<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
     xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
     xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
     xmlns:admin="http://webns.net/mvcb/"
     xmlns:rdf="http://www.w3.org/1999/02/22-rdf-syntax-ns#"
     xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
     xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/">
<channel>
<title>Suara Jatim Post &amp; Kuswanto</title>
<link>https://suarajatimpost.com/rss/author/kuswanto</link>
<description>Suara Jatim Post &amp; Kuswanto</description>
<dc:language>en</dc:language>
<dc:rights>Copyright 2023 Suara Jatim Post. All Rights Reserved.</dc:rights>

<item>
<title>Polisi Tilang dan Sita Kendaraan Bus Ugal&amp;ugalan di Nganjuk</title>
<link>https://suarajatimpost.com/polisi-tilang-dan-sita-kendaraan-bus-ugal-ugalan-di-nganjuk</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/polisi-tilang-dan-sita-kendaraan-bus-ugal-ugalan-di-nganjuk</guid>
<description><![CDATA[ Meski kedua pengemudi sempat sepakat berdamai di lokasi dan tidak ada korban jiwa, Satlantas Polres Nganjuk tetap memproses pelanggaran tersebut karena dinilai membahayakan keselamatan publik. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202606/image_870x580_6a42718774e07.webp" length="18814" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Tue, 30 Jun 2026 07:30:49 +0700</pubDate>
<dc:creator>Kuswanto</dc:creator>
<media:keywords>Aksi ugal-ugalan, bus mira vs sugeng rahayu, viral di medsos, Satlantas Polres Nganjuk, sanksi skorsing dua bulan, Nganjuk</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>NGANJUK, SJP</strong>–Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Nganjuk mengambil langkah terhadap aksi ugal-ugalan pengemudi angkutan umum yang terekam kamera CCTV dan viral di media sosial. </p>
<p>Pihak kepolisian resmi memanggil pengemudi serta manajemen Perusahaan Otobus (PO) Mira dan PO Sugeng Rahayu untuk menjalani pemeriksaan.</p>
<p>Insiden kecelakaan lalu lintas yang melibatkan dua bus antarkota dalam provinsi (AKDP) tersebut terjadi di Jalan Panglima Sudirman, Kelurahan Mangundikaran, Kecamatan/Kabupaten Nganjuk, pada Sabtu (26/6/2026) dini hari sekira pukul 04.00 WIB.</p>
<p>Kecelakaan bermula saat Bus Hino PO Mira bernomor polisi S 7301 US yang dikemudikan oleh Sodikin melaju dari arah barat ke timur. Bus tersebut nekat mengambil jalur yang salah atau melawan arus lalu lintas.</p>
<p>Saat tiba di lokasi kejadian, pengemudi Bus Mira berusaha memotong kembali ke jalur yang semestinya tanpa memperhatikan arus lalu lintas dari arah belakang. Pada saat yang sama, melaju kencang Bus PO Sugeng Rahayu dengan nomor polisi W 7505 UP. Karena jarak terlalu dekat, bagian belakang kiri Bus Mira menghantam bagian depan kanan Bus Sugeng Rahayu.</p>
<p>Meski kedua pengemudi sempat sepakat berdamai di lokasi dan tidak ada korban jiwa, Satlantas Polres Nganjuk tetap memproses pelanggaran tersebut karena dinilai membahayakan keselamatan publik.</p>
<p>"Kami telah memanggil sopir yang bersangkutan beserta perwakilan dari manajemen perusahaan bus di Kantor Satlantas Polres Nganjuk untuk dimintai keterangan dan pertanggungjawaban," ujar Kanit Gakkum Satlantas Polres Nganjuk, Ipda Wahby Irfan Izzudin, saat dikonfirmasi pada Senin (29/6/2026).</p>
<p>Di Kantor Satlantas Polres Nganjuk, polisi melakukan pemeriksaan terhadap pengemudi dan pengurus dari kedua PO bus tersebut. Selain memediasi penyelesaian perkara kecelakaan, petugas menjatuhkan tindakan hukum langsung.</p>
<p>Petugas menjatuhkan sanksi penilangan dan melakukan penyitaan terhadap armada yang terlibat.</p>
<p>Pihak manajemen PO memberikan sanksi tegas berupa skorsing operasional selama dua bulan kepada pengemudi yang bersangkutan.</p>
<p>Selain memberikan sanksi, Satlantas Polres Nganjuk juga mengumpulkan pihak pengurus dan pengemudi di ruang pertemuan untuk memberikan peringatan keras serta edukasi. </p>
<p>Polisi mengimbau agar aksi berbahaya serupa tidak terulang kembali demi terciptanya keamanan dan keselamatan di jalan raya.</p>
<p>Sebelumnya, jagat maya dihebohkan oleh video pendek yang diunggah di platform Facebook "Asli Nganjuk". Video tersebut memperlihatkan tiga unit bus antarkota saling kejar-kejaran dan aksi "ngeblong" dengan kecepatan tinggi di jalur utama Nganjuk.</p>
<p>Dalam rekaman berdurasi singkat itu, armada bus berukuran besar tersebut saling pepet dan enggan mengalah, sehingga memaksa pengguna jalan lain, terutama kendaraan roda dua, untuk menepi hingga ke bahu jalan demi menghindari tabrakan.</p>
<p>Unggahan tersebut langsung diserbu ribuan komentar netizen yang mengecam keras tindakan egois para sopir bus. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Kadisdik Nganjuk Lepas Kontingen O2SN Tingkat Provinsi, Titip Pesan Jaga Fisik di &amp;quot;Kota Angin&amp;quot;</title>
<link>https://suarajatimpost.com/kadisdik-nganjuk-lepas-kontingen-o2sn-tingkat-provinsi-titip-pesan-jaga-fisik-di-kota-angin</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/kadisdik-nganjuk-lepas-kontingen-o2sn-tingkat-provinsi-titip-pesan-jaga-fisik-di-kota-angin</guid>
<description><![CDATA[ Acara pelepasan ini berlangsung khidmat di halaman Kantor Dinas Pendidikan Kabupaten Nganjuk pada Senin (29/6/2026). ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202606/image_870x580_6a4277f4c43bf.webp" length="40948" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 29 Jun 2026 20:54:02 +0700</pubDate>
<dc:creator>Kuswanto</dc:creator>
<media:keywords>Kontingen O2SN, Pelajar Nganjuk, Disdik Nganjuk, pelepasan kontingen, Nganjuk</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>NGANJUK, SJP –</strong> Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Kabupaten Nganjuk secara resmi melepas kontingen pelajar tingkat Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) untuk berlaga dalam ajang Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) tingkat Provinsi Jawa Timur. Acara pelepasan ini berlangsung khidmat di halaman Kantor Dinas Pendidikan Kabupaten Nganjuk pada Senin (29/6/2026).</p>
<p>​Dalam sambutannya, Kadisdik Nganjuk Puguh Harnoto menyampaikan rasa syukur dan bangganya atas kesiapan para atlet muda yang akan membawa nama baik daerah di kancah provinsi. Sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan, para kontingen ini akan mengikuti rangkaian kompetisi yang dijadwalkan berlangsung hingga hari Rabu mendatang.</p>
<p>​"Alhamdulillah, atas izin Allah SWT, hari ini tanggal 29 Juni 2026 kita semua dapat berkumpul untuk melepas anak-anak kita, atlet-atlet terbaik tingkat SD dan SMP, menuju ajang O2SN tingkat Provinsi Jawa Timur," ujar Kadisdik dalam arahannya.</p>
<p>​Puguh Harnoto mengungkapkan rasa bangga yang luar biasa atas capaian para siswa hingga bisa mewakili daerah di tingkat provinsi. Ia menegaskan bahwa perjuangan para atlet muda ini menjadi sumber kebanggaan yang besar bagi banyak pihak.</p>
<p>​"Betapa bangganya orang tua kalian, saudara-saudara kalian, keluarga kalian, apalagi kami. Kami tentunya, para kepala sekolah, para guru, para pembimbing kalian semuanya," ujar Kadisdik di hadapan para peserta. Senin (29/6/2026) </p>
<p>​Mengingat O2SN merupakan ajang kompetisi yang menguras tenaga, Kadisdik memberikan perhatian khusus pada faktor kesehatan dan stamina para peserta. Puguh mengingatkan bahwa karakteristik cuaca di Kabupaten Nganjuk yang dikenal sebagai "Kota Angin" memerlukan adaptasi fisik yang prima dari para atlet dan pendamping.</p>
