan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.</p>
<p>Adapun tiga nama peringkat tertinggi yang diumumkan oleh panitia seleksi terbuka meliputi : </p>
<p><strong>Sekretaris DPRD Bondowoso<br></strong></p>
<ol>
<li>Agus Winarno</li>
<li>I Wayan Wisesa Buwana</li>
<li>Rizky Idham Lukmana</li>
</ol>
<p><strong>Kepala Dinas Kesehatan</strong></p>
<ol>
<li>dr. Arief Sudibyo</li>
<li>dr. Lukman Hakim</li>
<li>dr. Moch. Jasin</li>
</ol>
<p><strong>Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika</strong></p>
<ol>
<li>Dwi Wahyudi</li>
<li>Eka Kusuma Astuti</li>
<li>Raden Saudia Yourdan Islami T</li>
</ol>
<p><strong>Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah</strong></p>
<ol>
<li>Eko Pribadi</li>
<li>Kristianto Putro Prasojo</li>
<li>Yoyok Jalu Santoso</li>
</ol>
<p><strong>Kepala Dinas Lingkungan Hidup</strong></p>
<ol>
<li>Eko Pribadi</li>
<li>Henry Kurniawan</li>
<li>Hergiar Yuli Pramanto</li>
</ol>
<p><strong>Kepala BKPSDM</strong></p>
<ol>
<li>Artiantyo Wirjo Utomo</li>
<li>Diana Nurbayanti</li>
<li>Puspo Pranoto</li>
</ol>
<p><strong>Kepala Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan</strong></p>
<ol>
<li>Azas Suwardi</li>
<li>Hergiar Yuli Pramanto</li>
<li>Sigit Dwiwahju Banendro</li>
</ol>
<p><strong>Kepala Dinas Pariwisata, Kebudayaan, Pemuda dan Olahraga</strong></p>
<ol>
<li>Arif Setyo Raharjo</li>
<li>Gede Budiawan</li>
<li>Sigit Dwiwahju Banendro</li>
</ol>
<p><strong>Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah </strong></p>
<ol>
<li>I Wayan Wisesa Buwana</li>
<li>Teguh Setyo Wijanarko</li>
<li>Puspo Pranoto</li>
</ol>
<p><strong>Kepala Dinas Bina Marga, Sumber Daya Air dan Bina Konstruksi</strong></p>
<ol>
<li>Ansori</li>
<li>Gaguk Supindhi Putra</li>
<li>Putu Budhi Setiawan</li>
</ol>
<p><strong>Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan SDM</strong></p>
<ol>
<li>Abdul Manan</li>
<li>Diana Nurbayanti</li>
<li>Moh. Hasan Suryadi</li>
</ol>
<p>Panitia Seleksi menegaskan bahwa urutan nama peserta dalam setiap jabatan disusun berdasarkan abjad dan tidak menunjukkan peringkat nilai akhir seleksi.</p>
<p>Hasil seleksi terbuka JPT Pratama ini merupakan bagian dari proses pengisian jabatan pimpinan tinggi di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bondowoso. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Ketua PC GP Ansor Bondowoso Jadi Tersangka Dugaan Korupsi Dana Hibah Rp1,2 Miliar</title>
<link>https://suarajatimpost.com/ketua-pc-gp-ansor-bondowoso-jadi-tersangka-dugaan-korupsi-dana-hibah-rp12-miliar</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/ketua-pc-gp-ansor-bondowoso-jadi-tersangka-dugaan-korupsi-dana-hibah-rp12-miliar</guid>
<description><![CDATA[ Kejari Bondowoso menetapkan L sebagai tersangka dugaan korupsi dana hibah Kesra Provinsi Jawa Timur Tahun 2024 untuk GP Ansor Bondowoso dengan nilai kerugian negara sekitar Rp1,2 miliar. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202601/image_870x580_69773e208a34a.webp" length="43612" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 26 Jan 2026 17:06:40 +0700</pubDate>
<dc:creator>Rizqi Ardian</dc:creator>
<media:keywords>korupsi, Kejari, Kajari, KKN, KPK, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p data-start="407" data-end="682"><strong>BONDOWOSO, SJP –</strong> Kejaksaan Negeri (Kejari) Bondowoso menetapkan seorang berinisial L, yang juga Ketua PC GP Ansor Kabupaten Bondowoso sebagai tersangka dalam perkara dugaan tindak pidana korupsi dana hibah Kesra Provinsi Jawa Timur Tahun Anggaran 2024 yang diperuntukkan bagi PC GP Ansor Kabupaten Bondowoso.</p>
<p data-start="684" data-end="864">Penetapan tersangka tersebut disampaikan Kasi Intelijen Kejari Bondowoso, Adi Harsanto, di Kantor Kejaksaan Negeri Bondowoso, Senin (26/1/2026) sore.</p>
<p data-start="866" data-end="1005">Adi Harsanto menjelaskan, penyidik telah menemukan alat bukti yang cukup sehingga status L resmi ditingkatkan dari saksi menjadi tersangka.</p>
<p data-start="1007" data-end="1301">“Pada hari ini, Senin tanggal 26 Januari 2026, penyidik Kejaksaan Negeri Bondowoso telah menetapkan tersangka atas nama inisial L dalam dugaan tindak pidana korupsi dana hibah Kesra Provinsi Jawa Timur Tahun Anggaran 2024 yang diperuntukkan bagi Lembaga GP Ansor Kabupaten Bondowoso,” ujar Adi.</p>
<p data-start="1303" data-end="1484">Menurut Adi, dana hibah tersebut sejatinya dialokasikan untuk pembelian seragam Ansor yang diperuntukkan bagi satu PC, satu PAC, dan sembilan ranting di Kabupaten Bondowoso.</p>
<p data-start="1486" data-end="1609">“Namun dalam pelaksanaannya, dana hibah tersebut diduga tidak digunakan sesuai peruntukannya dan disalahgunakan,” jelasnya.</p>
<p data-start="1611" data-end="1827">Adi menyebutkan, berdasarkan hasil penyidikan sementara, nilai dana hibah yang diduga disalahgunakan mencapai sekitar Rp1,2 miliar, yang berpotensi menimbulkan kerugian keuangan negara dengan nilai yang sama.</p>
<p data-start="1829" data-end="1937">“Terkait nilai kerugian negara, sementara ini kami perkirakan kurang lebih sebesar Rp1,2 miliar,” ungkapnya.</p>
<p data-start="1939" data-end="2150">Dalam penanganan perkara ini, penyidik Kejari Bondowoso telah melakukan pemeriksaan terhadap lebih dari 30 orang saksi dari berbagai pihak yang berkaitan dengan penyaluran dan penggunaan dana hibah tersebut.</p>
<p data-start="2152" data-end="2264">“Saksi yang sudah kami periksa lebih dari 30 orang, dari pihak-pihak yang terkait dengan perkara ini,” kata Adi.</p>
<p data-start="2266" data-end="2424">Terhadap tersangka L, penyidik melakukan penahanan selama 20 hari ke depan, terhitung sejak 26 Januari 2026, guna kepentingan penyidikan lebih lanjut.</p>
<p data-start="2426" data-end="2564">“Terhadap tersangka, penyidik Kejaksaan Negeri Bondowoso melakukan penahanan selama 20 hari ke depan, terhitung sejak hari ini,” tegasnya.</p>
<p data-start="2566" data-end="2711">Adi juga tidak menutup kemungkinan adanya tersangka lain dalam perkara ini, seiring dengan pengembangan penyidikan yang masih terus berjalan.</p>
<p data-start="2713" data-end="2850">“Untuk kemungkinan tersangka lain, saat ini masih dalam proses penyidikan dan akan kami sampaikan perkembangannya lebih lanjut,” ujarnya.</p>
<p data-start="2852" data-end="3155">Dalam perkara ini, tersangka L dijerat dengan Pasal 2 ayat (1) Undang-Undang Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 KUHP, serta Pasal 3 Undang-Undang Tipikor jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP, dengan penyesuaian pidana berdasarkan ketentuan KUHP baru, yakni Pasal 603 dan Pasal 604 KUHP.</p>
<p data-start="3157" data-end="3343">Adi Harsanto menegaskan, seiring berlakunya KUHP baru, Kejari Bondowoso menerapkan prinsip kehati-hatian dalam penanganan perkara, termasuk dalam penyampaian informasi kepada publik.</p>
<p data-start="3345" data-end="3531">“Kami tetap menjunjung tinggi asas praduga tidak bersalah. Oleh karena itu, kami juga membatasi pengambilan dokumentasi dan akan menyediakan foto resmi dari pihak Kejaksaan,” pungkasnya. <strong>(*)</strong></p>
<p data-start="3345" data-end="3531"><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Dari 43 Dapur MBG di Bondowoso, BGN Sebut hanya 15 SPPG yang Miliki SLHS</title>
<link>https://suarajatimpost.com/dari-43-dapur-mbg-di-bondowoso-bgn-sebut-hanya-15-sppg-yang-miliki-slhs</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/dari-43-dapur-mbg-di-bondowoso-bgn-sebut-hanya-15-sppg-yang-miliki-slhs</guid>
<description><![CDATA[ BGN mengingatkan dapur SPPG tanpa SLHS dan IPAL berpotensi disuspensi demi menjaga keamanan pangan dan lingkungan. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202601/image_870x580_697715716c44d.webp" length="42290" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 26 Jan 2026 15:50:20 +0700</pubDate>
<dc:creator>Rizqi Ardian</dc:creator>
<media:keywords>MBG, makan gratis, bondowoso, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>BONDOWOSO, SJP – </strong>Wakil Ketua Badan Gizi Nasional (BGN), Nanik Sudaryati Deyang, mengapresiasi pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang diproduksi oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kabupaten Bondowoso yang dinilai menunjukkan progres signifikan. </p>
<p>Dari total 43 dapur SPPG yang telah beroperasi dan melayani sekitar 4 juta penerima manfaat, Bondowoso disebut sebagai daerah yang patut dibanggakan.</p>
<p>Meski demikian, Nanik mengungkap, hingga saat ini baru 15 SPPG yang telah mengantongi Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS), yakni sertifikat wajib sebagai jaminan keamanan pangan. Sementara 28 dapur lainnya masih dalam proses pengurusan sertifikasi di Dinas Kesehatan setempat.</p>
<p>“Seluruh dapur sudah mendaftar dan saat ini sedang dalam proses. Insyaallah, dengan proses ini, keamanan pangan bisa terjaga dengan baik,” ujar Nanik, usai kegiatan koordinasi dan evaluasi bersama Forkopimda, Kasatpel, yayasan, serta mitra, bersama Koordinator Wilayah SPPG, di Ballroom Hotel Ijen View, Senin (26/1/2026).</p>
<p>Ia menjelaskan, lamanya proses sertifikasi SLHS disebabkan sejumlah tahapan yang harus dilalui. Mulai dari pemeriksaan laboratorium, pelatihan atau kursus penjamah makanan bagi relawan, hingga pengecekan kesesuaian dapur dengan petunjuk teknis (juknis).</p>
<p>“Kalau dapurnya tidak sesuai juknis, harus dilakukan perbaikan. Bahkan bisa saja dibongkar dan dibangun ulang. Itu yang membuat prosesnya cukup panjang,” jelasnya.</p>
<p>Nanik menegaskan, dapur SPPG yang belum mendaftar SLHS akan diberikan tenggat waktu satu bulan. Apabila dalam batas waktu tersebut tidak dilakukan pendaftaran, maka dapur akan disuspensi atau ditutup sementara. Sementara untuk dapur yang baru beroperasi, diberikan waktu satu bulan sejak menerima dana dan mulai operasional untuk mendaftarkan SLHS.</p>
<p>“Jika belum mendaftar dalam waktu tersebut, dapur akan ditutup sementara selama satu minggu. Penutupan ini sifatnya sementara, bukan permanen,” tegasnya.</p>
<p>Dalam kesempatan itu, Nanik juga menekankan pentingnya pengawasan ketat terhadap keamanan pangan. Ia meminta kepala SPPG wajib berada di dapur, khususnya pada malam hari, untuk memastikan seluruh proses memasak berjalan sesuai standar.</p>
<p>“Keamanan pangan adalah yang utama. Jangan sampai terjadi insiden keracunan atau kecelakaan pangan. Mitra juga tidak boleh lepas tangan,” katanya.</p>
<p>Terkait pengelolaan limbah, Nanik menegaskan setiap dapur SPPG wajib memiliki Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL). Kepemilikan IPAL menjadi syarat mutlak karena tanpa IPAL, dapur tidak diperkenankan beroperasi dan tidak akan lolos sertifikasi SLHS.</p>
<p>“Kalau tidak punya IPAL, dapur harus ditutup. Ini syarat wajib,” tandasnya.</p>
<p>Menjelang bulan Ramadan, Nanik memastikan program MBG tetap berjalan. Hanya saja, menu akan disesuaikan, kemungkinan berupa menu kering, meski detailnya masih dalam pembahasan.</p>
<p>“Yang jelas, program ini tidak diliburkan,” ucapnya.</p>
<p>Sementara itu, Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Bondowoso, Fathur Rozi menegaskan akan melakukan pengecekan dan evaluasi menyeluruh terhadap pengelolaan limbah SPP.</p>
<p>Khususnya terkait kepemilikan dan fungsi Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL), agar program strategis nasional MBG ini tidak menimbulkan dampak negatif bagi masyarakat.</p>
<p>“Penjelasan tadi sudah sangat jelas. Soal IPAL dan pengelolaan limbah, tentu nanti akan kami cek bersama tim dan satuan tugas. Kami ingin memastikan program strategis nasional ini benar-benar memberikan manfaat dan tidak berdampak buruk bagi masyarakat,” tegasnya.</p>
<p>Ia mengungkapkan, hingga saat ini telah terbentuk 43 dapur SPPG di Bondowoso. Namun demikian, koordinasi terkait pengelolaan limbah dinilai masih perlu diperkuat. </p>
<p>Pasalnya, meski program ini merupakan kebijakan nasional yang dikelola langsung oleh BGN, dampak yang ditimbulkan di lapangan tetap menjadi tanggung jawab pemerintah daerah.</p>
<p>“Programnya dari pusat, BGN langsung. Tapi kalau ada persoalan di daerah, yang kena tetap bupati dan pemerintah daerah. Itu faktanya,” ujarnya.</p>
<p>Menurutnya, selama ini komunikasi terkait pengelolaan limbah bukan berarti tidak ada sama sekali, namun masih membutuhkan regulasi yang lebih tegas dan rinci. Selama ini, standar operasional prosedur (SOP) lebih banyak berfokus pada proses memasak dan penyajian makanan.</p>
<p>“Padahal yang dibutuhkan hari ini bukan hanya soal prosedur memasak, tapi juga bagaimana limbahnya dikelola dengan benar,” katanya.</p>
<p>Ia menilai, keberadaan regulasi seperti Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 115 dan Keputusan Presiden (Kepres) Nomor 28 menjadi momentum penting untuk memperkuat sinergi antara pemerintah daerah, BGN, serta para pengelola dapur SPPG.</p>
<p>“Ini akan semakin memperjelas peran dan koordinasi antara pemerintah daerah dengan BGN, kabupaten, dan kepala-kepala SPPG, agar dapur SPPG benar-benar memberi manfaat dan tidak menimbulkan dampak yang tidak baik, termasuk soal limbah,” jelasnya.<strong> (*) </strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>BGN Evaluasi Program MBG di Bondowoso, Bupati Bondowoso Siap Lakukan Perbaikan</title>
<link>https://suarajatimpost.com/bgn-evaluasi-program-mbg-di-bondowoso-bupati-bondowoso-siap-lakukan-perbaikan</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/bgn-evaluasi-program-mbg-di-bondowoso-bupati-bondowoso-siap-lakukan-perbaikan</guid>
<description><![CDATA[ Pemerintah Kabupaten Bondowoso melakukan evaluasi dan pembenahan Program MBG. Bupati menekankan perbaikan sistem, keamanan pangan, optimalisasi ekonomi sirkular, serta mendorong keterlibatan UMKM dan pemanfaatan pasokan pangan lokal agar program berdampak langsung bagi masyarakat. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202601/image_870x580_697715f58766d.webp" length="26808" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 26 Jan 2026 15:20:14 +0700</pubDate>
<dc:creator>Rizqi Ardian</dc:creator>
<media:keywords>MBG, makan gratis, bondowoso, BGN, SPPG, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>BONDOWOSO, SJP –</strong> Pemerintah Kabupaten Bondowoso terus melakukan pembenahan dan evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan program pemenuhan gizi, termasuk mekanisme penertiban, penanganan, hingga optimalisasi peran berbagai pihak yang terlibat dalam mensukseskan program Makan Bergizi Gratis (MBG).</p>
<p>Hal tersebut disampaikan Bupati Bondowoso, Abdul Hamid Wahid, usai mengikuti kegiatan koordinasi dan evaluasi bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Kasatpel, yayasan, serta mitra, bersama Koordinator Wilayah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), di Ballroom Hotel Ijen View, Senin (26/1/2026).</p>
<p>Bupati Bondowoso Abdul Hamid Wahid menjelaskan, sejumlah item yang sebelumnya menjadi permasalahan kini tengah diakomodasi dan diperbaiki secara bertahap. </p>
<p>Perbaikan tersebut tidak hanya menyasar aspek teknis pelaksanaan, tetapi juga menyentuh fungsi layanan, mekanisme pelaporan, serta sistem evaluasi yang kini dinilai jauh lebih baik.</p>
<p>“Permasalahan yang kemarin muncul, sekarang berusaha kita akomodasi dan diperbaiki. Tidak hanya siswa yang mendapatkan manfaat, tetapi juga guru. Mekanisme pelaporan dan evaluasi juga sudah jauh diperbaiki, dan ini berlaku secara nasional di seluruh Indonesia,” ujar bupati.</p>
<p>Bupati yang karib disapa Ra Hamid ini juga menegaskan, peran pemerintah dalam program ini salah satunya adalah memastikan ketersediaan pasokan bahan makanan. Meski tidak dilakukan secara langsung, pemerintah daerah didorong untuk mengoptimalkan skema ekonomi sirkular agar dapat memberikan dampak nyata bagi masyarakat.</p>
<p>“Pemerintah daerah sudah diberi peran dalam peraturan presiden terbaru yang menjadi landasan kebijakan ini. Kita akan coba optimalkan agar ekonomi sirkular di daerah bisa berjalan, sehingga masyarakat mendapatkan manfaatnya,” jelasnya.</p>
<p>Dalam sektor pertanian dan pangan, Bupati juga menekankan pentingnya memprioritaskan sumber daya lokal. Menurutnya, kebutuhan bahan makanan seperti sayur-mayur, daging, telur, dan komoditas lainnya idealnya dipenuhi dari wilayah sekitar sebelum mengambil pasokan dari luar daerah.</p>
<p>“Kalau bisa, kita dorong dulu dari sekitar Bondowoso. Baru kalau tidak mencukupi, kita ambil dari luar,” tegasnya.</p>
<p>Terkait keterlibatan pelaku UMKM, Ra Hamid mengakui bahwa saat ini peran UMKM masih belum optimal karena program masih berada pada tahap awal pelaksanaan. Dari total potensi yang ada, baru sekitar separuh yang terlibat aktif.</p>
<p>“Dari 95 proyeksi, baru sekitar 43 atau kurang lebih 50 persen SPPG yang sudah beroperasi. Selama ini pola suplai dari daerah memang belum tertata dan terorganisasi dengan baik,” ungkapnya.</p>
<p>Sementara itu, Nanik Sudaryati Deyang, Wakil Ketua Badan Gizi Nasional (BGN) mengajak SPPG di Kabupaten Bondowoso untuk berkontribusi dalam sektor sosial, yang memberikan dampak positif pada pelayanan dasar masyarakat. </p>
<p>“Saya juga menekankan pentingnya kepedulian sosial. Para mitra diharapkan dapat membantu lingkungan sekitar, misalnya sekolah yang membutuhkan perbaikan fasilitas seperti toilet, bangunan rusak, atau akses air yang tidak layak. Harus ada tanggung jawab sosial,” tegasnya.</p>
<p>Bahkan, dirinya menegaskan soal keuntungan yang telah didapat oleh SPPG yang dinilai sudah cukup, tanpa harus mengurangi penyajian menu pada MBG, yang telah ditetapkan oleh BGN.</p>
<p>“Terkait penyajian menu, tidak boleh ada pengurangan. Untuk penerima manfaat kelas 3 ke atas, alokasi menu senilai Rp10.000 per siswa, sedangkan untuk kelas 3 ke bawah sebesar Rp8.000. Menu harus disajikan sesuai ketentuan agar kualitas makanan tetap terjaga,” tandasnya. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Salurkan 200 Becak Listrik Senilai Rp4,4 Miliar di Bondowoso, GSN Ingatkan Tak Boleh Dijual</title>
<link>https://suarajatimpost.com/salurkan-200-becak-listrik-senilai-rp44-miliar-di-bondowoso-gsn-ingatkan-tak-boleh-dijual</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/salurkan-200-becak-listrik-senilai-rp44-miliar-di-bondowoso-gsn-ingatkan-tak-boleh-dijual</guid>
<description><![CDATA[ Yayasan Gerakan Solidaritas Nasional (GSN) menyalurkan 200 unit becak listrik senilai Rp4,4 miliar kepada lansia di Kabupaten Bondowoso sebagai bantuan gratis untuk menunjang mobilitas. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202601/image_870x580_697629e8328af.webp" length="39440" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sun, 25 Jan 2026 22:05:09 +0700</pubDate>
<dc:creator>Rizqi Ardian</dc:creator>
<media:keywords>becak listrik, presiden, prabowo, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p data-start="285" data-end="558"><strong data-start="285" data-end="300">BONDOWOSO, SJP - </strong>Yayasan Gerakan Solidaritas Nasional (GSN) menyalurkan bantuan becak listrik kepada masyarakat di Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur. Bantuan tersebut diperuntukkan bagi kelompok lanjut usia (lansia) guna membantu mobilitas dan menunjang aktivitas sehari-hari.</p>
<p data-start="560" data-end="846">Wakil Ketua Yayasan GSN, Nanik S. Deyang, menjelaskan, becak listrik yang diberikan memiliki spesifikasi daya rendah dan ramah bagi rumah tangga penerima. Daya listrik yang dibutuhkan tidak sampai 450 watt, sehingga masih dapat digunakan di rumah dengan kapasitas listrik terbatas.</p>
<p data-start="848" data-end="1007">“Spesifikasinya ini listriknya tidak sampai 450 watt. Jadi kalau pun terpaksa di rumah harus menambah daya, itu hanya sebentar,” ujar Nanik, Ahad (25/1/2026).</p>
<p data-start="1009" data-end="1199">Ia menyebutkan, ketahanan baterai becak listrik tersebut berkisar enam hingga tujuh jam, tergantung beban muatan yang digunakan. Semakin berat muatan, maka daya tahan baterai akan berkurang.</p>
<p data-start="1201" data-end="1326">“Kalau muatannya berat tentu lebih cepat habis. Tapi kalau muatannya tidak terlalu berat, bisa dipakai lebih lama,” jelasnya, saat dikonfirmasi di Pendopo Raden Bagus Assra Bondowoso.</p>
<p data-start="1328" data-end="1534">Nanik juga mengungkapkan, harga satu unit becak listrik tersebut mencapai Rp22 juta. Harga tersebut lebih tinggi dibandingkan seri awal yang dibanderol Rp15 juta, karena adanya penyesuaian spesifikasi.</p>
<p data-start="1536" data-end="1712">“Yang dulu spek pertama itu Rp15 juta, yang buat PT LEN. Sekarang PT Pindad sudah di-<em data-start="1612" data-end="1620">adjust</em> jadi lebih kuat, bannya juga lebih besar, sehingga harganya Rp22 juta per unit,” terangnya.</p>
<p data-start="1714" data-end="1921">Untuk penyaluran di Bondowoso, Yayasan GSN mendistribusikan sebanyak 200 unit becak listrik dengan total nilai bantuan mencapai Rp4,4 miliar. Seluruh bantuan tersebut diberikan secara gratis kepada penerima.</p>
<p data-start="1923" data-end="2037">“Yang kami bawa ke Bondowoso ini totalnya 200 unit, nilainya Rp4,4 miliar, dan ini diberikan gratis,” tegas Nanik.</p>
<p data-start="2039" data-end="2294">Meski demikian, Nanik menekankan adanya sejumlah ketentuan yang wajib dipatuhi oleh penerima bantuan. Becak listrik tersebut tidak boleh diperjualbelikan, dipindahtangankan, disewakan, maupun dimodifikasi di luar spesifikasi standar yang telah ditetapkan.</p>
<p data-start="2296" data-end="2511">“Becak listrik ini tidak boleh dijual, tidak boleh dialihkan ke orang lain, tidak boleh disewakan, dan tidak boleh dimodifikasi. Bantuan ini murni untuk membantu mobilitas penerima, khususnya para lansia,” tegasnya.</p>
<p data-start="2513" data-end="2740">Selain itu, penerima juga diwajibkan merawat kendaraan dengan baik dan menggunakannya sesuai peruntukan.</p>
<p data-start="2513" data-end="2740">"Untuk perlengkapan keselamatan, helm tidak termasuk dalam paket bantuan dan harus disediakan secara mandiri oleh penerima," imbuh Nanik.</p>
<p data-start="2742" data-end="2916">Bantuan becak listrik dari Yayasan GSN ini diharapkan dapat meningkatkan kemandirian lansia serta membantu aktivitas ekonomi ringan tanpa membebani penerima secara finansial. <strong>(*)</strong></p>
<p data-start="2742" data-end="2916"><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Gerindra Bondowoso Dorong Keberlanjutan dan Fasilitas Pendukung Becak Listrik Presiden</title>
<link>https://suarajatimpost.com/gerindra-bondowoso-dorong-keberlanjutan-dan-fasilitas-pendukung-becak-listrik-presiden</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/gerindra-bondowoso-dorong-keberlanjutan-dan-fasilitas-pendukung-becak-listrik-presiden</guid>
<description><![CDATA[ Ketua DPC Gerindra Bondowoso Setyo Budi menegaskan komitmen mengawal keberlanjutan bantuan becak listrik dari Presiden Prabowo, termasuk penyediaan infrastruktur charger agar manfaat dirasakan pengemudi becak, khususnya lansia. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202601/image_870x580_697601b4b38fb.webp" length="55994" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sun, 25 Jan 2026 18:44:56 +0700</pubDate>
<dc:creator>Rizqi Ardian</dc:creator>
<media:keywords>becak listrik, presiden, prabowo, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p data-start="291" data-end="641"><strong>BONDOWOSO, SJP –</strong> Keberlanjutan program bantuan becak listrik dari Presiden Republik Indonesia mendapat perhatian serius dari DPC Partai Gerindra Bondowoso. Ketua DPC Gerindra Bondowoso, Setyo Budi, menegaskan pihaknya siap mengawal agar manfaat bantuan tersebut benar-benar dirasakan oleh para pengemudi becak, khususnya kalangan lanjut usia.</p>
<p data-start="643" data-end="951">Menurut Setyo Budi, bantuan becak listrik merupakan inisiatif Presiden Prabowo Subianto yang lahir dari kepedulian terhadap pengemudi becak sebagai kelompok pekerja informal yang rentan. Program ini, kata dia, diharapkan mampu meringankan beban kerja sekaligus meningkatkan perekonomian para pengemudi becak.</p>
<p data-start="953" data-end="1215">“Intinya bantuan ini untuk membantu pengemudi becak, terutama yang sudah lansia. Harapan kami, dengan adanya becak listrik ini, mereka bisa bekerja lebih ringan dan penghasilannya meningkat,” ujar Setyo Budi, menyikapi pendistribusian becak listrik di Bondowoso.</p>
<p data-start="1217" data-end="1612">Ia menambahkan, keberlanjutan program tidak hanya bergantung pada penyaluran unit becak listrik, tetapi juga kesiapan infrastruktur pendukung, terutama fasilitas pengisian daya atau charger.</p>
<p data-start="1217" data-end="1612">Setyo Budi menyebut, sebagaimana arahan dari Wakil Ketua Yayasan Gerakan Solidaritas Nasional (GSN), pemerintah daerah diharapkan dapat memfasilitasi penyediaan titik-titik charger di berbagai lokasi.</p>
<p data-start="1614" data-end="1826">“Becak listrik ini tentu membutuhkan charger. Saat ini fasilitas pengisian daya memang masih banyak tersedia di wilayah perkotaan. Nantinya, daerah pedesaan dan kecamatan juga harus mulai diperhatikan,” jelasnya.</p>
<p data-start="1828" data-end="2100">Ketua Komisi I DPRD Bondowoso ini juga mengakui belum seluruh wilayah memiliki fasilitas pengisian daya yang memadai. Namun hal tersebut menjadi catatan penting untuk pengembangan program lanjutan agar manfaat becak listrik bisa dirasakan lebih luas.</p>
<p data-start="2102" data-end="2349">"Fasilitas pendukung tetap akan mengikuti kebijakan dan program pemerintah. Partai Gerindra, siap berkoordinasi dan mendukung ketika ada arahan lanjutan terkait penyediaan infrastruktur penunjang becak listrik di Bondowoso," tukasnya.</p>
<p data-start="2351" data-end="2623">Selain itu, Setyo Budi juga berpesan kepada para penerima bantuan agar becak listrik dimanfaatkan dan dirawat dengan baik. Perawatan yang optimal dinilai penting agar becak listrik dapat digunakan dalam jangka panjang dan tidak menimbulkan kendala teknis di kemudian hari.</p>
<p data-start="2625" data-end="2828">“Kalau dirawat dengan baik, tentu pengemudi becak tidak akan kesulitan ketika terjadi kerusakan. Harapan kami, becak listrik ini benar-benar menjadi solusi ekonomi bagi para pengemudi becak,” harapnya. </p>
<p data-start="2625" data-end="2828">Sementara itu, Cung Slamet (76), warga Dusun Bunder RT 11 RW 4 Desa Pancoran mengaku sangat senang mendapat bantuan becak listrik dari presiden. Usianya yang tidak lagi muda, membuatnya sadar, jika mengayuh becak menjadi beban yang semakin berat.</p>
<p data-start="2625" data-end="2828">Bahkan, tak jarang becak tuanya yang berkarat sering kali tak mampu ia kayuh saat di jalan yang menanjak. Ia harus turun dan mendorongnya dengan sekuat tenaga, demi mencari nafkah dan mengais rupiah.</p>
<p data-start="2625" data-end="2828">"Awalnya becak saya sering ditabrak motor, sudah sering diperbaiki dan tetap saya gunakan untuk mengangkut orang, barang dan mencari rumput untuk pakan ternak. Dengan bantuan becak listrik ini, tentunya beban mengayuh becak tidak lagi berat," ungkapnya.</p>
<p data-start="2625" data-end="2828">Dirinya pun memberikan apresiasi kepada Presiden Prabowo Subianto yang telah tersentuh hatinya, dengan menggunakan uang pribadinya memberikan bantuan kepada warga miskin dan pengayuh becak lanjut usia di seluruh Indonesia, khususnya di Bumi Ki Ronggo.</p>
<p data-start="2625" data-end="2828">"Terima kasih pak Presiden. Ini sangat membantu kami dalam mencari nafkah," pungkasnya. <strong>(*)</strong></p>
<p data-start="2625" data-end="2828"><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Harapan Baru Pengayuh Becak, 200 Becak Listrik Hadir untuk Warga Bondowoso</title>
<link>https://suarajatimpost.com/harapan-baru-pengayuh-becak-200-becak-listrik-hadir-untuk-warga-bondowoso</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/harapan-baru-pengayuh-becak-200-becak-listrik-hadir-untuk-warga-bondowoso</guid>
<description><![CDATA[ Sebanyak 200 becak listrik dibagikan di Bondowoso sebagai bentuk kepedulian negara kepada pengemudi becak. Program inisiatif Presiden Prabowo ini diharapkan meringankan beban kerja, meningkatkan pendapatan, serta menjadi sarana pengentasan kemiskinan berbasis transportasi ramah lingkungan. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202601/image_870x580_6975f059d1a00.webp" length="68652" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sun, 25 Jan 2026 17:35:40 +0700</pubDate>
<dc:creator>Rizqi Ardian</dc:creator>
<media:keywords>becak listrik, presiden, prabowo, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p data-start="0" data-end="331"><strong data-start="0" data-end="15">BONDOWOSO, SJP –</strong> Di tengah deru roda becak yang mulai beralih ke tenaga listrik, harapan baru tumbuh bagi ratusan pengayuh becak di Bondowoso. Sabtu sore (25/1/2026), halaman pendopo Raden Bagus Assra menjadi saksi bagaimana senyum para pekerja sektor informal merekah saat 200 unit becak listrik resmi diserahkan oleh pemerintah.</p>
<p data-start="333" data-end="658">Bupati Bondowoso, Abdul Hamid Wahid, berdiri di hadapan para pengemudi becak dengan nada suara tenang namun sarat makna. Bagi orang nomor satu di Bondowoso itu, bantuan becak listrik bukan sekadar soal kendaraan, melainkan tentang keberpihakan negara kepada rakyat kecil yang selama ini menggerakkan denyut ekonomi lokal.</p>
<p data-start="660" data-end="884">“Pengemudi becak adalah bagian penting dari kehidupan kota ini. Mereka bukan hanya mengantar penumpang, tapi juga menghidupi keluarga dan menjaga roda ekonomi tetap berputar,” ujar Bupati Abdul Hamid Wahid sebelum menaiki becak listrik berkeliling Alun-alun Ki Ronggo.</p>
<p data-start="886" data-end="1187">Ia menegaskan, pendistribusian becak listrik merupakan wujud nyata visi Presiden Republik Indonesia dalam membangun ekonomi kerakyatan yang inklusif dan berkeadilan. Negara, kata dia, hadir langsung menyentuh masyarakat di sektor informal, sekaligus mendorong penggunaan transportasi ramah lingkungan.</p>
<p data-start="1189" data-end="1548">Di hadapan Wakil Kepala Badan Gizi Nasional RI, Nanik S. Deyang, jajaran Forkopimda, serta para penerima bantuan, Bupati Bondowoso yang karib disapa Ra Hamid ini menyampaikan apresiasi atas program nasional tersebut.</p>
<p data-start="1189" data-end="1548">Menurutnya, becak listrik menjadi simbol perubahan, dari kerja berat yang mengandalkan tenaga fisik, menuju alat transportasi rakyat yang lebih efisien, modern, dan berkelanjutan.</p>
<p data-start="1550" data-end="1785">“Program ini bukan hanya membantu pengemudi becak meringankan beban kerja, tapi juga ikut mengurangi emisi dan ketergantungan pada bahan bakar fosil. Bondowoso ingin ikut ambil bagian dalam agenda transportasi hijau nasional,” ucapnya.</p>
<p data-start="1787" data-end="2130">Lebih jauh, Ra Hamid menjelaskan, becak listrik akan diarahkan untuk mendukung pengembangan pariwisata daerah, seperti city tour dan Bondowoso heritage. Ia berharap, kendaraan ramah lingkungan itu dapat menjadi wajah baru transportasi rakyat sekaligus memperkuat citra Bondowoso sebagai daerah yang peduli terhadap energi bersih.</p>
<p data-start="2132" data-end="2394">Di sela sambutannya, Bupati juga menyampaikan pesan sederhana namun penuh empati kepada para penerima bantuan. Ia meminta agar becak listrik dijaga dengan baik, digunakan secara tertib, dan dimanfaatkan seoptimal mungkin demi meningkatkan kesejahteraan keluarga.</p>
<p data-start="2396" data-end="2563">“Semoga becak listrik ini membawa rezeki yang lebih baik, membuat kerja panjenengan semua lebih ringan, dan menjadikan Bondowoso semakin bersih serta sehat,” tuturnya.</p>
<p data-start="1388" data-end="1749">Nada empati juga disampaikan Wakil Ketua Yayasan Gerakan Solidaritas Nasional (GSN), Nanik S. Deyang, yang hadir langsung dalam acara tersebut.</p>
<p data-start="1388" data-end="1749">Ia mengungkapkan bahwa bantuan becak listrik ini merupakan inisiatif pribadi Presiden Prabowo Subianto, yang lahir dari kepedulian dan kecintaannya kepada para pengemudi becak sebagai bagian dari rakyat kecil.</p>
<p data-start="1751" data-end="1908">“Bantuan ini berasal dari perhatian langsung dari Presiden kepada para pengemudi becak. Beliau sangat menghargai kerja keras panjenengan semua,” kata Nanik yang datang ke pendopo bupati pukul 15.00 WIB, terlambat sekira 4 jam dari jadwal yang diagendakan pada pukul 11.00 WIB.</p>
<p data-start="1910" data-end="2202">Ia menyebutkan, nilai satu unit becak listrik mencapai Rp22 juta, sehingga para penerima diminta menjaga dan mengelola bantuan tersebut dengan baik. Nanik juga menegaskan agar becak listrik tidak diperjualbelikan, melainkan dimanfaatkan sepenuhnya untuk meningkatkan taraf hidup keluarga.</p>
<p data-start="2204" data-end="2325">“Saya berharap becak listrik ini menjadi angkutan andalan sekaligus sarana pengentasan kemiskinan di Bondowoso,” tandasnya. <strong>(*)</strong></p>
<p data-start="2204" data-end="2325"><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Belasan Pohon Tumbang di Bondowoso Sebabkan Kerusakan Bangunan, Masyarakat Harus Waspada</title>
<link>https://suarajatimpost.com/belasan-pohon-tumbang-di-bondowoso-sebabkan-kerusakan-bangunan-masyarakat-harus-waspada</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/belasan-pohon-tumbang-di-bondowoso-sebabkan-kerusakan-bangunan-masyarakat-harus-waspada</guid>
<description><![CDATA[ Sejumlah pohon tumbang di Bondowoso akibat cuaca ekstrem, menimbulkan kerusakan bangunan. BPBD mengimbau masyarakat untuk selalu berhati-hati saat melintas. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202601/image_870x580_697493f9961c8.webp" length="65136" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sat, 24 Jan 2026 17:32:07 +0700</pubDate>
<dc:creator>Rizqi Ardian</dc:creator>
<media:keywords>bencana, angin, banjir, longsor, puting beliung, BPBD, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p data-start="350" data-end="764"><strong data-start="350" data-end="370">BONDOWOSO, SJP –</strong> Hujan deras disertai angin kencang yang melanda Bondowoso sejak Jumat (23/1/2026) membawa dampak signifikan bagi masyarakat. Setidaknya 13 pohon tumbang tercatat hingga Sabtu (24/1/2026), merusak bangunan, menutup akses jalan, dan mengancam keselamatan warga.</p>
<p data-start="350" data-end="764">Aparat kepolisian, BPBD, TNI, serta relawan bersinergi melakukan penanganan cepat untuk memastikan situasi tetap aman dan kondusif.</p>
<p data-start="350" data-end="764"><strong>Patroli Polres Bondowoso dan Penanganan Cepat Pohon Tumbang</strong></p>
<p data-start="837" data-end="1087">Satuan Samapta Polres Bondowoso melaksanakan patroli rutin dengan fokus respons cepat terhadap laporan pohon tumbang di berbagai titik di Kota Bondowoso. Patroli dimulai pukul 08.00 WIB dan dipimpin Aipda Dedy Muniwanto bersama Bripda Ibnu Hamdani.</p>
<p data-start="1089" data-end="1129">Beberapa lokasi terdampak antara lain:</p>
<ul data-start="1130" data-end="1318">
<li data-start="1130" data-end="1182">
<p data-start="1132" data-end="1182">Jalan A. Yani tepat di depan Rumah Makan Lestari</p>
</li>
<li data-start="1183" data-end="1210">
<p data-start="1185" data-end="1210">Kawasan Stadion Magenda</p>
</li>
<li data-start="1211" data-end="1277">
<p data-start="1213" data-end="1277">Rumah warga Pak Oni di belakang Pasar Ikan Kelurahan Kotakulon</p>
</li>
<li data-start="1278" data-end="1318">
<p data-start="1280" data-end="1318">Rumah warga Pak Madi di Jalan Pelita</p>
</li>
</ul>
<p data-start="1320" data-end="1630">Setibanya di lokasi, personel Polres segera mensterilkan area, melakukan pengaturan lalu lintas, dan menyampaikan imbauan humanis kepada warga.</p>
<p data-start="1320" data-end="1630">"Patroli tidak hanya menangani bahaya fisik, tetapi juga memberikan edukasi agar masyarakat selalu waspada terhadap pohon rawan tumbang, terutama saat cuaca ekstrem," kata Kasat Samapta Polres Bondowoso AKP Willian Yustaf.</p>
<p data-start="1320" data-end="1630">“Kehadiran polisi di lapangan adalah wujud nyata komitmen Polres dalam melindungi masyarakat. Sinergi dengan warga sangat penting untuk menciptakan Bondowoso yang aman dan nyaman,” tambahnya.</p>
<p data-start="1320" data-end="1630"><strong>Pohon Besar Roboh Timpa Rumah dan Toko</strong></p>
<p data-start="1935" data-end="2210">Sebuah pohon besar jenis Glodokan Kembang dengan diameter sekitar satu meter tumbang di Jalan Ahmad Yani, Kelurahan Dabasah, sekitar pukul 08.30 WIB.</p>
<p data-start="1935" data-end="2210">Pohon menimpa rumah dan toko milik warga, Adi Sugiono, yang menyebut pohon roboh karena usia tua dan terpaan angin kencang.</p>
<p data-start="2212" data-end="2383">“Ini faktor umur, sudah tua. Untung saat kejadian tidak ada penghuni, jadi tidak ada korban jiwa,” jelas Adi. Meskipun selamat, bangunan mengalami kerusakan cukup parah.</p>
<p data-start="2212" data-end="2383"><strong>BPBD Bondowoso: Koordinasi Cepat dan Imbauan Keselamatan</strong></p>
<p data-start="2453" data-end="2765">Kepala Bidang Rehabilitasi, Rekonstruksi, dan Logistik BPBD Bondowoso, Tugas Riski Bahana, menyatakan bahwa pohon tumbang terjadi di berbagai titik lain, termasuk Jembatan SPMA Kecamatan Tegal Ampel, Desa Kapuran Kecamatan Wonosari, Desa Selolembu Kecamatan Curahdami, serta depan Kantor KUA Kecamatan Wringin.</p>
<p data-start="2767" data-end="3067">BPBD membagi tim untuk penanganan di semua titik terdampak dan berkoordinasi dengan Polsek, Koramil, serta Dinas Lingkungan Hidup.</p>
<p data-start="2767" data-end="3067">Selain itu, Kabid Pencegahan dan Kesiapsiagaan Yuliono Triandana, mencatat 13 pohon tumbang terjadi dalam sehari. Dirinya menekankan pentingnya kewaspadaan warga.</p>
<p data-start="2767" data-end="3067">“Kami mengimbau masyarakat untuk selalu berhati-hati, terutama saat melintas di jalan raya ketika angin kencang dan hujan deras. Jangan ragu melaporkan pohon atau benda lain yang berpotensi membahayakan. Keselamatan Anda adalah prioritas kami,” imbaunya.</p>
<p data-start="2767" data-end="3067">Ia menambahkan, peran serta warga dalam menjaga lingkungan dan melaporkan potensi bahaya membuat proses evakuasi lebih cepat dan aman.</p>
<p data-start="2767" data-end="3067"><strong>Warga Diharapkan Tetap Waspada</strong></p>
<p data-start="3553" data-end="3813">Cuaca ekstrem memang sulit diprediksi, tetapi kesiapsiagaan dan sinergi antara aparat dan masyarakat dapat meminimalkan risiko. Kejadian pohon tumbang ini menjadi pengingat bahwa cuaca ekstrem bisa terjadi kapan saja, dan keselamatan selalu harus diutamakan.</p>
<p data-start="3815" data-end="3978">BPBD dan Polres Bondowoso memastikan tim tetap siaga di lapangan, siap mengevakuasi dan mensterilkan lokasi berbahaya agar aktivitas warga tetap aman dan lancar. <strong>(*)</strong></p>
<p data-start="3815" data-end="3978"><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Warga Madura yang Hanyut di Sungai Sampean Bondowoso Ditemukan Tewas</title>
<link>https://suarajatimpost.com/warga-madura-yang-hanyut-di-sungai-sampean-bondowoso-ditemukan-tewas</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/warga-madura-yang-hanyut-di-sungai-sampean-bondowoso-ditemukan-tewas</guid>
<description><![CDATA[ Upaya pencarian korban hanyut di Sungai Sampean Baru berhasil membuahkan hasil. Tim gabungan Polres Bondowoso, TNI, BPBD, Basarnas, PMI, dan relawan mengevakuasi jenazah Adi Yanto (45) ke rumah duka di Desa Gentong. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202601/image_870x580_69749068dc884.webp" length="85854" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sat, 24 Jan 2026 17:11:52 +0700</pubDate>
<dc:creator>Rizqi Ardian</dc:creator>
<media:keywords>bencana, angin, banjir, longsor, puting beliung, BPBD, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p data-start="186" data-end="608"><strong data-start="186" data-end="206">Bondowoso, SJP –</strong> Setelah dua hari pencarian intensif, upaya Tim Gabungan akhirnya membuahkan hasil. Seorang warga asal Madura yang dilaporkan hanyut terbawa arus Sungai Sampean, Desa Gentong, Kecamatan Taman Krocok, ditemukan dalam kondisi meninggal dunia. </p>
<p data-start="186" data-end="608">Korban, Adi Yanto (45), warga Desa Bungbungan, Kecamatan Bluto, Kabupaten Sumenep, ditemukan tidak bernyawa mengambang di Dam Sampean Baru, Sabtu (24/1/2026) pagi.</p>
<p data-start="610" data-end="898">Pencarian melibatkan berbagai pihak, termasuk Polres Bondowoso, BPBD Kabupaten Bondowoso, TNI, Basarnas, PMI, serta relawan setempat. </p>
<p data-start="630" data-end="886">Jenazah korban ditemukan mengambang di area Bendungan Sampean Baru, Kecamatan Tapen, sekira pukul 09.15 WIB. Kapolsek Taman Krocok, IPDA Agus Hariadi, menjelaskan, korban sebelumnya dilaporkan hanyut saat menyeberangi sungai pada Kamis (22/1/2026).</p>
<p data-start="888" data-end="1065">“Pencarian dilakukan secara maksimal dengan melibatkan unsur TNI, BPBD, Basarnas, PMI, relawan, serta masyarakat setempat hingga akhirnya korban berhasil ditemukan,” jelasnya.</p>
<p data-start="1067" data-end="1460">Kapolres Bondowoso, AKBP Dr. Aryo Dwi Wibowo, memberikan apresiasi atas kerja keras seluruh tim gabungan.</p>
<p data-start="1067" data-end="1460">“Saya mengapresiasi kerja keras seluruh personel Polri, TNI, BPBD, Basarnas, PMI, relawan, dan masyarakat yang telah bersinergi dalam proses pencarian korban. Ini merupakan bentuk kepedulian dan tanggung jawab bersama dalam penanganan musibah kemanusiaan,” ujarnya.</p>
<p data-start="1462" data-end="1788">Kapolres juga mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan saat beraktivitas di sekitar sungai, terutama ketika debit air tinggi.</p>
<p data-start="1462" data-end="1788">“Kami mengimbau masyarakat untuk tidak mengambil risiko saat menyeberangi sungai dan selalu mengutamakan keselamatan, guna mencegah terjadinya kejadian serupa di kemudian hari,” tegasnya.</p>
<p data-start="1790" data-end="1974">Setelah ditemukan, korban dievakuasi oleh tim gabungan menggunakan ambulans PMI dan dibawa ke rumah duka di Desa Gentong. Keluarga menerima musibah ini dan menolak dilakukan autopsi.</p>
<p data-start="1976" data-end="2172">Polres Bondowoso menegaskan komitmennya untuk selalu hadir di tengah masyarakat dalam setiap situasi darurat, serta siap bersinergi dengan seluruh unsur terkait demi keselamatan dan kemanusiaan.</p>
<p data-start="1044" data-end="1353">Sementara itu, Pelaksana tugas (Plt) Kepala Pelakasana (Kalaksa) BPBD Bondowoso, Kristianto Putro Prasojo, menambahkan, kondisi medan sungai yang cukup deras membuat proses pencarian berlangsung sulit dan menuntut kehati-hatian tinggi.</p>
<p data-start="1044" data-end="1353">“Kami mengimbau warga selalu waspada terhadap arus sungai, terutama saat musim hujan seperti sekarang ini,” tambahnya.</p>
<p data-start="1355" data-end="1627">Keluarga korban yang menunggu di lokasi pun terlihat tak kuasa menahan duka. Meski sedih, mereka mengapresiasi kerja keras semua pihak yang terlibat dalam pencarian. Hingga berita ini ditulis, kondisi wilayah sekitar Sungai Sampean Baru terpantau aman dan cuaca cerah. <strong>(*)</strong></p>
<p data-start="1355" data-end="1627"><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>
<p data-start="1976" data-end="2172"></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Transformasi Pendidikan Vokasi, SMKN 1 Bondowoso Resmikan Digital Learning Hub</title>
<link>https://suarajatimpost.com/transformasi-pendidikan-vokasi-smkn-1-bondowoso-resmikan-digital-learning-hub</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/transformasi-pendidikan-vokasi-smkn-1-bondowoso-resmikan-digital-learning-hub</guid>
<description><![CDATA[ SMKN 1 Bondowoso meresmikan Digital Learning Hub sebagai langkah transformasi pendidikan vokasi menuju pembelajaran berbasis teknologi dan penguatan kompetensi digital siswa. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202601/image_870x580_69742a520d0ea.webp" length="27760" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sat, 24 Jan 2026 10:30:41 +0700</pubDate>
<dc:creator>Rizqi Ardian</dc:creator>
<media:keywords>pendidikan, teknologi, cerdas, internet, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p data-start="244" data-end="662"><strong data-start="244" data-end="262">BONDOWOSO, SJP</strong> – Transformasi pendidikan vokasi menuju ekosistem pembelajaran digital kian nyata di Kabupaten Bondowoso. Bertepatan dengan puncak peringatan Dies Natalis ke-59, Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 1 Bondowoso resmi meluncurkan Digital Learning Hub, sebuah ruang belajar modern yang dirancang sebagai pusat inovasi, pengembangan keterampilan, dan akselerasi kompetensi digital peserta didik.</p>
<p data-start="664" data-end="1047">Peresmian fasilitas tersebut dilakukan oleh Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Bondowoso dan Situbondo, Drs. Slamet Riyadi, sebagai bagian dari program Bantuan Revitalisasi Sekolah dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen). Kehadiran Digital Learning Hub menjadi simbol keseriusan SMKN 1 Bondowoso dalam menjawab tantangan pendidikan di era digital.</p>
<p data-start="1049" data-end="1334">“Ini merupakan bentuk dukungan kami untuk mewujudkan pembelajaran era digital yang inovatif, adaptif, dan berbasis teknologi. Dengan ilmu, teknologi bisa menguasai dunia, dengan seni semuanya lebih indah, dan dengan akhlak semuanya menjadi mulia,” ujar Slamet Riyadi dikutip dari akun youtube SMKN 1 Bondowoso, pada Sabtu (24/1/2026).</p>
<p data-start="2054" data-end="2390">Selain itu, Slamet Riyadi juga menyampaikan, peringatan Dies Natalis ke-59 SMKN 1 Bondowoso yang dierpingati setiap tanggal 1 Januari, menjadi momentum refleksi bagi sekolah vokasi yang telah berdiri hampir enam dekade tersebut. Dalam kesempatan itu, pihak sekolah menyampaikan bahwa di usia ke-59, SMKN 1 Bondowoso dinilai semakin matang dan mampu memberikan dampak nyata bagi peserta didik.</p>
<p data-start="2392" data-end="2732">"Khusus untuk siswa kelas XII, sekolah melaporkan sebanyak 21 siswa telah diterima bekerja di sejumlah perusahaan, sementara siswa lainnya masih menjalani proses penempatan melalui program praktik kerja lapangan (PKL). Capaian ini menjadi indikator peran SMKN 1 Bondowoso dalam menyiapkan lulusan yang siap kerja dan memiliki daya saing," ungkapnya.</p>
<p data-start="2734" data-end="3043">Sementara itu, Kepala SMKN 1 Bondowoso, Asyik Sulaiman, menjelaskan, Digital Learning Hub dirancang sebagai pusat ekosistem pembelajaran digital yang dinamis, fleksibel, dan terintegrasi. Tujuannya untuk memudahkan akses terhadap materi edukasi, pelatihan, serta pengembangan kompetensi kapan saja dan di mana saja.</p>
<p data-start="3045" data-end="3296">“Platform ini mendukung transformasi digital dengan menyediakan sumber daya yang komprehensif, interaktif, dan terpersonalisasi, tidak hanya bagi pelajar, tetapi juga pendidik dan profesional,” kata Asyik Sulaiman saat dikonfirmasi, Sabtu (24/1/2026).</p>
<p data-start="1336" data-end="1667">Ia menegaskan, pendidikan saat ini membutuhkan dukungan lintas sektor, khususnya dalam penyediaan sarana dan prasarana pembelajaran. Pusat pembelajaran dan pusat sumber daya (resources center) seperti Digital Learning Hub dinilai menjadi penopang penting bagi pelajar yang ingin mendalami keterampilan digital secara berkelanjutan.</p>
<p data-start="1669" data-end="2052">"Digital Learning Hub di SMKN 1 Bondowoso menyediakan akses ke berbagai materi edukasi, kursus teknologi informasi, hingga pengembangan keterampilan digital. Fasilitas ini dirancang untuk menjembatani kesenjangan keterampilan digital (<em data-start="1915" data-end="1935">digital skills gap</em>) melalui pelatihan di bidang kecerdasan buatan (AI), keamanan siber (<em data-start="2005" data-end="2020">cybersecurity</em>), hingga pengkodean (<em data-start="2042" data-end="2050">coding</em>)," jelasnya.</p>
<p data-start="3298" data-end="3557">Soal peringatan Dies Natalis ke-59 SMKN 1 Bondowoso, Asyik Sulaiman menegaskan, kali ini puncak peringatan digelar dengan sederhana, khidmat dan meriah berkat dukungan berbagai pihak. Asyik Sulaiman menyampaikan apresiasi kepada panitia, para guru, serta para sponsor yang telah mendukung penuh rangkaian kegiatan.</p>
<p data-start="3559" data-end="3939">Ia juga mengucapkan terima kasih kepada sejumlah sponsor, di antaranya Triastur and Travel, Bank Jatim, A3 Bondowoso, Penerbit Airlangga, FN Toys, KDS Bondowoso, High Fresh, Bisnet, serta pihak-pihak lain yang turut berkontribusi. Apresiasi juga disampaikan kepada Kepala Cabang Dinas Pendidikan beserta jajaran yang telah meluangkan waktu untuk hadir di tengah agenda yang padat.</p>
<p data-start="3941" data-end="4251">"Mengusung tema 'Sinergi Warna Harmoni Prestasi', SMKN 1 Bondowoso menegaskan komitmennya untuk terus berprestasi dan mencetak generasi unggul. Kehadiran Digital Learning Hub ini, diharapkan menjadi fondasi penting dalam menyiapkan siswa menghadapi tantangan dunia kerja dan perkembangan teknologi di masa depan," pungkasnya. <strong>(*)</strong></p>
<p data-start="3941" data-end="4251"><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Cederai Prinsip Keadilan, Tes Perangkat Desa di Bondowoso Dibatalkan</title>
<link>https://suarajatimpost.com/cederai-prinsip-keadilan-tes-perangkat-desa-di-bondowoso-dibatalkan</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/cederai-prinsip-keadilan-tes-perangkat-desa-di-bondowoso-dibatalkan</guid>
<description><![CDATA[ Pelaksanaan tes rekrutmen perangkat Desa Sumber Salam, Kecamatan Tenggarang, Bondowoso, dibatalkan setelah ditemukan kelalaian panitia yang menyebabkan lembar soal ujian berada di tangan peserta. Kecamatan akan berkoordinasi dengan DPMD untuk evaluasi panitia. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202601/image_870x580_69738994d40b6.webp" length="36814" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Fri, 23 Jan 2026 22:46:20 +0700</pubDate>
<dc:creator>Rizqi Ardian</dc:creator>
<media:keywords>dpmd, rekrutmen, kepala dusun, kecurangan, tenggarang, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p data-start="223" data-end="690"><strong data-start="223" data-end="241">BONDOWOSO, SJP</strong> – Pelaksanaan tes rekrutmen perangkat Desa Sumber Salam, Kecamatan Tenggarang, Kabupaten Bondowoso, terpaksa dihentikan dan dijadwalkan ulang. Alasannya sangat mendasar, setelah ada kelalaian panitia yang dinilai berpotensi mencederai prinsip keadilan dan transparansi. </p>
<p data-start="223" data-end="690">Keputusan pembatalan diambil demi menjaga kondusivitas pelaksanaan tes sekaligus memastikan integritas proses rekrutmen tetap terjaga di tengah sorotan peserta dan masyarakat.</p>
<p data-start="692" data-end="974">Camat Tenggarang, Deni Dwi Prihandoko, menyampaikan, keputusan tersebut diambil secara spontan setelah diketahui adanya kesalahan fatal dalam mekanisme ujian.</p>
<p data-start="692" data-end="974">Dirinya mengungkap, lembar soal yang seharusnya menjadi pegangan resmi panitia untuk keperluan koreksi, justru berada di tangan salah seorang peserta ujian.</p>
<p data-start="976" data-end="1219">“Ini murni kelalaian panitia rekrutmen. Lembar soal yang seharusnya menjadi pegangan panitia untuk mengoreksi hasil ujian, justru berada di tangan peserta. Kondisi ini jelas tidak bisa ditoleransi,” katanya saat dikonfirmasi, Jumat (23/1/2026).</p>
<p data-start="1221" data-end="1561">Deni menilai, jika pelaksanaan tes tetap dipaksakan, situasi tersebut berpotensi memicu polemik dan menurunkan kepercayaan publik terhadap hasil seleksi. Oleh sebab itu, demi menjamin objektivitas dan rasa keadilan bagi seluruh peserta, pihak kecamatan memutuskan untuk membatalkan dan mengundur tes hingga kondisi benar-benar memungkinkan.</p>
<p data-start="1563" data-end="1714">“Secara spontan saya sampaikan bahwa tes ini kita batalkan dan kita undur. Tidak mungkin kita paksakan dilanjutkan dalam kondisi seperti ini,” ujarnya.</p>
<p data-start="1716" data-end="1981">Lebih lanjut, Deni menegaskan, pihak Kecamatan Tenggarang akan segera berkoordinasi dengan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Bondowoso untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap panitia rekrutmen yang dinilai lalai menjalankan tugasnya.</p>
<p data-start="1983" data-end="2171">“Nanti akan kita koordinasikan dengan DPMD, apakah panitia ini masih bisa dipertahankan dengan revisi aturan, atau justru perlu dilakukan penggantian panitia secara keseluruhan,” jelasnya.</p>
<p data-start="2173" data-end="2412">Ia menambahkan, proses rekrutmen perangkat desa harus berjalan sesuai ketentuan yang berlaku, dilaksanakan secara profesional, serta bebas dari kesalahan administratif yang berpotensi merugikan peserta dan mencoreng kepercayaan masyarakat.</p>
<p data-start="2414" data-end="2564">“Kami ingin memastikan bahwa seleksi perangkat desa benar-benar bersih, adil, dan transparan. Kesalahan seperti ini tidak boleh terulang,” pungkasnya. <strong>(*)</strong></p>
<p data-start="2414" data-end="2564"><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Pencarian Korban Hanyut di Sungai Sampean Bondowoso Libatkan Polisi, TNI, dan Tim SAR Gabungan</title>
<link>https://suarajatimpost.com/pencarian-korban-hanyut-di-sungai-sampean-bondowoso-libatkan-polisi-tni-dan-tim-sar-gabungan</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/pencarian-korban-hanyut-di-sungai-sampean-bondowoso-libatkan-polisi-tni-dan-tim-sar-gabungan</guid>
<description><![CDATA[ Upaya pencarian terhadap Adi Yanto (45), warga Sumenep yang diduga hanyut di Sungai Sampean Baru, Desa Gentong, Kecamatan Taman Krocok, masih terus dilakukan. Tim gabungan TNI, Polri, BPBD, Basarnas, dan relawan melakukan penyisiran intensif meski terkendala arus deras dan kondisi medan sungai yang berbahaya. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202601/image_870x580_697380058b265.webp" length="87386" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Fri, 23 Jan 2026 22:16:17 +0700</pubDate>
<dc:creator>Rizqi Ardian</dc:creator>
<media:keywords>bencana, angin, banjir, tanah longsor, puting beliung, BPBD, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>BONDOWOSO, SJP –</strong> Harapan keluarga masih menggantung di tepian Sungai Sampean, Desa Gentong, Kecamatan Taman Krocok, Kabupaten Bondowoso. Hingga hari kedua pencarian, seorang pria asal Madura yang diduga hanyut terbawa arus sungai tersebut belum juga ditemukan.</p>
<p>Korban diketahui bernama Adi Yanto (45), warga Desa Bungbungan, Kecamatan Bluto, Kabupaten Sumenep. Sejak dilaporkan hilang, tim gabungan yang terdiri dari TNI, Polri, BPBD, Basarnas, serta sejumlah relawan terus melakukan upaya pencarian secara intensif meski dihadapkan pada kondisi medan yang tidak mudah.</p>
<p>Kapolres Bondowoso AKBP Aryo Dwi Wibowo menjelaskan, pencarian dilakukan mulai dari titik awal yang diduga sebagai lokasi kejadian hingga Dam 2 Sungai Sampean Baru. Metode yang digunakan yakni penyisiran di sepanjang bantaran sungai, mengingat derasnya arus air.</p>
<p>“Pencarian kemarin dilakukan hingga pukul 17.00 WIB, namun terpaksa dihentikan karena hujan. Hari ini kembali dilanjutkan dengan dukungan tim SAR dari Jember dan Banyuwangi,” ujar AKBP Aryo saat dikonfirmasi, Jumat (23/1/2026).</p>
<p>Ia menambahkan, saat ini tim masih menunggu kedatangan tim Bosamba, yang dinilai memiliki pemahaman lebih mendalam terkait karakter dan kondisi Sungai Sampean Baru. Tim tersebut akan berperan sebagai pemandu sekaligus sweeper sebelum pencarian dilanjutkan menggunakan perahu.</p>
<p>“Arus sungai cukup deras dan kontur batuan di dasar sungai cukup berbahaya. Keselamatan personel menjadi prioritas utama, sehingga kami menunggu tim Bosamba untuk memastikan teknis pencarian,” jelasnya.</p>
<p>Sementara itu, sejak pagi hari, tim gabungan bersama relawan serta anggota TNI-Polri dari Polsek dan Koramil Taman Krocok telah kembali menyisir bantaran sungai dengan berjalan kaki. Namun, pencarian sementara dihentikan sembari menunggu hasil koordinasi lanjutan dengan tim SAR dan Bosamba.</p>
<p>Di tengah upaya pencarian tersebut, keluarga korban dan warga setempat turut terlibat aktif. Sebagai warga asli sekitar sungai, keluarga korban dinilai memahami sejumlah titik yang kerap dilalui masyarakat, sehingga informasi yang mereka berikan menjadi bagian penting dalam proses pencarian.</p>
<p>“Kami di sini saling bersinergi dan berkolaborasi. Tujuan kami satu, membantu mengevakuasi korban dan berharap bisa segera ditemukan,” tandas AKBP Aryo.</p>
<p>Sementara itu, Plt Kepala Pelaksana BPBD Bondowoso, Kristianto Putro Prasojo, memastikan kondisi wilayah Kabupaten Bondowoso secara umum terpantau dalam keadaan aman dan terkendali.</p>
<p>"Saa ini situasi dan kondisi wilayah Bondowoso terpantau aman dan terkendali. Cuaca di Kecamatan Taman Krocok dan sekitarnya saat ini berawan, namun korban masih belum ditemukan,” ujar Kristianto.</p>
<p>Ia menyampaikan, pencarian pada hari ini dihentikan sementara pada pukul 15.00 WIB. Penghentian tersebut dilakukan untuk kepentingan evaluasi dan koordinasi lanjutan dengan seluruh pihak yang terlibat dalam operasi pencarian.</p>
<p>“Pencarian hari ini kami hentikan pukul 15.00 WIB. Selanjutnya dilakukan koordinasi dengan pihak terkait untuk menentukan langkah dan strategi pencarian berikutnya,” jelasnya.</p>
<p>Kristianto menambahkan, operasi SAR akan kembali dilanjutkan pada Sabtu (24/1/2026) pukul 08.00 WIB, yang diawali dengan apel kesiapsiagaan seluruh personel sebelum turun ke lapangan.</p>
<p>“Besok pagi operasi SAR akan dilanjutkan. Akan ada penambahan personel dari Relawan SAR OPA sebanyak lima orang dan Relawan SAR FAJI Jember lima orang,” terangnya.</p>
<p>Dalam operasi lanjutan tersebut, Tim SAR Gabungan akan dibagi menjadi dua SRU guna memperluas jangkauan pencarian.</p>
<p>“SRU 1 akan menyisir dari titik awal penyisiran, sedangkan SRU 2 akan melakukan penyisiran dari arah Dam Sampean Baru. Kami berharap dengan pembagian ini pencarian bisa lebih efektif,” pungkasnya. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Terekam CCTV, Maling Motor di Rumah Kos Bondowoso Nekat Bawa Kabur Dua Motor dalam Dua Menit</title>
<link>https://suarajatimpost.com/terekam-cctv-maling-motor-di-rumah-kos-bondowoso-nekat-bawa-kabur-dua-motor-dalam-dua-menit</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/terekam-cctv-maling-motor-di-rumah-kos-bondowoso-nekat-bawa-kabur-dua-motor-dalam-dua-menit</guid>
<description><![CDATA[ Aksi pencurian dua sepeda motor di rumah kos Bondowoso terjadi dini hari saat penghuni tertidur. Korban baru menyadari kehilangan saat hendak berangkat kerja. Peristiwa ini terekam CCTV dan kini diselidiki polisi. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202601/image_870x580_69737b181a8e9.webp" length="29118" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Fri, 23 Jan 2026 21:34:37 +0700</pubDate>
<dc:creator>Rizqi Ardian</dc:creator>
<media:keywords>Kriminal, pencurian, ranmor, polisi, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p data-start="189" data-end="581"><strong data-start="189" data-end="207">BONDOWOSO, SJP</strong> – Pagi itu seharusnya menjadi awal rutinitas bagi Rofika Wulandari. Seperti biasa, perempuan asal Desa Sumbersalam, Kecamatan Tenggarang, bersiap berangkat kerja dari rumah kosnya di Jalan Hos Cokroaminoto, Kelurahan Kademangan, Kecamatan Bondowoso. Namun langkahnya mendadak terhenti. Sepeda motor yang biasa menemaninya beraktivitas sehari-hari tak lagi berada di tempat.</p>
<p data-start="583" data-end="832">Tanpa disadari para penghuni kos, aksi pencurian dua unit sepeda motor telah terjadi beberapa jam sebelumnya, tepatnya pada Kamis (22/1/2026) dini hari sekira pukul 03.55 WIB. Peristiwa tersebut terekam jelas kamera CCTV yang terpasang di area kos.</p>
<p data-start="834" data-end="1153">Dalam rekaman itu, tampak seorang pria mengenakan hoodie, celana pendek, dan masker masuk ke area kos dengan gerak-gerik mencurigakan. Pelaku terlihat beberapa kali mengamati situasi sekitar, bahkan menoleh ke arah pintu bagian dalam kos untuk memastikan kondisi benar-benar sepi dan para penghuni masih terlelap tidur.</p>
<p data-start="1155" data-end="1389">Setelah merasa aman, pelaku mulai mengutak-atik setir sepeda motor Honda Vario hitam bernopol P 5007 A. Tak butuh waktu lama, motor tersebut berhasil dibawa keluar dengan cara dituntun perlahan agar tak menimbulkan suara mencurigakan.</p>
<p data-start="1391" data-end="1633">Aksi pelaku tak berhenti di situ. Sekitar dua menit berselang, pada pukul 03.57 WIB, pria tersebut kembali ke lokasi. Dengan metode yang sama, ia menggondol sepeda motor kedua, Honda Beat Street bernopol P 6878 AZ, milik penghuni kos lainnya.</p>
<p data-start="1635" data-end="1818">Rofika mengaku baru menyadari motornya hilang sekira pukul 06.00 WIB saat hendak berangkat kerja.<br data-start="1733" data-end="1736">“Baru tahu motor hilang pas pagi mau berangkat kerja,” ujarnya dengan nada pasrah, saat dikonfirmasi pada Jumat (23/1/2026).</p>
<p data-start="1820" data-end="1990">Kehilangan sepeda motor bukan hanya soal kerugian materi, tetapi juga menyulitkan aktivitas para korban yang menggantungkan mobilitas sehari-hari pada kendaraan tersebut.</p>
<p data-start="1992" data-end="2254">Atas kejadian ini, kedua korban telah melaporkan kasus pencurian tersebut ke Polres Bondowoso. Pihak kepolisian kini tengah melakukan penyelidikan dengan mengumpulkan keterangan saksi serta menelusuri rekaman CCTV guna mengungkap identitas dan keberadaan pelaku.</p>
<p data-start="1992" data-end="2254">"Saya sudah melapor ke polisi. Kami berharap pelaku segera tertangkap dan sepeda motor kami bisa kembali, agar aktivitas dan kehidupan sehari-hari dapat berjalan normal seperti sediakala," harapnya.</p>
<p data-start="1992" data-end="2254">Laporan pencurian sepeda motor tersebut dibenarkan oleh Kasi Humas Polres Bondowoso, Iptu Bobby Dwi Siswanto.</p>
<p data-start="1992" data-end="2254">"Benar, sudah ada laporan ke Polres Bondowoso," tandasnya singkat. <strong>(*)</strong></p>
<p data-start="1992" data-end="2254"><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Belum Ditemukan, Pencarian Warga Madura yang Hilang di Sungai Sampean Bondowoso Diperluas</title>
<link>https://suarajatimpost.com/belum-ditemukan-pencarian-warga-madura-yang-hilang-di-sungai-sampean-bondowoso-diperluas</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/belum-ditemukan-pencarian-warga-madura-yang-hilang-di-sungai-sampean-bondowoso-diperluas</guid>
<description><![CDATA[ Pencarian warga Madura yang diduga hanyut di Sungai Sampean, Bondowoso, masih berlangsung. Tim SAR gabungan bersama BPBD dan Basarnas menyisir aliran sungai hingga Dam Sampean Baru, namun korban belum ditemukan hingga hari pertama operasi. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202601/image_870x580_69735ba652d37.webp" length="94382" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Fri, 23 Jan 2026 18:34:47 +0700</pubDate>
<dc:creator>Rizqi Ardian</dc:creator>
<media:keywords>bencana, angin, banjir, longsor, puting beliung, BPBD, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p data-start="283" data-end="550"><strong data-start="283" data-end="301">BONDOWOSO, SJP</strong> – Tim SAR gabungan kembali melanjutkan upaya pencarian warga asal Madura yang dilaporkan hilang diduga hanyut di Sungai Sampean, Kabupaten Bondowoso, Jumat (23/1/2026). Namun hingga pencarian hari pertama berakhir, korban belum juga ditemukan.</p>
<p data-start="552" data-end="783">Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Pelaksana BPBD Bondowoso, Kristianto Putro Prasojo, menyampaikan, pencarian melibatkan BPBD Bondowoso, Basarnas Jember dan Banyuwangi, TNI-Polri, pemerintah desa, relawan SAR, serta warga setempat.</p>
<p data-start="785" data-end="934">“Pencarian dilakukan dengan menyisir aliran Sungai Sampean dari titik awal hingga Dam Sampean Baru menggunakan perahu rafting,” kata Kristianto.</p>
<p data-start="936" data-end="1180">Ia menjelaskan, operasi pencarian hari pertama dimulai pukul 12.17 WIB dan dihentikan sementara pada pukul 15.00 WIB. Selain penyisiran sungai, tim juga memetakan titik-titik yang biasa digunakan warga untuk beraktivitas dan menyeberang sungai.</p>
<p data-start="1182" data-end="1369">Terkait kendala, Kristianto menyebutkan tidak ada hambatan teknis yang berarti selama proses pencarian. Kondisi cuaca di wilayah Kecamatan Taman Krocok terpantau berawan dan relatif aman.</p>
<p data-start="1371" data-end="1524">“Secara umum kendala nihil. Namun karena luasnya area pencarian dan derasnya arus sungai, pencarian membutuhkan waktu dan kehati-hatian ekstra,” ujarnya.</p>
<p data-start="1526" data-end="1672">Kristianto menegaskan, operasi SAR akan kembali dilanjutkan pada Sabtu (24/1/2026) pagi dengan penambahan personel dan pembagian sektor pencarian.</p>
<p data-start="1674" data-end="1831">“Tim SAR gabungan akan dibagi menjadi dua SRU untuk memperluas area penyisiran. Kami juga menambah personel dari relawan SAR OPA dan FAJI Jember,” tambahnya.</p>
<p data-start="1833" data-end="2056">Sebagaimana diberitakan sebelumnya, korban diketahui bernama Adi Yanto alias Pak Linda (45), warga Dusun Tajjan, Desa Bungbungan, Kecamatan Bluto, Kabupaten Sumenep, Madura. Korban dilaporkan hilang sejak Kamis (22/1/2026).</p>
<p data-start="2058" data-end="2333">Berdasarkan keterangan keluarga, korban datang ke Bondowoso untuk mengunjungi orang tua dan anaknya yang tinggal di Desa Gentong, Kecamatan Taman Krocok. Pada Kamis pagi sekitar pukul 07.00 WIB, korban berpamitan pergi ke sawah menyusul menantunya di wilayah Kecamatan Tapen.</p>
<p data-start="2335" data-end="2612">Korban diduga menempuh perjalanan dengan cara berenang mengikuti aliran Sungai Sampean Baru. Namun hingga siang hari, korban tidak kunjung tiba di lokasi sawah. Setelah dilakukan pencarian mandiri oleh keluarga dan warga sekitar, kejadian tersebut dilaporkan ke BPBD Bondowoso. <strong>(*)</strong></p>
<p data-start="2335" data-end="2612"><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Jangan Anggap Sepele, Ini Perbedaan Flu Biasa dan Influenza B</title>
<link>https://suarajatimpost.com/jangan-anggap-sepele-ini-perbedaan-flu-biasa-dan-influenza-b</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/jangan-anggap-sepele-ini-perbedaan-flu-biasa-dan-influenza-b</guid>
<description><![CDATA[ Influenza B kerap disamakan dengan flu biasa, padahal gejalanya bisa lebih berat dan berisiko menimbulkan komplikasi, terutama pada kelompok rentan. Masyarakat diimbau waspada dan menerapkan langkah pencegahan sejak dini. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202601/image_870x580_6972d00c7ecdf.webp" length="22486" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Fri, 23 Jan 2026 10:02:31 +0700</pubDate>
<dc:creator>Rizqi Ardian</dc:creator>
<media:keywords>lifestyle, rekomendasi, membaca, literasi, buku, suarajatimpost, bisnis, otomotif, teknologi</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p data-start="189" data-end="254"><b>SUARAJATIMPOST.COM - </b>Banyak orang masih kesulitan membedakan flu biasa dengan Influenza B. Sekilas gejalanya memang tampak serupa, seperti demam, batuk, dan pilek. Namun pada kondisi tertentu, Influenza B bisa menimbulkan keluhan yang lebih berat hingga membuat tubuh benar-benar kehilangan stamina.</p>
<p data-start="536" data-end="791">Kesalahpahaman sering muncul karena Influenza B kerap dianggap sebagai flu ringan. Akibatnya, penanganan pun terlambat dilakukan. Padahal, jika tidak ditangani dengan tepat, penyakit ini berpotensi menimbulkan dampak serius, terutama pada kelompok rentan.</p>
<p data-start="793" data-end="1101">Influenza B merupakan penyakit flu musiman yang disebabkan oleh virus influenza tipe B. Virus ini menyerang saluran pernapasan dan mudah menular melalui percikan droplet saat seseorang batuk, bersin, atau berbicara. Kasus Influenza B umumnya meningkat saat musim hujan atau ketika kondisi cuaca tidak stabil.</p>
<p data-start="1103" data-end="1403">Gejala Influenza B biasanya muncul secara tiba-tiba. Penderitanya dapat mengalami demam tinggi, batuk, pilek, sakit kepala, nyeri otot, tenggorokan terasa tidak nyaman, serta tubuh terasa sangat lemas. Pada sebagian orang, keluhan ini bisa berlangsung cukup lama dan mengganggu aktivitas sehari-hari.</p>
<p data-start="1405" data-end="1703">Kelompok yang perlu meningkatkan kewaspadaan antara lain anak-anak, lanjut usia, ibu hamil, serta individu dengan daya tahan tubuh rendah atau memiliki penyakit penyerta seperti asma, diabetes, dan HIV. Pada kelompok ini, Influenza B berisiko menimbulkan komplikasi serius, salah satunya pneumonia.</p>
<p data-start="1705" data-end="2053">Untuk menurunkan risiko tertular Influenza B, masyarakat dianjurkan menerapkan pola hidup bersih dan sehat. Beberapa langkah pencegahan yang dapat dilakukan antara lain rutin mencuci tangan dengan sabun, menggunakan masker saat sakit atau berada di tempat ramai, serta menjaga daya tahan tubuh melalui istirahat yang cukup dan asupan gizi seimbang.</p>
<p data-start="2055" data-end="2293">Selain itu, menghindari kontak dekat dengan orang yang sedang flu, mengonsumsi suplemen penunjang imunitas seperti vitamin C dan vitamin D sesuai kebutuhan, serta mendapatkan vaksinasi influenza juga menjadi upaya pencegahan yang efektif.</p>
<p data-start="2295" data-end="2625">Meski Influenza B tergolong penyakit yang mudah menular, sebagian besar kasus dapat sembuh dengan sendirinya. Namun, jika gejala yang dialami terasa berat atau tidak menunjukkan perbaikan, masyarakat disarankan segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan. Penanganan sejak dini penting untuk mencegah kondisi semakin memburuk. <strong>(**)</strong></p>
<p data-start="2295" data-end="2625"><strong>Editor : Rizqi Ardian<br>Sumber : </strong><em>instagram @alodokter_id</em></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Komisi I DPRD Bondowoso Soroti Penyusutan Pelanggan PDAM Jelang Transisi Perumda</title>
<link>https://suarajatimpost.com/komisi-i-dprd-bondowoso-soroti-penyusutan-pelanggan-pdam-jelang-transisi-perumda</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/komisi-i-dprd-bondowoso-soroti-penyusutan-pelanggan-pdam-jelang-transisi-perumda</guid>
<description><![CDATA[ Komisi I DPRD Bondowoso mengevaluasi kinerja PDAM tahun 2025 dan menyiapkan proyeksi 2026, dengan fokus penyusutan pelanggan, tarif layanan, serta percepatan perubahan status PDAM menjadi Perumda. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202601/image_870x580_6971f856b73d9.webp" length="36612" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 22 Jan 2026 18:40:32 +0700</pubDate>
<dc:creator>Rizqi Ardian</dc:creator>
<media:keywords>DPRD, Paripurna, rekomendasi, LKPJ suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p data-start="315" data-end="645"><strong data-start="315" data-end="333">BONDOWOSO, SJP</strong> – Komisi I DPRD Kabupaten Bondowoso mulai mematangkan evaluasi pengelolaan manajemen PDAM Bondowoso tahun 2025, sekaligus menyusun proyeksi kebijakan untuk tahun 2026. Evaluasi tersebut menjadi bagian dari rangkaian kunjungan kerja DPRD ke PDAM dalam rangka memastikan keberlanjutan layanan air bersih di Bumi Ki Ronggo.</p>
<p data-start="647" data-end="944">Ketua Komisi I DPRD Bondowoso, Tohari, mengatakan, pembahasan evaluasi kinerja PDAM tahun 2025 akan dijadwalkan secara khusus. Sementara itu, memasuki awal tahun 2026, sejumlah langkah strategis perlu segera dilakukan seiring telah ditetapkannya APBD dan dimulainya pelaksanaan program kerja.</p>
<p data-start="946" data-end="1172">“Anggaran sudah ditetapkan, kegiatan sudah mulai berjalan. Sekarang yang kita ikuti adalah langkah awal apa yang dilakukan PDAM untuk start tahun ini dan proyeksinya ke depan,” ujar Tohari saat dikonfirmasi, Kamis (22/1/2026).</p>
<p data-start="1174" data-end="1408">Salah satu perhatian utama Komisi I adalah penyusutan jumlah pelanggan PDAM. Menurut Tohari, fenomena pelanggan yang mengundurkan diri menjadi bahan evaluasi serius karena berdampak langsung terhadap keberlangsungan perusahaan daerah.</p>
<p data-start="1410" data-end="1554">“Kenapa ada pelanggan yang mengundurkan diri, ini yang kita dalami. Ternyata sebagian karena adanya layanan air bersih di luar PDAM,” ungkapnya.</p>
<p data-start="1556" data-end="1817">Ia menjelaskan, layanan air alternatif tersebut dikelola oleh berbagai pihak, mulai dari pengusaha, kelompok masyarakat, hingga Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) di wilayah layanan PDAM. Kondisi ini dinilai perlu ditata ulang agar tidak mematikan eksistensi PDAM.</p>
<p data-start="1819" data-end="1936">“Nantinya, perlu ada penataan dan literasi yang jelas, agar PDAM tidak terus ditinggalkan pelanggannya,” tegas Tohari.</p>
<p data-start="1938" data-end="2139">Selain faktor persaingan layanan, Komisi I juga menyoroti persoalan tarif PDAM. Beban tarif yang dinilai cukup berat oleh sebagian pelanggan turut menjadi penyebab berkurangnya jumlah pengguna layanan.</p>
<p data-start="2141" data-end="2250">“Tarif juga sempat kita diskusikan. Ada beban yang dirasakan pelanggan, ini tentu harus dievaluasi,” katanya.</p>
<p data-start="2252" data-end="2435">Tohari mengingatkan, jika jumlah pelanggan terus menyusut tanpa diimbangi perbaikan manajemen dan penambahan pelanggan baru, maka PDAM berpotensi mengalami stagnasi bahkan kemunduran.</p>
<p data-start="2437" data-end="2554">“Kalau pelanggan menyusut dan manajemennya berjalan biasa-biasa saja, ya tinggal menunggu PDAM ini habis,” tandasnya.</p>
<p data-start="2556" data-end="2809">Dalam kesempatan tersebut, Tohari juga menyinggung proses perubahan status PDAM menjadi Perusahaan Umum Daerah (Perumda). Peraturan Daerah (Perda) perubahan status tersebut telah disepakati DPRD dan saat ini tengah difasilitasi oleh Gubernur Jawa Timur.</p>
<p data-start="2811" data-end="2942">“Insyaallah proses fasilitasi sudah hampir selesai. Kita masih menunggu satu Perda lagi, yakni tentang penyertaan modal,” jelas politisi Partai Kebangkita Bangsa (PKB) ini.</p>
<p data-start="2944" data-end="3178">Rancangan Perda (Raperda) penyertaan modal tersebut direncanakan mulai dibahas pada Februari 2026. Komisi I berharap pembahasannya dapat berjalan cepat agar penguatan modal dan manajemen Perumda Air Minum Bondowoso segera terealisasi.</p>
<p data-start="3180" data-end="3310">“Mudah-mudahan bulan depan sudah masuk dan tidak lama dibahas, sehingga penguatan Perumda bisa segera dijalankan,” pungkas Tohari. <strong>(*)</strong></p>
<p data-start="3180" data-end="3310"><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Penanaman 2 Ribu Pohon di Gunungsari Bondowoso Jadi Investasi Mitigasi Bencana</title>
<link>https://suarajatimpost.com/penanaman-2-ribu-pohon-di-gunungsari-bondowoso-jadi-investasi-mitigasi-bencana</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/penanaman-2-ribu-pohon-di-gunungsari-bondowoso-jadi-investasi-mitigasi-bencana</guid>
<description><![CDATA[ Penanaman 2.000 bibit pohon di Desa Gunungsari menjadi simbol kepedulian bersama Pemkab Bondowoso dan masyarakat dalam menjaga lingkungan serta mengurangi risiko banjir dan bencana di masa depan. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202601/image_870x580_6971f4de8fab0.webp" length="97624" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 22 Jan 2026 18:00:11 +0700</pubDate>
<dc:creator>Rizqi Ardian</dc:creator>
<media:keywords>bencana, angin, banjir, longsor, puting beliung, BPBD, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p data-start="284" data-end="636"><strong data-start="284" data-end="302">BONDOWOSO, SJP</strong> – Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Bondowoso, Fathur Rozi, menegaskan, kegiatan penanaman pohon di Desa Gunungsari, Kecamatan Maesan, Kamis (22/1/2026), bukan sekadar agenda seremonial. Gerakan tersebut disebut sebagai investasi jangka panjang untuk menjaga kelestarian lingkungan sekaligus melindungi keselamatan masyarakat.</p>
<p data-start="638" data-end="849">Hal itu disampaikan Fathur Rozi saat menghadiri penanaman sekitar 2.000 bibit pohon di kawasan aliran sungai Desa Gunungsari. Ribuan bibit tersebut bersumber dari Perhutani, Balai Desa Jatim, dan BPBD Bondowoso.</p>
<p data-start="851" data-end="1087">“Semangat kegiatan ini bukan hanya menanam untuk hari ini, tetapi sebagai investasi kehidupan ke depan. Yang paling penting adalah membangun kesadaran seluruh elemen masyarakat agar terlibat aktif menjaga lingkungan,” tegas Fathur Rozi.</p>
<p data-start="1089" data-end="1333">Ia menilai, nilai lebih dari kegiatan tersebut terletak pada keterlibatan lintas sektor. Gerakan tanam pohon melibatkan BPBD, Forkopimda, perangkat daerah, pemerintah desa, komunitas Bondol Bondowoso, PMI, Pramuka, hingga relawan siaga bencana.</p>
<p data-start="1335" data-end="1463">“Ini menunjukkan adanya kesadaran bersama bahwa pelestarian hutan dan lingkungan merupakan tanggung jawab semua pihak,” ujarnya.</p>
<p data-start="1465" data-end="1662">Fathur Rozi menjelaskan, secara geografis Bondowoso memiliki potensi kerawanan bencana, khususnya banjir. Desa Gunungsari sendiri tercatat mengalami banjir sebanyak dua kali dalam setahun terakhir.</p>
<p data-start="1664" data-end="1832">“Karena itu, kita tidak berbicara hasil hari ini. Bibit yang ditanam masih kecil dan membutuhkan waktu. Yang terpenting adalah keberlanjutan dan perawatannya,” katanya.</p>
<p data-start="1834" data-end="2040">Ia memastikan, BPBD bersama Pemerintah Desa Gunungsari dan masyarakat setempat akan melakukan pemantauan serta perawatan secara berkala agar bibit pohon dapat tumbuh optimal dan memberikan manfaat ekologis.</p>
<p data-start="2042" data-end="2152">“Menanam lalu ditinggal hingga mati tidak ada artinya. Harus ada perawatan dan pengawasan periodik,” imbuhnya.</p>
<p data-start="2154" data-end="2378">Sekda juga menambahkan, gerakan penanaman pohon telah dilakukan di sejumlah wilayah lain di Bondowoso, salah satunya di Desa Sumber Salak. Jenis pohon yang ditanam pun beragam, mulai dari pohon tegakan hingga pohon buah.</p>
<p data-start="2380" data-end="2502">“Prinsipnya, pohon yang mampu menyerap air, menahan tanah, dan memberi manfaat jangka panjang bagi lingkungan,” tandasnya.</p>
<p data-start="2504" data-end="2709">Sementara itu, Plt Kepala BPBD Bondowoso, Kristianto Putro Prasojo, menyatakan, penanaman pohon merupakan bagian penting dari upaya mitigasi bencana, terutama banjir dan tanah longsor di daerah rawan.</p>
<p data-start="2711" data-end="2834">“Akar pohon berfungsi menahan struktur tanah, menyerap air, serta mengurangi potensi longsor dan banjir,” jelas Kristianto.</p>
<p data-start="2836" data-end="2968">Ia berharap, kegiatan tersebut tidak berhenti di Desa Gunungsari, tetapi dapat menjadi gerakan bersama di seluruh wilayah Bondowoso.</p>
<p data-start="2970" data-end="3102">“Ini adalah investasi kehidupan dan keselamatan yang harus dilakukan secara berkelanjutan dengan melibatkan masyarakat, dengan harapan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pelestarian lingkungan sekaligus memperkuat upaya mitigasi bencana secara berkelanjutan," pungkasnya. <strong>(*)</strong></p>
<p data-start="2970" data-end="3102"><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Petani Asal Madura Diduga Hanyut di Sungai Sampean Bondowoso</title>
<link>https://suarajatimpost.com/petani-asal-madura-diduga-hanyut-di-sungai-sampean-bondowoso</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/petani-asal-madura-diduga-hanyut-di-sungai-sampean-bondowoso</guid>
<description><![CDATA[ Seorang petani asal Sumenep dilaporkan hilang diduga hanyut di Sungai Sampean Baru, Bondowoso. BPBD bersama tim gabungan dan warga melakukan pencarian, sementara keluarga masih menanti kabar dengan harap cemas. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202601/image_870x580_6971fcd09491a.webp" length="85838" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 22 Jan 2026 17:39:15 +0700</pubDate>
<dc:creator>Rizqi Ardian</dc:creator>
<media:keywords>bencana, angin, banjir, longsor, puting beliung, BPBD, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p data-start="355" data-end="625"><strong data-start="355" data-end="373">BONDOWOSO, SJP</strong> – Upaya pencarian terus dilakukan terhadap Adi Yanto (45), seorang petani asal Kabupaten Sumenep, Madura, yang dilaporkan hilang diduga hanyut di aliran Sungai Sampean Baru, Desa Gentong, Kecamatan Taman Krocok, Kabupaten Bondowoso, Kamis (22/1/2026).</p>
<p data-start="627" data-end="893">Peristiwa ini bermula saat korban berpamitan kepada keluarga sekitar pukul 07.00 WIB untuk menuju sawah. Kepada keluarga, korban menyampaikan niatnya menyusul sang menantu yang sedang bertani di wilayah Desa Kali Tapen, Kecamatan Tapen, dengan menempuh jalur sungai.</p>
<p data-start="895" data-end="1213">Namun hingga siang hari, korban tak kunjung kembali. Kecurigaan keluarga semakin menguat setelah menantu korban pulang sekira pukul 13.00 WIB dan mengaku tidak bertemu Adi Yanto di sawah. Warga bersama keluarga kemudian melakukan pencarian di sekitar sungai sebelum melaporkan kejadian tersebut kepada BPBD Bondowoso.</p>
<p data-start="1215" data-end="1396">Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bondowoso, Kristianto Putro Prasojo, mengatakan pihaknya menerima laporan dari masyarakat pada pukul 13.54 WIB dan langsung menerjunkan tim ke lokasi kejadian.</p>
<p data-start="1398" data-end="1599">“Begitu laporan kami terima, tim Pusdalops dan TRC BPBD langsung bergerak melakukan asesmen serta pencarian di sekitar aliran Sungai Sampean Baru,” ujar Kristianto saat dikonfirmasi, Kamis (22/1/2026) sore.</p>
<p data-start="1601" data-end="1796">Korban diketahui datang ke Bondowoso untuk mengunjungi orang tua dan anaknya yang tinggal di Desa Gentong. Dugaan sementara, korban hanyut saat menyeberangi atau berenang mengikuti aliran sungai.</p>
<p data-start="1798" data-end="2018">Proses pencarian melibatkan berbagai unsur, di antaranya BPBD Bondowoso, Polres Bondowoso, Polsek Taman Krocok, Koramil setempat, Pemerintah Desa Gentong, serta warga sekitar yang turut membantu menyisir bantaran sungai.</p>
<p data-start="2020" data-end="2172">“Pencarian kami lakukan dengan menyusuri aliran sungai dan titik-titik yang dicurigai. Namun hingga sore hari korban belum ditemukan,” jelas Kristianto.</p>
<p data-start="2174" data-end="2374">Karena kondisi mulai gelap dan mempertimbangkan keselamatan tim, pencarian dihentikan sementara pada pukul 16.00 WIB. BPBD Bondowoso kemudian berkoordinasi dengan pihak terkait untuk langkah lanjutan.</p>
<p data-start="2376" data-end="2490">“Kami akan melaporkan kejadian ini ke Basarnas Pos Jember untuk penanganan dan pencarian lebih lanjut,” tambahnya.</p>
<p data-start="2492" data-end="2747">Plt Kalaksa juga menyampaikan, kondisi cuaca di wilayah Kecamatan Taman Krocok terpantau mendung dan mengimbau masyarakat, khususnya yang beraktivitas di sekitar sungai, agar lebih berhati-hati mengingat arus sungai yang dapat berubah sewaktu-waktu.</p>
<p data-start="2749" data-end="2950">"Peristiwa ini menyisakan kecemasan mendalam bagi keluarga korban yang masih berharap Adi Yanto dapat segera ditemukan. Proses pencarian direncanakan akan dilanjutkan dengan melibatkan tim SAR gabungan," pungkasnya. <strong>(*)</strong></p>
<p data-start="2749" data-end="2950"><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Dari Cemas ke Syukur, Kisah Warga Bondowoso Saat Motornya Kembali Usai Dicuri</title>
<link>https://suarajatimpost.com/dari-cemas-ke-syukur-kisah-warga-bondowoso-saat-motornya-kembali-usai-dicuri</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/dari-cemas-ke-syukur-kisah-warga-bondowoso-saat-motornya-kembali-usai-dicuri</guid>
<description><![CDATA[ Sepeda motor milik warga Bondowoso yang sempat hilang akibat pencurian berhasil ditemukan Polres Bondowoso. Rasa syukur dan apresiasi disampaikan korban atas pelayanan kepolisian yang cepat, humanis, dan profesional. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202601/image_870x580_6970a9454773e.webp" length="36330" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 21 Jan 2026 17:56:44 +0700</pubDate>
<dc:creator>Rizqi Ardian</dc:creator>
<media:keywords>Kriminal, pencurian, ranmor, polisi, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p data-start="279" data-end="560"><strong data-start="279" data-end="297">BONDOWOSO, SJP</strong> – Rasa lega dan syukur tak bisa disembunyikan dari wajah Heru Anggara (34). Warga Dusun Widoro, Kecamatan Bondowoso itu akhirnya bisa bernapas lega setelah sepeda motor miliknya yang sempat hilang dicuri, berhasil ditemukan kembali oleh jajaran Polres Bondowoso.</p>
<p data-start="562" data-end="798">Heru, yang sehari-hari bekerja sebagai wiraswasta, mengaku sempat pasrah ketika mengetahui kendaraan kesayangannya raib di wilayah Kota Bondowoso. Namun harapan kembali tumbuh setelah ia melaporkan kejadian tersebut ke pihak kepolisian.</p>
<p data-start="800" data-end="1010">Berkat kerja cepat dan profesional Satreskrim Polres Bondowoso, sepeda motor milik Heru berhasil ditemukan dan diamankan sebagai barang bukti dalam pengungkapan kasus pencurian dan penadahan kendaraan bermotor.</p>
<p data-start="1012" data-end="1221">“Alhamdulillah, sepeda motor saya bisa ditemukan kembali. Terima kasih kepada Bapak Kapolres Bondowoso dan seluruh jajaran yang sudah menangani laporan saya dengan sungguh-sungguh,” ujar Heru dengan nada haru, Rabu (21/1/2026) di Mapolres Bondowoso.</p>
<p data-start="1223" data-end="1453">Ia mengapresiasi pelayanan kepolisian yang dinilainya responsif dan humanis, sejak proses pelaporan hingga pengungkapan kasus. Menurut Heru, sikap petugas yang komunikatif dan sigap membuat dirinya merasa dilindungi sebagai warga.</p>
<p data-start="1455" data-end="1581">“Dari awal laporan sampai motor saya ditemukan, pelayanannya baik dan cepat. Saya benar-benar merasa diperhatikan,” ungkapnya.</p>
<p data-start="1583" data-end="1970">Keberhasilan pengungkapan kasus ini tidak hanya mengembalikan hak Heru sebagai korban, tetapi juga menghadirkan rasa keadilan dan kepercayaan masyarakat terhadap kinerja kepolisian.</p>
<p data-start="1583" data-end="1970">Heru berharap, langkah tegas aparat penegak hukum dapat memberikan efek jera kepada pelaku kejahatan, sekaligus menjadi pengingat bagi warga agar lebih waspada terhadap tindak pencurian kendaraan bermotor.</p>
<p data-start="1972" data-end="2247">Sementara itu, Kapolres Bondowoso AKBP Dr. Aryo Dwi Wibowo, menyampaikan, apresiasi dari masyarakat seperti yang disampaikan Heru menjadi motivasi tersendiri bagi Polres Bondowoso untuk terus meningkatkan kinerja dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, demi terciptanya situasi Bondowoso yang aman, nyaman, dan kondusif. </p>
<p data-start="1972" data-end="2247"><span>Kapolres yang baru menjabat di Bumi Ki Ronggo ini mengungkap, kasus curanmor ini terungkap berkat laporan masyarakat yang segera ditindaklanjuti oleh aparat kepolisian melalui serangkaian penyelidikan dan pengembangan di lapangan.</span></p>
<p>“Usai melakukan pengembangan, kami mengamankan dua orang tersangka lainnya, sehingga total tersangka dalam perkara ini berjumlah tiga orang,” ungkapnya.</p>
<p>Dalam perkara tersebut, polisi turut mengamankan barang bukti <span>satu unit sepeda motor Yamaha X-Ride tahun 2013 warna putih merah, satu buah kunci sepeda motor, serta satu lembar Buku Pemilik Kendaraan Bermotor (BPKB).</span></p>
<p><span>"MM diketahui berperan sebagai pelaku utama pencurian. Sementara dua tersangka lainnya berperan sebagai penadah hasil kejahatan," jelasnya.</span></p>
<p>Seperti diketahui, akibat perbuatannya, para tersangka dijerat dengan Pasal 476 KUHP Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 dengan ancaman pidana maksimal 5 tahun penjara, bagi tersangka MM sebagai pelaku utama. Sedangkan dua tersangka lainnya yang berperan sebagai penadah dijerat dengan Pasal 591 huruf a KUHP. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Tunggu Pelantikan 11 Kepala OPD, Ratusan Pejabat Eselon III dan IV di Bondowoso Akan Bergeser</title>
<link>https://suarajatimpost.com/tunggu-pelantikan-11-kepala-opd-ratusan-pejabat-eselon-iii-dan-iv-di-bondowoso-akan-bergeser</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/tunggu-pelantikan-11-kepala-opd-ratusan-pejabat-eselon-iii-dan-iv-di-bondowoso-akan-bergeser</guid>
<description><![CDATA[ Kekosongan ratusan jabatan eselon III dan IV di Pemkab Bondowoso menjadi perhatian Komisi I DPRD. BKPSDM memastikan pemetaan ASN dan skema percepatan pengisian jabatan telah disiapkan usai pelantikan eselon II. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202601/image_870x580_6970a58285e05.webp" length="33482" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 21 Jan 2026 17:04:21 +0700</pubDate>
<dc:creator>Rizqi Ardian</dc:creator>
<media:keywords>ASN, PPPK, pegawai, guru honorer, pemerintah daerah, pemerintah pusat, DPRD, Komisi I, Suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>BONDOWOSO, SJP – </strong>Kekosongan jabatan struktural eselon III dan IV di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bondowoso menjadi perhatian serius Komisi I DPRD setempat. Kondisi tersebut dinilai berpotensi menghambat optimalisasi pelayanan publik jika tidak segera ditangani.</p>
<p>Hal itu mengemuka usai rapat kerja Komisi I DPRD Bondowoso bersama Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM), Rabu (21/1/2026), di kantor BKPSDM Bondowoso.</p>
<p>Ketua Komisi I DPRD Bondowoso, Setyo Budi, mengungkap, beberapa waktu terakhir Komisi I menemukan banyak kekosongan jabatan, baik di tingkat kecamatan maupun OPD. Kekosongan tersebut sempat menumpuk akibat lambatnya proses pengambilan kebijakan pada masa awal transisi pemerintahan.</p>
<p>“Waktu kami turun ke kecamatan-kecamatan memang banyak jabatan kosong. Tapi setelah kami tanyakan, ternyata sudah mulai disiapkan. Sekarang ini kami lihat BKPSDM sudah bekerja lebih sistematis,” jelasnya.</p>
<p>Selain itu, Setyo Budi juga mengatakan rapat kerja dengan BKPSDM merupakan bagian dari evaluasi realisasi anggaran tahun 2025, sekaligus mendorong kesiapan tahun anggaran 2026 di tengah kebijakan efisiensi.</p>
<p>“Memang ini evaluasi anggaran 2025, tapi harapan kami ke depan, tahun 2026 demi suksesnya pembangunan sesuai visi misi pemerintah daerah, harus lebih baik lagi,” ujarnya.</p>
<p>Politisi Gerindra ini menyebut, kebijakan efisiensi anggaran tidak boleh dijadikan alasan melemahnya kinerja organisasi perangkat daerah (OPD), termasuk dalam hal pengisian jabatan struktural.</p>
<p>“Kami mendorong OPD mitra Komisi I agar efisiensi ini tidak menjadi hambatan. Walaupun anggaran terbatas, kinerja tidak boleh turun dan tupoksi tidak boleh berkurang,” tegasnya.</p>
<p>Sementara itu, Pelaksana tugas (Plt) Kepala BKPSDM Bondowoso, Anisatul Hamidah, membenarkan bahwa kekosongan jabatan eselon III dan IV jumlahnya cukup besar, bahkan mencapai ratusan posisi.</p>
<p>“Untuk jumlah pastinya memang cukup banyak, ratusan. Datanya nanti akan kami sampaikan secara detail,” ungkap Anisatul Hamidah.</p>
<p>Ia menjelaskan, BKPSDM telah melakukan pemetaan menyeluruh melalui profiling ASN beberapa bulan terakhir. Dari hasil tersebut, kompetensi aparatur sipil negara di Bondowoso telah terpetakan berdasarkan klasifikasi kemampuan.</p>
<p>“Dengan profiling ASN itu, kami sudah tahu ASN yang memiliki kompetensi A berapa, kompetensi B berapa, semuanya sudah terpetakan. Ini menjadi bahan masukan kepada pimpinan untuk percepatan pengisian jabatan,” jelasnya.</p>
<p><strong>Ratusan Pejabat Eselon III dan IV akan Bergeser  </strong></p>
<p>Saat ini, pelantikan eselon II hasil seleksi terbuka di 11 Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di Kabupaten Bondowoso, sudah memastikan 3 nama pejabat yang masuk tiga besar.</p>
<p>Hak prerogatif Bupati Bondowoso, Abdul Hamid Wahid, kembali ditunggu untuk menentukan siapa yang akan menakhodai 11 OPD di Bumi Ki Ronggo.</p>
<p>Sejalan dengan itu, tentunya akan ada pelantikan pejabat eselon III dan IV, sebagai instrumen baru sebuat OPD, guna tancap gas melaksanakan visi dan misi pemerintahan berjuluk Bondowoso Berkah ini.</p>
<p>Pelaksana tugas (Plt) Kepala BKPSDM Bondowoso, Anisatul Hamidah, mengungkap, saat ini proses pengisian jabatan pimpinan tinggi pratama (JPT Pratama) sudah memasuki tahap tiga besar hasil open bidding. </p>
<p>Dirinya membenarkan, jika setelah jabatan eselon II terisi semua di 11 OPD, BKPSDM akan mendorong percepatan pengisian jabatan eselon III dan IV yang masih kosong.</p>
<p>“Setelah eselon II terisi semua, akan ada skema percepatan untuk pengisian eselon III dan IV, terutama jabatan yang bersentuhan langsung dengan pelayanan masyarakat,” katanya.</p>
<p>Terkait mekanisme pelantikan, Anisatul menegaskan hal tersebut sepenuhnya menjadi kewenangan pimpinan daerah.</p>
<p>“Itu kewenangan pimpinan. Tidak ada aturan yang mengikat,” pungkasnya. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Bersumber dari BTT, BPBD Siapkan Rp400 Juta untuk Penanganan Darurat Bencana di Bondowoso</title>
<link>https://suarajatimpost.com/bersumber-dari-btt-bpbd-siapkan-rp400-juta-untuk-penanganan-darurat-bencana-di-bondowoso</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/bersumber-dari-btt-bpbd-siapkan-rp400-juta-untuk-penanganan-darurat-bencana-di-bondowoso</guid>
<description><![CDATA[ BPBD Bondowoso menggunakan Belanja Tidak Terduga (BTT) secara selektif sesuai regulasi untuk pemulihan jembatan dan penyediaan air bersih di sejumlah desa, dengan estimasi anggaran darurat sekitar Rp400 juta. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202601/image_870x580_69709bcdf4145.webp" length="43760" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 21 Jan 2026 16:24:52 +0700</pubDate>
<dc:creator>Rizqi Ardian</dc:creator>
<media:keywords>bencana, angin, banjir, longsor, puting beliung, BPBD, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>BONDOWOSO, SJP – </strong>Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bondowoso menegaskan penggunaan Belanja Tidak Terduga (BTT) dilakukan secara selektif dan tetap mengacu pada koridor regulasi yang berlaku, terutama untuk kebutuhan darurat yang berdampak langsung pada aktivitas masyarakat.</p>
<p>Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Bondowoso, Kristianto Putro Prasojo menjelaskan, intervensi anggaran BTT difokuskan pada pemulihan akses vital warga pascabencana, seperti perbaikan jembatan dan penyediaan air bersih.</p>
<p>“BTT kita gunakan secara selektif sesuai regulasi. Prioritas pertama adalah pemulihan akses masyarakat agar aktivitas tidak terganggu,” ujarnya, usai rapat kerja dengan Komisi IV DPRD Bondowoso di kantornya, Rabu (21/1/2026).</p>
<p>Beberapa titik yang menjadi sasaran intervensi anggaran darurat tersebut antara lain jembatan di Desa Wonoboyo Kecamatan Klabang, penyediaan air bersih di Desa Klekean Kecamatan Botolinggo, serta perbaikan jembatan di kawasan Desa Ampelan Kecamatan Wringin. </p>
<p>“Seluruh penanganan tersebut dinilai mendesak karena menyangkut mobilitas dan kebutuhan dasar masyarakat,” ucapnya.</p>
<p>Untuk kebutuhan darurat di lokasi terdampak, BPBD memperkirakan anggaran yang dibutuhkan mencapai sekitar Rp400 juta. Anggaran tersebut digunakan untuk memastikan akses transportasi dan layanan dasar dapat segera pulih.</p>
<p>“Estimasi di tiga titik tersebut memakan anggaran BTT kisaran Rp400 juta,” ungkap Kris.</p>
<p>Terkait teknis penggunaan anggaran kebencanaan, termasuk belanja tidak terpakai, lanjut Kris, dirinya sudah berkoordinasi dengan Komisi IV DPRD setempat. Menurutnya, Komisi IV  menyerahkan sepenuhnya kepada kebijakan pemerintah daerah sesuai kebutuhan dan urgensi di lapangan. </p>
<p>“Semua diserahkan kepada kami, sesuai dengan regulasi dan petunjuk teknis, BTT akan kami gunakan untuk penangangan darurat bencana di Bondowoso,” tandasnya.</p>
<p>Sementara itu, jembatan penghubung Desa Wonoboyo dan Desa Leprak Kecamatan Klabang yang ambruk diterjang banjir pada Selasa (13/1/2026) lalu, telah dilakukan asesmen oleh Dinas Bina Marga Sumber Daya Air dan Bina Kontruksi (BSBK).</p>
<p>Plt Kepala Dinas BSBK Bondowoso, Ansori, mengatakan, penanganan darurat telah dimulai sejak Kamis (15/1/2026), setelah dilakukan rapat koordinasi pada Rabu, (14/1/2026). Langkah cepat ini dilakukan untuk memastikan akses masyarakat tetap bisa dilalui, khususnya kendaraan roda empat.</p>
<p>“Untuk penanganan darurat sudah kita mulai kemarin. Sementara ini kita gunakan bronjong dan besi existing yang ada, dengan anggaran dari belanja tidak terduga (BTT),” kata Ansori.</p>
<p>Menurutnya, penanganan darurat tersebut bersifat sementara sembari menunggu perencanaan jangka panjang. Estimasi anggaran untuk perbaikan permanen masih dalam tahap perhitungan dan akan diusulkan melalui Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (P-APBD).</p>
<p>“Estimasi anggaran masih dihitung oleh teman-teman karena baru dilakukan survei. Nanti anggarannya kita masukkan di APBD perubahan,” jelasnya.</p>
<p>Untuk jangka panjang, Pemkab Bondowoso berencana melakukan penggantian struktur jembatan secara menyeluruh. Pasalnya, kondisi jembatan yang ada sudah tidak memungkinkan hanya diperbaiki secara parsial.</p>
<p>“Nantinya, setelah penanganan darurat, akan kita lakukan penggantian jembatan. Struktur lama sudah longsor, jadi nanti kemungkinan menggunakan struktur yang berbeda,” terang Ansori. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Anggaran BPBD Bondowoso Dievaluasi, Sarpras dan Kesejahteraan SDM Jadi Sorotan</title>
<link>https://suarajatimpost.com/anggaran-bpbd-bondowoso-dievaluasi-sarpras-dan-kesejahteraan-sdm-jadi-sorotan</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/anggaran-bpbd-bondowoso-dievaluasi-sarpras-dan-kesejahteraan-sdm-jadi-sorotan</guid>
<description><![CDATA[ Komisi IV DPRD Bondowoso mengevaluasi anggaran BPBD 2025–2026, menyoroti keterbatasan sarana prasarana dan kesejahteraan SDM, sekaligus mengapresiasi kinerja BPBD yang tetap maksimal di tengah anggaran terbatas dan cuaca ekstrem. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202601/image_870x580_6970965baeb08.webp" length="83588" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 21 Jan 2026 16:04:18 +0700</pubDate>
<dc:creator>Rizqi Ardian</dc:creator>
<media:keywords>BPBD, banjir, bencana, bandang, kecamatan ijen, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>BONDOWOSO, SJP – </strong>Komisi IV DPRD Kabupaten Bondowoso melakukan kunjungan kerja ke Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) untuk mengevaluasi realisasi anggaran tahun 2025 sekaligus menelaah kesiapan anggaran tahun 2026 di tengah kondisi cuaca yang dinilai semakin ekstrem.</p>
<p>Dalam evaluasi tersebut, Komisi IV menyoroti keterbatasan anggaran BPBD yang berdampak pada optimalisasi penanganan kebencanaan. Meski demikian, DPRD mengapresiasi kinerja BPBD yang dinilai tetap maksimal di tengah keterbatasan dukungan anggaran.</p>
<p>A Mansur, anggota Komisi IV menyampaikan, setelah mendengarkan pemaparan Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Bondowoso, pihaknya berharap nantinya ada penyempurnaan dan penambahan kegiatan agar pelayanan kebencanaan dapat berjalan lebih optimal.</p>
<p>“Kami melihat apa yang dilakukan BPBD luar biasa. Dengan anggaran yang sangat terbatas, mereka masih mampu melaksanakan tugas secara maksimal, utamanya perihal kebencanaan,” ungkapnya, usai rapat kerja di aula BPBD, Rabu (21/1/2026).</p>
<p>Komisi IV juga menyoroti kondisi sarana dan prasarana BPBD yang sebagian besar sudah tidak layak dan membutuhkan pembaruan, terutama peralatan pokok serta kendaraan operasional yang harus bergerak cepat saat terjadi bencana.</p>
<p>Menurut Mansur, meskipun kebijakan efisiensi anggaran tetap dijalankan, sektor kebencanaan merupakan layanan yang bersentuhan langsung dengan masyarakat sehingga membutuhkan perhatian khusus dari pemerintah daerah.</p>
<p>“Ini bukan hanya kewajiban BPBD, tapi kewajiban pemerintah daerah. Ketika terjadi bencana, negara harus hadir dan mampu membantu masyarakat,” tegas politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini.</p>
<p>Selain sarana prasarana, Komisi IV juga menekankan pentingnya menjaga kesejahteraan petugas BPBD yang bekerja tanpa mengenal jam kerja. Petugas kebencanaan kerap menerima laporan bencana pada malam hari dan harus segera turun ke lapangan.</p>
<p>“Teman-teman BPBD ini tidak punya jam kerja. Kapan pun masyarakat membutuhkan, mereka harus siap hadir. Ini yang perlu kita perhatikan bersama,” tambahnya.</p>
<p>Sementara itu, terkait ketersediaan peralatan penanganan bencana, Plt Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD, Kristianto Putro Prasojo memastikan, alat-alat utama seperti chainsaw, mesin pompa, dan perlengkapan darurat lainnya masih dalam kondisi layak pakai.</p>
<p>“Untuk alat-alat penanganan darurat insyaallah masih cukup dan masih layak. Hanya memang perlu perawatan rutin agar tetap siap digunakan,” jelasnya.</p>
<p>Plt Kalaksa BPBD Bondowoso juga menegaskan akan terus mengoptimalkan sumber daya yang ada untuk penanganan darurat, sembari berharap adanya dukungan anggaran yang memadai.</p>
<p>“Dukungan anggaran tentunya akan kami gunakan untuk kesejahteraan petugas dan mampu meningkatkan respons kebencanaan agar lebih cepat dan efektif,” tukasnya. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Genjot Peningkatan PAD dan Agenda Pariwisata, Disparbudpora Bondowoso Fokus Kolaborasi</title>
<link>https://suarajatimpost.com/genjot-peningkatan-pad-dan-agenda-pariwisata-disparbudpora-bondowoso-fokus-kolaborasi</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/genjot-peningkatan-pad-dan-agenda-pariwisata-disparbudpora-bondowoso-fokus-kolaborasi</guid>
<description><![CDATA[ Pemkab Bondowoso mencatat kenaikan PAD pariwisata 2025 secara nominal. Keterbatasan anggaran 2026 mendorong perubahan strategi melalui kolaborasi swasta dan perbaikan layanan destinasi wisata. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202601/image_870x580_696f7a15c04c4.webp" length="51602" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Tue, 20 Jan 2026 19:58:47 +0700</pubDate>
<dc:creator>Rizqi Ardian</dc:creator>
<media:keywords>pariwisata, bondowoso, Disparbudpora, wisatawan, Suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>BONDOWOSO, SJP –</strong> Meski belum mencapai target secara persentase, realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Bondowoso dari sektor pariwisata pada 2025 tercatat mengalami peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya. Pemerintah daerah menilai capaian tersebut sebagai sinyal positif di tengah target yang ditetapkan cukup tinggi.</p>
<p>Plt Kepala Dinas Pariwisata, Kebudayaan, Pemuda dan Olahraga (Disparbudpora) Bondowoso, Andrie Antonio Zola, mengatakan, target PAD yang tinggi tidak semata-mata dimaknai sebagai angka mutlak, melainkan sebagai pemicu semangat untuk terus meningkatkan pendapatan riil daerah.</p>
<p>“Kalau targetnya terlalu tinggi dan tidak realistis, tentu sulit dicapai. Tapi bagi kami, target itu menjadi pemecut semangat. Orientasi kami bukan hanya persentase, melainkan bagaimana capaian 2024 bisa meningkat di 2025,” kata Andrie Antonio Zola, Selasa (20/1/2026).</p>
<p>Ia menjelaskan, PAD yang dicapai pada 2024 bahkan telah berhasil disamai dan dilampaui pada Oktober 2025. Secara nominal, capaian tersebut lebih tinggi dibandingkan tahun sebelumnya, meskipun secara persentase belum memenuhi target yang ditetapkan.</p>
<p>“Pada 2024, capaian PAD masih di bawah Rp300 juta. Di 2025, secara riil pendapatan kita meningkat ada di angka Rp400 juta. Jadi kalau dilihat dari angka nyata, ada kenaikan,” ujarnya, usai Rapat Kerja bareng Komisi III DPRD Bondowoso di Graha Ijen.</p>
<p>Namun demikian, pria yang karib disapa Zola ini mengakui, kondisi fiskal daerah pada 2026 menuntut adanya kebijakan efisiensi anggaran. Dampaknya, sejumlah agenda pariwisata yang sebelumnya dapat dibiayai melalui APBD kini harus dikaji ulang.</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202601/image_870x_696f774a0c0d6.webp" alt=""></p>
<p>Dirinya mengungkap, dari total 14 agenda event pariwisata tahunan, Pemkab Bondowoso hanya mampu menganggarkan tiga event pada 2026. Sisanya terpaksa tidak masuk dalam pembiayaan APBD.</p>
<p>“Kondisi ini sudah kami sampaikan kepada Komisi III DPRD. Dari 14 event, hanya tiga yang bisa dianggarkan. Tapi kami tidak boleh pesimis,” tegasnya.</p>
<p>Sebagai langkah strategis, Disparbudpora mulai mengubah pola pendekatan dengan menggandeng pihak swasta agar event pariwisata tetap bisa berjalan. Kolaborasi dengan pelaku usaha dinilai menjadi solusi di tengah keterbatasan anggaran daerah.</p>
<p>“Perubahan strategi kami adalah membuka kolaborasi dengan swasta. Contohnya event Bondowoso Night Run yang semula dianggarkan di APBD, kini kami komunikasikan dengan pihak swasta agar bisa tetap terlaksana,” jelas Zola.</p>
<p>Selain itu, Disparbudpora juga tengah memfinalisasi kerja sama dengan pihak ketiga untuk penyelenggaraan event Ijen Trail Running yang direncanakan berlangsung pada Oktober 2026. Menurutnya, sejumlah agenda lain juga telah ditawarkan kepada pihak swasta dan pelaku usaha lokal.</p>
<p>“Kami berupaya ramah terhadap swasta di Bondowoso. Banyak event yang kami tawarkan agar pemangkasan agenda dari 14 menjadi tiga bisa segera tertutupi melalui skema kolaborasi,” tandasnya.</p>
<p>“Kami berharap, strategi kolaboratif ini tidak hanya mampu menjaga denyut sektor pariwisata tetap hidup, tetapi juga mendorong peningkatan PAD secara berkelanjutan di tengah keterbatasan fiskal daerah,” imbuhnya.</p>
<p><strong>Komisi III DPRD Sarankan Ada Peningkatan Pelayanan</strong></p>
<p>Sementara itu, Ketua Komisi III DPRD Bondowoso, Sutriyono, menekankan pentingnya peningkatan kualitas layanan sebagai kunci agar tingginya kunjungan wisata bisa berdampak langsung pada peningkatan PAD.</p>
<p>Menurut Sutriyono, salah satu langkah strategis yang sudah berjalan adalah penerapan sistem tiket digital di sejumlah destinasi wisata. Digitalisasi tersebut dinilai efektif untuk mencegah kebocoran pendapatan sekaligus meningkatkan kecepatan dan kenyamanan layanan bagi wisatawan.</p>
<p>“Layanan tiket sekarang sudah dilakukan secara digital dan progresnya bagus. Ini mencegah kebocoran, lebih cepat, dan lebih tertib,” kata Sutriyono.</p>
<p>Selain digitalisasi, DPRD juga mendorong perbaikan amenitas di destinasi wisata atau DTW yang selama ini kerap dikeluhkan wisatawan. Keluhan tersebut antara lain terkait kondisi kamar mandi, ketersediaan air, toilet, hingga akses masuk ke lokasi wisata.</p>
<p>“Perbaikan DTW ini harus disinergikan. Soal akses misalnya, tidak bisa hanya ditangani pariwisata, karena ada OPD lain yang berwenang,” pungkasnya.<strong> (*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Kunjungan Wisata Bondowoso Tinggi, PAD Masih Rendah, Agenda Pariwisata Dipangkas</title>
<link>https://suarajatimpost.com/kunjungan-wisata-bondowoso-tinggi-pad-masih-rendah-agenda-pariwisata-dipangkas</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/kunjungan-wisata-bondowoso-tinggi-pad-masih-rendah-agenda-pariwisata-dipangkas</guid>
<description><![CDATA[ Tingginya kunjungan wisata ke Bondowoso sepanjang 2025 belum sebanding dengan kontribusi PAD sektor pariwisata. Keterbatasan anggaran membuat Pemkab memangkas agenda tahunan dari 14 event menjadi tiga event utama. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202601/image_870x580_696f6188ab147.webp" length="22454" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Tue, 20 Jan 2026 18:22:55 +0700</pubDate>
<dc:creator>Rizqi Ardian</dc:creator>
<media:keywords>pariwisata, bondowoso, Disparbudpora, wisatawan, Suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p data-start="201" data-end="582"><strong data-start="201" data-end="221">BONDOWOSO, SJP –</strong> Tingginya angka kunjungan wisatawan ke Kabupaten Bondowoso sepanjang tahun 2025 belum berbanding lurus dengan peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor pariwisata.</p>
<p data-start="201" data-end="582">Kondisi tersebut menjadi sorotan dalam rapat evaluasi kinerja Dinas Pariwisata, Kebudayaan, Pemuda dan Olahraga (Disparbudpora) Bondowoso bersama Komisi III DPRD, yang digelar di Graha Ijen, Selasa (20/1/2026).</p>
<p data-start="584" data-end="856">Ketua Komisi III DPRD Bondowoso, Sutriyono, mengungkapkan, tren kunjungan wisata di Bondowoso menunjukkan peningkatan signifikan, baik wisatawan nusantara maupun mancanegara. Namun, tingginya jumlah kunjungan tersebut belum mampu mendorong capaian PAD secara optimal.</p>
<p data-start="858" data-end="1047">“Data kunjungan wisatawan tinggi, tapi PAD dari sektor pariwisata belum signifikan. Ini perlu evaluasi bersama, terutama terkait sistem retribusi dan bagi hasil,” ujar Sutriyono usai rapat.</p>
<p data-start="1049" data-end="1318">Berdasarkan paparan Disparbudpora, jumlah wisatawan nusantara sepanjang 2025 mencapai sekira 637 ribu orang. Sementara wisatawan mancanegara tercatat sekira 63 ribu orang atau rata-rata 175 orang per hari.</p>
<p data-start="1049" data-end="1318">"Angka tersebut meningkat cukup tajam dibandingkan tahun 2024," ujar Sutriyono, politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dari daerah pemilihan (Dapil) 2 di Kabupaten Bondowoso ini.</p>
<p data-start="1320" data-end="1689">Meski demikian, PAD dari retribusi kunjungan wisata dan pemanfaatan aset daerah pada 2025 hanya terealisasi sekitar Rp400 jutaan dari target Rp600 juta.</p>
<p data-start="1320" data-end="1689">"Rendahnya capaian tersebut disebabkan tidak semua destinasi wisata masuk dalam skema PAD daerah, serta adanya sistem bagi hasil dengan pihak pengelola, seperti Perhutani dan pengelola kawasan Taman Wisata Alam (TWA)," ungkapnya.</p>
<p data-start="1691" data-end="1994">Sutriyono menjelaskan, sektor pariwisata tidak bisa dilihat semata dari retribusi, karena memiliki efek berganda (multiplier effect) terhadap perekonomian daerah, seperti perhotelan, restoran, rumah makan, hingga jasa transportasi. Namun demikian, kontribusi langsung terhadap PAD tetap perlu diperkuat.</p>
<p data-start="1996" data-end="2141">“Kita mendorong perbaikan layanan dan tata kelola, supaya kunjungan yang tinggi ini juga bisa berdampak langsung pada peningkatan PAD,” tegasnya.</p>
<p data-start="2143" data-end="2488">Kondisi fiskal daerah yang terbatas pada 2025 hingga 2026 juga berdampak pada program pariwisata. Dari 14 agenda event tahunan yang biasa digelar, Pemkab Bondowoso hanya mampu menganggarkan tiga agenda utama pada tahun ini. Sementara 11 agenda lainnya harus dipangkas dan diupayakan melalui skema kolaborasi dengan pihak swasta dan pelaku usaha.</p>
<p data-start="2490" data-end="2697">“Tiga event yang dianggarkan tahun ini yakni Bondowoso Night Run, Hari Jadi Bondowoso (Harjabo), dan kegiatan Festival Ramadan. Sisanya kita dorong lewat kerja sama dengan pelaku wisata dan sponsor,” jelas Sutriyono. <strong>(*)</strong></p>
<p data-start="2490" data-end="2697"><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Bondowoso Kendalikan Inflasi Lewat Penguatan Pangan dan Digitalisasi</title>
<link>https://suarajatimpost.com/bondowoso-kendalikan-inflasi-lewat-penguatan-pangan-dan-digitalisasi</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/bondowoso-kendalikan-inflasi-lewat-penguatan-pangan-dan-digitalisasi</guid>
<description><![CDATA[ Bupati Bondowoso Abdul Hamid Wahid menegaskan pentingnya pengendalian inflasi melalui penguatan ketahanan pangan, stabilisasi harga, dan akselerasi digitalisasi daerah. Komitmen tersebut disampaikan dalam High Level Meeting TPID, TP2ED, dan TP2DD. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202601/image_870x580_696f5a175c243.webp" length="27586" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Tue, 20 Jan 2026 17:59:52 +0700</pubDate>
<dc:creator>Rizqi Ardian</dc:creator>
<media:keywords>Ekspor, Impor, Badan Pusat Statistik, BPS, Jawa Timur, Surabaya, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p data-start="181" data-end="586"><strong data-start="181" data-end="201">BONDOWOSO, SJP –</strong> Pemerintah Kabupaten Bondowoso menegaskan komitmennya untuk memperkuat pengendalian inflasi daerah melalui kolaborasi lintas sektor. Upaya tersebut menjadi fokus utama dalam High Level Meeting (HLM) Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID), Tim Percepatan Pertumbuhan Ekonomi Daerah (TP2ED), dan Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD) yang digelar, Selasa (20/1/2026).</p>
<p data-start="588" data-end="900">Bupati Bondowoso Abdul Hamid Wahid menegaskan, inflasi yang terkendali bukan sekadar capaian angka statistik, melainkan indikator terjaganya daya beli masyarakat, khususnya kelompok rentan. Karena itu, penguatan ketahanan pangan dan stabilisasi harga harus menjadi prioritas bersama seluruh pemangku kepentingan.</p>
<p data-start="902" data-end="1116">“Inflasi yang terkendali mencerminkan kesejahteraan masyarakat. Ini harus dijaga melalui penguatan produksi lokal, kelancaran distribusi, kecukupan pasokan, serta efektivitas operasi pasar,” kata Abdul Hamid Wahid, di Aula Sabha Bina Praja, Selasa (20/1/2026).</p>
<p data-start="1118" data-end="1475">Ia menyebutkan, tantangan perekonomian daerah ke depan semakin kompleks. Ketidakpastian global, perubahan iklim, hingga dinamika distribusi pangan menuntut pemerintah daerah tidak lagi bekerja secara sektoral.</p>
<p data-start="1118" data-end="1475">"Kolaborasi antara TPID, TP2ED, dan TP2DD menjadi kunci dalam menjaga stabilitas harga dan mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan," ungkap bupati yang karib disapa Ra Hamid ini.</p>
<p data-start="1477" data-end="1817">Dalam konteks pengendalian inflasi, TPID memiliki peran strategis untuk memastikan stabilitas harga kebutuhan pokok. Sementara itu, TP2ED diarahkan untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi daerah yang inklusif dan berbasis potensi lokal, terutama sektor pertanian, UMKM, dan ekonomi kerakyatan yang selama ini menjadi penopang utama Bondowoso.</p>
<p data-start="1819" data-end="2067">Abdul Hamid juga menekankan pentingnya peran digitalisasi melalui TP2DD dalam mendukung pengendalian inflasi. Menurutnya, digitalisasi tidak hanya berkaitan dengan teknologi, tetapi juga efisiensi, transparansi, dan perluasan akses layanan ekonomi.</p>
<p data-start="2069" data-end="2283">“Digitalisasi sistem pembayaran, digitalisasi UMKM, serta pemanfaatan data dalam pengambilan kebijakan akan memperkuat efektivitas pengendalian inflasi dan mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih merata,” ujarnya.</p>
<p data-start="2285" data-end="2585">Melalui forum HLM ini, Pemkab Bondowoso mendorong penguatan sinergi kebijakan antara TPID, TP2ED, dan TP2DD, optimalisasi data dan sistem peringatan dini (early warning system), serta pelibatan seluruh pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah, dunia usaha, perbankan, akademisi, hingga masyarakat.</p>
<p data-start="2587" data-end="2832">"Seluruh rekomendasi yang dihasilkan dalam forum tersebut akan ditindaklanjuti secara konkret dan terukur sebagai bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam menjaga stabilitas harga dan memperkuat perekonomian Bondowoso," tandasnya. <strong>(*)</strong></p>
<p data-start="2587" data-end="2832"><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Jelang Ramadan 2026, Harga Cabai dan Kebutuhan Pokok di Bondowoso Mulai Naik</title>
<link>https://suarajatimpost.com/jelang-ramadan-2026-harga-cabai-dan-kebutuhan-pokok-di-bondowoso-mulai-naik</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/jelang-ramadan-2026-harga-cabai-dan-kebutuhan-pokok-di-bondowoso-mulai-naik</guid>
<description><![CDATA[ Menjelang Ramadan 2026, harga sejumlah kebutuhan pokok di pasar tradisional Bondowoso mulai mengalami kenaikan. Cabai rawit dan tomat mencatat lonjakan tertinggi, seiring meningkatnya permintaan masyarakat menjelang bulan puasa. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202601/image_870x580_696f5637cd07e.webp" length="39540" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Tue, 20 Jan 2026 17:23:38 +0700</pubDate>
<dc:creator>Rizqi Ardian</dc:creator>
<media:keywords>ekonomi, pasar, bahan pokok, ramadan, puasa, kenaikan, pasar, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p data-start="216" data-end="485"><strong data-start="216" data-end="231">BONDOWOSO, SJP –</strong> Gejala kenaikan harga kebutuhan pokok mulai terasa di Kabupaten Bondowoso menjelang Ramadan 2026. Sejumlah komoditas pangan strategis tercatat mengalami lonjakan harga di pasar tradisional, seiring meningkatnya kebutuhan masyarakat menjelang bulan suci.</p>
<p data-start="487" data-end="800">Hasil monitoring Dinas Koperasi, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskoperindag) Bondowoso pada 19 Januari 2026 menunjukkan adanya perubahan harga di empat pasar tradisional utama dibandingkan pantauan sebelumnya pada 15 Januari 2026. Kenaikan terjadi dengan tingkat disparitas yang berbeda-beda di tiap komoditas.</p>
<p data-start="802" data-end="1015">Lonjakan paling mencolok tercatat pada cabai rawit merah. Di Pasar Prajekan, harga komoditas ini melonjak hingga Rp10 ribu per kilogram. Sementara di Pasar Induk Bondowoso, kenaikan mencapai Rp6 ribu per kilogram.</p>
<p data-start="1017" data-end="1200">Kenaikan signifikan juga terjadi pada tomat sayur. Di Pasar Prajekan, harga tomat meroket dari Rp5 ribu menjadi Rp8 ribu per kilogram, atau naik sekitar 60 persen dalam hitungan hari.</p>
<p data-start="1202" data-end="1492">Selain itu, sejumlah komoditas lain seperti kubis, cabai merah besar, dan bawang putih turut mengalami kenaikan, meski dalam skala lebih kecil, yakni sekitar Rp1.000 per kilogram atau per liter. Kondisi ini mengindikasikan adanya tekanan inflasi pangan yang mulai menguat menjelang Ramadan.</p>
<p data-start="1494" data-end="1712">Kepala Bagian Perekonomian Pemkab Bondowoso, Agung Nurhidayat, menjelaskan bahwa Indeks Perubahan Harga (IPH) menjadi indikator utama dalam memantau tren kenaikan harga dari tahun ke tahun, khususnya menjelang Ramadan.</p>
<p data-start="1714" data-end="2006">Ia memaparkan, pada awal Ramadan 2023 yang jatuh pada 22 Maret, IPH relatif stabil di angka 0,13. Namun, tren berubah tajam pada awal Ramadan 2024 (11 Maret) dengan IPH melonjak hingga 4,36. Sementara pada awal Ramadan 2025 yang dimulai 28 Februari, IPH kembali meningkat sebesar 3,32 persen.</p>
<p data-start="2008" data-end="2146">“Pasti ada peningkatan menjelang Ramadan karena kebutuhan masyarakat naik dan berpengaruh langsung pada belanja rumah tangga,” ujar Agung, saat dikonfirmasi pada Selasa (20/1/2026).</p>
<p data-start="2148" data-end="2459">Berdasarkan pemilahan data IPH, sejumlah komoditas yang paling berkontribusi terhadap kenaikan harga jelang Ramadan meliputi beras, daging ayam, telur ayam, cabai merah, cabai rawit, dan bawang merah.</p>
<p data-start="2148" data-end="2459">"Komoditas tersebut merupakan kebutuhan pokok yang permintaannya cenderung meningkat saat memasuki bulan puasa," ungkapnya.</p>
<p data-start="2461" data-end="2746">Secara historis, daging ayam disebut memiliki potensi kenaikan harga yang cukup tinggi. Sementara itu, telur ayam tercatat berpotensi naik sekitar 14–15 persen, cabai merah sekitar 15 persen, dan cabai rawit bahkan diperkirakan bisa melonjak hingga 20–22 persen menjelang Ramadan 2026. <strong>(*)</strong></p>
<p data-start="2461" data-end="2746"><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Siltap Perangkat Desa di Bondowoso Mulai Dibayar Tepat Waktu</title>
<link>https://suarajatimpost.com/siltap-perangkat-desa-di-bondowoso-mulai-dibayar-tepat-waktu</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/siltap-perangkat-desa-di-bondowoso-mulai-dibayar-tepat-waktu</guid>
<description><![CDATA[ Pemerintah Kabupaten Bondowoso mulai 2026 mencairkan penghasilan tetap perangkat desa sejak Januari dan dibayarkan bulanan. Kebijakan ini mengakhiri sistem rapelan, menjamin pembayaran BPJS Kesehatan tepat waktu, serta menjaga kelancaran pelayanan pemerintahan desa. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202601/image_870x580_696e3aee7fc00.webp" length="25038" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 19 Jan 2026 21:40:44 +0700</pubDate>
<dc:creator>Rizqi Ardian</dc:creator>
<media:keywords>pemdes, ketahanan pangan, suarajatimpost, Siltap, perangkat desa, desa, pemerintah desa</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p data-start="169" data-end="465"><strong data-start="169" data-end="189">BONDOWOSO, SJP –</strong> Pemerintah Kabupaten Bondowoso mulai mencairkan penghasilan tetap (Siltap) bagi seluruh perangkat desa pada awal tahun 2026. Total anggaran yang disalurkan mencapai sekitar Rp6,8 miliar, ditambah pembayaran iuran BPJS Kesehatan perangkat desa sekira Rp111 juta.</p>
<p data-start="467" data-end="766">Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Bondowoso, Mahfud Junaedi, mengatakan, pola penyaluran Siltap tahun ini mengalami perubahan signifikan. Pada tahun-tahun sebelumnya, pencairan Siltap dan iuran BPJS Kesehatan kerap dilakukan secara rapel, sehingga sering dikeluhkan perangkat desa.</p>
<p data-start="768" data-end="961">“Pada awal tahun, Januari hingga Maret, iuran BPJS Kesehatan sering belum terbayar. Kondisi ini menyulitkan perangkat desa ketika membutuhkan layanan kesehatan,” ujar Mahfud, Senin (19/1/2026).</p>
<p data-start="963" data-end="1140">Ia menjelaskan, sesuai arahan Bupati Bondowoso, Abdul Hamid Wahid, mulai 2026 penyaluran Siltap diupayakan sudah dapat dilakukan sejak Januari dan selanjutnya dibayarkan secara rutin setiap bulan.</p>
<p data-start="1142" data-end="1253">“Kami diminta mengupayakan agar Siltap bisa dicairkan mulai Januari dan tidak lagi menunggu rapelan,” jelasnya.</p>
<p data-start="1255" data-end="1527">Mahfud menambahkan, secara mekanisme pencairan Siltap tetap mensyaratkan pengunggahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes) ke aplikasi Sistem Keuangan Desa (Siskeudes). Namun, mulai tahun ini pencairan tidak lagi menggunakan sistem kolektif atau tanggung renteng.</p>
<p data-start="1529" data-end="1645">“Tidak lagi kolektif. Kalau sebagian besar desa sudah selesai, tidak perlu menunggu desa lain yang belum,” tegasnya.</p>
<p data-start="1647" data-end="1818">Berdasarkan data DPMD per 15 Januari 2026, sebanyak 206 desa telah menginput APBDes ke Siskeudes. Tiga desa lainnya menyusul menyelesaikan penginputan pada hari yang sama.</p>
<p data-start="1820" data-end="2068">Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Bondowoso, Taufan Restuanto, memastikan alokasi anggaran Siltap dan iuran BPJS Kesehatan perangkat desa tetap aman meski terdapat kebijakan efisiensi anggaran.</p>
<p data-start="2070" data-end="2220">“Anggaran tidak berubah. Siltap sebesar Rp6,8 miliar dan iuran BPJS Kesehatan sekitar Rp111 juta per bulan untuk 209 desa di Bondowoso,” jelas Taufan.</p>
<p data-start="2222" data-end="2377">Menurutnya, kebijakan pembayaran Siltap secara bulanan merupakan bentuk komitmen Bupati Bondowoso sekaligus realisasi janji kampanye kepada perangkat desa.</p>
<p data-start="2379" data-end="2561">“Mulai 2026, penghasilan perangkat desa dibayarkan sesuai bulan berjalan. Dengan begitu, tidak ada lagi alasan pelayanan desa terganggu karena hak perangkat belum diterima,” ujarnya. <strong>(*)</strong></p>
<p data-start="2379" data-end="2561"><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Akses Dipermudah, Dispendukcapil Bondowoso Dorong Desentralisasi Layanan KTP Elektronik</title>
<link>https://suarajatimpost.com/akses-dipermudah-dispendukcapil-bondowoso-dorong-desentralisasi-layanan-ktp-elektronik</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/akses-dipermudah-dispendukcapil-bondowoso-dorong-desentralisasi-layanan-ktp-elektronik</guid>
<description><![CDATA[ Pemerintah Kabupaten Bondowoso menyiapkan desentralisasi layanan pencetakan KTP-el ke tingkat kecamatan mulai 2026. Langkah ini bertujuan mendekatkan pelayanan publik kepada masyarakat, mempercepat proses administrasi, serta mengurangi antrean di Kantor Dispendukcapil. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202601/image_870x580_696e2c6cc7ca0.webp" length="30350" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 19 Jan 2026 21:00:31 +0700</pubDate>
<dc:creator>Rizqi Ardian</dc:creator>
<media:keywords>adminduk, KTP, IKD, Dispenduk, layanan, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p data-start="194" data-end="503"><strong data-start="194" data-end="214">BONDOWOSO, SJP –</strong> Upaya mendekatkan layanan administrasi kependudukan kepada masyarakat terus dimatangkan Pemerintah Kabupaten Bondowoso. Salah satunya melalui rencana desentralisasi layanan pencetakan Kartu Tanda Penduduk elektronik (KTP-el) ke tingkat kecamatan yang ditargetkan mulai berjalan pada 2026.</p>
<p data-start="505" data-end="831">Langkah tersebut dinilai sebagai terobosan pelayanan publik agar warga tidak lagi bergantung penuh pada layanan terpusat di Kantor Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil). Pemerintah daerah bersama DPRD Bondowoso kini memetakan kesiapan kecamatan, mulai dari infrastruktur, perangkat, hingga sumber daya manusia.</p>
<p data-start="833" data-end="1095">Sekretaris Komisi I DPRD Bondowoso, Masdidik, menegaskan, pelayanan kependudukan harus hadir lebih dekat dengan masyarakat. Namun, ia mengingatkan agar kebijakan desentralisasi layanan tetap disiapkan secara matang agar tidak menurunkan kualitas pelayanan.</p>
<p data-start="1097" data-end="1313">“Tujuan utamanya adalah memudahkan masyarakat. Tapi pelaksanaannya harus disesuaikan dengan kondisi di masing-masing kecamatan. Jangan sampai niat mendekatkan layanan justru menimbulkan kendala baru,” ujarnya usai rapat kerja, Senin (19/1/2026).</p>
<p data-start="1315" data-end="1517">Saat ini, seluruh kecamatan di Bondowoso telah melayani perekaman KTP-el. Namun, proses pencetakan masih terpusat di Dispendukcapil, yang kerap memicu antrean panjang, terutama pada periode layanan tinggi.</p>
<p data-start="1519" data-end="1714">Kepala Dispendukcapil Bondowoso, Ghozal Rawan, menyebut, pencetakan KTP-el membutuhkan dukungan teknis yang memadai. Mulai dari bahan baku khusus hingga perangkat keras yang memenuhi standar nasional.</p>
<p data-start="1716" data-end="1917">“Pencetakan KTP itu bukan sekadar soal alat, tetapi juga soal ketepatan data dan keamanan. Karena itu, kesiapan teknis di kecamatan harus benar-benar dipastikan sebelum layanan ini dibuka,” kata Ghozal yang juga menjabat Plt Kepala Dinas Kominfo ini.</p>
<p data-start="1919" data-end="2167">Meski demikian, ia menegaskan bahwa arah kebijakan pelayanan kependudukan nantinya adalah desentralisasi layanan. Pencetakan KTP-el di kecamatan akan diterapkan secara bertahap, seiring dengan kesiapan sarana dan prasarana di masing-masing wilayah.</p>
<p data-start="2169" data-end="2395">“Pelayanan harus semakin dekat dengan masyarakat. Ketika kecamatan sudah siap, warga tidak perlu lagi jauh-jauh datang ke Dispendukcapil. Ini sekaligus untuk mengurai antrean dan meningkatkan kualitas pelayanan publik,” tegasnya.</p>
<p data-start="2397" data-end="2665">Dengan pemerataan layanan hingga tingkat kecamatan, Pemkab Bondowoso berharap akses masyarakat terhadap administrasi kependudukan menjadi lebih cepat, mudah, dan efisien.</p>
<p data-start="2397" data-end="2665">"Layanan ini sekaligus memperkuat kehadiran negara dalam pelayanan dasar di tingkat paling dekat dengan warga," pungkasnya. <strong>(*)</strong></p>
<p data-start="2397" data-end="2665"><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Kominfo Bondowoso Dorong SPBE dan Layanan Publik Berbasis Digital</title>
<link>https://suarajatimpost.com/kominfo-bondowoso-dorong-spbe-dan-layanan-publik-berbasis-digital</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/kominfo-bondowoso-dorong-spbe-dan-layanan-publik-berbasis-digital</guid>
<description><![CDATA[ Pemerintah Kabupaten Bondowoso menegaskan Dinas Kominfo sebagai corong resmi informasi publik. Seluruh OPD diminta memahami indikator kinerja dan visi daerah, dengan fokus capaian outcome serta penguatan pemerintahan digital melalui SPBE pada 2026. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202601/image_870x580_696e22ab67009.webp" length="33072" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 19 Jan 2026 20:21:53 +0700</pubDate>
<dc:creator>Rizqi Ardian</dc:creator>
<media:keywords>kominfo, website, hoaks, suarajatimpost, inovasi, SPBE, DPRD</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p data-start="148" data-end="386"><strong data-start="148" data-end="168">BONDOWOSO, SJP –</strong> Pemerintah Kabupaten Bondowoso menegaskan peran Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) sebagai corong resmi pemerintah daerah dalam menyampaikan informasi publik yang valid dan bersumber dari kebijakan pemerintah.</p>
<p data-start="388" data-end="632">Plt Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Bondowoso, Ghozal Rawan, mengatakan, seluruh informasi resmi pemerintah daerah harus terpusat melalui Kominfo agar masyarakat memperoleh informasi yang akurat dan dapat dipertanggungjawabkan.</p>
<p data-start="634" data-end="836">“Kominfo adalah pintu utama informasi pemerintah daerah. Semua informasi yang valid dan bersumber dari kebijakan pemerintah harus disampaikan melalui Kominfo,” ujar Ghozal, usai rapat kerja bersama Komisi I DPRD Bondowoso, Senin (19/1/2026).</p>
<p data-start="838" data-end="1124">Selain fungsi komunikasi publik, Ghozal menekankan pentingnya pemahaman indikator kinerja utama di setiap Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Menurutnya, pemahaman tersebut harus dimiliki seluruh personel sebelum masuk pada indikator kinerja individu dan Sasaran Penilaian Kinerja (SPK).</p>
<p data-start="1126" data-end="1310">“Setiap aparatur harus paham peran dan tugasnya di OPD masing-masing. Jangan sampai ada pegawai yang tidak tahu apa yang harus dikerjakan dan ke mana arah tujuan organisasi,” tegas Ghozal yang juga menjabat sebagai Kepala Dispendukcapil Bondowoso ini di ruang kerjanya.</p>
<p data-start="1312" data-end="1573">Ia menambahkan, visi dan misi pemerintah daerah harus dipahami secara menyeluruh, tidak hanya oleh pimpinan, tetapi juga seluruh aparatur di perangkat daerah. Hal ini penting agar pelaksanaan program berjalan searah dengan tujuan dan sasaran pembangunan daerah.</p>
<p data-start="1575" data-end="1822">Lebih lanjut, Ghozal menyampaikan arahan Sekretaris Daerah Kabupaten Bondowoso agar tahun 2026 menjadi momentum semangat dan inovasi baru dalam penyelenggaraan pemerintahan, dengan penekanan pada capaian <em data-start="1779" data-end="1788">outcome</em>, bukan sekadar <em data-start="1804" data-end="1812">output</em> kegiatan.</p>
<p data-start="1824" data-end="1920">“Keberhasilan program harus diukur dari dampak dan manfaat yang dirasakan masyarakat,” jelas mantan Kepala Bagian Umum Sekretariat Daerah Kabupaten Bondowoso ini.</p>
<p data-start="1922" data-end="2164">Terkait rapat kerja dan kunjungan kerja Komisi I DPRD, ia menyebut agenda tersebut membahas evaluasi capaian kinerja tahun 2025 serta perencanaan program dan anggaran tahun 2026, termasuk strategi pencapaian target kinerja di tengah efisiensi anggaran.</p>
<p data-start="2166" data-end="2370">Dalam kesempatan itu, Ghozal juga menegaskan komitmen Pemkab Bondowoso untuk memperkuat transformasi pemerintahan digital melalui Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) dengan sinergi seluruh OPD.</p>
<p data-start="2372" data-end="2482">“Fokus ke depan adalah penguatan pemerintahan digital yang didukung layanan publik berbasis digital,” katanya.</p>
<p data-start="2484" data-end="2741">Sebagai contoh, ia menyebut penerapan bantuan sosial berbasis data seperti yang dilakukan di Kabupaten Banyuwangi sebagai proyek percontohan.</p>
<p data-start="2484" data-end="2741">"Kami harap Banyuwangi dapat menjadi referensi bagi Bondowoso dalam meningkatkan kualitas layanan publik berbasis digital," harapnya. <strong>(*)</strong></p>
<p data-start="2484" data-end="2741"><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Breaking News! KPK Tangkap Wali Kota Madiun Terkait Dugaan Fee Proyek</title>
<link>https://suarajatimpost.com/breaking-news-kpk-tangkap-wali-kota-madiun-terkait-dugaan-fee-proyek</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/breaking-news-kpk-tangkap-wali-kota-madiun-terkait-dugaan-fee-proyek</guid>
<description><![CDATA[ KPK menggelar OTT di Kota Madiun dan mengamankan 15 orang, termasuk Wali Kota Maidi. Sembilan orang dibawa ke Jakarta. OTT diduga terkait fee proyek dan dana CSR, dengan barang bukti uang ratusan juta rupiah. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202601/image_870x580_696e19363b802.webp" length="20474" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 19 Jan 2026 18:47:14 +0700</pubDate>
<dc:creator>Rizqi Ardian</dc:creator>
<media:keywords>KPK, kOrupsi, Pemkab, Kota Madiun, CSR, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p data-start="181" data-end="454"><strong data-start="181" data-end="198">MADIUN, SJP –</strong> Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali melakukan operasi tangkap tangan (OTT) di wilayah Jawa Timur. Kali ini, operasi senyap tersebut digelar di Kota Madiun, Senin (19/1/2026), dengan mengamankan sedikitnya 15 orang, termasuk Wali Kota Madiun, Maidi.</p>
<p data-start="456" data-end="636">Juru Bicara KPK Budi Prasetyo membenarkan adanya kegiatan penindakan tersebut. Ia menjelaskan bahwa OTT dilakukan dalam rangka penyelidikan tertutup yang berlangsung pada hari ini.</p>
<p data-start="638" data-end="836">“Benar, hari ini Senin (19/1/2026), tim sedang melakukan kegiatan penyelidikan tertutup dengan mengamankan sejumlah 15 orang di wilayah Madiun, Jawa Timur,” ujar Budi dalam keterangannya resminya yang dikirimkan kepada redaksi suarajatimpost.com.</p>
<p data-start="838" data-end="998">Dari total 15 orang yang diamankan, KPK membawa sembilan orang ke Jakarta untuk menjalani pemeriksaan lanjutan. Termasuk, orang nomor satu di Kota Madiun.</p>
<p data-start="1000" data-end="1144">“Selanjutnya sembilan orang di antaranya dibawa ke Jakarta untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut. Salah satunya Wali Kota Madiun,” kata Budi.</p>
<p data-start="1146" data-end="1346">Selain mengamankan sejumlah pihak, tim KPK juga menyita barang bukti berupa uang tunai dengan nilai ratusan juta rupiah. Barang bukti tersebut kini diamankan untuk kepentingan penyidikan lebih lanjut.</p>
<p data-start="1146" data-end="1346">"Kami juga mengamankan barang bukti dalam bentuk uang tunai senilai ratusan juta rupiah," ungkap Budi melalui pesan WhatsApp kepada suarajatimpost.com.</p>
<p data-start="1348" data-end="1521">Budi Prasetyo juga mengungkap, tangkap tangan orang nomor di kota berjuluk 'Kota Pendekar' ini diduga karena praktik fee proyek serta pengelolaan dana corporate social responsibility (CSR) di wilayah Kota Madiun.</p>
<p data-start="1348" data-end="1521">"OTT ini diduga terkait dengan fee proyek dan dana CSR di wilayah Kota Madiun," jelasnya mempertegas dugaan penangkapan. </p>
<p data-start="1523" data-end="1833">Saat ini, sembilan orang yang terjaring OTT masih dalam perjalanan menuju Gedung Merah Putih KPK di Kuningan, Jakarta Selatan.</p>
<p data-start="1523" data-end="1833">Sesuai prosedur hukum, KPK memiliki waktu 1x24 jam untuk menentukan status hukum pihak-pihak yang diamankan, termasuk menetapkan tersangka dan konstruksi perkara yang menjerat mereka. <strong>(*)</strong></p>
<p data-start="1523" data-end="1833"><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Jelang Panen Jagung, Dinas BSBK Bondowoso Percepat Penanganan Jembatan Penghubung Wonoboyo &amp; Leprak</title>
<link>https://suarajatimpost.com/jelang-panen-jagung-dinas-bsbk-bondowoso-percepat-penanganan-jembatan-penghubung-wonoboyo-leprak</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/jelang-panen-jagung-dinas-bsbk-bondowoso-percepat-penanganan-jembatan-penghubung-wonoboyo-leprak</guid>
<description><![CDATA[ Jembatan penghubung Wonoboyo–Gondosari ditangani secara darurat menggunakan bronjong sambil menunggu perbaikan permanen melalui APBD perubahan. Ditargetkan 2 pekan sudah bisa dilalui roda empat. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202601/image_870x580_696a34097b310.webp" length="134696" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Fri, 16 Jan 2026 19:58:29 +0700</pubDate>
<dc:creator>Rizqi Ardian</dc:creator>
<media:keywords>bencana, angin, banjir, longsor, puting beliung, BPBD, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p data-start="156" data-end="411"><strong data-start="156" data-end="174">BONDOWOSO, SJP</strong> – Pemerintah Kabupaten Bondowoso melalui Dinas Bina Marga, Sumber Daya Air, dan Bina Konstruksi (BSBK) mulai melakukan penanganan darurat terhadap jembatan penghubung Desa Wonoboyo -  Leprak Kecamatan Klabang, yang ambruk diterjang banjir beberapa waktu lalu. </p>
<p data-start="413" data-end="693">Plt Kepala Dinas BSBK Bondowoso, Ansori, mengatakan, penanganan darurat telah dimulai sejak Kamis (15/1/2026), setelah dilakukan rapat koordinasi pada Rabu, (14/1/2026). Langkah cepat ini dilakukan untuk memastikan akses masyarakat tetap bisa dilalui, khususnya kendaraan roda empat.</p>
<p data-start="695" data-end="876">“Untuk penanganan darurat sudah kita mulai kemarin. Sementara ini kita gunakan bronjong dan besi <em>existing</em> yang ada,” kata Ansori saat dikonfirmasi suarajatimpost, Jumat (16/1/2026).</p>
<p data-start="878" data-end="1137">Menurutnya, penanganan darurat tersebut bersifat sementara sambil menunggu perencanaan jangka panjang. Estimasi anggaran untuk perbaikan permanen masih dalam tahap perhitungan dan akan diusulkan melalui Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (P-APBD).</p>
<p data-start="1139" data-end="1281">“Estimasi anggaran masih dihitung oleh teman-teman karena baru dilakukan survei. Nanti anggarannya kita masukkan di APBD perubahan,” jelasnya.</p>
<p data-start="1283" data-end="1549">Ansori menegaskan, penanganan darurat ini penting agar warga tidak harus memutar jauh. Jika jembatan tidak segera ditangani, masyarakat Desa Wonoboyo yang hendak menuju Bondowoso terpaksa harus melalui jalur Kabupaten Situbondo, yang jaraknya jauh dan memakan waktu hingga 2-3 jam</p>
<p data-start="1551" data-end="1671">“Kalau tidak ditangani cepat, warga harus memutar lewat Situbondo, lewat Desa Rajekwesi Kecamatan kendit. Itu yang kita hindari,” ujarnya.</p>
<p data-start="1673" data-end="1897">Ia juga menyampaikan bahwa pihaknya telah berkoordinasi dengan Kepala Desa Wonoboyo dan Penjabat Kepala Desa Leprak serta Camat Klabang, mengingat jembatan tersebut menjadi akses vital antarwilayah, terlebih menjelang musim panen jagung.</p>
<p data-start="1899" data-end="2100">Untuk jangka panjang, Pemkab Bondowoso berencana melakukan penggantian struktur jembatan secara menyeluruh. Pasalnya, kondisi jembatan yang ada sudah tidak memungkinkan hanya diperbaiki secara parsial.</p>
<p data-start="2102" data-end="2283">“Ke depan, setelah penanganan darurat, akan kita lakukan penggantian jembatan. Struktur lama sudah longsor, jadi nanti kemungkinan menggunakan struktur yang berbeda,” terang Ansori.</p>
<p data-start="2285" data-end="2446">Terkait kapan jembatan bisa kembali dilalui kendaraan roda empat, Ansori memperkirakan membutuhkan waktu sekitar dua hingga tiga minggu sejak pengerjaan dimulai.</p>
<p data-start="2448" data-end="2587">“Material besok sudah mulai diturunkan ke lokasi. Perkiraannya dua sampai tiga minggu jembatan sudah bisa dilewati roda empat,” pungkasnya. <strong>(*)</strong></p>
<p data-start="2448" data-end="2587"><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Peran Ahli Gizi Jadi Kunci Keamanan MBG di Bondowoso</title>
<link>https://suarajatimpost.com/peran-ahli-gizi-jadi-kunci-keamanan-mbg-di-bondowoso</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/peran-ahli-gizi-jadi-kunci-keamanan-mbg-di-bondowoso</guid>
<description><![CDATA[ Pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis di Dapur SPPG Sumberkalong Bondowoso dikawal langsung oleh Ahli Gizi. Pengawasan ketat terhadap menu, takaran gizi, dan kebersihan dilakukan untuk mengantisipasi keracunan MBG. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202601/image_870x580_696a23866f21f.webp" length="36686" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Fri, 16 Jan 2026 18:18:13 +0700</pubDate>
<dc:creator>Rizqi Ardian</dc:creator>
<media:keywords>MBG, Kodim 0822, SPPG, Suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p data-start="187" data-end="547"><strong data-start="187" data-end="205">BONDOWOSO, SJP</strong> – Badan Gizi Nasional (BGN) telah menetapkan petunjuk teknis (juknis) dan standarisasi sebagai acuan pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di seluruh daerah. Pedoman tersebut menjadi rujukan utama untuk memastikan makanan yang disalurkan kepada penerima manfaat tidak hanya mengenyangkan, tetapi juga aman dan sesuai kebutuhan gizi.</p>
<p data-start="549" data-end="788">Di tengah maraknya kasus dugaan keracunan MBG di sejumlah wilayah, peran Ahli Gizi di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) menjadi kunci dalam mengantisipasi risiko tersebut, mulai dari perencanaan menu hingga pengawasan keamanan pangan.</p>
<p data-start="790" data-end="1075">Dapur SPPG Sumberkalong yang berlokasi di Desa Sumberkalong, Kecamatan Wonosari, Kabupaten Bondowoso, di bawah naungan Yayasan Al-Furqon Pejagan, memastikan pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis telah berjalan sesuai juknis dan standarisasi yang ditetapkan oleh Badan Gizi Nasional.</p>
<p data-start="1077" data-end="1299">Ahli Gizi Dapur SPPG Sumberkalong, Feby Andriyanti, menegaskan, seluruh tahapan penyaluran MBG dikawal langsung oleh tenaga ahli gizi untuk mencegah potensi gangguan kesehatan, termasuk keracunan makanan.</p>
<p data-start="1301" data-end="1484">“Kami memastikan Program Makan Bergizi Gratis dijalankan sesuai juknis dan standar Badan Gizi Nasional, baik dari sisi takaran gizi maupun keamanan pangan,” ujarnya, dikonfirmasi melalui sambungan telepon, pada Jumat (16/1/2026).</p>
<p data-start="1486" data-end="1711">Menurut Feby, setiap menu MBG disusun berdasarkan standar porsi dan prinsip gizi seimbang yang telah ditetapkan, sehingga makanan yang disajikan sesuai dengan kebutuhan energi dan zat gizi penerima manfaat, khususnya pelajar.</p>
<p data-start="1713" data-end="1933">“Menu tidak disusun sembarangan. Semua dihitung berdasarkan kebutuhan energi, protein, lemak, karbohidrat, dan serat. Ini penting agar siswa tidak hanya kenyang, tetapi juga mendapatkan asupan gizi yang tepat,” jelasnya.</p>
<p data-start="1935" data-end="2230">Ia menambahkan, penerapan juknis BGN mencakup seluruh proses, mulai dari perencanaan menu, pemilihan bahan pangan, pengolahan, hingga penyajian makanan. Seluruh tahapan tersebut dilakukan dengan perhitungan gizi yang terukur dan pengawasan ketat terhadap kebersihan serta keamanan bahan makanan.</p>
<p data-start="2232" data-end="2442">“Peran Ahli Gizi sangat penting untuk memastikan bahan pangan layak konsumsi, proses pengolahan higienis, dan porsi sesuai standar. Ini menjadi langkah antisipatif agar tidak terjadi keracunan MBG,” tegas Feby.</p>
<p data-start="2444" data-end="2614">Lebih lanjut, ia menyebut kepatuhan terhadap juknis dan standarisasi BGN merupakan bagian dari upaya menjaga kualitas layanan serta melindungi kesehatan penerima manfaat.</p>
<p data-start="2616" data-end="2782">“Dengan mengikuti pedoman yang ada, kami berupaya menjaga mutu, keamanan pangan, dan memastikan tujuan Program Makan Bergizi Gratis benar-benar tercapai,” pungkasnya.</p>
<p data-start="2784" data-end="3072">Melalui penerapan juknis dan standarisasi Badan Gizi Nasional serta pengawasan ketat oleh Ahli Gizi, Dapur SPPG Sumberkalong berkomitmen mendukung keberhasilan Program Makan Bergizi Gratis sebagai program strategis nasional dalam meningkatkan status gizi dan kualitas sumber daya manusia. <strong>(*)</strong></p>
<p data-start="2784" data-end="3072"><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Angin Kencang di Wringin Bondowoso Robohkan Pohon Pete dan Lukai Pengendara</title>
<link>https://suarajatimpost.com/angin-kencang-di-wringin-bondowoso-robohkan-pohon-pete-dan-lukai-pengendara</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/angin-kencang-di-wringin-bondowoso-robohkan-pohon-pete-dan-lukai-pengendara</guid>
<description><![CDATA[ Angin kencang menyebabkan pohon pete tumbang di Kecamatan Wringin, Bondowoso. Akses jalan sempat tertutup total dan tiga pengendara dari satu keluarga mengalami luka. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202601/image_870x580_696a21016f017.webp" length="85066" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Fri, 16 Jan 2026 17:47:18 +0700</pubDate>
<dc:creator>Rizqi Ardian</dc:creator>
<media:keywords>bencana, angin, banjir, longsor, puting beliung, BPBD, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p data-start="234" data-end="536"><strong data-start="234" data-end="247">BONDOWOSO, SJP</strong> – Hujan disertai angin kencang yang melanda wilayah Kecamatan Wringin, Kabupaten Bondowoso, Jumat (16/1/2026) sore, nyaris merenggut nyawa satu keluarga. Sebuah pohon pete berukuran besar tumbang dan menimpa pengendara sepeda motor yang melintas di Jalan Raya Wringin, Desa Sumber Malang.</p>
<p data-start="538" data-end="841">Peristiwa itu terjadi sekira pukul 14.30 WIB. Sepasang suami istri bersama anak perempuannya tengah melintas menggunakan sepeda motor akan pergi ke pondok pesantren di Kecamatan Wringin, tiba-tiba pohon di tepi jalan roboh dan menutup seluruh badan jalan. Selain sepeda motor, sebuah mobil pikap Chevrolet yang berada di lokasi juga ikut tertimpa.</p>
<p data-start="843" data-end="1191">Akibat kejadian tersebut, Kasno (42) mengalami luka cukup serius berupa dislokasi bahu kanan dan luka robek di kaki kanan. Sementara istrinya, Murni Antika (28), mengalami memar di paha kanan, dan sang anak, Humaira Abidah Najma, mengalami luka lecet di lengan kiri. Ketiganya segera dilarikan ke Puskesmas terdekat untuk mendapatkan perawatan medis.</p>
<p data-start="1193" data-end="1404">Plt Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Kabupaten Bondowoso, Kristianto Putro Prasojo, membenarkan kejadian tersebut. Ia mengatakan, pihaknya bergerak cepat setelah menerima laporan warga melalui pesan WhatsApp.</p>
<p data-start="1406" data-end="1618">“Begitu laporan masuk, tim BPBD langsung menuju lokasi untuk melakukan asesmen dan penanganan awal. Alhamdulillah tidak ada korban jiwa, meski satu korban mengalami luka berat,” ujar Kristianto saat dikonfirmasi.</p>
<p data-start="1620" data-end="1855">Menurutnya, tumbangnya pohon disebabkan kondisi cuaca ekstrem yang ditandai hujan dan angin kencang di wilayah tersebut. Ia mengimbau masyarakat agar lebih waspada, terutama saat melintas di jalur yang banyak ditumbuhi pepohonan besar.</p>
<p data-start="1857" data-end="2072">“Cuaca saat ini masih tidak menentu. Kami mengimbau warga untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama saat hujan dan angin kencang. Jika melihat pohon rawan tumbang, segera laporkan ke aparat desa atau BPBD,” tegasnya.</p>
<p data-start="2074" data-end="2285">Proses evakuasi pohon tumbang dilakukan secara gotong royong oleh petugas BPBD, pemerintah desa, dan warga setempat. Akses jalan yang sempat tertutup total akhirnya dapat kembali dilalui sekitar pukul 15.00 WIB.</p>
<p data-start="2287" data-end="2482">Plt Kalaksa BPBD memastikan, hingga sore hari kondisi wilayah Kabupaten Bondowoso terpantau aman dan terkendali. Setelah mendapatkan perawatan medis, seluruh korban telah diperbolehkan pulang ke rumah.</p>
<p data-start="2484" data-end="2593">“Situasi terakhir terpantau aman dan kondusif. Kami tetap siaga dan memantau perkembangan cuaca,” pungkasnya. <strong>(*)</strong></p>
<p data-start="2484" data-end="2593"><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>LT Beauty Skin WSC 2 in 1 Ditarik Sementara, Owner Sampaikan Permohonan Maaf</title>
<link>https://suarajatimpost.com/lt-beauty-skin-wsc-2-in-1-ditarik-sementara-owner-sampaikan-permohonan-maaf-29109</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/lt-beauty-skin-wsc-2-in-1-ditarik-sementara-owner-sampaikan-permohonan-maaf-29109</guid>
<description><![CDATA[ Dalam klarifikasi resmi tertulis yang ditandatangani di Bondowoso pada 26 Desember 2025, Lita mengakui adanya kekeliruan dalam pengelolaan produk LT Beauty Skin WSC 2 in 1. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202601/image_870x580_6968c6d7afed6.webp" length="12388" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 15 Jan 2026 17:58:35 +0700</pubDate>
<dc:creator>Rizqi Ardian</dc:creator>
<media:keywords>lifestyle, kecantikan, skincare, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>BONDOWOSO, SJP – </strong>Owner LT Beauty Skin WSC 2 in 1, Lita Talita, menyampaikan permohonan maaf secara terbuka kepada seluruh agen, reseller, dan konsumen menyusul kegaduhan yang mencuat dalam beberapa hari terakhir terkait peredaran produknya di pasaran.</p>
<p>Dalam klarifikasi resmi tertulis yang ditandatangani di Bondowoso pada 26 Desember 2025, Lita mengakui adanya kekeliruan dalam pengelolaan produk LT Beauty Skin WSC 2 in 1. Ia menyatakan bertanggung jawab penuh atas polemik yang terjadi dan berkomitmen melakukan evaluasi serta pembenahan menyeluruh.</p>
<p>“Kami menyadari adanya kekeliruan pada produk yang beredar. Untuk itu, kami berkomitmen melakukan evaluasi dan perbaikan secara menyeluruh agar kualitas dan keamanan produk ke depan menjadi lebih baik,” ujar Lita dalam pernyataannya, Kamis (26/12/2025).</p>
<p>Sebagai langkah preventif dan bentuk tanggung jawab terhadap perlindungan konsumen, pihak LT Beauty Skin memutuskan menarik dan menghentikan sementara peredaran produk LT Beauty Skin WSC 2 in 1 dengan nomor izin edar NA18230102345, terhitung sejak 26 Desember 2025.</p>
<p>“Penarikan sementara ini kami lakukan setelah diketahui adanya potensi permasalahan pada produk yang beredar,” jelasnya.</p>
<p>Sementara itu, berdasarkan surat pemberitahuan pembatalan izin edar, tertanggal 26 Desember 2025 PT Skinsol Kosmetik Industri selaku penyedia jasa maklon menyampaikan sejumlah penegasan penting. Dalam dokumen tersebut disebutkan bahwa PT Skinsol Kosmetik Industri telah mengirimkan Surat Pemberitahuan Pembatalan Nomor Izin Edar Produk LT Beauty Skin karena ditemukan pelanggaran atas penggunaan normor izin edar.</p>
<p>PT Skinsol Kosmetik Industri juga telah melayangkan somasi kepada LT beauty Skin dan menegaskan berbagai pelanggaran terutama penggunaan Nomor Izin Edar tanpa hak PT Skinsol Kosmetik Industri terhadap produk yang bukan bersumber dari PT Skinsol, termasuk keberatan atas penggunakan kop surat PT Skinsol karena faktanya tidak pernah mengetahui maupun memberikan izin penggunaan kop surat berjudul “Permohonan Maaf dan Penarikan Produk LT Beauty Skin” tertanggal 26 Desember 2025. Atas hal tersebut.</p>
<p>Selain itu, PT Skinsol Kosmetik Industri menegaskan bahwa sebagai perusahaan maklon kosmetik yang telah mengantongi sertifikasi CPKB (Cara Pembuatan Kosmetik yang Baik), pihaknya tidak pernah memproduksi produk yang mengandung merkuri atau bahan berbahaya lainnya. Sehingga jelas terkait produk LT Beauty Skin yang ditarik dan dibatalkan tersebut bukanlah produk yang diproduksi oleh PT Skinsol Kosmetik Industri.</p>
<p>Dalam somasi tersebut ditegaskan pula bahwa pencantuman Nomor Notifikasi Izin Edar PT Skinsol Kosmetik Industri dilakukan tanpa hak oleh pihak LT Beauty Skin.</p>
<p>Sebagai tindak lanjut dan kesadaran atas pelanggaran yang tercantum dalam somasi tersebut LT Beauty Skin akan melakukan pemenuhan atas seluruh tuntutan, termasuk menghentikan menggunakan Nomor izin edar dan pencantuman nama PT Skinsol Kosmetik Industri dalam seluruh materi publikasi dan promosi produknya.</p>
<p>Saat ini, LT Beauty Skin WSC 2 in 1 disebut tengah menjalani proses pembenahan internal dan peningkatan kualitas. Seluruh agen dan reseller diminta menghentikan sementara aktivitas penjualan hingga produk baru dinyatakan memenuhi standar dan resmi dirilis kembali.</p>
<p>“Kami kembali menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh konsumen, agen, dan reseller atas kelalaian yang terjadi. Ke depan, kami berkomitmen untuk lebih berhati-hati dan transparan dalam menjaga kualitas produk,” tutup Lita. <strong>(**)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Niat Penuhi Kebutuhan MBG, Supplier Susu di Bondowoso Jadi Korban Penipuan Online</title>
<link>https://suarajatimpost.com/niat-penuhi-kebutuhan-mbg-supplier-susu-di-bondowoso-jadi-korban-penipuan-online</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/niat-penuhi-kebutuhan-mbg-supplier-susu-di-bondowoso-jadi-korban-penipuan-online</guid>
<description><![CDATA[ Permintaan susu UHT untuk dapur SPPG meningkat jelang Ramadan. Namun upaya seorang supplier di Bondowoso justru berakhir penipuan, setelah truk pengiriman tiba dalam kondisi kosong. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202601/image_870x580_696748ba3c765.webp" length="99848" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 14 Jan 2026 15:20:17 +0700</pubDate>
<dc:creator>Rizqi Ardian</dc:creator>
<media:keywords>penipuan, online, Facebook, suarajatimpost, MBG, SPPG</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>BONDOWOSO, SJP —</strong> Menghadapi bulan Ramadan, Makan Bergizi Gratis (MBG) diproyeksikan akan disalurkan dalam bentuk keringan. Sehingga permintaan pasokan susu UHT untuk memenuhi permintaan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) kian meningkat.</p>
<p>Melihat peluang itu, salah seorang supplier susu UHT di Bondowoso berniat untuk mengatasi kelangkaan pasokan susu untuk SPPG di Kabupaten Bondowoso, dengan memesan susu UHT lewat marketplace media sosial Facebook.</p>
<p>Bukannya untung, Murofik, warga Kelurahan Nangkaan, Kecamatan Bondowoso, niatnya justru berujung petaka. Murofik diduga menjadi korban penipuan bermodus jual beli online dengan kerugian mencapai Rp75 juta.</p>
<p>Peristiwa tersebut bermula ketika Murofik berupaya mencari pasokan susu UHT merek Ultra dan Indomilk ukuran 125 ml dan 115 ml, lewat marketplace. Hal itu dilakukan karena susu yang biasa ia beli dari gudang distributor di Jember, sering kosong.</p>
<p>Melalui platform tersebut, Murofik menemukan sebuah akun yang menawarkan susu dengan harga berkisar antara Rp103 ribu hingga Rp108 ribu per karton. Harga itu dinilainya masih sesuai dengan harga pasar sehingga tidak menimbulkan kecurigaan.</p>
<p>“Makanya kami percaya, karena harganya standar, tidak lebih murah dari pasaran,” ujar Murofik, saat dikonfirmasi di lokasi transaksi di Dusun Congkrong Desa Taman, pada Rabu (14/1/2026).</p>
<p>Pria berkacamata ini menerangkan kronologinya, di mana komunikasi berlanjut melalui aplikasi WhatsApp. Murofik percaya, karena penjual mengaku mampu menyediakan hingga 1.000 karton susu dan menjanjikan pengiriman dalam waktu singkat.</p>
<p>"Sebagai syarat administrasi, saya diminta mengirimkan alamat pengiriman serta foto KTP," imbuhnya.</p>
<p>Pada sore hari, Selasa (13/1/2026) penjual menginformasikan bahwa barang telah dikirim. Bahkan untuk membuat Murofik percaya, si penjual juga secara berkala memberikan pembaruan posisi kendaraan pengangkut, mulai dari wilayah Semarang, Sidoarjo, Probolinggo, hingga memastikan truk akan tiba di Bondowoso sekira pukul 11.00 WIB.</p>
<p>Setibanya di lokasi, sopir menyerahkan nota transaksi dan mengaku bernama Abdul, sesuai dengan nama yang tercantum dalam kwitansi. Hal tersebut semakin meyakinkan korban.</p>
<p>“Saya sempat memastikan, saya tanya ini Pak Abdul, dan dia menjawab iya,” kata Murofik.</p>
<p>Saat korban hendak menurunkan barang, sopir meminta agar pembayaran diselesaikan terlebih dahulu. Pada saat bersamaan, sopir terlihat mondar-mandir sambil berkomunikasi melalui telepon. Dari sambungan telepon tersebut, penjual kembali mendesak agar pembayaran segera dilakukan.</p>