<p>​"Kondisi Nganjuk ini, sekali lagi saya sampaikan, adalah Kota Angin. Hawanya seperti ini. Karena lomba ini berhubungan langsung dengan fisik, saya minta tolong kepada para siswa, pembina, dan pendamping untuk benar-benar menjaga stamina," tegasnya.</p>
<p>​Di akhir arahannya, Kadisdik berharap seluruh kontingen senantiasa diberikan kesehatan, keselamatan, dan kelancaran selama bertanding. Beliau juga optimis bahwa kerja keras para atlet selama masa persiapan akan membuahkan hasil terbaik dan membawa pulang prestasi yang membanggakan bagi Kabupaten Nganjuk.</p>
<p>Pelepasan kontingen ini ditandai secara simbolis dengan ucapan basmalah oleh Kadisdik, yang langsung disambut dengan tepuk tangan meriah dan penuh optimisme dari seluruh hadirin.</p>
<p>​Acara ini turut dihadiri oleh jajaran pejabat Dinas Pendidikan Kabupaten Nganjuk, para kepala sekolah, guru pendamping, pelatih, serta perwakilan orang tua murid yang terus berkomitmen memberikan dukungan penuh bagi masa depan para atlet muda Nganjuk. <strong>(ADV) </strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Viral! Aksi Gila Sopir Bus Jadikan Jalan Raya di Nganjuk Jadi Sirkuit Balap</title>
<link>https://suarajatimpost.com/viral-aksi-gila-sopir-bus-jadikan-jalan-raya-di-nganjuk-jadi-sirkuit-balap</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/viral-aksi-gila-sopir-bus-jadikan-jalan-raya-di-nganjuk-jadi-sirkuit-balap</guid>
<description><![CDATA[ Sebuah video pendek yang memperlihatkan tiga unit bus antarkota saling kejar-kejaran dengan kecepatan tinggi di jalur utama Nganjuk mendadak viral setelah diunggah di platform media sosial Facebook Asli Nganjuk. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202606/image_870x580_6a40f919b0673.webp" length="18814" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sun, 28 Jun 2026 18:41:03 +0700</pubDate>
<dc:creator>Kuswanto</dc:creator>
<media:keywords>Aksi ugal ugalan, balapan bus, akun Facebook asli nganjuk, hujan komentar, Satlantas Polres Nganjuk, Nganjuk, viral di medsos</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>NGANJUK, SJP</strong> – Jagat maya kembali dihebohkan oleh aksi berbahaya di jalan raya. Sebuah video pendek yang memperlihatkan tiga unit bus antarkota saling kejar-kejaran dengan kecepatan tinggi di jalur utama Nganjuk mendadak viral setelah diunggah di platform media sosial Facebook Asli Nganjuk. </p>
<p>​Dalam video berdurasi singkat tersebut, terlihat jelas ketiga armada bus berukuran besar itu saling pepet dan enggan mengalah satu sama lain. Suara raungan mesin yang dipaksa bekerja keras terdengar jelas saat ketiga a sopir bus bermanuver ekstrem, mencoba saling mendahului di jalur yang cukup padat kendaraan.</p>
<p>​Aksi "ngeblong" dan adu kecepatan ini sontak memicu bahaya nyata bagi pengguna jalan lain, terutama kendaraan roda dua yang terpaksa menepi hingga ke bahu jalan demi menghindari tabrakan.</p>
<p><strong>​Hujan Komentar Netizen</strong></p>
<p>​Tak butuh waktu lama sejak video tersebut dibagikan, kolom komentar langsung diserbu oleh ribuan netizen. Sebagian besar dari mereka mengecam keras tindakan ugal-ugalan para sopir bus yang dinilai egois dan mempertaruhkan nyawa banyak orang demi mengejar setoran atau sekadar gengsi di jalanan.</p>
<p>​Beragam komentar pedas hingga sindiran bernada sarkasme pun membanjiri unggahan tersebut.</p>
<p>​<em>"Keren kagak, bikin nyawa orang melayang iya. Tolong pihak kepolisian dan Dishub segera tertibkan sopir-sopir model begini sebelum jatuh korban jiwa</em>," tulis salah satu netizen dengan nada geram.</p>
<p>​Beberapa netizen lain justru melayangkan komentar bernada sindiran kocak namun menohok.</p>
<p>​"<em>Malaikat maut langsung standby di atap bus, tinggal nunggu waktu aja kalau begini caranya</em>," timpal netizen lainnya.</p>
<p>​"<em>Penumpang di dalam pasti lagi pada komat-kamit baca ayat kursi. Driver-nya berasa lagi main game simulator, padahal ini nyawa beneran</em>," sahut warga net lain di kolom komentar.</p>
<p>​Hingga berita ini diturunkan, video balapan bus di Nganjuk tersebut telah dibagikan ulang ratusan kali dan menuai atensi luas dari masyarakat luas. Publik mendesak pihak Satlantas Polres Nganjuk serta Dinas Perhubungan (Dishub) setempat untuk segera melacak pelat nomor kedua bus tersebut. </p>
<p>Kanit Gakkum Satlantas Polres Nganjuk, Ipda Wahby Irfan Izzudin, saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp mengatakan, pihaknya sudah mendalami aksi kebut Bus di Jalan Panglima Sudirman</p>
<p>"Besok aja mas lebih ditail datanya, sudah kami dalami aksi tersebut," Singkat Kanit Gakum kepada Suarajatimpost. Minggu (28/6/2026) </p>
<p>Netizen meminta agar pihak PO (Perusahaan Otobus) memberikan sanksi tegas berupa pemecatan kepada sopir yang bersangkutan, serta pencabutan izin trayek jika pelanggaran </p>
<p>​Aksi balap bus di jalan raya Jawa Timuran memang kerap menjadi sorotan. Meski sering kali ditertibkan, nyatanya efek jera belum sepenuhnya merata di kalangan para pengemudi bus malam maupun bus bumel.(*) </p>
<p><strong>Editor: Danu</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Binrohtal Hari Bhayangkara di Polres Nganjuk Diisi Tausiyah dan Santunan Anak Yatim</title>
<link>https://suarajatimpost.com/binrohtal-hari-bhayangkara-di-polres-nganjuk-diisi-tausiyah-dan-santunan-anak-yatim</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/binrohtal-hari-bhayangkara-di-polres-nganjuk-diisi-tausiyah-dan-santunan-anak-yatim</guid>
<description><![CDATA[ Kepolisian Resor (Polres) Nganjuk tidak hanya sedang menempa profesionalisme anggotanya, melainkan sedang merajut spiritualitas melalui kegiatan Pembinaan Rohani dan Mental (Binrohtal). ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202606/image_870x580_6a3f906758390.webp" length="27276" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sat, 27 Jun 2026 22:01:57 +0700</pubDate>
<dc:creator>Kuswanto</dc:creator>
<media:keywords>Santun anak yatim, Polres Nganjuk, Hari Bhayangkara ke 80, profesionalisme, penguatan spritual, jajaran anggota polres Nganjuk, Nganjuk</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>NGANJUK, SJP – </strong>Aula suci Masjid Al-Ikhlas Polres Nganjuk mendadak senyap, menyisakan kekhusyukan yang mendalam. Di bawah naungan kubah tempat ibadah tersebut, Kepolisian Resor (Polres) Nganjuk tidak hanya sedang menempa profesionalisme anggotanya, melainkan sedang merajut spiritualitas melalui kegiatan Pembinaan Rohani dan Mental (Binrohtal).</p>
<p>​Berbeda dari biasanya, menyambut Hari Bhayangkara ke-80, agenda penguatan mental spiritual kali ini dirangkai dengan sebuah aksi kemanusiaan yang menyentuh hati saat penyaluran santunan kepada puluhan anak yatim piatu dari berbagai wilayah di Kabupaten Nganjuk, Sabtu (27/6/2026).</p>
<p>Hadir di kegiatan tersebut, Kapolres Nganjuk AKBP Suria Miftah Irawan bersama pejabat utama, anggota Polri, ASN, Bhayangkari Cabang Nganjuk, serta menghadirkan penceramah Kyai M. Robani, Ulama Kamtibmas Polsek Berbek, dengan mengangkat tema Fadilah Menyantuni Anak Yatim Piatu.</p>
<p>Kapolres Nganjuk AKBP Suria Miftah Irawan mengatakan, kegiatan Binrohtal yang disertai santunan kepada anak yatim merupakan bagian dari pembinaan spiritual sekaligus bentuk kepedulian sosial Polri kepada masyarakat. </p>
<p>Menurutnya, semangat Hari Bhayangkara tidak hanya diwujudkan melalui pelaksanaan tugas menjaga keamanan, tetapi juga dengan memperkuat nilai-nilai keimanan, ketakwaan, dan empati terhadap sesama.</p>
<p>"Melalui Binrohtal ini kami ingin memperkuat mental dan spiritual seluruh personel agar semakin profesional, humanis, serta memiliki kepedulian sosial yang tinggi. Santunan kepada anak yatim menjadi pengingat bagi kami bahwa kehadiran Polri harus selalu membawa manfaat dan kebahagiaan bagi masyarakat," ujar AKBP Suria Miftah Irawan.</p>
<p>Dalam tausiyahnya, Kyai M. Robani menyampaikan bahwa menyantuni anak yatim merupakan amalan yang memiliki keutamaan besar dalam ajaran Islam. Ia mengajak seluruh jamaah untuk menjadikan kepedulian terhadap anak yatim sebagai bagian dari kebiasaan hidup, bukan hanya dilakukan pada momen-momen tertentu.</p>
<p>"Anak yatim adalah amanah yang harus kita muliakan. Rasulullah SAW menjanjikan kedekatan di surga bagi orang yang memelihara dan menyayangi anak yatim. Karena itu, mari kita jadikan kepedulian kepada mereka sebagai amal yang terus kita hidupkan dalam kehidupan sehari-hari," tutur Kyai M. Robani.</p>
<p>Suasana kegiatan berlangsung khidmat sejak pembacaan ayat suci Al-Qur'an, tausiyah keagamaan, doa bersama, hingga penyerahan santunan kepada puluhan anak yatim piatu. Kehangatan dan kebersamaan tampak mewarnai kegiatan yang menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Bhayangkara ke-80 di Polres Nganjuk.</p>
<p>Melalui kegiatan tersebut, Polres Nganjuk berharap nilai-nilai keagamaan, kepedulian sosial, dan semangat berbagi terus tumbuh di lingkungan kepolisian sehingga mampu mempererat hubungan harmonis antara Polri dan masyarakat, sekaligus mewujudkan Polri yang Presisi, humanis, dan semakin dicintai masyarakat. <strong>(**)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Sambut Hari Bhayangkara, Polres Nganjuk Bersihkan Lima Tempat Ibadah</title>
<link>https://suarajatimpost.com/sambut-hari-bhayangkara-polres-nganjuk-bersihkan-lima-tempat-ibadah</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/sambut-hari-bhayangkara-polres-nganjuk-bersihkan-lima-tempat-ibadah</guid>
<description><![CDATA[ Menanggalkan kesan formal sejenak, jajaran kepolisian turun langsung ke lapangan untuk menggelar kegiatan bakti sosial dan bakti religi di berbagai fasilitas umum dan tempat ibadah. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202606/image_870x580_6a3f92c9e86f3.webp" length="24228" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sat, 27 Jun 2026 20:03:20 +0700</pubDate>
<dc:creator>Kuswanto</dc:creator>
<media:keywords>Hari Bhayangkara ke 80, Polres Nganjuk, bersih bersih tempat ibadah, fasilitas umum, Nganjuk</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>NGANJUK, SJP - </strong>Peringatan Hari Bhayangkara ke-80 tidak hanya menjadi momentum refleksi internal bagi Korps Bhayangkara, melainkan diwujudkan secara konkret melalui rangkaian aksi nyata yang menyentuh langsung kepentingan masyarakat.</p>
<p>Menanggalkan kesan formal sejenak, jajaran kepolisian turun langsung ke lapangan untuk menggelar kegiatan bakti sosial dan bakti religi di berbagai fasilitas umum dan tempat ibadah.</p>
<p>​Langkah ini menjadi bukti nyata bahwa transformasi Polri yang presisi dan humanis terus bergerak maju, menempatkan pengabdian kepada masyarakat di atas segalanya, Sabtu (27/6/2026).</p>
<p>Salah satu aksi nyata yang menarik perhatian publik adalah kegiatan kerja bakti membersihkan tempat ibadah yang melibatkan sinergi erat antarpersonel di lima lokasi berbeda, yakni Rayon I di Klenteng Hok Yoe Kiong Sukomoro, Rayon II di Masjid LDII Tanjunganom, Rayon III di Gereja ST. Hubertus Kertosono, Rayon IV di Monumen Ngadiboyo Rejoso, dan Rayon V di Pura Kerta Bhuwana Giri Wilis, Kecamatan Loceret. Seluruh personel bergotong royong membersihkan lingkungan tempat ibadah bersama pengurus dan masyarakat setempat.</p>
<p>Kapolres Nganjuk AKBP Suria Miftah Irawan mengatakan bahwa kegiatan Bakti Religi merupakan bagian dari rangkaian peringatan Hari Bhayangkara ke-80 sekaligus bentuk nyata kehadiran Polri dalam merawat keberagaman dan memperkuat persatuan di tengah masyarakat.</p>
<p>"Bakti Religi ini bukan sekadar membersihkan tempat ibadah, tetapi juga menjadi simbol kebersamaan, kepedulian, dan penghormatan terhadap nilai-nilai toleransi. Polri hadir untuk semua golongan, serta terus berkomitmen menjaga kerukunan antarumat beragama sebagai fondasi persatuan bangsa," ujar AKBP Suria Miftah Irawan.</p>
<p>Melalui kegiatan tersebut, Polres Nganjuk ingin menumbuhkan semangat gotong royong sekaligus mempererat hubungan harmonis antara Polri dengan tokoh agama, pengurus tempat ibadah, dan masyarakat. Kehadiran personel di berbagai rumah ibadah diharapkan semakin memperkuat kepercayaan publik terhadap Polri.</p>
<p>Para personel tampak antusias membersihkan halaman, ruang ibadah, saluran air, hingga fasilitas umum di masing-masing lokasi. Kegiatan berlangsung dalam suasana penuh keakraban dengan melibatkan pengurus tempat ibadah dan warga sekitar yang turut bergotong royong.</p>
<p>Pengurus tempat ibadah di masing-masing rayon menyampaikan apresiasi atas kepedulian Polres Nganjuk dan jajaran Polsek yang telah menjadikan momentum Hari Bhayangkara sebagai sarana mempererat persaudaraan lintas agama serta memperkuat nilai-nilai kebhinekaan di Kabupaten Nganjuk.</p>
<p>Melalui Bakti Religi ini, Polres Nganjuk berharap semangat Hari Bhayangkara ke-80 tidak hanya menjadi peringatan seremonial, tetapi juga diwujudkan melalui aksi nyata yang memberikan manfaat bagi masyarakat serta memperkokoh persatuan, toleransi, dan kerukunan antarumat beragama di Kabupaten Nganjuk. <strong>(**)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Ratusan Penyandang Disabilitas di Nganjuk Terima Bantuan Sosial dari Polisi</title>
<link>https://suarajatimpost.com/ratusan-penyandang-disabilitas-di-nganjuk-terima-bantuan-sosial-dari-polisi</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/ratusan-penyandang-disabilitas-di-nganjuk-terima-bantuan-sosial-dari-polisi</guid>
<description><![CDATA[ Sebagai bentuk nyata kepedulian sosial, Polres Nganjuk menggelar kegiatan penyaluran bantuan sosial saat menyambut Hari Bhayangkara ke-80 Tahun 2026 yang ditujukan kepada warga yang membutuhkan, Sabtu (27/6/2026). ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202606/image_870x580_6a3f8dad1dccb.webp" length="22704" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sat, 27 Jun 2026 18:01:00 +0700</pubDate>
<dc:creator>Kuswanto</dc:creator>
<media:keywords>Baksos, Hari bhayangkara ke 80, Polres Nganjuk, siswa SLB, Nganjuk</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>NGANJUK, SJP – </strong>Kepolisian Resor (Polres) Nganjuk terus menunjukkan komitmennya dalam menghadirkan Polri yang humanis dan dekat dengan masyarakat.</p>
<p>Sebagai bentuk nyata kepedulian sosial, Polres Nganjuk menggelar kegiatan penyaluran bantuan sosial saat menyambut Hari Bhayangkara ke-80 tahun 2026 yang ditujukan kepada warga yang membutuhkan, Sabtu (27/6/2026).</p>
<p>Bantuan diserahkan secara langsung oleh Kapolres Nganjuk AKBP Suria Miftah Irawan bersama Ketua Bhayangkari Cabang Nganjuk Ny. Raisha Suria Miftah di Aula Tantya Sudhirajati Polres Nganjuk.</p>