<p>“Saya sempat tanya lagi, ini benar susunya ya. Sopirnya juga menjawab iya,” ungkapnya.</p>
<p>Merasa tidak ada kejanggalan, Murofik akhirnya mentransfer uang sebesar Rp75 juta dari total nilai transaksi Rp99 juta ke rekening yang tertera dalam nota. Namun, setelah pintu bak truk dibuka, korban mendapati kenyataan pahit. Truk tersebut ternyata kosong tanpa muatan satu karton susu pun.</p>
<p>“Begitu pintu dibuka, truknya kosong. Tidak ada apa-apa,” tuturnya.</p>
<p>Korban kemudian mencoba menghubungi nomor penjual, namun seluruh akses komunikasi telah terputus. Nomor tersebut diketahui telah memblokir korban. </p>
<p>Murofik mengaku, peristiwa ini merupakan pengalaman pertamanya melakukan transaksi pembelian susu melalui perantara online. Selama ini, ia selalu bertransaksi langsung dengan distributor resmi.</p>
<p>Ia juga menyampaikan bahwa dana yang ditransfer bukan berasal dari uang pribadi, melainkan hasil pinjaman yang terpaksa ia cari untuk menalangi pembelian tersebut. Susu itu sejatinya akan didistribusikan ke dapur-dapur SPPG di Bondowoso yang selama ini mengalami kekurangan pasokan.</p>
<p>“Kami ini niatnya ingin menyetok susu supaya dapur-dapur SPPG tidak keteteran lagi,” pungkasnya.</p>
<p>Saat ini truk tanpa muatan diamankan di Mapolsek Grujugan. Namun Kapolsek enggan memberikan komentar, karena masih dalam proses pembuatan laporan dugaan penipuan. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor: Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Jembatan Ambruk, Petani Wonoboyo Bondowoso Terancam Jual Hasil Panen ke Situbondo</title>
<link>https://suarajatimpost.com/jembatan-ambruk-petani-wonoboyo-bondowoso-terancam-jual-hasil-panen-ke-situbondo</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/jembatan-ambruk-petani-wonoboyo-bondowoso-terancam-jual-hasil-panen-ke-situbondo</guid>
<description><![CDATA[ Ambruknya jembatan Wonoboyo–Leprak berdampak serius pada ekonomi warga, khususnya petani jagung. Warga bergotong royong membangun jembatan darurat, sementara pemerintah daerah didesak segera melakukan penanganan agar distribusi hasil panen tidak terhambat. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202601/image_870x580_696713c5424b9.webp" length="90790" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 14 Jan 2026 13:00:00 +0700</pubDate>
<dc:creator>Rizqi Ardian</dc:creator>
<media:keywords>bencana, angin, banjir, tanah longsor, puting beliung, BPBD, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>BONDOWOSO, SJP –</strong> Ambruknya jembatan penghubung Desa Wonoboyo dan Desa Leprak tidak hanya memutus akses transportasi warga, namun juga mulai berdampak serius terhadap aktivitas ekonomi masyarakat, khususnya para petani jagung yang sebentar lagi memasuki masa panen.</p>
<p>Saat ini, Warga Desa Wonoboyo bersama warga Desa Leprak, Kecamatan Klabang, bergotong royong membangun jembatan sementara dari material kayu. Jembatan darurat tersebut menjadi satu-satunya akses alternatif menuju wilayah Kabupaten Bondowoso setelah jembatan utama runtuh diterjang banjir.</p>
<p>Namun, keterbatasan daya dukung jembatan sementara membuat akses tersebut hanya bisa dilalui kendaraan roda dua. Kondisi ini menjadi kekhawatiran tersendiri bagi petani, mengingat hasil panen jagung membutuhkan kendaraan roda empat untuk distribusi dalam jumlah besar.</p>
<p>Kepala Desa Wonoboyo Hj Tubaini mengungkapkan, apabila kondisi ini terus berlarut, besar kemungkinan hasil panen jagung warga tidak akan dijual ke Bondowoso, melainkan ke wilayah Kabupaten Situbondo.</p>
<p>“Karena akses satu-satunya menuju Bondowoso untuk kendaraan roda empat harus memutar lewat Desa Rajekwesi Kecamatan Kendit Kabupaten Situbondo. Jarak tempuhnya bisa mencapai 2,5 sampai 3 jam, dengan kondisi jalan yang juga rusak,” ujarnya, Rabu (14/1/2026).</p>
<p>Menurutnya, waktu tempuh normal menuju Bondowoso yang biasanya relatif singkat kini membengkak hingga satu setengah jam hanya untuk mencapai jalur alternatif di Situbondo. Hal ini dinilai tidak efisien dan menambah biaya operasional petani.</p>
<p>“Kami khawatir petani akan memilih menjual jagung ke Situbondo karena lebih realistis secara akses, meskipun harga jual bisa berbeda. Ini tentu merugikan warga Wonoboyo,” tambahnya.</p>
<p>Atas kondisi tersebut, Kepala Desa Wonoboyo mewakili masyarakat berharap agar pemerintah daerah segera mengintervensi melalui anggaran Belanja Tidak Terduga (BTT) guna penanganan darurat jembatan.</p>
<p>“Kami berharap jembatan ini segera ditangani melalui anggaran BTT, agar warga yang sebentar lagi panen jagung bisa kembali menjual hasil panennya ke Bondowoso,” tegasnya.</p>
<p>Sementara itu, Plt Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Bondowoso, Kristanto Putro Prasojo, dalam keterangan resminya menegaskan pihaknya telah melakukan asesmen dan melaporkan kondisi tersebut kepada pimpinan serta OPD terkait untuk ditindaklanjuti.</p>
<p>“Kami memahami dampak sosial dan ekonomi yang dirasakan masyarakat. Saat ini BPBD telah melakukan pengamanan lokasi, asesmen, dan koordinasi lintas sektor untuk langkah penanganan selanjutnya,” kata Kristanto.</p>
<p>Ia juga mengimbau masyarakat tetap berhati-hati saat melintasi jembatan darurat, terutama saat hujan turun, karena kondisi tanah di sekitar sungai masih rawan tergerus.</p>
<p>“Keselamatan warga tetap menjadi prioritas utama sambil menunggu penanganan lebih lanjut dari pemerintah daerah,” pungkasnya. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor: Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Jembatan Penghubung Dua Desa di Bondowoso Ambruk Diterjang Banjir, Warga Kompak Bangun Jembatan Darurat</title>
<link>https://suarajatimpost.com/jembatan-penghubung-dua-desa-di-bondowoso-ambruk-diterjang-banjir-warga-kompak-bangun-jembatan-darurat</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/jembatan-penghubung-dua-desa-di-bondowoso-ambruk-diterjang-banjir-warga-kompak-bangun-jembatan-darurat</guid>
<description><![CDATA[ Ambruknya jembatan antar Desa Wonoboyo dan Leprak di Kecamatan Klabang memutus akses utama warga. Tak menunggu lama, warga Leprak dan Wonoboyo kompak membangun jembatan darurat sambil menanti penanganan lanjutan dari pemerintah daerah. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202601/image_870x580_69670a074c2b9.webp" length="70200" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 14 Jan 2026 11:00:22 +0700</pubDate>
<dc:creator>Rizqi Ardian</dc:creator>
<media:keywords>bencana, angin, banjir, tanah longsor, puting beliung, BPBD, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>BONDOWOSO, SJP – </strong>Hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah Kecamatan Klabang, Kabupaten Bondowoso, Selasa (13/1/2026) sore, mengakibatkan jembatan penghubung antara Desa Leprak dan Desa Wonoboyo ambruk diterjang derasnya aliran sungai.</p>
<p>Peristiwa tersebut terjadi sekira pukul 16.00 WIB. Jembatan dengan panjang sekitar 6 meter, lebar 4 meter, dan tinggi 3,6 meter itu runtuh setelah tidak mampu menahan debit air sungai yang meningkat secara drastis akibat hujan lebat.</p>
<p>Plt Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bondowoso, Kristanto Putro Prasojo, mengatakan, pihaknya menerima laporan kejadian dari masyarakat melalui media sosial WhatsApp, kemudian langsung menerjunkan tim ke lokasi untuk melakukan asesmen.</p>
<p>“Begitu menerima laporan dari warga, tim Pusdalops dan TRC PB BPBD Bondowoso langsung bergerak ke lokasi untuk melakukan asesmen dan pengamanan awal,” ujar Kristanto, Rabu (14/1/2026).</p>
<p>Akibat ambruknya jembatan tersebut, akses penghubung antar desa tidak dapat dilalui kendaraan roda empat. BPBD bersama unsur terkait telah memasang safety line di dua arah, baik dari Desa Wonoboyo menuju Desa Leprak maupun sebaliknya, guna mencegah warga melintas di area berbahaya.</p>
<p>Kristanto menjelaskan, kondisi material di tepi jalan saat ini cukup rawan karena mudah tergerus jika kembali terjadi hujan deras. Oleh karena itu, BPBD berencana membangun jembatan darurat dari bahan kayu dengan alas bambu agar tetap bisa digunakan oleh kendaraan roda dua.</p>
<p>“Kami juga akan memasang banner peringatan agar masyarakat lebih waspada dan tidak memaksakan melintas, terutama saat hujan turun,” tegasnya.</p>
<p>Dalam penanganan awal, BPBD Bondowoso bekerja sama dengan Koramil Klabang, Pemerintah Kecamatan Klabang, Pemerintah Desa Leprak dan Wonoboyo, unsur relawan BP 13.11, serta masyarakat setempat.</p>
<p>Hingga pukul 20.00 WIB, proses asesmen di lokasi telah selesai dilakukan dan situasi terpantau aman terkendali. Tidak ada laporan korban jiwa dalam kejadian tersebut.</p>
<p>Kristanto mengimbau masyarakat, khususnya yang tinggal di wilayah rawan bencana, untuk tetap meningkatkan kewaspadaan mengingat cuaca ekstrem masih berpotensi terjadi.</p>
<p>“Jika terjadi hujan dengan intensitas tinggi dalam durasi lama, warga diharapkan segera menjauhi aliran sungai dan melaporkan kondisi darurat ke BPBD,” tandanya.</p>
<p><strong>Warga Kompak Bangun Jembatan Darurat</strong></p>
<p>Saat ini, Pemerintah Desa Wonoboyo bersama warga Desa Leprak, Kecamatan Klabang, bergotong royong membangun jembatan sementara dari material kayu. Jembatan darurat tersebut menjadi satu-satunya akses alternatif menuju wilayah Kabupaten Bondowoso setelah jembatan utama runtuh diterjang banjir.</p>
<p>Namun, keterbatasan daya dukung jembatan sementara membuat akses tersebut hanya bisa dilalui kendaraan roda dua. </p>
<p>Kepala Desa Wonoboyo Hj Tubaini, menjelaskan, saat ini warga yang akan ke  Bondowoso menggunakan roda empat harus memutar lewat Kecamatan Kendit Kabupaten Situbondo.</p>
<p>“Karena akses satu-satunya menuju Bondowoso untuk kendaraan roda empat harus memutar lewat Desa Rajekwesi, Kecamatan Kendit Kabupaten Situbondo. Jarak tempuhnya bisa mencapai 2,5 sampai 3 jam, dengan kondisi jalan yang juga rusak,” ujarnya.</p>
<p>Atas kondisi tersebut, Kepala Desa Wonoboyo mewakili masyarakat berharap agar pemerintah daerah segera mengintervensi guna penanganan darurat jembatan.</p>
<p>“Kami berharap jembatan ini segera ditangani oleh BPBD dan Dinas BSBK, agar warga kami tidak terisolir," harapnya.</p>
<p>Selama ini, kata Srikandi Desa Wonoboyo ini, BPBD dan Dinass BSBK telah melakukan asesmen dan melaporkan kondisi tersebut kepada pimpinan untuk ditindaklanjuti.</p>
<p>“Kami memahami dampak sosial dan ekonomi yang dirasakan masyarakat. Besar harapan jembatan ini bisa segera dibangun kembali," imbuhnya.</p>
<p>Ia juga mengimbau masyarakat tetap berhati-hati saat melintasi jembatan darurat, terutama saat hujan turun, karena kondisi tanah di sekitar sungai masih rawan tergerus.</p>
<p>“Keselamatan warga tetap menjadi prioritas utama sambil menunggu penanganan lebih lanjut dari pemerintah daerah,” pungkasnya. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor: Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Jogging Track Alun&amp;alun Bondowoso Bakal Dibangun Maret 2026</title>
<link>https://suarajatimpost.com/jogging-track-alun-alun-bondowoso-bakal-dibangun-maret-2026</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/jogging-track-alun-alun-bondowoso-bakal-dibangun-maret-2026</guid>
<description><![CDATA[ DLH Bondowoso memastikan pembangunan jogging track selebar 4 meter dan panjang 800 meter di Alun-alun dimulai Maret 2026. Proyek senilai Rp1,6 miliar ini ditujukan meningkatkan kenyamanan dan keselamatan warga saat berolahraga. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202601/image_870x580_69663fd059f5e.webp" length="41042" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Tue, 13 Jan 2026 19:29:12 +0700</pubDate>
<dc:creator>Rizqi Ardian</dc:creator>
<media:keywords>sampah, pengelolaan, desa, bank sampah, suarajatimpost, jogging track, alun-alun, Bondowoso</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>BONDOWOSO, SJP –</strong> Jalur khusus yang dirancang untuk berlari santai dan jalan cepat, atau <em>jogging track</em> di Alun-alun Bondowoso, akan segera dibangun pada bulan Maret 2026 mendatang.</p>
<p>Dinas Lingkungan Hidup (DLH) memastikan akan memberikan kenyamanan bagi warga yang berolahraga pagi dan sore di jantung kota Bumi Ki Ronggo, dengan lebar 4 meter, sepanjang 800 meter mengelilingi alun-alun.</p>
<p>Plt Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Aries Agung Sungkowo menjelaskan, jumlah anggaran untuk pembangunan <em>jogging track</em> dan ruang terbuka hijau (RTH) disepakati sebesar Rp1,6 miliar pada Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) awal tahun 2026.</p>
<p>“<em>Detail Engineering Design </em>(DED) nya sudah rampung Desember 2025 lalu, dan akan dibangun pada awal bulan Maret mendatang,” katanya saat menemani kunjungan kerja Komisi III DPRD Bondowoso di pedestrian Alun-alun Raden bagus Assra, Selasa (13/6/2026).</p>
<p>Gambaran umum dari <em>jogging track </em>yang akan dibangun, kata Aries Agung, sisi luar dari Alun-alun Bondowoso akan dilebarkan menjajdi 4 meter, serta akan dibuat nyaman dan nyaman bagi warga yang berolahraga lari ataupun berjalan kaki.</p>
<p>“Jadi trotoar yang ada 3 meter nanti ada tambahan 1 meter, menjadi 4 meter. Tadi kan ada yang menyampaikan ada yang lari nyaris keserempet sepeda motor dan segala macam. Insyaallah dengan <em>jogging track </em>ini, warga akan aman dan tidak mengganggu bahu jalan,” jelasnya.</p>
<p>Sementara itu, Sutriyono, Ketua Komisi III DPRD Bondowoso menyampaikan, harus ada percepatan pekerjaan tahun 2026 untuk <em>jogging track</em>. Mekanisme lelang harus segera dilakukan agar pekerjaan sesuai perencanaan.</p>
<p>“DED sudah selesai bulan Desember kemarin. Tinggal secara teknis menyiapkan panitia pengadaan, proses mekanisme lelang, dan lain sebagainya. Anggarannya, kita setujui Rp1,6 miliar di APBD 2026 secara keseluruhan, termasuk listrik selama satu tahun,” tandasnya. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Penjaga Makam Ki Ronggo di Sekarputih Bondowoso Ditemukan Tak Bernyawa</title>
<link>https://suarajatimpost.com/penjaga-makam-ki-ronggo-di-sekarputih-bondowoso-ditemukan-tak-bernyawa</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/penjaga-makam-ki-ronggo-di-sekarputih-bondowoso-ditemukan-tak-bernyawa</guid>
<description><![CDATA[ Pria yang selama ini mengabdikan diri membersihkan Makam Ki Ronggo ditemukan meninggal dunia di kamar penjaga. Tanpa identitas dan keluarga, kepergiannya menyentuh hati warga dan kini ditangani aparat kepolisian. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202601/image_870x580_6966339b90d23.webp" length="42028" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Tue, 13 Jan 2026 18:58:02 +0700</pubDate>
<dc:creator>Rizqi Ardian</dc:creator>
<media:keywords>peristiwa, meninggal, malam, ki Ronggo, Makam Ki ROnggo, suarjatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>BONDOWOSO, SJP - </strong>Suasana tenang di kompleks Makam Ki Ronggo, Kelurahan Sekarputih, Kecamatan Tegalampel, Kabupaten Bondowoso, mendadak berubah haru. Warga dikejutkan dengan penemuan sesosok mayat pria tanpa identitas di kamar penjaga makam, Selasa (13/1/2026) sekira pukul 14.00 WIB.</p>
<p>Pria tersebut diketahui selama ini hidup sederhana dan setia membantu membersihkan area makam sejak 2022. Namun, tak seorang pun mengetahui pasti identitas maupun keluarga yang dimilikinya.</p>
<p>Peristiwa ini pertama kali diketahui oleh pengelola makam, Supriadi. Sekira pukul 13.30 WIB, ia hendak melakukan pengecekan rutin. Kecurigaan muncul ketika pria yang biasa ditemuinya setiap hari itu tidak terlihat sejak pagi.</p>
<p>“Biasanya almarhum selalu ada di sekitar makam. Hari itu sama sekali tidak terlihat,” ujar Supriadi kepada petugas.</p>
<p>Merasa ada kejanggalan, Supriadi kemudian mendatangi kamar penjaga makam. Setelah pintu digedor berkali-kali tanpa jawaban, ia memutuskan menghubungi Polsek Tegalampel untuk meminta bantuan.</p>
<p>Petugas yang datang ke lokasi akhirnya membuka paksa pintu kamar. Saat pintu terbuka, suasana mendadak sunyi.</p>
<p>Di dalam kamar sempit itu, seorang pria ditemukan sudah tak bernyawa. Penemuan tersebut sontak membuat saksi dan petugas terdiam, menyisakan duka mendalam.</p>
<p>Tak berselang lama, aparat kepolisian bersama tim forensik Polres Bondowoso langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Dari pemeriksaan awal, korban ditemukan mengenakan pakaian sederhana. Di sekitar lokasi, tidak ditemukan barang-barang mencurigakan.</p>
<p>Kapolsek Tegalampel, AKP Sobingan, membenarkan peristiwa tersebut. Ia menyebut korban diperkirakan berusia antara 40 hingga 50 tahun.</p>
<p>“Benar, kami menerima laporan penemuan mayat di kompleks Makam Ki Ronggo. Korban seorang laki-laki dan hingga saat ini identitasnya masih dalam proses penyelidikan,” kata AKP Sobingan saat dikonfirmasi.</p>
<p>Menurutnya, hasil pemeriksaan sementara tidak menunjukkan adanya tanda-tanda kekerasan ekstrem pada tubuh korban.</p>
<p>“Kami masih menunggu hasil pemeriksaan forensik untuk memastikan penyebab kematian. Dugaan sementara mengarah pada sakit mendadak, namun semua kemungkinan tetap kami dalami,” tambahnya.</p>
<p>Hingga berita ini ditayangkan, belum ada keluarga maupun kerabat yang datang atau melapor ke pihak kepolisian.</p>
<p>Garis polisi masih terpasang di lokasi, sementara aparat terus berupaya mengungkap identitas pria yang semasa hidupnya mengabdi dalam senyap, dan menghembuskan napas terakhirnya di tempat yang ia rawat dengan penuh kesetiaan. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Komisi III DPRD Bondowoso Soroti Sampah, Jogging Track, hingga Wajah Kota</title>
<link>https://suarajatimpost.com/komisi-iii-dprd-bondowoso-soroti-sampah-jogging-track-hingga-wajah-kota</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/komisi-iii-dprd-bondowoso-soroti-sampah-jogging-track-hingga-wajah-kota</guid>
<description><![CDATA[ Komisi III DPRD Bondowoso menyoroti minimnya anggaran DLH di tengah mandat pusat pengelolaan sampah tanpa open dumping. Penataan RTH, hutan kota, dan pembangunan jogging track 2026 didorong melalui skema alternatif dan APBD. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202601/image_870x580_69662d40d3e2e.webp" length="168974" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Tue, 13 Jan 2026 18:45:19 +0700</pubDate>
<dc:creator>Rizqi Ardian</dc:creator>
<media:keywords>sampah, pengelolaan, desa, bank sampah, suarajatimpost, jogging track, alun-alun, Bondowoso</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>BONDOWOSO, SJP - </strong>Ketua Komisi III DPRD Bondowoso, Sutriyono, menegaskan bahwa persoalan sampah masih menjadi tantangan utama yang harus segera dibenahi oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH). </p>
<p>Menurutnya, keterbatasan anggaran selama ini tidak sebanding dengan besarnya persoalan yang dihadapi, terutama terkait perubahan sistem pengelolaan sampah.</p>
<p>Ia menjelaskan, pemerintah daerah mendapat mandat dari pemerintah pusat untuk mengubah pola penanganan sampah dari sistem <em>open dumping</em> menuju <em>sanitary landfill</em>. Perubahan tersebut membutuhkan biaya besar, namun tetap harus dijalankan.</p>
<p>“Anggaran kita kemarin sangat minim, sementara tantangannya besar. Tapi proses sudah berjalan dan mulai 2026 Bondowoso siap melaksanakan mandat pusat, tidak lagi menggunakan skema <em>open dumping</em>,” ujar Sutriyono, saat meninjau Alun-alun Raden Bagus Assra Ki Ronggo, Selasa (13/1/2026).</p>
<p>Selain persoalan sampah, Komisi III juga menyoroti kondisi lingkungan, tata kota, dan ruang terbuka hijau (RTH). Beberapa taman kota dinilai tidak terawat secara maksimal akibat keterbatasan anggaran pada tahun 2025.</p>
<p>Untuk mengatasi hal itu, Sutriyono menyebut Kepala DLH tengah menyiapkan sejumlah skema alternatif, termasuk menggandeng pihak swasta melalui program <em>Corporate Social Responsibility</em> (CSR).</p>
<p>“Pak Kadis akan mencari skema, apakah melalui CSR pihak-pihak yang berkenan ikut membangun Bondowoso, khususnya wajah kota, atau dengan skema lain di tengah keterbatasan anggaran,” jelasnya.</p>
<p>Sementara itu, terkait percepatan pembangunan <em>jogging track </em>pada 2026, Sutriyono memastikan seluruh persiapan teknis telah matang. <em>Detail Engineering Design</em> (DED) proyek tersebut telah rampung sejak Desember 2025.</p>
<p>“Tinggal menyiapkan panitia pengadaan, mekanisme lelang, dan proses teknis lainnya,” katanya.</p>
<p>Ia menambahkan, anggaran <em>jogging track</em> telah dialokasikan sebesar Rp1,6 miliar dalam APBD 2026, yang mencakup seluruh kebutuhan, termasuk pembelian listrik untuk satu tahun operasional.</p>
<p>Komisi III juga menyoroti kondisi hutan kota yang dinilai kerap terlihat kumuh setiap tahun akibat krisis anggaran. Menurut Sutriyono, hal tersebut menjadi dilema yang harus disikapi dengan solusi realistis.</p>
<p>“Supaya tidak terkesan kumuh, nanti di APBD Perubahan bisa direncanakan, apakah air yang tergenang diserap atau permukaannya ditinggikan, misalnya dipaving. Secara teknis nanti dinas yang mendesain,” ujarnya.</p>
<p>Ia mengakui, hutan kota dan alun-alun sejatinya memberi kenyamanan dan kesejukan bagi masyarakat. Namun dari sisi estetika, kondisi kumuh masih sulit dihindari.</p>
<p>“Dengan keterbatasan, tetap akan dilakukan upaya dan ikhtiar. Semoga nanti bisa direalisasikan di P-APBD 2026,” pungkas Sutriyono. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Ini Daftar Tiga Besar Hasil Seleksi Terbuka JPT Pratama Bondowoso</title>
<link>https://suarajatimpost.com/ini-daftar-tiga-besar-hasil-seleksi-terbuka-jpt-pratama-bondowoso</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/ini-daftar-tiga-besar-hasil-seleksi-terbuka-jpt-pratama-bondowoso</guid>
<description><![CDATA[ Panitia Seleksi Terbuka Pemkab Bondowoso mengumumkan hasil seleksi JPT Pratama Tahun 2025. Peserta diminta melengkapi persyaratan administrasi, sementara Sekda menegaskan proses seleksi akan segera dituntaskan tanpa penundaan. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202601/image_870x580_6964dd98a0b7c.webp" length="25674" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 12 Jan 2026 18:52:36 +0700</pubDate>
<dc:creator>Rizqi Ardian</dc:creator>
<media:keywords>pansel, open biding, pansel, pemerintah, bondowoso, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>BONDOWOSO, SJP –</strong> Panitia Seleksi Terbuka Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT) Pratama Pemerintah Kabupaten Bondowoso resmi mengumumkan hasil seleksi terbuka JPT Pratama Tahun 2025. Pengumuman tersebut tertuang dalam Pengumuman Nomor 14/PANSEL-JPTP/BWS/2026 tertanggal 12 Januari 2026.</p>
<p>Pengumuman hasil seleksi disampaikan berdasarkan Surat Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN) Nomor 00898/R-AK.02.03/SD/F/2026 tanggal 6 Januari 2026 tentang rekomendasi hasil seleksi terbuka JPT Pratama di Kabupaten Bondowoso.</p>
<p>Dalam pengumuman tersebut, Panitia Seleksi menetapkan tiga peserta terbaik untuk masing-masing jabatan yang diseleksi. Seluruh nama yang tercantum merupakan hasil seleksi terbuka yang telah melalui tahapan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.</p>
<p>Panitia Seleksi meminta peserta yang namanya tercantum dalam hasil seleksi untuk segera mengirimkan surat keterangan sehat rohani serta bebas Narkotika, Psikotropika, dan Zat Adiktif lainnya (NAPZA). </p>
<p>Dokumen dikirimkan ke Sekretariat Panitia Seleksi Terbuka JPT Pratama Kabupaten Bondowoso di Kantor BKPSDM melalui email bkpsdmbondowoso22@gmail.com, paling lambat 21 Januari 2026 pukul 15.00 WIB.</p>
<p>Sekretaris Daerah Kabupaten Bondowoso, Fathur Rozi, menegaskan, tahapan proses seleksi tersebut akan segera dituntaskan tanpa adanya penundaan.</p>
<p>“Prosesnya sangat segera. Insyaallah tidak lebih dari satu hari dan tidak ada pengunduran. Jadwal sudah jelas dan diketahui bersama. Kami juga didampingi oleh kejaksaan agar seluruh proses berjalan sesuai ketentuan,” ujar Fathur Rozi, Senin (12/1/2026).</p>
<p>Ia menambahkan, hingga saat ini pihaknya baru menerima 13 berkas dari peserta. Fathur Rozi juga memastikan seluruh tahapan proses dilakukan secara tertib dan tidak terjadi kebocoran informasi.</p>
<p>“Terkait keputusan akhir, itu merupakan kewenangan bupati dan tentu akan dilakukan melalui mekanisme koordinasi,” tambahnya.</p>
<p>Adapun jabatan yang diumumkan hasil seleksi terbukanya meliputi : </p>
<p><strong>Sekretaris DPRD Bondowoso<br></strong></p>
<ol>
<li>Agus Winarno</li>
<li>I Wayan Wisesa Buwana</li>
<li>Rizky Idham Lukmana</li>
</ol>
<p><strong>Kepala Dinas Kesehatan</strong></p>
<ol>
<li>dr. Arief Sudibyo</li>
<li>dr. Lukman Hakim</li>
<li>dr. Moch. Jasin</li>
</ol>
<p><strong>Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika</strong></p>
<ol>
<li>Dwi Wahyudi</li>
<li>Eka Kusuma Astuti</li>
<li>Raden Saudia Yourdan Islami T</li>
</ol>
<p><strong>Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah</strong></p>
<ol>
<li>Eko Pribadi</li>
<li>Kristianto Putro Prasojo</li>
<li>Yoyok Jalu Santoso</li>
</ol>
<p><strong>Kepala Dinas Lingkungan Hidup</strong></p>
<ol>
<li>Eko Pribadi</li>
<li>Henry Kurniawan</li>
<li>Hergiar Yuli Pramanto</li>
</ol>
<p><strong>Kepala BKPSDM</strong></p>
<ol>
<li>Artiantyo Wirjo Utomo</li>
<li>Diana Nurbayanti</li>
<li>Puspo Pranoto</li>
</ol>
<p><strong>Kepala Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan</strong></p>
<ol>
<li>Azas Suwardi</li>
<li>Hergiar Yuli Pramanto</li>
<li>Sigit Dwiwahju Banendro</li>
</ol>
<p><strong>Kepala Dinas Pariwisata, Kebudayaan, Pemuda dan Olahraga</strong></p>
<ol>
<li>Arif Setyo Raharjo</li>
<li>Gede Budiawan</li>
<li>Sigit Dwiwahju Banendro</li>
</ol>
<p><strong>Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah </strong></p>
<ol>
<li>I Wayan Wisesa Buwana</li>
<li>Teguh Setyo Wijanarko</li>
<li>Puspo Pranoto</li>
</ol>
<p><strong>Kepala Dinas Bina Marga, Sumber Daya Air dan Bina Konstruksi</strong></p>
<ol>
<li>Ansori</li>
<li>Gaguk Supindhi Putra</li>
<li>Putu Budhi Setiawan</li>
</ol>
<p><strong>Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan SDM</strong></p>
<ol>
<li>Abdul Manan</li>
<li>Diana Nurbayanti</li>
<li>Moh. Hasan Suryadi</li>
</ol>
<p>Panitia Seleksi menegaskan bahwa urutan nama peserta dalam setiap jabatan disusun berdasarkan abjad dan tidak menunjukkan peringkat nilai akhir seleksi.</p>
<p>Hasil seleksi terbuka JPT Pratama ini merupakan bagian dari proses pengisian jabatan pimpinan tinggi di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bondowoso. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Dampak Banjir di Cermee Bondowoso, Dinas BSBK Pastikan Kerusakan Jalan Aspal Masih Tanggung Jawab Penyedia</title>
<link>https://suarajatimpost.com/dampak-banjir-di-cermee-bondowoso-dinas-bsbk-pastikan-kerusakan-jalan-aspal-masih-tanggung-jawab-penyedia</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/dampak-banjir-di-cermee-bondowoso-dinas-bsbk-pastikan-kerusakan-jalan-aspal-masih-tanggung-jawab-penyedia</guid>
<description><![CDATA[ Banjir akibat luapan drainase melanda empat desa di Kecamatan Cermee. BPBD menangani dampak darurat, sedangkan BSBK menyatakan perbaikan kerusakan jalan menjadi tanggung jawab pihak ketiga selama masa pemeliharaan. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202601/image_870x580_6964d234151cc.webp" length="70580" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 12 Jan 2026 18:36:04 +0700</pubDate>
<dc:creator>Rizqi Ardian</dc:creator>
<media:keywords></media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p data-start="327" data-end="636"><strong>BONDOWOSO, SJP – </strong>Banjir akibat luapan drainase dan selokan melanda sejumlah desa di Kecamatan Cermee, Kabupaten Bondowoso, Minggu (11/1/2026) malam. Peristiwa tersebut dipicu hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang menyebabkan saluran irigasi anak Sungai Sampean Baru meluap karena mengalami pendangkalan.</p>
<p data-start="1125" data-end="1452">Wilayah terdampak meliputi Desa Cermee, Desa Suling Kulon, Desa Ramban Wetan, dan Desa Grujugan, dengan ketinggian air di beberapa titik mencapai sekitar 25 sentimeter. Selain itu, tanggul air di jembatan RT 13 Desa Ramban Kulon dilaporkan jebol, serta satu unit pagar fasilitas umum di Madrasah Ibtidaiyah mengalami kerusakan.</p>
<p data-start="1683" data-end="1833">Akibat dari derasnya banjir yang melintasi jalan kabupaten di wilayah sekitar Pasar Cermee membuat aspal mengelupas. Hal itu langsung ditinjau oleh Bupati Bondowoso, Abdul Hamid Wahid bersama Wakil Bupati As'ad Yahya Syafi'i, Ketua DPRD Ahmad Dhafir dan Plt Kepala Dinas Binarga, serta Plt Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD).</p>
<p data-start="1683" data-end="1833">Mengelupasnya aspal di area terdampak banjir, kata Ansori, Plt Kepala Dinas Bina Marga Sumber Daya Air dan Bina Kontruksi (BSBK) Kabupaten Bondowoso, murni diakibatkan karena banjir yang melanda wilayah tersebut.</p>
<p data-start="1835" data-end="2076">Menanggapi isu yang beredar terkait dugaan kesalahan teknis pekerjaan aspal di lokasi terdampak, Ansori, menegaskan bahwa pekerjaan jalan tersebut telah dinyatakan selesai sesuai ketentuan sebelum terjadinya banjir.</p>
<p data-start="2078" data-end="2259">“Kegiatan itu secara administrasi dan teknis telah seratus persen sebelum banjir melanda. Karena, jika ditemukan kesalahan teknis, baik kualitas maupun kuantitas, kami tidak akan membayar penyedia,” tegas Ansori, Senin (12/1/2026) di lokasi kejadian.</p>
<p data-start="2261" data-end="2487">Ia menjelaskan, genangan dan kerusakan aspal dipicu oleh derasnya aliran air dari arah selatan ke utara yang meluber di bawah badan jalan. Saat ini, perbaikan menjadi tanggung jawab pihak ketiga karena masih dalam masa pemeliharaan.</p>
<p data-start="2489" data-end="2627">“Kami sudah meminta penyedia untuk melakukan perbaikan. Selama masa pemeliharaan, tanggung jawab tetap berada pada CV pelaksana,” ujarnya.</p>
<p data-start="2629" data-end="2829">Ansori juga mengungkapkan, hasil pengamatan sementara menunjukkan adanya kekurangan sistem drainase di sisi kanan dan kiri jalan. Pemerintah daerah berencana melakukan normalisasi sebagai langkah awal.</p>
<p data-start="2831" data-end="3019">“Kami sudah menyampaikan kepada Bupati Bondowoso, Wakil Bupati, dan Ketua DPRD. Untuk normalisasi atau pembangunan drainase kanan-kiri jalan, estimasi awal anggarannya sekitar Rp2 miliar,” jelasnya.</p>
<p data-start="3021" data-end="3157">Terkait estimasi kerugian pada lapisan aspal, Ansori menyebut saat ini masih dalam proses perhitungan oleh tim teknis bersama konsultan. <strong>(*)</strong></p>
<p data-start="3021" data-end="3157"><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Edufair ke&amp;3 di Bondowoso, Jadi Ajang Promosi Perguruan Tinggi Negeri dan Swasta</title>
<link>https://suarajatimpost.com/edufair-ke-3-di-bondowoso-jadi-ajang-promosi-perguruan-tinggi-negeri-dan-swasta</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/edufair-ke-3-di-bondowoso-jadi-ajang-promosi-perguruan-tinggi-negeri-dan-swasta</guid>
<description><![CDATA[ EduFair III Kabupaten Bondowoso digelar di GOR Pelita dengan menghadirkan 18 perguruan tinggi. Kegiatan ini memberikan informasi lanjutan pendidikan bagi pelajar SMA, SMK, dan MA untuk menentukan pilihan studi sesuai minat dan peluang kerja. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202601/image_870x580_6964ccdb4a7a1.webp" length="40996" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 12 Jan 2026 17:54:51 +0700</pubDate>
<dc:creator>Rizqi Ardian</dc:creator>
<media:keywords>pendidikan, sekolah, siswa, pelajar, bantuan, guru, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p data-start="293" data-end="566"><strong>BONDOWOSO, SJP –</strong> Pameran perguruan tinggi negeri dan swasta bertajuk 'Edufair #3 Tahun 2026' di Kabupaten Bondowoso kembali digelar sebagai upaya membuka wawasan pendidikan sekaligus mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia dan Indeks Pembangunan Manusia (IPM). Kegiatan tersebut berlangsung di GOR Pelita Bondowoso, Senin (12/1/2026).</p>
<p data-start="568" data-end="874">Edufair yang diinisiasi Musyawarah Guru Bimbingan Konseling (MGBK) SMA/SMK se Kabupaten Bondowoso ini menghadirkan 18 perguruan tinggi, terdiri dari 4 perguruan tinggi negeri dan 14 perguruan tinggi swasta.</p>
<p data-start="568" data-end="874">Kegiatan tersebut menyasar pelajar kelas akhir SMA, SMK, dan MA yang tengah mempersiapkan kelanjutan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi.</p>
<p data-start="876" data-end="1060">Ketua Panitia Edufair, Prasetyo Mardihusodo, mengatakan, pameran perguruan tinggi tersebut bertujuan memberikan motivasi sekaligus alternatif pilihan perguruan tinggi bagi lulusan SMA yang masih ragu melanjutkan pendidikan.</p>
<p data-start="1062" data-end="1208">“Melalui Edufair ini, pelajar mendapatkan informasi yang jelas dan lengkap terkait kampus, program studi, hingga peluang kerja ke depan,” ujarnya.</p>
<p data-start="1210" data-end="1464">Menurut Prasetyo, Edufair merupakan agenda tahunan yang akan terus dikembangkan dengan berbagai inovasi. Ia mengakui masih banyak lulusan SMA di Bondowoso yang menghadapi kendala ekonomi maupun jarak saat ingin melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi.</p>
<p data-start="1466" data-end="1742">Ia menambahkan, jurusan kesehatan dan pendidikan vokasi menjadi yang paling diminati karena dinilai memiliki peluang kerja lebih cepat.</p>
<p data-start="1466" data-end="1742">"Melalui Edufair, siswa dapat mengenal pilihan kampus di wilayah Jember, Lumajang, hingga Banyuwangi, sesuai minat dan potensi masing-masing," jelasnya.</p>
<p data-start="1744" data-end="1952">Sementara itu, Bupati Bondowoso Abdul Hamid Wahid menegaskan, Edufair merupakan kegiatan strategis dalam mendampingi generasi muda agar tidak salah langkah dalam menentukan arah pendidikan dan masa depan.</p>
<p data-start="1954" data-end="2159">Menurutnya, melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi bukan semata mengejar gelar, melainkan investasi jangka panjang untuk meningkatkan kualitas diri, daya saing, serta kontribusi bagi daerah dan bangsa.</p>
<p data-start="2161" data-end="2325">“Manfaatkan Edufair ini sebaik-baiknya. Cari informasi sebanyak mungkin, sesuaikan pilihan dengan minat, bakat, dan potensi diri,” pesan Bupati kepada para pelajar.</p>
<p data-start="2327" data-end="2536">Pemerintah Kabupaten Bondowoso, lanjutnya, berkomitmen mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui dukungan terhadap kegiatan edukatif yang membuka akses informasi pendidikan bagi generasi muda.</p>
<p data-start="2538" data-end="2757">Dalam kesempatan yang sama, Kepala Dinas Pendidikan Bondowoso, Taufan Restuanto, menyampaikan, upaya menjaga keberlanjutan pendidikan dilakukan melalui kolaborasi dengan Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur.</p>
<p data-start="2759" data-end="2939">Ia menyebutkan, angka putus sekolah di Bondowoso saat ini tergolong sangat rendah, berada di kisaran nol koma sekian persen. Hampir tidak ditemukan anak-anak yang tidak bersekolah.</p>
<p data-start="2941" data-end="3072">“Kami terus mendorong peserta didik melanjutkan pendidikan dari SD ke SMP, dari SMP ke SMA, hingga ke perguruan tinggi,” ungkapnya. <strong>(*)</strong></p>
<p data-start="2941" data-end="3072"><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Hujan Seharian Sebabkan Tanggul Jebol dan Banjir di Cermee Bondowoso, Ratusan Rumah Warga Terendam</title>
<link>https://suarajatimpost.com/hujan-seharian-sebabkan-tanggul-jebol-dan-banjir-di-cermee-bondowoso-ratusan-rumah-warga-terendam</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/hujan-seharian-sebabkan-tanggul-jebol-dan-banjir-di-cermee-bondowoso-ratusan-rumah-warga-terendam</guid>
<description><![CDATA[ Hujan deras memicu luapan saluran irigasi anak Sungai Sampean Baru di Kecamatan Cermee. Banjir merendam permukiman dan persawahan warga, menjebol tanggul jembatan, namun tidak menimbulkan korban jiwa. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202601/image_870x580_69642f396670f.webp" length="44726" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 12 Jan 2026 08:00:00 +0700</pubDate>
<dc:creator>Rizqi Ardian</dc:creator>
<media:keywords>bencana, angin, banjir, longsor, puting beliung, BPBD, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p data-start="214" data-end="517"><strong>BONDOWOSO, SJP –</strong> Banjir drainase dan selokan melanda sejumlah desa di Kecamatan Cermee, Kabupaten Bondowoso, Minggu (11/1/2026) malam. Peristiwa ini dipicu oleh luapan saluran irigasi anak Sungai Sampean Baru yang mengalami pendangkalan, sehingga air meluber ke area persawahan dan permukiman warga.</p>
<p data-start="519" data-end="717">Plt Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Bondowoso, Kristianto Putro Prasojo, mengatakan, banjir terjadi setelah hujan dengan intensitas sedang hingga lebat mengguyur wilayah tersebut sejak sore hari.</p>
<p data-start="719" data-end="982">“Laporan awal kami terima sekitar pukul 19.30 WIB. Setelah dilakukan asesmen di lapangan, banjir disebabkan luapan air dari saluran irigasi anak Sungai Sampean Baru yang dangkal, sehingga tidak mampu menampung debit air hujan,” ujar Kristianto, Senin (12/1/2026).</p>
<p data-start="984" data-end="1245">Banjir tercatat merendam wilayah Desa Cermee, Desa Suling Kulon, Desa Ramban Wetan, dan Desa Grujugan. Ketinggian air di sejumlah titik mencapai sekitar 25 sentimeter, menggenangi rumah warga dan area persawahan serta sempat menghambat arus lalu lintas.</p>
<p data-start="1247" data-end="1477">Selain itu, tanggul air di jembatan RT 13 Desa Ramban Kulon dilaporkan jebol, yang menyebabkan luapan air semakin meluas. Satu unit pagar fasilitas umum di Madrasah Ibtidaiyah juga mengalami kerusakan akibat terjangan air.</p>
<p data-start="1479" data-end="1773">BPBD Bondowoso bersama unsur Muspika, PMI, relawan, BP 13.11, serta warga setempat langsung turun ke lokasi untuk melakukan penanganan darurat. Tim Pusdalops dan TRC BPBD melakukan asesmen, evakuasi pohon tumbang, serta penyedotan air di rumah warga dan fasilitas pendidikan yang terdampak.</p>
<p data-start="1775" data-end="1986">“Alhamdulillah tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini. Penanganan sudah dilakukan, pohon tumbang berhasil dievakuasi dan rumah warga yang tergenang air telah disedot menggunakan mesin pompa,” jelas Kristianto.</p>
<p data-start="1988" data-end="2238">Berdasarkan laporan terakhir BPBD, kondisi wilayah Bondowoso hingga Senin dini hari terpantau aman dan terkendali. Debit air mulai berangsur surut sejak pukul 18.30 WIB, meski cuaca di Kecamatan Cermee dan sekitarnya masih terpantau hujan ringan.</p>
<p data-start="2240" data-end="2452">Plt Kalaksa BPBD mengimbau masyarakat, khususnya yang tinggal di sekitar aliran sungai dan saluran irigasi, untuk tetap waspada terhadap potensi banjir susulan, mengingat intensitas hujan yang masih berpeluang terjadi.</p>
<p data-start="2454" data-end="2580">“Jika terjadi kondisi darurat, masyarakat kami minta segera melapor ke BPBD agar bisa segera kami tindak lanjuti,” pungkasnya. <strong>(*)</strong></p>
<p data-start="2454" data-end="2580"><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Guru dan Karyawan Sekolah di Bondowoso Juga Terima MBG</title>
<link>https://suarajatimpost.com/guru-dan-karyawan-sekolah-di-bondowoso-juga-terima-mbg</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/guru-dan-karyawan-sekolah-di-bondowoso-juga-terima-mbg</guid>
<description><![CDATA[ Melaksanakan amanat dari Perpres nomor 115, SPPG Sumberkalong Wonosari Bondowoso telah menambahkan guru dan tenaga kerja di lingkungan sekolah untuk mendapatkan MBG. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202601/image_870x580_6963207801c73.webp" length="42194" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sun, 11 Jan 2026 13:38:44 +0700</pubDate>
<dc:creator>Rizqi Ardian</dc:creator>
<media:keywords>MBG, Kodim 0822, SPPG, Suarajatimpost, BGN, sekolah</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>BONDOWOSO, SJP –</strong> Baru-baru ini mendadak viral dalam sebuah postingan di media sosial, di mana Badan Gizi Nasional (BGN) baru menyadari jika guru dan tenaga pendidik di sekolah, belum menerima Makan Bergizi Gratis (MBG).</p>
<p>Program andalan Presiden Prabowo Subianto ini, ternyata masih menyasar pada siswa-siswi di sekolah saja. Hal itu terungkap saat Nanik S Deyang, Wakil Kepala BGN keliling ke kelas-kelas serta berinteraksi langsung dengan para siswa dan guru. </p>
<p>Mereka menerima laporan bahwa selama ini tenaga pengajar dan para pekerja lainnya di sekolah tersebut ternyata belum menerima MBG. Oleh sebab itu, Nanik lantas memanggil Kepala Dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang bertanggung jawab di wilayah tersebut. </p>
<p>“Sudah diatur dalam Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 115. Saya akan kembali lagi ke sekolah ini pada Senin depan, guna memastikan bahwa seluruh guru dapat menerima MBG,” tegasnya, didampingi Wakil Menteri Kesehatan, Benjamin Paulus Octavianus, saat menyambangi SMKN 1 Jakarta di Jalan Budi Utomo, Sawah Besar, Kamis (8/1/2026) lalu. </p>
<p>Perpres nomor 115 yang mengatur pendistribusian MBG untuk guru dan tenaga pendidik lainnya, ternyata telah diterapkan di SPPG yang ada di Kabupaten Bondowoso, khususnya SPPG Sumberkalong Kecamatan Wonosari.</p>
<p>Ineke Kartika Sari, Kepala SPPG Sumberkalong menegaskan, pihaknya sedari awal telah mengikuti instruksi dari BGN sesuai Perpres, untuk menambah jumlah penerima MBG yang terbagi di beberapa sekolah di dalam wilayah pendistribusian.<br> <br>“Selain siswa, guru dan tenaga pendidik telah kami masukkan sebagai penerima manfaat. Adapun satpam, pegawai TU, dan petugas kebersihan masih dalam proses pendataan untuk selanjutnya akan kami masukkan sebagai penerima manfaat juga,” ungkapnya saat dikonfirmasi suarajatimpost.com pada Ahad (11/1/2026).</p>
<p>Dirinya juga telah melaksanakan apa yang diamanatkan Presiden Prabowo melalui BGN dalam Surat Edaran (SE) Nomor 1 2026. Di mana, pendistribusian MBG awal tahun 2026 dimulai sejak tanggal 8 Januari dan memastikan kesiapan operasional SPPG, termasuk kesiapan bahan pangan lokal dan distribusi MBG sebelum tanggal dimaksud.</p>
<p>“Selain itu, kami juga telah melakukan pengawasan kebersihan, kesehatan, dan keamanan pangan dengan mengacu pada pengecekan ketat serta pengawasan menyeluruh terhadap kebersihan area, memastikan keamanan makanan mulai dari bahan baku untuk mencegah risiko kontaminasi,” terangnya. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Puncak Kayu Mas Situbondo Bakal Disulap Jadi Wisata Alam Negeri Atas Awan</title>
<link>https://suarajatimpost.com/puncak-kayu-mas-situbondo-bakal-disulap-jadi-wisata-alam-negeri-atas-awan</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/puncak-kayu-mas-situbondo-bakal-disulap-jadi-wisata-alam-negeri-atas-awan</guid>
<description><![CDATA[ Melihat potensi besar di kawasan Puncak Kayumas di Desa Kayumas, Kecamatan Arjasa yang juga dikenal sebagai &#039;Negeri Atas Awan&#039;, Pemkab Situbondo akan menjadikan lokasi ini sebagai destinasi wisata berbasis alam, agrowisata, dan petualangan, yang kini tren diminati para wisatawan.   ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202601/image_870x580_69610c74688a5.webp" length="101096" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Fri, 09 Jan 2026 21:39:39 +0700</pubDate>
<dc:creator>Rizqi Ardian</dc:creator>
<media:keywords>situbondo, ekonomi, pemerintahan, UMKM, rio, suarajatimpost, wisata, kayumas</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SITUBONDO, SJP - </strong>Berbagai upaya dilakukan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Situbondo untuk memajukan beberapa wilayahnya, salah satunya dengan cara mengembangkan wisata alam sebagai penggerak ekonomi baru bagi masyarakat sekitar.</p>
<p>Melihat potensi besar di kawasan Puncak Kayumas di Desa Kayumas, Kecamatan Arjasa yang juga dikenal sebagai 'Negeri Atas Awan', Pemkab Situbondo akan menjadikan lokasi ini sebagai destinasi wisata berbasis alam, agrowisata, dan petualangan, yang kini tren diminati para wisatawan.  </p>
<p>Terkait wisata alam ini, Wakil Bupati Situbondo, Ulfiyah mengatakan, panorama alam Puncak Kayumas menawarkan keindahan yang masih alami dan memiliki daya tarik kuat bagi wisatawan.</p>
<p>“Hari ini kami beserta seluruh jajaran Pemkab Situbondo berada di Negeri Atas Awan, Kayumas. Sungguh sangat indah dan ini bisa kita poles menjadi potensi wisata Pintu Langit Kayumas,” ucap Wakil Bupati Situbondo yang akrab disapa Mbak Ulfi saat meninjau lokasi tersebut, Jumat (9/1/2026).</p>
<p>Untuk mengembangan kawasan wisata ini, lanjut Mbak Ulfi, menjelaskan, jika dibutuhkan kerja bersama lintas pihak, mulai dari pemerintah desa, kecamatan, hingga kabupaten, termasuk Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) serta menggandeng pihak ketiga. </p>
<p>“Tentu ini membutuhkan kerja bersama-sama, termasuk dari BUMDes, pemerintah desa, pemerintah kecamatan dan kabupaten, serta pihak ketiga, sehingga Puncak Kayumas bisa menjadi wisata yang sangat indah,” katanya.</p>
<p>Selain wisata alam, kawasan Kayumas dinilai memiliki peluang dikembangkan sebagai area agrowisata, glamping, homestay, villa, hingga wisata petualangan. Hal ini didukung oleh posisi strategis Kayumas yang memiliki akses langsung menuju kawasan Gunung Ijen.</p>
<p>Tak hanya itu saja, nanti kawasan tersebut berpotensi dikembangkan sebagai lokasi olahraga dirgantara, seperti paralayang dan wisata berbasis komoditas unggulan lokal.</p>
<p>“Masyarakat yang datang ke sini tidak hanya menikmati keindahan alam, tetapi juga bisa melihat potensi kopi Kayumas yang sudah menembus pasar ekspor,” katanya.</p>
<p>Untuk menjalankan rencana pengembangan tersebut, Pemkab Situbondo membuka peluang seluas-luasnya bagi investor untuk berinvestasi di kawasan Kayumas, sehingga wisata yang sangat berpotensi bisa terealisasi dan selanjutnya bisa jadi wisata unggulan di jawa timur.</p>
<p>“Kami mengundang investor untuk menanamkan investasi di sini, tentunya dengan tetap memperhatikan kelestarian alam dan pemberdayaan masyarakat lokal,” ucap Ulfiyah. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Polemik Pilkada Tak Langsung, PDI Perjuangan Bondowoso Tegak Lurus Jaga Hak Pilih Rakyat</title>
<link>https://suarajatimpost.com/polemik-pilkada-tak-langsung-pdi-perjuangan-bondowoso-tegak-lurus-jaga-hak-pilih-rakyat</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/polemik-pilkada-tak-langsung-pdi-perjuangan-bondowoso-tegak-lurus-jaga-hak-pilih-rakyat</guid>
<description><![CDATA[ Di tengah pro dan kontra elit politik nasional soal Pilkada lewat DPRD, PDIP Bondowoso menegaskan komitmen mempertahankan Pilkada langsung sebagai hak konstitusional dan wujud demokrasi sejati. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202601/image_870x580_6960e17383ed3.webp" length="23720" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Fri, 09 Jan 2026 18:33:11 +0700</pubDate>
<dc:creator>Rizqi Ardian</dc:creator>
<media:keywords>politik, PDI Perjuangan, Pilkada, DPRD, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<div class="flex flex-col text-sm pb-25">
<article class="text-token-text-primary w-full focus:outline-none [--shadow-height:45px] has-data-writing-block:pointer-events-none has-data-writing-block:-mt-(--shadow-height) has-data-writing-block:pt-(--shadow-height) [&amp;:has([data-writing-block])&gt;*]:pointer-events-auto scroll-mt-[calc(var(--header-height)+min(200px,max(70px,20svh)))]" dir="auto" data-turn-id="request-WEB:79065b3f-02b4-4532-902f-f5542a597ecb-1" data-testid="conversation-turn-4" data-scroll-anchor="true" data-turn="assistant" tabindex="-1">
<div class="text-base my-auto mx-auto pb-10 [--thread-content-margin:--spacing(4)] @w-sm/main:[--thread-content-margin:--spacing(6)] @w-lg/main:[--thread-content-margin:--spacing(16)] px-(--thread-content-margin)">
<div class="[--thread-content-max-width:40rem] @w-lg/main:[--thread-content-max-width:48rem] mx-auto max-w-(--thread-content-max-width) flex-1 group/turn-messages focus-visible:outline-hidden relative flex w-full min-w-0 flex-col agent-turn" tabindex="-1">
<div class="flex max-w-full flex-col grow">
<div data-message-author-role="assistant" data-message-id="ff6dcb06-8f5e-4ef6-9f7b-4caf738b4cce" dir="auto" class="min-h-8 text-message relative flex w-full flex-col items-end gap-2 text-start break-words whitespace-normal [.text-message+&amp;]:mt-1" data-message-model-slug="gpt-5-2">
<div class="flex w-full flex-col gap-1 empty:hidden first:pt-[1px]">
<div class="markdown prose dark:prose-invert w-full break-words light markdown-new-styling">
<p data-start="0" data-end="399"><strong data-start="0" data-end="18">BONDOWOSO, SJP</strong> – Wacana pemilihan kepala daerah (Pilkada) tidak langsung melalui Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) yang kembali mencuat di tingkat nasional terus menuai pro dan kontra di kalangan elit politik tanah air.</p>
<p data-start="0" data-end="399">Di tengah polemik tersebut, DPC PDI Perjuangan Kabupaten Bondowoso menyatakan sikap tegas menolak gagasan tersebut dan menegaskan komitmen mempertahankan Pilkada langsung.</p>
<p data-start="401" data-end="712">Ketua DPC PDI Perjuangan Bondowoso, Sinung Sudrajad, menegaskan, penolakan itu merupakan sikap ideologis partai yang sejalan dan tegak lurus dengan keputusan Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PDI Perjuangan.</p>
<p data-start="401" data-end="712">Menurutnya, Pilkada langsung adalah wujud nyata kedaulatan rakyat yang tidak boleh ditarik kembali oleh kepentingan elit.</p>
<p data-start="714" data-end="868">“Kalau kami di daerah, sikapnya jelas. Tegak lurus dengan DPP PDI Perjuangan. Pilkada harus dipilih langsung oleh rakyat,” tegas Sinung, saat dikonfirmasi pada Jumat (9/1/2026).</p>
<p data-start="870" data-end="1179">Sinung menilai, wacana Pilkada melalui DPRD yang diusulkan sejumlah elite partai politik nasional bukan sekadar perubahan teknis, melainkan langkah mundur bagi demokrasi. Ia menegaskan, pemilihan langsung bukan hanya mekanisme administratif, tetapi hak fundamental rakyat untuk menentukan pemimpinnya sendiri.</p>
<p data-start="1181" data-end="1348">“Kalau hak itu diambil kembali, masyarakat akan merasa dijauhkan dari proses demokrasi. Ini berpotensi menurunkan kepercayaan publik terhadap sistem politik,” ujar Wakil Ketua III DPRD Bondowoso ini.</p>
<p data-start="1350" data-end="1652">Ia mengakui, perdebatan Pilkada langsung versus tidak langsung saat ini menjadi isu nasional yang sensitif dan sarat kepentingan. Namun, PDI Perjuangan Bondowoso menilai bahwa menyerahkan kembali pemilihan kepala daerah kepada DPRD, justru membuka ruang transaksi politik dan mempersempit partisipasi publik.</p>
<p data-start="1654" data-end="1953">Sikap tersebut, lanjut Sinung, sejalan dengan pernyataan sejumlah elite PDI Perjuangan di tingkat pusat yang secara terbuka menolak Pilkada melalui DPRD.</p>
<p data-start="1654" data-end="1953">Bahkan, PDI Perjuangan menilai skema tersebut berpotensi memicu kemarahan publik karena hak memilih rakyat dikhawatirkan ditarik kembali dan dimonopoli elit politik.</p>
<p data-start="1955" data-end="2102">“Bagi kami, Pilkada langsung adalah hak konstitusional rakyat. Tidak ada ruang kompromi untuk kebijakan yang melemahkan demokrasi lokal,” tegasnya.</p>
<p data-start="2104" data-end="2451" data-is-last-node="" data-is-only-node="">PDI Perjuangan Bondowoso berharap, setiap wacana perubahan sistem Pilkada nantinya tidak hanya dilihat dari kepentingan efisiensi atau elit semata, melainkan benar-benar berpijak pada aspirasi rakyat.</p>
<p data-start="2104" data-end="2451" data-is-last-node="" data-is-only-node="">"Di tengah menguatnya tarik-menarik kepentingan politik nasional, PDI Perjuangan Bondowoso menegaskan akan tetap berada di barisan penjaga demokrasi dan kedaulatan suara rakyat," pungkasnya. <strong>(*)</strong></p>
<p data-start="2104" data-end="2451" data-is-last-node="" data-is-only-node=""><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>
</div>
</div>
</div>
</div>
<div class="z-0 flex min-h-[46px] justify-start"></div>
<div class="mt-3 w-full empty:hidden">
<div class="text-center"></div>
</div>
</div>
</div>
</article>
</div>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Sempat Ditolak, Kini Diakui: Tiga Warisan Budaya Bondowoso Resmi Jadi WBTBI</title>
<link>https://suarajatimpost.com/sempat-ditolak-kini-diakui-tiga-warisan-budaya-bondowoso-resmi-jadi-wbtbi</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/sempat-ditolak-kini-diakui-tiga-warisan-budaya-bondowoso-resmi-jadi-wbtbi</guid>
<description><![CDATA[ Tiga tradisi khas Bondowoso akhirnya diakui sebagai WBTBI setelah sebelumnya ditolak akibat minim kajian akademik dan data pendukung. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202601/image_870x580_6960a11113594.webp" length="50068" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Fri, 09 Jan 2026 14:30:58 +0700</pubDate>
<dc:creator>Rizqi Ardian</dc:creator>
<media:keywords>budaya, kesenian, tarian, tradisi, desa, wisata, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>BONDOWOSO, SJP –</strong> Kabupaten Bondowoso kembali mencatatkan namanya dalam peta kebudayaan nasional. Tiga tradisi Bumi Ki Ronggo ini, yakni, Tape Bondowoso, Slametan Gugur Gunung, dan Topeng Kona, resmi ditetapkan sebagai Warisan Budaya Tak Benda Indonesia (WBTBI). </p>
<p>Penetapan ini bukan datang seketika, melainkan melalui proses panjang, penuh kajian, dan sempat mengalami penolakan.</p>
<p>Satu dekade setelah Singo Ulung lebih dulu diakui sebagai WBTBI, pengakuan terbaru ini menjadi bukti bahwa pelestarian budaya tak cukup hanya mengandalkan praktik turun-temurun. Data, riset, dan kajian akademik menjadi kunci utama.</p>
<p>Kepala Bidang Kebudayaan Disparbudpora Bondowoso, Gede Budiawan, mengungkapkan, tradisi Slametan Gugur Gunung sebenarnya telah diusulkan sejak 2022. Namun kala itu, pengajuan harus kandas karena dinilai minim narasi akademik.</p>
<p>“Bukan karena tradisinya tidak ada, tapi karena belum ada kajian ilmiah yang menguatkan tradisi yang sering digelar di Desa Ramban Kulon Kecamatan Cermee itu,” kata Budi, dikonfirmasi di ruang kerjanya, Jumat (9/1/2026).</p>
<p>Tak ingin berhenti di sana, Disparbudpora memilih melengkapi kekurangan. Mereka mengumpulkan data, memperkuat narasi, serta menyandingkan Slametan Gugur Gunung dengan dua tradisi lain yang lebih dulu memiliki rekam jejak kajian, yakni Tape Bondowoso dan Topeng Kona.</p>
<p>Upaya tersebut membuahkan hasil. Pada 15 Desember 2024, Kementerian Kebudayaan RI secara resmi mengumumkan ketiganya sebagai WBTBI. Sertifikat pengakuan itu kemudian diserahkan kepada Pemkab Bondowoso pada 6 Januari 2025.</p>
<p>“Dengan status WBTBI ini, secara tidak langsung Bondowoso memiliki hak paten kultural. Artinya, kami punya kewajiban untuk fokus melestarikannya,” tegas Budi.</p>
<p>Pengakuan tersebut juga menegaskan identitas lokal Bondowoso. Tape Bondowoso, misalnya, dinilai memiliki keunikan yang membedakannya dari tape daerah lain. </p>
<p>Proses tanam singkong selama 10 bulan di tanah berpasir, tekstur manis-keset, potongan khas sekitar 10 sentimeter, serta daya tahan yang lebih lama menjadi ciri pembeda yang tak dimiliki daerah lain.</p>
<p>Pamong Budaya Ahli Muda Disparbudpora Bondowoso, Endah Listyorini, menambahkan, dalam penilaian WBTBI, yang dicari bukan sekadar tradisi yang mirip, melainkan keunikan yang spesifik dan linier.</p>
<p>“BBTB itu soal pembeda. Kalau tidak ada unsur yang membedakan dengan daerah lain, maka sulit diakui,” jelas Endah.</p>
<p>Hal serupa berlaku pada Topeng Kona maupun Slametan Gugur Gunung. Tradisi yang hidup, lestari, dan dijalankan masyarakat harus diperkuat dengan bukti akademik agar tercatat dalam Data Pokok Kebudayaan Nasional.</p>
<p>Pengalaman ini menjadi pelajaran penting bagi Pemkab Bondowoso. Tahun ini, Disparbudpora kembali bersiap mengusulkan Tradisi Pojien sebagai calon WBTBI berikutnya. Untuk menghindari kendala serupa, kerja sama dengan perguruan tinggi pun mulai dibangun.</p>
<p>“Kami sudah menjalin komunikasi dengan beberapa universitas, seperti Universitas Jember dan Universitas Negeri Malang, untuk membantu kajian akademiknya,” ujarnya.</p>
<p>Bagi Bondowoso, pengakuan budaya bukan sekadar seremoni. Ia adalah ikhtiar menjaga ingatan kolektif, memastikan tradisi tidak sekadar hidup di panggung, tetapi juga tercatat, diteliti, dan diwariskan. Sebab budaya yang terdokumentasi dengan baik, memiliki peluang lebih besar untuk bertahan di masa depan. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Inspektorat Bondowoso Perketat Pengawasan Keuangan Desa, Semua Camat Wajib Monitoring Berkala</title>
<link>https://suarajatimpost.com/inspektorat-bondowoso-perketat-pengawasan-keuangan-desa-semua-camat-wajib-monitoring-berkala</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/inspektorat-bondowoso-perketat-pengawasan-keuangan-desa-semua-camat-wajib-monitoring-berkala</guid>
<description><![CDATA[ Inspektorat Bondowoso menyiapkan sistem pengawasan baru berbasis aplikasi yang wajib digunakan camat mulai 2026. Sistem ini bertujuan menyeragamkan monitoring desa, meminimalkan penyimpangan, dan memperkuat pengendalian dana desa sejak awal tahun anggaran. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202601/image_870x580_69609abba426b.webp" length="58208" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Fri, 09 Jan 2026 13:30:03 +0700</pubDate>
<dc:creator>Rizqi Ardian</dc:creator>
<media:keywords>Dana Desa, Desa, Bondowoso, pencairan, pemerintah, suarajatimpost, kejari, kajari</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>BONDOWOSO, SJP – </strong>Kasus korupsi Dana Desa yang dilakukan oleh Kepala Desa Padasan Kecamatan Pujer, Kabupaten Bondowoso, menjadi pelecut bagi Inspektorat setempat, untuk mengantisipasi terjadinya kasus yang sama di tingkat desa.</p>
<p>Oleh sebab itu, Inspektorat Kabupaten Bondowoso mulai menerapkan sistem pengawasan baru terhadap pengelolaan keuangan desa yang akan berlaku penuh mulai tahun 2026. </p>
<p>Kendati tahun 2026 Dana Desa hanya kisaran Rp200 – Rp300 juta setahun, sistem ini tetap dirancang untuk menyeragamkan pola pengawasan camat terhadap desa, sekaligus meminimalkan potensi penyimpangan sejak awal tahun anggaran.</p>
<p>Inspektur Inspektorat Bondowoso, Agung Trihandono, menjelaskan, selama ini mekanisme pengawasan desa belum berjalan seragam. Setiap camat memiliki pola dan template berbeda dalam menjalankan fungsi pengawasan, terutama menjelang akhir tahun anggaran.</p>
<p>“Selama ini desa sebenarnya sudah melakukan pengawasan, tetapi tidak seragam. Masing-masing camat memperlakukan berbeda. Karena itu mulai tahun ini kami siapkan tool atau alat kontrol yang sama dan wajib digunakan seluruh camat,” kata Agung, dikonfirmasi di ruang kerjanya, Jumat (9/1/2025).</p>
<p>Ia menyebutkan, pada tahun 2025 sebagian camat telah menerapkan pola tersebut, salah satunya Camat Binakal. Namun, penerapan secara menyeluruh baru akan dilakukan pada 2026 dengan sistem yang lebih tertata dan berbasis aplikasi.</p>
<p>“Melalui sistem tersebut, camat diwajibkan melakukan pendampingan dan monitoring desa secara bertahap sejak Januari. Setiap tahapan, mulai dari awal tahun hingga akhir semester, harus dilaporkan melalui template yang telah disiapkan Inspektorat,” jelas mantan Kepala Dispendukcapil ini.</p>
<p>Pria yang juga pernah menjabat sebagai Asisten I ini juga menyampaikan, laporan itu nantinya dapat dipantau melalui dashboard oleh Inspektorat dan Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (BPMD).</p>
<p>“Tujuannya agar camat tahu persis apa yang terjadi di desa. Kalau ada yang ganjil, tidak perlu menunggu akhir tahun. Di tengah perjalanan sudah bisa terdeteksi,” tegasnya.</p>
<p>Agung menambahkan, sistem ini diadopsi dari pola pengawasan Jaga Desa milik Kejaksaan Negeri Bondowoso dan MCSP (Monitoring, Controlling, Surveillance for Prevention) KPK dari Kemendagri, yang disesuaikan dengan kebutuhan daerah. </p>
<p>“Hasil pemantauan camat akan dilaporkan secara periodik kepada Sekretaris Daerah, Wakil Bupati, dan Bupati Bondowoso,” ucap Agung usai memimpin rapat koordinasi evaluai pengelolaan keuangan dan aset desa di aula Inspektorat.</p>
<p>Terkait audit tahun anggaran 2025, Inspektorat berencana mengelompokkan desa ke dalam tiga kategori. Pertama, desa yang perlu dilakukan audit menyeluruh. Kedua, desa yang cukup dievaluasi. Ketiga, desa yang hanya diperiksa secara terbatas karena dinilai telah tertib administrasi dan pelaporan.</p>
<p>“Jumlah objek pengawasan kita sangat banyak, mulai OPD, kecamatan, sekolah, hingga desa. Dengan keterbatasan waktu dan personel, pengawasan harus dilakukan lebih efektif dan terukur,” jelasnya.</p>
<p>Ia juga memastikan, sebelum pemeriksaan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) dilakukan, Inspektorat sebagai Aparat Pengawasan Intern Pemerintah (APIP) akan turun lebih dahulu untuk melakukan pengawasan internal.</p>
<p>“Bukan untuk menutupi kesalahan, tapi memastikan semuanya tertib sebelum pemeriksaan eksternal. Harapannya, tidak sampai berujung pada persoalan hukum,” pungkas Agung. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>LT Beauty Skin WSC 2 in 1 Ditarik Sementara, Owner Sampaikan Permohonan Maaf</title>
<link>https://suarajatimpost.com/lt-beauty-skin-wsc-2-in-1-ditarik-sementara-owner-sampaikan-permohonan-maaf-28866</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/lt-beauty-skin-wsc-2-in-1-ditarik-sementara-owner-sampaikan-permohonan-maaf-28866</guid>
<description><![CDATA[ Dalam klarifikasi resmi tertulis yang ditandatangani di Bondowoso pada 26 Desember 2025, Lita mengakui adanya kekeliruan dalam pengelolaan produk LT Beauty Skin WSC 2 in 1. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202601/image_870x580_696081233151f.webp" length="11158" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Fri, 09 Jan 2026 11:06:05 +0700</pubDate>
<dc:creator>Rizqi Ardian</dc:creator>
<media:keywords>lifestyle, kecantikan, skincare, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>BONDOWOSO, SJP – </strong>Owner LT Beauty Skin WSC 2 in 1, Lita Talita, menyampaikan permohonan maaf secara terbuka kepada seluruh agen, reseller, dan konsumen menyusul kegaduhan yang mencuat dalam beberapa hari terakhir terkait peredaran produknya di pasaran.</p>
<p></p>
<p>Dalam klarifikasi resmi tertulis yang ditandatangani di Bondowoso pada 26 Desember 2025, Lita mengakui adanya kekeliruan dalam pengelolaan produk LT Beauty Skin WSC 2 in 1. Ia menyatakan bertanggung jawab penuh atas polemik yang terjadi dan berkomitmen melakukan evaluasi serta pembenahan menyeluruh.</p>
<p></p>
<p>“Kami menyadari adanya kekeliruan pada produk yang beredar. Untuk itu, kami berkomitmen melakukan evaluasi dan perbaikan secara menyeluruh agar kualitas dan keamanan produk ke depan menjadi lebih baik,” ujar Lita dalam pernyataannya, Kamis (26/12/2025).</p>
<p></p>
<p>Sebagai langkah preventif dan bentuk tanggung jawab terhadap perlindungan konsumen, pihak LT Beauty Skin memutuskan menarik dan menghentikan sementara peredaran produk LT Beauty Skin WSC 2 in 1 dengan nomor izin edar NA18230102345, terhitung sejak 26 Desember 2025.</p>
<p></p>
<p>“Penarikan sementara ini kami lakukan setelah diketahui adanya potensi permasalahan pada produk yang beredar,” jelasnya.</p>
<p></p>
<p>Sementara itu, berdasarkan surat pemberitahuan pembatalan izin edar, tertanggal 26 Desember 2025 PT Skinsol Kosmetik Industri selaku penyedia jasa maklon menyampaikan sejumlah penegasan penting. Dalam dokumen tersebut disebutkan bahwa PT Skinsol Kosmetik Industri telah mengirimkan Surat Pemberitahuan Pembatalan Nomor Izin Edar Produk LT Beauty Skin karena ditemukan pelanggaran atas penggunaan normor izin edar.</p>
<p></p>
<p>PT Skinsol Kosmetik Industri juga telah melayangkan somasi kepada LT beauty Skin dan menegaskan berbagai pelanggaran terutama penggunaan Nomor Izin Edar tanpa hak PT Skinsol Kosmetik Industri terhadap produk yang bukan bersumber dari PT Skinsol, termasuk keberatan atas penggunakan kop surat PT Skinsol karena faktanya tidak pernah mengetahui maupun memberikan izin penggunaan kop surat berjudul “Permohonan Maaf dan Penarikan Produk LT Beauty Skin” tertanggal 26 Desember 2025. Atas hal tersebut.</p>
<p></p>
<p>Selain itu, PT Skinsol Kosmetik Industri menegaskan bahwa sebagai perusahaan maklon kosmetik yang telah mengantongi sertifikasi CPKB (Cara Pembuatan Kosmetik yang Baik), pihaknya tidak pernah memproduksi produk yang mengandung merkuri atau bahan berbahaya lainnya. Sehingga jelas terkait produk LT Beauty Skin yang ditarik dan dibatalkan tersebut bukanlah produk yang diproduksi oleh PT Skinsol Kosmetik Industri.</p>
<p></p>
<p>Dalam somasi tersebut ditegaskan pula bahwa pencantuman Nomor Notifikasi Izin Edar PT Skinsol Kosmetik Industri dilakukan tanpa hak oleh pihak LT Beauty Skin.</p>
<p></p>
<p>Sebagai tindak lanjut dan kesadaran atas pelanggaran yang tercantum dalam somasi tersebut LT Beauty Skin akan melakukan pemenuhan atas seluruh tuntutan, termasuk menghentikan menggunakan Nomor izin edar dan pencantuman nama PT Skinsol Kosmetik Industri dalam seluruh materi publikasi dan promosi produknya.</p>
<p></p>
<p>Saat ini, LT Beauty Skin WSC 2 in 1 disebut tengah menjalani proses pembenahan internal dan peningkatan kualitas. Seluruh agen dan reseller diminta menghentikan sementara aktivitas penjualan hingga produk baru dinyatakan memenuhi standar dan resmi dirilis kembali.</p>
<p></p>
<p>“Kami kembali menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh konsumen, agen, dan reseller atas kelalaian yang terjadi. Ke depan, kami berkomitmen untuk lebih berhati-hati dan transparan dalam menjaga kualitas produk,” tutup Lita. <strong>(**)</strong></p>
<p></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>KKN Mahasiswa Unej Harus Jadi Mitra Strategis Pembangunan Desa di Bondowoso</title>
<link>https://suarajatimpost.com/kkn-mahasiswa-unej-harus-jadi-mitra-strategis-pembangunan-desa-di-bondowoso</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/kkn-mahasiswa-unej-harus-jadi-mitra-strategis-pembangunan-desa-di-bondowoso</guid>
<description><![CDATA[ Pemerintah Kabupaten Bondowoso menegaskan KKN tidak boleh bersifat seremonial. Mahasiswa KKN Unej diminta menjadi mitra strategis pembangunan desa melalui penguatan ekonomi lokal, SDGs Desa, dan solusi berbasis data lapangan. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202601/image_870x580_695fb940851e9.webp" length="24106" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 08 Jan 2026 22:08:24 +0700</pubDate>
<dc:creator>Rizqi Ardian</dc:creator>
<media:keywords>pemerintahan, Bondowoso, advetorial, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p data-start="228" data-end="432"><strong data-start="228" data-end="248">BONDOWOSO, SJP –</strong> Ratusan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Reguler Universitas Jember (Unej) resmi diterjunkan untuk melaksanakan pengabdian di sejumlah desa di Kabupaten Bondowoso, Kamis (8/1/2026).</p>
<p data-start="434" data-end="645">Pemerintah Kabupaten Bondowoso menegaskan bahwa keberadaan mahasiswa KKN tidak boleh sebatas kegiatan seremonial, melainkan harus mampu memberikan kontribusi nyata dalam mendorong perubahan dan pembangunan desa.</p>
<p data-start="647" data-end="1026">Penegasan tersebut disampaikan langsung oleh Bupati Bondowoso Abdul Hamid Wahid saat menerima mahasiswa KKN Unej Tahun Akademik 2025/2026 di Pendopo Bupati Bondowoso.</p>
<p data-start="647" data-end="1026">Kegiatan ini turut dihadiri Kepala LP2M Universitas Jember Prof. Dr. Yuli Witono, Sekretaris Daerah Bondowoso Dr. Fathur Rozi, jajaran pejabat Pemkab, para camat, kepala desa, serta seluruh mahasiswa peserta KKN.</p>
<p data-start="1028" data-end="1336">Bupati Abdul Hamid Wahid menekankan, program KKN tidak lagi dipandang sebagai rutinitas akademik semata. Menurutnya, KKN merupakan sarana pembelajaran lapangan yang menuntut mahasiswa terlibat langsung dalam membaca persoalan riil masyarakat sekaligus merumuskan solusi yang aplikatif dan berkelanjutan.</p>
<p data-start="1338" data-end="1573">“Kehadiran mahasiswa KKN harus dimaknai sebagai kemitraan strategis dalam pembangunan desa. Mahasiswa dituntut mampu menggali potensi lokal, membangun jejaring sosial, dan menghadirkan program pemberdayaan yang berkelanjutan,” ujarnya.</p>
<p data-start="1575" data-end="1922">Ia menilai pendekatan KKN Tematik yang diterapkan Universitas Jember sejalan dengan kebutuhan desa saat ini. Fokus pada pencapaian SDGs Desa, penanggulangan kemiskinan, penguatan ekonomi lokal, ketahanan pangan, pengembangan UMKM, pariwisata desa, hingga isu lingkungan dan perubahan iklim dinilai relevan dengan tantangan yang dihadapi Bondowoso.</p>
<p data-start="1924" data-end="2311">Lebih lanjut, Bupati Bondowoso yang karip disapa Ra Hamid ini memaparkan, Kabupaten Bondowoso memiliki kekayaan sumber daya yang besar, mulai dari sektor pertanian hortikultura, kopi, peternakan, hingga potensi wisata alam Ijen Geopark serta kearifan budaya lokal. Namun demikian, potensi tersebut masih dihadapkan pada persoalan klasik seperti kemiskinan, keterbatasan akses pendidikan, serta ancaman degradasi lingkungan.</p>
<p data-start="2313" data-end="2469">“Di titik inilah mahasiswa KKN diharapkan hadir bukan sebagai penonton, tetapi sebagai pemecah masalah, inovator, sekaligus penggerak masyarakat,” tegasnya.</p>
<p data-start="2471" data-end="2691">Ia juga meminta agar setiap program KKN disusun secara matang dan berbasis data. Mulai dari pemetaan masalah di desa, penyusunan perencanaan melalui Business Model Canvas, hingga pelaksanaan dan pelaporan yang akuntabel.</p>
<p data-start="2693" data-end="2953">Program yang dijalankan, lanjutnya, harus memberikan dampak jangka panjang dan tidak berhenti setelah masa KKN berakhir. Selain substansi program, Ra Hamid turut menekankan pentingnya sikap, etika, dan tanggung jawab mahasiswa selama berada di tengah masyarakat.</p>
<p data-start="2955" data-end="3159">Mahasiswa diingatkan untuk menjaga nama baik almamater, membangun komunikasi yang santun dengan pemerintah desa dan warga, serta menjadikan KKN sebagai sarana pembentukan karakter dan kepemimpinan sosial.</p>
<p data-start="3161" data-end="3444">"Kami membuka ruang kolaborasi seluas-luasnya dan siap mendukung pelaksanaan KKN Universitas Jember sebagai bagian dari sinergi antara perguruan tinggi dan pemerintah daerah dalam mempercepat pembangunan desa yang berkeadilan dan berkelanjutan," pungkasnya. <strong>(*)</strong></p>
<p data-start="3161" data-end="3444"><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Dana Desa 2026 Dipangkas, PKDI Bondowoso Tegaskan Siap Patuh Kebijakan Pemerintah Pusat</title>
<link>https://suarajatimpost.com/dana-desa-2026-dipangkas-pkdi-bondowoso-tegaskan-siap-patuh-kebijakan-pemerintah-pusat</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/dana-desa-2026-dipangkas-pkdi-bondowoso-tegaskan-siap-patuh-kebijakan-pemerintah-pusat</guid>
<description><![CDATA[ Dana Desa Kabupaten Bondowoso tahun 2026 dipastikan turun hingga Rp200–300 juta per desa. PKDI dan DPMD Bondowoso menegaskan kebijakan tersebut merupakan keputusan pemerintah pusat yang wajib dijalankan oleh desa. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202601/image_870x580_695f9860ea261.webp" length="40984" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 08 Jan 2026 19:52:17 +0700</pubDate>
<dc:creator>Rizqi Ardian</dc:creator>
<media:keywords>desa, dana desa, evaluasi, kejari, inspektorat, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>BONDOWOSO, SJP – </strong>Kebijakan pemerintah pusat yang memangkas Dana Desa di tahun 2026, mendapat tanggapan dari Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Persaudaraan Kepala Desa Indonesia (PKDI) Kabupaten Bondowoso.</p>
<p>Kusnadi yang baru saja di kukuhkan menjadi Ketua DPC PKDI Bondowoso mengungkap, kebijakan pengurangan Dana Desa merupakan keputusan pemerintah pusat yang wajib dilaksanakan oleh seluruh tingkatan pemerintahan, mulai dari pemerintah daerah hingga pemerintah desa.</p>
<p>PKDI Bondowoso yang terdiri dari 120 kepala desa, menyatakan komitmennya untuk mengikuti dan menjalankan seluruh kebijakan serta arahan pemerintah pusat, termasuk program-program prioritas yang telah ditetapkan oleh Presiden Republik Indonesia, Gubernur, maupun Bupati.</p>
<p>“Kami siap perintah dan patuh. Apa yang menjadi titah pemerintah pusat akan kami laksanakan sebaik mungkin. Kami yakin para pemimpin kita sangat mencintai masyarakatnya,” ujarnya, Kamis (8/1/2026).</p>
<p>Terkait dampak pengurangan anggaran tersebut, dirinya menegaskan, kebijakan di tingkat daerah tetap berpedoman pada regulasi yang ditetapkan pemerintah pusat. Meski demikian, penyesuaian terhadap program-program desa dinilai tidak dapat dihindari, mengingat keterbatasan kapasitas anggaran yang tersedia.</p>
<p>“Untuk peruntukannya tentu akan ada perubahan. Semua akan disesuaikan dengan kemampuan anggaran,” jelasnya, usai pengukukan di aula salah satu hotel di kawasan Kelurahan Tamansari, Kecamatan Bondowoso.</p>
<p>Sementara itu, Mahfud Junaedi, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Bondowoso menyebut, tahun anggaran 2026 besaran Dana Desa untuk seluruh desa di Kabupaten Bondowoso dipastikan mengalami penurunan signifikan.</p>
<p>Berdasarkan pagu indikatif dari Kementerian Keuangan, besaran Dana Desa per desa diperkirakan hanya berada di kisaran Rp200 juta hingga Rp300 juta per tahunnya.</p>
<p>“Angka yang turun itu merupakan kebijakan pemerintah pusat yang langsung ditetapkan untuk masing-masing daerah. Pagu dari kementerian sudah kita terima. Besarannya bervariasi, sekitar Rp200 juta sampai Rp300 juta per desa,” kata Mahfud.</p>
<p>Ia menambahkan, daerah hanya menjadi penerima pagu indikatif dan selanjutnya menjadikannya sebagai acuan penyusunan perencanaan di desa.</p>
<p>Terkait skema Dana Desa yang nantinya dikaitkan dengan program Koperasi Kelurahan/Desa Merah Putih (KDMP), DPMD Bondowoso masih menunggu petunjuk teknis lebih lanjut dari pemerintah pusat.  </p>
<p>“Meski nilainya menyusut, kami pastikan program-program wajib desa tetap harus dijalankan, hanya saja aturan mengenai besaran persentasenya belum diterbitkan,” pungkasnya. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Angin Kencang Tumbangkan Pohon di Jalur Bondowoso–Jember, Lalu Lintas Sempat Tersendat</title>
<link>https://suarajatimpost.com/angin-kencang-tumbangkan-pohon-di-jalur-bondowosojember-lalu-lintas-sempat-tersendat</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/angin-kencang-tumbangkan-pohon-di-jalur-bondowosojember-lalu-lintas-sempat-tersendat</guid>
<description><![CDATA[ Cuaca ekstrem berupa hujan lebat dan angin kencang menyebabkan pohon angsana tumbang di Jalan Bondowoso–Jember, Kecamatan Maesan. BPBD Bondowoso bergerak cepat melakukan evakuasi hingga akses jalan kembali normal. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202601/image_870x580_695f9a8871fa4.webp" length="85288" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 08 Jan 2026 19:30:33 +0700</pubDate>
<dc:creator>Rizqi Ardian</dc:creator>
<media:keywords>bencana, angin, banjir, longsor, puting beliung, BPBD, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p data-start="255" data-end="514"><strong data-start="255" data-end="275">BONDOWOSO, SJP –</strong> Cuaca ekstrem berupa hujan lebat disertai angin kencang menyebabkan sebuah pohon tumbang di Jalan Bondowoso–Jember, tepatnya di depan Kantor BRI Unit Maesan, Desa Penanggungan, Kecamatan Maesan, Kabupaten Bondowoso, Kamis (8/1/2026) sore.</p>
<p data-start="516" data-end="759">Peristiwa tersebut terjadi sekira pukul 15.37 WIB. Pohon jenis angsana yang tumbang menutup setengah badan jalan dan menimpa kabel listrik, sehingga sempat menghambat arus lalu lintas dan memicu kemacetan di jalur penghubung Bondowoso–Jember.</p>
<p data-start="761" data-end="929">Plt Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Kabupaten Bondowoso, Kristianto Putro Prasojo, mengatakan pihaknya langsung bergerak cepat setelah menerima laporan dari masyarakat.</p>
<p data-start="931" data-end="1126">“Begitu menerima laporan, tim BPBD bersama unsur TNI, Polri, dan warga langsung menuju lokasi untuk melakukan penanganan. Alhamdulillah tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini,” ujar Kristianto.</p>
<p data-start="1128" data-end="1384">Ia menjelaskan, Tim Reaksi Cepat Penanggulangan Bencana (TRC-PB) BPBD Bondowoso segera melakukan asesmen dan evakuasi pohon tumbang menggunakan gergaji mesin. Proses penanganan melibatkan BPBD Bondowoso, Koramil Maesan, Polsek Maesan, serta warga setempat.</p>
<p data-start="1386" data-end="1539">“Evakuasi pohon tumbang berhasil diselesaikan sekitar pukul 16.30 WIB. Saat ini akses jalan sudah kembali normal dan dapat dilalui kendaraan,” tambahnya.</p>
<p data-start="1541" data-end="1711">Kristianto juga mengimbau masyarakat agar tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem yang masih berpeluang terjadi, terutama di musim hujan yang disertai angin kencang.</p>
<p data-start="1713" data-end="1926">“Kami mengimbau warga untuk meningkatkan kewaspadaan, khususnya saat melintas di jalur-jalur rawan pohon tumbang. Jika terjadi kejadian darurat, segera laporkan ke BPBD agar bisa ditangani dengan cepat,” tegasnya. <strong>(*)</strong></p>
<p data-start="1713" data-end="1926"><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>LT Beauty Skin WSC 2 in 1 Ditarik Sementara, Owner Sampaikan Permohonan Maaf</title>
<link>https://suarajatimpost.com/lt-beauty-skin-wsc-2-in-1-ditarik-sementara-owner-sampaikan-permohonan-maaf-28844</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/lt-beauty-skin-wsc-2-in-1-ditarik-sementara-owner-sampaikan-permohonan-maaf-28844</guid>
<description><![CDATA[ Dalam klarifikasi resmi tertulis yang ditandatangani di Bondowoso pada 26 Desember 2025, Lita mengakui adanya kekeliruan dalam pengelolaan produk LT Beauty Skin WSC 2 in 1. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202601/image_870x580_695f79b4e4879.webp" length="26336" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 08 Jan 2026 16:51:41 +0700</pubDate>
<dc:creator>Rizqi Ardian</dc:creator>
<media:keywords>lifestyle, rekomendasi, membaca, literasi, buku, suarajatimpost, bisnis, otomotif, teknologi</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>BONDOWOSO, SJP –</strong><span> </span>Owner LT Beauty Skin WSC 2 in 1, Lita Talita, menyampaikan permohonan maaf secara terbuka kepada seluruh agen, reseller, dan konsumen menyusul kegaduhan yang mencuat dalam beberapa hari terakhir terkait peredaran produknya di pasaran.</p>
<p>Dalam klarifikasi resmi tertulis yang ditandatangani di Bondowoso pada 26 Desember 2025, Lita mengakui adanya kekeliruan dalam pengelolaan produk LT Beauty Skin WSC 2 in 1. Ia menyatakan bertanggung jawab penuh atas polemik yang terjadi dan berkomitmen melakukan evaluasi serta pembenahan menyeluruh.</p>
<p>“Kami menyadari adanya kekeliruan pada produk yang beredar. Untuk itu, kami berkomitmen melakukan evaluasi dan perbaikan secara menyeluruh agar kualitas dan keamanan produk ke depan menjadi lebih baik,” ujar Lita dalam pernyataannya, Kamis (26/12/2025).</p>
<p>Sebagai langkah preventif dan bentuk tanggung jawab terhadap perlindungan konsumen, pihak LT Beauty Skin memutuskan menarik dan menghentikan sementara peredaran produk LT Beauty Skin WSC 2 in 1 dengan nomor izin edar NA18230102345, terhitung sejak 26 Desember 2025.</p>
<p>“Penarikan sementara ini kami lakukan setelah diketahui adanya potensi permasalahan pada produk yang beredar,” jelasnya.</p>
<p>Sementara itu, berdasarkan surat pemberitahuan pembatalan izin edar, tertanggal 26 Desember 2025 PT Skinsol Kosmetik Industri selaku penyedia jasa maklon menyampaikan sejumlah penegasan penting. Dalam dokumen tersebut disebutkan bahwa PT Skinsol Kosmetik Industri telah mengirimkan Surat Pemberitahuan Pembatalan Nomor Izin Edar Produk LT Beauty Skin karena ditemukan pelanggaran atas penggunaan normor izin edar.</p>
<p>PT Skinsol Kosmetik Industri juga telah melayangkan somasi kepada LT beauty Skin dan menegaskan berbagai pelanggaran terutama penggunaan Nomor Izin Edar tanpa hak PT Skinsol Kosmetik Industri terhadap produk yang bukan bersumber dari PT Skinsol, termasuk keberatan atas penggunakan kop surat PT Skinsol karena faktanya tidak pernah mengetahui maupun memberikan izin penggunaan kop surat berjudul “Permohonan Maaf dan Penarikan Produk LT Beauty Skin” tertanggal 26 Desember 2025. Atas hal tersebut.</p>
<p>Selain itu, PT Skinsol Kosmetik Industri menegaskan bahwa sebagai perusahaan maklon kosmetik yang telah mengantongi sertifikasi CPKB (Cara Pembuatan Kosmetik yang Baik), pihaknya tidak pernah memproduksi produk yang mengandung merkuri atau bahan berbahaya lainnya. Sehingga jelas terkait produk LT Beauty Skin yang ditarik dan dibatalkan tersebut bukanlah produk yang diproduksi oleh PT Skinsol Kosmetik Industri.</p>
<p>Dalam somasi tersebut ditegaskan pula bahwa pencantuman Nomor Notifikasi Izin Edar PT Skinsol Kosmetik Industri dilakukan tanpa hak oleh pihak LT Beauty Skin.</p>
<p>Sebagai tindak lanjut dan kesadaran atas pelanggaran yang tercantum dalam somasi tersebut LT Beauty Skin akan melakukan pemenuhan atas seluruh tuntutan, termasuk menghentikan menggunakan Nomor izin edar dan pencantuman nama PT Skinsol Kosmetik Industri dalam seluruh materi publikasi dan promosi produknya.</p>
<p>Saat ini, LT Beauty Skin WSC 2 in 1 disebut tengah menjalani proses pembenahan internal dan peningkatan kualitas. Seluruh agen dan reseller diminta menghentikan sementara aktivitas penjualan hingga produk baru dinyatakan memenuhi standar dan resmi dirilis kembali.</p>
<p>“Kami kembali menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh konsumen, agen, dan reseller atas kelalaian yang terjadi. Ke depan, kami berkomitmen untuk lebih berhati-hati dan transparan dalam menjaga kualitas produk,” tutup Lita.<span> </span><strong>(**)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Perda Pilkades Direvisi, Aturan Main Pemilihan Kades di Bondowoso Berubah</title>
<link>https://suarajatimpost.com/perda-pilkades-direvisi-aturan-main-pemilihan-kades-di-bondowoso-berubah</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/perda-pilkades-direvisi-aturan-main-pemilihan-kades-di-bondowoso-berubah</guid>
<description><![CDATA[ DPRD Bondowoso menetapkan perubahan Perda Pilkades sebagai tindak lanjut UU Nomor 3 Tahun 2024. Regulasi ini mengatur masa jabatan kepala desa menjadi delapan tahun serta mendorong sinkronisasi aturan, termasuk terkait status ASN P3K. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202601/image_870x580_695e33ba72077.webp" length="22204" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 07 Jan 2026 19:00:19 +0700</pubDate>
<dc:creator>Rizqi Ardian</dc:creator>
<media:keywords>pemerintahan, BKPSDM, ASN, Kemendagri, OPD, Ramadan, suarajatimpost, Perda, Desa</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p data-start="197" data-end="597"><strong>BONDOWOSO, SJP – </strong>Bupati Bondowoso Abdul Hamid Wahid menegaskan pentingnya perubahan regulasi desa dalam menjaga kualitas demokrasi di tingkat lokal. Hal tersebut disampaikan dalam Rapat Paripurna DPRD Bondowoso, terkait Perubahan Kedua atas Peraturan Daerah Nomor 5 Tahun 2014 tentang Tata Cara Pemilihan, Pengangkatan, dan Pemberhentian Kepala Desa, di Aula Graha Paripurna DPRD Bondowoso, Rabu (7/1/2026).</p>
<p data-start="599" data-end="1011">Menurut Bupati Bondowoso yang karib disapa Ra Hamid ini, perubahan Perda ini memiliki posisi yang sangat fundamental dalam menata ulang sistem kepemimpinan desa agar lebih demokratis, berkeadilan, dan memiliki kepastian hukum. </p>
<p data-start="599" data-end="1011">"Regulasi ini diarahkan untuk menyempurnakan mekanisme pemilihan, pengangkatan, dan pemberhentian kepala desa, mencegah potensi konflik sosial, serta memperkuat tata kelola pemerintahan desa yang profesional dan akuntabel," jelasnya.</p>
<p data-start="1013" data-end="1275">Pemerintah daerah, lanjut bupati, meyakini bahwa desa merupakan pondasi utama pembangunan daerah. Karena itu, regulasi yang mengatur kepemimpinan desa harus disusun secara hati-hati, partisipatif, dan berorientasi pada kepentingan jangka panjang masyarakat desa.</p>
<p data-start="1277" data-end="1518">"Dengan penetapan ini, aturan main dalam kontestasi pemilihan kepala desa resmi mengalami perubahan signifikan," imbuhnya.</p>
<p data-start="1520" data-end="1908">Sementara itu, Mahfud Junaedi, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Bondowoso menjabarkan, perubahan Perda ini merupakan tindak lanjut dari Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2024 yang menjadi landasan baru penyelenggaraan pemerintahan desa. </p>
<p data-start="1520" data-end="1908">"Salah satu perubahan paling mencolok adalah masa jabatan kepala desa yang diperpanjang dari enam tahun menjadi delapan tahun. Ketentuan ini mulai berlaku secara suksesif pada 2026, sekaligus menuntut sinkronisasi regulasi di tingkat daerah," ungkapnya</p>
<p data-start="1910" data-end="2199">Namun demikian, muncul persoalan baru yang kini menjadi perhatian serius, yakni status Aparatur Sipil Negara (ASN) Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K) yang belum diatur secara rinci dalam Perda sebelumnya. Padahal, regulasi di tingkat pusat melarang P3K merangkap jabatan.</p>
<p data-start="2201" data-end="2426">"P3K menjadi sorotan karena selama ini Perda hanya mengatur larangan rangkap jabatan bagi PNS. Seiring bertambahnya spektrum ASN, pemerintah daerah menilai perlu adanya penyesuaian aturan agar selaras dengan regulasi nasional," terang mantan Kepala BKPSDM ini.</p>
<p data-start="2428" data-end="2667">Dirinya menegaskan, isu P3K bukan soal melarang atau membolehkan untuk maju sebagai calon kepala desa, melainkan memastikan regulasi daerah linier dengan Undang-Undang Desa serta aturan yang mengikat P3K itu sendiri. Terkait mekanisme pencalonan kepala desa bagi P3K, Mahfud menyebut pembahasan masih berjalan dan belum ada keputusan final.</p>
<p data-start="2428" data-end="2667">"Pemerintah daerah harus memastikan setiap kebijakan tidak bertabrakan dengan peraturan nasional maupun aturan internal P3K," tambahnya.</p>
<p data-start="3342" data-end="3620">Prinsip yang sama, lanjut Mahfud, juga diterapkan dalam penyusunan regulasi pencalonan kepala desa secara umum. Bukan soal membolehkan atau melarang, tetapi memastikan setiap kebijakan tersusun secara sinkron dan harmonis agar tidak menimbulkan persoalan hukum di kemudian hari.</p>
<p data-start="3622" data-end="3854">"Perda lama hanya mengatur ketentuan bagi PNS yang mencalonkan diri sebagai kepala desa, sementara P3K belum diakomodasi. Padahal, P3K merupakan bagian dari ASN dengan ketentuan tersendiri, khususnya terkait larangan rangkap jabatan," urainya.</p>
<p data-start="3856" data-end="4157">Sebagai tindak lanjut, DPMD Bondowoso kini tengah menyiapkan Peraturan Bupati (Perbup) yang akan menjadi pedoman teknis. Salah satu poin krusial yang tengah dibahas adalah mekanisme bagi P3K saat mengikuti kontestasi kepala desa, apakah harus cuti, mengundurkan diri sementara, atau skema lainnya.</p>
<p data-start="4159" data-end="4366">“Yang jelas, kita harus linier juga dengan perda dan undang-undang kita dan aturan P3K itu sendiri. Makanya nanti kita sinkronisasi, harmonisasi aturan-aturan itu sehingga menjadi aturan teknis,” pungkasnya. <strong>(*)</strong></p>
<p data-start="4159" data-end="4366"><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Pengajuan Dispensasi Kawin di Bondowoso Turun Drastis, 2025 Tercatat 150 Kasus</title>
<link>https://suarajatimpost.com/pengajuan-dispensasi-kawin-di-bondowoso-turun-drastis-2025-tercatat-150-kasus</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/pengajuan-dispensasi-kawin-di-bondowoso-turun-drastis-2025-tercatat-150-kasus</guid>
<description><![CDATA[ Jumlah pengajuan dispensasi kawin di Bondowoso terus menurun signifikan sejak adanya MoU dengan Pengadilan Agama dan asesmen psikolog. Sepanjang 2025, tercatat hanya 150 pengajuan dari ratusan kasus pada tahun-tahun sebelumnya. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202601/image_870x580_695e27da9b261.webp" length="41688" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 07 Jan 2026 18:01:57 +0700</pubDate>
<dc:creator>Rizqi Ardian</dc:creator>
<media:keywords>Pernikahan Dini, Kabupaten Malang, DP3A, Perlindungan Anak, Hari Ibu, Indonesia Emas, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p data-start="194" data-end="528"><strong>BONDOWOSO, SJP –</strong> Jumlah pengajuan dispensasi kawin di Kabupaten Bondowoso terus menunjukkan tren penurunan signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Sepanjang tahun 2025, pengajuan dispensasi kawin yang masuk tercatat sekitar 150 pasangan calon pengantin (catin), turun dibandingkan tahun 2024 yang mencapai 219 pengajuan.</p>
<p data-start="530" data-end="751">Penurunan tersebut dinilai sebagai dampak positif dari nota kesepahaman (MoU) antara pemerintah daerah dengan Pengadilan Agama (PA) serta masifnya sosialisasi pencegahan perkawinan usia anak yang dilakukan sejak 2024.</p>
<p data-start="530" data-end="751">Hal itu dikatakan oleh Hafidhatullaily, Kepala Bidang Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (P3A) Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (Dinsos P3AKB) Kabupaten Bondowoso, saat dikonfirmasi di ruang kerjanya, pada Rabu (7/1/2025).</p>
<p data-start="753" data-end="1031">“Kalau dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya, penurunannya sangat signifikan. Tahun 2021 itu pengajuan dispensasi kawin mencapai 786, tahun 2022 sebanyak 716, tahun 2023 turun menjadi 416, lalu 2024 menjadi 219, dan di 2025 ini kembali turun menjadi sekitar 150,” jelasnya.</p>
<p data-start="1033" data-end="1268">Dari total pengajuan tahun 2025 tersebut, mayoritas calon pengantin tidak mendapatkan rekomendasi setelah menjalani asesmen psikolog. Berdasarkan data yang diterima, hanya sekitar enam pasangan yang direkomendasikan oleh Dinsos P3AKB.</p>
<p data-start="1270" data-end="1455">“Sebagian besar yang mengajukan itu memang di bawah umur. Dari sekitar 150 pengajuan, yang direkomendasikan hanya kurang lebih enam pasangan. Sisanya tidak direkomendasikan,” terangnya.</p>
<p data-start="1457" data-end="1659">Meski demikian, hasil asesmen psikolog tersebut tidak diberikan langsung kepada calon pengantin, melainkan disampaikan kepada Pengadilan Agama sebagai bahan pertimbangan dalam pengambilan keputusan.</p>
<p data-start="1661" data-end="1827">“Kewenangan tetap ada di Pengadilan Agama. Kami hanya menyampaikan hasil asesmen psikolog, apakah direkomendasikan atau tidak. Keputusan akhir tetap di PA,” tegasnya.</p>
<p data-start="1829" data-end="1995">Ia menjelaskan, rekomendasi diberikan berdasarkan pertimbangan profesional dari psikolog, mencakup kesiapan mental, emosional, dan kondisi psikologis calon pengantin.</p>
<p data-start="1997" data-end="2211">Terkait mekanisme pengajuan, proses dispensasi kawin diawali dengan pendaftaran melalui aplikasi Si Peka Pak!, sebuah sistem aplikasi digital yang dikembangkan bekerja sama dengan Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo).</p>
<p data-start="2213" data-end="2380">“Pendaftaran bisa dilakukan oleh orang tua atau oleh calon pengantin sendiri melalui aplikasi, dengan mengunggah persyaratan yang sudah ditentukan,” jelasnya.</p>
<p data-start="2382" data-end="2647">Setelah seluruh persyaratan dinyatakan lengkap, calon pengantin akan dipanggil untuk menjalani asesmen psikolog. Dari hasil asesmen tersebut kemudian ditentukan apakah calon pengantin direkomendasikan atau tidak, sebelum hasilnya dikirimkan ke Pengadilan Agama.</p>
<p data-start="2649" data-end="2811">“Kalau pemenuhan berkas itu relatif cepat, hitungan hari. Yang membutuhkan waktu adalah proses asesmen psikolog, karena itu mengikuti SOP tersendiri. Maksimal 1 bulan,” pungkasnya. <strong>(*)</strong></p>
<p data-start="2649" data-end="2811"><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>LT Beauty Skin WSC 2 in 1 Ditarik Sementara, Owner Sampaikan Permohonan Maaf</title>
<link>https://suarajatimpost.com/lt-beauty-skin-wsc-2-in-1-ditarik-sementara-owner-sampaikan-permohonan-maaf-28804</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/lt-beauty-skin-wsc-2-in-1-ditarik-sementara-owner-sampaikan-permohonan-maaf-28804</guid>
<description><![CDATA[ Dalam klarifikasi resmi tertulis yang ditandatangani di Bondowoso pada 26 Desember 2025, Lita mengakui adanya kekeliruan dalam pengelolaan produk LT Beauty Skin WSC 2 in 1. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202601/image_870x580_695e2c9c6bde3.webp" length="6776" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 07 Jan 2026 16:58:01 +0700</pubDate>
<dc:creator>Rizqi Ardian</dc:creator>
<media:keywords>lifestyle, rekomendasi, membaca, literasi, buku, suarajatimpost, bisnis, otomotif, teknologi</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>BONDOWOSO, SJP –</strong><span> </span>Owner LT Beauty Skin WSC 2 in 1, Lita Talita, menyampaikan permohonan maaf secara terbuka kepada seluruh agen, reseller, dan konsumen menyusul kegaduhan yang mencuat dalam beberapa hari terakhir terkait peredaran produknya di pasaran.</p>
<p>Dalam klarifikasi resmi tertulis yang ditandatangani di Bondowoso pada 26 Desember 2025, Lita mengakui adanya kekeliruan dalam pengelolaan produk LT Beauty Skin WSC 2 in 1. Ia menyatakan bertanggung jawab penuh atas polemik yang terjadi dan berkomitmen melakukan evaluasi serta pembenahan menyeluruh.</p>
<p>“Kami menyadari adanya kekeliruan pada produk yang beredar. Untuk itu, kami berkomitmen melakukan evaluasi dan perbaikan secara menyeluruh agar kualitas dan keamanan produk ke depan menjadi lebih baik,” ujar Lita dalam pernyataannya, Kamis (26/12/2025).</p>
<p>Sebagai langkah preventif dan bentuk tanggung jawab terhadap perlindungan konsumen, pihak LT Beauty Skin memutuskan menarik dan menghentikan sementara peredaran produk LT Beauty Skin WSC 2 in 1 dengan nomor izin edar NA18230102345, terhitung sejak 26 Desember 2025.</p>
<p>“Penarikan sementara ini kami lakukan setelah diketahui adanya potensi permasalahan pada produk yang beredar,” jelasnya.</p>
<p>Sementara itu, berdasarkan surat pemberitahuan pembatalan izin edar, tertanggal 26 Desember 2025 PT Skinsol Kosmetik Industri selaku penyedia jasa maklon menyampaikan sejumlah penegasan penting. Dalam dokumen tersebut disebutkan bahwa PT Skinsol Kosmetik Industri telah mengirimkan Surat Pemberitahuan Pembatalan Nomor Izin Edar Produk LT Beauty Skin karena ditemukan pelanggaran atas penggunaan normor izin edar.</p>
<p>PT Skinsol Kosmetik Industri juga telah melayangkan somasi kepada LT beauty Skin dan menegaskan berbagai pelanggaran terutama penggunaan Nomor Izin Edar tanpa hak PT Skinsol Kosmetik Industri terhadap produk yang bukan bersumber dari PT Skinsol, termasuk keberatan atas penggunakan kop surat PT Skinsol karena faktanya tidak pernah mengetahui maupun memberikan izin penggunaan kop surat berjudul “Permohonan Maaf dan Penarikan Produk LT Beauty Skin” tertanggal 26 Desember 2025. Atas hal tersebut.</p>
<p>Selain itu, PT Skinsol Kosmetik Industri menegaskan bahwa sebagai perusahaan maklon kosmetik yang telah mengantongi sertifikasi CPKB (Cara Pembuatan Kosmetik yang Baik), pihaknya tidak pernah memproduksi produk yang mengandung merkuri atau bahan berbahaya lainnya. Sehingga jelas terkait produk LT Beauty Skin yang ditarik dan dibatalkan tersebut bukanlah produk yang diproduksi oleh PT Skinsol Kosmetik Industri.</p>
<p>Dalam somasi tersebut ditegaskan pula bahwa pencantuman Nomor Notifikasi Izin Edar PT Skinsol Kosmetik Industri dilakukan tanpa hak oleh pihak LT Beauty Skin.</p>
<p>Sebagai tindak lanjut dan kesadaran atas pelanggaran yang tercantum dalam somasi tersebut LT Beauty Skin akan melakukan pemenuhan atas seluruh tuntutan, termasuk menghentikan menggunakan Nomor izin edar dan pencantuman nama PT Skinsol Kosmetik Industri dalam seluruh materi publikasi dan promosi produknya.</p>
<p>Saat ini, LT Beauty Skin WSC 2 in 1 disebut tengah menjalani proses pembenahan internal dan peningkatan kualitas. Seluruh agen dan reseller diminta menghentikan sementara aktivitas penjualan hingga produk baru dinyatakan memenuhi standar dan resmi dirilis kembali.</p>
<p>“Kami kembali menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh konsumen, agen, dan reseller atas kelalaian yang terjadi. Ke depan, kami berkomitmen untuk lebih berhati-hati dan transparan dalam menjaga kualitas produk,” tutup Lita.<span> </span><strong>(**)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Kakek Penjerat Burung Cendet di Hutan Baluran Situbondo Divonis Ringan</title>
<link>https://suarajatimpost.com/kakek-penjerat-burung-cendet-di-hutan-baluran-situbondo-divonis-ringan</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/kakek-penjerat-burung-cendet-di-hutan-baluran-situbondo-divonis-ringan</guid>
<description><![CDATA[ Kakek Masir dan keluarga mengungkapkan rasa bersyukur karena Kakek Masir akan menghirup udara segar, karena sebelumnya sudah menjalani masa hukuman penjara terhitung sejak dalam proses hukum ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202601/image_870x580_695e232d6501e.webp" length="25020" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 07 Jan 2026 16:32:03 +0700</pubDate>
<dc:creator>Rizqi Ardian</dc:creator>
<media:keywords>kriminial, suarajatimpost, pencurian, polisi, pembunuhan, narkoba, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SITUBONDO, SJP -</strong> Pengadilan Negeri (PN) Situbondo memutuskan vonis bersalah dan menjatuhi hukuman 5 bulan 20 hari kurungan penjara kepada kakek Masir (75) yang terjerat kasus pencurian burung cendet.</p>
<p>Sebelumnya, kasus kakek Masir menjadi sorotan masyarakat dan langsung menjadi viral, apalagi sejumlah kelompok memprotes dengan cara melakukan demontrasi setelah jaksa menuntut 2 tahun penjara terhadap terdakwa.</p>
<p>Di media sosial pun ramai diperbicangkan, lantaran sisi kemanusiaan yang di mata hukum tetap memenjarakan terdakwa kakek Masir karena terbukti menangkap 5 burung cendet di wilayah konservasi, tepatnya di Hutan Baluran Situbondo. </p>
<p>Hakim Pengadilan Negeri Situbondo, Ngurah Surahdatta mengungkapkan dalam persidangan jika terdakwa secara sah telah terbukti dan mengakui telah menangkap dengan cara menjerat lima ekor burung cendet.</p>
<p>"Terdakwa terbukti melanggar Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistem," ucapnya dalam persidangan.</p>
<p>Kuasa hukum terdakwa, Hanif Fariyadi, menerima putusan dari hakim, yaitu hukuman penjara 5 bulan 20 hari. Begitu juga pihak keluarga terdakwa yang menerima putusan tersebut dan menilai putusan itu tidak memberatkan.</p>
<p>‎Selain itu, Hanif Fariyadi juga menjelaskan usai sidang putusan pengadilan, jika ada sejumlah hal yang melatarbelakangi ringannya putusan tersebut. Di antaranya sisi kemanusiaan. <br>‎<br>‎"Kita semua tahu bahwa usia Kakek Masir yang sudah mencapai 75 tahun. Selain itu kondisi ekonominya juga menjadi bagian dari pertimbangan hakim," katanya.</p>
<p>Dengan putusan itu, lanjut Hanif, terdakwa kakek Masir dan keluarga mengungkapkan rasa bersyukur karena Kakek Masir akan menghirup udara segar, karena sebelumnya sudah menjalani masa hukuman penjara terhitung sejak dalam proses hukum.</p>
<p>"Kami menerima putusan hakim selama 5 bulan 20 hari, karena terdakwa sudah menjalani masa penahanan selama 5 bulan 17 hari, terdakwa bebas pada Jumat 9 Januari nanti," katanya. <strong>(**)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Bondowoso Bidik Peningkatan PAD dari Semua Sektor Melalui Perda Pajak dan Retribusi</title>
<link>https://suarajatimpost.com/bondowoso-bidik-peningkatan-pad-dari-semua-sektor-melalui-perda-pajak-dan-retribusi</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/bondowoso-bidik-peningkatan-pad-dari-semua-sektor-melalui-perda-pajak-dan-retribusi</guid>
<description><![CDATA[ Pemkab Bondowoso mengoptimalkan peningkatan PAD melalui implementasi Raperda perubahan Perda Pajak dan Retribusi Daerah dengan mendorong pajak dan retribusi lintas sektor tanpa membebani masyarakat. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202601/image_870x580_695e1fbbe67ab.webp" length="35288" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 07 Jan 2026 16:00:00 +0700</pubDate>
<dc:creator>Rizqi Ardian</dc:creator>
<media:keywords>PAD 2025, Dinas Dispenda, kenaikan pajak 2025, Rp 251 miliar, PKB, PNKB, Samsat, Satker, Nganjuk</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p data-start="320" data-end="585"><strong data-start="320" data-end="340">BONDOWOSO, SJP – </strong>Penetapan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Perubahan atas Peraturan Daerah Nomor 1 Tahun 2024 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah, merupakan langkah adaptif Pemerintah Kabupaten Bondowoso dalam menindaklanjuti hasil evaluasi Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia dan Kementerian Keuangan Republik Indonesia.</p>
<p data-start="320" data-end="585">"Kebijakan ini sekaligus menjadi upaya penyesuaian fiskal daerah dengan kebutuhan riil pembangunan daerah," begitu kata Bupati Bondowoso, Abdul Hamid Wahid saat menyampaikan tanggapannya atas penetapan Raperda tersebut dalam Rapat Paripurna di Graha Paripurna DPRD Bondowoso, Rabu (7/1/2025).</p>
<p data-start="568" data-end="937">Kata Bupati, Perubahan Perda tersebut diarahkan untuk memberikan kepastian hukum dan meningkatkan efektivitas pemungutan pajak serta retribusi daerah. Selain itu, regulasi ini bertujuan mengoptimalkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) secara adil, proporsional, dan berkelanjutan, sekaligus mendukung kemandirian fiskal daerah guna memperkuat pembiayaan pembangunan dan pelayanan publik.</p>
<p data-start="939" data-end="1298">"Perumusan kebijakan pajak dan retribusi daerah dilakukan secara hati-hati, transparan, dan akuntabel. Hal ini penting agar kebijakan yang diterapkan tidak menjadi beban berlebihan bagi masyarakat dan dunia usaha, namun tetap mampu memberikan kontribusi nyata bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat Bondowoso," jelas bupati.</p>
<p data-start="320" data-end="585">Sementara itu, Sekretaris Daerah (Sekda) Bondowoso, Fathur Rozi mengatakan, Pemerintah Kabupaten Bondowoso menargetkan peningkatan PAD dari seluruh sektor, melalui implementasi Raperda tersebut. Ia juga menegaskan, optimalisasi PAD tidak hanya bertumpu pada satu jenis penerimaan, melainkan dilakukan secara menyeluruh, baik dari sektor pajak maupun retribusi daerah.</p>
<p data-start="812" data-end="1029">“Pajak itu variannya banyak, retribusi juga begitu. Retribusi ada di Badan Pendapatan Daerah maupun di beberapa perangkat daerah lain. Semua sektor yang berpotensi akan kita dorong,” kata Fathur Rozi, usai rapat paripurna di gedung DPRD.</p>
<p data-start="1031" data-end="1230">Ia menjelaskan, khusus retribusi, masing-masing perangkat daerah akan dimaksimalkan sesuai kewenangannya. Termasuk sektor pertanian dan pemanfaatan aset daerah yang selama ini belum tergarap optimal.</p>
<p data-start="1232" data-end="1388">Namun demikian, Fathur Rozi menekankan secara konsep, peningkatan PAD yang paling ideal berasal dari sektor pajak daerah, bukan semata-mata retribusi.</p>
<p data-start="1390" data-end="1545">“Kalau bicara ide, yang paling bagus peningkatannya itu dari pajak. Tapi juga bukan PBB-P2. Masih banyak jenis pajak lain yang bisa kita dorong,” tegasnya.</p>
<p data-start="1547" data-end="1846">Beberapa sektor pajak yang menjadi fokus peningkatan antara lain Pajak Barang dan Jasa Tertentu (PBJT) seperti restoran makanan dan minuman, hotel, hiburan, reklame, hingga pajak sektor jasa lainnya.</p>
<p data-start="1848" data-end="2096">Sebagai bagian dari reformasi tata kelola, Pemkab Bondowoso juga akan menerapkan sistem elektronifikasi dalam pemungutan pajak dan retribusi. Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan transparansi sekaligus menekan potensi kebocoran pendapatan.</p>
<p data-start="2098" data-end="2264">“Kita akan menggunakan sistem elektrifikasi, sehingga ke depan tidak lagi ada pencatatan manual. Semangatnya adalah akuntabilitas dan peningkatan realisasi,” ujarnya.</p>
<p data-start="2266" data-end="2473">Fathur Rozi menegaskan, peningkatan PAD tidak hanya dimaknai sebagai kenaikan target angka, tetapi lebih pada optimalisasi realisasi di lapangan melalui peningkatan kepatuhan wajib pajak dan wajib retribusi.</p>
<p data-start="2475" data-end="2603">“Dua-duanya harus meningkat, baik pajak maupun retribusi. Dan meningkat itu bukan hanya jumlahnya, tapi realisasinya,” jelasnya.</p>
<p data-start="2605" data-end="2852">Terkait kekhawatiran masyarakat, ia memastikan bahwa kebijakan peningkatan PAD tetap memperhatikan aspek keadilan dan tidak membebani warga. Pemerintah, kata dia, tidak menaikkan Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2) sejak 2017.</p>
<p data-start="2854" data-end="3022">“Yang membebani masyarakat itu PBB-P2. Dan kita tidak menaikkan itu sejak 2017. Yang kita dorong adalah kepatuhan, terutama bagi yang selama ini belum tertib,” katanya.</p>
<p data-start="3024" data-end="3218">Selain itu, sektor pertambangan juga menjadi perhatian serius pemerintah daerah. Pelaku usaha tambang yang belum mengantongi izin akan didorong untuk segera patuh terhadap regulasi yang berlaku.</p>
<p data-start="3220" data-end="3338">“Tambang juga menjadi atensi kita. Bagi yang belum berizin, tentu harus kita dorong agar tertib,” tandasnya.</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202601/image_870x_695e1fd961e70.webp" alt=""></p>
<p data-start="3220" data-end="3338"><strong data-start="251" data-end="316">Bapenda Paparkan Penambahan Potensi dan Penyesuaian Tarif PAD</strong></p>
<p data-start="318" data-end="609">Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Bondowoso, Slamet Yantoko, menjelaskan bahwa dalam Raperda Perubahan atas Perda Nomor 1 Tahun 2024 terdapat sejumlah penambahan potensi PAD baru, khususnya dari sektor peternakan, serta penyesuaian tarif retribusi dan pemanfaatan aset daerah.</p>
<p data-start="611" data-end="781">“Yang ditetapkan tahun ini ada beberapa penambahan potensi, salah satunya di bidang peternakan. Selain itu juga ada perubahan dan penyesuaian tarif,” ujar Slamet Yantoko.</p>
<p data-start="783" data-end="1013">Ia menegaskan, salah satu poin penting dalam perubahan regulasi tersebut adalah penghapusan seluruh pungutan yang bersifat administratif. Retribusi daerah, kata dia, hanya dikenakan untuk layanan yang bersifat murni pelayanan.</p>
<p data-start="1015" data-end="1227">“Biaya-biaya retribusi yang sifatnya administrasi semuanya dihilangkan. Contohnya penerbitan sertifikat NKV di peternakan. Dulu ada biaya, sekarang sesuai arahan Kementerian Dalam Negeri sudah dihapus,” jelasnya.</p>
<p data-start="1229" data-end="1377">Menurut Slamet, kebijakan ini bertujuan memberikan kepastian hukum sekaligus memastikan pelayanan publik tidak dibebani pungutan yang tidak relevan.</p>
<p data-start="1379" data-end="1568">Selain itu, Raperda Perubahan atas Perda Nomor 1 Tahun 2024, juga mengatur pemisahan yang tegas antara retribusi jasa usaha dan retribusi pemanfaatan aset daerah. Salah satunya pada penggunaan ambulans milik pemerintah daerah.</p>
<p data-start="1570" data-end="1771">“Kalau ambulans digunakan tanpa pelayanan medis, itu masuk retribusi pemanfaatan aset. Tapi kalau ada pelayanan di dalam ambulans, itu baru masuk retribusi jasa usaha. Ini harus dipisahkan,” terangnya.</p>
<p data-start="1773" data-end="1979">Terkait penyesuaian tarif, Slamet Yantoko menyebut air bawah tanah menjadi salah satu objek yang disesuaikan, dari sebelumnya tarif minimal Rp450 menjadi Rp2.000, mengikuti ketentuan peraturan gubernur.</p>
<p data-start="1981" data-end="2139">Sementara di sektor peternakan, tahun ini juga muncul potensi PAD baru dari layanan inseminasi buatan (IB) dengan kontribusi sebesar Rp3.000 per suntikan.</p>
<p data-start="2141" data-end="2323">“Ini bukan kenaikan tarif, tapi potensi baru. Untuk pembelian bibit, transportasi, dan nitrogen cair tetap menjadi beban mandiri masyarakat karena memang tidak ada subsidi,” katanya.</p>
<p data-start="2325" data-end="2550">Penyesuaian tarif juga diberlakukan pada sewa aset pertanian. Lahan pertanian milik daerah yang sebelumnya disewakan sekitar Rp7 juta per tahun kini disesuaikan menjadi Rp10 juta hingga Rp13 juta, tergantung potensi aset.</p>
<p data-start="2552" data-end="2717">Selain optimalisasi regulasi, Slamet menegaskan bahwa Bapenda Bondowoso terus memperluas penerapan elektronifikasi dan digitalisasi untuk mencegah kebocoran PAD.</p>
<p data-start="2719" data-end="2892">“Retribusi pasar sudah berbasis elektronik, e-parking juga sudah berjalan. Untuk pajak daerah, termasuk PBB, hampir semuanya sudah menggunakan transaksi digital,” ungkapnya.</p>
<p data-start="2894" data-end="2993">Ia pun mengimbau masyarakat untuk memanfaatkan pembayaran non-tunai demi keamanan dan transparansi.</p>
<p data-start="2995" data-end="3148">“Hampir semua sektor kita dorong berbasis elektronik. Ini bagian dari upaya meningkatkan PAD secara akuntabel dan berkelanjutan,” pungkas Slamet Yantoko. <strong></strong><strong>(*)</strong></p>
<p data-start="3220" data-end="3338"><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>LT Beauty Skin WSC 2 in 1 Ditarik Sementara, Owner Sampaikan Permohonan Maaf</title>
<link>https://suarajatimpost.com/lt-beauty-skin-wsc-2-in-1-ditarik-sementara-owner-sampaikan-permohonan-maaf-28785</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/lt-beauty-skin-wsc-2-in-1-ditarik-sementara-owner-sampaikan-permohonan-maaf-28785</guid>
<description><![CDATA[ Dalam klarifikasi resmi tertulis yang ditandatangani di Bondowoso pada 26 Desember 2025, Lita mengakui adanya kekeliruan dalam pengelolaan produk LT Beauty Skin WSC 2 in 1. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202601/image_870x580_695d06f324444.webp" length="8802" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Tue, 06 Jan 2026 19:59:09 +0700</pubDate>
<dc:creator>Rizqi Ardian</dc:creator>
<media:keywords>lifestyle, rekomendasi, membaca, literasi, buku, suarajatimpost, bisnis, otomotif, teknologi</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>BONDOWOSO, SJP –</strong> Owner LT Beauty Skin WSC 2 in 1, Lita Talita, menyampaikan permohonan maaf secara terbuka kepada seluruh agen, reseller, dan konsumen menyusul kegaduhan yang mencuat dalam beberapa hari terakhir terkait peredaran produknya di pasaran.</p>
<p>Dalam klarifikasi resmi tertulis yang ditandatangani di Bondowoso pada 26 Desember 2025, Lita mengakui adanya kekeliruan dalam pengelolaan produk LT Beauty Skin WSC 2 in 1. Ia menyatakan bertanggung jawab penuh atas polemik yang terjadi dan berkomitmen melakukan evaluasi serta pembenahan menyeluruh.</p>
<p>“Kami menyadari adanya kekeliruan pada produk yang beredar. Untuk itu, kami berkomitmen melakukan evaluasi dan perbaikan secara menyeluruh agar kualitas dan keamanan produk ke depan menjadi lebih baik,” ujar Lita dalam pernyataannya, Kamis (26/12/2025).</p>
<p>Sebagai langkah preventif dan bentuk tanggung jawab terhadap perlindungan konsumen, pihak LT Beauty Skin memutuskan menarik dan menghentikan sementara peredaran produk LT Beauty Skin WSC 2 in 1 dengan nomor izin edar NA18230102345, terhitung sejak 26 Desember 2025.</p>
<p>“Penarikan sementara ini kami lakukan setelah diketahui adanya potensi permasalahan pada produk yang beredar,” jelasnya.</p>
<p>Sementara itu, berdasarkan surat pemberitahuan pembatalan izin edar, tertanggal 26 Desember 2025 PT Skinsol Kosmetik Industri selaku penyedia jasa maklon menyampaikan sejumlah penegasan penting. Dalam dokumen tersebut disebutkan bahwa PT Skinsol Kosmetik Industri telah mengirimkan Surat Pemberitahuan Pembatalan Nomor Izin Edar Produk LT Beauty Skin karena ditemukan pelanggaran atas penggunaan normor izin edar.</p>
<p>PT Skinsol Kosmetik Industri juga telah melayangkan somasi kepada LT beauty Skin dan menegaskan berbagai pelanggaran terutama penggunaan Nomor Izin Edar tanpa hak PT Skinsol Kosmetik Industri terhadap produk yang bukan bersumber dari PT Skinsol, termasuk keberatan atas penggunakan kop surat PT Skinsol karena faktanya tidak pernah mengetahui maupun memberikan izin penggunaan kop surat berjudul “Permohonan Maaf dan Penarikan Produk LT Beauty Skin” tertanggal 26 Desember 2025. Atas hal tersebut.</p>
<p>Selain itu, PT Skinsol Kosmetik Industri menegaskan bahwa sebagai perusahaan maklon kosmetik yang telah mengantongi sertifikasi CPKB (Cara Pembuatan Kosmetik yang Baik), pihaknya tidak pernah memproduksi produk yang mengandung merkuri atau bahan berbahaya lainnya. Sehingga jelas terkait produk LT Beauty Skin yang ditarik dan dibatalkan tersebut bukanlah produk yang diproduksi oleh PT Skinsol Kosmetik Industri.</p>
<p>Dalam somasi tersebut ditegaskan pula bahwa pencantuman Nomor Notifikasi Izin Edar PT Skinsol Kosmetik Industri dilakukan tanpa hak oleh pihak LT Beauty Skin.</p>
<p>Sebagai tindak lanjut dan kesadaran atas pelanggaran yang tercantum dalam somasi tersebut LT Beauty Skin akan melakukan pemenuhan atas seluruh tuntutan, termasuk menghentikan menggunakan Nomor izin edar dan pencantuman nama PT Skinsol Kosmetik Industri dalam seluruh materi publikasi dan promosi produknya.</p>
<p>Saat ini, LT Beauty Skin WSC 2 in 1 disebut tengah menjalani proses pembenahan internal dan peningkatan kualitas. Seluruh agen dan reseller diminta menghentikan sementara aktivitas penjualan hingga produk baru dinyatakan memenuhi standar dan resmi dirilis kembali.</p>
<p>“Kami kembali menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh konsumen, agen, dan reseller atas kelalaian yang terjadi. Ke depan, kami berkomitmen untuk lebih berhati-hati dan transparan dalam menjaga kualitas produk,” tutup Lita. <strong>(**)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Aksi Ribuan Pekerja PTPN XII, Ketua DPRD Bondowoso: Negara Harus Hadir Lindungi Semua Pihak</title>
<link>https://suarajatimpost.com/aksi-ribuan-pekerja-ptpn-xii-ketua-dprd-bondowoso-negara-harus-hadir-lindungi-semua-pihak</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/aksi-ribuan-pekerja-ptpn-xii-ketua-dprd-bondowoso-negara-harus-hadir-lindungi-semua-pihak</guid>
<description><![CDATA[ Menanggapi aksi ribuan pekerja PTPN XII, Ketua DPRD Bondowoso Ahmad Dhafir menekankan negara wajib hadir memberikan perlindungan hukum tanpa pandang golongan dalam konflik Kaligedang. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202601/image_870x580_695cf12779ca4.webp" length="64122" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Tue, 06 Jan 2026 19:45:45 +0700</pubDate>
<dc:creator>Rizqi Ardian</dc:creator>
<media:keywords>PTPN XII, agraria, Pengadilan, sengketa lahan, aksi demo, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>BONDOWOSO, SJP –</strong> Ribuan PTPN XII menggelar aksi damai untuk meminta Pemerintah Kabupaten Bondowoso bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) segera menyelesaikan konflik agraria di PTPN I Regional 5, Desa Kaligedang, Kecamatan Ijen.</p>
<p>Usai menggelar aksi, mereka dipertemukan dalam sebuah forum audiensi dengan Wakil Bupati Bondowoso As’ad Yahya Syafi’i, Sekretaris Daerah Fathur Rozi, serta Ketua DPRD Bondowoso Ahmad Dhafir, di Aula Sabha Bina Praja.</p>
<p>Ketua DPRD Bondowoso, Ahmad Dhafir menegaskan, setiap aspirasi masyarakat merupakan hak yang dijamin, selama tidak bertentangan dengan aturan hukum yang berlaku. Aspirasi tersebut, kata dia, wajib diterima dan ditindaklanjuti sesuai dengan porsi serta kewenangan masing-masing pihak.</p>
<p>Hal itu disampaikan Ahmad Dhafir menanggapi aspirasi Serikat Pekerja Perkebunan Nusantara XII (SPBUN XII) usai menggelar aksi damai di depan Kantor Bupati Bondowoso, tepat di sisi selatan Monumen Gerbong Maut, Alun-alun Raden Bagus Assra Ki Ronggo, Selasa (6/1/2025).</p>
<p>Usai menemui ribuan peserta aksi, politisi PKB ini menekankan, pemerintah daerah memiliki tanggung jawab untuk hadir dan memastikan seluruh proses berjalan dalam koridor hukum.</p>
<p>“Aspirasi itu adalah keinginan. Semua orang boleh memiliki keinginan selama tidak bertentangan dengan aturan hukum. Aspirasi yang disampaikan tentu kami terima dan menjadi tanggung jawab untuk ditindaklanjuti sesuai kewenangan masing-masing,” ujarnya.</p>
<p>Terkait persoalan penutupan akses yang selama ini dinilai menghambat aktivitas, Ahmad Dhafir menyebut, inti persoalan bukan sekadar keberadaan portal, melainkan penegakan hukum yang adil. Ia menegaskan, negara harus hadir memberikan perlindungan hukum kepada seluruh masyarakat tanpa memandang latar belakang atau golongan tertentu.</p>
<p>“Yang utama bukan soal portal, tetapi penegakan hukum. Negara harus hadir memberikan perlindungan hukum kepada seluruh masyarakat,” tegasnya.</p>
<p>Ia menjelaskan, kehadiran pemerintah daerah di lokasi merupakan bentuk tanggung jawab negara, mengingat di wilayah tersebut terdapat struktur pemerintahan lengkap, mulai dari kecamatan, kepolisian, hingga pemerintahan desa dan dusun.</p>
<p>Menanggapi aspirasi pembentukan tim independen, Ahmad Dhafir menyatakan bahwa pada prinsipnya data terkait persoalan tersebut sebenarnya sudah dimiliki oleh berbagai pihak. Namun demikian, pembentukan tim tetap perlu dipertimbangkan secara matang guna mengantisipasi potensi persoalan baru di lapangan.</p>
<p>“Data dari intelijen, informasi masyarakat yang pro dan kontra, sebenarnya sudah lengkap. Tinggal bagaimana Forkopimda membahas dan mengambil langkah lanjutan,” ungkap Ketua DPC PKB Bondowoso ini.</p>
<p>Ahmad Dhafir juga menegaskan, Bondowoso adalah negara hukum. Oleh karena itu, setiap dugaan pelanggaran akan dibuka dan ditangani melalui mekanisme hukum yang berlaku. Ia menyebut, terdapat dugaan bahwa aksi perusakan yang terjadi tidak sepenuhnya dilakukan oleh warga Kaligedang, melainkan ada kemungkinan keterlibatan pihak luar.</p>
<p>“Siapa pun boleh menduga, tapi itu bukan tuduhan. Yang terpenting, semua akan terungkap melalui proses penegakan hukum,” tandasnya.</p>
<p>Sementara itu, Ketua SPBUN XII, Bramantyo, mengungkapkan bahwa aksi damai yang berlangsung tertib dan kondusif tersebut merupakan respons atas konflik berkepanjangan di kawasan kebun Java Coffee Estate (JCE) Blawan yang dinilai semakin meruncing.</p>
<p>“Yang kami inginkan hanyalah rasa tenang dan damai saat bekerja. Konflik yang berkepanjangan ini harus segera diselesaikan karena sangat merugikan perusahaan dan berdampak langsung pada perekonomian ribuan pekerja kebun,” tegasnya.</p>
<p>Diketahui, konflik yang terjadi sejak tahun 2023 tersebut kian memanas pasca dijatuhkannya hukuman kepada tiga warga Desa Kaligedang. Rentetan konflik juga terjadi antara warga setempat dengan anggota TNI dari Yonif 514 Bondowoso, yang mengakibatkan sejumlah rumah karyawan PTPN dibakar oleh orang tak dikenal.</p>
<p>Tak berhenti di situ, konflik berlanjut dengan penebangan puluhan ribu pohon kopi milik PTPN I Regional 5 di kawasan kebun Blawan, Desa Kaligedang. Bahkan, sempat terjadi aksi penurunan bendera serta penyanderaan Kapolsek Ijen oleh warga setempat. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Bukan Susu Kedelai, Ini Penyebab Keracunan Massal MBG di Bondowoso</title>
<link>https://suarajatimpost.com/bukan-susu-kedelai-ini-penyebab-keracunan-massal-mbg-di-bondowoso</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/bukan-susu-kedelai-ini-penyebab-keracunan-massal-mbg-di-bondowoso</guid>
<description><![CDATA[ Kasus keracunan massal menu Makan Bergizi Gratis di Bondowoso dipastikan bukan akibat susu kedelai, melainkan menu sayuran yang mengandung nitrit berlebih. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202601/image_870x580_695ce9e8edc78.webp" length="25674" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Tue, 06 Jan 2026 19:17:28 +0700</pubDate>
<dc:creator>Rizqi Ardian</dc:creator>
<media:keywords>MBG, Frozen Food, kesehatan, SPPG, Prabowo, TNI, Kodim, POlri, KPK, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>BONDOWOSO, SJP – </strong>Kasus dugaan keracunan massal yang sempat menghebohkan Kecamatan Sumberwringin beberapa waktu lalu akhirnya mulai menemukan titik terang. </p>
<p>Puluhan siswa dilaporkan mengalami gangguan kesehatan usai mengonsumsi menu Makan Bergizi Gratis (MBG) yang disuplai Satuan Pemenuhan Pelayanan Gizi (SPPG) Al Hidayah 3, Desa Rejoagung, Kecamatan Sumberwringin.</p>
<p>Awalnya, kecurigaan mengarah pada menu susu kedelai yang dibagikan kepada para siswa. Menindaklanjuti hal itu, Dinas Kesehatan (Dinkes) Bondowoso langsung melakukan uji laboratorium terhadap seluruh sampel makanan yang disajikan pada hari kejadian.</p>
<p>Hasil pemeriksaan laboratorium pun mematahkan dugaan awal. Susu kedelai dipastikan bukan penyebab keracunan. Justru, menu tumis jagung labu yang terindikasi mengandung kadar nitrit melebihi ambang batas aman menjadi sumber utama masalah. </p>
<p>Sementara bahan makanan lain memang mengandung senyawa serupa, namun masih dalam batas normal, sehingga tidak membahayakan jika dikonsumsi oleh penerima MBG.</p>
<p>Sekretaris Daerah Bondowoso, Fathur Rozi, menjelaskan, temuan tersebut berdasarkan laporan resmi hasil uji laboratorium Dinkes Bondowoso. Ia menegaskan, keracunan massal itu tidak berkaitan dengan susu kedelai yang dikonsumsi para korban.</p>
<p>“Ada beberapa kemungkinan penyebabnya. Bisa dari proses memasak bahan makanan yang tidak sesuai standar operasional prosedur (SOP),” ujar Fathur saat dikonfirmasi di ruang kerjanya pada Selasa (6/1/2025).</p>
<p>Menurutnya, kemungkinan lain adalah proses pengolahan hingga pendistribusian makanan yang terlalu lama. Dalam SOP yang berlaku, nasi yang telah matang seharusnya didinginkan terlebih dahulu sebelum dikemas ke dalam ompreng. Jika dibungkus saat masih panas, kandungan dalam makanan bisa berubah dan berpotensi menimbulkan reaksi pada tubuh.</p>
<p>“Terutama jika kondisi tubuh penerima sedang tidak fit, dampaknya bisa langsung terasa,” imbuh mantan Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Probolinggo ini.</p>
<p>Diketahui, kejadian tersebut terjadi di lima sekolah dengan total korban mencapai 77 orang, terdiri dari siswa dan guru. Padahal, SPPG Al Hidayah 3 sendiri melayani sekitar 59 sekolah dengan jumlah penerima manfaat kurang lebih 3.400 orang.</p>
<p>Menanggapi insiden ini, Sekda menyebut bahwa faktor utama adalah pengabaian SOP serta lamanya waktu distribusi makanan. </p>
<p>“Informasi yang kami terima, sumbernya ada pada nasi dan sayur,” jelasnya.</p>
<p>Nantinya, Pemkab Bondowoso memastikan akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap seluruh SPPG yang beroperasi di wilayahnya agar kejadian serupa tidak terulang. Meski demikian, tidak ada sanksi yang dijatuhkan kepada SPPG Al Hidayah 3.</p>
<p>“SPPG Al Hidayah 3 sudah kembali beroperasi setelah sempat dihentikan sementara. Izin operasionalnya juga sudah diterbitkan kembali,” pungkasnya. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian </strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>SPBUN XII Desak Pemkab Bondowoso Selesaikan Konflik Lahan dan Usut Okupasi Ilegal HGU PTPN</title>
<link>https://suarajatimpost.com/spbun-xii-desak-pemkab-bondowoso-selesaikan-konflik-lahan-dan-usut-okupasi-ilegal-hgu-ptpn</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/spbun-xii-desak-pemkab-bondowoso-selesaikan-konflik-lahan-dan-usut-okupasi-ilegal-hgu-ptpn</guid>
<description><![CDATA[ SPBUN XII menuntut penegakan hukum tegas atas konflik lahan JCE–Blawan di Bondowoso yang memicu perusakan aset negara, intimidasi pekerja, dan ancaman stabilitas sosial ekonomi, serta menuntut pengusutan okupasi ilegal HGU PTPN serta perusakan aset di Kebun JCE dan Blawan. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202601/image_870x580_695ca8b962da3.webp" length="77804" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Tue, 06 Jan 2026 14:00:11 +0700</pubDate>
<dc:creator>Rizqi Ardian</dc:creator>
<media:keywords>PTPN, Ijen, lahan, Kaligedang, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p data-start="264" data-end="637"><strong data-start="264" data-end="284">BONDOWOSO, SJP –</strong> Ribuan buruh dan karyawan PTPN XII menggelar aksi damai di depan Kantor Bupati Bondowoso, Selasa (6/1/2025), mendesak Pemerintah Kabupaten Bondowoso bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) segera menyelesaikan konflik agraria yang berkepanjangan di wilayah Kebun Java Coffee Estate (JCE) dan Kebun Blawan, Desa Kaligedang, Kecamatan Ijen.</p>
<p data-start="639" data-end="1048">Aksi yang diikuti ratusan pekerja tersebut berlangsung tertib dan kondusif. Massa membawa berbagai poster tuntutan dan memusatkan aksi di sisi selatan Monumen Gerbong Maut, Alun-alun Raden Bagus Assra Ki Ronggo. Mereka menuntut jaminan rasa aman dan kepastian hukum atas konflik lahan yang dinilai telah berdampak serius terhadap keberlangsungan operasional perusahaan dan kehidupan ribuan pekerja perkebunan.</p>
<p data-start="1050" data-end="1299">Ketua Serikat Pekerja Perkebunan Nusantara XII (SPBUN XII), Bramantyo, menegaskan, aksi damai ini merupakan bentuk keprihatinan sekaligus tanggung jawab moral pekerja atas memburuknya situasi konflik agraria di kawasan JCE dan Kebun Blawan.</p>
<p data-start="1301" data-end="1536">“Konflik ini bukan hanya soal lahan, tetapi sudah berkembang menjadi perusakan aset negara, intimidasi terhadap pekerja, serta ancaman nyata bagi stabilitas sosial, ekonomi, dan lingkungan hidup di Kabupaten Bondowoso,” ujar Bramantyo.</p>
<p data-start="1538" data-end="1778">Ia menjelaskan, para pekerja PTPN menggantungkan hidup sepenuhnya pada keberlangsungan operasional perusahaan perkebunan negara. Namun konflik yang terjadi sejak 2023 justru membuat mereka bekerja dalam kondisi tidak aman dan penuh tekanan.</p>
<p data-start="1780" data-end="2146">Dalam tuntutannya, SPBUN XII mendesak peran aktif dan kepemimpinan langsung Bupati Bondowoso untuk memastikan penegakan hukum yang tegas, objektif, dan berkeadilan terhadap praktik oligarki dan mafia tanah, khususnya tindakan okupasi ilegal di atas areal Hak Guna Usaha (HGU) PTPN I, serta perusakan tanaman dan aset perusahaan di Kebun JCE dan Kebun Blawan.</p>
<p data-start="2148" data-end="2329">“Tindakan-tindakan tersebut jelas mengganggu stabilitas operasional perusahaan, merugikan perekonomian negara, dan mengancam penghidupan ribuan pekerja serta keluarganya,” tegasnya.</p>
<p data-start="2331" data-end="2645">Selain itu, SPBUN XII juga mendorong pembentukan Tim Investigasi Independen yang profesional dan berintegritas untuk mengusut tuntas seluruh rangkaian konflik, termasuk perusakan rumah pekerja, aset perusahaan, tanaman kopi milik PTPN, serta intimidasi dan ancaman terhadap pekerja maupun aparat penegak hukum.</p>
<p data-start="2647" data-end="2916">Bramantyo menekankan pentingnya keberpihakan unsur eksekutif dan legislatif di Kabupaten Bondowoso terhadap hukum dan keadilan. Ia meminta agar seluruh proses hukum berjalan transparan tanpa intervensi, demi memberikan kepastian hukum dan rasa keadilan bagi masyarakat.</p>
<p data-start="2918" data-end="3103">“Kami hanya ingin bekerja dengan tenang dan damai. Konflik berkepanjangan ini harus segera diselesaikan karena dampaknya sangat besar terhadap ekonomi ribuan keluarga pekerja,” katanya.</p>
<p data-start="3105" data-end="3354">SPBUN XII juga mendesak Pemerintah Kabupaten Bondowoso untuk menghentikan dan mencegah setiap bentuk pelanggaran hak asasi manusia, khususnya hak atas rasa aman dan hak atas penghidupan yang layak bagi pekerja PTPN yang menjadi korban konflik lahan.</p>
<p data-start="3356" data-end="3571">Usai menyampaikan aspirasi, perwakilan SPBUN XII diterima oleh Wakil Bupati Bondowoso As’ad Yahya Syafi’i, Sekretaris Daerah Fathur Rozi, serta Ketua DPRD Bondowoso Ahmad Dhafir di Aula Sabha Bina Praja.</p>
<p data-start="3573" data-end="3854">Sebagai informasi, konflik agraria di kawasan JCE-Blawan kian memanas pasca dihukumnya tiga warga Desa Kaligedang. Rentetan konflik juga melibatkan warga dengan anggota TNI dari Yonif 514 Bondowoso, yang berujung pada pembakaran sejumlah rumah karyawan PTPN oleh orang tak dikenal.</p>
<p data-start="3856" data-end="4041">Tak hanya itu, konflik juga diwarnai penebangan puluhan ribu pohon kopi milik PTPN I Regional 5, aksi penurunan bendera, hingga peristiwa penyanderaan Kapolsek Ijen oleh warga setempat.</p>
<p data-start="4043" data-end="4299">SPBUN XII menegaskan, apabila tuntutan tersebut tidak direspons dengan langkah konkret, para pekerja akan terus menyuarakan aspirasi secara konstitusional demi perlindungan pekerja, aset negara, serta kepentingan masyarakat luas di Kabupaten Bondowoso. (*)</p>
<p data-start="4301" data-end="4325"><strong data-start="4301" data-end="4325">Editor: Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Aksi Damai Buruh PTPN XII: Kami Hanya Ingin Tenang Bekerja</title>
<link>https://suarajatimpost.com/aksi-damai-buruh-ptpn-xii-kami-hanya-ingin-tenang-bekerja</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/aksi-damai-buruh-ptpn-xii-kami-hanya-ingin-tenang-bekerja</guid>
<description><![CDATA[ Ribuan buruh PTPN XII menggelar aksi damai di Bondowoso menuntut penyelesaian konflik agraria di Desa Kaligedang, Kecamatan Ijen, serta meminta jaminan keamanan dan perlindungan bagi pekerja perkebunan JCE Blawan. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202601/image_870x580_695ca25ad555d.webp" length="47978" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Tue, 06 Jan 2026 13:01:15 +0700</pubDate>
<dc:creator>Rizqi Ardian</dc:creator>
<media:keywords>aksi, demo, solidaritas, jurnalis, SPBUN XII, PTPN, Bondowoso, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p data-start="188" data-end="455"><strong data-start="188" data-end="208">BONDOWOSO, SJP –</strong> Ribuan buruh dan karyawan PTPN XII menggelar aksi damai untuk meminta Pemerintah Kabupaten Bondowoso bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) segera menyelesaikan konflik agraria di PTPN I Regional 5, Desa Kaligedang, Kecamatan Ijen.</p>
<p data-start="457" data-end="695">Peserta aksi damai yang membawa berbagai poster tuntutan tersebut digelar di depan Kantor Bupati Bondowoso, tepat di sisi selatan Monumen Gerbong Maut, Alun-alun Raden Bagus Assra Ki Ronggo, Selasa (6/1/2025).</p>
<p data-start="697" data-end="978">Koordinator aksi menyampaikan sejumlah tuntutan, di antaranya mendesak Pemkab Bondowoso dan Forkopimda untuk segera mengambil langkah konkret demi memberikan rasa aman, nyaman, dan tenang bagi para pekerja, pasca konflik serta penebangan puluhan ribu pohon kopi arabika milik PTPN.</p>
<p data-start="980" data-end="1225">Secara garis besar, massa aksi memperjuangkan hak asasi serta perlindungan bagi para pekerja perkebunan Java Coffee Estate (JCE) Blawan, yang selama ini menggantungkan hidupnya sebagai buruh kebun PTPN XII di Kecamatan Ijen, Kabupaten Bondowoso.</p>
<p data-start="1227" data-end="1468">Usai menyampaikan aspirasi, perwakilan Serikat Pekerja Perkebunan Nusantara XII (SPBUN XII) ditemui Wakil Bupati Bondowoso As’ad Yahya Syafi’i, Sekretaris Daerah Fathur Rozi, serta Ketua DPRD Bondowoso Ahmad Dhafir, di Aula Sabha Bina Praja.</p>
<p data-start="1470" data-end="1701">Ketua SPBUN XII, Bramantyo, mengungkapkan bahwa aksi damai yang berlangsung tertib dan kondusif tersebut merupakan respons atas konflik berkepanjangan di kawasan kebun Java Coffee Estate (JCE) Blawan yang dinilai semakin meruncing.</p>
<p data-start="1703" data-end="1934">“Yang kami inginkan hanyalah rasa tenang dan damai saat bekerja. Konflik yang berkepanjangan ini harus segera diselesaikan karena sangat merugikan perusahaan dan berdampak langsung pada perekonomian ribuan pekerja kebun,” tegasnya.</p>
<p data-start="1936" data-end="2246">Diketahui, konflik yang terjadi sejak tahun 2023 tersebut kian memanas pasca dijatuhkannya hukuman kepada tiga warga Desa Kaligedang. Rentetan konflik juga terjadi antara warga setempat dengan anggota TNI dari Yonif 514 Bondowoso, yang mengakibatkan sejumlah rumah karyawan PTPN dibakar oleh orang tak dikenal.</p>
<p data-start="2248" data-end="2499">Tak berhenti di situ, konflik berlanjut dengan penebangan puluhan ribu pohon kopi milik PTPN I Regional 5 di kawasan kebun Blawan, Desa Kaligedang. Bahkan, sempat terjadi aksi penurunan bendera serta penyanderaan Kapolsek Ijen oleh warga setempat. <strong>(*)</strong></p>
<p data-start="2501" data-end="2525"><strong data-start="2501" data-end="2525">Editor: Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Harlah ke&amp;53, Ketua DPC PPP Bondowoso Harap Partai Lebih Bermanfaat bagi Masyarakat</title>
<link>https://suarajatimpost.com/harlah-ke-53-ketua-dpc-ppp-bondowoso-harap-partai-lebih-bermanfaat-bagi-masyarakat</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/harlah-ke-53-ketua-dpc-ppp-bondowoso-harap-partai-lebih-bermanfaat-bagi-masyarakat</guid>
<description><![CDATA[ Momentum Harlah ke-53 PPP dimanfaatkan Ketua DPC Bondowoso KH. Salwa Arifin untuk mendorong kader menghadirkan peran nyata partai bagi masyarakat, khususnya di bidang sosial dan ekonomi. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202601/image_870x580_695b96afdccf0.webp" length="48450" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 05 Jan 2026 18:21:02 +0700</pubDate>
<dc:creator>Rizqi Ardian</dc:creator>
<media:keywords>politik, PPP, Harlah, partai, Bondowoso, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p data-start="309" data-end="526"><strong>BONDOWOSO, SJP –</strong> Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Kabupaten Bondowoso, KH Salwa Arifin, berharap PPP nantinya mampu memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.</p>
<p data-start="528" data-end="779">Harapan tersebut disampaikan KH. Salwa Arifin dalam acara tasyakuran Hari Lahir (Harlah) ke-53 PPP yang digelar di Kantor DPC PPP Bondowoso, di Kelurahan Kademangan, Senin (5/1/2026).</p>
<p data-start="781" data-end="965">KH Salwa Arifin menekankan, momentum Harlah ke-53 ini harus menjadi penyemangat sekaligus penguat spirit seluruh kader untuk membesarkan PPP di masa mendatang.</p>
<p data-start="967" data-end="1213">“Momen Harlah ini harus menjadi motivasi bagi seluruh kader untuk terus menguatkan dan membesarkan PPP. Lakukan langkah-langkah yang menarik dan membumi agar masyarakat semakin tertarik bergabung dengan PPP,” pesannya di hadapan jajaran pengurus.</p>
<p data-start="1215" data-end="1459">Mantan Bupati Bondowoso periode 2018–2023 itu juga menegaskan pentingnya peran PPP dalam menghadirkan manfaat nyata bagi umat. Menurutnya, keberadaan partai tidak hanya sebatas aktivitas politik, tetapi harus dirasakan langsung oleh masyarakat.</p>
<p data-start="1461" data-end="1649">“Saya berharap PPP benar-benar bisa memberi manfaat seluas-luasnya bagi kemaslahatan umat. Dampak positif itu harus terlihat, terutama dalam bidang sosial dan ekonomi masyarakat,” ujarnya.</p>
<p data-start="1461" data-end="1649"><strong>Rangkaian Kegiatan Harlah ke-53 PPP</strong></p>
<p data-start="1692" data-end="1873">Sementara itu, Ketua Panitia Harlah PPP Bondowoso, Ali Wafa, menjelaskan, tasyakuran tersebut merupakan bagian dari rangkaian kegiatan peringatan Harlah PPP tahun ini.</p>
<p data-start="1875" data-end="2101">Ia menyebut, sebelumnya telah dilaksanakan kegiatan ziarah napak tilas ke sejumlah makam ulama yang menjadi inisiator dan deklarator PPP di masa lalu. Selain itu, rangkaian kegiatan juga diisi dengan khotmil Al-Qur’an.</p>
<p data-start="2103" data-end="2244">“Puncaknya hari ini kami melaksanakan tasyakuran yang dihadiri seluruh pengurus DPC serta pimpinan PAC PPP se-Kabupaten Bondowoso,” jelasnya.</p>
<p data-start="2246" data-end="2448">Ali Wafa berharap seluruh rangkaian kegiatan Harlah ke-53 PPP tersebut mampu menjadi energi positif bagi kebangkitan PPP nantinya, sekaligus memperkuat nilai-nilai religius dalam perjuangan partai.</p>
<p data-start="2450" data-end="2628">“Semoga kegiatan religi ini semakin mendekatkan kita kepada Allah SWT dan menjadi spirit bagi seluruh kader PPP untuk terus memberikan kemaslahatan umat secara luas,” pungkasnya. <strong>(*)</strong></p>
<p data-start="2450" data-end="2628"><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>LT Beauty Skin WSC 2 in 1 Ditarik Sementara, Owner Sampaikan Permohonan Maaf</title>
<link>https://suarajatimpost.com/lt-beauty-skin-wsc-2-in-1-ditarik-sementara-owner-sampaikan-permohonan-maaf</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/lt-beauty-skin-wsc-2-in-1-ditarik-sementara-owner-sampaikan-permohonan-maaf</guid>
<description><![CDATA[ Owner LT Beauty Skin WSC 2 in 1 menyampaikan permohonan maaf dan menarik sementara produk dari peredaran sejak 26 Desember 2025 sebagai langkah evaluasi dan perlindungan konsumen. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202601/image_870x580_695b927ba7fce.webp" length="17910" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 05 Jan 2026 16:29:50 +0700</pubDate>
<dc:creator>Rizqi Ardian</dc:creator>
<media:keywords>lifestyle, rekomendasi, membaca, literasi, buku, suarajatimpost, bisnis, otomotif, teknologi</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>BONDOWOSO, SJP –</strong> Owner LT Beauty Skin WSC 2 in 1, Lita Talita, menyampaikan permohonan maaf secara terbuka kepada seluruh agen, reseller, dan konsumen menyusul kegaduhan yang mencuat dalam beberapa hari terakhir terkait peredaran produknya di pasaran.</p>
<p>Dalam klarifikasi resmi tertulis yang ditandatangani di Bondowoso pada 26 Desember 2025, Lita mengakui adanya kekeliruan dalam pengelolaan produk LT Beauty Skin WSC 2 in 1. Ia menyatakan bertanggung jawab penuh atas polemik yang terjadi dan berkomitmen melakukan evaluasi serta pembenahan menyeluruh.</p>
<p>“Kami menyadari adanya kekeliruan pada produk yang beredar. Untuk itu, kami berkomitmen melakukan evaluasi dan perbaikan secara menyeluruh agar kualitas dan keamanan produk ke depan menjadi lebih baik,” ujar Lita dalam pernyataannya, Kamis (26/12/2025).</p>
<p>Sebagai langkah preventif dan bentuk tanggung jawab terhadap perlindungan konsumen, pihak LT Beauty Skin memutuskan menarik dan menghentikan sementara peredaran produk LT Beauty Skin WSC 2 in 1 dengan nomor izin edar NA18230102345, terhitung sejak 26 Desember 2025.</p>
<p>“Penarikan sementara ini kami lakukan setelah diketahui adanya potensi permasalahan pada produk yang beredar,” jelasnya, melalui pesan tertulisnya, Senin (5/1/2026)</p>
<p>Manajemen LT Beauty Skin juga menegaskan bahwa setelah keputusan penarikan tersebut, segala bentuk peredaran dan penjualan produk di luar ketentuan dianggap ilegal dan berada di luar tanggung jawab perusahaan.</p>
<p>Sementara itu, berdasarkan surat pemberitahuan pembatalan izin edar, PT Skinsol Kosmetik Industri selaku penyedia jasa maklon menyampaikan sejumlah penegasan penting. Dalam dokumen tersebut disebutkan bahwa PT Skinsol Kosmetik Industri telah mengirimkan Surat Pemberitahuan Pembatalan Nomor Izin Edar Produk LT Beauty Skin.</p>
<p>PT Skinsol Kosmetik Industri juga menegaskan tidak pernah mengetahui maupun memberikan izin penggunaan kop surat berjudul “Permohonan Maaf dan Penarikan Produk LT Beauty Skin” tertanggal 26 Desember 2025. Atas hal tersebut, pihak terkait diminta memahami sepenuhnya konsekuensi hukum yang timbul.</p>
<p>Selain itu, PT Skinsol Kosmetik Industri menegaskan bahwa sebagai perusahaan maklon kosmetik yang telah mengantongi sertifikasi CPKB (Cara Pembuatan Kosmetik yang Baik), pihaknya tidak pernah memproduksi produk yang mengandung merkuri atau bahan berbahaya lainnya.</p>
<p>Dalam surat tersebut juga ditegaskan bahwa produk LT Beauty Skin yang kemudian ditarik dan dibatalkan izinnya bukan berasal dari PT Skinsol Kosmetik Industri. Disebutkan pula bahwa pencantuman Nomor Notifikasi Izin Edar PT Skinsol Kosmetik Industri dilakukan tanpa hak oleh pihak LT Beauty Skin.</p>
<p>Sebagai tindak lanjut, LT Beauty Skin diminta menghentikan seluruh pencantuman nama PT Skinsol Kosmetik Industri dalam seluruh materi publikasi dan promosi produknya. Seluruh redaksi permohonan maaf juga wajib memperoleh persetujuan dari pihak PT Skinsol Kosmetik Industri selaku klien.</p>
<p>Saat ini, LT Beauty Skin WSC 2 in 1 disebut tengah menjalani proses pembenahan internal dan peningkatan kualitas. Seluruh agen dan reseller diminta menghentikan sementara aktivitas penjualan hingga produk baru dinyatakan memenuhi standar dan resmi dirilis kembali.</p>
<p>“Kami kembali menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh konsumen, agen, dan reseller atas kelalaian yang terjadi. Ke depan, kami berkomitmen untuk lebih berhati-hati dan transparan dalam menjaga kualitas produk,” tutup Lita. <strong>(**)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Tembok Penahan Rumah Makan Ayam Pemuda di Bondowoso Longsor</title>
<link>https://suarajatimpost.com/tembok-penahan-rumah-makan-ayam-pemuda-di-bondowoso-longsor</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/tembok-penahan-rumah-makan-ayam-pemuda-di-bondowoso-longsor</guid>
<description><![CDATA[ Tembok penahan tanah di rumah makan Kelurahan Dabasah Bondowoso longsor akibat kebocoran saluran air bawah tanah. BPBD lakukan asesmen dan imbauan, tidak ada korban jiwa. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202601/image_870x580_6958fe66ecebb.webp" length="58294" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sat, 03 Jan 2026 18:35:03 +0700</pubDate>
<dc:creator>Rizqi Ardian</dc:creator>
<media:keywords>bencana, angin, banjir, tanah longsor, puting beliung, BPBD, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>BONDOWOSO, SJP –</strong> Sebuah tembok penahan tanah di bawah bangunan Rumah Makan Ayan Goreng Pemuda, Kelurahan Dabasah, Kecamatan Bondowoso, mengalami longsor pada Sabtu (3/1/2026) siang. Peristiwa tersebut dipicu kebocoran gorong-gorong atau saluran air bawah tanah yang menggerus struktur penahan.</p>
<p>Plt Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bondowoso, Kristanto Putro Prasojo, mengatakan, pihaknya menerima laporan kejadian sekira pukul 13.00 WIB melalui pesan WhatsApp dari warga setempat.</p>
<p>“Setelah menerima laporan, petugas BPBD langsung menuju lokasi untuk melakukan asesmen awal. Longsor terjadi akibat kebocoran saluran air bawah tanah yang menyebabkan tembok penahan tanah tidak mampu menahan beban,” ujarnya</p>
<p>Menurutnya, tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Namun, kerusakan cukup signifikan pada bagian bawah bangunan rumah makan. Tembok penahan tanah yang longsor memiliki panjang sekitar 6 meter, lebar 4 meter, dan tinggi mencapai 8 meter.</p>
<p>BPBD Bondowoso bersama Pusdalops dan Agen Jatim telah melakukan sejumlah langkah penanganan awal. Selain asesmen lapangan, petugas juga memberikan imbauan kepada pemilik bangunan agar menghentikan sementara seluruh aktivitas di area terdampak serta mengevakuasi barang-barang ke tempat yang lebih aman.</p>
<p>“Kami juga telah melaporkan kejadian ini kepada pimpinan sebagai bahan rencana tindak lanjut, termasuk koordinasi dengan OPD teknis terkait,” jelas pria yang karib disapa Kris ini.</p>
<p>Dalam penanganan di lokasi, BPBD Bondowoso melibatkan unsur BSBK serta warga sekitar. Hingga laporan ini disampaikan, situasi di lokasi terpantau terkendali dan tidak ditemukan kendala berarti dalam proses penanganan awal.</p>
<p>"Kami memastikan perkembangan selanjutnya akan terus dipantau, sembari menunggu langkah lanjutan dari perangkat daerah teknis guna mencegah risiko longsor susulan," pungkasnya. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor: Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Aksi Nekat Anak Hadang KA Commuter Jenggala di Sidoarjo Viral, KAI Turun Tangan</title>
<link>https://suarajatimpost.com/aksi-nekat-anak-hadang-ka-commuter-jenggala-di-sidoarjo-viral-kai-turun-tangan</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/aksi-nekat-anak-hadang-ka-commuter-jenggala-di-sidoarjo-viral-kai-turun-tangan</guid>
<description><![CDATA[ Video anak-anak menghadang KA Commuter Jenggala di Sidoarjo viral dan menuai kecaman. PT KAI Daop 8 Surabaya menegaskan jalur rel bukan area publik dan berbahaya bagi keselamatan. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202601/image_870x580_6957afb876e26.webp" length="9530" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Fri, 02 Jan 2026 19:17:42 +0700</pubDate>
<dc:creator>Rizqi Ardian</dc:creator>
<media:keywords>KAI, Kereta Api, commuterSidoarjo, surabaya, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p data-start="194" data-end="453"><strong data-start="194" data-end="213">SIDOARJO, SJP –</strong> Aksi nekat anak-anak yang mengadang Kereta Api (KA) Commuter Jenggala di Kabupaten Sidoarjo terekam dalam sebuah video dan viral di media sosial. Rekaman tersebut menuai kecaman warganet karena dinilai sangat membahayakan keselamatan jiwa.</p>
<p data-start="455" data-end="793">Video yang diunggah pada Kamis (1/1/2026) itu memperlihatkan dua anak berada di sekitar jalur perlintasan JPL 09, Kecamatan Candi, Sidoarjo. Salah satu anak tampak naik turun di rel sambil menghadang KA Commuter Jenggala rute Surabaya–Sidoarjo yang sedang melaju. Aksi berbahaya tersebut diduga dilakukan demi membuat konten media sosial.</p>
<p data-start="795" data-end="1100">Dalam rekaman terlihat kereta terus melaju dari kejauhan, sementara anak tersebut masih berdiri di lintasan. Situasi kian mencekam ketika jarak kereta dengan anak itu tinggal beberapa meter. Beruntung, anak tersebut segera menghindar sesaat sebelum kereta melintas, sehingga tidak menimbulkan korban jiwa.</p>
<p data-start="1102" data-end="1372">Peristiwa tersebut mendapat perhatian serius dari PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daerah Operasi (Daop) 8 Surabaya. Pihak KAI menilai tindakan itu tidak hanya membahayakan nyawa anak-anak, tetapi juga berpotensi mengganggu keselamatan perjalanan kereta dan para penumpang.</p>
<p data-start="1374" data-end="1681">“Kami menganggap kejadian tersebut sangat serius untuk ditanggapi karena menyangkut keselamatan, bukan hanya anak-anak tersebut, tetapi juga perjalanan kereta api dan para penunpang yang ada di dalamnya,” kata Manajer Humas PT KAI Daop 8 Surabaya, Mahendro Trang Bawono, saat dikonfirmasi, Jumat (2/1/2026).</p>
<p data-start="1683" data-end="1980">Mahendro menegaskan, jalur rel bukan merupakan area publik dan hanya boleh dilalui petugas yang berwenang. Kereta api, kata dia, memiliki jarak pengereman yang panjang dan tidak dapat berhenti secara mendadak, sehingga keberadaan siapa pun di atas rel sangat berisiko menimbulkan kecelakaan fatal.</p>
<p data-start="1982" data-end="2233">Pasca kejadian, PT KAI Daop 8 Surabaya langsung melakukan langkah preventif dengan mendatangi warga di sekitar lokasi. Sosialisasi dilakukan secara langsung untuk memberikan pemahaman mengenai bahaya beraktivitas di area rel, khususnya bagi anak-anak.</p>
<p data-start="2235" data-end="2480">“Kami bersyukur peristiwa tersebut tidak menimbulkan korban. KAI menindaklanjuti kejadian ini dengan pendekatan humanis, dengan fokus pada edukasi kepada keluarga dan lingkungan sekitar mengenai bahaya berada di jalur kereta api,” ujar Mahendro.</p>
<p data-start="2482" data-end="2805">PT KAI juga mengimbau para orang tua agar lebih meningkatkan pengawasan terhadap aktivitas anak-anak, terutama dalam penggunaan media sosial, agar tidak terlibat dalam aksi berbahaya demi mengejar popularitas sesaat. Peristiwa ini diharapkan menjadi pelajaran bersama bahwa keselamatan harus selalu menjadi prioritas utama. <strong>(**)</strong></p>
<p data-start="2482" data-end="2805"><strong>Editor : Rizqi Ardian<br>Sumber : </strong>Beritasatu.com</p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Bullying Tak Selalu di Sekolah, Ini Perilaku Orang Tua yang Bisa Melukai Mental Anak</title>
<link>https://suarajatimpost.com/bullying-tak-selalu-di-sekolah-ini-perilaku-orang-tua-yang-bisa-melukai-mental-anak</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/bullying-tak-selalu-di-sekolah-ini-perilaku-orang-tua-yang-bisa-melukai-mental-anak</guid>
<description><![CDATA[ anpa disadari, sejumlah perilaku orang tua di rumah dapat menjadi bentuk bullying yang berdampak pada kesehatan mental dan kepercayaan diri anak. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202601/image_870x580_6956539381b4a.webp" length="17718" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 01 Jan 2026 18:59:25 +0700</pubDate>
<dc:creator>Rizqi Ardian</dc:creator>
<media:keywords>lifestyle, rekomendasi, membaca, literasi, buku, suarajatimpost, bisnis, otomotif, teknologi</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p data-start="0" data-end="287"><strong>SUARAJATIMPOST.COM - </strong>Tak sedikit orang tua merasa telah melakukan yang terbaik dalam membesarkan anak. Semua keputusan diambil atas dasar kasih sayang dan niat baik. Namun, tanpa disadari, sejumlah perilaku yang dianggap sepele justru bisa melukai perasaan anak dan berdampak serius pada kesehatan mentalnya.</p>
<p data-start="289" data-end="517">Dalam kehidupan sehari-hari, bentuk bullying di lingkungan keluarga kerap terjadi secara halus dan tidak disadari. Padahal, rumah seharusnya menjadi ruang paling aman bagi tumbuh kembang anak, baik secara fisik maupun emosional.</p>
<p data-start="519" data-end="598">Berikut beberapa perilaku orang tua yang tanpa sadar dapat melukai mental anak:</p>
<p data-start="600" data-end="911"><strong data-start="600" data-end="652">Memberi julukan negatif atau bercanda soal fisik</strong><br data-start="652" data-end="655">Candaan tentang bentuk tubuh atau kekurangan fisik sering dianggap wajar oleh orang tua. Namun bagi anak, kata-kata tersebut bisa menancap kuat dalam ingatan, mengikis rasa percaya diri, bahkan memengaruhi cara anak memandang dirinya sendiri hingga dewasa.</p>
<p data-start="913" data-end="1170"><strong data-start="913" data-end="972">Mengancam atau memaksa anak menuruti kehendak orang tua</strong><br data-start="972" data-end="975">Pola asuh yang dibangun dengan ancaman dan paksaan berisiko membuat anak tumbuh dalam ketakutan. Anak bisa kehilangan keberanian untuk berpendapat dan merasa bahwa suaranya tidak pernah didengar.</p>
<p data-start="1172" data-end="1412"><strong data-start="1172" data-end="1214">Mendiamkan anak saat emosinya memuncak</strong><br data-start="1214" data-end="1217">Sikap diam atau mengabaikan anak ketika sedang marah, sedih, atau kecewa dapat menimbulkan perasaan ditolak. Anak bisa merasa sendirian dan tidak memiliki tempat aman untuk mengekspresikan emosi.</p>
<p data-start="1414" data-end="1741"><strong data-start="1414" data-end="1462">Membanding-bandingkan anak dengan orang lain</strong><br data-start="1462" data-end="1465">Membandingkan anak dengan saudara, teman, atau anak lain kerap dimaksudkan sebagai motivasi. Namun kenyataannya, hal ini justru dapat menumbuhkan rasa rendah diri, kecemasan, dan kebutuhan akan validasi berlebihan karena anak merasa tak pernah cukup baik di mata orang tuanya.</p>
<p data-start="1743" data-end="1983"><strong data-start="1743" data-end="1772">Melakukan kekerasan fisik</strong><br data-start="1772" data-end="1775">Mencubit, memukul, atau mendorong anak dengan alasan mendisiplinkan tetap termasuk kekerasan. Tindakan ini tak hanya meninggalkan luka fisik, tetapi juga trauma emosional yang bisa terbawa hingga anak dewasa.</p>
<p data-start="1985" data-end="2224">Apa pun bentuknya, bullying dalam keluarga dapat meninggalkan bekas mendalam pada psikologis anak. Dampaknya tidak selalu terlihat secara langsung, namun bisa memengaruhi kepribadian, hubungan sosial, hingga kesehatan mental di masa depan.</p>
<p data-start="2226" data-end="2505" data-is-last-node="" data-is-only-node="">Jika Ayah dan Bunda merasa kewalahan atau mengalami kesulitan dalam mengasuh dan mendidik anak, tak ada salahnya mencari bantuan profesional. Berkonsultasi dengan psikolog atau tenaga ahli dapat menjadi langkah bijak untuk menciptakan pola asuh yang lebih sehat dan penuh empati. <strong>(**)</strong></p>
<p data-start="2226" data-end="2505" data-is-last-node="" data-is-only-node=""><strong>Editor : Rizqi Ardian<br>Sumber : </strong><em>Instagram @alodokter_id</em></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>BPBD Bondowoso Tangani Longsor Awal Tahun, Warga Botolinggo Krisis Air</title>
<link>https://suarajatimpost.com/bpbd-bondowoso-tangani-longsor-awal-tahun-warga-botolinggo-krisis-air</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/bpbd-bondowoso-tangani-longsor-awal-tahun-warga-botolinggo-krisis-air</guid>
<description><![CDATA[ Dua kejadian longsor mewarnai awal 2026 di Bondowoso. Selain menutup akses jalan desa, longsor juga merusak broncap dan pipanisasi air bersih di Kecamatan Botolinggo. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202601/image_870x580_69564d052fa1f.webp" length="96924" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 01 Jan 2026 16:58:33 +0700</pubDate>
<dc:creator>Rizqi Ardian</dc:creator>
<media:keywords>bencana, angin, banjir, longsor, puting beliung, BPBD, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p data-start="0" data-end="333"><strong data-start="0" data-end="18">BONDOWOSO, SJP</strong> – Rangkaian bencana tanah longsor mewarnai akhir tahun 2025 di Kabupaten Bondowoso. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bondowoso mencatat sedikitnya dua kejadian longsor yang terjadi di wilayah Kecamatan Pakem dan Kecamatan Botolinggo pada akhir Desember 2025, dengan dampak berbeda di masing-masing lokasi.</p>
<p data-start="335" data-end="641">Kejadian pertama berlangsung di Dusun Deluwang Barat, Desa Kupang, Kecamatan Pakem. Longsor terjadi pada Rabu (31/12/2025) sekitar pukul 18.13 WIB, setelah hujan dengan intensitas sedang mengguyur wilayah tersebut cukup lama.</p>
<p data-start="335" data-end="641">"Material longsor sempat menutup akses jalan desa dan menghambat aktivitas warga," kata Plt Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Bondowoso, Kristianto Putro Prasojo, melalui pesan tertulisnya, pada Kamis (1/1/2026).</p>
<p data-start="643" data-end="1119">BPBD Bondowoso menerima laporan kejadian tersebut melalui pesan WhatsApp dan langsung menurunkan tim ke lokasi.</p>
<p data-start="643" data-end="1119">“Tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini,” demikian keterangan dalam rilis resmi yang disampaikan oleh Plt Kalaksa BPBD Bondowoso.</p>
<p data-start="643" data-end="1119">Tim Pusdalops dan TRC BPBD bersama pemerintah kecamatan, pemerintah desa, serta masyarakat setempat melakukan asesmen sekaligus pembersihan material longsor.</p>
<p data-start="643" data-end="1119">"Hingga Kamis (1/1/2026) siang, kondisi di lokasi dilaporkan sudah tertangani dan akses jalan kembali normal," kata pria yang karib disapa Kris ini.</p>
<p data-start="1121" data-end="1500">Sementara itu, longsor juga berdampak serius pada infrastruktur air bersih di wilayah Desa Klekean, Kecamatan Botolinggo. Peristiwa ini bermula pada Minggu (28/12/2025), ketika warga mengalami krisis air bersih.</p>
<p data-start="1121" data-end="1500">"Hasil penelusuran yang kami lakukan bersama pemerintah desa pada 31 Desember 2025 mengungkap adanya longsor yang merusak bak penampung air (broncap) dan jaringan pipa sumber air," jelas Kris.</p>
<p data-start="1502" data-end="1828">Dirinya menjelaskan, kerusakan terjadi pada broncap berukuran 14x6 meter yang merupakan pembangunan tahun 2009 dari pemerintah pusat. Selain itu, pipa sepanjang ratusan meter yang menyalurkan air dari sumber ke warga juga mengalami kerusakan.</p>
<p data-start="1502" data-end="1828">"Akibatnya, sedikitnya enam dusun terdampak dan ratusan kepala keluarga kesulitan mendapatkan air bersih," ungkapnya.</p>