<p>Kegiatan bakti sosial tersebut menjadi salah satu bentuk kepedulian Polres Nganjuk kepada masyarakat sekaligus memeriahkan peringatan Hari Bhayangkara ke-80. Ratusan penyandang disabilitas dari Paguyuban Disabilitas Nganjuk dan para siswa SLB menerima bantuan dengan penuh antusias dalam suasana hangat dan penuh kebersamaan.</p>
<p>Ditemui usai kegiatan, Kapolres Nganjuk AKBP Suria Miftah Irawan mengatakan, Hari Bhayangkara menjadi momentum untuk memperkuat nilai-nilai kemanusiaan melalui aksi nyata yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.</p>
<p>"Polri hadir untuk seluruh lapisan masyarakat tanpa terkecuali. Kami berharap bantuan ini dapat memberikan manfaat sekaligus menjadi wujud kepedulian kami kepada saudara-saudara penyandang disabilitas. Semoga semangat kebersamaan ini terus terjalin dalam menciptakan lingkungan yang inklusif dan saling mendukung," ujar AKBP Suria Miftah Irawan.</p>
<p>Ketua Bhayangkari Cabang Nganjuk Ny. Raisha Suria Miftah menyampaikan, Bhayangkari akan terus mendukung kegiatan sosial yang memberikan manfaat bagi kelompok masyarakat yang membutuhkan perhatian lebih.</p>
<p>"Kami berharap bantuan ini dapat menjadi penyemangat bagi adik-adik di SLB maupun seluruh anggota Paguyuban Disabilitas Nganjuk. Semoga mereka terus bersemangat dalam belajar, berkarya, dan meraih cita-cita, karena setiap orang memiliki kesempatan yang sama untuk berkembang dan berprestasi," tutur Ny. Raisha Suria Miftah.</p>
<p>Sementara itu, perwakilan Paguyuban Disabilitas Nganjuk menyampaikan apresiasi atas kepedulian Polres Nganjuk dan Bhayangkari yang telah memberikan perhatian kepada para penyandang disabilitas melalui kegiatan bakti sosial tersebut.</p>
<p>"Kami mengucapkan terima kasih kepada Bapak Kapolres beserta Ibu Ketua Bhayangkari atas perhatian dan bantuan yang diberikan. Kepedulian seperti ini menjadi penyemangat bagi kami untuk terus berkarya dan berkontribusi di tengah masyarakat," ungkapnya.</p>
<p>Melalui kegiatan tersebut, Polres Nganjuk berharap peringatan Hari Bhayangkara ke-80 semakin mempererat hubungan antara Polri dan masyarakat, sekaligus meneguhkan komitmen untuk terus menghadirkan pelayanan yang humanis, inklusif, dan bermanfaat bagi seluruh warga Kabupaten Nganjuk.<strong>(**)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Dorong Pertumbuhan Ekonomi, DPMPTSP Nganjuk Gelar Forum Konsultasi Publik Perizinan Konstruksi</title>
<link>https://suarajatimpost.com/dorong-pertumbuhan-ekonomi-dpmptsp-nganjuk-gelar-forum-konsultasi-publik-perizinan-konstruksi</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/dorong-pertumbuhan-ekonomi-dpmptsp-nganjuk-gelar-forum-konsultasi-publik-perizinan-konstruksi</guid>
<description><![CDATA[ Guna memastikan pembahasan berjalan komprehensif dan melibatkan multidimensi kebijakan, DPMPTSP Nganjuk mengundang berbagai unsur penting di lingkungan pemerintah daerah maupun organisasi kemitraan. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202606/image_870x580_6a3e33a808f02.webp" length="52560" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Fri, 26 Jun 2026 15:30:14 +0700</pubDate>
<dc:creator>Kuswanto</dc:creator>
<media:keywords>Forum Konsultasi Publik, FKP, optimalisasi dan peningkatan kualitas pelayanan publik, sektor perizinan berusaha, stakeholders, DPMSTP, bidang jasa konstruksi, Nganjuk</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>NGANJUK, SJP</strong>–Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Nganjuk terus berkomitmen untuk mendorong pertumbuhan ekonomi daerah, salah satunya melalui optimalisasi dan peningkatan kualitas pelayanan publik di sektor perizinan berusaha. Langkah strategis ini diwujudkan oleh Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Nganjuk dengan menggelar Forum Konsultasi Publik (FKP) yang berfokus pada Perizinan Berusaha Berbasis Risiko untuk Sektor Konstruksi.</p>
<p></p>
<p>Acara yang berlangsung pada Jumat (26/6/2026), mulai pukul 08.00 WIB tersebut bertempat di Ruang Rapat Mal Pelayanan Publik (MPP) Nyawiji, Jalan Brantas, Werungotok, Nganjuk. Forum ini diinisiasi secara khusus guna menyelaraskan pemahaman bersama, sekaligus menjadi wadah bagi pemerintah daerah untuk menjaring aspirasi, saran, serta masukan konstruktif dari seluruh pemangku kepentingan (stakeholders) terkait.</p>
<p></p>
<p>Kepala Dinas DPMPTSP Kabupaten Nganjuk, Drs. Nugroho, menyampaikan bahwa penyelenggaraan perizinan berusaha berbasis risiko menuntut adanya kesamaan pandangan antara regulator, pelaksana teknis, dan para pelaku usaha, khususnya di bidang jasa konstruksi yang memiliki dinamika serta tingkat risiko tersendiri.</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202606/image_870x_6a3e39ff2045d.webp" alt=""></p>
<p>"Forum Konsultasi Publik ini kami laksanakan dalam rangka meningkatkan kualitas pelayanan publik serta menjaring aspirasi dan masukan dari seluruh stakeholders terkait. Kami berharap melalui kegiatan ini, proses penyelenggaraan perizinan berusaha sektor konstruksi di Kabupaten Nganjuk dapat berjalan lebih transparan, akuntabel, dan responsif terhadap kebutuhan perkembangan daerah," jelas Drs. Nugroho dalam keterangannya.</p>
<p></p>
<p>Guna memastikan pembahasan berjalan komprehensif dan melibatkan multidimensi kebijakan, DPMPTSP Nganjuk mengundang berbagai unsur penting di lingkungan pemerintah daerah maupun organisasi kemitraan. Hadir di antaranya perwakilan dari Bappeda, Komisi IV DPRD, Dinas PUPR, Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman dan Pertanahan, Dinas Pendidikan, Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Kesehatan, Satuan Polisi Pamong Praja, serta Dinas Perhubungan Kabupaten Nganjuk.</p>
<p></p>
<p>Selain instansi dinas teknis pemerintahan, forum ini juga memperluas cakupan pelibatannya dengan merangkul civitas akademika seperti Rektor Universitas PGRI Mpu Sindok (UPMS), dunia usaha melalui Ketua Asosiasi Jasa Konstruksi Kabupaten Nganjuk, para konsultan, tokoh masyarakat, hingga perwakilan media sosial guna memastikan keterbukaan informasi kepada publik secara luas.</p>
<p></p>
<p>Dalam forum tersebut dibahas mengenai Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 28 Tahun 2025 yang diundangkan sejak 5 Juni 2025 dan mulai diimplementasikan penuh pada 5 Oktober 2025. Melalui aturan ini, kewenangan penerbitan izin usaha jasa konstruksi kini resmi dialihkan dari pemerintah pusat ke pemerintah daerah, yakni Pemkab Nganjuk. Langkah ini diambil untuk memangkas birokrasi dan mempercepat gerak roda pembangunan di tingkat regional. PP 28/2025 ini sekaligus menggantikan dan mencabut aturan lama, yaitu PP Nomor 5 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Perizinan Berusaha Berbasis Risiko.</p>
<p></p>
<p>Berdasarkan Lampiran 1 PP 28/2025, sektor jasa konstruksi kini dikategorikan ke dalam tingkat risiko Menengah Tinggi (MT). Akibat perubahan status risiko ini, setiap pelaku usaha diwajibkan mengantongi dua jenis dokumen perizinan utama, yaitu Nomor Induk Berusaha (NIB) dan Sertifikat Standar (SS) yang Terverifikasi.</p>
<p></p>
<p>Proses penerbitan Sertifikat Standar tersebut melibatkan kolaborasi intensif di daerah. Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Nganjuk bertindak sebagai tim verifikator, sementara DPMPTSP Kabupaten Nganjuk bertindak sebagai pihak yang memvalidasi dan menerbitkan izin. Seluruh proses ini berjalan melalui sistem Online Single Submission Risk-Based Approach (OSS RBA) dengan target waktu penyelesaian (Service Level Agreement/SLA) maksimal 15 hari kerja.</p>
<p></p>
<p>Meski izin usaha diterbitkan oleh daerah, pemerintah tetap memberlakukan syarat mutlak yang ketat, yaitu kepemilikan Sertifikat Badan Usaha (SBU) Jasa Konstruksi. Berbeda dengan izin usaha, pengurusan SBU tetap berada di bawah kewenangan pusat. SBU ini diterbitkan oleh Lembaga Sertifikasi Badan Usaha (LSBU) yang telah terakreditasi oleh Lembaga Pengembangan Jasa Konstruksi (LPJK) di bawah Kementerian PUPR. Proses pengajuannya dilakukan di luar sistem OSS, yakni melalui portal resmi Kementerian PUPR dengan masa berlaku sertifikat selama 3 tahun.</p>
<p></p>
<p>Terpisah, Direktur LSBU, I Wayan Sujaya, yang hadir sebagai narasumber menjelaskan bahwa integrasi antara dokumen pusat dan daerah ini menjadi pelindung kualitas proyek di Indonesia.</p>
<p></p>
<p>"SBU adalah bukti legalitas kompetensi sebuah badan usaha. Dengan aturan baru ini, validasi di tingkat daerah akan semakin memperketat ruang gerak kontraktor nakal, sekaligus mempermudah pelaku usaha yang taat aturan untuk berkembang," ujar I Wayan Sujaya.</p>
<p></p>
<p>Ia juga mengingatkan bahwa mengantongi perizinan yang valid ini merupakan syarat wajib untuk mengikuti tender, khususnya pada proyek-proyek strategis milik pemerintah.</p>
<p></p>
<p>Bagi para pelaku usaha yang ingin mengajukan izin usaha jasa konstruksi, berikut adalah 4 tahapan ringkas yang harus dilalui:</p>
<p></p>
<p>1. Pendaftaran: Pelaku usaha mendaftarkan perizinan usahanya di sektor jasa konstruksi melalui Aplikasi OSS RBA.</p>
<p>2. Unggah Dokumen: Pelaku usaha wajib mengunggah dokumen persyaratan berupa SBU Jasa Konstruksi beserta nomor resminya.</p>
<p>3. Verifikasi Teknis: Dinas PUPR Kabupaten setempat akan memeriksa dan memverifikasi keaslian SBU yang telah diunggah.</p>
<p>4. Validasi dan Penerbitan: Setelah dinyatakan valid oleh Dinas PUPR, dokumen dikirim kembali melalui sistem OSS RBA ke DPMPTSP Kabupaten untuk divalidasi hingga izin usaha jasa konstruksi resmi terbit.</p>
<p></p>
<p>Perubahan aturan ini diprediksi akan langsung berdampak pada masifnya pengajuan izin di sejumlah Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI) yang selama ini menjadi primadona dalam proyek pembangunan nasional, antara lain:</p>
<p></p>
<p>Sektor Gedung Fasilitas Publik: Konstruksi Gedung Kesehatan (KBLI 41015), Konstruksi Gedung Pendidikan (KBLI 41016), Konstruksi Gedung Tempat Hiburan dan Olahraga (KBLI 41018), serta Konstruksi Gedung Lainnya (KBLI 41019).</p>
<p>Sektor Infrastruktur &amp; Sipil: Bangunan sipil jembatan, jalan layang, dan underpass (KBLI 42102).</p>
<p>Sektor Pengairan dan Lingkungan: Konstruksi jaringan irigasi dan drainase (KBLI 42201), Konstruksi bangunan sipil pengolahan air bersih (KBLI 42202), serta Konstruksi bangunan prasarana dan sarana sistem pengolahan limbah padat, cair, dan gas (KBLI 42203).</p>
<p></p>
<p>"Dengan implementasi penuh PP 28/2025 ini, pemerintah berharap iklim investasi di sektor konstruksi daerah menjadi lebih transparan, akuntabel, dan terukur demi menopang akselerasi infrastruktur nasional," terang Direktur LSBU kepada Suarajatimpost.com, Jumat (26/6/2026).</p>
<p></p>
<p>Dengan diselenggarakannya Forum Konsultasi Publik ini, Pemkab Nganjuk berharap sinergi lintas sektor dapat semakin kokoh, sehingga mampu menciptakan iklim investasi dan usaha di sektor konstruksi yang kondusif, aman, serta berkontribusi nyata bagi akselerasi pembangunan infrastruktur di wilayah Kabupaten Nganjuk.<strong> (ADV)</strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Tingkatkan Kualitas Pelayanan Publik, Dinas PUPR Nganjuk Gelar Forum Konsultasi Publik dan Review RTRW</title>
<link>https://suarajatimpost.com/tingkatkan-kualitas-pelayanan-publik-dinas-pupr-nganjuk-gelar-forum-konsultasi-publik-dan-review-rtrw-33508</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/tingkatkan-kualitas-pelayanan-publik-dinas-pupr-nganjuk-gelar-forum-konsultasi-publik-dan-review-rtrw-33508</guid>
<description><![CDATA[ Bertempat di Aula Rapat Dinas PU dan Penataan Ruang Kabupaten Nganjuk, sebuah agenda penting diselenggarakan pada Kamis, (25/62026). Pagi pukul 09.00 WIB hingga selesai ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202606/image_870x580_6a3d18a1a400d.webp" length="44920" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 25 Jun 2026 20:30:19 +0700</pubDate>
<dc:creator>Kuswanto</dc:creator>
<media:keywords>Konsultasi pelayanan publik, forum konsultasi pelayanan publik, Dinas PUPR, Komisi III, Review RTRW, Nganjuk</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>NGANJUK, SJP – </strong>Pemerintah Kabupaten Nganjuk melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) mengambil langkah strategis guna mendongkrak mutu pelayanan kepada masyarakat serta mematangkan rencana tata ruang wilayah.</p>
<p>Bertempat di Aula Rapat Dinas PU dan Penataan Ruang Kabupaten Nganjuk, sebuah agenda penting diselenggarakan pada Kamis, (25/6/2026). Pagi pukul 09.00 WIB hingga selesai</p>
<p>​Kegiatan ini dilaksanakan sebagai tindak lanjut atas instruksi Sekretaris Daerah Kabupaten Nganjuk nomor 000.8.3.4/1915/411.000/2026 tertanggal 18 Juni 2026 mengenai pelaksanaan Forum Konsultasi Publik (FKP) Mandiri pada Perangkat Daerah.</p>
<p>​Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Nganjuk, Onny Supriyono, dalam surat resminya menjelaska, forum ini memegang peranan krusial sebagai wadah penyerapan aspirasi.</p>
<p>​"Kegiatan ini merupakan salah satu upaya nyata pemerintah untuk memperoleh saran, masukan langsung dari masyarakat terhadap penyelenggaraan pelayanan publik, serta guna meningkatkan kualitas pelayanan publik itu sendiri," ungkapnya.</p>
<p>Sementara, Kabid Tata Ruang Dinas PUPR Kabupaten Nganjuk, Doni Cahyo Utomo menegaskan bahwa tahapan peninjauan kembali (review) Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) ini tidak boleh dilakukan secara sepihak. Diperlukan sinergi dan keselarasan pandangan dari seluruh pemangku kepentingan agar kebijakan tata ruang yang dilahirkan nantinya benar-benar berpihak pada pertumbuhan ekonomi daerah sekaligus kelestarian lingkungan.</p>
<p>"Melalui Konsultasi Publik kedua ini, Dinas PUPR berharap seluruh dokumen rencana tata ruang dapat disempurnakan dengan mengakomodasi aspirasi riil dari lapangan, sebelum nantinya melangkah ke tahapan legalisasi hukum yang lebih tinggi," ucap Doni kepada Suarajatimpost, Kamis (25/6/2026).</p>
<p>Acara strategis ini turut dihadiri oleh anggota Komisi 3 DPRD Kabupaten Nganjuk, Drs. H. Gondo Hariono, M.Si. ​Kehadiran unsur legislatif ini menegaskan fungsi pengawasan serta dukungan penuh DPRD terhadap transparansi tata ruang dan peningkatan mutu pelayanan publik di Kabupaten Nganjuk.</p>
<p>​Dalam kesempatan tersebut, Drs. H. Gondo Hariono menyampaikan sejumlah pesan krusial terkait arah pembangunan infrastruktur dan pemanfaatan ruang di daerah. Beliau menekankan pentingnya akomodasi kepentingan masyarakat kecil dalam setiap kebijakan makro yang dirancang oleh eksekutif.</p>
<p>​"Forum Konsultasi Publik seperti ini bukan sekadar pemenuhan tahapan administrasi, melainkan ruang bagi kita untuk mendengar apa yang menjadi kebutuhan riil di lapangan. Penataan ruang dan pembangunan infrastruktur di Nganjuk harus berbasis pada kesejahteraan rakyat dan pemerataan ekonomi," tegas Gondo Hariono dalam arahannya.</p>