<p data-start="1830" data-end="2105">Kristianto Putro Prasojo, menjelaskan, pihaknya telah melakukan asesmen di lokasi meski menghadapi kendala medan yang cukup berat. Pasalnya, lokasi longsor hanya bisa dijangkau dengan berjalan kaki sejauh kurang lebih enam kilometer.</p>
<p data-start="2107" data-end="2419">"Sebagai langkah penanganan darurat, BPBD Bondowoso menyiapkan dropping logistik, peralatan, serta satu unit tandon air berkapasitas 1.200 liter ke Desa Klekean. Selain itu, BPBD juga merencanakan dropping air bersih untuk kebutuhan warga dalam jangka waktu sekitar satu bulan sambil menunggu penanganan permanen," ujarnya.</p>
<p data-start="2107" data-end="2419">Selain itu, BPBD Bondowoso juga akan mengusulkan penetapan status tanggap darurat bencana serta pengajuan Belanja Tidak Terduga (BTT) untuk mendukung perbaikan infrastruktur broncap dan jaringan pipa yang rusak. Di sisi lain, warga bersama pemerintah desa dan unsur Forkopimcam telah melakukan kerja bakti membersihkan area longsor dan menyelamatkan pipa yang masih bisa digunakan.</p>
<p data-start="2792" data-end="3040">"Untuk sementara, warga terdampak memenuhi kebutuhan air bersih dengan menadah air hujan dan mengambil air dari sumur yang berjarak sekitar satu kilometer dari permukiman. Adapun untuk kebutuhan mandi dan mencuci, warga memanfaatkan sungai terdekat," tukasnya.</p>
<p data-start="3042" data-end="3337" data-is-last-node="" data-is-only-node="">BPBD Bondowoso mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi bencana hidrometeorologi, mengingat intensitas hujan masih cukup tinggi di awal tahun 2026.</p>
<p data-start="3042" data-end="3337" data-is-last-node="" data-is-only-node="">"Pemerintah daerah juga meminta warga segera melapor apabila menemukan tanda-tanda longsor atau bencana lain di lingkungan sekitar," pungkasnya. <strong>(**)</strong></p>
<p data-start="3042" data-end="3337" data-is-last-node="" data-is-only-node=""><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Status Siaga, Gunung Semeru Kembali Erupsi di Awal Tahun 2026</title>
<link>https://suarajatimpost.com/status-siaga-gunung-semeru-kembali-erupsi-di-awal-tahun-2026</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/status-siaga-gunung-semeru-kembali-erupsi-di-awal-tahun-2026</guid>
<description><![CDATA[ Gunung Semeru di Lumajang kembali erupsi Kamis pagi dengan lontaran abu setinggi 900 meter. PVMBG mengimbau warga meningkatkan kewaspadaan karena status gunung masih siaga. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202601/image_870x580_695649929c08d.webp" length="4846" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 01 Jan 2026 16:09:21 +0700</pubDate>
<dc:creator>Rizqi Ardian</dc:creator>
<media:keywords>semeru, gunung meletus, erupsi, lumajang, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p data-start="0" data-end="262"><strong data-start="0" data-end="17">LUMAJANG, SJP</strong> – Aktivitas vulkanik Gunung Semeru kembali meningkat. Gunung tertinggi di Pulau Jawa yang berada di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, tersebut mengalami erupsi pada Kamis (1/1/2026) pagi dengan kolom abu mencapai ketinggian 900 meter dari puncak.</p>
<p data-start="264" data-end="501">Peristiwa erupsi itu terjadi sekira pukul 05.29 WIB. Berdasarkan pengamatan petugas Pos Pantau Gunung Semeru, kolom abu teramati membumbung hingga sekitar 4.576 meter di atas permukaan laut (mdpl) dan mengarah ke timur laut serta timur.</p>
<p data-start="503" data-end="784">“Kolom abu teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas tebal ke arah timur laut dan timur. Erupsi terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 23 milimeter dan durasi 136 detik,” ujar petugas PVMBG Pos Pantau Gunung Semeru, Sigit Rian Alfian, dalam laporan tertulis.</p>
<p data-start="786" data-end="1064">Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) menegaskan bahwa status Gunung Semeru hingga kini masih berada pada Level III (Siaga). Meski belum ada laporan kerusakan maupun korban jiwa, masyarakat diminta tetap waspada karena potensi bahaya bisa terjadi sewaktu-waktu.</p>
<p data-start="1066" data-end="1306">PVMBG mengingatkan sejumlah ancaman yang perlu diantisipasi, terutama awan panas guguran, guguran lava, serta banjir lahar dingin. Risiko tersebut meningkat pada musim hujan dan umumnya mengikuti aliran sungai yang berhulu di puncak Semeru.</p>
<p data-start="1308" data-end="1488">Masyarakat di sekitar kawasan terdampak juga diminta mematuhi radius aman yang telah ditetapkan dan menghindari aktivitas di zona rawan bencana, khususnya di sepanjang alur sungai.</p>
<p data-start="1490" data-end="1712">“Masyarakat tidak melakukan aktivitas pada jarak 500 meter dari tepi sungai di sepanjang Besuk Kobokan karena berpotensi terlanda perluasan awan panas dan aliran lahar hingga jarak 17 kilometer dari puncak,” pungkas Sigit.</p>
<p data-start="1714" data-end="1990" data-is-last-node="" data-is-only-node="">Sebagai gunung api yang dikenal sangat aktif, Gunung Semeru kerap mengalami erupsi skala kecil hingga sedang. Karena itu, warga diimbau terus memantau informasi resmi dari PVMBG dan pemerintah daerah, serta tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum jelas kebenarannya. <strong>(**)</strong></p>
<p data-start="1714" data-end="1990" data-is-last-node="" data-is-only-node=""><strong>Editor : Rizqi Ardian<br>Sumber : </strong>beritasatu.com</p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Tahun 2026, Bosda Madin dan Insentif Guru Ngaji di Bondowoso Tetap Aman</title>
<link>https://suarajatimpost.com/tahun-2026-bosda-madin-dan-insentif-guru-ngaji-di-bondowoso-tetap-aman</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/tahun-2026-bosda-madin-dan-insentif-guru-ngaji-di-bondowoso-tetap-aman</guid>
<description><![CDATA[ PKB Bondowoso memastikan Bosda Madin dan insentif guru ngaji tidak terdampak efisiensi anggaran meski APBD 2026 mengalami penurunan signifikan. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202512/image_870x580_69538551af8e2.webp" length="16622" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Tue, 30 Dec 2025 16:40:48 +0700</pubDate>
<dc:creator>Rizqi Ardian</dc:creator>
<media:keywords>guru ngaji, Kesra, hibah, pemkab, insentif, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p data-start="272" data-end="658"><strong>BONDOWOSO, SJP –</strong> Di tengah tekanan fiskal akibat penurunan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Bondowoso tahun 2026, Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) menegaskan komitmennya untuk menjaga keberlanjutan Bantuan Operasional Daerah Madrasah Diniyah (Bosda Madin), serta insentif guru ngaji agar tidak terdampak kebijakan efisiensi anggaran.</p>
<p data-start="660" data-end="876">Ketua DPC PKB Bondowoso, Ahmad Dhafir, menegaskan, sektor pendidikan keagamaan tetap menjadi prioritas utama, meskipun pemerintah daerah harus melakukan penyesuaian anggaran di sejumlah pos belanja.</p>
<p data-start="878" data-end="1113">“Sekalipun APBD 2026 mengalami penurunan, Bosda Madin dan insentif guru ngaji tetap dipertahankan seperti tahun-tahun sebelumnya. Ini komitmen kami,” ujar Ahmad Dhafir saat dikonfirmasi di Kantor DPC PKB Bondowoso, Selasa (30/12/2025).</p>
<p data-start="1115" data-end="1459">Ia menjelaskan, kebijakan efisiensi berdampak signifikan terhadap struktur APBD Bondowoso. Dari kisaran Rp2,16 triliun pada awal 2025, anggaran daerah menyusut hingga sekitar Rp1,8 triliun.</p>
<p data-start="1115" data-end="1459">Sementara untuk tahun 2026, APBD disepakati berada di angka kurang lebih Rp1,9 triliun, meski masih lebih rendah dibandingkan sebelum dilakukan efisiensi.</p>
<p data-start="1461" data-end="1630">Meski ruang fiskal kian terbatas, Ahmad Dhafir menegaskan bahwa program-program strategis yang bersentuhan langsung dengan kebutuhan dasar masyarakat harus tetap dijaga.</p>
<p data-start="1632" data-end="1819">“Penyesuaian anggaran tidak boleh mengorbankan pendidikan keagamaan. Ini bukan sekadar program, tetapi bagian dari tanggung jawab negara dalam menjamin hak beragama masyarakat,” tegas Dhafir yang juga Ketua DPRD Bondowoso ini.</p>
<p data-start="1632" data-end="1819">Terkait mekanisme penyaluran, ia memastikan Bosda Madin hanya diberikan kepada lembaga yang memenuhi persyaratan administratif dan kelembagaan. Proses verifikasi, lanjutnya, tetap dilakukan secara ketat untuk menjamin akuntabilitas penggunaan anggaran.</p>
<p data-start="2075" data-end="2246">“Madin penerima bantuan adalah lembaga yang berizin dan aktif. Verifikasi tetap berjalan agar bantuan benar-benar tepat sasaran dan dapat dipertanggungjawabkan,” jelasnya.</p>
<p data-start="2248" data-end="2444">Besaran Bosda Madin, kata Ahmad Dhafir, disesuaikan dengan jumlah peserta didik di masing-masing lembaga, dengan pola penggunaan anggaran yang mengacu pada skema Bantuan Operasional Sekolah (BOS).</p>
<p data-start="2446" data-end="2614">“Penyesuaiannya berdasarkan jumlah santri. Harapannya, anak-anak tidak hanya mendapatkan pendidikan umum, tetapi juga penguatan pendidikan agama sejak dini,” tambahnya.</p>
<p data-start="2616" data-end="2866">Dalam konteks kebijakan fiskal daerah, PKB Bondowoso juga mendorong optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) tanpa menambah beban masyarakat. Langkah tersebut ditempuh melalui penguatan pengelolaan potensi daerah serta pencegahan kebocoran anggaran.</p>
<p data-start="2868" data-end="3042">“Pendapatan daerah harus dimaksimalkan tanpa menaikkan pajak. Yang paling penting adalah menutup celah kebocoran agar anggaran benar-benar kembali kepada rakyat,” pungkasnya.</p>
<p data-start="3044" data-end="3266">Melalui sikap tersebut, PKB Bondowoso menegaskan posisinya untuk terus mengawal kebijakan yang berpihak pada pendidikan keagamaan dan kesejahteraan guru ngaji, meskipun daerah tengah dihadapkan pada keterbatasan fiskal. </p>
<p data-start="3044" data-end="3266">Seperti diketahui, pada tahun 2025, jumlah guru ngaji di Kabupaten Bondowoso tercatat ada 5.865 penerima. Tahun 2026 mendatang, nampaknya akan ada efisiensi anggaran untuk insentif guru ngaji di Bumi Ki Ronggo. Pasalnya, total anggaran di Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) hanya berada di angka Rp9,7 miliar.</p>
<p data-start="637" data-end="857">Jika dibandingkan dengan kebutuhan insentif bagi 5.865 guru ngaji dengan alokasi Rp1,8 juta per orang, maka total anggaran Bagian Kesra jelas tidak mencukupi, itu pun belum termasuk kebutuhan operasional dan kegiatan lainnya.</p>
<p data-start="859" data-end="1044">Hal itu disampaikan oleh Kepala Bagian Kesra, Royhan Muktafi Billah, saat dikonfirmasi pada Senin (27/10/2025) lalu.</p>
<p data-start="859" data-end="1044">“Misalnya, kalau jumlahnya tetap di angka 5.865 orang, maka anggaran kami untuk guru ngaji saja (tahun 2026) sudah cukup berat, karena total anggaran tahun depan hanya sekitar Rp9,7 miliar,” ungkapnya.</p>
<p data-start="1253" data-end="1515">Royhan juga berharap jumlah penerima dan besaran insentif dapat tetap dipertahankan seperti tahun 2025. Namun, melalui aplikasi Rumahkesra, akan dilakukan verifikasi faktual terhadap penerima maupun jumlah santri menggunakan Nomor Induk Kependudukan (NIK).</p>
<p data-start="1253" data-end="1515">“Jadi, kemungkinan nanti akan ada penyesuaian, baik pada jumlah guru ngajinya maupun pada nominal insentifnya,” terang Royhan. <strong>(*)</strong></p>
<p data-start="1253" data-end="1515"><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>PKB Bondowoso Ikut Arus Nasional, Setuju Pilkada Dipilih DPRD</title>
<link>https://suarajatimpost.com/pkb-bondowoso-ikut-arus-nasional-setuju-pilkada-dipilih-dprd</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/pkb-bondowoso-ikut-arus-nasional-setuju-pilkada-dipilih-dprd</guid>
<description><![CDATA[ Ketua DPC PKB Bondowoso Ahmad Dhafir menyatakan keselarasan sikap dengan kebijakan nasional PKB terkait wacana penghapusan Pilkada langsung di daerah. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202512/image_870x580_69537f5e0ff0b.webp" length="18572" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Tue, 30 Dec 2025 16:00:21 +0700</pubDate>
<dc:creator>Rizqi Ardian</dc:creator>
<media:keywords>politik, PKB, Gus Dur, haul, partai, Bondowoso, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p data-start="290" data-end="623"><strong data-start="290" data-end="308">BONDOWOSO, SJP</strong> – Ketua DPC Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Bondowoso, Ahmad Dhafir, menyatakan dukungannya terhadap wacana penghapusan pemilihan kepala daerah (Pilkada) langsung di tingkat kabupaten/kota. Menurutnya, mekanisme pemilihan melalui DPRD dinilai lebih rasional, efisien, dan sejalan dengan sistem negara kesatuan.</p>
<p data-start="625" data-end="935">Ahmad Dhafir menegaskan, sikap tersebut merupakan bagian dari komitmen politik PKB yang telah disampaikan oleh Ketua Umum di tingkat nasional. Ia menyebut, PKB berpandangan bahwa gubernur sebagai wakil pemerintah pusat memang semestinya ditunjuk oleh Presiden, sementara bupati dan wali kota dipilih oleh DPRD.</p>
<p data-start="625" data-end="935">“PKB sudah menyampaikan komitmen ini. Pada hakikatnya, gubernur itu adalah pelaksana tugas perbantuan dari pusat, sementara bupati dan wali kota lebih tepat jika dipilih oleh DPRD,” ujar Ahmad Dhafir, Selasa (30/12/2025) di Kantor DPC PKB, Jalan Santawi Kelurahan Tamansari.</p>
<p data-start="1153" data-end="1453">Menurutnya, alasan utama wacana ini bukan semata-mata efisiensi anggaran, tetapi juga untuk menjaga konsistensi sistem ketatanegaraan Indonesia sebagai negara kesatuan. Ia menilai, pemilihan langsung justru berpotensi memicu konflik kewenangan karena semua pihak merasa memiliki legitimasi yang sama.</p>
<p data-start="1153" data-end="1453">“Negara kita bukan negara bagian. Jangan sampai karena sama-sama dipilih oleh rakyat, lalu muncul pembangkangan atau tarik-menarik kewenangan,” tegas Dhafir yang juga Ketua DPRD BOndowoso ini.</p>
<p data-start="1612" data-end="1918">Dhafir juga menyinggung aspek hukum, di mana pemerintah daerah tetap terikat pada hierarki peraturan perundang-undangan nasional. Dengan demikian, meskipun kepala daerah dipilih langsung oleh rakyat, mereka tidak memiliki kewenangan untuk membuat kebijakan yang bertentangan dengan aturan di atasnya.</p>
<p data-start="1920" data-end="2140">Lebih jauh, ia menepis anggapan bahwa pemilihan melalui DPRD tidak demokratis. Menurutnya, demokrasi Indonesia justru berlandaskan pada prinsip musyawarah dan perwakilan sebagaimana tertuang dalam sila keempat Pancasila.</p>
<p data-start="1920" data-end="2140">“Kerakyatan itu dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan. Dipilih DPRD tidak berarti menghilangkan demokrasi,” katanya, usai menggelar Haul Gus Dur.</p>
<p data-start="2292" data-end="2493">Dari sisi anggaran, Ahmad Dhafir menilai Pilkada langsung membebani keuangan negara dan daerah. Ia mencontohkan pelaksanaan Pilkada di Kabupaten Bondowoso yang menelan anggaran lebih dari Rp100 miliar.</p>
<p data-start="2292" data-end="2493">“Bayangkan, Bondowoso yang relatif kecil saja menghabiskan lebih dari Rp100 miliar. Kalau anggaran itu dipakai untuk membangun jalan, bisa lebih dari 100 kilometer,” ujarnya.</p>
<p data-start="2673" data-end="2918">Belum lagi, lanjutnya, biaya politik yang harus dikeluarkan calon kepala daerah berpotensi mendorong praktik korupsi. Dengan modal politik yang besar, kepala daerah terpilih kerap terbebani untuk mengembalikan biaya kampanye selama masa jabatan.</p>
<p data-start="2673" data-end="2918">“Kalau calon habis Rp25 miliar untuk lima tahun, tiap tahun harus balik Rp5 miliar. Dari mana kalau bukan korupsi? Akhirnya rakyat yang dirugikan,” tegasnya.</p>
<p data-start="2673" data-end="2918">Ia menyebut, sejumlah kasus korupsi kepala daerah yang terjadi selama ini kerap berawal dari upaya menutup utang politik saat Pilkada. Karena itu, PKB memandang pemilihan melalui DPRD sebagai salah satu solusi untuk meminimalisir praktik tersebut.</p>
<p data-start="3330" data-end="3538">Menjawab kekhawatiran adanya transaksi politik di DPRD, Ahmad Dhafir menegaskan PKB akan bersikap tegas terhadap kadernya. Ia memastikan sanksi akan diberlakukan bagi siapa pun yang melanggar komitmen partai.</p>
<p data-start="3330" data-end="3538">“Siapa pun yang coba-coba bermain dan tidak tunduk pada keputusan partai, pasti akan ada sanksi. Komitmen ini harus dijaga,” katanya.</p>
<p data-start="3677" data-end="3952">Menurut Dhafir, jika ditimbang dari sisi positif dan negatif, mekanisme pemilihan kepala daerah oleh DPRD memiliki lebih banyak keuntungan. Selain menekan biaya politik, kepala daerah juga dapat lebih fokus melayani masyarakat tanpa terbebani urusan pengembalian modal.</p>
<p data-start="3677" data-end="3952">“Pada akhirnya sumpah jabatan tetap sama, melaksanakan Pancasila, UUD 1945, dan peraturan perundang-undangan. Yang penting adalah bagaimana kepala daerah bekerja untuk rakyat,” pungkasnya. <strong>(*)</strong></p>
<p data-start="3677" data-end="3952"><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>DPC PKB Bondowoso Gelar Haul Gus Dur, Teguhkan Kembali Arah Perjuangan Partai</title>
<link>https://suarajatimpost.com/dpc-pkb-bondowoso-gelar-haul-gus-dur-teguhkan-kembali-arah-perjuangan-partai</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/dpc-pkb-bondowoso-gelar-haul-gus-dur-teguhkan-kembali-arah-perjuangan-partai</guid>
<description><![CDATA[ Haul 16 tahun wafatnya Gus Dur digelar DPC PKB Bondowoso sebagai momentum refleksi ideologis kader untuk meneguhkan peran PKB sebagai alat perjuangan politik NU di pemerintahan. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202512/image_870x580_69537febc2ed7.webp" length="34148" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Tue, 30 Dec 2025 15:20:44 +0700</pubDate>
<dc:creator>Rizqi Ardian</dc:creator>
<media:keywords>politik, PKB, Gus Dur, haul, partai, Bondowoso, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p data-start="194" data-end="567"><strong>BONDOWOSO, SJP –</strong> DPC Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Bondowoso menggelar haul untuk mengenang 16 tahun wafatnya Presiden ke-4 RI, KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur, di Kantor Dewan Pimpinan Cabang, (DPC) PKB Jalan Santawi, Kelurahan Tamansari, pada Selasa (30/12/2025).</p>
<p data-start="194" data-end="567">Kegiatan ini tak sekadar menjadi agenda rutin tahunan, untuk mengenang wafatnya Gus Dur pada 30 Desember 2009 lalu, tetapi juga momentum refleksi ideologis bagi kader PKB untuk kembali meneguhkan jati diri perjuangan politik yang diwariskan pendiri partai tersebut.</p>
<p data-start="569" data-end="892">Haul Gus Dur yang digelar dengan khidmat itu dihadiri jajaran pengurus DPC, anggota fraksi PKB, badan otonom, hingga simpatisan.</p>
<p data-start="569" data-end="892">Doa bersama dan tahlil mengalir sebagai bentuk penghormatan atas jasa besar Gus Dur, sosok ulama sekaligus negarawan yang baru saja ditetapkan sebagai pahlawan nasional dan dikenal konsisten memperjuangkan kemanusiaan, pluralisme, dan demokrasi.</p>
<p data-start="894" data-end="1142">Ketua DPC PKB Bondowoso, Ahmad Dhafir, menegaskan, haul ini memiliki makna strategis bagi konsolidasi kader. Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi sarana “meng-upgrade” kembali kesadaran sejarah kader PKB tentang asal-usul lahirnya partai.</p>
<p data-start="894" data-end="1142">“Yang memprakarsai lahirnya PKB itu adalah Gus Dur. Pada awal Reformasi 1998, beliau sebagai Ketua Umum PBNU menangkap aspirasi warga NU agar NU melahirkan partai politik. Dari situlah, bersama para ulama, dibentuk Tim 5, Tim 9, hingga akhirnya lahir PKB,” ujar Ahmad Dhafir.</p>
<p data-start="1423" data-end="1680">Politisi senior yang juga Ketua DPRD BOndowoso ini juga menjelaskan, secara filosofis, NU dan PKB memiliki makna yang saling melengkapi. Jika Nahdlatul Ulama dimaknai sebagai kebangkitan ulama, maka PKB adalah kebangkitan bangsa. Keduanya memiliki peran dan tanggung jawab yang berbeda namun saling menguatkan.</p>
<p data-start="1423" data-end="1680">“NU fokus pada persoalan keagamaan dan akidah Ahlussunnah wal Jamaah, sementara PKB menjadi alat perjuangan NU di ranah pemerintahan. Ini sah dan historis, karena NU punya andil besar dalam lahirnya NKRI,” tegasnya.</p>
<p data-start="1901" data-end="2145">Ahmad Dhafir juga menekankan bahwa komitmen PKB terhadap Pancasila dan NKRI merupakan warisan langsung dari nilai-nilai perjuangan NU dan Gus Dur. Bahkan, lanjutnya, kader terbaik NU tercatat sebagai bagian penting dalam perumusan dasar negara.</p>
<p data-start="1901" data-end="2145">“Pancasila sudah final, NKRI harga mati. Itu bukan sekadar jargon, tapi tanggung jawab historis NU dan PKB dalam menjaga Indonesia,” katanya.</p>
<p data-start="1901" data-end="2145">Lebih jauh, ia menilai warisan terbesar Gus Dur bukan hanya pada aspek politik, tetapi pada nilai-nilai kemanusiaan. Gus Dur dikenal sebagai pelopor pluralisme dan persaudaraan lintas identitas, yang hingga kini relevan untuk dijadikan pijakan dalam pembangunan, termasuk di daerah seperti Bondowoso.</p>
<p data-start="1901" data-end="2145">“Gus Dur mengajarkan kebersamaan dan persaudaraan. Hadir untuk semua, tanpa pandang bulu. Persaudaraan itu bukan hanya soal agama, tapi juga sebangsa dan kemanusiaan. Itu yang harus terus kita jaga,” ungkapnya.</p>
<p data-start="1901" data-end="2145">Melalui haul ini, DPC PKB Bondowoso berharap kader, khususnya anggota fraksi, semakin memahami posisi dan tanggung jawabnya sebagai representasi perjuangan politik NU di pemerintahan. Sebuah perjuangan yang, sebagaimana pesan Gus Dur, harus selalu berpihak pada kebenaran dan kemanusiaan.</p>
<p data-start="1901" data-end="2145">“Sejalan dengan jargon PKB, kita harus maju tak gentar membela yang benar,” pungkas Ahmad Dhafir. <strong>(*)</strong></p>
<p data-start="1901" data-end="2145"><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Evaluasi Kinerja Seluruh Kepala Desa, Bupati Bondowoso: Dana Desa Harus Tepat Sasaran</title>
<link>https://suarajatimpost.com/evaluasi-kinerja-seluruh-kepala-desa-bupati-bondowoso-dana-desa-harus-tepat-sasaran</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/evaluasi-kinerja-seluruh-kepala-desa-bupati-bondowoso-dana-desa-harus-tepat-sasaran</guid>
<description><![CDATA[ Dalam evaluasi pemerintahan desa, Bupati Bondowoso menegaskan pentingnya penggunaan Dana Desa yang transparan, akuntabel, dan berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202512/image_870x580_69531fc5e7e56.webp" length="40690" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Tue, 30 Dec 2025 11:00:00 +0700</pubDate>
<dc:creator>Rizqi Ardian</dc:creator>
<media:keywords>desa, dana desa, evaluasi, kejari, inspektorat, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>BONDOWOSO, SJP –</strong> Bupati Bondowoso Abdul Hamid Wahid menegaskan peran strategis pemerintah desa sebagai ujung tombak pelayanan publik dan pembangunan yang bersentuhan langsung dengan masyarakat. </p>
<p>Hal tersebut disampaikannya dalam kegiatan Evaluasi Penyelenggaraan Pemerintahan Desa Tahun 2025 dan Perencanaan Pembangunan Desa Tahun 2026, Senin (29/12/2025) kemarin.</p>
<p>Dalam sambutannya, Bupati Abdul Hamid Wahid menyebut bahwa keberhasilan pembangunan daerah tidak dapat dilepaskan dari kinerja pemerintahan desa yang responsif, inovatif, dan berorientasi pada kebutuhan warga.</p>
<p>“Pemerintah desa harus mampu menghadirkan pelayanan yang baik, memahami kebutuhan masyarakat, serta terus berinovasi dalam pembangunan,” tegasnya di Pendopo Raden Bagus Assra.</p>
<p>Ia menambahkan, seluruh desa di Bondowoso memiliki tanggung jawab besar dalam mewujudkan visi pembangunan daerah, yakni Bondowoso Berkah, Berkualitas, Akseleratif, dan Holistik, menuju kabupaten yang tangguh, unggul, dan berdaya saing.</p>
<p>Bupati juga mendorong optimalisasi potensi lokal desa melalui penguatan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) dan pemberdayaan masyarakat. Menurutnya, langkah tersebut menjadi fondasi penting bagi kemandirian ekonomi desa, penciptaan lapangan kerja, serta peningkatan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.</p>
<p>“Penguatan BUMDes dan pemberdayaan masyarakat harus menjadi motor penggerak ekonomi desa,” ujarnya.</p>
<p>Terkait pengelolaan anggaran, Abdul Hamid Wahid mengingatkan bahwa desa saat ini memperoleh dukungan dana yang cukup besar, baik dari Dana Desa, Alokasi Dana Desa (ADD), maupun bantuan keuangan dari pemerintah provinsi dan kabupaten.</p>
<p>“Oleh karena itu, penggunaan anggaran harus dilakukan secara bertanggung jawab, sesuai regulasi, dan tepat sasaran,” tukasnya.</p>
<p>Ia menekankan, Dana Desa harus difokuskan pada prioritas nasional, seperti penanganan kemiskinan ekstrem, pencegahan stunting, penguatan ketahanan pangan, adaptasi perubahan iklim, pengembangan potensi desa, hingga percepatan desa digital.</p>
<p>“Pengelolaan keuangan desa harus tertib, transparan, dan akuntabel, serta melibatkan pengawasan dari Inspektorat, camat, BPD, dan masyarakat,” tegas bupati yang akrab disapa Ra Hamid ini.</p>
<p>Lebih lanjut, Ra Hamid menyampaikan, hasil evaluasi penyelenggaraan pemerintahan desa tahun 2025 harus menjadi dasar dalam penyusunan Rencana Kerja Pemerintah (RKP) Desa Tahun 2026, agar lebih responsif terhadap kebutuhan masyarakat dan selaras dengan arah pembangunan daerah.</p>
<p>“Di tengah keterbatasan fiskal, desa diminta menetapkan prioritas program, mengedepankan efisiensi, serta memastikan setiap kegiatan memberikan dampak langsung bagi kesejahteraan masyarakat melalui inovasi dan kolaborasi,” pesannya.</p>
<p>Kehadiran unsur Forkopimda dalam kegiatan tersebut, menurut bupati, mencerminkan komitmen dan sinergi bersama dalam pembinaan serta pengawasan penyelenggaraan pemerintahan desa agar berjalan bersih dan profesional.</p>
<p>“Semoga kegiatan ini memberikan manfaat nyata bagi peningkatan kualitas pemerintahan dan pembangunan desa di Kabupaten Bondowoso,” tandasnya di hadapan 209 kepala desa yang hadir.</p>
<p>Sementara itu, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, Mahfud Junaedi menjelaskan, Fungsi evaluasi penyelenggaraan pemerintahan desa tahun 2025 dan perencanaan pembangunan desa tahun 2026 adalah untuk menilai kinerja seluruh desa.</p>
<p>“Kegiatan ini untuk mengidentifikasi masalah dan keberhasilan, serta menyusun rencana yang lebih baik, partisipatif, dan terintegrasi dengan RPJM Desa, menjadi dasar APBDes 2026, serta memastikan pembangunan desa efektif, transparan, akuntabel, dan sesuai kebutuhan masyarakat,” pungkasnya.<strong> (**)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Peremajaan Armada Kesehatan, 10 Puskesmas di Bondowoso Terima Ambulans Baru</title>
<link>https://suarajatimpost.com/peremajaan-armada-kesehatan-10-puskesmas-di-bondowoso-terima-ambulans-baru</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/peremajaan-armada-kesehatan-10-puskesmas-di-bondowoso-terima-ambulans-baru</guid>
<description><![CDATA[ Sebanyak 10 puskesmas di Bondowoso menerima ambulans baru sebagai bagian dari peremajaan armada dan penguatan sistem layanan rujukan serta pelayanan kesehatan masyarakat. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202512/image_870x580_695291a5ae056.webp" length="45692" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 29 Dec 2025 22:26:20 +0700</pubDate>
<dc:creator>Rizqi Ardian</dc:creator>
<media:keywords>DBHCHT, cukai, tembakau, pemerintah, kesehatan, rokok ilegal, satpol PP, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>BONDOWOSO, SJP –</strong> Pemerintah Kabupaten Bondowoso terus memperkuat kesiapsiagaan layanan kesehatan tingkat pertama. Salah satunya dengan menyerahkan 10 unit ambulans baru kepada sejumlah puskesmas guna meningkatkan kecepatan dan respons pelayanan, terutama dalam kondisi darurat.</p>
<p>Penyerahan ambulans dilakukan secara simbolis di Pendopo Bupati Bondowoso, Senin (29/12/2025), dan menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah memastikan akses layanan kesehatan masyarakat tetap optimal hingga ke tingkat paling dasar.</p>
<p>Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan Bondowoso, Dr. Arief Sudibyo, menegaskan, pengadaan ambulans ini bukan semata penambahan armada, melainkan langkah strategis memperkuat sistem layanan kesehatan puskesmas.</p>
<p>“Kami ingin memastikan setiap puskesmas memiliki lebih dari satu ambulans. Jadi ketika satu unit sedang digunakan, masih ada ambulans lain yang siaga dan siap melayani masyarakat,” ujar Arief usai prosesi penyerahan.</p>
<p>Selain memperkuat kesiapsiagaan layanan darurat, pengadaan ambulans juga ditujukan untuk peremajaan armada. Pasalnya, masih terdapat ambulans puskesmas yang usianya sudah cukup lama dan berpotensi mengalami kendala teknis saat dibutuhkan dalam situasi mendesak.</p>
<p>Menurut Arief, secara umum seluruh puskesmas di Bondowoso sebenarnya telah memiliki lebih dari satu ambulans. Namun, pembaruan armada tetap diperlukan agar layanan rujukan pasien maupun pelayanan kesehatan keliling dapat berjalan lebih optimal dan tanpa hambatan teknis.</p>
<p>“Ambulans baru ini tidak hanya berfungsi sebagai kendaraan operasional, tetapi juga bisa digunakan untuk rujukan pasien, dengan penyesuaian serta penambahan peralatan medis sesuai kebutuhan masing-masing puskesmas,” ungkapnya.</p>
<p>Sebanyak 10 puskesmas yang menerima tambahan ambulans tersebut yakni Puskesmas Tapen, Kademangan, Sukosari, Nangkaan, Pakem, Binakal, Pujer, Grujugan, Taman Krocok, dan Tlogosari.</p>
<p>Arief menambahkan, pengadaan armada ambulans ini bersumber dari beberapa skema pembiayaan, di antaranya Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT), Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran (Silpa) Dana Alokasi Umum (DAU), serta DAU Kesehatan.</p>
<p>“Dengan dukungan pembiayaan tersebut, kami berharap pelayanan kesehatan di Bondowoso semakin cepat, aman, dan merata,” pungkasnya. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>
<p></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Beras Sintanur Lembah Raung Masuk Pasar Modern, Nilai Tambah Pertanian Bondowoso Menguat</title>
<link>https://suarajatimpost.com/beras-sintanur-lembah-raung-masuk-pasar-modern-nilai-tambah-pertanian-bondowoso-menguat</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/beras-sintanur-lembah-raung-masuk-pasar-modern-nilai-tambah-pertanian-bondowoso-menguat</guid>
<description><![CDATA[ Beras Sintanur Lembah Raung Bondowoso resmi berstatus Indikasi Geografis. Bupati Bondowoso dan Kemenkum Jatim menegaskan IG sebagai instrumen strategis peningkatan nilai tambah ekonomi petani, penguatan branding daerah, dan ketahanan pangan nasional. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202512/image_870x580_69528f68d4eea.webp" length="60058" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 29 Dec 2025 21:54:47 +0700</pubDate>
<dc:creator>Rizqi Ardian</dc:creator>
<media:keywords>Sintanur, beras, IG, indikasi geografis, Bondowoso, suatajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p data-start="312" data-end="554"><strong>BONDOWOSO, SJP –</strong> Komitmen Pemerintah Kabupaten Bondowoso dalam memperkuat sektor pertanian berbasis potensi lokal kembali ditunjukkan melalui Launching Indikasi Geografis (IG) Beras Sintanur Lembah Raung Bondowoso dan pelepasan pengiriman ke berbagai toko modern se Jawa TImur, pada Senin (29/12/2025).</p>
<p data-start="556" data-end="827">Bupati Bondowoso Abdul Hamid Wahid menegaskan, pengakuan Indikasi Geografis ini bukan sekadar simbol, melainkan bentuk perlindungan negara atas kualitas, keunikan, dan reputasi produk pertanian yang lahir dari kesuburan alam serta kearifan lokal masyarakat Bondowoso.</p>
<p data-start="829" data-end="1000">“Diraihnya status Indikasi Geografis menegaskan bahwa pertanian Bondowoso memiliki nilai strategis dan daya saing tinggi,” ujarnya.</p>
<p data-start="1002" data-end="1325">Menurutnya, Beras Sintanur Lembah Raung memiliki keunggulan khas dari aroma dan cita rasa, yang tidak lepas dari karakter tanah vulkanik Lembah Raung serta keahlian petani yang diwariskan secara turun-temurun. Dengan adanya IG, mutu dan keaslian produk diharapkan tetap terjaga sekaligus meningkatkan kepercayaan pasar.</p>
<p data-start="1327" data-end="1565">Bupati juga menyampaikan apresiasi kepada para petani Sintanur, Masyarakat Perlindungan Indikasi Geografis (MPIG) Beras Sintanur Lembah Raung Bondowoso, serta seluruh pihak yang telah bersinergi hingga pengakuan tersebut resmi diraih.</p>
<p data-start="1567" data-end="1784">“Capaian ini adalah hasil kerja bersama. Saya mengapresiasi peran petani dan MPIG yang konsisten menjaga kualitas, serta dukungan berbagai pihak hingga Beras Sintanur Lembah Raung mendapat pengakuan negara,” tegasnya.</p>
<p data-start="1786" data-end="2028">Selain itu, bupati juga mengapresiasi keterlibatan PT Samudra Indo Pangan yang dinilai berperan penting dalam mendukung hilirisasi dan pemasaran Beras Sintanur Lembah Raung, baik di tingkat nasional maupun internasional.</p>
<p data-start="2030" data-end="2240">Lebih jauh, Pemkab Bondowoso memandang IG Beras Sintanur sebagai langkah strategis meningkatkan nilai tambah pertanian, membuka akses pasar yang lebih luas, serta mendorong peningkatan kesejahteraan petani.</p>
<p data-start="2242" data-end="2421">“Ke depan, pemerintah daerah berkomitmen mendukung pengembangan produk unggulan secara berkelanjutan, agar identitas daerah berbasis potensi lokal semakin kuat,” kata bupati yang karib disapa Ra Hamid ini.</p>
<p data-start="2423" data-end="2670">Ia berharap, pasca peluncuran IG ini, seluruh pihak dapat menjaga konsistensi mutu, memperkuat sinergi, serta menjadikan Indikasi Geografis bukan hanya sebagai perlindungan hukum produk, tetapi juga peluang ekonomi nyata bagi masyarakat Bondowoso.</p>
<p data-start="2672" data-end="2914">Launching Indikasi Geografis Beras Sintanur Lembah Raung Bondowoso ini diharapkan menjadi tonggak baru bagi kebangkitan pertanian lokal, sekaligus mempertegas posisi Bondowoso sebagai daerah penghasil beras berkualitas unggulan di Jawa Timur.</p>
<p data-start="1728" data-end="1971">Senada dengan itu, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum Jawa Timur, Haris Sukamto, menegaskan, Indikasi Geografis bukan sekadar sertifikat administratif, melainkan instrumen pembangunan ekonomi daerah berbasis kekayaan intelektual.</p>
<p data-start="1973" data-end="2270">“Indikasi Geografis adalah aset intelektual kolektif yang merepresentasikan reputasi, kualitas, dan kekhasan suatu wilayah. Perlindungan IG memastikan nama dan mutu Beras Sintanur Lembah Raung tidak disalahgunakan, sekaligus meningkatkan kepercayaan pasar nasional dan internasional,” tegas Haris.</p>
<p data-start="2272" data-end="2499">Ia menjelaskan, Sertifikat Indikasi Geografis Beras Sintanur Lembah Raung Bondowoso dengan Nomor ID G 000000185 diterbitkan oleh Kementerian Hukum pada 5 Juni 2025, setelah melalui tahapan asesmen dan pengumuman publik.</p>
<p data-start="2501" data-end="2675">Lebih lanjut, Haris menilai komersialisasi produk IG memiliki peran strategis dalam memperkuat daya tawar petani dan membangun branding daerah berbasis keaslian dan kualitas.</p>
<p data-start="2677" data-end="2885">“Nilai utama IG terletak pada kemampuannya menempatkan produk secara lebih adil dalam rantai pasok, serta menciptakan nilai tambah ekonomi yang berkelanjutan, bukan sekadar keuntungan jangka pendek,” ujarnya.</p>
<p data-start="2887" data-end="3204">Dengan adanya sinergi antara pemerintah daerah, petani, MPIG, dan pelaku usaha, Beras Sintanur Lembah Raung diharapkan tidak hanya menjadi produk unggulan Bondowoso, tetapi juga berkontribusi pada ketahanan pangan nasional sekaligus memperkuat posisi produk pertanian lokal di pasar nasional hingga internasional.</p>
<p data-start="2887" data-end="3204"><span>Capaian ini semakin membanggakan karena di momen ini juga dilakukan <em>flag off </em>pemberangkatan puluhan ton beras Sintanur Lembah Raung Bondowoso ke Kabupaten Kepulauan Sangihe dan seluruh gerai salah satu minimarket waralaba di Jawa Timur. <strong>(*)</strong></span></p>
<p data-start="2887" data-end="3204"><span><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></span></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>4.502 PPPK Paruh Waktu Terima SK, Bupati Bondowoso: Ini Awal Pengabdian, Bukan Akhir Perjuangan</title>
<link>https://suarajatimpost.com/4502-pppk-paruh-waktu-terima-sk-bupati-bondowoso-ini-awal-pengabdian-bukan-akhir-perjuangan</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/4502-pppk-paruh-waktu-terima-sk-bupati-bondowoso-ini-awal-pengabdian-bukan-akhir-perjuangan</guid>
<description><![CDATA[ Pemkab Bondowoso menyerahkan SK PPPK Paruh Waktu Formasi 2025 kepada 4.502 pegawai. Bupati Abdul Hamid Wahid menegaskan status ini bersifat transisi, perpanjangan kontrak bergantung pada kinerja, serta melarang pengangkatan tenaga honorer baru. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202512/image_870x580_69528eaa3659c.webp" length="92012" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 29 Dec 2025 21:24:19 +0700</pubDate>
<dc:creator>Rizqi Ardian</dc:creator>
<media:keywords>PPPK, BKPSDM, Kota Malang, suarajatimpost, Bondowoso, paruh waktu</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p data-start="345" data-end="621"><strong data-start="345" data-end="365">BONDOWOSO, SJP –</strong> Pemerintah Kabupaten Bondowoso secara resmi menyerahkan petikan Keputusan Bupati tentang pengangkatan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Paruh Waktu Formasi Tahun 2025 kepada 4.502 pegawai di lingkungan Pemkab Bondowoso, Senin (29/12/2025).</p>
<p data-start="623" data-end="913">Penyerahan dilakukan dalam apel resmi yang dipimpin langsung Bupati Bondowoso, Abdul Hamid Wahid, dan dihadiri Wakil Bupati, Ketua DPRD, Sekretaris Daerah, jajaran kepala perangkat daerah, camat, serta ribuan PPPK paruh waktu yang terdiri dari guru, tenaga kesehatan, dan tenaga teknis.</p>
<p data-start="915" data-end="1135">Dalam apel tersebut, Abdul Hamid Wahid menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh PPPK paruh waktu yang hari itu resmi bergabung sebagai bagian dari keluarga besar Aparatur Sipil Negara (ASN) di Kabupaten Bondowoso.</p>
<p data-start="1137" data-end="1350">“Momentum ini tentu menjadi hari yang membahagiakan. Sejak hari ini saudara-saudara resmi menjadi bagian dari ASN Pemerintah Kabupaten Bondowoso, setelah melalui tahapan panjang dan tidak mudah,” kata Abdul Hamid.</p>
<p data-start="1352" data-end="1664">Meski demikian, bupati menegaskan, pengangkatan PPPK paruh waktu merupakan kebijakan transisi, bukan tujuan akhir. Kebijakan tersebut merupakan implementasi langsung dari kebijakan nasional dalam rangka penataan dan penyelesaian tenaga non-ASN secara bertahap sesuai amanat peraturan perundang-undangan.</p>
<p data-start="1666" data-end="1829">“Tujuannya adalah memberikan kepastian status kerja, menjaga kesinambungan pelayanan publik, sekaligus tetap mempertimbangkan kemampuan keuangan daerah,” tegas bupati yang karib disapa Ra Hamid ini di Alun-alun Raden Bagus Assra.</p>
<p data-start="1831" data-end="2038">Ra Hamid juga mengingatkan, perpanjangan perjanjian kerja PPPK paruh waktu tidak bersifat otomatis, melainkan sangat ditentukan oleh kinerja, kedisiplinan, serta integritas masing-masing pegawai.</p>
<p data-start="2040" data-end="2262">“Kinerja saudara hari ini akan menentukan keberlanjutan nasib saudara di masa depan. Oleh karena itu, bekerjalah dengan sungguh-sungguh, tingkatkan kompetensi, dan tunjukkan tanggung jawab sebagai pelayan publik,” ujarnya.</p>
<p data-start="2264" data-end="2492">Di hadapan jajaran kepala perangkat daerah, bupati juga memberikan peringatan tegas agar seluruh OPD patuh terhadap ketentuan Undang-Undang ASN, khususnya larangan pengangkatan tenaga honorer atau non-ASN dengan sebutan apa pun.</p>
<p data-start="2494" data-end="2703">“Setiap pelanggaran terhadap ketentuan ini akan menimbulkan konsekuensi hukum dan administrasi. Pengelolaan kepegawaian ke depan harus profesional, transparan, akuntabel, dan berbasis sistem merit,” tandasnya.</p>
<p data-start="2705" data-end="2942">Kepada para PPPK paruh waktu, orang nomor satu di Bumi Ki Ronggo ini berpesan agar tidak putus asa dan terus meningkatkan kapasitas diri. Ia mendorong mereka yang memenuhi syarat untuk berani mengikuti seleksi CPNS maupun PPPK jalur normal secara terbuka dan adil.</p>
<p data-start="2944" data-end="3122">“Status hari ini adalah bagian dari proses, bukan akhir perjuangan. Teruslah belajar, jaga integritas, dan buktikan bahwa saudara layak menjadi ASN yang profesional,” pungkasnya. <strong>(*)</strong></p>
<p data-start="2944" data-end="3122"><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>MBG di Bondowoso Tetap Berjalan Saat Libur Sekolah, SPPG Sumberkalong Pastikan Layanan Gizi Hingga Akhir 2025</title>
<link>https://suarajatimpost.com/mbg-di-bondowoso-tetap-berjalan-saat-libur-sekolah-sppg-sumberkalong-pastikan-layanan-gizi-hingga-akhir-2025</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/mbg-di-bondowoso-tetap-berjalan-saat-libur-sekolah-sppg-sumberkalong-pastikan-layanan-gizi-hingga-akhir-2025</guid>
<description><![CDATA[ Program Makan Bergizi Gratis di SPPG Sumberkalong Wonosari Bondowoso, tetap dilaksanakan hingga akhir 2025. Saat libur sekolah, penyaluran bersifat fleksibel demi memastikan ibu hamil, balita, dan siswa tetap terpenuhi gizinya. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202512/image_870x580_69508b322f757.webp" length="61760" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sun, 28 Dec 2025 09:32:58 +0700</pubDate>
<dc:creator>Rizqi Ardian</dc:creator>
<media:keywords>MBG, makan gratis, bondowoso, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>BONDOWOSO, SJP -</strong> Meskipun saat ini tengah memasuki masa libur sekolah, Badan Gizi Nasional (BGN) menyampaikan pelaksanaan Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk anak sekolah, ibu menyusui, ibu hamil, dan balita masih akan terus berjalan sampai akhir tahun 2025.</p>
<p>Persisnya, dalam keterangan resmi BGN, pelaksanaan MBG pada akhir tahun 2025 masih berlangsung pada tanggal 26, 27, 28, 30, dan 31 Desember 2025.</p>
<p>Kepala BGN Dadan Hindayana mengatakan, kebijakan ini sudah ditetapkan dengan alasan ada kelompok yang mungkin masih membutuhkan MBG di musim libur sekolah.</p>
<p>“Khususnya untuk memastikan keberlanjutan layanan bagi kelompok prioritas,” ujar Dadan dalam keterangan tertulisnya, Kamis, 25 Desember 2025 lalu.</p>
<p>Dadan Hindayana juga menegaskan bahwa pelaksanaan MBG saat libur sekolah bersifat fleksibel dan tidak bersifat wajib. Kebijakan ini dirancang untuk tetap melayani masyarakat yang membutuhkan tanpa memberatkan keluarga penerima.</p>
<p>“Untuk anak sekolah sifatnya kan menjadi optional. Bagi yang tidak memungkinkan mengambil atau dikirim karena alasan teknis atau juga ada yang pergi berlibur, tidak masalah. Tapi bagi yang membutuhkan kita tetap layani,” ujarnya.</p>
<p>Sejatinya, lanjut Dadan menjelaskan, MBG tetap dibuka selama libur sekolah untuk memastikan kelompok penerima manfaat yang masih membutuhkan tetap memperoleh asupan gizi. </p>
<p>“Intervensi pemenuhan gizi bagian yang sangat penting, kontinuitas perlu dijaga. Ibu hamil, ibu menyusui, dan anak balita bagian yang krusial dari program MBG,” kata Dadan.</p>
<p>Di Kabupaten Bondowoso, baru-baru ini memang ada sedikit kendala soal belum adanya pendistribusian MBG selama musim liburan sekolah. Ada beberapa SPPG yang ternyata masih belum mendapatkan kucuran dana dari BGN.</p>
<p>Namun, hal itu bisa segera teratasi, sehingga penyaluran MBG selama libur dua pekan, Natal dan Tahun Baru (2026) Nataru, siswa-siswi di semua wilayah, bisa mendapakan MBG dengan menu keringan yang dibagikan tiap pekan.</p>
<p>Seperti halnya dengan Satuan Pelayanan dan Pemenuhan Gizi (SPPG) Sumberkalong yang berada di Desa Sumberkalong Kecamatan Wonosari, meskipun siswa tengah menikmati liburan sekolah, MBG tetap disalurkan dengan menu keringan dan buah-buahan.</p>
<p>"Jadi sebelum masa liburan, kita rapat dengan PIC sekolah ataupun dengan kepala sekolah yang terwakili. Nah, itu akhirnya diputuskan untuk menu keringan dan dirapel dalam satu minggu sekali," ujar Ineke Kartika Sari, Kepala SPPG Sumberkalong, Ahad (28/12/2025).</p>
<p>Selama liburan sekolah sejak tanggal 22 Desember 2025 hingga tanggal 3 Januari 2026, ada waktu dua minggu yang setiap minggunya disalurkan satu kali ke sekolah-sekolah penerima MBG.</p>
<p>“Pekan pertama tanggal 22 – 27 Desember (25,26 libur nasional) jadi terhitung ada 4 hari penyaluran yang dirapel dan diserahkan tanggal 27 Desember. Untuk minggu kedua juga sama, dirapel,” kata Inneke.</p>
<p>Lebih lanjut, Inneke mengatakan menu MBG yang disajikan berbentuk makanan kering dan dipastikan tetap sehat. Semua makanan yang disalurkan tetap melalui standarifikasi gizi dan takaran dari ahli gizi di SPPG.</p>
<p>Di antaranya, roti abon Orilla 2, roti bagelan orilla 2, kacang polong 2 pouch pk (porsi kecil), kacang polong 2 pouch, kacang mix 1 pouch PB (porsi besar), keju 2 slice dan buah yang menyesuaikan.</p>
<p>"Menu keringan ini sebagai menu pengganti dari menu basah yang setiap hari kita kirimkan dalam bentuk ompreng (wadah makanan). Tapi, kali ini kita sesuai dengan arahan dan standar operasional dari BGN, itu berupa keringan,” jelas Inneke. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>MBG Jadi Motor Ekonomi Desa, BUMDes Alaika Putra Siap Suplai Bahan Pangan untuk SPPG Sumberkalong Bondowoso</title>
<link>https://suarajatimpost.com/mbg-jadi-motor-ekonomi-desa-bumdes-alaika-putra-siap-suplai-bahan-pangan-untuk-sppg-sumberkalong-bondowoso</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/mbg-jadi-motor-ekonomi-desa-bumdes-alaika-putra-siap-suplai-bahan-pangan-untuk-sppg-sumberkalong-bondowoso</guid>
<description><![CDATA[ Program Makan Bergizi Gratis di Bondowoso membuka peluang ekonomi desa. BUMDes Sumberkalong menyuplai bahan pangan MBG dan menyiapkan rencana pertanian untuk menggerakkan ekonomi warga. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202512/image_870x580_694fbca08d291.webp" length="27584" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sat, 27 Dec 2025 18:14:56 +0700</pubDate>
<dc:creator>Rizqi Ardian</dc:creator>
<media:keywords>MBG, Frozen Food, kesehatan, SPPG, Prabowo, TNI, Kodim, POlri, KPK, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>BONDOWOSO, SJP – </strong>Program Makan Bergizi Gratis (MBG) bagi siswa tak hanya berbicara soal pemenuhan gizi, tetapi juga membuka peluang besar bagi pergerakan ekonomi desa. </p>
<p>Di Desa Sumberkalong, Kecamatan Wonosari, Kabupaten Bondowoso, peluang itu mulai ditangkap serius oleh pemerintah desa dan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes).</p>
<p>Di balik dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Sumberkalong, ada denyut usaha warga yang pelan tapi pasti bergerak. BUMDes Alaika Putra Desa Sumberkalong menjadi salah satu aktor penting yang menopang suplai bahan makanan pendamping MBG.</p>
<p>Aneka produk olahan kini dihasilkan untuk dipasok ke SPPG setempat, dengan memperhatikan kualitas, gizi, kebersihan dan takaran sesuai dengan standarifikasi yang dikeliarkan oleh ahli gizi SPPG.</p>
<p>Kepala Desa Sumberkalong, Surawi, menegaskan bahwa MBG dapat menjadi penggerak ekonomi masyarakat jika dimanfaatkan secara optimal. Menurutnya, kebutuhan bahan pangan untuk SPPG merupakan peluang nyata bagi petani, peternak, hingga pelaku usaha desa.</p>
<p>“BUMDes harus memanfaatkan potensi ini untuk menggerakkan perekonomian masyarakat. Program MBG ini memerlukan penyediaan produk olahan yang berasal dai daging ayam, tahu, telur, sayur-sayuran, dan kebutuhan lainnya,” ujar Surawi, Sabtu (27/12/2025).</p>
<p>Kades yang kembali dilantik pada Agustus 2025 itu juga mendorong peran aktif Koperasi Desa dan Kelurahan Merah Putih (KDKMP) yang saat ini dalam proses pembangunan, agar tidak sekadar menjadi penonton. </p>
<p>Ia menilai koperasi memiliki posisi strategis untuk menjembatani petani dan peternak dengan kebutuhan dapur MBG.</p>
<p>“Koperasi Merah Putih bisa menjalin kerja sama dengan petani dan peternak untuk memasok kebutuhan MBG,” tegasnya.</p>
<p>Sejalan dengan itu, BUMDes Alaika Putra di Desa Sumberkalong mulai mengambil peran sebagai penyokong bahan makanan pendamping MBG. Ketua BUMDes, Moch Haris Suhud Yantoni, menyebut, pihaknya telah terlibat langsung dalam penyediaan, bakso ayam, kacang telur dan rolade hingga makanan pendamping lainnya untuk SPPG.</p>
<p>“Semua bahan yang kami siapkan sudah melalui komunikasi dengan ahli gizi. Gramasinya sudah ditentukan. Jadi per siswa itu sudah jelas, di lapangan tinggal menyalurkan sesuai standar,” jelasnya.</p>
<p>Menurutnya, kepercayaan dari PIC dan ahli gizi SPPG menjadi modal penting bagi BUMDes untuk terus berkembang. Saat ini, seluruh produk BUMDes masih difokuskan untuk mendukung program MBG, sembari menata sistem distribusi dan kualitas.</p>
<p>Tak berhenti di situ, BUMDes Sumberkalong juga menyiapkan rencana jangka panjang untuk memperkuat kemandirian pangan desa. Salah satu rencana strategis yang tengah disusun adalah pengelolaan lahan tidur menjadi lahan produktif.</p>
<p>“Ke depan, mungkin dalam lima tahun kami merencanakan bertani. Kami sewa lahan, kami proses sampai jadi beras. Rencananya, hasil produksinya akan dijual dengan harga eceran untuk membantu masyarakat,” ungkapnya.</p>
<p>Rencana tersebut diharapkan tidak hanya memenuhi kebutuhan lokal, tetapi juga membuka peluang pasar yang lebih luas. </p>
<p>“Harapannya bisa membantu masyarakat Sumberkalong, dan mudah-mudahan ke depan bisa tembus pasar nasional. Tapi ini masih tahap perencanaan,” tambahnya saat dikonfirmasi di BUMDes Centre, Jalan Trunojoyo RT 6 RW 2 Dusun Krajan, Desa Sumberkalong, Wonosari, Bondowoso.</p>
<p>Dari sisi ekonomi, perputaran uang dari aktivitas UMKM yang dikelola BUMDes juga mulai terasa. Dalam satu kali produksi, nilai bahan yang digunakan bisa mencapai sekitar Rp5 juta dengan estimasi pendapatan sekitar 15 persen per produksi, mengikuti jadwal pengiriman MBG.</p>
<p>“Sinergi antara pemerintah desa, BUMDes, Koperasi Merah Putih, serta petani dan peternak menjadi kunci agar MBG benar-benar menjadi berkah bagi masyarakat. Karena itu, para petani, Koperasi Merah Putih, maupun BUMDes harus menyiapkan diri dari sekarang,” tandasnya. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Navara Waterpark Jadi Primadona Liburan Akhir Tahun di Bondowoso</title>
<link>https://suarajatimpost.com/navara-waterpark-jadi-primadona-liburan-akhir-tahun-di-bondowoso</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/navara-waterpark-jadi-primadona-liburan-akhir-tahun-di-bondowoso</guid>
<description><![CDATA[ Selama libur Nataru, Navara Waterpark Bondowoso dipadati wisatawan lokal dan luar daerah berkat beragam wahana air dan keluarga. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202512/image_870x580_694e36a21e69a.webp" length="90132" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Fri, 26 Dec 2025 14:04:30 +0700</pubDate>
<dc:creator>Rizqi Ardian</dc:creator>
<media:keywords>Liburan, Keluarga, Wisata, lifestyle, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p data-start="75" data-end="423"><strong>BONDOWOSO, SJP -</strong> Riuh tawa anak-anak, percikan air, dan antrean panjang di sejumlah wahana menjadi pemandangan khas yang mewarnai libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) di Navara Waterpark, Desa Pengarang, Kecamatan Jambesari Darus Sholah, Kabupaten Bondowoso.</p>
<p data-start="75" data-end="423">Destinasi wisata air terbesar dan terlengkap di Bumi Ki Ronggo ini kembali menjelma menjadi magnet liburan keluarga. Mereka yang berlibur ternyata tak hanya dari kawasan Bondowoso saja, ada juga yang datang dari berbagai daerah, Situbondo dan Jember.</p>
<p data-start="425" data-end="700">Sejak memasuki akhir Desember 2025 hingga awal Januari 2026, arus kunjungan ke Navara Waterpark melonjak signifikan. Momentum libur panjang dimanfaatkan masyarakat untuk melepas penat sekaligus menghabiskan waktu bersama keluarga di wahana air terbesar di Bondowoso tersebut.</p>
<p data-start="702" data-end="955">Owner Navara Waterpark, Muhammad Muhlis, mengungkapkan, lonjakan pengunjung mulai terasa sejak 21 Desember. Puncak keramaian terjadi pada akhir pekan, khususnya hari Minggu, dengan jumlah pengunjung menembus angka 4.000 hingga 5.000 orang per hari.</p>
<p data-start="957" data-end="1177">“Kalau hari biasa pengunjung sekitar 500 sampai 700 orang. Saat libur Nataru ini, terutama di akhir pekan, bisa melonjak drastis. Puncaknya kemarin hari Minggu, sekitar 5.000 pengunjung,” ujar Muhlis, Jumat (26/12/2025).</p>
<p data-start="1179" data-end="1486">Menariknya, Navara Waterpark tidak hanya menjadi tujuan warga lokal. Sekira separuh pengunjung berasal dari 23 kecamatan di Bondowoso, sementara sisanya datang dari kabupaten sekitar. Hal ini menunjukkan daya tarik Navara Waterpark yang kian meluas sebagai destinasi liburan keluarga di kawasan Tapal Kuda.</p>
<p data-start="1488" data-end="1800">Di tengah tingginya antusiasme wisatawan, pengelola tetap mengedepankan aspek keamanan dan kenyamanan. Selama libur Nataru, sistem pengamanan diperkuat dengan melibatkan kepolisian setempat. Petugas kesehatan dari Puskesmas Jambesari Darus Sholah juga disiagakan setiap hari untuk mengantisipasi kondisi darurat.</p>
<p data-start="1802" data-end="2107">Tak hanya itu, pengelola turut menambah tenaga kerja demi menjaga kualitas pelayanan. Sebanyak 11 karyawan baru direkrut, sehingga jumlah karyawan inti meningkat dari 36 menjadi 47 orang. Ditambah tenaga pembangunan area pengembangan, total sekitar 90 personel disiagakan selama periode libur akhir tahun.</p>
<p data-start="2109" data-end="2357">Navara Waterpark sendiri dibangun sejak 2022 di atas lahan seluas 2,6 hektare dan mulai dibuka untuk umum pada 2023. Meski masih dalam tahap pengembangan bertahap, kawasan wisata ini terus tumbuh dengan mengandalkan pendapatan dari penjualan tiket.</p>
<p data-start="2359" data-end="2712">Sebagai wisata keluarga berbasis air, Navara Waterpark menawarkan beragam wahana unggulan. Salah satunya water boom boomerang yang diklaim sebagai satu-satunya di Kabupaten Bondowoso. Selain itu, tersedia pula wahana kering seperti roller coaster, bom-bom car, kereta wisata, hingga go-kart dan kendaraan off-road yang dalam waktu dekat akan beroperasi.</p>
<p data-start="2714" data-end="2975">Soal tiket, pengelola mematok harga Rp15.000 per orang pada hari biasa. Khusus periode libur Natal hingga 1 Januari, tarif dinaikkan menjadi Rp20.000 dan kembali normal mulai 2 Januari. Navara Waterpark beroperasi setiap hari mulai pukul 08.00 hingga 17.00 WIB.</p>
<p data-start="2977" data-end="3380" data-is-last-node="" data-is-only-node="">Data Dinas Pariwisata, Kebudayaan, Pemuda dan Olahraga (Disparbudpora) Bondowoso mencatat, hingga November 2025 Navara Waterpark telah dikunjungi 125.520 wisatawan. Angka tersebut menempatkan Navara Waterpark sebagai destinasi wisata dengan jumlah kunjungan tertinggi kedua di Bondowoso setelah Kawah Ijen, sekaligus menegaskan posisinya sebagai wisata pemandian buatan paling favorit di kota tape. <strong>(*)</strong></p>
<p data-start="2977" data-end="3380" data-is-last-node="" data-is-only-node=""><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Rangkaian HPN, 200 Wartawan Dijadwalkan Retret di Akmil Magelang</title>
<link>https://suarajatimpost.com/rangkaian-hpn-200-wartawan-dijadwalkan-retret-di-akmil-magelang</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/rangkaian-hpn-200-wartawan-dijadwalkan-retret-di-akmil-magelang</guid>
<description><![CDATA[ Retret khusus untuk wartawan tersebut diperuntukkan bagi anggota PWI se-Indonesia sebanyak 200 orang dan akan diberangkatkan bersama-sama dengan pesawat Airbus A400M dari Bandara Halim Perdanakusuma menuju Jateng. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202512/image_870x580_694c0678c06c7.webp" length="53278" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 24 Dec 2025 22:47:14 +0700</pubDate>
<dc:creator>Rizqi Ardian</dc:creator>
<media:keywords>PWI, suarajatimpost, jakarta, wartawan, retret</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JAKARTA, SJP -</strong> Momentum memperingati Hari Pers Nasional 2026 Banten, Kementerian Pertahanan RI bersama Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat akan menggelar retret di Akademi Militer (Akmil) Magelang, Jawa Tengah, pada akhir Januari atau awal Februari 2026.</p>
<p>Retret khusus untuk wartawan tersebut diperuntukkan bagi anggota PWI se-Indonesia sebanyak 200 orang dan akan diberangkatkan bersama-sama dengan pesawat Airbus A400M dari Bandara Halim Perdanakusuma menuju Jateng.</p>
<p>Retret khusus wartawan ini merupakan salah satu hasil silaturahmi dan audensi Ketua Umum PWI Pusat Akhmad Munir kepada Menteri Pertahanan RI Jenderal Purn. Sjafrie Sjamsoeddin di Kantor Kemenhan, Rabu (24/12/2025).</p>
<p>Saat audensi, Ketum PWI Pusat didampingi Sekretaris Jenderal PWI Pusat Zulmansyah Sekedang yang juga Ketua Panitia HPN 2026 Banten dan Wakil Ketua Bidang Pendidikan Zarman Syah. Sedangkan Menhan RI didampingi Sekretaris Jenderal Kemenhan Letjen TNI Tri Budi Utomo dan Kepala Biro Informasi Pertahanan Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait.</p>
<p>Ketum PWI Pusat Akhmad Munir dalam kesempatan audensi menyampaikan PWI yang merupakan organisasi tertua dan terbesar di Indonesia saat ini sudah solid bersatu setelah menggelar Kongres Persatuan PWI di Cikarang, Jabar, akhir Agustus 2025 lalu.</p>
<p>"Insyaallah, nanti pada 9 Februari 2026, PWI bersama-sama konsituten Dewan Pers akan menggelar peringatan Hari Pers Nasional (HPN) 2026 di Banten dan mengagendakan Bapak Presiden Prabowo Subianto hadir. Kami juga sekaligus mengundang Pak Menhan, Pak Sjafrie Sjamsoeddin, untuk berkenan hadir di puncak acara HPN tersebut," kata Akhmad Munir, yang juga Dirut LKBN Antara.</p>
<p>HPN 2026, kata Akhmad Munir, banyak kegiatan-kegiatan yang menyertainya selain acara puncak di 9 Februari 2026 bersama Presiden RI. Ada kegiatan berupa Konvensi Nasional Media Massa, ada sarasehan wartawan, konferensi kerja nasional, banyak seminar-seminar, pentas budaya dan pameran UMKM, ada FGD, pameran foto jurnalistik serta berbagai Lomba Karya Jurnalistik (LKJ) untuk insan pers multiplatform.</p>
<p>"Bila memungkinkan, ada juga kegiatan insan pers, wartawan khususnya, yang bisa berkolaborasi dengan program dan kegiatan Kemenhan di 2026," ungkap Akhmad Munir.</p>
<p>Menhan RI Sjafrie Sjamsoeddin merespon positif rangkaian kegiatan-kegiatan yang digelar PWI dan konstituen Dewan Pers dalam rangka memperingati HPN 2026.</p>
<p>"Insyaallah, Presiden RI juga akan hadir nanti di HPN 2026 Banten itu. Beliau sangat respek dengan wartawan," ungkap Menhan.</p>
<p>Khusus kolaborasi atau kerjasama antara Kemenhan dan PWI, Menhan menyampaikan akan menyiapkan retret khusus untuk wartawan, dalam rangka bela negara. Sekaligus salah satu kegiatan bersama menyambut HPN 2026.</p>
<p>"Boleh saja difasilitasi retret khusus untuk 200 wartawan se-Indonesia, seperti dulu pernah bersama KADIN. Silahkan diatur bersama Kepala Biro Infohan," kata Menhan mengarahkan.</p>
<p>Pada kesempatan itu, Menhan juga banyak bernostalgia dengan tokoh-tokoh pers nasional ketika diamanahkan sebagai Kapuspen TNI selama empat tahun lamanya. Dirinya antara lain "menimba ilmu" dengan Jakob Oetama dari Kompas dan Sabam Siagian dari Jakarta Post. </p>
<p>Sampai sekarang pun, kata Menhan, dirinya masih sering berkomunikasi dan silaturahmi dengan tokoh-tokoh pers Indonesia. Baik formal, maupun informal.</p>
<p>Menhan juga menyampaikan kekagumannya kepada almarhum Rosihan Anwar, mantan Ketua Umum PWI Pusat ketika masih wartawan muda berhasil mewawancara langsung Panglima Besar Jenderal Soedirman disaat gerilya.</p>
<p>Sejak dulu, kata Menhan, wartawan, pers, sangat berperan terhadap bangsa ini. Ke depan, juga diharapkan peran pers yang lebih besar lagi.</p>
<p>Silaturahmi dan audensi PWI Pusat kepada Menhan RI diakhiri dengan penyerahan cenderamata dan foto bersama Menhan RI-Ketum PWI bersama jajaran. <strong>(**)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Nakhodai PDI Perjuangan Bondowoso, Sinung Jelaskan Arah Politik 5M di Periode 2025–2030</title>
<link>https://suarajatimpost.com/nakhodai-pdi-perjuangan-bondowoso-sinung-jelaskan-arah-politik-5m-di-periode-20252030</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/nakhodai-pdi-perjuangan-bondowoso-sinung-jelaskan-arah-politik-5m-di-periode-20252030</guid>
<description><![CDATA[ DPC PDI Perjuangan Bondowoso menegaskan arah politik 5M sebagai pedoman konsolidasi partai dan komitmen bersinergi dengan pemerintah daerah demi pembangunan berkelanjutan. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202512/image_870x580_694c00c3bbc0a.webp" length="29990" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 24 Dec 2025 22:07:36 +0700</pubDate>
<dc:creator>Rizqi Ardian</dc:creator>
<media:keywords>PDI Perjuangan, PDI, Banteng, Partai, politik, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p data-start="188" data-end="585"><strong>BONDOWOSO, SJP -</strong> Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Kabupaten Bondowoso menegaskan komitmennya dalam memperkuat arah politik partai melalui konsep 5M memasuki era kepmimpinan baru di periode 2025–2030.</p>
<p data-start="188" data-end="585">Penegasan tersebut disampaikan Ketua DPC PDI Perjuangan Bondowoso, yang baru saja ditetapkan, Sinung Sudrajad. Arah politik ini merupakan implementasi dari bentuk ketaatan terhadap keputusan Kongres VI PDI Perjuangan, sekaligus upaya konsolidasi kekuatan partai di daerah.</p>
<p data-start="587" data-end="844">Lima pilar 5M tersebut meliputi Mantap Ideologi, Mantap Organisasi, Mantap Program, Mantap Kader, dan Mantap Sumber Daya. Menurut Sinung, kelima prinsip ini menjadi fondasi utama dalam menggerakkan roda organisasi dan perjuangan politik partai di masa yang akan datang.</p>
<p data-start="846" data-end="1113">Sebagai langkah awal, DPC PDI Perjuangan Bondowoso melakukan konsolidasi internal secara menyeluruh di seluruh struktur partai. Konsolidasi ini bertujuan untuk memperkuat soliditas kader serta memastikan arah perjuangan partai berjalan seirama dengan kebijakan pusat.</p>
<p data-start="1115" data-end="1271">“Penguatan internal menjadi kunci agar partai mampu menjalankan peran strategisnya dalam memperjuangkan kepentingan rakyat,” ujar Sinung, Rabu (24/12/2025).</p>
<p data-start="1273" data-end="1483">Ia menegaskan, PDI Perjuangan Bondowoso siap bersinergi dengan Pemerintah Kabupaten Bondowoso sebagai mitra strategis dalam mendorong pembangunan daerah yang adil, berkelanjutan, dan berpihak kepada masyarakat.</p>
<p data-start="1485" data-end="1658">“Kami berkomitmen untuk menjadi mitra sandingan pemerintah daerah. Sinergi ini penting agar pembangunan benar-benar memberikan manfaat nyata bagi rakyat Bondowoso,” katanya.</p>
<p data-start="1660" data-end="1964">Sinung juga menyoroti posisi strategis Bondowoso yang telah ditetapkan sebagai bagian dari Kawasan Ijen UNESCO Global Geopark. Menurutnya, status tersebut tidak hanya membuka peluang di sektor pariwisata, tetapi juga membawa tanggung jawab besar dalam menjaga kelestarian lingkungan dan budaya lokal.</p>
<p data-start="1966" data-end="2121">“Geopark bukan semata soal pariwisata, tetapi juga komitmen menjaga lingkungan dan memastikan pembangunan berkelanjutan bagi generasi mendatang,” jelasnya.</p>
<p data-start="2123" data-end="2436">Di bidang politik, PDI Perjuangan Bondowoso menegaskan komitmen untuk memperkuat kedaulatan rakyat serta menolak segala bentuk eksploitasi sumber daya alam yang berpotensi merusak lingkungan.</p>
<p data-start="2123" data-end="2436">"Partai juga mendorong keterlibatan generasi muda melalui pendekatan digital serta penguatan kapasitas dan kualitas kader," urainya di kantor DPC PDI Perjuangan, Jalan Ahmad Yani Bondowoso.</p>
<p data-start="2438" data-end="2776">Sementara di sektor ekonomi, fokus perjuangan diarahkan pada pemberdayaan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), penguatan ketahanan pangan, serta pengembangan kopi Bondowoso sebagai komoditas unggulan daerah.</p>
<p data-start="2438" data-end="2776">"Selain itu, pengelolaan sumber daya alam berbasis masyarakat dan pelestarian lingkungan turut menjadi perhatian utama," imbuh Wakil Ketua DPRD Bondowoso ini.</p>
<p data-start="2778" data-end="3035">Di bidang kebudayaan, Sinung menekankan pentingnya menjaga dan melestarikan tradisi lokal. Ia juga mendorong penguatan peran Bondowoso sebagai Kota Megalitikum, serta pelestarian budaya pesantren sebagai bagian dari jati diri dan kekayaan budaya bangsa.</p>
<p data-start="3037" data-end="3210">“Seluruh langkah ini sejalan dengan ajaran Trisakti Bung Karno, yakni berdaulat secara politik, berdikari secara ekonomi, dan berkepribadian dalam kebudayaan,” tegasnya. <strong>(*)</strong></p>
<p data-start="3037" data-end="3210"><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Edukasi Santri Kelola Sampah, Pesantren Ra’iyatul Husnan Bondowoso Raih Penghargaan Eco Pesantren</title>
<link>https://suarajatimpost.com/edukasi-santri-kelola-sampah-pesantren-raiyatul-husnan-bondowoso-raih-penghargaan-eco-pesantren</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/edukasi-santri-kelola-sampah-pesantren-raiyatul-husnan-bondowoso-raih-penghargaan-eco-pesantren</guid>
<description><![CDATA[ Pondok Pesantren Ra’iyatul Husnan Wringin Bondowoso menerima penghargaan Eco Pesantren dari Pemprov Jatim berkat penerapan pengelolaan lingkungan, edukasi sampah, dan penghijauan berkelanjutan. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202512/image_870x580_694befe875b97.webp" length="53976" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 24 Dec 2025 21:46:51 +0700</pubDate>
<dc:creator>Rizqi Ardian</dc:creator>
<media:keywords>sampah, pengelolaan, desa, bank sampah, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p data-start="133" data-end="502"><strong>BONDOWOSO, SJP - </strong>Pondok Pesantren Ra’iyatul Husnan Asrama KH Saiful Haq, Kecamatan Wringin, Kabupaten Bondowoso, meraih Penghargaan Eco Pesantren dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur.</p>
<p data-start="133" data-end="502">Penghargaan tersebut diberikan sebagai bentuk apresiasi atas komitmen pesantren dalam menjaga kelestarian lingkungan serta menerapkan konsep ramah lingkungan di lingkungan pendidikan.</p>
<p data-start="504" data-end="798">Selain itu, penghargaan ini merupakan bagian dari program Eco Pesantren Pemerintah Provinsi Jawa Timur yang bertujuan mendorong lembaga pendidikan keagamaan agar berperan aktif dalam pelestarian lingkungan hidup, pengelolaan sampah, penghijauan, serta pemanfaatan sumber daya alam secara berkelanjutan.</p>
<p data-start="800" data-end="1111">Pengasuh Pondok Pesantren Ra’iyatul Husnan Asrama KH Saiful Haq, melalui Gus Muhammad Hasanil Bulgiah, menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas penghargaan yang diterima. Menurutnya, capaian tersebut merupakan hasil kerja bersama seluruh santri, pengurus pesantren, serta dukungan dari berbagai pihak.</p>
<p data-start="1113" data-end="1349">“Penghargaan ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus menanamkan nilai kepedulian lingkungan kepada para santri. Menjaga alam merupakan bagian dari ajaran Islam dan menjadi tanggung jawab bersama,” ujar Gus Belgi, sapaan akrabnya, Rabu (24/12/2025).</p>
<p data-start="1351" data-end="1616">Ia menambahkan, dalam upaya menjaga lingkungan, pihak pesantren menjalin kerja sama dengan komunitas pengelolaan sampah Sarka Space Bondowoso. Kolaborasi tersebut difokuskan pada edukasi pengelolaan sampah serta praktik pemilahan sampah di lingkungan pesantren.</p>
<p data-start="1618" data-end="1848">“Kami bekerja sama dengan komunitas Sarka Space Bondowoso dalam pengelolaan sampah. Para santri dibimbing untuk memilah sampah sejak dari sumbernya, sehingga sampah memiliki nilai manfaat dan tidak mencemari lingkungan,” jelasnya.</p>
<p data-start="1850" data-end="2129">Menurut Gus Belgi, kolaborasi dengan komunitas lingkungan menjadi langkah strategis untuk membangun kesadaran ekologis santri secara berkelanjutan. Ia berharap kebiasaan baik tersebut tidak hanya diterapkan di lingkungan pesantren, tetapi juga dibawa santri ke tengah masyarakat.</p>
<p data-start="2131" data-end="2425">Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bondowoso melalui Kepala Bidang Lingkungan Hidup dan Keanekaragaman Hayati, Syahrial Fary, mengapresiasi capaian Pondok Pesantren Ra’iyatul Husnan yang dinilai konsisten menerapkan prinsip-prinsip pelestarian lingkungan.</p>
<p data-start="2427" data-end="2690">“Pondok Pesantren Ra’iyatul Husnan layak menerima penghargaan Eco Pesantren karena telah menerapkan pengelolaan lingkungan yang baik, mulai dari kebersihan lingkungan, pengelolaan sampah, hingga penanaman nilai cinta lingkungan kepada para santri,” kata Syahrial.</p>
<p data-start="2692" data-end="2857">Ia berharap keberhasilan tersebut dapat menjadi inspirasi bagi pesantren lain di Kabupaten Bondowoso untuk turut berperan aktif dalam menjaga kelestarian lingkungan.</p>
<p data-start="2859" data-end="3069">“Pesantren memiliki peran strategis dalam membentuk karakter generasi muda. Jika kesadaran lingkungan ditanamkan sejak dini, dampaknya akan sangat besar bagi keberlanjutan lingkungan di masa depan,” pungkasnya. <strong>(*)</strong></p>
<p data-start="2859" data-end="3069"><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Asatan di Bondowoso Jadi Upaya Bersihkan Sedimen Bendungan Sampean Baru</title>
<link>https://suarajatimpost.com/asatan-di-bondowoso-jadi-upaya-bersihkan-sedimen-bendungan-sampean-baru</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/asatan-di-bondowoso-jadi-upaya-bersihkan-sedimen-bendungan-sampean-baru</guid>
<description><![CDATA[ Ada warga yang turun ke dasar Bendungan Sampean Baru Bondowoso untuk menangkap ikan dan ada pula yang hadir menyaksikan aneka kesenian dan budaya dalam Festival Asatan. Kegiatan tahunan ini berfungsi menguras bendungan sekaligus menggelontorkan sedimen untuk menjaga fungsi irigasi dan listrik mikrohidro. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202512/image_870x580_694bedd501e5e.webp" length="82366" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 24 Dec 2025 21:28:19 +0700</pubDate>
<dc:creator>Rizqi Ardian</dc:creator>
<media:keywords>asatan, kesenian, bendungan, belanda, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p data-start="152" data-end="366"><strong>BONDOWOSO, SJP -</strong> Tercatat ada 7 ribuan orang memadati Bendungan Sampean Baru, Kabupaten Bondowoso. Mereka beramai-ramai ada yang turun ke dasar bendungan untuk menangkap ikan, ada pula yang hanya sebatas hadir menyaksikan tradisi lokal yang dikenal dengan nama 'Asatan'.</p>
<p data-start="683" data-end="901">Perburuan ikan di dalam bendungan yang terletak di Desa Tapen, Kecamatan Tapen, Bondowoso ini merupakan bagian dari tradisi asatan, yang memang dilakukan setiap tahun bersamaan dengan kegiatan pengurasan air bendungan.</p>
<p data-start="903" data-end="1207">Di balik kemeriahan tradisi tersebut, asatan memiliki fungsi teknis penting dalam pengelolaan bendungan. Kepala Unit Pengelola Bendungan (UPB) Sampean Baru dan Bajulmati, Wahyu Adi Nugroho, menjelaskan, asatan merupakan metode untuk menggelontorkan sedimentasi yang mengendap di tampungan waduk.</p>
<p data-start="1209" data-end="1472">“Asatan ini berfungsi untuk menggelontorkan sedimentasi di tampungan Bendungan Sampean Baru. Tujuannya adalah untuk memperpanjang umur layanan bendungan serta mengoptimalkan fungsinya, baik untuk irigasi maupun pembangkitan listrik tenaga mikrohidro,” ujar Wahyu.</p>
<p data-start="1474" data-end="1723">Ia menjelaskan, pada tahun 2025 pelaksanaan asatan dilakukan melalui dua pendekatan, yakni teknis dan non-teknis. Untuk kegiatan teknis berupa <em>flushing</em> atau penggelontoran sedimen, sementara kegiatan non-teknis dikemas dalam Festival Asatan.</p>
<p data-start="1725" data-end="1914">“Festival Asatan kami selenggarakan sebagai sarana edukasi dan pelestarian sumber daya air, sekaligus menampilkan pentas seni budaya masyarakat di sekitar Bendungan Sampean Baru,” jelasnya.</p>
<p data-start="1916" data-end="2207">Menurut Wahyu, kegiatan flushing dilakukan dengan sistem pengoperasian pintu bendungan untuk mengalirkan sedimen keluar dari tampungan. Proses ini dilaksanakan selama delapan hari, mulai 24 hingga 31 Desember, dengan pelaksanaan terakhir dijadwalkan pada 31 Desember pukul 18.00 WIB.</p>
<p data-start="2209" data-end="2408">“Target sedimen yang dapat kami gelontorkan melalui flushing ini sekitar 300 ribu meter kubik. Dalam penghitungan teknis, yang menjadi acuan adalah volume sedimen, bukan ketebalannya,” terangnya.</p>
<p data-start="2410" data-end="2638">Ia menambahkan, aliran air dari Bendungan Sampean Baru mengarah ke Sampean Lama dan selanjutnya menuju Kali Sampean di wilayah hilir. Sementara sumber aliran dari hulu berasal dari berbagai sungai di wilayah Kabupaten Bondowoso.</p>
<p data-start="2640" data-end="2858">Pelaksanaan <em>flushing</em> juga mempertimbangkan faktor cuaca dan masa tanam petani. Oleh karena itu, pihaknya telah berkoordinasi dengan Himpunan Petani Pemakai Air (HIPA) serta dinas terkait sebelum kegiatan dilakukan.</p>
<p data-start="2860" data-end="3050">“Kami menyesuaikan jadwal <em>flushing</em> dengan masa tanam. Saat ini telah disepakati dilakukan penghentian sementara giliran air agar proses penggelontoran sedimentasi berjalan optimal,” ujarnya.</p>
<p data-start="3052" data-end="3294">Terkait banyaknya ikan yang ditangkap warga saat asatan, Wahyu menyebut hal tersebut merupakan hasil penebaran benih ikan yang dilakukan oleh Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Bondowoso, selain juga berasal dari perkembangbiakan alami.</p>
<p data-start="3296" data-end="3459">“Beberapa kali dilakukan penebaran benih ikan, sehingga populasi ikan di bendungan ini cukup melimpah, baik dari hasil pembenihan maupun secara alami,” pungkasnya. <strong>(*)</strong></p>
<p data-start="3296" data-end="3459"><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Pemkab Bondowoso Usulkan Kenaikan UMK Tahun 2026, Ini Besarannya</title>
<link>https://suarajatimpost.com/pemkab-bondowoso-usulkan-kenaikan-umk-tahun-2026-ini-besarannya</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/pemkab-bondowoso-usulkan-kenaikan-umk-tahun-2026-ini-besarannya</guid>
<description><![CDATA[ Pemkab Bondowoso melalui Dewan Pengupahan mengusulkan UMK 2026 sebesar Rp2.509.631,93. Besaran upah ditetapkan berdasarkan inflasi, pertumbuhan ekonomi, dan indeks pengupahan tertinggi ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202512/image_870x580_694be9ea51fab.webp" length="18866" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 24 Dec 2025 21:07:32 +0700</pubDate>
<dc:creator>Rizqi Ardian</dc:creator>
<media:keywords>UMK, upah, kerja, buruh, tenaga kerja, pekerjaan, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p data-start="152" data-end="460"><strong>BONDOWOSO, SJP -</strong> Pemerintah Kabupaten Bondowoso melalui Dewan Pengupahan Kabupaten mengusulkan Upah Minimum Kabupaten (UMK) Bondowoso tahun 2026 sebesar Rp2.509.631,93. Usulan tersebut akan disampaikan kepada Gubernur Jawa Timur dan merupakan hasil rapat Dewan Pengupahan yang digelar beberapa waktu lalu.</p>
<p data-start="462" data-end="710">Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Pemkab Bondowoso, Abdurrahman, menjelaskan, pengusulan UMK dilakukan setiap tahun oleh Dewan Pengupahan Kabupaten yang terdiri dari unsur pemerintah, pengusaha, dan perwakilan serikat pekerja.</p>
<p data-start="712" data-end="970">“Rapat Dewan Pengupahan ini dihadiri oleh unsur pemerintah, pengusaha, serta serikat pekerja dari SPSI (Serikat Pekerja Seluruh Indonesia) dan APINDO (Asosiasi Pengusaha Indonesia). Seluruh pihak hadir dan terlibat dalam proses pembahasan,” ujar Abdurrahman.</p>
<p data-start="972" data-end="1254">Ia menyampaikan, penetapan usulan UMK 2026 berpedoman pada Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan, yang dijabarkan dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 36 Tahun 2021 tentang Pengupahan, sebagaimana terakhir diubah melalui PP Nomor 49 Tahun 2025.</p>
<p data-start="1256" data-end="1535">Menurutnya, formulasi penghitungan UMK 2026 didasarkan pada UMK tahun berjalan yang ditambah dengan nilai penyesuaian. Nilai penyesuaian tersebut dihitung dari inflasi daerah ditambah pertumbuhan ekonomi, kemudian dikalikan dengan indeks tertentu pada rentang 0,5 hingga 0,9.</p>
<p data-start="1537" data-end="1688">“Dalam rapat Dewan Pengupahan, disepakati menggunakan indeks tertinggi, yakni 0,9. Kesepakatan ini disetujui oleh seluruh peserta rapat,” jelasnya.</p>
<p data-start="1690" data-end="1961">Diketahui, UMK Bondowoso tahun 2025 tercatat sebesar Rp2.347.359. Dengan memperhitungkan inflasi Jawa Timur sebesar 2,53 persen serta pertumbuhan ekonomi Kabupaten Bondowoso tahun 2024 sebesar 4,87 persen, diperoleh nilai penyesuaian sebesar Rp162.272,93.</p>
<p data-start="1963" data-end="2126">“Dengan demikian, UMK Bondowoso tahun 2026 yang kami usulkan adalah Rp2.347.359 ditambah penyesuaian Rp162.272,93, sehingga menjadi Rp2.509.631,93,” terangnya.</p>
<p data-start="2128" data-end="2366">Abdurrahman menegaskan, besaran UMK tersebut masih bersifat usulan dan akan disampaikan kepada Gubernur Jawa Timur untuk ditetapkan. Tidak menutup kemungkinan hasil akhirnya dapat berbeda setelah melalui proses kajian di tingkat provinsi.</p>
<p data-start="2368" data-end="2575">“Karena ini masih berupa usulan, bisa saja diterima sepenuhnya atau mengalami penyesuaian. Namun, untuk kenaikan kemungkinan kecil karena indeks yang digunakan sudah berada pada batas tertinggi,” pungkasnya. <strong>(*)</strong></p>
<p data-start="2368" data-end="2575"><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Pencairan Dana Tersendat, Operasional MBG di Bondowoso Sempat Terhenti</title>
<link>https://suarajatimpost.com/pencairan-dana-tersendat-operasional-mbg-di-bondowoso-sempat-terhenti</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/pencairan-dana-tersendat-operasional-mbg-di-bondowoso-sempat-terhenti</guid>
<description><![CDATA[ Keterlambatan pencairan dana bantuan operasional membuat sejumlah dapur SPPG penyedia Makan Bergizi Gratis di Bondowoso menghentikan layanan sementara di tengah masa libur sekolah. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202512/image_870x580_694aae7107efc.webp" length="43942" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Tue, 23 Dec 2025 22:02:00 +0700</pubDate>
<dc:creator>Rizqi Ardian</dc:creator>
<media:keywords>MBG, makan gratis, bondowoso, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p data-start="189" data-end="444"><strong data-start="189" data-end="207">BONDOWOSO, SJP</strong> – Sejumlah dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) penyedia program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Bondowoso menghentikan operasionalnya sementara. Hal ini disebabkan pencairan dana bantuan operasional yang belum diterima.</p>
<p data-start="446" data-end="689">Berdasarkan pantauan di lapangan, sejumlah wali murid mengaku menerima pesan WhatsApp yang menyatakan dapur SPPG di wilayahnya berhenti beroperasi sementara. Informasi serupa juga disampaikan melalui akun media sosial resmi beberapa dapur MBG.</p>
<p data-start="691" data-end="903">Koordinator Wilayah SPPG Kabupaten Bondowoso, Mila Afriana Agustina, membenarkan kondisi tersebut. Ia menyebutkan, awalnya terdapat sekitar delapan dapur SPPG yang menghentikan operasional karena dana belum cair.</p>
<p data-start="905" data-end="1044">Namun demikian, Mila menyampaikan bahwa sebagian dana telah dicairkan sejak Senin (22/12/2025), sehingga sejumlah dapur kembali beroperasi.</p>
<p data-start="1046" data-end="1273">Adapun hingga Selasa (23/12/2025), beberapa dapur SPPG yang masih belum menerima pencairan dana antara lain SPPG Tamansari, SPPG Grujugan Kidul 1, SPPG Dadapan 2, SPPG Ponpes Al Islah, serta SPPG Ramban Kulon, Kecamatan Cermee.</p>
<p data-start="1275" data-end="1445">"Kemarin yang laporan ada 8 SPPG. Tapi kan baru kemarin udah cair semua, jadi baru jalan lagi. Gak tahu kalau hari ini ada pencairan lagi," ungkap Mila saat dikonfirmasi.</p>
<p data-start="1447" data-end="1649">Ia menjelaskan, pencairan dana operasional SPPG dilakukan setiap dua pekan. Dalam kondisi normal, pemilik dapur biasanya menalangi terlebih dahulu biaya operasional jika terjadi keterlambatan pencairan.</p>
<p data-start="1651" data-end="1731">Namun, menurutnya, kondisi akhir tahun anggaran menjadi pertimbangan tersendiri.</p>
<p data-start="1733" data-end="1917">"Biasanya kan ditalangi, cuma karena ini kan akhir tahun lebih baik kita berhenti operasional sementara. Karena kalau nanti diganti di anggaran baru, kan udah ganti anggaran," ujarnya.</p>
<p data-start="1919" data-end="2092">Mila menambahkan, selama masa libur akhir semester, program MBG tetap dibagikan kepada peserta didik dengan sistem rapel maksimal tiga hari, sesuai petunjuk teknis (juknis).</p>
<p data-start="2094" data-end="2261">Ia mencontohkan, pembagian rapel dilakukan untuk menu hari Senin, Selasa, dan Rabu. Pada hari Senin diberikan menu basah, sementara Selasa dan Rabu berupa menu kering.</p>
<p data-start="2263" data-end="2398">"Misalkan sekolah tidak berkenan menu basah. Biasanya teman-teman komunikasi dulu dengan sekolah. Intinya Senin-Rabu dirapel," ujarnya.</p>
<p data-start="2400" data-end="2562">Apabila terdapat sekolah yang tidak bersedia menerima rapelan MBG karena jarak rumah siswa atau alasan lainnya, menurut Mila hal tersebut tidak menjadi persoalan.</p>
<p data-start="2564" data-end="2635">"Intinya kesepakatan antara SPPG dan sekolah masing-masing," terangnya.</p>
<p data-start="2637" data-end="2883">Sementara itu, salah satu wali murid di Kecamatan Tenggarang berinisial SD mengaku menerima pesan WhatsApp pada 16 Desember 2025 yang menyebutkan bahwa program MBG di sekolah anaknya dihentikan sementara akibat kendala pencairan dana operasional.</p>
<p data-start="2885" data-end="2984">"Kalau dipesannya itu akan beroprasi kembali ketika sudah ada pencairan dana operasional," ujarnya.</p>
<p data-start="2986" data-end="3091">Meski demikian, SD mengaku tidak mempermasalahkan kondisi tersebut karena masih dalam masa libur sekolah.</p>
<p data-start="3093" data-end="3240">"Kalau selama libura tak masalah. Kan anak-anak masih libur. Tapi nanti ketika masuk, apakah ada keberlanjutan apa bagaimana. Itu aja," pungkasnya. <strong>(*)</strong></p>
<p data-start="3093" data-end="3240"><strong>Editor  : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Hari Ibu 2025, Dinsos P3AKB Bondowoso Dorong Kemandirian dan Perlindungan Perempuan di Era Digital</title>
<link>https://suarajatimpost.com/hari-ibu-2025-dinsos-p3akb-bondowoso-dorong-kemandirian-dan-perlindungan-perempuan-di-era-digital</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/hari-ibu-2025-dinsos-p3akb-bondowoso-dorong-kemandirian-dan-perlindungan-perempuan-di-era-digital</guid>
<description><![CDATA[ Pemkab Bondowoso mendorong kemandirian perempuan di era digital 5.0 melalui pelatihan literasi, ekonomi kreatif, dan perlindungan dari kekerasan siber. Momentum Hari Ibu 2025 dimaknai sebagai kebangkitan intelektual perempuan dalam memperkuat ketahanan keluarga dan pembangunan daerah. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202512/image_870x580_694aa53b9a3d3.webp" length="42540" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Tue, 23 Dec 2025 20:45:39 +0700</pubDate>
<dc:creator>Rizqi Ardian</dc:creator>
<media:keywords>pemberdayaan, perempuan, ekonomi, mandiri, dinsos, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>BONDOWOSO, SJP –</strong> Pemerintah Kabupaten Bondowoso terus mendorong kemandirian perempuan agar mampu beradaptasi dan berdaya di era digital 5.0. Momentum Hari Ibu 2025 dimaknai sebagai kebangkitan intelektual perempuan, khususnya dalam menghadapi tantangan ekonomi dan sosial berbasis teknologi.</p>
<p>Kepala Bidang Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (P3A) Dinas Sosial P3AKB Kabupaten Bondowoso, Hafidhatullaily, menegaskan, peran perempuan, terutama ibu, kini tidak lagi terbatas pada pengasuhan fisik dalam keluarga, tetapi juga sebagai pengarah dan pengambil keputusan di tengah derasnya arus informasi digital.</p>
<p>“Hari Ibu di era digital harus kita maknai sebagai simbol kebangkitan intelektual perempuan. Kasih sayang ibu hari ini juga diwujudkan melalui kecakapan mengelola informasi, ekonomi, dan ketahanan keluarga di tengah tantangan global,” ujar Hafidhatullaily, Selasa (23/12/2025).</p>
<p>Menurutnya, digitalisasi menjadi peluang besar bagi perempuan untuk meningkatkan kesejahteraan. Teknologi berperan sebagai great equalizer atau penyetara, terutama bagi perempuan dengan keterbatasan mobilitas karena peran domestik.</p>
<p>“Melalui e-commerce dan ekonomi kreatif, perempuan tetap bisa produktif dari rumah. Ini menjadi jalan pintas menuju kemandirian ekonomi keluarga,” jelas Lely, saat dikonfirmasi suarajatimpost.com di ruang kerjanya.</p>
<p>Untuk mendukung hal tersebut, Pemkab Bondowoso terus memperkuat kapasitas sumber daya manusia perempuan melalui pelatihan terintegrasi, baik soft skills seperti kepemimpinan, maupun hard skills seperti digital marketing. </p>
<p>Program ini ditujukan untuk meningkatkan indeks pemberdayaan gender sekaligus menciptakan ekosistem ramah perempuan tanpa mengabaikan peran strategis ibu dalam ketahanan keluarga.</p>
<p>Sementara itu, dari aspek perlindungan, Rachmawardani, Kepala UPTD PPA Kabupaten Bondowoso menyoroti meningkatnya ancaman Kekerasan Berbasis Gender Online (KBGO) di ruang siber. Bentuknya beragam, mulai dari cyber grooming, doxing, pelecehan di media sosial, hingga ancaman penyebaran foto pribadi tanpa persetujuan.</p>
<p>“Perempuan harus waspada, karena jejak digital bersifat abadi. Literasi tentang digital consent menjadi benteng utama perlindungan diri,” tegasnya.</p>
<p>UPTD PPA juga menyediakan mekanisme pelaporan cepat melalui aplikasi, hotline, hingga layanan panic button yang menjamin kerahasiaan identitas korban. </p>
<p>“Pendampingan yang diberikan bersifat holistik, mencakup bantuan hukum hingga pemulihan psikologis bagi korban perundungan siber,” jelas perempuan yang karib disapa Mawar ini.</p>
<p><strong>Berdayakan Ekonomi Perempuan</strong></p>
<p>Di sisi pemberdayaan ekonomi, Dinsos P3AKB Bondowoso turut mengoptimalkan program Perempuan Kepala Keluarga (PEKKA) dengan pendekatan literasi digital dan pemasaran daring. Program ini tidak lagi sekadar bantuan sosial, tetapi diarahkan pada penguatan kemandirian ekonomi berbasis teknologi.</p>
<p>Melalui pelatihan digital marketing, peserta PEKKA dibekali kemampuan mengemas produk, membuat deskripsi persuasif, menentukan harga kompetitif, hingga memanfaatkan media sosial sebagai etalase penjualan yang aktif 24 jam.</p>
<p>“Dengan penguasaan teknologi, para ibu kepala keluarga bisa menjangkau pasar lebih luas tanpa bergantung pada tengkulak. Ini terbukti meningkatkan pendapatan dan ketahanan ekonomi keluarga,” ungkap Nuril Qomariyah, salah satu staf Bidang PPPA didampingi Pujiarti.</p>
<p>Selain pelatihan, peserta PEKKA juga mendapatkan pendampingan berkelanjutan hingga berhasil melakukan penjualan pertama secara online, serta difasilitasi akses permodalan digital melalui skema pembiayaan mikro yang diawasi OJK.</p>
<p>Tak kalah penting, edukasi etika dan kreativitas bermedia sosial turut diberikan agar perempuan mampu membangun personal branding yang positif, sehat, dan bermakna. Perempuan didorong untuk saling mendukung melalui jejaring digital, bukan terjebak dalam persaingan tidak sehat.</p>
<p>“Berdaya di era digital tidak harus menjadi influencer besar. Cukup menjadi inspirasi di lingkungan terdekat melalui konten yang solutif dan edukatif,” pungkasnya.</p>
<p>Dengan sinergi pemberdayaan dan perlindungan ini, Pemkab Bondowoso optimistis perempuan mampu menjadi aktor utama dalam pembangunan keluarga dan masyarakat yang tangguh di era digital. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Angin Kencang Terjang Bondowoso, Pohon Tumbang Tutup Jalur Nasional dan Kanopi Masjid Ambruk</title>
<link>https://suarajatimpost.com/angin-kencang-terjang-bondowoso-pohon-tumbang-tutup-jalur-nasional-dan-kanopi-masjid-ambruk</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/angin-kencang-terjang-bondowoso-pohon-tumbang-tutup-jalur-nasional-dan-kanopi-masjid-ambruk</guid>
<description><![CDATA[ Angin kencang melanda Kabupaten Bondowoso akibat cuaca ekstrem, menyebabkan pohon tumbang menutup Jalan Raya Bondowoso–Jember serta merusak kanopi Masjid An Nahl di Botolinggo. BPBD Bondowoso bergerak cepat melakukan penanganan dan mengimbau kewaspadaan masyarakat. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202512/image_870x580_694aa45da59f8.webp" length="47352" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Tue, 23 Dec 2025 20:11:55 +0700</pubDate>
<dc:creator>Rizqi Ardian</dc:creator>
<media:keywords>bencana, angin, banjir, longsor, puting beliung, BPBD, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p data-start="310" data-end="602"><strong>BONDOWOSO, SJP –</strong> Cuaca ekstrem berupa angin kencang melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Bondowoso, Selasa (23/12/2025) siang. Peristiwa tersebut menyebabkan pohon tumbang hingga menutup total akses Jalan Raya Bondowoso–Jember serta merusak kanopi Masjid An Nahl di Kecamatan Botolinggo.</p>
<p data-start="604" data-end="817">Plt Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bondowoso, Kristianto Putro Prasojo, mengatakan, laporan pertama diterima BPBD sekitar pukul 14.00 WIB dari masyarakat melalui WhatsApp.</p>
<p data-start="819" data-end="1054">“Angin kencang mengakibatkan pohon tumbang di Jalan Raya Bondowoso–Jember, tepatnya di Desa Sumber Pandan, Kecamatan Grujugan, sehingga arus lalu lintas sempat tidak bisa dilalui kendaraan roda dua maupun roda empat,” jelas Kalaksa yang akrab disapa Kris ini.</p>
<p data-start="1056" data-end="1240">Menindaklanjuti laporan tersebut, Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Bondowoso bersama Pusdalops dan agen bencana Jawa Timur langsung melakukan asesmen dan evakuasi menggunakan gergaji mesin.</p>
<p data-start="1242" data-end="1341">“Alhamdulillah, pohon tumbang berhasil dievakuasi dan akses jalan sudah kembali normal,” tambahnya.</p>
<p data-start="1343" data-end="1553">Tak berselang lama, BPBD kembali menerima laporan kejadian serupa di Dusun Pereng Tale, Desa Sumbercanting, Kecamatan Botolinggo, sekira pukul 15.06 WIB. Angin kencang dilaporkan merusak kanopi Masjid An Nahl.</p>
<p data-start="1555" data-end="1737">“Kerusakan tergolong ringan, namun ditaksir menimbulkan kerugian sekitar Rp15 juta. Saat ini masyarakat bersama perangkat desa masih melakukan pembersihan material,” ujar Kris.</p>
<p data-start="1739" data-end="1978">Dalam penanganan kejadian tersebut, BPBD berkoordinasi dengan Babinsa, pihak kecamatan, pemerintah desa, serta masyarakat setempat. Selanjutnya, BPBD akan melakukan koordinasi dengan OPD terkait untuk tindak lanjut penanganan pascabencana.</p>
<p data-start="1980" data-end="2089">Kalaksa BPBD mengimbau masyarakat agar tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem yang masih mungkin terjadi.</p>
<p data-start="2091" data-end="2263">“Kami mengingatkan warga untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama saat hujan disertai angin kencang, serta segera melapor ke BPBD jika terjadi kondisi darurat,” pungkasnya. <strong>(*)</strong></p>
<p data-start="2091" data-end="2263"><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Jelang Nataru, Dishub Bondowoso Pastikan Seluruh Angkutan Umum Laik Jalan</title>
<link>https://suarajatimpost.com/jelang-nataru-dishub-bondowoso-pastikan-seluruh-angkutan-umum-laik-jalan</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/jelang-nataru-dishub-bondowoso-pastikan-seluruh-angkutan-umum-laik-jalan</guid>
<description><![CDATA[ Pemeriksaan kendaraan dan kesehatan sopir dilakukan Dishub Bondowoso bersama lintas instansi di Terminal Bondowoso. Seluruh armada dinyatakan laik jalan jelang lonjakan arus Nataru. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202512/image_870x580_69494912df50a.webp" length="51528" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 22 Dec 2025 21:52:03 +0700</pubDate>
<dc:creator>Rizqi Ardian</dc:creator>
<media:keywords>Nataru, liburan tahun baru, pos pengamanan, polres Sampang, presiden, Prabowo Subianto, operasi lilin Semeru, kondusif, Suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p data-start="177" data-end="527"><strong data-start="177" data-end="197">BONDOWOSO, SJP –</strong> Libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) selalu identik dengan meningkatnya mobilitas masyarakat. Untuk menekan risiko kecelakaan lalu lintas, Dinas Perhubungan (Dishub) Bondowoso bersama Satlantas Polres Bondowoso menggelar ramp check kendaraan serta pemeriksaan kesehatan kru dan penumpang di Terminal Bondowoso, Senin (22/12/2025).</p>
<p data-start="529" data-end="840">Kegiatan ini melibatkan lintas instansi, mulai dari Dishub, Satlantas Polres Bondowoso, CPM, Satpol PP, hingga Dinas Kesehatan. Satu per satu kendaraan angkutan umum diperiksa secara menyeluruh, mencakup kondisi teknis seperti sistem pengereman, lampu, emisi gas buang, serta kelengkapan administrasi kendaraan.</p>
<p data-start="842" data-end="1002">Tak hanya kendaraan, sopir dan kru angkutan juga menjalani pemeriksaan kesehatan. Mulai dari pengecekan tekanan darah, gula darah, kolesterol, hingga asam urat.</p>
<p data-start="1004" data-end="1304">Kepala Dishub Bondowoso, Sigit Purnomo, mengatakan, ramp check dilakukan untuk memastikan seluruh armada dan pengemudi benar-benar dalam kondisi laik jalan sebelum melayani penumpang selama masa libur panjang.</p>
<p data-start="1004" data-end="1304">“Tujuannya memastikan kendaraan dan pengemudi siap, aman, dan layak beroperasi,” ujarnya.</p>
<p data-start="1306" data-end="1578">Hasil pemeriksaan sementara terbilang melegakan. Seluruh kendaraan yang diperiksa dinyatakan laik jalan, sementara para sopir dinyatakan sehat dan fit untuk bertugas.</p>
<p data-start="1306" data-end="1578">“Alhamdulillah, sejauh ini semua kendaraan laik jalan dan para driver dalam kondisi sehat,” kata Sigit.</p>
<p data-start="1580" data-end="1794">Ia menegaskan, ramp check bukan sekadar agenda rutin tahunan. Kegiatan ini menjadi langkah antisipasi dini di tengah prediksi lonjakan volume kendaraan selama Nataru yang diperkirakan meningkat hingga 30–50 persen.</p>
<p data-start="1796" data-end="2063">Hal senada disampaikan Kasatlantas Polres Bondowoso, AKP Irwan Rizki Prakoso. Menurutnya, ramp check merupakan wujud kolaborasi lintas sektor demi menjamin keselamatan pengguna jalan. Selain pemeriksaan kendaraan, pihaknya juga memetakan titik-titik rawan kecelakaan.</p>
<p data-start="2065" data-end="2320">Salah satu jalur yang menjadi perhatian khusus adalah ruas Bondowoso–Situbondo, yang dikenal memiliki turunan curam dan tikungan tajam.</p>
<p data-start="2065" data-end="2320">“Oleh karena itu, kami pastikan kendaraan yang melintas di jalur tersebut benar-benar dalam kondisi layak,” tegasnya.</p>
<p data-start="2322" data-end="2621">Untuk wilayah perbatasan, Satlantas masih memantau dinamika arus lalu lintas. Jika terjadi lonjakan signifikan, pemeriksaan kendaraan akan diperketat di titik-titik tertentu.</p>
<p data-start="2322" data-end="2621">“Saat ini arus masih terpantau landai, namun pengawasan akan terus kami tingkatkan sesuai perkembangan situasi,” imbuhnya.</p>
<p data-start="2623" data-end="2872">Sementara itu, Supaat, salah seorang sopir armada bus di Bondowoso, mengaku pemeriksaan dan perawatan kendaraan dilakukan secara rutin sesuai ketentuan.</p>
<p data-start="2623" data-end="2872">“Kami dipantau langsung. Semua patokan perawatan berdasarkan jarak tempuh kilometer,” pungkasnya. <strong>(*)</strong></p>
<p data-start="2623" data-end="2872"><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Warga Liburan, Polisi Jaga Rumah: Pengamanan Nataru Humanis di Bondowoso</title>
<link>https://suarajatimpost.com/warga-liburan-polisi-jaga-rumah-pengamanan-nataru-humanis-di-bondowoso</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/warga-liburan-polisi-jaga-rumah-pengamanan-nataru-humanis-di-bondowoso</guid>
<description><![CDATA[ Polres Bondowoso meningkatkan patroli permukiman selama Nataru. Rumah kosong warga jadi prioritas pengamanan, dilengkapi layanan penitipan kendaraan dan barang berharga gratis. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202512/image_870x580_694947a164649.webp" length="34492" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 22 Dec 2025 21:23:47 +0700</pubDate>
<dc:creator>Rizqi Ardian</dc:creator>
<media:keywords>Nataru, liburan tahun baru, pos pengamanan, polres Bondowoso, presiden, Prabowo Subianto, operasi lilin Semeru, kondusif, Suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p data-start="169" data-end="428"><strong data-start="169" data-end="189">BONDOWOSO, SJP –</strong> Di tengah pesta pergantian tahun, Kabupaten Bondowoso memilih pendekatan berbeda. Tak gegap gempita, namun tetap siaga. Tanpa banyak larangan, pengawasan diperketat demi menjaga rasa aman masyarakat selama Natal dan Tahun Baru (Nataru).</p>
<p data-start="430" data-end="653">Sejak menjelang Natal hingga malam pergantian tahun, jajaran Polres Bondowoso memastikan kondisi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) tetap kondusif, termasuk saat sebagian warga meninggalkan rumah untuk berlibur.</p>
<p data-start="655" data-end="866">Kapolres Bondowoso AKBP Harto Agung Cahyono menegaskan, pengamanan Nataru dilakukan dengan pendekatan humanis. Termasuk dalam menyikapi tradisi pesta kembang api yang kerap menjadi perdebatan setiap akhir tahun.</p>
<p data-start="868" data-end="1108">Menurutnya, penggunaan kembang api masih diperbolehkan selama tidak membahayakan keselamatan orang lain dan tidak ada larangan resmi dari pemerintah.</p>
<p data-start="868" data-end="1108">“Namun kami tetap menunggu anjuran pemerintah hingga H-2 pergantian tahun,” ujar Kapolres.</p>
<p data-start="1110" data-end="1381">Pengamanan tak hanya terfokus pada malam tahun baru. Di pusat kota, tepatnya di Alun-alun Ki Bagus Asra, Pos Pelayanan Nataru beroperasi 24 jam penuh.</p>
<p data-start="1110" data-end="1381">Meski Bondowoso bukan kota besar maupun jalur utama lintasan antarkota, pelayanan kepada masyarakat tetap dimaksimalkan.</p>
<p data-start="1383" data-end="1589">Di pos tersebut, personel gabungan dari Polri, TNI Kodim 0822, Dinas Perhubungan, tenaga kesehatan, hingga Pramuka berjaga secara bergantian. Warga dan pengguna jalan dipersilakan mampir untuk beristirahat.</p>
<p data-start="1591" data-end="1889">Fasilitas yang disediakan cukup lengkap, mulai dari kopi dan makanan ringan, layanan kesehatan gratis, hingga bengkel kecil bagi pengendara yang mengalami kendala kendaraan.</p>
<p data-start="1591" data-end="1889">“Kami mengutamakan pelayanan. Siapa pun yang lelah di perjalanan, silakan mampir dan beristirahat sejenak,” kata AKBP Harto.</p>
<p data-start="1891" data-end="2109">Tak hanya melayani warga yang melintas, Polres Bondowoso juga memberi perhatian khusus terhadap rumah-rumah kosong yang ditinggal pemiliknya mudik atau berlibur. Patroli rutin ditingkatkan hingga ke kawasan permukiman.</p>
<p data-start="2111" data-end="2413">Sebagai bentuk pelayanan tambahan, Polres Bondowoso membuka layanan penitipan kendaraan secara gratis di Mapolres. Sepeda motor maupun mobil dapat dititipkan tanpa dipungut biaya.</p>
<p data-start="2111" data-end="2413">“Jika masyarakat masih merasa khawatir, silakan titipkan kendaraannya di Polres. Tidak ada biaya apa pun,” tegas Kapolres.</p>
<p data-start="2415" data-end="2590">Selain kendaraan, warga juga diperbolehkan menitipkan barang berharga. Sementara untuk hewan ternak, penitipan dapat dilakukan di Polsek terdekat sesuai wilayah masing-masing.</p>
<p data-start="2592" data-end="2787" data-is-last-node="" data-is-only-node="">Langkah ini dilakukan untuk memastikan masyarakat dapat menikmati libur Natal dan Tahun Baru dengan tenang, tanpa dihantui rasa khawatir terhadap keamanan rumah dan harta benda yang ditinggalkan. <strong>(*)</strong></p>
<p data-start="2592" data-end="2787" data-is-last-node="" data-is-only-node=""><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Isbat Nikah Terpadu di Bondowoso, Negara Hadir Sahkan 179 Pernikahan Warga</title>
<link>https://suarajatimpost.com/isbat-nikah-terpadu-di-bondowoso-negara-hadir-sahkan-179-pernikahan-warga</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/isbat-nikah-terpadu-di-bondowoso-negara-hadir-sahkan-179-pernikahan-warga</guid>
<description><![CDATA[ Melalui isbat nikah terpadu, Pemkab Bondowoso memastikan pernikahan warga yang sebelumnya siri kini sah negara, berdampak pada hak keperdataan, administrasi kependudukan, dan perlindungan anak. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202512/image_870x580_694941acdff1c.webp" length="62282" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 22 Dec 2025 19:44:26 +0700</pubDate>
<dc:creator>Rizqi Ardian</dc:creator>
<media:keywords>isbat nikah, administrasi, pengadilan agama, pemerintah, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p data-start="195" data-end="526"><strong>BONDOWOSO, SJP –</strong> Ratusan pasangan suami istri mengikuti isbat nikah terpadu yang digelar Pemerintah Kabupaten Bondowoso. Pernikahan yang sebelumnya hanya sah secara agama, kini resmi tercatat negara melalui penyerahan buku nikah yang dikemas layaknya resepsi pernikahan. Kegiatan ini bahkan dijuluki “Bupati Ngunduh Mantu.”</p>
<p data-start="528" data-end="764">Ketua Pengadilan Agama Bondowoso, Zainal Arifin, mengungkapkan, pada tahun 2025 terdapat 219 permohonan isbat nikah yang masuk. Namun, hanya 179 pasangan yang akhirnya dinyatakan memenuhi syarat dan menerima buku nikah.</p>
<p data-start="766" data-end="908">“Sebagiannya tidak memenuhi syarat dan rukun nikah. Ada yang dicabut oleh pemohon, ada pula yang tidak hadir saat sidang isbat,” jelas Zainal.</p>
<p data-start="910" data-end="1111">Ia membeberkan, kendala klasik yang kerap muncul adalah persoalan status perkawinan. Salah satunya, pemohon berstatus duda yang ternyata menikah siri sebelum perceraian sebelumnya sah secara hukum.</p>
<p data-start="1113" data-end="1246">“Artinya, kawin sirinya dilakukan saat masih berstatus suami orang. Akta cerainya memang ada, tapi tanggalnya belakangan,” ungkapnya.</p>
<p data-start="1248" data-end="1439">Selain itu, terdapat pula kasus perempuan yang menikah kembali sebelum masa iddah tiga bulan berakhir. Kondisi tersebut secara hukum membuat permohonan isbat nikah tidak dapat dikabulkan.</p>
<p data-start="1441" data-end="1629">Di hadapan pasangan yang akhirnya menerima buku nikah, Zainal berpesan agar ikatan rumah tangga dijaga dengan baik. Ia menekankan bahwa proses memperoleh akta nikah bukanlah perkara mudah.</p>
<p data-start="1631" data-end="1753">“Mendapatkan akta nikah itu panjang urusannya. Jadi, jangan ketika ada masalah sedikit langsung ingin bercerai,” pesannya.</p>
<p data-start="1755" data-end="1996">Dari sisi administrasi kependudukan, dampak isbat nikah dinilai sangat signifikan. Sekretaris Dispendukcapil Bondowoso, Rifky Hariyadi, menjelaskan bahwa setelah buku nikah diterbitkan, seluruh data kependudukan pasangan ikut diperbarui.</p>
<p data-start="1998" data-end="2140">“Status yang sebelumnya kawin tidak tercatat, kini menjadi kawin tercatat. Mereka juga langsung tergabung dalam satu Kartu Keluarga,” ujarnya.</p>
<p data-start="2142" data-end="2325">Penyesuaian juga dilakukan pada KTP elektronik hingga akta kelahiran anak. Anak yang sebelumnya hanya tercatat sebagai anak ibu, kini resmi tercatat sebagai anak ayah dan ibu.</p>
<p data-start="2327" data-end="2512">“Pernikahan yang tidak tercatat sering menjadi pintu masalah dalam mengakses layanan publik, mulai dari kesehatan, pendidikan, hingga urusan pernikahan anak di masa depan,” jelas Rifky.</p>
<p data-start="2514" data-end="2689">Hal senada disampaikan Kasi Bimas Islam Kemenag Bondowoso, Suharyono. Ia menegaskan bahwa isbat nikah memberikan kepastian hukum, terutama bagi anak-anak hasil perkawinan.</p>
<p data-start="2691" data-end="2836">“Yang diprioritaskan memang pasangan yang sudah memiliki anak, karena status anak menjadi jelas, diakui, dan dilindungi oleh negara,” pungkasnya. <strong>(*)</strong></p>
<p data-start="2691" data-end="2836"><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Bak Resepsi Pernikahan, Ratusan Pasutri di Bondowoso Terima Buku Nikah </title>
<link>https://suarajatimpost.com/bak-resepsi-pernikahan-ratusan-pasutri-di-bondowoso-terima-buku-nikah</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/bak-resepsi-pernikahan-ratusan-pasutri-di-bondowoso-terima-buku-nikah</guid>
<description><![CDATA[ Melalui program isbat nikah terpadu 2025, Bupati Bondowoso mengajak masyarakat tertib administrasi perkawinan demi kepastian hukum, perlindungan anak, serta hak keperdataan keluarga. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202512/image_870x580_694929b6a31d2.webp" length="56284" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 22 Dec 2025 18:10:02 +0700</pubDate>
<dc:creator>Rizqi Ardian</dc:creator>
<media:keywords>isbat nikah, administrasi, pengadilan agama, pemerintah, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p data-start="280" data-end="611"><strong data-start="280" data-end="313">BONDOWOSO, SJP </strong>– Sebanyak 179 pasangan suami isteri yang sebelumnya mengikuti isbat nikah di Pengadilan Agama Kabupaten Bondowoso, akhirnya menerima buku nikah dalam sebuah acara 'Bupati Mantu" di Pendopo Raden Bagus Assra, Senin (22/12/2025).</p>
<p data-start="280" data-end="611">Layaknya sebuah resepsi pernikahan, di depan pendopo terlihat janur kuning melengkung, diiringi dekorasi pesta di sebuah gedung nan megah. Irama musik gamelan khas pernikahan juga dimainkan oleh para kaum hawa. </p>
<p data-start="280" data-end="611">Bait lagu kejung Madura (tembang khas Madura) kian membuat suasana serasa berada dalam sebuah pesta perkawinan di daerah pedesaan, namun, dikemas dengan dekorasi yang kekinian.  </p>
<p data-start="280" data-end="611">Pasangan suami isteri yang mendapatkan buku nikah, satu persatu berbaris berfoto dengan Bupati Bondowoso dan Forkopimda. Setelahnya, mereka bersalam-salaman.</p>
<p data-start="280" data-end="611">Dalam acara tersebut, Bupati Bondowoso Abdul Hamid Wahid menegaskan pentingnya pencatatan perkawinan sebagai bentuk perlindungan hukum bagi keluarga dan generasi masa depan. Hal tersebut disampaikannya dalam acara bertajuk "Penyerahan Buku Nikah Hasil Sidang Isbat Nikah Tahun 2025".</p>
<p data-start="613" data-end="911">Orang nomor satu di Bumi Ki Ronggo ini menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat, khususnya Pengadilan Agama, Kantor Kementerian Agama, serta Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil) Kabupaten Bondowoso atas sinergi dalam pelaksanaan sidang isbat nikah terpadu.</p>
<p data-start="913" data-end="1176">“Perkawinan yang tidak tercatat secara hukum berpotensi menimbulkan berbagai persoalan, mulai dari status anak, kepastian hak keperdataan, hingga hak waris. Program isbat nikah ini merupakan solusi nyata untuk memberikan kepastian hukum bagi masyarakat,” ujarnya.</p>
<p data-start="1178" data-end="1511">Menurut bupati yang karib disapa Ra Hamid ini, sidang isbat nikah pasangan suami istri yang sebelumnya belum tercatat, kini mendapatkan pengesahan pernikahan yang sah secara hukum dan diakui negara melalui penerbitan buku nikah.</p>
<p data-start="1178" data-end="1511">"Hal ini sekaligus menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah menghadirkan pelayanan publik yang mudah, cepat, dan berkeadilan," tegasnya.</p>
<p data-start="1513" data-end="1800">Ia menambahkan, pelaksanaan isbat nikah terpadu merupakan wujud komitmen Pemkab Bondowoso dalam memberikan pelayanan publik yang terintegrasi dan humanis, di mana masyarakat dapat memperoleh pengesahan nikah dan pencatatan pernikahan dalam satu rangkaian layanan tanpa prosedur berbelit.</p>
<p data-start="1802" data-end="1946">“Ini sejalan dengan visi Kabupaten Bondowoso yang tangguh, unggul, berdaya saing, dan berbudaya dalam bingkai keimanan dan ketakwaan,” ucap Ra Hamid.</p>
<p data-start="1802" data-end="1946">Pada kesempatan tersebut, Bupati Abdul Hamid Wahid juga mengimbau masyarakat agar tertib dan taat hukum dalam melaksanakan perkawinan dengan mencatatkannya sesuai ketentuan yang berlaku. Ia mendorong pasangan yang pernikahannya belum tercatat untuk segera mengikuti program isbat nikah.</p>
<p data-start="2236" data-end="2422">“Kami berharap kegiatan isbat nikah ini memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dan dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan dengan kualitas layanan yang semakin baik,” pungkasnya. <strong>(*)</strong></p>
<p data-start="2236" data-end="2422"><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Seleksi JPT Pratama di Bondowoso Dipastikan Hasilkan Pejabat yang Kompeten dan Berintegritas</title>
<link>https://suarajatimpost.com/seleksi-jpt-pratama-di-bondowoso-dipastikan-hasilkan-pejabat-yang-kompeten-dan-berintegritas</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/seleksi-jpt-pratama-di-bondowoso-dipastikan-hasilkan-pejabat-yang-kompeten-dan-berintegritas</guid>
<description><![CDATA[ Sebanyak 55 ASN mengikuti seleksi terbuka JPT Pratama di Bondowoso. Saat ini proses seleksi memasuki tahapan asesmen kompetensi oleh asesor bersertifikat dari BKD Provinsi Jawa Timur. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202512/image_870x580_6947eb6eca1c5.webp" length="29420" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sun, 21 Dec 2025 22:44:01 +0700</pubDate>
<dc:creator>Rizqi Ardian</dc:creator>
<media:keywords>open biding, seleksi jabatan, jabatan, bupati, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p data-start="284" data-end="650"><strong>BONDOWOSO, SJP –</strong> Proses seleksi terbuka Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT) Pratama di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bondowoso terus berjalan. Dari total 55 Aparatur Sipil Negara (ASN) yang mengikuti Open Bidding, saat ini tahapan seleksi telah memasuki asesmen kompetensi yang dilaksanakan oleh asesor dari Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Provinsi Jawa Timur.</p>
<p data-start="284" data-end="650">Mereka semua tengah memperebutkan 11 Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Di antaranya, Staf Ahli Bupati, Dinas BSBK, BKPSDM, DLH, BPBD, BPKAD, Diskoperindag, Disparbudpora, Dinas Kesehatan, Dinas Kominfo dan Sekretaris DPRD.</p>
<p data-start="652" data-end="939">Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Bondowoso, Fathur Rozi, menjelaskan, tahapan asesmen tersebut mencakup pengukuran kemampuan, kompetensi, hingga kompetensi bidang peserta. Selain itu, peserta juga menjalani tes psikologi serta penilaian kemampuan pemecahan masalah (problem solving).</p>
<p data-start="941" data-end="1101">“Aspek yang dinilai cukup banyak, mulai dari kompetensi, tes psikologi, hingga kemampuan problem solving. Semuanya dinilai secara menyeluruh,” ujar Fathur Rozi, Ahad (21/12/2025).</p>
<p data-start="1103" data-end="1335">Ia menyebutkan, pelaksanaan asesmen berlangsung sejak pagi hingga malam hari, karena melibatkan sembilan asesor yang seluruhnya ditentukan oleh BKD Provinsi Jawa Timur dan telah memiliki sertifikasi resmi sebagai asesor kompetensi.</p>
<p data-start="1337" data-end="1475">“Asesmen dilaksanakan oleh sembilan asesor di BKD Provinsi. Mereka memang memiliki kompetensi dan sertifikasi sebagai asesor,” jelasnya.</p>
<p data-start="1477" data-end="1689">Menurut Fathur Rozi, tahapan asesmen dilaksanakan selama tiga hari berturut-turut dengan peserta yang berbeda setiap harinya. Hal itu dilakukan untuk memastikan proses penilaian berjalan optimal dan objektif.</p>
<p data-start="1691" data-end="1865">“Kalau pesertanya sedikit sebenarnya bisa satu hari selesai. Tetapi karena jumlahnya banyak, maka dilaksanakan tiga hari berturut-turut dengan peserta yang berbeda,” katanya.</p>
<p data-start="1867" data-end="2032">Setelah tahapan asesmen rampung, proses seleksi Open Bidding JPT Pratama akan dilanjutkan ke tahap wawancara, yang menjadi tahapan akhir dalam rangkaian seleksi.</p>
<p data-start="2034" data-end="2256">Ia menegaskan, proses seleksi ini melibatkan panitia seleksi (pansel) dari berbagai unsur, termasuk dari tingkat pusat dan provinsi, seperti pejabat dari Jakarta, Direktur Kepegawaian, serta BKD Provinsi Jawa Timur.</p>
<p data-start="2258" data-end="2425">“Kami ingin proses seleksi ini berjalan transparan dan objektif. Karena kita membutuhkan pejabat yang tidak hanya kompeten, tetapi juga memiliki integritas,” tegasnya.</p>
<p data-start="2427" data-end="2662">Fathur Rozi menambahkan, kompetensi saja tidak cukup tanpa diimbangi dengan integritas, sehingga seluruh tahapan seleksi dirancang untuk menjaring ASN terbaik yang mampu mengemban jabatan pimpinan tinggi pratama di Kabupaten Bondowoso. <strong>(*)</strong></p>
<p data-start="2427" data-end="2662"><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Antisipasi Gangguan Kamtib Jelang Nataru, Lapas Bondowoso Gelar Razia Gabungan</title>
<link>https://suarajatimpost.com/antisipasi-gangguan-kamtib-jelang-nataru-lapas-bondowoso-gelar-razia-gabungan</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/antisipasi-gangguan-kamtib-jelang-nataru-lapas-bondowoso-gelar-razia-gabungan</guid>
<description><![CDATA[ Razia dilakukan secara humanis namun tetap tegas untuk memastikan tidak ada barang terlarang yang dapat mengganggu stabilitas keamanan di dalam Lapas. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202512/image_870x580_69473eb24fb7f.webp" length="37998" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sun, 21 Dec 2025 07:59:31 +0700</pubDate>
<dc:creator>Rizqi Ardian</dc:creator>
<media:keywords>razia, lapas, narkoba, saham, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>BONDOWOSO, SJP –</strong> Untuk mengantisipasi potensi gangguan keamanan dan ketertiban (kamtib) menjelang perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026, Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Bondowoso menggelar razia gabungan pada Sabtu malam (20/12/2025).</p>
<p>Razia tersebut melibatkan personel Kodim 0822 Bondowoso, Polres Bondowoso, serta Kompi 3 Batalyon B Brimob Bondowoso.</p>
<p>Kegiatan diawali dengan apel bersama yang dipimpin langsung Kepala Lapas Kelas IIB Bondowoso, Nunus Ananto.</p>
<p>Dalam arahannya, Nunus Ananto menyampaikan apresiasi atas sinergi dan dukungan seluruh aparat penegak hukum yang terlibat.</p>
<p>Ia menegaskan, razia dilakukan secara humanis namun tetap tegas untuk memastikan tidak ada barang terlarang yang dapat mengganggu stabilitas keamanan di dalam Lapas.</p>
<p>“Razia ini merupakan langkah antisipatif untuk memastikan situasi Lapas Bondowoso tetap aman dan kondusif, khususnya menjelang Natal dan Tahun Baru. Penegakan aturan tetap kami lakukan dengan pendekatan yang humanis,” ujar Nunus Ananto.</p>
<p>Usai apel, tim gabungan melakukan penggeledahan menyeluruh terhadap seluruh blok dan kamar hunian warga binaan.</p>
<p>Penggeledahan berlangsung tertib dengan mengedepankan prinsip keamanan dan keselamatan bagi petugas maupun warga binaan.</p>
<p>"Dari hasil razia, petugas tidak menemukan handphone maupun narkoba di dalam kamar hunian. Namun, sejumlah barang yang tidak sesuai ketentuan berhasil diamankan, seperti benda berbahan logam, alat tajam sederhana, serta barang lain yang berpotensi disalahgunakan," ungkapnya.</p>
<p>Selain penggeledahan kamar, Lapas Bondowoso juga melakukan tes urine terhadap 120 warga binaan yang dipilih secara acak.</p>
<p>"Berdasarkan hasil pemeriksaan, seluruh warga binaan yang menjalani tes dinyatakan negatif narkoba," tegas Kalapas.</p>
<p>Nunus Ananto menegaskan, kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen Lapas Bondowoso dalam menjaga keamanan serta mencegah masuknya barang terlarang, sekaligus memperkuat sinergi antar aparat penegak hukum.</p>
<p>“Melalui razia gabungan ini, kami berharap suasana lapas tetap aman dan kondusif selama momentum Natal dan Tahun Baru,” pungkasnya. <strong>(**)</strong></p>
<p><strong>Editor: Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Operasi Lilin Semeru 2025 Tekan Kecelakaan di Bondowoso, Korban dan Kerugian Materiil Menurun</title>
<link>https://suarajatimpost.com/operasi-lilin-semeru-2025-tekan-kecelakaan-di-bondowoso-korban-dan-kerugian-materiil-menurun</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/operasi-lilin-semeru-2025-tekan-kecelakaan-di-bondowoso-korban-dan-kerugian-materiil-menurun</guid>
<description><![CDATA[ Satlantas Polres Bondowoso mencatat penurunan kecelakaan lalu lintas sebesar 43,98 persen selama Operasi Lilin 2025, disertai penurunan korban meninggal dan kerugian materiil. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202512/image_870x580_6945550663267.webp" length="91766" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Fri, 19 Dec 2025 23:03:01 +0700</pubDate>
<dc:creator>Rizqi Ardian</dc:creator>
<media:keywords>polres, Bondowoso, polisi, lantas, satlantas, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p data-start="130" data-end="405"><strong>BONDOWOSO, SJP - </strong>Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Bondowoso mencatat penurunan signifikan angka kecelakaan lalu lintas selama pelaksanaan Operasi Lilin Semeru 2025. Berdasarkan data perbandingan tahun 2024 dan 2025, jumlah kecelakaan turun hingga 43,98 persen.</p>
<p data-start="407" data-end="502">Data tersebut disampaikan dalam <em>press conference</em> di Mapolres Bondowoso, Jumat (19/12/2025).</p>
<p data-start="504" data-end="856">Kapolres Bondowoso AKBP Harto Agung Cahyono menjelaskan, pada tahun 2025 tercatat 293 kejadian kecelakaan lalu lintas, menurun 230 kasus dibandingkan tahun 2024 yang mencapai 523 kejadian. Penurunan juga terjadi pada jumlah korban meninggal dunia, dari 97 orang pada 2024 menjadi 74 orang pada 2025, atau turun 23,71 persen.</p>
<p data-start="858" data-end="956">“Penurunan ini menunjukkan adanya peningkatan kesadaran masyarakat dalam berlalu lintas,” ujarnya.</p>
<p data-start="958" data-end="1260">Sementara itu, jumlah korban luka berat pada 2025 tercatat satu orang, meningkat dibandingkan tahun 2024 yang tidak terdapat korban luka berat. Namun, korban luka ringan mengalami penurunan cukup signifikan, dari 750 orang pada 2024 menjadi 491 orang pada 2025, atau turun 34,53 persen.</p>
<p data-start="1262" data-end="1545">Dari sisi kerugian materiil, Satlantas Polres Bondowoso mencatat total kerugian akibat kecelakaan lalu lintas pada 2025 sebesar Rp201,2 juta. Angka tersebut menurun 11,66 persen dibandingkan tahun 2024 yang mencapai Rp227,75 juta, atau berkurang sekitar Rp26,55 juta.</p>
<p data-start="1547" data-end="1815">Selain data kecelakaan, Polres Bondowoso juga merilis data penindakan pelanggaran lalu lintas.</p>
<p data-start="1547" data-end="1815">"Sepanjang tahun 2025, penindakan melalui tilang tercatat sebanyak 2.033 perkara, meningkat 16,17 persen dibandingkan tahun 2024 yang berjumlah 1.750 perkara," ungkap Kapolres.</p>
<p data-start="1817" data-end="2157">Sementara penindakan melalui teguran presisi mengalami peningkatan cukup tinggi, dari 5.436 perkara pada 2024 menjadi 8.000 perkara pada 2025, atau naik 47,17 persen.</p>
<p data-start="1817" data-end="2157">"Secara keseluruhan, total penindakan pelanggaran lalu lintas pada 2025 mencapai 10.033 perkara, meningkat 39,62 persen dibandingkan tahun sebelumnya," ujarnya.</p>
<p data-start="2159" data-end="2430">Dalam rangka penegakan hukum, Satlantas Polres Bondowoso juga memusnahkan barang bukti hasil penindakan pelanggaran lalu lintas.</p>
<p data-start="2159" data-end="2430">"Barang bukti yang kami dimusnahkan antara lain 50 knalpot brong atau tidak sesuai spesifikasi serta 17 ban kecil yang tidak sesuai standar," tandasnya</p>
<p data-start="2432" data-end="2644">Satlantas menilai, penurunan angka kecelakaan tersebut tidak lepas dari peningkatan kesadaran masyarakat, serta intensifikasi penegakan hukum dan edukasi lalu lintas selama pelaksanaan Operasi Lilin 2025. <strong>(*)</strong></p>
<p data-start="2432" data-end="2644"><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>
<p data-start="2432" data-end="2644"><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Perbup Percepatan Penurunan AKI dan AKB di Bondowoso Mulai Dibahas</title>
<link>https://suarajatimpost.com/perbup-percepatan-penurunan-aki-dan-akb-di-bondowoso-mulai-dibahas</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/perbup-percepatan-penurunan-aki-dan-akb-di-bondowoso-mulai-dibahas</guid>
<description><![CDATA[ Sekda Bondowoso Fathur Rozi menyebut angka kematian ibu dan bayi menurun namun masih tinggi. Pemkab menyiapkan Perbup percepatan AKI-AKB dengan melibatkan lintas OPD, desa, dan masyarakat. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202512/image_870x580_69456ef458aef.webp" length="22670" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Fri, 19 Dec 2025 22:28:47 +0700</pubDate>
<dc:creator>Rizqi Ardian</dc:creator>
<media:keywords>kesehatan, pemerintahan, kembang api, ledakan, lebaran, RSUD, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p data-start="284" data-end="571"><strong data-start="284" data-end="317">BONDOWOSO, SJP </strong>– Sekretaris Daerah (Sekda) Bondowoso, Fathur Rozi, menyatakan bahwa angka kematian ibu dan anak (AKI-AKB) di Bondowoso menunjukkan tren penurunan. Meski demikian, angkanya masih tergolong tinggi sehingga diperlukan langkah percepatan secara menyeluruh.</p>
<p data-start="573" data-end="777">Untuk itu, Pemkab Bondowoso tengah menyiapkan rancangan Peraturan Bupati (Perbup) tentang percepatan penurunan AKI dan AKB. Saat ini, draf regulasi tersebut masih dalam tahap pembahasan dan penyempurnaan.</p>
<p data-start="779" data-end="1039">“AKI dan AKB memang menurun, tapi masih cukup tinggi. Karena itu kami dorong penyusunan Perbup percepatan penurunan AKI-AKB. Drafnya sedang dibahas dan diteliti satu per satu, kalimat demi kalimat, agar semua elemen masyarakat bisa terlibat,” ujar Fathur Rozi, Jumat (19/2/2025).</p>
<p data-start="1041" data-end="1226">Ia menegaskan, upaya menekan angka kematian ibu dan bayi bukan semata tanggung jawab Dinas Kesehatan, melainkan menjadi urusan bersama seluruh pemangku kepentingan, termasuk masyarakat.</p>
<p data-start="1228" data-end="1345">“Ini bukan hanya urusan Dinas Kesehatan. Ini urusan bersama, bukan hanya pemerintah, tapi juga masyarakat,” tegasnya.</p>
<p data-start="1347" data-end="1580">Fathur Rozi mengungkapkan, salah satu faktor yang masih menjadi kendala adalah adanya kehamilan yang disembunyikan oleh sebagian masyarakat. Kondisi tersebut, menurutnya, kerap berkaitan dengan pernikahan dini maupun pernikahan siri.</p>
<p data-start="1582" data-end="1782">“Masih ada masyarakat yang menyembunyikan kehamilan. Bisa jadi karena pernikahan dini atau pernikahan siri. Hal-hal seperti inilah yang perlu kita dorong penanganannya secara lintas sektor,” jelasnya.</p>
<p data-start="1784" data-end="1980">Oleh karena itu, Pemkab Bondowoso mendorong keterlibatan berbagai perangkat daerah, seperti Dinas Sosial, Dinas Pendidikan, hingga organisasi keagamaan, dalam memberikan edukasi kepada masyarakat.</p>
<p data-start="1982" data-end="2139">“Edukasi harus dilakukan sejak sebelum hamil. Bahkan calon pengantin perlu mendapatkan pembekalan agar risiko kematian ibu dan bayi bisa dicegah,” tambahnya.</p>
<p data-start="2141" data-end="2341">Selain itu, pemerintah daerah juga berencana melibatkan pemerintah desa secara aktif dalam upaya percepatan penurunan AKI dan AKB, termasuk dengan menggerakkan partisipasi masyarakat di tingkat bawah.</p>
<p data-start="2343" data-end="2546">“Kita harus optimistis. Insyaallah dengan keterlibatan semua pihak, desa-desa, dan masyarakat, upaya ini bisa berjalan. Tidak ada yang tidak terlibat, mari bersama-sama kita bangun,” pungkas Fathur Rozi. <strong>(*)</strong></p>
<p data-start="2343" data-end="2546"><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Ratusan Pasutri di Bondowoso Ajukan Isbat Nikah, Bupati Soroti Masalah Pernikahan Tak Tercatat</title>
<link>https://suarajatimpost.com/ratusan-pasutri-di-bondowoso-ajukan-isbat-nikah-bupati-soroti-masalah-pernikahan-tak-tercatat</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/ratusan-pasutri-di-bondowoso-ajukan-isbat-nikah-bupati-soroti-masalah-pernikahan-tak-tercatat</guid>
<description><![CDATA[ Sebanyak 219 pasangan di Bondowoso mengajukan isbat nikah pada 2025. Bupati Abdul Hamid menekankan pentingnya pencatatan pernikahan demi perlindungan hak sipil dan kemudahan layanan publik. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202512/image_870x580_694553f772eda.webp" length="62914" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Fri, 19 Dec 2025 21:58:13 +0700</pubDate>
<dc:creator>Rizqi Ardian</dc:creator>
<media:keywords>isbat nikah, administrasi, pengadilan agama, pemerintah, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p data-start="208" data-end="547">BONDOWOSO, SJP - Di balik tertibnya data administrasi kependudukan, masih tersimpan persoalan klasik yang dihadapi sebagian warga Bondowoso, yakni pernikahan yang sah secara agama, namun belum tercatat oleh negara. Kondisi tersebut membuat ratusan pasangan harus menempuh Sidang Isbat Nikah di Pengadilan Agama Bondowoso.</p>
<p data-start="549" data-end="868">Fakta ini terungkap dalam pelaksanaan Sidang Isbat Nikah Tahun 2025 yang dimonitor langsung oleh Bupati Bondowoso Abdul Hamid Wahid, Kamis (19/12/2025). Pada tahun ini, tercatat 219 pasangan mengajukan permohonan isbat nikah, mencerminkan masih lebarnya celah administrasi pencatatan perkawinan di masyarakat.</p>
<p data-start="870" data-end="1161">Bupati yang karib disapa Ra Hamid ini menilai, tingginya jumlah permohonan tersebut menunjukkan masih banyak warga yang belum memahami pentingnya pencatatan pernikahan secara negara. Padahal, pencatatan nikah sangat krusial karena berkaitan langsung dengan administrasi kependudukan dan akses pelayanan publik.</p>
<p data-start="1163" data-end="1368">“Pernikahan yang tidak tercatat berpotensi menimbulkan persoalan lanjutan, mulai dari kesulitan mengurus Kartu Keluarga, akta kelahiran anak, hingga akses layanan sosial dan pemerintahan lainnya,” ujarnya.</p>
<p data-start="1370" data-end="1647">Karena itu, Ra Hamid berharap nantinya, kesadaran masyarakat untuk mencatatkan pernikahan semakin meningkat. Ia juga mendorong agar layanan isbat nikah diperluas baik dari sisi wilayah maupun kuota, sehingga tidak ada lagi warga yang tercecer dari sistem administrasi negara.</p>
<p data-start="1649" data-end="1780">“Jika pernikahan tertib secara administrasi, pelayanan publik akan lebih mudah dan hak-hak warga akan lebih terlindungi,” tegasnya.</p>
<p data-start="1782" data-end="2082">Melalui sidang isbat nikah, pemerintah daerah berupaya menghadirkan solusi hukum, khususnya bagi masyarakat kurang mampu. Program ini merupakan hasil kolaborasi Pemerintah Kabupaten Bondowoso, Pengadilan Agama, dan Kementerian Agama untuk memberikan legalitas pernikahan secara sah di mata hukum.</p>
<p data-start="2084" data-end="2227">“Negara harus hadir. Melalui layanan ini, masyarakat memperoleh buku nikah resmi sehingga hak-hak sipil mereka terlindungi,” imbuh Abdul Hamid.</p>
<p data-start="2229" data-end="2478">Sementara itu, Ketua Pengadilan Agama Bondowoso Zainul Arifin membenarkan tingginya jumlah permohonan isbat nikah. Dari 219 pasangan yang mengajukan, hanya empat perkara yang tidak dapat dikabulkan karena tidak memenuhi rukun sah pernikahan.</p>
<p data-start="2480" data-end="2639">“Mayoritas permohonan kami kabulkan. Ini menandakan bahwa secara agama mereka menikah sah, hanya saja belum tercatat secara administratif,” pungkasnya. <strong>(*)</strong></p>
<p data-start="2480" data-end="2639"><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Bondowoso Jadi Magnet Investasi Hijau di Jawa Timur, Ini Proyek Unggulannya</title>
<link>https://suarajatimpost.com/bondowoso-jadi-magnet-investasi-hijau-di-jawa-timur-ini-proyek-unggulannya</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/bondowoso-jadi-magnet-investasi-hijau-di-jawa-timur-ini-proyek-unggulannya</guid>
<description><![CDATA[ Pemkab Bondowoso membuka Investment Gathering 2025 dengan menawarkan investasi hijau berbasis pertanian berkelanjutan, energi terbarukan, dan pariwisata Ijen Global Geopark, didukung IPRO serta penguatan infrastruktur daerah. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202512/image_870x580_6943e71998ad3.webp" length="37956" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 18 Dec 2025 18:36:06 +0700</pubDate>
<dc:creator>Rizqi Ardian</dc:creator>
<media:keywords>Ekonomi, Industrialisasi, Pemerintah, suarajatimpost, emas, antam, pabrik</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p data-start="303" data-end="634"><strong>BONDOWOSO, SJP -</strong> Pemerintah Kabupaten Bondowoso secara resmi membuka Bondowoso Investment Gathering 2025 sebagai upaya memperkuat promosi daerah dan menarik investasi berkelanjutan. Forum strategis ini mempertemukan pemerintah daerah dengan pelaku usaha, investor, BUMN, BUMD, akademisi, hingga pelaku UMKM.</p>
<p data-start="636" data-end="869">Bupati Bondowoso Abdul Hamid Wahid menegaskan bahwa Bondowoso hadir dengan konsep investasi hijau yang terukur dan berorientasi jangka panjang, berbasis potensi riil daerah serta selaras dengan kebijakan pembangunan nasional.</p>
<p data-start="871" data-end="1116">“Bondowoso menawarkan investasi yang berbasis sumber daya lokal, berorientasi keberlanjutan, dan memberi nilai tambah jangka panjang bagi investor dan masyarakat,” ujar Bupati Abdul Hamid Wahid saat membuka kegiatan tersebut, Kamis (18/12/2025) di salah satu satu hotel di Bondowoso.</p>
<p data-start="1118" data-end="1451">Dalam kesempatan itu, Pemkab Bondowoso memperkenalkan Investment Project Ready to Offer (IPRO), yakni dokumen penawaran proyek investasi yang disusun berdasarkan potensi unggulan daerah dan aktivitas ekonomi yang telah berjalan. IPRO tersebut dirancang untuk memudahkan investor memperoleh gambaran proyek yang siap dikembangkan.</p>
<p data-start="1453" data-end="1668">Bupati menjelaskan, penawaran investasi Bondowoso bertumpu pada tiga pilar hijau utama, yakni pertanian dan perkebunan berkelanjutan, energi terbarukan, serta pariwisata alam dan Ijen Global Geopark.</p>
<p data-start="1670" data-end="1950">Pada sektor pertanian dan perkebunan, Bondowoso menempatkan komoditas kopi, tembakau, dan tebu sebagai penggerak utama ekonomi daerah. Sektor ini tercatat menyumbang lebih dari 28 persen Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) dan menyerap lebih dari 42 persen tenaga kerja.</p>
<p data-start="1952" data-end="2141">“Ke depan, investasi kami arahkan pada hilirisasi, pertanian organik, agribisnis, dan agroindustri berkelanjutan agar memberi nilai tambah yang adil bagi masyarakat dan investor,” jelasnya.</p>
<p data-start="2143" data-end="2472">Pilar kedua adalah energi terbarukan, dengan keberadaan Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Ijen sebagai aset strategis daerah. Pengembangan sektor ini diarahkan untuk mendukung transisi energi bersih nasional melalui investasi hijau jangka panjang yang terintegrasi dengan jaringan transmisi yang telah tersedia.</p>
<p data-start="2474" data-end="2805">Sementara itu, sektor pariwisata alam dan Ijen Global Geopark menjadi keunggulan kompetitif Bondowoso di tingkat nasional dan internasional. Pengakuan global tersebut membuka peluang investasi pada pengembangan eco-tourism, eco-lodge ramah lingkungan, wisata edukasi, serta penguatan desa wisata berbasis ekonomi lokal.</p>
<p data-start="2807" data-end="3103">Untuk mendukung ketiga pilar tersebut, Pemkab Bondowoso juga mendorong penguatan infrastruktur dan konektivitas. Di antaranya rencana reaktivasi jalur kereta api Panarukan–Bondowoso–Jember–Surabaya guna meningkatkan efisiensi logistik dan mendukung hilirisasi sektor pertanian serta industri.</p>
<p data-start="3105" data-end="3288">Selain itu, pengembangan dan pelebaran Jalan Arak-Arak sebagai antisipasi Exit Tol Besuki dinilai strategis untuk memperkuat aksesibilitas wilayah dan memperlancar arus investasi.</p>
<p data-start="3290" data-end="3611">Bupati Abdul Hamid Wahid mengungkapkan, realisasi investasi di Bondowoso menunjukkan tren positif. Pada tahun 2024, nilai investasi yang tercatat melalui sistem Online Single Submission (OSS) mencapai sekitar Rp1,278 triliun, mencerminkan meningkatnya kepercayaan investor terhadap iklim usaha di daerah tersebut.</p>
<p data-start="3613" data-end="3792">“Capaian ini menunjukkan Bondowoso memiliki fondasi investasi yang kuat dan prospektif, dengan komitmen pemerintah daerah menghadirkan kepastian dan kemudahan berusaha,” tegasnya.</p>
<p data-start="3794" data-end="4036">Melalui Bondowoso Investment Gathering 2025, pemerintah daerah berharap terbangun kemitraan strategis yang saling menguntungkan, sekaligus memperkuat posisi Bondowoso sebagai daerah tujuan investasi hijau yang berdaya saing dan berkelanjutan. <strong>(*)</strong></p>
<p data-start="3794" data-end="4036"><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Peran Forum Anak di Bondowoso Diproyeksikan Mampu Putus Rantai Bullying di Sekolah</title>
<link>https://suarajatimpost.com/peran-forum-anak-di-bondowoso-diproyeksikan-mampu-putus-rantai-bullying-di-sekolah</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/peran-forum-anak-di-bondowoso-diproyeksikan-mampu-putus-rantai-bullying-di-sekolah</guid>
<description><![CDATA[ Dinsos P3AKB Bondowoso menegaskan peran Forum Anak sebagai pelopor dan pelapor pencegahan bullying di sekolah. Sebanyak 37 pengurus dan 7 fasilitator disiapkan sebagai agen perubahan. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202512/image_870x580_6943e013904ba.webp" length="41956" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 18 Dec 2025 18:04:00 +0700</pubDate>
<dc:creator>Rizqi Ardian</dc:creator>
<media:keywords>Forum anak, Bondowoso, Anak, agen perubahan, dinsos, pemerintah, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p data-start="278" data-end="653"><strong>BONDOWOSO, SJP –</strong> Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (Disnsos P3AKB) Kabupaten Bondowoso menegaskan pentingnya peran Forum Anak Bondowoso (FAB) sebagai garda terdepan dalam upaya pencegahan dan pemutusan rantai bullying di lingkungan pendidikan.</p>
<p data-start="278" data-end="653">Penegasan tersebut disampaikan Kepala Dinsos P3AKB Bondowoso, Mohammad Imron, dalam kegiatan Pra Pengukuhan Forum Anak Bondowoso VIII masa bakti 2026–2027, yang digelar di Graha NU, pada Kamis (18/12/2025).</p>
<p data-start="655" data-end="1031">Mohammad Imron menekankan, lembaga pendidikan seharusnya menjadi ruang aman bagi anak untuk belajar dan berkembang, bukan justru menjadi tempat yang menimbulkan rasa takut akibat praktik perundungan.</p>
<p data-start="655" data-end="1031">Menurutnya, bullying bukan sekadar candaan remaja, melainkan bentuk kekerasan yang dapat berdampak serius pada kesehatan mental, prestasi belajar, hingga keselamatan anak.</p>
<p data-start="1033" data-end="1253">“Pengurus Forum Anak bukan sekadar simbol atau pencari sertifikat. Kalian adalah mitra pemerintah dan penyambung lidah anak-anak Bondowoso yang mungkin tidak berani bersuara,” tegasnya di hadapan calon pengurus FAB VIII.</p>
<p data-start="1255" data-end="1592">Ia mendorong Forum Anak untuk menjalankan peran 2P, yakni Pelopor dan Pelapor. Sebagai pelopor, anggota Forum Anak diminta menjadi teladan dalam membangun budaya saling menghargai di sekolah. Sementara sebagai pelapor, mereka diharapkan berani melaporkan praktik kekerasan atau perundungan yang terjadi, termasuk yang kerap ditutupi.</p>
<p data-start="1594" data-end="1852">Mantan Kepala Dinas Kesehatan ini juga mengingatkan pentingnya pemahaman terhadap empat bentuk bullying, yakni fisik, verbal, sosial, dan perundungan siber (cyber bullying). Seluruh bentuk tersebut dinilai sebagai pelanggaran terhadap hak anak yang tidak boleh ditoleransi.</p>
<p data-start="1854" data-end="2014">“Kita harus membangun budaya <em>zero tolerance</em> terhadap kekerasan di sekolah. Diamnya saksi justru menjadi bahan bakar bagi pelaku untuk terus merundung,” ujarnya.</p>
<p data-start="2016" data-end="2282">Sementara itu, Kepala Bidang Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (P3A) Dinsos P3AKB Bondowoso, Hafidhatullaily, melaporkan, proses <em>Open Recruitment </em>Forum Anak Bondowoso VIII berlangsung selama kurang lebih satu bulan dan telah mencapai tahap pra pengukuhan.</p>
<p data-start="2284" data-end="2479">Menurutnya, seleksi dilakukan melalui beberapa tahapan, mulai dari seleksi administrasi, pembuatan konten individu, hingga wawancara mendalam yang melibatkan tim independen dan alumni Forum Anak.</p>
<p data-start="2481" data-end="2714">“Antusiasme anak-anak Bondowoso sangat tinggi. Tercatat ada 53 pendaftar dari berbagai jenjang pendidikan, bahkan satu peserta masih duduk di bangku SD. Ini menunjukkan meningkatnya kesadaran anak terhadap hak partisipasi,” jelasnya.</p>
<p data-start="2716" data-end="2957">Dari jumlah tersebut, terpilih 37 anak sebagai calon pengurus dan 7 anak sebagai calon fasilitator Forum Anak Bondowoso VIII. Mereka dinilai memiliki kepemimpinan serta kepedulian sosial untuk menjadi agen perubahan di lingkungannya.</p>
<p data-start="2959" data-end="3238">Selain penguatan administrasi menjelang pengukuhan, kegiatan pra pengukuhan juga diisi dengan pembekalan materi pencegahan bullying, agar pengurus Forum Anak tidak hanya tercatat dalam SK, tetapi benar-benar berperan aktif sebagai pelopor dan pelapor kekerasan terhadap anak.</p>
<p data-start="3240" data-end="3471">"Pemerintah Kabupaten Bondowoso berharap, melalui peran Forum Anak periode 2026–2027, angka kekerasan terhadap anak dapat ditekan secara signifikan dan tercipta lingkungan sekolah yang ramah anak, aman, serta bebas dari perundungan," harapnya. <strong>(*)</strong></p>
<p data-start="3240" data-end="3471"><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Ekonomi Bondowoso Tumbuh 6,46 Persen, Melonjak di Atas Nasional dan Duduki Peringkat Dua Jatim</title>
<link>https://suarajatimpost.com/ekonomi-bondowoso-tumbuh-646-persen-melonjak-di-atas-nasional-dan-duduki-peringkat-dua-jatim</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/ekonomi-bondowoso-tumbuh-646-persen-melonjak-di-atas-nasional-dan-duduki-peringkat-dua-jatim</guid>
<description><![CDATA[ Pertumbuhan ekonomi Bondowoso mencapai 6,46 persen pada Triwulan III 2025, melampaui nasional dan menempati peringkat kedua Jawa Timur, didorong sektor pertanian, UMKM, pariwisata, dan investasi. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202512/image_870x580_6943dc8689236.webp" length="59858" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 18 Dec 2025 17:33:30 +0700</pubDate>
<dc:creator>Rizqi Ardian</dc:creator>
<media:keywords>Pemerintah, Kinerja, pemkab, bupati, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p data-start="281" data-end="663"><strong>BONDOWOSO, SJP - </strong>Kinerja ekonomi Kabupaten Bondowoso sepanjang 2025 menunjukkan tren menguat. Berdasarkan data Triwulan III Tahun 2025, pertumbuhan ekonomi Bondowoso mencapai 6,46 persen (year-on-year), melampaui rata-rata nasional sebesar 5,04 persen dan menempatkan daerah ini sebagai peringkat kedua tertinggi dari 38 kabupaten/kota di Jawa Timur.</p>
<p data-start="665" data-end="974">Capaian tersebut mencerminkan akselerasi pembangunan ekonomi daerah di bawah kepemimpinan Bupati . Abdul Hamid Wahid dan Wakil Bupati As’ad Yahya Syafi’i. Sejak awal tahun, pertumbuhan ekonomi Bondowoso terus meningkat secara konsisten dari satu triwulan ke triwulan berikutnya.</p>
<p data-start="976" data-end="1293">Pada Triwulan I 2025, ekonomi Bondowoso tumbuh 4,67 persen, didorong penguatan sektor pertanian dan aktivitas usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Memasuki Triwulan II, pertumbuhan naik menjadi 5,40 persen, seiring percepatan pembangunan infrastruktur yang memperlancar distribusi barang dan jasa.</p>
<p data-start="1295" data-end="1568">Momentum tersebut berlanjut pada Triwulan III, dengan lonjakan pertumbuhan hingga 6,46 persen. Peningkatan signifikan ini ditopang oleh penguatan sektor pariwisata, hilirisasi produk unggulan daerah, serta iklim investasi yang semakin kondusif dan ramah lingkungan.</p>
<p data-start="1570" data-end="1869">Pemerintah Kabupaten Bondowoso menilai, kinerja positif tersebut tidak lepas dari sinergi antara pemerintah daerah, pelaku usaha, dan partisipasi masyarakat. Fokus kebijakan diarahkan pada penguatan ekonomi kerakyatan, kemudahan perizinan, pengembangan agribisnis, serta peningkatan daya saing UMKM.</p>
<p data-start="1871" data-end="2231">Bupati Bondowoso H. Abdul Hamid Wahid menegaskan bahwa pertumbuhan ekonomi bukan sekadar capaian statistik, melainkan indikator keberhasilan kolaborasi lintas sektor.</p>
<p data-start="1871" data-end="2231">“Pertumbuhan ekonomi ini adalah refleksi kerja bersama antara pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat. Kebijakan yang kami dorong diarahkan untuk memperkuat ekonomi kerakyatan,” ujarnya, Kamis (18/12/2025).</p>
<p data-start="2233" data-end="2550">Nantinya, Pemerintah Kabupaten Bondowoso berkomitmen menjaga konsistensi pembangunan dengan menitikberatkan pada sektor agribisnis, UMKM, dan infrastruktur strategis.</p>
<p data-start="2233" data-end="2550">"Kami juga memastikan pertumbuhan ekonomi berjalan seiring dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat dan penurunan angka kemiskinan," kata bupati yang karib disapa Ra Hamid ini.</p>
<p data-start="2552" data-end="2885">Dengan capaian pertumbuhan 6,46 persen, Bondowoso dinilai memiliki fondasi ekonomi yang semakin kuat di tingkat regional.</p>
<p data-start="2552" data-end="2885">"Kami optimististis, strategi pembangunan yang terukur dan berkelanjutan akan memperkokoh daya saing ekonomi sekaligus mendorong pembangunan yang inklusif dan berkeadilan pada tahun-tahun mendatang," pungkas bupati.<strong> (*)</strong></p>
<p data-start="2552" data-end="2885"><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Pengurus PWI Bondowoso Dilantik, Siap Kawal Pembangunan di Bumi Ki Ronggo </title>
<link>https://suarajatimpost.com/pengurus-pwi-bondowoso-dilantik-siap-kawal-pembangunan-di-bumi-ki-ronggo</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/pengurus-pwi-bondowoso-dilantik-siap-kawal-pembangunan-di-bumi-ki-ronggo</guid>
<description><![CDATA[ Kepemimpinan PWI bukan sekadar jabatan struktural, melainkan tanggung jawab moral dan profesional dalam menjaga marwah pers sebagai pilar keempat demokrasi. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202512/image_870x580_694293d9eb1f3.webp" length="40762" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 17 Dec 2025 19:01:57 +0700</pubDate>
<dc:creator>Rizqi Ardian</dc:creator>
<media:keywords>pelantikan, PWI, Jatim, Bondowoso, pers, wartawan, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>BONDOWOSO, SJP –</strong> Pengurus Persatuan Wwartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Bondowoso periode 2025-2028 resmi dilantik oleh Ketua PWI Jawa Timur, di Pendopo Raden Bagus Assra, pada Rabu (17/12/2025) siang.</p>
<p>Hadir dalam pelantikan tersebut, Bupati Bondowoso Abdul Hamid Hamid, Ketua PWI Jatim, Sekda, Ketua PCNU, jajaran Forkopimda, kepala OPD, pimpinan Parpol, camat dan sejumlah pihak terkait lainnya.</p>
<p>Ketua PWI Bondowoso, Sinca Ari Pangistu mengatakan, amanah kepemimpinan PWI bukan sekadar jabatan struktural, melainkan tanggung jawab moral dan profesional dalam menjaga marwah pers sebagai pilar keempat demokrasi.</p>
<p>Menurutnya, pelantikan pengurus PWI Bondowoso, kali ini mengusung tema “Mengawal Pembangunan Menuju Bondowoso Berkah”.</p>
<p>“Atas nama pribadi dan organisasi, saya mengucapkan terima kasih atas dukungan seluruh pihak sejak Konfercab hingga pelantikan hari ini. Amanah ini adalah tanggung jawab besar untuk menjaga profesionalisme dan integritas pers,” ujarnya.</p>
<p>Ketua PWI perempuan pertama di Jawa Timur ini, juga menjelaskan, tema yang diusung memiliki makna strategis, karena pers tidak hanya berfungsi sebagai penyampai informasi, tetapi juga sebagai pengawal kebijakan publik, pengawas jalannya pembangunan, serta jembatan komunikasi antara pemerintah dan masyarakat.</p>
<p>Ia menekankan bahwa PWI Bondowoso diharapkan mampu menghadirkan pemberitaan yang objektif, berimbang, dan konstruktif. Dengan demikian, pers dapat menjadi mitra strategis pemerintah daerah dalam mewujudkan pembangunan yang transparan, akuntabel, dan berpihak pada kepentingan rakyat.</p>
<p>“Dalam konteks Bondowoso Berkah, pers juga berperan menanamkan nilai-nilai kebaikan, etika, dan optimisme. Pemberitaan yang mencerdaskan dan menyejukkan akan menciptakan iklim sosial yang harmonis dan produktif,” jelas wartawan Tribunjatim yang karib disapa Ocha ini.</p>
<p>Ocha juga menyoroti tantangan dunia jurnalistik di era digital, khususnya dengan berkembangnya teknologi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI). Menurutnya, AI dapat menjadi alat bantu kerja jurnalistik, namun juga berpotensi menimbulkan penyebaran informasi tidak terverifikasi jika tidak digunakan secara bijak.</p>
<p>“Kecepatan tidak boleh mengalahkan akurasi, dan teknologi tidak boleh menggantikan nurani. Wartawan harus tetap menjadi penjaga kebenaran dan benteng utama melawan hoaks serta disinformasi,” tegasnya.</p>
<p>Dirinya juga memaparkan ketahanan informasi yang kini menjadi salah satu pilar penting dalam menjaga stabilitas dan keharmonisan daerah, di tengah maraknya akun palsu, konten manipulatif, hingga <em>deepfake.</em></p>
<p>“Ketahanan informasi publik yang baik akan mendorong partisipasi masyarakat yang positif serta melahirkan kritik yang konstruktif, bukan provokasi yang destruktif,” katanya.</p>
<p>PWI juga memohon dukungan semua pihak agar dapat menjalankan tugas dengan integritas, profesionalisme, dan semangat kebersamaan.</p>
<p>“Mari bersinergi dan bergandengan tangan mengawal pembangunan demi terwujudnya Bondowoso yang maju, sejahtera, dan penuh keberkahan,” pungkasnya.</p>
<p>Ketua PWI Jatim Lutfi El Hakim berharap PWI Bondowoso bisa memeberikan sumbangan pemikiran pada pemerintah.</p>
<p>“Ngaji penting tetapi kajian juga tidak kalah penting. PWI harus memberikan sumbangan pemikiran, dan kritik. Kritik jangan dianggap sebagai permusuhan tapi masukan yang positif,” paparnya.</p>
<p>Ia mengucapkan selamat atas kepemimpinan PWI Bondowoso yang baru dilantik.</p>
<p>“PWI. P-nya itu persatuan, bukan pertengkaran dan permusuhan,” tandas pria yang akrab disapa cak Item ini. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Seleksi Terbuka JPT Pratama Bondowoso Masuk Tahap Penyusunan Makalah, 55 Peserta Bersaing</title>
<link>https://suarajatimpost.com/seleksi-terbuka-jpt-pratama-bondowoso-masuk-tahap-penyusunan-makalah-55-peserta-bersaing</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/seleksi-terbuka-jpt-pratama-bondowoso-masuk-tahap-penyusunan-makalah-55-peserta-bersaing</guid>
<description><![CDATA[ Seleksi terbuka JPT Pratama Bondowoso memasuki tahap penyusunan makalah on the spot. Sekda Fathur Rozi menegaskan komitmen proses bersih, profesional, dan berbasis sistem merit ASN. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202512/image_870x580_69422a1a9edaf.webp" length="50046" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 17 Dec 2025 12:00:59 +0700</pubDate>
<dc:creator>Rizqi Ardian</dc:creator>
<media:keywords>open biding, seleksi jabatan, jabatan, bupati, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>BONDOWOSO, SJP -</strong> Pemerintah Kabupaten Bondowoso melaksanakan Seleksi Terbuka Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT) Pratama sebagai wujud komitmen membangun sistem manajemen Aparatur Sipil Negara (ASN) yang profesional, berintegritas, dan berbasis merit.</p>
<p>Tahapan penyusunan makalah digelar pada Rabu (17/12/2025) di UPTD SPF SMP Negeri 1 Bondowoso, dan diikuti oleh 55 peserta. Rinciannya, 54 peserta dari Kabupaten Bondowoso dan 1 orang dari Kabupaten Jember, semua telah dinyatakan lolos seleksi administrasi. </p>
<p>Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Bondowoso, Fathur Rozi, meninjau langsung pelaksanaan tahapan tersebut sekaligus memastikan proses berjalan sesuai ketentuan.</p>
<p>Fathur Rozi menjelaskan, seleksi terbuka JPT Pratama ini bertujuan menjaring ASN terbaik yang memiliki kompetensi, kualifikasi, rekam jejak, serta integritas untuk mengisi jabatan strategis di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bondowoso.</p>
<p>“Seleksi ini dirancang untuk memastikan pengisian jabatan pimpinan tinggi dilakukan secara objektif, terbuka, kompetitif, dan bebas dari intervensi kepentingan,” ujar Fathur Rozi.</p>
<p>Ia menambahkan, penyusunan makalah dilakukan dengan metode on the spot guna menjamin orisinalitas karya, kejujuran akademik, serta kemampuan analisis peserta terhadap isu strategis pemerintahan dan pelayanan publik sesuai jabatan yang dilamar.</p>
<p>Sebagai bentuk penguatan integritas dan pengawasan, Pemkab Bondowoso juga menggandeng Kejaksaan Negeri Bondowoso untuk melakukan pendampingan dan fasilitasi pengawasan dalam seluruh tahapan seleksi. </p>
<p>“Langkah ini dilakukan untuk mencegah potensi penyimpangan serta meningkatkan kepercayaan publik terhadap proses seleksi,” ujar ASN asal Kabupaten Probolinggo ini.</p>
<p>Mantan Kepala Dinas PMD Kabupaten Probolinggo ini juga menegaskan, Bupati Bondowoso bersama Kepala Kejaksaan Negeri Bondowoso dan Panitia Seleksi memiliki komitmen kuat agar proses seleksi berjalan bersih dan berintegritas, serta bebas dari praktik jual beli jabatan, gratifikasi, maupun penyimpangan lainnya.</p>
<p>“Peserta seleksi diminta mengandalkan kemampuan, kompetensi, dan rekam jejak kinerja masing-masing serta mengikuti seluruh tahapan secara tertib dan jujur,” tegasnya.</p>
<p>Pemkab Bondowoso memastikan seluruh tahapan seleksi terbuka JPT Pratama dilaksanakan secara transparan, objektif, akuntabel, bebas konflik kepentingan, dan sesuai sistem merit. </p>
<p>“Melalui proses ini diharapkan terpilih pimpinan perangkat daerah yang mampu meningkatkan kinerja birokrasi dan kualitas pelayanan publik di Kabupaten Bondowoso,” pungkasnya. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Bupati Bondowoso Pastikan Open Bidding 11 OPD Transparan, Tak Ada Jual Beli Jabatan dan Didampingi Kejaksaan</title>
<link>https://suarajatimpost.com/bupati-bondowoso-pastikan-open-bidding-11-opd-transparan-tak-ada-jual-beli-jabatan-dan-didampingi-kejaksaan</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/bupati-bondowoso-pastikan-open-bidding-11-opd-transparan-tak-ada-jual-beli-jabatan-dan-didampingi-kejaksaan</guid>
<description><![CDATA[ Pemkab Bondowoso membuka Open Bidding 11 OPD dengan 55 peserta. Bupati Abdul Hamid Wahid menegaskan tanpa jual beli jabatan, proses transparan, objektif, dan didampingi Kejaksaan Negeri Bondowoso. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202512/image_870x580_69422e8f7693e.webp" length="43890" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 17 Dec 2025 11:30:46 +0700</pubDate>
<dc:creator>Rizqi Ardian</dc:creator>
<media:keywords>open biding, seleksi jabatan, jabatan, bupati, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>BONDOWOSO, SJP –</strong> Sebanyak 55 Aparatur Sipil Negara (ASN) mengikuti seleksi terbuka atau open bidding di Kabupaten Bondowoso, untuk menduduki 11 posisi Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD).</p>
<p>Saat ini, prosesnya tengah memasuki tahap penyusunan makalah, yang ditinjau langsung oleh Bupati Bondowoso, Abdul Hamid Wahid, Sekda Fathur Rozi dan Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Dzakiyul Fikri, pada Rabu (17/12/2025) di UPTD SPF SMP Negeri 1 Bondowoso.  </p>
<p>Bupati Bondowoso, Abdul Hamid Wahid menyampaikan, proses seleksi ini dilakukan secara transparan dan mendapat pendampingan langsung dari Kejaksaan Negeri Bondowoso.</p>
<p>Bahkan, bupati yang karib disapa Ra Hamid ini menegaskan, sejak awal pihaknya telah berkomitmen memastikan tidak ada praktik jual beli jabatan dalam proses seleksi tersebut. Menurutnya, seleksi ini menjadi bagian dari upaya penataan Aparatur Sipil Negara (ASN) agar lebih profesional dan berorientasi pada kinerja.</p>
<p>“Sejak awal sudah kami sampaikan bahwa proses open bidding ini harus transparan. Ini untuk mendapatkan orang-orang terbaik dan memperbaiki sistem penataan ASN di Kabupaten Bondowoso,” ujarnya usai meninjau para peserta.</p>
<p>“Keterlibatan Kejaksaan Negeri Bondowoso dalam proses seleksi bertujuan untuk menjamin objektivitas dan akuntabilitas, sehingga seluruh tahapan dapat dipertanggungjawabkan,” imbuhnya.</p>
<p>Sementara itu, Kepala Kejaksaan Negeri Bondowoso, Dzakiyul Fikri, menyampaikan, pihaknya melakukan pendampingan guna memastikan proses seleksi berjalan sesuai aturan dan prinsip objektivitas. Seluruh tahapan open bidding, mulai dari seleksi administrasi hingga teknis, dilakukan menggunakan sistem digital.</p>
<p>“Prosesnya berbasis data dan digital, sehingga objektivitas dan proporsionalitas dapat terpenuhi. Sistem ini tidak bisa dibohongi karena penilaiannya sesuai dengan kemampuan masing-masing peserta,” kata Dzakiyul Fikri.</p>
<p>Ia menjelaskan, dalam salah satu tahapan seleksi terdapat proses yang bersifat rahasia sebelum penetapan hasil akhir. Namun setelah ditetapkan, hasil seleksi akan diumumkan secara terbuka, termasuk alasan peserta dinyatakan lolos atau tidak lolos.</p>
<p>Kajari juga menambahkan dengan tegas, Kejaksaan Negeri tidak melakukan intervensi terhadap keputusan panitia seleksi. Pendampingan yang diberikan sebatas saran berkelanjutan, sementara tim panitia seleksi tetap bekerja secara independen.</p>
<p>“Harapannya, dari proses ini akan terpilih pejabat terbaik yang mampu mendorong kemajuan Kabupaten Bondowoso,” pungkasnya. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Ayah Bejat di Bondowoso Ancam Gunakan Pistol Mainan Demi Setubuhi Anaknya</title>
<link>https://suarajatimpost.com/ayah-bejat-di-bondowoso-ancam-gunakan-pistol-mainan-demi-setubuhi-anaknya</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/ayah-bejat-di-bondowoso-ancam-gunakan-pistol-mainan-demi-setubuhi-anaknya</guid>
<description><![CDATA[ MH mengancam menggunakan senjata tajam serta pistol mainan, agar korban menuruti perbuatannya. Barang bukti berupa senjata tajam dan pistol mainan tersebut telah diamankan oleh penyidik. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202512/image_870x580_69416688e2174.webp" length="44860" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Tue, 16 Dec 2025 21:58:14 +0700</pubDate>
<dc:creator>Rizqi Ardian</dc:creator>
<media:keywords>Kriminal, pencurian, pencabulan, pelecehan seksual, ranmor, polisi, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>BONDOWOSO, SJP -</strong> Kronologi kasus dugaan tindak pidana asusila terhadap anak di bawah umur yang dilakukan oleh MH (61) orang tua kandung korban sendiri, akhirnya terungkap. Perbuatan tersebut diduga berlangsung selama kurun waktu lima tahun, sejak 2020 hingga 2025.</p>