<p>​Ia juga menambahkan bahwa Komisi 3 DPRD Nganjuk akan terus mengawal hasil dari forum ini agar draf revisi Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) yang tengah digodok benar-benar visioner, responsif terhadap iklim investasi, namun tetap menjaga kelestarian lingkungan serta lahan produktif pertanian.</p>
<p>​Sinergi yang kuat antara Dinas PUPR selaku pelaksana teknis dan Komisi 3 DPRD sebagai representasi masyarakat diharapkan mampu melahirkan regulasi tata ruang yang matang dan berdaya guna tinggi bagi kemajuan Kabupaten Nganjuk ke depan.</p>
<p>​Kegiatan diakhiri dengan sesi foto bersama sebagai bentuk komitmen solid dari seluruh peserta forum untuk bersama-sama mengawal pembangunan Kabupaten Nganjuk yang lebih maju dan terstruktur di masa depan. <strong>(ADV) </strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Meski Ada Palmera, Pengeroyokan Brutal di Nganjuk Tetap Terjadi, Ini Penjelasan Polisi</title>
<link>https://suarajatimpost.com/meski-ada-palmera-pengeroyokan-brutal-di-nganjuk-tetap-terjadi-ini-penjelasan-polisi</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/meski-ada-palmera-pengeroyokan-brutal-di-nganjuk-tetap-terjadi-ini-penjelasan-polisi</guid>
<description><![CDATA[ Polres Nganjuk menjelaskan penyebab pengeroyokan maut yang menewaskan satu orang meski program Palmera telah berjalan. Polisi mengungkap pelaku memanfaatkan celah pengamanan dini hari dan kini memburu pelaku lain yang terlibat. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202606/image_870x580_6a3d0653073e1.webp" length="63470" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 25 Jun 2026 19:00:10 +0700</pubDate>
<dc:creator>Kuswanto</dc:creator>
<media:keywords>Konfrensi Pers, pengeroyokan, Pameran, Kamtibmas, Polres Nganjuk, Nganjuk</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>NGANJUK, SJP –</strong> Kasus pengeroyokan brutal yang mengakibatkan seorang korban meninggal dunia di wilayah hukum Polres Nganjuk menuai pertanyaan dari publik. Pasalnya, Polres Nganjuk sebelumnya telah membentuk program Palmera (Pendekar Anjuk Ladang Melindungi Rakyat) sebuah paguyuban yang dirancang khusus untuk meredam gesekan dan menjaga kerukunan antar-kelompok pemuda di Nganjuk.</p>
<p>​Menanggapi mengapa insiden berdarah ini masih bisa kebobolan, Wakapolres Nganjuk Kompol Didid Wahyu Agustyawan dalam konferensi persnya memberikan penjelasan mendalam terkait situasi di lapangan saat malam kejadian.</p>
<p>Kompol Didid menegaskan, esensi dari pembentukan paguyuban atau upaya preventif lainnya adalah untuk membangun kesadaran bersama. Pemeliharaan Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Harkamtibmas) tidak bisa dibebankan kepada aparat kepolisian semata, melainkan menjadi kewajiban seluruh elemen masyarakat Nganjuk.</p>
<p>​"Pada dasarnya, Harkamtibmas adalah kewajiban kita bersama untuk menjaga. Kewajiban kita untuk menjaga Harkamtibmas seluruh masyarakat Nganjuk," ujar Wakapolres Nganjuk. Kamis (25/6/2026) </p>
<p>Wakapolres mengklarifikasi bahwa pihak kepolisian sama sekali tidak mengendurkan pengamanan. Pada malam terjadinya peristiwa tersebut, Polres Nganjuk telah menerjunkan dan melibatkan seluruh personel untuk melakukan penjagaan di berbagai titik. ​Namun, para pelaku memanfaatkan situasi kritis selepas tengah malam di mana aktivitas masyarakat mulai lengang dan pengawasan memiliki celah alami.</p>
<p>Wakapolres mengakui bahwa karakteristik waktu dini hari tersebut memberikan ruang bagi para pelaku untuk bergerak di luar jangkauan titik pantau petugas. Para pelaku memanfaatkan celah-celah jalanan yang luput dari pengamanan ketat untuk melancarkan aksi spontan mereka.</p>
<p>Menyikapi celah yang dimanfaatkan oleh kelompok pemuda tersebut, Polres Nganjuk akan melakukan evaluasi terhadap pola patroli lapangan. Selain itu, kepolisian meminta komitmen dari para orang tua untuk mendukung gerakan Palmera ini dari lingkungan terkecil, yaitu keluarga.</p>
<p>​"Orang kami minta memperketat pengawasan agar anak-anak mereka sudah berada di rumah sebelum pukul 22.00 WIB guna meminimalisasi risiko gesekan di jalanan pada jam-jam rawan," ujarnya.</p>
<p>Terpisah, Kasatreskrim Polres Nganjuk AKP Sukaca ​mengatakan, pihaknya terus melakukan pengembangan di lapangan. Petugas tengah memburu orang-orang lain yang diduga kuat turut serta atau terlibat dalam aksi pengeroyokan tersebut. Seluruh tersangka yang sejauh ini telah diamankan dipastikan merupakan warga Kabupaten Nganjuk yang berasal dari beberapa desa berbeda.</p>
<p>​Berdasarkan hasil pemeriksaan terhadap para tersangka, kata Sukaca, peristiwa tersebut bermula saat kelompok pelaku sedang berkumpul di suatu tempat pada malam hari. Berdasarkan keterangan awal, aksi kekerasan ini dipicu oleh rasa terganggu.</p>
<p>​Para tersangka merasa terusik ketika ada sekelompok orang lain yang melintas di dekat mereka menggunakan sepeda motor secara ugal-ugalan sembari menyalakan kembang api. Terprovokasi oleh aksi tersebut, para pelaku kemudian melakukan penyerangan.</p>
<p>Sukaca mengklarifikasi bahwa para pelaku tidak menyiapkan senjata tajam maupun alat pemukul khusus seperti tongkat dari rumah. Alat-alat yang digunakan dalam aksi kekerasan tersebut ditemukan spontan di Tempat Kejadian Perkara (TKP). Petugas telah mengamankan sejumlah barang bukti, di antaranya, ​batu bata yang digunakan untuk melempar dan memukul salah satunya ​beberapa sabuk (ikat pinggang).</p>
<p>​Sementara itu, terkait bukti digital, pihak kepolisian saat ini masih melakukan analisis mendalam terhadap rekaman CCTV di sekitar lokasi. Rekaman tersebut juga telah ditunjukkan kepada para pelaku anak yang sudah diamankan. </p>
<p>"Kami berupaya, dari hasil analisis CCTV ini akan memperkuat petunjuk untuk menjaring terduga pelaku lainnya yang belum tertangkap. Adapun untuk korban lain yang selamat, saat ini diketahui masih menjalani perawatan intensif di rumah sakit," kata AKP Sukaca. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Bantai Korban hingga Tewas, 14 Terduga Pelaku Pengeroyokan di Nganjuk Diringkus Polisi</title>
<link>https://suarajatimpost.com/bantai-korban-hingga-tewas-14-terduga-pelaku-pengeroyokan-di-nganjuk-diringkus-polisi</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/bantai-korban-hingga-tewas-14-terduga-pelaku-pengeroyokan-di-nganjuk-diringkus-polisi</guid>
<description><![CDATA[ Satreskrim Polres Nganjuk bersama Polsek Loceret berhasil mengamankan para terduga pelaku yang diduga terlibat dalam aksi kekerasan secara bersama-sama terhadap rombongan korban, Kamis (25/6/2026). ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202606/image_870x580_6a3d0060ca165.webp" length="36372" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 25 Jun 2026 17:30:07 +0700</pubDate>
<dc:creator>Kuswanto</dc:creator>
<media:keywords>Pengeroyokan, rombongan pesilat, korban meninggal dunia, pelaku pengeroyokan diamankan, belasan pelaku pengeroyokan, Polres Nganjuk, Nganjuk</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>NGANJUK, SJP - </strong>Polres Nganjuk mengungkap kasus tindak pidana pengeroyokan yang mengakibatkan satu orang meninggal dunia di Jalan Merapi, Desa Sukorejo, Kecamatan Loceret, Kabupaten Nganjuk.</p>
<p>Dalam waktu 5 jam setelah kejadian, Satreskrim Polres Nganjuk bersama Polsek Loceret berhasil mengamankan para terduga pelaku yang diduga terlibat dalam aksi kekerasan secara bersama-sama terhadap rombongan korban, Kamis (25/6/2026).</p>
<p>Wakapolres Nganjuk, Kompol Didid Wahyu Agustyawan dalam konferensi persnya bersama awak media menjelaskan, peristiwa pengeroyokan itu terjadi pada Rabu dini hari, 24 Juni 2026 sekitar pukul 02.00 WIB di Jalan Umum Desa Sukorejo, Kecamatan Loceret. </p>
<p>Kejadian itu bermula saat rombongan korban yang mengendarai tiga sepeda motor melintas di Jalan Merapi Desa Sukorejo dari arah timur ke barat. Sesampainya di depan SDN Sukorejo, rombongan korban dihadang sekelompok pemuda.</p>
<p>​“Korban kemudian dilempari batu hingga terjatuh, lalu dikeroyok secara bersama-sama. Dalam kejadian itu beberapa korban mengalami luka-luka, sedangkan satu korban berinisial MK meninggal dunia akibat luka berat pada bagian kepala. Selain itu, dua unit sepeda motor milik korban juga mengalami kerusakan akibat dirusak oleh para pelaku,” terang Kompol Didid.</p>
<p>Setelah menerima laporan, kata Didid, petugas langsung bergerak melakukan penyelidikan, memeriksa para saksi, mengumpulkan barang bukti, dan dalam waktu 5 jam berhasil mengamankan sejumlah terduga pelaku.</p>
<p>“Benar, Satreskrim Polres Nganjuk bersama Polsek Loceret telah menangani dan mengungkap peristiwa pengeroyokan yang terjadi di wilayah Kecamatan Loceret. Hanya butuh waktu 5 jam setelah kejadian, petugas berhasil mengamankan sejumlah terduga pelaku yang diduga terlibat langsung dalam aksi kekerasan tersebut. Kasus ini kami tangani secara serius karena mengakibatkan korban luka-luka dan satu korban meninggal dunia,” ujar Kompol Didid</p>
<p>Wakapolres menegaskan, seluruh pihak yang terlibat akan diproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku, termasuk terhadap pelaku yang masih berstatus anak dengan tetap memperhatikan mekanisme peradilan anak.</p>
<p>Dari hasil penyelidikan, polisi menetapkan tiga pelaku utama masing-masing FS (17), warga Kecamatan Nganjuk, MR (15), warga Kecamatan Loceret, dan FI (14), warga Kecamatan Loceret. Ketiganya diduga berperan aktif melempari korban dengan batu hingga menyebabkan korban mengalami luka serius.</p>
<p>Selain itu, polisi juga menetapkan sembilan pelaku anak, yakni AR (17), warga Kecamatan Loceret, AF (17), warga Kecamatan Loceret, AY (16), warga Kecamatan Loceret, OB (15), warga Kecamatan Loceret, RA (15), warga Kecamatan Nganjuk, RS (15), warga Kecamatan Loceret, AT (16), warga Kecamatan Loceret, FK (15), warga Kecamatan Loceret, dan NF (16), warga Kecamatan Loceret.</p>
<p>Untuk pelaku dewasa dalam berkas perkara terpisah, polisi juga mencatat FP (18), warga Kecamatan Loceret, serta MS (20), warga Kecamatan Berbek.</p>
<p>Dalam perkara tersebut, polisi mengamankan sejumlah barang bukti berupa dua unit sepeda motor Honda Vario, batu bata merah, pecahan batu cor, serta hasil <em>Visum et Repertum</em> dari RS Bhayangkara Nganjuk.</p>
<p>Didid menegaskan, keberhasilan mengamankan para terduga pelaku dalam waktu singkat merupakan bentuk keseriusan Polres Nganjuk dalam merespons cepat setiap tindak pidana yang meresahkan masyarakat, khususnya yang menimbulkan korban jiwa.</p>
<p>“Kami pastikan proses hukum berjalan profesional, transparan, dan tuntas. Kami juga mengimbau masyarakat, khususnya para orang tua, agar meningkatkan pengawasan terhadap aktivitas anak-anak di luar rumah pada malam hari agar kejadian serupa tidak terulang,” tegas Kompol Didid.<strong> (*) </strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Pemkab Nganjuk Gandeng 16 Provider Rapikan Kabel Optik Semrawut</title>
<link>https://suarajatimpost.com/pemkab-nganjuk-gandeng-16-provider-rapikan-kabel-optik-semrawut</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/pemkab-nganjuk-gandeng-16-provider-rapikan-kabel-optik-semrawut</guid>
<description><![CDATA[ Kominfo menjadwalkan agenda koordinasi dan evaluasi rutin setiap hari Senin, sementara eksekusi atau aksi nyata di lapangan akan serentak dilaksanakan setiap hari Kamis. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202606/image_870x580_6a3cab66e0d10.webp" length="70746" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 25 Jun 2026 10:53:57 +0700</pubDate>
<dc:creator>Kuswanto</dc:creator>
<media:keywords>Apel bersama, Dinas Kominfo, 16 provider, OPD, penanganan kabel optik, Nganjuk</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>NGANJUK, SJP</strong> — Guna mewujudkan tata kelola kota yang bersih, rapi, dan indah, Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kabupaten Nganjuk bergerak cepat menata jaringan kabel optik. </p>
<p></p>
<p>Langkah ini diawali dengan apel kesiapan dan pengarahan langsung oleh Kepala Dinas Kominfo (Kadis Kominfo) Kabupaten Nganjuk kepada tim gabungan, sebelum melakukan inspeksi mendadak (sidak) dan perapian kabel di sejumlah ruas jalan protokol.</p>
<p></p>
<p>Apel kesiapan yang digelar di halaman kantor Dinas Kominfo ini melibatkan jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait. Mulai dari Dinas Perhubungan, Satpol PP, Dinas PUPR, Bagian Pemerintahan, hingga Dinas Perizinan. Tak hanya instansi pemerintah, agenda ini juga dihadiri oleh perwakilan dari 16 Provider atau Penyelenggara Jasa Telekomunikasi (SP) yang beroperasi di wilayah Nganjuk.</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202606/image_870x_6a3cabfc52005.webp" alt=""></p>
<p>Dalam arahannya, Kadis Kominfo Nganjuk, Subani, menekankan pentingnya kolaborasi dan sinergi antara pemerintah daerah dengan pihak swasta dalam menjaga estetika kota. Program penataan ini akan menyasar kawasan perkotaan terlebih dahulu sebagai langkah awal, sebelum nantinya merambah ke seluruh kecamatan di Kabupaten Nganjuk secara bertahap.</p>
<p></p>
<p>"Tujuan kita bersama adalah mewujudkan Nganjuk yang bersih dan indah. Oleh karena itu, kita jadwalkan koordinasi dan evaluasi rutin setiap hari Senin, dan aksi nyata penataan di lapangan setiap hari Kamis," tegas Subani di hadapan para peserta apel, Kamis (25/6/2026).</p>
<p></p>
<p>Aq</p>
<p></p>
<p>"Terima kasih kepada teman-teman dari 16 SP yang sudah punya greget untuk hadir. Yang tidak hadir ada 3, nanti akan kita koordinasikan lagi biar semuanya bisa hadir. Kita ingin semuanya memiliki rasa memiliki. Pemerintah dan pihak swasta harus kuat kalau kita selalu bersama-sama," ungkap Subani.</p>
<p></p>
<p>Untuk memastikan program ini berjalan efektif, Dinas Kominfo telah menyiapkan jurus taktis penataan yang akan berjalan secara konsisten dan bertahap. Kominfo menjadwalkan agenda koordinasi dan evaluasi rutin setiap hari Senin, sementara eksekusi atau aksi nyata di lapangan akan serentak dilaksanakan setiap hari Kamis.</p>
<p></p>
<p>"Prinsipnya kita akan lakukan koordinasi dan kolaborasi berkala. Setiap hari Senin kita evaluasi, dan hari Kamis kita langsung action di lapangan," jelas Subani.</p>
<p></p>
<p>Sebagai langkah awal, fokus penataan kali ini dimulai dari sepanjang Jalan Yos Sudarso hingga kawasan Perempatan Cangkringan. Kawasan tersebut dipilih karena merupakan salah satu titik padat arus lalu lintas sekaligus jalur padat jaringan kabel udara.</p>
<p></p>
<p>Dengan dukungan kendaraan operasional dari Telkom serta tim teknis dari masing-masing provider, jaringan kabel optik yang dinilai semrawut dan mengganggu pemandangan akan langsung dirapikan. Langkah tegas ini diharapkan mampu menciptakan suasana kota yang kondusif, bersih, dan aman bagi seluruh masyarakat Nganjuk. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Verifikasi SLHS Diperketat, Satu SPPG di Nganjuk Diduga Tak Penuhi Persyaratan</title>