<p>Kepala Satuan Reserse Kriminal (Kasatreskrim) Polres Bondowoso, Iptu Wawan Triono, mengungkap, korban yang masih berusia 16 tahun diancam menggunakan senjata tajam dan pistol mainan.</p>
<p>“Korban ini masih di bawah umur dan seharusnya berada dalam pengawasan serta perlindungan orang tua. Namun dalam kasus ini, justru orang tuanya sendiri yang tidak memberikan perlindungan sebagaimana mestinya,” ungkapnya, Selasa (16/12/2025).</p>
<p>MH mengancam menggunakan senjata tajam serta pistol mainan, agar korban menuruti perbuatannya. Barang bukti berupa senjata tajam dan pistol mainan tersebut telah diamankan oleh penyidik.</p>
<p>Terkait kondisi korban, Iptu Wawan menyampaikan, korban masih mengalami trauma berat. Saat pertama kali melapor, korban belum mampu memberikan keterangan secara utuh kepada penyidik.</p>
<p>“Kondisi korban saat dilaporkan masih trauma, sehingga tidak bisa langsung memberikan keterangan secara lengkap. Kami melakukan pendampingan hingga akhirnya korban bisa memberikan keterangan secara menyeluruh,” terang Kasatreskrim.</p>
<p>Atas perbuatannya, tersangka dijerat dengan Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2022 tentang Tindak Pidana Kekerasan Seksual. Ancaman hukuman yang dikenakan yakni pidana penjara minimal lima tahun dan maksimal 15 tahun.</p>
<p>“Saat ini penyidik masih mengebut penyelesaian berkas perkara. Semoga segera rampung dan dapat kami limpahkan tahap satu ke kejaksaan,” pungkas Iptu Wawan Triono. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Bondowoso Siaga Antisipasi Nataru, Siapkan Rekayasa Lalin dan Mitigasi Cuaca Ekstrem</title>
<link>https://suarajatimpost.com/bondowoso-siaga-antisipasi-nataru-siapkan-rekayasa-lalin-dan-mitigasi-cuaca-ekstrem</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/bondowoso-siaga-antisipasi-nataru-siapkan-rekayasa-lalin-dan-mitigasi-cuaca-ekstrem</guid>
<description><![CDATA[ Guna memastikan kelancaran dan keamanan selama periode krusial ini, Dishub bersama pemangku kepentingan lainnya telah merancang sejumlah upaya terintegrasi yang menjadi bagian dari dukungan terhadap Operasi Lilin Semeru 2025. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202512/image_870x580_69416335c2c0f.webp" length="29650" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Tue, 16 Dec 2025 21:19:48 +0700</pubDate>
<dc:creator>Rizqi Ardian</dc:creator>
<media:keywords>Nataru, liburan tahun baru, pos pengamanan, polres Sampang, presiden, Prabowo Subianto, operasi lilin Semeru, kondusif, Suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>BONDOWOSO, SJP - </strong>Pemerintah Kabupaten Bondowoso melalui Dinas Perhubungan (Dishub) memperkirakan adanya lonjakan signifikan pada volume kendaraan menjelang libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025. Prediksi kenaikan arus lalu lintas ini mencapai angka yang cukup tinggi, yaitu hingga 80 persen dari kondisi normal.</p>
<p>Kepala Dinas Perhubungan Bondowoso, Sigit Purnomo, mengungkapkan proyeksi ini setelah mengikuti rapat koordinasi terpadu dengan berbagai pihak terkait, termasuk Satlantas Polres Bondowoso, yang dilaksanakan di Aula Polres Bondowoso, pada Selasa (16/12/2025).</p>
<p>“Kemarin sudah kita lakukan rapat koordinasi dengan seluruh stakeholder. Kemungkinan kenaikan arus lalu lintas di Kabupaten Bondowoso berada di kisaran 80 persen,” ujar Sigit Purnomo.</p>
<p>Guna memastikan kelancaran dan keamanan selama periode krusial ini, Dishub bersama pemangku kepentingan lainnya telah merancang sejumlah upaya terintegrasi yang menjadi bagian dari dukungan terhadap Operasi Lilin Semeru 2025.</p>
<p>Persiapan ini mencakup perbaikan dan peningkatan kualitas infrastruktur, seperti perbaikan penerangan jalan umum (PJU) dan pembenahan sarana jalan.</p>
<p>“Langkah-langkah ini kita lakukan secara terpadu agar arus lalu lintas selama Nataru tetap aman dan lancar,” jelasnya.</p>
<p>Selain persiapan infrastruktur, fokus mitigasi juga diarahkan pada potensi cuaca ekstrem. Masyarakat didorong untuk proaktif menggunakan aplikasi resmi milik BNPB sebagai sumber informasi terkini mengenai potensi bahaya di wilayah tertentu, memungkinkan mereka mengambil tindakan pencegahan sedini mungkin.</p>
<p>Dalam kesempatan tersebut, Sigit Purnomo juga mengeluarkan imbauan tegas kepada pengguna jalan, khususnya yang akan menempuh perjalanan jauh. Ia menekankan pentingnya kepatuhan terhadap aturan dan pemeriksaan menyeluruh terhadap kondisi kendaraan.</p>
<p>“Perhatikan kelaikan kendaraan, patuhi rambu lalu lintas, dan jangan lupa berdoa sebelum perjalanan. Keselamatan adalah yang utama,” katanya.</p>
<p>Lebih lanjut, Dishub Bondowoso telah berkoordinasi dengan Satlantas Polres Bondowoso untuk menyiapkan skema rekayasa arus lalu lintas darurat. Skema ini akan diimplementasikan segera jika hasil asesmen PU Provinsi merekomendasikan adanya penutupan total atau pembatasan akses kendaraan di jembatan tersebut demi kepentingan perbaikan.</p>
<p>“Semua skema sudah kami siapkan. Jika nanti diperlukan perbaikan dan penutupan, maka rekayasa lalu lintas akan segera diterapkan sesuai hasil asesmen PU Provinsi,” pungkasnya. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Keretakan Badan Jalan di Jembatan Sentong Bondowoso Mulai Diperbaiki</title>
<link>https://suarajatimpost.com/keretakan-badan-jalan-di-jembatan-sentong-bondowoso-mulai-diperbaiki</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/keretakan-badan-jalan-di-jembatan-sentong-bondowoso-mulai-diperbaiki</guid>
<description><![CDATA[ Untuk kontruksi jembatan, sampai saai ini Dinas PU Bina Marga Provinsi Jatim masih melakukan kajian teknis, untuk memastikan apakah Jembatan Sentong layak dan aman untuk dilintasi semua kendaraan. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202512/image_870x580_69415d6d94ee7.webp" length="39246" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Tue, 16 Dec 2025 20:22:41 +0700</pubDate>
<dc:creator>Rizqi Ardian</dc:creator>
<media:keywords>jembatan ambruk, BSBK, BPBD, Kabupaten Bondowoso, Suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>BONDOWOSO, SJP –</strong> Keretakan badan jalan di Jembatan Sentong Kecamatan Bondowoso, Kabupaten Bondowoso, mulai diperbaiki oleh Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga Provinsi Jawa Timur, pada Selasa (16/12/2025).</p>
<p>Upaya ini merupakan langkah sementara, untuk mengantisipasi agar keretakan pada aspal tidak kemasukan air, sehingga tidak merusak kontruksi jembatan yang ada di perbatasan Desa Sukowiryo dan Kelurahan Nangkaan ini.</p>
<p>Budi Hartono, Kasi Pembangunan dan Peningkatan Jalan Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pengelola Jalan dan Jembatan Jember pada Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga Provinsi Jawa Timur, menerangkan, pihaknya telah melakukan langkah awal dengan penambalan aspal yang retak.</p>
<p>“Penanganan sementara, kami melakukan penutupan retakan agar perkerasan aspal tidak kemasukan air,” ujar Budi Hartono, saat dihubungi suarajatimpost.com melalui pesan WhatsAppnya.</p>
<p>Sementara itu, pemeriksaan terhadap kontruksi jembatan yang ada di jalur sentral yang menghubungkan Kabupaten Bondowoso dengan Jember ini, tetap dilakukan oleh timnya.</p>
<p>“Kami masih menunggu hasil kajian tim mas,” ungkapnya belum bisa memastikan apakah kontruksi Jembatan Sentong masih aman dan layak dilewati semua jenis kendaraan. </p>
<p>Sementara itu, dikonfirmasi terpisah, Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Bondowoso, Sigit Purnomo juga telah melakukan penanganan sementara usai retaknya Jembatan Sentong. </p>
<p>Terkait isu keamanan infrastruktur, Dishub telah mengambul tindakan cepat dengan pemasangan barrier untuk meminimalisasi kerusakan lanjutan dan mencegah kecelakaan.</p>
<p>"Saat ini, penentuan langkah perbaikan lebih lanjut masih menunggu hasil evaluasi resmi dari tim teknis Provinsi Jawa Timur. Saat ini kami masih menunggu hasil asesmen dari PU Provinsi Jawa Timur,” ungkapnya.</p>
<p>Seperti diketahui, retaknya badan jalan sisi barat pada Jembatan Sentong diketahui, pada Senin sore (15/12/2025), usai hujan deras yang melanda kawasan kota Bondowoso, sejak pukul 11 siang hingga sore hari.</p>
<p>Hingga berita ini ditayangkan, para pekerja penanbalan aspal di lokasi jalan yang retak masih terus berlangsung dan dikebut, agar arus kendaraan dari Bondowoso-Jember bisa segera pulih dan lancar. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Jembatan Sentong Bondowoso Retak, Ini Langkah PU Bina Marga Provinsi Jatim</title>
<link>https://suarajatimpost.com/jembatan-sentong-bondowoso-retak-ini-langkah-pu-bina-marga-provinsi-jatim</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/jembatan-sentong-bondowoso-retak-ini-langkah-pu-bina-marga-provinsi-jatim</guid>
<description><![CDATA[ Meski ada keretakan, belum ada pembatasan tonase kendaraan yang melintas, karena PU Bina Marga Provinsi Jatim masih akan melakukan kajian teknik besok Selasa tanggal 16 Desember 2025. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202512/image_870x580_6940148d87d4f.webp" length="63390" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 15 Dec 2025 21:01:22 +0700</pubDate>
<dc:creator>Rizqi Ardian</dc:creator>
<media:keywords>bencana, angin, banjir, longsor, puting beliung, BPBD, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>BONDOWOSO, SJP – </strong>Badan jalan sisi barat pada Jembatan Sentong yang berada di perbatasan Desa Sukowiryo dan Kelurahan Nangkaan Kecamatan Bondowoso, yang menghubungkan Kabupaten Bondowoso dengan Jember, retak.</p>
<p>Keretakan badan jalan provinsi tersebut diketahui, pada Senin sore (15/12/2025), usai hujan deras yang melanda kawasan kota Bondowoso, sejak pukul 11 siang hingga sore hari.</p>
<p>Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Bondowoso, Kristianto Putro Prasojo membenarkan kejadian tersebut, dan pihaknya telah memasang barier beserta garis pembatas, sebagai peringatan bagi pengendara.</p>
<p>“Langkah awal kami pasang garis pembatas di badan jalan yang retak,” ujarnya, saat dikonfirmasi, Senin (15/12/2025) malam.</p>
<p>Pria yang karib disapa Kris ini menerangkan, titik retakan ada di sisi barat bagian selatan jembatan, sepanjang kira-kira 25 meter. </p>
<p>“Pemicunya mungkin curah hujan yang tinggi. Namun, secara struktur memang harus dikaji oleh instansi yang berwenang, yaitu Dinas PU Bina Marga Provinsi Jawa Timur,” ungkapnya.</p>
<p>Sementara itu, Budi Hartono, Kasi Pembangunan dan Peningkatan Jalan Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pengelola Jalan dan Jembatan Jember pada Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga Provinsi Jawa Timur, menerangkan, pihaknya telah melakukan langkah awal sebagai antisipasi dini melalui pengumuman di media sosial dan berkoordinasi dengan instansi terkait.</p>
<p>“Untuk sementara waktu kami lakukan koordinasi dan pasang rambu-rambu, serta proses membuat pamflet informasi yang nantinya akan kami muat di medsos,” ujarnya.</p>
<p>Soal pembatasan kendaraan berat dengan tonase muatan berlebih yang sering melintas di Jembatan Sentong tersebut, PU Bina Marga Provinsi Jatim akan melakukan kajian teknik penyebab keretakan.<br> <br>“Untuk saat ini (pembatasan) masih belum, menunggu hasil kajian teknik dari Dinas PU Bina marga Provinsi Jatim, insyaallah besok tim dari dinas turun ke lokasi Jembatan Sentong,” pungkasnya.</p>
<p>Seperti diketahui, saat ini Jembatan Sentong masih bisa dilalui oleh kendaraan, dengan sistem buka tutup. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Desa Gunungsari Bondowoso Kembali Diterjang Banjir, Kejadian Kedua di Lokasi yang Sama</title>
<link>https://suarajatimpost.com/desa-gunungsari-bondowoso-kembali-diterjang-banjir-kejadian-kedua-di-lokasi-yang-sama</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/desa-gunungsari-bondowoso-kembali-diterjang-banjir-kejadian-kedua-di-lokasi-yang-sama</guid>
<description><![CDATA[ Hujan deras memicu banjir bandang di Dusun Peh, Desa Gunungsari, Maesan. Ini merupakan kejadian kedua setelah peristiwa serupa pada Januari 2025 yang pernah terjadi di wilayah tersebut. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202512/image_870x580_693ff6c407de4.webp" length="56370" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 15 Dec 2025 18:59:31 +0700</pubDate>
<dc:creator>Rizqi Ardian</dc:creator>
<media:keywords>bencana, angin, banjir, longsor, puting beliung, BPBD, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>BONDOWOSO, SJP - </strong>Banjir bandang kembali melanda Dusun Peh, Desa Gunungsari, Kecamatan Maesan, Kabupaten Bondowoso, Senin (15/12/2025). Peristiwa ini menjadi kejadian kedua kalinya setelah banjir serupa terjadi di lokasi yang sama pada 9 Januari 2025 lalu.</p>
<p>Hujan deras yang mengguyur wilayah tersebut sejak sekira pukul 11.00 WIB menyebabkan debit air sungai meningkat drastis. Sekira pukul 14.00 WIB, air meluap ke permukiman warga, membawa lumpur serta material batu ke dalam rumah-rumah di sekitar aliran sungai.</p>
<p>Salah seorang warga terdampak, Sari, mengatakan, air dan lumpur masuk ke rumahnya hingga setinggi lutut orang dewasa. Ia mengaku hanya sempat menyelamatkan dokumen penting sebelum air semakin tinggi.</p>
<p>“KTP dan KK saya selamatkan lebih dulu. Saya taruh di rumah anak saya yang tidak terdampak,” ujarnya.</p>
<p>Namun, sejumlah barang berharga lainnya masih tertinggal di dalam rumah dan terendam lumpur akibat derasnya arus air yang juga membawa material batu, kayu dan ranting.</p>
<p>Hal serupa dialami Watik, warga setempa. Saat banjir datang, dirinya sedang melaksanakan salat Ashar, namun terpaksa menghentikannya setelah mendengar suara deras air masuk ke rumah.</p>
<p>“Tidak sampai selesai salat, karena air sudah masuk. Saya langsung lari menyelamatkan diri dan barang-barang penting,” ungkapnya lirih.</p>
<p>Selain merendam rumah warga, banjir juga menggenangi kendaraan bermotor yang berada di dalam rumah. Akses jalan warga sempat terputus akibat aliran air bercampur batu dan material lainnya. </p>
<p>Petugas gabungan, BPBD Bondowoso bersama warga terpaksa menggotong sejumlah sepeda motor untuk dipindahkan ke tempat yang lebih aman.</p>
<p>Kepala Bidang Logistik, Rehabilitasi, dan Rekonstruksi (LRR) BPBD Kabupaten Bondowoso, Tugas Riski Bahana, mengatakan, banjir terjadi karena aliran air tertahan oleh material berupa batu, kayu, dan endapan lainnya, sehingga air meluap ke permukiman warga.</p>
<p>“Air sempat tertahan material dan mengarah ke permukiman. Ada sekitar lima rumah yang terdampak, namun kondisinya masih tergolong ringan,” ujar Tugas Riski Bahana saat dikonfirmasi, Senin (15/12/2025).</p>
<p>Ia menjelaskan, setelah kejadian, tim gabungan dari BPBD, pemerintah desa, relawan, serta warga setempat langsung melakukan penanganan darurat dengan membersihkan material yang menyumbat aliran air. </p>
<p>Sejumlah warga juga sempat dievakuasi ke rumah tetangga dan musala terdekat sebagai langkah antisipasi.</p>
<p>“Selain evakuasi warga, kami juga mengamankan barang-barang milik warga, seperti kendaraan bermotor, agar tidak terdampak lebih parah,” jelasnya.</p>
<p>Hingga berita ini ditayangkan, petugas gabungan dari BPBD, TNI, serta warga setempat masih melakukan penanganan darurat. Mereka bergotong royong menyingkirkan batu dan material yang menyumbat aliran sungai menggunakan peralatan seadanya guna mencegah banjir susulan. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Banjir Terjang Desa Gunungsari Maesan Bondowoso, Lima Rumah Warga Terdampak</title>
<link>https://suarajatimpost.com/banjir-terjang-desa-gunungsari-maesan-bondowoso-lima-rumah-warga-terdampak</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/banjir-terjang-desa-gunungsari-maesan-bondowoso-lima-rumah-warga-terdampak</guid>
<description><![CDATA[ Hujan deras menyebabkan banjir di Desa Gunungsari. BPBD mencatat lima rumah terdampak ringan, warga sempat dievakuasi, dan penanganan darurat dilakukan bersama relawan. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202512/image_870x580_693ff2b125a2b.webp" length="47318" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 15 Dec 2025 18:34:23 +0700</pubDate>
<dc:creator>Rizqi Ardian</dc:creator>
<media:keywords>bencana, angin, banjir, longsor, puting beliung, BPBD, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p data-start="242" data-end="515"><strong>BONDOWOSO, SJP –</strong> Hujan dengan intensitas tinggi menyebabkan banjir di Dusun Peh Desa Gunungsari Kecamatan Maesan Kabupaten Bondowoso, pada Senin (15/12/2025) sekira pukul 15.00 WIB. Akibat peristiwa tersebut, sedikitnya lima rumah warga terdampak dengan kategori kerusakan ringan.</p>
<p data-start="517" data-end="771">Kepala Bidang Logistik, Rehabilitasi, dan Rekonstruksi (LRR) BPBD Kabupaten Bondowoso, Tugas Riski Bahana, mengatakan, banjir terjadi karena aliran air tertahan oleh material berupa batu, kayu, dan endapan lainnya, sehingga air meluap ke permukiman warga.</p>
<p data-start="773" data-end="974">“Air sempat tertahan material dan mengarah ke permukiman. Ada sekitar lima rumah yang terdampak, namun kondisinya masih tergolong ringan,” ujar Tugas Riski Bahana saat dikonfirmasi, Senin (15/12/2025).</p>
<p data-start="976" data-end="1278">Ia menjelaskan, setelah kejadian, tim gabungan dari BPBD, pemerintah desa, relawan, serta warga setempat langsung melakukan penanganan darurat dengan membersihkan material yang menyumbat aliran air. Sejumlah warga juga sempat dievakuasi ke rumah tetangga dan musala terdekat sebagai langkah antisipasi.</p>
<p data-start="1280" data-end="1425">“Selain evakuasi warga, kami juga mengamankan barang-barang milik warga, seperti kendaraan bermotor, agar tidak terdampak lebih parah,” jelasnya.</p>
<p data-start="1427" data-end="1685">BPBD Bondowoso bersama tim relawan telah melakukan asesmen di lokasi kejadian dan memastikan kebutuhan penanganan lanjutan. Penanganan darurat dilakukan hingga malam hari, dan akan dilanjutkan dengan pengecekan kondisi serta kerja bakti pada hari berikutnya.</p>
<p data-start="1687" data-end="1961">Tugas menambahkan, pihaknya mengimbau warga yang tinggal di wilayah rawan banjir untuk tetap waspada terhadap potensi banjir susulan. Warga disarankan sementara mengungsi ke rumah kerabat di dataran lebih tinggi atau ke musala.</p>
<p data-start="1963" data-end="2077">“Sesuai prakiraan cuaca dan potensi bencana, masyarakat diimbau tetap siaga hingga sekitar 20 Desember,” tegasnya.</p>
<p data-start="2079" data-end="2331">Selain Desa Gunungsari, BPBD Bondowoso juga mencatat sejumlah titik terdampak bencana lainnya. Di Desa Tamanan dilaporkan satu rumah mengalami amblas, sementara di Desa PuJer Baru, Kecamatan Maesan, sekitar lima hektare lahan pertanian terdampak banjir. <strong>(*)</strong></p>
<p data-start="2079" data-end="2331"><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Polres Bondowoso Bongkar Dugaan Kekerasan Seksual Anak oleh Ayah Kandung</title>
<link>https://suarajatimpost.com/polres-bondowoso-bongkar-dugaan-kekerasan-seksual-anak-oleh-ayah-kandung</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/polres-bondowoso-bongkar-dugaan-kekerasan-seksual-anak-oleh-ayah-kandung</guid>
<description><![CDATA[ Polres Bondowoso menetapkan ayah kandung sebagai tersangka kasus kekerasan seksual terhadap anak perempuan di Taman Krocok. Perbuatan diduga berlangsung sejak 2020 hingga 2025. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202512/image_870x580_693ebaabbf145.webp" length="24436" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sun, 14 Dec 2025 21:00:52 +0700</pubDate>
<dc:creator>Rizqi Ardian</dc:creator>
<media:keywords>kriminalisasi, pelecehan, seksual, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>BONDOWOSO, SJP - </strong>Kepolisian Resor Bondowoso melalui Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) mengungkap kasus dugaan kekerasan seksual terhadap anak yang diduga dilakukan oleh orang tua kandung korban sendiri.</p>
<p>Kasus tersebut terungkap setelah Polres Bondowoso menerima laporan dari masyarakat pada 23 Oktober 2025. Menindaklanjuti laporan itu, Unit IV Satreskrim melakukan serangkaian penyelidikan hingga akhirnya menetapkan seorang pria berinisial MH (61) sebagai tersangka.</p>
<p>Berdasarkan hasil penyidikan awal, peristiwa dugaan persetubuhan dan pencabulan tersebut diduga berlangsung dalam kurun waktu panjang, sejak 2020 hingga sekitar September 2025. Lokasi kejadian berada di wilayah Kecamatan Taman Krocok, Kabupaten Bondowoso.</p>
<p>Korban diketahui berinisial IH (16), seorang anak perempuan yang masih berstatus pelajar. Sementara tersangka MH merupakan ayah kandung korban yang tinggal di salah satu desa di Kecamatan Taman Krocok.</p>
<p>Kasat Reskrim Polres Bondowoso IPTU Wawan Triono, menjelaskan, MH diduga melakukan perbuatan asusila secara berulang dengan memanfaatkan hubungan keluarga dan posisi dominan sebagai orang tua.</p>
<p>“Ini merupakan tindak pidana serius karena menyasar anak di bawah umur. Saat ini tersangka beserta sejumlah barang bukti telah diamankan, dan penyidik terus mendalami perkara guna melengkapi berkas penyidikan,” jelas IPTU Wawan Triono.</p>
<p>Kapolres Bondowoso AKBP Harto Agung Cahyono, menegaskan komitmen kepolisian dalam memberantas kejahatan seksual, khususnya yang melibatkan anak-anak.</p>
<p>“Polri tidak akan memberi ruang bagi pelaku kekerasan seksual terhadap anak. Penanganan perkara ini dilakukan secara profesional dengan mengutamakan perlindungan serta pemulihan korban,” tegasnya.</p>
<p>Atas perbuatannya, tersangka dijerat dengan Pasal 81 ayat (1) dan (2) jo Pasal 76D serta Pasal 82 ayat (1) jo Pasal 76E Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 17 Tahun 2016.</p>
<p>Selain itu, tersangka juga dikenakan Pasal 6 huruf a, b, dan c Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2022 tentang Tindak Pidana Kekerasan Seksual, dengan ancaman hukuman pidana penjara yang berat.</p>
<p>Polres Bondowoso turut mengimbau masyarakat agar berani melapor apabila mengetahui atau mencurigai adanya tindak kekerasan seksual, khususnya terhadap anak, demi menciptakan lingkungan yang aman dan melindungi generasi masa depan. <strong>(**)</strong></p>
<p><strong>Editor: Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Ratusan Perempuan Bondowoso Deklarasi Stop Kekerasan: “Perempuan Harus Aman”</title>
<link>https://suarajatimpost.com/ratusan-perempuan-bondowoso-deklarasi-stop-kekerasan-perempuan-harus-aman</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/ratusan-perempuan-bondowoso-deklarasi-stop-kekerasan-perempuan-harus-aman</guid>
<description><![CDATA[ Dirangkai dalam peringatan Hari Ibu, ratusan perempuan gelar senam dan deklarasi di Alun-Alun Bondowoso. Ketua TP PKK ajak wujudkan ruang aman. Dinsos laporkan 28 kasus kekerasan sepanjang 2025, mayoritas KDRT. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202512/image_870x580_693bfc45e8c37.webp" length="36356" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Fri, 12 Dec 2025 18:29:51 +0700</pubDate>
<dc:creator>Rizqi Ardian</dc:creator>
<media:keywords>perempuan, kekerasan, anak, PPA, Dinsos, KDRT, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p data-start="0" data-end="405"><strong data-start="0" data-end="20">BONDOWOSO, SJP -</strong> Peringatan Hari Ibu ke-97 di Alun-Alun Bondowoso, Kamis (12/12/2025), berlangsung meriah dengan rangkaian kegiatan deklarasi pencegahan kekerasan terhadap perempuan dan senam bersama yang diikuti ratusan peserta dari berbagai organisasi perempuan se-Kabupaten Bondowoso.</p>
<p data-start="0" data-end="405">Kegiatan ini sekaligus menguatkan komitmen bersama untuk menciptakan ruang aman bagi perempuan di Bumi Ki Ronggo.</p>
<p data-start="407" data-end="976">Ketua TP PKK Kabupaten Bondowoso, Khodiatul Qodriyah, menegaskan, peringatan Hari Ibu bukan hanya mengenang peran ibu dalam keluarga, tetapi juga momentum untuk memperkuat posisi perempuan sebagai pilar pembangunan. Mengusung tema “Perempuan Berdaya dan Berkarya Menuju Indonesia Emas 2045”.</p>
<p data-start="407" data-end="976">"Tidak akan ada kemajuan jika perempuan masih hidup dalam ancaman kekerasan. Karena itu, kami mengapresiasi organisasi perempuan yang hadir dengan masing-masing 10 anggotanya sebagai bentuk nyata dukungan terhadap gerakan stop kekerasan terhadap perempuan," kata isteri Bupati Bondowoso ini.</p>
<p data-start="978" data-end="1290">Deklarasi tersebut juga diperkuat dengan penandatanganan komitmen bersama oleh para peserta. Aksi ini menjadi simbol persatuan perempuan Bondowoso dalam menolak segala bentuk kekerasan dan mendorong keberanian perempuan untuk bersuara serta melindungi sesama di lingkungan keluarga, komunitas, maupun organisasi.</p>
<p data-start="978" data-end="1290">"Untuk menjadi perempuan yang berdaya, kita membutuhkan lingkungan yang aman. Tidak akan tercipta karya, prestasi, dan kemajuan apabila perempuan masih hidup dalam ancaman kekerasan, baik fisik, psikis, seksual, maupun ekonomi. Kekerasan terhadap perempuan adalah pelanggaran hak asasi yang tidak bisa ditoleransi," ungkapnya.</p>
<p data-start="978" data-end="1290"><strong>Kasus Kekerasan Menurun </strong></p>
<p data-start="1292" data-end="1643">Data Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (Dinsos P3AKB) Bondowoso mencatat, sepanjang tahun 2025 terdapat 28 kasus kekerasan terhadap perempuan, didominasi kekerasan dalam rumah tangga dan penelantaran. Meski menurun dari tahun sebelumnya yang mencapai 31 kasus, angka tersebut tetap menjadi perhatian serius.</p>
<p data-start="1292" data-end="1643">Kabid Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (P3A), Hafidhatullaily, menjelaskan, sebagian besar kasus KDRT dipicu konflik ekonomi pada keluarga menengah ke bawah. Ia menegaskan, upaya penanganan dilakukan dengan menggandeng berbagai organisasi perempuan seperti Fatayat, Muslimat, dan Aisyiyah.</p>
<p data-start="1292" data-end="1643">"Mereka aktif melakukan pendampingan serta menjadi mata dan telinga di lingkungan masing-masing. Jika mereka belum bisa memberikan solusi, kasus dapat diteruskan kepada kami,” ujarnya, dikonfirmasi di Kantor UPTD PPA Bondowoso.</p>
<p data-start="2136" data-end="2411" data-is-last-node="" data-is-only-node="">Hafidhatullaily menekankan bahwa deklarasi ini bukan hanya seremonial, tetapi mendorong terbentuknya komitmen kolektif untuk menghentikan kekerasan terhadap perempuan demi terwujudnya Bondowoso yang aman dan berdaya.</p>
<p data-start="2136" data-end="2411" data-is-last-node="" data-is-only-node="">“Perempuan harus aman, perempuan berhak bahagia,” tegas wanita yang karib disapa Lely ini. <strong>(*)</strong></p>
<p data-start="2136" data-end="2411" data-is-last-node="" data-is-only-node=""><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Cuaca Ekstrem di Bondowoso, Angin Kencang Sapu Tiga Desa di Prajekan</title>
<link>https://suarajatimpost.com/cuaca-ekstrem-di-bondowoso-angin-kencang-sapu-tiga-desa-di-prajekan</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/cuaca-ekstrem-di-bondowoso-angin-kencang-sapu-tiga-desa-di-prajekan</guid>
<description><![CDATA[ Angin kencang disertai hujan deras melanda tiga desa di Prajekan Bondowoso. Sebanyak 24 rumah rusak ringan dan beberapa pohon tumbang. BPBD bergerak cepat lakukan evakuasi dan asesmen. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202512/image_870x580_693970545826c.webp" length="56456" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 10 Dec 2025 20:04:38 +0700</pubDate>
<dc:creator>Rizqi Ardian</dc:creator>
<media:keywords>bencana, angin, banjir, tanah longsor, puting beliung, BPBD, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p data-start="231" data-end="502"><strong>BONDOWOSO, SJP - </strong>Cuaca ekstrem berupa hujan deras disertai angin kencang melanda wilayah Kecamatan Prajekan, Kabupaten Bondowoso, Rabu (10/12/2025) sekira pukul 13.20 WIB. Kejadian ini menyebabkan pohon tumbang dan merusak sedikitnya 24 rumah warga di tiga desa.</p>
<p data-start="504" data-end="721">Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Bondowoso, Kristianto Putro Prasojo, membenarkan kejadian tersebut. Ia mengatakan, laporan pertama diterima Pusdalops BPBD melalui pesan WhatsApp dari warga sekira pukul 14.03 WIB.</p>
<p data-start="723" data-end="944">“Kami menerima laporan dari masyarakat bahwa hujan deras disertai angin kencang mengakibatkan pohon tumbang serta merusak sejumlah rumah. Tim langsung dikerahkan untuk melakukan asesmen dan evakuasi,” ujar Kristianto.</p>
<p data-start="723" data-end="944">Dirinya juga menjelaskan dampak kerusakan 24 rumah yang tersebar di tiga desa. Di antaranya Desa Tarum, 4 rumah mengalami kerusakan ringan dan 1 pohon tumbang. Di Desa Prajekan Lor, 1 rumah rusak ringan, 5 pohon tumbang dan Desa Walidono, 19 rumah mengalami kerusakan ringan, sebagian besar pada atap rumah.</p>
<p data-start="723" data-end="944">"Beruntung tidak ada korban jiwa dalam bencana kali ini. Namun, kerugian material masih dalam proses asesmen dari BPBD," kata Plt Kalaksa BPBD Bondowoso.</p>
<p data-start="723" data-end="944">Kristianto menjelaskan, untuk penanganan pasca bencana, BPBD melibatkan berbagai unsur untuk mempercepat proses asesmen dan evakuasi pohon tumbang di lokasi.</p>
<p data-start="1809" data-end="2023">“Tim TRC-PB bersama aparat kecamatan, Koramil, Polsek, pemerintah desa, hingga brigade penolong bergerak cepat mengevakuasi pohon tumbang menggunakan chainsaw. Semua tertangani tanpa kendala berarti,” tegasnya. <strong>(*)</strong></p>
<p data-start="1809" data-end="2023"><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Kerja Sama LPPM UNESA dan Pemkab Bondowoso Bakal Dorong Peningkatan Semua Sektor</title>
<link>https://suarajatimpost.com/kerja-sama-lppm-unesa-dan-pemkab-bondowoso-bakal-dorong-peningkatan-semua-sektor</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/kerja-sama-lppm-unesa-dan-pemkab-bondowoso-bakal-dorong-peningkatan-semua-sektor</guid>
<description><![CDATA[ Sinergi BP4D dan UNESA diperkuat melalui penjajakan program pengabdian masyarakat, beasiswa, serta pemberdayaan potensi daerah. Melibatkan tujuh negara dan mahasiswa dari 40 negara untuk meningkatkan IPM Bondowoso. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202512/image_870x580_693961204b179.webp" length="48560" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 10 Dec 2025 19:03:20 +0700</pubDate>
<dc:creator>Rizqi Ardian</dc:creator>
<media:keywords>UNESA, LPPM, BP4D, mahasiswa, perguruan tinggi, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p data-start="129" data-end="340"><strong data-start="129" data-end="149">BONDOWOSO, SJP –</strong> Pemerintah Kabupaten Bondowoso menegaskan kembali komitmennya dalam memperkuat sinergi perencanaan pembangunan dan tata kelola pemerintahan daerah melalui koordinasi lintas perangkat daerah.</p>
<p data-start="342" data-end="646">Hal itu disampaikan oleh Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian dan Pengembangan Daerah (BP4D), Anisatul Hamidah, bersama Kepala Bagian Pemerintahan, Abdul Manan, usai acara penjajakan Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) UNESA di Peringgitan Bupati Bondowoso, Rabu (10/12/2025).</p>
<p data-start="648" data-end="861">“Kita memiliki potensi yang luar biasa, mulai potensi pertanian, perkebunan, wisata, dan sebagainya. Nah, dari beberapa potensi itulah yang nanti akan diberdayakan oleh UNESA,” kata mantan Kepala Dinsos P3AKB ini.</p>
<p data-start="863" data-end="1041">Kehadiran UNESA di Bondowoso diharapkan dapat memberikan manfaat besar di berbagai sektor. Mereka, kata Anis, juga akan menggandeng tujuh negara yang nantinya hadir di Bondowoso.</p>
<p data-start="1043" data-end="1243">“Hari ini merupakan penjajakan, kira-kira menu apa, kira-kira program apa, yang sangat mungkin dilakukan, sehingga tadi kami sudah sampaikan bagaimana profil Kabupaten Bondowoso seperti apa,” ujarnya.</p>
<p data-start="1245" data-end="1425">Selain itu, lanjut Anisatul Hamidah, UNESA juga menawarkan beasiswa untuk anak-anak Bondowoso, termasuk bagi mereka yang memiliki keahlian kitab kuning maupun yang hafal Al-Qur’an.</p>
<p data-start="1427" data-end="1523">“Mereka akan mendapatkan tiket yang bagus untuk menjadi mahasiswa di UNESA Surabaya,” ungkapnya.</p>
<p data-start="1525" data-end="1701">ASN yang juga menjabat sebagai Plt Kepala BKPSDM ini menegaskan, pihaknya terus mengupayakan penyelarasan perencanaan mulai dari tingkat desa, kecamatan, hingga kabupaten.</p>
<p data-start="1703" data-end="1841">“Proses penyusunan program harus berjalan terukur dan sesuai kebutuhan masyarakat agar tidak terjadi tumpang tindih kebijakan,” tandasnya.</p>
<p data-start="1843" data-end="2033">Ia menegaskan bahwa BP4D berperan sebagai pengendali dan pengarah agar setiap program pembangunan memiliki landasan data yang kuat, baik dari hasil kajian maupun musyawarah di tingkat bawah.</p>
<p data-start="2035" data-end="2146">“Dengan demikian, perencanaan dapat menghasilkan program yang benar-benar menjawab persoalan daerah,” tegasnya.</p>
<p data-start="2148" data-end="2427">Sementara itu, Kepala Bagian Tata Pemerintahan dan Kerja Sama Setda Bondowoso, Abdul Manan, menambahkan bahwa akan ada tujuh negara yang melakukan kegiatan pengabdian masyarakat bersama UNESA. Program ini juga melibatkan mahasiswa dari 40 negara yang saat ini menempuh pendidikan di kampus tersebut.</p>
<p data-start="2429" data-end="2762">“Nah, bentuk kerja sama ini adalah tindak lanjut dari MoU yang sudah dilakukan pada tanggal 10 Oktober 2024 yang lalu, yang berlaku lima tahun, jadi sebagai tindak lanjut itu. Jadi, intinya adalah, apa yang bisa diperbuat oleh UNESA kepada Bondowoso, dan apa yang bisa kita berikan kepada UNESA untuk bisa dikembangkan,” jelas Manan.</p>
<p data-start="2764" data-end="2949">Mantan Camat Prajekan itu menuturkan bahwa tujuan utama kerja sama ini adalah meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kabupaten Bondowoso serta mendukung pengembangan sektor lain.</p>
<p data-start="2951" data-end="3033">“Ini juga mensukseskan program Bondowoso Tri Dharma Perguruan Tinggi,” pungkasnya. <strong>(*)</strong></p>
<p data-start="2951" data-end="3033"><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Modus SPJ Fiktif Terbongkar, Mantan Kades dan Bendahara Desa di Bondowoso Ditangkap</title>
<link>https://suarajatimpost.com/modus-spj-fiktif-terbongkar-mantan-kades-dan-bendahara-desa-di-bondowoso-ditangkap</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/modus-spj-fiktif-terbongkar-mantan-kades-dan-bendahara-desa-di-bondowoso-ditangkap</guid>
<description><![CDATA[ Mantan Kades dan perangkat Desa Padasan ditetapkan tersangka dugaan korupsi Dana Desa Rp2,2 miliar. Kejari Bondowoso ungkap SPJ fiktif, kegiatan tidak berjalan, dan dana dipakai untuk keperluan pribadi. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202512/image_870x580_693958aab225e.webp" length="33448" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 10 Dec 2025 18:02:19 +0700</pubDate>
<dc:creator>Rizqi Ardian</dc:creator>
<media:keywords>kejari, kajari, kejaksaan, barang bukti, pidana umum, hukum, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p data-start="298" data-end="655"><strong>BONDOWOSO, SJP - </strong>Kejaksaan Negeri (Kejari) Bondowoso resmi menetapkan mantan kepala desa padasan dan bendahara Desa Padasan Kecamatan Pujer, sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi Dana Desa (DD) periode 2022–2024. </p>
<p data-start="298" data-end="655">Keduanya, mantan Kades berinisial FAD dan RM yang menjabat sebagai bendahara desa, diduga melakukan penyimpangan anggaran dana desa, hingga menimbulkan kerugian negara lebih dari Rp2,2 miliar.</p>
<p data-start="657" data-end="874">Kepala Kejari Bondowoso, Dzakiyul Fikri, menjelaskan, penetapan tersangka dilakukan setelah tim penyidik melakukan pendalaman perkara melalui pemeriksaan saksi hingga perhitungan kerugian negara oleh Inspektorat.</p>
<p data-start="876" data-end="1113">"Kasi Intel tadi sudah menyampaikan, hasil penyidikan dan perhitungan kerugian negara menunjukkan angka yang sangat besar, lebih dari Rp2,2 miliar," kata Dzakiyul Fikri saat konferensi pers di kantor Kejari Bondowoso, Rabu (10/12/2025).</p>
<p data-start="1115" data-end="1339">Menurut Fikri, besarnya kerugian negara disebabkan karena tidak adanya laporan pertanggungjawaban keuangan desa selama beberapa tahun. Sejumlah kegiatan yang seharusnya menggunakan dana desa juga tidak pernah direalisasikan.</p>
<p data-start="1341" data-end="1500">Bahkan, dugaan pelanggaran yang dilakukan bukan karena kelalaian karena kurangnya informasi dan ketidaktahuan perangkat desa dalam mengelola anggaran, tetapi Kajari menilai ada unsur kesengajaan.</p>
<p data-start="1502" data-end="1768">"Untuk kasus di Desa Padasan, indikasinya kuat ada niat jahat. Maka proses hukum harus dilakukan," ujar Kajari.</p>
<p data-start="1770" data-end="2022">Selain diduga mengemplang Dana Desa, mantan Kades Padasan ini ternyata juga terlibat kasus penggelapan mobil yang saa ini ditangani oleh Polres Bondowoso. </p>
<p data-start="1770" data-end="2022">Sedangkan, RM bendahara desa diduga memanipulasi laporan pelaksanaan kegiatan hingga pencairan anggaran tanpa prosedur. Kajari juga mengungkap ada dugaan penggelapan dana untuk pembangunan rumah.</p>
<p data-start="2215" data-end="2394">"Ddari penyidikan, uang dana desa itu tidak dipakai untuk kepentingan desa," ungkapnya.</p>
<p data-start="2562" data-end="2815">Dugaan manipulasi Surat Pertanggung Jawaban (SPJ) juga terendus oleh penyidik dan sejumlah program desa yang tidak berjalan meski anggarannya sudah dicairkan. Pelaporan fiktif itu mencakup BLT, pembangunan infrastruktur, pelayanan masyarakat, hingga kegiatan sosial desa.</p>
<p data-start="2817" data-end="2945">"Banyak SPJ fiktif. Ada kegiatan yang sama sekali tidak dilaporkan. Dana dicairkan, tapi kegiatannya tidak jalan," bebernya. <strong>(*)</strong></p>
<p data-start="2817" data-end="2945"><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Akses Wajib Lapor Dipermudah, Bapas Jember Hadirkan Pos Layanan Baru di Bondowoso</title>
<link>https://suarajatimpost.com/akses-wajib-lapor-dipermudah-bapas-jember-hadirkan-pos-layanan-baru-di-bondowoso</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/akses-wajib-lapor-dipermudah-bapas-jember-hadirkan-pos-layanan-baru-di-bondowoso</guid>
<description><![CDATA[ Pos layanan baru Bapas Jember meringankan kewajiban lapor 176 klien. Pembinaan dan pemantauan ditingkatkan, termasuk penyiapan kerja sosial sesuai kemampuan dan kebutuhan daerah. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202512/image_870x580_6938d5cf33d40.webp" length="22368" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 10 Dec 2025 10:00:00 +0700</pubDate>
<dc:creator>Rizqi Ardian</dc:creator>
<media:keywords>Lapas, Narapidana, Bapas, jember, Bondowoso, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p data-start="0" data-end="304"><strong>BONDOWOSO, SJP - </strong>Balai Pemasyarakatan (Bapas) Kelas II Jember melakukan terobosan pelayanan bagi klien pemasyarakatan di Kabupaten Bondowoso. Sebanyak 176 klien, terdiri dari 172 klien dewasa dan 4 klien anak, kini tidak lagi wajib lapor ke Jember setelah Bapas membuka pos layanan khusus di Bondowoso.</p>
<p data-start="306" data-end="563">Kepala Bapas Jember, Johan Ary Sadhewa, saat dikonfirmasi Rabu (10/12/2025), mengungkapkan, pos layanan tersebut sementara beroperasi di dalam Lapas Bondowoso. Namun, dalam waktu dekat akan dipindahkan ke lokasi yang lebih mudah diakses masyarakat.</p>
<p data-start="565" data-end="764">“Nantinya, pos Bapas tidak lagi berada di dalam Lapas. Kami sudah berkomunikasi dengan Pak Sekda, kemungkinan akan ditempatkan di Mal Pelayanan Publik atau lokasi yang lebih representatif,” jelasnya.</p>
<p data-start="766" data-end="930">Ia menegaskan bahwa kebijakan ini bertujuan memaksimalkan pembinaan sekaligus memperkuat pengawasan agar risiko klien kembali melakukan tindak pidana dapat ditekan.</p>
<p data-start="932" data-end="1152">“176 klien ini wajib lapor setiap bulan. Dengan adanya pos di Bondowoso, mereka tidak perlu lagi ke Jember. Jika tidak kita awasi, tidak kita berikan pembinaan, ada kekhawatiran mereka mengulangi tindak pidana,” ujarnya.</p>
<p data-start="1154" data-end="1373">Selain itu, Bapas Jember tengah menyiapkan mekanisme kerja sosial sebagaimana diatur dalam pasal 76 dan 85 KUHP baru. Penempatan klien untuk kerja sosial akan disesuaikan dengan kebutuhan daerah serta kompetensi mereka.</p>
<p data-start="1375" data-end="1640">“Misalnya ada tempat yang kekurangan tenaga untuk menangani orang dengan gangguan jiwa, itu bisa jadi lokasi kerja sosial. Kalau kliennya punya latar belakang pendidikan atau guru, akan kita arahkan ke sekolah rakyat atau kegiatan pendidikan lainnya,” terang Johan.</p>
<p data-start="1642" data-end="1958">Ia menjelaskan bahwa seluruh klien dewasa yang ditangani Bapas merupakan narapidana yang telah mendapatkan program integrasi seperti pembebasan bersyarat dan cuti bersyarat. Bapas bertugas melakukan pendataan, asesmen kelayakan, hingga memberikan jaminan bahwa klien tersebut layak menjalani integrasi di luar Lapas.</p>
<p data-start="1960" data-end="2328">Empat klien anak yang berada dalam pengawasan juga mendapatkan pembinaan sesuai kebutuhan, mulai dari penempatan pelatihan kerja hingga pendampingan bagi yang sudah bebas bersyarat. Pelatihan kerja biasanya ditempatkan di lokasi terdekat dengan tempat tinggal, seperti pondok pesantren, dengan kasus yang didominasi pelanggaran terkait pencurian dan perlindungan anak.</p>
<p data-start="2330" data-end="2500">Meski Bondowoso dikenal sebagai daerah dengan tingkat kriminalitas relatif rendah, Johan menekankan bahwa pembinaan tetap harus dilakukan secara intensif dan terstruktur.</p>
<p data-start="2502" data-end="2738" data-is-last-node="" data-is-only-node="">“Bondowoso ini kota yang sejuk, relatif aman. Tapi klien tetap harus dipantau. Apalagi beberapa dari mereka bukan warga asli. Yang menjadi klien Bapas memang tercatat sebagai warga Bondowoso, tapi latar belakangnya beragam,” pungkasnya. <strong>(*)</strong></p>
<p data-start="2502" data-end="2738" data-is-last-node="" data-is-only-node=""><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Bondowoso Gandeng Perguruan Tinggi dan Lembaga Vertikal, Dorong Peningkatan IPM dan Inovasi Daerah</title>
<link>https://suarajatimpost.com/bondowoso-gandeng-perguruan-tinggi-dan-lembaga-vertikal-dorong-peningkatan-ipm-dan-inovasi-daerah</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/bondowoso-gandeng-perguruan-tinggi-dan-lembaga-vertikal-dorong-peningkatan-ipm-dan-inovasi-daerah</guid>
<description><![CDATA[ Kerja sama Pemkab Bondowoso dengan tujuh perguruan tinggi dan lembaga vertikal memperkuat SDM, pendidikan, lingkungan, dan pelayanan publik. Bupati menegaskan sinergi ini langkah nyata mewujudkan Bondowoso berkualitas. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202512/image_870x580_6938cf27ae880.webp" length="33848" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 10 Dec 2025 09:30:20 +0700</pubDate>
<dc:creator>Rizqi Ardian</dc:creator>
<media:keywords>PKS, perguruan tinggi, Bapas, Perhutani, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p data-start="168" data-end="487"><strong data-start="168" data-end="188">BONDOWOSO, SJP -</strong> Pemerintah Kabupaten Bondowoso menandatangani tujuh kesepakatan kerja sama dengan sejumlah perguruan tinggi dan lembaga vertikal, sebagai bagian dari penguatan pembangunan daerah berbasis peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM), tata kelola pemerintahan, serta pemanfaatan potensi wilayah.</p>
<p data-start="489" data-end="749">Kerja sama ini melibatkan Universitas Negeri Malang, Universitas Terbuka Jember, IKIP PGRI Jember, Universitas PGRI Argopuro Jember, Poltekkes Kemenkes Malang Kampus Jember, Balai Pemasyarakatan (Bapas) Jember, serta Perum Perhutani Divisi Regional Jawa Timur.</p>
<p data-start="751" data-end="1021">Kepala Bagian Tata Pemerintahan dan Kerjasama Pemerintahan Sekretarias Daerah Bondowoso, Abdul Manan menjelaskan, hingga saat ini sudah lebih dari 30 perguruan tinggi yang menjalin MoU dengan Pemkab Bondowoso. Seluruhnya diarahkan untuk mendukung program unggulan Bupati Bondowoso, yakni 'Bondowoso Tridharma Perguruan Tinggi'.</p>
<p data-start="1023" data-end="1363">“Setiap perguruan tinggi memiliki keunikan dan program unggulan masing-masing. Kita sesuaikan agar tidak tumpang tindih, sehingga setiap kerja sama berjalan efektif. Misalnya Poltekkes Kemenkes Malang nanti kita gandengkan dengan Dinas Kesehatan atau rumah sakit, sementara IKIP PGRI Jember fokus pada peningkatan kapasitas guru,” jelasnya, saat dikonfirmasi pada (10/12/2025).</p>
<p data-start="1365" data-end="1612">Kerja sama dengan Bapas Jember, lanjutnya, diarahkan pada program pendampingan mantan warga binaan asal Bondowoso. Sementara itu, kolaborasi dengan Perhutani memperkuat langkah pemerintah daerah dalam penanganan persoalan lingkungan dan kehutanan.</p>
<p data-start="1614" data-end="1992">Abdul Manan yang pernah menjabat Camat Prajekan ini menegaskan, MoU dengan durasi waktu 5 tahun yang dilakukan di Pendopo Raden Bagus Assra tersebut, juga ditujukan untuk mendukung peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Bondowoso. </p>
<p data-start="1614" data-end="1992">“IPM itu terdiri dari pendidikan, kesehatan, dan daya beli. Perguruan tinggi berperan besar dalam pendidikan. Bahkan perguruan tinggi kesehatan bisa mendorong tenaga kesehatan untuk lanjut S2 atau profesi melalui PKS. Jadi MoU ini baru langkah awal,” ujarnya.</p>
<p data-start="1994" data-end="2212">Nantinya, Pemkab juga akan melakukan pemetaan lokasi dan memastikan program berjalan tematik, termasuk KKN tematik sesuai kebutuhan kecamatan atau desa, seperti pengembangan pariwisata desa ataupun penanganan stunting.</p>
<p data-start="1994" data-end="2212">Sementara itu, Bupati Bondowoso Abdul Hamid Wahid mengatakan, tujuh kerja sama tersebut merupakan langkah strategis dalam memperkuat pembangunan daerah, terutama dari sektor SDM, pemerintahan, sosial, dan lingkungan.</p>
<p data-start="2549" data-end="2745">“Kerja sama ini bukan sekadar administratif, tetapi komitmen nyata memajukan pendidikan sebagai fondasi penguatan SDM Bondowoso agar semakin relevan dengan kebutuhan riil masyarakat,” ujar Bupati.</p>
<p data-start="2747" data-end="2951">Ia menjelaskan, implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi akan mendorong lahirnya inovasi, riset terapan, peningkatan kapasitas aparatur, serta perluasan akses pendidikan bagi generasi muda Bondowoso.</p>
<p data-start="2953" data-end="3293">Bupati Hamid Wahid juga menyoroti manfaat kerja sama dengan Perhutani dan Bapas Jember.</p>
<p data-start="2953" data-end="3293">“Kolaborasi dengan Perhutani memperkuat tata kelola kawasan hutan dan membuka potensi ekonomi masyarakat. Sementara kerja sama dengan Bapas Jember adalah wujud tanggung jawab pemerintah daerah dalam mendukung reintegrasi sosial warga binaan,” tegasnya.</p>
<p data-start="3295" data-end="3440">Lebih jauh, ia menyampaikan bahwa sinergi yang dibangun hari ini merupakan bagian dari visi Bondowoso Berkualitas, Akseleratif, dan Holistik.</p>
<p data-start="3442" data-end="3613">“Pembangunan tidak hanya soal kecepatan, tetapi bagaimana kebutuhan masyarakat di bidang pendidikan, sosial, ekonomi, dan lingkungan terpenuhi secara menyeluruh. Semoga sinergi ini memberikan manfaat besar dan menjadi langkah nyata menuju Bondowoso yang lebih maju,” harapnya. <strong>(**)</strong></p>
<p data-start="3442" data-end="3613"><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Pencegahan Korupsi di Bondowoso Dipertegas Lewat Penguatan Pemahaman Hukum</title>
<link>https://suarajatimpost.com/pencegahan-korupsi-di-bondowoso-dipertegas-lewat-penguatan-pemahaman-hukum</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/pencegahan-korupsi-di-bondowoso-dipertegas-lewat-penguatan-pemahaman-hukum</guid>
<description><![CDATA[ Pemkab Bondowoso menggelar penyuluhan hukum memperingati Hari Antikorupsi Sedunia. Bupati Abdul Hamid Wahid menegaskan komitmen integritas ASN, transparansi, dan sinergi dengan Kejari untuk mewujudkan pemerintahan bersih dan akuntabel. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202512/image_870x580_69381d5ad6bca.webp" length="32350" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Tue, 09 Dec 2025 21:00:47 +0700</pubDate>
<dc:creator>Rizqi Ardian</dc:creator>
<media:keywords>kejari, kajari, kejaksaan, barang bukti, pidana umum, hukum, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>BONDOWOSO, SJP -</strong> Pemerintah Kabupaten Bondowoso menegaskan komitmennya memperkuat tata kelola pemerintahan yang bersih dan berintegritas. Hal itu disampaikan Bupati Bondowoso, Abdul Hamid Wahid, dalam Penyuluhan Hukum dalam rangka Peringatan Hari Antikorupsi Sedunia (Hakordia), Aula Sabh Bina Praja, pada Selasa (9/12/2025).</p>
<p>Bupati yang karib disapa Ra Hamid ini mengatakan, korupsi bukan hanya pelanggaran hukum, tetapi juga penghambat kemajuan dan penyebab kerugian bagi masyarakat.</p>
<p>“Penyuluhan hukum ini bertujuan menumbuhkan kesadaran dan memperkuat integritas aparatur pemerintah. Setiap kebijakan dan tindakan harus benar-benar mendorong kemakmuran rakyat,” ujarnya.</p>
<p>Bupati juga mengapresiasi kontribusi Kejaksaan Negeri Bondowoso sebagai narasumber dalam kegiatan tersebut. Ia menegaskan bahwa pemberantasan korupsi merupakan tanggung jawab bersama antara pemerintah dan masyarakat.</p>
<p>“Integritas adalah fondasi pemerintahan yang bersih dan berwibawa. Bondowoso harus menjadi teladan tata kelola yang transparan dan akuntabel,” tegasnya.</p>
<p>Ia mengimbau seluruh peserta agar mengikuti penyuluhan hukum secara sungguh-sungguh dan menerapkan ilmu yang diperoleh dalam pelaksanaan tugas sehari-hari. </p>
<p>“Langkah kecil yang dilakukan aparatur pemerintahan dapat membawa dampak besar dalam mewujudkan Bondowoso yang bebas korupsi,” tandasnya.</p>
<p>Sementara itu, Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Kabupaten Bondowoso, Dzakiyul Fikri mengingatkan semua Organisasi Perangkat Daerah (OPD) agar melakukan percepatan lelang sejak awal tahun.</p>
<p>“Ini perlu dilakukan untuk mengurangi potensi pelanggaran, memperkuat perputaran ekonomi, sekaligus memastikan pembangunan berjalan efektif sepanjang tahun anggaran,” imbaunya.</p>
<p>Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Bondowoso, Dzakiyul Fikri, juga menyoroti praktik lelang proyek pemerintah yang kerap dilakukan di akhir tahun. </p>
<p>Menurutnya, pola tersebut berpotensi menyebabkan pemborosan anggaran, lemahnya serapan, hingga membuka risiko gratifikasi dan penyimpangan dalam proses pengadaan.</p>
<p>“Melalui kegiatan penyuluhan hukum ini, semoga bisa memberikan manfaat nyata serta menjadi pijakan penting menuju pemerintahan Bondowoso yang bersih, transparan, dan akuntabel,” harapnya.</p>
<p>Acara tersebut juga dihadiri Wakil Bupati As’ad Yahya Syafi’i, Sekda Fathur Rozi, jajaran pejabat daerah, camat, lurah, kepala UPTD Puskesmas, Labkesda, hingga Direktur PDAM. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong> </p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Perencanaan Jadi Kendala Utama Molornya Proses Lelang Proyek di Bondowoso</title>
<link>https://suarajatimpost.com/perencanaan-jadi-kendala-utama-molornya-proses-lelang-proyek-di-bondowoso</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/perencanaan-jadi-kendala-utama-molornya-proses-lelang-proyek-di-bondowoso</guid>
<description><![CDATA[ Kejari Bondowoso menilai lelang akhir tahun berisiko pemborosan dan gratifikasi. Barjas mengakui percepatan sulit dilakukan karena perencanaan teknis belum tuntas, sehingga lelang rata-rata baru dimulai Mei. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202512/image_870x580_693813a3a1d01.webp" length="18326" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Tue, 09 Dec 2025 19:38:58 +0700</pubDate>
<dc:creator>Rizqi Ardian</dc:creator>
<media:keywords>Lelang, Kejari, Proyek, KPK, BPK, Kejaksaan, pengadaan Barang dan Jasa, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>BONDOWOSO, SJP –</strong> Momentum peringatan Hari Antikorupsi Sedunia (Hakordia) tahun 2025 di Kabupaten Bondowoso, menjadi sarana bagi Kejaksaan Negeri (Kejari) Bondowoso, dalam menekankan aspek integritas dan efisiensi anggaran.</p>
<p>Kejari mengingatkan semua Organisasi Perangkat Daerah (OPD) agar melakukan percepatan lelang sejak awal tahun, untuk mengurangi potensi pelanggaran, memperkuat perputaran ekonomi, sekaligus memastikan pembangunan berjalan efektif sepanjang tahun anggaran.</p>
<p>Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Bondowoso, Dzakiyul Fikri, juga menyoroti praktik lelang proyek pemerintah yang kerap dilakukan di akhir tahun. </p>
<p>Menurutnya, pola tersebut berpotensi menyebabkan pemborosan anggaran, lemahnya serapan, hingga membuka risiko gratifikasi dan penyimpangan dalam proses pengadaan.</p>
<p>Bahkan, usai penyuluhan hukum dalam rangka memperingati Hakordia di Aula Sabha Bina Praja, Kajari menegaskan, selama anggaran sudah tersedia, proses lelang seharusnya tidak perlu ditunda.</p>
<p>“Sepanjang anggaran sudah ada, kenapa harus berlama-lama? Lelang itu harus dilakukan segera. Karena prosesnya banyak potensi hambatan, tidak ada penawar, peserta tidak lolos persyaratan, hingga gugatan dari pihak yang kalah. Kalau ini terjadi di akhir tahun, anggarannya bisa tidak terpakai dan jadi percuma,” ujarnya, Selasa (9/12/2025).</p>
<p>Ia juga mengingatkan, kondisi tersebut berdampak langsung pada dinamika ekonomi daerah. Pembayaran yang baru dilakukan di akhir tahun dinilai tidak sehat bagi peredaran ekonomi.</p>
<p>“Kalau pembayaran selesai di pertengahan tahun, ekonomi bergerak. Itu memulihkan ekonomi Bondowoso. Kalau lelang dilakukan akhir tahun, ibaratnya lapar-lapar banget lalu kenyang-kenyang banget, itu tidak sehat,” ucapnya.</p>
<p>Terkait potensi gratifikasi dalam pengadaan, Dzakiyul Fikri menekankan pentingnya menjaga proses tetap bersih.</p>
<p>“Jangan sampai ada kepentingan pribadi, mengarahkan pemenang, mengurangi syarat tertentu, atau mempengaruhi proses. Itu merusak prosedur pengadaan barang dan jasa,” tegasnya.</p>
<p>Ia bahkan menyarankan agar kontrak-kontrak pemerintah dilakukan pada awal atau pertengahan tahun untuk menghindari masalah dan menciptakan iklim kerja yang sehat.</p>
<p><strong>Kendala Utama Ada di Perencanaan yang Belum Tuntas</strong></p>
<p>Terpisah, Kepala Bagian Pengadaan Barang dan Jasa (Barjas) Sekretariat Daerah Kabupaten Bondowoso, Eko Pribadi, mengakui bahwa percepatan lelang dapat dilakukan, bahkan dianjurkan, selama dokumen perencanaan telah siap. </p>
<p>Namun, masalah terbesar justru ada pada tahap perencanaan teknis, khususnya untuk paket pekerjaan konstruksi atau fisik. Karena, kendala utama masih belum siapnya jasa konsultansi sebelum tahun berjalan.</p>
<p>“Imbauan untuk mempercepat lelang itu sangat bisa dilakukan. Tetapi kendalanya, untuk proyek fisik harus melalui proses perencanaan dulu. Selama perencanaannya belum selesai, tidak bisa dilelang. Selama ini <em>bottleneck-nya</em> memang di perencanaan,” jelasnya.</p>
<p>Eko menyebutkan bahwa pengumuman paket-paket APBD harus dimasukkan ke dalam aplikasi SIRUP (Sistem Informasi Rencana Umum Pengadaan) untuk memastikan transparansi dan mendukung percepatan.</p>
<p>“Upload SIRUP tidak ada batas maksimal, tapi paling tidak harus selesai sebelum 31 Maret, karena menjadi penilaian MCP KPK. Semakin dini diumumkan, semakin baik,” tuturnya.</p>
<p>Ia menyebutkan, rata-rata lelang baru dimulai pada bulan Mei berdasarkan pola tahun-tahun sebelumnya.</p>
<p>“Kalau mau lelang lebih awal, perencanaannya harus dilakukan di tahun sebelumnya (N-1). Tapi dalam tata kelola aset, N-1 itu sering jadi kendala. Banyak produk perencanaannya belum siap di awal tahun,” pungkasnya. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Jelang Tutup Tahun, Bapenda Bondowoso Ambil Langkah Agresif Tingkatkan PBB</title>
<link>https://suarajatimpost.com/jelang-tutup-tahun-bapenda-bondowoso-ambil-langkah-agresif-tingkatkan-pbb</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/jelang-tutup-tahun-bapenda-bondowoso-ambil-langkah-agresif-tingkatkan-pbb</guid>
<description><![CDATA[ Door to door, setoran real time, pemanggilan wajib pajak besar, serta kolaborasi dengan Inspektorat dan Kejaksaan menjadi strategi Bapenda untuk mencapai target pendapatan minimal 92 persen. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202512/image_870x580_693769359a7e5.webp" length="26048" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Tue, 09 Dec 2025 08:00:32 +0700</pubDate>
<dc:creator>Rizqi Ardian</dc:creator>
<media:keywords>PBB-P2, Bondowoso, Bapenda, Suarajatipost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>BONDOWOSO, SJP –</strong> Menjelang penutupan tahun anggaran 2025, Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Bondowoso terus memperkuat strategi percepatan pendapatan untuk mencapai target minimal 92 persen. </p>
<p>Kepala Bapenda, Slamet Yantoko, memaparkan sejumlah langkah intensif yang kini ditempuh baik untuk pajak daerah maupun Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2) di Kabupaten Bondowoso.</p>
<p>Mantan Kasatpol PP ini menjelaskan, pihaknya telah memaksimalkan metode <em>door to door </em>kepada para pengusaha, terutama sektor hotel dan restoran, guna memastikan pembayaran pajak dilakukan tepat waktu. </p>
<p>“Strategi yang kita lakukan dari sisi pajak secara umum adalah memaksimalkan <em>door to door</em> kepada pengusaha. Ini untuk memastikan bahwa potensi pendapatan betul-betul tergarap dan terserap,” ujarnya, saat dikonfirmasi pada Selasa (9/12/2025).</p>
<p>Untuk PBB, Bapenda juga mendorong camat agar turun langsung berkoordinasi dengan perangkat desa dan petugas pemungut. Pendekatan ini dilakukan agar pemungutan berjalan lebih efektif dan tidak hanya bertumpu pada kepala desa.</p>
<p>“Pak Camat kami minta turun langsung. Tidak hanya kepala desa yang mendekati pemungut, tapi juga camat. Agar mereka tidak merasa hanya desa yang mengurusi pajak,” jelas Slamet.</p>
<p>Ia juga menyoroti adanya indikasi penundaan penyetoran pajak oleh sebagian pemungut di lapangan. Karena itu, Sekda telah menekankan pentingnya setoran real-time mulai pekan ini hingga akhir tahun.</p>
<p>“Hampir semua camat melaporkan ada indikasi pajak tidak segera disetorkan. Mulai minggu ini sampai akhir tahun, kami tekankan setoran harus real-time,” tegasnya.</p>
<p>Selain itu, Bapenda juga akan memanggil para wajib pajak dengan nominal besar untuk memastikan kewajiban mereka segera ditunaikan. Pemanggilan khusus dilakukan karena imbauan dari tingkat kecamatan dinilai belum cukup efektif.</p>
<p>“Wajib pajak besar akan kami panggil khusus. Karena kalau hanya camat yang memanggil, kadang tidak direspons,” tambahnya.</p>
<p>Tak hanya itu, Bapenda turut menggandeng Inspektorat dan Kejaksaan untuk memperkuat sisi edukasi dan penegakan aturan, termasuk kepatuhan terhadap SOP pemungutan dan penyetoran pajak.</p>
<p>“Kami bekerja sama dengan Inspektorat dan Kejaksaan agar ke depan semua bisa taat SOP dan prosedur penyetoran pajak maupun PBB,” jelas Slamet.</p>
<p>Dengan serangkaian langkah intensif tersebut, Bapenda optimistis target akhir tahun dapat tercapai. </p>
<p>“Semoga upaya ini bisa mendorong capaian pendapatan hingga minimal 92 persen,” pungkasnya.</p>
<p>Seperti diketahui, hingga awal bulan Desember 2025, capaian Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2) di Kabupaten Bondowoso masih rendah dan terus digenjot.</p>
<p>Dari total baku Rp17,37 miliar, capaian PBB baru menyentuh 71,13 persen. Hal itu diungkap oleh Asisten III Setda Bondowoso Haeriyah Yuliati, dalam Monitoring dan Evaluasi (Monev) yang digelar di Aula Sabha Bina Praja pada Senin (8/12/2025). <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Camat Tlogosari Bondowoso Ungkap Penyebab Rendahnya Capaian PBB</title>
<link>https://suarajatimpost.com/camat-tlogosari-bondowoso-ungkap-penyebab-rendahnya-capaian-pbb</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/camat-tlogosari-bondowoso-ungkap-penyebab-rendahnya-capaian-pbb</guid>
<description><![CDATA[ Kesadaran masyarakat masih menjadi kendala klasik dalam penagihan PBB. Untuk Kecamatan Tlogosari, Desa Jebung Lor dan Pakisan menjadi desa paling rendah capaian PBB nya dalam tahun 2025 ini. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202512/image_870x580_6936c751ac10e.webp" length="32660" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 08 Dec 2025 21:31:41 +0700</pubDate>
<dc:creator>Rizqi Ardian</dc:creator>
<media:keywords>PBB-P2, Bondowoso, Dispenda, Suarajatipost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>BONDOWOSO, SJP – </strong>Hingga awal bulan Desember 2025, capaian Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2) di Kabupaten Bondowoso masih rendah dan terus digenjot.</p>
<p>Dari total baku Rp17,37 miliar, capaian PBB baru menyentuh 71,13 persen. Hal itu diungkap oleh Asisten III Setda Bondowoso Haeriyah Yuliati, dalam Monitoring dan Evaluasi (Monev) yang digelar di Aula Sabha Bina Praja pada Senin (8/12/2025).</p>
<p>Mantan Pj Sekda Bondowoso ini menyebut, Kecamatan Tlogosari menjadi wilayah dengan capaian terendah, yakni 51 persen dari baku lebih dari Rp1 miliar.</p>
<p>“Capaian baru 71,13 persen. Yang terendah masih Kecamatan Tlogosari dengan 51 persen,” ujarnya.</p>
<p>Menyikapi hal itu, Camat Tlogosari Rian Hidayat memberikan penjelasan terkait rendahnya capaian PBB-P2 di wilayahnya. Dari sembilan desa, persentase capaian dinilai hampir sama dan selisihnya tipis.</p>
<p>“Capaian rendah itu karena kesadaran masyarakat masih rendah. Pemungut harus banyak turun lapangan untuk meminta data warga yang ruwet ditagih,” tegasnya.</p>
<p>Selain faktor kesadaran, ia mengakui ada penundaan pembayaran oleh penagih karena kendala teknis dan administrasi.</p>
<p>“Saya pernah jadi penagih pajak. Kadang ada masalah ketika uang terlambat masuk. Itu menjadi catatan yang harus dilunasi pada waktu yang ditentukan,” jelasnya.</p>
<p>Rian menyebut pihak kecamatan melakukan investigasi, monitoring, dan evaluasi hampir setiap bulan ke semua desa. Namun kehadiran perangkat desa yang tidak lengkap menjadi hambatan.</p>
<p>“Perangkat desa hampir tidak pernah lengkap. Itu kendala sehingga tidak maksimal menjangkau masyarakat,” katanya.</p>
<p>Rian juga menyoroti banyaknya warga yang belum membayar karena masih memberi janji berulang.</p>
<p>“Sudah 2 hingga 4 kali didatangi, masih janji. Janji panen, tapi panennya gagal,” tuturnya.</p>
<p>Selain itu, warga di beberapa desa seperti Brambang, Pakisan, dan Tlogosari terdampak banjir 2024 dan harus melakukan perbaikan aliran air dan pelengsengan secara swadaya sehingga pajak belum menjadi prioritas.</p>
<p>“Banyak warga sudah swadaya memperbaiki kerusakan. Mereka minta kelonggaran. Bukan pembangkangan, tapi memang ada alasan,” ujarnya.</p>
<p>Meski berbagai kendala masih dihadapi, Rian menegaskan tetap optimistis mengejar target.</p>
<p>“Optimistis harus ada. Ini demi kinerja Bondowoso. Tapi optimisme harus dibarengi usaha dan aksi di tingkat desa. Hasil akhirnya seperti apa, itulah hasil terbaik yang bisa kita raih,” pungkasnya. (*)</p>
<p>Editor : Rizqi Ardian</p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Capaian PBB Bondowoso Baru 71,13 Persen</title>
<link>https://suarajatimpost.com/capaian-pbb-bondowoso-baru-7113-persen</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/capaian-pbb-bondowoso-baru-7113-persen</guid>
<description><![CDATA[ Dari total baku Rp17,37 miliar, capaian PBB baru menyentuh 71,13 persen. Piutang PBB sejak 2023 mencapai Rp32 miliar, dan dapat bertambah jika masih ada tunggakan pada tahun 2025.  ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202512/image_870x580_6936c22ae7368.webp" length="20480" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 08 Dec 2025 19:32:40 +0700</pubDate>
<dc:creator>Rizqi Ardian</dc:creator>
<media:keywords>PBB-P2, Bondowoso, Dispenda, Suarajatipost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>BONDOWOSO, SJP - </strong>Pemerintah Kabupaten Bondowoso kembali mengevaluasi capaian Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2) dalam Monitoring dan Evaluasi (Monev) yang digelar di Aula Sabha Bina Praja pada Senin (8/12/2025). </p>
<p>Dari total baku Rp17,37 miliar, capaian PBB baru menyentuh 71,13 persen. Hal itu diungkap oleh Asisten III Setda Bondowoso Haeriyah Yuliati, usai Monev.</p>
<p>Mantan Pj Sekda Bondowoso ini menyebut, Kecamatan Tlogosari menjadi wilayah dengan capaian terendah, yakni 51 persen dari baku lebih dari Rp1 miliar.</p>
<p>“Capaian baru 71,13 persen. Yang terendah masih Kecamatan Tlogosari dengan 51 persen,” ujarnya usai Monev.</p>
<p>Dirinya juga menyebut, ada empat kecamatan lunas 100 persen. Di antaranya, Klabang, Taman Krocok, Sumber Wringin dan Pakem. </p>
<p>“Sementara itu,7 kecamatan telah berada di atas 80 persen, 5 kecamatan berada di kisaran 60–70 persen dan 11 kecamatan masih berada di bawah 70 persen,” urainya.</p>
<p>Meskipun ada tunggakan PBB, Haeriyah menyebt jika tidak ada sanksi bagi desa yang belum mencapai target hingga akhir tahun. Namun, capaiannya akan berdampak pada penilaian kinerja kepala desa.</p>
<p>“Sanksinya lebih pada penilaian kinerja. Ini berpengaruh terhadap evaluasi kepala desa,” jelasnya.</p>
<p>Lebih lanjut, Haeriyah mengatakan, Pemkab Bondowoso juga menyiapkan reward bagi desa yang berhasil menuntaskan PBB hingga 100 persen.</p>
<p>“Ada penghargaan bagi desa atau kepala desa yang capaiannya 100 persen,” tambah Haeriyah.</p>
<p>Ia menyebutkan, piutang PBB sejak 2023 mencapai Rp32 miliar, dan dapat bertambah jika masih ada tunggakan pada tahun 2025. </p>
<p>“Angka ini merupakan potensi PAD yang belum sepenuhnya terealisasi,” tandasnya. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Tingkatkan Layanan Dasar, Perkim Ciptaru Bondowoso Salurkan Puluhan Rumah Layak Huni</title>
<link>https://suarajatimpost.com/tingkatkan-layanan-dasar-perkim-ciptaru-bondowoso-salurkan-puluhan-rumah-layak-huni</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/tingkatkan-layanan-dasar-perkim-ciptaru-bondowoso-salurkan-puluhan-rumah-layak-huni</guid>
<description><![CDATA[ Puluhan rumah layak huni diserahkan kepada warga Bondowoso. Program ini memperkuat layanan dasar, menekan kemiskinan, serta didukung inovasi Talas Wangi untuk perlindungan lahan sawah dilindungi. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202512/image_870x580_6936b65f33ace.webp" length="51694" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 08 Dec 2025 18:59:36 +0700</pubDate>
<dc:creator>Rizqi Ardian</dc:creator>
<media:keywords>RTLH, Perkim Ciptaru, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p data-start="0" data-end="341"><strong>BONDOWOSO, SJP - </strong>Pemerintah Kabupaten Bondowoso terus memperkuat pemenuhan layanan dasar masyarakat, khususnya di bidang perumahan dan permukiman.</p>
<p data-start="0" data-end="341">Melalui Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman, Cipta Karya dan Tata Ruang (Perkim Ciptaru), puluhan unit rumah layak huni diserahkan kepada warga yang sebelumnya tinggal di hunian tidak layak.</p>
<p data-start="343" data-end="547">Program ini menjadi bagian dari agenda prioritas nasional dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat, menjamin hak dasar warga negara, sekaligus mendorong percepatan pembangunan berkelanjutan di daerah.</p>
<p data-start="549" data-end="716">Sekretaris Daerah Kabupaten Bondowoso, Fathur Rozi, menegaskan, penyediaan rumah layak huni merupakan fondasi penting dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat.</p>
<p data-start="718" data-end="1027">“Kegiatan ini bagian dari layanan dasar kepada masyarakat. Kami ingin memastikan warga yang hari ini masih tinggal di rumah tidak layak huni bisa mendapatkan rumah yang layak. Ini juga program prioritas nasional,” katanya saat penyerahan bantuan di Balai Desa Curahpoh, Kecamatan Curahdami, Senin (8/12/2025).</p>
<p data-start="1029" data-end="1183">Sekda menjelaskan, proses penentuan penerima manfaat dilakukan melalui asesmen ketat dengan sejumlah indikator, sehingga bantuan benar-benar tepat sasaran.</p>
<p data-start="1185" data-end="1313">Dari total 134 unit rumah layak huni yang dibangun di Bondowoso tahun ini, sebanyak 60 unit diserahterimakan pada tahap pertama.</p>
<p data-start="1315" data-end="1543">Lebih jauh, Mantan Kepala DPMD Kabupaten Probolinggo ini menyebut, percepatan pembangunan tidak dapat hanya bertumpu pada pemerintah daerah. Ia mendorong kolaborasi berbagai pihak, termasuk Baznas dan pemerintah desa, untuk memperluas jangkauan bantuan perumahan.</p>
<p data-start="1545" data-end="1666">“Ini bukan hanya tanggung jawab pemerintah. Dengan kolaborasi, insyaallah percepatan pembangunan bisa tercapai,” ujarnya.</p>
<p data-start="1668" data-end="1952">Dalam kesempatan tersebut, Sekda juga menyoroti angka kemiskinan di Bondowoso yang masih cukup tinggi. Meski bukan yang tertinggi di Jawa Timur, upaya penurunan kemiskinan terus digenjot melalui pendekatan lintas sektor, mulai dari pendidikan, kesehatan, hingga layanan dasar lainnya.</p>
<p data-start="1954" data-end="2112">Ia menyebut, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Bondowoso pada 2025 mengalami peningkatan, namun percepatan tetap diperlukan untuk memperkuat daya saing daerah.</p>
<p data-start="2114" data-end="2399">Selain itu, dirinya turut memperkenalkan inovasi digital Pemkab Bondowoso, yakni Program Talas Wangi, peta digital lahan sawah dilindungi yang dapat diakses masyarakat. Inovasi ini dinilai memudahkan masyarakat maupun pengembang untuk memastikan status lahan sebelum melakukan pembangunan.</p>
<p data-start="2401" data-end="2519">“Masyarakat tinggal klik. Ini sangat membantu pengembang mengetahui mana lahan yang bukan sawah dilindungi,” jelasnya.</p>
<p data-start="2521" data-end="2748">Program Talas Wangi menjadi penting mengingat 28 persen PDRB Bondowoso berasal dari sektor pertanian dan perkebunan. Perlindungan terhadap lahan produktif menjadi strategi untuk menjaga keberlanjutan pertumbuhan ekonomi daerah.</p>
<p data-start="2750" data-end="2973" data-is-last-node="" data-is-only-node="">Dengan penguatan layanan dasar, penyediaan hunian layak, serta pemanfaatan teknologi digital, Pemerintah Kabupaten Bondowoso menegaskan komitmennya mempercepat penurunan kemiskinan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. <strong>(*)</strong></p>
<p data-start="2750" data-end="2973" data-is-last-node="" data-is-only-node=""><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Perhatikan Kucing Anda, Kenali Virus Calici, Mulai Gejala, Pengobatan, dan Pencegahannya</title>
<link>https://suarajatimpost.com/perhatikan-kucing-anda-kenali-virus-calici-mulai-gejala-pengobatan-dan-pencegahannya</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/perhatikan-kucing-anda-kenali-virus-calici-mulai-gejala-pengobatan-dan-pencegahannya</guid>
<description><![CDATA[ Virus calici pada kucing menyerang saluran napas dan mulut, mudah menular, serta menimbulkan sariawan, demam, dan nafsu makan turun. Penanganan suportif dan vaksinasi penting untuk mencegah infeksi serta komplikasi. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202512/image_870x580_6933ffe7a97b8.webp" length="16618" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 08 Dec 2025 08:06:38 +0700</pubDate>
<dc:creator>Rizqi Ardian</dc:creator>
<media:keywords>lifestyle, rekomendasi, membaca, literasi, buku, suarajatimpost, bisnis, otomotif, teknologi, ramadan</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p data-start="284" data-end="632"><strong>SUARAJATIMPOST.COM - </strong>Feline Calicivirus (FCV) atau virus calici merupakan agen penyebab gangguan saluran pernapasan atas pada kucing. Virus ini menyerang rongga mulut, sistem pernapasan, bahkan persendian.</p>
<p data-start="284" data-end="632">Semua kucing dapat terinfeksi, namun anak kucing serta kucing yang hidup di lingkungan padat, seperti pet shop, shelter, dan tempat penitipan, lebih rentan tertular.</p>
<p data-start="634" data-end="956">Penularan FCV sangat mudah terjadi. Virus dapat menyebar melalui kontak langsung dengan kucing yang sakit, terutama dari air liur, lendir hidung, maupun percikan bersin.</p>
<p data-start="634" data-end="956">Benda-benda yang digunakan bersama, seperti mangkuk makan-minum, selimut, kandang, atau mainan, juga berpotensi membawa virus apabila tidak dibersihkan.</p>
<p data-start="634" data-end="956"><strong data-start="967" data-end="989">Gejala Infeksi FCV</strong></p>
<p data-start="991" data-end="1153">Tanda-tanda infeksi dapat bervariasi pada setiap kucing, tergantung kondisi kesehatan dan tingkat keparahan virus. Beberapa gejala yang sering muncul antara lain:</p>
<ul data-start="1155" data-end="1415">
<li data-start="1155" data-end="1197">
<p data-start="1157" data-end="1197">Bersin terus menerus dan hidung berair</p>
</li>
<li data-start="1198" data-end="1241">
<p data-start="1200" data-end="1241">Luka atau sariawan pada mulut dan lidah</p>
</li>
<li data-start="1242" data-end="1251">
<p data-start="1244" data-end="1251">Demam</p>
</li>
<li data-start="1252" data-end="1273">
<p data-start="1254" data-end="1273">Air liur berlebih</p>
</li>
<li data-start="1274" data-end="1299">
<p data-start="1276" data-end="1299">Penurunan nafsu makan</p>
</li>
<li data-start="1300" data-end="1341">
<p data-start="1302" data-end="1341">Mata berair atau mengeluarkan kotoran</p>
</li>
<li data-start="1342" data-end="1381">
<p data-start="1344" data-end="1381">Kesulitan bernapas pada kasus berat</p>
</li>
<li data-start="1382" data-end="1415">
<p data-start="1384" data-end="1415">Nyeri atau pembengkakan sendi</p>
</li>
</ul>
<p data-start="1417" data-end="1582">Pada beberapa kucing, infeksi dapat berkembang menjadi komplikasi serius seperti pneumonia atau infeksi bakteri sekunder, terutama pada kucing dengan imunitas lemah.</p>
<p data-start="1417" data-end="1582"><strong data-start="1593" data-end="1619">Penanganan Infeksi FCV</strong></p>
<p data-start="1621" data-end="1779">Hingga kini belum ada obat yang mampu membasmi FCV secara langsung. Pengobatan difokuskan pada perawatan suportif untuk membantu tubuh kucing melawan infeksi:</p>
<ol data-start="1781" data-end="2827">
<li data-start="1781" data-end="1969">
<p data-start="1784" data-end="1969"><strong data-start="1784" data-end="1806">Perawatan di Rumah</strong><br data-start="1806" data-end="1809">Sediakan tempat yang tenang, hangat, dan bersih agar kucing bisa beristirahat. Kebersihan lingkungan membantu mencegah infeksi lain yang memperburuk kondisi.</p>
</li>
<li data-start="1971" data-end="2167">
<p data-start="1974" data-end="2167"><strong data-start="1974" data-end="1998">Menjaga Cairan Tubuh</strong><br data-start="1998" data-end="2001">Dehidrasi merupakan komplikasi yang sering muncul akibat demam dan sariawan. Pada kucing yang tampak lemah atau enggan minum, dokter dapat memberikan cairan infus.</p>
</li>
<li data-start="2169" data-end="2322">
<p data-start="2172" data-end="2322"><strong data-start="2172" data-end="2200">Makanan Mudah Dikonsumsi</strong><br data-start="2200" data-end="2203">Kucing dengan luka mulut umumnya enggan makan. Berikan makanan lembut dan beraroma kuat agar lebih mudah dikonsumsi.</p>
</li>
<li data-start="2324" data-end="2496">
<p data-start="2327" data-end="2496"><strong data-start="2327" data-end="2358">Obat Pereda Demam dan Nyeri</strong><br data-start="2358" data-end="2361">Dokter dapat meresepkan obat tertentu untuk mengurangi demam dan rasa sakit. Obat manusia tidak boleh diberikan tanpa arahan dokter.</p>
</li>
<li data-start="2498" data-end="2641">
<p data-start="2501" data-end="2641"><strong data-start="2501" data-end="2531">Antibiotik Bila Diperlukan</strong><br data-start="2531" data-end="2534">Jika ditemukan infeksi bakteri sekunder, antibiotik akan diberikan untuk mencegah kondisi semakin parah.</p>
</li>
<li data-start="2643" data-end="2827">
<p data-start="2646" data-end="2827"><strong data-start="2646" data-end="2675">Isolasi Kucing yang Sakit</strong><br data-start="2675" data-end="2678">Pisahkan kucing yang terinfeksi agar virus tidak menyebar ke kucing lain. Gunakan peralatan yang terpisah dan bersihkan area isolasi secara rutin.<strong data-start="2838" data-end="2864"></strong></p>
</li>
</ol>
<p data-start="2646" data-end="2827"><strong data-start="2838" data-end="2864">Pencegahan Infeksi FCV</strong></p>
<p data-start="2866" data-end="2936">Beberapa langkah berikut dapat membantu meminimalkan risiko penularan:</p>
<ul data-start="2938" data-end="3299">
<li data-start="2938" data-end="2994">
<p data-start="2940" data-end="2994">Berikan vaksinasi sesuai jadwal anjuran dokter hewan</p>
</li>
<li data-start="2995" data-end="3041">
<p data-start="2997" data-end="3041">Pisahkan kucing yang sakit dari yang sehat</p>
</li>
<li data-start="3042" data-end="3113">
<p data-start="3044" data-end="3113">Rutin membersihkan kandang, peralatan makan, litter box, dan mainan</p>
</li>
<li data-start="3114" data-end="3165">
<p data-start="3116" data-end="3165">Cuci tangan sebelum dan sesudah memegang kucing</p>
</li>
<li data-start="3166" data-end="3228">
<p data-start="3168" data-end="3228">Karantina kucing baru sebelum bergabung dengan kucing lain</p>
</li>
<li data-start="3229" data-end="3299">
<p data-start="3231" data-end="3299">Gunakan carrier yang mudah dibersihkan ketika berkunjung ke klinik</p>
</li>
</ul>
<p data-start="3301" data-end="3461">Vaksinasi tetap menjadi metode paling efektif untuk menurunkan risiko infeksi FCV. Menjaga kebersihan lingkungan turut membantu memutus rantai penyebaran virus.</p>
<p data-start="3463" data-end="3662">Jika kucing menunjukkan gejala seperti sariawan, demam, atau bersin terus menerus, segera periksakan ke dokter hewan. Penanganan yang cepat dapat mencegah komplikasi dan mempercepat proses pemulihan. <strong>(**)</strong></p>
<p data-start="3463" data-end="3662"><strong>Editor : Rizqi Ardian<br>Sumber : </strong>alodokter.com<strong></strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Banjir Lahar Semeru Timbun Jembatan Regoyo, Puluhan Rumah Terdampak dan Ratusan Warga Terisolasi</title>
<link>https://suarajatimpost.com/banjir-lahar-semeru-timbun-jembatan-regoyo-puluhan-rumah-terdampak-dan-ratusan-warga-terisolasi</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/banjir-lahar-semeru-timbun-jembatan-regoyo-puluhan-rumah-terdampak-dan-ratusan-warga-terisolasi</guid>
<description><![CDATA[ Banjir lahar Semeru menimbun Jembatan Regoyo, memutus akses dan mengisolasi 136 keluarga. Sembilan rumah terdampak, satu warung rusak, BPBD kerahkan alat berat dan imbau warga tetap siaga. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202512/image_870x580_6933fd15e94c2.webp" length="30348" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sat, 06 Dec 2025 16:46:43 +0700</pubDate>
<dc:creator>Rizqi Ardian</dc:creator>
<media:keywords>bencana, angin, banjir, longsor, puting beliung, BPBD, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p data-start="238" data-end="610"><strong>LUMAJANG, SJP -</strong> Banjir lahar dari Gunung Semeru kembali melanda wilayah Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, dan memutus akses utama warga di Desa Jugosari, Kecamatan Candipuro, pada Jumat–Sabtu (5–6/12/2025).</p>
<p data-start="238" data-end="610">Aliran lahar hujan yang membawa pasir vulkanik dan batu berukuran sedang menimbun Jembatan Limpas di aliran Sungai Regoyo hingga mencapai ketinggian sekitar dua meter.</p>
<p data-start="612" data-end="954">Timbunan material yang menutup jembatan sepanjang kurang lebih 100 meter tersebut membuat jalur antardusun tidak dapat dilalui kendaraan maupun pejalan kaki.</p>
<p data-start="612" data-end="954">Dusun Sumberlangsep menjadi wilayah yang terdampak paling parah. Sedikitnya 136 keluarga sempat terisolasi karena satu-satunya jembatan penghubung tertutup total material vulkanik.</p>
<p data-start="956" data-end="1244">“Penyebrangan di Kali Regoyo tertutup total pasir dan lumpur. Jalan tidak bisa dilewati,” ujar Aipda Yayong dari Polsek Candipuro saat melakukan pengecekan di lokasi.</p>
<p data-start="956" data-end="1244">Ahmad, warga setempat, juga mengungkapkan kondisi serupa.</p>
<p data-start="956" data-end="1244">“Jalan terputus, jembatan hilang tertutup material lahar dua meter,” ucap dia</p>
<p data-start="956" data-end="1244">Selain memutus akses, banjir lahar juga menggenangi permukiman. BPBD Lumajang mencatat sembilan rumah dan satu warung di Dusun Sumberlangsep terendam material lahar yang meluap dari sungai.</p>
<p data-start="956" data-end="1244">Video amatir warga menunjukkan aliran lahar yang masih mengeluarkan uap panas saat menghantam aliran Sungai Regoyo dan menyebar ke permukiman, memaksa warga mengungsi sementara ke tempat aman.</p>
<p data-start="1634" data-end="1917">Kepala Pelaksana BPBD Lumajang, Isnugroho, menjelaskan, pihaknya sempat kesulitan melakukan asesmen akibat akses yang terputus.</p>
<p data-start="1634" data-end="1917">“Hari ini kami bisa masuk setelah alat berat mengeruk pasir yang menutup jalan. Kami langsung melakukan pendataan dan menyalurkan logistik,” jelasnya.</p>
<p data-start="1919" data-end="2185">Menurutnya, masyarakat setempat telah melakukan mitigasi mandiri, termasuk mendirikan pos pengungsian dan memanfaatkan lumbung logistik desa. Ia mengimbau warga tetap siaga karena status Gunung Semeru masih berada pada Level III (Siaga) sesuai rekomendasi PVMBG.</p>
<p data-start="2187" data-end="2464">Data pos pengamatan Gunung Semeru mencatat getaran banjir lahar dengan amplitudo 35 mm selama 6.360 detik atau hampir dua jam pada Jumat sore. Hal ini menunjukkan volume material yang sangat besar dan potensi banjir lahar susulan apabila hujan kembali mengguyur kawasan puncak.</p>
<p data-start="2466" data-end="2707">Hingga Sabtu sore, akses Jembatan Limpas Regoyo masih belum sepenuhnya pulih. Petugas gabungan dari BPBD, kepolisian, dan relawan terus bekerja untuk membuka jalur sementara agar distribusi bantuan dan mobilitas warga dapat kembali berjalan. <strong>(*)</strong></p>
<p data-start="2466" data-end="2707"><strong>Editor : Rizqi Ardian<br>Sumber : </strong>beritasatu.com</p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Generasi Muda Bondowoso Diajak Menyelami Sejarah Lewat Festival Ki Ronggo</title>
<link>https://suarajatimpost.com/generasi-muda-bondowoso-diajak-menyelami-sejarah-lewat-festival-ki-ronggo</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/generasi-muda-bondowoso-diajak-menyelami-sejarah-lewat-festival-ki-ronggo</guid>
<description><![CDATA[ Festival Ki Ronggo kembali digelar dengan menonjolkan nilai sejarah dan budaya Bondowoso. Pemerintah mengajak masyarakat, terutama generasi muda, menjadikan festival sebagai ruang belajar identitas dan pelestarian tradisi daerah. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202512/image_870x580_6933ec368b459.webp" length="26602" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sat, 06 Dec 2025 15:42:18 +0700</pubDate>
<dc:creator>Rizqi Ardian</dc:creator>
<media:keywords>ki Ronggo, festival, pendidikan, sejarah, budaya, kesenian, tradisional, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p data-start="295" data-end="651"><strong>BONDOWOSO, SJP – </strong>Pemerintah Kabupaten Bondowoso melalui Dinas Pariwisata, Kebudayaan, Pemuda dan Olahraga (Disparbudpora) kembali menggelar rangkaian Festival Ki Ronggo yang telah berlangsung sejak dua hari terakhir.</p>
<p data-start="295" data-end="651">Kegiatan diawali dengan Haul Ki Ronggo di Makam Ki Ronggo, Sekarputih, dan dilanjutkan Festival Budaya pada malam berikutnya di Museum Stasiun Kereta Api Bondowoso, pada Jumat (6/12/2025) malam.</p>
<p data-start="653" data-end="877">Bupati Bondowoso, Abdul Hamid Wahid, mengajak masyarakat menjadikan festival ini bukan sekadar hiburan, tetapi juga ruang perenungan terhadap sejarah dan identitas daerah.</p>
<p data-start="879" data-end="1083">“Festival Ki Ronggo adalah ruang untuk meneguhkan identitas, memperkuat karakter, dan merawat sejarah Bondowoso. Di sinilah kita belajar kembali tentang siapa kita dan dari mana kita berasal,” ujarnya.</p>
<p data-start="879" data-end="1083"><strong>Babad Bondowoso dan Tragedi Gerbong Maut Diangkat Kembali</strong></p>
<p data-start="1150" data-end="1418">Bupati juga mengajak masyarakat menengok kembali Babad Bondowoso, sejarah berdirinya kabupaten yang berkaitan erat dengan sosok Ki Ronggo, tokoh visioner yang membuka wilayah, menata pemerintahan, serta membangun masyarakat yang rukun dan religius.</p>
<p data-start="1420" data-end="1618">“Dari Ki Ronggo, kita mendapatkan pelajaran tentang keberanian dan keteguhan membangun tatanan masyarakat. Nilai-nilai itu tetap menjadi fondasi dalam perjalanan Bondowoso hingga hari ini,” katanya.</p>
<p data-start="1620" data-end="1829">Bupati juga menyinggung Tragedi Gerbong Maut 23 November 1947, peristiwa kelam yang melekat dalam sejarah perjuangan Bondowoso. Menurutnya, tragedi itu menjadi simbol keteguhan dan perlawanan para pejuang.</p>
<p data-start="1831" data-end="2029">“Penderitaan para putra bangsa dalam gerbong tertutup itu adalah luka sejarah yang melahirkan semangat juang luar biasa. Dari sanalah karakter Bondowoso yang tangguh dan berani terbentuk,” tegasnya.</p>
<p data-start="2031" data-end="2322">Ia menilai bahwa dua momentum sejarah tersebut merupakan pilar penting jati diri masyarakat Bondowoso. Oleh karenanya, Bupati mengajak seluruh lapisan masyarakat, khususnya generasi muda, untuk menjaga kerukunan dan melestarikan budaya sebagai bagian dari melanjutkan warisan para pendahulu.</p>
<p data-start="2031" data-end="2322"><strong>Agenda Tak Hanya Terpusat di Agustus</strong></p>
<p data-start="2370" data-end="2563">Dikonfirmasi terpisa, Kepala Bidang Kebudayaan Disparbudpora Bondowoso, Gede Budiawan, menjelaskan, sebagian agenda festival digeser ke bulan Desember untuk mendistribusikan kegiatan budaya sepanjang tahun.</p>
<p data-start="2565" data-end="2718">“Kami tidak ingin semua event terpusat di Agustus. Dengan penyebaran kegiatan, masyarakat bisa menikmati hiburan kesenian sepanjang tahun,” jelasnya, Sabtu (6/12/2025).</p>
<p data-start="2720" data-end="2874">Gede menegaskan, pelaksanaan Festival Ki Ronggo di akhir tahun tidak akan menghilangkan rangkaian Hari Jadi Bondowoso (Harjabo) setiap 17 Agustus.</p>
<p data-start="2876" data-end="2969">“Agustus tetap. Tahun depan juga akan ada rangkaian kegiatan Harjabo seperti biasa,” ujarnya.</p>
<p data-start="2971" data-end="3100">Ia berharap Festival Ki Ronggo dapat menjadi sarana edukasi, terutama bagi generasi muda, agar semakin mengenal sejarah daerahnya.</p>
<p data-start="3102" data-end="3310">“Event-event seperti ini kami harapkan menjadi tontonan sekaligus tuntunan. Anak-anak muda harus tahu awal mula Bondowoso hingga menjadi seperti sekarang, agar budaya dan sejarah tetap lestari,” tutupnya. <strong>(*)</strong></p>
<p data-start="3102" data-end="3310"><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Dinsos P3AKB Bondowoso Cetak Agen Perubahan Muda lewat Rekrutmen dan Pelatihan FAB</title>
<link>https://suarajatimpost.com/dinsos-p3akb-bondowoso-cetak-agen-perubahan-muda-lewat-rekrutmen-dan-pelatihan-fab</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/dinsos-p3akb-bondowoso-cetak-agen-perubahan-muda-lewat-rekrutmen-dan-pelatihan-fab</guid>
<description><![CDATA[ Open recruitment dan capacity building Forum Anak Bondowoso menghasilkan 52 agen muda yang dibekali kepemimpinan, hak anak, dan peran pelopor-pelapor dalam mewujudkan lingkungan ramah anak. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202512/image_870x580_6933e3b2828e3.webp" length="54066" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sat, 06 Dec 2025 15:05:40 +0700</pubDate>
<dc:creator>Rizqi Ardian</dc:creator>
<media:keywords>Forum anak, Bondowoso, Anak, agen perubahan, dinsos, pemerintah, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>BONDOWOSO, SJP – </strong>Pemerintah harus memberikan wadah bagi aspirasi anak, melalui Forum Anak, sebagai sarana untuk menjembatani komunikasi antara anak dan pemerintah, dalam pemenuhan hak anak dan pelindungan khusus anak. </p>
<p>Forum ini berperan sebagai pelopor dan pelapor, serta bertujuan mengembangkan kapasitas anak dalam menyampaikan aspirasi, suara, pandangan, dan kebutuhan mereka di berbagai jenjang pemerintahan. </p>
<p>Meyikapi hal itu, Pemerintah Kabupaten Bondowoso melalui Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (Dinsos P3AKB) menyelenggarakan <em>Open Recruitment</em> dan <em>Capacity Building</em> Forum Anak Bondowoso (FAB) pada tanggal 5 – 6 Desember 2025. </p>
<p>Kegiatan yang dipusatkan di UPTD PPA itu diikuti oleh 52 peserta dari berbagai sekolah dan komunitas. Mereka akan besama-sama untuk menjadi jembatan aspirasi anak-anak di Bumi Ki Ronggo kepada pemerintah.</p>
<p>Kepala Dinsos P3AKB Bondowoso, dr. Muhammad Imron, menyampaikan, kegiatan ini menjadi langkah penting dalam melahirkan generasi muda yang berintegritas dan peka terhadap isu perlindungan anak.</p>
<p>“Kegiatan ini sangat penting sebagai investasi masa depan Bondowoso. Kami berharap Forum Anak Bondowoso dapat menjadi mitra strategis pemerintah daerah, memastikan setiap suara anak didengar, dan mewujudkan Bondowoso sebagai kabupaten layak anak yang sesungguhnya,” ujarnya, Sabtu (6/12/2025).</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202512/image_870x_6933e3af8409c.webp" alt=""></p>
<p><strong>Perkuat Pemahaman dan Kepemimpinan Anak</strong></p>
<p><em>Capacity Building</em> yang berlangsung pada Sabtu (6/12/2025) diisi dengan <em>Focus Group Discussion</em> (FGD), serta materi mengenai Forum Anak secara umum. </p>
<p>“Peserta mendapatkan pembekalan tentang hak anak, indikator Kabupaten Layak Anak (KLA), keterampilan berorganisasi, kerja tim, hingga kemampuan <em>public speaking,”</em> kata Imron yang pernah menjabat sebagai Kepala Dinas Kesehatan ini.</p>
<p>Selain itu, peserta juga mendapat pelatihan peran Pelopor dan Pelapor (2P) agar mampu menjadi agen perubahan dalam penyampaian aspirasi dan pencegahan pelanggaran hak anak. </p>
<p>“Kegiatan ini, nantinya akan ditutup dengan sesi <em>outbond</em> untuk memperkuat kekompakan Forum Anak Bondowoso,” tukasnya.</p>
<p><strong>Penjaringan Anggota Baru</strong></p>
<p>Sementara itu, <em>Open Recruitment</em> Forum Anak Bondowoso dimulai sejak November dan mencapai puncaknya melalui proses seleksi pada 5 – 6 Desember. Sebanyak 52 anak resmi bergabung sebagai anggota baru dan akan menjalani masa orientasi sebelum mulai terlibat dalam program kerja forum.</p>
<p>Secara teknis, Kepala Bidang Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (P3A), Hafidhatullaily, menjelaskan, kehadiran anggota baru ini menjadi energi baru bagi FAB.</p>
<p>“Dengan adanya anggota baru dan bekal dari Capacity Building ini, kami siap mengemban amanah yang lebih besar. Kami berkomitmen untuk terus berinovasi dan berkolaborasi dalam upaya pemenuhan hak anak di Bondowoso,” kata Lely, panggilan karib Kabid P3A.</p>
<p>Dirinya juga menjelaskan, kegiatan tersebut ditutup dengan foto bersama dan pernyataan komitmen untuk memperluas advokasi dan sosialisasi perlindungan anak di berbagai tingkatan. </p>
<p>“Kami oprimistis, Forum Anak Bondowoso semakin solid dan efektif dalam mewujudkan lingkungan yang aman, ramah, dan layak bagi seluruh anak di Kabupaten Bondowoso,” pungkasnya. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Dugaan Keracunan MBG di Bondowoso, Mitra SPPG Sebut Susu Kedelai Didatangkan di Luar Prosedur</title>
<link>https://suarajatimpost.com/dugaan-keracunan-mbg-di-bondowoso-mitra-sppg-sebut-susu-kedelai-didatangkan-di-luar-prosedur</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/dugaan-keracunan-mbg-di-bondowoso-mitra-sppg-sebut-susu-kedelai-didatangkan-di-luar-prosedur</guid>
<description><![CDATA[ Kasus keracunan massal siswa di Sumberwringin diduga berasal dari susu kedelai yang dibeli tanpa prosedur dan tanpa sepengetahuan mitra. Mitra SPPG, Angwar, menegaskan minuman berasal dari luar dapur dan seluruh siswa kini membaik. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202512/image_870x580_69318f026d3cd.webp" length="43144" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 04 Dec 2025 20:30:55 +0700</pubDate>
<dc:creator>Rizqi Ardian</dc:creator>
<media:keywords>MBG, Frozen Food, kesehatan, SPPG, Prabowo, TNI, Kodim, POlri, KPK, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>BONDOWOSO, SJP - </strong>Keracunan massal Makan Bergizi Gratis di Sumberwringin, Kabupaten Bondowoso yang diduga disebabkan oleh susu kedelai milik salah satu UMKM setempat, mulai menemukan titik terang. </p>
<p>Mitra SPPG Al Hidayah 3 Reces Rejogung, Kecamatan Sumberwringin, Angwar, mengungkap adanya miskomunikasi antar-petugas yang menyebabkan susu kedelai masuk ke dapur, tanpa sepengetahuan dan tanpa konfirmasi resmi, sebelum akhirnya dikonsumsi siswa yang kemudian mengalami gejala keracunan</p>
<p>Angwar, akhirnya memberikan penjelasan atas kasus dugaan keracunan massal yang menimpa 77 siswa di wilayah tersebut. </p>
<p>Kepada suarajatimpost.com, Kamis (4/12/2025), ia menegaskan, susu kedelai yang diminum para siswa dibeli tanpa sepengetahuan mitra dan tidak melalui prosedur pembelanjaan yang seharusnya.</p>
<p>“Sangat benar sekali. Susu itu dibeli tanpa memberitahu mitra, tanpa konfirmasi. Biasanya ada konfirmasi dulu ke bagian belanja. Tapi kemarin tahu-tahunya susu kedelai sudah datang dan masuk ke dapur,” ujarnya.</p>
<p>Menurutnya, susu kedelai tersebut langsung diminum sejumlah siswa tanpa didahului makanan yang cukup, sehingga mereka mengalami reaksi muntah dalam waktu singkat.</p>
<p>“Saya tanya ke beberapa pasien, mereka bilang sudah makan atau belum. Kebanyakan jawab langsung minum susu lalu muntah-muntah. Ada yang minum enam sampai delapan botol,” ungkapnya.</p>
<p>Angwar menegaskan, dalam juknis operasional, mitra seharusnya bertugas melakukan pembelanjaan sekaligus pengawasan kualitas. Namun pada insiden ini, peran tersebut bergeser tanpa pemberitahuan.</p>
<p>“Ini kemarin malah kebalik. Mitra hanya menunggu, yang belanja justru kepala SPPG. Padahal selama ini sudah berjalan lancar, mitra menjaga kualitas, sekolah juga nyaman,” jelasnya.</p>
<p>Ia menambahkan bahwa banyak sekolah sebelumnya bahkan membuat pernyataan resmi agar tidak dipindahkan ke dapur lain karena kenyamanan pelayanan dari dapur MBG miliknya. </p>
<p>“Ada sekitar 15 sekolah yang membuat pernyataan, dari total 59 sekolah dengan sekitar 3.400 siswa dari KB, TK, SD, SMP hingga SMK,” ujar Angwar saat dikonfirmasi di SPPG.</p>
<p>Terkait kondisi siswa yang sempat menjalani tindakan medis, Angwar memastikan bahwa semuanya telah membaik. Bahkan, dirinya mendatangi rumah korban untuk memastikan langsung kondisinya.</p>
<p>“Sudah ditangani. Ada yang sudah kembali sekolah, ada yang tadi masih didampingi guru. Semua membaik,” tambahnya.</p>
<p>Menanggapi sikap keluarga siswa, Angwar menyebut tidak ada yang menyalahkan dapur SPPG, karena sumber minuman (susu kedelai) bukan berasal dari dapur produksi.</p>
<p>“Tanggapan keluarga tidak menyalahkan dapur, karena sumbernya dari luar, dari supplier. Jadi bukan dari makanan. Minuman itu juga bukan diproduksi oleh dapur,” tegasnya.</p>
<p>Kasus ini masih dalam penelusuran pihak terkait, sementara pihak SPPG memastikan operasional kembali berjalan dengan pengawasan lebih ketat untuk mencegah insiden serupa.</p>
<p>Saat ini, Dinas Kesehatan Kabupaten Bondowoso masih melakukan uji laboratorium pada makanan dan minuman yang disajikan dalam menu MBG, yang diproduksi oleh SPPG Al Hidayah 3 Desa Rejoagung. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Angin Kencang Sebabkan Kerusakan di Enam Lokasi Bondowoso</title>
<link>https://suarajatimpost.com/angin-kencang-sebabkan-kerusakan-di-enam-lokasi-bondowoso</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/angin-kencang-sebabkan-kerusakan-di-enam-lokasi-bondowoso</guid>
<description><![CDATA[ Enam titik di Bondowoso terdampak angin kencang yang menumbangkan pohon dan merusak rumah. BPBD menurunkan tim TRC untuk evakuasi dan memastikan kondisi aman tanpa korban. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202512/image_870x580_6930f0a6283cc.webp" length="57356" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 04 Dec 2025 11:00:09 +0700</pubDate>
<dc:creator>Rizqi Ardian</dc:creator>
<media:keywords>bencana, angin, banjir, longsor, puting beliung, BPBD, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>BONDOWOSO, SJP –</strong> Cuaca ekstrem disertai angin kencang melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Bondowoso pada Rabu (3/12/2025) siang, mengakibatkan pohon tumbang dan kerusakan bangunan di beberapa titik. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bondowoso memastikan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.</p>
<p>Pelaksana Tugas (Plt) Kalaksa BPBD Bondowoso, Kristianto Putro Prasojo, menjelaskan, laporan pertama diterima sekira pukul 13.55 WIB melalui pesan WhatsApp. Hujan intensitas tinggi yang disertai angin kencang membuat sejumlah pohon tumbang di lintasan jalan dan permukiman.</p>
<p>“Betul, sejak pukul 13.55 WIB kami menerima laporan adanya angin kencang yang menyebabkan pohon tumbang di beberapa kecamatan. Tim TRC langsung bergerak melakukan assessment dan penanganan cepat di lokasi, dan dipastikan tidak ada korban jiwa,” jelas pria yang karib disapa Kris ini, Kamis (4/12/2025).</p>
<p>Peristiwa angin kencang tersebut terjadi di enam lokasi, yaitu Desa Pancoran Kecamatan Bondowoso, Desa Karanganyar Kecamatan Tegalampel, Desa Grujugan Lor Kecamatan Jambesari Darus Sholah, Desa Grujugan Kidul Kecamatan Grujugan, Desa Kupang Kecamatan Curahdami, dan Desa Sukosari Kecamatan Tamanan.</p>
<p>"Dampaknya, pohon tumbang menimpa atap parkiran Masjid Al-Ikhlas, Desa Pancoran. Lalu, dua pohon trembesi menimpa gudang padi di Desa Karanganyar, kerusakan ringan pada atap rumah warga di Grujugan Lor, pohon kersen tumbang di Grujugan Kidul, pohon lamtoro tumbang di Desa Kupang, dan dapur warga Desa Sukosari ambruk dan mengalami kerusakan sedang," jelas Kris merinci dampak bencana.</p>
<p>Untuk pohon tumbang di Desa Pancoran, lanjut Kris, sempat membuat aktivitas pengendara R2 dan R4 sempat terganggu akibat material pohon di jalan raya yang menhubungkan Bondowoso - Jember tersebut.</p>
<p>“Kami dibantu unsur kepolisian, TNI, Damkar, relawan, serta pemerintah desa untuk proses evakuasi dan pembersihan material pohon. Hingga kini kondisi sudah aman dan dapat terkendali,” terang Kristianto.</p>
<p>BPBD Bondowoso menyebut seluruh personel, mulai dari TRC, Pusdalops, hingga agen kebencanaan diterjunkan di lokasi terdampak. Beruntung, tidak ditemukan kendala berarti di lapangan.</p>
<p>Hingga hari ini, Kamis (4/12/2025) BPBD memastikan situasi Kabupaten Bondowoso dalam kondisi aman dan terkendali, meskipun hujan intensitas rendah masih terpantau di sejumlah wilayah.</p>
<p>“Kami mengimbau masyarakat tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem, terutama angin kencang dan hujan lebat yang bisa memicu pohon tumbang maupun kerusakan bangunan,” pungkas Plt Kalaksa BPBD Bondowoso.</p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Ini Alasan Penggunaan Susu Kedelai yang Diduga Jadi Pemicu Keracunan MBG di Sumberwringin Bondowoso</title>
<link>https://suarajatimpost.com/ini-alasan-penggunaan-susu-kedelai-yang-diduga-jadi-pemicu-keracunan-mbg-di-sumberwringin-bondowoso</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/ini-alasan-penggunaan-susu-kedelai-yang-diduga-jadi-pemicu-keracunan-mbg-di-sumberwringin-bondowoso</guid>
<description><![CDATA[ Pihak Koordinator SPPG Kabupaten Bondowoso menjelaskan alasan penggunaan susu kedelai dalam menu MBG yang diduga memicu keracunan 77 warga Sumberwringin. Produk baru dari UMKM digunakan tanpa konfirmasi, sementara distribusi terlambat dan tercium bau hangus sebelum dibagikan. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202512/image_870x580_6930eaedd493e.webp" length="24440" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 04 Dec 2025 10:00:05 +0700</pubDate>
<dc:creator>Rizqi Ardian</dc:creator>
<media:keywords>MBG, makan gratis, bondowoso, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>BONDOWOSO, SJP –</strong> Pasca keracunan massal yang menimpa 77 orang di Kecamatan Sumberwringin, usai menyantap menu Makan Bergizi Gratis (MBG), Koordinator Kabupaten satuan pelayanan pemenuhan gizi (SPPG) Kabupaten Bondowoso, akhirnya memberikan klarifikasi.</p>
<p>Di hadapan Arif Sudibyo, Plt Kepala Dinas Kesehatan Bondowoso dan Probo Nugroho, Camat Sumberwringin, Mila Afriana Agustina Koordinator SPPG Kabupaten mengungkap alasan penggunaan susu kedelai yang diduga menjadi biang kerok keracunan MBG.</p>
<p>Saat ditemui Dinas Kesehatan di SPPG Al Hidayah 3 Desa Rejoagung, Mila angkat bicara terkait dugaan penyebab keracunan yang menimpa 77 warga setelah mengonsumsi susu kedelai dalam menu MBG di Kecamatan Sumberwringin, Rabu (3/12/2025).</p>
<p>Dirinya mengungkap, penggunaan susu kedelai sebenarnya telah melalui berbagai pertimbangan, termasuk rekomendasi ahli gizi dan komunikasi dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Bondowoso.</p>
<p>“Kami memang meminta produk susu kedelai yang kandungan gulanya tidak terlalu tinggi. Itu yang membuat susu kedelai tidak tahan lama, sehingga sebelumnya kami tidak lagi menggunakannya,” ujarnya.</p>
<p>Ia menjelaskan, belakangan ini pihaknya mengalami kesulitan memperoleh susu pabrikan. Hingga akhirnya muncul kembali satu produk susu kedelai bermerk Dsoy, yang dinilai masih memungkinkan dipakai setelah melalui cek rasa dan kualitas.</p>
<p>“Penggunaannya pun disepakati bersama Dinas Kesehatan hanya satu bulan sekali, dan hal itu sudah disampaikan di grup ahli gizi,” jelas Mila.</p>
<p>Namun ia mengaku belum menerima konfirmasi resmi terkait adanya pergantian produk susu ke versi yang digunakan UMKM lokal. Informasi baru diterima setelah adanya laporan kejadian dugaan keracunan pada Rabu (3/12/2025) pagi.</p>
<p>Mila menjelaskan, dari keterangan ahli gizi dan Kepala SPPG, sampel produk yang digunakan telah dicoba dan dicek sebelumnya, termasuk rasa dan estimasi ketahanan produk. Namun proses distribusi pada hari kejadian mengalami kendala.</p>
<p>“Sampai jam 3 pagi, susu itu belum datang. Ahli gizi sudah mengawasi sejak malam, lalu berpamitan istirahat. Sesuai SOP, jika ada kejanggalan di dapur, staf yang standby wajib melapor. Tapi ahli gizi tidak dibangunkan,” ungkapnya.</p>
<p>Ia menambahkan, baru pukul 07.00 WIB, ahli gizi mendapatkan informasi kondisi susu yang sudah tercium bau sedikit hangus dari produk tersebut dan itu sudah terdistribusikan.</p>
<p>“Informasinya, bau itu terdeteksi saat pagi hari. Dan produk ini memang baru pertama kali digunakan,” tambahnya.</p>
<p>Mila juga menegaskan, seluruh proses dan keterangan sudah disampaikan kepada satgas serta menunggu hasil investigasi resmi dari Dinas Kesehatan mengenai penyebab pasti keracunan massal tersebut. </p>
<p>Seperti diberitakan sebelumnya, tercatat ada 77 siswa dan guru yang keracunan, sehingga harus mendapatkan perawatan intensif di Puskesmas Sumberwringin, usai menyantap menu MBG dan susu kedelai.</p>
<p>Informasi yang diterima suarajatimpost.com, hingga Kamis (4/12/2025) seluruh pasien sudah dipulangkan dalam kondisi sehat. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Diduga Jadi Penyebab Keracunan, Makanan dan Susu MBG di Sumberwringin Bondowoso Diuji Lab</title>
<link>https://suarajatimpost.com/diduga-jadi-penyebab-keracunan-makanan-dan-susu-mbg-di-sumberwringin-bondowoso-diuji-lab</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/diduga-jadi-penyebab-keracunan-makanan-dan-susu-mbg-di-sumberwringin-bondowoso-diuji-lab</guid>
<description><![CDATA[ Makanan dan minuman MBG yang diduga menjadi penyebab keracunan diuji laboratorium oleh Dinas Kesehatan Bondowoso, untuk memastikan kandungan yang ada di dalamnya. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202512/image_870x580_6930df704a487.webp" length="23436" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 04 Dec 2025 09:00:44 +0700</pubDate>
<dc:creator>Rizqi Ardian</dc:creator>
<media:keywords>MBG, makan gratis, bondowoso, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>BONDOWOSO, SJP –</strong> Dinas Kesehatan Kabupaten Bondowoso langsung mengamankan sampel makanan dan minuman yang diduga menjadi penyebab 77 orang di Kecamatan Sumberwringin keracunan saat menyantap menu Makan Bergizi Gratis (MBG) pada Rabu (3/12/2025) kemarin.</p>
<p>Hal itu dilakukan untuk upaya pemeriksaan lebih lanjut, agar penyebab keracunan massal siswa SD, MTS dan SMK di wilayah kaki Gunung Raung itu bisa diketahui.</p>
<p>Plt Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Bondowoso dr Arief Sudibyo membenarkan jika pihaknya akan melakukan pemeriksaan secara menyeluruh terhadap sampel menu MBG. </p>
<p>“Kami akan periksa mulai dari ompreng, makanan hingga susu yang disiapkan. Mungkin butuh waktu beberapa hari untuk mengetahui hasil dari pemeriksaan tersebut,” ungkapnya.</p>
<p>Dinkes belum bisa memastikan keracunan itu disebabkan oleh makanan atau susu kedelai yang disajikan dalam MBG, sebelum hasil laboratorium keluar. Arif juga meminta SPPG untuk menyimpan makanan yang disajikan ke siswa. </p>
<p>“Sampelnya kami minta untuk disimpan selama 2 hari, di lemari pendingin untuk jaga-jaga kalau ada kejadian seperti ini,” pesannya.</p>
<p>Dia juga menegaskan, peristiwa tersebut masuk dalam kategori Kejadian Luar Biasa (KLB). Karena kejadiannya mendadak, serta jumlah korbannya dalam waktu yang singkat.  </p>
<p>“Tak ada batasan minimal maksimal jumlah korban, untuk menentukan status tersebut. Patokannya itu, waktunya cepat kemudian jumlah korbannya tidak seperti kejadian biasanya,” tandasnya. </p>
<p>Seperti diberitakan sebelumnya, tercatat ada 77 siswa dan guru yang keracunan dan harus mendapatkan perawatan intensif di Puskesmas Sumberwringin, usai menyantap MBG dan susu kedelai yand disajikan oleh SPPG Al Hidayah 3 Desa Rejoagung.</p>
<p>Informasi yang diterima suarajatimpost.com, hingga Kamis (4/12/2025) seluruh pasien sudah dipulangkan dalam kondisi sehat. <strong>(**)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Digital Marketing Dorong Kemandirian Ekonomi Perempuan PEKKA dan Penyintas Kekerasan di Bondowoso</title>
<link>https://suarajatimpost.com/digital-marketing-dorong-kemandirian-ekonomi-perempuan-pekka-dan-penyintas-kekerasan-di-bondowoso</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/digital-marketing-dorong-kemandirian-ekonomi-perempuan-pekka-dan-penyintas-kekerasan-di-bondowoso</guid>
<description><![CDATA[ Dinsos P3AKB Bondowoso menggelar pelatihan digital marketing bagi perempuan kepala keluarga, organisasi perempuan, dan penyintas kekerasan untuk meningkatkan pemasaran produk secara daring. Peserta dibekali keterampilan fotografi produk, desain promosi, hingga pengelolaan e-commerce dan transaksi digital. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202512/image_870x580_6930503f4796b.webp" length="46878" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 03 Dec 2025 22:09:01 +0700</pubDate>
<dc:creator>Rizqi Ardian</dc:creator>
<media:keywords>pelatihan digital marketing bondowoso, pemberdayaan ekonomi perempuan, PEKKA, penyintas kekerasan, UMKM perempuan, Dinsos P3AKB Bondowoso</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>BONDOWOSO, SJP — </strong>Pemerintah Kabupaten Bondowoso melalui Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Keluarga Berencana (Dinsos P3AKB) menggelar Pelatihan Digital Marketing bagi organisasi perempuan, perempuan kepala keluarga (PEKKA), serta korban penyintas kekerasan, di Aula Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) Komplek Stadion Magenda, Rabu (3/12/2025).</p>
<p>Pelatihan yang diikuti 100 peserta tersebut bertujuan meningkatkan kapasitas usaha mikro perempuan melalui pemanfaatan platform digital, sehingga mereka mampu mengembangkan pasar dan meningkatkan kemandirian ekonomi.</p>
<p>Kepala Dinsos P3AKB, dr. Muhammad Imron menegaskan, pemberdayaan ekonomi menjadi langkah penting dalam pemulihan bagi perempuan penyintas kekerasan maupun kepala keluarga.</p>
<p>“Di era digital, kemampuan mengakses pasar secara online adalah kebutuhan dasar bagi pelaku usaha. Kami ingin memastikan para perempuan ini tidak hanya pulih secara sosial, tetapi juga kuat dan mandiri secara ekonomi,” tegas Imron.</p>
<p>Ia menjelaskan, lebih dari 70 persen konsumen di Indonesia kini melakukan transaksi secara daring. Karena itu, peserta pelatihan perlu dibekali keterampilan untuk terus bersaing agar produk lokal dapat menembus pasar lebih luas.</p>
<p>Tidak hanya teori, pelatihan dirancang berorientasi praktik dengan porsi 60 persen berupa <em>hands-on workshop</em>. Peserta belajar teknik fotografi produk menggunakan <em>smartphone,</em> desain promosi melalui Canva, pembuatan <em>copywriting,</em> pengelolaan akun media sosial bisnis, serta pembukaan toko di platform <em>e-commerce</em> seperti Shopee atau Tokopedia.</p>
<p>Dalam kesempatan yang sama, Kepala Bidang Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (P3A) Hafidhatullaily menyampaikan, kegiatan ini menyasar perempuan yang sudah memiliki usaha maupun yang sedang memulai, terutama kelompok rentan dari keluarga penyintas kekerasan.</p>
<p>“Kami ingin tumbuhkan kepercayaan diri peserta, bahwa mereka punya peluang besar untuk sukses di pasar digital. Setelah pelatihan ini, mereka akan didampingi hingga bisa meningkatkan omzet usaha,” ujarnya.</p>
<p>Selain peningkatan kemampuan pemasaran, peserta juga memperoleh materi pengelolaan interaksi pelanggan, pencatatan keuangan digital, hingga pemanfaatan QRIS dalam transaksi.</p>
<p>Dinsos P3AKB memasang target terukur dari pelatihan ini. Minimal 80 persen peserta diharapkan mampu mengelola akun bisnis digital secara optimal, serta meningkatkan penjualan dalam tiga bulan setelah pendampingan lanjutan.</p>
<p>“Keberdayaan perempuan adalah fondasi kesejahteraan keluarga. Kami berharap kegiatan ini menjadi titik awal perubahan ekonomi bagi peserta,” tambahnya.</p>
<p>Pantauan di lapangan, kegiatan ditutup dengan evaluasi dan rencana pembentukan <em>support group</em> digital yang akan menjadi wadah berbagi ilmu dan perkembangan usaha peserta secara berkelanjutan. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor: Rizqi Ardian </strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Selantang, Jadi Cara Dinsos P3AKB Bondowoso Ciptakan Lansia Tangguh</title>
<link>https://suarajatimpost.com/selantang-jadi-cara-dinsos-p3akb-bondowoso-ciptakan-lansia-tangguh-27794</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/selantang-jadi-cara-dinsos-p3akb-bondowoso-ciptakan-lansia-tangguh-27794</guid>
<description><![CDATA[ Misi program ini yaitu melaksanakan kegiatan pembelajaran yang terintegrasi dengan kegiatan BKL. Menggunakan kurikulum komprehensif untuk membentuk lansia SMART dalam tujuh dimensi lansia tangguh ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202512/image_870x580_6930246536054.webp" length="44238" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 03 Dec 2025 18:34:21 +0700</pubDate>
<dc:creator>Rizqi Ardian</dc:creator>
<media:keywords>selantang, dinsos, lansia, pkk, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>BONDOWOSO, SJP -</strong> Pemerintah Kabupaten Bondowoso melalui Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (Dinsos P3AKB) terus memperkuat komitmennya dalam meningkatkan kesejahteraan kelompok lanjut usia (lansia) melalui penguatan sekolah lanjut usia atau yang disebut Selantang.</p>
<p>Melalui Selantang ini, diharapkan lansia di Kabupaten Bondowoso bisa sehat, mandiri dan berdaya guna. Bahkan, Selantang ini bertujuan untuk <span>peningkatan kualitas hidup lansia secara </span><span class="Yjhzub">spiritual, fisik, emosional, intelektual, sosial, profesional/vokasional, dan lingkungan</span><span>. </span></p>
<p><span>Sekolah ini juga meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan perilaku lansia agar tetap aktif dan berkontribusi positif bagi keluarga dan lingkungan sekitar</span><span>.</span><span jsuid="Y42tqe_d" class="uJ19be notranslate" jsaction="rcuQ6b:&amp;Y42tqe_d|npT2md" jscontroller="udAs2b" data-wiz-uids="Y42tqe_d,Y42tqe_e,Y42tqe_f" data-processed="true"><span class="vKEkVd" data-animation-atomic="" data-processed="true"> </span></span></p>
<p>Kepala Dinsos P3AKB Bondowoso, dr. Muhammad Imron, melalui Kepala Bidang Keluarga Sejahtera, Pemberdayaan Partisipasi Perempuan dan Keluarga Berencana (Kabid KS PP PPKB), Ani Farmadiani, program ini menjadi upaya pendidikan nonformal yang diberikan secara berkelanjutan untuk meningkatkan kualitas hidup para lansia.</p>
<p>“Selantang ini merupakan bentuk pendidikan sepanjang hayat bagi lansia, yang dirancang agar mereka tetap sehat, mandiri, aktif, produktif, dan bermartabat,” ujarnya, saat menggela Selantang di Kecamatan Tenggarang, Rabu (3/12/2025).</p>
<p>Selantang ini kata Ani menjadi pendidikan nonformal di kelompok Bina Keluarga Lansia (BKL) untuk mewujudkan lansia yang sehat, mandiri, aktif, produktif, serta bermartabat dalam tujuh dimensi lansia tangguh (SMART).</p>
<p>"Misi program ini yaitu melaksanakan kegiatan pembelajaran yang terintegrasi dengan kegiatan BKL. Menggunakan kurikulum komprehensif untuk membentuk lansia SMART dalam tujuh dimensi lansia tangguh," ungkap dia melalui pesan tertulisnya kepada suarajatimpost.com.</p>
<p>Selain itu kata Ani, di dalam Selantang juga menyelenggarakan pembelajaran sesuai profil lansia, kebutuhan masyarakat, serta kondisi dan potensi wilayah.</p>
<p>"Tak kalah pentingnya, membangun kerja sama lintas sektor dalam mendukung pelaksanaan program," tegasnya.</p>
<p>Ani memaparkan bahwa program Selantang memiliki sejumlah tujuan, antara lain yaitu neningkatkan kualitas kegiatan kelompok BKL dalam mewujudkan lansia tangguh.</p>
<p>Kemudian meningkatkan pemahaman lansia mengenai konsep SMART dalam tujuh dimensi lansia tangguh: spiritual, fisik, emosional, intelektual, sosial, profesional/vokasional, dan lingkungan.</p>
<p>"Ini juga penting, dengan meningkatkan pengetahuan lansia tentang proses menua, baik dalam keadaan sehat maupun sakit," ungkapnya.</p>
<p>Lansia, kata Ani, bisa meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan perilaku lansia terkait kesehatan fisik dan mental.</p>
<p>Selain itu dapat meningkatkan kemampuan lansia dalam bidang sosial dan ekonomi. Membentuk perilaku lansia yang peduli terhadap lingkungan yang mendukung kehidupan mereka.</p>
<p>"Juga meningkatkan imunitas tubuh dengan cara menciptakan lingkungan yang membuat lansia selalu bahagia," katanya.</p>
<p>Ani berharap melalui Selantang, para lansia di Bondowoso dapat menjadi pribadi yang lebih mandiri dan mampu berperan aktif dalam keluarga maupun masyarakat.</p>
<p>“Harapan kami, para lansia tetap sehat, berdaya, dan bahagia. Karena lansia yang bahagia akan memiliki imunitas yang lebih baik,” pungkasnya. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Pasca Keracunan MBG, Seluruh SPPG di Bondowoso Siap&amp;siap Dievaluasi</title>
<link>https://suarajatimpost.com/pasca-keracunan-mbg-seluruh-sppg-di-bondowoso-siap-siap-dievaluasi</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/pasca-keracunan-mbg-seluruh-sppg-di-bondowoso-siap-siap-dievaluasi</guid>
<description><![CDATA[ Dugaan keracunan susu kedelai di Kecamatan Sumberwringin menjadi catatan penting bagi seluruh SPPG di Bondowoso. Bahkan, Pemkab akan mengecek semua izin, SOP dan kondisi SPPG. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202512/image_870x580_69301f88073aa.webp" length="48204" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 03 Dec 2025 18:01:13 +0700</pubDate>
<dc:creator>Rizqi Ardian</dc:creator>
<media:keywords>MBG, Frozen Food, kesehatan, SPPG, Prabowo, TNI, Kodim, POlri, KPK, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>BONDOWOSO, SJP –</strong> Total siswa dan guru yang diduga menjadi korban keracunan susu kedelai yang disajikan dalam program Makan Bergizi Gratis di Kecamatan Sumberwringin, tercatat ada 77 orang.</p>
<p>Dari jumlah itu, ada 2 orang guru yang juga menjadi korban. Selebihnya, terbagi dari siswa TK, SD, MTS dan SMK. Mereka semua mendapatkan perawatan intensif di Puskesmas Sumberwringin.</p>
<p>Mengetahui, kejadian itu, Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Bondowoso, Fathur Rozi langsung mendatangi puskesmas tempat 77 korban dirawat. Bahkan, berawal dari peristiwa itu, Pemkab akan melakukan evaluasi secara menyeluruh. </p>
<p>“Tentu kita akan lakukan evaluasi semua SPPG yang ada di Bondowoso, agar kejadian serupa tidak kembali terulang,” katanya saat dikonfirmasi usai menjenguk semua pasien yang masih mendapatkan perawatan, Rabu (3/12/2025).</p>
<p>Sekda menduga, keracunan tersebut berawal dari minuman susu kedelai yang disajikan dalam menu MBG yang diproduksi oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Al Hidayah 3 yang ada di Desa Rejoagung.</p>
<p>“Ini masih dugaan dan belum dapat disimpulkan. Setelah kita coba cek informasinya, memang ada asupan makanan atau minuman dari program MBG. Tetapi ini harus dicek dulu kebenarannya,” tegasnya.</p>
<p>Informasinya, SPPG Al Hidayah 3 menyiapkan MBG di 59 sekolah berbeda yang ada di Kecamatan Sumberwringin. Sedangkan yang terdampak hanya 5 sekolah saja. </p>
<p>Fathur Rozi menegaskan, pemerintah tidak boleh gegabah dalam mengambil kesimpulan. Pihak Dinas Kesehatan diminta segera melakukan pemeriksaan terhadap sampel makanan maupun minuman yang dikonsumsi siswa. </p>
<p>“Kami belum bisa mengambil satu kesimpulan. Saya minta Dinas Kesehatan untuk cek dulu dari segi makanan dan minumannya,” pesannya.</p>
<p>Berawal dari kejadian itu, kata Fathur Rozi, pihaknya juga meminta SPPG untuk meninjau ulang standar operasional prosedur (SOP) penyajian maupun distribusi makanan. Bahkan, akan ada evaluasi menyeluruh secara bertahap. </p>
<p>“Saya minta teman-teman di SPPG ini dicek SOP-nya seperti apa. Harus jelas dan dipastikan berjalan dengan benar,” imbuhnya.</p>
<p>Usai meninjau semua korban, Sekda bersama Asisten I, Plt Kepala Dinas Kesehatan dan Camat Sumberwringin juga memastikan jika semua anak yang terdampak mendapatkan perawatan intensif. </p>
<p>Datanya, hingga sore hari, dari total 77 orang yang dilaporkan, 17 anak masih dirawat di Puskesmas, sementara sisanya sudah dipulangkan. </p>
<p>“Prinsipnya, anak-anak ini harus dilayani. Pastikan mereka tidak dehidrasi, yang mual harus diberi obat anti-mual. Yang penting adalah pelayanan kesehatan terpenuhi,” tegas sekda.</p>
<p>Ia menegaskan bahwa program MBG merupakan program nasional yang baik dan harus didukung. Kejadian ini, menurutnya, lebih bersifat teknis dan perlu ditelusuri lebih jauh agar tidak terulang. </p>
<p>“Ini program prioritas nasional. Kejadian ini bukan karena programnya, tapi persoalan teknis yang harus dikaji lebih jauh. Bisa jadi ada makanan atau minuman dalam kondisi tidak layak,” jelasnya.</p>
<p>ASN asal Kabupaten Probolinggo ini juga memastikan, Pemkab Bondowoso, sesuai arahan bupati dan wakil bupati, akan melakukan monitoring dan evaluasi ke semua SPPG secara berkala guna memastikan keamanan pelaksanaan program MBG. </p>
<p>“Kita ingin memastikan ini adalah kejadian terakhir. Jangan sampai terulang,” tandasnya. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Diduga Keracunan Susu Kedelai, 54 Pelajar Sumberwringin Tumbang Saat Santap MBG</title>
<link>https://suarajatimpost.com/diduga-keracunan-susu-kedelai-54-pelajar-sumberwringin-tumbang-saat-santap-mbg</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/diduga-keracunan-susu-kedelai-54-pelajar-sumberwringin-tumbang-saat-santap-mbg</guid>
<description><![CDATA[ Sebanyak 54 siswa di Sumberwringin mengalami pusing, mual, hingga muntah usai minum susu kedelai saat kegiatan MBG. Sepuluh di antaranya harus diinfus karena dehidrasi. Puskesmas masih menyelidiki penyebab pasti dan sudah melaporkan ke Dinas Kesehatan setempat. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202512/image_870x580_692fcc0583f2e.webp" length="32056" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 03 Dec 2025 13:00:00 +0700</pubDate>
<dc:creator>Rizqi Ardian</dc:creator>
<media:keywords>MBG, makan gratis, bondowoso, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>BONDOWOSO, SJP —</strong> Puluhan siswa dari sejumlah lembaga pendidikan di Kecamatan Sumberwringin, Kabupaten Bondowoso, mengalami gejala mual, pusing hingga muntah usai mengonsumsi susu kedelai yang disajikan dalam Makan Bergizi Gratis (MBG), pada Rabu (3/12/2025).</p>
<p>Kepala Puskesmas Sumberwringin, Agoes Sutanto, menyampaikan, hingga siang hari, pihaknya mencatat sebanyak 54 orang terdampak dengan gejala diduga akibat minuman susu kedelai tersebut.</p>
<p>“Yang saya periksa tadi ada yang pusing, mual, dan muntah. Kebanyakan setelah minum susunya,” ujarnya.</p>
<p>Dari total 54 peserta didik terdampak, terbanyak berasal dari jenjang SD yaitu 40 siswa, disusul Madrasah, kemudian SMK, serta TK yang juga dilaporkan ada dua hingga tiga anak mengalami gejala serupa.</p>
<p>Agoes menjelaskan, 10 siswa harus mendapatkan infus karena mengalami dehidrasi akibat muntah berulang.</p>
<p>“Kita infus karena kekurangan cairan. Ada juga guru yang tadi kami tangani dengan infus,” terangnya kepada sejumlah wartawan.</p>
<p>Sebagian besar pasien lainnya dengan gejala ringan diperbolehkan pulang setelah pemeriksaan dan pemantauan awal.</p>
<p>Meski gejala muncul setelah minum susu kedelai, pihak Puskesmas belum bisa memastikan adanya unsur keracunan makanan.</p>
<p>“Saya belum bisa memastikan. Harusnya ada pemeriksaan sampel. Tapi tadi sampelnya tidak ada. Kami masih tunggu perkembangan,” tambahnya.</p>
<p>Puskesmas juga telah berkoordinasi dan melaporkan kejadian ini ke Dinas Kesehatan Bondowoso untuk dilakukan penanganan lebih lanjut, termasuk pengawasan tambahan bila masih ada korban susulan.</p>
<p>“Kami tetap update terus kalau masih ada yang datang dengan keluhan sama,” pungkasnya.</p>
<p>Pantauan suarajatimpost.com di Puskesmas Sumberwringin, tercatat ada beberapa siswa dari berbagai sekolah masih menjalani perawatan, akibat mengonsumsi susu dalam menu MBG yang diproduksi oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Al Hidayah. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor: Rizqi Ardian </strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>BREAKING NEWS: Puluhan Siswa di Sumberwringin Bondowoso Diduga Keracunan MBG</title>
<link>https://suarajatimpost.com/breaking-news-puluhan-siswa-di-sumberwringin-bondowoso-diduga-keracunan-mbg</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/breaking-news-puluhan-siswa-di-sumberwringin-bondowoso-diduga-keracunan-mbg</guid>
<description><![CDATA[ Dugaan sementara keracunan disebabkan oleh susu kedelai yang disajikan oleh SPPG setempat yang diduga tidak sesuai dengan standarisasi dari Dinas Kesehatan. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202512/image_870x580_692fc33c15bd3.webp" length="29820" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 03 Dec 2025 12:01:45 +0700</pubDate>
<dc:creator>Rizqi Ardian</dc:creator>
<media:keywords>MBG, makan gratis, bondowoso, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>BONDOWOSO, SJP - </strong>Puluhan siswa setingkat SD, MTS dan SMK di wilayah Kecamatan Sumberwringin Kabupaten Bondowoso, diduga keracunan susu kedelai yang disajikan dalam menu Makan Bergizi Gratis (MBG) pada Rabu (3/12/2025).</p>
<p>Pantauan suarajatimpost.com di Puskesmas Sumberwringin, tercatat ada 48 siswa dari berbagai sekolah yang menjalani perawatan, akibat mengonsumsi MBG yang diproduksi oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Al Hidayah 3 Desa Rejoagung.</p>
<p>Bahkan, salah seorang guru MTS Miftahul Ulum, Lina Ayu Antika juga mendapat perawatan di Puskesmas setempat, karena juga mengonsumsi MBG milik siswanya. </p>
<p>"Dia kan wali kelasnya. Lalu ikut makan dan minum susu kedelai yang ada di MBG. Akhirnya keracunan juga," terang guru pendamping yang menjaga di Puskesmas Sumberwringin. </p>
<p>Hal senada juga disampaikan oleh Hosniah, salah seorang ibu dari siswa kelas 6 SDN  setempat yang diduga keracunan MBG. Menurutnya, dia ditelpon oleh gurunya yang menginformasikan bahwa anaknya mual dan muntah.</p>
<p>"Saya datang ke sekolah dan membawa anak saya ke Puskesmas didampingi gurunya. Ternyata anak saya diduga keracunan susu kedelai yang disajikan dalam MBG," ungkapnya.</p>
<p>Sampai berita ini ditayangkan, pihak Puskesmas dan SPPG setempat masih mendata jumlah siswa yang keracunan. Karena, berpotensi bertambah.</p>
<p>Hingga saat ini tenaga kesehatan dan dokter di Puskesmas Sumberwringin masih memberikan pertolongan pertama dengan memasang selang oksigen, infus dan pengobatan lainnya. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor: Rizqi Ardian </strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Inspektorat Temukan 413 Temuan Dana Desa di Bondowoso, Pemdes Diminta Tuntaskan Sebelum 11 Desember</title>
<link>https://suarajatimpost.com/inspektorat-temukan-413-temuan-dana-desa-di-bondowoso-pemdes-diminta-tuntaskan-sebelum-11-desember</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/inspektorat-temukan-413-temuan-dana-desa-di-bondowoso-pemdes-diminta-tuntaskan-sebelum-11-desember</guid>
<description><![CDATA[ Inspektorat Bondowoso menemukan 413 temuan dalam penggunaan Dana Desa tahun 2024 dan semester satu 2025. Desa diminta menuntaskan seluruh tanggungan sebelum 11 Desember, sementara Kejaksaan mengingatkan bahwa kelalaian dapat berujung penegakan hukum. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202511/image_870x580_69298eaa5a71e.webp" length="26526" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Fri, 28 Nov 2025 20:32:11 +0700</pubDate>
<dc:creator>Rizqi Ardian</dc:creator>
<media:keywords>inspektorat, temuan, dana desa, korupsi, kejaksaan, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p data-start="231" data-end="519"><strong data-start="231" data-end="249">BONDOWOSO, SJP</strong> – Inspektorat Kabupaten Bondowoso mencatat adanya 413 temuan dalam penggunaan Dana Desa tahun 2024 dan semester pertama tahun 2025.</p>
<p data-start="231" data-end="519">Temuan tersebut disampaikan kepada puluhan kepala desa dalam pertemuan resmi di Aula Robusta I, Pemkab Bondowoso, Jumat (28/11/2025).</p>
<p data-start="521" data-end="761">Inspektur Bondowoso, Agung Tri Handono, mengatakan, ratusan temuan itu tersebar di berbagai desa. Temuan meliputi PPN dan PPh yang belum disetor, kelebihan bayar pada pekerjaan fisik, serta sejumlah catatan administrasi lainnya.</p>
<p data-start="763" data-end="887">“Nominal totalnya masih kami himpun, tetapi seluruh temuan wajib diselesaikan sebelum tanggal 11 Desember 2025,” ujar Agung.</p>
<p data-start="889" data-end="1097">Ia menegaskan, batas waktu tersebut ditetapkan karena Inspektorat Bondowoso akan menjalani evaluasi dari Inspektorat Provinsi Jawa Timur terkait laporan penggunaan Dana Desa tahun 2024 dan semester satu 2025.</p>
<p data-start="1099" data-end="1269">Agung juga memberi peringatan bahwa desa yang tidak menuntaskan tanggungan sesuai batas waktu berpotensi menghadapi konsekuensi pada pencairan Dana Desa tahun berikutnya.</p>
<p data-start="1271" data-end="1379">“Jika tidak diselesaikan, bisa menjadi piutang desa dan berdampak pada pencairan Dana Desa 2026,” tambah mantan Kepala Dispendukcapil ini.</p>
<p data-start="1381" data-end="1504">Dari seluruh desa yang diperiksa, desa-desa di Kecamatan Sumberwringin dan Pakem tercatat sudah menuntaskan seluruh temuan.</p>
<p data-start="1381" data-end="1504">Sementara itu, Kepala Seksi Pidana Khusus Kejaksaan Negeri Bondowoso, Dian Purnama, yang turut hadir dalam pertemuan itu menjelaskan, penyelesaian melalui jalur APIP adalah langkah pertama yang diutamakan. Hal ini sesuai kesepakatan bersama antara kejaksaan, kepolisian, dan Inspektorat.</p>
<p data-start="1846" data-end="1994">Namun Dian menegaskan, bila desa tidak menindaklanjuti temuan setelah diberi kesempatan, maka penanganannya akan meningkat ke ranah penegakan hukum.</p>
<p data-start="1996" data-end="2133">“Ketika diberi waktu tapi tidak ditindaklanjuti, maka itu bukan lagi kewenangan APIP, melainkan menjadi ranah penegakan hukum,” tegasnya.</p>
<p data-start="2135" data-end="2311">Ia mengimbau pemerintah desa untuk segera merampungkan laporan pertanggungjawaban menjelang akhir tahun agar administrasi keuangan lebih tertib dan temuan audit tidak terulang.</p>
<p data-start="2313" data-end="2389">“Harapannya tidak ada lagi temuan di desa-desa Bondowoso ke depan,” ujarnya. <strong>(*)</strong></p>
<p data-start="2313" data-end="2389"><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Dua Pria Diamankan Polres Bondowoso Terkait Dugaan Peredaran Sabu di Wringin</title>
<link>https://suarajatimpost.com/dua-pria-diamankan-polres-bondowoso-terkait-dugaan-peredaran-sabu-di-wringin</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/dua-pria-diamankan-polres-bondowoso-terkait-dugaan-peredaran-sabu-di-wringin</guid>
<description><![CDATA[ Polres Bondowoso mengamankan dua pria yang diduga terlibat peredaran sabu di kawasan Wringin. Polisi menemukan barang bukti paket sabu dan sejumlah perangkat komunikasi. Kedua terduga kini menjalani penyidikan dan kasus masih dalam pengembangan. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202511/image_870x580_69298b1fb97e1.webp" length="37256" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Fri, 28 Nov 2025 19:29:06 +0700</pubDate>
<dc:creator>Rizqi Ardian</dc:creator>
<media:keywords>kriminial, suarajatimpost, pencurian, polisi, pembunuhan, narkoba, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p data-start="186" data-end="458"><strong data-start="186" data-end="204">BONDOWOSO, SJP</strong> – Satuan Reserse Narkoba Polres Bondowoso mengamankan dua pria berinisial MA dan RW, warga Kabupaten Situbondo, terkait dugaan keterlibatan dalam peredaran narkotika jenis sabu di kawasan Pemandangan Arak-Arak, Kecamatan Wringin, Kamis (27/11/2025).</p>
<p data-start="460" data-end="702">Penindakan tersebut berawal dari laporan masyarakat sehari sebelumnya, Rabu (26/11/2025), mengenai aktivitas mencurigakan yang diduga berkaitan dengan narkoba. Informasi itu kemudian ditindaklanjuti dengan penyelidikan oleh tim Satresnarkoba.</p>
<p data-start="704" data-end="945">Kasat Resnarkoba Polres Bondowoso, Deky Julkarnain, menjelaskan, kedua pria tersebut diamankan ketika petugas mendapati adanya dugaan transaksi narkotika. Polisi juga mengamankan sejumlah barang yang diduga terkait perkaranya.</p>
<p data-start="947" data-end="1192">“Keduanya mengaku mendapatkan satu paket sabu dari seseorang berinisial N. Sebagian diduga digunakan sendiri dan sebagian lainnya rencananya akan diedarkan. Namun sebelum ada transaksi lebih lanjut, petugas telah mengamankan keduanya,” jelasnya.</p>
<p data-start="1194" data-end="1365">Barang bukti yang ikut diamankan meliputi satu paket sabu seberat 0,20 gram, uang tunai Rp480 ribu, dua ponsel, serta satu unit sepeda motor Honda Beat tanpa nomor polisi.</p>
<p data-start="1367" data-end="1577">Kapolres Bondowoso AKBP Harto Agung Cahyono mengapresiasi langkah cepat tim Satresnarkoba dan menegaskan komitmen kepolisian dalam menekan penyalahgunaan narkotika di wilayah Bondowoso.</p>
<p data-start="1579" data-end="1753">“Peredaran narkotika merupakan ancaman serius bagi generasi muda. Kami berkomitmen melakukan penindakan secara tegas dan terukur untuk menjaga Bondowoso tetap aman,” katanya.</p>
<p data-start="1755" data-end="2009">Saat ini, kedua pria tersebut masih berstatus terduga dan tengah menjalani proses penyidikan lebih lanjut di Mapolres Bondowoso. Polisi juga terus melakukan pengembangan untuk menelusuri pemasok utama maupun kemungkinan keterlibatan jaringan lainnya.</p>
<p data-start="2011" data-end="2172">“Kami masih mendalami peran para pihak yang disebutkan serta melakukan koordinasi lanjutan untuk mengungkap jaringan secara menyeluruh,” tambahnya. <strong>(*)</strong></p>
<p data-start="2011" data-end="2172"><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Cuaca Ekstrem Terjang Bondowoso, Pohon Kersen Tumbang Timpa Kabel dan Mobil</title>
<link>https://suarajatimpost.com/cuaca-ekstrem-terjang-bondowoso-pohon-kersen-tumbang-timpa-kabel-dan-mobil</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/cuaca-ekstrem-terjang-bondowoso-pohon-kersen-tumbang-timpa-kabel-dan-mobil</guid>
<description><![CDATA[ Insiden angin kencang di Kelurahan Kademangan, Bondowoso, menyebabkan pohon kersen tumbang dan menimpa kabel listrik, kabel Telkom, serta dua mobil warga. BPBD Bondowoso bergerak cepat melakukan asesmen dan evakuasi tanpa adanya korban jiwa. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202511/image_870x580_692986bb408c8.webp" length="99098" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Fri, 28 Nov 2025 18:34:50 +0700</pubDate>
<dc:creator>Rizqi Ardian</dc:creator>
<media:keywords>bencana hidrometeorologi, banjir bandang, tanah longsor, Suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p data-start="141" data-end="431"><strong data-start="141" data-end="159">BONDOWOSO, SJP</strong> – Cuaca ekstrem berupa angin kencang melanda wilayah Kelurahan Kademangan, Kecamatan Bondowoso, Kabupaten Bondowoso, Jumat (28/11/2025) sekira pukul 14.51 WIB.</p>
<p data-start="141" data-end="431">Peristiwa ini menyebabkan sebuah pohon kersen tumbang dan menimpa kabel listrik, kabel telekomunikasi, serta dua mobil milik warga.</p>
<p data-start="433" data-end="616">Plt Kalaksa BPBD Bondowoso, Kristianto Putro Prasojo, membenarkan kejadian tersebut. Ia menyampaikan bahwa informasi awal diterima BPBD melalui laporan masyarakat di media sosial.</p>
<p data-start="618" data-end="758">“Begitu laporan masuk, tim Pusdalops dan agen bencana Jatim langsung menuju lokasi untuk melakukan asesmen serta penanganan cepat,” ujarnya.</p>
<p data-start="760" data-end="984">Kristianto menegaskan bahwa tidak ada korban jiwa maupun luka-luka dalam insiden tersebut.</p>
<p data-start="760" data-end="984">“Alhamdulillah semua warga dalam kondisi selamat. Hanya terjadi kerusakan pada kabel PLN, kabel Telkom, dan dua kendaraan,” jelasnya.</p>
<p data-start="986" data-end="1190">BPBD Bondowoso bersama warga kemudian melakukan evakuasi pohon tumbang menggunakan chainsaw. Sementara itu, kondisi cuaca di lokasi sudah kembali cerah, dan situasi secara umum dilaporkan aman terkendali.</p>
<p data-start="1192" data-end="1375">“Evakuasi selesai dilakukan, dan kami terus berkoordinasi dengan pihak terkait untuk tindak lanjut, terutama terkait perbaikan jaringan listrik dan telekomunikasi,” tambah Kristianto.</p>
<p data-start="1488" data-end="1635">"Kami mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem yang masih dapat terjadi, terutama memasuki musim penghujan," pungkasnya. <strong>(*)</strong></p>
<p data-start="1488" data-end="1635"><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Bondowoso Perkuat Ketahanan Keluarga Lewat Jaringan Puspaga Berbasis Pesantren</title>
<link>https://suarajatimpost.com/bondowoso-perkuat-ketahanan-keluarga-lewat-jaringan-puspaga-berbasis-pesantren</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/bondowoso-perkuat-ketahanan-keluarga-lewat-jaringan-puspaga-berbasis-pesantren</guid>
<description><![CDATA[ Program Capacity Building Puspaga Bersama Pemkab Bondowoso bertujuan memperkuat ketahanan keluarga, meningkatkan kemampuan pengelola layanan perlindungan anak dan perempuan, serta melibatkan pesantren dan masyarakat untuk memperluas akses konseling, edukasi pengasuhan, dan pencegahan kekerasan hingga tingkat desa. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202511/image_870x580_6926efbe7af0a.webp" length="48026" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 26 Nov 2025 19:22:01 +0700</pubDate>
<dc:creator>Rizqi Ardian</dc:creator>
<media:keywords>Dinsos, Puspaga, Pesantren, Keluarga, Kasih Bunda, suarajatimpost, Kemensos</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>BONDOWOSO, SJP – </strong>Pemerintah Kabupaten Bondowoso terus memperkuat komitmennya dalam meningkatkan ketahanan keluarga melalui program unggulan Bupati Abdul Hamid Wahid, Kasih Bunda (Kawal Anak Sehat Bahagia untuk Bondowoso Berdaya). </p>
<p>Upaya tersebut diwujudkan melalui kegiatan Capacity Building dan Fasilitasi Pusat Pembelajaran Keluarga (Puspaga) Berbasis Pesantren dan Masyarakat (Bersama) yang digelar selama tiga hari, 25–27 November 2025.</p>
<p>Kegiatan ini menyasar pengurus dan anggota Puspaga Bersama di Kecamatan Bondowoso, Pakem, Tamanan, Prajekan dan Pujer, dengan tujuan memperkuat kapasitas pendamping keluarga sekaligus memperluas layanan konseling dan perlindungan perempuan serta anak hingga ke tingkat desa.</p>
<p>Kepala Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (Dinsos P3AKB) Bondowoso, Muhammad Imron, menegaskan bahwa pelatihan tersebut bukan sekadar rutinitas, tetapi langkah strategis menuju terwujudnya visi besar ‘Kasih Bunda’.</p>
<p>“Capacity Building ini adalah investasi penting untuk memastikan setiap anak di Bondowoso tumbuh sehat, bahagia, dan terlindungi. Dengan melibatkan pesantren dan tokoh masyarakat, kita membangun jejaring kuat agar masalah keluarga dapat diselesaikan sejak dini,” ujarnya saat membuka kegiatan di Balai Desa Pancoran, Rabu (26/11/2025).</p>
<p>Pria yang pernah menjabat Kepala Dinas Kesehatan ini juga menjelaskan, kegiatan tersebut menghadirkan pengurus pesantren, tokoh agama, tokoh masyarakat, dan relawan yang nantinya menjadi perpanjangan tangan Puspaga di wilayah masing-masing. </p>
<p>“Mereka dibekali kemampuan memberikan layanan konseling sebaya, edukasi pengasuhan positif, dan rujukan awal bagi keluarga yang membutuhkan, terutama terkait isu sensitif perempuan dan anak,” imbuhnya.</p>
<p>Sebagai narasumber, Kepala Bidang Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Hafidhatullaily, menjelaskan, pendekatan berbasis komunitas dipilih karena dinilai lebih efektif dan dekat dengan masyarakat.</p>
<p>“Model Puspaga berbasis pesantren dan masyarakat ini sangat strategis. Pesantren punya pengaruh moral dan sosial yang kuat, sementara basis masyarakat memastikan layanan mudah dijangkau,” jelasnya.</p>
<p>Ia berharap setiap Puspaga yang telah difasilitasi dapat menjadi pusat rujukan keluarga, mulai dari konseling keluarga, pendidikan pengasuhan, hingga layanan perlindungan.</p>
<p>“Ini bukti nyata komitmen pemerintah daerah menjadikan ketahanan keluarga sebagai pilar pembangunan sumber daya manusia dan mewujudkan Bondowoso Berdaya,” tandasnya.</p>
<p>“Kami optimistis layanan Puspaga akan semakin maksimal dan mampu menjadi garda terdepan dalam menciptakan keluarga yang lebih kuat, harmonis, dan terlindungi,” pungkasnya.<strong> (*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>
<p></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>BBI Sumberwringin Bondowoso Terbengkalai, Pemanfaatan Aset Terkendala Regulasi</title>
<link>https://suarajatimpost.com/bbi-sumberwringin-bondowoso-terbengkalai-pemanfaatan-aset-terkendala-regulasi</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/bbi-sumberwringin-bondowoso-terbengkalai-pemanfaatan-aset-terkendala-regulasi</guid>
<description><![CDATA[ BBI Sumberwringin di Bondowoso ditemukan memprihatinkan saat sidak wakil bupati. Aset kolam dan bangunan mangkrak kini dilirik investor dan BUMDes. Disnakkan diminta segera memperbaiki regulasi agar aset bisa dimanfaatkan untuk meningkatkan PAD daerah. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202511/image_870x580_6926dbee9a3cf.webp" length="56860" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 26 Nov 2025 18:37:00 +0700</pubDate>
<dc:creator>Rizqi Ardian</dc:creator>
<media:keywords>BBI, Benih, Ikan, aset, Pemerintah, Bondowoso, Disnakkan, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p data-start="253" data-end="433"><strong data-start="253" data-end="271">BONDOWOSO, SJP</strong> – Balai Benih Ikan (BBI) Sumberwringin, yang dahulu menjadi sentra pembenihan dan budidaya ikan air tawar di Kabupaten Bondowoso, kini memprihatinkan kondisinya.</p>
<p data-start="435" data-end="644">Kolam-kolam yang dulu penuh air dan berbagai jenis ikan tawar kini dipenuhi rumput dan ilalang. Hanya satu kolam yang masih berisi air, itupun dangkal, dengan ikan nila dan patin yang tampak tidak terpelihara.</p>
<p data-start="646" data-end="992">Di sisi utara kolam, terlihat bangunan megah bertuliskan Asrama Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Bondowoso. Bangunan tersebut tampak tak terawat, dikelilingi ilalang, dengan cat tembok mengelupas yang menambah kesan angker. Aset di dalam gedung yang diresmikan pada 13 Januari 2009 oleh Bupati Amin Said Husni itu pun banyak yang rusak.</p>
<p data-start="994" data-end="1181">Pada tahun 2008, BBI Sumberwringin sempat menjadi lokasi pelatihan budidaya ikan dan kewirausahaan. Fasilitas tersebut pernah aktif untuk mendukung program-program perikanan di Bondowoso.</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202511/image_870x_6926e645446f1.webp" alt=""></p>
<p data-start="1183" data-end="1399">Kini, aset milik Pemerintah Kabupaten Bondowoso tersebut mulai dilirik berbagai pihak, baik investor maupun BUMDes setempat, untuk dikelola menjadi lokasi bisnis yang berpotensi menambah Pendapatan Asli Daerah (PAD).</p>
<p data-start="1401" data-end="1617">Minat para pihak itu terlihat dari kunjungan Wakil Bupati Bondowoso, As’ad Yahya Syafi’i, bersama Asisten II Abdurrahman dan Kepala Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakkan), Hendri Widotono, pada Rabu (26/11/2025).</p>
<p data-start="1619" data-end="1797">Kepala Disnakkan Bondowoso, Hendri Widotono, menegaskan bahwa kehadiran Wabup merupakan inspeksi mendadak (sidak) untuk memastikan aset Pemkab tersebut dapat difungsikan kembali.</p>
<p data-start="1799" data-end="1959">“Pak Wabup Bondowoso sidak ke sini untuk mendorong peningkatan PAD melalui pemanfaatan potensi yang dimiliki BBI Sumberwringin,” ujarnya usai mendampingi sidak.</p>
<p data-start="1961" data-end="2146">Hendri menjelaskan, Wabup meminta agar BBI Sumberwringin bisa dimanfaatkan dan menghasilkan PAD mulai tahun 2026. Namun, langkah pertama yang harus dibenahi adalah regulasi pengelolaan.</p>
<p data-start="2148" data-end="2360">“Kita sebenarnya masih tergantung pada regulasi. Beliau (Wabup) meminta agar regulasi bisa segera diselesaikan. Seminggu harus ganti, apalagi kalau hanya Perbup. Jadi beliau minta semuanya gerak cepat,” jelasnya.</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202511/image_870x_6926e64a1c319.webp" alt=""></p>
<p data-start="2362" data-end="2551">Disnakkan, kata Hendri, akan berusaha menindaklanjuti arahan Wabup. Meski baru menjabat dan seharusnya masih pada tahap observasi, namun Wabup meminta agar hasil kerja bisa terlihat segera.</p>
<p data-start="2553" data-end="2678">“Wabup tidak ingin menunggu lama. Yang penting ada hasil. Kalau tidak bergerak, maka OPD yang akan dievaluasi,” tegas Hendri.</p>
<p data-start="2680" data-end="2885">Terkait pemanfaatan aset, Hendri menyebut ada pengusaha yang berminat mengembangkan BBI Sumberwringin menjadi peternakan sapi perah. Selain itu, ada BUMDes juga mulai mengajukan penawaran pengelolaan.</p>
<p data-start="2887" data-end="3091">“Ada banyak peluang bisnis dan potensi pendapatan di BBI Sumberwringin. Namun menurut salah satu pengusaha, regulasi masih menjadi hambatan. Jadi diminta agar segera diselesaikan dalam seminggu,” tandasnya. <strong>(*)</strong></p>
<p data-start="2887" data-end="3091"><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Antisipasi Penyakit Ternak, Disnakkan Bondowoso Gencar Gelar Pengobatan Massal</title>
<link>https://suarajatimpost.com/antisipasi-penyakit-ternak-disnakkan-gencar-gelar-pengobatan-massal</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/antisipasi-penyakit-ternak-disnakkan-gencar-gelar-pengobatan-massal</guid>
<description><![CDATA[ Upaya Pemkab Bondowoso dalam mencegah penyakit ternak diperkuat melalui pengobatan massal dan pemeriksaan kesehatan hewan. Wabup As’ad meninjau langsung kegiatan yang menyasar enam titik layanan demi menjaga kesehatan serta ketersediaan bibit unggul bagi peternak. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202511/image_870x580_6926dc46be3bc.webp" length="70462" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 26 Nov 2025 17:36:53 +0700</pubDate>
<dc:creator>Rizqi Ardian</dc:creator>
<media:keywords>ternak, virus PMK, Disnakkan, Bondowoso, Suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p data-start="262" data-end="671"><strong>BONDOWOSO, SJP –</strong> Upaya Pemerintah Kabupaten Bondowoso dalam mengantisipasi terjadinya penyakit pada hewan ternak, khususnya sapi, terus diperkuat melalui pelaksanaan pengobatan massal dan pemeriksaan aset peternakan yang digelar Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakkan). Kegiatan ini menjadi langkah strategis pemerintah dalam menjaga kesehatan, produktivitas, serta ketersediaan bibit unggul di daerah.</p>
<p data-start="673" data-end="1005">Pada Rabu (26/11/2025), Wakil Bupati Bondowoso, As’ad Yahya Syafi’i, meninjau langsung pelaksanaan Pengobatan Massal Ternak di wilayah Sumberwringin. Kehadiran Wabup menunjukkan komitmen pemerintah menghadirkan pelayanan peternakan yang cepat, mudah, dan menjangkau hingga pelosok desa.</p>
<p data-start="1007" data-end="1257">Dalam kesempatan itu, Wabup As’ad menegaskan, layanan kesehatan hewan merupakan kebutuhan mendasar bagi peternak dalam menjaga kualitas serta keberlanjutan usaha ternak.</p>
<p data-start="1259" data-end="1495">“Kegiatan ini bukan hanya pengobatan ternak, tetapi bagian dari upaya besar pemerintah untuk memperkuat sektor peternakan Bondowoso. Kita ingin memastikan hewan ternak sehat dan produktif,” ujarnya.</p>
<p data-start="1497" data-end="1820">Pengobatan massal tersebut mencakup pemeriksaan kesehatan hewan, pemberian vitamin, obat cacing, vaksinasi, dan konsultasi langsung dengan petugas kesehatan hewan. Puluhan peternak dari berbagai desa sekitar terlihat antusias mengikuti kegiatan ini, terutama setelah sektor peternakan sempat terdampak penyakit seperti PMK.</p>
<p data-start="2096" data-end="2357">Wabup Bondowoso yang karib disapa Ra As’ad ini mengakui, tantangan sektor peternakan semakin kompleks, mulai dari ancaman penyakit, naiknya harga pakan, hingga peningkatan mutu bibit. Pemerintah, katanya, harus hadir tidak hanya sebagai regulator tetapi juga mitra yang mendampingi peternak.</p>
<p data-start="2359" data-end="2547">“Kami mendorong Disnakkan terus melakukan program jemput bola seperti ini. Pelayanan langsung ke masyarakat sangat dibutuhkan, terutama di wilayah dengan akses yang tidak mudah,” tegasnya.</p>
<p data-start="2549" data-end="2792">Sementara itu, Kepala Disnakkan Bondowoso, Hendri Widotono, mengungkapkan, populasi ternak sempat mengalami penurunan. Hal ini disebabkan menurunnya aktivitas peternak serta ketidakteraturan pemberian suntikan kesehatan karena dampak PMK.</p>
<p data-start="2794" data-end="2971">“Kita sebenarnya populasinya <em>drop.</em> Peternak lesu dan ada yang suntik libur karena terdampak PMK. Kehadiran Pak Wabup Bondowoso memberi semangat agar peternak tetap termotivasi,” jelasnya.</p>
<p data-start="2973" data-end="3254">Hendri menambahkan, kegiatan pengobatan tidak dilakukan di satu titik saja. Pada tahun 2025, Disnakkan menargetkan enam titik layanan dengan sasaran 600 ekor ternak per titik.</p>
<p data-start="2973" data-end="3254">“Harus selesai. Besok terakhir. Dan biasanya target ini tercapai, bahkan lebih,” ujarnya optimistis. <strong>(*)</strong></p>
<p data-start="2973" data-end="3254"><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>DPRD dan Pemkab Bondowoso Sahkan APBD Tahun 2026</title>
<link>https://suarajatimpost.com/dprd-dan-pemkab-bondowoso-sahkan-apbd-tahun-2026</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/dprd-dan-pemkab-bondowoso-sahkan-apbd-tahun-2026</guid>
<description><![CDATA[ Penetapan Raperda APBD 2026 Bondowoso berlangsung dalam rapat paripurna DPRD. Bupati Abdul Hamid Wahid menyampaikan apresiasi untuk putra-putri berprestasi, menjelaskan struktur pendapatan dan belanja, serta menegaskan komitmen pelaksanaan APBD yang efisien dan akuntabel. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202511/image_870x580_6924698e77b12.webp" length="33008" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 24 Nov 2025 21:47:56 +0700</pubDate>
<dc:creator>Rizqi Ardian</dc:creator>
<media:keywords>DPRD, Paripurna, rekomendasi, LKPJ suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p data-start="169" data-end="450"><strong>BONDOWOSO, SJP –</strong> Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Bondowoso dalam agenda penetapan Raperda APBD Tahun Anggaran 2026 dan Persetujuan Propemperda tahun 2026, Senin (24/11/2025), diawali dengan apresiasi khusus dari Bupati Bondowoso, Abdul Hamid Wahid, terhadap prestasi yang diraih putera-puteri Bondowoso.</p>
<p data-start="452" data-end="772">Di hadapan pimpinan dan anggota dewan, Ra Hamid memberikan penghargaan kepada Beryl Aulia Sungkono, Juara I Tunggal Taruna Putri Bulutangkis pada Kejurprov 2025, serta Marching Band Gita Cita Bahana SMPN 1 Bondowoso yang meraih juara umum pada <em data-start="708" data-end="759">Piala Bung Karno Marching Band Open Competition 3</em> di Blitar.</p>
<p data-start="774" data-end="891">“Prestasi ini harus menjadi motivasi bagi seluruh putera-puteri Bondowoso untuk terus berbuat yang terbaik,” ujarnya.</p>
<p data-start="774" data-end="891"><strong>Komitmen Bersama Mengawal APBD 2026</strong></p>
<p data-start="938" data-end="1160">Dalam sambutannya, Bupati Bondowoso yang akrab disapa Ra Hamid ini menyampaikan terima kasih kepada DPRD atas kerja sama dalam pembahasan Raperda APBD 2026. Ia menegaskan bahwa persetujuan tersebut merupakan wujud komitmen bersama untuk memajukan Bondowoso.</p>
<p data-start="1162" data-end="1401">Raperda APBD 2026, lengkap dengan dokumen pendukungnya, selanjutnya akan dikirimkan kepada Gubernur Jawa Timur untuk dievaluasi.</p>
<p data-start="1162" data-end="1401">“Hasil evaluasi gubernur nanti akan menjadi rujukan penyempurnaan sebelum ditetapkan menjadi Perda,” jelasnya.</p>
<p data-start="1162" data-end="1401"><strong>Pendapatan Rasional, Belanja Prioritas</strong></p>
<p data-start="1162" data-end="1401">Di hadapan pimpinan dan anggota DPRD serta Forkopimda, Ra Hamid menjelaskan, penyusunan APBD 2026 merujuk pada RKPD serta KUA-PPAS, dengan perhitungan pendapatan yang rasional dan terukur. Pendapatan Asli Daerah (PAD) disusun berdasarkan potensi yang realistis, disertai langkah-langkah optimalisasi. Sementara pendapatan transfer telah disesuaikan dengan regulasi pemerintah pusat maupun antar daerah.</p>
<p data-start="1803" data-end="2080">Untuk sektor belanja, pemerintah mengalokasikan anggaran pada kebutuhan wajib, prioritas, dan belanja mandatory, dengan tetap mengedepankan efisiensi serta pencapaian target kinerja. Adapun pembiayaan daerah turut memasukkan proyeksi SiLPA 2025 untuk menutup defisit APBD 2026.</p>
<p data-start="1803" data-end="2080"><strong>Aparatur Diminta Jalankan APBD dengan Tanggung Jawab</strong></p>
<p data-start="2144" data-end="2325">Abdul Hamid Wahid meminta seluruh aparatur pemerintah daerah menjalankan kesepakatan APBD dengan penuh tanggung jawab serta berpegang pada ketentuan perundang-undangan.</p>
<p data-start="2327" data-end="2458">“Semoga Allah SWT memudahkan segala urusan kita dalam mewujudkan Bondowoso yang Berkualitas, Akseleratif dan Holistik,” pungkasnya. <strong>(***)</strong></p>
<p data-start="2327" data-end="2458"><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Sekda Situbondo Dimutasi Jadi Staf Ahli di Bondowoso, Bupati: Bukan Permintaan Pribadi</title>
<link>https://suarajatimpost.com/sekda-situbondo-dimutasi-jadi-staf-ahli-di-bondowoso-bupati-bukan-permintaan-pribadi</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/sekda-situbondo-dimutasi-jadi-staf-ahli-di-bondowoso-bupati-bukan-permintaan-pribadi</guid>
<description><![CDATA[ Bupati Bondowoso Abdul Hamid Wahid menjelaskan mutasi pejabat dilakukan berdasarkan evaluasi kinerja dan kebutuhan daerah, termasuk rencana open bidding, untuk memperkuat tata kelola serta penyempurnaan struktur pemerintahan. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202511/image_870x580_6924667a064e7.webp" length="30310" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 24 Nov 2025 21:34:04 +0700</pubDate>
<dc:creator>Rizqi Ardian</dc:creator>
<media:keywords>mutasi, jabatan, eselon II, pejabat, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p data-start="212" data-end="655"><strong>BONDOWOSO, SJP –</strong> Ada yang menarik dalam gelaran mutasi dan promosi jabatan eselon II, III, dan IV di Kabupaten Bondowoso yang berlangsung di Aula Sabha Bina Praja, Senin (24/11/2025). </p>
<p data-start="212" data-end="655">Salah seorang pejabat yang dilantik adalah Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Situbondo, Wawan Setiawan, yang “balik kandang” ke Bumi Ki Ronggo dan kini mengemban amanah baru sebagai Staf Ahli Bidang Pemerintahan, Hukum, dan Politik Sekretariat Daerah Bondowoso.</p>
<p data-start="657" data-end="872">Mutasi tersebut, ditegaskan Bupati Bondowoso Abdul Hamid Wahid, sepenuhnya telah sesuai prosedur dan regulasi. Ia membantah anggapan bahwa mutasi Sekda Situbondo terjadi atas permintaan pribadi pejabat bersangkutan.</p>
<p data-start="874" data-end="1037">Usai pelantikan, Bupati Bondowoso menjelaskan, penempatan Wawan Setiawan merupakan hasil evaluasi kebutuhan organisasi dan rekam pengalaman yang dinilai relevan.</p>
<p data-start="1039" data-end="1209">“Beliau kita butuhkan di sini. Pengalaman beliau relevan, tetapi tetap butuh adaptasi dan pemikiran yang kita perlukan untuk Bondowoso,” ujarnya kepada sejumlah wartawan.</p>
<p data-start="1211" data-end="1392">Menanggapi pertanyaan apakah mutasi tersebut berasal dari usulan pribadi, Bupati Bondowoso yang karib disapa Ra Hamid ini menegaskan, keputusan ini merupakan hasil kajian tim.</p>
<p data-start="1394" data-end="1505">“Bukan dari pengajuan pribadi. Itu hasil dari tim, melibatkan beberapa unsur, termasuk BKN regional,” tegasnya.</p>
<p data-start="1507" data-end="1773">Bupati juga mengakui, masih ada sejumlah posisi yang saat ini diisi Pelaksana Tugas (Plt) serta beberapa titik jabatan lain yang menunggu penataan struktural lanjutan. Ia bahkan membuka peluang pelaksanaan <em data-start="1724" data-end="1738">open bidding</em> untuk pengisian jabatan strategis.</p>
<p data-start="1775" data-end="1890">“Kita akan menyelesaikan ini. Mungkin metode yang kita gunakan nanti open bidding. Sudah ada roadmap-nya,” ujarnya.</p>
<p data-start="1892" data-end="2074">Namun terkait kemungkinan <em data-start="1918" data-end="1932">open bidding</em> digelar tahun ini, Ra Hamid menyebut bahwa hal tersebut bergantung pada perkembangan teknis dan proses administrasi yang sedang berjalan.</p>
<p data-start="2076" data-end="2209">“Rencananya sudah kita susun. Tapi selesai tahun ini atau tidak, itu tergantung proses pengajuan dan perkembangan teknis,” ungkapnya. <strong>(*)</strong></p>
<p data-start="2211" data-end="2372" data-is-last-node="" data-is-only-node=""><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Mutasi dan Promosi ASN di Bondowoso Bergulir Lagi, Ini Daftarnya</title>
<link>https://suarajatimpost.com/mutasi-dan-promosi-asn-di-bondowoso-bergulir-lagi-ini-daftarnya</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/mutasi-dan-promosi-asn-di-bondowoso-bergulir-lagi-ini-daftarnya</guid>
<description><![CDATA[ Pelantikan pejabat Administrator dan Pengawas Bondowoso menegaskan komitmen reformasi birokrasi, evaluasi kinerja, dan percepatan pelayanan publik. Bupati Hamid dorong ASN bekerja profesional, responsif, serta rencanakan open bidding untuk pengisian jabatan strategis agar pemerintahan lebih efektif. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202511/image_870x580_692460ec1f12b.webp" length="24140" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 24 Nov 2025 20:44:51 +0700</pubDate>
<dc:creator>Rizqi Ardian</dc:creator>
<media:keywords>mutasi, jabatan, eselon II, pejabat, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>BONDOWOSO, SJP -</strong> Pemerintah Kabupaten Bondowoso kembali melakukan penyegaran birokrasi melalui pelantikan serta pengambilan sumpah jabatan pejabat II, III dan IV, Senin (24/11/2025). </p>
<p>Pelantikan dipimpin langsung oleh Bupati Bondowoso, Abdul Hamid Wahid, dan dihadiri pimpinan DPRD, Wakil Bupati, Sekda, kepala OPD hingga camat se-Bondowoso.</p>
<p>Dalam sambutannya, Bupati Bondowoso yang karib disapa Ra Hamid ini menegaskan, pelantikan merupakan bagian penting dari pembinaan karier ASN sekaligus bentuk penyegaran untuk meningkatkan efektivitas tata kelola pemerintahan. </p>
<p>Ia menyampaikan bahwa rotasi dan promosi jabatan dilakukan berdasarkan kompetensi, integritas, kinerja, serta kebutuhan organisasi.</p>
<p>“Jabatan Administrator dan Pengawas adalah posisi strategis. Administrator menjadi jembatan antara kebijakan pimpinan dan pelaksanaan di lapangan, sementara Pengawas memastikan setiap program berjalan tepat aturan dan bermanfaat bagi masyarakat,” ungkapnya.</p>
<p>Bupati juga meminta para pejabat yang baru dilantik untuk segera bekerja dan menyesuaikan diri dengan lingkungan baru. Ia menekankan pentingnya meninggalkan pola kerja lama yang tidak produktif dan membangun budaya kerja yang cepat, tepat, transparan, serta responsif.</p>
<p>“Kita berada di era di mana masyarakat menuntut kehadiran pemerintah yang melayani, bukan dilayani,” tegasnya, usai melantik dan membacakan sumpah jabatan di aula Sabha Bina Praja.</p>
<p>Dalam kesempatan itu, Ra Hamid turut mengingatkan, pemerintah daerah sedang fokus mempercepat pembangunan infrastruktur, meningkatkan kualitas layanan publik, serta memperkuat pembangunan ekonomi dan perdesaan. </p>
<p>“Semua itu, hanya dapat tercapai jika didukung ASN yang berintegritas dan bekerja dengan hati. Mari kiga menjaga koordinasi, soliditas, dan menjadi teladan bagi staf di bawahnya,” pesannya. </p>
<p>Berikut daftarnya : </p>
<ol>
<li>Sholikin, menjabat sebagai Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Kabupaten Bondowoso</li>
<li>Wawan Setiawan, Staf Ahli Bidang Pemerintahan, Hukum, dan Politik Sekretariat Daerah Kabupaten Bondowoso</li>
<li>Agus Winarno, Kepala Bagian Dukungan Pelaksanaan Tugas dan Fungsi DPRD pada Sekretariat DPRD Kabupaten Bondowoso</li>
<li>Dr. Arief Sudibyo, Sekretaris Dinas Kesehatan</li>
<li>Dr. Muhammad Habib Musyaki, Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit pada Dinas Kesehatan</li>
<li>Dr. Untung Kuzairi, Kepala Bidang Rehabilitasi Sosial pada Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos P3AKB)</li>
<li>Ani Farmadiani, Kepala Bidang Keluarga Sejahtera, Ketahanan dan KB pada Dinsos P3AKB</li>
<li>Putu Budi Setiawan, Kepala Bidang Bina Marga pada Dinas Bina Marga Sumber Daya Air dan Bina Konstruksi (BSBK)</li>
<li>Muhammad Hendra Wahyudi, Kepala Bidang Operasi dan Pemeliharaan pada Dinas Bina Marga Sumber Daya Air dan Bina Konstruksi (BSBK)</li>
<li>Abdul Mufid, Camat Tamanan </li>
<li>Guruh Purnama Putra, Camat Curahdami </li>
<li>Mahbub Rudianto, Sekretaris Kecamatan Curahdami</li>
<li>Jamila Fitriastuti, Sekretaris Dinas Perpustakaan dan Kearsipan</li>
<li>Eko Agus Wahyudi, Kepala Bidang Tenaga Kerja pada Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu serta Tenaga Kerja </li>
<li>Dwi Purnomo, Sekretaris Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa</li>
<li>Rizky Idam Lukmana, Camat Cermee</li>
<li>Janarko Sufriandri, Sekretaris Kecamatan Klabang</li>
<li>Sujoko, Kepala Bidang Manajemen Aset pada Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah</li>
<li>Deni Friyanti, Kepala Bidang Penatausahaan pada Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah</li>
<li>Susilowati, Sekretaris Dinas Perhubungan </li>
<li>Ali Junaidi, Sekretaris Dinas Komunikasi dan Informatika </li>
<li>Yuhyi Wahyudi, Sekretaris Satuan Polisi Pamong Praja </li>
<li>Dra Tutwuri Handayani,Kepala Bidang PAUD dan PNF pada Dinas Pendidikan</li>
<li>Hani Rahmawati, Kepala Bidang Pembinaan SMP pada Dinas Pendidikan</li>
<li>drh. Muhammad Saiful, Kepala Bidang Peternakan pada Dinas Peternakan dan Perikanan </li>
<li>NurcahYaningrum, Kepala Bidang Perikanan pada Dinas Peternakan dan Perikanan </li>
<li>Muhammad Munir, Sekretaris BKPSDM Kabupaten Bondowoso</li>
<li>Dwi Haryadi, Kepala Bidang Perdagangan pada Dinas Koperasi, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskoperindag)</li>
<li>Ahmad Bahrul Munir, Kepala Bidang Prasarana dan Sarana pada Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP)</li>
<li>Teguh Haryono, Auditor Ahli Pertama pada Inspektorat <strong>(*)</strong></li>
</ol>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Gerakan Literasi Bondowoso Diperkuat hingga Level Keluarga</title>
<link>https://suarajatimpost.com/gerakan-literasi-bondowoso-diperkuat-hingga-level-keluarga</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/gerakan-literasi-bondowoso-diperkuat-hingga-level-keluarga</guid>
<description><![CDATA[ Pengukuhan Bulida dan Bulika Bondowoso memperkuat gerakan literasi hingga tingkat keluarga. Bupati Hamid dorong budaya membaca, literasi digital, finansial, dan karakter. Kolaborasi pemerintah dan masyarakat diharapkan menciptakan generasi berdaya saing dan mempercepat kemajuan literasi daerah. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202511/image_870x580_69243e6dc105d.webp" length="50620" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 24 Nov 2025 18:09:38 +0700</pubDate>
<dc:creator>Rizqi Ardian</dc:creator>
<media:keywords>literasi, membaca, buku, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p data-start="177" data-end="462"><strong>BONDOWOSO, SJP - </strong>Gerakan literasi di Kabupaten Bondowoso semakin diperkuat dengan dikukuhkannya Bunda Literasi Daerah (Bulida) dan Bunda Literasi Kecamatan (Bulika). Pengukuhan ini menjadi langkah strategis untuk memperluas jangkauan literasi hingga ke tingkat keluarga dan masyarakat.</p>
<p data-start="464" data-end="775">Bupati Bondowoso, Abdul Hamid Wahid, menegaskan, literasi saat ini tidak hanya sebatas kemampuan membaca dan menulis, tetapi mencakup literasi digital, finansial, budaya, hingga karakter. Semua itu menjadi bekal penting bagi masyarakat untuk beradaptasi dan bersaing di era teknologi yang terus berkembang.</p>
<p data-start="777" data-end="983">“Peran Bulida dan Bulika sangat strategis dalam menghidupkan budaya membaca dan memperkuat pendidikan keluarga. Mereka adalah jembatan antara program pemerintah dan kebutuhan masyarakat,” ujar bupati usai pengukuhan, pada Senin (24/11/2025) di pendopo Raden Bagus Assra.</p>
<p data-start="985" data-end="1260">Ia berharap pengurus yang baru dilantik dapat menjalankan amanah dengan sepenuh hati, soliditas, dan semangat berkebersamaan.</p>
<p data-start="985" data-end="1260">"Para Bunda Literasi juga diimbau menjadi inspirasi gerakan literasi, sekaligus teladan dalam membangun kebiasaan membaca dan belajar sepanjang hayat," harapnya.</p>
<p data-start="1262" data-end="1474">Sementara itu, Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Bondowoso, Nunung Setianingsih, menambahkan, pengukuhan ini bertujuan memperkuat peran Bunda Literasi sebagai penggerak utama dalam meningkatkan minat baca.</p>
<p data-start="1476" data-end="1650">"Keluarga adalah garda terdepan dalam menumbuhkan literasi anak, sehingga kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan para bunda literasi menjadi sangat penting," ujar mantan Kepala DPMPTSP dan Naker ini.</p>
<p data-start="1652" data-end="1879">Nunung menyebut beberapa manfaat yang diharapkan lahir dari pengukuhan ini, mulai dari meningkatnya minat baca masyarakat, penguatan literasi keluarga, hingga terbangunnya generasi berdaya saing yang siap menghadapi masa depan.</p>
<p data-start="1881" data-end="2060">“Kegiatan ini diharapkan menjadi langkah awal memperkuat sinkronisasi seluruh pihak, mulai dari pusat, provinsi, hingga kabupaten, agar gerakan literasi semakin masif dan berdampak,” pungkasnya. <strong>(*)</strong></p>
<p data-start="1881" data-end="2060"><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Dekranasda Siap Pacu Ekonomi Kreatif di Bondowoso</title>
<link>https://suarajatimpost.com/dekranasda-siap-pacu-ekonomi-kreatif-di-bondowoso</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/dekranasda-siap-pacu-ekonomi-kreatif-di-bondowoso</guid>
<description><![CDATA[ Pelantikan Pengurus Dekranasda Bondowoso 2025–2030 menegaskan komitmen penguatan ekonomi kreatif, pemberdayaan perajin, dan pelestarian budaya lokal. Bupati Hamid dorong inovasi, peningkatan daya saing, serta perluasan pemasaran produk kerajinan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi daerah. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202511/image_870x580_69243a5327ff9.webp" length="55306" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 24 Nov 2025 17:34:03 +0700</pubDate>
<dc:creator>Rizqi Ardian</dc:creator>
<media:keywords>Dekranasda, kesenian, daerah, kerajinan, ekonomi, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>BONDOWOSO, SJP – </strong>Komitmen pemerintah daerah dalam memperkuat sektor ekonomi kreatif di Kabupaten Bondowoso terus dilakukan dengan melibatkan berbagai pihak, khususnya Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda).</p>
<p>Dekranasda meruapkan organisasi nirlaba yang bermitra dengan pemerintah daerah untuk membina, melatih, dan mempromosikan produk-produk kerajinan lokal agar dapat berkembang dan berdaya saing. </p>
<p>Oleh sebab itu, Pemerintah Kabupaten Bondowoso menguatkan fungsi Dekranasda melalui pelantikan pengurus Dekranasda Kabupaten Bondowoso masa bhakti 2025–2030, di Pendopo Raden Bagus Assra, pada Senin (24/11/2025).</p>
<p>“Pelantikan ini menjadi tonggak penting dan motivasi bagi kami untuk terus memajukan kerajinan serta memperkuat gerakan literasi di Bondowoso,” ujar Bupati Bondowoso, Abdul Hamid Wahid.</p>
<p>Menurutnya, pelantikan pengurus baru Dekranasda menjadi momentum penting untuk menegaskan kesiapan Bondowoso dalam mendorong kreativitas masyarakat dan memperkuat fondasi pembangunan khususnya di sektor perekonomian.</p>
<p>Bupati yang karib disapa Ra Hamid ini menilai, Dekranasda berperan strategis dalam memberdayakan para perajin lokal, menjaga kekhasan budaya, hingga membuka peluang ekonomi bagi masyarakat. </p>
<p>“Kerajinan di Bondowoso bukan sekadar industri, tetapi identitas daerah dan sumber kesejahteraan,” tegasnya.</p>
<p>Kepada pengurus baru Dekranasda, ia menitipkan harapan besar agar mampu menjadi motor penggerak peningkatan kualitas dan daya saing produk lokal. Ia optimistis sinergi yang kuat mampu memperluas pasar dan makin mengenalkan kerajinan Bondowoso ke berbagai daerah.</p>
<p>“Saya berharap Dekranasda mampu menguatkan peran dalam memajukan ekonomi kreatif sekaligus menghadirkan masyarakat Bondowoso yang makin kreatif,” harapnya.</p>
<p>Sementara itu, Plt Kepala Diskoperindag Bondowoso, Nunung Setianingsih, menegaskan, keberadaan Dekranasda kabupaten memiliki peran penting dalam menggali, melestarikan, dan mengembangkan warisan budaya serta meningkatkan daya saing produk kerajinan lokal.</p>
<p>Menurutnya, Dekranasda berfungsi memberikan pembinaan, pelatihan, serta pendampingan kepada para pengrajin agar lebih inovatif dan memiliki semangat kewirausahaan. </p>
<p>Tujuannya, lanjut Nunung, tidak lepas dari upaya memperkuat ekonomi kreatif, meningkatkan pemasaran produk, hingga mendorong UMKM kerajinan agar mampu bersaing di pasar nasional maupun internasional.</p>
<p>“Dengan dukungan pemerintah daerah dan pengurus baru, Bondowoso diharapkan dapat semakin maju sebagai salah satu pusat kerajinan dan kreativitas di Jawa Timur,” tukas Nunung yang juga menjabat sebagai Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan ini.</p>
<p>Pada Rapat Kerja Nasional Dekranas tahun 2025 yang dilaksanakan pada tanggal 23 September 2025 di Jakarta, tema yang diangkat adalah "Optimalisasi Peran Dekranas dalam Mengembangkan Produk Kerajinan Nasional".</p>
<p>Dekranas atau Dekranasda, kata Nunung, mampu mengembangkan produk, pelestarian budaya dan peningkatan ekonomi kreatif, sehingga akan dapat menciptakan lapangan kerja baru dan pertumbuhan ekonomi yang signifikan.</p>
<p>“Peningkatan skala ekonomi dan pembangunan kelembagaan pelaku UMKM, serta kewirausahaan merupakan langkah penting dalam pemerataan hasil pertumbuhan ekonomi,” pungkasnya. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Desa Bukor Wringin Bondowoso Launching Aplikasi BULAT, Wujud Transformasi Menuju Desa Digital</title>
<link>https://suarajatimpost.com/desa-bukor-wringin-bondowoso-launching-aplikasi-bulat-wujud-transformasi-menuju-desa-digital</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/desa-bukor-wringin-bondowoso-launching-aplikasi-bulat-wujud-transformasi-menuju-desa-digital</guid>
<description><![CDATA[ Peluncuran aplikasi BULAT menandai langkah Desa Bukor menuju desa digital dengan layanan publik lebih mudah diakses. Kepala Desa Mathari memastikan perangkat desa siap mengelola sistem, sambil menegaskan tradisi lokal tetap dijaga di tengah modernisasi. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202511/image_870x580_6923c6ab002d5.webp" length="29670" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 24 Nov 2025 10:07:00 +0700</pubDate>
<dc:creator>Rizqi Ardian</dc:creator>
<media:keywords>digitalisasi desa, pelayanan publik, diskominfo kabupaten malang, aplikasi simama, integrasi nik, pelayanan administrasi, teknologi informasi, kabupaten malang</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p data-start="80" data-end="468"><strong>BONDOWOSO, SJP –</strong> Desa Bukor, Kecamatan Wringin, Kabupaten Bondowoso, resmi meluncurkan aplikasi layanan desa berbasis digital bernama BULAT (Bukor Layanan Tepat) dalam acara Selamatan Desa yang digelar pada Ahad (23/11/2025) malam.</p>
<p data-start="80" data-end="468">Langkah ini menjadi pijakan penting bagi Bukor sebagai desa harapan presiden sekaligus desa yang tengah mempercepat transformasi menuju digitalisasi pelayanan publik.</p>
<p data-start="470" data-end="764">Kepala Desa Bukor, Mathari, menjelaskan, peluncuran aplikasi BULAT merupakan bagian dari upaya menghadirkan pelayanan yang lebih cepat, mudah, dan efisien.</p>
<p data-start="470" data-end="764">Digitalisasi, kata dia, bukan lagi pilihan, tetapi kebutuhan yang harus dipenuhi desa untuk menjawab tuntutan perkembangan zaman.</p>
<p data-start="766" data-end="898">“Sekarang sudah dituntut desa digital, bukan kepentingan tapi kebutuhan. Kita butuh ini, makanya kita buat aplikasi BULAT,” ujarnya, saat dikonfirmasi pada Senin (24/11/2025).</p>
<p data-start="900" data-end="1192">Melalui aplikasi tersebut, masyarakat dapat mengakses berbagai layanan desa tanpa harus datang langsung ke kantor desa. Mulai dari pengajuan surat, akses data sosial seperti tingkat kemiskinan, hingga membuka lapak usaha secara digital dapat dilakukan hanya melalui gawai masing-masing warga.</p>
<p data-start="1194" data-end="1409">Mathari yang juga sebagai ketua SKAK ini menegaskan, seluruh perangkat desa sudah mendapatkan pelatihan untuk mengelola sistem digital tersebut.</p>
<p data-start="1194" data-end="1409">“Kita sudah ajari semua perangkat desa. Alhamdulillah perangkat saya sudah bisa di situ,” katanya.</p>
<p data-start="1411" data-end="1621">Selain mengedepankan transformasi digital, kegiatan selamatan desa atau yang dikenal dengan istilah Kadisah, juga tetap memegang nilai-nilai adat dan tradisi masyarakat Bukor. Ia menegaskan bahwa digitalisasi tidak akan menghapus identitas budaya desa.</p>
<p data-start="1623" data-end="1827">“Kadisah ini tradisi turun-temurun dari nenek moyang. Harapan saya kepada generasi muda, adat ini tetap dijaga, sementara digitalisasi dikembangkan. Ke depan pasti kebutuhan kita adalah digital,” ujarnya.</p>
<p data-start="1829" data-end="2048" data-is-last-node="" data-is-only-node="">Dengan perpaduan antara pelestarian adat dan inovasi digital, Mathari berharap Desa Bukor dapat menjadi contoh desa modern yang tetap memegang akar tradisinya sekaligus mampu memenuhi tuntutan pelayanan publik di era teknologi.</p>
<p data-start="1829" data-end="2048" data-is-last-node="" data-is-only-node="">"Ini adalah harapan besar kami untuk mewujudkan desa digital, sesuai dengan harapan dari Presiden Prabowo Subianto," pungkasnya. <strong>(*)</strong></p>
<p data-start="1829" data-end="2048" data-is-last-node="" data-is-only-node=""><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Golkar Masih Solid Dukung Visi Misi Bupati Bondowoso</title>
<link>https://suarajatimpost.com/golkar-masih-solid-dukung-visi-misi-bupati-bondowoso</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/golkar-masih-solid-dukung-visi-misi-bupati-bondowoso</guid>
<description><![CDATA[ Peringatan HUT ke-61 Golkar Bondowoso menegaskan soliditas dukungan terhadap visi Bondowoso Berkah, menampilkan komitmen Ady Kriesna, program pelayanan publik, kolaborasi UMKM, serta penguatan sinergi partai dan pemerintah dalam mendukung pembangunan daerah yang berkelanjutan. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202511/image_870x580_6923a9db03b70.webp" length="54428" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 24 Nov 2025 08:30:33 +0700</pubDate>
<dc:creator>Rizqi Ardian</dc:creator>
<media:keywords>golkar, HUT, Bondowoso, Kriesna, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p data-start="96" data-end="408"><strong>BONDOWOSO, SJP – </strong>Peringatan HUT ke-61 Partai Golkar di Kabupaten Bondowoso berlangsung meriah di Lapangan Koncer, Ahad (23/11/2025). Pada momentum itu, Ketua DPD Golkar Bondowoso, Ady Kriesna, menegaskan, jika seluruh kader Golkar dari tingkat bawah hingga atas solid mendukung kesuksesan visi “Bondowoso Berkah”.</p>
<p data-start="410" data-end="737">Ady Kriesna menyampaikan, tema peringatan tahun ini, “Golkar Solid Indonesia Maju, Golkar Solid Bondowoso Berkah”, menggambarkan komitmen penuh partai untuk mendukung kepemimpinan Bupati Bondowoso.</p>
<p data-start="410" data-end="737">Menurutnya, bupati saat ini, Abdul Hamid Wahid, adalah figur yang bekerja sunyi, tanpa sensasi, dan fokus menjalankan pembangunan dengan hati.</p>
<p data-start="739" data-end="864">“Bupati kita bukan pemimpin yang mengejar pencitraan. Beliau bekerja sungguh-sungguh untuk menata Bondowoso Berkah,” ujarnya.</p>
<p data-start="866" data-end="1191">Kriesna menilai, di tahun pertama kepemimpinan, sejumlah fondasi pembangunan telah terlihat hasilnya. Ia menyebut perbaikan infrastruktur di beberapa wilayah, bantuan pupuk bagi petani tembakau, asuransi pertanian, hingga program "Bondowoso Menyala" sebagai bukti langkah konkret pemerintah daerah meski di tengah tekanan fiskal.</p>
<p data-start="1193" data-end="1351">“Kalau fondasi tidak dibangun, itu seperti rumah di atas padang pasir. Meskipun fiskal kita terbatas, bupati tetap mampu menjalankan visi-misinya,” tambah wakil Ketua DPRD ini.</p>
<p data-start="1353" data-end="1617">Terkait posisi Golkar dalam pemerintahan, Kriesna tegas katakan, partainya merupakan <em data-start="1436" data-end="1455">the idea of party</em>, partai yang memberi masukan dan kritik konstruktif.</p>
<p data-start="1353" data-end="1617">“Kalau bisa diselesaikan dengan tersenyum, untuk apa marah-marah?” katanya menirukan wejangan senior Golkar.</p>
<p data-start="1619" data-end="1934">Acara HUT kali ini juga melibatkan banyak pihak. Golkar Bondowoso menggandeng Rumah Sakit Mitra Medika untuk layanan cek kesehatan, PMI untuk donor darah, serta UMKM lokal termasuk Kopi Kepi yang menyediakan seribu gelas kopi gratis. Selain itu, tersedia pasar UMKM dan layanan potong rambut gratis untuk masyarakat.</p>
<p data-start="1936" data-end="2155" data-is-last-node="" data-is-only-node="">Peringatan HUT ke-61 Golkar di Bondowoso tersebut bukan hanya menjadi ajang selebrasi, tetapi juga upaya memperkuat sinergi antara partai, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam mewujudkan pembangunan Bondowoso Berkah. <strong>(**)</strong></p>
<p data-start="1936" data-end="2155" data-is-last-node="" data-is-only-node=""><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Memahami Toxic Masculinity: Ketika Standar “Kejantanan” Justru Menyakitkan</title>
<link>https://suarajatimpost.com/memahami-toxic-masculinity-ketika-standar-kejantanan-justru-menyakitkan</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/memahami-toxic-masculinity-ketika-standar-kejantanan-justru-menyakitkan</guid>
<description><![CDATA[ Pembahasan tentang toxic masculinity, dampaknya bagi kesehatan mental pria, serta pentingnya mengekspresikan emosi secara sehat tanpa tekanan standar kejantanan berlebihan yang membatasi kebebasan dan kemanusiaan laki-laki. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202511/image_870x580_692266234f6a5.webp" length="14284" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sun, 23 Nov 2025 09:32:28 +0700</pubDate>
<dc:creator>Rizqi Ardian</dc:creator>
<media:keywords>lifestyle, rekomendasi, membaca, literasi, buku, suarajatimpost, bisnis, otomotif, teknologi, ramadan</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p data-start="140" data-end="218"><strong>SUARAJATIMPOST.COM - </strong>Komentar seperti “Cowok kok pakai baju pink?”, “Sunblock itu buat cewek!”, atau “Masa laki-laki nangis?” mungkin masih sering kita dengar dalam kehidupan sehari-hari. Ucapan-ucapan sederhana ini sebenarnya menggambarkan satu pola pikir yang cukup berbahaya: toxic masculinity.</p>
<p data-start="502" data-end="732">Istilah ini merujuk pada anggapan bahwa pria harus selalu tampil kuat, dominan, tidak emosional, dan bebas dari segala hal yang dianggap “lembut”. Seakan-akan laki-laki harus menjadi sosok yang paling tangguh dalam segala situasi.</p>
<p data-start="734" data-end="1059">Pola pikir seperti ini biasanya lahir dari budaya patriarki yang sejak kecil mengajarkan anak laki-laki untuk menekan perasaan mereka. Padahal, setiap manusia, termasuk pria, memiliki kebutuhan emosional yang sama. Merasa sedih, takut, rapuh, atau membutuhkan dukungan bukanlah kelemahan, melainkan bagian alami dari kehidupan.</p>
<p data-start="1061" data-end="1387">Sayangnya, standar kejantanan yang berlebihan ini sering dianggap wajar. Padahal, dampaknya bisa cukup serius. Laki-laki bisa merasa tertekan karena harus memenuhi ekspektasi sosial, sulit membuka diri, tidak nyaman menerima perbedaan, hingga tanpa sadar merendahkan perempuan atau laki-laki lain yang dianggap lebih “lembut”.</p>
<p data-start="1389" data-end="1642">Lebih jauh lagi, toxic masculinity juga membuat banyak pria takut mengekspresikan emosi, termasuk menangis. Penekanan emosi dalam jangka panjang dapat meningkatkan risiko gangguan kesehatan mental, seperti stres berkepanjangan, kecemasan, hingga depresi.</p>
<p data-start="1644" data-end="1880">Padahal, tidak ada yang salah dengan mengekspresikan perasaan. Laki-laki pun berhak menangis, bercerita, mencari pertolongan, dan menunjukkan sisi rentan mereka. Itu bukan tanda kelemahan, tetapi tanda bahwa ia adalah manusia yang utuh.</p>
<p data-start="1882" data-end="2166" data-is-last-node="" data-is-only-node="">Melepaskan diri dari standar maskulinitas yang kaku bukan hanya membuat hidup lebih ringan, tapi juga membuka ruang bagi hubungan yang lebih sehat, baik dengan diri sendiri maupun orang lain. Jadi, tidak perlu merasa bersalah untuk menunjukkan emosi. Semua orang berhak untuk didengar. <strong>(**)</strong></p>
<p data-start="1882" data-end="2166" data-is-last-node="" data-is-only-node=""><strong>Editor : Rizqi Ardian<br>Sumber : Alodokter_id</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Sarapan Rebusan Lagi Tren, Sehat Nggak Sih? Ini Penjelasannya</title>
<link>https://suarajatimpost.com/sarapan-rebusan-lagi-tren-sehat-nggak-sih-ini-penjelasannya</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/sarapan-rebusan-lagi-tren-sehat-nggak-sih-ini-penjelasannya</guid>
<description><![CDATA[ Tren sarapan rebusan dan kukusan semakin digemari karena praktis, rendah lemak, dan menyehatkan. Ubi, telur, sayur, hingga kue kukus jadi pilihan menu pagi yang bergizi dan mengenyangkan. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202511/image_870x580_6922639fe22da.webp" length="15850" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sun, 23 Nov 2025 08:29:31 +0700</pubDate>
<dc:creator>Rizqi Ardian</dc:creator>
<media:keywords>lifestyle, rekomendasi, membaca, literasi, buku, suarajatimpost, bisnis, otomotif, teknologi</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p data-start="108" data-end="173"><strong>SUARAJATIMPOST.COM - </strong>Belakangan ini, menu sarapan serba kukus dan rebus makin populer. Pilihannya pun beragam, mulai dari ubi, singkong, jagung, kentang, pisang, tahu, tempe, hingga telur.</p>
<p data-start="108" data-end="173">Banyak yang kemudian bertanya, apakah sarapan model begini cukup sehat untuk memenuhi kebutuhan nutrisi di pagi hari? Jawabannya: iya, sehat dan cukup!</p>
<p data-start="501" data-end="920">Metode memasak dengan dikukus atau direbus memang cenderung lebih rendah lemak karena tidak menggunakan minyak. Suhu memasaknya juga tidak setinggi menggoreng, sehingga kandungan vitamin dan mineral dalam bahan makanan lebih terjaga.</p>
<p data-start="501" data-end="920">Bonusnya, rasa alami makanan tetap keluar tanpa perlu banyak bumbu. Ubi dan pisang misalnya, sudah manis dari alami, sementara kentang atau telur cukup ditambah sedikit garam atau lada.</p>
<p data-start="922" data-end="1205">Meski begitu, pemilihan porsi dan ragam makanan tetap penting. Kamu bisa mengombinasikan sumber karbohidrat dari umbi-umbian dengan sayur, kacang-kacangan, serta protein seperti telur, tahu, tempe, atau ikan. Kombinasi ini bisa memberikan energi sekaligus membuat kenyang lebih lama.</p>
<p data-start="1207" data-end="1400">Menu kukusan dan rebusan juga sangat fleksibel. Kamu bisa menikmatinya sebagai sajian utama, atau dipadukan dengan menu sarapan lain seperti bubur, lontong sayur, nasi uduk, hingga nasi kuning.</p>
<p data-start="1402" data-end="1462">Rekomendasi Menu Sarapan Kukusan yang Praktis dan Sehat:</p>
<ul data-start="1464" data-end="1966">
<li data-start="1464" data-end="1560">
<p data-start="1466" data-end="1560">Umbi-umbian: Ubi, singkong, dan kentang kukus jadi pilihan sederhana tapi mengenyangkan.</p>
</li>
<li data-start="1561" data-end="1652">
<p data-start="1563" data-end="1652">Telur kukus: Kaya protein, bisa dikreasikan dengan tambahan jamur atau daun bawang.</p>
</li>
<li data-start="1653" data-end="1708">
<p data-start="1655" data-end="1708">Tahu bakso kukus: Gurih, tanpa tambahan minyak.</p>
</li>
<li data-start="1709" data-end="1792">
<p data-start="1711" data-end="1792">Nasi tim: Sudah lengkap dengan lauk di dalamnya, cocok untuk sarapan cepat.</p>
</li>
<li data-start="1793" data-end="1874">
<p data-start="1795" data-end="1874">Sayuran kukus: Brokoli, labu siam, atau buncis bisa jadi pendamping lauk.</p>
</li>
<li data-start="1875" data-end="1966">
<p data-start="1877" data-end="1966">Kue kukus: Bolu kukus, bakpao, atau kue mangkok, cocok untuk yang suka sarapan manis.</p>
</li>
</ul>
<p data-start="1968" data-end="2154">Tren sarapan rebusan dan kukusan ini bukan cuma praktis, tapi juga bikin tubuh lebih siap menjalani aktivitas pagi. Cocok buat kamu yang ingin makan enak tanpa ribet, tapi tetap sehat. <strong>(**)</strong></p>
<p data-start="1968" data-end="2154"><strong>Editor : Rizqi Ardian<br>Sumber : </strong>Alodokter.id</p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Semeru Masih Gemuruh, PVMBG Masih Tetapkan Status Awas</title>
<link>https://suarajatimpost.com/semeru-masih-gemuruh-pvmbg-masih-tetapkan-status-awas</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/semeru-masih-gemuruh-pvmbg-masih-tetapkan-status-awas</guid>
<description><![CDATA[ Aktivitas Gunung Semeru Level IV Awas, erupsi berlanjut, awan panas Besuk Kobokan, peringatan PVMBG, Priatin Hadi Wijaya, zona bahaya, lava, kegempaan tinggi, masyarakat diminta waspada. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202511/image_870x580_6921be5b97ca3.webp" length="5006" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sat, 22 Nov 2025 21:04:42 +0700</pubDate>
<dc:creator>Rizqi Ardian</dc:creator>
<media:keywords>semeru, erupsi, gladakperak, pvmbg, lumajang, pengungsian, gunungapi</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p data-start="0" data-end="132"><strong>LUMAJANG, SJP –</strong> Aktivitas Gunung Semeru kembali menunjukkan intensitas tinggi sejak erupsi besar yang terjadi pada Rabu, 19 November 2025, pukul 14.13 WIB.</p>
<p data-start="134" data-end="669">Saat itu, awan panas guguran meluncur sejauh 13,8 kilometer ke arah Besuk Kobokan, salah satu yang terjauh dalam beberapa tahun terakhir.</p>
<p data-start="134" data-end="669">Rekaman seismograf menunjukkan amplitudo maksimum 47 mm dengan durasi gempa lebih dari empat jam. Berdasarkan kondisi tersebut, PVMBG resmi menaikkan status Semeru dari Level III (Siaga) ke Level IV (Awas) mulai pukul 17.00 WIB di hari yang sama.</p>
<p data-start="671" data-end="1117">Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), Priatin Hadi Wijaya, menjelaskan, erupsi tidak berhenti sampai di sana. Pemantauan visual pada 21–22 November 2025 menunjukkan aktivitas vulkanik yang berkelanjutan, meski sering tertutup cuaca berkabut.</p>
<p data-start="671" data-end="1117">Bahkan, asap kawah putih bertekanan sedang tampak menjulang hingga seribu meter di atas puncak, disertai letusan-letusan setinggi 300–500 meter yang dominan mengarah ke tenggara.</p>
<p data-start="1119" data-end="1398">“Aktivitas guguran lava masih berlangsung, dengan jarak luncur mencapai 800 meter ke arah Besuk Kobokan. Data kegempaan juga menunjukkan jumlah gempa yang tinggi, menandakan masih adanya suplai material dari bawah permukaan Semeru,” ujar Priatin pada Sabtu (22/11/2025) melalui pesan rilisnya.</p>
<p data-start="1400" data-end="1703">Hingga pukul 12.00 WIB, PVMBG mencatat 214 kali gempa letusan, 28 kali gempa guguran, 30 kali hembusan, hingga gempa vulkanik dalam yang menandakan dinamika sumber magma. Getaran banjir juga terekam dua kali berturut-turut, yang berarti ada indikasi kuat adanya aliran lahar di Besuk Kobokan yang memicu letusan sekunder.</p>
<p data-start="1705" data-end="2078">Meski demikian, instrumen tiltmeter dan GPS menunjukkan pola pergerakan yang relatif stabil. Hal ini mengindikasikan tidak ada tekanan signifikan dari bagian dalam tubuh gunung. Namun, tren penurunan variasi kecepatan seismik (dv/v) sejak pertengahan Oktober 2025 menandakan peningkatan tekanan di dekat permukaan, di mana situasi tersebut yang membuat Semeru tetap berada dalam fase kritis.</p>
<p data-start="2080" data-end="2311">“Status Level IV (Awas) belum bisa diturunkan. Aktivitas erupsi masih terjadi dan potensi bahaya tetap tinggi, terutama di sektor tenggara. Kami meminta masyarakat tetap mematuhi seluruh rekomendasi keselamatan,” tegas Priatin.</p>
<p data-start="2313" data-end="2659">PVMBG kembali menegaskan zona berbahaya. Tidak ada aktivitas apa pun di sektor tenggara sepanjang Besuk Kobokan hingga 20 kilometer dari puncak. Di luar itu, masyarakat tetap dilarang beraktivitas dalam jarak 500 meter dari tepi sungai. Radius delapan kilometer dari kawah juga harus steril dari aktivitas warga karena risiko lontaran batu pijar.</p>
<p data-start="2661" data-end="2899">Priatin mengingatkan masyarakat untuk terus memperbarui informasi melalui kanal resmi Badan Geologi, Magma Indonesia, dan media sosial PVMBG.</p>
<p data-start="2661" data-end="2899">“Kondisi bisa berubah cepat. Akses informasi yang benar menjadi kunci keselamatan,” katanya.</p>
<p data-start="2901" data-end="3191">Hingga Sabtu siang, visual Semeru masih tertutup kabut. Namun rekaman lapangan menunjukkan letusan sekunder terjadi di Kali Lanang pada pukul 10.53 WIB, menjadi pengingat bahwa bahaya tidak hanya datang dari puncak, tetapi juga dari aliran-aliran sungai yang menjadi jalur material vulkanik.</p>
<p data-start="3193" data-end="3442" data-is-last-node="" data-is-only-node="">Aktivitas Semeru masih jauh dari reda. Warga di bantaran sungai dan kawasan rawan diimbau untuk tetap waspada dan mengikuti arahan petugas, sementara tim pemantau PVMBG terus berjaga untuk memastikan setiap perubahan segera diinformasikan ke publik. <strong>(**)</strong></p>
<p data-start="3193" data-end="3442" data-is-last-node="" data-is-only-node=""><strong>Editor : Rizqi Ardian<br>Sumber : PVMBG</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Dinsos P3AKB dan Fatayat NU Perkuat Sinergi Pencegahan Kasus PPA di Bondowoso</title>
<link>https://suarajatimpost.com/dinsos-p3akb-dan-fatayat-nu-perkuat-sinergi-pencegahan-kasus-ppa-di-bondowoso</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/dinsos-p3akb-dan-fatayat-nu-perkuat-sinergi-pencegahan-kasus-ppa-di-bondowoso</guid>
<description><![CDATA[ Dinsos P3AKB dan Fatayat NU Bondowoso memperkuat kolaborasi dalam pencegahan kekerasan dan pernikahan usia dini melalui edukasi, pendampingan, serta program Pesantren Ramah Anak. Kerja sama lintas lembaga diperluas untuk meningkatkan deteksi dini dan perlindungan perempuan-anak. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202511/image_870x580_69217c2e691c8.webp" length="52396" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sat, 22 Nov 2025 18:04:47 +0700</pubDate>
<dc:creator>Rizqi Ardian</dc:creator>
<media:keywords>Fatayat, nahdllatul ulama, perempuan, islam, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>BONDOWOSO, SJP - </strong>Komitmen memperkuat perlindungan terhadap perempuan dan anak di Bondowoso kembali ditegaskan melalui kerja sama antara Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (Dinsos P3AKB) bersama Fatayat NU. </p>
<p>Penguatan sinergi ini menjadi tindak lanjut dari kolaborasi yang selama ini telah berjalan dan kembali ditegaskan pada acara Pelantikan PAC Fatayat NU se-Kabupaten Bondowoso di Pendopo Raden Bagus Assra, Sabtu (22/11/2025).</p>
<p>Kepala Dinsos P3AKB Bondowoso, Muhammad Imron, dalam kesempatan tersebut menyampaikan, upaya perlindungan hanya dapat berjalan optimal melalui kerja bersama semua elemen, termasuk organisasi perempuan dan keagamaan seperti Fatayat NU. </p>
<p>Menurutnya, pendampingan dalam kasus kekerasan membutuhkan jaringan luas karena perangkat daerah memiliki keterbatasan sumber daya manusia di lapangan.</p>
<p>“Pencegahan, pendampingan, dan penanggulangan harus dilakukan bersama. Mulai dari kesehatan korban, kondisi psikologis, hingga penguatan di tingkat masyarakat. Selama ini berjalan baik dengan perangkat daerah, NGO, dan organisasi keagamaan, termasuk Fatayat,” ujarnya.</p>
<p>Imron menegaskan, Dinsos P3AKB tidak dapat bekerja sendiri. Ketika terjadi kasus kekerasan, baik fisik maupun seksual, jangkauan pemerintah sering kali terbatas. Di sinilah peran penting organisasi mitra, termasuk Fatayat NU dan jaringan relawan lainnya.</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202511/image_870x_69217c347fd15.webp" alt=""></p>
<p>“Ketika ada kasus, teman-teman di lapangan bisa bergerak lebih cepat. Mereka yang memberi data awal, info awal, sekaligus pendampingan langsung kepada korban. Kita berdiri bersama, bukan di depan atau belakang, tetapi sejajar,” katanya.</p>
<p>Ia juga menyoroti peningkatan laporan kasus kekerasan yang melibatkan tenaga pendidik di beberapa sekolah. Karena itu, kolaborasi lintas sektor menjadi semakin penting. Dinsos P3AKB disebut terus berkoordinasi dengan Kacabdin dan Dinas Pendidikan untuk mendorong pengawasan, edukasi, dan deteksi dini terhadap potensi kekerasan.</p>
<p>Imron menekankan bahwa pencegahan harus diperkuat melalui edukasi langsung kepada siswa, guru, serta para pendidik di lingkungan keagamaan. Ia mengingatkan, kasus kekerasan tidak boleh dibiarkan berulang.</p>
<p>“Kita lakukan edukasi agar oknum-oknum yang berpotensi melakukan kekerasan bisa terdeteksi lebih dini. Pencegahan itu penting, supaya kejadian serupa tidak terulang,” tegasnya.</p>
<p>Kerja sama Dinsos P3AKB dengan Fatayat NU disebut akan diperkuat melalui berbagai kegiatan pendampingan, pelatihan, respon cepat kasus, dan penguatan jejaring perempuan di tingkat kecamatan hingga desa. </p>
<p>“Kami berharap Fatayat NU yang baru dilantik dapat mempercepat layanan perlindungan perempuan dan anak di Bondowoso,” harap mantan Kepala Dinas Kesehatan ini.</p>
<p>Sementara itu, Ketua Fatayat NU Bondowoso, Liniatul Ma’lufah menegaskan komitmennya melanjutkan program-program strategis organisasi, terutama terkait pemberdayaan perempuan dan pencegahan pernikahan usia dini.</p>
<p>“Kami meneruskan program sebelumnya, yaitu pemberdayaan perempuan untuk meminimalkan pernikahan usia dini dan menekan angka kekerasan,” ujarnya usai pelantikan PAC Fatayat NU.</p>
<p>Ia menjelaskan, Fatayat NU telah menjalin kerja sama dengan Pengadilan Agama, Dinsos P3AKB, Dinas Pendidikan, Dinas Kesehatan, hingga PGRI. Salah satu program prioritas adalah ‘Pesantren Ramah Anak’, yang mendorong pesantren lebih aman dan bebas dari perundungan serta kekerasan antar-santri.</p>
<p>Workshop Pesantren Ramah Anak disebut telah berjalan di Pesantren di Sumber Kemuning, Tamanan, dan akan diperluas ke pesantren lain. Selain di pesantren, Fatayat juga menggerakkan edukasi di sekolah.</p>
<p>“Kemarin kami sudah mengadakan parenting di salah satu sekolah menengah pertama. Program ini berkelanjutan, tidak hanya hari ini saja,” pungkasnya.</p>
<p>Seprti diketahui, sampai bulan Oktober 2025, Dinsos P3AKB Bondowoso mencatat ada total 56 kasus di Bumi Ki Ronggo yang terbagi dari berbagai kasus kekerasan pada perempuan dan anak, bullying, persetubuhan, perkelahian dan pencabulan. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Dukung Gerakan Ekonomi Perempuan, Ubaidillah Beri Mobil ke Fatayat NU Bondowoso</title>
<link>https://suarajatimpost.com/dukung-gerakan-ekonomi-perempuan-ubaidillah-beri-mobil-ke-fatayat-nu-bondowoso</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/dukung-gerakan-ekonomi-perempuan-ubaidillah-beri-mobil-ke-fatayat-nu-bondowoso</guid>
<description><![CDATA[ Fatayat NU Bondowoso menerima mobil operasional dari Ubaidillah, anggota DPRD Jawa Timur, untuk memperkuat mobilitas kader dan program pemberdayaan. Dukungan ini diharapkan meningkatkan efektivitas kegiatan sosial, parenting, dan pelatihan ekonomi perempuan di berbagai wilayah. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202511/image_870x580_69217dbde0525.webp" length="66648" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sat, 22 Nov 2025 17:04:14 +0700</pubDate>
<dc:creator>Rizqi Ardian</dc:creator>
<media:keywords>DPRD jatim, Ubaidillah, Fatayat NU, NU, Bondowoso, suarjatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>BONDOWOSO, SJP -</strong> Anggota DPRD Provinsi Jawa Timur dari Fraksi PKB, Ubaidillah, kembali menunjukkan komitmennya terhadap pemberdayaan perempuan dan penguatan organisasi keagamaan di Kabupaten Bondowoso. </p>
<p>Di Pendopo Raden Bagus Assra, ia menyerahkan satu unit mobil operasional kepada Pengurus Anak Cabang (PAC) Fatayat NU Bondowoso sebagai bentuk dukungan nyata terhadap gerakan sosial dan ekonomi yang dijalankan organisasi tersebut.</p>
<p>Ubaidillah yang juga merupakan putra daerah Bondowoso mengatakan, bantuannya bukan sekadar simbolis, melainkan bagian dari komitmen jangka panjang untuk memperkuat peran Fatayat dalam masyarakat.</p>
<p>“Sebagai putra daerah dan anggota DPRD Jawa Timur, saya ingin berkhidmat kepada NU. Entah disebut Bapak Angkat atau apa pun, yang penting saya ingin mendukung kegiatan Fatayat. Saya berjanji memberikan program setiap bulan agar kegiatan sosial, pelatihan, dan pemberdayaan bisa terus berjalan,” ujarnya, Sabtu (22/11/2025).</p>
<p>Ia menilai Fatayat NU merupakan salah satu organisasi perempuan yang aktif memberikan manfaat bagi masyarakat, mulai dari pendampingan sosial, pelatihan ekonomi, hingga edukasi di tingkat kecamatan dan desa.</p>
<p>Lebih jauh, Ubaidillah berharap mobil operasional tersebut dapat digunakan untuk memperluas jangkauan kegiatan Fatayat, terutama dalam program-program penguatan ekonomi perempuan.</p>
<p>“Saya ingin kegiatan Fatayat bukan hanya seremoni. Harus bergerak ke pelatihan ekonomi seperti memasak, catering, dan keterampilan lain yang bisa meningkatkan skill dan membantu ekonomi keluarga,” tambahnya.</p>
<p>Selain mobil operasional, Ubaidillah menyatakan akan memberikan dukungan lain kepada Fatayat NU, termasuk bantuan program, peningkatan kapasitas, dan kerja sama berkelanjutan dengan lembaga pendidikan, pesantren, hingga instansi pemerintah.</p>
<p>Ia berharap Fatayat dapat terus berinovasi dan hadir sebagai garda depan pemberdayaan perempuan dan keluarga di Bondowoso.</p>
<p>Sementara itu, Ketua Fatayat NU Bondowoso, Liniatul Ma’lufah menyampaikan apresiasi atas bantuan tersebut. Menurutnya, kendaraan operasional ini akan sangat membantu untuk memperlancar mobilitas kader dalam menjalankan program terutama di wilayah kecamatan dan desa.</p>
<p>“Mobil ini membantu teman-teman yang kesulitan menghadiri kegiatan di Bondowoso, termasuk turba ke PAC dan kegiatan parenting,” katanya.</p>
<p>Ia menegaskan bahwa Fatayat NU Bondowoso tengah memperkuat berbagai program pemberdayaan perempuan, pencegahan kekerasan, parenting, hingga pembentukan pesantren ramah anak.</p>
<p>“Dengan adanya dukungan sarana operasional, kami optimistis jangkauan dan dampak program bisa semakin besar,” tandasnya.<strong> (*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>HET Pupuk Bersubsidi di Bondowoso Masih Tinggi, Petani Mengeluh</title>
<link>https://suarajatimpost.com/het-pupuk-bersubsidi-di-bondowoso-masih-tinggi-petani-mengeluh</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/het-pupuk-bersubsidi-di-bondowoso-masih-tinggi-petani-mengeluh</guid>
<description><![CDATA[ Harga pupuk bersubsidi di Bondowoso masih jauh di atas HET meski pemerintah menurunkannya. Petani mengeluh, sementara KP3 menegaskan kios tak boleh beralasan stok lama dan akan diberi teguran. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202511/image_870x580_69217abf30321.webp" length="37248" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sat, 22 Nov 2025 15:31:47 +0700</pubDate>
<dc:creator>Rizqi Ardian</dc:creator>
<media:keywords>Pupuk subsidi, kementan, dpkp bondowoso, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>BONDOWOSO, SJP –</strong> Hadirnya Menteri Koordinator Bidang Pangan Republik Indonesia, Zulkifli Hasan, ke Kabupaten Bondowoso untuk mensosialisasikan kebijakan perubahan harga eceran tertinggi (HET) pupuk bersubsidi, pada 5 November 2025, ternyata tak berpengaruh besar.</p>
<p>Karena, HET pupuk bersubsidi di Bumi Ki Ronggo masih melambung tinggi. Harganya sangat mencekik petani yang nyaris hampir ada selisih Rp100 ribu per kuintal.</p>
<p>Petani Bondowoso harus merogoh kocek dalam-dalam untuk membeli pupuk bersubsidi jenis NPK Phonska, yang masih berkisar Rp240 ribu per kuintal dan pupuk urea bersubsidi dijual Rp300 ribu per kuintal.</p>
<p>Harga jual itu jelas jauh dari Keputusan Menteri Pertanian Republik Indonesia, Nomor: 117/Kpts./SR.310/M/10/2025 Tahun 2025, di mana sejak 22 Oktober 2025, harga pupuk bersubsidi turun 20 persen. </p>
<p>Setelah penurunan ini harga pupuk subsidi saat ini yaitu, pupuk urea Rp1.800 per kilogram, pupuk NPK Phonska Rp1.840 per kilogram, pupuk NPK untuk kakao Rp2.640 per kilogram, pupuk organik Rp640 per kilogram, serta pupuk ZA khusus tebu Rp1.360 per kilogram.</p>
<p>Salah seorang petani berinisial DY asal Desa Tangsil Kulon, Kecamatan Tenggarang, mengatakan, kenaikan harga pupuk bersubsidi dinilainya sangat merugikan petani. Karena, dua pekan sebelumnya, dirinya memberli pupuk NPK Phonska seharga Rp240 ribu per kuintal. </p>
<p>Harga tersebut masih dianggap maklum, karena pemilik kios beralasan jika barang (pupuk) yang dijual masih stok lama, di mana harganya masih belum disesuaikan dengan kebijakan baru dari Kementerian Pertanian.</p>
<p>“Saya masih mencoba untuk maklum, karena kala itu saat membeli pupuk, waktunya masih berdekatan dengan tanggal penyesuaian dari pemerintah (22 Oktober),” ungkapnya, Sabtu (22/11/2025).</p>
<p>Selang beberapa hari, sekira 5 harian lalu, lanjut DY, dia mencoba membeli di kios berbeda di desa yang sama. Ternyata, harganya lebih mahal, yakni, Rp280 ribu per kuintal. </p>
<p>"Malah dikasih (dijual) Rp280 ribu per kuintal. Itu kan jauh dari HET," imbuhnya.</p>
<p>Mendapati hal itu, DY akhirnya melapor kepada Menteri Pertanian Republik Indonesia, Amran Sulaiman melalui chat WhatsApp yang ia dapatkan di media sosial. </p>
<p>Keluhan itu, ternyata juga dialami oleh beberapa petani lain. DY mengungkap, harga pupuk masih bervariasi di angka Rp220 ribu hingga Rp280 ribu per kuintal. </p>
<p>"Iya saya laporkan, <em>wongan</em> keluhannya masyarakat gitu semua. Bervariasi semua, ada yang Rp240 ribu, ada yang Rp220 ribu, dan ada yang Rp260. Itu NPK Phonska," jelasnya. </p>
<p>Hal senada juga disampaikan oleh petani asal Desa Sumberanyar, Kecamatan Jambesari Darus Sholah. Pria berinisial DH ini mengungkap jika kios tempat dirinya membeli pupuk, menjual dengan harga tinggi dengan alasan masih stok lama.</p>
<p>Harganya bahkan sangat fantastis. Untuk pupuk urea bersubsidi dijual dengan harga Rp300 ribu per kuintal. Hal itu ia ketahui setelah saudaranya membeli pupuk urea seminggu yang lalu. </p>
<p>"Ada (sekira) 15 orang kalau tidak salah, dalam 2 minggu ini. Itu urea tetap seharga Rp300 ribu (per kuintal). Padahal mereka membeli di Desa Sumberanyar dan lahannya juga di Sumberanyar,” terang dia saat dihubungi via telepon. </p>
<p>Alasan kios menjual di atas HET, kada DH, karena pupuk bersubsidi tersebut masih stok lama dan diinformasikan jika harganya bisa normal kembali di bulan Januari – Februari tahun 2026 mendatang.</p>
<p>“Saya <em>ngerasa</em> aneh, karena di Kabupaten Jember harganya sudah normal, Rp180 ribu per kuintal (pupuk urea) dan rata-rata (di Bondowoso) alasannya stok lama,” keluhnya. </p>
<p>Keterpaksaan untuk membeli pupuk, kata DH, itu karena dilema. Petani tetap membeli karena sudah masa pemupukan. Bahkan, dirinya telah melaporkan hal itu ke Penyuluh Pertanian Lapang (PPL), nanum hasilnya nihil.</p>
<p>"Aslinya banyak yang tahu kalau harga turun, <em>wong</em> di daerah Jember yang dikasih jatah sudah normal Rp180 per 1 kuintalnya," terangnya. </p>
<p>Menanggapi hal itu, Sekretaris Daerah Bondowoso yang juga Ketua KP3 (Komisi Pengawasan Pupuk dan Pestisida), Fathur Rozi, mengatakan, pihaknya sudah turun ke kios, distributor, dan kelompok tani untuk mensosialisasikan tentang turunnya harga pupuk subsidi tersebut. </p>
<p>"Sudah monev kemarin, di beberapa titik," jelasnya. </p>
<p>Ia menerangkan jika ada yang menjual di atas HET pihaknya akan memberikan teguran. </p>
<p>Dirinya menegaskan jika ada kios yang beralasan karena stok lama, itu tidak bisa dibenarkan. </p>
<p>"Tidak bisa dibenarkan, karena pupuk Indonesia sudah memberikan kompensasi. Makanya tidak bisa dibenarkan kalau mereka jual di atas HET," pungkasnya. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Bondowoso Mantapkan Langkah Menuju Revalidasi UNESCO Global Geopark 2026</title>
<link>https://suarajatimpost.com/bondowoso-mantapkan-langkah-menuju-revalidasi-unesco-global-geopark-2026</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/bondowoso-mantapkan-langkah-menuju-revalidasi-unesco-global-geopark-2026</guid>
<description><![CDATA[ Upaya mempertahankan status Ijen sebagai UNESCO Global Geopark terus dilakukan Pemkab Bondowoso melalui meeting pra-revalidasi untuk memastikan kesiapan administrasi, teknis, dan sinergi lintas daerah menjelang 2026. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202511/image_870x580_691f0702c1ce0.webp" length="39736" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 20 Nov 2025 20:46:31 +0700</pubDate>
<dc:creator>Rizqi Ardian</dc:creator>
<media:keywords>Ijen geopark, kawah ijen, wisata, disparbudpora, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p data-start="250" data-end="513"><strong>BONDOWOSO, SJP -</strong> Upaya mempertahankan status Ijen sebagai UNESCO Global Geopark (UGGp) terus digencarkan Pemerintah Kabupaten Bondowoso melalui Meeting Ijen UGGp yang diarahkan untuk memperkuat sinergi menjelang proses revalidasi pada tahun 2026. </p>
<p data-start="515" data-end="799">Plt Kepala Disparbudpora Bondowoso, Andrie Antonio Zola, menyampaikan, kegiatan pra-revalidasi ini sebenarnya tidak termasuk dalam rangkaian resmi proses revalidasi. Namun, pihaknya mengambil inisiatif untuk melaksanakan pre-revalidasi sebagai langkah simulasi dan evaluasi awal.</p>
<p data-start="801" data-end="1069">Menurutnya, simulasi diperlukan agar seluruh persiapan dapat dikoreksi sejak dini. Mengingat agenda revalidasi dijadwalkan berlangsung pada pertengahan 2026, langkah evaluasi awal menjadi penting untuk memetakan kekurangan sekaligus menyempurnakan kesiapan daerah.</p>
<p data-start="1071" data-end="1267">“Pemerintah Kabupaten Bondowoso sudah melakukan berbagai persiapan secara maksimal. Tapi kita perlu evaluasi menyeluruh. Pre-revalidasi ini membantu kita melihat apa yang harus dibenahi,” ujarnya, Kamis (20/11/2025).</p>
<p data-start="1269" data-end="1506">Pada tahapan teknis administrasi, Bondowoso telah mengirim berkas dosier kepada Badan Pengelola Geopark. Meski <em>feedback</em> resmi belum diterima, pria yang karib disapa Zola ini memastikan seluruh dokumen yang diwajibkan sudah diselesaikan dan dikirim sesuai agenda.</p>
<p data-start="1508" data-end="1683">Dirinya juga menegaskan, dalam konteks pengelolaan geopark, tidak ada pemisahan antara Bondowoso dan Banyuwangi. Keduanya menyatu dalam satu identitas, yakni Geopark Ijen.</p>
<p data-start="1685" data-end="1857">“Tidak ada Geopark Bondowoso atau Geopark Banyuwangi. Kita satu, Geopark Ijen. Pengelolanya memang berasal dari dua kabupaten, tapi status geoparknya tetap satu,” tegasnya, di sela-sela kegiatan Penguatan Sinergi dan Kolaborasi Stakeholders Meeting Ijen UGGp Persiapan Revalidasi 2026 di Hotel Grand Padis.</p>
<p data-start="1685" data-end="1857">Evaluasi pra-revalidasi ini sekaligus mengukur perkembangan sejak rekomendasi tahun 2023. Selama dua tahun terakhir, sejumlah persyaratan telah dipenuhi, dan kini seluruh tim kembali memetakan progres yang sudah dicapai.</p>
<p data-start="2081" data-end="2293">Meski kondisi fiskal masih terbatas, pemerintah daerah tetap berkomitmen mendukung proses revalidasi. Andrie menegaskan bahwa mempertahankan status UGGp merupakan capaian internasional yang tidak boleh diabaikan.</p>
<p data-start="2295" data-end="2495">“Walaupun kita dalam masa sulit, baik Bondowoso maupun Banyuwangi tetap berkomitmen. Ini prestasi internasional. Sangat disayangkan jika kita tidak fokus dan serius menghadapi revalidasi,” pungkasnya. <strong>(*)</strong></p>
<p data-start="2295" data-end="2495"><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Program Penguatan Kelembagaan Desa Jadi Langkah Bondowoso Tingkatkan Ekonomi Warga</title>
<link>https://suarajatimpost.com/program-penguatan-kelembagaan-desa-jadi-langkah-bondowoso-tingkatkan-ekonomi-warga</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/program-penguatan-kelembagaan-desa-jadi-langkah-bondowoso-tingkatkan-ekonomi-warga</guid>
<description><![CDATA[ Pemkab Bondowoso menyalurkan bantuan program Peningkatan Kapasitas Kelembagaan Masyarakat untuk memperkuat ekonomi desa, meningkatkan pendapatan keluarga, mendukung ketahanan pangan, serta mendorong kemandirian usaha dan profesionalitas BumDes melalui pendampingan dan penguatan kapasitas berkelanjutan. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202511/image_870x580_691efc93228c1.webp" length="92412" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 20 Nov 2025 18:58:11 +0700</pubDate>
<dc:creator>Rizqi Ardian</dc:creator>
<media:keywords>bantuan, desa, kelurahan, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p data-start="300" data-end="526"><strong data-start="300" data-end="313">BONDOWOSO, SJP</strong> – Pemerintah Kabupaten Bondowoso melalui Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD), kembali menggerakkan program penguatan ekonomi desa melalui penyerahan bantuan kepada penerima manfaat kegiatan <em data-start="459" data-end="505">Peningkatan Kapasitas Kelembagaan Masyarakat</em>, Kamis (20/11/2025).</p>
<p data-start="528" data-end="751">Acara yang dihadiri unsur Forkopimda, para camat, kepala desa, serta pengurus BumDes ini menjadi momentum pemerintah daerah untuk memastikan pengembangan ekonomi desa berjalan selaras dengan program pemberdayaan masyarakat.</p>
<p data-start="753" data-end="950">Wakil Bupati Bondowoso, As’ad Yahya Syafi’i, menegaskan, bantuan yang disalurkan bukan sekadar alat atau sarana produksi, tetapi investasi jangka panjang untuk memperkuat kemandirian desa.</p>
<p data-start="952" data-end="1133">“Ini adalah dorongan agar masyarakat semakin produktif dan desa semakin mandiri. Bantuan ini harus menjadi pemicu lahirnya usaha baru dan peningkatan pendapatan keluarga,” tegasnya.</p>
<p data-start="952" data-end="1133">Wakil bupati yang karib disapa Ra As’ad ini memaparkan, program ini diarahkan pada tiga fokus utama. Di antaranya, meningkatkan pendapatan rumah tangga, dengan membuka peluang usaha yang lebih luas di tingkat desa.</p>
<p data-start="1354" data-end="1471">"Juga untuk memperkuat ketahanan pangan masyarakat, melalui fasilitas pertanian yang menunjang kemandirian pangan keluarga dan menumbuhkan kemandirian usaha, sekaligus mendorong BumDes agar dikelola secara profesional dan akuntabel," jelasnya.</p>
<p data-start="1585" data-end="1755">Ia menekankan, setiap bantuan yang diterima harus dijaga dan dimanfaatkan optimal, bukan hanya untuk kebutuhan sesaat, tetapi sebagai pijakan ekonomi jangka panjang.</p>
<p data-start="1585" data-end="1755">Wabup juga meminta kepala desa, pendamping kecamatan, dan pengurus BumDes tetap aktif mendampingi penerima manfaat agar program berjalan sesuai tujuan.</p>
<p data-start="1942" data-end="2085">“Penguatan itu bukan hanya soal memberi alat. Pengetahuan, manajemen, dan komitmen bersama jauh lebih penting. Ini pekerjaan bersama,” ujarnya. </p>
<p data-start="1942" data-end="2085">Sementara itu, Kepala DPMD, Mahfud Junaedi melaporkan jika jumlah bantuan yang disalurkan berasal dari APBD tahun 2025. </p>
<p data-start="1942" data-end="2085">Mantan Kepala BKPSDM ini menyebuyt, Pemkab berharap program ini mampu memperkuat posisi desa sebagai pusat tumbuhnya ekonomi kerakyatan, karena upaya kolaboratif semua pihak sangat menentukan keberhasilan program pemberdayaan tersebut.</p>
<p data-start="1942" data-end="2085">"Kami menyalurkan bantuan kendaraan roda tiga sebanyak 17 unit, kepada kelompok masyarakat dan BUMDes. Hand sprayer listrik sebanyak 115 unit dan pompa air sebanyak 8 unit. Semoga langkah ini membawa manfaat nyata bagi masyarakat Bondowoso,” tutupnya. <strong>(*)</strong></p>
<p data-start="1942" data-end="2085"><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Pencari Burung yang Jatuh di Pegunungan Argopuro Bondowoso Ditemukan Selamat</title>
<link>https://suarajatimpost.com/pencari-burung-yang-jatuh-di-pegunungan-argopuro-bondowoso-ditemukan-selamat</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/pencari-burung-yang-jatuh-di-pegunungan-argopuro-bondowoso-ditemukan-selamat</guid>
<description><![CDATA[ Pencari burung liar ini terjatuh di Tebing Gunung Malang, masih dalam kawasan pegunungan Argopuro. Korban ditemukan dalam keadaan selamat pada Rabu (19/11/2025) malam. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202511/image_870x580_691e6024ea8e1.webp" length="40012" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 20 Nov 2025 08:00:35 +0700</pubDate>
<dc:creator>Rizqi Ardian</dc:creator>
<media:keywords>piramid, gulgulan, saeng, pendakian, gunung, curahdami, argopuro, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>BONDOWOSO, SJP - </strong>Seorang warga bernama Muhdar yang dilaporkan hilang setelah terjatuh dari tebing di kawasan Gunung Malang, Desa Andungsari, Kecamatan Pakem, Kabupaten Bondowoso akhirnya ditemukan dalam keadaan selamat pada Rabu (19/11/2025) pukul 20.03 WIB.</p>
<p>Seorang pencari burung liar asal Desa Gadingsari Kecamatan Binakal ini sempat terjatuh dari atas pohon ke tebing sesaat setelah memasang perangkap burung. Kejadian nahas itu diketahui oleh temannya yang kemudian mencari bantuan ke Desa Gadingsari, tempat tinggal keluarga Muhdar.<br> <br>Mendapat kabar itu, pihak keluarga akhirnya melapor kepada perangkat desa dan menerukan laporan tersebut kepada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bondowoso, pada Rabu (19/11/2025) sore.</p>
<p>Kepala Pelaksana BPBD Bondowoso, Kristianto Putro Prasojo, membenarkan adanya laporan orang hilang tersebut. Ia menjelaskan, kejadian bermula ketika BPBD menerima informasi melalui WhatsApp pada Rabu sore bahwa seorang pencari burung terjatuh dari tebing dan belum diketahui keberadaannya.</p>
<p>“Setelah menerima laporan, tim segera kami gerakkan ke lokasi. Pusdalops bersama Agen Bencana Jatim langsung melakukan asesmen, sementara tim SAR gabungan melakukan penyisiran di area Gunung Malang,” ujar Kristianto, Kamis (20/11/2025).</p>
<p>Upaya pencarian melibatkan BPBD Bondowoso, Polsek Pakem, Koramil Pakem, Koramil Curahdami, PMI Bondowoso, relawan, serta warga setempat. </p>
<p>Menurut pria yang karib disapa Kris ini, medan sulit menjadi kendala utama dalam proses pencarian. Akses menuju lokasi tidak bisa dilalui kendaraan roda dua maupun roda empat, ditambah gangguan sinyal yang menyulitkan koordinasi.</p>
<p>“Medannya cukup berat dan tidak bisa ditembus kendaraan. Komunikasi juga sempat terputus karena sinyal hilang. Namun tim tetap melakukan penyisiran manual hingga akhirnya korban ditemukan dalam keadaan selamat,” jelasnya.</p>
<p>“Setelah ditemukan selamat, Muhdar segera dirujuk ke RS Bhayangkara untuk mendapat penanganan medis. BPBD juga melakukan dropping logistik kepada tim SAR yang bertugas sepanjang proses pencarian,” pungkasnya. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : RIzqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Pencari Burung di Bondowoso Dikabarkan Jatuh dari Pohon di Pegunungan Argopuro</title>
<link>https://suarajatimpost.com/pencari-burung-di-bondowoso-dikabarkan-jatuh-dari-pohon-di-pegunungan-argopuro</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/pencari-burung-di-bondowoso-dikabarkan-jatuh-dari-pohon-di-pegunungan-argopuro</guid>
<description><![CDATA[ Seorang warga pencari burung di Bondowoso jatuh dari pohon saat memasang perangkap. Korban telah ditemukan dan sedang dijemput keluarga. BPBD Bondowoso menyebut korban kemungkinan selamat, meski kondisi pastinya masih menunggu kepastian. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202511/image_870x580_691dae2937e81.webp" length="52236" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 19 Nov 2025 18:45:02 +0700</pubDate>
<dc:creator>Rizqi Ardian</dc:creator>
<media:keywords>Pendaki gunung, meninggal, gunung wilis, tim sar, BPBD, relawan, Nganjuk, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>BONDOWOSO, SJP –</strong> Muhdar, seorang warga warga RT 2 RW 1 Desa Gadingsari Kecamatan Binakal Kabupaten Bondowoso yang sehari-hari bekerja mencari burung liar, dilaporkan jatuh dari pohon pada Rabu (19/11/2025) sekitar pukul 13.00 WIB. </p>
<p>Peristiwa itu terjadi saat ia bersama rekannya sedang memasang ‘pekatan’ (perangkap burung) di atas pohon, di wilayah pegunungan Argopuro. Temannya yang mengetahui jika Muhdar terjatuh akhirnya menginformasikan kepada pihak keluarga.</p>
<p>Informasi awal diterima suarajatimpost.com, setelah melihat Muhdar terjatuh, di pegunungan sekitar wilayah Tancak Kembar Desa Ardisaeng Kecamatan pakem, rekan korban segera mencari bantuan ke wilayah Desa Gadingsari.</p>
<p>Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan (PK2) BPBD Bondowoso, Yuliono Triandana, membenarkan kejadian tersebut.</p>
<p>“Kami menerima informasi dari perangkat desa bahwa korban jatuh dari pohon saat melakukan aktivitas mencari burung. Temannya langsung meminta bantuan setelah kejadian,” jelasnya.</p>
<p>Yuliono menyampaikan bahwa korban sudah berhasil ditemukan. Namun, karena lokasinya yang curam dan sulit, saat ini survivor masih proses penjemputan oleh tim BPBD dan keluarga.</p>
<p>“Kemungkinan besar korban masih hidup. Saat ini proses penjemputan sedang dilakukan oleh pihak keluarga dari Gadingsari,” ujarnya.</p>
<p>Meski kondisi pasti korban belum diketahui, BPBD memperkirakan ada potensi cedera akibat jatuh dari ketinggian.</p>
<p>“Jika jatuh dari pohon, tentu ada kemungkinan luka. Insya Allah korban masih hidup, mengingat kejadiannya sekitar jam 1 siang yang bersangkutan masih update status di WhatsApp sehingga informasi penemuan cepat diterima,” tambahnya.</p>
<p>Saat ini, kata pria yang karib disapa Yuli ini, BPBD Bondowoso terus berkoordinasi dengan pihak desa dan keluarga korban untuk memastikan proses evakuasi berjalan aman dan cepat. </p>
<p>“Perkembangan selanjutnya akan kami informasikan,” pungkasnya. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Gunung Semeru Erupsi Sore Ini, Kolom Abu Capai 2.000 Meter</title>
<link>https://suarajatimpost.com/gunung-semeru-erupsi-sore-ini-kolom-abu-capai-2000-meter</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/gunung-semeru-erupsi-sore-ini-kolom-abu-capai-2000-meter</guid>
<description><![CDATA[ Saat ini PVMBG mengeluarkan rekomendasi resmi kepada masyarakat agar tidak beraktivitas di sektor tenggara sepanjang Besuk Kobokan hingga 8 km dari puncak. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202511/image_870x580_691da29285653.webp" length="19974" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 19 Nov 2025 17:57:49 +0700</pubDate>
<dc:creator>Rizqi Ardian</dc:creator>
<media:keywords>semeru, gunung meletus, erupsi, lumajang, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p data-start="75" data-end="335"><strong>LUMAJANG, SJP –</strong> Gunung Semeru kembali mengalami erupsi pada Rabu, 19 November 2025, sekira pukul 16.00 WIB. Kolom abu terpantau membumbung setinggi kurang lebih 2.000 meter di atas puncak, atau berada pada ketinggian sekitar 5.676 meter di atas permukaan laut.</p>
<p data-start="337" data-end="501">Kolom abu berwarna kelabu dengan intensitas tebal itu teramati mengarah ke utara dan barat laut. Hingga laporan disusun, aktivitas erupsi masih berlangsung.</p>
<p data-start="503" data-end="863">Petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru, Mukdas Sofian, menyampaikan, erupsi hari ini menunjukkan peningkatan aktivitas yang harus diwaspadai masyarakat.</p>
<p data-start="503" data-end="863">“Letusan terlihat cukup kuat dengan kolom abu tinggi dan pekat. Masyarakat di sekitar sektor tenggara dan sepanjang aliran sungai yang berhulu di Semeru perlu meningkatkan kewaspadaan,” ujarnya melalui pesan resminya.</p>
<p data-start="865" data-end="1074">Dirinya menegaskan, kondisi erupsi masih dapat berubah. “Aktivitas vulkanik masih berlangsung. Kami terus memantau perkembangan dan mengimbau masyarakat mengikuti seluruh rekomendasi resmi,” tambahnya.</p>
<p data-start="1076" data-end="1104">Saat ini PVMBG mengeluarkan rekomendasi resmi kepada masyarakat agar tidak beraktivitas di sektor tenggara sepanjang Besuk Kobokan hingga 8 km dari puncak.</p>
<p data-start="1076" data-end="1104">"Di luar zona tersebut, masyarakat dilarang beraktivitas dalam jarak 500 meter dari tepi sungai, karena potensi perluasan awan panas dan aliran lahar dapat mencapai hingga 13 km dari sumber erupsi," jelasnya.</p>
<p data-start="1076" data-end="1104">Kemudian, lanjut Mukdas Sofian, melalui rilis tertulisnya merekomendasikan agar masyarakat tidak melakukan aktivitas dalam radius 2,5 km dari kawah atau puncak Semeru, mengingat area tersebut rawan lontaran batu pijar.</p>
<p data-start="1076" data-end="1104">"Masyarakat juga harus mewaspadai potensi awan panas, guguran lava, dan lahar di aliran sungai/lembah yang berhulu di puncak Semeru, terutama di Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, Besuk Sat, serta anak-anak sungainya," tandasnya.</p>
<p data-start="1748" data-end="1856" data-is-last-node="" data-is-only-node="">"Masyarakat diimbau tetap tenang namun waspada, serta mengikuti informasi resmi dari PVMBG dan BPBD setempat," pungkasnya. <strong>(*)</strong></p>
<p data-start="1748" data-end="1856" data-is-last-node="" data-is-only-node=""><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>BLT DBHCHT Tahap II Cair, 71 Buruh Pabrik Rokok di Bondowoso Terima Rp600 ribu</title>
<link>https://suarajatimpost.com/blt-dbhcht-tahap-ii-cair-71-buruh-pabrik-rokok-di-bondowoso-terima-rp600-ribu</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/blt-dbhcht-tahap-ii-cair-71-buruh-pabrik-rokok-di-bondowoso-terima-rp600-ribu</guid>
<description><![CDATA[ Pemkab Bondowoso menyalurkan BLT DBHCHT tahap II kepada 71 pekerja sektor tembakau. Bantuan Rp600.000 ini diharapkan meningkatkan kesejahteraan buruh, dengan penyaluran transparan dan tepat sasaran melalui verifikasi ketat pemerintah daerah. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202511/image_870x580_691c9d5def4f6.webp" length="37740" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Tue, 18 Nov 2025 22:34:35 +0700</pubDate>
<dc:creator>Rizqi Ardian</dc:creator>
<media:keywords>DBHCHT, cukai, tembakau, pemerintah, kesehatan, rokok ilegal, satpol PP, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p data-start="68" data-end="348"><strong>BONDOWOSO, SJP - </strong>Pemerintah Kabupaten Bondowoso kembali menyalurkan Bantuan Langsung Tunai (BLT) dari Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) tahap II. Bantuan ini menyasar para pekerja di sektor pertembakauan, khususnya mereka yang setiap hari bergantung pada industri rokok untuk menghidupi keluarga.</p>
<p data-start="350" data-end="641">Penyaluran dilakukan di Pabrik Rokok Dua Putri Ratu, Desa Jumpong, Kecamatan Wonosari, pada Selasa (18/11/2025).</p>
<p data-start="350" data-end="641">Suasananya hangat karena Bupati Bondowoso, Abdul Hamid Wahid, datang langsung bersama Wakil Bupati As’ad Yahya Syafi’i. Kehadiran mereka jadi penyemangat tersendiri bagi para pekerja.</p>
<p data-start="643" data-end="901">Di tahap kedua ini, ada 71 penerima, mulai dari buruh pabrik rokok hingga buruh yang sebelumnya terkena PHK dari dua pabrik berbeda. Masing-masing menerima Rp600.000, bantuan untuk dua bulan sekaligus, yang disalurkan lewat kerja sama dengan PT Pos Indonesia.</p>
<p data-start="903" data-end="1133">Bupati Bondowoso yang karib disapa Ra Hamid berharap bantuan ini benar-benar membantu para pekerja tembakau agar lebih terlindungi secara ekonomi maupun sosial.</p>
<p data-start="903" data-end="1133">“Harapannya kualitas hidup mereka meningkat dan kebutuhan dasar bisa terpenuhi lebih baik,” ujarnya.</p>
<p data-start="1135" data-end="1432">Ra Hamid juga mengingatkan pentingnya penyaluran tanpa potongan sepeser pun. Ia menegaskan bahwa bantuan ini harus sampai tepat sasaran, transparan, dan tertib. Pasalnya, DBHCHT memang diperuntukkan langsung untuk kesejahteraan masyarakat yang hidup dari industri tembakau.</p>
<p data-start="1434" data-end="1641">Dari sisi teknis, Kepala Dinas Sosial P3AKB Bondowoso, Mohammad Imron, menjelaskan, program pemberdayaan pekerja pabrik rokok tahun ini dilakukan dalam dua tahap dengan total anggaran hampir Rp5 miliar.</p>
<p data-start="1643" data-end="1936">Tahap pertama melibatkan 31 pabrik dengan 7.566 buruh. Sementara tahap kedua melibatkan dua dari tiga pabrik yang diajukan, sehingga totalnya menjadi 33 pabrik.</p>
<p data-start="1643" data-end="1936">Satu pabrik di Setiausaha Sumber Ringgit tidak lolos verifikasi karena masalah legalitas dan produksi yang tidak berjalan konsisten.</p>
<p data-start="1938" data-end="2223">Imron memastikan, seluruh data buruh sudah divalidasi bersama DPM PTSP, dan penyaluran di lokasi lainnya, seperti Wringin, nanti akan menyesuaikan agenda bupati.</p>
<p data-start="1938" data-end="2223">“Kami pastikan semuanya transparan dan sesuai aturan. Verifikasi ketat kami lakukan agar bantuan benar-benar bermanfaat,” tegasnya. <strong>(*)</strong></p>
<p data-start="1938" data-end="2223"><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Penanaman Pohon Alpukat di Kawah Wurung Dibatalkan, Perhutani Bondowoso Sebut Salah Lokasi</title>
<link>https://suarajatimpost.com/penanaman-pohon-alpukat-di-kawah-wurung-dibatalkan-perhutani-bondowoso-sebut-salah-lokasi</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/penanaman-pohon-alpukat-di-kawah-wurung-dibatalkan-perhutani-bondowoso-sebut-salah-lokasi</guid>
<description><![CDATA[ Perhutani memastikan jika penanaman pohon alpukat dibatalkan dan lubang media tanam ditutup kembali. Bahkan, pihak Perhutani telah melaksanakan penghijauan di lokasi lain yang telah disepakati bersama. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202511/image_870x580_691c96176f5ea.webp" length="22470" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Tue, 18 Nov 2025 20:02:01 +0700</pubDate>
<dc:creator>Rizqi Ardian</dc:creator>
<media:keywords>kawah wurung, perhutani, alpukat, destinasi wisata, ijen, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>BONDOWOSO, SJP –</strong> Savana Kawah Wurung di Desa Kalianyar Kecamatan Ijen Kabupaten Bondowoso sempat viral gegara postingan di media sosial. Bukannya promosi wisata, melainkan postingan video beberapa orang tengah menggali lubang untuk media tanam bibit pohon alpukat.</p>
<p>Penanaman pohon alpukat di savana yang menjadi lokasi utama jeep Ijen Caldera Adventure tersebut, jelas akan membunuh destinasi wisata andalan Bondowoso. Namun, beruntung penanaman tersebut dibatalkan dan lubang media tanam mulai ditutup kembali.</p>
<p>Hal itu ditegaskan oleh Administratur Perum Perhutani KPH Bondowoso, Misbakhul Munir, saat dikonfirmasi pada Selasa (18/11/2025). Menurutnya, ada kesalahan lokasi penghijauan yang dilakukan oleh LMDH setempat.</p>
<p>“Kemarin itu salah tempat dalam rangka penghijauan, ternyata di lokasi savana,” ungkap pria yang karib disapa Munir ini melalui pesan WhatsAppnya.</p>
<p>Munir juga memastikan jika penanaman pohon alpukat dibatalkan dan lubang media tanam ditutup kembali. Bahkan, kata dia, pihak Perhutani telah melaksanakan penghijauan di lokasi lain yang telah disepakati bersama.</p>
<p>“Saat ini tidak dilanjutakan dan akan dilaksanakan di tempat (lain) yang disepakati bersama, dengan agenda ground breaking di sekitar Kawah Wurung, tepatnya di area yang ditanami agrofotetri sayur masyarakat,” tandasnya.</p>
<p>Sebelumnya, video yang diunggah akun Instagram @platmedia pada 18 November 2025, terlihat sejumlah pekerja yang mulai membuat lubang di savana Kawah Wurung.</p>
<p>“Savana Kawah Wurung sudah mulai dikerjakan, mau ditanami Apokat (Alpukat),” ujar salah seorang pria dalam video tersebut.</p>
<p>Video itu diunggah pertama kali oleh akun Instagram @kawahwurungbondowoso pada 17 November 2025 ini memicu beragam pendapat dari netizen.</p>
<p>Beberapa di antaranya mengungkapkan rasa khawatir terkait potensi perubahan fungsi kawasan tersebut, termasuk penurunan jumlah pengunjung.<strong> (*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong>  </p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Tanah Longsor di Kejawan Grujugan Bondowoso, Jalan Desa Terkikis Hingga 2,5 Meter</title>
<link>https://suarajatimpost.com/tanah-longsor-di-kejawan-grujugan-bondowoso-jalan-desa-terkikis-hingga-25-meter</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/tanah-longsor-di-kejawan-grujugan-bondowoso-jalan-desa-terkikis-hingga-25-meter</guid>
<description><![CDATA[ Jalan tersebut merupakan akses satu-satunya bagi kendaraan berat dan truk menuju sentra produksi tempe dan UMKM Manik. Oleh sebab itu BPBD Bondowoso mulai berkoordinasi dengan OPD teknis dan mengajukan bantuan ke provinsi Jatim. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202511/image_870x580_691c630bdd8b8.webp" length="111756" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Tue, 18 Nov 2025 19:05:12 +0700</pubDate>
<dc:creator>Rizqi Ardian</dc:creator>
<media:keywords>bencana, angin, banjir, tanah longsor, puting beliung, BPBD, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>BONDOWOSO, SJP –</strong> Hujan dengan intensitas tinggi yang terjadi pada Jumat (14/11/2025) lalu memicu terjadinya tanah longsor di Desa Kejawan, Kecamatan Grujugan, Kabupaten Bondowoso.</p>
<p>Longsor yang terjadi di sisi utara jalan masuk ke tiga dusun di desa tersebut, tampak membahayakan. Bahkan jika tidak segera ditindaklanjuti, maka berpotensi jalan masuk ke Dusun Dakon 1, Dakon 2 dan Dusun Kenanga, akan terputus.</p>
<p>Akses jalan tersebut merupakan satu-satunya yang bisa dilewati oleh kendaraan besar, seperti truk yang biasanya keluar masuk untuk menuju ke sentra produksi tempe dan manik di Desa Kejawan.</p>
<p>Untuk mengantisipasi bahaya yang terjadi, warga setempat bersama Kepala Desa Kejawan, membuka akses jalan di sisi selatan selebar 2 meter. Sawah milik salah seorang warga tersebut diizinkan untuk diuruk dengan material pasir batu, untuk memudahkan kendaraan roda 4 dan truk melintas.</p>
<p>“Ini sudah longsor sejak Jumat lalu. Kalau dibiarkan, tentu membahayakan warga. Oleh sebab itu, kami menguruk sawah warga di sisi selatan untuk dijadikan jalan,” kata Kepala Desa Kejawan, Sugianto saat dikonfirmasi pada Selasa (18/11/2025).</p>
<p>Jalan tersebut memang sudah sejak lama longsor dan pernah ditindaklanjuti dengan pemasangan bronjong. Jalan tersebut menjadi akses masuk jalan lingkar yang menjadi mega proyek Kabupaten Bondowoso, yang hingga saat ini belum terealisasi.</p>
<p>Oleh sebab itu, kata Kades Kejawan, dirinya berharap Pemerintah Kabupaten Bondowoso melalui dinas terkait untuk segera melakukan penanganan. Pasalnya, akses tersebut sangat vital bagi keluar masuknya truk.</p>
<p>“Kalau mobil kecil bisa lewat Koncer Kidul, tapi jembatannya sempit, cukup satu mobil saja. Kalau truk ya lewat sini. Karena jalan ini juga akses menuju sentra produksi tempe dan manik yang pemasarannya hingga keluar pulau Jawa,” ungkapnya. </p>
<p>Menanggapi hal itu, pada Selasa (18/11/2025) sekira pukul 08.00 WIB, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bondowoso melakukan asesmen ke lokasi.</p>
<p>BPBD melaporkan, longsor mengakibatkan badan jalan desa mengalami kerusakan cukup signifikan. Sepanjang 9 meter jalan terkikis dengan tinggi longsoran mencapai 7,5 meter dan lebar area terdampak sekitar 2,5 meter.</p>
<p>Plt Kepala Pelaksana BPBD Bondowoso, Kristianto Putro Prasojo, mengatakan bahwa respon cepat dilakukan untuk memastikan keamanan masyarakat dan memetakan tingkat kerusakan.</p>
<p>“Kami langsung mengirim tim untuk memastikan kondisi lapangan. Saat ini kami fokus pada asesmen struktural jalan yang terdampak agar langkah penanganan bisa segera dilaksanakan,” ujarnya.</p>
<p>Saat ini BPBD melakuakn pengamanan lokasi agar tdk membahayakan pengguna jalan dengan memasang garis pembatas, sebagai tanda bahaya bagi pengendara dan berkoordinasi dengan perangkat daerah teknis.</p>
<p>“Kami juga ber⁠koordinasi dengan OPD teknis dan mengajukan permohonan bronjong ke Pemerintah Provinsi Jawa Timur,” tandas Kristianto yang juga menjabat sekretaris BPBD ini.</p>
<p>Ia menambahkan bahwa hujan deras beberapa hari terakhir meningkatkan potensi bencana hidrometeorologi, termasuk longsor di wilayah perbukitan. Oleh sebab itu, dirinya mengimbau agar masyarakat waspada dan cepat melapor jika terjadi bencana.</p>
<p>“Kami mengimbau masyarakat untuk tetap waspada, terutama di daerah rawan. Laporan cepat dari warga sangat membantu kami dalam memberikan respon yang cepat dan tepat,” pungkasnya. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Perkuat Komitmen Penanggulangan TBC, Sekda Bondowoso Ajak Semua Bergerak Bersama</title>
<link>https://suarajatimpost.com/perkuat-komitmen-penanggulangan-tbc-sekda-bondowoso-aja-semua-bergerak-bersama</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/perkuat-komitmen-penanggulangan-tbc-sekda-bondowoso-aja-semua-bergerak-bersama</guid>
<description><![CDATA[ Meskipun ada beberapa catatan dan rekomendasi dari BPK RI, Pemkab Bondowoso bersama OPD terkait siap bersinergi menuntaskan penangangan TBC. Komitmen Pemkab terus dilakukan mulai dari intensifikasi upaya penanganan, dan pemanfaatan data dalam pengendalian TBC. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202511/image_870x580_691b25b0049a4.webp" length="41430" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 17 Nov 2025 21:17:35 +0700</pubDate>
<dc:creator>Rizqi Ardian</dc:creator>
<media:keywords>TBC, penyakit, kesehatan, dokter, HIV, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>BONDOWOSO, SJP – </strong>Pemerintah Kabupaten Bondowoso menegaskan komitmennya dalam mempercepat penanggulangan tuberkulosis (TBC). Hal itu disampaikan Sekretaris Daerah (Sekda) Bondowoso, Fathur Rozi, usai mengikuti <em>exit meeting</em> BPK RI dalam pemeriksaan kinerja pemerintah dalam penanganan TB, Senin (17/11/2025).</p>
<p>Menurutnya, evaluasi yang dilakukan mencakup tiga aspek utama, yakni komitmen pemerintah daerah, intensifikasi upaya pencegahan, serta penguatan data dan informasi.</p>
<p>“Pemeriksaan ini melihat sejauh mana komitmen pemerintah. Apakah sudah ada regulasinya, bagaimana aksinya, dan bagaimana dukungannya terhadap pencegahan TBC,” jelasnya, di peringgitan Pendopo Raden Bagus Assra.</p>
<p>Soal Regulasi, Sekda menyampaikan, Bondowoso telah memiliki dasar regulasi berupa Peraturan Bupati tentang Rencana Aksi Daerah Penanggulangan TBC, serta Keputusan Bupati mengenai pembentukan Tim Percepatan Penanggulangan TBC.</p>
<p>“Regulasi itu sudah ada, namun perlu disempurnakan. Struktur tim juga harus direview supaya kinerjanya lebih baik,” ujar ASN asal Kabupaten Probolinggo yang sebelumnya menjabat sebagai Kepala DPMD ini.</p>
<p>Ia menambahkan, struktur tim harus lebih lengkap dengan pembagian bidang yang jelas, seperti bidang promosi kesehatan, bidang pengobatan dan pencegahan, serta bidang data dan informasi.</p>
<p>Meskipun saat ini kondisi fiskal dan postur APBD Kabupaten Bondowoso tahun 2026 tengah berada pada efisiensi anggaram penanggulangan TBC tetap jadi program prioritas.</p>
<p>Sekda menegaskan, penanganan TBC termasuk dalam prioritas Bupati Bondowoso, sehingga anggaran terkait tetap dialokasikan melalui Dinas Kesehatan. Namun, ia menekankan bahwa upaya percepatan penanggulangan TB tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah.</p>
<p>“Tidak cukup hanya pemerintah. Kolaborasi seluruh elemen masyarakat sangat diperlukan, termasuk peran media untuk mempromosikan hidup sehat,” tegasnya.<br>Menyampaikan pesan Bupati Abdul Hamid Wahid, Sekda mengajak seluruh pihak harus bergerak bersama untuk mewujudkan Bondowoso bebas TBC.</p>
<p>“Ini menjadi keharusan. Arahan bupati, ayo semuanya bergerak bersama. Dengan sinergi, kita bisa wujudkan Bondowoso bebas TBC,” ajaknya.</p>
<p>Sementara itu, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bondowoso mencatat, hingga semester I 2025, capaian penemuan terduga TBC sudah mencapai 5.430 kasus, atau sekitar 53 persen dari target 10.229 kasus.</p>
<p>Plt Kepala Dinas Kesehatan Bondowoso, Agus Winarno, menjelaskan bahwa meskipun capaian penemuan kasus baru belum setengahnya, progres di bidang lain cukup menggembirakan. </p>
<p>“Untuk kasus TBC yang memulai pengobatan, dari target 698 kasus, sudah tercapai 638 kasus, atau 91,4 persen,” ungkapnya.</p>
<p>Sementara itu, untuk keberhasilan pengobatan, dari target 1.505 pasien, tercatat sudah ada 1.279 pasien yang berhasil sembuh, dengan capaian 84,98 persen. </p>
<p>“Artinya, dari sisi pengobatan, capaian kita relatif tinggi,” jelas Agus.</p>
<p>Namun, untuk kasus TBC yang ditemukan dan dilaporkan, progres masih rendah. Dari target 2.105 kasus, hingga semester I baru ditemukan 698 kasus, atau 33,2 persen.</p>
<p>Di sisi lain, Direktur RSUD dr H Koesnadi Bondowoso, dr Yus Priyatna menyampaikan jika semua Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di Kabupaten Bondowoso siap bersinergi untuk menuntaskan penanganan TBC.</p>
<p>"Kami bersama sejumlah OPD akan memperkuat strategi penanganan TBC agar lebih efektif dan berkelanjutan, sekaligus mempercepat pencapaian target eliminasi TBC nasional," tandasnya.</p>
<p>Saat ini, lanjut Yus Priyatna, sistem surveilans dan pencatatan di Bondowoso sudah berjalan cukup baik. </p>
<p>“Kita bekerja untuk melakukan surveilan ke semua puskesmas, ke semua masyarakat, dan termasuk pencatatan kita cukup baik. Jadi saat ini data di 4 rumah sakit swasta dan 25 puskesmas, sudah terlink semua dalam satu data,” jelasnya.</p>
<p>Ia menyebut, dari sisi sarana dan prasarana (Sarpas), Bondowoso sudah cukup siap. </p>
<p>“Alhamdulillah kita cukup baik. Jadi sudah ada 7 mesin TCM (Tes Cepat Molekuler) dan 25 tenaga mikroskop di puskesmas,” pungkasnya. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Bukan Disandera, Kapolsek Ijen Bondowoso Hanya Dijemput Warga untuk Berdialog</title>
<link>https://suarajatimpost.com/bukan-disandera-kapolsek-ijen-bondowoso-hanya-dijemput-warga-untuk-berdialog</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/bukan-disandera-kapolsek-ijen-bondowoso-hanya-dijemput-warga-untuk-berdialog</guid>
<description><![CDATA[ Kondisi terkini mulai kondusif dan saat ini Kapolsek Ijen Iptu Suherdi dalam keadaan baik-baik saja. Bahkan, informasi terkini warga Kaligedang sedang berdialog. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202511/image_870x580_691b1e8630069.webp" length="58012" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 17 Nov 2025 20:16:35 +0700</pubDate>
<dc:creator>Rizqi Ardian</dc:creator>
<media:keywords>polisi, sandera, ijen, kopi, polri, polres, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>BONDOWOSO, SJP –</strong> Polres Bondowoso menerjunkan sejumlah personilnya, pasca terjadinya kericuhan di Mapolsek Ijen Kecamatan Ijen, pada Senin (17/11/2025) pagi.</p>
<p>Bahkan, Kapolres Bondowoso, AKBP Harto Agung Cahyono tampak turun langsung ke lokasi, bersama Dandim 0822 Letkol Arh Achmad Yani, Wakil Bupati Bondowoso As’ad Yahya Syafi’i dan Ketua DPRD, Ahmad Dhafir.</p>
<p>Kondisi terkini mulai kondusif dan saat ini Kapolsek Ijen Iptu Suherdi dalam keadaan baik-baik saja. Bahkan, informasi terkini warga Kaligedang sedang berdialog secara kekeluargaan.</p>
<p>Kapolres Bondowoso AKBP Harto Agung Cahyono melalui Kasi Humas Iptu Bobby Dwi Siswanto meluruskan, jika sebenarnya Kapolsek Ijen tidak disandera oleh warga.</p>
<p>“Kapolsek Sempol (Ijen) bukan disandera, tapi dijemput warga Desa Kaligedang di Mapolsek untuk diajak berdialog dengan warga di Desa Kaligedang. Kondisi Kapolsek dalam keadaan baik-baik saja,” tegasnya, Senin (17/11/2025) malam.</p>
<p>Untuk menjaga kondusifitas di lokasi, lanjut Bobby, selain puluhan personil polisi, beberapa pihak juga datang, termasuk Ketua DPRD dan Wakil Bupati Bondowoso.</p>
<p>“Untuk saat ini Kapolres, Dandim 0822, Wakil Bupati Bondowoso dan Ketua DPRD sedang melaksanakan dialog dengan warga Desa Kaligedang,” ungkapnya melalui pesan WhatsAppnya kepada suarajatimpost.com.</p>
<p>Karena kondisi di Desa Kaligedang sudan membaik dan aman, kata Bobby, pasukan ditarik kembali ke Polsek Ijen.</p>
<p>"Situasi saat ini sudah kondusif dan aman, Kapolsek sudah kembali bersama Kapolres dan pasukan ditarik kembali ke Polsek Ijen," tandasnya.</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202511/image_870x_691b1e417e7b4.webp" alt=""></p>
<p>Sebelumnya, beredar video di media sosial yang menggambarkan sebuah kericuhan di Mapolsek Ijen. </p>
<p>Dalam potongan video yang viral di media sosial, warga sempat ricuh dan menurunkan bendera di halaman Mapolsek dan menarik Kapolsek keluar dari dalam ruangan.</p>
<p>Mirisnya, ada seorang warga yang mengangkat senjata tajam jenis celurit mendatangi kericuhan di halaman Mapolsek, yang seolah-olah terlihat mengancam Kapolsek. </p>
<p>Informasi yang berhasil dihimpun suarajatimpost.com, kedatangan warga hingga membuat kericuhan diduga karena salah seorang warga Desa Kaligedang yang termasuk dalam daftar 13 terduga pelaku perusakan ditangkap oleh polisi.</p>
<p>Bahkan, warga sempat membawa Kapolsek Ijen, Iptu Suherdi keluar dari Mapolsek. Kuat dugaan, warga menginginkan salah seorang warga dilepaskan. </p>
<p>Kuat dugaan, kejadian ini merupakan tindak lanjut dari perusakan yang terjadi pada Rabu (5/11/2025) lalu. Di mana ribuan batang kopi yang baru berusia setahun rebah di tanah, seperti gugur sebelum sempat berbuah.</p>
<p>Kebun kopi milik PT Perkebunan Nusantara (PTPN) I Regional 5 di Afdeling Kalisengon, Desa Kaligedang, Kecamatan Ijen kembali menjadi sasaran perusakan. </p>
<p>Sekitar 18.000 batang kopi ditebang oleh orang tak dikenal di atas lahan seluas 9 hektare.</p>
<p>Selain itu, imbas dari penegakan hukum ini juga mengingatkan semua pihak pada tragedi penyanderaan 3 anggota TNI dari Batalyon Infanteri 514 pada 15 Mei 2025 silam. </p>
<p>Kala itu, aksi dipicu oleh rencana warga yang dilarang membangun Poskamling di area tanaman Toga milik PTPN XII. Bahkan, warga sampai terlibat adu mulut dengan anggota TNI yang melarang.</p>
<p>Akhirnya, warga ramai-ramai menggeruduk anggota TNI dan 3 orang sempat disandera oleh warga. Bahkan salah seorang dari mereka ada yang terluka.</p>
<p>Ketiga anggota TNI tersebut kemudian diserahkan kembali oleh warga, usai musyawarah dan diskusi bersama antara warga, pemerintah kecamatan, TNI, dan Polri. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Profiling ASN di Bondowoso Jadi Penguatan Manajemen Talenta dan Syarat Mutasi</title>
<link>https://suarajatimpost.com/profiling-asn-di-bondowoso-jadi-penguatan-manajemen-talenta-dan-syarat-mutasi</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/profiling-asn-di-bondowoso-jadi-penguatan-manajemen-talenta-dan-syarat-mutasi</guid>
<description><![CDATA[ Pemkab Bondowoso menerapkan tes profiling ASN untuk memperkuat manajemen talenta. Bupati Hamid menilai langkah ini penting untuk penataan pegawai berbasis kompetensi. BKPSDM menyebut penilaian melalui ProASN memastikan data potensi, kompetensi, dan karier ASN terintegrasi dengan SIASN dan SIMATA. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202511/image_870x580_691b0c4fa44bd.webp" length="40200" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 17 Nov 2025 19:41:43 +0700</pubDate>
<dc:creator>Rizqi Ardian</dc:creator>
<media:keywords>ASN, Pemkab, PNS, BKN, Profiling, Tes, Meritokrasi, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>BONDOWOSO, SJP - </strong>Pemerintah Kabupaten Bondowoso mulai menerapkan tes <em>profiling</em> bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) sebagai langkah strategis mempercepat penerapan manajemen talenta di lingkungan birokrasi daerah. Program ini digelar secara masif dan menyasar hampir seluruh jenjang jabatan ASN.</p>
<p>Bupati Bondowoso, Abdul Hamid Wahid, mengatakan, kebijakan ini sejalan dengan arah kebijakan nasional yang mendorong instansi pusat maupun daerah memperkuat sistem manajemen talenta berbasis data kompetensi.</p>
<p>“Hari ini kita menyaksikan tes <em>profiling</em> 953 ASN di Bondowoso. Ini langkah yang kita lakukan untuk memenuhi proses manajemen talenta yang sedang didorong secara nasional, salah satunya sebagai dasar penyebaran dan mutasi,” ujarnya, Senin (17/11/2025).</p>
<p>Bupati menjelaskan, tes ini memungkinkan pemerintah daerah mengetahui kompetensi ASN secara lebih rinci. Informasi tersebut akan menjadi pijakan dalam pengambilan kebijakan penataan pegawai, termasuk mutasi, promosi, hingga pengembangan karier.</p>
<p>“Dengan tes ini kita bisa mengetahui kemampuan ASN secara utuh dan menyeluruh. Harapannya, mereka dapat mengikuti proses ini dengan baik sehingga memberi gambaran jelas bagi pemerintah,” ujarnya, usai memantau proses tes di SMKN 4 Bondowoso.</p>
<p>Sementara, Plt Kepala BKPSDM Bondowoso, Anisatul Hamidah, menjelaskan, pelaksanaan tes ini digelar untuk mempercepat tersedianya data potensi dan kompetensi ASN secara akurat, efektif, dan terintegrasi dengan Sistem Informasi Aparatur Sipil Negara (SIASN).</p>
<p>Menurutnya, pemetaan ini mencakup aspek potensi, kompetensi, literasi digital, hingga preferensi karier ASN. Proses penilaian dilakukan menggunakan teknologi digital melalui aplikasi ProASN, yang disiapkan oleh Badan Kepegawaian Negara (BKN).</p>
<p>“Kegiatan ini menjadi dasar dalam pengambilan kebijakan pengelolaan ASN berbasis sistem merit atau meritokrasi. Data yang dihasilkan juga terstandar sesuai NSPK penilaian potensi dan kompetensi yang berlaku,” jelasnya.</p>
<p>Ia menyebut bahwa BKN tengah menyelenggarakan pemetaan potensi dan kompetensi secara masif di seluruh Indonesia, termasuk Bondowoso, melalui kegiatan ProASN. </p>
<p>Seluruh data hasil penilaian nantinya langsung terintegrasi ke dalam SIASN dan SIMATA, sistem manajemen talenta nasional. </p>
<p>“Kami menargetkan seluruh hasil penilaian dapat digunakan untuk menyusun perencanaan karier ASN dan memperkuat prinsip meritokrasi di daerah,” pungkasnya.</p>
<p>Seperti diketahui, di Bondowoso, kegiatan ini diikuti oleh ASN dari berbagai jenjang jabatan. Di antaranya, 16 Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT) Pratama, 125 Jabatan Administrator, 189 Jabatan Pengawas, 140 Jabatan Fungsional dan 483 Jabatan Pelaksana. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Puluhan Pelajar di Bondowoso Jadi Duta Moderasi Beragama</title>
<link>https://suarajatimpost.com/puluhan-pelajar-di-bondowoso-jadi-duta-moderasi-beragama</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/puluhan-pelajar-di-bondowoso-jadi-duta-moderasi-beragama</guid>
<description><![CDATA[ Bupati Bondowoso Abd. Hamid Wahid mengajak pelajar menjadi Kader Moderasi Beragama guna memperkuat toleransi dan kerukunan. Ia menekankan pentingnya aksi nyata dalam menjaga harmoni antarumat beragama, didukung kolaborasi Kejaksaan, Kemenag, dan FKUB. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202511/image_870x580_691b055a2d95d.webp" length="42006" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 17 Nov 2025 18:58:06 +0700</pubDate>
<dc:creator>Rizqi Ardian</dc:creator>
<media:keywords>FKUB, agama, pelajar, moderasi, Kemenag, suatajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p data-start="206" data-end="558"><strong>BONDOWOSO, SJP –</strong> Di tengah semangat para pelajar yang memenuhi ruang kegiatan, Bondowoso seolah menunjukkan bahwa masa depan toleransi ada di tangan generasi mudanya. Dengan senyum dan antusiasme, sekira 55 siswa mendeklarasikan diri sebagai Kader Moderasi Beragama. Langkah kecil mereka menyimpan harapan besar bagi kerukunan daerah.</p>
<p data-start="206" data-end="558">Senada dengan langkah positif itu, Bupati Bondowoso, Abdul Hamid Wahid, mengajak para pelajar di Bumi Ki Ronggo untuk menjadi garda terdepan dalam menjaga kerukunan dan toleransi antarumat beragama.</p>
<p data-start="206" data-end="558">Ajakan itu disampaikan dalam acara Deklarasi Kader Moderasi Beragama dan Sosialisasi Pengawasan Aliran Kepercayaan dan Aliran Keagamaan Masyarakat (PAKEM) di Pendopo Raden Bagus Assra Bondowoso, pada Senin (17/5/2025).</p>
<p data-start="206" data-end="558">Kegiatan yang digagas oleh Kejaksaan Negeri Bondowoso, Kementerian Agama, serta Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) itu dihadiri puluhan siswa SMA, SMK, dan MA, baik negeri maupun swasta. Mereka secara simbolis mendeklarasikan komitmen sebagai Kader Moderasi Beragama.</p>
<p data-start="831" data-end="1056">Orang nomor satu di Bondowoso ini menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat. Ia mengatakan, moderasi beragama bukanlah melemahkan keyakinan, melainkan cara beragama yang adil, seimbang, dan menghargai perbedaan.</p>
<p data-start="1058" data-end="1156">“Moderasi beragama adalah upaya agar keyakinan kita membawa kedamaian, bukan perpecahan,” ujarnya.</p>
<p data-start="1158" data-end="1395">Menurut bupati yang karib disapa Ra Hamid ini, generasi muda memegang peran penting karena mereka adalah duta perdamaian di lingkungan sekolah, maupun masyarakat. Ia berharap para pelajar Bondowoso dapat menumbuhkan semangat toleransi, kebersamaan, dan cinta tanah air.</p>
<p data-start="1397" data-end="1527">“Di tangan kalianlah harapan itu saya titipkan. Semoga nilai-nilai moderasi tumbuh subur di Bondowoso yang religius ini,” harapnya.</p>
<p data-start="1529" data-end="1758">Sbagai bupati, Ra Hamid juga menegaskan, Bondowoso selama ini dikenal sebagai daerah yang menjunjung nilai-nilai keagamaan dan kearifan lokal. Dengan penguatan moderasi beragama, ia optimistis kerukunan dan kemajuan daerah akan semakin kokoh.</p>
<p data-start="1760" data-end="2004">"Saya berharap deklarasi ini tidak hanya berhenti sebagai seremonial, tetapi diwujudkan dalam aksi nyata di sekolah dan lingkungan masing-masing, seperti membangun dialog, menghargai perbedaan, dan menghidupkan semangat gotong royong lintas agama," pungkasnya. (*)</p>
<p data-start="1760" data-end="2004">Editor : Rizqi Ardian</p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Perusakan Ribuan Pohon Kopi di Kaligedang Picu Ketegangan, Kapolsek Ijen Bondowoso Diduga Disandera Warga</title>
<link>https://suarajatimpost.com/perusakan-ribuan-pohon-kopi-di-kaligedang-picu-ketegangan-kapolsek-ijen-bondowoso-diduga-disandera-warga</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/perusakan-ribuan-pohon-kopi-di-kaligedang-picu-ketegangan-kapolsek-ijen-bondowoso-diduga-disandera-warga</guid>
<description><![CDATA[ Dalam potongan video yang viral di media sosial, warga sempat ricuh dan menurunkan bendera di halaman Mapolsek dan menarik Kapolsek keluar dari dalam ruangan. Bahkan, telihat salah seorang warga membawa celurit ke kerumunan warga. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202511/image_870x580_691b017ff2aad.webp" length="38522" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 17 Nov 2025 17:59:50 +0700</pubDate>
<dc:creator>Rizqi Ardian</dc:creator>
<media:keywords>perusakan, kopi, polisi, polres, polri, Kapolri, hukum, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>BONDOWOSO, SJP –</strong> Diduga karena upaya penegakan hukum atas kasus dugaan perusakan ribuan pohon kopi di lahan PTPN I Regional 5, di Afdeling Kalisengon Desa Kaligedang, Kecamatan Ijen, ratusan warga setempat menggeruduk Mapolsek Ijen, pada Senin (17/11/2025).</p>
<p>Informasi yang berhasil dihimpun suarajatimpost.com, kedatangan warga hingga membuat kericuhan diduga karena salah seorang warga Desa Kaligedang yang termasuk dalam daftar 13 terduga pelaku perusakan ditangkap oleh polisi.</p>
<p>Bahkan, warga sempat membawa Kapolsek Ijen, Iptu Suherdi keluar dari Mapolsek. Kuat dugaan, warga menginginkan salah seorang warga dilepaskan. Mereka, bahkan terlihat seperti menyandera Kapolsek Ijen. </p>
<p>“Kapolseknya disandera katanya. Dibawa warga. Kalau warga yang berinisial S dibebaskan, baru mau dibebaskan juga (Kapolsek) katanya,” ungkap salah seorang sumber suarajatimpost.com, yang enggan namanya disebut.</p>
<p>Dalam potongan video yang viral di media sosial, warga sempat ricuh dan menurunkan bendera di halaman Mapolsek dan menarik Kapolsek keluar dari dalam ruangan.</p>
<p>Mirisnya, ada seorang warga yang mengangkat senjata tajam jenis celurit mendatangi kericuhan di halaman Mapolsek, yang seolah-olah terlihat mengancam Kapolsek. </p>
<p>Namun, hingga berita ini ditayangkan, pihak Polres Bondowoso melalui Kasi Humas Iptu Bobby Dwi Siswanto, belum memberikan keterangan resmi. </p>
<p>Bahkan, upaya konfirmasi atas dugaan penyanderaan Kapolsek Ijen, juga belum dijawab, meskipun chat melalui WhatsAppnya berstatus dibaca.</p>
<p>Kuat dugaan, kejadian ini merupakan tindak lanjut dari perusakan yang terjadi pada Rabu (5/11/2025) lalu. Di mana ribuan batang kopi yang baru berusia setahun rebah di tanah, seperti gugur sebelum sempat berbuah.</p>
<p>Kebun kopi milik PT Perkebunan Nusantara (PTPN) I Regional 5 di Afdeling Kalisengon, Desa Kaligedang, Kecamatan Ijen kembali menjadi sasaran perusakan. </p>
<p>Sekitar 18.000 batang kopi ditebang oleh orang tak dikenal di atas lahan seluas 9 hektare.</p>
<p>Selain itu, imbas dari penegakan hukum ini juga mengingatkan semua pihak pada tragedi penyanderaan 3 anggota TNI dari Batalyon Infanteri 514 pada 15 Mei 2025 silam. </p>
<p>Kala itu, aksi dipicu oleh rencana warga yang dilarang membangun Poskamling di area tanaman Toga milik PTPN XII. Bahkan, warga sampai terlibat adu mulut dengan anggota TNI yang melarang.</p>
<p>Akhirnya, warga ramai-ramai menggeruduk anggota TNI dan 3 orang sempat disandera oleh warga. Bahkan salah seorang dari mereka ada yang terluka.</p>
<p>Ketiga anggota TNI tersebut kemudian diserahkan kembali oleh warga, usai musyawarah dan diskusi bersama antara warga, pemerintah kecamatan, TNI, dan Polri. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>MBG, dari SPPG Desa hingga Gerakkan Ekonomi Nasional</title>
<link>https://suarajatimpost.com/mbg-dari-sppg-desa-hingga-menggerakkan-ekonomi-nasional</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/mbg-dari-sppg-desa-hingga-menggerakkan-ekonomi-nasional</guid>
<description><![CDATA[ Program MBG tidak hanya memenuhi gizi anak sekolah, tetapi juga menggerakkan ekonomi rakyat. Pembangunan dapur MBG menyerap banyak tenaga kerja, melibatkan petani, pemasok, dan UMKM, serta menekan pengangguran melalui operasional SPPG hingga tingkat desa. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202511/image_870x580_691a8dd708fa3.webp" length="23928" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 17 Nov 2025 09:32:20 +0700</pubDate>
<dc:creator>Rizqi Ardian</dc:creator>
<media:keywords>MBG, makan gratis, bondowoso, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>BONDOWOSO, SJP -</strong> Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kian menunjukkan bahwa kebijakan publik tidak hanya bekerja di atas kertas, tetapi benar-benar menggerakkan ekonomi rakyat dari tingkat paling bawah. </p>
<p>Pembangunan ribuan dapur MBG di berbagai daerah terbukti menciptakan lapangan kerja baru dalam skala masif, menekan angka pengangguran, sekaligus menghidupkan sektor pangan rakyat.</p>
<p>MBG bukan sekadar program pemenuhan gizi anak sekolah. Ia berubah menjadi pengungkit ekonomi baru, menghubungkan dapur, petani, peternak, pemasok hingga pelaku UMKM dalam satu ekosistem ekonomi yang stabil dan berkelanjutan.</p>
<p>Selain itu, berdasarkan data pada Oktober 2025mencatat sekitar 450 ribu orang telah terlibat langsung dalam operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di seluruh Indonesia. Jika dihitung dengan tenaga pemasok, UMKM, dan rantai distribusi, potensi totalnya bisa mencapai 900 ribu hingga 1 juta pekerja.</p>
<p>Contoh kecilnya di Kabupaten Bondowoso, yang diproyeksikan berdiri sebanyak 65 SPPG di seluruh penjuru wilayah. Jika setiap SPPG mampu menyerap 50 tenaga kerja, tentunya, bisa dipastikan ada sekira 3.200 orang yang memiliki pekerjaan dan penghasilan tetap.</p>
<p>Peluang ini menjadi upaya dalam menekan tingginya angka pengangguran di Kabupaten Bondowoso. Misalnya saja di sebuah dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) yang ada di Desa Sumberkalong, yang merekrut warga lokal.</p>
<p>Para pekerja ini memproduksi MBG hingga menyalurkannya ke beberapa sekolah. Strategi ganda ini juga lambat laun akan ditularkan dalam menggerakkan ekonomi lokal yang ada di sekitar lokasi SPPG.</p>
<p>“Pembangunan dapur MBG adalah strategi ganda, yakni menjalankan program nasional sambil mengurangi pengangguran lokal,” jelas Ineke Kartika Sari, Kepala SPPG Sumberkalong, Senin (17/11/2025).</p>
<p>Sistem pengelolaan pun semakin profesional berkat kerja sama antara SPPG dan sekolah-sekolah yang menjadi penerima program. Program unggulan Presiden Prabowo Subianto ini, kata Ineke, juga mampu menggerakkan UMKM dan ekonomi kerakyatan.</p>
<p>Di Sumberkalong, ada efek berantai, misalnya keterlibatan UMKM lokal sebagai pemasok bahan baku dapur, dan para pekerja, dari juru masak hingga petugas distribusi, kini memperoleh penghasilan layak dan stabil.</p>
<p>“Banyak sekolah bahkan melibatkan UMKM lokal, sehingga perputaran uang benar-benar terjadi di tingkat bawah,” tambah Ineke.</p>
<p>Selain pengangguran, kata Ineke, sektor hulu pun ikut terdongkrak. Permintaan beras, telur, ayam, dan sayuran meningkat pesat. Petani dan peternak kecil yang dulu kesulitan pemasaran kini memiliki pembeli tetap dengan harga yang lebih layak melalui kontrak pasokan untuk dapur MBG.</p>
<p>Dengan ratusan ribu tenaga kerja yang terserap dan ekonomi desa yang hidup kembali, MBG menjadi gambaran kebijakan publik yang menciptakan perubahan struktural. </p>
<p>“Tidak hanya memberi makan anak sekolah, tetapi merangkai kembali rantai ekonomi rakyat. Jika berjalan di semua titik (di Bondowoso), penyerapan tenaga kerja bisa mencapai ribuan orang. Ini langkah besar mendorong pertumbuhan ekonomi dari bawah,” tegas Ineke.</p>
<p>Hal senada juga disampaikan oleh Babisan setempat. Dirinya menyebut SPPG Bondowoso Wonosari Sumberkalong, telah mempekerjakan 47 warga lokal, yang mayoritas sebelumnya menganggur, termasuk mantan sopir dan juru masak yang kehilangan pelanggan.</p>
<p>“Setiap dapur MBG mampu menyerap kisaran 50 tenaga kerja tetap, termasuk tenaga harian dan pemasok,” ungkap Serka Akbar, Babinsa Sumberkalong, asal Bima Nusa Tenggara Barat yang ikut mengawal pelaksanaan MBG di wilayah tersebut.</p>
<p>“MBG kini bukan sekadar program makan gratis, melainkan gerakan ekonomi rakyat yang menyatukan dapur, petani, UMKM, dan sekolah dalam satu misi: menciptakan Indonesia yang sehat, produktif, dan berdaulat pangan,” pungkasnya. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Dari Selada Menuju Harapan Baru, Ketika Dapur MBG Hidupkan Petani Hidroponik Bondowoso</title>
<link>https://suarajatimpost.com/dari-selada-menuju-harapan-baru-ketika-dapur-mbg-hidupkan-petani-hidroponik-bondowoso</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/dari-selada-menuju-harapan-baru-ketika-dapur-mbg-hidupkan-petani-hidroponik-bondowoso</guid>
<description><![CDATA[ Ketika peluang itu bertemu kebijakan pemerintah yang menyasar kebutuhan dasar masyarakat, seperti MBG, maka lahirlah energi ekonomi baru di desa-desa. Ini yang sejatinya diharapkan oleh Presiden Prabowo, melalui program MBG. Ada perputaran ekonmi di tingkat bawah. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202511/image_870x580_6917e88167f67.webp" length="77438" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sat, 15 Nov 2025 08:11:51 +0700</pubDate>
<dc:creator>Rizqi Ardian</dc:creator>
<media:keywords>SPPG, MBG, Dapur MBG, Bondowoso, saurajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>BONDOWOSO, SJP -</strong> Di sebuah halaman rumah sederhana di Desa Sumberkalong, Kecamatan Wonosari, deretan pipa-pipa putih tampak berjajar rapi, dipenuhi daun selada hijau yang tumbuh segar. </p>
<p>Di antara gemericik air yang mengalir, Yudha Gusthi Randha, pemuda 32 tahun, tampak serius memeriksa tanaman-tanaman itu dengan telaten. </p>
<p>“Kalau pagi lihat yang begini rasanya kaya lihat anak sendiri sehat semua,” ujarnya sambil tersenyum, Sabtu (15/11/2025).</p>
<p>Yudha bukan sekadar petani. Ia adalah wajah dari geliat ekonomi baru di Bondowoso, melalui sistem pertanian hidroponik, yang hari ini semakin menjanjikan.</p>
<p>Bahkan, saat ini upaya pribadi itu kemudian berkembang menjadi Astanik (Asosiasi Petani Hidroponik Bondowoso) yang ia pimpin.</p>
<p>Kini Astanik menaungi 25 petani dari berbagai kecamatan, mengelola lebih dari 60.000 lubang tanam, dan mampu memproduksi<strong> </strong>2–3 ton selada setiap periode. Omzet mereka mencapai Rp40–60 juta per pekan, berkat panen bergilir yang memastikan pasokan tak pernah putus.</p>
<p>Apalagi, sejak sayuran hidroponiknya menjadi komuditas yang dibeli oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) sebagai salah satu menu dalam olahan Makanan Bergizi Gratis (MBG), program unggulan Presiden Prabowo Subianto.</p>
<p>Namun perjalanan Yudha tidak semulus daun selada segar yang ia panen hari ini. Ia memulai semua ini seorang diri pada 2012, hanya berbekal rasa penasaran dan koneksi internet.</p>
<p>“Awalnya saya belajar lewat YouTube. Modalnya cuma niat dan sedikit tabungan buat beli pipa dan nutrisi. Ya belinya di marketplace karena di sini belum ada yang jual,” kenangnya.</p>
<p>Apa yang dimulai sebagai hobi kini berubah menjadi penggerak ekonomi akar rumput Bondowoso. Lebih-lebih, produk pertanian Astanik kini rutin dibeli oleh SPPG Sumberkalong yang berlokasi di Jalan Trunojoyo, Desa Sumberkalong, Kecamatan Wonosari, Kabupaten Bondowoso, di bawah naungan Yayasan Al Furqon Pejagan Bondowoso.</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202511/image_870x_6917e6f5b6772.webp" alt=""></p>
<p><strong>Ketika SPPG Hadir, Peluang Baru Lahir</strong></p>
<p>Tak jauh dari rumah Yudha berdiri dapur SPPG Sumberkalong. Setiap minggu, dapur ini meminta pasokan 20 kilogram selada hidroponik, dengan harga sekitar Rp35 ribu per kilogramnya.</p>
<p>“Alhamdulillah, program MBG ini membuka peluang baru buat kami. Ada kepastian permintaan, dan pastinya menambah pemasukan teman-teman petani,” kata Yudha.</p>
<p>Program Makanan Bergizi Gratis tidak hanya memberi makan ribuan anak Indonesia setiap hari, tetapi juga menyentuh rantai ekonomi paling bawah, petani kecil, kelompok usaha mikro, dan produsen pangan lokal.</p>
<p>“Di Bondowoso, khususnya di Desa Sumberkalong efeknya terasa nyata. Kami petani hidroponik yang tergabung dalam Astanik kini punya pasar yang stabil, terjangkau, dan berkelanjutan. Kami pun tidak mengurangi kebutuhan pasar, tetapi akan menambah produksi untuk mencukupi permintaan SPPG,” tukasnya.</p>
<p>Peluang baru ini juga menjadi titik tolak meningkatkanya kebutuhan pasar dan SPPG untuk produk hidroponik di Kabupaten Bondowoso. </p>
<p>Bayangkan saja, jika semua (65 lokasi) SPPG di Bondowoso membutuhkan sayuran hidroponik dengan masing-masing 20 kilogram, dalam setiap minggunya, tentu ada kisaran 1,3 ton selada yang dibutuhkan.</p>
<p>“Kami bersama Astanik menangkap peluang itu. Karena dalam sebulan saja, jika peluang ini bisa kita manfaatkan, tentunya butuh 5,2 ton untuk mencukupi kebutuhan SPPG di Bondowoso saja,” ujarnya.</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202511/image_870x_6917eae3ed19d.webp" alt=""></p>
<p><strong>Harapan yang Mengalir dari Sebatang Selada</strong></p>
<p>Setiap kali Yudha memanen selada, ia tahu bahwa sebagian hasil panennya akan masuk ke dapur SPPG. Dari sana, selada-selada itu menjadi bagian dari hidangan bergizi untuk anak-anak sekolah, makanan yang bukan hanya mengenyangkan, tapi juga membangun masa depan.</p>
<p>“Kita petani hidroponik yang tergabung dalam Astanik ikut senang. Dari kebun kecil begini, bisa bantu anak-anak makan sehat,” ujarnya.</p>
<p>Sementara itu, Kepala SPPG Sumberkalong, Ineke Kartika Sari, sangat mengapresiasi jerih payah dan perjalanan Yudha yang berawal dari sebuah video YouTube dan beberapa pipa bekas, tetapi hari ini menjadi bukti bahwa inovasi di tangan anak muda bisa membuka pintu rezeki baru. </p>
<p>“Ketika peluang itu bertemu kebijakan pemerintah yang menyasar kebutuhan dasar masyarakat, seperti MBG, maka lahirlah energi ekonomi baru di desa-desa. Ini yang sejatinya diharapkan oleh Presiden Prabowo, melalui program MBG. Ada perputaran ekonmi di tingkat bawah,” ucapnya. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Angin Kencang di Ijen Bondowoso Robohkan Pohon dan Tiang Listrik, Akses Jalan Sempat Tertutup</title>
<link>https://suarajatimpost.com/angin-kencang-di-ijen-bondowoso-robohkan-pohon-dan-tiang-listrik-akses-jalan-sempat-tertutup</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/angin-kencang-di-ijen-bondowoso-robohkan-pohon-dan-tiang-listrik-akses-jalan-sempat-tertutup</guid>
<description><![CDATA[ Tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini. Namun kondisi pohon dan tiang listrik yang tumbang sempat menghambat mobilitas masyarakat di jalur utama Ijen. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202511/image_870x580_69174cdd9d7cb.webp" length="73188" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Fri, 14 Nov 2025 22:30:20 +0700</pubDate>
<dc:creator>Rizqi Ardian</dc:creator>
<media:keywords>Bencana, angin puting beliung, hujan BPBD, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>BONDOWOSO, SJP –</strong> Hujan deras disertai angin kencang melanda wilayah Desa Plalangan, Kecamatan Ijen, Kabupaten Bondowoso, Jumat (14/11/2025) sekitar pukul 14.09 WIB.</p>
<p>Peristiwa ini mengakibatkan satu pohon dan sebuah tiang jaringan listrik milik PLN roboh hingga menutup akses Jalan Ijen.</p>
<p>Plt Kepala Pelaksana BPBD Bondowoso, Kristianto Putro Prasojo, membenarkan kejadian tersebut. Ia menjelaskan bahwa laporan awal diterima melalui pesan WhatsApp dari warga.</p>
<p>“Begitu menerima informasi, tim Pusdalops bersama agen bencana Jatim langsung menuju lokasi untuk melakukan asesmen. Tim TRC kami juga melakukan penanganan di lapangan,” ujarnya.</p>
<p>Kristianto menegaskan, tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini. Namun kondisi pohon dan tiang listrik yang tumbang sempat menghambat mobilitas masyarakat di jalur utama Ijen.</p>
<p>“Evakuasi pohon tumbang berhasil kami selesaikan sekitar pukul 16.30 WIB. Untuk penanganan tiang listrik, kami berkoordinasi dengan pihak PLN yang juga langsung turun ke lapangan,” jelasnya.</p>
<p>Selain BPBD dan PLN, penanganan di lokasi turut melibatkan Pemerintah Desa Plalangan serta masyarakat setempat.</p>
<p>"Alhamdulillah, kondisi wilayah Bondowoso saat evakuasi aman dan terkendali. Cuaca di Desa Plalangan masih terpantau hujan dengan intensitas sedang," tandasnya.</p>
<p>"Kami mengimbau masyarakat tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem yang dapat terjadi sewaktu-waktu, terutama di wilayah dengan kerawanan bencana hidrometeorologi," pungkasnya. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor: Rizqi Ardian </strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Diguyur Hujan 3 Jam Tanpa Henti, Sejumlah Rumah Warga di Bondowoso Tergenang</title>
<link>https://suarajatimpost.com/diguyur-hujan-3-jam-tanpa-henti-sejumlah-rumah-warga-di-bondowoso-tergenang</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/diguyur-hujan-3-jam-tanpa-henti-sejumlah-rumah-warga-di-bondowoso-tergenang</guid>
<description><![CDATA[ Hujan deras lebih dari tiga jam menyebabkan banjir di Bondowoso, merendam rumah warga di Kademangan, Bataan, dan Sugerlor. Warga mengevakuasi barang, satu rumah ambruk akibat longsor. BPBD mengerahkan tim ke berbagai lokasi dan masih melakukan pendataan kerusakan. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202511/image_870x580_691736cc3e128.webp" length="69118" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Fri, 14 Nov 2025 21:32:18 +0700</pubDate>
<dc:creator>Rizqi Ardian</dc:creator>
<media:keywords>bencana, angin, banjir, longsor, puting beliung, BPBD, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<div class="flex max-w-full flex-col grow">
<div data-message-author-role="assistant" data-message-id="a3215d14-b5da-4f6a-a60a-f0555f830169" dir="auto" class="min-h-8 text-message relative flex w-full flex-col items-end gap-2 text-start break-words whitespace-normal [.text-message+&amp;]:mt-1" data-message-model-slug="gpt-5-1">
<div class="flex w-full flex-col gap-1 empty:hidden first:pt-[1px]">
<div class="markdown prose dark:prose-invert w-full break-words light markdown-new-styling">
<p data-start="151" data-end="486"><strong>BONDOWOSO, SJP</strong> - Hujan deras yang mengguyur Bondowoso selama lebih dari tiga jam, pada Jumat (14/11/2025) bukan hanya membawa suara gemuruh air, tetapi juga kecemasan di wajah para warga. </p>
<p data-start="151" data-end="486">Di sejumlah titik, seperti Kelurahan Kademangan, Kecamatan Bondowoso, serta Perumahan Bataan di Kecamatan Tenggarang, air luapan sungai dan selokan tiba-tiba menerobos masuk ke rumah-rumah.</p>
<p data-start="488" data-end="865">Di Perumahan Bataan, Samsudi merasakan betul bagaimana cepatnya air naik. Sore itu, ia bersama istri dan anaknya berlarian dari kamar ke dapur, berusaha mengangkat barang elektronik sebelum terendam.</p>
<p data-start="488" data-end="865">Sambil menunjuk lantai rumahnya yang basah, ia berkata, jika selokan meluap dan air mengenang kejadian yang membuat air setinggi mata kaki orang dewasa memenuhi rumahnya.</p>
<p data-start="867" data-end="1181">Sementara itu di Kelurahan Kademangan, sebuah video menunjukkan ruang kerja furniture yang sudah berubah menjadi genangan.</p>
<p data-start="867" data-end="1181">Suara seorang pria dalam video berdurasi 1 menit 6 detik terdengar panik. "Positif banjir, positif banjir," katanya, seolah menegaskan bahwa musibah itu benar-benar terjadi dan tak bisa dihindari.</p>
<p data-start="1183" data-end="1496">Di Desa Sugerlor, Kecamatan Maesan, hujan sejak pukul 12.00 WIB membuat sungai meluap. Sumiati, seorang warga, menyaksikan bagaimana derasnya air bercampur potongan kayu besar yang akhirnya menyumbat aliran sungai.</p>
<p data-start="1183" data-end="1496">"Penyebabnya itu kayu besar, menyumbat," ucapnya lirih dengan nada pasrah tetapi tetap sigap.</p>
<p data-start="1498" data-end="1958">Air yang meluber ke jalan membuat beberapa rumah terendam hingga setinggi lutut orang dewasa. Warga dengan cepat berbondong-bondong menyelamatkan kasur dan barang elektronik, berusaha menyelamatkan apa pun yang masih bisa dipertahankan.</p>
<p data-start="1498" data-end="1958">Ketika ditanya berapa rumah yang terendam, Sumiati hanya bisa memperkirakan, "Sebelah saya ini saja, ada dua. Yang timur lagi tak tahu berapa ya," terangnya menunjukkan betapa sulitnya menghitung kerugian di tengah kondisi kacau.</p>
<p data-start="1960" data-end="2127">Di tempat lain, tepatnya di Desa Sumbertengah, Kecamatan Binakal, sebuah rumah dilaporkan ambruk diduga akibat longsor dan menambah daftar panjang dampak hujan hari ini.</p>
<p data-start="2129" data-end="2523">Tugas Riski Bahana, Kepala Bidang Logistik, Rehabilitasi, dan Rekonstruksi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bondowoso mengatakan, pihaknya menggerakkan tim menuju berbagai titik terdampak. </p>
<p data-start="2129" data-end="2523">"Iya kita bagi banyak tim," ungkapnya.</p>
<p data-start="2129" data-end="2523">Ia memastikan bahwa di Desa Sugerlor terdapat 10 rumah yang terendam, sementara wilayah lain masih terus didata.</p>
<p data-start="2129" data-end="2523">"Yang di Kelurahan Kademangan masih proses penanganan, dan pendataan," tutupnya.</p>
<p data-start="2525" data-end="2857" data-is-last-node="" data-is-only-node="">Di Pasar Maesan, ruas Jalan Raya Bondowoso–Jember tampak berubah menjadi aliran air keruh. Beberapa sepeda motor mogok di tengah banjir, dan warga sekitar bahu-membahu membantu mendorong.</p>
<p data-start="2525" data-end="2857" data-is-last-node="" data-is-only-node="">Di tengah situasi sulit itu, kebersamaan dan kepedulian menjadi cahaya kecil yang menguatkan para warga yang sedang berjuang menghadapi bencana. <strong>(*)</strong></p>
<p data-start="2525" data-end="2857" data-is-last-node="" data-is-only-node=""><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>
</div>
</div>
</div>
</div>
<div class="z-0 flex min-h-[46px] justify-start"></div>
<div class="mt-3 w-full empty:hidden">
<div class="text-center">
<div>
<div class="inline-flex border border-gray-100 dark:border-gray-700 rounded-xl">
<div class="text-token-text-secondary flex items-center justify-center gap-4 px-4 py-2.5 text-sm whitespace-nowrap"></div>
</div>
</div>
</div>
</div>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Dinsos P3AKB Bondowoso Buka Rekrutmen Forum Anak dan Fasilitator, Dorong Keterlibatan Generasi Muda</title>
<link>https://suarajatimpost.com/dinsos-p3akb-bondowoso-buka-rekrutmen-forum-anak-dan-fasilitator-dorong-keterlibatan-generasi-muda</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/dinsos-p3akb-bondowoso-buka-rekrutmen-forum-anak-dan-fasilitator-dorong-keterlibatan-generasi-muda</guid>
<description><![CDATA[ Dinsos P3AKB Bondowoso membuka rekrutmen Forum Anak dan fasilitator untuk meningkatkan partisipasi anak dan pemuda dalam pembangunan. Kepala Dinsos, Muhammad Imron, menegaskan pentingnya peran generasi muda sebagai pelopor dan pendamping dalam mewujudkan Kabupaten Layak Anak. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202511/image_870x580_691690f318acf.webp" length="63940" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Fri, 14 Nov 2025 11:03:37 +0700</pubDate>
<dc:creator>Rizqi Ardian</dc:creator>
<media:keywords>KLA, Forum anak, Anak, DInsos, P3AKB, fasilitator, Kemensos, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>BONDOWOSO, SJP –</strong> Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (Dinsos P3AKB) Kabupaten Bondowoso membuka peluang bagi anak dan pemuda untuk bergabung dalam Forum Anak Bondowoso dan menjadi fasilitator pendamping. Rekrutmen ini berlangsung pada 12–16 November 2025.</p>
<p>Kepala Dinsos P3AKB Bondowoso, Muhammad Imron, menjelaskan, proses rekrutmen ini merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah memperkuat peran anak serta meningkatkan kualitas partisipasi mereka dalam pembangunan daerah.</p>
<p>“Forum Anak adalah wadah resmi partisipasi anak. Karena itu, kami ingin memberikan kesempatan seluas-luasnya bagi anak-anak Bondowoso untuk terlibat, menyuarakan pendapat, dan menjadi pelopor serta pelapor dalam isu-isu pemenuhan hak anak,” ujarnya, saat dikonfirmasi pada Jumat (14/11/2025).</p>
<p>Rekrutmen Forum Anak Bondowoso dibuka bagi anak usia 12–17 tahun. Peserta wajib menyertakan KIA, akta kelahiran, surat izin orang tua, surat keterangan aktif sekolah, serta esai tematik dan video kreatif sebagai bahan penilaian.</p>
<p>Selain itu, Dinsos P3AKB juga membuka pendaftaran bagi fasilitator Forum Anak yang ditujukan untuk WNI berusia 18–24 tahun. Para fasilitator ini nantinya akan menjadi pendamping kegiatan, penggerak partisipasi anak, sekaligus penguat jejaring kolaborasi.</p>
<p>“Fasilitator adalah mitra penting bagi kami. Karena itu, kami mencari pemuda yang memiliki komitmen tinggal di Bondowoso minimal dua tahun dan memiliki kepedulian terhadap isu-isu anak. Mereka yang pernah menjadi pengurus Forum Anak atau mengikuti pelatihan Konvensi Hak Anak kami prioritaskan,” kata Imron.</p>
<p>Adapun rangkaian seleksi dimulai dengan pendaftaran pada 12–16 November 2025, pengumuman hasil administrasi pada 18 November, wawancara pada 19 November, dan pengumuman akhir pada 21 November. Pelantikan dijadwalkan berlangsung pada akhir November 2025.</p>
<p>Imron berharap proses rekrutmen tahun ini mampu menjaring anak dan pemuda yang aktif serta memiliki semangat membangun daerah.</p>
<p>“Kami mengajak generasi muda untuk berkontribusi langsung mewujudkan Bondowoso sebagai Kabupaten Layak Anak,” tegasnya.</p>
<p>Pendaftaran dilakukan melalui satu tautan resmi: bit.ly/OPREKFORUMANAK2025. Untuk informasi lebih lanjut, masyarakat dapat menghubungi narahubung yang telah disediakan. Di antaranya, Nuril (082244367820), Wildan (089685598217), dan Fendik (082244957721). <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Satgas Pangan Sidak Murnimart Bondowoso, Temukan Produk Beras Pakai Kemasan Lama dengan Izin Edar Kedaluwarsa</title>
<link>https://suarajatimpost.com/satgas-pangan-sidak-murnimart-bondowoso-temukan-produk-beras-pakai-kemasan-lama-dengan-izin-edar-kedaluwarsa</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/satgas-pangan-sidak-murnimart-bondowoso-temukan-produk-beras-pakai-kemasan-lama-dengan-izin-edar-kedaluwarsa</guid>
<description><![CDATA[ Diskoperindag mengakui temuan ini, dan masih akan dikoordinasikan dengan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan. Sedangkan untuk sanksinya, berjenjang sampai pada pencabutan izin produksi. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202511/image_870x580_6915bc7121dc0.webp" length="60756" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 13 Nov 2025 18:02:58 +0700</pubDate>
<dc:creator>Rizqi Ardian</dc:creator>
<media:keywords>Sidak, Satgas Pangan Polres Nganjuk, kemasan minyak goreng, Minyakita, 20 mililiter, toko tradisonal, Nganjuk</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>BONDOWOSO, SJP – </strong>Badan Pangan Nasional (Bapanas), bersama Satuan Tugas (Satgas) Pangan Kabupaten Bondowoso menemukan sejumlah produk beras yang masih menggunakan kemasan lama, bahkan sebagian mencantumkan label izin edar yang sudah tidak berlaku.</p>
<p>Ada juga produsen beras yang menutupi nama produk beras medium dengan menggunakan stiker kertas bertuliskan beras pecah. Bahkan, dalam kemasan masih mencantumkan Registrasi Pangan Segar Asal Tumbuhan (PSAT) Produk Dalam Usaha Kecil (PDUK), yang dikeluarkan tahun 2017.</p>
<p>Misalnya, produk beras merek Labi-labi, Kepompong dan Tinta. Di mana dalam kemasannya masih tertera izin edar yang diterbitkan pada tahun 2017. Produk terebut dijual dan ditemukan Satgas Pangan saat melakukan inspeksi mendadak (sidak) di toko modern Murnimart di Kelurahan Tamansari Bondowoso. </p>
<p>Pejabat Fungsional Analis Ketahanan Pangan Ahli Madya, dari Badan Pangan Nasional (Bapanas), Rahmatia Garwan, menerangkan, hasil pengecekan, sebagian produsen mengaku masih menggunakan stok kemasan lama, meski telah diperbarui dan diuji ulang oleh Otoritas Kompeten Keamanan Pangan Daerah (OKKPD). Namun, Satgas menilai hal ini tetap perlu ditinjau kembali.</p>
<p>“Kalau ada kemasan lama atau label kedaluwarsa, itu kewenangan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (Kabupaten Bondowoso). Kami rekomendasikan agar ditinjau ulang ke produsen yang mengajukan izin PDUK,” jelasnya usai melakukan sidak di Murnimart Bondowoso, Kamis (13/11/2025).</p>
<p>Dirinya juga menegaskan, proses penegakan aturan dilakukan secara berjenjang. Temuan awal akan diberi teguran, terutama bila ada klaim produk “premium” yang tidak sesuai mutu atau tidak mencantumkan informasi produksi dan zona harga eceran tertinggi (HET).</p>
<p>“Kalau sudah ditegur dan tetap tidak ditindaklanjuti, baru ada sanksi tertulis. Jika pelanggaran berulang, maka izin usahanya bisa dicabut,” tegasnya.</p>
<p>Sementara itu, Tisna Harimurti, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Bidang Perdagangan pada Diskoperindag Bondowoso membenarkan jika ada temuan izin produksi yang sudah kedaluwarsa. </p>
<p>Bahkan, dirinya telah mengklarifikasi ke produsen bahwa itu merupakan kemasan lama yang memang masih dipakai untuk kantong. Jadi, kemasan lama digunakan ulang.</p>
<p>Terkait hal itu, Diskoperindag akan berkoordinasi dengan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Bondowoso. Karena, kata Tisna, dari pihak produsen sendiri menyatakan bahwa kemasan tersebut memang stok lama.</p>
<p>“Ternyata ada nomor PSAT yang tetap sama sejak 2017, namun dalam surat keterangannya tertulis masih berlaku sampai tahun depan. Jadi, ini perlu diklarifikasi lagi,” ungkapnya.</p>
<p>Dirinya juga mengungkap jika temuan itu merupakan produk dari luar Kabupaten Bondowoso. Maka dari itu dirinya akan segera melakukan koordinas dan mengklarifikasi hasil dan tindak lanjut dari temuan Satgas Pangan di toko modern Murnimart.</p>
<p>“Tadi temuannya (produsennya) dari Probolinggo dan Jember, itu yang ditemukan. Jadi, kami akan konfirmasi ulang ke sana,” jelasnya.</p>
<p>Hasil temuan Satgas Pangan ini tidak menutup kemungkinan berbuah sanksi tegas hingga pencabutan izin produksi, bagi produsen beras, baik di wilayah Kabupaten Bondowoso maupun dari luar. </p>
<p>“Untuk rekomendasi tindak lanjut, seperti teguran dan langkah berikutnya, itu nanti dilakukan oleh Polres setempat. Karena dalam Satgas Pangan, ketuanya memang dari unsur Polri. Jadi, kalau di tingkat kabupaten, berarti tanggung jawabnya ada di Polres Bondowoso,” pungkasnya. </p>
<p>Pemantauan ini merupakan bagian dari kegiatan rutin Satgas Gabungan yang terdiri atas Badan Pangan Nasional, Bulog, Polres Bondowoso, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan, serta Diskoperindag.</p>
<p>Satgas Pangan melakukan sidak ke beberapa toko penjual beras di Pasar Induk Bondowoso dan dilanjutkan ke toko modern Murnimart di Tamansari dan ke KDS di Desa Kembang. Bahkan, sebelumnya, Satgas gabungan juga mendatangi produsen beras di wilayah Kecamatan Jelbuk Kabupaten Jember. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Jaga Inflasi, Bapanas Sidak Harga Beras di Bondowoso</title>
<link>https://suarajatimpost.com/jaga-inflasi-bapanas-sidak-harga-beras-di-bondowoso</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/jaga-inflasi-bapanas-sidak-harga-beras-di-bondowoso</guid>
<description><![CDATA[ Satgas Pangan memastikan harga kebutuhan pokok di sejumlah pasar dan titik distribusi di Kabupaten Bondowoso masih berada di bawah Harga Eceran Tertinggi (HET). Pemantauan dilakukan secara langsung ke pasar tradisional, ritel modern, distributor, hingga produsen. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202511/image_870x580_6915b03eeb751.webp" length="49322" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 13 Nov 2025 17:19:21 +0700</pubDate>
<dc:creator>Rizqi Ardian</dc:creator>
<media:keywords>Satgas, Bapanas, pangan, beras, bulog, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>BONDOWOSO, SJP – </strong>Satuan tugas (Satgas) pangan pusat menilai tingkat inflasi di Kabupaten Bondowoso masih ada di zona merah. Artinya, inflasi di Bumi Ki Ronggo masih tinggi.</p>
<p>Oleh sebab itu, Badan Pangan Nasional (Bapanas), melalui Pejabat Fungsional Analis Ketahanan Pangan Ahli Madya, Rahmatia Garwan, melakukan sidak ke beberapa lokasi untuk mengecek langsung harga komoditas beras medium dan premium.</p>
<p>Bersama Satgas gabungan yang terdiri atas Bapanas, Bulog, Polres Bondowoso, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan, serta Diskoperindag, Rahmatia Garwan sidak ke beberapa toko penjual beras di Pasar Induk Bondowoso, pada Kamis (13/11/2025).</p>
<p>Inspeksi mendadak (Sidak) kemudian dilanjutkan ke toko modern Murnimart di Tamansari dan ke KDS di Desa Kembang. Bahkan, sebelumnya, Satgas gabungan juga mendatangi produsen beras di wilayah Kecamatan Jelbuk Kabupaten Jember.</p>
<p>Rahmatia Garwan menyatakan, Satgas Pangan memastikan harga kebutuhan pokok di sejumlah pasar dan titik distribusi di Kabupaten Bondowoso masih berada di bawah Harga Eceran Tertinggi (HET). Pemantauan dilakukan secara langsung ke pasar tradisional, ritel modern, distributor, hingga produsen.</p>
<p>“Kami cek di pasar-pasar yang menjadi lokasi pencatatan SP2KP Kementerian Perdagangan, karena datanya dipakai BPS untuk mengukur inflasi. Hasilnya, semua harga beras premium dan medium masih aman, di bawah HET,” ujarnya saat dikonfirmasi di Murnimart.</p>
<p>Pemantauan tersebut dilakukan karena posisi inflasi Bondowoso masih dikategorikan “merah” atau tinggi. Menurutnya, kondisi merah menunjukkan inflasi masih positif, sedangkan semakin negatif menandakan kondisi harga yang semakin baik.</p>
<p>“Tujuan pemerintah adalah menjaga harga sesuai HET, dan itu sudah tercapai. Tapi ini kesimpulan hari ini, karena besok bisa saja berubah tergantung kondisi lapangan,” katanya.</p>
<p>“Tim juga melakukan pemantauan serupa di sejumlah daerah lain di Jawa Timur seperti Probolinggo, Lumajang, Madura, Surabaya, dan Jember,” tandasnya.</p>
<p>Seperti diketahui, harga beras premium di pasaran yang ada di Kabupaten Bondowoso berada di harga Rp14.800 per kilogram. Sedangkan harga beras medium Rp 13.500 per kilogram. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Sinergi Pemkab dan KONI, Bondowoso Bersiap Diri Hadapi Porprov 2027</title>
<link>https://suarajatimpost.com/sinergi-pemkab-dan-koni-bondowoso-bersiap-diri-hadapi-porprov-2027</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/sinergi-pemkab-dan-koni-bondowoso-bersiap-diri-hadapi-porprov-2027</guid>
<description><![CDATA[ Pemkab Bondowoso menambah dana hibah KONI menjadi Rp1,17 miliar guna persiapan Porprov Jatim 2027. Bupati Abdul Hamid Wahid dorong sinergi dan inovasi, sementara KONI Jatim minta pembinaan dimulai sejak dini serta fokus pada cabang olahraga unggulan. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202511/image_870x580_691539496c5a0.webp" length="37816" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 13 Nov 2025 10:30:06 +0700</pubDate>
<dc:creator>Rizqi Ardian</dc:creator>
<media:keywords>olahraga, cabor, Porprov, KONI, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>BONDOWOSO, SJP – </strong>Pemerintah Kabupaten Bondowoso terus memperkuat pembinaan olahraga daerah sebagai bagian dari upaya mempersiapkan diri menuju Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Timur 2027. </p>
<p>Berbagai langkah strategis dilakukan, mulai dari penambahan dana hibah untuk KONI hingga penguatan sinergi lintas sektor antara pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat olahraga.</p>
<p>Bupati Bondowoso, Abdul Hamid Wahid, menegaskan bahwa semangat baru dan kreativitas dalam kepengurusan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Bondowoso menjadi kunci untuk membangun prestasi sekaligus menjadikan olahraga sebagai sektor yang produktif.</p>
<p>“Meskipun daerah tengah menghadapi keterbatasan anggaran, hal itu tidak boleh menjadi hambatan untuk berinovasi. KONI punya semangat baru, inovasi, dan kreativitas untuk menggali, menumbuhkan, serta membina prestasi olahraga,” ujarnya, Rabu (12/11/2025) kemarin.</p>
<p>Bupati yang karib disapa Ra Hamid ini, juga menekankan bahwa olahraga memiliki potensi besar untuk berkembang menjadi industri yang memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat. </p>
<p>“Ujung dari prestasi itu adalah industri olahraga. Itu menandakan tingkat pembangunan dan peradaban kita semakin maju,” jelasnya, usai menghadiri Pengukuhan Pengurus KONI Bondowoso Periode 2025-2029 di Pendopo Raden Bagus Assra.</p>
<p>Di tengah efisiensi anggaran, ia menekankan pentingnya kolaborasi dengan berbagai pihak. </p>
<p>“KONI harus memperkuat jejaring dengan swasta dan dunia usaha. Dunia bisnis juga berkepentingan dengan olahraga karena di dalamnya ada pembangunan mental, semangat, dan nilai kebersamaan masyarakat,” tambahnya.</p>
<p><strong>Dana Hibah KONI Naik Jadi Rp1,17 Miliar</strong></p>
<p>Sebagai bentuk dukungan konkret, Pemerintah Kabupaten Bondowoso melalui Dinas Pariwisata, Kebudayaan, Pemuda, dan Olahraga (Disparbudpora) menambah dana hibah untuk KONI pada tahun anggaran 2026 mendatang.</p>
<p>Jika tahun ini (2025) hibah yang diberikan sebesar Rp900 juta, tahun ini meningkat menjadi Rp1,179 miliar. </p>
<p>Kepala Bidang Pemuda dan Olahraga Disparbudpora Bondowoso, Vita Anggraeni, menjelaskan, penambahan tersebut dilakukan untuk mendukung persiapan menghadapi Porprov Jawa Timur 2027.</p>
<p>“Penambahan ini dalam rangka mempersiapkan Porprov 2027, karena proses pembinaan dan persiapannya sudah harus dimulai satu tahun sebelumnya,” jelas Vita, saat dikonfirmasi di ruang kerjanya, Kamis (13/11/2025).</p>
<p>Ia menegaskan bahwa penggunaan dana hibah tersebut sepenuhnya diserahkan kepada pihak KONI tanpa intervensi dari dinas. </p>
<p>“Proporsionalnya kami serahkan sepenuhnya kepada KONI. Kami tidak ikut campur atau melakukan intervensi karena mereka yang paling tahu kebutuhan dan proporsinya,” ujarnya.</p>
<p>Vita menambahkan, dana hibah itu tidak boleh digunakan untuk honorarium pengurus KONI, melainkan hanya untuk pembinaan atlet dan kegiatan operasional olahraga.</p>
<p>“Seperti tahun lalu, dana hibah tidak diperbolehkan untuk honor. Jadi murni digunakan untuk pembinaan dan operasional kegiatan olahraga,” tegasnya.</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202511/image_870x_69153ccf4890d.webp" alt=""></p>
<p><strong>KONI Jatim Dorong Pembinaan Jangka Panjang dan Cabor Unggulan</strong></p>
<p>Sementara itu, Ketua KONI Jawa Timur, Muhammad Nabil, memberikan dukungan dan arahan agar Bondowoso lebih fokus pada pembinaan jangka panjang dan pemilihan cabang olahraga (cabor) unggulan yang berpotensi mendulang prestasi.</p>
<p>“Pembenahan itu tentu dari pembinaan. Keseriusan dan rekrutmen atlet-atlet terbaik harus dimulai sejak dini. Salah satu wadah yang paling objektif untuk itu adalah Pekan Olahraga Kabupaten (Porkab),” tegas Nabil.</p>
<p>Ia mengingatkan agar pembinaan tidak dilakukan secara instan menjelang pelaksanaan Porprov. </p>
<p>“Kalau pembinaan hanya tiga atau dua bulan sebelum Porprov, itu bukan pembinaan jangka panjang. Atletnya mungkin sudah matang, tapi tanpa proses panjang hasilnya tidak maksimal,” ujarnya.</p>
<p>Nabil juga menilai bahwa olahraga tidak hanya berdampak pada prestasi, tetapi juga memiliki efek ekonomi besar bagi daerah. </p>
<p>“Event olahraga itu punya efek ekonomi besar. Di Porprov kemarin, Kota Malang mencatat perputaran uang Rp143 miliar, sedangkan Kota Batu mencapai Rp103 miliar,” ungkapnya.</p>
<p>Dalam kesempatan itu, ia menyampaikan apresiasi terhadap komitmen Bupati Bondowoso. </p>
<p>“Saya yakin Pak Bupati punya ide-ide cerdas untuk pengembangan olahraga. Kalau Bondowoso maju, Jawa Timur juga akan maju,” ujarnya.</p>
<p>Ia menambahkan bahwa keberhasilan olahraga tidak hanya ditentukan oleh latihan, tetapi juga oleh keaktifan mengikuti kompetisi. </p>
<p>“Kalau latihan terus tapi tidak pernah ikut tanding, belum tentu bisa menang. Harus ada jenjang dan tahapan event yang jelas,” pungkasnya.</p>
<p><strong>Menuju Bondowoso Berprestasi dan Berdaya Saing di Porprov 2027</strong></p>
<p>Dengan dukungan anggaran yang meningkat, sinergi lintas sektor, serta pembinaan yang diarahkan sejak dini, Bondowoso menatap Porprov Jawa Timur 2027 dengan semangat baru. </p>
<p>Ketua KONI Bondowoso terpilih, Adi Sutrisno menyatakan komitmennya untuk memperkuat koordinasi antar-cabor dan menciptakan sistem pembinaan yang lebih profesional.</p>
<p>“Kami ingin membangun ekosistem olahraga yang sehat, terbuka, dan berorientasi pada prestasi. Target kami adalah peningkatan capaian atlet di Porprov Jawa Timur mendatang,” katanya.</p>
<p>“Pemerintah daerah, KONI, dan KONI Jatim sepakat bahwa kunci keberhasilan olahraga bukan hanya pada prestasi, tetapi juga pada nilai kebersamaan dan kontribusi terhadap kemajuan ekonomi daerah,” tandasnya. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Pengurus KONI Bondowoso Periode 2025&amp;2029 Dikukuhkan, Ini Daftarnya</title>
<link>https://suarajatimpost.com/pengurus-koni-bondowoso-periode-2025-2029-dikukuhkan-ini-daftarnya</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/pengurus-koni-bondowoso-periode-2025-2029-dikukuhkan-ini-daftarnya</guid>
<description><![CDATA[ kepengurusan KONI Kabupaten Bondowoso masa bhakti 2025-2029 diharapkan terus mengusung semangat dalam mencari bibit atlet baru, melakukan pembinaan, serta terus meningkatkan prestasi olahraga daerah di kancah yang lebih tinggi. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202511/image_870x580_691459704ba86.webp" length="42262" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 12 Nov 2025 17:43:41 +0700</pubDate>
<dc:creator>Rizqi Ardian</dc:creator>
<media:keywords>KONI, olahraga, pemerintah, cabor, pengukuhan, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>BONDOWOSO, SJP -</strong> Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Provinsi Jawa Timur secara resmi mengukuhkan kepengurusan KONI Kabupaten Bondowoso masa bakti Tahun 2025–2029 yang berlangsung di Pendopo Raden Bagus Assra Bondowoso, Rabu (12/11/2025).</p>
<p>Pelantikan dilakukan langsung oleh Ketua KONI Provinsi Jawa Timur, Muhammad Nabil, dan disaksikan langsung oleh Bupati Bondowoso Abdul Hamid Wahid, jajaran Forkopimda, serta perwakilan cabang olahraga (cabor) se-Kabupaten Bondowoso.</p>
<p>Selain Bupati Bondowoso, hadir pula dalam acara itu antara lain Wakapolres, unsur DPRD, Kejari, Kodim 0822, Kepala Disparbudpora, serta sejumlah stakeholder lainnya.</p>
<p>Dalam sambutannya, Ketua KONI Jawa Timur menyampaikan, kepengurusan KONI Kabupaten Bondowoso masa bhakti 2025-2029 diharapkan terus mengusung semangat dalam mencari bibit atlet baru, melakukan pembinaan, serta terus meningkatkan prestasi olahraga daerah di kancah yang lebih tinggi.</p>
<p>“KONI merupakan motor penggerak olahraga di daerah. Sehingga kami berharap agar kepengurusan KONI yang baru ini dapat bersinergi secara intens dengan pemerintah daerah dalam menggali atlet muda maupun menyiapkan Bondowoso sebagai salah satu lumbung atlet potensial Jawa Timur,” ujar Nabil.</p>
<p>Sementara Bupati Bondowoso Abdul Hamid Wahid dalam arahannya menegaskan dukungan penuh pemerintah daerah terhadap pengembangan olahraga di Kabupaten Bondowoso.</p>
<p>“Kami siap mendukung program KONI, baik melalui fasilitas, pelatihan, maupun kegiatan pembinaan berjenjang. Prestasi olahraga adalah kebanggaan daerah,” tegas Bupati Bondowoso Abdul Hamid Wahid.</p>
<p>Ketua KONI Bondowoso terpilih, Adi Sutrisno menyatakan komitmennya untuk memperkuat koordinasi antar-cabor dan menciptakan sistem pembinaan yang lebih profesional.</p>
<p>“Kami ingin membangun ekosistem olahraga yang sehat, terbuka, dan berorientasi pada prestasi. Target kami adalah peningkatan capaian atlet di Porprov Jawa Timur mendatang,” katanya.</p>
<p>Acara pelantikan diakhiri dengan penandatanganan berita acara dan foto bersama seluruh pengurus KONI Kabupaten Bondowoso masa bakti 2025–2029.</p>
<p><strong>Pengurus KONI Bondowoso Periode 2025–2029</strong></p>
<p><strong>Ketua Umum:</strong> Adi Sutrisno</p>
<p><strong>Ketua I:</strong> Putut Bhakti Purnama</p>
<p><strong>Ketua II: </strong>Wahjudi Triatmadji</p>
<p><strong>Ketua III: </strong>Ahmad Busro</p>
<p></p>
<p><strong>Sekretaris Umum:</strong> Eko Setyo Budi</p>
<p><strong>Sekretaris I: </strong>Santidjo</p>
<p><strong>Sekretaris II:</strong> Doni Damara</p>
<p></p>
<p><strong>Bendahara: </strong>Ellynda Sulistrianty</p>
<p><strong>Wakil Bendahara: </strong>Tisar Febrian Mutawaqqil</p>
<p></p>
<p><strong>Auditor Internal</strong></p>
<p>Ketua: Marwan</p>
<p>Anggota: Sunargi</p>
<p></p>
<p><strong>Bidang-Bidang</strong></p>
<p><strong>Bidang Pembinaan dan Prestasi:</strong></p>
<p>Chuk Shatu Widarsha</p>
<p>Deddy Yudha Perkasa</p>
<p></p>
<p><strong>Bidang IPTEK Olahraga:</strong></p>
<p>Muhammad Taufiq Zarkasi</p>
<p>Juang Jayadi Putra</p>
<p></p>
<p><strong>Bidang Pendidikan dan Penataran</strong>:</p>
<p>Suparji</p>
<p>Ahmad Sukemi</p>
<p><strong>Bidang Organisasi:</strong></p>
<p>Meky Roni Sahanaya</p>
<p>Husein Muhammad</p>
<p></p>
<p><strong>Bidang Hukum:</strong></p>
<p>Arif Suryono</p>
<p>Ichwanto</p>
<p></p>
<p><strong>Bidang Kerjasama Dalam &amp; Luar Negeri:</strong></p>
<p>Abdul Fatah</p>
<p>Edi Sugiarto</p>
<p></p>
<p><strong>Bidang Dana dan Marketing:</strong></p>
<p>Felina</p>
<p>Dewi Ayu Puspitasari</p>
<p></p>
<p><strong>Bidang Media dan Humas:</strong></p>
<p>Guido Saphan</p>
<p>Musawir</p>
<p></p>
<p><strong>Bidang Perencanaan dan Anggaran:</strong></p>
<p>Taufik Hidayat</p>
<p>Dwi Wahyono <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor: Rizqi Ardian </strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Ini Jawaban Bupati Bondowoso atas PU Fraksi DPRD Soal Raperda APBD 2026</title>
<link>https://suarajatimpost.com/ini-jawaban-bupati-bondowoso-atas-pu-fraksi-dprd-soal-raperda-apbd-2026</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/ini-jawaban-bupati-bondowoso-atas-pu-fraksi-dprd-soal-raperda-apbd-2026</guid>
<description><![CDATA[ Bupati Bondowoso Abdul Hamid Wahid menyampaikan jawaban atas pandangan fraksi DPRD terkait Raperda APBD 2026, menegaskan komitmen pengelolaan anggaran efisien, peningkatan PAD, profesionalisme BUMD, serta pembangunan ekonomi dan pelayanan publik berkelanjutan. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202511/image_870x580_69144eee8dc5c.webp" length="36198" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 12 Nov 2025 16:57:31 +0700</pubDate>
<dc:creator>Rizqi Ardian</dc:creator>
<media:keywords>Paripurna, DPRD, legislatif, APBD, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>BONDOWOSO, SJP - </strong>Bupati Bondowoso Abdul Hamid Wahid, menyampaikan tanggapan resmi atas pandangan umum fraksi-fraksi DPRD Kabupaten Bondowoso terhadap dua rancangan peraturan daerah (Raperda), yakni Raperda tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun Anggaran 2026</p>
<p></p>
<p>Penyampaian jawaban Bupati berlangsung dalam Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Bondowoso, Rabu (12/11/2025), di Gedung DPRD Bondowoso.</p>
<p></p>
<p>Bupati menyampaikan apresiasi kepada pimpinan dan anggota DPRD atas pandangan, kritik, serta saran yang disampaikan dalam rapat sebelumnya.</p>
<p></p>
<p>“Pandangan umum fraksi menjadi bahan penting dan masukan berharga bagi Pemerintah Kabupaten Bondowoso dalam penyempurnaan pembahasan Raperda APBD 2026 dan Raperda tentang Perumda Ijen Tirta,” ujar Bupati Abdul Hamid Wahid.</p>
<p></p>
<p>Komitmen Kelola APBD 2026 di Tengah Efisiensi</p>
<p></p>
<p>Bupati yang karib disapa Ra Hamid ini menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Bondowoso untuk mengalokasikan anggaran tahun 2026 secara efektif, dengan prioritas pada peningkatan kesejahteraan masyarakat, pelayanan publik, dan pembangunan daerah yang berkelanjutan.</p>
<p></p>
<p>Dalam tanggapannya terhadap Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Bupati menjelaskan bahwa proyeksi Pendapatan Asli Daerah (PAD) tahun 2026 mencapai Rp327,27 miliar, terdiri dari pajak daerah, retribusi, hasil pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan, serta lain-lain PAD yang sah.</p>
<p></p>
<p>“Proyeksi PAD tahun 2026 dihitung secara rasional berdasarkan potensi yang ada, serta memperhatikan tren realisasi tahun berjalan,” jelasnya.</p>
<p></p>
<p>Selain itu, Pemkab juga berkomitmen memperkuat pengawasan pengelolaan dana desa, meningkatkan koordinasi lintas sektor, dan memperbaiki data kependudukan demi optimalisasi program Universal Health Coverage (UHC).</p>
<p></p>
<p>Ra Hamid juga memberikan jawaban terhadap Fraksi PPP dan Golkar. Dirinya memaparkan, langkah inovatif yang tengah dilakukan, antara lain digitalisasi transaksi keuangan daerah serta pemasangan flow meter bagi pengguna air bawah tanah untuk meningkatkan transparansi pajak dan retribusi.</p>
<p></p>
<p>Ia juga menegaskan bahwa belanja modal diarahkan pada program prioritas, terutama perbaikan dan penanganan infrastruktur jalan melalui program “RANTAS (Ruas Jalan Tuntas)”. </p>
<p></p>
<p>Bupati juga menyinggung tema pembangunan tahun 2026. Yakni, "Penguatan Ekonomi Lokal Berbasis Inovasi dan Kemandirian Menuju Pertumbuhan Inklusif dan Berkelanjutan".</p>
<p></p>
<p>Dorong Peningkatan PAD </p>
<p></p>
<p>Menjawab Fraksi PDI Perjuangan, Bupati menegaskan langkah strategis dalam optimalisasi Pajak Bumi dan Bangunan (PBB-P2), validasi data guru ngaji, serta komitmen penurunan angka kemiskinan ekstrem melalui optimalisasi Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTKS).</p>
<p></p>
<p>Ia juga menyampaikan bahwa penetapan Ijen sebagai bagian dari UNESCO Global Geopark (UGG) telah memberi dampak positif pada pertumbuhan ekonomi masyarakat melalui peningkatan kunjungan wisata dan usaha baru berbasis masyarakat.</p>
<p></p>
<p>“Penetapan Ijen sebagai UGG bukan hanya pengakuan, tetapi juga pendorong ekonomi lokal. Banyak masyarakat yang kini ikut mengembangkan paket wisata dan kuliner,” ungkap Bupati.</p>
<p></p>
<p>Kemudian, Ra Hamid juga menjawab dan memberikan tanggapan atas penanganan bencana dan reformasi birokrasi di lingkungan Pemkab Bondowoso.</p>
<p></p>
<p>Menjawab Fraksi Gerindra, Bupati Abdul Hamid Wahid memaparkan bahwa sejumlah lokasi terdampak bencana telah tertangani melalui program reguler perangkat daerah dan dukungan dari BPBD Provinsi Jawa Timur serta BNPB.</p>
<p></p>
<p>"Sebanyak 17 titik lokasi dengan total anggaran Rp17,8 miliar masih dalam proses validasi BNPB," jelasnya di hadapan pimpinan dan anggota DPRD di Graha Paripurna.</p>
<p></p>
<p>Pemkab, lanjutnya, juga tengah memperkuat legalisasi aset daerah untuk memastikan kepastian hukum atas seluruh kepemilikan aset.</p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Seribu Lebih Pencari Kerja Ngelamar Pekerjaan di Bondowoso Job Fair 2025</title>
<link>https://suarajatimpost.com/seribu-lebih-pencari-kerja-ngelamar-pekerjaan-di-bondowoso-job-fair-2025</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/seribu-lebih-pencari-kerja-ngelamar-pekerjaan-di-bondowoso-job-fair-2025</guid>
<description><![CDATA[ Kegiatan ini menjadi pendorong terciptanya lapangan kerja dan digitalisasi para pencari kerja melalu peluncuran Aplikasi “Kerja Berkah” di Job Fair 2025. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202511/image_870x580_6913f23115b3a.webp" length="50580" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 12 Nov 2025 12:00:20 +0700</pubDate>
<dc:creator>Rizqi Ardian</dc:creator>
<media:keywords>Job fair, Loker, lowongan, Bondowoso, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>BONDOWOSO, SJP —</strong> Seribu lebih para pencari kerja memadati GOR Pelita yang menjadi pusat digelarnya Bondowoso Job Fair 2025, Rabu (12/11/2025). </p>
<p></p>
<p>Bursa lowongan kerja tahun 2025 yang digelar oleh Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) dan Tenaga Kerja Kabupaten Bondowoso ini,  tak sekadar mempertemukan perusahaan dan pencari kerja, tapi juga menandai langkah baru digitalisasi layanan ketenagakerjaan lewat peluncuran aplikasi “Kerja Berkah”.</p>
<p></p>
<p>Dalam Job Fair 2025 kali ini, ada 41 perusahaan yang ikut meramaikan untuk mencari karyawan. Slot karyawan yang dibutuhkan sebanyak 1.609 orang dengan 1.209 lowongan pekerjaan.</p>
<p></p>
<p>Melalui kegiatan ini, diharapkan mampu menekan angka pengangguran terbuka di Bondowoso yang tahun ini masih berada di kisaran 2,55 persen atau sekitar 12 ribu orang. </p>
<p></p>
<p>Bahkan Bupati Bondowoso, Abdul Hamid Wahid menegaskan, melalui Job Fair dan inovasi aplikasi digital ini, ia berharap semakin banyak warga yang mendapat akses mudah untuk mencari pekerjaan.</p>
<p></p>
<p>“Kami ingin Job Fair bukan hanya ajang seremonial, tapi betul-betul jadi jembatan antara dunia usaha dan tenaga kerja lokal. Aplikasi Kerja Berkah hadir untuk mempermudah proses itu,” tutur Bupati.</p>
<p></p>
<p>Job Fair tahun ini mengusung tema “Angkatan Muda Pekerja Tangguh Menuju Bondowoso Berkah.” Pemerintah menargetkan kegiatan ini dapat memotivasi anak muda Bondowoso agar lebih siap bersaing di dunia kerja yang serba digital.</p>
<p></p>
<p>Bupati yang karib disapa Ra Hamid ini juga mengajak perusahaan agar memanfaatkan kegiatan ini untuk mencari tenaga kerja yang sesuai kebutuhan. </p>
<p></p>
<p>“Mari bersama-sama kita bangun Bondowoso yang maju, mandiri, dan sejahtera,” pesannya. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor: Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Sinergi Pemkab dan BPN, Bondowoso Menuju Tertib Pertanahan</title>
<link>https://suarajatimpost.com/sinergi-pemkab-dan-bpn-bondowoso-menuju-tertib-pertanahan</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/sinergi-pemkab-dan-bpn-bondowoso-menuju-tertib-pertanahan</guid>
<description><![CDATA[ Bupati Bondowoso Abdul Hamid Wahid menegaskan pentingnya tertib batas tanah melalui program GEMAPATAS. Pemkab mendukung penuh PTSL dengan membebaskan BPHTB bagi peserta, serta mendorong desa mendaftarkan seluruh aset agar memiliki kepastian hukum dan terhindar dari sengketa. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202511/image_870x580_6911d241dfc89.webp" length="47638" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 10 Nov 2025 21:01:51 +0700</pubDate>
<dc:creator>Rizqi Ardian</dc:creator>
<media:keywords>Pertanahan, Badan pertanahan Nasional, tanah, sertipikat, PTSL, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p data-start="364" data-end="695"><strong>BONDOWOSO, SJP -</strong> Saat ini, kesadaran masyarakat untuk menata batas tanah dan memiliki bukti kepemilikan yang sah, sangat penting. Pasalnya tanah memiliki nilai penting baik secara ekonomi maupun sosial. Karena itu, kejelasan batas dan sertifikat tanah menjadi hal utama agar masyarakat terlindungi secara hukum.</p>
<p data-start="364" data-end="695">Hal itu disampaikan oleh Bupati Bondowoso, Abdul Hamid Wahid saat menghadiri kegiatan GEMAPATAS (Gerakan Masyarakat Pemasangan Tanda Batas Tanah) di balai Desa Pancoran Kecamatan Bondowoso, Senin (10/11/2025).</p>
<p data-start="364" data-end="695">“Sertipikat tanah bukan hanya bukti kepemilikan, tetapi juga bentuk perlindungan hukum agar tidak terjadi sengketa batas di kemudian hari,” ujar Bupati Bondowoso yang karib disapa Ra Hamid ini.</p>
<p data-start="1059" data-end="1313">Ia menjelaskan, GEMAPATAS merupakan bagian penting dari Program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) yang digagas Kementerian ATR/BPN. Pemerintah Kabupaten Bondowoso, kata bupati, memberikan dukungan penuh terhadap program ini.</p>
<p data-start="1315" data-end="1467">Salah satu bentuk dukungan nyata adalah pembebasan Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) bagi masyarakat yang ikut dalam program PTSL.</p>
<p data-start="1315" data-end="1467">“Kami ingin masyarakat mendapatkan manfaat langsung dari program ini. Karena itu, Pemkab Bondowoso membebaskan BPHTB untuk peserta PTSL,” tegasnya.</p>
<p data-start="1315" data-end="1467">Bupati juga menginstruksikan kepada seluruh camat, kepala desa, dan lurah agar turut aktif mendukung pelaksanaan PTSL di wilayah masing-masing. Ia menekankan pentingnya setiap desa mendaftarkan seluruh aset desa agar memiliki kepastian hukum dan terlindungi dari potensi sengketa di masa depan.</p>
<p data-start="1315" data-end="1467">“Semua aset desa harus terdaftar dalam program PTSL. Ini penting supaya tidak menimbulkan masalah hukum di kemudian hari,” ujarnya.</p>
<p data-start="2065" data-end="2356">Selain itu, Ra Hamid juga mendorong sinergi antara Pemkab, BPN, dan masyarakat dalam penataan data pertanahan dan perpajakan daerah. Ia berharap adanya penyesuaian subjek pajak pada tanah yang sudah dikavling atau menjadi kawasan perumahan, agar data lebih tertib dan transparan.</p>
<p data-start="2065" data-end="2356">“Mari jadikan GEMAPATAS sebagai gerakan bersama untuk menata kepemilikan tanah yang tertib dan berkeadilan. Dengan tertib administrasi, akan tercipta kepastian hukum, pertumbuhan ekonomi, dan pembangunan yang berkelanjutan,” tutupnya.</p>
<p data-start="2598" data-end="2853">Sekadar diketahui, GEMAPATAS ini dihadiri jajaran Forkopimda, Kepala BPN Bondowoso, perangkat daerah, camat, kepala desa, serta masyarakat. Suasana berlangsung penuh semangat dengan antusiasme warga yang ikut langsung memasang tanda batas tanah miliknya. <strong>(*)</strong></p>
<p data-start="2598" data-end="2853"><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Ini Cara Disnakkan Dorong Sektor Pertenakan di Bondowoso</title>
<link>https://suarajatimpost.com/ini-cara-disnakkan-dorong-sektor-pertenakan-di-bondowoso</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/ini-cara-disnakkan-dorong-sektor-pertenakan-di-bondowoso</guid>
<description><![CDATA[ Bupati Bondowoso Abdul Hamid Wahid membuka kegiatan pengobatan massal ternak di Desa Bajuran, Cermee. Ia menegaskan sektor peternakan sebagai pilar ekonomi daerah, sekaligus mendorong penerapan teknologi seperti inseminasi buatan untuk meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan peternak. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202511/image_870x580_6911cf45ce824.webp" length="63178" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 10 Nov 2025 20:30:46 +0700</pubDate>
<dc:creator>Rizqi Ardian</dc:creator>
<media:keywords>Peternakan, peternak, sapi, Dinakkan, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p data-start="342" data-end="627"><strong>BONDOWOSO, SJP –</strong> Pemerintah Kabupaten Bondowoso terus berupaya menjadikan sektor peternakan sebagai salah satu pilar utama ekonomi daerah. Hal itu disampaikan Bupati Bondowoso, Abdul Hamid Whid dalam acara pengobatan massal ternak yang digelar di Desa Bajuran, Kecamatan Cermee, Senin (10/11/2025).</p>
<p data-start="629" data-end="942">Menurut Bupati Bondowoso, sektor peternakan memiliki potensi besar untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Karena, berdasarkan data, Bondowoso memiliki populasi sapi sebanyak 145.577 ekor, menempatkannya dalam 10 besar kabupaten dengan populasi sapi terbanyak di Jawa Timur.</p>
<p data-start="629" data-end="942">“Kecamatan Cermee memiliki lebih dari 20 ribu ekor sapi, dan Desa Bajuran sekitar 1.200 ekor. Ini menunjukkan bahwa peternakan adalah sektor yang strategis untuk mendorong ekonomi masyarakat,” ujarnya.</p>
<p data-start="1151" data-end="1453">Bupati yang karib disapa Ra Hamid ini menjelaskan, subsektor peternakan berkontribusi 4,94 persen terhadap PDRB Bondowoso, dari total kontribusi sektor pertanian sebesar 29,35 persen. Karena itu, kegiatan pengobatan massal ternak ini menjadi langkah penting pemerintah dalam memperkuat pelayanan publik di wilayah pedesaan.</p>
<p data-start="1455" data-end="1682">Kegiatan tersebut melibatkan tenaga profesional peternakan, mulai dari medik veteriner, paramedik, hingga inseminator, yang memberikan layanan pengobatan, pemeriksaan kesehatan, hingga inseminasi buatan bagi ternak warga.</p>
<p data-start="1455" data-end="1682">“Saya apresiasi Dinas Peternakan dan Perikanan serta para petugas lapangan atas dedikasinya. Semoga kegiatan seperti ini terus berlanjut di wilayah lain, agar kehadiran pemerintah benar-benar dirasakan hingga pelosok desa,” katanya.</p>
<p data-start="1938" data-end="2159">Ia juga mendorong agar penerapan teknologi peternakan modern, seperti inseminasi buatan bibit unggul <em data-start="2043" data-end="2057">Belgian Blue</em> dan transfer embrio, terus dikembangkan guna meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan peternak.</p>
<p data-start="2161" data-end="2335">Dalam kesempatan itu, Bupati sekaligus meresmikan beberapa kegiatan, antara lain penyerahan bibit ikan dan launching BUMDes Peternakan Ayam Petelur di Desa Bajuran.</p>
<p data-start="2161" data-end="2335">“Semoga program ini memberi manfaat nyata bagi masyarakat dan menjadi langkah menuju Bondowoso yang Berkualitas, Akseleratif, dan Holistik,” harapnya.</p>
<p data-start="2495" data-end="2790">Sementara itu, Kepala Dinas Peternakan dan Perikanan Bondowoso, Hendri Widotono, menjelaskan bahwa program pengobatan massal ternak merupakan langkah realistis di tengah keterbatasan anggaran daerah. Tahun ini, kegiatan dilakukan di enam titik dengan cakupan sekitar 600 ekor sapi.</p>
<p data-start="2792" data-end="3002">Hasil pemeriksaan menunjukkan kondisi ternak di Bondowoso relatif sehat dan bebas dari penyakit menular. Pemerintah fokus menjaga kesehatan ternak agar tetap produktif dan mampu menjadi aset ekonomi desa.</p>
<p data-start="2792" data-end="3002">“Bupati meminta agar aset-aset peternakan diaktifkan kembali supaya ekonomi desa bergerak dan masyarakat lebih sejahtera,” ujar mantan Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan ini.</p>
<p data-start="3149" data-end="3402">Menurutnya, antusiasme masyarakat peternak sangat tinggi. Oleh sebab itu, mendatang pemerintah juga berencana menggelar kontes ternak yang akan diintegrasikan dengan Festival Muharram, untuk menghidupkan kembali potensi peternakan Bondowoso yang sempat vakum. <strong>(*)</strong></p>
<p data-start="3149" data-end="3402"><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Bupati Bondowoso Ajak Masyarakat Teladani Semangat dan Keikhlasan Para Pahlawan</title>
<link>https://suarajatimpost.com/bupati-bondowoso-ajak-masyarakat-teladani-semangat-dan-keikhlasan-para-pahlawan</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/bupati-bondowoso-ajak-masyarakat-teladani-semangat-dan-keikhlasan-para-pahlawan</guid>
<description><![CDATA[ Bupati Bondowoso Abdul Hamid Wahid membacakan amanat Menteri Sosial pada peringatan Hari Pahlawan 2025. Ia mengajak masyarakat meneladani kesabaran, keikhlasan, dan semangat pantang menyerah para pahlawan, serta melanjutkan perjuangan dengan ilmu, empati, dan kerja nyata. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202511/image_870x580_6911c9186eb9e.webp" length="23306" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 10 Nov 2025 19:59:21 +0700</pubDate>
<dc:creator>Rizqi Ardian</dc:creator>
<media:keywords>Hari Pahlawan, 10 November, Sawunggaling, Bung Tomo, Eri Cahyadi, Pemkot Surabaya, Surabaya, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p data-start="365" data-end="741"><strong>BONDOWOSO, SJP –</strong> Bupati Bondowoso, Abdul Hamid Wahid, mengajak seluruh masyarakat untuk meneladani nilai perjuangan dan pengorbanan para pahlawan bangsa. Hal itu disampaikan saat dirinya membacakan amanat Menteri Sosial Republik Indonesia pada upacara peringatan Hari Pahlawan Nasional 2025, yang digelar di halaman Pemkab Bondowoso, Senin (10/11/2025).</p>
<p data-start="743" data-end="935">Dalam amanat yang dibacakannya, orang nomor satu di Bondowoso ini menyampaikan, perjuangan para pahlawan bukan sekadar cerita masa lalu, tetapi cahaya yang menerangi perjalanan bangsa hingga hari ini.</p>
<p data-start="743" data-end="935">“Para pahlawan mengajarkan kepada kita bahwa kemerdekaan tidak jatuh dari langit. Kemerdekaan lahir dari kesabaran, keberanian, kejujuran, kebersamaan, dan keikhlasan,” ujarnya.</p>
<p data-start="1118" data-end="1381">Ia menjelaskan, ada tiga nilai utama yang bisa diteladani dari para pahlawan. Pertama, kesabaran, yaitu kesungguhan dalam menempuh ilmu, menyusun strategi, dan membangun persatuan di tengah keterbatasan. Dari kesabaran itu, lahir kemenangan yang sejati.</p>
<p data-start="1383" data-end="1653">Kedua, semangat mengutamakan kepentingan bangsa di atas segalanya. Para pahlawan, kata Bupati, berjuang bukan untuk jabatan atau kehormatan pribadi, melainkan untuk kemaslahatan rakyat. Setelah kemerdekaan, mereka kembali mengabdi dan membangun bersama masyarakat.</p>
<p data-start="1655" data-end="1838">Ketiga, pandangan jauh ke depan. Para pahlawan berjuang demi generasi yang akan datang, menjadikan perjuangan mereka sebagai ibadah dan amanah kemanusiaan yang tak pernah padam.</p>
<p data-start="1655" data-end="1838">“Inilah modal besar bagi generasi saat ini. Semangat pantang menyerah dan pengabdian tanpa pamrih harus terus kita warisi,” jelas bupati yang karib disapat Ra Hamid ini.</p>
<p data-start="1980" data-end="2274">Lebih lanjut, bupati menyampaikan, perjuangan masa kini tidak lagi dengan senjata, melainkan dengan ilmu, empati, dan kerja nyata. Namun semangatnya tetap sama: membela yang lemah, memperjuangkan keadilan, dan memastikan tidak ada satu pun anak bangsa yang tertinggal dari arus kemajuan.</p>
<p data-start="2276" data-end="2577">Dalam amanat itu, juga disampaikan pesan Menteri Sosial Saifullah Yusuf yang sejalan dengan semangat Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, yaitu memperkuat ketahanan nasional, memajukan pendidikan, menegakkan keadilan sosial, serta membangun manusia Indonesia yang sehat, cerdas, dan berdaya.</p>
<p data-start="2276" data-end="2577">“Sebagaimana para pahlawan telah memberikan segalanya untuk Indonesia, kini giliran kita menjaga agar api perjuangan itu tidak pernah padam. Dengan bekerja, bergerak, dan berdampak,” pungkasnya.</p>
<p data-start="2779" data-end="2989">Upacara Hari Pahlawan di Bondowoso berlangsung khidmat dengan diikuti jajaran Forkopimda, TNI-Polri, ASN, pelajar, serta berbagai unsur masyarakat. Kegiatan ditutup dengan tabur bunga di Taman Makam Pahlawan. <strong>(*)</strong></p>
<p data-start="2779" data-end="2989"><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Sering Goyangin Kaki Tanpa Sadar? Kenali Gejala Restless Legs Syndrome</title>
<link>https://suarajatimpost.com/sering-goyangin-kaki-tanpa-sadar-kenali-gejala-restless-legs-syndrome</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/sering-goyangin-kaki-tanpa-sadar-kenali-gejala-restless-legs-syndrome</guid>
<description><![CDATA[ Gangguan saraf ini bikin seseorang merasa punya dorongan kuat untuk menggerakkan kaki tanpa sadar, terutama saat malam hari ketika tubuh seharusnya beristirahat. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202511/image_870x580_690ff4161eeb1.webp" length="24620" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sun, 09 Nov 2025 17:04:54 +0700</pubDate>
<dc:creator>Rizqi Ardian</dc:creator>
<media:keywords>lifestyle, rekomendasi, membaca, literasi, buku, suarajatimpost, bisnis, otomotif, teknologi, ramadan, kesehatan</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SUARAJATIMPOST, SJP - </strong>Pernah nggak sih anda menemukan orang yang kakinya nggak bisa diam? Lagi duduk, rebahan, atau hampir tidur pun, kakinya tetap aja goyang terus. Kadang terlihat seperti gerakan spontan yang nggak disadari.</p>
<p>Kalau cuma sesekali sih masih wajar. Tapi kalau gerakan itu muncul terus-menerus dan susah dikendalikan, bisa jadi itu tanda <em>restless legs syndrome</em> (RLS), atau dalam bahasa Indonesia disebut sindrom kaki gelisah.</p>
<p>Gangguan saraf ini bikin seseorang merasa punya dorongan kuat untuk menggerakkan kaki tanpa sadar, terutama saat malam hari ketika tubuh seharusnya beristirahat. Akibatnya, tidur jadi nggak nyenyak, dan keesokan harinya tubuh terasa lelah karena kurang istirahat.</p>
<p>Kalau sudah parah, sindrom ini bahkan bisa mengganggu aktivitas harian, lho!</p>
<p>Penyebab RLS sendiri beragam. Salah satunya karena faktor genetik dan ketidakseimbangan hormon dopamin, hormon yang berperan penting dalam mengatur gerakan tubuh. Saat kadar dopamin terganggu, otot bisa berkontraksi tanpa kendali.</p>
<p>Selain itu, beberapa kondisi juga bisa meningkatkan risiko munculnya RLS, seperti:</p>
<ul>
<li>Gangguan saraf pada kaki, misalnya akibat diabetes yang tidak terkontrol</li>
<li>Kekurangan zat besi karena pola makan buruk atau adanya tukak lambung</li>
<li>Perubahan hormon selama kehamilan</li>
<li>Konsumsi kafein dan alkohol berlebihan</li>
</ul>
<p>Kalau anda sering mengalami hal-hal di atas dan merasa terganggu saat tidur, sebaiknya segera konsultasikan ke dokter, ya.</p>
<p>Tapi sebelum itu, ada beberapa cara sederhana yang bisa membantu meredakan gejalanya:</p>
<ul>
<li>Coba mandi air hangat atau pijat ringan sebelum tidur agar otot lebih rileks</li>
<li>Lakukan latihan pernapasan, yoga, atau meditasi</li>
<li>Gunakan kompres hangat atau dingin di area kaki</li>
<li>Biasakan punya jam tidur dan bangun yang teratur setiap hari</li>
</ul>
<p>Dengan rutinitas sehat dan istirahat yang cukup, gejala sindrom kaki gelisah bisa berkurang, dan tidur kamu pun jadi lebih berkualitas. <strong>(**)</strong></p>
<p><strong>Editor: Rizqi Ardian </strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Museum Terbuka Megalitik Bondowoso, Jejak Batu yang Menyala Kembali Lewat Semangat Generasi Muda</title>
<link>https://suarajatimpost.com/museum-terbuka-megalitik-bondowoso-jejak-batu-yang-menyala-kembali-lewat-semangat-generasi-muda</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/museum-terbuka-megalitik-bondowoso-jejak-batu-yang-menyala-kembali-lewat-semangat-generasi-muda</guid>
<description><![CDATA[ Dengan semangat “Culture for The Future”, Bupati berharap kebudayaan tidak lagi dipandang sebagai peninggalan masa lalu, melainkan sumber inspirasi dan kekuatan membangun Bondowoso yang Berka, berkualitas, akseleratif, dan holistik. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202511/image_870x580_690dfa711bd2c.webp" length="48096" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Fri, 07 Nov 2025 21:42:57 +0700</pubDate>
<dc:creator>Rizqi Ardian</dc:creator>
<media:keywords>Budaya, Megalit Fest, kesenian, Bondowoso, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>BONDOWOSO, SJP —</strong> Di bawah langit cerah Bondowoso, ratusan siswa, seniman, dan tokoh budaya tampak antusias mengikuti pembukaan Megalit Fest 2025 sekaligus peresmian Museum Terbuka Megalitik Bondowoso, Jumat (7/11/2025).</p>
<p>Bupati Bondowoso, Abdul Hamid Wahid, hadir langsung membuka acara yang dikemas dengan konsep <em>Edu Fun Tourism, </em>menggabungkan unsur edukasi dan wisata budaya.</p>
<p>Dalam sambutannya, Bupati Bondowoso yang karib disapa Ra Hamid ini menyampaikan rasa syukur dan bangga atas lahirnya museum terbuka ini. Baginya, museum bukan sekadar tempat menyimpan batu-batu bersejarah, melainkan ruang hidup yang menghubungkan masa lalu dengan masa depan.</p>
<p>“Inilah bentuk nyata bagaimana kebudayaan diwariskan dengan cara menyenangkan dan bermakna,” ujarnya, menegaskan pentingnya keterlibatan generasi muda sejak dini dalam pelestarian warisan leluhur.</p>
<p>Festival yang diikuti pelajar mulai SD hingga SMA ini memang dirancang bukan hanya sebagai tontonan, tapi juga wadah pembelajaran budaya lokal.</p>
<p>Anak-anak diajak mengenal situs-situs megalitik Bondowoso, yang jumlahnya terbanyak di Jawa Timur, melalui permainan, pameran, dan pertunjukan seni tradisi.</p>
<p>Orang nomor satu di Bondowoso ini juga memberikan apresiasi kepada para pegiat budaya, juru pelihara situs, dan masyarakat yang selama ini setia menjaga warisan batu bersejarah tersebut.</p>
<p>Ia menegaskan bahwa peresmian museum ini bukanlah akhir, tetapi awal perjalanan baru menjadikan Bondowoso sebagai pusat pelestarian budaya megalitik dunia.</p>
<p>“Mari kita hidupkan museum ini, jadikan interaktif dan relevan bagi masyarakat luas,” pesannya.</p>
<p>Dengan semangat “Culture for The Future”, Bupati berharap kebudayaan tidak lagi dipandang sebagai peninggalan masa lalu, melainkan sumber inspirasi dan kekuatan membangun Bondowoso yang Berkah, berkualitas, akseleratif, dan holistik. </p>
<p>Sekadar diketahui, Megalit Fest Bondowoso 2025 ini menghadirkan berbagai kesenian tradisional asli Bumi Ki Ronggo. Mulai dari tari - tarian dan kesenian kentrung yang begitu menghibur ratusan penonton. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor: Rizqi Ardian </strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Ratusan Atlet Panahan Cilik Ramaikan Kejurkab HUT ke&amp;80 Brimob Polri di Bondowoso</title>
<link>https://suarajatimpost.com/ratusan-atlet-panahan-cilik-ramaikan-kejurkab-hut-ke-80-brimob-polri-di-bondowoso</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/ratusan-atlet-panahan-cilik-ramaikan-kejurkab-hut-ke-80-brimob-polri-di-bondowoso</guid>
<description><![CDATA[ Selain memperingati HUT ke-80 Korps Brimob Polri, ajang ini juga menjadi momentum mempererat kemitraan antara Polri dan masyarakat serta menumbuhkan semangat olahraga di kalangan generasi muda. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202511/image_870x580_690dcb64c5dc6.webp" length="84686" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Fri, 07 Nov 2025 17:29:11 +0700</pubDate>
<dc:creator>Rizqi Ardian</dc:creator>
<media:keywords>olahraga, panahan, polres, polisi, bhayangkara, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p data-start="279" data-end="555"><strong>BONDOWOSO, SJP –</strong> Ratusan atlet cilik dari berbagai daerah di wilayah Tapal Kuda Jawa Timur menunjukkan kemampuan terbaiknya dalam ajang Kejuaraan Kabupaten (Kejurkab) Panahan yang digelar di Mako Brimob Kompi 3, Kecamatan Tenggarang, Kabupaten Bondowoso, Jumat (7/11/2025).</p>
<p data-start="557" data-end="854">Kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi antara Polsek Sukosari, Korps Brimob Polri, Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI), dan Disparbudpora Kabupaten Bondowoso, dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Korps Brimob Polri dengan tema “Brimob Polri untuk Masyarakat”.</p>
<p data-start="856" data-end="1124">Sejak pagi, arena lomba di Kompi 3 Batalyon B Sat Brimobda Polda Jatim telah dipadati peserta dan penonton. Para pemanah cilik tampak penuh konsentrasi melepaskan anak panah ke arah target. Meski masih anak-anak, ketepatan bidikan mereka tak kalah dari atlet dewasa.</p>
<p data-start="856" data-end="1124">Sebanyak enam daerah ikut serta dalam ajang ini, yakni Bondowoso, Jember, Situbondo, Lumajang, Banyuwangi, dan Probolinggo. Mereka berkompetisi dalam berbagai divisi, mulai dari Paralon, Standar Nasional, Compound, Standar Bow, hingga Barebow, di bawah pengawasan juri dari Persatuan Panahan Indonesia (Perpani) Jawa Timur.</p>
<p data-start="1549" data-end="1782">Kapolsek Sukosari IPTU Andi Wiranata Tamba, menegaskan, kejuaraan ini menjadi bukti nyata sinergitas antara jajaran Polsek Sukosari, Brimob, dan KONI Bondowoso dalam mendukung pembinaan atlet lokal.</p>
<p data-start="1549" data-end="1782">“Melalui kegiatan ini, kami ingin menumbuhkan semangat sportivitas, kebersamaan, dan kedekatan antara Polri dan masyarakat. Semoga ajang ini menjadi wadah lahirnya atlet panahan berprestasi yang dapat mengharumkan nama Bondowoso,” ujar IPTU Andi.</p>
<p data-start="2035" data-end="2197">Senada dengan itu, Danki 3 Batalyon Sat Brimobda Polda Jatim AKP Suprianto, menyebut, Brimob Polri untuk Masyarakat” bukan sekadar slogan.</p>
<p data-start="2035" data-end="2197">“Ini wujud nyata kehadiran Brimob di tengah masyarakat melalui kegiatan yang bermanfaat dan membangun karakter generasi muda,” ucapnya.</p>
<p data-start="2339" data-end="2447">Sementara itu, Ketua KONI Bondowoso Kompol (Purn) Adi Sutrisno turut mengapresiasi kolaborasi lintas sektor tersebut.</p>
<p data-start="2339" data-end="2447">“Sinergitas antara Polri, Brimob, dan KONI sangat penting untuk menciptakan iklim olahraga yang sehat dan kompetitif di Bondowoso,” ujarnya.</p>
<p data-start="2637" data-end="2822">Kejurkab tersebut mendapat apresiasi dari Kapolres Bondowoso AKBP Harto Agung Cahyono. “Kegiatan seperti ini perlu terus dikembangkan sebagai sarana mempererat hubungan antara Polri dan masyarakat,” katanya.</p>
<p data-start="2949" data-end="3107">AKBP Harto menambahkan, nilai-nilai disiplin, fokus, dan sportivitas yang terkandung dalam olahraga panahan sejalan dengan semangat pengabdian Brimob Polri.</p>
<p data-start="2949" data-end="3107">“Sinergitas lintas sektor inilah yang menjadi kunci terciptanya wilayah yang kondusif dan masyarakat yang berprestasi,” tandasnya.</p>
<p data-start="3244" data-end="3534">Sekadar diketahui, pembukaan kejuaraan panahan berlangsung dengan aman, tertib, dan penuh keakraban. Selain memperingati HUT ke-80 Korps Brimob Polri, ajang ini juga menjadi momentum mempererat kemitraan antara Polri dan masyarakat serta menumbuhkan semangat olahraga di kalangan generasi muda. <strong>(*)</strong></p>
<p data-start="3244" data-end="3534"><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Mulai Dibahas, APBD 2026 Bondowoso Fokus pada Efisiensi dan Inovasi</title>
<link>https://suarajatimpost.com/mulai-dibahas-apbd-2026-bondowoso-fokus-pada-efisiensi-dan-inovasi</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/mulai-dibahas-apbd-2026-bondowoso-fokus-pada-efisiensi-dan-inovasi</guid>
<description><![CDATA[ Bupati Bondowoso Abdul Hamid Wahid melalui Wakil Bupati As’ad Yahya Syafi’i menyampaikan nota Raperda APBD 2026 senilai Rp1,87 triliun. Ia menekankan inovasi, efisiensi, dan peningkatan PAD menghadapi pemangkasan dana transfer pusat demi pembangunan ekonomi daerah berkelanjutan. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202511/image_870x580_690d9300d168e.webp" length="24622" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Fri, 07 Nov 2025 14:38:31 +0700</pubDate>
<dc:creator>Rizqi Ardian</dc:creator>
<media:keywords>DPRD, Bondowoso, Raperda, Perda, Perumda, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>BONDOWOSO, SJP — </strong>Bupati Bondowoso, Abdul Hamid Wahid, melalui Wakil Bupati As’ad Yahya Syafi’i, menyampaikan nota penjelasan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Bondowoso Tahun Anggaran 2026 dalam rapat paripurna DPRD Bondowoso, Jumat (7/11/2025).</p>
<p>Dalam penyampaiannya, Pemkab Bondowoso menyoroti kebijakan pemerintah pusat yang memangkas dana transfer ke daerah (TKD) dalam APBN 2026 sebesar sekitar Rp200 triliun atau 29 persen dibandingkan tahun sebelumnya.</p>
<p>Wakil Bupati Bondowoso menyebut, kebijakan tersebut berpotensi melemahkan kapasitas belanja daerah, mengurangi peredaran uang, dan memperlambat pertumbuhan ekonomi lokal.</p>
<p>“Pada kondisi fiskal yang semakin terbatas, kita harus tetap menjalankan program pembangunan dengan efektif dan efisien. Diperlukan inovasi dan kreativitas dalam menggali potensi daerah serta meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD),” ujar As’ad Yahya Syafi’i mewakili Bupati Hamid Wahid.</p>
<p><strong>Fokus pada Efisiensi dan Kemandirian Ekonomi</strong></p>
<p>Di hadapan pimpinan dan anggota DPRD Bondowoso, Wakil Bupati Bondowoso menegaskan, penyusunan APBD 2026 tetap mengacu pada Kebijakan Umum Anggaran (KUA) dan Prioritas dan Plafon Anggaran Sementara (PPAS) yang telah disepakati bersama DPRD.</p>
<p>"Tema pembangunan tahun depan ditetapkan yakni, Penguatan Ekonomi Lokal Berbasis Inovasi dan Kemandirian Menuju Pertumbuhan Inklusif dan Berkelanjutan," tegasnya.</p>
<p>Pemerintah Kabupaten (Pemkab) menargetkan pendapatan daerah sebesar Rp1,87 triliun, dengan PAD sekitar Rp300,22 miliar yang bersumber dari pajak daerah, retribusi, hasil pengelolaan kekayaan daerah, serta pendapatan sah lainnya.</p>
<p>Sementara pendapatan transfer dari pemerintah pusat dianggarkan Rp1,49 triliun, dan pendapatan lain-lain yang sah sebesar Rp48,14 miliar.</p>
<p>Adapun belanja daerah direncanakan mencapai Rp1,88 triliun, yang terdiri dari belanja operasi Rp1,47 triliun, belanja modal Rp113,77 miliar, belanja tidak terduga Rp4 miliar, dan belanja transfer Rp292,7 miliar.</p>
<p>"Untuk menutup defisit, pemerintah daerah mengandalkan Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (SiLPA) tahun sebelumnya sebesar Rp9,84 miliar," jelas Wabup yangvkarib disapa Ra As'ad ini.</p>
<p><strong>Dorong Belanja Produktif</strong></p>
<p>Pemkab Bondowoso juga menekankan pentingnya alokasi belanja yang produktif dan mendukung prioritas nasional maupun provinsi. Ia berharap seluruh perangkat daerah mampu menjaga efektivitas dan efisiensi penggunaan anggaran.</p>
<p>“Alokasi belanja diarahkan untuk kebutuhan wajib dan prioritas daerah, sekaligus mendukung agenda pembangunan nasional. Kita harus memastikan setiap rupiah anggaran membawa manfaat nyata bagi masyarakat,” tegasnya.</p>
<p>Ra As'ad juga menyampaikan apresiasi kepada pimpinan dan anggota DPRD yang telah memberikan kesempatan untuk membahas rancangan APBD tersebut. Ia berharap proses pembahasan berjalan lancar dan menghasilkan keputusan terbaik bagi kemajuan Bondowoso.</p>
<p>“Semoga Allah SWT senantiasa memberikan petunjuk dan kekuatan kepada kita semua dalam menjalankan amanah pemerintahan dan pembangunan,” tutupnya. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aris </strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Pemkab dan PWI Bondowoso Perkuat Kolaborasi Pentahelix</title>
<link>https://suarajatimpost.com/pemkab-dan-pwi-bondowoso-perkuat-kolaborasi-pentahelix</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/pemkab-dan-pwi-bondowoso-perkuat-kolaborasi-pentahelix</guid>
<description><![CDATA[ Bupati Bondowoso, Abdul Hamid Wahid, mengajak Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Bondowoso berkolaborasi membangun daerah melalui semangat optimisme dan kreativitas masyarakat. Kolaborasi ini menjadi bagian dari konsep pentahelix, di mana media berperan penting mendukung pembangunan bersama pemerintah, akademisi, dunia usaha, dan komunitas. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202511/image_870x580_690d63172fed9.webp" length="49670" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Fri, 07 Nov 2025 10:09:10 +0700</pubDate>
<dc:creator>Rizqi Ardian</dc:creator>
<media:keywords>PWI, wartawan, PDHI, program, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p data-start="331" data-end="585"><strong>BONDOWOSO, SJP –</strong> Pemerintah Kabupaten Bondowoso terus memperkuat kolaborasi lintas sektor dalam mewujudkan pembangunan daerah yang berkelanjutan. Salah satu bentuknya adalah sinergi antara pemerintah dan insan pers melalui konsep <em data-start="560" data-end="572">pentahelix</em> pembangunan.</p>
<p data-start="331" data-end="585">Hal ini ditegaskan oleh Bupati Bondowoso, Abdul Hamid Wahid, saat menerima kunjungan silaturahmi pengurus Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Bondowoso di Peringgitan Pendopo Kabupaten, Kamis (6/11/2025) kemarin.</p>
<p data-start="331" data-end="585">Dalam kesempatan itu, bupati yang karib disapa Ra Hamid ini mengajak para jurnalis untuk bersama menumbuhkan semangat optimisme dan kreativitas di tengah masyarakat melalui pemberitaan yang positif dan edukatif.</p>
<p data-start="331" data-end="585">“Saya berterima kasih kepada teman-teman PWI yang selama ini sudah berkolaborasi. Media memiliki peran penting dalam pembangunan, sebagai salah satu unsur dalam konsep <em data-start="1151" data-end="1163">pentahelix</em>,” ujar Bupati Hamid.</p>
<p data-start="1186" data-end="1484">Ia menegaskan, pemerintah daerah terbuka terhadap kritik dan masukan yang konstruktif demi kemajuan daerah. Menurutnya, di tengah kondisi efisiensi anggaran dan banyaknya pekerjaan rumah yang harus diselesaikan, semangat optimisme dan inovasi menjadi energi penting yang harus ditularkan ke publik.</p>
<p data-start="1186" data-end="1484">“Kita tahu saat ini adalah masa efisiensi, tapi banyak hal yang tetap harus kita selesaikan. Karena itu, kreativitas dan optimisme perlu terus dijaga,” tambah bupati didampingi oleh Wakil Bupati Bondowoso, As'ad Yahya Syafi'i.</p>
<p data-start="1652" data-end="1970">Konsep <em data-start="1659" data-end="1671">pentahelix</em> sendiri menekankan pentingnya sinergi antara lima unsur utama pembangunan: pemerintah, akademisi, dunia usaha, komunitas, dan media. Dalam konteks ini, PWI Bondowoso menjadi bagian strategis yang menjembatani komunikasi publik dan membangun kepercayaan masyarakat terhadap kebijakan pemerintah.</p>
<p data-start="1972" data-end="2210">Sementara itu, dikonfirmasi terpisah, Ketua PWI Bondowoso, Sinca Ari Pangestu, menyambut baik ajakan kolaborasi tersebut. Ia menegaskan, PWI berkomitmen menjadi mitra strategis pemerintah dalam menyebarkan informasi yang membangun dan berpihak pada kepentingan masyarakat.</p>
<p data-start="1972" data-end="2210">“Kita siap berkolaborasi membangun Bondowoso ke depan. PWI akan terus menghadirkan narasi yang membawa semangat optimisme di tengah tantangan efisiensi,” ujar ketua PWI yang akrab disapa Ocha ini, pada Jumat (7/11/2025).</p>
<p data-start="2381" data-end="2645">Melalui kolaborasi pentahelix ini, diharapkan hubungan sinergis antara pemerintah dan insan pers dapat terus diperkuat, sehingga pemberitaan tidak hanya informatif, tetapi juga menjadi sarana edukasi publik dalam membangun daerah yang lebih maju dan berdaya saing.</p>
<p data-start="2381" data-end="2645">"Sebagai insan media, kita (PWI Bondowoso) siap menjadi <span>media yang berfungsi sebagai corong informasi, penyebar ide, dan pembangun citra positif dari pemerintahan," pungkasnya. <strong>(*)</strong></span></p>
<p data-start="2381" data-end="2645"><strong>Editor : Syaiful Aris</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Pemkab Bondowoso Lanjutkan Penataan Birokrasi, Eselon II Lewat Open Bidding,  Eselon III dan IV Melalui Pergeseran</title>
<link>https://suarajatimpost.com/pemkab-bondowoso-lanjutkan-penataan-birokrasi-eselon-ii-lewat-open-bidding-eselon-iii-dan-iv-melalui-pergeseran</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/pemkab-bondowoso-lanjutkan-penataan-birokrasi-eselon-ii-lewat-open-bidding-eselon-iii-dan-iv-melalui-pergeseran</guid>
<description><![CDATA[ Pemkab Bondowoso akan melanjutkan penataan birokrasi dengan membuka seleksi terbuka (open bidding) untuk jabatan eselon II dan melakukan pergeseran bagi eselon III dan IV. Bupati Abdul Hamid Wahid menegaskan langkah ini dilakukan sesuai regulasi dan kebutuhan organisasi setelah pelantikan sembilan pejabat tinggi pratama. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202511/image_870x580_690c9694f3658.webp" length="24298" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 06 Nov 2025 20:59:47 +0700</pubDate>
<dc:creator>Rizqi Ardian</dc:creator>
<media:keywords>pelantikan, sekda, penjabat, bupati, pemerintahan, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>BONDOWOSO, SJP -</strong> Pemerintah Kabupaten Bondowoso akan melanjutkan langkah penataan birokrasi dengan membuka seleksi jabatan pimpinan tinggi pratama melalui mekanisme open bidding atau seleksi terbuka.</p>
<p>Hal tersebut disampaikan oleh Bupati Bondowoso, Abdul Hamid Wahid, usai melantik dan memutasi sembilan pejabat tinggi pratama, setingkat kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di Pendopo Raden Bagus Assra, Kamis (6/11/2025).</p>
<p>Ada dua opsi untuk menata birokrasi di Bumi Ki Ronggo yang saat ini sudah mulai berproses. Bupati Bondowoso menegaskan ada seleksi terbuka untuk mengisi OPD yang hingga saat ini masih dipimpin oleh Pelaksana Tugas (Plt).</p>
<p>Di antaranya, Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Dinas Koperasi Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag), Dinas Bina Marga Sumber Daya Air dan Bina Kontruksi (BSBK), Dinas Pariwisata Kebudayaan Pemuda dan Olahraga (Disparbudpora).</p>
<p>Kemudian, Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo), Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD), Dinas Kesehatan (Dinkes), Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM), serta Asisten I Setdakab.</p>
<p>Abdul Hamid Wahid, menegaskan, seleksi terbuka tersebut akan dilakukan untuk mengisi sejumlah jabatan eselon II yang masih kosong, dengan tetap mengacu pada regulasi yang berlaku serta melibatkan pertimbangan teknis dari kementerian dan instansi vertikal terkait.</p>
<p>“Nanti akan ada seleksi terbuka atau open bidding. Prosesnya dilakukan oleh tim sesuai regulasi yang ada, termasuk pertimbangan teknis dari Kementerian Dalam Negeri maupun BKN,” ujarnya.</p>
<p>Sementara itu, untuk pengisian jabatan di tingkat eselon III dan IV, Pemkab Bondowoso akan menerapkan mekanisme pergeseran atau mutasi internal. Langkah ini diambil agar penyegaran organisasi tetap berjalan tanpa mengganggu stabilitas kinerja pemerintahan.</p>
<p>“Untuk pengisian pejabat pertama mungkin open bidding, tetapi yang di luar itu bisa kita lakukan dengan metode atau cara mutasi yang lain,” jelasnya.</p>
<p>Bupati menegaskan bahwa proses penataan ini merupakan bagian dari upaya memperkuat tata kelola pemerintahan daerah agar lebih efektif, profesional, dan sesuai kebutuhan organisasi perangkat daerah.</p>
<p>“Kita ingin kelengkapan struktur yang kemarin masih dijabat sementara bisa segera tuntas. Komunikasi dengan instansi terkait terus kita lakukan agar mekanismenya sesuai aturan,” tambahnya.</p>
<p>Ia juga memastikan bahwa tidak akan ada open bidding besar-besaran, melainkan dilakukan secara bertahap berdasarkan prioritas kebutuhan.</p>
<p>“Tidak ada open bidding besar-besaran. Kita kembali pada prioritas, tugas pokok, dan fungsi,” tegas Bupati Abdul Hamid Wahid. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Imbas Cuaca Ekstrem, Dalam Sehari Bondowoso Dilanda Banjir dan Angin Kencang</title>
<link>https://suarajatimpost.com/imbas-cuaca-ekstrem-dalam-sehari-bondowoso-dilanda-banjir-dan-angin-kencang</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/imbas-cuaca-ekstrem-dalam-sehari-bondowoso-dilanda-banjir-dan-angin-kencang</guid>
<description><![CDATA[ Hujan yang mengguyur sejak siang hari pada Rabu (5/11/2025) hingga malam hari menyebabkan banjir drainase di kawasan Perumahan Griya Kembang, disusul angin kencang yang menumbangkan pohon di sekitar Stadion Magenda sore harinya. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202511/image_870x580_690c8ec80a7d6.webp" length="101474" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 06 Nov 2025 20:32:21 +0700</pubDate>
<dc:creator>Rizqi Ardian</dc:creator>
<media:keywords>Bencana, angin puting beliung, hujan BPBD, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>BONDOWOSO, SJP — </strong>Dua bencana berbeda melanda Kabupaten Bondowoso dalam waktu kurang dari enam jam, Kamis (6/11/2025).</p>
<p>Hujan yang mengguyur sejak siang hari pada Rabu (5/11/2025) hingga malam hari menyebabkan banjir drainase di kawasan Perumahan Griya Kembang, disusul angin kencang yang menumbangkan pohon di sekitar Stadion Magenda sore harinya.</p>
<p>Meski tidak menimbulkan korban jiwa, kedua peristiwa itu sempat mengganggu aktivitas warga. BPBD Bondowoso mencatat, banjir drainase terjadi sekitar pukul 10.00 WIB akibat luapan air dari saluran yang tak mampu menampung debit hujan. Air sempat meluber ke jalan dan membuat arus lalu lintas tersendat.</p>
<p>Sementara pada pukul 15.30 WIB, angin kencang menerjang kawasan Stadion Magenda hingga menumbangkan sejumlah pohon. Petugas BPBD yang menerima laporan melalui WhatsApp warga langsung menuju lokasi untuk melakukan penanganan cepat.</p>
<p>Plt Kepala Pelaksana BPBD Bondowoso, Kristianto Putro Prasojo, mengatakan tim gabungan dari TRC, Pusdalops, dan Agen BPBD telah diterjunkan ke dua titik bencana untuk melakukan assessment serta langkah mitigasi.</p>
<p>“Alhamdulillah tidak ada korban jiwa dalam dua kejadian ini. Namun masyarakat kami imbau untuk tetap waspada terhadap perubahan cuaca, terutama saat hujan deras dan angin kencang seperti saat ini,” ujar Kristianto saat dikonfirmasi, Kamis (6/11/2025).</p>
<p>Ia menegaskan, pihaknya terus melakukan pemantauan kondisi cuaca di seluruh wilayah Bondowoso dan berkoordinasi dengan instansi terkait untuk kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana hidrometeorologi.</p>
<p>“Kami mengingatkan warga agar rutin membersihkan saluran air agar tidak tersumbat, serta menghindari berteduh di bawah pohon besar ketika cuaca ekstrem. Kewaspadaan dan kesiapsiagaan warga adalah kunci,” pungkasnya. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor: Rizqi Ardian </strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Bupati Bondowoso Geser 9 Kepala OPD, Begini Pesannya</title>
<link>https://suarajatimpost.com/bupati-bondowoso-geser-9-kepala-opd-begini-pesannya</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/bupati-bondowoso-geser-9-kepala-opd-begini-pesannya</guid>
<description><![CDATA[ Ia berharap para pejabat yang baru dilantik dapat memperkuat kinerja organisasi, mempercepat pencapaian target pembangunan daerah, serta meningkatkan kualitas pelayanan publik. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202511/image_870x580_690c37442730d.webp" length="17852" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 06 Nov 2025 12:02:25 +0700</pubDate>
<dc:creator>Rizqi Ardian</dc:creator>
<media:keywords>mutasi, jabatan, eselon II, pejabat, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>BONDOWOSO, SJP — </strong>Bupati Bondowoso Abdul Hamid Wahid menegaskan pentingnya integritas, profesionalisme, dan semangat pengabdian bagi pejabat baru yang dimutasi dalam jabatan pimpinan tinggi pratama di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bondowoso.</p>
<p></p>
<p>Hal itu disampaikan bupati dalam sambutannya pada acara Pelantikan dan Pengambilan Sumpah Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama yang digelar di Pendopo Bupati Bondowoso, Kamis (6/11/2025).</p>
<p></p>
<p>“Pelantikan hari ini merupakan amanah dan tanggung jawab besar yang harus dijaga dan dilaksanakan dengan penuh dedikasi, integritas, serta profesionalisme. Jabatan adalah kepercayaan yang diberikan oleh negara dan masyarakat,” ujar Bupati Abdul Hamid Wahid.</p>
<p></p>
<p>Ia berharap para pejabat yang baru dilantik dapat memperkuat kinerja organisasi, mempercepat pencapaian target pembangunan daerah, serta meningkatkan kualitas pelayanan publik.</p>
<p></p>
<p>“Tugas-tugas ke depan tidaklah ringan. Kita dituntut untuk adaptif terhadap perubahan, responsif terhadap kebutuhan masyarakat, serta mampu bekerja secara kolaboratif lintas perangkat daerah,” tegasnya.</p>
<p></p>
<p>Dalam kesempatan itu, Bupati juga menyoroti pentingnya reformasi birokrasi yang bukan hanya sekadar perubahan struktur dan regulasi, melainkan juga perubahan mindset dan culture set aparatur.</p>
<p></p>
<p>“Kita harus menanamkan semangat melayani, bukan dilayani, bekerja dengan solusi, bukan alasan, dan menempatkan kepentingan publik di atas kepentingan pribadi maupun kelompok,” pesan Bupati.</p>
<p></p>
<p>Ia menambahkan, kinerja pejabat tinggi pratama akan menjadi cerminan wajah birokrasi daerah. Karena itu, ia meminta agar setiap pejabat menjadi teladan dalam disiplin, integritas, dan etos kerja.</p>
<p></p>
<p>“Bangun komunikasi yang harmonis dengan bawahan, ciptakan suasana kerja yang produktif, serta dorong inovasi dan percepatan program yang berdampak langsung bagi masyarakat Bondowoso,” lanjutnya.</p>
<p></p>
<p>Menutup sambutannya, Bupati Abdul Hamid Wahid berpesan agar seluruh aparatur melaksanakan amanah dengan penuh tanggung jawab dan komitmen tinggi.</p>
<p></p>
<p>“Laksanakan amanah ini dengan sebaik-baiknya. Tunjukkan loyalitas, dedikasi, dan komitmen untuk menjadikan birokrasi kita semakin berdaya saing dan berintegritas,” pungkasnya. </p>
<p></p>
<p>Seperti diketahui, hari ini Bupati Bondowoso memutasi 9 Pejabat Eselon II setingkat Kepala OPD, di antaranya: </p>
<ol>
<li>Ghozal Rawan, sebelumnya sebagai Kepala Dinas Kominfo, dimutasi menjadi Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil.</li>
<li>Muhammad Imron yang sebelum sebagai staf ahli bupati, menduduki Kepala Dinsos dan P3AKB.</li>
<li>Anisatul Hamidah yang sebelumnya menjabat Kepala Dinsos P3AKB dipindah untuk menduduki Kepala BP4D. </li>
<li>Taufan Restuanto yang sebelumnya sebagai staf ahli bupati dimutasi dan menduduki jabatan baru sebagai sebagai Kepala Dinas Pendidikan.</li>
<li>Agung Tri Handono, sebelumnya menjabat Kepala Dispendukcapil menduduki jabatan baru sebagai Inspektur.</li>
<li>Dodik Siregar yang sebelum menjabat sebagai Kepala Bapenda, bergeser sebagai Staf Ahli Bidang Perekonomian</li>
<li>Slamet Yantoko, Kepala Satpol PP dipindah menjabat sebagai Kepala Bapenda </li>
<li>Aris Agung Sungkowo, sebelumnya menjabat sebagai Kepala Dinas Lingkungan Hidup, kini menjabat sebagai Kasatpol PP</li>
<li>Ahmad yang sebelum menjabat sebagai Inspektur, kini digeser untuk memimpin Bakesbangpol. <strong>(*)</strong></li>
</ol>
<p><strong>Editor: Rizqi Ardian </strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Lagi! 18 Ribu Pohon Kopi di Kaligedang Ijen Bondowoso Ditebang OTK</title>
<link>https://suarajatimpost.com/lagi-18-ribu-pohon-kopi-di-kaligedang-ijen-bondowoso-ditebang-otk</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/lagi-18-ribu-pohon-kopi-di-kaligedang-ijen-bondowoso-ditebang-otk</guid>
<description><![CDATA[ Ribuan pohon kopi muda milik PTPN I Regional 5 di Ijen, Bondowoso, kembali dirusak orang tak dikenal. Sekitar 18.000 batang ditebang di lahan 9 hektare. Polisi masih menyelidiki motif dan pelaku di balik perusakan berulang tersebut. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202511/image_870x580_690bf5d72b318.webp" length="152626" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 06 Nov 2025 08:08:46 +0700</pubDate>
<dc:creator>Rizqi Ardian</dc:creator>
<media:keywords>PTPN, Ijen, lahan, Kaligedang, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p data-start="240" data-end="531"><strong>BONDOWOSO, SJP -</strong> Di lereng sejuk Ijen, aroma tanah basah dan kabut pagi biasanya menjadi penanda kehidupan bagi ribuan batang kopi muda. Namun, Rabu (5/11/2025) kemarin, pemandangan itu berubah muram. Ribuan batang kopi yang baru berusia setahun rebah di tanah, seperti gugur sebelum sempat berbuah.</p>
<p data-start="533" data-end="918">Kebun kopi milik PT Perkebunan Nusantara (PTPN) I Regional 5 di Afdeling Kalisengon, Desa Kaligedang, Kecamatan Ijen kembali menjadi sasaran perusakan. Sekitar 18.000 batang kopi ditebang oleh orang tak dikenal di atas lahan seluas 9 hektare.</p>
<p data-start="533" data-end="918">“Informasi dari Polsek Ijen, luasan lahannya sekitar 9 hektare,” jelas Kasi Humas Polres Bondowoso, Iptu Bobby Dwi Siswanto, Kamis (6/11/2025).</p>
<p data-start="920" data-end="1484">Bagi masyarakat sekitar, kebun kopi bukan sekadar hamparan tanaman produktif, melainkan simbol kerja keras dan harapan. Astan, warga Dusun Kalisengon yang pertama kali menemukan perusakan itu, masih sulit melupakan momen saat ia melihat batang-batang kopi muda tergeletak.</p>
<p data-start="920" data-end="1484">Ia hendak melintas menuju Lapangan Kalisengon ketika pandangannya tertumbuk pada batang-batang pohon yang tumbang rapi. </p>
<p data-start="1486" data-end="1756">Begitu menyadari apa yang terjadi, Astan segera menghubungi pihak PTPN serta petugas gabungan dari unsur TNI, Polri, dan Brimob untuk melakukan penyisiran.</p>
<p data-start="1486" data-end="1756">“Hasil penyisiran ditemukan tumpukan batu, sebatang kayu, dan jejak ban mobil,” ungkap Iptu Bobby.</p>
<p data-start="1758" data-end="2048">Polisi kini masih menyelidiki siapa pelaku di balik penebangan masif tersebut dan apa motif di balik tindakan yang tak hanya merusak tanaman, tapi juga meruntuhkan semangat para pekerja kebun.</p>
<p data-start="1758" data-end="2048">“Situasi terakhir di lokasi kejadian dalam keadaan aman dan terkendali,” pungkas Bobby.</p>
<p data-start="2050" data-end="2292">Bagi para pekerja kebun, insiden ini meninggalkan luka yang tak kasat mata. Setiap batang kopi yang tumbang seolah menyimpan cerita tentang tangan-tangan yang menanamnya di bawah terik, tentang doa yang diselipkan setiap kali benih disiram.</p>
<p data-start="2294" data-end="2608">Peristiwa ini juga bukan yang pertama. Sebelumnya, pada 12 Oktober 2025, sekitar 6.661 pohon kopi muda berusia tiga tahun di desa yang sama dirusak OTK, menimbulkan kerugian hingga Rp400 juta. Hanya enam hari berselang, kejadian serupa kembali terjadi di Afdeling Kampung Malang, Kecamatan Ijen.</p>
<p data-start="2610" data-end="2874">Pihak PTPN berharap aparat segera mengungkap pelaku di balik serangkaian perusakan tersebut. Karena bagi mereka, setiap batang kopi bukan sekadar aset perusahaan, tapi buah dari dedikasi dan cinta masyarakat Ijen terhadap tanah yang mereka rawat dengan hati. <strong>(*)</strong></p>
<p data-start="2610" data-end="2874"><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Hadiri Rembug Tani di Bondowoso, Zulkifli Hasan: Sistem Baru Subsidi Pupuk Lebih Efisien</title>
<link>https://suarajatimpost.com/hadiri-rembug-tani-di-bondowoso-zulkifli-hasan-sistem-baru-subsidi-pupuk-lebih-efisien</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/hadiri-rembug-tani-di-bondowoso-zulkifli-hasan-sistem-baru-subsidi-pupuk-lebih-efisien</guid>
<description><![CDATA[ Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan menyatakan perubahan sistem subsidi pupuk dari cost plus ke market to market mampu menghemat 20 persen biaya produksi, mendorong surplus beras nasional 4,7 juta ton, serta meningkatkan kesejahteraan petani. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202511/image_870x580_690b1a424557e.webp" length="61858" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 05 Nov 2025 17:39:49 +0700</pubDate>
<dc:creator>Rizqi Ardian</dc:creator>
<media:keywords>zulhas, pangan, pupuk, subsidi, menko Bidang Pangan, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p data-start="224" data-end="509"><strong>BONDOWOSO, SJP –</strong> Menteri Koordinator Bidang Pangan Republik Indonesia, Zulkifli Hasan, menegaskan bahwa perubahan sistem subsidi pupuk dan kebijakan pangan nasional saat ini mampu meningkatkan efisiensi hingga 20 persen, serta berdampak langsung terhadap kesejahteraan petani.</p>
<p data-start="511" data-end="700">Hal itu disampaikan Zulkifli Hasan dalam acara Rembug Tani dan Sosialisasi Kebijakan Perubahan Harga Eceran Tertinggi (HET) Pupuk Bersubsidi yang digelar di Dusun Congkrong Desa Taman Kecamatan Grujugan Kabupaten Bondowoso, Rabu (5/11/2025).</p>
<p data-start="702" data-end="965">Menteri yang karib disapa Zulhas ini menjelaskan, pemerintah telah mengubah sistem subsidi pupuk dari pola lama berbasis <em data-start="819" data-end="830">cost plus</em> menjadi sistem <em data-start="846" data-end="864">market to market</em>. Sistem baru ini, kata dia, lebih transparan, efisien, dan menekan pemborosan di tingkat produksi.</p>
<p data-start="702" data-end="965">“Dulu sistemnya <em data-start="985" data-end="996">cost plus</em>, semakin besar biaya, semakin besar pula subsidi. Sekarang kita ubah jadi <em data-start="1071" data-end="1089">market to market</em>. Dengan sistem baru ini, kita bisa menghemat sekitar 20 persen biaya produksi,” ujarnya.</p>
<p data-start="1182" data-end="1439">Menurutnya, efisiensi tersebut memungkinkan pemerintah membangun satu pabrik pupuk baru setiap tahun, bahkan meningkatkan kapasitas pabrik yang sudah ada. Kebijakan ini diharapkan memperkuat ketahanan pangan nasional sekaligus mendukung swasembada pangan.</p>
<p data-start="1441" data-end="1661">Selain itu, Zulkifli juga menyampaikan kabar baik terkait kondisi pangan nasional. Jika tahun lalu Indonesia masih harus mengimpor beras sebanyak 4,7 juta ton, tahun ini justru mengalami surplus 4,7 juta ton beras.</p>
<p data-start="1441" data-end="1661">“Tahun lalu kita impor 4,7 juta ton. Tahun ini justru surplus 4,7 juta ton. Ini hasil kerja keras kita bersama,” tegasnya.</p>
<p data-start="1791" data-end="1960">Ia menambahkan, kesejahteraan petani juga terus meningkat seiring kebijakan baru tersebut. Nilai tukar petani naik sekitar 6,9 persen, dari indeks 116 menjadi 124.</p>
<p data-start="1791" data-end="1960">“Nilai tukar petani naik, pendapatan mereka semakin baik. Kita ingin rakyat semakin sejahtera dan pangan kita semakin kuat,” tandasnya. <strong>(*)</strong></p>
<p data-start="1791" data-end="1960"><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Pemkab Bondowoso Siap Dukung Kebijakan Baru HET Pupuk Bersubsidi</title>
<link>https://suarajatimpost.com/pemkab-bondowoso-siap-dukung-kebijakan-baru-het-pupuk-bersubsidi</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/pemkab-bondowoso-siap-dukung-kebijakan-baru-het-pupuk-bersubsidi</guid>
<description><![CDATA[ Wakil Bupati Bondowoso As’ad Yahya Syafi’i menyatakan dukungan terhadap kebijakan perubahan HET pupuk bersubsidi, menegaskan komitmen Pemkab bersinergi dengan pemerintah pusat dan petani untuk mewujudkan distribusi pupuk yang adil serta kemandirian pangan nasional. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202511/image_870x580_690b1683730e7.webp" length="55568" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 05 Nov 2025 17:11:46 +0700</pubDate>
<dc:creator>Rizqi Ardian</dc:creator>
<media:keywords>pertanian, rembug tani, pupuk, subsidi, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p data-start="311" data-end="574"><strong>BONDOWOSO, SJP – </strong>Pemerintah Kabupaten Bondowoso menyatakan dukungan penuh terhadap kebijakan pemerintah pusat terkait perubahan Harga Eceran Tertinggi (HET) pupuk bersubsidi yang bertujuan menjaga keberlanjutan pasokan dan meningkatkan kesejahteraan petani.</p>
<p data-start="576" data-end="784">Hal itu disampaikan Bupati Bondowoso, Abdul Hamid Wahid, melalui wakilnya, As’ad Yahya Syafi’i, saat menghadiri acara 'Rembug Tani dan Sosialisasi Kebijakan Perubahan HET Pupuk Bersubsidi' yang digelar di Dusun COngkrong Desa Taman, Kecamatan Grujugan, Kabupaten Bondowoso, Rabu (5/11/2025).</p>
<p data-start="786" data-end="1039">Kegiatan tersebut dihadiri oleh Menteri Koordinator Bidang Pangan Republik Indonesia, Zulkifli Hasan, beserta jajaran Kemenko Bidang Pangan, serta perwakilan PT Pupuk Indonesia, Forkopimda, dan ratusan petani dari berbagai kecamatan.</p>
<p data-start="1041" data-end="1349">Wabup As’ad menyampaikan apresiasi tinggi atas kehadiran Menko Pangan yang secara langsung berdialog dengan para petani Bondowoso. Ia menilai kehadiran tersebut menunjukkan perhatian serius pemerintah pusat terhadap sektor pertanian, yang menjadi tulang punggung perekonomian masyarakat.</p>
<p data-start="1041" data-end="1349">“Kami menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada Bapak Menko Zulkifli Hasan yang hadir langsung berdialog dengan petani. Ini wujud nyata perhatian pemerintah pusat terhadap pertanian, yang menjadi kekuatan ekonomi daerah kami,” ujarnya.</p>
<p data-start="1582" data-end="1784">Lebih lanjut, Wabup menegaskan, perubahan HET pupuk bersubsidi merupakan langkah strategis untuk menyesuaikan struktur biaya produksi dan memastikan distribusi pupuk lebih adil dan tepat sasaran.</p>
<p data-start="1582" data-end="1784">“Kami meyakini kebijakan ini akan mewujudkan penyaluran pupuk yang lebih adil, transparan, dan efisien, serta memberikan kepastian bagi petani dalam menjaga produktivitas,” katanya.</p>
<p data-start="1973" data-end="2204">Wabup yang biasa dipanggil Ra As’ad ini juga mengajak seluruh petani di Bondowoso untuk memahami dan menyesuaikan diri dengan sistem digitalisasi distribusi pupuk melalui e-alokasi, dengan berkoordinasi bersama penyuluh dan kelompok tani di masing-masing wilayah.</p>
<p data-start="1973" data-end="2204">“Pemerintah Kabupaten Bondowoso siap bersinergi lintas sektor, memperkuat komunikasi, pengawasan, dan edukasi agar kebijakan ini berjalan efektif hingga ke tingkat desa,” tegasnya.</p>
<p data-start="2392" data-end="2605">Wabup berharap, kegiatan Rembug Tani ini dapat membawa manfaat besar bagi para petani dan menjadi langkah bersama menuju kemandirian pangan nasional yang berkeadilan dan berkelanjutan. <strong>(*)</strong></p>
<p data-start="2392" data-end="2605"><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>HET Pupuk Subsidi Turun, Kebijakan dan Harapan Baru bagi Petani Hadapi Musim Tanam</title>
<link>https://suarajatimpost.com/het-pupuk-subsidi-turun-kebijakan-dan-harapan-baru-bagi-petani-hadapi-musim-tanam</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/het-pupuk-subsidi-turun-kebijakan-dan-harapan-baru-bagi-petani-hadapi-musim-tanam</guid>
<description><![CDATA[ Harga pupuk bersubsidi resmi turun 20 persen setelah diterapkan oleh Pupuk Indonesia di seluruh kios. Menko Pangan Zulkifli Hasan menyebut kebijakan ini memberi harapan baru bagi petani, dengan stok pupuk aman dan pendapatan petani meningkat seiring naiknya produktivitas dan harga gabah. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202511/image_870x580_690b1d8e239fb.webp" length="50952" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 05 Nov 2025 16:45:51 +0700</pubDate>
<dc:creator>Rizqi Ardian</dc:creator>
<media:keywords>Pupuk subsidi, kementan, dpkp bondowoso, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p data-start="292" data-end="568"><strong>BONDOWOSO, SJP -</strong> Kabar baik datang bagi petani di seluruh Indonesia. Harga Eceran Tertinggi (HET) pupuk bersubsidi resmi turun 20 persen. Kebijakan ini disambut gembira petani karena selain harga pupuk lebih terjangkau, ketersediaannya di kios juga terjamin.</p>
<p data-start="570" data-end="845">Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, mengapresiasi langkah cepat PT Pupuk Indonesia (Persero) dalam menerapkan kebijakan baru ini di lapangan. Menurutnya, penurunan harga tersebut menjadi bukti nyata perhatian pemerintah terhadap kesejahteraan petani.</p>
<p data-start="570" data-end="845">“Semua pupuk bersubsidi melalui Pupuk Indonesia didiskon 20 persen. Terima kasih Pak Presiden Prabowo, terima kasih Pupuk Indonesia,” ujar Menko Zulhas saat meninjau kios UD Jaya Mandiri di Kabupaten Bondowoso, Rabu (5/11/2025).</p>
<p data-start="1081" data-end="1273">Dalam kunjungannya, Menko Zulhas juga berdialog langsung dengan petani yang menebus pupuk di kios tersebut. Para petani menyatakan bahwa pupuk bersubsidi kini tersedia cukup dan tepat waktu.</p>
<p data-start="1081" data-end="1273">“Sebelum tanam, pupuk sudah ada dan sekarang malah dapat diskon,” jawab para petani serempak.</p>
<p data-start="1374" data-end="1498">Zulhas menegaskan, pasokan pupuk yang lancar dan harga yang turun akan berpengaruh besar terhadap produktivitas pertanian.“Kalau produksinya naik, pendapatan petani juga ikut naik. Sekarang harga gabah sudah Rp6.500 per kilogram, bahkan ada yang lebih. Dulu di bawah Rp6.000,” ungkapnya.</p>
<p data-start="1374" data-end="1498"><strong>Kebijakan Strategis dan Tata Kelola Baru</strong></p>
<p data-start="1725" data-end="1975">Direktur Utama PT Pupuk Indonesia (Persero) Rahmad Pribadi menjelaskan, penurunan HET pupuk bersubsidi merupakan kebijakan strategis pemerintah yang berpihak pada petani sekaligus mendorong efisiensi dan transparansi tata kelola pupuk nasional.</p>
<p data-start="1725" data-end="1975">“Dengan harga pupuk yang lebih terjangkau dan pasokan terjamin, kami ingin mendukung peningkatan produktivitas petani secara berkelanjutan,” katanya.</p>
<p data-start="2132" data-end="2313">Rahmad juga menegaskan bahwa Pupuk Indonesia berkomitmen menegakkan aturan harga resmi di seluruh jaringan kios dan akan menindak tegas pelanggaran yang menjual pupuk di atas HET.</p>
<p data-start="2132" data-end="2313"><strong>Stok Aman, Penyerapan Tinggi</strong></p>
<p data-start="2358" data-end="2556">Direktur Keuangan PT Pupuk Indonesia (Persero) Wono Budi Tjahyono menyebutkan, stok pupuk bersubsidi di Jawa Timur dalam kondisi aman dan jauh di atas batas minimal yang ditetapkan pemerintah.</p>
<p data-start="2558" data-end="2692">Per 3 November 2025, stok pupuk di Jatim mencapai 157.334 ton atau 147 persen dari ketentuan minimum. Rinciannya meliputi, Urea sebanyak 51.323 ton, NPK: 96.872 ton, NPK Kakao: 82 ton, Organik: 5.468 ton dan ZA: 3.588 ton. Khusus di Kabupaten Bondowoso, stok mencapai 5.067 ton atau 173 persen dari syarat minimal.</p>
<p data-start="2925" data-end="3212">Selain stok aman, penyerapan pupuk bersubsidi juga menunjukkan tren positif. Di Jawa Timur, realisasi penyaluran mencapai 1,55 juta ton atau 75,7 persen dari alokasi. Sementara di Bondowoso, penyerapan justru lebih tinggi, yakni 82,8 persen dari alokasi sebesar 55.882 ton.</p>
<p data-start="2925" data-end="3212">“Pupuk Indonesia siap menyalurkan pupuk bersubsidi secara optimal dan sesuai amanah pemerintah. Ini bagian dari dukungan kami mewujudkan swasembada pangan nasional sesuai visi Presiden Prabowo Subianto dalam Asta Cita,” tutup Wono.</p>
<p data-start="2925" data-end="3212"><strong>Harapan Petani di Tengah Musim Tanam</strong></p>
<p data-start="3502" data-end="3734">Penurunan HET pupuk bersubsidi menjadi sinyal kuat bahwa pemerintah serius memperkuat ketahanan pangan nasional. Bagi petani, kebijakan ini bukan hanya soal harga yang turun, tapi juga soal kepastian dan keadilan distribusi pupuk.</p>
<p data-start="3736" data-end="3882">Dengan pupuk tersedia tepat waktu, harga stabil, dan hasil panen meningkat, para petani pun menatap musim tanam tahun ini dengan optimisme baru. <strong>(*)</strong></p>
<p data-start="3736" data-end="3882"><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Multaqa Ulama Nasional di Al Islah Bondowoso Jadi Embrio Persatuan Kiai dan Pesantren di Indonesia</title>
<link>https://suarajatimpost.com/multaqa-ulama-nasional-di-al-islah-bondowoso-jadi-embrio-persatuan-kiai-dan-pesantren-di-indonesia</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/multaqa-ulama-nasional-di-al-islah-bondowoso-jadi-embrio-persatuan-kiai-dan-pesantren-di-indonesia</guid>
<description><![CDATA[ Multaqa Ulama Nasional di Pondok Pesantren Al-Islah Bondowoso menjadi wadah embrio persatuan kiai dan pesantren se-Indonesia, guna memperkuat peran ulama dalam mendukung ketahanan pangan serta mewujudkan pesantren sebagai pusat pemberdayaan ekonomi dan sosial umat. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202511/image_870x580_690b1499cc790.webp" length="26488" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 05 Nov 2025 16:21:00 +0700</pubDate>
<dc:creator>Rizqi Ardian</dc:creator>
<media:keywords>Bondowoso, mulataqa, ulama, nasional, zulhas, menteri, pangan, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p data-start="221" data-end="494"><strong>BONDOWOSO, SJP –</strong> Multaqa Ulama Nasional yang digelar di Pondok Pesantren Al-Islah, Desa Dadapan, Kecamatan Grujugan, Kabupaten Bondowoso, Rabu (5/11/2025), menjadi momentum penting bagi lahirnya semangat persatuan di kalangan ulama dan pesantren di seluruh Indonesia.</p>
<p data-start="496" data-end="779">Acara yang dihadiri sekitar 1.500 kiai dari berbagai daerah ini diharapkan mampu memperkuat peran ulama, pesantren, dan tokoh agama dalam mendukung program-program pemerintah, tidak hanya di bidang keagamaan, tetapi juga ekonomi, sosial, dan terutama ketahanan pangan nasional.</p>
<p data-start="781" data-end="989">Pimpinan Pondok Pesantren Al-Islah, KH Thoha Yusuf Zakaria, menegaskan, Multaqa Ulama Nasional merupakan langkah awal atau embrio untuk menyatukan seluruh elemen pesantren dan ulama di Indonesia.</p>
<p data-start="781" data-end="989">“Multaqa ini merupakan bagian dari cara untuk mempersatukan umat, mempersatukan pondok-pondok pesantren, dan mempersatukan para kiai. Ini wadah embrio, alat untuk memperkuat persatuan itu,” ujar KH Thoha Yusuf Zakaria.</p>
<p data-start="1215" data-end="1461">Ia menambahkan, dengan bersatunya para kiai, pesantren, dan tokoh agama, cita-cita mewujudkan swasembada pangan nasional akan lebih mudah tercapai. Karena itu, pihaknya menyatakan dukungan penuh terhadap program pemerintah di sektor pangan.</p>
<p data-start="1215" data-end="1461">“Dengan bersatunya para kiai dan pesantren, insyaallah swasembada pangan nantinya akan semakin baik. Kami di pesantren juga sudah mulai berperan, ada yang punya lahan sendiri, peternakan, hingga perkebunan,” tambahnya.</p>
<p data-start="1687" data-end="2003">KH Thoha menjelaskan, Pondok Pesantren Al-Islah sendiri telah mengembangkan berbagai unit usaha produktif seperti peternakan kambing, ayam, kolam lele, serta lahan padi dan tebu. Hal ini menjadi bukti bahwa pesantren kini tidak hanya menjadi pusat pendidikan agama, tetapi juga pusat pemberdayaan ekonomi umat.</p>
<p data-start="1687" data-end="2003">“Pesantren tidak hanya berbicara soal agama, tapi juga soal politik, ekonomi, sosial, dan budaya. Pesantren harus menjadi lembaga yang menyeluruh dan bermanfaat bagi masyarakat,” tegasnya.</p>
<p data-start="2199" data-end="2454">Multaqa Ulama Nasional di Bondowoso ini sekaligus menindaklanjuti pesan Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan yang sebelumnya mengingatkan pentingnya menjaga persatuan umat dan kemandirian pangan sebagai fondasi utama Indonesia yang kuat dan sejahtera. <strong>(*)</strong></p>
<p data-start="2199" data-end="2454"><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Zulkifli Hasan: Kunci Kemajuan Indonesia Ada pada Persatuan dan Kedaulatan Pangan</title>
<link>https://suarajatimpost.com/zulkifli-hasan-kunci-kemajuan-indonesia-ada-pada-persatuan-dan-kedaulatan-pangan</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/zulkifli-hasan-kunci-kemajuan-indonesia-ada-pada-persatuan-dan-kedaulatan-pangan</guid>
<description><![CDATA[ Zulkifli Hasan menegaskan pentingnya persatuan dan kedaulatan pangan sebagai kunci kemajuan bangsa, serta mendukung kebijakan Presiden yang berlandaskan ekonomi Pancasila, gotong royong, dan kesejahteraan rakyat saat menghadiri Multaqa Ulama Nasional di Bondowoso. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202511/image_870x580_690b1049081a5.webp" length="39118" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 05 Nov 2025 15:47:37 +0700</pubDate>
<dc:creator>Rizqi Ardian</dc:creator>
<media:keywords>Bondowoso, mulataqa, ulama, nasional, zulhas, menteri, pangan, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p data-start="180" data-end="387"><strong data-start="180" data-end="198">BONDOWOSO, SJP</strong> – Menteri Koordinator Bidang Pangan Republik Indonesia, Zulkifli Hasan, menegaskan pentingnya memperkuat persatuan dan kedaulatan pangan sebagai fondasi utama menuju Indonesia yang kuat dan sejahtera.</p>
<p data-start="389" data-end="574">Hal itu disampaikan Zulkifli Hasan usai menghadiri Multaqa Ulama Nasional di Pondok Pesantren Al-Islah, Desa Dadapan, Kecamatan Grujugan, Kabupaten Bondowoso, pada Rabu (5/11/2025).</p>
<p data-start="576" data-end="814">Zulkifli Hasan yang karib disapa Zulhas ini menyebut, kebijakan-kebijakan besar yang dijalankan Presiden Prabowo Subianto saat ini sejalan dengan cita-cita kemerdekaan Indonesia, yaitu membangun ekonomi yang berlandaskan Pancasila dan semangat gotong royong.</p>
<p data-start="576" data-end="814">“Bapak Presiden melakukan kebijakan-kebijakan besar dan mendasar sesuai dengan cita-cita Indonesia Merdeka. Ekonominya ekonomi Pancasila, ekonomi kerakyatan,” ujarnya.</p>
<p data-start="989" data-end="1233">Ia juga menyoroti berbagai program pemerintah yang menyentuh langsung masyarakat, seperti pengembangan koperasi desa dan kelurahan, penyediaan makanan bergizi untuk ibu hamil dan balita, serta pembangunan sekolah-sekolah unggulan bagi rakyat.</p>
<p data-start="989" data-end="1233">“Sebanyak 82,9 juta penerima manfaat telah mendapatkan bantuan makanan bergizi. Semua itu dilakukan agar negara semakin kuat dan rakyat sejahtera,” kata Zulhas.</p>
<p data-start="1403" data-end="1578">Lebih lanjut, Ketua Umum PAN itu menegaskan, kekuatan bangsa tidak hanya ditentukan oleh ekonomi dan ketahanan pangan, tetapi juga oleh persatuan seluruh elemen bangsa.</p>
<p data-start="1403" data-end="1578">“Kuncinya adalah persatuan. Kita jangan ribut satu sama lain. Kalau pemilu, silakan bersaing, tapi setelah itu mari kita akur lagi. Kalau umat Islam bersatu, bersama agama-agama lain juga bersatu, Indonesia pasti kuat dan maju,” tegasnya.</p>
<p data-start="1824" data-end="1981">Menutup sambutannya, Zulhas optimistis bahwa masa depan Indonesia akan semakin cerah jika semangat kebersamaan dan kemandirian pangan terus dijaga.</p>
<p data-start="1824" data-end="1981">“Insyaallah Indonesia cerah, seperti cita-cita para pendiri bangsa,” pungkasnya. <strong>(*)</strong></p>
<p data-start="1824" data-end="1981"><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Bupati Bondowoso dan DPRD Sepakati Perubahan Perda Pajak Daerah, KUA&amp;PPAS 2026 dan Bahas Perumda Ijen Tirta</title>
<link>https://suarajatimpost.com/bupati-bondowoso-dan-dprd-sepakati-perubahan-perda-pajak-daerah-kua-ppas-2026-dan-bahas-perumda-ijen-tirta</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/bupati-bondowoso-dan-dprd-sepakati-perubahan-perda-pajak-daerah-kua-ppas-2026-dan-bahas-perumda-ijen-tirta</guid>
<description><![CDATA[ Pemerintah Kabupaten Bondowoso dan DPRD menyepakati perubahan Perda Pajak Daerah, KUA-PPAS 2026, serta pembahasan Raperda Perumda Ijen Tirta. Bupati Abdul Hamid Wahid dorong optimalisasi PAD, inovasi fiskal, dan peningkatan layanan publik berbasis kemandirian daerah. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202511/image_870x580_6908899be6d36.webp" length="32870" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 03 Nov 2025 19:09:30 +0700</pubDate>
<dc:creator>Rizqi Ardian</dc:creator>
<media:keywords>DPRD, Bondowoso, Raperda, Perda, Perumda, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>BONDOWOSO, SJP —</strong> Pemerintah Kabupaten Bondowoso bersama Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bondowoso menyepakati sejumlah agenda penting dalam rapat paripurna yang digelar awal pekan ini.</p>
<p>Bupati Bondowoso, Abdul Hamid Wahid menyampaikan apresiasi atas kerja sama harmonis antara eksekutif dan legislatif dalam penandatanganan persetujuan bersama perubahan Peraturan Daerah Nomor 1 Tahun 2024 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah, serta nota kesepakatan Kebijakan Umum Anggaran dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) Tahun Anggaran 2026.</p>
<p>Dalam sambutannya, Bupati Hamid menegaskan bahwa perubahan Perda Pajak dan Retribusi Daerah tersebut bukan sekadar penyesuaian teknis, melainkan langkah strategis untuk memperkuat kemandirian fiskal daerah.</p>
<p>“Perubahan ini merupakan instrumen penting dalam merespons dinamika peraturan perundang-undangan serta mengoptimalkan pendapatan asli daerah dari sektor pajak dan retribusi. Tujuannya tidak lain untuk mendukung penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan daerah demi pemerataan kesejahteraan masyarakat Bondowoso,” ujar Bupati.</p>
<p><strong>KUA-PPAS 2026: Antisipasi Pengurangan Dana Transfer Pusat</strong></p>
<p>Pada kesempatan yang sama, Pemkab dan DPRD Bondowoso juga menandatangani nota kesepakatan KUA-PPAS 2026 yang akan menjadi dasar penyusunan Rancangan Peraturan Daerah tentang APBD Tahun Anggaran 2026.</p>
<p>Bupati yangvkarib disapa Ra Hamid ini juga menyoroti kebijakan pengurangan dana transfer dari pemerintah pusat yang berdampak pada kondisi fiskal daerah.</p>
<p>“Saya mengimbau seluruh aparatur pemerintah daerah agar terus berinovasi, menggali potensi pendanaan terutama dari pendapatan asli daerah, serta memastikan anggaran dialokasikan pada sektor-sektor produktif secara efektif dan efisien,” tegasnya.</p>
<p>Ia menambahkan, kolaborasi antara eksekutif dan legislatif menjadi kunci agar program prioritas pembangunan daerah tetap berjalan baik meski dengan keterbatasan fiskal.</p>
<p>“Persetujuan ini mencerminkan komitmen bersama antara DPRD dan Pemerintah Kabupaten Bondowoso untuk membangun Bondowoso yang lebih baik dan semakin berkah,” kata Bupati Hamid.</p>
<p><strong>Bahas Raperda Perumda Ijen Tirta</strong></p>
<p>Selain dua agenda utama tersebut, Bupati Bondowoso juga menyampaikan nota penjelasan terhadap Rancangan Peraturan Daerah tentang Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Ijen Tirta Kabupaten Bondowoso.</p>
<p>Raperda ini disusun sebagai bagian dari tahapan pembentukan peraturan perundang-undangan sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2011 dan perubahan terakhir Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2022.</p>
<p>Menurutnya, penyusunan Raperda Perumda Ijen Tirta merupakan langkah strategis dalam meningkatkan pelayanan publik, khususnya penyediaan air bersih bagi masyarakat.</p>
<p>“Perumda air minum memiliki peran penting dalam memastikan ketersediaan dan kualitas layanan air bersih yang merata. Selain itu, transformasi ini merupakan amanat Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah serta PP Nomor 54 Tahun 2017 tentang Badan Usaha Milik Daerah,” jelasnya.</p>
<p>Bupati menegaskan, regulasi lama yakni Perda Nomor 2 Tahun 1993 yang diubah dengan Perda Nomor 6 Tahun 2011 sudah tidak relevan dengan kondisi saat ini dan perlu segera diganti. Ia berharap pembahasan Raperda tersebut dapat berlangsung efektif dan segera disahkan.</p>
<p>“Kita harapkan Raperda ini dapat segera disetujui menjadi Peraturan Daerah, mengingat masih banyak agenda penting lainnya yang harus kita selesaikan bersama,” tutupnya. <strong>(***)</strong></p>
<p><strong>Editor: Rizqi Ardian </strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Tinjau Pasar Murah di Bondowoso, Khofifah: Upaya Kendalikan Inflasi</title>
<link>https://suarajatimpost.com/tinjau-pasar-murah-di-bondowoso-khofifah-upaya-kendalikan-inflasi</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/tinjau-pasar-murah-di-bondowoso-khofifah-upaya-kendalikan-inflasi</guid>
<description><![CDATA[ Tak hanya berbelanja, warga juga mendapat berbagai bonus. Khofifah membagikan telur ayam gratis bagi ibu hamil dan masyarakat yang membawa anak kecil, serta menyalurkan beras SPHP gratis untuk para lansia. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202511/image_870x580_6907011cf37af.webp" length="48078" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sun, 02 Nov 2025 16:40:47 +0700</pubDate>
<dc:creator>Rizqi Ardian</dc:creator>
<media:keywords>Pasar murah, provinsi Jatim, Diskopindag, ramadan, fluktuasi, inflasi, Suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>BONDOWOSO, SJP — </strong>Ratusan warga memadati halaman Kantor Kecamatan Tenggarang, Kabupaten Bondowoso, Sabtu (1/11/2025), untuk berbelanja bahan kebutuhan pokok dalam gelaran Pasar Murah yang digagas Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa.</p>
<p>Kegiatan tersebut menjadi salah satu langkah Pemerintah Provinsi Jawa Timur dalam mengendalikan inflasi dan memastikan ketersediaan bahan pokok dengan harga terjangkau bagi masyarakat.</p>
<p>Dalam kesempatan itu, Gubernur Khofifah menyampaikan, seluruh bahan pokok di pasar murah dijual di bawah Harga Eceran Tertinggi (HET). Mulai dari beras, minyak goreng, telur, hingga bumbu dapur.</p>
<p>“Pasar murah ini merupakan bentuk nyata perhatian Pemprov Jatim kepada masyarakat. Selain menjaga stabilitas harga, kegiatan ini juga agar masyarakat tetap bisa memenuhi kebutuhan pokok dengan harga terjangkau,” ujar Khofifah usai meninjau pasar murah.</p>
<p>Berbagai komoditas dijual dengan harga miring, di antaranya beras premium Rp14.000/kg (Rp70.000/sak), beras SPHP Rp11.000/kg (Rp55.000/sak), gula pasir Rp14.000/kg, minyak goreng MinyaKita Rp13.000/liter, telur ayam ras Rp22.000/pack, bawang merah Rp28.000/kg, bawang putih Rp24.000/kg, tepung terigu Rp10.000/kg, dan daging ayam ras Rp33.000/pack.</p>
<p>Tak hanya berbelanja, warga juga mendapat berbagai bonus. Khofifah membagikan telur ayam gratis bagi ibu hamil dan masyarakat yang membawa anak kecil, serta menyalurkan beras SPHP gratis untuk para lansia.</p>
<p>Antusiasme warga terlihat sejak pagi. Jamilah (29), ibu hamil asal Tenggarang, mengaku senang bisa berbelanja sembako dengan harga terjangkau dan mendapat hadiah telur gratis dari Gubernur.</p>
<p>“Saya mau beli karena harganya murah, jadi saya antre dari pagi. Tapi ternyata dapat gratis 1 kilogram telur dari Bu Khofifah. Terima kasih Bu Gubernur, senang sekali. Semoga sering ada acara seperti ini lagi,” ujarnya.</p>
<p>Hal senada disampaikan Ika (31), warga setempat yang datang bersama anaknya. Ia mengaku sangat terbantu dengan adanya pasar murah.</p>
<p>“Saya belanja minyak goreng, bawang, dan gula. Harganya lebih murah dari pasar biasa. Tadi malah dapat telur gratis dari Ibu Gubernur karena bawa anak. Terima kasih banyak,” katanya gembira.</p>
<p>Gelaran pasar murah ini menjadi bagian dari komitmen Pemprov Jatim dalam menjaga daya beli masyarakat di tengah fluktuasi harga kebutuhan pokok menjelang akhir tahun.</p>
<p>Sementara itu, Camat Tenggarang, Deni Dwi Prihandoko menerangkan jika dalam pasar murah tersebut melibatkan enam pelaku UMKM, masing-masing tiga binaan Dinas Koperasi, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskoperindag) serta tiga dari PKK Kecamatan Tenggarang.</p>
<p data-start="508" data-end="771">Deni Dwi Prihandoko, menjelaskan, pasar murah ini yang di gelar di halaman Kecamatan Tenggarang terbuka untuk masyarakat luas, bukan hanya warga Kecamatan Tenggarang. Setiap pengunjung dibatasi untuk membeli satu item per produk, kecuali beras yang diperbolehkan maksimal dua sak.</p>
<p data-start="773" data-end="997">“Harapannya kegiatan seperti ini bisa membantu masyarakat, karena harga di pasar murah ini relatif jauh lebih murah dibandingkan harga di pasaran, khususnya untuk produk telur,” ujarnya saat dikonfirmasi, Ahad (2/11/2025).</p>
<p data-start="999" data-end="1242">Menurut Deni, pasar murah merupakan program berkelanjutan dari Diskoperindag Provinsi yang rutin digelar di berbagai wilayah. Sementara Diskoperindag Kabupaten Bondowoso juga menggelar kegiatan serupa secara berkala meski tidak setiap bulan. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor: Rizqi Ardian </strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Jembatan Besuk Jadi Konektivitas Baru Bondowoso dengan Situbondo</title>
<link>https://suarajatimpost.com/jembatan-besuk-jadi-konektivitas-baru-bondowoso-dengan-situbondo</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/jembatan-besuk-jadi-konektivitas-baru-bondowoso-dengan-situbondo</guid>
<description><![CDATA[ Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa meresmikan Jembatan Besuk di Bondowoso senilai Rp6,9 miliar. Infrastruktur ini memperlancar konektivitas Bondowoso–Situbondo, mendukung arus ekonomi Tapal Kuda, dan menjadi simbol sinergi pembangunan daerah pasca-perbaikan jalur Gumitir. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202511/image_870x580_6906badee00b1.webp" length="80068" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sun, 02 Nov 2025 11:02:45 +0700</pubDate>
<dc:creator>Rizqi Ardian</dc:creator>
<media:keywords>khofifah, gubernur, bupati, resmikan, Bondowoso, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p data-start="259" data-end="648"><strong>BONDOWOSO, SJP - </strong> Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa meresmikan Jembatan Besuk di Kecamatan Klabang, Kabupaten Bondowoso, Sabtu (1/11/2025) kemarin. Infrastruktur ini menjadi penghubung penting jalur ekonomi kawasan Bondowoso–Situbondo–Tapal Kuda yang diharapkan mampu memperlancar konektivitas sekaligus mengantisipasi tantangan logistik saat musim penghujan.</p>
<p data-start="650" data-end="839">Gubernur Khofifah menyampaikan bahwa pembangunan Jembatan Besuk merupakan langkah strategis untuk memperkuat akses dan mobilitas masyarakat di kawasan timur Jawa Timur.</p>
<p data-start="650" data-end="839">“Kalau Jembatan Besuk ini memang sudah saatnya penggantian," ujarnya Khofifah usai peresmian di di halamam Asper KBKPH Wonosari, sembari melihat keindahan bunga Desember yang mekar.</p>
<p data-start="650" data-end="839">Penggantian Jembatan Besuk memang membuat kemacetan yang signifikan beberapa waktu lalu, karena proses pembangunannya bersamaan dengan peningkatan jalan di Guning Gumitir.  </p>
<p data-start="650" data-end="839">Bahkan, Gubernur juga menyampaikan jika konektivitas antara Bondowoso dan Situbondo juga dibangun di sisi barat, tepatnya di jalur Situbondo menuju Arak-arak.</p>
<p data-start="650" data-end="839">"Sekarang ini, insya Allah pertengahan Desember selesai jalur Situbondo menuju Arak-Arak. Jalannya cukup lebar, mudah-mudahan memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat,” ungkap mantan Menteri Sosial ini.</p>
<p data-start="650" data-end="839">Khofifah menambahkan, meski Jembatan Besuk tampak tidak terlalu panjang, keberadaannya memiliki arti besar bagi masyarakat.</p>
<p data-start="650" data-end="839">"Jembatan ini mampu memaksimalkan konektivitas ekonomi, perdagangan, sosial, dan pendidikan di kawasan Tapal Kuda. Saya berharap Camat Klabang dan warga sekitar bisa menjaga serta merawat jembatan ini karena merupakan aset kita bersama,” pesannya.</p>
<p data-start="3794" data-end="4001">Dengan diresmikannya Jembatan Besuk, Pemerintah Provinsi Jawa Timur bersama Pemerintah Kabupaten Bondowoso menegaskan komitmen menghadirkan infrastruktur tangguh, aman, dan berkelanjutan bagi masyarakat.</p>
<p data-start="3794" data-end="4001">“Pembangunan infrastruktur seperti ini bukan hanya tentang fisik, tapi tentang memperkuat konektivitas manusia, ekonomi, dan rasa kebersamaan antarwilayah,” tutup Gubernur Khofifah.</p>
<p data-start="650" data-end="839"><strong>Telan Anggaran Rp6,9 Miliar, selama 240 Hari Pengerjaan</strong></p>
<p data-start="1630" data-end="1955">Kepala Dinas PU Provinsi Jawa Timur, Edy Tambeng Widjaja, menjelaskan bahwa Jembatan Besuk memiliki panjang 24 meter dan lebar 9 meter, dengan nilai anggaran sebesar Rp6,9 miliar. Proyek ini diselesaikan dalam waktu 240 hari, terhitung sejak 27 Februari hingga 24 Oktober 2025.</p>
<p data-start="1957" data-end="2146">"Peningkatan kapasitas jembatan ini sangat vital karena menjadi ruas jalur ekonomi strategis yang menghubungkan Bondowoso dengan Situbondo dan wilayah Tapal Kuda lainnya," tukasnya.</p>
<p data-start="1957" data-end="2146"><strong>Harapan Baru dari Bondowoso</strong></p>
<p data-start="2428" data-end="2569">Bupati Bondowoso Abdul Hamid Wahid yang ikut hadir dalam peresmian Jembatan Besuk, Kecamatan Klabang, menyampaikan rasa syukur atas rampungnya pembangunan jembatan yang telah lama dinantikan masyarakat.</p>
<p data-start="2428" data-end="2569">“Peresmian ini bukan hanya seremonial, tapi bukti nyata terwujudnya harapan masyarakat. Setelah berbulan-bulan, kita akhirnya bisa menikmati kembali konektivitas yang lebih baik,” katanya.</p>
<p data-start="2763" data-end="3075">Bupati yang karib disapa Ra Hamid ini juga menyinggung pentingnya jembatan saat terjadi kelangkaan BBM beberapa waktu lalu. Kala itu, jalur Banyuwangi ditutup dan arus distribusi dialihkan lewat Bondowoso, namun jembatan lama tidak mampu menampung kendaraan tangki berkapasitas di atas 18 ribu kiloliter, sehingga distribusi terganggu.</p>
<p data-start="2763" data-end="3075">“Sekarang dengan jembatan baru, jalur penghubung antara Bondowoso dan Situbondo kembali normal. Ini penting sekali menjelang musim penghujan,” tambahnya.</p>
<p data-start="2763" data-end="3075"><strong>Usulan Jalur Nasional dan Masa Depan Transportasi Tapal Kuda</strong></p>
<p data-start="3311" data-end="3588">Selain itu, Bupati Bondowoso, Abdul Hamid Wahid juga mengusulkan agar jalur Bondowoso–Ijen–Licin–Banyuwangi bisa ditingkatkan statusnya menjadi Jalur Nasional, seperti ruas jalan di wilayah Banyuwangi. Langkah ini diharapkan dapat memperlancar arus logistik dan pariwisata antarwilayah.</p>
<p data-start="3590" data-end="3792">Gubernur Khofifah menyambut baik usulan tersebut dan menegaskan bahwa sinergi antara pemerintah provinsi dan kabupaten menjadi kunci untuk memperkuat infrastruktur dan perekonomian kawasan Tapal Kuda.</p>
<p data-start="4005" data-end="4186">Peresmian berlangsung khidmat dan dihadiri oleh Bupati Bondowoso Abdul Hamid Wahid, Wakil Bupati  As’ad Yahya Syafi’i, Sekretaris Daerah, jajaran Forkopimda Bondowoso, serta sejumlah kepala dinas provinsi. <strong>(*)</strong></p>
<p data-start="4005" data-end="4186"><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Satgas Sampah Bondowoso Temukan Tiga Titik Pembuangan Liar, Ancaman Denda Rp50 Juta Bagi Pelanggar</title>
<link>https://suarajatimpost.com/satgas-sampah-bondowoso-temukan-tiga-titik-pembuangan-liar-ancaman-denda-rp50-juta-bagi-pelanggar</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/satgas-sampah-bondowoso-temukan-tiga-titik-pembuangan-liar-ancaman-denda-rp50-juta-bagi-pelanggar</guid>
<description><![CDATA[ Tim Satgas Sampah Satpol PP Bondowoso menggelar patroli malam menindaklanjuti SE Bupati tentang pengelolaan sampah mandiri. Ditemukan tiga titik pembuangan sampah liar tanpa pelanggar. Tim berkomitmen terus memantau dan mengimbau warga menjaga kebersihan lingkungan. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202511/image_870x580_6906b0a24e015.webp" length="60802" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sun, 02 Nov 2025 10:11:04 +0700</pubDate>
<dc:creator>Rizqi Ardian</dc:creator>
<media:keywords>satpol -PP, sampah, SE Pengelolaan sampah, Perda, DLH, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p data-start="225" data-end="496"><strong>BONDOWOSO, SJP - </strong>Tim Satgas Sampah Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Bondowoso kembali menggelar patroli malam untuk menindaklanjuti Surat Edaran (SE) Bupati Nomor 270 Tahun 2025 tentang pengelolaan sampah secara mandiri, Sabtu (1/11/2025) malam.</p>
<p data-start="498" data-end="780">Patroli yang berlangsung sejak pukul 19.00 WIB hingga selesai ini, menyasar sejumlah titik yang rawan menjadi lokasi pembuangan sampah liar. Kegiatan tersebut merupakan tindak lanjut dari Peraturan Daerah (Perda) Kabupaten Bondowoso Nomor 8 Tahun 2020 tentang Pengelolaan Sampah.</p>
<p data-start="782" data-end="1053">Hasilnya, tim menemukan tiga titik tumpukan sampah liar, masing-masing di area Stadion Magenda (depan MAN Bondowoso), Jembatan Ki Ronggo, dan Jembatan Pejaten. Meski begitu, petugas tidak menemukan pelaku pembuangan sampah di lokasi (nihil pelanggar).</p>
<p data-start="1055" data-end="1212">Kasatpol PP Bondowoso Slamet Yantoko melalui Kepala Bidang Tantribum, Nanang Dwi Hariyanto  menyebutkan, setiap temuan sudah didokumentasikan dan didata untuk ditindaklanjuti bersama instansi terkait.</p>
<p data-start="1055" data-end="1212">“Kami terus melakukan pemantauan rutin dan mengimbau masyarakat agar tidak membuang sampah sembarangan. Penegakan aturan tetap dilakukan sesuai ketentuan Perda Nomor 8 Tahun 2020,” tegasnya.</p>
<p data-start="1408" data-end="1597">Dalam aturan tersebut, bagi siapa pun yang terbukti melanggar ketentuan Pasal 15 ayat (1), (2), dan (3) diancam pidana kurungan paling lama tiga bulan atau denda maksimal Rp50 juta.</p>
<p data-start="1599" data-end="1851">Patroli malam berjalan lancar dan kondusif. Satgas Sampah berkomitmen melanjutkan kegiatan serupa secara berkala, sekaligus memperkuat kesadaran warga Bondowoso untuk mengelola sampah secara mandiri demi kebersihan lingkungan dan keindahan kota tape. <strong>(*)</strong></p>
<p data-start="1599" data-end="1851"><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Khofifah Jatuh Hati pada Bunga Desember yang Mekar Indah di Bondowoso</title>
<link>https://suarajatimpost.com/khofifah-jatuh-hati-pada-bunga-desember-yang-mekar-indah-di-bondowoso</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/khofifah-jatuh-hati-pada-bunga-desember-yang-mekar-indah-di-bondowoso</guid>
<description><![CDATA[ Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menunjukkan kecintaannya pada bunga saat rela memutar arah ke kantor Perhutani Wonosari, Bondowoso, demi melihat Bunga Desember yang sedang mekar indah, simbol rasa syukur dan cintanya pada keindahan ciptaan Tuhan. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202511/image_870x580_6906ada5a5c1d.webp" length="104612" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sun, 02 Nov 2025 08:00:13 +0700</pubDate>
<dc:creator>Rizqi Ardian</dc:creator>
<media:keywords>lifestyle, rekomendasi, membaca, literasi, buku, suarajatimpost, bisnis, otomotif, teknologi</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p data-start="315" data-end="611"><strong data-start="315" data-end="345">BONDOWOSO, SJP - </strong>Ada pemandangan menarik usai peresmian Jembatan Besuk di Kecamatan Klabang, Bondowoso, Sabtu (1/11/2025) siang kemarin. Di tengah padatnya agenda kunjungan kerja, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa tiba-tiba meminta mobil yang ditumpanginya berputar arah.</p>
<p data-start="613" data-end="818">Bukan karena ada urusan mendadak, melainkan lantaran matanya tertarik pada sekuntum bunga berwarna merah menyala yang tumbuh di halaman kantor Asisten Perhutani (Asper) KBKPH Wonosari, di tepat di sisi utara Polsek Klabang di Jalan Raya Situbondo.</p>
<p data-start="820" data-end="968">“Pas lewat tadi saya lihat, kok kayak Bunga Desember, ya. Nanti lah, setelah selesai (peresmian jembatan Besuk) saya mau balik lagi,” tutur Khofifah dengan senyum sumringah.</p>
<p data-start="970" data-end="1130">Janji itu bukan sekadar ucapan. Usai kegiatan peresmian, Khofifah benar-benar kembali ke lokasi untuk melihat lebih dekat bunga yang memikat perhatiannya itu.</p>
<p data-start="1132" data-end="1359">“Saya kenal bunga ini sejak zaman TK dulu,” ujarnya sembari menatap lekat kelopak bunga merah berbentuk bola yang mekar sempurna.</p>
<p data-start="1132" data-end="1359">“Biasanya hanya berbunga satu atau dua saja. Tapi yang ini luar biasa, besar dan indah sekali,” imbuhnya sembari memegang bunga dengan lembut, hingga putik bunga menempel di baju dan telapak tangan mantan Menteri Sosial ini.</p>
<p data-start="1361" data-end="1595">Sembari berpose dengan senyum bahagia, Gubernur Jatim kemudian mengungkapkan, dirinya memang pencinta bunga sejati. Di sela-sela kesibukan sebagai gubernur, ia masih meluangkan waktu untuk menanam dan merawat tanaman hias di rumah dinas Grahadi, Surabaya.</p>
<p data-start="1597" data-end="1725">“Soal menyukai bunga, menurut saya, itu bagian dari mensyukuri nikmat Allah atas beragam makhluk ciptaan-Nya,” ucapnya lembut diiringi senyum tipis.</p>
<p data-start="1727" data-end="1999">Khofifah bercerita, di Grahadi pun terdapat Bunga Desember. Namun, tak ada yang tumbuh seindah dan sebesar di Bondowoso.</p>
<p data-start="1727" data-end="1999">“Di Grahadi juga ada, tapi tidak seperti ini. Rupanya bunga ini suka tumbuh di tempat yang teduh. Mungkin karena tanah Bondowoso juga luar biasa subur,” katanya.</p>
<p data-start="2001" data-end="2294">Bunga Desember, atau dikenal dengan nama latin <em data-start="2048" data-end="2072">Haemanthus multiflorus</em> (juga disebut <em data-start="2087" data-end="2099">Blood Lily</em>), memang istimewa. Ia hanya mekar setahun sekali, biasanya pada bulan Desember.</p>
<p data-start="2001" data-end="2294">Menariknya, bunga ini mekar tepat di awal bulan November. Warna merah terang dan bentuknya yang menyerupai bola kecil membuatnya tampak menonjol di antara dedaunan hijau. <strong>(*)</strong></p>
<p data-start="2001" data-end="2294"><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Khofifah Lepas Ekspor 10 Ton Kopi Java Ijen Raung ke Taiwan</title>
<link>https://suarajatimpost.com/draft</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/draft</guid>
<description><![CDATA[ Gubernur Khofifah Indar Parawansa melepas ekspor 10 ton kopi Arabika Spesialti dan Fine Robusta Java Ijen Raung ke Taiwan, menegaskan kualitas kopi Jawa Timur mampu bersaing di pasar global sekaligus dorong peningkatan kualitas dan produktivitas petan ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202511/image_870x580_6906135506e1b.webp" length="52080" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sat, 01 Nov 2025 21:01:17 +0700</pubDate>
<dc:creator>Rizqi Ardian</dc:creator>
<media:keywords>kopi, ekspor, ekonomi, bisnis, petani, pertanian, perkebunan, suarajatimpos</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p data-start="253" data-end="557"><strong>BONDOWOSO, SJP - </strong>Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa melepas ekspor 10 ton kopi spesialti asal Bondowoso ke Taiwan, Sabtu (1/11/2025). Ekspor ini terdiri dari dua jenis unggulan, yakni Arabica Specialty dan Fine Robusta Java Ijen Raung, yang menjadi favorit konsumen di Asia.</p>
<p data-start="559" data-end="758">Pelepasan ekspor berlangsung di Desa Rejoagung, Kecamatan Sumberwringin, Kabupaten Bondowoso, dan dihadiri Bupati Bondowoso Abdul Hamid Wahid serta Direktur Wijaya Coffee, Gianto Wijaya Oe.</p>
<p data-start="760" data-end="952">Menurut Khofifah, ekspor ini menjadi bukti bahwa kopi Jawa Timur memiliki daya saing tinggi di pasar global. Ia menegaskan pentingnya diversifikasi pasar dan penguatan kualitas produk lokal.</p>
<p data-start="760" data-end="952">“Diversifikasi pasar itu penting. Ini menunjukkan kualitas kopi Indonesia, terutama dari Jawa Timur dan Bondowoso, luar biasa. Kopi spesialti seperti ini bukan sembarangan, karena benar-benar <em data-start="1148" data-end="1162">high quality</em>,” ujar Khofifah.</p>
<p data-start="1183" data-end="1353">Gubernur perempuan pertama Jatim itu menilai, kehadiran kopi Arabika Spesialti menandai peningkatan kualitas produksi di Bondowoso yang dikenal sebagai “Republik Kopi”.</p>
<p data-start="1183" data-end="1353">“Ada <em data-start="1362" data-end="1375">improvement</em> dan ikhtiar besar untuk terus meningkatkan kualitas. Kalau produktivitas dan kualitas bisa berseiring, kesejahteraan petani kopi pasti meningkat,” tegasnya.</p>
<p data-start="1536" data-end="1732">Selain soal kualitas, Khofifah juga menyoroti pentingnya transformasi teknologi pertanian agar produk kopi dan komoditas lain bisa memenuhi standar tinggi pasar internasional seperti Taiwan.</p>
<p data-start="1536" data-end="1732">“Pasar induk di Taiwan punya laboratorium besar yang bisa mendeteksi kandungan berbahaya dalam produk. Ini jadi inspirasi bagi kita untuk terus meningkatkan kualitas hidup dan mutu hasil pertanian,” tambahnya.</p>
<p data-start="1536" data-end="1732">Khofifah optimistis, jika produk kopi Jawa Timur terus dikembangkan dan diolah dengan inovasi, termasuk kombinasi dengan rempah-rempah, maka akan membuat pasar ekspor akan semakin luas.</p>
<p data-start="1536" data-end="1732">“Kalau kopi ini nanti diolah dengan rempah, market-nya besar sekali. Apalagi kalau bisa menembus Melbourne, karena Bondowoso itu Republik Kopi, dan Melbourne adalah Kota Kopi,” ujarnya.</p>
<p data-start="2313" data-end="2482">Sementara itu, Bupati Bondowoso Abdul Hamid Wahid menyebut ekspor kopi ke Taiwan sebagai hasil nyata kolaborasi antara pemerintah daerah, pelaku usaha, dan petani.</p>
<p data-start="2313" data-end="2482">“Bondowoso berhasil menjadi daerah penghasil kopi spesialti terbaik di Indonesia dengan keunikan geografis dan iklimnya. Ini memperkuat branding Bondowoso sebagai Republik Kopi,” katanya.</p>
<p data-start="2677" data-end="2809">Di sisi lain, Direktur Wijaya Coffee Gianto Wijaya Oe menyampaikan rencana pengembangan varietas baru dengan kualitas premium.</p>
<p data-start="2677" data-end="2809">“Kami akan mulai mengambil bibit kopi Geisha Panama yang merupakan kopi termahal di dunia, dengan harga lelang mencapai Rp500 juta per kilo. Ke depan, kami ingin meningkatkan nilai tambah dan standar produksi agar keuntungan dirasakan langsung oleh petani,” jelasnya.</p>
<p data-start="3084" data-end="3411">Sebagai informasi, Provinsi Jawa Timur memiliki lahan kopi seluas 122.623 hektare yang tersebar di Bondowoso, Jember, Banyuwangi, hingga Malang. Untuk jenis Arabika, luas tanam mencapai 10.133 hektare dengan produksi 5.235 ton, sedangkan Robusta mencapai 4.564 hektare dengan produksi 3.004 ton per tahun. <strong>(*)</strong></p>
<p data-start="3084" data-end="3411"><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Dari Lahan Kosong Jadi Ladang Edukasi, Dindik Jatim Bangun Sekolah Inovatif Ketahanan Pangan</title>
<link>https://suarajatimpost.com/dari-lahan-kosong-jadi-ladang-edukasi-dindik-jatim-bangun-sekolah-inovatif-ketahanan-pangan</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/dari-lahan-kosong-jadi-ladang-edukasi-dindik-jatim-bangun-sekolah-inovatif-ketahanan-pangan</guid>
<description><![CDATA[ Kepala Dindik Jatim Aries Agung Paewai mendorong sekolah memanfaatkan lahan tak produktif menjadi kebun edukasi produktif melalui program SIKAP, sebagai upaya memperkuat ketahanan pangan dan menumbuhkan semangat kewirausahaan siswa SMA-SMK di Jawa Timur. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202511/image_870x580_6905f0e9ba628.webp" length="101114" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sat, 01 Nov 2025 18:16:52 +0700</pubDate>
<dc:creator>Rizqi Ardian</dc:creator>
<media:keywords>pendidikan, sekolah, siswa, pelajar, bantuan, guru, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p data-start="840" data-end="1172"><strong>BONDOWOSO, SJP - </strong>Sekolah bukan hanya tempat menimba ilmu, tapi juga lahan tumbuhnya kemandirian dan kreativitas siswa. Gagasan itu kini diwujudkan oleh Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur melalui program Sekolah Inovatif Ketahanan Pangan (SIKAP), yang digagas untuk memperkuat ketahanan pangan di lingkungan pendidikan.</p>
<p data-start="1174" data-end="1462">Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur Aries Agung Paewai menjelaskan, program ini merupakan bagian dari inisiatif Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa dalam memperkuat ketahanan pangan, sejalan dengan Asta Cita Presiden Prabowo dan Nawa Bhakti Satya Pemprov Jatim.</p>
<p data-start="1464" data-end="1861">“Seluruh wilayah harus berperan dalam ketahanan pangan, termasuk lembaga pendidikan. Banyak sekolah, terutama SMA dan SMK, yang punya lahan luas tapi tidak produktif karena hanya jadi tempat buang sampah. Nah, sekarang kita ubah lahan itu jadi lahan produktif,” ujar Aries, Sabtu (1/11/2025), usai mendampingi Gubernur Khofifah meresmikan SMA Negeri 1 Tenggarang Bondowoso sebagai sekolah SIKAP.</p>
<p data-start="1863" data-end="2132">Menurut Aries, gerakan ini membawa dua manfaat besar bagi siswa, pembelajaran kontekstual dan penguatan jiwa kewirausahaan. Melalui kegiatan bercocok tanam, siswa tidak hanya belajar tentang pertanian, tetapi juga manajemen produksi dan pemasaran hasil panen.</p>
<p data-start="2134" data-end="2341">“Anak-anak diajarkan untuk siap berkompetisi di dunia kerja. Mereka belajar langsung, bersentuhan dengan kegiatan bercocok tanam, dan pelajarannya disesuaikan dengan kebutuhan laboratorium alam,” jelasnya.</p>
<p data-start="2343" data-end="2560">Aries menambahkan, sekolah-sekolah dengan jurusan pertanian, peternakan, atau perikanan memang sudah memiliki <em data-start="2453" data-end="2462">passion</em> di bidang ini. Namun, sekolah lain yang punya lahan kosong juga diarahkan agar lebih produktif.</p>
<p data-start="2562" data-end="2837">Beberapa sekolah bahkan sudah menjalin kerja sama dengan SPPG (Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi) untuk memenuhi kebutuhan bahan makanan makan bergizi gratis (MBG) yang tidak hanya bergantung pada pasar umum.</p>
<p data-start="2562" data-end="2837">“Kerja sama ini penting agar menu yang disajikan lebih variatif dan bergizi,” imbuhnya.</p>
<p data-start="2839" data-end="3084">Melalui program SIKAP, Dinas Pendidikan Jatim berharap setiap sekolah dapat menjadi pusat pembelajaran sekaligus laboratorium ketahanan pangan, di mana siswa belajar tidak hanya untuk nilai, tetapi juga untuk masa depan yang lebih mandiri. <strong>(*)</strong></p>
<p data-start="2839" data-end="3084"><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Khofifah Dorong Sekolah di Jawa Timur Jadi Pusat Inovasi Ketahanan Pangan</title>
<link>https://suarajatimpost.com/khofifah-dorong-sekolah-di-jawa-timur-jadi-pusat-inovasi-ketahanan-pangan</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/khofifah-dorong-sekolah-di-jawa-timur-jadi-pusat-inovasi-ketahanan-pangan</guid>
<description><![CDATA[ Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa menggagas program SIKAP (Sekolah Inovatif Ketahanan Pangan), mendorong sekolah menjadi laboratorium edukasi sekaligus penggerak ketahanan pangan melalui pemanfaatan lahan dan pengolahan sampah menjadi pupuk produktif. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202511/image_870x580_6905eb8f7d629.webp" length="83370" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sat, 01 Nov 2025 17:06:55 +0700</pubDate>
<dc:creator>Rizqi Ardian</dc:creator>
<media:keywords>pendidikan, sekolah, siswa, pelajar, bantuan, guru, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p data-start="625" data-end="830"><strong data-start="625" data-end="645">BONDOWOSO, SJP - </strong>Bagi Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, sekolah bukan sekadar tempat menimba ilmu di dalam kelas, tetapi juga lahan tumbuhnya kesadaran akan pentingnya ketahanan pangan.</p>
<p data-start="832" data-end="1124">Dalam ajang SMA Award baru-baru ini, Khofifah menggagas perubahan nama kategori <em>School Foodcare</em> menjadi SIKAP, akronim dari Sekolah Inovatif Ketahanan Pangan. Menurutnya, perubahan ini bukan sekadar istilah, melainkan semangat baru untuk membangun kemandirian pangan sejak dini.</p>
<p data-start="1126" data-end="1348">“Pada dasarnya <em data-start="1141" data-end="1158">School Foodcare</em> itu berbasis ketahanan pangan. Ini sejalan dengan Asta Cita Presiden Prabowo dan Wakil Presiden Mas Gibran, yang menempatkan ketahanan pangan sebagai prioritas nasional,” tutur Khofifah, usai meresmikan SMA Negeri 1 Tenggarang menjadi Sekolah Inovatif Ketahanan Pangan (SIKAP), Sabtu (1/11/2025).</p>
<p data-start="1350" data-end="1649">Ia mencontohkan bagaimana sekolah mampu mengubah lahan bekas tumpukan sampah menjadi kebun produktif. Sampah diolah menjadi pupuk, yang kemudian menyuburkan aneka tanaman buah dan sayur.</p>
<p data-start="1350" data-end="1649">“Inilah bentuk nyata pendidikan kontekstual. Sekolah bisa menjadi laboratorium edukasi bagi siswa,” tambah gubernur, usai memanen beberapa sayuran, seperti kangkung, bawan, terong dan ketela, yang berada tepat di belakang SMAN 1 Tenggarang, Bondowoso.</p>
<p data-start="1651" data-end="1904">Lebih jauh, Khofifah menegaskan bahwa jika hasil produksi pertanian sekolah sudah terukur dan berkelanjutan, bukan tidak mungkin sekolah menjadi pemasok kebutuhan pangan di lingkungan sekitar, seperti untuk program makan bergizi gratis yang dikelola oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).</p>
<p data-start="1906" data-end="2156">Ia juga mendorong seluruh sekolah di bawah naungan Pemprov Jawa Timur, khususnya SMA dan SMK, untuk memanfaatkan lahan yang ada. Bahkan, bagi sekolah yang tidak memiliki lahan, Khofifah menyarankan solusi sederhana seperti menanam dengan <em data-start="2144" data-end="2153">polybag</em>.</p>
<p data-start="2158" data-end="2338">“Yang kemarin saya lihat di Dampit luar biasa. SMA Negeri 1 Pandaan juga sangat inspiratif. SMA Tenggarang pun hebat, juara satu di SMA Award tingkat provinsi,” ujarnya bangga.</p>
<p data-start="2340" data-end="2551">Khofifah berharap, kolaborasi dengan Dinas Pertanian dapat memperkuat gerakan ini.</p>
<p data-start="2340" data-end="2551">“Saya ingin program Dinas Pertanian bisa diintegrasikan dengan sekolah-sekolah yang sudah menginisiasi SIKAP ini,” tuturnya.</p>
<p data-start="2553" data-end="2744">Dengan semangat SIKAP, Khofifah ingin setiap sekolah di Jawa Timur tak hanya melahirkan siswa cerdas secara akademik, tetapi juga tangguh menghadapi tantangan ketahanan pangan masa depan. <strong>(*)</strong></p>
<p data-start="2553" data-end="2744"><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Bondowoso Specialty Arabika Ijen Raung Tembus Pasar Dunia</title>
<link>https://suarajatimpost.com/bondowoso-specialty-arabika-ijen-raung-tembus-pasar-dunia</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/bondowoso-specialty-arabika-ijen-raung-tembus-pasar-dunia</guid>
<description><![CDATA[ Ekspor perdana 10 ton kopi specialty arabika asal Bondowoso menandai kebangkitan kopi lokal ke pasar dunia. Proses pemurnian enam tahap dan skor cupping tinggi menjadikan kopi ini diminati pembeli dari Jepang, Tiongkok, hingga Amerika Serikat. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202511/image_870x580_6905e92d5b7c6.webp" length="60048" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sat, 01 Nov 2025 16:07:40 +0700</pubDate>
<dc:creator>Rizqi Ardian</dc:creator>
<media:keywords>kopi, ekspor, ekonomi, bisnis, petani, pertanian, perkebunan, suarajatimpos</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>BONDOWOSO, SJP –</strong> Dari tangan-tangan petani di dataran tinggi Desa Rejoagung Kecamatan Sumberwringin, aroma harum kopi arabika khas Bondowoso kini perlahan menembus pasar dunia. </p>
<p>Hari ini, Sabtu (1/11/2025), menjadi tonggak bersejarah, di mana sebanyak 10 ton kopi specialty arabika diekspor ke luar negeri dan menandai babak baru perjalanan kopi Bondowoso menuju kancah internasional.</p>
<p>Giyanto Wijaya, Direktur Wijaya Coffee, tak bisa menyembunyikan kebanggaannya. Baginya, ekspor kali ini bukan sekadar pengiriman kopi, melainkan hasil dari kerja keras bertahun-tahun menjaga kualitas dari hulu hingga hilir.</p>
<p>“Memang benar, ini ekspor specialty pertama kami. Banyak yang sudah mengekspor arabika, tapi kopi specialty itu berbeda. Ada penilaian, ada skornya. Kalau nilainya di atas 80, baru disebut specialty coffee,” ujar Giyanto.</p>
<p>Menurutnya, kopi Bondowoso telah melalui proses panjang sebelum akhirnya lolos uji cupping di Taiwan dengan nilai 82,5. Bahkan, dalam tes terakhir mencapai skor 86,2. Sebuah capaian luar biasa untuk kopi lokal yang lahir dari lereng Gunung Ijen dan Raung.</p>
<p>Namun, capaian itu bukan datang dengan mudah. Giyanto menjelaskan, proses pascapanen menjadi kunci utama. Dari kebun, buah kopi harus benar-benar merah saat dipetik. Setelah itu melalui proses perendaman, penyortiran, fermentasi, hingga pemurnian yang bisa mencapai enam tahap.</p>
<p>“Dari awal, kami buang buah hitam atau yang mengapung. Hanya yang sempurna yang dipertahankan. Karena specialty coffee itu soal ketelitian dan konsistensi,” ujarnya.</p>
<p>Tak heran jika hasil akhirnya dihargai lebih tinggi. Sebagai perbandingan, jenis Geisha, yang skornya 96 hingga 98, bisa mencapai harga lebih dari Rp100 juta per kilogram. </p>
<p>Meski kopi Bondowoso belum sampai ke titik itu, potensinya terbuka lebar. Permintaan kini datang dari Tiongkok, Jepang, Korea, Thailand, hingga Amerika Serikat.</p>
<p>“Mereka bahkan sudah antre dan ingin kontrak langsung dengan petani, asal kualitas kita terjaga,” tutur Giyanto optimistis.</p>
<p><strong>Cita-Cita yang Dihidupkan Kembali</strong></p>
<p>Ketua DPRD Bondowoso, Ahmad Dhafir, ikut menyambut langkah besar ini. Ia menyebut, semangat menumbuhkan kembali kejayaan kopi Bondowoso adalah warisan dari program “Bondowoso Republik Kopi” yang dulu digagas oleh Bupati Amin Said Husni.</p>
<p>“Saya ingin semangat itu hidup lagi. Kopi Bondowoso harus benar-benar murni, bukan kopi luar yang sekadar dilabeli nama Bondowoso,” tegasnya.</p>
<p>Dhafir menambahkan, pihaknya ingin agar pengelolaan kopi dilakukan satu pintu agar lebih terarah, mulai dari hulu hingga hilir. Ia juga menegaskan bahwa pengembangan kopi ini harus murni berbasis ekonomi rakyat, bukan kepentingan politik.</p>
<p>“Yang paling penting bagi saya, bagaimana kita bisa memisahkan antara bisnis, sosial, dan politik. Kopi Bondowoso ini adalah kebanggaan kita bersama,” ujarnya.</p>
<p>Dengan ketinggian wilayah yang ideal, di atas 800 hingga 1000 meter dari permukaan laut, daerah Rejoagung menjadi surga bagi tanaman kopi arabika. Udara sejuk, tanah subur, dan kerja keras petani menjadi racikan sempurna bagi cita rasa kopi yang kini mulai dikenal dunia. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>
<p></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Begini Cara Samsat Bondowoso Permudah Bayar Pajak Kendaraan</title>
<link>https://suarajatimpost.com/begini-cara-samsat-bondowoso-permudah-bayar-pajak-kendaraan</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/begini-cara-samsat-bondowoso-permudah-bayar-pajak-kendaraan</guid>
<description><![CDATA[ Selain itu, mobil Samsat Keliling juga terus dioptimalkan untuk menjangkau wilayah pedesaan dan kecamatan. Layanan ini melayani pembayaran PKB, pengesahan STNK tahunan, dan SWDKLLJ. Namun, perpanjangan STNK lima tahunan tetap harus dilakukan di kantor Samsat. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202510/image_870x580_68ff7f7c2adfe.webp" length="48582" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 27 Oct 2025 22:25:25 +0700</pubDate>
<dc:creator>Rizqi Ardian</dc:creator>
<media:keywords>Polisi, lantas, Polres, Pospam, Posyan, Nataru, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>BONDOWOSO, SJP - </strong>Untuk memudahkan masyarakat membayar pajak kendaraan bermotor, Samsat Bondowoso terus memperluas layanan. Selain rutin menggelar Samsat Keliling (Satling), kini juga tersedia dua titik Payment Point baru di Kecamatan Wonosari dan Prajekan.</p>
<p>Baur STNK Samsat Bondowoso, Aiptu Dedy Setio, menjelaskan, layanan Payment Point berfungsi sebagai loket resmi pembayaran pajak kendaraan, pengesahan STNK tahunan, dan pembayaran SWDKLLJ.</p>
<p>“Dengan Payment Point, masyarakat tak perlu jauh-jauh datang ke kantor Samsat. Lokasinya kami pilih di tempat yang mudah dijangkau, seperti pusat keramaian di Prajekan dan Wonosari,” ujarnya, Senin (27/10/2025).</p>
<p>Selain itu, mobil Samsat Keliling juga terus dioptimalkan untuk menjangkau wilayah pedesaan dan kecamatan. Layanan ini melayani pembayaran PKB, pengesahan STNK tahunan, dan SWDKLLJ. Namun, perpanjangan STNK lima tahunan tetap harus dilakukan di kantor Samsat.</p>
<p>Dedy berharap, perluasan layanan ini dapat meningkatkan kepatuhan masyarakat dalam membayar pajak dan menumbuhkan kesadaran untuk tertib administrasi kendaraan.</p>
<p>“Program ini solusi agar pelayanan pajak makin cepat, efisien, dan dekat dengan masyarakat, dengan tetap mengedepankan prinsip ramah, senyum, sapa, sopan, dan santun,” pungkasnya.</p>
<p>Langkah tersebut sejalan dengan komitmen Pemerintah Provinsi Jawa Timur untuk menghadirkan pelayanan publik yang transparan dan mudah diakses oleh semua warga. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Efisiensi Anggaran, Insentif Guru Ngaji Bondowoso Tahun 2026 Terancam Berkurang</title>
<link>https://suarajatimpost.com/efisiensi-anggaran-insentif-guru-ngaji-bondowoso-tahun-2026-terancam-berkurang</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/efisiensi-anggaran-insentif-guru-ngaji-bondowoso-tahun-2026-terancam-berkurang</guid>
<description><![CDATA[ Efisiensi anggaran tahun 2026 membuat insentif bagi ribuan guru ngaji di Bondowoso terancam berkurang. Bagian Kesra hanya mendapat Rp9,7 miliar, jauh dari kebutuhan ideal untuk 5.865 penerima. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202510/image_870x580_68ff7e298e26b.webp" length="18342" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 27 Oct 2025 21:16:37 +0700</pubDate>
<dc:creator>Rizqi Ardian</dc:creator>
<media:keywords>guru ngaji, Kesra, hibah, pemkab, insentif, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p data-start="229" data-end="427"><strong>BONDOWOSO, SJP – </strong>Di tengah efisiensi anggaran yang selalu digaungkan oleh pemerintah pusat, Pemerintah Kabupaten Bondowoso dituntut untuk benar-benar menggunakan anggaran sesuai peruntukannya.</p>
<p data-start="429" data-end="635">Tahun 2026 mendatang, nampaknya akan ada efisiensi anggaran untuk insentif guru ngaji di Bumi Ki Ronggo. Pasalnya, total anggaran di Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) hanya berada di angka Rp9,7 miliar.</p>
<p data-start="637" data-end="857">Jika dibandingkan dengan kebutuhan insentif bagi 5.865 guru ngaji dengan alokasi Rp1,8 juta per orang, maka total anggaran Bagian Kesra jelas tidak mencukupi, itu pun belum termasuk kebutuhan operasional dan kegiatan lainnya.</p>
<p data-start="859" data-end="1044">Hal itu disampaikan oleh Kepala Bagian Kesra, Royhan Muktafi Billah, saat dikonfirmasi pada Senin (27/10/2025) usai mengenalkan aplikasi Rumahkesra di Aula Sabha Bina Praja I.</p>
<p data-start="859" data-end="1044">“Misalnya, kalau jumlahnya tetap di angka 5.865 orang, maka anggaran kami untuk guru ngaji saja (tahun 2026) sudah cukup berat, karena total anggaran tahun depan hanya sekitar Rp9,7 miliar,” ungkapnya.</p>
<p data-start="1253" data-end="1515">Royhan juga berharap jumlah penerima dan besaran insentif dapat tetap dipertahankan seperti tahun 2025. Namun, melalui aplikasi Rumahkesra, akan dilakukan verifikasi faktual terhadap penerima maupun jumlah santri menggunakan Nomor Induk Kependudukan (NIK).</p>
<p data-start="1253" data-end="1515">“Jadi, kemungkinan nanti akan ada penyesuaian, baik pada jumlah guru ngajinya maupun pada nominal insentifnya,” terang Royhan.</p>
<p data-start="1253" data-end="1515">Ia menjelaskan, proses verifikasi faktual guru ngaji dan jumlah santri akan melibatkan berbagai pihak, salah satunya Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) di Kabupaten Bondowoso.</p>
<p data-start="1253" data-end="1515">“Jika ada yang jumlah santrinya tidak sampai sepuluh, maka secara otomatis bukan berarti tidak berhak disebut guru ngaji, tetapi tidak berhak untuk mendapatkan insentif guru ngaji dari pemerintah daerah,” tandasnya.</p>
<p data-start="2063" data-end="2405">Seperti diketahui, pada tahun 2026, jumlah Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Bondowoso turun menjadi Rp1,8 triliun. Selain itu, dana transfer ke daerah (TKD) juga mengalami pemangkasan sebesar Rp60 miliar, dan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) turun hingga 50 persen, tersisa hanya Rp34 miliar. <strong>(*)</strong></p>
<p data-start="2063" data-end="2405"><strong>Editor: Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Ini Cara Mencegah Penyimpangan Insentif Guru Ngaji di Bondowoso</title>
<link>https://suarajatimpost.com/ini-cara-mencegah-penyimpangan-insentif-guru-ngaji-di-bondowoso</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/ini-cara-mencegah-penyimpangan-insentif-guru-ngaji-di-bondowoso</guid>
<description><![CDATA[ Pemkab Bondowoso melalui Bagian Kesra meluncurkan aplikasi Rumahkesra guna mencegah penyimpangan insentif guru ngaji. Sistem berbasis NIK ini memastikan data penerima transparan, akurat, dan bebas double counting demi tata kelola bantuan yang lebih baik. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202510/image_870x580_68ff338e32e4e.webp" length="14604" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 27 Oct 2025 17:32:15 +0700</pubDate>
<dc:creator>Rizqi Ardian</dc:creator>
<media:keywords>guru ngaji, Kesra, hibah, pemkab, insentif, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p data-start="231" data-end="506"><strong>BONDOWOSO, SJP –</strong> Efisiensi anggaran dan turunnya Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Bondowoso pada tahun 2026 mendatang, membuat semua Organisasi Perangkat Daerah (OPD) berpikir keras dan memutar otak untuk menggunakan anggaran sesuai peruntukannya.</p>
<p data-start="508" data-end="753">Terutama dalam mengalokasikan anggaran hibah dan bantuan yang langsung menyentuh masyarakat, seperti insentif guru ngaji sebesar Rp1,8 juta per orang bagi 5.865 penerima. Dalam setahun, insentif ini menghabiskan anggaran hingga Rp10,557 miliar.</p>
<p data-start="755" data-end="1015">Oleh karena itu, Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Sekretariat Daerah (Setda) Kabupaten Bondowoso, Royhan Muktafi Billah berupaya mengantisipasi dan mencegah segala bentuk penyimpangan dalam penyaluran insentif guru ngaji tersebut.</p>
<p data-start="1017" data-end="1273">Salah satu langkahnya adalah dengan meluncurkan aplikasi Rumahkesra, yang nantinya akan menjadi gudang data penerima insentif guru ngaji, lengkap dengan nama dan Nomor Induk Kependudukan (NIK) santri yang belajar di musala tempat guru ngaji mengajar.</p>
<p data-start="1017" data-end="1273">“Rumahkesra ini merupakan singkatan dari Resolusi Manajemen Hibah. Melalui sistem tersebut, kita bisa meminimalisasi terjadinya <em data-start="1407" data-end="1424">double counting</em> dalam penyaluran insentif guru ngaji,” kata Royhan saat dikonfirmasi, Senin (27/10/2025).</p>
<p data-start="1518" data-end="1716">Melalui aplikasi ini, lanjut Royhan, guru ngaji di Bondowoso tidak bisa memanipulasi jumlah santri, karena semuanya akan didata <em data-start="1646" data-end="1666">by name by address</em> sesuai dengan dokumen kependudukan seperti NIK.</p>
<p data-start="1518" data-end="1716">“Melalui sistem ini nantinya tidak akan ada lagi santri yang sama tercatat dalam data guru ngaji lain. Kalau datanya sudah menggunakan NIK, tentu tidak mungkin satu orang santri terdaftar di dua guru ngaji berbeda,” ungkapnya.</p>
<p data-start="1518" data-end="1716">Selain itu, sistem ini juga akan membentuk <em data-start="1993" data-end="2003">database</em> calon penerima yang lebih lengkap. Data tersebut akan disinkronkan dengan data dari Kementerian Agama (Kemenag).</p>
<p data-start="1518" data-end="1716"><strong>Berawal dari Temuan dan Rekomendasi KPK</strong></p>
<p data-start="2174" data-end="2438">Sistem yang dibangun oleh Bagian Kesra Bondowoso ini ternyata berawal dari temuan sebelum Royhan menjabat sebagai Kabag Kesra. Bahkan, sistem tersebut juga merupakan tindak lanjut dari rekomendasi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait penggunaan dana hibah.</p>
<p data-start="2174" data-end="2438">“Saat saya masih di kecamatan, memang sempat ada kasus di mana yang bukan guru ngaji didaftarkan sebagai guru ngaji. Jadi langkah kami ini lebih ke pencegahan agar hal serupa tidak terulang,” tegas Royhan.</p>
<p data-start="2651" data-end="2873">Kabag Kesra mengakui, hingga kini belum ditemukan penyimpangan baru. Namun, ia menduga pola permainan dengan sistem lama masih cukup kuat. Karena itu, pihaknya berupaya menata ulang sistem administrasi agar lebih tertib.</p>
<p data-start="2651" data-end="2873">“Awalnya hanya memasukkan nama tanpa verifikasi NIK. Padahal nama tersebut bisa saja berbeda orang tapi tercatat sama. Kami selama ini mempercayakan data dari desa dan kecamatan, namun untuk memperkuat bukti administrasi, semua harus tertulis dan terverifikasi,” tegasnya.</p>
<p data-start="2651" data-end="2873">Royhan juga menambahkan, hasil audiensi dengan KPK menghasilkan rekomendasi agar sistem administrasi hibah benar-benar tertata, transparan, dan tepat sasaran.</p>
<p data-start="2651" data-end="2873">“Kami juga sudah bersurat untuk mendapatkan akses data NIK, agar nanti cukup dengan memasukkan NIK, nama penerima bisa langsung muncul. Mungkin nanti akan kami simulasikan penggunaannya,” ujarnya.</p>
<p data-start="3517" data-end="3689">Kabag Kesra menegaskan, aplikasi ini bukan bentuk kecurigaan terhadap guru ngaji, melainkan langkah kolaboratif untuk menata sistem penyaluran insentif dengan lebih baik.</p>
<p data-start="3517" data-end="3689">“Kami tidak ingin sistem ini menimbulkan kesan adanya pengawasan yang saling mencurigai. Kami ingin membangun kerja tim antara kecamatan dan kabupaten. Tidak ada yang mengawasi atau diawasi, semua bekerja bersama agar tata kelola bantuan di Bondowoso semakin baik,” pungkasnya. <strong>(*)</strong></p>
<p data-start="3517" data-end="3689"><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Rahasia Awet Muda dan Cantik yang Tersaji di Cangkir Kopi</title>
<link>https://suarajatimpost.com/rahasia-awet-muda-dan-cantik-yang-tersaji-di-cangkir-kopi</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/rahasia-awet-muda-dan-cantik-yang-tersaji-di-cangkir-kopi</guid>
<description><![CDATA[ Minum kopi tak hanya bikin semangat, tapi juga membantu wanita tampil awet muda! Temukan manfaat kopi untuk kesehatan kulit, energi, dan mood—plus tips minum kopi yang sehat agar cantik dan bugar lebih lama. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202510/image_870x580_68febd6b27948.webp" length="24016" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 27 Oct 2025 09:04:25 +0700</pubDate>
<dc:creator>Rizqi Ardian</dc:creator>
<media:keywords>lifestyle, rekomendasi, membaca, literasi, buku, suarajatimpost, bisnis, otomotif, teknologi</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p data-start="314" data-end="563"><strong>SUARAJTAIMPOST.COM - </strong>Pagi hari rasanya belum lengkap tanpa aroma kopi yang menguar dari cangkir hangat. Bukan hanya karena rasanya yang khas dan menenangkan, tapi juga karena secangkir kopi mampu memberi suntikan semangat sebelum memulai aktivitas.</p>
<p data-start="565" data-end="825">Namun tahukah kamu, selain bikin melek dan fokus, kopi ternyata punya “rahasia cantik” yang bisa bantu kamu tampak lebih muda dan sehat lebih lama? Ya, ternyata minum kopi secara bijak bisa menjadi <em data-start="763" data-end="782">anti-aging ritual</em> sederhana yang manfaatnya luar biasa</p>
<h3 data-start="536" data-end="574"><span style="font-size: 14px;">Kopi, Teman Setia Wanita Modern</span></h3>
<p data-start="575" data-end="871">Bagi wanita yang suka ngopi, pagi tanpa kopi terasa hampa. Aroma khas yang menenangkan dan rasa pahit-manisnya jadi pengantar sempurna untuk memulai hari. Tapi siapa sangka, di balik kenikmatannya, kopi juga menyimpan rahasia kecantikan alami yang bisa membuat kamu tampak lebih muda dan sehat lebih lama?</p>
<p data-start="873" data-end="1132">Kopi mengandung berbagai senyawa aktif, salah satunya antioksidan tinggi yang bekerja melawan penuaan dini. Bila dikonsumsi dengan cara yang benar, kopi bisa jadi <em data-start="1040" data-end="1055">beauty ritual</em> alami untuk menjaga kulit tetap segar, pikiran fokus, dan tubuh berenergi.</p>
<p data-start="873" data-end="1132"><strong>Antioksidan Kopi: Perisai Kulit dari Penuaan Dini</strong></p>
<p data-start="1195" data-end="1434">Salah satu kandungan terbaik dalam kopi adalah polifenol, sejenis antioksidan yang melindungi sel tubuh dari radikal bebas. Radikal bebas inilah yang sering menjadi penyebab kulit cepat kusam, munculnya garis halus, dan keriput dini.</p>
<p data-start="1436" data-end="1648">Dengan meminum kopi dalam batas wajar, kamu membantu tubuh melawan stres oksidatif yang mempercepat proses penuaan. Hasilnya, kulit tampak lebih cerah, sehat, dan kenyal alami, bahkan tanpa perawatan mahal!</p>
<p data-start="1436" data-end="1648"><strong>Energi Positif yang Memancar ke Seluruh Tubuh</strong></p>
<p data-start="1708" data-end="2033">Kafein dalam kopi memberikan dorongan energi yang lembut namun efektif. Tubuh terasa lebih segar, otak lebih fokus, dan mood meningkat.</p>
<p data-start="1708" data-end="2033">Bagi wanita yang aktif, energi positif ini membantu tetap produktif sepanjang hari dan aktivitas fisik inilah yang menjaga sirkulasi darah lancar, sehingga kulit tampak lebih bercahaya.</p>
<p data-start="1708" data-end="2033">“Wanita yang bahagia dan aktif selalu tampak muda, karena semangat hidup mereka memancar dari dalam,” begitu kata pepatah modern yang sangat cocok untuk para penikmat kopi.</p>
<p data-start="1708" data-end="2033"><strong>Kopi dan Rahasia Umur Panjang</strong></p>
<p data-start="2257" data-end="2662">Penelitian dari <em data-start="2273" data-end="2302">Annals of Internal Medicine</em> menunjukkan, orang yang rutin minum satu hingga tiga cangkir kopi per hari memiliki risiko lebih rendah terkena penyakit kronis seperti jantung, diabetes tipe 2, dan stroke.</p>
<p data-start="2257" data-end="2662">Ketika tubuh bebas dari penyakit kronis, proses penuaan melambat secara alami. Tak heran jika mereka yang rutin menikmati kopi terlihat lebih sehat, bugar, dan awet muda lebih lama.</p>
<p data-start="2257" data-end="2662"><strong>Berapa Banyak Kopi yang Aman?</strong></p>
<p data-start="2705" data-end="3066">Menurut <em data-start="2713" data-end="2726">Mayo Clinic</em>, batas aman konsumsi kopi bagi orang dewasa yang sehat adalah maksimal 400 miligram kafein per hari, sekitar empat cangkir kopi.</p>
<p data-start="2705" data-end="3066">Namun, setiap tubuh punya toleransi berbeda terhadap kafein. Jika kamu sensitif atau sedang hamil, sebaiknya kurangi porsi dan hindari tambahan gula berlebih atau krim yang justru bisa menambah kalori.</p>
<p data-start="2705" data-end="3066"><strong>Me Time yang Penuh Manfaat</strong></p>
<p data-start="3107" data-end="3344">Selain manfaat kesehatan, minum kopi juga bisa menjadi momen relaksasi yang berharga. Duduk santai di pagi hari sambil menikmati kopi hangat memberi kesempatan bagi pikiran untuk menenangkan diri dan memulai hari dengan energi positif.</p>
<p data-start="3107" data-end="3344">Kebiasaan kecil ini bukan hanya menyehatkan tubuh, tapi juga menyeimbangkan emosi, kombinasi sempurna untuk menjaga awet muda dari dalam.</p>
<p data-start="3107" data-end="3344"><strong>Awet Muda Itu Nikmat yang Bisa Diseduh</strong></p>
<p data-start="3551" data-end="3876">Jadi, kalau kamu ingin tampil segar, sehat, dan awet muda, mulailah dari hal sederhana: segelas kopi setiap pagi.</p>
<p data-start="3551" data-end="3876">Nikmati aromanya, rasakan manfaatnya, dan biarkan antioksidannya bekerja menjaga pesonamu. Karena sejatinya, cantik dan muda itu bukan soal usia, tapi soal energi positif dan cara menikmati hidup. <strong>(**)</strong></p>
<p data-start="3551" data-end="3876"><strong>Editor : Rizqi Ardian<br>Sumber: </strong><em>Hellosehat</em></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Duta Golkar Bondowoso 2025, Cetak Generasi Muda Cerdas Berkarakter yang Tak Apatis Politik</title>
<link>https://suarajatimpost.com/duta-golkar-bondowoso-2025-cetak-generasi-muda-cerdas-berkarakter-yang-tak-apatis-politik</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/duta-golkar-bondowoso-2025-cetak-generasi-muda-cerdas-berkarakter-yang-tak-apatis-politik</guid>
<description><![CDATA[ Bupati Bondowoso Abdul Hamid Wahid mengajak finalis Duta Golkar 2025 menjadi duta pembangunan daerah. Ketua DPD Golkar Ady Kriesna menegaskan ajang ini sebagai ruang mengasah potensi generasi muda sekaligus pendidikan politik agar tidak apatis terhadap pemerintahan. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202510/image_870x580_68feb8d1cc980.webp" length="37776" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 27 Oct 2025 08:09:24 +0700</pubDate>
<dc:creator>Rizqi Ardian</dc:creator>
<media:keywords>duta golkar, politik, pemuda, pembangunan, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p data-start="352" data-end="595"><strong>BONDOWOSO, SJP -</strong> Bupati Bondowoso, Abdul Hamid Wahid, melalui Asisten II Setdakab Bondowoso Abdurrahman, mengajak para finalis Duta Golkar Bondowoso 2025 untuk menjadi agen perubahan dan berperan aktif dalam pembangunan daerah.</p>
<p data-start="597" data-end="736">Hal itu disampaikan dalam sambutannya pada Grand Final Duta Golkar Bondowoso 2025 yang digelar GOR Pelita, Minggu malam (26/10/2025).</p>
<p data-start="738" data-end="949">Menurut Abdurrahman, menyampaikan pesan bupati, ajang pemilihan Duta Golkar bukan sekadar kontes kecantikan atau kepintaran, melainkan wadah untuk menampilkan generasi muda yang cerdas, berkarakter, dan siap menjadi motor penggerak daerah.</p>
<p data-start="738" data-end="949">“Malam ini bukan sekadar panggung kontes kecantikan atau kepintaran biasa. Ini adalah panggung etalase harapan bahwa Bondowoso punya generasi muda yang lengkap, cerdas, berkarakter, dan siap menjadi motor penggerak daerah,” ujar Abdurrahman membacakan sambutan Bupati.</p>
<p data-start="1224" data-end="1491">Dalam kesempatan itu, ia juga menegaskan bahwa Bondowoso kini dikenal sebagai 'Kota Inovasi', berkat berbagai program unggulan seperti SIBUBA untuk menekan angka kematian ibu, serta pengembangan pertanian modern dan pariwisata berbasis kearifan lokal.</p>
<p data-start="1493" data-end="1632">Ia menekankan agar para duta yang terpilih mampu menjadi “jembatan inovasi” dan garda terdepan dalam membawa semangat pembangunan daerah.</p>
<p data-start="1493" data-end="1632">“Siapa pun yang terpilih malam ini, Anda bukan hanya Duta Partai, tapi Anda adalah Duta Pembangunan Bondowoso!,” tegasnya.</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202510/image_870x_68feccc90df35.webp" alt=""></p>
<p data-start="1763" data-end="1988">Sementara itu, Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Bondowoso, Ady Kriesna, menjelaskan bahwa ajang Duta Golkar diadakan setiap dua tahun sekali sebagai wadah seleksi dan pengembangan potensi generasi muda Bondowoso.</p>
<p data-start="1763" data-end="1988">“Setiap dua tahun sekali kami mengadakan ajang Duta Golkar sebagai media untuk mengasah potensi generasi muda Bondowoso agar mereka memiliki ruang menyalurkan minat dan bakatnya,” ujar Kriesna.</p>
<p data-start="2185" data-end="2471">Ia menyebut, setelah ajang grand final, sebanyak 20 finalis yang terpilih akan menjadi Duta Golkar selama dua tahun. Mereka berhak mendapatkan berbagai fasilitas pembinaan dari partai, mulai dari pelatihan public speaking, grooming, hingga pendampingan karier sesuai minatnya.</p>
<p data-start="2185" data-end="2471">“Selama dua tahun, para finalis boleh meminta fasilitas pengembangan diri, bukan uang saku, tapi pelatihan dan pendampingan. Kalau mereka ingin belajar public speaking atau pelatihan lainnya, Golkar akan memfasilitasi sepenuh tenaga,” tambahnya.</p>
<p data-start="2725" data-end="2856">Selain itu, dua pemenang utama, kategori laki-laki dan perempuan, akan menerima beasiswa pendidikan selama masa jabatan mereka.</p>
<p data-start="2858" data-end="2996">Lebih jauh, Wakil Ketua DPRD ini juga menilai, kegiatan ini juga menjadi sarana pendidikan politik bagi generasi muda agar tidak apatis terhadap dunia politik.</p>
<p data-start="2858" data-end="2996">“Kita ingin anak muda tahu bahwa politik itu baik. Politik adalah cara untuk mensejahterakan rakyat, yang tidak baik itu perilakunya. Dua puluh tahun mendatang, wajah Bondowoso akan ditentukan oleh anak muda,” jelasnya.</p>
<p data-start="3223" data-end="3378">Kriesna berharap, melalui ajang Duta Golkar, generasi muda dapat berperan aktif dalam menentukan arah politik, sosial, dan ekonomi Bondowoso di masa depan.</p>
<p data-start="3223" data-end="3378">“Kami berharap anak-anak muda tidak antipati terhadap politik, tetapi justru ikut menentukan laju politik itu sendiri,” pungkasnya.</p>
<p data-start="3517" data-end="3693">Acara Grand Final Duta Golkar Bondowoso 2025 berlangsung meriah dan dihadiri oleh jajaran pengurus DPD Partai Golkar, kader, serta masyarakat yang memenuhi lokasi kegiatan. Terpilih sebagai Duta Golkar 2025, yakni Aji Domas Darmawan dan Dilla Febriani BR Ginting. <strong>(*)</strong></p>
<p data-start="3517" data-end="3693"><strong>Editor: Rizqi Ardian </strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Jaka Sopan Bondowoso Jadi Sarana Tumbuhkan Nasionalisme dan Kemandirian Bangsa</title>
<link>https://suarajatimpost.com/jaka-sopan-bondowoso-jadi-sarana-tumbuhkan-nasionalisme-dan-kemandirian-bangsa</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/jaka-sopan-bondowoso-jadi-sarana-tumbuhkan-nasionalisme-dan-kemandirian-bangsa</guid>
<description><![CDATA[ Dari jalan kaki sederhana, Jaka Sopan menjelma menjadi gerakan yang mengikat semangat warga Bondowoso, mengajarkan sopan santun, menumbuhkan semangat kebersamaan, sekaligus menyalakan semangat nasionalisme dan kemandirian. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202510/image_870x580_68fddfd593b85.webp" length="31830" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sun, 26 Oct 2025 19:01:02 +0700</pubDate>
<dc:creator>Rizqi Ardian</dc:creator>
<media:keywords>Jaka sopan, moral, jalan kaki, kesehatan, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>BONDOWOSO, SJP –</strong> Ribuan warga tampak memenuhi jalanan sepanjang 7 kilometer, pada Ahad (26/10/2025) pagi. Mereka mengikuti gerak jalan santai bertajuk Jaka Sopan (Jalan Kaki Bondowoso - Dadapan), yang digelar Pondok Pesantren Al-Ishlah Bondowoso di bawah pimpinan KH Toha Yusuf Zakaria.</p>
<p>Kegiatan yang telah memasuki tahun ke-8 ini menjadi ajang tahunan penuh makna, bukan sekadar olahraga bersama. Sejak digagas oleh almarhum KH Ma’sum, Jaka Sopan konsisten membawa pesan moral dan sosial, yakni menjaga kesehatan, mempererat silaturahmi, serta mengenang jasa para pahlawan bangsa.</p>
<p>Jaka Sopan merupakan sebuah puncak beberapa hari istimewa. Di antaranya, HUT ke-80 TNI, Hari Santri Nasional, Hari Sumpah Pemuda, Hari Pahlawan dan Peringatan Tragedi Gerbong Maut.</p>
<p>“Tujuannya adalah sehat, memelihara silaturahmi, sekaligus menyemangati dan mengingat jasa-jasa para pahlawan yang telah berjuang untuk kemerdekaan,” ujar Jenderal TNI (Purn) Agus Sutomo, Direktur Utama PT Agrinas Palma Nusantara, yang turut hadir dan berpartisipasi dalam kegiatan tersebut.</p>
<p>Ia menambahkan, momentum Jaka Sopan juga menjadi pengingat pentingnya kemandirian bangsa. Maka dari itu, Agus Sutomo menyinggung soal PT Agrinas Palma Nusantara yang mengelola lahan-lahan sawit dari aset-aset negara yang telah diambil alih kembali. </p>
<p>“Dulu lahan-lahan itu dikelola oleh kelompok-kelompok pemilik yang tidak disiplin, dan sekarang dikembalikan kepada negara untuk diolah demi kepentingan rakyat,” tegasnya di Pondok Pesantren Al Islah Desa Dadapan Kecamatan Grujugan.</p>
<p>“Kami di PT Agrinas Palma Nusantara mengelola kembali lahan-lahan sawit yang merupakan aset negara untuk kepentingan rakyat. Tujuannya untuk meningkatkan pendapatan negara, mewujudkan kemandirian energi, serta membuka lapangan kerja baru,” imbuhnya.</p>
<p>Menurut Direktur Utama PT Agrinas Palma Nusantara ini, Jaka Sopan sejalan dengan semangat nasionalisme dan pemberdayaan ekonomi rakyat, yang juga temasuk dalam program nasional dari Presiden RI, Prabowo Subianto.</p>
<p>“Kami juga mendapat tugas memelihara ternak sapi untuk pasokan daging nasional, bekerja sama dengan berbagai pihak, termasuk Bulog,” tambahnya.</p>
<p>Sementara itu, bagi masyarakat Bondowoso, Jaka Sopan bukan hanya tentang langkah kaki, tapi juga langkah kebersamaan. Seperti yang dirasakan oleh Ayu Agustina, warga Kelurahan Tamansari, Kecamatan Bondowoso.</p>
<p>“Saya ikut setiap tahun karena suasananya selalu menyenangkan. Bisa jalan bareng keluarga, sambil dapat pesan-pesan bagus tentang adab dan kesehatan. Apalagi tahun ini hadiahnya banyak, tapi yang paling penting itu kebersamaannya. Rasanya Bondowoso jadi hidup dan kompak,” ungkapnya. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Jaka Sopan, Gerakan Moral dari Bondowoso yang Menyapa Puluhan Ribu Warga</title>
<link>https://suarajatimpost.com/jaka-sopan-gerakan-moral-dari-bondowoso-yang-menyapa-puluhan-ribu-warga</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/jaka-sopan-gerakan-moral-dari-bondowoso-yang-menyapa-puluhan-ribu-warga</guid>
<description><![CDATA[ Melalui Jaka Sopan, Pondok Pesantren Al-Ishlah ingin menanamkan pesan sederhana, untuk menjadikan pemuda yang sopan, beradab, sehat, dan bermanfaat bagi sesama. Sebuah langkah kecil yang perlahan membawa Bondowoso menapaki jejak besar, dari jalan kaki menuju perubahan karakter bangsa. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202510/image_870x580_68fdfd7c630b4.webp" length="105578" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sun, 26 Oct 2025 16:39:26 +0700</pubDate>
<dc:creator>Rizqi Ardian</dc:creator>
<media:keywords>Jaka sopan, moral, jalan kaki, kesehatan, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>BONDOWOSO, SJP –</strong> Di tengah hiruk pikuk kehidupan modern yang sering melunturkan nilai-nilai sopan santun, sebuah gerakan sederhana namun bermakna lahir dari Pondok Pesantren Al-Ishlah Bondowoso. Namanya Jaka Sopan, singkatan dari ‘Jalan Kaki Bondowoso – Dadapan’.</p>
<p>Meski terkesan ringan, kegiatan ini mampu menarik perhatian luar biasa. Bahkan, sejak pertama kali digelar 2018 silam, setiap tahun tokoh-tokoh nasional hadir ikut serta. Kini, di tahun ke 8, Jaka Sopan diikuti sekira 50 ribu peserta.</p>
<p>Adapun tokoh yang ikut menyemarakkan Jaka Sopan, di antaranya, Mantan Menteri Kehutanan RI yang merupakan adik Presiden Prabowo Subianto, yakni Hashim Djojohadikusumo, ikut hadir pada tahun 2019 silam.</p>
<p>Kemudian tahun 2023, Wakil Ketua Umum Partai Gelombang Rakyat (Gelora) Indonesia, Fahri Hamzah. Setahun kemudian, tahun 2024, ada Kepala Pusat Data dan Informasi Pangan NFA Kelik Budiana.</p>
<p>Saat ini, di tahun 2025, Direktur Utama PT Agrinas Palma Nusantara, Jenderal TNI (Purn) Agus Sutomo hadir ikut berjalan kaki, bersama puluhan ribu peserta dari berbagai kalangan. </p>
<p>KH Thoha Yusuf Zakaria, Pimpinan Ponpes Al Islah, Desa Dadapan Kecamatan Grujugan menerangkan, 50 ribu peserta yang ikut meramaikan Jaka Sopan berasal dari berbagai daerah dan kalangan.Mulai dari santri, pengurus pondok, pelajar se-Kabupaten Bondowoso, hingga masyarakat umum.</p>
<p>Bagi Al-Ishlah, Jaka Sopan bukan sekadar kegiatan jalan santai tahunan. Ia membawa pesan moral yang dalam untuk membentuk generasi muda berkarakter dan beradab. </p>
<p>“Kita ingin anak-anak muda memiliki sopan santun, adab, akhlak, dan budi pekerti. Bagaimana mereka beradab kepada orang tua, guru, yang lebih tua, pemimpin, maupun kepada sesama,” ungkapnya, Ahad (26/10/2025).</p>
<p>Nama Jaka Sopan, kata Kiai Toha, lahir dari kata ‘Jaka’ yang berarti pemuda, ‘Sopan’ berarti beradab. Namun, karena momennya bertepatan dengan kegiatan jalan kaki, istilah ini menjadi semakin menarik, yang bermakna, pemuda sopan yang berjalan untuk kebaikan, dari Bondowoso menuju Dadapan.</p>
<p>Menariknya, sejak pertama kali digelar, kegiatan ini selalu dihadiri tokoh-tokoh nasional, termasuk adik dari Presiden Republik Indonesia. </p>
<p>“Kita ingin menghadirkan Bondowoso ke kancah nasional dan internasional. Pondok Pesantren Al-Ishlah harus memberi manfaat bagi masyarakat luas,” tambah KH Thoha Yusuf Zakaria.</p>
<p>Selain mengajarkan nilai moral, Jaka Sopan juga mengusung gaya hidup sehat. Di Al-Ishlah, ada berbagai komunitas olahraga seperti Perjaka (Perhimpunan Jalan Kaki) dan Gadis (Gerakan Anti Disease), sebuah gerakan perempuan muda agar rajin berolahraga dan terhindar dari penyakit.</p>
<p>“Setiap pekan, mereka berolahraga bersama. Namun, Jaka Sopan menjadi puncak kegiatan tahunan yang paling ditunggu. Selain penuh makna, hadiah yang ditawarkan juga menarik. Ada televisi, sepeda gunung, sepeda listrik, kulkas, kipas angin, cat, dan hadiah utama berupa umrah untuk sebelas orang pemenang,” tandasnya. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Lapas Bondowoso Pertahankan Status Bebas Narkoba, Hasil Tes Urine Seluruh Warga Binaan Negatif</title>
<link>https://suarajatimpost.com/lapas-bondowoso-pertahankan-status-bebas-narkoba-hasil-tes-urine-seluruh-warga-binaan-negatif</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/lapas-bondowoso-pertahankan-status-bebas-narkoba-hasil-tes-urine-seluruh-warga-binaan-negatif</guid>
<description><![CDATA[ Razia gabungan malam Ahad di Lapas Bondowoso tak temukan narkoba. Kepala Lapas Nunus Ananto pastikan sinergi aparat terus diperkuat. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202510/image_870x580_68fdb5365958a.webp" length="21224" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sun, 26 Oct 2025 09:56:09 +0700</pubDate>
<dc:creator>Rizqi Ardian</dc:creator>
<media:keywords>Lapas, Kemenkumham, narapidana, tato, warga binaan, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p data-start="352" data-end="664"><strong>BONDOWOSO, SJP -</strong> Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Bondowoso kembali menunjukkan komitmennya dalam memerangi peredaran narkotika di dalam lembaga pemasyarakatan. Dalam operasi gabungan yang digelar pada Sabtu malam (25/10/2025), seluruh warga binaan dinyatakan negatif dari hasil tes urine.</p>
<p data-start="666" data-end="978">Kegiatan tersebut melibatkan jajaran TNI, Polri, dan Brimob, serta dilaksanakan atas instruksi langsung dari <span>Agus Andrianto saat ini menjabat sebagai Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, </span>dan Direktur Jenderal Pemasyarakatan, Jenderal Mashudi, sebagai bagian dari operasi nasional pencegahan narkotika di seluruh Indonesia.</p>
<p data-start="666" data-end="978">“Alhamdulillah, malam ini kita bisa melaksanakan operasi gabungan dengan lancar. Dari hasil tes urine, seluruh warga binaan dinyatakan negatif narkotika,” ujar Kepala Lapas Kelas IIB Bondowoso, Nunus Ananto, saat dikonfirmasi pada Ahad (26/10/2025).</p>
<p data-start="1237" data-end="1568">Dalam operasi tersebut, petugas gabungan juga melakukan razia di blok hunian untuk memastikan tidak ada barang terlarang beredar di dalam Lapas. Dari hasil pemeriksaan, tidak ditemukan narkotika. Namun, petugas menemukan beberapa barang yang dilarang, seperti alat tajam rakitan yang dibuat dari sendok dan bekas korek api.</p>
<p data-start="1237" data-end="1568">“Temuan paling signifikan hanyalah skin yang terbuat dari bahan sendok dan bekas korek api. Tidak ditemukan narkoba sama sekali. Semua barang yang disita sudah diamankan untuk penertiban lebih lanjut,” jelas Nunus.</p>
<p data-start="1237" data-end="1568">Nunus menegaskan, operasi ini menjadi bukti nyata sinergi antara Lapas, TNI, dan Polri dalam menjaga lingkungan pemasyarakatan yang aman dan bersih dari narkoba. Ia juga memastikan kegiatan serupa akan terus dilakukan secara rutin dan berkelanjutan.</p>
<p data-start="1237" data-end="1568">“Kami berkomitmen mempertahankan predikat Lapas Bondowoso sebagai Lapas yang bebas dari peredaran narkotika. Ini tanggung jawab besar yang harus kita jaga bersama, dengan kerja keras dan dukungan semua pihak,” tegasnya.</p>
<p data-start="1237" data-end="1568">Selain memerangi narkoba, operasi gabungan ini juga menindak tegas kepemilikan barang terlarang lainnya seperti telepon genggam, senjata tajam, dan benda berbahaya lainnya. Nunus menambahkan bahwa pengawasan dan pemeriksaan akan terus diperketat, khususnya terhadap barang-barang logam yang berpotensi disalahgunakan.</p>
<p data-start="1237" data-end="1568">“Kami ingin memastikan tidak ada celah bagi penyalahgunaan di dalam Lapas. Semua kegiatan dilakukan dengan pendekatan tegas, terukur, dan humanis,” pungkasnya.</p>
<p data-start="1237" data-end="1568">Dengan hasil operasi tersebut, Lapas Kelas IIB Bondowoso kembali membuktikan komitmennya sebagai lembaga pemasyarakatan yang bersih, aman, dan bebas dari narkoba, sekaligus menjadi contoh positif bagi satuan kerja pemasyarakatan lain di Indonesia. <strong>(*)</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Perbup soal Penanganan Pengaduan Masyarakat Mulai Disosialisasikan</title>
<link>https://suarajatimpost.com/perbup-soal-penanganan-pengaduan-masyarakat-mulai-disosialisasikan</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/perbup-soal-penanganan-pengaduan-masyarakat-mulai-disosialisasikan</guid>
<description><![CDATA[ Pemkab Bondowoso mensosialisasikan Perbup Nomor 24 Tahun 2025 tentang penanganan pengaduan masyarakat. Melalui aplikasi KANDA dan DINDA, pemerintah daerah berupaya mewujudkan pelayanan publik yang transparan, cepat, dan partisipatif di seluruh perangkat daerah. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202510/image_870x580_68fc6881cbdb1.webp" length="31394" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sat, 25 Oct 2025 12:05:44 +0700</pubDate>
<dc:creator>Rizqi Ardian</dc:creator>
<media:keywords>pemerintahan, Bondowoso, advetorial, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p data-start="249" data-end="613"><strong>BONDOWOSO, SJP –</strong> Pemerintah Kabupaten Bondowoso terus memperkuat transparansi dan pelayanan publik. Hal ini diwujudkan dengan peluncuran dan sosialisasi Peraturan Bupati (Perbup) Nomor 24 Tahun 2025 tentang Pedoman Penanganan Pengaduan Masyarakat di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Bondowoso, yang digelar di Ruang Sabha Bina Praja I, pada Jumat (24/10/2025).</p>
<p data-start="615" data-end="884">Kegiatan ini dihadiri oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Bondowoso, Fathur Rozi, yang mewakili Bupati Bondowoso. Hadir pula Asisten Sekda, Inspektur Kabupaten, Kepala Diskominfo, serta pimpinan dan operator perangkat daerah hingga kecamatan se-Bondowoso.</p>
<p data-start="886" data-end="1157">Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Bondowoso, Ghozal Rawan, menjelaskan bahwa Perbup tersebut menjadi dasar hukum pengoperasian dua aplikasi digital andalan, yakni KANDA (Kami Melayani Anda Mengawasi) dan DINDA (Data dan Informasi Daerah).</p>
<p data-start="886" data-end="1157">“Perbup ini menjadi dasar hukum bagi aplikasi KANDA dan DINDA yang bertujuan meningkatkan transparansi, partisipasi, serta pelayanan publik di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bondowoso,” jelasnya.</p>
<p data-start="1361" data-end="1523">Dalam kesempatan itu, peserta juga mendapatkan sosialisasi teknis pengisian aplikasi DINDA agar pelaksanaannya di seluruh perangkat daerah berjalan optimal.</p>
<p data-start="1525" data-end="1714">Sekda Bondowoso, Fathur Rozi, menegaskan bahwa aplikasi KANDA menjadi bukti nyata komitmen pemerintah daerah untuk menghadirkan pelayanan publik yang cepat, transparan, dan responsif.</p>
<p data-start="1525" data-end="1714">“Aplikasi ini selaras dengan visi dan misi Bupati dan Wakil Bupati untuk mewujudkan tata kelola pemerintahan yang transparan dan berorientasi pada pelayanan cepat,” ujarnya.</p>
<p data-start="1525" data-end="1714">Ia juga mengingatkan bahwa seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) harus memahami perannya sebagai pelayan masyarakat. Melalui aplikasi KANDA, warga Bondowoso kini dapat menyampaikan keluhan, aspirasi, maupun saran kapan saja dan di mana saja.</p>
<p data-start="1525" data-end="1714">Setiap pengaduan yang masuk akan dipantau langsung oleh instansi terkait untuk memastikan penanganan cepat dan tepat oleh masing-masing Organisasi Perangkat Daerah (OPD). <strong>(**)</strong></p>
<p data-start="2324" data-end="2350"><strong>Editor: Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Atap Gedung SMKN 1 Tapen Bondowoso yang Ambruk Ternyata Masih Berusia 3 Tahun</title>
<link>https://suarajatimpost.com/atap-gedung-smkn-1-tapen-bondowoso-yang-ambruk-ternyata-masih-berusia-3-tahun</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/atap-gedung-smkn-1-tapen-bondowoso-yang-ambruk-ternyata-masih-berusia-3-tahun</guid>
<description><![CDATA[ Atap ruang kelas SMKN 1 Tapen Bondowoso ambruk meski baru berusia tiga tahun. Pihak sekolah memindahkan kegiatan belajar ke ruang darurat sambil menunggu tindak lanjut dan bantuan perbaikan dari Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202510/image_870x580_68f9e073e30b8.webp" length="58480" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sat, 25 Oct 2025 09:02:55 +0700</pubDate>
<dc:creator>Rizqi Ardian</dc:creator>
<media:keywords>pendidikan, sekolah, siswa, pelajar, bantuan, guru, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>BONDOWOSO, SJP –</strong> Ambruknya atap ruang kelas X Kimia Tekstil SMKN 1 Tapen Kabupaten Bondowoso, pada Selasa (21/10/2025) lalu, masih mengungkap misteri, apakah benar karena faktor bencana (force majure) atau kontruksi banguan yang lemah.</p>
<p>Seperti dilaporkan oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat, dugaan awal kejadian tersebut merupakan dampak dari angin kencang, sehingga atap ruang kelas mengalami rusak ringan.</p>
<p>Anehnya, bangunan tersebut ternyata masih berusia 3 tahun dengan kontruksi atap menggunakan baja ringan. Begitu juga plafon yang ambruk juga mengunakan kontruksi baja ringan.</p>
<p>Usia bangunan tersebut dibenarkan oleh Kepala Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Jawa TImur wilayah Bondowoso dan Situbondo, Slamet Riyadi, saat dikonfirmasi pada Sabtu (25/10/2025).</p>
<p>“Mungkin lebih jelasnya langsung KS (Kepala Sekolah) mas, infonya bangunan tahun 2022,” katanya melalui pesan WhatsApp.</p>
<p>Pasca kejadian, pihaknya juga telah melaporkan kejadian tersebut ke Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur.</p>
<p>“Cabang Dinas sifatnya melaporkan kejadian ke Dinas Pendidikan Provinsi Bidang SMK, untuk tindak lanjut menunggu arahan dan petunjuk dari provinsi,” imbuhnya.</p>
<p>Sementara itu, Kasi SMK Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Jatim wilayah Bondowoso dan Situbondo, Sutenang Effendi memilih bungkan dan enggan memberikan komentar. </p>
<p>Bahkan, upaya konfirmasi melalui WhatsApp dari media ini, sejak Rabu tanggal 22 Oktober 2025 belum juga dibalas.</p>
<p>Sebelumnya, Kepala SMKN 1 Tapen, Mashudi, menyampaikan, pihak sekolah telah berkoordinasi dengan BPBD Bondowoso dan Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur terkait penanganan pasca kejadian.</p>
<p>“Untuk sementara, kegiatan belajar kami pindahkan ke musala dan beberapa ruang yang masih bisa dipakai, supaya anak-anak tetap bisa belajar seperti biasa,” ujar Mashudi, Kamis (23/10/2025) kepada suarajatimpost.com.</p>
<p>Mashudi berharap pemerintah provinsi melalui Dinas Pendidikan Jawa Timur dapat segera memberikan bantuan perbaikan ruang kelas yang rusak, agar proses belajar dapat kembali berjalan normal dan nyaman.</p>
<p>“Kami berharap bantuan dari pemerintah provinsi bisa segera turun, supaya anak-anak bisa belajar di kelas lagi dengan aman dan tenang,” tuturnya. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Kasus COVID&amp;19 Naik Lagi, Yuk Tetap Waspada Tanpa Panik!</title>
<link>https://suarajatimpost.com/kasus-covid-19-naik-lagi-yuk-tetap-waspada-tanpa-panik</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/kasus-covid-19-naik-lagi-yuk-tetap-waspada-tanpa-panik</guid>
<description><![CDATA[ Berdasarkan data dari Kemenkes, di pertengahan Oktober ini angka positif melonjak dari sekitar 1 persen jadi lebih dari 4 peesen. Dari 258 sampel yang diperiksa, ada 11 yang terkonfirmasi positif. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202510/image_870x580_68fafc347b67f.webp" length="19286" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Fri, 24 Oct 2025 11:28:00 +0700</pubDate>
<dc:creator>Rizqi Ardian</dc:creator>
<media:keywords>lifestyle, rekomendasi, membaca, literasi, buku, suarajatimpost, bisnis, otomotif, teknologi, ramadan, kesehatan</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SUARAJATIMPOST - </strong>Belakangan ini, kabar soal COVID-19 mulai ramai lagi, nih. Yup, ternyata kasusnya di Indonesia sempat menunjukkan kenaikan.</p>
<p>Berdasarkan data dari Kemenkes, di pertengahan Oktober ini angka positif melonjak dari sekitar 1 persen jadi lebih dari 4 peesen. Dari 258 sampel yang diperiksa, ada 11 yang terkonfirmasi positif.</p>
<p>Kalau dilihat dari variannya, sebagian besar masih merupakan varian Omicron - jenis yang sudah cukup lama beredar tapi tetap perlu diwaspadai. Komposisinya antara lain XFG (57%), LF.7 (29%), dan XFG.3.4.3 (14%).</p>
<p>Nah, gejalanya sendiri masih mirip seperti sebelumnya, demam, batuk, sakit tenggorokan, pilek, pegal-pegal, cepat lelah, suara serak, atau bahkan kehilangan penciuman.</p>
<p>Kebanyakan memang gejala ringan, tapi buat lansia dan orang dengan penyakit penyerta, tetap perlu hati-hati ya, karena efeknya bisa lebih berat.</p>
<p>Supaya nggak makin menyebar, yuk ingat-ingat lagi langkah-langkah pencegahan sederhana ini:</p>
<ul>
<li>Pakai masker saat di tempat ramai.</li>
<li>Rajin cuci tangan pakai sabun atau hand sanitizer.</li>
<li>Pastikan sirkulasi udara di rumah atau kantor tetap bagus.</li>
<li>Jangan lupa vaksin booster kalau belum.</li>
<li>Kalau badan terasa nggak fit, istirahat aja di rumah.</li>
<li>Dan, segera tes kalau muncul gejala.</li>
</ul>
<p>Kenaikan kasus ini bukan untuk bikin panik kok, tapi jadi pengingat kalau virusnya masih ada di sekitar kita. Meski banyak yang sudah divaksin dan gejalanya cenderung ringan, COVID-19 tetap bisa menular cepat, terutama di ruang tertutup.</p>
<p>Jadi, tetap tenang tapi waspada, ya. Pemerintah dan WHO juga terus memantau situasinya biar nggak meluas. Yang penting, jaga kesehatan, cukup istirahat, dan tetap mindful sama kondisi tubuh sendiri.<strong> (**)</strong></p>
<p><strong>Editor: Rizqi Ardian </strong><br><strong>Sumber : </strong>Instagram alodokter_id</p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>SMKN 1 Tapen Bondowoso Satu&amp;satunya SMK se&amp;Indonesia Lolos Final OPSI 2025</title>
<link>https://suarajatimpost.com/smkn-1-tapen-bondowoso-satu-satunya-smk-se-indonesia-lolos-final-opsi-2025</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/smkn-1-tapen-bondowoso-satu-satunya-smk-se-indonesia-lolos-final-opsi-2025</guid>
<description><![CDATA[ SMKN 1 Tapen Bondowoso lolos ke final Olimpiade Penelitian Siswa Indonesia (OPSI) 2025. Menjadi satu-satunya SMK dari Jawa Timur dan se-Indonesia, tim siswa siap mempresentasikan hasil penelitian di Universitas Surabaya pada 10–16 November 2025. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202510/image_870x580_68faef94dff28.webp" length="30444" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Fri, 24 Oct 2025 08:33:22 +0700</pubDate>
<dc:creator>Rizqi Ardian</dc:creator>
<media:keywords>pendidikan, teknologi, cerdas, internet, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p data-start="183" data-end="498"><strong>BONDOWOSO, SJP –</strong> Dunia pendidikan Bondowoso kembali menorehkan prestasi membanggakan. Satu tim dari SMKN 1 Tapen berhasil lolos sebagai finalis Olimpiade Penelitian Siswa Indonesia (OPSI) Tahun 2025 yang digelar oleh Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas), Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah.</p>
<p data-start="500" data-end="920">Capaian ini terungkap melalui surat pengumuman resmi Nomor 1115/J3/PN.00/2025 tertanggal 20 Oktober 2025. Dalam surat tersebut disebutkan, sebanyak 7.968 tim dari seluruh Indonesia mengikuti ajang OPSI 2025 yang terbagi dalam enam kategori jenjang SMP dan SMA/SMK.</p>
<p data-start="500" data-end="920">Setelah melalui proses penilaian laporan penelitian pada 15–18 Oktober 2025, hanya 150 tim yang dinyatakan lolos ke tahap final nasional.</p>
<p data-start="922" data-end="1164">Untuk jenjang SMA/SMK bidang Ilmu Pengetahuan Terapan (IPT), terdapat 28 tim yang terpilih, dan SMKN 1 Tapen menjadi satu-satunya sekolah kejuruan dari Jawa Timur bahkan se-Indonesia yang berhasil masuk dalam daftar finalis.</p>
<p data-start="1166" data-end="1267">Kepala SMKN 1 Tapen, Mashudi, mengungkapkan rasa syukur dan bangganya atas pencapaian tersebut. Ini adalah pencapaian prestisius bagi sekolah yang dipimpinnya, bisa menjadi SMK yang mewakili Jawa TImur dan Indonesia di final OPSI 2025.</p>
<p data-start="1166" data-end="1267">“Alhamdulillah, SMKN 1 Tapen Bondowoso masuk 28 besar dari 1.992 tim yang mengirim karya. Kami satu-satunya SMK se-Jawa Timur dan se-Indonesia yang lolos OPSI. Mohon doa dan dukungan agar langkah selanjutnya, presentasi di Universitas Surabaya, berjalan lancar,” ujarnya, Jumat (24/10/2025).</p>
<p data-start="1565" data-end="1766">Tahap final OPSI 2025 akan diselenggarakan di Universitas Surabaya (Ubaya) pada 10–16 November 2025. Para finalis akan mempresentasikan hasil penelitian mereka di hadapan dewan juri nasional.</p>
<p data-start="1565" data-end="1766">"Tim NIXWALL berhasil menembus final dengan judul penelitian, 'Rancang Bangun Sistem AC Otomatis dengan Metode Pengenalan Objek dan Monitoring Suhu'," ungkap Mashudi</p>
<p data-start="2098" data-end="2363">Keberhasilan SMKN 1 Tapen ini diharapkan menjadi inspirasi bagi sekolah kejuruan lainnya untuk terus mengembangkan riset dan inovasi di bidang ilmu terapan.</p>
<p data-start="2098" data-end="2363">"Ini sekaligus menegaskan bahwa siswa SMK juga mampu bersaing di level nasional dalam bidang penelitian ilmiah," tegasnya.</p>
<p class="ai-optimize-8">Sebelumnya, prestasi membanggakan juga ditorehkan oleh SMK Negeri 1 Tapen dalam ajang bergengsi Engineering Expo 2025 yang diselenggarakan oleh Politeknik Negeri Jember (Polije).</p>
<p class="ai-optimize-9">Dalam kompetisi Programming Arduino, dua tim terbaik dari SMKN 1 Tapen berhasil menorehkan hasil gemilang dengan meraih Juara 3 dan Juara Harapan 2.</p>
<p class="ai-optimize-11">Dua tim kebanggaan yang membawa nama harum sekolah dan Kabupaten Bondowoso ini adalah;</p>
<ol>
<li class="ai-optimize-12">Tim Neurobyte – meraih Juara 3, beranggotakan M. Farrel Raihan Firdaus dan Kholifatun Nabilah.</li>
<li class="ai-optimize-13">Tim Voltvision – meraih Juara Harapan 2, beranggotakan Aruni Alfa Zulfikar dan Fheby Isni Wagina.</li>
</ol>
<p class="ai-optimize-14">Ajang final Engineering Expo berlangsung secara luring pada 22 Oktober 2025 di kampus Politeknik Negeri Jember dan diikuti oleh delapan tim terbaik yang lolos seleksi dari puluhan tim peserta lain yang gugur dari berbagai sekolah di Jawa Timur. <strong>(**)</strong></p>
<p class="ai-optimize-14"><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Bondowoso Lolos Tahapan Presentasi Keterbukaan Informasi Publik Jawa Timur 2025</title>
<link>https://suarajatimpost.com/bondowoso-lolos-tahapan-presentasi-keterbukaan-informasi-publik-jawa-timur-2025</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/bondowoso-lolos-tahapan-presentasi-keterbukaan-informasi-publik-jawa-timur-2025</guid>
<description><![CDATA[ Bondowoso lolos tahap presentasi Monev Keterbukaan Informasi Publik Jatim 2025. Wabup As’ad Yahya Syafi’i paparkan inovasi KIP, sementara Kadiskominfo Gozal Rawan ungkap bobot tinggi keterlibatan pimpinan dan program unggulan Ganda menuju predikat Kabupaten Informatif. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202510/image_870x580_68fa1ac7ddc53.webp" length="34006" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 23 Oct 2025 19:04:01 +0700</pubDate>
<dc:creator>Rizqi Ardian</dc:creator>
<media:keywords>KOminfo, inovasi, informasi, keterbukaan publik, KIP, Jawa Timur, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p data-start="188" data-end="461"><strong>BONDOWOSO, SJP –</strong> Pemerintah Kabupaten Bondowoso berhasil melangkah ke tahap presentasi dan wawancara dalam ajang Monitoring dan Evaluasi (Monev) Keterbukaan Informasi Badan Publik se-Jawa Timur Tahun 2025 yang digelar oleh Komisi Informasi (KI) Provinsi Jawa Timur.</p>
<p data-start="463" data-end="757">Kegiatan yang dilaksanakan secara virtual ini diikuti langsung oleh Wakil Bupati Bondowoso, As’ad Yahya Syafi’i, dari <em>Command Center</em> Sekretariat Daerah Kabupaten Bondowoso, didampingi Asisten Sekda, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika, serta jajaran Dinas Kominfo Bondowoso.</p>
<p data-start="759" data-end="1059">Dalam kesempatan tersebut, Komisi Informasi Jawa Timur memaparkan hasil penilaian berdasarkan Self Assessment Questionnaire (SAQ) dan verifikasi faktual (visitasi). Hasilnya, Bondowoso dinyatakan lolos ke tahap berikutnya berkat capaian positif dalam penerapan keterbukaan informasi publik.</p>
<p data-start="1061" data-end="1386">Wabup As’ad Yahya Syafi’i dalam paparannya menegaskan, komitmen Pemkab Bondowoso terhadap keterbukaan informasi diwujudkan melalui berbagai inovasi.</p>
<p data-start="1061" data-end="1386">“Inovasi kami mencakup penguatan akses digital, transparansi anggaran, pelibatan publik, peningkatan aksesibilitas, hingga diseminasi informasi yang lebih luas,” ungkapnya, Kamis (23/10/2025).</p>
<p data-start="1388" data-end="1828">Ia menjelaskan, implementasi Keterbukaan Informasi Publik (KIP) di Bondowoso bertumpu pada lima pilar strategis, yaitu regulasi dan kelembagaan, infrastruktur, digitalisasi, penguatan SDM, serta budaya kerja.</p>
<p data-start="1388" data-end="1828">“Pemerintah Kabupaten Bondowoso berkomitmen menerapkan fondasi budaya keterbukaan melalui dukungan regulasi, alokasi anggaran, kepemimpinan, peningkatan kapasitas SDM, penetapan aturan, dan edukasi publik,” tegas Wabup yang karib disapa Ra As’ad ini.</p>
<p data-start="1830" data-end="2182">Lebih lanjut, ia menilai keterbukaan informasi publik bukan sekadar kewajiban administratif, melainkan investasi untuk membangun kepercayaan publik dan meningkatkan kualitas tata kelola pemerintahan.</p>
<p data-start="1830" data-end="2182">“Kami akan terus berinovasi dan memperkuat strategi KIP agar terwujud Bondowoso yang lebih transparan, akuntabel, dan partisipatif,” tandasnya.</p>
<p data-start="1942" data-end="2496">Sementara itu, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Bondowoso, Ghozal Rawan, mengungkapkan, keterlibatan pimpinan daerah memiliki bobot penilaian yang sangat tinggi dalam ajang Monev tersebut.</p>
<p data-start="1942" data-end="2496">“Penilaian ini memberikan bobot tinggi bagi keterlibatan pimpinan daerah. Presentasi yang dibawakan oleh bupati atau wakil bupati nilainya bisa mencapai 70. Bila dibawakan oleh sekda atau kepala dinas, nilainya turun menjadi 60, bahkan 50 jika di bawahnya lagi. Karena itu, kami bersyukur Wakil Bupati bisa hadir langsung,” jelasnya.</p>
<p data-start="2498" data-end="3005">Dalam sesi presentasi, Pemkab Bondowoso menampilkan program unggulan di bidang data dan informasi, yaitu Ganda (Gerakan Data dan Informasi Daerah).</p>
<p data-start="2498" data-end="3005">Program ini menjadi inisiatif nyata untuk memastikan setiap kebijakan pemerintah daerah berbasis data yang akurat dan dapat diakses publik.</p>
<p data-start="2498" data-end="3005">“Program Ganda merupakan wujud nyata komitmen kami dalam menyediakan data dan informasi yang valid, terbuka, dan bisa dijadikan dasar pengambilan keputusan, baik oleh pimpinan maupun masyarakat,” tambah Ghozal.</p>
<p data-start="3007" data-end="3227">Secara keseluruhan, indikator penilaian dalam kegiatan ini mencakup strategi, komitmen, dan inovasi, yang menilai sejauh mana daerah mampu menghadirkan tata kelola informasi publik yang transparan dan partisipatif.</p>
<p data-start="3229" data-end="3546">Melalui keikutsertaan dalam Monev Keterbukaan Informasi ini, Pemerintah Kabupaten Bondowoso menargetkan dapat meraih predikat Kabupaten Informatif.</p>
<p data-start="3229" data-end="3546">Pencapaian ini sejalan dengan visi Bupati KH. Abdul Hamid Wahid untuk memperkuat transparansi dan akuntabilitas publik di seluruh sektor pemerintahan daerah. <strong>(*)</strong></p>
<p data-start="3229" data-end="3546"><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Bupati Situbondo Launching Vorsa UMKM, 1.500 Pelaku UMKM Langsung Daftar</title>
<link>https://suarajatimpost.com/bupati-situbondo-launching-vorsa-umkm-1500-pelaku-umkm-langsung-daftar</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/bupati-situbondo-launching-vorsa-umkm-1500-pelaku-umkm-langsung-daftar</guid>
<description><![CDATA[ Program ini banyak diminati oleh masyarakat yang memiliki usaha, untuk peningkatan usahanya. Terbukti dari data yang dihimpun oleh Pemkab, ada setidaknya 1.500 pelaku UMKM yang telah terdaftar dan berminat untuk pengajuan pinjaman modal usaha tanpa bunga melalui Vorsa UMKM. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202510/image_870x580_68f9e38f336ee.webp" length="68468" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 23 Oct 2025 15:37:49 +0700</pubDate>
<dc:creator>Rizqi Ardian</dc:creator>
<media:keywords>situbondo, ekonomi, pemerintahan, UMKM, rio, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SITUBONDO, SJP –</strong> Janji politik bupati untuk membantu dan meningkatkan, serta mengembangkan para pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Situbondo, mulai banyak yang diwujudkan melalui program dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Situbondo.</p>
<p>Salah satu program yang baru saja dilaunching yakni voucher usaha, pelatihan kerja dan pinjaman modal bunga nol persen bagi UMKM (Vorsa UMKM). </p>
<p>Program ini banyak diminati oleh masyarakat yang memiliki usaha, untuk peningkatan usahanya. Terbukti dari data yang dihimpun oleh Pemkab, ada setidaknya 1.500 pelaku UMKM yang telah terdaftar dan berminat untuk pengajuan pinjaman modal usaha tanpa bunga melalui Vorsa UMKM.</p>
<p>Usai melaunching program andalan untuk UMKM ini, Bupati Situbondo, Yusuf Rio Wahyu Prayogo mengungkapkan rasa senangnya karena para pelaku UMKM sudah banyak yang menunggu.</p>
<p>"Akhirnya kita melaunching, setelah bolak-balik rapat, karena memang ini kan harus hati-hati betul," kata Mas Rio sapaan akrab Bupati Situbondo, Kamis (23/10/2025).</p>
<p>Ia menambahkan, jika ini merupakan salah satu janji politik bupati dan wakil bupati untuk membantu para UMKM mendapatkan pinjaman modal usaha, tanpa bunga pinjaman maupun biaya administrasi dengan jumlah pinjaman maksimal sebesar Rp20 juta.</p>
<p>"Program Vorsa UMKM ini sebenarnya sudah disampaikan saat kampanye Pilkada, jadi setiap pelaku UMKM bisa melakukan pinjaman modal usaha dan bunga pinjaman termasuk biaya administrasi ditanggung oleh Pemkab Situbondo," ujarnya.</p>
<p>Anggaran yang digelontorkan untuk program pinjaman modal bunga nol persen ini, sebesar Rp3 milliar di Perubahan APBD 2025 yang nanti akan dialokasikan untuk pembayaran subsidi bunga pinjaman modal bagi UMKM, kepada pihak Bank yang telah ditunjuk bekerja sama, salah satunya Bank Tabungan Negara atau BTN.</p>
<p>"Jadi, nanti orang pinjam duit ke bank nanti yang seleksi apakah ini layak atau tidak. Jadi UMKM tinggal mengajukan dan memenuhi persyaratan, mulai dari Nomor Induk Berusaha (NIB) dan kelengkapan lainnya," imbuhnya.</p>
<p>Di tempat yang sama, Branch Manager Bank Tabungan Negara Cabang Banyuwangi/Situbondo, Ginanjar Fahmi Pratama mengungkapkan, jika program ini memang dikhususkan kepada UMKM.</p>
<p>"Sebanyak-banyaknya UMKM di Situbondo segera menikmati fasilitas ini, datang ke BTN nanti kita proses, semua UMKM bisa masuk," katanya.</p>
<p>Namun, Ginanjar juga menekankan jika nanti sudah mendapatkan pinjaman, para peminjam UMKM ini tidak boleh telat membayarnya, karena jika telat, Pemkab tidak akan membayar angsuran bunga perbulan.</p>
<p>"Syaratnya mereka setiap bulan tidak boleh telat membayar angsuran, (kalau telat) itu enggak dibayarin bunganya sama Pemkab. Infonya harus bayar sebelum tanggal 20," jelasnya.</p>
<p>Pengajuan pinjaman juga bisa dilakukan melalui online, para UMKM bisa mengakses pengajuan pinjaman dengan cara mendaftar melalui <a href="https://vorsaumkm.situbondo.go.id">https://vorsaumkm.situbondo.go.id</a> <strong>(Geng)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Atap Ruang Kelas SMKN 1 Tapen Bondowoso Ambruk Diterpa Angin Kencang, Proses Belajar Tetap Berjalan</title>
<link>https://suarajatimpost.com/atap-ruang-kelas-smkn-1-tapen-bondowoso-ambruk-diterpa-angin-kencang-proses-belajar-tetap-berjalan</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/atap-ruang-kelas-smkn-1-tapen-bondowoso-ambruk-diterpa-angin-kencang-proses-belajar-tetap-berjalan</guid>
<description><![CDATA[ Atap ruang kelas SMKN 1 Tapen Bondowoso ambruk akibat angin kencang. BPBD pastikan tak ada korban dan kegiatan belajar sementara dipindah ke musholla. Kepala sekolah berharap bantuan perbaikan segera turun dari Dinas Pendidikan Jawa Timur. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202510/image_870x580_68f9e073e30b8.webp" length="58480" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 23 Oct 2025 15:00:34 +0700</pubDate>
<dc:creator>Rizqi Ardian</dc:creator>
<media:keywords>bencana, BPBD, BNPB, pendidikan, pelajar, suarjatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p data-start="238" data-end="521"><strong>BONDOWOSO, SJP - </strong>Hujan disertai angin kencang yang melanda wilayah Kecamatan Tapen, Kabupaten Bondowoso, pada Selasa malam (21/10/2025) mengakibatkan sebagian atap ruang kelas di SMKN 1 Tapen ambruk. Meski tidak ada korban jiwa, aktivitas belajar mengajar sempat terganggu.</p>
<p data-start="523" data-end="742">Plt Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bondowoso, Kristianto Putro Prasojo, mengonfirmasi bahwa peristiwa tersebut merupakan dampak dari cuaca ekstrem yang terjadi sekira pukul 20.00 WIB.</p>
<p data-start="523" data-end="742">“Kami menerima laporan pada Rabu pagi pukul 08.30 WIB melalui pesan WhatsApp dari pihak sekolah. Berdasarkan asesmen tim di lapangan, angin kencang menyebabkan atap ruang kelas X Kimia Tekstil mengalami kerusakan dengan kategori rusak sedang,” jelas Kristianto, Rabu (22/10/2025).</p>
<p data-start="1034" data-end="1340">Pria yang karib disapa Kris ini menyebut, BPBD bersama agen bencana Jawa Timur langsung menurunkan tim Pusdalops dan TRC (Tim Reaksi Cepat) untuk melakukan pendataan dan penilaian kerusakan di lokasi. Ia memastikan, kondisi wilayah Tapen kini sudah aman dan terkendali, serta cuaca di sekitar sekolah terpantau cerah.</p>
<p data-start="1034" data-end="1340">“Tidak ada korban jiwa, dan kegiatan di sekolah sudah kembali berjalan. Kami juga sudah melaporkan hasil asesmen ini kepada pimpinan untuk ditindaklanjuti,” tambahnya.</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202510/image_870x_68f9e078f003d.webp" alt=""></p>
<p data-start="1034" data-end="1340"><strong>Proses Belajar Tetap berjalan</strong></p>
<p data-start="1515" data-end="1711">Sementara itu, Kepala SMKN 1 Tapen, Mashudi, menyampaikan, pihak sekolah telah berkoordinasi dengan BPBD Bondowoso dan Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur terkait penanganan pasca kejadian.</p>
<p data-start="1515" data-end="1711">“Untuk sementara, kegiatan belajar kami pindahkan ke musala dan beberapa ruang yang masih bisa dipakai, supaya anak-anak tetap bisa belajar seperti biasa,” ujar Mashudi, Kamis (23/10/2025) kepada suarajatimpost.com.</p>
<p data-start="1910" data-end="2111">Mashudi berharap pemerintah provinsi melalui Dinas Pendidikan Jawa Timur dapat segera memberikan bantuan perbaikan ruang kelas yang rusak, agar proses belajar dapat kembali berjalan normal dan nyaman.</p>
<p data-start="1910" data-end="2111">“Kami berharap bantuan dari pemerintah provinsi bisa segera turun, supaya anak-anak bisa belajar di kelas lagi dengan aman dan tenang,” tuturnya.</p>
<p data-start="2264" data-end="2557">Seperti diketahui, berdasarkan data BPBD, wilayah Kecamatan Tapen termasuk salah satu daerah yang rawan terdampak cuaca ekstrem, terutama pada periode peralihan musim. BPBD mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi angin kencang dan hujan deras di wilayah Bondowoso bagian timur. <strong>(*)</strong></p>
<p data-start="2264" data-end="2557"><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Kominfo Bondowoso Serius Sosialisasi Pencegahan Judi Online, Dorong Konten Digital Sehat</title>
<link>https://suarajatimpost.com/kominfo-bondowoso-serius-sosialisasi-pencegahan-judi-online-dorong-konten-digital-sehat</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/kominfo-bondowoso-serius-sosialisasi-pencegahan-judi-online-dorong-konten-digital-sehat</guid>
<description><![CDATA[ Pemkab dan MUI Bondowoso menegaskan larangan judi online dalam deklarasi pencegahan yang digelar Dinas Kominfo. KH Asyari Fasha sebut judi haram dan merusak sosial, sementara Sekda Fathur Rozi dorong kolaborasi wujudkan ruang digital sehat dan edukatif. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202510/image_870x580_68f9c67cee062.webp" length="53068" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 23 Oct 2025 13:05:20 +0700</pubDate>
<dc:creator>Rizqi Ardian</dc:creator>
<media:keywords>kominfo, judi online, judi, perjudian, suarjatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p data-start="265" data-end="707"><strong>BONDOWOSO, SJP - </strong>Pemerintah Kabupaten Bondowoso melalui Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) menggelar Deklarasi dan Sosialisasi Pencegahan Judi Online, Kamis (23/10/2025), di Aula Sabha Bina Praja I.</p>
<p data-start="265" data-end="707">Kegiatan ini dihadiri oleh unsur Forkopimda, tokoh agama, aparat penegak hukum, serta berbagai elemen masyarakat yang menegaskan komitmen bersama menjadikan Bondowoso bebas dari praktik perjudian, baik daring maupun luring.</p>
<p data-start="265" data-end="707">Sekretaris Daerah (Sekda) Bondowoso Fathur Rozi menegaskan, upaya pemberantasan judi online tidak bisa dilakukan sendiri. Diperlukan kolaborasi seluruh pihak, termasuk media, aparat, dan masyarakat untuk mewujudkan ruang digital yang sehat.</p>
<p data-start="265" data-end="707">“Ini tidak bisa dilakukan secara sepihak. Kolaborasi dan kerja sama menjadi keharusan untuk mewujudkan Bondowoso yang bebas dari perjudian, baik online maupun offline,” ungkapnya kepada sejumlah awak media usai acara.</p>
<p data-start="2332" data-end="2564">Menanggapi isu pengecekan aplikasi judi online di ponsel ASN, Sekda menjelaskan, handphone merupakan ranah pribadi, sehingga pemerintah tidak memiliki kewenangan langsung untuk memeriksanya. Namun, sosialisasi dan pembinaan akan terus dilakukan.</p>
<p data-start="2332" data-end="2564">“Kalau handphone itu sifatnya privat, jadi kita tidak bisa sembarangan. Tapi pengecekan aplikasi bisa saja dilakukan secara bertahap dan berkala. Kalau nanti ditemukan pelanggaran, tentu ada sanksi bagi ASN sesuai tingkat kesalahannya,” jelasnya.</p>
<p data-start="2818" data-end="3067">Ia juga menambahkan, sejauh ini belum ada laporan resmi ASN yang terlibat dalam praktik judi online. Meski demikian, Pemkab akan terus berkoordinasi dengan Aparat Penegak Hukum (APH) dan lembaga terkait untuk memperkuat langkah pencegahan.</p>
<p data-start="2818" data-end="3067">“Sebenarnya ini kembali pada integritas dan kesadaran masing-masing. Kita ajak semua pihak menyampaikan pesan ini secara masif dan berkala, agar masyarakat benar-benar bebas dari perjudian, baik online maupun offline,” tegas Fathur Rozi.</p>
<p data-start="709" data-end="900">sementara itu, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Bondowoso, KH Asyari Fasha, dalam kesempatan itu menegaskan, judi online merupakan larangan tegas dari segi agama dan kemanusiaan.</p>
<p data-start="709" data-end="900">“Masalah judi online ini jelas larangan. Dalam Al-Qur’an sudah disebutkan bahwa perjudian dan barang yang memabukkan itu haram. Dari sisi agama, jelas dilarang, dan dari sisi kemanusiaan juga sangat mengganggu, baik terhadap pikiran maupun kehidupan sosial,” tegas pengasuh Pondok Pesantren Nurut Tholabah ini.</p>
<p data-start="1183" data-end="1472">Ia menambahkan, praktik perjudian bukan hanya merusak akal pikiran, tetapi juga menimbulkan dampak sosial dan ekonomi yang serius di tengah masyarakat. Menurutnya, MUI tidak perlu lagi mengeluarkan surat edaran khusus, sebab larangan berjudi sudah sangat jelas dalam syariat Islam.</p>
<p data-start="1183" data-end="1472">“Dalam ajaran agama sudah terang bahwa judi itu haram. Semua sudah tahu itu, jadi tidak perlu surat edaran lagi,” ujarnya.</p>
<p data-start="1183" data-end="1472">Sedangkan, Kepala Dinas Kominfo, Ghozal Rawan menyampaikan, melalui kegiatan ini, Pemkab Bondowoso bersama MUI, APH, dan berbagai pemangku kepentingan meneguhkan komitmen untuk membangun ruang digital yang sehat dan religius, serta menghindarkan masyarakat dari ancaman sosial ekonomi akibat judi online.</p>
<p data-start="1183" data-end="1472">"<span>Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya besar untuk mengedukasi masyarakat tentang bahaya judi online, memberantas konten terkait serta mencegah kecanduan judi online di berbagai lapisan masyarakat," pungkasnya. <strong>(*)</strong></span></p>
<p data-start="1183" data-end="1472"><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Angin Kencang Terjang Binakal dan Curahdami Bondowoso, Puluhan Rumah Rusak</title>
<link>https://suarajatimpost.com/angin-kencang-terjang-binakal-dan-curahdami-bondowoso-puluhan-rumah-rusak</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/angin-kencang-terjang-binakal-dan-curahdami-bondowoso-puluhan-rumah-rusak</guid>
<description><![CDATA[ Angin kencang disertai hujan deras melanda Kecamatan Binakal dan Curahdami, Bondowoso, Rabu (22/10/2025), menyebabkan puluhan rumah rusak ringan hingga berat. BPBD bersama TNI, Polri, dan relawan langsung melakukan penanganan. Tidak ada korban jiwa, situasi terkendali. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202510/image_870x580_68f9735865d0c.webp" length="111848" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 23 Oct 2025 07:08:57 +0700</pubDate>
<dc:creator>Rizqi Ardian</dc:creator>
<media:keywords>bencana, angin, banjir, longsor, puting beliung, BPBD, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p data-start="242" data-end="500"><strong>BONDOWOSO, SJP –</strong> Cuaca ekstrem berupa angin kencang disertai hujan deras melanda beberapa wilayah di Kabupaten Bondowoso pada Rabu (22/10/2025) kemarin. Peristiwa ini menyebabkan puluhan rumah warga mengalami kerusakan dengan tingkat ringan hingga berat.</p>
<p data-start="502" data-end="908">Plt Kepala Pelaksana BPBD Bondowoso, Kristianto Putro Prasojo, mengatakan, peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 12.00 WIB dan berdampak di enam wilayah, yakni Kecamatan Binakal dan Curahdami.</p>
<p data-start="502" data-end="908">“Laporan awal kami terima pukul 12.38 WIB melalui pesan WhatsApp dari warga. Petugas langsung kami kerahkan untuk melakukan assessment dan penanganan di lokasi,” ujar Kristianto, Rabu (22/10/2025) malam.</p>
<p data-start="910" data-end="1509">Menurut data BPBD, angin kencang merusak sedikitnya 57 rumah warga di beberapa desa. Di Kecamatan Binakal, kerusakan paling banyak terjadi di Desa Binakal dan Gadingsari, dengan total 47 rumah rusak ringan hingga sedang serta beberapa pohon dan rumpun bambu tumbang yang sempat menutup akses jalan.</p>
<p data-start="910" data-end="1509">Sementara di Kecamatan Curahdami, kerusakan juga dilaporkan di Desa Sumbersuko, Selolembu, Poncogati, dan Kelurahan Curahdami. Dua rumah di Desa Sumbersuko mengalami rusak berat akibat tertimpa pohon, sementara satu bangunan pondok pesantren di Desa Poncogati juga mengalami kerusakan ringan. </p>
<p data-start="1511" data-end="1803">“Alhamdulillah, tidak ada laporan korban jiwa. Kami bersama tim gabungan dari TNI, Polri, PMI, pemerintah desa dan kecamatan, serta warga langsung melakukan pembersihan material dan pendataan kerusakan,” jelasnya.</p>
<p data-start="1805" data-end="2023">Selain kerusakan rumah, genangan air juga dilaporkan di Desa Curahpoh, Kecamatan Curahdami, akibat saluran air yang tersumbat. Hingga Rabu malam, situasi di seluruh wilayah terdampak dilaporkan aman dan kondusif.</p>
<p data-start="2025" data-end="2257">“Kami mengimbau masyarakat agar tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem, terutama angin kencang dan hujan deras yang bisa terjadi sewaktu-waktu,” tambah pria yang karib disapa Kris ini.</p>
<p data-start="2259" data-end="2442">BPBD Bondowoso juga telah melaporkan hasil penanganan awal kepada Bupati Bondowoso untuk rencana tindak lanjut, termasuk kemungkinan bantuan rehabilitasi rumah warga yang terdampak. <strong>(**)</strong></p>
<p data-start="2259" data-end="2442"><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Nasabah Simpanan ‘Talubi’ Desak Kemenkop UKM dan Pemkab Situbondo Proaktif di Persidangan</title>
<link>https://suarajatimpost.com/nasabah-simpanan-talubi-desak-kemenkop-ukm-dan-pemkab-situbondo-proaktif-di-persidangan</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/nasabah-simpanan-talubi-desak-kemenkop-ukm-dan-pemkab-situbondo-proaktif-di-persidangan</guid>
<description><![CDATA[ Kuasa hukum dari nasabah pinjaman “Talubi” menilai KPRI Guru-guru Raung tak beritikad baik hadiri sidang pengembalian dana. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202510/image_870x580_68f8d7b04847d.webp" length="73276" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 22 Oct 2025 20:39:40 +0700</pubDate>
<dc:creator>Rizqi Ardian</dc:creator>
<media:keywords>perdata, persidangan, pengadilan, simpanan, koperasi, nasabah, KPPRI, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SITUBONDO, SJP –</strong> Tim kuasa hukum nasabah simpanan “Talubi” Koperasi Pegawai Republik Indonesia (KPRI) Guru-Guru Raung Situbondo menilai pengurus koperasi tidak menunjukkan itikad baik dalam proses penyelesaian hukum terkait pengembalian dana simpanan. </p>
<p>Hal ini disampaikan oleh Syaiful Yadi, dan Anwar S. Kurniawan, selaku kuasa hukum para penggugat dari Kantor Hukum <em>Freedom Fighter </em>dalam pernyataan resminya, Rabu (22/10/2025).</p>
<p>Keduanya menyoroti ketidakhadiran pengurus KPRI Raung dalam sidang perkara perdata Nomor 46/Pdt.G/2025/PN.Sit di Pengadilan Negeri Situbondo.</p>
<p>“Kami sangat menyayangkan sikap Pengurus KPRI Raung yang tidak menghadiri panggilan sidang. Ini menunjukkan indikasi nyata bahwa mereka tidak memiliki itikad baik untuk menyelesaikan kewajiban kepada para penggugat,” ujar Syaiful Yadi.</p>
<p>Menurutnya, prinsip itikad baik merupakan fondasi utama dalam setiap hubungan hukum, terlebih dalam koperasi yang menjunjung tinggi asas kekeluargaan dan kebersamaan.</p>
<p>“Sikap seperti ini mencederai hak-hak para penggugat, yang sebagian besar adalah pensiunan dan telah berusia lanjut,” tambahnya.</p>
<p><strong>Dasar Perlindungan Hukum Anggota Koperasi</strong></p>
<p>Lebih lanjut, tim kuasa hukum menegaskan bahwa tuntutan yang diajukan didasarkan pada prinsip perlindungan anggota koperasi sebagaimana diatur dalam Pasal 20 Peraturan Pemerintah Nomor 7 Tahun 2021 tentang Kemudahan, Perlindungan, dan Pemberdayaan Koperasi serta UMKM.</p>
<p>“Negara telah menegaskan perlunya perlindungan terhadap koperasi dan anggotanya. Karena itu, kami menuntut agar hak-hak nasabah simpanan Talubi dipulihkan sesuai dengan peraturan yang berlaku dan prinsip keadilan,” jelas Anwar S. Kurniawan.</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202510/image_870x_68f8d7ad35d00.webp" alt=""></p>
<p><strong>Desakan kepada Pihak Turut Tergugat</strong></p>
<p>Selain menyoroti pengurus koperasi, pihak kuasa hukum juga mendesak para turut tergugat agar aktif dalam proses persidangan.</p>
<p>Pihak-pihak tersebut antara lain Menteri Koperasi dan UKM RI, Bupati Situbondo, Ketua DPRD Kabupaten Situbondo, serta Kepala Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan (Koperindag) Situbondo.</p>
<p>“Kami berharap para turut tergugat bersikap proaktif dan hadir dalam setiap tahapan persidangan, terutama pada tahap mediasi,” tegas Syaiful.</p>
<p>Ia menilai, keterlibatan aktif pemerintah dan instansi terkait akan mempercepat penyelesaian masalah melalui mediasi.</p>
<p>“Sebagian besar para penggugat adalah pensiunan dengan kondisi lanjut usia. Kami berharap mereka segera memperoleh haknya berupa pengembalian dana simpanan yang selama ini belum dibayarkan,” ujarnya.</p>
<p>Menurutnya, penyelesaian melalui mediasi adalah langkah tercepat dan paling manusiawi, sekaligus bentuk perlindungan pemerintah terhadap anggota koperasi yang menjadi korban.</p>
<p><strong>Harapan untuk Keadilan</strong></p>
<p>Tim kuasa hukum juga menegaskan bahwa keterlibatan pemerintah merupakan wujud nyata pelaksanaan prinsip perlindungan dan pemberdayaan anggota koperasi.</p>
<p>“Kami mendorong semua pihak, terutama pemerintah daerah dan Kementerian Koperasi, agar benar-benar hadir menjalankan fungsi pembinaan dan pengawasan koperasi. Ini demi tegaknya keadilan dan kepastian hukum di Situbondo,” tutup Syaiful.</p>
<p>Sekadar diketahui, pernyataan resmi ini dikeluarkan oleh Tim Kuasa Hukum Para Penggugat Nasabah KPRI Raung Situbondo dari Kantor Hukum Freedom Fighter, yang beralamat di Jalan Tembus Baru, Perumahan Baiti Jannati 1 Blok A.1–A.2, Desa Sumberkolak, Kecamatan Panarukan, Kabupaten Situbondo, Jawa Timur. <strong>(**)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Hasil Verifikasi Kemenag, 151 Pesantren di Bondowoso Miliki Izin Operasional</title>
<link>https://suarajatimpost.com/hasil-verifikasi-kemenag-151-pesantren-di-bondowoso-miliki-izin-operasional</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/hasil-verifikasi-kemenag-151-pesantren-di-bondowoso-miliki-izin-operasional</guid>
<description><![CDATA[ Kementerian Agama (Kemenag) Bondowoso di bawah kepemimpinan Moh. Ali Masyhur terus mendorong seluruh pesantren di Bondowoso untuk memiliki izin operasional melalui pembinaan, pendampingan, dan verifikasi agar pesantren lebih mandiri, tertib administrasi, serta berdaya saing dalam pengembangan pendidikan Islam. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202510/image_870x580_68f8a5709179e.webp" length="41090" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 22 Oct 2025 16:31:19 +0700</pubDate>
<dc:creator>Rizqi Ardian</dc:creator>
<media:keywords>kemenag, pesantren, ponpes, santri, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p data-start="309" data-end="668"><strong>BONDOWOSO, SJP –</strong> Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Bondowoso terus berupaya memperkuat tata kelola lembaga pendidikan Islam melalui pembinaan intensif kepada pondok pesantren yang belum memiliki izin operasional.</p>
<p data-start="309" data-end="668">Langkah ini dilakukan agar seluruh pesantren di Bumi Ki Ronggo, yang sampai saat ini masih ada 151 pesantren yang memiliki legalitas jelas dan dapat berkembang secara berkelanjutan.</p>
<p data-start="670" data-end="1016">Kepala Kemenag Bondowoso, Moh. Ali Masyhur, menjelaskan bahwa izin operasional merupakan syarat penting bagi pesantren untuk diakui secara resmi oleh pemerintah.</p>
<p data-start="670" data-end="1016">Namun, hingga saat ini masih terdapat sejumlah pesantren di Bondowoso yang belum mengantongi izin tersebut karena berbagai kendala administrasi dan kelengkapan unsur kelembagaan.</p>
<p data-start="670" data-end="1016">“Yang sudah mempunyai izin operasional itu berarti telah resmi terdaftar. Namun di luar itu masih ada pesantren yang belum sempat mengurus izinnya. Kami terus memberikan pembinaan dan pendampingan agar semuanya bisa segera memenuhi persyaratan,” ujar Ali Masyhur, Rabu (22/10/2025).</p>
<p data-start="1306" data-end="1456">Menurutnya, Kemenag Bondowoso menerapkan dua kriteria utama dalam pemberian izin operasional, yakni unsur <em>arkan al-ma’had</em> dan <em>ruh al-ma’had</em>.</p>
<p data-start="1306" data-end="1456">“<em>Arkan al-ma’had</em> mencakup adanya pengasuh, santri minimal lima belas orang yang mukim atau menetap di pesantren, serta fasilitas ibadah seperti musala. Sedangkan <em>ruh al-ma’had</em> meliputi identitas kelembagaan, lambang, dan tata kelola yang sesuai dengan ketentuan negara,” jelasnya.</p>
<p data-start="1744" data-end="1972">Sementara itu, menindaklanjuti izin persertujuan bangunan gedung (PBG), Ali menyebut persoalan tersebut harus melibatkan berbagai pihak lintas instansi.</p>
<p data-start="1744" data-end="1972">“Untuk urusan struktur dan kelayakan bangunan, itu bukan kewenangan Kemenag. Ada lembaga teknis lain seperti Kementerian PUPR yang menanganinya. Kemenag lebih fokus pada aspek kelembagaan, kurikulum keagamaan, dan pembinaan sumber daya manusia pesantren,” terangnya.</p>
<p data-start="2246" data-end="2489">Sebagai bentuk dukungan, Kemenag Bondowoso secara rutin melakukan verifikasi data, asistensi, serta pemberian rekomendasi bagi pesantren yang ingin mengajukan izin operasional atau mengembangkan program kemitraan dengan pemerintah pusat.</p>
<p data-start="2246" data-end="2489">“Setiap ada pengajuan kebijakan atau program dari pesantren, kami siap memberikan rekomendasi selama unsur-unsurnya sudah terpenuhi,” tegasnya.</p>
<p data-start="2640" data-end="2836">Ali juga menekankan, Kemenag tidak hanya menekankan pada aspek administratif, tetapi juga mendorong agar setiap pesantren tetap menjaga kemandirian sebagaimana nilai dasar pendiriannya.</p>
<p data-start="2640" data-end="2836">“Pesantren sejak dulu berdiri secara mandiri, tanpa ketergantungan pada pihak luar. Itulah yang membuat pesantren tetap eksis dan menjadi kekuatan pendidikan Islam hingga sekarang,” pungkasnya. <strong>(*)</strong></p>
<p data-start="2640" data-end="2836"><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>TKD Dipangkas dan DBHCHT Merosot, APBD Bondowoso Tahun 2026 Turun Jadi Rp1,8 Triliun</title>
<link>https://suarajatimpost.com/tkd-dipangkas-dan-dbhcht-merosot-apbd-bondowoso-tahun-2026-turun-jadi-rp18-triliun</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/tkd-dipangkas-dan-dbhcht-merosot-apbd-bondowoso-tahun-2026-turun-jadi-rp18-triliun</guid>
<description><![CDATA[ Dari total APBD Bondowoso sekitar Rp1,8 triliun, Pemkab melakukan efisiensi beberapa miliar rupiah. Langkah ini dilakukan untuk menjaga keseimbangan fiskal serta menyesuaikan kebutuhan daerah terhadap perubahan alokasi pendapatan. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202510/image_870x580_68f85f6aabce1.webp" length="29420" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 22 Oct 2025 13:04:03 +0700</pubDate>
<dc:creator>Rizqi Ardian</dc:creator>
<media:keywords>anggaran, efisiensi, inpres, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p data-start="229" data-end="472"><strong>BONDOWOSO, SJP –</strong> Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bondowoso menegaskan komitmennya untuk tetap memprioritaskan pembangunan infrastruktur dan pelayanan publik, meskipun tengah melakukan penyesuaian terhadap struktur anggaran daerah tahun 2026.</p>
<p data-start="1281" data-end="1392">Seperti diketahui, saat ini dana transfer ke daerah (TKD) dari pemerintah pusat ke Bondowoso tahun 2026 mendatang diefisiensi sebesar Rp60 miliar.</p>
<p data-start="1281" data-end="1392">Sedangkan anggaran Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) tahun 2026 juga dikurangi menjadi Rp34 miliar. Angka tersebut menurun 50 persen dibandingkan tahun 2025, di mana alokasinya mencapai Rp68 miliar.</p>
<p data-start="474" data-end="624">Menanggapi hal itu, Sekretaris Daerah (Sekda) Bondowoso, Fathur Rozi, tetap memprioritaskan pembangunan infstruktur dan pelayanan kepada masyarakat. Hal itu ia sampaikan saat dikonfirmasi di Kantor Pemkab Bondowoso, Selasa (22/10/2025).</p>
<p data-start="626" data-end="788">“Ada program-program prioritas dengan skala yang jelas, dan yang terpenting tidak mengganggu pelayanan kepada masyarakat. Semangatnya tetap di situ,” ujarnya.</p>
<p data-start="790" data-end="1093">Mantan Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Probolinggo ini menjelaskan, penyesuaian anggaran dilakukan dengan mengurangi belanja rutin, seperti biaya air, telepon, listrik, perjalanan dinas, dan alat tulis kantor (ATK).</p>
<p data-start="790" data-end="1093">“Kita tetap fokus pada infrastruktur, walaupun ada pengurangan. Tapi dari nilai total, sektor utama tetap infrastruktur,” tegasnya.</p>
<p data-start="1095" data-end="1279">Dari total APBD Bondowoso sekitar Rp1,8 triliun, dilakukan efisiensi beberapa miliar rupiah sebagai langkah menyesuaikan kebutuhan prioritas dan menjaga keseimbangan fiskal daerah.</p>
<p data-start="1281" data-end="1392">“Semangatnya adalah efisiensi tanpa mengurangi esensi pelayanan publik dan komitmen pembangunan,” tutupnya. <strong>(*)</strong></p>
<p data-start="1281" data-end="1392"><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Pesan Menag dalam Apel HSN 2025 di Bondowoso: Santri Harus Jadi Pelaku Sejarah, Bukan Penonton</title>
<link>https://suarajatimpost.com/pesan-menag-dalam-apel-hsn-2025-di-bondowoso-santri-harus-jadi-pelaku-sejarah-bukan-penonton</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/pesan-menag-dalam-apel-hsn-2025-di-bondowoso-santri-harus-jadi-pelaku-sejarah-bukan-penonton</guid>
<description><![CDATA[ Peringatan Hari Santri Nasional 2025 di Bondowoso berlangsung khidmat. Wakil Bupati As’ad Yahya Syafi’i membacakan amanat Menag Nasaruddin Umar yang menegaskan peran santri sebagai pelaku sejarah, penjaga kemerdekaan, dan penggerak kemajuan menuju peradaban dunia yang berkeadaban. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202510/image_870x580_68f85a0cea42e.webp" length="33588" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 22 Oct 2025 11:57:07 +0700</pubDate>
<dc:creator>Rizqi Ardian</dc:creator>
<media:keywords>Santri, Nasional. ASN, pelajar, pendidikan, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p data-start="389" data-end="721"><strong>BONDOWOSO, SJP –</strong> Suasana khidmat menyelimuti Alun-alun Raden Bagus Assra (RBA) Ki Ronggo, Bondowoso, Rabu (22/10/2025) pagi. Ratusan santri dari perwakilan berbagai pondok pesantren mengikuti Apel Peringatan Hari Santri Nasional (HSN) 2025, yang diwarnai pembacaan amanat Menteri Agama RI oleh Wakil Bupati Bondowoso, As’ad Yahya Syafi’i.</p>
<p data-start="723" data-end="1039">Dalam amanatnya, Menteri Agama Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, menyampaikan pesan mendalam tentang peran strategis santri dalam perjalanan bangsa. Ia menegaskan bahwa Hari Santri bukan hanya peringatan seremonial, melainkan momentum untuk meneguhkan semangat kebangsaan dan jihad intelektual di era modern.</p>
<p data-start="723" data-end="1039">“Santri tak boleh menjadi penonton dalam arus perubahan. Santri harus tampil sebagai pelaku sejarah, membawa nilai Islam rahmatan lil ‘alamin untuk membangun dunia yang damai dan berkeadaban,” ucap Wakil Bupati Bondowoso, As’ad Yahya Syafi'i saat membacakan pesan Menteri Agama.</p>
<p data-start="1280" data-end="1530">Tahun 2025, kata Wabup yang karib disapa Ra As'ad ini, menjadi momen istimewa karena genap satu dekade sejak hari santri ditetapkan oleh pemerintah pada 2015. Dalam kurun waktu sepuluh tahun, pesantren terbukti terus berkontribusi besar bagi pendidikan, moralitas, dan pembangunan bangsa.</p>
<p data-start="1532" data-end="1777">Menteri Agama juga menyinggung duka mendalam atas wafatnya 67 santri dalam musibah di Pesantren Al-Khoziny, Sidoarjo. Pemerintah, kata dia, telah hadir memberikan pendampingan dan bantuan sebagai wujud kepedulian negara terhadap pesantren.</p>
<p data-start="1532" data-end="1777">“Kita semua berduka. Semoga para korban mendapat tempat terbaik di sisi Allah, dan keluarga diberi ketabahan,” ungkapnya.</p>
<p data-start="1532" data-end="1777">Tema Hari Santri 2025, “Mengawal Indonesia Merdeka Menuju Peradaban Dunia”, disebut sebagai pengingat bahwa santri memiliki tanggung jawab ganda, yakni menjaga kemerdekaan sekaligus mendorong kemajuan bangsa.</p>
<p data-start="2115" data-end="2510">Menag juga menyoroti perhatian besar negara terhadap dunia pesantren melalui berbagai kebijakan, seperti UU Nomor 18 Tahun 2019 tentang Pesantren, Perpres Nomor 82 Tahun 2021 tentang Pendanaan Penyelenggaraan Pesantren, hingga pembentukan Dana Abadi Pesantren. Selain itu, santri kini turut merasakan manfaat program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Cek Kesehatan Gratis (CKG).</p>
<p data-start="2115" data-end="2510">“Ini bukti nyata negara hadir dan menghargai pesantren sebagai bagian penting dari sistem pendidikan nasional,” ujar As’ad Yahya Syafi’i saat membacakan amanat.</p>
<p data-start="2678" data-end="2869">Dalam pesan penutupnya, Menag mengajak seluruh santri untuk terus berilmu, berakhlak, dan berdaya, serta menjadikan dunia digital sebagai ladang dakwah baru yang menyebarkan nilai kebaikan.</p>
<p data-start="2678" data-end="2869">“Rawatlah tradisi pesantren, tapi jangan takut berinovasi. Dari tangan para santrilah masa depan Indonesia akan ditulis,” tutupnya. <strong>(*)</strong></p>
<p data-start="2678" data-end="2869"><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Peringati HSN 2025, Ketua DPRD Bondowoso: Santri Adalah Penjaga Warisan Kemerdekaan</title>
<link>https://suarajatimpost.com/peringati-hsn-2025-ketua-dprd-bondowoso-santri-adalah-penjaga-warisan-kemerdekaan</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/peringati-hsn-2025-ketua-dprd-bondowoso-santri-adalah-penjaga-warisan-kemerdekaan</guid>
<description><![CDATA[ Peringatan Hari Santri Nasional 2025 di Bondowoso menjadi momentum refleksi perjuangan santri. Ketua DPRD Ahmad Dhafir menegaskan, semangat Resolusi Jihad harus terus hidup sebagai dasar moral dalam mengisi kemerdekaan dan memperkuat pesantren sebagai benteng kebangsaan. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202510/image_870x580_68f856b498bec.webp" length="27140" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 22 Oct 2025 10:59:00 +0700</pubDate>
<dc:creator>Rizqi Ardian</dc:creator>
<media:keywords>Santri, Nasional. ASN, pelajar, pendidikan, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p data-start="317" data-end="605"><strong>BONDOWOSO, SJP – </strong>Peringatan Hari Santri Nasional tahun 2025 menjadi momen reflektif bagi masyarakat Bondowoso. Bagi Ketua DPRD Bondowoso, Ahmad Dhafir, Hari Santri bukan sekadar seremoni, melainkan pengakuan atas peran besar kaum santri dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia.</p>
<p data-start="607" data-end="897">Menurutnya, semangat perjuangan para santri sudah tercatat dalam sejarah melalui resolusi jihad yang digelorakan oleh KH. Hasyim Asy’ari. Semangat itu, kata politisi PKB ini, menjadi pemantik bagi meletusnya pertempuran 10 November di Surabaya, yang menjadi salah satu babak heroik dalam perjalanan bangsa.</p>
<p data-start="607" data-end="897">“Santri dengan semangat juang mempertahankan kemerdekaan telah menjadi bagian penting sejarah bangsa. Resolusi jihad itu adalah bentuk pembelaan terhadap negara yang sudah merdeka,” ujar Ahmad Dhafir, usai mengikuti aple peringatan Hari Santri Nasional 2025 di Alun-alun RBA Ki Ronggo, Rabu (22/10/2025).</p>
<p data-start="1105" data-end="1430">Kini, kata dia, tanggung jawab besar itu berpindah kepada generasi penerus, terutama para santri yang hidup di era kemerdekaan. Jika dulu perjuangan dilakukan dengan mengangkat senjata, maka hari ini jihad dilakukan dengan mengisi kemerdekaan, berkontribusi untuk kesejahteraan dan keadilan bagi seluruh rakyat Indonesia.</p>
<p data-start="1105" data-end="1430">“Kewajiban kita hari ini adalah mempertahankan dan mewarnai kemerdekaan dengan tindakan nyata, sesuai cita-cita para pejuang. Santri harus menjadi pondasi moral dan semangat kebangsaan,” tegas alumni Pondok Pesantren Sidogiri ini.</p>
<p data-start="1634" data-end="1938">Dhafir juga menyoroti pentingnya perhatian terhadap pondok pesantren sebagai benteng pendidikan dan moral bangsa. Ia memastikan bahwa pemerintah daerah bersama kementerian terkait terus melakukan pendampingan dan pendataan pesantren, terutama setelah tragedi di salah satu ponpes beberapa waktu lalu.</p>
<p data-start="1634" data-end="1938">“Kami sudah melaporkan data pondok-pondok pesantren besar di Bondowoso kepada pemerintah pusat. Ini agar pembangunan di pesantren berjalan sesuai standar konstruksi, dan bila perlu, ada bantuan untuk memperkuat fasilitasnya,” ungkapnya.</p>
<p data-start="2182" data-end="2324">Ia menegaskan, pondok pesantren bukan hanya tempat belajar agama, tetapi juga lembaga yang sejak dulu menjadi benteng pertahanan bangsa.</p>
<p data-start="2182" data-end="2324">“Jangan lupa, pesantren adalah bagian dari sejarah kemerdekaan. Para ulama dan santri tak pernah menjadi antek penjajah. Mereka justru pelindung nilai-nilai kebangsaan,” pungkasnya. <strong>(*)</strong></p>
<p data-start="2182" data-end="2324"><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Dari Antrean Panjang ke Sentuhan Digital, Pelayanan RSUD dr H Koesnadi Bondowoso Diganjar Penghargaan</title>
<link>https://suarajatimpost.com/dari-antrean-panjang-ke-sentuhan-digital-pelayanan-rsud-dr-h-koesnadi-bondowoso-diganjar-penghargaan</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/dari-antrean-panjang-ke-sentuhan-digital-pelayanan-rsud-dr-h-koesnadi-bondowoso-diganjar-penghargaan</guid>
<description><![CDATA[ RSUD dr. H. Koesnadi Bondowoso meraih penghargaan Faskes Berkomitmen berkat inovasi dan dedikasi seluruh tenaga medis. Melalui layanan digital Mobile JKN dan pendampingan ramah, rumah sakit ini terus menghadirkan pelayanan kesehatan yang cepat, transparan, dan berjiwa kemanusiaan. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202510/image_870x580_68f75e1c34fff.webp" length="53886" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Tue, 21 Oct 2025 17:48:26 +0700</pubDate>
<dc:creator>Rizqi Ardian</dc:creator>
<media:keywords>Rumah sakit, kesehatan, JKN, pelayanan, Bondowoso, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p data-start="303" data-end="551"><strong data-start="303" data-end="321">BONDOWOSO, SJP</strong> – Di tengah hiruk-pikuk antrean pasien dan kesibukan tenaga medis yang tak pernah berhenti, semangat untuk melayani dengan hati tak pernah padam di RSUD dr. H. Koesnadi Bondowoso. Upaya tulus itulah yang akhirnya berbuah manis.</p>
<p data-start="553" data-end="815">Pada 9 Oktober 2025 lalu, rumah sakit plat merah yang kebanggaan masyarakat Bondowoso ini meraih penghargaan sebagai Fasilitas Kesehatan (Faskes) Berkomitmen Peringkat Ketiga dalam Pelayanan Kesehatan Program JKN tingkat Kantor Cabang Jember 2025, kategori Rumah Sakit Kelas B.</p>
<p data-start="817" data-end="1086">Menyampaikan rasa bangganya, Direktur RSUD dr. H. Koesnadi Bondowoso, dr. Yus Priyatna<strong data-start="858" data-end="894"> </strong>A, menyebut penghargaan ini bukan sekadar simbol prestasi, melainkan bentuk penghargaan atas kerja keras seluruh tim medis dan nonmedis yang setiap hari berhadapan langsung dengan masyarakat.</p>
<p data-start="817" data-end="1086">“Ini hasil kerja bersama. Dari petugas pendaftaran hingga dokter spesialis, semua punya andil dalam menjaga kepercayaan masyarakat,” ujarnya dengan nada penuh syukur, saat dikonfirmasi pada Selasa (21/10/2025).</p>
<p data-start="1260" data-end="1510">Sebagai rumah sakit kelas B, RSUD dr. H. Koesnadi menyediakan pelayanan kedokteran spesialis dan subspesialis yang lebih lengkap. Rumah sakit ini juga kerap menjadi rujukan bagi pasien dari berbagai wilayah, termasuk dari rumah sakit kelas C dan D.</p>
<p data-start="1512" data-end="1789">Namun, di balik layanan medis yang modern, ada upaya senyap namun berarti, yang menjadikan setiap langkah pasien lebih mudah. Melalui aplikasi Mobile JKN, kini masyarakat bisa mendaftar, memeriksa kepesertaan, mengubah data, hingga mengambil nomor antrean hanya lewat ponsel.</p>
<p data-start="1791" data-end="2061">Tak berhenti di situ, rumah sakit juga menyiapkan “Pojok Mobile JKN” di area poliklinik rawat jalan. Di sana, pasien mendapat pendampingan langsung dari petugas BPJS dan staf rumah sakit yang membantu dengan sabar setiap kali ada yang bingung menggunakan aplikasi.</p>
<p data-start="1791" data-end="2061">“Dengan sistem ini, pasien tidak perlu lagi antre panjang. Cukup dari gawai mereka, semua bisa diakses dengan cepat dan nyaman,” tambah dokter spesialis paru ini.</p>
<p data-start="2213" data-end="2486">Langkah-langkah kecil penuh inovasi ini menjadi bagian dari transformasi digital pelayanan kesehatan yang terus dijalankan RSUD dr. H. Koesnadi Bondowoso. Tujuannya bukan sekadar mempercepat proses, tetapi menciptakan pengalaman berobat yang manusiawi dan transparan.</p>
<p data-start="2488" data-end="2800">"Penghargaan ini menjadi pengingat bahwa di balik teknologi, bangunan, dan peralatan medis canggih, ada semangat kemanusiaan yang terus dijaga. Kami ingin tetap menjadi rumah sakit yang bukan hanya tempat penyembuhan, tetapi juga tempat masyarakat merasa diperhatikan dan dihargai," tutupnya. <strong>(*)</strong></p>
<p data-start="2488" data-end="2800"><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Harga dan Stok Beras di Bondowoso Aman Hingga Akhir Tahun</title>
<link>https://suarajatimpost.com/harga-dan-stok-beras-di-bondowoso-aman-hingga-akhir-tahun</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/harga-dan-stok-beras-di-bondowoso-aman-hingga-akhir-tahun</guid>
<description><![CDATA[ Pemkab Bondowoso bersama Bulog memantau stabilisasi harga beras melalui program SPHP yang berlangsung hingga Desember 2025. Asisten II Abdurrahman memastikan stok beras aman dan harga eceran tertinggi (HET) tetap sesuai ketentuan untuk menjaga ketahanan pangan daerah. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202510/image_870x580_68f7554448d7b.webp" length="29346" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Tue, 21 Oct 2025 16:48:23 +0700</pubDate>
<dc:creator>Rizqi Ardian</dc:creator>
<media:keywords>Beras SPHP, Kelangkaan Beras, Stabilitas Harga, Intervensi Pasar, Diversifikasi Pangan, Pemkab Malang, Ramadan, Idul Fitri, Inflasi Pangan, Bulog, Badan Pangan Nasional</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p data-start="252" data-end="546"><strong>BONDOWOSO, SJP –</strong> Pemerintah Kabupaten Bondowoso terus memantau stabilisasi harga beras di pasaran untuk memastikan ketersediaan dan keterjangkauan harga bagi masyarakat. Langkah ini dilakukan melalui koordinasi lintas sektor bersama tim Satgas Pengendalian Harga yang dibentuk oleh Bulog.</p>
<p data-start="548" data-end="780">Asisten II Bidang Perekonomian Setdakab Bondowoso, Abdurrahman, menyampaikan, pihaknya akan melakukan pengecekan lapangan dalam waktu dekat untuk memastikan harga eceran tertinggi (HET) sesuai dengan ketentuan pemerintah.</p>
<p data-start="782" data-end="995">“Saat ini kami memonitor stabilisasi harga beras, baik medium maupun premium. Dalam minggu ini akan ada pengecekan langsung di pasar bersama tim Satgas Pengendalian Harga,” ujar Abdurrahman, Selasa (21/10/2025).</p>
<p data-start="997" data-end="1113">Ia menegaskan, kegiatan tersebut bertujuan menjaga agar harga tetap stabil dan pasokan aman menjelang akhir tahun.</p>
<p data-start="1115" data-end="1378">Terkait kondisi cuaca yang tidak menentu, Abdurrahman mengakui hal itu turut memengaruhi produktivitas dan kualitas hasil panen. Namun, pemerintah tetap memastikan distribusi beras berjalan lancar melalui program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP).</p>
<p data-start="1380" data-end="1548">“Program SPHP ini terus berjalan hingga Desember. Selama permintaan dari berbagai instansi seperti TNI dan Polri stabil, maka ketersediaan beras juga aman,” jelasnya.</p>
<p data-start="1550" data-end="1749">Ia menambahkan, kebijakan stabilisasi harga beras juga sejalan dengan arahan Presiden RI untuk menjaga ketahanan pangan nasional dan memastikan HET tidak dilanggar oleh produsen maupun distributor.</p>
<p data-start="1751" data-end="1907">“Kalau ada pelanggaran HET, tentu akan ditindaklanjuti oleh aparat penegak hukum. Kami di daerah fokus pada pemantauan dan pengendalian harga,” tambahnya.</p>
<p data-start="1909" data-end="2097">Untuk wilayah Jawa dan Sumatera (zona 1), Abdurrahman menyebutkan, HET beras SPHP ditetapkan sebesar Rp12.500 per kilogram, beras medium Rp13.500, dan beras premium Rp14.900.</p>
<p data-start="2099" data-end="2228">“Sejauh ini stok beras aman hingga akhir tahun. Namun, untuk data detailnya silakan dikonfirmasi ke pihak Bulog,” pungkasnya. <strong>(*)</strong></p>
<p data-start="2230" data-end="2256"><strong>Editor: Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Peduli Kesehatan Warga Binaan, Lapas Bondowoso Screening TBC untuk 419 Narapidana</title>
<link>https://suarajatimpost.com/peduli-kesehatan-warga-binaan-lapas-bondowoso-screening-tbc-untuk-419-narapidana</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/peduli-kesehatan-warga-binaan-lapas-bondowoso-screening-tbc-untuk-419-narapidana</guid>
<description><![CDATA[ Lapas Kelas IIB Bondowoso menggelar screening TBC bagi 419 warga binaan, bekerja sama dengan Kemenkes dan Kemenkumham. Kegiatan ini wujud kepedulian terhadap hak kesehatan narapidana serta upaya pencegahan penularan TBC di lingkungan overcapacity pemasyarakatan. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202510/image_870x580_68f717b674ce4.webp" length="25042" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Tue, 21 Oct 2025 13:44:23 +0700</pubDate>
<dc:creator>Rizqi Ardian</dc:creator>
<media:keywords>Lapas, Kemenkumham, narapidana, tato, warga binaan, suarajatimpost, TBC, Screening</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p data-start="407" data-end="782"><strong>BONDOWOSO, SJP –</strong> Suasana di aula tengah Lapas Kelas IIB Bondowoso, Selasa (21/10/2025) pagi, tampak berbeda dari biasanya. Satu per satu warga binaan antre dengan tertib, menunggu giliran menjalani pemeriksaan <em>rontgen</em> dada dan wawancara kesehatan. Bukan untuk sidang atau kunjungan, melainkan demi satu hal penting: memastikan mereka bebas dari penyakit tuberkulosis (TBC).</p>
<p data-start="784" data-end="1148">Kegiatan ini merupakan <em>screening</em> massal TBC yang digelar oleh Lapas Bondowoso bekerja sama dengan Kementerian Kesehatan, Kementerian Hukum dan HAM, Dinas Kesehatan, Puskesmas Kota Kulon Bondowoso, serta PT Cito Putra Utama sebagai pelaksana teknis. Sebanyak 419 warga binaan, baik laki-laki maupun perempuan, menjalani pemeriksaan lengkap tanpa terkecuali.</p>
<p data-start="1183" data-end="1337">Kepala Lapas Kelas IIB Bondowoso, Nunus Ananto, menegaskan, kegiatan ini merupakan bentuk nyata kepedulian terhadap hak kesehatan warga binaan.</p>
<p data-start="1183" data-end="1337">“Walaupun mereka berstatus narapidana, mereka tetap warga negara Indonesia yang berhak mendapatkan pelayanan kesehatan. Karena itu kami memastikan semua, tanpa terkecuali, mengikuti <em>screening</em> hari ini,” ujar Nunus.</p>
<p data-start="1559" data-end="1864">Semula, kegiatan ini hanya menargetkan 384 warga binaan sesuai alokasi anggaran. Namun karena jumlah penghuni lapas mencapai 419 orang, pihak lapas mengajukan agar semua diikutsertakan.</p>
<p data-start="1559" data-end="1864">“Kalau ada satu yang tidak di-screening, risikonya bisa menular ke yang lain. Syukurlah, semua disetujui,” tambahnya.</p>
<p data-start="1866" data-end="2098">Menurut Nunus, kegiatan tersebut juga merupakan tindak lanjut dari arahan Presiden untuk mengutamakan layanan kesehatan masyarakat, termasuk di lingkungan pemasyarakatan yang rentan terhadap penularan penyakit menular seperti TBC.</p>
<p data-start="1866" data-end="2098"><strong>Risiko Tinggi di Balik Tembok Lapas</strong></p>
<p data-start="2143" data-end="2318">Nunus Ananto menjelaskan, kondisi <em>over capacity </em>di Lapas membuat potensi penularan TBC cukup tinggi. Karena itu, deteksi dini menjadi langkah penting sebelum penyakit menyebar.</p>
<p data-start="2143" data-end="2318">“Kami tidak hanya mendata, tapi juga menyiapkan penanganan lanjutan. Kalau ditemukan indikasi TBC, warga binaan akan dipetakan dan ditempatkan di kamar terpisah sesuai tingkat keparahan, bukan untuk diasingkan, tapi untuk pengobatan,” jelasnya.</p>
<p data-start="2570" data-end="2801">Saat ini, lanjut Nunus, dua warga binaan sudah terkonfirmasi positif TBC dan tengah menjalani pengobatan intensif selama satu bulan terakhir. Mereka mendapat pendampingan dari tim medis lapas dan diawasi langsung setiap hari.</p>
<p data-start="2803" data-end="3122">Selain pengobatan, pihak Lapas juga memperkuat upaya pencegahan melalui pola hidup sehat.</p>
<p data-start="2803" data-end="3122">“Kami punya program rutin: senam pagi, berjemur, dan pembersihan kamar. Petugas juga keliling memastikan hunian steril dan lembapnya ruangan terkendali. Kalau ada area mencurigakan, langsung kami semprot disinfektan,” tuturnya.</p>
<p data-start="4282" data-end="4573">Di tengah rutinitas di balik jeruji, kegiatan ini menghadirkan suasana yang berbeda. Banyak warga binaan tampak lega setelah mengetahui hasil pemeriksaan mereka normal. Ada juga yang sempat khawatir namun merasa tenang karena mendapat perhatian dan pendampingan langsung dari tenaga medis.</p>
<p data-start="4575" data-end="4660">Bagi Nunus, kegiatan ini bukan sekadar program kesehatan, tetapi wujud kemanusiaan.</p>
<p data-start="4575" data-end="4660">“Setiap nyawa itu berharga. Mereka tetap manusia yang punya hak untuk sehat dan sembuh. Kami ingin mereka keluar nanti dalam kondisi lebih baik, bukan hanya dari sisi moral, tapi juga fisik,” ucapnya.</p>
<h3 data-start="3124" data-end="3165">Deteksi dengan Teknologi dan Empati</h3>
<p data-start="3167" data-end="3328">Sementara itu, dr. Lionir, dokter di Lapas Bondowoso, menjelaskan bahwa pemeriksaan dilakukan secara menyeluruh dan terintegrasi dengan teknologi digital.</p>
<p data-start="3167" data-end="3328"><em>“Screening</em> dilakukan melalui dua tahap, wawancara gejala dan pemeriksaan rontgen dada. Seluruh warga binaan kami rontgen karena tujuan utamanya memang penemuan kasus TBC melalui rontgen,” ujar dr. Lionir.</p>
<p data-start="3540" data-end="3793">Hasil rontgen dikirim secara<em> real time </em>ke dokter spesialis radiologi dari pihak vendor, yang kemudian memberikan rekomendasi tindak lanjut. Jika ditemukan indikasi kuat, pemeriksaan tes dahak (DH) dilakukan untuk memastikan keberadaan bakteri TBC.</p>
<p data-start="3795" data-end="4061">“Gejala umumnya seperti batuk lebih dari dua minggu, penurunan berat badan, keringat malam, dan demam berulang. Kalau hasil DH positif, kami langsung atur terapi. Semua proses ini holistik, melibatkan dokter umum, spesialis, dan tenaga kesehatan lapas,” tambahnya.</p>
<p data-start="4063" data-end="4236">Hasil rontgen bisa diketahui hari yang sama, sedangkan hasil pemeriksaan dahak memerlukan waktu sekitar tiga hari karena antrean laboratorium di rumah sakit dan puskesmas.</p>
<p data-start="4916" data-end="5080">Melalui screening ini, Lapas Bondowoso berharap dapat menekan angka penularan TBC di lingkungan pemasyarakatan dan menjadi contoh bagi UPT pemasyarakatan lainnya.</p>
<p data-start="5082" data-end="5223">“Ini langkah kecil, tapi berarti besar bagi mereka. Karena kesehatan bukan hanya hak, tapi juga pintu menuju pemulihan,” tutup dr. Lionirr. <strong>(*)</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Warga Sukosari Bondowoso yang Hilang Ditemukan Selamat di dalam Jurang </title>
<link>https://suarajatimpost.com/warga-sukosari-bondowoso-yang-hilang-ditemukan-selamat-di-dalam-jurang</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/warga-sukosari-bondowoso-yang-hilang-ditemukan-selamat-di-dalam-jurang</guid>
<description><![CDATA[ Setelah dinyatakan hilang dalam beberapa hari, warga ini beruntung masih ditemukan dalam keadaan selamat di sebuah jurang sungai. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202510/image_870x580_68f7135a612d6.webp" length="26402" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Tue, 21 Oct 2025 12:01:06 +0700</pubDate>
<dc:creator>Rizqi Ardian</dc:creator>
<media:keywords>BPBD, banjir, bencana, bandang, kecamatan ijen, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p data-start="327" data-end="661"><strong data-start="327" data-end="345">BONDOWOSO, SJP</strong> <strong>–</strong> Suasana haru menyelimuti Dusun Jati Rejo, Desa Kerang, Kecamatan Sukosari, Kabupaten Bondowoso, Selasa (21/10/2025) pagi. Setelah tiga hari pencarian intensif, warga bersama tim SAR gabungan akhirnya menemukan Denisa alias Bu Ahik, seorang warga setempat yang dilaporkan hilang sejak Jumat (17/10/2025) dini hari lalu.</p>
<p data-start="663" data-end="1023">Perempuan paruh baya tersebut ditemukan oleh seorang petani tebu sekira pukul 07.15 WIB di dalam jurang sungai sedalam sekitar 10 meter, tidak jauh dari area perkebunan tebu tempatnya biasa beraktivitas. Tim BPBD bersama relawan segera bergerak menuju lokasi untuk melakukan evakuasi dan membawa korban ke Puskesmas Sukosari untuk mendapatkan observasi medis.</p>
<p data-start="663" data-end="1023"><strong>Kronologi Kejadian</strong></p>
<p data-start="1049" data-end="1274">Plt Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Bondowoso, Kristianto Putro Prasojo, menjelaskan, laporan orang hilang diterima pihaknya sejak Jumat (17/10/2025) pukul 18.35 WIB melalui pesan WhatsApp dari warga Dusun Jati Rejo.</p>
<p data-start="1276" data-end="1470">“Korban dilaporkan hilang oleh keluarga sejak Kamis dini hari. Dari keterangan keluarga, beliau memiliki riwayat depresi dan sempat berobat ke RS Bhayangkara sehari sebelumnya,” ujar Kristianto, Selasa (21/10/2025).</p>
<p data-start="1472" data-end="1752">Menurutnya, pada Kamis (16/10/2025) sekira pukul 04.00 WIB, keluarga mendapati pintu rumah sudah terbuka dan korban tidak berada di dalam rumah. Warga sekitar kemudian membantu melakukan pencarian, namun hingga keesokan harinya korban belum ditemukan, sehingga laporan diteruskan kepada BPBD.</p>
<p data-start="1472" data-end="1752"><strong>Operasi Pencarian Gabungan</strong></p>
<p data-start="1786" data-end="2160">Menanggapi laporan tersebut, BPBD Bondowoso segera berkoordinasi dengan Koramil Sukosari, Polsek Sukosari, Pemerintah Kecamatan Sukosari, Pemerintah Desa Kerang, serta relawan SAR MA dan BP 13.11.</p>
<p data-start="1786" data-end="2160">Pencarian dimulai Senin (20/10/2025) sejak pukul 06.00 WIB. Tim dibagi menjadi empat regu dan melakukan penyisiran di wilayah Sukosari Lor, Wonokusumo, hingga Bondoarum.</p>
<p data-start="2162" data-end="2404">“Medan di lokasi cukup berat karena banyak jurang dan area tebu yang lebat, sehingga butuh kehati-hatian tinggi. Kami juga menurunkan kendaraan trail serta perlengkapan lengkap seperti tali, helm, dan peralatan SAR lainnya,” jelas Kristianto.</p>
<p data-start="2406" data-end="2660">Meski sempat terkendala cuaca mendung dan medan yang curam, tim tetap melanjutkan pencarian hingga sore hari. Upaya tersebut akhirnya membuahkan hasil pada Selasa pagi, saat seorang petani menemukan korban di dasar jurang sungai yang tidak terlalu dalam.</p>
<p data-start="2406" data-end="2660"><strong>Evakuasi dan Kondisi Korban</strong></p>
<p data-start="2695" data-end="2896">Setelah mendapat laporan temuan, tim SAR gabungan segera menuju lokasi dan mengevakuasi korban menggunakan tandu darurat. Denisa kemudian dibawa ke Puskesmas Sukosari untuk menjalani pemeriksaan medis.</p>
<p data-start="2898" data-end="3053">“Tim langsung bergerak cepat begitu menerima kabar. Kami memastikan proses evakuasi berjalan aman dan korban segera mendapat pertolongan,” kata Kristianto yang juga menjabat sebagai Sekretaris BPBD Bondowoso ini.</p>
<p data-start="3092" data-end="3314">Kristianto menyampaikan apresiasi tinggi kepada seluruh pihak yang terlibat dalam operasi pencarian. Ia menegaskan bahwa keberhasilan ini tidak lepas dari sinergi semua unsur, pemerintah, TNI-Polri, relawan, dan masyarakat.</p>
<p data-start="3316" data-end="3547">“Semangat gotong royong dan kepedulian warga menjadi kunci utama. Kami di BPBD akan terus berupaya menjaga kesiapsiagaan dan memperkuat kolaborasi lintas sektor dalam setiap penanganan bencana, baik alam maupun non-alam,” tutupnya. <strong>(*)</strong></p>
<p data-start="3316" data-end="3547"><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Penuntasan TBC di Bondowoso Jadi Atensi BPK, OPD Siap Bersinergi</title>
<link>https://suarajatimpost.com/penuntasan-tbc-di-bondowoso-jadi-atensi-bpk-opd-siap-bersinergi</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/penuntasan-tbc-di-bondowoso-jadi-atensi-bpk-opd-siap-bersinergi</guid>
<description><![CDATA[ Meskipun ada beberapa catatan dan rekomendasi dari BPK RI, Pemkab Bondowoso bersama OPD terkait siap bersinergi menuntaskan penangangan TBC. Komitmen Pemkab terus dilakukan mulai dari intensifikasi upaya penanganan, dan pemanfaatan data dalam pengendalian TBC. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202510/image_870x580_68f61fb63188a.webp" length="49092" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 20 Oct 2025 19:42:50 +0700</pubDate>
<dc:creator>Rizqi Ardian</dc:creator>
<media:keywords>TBC, penyakit, kesehatan, dokter, HIV, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p data-start="305" data-end="754"><strong data-start="305" data-end="320">BONDOWOSO –</strong> <span data-huuid="9788189636434263497"><span>Penuntasan Tuberkulosis (TBC) di Kabupaten Bondowoso menjadi perhatian Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Republik Indonesia (RI) Perwakilan Jawa Timur, yang saat ini tengah melakukan <em data-start="531" data-end="546">entry meeting</em> pemeriksaan kinerja atas efektivitas upaya pemerintah daerah dalam pelaksanaan penuntasan TBC tahun anggaran 2024 dan 2025 hingga triwulan III.</span></span></p>
<p data-start="305" data-end="754"><span data-huuid="9788189636434263497"><span>Pada pemeriksaan awal, BPK RI m</span></span><span data-huuid="9788189636434260398"><span>emberikan sejumlah catatan untuk perbaikan, termasuk perlunya penguatan sinergi antarlembaga dan peningkatan edukasi masyarakat terkait pencegahan penyebaran TBC.</span><span jscontroller="JHnpme" class="pjBG2e" data-cid="5b44633b-ec81-48e1-9748-2ff802c191c6" jsaction="rcuQ6b:npT2md"><span class="UV3uM"> </span></span></span></p>
<p data-start="305" data-end="754">Menanggapi hal itu, Pemerintah Kabupaten Bondowoso menegaskan komitmennya dalam mendukung upaya penuntasan penyakit Tuberkulosis (TBC). Hal itu disampaikan oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Bondowoso, Fathur Rozi, usai mengikuti <em data-start="531" data-end="546">entry meeting</em> di peringgitan Pendopo Raden Bagus Assra, Senin (20/10/2025)</p>
<p data-start="756" data-end="965">Menurut Sekda, terdapat tiga hal penting yang menjadi fokus utama dalam pemeriksaan kinerja ini, yakni komitmen pemerintah daerah, intensifikasi upaya penanganan, dan pemanfaatan data dalam pengendalian TBC.</p>
<p data-start="756" data-end="965">“Jawaban terhadap evaluasi BPK bukan hanya disampaikan secara lisan, tetapi harus diwujudkan dengan aksi nyata,” ujar mantan Kepala Dinas PMD Kabupaten Probolinggo ini kepada sejumlah wartawan.</p>
<p data-start="756" data-end="965">“Kalau berbicara tentang komitmen, berarti berbicara tentang kebijakan dan regulasi. Kemudian, upaya intensifikasi juga harus jelas langkah teknisnya. Dan yang tak kalah penting, penanganan TBC harus berbasis data agar intervensi yang dilakukan tepat sasaran,” lanjutnya.</p>
<p data-start="1383" data-end="1510">Ia menambahkan, selama ini masih diperlukan peningkatan di berbagai aspek, termasuk kesadaran masyarakat terhadap bahaya TBC.</p>
<p data-start="1383" data-end="1510">“Ini bukan hanya persoalan teknis penanganan, tetapi juga bagaimana kita meningkatkan kesadaran masyarakat melalui promosi kesehatan. Edukasi menjadi kunci penting dalam upaya menekan angka kasus TBC,” tegasnya.</p>
<p data-start="1383" data-end="1510">Sementara itu, Direktur RSUD dr H Koesnadi Bondowoso, dr Yus Priyatna menyampaikan jika semua Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di Kabupaten Bondowoso siap bersinergi untuk menuntaskan penanganan TBC.</p>
<p data-start="1729" data-end="1948">"Kami bersama sejumlah OPD akan memperkuat strategi penanganan TBC agar lebih efektif dan berkelanjutan, sekaligus mempercepat pencapaian target eliminasi TBC nasional," tandasnya.</p>
<p>Saat ini, lanjut Yus Priyatna, sistem surveilans dan pencatatan di Bondowoso sudah berjalan cukup baik. </p>
<p>“Kita bekerja untuk melakukan surveilan ke semua puskesmas, ke semua masyarakat, dan termasuk pencatatan kita cukup baik. Jadi saat ini data di 4 rumah sakit swasta dan 25 puskesmas, sudah terlink semua dalam satu data,” jelasnya.</p>
<p>Ia menyebut, dari sisi sarana dan prasarana (Sarpas), Bondowoso sudah cukup siap. </p>
<p>“Alhamdulillah kita cukup baik. Jadi sudah ada 7 mesin TCM (Tes Cepat Molekuler) dan 25 tenaga mikroskop di puskesmas,” tambahnya.</p>
<p>Sementara itu, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bondowoso mencatat, hingga semester I 2025, capaian penemuan terduga TBC sudah mencapai 5.430 kasus, atau sekitar 53 persen dari target 10.229 kasus.</p>
<p>Plt Kepala Dinas Kesehatan Bondowoso, Agus Winarno, menjelaskan bahwa meskipun capaian penemuan kasus baru belum setengahnya, progres di bidang lain cukup menggembirakan. </p>
<p>“Untuk kasus TBC yang memulai pengobatan, dari target 698 kasus, sudah tercapai 638 kasus, atau 91,4 persen,” ungkapnya.</p>
<p>Sementara itu, untuk keberhasilan pengobatan, dari target 1.505 pasien, tercatat sudah ada 1.279 pasien yang berhasil sembuh, dengan capaian 84,98 persen. </p>
<p>“Artinya, dari sisi pengobatan, capaian kita relatif tinggi,” jelas Agus.</p>
<p>Namun, untuk kasus TBC yang ditemukan dan dilaporkan, progres masih rendah. Dari target 2.105 kasus, hingga semester I baru ditemukan 698 kasus, atau 33,2 persen.<span> </span><strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor: Rizqi Ardian </strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Dorong Mekanisasi Pertanian, Bupati Bondowoso Serahkan 202 Unit Alsintan</title>
<link>https://suarajatimpost.com/dorong-mekanisasi-pertanian-bupati-bondowoso-serahkan-202-unit-alsintan</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/dorong-mekanisasi-pertanian-bupati-bondowoso-serahkan-202-unit-alsintan</guid>
<description><![CDATA[ enyerahan 202 unit alsintan oleh Bupati Bondowoso Abdul Hamid Wahid kepada 67 kelompok tani menjadi langkah nyata DPKP Bondowoso mendorong mekanisasi pertanian, meningkatkan produktivitas, dan menjaga ketahanan pangan, sekaligus mengingatkan penerima agar tak memindahtangankan bantuan APBD. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202510/image_870x580_68f61533e8555.webp" length="61556" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 20 Oct 2025 18:17:38 +0700</pubDate>
<dc:creator>Rizqi Ardian</dc:creator>
<media:keywords>pertanian, alsintan, ketahanan pangan, petani, bondowoso, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p data-start="310" data-end="593"><strong>BONDOWOSO, SJP – </strong>Senyum haru tampak di wajah para petani yang memenuhi halaman Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Bondowoso, Senin (20/10/2025). Mereka datang bukan sekadar menerima alat, tapi juga menyambut harapan baru, hasil panen yang lebih cepat dan lebih melimpah.</p>
<p data-start="595" data-end="968">Dalam kesempatan itu, Bupati Bondowoso Abdul Hamid Wahid secara simbolis menyerahkan 202 unit alat dan mesin pertanian (alsintan) kepada 67 kelompok tani dari berbagai kecamatan.</p>
<p data-start="595" data-end="968">Program ini menjadi bagian dari upaya besar pemerintah daerah untuk mendorong mekanisasi pertanian dan memperkuat ketahanan pangan nasional menuju swasembada pangan 2025.</p>
<p data-start="595" data-end="968">“Mekanisasi pertanian ini bukan hanya soal alat, tapi tentang percepatan produksi dan efisiensi waktu kerja petani. Kita ingin hasil panen meningkat, kesejahteraan petani juga ikut naik,” ujar Bupati Hamid Wahid di hadapan para penerima bantuan.</p>
<p data-start="1204" data-end="1379">Ia juga menegaskan, bantuan alsintan tersebut bersumber dari APBD Bondowoso, sehingga para penerima diminta untuk menjaga dan memanfaatkannya dengan sebaik-baiknya.</p>
<p data-start="1204" data-end="1379">“Jangan sampai bantuan ini diperjualbelikan atau dipindahtangankan. Gunakan untuk kemajuan kelompok dan pertanian kita bersama,” tegasnya.</p>
<p data-start="1204" data-end="1379">Bagi petani, bantuan ini bagaikan angin segar di tengah tantangan cuaca tak menentu. Dengan mesin rajang tembakau yang diterima petani, tentunya akan mempercepat proses produksi dan mengurangi tingginya biaya proses produksi.</p>
<p data-start="1204" data-end="1379">“Dengan mesin rajang tembakau ini, kami sangat terbantu dan bisa menghemat waktu serta biaya. Rasanya seperti punya semangat baru,” ungkap salah seorang petani asal Kecamatan Tamanan ini.</p>
<p data-start="1915" data-end="2106">DPKP Bondowoso berharap, penyaluran alsintan ini tidak hanya mempercepat proses tanam dan panen, tetapi juga mengubah pola pikir petani menuju pertanian modern yang efisien dan berdaya saing. </p>
<p data-start="2019" data-end="2225">Seperti diketahui, 7 jenis bantuan alsintan yang diserahterimakan, di antaranya, mesin pompa air, pulper, cultivator, mesin rajang tembakau, handsprayer, kendaraan roda tiga dan genset kecil. <strong>(*)</strong></p>
<p data-start="2019" data-end="2225"><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>DPKP Bondowoso Dorong Peningkatan Produksi Pertanian, Bantuan Alsintan Dilarang Dijual</title>
<link>https://suarajatimpost.com/dpkp-bondowoso-dorong-peningkatan-produksi-pertanian-bantuan-alsintan-dilarang-dijual</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/dpkp-bondowoso-dorong-peningkatan-produksi-pertanian-bantuan-alsintan-dilarang-dijual</guid>
<description><![CDATA[ DPKP Bondowoso menyalurkan 202 unit alsintan untuk 67 kelompok tani guna mendorong mekanisasi pertanian, meningkatkan hasil panen, dan mendukung swasembada pangan 2025. Penerima diingatkan agar tidak menjual atau memindahtangankan bantuan yang bersumber dari APBD. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202510/image_870x580_68f60f700109a.webp" length="62162" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 20 Oct 2025 17:15:51 +0700</pubDate>
<dc:creator>Rizqi Ardian</dc:creator>
<media:keywords>pertanian, alsintan, ketahanan pangan, petani, bondowoso, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p data-start="328" data-end="689"><strong>BONDOWOSO, SJP –</strong> Pemerintah Kabupaten Bondowoso melalui Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) terus memperkuat upaya peningkatan produksi pertanian guna mendukung program ketahanan pangan nasional.</p>
<p data-start="328" data-end="689">Salah satu langkah nyata diwujudkan dengan penyaluran 202 unit alat dan mesin pertanian (alsintan) kepada 67 kelompok tani di berbagai wilayah. Bantuan tersebut diserahkan langsung oleh Bupati Bondowoso, Abdul Hamid Wahid, di halaman kantor DPKP, Senin (20/10/2025).</p>
<p data-start="691" data-end="1008">Kepala DPKP Bondowoso, Mulyadi, menjelaskan, bantuan tersebut diberikan untuk mendorong efisiensi dan produktivitas petani melalui mekanisasi pertanian. Upaya ini dinilai penting agar proses tanam dan pascapanen dapat dilakukan lebih cepat dan efektif, sehingga hasil panen meningkat secara signifikan.</p>
<p data-start="1010" data-end="1232">“Bantuan ini merupakan bentuk dukungan pemerintah daerah dalam mendukung program swasembada pangan tahun 2025. Mekanisasi pertanian akan mempercepat penanaman dan mempermudah pascapanen,” ujarnya.</p>
<p data-start="1234" data-end="1591">Mulyadi menegaskan, seluruh penerima bantuan telah menandatangani pakta integritas, sebagai bentuk komitmen agar peralatan tidak dipindahtangankan maupun dijual. Bantuan tersebut bersumber dari APBD Kabupaten Bondowoso dan telah melalui proses uji coba untuk memastikan kondisi alat berfungsi dengan baik sebelum diserahkan kepada petani.</p>
<p data-start="1593" data-end="1833">“Bantuan ini murni dari pemerintah daerah melalui Bupati Bondowoso, tanpa embel-embel apa pun. Kami minta alat ini digunakan sebaik-baiknya, jangan dijual atau dialihkan. Bila terjadi kerusakan, diupayakan untuk diperbaiki sendiri,” tegas mantan Kepala Disparbudpora ini.</p>
<p data-start="1835" data-end="2017">Mulyadi juga menambahkan, setiap penerima bantuan telah terdata dengan jelas melalui nama dan nomor KTP, sehingga dapat dipertanggungjawabkan secara administratif maupun moral.</p>
<p data-start="2019" data-end="2225">"Melalui program ini, DPKP Bondowoso berharap para petani dapat semakin produktif, mandiri, dan berperan aktif menjaga ketahanan pangan daerah sekaligus mendukung cita-cita kemandirian pangan nasional," tandasnya.</p>
<p data-start="2019" data-end="2225">Seperti diketahui, 7 jenis bantuan alsintan yang diserahterimakan, di antaranya, mesin pompa air, pulper, cultivator, mesin rajang tembakau, handsprayer, kendaraan roda tiga dan genset kecil. <strong>(*)</strong></p>
<p data-start="2019" data-end="2225"><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Tenang, Punya Uban di Usia Muda Itu Wajar dan Bisa Tetap Stylish!</title>
<link>https://suarajatimpost.com/tenang-punya-uban-di-usia-muda-itu-wajar-dan-bisa-tetap-stylish</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/tenang-punya-uban-di-usia-muda-itu-wajar-dan-bisa-tetap-stylish</guid>
<description><![CDATA[ Uban di usia muda bukan cuma karena stres, tapi bisa dipicu faktor genetik, nutrisi, hingga gaya hidup. Kenali penyebab dan cara merawat rambut biar tetap sehat, hitam, dan bikin kamu tampil percaya diri tanpa takut ubanan dini. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202510/image_870x580_68f59b8f89a83.webp" length="14242" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 20 Oct 2025 09:17:23 +0700</pubDate>
<dc:creator>Rizqi Ardian</dc:creator>
<media:keywords>lifestyle, rekomendasi, membaca, literasi, buku, suarajatimpost, bisnis, otomotif, teknologi</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p data-start="0" data-end="199"><strong>SUARAJATIMPOST.COM - </strong>Beruban di usia muda sering bikin cermin terasa “jahat.” Ada rasa nggak pede, bahkan kadang muncul komentar seperti, “Lho, masih muda kok udah ubanan? Stres, ya?” Padahal, nggak selalu begitu, lho.</p>
<p data-start="201" data-end="482">Uban sebenarnya bukan sekadar tanda penuaan. Banyak anak muda yang rambutnya mulai memutih bukan karena stres, tapi karena faktor lain yang lebih kuat, seperti genetik, hormon, hingga gaya hidup. Kalau orang tua kamu ubanan di usia muda, besar kemungkinan kamu juga akan begitu.</p>
<p data-start="484" data-end="760">Selain itu, tubuh yang kekurangan nutrisi seperti vitamin B12, zat besi, dan tembaga juga bisa memengaruhi produksi melanin, zat yang memberi warna pada rambut. Belum lagi kebiasaan merokok, baik aktif maupun pasif, yang bisa mempercepat proses rambut kehilangan warnanya.</p>
<p data-start="762" data-end="976">Memang, stres berat bisa mempercepat proses munculnya uban karena memengaruhi keseimbangan tubuh secara keseluruhan. Tapi, stres bukanlah pemeran utama. Ia hanya “pemain pendukung” dalam drama rambut beruban ini.</p>
<p data-start="978" data-end="1250">Terus, apakah uban bisa hilang? Sayangnya, kalau penyebabnya adalah genetik atau proses alami tubuh, rambut cenderung sulit kembali ke warna aslinya. Tapi bukan berarti kamu nggak bisa merawatnya. Ada beberapa langkah yang bisa bantu rambut tetap sehat dan tampak segar:</p>
<ul data-start="1251" data-end="1478">
<li data-start="1251" data-end="1315">
<p data-start="1253" data-end="1315">Warnai rambut dengan bahan aman yang sudah terdaftar di BPOM</p>
</li>
<li data-start="1316" data-end="1376">
<p data-start="1318" data-end="1376">Kurangi penggunaan alat panas dan bahan kimia berlebihan</p>
</li>
<li data-start="1377" data-end="1424">
<p data-start="1379" data-end="1424">Konsumsi makanan bergizi dan tinggi vitamin</p>
</li>
<li data-start="1425" data-end="1457">
<p data-start="1427" data-end="1457">Tidur cukup dan kelola stres</p>
</li>
<li data-start="1458" data-end="1478">
<p data-start="1460" data-end="1478">Berhenti merokok</p>
</li>
</ul>
<p data-start="1480" data-end="1810">Pada akhirnya, uban bukanlah aib. Ia hanyalah tanda bahwa tubuh kita sedang bercerita — tentang gen, gaya hidup, atau perjalanan hidup yang kita jalani. Jadi, kalau uban mulai muncul, jangan buru-buru minder. Samarkan kalau mau, rawat kalau perlu, tapi yang paling penting: tetap nyaman dan percaya diri dengan dirimu sendiri. <strong>(**)</strong></p>
<p data-start="1480" data-end="1810"><strong>Editor : Rizqi Ardian<br>Sumber : </strong><em>Instagram @alodokter_id</em></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Peringati Hari Santri Nasional 2025, ASN dan Pelajar di Bondowoso Kenakan Busana Muslim selama Sepekan</title>
<link>https://suarajatimpost.com/peringati-hari-santri-nasional-2025-asn-dan-pelajar-di-bondowoso-kenakan-busana-muslim-selama-sepekan</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/peringati-hari-santri-nasional-2025-asn-dan-pelajar-di-bondowoso-kenakan-busana-muslim-selama-sepekan</guid>
<description><![CDATA[ Sekda Bondowoso Fathur Rozi mengimbau ASN mengenakan busana muslim pada 20–24 Oktober 2025 untuk memperingati Hari Santri Nasional. Imbauan serupa dikeluarkan Dinas Pendidikan bagi guru dan siswa SD–SMP guna menanamkan nilai religius dan karakter santri. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202510/image_870x580_68f58d52a4afb.webp" length="138326" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 20 Oct 2025 08:04:14 +0700</pubDate>
<dc:creator>Rizqi Ardian</dc:creator>
<media:keywords>Santri, Nasional. ASN, pelajar, pendidikan, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p data-start="2178" data-end="2502"><strong>BONDOWOSO, SJP –</strong> Dalam rangka menyemarakkan peringatan Hari Santri Nasional Tahun 2025 serta menumbuhkan semangat religiusitas di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bondowoso, Sekretaris Daerah Bondowoso, Fathur Rozi, mengeluarkan Surat Edaran Nomor 400.8.1/69/430.4.3/2025 tentang "Himbauan Penggunaan Busana Muslim".</p>
<p data-start="2504" data-end="2694">Melalui edaran tersebut, seluruh ASN dan Non-ASN di lingkungan perangkat daerah dan kecamatan diimbau untuk mengenakan busana muslim dan muslimah selama periode 20–24 Oktober 2025.</p>
<p data-start="2696" data-end="2763">Adapun ketentuan berpakaian yang dimaksud, pria berkapaian baju koko atau kemeja muslim, sarung atau celana panjang kain, serta peci. Sedangkan wanita berbusana muslimah yang sopan dan berjilbab.</p>
<p data-start="2912" data-end="3114">Sekda Fathur Rozi menyampaikan, imbauan ini dimaksudkan untuk menumbuhkan rasa bangga dan penghormatan terhadap nilai-nilai kesantrian serta memperkuat karakter Bondowoso sebagai daerah religius.</p>
<p data-start="2912" data-end="3114">“Hari Santri merupakan momen refleksi bagi kita semua untuk meneladani semangat dan dedikasi para santri dalam membangun bangsa. Kami berharap seluruh ASN dapat menunjukkan keteladanan dalam berpakaian dan berperilaku,” ungkapnya, Senin (20/10/2025).</p>
<p data-start="3352" data-end="3581">Lebih lanjut, Fathur Rozi meminta kepada seluruh kepala perangkat daerah dan camat agar turut menyosialisasikan dan memastikan pelaksanaan imbauan ini dengan penuh kesadaran dan tanggung jawab di lingkup kerjanya masing-masing.</p>
<p data-start="3352" data-end="3581">“Kegiatan ini juga diharapkan dapat mempererat kebersamaan dan memperkuat semangat religiusitas di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bondowoso,” tambahnya.</p>
<p data-start="3352" data-end="3581"><strong>Berlaku bagi Pelajar PAUD, SD hingga SMP </strong></p>
<p data-start="3352" data-end="3581">Imbauan peringatan Hari Santri Nasional (HSN) 2025 juga dikeluarkan oleh Dinas Pendidikan Kabupaten Bondowoso. Dalam surat pemberitahuan resminya, Disnpendik mengimbau seluruh pendidik, tenaga kependidikan, serta siswa-siswi untuk mengenakan busana muslim selama 20 hingga 24 Oktober 2025.</p>
<p data-start="675" data-end="991">Surat tersebut bernomor 400.3/2114/430.9.9/2025 dan ditandatangani oleh Plt Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bondowoso, Dra. Dewi Rahayu, pada 18 Oktober 2025. Pemberitahuan ini menindaklanjuti Surat Edaran Sekretaris Daerah Bondowoso Nomor 400.8.1/69/430.4.3/2025, yang dikeluarkan sehari sebelumnya.</p>
<p data-start="993" data-end="1228">Dalam surat tersebut, Dewi Rahayu menyampaikan, imbauan berpakaian ini berlaku bagi seluruh satuan pendidikan di bawah naungan Dispendik Kabupaten Bondowoso, baik sekolah negeri maupun swasta, mulai tingkat PAUD, SD hingga SMP.</p>
<p data-start="1230" data-end="1283">Adapun ketentuan berpakaian, laki-laki menggunakan baju koko atau kemeja muslim, sarung atau celana panjang kain, serta peci. Kemudian untuk perempuan menggunakan busana muslimah yang sopan dan berjilbab. Sedangkan bagi on-Muslim, menyesuaikan dengan ketentuan yang berlaku.</p>
<p data-start="1496" data-end="1730">Plt Kepala Dinas Pendidikan Bondowoso, Dewi Rahayu, menjelaskan, imbauan ini tidak hanya untuk memperingati Hari Santri Nasional, tetapi juga sebagai bentuk penanaman nilai religius dan kebersamaan di lingkungan pendidikan.</p>
<p data-start="1734" data-end="1971">“Kami ingin menanamkan nilai-nilai karakter santri seperti disiplin, sopan santun, dan kebersamaan kepada seluruh insan pendidikan di Bondowoso. Momentum Hari Santri ini menjadi sarana yang baik untuk itu,” ujarnya, Senin (20/10/2025).</p>
<p data-start="1973" data-end="2125">Ia juga mengingatkan seluruh Korwilcam dan Kepala UPTD Sekolah agar menginformasikan dan memastikan pelaksanaan imbauan tersebut berjalan dengan baik.</p>
<p data-start="2129" data-end="2309">“Selain sebagai bentuk penghormatan terhadap semangat kesantrian, kegiatan ini juga diharapkan memperkuat identitas Bondowoso sebagai daerah religius dan berbudaya,” tambah Dewi. <strong>(*)</strong></p>
<p data-start="2129" data-end="2309"><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Cuaca Panas Bikin Gerah Terus? Yuk, Jaga Tubuh Tetap Sehat dan Segar!</title>
<link>https://suarajatimpost.com/cuaca-panas-bikin-gerah-terus-yuk-jaga-tubuh-tetap-sehat-dan-segar</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/cuaca-panas-bikin-gerah-terus-yuk-jaga-tubuh-tetap-sehat-dan-segar</guid>
<description><![CDATA[ Agar tetap nyaman disaat cuaca panas, pahami tips berikut ini, sekalian dengan cara tepat mengatasi cuaca panas, agar tubuh tetap sehat dan terbebas dari dehidrasi. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202510/image_870x580_68f2f357b896e.webp" length="22884" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sat, 18 Oct 2025 09:09:28 +0700</pubDate>
<dc:creator>Rizqi Ardian</dc:creator>
<media:keywords>lifestyle, rekomendasi, membaca, literasi, buku, suarajatimpost, bisnis, otomotif, teknologi</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p data-start="0" data-end="158"><strong>SUARAJATIMPOST.COM - </strong>Berasa nggak sih, akhir-akhir ini cuaca panasnya udah nggak masuk akal? Siang terik banget, malam pun masih bikin keringetan meski AC udah nyala penuh.</p>
<p data-start="0" data-end="158">Cuaca ekstrem kayak gini bikin tubuh kerja lembur buat ngeluarin panas lewat keringat. Tapi kalau cairan yang hilang nggak diganti, siap-siap dehidrasi, ya!</p>
<p data-start="320" data-end="590">Tanda-tandanya bisa kamu rasain lewat bibir kering, kepala pusing, badan lemas, haus yang nggak reda-reda, sampai warna urine jadi kuning pekat.</p>
<p data-start="320" data-end="590">Kulit pun ternyata bisa protes, muncul ruam merah, iritasi, atau rasa perih, terutama kalau kamu sering beraktivitas di luar ruangan.</p>
<p data-start="592" data-end="777">Efek lainnya? Stamina gampang drop, fokus berkurang, dan mood pun ikut ambyar. Kalau dibiarkan, panas berlebih bisa berujung pada <em>heat stroke</em>, kondisi serius yang ditandai dengan:</p>
<ul data-start="778" data-end="923">
<li data-start="778" data-end="794">
<p data-start="780" data-end="794">Pusing berat</p>
</li>
<li data-start="795" data-end="829">
<p data-start="797" data-end="829">Kulit terasa panas tapi kering</p>
</li>
<li data-start="830" data-end="853">
<p data-start="832" data-end="853">Detak jantung cepat</p>
</li>
<li data-start="854" data-end="876">
<p data-start="856" data-end="876">Badan sangat lemas</p>
</li>
<li data-start="877" data-end="899">
<p data-start="879" data-end="899">Sakit kepala hebat</p>
</li>
<li data-start="900" data-end="923">
<p data-start="902" data-end="923">Bahkan bisa pingsan</p>
</li>
</ul>
<p data-start="925" data-end="1403">Nah, biar tubuh tetap fit di tengah cuaca panas ekstrem, cobain tips simpel ini:</p>
<ul>
<li data-start="925" data-end="1403"><strong data-start="1012" data-end="1038">Sering minum air putih</strong>, terutama kalau lagi banyak keringatan atau beraktivitas berat.</li>
<li data-start="925" data-end="1403"><strong data-start="1108" data-end="1129">Gunakan sunscreen</strong>, topi, atau payung biar kulit terlindungi.</li>
<li data-start="925" data-end="1403"><strong data-start="1178" data-end="1199">Cari tempat teduh</strong> atau ruangan sejuk kalau matahari lagi terik-teriknya.</li>
<li data-start="925" data-end="1403"><strong data-start="1260" data-end="1307">Kenakan pakaian tipis dan menyerap keringat</strong> supaya tubuh tetap adem.</li>
<li data-start="925" data-end="1403"><strong data-start="1338" data-end="1355">Segarkan diri</strong> dengan mandi atau cuci muka pakai air dingin.</li>
</ul>
<p data-start="1405" data-end="1560">Jadi, jangan tunggu sampai kehausan baru minum. Rawat tubuhmu baik-baik, karena panas boleh ekstrem, tapi kamu tetap bisa tetap segar dan bertenaga! <strong>(*)</strong></p>
<p data-start="1405" data-end="1560"><strong>Editor : Rizqi Ardian<br>Sumber : </strong><em>Instagram @alodokter_id</em></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Punya Riwayat Depresi, Warga Sukosari Bondowoso Menghilang, Pencarian Terus Dilakukan</title>
<link>https://suarajatimpost.com/punya-riwayat-depresi-warga-sukosari-bondowoso-menghilang-pencarian-terus-dilakukan</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/punya-riwayat-depresi-warga-sukosari-bondowoso-menghilang-pencarian-terus-dilakukan</guid>
<description><![CDATA[ Meski harapan semakin menipis, keluarga dan warga tetap berdoa agar Bu Ahik segera ditemukan dalam keadaan selamat. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202510/image_870x580_68f2dae702735.webp" length="33574" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sat, 18 Oct 2025 08:00:19 +0700</pubDate>
<dc:creator>Rizqi Ardian</dc:creator>
<media:keywords>BPBD, orang hilang. Bencana, peristiwa, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>BONDOWOSO, SJP —</strong> Suasana di Dusun Jati Rejo, Desa Kerang, Kecamatan Sukosari, Kabupaten Bondowoso, berubah haru sejak Kamis (16/10/2025) dini hari.</p>
<p>Pasalnya, seorang perempuan paruh baya bernama Denisa, atau akrab disapa Bu Ahik, dilaporkan hilang dari rumahnya sekitar pukul 04.00 WIB.</p>
<p>Menurut keterangan keluarga, sebelum hilang Bu Ahik sempat menjalani pengobatan rutin di RS Bhayangkara karena memiliki riwayat depresi.</p>
<p>“Malam sebelumnya sempat terlihat hendak keluar rumah, tapi sempat dicegah tetangga. Paginya keluarga sudah tidak menemukannya di rumah,” ungkap salah seorang warga setempat.</p>
<p>Sejak laporan diterima, warga bersama aparat desa dan relawan langsung melakukan pencarian menyusuri kebun dan area sekitar permukiman. Namun hingga Jumat (17/10/2025) malam, hasilnya masih nihil.</p>
<p>Plt Kepala Pelaksana (Plt) BPBD Kabupaten Bondowoso, Kristianto Putro Prasojo, mengatakan tim gabungan terus berupaya maksimal membantu pencarian.</p>
<p>“Kami sudah menurunkan personel dari TRC BPBD, Pusdalops, dan Agen Bencana Jatim, bersama unsur TNI, pemerintah desa, Pramuka, dan masyarakat,” ujarnya, Jumat malam.</p>
<p>Kristianto menjelaskan, pihaknya juga melakukan asesmen di lokasi untuk memetakan kemungkinan arah pergerakan korban.</p>
<p>“Kondisi cuaca di wilayah Sukosari saat ini berawan dan relatif aman, jadi pencarian bisa terus dilakukan. Kami berkoordinasi dengan aparat setempat agar upaya ini berjalan cepat dan aman,” tambahnya.</p>
<p>Bagi warga Jati Rejo, hilangnya Bu Ahik bukan sekadar kehilangan satu orang, tetapi kehilangan sosok yang dikenal ramah dan rajin berkebun.</p>
<p>“Warga di sini setiap hari ikut bantu mencari, bahkan sampai malam,” imbuh pria yang juga menjabat Sekretaris BPBD ini. </p>
<p>Meski harapan semakin menipis, keluarga dan warga tetap berdoa agar Bu Ahik segera ditemukan dalam keadaan selamat.</p>
<p>“Kami mohon doa dari masyarakat Bondowoso agar pencarian ini membuahkan hasil,” pungkas Kristianto dengan penuh harap. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor: Rizqi Ardian </strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Bangun Ekonomi, Bupati Bondowoso Hadiri Groundbreaking 800 Koperasi Merah Putih di Desa Gebang</title>
<link>https://suarajatimpost.com/bangun-ekonomi-bupati-bondowoso-hadiri-groundbreaking-800-koperasi-merah-putih-di-desa-gebang</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/bangun-ekonomi-bupati-bondowoso-hadiri-groundbreaking-800-koperasi-merah-putih-di-desa-gebang</guid>
<description><![CDATA[ Pemkab Bondowoso meluncurkan pembangunan 800 Koperasi Desa dan Kelurahan Merah Putih. Bupati Abdul Hamid Wahid menyebut program ini sebagai gerakan ekonomi rakyat baru yang menumbuhkan gotong royong, kemandirian, serta memperkuat potensi lokal di tingkat desa. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202510/image_870x580_68f2414a01957.webp" length="91578" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Fri, 17 Oct 2025 20:58:20 +0700</pubDate>
<dc:creator>Rizqi Ardian</dc:creator>
<media:keywords>koperasi desa merah putih, kabupaten Bondowoso, percepatan koperasi, instruksi presiden, chusni mubarrok, nurman ramdansyah, target 12 juli, bumdes, musdes</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p data-start="237" data-end="596"><strong>BONDOWOSO, SJP – </strong>Pemerintah Kabupaten Bondowoso resmi memulai pembangunan 800 Koperasi Desa dan Kelurahan Merah Putih, sebagai upaya memperkuat perekonomian rakyat berbasis desa.<br data-start="423" data-end="426">Groundbreaking ini menandai langkah strategis dalam membangkitkan semangat gotong royong dan kemandirian ekonomi masyarakat di tengah tantangan global yang terus berubah.</p>
<p data-start="1056" data-end="1307">Dalam sambutannya, Bupati Bondowoso Abdul Hamid Wahid menegaskan, pembangunan koperasi ini bukan sekadar peletakan batu pertama, melainkan fondasi gerakan ekonomi rakyat baru yang tumbuh dari desa dan berakar pada semangat gotong royong.</p>
<p data-start="1056" data-end="1307">“Program Koperasi Merah Putih merupakan bentuk nyata tekad pemerintah untuk mengembalikan koperasi pada jati dirinya sebagai soko guru perekonomian nasional,” ujar Bupati Abdul Hamid Wahid, di Desa Gebang, Kecamatan Tenggarang, Jumat (17/10/2025).</p>
<p data-start="1498" data-end="1936">Ia menekankan, koperasi tidak hanya berfungsi sebagai lembaga simpan pinjam, tetapi juga menjadi pusat kegiatan ekonomi rakyat, mulai dari produksi, distribusi, pelatihan, hingga pemberdayaan masyarakat desa.</p>
<p data-start="1498" data-end="1936">Lebih jauh, koperasi ini diharapkan menjadi wadah kolaborasi petani, pelaku UMKM, pemuda, dan perempuan desa dalam mengembangkan potensi lokal seperti pertanian, peternakan, kerajinan, dan pariwisata berbasis komunitas.</p>
<p data-start="1938" data-end="2163">Bupati yang karib disapa Ra Hamid ini menambahkan, program ini menjadi momentum kebangkitan ekonomi kerakyatan pasca berbagai tantangan global. Ia berharap semangat “Merah Putih” akan terus menyala di setiap desa dan kelurahan di seluruh Indonesia.</p>
<p data-start="1938" data-end="2163">“Momentum ini harus menjadi simbol kebangkitan ekonomi rakyat, simbol gotong royong, dan komitmen kita untuk memajukan ekonomi daerah,” ungkapnya.</p>
<p data-start="2315" data-end="2573">Dalam acara tersebut juga dilakukan peletakan batu pertama sebagai simbol dimulainya pembangunan koperasi. Pemerintah Kabupaten Bondowoso menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat ekonomi desa menuju Indonesia yang mandiri, berdaulat, dan sejahtera.</p>
<p data-start="2315" data-end="2573">Acara tersebut juga dihadiri oleh Wakil Bupati Bondowoso As’ad Yahya Syafi’i, Ketua DPRD Bondowoso H. Ahmad Dhafir, Komandan Kodim 0822 Letkol Arh. Achmad Yani, Kapolres Bondowoso AKBP Harto Agung Cahyono, Kepala Kejaksaan Negeri Dzakiyul Fikri, serta Sekretaris Daerah Dr. Fathur Rozi. Hadir pula para camat, kepala desa, jajaran OPD, Forkopimcam, serta pelaku koperasi dan UMKM setempat. <strong>(*)</strong></p>
<p data-start="2315" data-end="2573"><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Bondowoso Siap Siaga Hadapi Ancaman Bencana Hidrometeorologi</title>
<link>https://suarajatimpost.com/bondowoso-siap-siaga-hadapi-ancaman-bencana-hidrometeorologi</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/bondowoso-siap-siaga-hadapi-ancaman-bencana-hidrometeorologi</guid>
<description><![CDATA[ Bupati Bondowoso Abdul Hamid Wahid mengajak masyarakat memperkuat solidaritas menghadapi delapan potensi bencana hidrometeorologi. BPBD pasang sistem peringatan dini, bentuk sekolah aman bencana, dan edukasi mitigasi untuk wujudkan Bondowoso tangguh, siaga, serta peduli terhadap kemanusiaan. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202510/image_870x580_68f22a22ce58f.webp" length="86688" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Fri, 17 Oct 2025 18:41:55 +0700</pubDate>
<dc:creator>Rizqi Ardian</dc:creator>
<media:keywords>bencana, angin, puting beliung, BPBD, suarjatimpost, banjir, tanah longsor</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p data-start="362" data-end="678"><strong>BONDOWOSO, SJP - </strong>Pagi yang cerah di Alun-alun Raden Bagus Assra Ki Ronggo, memberikan semangat kepada ratusan peserta Apel Kesiapsiagaan dan Gelar Peralatan Menghadapi Bencana Hidrometeorologi Tahun 2025, Jumat (17/10/2025).</p>
<p data-start="680" data-end="932">Dalam apel tersebut, Bupati Bondowoso Abdul Hamid Wahid menyampaikan pesan yang sarat makna kemanusiaan. Di tengah potensi ancaman bencana yang terus meningkat, ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk memperkuat solidaritas dan kesiapsiagaan.</p>
<p data-start="680" data-end="932">“Kita tidak dapat menghindari bencana, namun kita bisa memperkecil risikonya melalui kesiapsiagaan, kedisiplinan, dan kerja sama lintas sektor,” ujar bupati yang karib disapa Ra Hamid ini.</p>
<p data-start="1144" data-end="1430">Menurutnya, kondisi geografis Bondowoso yang berbukit dan dilalui banyak aliran sungai menjadikan wilayah ini rentan terhadap banjir, tanah longsor, dan angin kencang. Karena itu, pemerintah daerah bersama masyarakat perlu bahu-membahu membangun budaya tanggap bencana sejak dini.</p>
<p data-start="1144" data-end="1430">“Keterlibatan masyarakat menjadi kunci utama. Melalui pelatihan dan simulasi kebencanaan yang rutin, kita bisa membangun budaya tanggap bencana di setiap lingkungan,” tambahnya.</p>
<p data-start="1615" data-end="1793">Bupati juga memberikan apresiasi kepada seluruh pihak, terutama BPBD, TNI/Polri, dan para relawan, yang tanpa kenal lelah selalu hadir di garda terdepan saat bencana melanda.</p>
<p data-start="1615" data-end="1793">“Semangat gotong royong dan solidaritas adalah kekuatan utama kita dalam menjaga keselamatan dan kemanusiaan,” tegasnya.</p>
<p data-start="1615" data-end="1793"><strong>Delapan Jenis Bencana Mengintai Bondowoso</strong></p>
<p data-start="1975" data-end="2263">Plt Kepala Pelaksana (Kalaksa) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bondowoso, Kristianto Putro Prasojo, mengungkapkan, wilayahnya memiliki delapan potensi bencana di musim penghujan. Empat di antaranya yang paling dominan adalah banjir, tanah longsor, angin kencang, dan kekeringan.</p>
<p data-start="1975" data-end="2263">“Kekeringan masih ada,” ujarnya singkat.</p>
<p data-start="2311" data-end="2546">Menurut Kris, berdasarkan peta kerawanan, beberapa kecamatan yang rawan angin kencang antara lain Maesan, Tenggarang, Tapen, Kelabang, dan Cermee. Sedangkan kawasan rawan banjir berada di Kecamatan Ijen dan Bondowoso.</p>
<p data-start="2311" data-end="2546">“Untuk wilayah Bondowoso kota, banjir biasanya disebabkan karena saluran drainase yang tersumbat. Sebenarnya semua kecamatan punya potensi bencana,” jelasnya.</p>
<p data-start="2711" data-end="2989">Sebagai langkah antisipasi, BPBD telah memasang <em>early warning system </em>di Kecamatan Ijen, wilayah yang pernah dilanda banjir bandang pada tahun 2023 lalu. Selain itu, pihaknya juga membentuk Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB) di belasan sekolah SD, SMP, dan SMA/SMK.</p>
<p data-start="2711" data-end="2989">“Di sekolah-sekolah tersebut, warga sekolah diajarkan mitigasi bencana dan cara menyelamatkan diri. Jadi, kesadaran itu dibangun sejak dini,” terang Kris yang juga menjabat Sekretaris BPBD ini.</p>
<p data-start="3151" data-end="3335">Menanggapi aktivitas gempa bumi yang belakangan kerap terjadi, BPBD juga terus melakukan edukasi kepada masyarakat mengenai cara evakuasi dan langkah penyelamatan diri yang aman.</p>
<p data-start="3151" data-end="3335"><strong>Bondowoso Bergerak dengan Semangat Kemanusiaan</strong></p>
<p data-start="3397" data-end="3659">Apel kesiapsiagaan kali ini tidak hanya menjadi ajang memeriksa perlengkapan, tetapi juga momentum untuk memperkuat tekad bersama. Di balik seragam, helm, dan rompi oranye para relawan, tersimpan wajah-wajah manusia yang rela berkorban demi keselamatan sesama.</p>
<p data-start="3661" data-end="3784">Kristianto menegaskan, semangat kemanusiaan inilah yang akan menjadi fondasi Bondowoso dalam menghadapi segala bencana.</p>
<p data-start="3661" data-end="3784">“Semoga kegiatan ini memperkuat tekad kita untuk mewujudkan Bondowoso yang siaga, peduli, dan tangguh terhadap bencana,” pungkasnya. <strong>(*)</strong></p>
<p data-start="3661" data-end="3784"><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>PMI Bondowoso Kini Punya Mobil Operasional dari Hasil Donasi Masyarakat</title>
<link>https://suarajatimpost.com/pmi-bondowoso-kini-punya-mobil-operasional-dari-hasil-donasi-masyarakat</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/pmi-bondowoso-kini-punya-mobil-operasional-dari-hasil-donasi-masyarakat</guid>
<description><![CDATA[ Bupati Bondowoso Abdul Hamid Wahid menyerahkan mobil operasional kepada PMI Bondowoso, hasil donasi sukarela ASN. Kendaraan ini memperkuat peran PMI dalam penanggulangan bencana bersama BPBD serta mendukung kegiatan donor darah dan layanan kemanusiaan di Bondowoso. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202510/image_870x580_68f21d4c7fe80.webp" length="58756" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Fri, 17 Oct 2025 17:44:11 +0700</pubDate>
<dc:creator>Rizqi Ardian</dc:creator>
<media:keywords>PMI, BPBD, Operasiona, Donor, bencana, ambulans, mobil, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p data-start="360" data-end="783"><strong>BONDOWOSO, SJP - </strong>Wujud kepedulian masyarakat terhadap kemanusiaan kembali terlihat di Kabupaten Bondowoso. Bupati Bondowoso, Abdul Hamid Wahid, secara resmi menyerahkan satu unit mobil operasional kepada Palang Merah Indonesia (PMI) Bondowoso.</p>
<p data-start="360" data-end="783">Mobil pikap seharga Rp151 juta tersebut dibeli dari hasil donasi sukarela para Aparatur Sipil Negara (ASN) yang selama ini rutin menyumbangkan sebagian kecil penghasilannya setiap bulan, kepada PMI Bondowoso.</p>
<p data-start="785" data-end="982">Ketua PMI Bondowoso, Juni Sukarno, mengungkapkan, pengadaan kendaraan operasional ini merupakan bentuk nyata gotong royong dan kepedulian sosial masyarakat Bondowoso, khususnya para ASN.</p>
<p data-start="785" data-end="982">“Setiap bulan teman-teman ASN menyumbang seribu hingga dua ribu rupiah ke rekening PMI. Kami tidak tahu siapa saja yang menyumbang, tapi dana itu terkumpul hingga bisa kami gunakan untuk membeli mobil pikap ini,” jelasnya, Jumat (17/10/2025).</p>
<p data-start="1213" data-end="1513">Ia menambahkan, selama ini PMI Bondowoso belum memiliki kendaraan operasional selain ambulans pinjaman dari provinsi Jawa Timur. Karena itu, keberadaan mobil baru ini diharapkan dapat meningkatkan mobilitas petugas PMI dalam berbagai kegiatan kemanusiaan, termasuk penanganan bencana dan pelayanan sosial.</p>
<p data-start="1213" data-end="1513">“Ambulans hanya digunakan untuk mengantar pasien atau orang sakit. Nah, mobil operasional ini akan membantu kegiatan lain PMI di lapangan,” imbuhnya, usai apel siaga bencana hidrometeorologi di Alun-alun Raden Bagus Assra.</p>
<p data-start="1213" data-end="1513">Penyerahan mobil dilakukan langsung oleh Bupati Abdul Hamid Wahid sebagai bentuk apresiasi pemerintah daerah terhadap partisipasi ASN dan masyarakat dalam mendukung kegiatan kemanusiaan.</p>
<p data-start="1860" data-end="2073">Selain penguatan sarana operasional, PMI Bondowoso juga berkomitmen memperkuat sinergi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dalam menghadapi potensi bencana hidrometeorologi di wilayah Kabupaten Bondowoso.</p>
<p data-start="1860" data-end="2073">“Kami selalu bersinergi dengan BPBD. Setiap kali terjadi bencana alam, PMI selalu turun bersama untuk menanggulangi dampaknya,” tutur Juni.</p>
<p data-start="2220" data-end="2457">Tak hanya bergerak di bidang kebencanaan, PMI Bondowoso juga aktif dalam kegiatan donor darah sukarela. Juni Sukarno menyampaikan apresiasi kepada para pendonor yang telah dengan ikhlas menyumbangkan darahnya untuk membantu sesama.</p>
<p data-start="2220" data-end="2457">“Kami mengucapkan terima kasih kepada para pendonor sukarela yang telah menyumbangkan darahnya bagi kemanusiaan. Darah mereka sangat berarti bagi pasien yang membutuhkan,” ujarnya.</p>
<p data-start="2645" data-end="2867">Dengan adanya dukungan sarana baru ini, PMI Bondowoso diharapkan semakin optimal dalam menjalankan peran kemanusiaan di berbagai bidang, mulai dari pelayanan donor darah, bantuan kesehatan, hingga tanggap darurat bencana. <strong>(*)</strong></p>
<p data-start="2645" data-end="2867"><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Bondowoso Dorong Pertumbuhan Ekonomi Regional Lewat Kerja Sama Aglomerasi dengan Jember dan Situbondo</title>
<link>https://suarajatimpost.com/bondowoso-dorong-pertumbuhan-ekonomi-regional-lewat-kerja-sama-aglomerasi-dengan-jember-dan-situbondo</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/bondowoso-dorong-pertumbuhan-ekonomi-regional-lewat-kerja-sama-aglomerasi-dengan-jember-dan-situbondo</guid>
<description><![CDATA[ Kolaborasi tiga daerah, Bondowoso, Jember, dan Situbondo, dalam kerja sama aglomerasi untuk memperkuat konektivitas, mempercepat pertumbuhan ekonomi regional, meningkatkan investasi, pariwisata, infrastruktur, dan layanan publik guna menciptakan kesejahteraan bersama masyarakat Tapal Kuda Jawa Timur. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202510/image_870x580_68f0d7636e9d1.webp" length="31352" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 16 Oct 2025 18:40:59 +0700</pubDate>
<dc:creator>Rizqi Ardian</dc:creator>
<media:keywords>Ekonomi, Industrialisasi, Pemerintah, suarajatimpost, emas, antam, pabrik, aglomerasi</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p data-start="306" data-end="655"><strong>BONDOWOSO, SJP –</strong> Pemerintah Kabupaten Bondowoso terus memperkuat komitmen dalam membangun perekonomian daerah berbasis kolaborasi lintas wilayah. Hal itu ditegaskan Bupati Bondowoso, Abdul Hamid Wahid, dalam acara Penandatanganan Kesepakatan Bersama antara Kabupaten Situbondo, Bondowoso, dan Jember yang digelar pada Kamis (16/10/2025).</p>
<p data-start="657" data-end="902">Dalam sambutannya, Bupati Hamid Wahid menyampaikan bahwa kesepakatan tiga daerah ini menjadi tonggak penting dalam mempercepat pertumbuhan ekonomi kawasan tapal kuda melalui pengembangan potensi lokal dan peningkatan konektivitas antarwilayah.</p>
<p data-start="657" data-end="902">“Kesepakatan ini bertujuan menjadikan Situbondo, Bondowoso, dan Jember sebagai pusat pertumbuhan ekonomi baru berbasis potensi lokal dan konektivitas kawasan,” ujar Abdul Hamid Wahid di Pendopo Raden Bagus Assra.</p>
<p data-start="1087" data-end="1461">Ia menjelaskan, kolaborasi ini akan berfokus pada integrasi rantai pasok, pengolahan hasil produksi, hingga pemasaran lintas daerah untuk mendorong industrialisasi lokal yang berkelanjutan dan inklusif.</p>
<p data-start="1087" data-end="1461">Selain memperkuat perekonomian, kerja sama tersebut juga diharapkan dapat mewujudkan pemerataan pembangunan melalui sinergi program dan anggaran antar kabupaten.</p>
<p data-start="1463" data-end="1820">Bupati yang karib disapa Ra Hamid ini menegaskan, sektor ekonomi bukan satu-satunya fokus. Pemerintah tiga daerah juga akan memperluas kerja sama di bidang pariwisata, transportasi, dan ketahanan pangan. Melalui optimalisasi jaringan transportasi darat, laut, dan udara, diharapkan pergerakan logistik dan mobilitas wisatawan di kawasan tapal kuda semakin lancar.</p>
<p data-start="1463" data-end="1820">“Kerja sama ini juga diarahkan untuk meningkatkan kunjungan wisata, memperkuat distribusi pangan lokal, serta mendorong keterpaduan antarwilayah agar manfaat pembangunan dapat dirasakan merata oleh masyarakat,” tambahnya.</p>
<p data-start="2049" data-end="2220">Menurutnya, kesepakatan aglomerasi ini selaras dengan visi Pemerintah Provinsi Jawa Timur dalam mewujudkan konektivitas dan pemerataan pembangunan di wilayah timur Jawa.</p>
<p data-start="2049" data-end="2220">“Bondowoso, Situbondo, dan Jember memiliki tanggung jawab moral dan strategis untuk menjadi contoh kolaborasi regional yang efektif, efisien, dan berdampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat,” tegas Bupati.</p>
<p data-start="2435" data-end="2601">Abdul Hamid Wahid mengajak seluruh pihak untuk menjadikan kerja sama ini sebagai model pembangunan lintas kabupaten yang sinergis dan berkelanjutan.</p>
<p data-start="2435" data-end="2601">“Mari kita jadikan kerja sama berbasis aglomerasi ini sebagai model pembangunan yang inspiratif dan membawa manfaat nyata bagi rakyat,” pungkasnya.</p>
<p data-start="2756" data-end="3105">Penandatanganan kesepakatan ini dihadiri oleh Bupati Jember Muhammad Fawait, Bupati Situbondo Yusuf Rio Wahyu Prayogo, serta jajaran perangkat daerah dari ketiga kabupaten.</p>
<p data-start="2756" data-end="3105">Pemerintah daerah berharap, sinergi antarwilayah ini dapat menjadi langkah konkret dalam memperkuat fondasi ekonomi masyarakat dan mempercepat pertumbuhan kawasan tapal kuda. <strong>(*)</strong></p>
<p data-start="2756" data-end="3105"><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Aliansi Santri dan Alumni Pondok Pesantren di Bondowoso Serukan Boikot Trans7</title>
<link>https://suarajatimpost.com/aliansi-santri-dan-alumni-pondok-pesantren-di-bondowoso-serukan-boikot-trans7</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/aliansi-santri-dan-alumni-pondok-pesantren-di-bondowoso-serukan-boikot-trans7</guid>
<description><![CDATA[ Aksi damai dan doa bersama digelar santri serta alumni pondok pesantren se-Bondowoso untuk memprotes tayangan “Xpose Uncensored” di Trans7 yang dinilai mencemarkan nama baik kiai dan pesantren. Kegiatan berlangsung damai di Alun-Alun RBA Ki Ronggo Bondowoso. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202510/image_870x580_68f083bbb1e67.webp" length="64456" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 16 Oct 2025 12:15:49 +0700</pubDate>
<dc:creator>Rizqi Ardian</dc:creator>
<media:keywords>Trans 7, boikot. Demo, aksi, santri, pesantren</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>BONDOWOSO, SJP —</strong> Ribuan santri dan alumni pondok pesantren di Kabupaten Bondowoso yang tergabung dalam Aliansi Santri dan Alumni Pondok Pesantren Se-Bondowoso menggelar aksi damai dan doa bersama, pada Kamis (16/10/2025).</p>
<p></p>
<p>Aksi tersebut merupakan bentuk protes terhadap tayangan program “Xpose Uncensored” di stasiun televisi nasional Trans7 yang dinilai telah menyudutkan dan mencemarkan nama baik kalangan pesantren serta para kiai, khususnya KH. Anwar Manshur, Pengasuh Pondok Pesantren Lirboyo, Kediri.</p>
<p></p>
<p>Aksi berlangsung mulai pukul 11.00 WIB di depan Monumen Gerbong Maut, Alun-Alun RBA Ki Ronggo Bondowoso. Massa aksi mengenakan sarung, baju putih, dan atribut santri pondok masing-masing.</p>
<p></p>
<p>“Tujuan aksi ini sebagai wujud tanggung jawab moral santri dan alumni pesantren untuk menjaga kehormatan ulama serta marwah lembaga pesantren yang selama ini menjadi benteng moral bangsa,” sebut Abdul Wahid, kordinator aksi. </p>
<p>"Aksi ini bertujuan untuk menegaskan bahwa para santri mengecam konten tayangan yang disiarkan oleh Trans7. Kami terpaksa turun untuk membela kiai," tegasnya menambahkan.</p>
<p>Massa aksi mengecam Trans7 dan mengancam akan mendatangkan massa yang lebih banyak, jika Trans7 tidak ditindak tegas secara hukum.</p>
<p>Aksi damai ini dikoordinatori oleh sejumlah tokoh santri dan alumni, di antaranya Muklas Jailani, KH. Abdul Wahid Imam, KH. Ghazali Utsman, KH. Ali Mudatsir, KH. Imam Haromain, dan beberapa kiai besar lainnya. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor: Rizqi Ardian </strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Capaian IKD Bondowoso Masih Rendah, Ini Kendala dan Upaya Dispendukcapil</title>
<link>https://suarajatimpost.com/capaian-ikd-bondowoso-masih-rendah-ini-kendala-dan-upaya-dispendukcapil</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/capaian-ikd-bondowoso-masih-rendah-ini-kendala-dan-upaya-dispendukcapil</guid>
<description><![CDATA[ Capaian IKD Bondowoso baru 5,36 persen dari wajib KTP. Dispendukcapil gencar sosialisasi dan jemput bola ke sekolah. Kendala utama kurangnya partisipasi warga dan keterbatasan HP. Aktivasi IKD penting untuk percepatan layanan dan distribusi blanko KTP. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202510/image_870x580_68f06673383b6.webp" length="37162" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 16 Oct 2025 10:05:40 +0700</pubDate>
<dc:creator>Rizqi Ardian</dc:creator>
<media:keywords>IKD, KTP, DIspenduk, adminduk, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p data-start="254" data-end="575"><strong>BONDOWOSO, SJP – </strong>Capaian Identitas Kependudukan Digital (IKD) di Kabupaten Bondowoso hingga 30 September 2025 masih tergolong rendah. Berdasarkan data nasional, jumlah masyarakat yang telah melakukan aktivasi IKD baru mencapai 32.769 orang atau sekitar 5,36 persen dari total wajib KTP di daerah tersebut.</p>
<p data-start="577" data-end="774">Hal itu disampaikan oleh Sekretaris Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil) Kabupaten Bondowoso, Rifqy Hariyadi, saat menjelaskan perkembangan implementasi IKD, pada Kamis (16/10/2025) di kantornya.</p>
<p data-start="776" data-end="903">“Posisi IKD kita memang masih sangat rendah. Data yang digunakan mengacu pada wajib KTP, bukan jumlah penduduk,” jelas Rifqy.</p>
<p data-start="905" data-end="1152">Menurutnya, rendahnya capaian tersebut disebabkan oleh berbagai kendala di lapangan. Salah satunya, kebijakan mewajibkan aktivasi IKD sebagai syarat dalam layanan administrasi kependudukan yang sering dianggap menambah kerumitan bagi masyarakat.</p>
<p data-start="1154" data-end="1406">“Banyak warga merasa prosesnya jadi lebih rumit. Padahal, kami hanya bisa memaksimalkan aktivasi bagi masyarakat yang datang langsung untuk mencetak KTP, karena proses aktivasi membutuhkan ponsel milik pemohon sendiri dalam kondisi aktif,” terangnya.</p>
<p data-start="1408" data-end="1640">Rifqy menambahkan, pihaknya terus melakukan berbagai langkah percepatan, termasuk sosialisasi di media sosial dan program jemput bola ke sekolah-sekolah, khususnya bagi siswa yang baru lulus dan baru memiliki KTP. Namun, kegiatan tersebut juga menemui tantangan.</p>
<p data-start="1408" data-end="1640">“Saat perekaman di sekolah, banyak siswa yang tidak membawa HP atau memang dilarang membawanya. Akibatnya, target aktivasi tidak bisa optimal,” ujar mantan Camat Tenggarang ini.</p>
<p data-start="1847" data-end="2082">Meski demikian, Rifqy menegaskan bahwa aktivasi IKD memiliki banyak manfaat. Selain lebih praktis karena terintegrasi dengan ponsel, masyarakat juga bisa mengakses KTP, Kartu Keluarga, dan melakukan perubahan data secara digital.</p>
<p data-start="2084" data-end="2212">“Sekarang orang lebih khawatir tidak membawa HP daripada dompet. Jadi IKD ini justru mempermudah, bukan mempersulit,” katanya.</p>
<p data-start="2214" data-end="2344">Ia juga menjelaskan bahwa capaian IKD di daerah turut berpengaruh terhadap jumlah dropping blanko KTP dari pemerintah pusat.</p>
<p data-start="2346" data-end="2514">“Kalau angka aktivasi IKD kecil, maka jumlah distribusi blanko ke kabupaten juga kecil. Jadi kami berharap masyarakat bisa mendukung penuh program ini,” tandas Rifqy.</p>
<p data-start="2516" data-end="2764">Rifqy pun mengingatkan masyarakat agar berhati-hati terhadap pihak yang mengatasnamakan Dispendukcapil dalam proses aktivasi.</p>
<p data-start="2516" data-end="2764">“Jangan sampai tertipu, karena aktivasi IKD dilakukan langsung oleh petugas resmi dan tidak dipungut biaya,” pungkasnya. <strong>(*)</strong></p>
<p data-start="2516" data-end="2764"><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>PTPN I Regional 5 Laporkan Perusakan Ribuan Pohon Kopi di Kaligedang Ijen Bondowoso</title>
<link>https://suarajatimpost.com/ptpn-i-regional-5-laporkan-perusakan-ribuan-pohon-kopi-di-kaligedang-ijen-bondowoso</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/ptpn-i-regional-5-laporkan-perusakan-ribuan-pohon-kopi-di-kaligedang-ijen-bondowoso</guid>
<description><![CDATA[ Ribuan pohon kopi Arabika muda di area PTPN Ijen, Bondowoso, dirusak orang tak dikenal. PTPN I Regional 5 melapor ke polisi atas kerugian Rp400 juta. Polres Bondowoso lakukan penyelidikan dan pengamanan ketat di wilayah Kecamatan Ijen. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202510/image_870x580_68ef8eb8a608e.webp" length="22016" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 15 Oct 2025 19:43:55 +0700</pubDate>
<dc:creator>Rizqi Ardian</dc:creator>
<media:keywords>PTPN, Ijen, lahan, Kaligedang, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p data-start="254" data-end="551"><strong>BONDOWOSO, SJP –</strong> Pasca perusakan 6.661 pohon kopi Arabika berusia tiga tahun atau masuk kategori Tanaman Belum Menghasilkan (TBM) III oleh orang tak dikenal (OTK) di area seluas 4,6 hektare di Desa Kaligedang, Kecamatan Ijen, pihak PTPN I Regional 5 akhirnya melapor kepada polisi.</p>
<p data-start="553" data-end="801">Menurut Kasi Humas Polres Bondowoso, Iptu Bobby Dwi Siswanto, saat ini Polres Bondowoso telah melakukan penyelidikan dan penyidikan. Bahkan, petugas sudah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) serta pemeriksaan terhadap sejumlah saksi.</p>
<p data-start="803" data-end="1016">“Saat ini masih dalam proses penerimaan laporan dari pihak PTPN. Dari hasil laporan tersebut, kami menindaklanjuti dengan pemeriksaan terhadap saksi-saksi. Kemungkinan juga akan ada laporan lanjutan,” ungkapnya.</p>
<p data-start="1018" data-end="1160">Ia menambahkan, Polres Bondowoso telah melakukan pengamanan ketat untuk mencegah terjadinya perusakan susulan di wilayah Kecamatan Ijen.</p>
<p data-start="1162" data-end="1348">“Kami menempatkan tiga personel Brimob, satu personel dari Polsek, dan satu personel dari Samapta. Untuk sementara ini mereka diperbantukan di Polsek Ijen,” ujarnya, Rabu (15/10/2025).</p>
<p data-start="1350" data-end="1599">Sementara itu, Bambang Trianto, Manager Kebun Blawan PTPN I Regional 5, menyebutkan bahwa kerugian yang dialami mencapai sekitar Rp400 juta. Ia menegaskan, laporan ke pihak kepolisian dilakukan untuk memberikan efek jera kepada pelaku.</p>
<p data-start="1601" data-end="1894">“Kalau dari versi kami, proses hukum tetap harus berjalan. Kenapa begitu? Karena itu juga menjawab pertanyaan dan permintaan dari aparat penegak hukum (APH) yang ada, serta agar tidak menimbulkan efek negatif bagi warga lain ataupun oknum yang mungkin ingin memanfaatkan situasi,” ungkapnya.</p>
<p data-start="1896" data-end="2055">Bambang menegaskan, pelaporan tersebut bukan bentuk dari pola komunikasi yang buruk ataupun sikap kaku dari pihak PTPN dalam menyikapi persoalan di lapangan.</p>
<p data-start="2057" data-end="2256">“Penilaian setiap pihak tentu berbeda-beda. Dalam artian, kalau dari versi kami, PTPN tidak kaku. Kalau kami bersikap kaku, tentu kami tidak akan membuka ruang diskusi dengan masyarakat,” jelasnya.</p>
<p data-start="2258" data-end="2486">Ia juga menduga, munculnya persepsi yang menilai PTPN bersikap kaku kemungkinan disebabkan oleh adanya kepentingan tertentu dari pihak-pihak yang membentuk opini tersebut, sehingga PTPN terkesan keras atau tidak fleksibel.</p>
<p data-start="2488" data-end="2555">“Padahal sebenarnya kami tetap terbuka untuk dialog,” pungkasnya.</p>
<p data-start="2557" data-end="2802">Diketahui, pada Senin (13/10/2025) pagi, ribuan batang kopi Arabika muda yang tumbuh subur di kawasan PTPN Ijen, Desa Kaligedang, ditemukan tumbang berserakan. Batang-batang kopi tersebut diduga dipotong oleh orang tidak dikenal (OTK).</p>
<p data-start="2804" data-end="2994">Dari hasil pemeriksaan awal, sedikitnya 6.661 pohon kopi Arabika berusia tiga tahun atau masuk kategori Tanaman Belum Menghasilkan (TBM) III, ditebang di area seluas 4,6 hektare. <strong>(*)</strong></p>
<p data-start="3001" data-end="3025"><strong>Editor: Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Warga Ijen Bondowoso Tolak Relokasi Lahan, Berharap Kerja Sama Tanam Kopi dengan PTPN</title>
<link>https://suarajatimpost.com/warga-ijen-bondowoso-tolak-relokasi-lahan-berharap-kerja-sama-tanam-kopi-dengan-ptpn</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/warga-ijen-bondowoso-tolak-relokasi-lahan-berharap-kerja-sama-tanam-kopi-dengan-ptpn</guid>
<description><![CDATA[ Warga Ijen Bondowoso menolak relokasi lahan pengembangan kopi PTPN I Regional 5. Mereka mengusulkan kerja sama tanam kopi sebagai solusi, namun PTPN tetap berkomitmen melanjutkan program coffee development seluas 506 hektare di Kecamatan Ijen. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202510/image_870x580_68ef8610e07a0.webp" length="52040" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 15 Oct 2025 18:39:17 +0700</pubDate>
<dc:creator>Rizqi Ardian</dc:creator>
<media:keywords>PTPN, Ijen, lahan, Kaligedang, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p data-start="212" data-end="426"><strong>BONDOWOSO, SJP –</strong> Suara masyarakat lereng Ijen kembali bergema sore itu di lobi Kejaksaan Negeri Kabupaten Bondowoso, Rabu (15/10/2025), usai pertemuan dengan anggota DPR RI, Forkopimda, dan PTPN I Regional 5.</p>
<p data-start="428" data-end="620">Pertemuan yang dijadwalkan sejak pukul 12.30 WIB hingga 17.00 WIB tersebut membahas rencana pengembangan <em data-start="533" data-end="553">coffee development</em> yang dilakukan oleh PTPN di Kecamatan Ijen, Kabupaten Bondowoso.</p>
<p data-start="622" data-end="808">Sayangnya, pertemuan itu belum membuahkan hasil dan kesepakatan bersama antara warga dan pihak PTPN. Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Desa Sumber Rejo, Mustafa Hendra Hermawan.</p>
<p data-start="810" data-end="967">Ia menegaskan aspirasi warga bahwa hingga saat ini masyarakat ingin tetap mengolah tanah yang selama ini menjadi sumber kehidupan mereka, bukan direlokasi.</p>
<p data-start="969" data-end="1180">“Belum ada kesepakatan yang rampung sampai sore ini karena kemauan masyarakat dengan PTPN masih belum bertemu. Kami berharap ada kerja sama tanam kopi dengan PTPN agar semua pihak bisa diuntungkan,” ungkapnya.</p>
<p data-start="1182" data-end="1349">Bagi warga Sumber Rejo, kopi bukan sekadar tanaman, melainkan napas kehidupan. Di tengah hamparan tanah perbukitan yang subur, kopi menjadi tumpuan ekonomi keluarga.</p>
<p data-start="1351" data-end="1519">Mustafa menilai, relokasi lahan bukanlah solusi. Selain belum ada lahan pengganti yang pasti, wilayah yang ditawarkan dinilai tidak layak untuk ditanami hortikultura.</p>
<p data-start="1521" data-end="1682">“Kalaupun ada lahan pengganti, kondisinya jauh, berbatu, bahkan ada yang miring sampai 80 derajat. Itu tidak memungkinkan, malah berpotensi longsor,” tuturnya.</p>
<p data-start="1684" data-end="1893">Menurut data desa, sekitar 195 hektare lahan di Sumber Rejo rencananya akan direlokasi. Namun masyarakat menolak dan mengusulkan konsep kerja sama tanam kopi seperti yang diterapkan di kawasan Perhutani.</p>
<p data-start="1895" data-end="2107">“Dengan kerja sama itu, PTPN tetap bisa menanam dan memanen kopi, sementara masyarakat juga mendapat penghasilan. Ini bisa menjadi <em data-start="2026" data-end="2044">win-win solution</em> yang menyejahterakan semua pihak,” kata Mustafa penuh harap.</p>
<p data-start="2109" data-end="2299">Bagi warga, perjuangan mempertahankan tanah bukan sekadar soal kepemilikan lahan, tetapi tentang menjaga warisan, harapan, dan masa depan anak cucu mereka di tanah Ijen yang mereka cintai.</p>
<p data-start="2301" data-end="2482">Sementara itu, Bambang Trianto, Manager Kebun Blawan PTPN I Regional 5, menyampaikan bahwa PTPN tetap berkomitmen menjalankan pengembangan tanaman kopi seluas 506 hektare.</p>
<p data-start="2484" data-end="2756">“Proyeksi kita terkait 506 hektare itu untuk pengembangan <em data-start="2542" data-end="2562">coffee development</em> harus tetap berjalan. Tentunya dengan dinamika yang ada, 506 hektare itu bisa berjalan, apalagi kalau menjadi kepentingan masyarakat. Prinsipnya tetap bisa berjalan, itu yang utama,” ujarnya.</p>
<p data-start="2758" data-end="2995">Terkait progres, tahun ini PTPN tengah membuka lahan seluas 200 hektare dan sudah dilakukan sosialisasi. Sekitar 125 hektare saat ini sedang dalam proses pelaksanaan, meskipun masih ada beberapa kendala yang harus diselesaikan.</p>
<p data-start="2997" data-end="3170">“Sisanya, sekitar 75 hektare, tadi kita bagi hingga zona enam. Harapannya, dengan adanya dua objek itu, target 200 hektare tahun ini bisa selesai atau <em data-start="3148" data-end="3155">clear</em>,” tandasnya. <strong>(*)</strong></p>
<p data-start="3177" data-end="3201"><strong>Editor: Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Museum Terbuka Megalitik Bondowoso Resmi Terverifikasi Kementerian Kebudayaan RI</title>
<link>https://suarajatimpost.com/museum-terbuka-megalitik-bondowoso-resmi-terverifikasi-kementerian-kebudayaan-ri</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/museum-terbuka-megalitik-bondowoso-resmi-terverifikasi-kementerian-kebudayaan-ri</guid>
<description><![CDATA[ Keberadaan museum ini juga berpotensi meningkatkan kunjungan wisata edukatif dan memperkuat posisi Bondowoso sebagai salah satu pusat peradaban megalitik terbesar di Jawa Timur. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202510/image_870x580_68ef1153550dc.webp" length="104814" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 15 Oct 2025 10:13:54 +0700</pubDate>
<dc:creator>Rizqi Ardian</dc:creator>
<media:keywords>museum, megalitik, kementerian kebudayaan, disparbudpora, saurajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p data-start="241" data-end="535"><strong>BONDOWOSO, SJP –</strong> Kabar membanggakan datang dari dunia kebudayaan Bondowoso. Museum Terbuka Megalitikum Bondowoso kini resmi dinyatakan memenuhi seluruh syarat pendirian museum sesuai dengan ketentuan yang berlaku, berdasarkan hasil verifikasi dari Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia.</p>
<p data-start="537" data-end="860">Penetapan tersebut tertuang dalam Surat Direktur Jenderal Perlindungan Kebudayaan dan Tradisi Kementerian Kebudayaan RI Nomor 0774/L-L3/KB 13.02/2025 tanggal 24 September 2025, serta diperkuat melalui Surat Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Jawa Timur Nomor 400.6.2/42506.2/118.3/2025 tanggal 1 Oktober 2025.</p>
<p data-start="862" data-end="1141">Kepala Bidang Kebudayaan pada Dinas Pariwisata, Kebudayaan, Pemuda, dan Olahraga (Disparbupora) Kabupaten Bondowoso, I Gede Budiawan, menyampaikan, hasil verifikasi ini menjadi tonggak penting dalam upaya pelestarian dan pengembangan warisan budaya megalitik di Bondowoso.</p>
<p data-start="862" data-end="1141">“Kami sangat bersyukur atas penetapan ini. Museum Terbuka Megalitikum Bondowoso kini diakui secara resmi sebagai institusi kebudayaan yang memenuhi standar nasional. Ini merupakan hasil kerja keras bersama seluruh pihak yang peduli terhadap pelestarian budaya,” ujar Gede Budiawan, Rabu (15/10/2025).</p>
<p data-start="1447" data-end="1759">Ia menjelaskan, museum tersebut tidak hanya berfungsi sebagai tempat penyimpanan dan pameran benda-benda bersejarah, tetapi juga sebagai sarana edukasi, penelitian, dan penguatan identitas budaya daerah. Keberadaannya diharapkan mampu memperluas wawasan masyarakat tentang pentingnya menjaga warisan leluhur.</p>
<p data-start="1447" data-end="1759">“Melalui museum ini, masyarakat bisa belajar langsung tentang peradaban megalitik yang pernah berkembang di Bondowoso. Harapannya, generasi muda semakin mencintai dan bangga terhadap kekayaan budaya daerahnya,” tambahnya.</p>
<p data-start="1447" data-end="1759">Lebih lanjut, Gede menegaskan bahwa keberadaan museum ini juga berpotensi meningkatkan kunjungan wisata edukatif dan memperkuat posisi Bondowoso sebagai salah satu pusat peradaban megalitik terbesar di Jawa Timur.</p>
<p data-start="1447" data-end="1759">“Kami berharap Museum Terbuka Megalitikum Bondowoso menjadi ikon kebudayaan sekaligus destinasi wisata unggulan yang bisa membanggakan daerah di tingkat nasional,” pungkasnya. <strong>(*)</strong></p>
<p data-start="1447" data-end="1759"><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Saatnya Mencintai Diri Sendiri: Belajar Self&amp;Compassion</title>
<link>https://suarajatimpost.com/saatnya-mencintai-diri-sendiri-belajar-self-compassion</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/saatnya-mencintai-diri-sendiri-belajar-self-compassion</guid>
<description><![CDATA[ Kadang kita sibuk mencintai orang lain sampai lupa bahwa diri sendiri juga butuh kasih sayang. Jadi, mulai hari ini, yuk belajar jadi sahabat terbaik bagi diri sendiri. Karena ketika kamu memperlakukan dirimu dengan lembut, dunia pun akan terasa lebih hangat. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202510/image_870x580_68eef7c1638a9.webp" length="23238" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 15 Oct 2025 09:07:01 +0700</pubDate>
<dc:creator>Rizqi Ardian</dc:creator>
<media:keywords>lifestyle, rekomendasi, membaca, literasi, buku, suarajatimpost, bisnis, otomotif, teknologi</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p data-start="268" data-end="634"><strong>SUARAJATIMPOST.COM - </strong>Hai, kamu apa kabar hari ini? Semoga hatimu baik-baik saja, meski mungkin akhir-akhir ini hidup terasa agak berat. Kadang kita merasa lelah, kecewa, atau bahkan tidak cukup baik. Dan tahu nggak? Semua perasaan itu <em data-start="487" data-end="494">valid</em>. Kamu nggak salah kalau merasa begitu, karena kita semua hanyalah manusia, yang bisa jatuh, tapi juga selalu punya kesempatan untuk bangkit.</p>
<p data-start="636" data-end="873">Namun, kalau rasa bersalah atau kecewa itu terus kamu pelihara, lama-lama bisa membuatmu kelelahan secara emosional. Nah, di sinilah <em data-start="769" data-end="786">self-compassion</em> atau belas kasih terhadap diri sendiri bisa jadi pelukan hangat yang menenangkan hati.</p>
<p data-start="636" data-end="873"><strong>Apa Itu Self-Compassion?</strong></p>
<p data-start="913" data-end="1223"><em data-start="913" data-end="930">Self-compassion</em> adalah sikap berbuat baik kepada diri sendiri, terutama saat kamu sedang gagal, terluka, atau merasa tidak cukup. Bukan berarti kamu memanjakan diri, tapi kamu belajar untuk memahami dan menerima bahwa rasa sakit, kecewa, atau kegagalan adalah bagian dari hidup yang juga dialami semua orang.</p>
<p data-start="1225" data-end="1410">Saat kamu mempraktikkan self-compassion, kamu mulai berbicara lembut pada dirimu sendiri, bukan dengan kritik atau kemarahan, tapi dengan empati dan kasih sayang. Kamu belajar bilang:</p>
<p data-start="1225" data-end="1410">“Gak apa-apa, aku sedang berproses.”<br>“Aku berhak istirahat.”<br data-start="1477" data-end="1480">“Aku pantas dicintai meski sedang tidak sempurna.”</p>
<p data-start="1225" data-end="1410"><strong>Manfaat Self-Compassion untuk Hidupmu</strong></p>
<p data-start="1585" data-end="1674">Menjalani hidup dengan penuh kasih pada diri sendiri bisa membawa banyak kebaikan, lho:</p>
<ul data-start="1676" data-end="1997">
<li data-start="1676" data-end="1733">
<p data-start="1678" data-end="1733">Menenangkan hati di saat pikiran terasa sesak.</p>
</li>
<li data-start="1734" data-end="1781">
<p data-start="1736" data-end="1781">Mengurangi stres dan tekanan batin.</p>
</li>
<li data-start="1782" data-end="1868">
<p data-start="1784" data-end="1868">Meningkatkan kepercayaan diri karena kamu mulai percaya bahwa dirimu cukup.</p>
</li>
<li data-start="1869" data-end="1921">
<p data-start="1871" data-end="1921">Membuat lebih sabar menghadapi kegagalan.</p>
</li>
<li data-start="1922" data-end="1997">
<p data-start="1924" data-end="1997">Menjaga kesehatan mental tetap stabil meski dalam situasi sulit.</p>
</li>
</ul>
<p data-start="1999" data-end="2179">Dengan <em>self-compassion</em>, kamu bisa melihat kegagalan bukan sebagai akhir dari segalanya, tapi sebagai langkah penting dalam perjalanan menjadi pribadi yang lebih kuat dan bijaksana.</p>
<p data-start="1999" data-end="2179"><strong>Yuk, Mulai Latihan <em>Self-Compassion</em> Hari Ini</strong></p>
<p data-start="2238" data-end="2337">Kamu nggak perlu jadi sempurna untuk mulai mencintai diri sendiri. Cukup lakukan langkah kecil ini:</p>
<ol data-start="2339" data-end="2775">
<li data-start="2339" data-end="2439">
<p data-start="2342" data-end="2439">Berhenti menyalahkan diri sendiri atau orang lain saat sesuatu tak berjalan sesuai harapan.</p>
</li>
<li data-start="2440" data-end="2538">
<p data-start="2443" data-end="2538">Bicara lembut pada diri sendiri, seperti saat kamu menghibur sahabatmu yang sedang sedih.</p>
</li>
<li data-start="2539" data-end="2623">
<p data-start="2542" data-end="2623">Tarik napas dalam-dalam, peluk dirimu sendiri, dan beri ruang untuk tenang.</p>
</li>
<li data-start="2624" data-end="2685">
<p data-start="2627" data-end="2685">Kasih waktu untuk pulih. Kamu nggak perlu buru-buru.</p>
</li>
<li data-start="2686" data-end="2775">
<p data-start="2689" data-end="2775">Berhenti membandingkan diri dengan orang lain. Kamu punya jalan hidupmu sendiri.</p>
</li>
</ol>
<p data-start="2782" data-end="3046">Kadang kita sibuk mencintai orang lain sampai lupa bahwa diri sendiri juga butuh kasih sayang. Jadi, mulai hari ini, yuk belajar jadi sahabat terbaik bagi diri sendiri. Karena ketika kamu memperlakukan dirimu dengan lembut, dunia pun akan terasa lebih hangat. <strong>(*)</strong></p>
<p data-start="2782" data-end="3046"><strong>Editor : Rizqi Ardian<br>Sumber : </strong><em>instagram @alodokter_id</em></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Batasi Makanan ini untuk Mencegah Kista Ovarium </title>
<link>https://suarajatimpost.com/batasi-makanan-ini-untuk-mencegah-kista-ovarium</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/batasi-makanan-ini-untuk-mencegah-kista-ovarium</guid>
<description><![CDATA[ Kista ovarium sebenarnya adalah kantong berisi cairan yang tumbuh di indung telur. Awalnya bisa jadi tidak berbahaya. Tapi tanpa penanganan yang tepat, kondisi ini dapat berkembang menjadi serius, bahkan kanker. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202510/image_870x580_68eeefcd004c9.webp" length="32590" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 15 Oct 2025 08:01:08 +0700</pubDate>
<dc:creator>Rizqi Ardian</dc:creator>
<media:keywords>lifestyle, rekomendasi, membaca, literasi, buku, suarajatimpost, bisnis, otomotif, teknologi</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p data-start="262" data-end="509"><strong>SUARAJATIMPOST.COM - </strong>Kadang tubuh kita memberi tanda, halus sekali, tapi sering kita abaikan. Perut terasa nyeri, haid tidak teratur, atau cepat lelah tanpa sebab jelas. Mungkin itu cara tubuh berbisik bahwa ada sesuatu yang perlu diperhatikan, seperti kista ovarium.</p>
<p data-start="511" data-end="848">Menurut data <em data-start="524" data-end="557">World Health Organization (WHO)</em> tahun 2020, ada sekitar 15.000 kasus kista ovarium di Indonesia, dan hampir 10.000 di antaranya berakhir dengan kematian. Angka ini tentu bukan sekadar statistik. Di baliknya, ada ribuan kisah perempuan yang berjuang dengan rasa takut, nyeri, dan kecemasan akan masa depan mereka.</p>
<p data-start="850" data-end="1066">Kista ovarium sebenarnya adalah kantong berisi cairan yang tumbuh di indung telur. Awalnya bisa jadi tidak berbahaya. Tapi tanpa penanganan yang tepat, kondisi ini dapat berkembang menjadi serius, bahkan kanker.</p>
<p data-start="1068" data-end="1473">Salah satu penyebab utamanya adalah ketidakseimbangan hormon, yang sering kali dipengaruhi oleh pola makan dan gaya hidup kita.</p>
<p data-start="1068" data-end="1473">Makanan manis, berlemak, cepat saji, atau karbohidrat sederhana yang dikonsumsi berlebihan bisa membuat tubuh kehilangan keseimbangannya. Kadang kita makan bukan karena lapar, tapi karena stres, bosan, atau butuh kenyamanan sesaat. Namun, tubuh tetap mencatat semuanya.</p>
<p data-start="71" data-end="145"><strong data-start="71" data-end="145">Batasi Makanan Ini, ya! Soalnya Bisa Tingkatkan Risiko Kista Ovarium</strong></p>
<ul data-start="147" data-end="432">
<li data-start="147" data-end="217">
<p data-start="149" data-end="217">Makanan manis seperti kopi susu, cokelat, permen, dan manisan buah</p>
</li>
<li data-start="218" data-end="301">
<p data-start="220" data-end="301">Makanan berlemak, contohnya kulit ayam goreng, kentang goreng, dan telur gulung</p>
</li>
<li data-start="302" data-end="367">
<p data-start="304" data-end="367">Makanan cepat saji, misalnya burger, pizza, kebab, dan nugget</p>
</li>
<li data-start="368" data-end="432">
<p data-start="370" data-end="432">Karbohidrat sederhana kayak nasi putih, roti, dan mie instan</p>
</li>
</ul>
<p data-start="1475" data-end="1551"><strong>Beberapa faktor lain juga bisa meningkatkan risiko kista ovarium, seperti:</strong></p>
<ul data-start="1552" data-end="1793">
<li data-start="1552" data-end="1584">
<p data-start="1554" data-end="1584">Riwayat kista dalam keluarga</p>
</li>
<li data-start="1585" data-end="1638">
<p data-start="1587" data-end="1638">Penggunaan obat kesuburan tanpa pengawasan dokter</p>
</li>
<li data-start="1639" data-end="1701">
<p data-start="1641" data-end="1701">Kondisi medis seperti PCOS (Polycystic Ovary Syndrome)</p>
</li>
<li data-start="1702" data-end="1727">
<p data-start="1704" data-end="1727">Usia di atas 30 tahun</p>
</li>
<li data-start="1728" data-end="1793">
<p data-start="1730" data-end="1793">Gaya hidup yang minim gerak, kurang tidur, dan stres berlebih</p>
</li>
</ul>
<p data-start="1795" data-end="1947">Kalau kamu merasa punya satu atau beberapa faktor di atas, jangan panik. Ini bukan akhir, tapi justru awal untuk lebih menyayangi tubuhmu sendiri.</p>
<p data-start="1949" data-end="2043">Mulailah perlahan, bukan karena takut sakit, tapi karena kamu layak merasa sehat dan bahagia:</p>
<ul data-start="2044" data-end="2415">
<li data-start="2044" data-end="2174">
<p data-start="2046" data-end="2174">Pilih makanan yang menutrisi, bukan sekadar mengenyangkan. Sayur, buah, dan protein sehat bisa membantu menyeimbangkan hormon.</p>
</li>
<li data-start="2175" data-end="2272">
<p data-start="2177" data-end="2272">Bergerak setiap hari. Tak perlu ekstrem, jalan pagi, peregangan ringan, atau yoga sudah cukup.</p>
</li>
<li data-start="2273" data-end="2332">
<p data-start="2275" data-end="2332">Tidur cukup dan beri tubuh waktu untuk memulihkan diri.</p>
</li>
<li data-start="2333" data-end="2415">
<p data-start="2335" data-end="2415">Kelola stres dengan berbicara, berdoa, atau melakukan hal-hal yang kamu sukai.</p>
</li>
</ul>
<p data-start="2417" data-end="2640">Tubuhmu selalu berusaha melindungimu, meski kamu sering lupa menjaganya. Dengarkan sinyal-sinyalnya. Jika muncul nyeri di perut bawah, siklus haid berubah, perut kembung, atau cepat kenyang, jangan ragu periksa ke dokter.</p>
<p data-start="2642" data-end="2776">Kesehatan bukan hanya soal angka di hasil lab, tapi tentang bagaimana kamu memperlakukan dirimu dengan kasih dan kesadaran penuh. <strong>(**)</strong></p>
<p data-start="2642" data-end="2776"><strong>Editor : Rizqi Ardian<br>Sumber :</strong> Instagram @alodokter_id</p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>IKA PMII Bondowoso Geram: Tayangan Trans7 Lukai Hati Santri dan Ulama</title>
<link>https://suarajatimpost.com/ika-pmii-bondowoso-geram-tayangan-trans7-lukai-hati-santri-dan-ulama</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/ika-pmii-bondowoso-geram-tayangan-trans7-lukai-hati-santri-dan-ulama</guid>
<description><![CDATA[ IKA PMII Bondowoso mengecam keras tayangan Expose Uncensored Trans7 yang dianggap menistakan pesantren dan ulama. Ketua M. Asnawi Sabil menilai tayangan itu menyesatkan, berpotensi SARA, serta merusak citra pesantren sebagai benteng moral dan pendidikan bangsa. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202510/image_870x580_68ee63e1bed18.webp" length="37960" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Tue, 14 Oct 2025 21:57:14 +0700</pubDate>
<dc:creator>Rizqi Ardian</dc:creator>
<media:keywords>Ansor, Trans7, televisi, pesantren, ulama, lirboyo, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p data-start="281" data-end="568"><strong>BONDOWOSO, SJP – </strong>Tayangan program <em data-start="314" data-end="333">Expose Uncensored</em> di Trans7 pada Senin (13/10/2025) menuai reaksi keras dari para alumni pesantren di Bondowoso. Mereka merasa tersinggung dan terluka, karena isi acara tersebut dianggap menyinggung kehidupan pesantren dan mencederai marwah para ulama.</p>
<p data-start="570" data-end="861">Ketua Ikatan Keluarga Alumni Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (IKA PMII) Bondowoso, M. Asnawi Sabil, tak bisa menyembunyikan kekecewaannya. Baginya, tayangan itu bukan sekadar salah paham, tetapi bentuk ketidakpekaan terhadap lembaga keagamaan yang selama ini menjaga moral bangsa.</p>
<p data-start="570" data-end="861">“Isi tayangan itu menyesatkan dan merendahkan pesantren serta para ulama. Ini bukan hanya kesalahan teknis, tapi wujud ketidakhormatan terhadap simbol-simbol keislaman yang menjadi benteng moral masyarakat,” ujarnya, Selasa (14/10/2025).</p>
<p data-start="570" data-end="861">Sebagai alumni pesantren, Sabil merasakan betul luka batin para santri dan kiai setelah menonton program tersebut. Ia mengingatkan agar masyarakat, terutama kalangan santri, tetap tenang dan menyikapi persoalan ini dengan bijak, tanpa terprovokasi emosi.</p>
<p data-start="570" data-end="861">“Kami ingin menyelesaikan ini secara bermartabat, lewat jalur hukum. Tapi pelecehan terhadap pesantren sama saja dengan menyerang nilai luhur Islam dan kebangsaan,” tegasnya.</p>
<p data-start="570" data-end="861">IKA PMII Bondowoso, lanjut Sabil, siap berada di garis depan membela kehormatan pesantren. Ia menegaskan, pihaknya tidak akan tinggal diam ketika tempat lahirnya para penjaga moral bangsa dilecehkan.</p>
<p data-start="570" data-end="861">“Kami semua berlatar belakang santri. Maka kami merasa terpanggil untuk membela pesantren dari segala bentuk penistaan,” tambahnya.</p>
<p data-start="1874" data-end="2172">Lebih jauh, Sabil menilai tayangan <em data-start="1909" data-end="1928">Expose Uncensored</em> berpotensi memicu sentimen SARA, sesuatu yang jelas dilarang dalam Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2002 tentang Penyiaran, khususnya Pasal 36 ayat (5) yang melarang penyiaran konten berunsur kebencian dan pelecehan nilai kesusilaan.</p>
<p data-start="2174" data-end="2346">Ia juga menegaskan pentingnya media seperti Trans7 untuk memegang teguh Kode Etik Jurnalistik serta Pedoman Perilaku Penyiaran dan Standar Program Siaran (P3SPS).</p>
<p data-start="2174" data-end="2346">“Materi tayangan itu tidak berimbang, cenderung sepihak, dan akhirnya menimbulkan keresahan di masyarakat. Citra pesantren yang selama ini menjadi pusat pendidikan moral dan karakter ikut tercoreng,” pungkasnya. <strong>(*)</strong></p>
<p data-start="2174" data-end="2346"><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Tujuh Rumah di Bondowoso Rusak Diterjang Angin Kencang</title>
<link>https://suarajatimpost.com/tujuh-rumah-di-bondowoso-rusak-diterjang-angin-kencang</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/tujuh-rumah-di-bondowoso-rusak-diterjang-angin-kencang</guid>
<description><![CDATA[ Tujuh rumah warga Desa Karang Anyar, Tegalampel, Bondowoso rusak akibat angin kencang. BPBD Bondowoso di bawah koordinasi Plt Kalaksa Kristianto Putro Prasojo bergerak cepat melakukan asesmen dan mengimbau masyarakat waspada terhadap potensi cuaca ekstrem. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202510/image_870x580_68ee35e76a69c.webp" length="65582" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Tue, 14 Oct 2025 19:19:29 +0700</pubDate>
<dc:creator>Rizqi Ardian</dc:creator>
<media:keywords>bencana, angin, puting beliung, BPBD, suarjatimpost, banjir, tanah longsor</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p data-start="419" data-end="772"><strong>BONDOWOSO, SJP –</strong> Cuaca ekstrem kembali melanda wilayah Kabupaten Bondowoso. Kali ini, hembusan angin kencang menerjang Desa Karang Anyar, Kecamatan Tegalampel, pada Selasa (14/10/2025) siang, sekira pukul 14.00 WIB.</p>
<p data-start="419" data-end="772">Akibatnya, tujuh rumah warga mengalami kerusakan ringan, meski beruntung tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.</p>
<p data-start="419" data-end="772">Salah seorang warga setempat mengaku panik saat atap rumahnya tiba-tiba terangkat angin.</p>
<p data-start="419" data-end="772">“Anginnya datang tiba-tiba, suara gemuruh, genting langsung beterbangan. Untung anak-anak sedang di dalam kamar dan tidak terluka,” ujarnya sambil memperbaiki bagian rumah yang rusak.</p>
<p data-start="1059" data-end="1259">Mendapat laporan dari perangkat desa, tim BPBD Bondowoso bersama TRC-PB, Polsek Tegalampel, dan pihak kecamatan segera menuju lokasi untuk melakukan asesmen dan penanganan cepat.</p>
<p data-start="1261" data-end="1445">Plt Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Bondowoso, Kristianto Putro Prasojo, mengatakan pihaknya langsung mengerahkan personel begitu laporan diterima melalui kanal WhatsApp darurat.</p>
<p data-start="1261" data-end="1445">“Begitu laporan masuk pukul 14.01 WIB, tim kami langsung bergerak ke lokasi. Alhamdulillah tidak ada korban jiwa, dan tujuh rumah yang terdampak sudah mulai diperbaiki secara mandiri oleh warga,” jelas Kristianto.</p>
<p data-start="1666" data-end="1832">Ia menambahkan, kejadian tersebut menjadi peringatan bagi masyarakat agar lebih waspada terhadap potensi cuaca ekstrem di masa peralihan musim seperti saat ini.</p>
<p data-start="1666" data-end="1832">“Kami terus mengimbau warga untuk memperkuat atap rumah, memangkas pohon tinggi di sekitar rumah, serta segera melapor jika terjadi tanda-tanda angin kencang,” katanya.</p>
<p data-start="2008" data-end="2128">BPBD juga memastikan kondisi di wilayah Tegalampel kini sudah berangsur aman, meski cuaca masih terpantau mendung.</p>
<p data-start="2008" data-end="2128">“Tim kami tetap siaga, dan koordinasi dengan aparat desa serta relawan terus dilakukan. Prinsipnya, keselamatan warga menjadi prioritas utama,” tegas pria yang karib disapa Kris ini.</p>
<p data-start="2297" data-end="2517">Meski kerugian materiil belum dapat dipastikan secara detail, semangat gotong royong masyarakat terlihat jelas. Warga saling membantu memperbaiki rumah yang rusak, sementara tim BPBD terus memantau kondisi di lapangan.</p>
<p data-start="2297" data-end="2517">Plt Kalaksa BPBD berpesan kepada masyarakat bahwa penanggulangan bencana bukan hanya tugas pemerintah, melainkan tanggung jawab bersama.</p>
<p data-start="2297" data-end="2517">“Kami berterima kasih atas kerja sama masyarakat yang cepat tanggap. Semoga Bondowoso tetap tangguh menghadapi bencana,” pungkasnya. <strong>(*)</strong></p>
<p data-start="2297" data-end="2517"><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Ansor Bondowoso Kecam Trans7: Tayangan Lukai Marwah Pesantren dan Ulama</title>
<link>https://suarajatimpost.com/ansor-bondowoso-kecam-trans7-tayangan-lukai-marwah-pesantren-dan-ulama</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/ansor-bondowoso-kecam-trans7-tayangan-lukai-marwah-pesantren-dan-ulama</guid>
<description><![CDATA[ GP Ansor Bondowoso kecam Trans7 atas tayangan yang dinilai memelintir pernyataan KH. Anwar Manshur dan mencederai marwah pesantren. Ansor desak klarifikasi, permintaan maaf terbuka, dan penayangan ulang konteks utuh demi menjaga kehormatan ulama. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202510/image_870x580_68ee32becb3e3.webp" length="24944" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Tue, 14 Oct 2025 18:42:30 +0700</pubDate>
<dc:creator>Rizqi Ardian</dc:creator>
<media:keywords>Ansor, Trans7, televisi, pesantren, ulama, lirboyo, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p data-start="300" data-end="637"><strong>BONDOWOSO, SJP –</strong> Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda (PC GP) Ansor Kabupaten Bondowoso melancarkan kecaman keras terhadap stasiun televisi nasional Trans7. Tayangan salah satu programnya dinilai tidak profesional dan melukai martabat pesantren serta ulama, khususnya Pengasuh Pondok Pesantren Lirboyo, KH. Anwar Manshur.</p>
<p data-start="639" data-end="829">Ketua PC GP Ansor Bondowoso, Luluk Hariyadi, menegaskan potongan tayangan Trans7 yang memelintir pernyataan KH. Anwar Manshur telah menimbulkan persepsi negatif dan menyesatkan publik.</p>
<p data-start="639" data-end="829">“Trans7 telah menyajikan berita yang tidak proporsional. Pernyataan Mbah Yai Anwar Manshur dipotong dan dilepaskan dari konteks aslinya. Ini bentuk pelecehan terhadap ulama dan dunia pesantren,” tegas Luluk, Selasa (14/10/2025).</p>
<p data-start="1065" data-end="1297">Ia menambahkan, pesantren selama ini menjadi benteng moral bangsa dan pusat lahirnya tokoh-tokoh yang berperan besar dalam pembangunan negeri. Karena itu, media massa dituntut menjaga akurasi dan menghormati nilai-nilai pesantren.</p>
<p data-start="1065" data-end="1297">“Ini bukan sekadar persoalan individu KH. Anwar Manshur. Ini tentang martabat dunia pesantren. Tindakan Trans7 telah melukai hati jutaan santri dan pecinta ulama di Indonesia,” imbuhnya.</p>
<p data-start="1491" data-end="1729">Sementara itu, Sekretaris PC GP Ansor Bondowoso, Didik Pranoto, mendesak pihak Trans7 segera memberikan klarifikasi terbuka dan meminta maaf kepada publik, khususnya kepada keluarga besar Pondok Pesantren Lirboyo dan umat Islam.</p>
<p data-start="1491" data-end="1729">“Kami menuntut permintaan maaf terbuka serta penayangan ulang pernyataan KH. Anwar Manshur secara utuh agar masyarakat mendapat informasi benar. Jika tidak, kami siap menempuh langkah hukum dan aksi moral yang lebih luas,” tegas Didik.</p>
<p data-start="1972" data-end="2195">Selain mengecam keras tindakan Trans7, Ansor Bondowoso juga mengimbau masyarakat untuk lebih kritis dan bijak menyikapi potongan video yang beredar, agar tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum tentu benar.</p>
<p data-start="2197" data-end="2456">Dukungan terhadap KH. Anwar Manshur dan Pondok Pesantren Lirboyo terus mengalir dari berbagai kalangan. Tagar #BelaUlama dan #LirboyoBermartabat bahkan sempat menjadi trending di media sosial sebagai bentuk solidaritas terhadap ulama sepuh tersebut.</p>
<p data-start="2458" data-end="2577">GP Ansor Bondowoso menegaskan komitmennya untuk berdiri di garda terdepan menjaga kehormatan pesantren dan ulama.</p>
<p data-start="2458" data-end="2577">“Pesantren bukan hanya lembaga pendidikan, tapi penjaga akhlak bangsa. Kami akan terus membela marwah para kiai dan ulama dari segala bentuk pelecehan,” pungkasnya. <strong>(*)</strong></p>
<p data-start="2458" data-end="2577"><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Pemkab Bondowoso Jaga Stabilitas Ekonomi di Tengah Pemotongan TKD Rp60 Miliar</title>
<link>https://suarajatimpost.com/pemkab-bondowoso-jaga-stabilitas-ekonomi-di-tengah-pemotongan-tkd-rp60-miliar</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/pemkab-bondowoso-jaga-stabilitas-ekonomi-di-tengah-pemotongan-tkd-rp60-miliar</guid>
<description><![CDATA[ Transfer ke Daerah (TKD) merupakan dana yang disalurkan pemerintah pusat kepada daerah melalui berbagai skema, seperti Dana Alokasi Umum (DAU), Dana Alokasi Khusus (DAK), Dana Bagi Hasil (DBH), serta Dana Insentif Fiskal (DIF) ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202510/image_870x580_68ecfeeb208e5.webp" length="54768" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 13 Oct 2025 22:12:17 +0700</pubDate>
<dc:creator>Rizqi Ardian</dc:creator>
<media:keywords>TKD, Pemerintahan, APBD, APBN, transfer, ekonomi, inflasi, MBG, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p data-start="393" data-end="689"><strong>BONDOWOSO, SJP -</strong> Pemerintah Kabupaten Bondowoso terus berupaya menjaga stabilitas ekonomi daerah di tengah kebijakan efisiensi anggaran nasional. Pasalnya, pada tahun 2026 mendatang, pemerintah pusat akan memangkas Transfer ke Daerah (TKD) untuk Bondowoso hingga hampir Rp60 miliar.</p>
<p data-start="691" data-end="1009">Bupati Bondowoso, Abdul Hamid Wahid menjelaskan, pemotongan tersebut merupakan bagian dari kebijakan nasional untuk menata belanja dan efisiensi fiskal. Meski demikian, ia menegaskan agar kebijakan itu tidak berdampak langsung terhadap daya beli dan kesejahteraan masyarakat.</p>
<p data-start="691" data-end="1009">“Setelah efisiensi memang terjadi, Kabupaten Bondowoso pada tahun ini kena pemotongan lagi sebesar hampir Rp60 miliar. Tapi kita berharap ini tidak berdampak serius pada daya beli masyarakat,” ujarnya usai membuka <em data-start="1226" data-end="1246">High Level Meeting</em> Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) di Hotel Grand Padis, Senin (13/10/2025).</p>
<p data-start="1331" data-end="1703">Sebagai informasi, Transfer ke Daerah (TKD) merupakan dana yang disalurkan pemerintah pusat kepada daerah melalui berbagai skema, seperti Dana Alokasi Umum (DAU), Dana Alokasi Khusus (DAK), Dana Bagi Hasil (DBH), serta Dana Insentif Fiskal (DIF). Dana ini menjadi salah satu sumber utama pembiayaan program pembangunan dan pelayanan publik di tingkat daerah.</p>
<p data-start="1705" data-end="2046">Menurut Bupati Bondowoso yang karib disapa Ra Hamid ini, pemangkasan TKD akan menuntut pemerintah daerah lebih cermat dalam mengelola keuangan dan memperkuat sinergi antarinstansi agar belanja publik tetap efektif. Untuk mengantisipasi dampak ekonomi yang mungkin timbul, Pemkab Bondowoso mengintensifkan koordinasi lintas sektor dalam menjaga inflasi agar tetap terkendali.</p>
<p data-start="2048" data-end="2241">Upaya tersebut dilakukan melalui pemantauan harga pasar, pengendalian distribusi kebutuhan pokok, serta memastikan ketersediaan dan keterjangkauan barang pangan strategis di lapangan.</p>
<p data-start="2048" data-end="2241">“Langkahnya terus mencoba melakukan pemantauan, pengendalian pasar, dan menjaga agar stabilitas daya beli masyarakat tetap terjaga,” jelasnya.</p>
<p data-start="2048" data-end="2241">Selain pengendalian inflasi, Ra Hamid juga menilai kebijakan pemerintah pusat melalui Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dapat memberikan efek ekonomi positif bagi masyarakat daerah. Program tersebut dinilai mampu memperkuat mata rantai pasokan lokal dan mendorong perputaran ekonomi di sektor pangan.</p>
<p data-start="2048" data-end="2241">“Program makan bergizi gratis ini justru memberikan dampak positif terhadap mata rantai pasokan dan menggerakkan ekonomi masyarakat. Saya kira justru positif,” ungkapnya.</p>
<p data-start="2874" data-end="3069">Dengan langkah-langkah tersebut, Pemerintah Kabupaten Bondowoso memastikan bahwa stabilitas ekonomi daerah tetap terjaga, meski harus beradaptasi dengan kebijakan efisiensi anggaran dari pusat.</p>
<p data-start="2874" data-end="3069">“Kami berkomitmen menjaga keseimbangan fiskal dan daya beli masyarakat. Bondowoso harus tetap tumbuh, meski dalam situasi fiskal yang ketat,” pungkasnya. <strong>(*)</strong></p>
<p data-start="2874" data-end="3069"><strong>Editor Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Bupati Bondowoso Dorong Penguatan Ketahanan Pangan untuk Kendalikan Inflasi</title>
<link>https://suarajatimpost.com/bupati-bondowoso-dorong-penguatan-ketahanan-pangan-untuk-kendalikan-inflasi</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/bupati-bondowoso-dorong-penguatan-ketahanan-pangan-untuk-kendalikan-inflasi</guid>
<description><![CDATA[ Bupati Bondowoso Abdul Hamid Wahid menegaskan pentingnya penguatan ketahanan pangan lokal untuk menjaga stabilitas harga dan kesejahteraan masyarakat. Melalui sinergi TPID dan strategi 4K, Bondowoso berkomitmen menghadapi tantangan inflasi dan memperkuat ekonomi daerah secara berkelanjutan. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202510/image_870x580_68ecfc91ed828.webp" length="46034" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 13 Oct 2025 21:54:30 +0700</pubDate>
<dc:creator>Rizqi Ardian</dc:creator>
<media:keywords>pemerinthaan, BI, Inflasi, Ekonomi, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p data-start="362" data-end="745"><strong>BONDOWOSO, SJP - </strong>Pemerintah Kabupaten Bondowoso menegaskan komitmennya menjaga stabilitas harga dan memperkuat ketahanan ekonomi daerah melalui sinergi lintas sektor.</p>
<p data-start="362" data-end="745">Hal itu disampaikan Bupati Bondowoso, Abdul Hamid Wahid, dalam acara <em data-start="642" data-end="662">High Level Meeting</em> Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Bondowoso tahun 2025, Senin (13/10/2025) di salah satu hotel di Bondowoso.</p>
<p data-start="747" data-end="911">Dalam arahannya, bupati atau yang akrab disapa Ra Hamid ini menekankan, pengendalian inflasi bukan sekadar menjaga angka statistik, tetapi mencerminkan kesejahteraan dan daya beli masyarakat.</p>
<p data-start="747" data-end="911">“Inflasi bukan hanya soal angka. Ia menggambarkan kesejahteraan masyarakat dan daya beli mereka. Karena itu, menjaga kestabilan harga sama artinya menjaga kesejahteraan rakyat,” ujarnya.</p>
<p data-start="1104" data-end="1421">Menurut Ra Hamid, sektor pertanian dan pangan masih menjadi tulang punggung perekonomian Bondowoso. Karena itu, memperkuat ketahanan pangan lokal menjadi kunci untuk memperkokoh daya tahan ekonomi daerah di tengah tantangan global seperti fluktuasi harga, perubahan iklim, dan meningkatnya biaya distribusi.</p>
<p data-start="1423" data-end="1650">Ia mengapresiasi kerja keras seluruh pihak yang tergabung dalam TPID, termasuk Bank Indonesia Jember, BPS, Perum Bulog, serta pelaku usaha. Berkat sinergi itu, stabilitas harga pangan di Bondowoso hingga kini relatif terjaga.</p>
<p data-start="1423" data-end="1650">“Strategi 4K, Ketersediaan pasokan, Keterjangkauan harga, Kelancaran distribusi, dan Komunikasi efektif, telah berjalan baik di Bondowoso,” terang Ra Hamid.</p>
<p data-start="1817" data-end="1990">Lebih lanjut, ia mendorong seluruh pemangku kepentingan untuk memperkuat koordinasi dan mempercepat aksi nyata di lapangan agar masyarakat benar-benar merasakan dampaknya.</p>
<p data-start="1817" data-end="1990">“Tujuan kita jelas, agar masyarakat Bondowoso merasakan harga yang stabil, akses ekonomi yang adil, dan kesejahteraan yang merata,” tegasnya.</p>
<p data-start="2138" data-end="2353">Ra Hamid menutup sambutannya dengan mengajak seluruh unsur daerah untuk terus menjaga semangat kolaborasi dan kebersamaan demi mewujudkan Bondowoso Berkah, yakni daerah yang makmur, sejahtera, dan berdaya saing. <strong>(*)</strong></p>
<p data-start="2138" data-end="2353"><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Ribuan Pohon Kopi Arabika di Kaligedang Ijen Bondowoso Ditebang OTK</title>
<link>https://suarajatimpost.com/ribuan-pohon-kopi-arabika-di-kaligedang-ijen-bondowoso-ditebang-otk</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/ribuan-pohon-kopi-arabika-di-kaligedang-ijen-bondowoso-ditebang-otk</guid>
<description><![CDATA[ Pihak kepolisian berjanji akan menuntaskan penyelidikan hingga tuntas dan memastikan pelaku bertanggung jawab atas tindakan yang telah merugikan banyak pihak tersebut. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202510/image_870x580_68ecea8c8f54f.webp" length="154548" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 13 Oct 2025 19:14:14 +0700</pubDate>
<dc:creator>Rizqi Ardian</dc:creator>
<media:keywords>kaligedang, ijen, PTPN, Arabika, Kopi, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>BONDOWOSO, SJP - </strong>Pagi yang biasanya tenang di lereng Ijen mendadak berubah muram. Bahkan, puluhan pekerja di PTPN I Regional 5 Kebun Blawan, tepatnya di Desa Kaligedang Kecamatan Ijen menangis histeris.</p>
<p>Pasalnya, ribuan batang kopi Arabika muda yang tumbuh subur di kawasan PTPN Desa Kaligedang, ditemukan tumbang berserakan. Batang pohonnya dipotong oleh orang tidak dikenal (OTK).</p>
<p>Aroma khas daun kopi yang baru ditebang menyelimuti udara sejuk di ketinggian, meninggalkan luka bagi para pekerja dan petani yang setiap hari menggantungkan hidup sebagai pekerja PTPN.</p>
<p>Kejadian itu dibenarkan oleh Kasi Humas Polres Bondowoso, Iptu Bobby Dwi Siswanto. Peristiwa perusakan tersebut diketahui pertama kali pada Senin, 13 Oktober 2025, sekira pukul 07.30 WIB. </p>
<p>Dari hasil pemeriksaan awal, sedikitnya 6.661 pohon kopi Arabika berusia tiga tahun atau masuk kategori Tanaman Belum Menghasilkan (TBM III), ditebang orang tak dikenal (OTK) di area seluas 4,6 hektare.</p>
<p>“Dari keterangan di lapangan, perusakan ini diduga dilakukan pada malam sebelumnya, yakni tanggal 12 Oktober 2025. Hingga kini, pelaku maupun motifnya masih kami dalami,” ujar Iptu Bobby, Senin (13/10/2025).</p>
<p>Petugas yang tiba di lokasi mendapati pemandangan memilukan, batang-batang kopi Arabika roboh dalam barisan, sebagian masih segar dengan getah menetes.</p>
<p>Padahal, Kopi Arabika asal Ijen selama ini dikenal menjadi salah satu komoditas unggulan yang mengharumkan nama Bondowoso hingga ke pasar ekspor.</p>
<p>Bobby menambahkan, tim gabungan dari TNI–Polri dan PTPN I Regional 5 segera diterjunkan untuk melakukan pengecekan dan pengamanan di lokasi kejadian.</p>
<p>Tim terdiri dari tiga personel Brimob, satu personel Polsek Sempol, satu dari Sat Samapta Polres Bondowoso, serta dua anggota TNI dari Koramil Ijen dan Klabang.</p>
<p>“Langkah awal kami adalah mengamankan area dan mengumpulkan bukti. Kami juga berkoordinasi dengan pihak perkebunan dan masyarakat sekitar agar kejadian seperti ini tidak terulang,” jelasnya. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Relokasi Pedagang Ayam di Jalan Veteran ke Pasar Induk Bondowoso Saling Menguntungkan</title>
<link>https://suarajatimpost.com/relokasi-pedagang-ayam-di-jalan-veteran-ke-pasar-induk-bondowoso-saling-menguntungkan</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/relokasi-pedagang-ayam-di-jalan-veteran-ke-pasar-induk-bondowoso-saling-menguntungkan</guid>
<description><![CDATA[ Langkah tersebut merupakan tindak lanjut dari aduan masyarakat yang merasa aktivitas jual beli ayam di tepi Jalan Veteran sering menimbulkan kemacetan, terutama di jam-jam sibuk. Keuntungannya, para pemilik warung di area pasar induk kian ramai dan ada sumber pendapatan retribusi baru bagi PAD Bondowoso. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202510/image_870x580_68e9fa4345973.webp" length="63146" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sat, 11 Oct 2025 14:13:57 +0700</pubDate>
<dc:creator>Rizqi Ardian</dc:creator>
<media:keywords>pasar, pedagang, jual beli, sayur, diskoperindag, suarajatimpost, satpol PP</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>BONDOWOSO, SJP - </strong>Pagi itu, udara di sekitar Jalan Veteran Kelurahan Dabasah Kabupaten Bondowoso, terasa sedikit berbeda dari biasanya, yang nampak ramai dengan deru kendaraan bercampur dengan suara riuh tawar-menawar para pedagang ayam. </p>
<p>Namun, Sabtu (11/10/2025) pagi, suasana berubah menjadi lebih tertib. Satu per satu pedagang yang biasa berjualan di tepi jalan mulai memindahkan lapaknya ke dalam area Pasar Induk Bondowoso.</p>
<p>Relokasi ini bukan tanpa alasan. Menurut Kabid Ketertiban Umum (Trantibum) Satpol PP Bondowoso, Nanang Dwi Haryanto, langkah tersebut merupakan tindak lanjut dari aduan masyarakat yang merasa aktivitas jual beli ayam di tepi Jalan Veteran sering menimbulkan kemacetan, terutama di jam-jam sibuk.</p>
<p>“Asalnya itu berawal dari pengaduan masyarakat, karena di Jalan Veteran itu ada aktivitas pedagang ayam yang berjualan di tepi jalan. Kalau pagi hari memang sangat ramai dan cukup mengganggu arus lalu lintas,” ungkap Nanang.</p>
<p>Setelah dilakukan koordinasi dengan Paguyuban Pedagang Ayam, pemerintah akhirnya mencapai kesepakatan bersama. Sebanyak sekira 70 pedagang sepakat untuk pindah ke dalam Pasar Induk. </p>
<p>“Semuanya sudah menyatakan komitmen untuk pindah,” tambahnya.</p>
<p>Kegiatan relokasi dimulai pukul 06.45 hingga 08.30 WIB dengan pengawasan dari petugas gabungan yang terdiri dari Diskoperindag, Dishub, dan Satpol PP Bondowoso. </p>
<p>Turut hadir Asisten II Setda Bondowoso Drs. Abdurrahman, Kasatpol PP Slamet Yantoko, serta Kepala UPT Pasar Induk Bondowoso Didik Muriyanto yang ikut memantau langsung jalannya kegiatan.</p>
<p><strong>Relokasi Menjadi Kesepakatan dan untuk Kebaikan Bersama</strong></p>
<p>Sementara itu, Kepala UPT Pasar Induk Bondowoso Didik Muriyanto menyampaikan, relokasi ini bukan sekadar penertiban. Ia memandangnya sebagai langkah kemanusiaan yang menyeimbangkan antara kepentingan pedagang dan kenyamanan masyarakat. </p>
<p>“Kami tidak ingin mereka merasa dipaksa. Karena itu, sebelum relokasi dilakukan, kami undang semua pedagang ayam untuk berdiskusi dan mencari solusi terbaik,” ujarnya.</p>
<p>Sebelumnya, kata pria yang karib disapa Didik ini, sudah ada pertemuan yang digelar Rabu, 8 Oktober 2025, di mana pemerintah memberikan dua opsi lokasi relokasi. Yakni, Pasar Induk dan Ki Ronggo bagian utara. Namun, para pedagang sepakat untuk pindah ke dalam Pasar Induk, karena aktivitas mereka selama ini memang lebih banyak di sana.</p>
<p>“Setelah ada kesepakatan, kami segera koordinasi dengan pihak-pihak terkait. Bahkan kami beri kesempatan kepada pedagang untuk menentukan waktu relokasi sendiri, supaya mereka merasa dilibatkan,” tambah Didik.</p>
<p>Hasilnya, relokasi yang dilakukan secara gotong royong itu berjalan lancar dan penuh keakraban. Bahkan, beberapa pedagang di sekitar area pasar merasa diuntungkan karena kini pengunjung lebih ramai.</p>
<p>“Sekarang warung-warung makan dan kios di sekitar pasar ikut ramai. Kami juga sedang melakukan penataan area supaya antar pedagang tidak saling mengganggu,” jelas Didik.</p>
<p>Selain menciptakan ketertiban dan kenyamanan, relokasi ini juga membawa dampak positif bagi pendapatan daerah. Dengan para pedagang kini berjualan di area resmi, retribusi pasar bisa ditarik dengan lebih tertib dan transparan.</p>
<p>Kini, di bawah atap Pasar Induk, para pedagang ayam memulai babak baru,  dengan lapak yang lebih aman, lingkungan lebih bersih, dan suasana lebih tertata. </p>
<p>“Saat ini di luar sana, Jalan Veteran kembali lega, tak lagi padat oleh kerumunan pembeli setiap pagi. Ini sebuah langkah kecil menuju keteraturan, namun dengan semangat kebersamaan yang besar,” pungkasnya. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>RSUD dr H Koesnadi Bondowoso Klarifikasi Dugaan Pelayanan Kasar di Ruang THT</title>
<link>https://suarajatimpost.com/rsud-dr-h-koesnadi-bondowoso-klarifikasi-dugaan-pelayanan-kasar-di-ruang-tht</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/rsud-dr-h-koesnadi-bondowoso-klarifikasi-dugaan-pelayanan-kasar-di-ruang-tht</guid>
<description><![CDATA[ RSUD dr. H. Koesnadi Bondowoso klarifikasi kasus bocah tertelan duri ikan yang sempat viral. Direktur jelaskan tindakan medis sesuai prosedur dan keluarga pasien kini telah menerima penjelasan tim THT. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202510/image_870x580_68e9ee50e70de.webp" length="38022" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sat, 11 Oct 2025 12:44:08 +0700</pubDate>
<dc:creator>Rizqi Ardian</dc:creator>
<media:keywords>kedokteran, rumah sakit, THT, kesehatan, pasien, RSUD, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p data-start="291" data-end="531"><strong>BONDOWOSO, SJP –</strong> Berawal dari postingan salah seorang pasien RSUD dr H Koesnadi Bondowoso yang sangat menyayangkan pelayanan di rumah sakit plat merah di Kabupaten Bondowoso itu, akhirnya membuat Direktur RSUD dr H Koesnadi angkat bicara.</p>
<p data-start="533" data-end="713">Dalam postingan akun Instagram <em>@chintaadelita_</em>, seorang ibu menyebut banyak perawat yang ketus dan tidak sabar dalam menangani pasien anak-anak, yang kala itu adalah anaknya, pada Jumat (10/10/2025) kemarin.</p>
<p data-start="715" data-end="881">Bahkan, di dalam postingannya tertulis bahwa anaknya sempat ketakutan dan kesakitan saat proses foto rontgen karena ada duri ikan yang tersangkut di tenggorokannya.</p>
<p data-start="883" data-end="1193">Menanggapi postingan kekecewaan pasien, Direktur RSUD dr H Koesnadi, dr. Yus Priyatna, secara runtut menceritakan bahwa kala itu, di ruang poli THT (telinga, hidung dan tenggorokan), mendadak ada anak kecil berinisial D datang bersama orang tuanya. Bocah itu tampak gelisah dan menangis, ternyata di tenggorokannya tersangkut duri ikan.</p>
<p data-start="1195" data-end="1429">“Pasien datang dengan kasus <em data-start="1223" data-end="1242">corpal hipofaring</em> atau benda asing di tenggorokan. Dalam hal ini, duri ikan yang tersangkut di area cukup dalam,” jelas Direktur RSUD dr H Koesnadi Bondowoso, dr. Yus Priyatna, Sabtu (11/10/2025).</p>
<p data-start="1431" data-end="1593">Meskipun datang dengan nomor antrean ke-20, anak tersebut mendapat perlakuan khusus dan langsung didahulukan untuk mendapatkan pemeriksaan dan penanganan medis.</p>
<p data-start="1595" data-end="1732">“Ini termasuk kondisi gawat, jadi kami prioritaskan,” tambah dr. Yus yang juga dokter spesialis paru ini kepada suarajatimpost.com.</p>
<p data-start="1734" data-end="1918">Namun, lanjut dia, proses pengambilan duri ikan itu tidak berjalan mudah. Pada percobaan pertama, anak tersebut menolak dan menangis kencang, membuat tindakan tidak bisa dilanjutkan.</p>
<p data-start="1920" data-end="2011">“Tim medis pun memutuskan melakukan rontgen untuk memastikan posisi duri ikan,” jelasnya.</p>
<p data-start="2013" data-end="2257">Setelah hasil rontgen keluar, tindakan kedua pun dilakukan. Saat itu, anak berinisial D tersebut diposisikan dengan hati-hati sesuai prosedur medis. Sang ibu memeluk erat anaknya, sementara perawat membantu menahan kepala agar tidak bergerak.</p>
<p data-start="2259" data-end="2494">“Prosedur ini memang mengharuskan kepala pasien tetap diam agar alat medis bisa masuk dengan aman. Kami paham, bagi orang tua, momen itu mungkin terlihat seperti pemaksaan. Tapi sebenarnya, ini demi keselamatan anak,” terang dr. Yus.</p>
<p data-start="2496" data-end="2748">Dengan penuh kesabaran, tim THT akhirnya berhasil mengeluarkan duri ikan dari tenggorokan anak tersebut.</p>
<p data-start="2496" data-end="2748">“Yang penting, tulang ikan sudah berhasil kami ambil. Pasien kini dalam kondisi baik,” tandasnya.</p>
<p data-start="2851" data-end="3018">Tak hanya itu, lanjut dr Yus, tim RSUD dr H Koesnadi Bondowoso juga mendatangi rumah pasien dan menjelaskan kronologi serta tindakan medis yang dilakukan tim THT kepada keluarga pasien.</p>
<p data-start="3020" data-end="3163">“Alhamdulillah, keluarga pasien menerima dan menyadari tindakan kami bukan karena pemaksaan, tetapi lebih kepada prosedur medis,” pungkasnya.</p>
<p data-start="3020" data-end="3163">Sementara itu, Andi Hermanto, keluarga pasien membenarkan jika tim dari RSUD dr H Koesnadi sudah datang ke rumahnya dan pihak keluarga sudah menyadari. <strong>(*)</strong></p>
<p data-start="3020" data-end="3163"><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Lapas Kelas IIB Bondowoso Gelar Razia Gabungan dan Tes Urine, Seluruh Warga Binaan Negatif Narkoba</title>
<link>https://suarajatimpost.com/lapas-kelas-iib-bondowoso-gelar-razia-gabungan-dan-tes-urine-seluruh-warga-binaan-negatif-narkoba</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/lapas-kelas-iib-bondowoso-gelar-razia-gabungan-dan-tes-urine-seluruh-warga-binaan-negatif-narkoba</guid>
<description><![CDATA[ Seluruh kegiatan penggeledahan dilakukan secara humanis, tertib, dan sesuai prosedur, mengingat hak dan martabat warga binaan tetap harus dijunjung tinggi. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202510/image_870x580_68e9d46fd20d3.webp" length="23196" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sat, 11 Oct 2025 11:03:17 +0700</pubDate>
<dc:creator>Rizqi Ardian</dc:creator>
<media:keywords>Lapas, Kemenkumham, narapidana, tato, warga binaan, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p data-start="337" data-end="684"><strong>BONDOWOSO, SJP – </strong>Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Bondowoso terus menunjukkan komitmennya dalam mewujudkan lingkungan pemasyarakatan yang bersih dari narkoba. Pada Jumat (10/10/2025) malam, sekira pukul 23.30 WIB, Lapas Bondowoso menggelar razia gabungan dan tes urine bersama unsur Kodim 0822, Brimob, dan Polres Bondowoso.</p>
<p data-start="686" data-end="977">Kegiatan diawali dengan apel bersama yang berlangsung di aula Lapas, dipimpin langsung oleh Kalapas Bondowoso, Nunus Ananto. Dalam arahannya, Kalapas menyampaikan apresiasi kepada seluruh unsur yang terlibat dalam kegiatan tersebut serta menegaskan pentingnya kolaborasi lintas instansi.</p>
<p data-start="686" data-end="977">“Saya mengucapkan terima kasih atas dukungan dari TNI, Polri, dan Brimob. Sinergi seperti ini sangat penting untuk memastikan Lapas Bondowoso tetap bersih dari narkoba dan barang terlarang,” ujar Nunus.</p>
<p data-start="1187" data-end="1372">Ia juga menekankan agar seluruh kegiatan penggeledahan dilakukan secara humanis, tertib, dan sesuai prosedur, mengingat hak dan martabat warga binaan tetap harus dijunjung tinggi.</p>
<p data-start="1374" data-end="1610">Usai apel, kegiatan dilanjutkan dengan pembagian tim oleh Kepala KPLP. Tiga tim dibentuk, masing-masing beranggotakan petugas Lapas, personel Brimob, TNI, dan Polres. Mereka menyisir seluruh kamar hunian warga binaan tanpa terkecuali.</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202510/image_870x_68e9d47521603.webp" alt=""></p>
<p data-start="1612" data-end="1896">"Dari hasil penggeledahan, petugas menemukan sejumlah barang yang tidak semestinya berada di dalam kamar, antara lain 30 korek api, 10 alat cukur, 6 set kartu remi, 2 cutter, 11 sendok stainless, 1 pemotong kuku, 3 paku, 2 pinset, 3 hanger kawat, 3 kaca cermin, dan 4 botol kaca," beber Kalapas.</p>
<p data-start="1898" data-end="2131">Selain penggeledahan, tim gabungan juga melaksanakan tes urine terhadap 40 warga binaan yang dipilih secara acak, berdasarkan hasil pengamatan dokter dan petugas gabungan. Hasilnya, seluruh sampel dinyatakan negatif narkoba.</p>
<p data-start="1898" data-end="2131">“Alhamdulillah, dari hasil penggeledahan tidak ditemukan barang-barang terlarang, dan seluruh warga binaan yang dites urine hasilnya negatif. Ini bukti bahwa komitmen kami untuk menjaga Lapas tetap dalam predikat BENAR (Bersih dari Narkoba) terus kami pertahankan,” tegas Nunus.</p>
<p data-start="2421" data-end="2699">Melalui kegiatan rutin seperti ini, Lapas Bondowoso berharap dapat memperkuat pengawasan internal sekaligus membangun sinergi berkelanjutan dengan aparat penegak hukum lainnya demi menciptakan lingkungan pemasyarakatan yang aman, tertib, dan bebas dari penyalahgunaan narkoba. <strong>(*)</strong></p>
<p data-start="2421" data-end="2699"><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Pohon Tua di Halaman SMPN 1 Bondowoso Tumbang</title>
<link>https://suarajatimpost.com/pohon-tua-di-halaman-smpn-1-bondowoso-tumbang</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/pohon-tua-di-halaman-smpn-1-bondowoso-tumbang</guid>
<description><![CDATA[ Beruntung, saat kejadian aktivitas di sekolah sudah selesai. Telihat ada beberapa anak yang berlari menghindar saat pohon tua itu tumbang. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202510/image_870x580_68e7b1955c0d9.webp" length="84048" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 09 Oct 2025 20:40:34 +0700</pubDate>
<dc:creator>Rizqi Ardian</dc:creator>
<media:keywords>bencana, angin, banjir, longsor, puting beliung, BPBD, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p data-start="370" data-end="660"><strong>BONDOWOSO, SJP –</strong> Pohon tua yang tiba-tiba roboh membuat beberapa siswa yang masih berada di lingkungan SMPN 1 Bondowoso sempat panik. Dalam hitungan detik, pohon besar di halaman sekolah tumbang. Beruntung, tak ada seorang pun yang menjadi korban.</p>
<p data-start="662" data-end="895">Peristiwa yang terjadi pada Kamis (9/10/2025) sekira pukul 17.04 WIB itu sontak membuat warga sekitar dan pihak sekolah terkejut. Pohon besar yang selama ini menaungi halaman sekolah, roboh ke arah lapangan sekolah.</p>
<p data-start="897" data-end="1154">Kabar kejadian cepat menyebar melalui pesan WhatsApp ke Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BPBD Kabupaten Bondowoso. Tak lama berselang, Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD dan Agen Bencana Jatim segera tiba di lokasi dengan perlengkapan evakuasi.</p>
<p data-start="1156" data-end="1361">Plt. Kepala Pelaksana BPBD Bondowoso, Kristianto Putro Prasojo, mengatakan, laporan pertama diterima pukul 17.04 WIB, dan tim langsung bergerak cepat ke lokasi untuk memastikan tidak ada korban.</p>
<p data-start="1156" data-end="1361">“Begitu laporan kami terima, tim langsung menuju lokasi. Alhamdulillah tidak ada korban jiwa, hanya satu pohon tumbang di halaman sekolah. Saat ini kondisi sudah aman dan terkendali,” ujarnya dengan nada lega.</p>
<p data-start="1584" data-end="1859">Kehadiran tim BPBD bersama masyarakat setempat membawa rasa tenang. Mereka bergotong royong membersihkan sisa-sisa ranting dan batang pohon yang menutupi halaman sekolah. Beberapa guru terlihat ikut membantu sambil memastikan tak ada kerusakan berarti pada fasilitas sekolah.</p>
<p data-start="2296" data-end="2528">Pria yang karib disapa Kris ini menegaskan, BPBD Bondowoso terus bersiaga menghadapi potensi cuaca ekstrem yang masih bisa terjadi. Ia juga mengimbau masyarakat agar waspada terhadap ancaman angin kencang, terutama di area dengan banyak pepohonan besar.</p>
<p data-start="2296" data-end="2528">“Keselamatan warga adalah prioritas kami. Jika terjadi hal serupa, segera laporkan melalui kanal resmi BPBD agar bisa kami tangani secepat mungkin,” pesannya.</p>
<p data-start="1861" data-end="2069">Sore itu, langit Bondowoso tampak mendung, namun semangat para petugas tetap menyala. Dengan peralatan sederhana, mereka menyingkirkan batang pohon yang roboh hingga area sekolah kembali aman untuk digunakan.</p>
<p data-start="1861" data-end="2069">“Kami sangat bersyukur dan berterima kasih pada BPBD yang datang cepat. Kalau tidak segera ditangani, bisa berbahaya untuk siswa yang masih di sekitar sekolah,” tutur salah satu guru yang ikut menyaksikan proses evakuasi.</p>
<p data-start="2694" data-end="2918">Kini, setelah pohon berhasil dievakuasi, suasana SMPN 1 Bondowoso kembali tenang. Anak-anak bisa bersekolah tanpa rasa khawatir, sementara para petugas BPBD melanjutkan pemantauan untuk memastikan kondisi wilayah tetap aman. <strong>(*)</strong></p>
<p data-start="2694" data-end="2918"><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Gegara Kebocoran Tabung Gas, Dapur Warga Grujugan Lor Bondowoso Terbakar</title>
<link>https://suarajatimpost.com/gegara-kebocoran-tabung-gas-dapur-warga-grujugan-lor-bondowoso-terbakar</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/gegara-kebocoran-tabung-gas-dapur-warga-grujugan-lor-bondowoso-terbakar</guid>
<description><![CDATA[ Dengan respon cepat dan koordinasi lapangan yang baik, tim Damkar Bondowoso berhasil mencegah api meluas ke bagian rumah lain dan permukiman sekitar. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202510/image_870x580_68e755d01dbe6.webp" length="93390" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 09 Oct 2025 13:30:27 +0700</pubDate>
<dc:creator>Rizqi Ardian</dc:creator>
<media:keywords>peristiwa, kebakaran, tembakau, damkar, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p data-start="357" data-end="659"><strong>BONDOWOSO, SJP – </strong>Tim Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Bondowoso dengan sigap menangani peristiwa kebakaran yang terjadi di Dusun Cangkring, Desa Grujugan Lor, Kecamatan Jambesari Darus Sholah, pada Kamis (9/10/2025) pagi.</p>
<p data-start="357" data-end="659">Insiden kebakaran tersebut menghanguskan bagian dapur milik warga atas nama Suyami/Arka, dengan total kerugian ditaksir mencapai sekitar Rp10 juta.</p>
<p data-start="680" data-end="992">Plt Kepala Bidang Pemadam Kebakaran, Martanto, menjelaskan, kebakaran dilaporkan sekira pukul 10.35 WIB, sementara api diduga mulai muncul sekira pukul 10.00 WIB. Petugas Damkar tiba di lokasi tak lama setelah menerima laporan dan berhasil memadamkan api sepenuhnya pada pukul 11.40 WIB.</p>
<p data-start="680" data-end="992">“Kami menerima laporan dari warga atas nama B. Caca, dan tim langsung bergerak ke lokasi. Dugaan sementara, kebakaran terjadi akibat kebocoran tabung gas yang berdekatan dengan tungku yang masih menyala,” terang Martanto.</p>
<p data-start="1221" data-end="1460">Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini. Saat peristiwa terjadi, rumah dalam kondisi kosong karena pemilik sedang bekerja di luar. Meski demikian, api sempat membesar di area dapur sebelum berhasil dijinakkan oleh tim Damkar.</p>
<p data-start="1462" data-end="1707">Petugas yang dikerahkan ke lokasi melakukan sejumlah langkah cepat, antara lain pengecekan area kemungkinan masih ada nyala api, penyemprotan air, serta assessment dan dokumentasi lapangan untuk memastikan kondisi benar-benar aman.</p>
<p data-start="1709" data-end="1932">Martanto juga mengimbau masyarakat agar lebih waspada terhadap potensi kebakaran rumah tangga, terutama yang disebabkan oleh kelalaian penggunaan kompor gas atau tungku tradisional yang berdekatan dengan sumber panas.</p>
<p data-start="1709" data-end="1932">“Kami mengingatkan warga untuk selalu memastikan kompor dan tabung gas dalam kondisi aman sebelum meninggalkan rumah. Bila terjadi hal darurat, segera hubungi petugas Damkar melalui nomor 0332-428279 atau layanan darurat 113,” tambahnya.</p>
<p data-start="2177" data-end="2328">Dengan respon cepat dan koordinasi lapangan yang baik, tim Damkar Bondowoso berhasil mencegah api meluas ke bagian rumah lain dan permukiman sekitar. <strong>(*)</strong></p>
<p data-start="2177" data-end="2328"><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Dinas Perkim Ciptaru Bondowoso Bahas RDTR untuk Mengatur Pola dan Struktur Ruang Perkotaan</title>
<link>https://suarajatimpost.com/dinas-perkim-ciptaru-bondowoso-bahas-rdtr-untuk-mengatur-pola-dan-struktur-ruang-perkotaan</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/dinas-perkim-ciptaru-bondowoso-bahas-rdtr-untuk-mengatur-pola-dan-struktur-ruang-perkotaan</guid>
<description><![CDATA[ RDTR menjadi panduan penting dalam menentukan lokasi kegiatan atau investasi. Sementara bagi pemerintah daerah, dokumen ini membantu mengarahkan pembangunan, mengendalikan pertumbuhan wilayah agar lebih tertata, serta meningkatkan kualitas pelayanan publik. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202510/image_870x580_68e74ecd67be1.webp" length="34584" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 09 Oct 2025 12:59:23 +0700</pubDate>
<dc:creator>Rizqi Ardian</dc:creator>
<media:keywords>pemerintah, Perkim Ciptaru, perkotaan, bondowoso RDTR, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>BONDOWOSO, SJP – </strong>Pemerintah Kabupaten Bondowoso melalui Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman, Cipta Karya dan Tata Ruang (Perkim Ciptaru) tengah menyusun Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) Wilayah Perkotaan Bondowoso Tahun 2025. </p>
<p>Kegiatan yang melibatkan seluruh unsur di semua Organisasi Perangkat Daerah (OPD), perwakilan camat dan kepala desa ini, merupakan langkah strategis dalam mewujudkan pembangunan wilayah yang tertib, terarah, dan berkelanjutan.</p>
<p>Dadan Kurniawan, Kepala Dinas Perkim Ciptaru Kabupaten Bondowoso, didampingi Didik Purnawan Kepala Bidang Tata Ruang dan Pertanahan menjelaskan, RDTR merupakan rencana terperinci yang mengatur tata ruang wilayah kabupaten/kota secara detail. </p>
<p>Dikonfirmasi usai acara di Aula Dinas Perkim Ciptaru, pada Kamis (9/10/2025), Dadan juga menjelaskan, dokumen ini berfungsi sebagai acuan dalam penentuan lokasi, penerbitan izin, serta pengendalian pemanfaatan ruang di daerah.</p>
<p>“Melalui RDTR, kita ingin memastikan bahwa setiap pembangunan di wilayah Bondowoso berlangsung sesuai rencana tata ruang, memiliki kepastian hukum, dan mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan,” ujarnya.</p>
<p>Lebih lanjut dijelaskan oleh mantan Kalaksa BPBD Bondowoso ini, RDTR memiliki beberapa fungsi utama, antara lain sebagai acuan pemanfaatan ruang, pengendalian pemanfaatan ruang, serta alat pembangunan. </p>
<p>“RDTR juga memberikan kepastian hukum bagi masyarakat dan pelaku usaha, karena memuat peraturan zonasi yang jelas terkait peruntukan lahan dan jenis kegiatan yang diizinkan,” jelasnya usai acara.</p>
<p>Bagi masyarakat dan pelaku usaha, kata Dadan, RDTR menjadi panduan penting dalam menentukan lokasi kegiatan atau investasi. Sementara bagi pemerintah daerah, dokumen ini membantu mengarahkan pembangunan, mengendalikan pertumbuhan wilayah agar lebih tertata, serta meningkatkan kualitas pelayanan publik. </p>
<p>“RDTR juga menjadi dasar penting dalam proses perizinan berusaha melalui sistem Online Single Submission (OSS),” imbuh Dadan.</p>
<p>Kegiatan penyusunan RDTR Wilayah Perkotaan Bondowoso tahun 2025 saat ini tengah memasuki tahap pembahasan laporan pendahuluan materi teknis. Tahapan ini meliputi analisis kondisi wilayah, rencana struktur ruang (infrastruktur), rencana pola ruang (peruntukan lahan), indikasi program pemanfaatan ruang, serta penyusunan peraturan zonasi yang lebih rinci dan dilengkapi dengan data spasial berupa peta tematik.</p>
<p>“Kami berharap penyusunan RDTR ini dapat menjadi pedoman utama dalam pelaksanaan pembangunan, sekaligus mendorong iklim investasi yang kondusif dan memberikan kepastian bagi masyarakat,” tambahnya.</p>
<p>“Melalui proses ini, Pemerintah Kabupaten Bondowoso menegaskan komitmennya untuk terus mengoptimalkan tata kelola ruang wilayah, guna menciptakan lingkungan perkotaan yang berdaya saing, berkelanjutan, dan sejalan dengan visi pembangunan daerah,” tandasnya. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Wanita dan Bunga: Ketika Keindahan Alam Mencerminkan Hati</title>
<link>https://suarajatimpost.com/wanita-dan-bunga-ketika-keindahan-alam-mencerminkan-hati</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/wanita-dan-bunga-ketika-keindahan-alam-mencerminkan-hati</guid>
<description><![CDATA[ Bunga tak hanya indah dipandang, tapi juga bisa jadi cermin kepribadian. Melalui bunga yang disukai, kita bisa belajar memahami seseorang, atau bahkan diri sendiri. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202510/image_870x580_68e712ebc021b.webp" length="15384" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 09 Oct 2025 09:01:44 +0700</pubDate>
<dc:creator>Rizqi Ardian</dc:creator>
<media:keywords>lifestyle, rekomendasi, membaca, literasi, buku, suarajatimpost, bisnis, otomotif, teknologi</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p data-start="223" data-end="507"><strong>SUARAJATIMPOST.COM - </strong>Ada sesuatu yang istimewa antara wanita dan bunga. Seolah keduanya berbagi bahasa yang sama, lembut, penuh warna, dan sarat makna. Tak heran jika banyak wanita merasa bahagia ketika menerima bunga. Sekuntum saja bisa membuat senyum mengembang, terlebih bila datang dari orang terkasih.</p>
<p data-start="223" data-end="507">Namun, tahukah anda? Setiap bunga membawa pesan tersendiri. Warna, bentuk, bahkan aroma bisa mencerminkan kepribadian seseorang. Itulah sebabnya, mengenal arti bunga bisa menjadi cara manis untuk memahami sisi lembut seorang wanita.</p>
<p data-start="223" data-end="507"><strong>Mawar:</strong> <strong data-start="756" data-end="798">Romantis dan Penuh Percaya Diri</strong></p>
<p data-start="799" data-end="1207">Bagi wanita yang jatuh cinta pada mawar, romantisme adalah napas hidupnya. Mereka suka keindahan klasik, menghargai tradisi, dan punya selera yang elegan. Di balik kelembutannya, tersimpan semangat kuat dan rasa percaya diri tinggi. Mereka senang tampil, menyampaikan ide, dan bergaul dengan banyak orang. Tapi hati-hati, terkadang sifat perfeksionis dan kebiasaan menunda membuat mereka mudah lelah sendiri.</p>
<p data-start="799" data-end="1207"><strong data-start="1222" data-end="1255">Anggrek: Elegan dan Misterius</strong></p>
<p data-start="1256" data-end="1676">Wanita pencinta anggrek selalu tampak memesona dengan caranya sendiri. Mereka rapi, cerdas, dan tahu bagaimana menjaga penampilan. Di balik ketenangan wajahnya, tersimpan aura misteri yang membuat orang ingin mengenal lebih jauh. Mereka pandai berbicara, gigih dalam bekerja, dan selalu menjaga hubungan dengan penuh hati. Namun, sering kali mereka sulit mempercayai orang baru, lebih memilih sedikit teman tapi bermakna.</p>
<p data-start="1256" data-end="1676"><strong data-start="1691" data-end="1724">Tulip: Lembut dan Penuh Cinta</strong></p>
<p data-start="1725" data-end="2072">Pencinta bunga tulip dikenal hangat dan bersahaja. Mereka ramah, mudah tersenyum, dan selalu punya waktu untuk orang yang mereka sayangi. Meski tampak cerah, mereka menyimpan sisi pribadi yang hanya diperlihatkan pada orang-orang terdekat. Mereka romantis tanpa banyak kata, dan lebih suka menunjukkan kasih sayang lewat tindakan kecil yang tulus.</p>
<p data-start="1725" data-end="2072"><strong data-start="2087" data-end="2117">Lili: Anggun dan Bijaksana</strong></p>
<p data-start="2118" data-end="2436">Wanita yang mencintai bunga lili adalah sosok penuh kelembutan. Mereka penyayang, dapat dipercaya, dan punya naluri keibuan yang kuat. Meskipun sering menjadi tempat curhat banyak orang, mereka sebenarnya jarang menumpahkan isi hatinya sendiri. Kadang terlalu peduli pada orang lain, hingga lupa membahagiakan dirinya.</p>
<p data-start="2118" data-end="2436"><strong data-start="2451" data-end="2485">Anyelir: Setia dan Penuh Kasih</strong></p>
<p data-start="2486" data-end="2827">Anyelir sering diidentikkan dengan cinta seorang ibu yang hangat dan tanpa syarat. Pencinta bunga ini biasanya berjiwa lembut, sederhana, dan tak suka berlebihan. Mereka bukan pengikut tren, tapi justru punya pesona klasik yang menenangkan. Di mata sahabat-sahabatnya, mereka sosok yang bisa diandalkan, selalu siap mendengarkan tanpa menghakimi.</p>
<p data-start="2486" data-end="2827"><strong data-start="2842" data-end="2873">Melati: Sederhana dan Tulus</strong></p>
<p data-start="2874" data-end="3185">Melati melambangkan kemurnian. Wanita yang menyukai melati cenderung rendah hati dan tidak suka menonjolkan diri. Mereka rajin, disiplin, dan penuh tanggung jawab. Namun, di balik kesederhanaannya, tersimpan kepekaan yang tinggi. Kadang mereka mudah tersinggung oleh kritik, tapi hatinya tetap lembut dan tulus.</p>
<p data-start="2874" data-end="3185"><strong data-start="3200" data-end="3238">Matahari: Ceria dan Penuh Semangat</strong></p>
<p data-start="3239" data-end="3570">Seperti namanya, pencinta bunga matahari membawa kehangatan ke mana pun mereka pergi. Optimis, mudah bergaul, dan selalu berusaha melihat sisi positif dalam setiap hal. Mereka adalah tipe teman yang menular semangatnya. Meski terkesan ekstrovert, sebenarnya mereka juga punya sisi introvert yang butuh ruang untuk menenangkan diri. </p>
<p data-start="3239" data-end="3570"><strong data-start="3585" data-end="3611">Iris: Kreatif dan Unik</strong></p>
<p data-start="3612" data-end="3909">Bunga iris menggambarkan jiwa yang bebas dan imajinatif. Wanita yang menyukainya senang berkreasi, berpikir di luar kebiasaan, dan sulit ditebak. Mereka cepat bosan dengan rutinitas, tapi punya pandangan hidup yang luas. Bersama mereka, hidup terasa penuh warna dan ide baru yang tak ada habisnya.</p>
<p data-start="3612" data-end="3909"><strong data-start="3923" data-end="3952">Setiap Bunga, Setiap Hati</strong></p>
<p data-start="3953" data-end="4118">Bunga tak hanya indah dipandang, tapi juga bisa jadi cermin kepribadian. Melalui bunga yang disukai, kita bisa belajar memahami seseorang, atau bahkan diri sendiri.</p>
<p data-start="4120" data-end="4240">Jadi, bunga apa yang paling kamu suka? Mungkin jawabannya bisa membisikkan sedikit cerita tentang siapa kamu sebenarnya. <strong>(*)</strong></p>
<p data-start="4120" data-end="4240"><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong><br><strong>Sumber :</strong> Berbagai sumber</p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Munaqosah Huffadz Bondowoso Jadi Sarana Menempa Generasi Qur’ani</title>
<link>https://suarajatimpost.com/munaqosah-huffadz-bondowoso-jadi-sarana-menempa-generasi-qurani</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/munaqosah-huffadz-bondowoso-jadi-sarana-menempa-generasi-qurani</guid>
<description><![CDATA[ Kali ini, 540 Hafidz dan Hafidzah ikuti seleksi, Pemkab Bondowoso dorong penguatan spiritual anak bangsa. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202510/image_870x580_68e3b87d4a573.webp" length="36872" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 06 Oct 2025 20:40:34 +0700</pubDate>
<dc:creator>Rizqi Ardian</dc:creator>
<media:keywords>penghafal Al-Qur&#039;an, pendidikan, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>BONDOWOSO, SJP - </strong>Di sebuah ruangan sederhana di Kantor Sekretariat Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur'an (LPTQ) Bondowoso, suara lantunan ayat suci Al-Qur’an menggema lembut, mengisi udara dengan ketenangan. </p>
<p>Satu per satu peserta muda berdiri dengan penuh keyakinan, menguji hafalan mereka di hadapan para penguji. Di wajah mereka, tampak ketulusan dan semangat yang sama, menjaga Kalamullah di dalam dada.</p>
<p>Inilah suasana Munaqosah Hafidz dan Hafidzah Kabupaten Bondowoso 2025, yang secara resmi dibuka oleh Wakil Bupati Bondowoso, As’ad Yahya Syafi’i,  Senin (6/10/2025).</p>
<p>Sebanyak 540 peserta dari berbagai penjuru Bondowoso ikut ambil bagian dalam ajang seleksi yang digelar untuk menjaring penghafal Al-Qur’an terbaik. Mereka bukan hanya bersaing untuk gelar, tetapi membawa harapan besar, menjadi penerus cahaya Al-Qur’an yang mampu menuntun generasi muda menuju kehidupan yang lebih bermakna.</p>
<p>Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat Setda, M. Royhan, menjelaskan bahwa kegiatan ini tidak sekadar lomba, tetapi juga bentuk nyata pembinaan spiritual yang dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Bondowoso.</p>
<p>“Tujuannya bukan hanya mencari yang terbaik, tapi juga membina para penghafal agar semakin kuat secara spiritual dan berakhlak,” ujarnya.</p>
<p>Bagi Wakil Bupati As’ad Yahya Syafi’i, para Huffadz ini adalah “aset spiritual” yang tak ternilai.Wabup yang karib disapa Ra As;ad ini menyampaikan apresiasi tinggi kepada LPTQ Bondowoso atas kerja keras menyelenggarakan kegiatan tersebut.</p>
<p>“Kehadiran para Huffadz ini bukan hanya sebagai penghafal Al-Qur’an, tapi juga sebagai penerang, perekat harmoni, dan inspirasi di tengah masyarakat,” ucapnya penuh haru.</p>
<p>Ia juga berharap kegiatan ini menjadi bagian dari upaya membangun peradaban yang lebih beradab dan berakhlak, di tengah arus modernitas yang kian cepat. </p>
<p>“Generasi Qur’ani adalah benteng moral bangsa. Mereka bukan hanya kebanggaan Bondowoso, tetapi juga bagian dari kekuatan spiritual Indonesia,” tambahnya.</p>
<p>Acara yang dihadiri oleh perwakilan Kementerian Agama, jajaran LPTQ, dan tokoh masyarakat ini mendapat sambutan hangat. Banyak yang berharap kegiatan seperti ini bisa terus dilestarikan, bukan hanya sebagai agenda rutin, tetapi sebagai gerakan moral bersama untuk menanamkan nilai-nilai Al-Qur’an sejak dini.</p>
<p>Di sela-sela lantunan ayat dan doa, terselip semangat yang lebih besar, semangat untuk menjaga jati diri bangsa melalui generasi muda yang cinta Al-Qur’an. Karena dari Bondowoso, cahaya itu memancar, membawa harapan bagi Indonesia yang lebih beriman dan berkarakter. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Dorongan KPK, Pemkab Bondowoso Bakal Reaktivasi Pasar Hewan Terpadu</title>
<link>https://suarajatimpost.com/dorongan-kpk-pemkab-bondowoso-bakal-reaktivasi-pasar-hewan-terpadu</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/dorongan-kpk-pemkab-bondowoso-bakal-reaktivasi-pasar-hewan-terpadu</guid>
<description><![CDATA[ Dengan dorongan kuat dari KPK untuk memperkuat tata kelola aset dan keuangan daerah, langkah Bondowoso ini diharapkan dapat membuka jalan bagi daerah lain untuk berani berinovasi dan membangun kemandirian ekonomi berbasis potensi lokal. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202510/image_870x580_68e3a8884c96f.webp" length="66914" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 06 Oct 2025 19:22:06 +0700</pubDate>
<dc:creator>Rizqi Ardian</dc:creator>
<media:keywords>pasar hewan, terpadu, KPK, peternakan, lumbung pangan, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>BONDOWOSO, SJP – </strong>Upaya Pemerintah Kabupaten Bondowoso untuk mewujudkan lumbung ternak di Jawa Timur mulai menunjukkan arah nyata. Salah satunya melalui rencana reaktivasi Pasar Hewan Terpadu Selolembu di Kecamatan Curahdami.</p>
<p>Namun, lebih dari sekadar membuka kembali fasilitas yang sudah lama tidak beroperasi itu, langkah ini juga menjadi bentuk pelaksanaan arah kebijakan dan dorongan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) agar pemerintah daerah berani berinovasi dan menciptakan peluang kerja sama dengan pihak ketiga, bukan hanya bergantung pada dana transfer pusat.</p>
<p>“Sesuai arahan KPK, dengan fiskal yang terbatas kita tidak bisa hanya mengandalkan transfer dari pusat. Kita harus menciptakan peluang, misalnya melalui kerja sama dengan pihak ketiga,” ujar Kepala Dinas Peternakan dan Perikanan Bondowoso, Hendri Widotono, Senin (6/10/2025).</p>
<p>Menurut Hendri, arahan tersebut menjadi penyemangat baru bagi Pemkab Bondowoso untuk berpikir lebih kreatif dalam mengelola aset daerah. </p>
<p>“Kita andalkan nanti ada tangan dingin dari pihak-pihak yang bisa diajak untuk mengaktifasi,” tambahnya.</p>
<p>Selain pasar hewan, Pemkab juga menyiapkan langkah serupa untuk mengoptimalkan Balai Benih Ikan (BBI) Sumber Wringin yang memiliki lahan seluas dua hektare. </p>
<p>Hendri menyebutkan, fasilitas ini berpotensi besar untuk dikembangkan, terutama jika mendapatkan dukungan bantuan dari pemerintah pusat.</p>
<p>“Itu aset yang belum berjalan optimal. Kalau memang ada peluang bantuan dari pusat, kenapa tidak? Segala cara akan ditempuh untuk mengaktifasi,” ujarnya.</p>
<p>Mantan Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan ini juga menegaskan bahwa cita-cita menjadikan Bondowoso sebagai daerah unggulan sektor peternakan bukanlah hal baru. </p>
<p>“Ini sudah menjadi cita-cita sejak bupati-bupati sebelumnya. Sekarang kita coba gagas lagi, dengan cara yang lebih kolaboratif dan transparan,” katanya.</p>
<p>Langkah reaktivasi ini juga mendapat dukungan penuh dari Sekretaris Daerah Bondowoso, Fathur Rozi, yang menekankan pentingnya kolaborasi antarorganisasi perangkat daerah (OPD). </p>
<p>Menurutnya, optimalisasi pasar hewan tidak hanya berbicara tentang perbaikan fisik, tetapi juga membangun kesepahaman dan keterlibatan semua pihak.</p>
<p>“Reaktivasi pasar ini bukan hanya soal fisik bangunan, tetapi juga tentang membangun kesepahaman. Harus ada studi mendalam, sosialisasi dengan para pedagang, serta keterlibatan semua pemangku kepentingan agar transisi berjalan mulus,” katanya.</p>
<p>Pemkab berencana melibatkan sejumlah OPD seperti Disnakkan, Dinas BSBK, dan Diskoperindag dalam tahapan teknis.</p>
<p>Akses jalan menuju pasar akan menjadi bagian dari tanggung jawab Dinas BSBK, sementara koordinasi lintas sektor akan dipimpin langsung oleh Asisten II Sekda. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Rotasi Jabatan di Bondowoso Bukan Hadiah atau Hukuman, Eselon III dan IV Bakal Digelar</title>
<link>https://suarajatimpost.com/rotasi-jabatan-di-bondowoso-bukan-hadiah-atau-hukuman-eselon-iii-dan-iv-bakal-digelar</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/rotasi-jabatan-di-bondowoso-bukan-hadiah-atau-hukuman-eselon-iii-dan-iv-bakal-digelar</guid>
<description><![CDATA[ Usai mutasi eselon II, Pemkab akan melaksanakan mutasi jabatan eselon III dan IV, yang saat ini draft-nya sudah rampung, tinggal pembahasan di Tim Penilai Kinerja dan diusulkan untuk mendapatkan Pertek. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202510/image_870x580_68e3a252afb3a.webp" length="22862" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 06 Oct 2025 18:42:24 +0700</pubDate>
<dc:creator>Rizqi Ardian</dc:creator>
<media:keywords>mutasi, jabatan, eselon II, pejabat, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>BONDOWOSO, SJP –</strong> Suasana kerja di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bondowoso kini tengah memasuki babak baru. Setelah hiruk pikuk Pilkada usai, roda pemerintahan kembali berputar menuju fokus utama, yakni peningkatan  pelayanan kepada masyarakat.</p>
<p>Di tengah proses rotasi dan mutasi jabatan yang sedang berlangsung, Sekretaris Daerah (Sekda) Bondowoso, Fathur Rozi, menegaskan, pergeseran posisi dalam birokrasi, khusunya di tingkat pejabat tinggi pratama setingkat eselon II adalah bagian wajar dari dinamika pemerintahan. </p>
<p>Bahkan, kata Sekda, pasca pergeseran 7 pejabat eselon II beberapa waktu lalu, tidak perlu ada anggapan bahwa mutasi adalah hukuman, atau promosi adalah hadiah istimewa.</p>
<p>“Promosi dan mutasi adalah hal biasa dalam pemerintahan. Ini bukan sesuatu yang istimewa. Jangan sampai ada anggapan bahwa satu perangkat daerah lebih baik atau lebih buruk dari yang lain,” ujarnya, dikonfirmasi usai rapat kinerja bersama seluruh camat di Sabha Bina Praja I, Senin (6/10/2025). </p>
<p>Menurutnya, setiap organisasi perangkat daerah (OPD) punya peran penting dalam mendukung pelayanan publik. </p>
<p>“Semua perangkat daerah adalah roda dari sistem pelayanan. Tidak ada yang dibeda-bedakan,” lanjutnya.</p>
<p>Pernyataan ini menjadi semacam pengingat, bahwa di balik proses rotasi jabatan, ada semangat pembaruan dan penyegaran dalam tubuh birokrasi. </p>
<p>“Pemerintah ingin memastikan setiap pejabat berada di posisi yang tepat, sesuai kompetensi dan kebutuhan daerah,” pesannya.</p>
<p>Lebih jauh, Fathur Rozi menekankan pentingnya menjaga netralitas dan profesionalisme aparatur pasca-Pilkada.</p>
<p>“Pilkada sudah selesai. Bupati adalah milik rakyat Bondowoso. Sekarang saatnya bekerja, melayani masyarakat tanpa perbedaan,” tegas mantan Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Probolinggo ini.</p>
<p><strong>Mutasi Bakal Berlanjut ke Eselon III dan IV</strong></p>
<p>Saat ini, Pemkab Bondowoso tengah menyelesaikan rotasi jabatan untuk level eselon II, yang nantinya akan diikuti pergeseran di eselon III dan IV. Prosesnya, kata Sekda, dilakukan secara bertahap dan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.</p>
<p>“Pemetaan untuk eselon III dan IV sudah kami siapkan. Tinggal dibahas di Tim Penilai Kinerja (TPK), disampaikan ke Bupati, lalu diusulkan ke BKN untuk mendapatkan Pertek,” jelasnya.</p>
<p>Meski belum ada tanggal pasti, draf rotasi dan mutasi eselon III serta IV, sudah dalam tahap akhir pembahasan. </p>
<p>“Yang jelas, semua dilakukan secara transparan dan objektif,” tutupnya.</p>
<p>Seperti diketahui, sebelumnya Pemkab Bondowoso memutasi 7 pejabat eselon II. Di antaranya : </p>
<ol>
<li>Hendri Widitono sebelumnya menjabat sebagai Kepala Dinas Pertanian dan Ketahangan Pangan dimutasi menjabat Kepala Dinas Peternakan dan Perikanan.</li>
<li>Dr. Hary Sucahyono yang sebelumnya menjabat sebagai asisten III dimutasi menjabat Kepala Dinas Penanaman Modal, Pelayanan Terpadu Satu Pintu, dan Tenaga Kerja.</li>
<li>Mulyadi sebelumnya Kepala Dinas Pariwisata Kebudayaan Pemuda dan Olahraga dimutasi menjabat Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan.</li>
<li>Haeriyah Yuliati yang sebelumnya menjabat Kepala Dinas Pendidikan, dimutasi menjadi Asisten Administrasi Umum Sekretariat Daerah.</li>
<li>Mahfud Junaedi yang sebelumnya menjabat sebagai Kepala Badan Kepegawaian dan Peningkatan Sumber Daya Manusia, dimutasi menjadi Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa.</li>
<li>Sigit Purnomo yang sebelumnya menjabat sebagai Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah dimutasi menjadi kepala Kepala Dinas Perhubungan.</li>
<li>Nunung Setianingsih, yang awalnya menjabat Kepala Dinas Penanaman Modal, Pelayanan Terpadu Satu Pintu, dan Tenaga Kerja, digeser menjabat Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan. (<strong>*)</strong></li>
</ol>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Tight atau Loose? Cerita di Balik Pilihan Outfit Gym Perempuan</title>
<link>https://suarajatimpost.com/tight-atau-loose-cerita-di-balik-pilihan-outfit-gym-perempuan</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/tight-atau-loose-cerita-di-balik-pilihan-outfit-gym-perempuan</guid>
<description><![CDATA[ Pilihan outfit gym antara ketat dan longgar bukan sekadar soal gaya. Pakaian olahraga memengaruhi kenyamanan, performa, dan rasa percaya diri. Kenali jenis latihan dan preferensi diri agar setiap gerakan terasa bebas, aman, dan penuh motivasi. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202510/image_870x580_68e1abeaa4da1.webp" length="30364" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sun, 05 Oct 2025 08:05:56 +0700</pubDate>
<dc:creator>Rizqi Ardian</dc:creator>
<media:keywords>lifestyle, rekomendasi, membaca, literasi, buku, suarajatimpost, bisnis, otomotif, teknologi</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SUARAJATIMPOST.COM -</strong> Setiap perempuan punya ritual sebelum ke gym. Ada yang sibuk menyiapkan playlist, ada yang memastikan botol minumnya penuh, dan tak sedikit yang bimbang di depan lemari: mau pakai baju olahraga ketat atau longgar hari ini?</p>
<p>Pilihan ini ternyata bukan sekadar soal gaya. Apa yang kita kenakan saat olahraga bisa memengaruhi rasa nyaman, performa, bahkan motivasi. Ada yang merasa lebih percaya diri dengan legging ketat, ada juga yang lebih bebas bergerak dengan celana longgar.</p>
<p><strong>Kelebihan outfit ketat</strong></p>
<p>Pakaian olahraga yang menempel di tubuh sering memberi dukungan ekstra untuk otot, mengurangi rasa pegal setelah latihan. Aliran darah bisa lebih lancar, gerakan terasa lebih aman tanpa khawatir kain tersangkut alat gym. Dan tak bisa dipungkiri, banyak yang merasakan dorongan semangat ekstra saat melihat tubuhnya “terbingkai” rapi di cermin.</p>
<p><strong>Keunggulan pakaian longgar</strong></p>
<p>Di sisi lain, outfit longgar memberi ruang bernapas lebih lega. Cocok untuk yoga, pilates, atau sekadar jogging santai. Kain yang jatuh bebas membantu tubuh tetap sejuk, sementara siluetnya bisa memberi rasa nyaman bagi siapa saja yang ingin tampil lebih sederhana atau modest.</p>
<p><strong>Bagaimana memilih yang tepat?</strong></p>
<p>Jawabannya ada pada diri sendiri. Kalau latihan intensitas tinggi, pakaian ketat bisa jadi pilihan terbaik. Kalau butuh fleksibilitas dan kenyamanan ekstra, pakaian longgar lebih pas. Banyak juga yang mencampur keduanya: legging ketat dipadukan dengan tank top longgar, misalnya.</p>
<p>Pada akhirnya, yang terpenting bukan tren atau label fashion, melainkan bagaimana pakaian itu membuatmu merasa. Karena ketika nyaman, percaya diri, dan bebas bergerak, setiap langkah di treadmill atau setiap tarikan napas dalam pose yoga terasa lebih berarti.<strong> (**)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong><br><strong>Sumber :</strong> wiskiiactive.com</p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Ketika Tubuh Merindukan Kopi: Cerita di Balik “Caffeine Withdrawal”</title>
<link>https://suarajatimpost.com/ketika-tubuh-merindukan-kopi-cerita-di-balik-caffeine-withdrawal</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/ketika-tubuh-merindukan-kopi-cerita-di-balik-caffeine-withdrawal</guid>
<description><![CDATA[ Bagi pecinta kopi, berhenti mendadak bisa memicu caffeine withdrawal: sakit kepala, lelah, sulit fokus. Meski tidak berbahaya, kondisi ini mengganggu aktivitas. Kurangi kopi bertahap, perbanyak air putih, tidur cukup, dan jalani gaya hidup sehat. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202510/image_870x580_68e110f5a9114.webp" length="31896" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sat, 04 Oct 2025 19:21:36 +0700</pubDate>
<dc:creator>Rizqi Ardian</dc:creator>
<media:keywords>lifestyle, rekomendasi, membaca, literasi, buku, suarajatimpost, bisnis, otomotif, teknologi</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p data-start="169" data-end="244"><b>SUARAJATIMPOST - </b>Siapa di antara kita yang merasa hari belum benar-benar dimulai kalau belum menyeruput kopi hangat? Dari anak muda hingga orang tua, kopi sering kali jadi teman setia. Menemani pagi, menemani kerja, bahkan menemani saat begadang mengejar deadline.</p>
<p data-start="497" data-end="791">Di balik aromanya yang khas, kopi menyimpan kandungan kafein yang punya banyak manfaat. Ia bisa membuat tubuh terasa lebih berenergi, menjaga fokus dan konsentrasi, memperbaiki suasana hati, hingga membantu tubuh tetap terjaga. Tak heran, kopi kerap dianggap penyelamat saat mata mulai berat.</p>
<p data-start="793" data-end="1047">Namun, ada sisi lain yang jarang disadari. Bagi mereka yang terbiasa minum kopi setiap hari, berhenti mendadak bisa memunculkan reaksi tubuh yang disebut <em data-start="947" data-end="968">caffeine withdrawal</em>. Inilah kondisi ketika tubuh “merindukan” asupan kafein yang biasanya hadir.</p>
<p data-start="1049" data-end="1412">Gejalanya bervariasi, mulai dari sakit kepala, lelah, sulit berkonsentrasi, hingga mood yang naik turun. Umumnya, gejala berlangsung antara dua hingga sembilan hari, dengan puncaknya muncul 12–24 jam setelah terakhir kali minum kopi. Walau tidak berbahaya, kondisi ini bisa cukup mengganggu, terutama bagi mereka yang sedang dikejar pekerjaan atau tugas kuliah.</p>
<p data-start="1414" data-end="1773">Kabar baiknya, ada cara untuk mengurangi gejala tersebut. Caranya sederhana, kurangi konsumsi kopi secara bertahap, pilih jenis kopi dengan kadar kafein rendah, atau beralih ke minuman non-kafein. Jangan lupa, tubuh juga butuh cukup air putih, tidur berkualitas 7–9 jam per malam, serta gaya hidup sehat lewat olahraga, makanan bergizi, dan manajemen stres.</p>
<p data-start="1775" data-end="2094">Jika gejala terasa berat hingga mengganggu aktivitas, jangan ragu untuk berkonsultasi ke dokter. Pada akhirnya, kopi hanyalah bagian kecil dari keseharian kita. Menikmatinya dengan bijak akan membuat setiap tegukan terasa lebih berarti, bukan sekadar rutinitas, tapi sebuah kenikmatan yang tak harus selalu bergantung. <strong>(**)</strong></p>
<p data-start="1775" data-end="2094"><strong>Editor : Rizqi Ardian<br>Sumber : </strong>Instagram Alodokter_id</p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Lansia Hilang di Cermee Bondowoso Ditemukan Meninggal Dunia Setelah Tiga Hari Pencarian</title>
<link>https://suarajatimpost.com/lansia-hilang-di-cermee-bondowoso-ditemukan-meninggal-dunia-setelah-tiga-hari-pencarian</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/lansia-hilang-di-cermee-bondowoso-ditemukan-meninggal-dunia-setelah-tiga-hari-pencarian</guid>
<description><![CDATA[ Tim menyisir tujuh titik lokasi yang biasa disinggahi korban, antara lain Widuri, Batu Ampar, Jeding, Candu, Solor, Keladi, dan Batu Salang. Hingga akhirnya, pada hari ketiga pencarian, tim menemukan kerudung korban di atas tebing dan melanjutkan penyisiran ke bawah. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202510/image_870x580_68e0fd60d6ed9.webp" length="77730" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sat, 04 Oct 2025 17:50:25 +0700</pubDate>
<dc:creator>Rizqi Ardian</dc:creator>
<media:keywords>Peristiwa, kehilangan, orang hilang. Meninggal, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>BONDOWOSO, SJP —</strong> Seorang lansia bernama Saddiyah (87), warga Dusun Lalangan, Desa Suling Wetan, Kecamatan Cermee, Kabupaten Bondowoso, ditemukan meninggal dunia setelah dinyatakan hilang selama tiga hari.</p>
<p>Plt Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bondowoso, Kristianto Putro Prasojo membenarkan, bahwa korban ditemukan pada Sabtu (4/10/2025) sekira pukul 10.42 WIB oleh tim SAR gabungan.</p>
<p>“Korban terakhir terlihat oleh keluarga sedang ngopi di rumah. Berdasarkan keterangan keluarga, korban memiliki riwayat linglung. Setelah dilakukan pencarian selama tiga hari, akhirnya korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia di pipa saluran air,” jelasnya.</p>
<p>Menurutnya, proses pencarian dilakukan oleh tim gabungan dari BPBD Bondowoso, Damkar, Tagana, Satpol PP, BP-13, relawan SAR, Polsek Cermee, Koramil Cermee, pemerintah kecamatan dan desa, serta masyarakat setempat.</p>
<p>Tim menyisir tujuh titik lokasi yang biasa disinggahi korban, antara lain Widuri, Batu Ampar, Jeding, Candu, Solor, Keladi, dan Batu Salang. Hingga akhirnya, pada hari ketiga pencarian, tim menemukan kerudung korban di atas tebing dan melanjutkan penyisiran ke bawah.</p>
<p>“Saat tim turun, tercium aroma tidak sedap. Setelah diperiksa, korban ditemukan dalam posisi tertelungkup di area pipa saluran air,” ungkap pria yang juga menjabat sebagai Sekretaris BPBD Bondowoso ini.</p>
<p>Evakuasi jenazah dilakukan sekira pukul 13.02 WIB dan langsung dibawa ke rumah duka. Proses pemakaman berlangsung pada pukul 14.45 WIB.</p>
<p>Pihak BPBD Bondowoso juga menyalurkan bantuan logistik dan air mineral untuk keluarga korban.</p>
<p>“Kami menyampaikan belasungkawa sedalam-dalamnya kepada keluarga almarhumah. Meskipun akses menuju lokasi cukup ekstrem dan sulit dilalui kendaraan roda empat, tim tetap berupaya maksimal hingga korban ditemukan,” pungkas Kristianto. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor: Rizqi Ardian </strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Memahami Fenomena “Puber Kedua” pada Usia Paruh Baya</title>
<link>https://suarajatimpost.com/memahami-fenomena-puber-kedua-pada-usia-paruh-baya</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/memahami-fenomena-puber-kedua-pada-usia-paruh-baya</guid>
<description><![CDATA[ Istilah puber kedua sebenarnya tidak dikenal dalam dunia medis. Namun, perubahan gaya hidup pada rentang usia 40 hingga 65 tahun merupakan hal yang wajar selama tidak dilakukan secara berlebihan dan tidak mengganggu orang lain. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202510/image_870x580_68df3d7b1d5b5.webp" length="24050" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Fri, 03 Oct 2025 10:23:28 +0700</pubDate>
<dc:creator>Rizqi Ardian</dc:creator>
<media:keywords>lifestyle, rekomendasi, membaca, literasi, buku, suarajatimpost, bisnis, otomotif, teknologi</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p data-start="192" data-end="512"><strong>SUARAJATIMPOST.COM - </strong>Pernahkah Anda melihat seseorang yang telah memasuki usia 50 tahun tiba-tiba terlihat lebih bersemangat menjalani hidup? Misalnya menjadi rajin berolahraga, lebih sering berkumpul bersama teman sebaya, mulai gemar berdandan, atau semakin memperhatikan penampilan. Fenomena tersebut kerap disebut sebagai “puber kedua.”</p>
<p data-start="514" data-end="762">Perlu diketahui, istilah <em data-start="539" data-end="552">puber kedua</em> sebenarnya tidak dikenal dalam dunia medis. Namun, perubahan gaya hidup pada rentang usia 40 hingga 65 tahun merupakan hal yang wajar selama tidak dilakukan secara berlebihan dan tidak mengganggu orang lain.</p>
<p data-start="764" data-end="991">Banyak orang di fase ini merasa terdorong untuk mencoba hal-hal baru, menghidupkan kembali hobi lama, atau melakukan kegiatan yang sebelumnya belum sempat diwujudkan. Hidup pun terasa lebih menyenangkan dan penuh energi baru.</p>
<p data-start="993" data-end="1199">Selain itu, fase ini juga membuat seseorang lebih reflektif. Mereka mulai memikirkan kembali prioritas hidup, lebih peka terhadap lingkungan sekitar, serta mendambakan hubungan sosial yang lebih bermakna.</p>
<p data-start="1201" data-end="1643">Secara medis, pubertas sejati hanya terjadi sekali dalam hidup, yakni pada masa remaja. Saat itu, tubuh mengalami perubahan hormon yang memicu perkembangan organ reproduksi.</p>
<p data-start="1201" data-end="1643">Meski demikian, istilah <em data-start="1399" data-end="1412">puber kedua</em> sering dikaitkan dengan perubahan hormon pada usia dewasa. Pada wanita, fase menopause atau masa menjelangnya ditandai dengan menurunnya kadar estrogen. Sedangkan pada pria, penuaan dapat menyebabkan penurunan kadar testosteron.</p>
<p data-start="1645" data-end="1851">Perubahan hormon tersebut dapat memengaruhi suasana hati, tingkat energi, aktivitas, libido, bahkan fungsi kognitif. Inilah salah satu alasan mengapa sebagian orang tampak seperti mengalami <em data-start="1835" data-end="1848">puber kedua</em>.</p>
<p data-start="1853" data-end="2043">Pada dasarnya, puber kedua bukanlah masalah kesehatan yang perlu dikhawatirkan, selama tidak menimbulkan dampak serius seperti depresi, gangguan kecemasan, atau konflik dalam rumah tangga.</p>
<p data-start="2045" data-end="2373">Jika Anda memiliki orang terdekat yang sedang melalui fase ini, sebaiknya berikan ruang dan dukungan. Dengarkan cerita mereka dengan empati.</p>
<p data-start="2045" data-end="2373">Namun, apabila perubahan tersebut sudah mengganggu aktivitas sehari-hari atau menimbulkan masalah dalam hubungan dengan pasangan, sebaiknya konsultasikan dengan psikolog atau psikiater. <strong>(**)</strong></p>
<p data-start="2045" data-end="2373"><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Gerbong Mutasi Pejabat Eselon II di Bondowoso Mulai Bergulir</title>
<link>https://suarajatimpost.com/gerbong-mutasi-pejabat-eselon-ii-di-bondowoso-mulai-bergulir</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/gerbong-mutasi-pejabat-eselon-ii-di-bondowoso-mulai-bergulir</guid>
<description><![CDATA[ Mutasi jabatan kali ini, menjadi awal dari mutasi di lingkungan pejabat eselon II, III dan IV yang akan melengkapi instrumen di sebuah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di Kabupaten Bondowoso ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202510/image_870x580_68dced0ec7ca2.webp" length="32058" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 01 Oct 2025 16:30:31 +0700</pubDate>
<dc:creator>Rizqi Ardian</dc:creator>
<media:keywords>mutasi, jabatan, eselon II, pejabat, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>BONDOWOSO, SJP –</strong> Gerbong mutasi pejabat eselon II di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bondowoso di era kepemimpinan Abdul Hamid Wahid mulai bergulir, tepat di peringatan Hari Kesaktian Pancasila, pada Rabu (1/10/2025).</p>
<p>Mutasi jabatan pejabat tinggi pratama yang pertama kali digelar ini, menggeser 6 pejabat setingkat kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di Bumi Ki Ronggo. Mutasi ini juga menjadi angin segar bagi pemerintahan di era Abdul Hamid Wahid.</p>
<p>Mutasi jabatan kali ini, kata bupati, sebuah momentum penyegaran dan penajaman komitmen untuk kemajuan pembangunan dan peningkatan pelayanan kepada masyarakat di Kabupaten Bondowoso. </p>
<p>“Saudara-saudara yang dilantik dan dimutasi adalah figur pilihan, yang telah melalui proses seleksi ketat dan teruji kapabilitasnya,” kata bupati yang karib disapa Ra Hamid ini.</p>
<p>Usai membacakan kata-kata pelantikan dan sumpah jabatan, bupati juga menyampaikan, jabatan yang diemban ini adalah amanah rakyat yang menuntut integritas, profesionalisme, dan pengabdian tanpa batas. </p>
<p>“Saudara-saudara kini berada di garda terdepan sebagai motor penggerak pembangunan daerah. Ingatlah, tantangan ke depan makin kompleks. Kita harus bekerja lebih keras, lebih cerdas, dan lebih ikhlas,” tegasnya.</p>
<p>Enam pejabat yang dimutasi di antaranya : </p>
<ol>
<li>Hendri Widotono sebelumnya menjabat sebagai Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan dimutasi menjabat Kepala Dinas Peternakan dan Perikanan.</li>
<li>Dr. Hary Sucahyono yang sebelumnya menjabat sebagai asisten III dimutasi menjabat Kepala Dinas Penanaman Modal, Pelayanan Terpadu Satu Pintu, dan Tenaga Kerja.</li>
<li>Mulyadi sebelumnya Kepala Dinas Pariwisata Kebudayaan Pemuda dan Olahraga dimutasi menjabat Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan.</li>
<li>Haeriyah Yuliati yang sebelumnya menjabat Kepala Dinas Pendidikan, dimutasi menjadi Asisten Administrasi Umum Sekretariat Daerah.</li>
<li>Mahfud Junaedi yang sebelumnya menjabat sebagai Kepala Badan Kepegawaian dan Peningkatan Sumber Daya Manusia, dimutasi menjadi Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa.</li>
<li>Sigit Purnomo yang sebelumnya menjabat sebagai Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah dimutasi menjadi kepala Kepala Dinas Perhubungan. <strong>(*)</strong></li>
</ol>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Dampak Gempa Sumenep di Bondowoso, Sejumlah Bangunan Sekolah dan Rumah Warga Rusak</title>
<link>https://suarajatimpost.com/dampak-gempa-sumenep-di-bondowoso-sejumlah-bangunan-sekolah-dan-rumah-warga-rusak</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/dampak-gempa-sumenep-di-bondowoso-sejumlah-bangunan-sekolah-dan-rumah-warga-rusak</guid>
<description><![CDATA[ Beruntung dalam peristiwa ini tidak ada korban jiwa dan BPBD Bondowoso mendirikan tenda darurat untuk kegiatan belajar siswa. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202510/image_870x580_68dd59b8a2811.webp" length="29218" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 01 Oct 2025 13:05:27 +0700</pubDate>
<dc:creator>Rizqi Ardian</dc:creator>
<media:keywords>Gempa, Sumenep. Bencana, BPBD, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>BONDOWOSO, SJP –</strong> Gempa bumi tektonik yang terjadi pada Selasa (30/9/2025) pukul 23.49 WIB yang berpusat di Sumenep Madura, mengakibatkan sejumlah bangunan di Kabupaten Bondowoso mengalami kerusakan. Meski demikian, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bondowoso memastikan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.</p>
<p></p>
<p>Kepala Pelaksana BPBD Bondowoso, Sigit Purnomo, melaporkan bahwa kerusakan bangunan ditemukan di tiga titik lokasi. Antara lain di SDN Kotakulon 2 Kecamatan Bondowoso, Desa Tegalampel Kecamatan Tegalampel, serta Desa Mengen Kecamatan Tamanan.</p>
<p></p>
<p>“Kerusakan di SDN Kotakulon 2 meliputi ruang UKS, kantin, dan ruang TIK dengan kategori rusak ringan, sementara ruang kelas 4, 5, dan 6 mengalami rusak sedang,” jelas Sigit, Rabu (1/10/2025).</p>
<p></p>
<p>Selain itu, rumah milik Irma, warga Desa Tegalampel, mengalami rusak sedang dengan estimasi kerugian sekitar Rp2 juta. Sementara rumah Muhyidin di Dusun Kampung Baru, Desa Mengen, rusak berat dengan ukuran bangunan 4x7 meter.</p>
<p></p>
<p>Menindaklanjuti kondisi ini, BPBD Bondowoso bersama perangkat desa dan masyarakat langsung melakukan asesmen di lokasi. Sebagai langkah darurat, tenda berukuran 6x12 meter telah didirikan di halaman SDN Kotakulon 2 untuk menunjang proses belajar mengajar.</p>
<p></p>
<p>“Sampai laporan ini kami sampaikan, situasi wilayah Bondowoso dalam kondisi aman dan terkendali. Cuaca di lokasi terdampak terpantau berawan,” tambahnya.</p>
<p></p>
<p>Adapun personel BPBD yang diterjunkan meliputi tim TRC, Pusdalops, serta agen bencana Jawa Timur. Sejumlah pemerintah desa setempat juga ikut membantu penanganan awal pasca gempa. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor: Rizqi Ardian </strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Alokasi DBHCHT DPKP Bondowoso, Fokus Pertanian Komuditas Tembakau</title>
<link>https://suarajatimpost.com/alokasi-dbhcht-dpkp-bondowoso-fokus-pertanian-komuditas-tembakau</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/alokasi-dbhcht-dpkp-bondowoso-fokus-pertanian-komuditas-tembakau</guid>
<description><![CDATA[ Pengelolaan anggaran DBHCHT akan dilakukan secara terintegrasi agar manfaatnya dapat langsung dirasakan para petani tembakau. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202510/image_870x580_68ddd94c2d5b3.webp" length="82040" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Tue, 30 Sep 2025 18:46:16 +0700</pubDate>
<dc:creator>Rizqi Ardian</dc:creator>
<media:keywords>DBHCHT, cukai, tembakau, pemerintah, kesehatan, rokok ilegal, satpol PP, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>BONDOWOSO, SJP -</strong> Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kabupaten Bondowoso kembali mendapatkan kucuran Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT), sebesar Rp8,5 miliar di tahun 2025. </p>
<p>Sesuai dengan tematik pengalokasian DBHCHT di sektor pertanian diproyeksikan untuk memperkuat dan mendukung komoditas tembakau.</p>
<p>Kepala DPKP Bondowoso, Hendri Widotono, menegaskan bahwa pengelolaan anggaran akan dilakukan secara terintegrasi agar manfaatnya dapat langsung dirasakan para petani tembakau.</p>
<p>"Fokus utama kami adalah peningkatan mutu bahan baku tembakau, penyediaan sarana prapanen, serta pembangunan dan rehabilitasi jaringan irigasi,” jelasnya, Selasa (30/9/2025).</p>
<p>Dirinya juga menjelaskan, peningkatan kualitas tembakau akan ditempuh melalui berbagai langkah, mulai dari penyuluhan dan pendampingan kepada petani hingga penerapan teknologi pertanian ramah lingkungan.</p>
<p>"Upaya ini diharapkan mampu menghasilkan daun tembakau dengan kualitas lebih baik dan nilai jual yang lebih tinggi di pasaran," harapnya.</p>
<p>Selain itu, program sebelum panen juga diarahkan pada penyediaan pupuk organik, pestisida nabati, benih unggul, hingga alat pertanian modern guna mendukung efektivitas kerja petani. </p>
<p>Hendri menerangkan, sebagian dana juga akan difokuskan pada pengembangan serta perbaikan jaringan irigasi demi menjaga ketersediaan air di lahan pertanian selama musim tanam.</p>
<p>“Melalui DBHCHT ini, kami ingin memastikan petani benar-benar merasakan dampak positif dari DBHCHT. Ini adalah wujud nyata perhatian pemerintah terhadap sektor pertanian tembakau,” pungkasnya.</p>
<p>Seperti diketahui, anggaran DBHCHT yang diterima oleh Pemerintah Kabupaten Bondowoso di tahun 2025, mencapai Rp67,8 miliar. Angka ini meningkat dibandingkan tahun 2024  yang hanya sebesar Rp65,5 miliar. </p>
<p>Data yang dimiliki suarajatimpost.com, alokasi DBHCHT di bidang kesejahteraan masyarakat diampu oleh Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan dengan melali program peningkatan kualitas bahan baku dengan alokasi Rp8,5 miliar.</p>
<p>Kemudian untuk program pembinaan industru ada di Dinas Koperasi Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag) sebesar Rp150 juta dan Dinas Bina Marga Sumber Daya Air dan Bina Kontruksi (BSBK) sebesar Rp8,4 miliar.</p>
<p>Untuk program pembinaan lingkungan sosial dialokasikan kepada Dinsos P3AKB sebesar Rp13 miliar, DPMPTSP sebesar Rp2,6 miliar dan Diskoperindag sebesar Rp3,8 miliar. Totalnya untuk bidang kesejahteraan masyarakat mencapai Rp36,5 miliar.</p>
<p>Selanjutnya untuk bidang penegakan hukum totalnya Rp3,5 miliar yang dialokasikan melalui program pembinaan industri di Diskoperindag sebesar Rp50 juta, program sosialisasi ketentuan di bidang cukai dan pemberantasan barang kena cukai ilegal di Satpol PP mencapai Rp3,5 miliar.</p>
<p>Sementara untuk bidang kesehatan sebesar Rp27,1 miliar, dialokasikan untuk membiayai program pembinaan lingkungan sosial yang dibidangi oleh Dinas Kesehatan sebesar Rp24,1 miliar dan RSUD sebesar Rp3 miliar. Kemudian untuk kegiatan pendukung ada di bagian perekonomian dan AP sebesar Rp599 juta.<span> </span><strong>(***)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Angin Kencang Terjang Taman Krocok Bondowoso, Warga Trauma, BPBD Sigap Evakuasi</title>
<link>https://suarajatimpost.com/angin-kencang-terjang-taman-krocok-bondowoso-warga-trauma-bpbd-sigap-evakuasi</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/angin-kencang-terjang-taman-krocok-bondowoso-warga-trauma-bpbd-sigap-evakuasi</guid>
<description><![CDATA[ Angin kencang menerpa Desa Kretek dan Paguan, Taman Krocok, Bondowoso, Senin (29/9/2025). Sebanyak 14 rumah rusak ringan, satu pohon tumbang menutup jalan. BPBD sigap evakuasi, warga selamat, Kalaksa Sigit Purnomo ingatkan kewaspadaan cuaca ekstrem. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202509/image_870x580_68da78d2eac4b.webp" length="82004" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 29 Sep 2025 19:32:25 +0700</pubDate>
<dc:creator>Rizqi Ardian</dc:creator>
<media:keywords>bencana, angin, banjir, longsor, puting beliung, BPBD, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p data-start="388" data-end="641"><strong data-start="388" data-end="406">BONDOWOSO, SJP</strong> – Suara angin menderu disusul pohon besar tumbang di jalan penghubung Desa Paguan - Desa Paleran, Senin (29/9/2025) siang, membuat warga Desa Kretek dan Desa Paguan, Kecamatan Taman Krocok, Bondowoso, panik berhamburan keluar rumah.</p>
<p data-start="643" data-end="873">Hembusan angin kencang sekira pukul 13.30 WIB itu tak hanya menutup akses jalan, tapi juga merusak sedikitnya 14 rumah warga. Meski kerusakan terbilang ringan, peristiwa ini menyisakan trauma bagi warga yang rumahnya terdampak.</p>
<p data-start="875" data-end="1108">“Alhamdulillah tidak ada korban jiwa. Kami langsung turunkan tim untuk membantu evakuasi pohon tumbang dan melakukan asesmen rumah-rumah warga,” ujar Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Bondowoso, Sigit Purnomo.</p>
<p data-start="1355" data-end="1608">Menurut Sigit, kondisi cuaca ekstrem di musim kemarau membuat risiko bencana angin kencang semakin tinggi.</p>
<p data-start="1355" data-end="1608">“Debit air berkurang, suhu udara naik, dan seringkali angin bertiup lebih kencang dari biasanya. Kami imbau masyarakat tetap waspada,” jelasnya.</p>
<p data-start="1610" data-end="1791">Meski sempat lumpuh, akses jalan utama kembali normal kurang dari satu jam setelah tim gabungan BPBD, Polsek, Koramil, dan warga setempat bekerja sama menyingkirkan pohon tumbang.</p>
<p data-start="1793" data-end="1995">Kini, meski cuaca di Desa Kretek dan Paguan masih mendung, situasi sudah kembali aman. Namun, kenangan suara deru angin yang memporakporandakan atap rumah warga akan sulit dilupakan dalam waktu dekat.</p>
<p data-start="1997" data-end="2166">“Bencana memang tidak bisa diprediksi, tapi yang bisa kita lakukan adalah menyiapkan masyarakat agar lebih tangguh menghadapi. Itulah tugas kami di BPBD,” tandasnya. <strong>(*)</strong></p>
<p data-start="1997" data-end="2166"><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Jogging Track di Alun&amp;alun Bondowoso Gagal Dibangun, Ini Alasannya</title>
<link>https://suarajatimpost.com/jogging-track-di-alun-alun-bondowoso-gagal-dibangun-ini-alasannya</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/jogging-track-di-alun-alun-bondowoso-gagal-dibangun-ini-alasannya</guid>
<description><![CDATA[ Pembangunan jogging track di pusat kota sudah masuk dalam P-APBD 2025. Namun, ada perubahan sekitar 40 persen dari APBD awal, karena alasan efisiensi dan penyesuaian kebutuhan prioritas masyarakat. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202509/image_870x580_68d9ee650aabf.webp" length="25056" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 29 Sep 2025 10:05:01 +0700</pubDate>
<dc:creator>Rizqi Ardian</dc:creator>
<media:keywords>pemerintah, DPRD, Jogging track, Alun-alun, P-APBD, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>BONDOWOSO, SJP – </strong>Pembangunan sarana olahraga ‘Jogging Track’ bagi masyarakat di Alun-alun Raden Bagus Assra Ki Ronggo, Kabupaten Bondowoso, gagal dibangun tahun ini.</p>
<p>Hal itu dikatakan oleh Ketua DPRD Bondowoso, Ahmad Dhafir usai menggelar paripurna persetujuan Perubahan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (P-APBD) tahun 2025, Ahad (28/9/2025) malam di Graha Paripura, Kecamatan Tenggarang.</p>
<p>Sejatinya, kata Ahmad Dhafir, pembangunan <em>jogging track</em> di pusat kota sudah masuk dalam P-APBD 2025. Namun, ada perubahan sekitar 40 persen dari APBD awal, karena alasan efisiensi dan penyesuaian kebutuhan prioritas masyarakat.</p>
<p>“Salah satu keputusan penting adalah penundaan rencana pembangunan <em>jogging track</em> di kawasan Alun-alun Bondowoso,” kata politikus Partai Kebangkitan Bangsa (PKP) ini, usai paripurna.</p>
<p>Ahmad Dhafir menjelaskan, DPRD sepakat menunda program tersebut karena mempertimbangkan dampak sosial bagi pedagang kaki lima (PKL) dan area parkir di sekitar Alun-alun.</p>
<p>“Tidak bisa sekadar membangun <em>jogging track</em>, tapi harus ada solusi bagi para pedagang kaki lima yang mencari nafkah di sana. Jangan sampai mereka dipindah ke tempat yang tidak representatif,” ujarnya.</p>
<p>Dengan demikian, lanjutnya, anggaran yang semula dialokasikan untuk <em>jogging track</em> dialihkan untuk pembangunan infrastruktur jalan. Karena, kata Dhafir, kebutuhan jalan layak masih menjadi tuntutan utama masyarakat Bondowoso.</p>
<p>“Teman-teman Badan Anggaran (Banggar), fraksi-fraksi, saya dengarkan tadi juga meminta ditunda. Dan anggarannya dialihkan pada pembangunan jalan,” imbuhnya.</p>
<p>Selain itu, DPRD juga menyoroti persoalan pokok pikiran (pokir) anggota dewan. Dari hasil evaluasi KPK, sejumlah pokir dinilai tidak sesuai regulasi dan tidak bisa dilaksanakan. </p>
<p>“Alhamdulillah, anggota DPRD memahami dan bersedia tidak melanjutkan pokir yang bermasalah,” tambahnya.</p>
<p>Keputusan tersebut diharapkan memperkuat arah kebijakan anggaran daerah agar lebih tepat sasaran dan sesuai aturan. Fokus utama tetap pada efisiensi, prioritas pembangunan, serta kepentingan masyarakat luas. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Bondowoso Mantapkan Langkah Lewat Perubahan APBD Tahun 2025</title>
<link>https://suarajatimpost.com/bondowoso-mantapkan-langkah-lewat-perubahan-apbd-tahun-2025</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/bondowoso-mantapkan-langkah-lewat-perubahan-apbd-tahun-2025</guid>
<description><![CDATA[ Perubahan APBD Bondowoso 2025 disepakati. Bupati Abdul Hamid Wahid tekankan efisiensi, belanja prioritas, dan komitmen bersama demi pembangunan serta kesejahteraan masyarakat ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202509/image_870x580_68d9e463b6d5d.webp" length="32866" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 29 Sep 2025 09:04:28 +0700</pubDate>
<dc:creator>Rizqi Ardian</dc:creator>
<media:keywords>DPRD, Paripurna, rekomendasi, LKPJ suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>BONDOWOSO, SJP –</strong> Suasana rapat paripurna DPRD Bondowoso pada Ahad (28/9/2025) malam, terasa berbeda. Tidak hanya pengesahan Perubahan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (P-APBD) saja, forum itu menjadi ruang bersama untuk meneguhkan komitmen membangun Bondowoso yang lebih baik.</p>
<p>Bupati Bondowoso, Abdul Hamid Wahid, menekankan bahwa P-APBD tahun 2025 bukanlah sekadar hitungan angka, melainkan upaya menyesuaikan arah pembangunan agar lebih realistis dan tepat sasaran.</p>
<p>“Kesepakatan hari ini adalah wujud kerja sama seluruh pihak, untuk memastikan pembangunan Bondowoso berjalan efektif dan memberi manfaat nyata bagi masyarakat,” ujarnya.</p>
<p>Dalam perubahan anggaran kali ini, Pemkab Bondowoso mengutamakan belanja prioritas serta efisiensi, sesuai arahan pemerintah pusat dan pemerintah provinsi. </p>
<p>“Sejumlah penyesuaian dilakukan, mulai dari transfer dana pusat, alokasi bantuan keuangan khusus dari Jawa Timur, hingga pengelolaan kembali sisa lebih penggunaan anggaran (SiLPA),” jelasnya.</p>
<p>Bupati yang karib disapa Ra Hamid ini menegaskan, perubahan tersebut tetap berorientasi pada kinerja. Belanja akan diarahkan pada kebutuhan mendesak dan wajib, dengan memperhatikan efisiensi, agar setiap rupiah yang dibelanjakan berdampak bagi warga.</p>
<p>“Kami berharap keputusan yang disepakati tidak berhenti di meja rapat. Kita harus laksanakan dengan penuh tanggung jawab. Karena yang kita kerjakan adalah amanah rakyat,” katanya, di hadapan pimpinan dan anggota DPRD di Graha Paripurna.</p>
<p>Rapat paripurna ini sekaligus menutup rangkaian panjang pembahasan antara eksekutif dan legislatif. Usai penetapan, rancangan peraturan daerah tentang perubahan APBD tersebut segera dikirim ke Gubernur Jawa Timur untuk dievaluasi sebelum diberlakukan.</p>
<p>“Kami berharap langkah ini menjadi pijakan untuk menghadirkan Bondowoso yang lebih baik dan sejahtera. Semoga Allah SWT senantiasa memudahkan urusan kita bersama,” pungkasnya. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Nyaris Celaka di Gunung Piramid Bondowoso, Pendaki Remaja Selamat dari Dehidrasi</title>
<link>https://suarajatimpost.com/nyaris-celaka-di-gunung-piramid-bondowoso-pendaki-remaja-selamat-dari-dehidrasi</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/nyaris-celaka-di-gunung-piramid-bondowoso-pendaki-remaja-selamat-dari-dehidrasi</guid>
<description><![CDATA[ Insiden menimpa seorang remaja asal Curahdami yang kelelahan saat mendaki Gunung Piramid. Beruntung cepat dievakuasi warga dan relawan. Camat Curahdami mengingatkan jalur Piramid rawan dan tetap ditutup oleh Perhutani demi keamanan. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202509/image_870x580_68d9dcbd6644e.webp" length="16952" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 29 Sep 2025 08:09:15 +0700</pubDate>
<dc:creator>Rizqi Ardian</dc:creator>
<media:keywords>piramid, gulgulan, saeng, pendakian, gunung, curahdami, argopuro, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>BONDOWOSO, SJP –</strong> Seorang pendaki Gunung Piramid, bagian dari kompleks pegunungan Argopuro di Kecamatan Curahdami, Kabupaten Bondowoso ditemukan dalam kondisi dehidrasi saat berada di jalur pendakian pada Ahad (28/9/2025) siang, sekira pukul 13.00 WIB.</p>
<p>Plt Camat Curahdami, Guruh Purnama Putra, membeberakan jika pendaki tersebut pelajar berinisial MKAI, warga RT 1 RW 5 Desa Petung, Kecamatan Curahdami. Ia mendaki bersama sekira 5–7 orang temannya tanpa seizin orang tua.</p>
<p>“Yang bersangkutan diduga kelelahan di atas, hingga mengalami dehidrasi. Alhamdulillah sudah berhasil dievakuasi dan saat ini sedang dirawat di Puskesmas Curahdami. Kondisinya mulai membaik,” terang Guruh, Senin (29/9/2025).</p>
<p>Ia menambahkan, insiden ini menjadi pelajaran bagi para pecinta alam agar lebih memperhatikan persiapan, baik fisik maupun logistik. Pihak kecamatan bersama aparat desa dan relawan segera bergerak setelah menerima laporan warga untuk membantu penanganan korban.</p>
<p>Guruh juga menegaskan bahwa kawasan pendakian ke Gunung Piramid sementara waktu masih ditutup oleh Perhutani dengan pertimbangan keamanan dan keselamatan.</p>
<p>“Kami memahami tingginya minat masyarakat untuk menikmati keindahan Gunung Piramid. Namun perlu dipahami bahwa jalurnya rawan dan berisiko tinggi. Penutupan ini semata-mata demi keselamatan kita semua, agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan,” imbaunya.</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202509/image_870x_68d9d96537a4c.webp" alt=""></p>
<p><strong>Jalur Pendakian Ditutup Sejak Mei 2025</strong></p>
<p>Jalur pendakian Gunung Piramid, Gunung Saeng dan Gunung Gulgulan, yang berada di kompleks pegunungan Argopuro telah ditutup oleh Perhutani sejak bulan Mei 2025 lalu. </p>
<p>Penutupan itu dilakuan usai terjatuhnya seorang pendaki asal Kabupaten Jember, Fahrul Hidayatullah atau yang karib dipanggil Baim (18) di Gunung Saeng di Desa Sumber Waru, Kecamatan Binakal, Kabupaten Bondowoso, akhirnya Perhutani KPH Bondowoso menutup jalur pendakian.</p>
<p>Penutupan jalur pendakian juga dibenarkan oleh Yuni Dwi Sri Handayani, Kepala Bidang Pariwisata Dinas Pariwisata Kebudayaan Pemuda dan Olahraga (Disparbudpora) Kabupaten Bondowoso.</p>
<p>“Ya benar. karena Piramid itu kewenangan Perhutani, dan Perhutani belum mengeluarkan izin untuk dilakukan pendakian,” tandasnya, Senin (29/9/2025).</p>
<p>Pengumuman itu juga disampaikan oleh Misbakhul Munir, Administratur Perum Perhutani KPH Bondowoso. Sejak tanggal 5 Mei 2025, atau sehari setelah proses evakuasi jenazah pendaki asal Jember, dari tebing sedalam 150 meter di Gunung Saeng.</p>
<p>"Perhutani belum pernah membuka lokasi tersebut, karena belum ada peruntukan wisata pendakian," ujarnya, Senin (29/9/2025) melalui pesan WhatsApp nya.</p>
<p>Bukan tanpa alasan, Perhutani KPH Bondowoso memiliki pertimbangan yang membuat jalur pendakian ke tiga puncak gunung di kawasan pegunungan Argopuro ini harus ditutup. Di antaranya:</p>
<ol>
<li>Ketiga gunung tersebut berada di kawasan hutan lindung (petak 23-1 RPH Curahdami dan RPH Wringin Tapung).</li>
<li>Lokasi ini bukan merupakan tempat wisata resmi meskipun mulai ramai di media sosial.</li>
<li>Topografi berbahaya: Medan terjal, kanan kiri tebing curam, serta akses yang sulit. Sehingga sangat berisiko bagi keselamatan pengunjung. <strong>(*)</strong></li>
</ol>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Pesan dari Sungai Selokambang: Bondowoso Lawan Mikroplastik dengan Aksi Nyata</title>
<link>https://suarajatimpost.com/pesan-dari-sungai-selokambang-bondowoso-lawan-mikroplastik-dengan-aksi-nyata</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/pesan-dari-sungai-selokambang-bondowoso-lawan-mikroplastik-dengan-aksi-nyata</guid>
<description><![CDATA[ Peringatan Hari Sungai Internasional di Bondowoso diwarnai aksi bersih-bersih Sungai Selokambang. Lebih 130 pegiat lingkungan kumpulkan hampir 620 kg sampah plastik. Hasil kajian ungkap ancaman mikroplastik di udara dan air, menegaskan pentingnya kolaborasi menjaga sungai. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202509/image_870x580_68d92520d80df.webp" length="82230" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sun, 28 Sep 2025 23:08:54 +0700</pubDate>
<dc:creator>Rizqi Ardian</dc:creator>
<media:keywords>kebersihan, lingkungan, sungai, internasional, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>BONDOWOSO, SJP -</strong> Suara riang anak-anak dan deru air Sungai Selokambang Kelurahan Kademangan Kabupaten Bondowoso, pagi itu berpadu dengan pemandangan tak biasa. </p>
<p>Seratus orang lebih berkumpul di tepi sungai, bukan untuk berwisata, melainkan membawa karung dan sarung tangan. </p>
<p>Dari wajah mereka terpancar semangat, menjaga sungai dari ancaman sampah plastik, dalam rangka memperingati Hari Sungai Internasional dengan cara yang sederhana tapi penuh makna, pada Ahad (28/9/2025). </p>
<p>Komunitas Sarka Space bersama Ecoton, pecinta alam SMA Bondowoso, Komunitas Mahasiswa Bondowoso, hingga Pimpinan DPRD dan Dinas Lingkungan Hidup setempat, bergandeng tangan menggelar aksi bersih-bersih sungai dan sosialisasi bahaya mikroplastik. Sebanyak 130 pegiat lingkungan ikut turun tangan.</p>
<p>Hasilnya tak main-main. Dari kegiatan itu terkumpul 33 karung berisi hampir 620 kilogram sampah plastik. Lebih dari 6.900 lembar sampah plastik berhasil diaudit, dan jenis yang paling banyak ditemukan adalah tas kresek serta bungkus plastik sasetan.</p>
<p>“Hasil brand audit menunjukkan dari 6.997 lembar sampah plastik yang kami temukan, 51 persen adalah sampah tas kresek, sedangkan saset kopi 14 persen,” ungkap Alaika Rahmatullah, koordinator kampanye Lembaga Kajian Ekologi dan Konservasi Lahan Basah (Ecoton).</p>
<p>Tiara Sukma Wardani, ketua panitia, menambahkan, aksi ini bukan sekadar bersih-bersih, melainkan juga edukasi untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang bahaya mikroplastik dan mengajak masyarakat untuk melakukan aksi nyata melalui kegiatan bersih-bersih sungai dan memilah sampah. </p>
<p>“Sampah yang terkumpul tidak akan berakhir di TPA, tapi dikelola oleh kami sendiri, Sarka Space,” ujarnya.</p>
<p><strong>Ancaman yang Tak Terlihat</strong></p>
<p>Sungai yang tampak jernih rupanya menyimpan masalah serius. Ecoton bersama Sarka Space melakukan kajian kualitas udara dan air di Bondowoso. </p>
<p>Hasilnya mengejutkan, udara kota di Jalan HOS Cokroaminoto mengandung tujuh partikel mikroplastik dalam dua jam, sementara air Sungai Selokambang tercemar 28 partikel per 10 liter.</p>
<p>“Kami menemukan jenis mikroplastik terbanyak berupa filament, fiber, dan fragmen,” jelas Rafika Aprilianti, Kepala Laboratorium Mikroplastik Ecoton. </p>
<p>Ia menambahkan, mikroplastik adalah serpihan plastik berukuran kurang dari 5 mm yang bersumber dari plastik sekali pakai. </p>
<p>“Mikroplastik bahkan sudah ditemukan dalam ketuban ibu hamil dan otak manusia,” imbuhnya.</p>
<p>Penjelasan itu membuat suasana diskusi di pinggir sungai sejenak hening. Para peserta seolah tersadar, bahwa masalah sampah bukan hanya soal kebersihan lingkungan, tetapi juga menyangkut kesehatan generasi mendatang.</p>
<p><strong>Pesan dari Tepi Sungai</strong></p>
<p>Aksi itu juga mendapat perhatian dari Wakil Ketua DPRD Bondowoso, Sinung Sudrajad, yang hadir dan menyampaikan pesan reflektif. Bahkan, dirinya ikut turun basah-basahan memilih sampah plastik di Sungai Selokambang.</p>
<p>“Salah satu tanda akhir zaman adalah kali ilang kedunge. Sungai-sungai kini dangkal akibat sedimentasi dan sampah plastik. Padahal sungai adalah lambang kesuburan dan sumber sari kehidupan. Kita perpanjang usia bumi dengan menjaga sungai tetap lestari,” kata politisi PDI Perjuangan ini.</p>
<p>Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Bondowoso, Aries Agung Sungkowo, mengingatkan bahwa setiap hari 60–65 ton sampah dibuang ke TPA, padahal lahan TPA hanya seluas 1,5 hektar. </p>
<p>“Untuk itu, pemerintah menerbitkan Surat Edaran Bupati Nomor 270 Tahun 2025 yang mewajibkan masyarakat mengelola sampah secara mandiri,” ujarnya.</p>
<p><strong>Aksi Kecil, Dampak Besar</strong></p>
<p>Meski tantangan terasa berat, semangat kolaborasi masih menyala. Aksi ini mengingatkan bahwa setiap langkah kecil berarti. Aksi kecil berdampak besar, dimulai dari rumah dengan memilah sampah.</p>
<p>Dari tepi Sungai Selokambang, Bondowoso mengirim pesan ke seluruh penjuru: menjaga sungai bukan hanya soal lingkungan, tetapi juga tentang masa depan manusia. Sungai adalah cermin kehidupan. Jika ia kotor dan sakit, begitu pula yang akan kita rasakan. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Festival Ketan, Merajut Syukur dan Kebersamaan di Desa Darungan Lumajang</title>
<link>https://suarajatimpost.com/festival-ketan-merajut-syukur-dan-kebersamaan-di-desa-darungan-lumajang</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/festival-ketan-merajut-syukur-dan-kebersamaan-di-desa-darungan-lumajang</guid>
<description><![CDATA[ Bagi masyarakat Darungan, Festival Ketan lebih dari sekadar berebut tumpeng. Ia adalah simbol persaudaraan, doa, dan rasa syukur petani atas tanah yang telah memberi kehidupan. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202509/image_870x580_68d8af0430268.webp" length="41248" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sun, 28 Sep 2025 11:44:33 +0700</pubDate>
<dc:creator>Rizqi Ardian</dc:creator>
<media:keywords>lifestyle, rekomendasi, membaca, literasi, buku, suarajatimpost, bisnis, otomotif, teknologi</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p data-start="232" data-end="521"><strong>LUMAJANG, SJP - </strong>Pagi itu, Sabtu (27/9/2025) kemarin, jalanan Desa Darungan, Kecamatan Yosowilangun, Lumajang, mendadak dipenuhi warna. Anak-anak berlarian sambil tertawa, orang tua membawa bakul kosong, sementara tabuhan musik mengiringi langkah arak-arakan seribu tumpeng ketan dan gunungan hasil bumi.</p>
<p data-start="523" data-end="761">Di atas pundak para pemuda, gunungan berisi sayuran segar, buah-buahan, hingga jajanan tradisional dari ketan diarak berkeliling kampung. Warga berjejal di sisi jalan, menunggu momen saat gunungan diturunkan, tanda pesta syukur dimulai.</p>
<p data-start="763" data-end="998">Begitu aba-aba terdengar, suasana langsung pecah. Teriakan, tawa, dan sorak bercampur saat warga berdesakan berebut isi gunungan. Dalam hitungan menit, tumpeng ketan, rengginang, lemper, hingga terong dan cabai ludes di tangan warga.</p>
<p data-start="1000" data-end="1173">“Alhamdulillah, dapat rengginang sama jipang. Ada terong juga, nanti mau dibagi ke keluarga,” ujar Isabela, warga desa, sembari tersenyum lebar memamerkan hasil buruannya.</p>
<p data-start="1175" data-end="1557">Namun, di balik keramaian itu, Festival Ketan bukan sekadar pesta rakyat. Kepala Desa Darungan, Eko Nurhadi, menuturkan bahwa festival ini digelar sebagai wujud rasa syukur atas hasil panen sekaligus memperingati Hari Jadi Desa.</p>
<p data-start="1175" data-end="1557">“Kenapa ketan? Karena Darungan adalah sentra penghasil beras ketan terbesar kedua di Indonesia. Jadi ini identitas sekaligus kebanggaan kami,” ucapnya.</p>
<p data-start="1559" data-end="1772">Wakil Bupati Lumajang, Yudha Aji Kusuma, yang ikut hadir, berharap festival ini bisa menjadi agenda wisata tahunan.</p>
<p data-start="1559" data-end="1772">“Tradisi ini bukan hanya melestarikan budaya, tapi juga bisa mendorong ekonomi warga,” katanya.</p>
<p data-start="1774" data-end="2123">Bagi masyarakat Darungan, Festival Ketan lebih dari sekadar berebut tumpeng. Ia adalah simbol persaudaraan, doa, dan rasa syukur petani atas tanah yang telah memberi kehidupan.</p>
<p data-start="1774" data-end="2123">Di tengah riuh tawa dan aroma jajanan tradisional, tersimpan harapan sederhana: agar tradisi ini tetap hidup, diwariskan, dan membawa berkah bagi generasi berikutnya.</p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Semeru Kembali Erupsi, Warga Diminta Tetap Tenang dan Waspada</title>
<link>https://suarajatimpost.com/semeru-kembali-erupsi-warga-diminta-tetap-tenang-dan-waspada</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/semeru-kembali-erupsi-warga-diminta-tetap-tenang-dan-waspada</guid>
<description><![CDATA[ Erupsi Semeru kali ini menjadi pengingat bagi warga bahwa hidup di lereng gunung berarti hidup berdampingan dengan risiko. Namun, dengan kewaspadaan, saling menjaga, dan mengikuti arahan petugas, mereka percaya bisa melewati hari-hari bersama sang Mahameru. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202509/image_870x580_68d8a69e333e1.webp" length="30504" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sun, 28 Sep 2025 10:16:00 +0700</pubDate>
<dc:creator>Rizqi Ardian</dc:creator>
<media:keywords>Gunung Semeru, Erupsi, Jawa Timur, Lumajang, Raung, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p data-start="292" data-end="628"><strong>LUMAJANG, SJP - </strong>Pagi di Lumajang terasa berbeda pada Minggu (28/9/2025). Dari kejauhan, Gunung Semeru, yang akrab disebut Mahameru, kembali memunculkan kolom abu setinggi 800 meter dari kawah Jonggring Saloko.</p>
<p data-start="292" data-end="628">Pemandangan langit yang berubah menjadi kelabu itu sontak membuat sebagian warga di lereng gunung berhenti sejenak dari aktivitas pagi mereka.</p>
<p data-start="883" data-end="1113">Menurut laporan Pos Pantau Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), erupsi terekam pukul 08.44 WIB. Kolom abu yang semula berwarna putih, berubah menjadi kelabu pekat, menyapu angin ke arah selatan dan barat daya.</p>
<p data-start="1115" data-end="1372">Petugas Pos Pantau Gunung Api Semeru, Sigit Rian Alfian, menjelaskan erupsi kali ini tercatat dengan amplitudo maksimum 21 milimeter dan berlangsung sekitar 100 detik. Dalam 24 jam terakhir, Semeru juga mengalami 70 kali letusan dengan intensitas beragam.</p>
<p data-start="1374" data-end="1550">Meski aktivitas vulkanik cukup tinggi, hingga kini belum ada laporan kerusakan maupun korban. Status gunung tertinggi di Pulau Jawa itu masih berada di Level II atau Waspada.</p>
<p data-start="1552" data-end="1802">Sigit menegaskan, masyarakat tidak diperbolehkan beraktivitas dalam radius 8 kilometer dari puncak dan diminta menjauhi 500 meter dari tepi sungai sepanjang Besuk Kobokan. Jalur ini rawan terlanda awan panas maupun lahar hingga sejauh 13 kilometer.</p>
<p data-start="1804" data-end="2066">Bagi warga yang sehari-hari menggantungkan hidup dari aktivitas penambangan pasir di aliran sungai, imbauan ini bukan sekadar peringatan. Mereka diingatkan untuk selalu berhati-hati, karena bahaya banjir lahar maupun lontaran material bisa datang tanpa diduga.</p>
<p data-start="2274" data-end="2533">Erupsi Semeru kali ini menjadi pengingat bagi warga bahwa hidup di lereng gunung berarti hidup berdampingan dengan risiko. Namun, dengan kewaspadaan, saling menjaga, dan mengikuti arahan petugas, mereka percaya bisa melewati hari-hari bersama sang Mahameru. <strong>(**)</strong></p>
<p data-start="2274" data-end="2533"><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong><br><strong>Sumber : </strong>Beritasatu.com</p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Hati&amp;hati dengan “Sadfishing”, Curhat yang Bisa Menjebak</title>
<link>https://suarajatimpost.com/hati-hati-dengan-sadfishing-curhat-yang-bisa-menjebak</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/hati-hati-dengan-sadfishing-curhat-yang-bisa-menjebak</guid>
<description><![CDATA[ Sadfishing adalah kebiasaan mengekspresikan kesedihan atau masalah pribadi secara berlebihan, biasanya di medsos, dengan tujuan mencari simpati, perhatian, atau bahkan sesuatu yang lebih, seperti popularitas, barang, atau bantuan materi. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202509/image_870x580_68d896be11930.webp" length="28918" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sun, 28 Sep 2025 09:15:20 +0700</pubDate>
<dc:creator>Rizqi Ardian</dc:creator>
<media:keywords>lifestyle, rekomendasi, membaca, literasi, buku, suarajatimpost, bisnis, otomotif, teknologi</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p data-start="187" data-end="509"><strong>SUARAJATIMPOST.COM - </strong>Pernah tidak bertemu seseorang yang sering banget curhat, entah secara langsung atau lewat media sosial? Ceritanya penuh dengan kesedihan, bikin simpati, bahkan sampai terkesan “paling menderita”. Tapi, ujung-ujungnya ada permintaan tertentu di balik curhat itu? Nah, fenomena ini sering disebut <em>sadfishing.</em></p>
<p data-start="187" data-end="509"><strong data-start="511" data-end="534">Apa itu <em>sadfishing?</em></strong><br data-start="534" data-end="537"><br><em>Sadfishing</em> adalah kebiasaan mengekspresikan kesedihan atau masalah pribadi secara berlebihan, biasanya di medsos, dengan tujuan mencari simpati, perhatian, atau bahkan sesuatu yang lebih, seperti popularitas, barang, atau bantuan materi.</p>
<p data-start="778" data-end="1076"><strong data-start="778" data-end="825">Kenapa ada orang yang melakukan <em>sadfishing?</em></strong><br data-start="825" data-end="828"><br>Alasannya bisa beragam. Ada yang sekadar butuh perhatian, merasa kesepian, atau ingin validasi. Pada beberapa kasus, <em>sadfishing</em> juga bisa terkait dengan kondisi kesehatan mental tertentu, misalnya gangguan kepribadian atau masalah emosional lain.</p>
<p data-start="1078" data-end="1472">Sebenarnya, bercerita atau curhat itu hal yang wajar. Malah, curhat bisa membantu menjaga kesehatan mental dan mempererat hubungan dengan orang lain.</p>
<p data-start="1078" data-end="1472">Tapi, kalau curhat dilakukan terus-menerus dengan motif tertentu, justru bisa berdampak sebaliknya. Orang yang terlalu sering <em>sadfishing</em> bisa kehilangan kepercayaan dari orang sekitar, dianggap manipulatif, bahkan merusak reputasinya sendiri.</p>
<p data-start="1474" data-end="1579"><strong data-start="1474" data-end="1539">Kalau ketemu orang yang sering <em>sadfishing,</em> gimana sikap kita?</strong></p>
<p data-start="1474" data-end="1579">Ada beberapa cara yang bisa dicoba:</p>
<ul data-start="1580" data-end="2028">
<li data-start="1580" data-end="1650">
<p data-start="1582" data-end="1650">Tetap tunjukkan empati, tapi jangan langsung larut dalam dramanya.</p>
</li>
<li data-start="1651" data-end="1745">
<p data-start="1653" data-end="1745">Pasang batasan dengan sopan, jelaskan kalau kamu sedang tidak bisa memenuhi permintaannya.</p>
</li>
<li data-start="1746" data-end="1834">
<p data-start="1748" data-end="1834">Ajak ngobrol baik-baik dan arahkan ke cara yang lebih sehat untuk menyalurkan emosi.</p>
</li>
<li data-start="1835" data-end="1936">
<p data-start="1837" data-end="1936">Jika polanya berulang, sarankan untuk mencari bantuan profesional seperti konselor atau psikolog.</p>
</li>
<li data-start="1937" data-end="2028">
<p data-start="1939" data-end="2028">Belajar menolak dengan halus jika kamu merasa tidak nyaman atau tidak sanggup membantu.</p>
</li>
</ul>
<p data-start="2030" data-end="2280">Pada akhirnya, setiap orang punya cerita dan kesedihannya masing-masing. Tidak ada yang salah dengan berbagi perasaan, asal dilakukan dengan tulus dan jujur. Jadi, kalau mau curhat, silakan saja, tapi tetap jaga kejujuran dan hargai batasan. <strong>(**)</strong></p>
<p data-start="2030" data-end="2280"><strong>Editor : Rizqi Ardian<br>Sumber : </strong>Instagram alodokter_id</p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Resmikan SPPG di Bondowoso, Deputi Promosi dan Kerja Sama BGN: Pengawasan MBG Harus Diperketat</title>
<link>https://suarajatimpost.com/resmikan-sppg-di-bondowoso-deputi-promosi-dan-kerja-sama-bgn-pengawasan-mbg-harus-diperketat</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/resmikan-sppg-di-bondowoso-deputi-promosi-dan-kerja-sama-bgn-pengawasan-mbg-harus-diperketat</guid>
<description><![CDATA[ BGN menegaskan komitmen memperkuat pengawasan program Makan Bergizi Gratis (MBG). Deputi Promosi Nyoto Suwigyo mendorong disiplin penerapan SOP, koordinasi lintas sektor, serta keterlibatan masyarakat agar kualitas makanan terjamin dan anak-anak Indonesia mendapat gizi sehat, aman, serta berkualitas. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202509/image_870x580_68d7cc41a061f.webp" length="28918" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sat, 27 Sep 2025 20:40:06 +0700</pubDate>
<dc:creator>Rizqi Ardian</dc:creator>
<media:keywords>makan bergizi gratis, kodim, tni, bondowoso, prabowo, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>BONDOWOSO, SJP – </strong> Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menjadi andalan Presiden Prabowo Subianto, kini mendapat perhatian lebih serius dari Badan Gizi Nasional (BGN). </p>
<p>Lembaga ini menegaskan komitmennya untuk memperkuat pengawasan dan pembinaan, agar anak-anak di seluruh Indonesia benar-benar bisa menikmati makanan yang sehat, aman, dan berkualitas.</p>
<p>Deputi Promosi dan Kerja Sama BGN, Nyoto Suwigyo, menyampaikan hal itu saat meresmikan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Al Hidayah, Desa Dadapan Kecamatan Grujugan, Kabupaten Bondowoso, Sabtu (27/9/2025). </p>
<p>Menurutnya, evaluasi menyeluruh penting dilakukan, terutama setelah munculnya berbagai aspirasi masyarakat yang menginginkan kualitas program semakin ditingkatkan.</p>
<p>“Kami ingin memastikan program ini berjalan sebaik-baiknya. Bukan hanya soal menyediakan makanan gratis, tapi juga menjaga gizi, keamanan, dan kualitasnya,” ujarnya.</p>
<p>BGN sendiri telah menyusun standar operasional prosedur (SOP) bagi semua pelaksana MBG. Nyoto menekankan, SOP ini harus menjadi acuan utama di lapangan. Jika dijalankan dengan baik, ia yakin masalah-masalah yang selama ini muncul bisa diminimalisir.</p>
<p>“Kesalahan yang terjadi bukan karena ada niat buruk, tetapi lebih pada kurangnya disiplin menjalankan SOP. Karena itu, mari kita sama-sama menertibkan kembali pelaksanaan program ini,” jelasnya.</p>
<p>Selain memperkuat SOP, koordinasi lintas sektor juga terus dijalin, mulai dari Kodim, Polres, hingga pemerintah daerah. Nyoto berharap, keterlibatan semua pihak bisa membuat pelaksanaan program lebih solid.</p>
<p>Ia pun tak menutup mata soal isu keracunan makanan yang sempat mencuat. Menurutnya, risiko memang bisa saja terjadi, entah karena faktor kelalaian, pengaruh eksternal, atau bahkan kemungkinan kesengajaan. Namun, ia menekankan pentingnya sinergi antara masyarakat dan pelaksana program dalam pengawasan.</p>
<p>“Kami ingin masyarakat ikut aktif. Dengan begitu, para pelaksana di lapangan merasa didukung dan dihargai, sehingga mereka pun akan bekerja lebih baik,” pungkasnya.<strong> (*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Dispendik Bondowoso Tetap Komitmen Perhatikan Infrastruktur Pendidikan</title>
<link>https://suarajatimpost.com/dispendik-bondowoso-tetap-komitmen-perhatikan-infrastruktur-pendidikan</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/dispendik-bondowoso-tetap-komitmen-perhatikan-infrastruktur-pendidikan</guid>
<description><![CDATA[ Pembangunan infrastruktur pendidikan di Bondowoso difokuskan pada rehabilitasi dan revitalisasi fasilitas, terutama di daerah terpencil, untuk memastikan pemerataan kualitas pendidikan. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202509/image_870x580_68d7c6c38a7bc.webp" length="48410" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sat, 27 Sep 2025 20:02:05 +0700</pubDate>
<dc:creator>Rizqi Ardian</dc:creator>
<media:keywords>pendidikan, sekolah, siswa, pelajar, bantuan, guru, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>BONDOWOSO, SJP –</strong> Meskipun saat ini pemerintah pusat tengah menerapkan efisiensi anggaran kepada seluruh pemerintah kabupaten/kota di Indonesia, sektor pendidikan nampaknya tetap menjadi perhatian semua pihak.</p>
<p>Saat ini, pemerintah pusat maupun daerah terus menunjukkan komitmennya terhadap dunia pendidikan, khususnya dalam hal perbaikan infrastruktur sekolah. </p>
<p>Hal ini disampaikan Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bondowoso, Haeriyah Yuliati. Menurutnya, meskipun kebutuhan pendidikan sangat beragam, perhatian untuk perbaikan gedung sekolah tetap menjadi prioritas. </p>
<p>“Anggaran masih terus dialokasikan untuk infrastruktur, baik dari DAK, APBN, maupun APBD,” ungkapnya, saat dikonfirmasi usai peresmian sekolah internasional ‘Maplre Tree’ di Bondowoso, pada Sabtu (27/9/2025).</p>
<p>Pembangunan infrastruktur pendidikan di Bondowoso difokuskan pada rehabilitasi dan revitalisasi fasilitas, terutama di daerah terpencil, untuk memastikan pemerataan kualitas pendidikan. </p>
<p>“Meskipun ada kebijakan efisiensi anggaran, sektor pendidikan tetap menjadi prioritas dengan alokasi anggaran yang memadai. Kami berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan dan akses bagi semua anak, dengan dukungan dari berbagai pihak,” kata Haeriyah.</p>
<p>Lebih lanjut, perempuan yang juga pernah menjabat sebagai Kepala Dinas Kominfo ini juga memberi pesan khusus kepada kontraktor yang mengerjakan proyek pembangunan sekolah. Menurutnya, kualitas harus menjadi perhatian utama. </p>
<p>“Mereka harus betul-betul melaksanakan pekerjaan sesuai spesifikasi. Jika sesuai spek, insyaallah bangunan bisa bertahan lama,” tegasnya.</p>
<p>Ia menambahkan, meski usia bangunan bisa terjamin panjang jika dikerjakan dengan baik, faktor bencana alam tetap menjadi hal yang tak bisa diprediksi. </p>
<p>“Kalau perawatannya bagus dan pembangunannya sesuai standar, insyaallah bisa awet. Kecuali ada musibah besar, tentu itu di luar kendali kita,” tutupnya.<strong> (*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Bupati Resmikan Sekolah Bertaraf Internasional Pertama di Bondowoso</title>
<link>https://suarajatimpost.com/bupati-resmikan-sekolah-bertaraf-internasional-pertama-di-bondowoso</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/bupati-resmikan-sekolah-bertaraf-internasional-pertama-di-bondowoso</guid>
<description><![CDATA[ Sekolah tersebut sudah menunjukkan langkah maju dengan melibatkan beberapa bahasa asing dalam pembelajaran, seperti bahasa Inggris dan Mandarin. Bahkan, ia juga menyarankan agar bahasa Arab dapat menjadi tambahan. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202509/image_870x580_68d7c761059f6.webp" length="50908" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sat, 27 Sep 2025 19:14:41 +0700</pubDate>
<dc:creator>Rizqi Ardian</dc:creator>
<media:keywords>pendidikan, sekolah, siswa, pelajar, bantuan, guru, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>BONDOWOSO, SJP –</strong> Dunia pendidikan di Kabupaten Bondowoso mendapat angin segar dengan hadirnya Sekolah Internasional Maple Tree di Kelurahan Blindungan. Peresmian sekolah ini dihadiri langsung oleh Bupati Bondowoso, Abdul Hamid Wahid dan Kepala Dinas Pendidikan, Haeriyah Yuliati.</p>
<p>Bupati Abdul Hamid Wahid menyampaikan optimismenya terhadap kehadiran sekolah ini. Menurutnya, Maple Tree sejalan dengan semangat Bondowoso dalam mencetak generasi yang cerdas, kreatif, berakhlak mulia, sekaligus berwawasan global.</p>
<p>“Kami yakin, dengan fasilitas modern, kurikulum inovatif, serta guru-guru yang berdedikasi, Maple Tree akan menjadi tempat di mana anak-anak tidak hanya belajar, tetapi juga tumbuh menjadi individu yang utuh,” ujarnya, Sabtu (27/9/2025).</p>
<p>Bupati juga menitipkan pesan kepada para guru agar menciptakan suasana belajar yang menyenangkan dan inspiratif. Sementara kepada para orang tua, ia mengingatkan pentingnya sinergi antara sekolah dan keluarga dalam mendukung perkembangan anak.</p>
<p>“Pihak sekolah dan orang tua harus bersinergi memberikan peran positif kepada anak-anak,” pesannya.</p>
<p>Bupati yang karib disapa Ra Hamid ini juga menyampaikan, sekolah tersebut sudah menunjukkan langkah maju dengan melibatkan beberapa bahasa asing dalam pembelajaran, seperti bahasa Inggris dan Mandarin. Bahkan, ia juga menyarankan agar bahasa Arab dapat menjadi tambahan.</p>
<p>“Perkembangan ini patut kita apresiasi dan dukung. Kita berharap ke depan sekolah-sekolah kita juga punya orientasi global,” ungkapnya.</p>
<p>Bupati menegaskan, anak-anak Bondowoso harus dipersiapkan untuk menghadapi tantangan masa depan yang semakin dekat dengan bangsa-bangsa lain. </p>
<p>“Mungkin sekarang belum terasa, tapi masa depan adalah milik mereka. Kita tidak tahu perkembangan dan tantangan apa yang akan mereka hadapi, sehingga mereka harus kita siapkan dengan sebaik-baiknya,” ujarnya.</p>
<p>Dengan semangat ini, pemerintah daerah berharap Bondowoso dapat melahirkan generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga siap bersaing di kancah global.</p>
<p>Hal senada juga disampaikan oleh Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bondowoso, Haeriyah Yuliati, yang mengapresiasi berdirinya sekolah bertaraf internasional tersebut. Ia menilai, Maple Tree bisa menjadi embrio lahirnya lembaga-lembaga pendidikan unggul di daerah.</p>
<p>“Harapannya, sekolah ini mampu mencetak generasi yang bisa bersaing di dunia global. Namun tetap, bahasa Indonesia jangan dilupakan karena itu adalah identitas kita,” jelasnya.</p>
<p>Haeriyah menambahkan, kehadiran Maple Tree diharapkan memberi warna baru bagi pendidikan di Bondowoso serta menjadi motivasi bagi lembaga lain untuk terus berbenah menuju kemajuan.</p>
<p>“Dengan hadirnya sekolah ini, pemerintah daerah optimistis bahwa cita-cita mewujudkan generasi emas 2045 bisa terwujud,” pungkasnya.<strong> (*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Kalori Pisang Rebus dan Manfaatnya untuk Kesehatan</title>
<link>https://suarajatimpost.com/kalori-pisang-rebus-dan-manfaatnya-untuk-kesehatan</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/kalori-pisang-rebus-dan-manfaatnya-untuk-kesehatan</guid>
<description><![CDATA[ Kalori pisang rebus penting diketahui bagi Anda yang sedang menjaga pola makan sehat atau membatasi asupan harian. Makanan ini juga mudah didapat dan bisa menjadi pilihan camilan bergizi setiap hari. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202509/image_870x580_68d78d46f1bbd.webp" length="42072" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sat, 27 Sep 2025 14:04:28 +0700</pubDate>
<dc:creator>Rizqi Ardian</dc:creator>
<media:keywords>lifestyle, rekomendasi, membaca, literasi, buku, suarajatimpost, bisnis, otomotif, teknologi, ramadan</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SUARAJATIMPOST.COM - </strong>Pisang rebus sering dipilih sebagai camilan sehat karena rasanya enak, praktis, dan mengenyangkan. Namun, masih banyak orang yang belum mengetahui dengan pasti jumlah kalori dalam satu porsi pisang rebus atau apakah makanan ini benar-benar aman dikonsumsi, terutama bagi yang menjalani diet atau memiliki kondisi kesehatan tertentu.</p>
<p><strong>Kalori Pisang Rebus </strong></p>
<p>Kalori pisang rebus bervariasi tergantung pada jenis dan ukuran pisang. Secara umum, satu buah pisang kepok rebus dengan berat sekitar 100 gram mengandung 120–130 kalori, sedangkan pisang raja atau pisang uli dalam ukuran serupa memiliki sekitar 90–110 kalori per buah.</p>
<p>Proses perebusan tidak menambah kalori, sehingga kalori pisang rebus lebih rendah dibandingkan pisang goreng maupun camilan manis olahan lainnya. Selain itu, pisang rebus juga kaya akan serat, vitamin B6, vitamin C, serta mineral penting seperti magnesium dan kalium yang bermanfaat bagi kesehatan tubuh.</p>
<p>Dengan kandungan gizinya, pisang rebus bisa menjadi pilihan camilan sehat bagi kebanyakan orang. Namun, bagi penderita diabetes atau mereka yang menjalani diet rendah karbohidrat, konsumsinya tetap perlu dibatasi agar kadar gula darah tetap terkontrol.</p>
<p><strong>Manfaat Pisang Rebus sebagai Camilan Sehat</strong><br><br>Berkat kalori pisang rebus dan nutrisi lain di dalamnya, pisang rebus dapat memberikan manfaat berikut ini:</p>
<ul>
<li>Memberikan rasa kenyang lebih lama</li>
<li>Menjadi sumber energi alami</li>
<li>Melancarkan sistem pencernaan dan membantu mencegah sembelit</li>
<li>Menjaga kadar gula darah tetap stabil</li>
<li>Meningkatkan fungsi sistem kekebalan tubuh</li>
<li>Menjaga keseimbangan elektrolit dalam tubuh</li>
<li>Mendukung fungsi otot dan membantu mencegah kram</li>
</ul>
<p><br>Sebagai camilan sehat, pisang rebus sebaiknya dikonsumsi tanpa tambahan topping tinggi kalori, seperti gula, kental manis, meses, atau keju, agar manfaatnya tetap optimal.</p>
<p>Penting juga untuk membatasi porsinya, terutama bagi yang menjalani diet rendah kalori atau memiliki masalah dengan kadar gula darah. <strong>(**)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian<br></strong><strong>Sumber : </strong>Alodokter</p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Ultah ke&amp;27, Google Tampilkan Doodle Klasik Tahun 1998</title>
<link>https://suarajatimpost.com/ultahke-27-google-tampilkan-doodle-klasik-tahun-1998</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/ultahke-27-google-tampilkan-doodle-klasik-tahun-1998</guid>
<description><![CDATA[ Google sebenarnya resmi berdiri pada 4 September 1998. Namun, sejak awal 2000-an, perusahaan memilih 27 September sebagai hari ulang tahunnya karena bertepatan dengan momen penggunaan doodle pertama. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202509/image_870x580_68d78b739773b.webp" length="7300" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sat, 27 Sep 2025 12:09:20 +0700</pubDate>
<dc:creator>Rizqi Ardian</dc:creator>
<media:keywords>lifestyle, rekomendasi, membaca, literasi, buku, suarajatimpost, bisnis, otomotif, teknologi</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SUARAJATIMPOST.COM - </strong>Google merayakan ulang tahunnya yang ke-27 pada hari ini, Sabtu (27/9/2025), dengan menampilkan doodle spesial berupa logo pertamanya yang dirilis pada 1998.</p>
<p>Doodle yang muncul di halaman utama mesin pencari itu menghadirkan nuansa nostalgia, mengingatkan kembali pada awal mula Google berdiri.</p>
<p>"Google merayakan ulang tahunnya yang ke-27 dengan menghadirkan doodle spesial berupa logo pertama perusahaan yang dibuat pada 1998. Doodle tersebut menjadi bentuk nostalgia perjalanan Google sejak awal berdiri sebagai proyek riset di sebuah garasi hingga berkembang menjadi salah satu perusahaan teknologi terbesar di dunia," tulis pihak Google.</p>
<p>Google sebenarnya resmi berdiri pada 4 September 1998. Namun, sejak awal 2000-an, perusahaan memilih 27 September sebagai hari ulang tahunnya karena bertepatan dengan momen penggunaan doodle pertama.</p>
<p>Sejak itu, tanggal ini menjadi simbol perayaan pertumbuhan Google dari startup kecil menjadi raksasa teknologi dunia.</p>
<p>Google didirikan oleh Larry Page dan Sergey Brin di Menlo Park, California, sebagai proyek riset mahasiswa Stanford University. Misi utamanya adalah mengorganisasi informasi dunia agar dapat diakses dan bermanfaat secara universal.</p>
<p>Seiring waktu, Google berkembang menjadi perusahaan global di bawah naungan Alphabet Inc dengan lini bisnis yang meliputi periklanan digital, YouTube, Android, komputasi awan, perangkat elektronik, hingga kecerdasan buatan (AI).</p>
<p>“Ulang tahun ini menjadi pengingat bahwa momen besar bisa lahir dari tempat yang sederhana,” tulis Google.</p>
<p>Di bawah kepemimpinan CEO Sundar Pichai, Google terus berinovasi dalam bidang komputasi kuantum, e-commerce, hingga machine learning.</p>
<p><strong>Perjalanan Doodle<br></strong><br>Doodle Google pertama kali muncul pada 1998 saat para pendirinya menambahkan ikon stick figure untuk menandai festival Burning Man.</p>
<p>Sejak itu, doodle berkembang menjadi animasi, permainan interaktif, hingga karya seni regional yang merayakan tokoh, peristiwa penting, dan momen budaya dunia.</p>
<p>Doodle ulang tahun kali ini menampilkan logo klasik Google, mengajak pengguna bernostalgia sekaligus mengapresiasi perjalanan panjang perusahaan. </p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Kenali Ragam Emosi dalam Kehidupan Sehari&amp;hari</title>
<link>https://suarajatimpost.com/kenali-ragam-emosi-dalam-kehidupan-sehari-hari</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/kenali-ragam-emosi-dalam-kehidupan-sehari-hari</guid>
<description><![CDATA[ Emosi adalah bagian alami dari kehidupan manusia. Ia memengaruhi cara kita berpikir, bertindak, hingga menjalin hubungan dengan orang lain. Dengan memahami emosi, kita bukan hanya belajar mengenali diri sendiri, tetapi juga mampu membangun relasi yang lebih sehat dan penuh pengertian. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202509/image_870x580_68d7895fc787f.webp" length="11228" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sat, 27 Sep 2025 10:07:35 +0700</pubDate>
<dc:creator>Rizqi Ardian</dc:creator>
<media:keywords>lifestyle, rekomendasi, membaca, literasi, buku, suarajatimpost, bisnis, otomotif, teknologi</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SUARAJATIMPOST.COM - </strong>Perasaan yang hadir dalam hidup ternyata tidak sesederhana sekadar senang atau sedih. Sering kali, seseorang bisa merasakan berbagai emosi sekaligus dalam satu waktu. Hal ini berkaitan dengan kerja otak, khususnya amigdala, yang berperan mengenali dan memproses perasaan kita.</p>
<p>Mengenali beragam emosi membantu kita lebih peka terhadap perasaan sendiri, mampu mengelola tantangan hidup, menjaga keseimbangan, sekaligus memperkuat hubungan dengan orang-orang di sekitar.</p>
<p><strong>Ragam Emosi yang Sering Dirasakan Manusia</strong></p>
<p>Setiap orang memiliki pengalaman emosional yang berbeda. Ada emosi yang menyenangkan, ada pula yang menantang. Semua hadir sebagai bagian penting dari keseimbangan hidup. Berikut beberapa di antaranya:</p>
<p><strong>Senang</strong><br>Muncul ketika mendapat kabar baik, bertemu orang tersayang, atau meraih tujuan. Rasa senang adalah energi positif yang membuat hidup terasa lebih ringan.</p>
<p><strong>Sedih</strong><br>Datang saat mengalami kehilangan, kekecewaan, atau perpisahan. Meski menyakitkan, sedih mengingatkan kita bahwa hidup tak selalu berjalan sesuai rencana.</p>
<p><strong>Marah</strong><br>Perasaan ini hadir ketika kita merasa diperlakukan tidak adil atau menghadapi hal yang tidak sesuai harapan. Marah wajar dialami, tetapi penting untuk dikelola agar tidak merugikan diri sendiri maupun orang lain.</p>
<p><strong>Takut</strong><br>Reaksi alami terhadap ancaman, baik nyata maupun hanya bayangan. Takut membuat kita lebih waspada, namun bila berlebihan justru bisa menghambat aktivitas sehari-hari.</p>
<p><strong>Jijik</strong><br>Biasanya muncul saat melihat atau mengalami sesuatu yang dianggap kotor atau tidak sesuai dengan nilai pribadi, misalnya makanan basi atau kebohongan. Emosi ini membantu kita menjauh dari hal yang berpotensi membahayakan.</p>
<p><strong>Terkejut</strong><br>Timbul karena sesuatu yang tak terduga, bisa menyenangkan atau menyedihkan. Reaksi ini spontan dan sulit dikendalikan.</p>
<p><strong>Cinta</strong><br>Lebih dari sekadar perasaan, cinta adalah energi positif berupa kasih sayang, kepedulian, dan keterikatan. Bisa ditujukan pada pasangan, keluarga, teman, hewan peliharaan, bahkan diri sendiri.</p>
<p><strong>Malu</strong><br>Muncul ketika merasa diperhatikan, melakukan kesalahan, atau tampil kurang baik di depan orang lain. Meski kadang membuat tidak nyaman, rasa malu bisa menjadi dorongan untuk memperbaiki diri.</p>
<p><strong>Bangga</strong><br>Perasaan puas atas pencapaian diri sendiri atau orang terdekat. Rasa bangga dapat meningkatkan motivasi sekaligus memperkuat kepercayaan diri.</p>
<p><strong>Bersyukur</strong><br>Hadir ketika kita menyadari hal-hal baik yang dimiliki. Rasa syukur terbukti dapat menambah kebahagiaan, memperkuat hubungan, serta menjaga kesehatan mental.</p>
<p><strong>Mengelola Emosi dengan Bijak</strong></p>
<p>Setiap emosi hadir dengan pesan dan fungsinya masing-masing. Namun, jika tidak dikelola dengan baik, beberapa di antaranya bisa berdampak negatif pada kesehatan fisik maupun mental.</p>
<p>Beberapa cara sederhana yang bisa dilakukan untuk mengelola emosi, antara lain:</p>
<ul>
<li>Mengenali dan menerima emosi tanpa menghakimi diri sendiri.</li>
<li>Menyalurkannya dengan cara sehat, misalnya bercerita kepada orang terdekat atau menulis jurnal.</li>
<li>Melatih mindfulness, seperti pernapasan dalam atau meditasi.</li>
<li>Mencari solusi atas masalah yang memicu emosi negatif.</li>
<li>Menghubungi psikolog atau konselor bila merasa kesulitan mengendalikan emosi.</li>
</ul>
<p>Pada dasarnya, tidak ada emosi yang sepenuhnya baik atau buruk. Bahkan marah, sedih, atau malu pun punya peran penting bila dikelola dengan sehat. Dengan menerima setiap perasaan sebagai bagian alami dari diri, kita bisa lebih memahami kebutuhan, batasan, sekaligus nilai diri sendiri. <strong>(**)</strong></p>
<p><strong>Editor : RIzqi Ardian<br>Sumber :</strong> alodokter</p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Gunung Semeru Kembali Erupsi, Warga Diminta Jauhi Radius Bahaya</title>
<link>https://suarajatimpost.com/gunung-semeru-kembali-erupsi-warga-diminta-jauhi-radius-bahaya</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/gunung-semeru-kembali-erupsi-warga-diminta-jauhi-radius-bahaya</guid>
<description><![CDATA[ PVMBG mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama para penambang di sekitar aliran sungai yang berpotensi terdampak lahar. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202509/image_870x580_68d752331e21d.webp" length="29098" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sat, 27 Sep 2025 08:54:39 +0700</pubDate>
<dc:creator>Rizqi Ardian</dc:creator>
<media:keywords>Gunung Semeru, Gunung Semeru Erupsi, Gunung Semeru Meletus, Semeru Erupsi, Semeru Meletus</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>LUMAJANG, SJP – </strong>Gunung Semeru di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, kembali mengalami erupsi pada Sabtu (27/9/2025) pagi. Letusan menghembuskan abu vulkanik setinggi sekitar 800 meter dari puncak.</p>
<p></p>
<p>Petugas Pos Pantau PVMBG Gunung Api Semeru, Sigit Rian Alfian, menyampaikan erupsi terjadi pukul 07.36 WIB.</p>
<p>“Kolom abu teramati putih hingga kelabu dengan intensitas tebal mengarah ke barat daya. Erupsi terekam seismograf dengan amplitudo maksimum 21 milimeter dan durasi 107 detik,” ujarnya dalam keterangan tertulis.</p>
<p></p>
<p>Hingga kini belum ada laporan kerusakan atau dampak serius. Status Semeru tetap berada pada level II (Waspada).</p>
<p>Namun, PVMBG mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama para penambang di sekitar aliran sungai yang berpotensi terdampak lahar.</p>
<p></p>
<p>PVMBG juga menegaskan warga dilarang beraktivitas dalam radius 8 kilometer dari kawah aktif serta 500 meter dari tepi sungai berhulu di puncak.</p>
<p>“Khusus di sepanjang Besuk Kobokan, potensi awan panas dan lahar dapat mencapai 13 kilometer,” tegas Sigit. <strong>(**)</strong></p>
<p><strong>Editor: Rizqi Ardian </strong></p>
<p><strong>Sumber :</strong> Beritasatu.com</p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Terima Alokasi DBHCHT Terbesar, Dinkes Bondowoso Fokus Peningkatan Layanan, UHC dan Tekan Stunting</title>
<link>https://suarajatimpost.com/terima-alokasi-dbhcht-terbesar-dinkes-bondowoso-fokus-peningkatan-layanan-uhc-dan-tekan-stunting</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/terima-alokasi-dbhcht-terbesar-dinkes-bondowoso-fokus-peningkatan-layanan-uhc-dan-tekan-stunting</guid>
<description><![CDATA[ Dinkes saat ini berupaya mengalokasikan anggaran DBHCHT untuk meningkatkan layanan kesehatan sekaligus mempercepat penurunan angka stunting. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202510/image_870x580_68ddd59d67fbf.webp" length="48588" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Fri, 26 Sep 2025 17:31:34 +0700</pubDate>
<dc:creator>Rizqi Ardian</dc:creator>
<media:keywords>DBHCHT, cukai, tembakau, pemerintah, kesehatan, rokok ilegal, satpol PP, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>BONDOWOSO, SJP - </strong>Tahun 2025, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bondowoso mendapat kucuran anggaran Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT)sebesar Rp24,1 miliar. Anggaran ini menjadi alokasi terbesar di antara Organisasi Perangkat Daerah (OPD) lainnya.</p>
<p>Sekretaris sekaligus Plt. Kepala Dinkes Bondowoso, Agus Winarno menegaskan, Dinkes saat ini berupaya mengalokasikan anggaran DBHCHT untuk meningkatkan layanan kesehatan sekaligus mempercepat penurunan angka stunting.</p>
<p>"Fokus utama kami untuk peningkatan mutu pelayanan kesehatan, pengadaan fasilitas medis, hingga intervensi gizi bagi anak," katanya dikonfirmasi pada Jumat (26/9/2025).</p>
<p>Dirinya menjelaskan rinciannya secara detail. Salah satunya untuk memperluas cakupan UHC di Bumi Ki Ronggo.</p>
<p>"Sebesar Rp11,6 miliar kami arahkan untuk memperluas cakupan UHC agar warga yang belum terdaftar BPJS tetap bisa mengakses layanan kesehatan,” terang Agus.</p>
<p>Selain mendukung Universal Health Coverage (UHC), sebagian anggaran juga dialokasikan untuk melengkapi peralatan kesehatan di puskesmas.</p>
<p>"Di antaranya alat pemeriksaan gula darah, kolesterol, dan asam urat. Dinkes juga menambah sarana laboratorium di Labkesda Bondowoso agar pemeriksaan kesehatan lebih komprehensif," jelasnya.</p>
<p>Untuk anggaran penanggulangan stunting, dana DBHCHT akan digunakan untuk pengadaan susu balita dan kegiatan pemantauan tumbuh kembang anak. Targetnya, prevalensi stunting di Bondowoso turun dari 11 persen menjadi 10 persen pada 2026.</p>
<p>“Dengan dukungan DBHCHT, kami ingin memastikan layanan kesehatan di Bondowoso lebih merata, terjangkau, dan menyentuh kebutuhan masyarakat,” pungkasnya.</p>
<p>Seperti diketahui, anggaran DBHCHT yang diterima oleh Pemerintah Kabupaten Bondowoso di tahun 2025, mencapai Rp67,8 miliar. Angka ini meningkat dibandingkan tahun 2024  yang hanya sebesar Rp65,5 miliar. </p>
<p>Data yang dimiliki suarajatimpost.com, alokasi DBHCHT di bidang kesejahteraan masyarakat diampu oleh Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan dengan melali program peningkatan kualitas bahan baku dengan alokasi Rp8,5 miliar.</p>
<p>Kemudian untuk program pembinaan industru ada di Dinas Koperasi Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag) sebesar Rp150 juta dan Dinas Bina Marga Sumber Daya Air dan Bina Kontruksi (BSBK) sebesar Rp8,4 miliar.</p>
<p>Untuk program pembinaan lingkungan sosial dialokasikan kepada Dinsos P3AKB sebesar Rp13 miliar, DPMPTSP sebesar Rp2,6 miliar dan Diskoperindag sebesar Rp3,8 miliar. Totalnya untuk bidang kesejahteraan masyarakat mencapai Rp36,5 miliar.</p>
<p>Selanjutnya untuk bidang penegakan hukum totalnya Rp3,5 miliar yang dialokasikan melalui program pembinaan industri di Diskoperindag sebesar Rp50 juta, program sosialisasi ketentuan di bidang cukai dan pemberantasan barang kena cukai ilegal di Satpol PP mencapai Rp3,5 miliar.</p>
<p>Sementara untuk bidang kesehatan sebesar Rp27,1 miliar, dialokasikan untuk membiayai program pembinaan lingkungan sosial yang dibidangi oleh Dinas Kesehatan sebesar Rp24,1 miliar dan RSUD sebesar Rp3 miliar. Kemudian untuk kegiatan pendukung ada di bagian perekonomian dan AP sebesar Rp599 juta.<span> </span><strong>(***)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>DPKP Bondowoso Dorong Petani Kopi Hyang Argopuro Jaga Mutu dan Tingkatkan Kesejahteraan</title>
<link>https://suarajatimpost.com/dpkp-bondowoso-dorong-petani-kopi-hyang-argopuro-jaga-mutu-dan-tingkatkan-kesejahteraan</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/dpkp-bondowoso-dorong-petani-kopi-hyang-argopuro-jaga-mutu-dan-tingkatkan-kesejahteraan</guid>
<description><![CDATA[ Pembinaan petani kopi Hyang Argopuro, Bondowoso, DPKP, MPIG Kopi Arabika, kualitas kopi, indikasi geografis, petik merah, greenbean, kesejahteraan petani, pemasaran kopi, kopi arabika Bondowoso, cita rasa khas, pendapatan petani. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202509/image_870x580_68d6193b198c4.webp" length="57084" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Fri, 26 Sep 2025 10:11:00 +0700</pubDate>
<dc:creator>Rizqi Ardian</dc:creator>
<media:keywords>Kopi, Bondowoso, hyang Argopuro, pertanian, perkebunan, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>BONDOWOSO, SJP – </strong>Senyum para petani kopi kawasan Hyang Argopuro tampak merekah usai mengikuti pembinaan kelembagaan yang digelar Pemerintah Kabupaten Bondowoso melalui Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP). </p>
<p></p>
<p>Bertempat di Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Pakem pada Rabu, 24 September 2025 selumbari, kegiatan ini menjadi ruang belajar sekaligus penguatan semangat bagi petani untuk menjaga kualitas kopi khas Bondowoso yang sudah mendunia.</p>
<p></p>
<p>Tak hanya menjadi rutinitas formal, acara ini menghadirkan suasana akrab antara petani dengan para pejabat yang hadi di tengah - tengah petani.</p>
<p></p>
<p>Di antaranya, Abd Rahman, Asisten Perekonomian dan Pembangunan (Asisten II) Setda Bondowoso, Hendri Widotono Kepala DPKP, Ketua Perhimpunan Masyarakat Perlindungan Indikasi Geografis (MPIG) Kopi Arabika Hyang Argopuro, Yudhi Achmad Hidayat, hingga para penyuluh pertanian lapangan se-Wilayah BPP Pakem.</p>
<p></p>
<p>Hendri Widotono, Kepala DPKP Bondowoso menegaskan, pembinaan kelembagaan tersebut menjadi upaya penting meningkatkan kapasitas sekaligus kesejahteraan petani kopi. </p>
<p></p>
<p>“Kopi Hyang Argopuro harus terus dijaga kualitasnya agar sesuai ciri Indikasi Geografis, sehingga bisa memberikan nilai tambah bagi petani,” ujarnya, saat dikonfirmasi pada Jumat (26/9/2025) di kantornya.</p>
<p></p>
<p>Pesan serupa disampaikan Asisten II Setda Bondowoso yang mengingatkan betapa pentingnya menjaga aroma, cita rasa, dan kualitas kopi arabika Hyang Argopuro. </p>
<p></p>
<p>“Inilah kekhasan yang membuat kopi Bondowoso berbeda. Jangan sampai hilang,” tegas dan lugas Abd. Rahman menyampaikan. </p>
<p></p>
<p>Sementara itu, Ketua MPIG Kopi Arabika Hyang Argopuro, Bambang Suwito membuka harapan baru dengan adanya potensi pengembangan lahan kopi arabika maupun robusta. </p>
<p></p>
<p>Ia juga menekankan pentingnya menjaga mutu pasca panen. </p>
<p></p>
<p>“Petik merah itu wajib, agar ciri khas kopi Hyang Argopuro tetap murni,” jelasnya. </p>
<p></p>
<p>Momen tanya jawab pun jadi bagian paling ditunggu. Petani antusias mengajukan persoalan seputar pemasaran dan pendapatan. </p>
<p></p>
<p>Kepala Bidang Penyuluhan P2BP DPKP Yudhi Achmad Hidayat memberi solusi praktis, menghindari sistem ijon serta tidak menjual kopi dalam bentuk ceri. </p>
<p></p>
<p>“Kalau dijual minimal greenbean, nilai tambahnya jauh lebih besar,” ungkapnya.</p>
<p></p>
<p>Harapan besar menggema dari kegiatan ini. Para petani tak hanya diberi ilmu, tetapi juga motivasi untuk mandiri dan sejahtera. </p>
<p></p>
<p>"Lebih dari itu, saya berharap kopi arabika Hyang Argopuro mampu terus bersaing di pasar, sekaligus menjaga nama Bondowoso sebagai salah satu daerah penghasil kopi terbaik di Indonesia," tandasnya. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor: Rizqi Ardian </strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Exit Meeting Bareng BPK, RSUD dr H Koesnadi Terus Perkuat Penanganan TBC demi Keselamatan Pasien</title>
<link>https://suarajatimpost.com/exit-meeting-bareng-bpk-rsud-dr-h-koesnadi-terus-perkuat-penanganan-tbc-demi-keselamatan-pasien</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/exit-meeting-bareng-bpk-rsud-dr-h-koesnadi-terus-perkuat-penanganan-tbc-demi-keselamatan-pasien</guid>
<description><![CDATA[ Penanganan TBC di Bondowoso menunjukkan progres positif. Semester I 2025 tercatat 5.430 terduga kasus, 1.279 pasien sembuh, dan capaian pengobatan 91 persen. Dinkes bersama RSUD dr. H. Koesnadi perkuat surveilans, pencatatan, dan pengawasan obat. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202509/image_870x580_68d5e5ee9f82e.webp" length="52316" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Fri, 26 Sep 2025 08:59:05 +0700</pubDate>
<dc:creator>Rizqi Ardian</dc:creator>
<media:keywords>TBC, penyakit, kesehatan, dokter, HIV, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p data-start="266" data-end="607"><strong>BONDOWOSO, SJP -</strong> Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI menggelar exit meeting bersama Pemerintah Kabupaten Bondowoso untuk membahas penanggulangan penyakit tuberkulosis (TBC), Kamis (25/9/2025) kemarin, di peringgitan Pendopo Raden Bagus Assra.</p>
<p data-start="266" data-end="607">Pertemuan ini menekankan pentingnya koordinasi lintas stakeholder demi memperkuat langkah bersama mengatasi TBC, khususnya RSUD dr H Koesnadi dengan Dinas Kesehatan.</p>
<p data-start="609" data-end="928">Salah satu pokok bahasan dalam pertemuan adalah integrasi sistem informasi rumah sakit dengan Sistem Informasi Tuberkulosis (SITB).</p>
<p data-start="609" data-end="928">Selain itu, BPK merekomendasikan renovasi fasilitas rawat inap agar pasien TBC tidak berisiko menulari pasien lain, serta menekankan penggunaan masker bagi keluarga yang menjaga pasien.</p>
<p data-start="930" data-end="1126">Direktur RSUD Koesnadi Bondowoso, dr. Yus Priyatna, memastikan bahwa rumah sakit maupun puskesmas sudah memiliki ruang khusus bagi pasien TBC. Namun, ia menekankan pentingnya edukasi masyarakat.</p>
<p data-start="1128" data-end="1363">“Di rumah sakit maupun puskesmas sudah tersedia ruangan khusus untuk pasien TBC. Yang saat ini kami dorong adalah sosialisasinya, sebab masyarakat masih sering abai terhadap pentingnya memakai masker di fasilitas kesehatan,” ujarnya, dikonfirmasi Jumat (26/9/2025) di ruang kerjanya.</p>
<p data-start="1365" data-end="1552">Lebih lanjut, dokter spesialis paru ini menegaskan, pasien TBC wajib menjalani pengobatan minimal enam bulan. Pihak rumah sakit maupun puskesmas aktif melakukan penelusuran pasien yang berhenti berobat.</p>
<p data-start="1554" data-end="1717">“Kalau pengobatan tidak sampai enam bulan, penyakit ini bisa kambuh kembali. Jadi kami pastikan semua pasien harus menjalani pengobatan sampai tuntas,” jelasnya.</p>
<p data-start="1719" data-end="2043">Di balik data medis itu, tersimpan kisah perjuangan para pasien. Salah satunya warga Bondowoso, yang harus bolak-balik ke puskesmas untuk menjemput obat. Meski tubuhnya lemah, ia tetap bersemangat demi kesembuhan.</p>
<p data-start="1719" data-end="2043">“Kalau saya berhenti minum obat, bisa sakit lagi. Jadi walau jauh tetap saya usahakan,” katanya lirih.</p>
<p data-start="2045" data-end="2255">Bagi direktur RSUD, cerita warga ini menjadi pengingat bahwa penanggulangan TBC bukan hanya soal fasilitas, tapi juga soal pendampingan. Semakin banyak kasus ditemukan, semakin besar pula peluang pasien untuk sembuh.</p>
<p data-start="2257" data-end="2444">“Semakin banyak kasus yang ditemukan, semakin banyak pula yang kita obati. Harapannya angka penderita TBC bisa terus menurun hingga Indonesia benar-benar bebas TBC di 2029,” tandasnya.</p>
<p>Saat ini, lanjut Yus Priyatna, sistem surveilans dan pencatatan di Bondowoso sudah berjalan cukup baik. </p>
<p>“Kita bekerja untuk melakukan surveilan ke semua puskesmas, ke semua masyarakat, dan termasuk pencatatan kita cukup baik. Jadi saat ini data di 4 rumah sakit swasta dan 25 puskesmas, sudah terlink semua dalam satu data,” jelasnya.</p>
<p>Ia menyebut, dari sisi sarana dan prasarana (Sarpas), Bondowoso sudah cukup siap. </p>
<p>“Alhamdulillah kita cukup baik. Jadi sudah ada 7 mesin TCM (Tes Cepat Molekuler) dan 25 tenaga mikroskop di puskesmas,” tambahnya.</p>
<p><strong>Dinkes Paparkan Grafik Temuan TBC</strong></p>
<p>Hingga semester I 2025, capaian penemuan terduga TBC sudah mencapai 5.430 kasus, atau sekitar 53 persen dari target 10.229 kasus.</p>
<p>Plt Kepala Dinas Kesehatan Bondowoso, Agus Winarno, menjelaskan bahwa meskipun capaian penemuan kasus baru belum setengahnya, progres di bidang lain cukup menggembirakan. </p>
<p>“Untuk kasus TBC yang memulai pengobatan, dari target 698 kasus, sudah tercapai 638 kasus, atau 91,4 persen,” ungkapnya, Jumat (26/9/2025) di ruang kerjanya.</p>
<p>Sementara itu, untuk keberhasilan pengobatan, dari target 1.505 pasien, tercatat sudah ada 1.279 pasien yang berhasil sembuh, dengan capaian 84,98 persen. </p>
<p>“Artinya, dari sisi pengobatan, capaian kita relatif tinggi,” jelas Agus.</p>
<p>Namun, untuk kasus TBC yang ditemukan dan dilaporkan, progres masih rendah. Dari target 2.105 kasus, hingga semester I baru ditemukan 698 kasus, atau 33,2 persen. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor: Rizqi Ardian </strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>OJK Dorong Penguatan Ekonomi Bondowoso Lewat Produk Unggulan dan Literasi Keuangan</title>
<link>https://suarajatimpost.com/ojk-dorong-penguatan-ekonomi-bondowoso-lewat-produk-unggulan-dan-literasi-keuangan</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/ojk-dorong-penguatan-ekonomi-bondowoso-lewat-produk-unggulan-dan-literasi-keuangan</guid>
<description><![CDATA[ OJK Jember mendorong penguatan ekonomi Bondowoso dengan membangun ekosistem produk unggulan seperti pisang Cavendish dan kopi, memperluas literasi serta akses pembiayaan, hingga menanamkan budaya menabung sejak dini melalui program rekening pelajar Kejar. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202509/image_870x580_68d5dc1aeee2c.webp" length="71534" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Fri, 26 Sep 2025 08:03:51 +0700</pubDate>
<dc:creator>Rizqi Ardian</dc:creator>
<media:keywords>OJK, Cavendish, Kejar, Kopi, ekonomi, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p data-start="258" data-end="493"><strong>BONDOWOSO, SJP – </strong>Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Jember, Muhammad Mufid, menegaskan komitmennya untuk mendorong penguatan ekonomi daerah Bondowoso melalui pengembangan produk unggulan dan peningkatan literasi keuangan masyarakat.</p>
<p data-start="495" data-end="783">Hal itu ia katakan usai bertemu dengan Bupati Bondowoso, serta jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di peringgitan Pendopo Raden Bagus Assra, pada Kamis (26/9/2025) kemarin.</p>
<p data-start="495" data-end="783">Mufid menyampaikan, salah satu fokus utama adalah membangun ekosistem ekonomi dari hulu hingga hilir agar potensi daerah bisa memberi nilai tambah yang lebih besar bagi masyarakat.</p>
<p data-start="785" data-end="1034">“Contohnya pisang Cavendish Bondowoso yang kualitasnya terbaik di Indonesia. Tantangan kita sekarang adalah bagaimana membangun ekosistem agar produk ini benar-benar menjadi unggulan dan meningkatkan pendapatan masyarakat dan daerah,” jelas Mufid.</p>
<p data-start="1036" data-end="1303">OJK bersama lembaga jasa keuangan, baik bank maupun non-bank, akan mengorkestrasi dukungan, terutama dalam hal pembiayaan dan pendampingan.</p>
<p data-start="1036" data-end="1303">"Peran OJK difokuskan pada dua hal utama, yakni peningkatan literasi keuangan serta perluasan akses pembiayaan," terangnya.</p>
<p data-start="1305" data-end="1628">Langkah teknis penguatan ekonomi tersebut akan diformulasikan melalui Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD), sebagai payung kolaborasi antara OJK dan pemerintah daerah.</p>
<p data-start="1305" data-end="1628">Selain sektor pisang Cavendish, produk kopi Bondowoso juga disebut memiliki peluang besar untuk dikembangkan dengan nilai tambah yang lebih adil.</p>
<p data-start="1630" data-end="1915">Tak hanya pada sektor pertanian, OJK juga mendorong literasi inklusi keuangan sejak dini melalui program Kejar (Rekening Simpanan Pelajar). Mufid berharap setiap pelajar di Bondowoso dapat memiliki rekening, sekaligus membangun mindset menabung dan jiwa kewirausahaan sejak dini.</p>
<p data-start="1917" data-end="2082">“Bukan sekadar punya rekening, tapi bagaimana membentuk pola pikir bahwa menabung adalah bagian dari persiapan masa depan dan membangun mental pebisnis,” tegasnya.</p>
<p data-start="2084" data-end="2239">Dengan strategi ini, OJK optimistis potensi unggulan Bondowoso bisa tumbuh menjadi kekuatan ekonomi daerah yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.</p>
<p data-start="2084" data-end="2239"><strong>Dukungan dari Dinas Pendidikan</strong></p>
<p data-start="2084" data-end="2239">Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bondowoso, Haeriyah Yuliati mengungkap jika program Kejar sudah dilaksanakan sejak tahun 2019 lalu. </p>
<p data-start="2084" data-end="2239">"Itu sudah program lama yang dicanangkan tahun 2019 dan sudah berjalan sampai sekarang," ujarnya, saat dikonfirmasi pada Jumat (26/9/2025) di ruang kerjanya.</p>
<p data-start="2084" data-end="2239">Dinas Pendidikan Kabupaten Bondowoso, kata Haeriyah, selama ini telah berperan aktif dalam mendukung program Kejar OJK, dengan memfasilitasi kerja sama antara satuan pendidikan di Bondowoso dengan OJK dan lembaga keuangan.</p>
<p data-start="2084" data-end="2239">Selain itu, lanjut mantan Pj Sekda ini, Dinas Pendidikan mendorong sekolah-sekolah lain, terutama madrasah, untuk ikut serta dalam program literasi dan inklusi keuangan yang diinisiasi oleh OJK.</p>
<p data-start="2084" data-end="2239">"Melalui kolaborasi antara institusi pendidikan dan lembaga keuangan, Dinas Pendidikan berperan dalam menciptakan ekosistem yang mendukung terwujudnya masyarakat Bondowoso yang melek finansial," tandasnya. <strong>(*)</strong></p>
<p data-start="2084" data-end="2239"><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Rumah Ambruk Akibat Gempa, Warga Klabang Bondowoso Terpaksa Mengungsi</title>
<link>https://suarajatimpost.com/rumah-ambruk-akibat-gempa-warga-klabang-bondowoso-terpaksa-mengungsi</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/rumah-ambruk-akibat-gempa-warga-klabang-bondowoso-terpaksa-mengungsi</guid>
<description><![CDATA[ Gempa mengguncang Desa Pandak, Klabang, Bondowoso, menyebabkan rumah Suniyartiningsih ambruk dan tiga anggota keluarga harus mengungsi. BPBD cepat melakukan asesmen, menyiapkan bantuan logistik, serta memastikan kebutuhan mendesak korban terpenuhi dengan dukungan pemerintah dan warga. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202509/image_870x580_68d5de4d3e066.webp" length="50964" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Fri, 26 Sep 2025 07:30:02 +0700</pubDate>
<dc:creator>Rizqi Ardian</dc:creator>
<media:keywords></media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p data-start="288" data-end="526"><strong>BONDOWOSO, SJP –</strong> Suasana mencekam melanda Dusun Pandak, Kecamatan Klabang. Gempa bumi yang terjadi sekira pukul 16.04 WIB membuat rumah milik Suniyartiningsih, warga RT 13 RW 04, roboh hingga rata dengan tanah.</p>
<p data-start="528" data-end="826">Meski tak menelan korban jiwa, kejadian itu meninggalkan luka mendalam bagi keluarga Suniyartiningsih. Bersama dua anggota keluarganya, ia harus mengungsi ke rumah saudara terdekat lantaran tak ada lagi tempat untuk bernaung. Nilai kerugian akibat kerusakan rumah diperkirakan mencapai Rp10 juta.</p>
<p data-start="828" data-end="998">“Alhamdulillah tidak ada korban jiwa, tapi rumah saya sudah tidak bisa ditempati lagi,” ucap Suniyartiningsih dengan mata berkaca-kaca, saat tim BPBD melakukan asesmen, Kamis (25/9/2025) malam.</p>
<p data-start="1000" data-end="1303">BPBD Bondowoso yang menerima laporan dari warga segera menurunkan personel bersama Tim Reaksi Cepat (TRC), Agen Informasi Bencana, serta pemerintah desa dan kecamatan.</p>
<p data-start="1000" data-end="1303">Mereka mendata kerusakan, mendokumentasikan kondisi lapangan, serta menyiapkan bantuan logistik dan material bagi keluarga terdampak.</p>
<p data-start="1305" data-end="1558">Kepala Pelaksana BPBD Bondowoso, Sigit Purnomo, menegaskan bahwa penanganan darurat telah dilakukan dengan cepat.</p>
<p data-start="1305" data-end="1558">“Kami pastikan kebutuhan mendesak korban terpenuhi. Selanjutnya akan berkoordinasi dengan OPD terkait untuk membantu pemulihan,” ujarnya.</p>
<p data-start="1356" data-end="1523">Sigit Purnomo juga menyampaikan empati mendalam kepada korban.</p>
<p data-start="1525" data-end="1799">“Kami ikut merasakan duka yang dialami Bu Suniyartiningsih dan keluarganya. Rumah bisa dibangun kembali, tapi keselamatan jiwa adalah yang utama,” ujarnya.</p>
<p data-start="1560" data-end="1776">Hingga Kamis malam, kondisi Bondowoso terpantau aman dan terkendali, meski cuaca berawan. Warga setempat juga bergotong royong membantu keluarga Suniyartiningsih yang kini harus memulai kembali kehidupan dari awal.</p>
<p data-start="1778" data-end="1978">Peristiwa ini mengingatkan betapa rentannya masyarakat terhadap bencana. Namun, solidaritas warga dan kehadiran petugas menjadi penguat, bahwa di tengah musibah selalu ada uluran tangan kemanusiaan. <strong>(*)</strong></p>
<p data-start="1778" data-end="1978"><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Wujudkan Program Rantas, Bupati Bondowoso Cek Kualitas Perbaikan Jalan</title>
<link>https://suarajatimpost.com/wujudkan-program-rantas-bupati-bondowoso-cek-kualitas-perbaikan-jalan</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/wujudkan-program-rantas-bupati-bondowoso-cek-kualitas-perbaikan-jalan</guid>
<description><![CDATA[ Agar usia jalan di Bondowoso sesuai dengan perencanaan, warga diminta ikut menjaga kualitas jalan, utamanya dari tonase angkutan tebu yang melebihi kapasitas. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202509/image_870x580_68d525754aafd.webp" length="58622" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 25 Sep 2025 18:23:37 +0700</pubDate>
<dc:creator>Rizqi Ardian</dc:creator>
<media:keywords>Rantas, PU, Kementerian, BSBK, Pembangunan, Jalan, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>BONDOWOSO, SJP – </strong>Deru alat berat dan hamparan jalan aspal hot mix menjadi pemandangan yang disambut lega warga yang sering melintasi ruas jalan Pakuniran – Sumberanyar Maesan. Setelah bertahun-tahun menunggu, ruas jalan yang rusak akhirnya diperbaiki dan ditinjau langsung oleh Bupati Bondowoso, Abdul Hamid Wahid.</p>
<p>Monitoring dan evaluasi itu menjadi salah satu upaya Pemerintah Kabupaten Bondowoso memastikan program infrastruktur jalan tuntas (Rantas) terus berlanjut. Bahkan, Abdul Hamid Wahid, bersama jajaran juga meninjau ruas jalan Tangsil – Kejayan, pada Kamis (25/9/2025).</p>
<p>Di bawah terik matahari, Bupati Bondowoso Abdul Hamid Wahid bersama rombongan berdiri di atas jalan aspal dan cor yang masih basah. Ia memastikan pekerjaan perbaikan jalan berjalan sesuai kualitas, sambil mengingatkan pentingnya peran masyarakat menjaga hasil pembangunan.</p>
<p>Dalam peninjauan tersebut, bupati yang karib disapa Ra Hamid ini menegaskan pentingnya kualitas hasil pekerjaan serta peran masyarakat dalam menjaga agar jalan yang sudah dibangun tidak cepat rusak. </p>
<p>“Kita berharap pekerjaannya berkualitas dan bisa dipelihara bersama. Usia pakai jalan akan sesuai rencana bila masyarakat ikut menjaga, terutama dari tonase kendaraan,” kata Ra Hamid.</p>
<p>Menurutnya, kerusakan jalan di Bondowoso kerap dipicu beban kendaraan yang melebihi kapasitas, terutama dari angkutan tebu. Karena itu, ia mendorong adanya kesadaran bersama. </p>
<p>“Kita mengerti bahwa jalan ini jalur utama. Tapi, mari bersama-sama membatasi tonase, agar bisa bertahan lebih lama,” begitu pesan bupati saat didampingi oleh Wakil Bupati As’ad Yahya Syafi’i.</p>
<p>Sementara itu, Plt Kepala Dinas Bina Marga Sumber Daya Air dan Bina Kontruksi (BSBK) Bondowoso, Ansori, memaparkan detail teknis perbaikan. Dua ruas yang ditinjau yaitu Pakuniran – Sumberanyar Maesan dan Tangsil –Kejayaan di Kecamatan Pujer. </p>
<p>“Untuk Pakuniran - Sumberanyar sudah rampung 100 persen, sementara Tangsil–Kejayaan progresnya masih sekitar 60 persen,” jelasnya.</p>
<p>Panjang jalan yang diperbaiki mencapai 300 meter dengan lebar bervariasi, mulai 3 hingga 3,5 meter. Perbaikan juga dilengkapi cor beton di bahu jalan kanan-kiri setebal 20 cm untuk memperkuat struktur jalan agar tidak mudah longsor. </p>
<p>“Selain cor beton di bahu jalan, nanti pemerintah desa juga akan membantu memperbaiki saluran drainase agar kondisi jalan lebih terjaga,” tambah Ansori.</p>
<p>Ia menyebut, beberapa ruas memang sudah lama tidak tersentuh pembangunan. Di Maesan, perbaikan terakhir dilakukan tahun 2003 melalui program Inpres. Sedangkan di Tangsil - Kejayaan, sama sekali belum pernah diperbaiki.</p>
<p>Selain menggunakan APBD, Bondowoso juga mendapat dukungan dari pemerintah pusat. Kementerian PUPR melalui program Infrastruktur Jalan Daerah (IJD) mengalokasikan tambahan pembangunan sepanjang 11 kilometer dengan anggaran sekitar Rp35 miliar. </p>
<p>Dirinya menjelaskan, anggaran tersebut nantinya akan dialokasikan untuk rehabilitasi dan peningkatan 4 ruas jalan di dua koridor. Koridor pertama dua ruas jalan dari Locare – Pejaten. Koridor kedua yaitu dua ruas di jalan Prajekan – Cermee.</p>
<p>Meski begitu, tantangan masih cukup besar. Dari total 494 kilometer jalan kabupaten yang rusak, baru sekitar 35 - 36 kilometer yang bisa tertangani. </p>
<p>“Sisanya masih menjadi pekerjaan rumah kita. Tapi dengan dukungan pusat dan partisipasi masyarakat, kita optimistis bisa bertahap menanganinya,” pungkas Ansori. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Program Rantas di Bondowoso Dapat Dukungan Kementerian PU Sebesar Rp35 Miliar</title>
<link>https://suarajatimpost.com/program-rantas-di-bondowoso-dapat-dukungan-kementerian-pu-sebesar-rp35-miliar</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/program-rantas-di-bondowoso-dapat-dukungan-kementerian-pu-sebesar-rp35-miliar</guid>
<description><![CDATA[ Anggaran ini nantinya akan dialokasikan untuk membangun 4 ruas jalan di dua koridor. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202509/image_870x580_68d5119ac7b84.webp" length="65918" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 25 Sep 2025 16:59:04 +0700</pubDate>
<dc:creator>Rizqi Ardian</dc:creator>
<media:keywords>Rantas, PU, Kementerian, BSBK, Pembangunan, Jalan, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>BONDOWOSO, SJP –</strong> Upaya Pemerintah Kabupaten Bondowoso dalam mewujudkan program infrastruktur jalan tuntas atau yang disebut “Rantas” ternyata mendapatkan dukungan dari pemerintah pusat. </p>
<p>Keterbatasan anggaran untuk pembangunan infrastruktur jalan di Bumi Ki Ronggo, ternyata tidak menyurutkan niat Pemkab Bondowoso dalam mencari dukungan anggaran. Hasilnya, tahun ini pemerintah pusat mengucurkan dana segar sebesar Rp35 miliar.</p>
<p>Hal itu disampaikan oleh Bupati Bondowoso, Abdul Hamid Wahid saat meninjau rehabilitasi ruas jalan Pakuniran – Sumberanyar Maesan dan ruas jalan Tangsil – Kejayan, pada Kamis (25/9/2025).</p>
<p>Kata Bupati yang karib disapa Ra Hamid ini, Kementerian Pekerjaan Umum (PU) melalui program Infrastruktur Jalan Daerah (IJD) telah merespons pengajuan Bondowoso dengan memberikan tambahan sepanjang 11 kilometer jalan. </p>
<p>"Alhamdulillah, ada respon, ada tanggapan. Kita dapat tambahan 11 km dari IJD, dan insyaallah ini akan membantu percepatan penanganan rantas," ungkapnya.</p>
<p>Tambahan infrastruktur tersebut akan terbagi dalam empat ruas jalan, dengan total anggaran mencapai Rp35 miliar.</p>
<p>"Saya berharap pembangunan ini bisa berjalan sesuai kualitas dan daya tahan yang direncanakan," harapnya.</p>
<p>Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Bina Marga Sumber Daya Air dan Bina Kontruksi (BSBK) Kabupaten Bondowoso, Ansori menjelaskan, jumlah anggaran dari Kementerian PU sama dengan IJD yang diterima pada tahun 2023. </p>
<p>“Kita usulkan ke Kementerian PU dan mendapat 11 kilometer yang terbagi menjadi 4 ruas di dua koridor. Koridor pertama dua ruas jalan dari Locare – Pejaten. Koridor kedua yaitu dua ruas jalan Prajekan – Cermee,” jelasnya.</p>
<p>Secara keseluruhan, saat ini panjang ruas jalan rusak di Kabupaten Bondowoso sepanjang 494 kilometer. Sedangkan sampai saat ini Dinas BSBK telah melakukan perbaikan sepanjang 36 kilometer.</p>
<p>“Totalnya, masih ada 428 kilometer yang menjadi pekerjaan rumah kita,” pungkas Ansori. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Bupati Bondowoso Resmikan Kerja Sama Operatorship antara RS Cahya Medika dengan PT Rolas Nusantara Medika</title>
<link>https://suarajatimpost.com/bupati-bondowoso-resmikan-kerja-sama-rs-cahya-medika-dengan-pt-rolas-nusantara-medika</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/bupati-bondowoso-resmikan-kerja-sama-rs-cahya-medika-dengan-pt-rolas-nusantara-medika</guid>
<description><![CDATA[ Kerja sama tersebut menjadi jembatan untuk mewujudkan visi IHC membangun sistem ketahanan kesehatan nasional. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202509/image_870x580_68d4e55062e73.webp" length="49212" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 25 Sep 2025 14:03:20 +0700</pubDate>
<dc:creator>Rizqi Ardian</dc:creator>
<media:keywords>Kesehatan, rumah sakit, ihc, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>BONDOWOSO, SJP –</strong> Bupati Bondowoso Abdul Hamid Wahid meresmikan perjanjian kerja sama antara Rumah Sakit (RS) Cahya Medika dengan IHC PT Rolas Nusantara Medika, Kamis (25/9/2025).</p>
<p>Bupati menyampaikan apresiasi atas sinergi dua lembaga kesehatan ini. Menurutnya, kolaborasi tersebut sejalan dengan misi Kabupaten Bondowoso dalam menjamin keberlanjutan sosial, ekonomi, dan kesehatan masyarakat.</p>
<p>“Kerja sama ini merupakan langkah nyata untuk menyediakan pelayanan kesehatan yang adil dan bermutu bagi setiap warga Bondowoso,” ujar Abdul Hamid Wahid.</p>
<p>Bupati yang karib disapa Ra Hamid ini juga menekankan, penguatan sistem kesehatan menjadi prioritas penting agar masyarakat dapat memperoleh layanan kesehatan terbaik tanpa terkecuali.</p>
<p>"Dengan begitu, pembangunan sektor lain seperti ekonomi, pendidikan, dan pengembangan potensi daerah akan lebih mudah diwujudkan," ucapnya.</p>
<p>“Di dalam tubuh yang sehat terdapat jiwa yang kuat. Dengan kesehatan yang terjamin, kita bisa membangun ekonomi, meningkatkan pendidikan, dan mengembangkan potensi daerah lainnya,” tambahnya.</p>
<p>Bupati berharap kerja sama tersebut tidak berhenti pada penandatanganan perjanjian, melainkan terus berlanjut untuk memberikan manfaat luas bagi masyarakat. </p>
<p>"Saya optimistis Bondowoso dapat menjadi salah satu pusat pelayanan kesehatan unggul di Jawa Timur," tandasnya.</p>
<p>Sementara itu, Direktur RS Cahya Medika, dr. Amanda Cahya Yanuartika menyebut kerja sama ini merupakan langkah penting dalam meningkatkan mutu layanan.</p>
<p>“Kolaborasi ini ikhtiar menghadirkan tata kelola rumah sakit yang lebih profesional, terstandar, dan bermutu sehingga masyarakat Bondowoso dapat memperoleh pelayanan kesehatan yang layak dan bermartabat,” ujarnya.</p>
<p>Sedangkan, Komisaris PT RNM Bachtiar Novianto menegaskan kerja sama tersebut menjadi jembatan untuk mewujudkan visi IHC membangun sistem ketahanan kesehatan nasional.</p>
<p>"Sinergi ini juga akan memperkuat kapasitas tenaga medis, membuka lapangan kerja baru, dan membangun ekosistem layanan kesehatan yang saling mendukung," pungkasnya.</p>
<p>RS Cahya Medika Bondowoso merupakan rumah sakit swasta yang berlokasi di Kecamatan Tenggarang, Bondowoso. Rumah sakit ini berkomitmen menghadirkan layanan kesehatan berkualitas dengan fasilitas yang terus berkembang.</p>
<p>Adapun PT Rolas Nusantara Medika merupakan bagian dari jaringan Indonesia Healthcare Corporation (IHC) yang telah mengelola sejumlah rumah sakit dan klinik di Jember dan Banyuwangi.</p>
<p>Acara peresmian turut dihadiri Komisaris PT Rolas Nusantara Medika Bachtiar Novianto, Direktur PT Rolas Nusantara Medika dr. Samsyul Bahri MPH MKK, serta Direktur RS Cahya Medika dr. Amanda Cahya Yanuartika, M.Kes. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor: Rizqi Ardian </strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Kementerian PANRB Resmikan MPP Bondowoso, Hadirkan 17 Tenant dan 126 Layanan</title>
<link>https://suarajatimpost.com/kementerian-panrb-resmikan-mpp-bondowoso-hadirkan-17-tenant-dan-126-layanan</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/kementerian-panrb-resmikan-mpp-bondowoso-hadirkan-17-tenant-dan-126-layanan</guid>
<description><![CDATA[ Mal Pelayanan Publik (MPP) Bondowoso bersama 11 daerah lain diresmikan oleh Kementerian PAN-RB. MPP di Bumi Ki Ronggo memiliki 17 tenant dan 126 layanan. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202509/image_870x580_68d38ae496424.webp" length="37600" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 24 Sep 2025 13:39:43 +0700</pubDate>
<dc:creator>Rizqi Ardian</dc:creator>
<media:keywords>Kementarian PANRB, MPP, Pelayanan, Kementerian, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>BONDOWOSO, SJP -</strong> Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) senantiasa mendorong tiap kabupaten dan kota untuk menghadirkan Mal Pelayanan Publik (MPP), sebagai tempat terintegrasi bagi masyarakat untuk mengakses pelayanan publik. </p>
<p>Mempercepat hal tersebut, Menteri PANRB Rini Widyantini meresmikan MPP secara serentak di 11 daerah, pada Rabu (24/9/2025). Salah satu dari 11 kabupaten yang diresmikan adalah MPP Kabupaten Bondowoso.</p>
<p>MPP milik Pemerintah Kabupaten Bondowoso resmi menjadi salah satu dari 11 daerah di Indonesia yang diresmikan serentak bersama Kementerian PAN-RB melalui grand launching secara virtual.</p>
<p>Kepala Dinas Penanaman Modal Perizinan Terpadu Satu Pintu dan Tenaga Kerja (DPMPTSP Naker) Bondowoso, Nunung Setianingsih, menyampaikan, peresmian tersebut merupakan tindak lanjut dari soft launching yang telah dilakukan pada 22 Agustus 2025 oleh Bupati Abdul Hamid Wahid.</p>
<p>“Alhamdulillah, tadi bersama 11 kabupaten/kota, Bondowoso termasuk salah satu yang diresmikan. Kalau dilihat dari paparan Bu Menteri, secara nasional baru sekitar 58 persen kabupaten/kota yang memiliki MPP. Artinya, Bondowoso sudah masuk ke dalam 58 persen tersebut,” ujarnya.</p>
<p>Menurutnya, kehadiran MPP menjadi bentuk komitmen pemerintah daerah untuk memberikan kemudahan layanan kepada masyarakat. Peresmian itu juga ditandai dengan penandatanganan secara digital oleh Bupati Bondowoso, Abdul Hamid Wahid.</p>
<p>“Dengan adanya MPP ini, masyarakat bisa mendapatkan berbagai pelayanan dalam satu tempat, sehingga kebutuhan masyarakat dapat lebih cepat terpenuhi,” tambahnya.</p>
<p>Nunung mengungkapkan, berdasarkan evaluasi Kementerian PAN-RB, Bondowoso telah memenuhi standar penyelenggaraan MPP. Saat ini terdapat 17 tenant dengan 126 jenis layanan yang sudah terintegrasi.</p>
<p>“Evaluasi sementara sudah baik. Fasilitas sesuai standar. Ke depan, tentu akan terus ditingkatkan agar layanan yang belum terakomodasi bisa segera dimasukkan,” jelasnya.</p>
<p>“Dengan adanya MPP, Pemkab Bondowoso berharap pelayanan publik semakin efektif, efisien, dan mampu meningkatkan kepuasan masyarakat,” tandasnya.</p>
<p>Kesebelas MPP yang diresmikan tersebar di 9 provinsi. Peresmian MPP ini juga menambah jumlah MPP, dari yang semula 285 MPP menjadi 296 MPP di seluruh penjuru Indonesia.</p>
<p><strong>Adapun 11 daerah yang resmi memiliki MPP adalah :</strong></p>
<ol>
<li>Kabupaten Simalungun - Sumatra Utara</li>
<li>Kabupaten Kuantan Singingi – Riau</li>
<li>Kabupaten Musi Banyuasin - Sumatra Selatan</li>
<li>Kota Cirebon - Jawa Barat</li>
<li>Kabupaten Kediri – Jawa Timur</li>
<li>Kabupaten Bondowoso - Jawa Timur</li>
<li>Kabupaten Kutai Timur - Kalimantan Timur</li>
<li>Kabupaten Minahasa Utara – Sulawesai Utara</li>
<li>Kabupaten Kepulauan Sangihe - Sulawesi Utara</li>
<li>Kabupaten Maluku Barat Daya – Maluku</li>
<li>Kabupaten Mimika - Papua Tengah</li>
</ol>
<p>Usai peresmian MPP yang dilakukan secara daring, Menteri Rini akan menyapa 11 daerah untuk melihat komitmen kepala daerah serta kondisi dari masing-masing MPP. Diharapkan kehadiran MPP di 11 daerah ini dapat meningkatkan kualitas pelayanan publik di masing-masing daerah. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Angin Segar, Pejabat Eselon II di Bondowoso Siap&amp;siap Dimutasi</title>
<link>https://suarajatimpost.com/angin-segar-pejabat-eselon-ii-di-bondowoso-siap-siap-dimutasi</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/angin-segar-pejabat-eselon-ii-di-bondowoso-siap-siap-dimutasi</guid>
<description><![CDATA[ Mutasi pejabat eselon II Bondowoso tinggal menunggu turunnya Pertek BKN. Sekda Fathur Rozi memastikan proses sesuai regulasi, tanpa kaitan dengan pembahasan P-APBD. Tiga jabatan OPD masih menunggu rekomendasi Gubernur Jatim dan Kemendagri. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202509/image_870x580_68d27be00650e.webp" length="26040" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Tue, 23 Sep 2025 18:02:30 +0700</pubDate>
<dc:creator>Rizqi Ardian</dc:creator>
<media:keywords>pelantikan, sekda, penjabat, bupati, pemerintahan, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p data-start="169" data-end="414"><strong data-start="169" data-end="187">BONDOWOSO, SJP</strong> – Angin segar mulai terasa di lingkungan pejabat eselon II Pemerintah Kabupaten Bondowoso. Nama-nama pejabat yang akan mengisi sejumlah jabatan kosong di Organisasi Perangkat Daerah (OPD) disebut tinggal menunggu pelantikan.</p>
<p data-start="416" data-end="614">Mutasi pejabat eselon II juga tinggal menunggu waktu. Sebab, Bupati Abdul Hamid Wahid melalui Sekretaris Daerah (Sekda) Bondowoso telah mengantongi daftar pejabat yang akan berpindah memimpin OPD.</p>
<p data-start="616" data-end="866">Uji kompetensi sebagai syarat promosi dan mutasi jabatan setingkat Kepala OPD sudah digelar. Bahkan, Pertimbangan Teknis (Pertek) dari Badan Kepegawaian Negara (BKN) sudah diajukan pasca uji kompetensi 20 pejabat eselon II pada awal September lalu.</p>
<p data-start="868" data-end="1150">Meski demikian, pelantikan masih menunggu turunnya Pertek BKN. Sekda Bondowoso, Fathur Rozi, menyebut ada tiga jabatan OPD yang masih berproses di tingkat provinsi dan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), yakni Inspektur Inspektorat, Kepala Dispendukcapil, dan Kepala Satpol PP.</p>
<p data-start="1152" data-end="1374">“BKN menunggu rekomendasi dari Gubernur Jatim dan Kemendagri untuk Inspektorat dan Dispendukcapil. Kemarin untuk Inspektorat sudah ada ujian lanjutan di provinsi, jadi BKN juga menunggu itu,” ujarnya, Selasa (23/9/2025).</p>
<p data-start="1376" data-end="1610">Fathur Rozi menegaskan, pelaksanaan mutasi jabatan eselon II sama sekali tidak berkaitan dengan proses pembahasan Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (P-APBD) yang kini juga menunggu pengesahan legislatif dan eksekutif.</p>
<p data-start="1612" data-end="1802">“Tidak ada hubungannya. Kita hanya menunggu Pertek BKN. Memang tidak mungkin kita melangkah tidak sesuai regulasi. Sudah jelas siapa dan di mana, tinggal menunggu sesuai aturan,” tegasnya.</p>
<p data-start="1804" data-end="2009">Diketahui, pada 1 September 2025 lalu sebanyak 20 pejabat eselon II telah mengikuti uji kompetensi. Mereka diproyeksikan mengisi jabatan sesuai keahlian dengan prinsip <em data-start="1972" data-end="2006">the right man on the right place</em>. <strong>(*)</strong></p>
<p data-start="1804" data-end="2009"><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

</channel>
</rss>