<link>https://suarajatimpost.com/dinkes-nganjuk-verifikasi-133-data-sppg-satu-berkas-di-wilayah-timur-terancam-kena-suspend</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/dinkes-nganjuk-verifikasi-133-data-sppg-satu-berkas-di-wilayah-timur-terancam-kena-suspend</guid>
<description><![CDATA[ Namun, dari ratusan berkas yang diterima tersebut, tim verifikator menemukan adanya ketidakpatuhan administratif dari salah satu pemohon. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202606/image_870x580_6a3bd90a67232.webp" length="33228" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 24 Jun 2026 23:00:10 +0700</pubDate>
<dc:creator>Kuswanto</dc:creator>
<media:keywords>SPPG, 133 SPPG, Dinkes Nganjuk, administrasi, satu tereliminasi, wilayah Timur, Dapur MBG, Nganjuk</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p class="isSelectedEnd"><strong><span>NGANJUK, SJP</span></strong><span> – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Nganjuk terus memperketat pengawasan dan verifikasi penerbitan Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) bagi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dalam mendukung pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG).</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>Hingga Juni 2026, sebanyak 133 data SPPG telah masuk dalam proses verifikasi Dinkes Nganjuk. Namun, dari jumlah tersebut ditemukan satu berkas yang diduga tidak memenuhi persyaratan administrasi sehingga berpotensi ditangguhkan atau disuspend.</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinkes Nganjuk, I Ketut Wijayadi, mengatakan mayoritas pengajuan telah memenuhi ketentuan yang berlaku. Meski demikian, tim verifikator menemukan adanya ketidaklengkapan dokumen pada salah satu pengajuan dari wilayah timur Kabupaten Nganjuk.</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>“Dari total 133 data SPPG yang masuk dan kami periksa, mayoritas telah memenuhi prosedur. Namun ada satu data dari wilayah timur yang didapati belum lengkap persyaratannya. Terhadap berkas tersebut sangat dimungkinkan diberikan sanksi berupa suspend atau penangguhan,” ujarnya saat ditemui di ruang kerjanya, Rabu (24/6/2026).</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>Menurut Ketut, berdasarkan data yang diterima dari koordinator wilayah, hanya 132 berkas yang dinyatakan memenuhi syarat untuk masuk ke meja verifikasi. Satu berkas lainnya diduga tidak lolos pada tahap awal karena belum melengkapi dokumen yang dipersyaratkan.</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>“Kami menduga ada satu data dari wilayah timur yang tidak lolos persyaratan karena dokumennya tidak lengkap sehingga tidak sampai pada tahap verifikasi lanjutan,” jelasnya.</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>Sebelumnya, Dinkes Nganjuk mencatat sebanyak 117 dari 133 SPPG atau sekitar 87,97 persen telah mengantongi Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS). Sertifikat tersebut menjadi salah satu syarat penting untuk menjamin keamanan dan kualitas makanan yang disalurkan melalui program MBG.</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>Ketut menjelaskan, proses penerbitan SLHS dilakukan melalui sejumlah tahapan ketat. Mulai dari pengajuan permohonan, pemeriksaan administrasi, hingga Inspeksi Kesehatan Lingkungan (IKL) yang dilakukan langsung oleh petugas puskesmas.</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>“Prosesnya dimulai dari pengajuan permohonan dan pemeriksaan kelengkapan administrasi. Setelah memenuhi syarat, puskesmas setempat melakukan Inspeksi Kesehatan Lingkungan secara langsung,” terangnya.</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>Dalam proses tersebut, setiap SPPG harus memenuhi standar nasional yang telah ditetapkan. Hasil inspeksi juga wajib mencapai nilai minimal 80 agar dapat dinyatakan layak.</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>“Formulir dan format inspeksinya sudah menggunakan standar nasional. Nilai minimal harus 80. Jika di bawah itu, proses tidak akan dilanjutkan karena dianggap belum memenuhi syarat kelayakan,” tegasnya.</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>Selain melakukan verifikasi sarana dan prasarana, Dinkes Nganjuk juga menggelar pelatihan keamanan pangan bagi para relawan pengelola makanan. Tingkat partisipasi relawan di Kabupaten Nganjuk disebut melampaui target nasional.</span></p>
<p><span>“Jika standar nasional minimal 50 persen relawan mengikuti pelatihan, di Nganjuk hampir 90 persen hadir. Ini menunjukkan kepedulian yang sangat tinggi terhadap keamanan pangan dalam pelaksanaan program MBG,” pungkasnya. <strong>(*)</strong></span></p>
<p><span><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></span></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Teror Pencurian Diesel Sawah di Nganjuk Berakhir, Komplotan Spesialis Lintas Kecamatan Dibekuk</title>
<link>https://suarajatimpost.com/teror-pencurian-diesel-sawah-di-nganjuk-berakhir-komplotan-spesialis-lintas-kecamatan-dibekuk</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/teror-pencurian-diesel-sawah-di-nganjuk-berakhir-komplotan-spesialis-lintas-kecamatan-dibekuk</guid>
<description><![CDATA[ Tidak tanggung-tanggung, dari hasil penyelidikan, kedua eksekutor ini tercatat telah menjarah mesin diesel di sepuluh lokasi berbeda ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202606/image_870x580_6a3bd3bbe7bde.webp" length="85676" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 24 Jun 2026 21:30:06 +0700</pubDate>
<dc:creator>Kuswanto</dc:creator>
<media:keywords>Pencurian, dua pelaku pencurian, Diesel sawah, Polres Nganjuk Ngronggot</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>NGANJUK, SJP - </strong>Aksi pencurian mesin diesel di wilayah Kecamatan Ngronggot, Nganjuk, Jawa Timur, yang selama ini membuat para petani resah dan gigit jari, akhirnya menemui titik akhir. Komplotan spesialis pencuri mesin pengairan sawah lintas kecamatan ini tak berkutik saat digulung tim gabungan kepolisian. Tidak tanggung-tanggung, dari hasil penyelidikan, kedua eksekutor ini tercatat telah menjarah mesin diesel di sepuluh lokasi berbeda.</p>
<p>Kedua pelaku, yakni SA (41) warga Desa Klurahan Ngronggot, dan TB (39) warga Desa Drenges Kertosono, hanya bisa tertunduk lesu saat digelandang petugas pada malam hari. Dari tangan kedua pelaku, polisi menyita satu unit mesin diesel merk Dongfeng, gerobak pengangkut, hingga sepeda motor yang digunakan untuk melancarkan aksi culas mereka.</p>
<p>Keduanya diduga terlibat dalam pencurian mesin diesel milik petani di wilayah Desa Betet yang mengakibatkan kerugian sekitar Rp2,5 juta</p>
<p>Kapolres Nganjuk AKBP Suria Miftah Irawan, membenarkan keberhasilan pengungkapan kasus tersebut dan mengapresiasi kerja cepat personel Polsek Ngronggot bersama Unit Resmob Satreskrim Polres Nganjuk dalam mengungkap kasus yang meresahkan masyarakat, khususnya para petani.</p>
<p>“Keberhasilan ini merupakan bentuk komitmen Polri dalam memberikan perlindungan dan rasa aman kepada masyarakat. Kami mengapresiasi kerja keras anggota yang bergerak cepat menindaklanjuti laporan korban hingga berhasil mengamankan para terduga pelaku beserta barang bukti. Kami juga akan terus mengembangkan perkara ini karena diduga pelaku beraksi di beberapa lokasi lainnya,” ujar AKBP Suria Miftah Irawan, Rabu (24/6/2026).</p>
<p>Petualangan kriminal kedua pelaku runtuh setelah mereka nekat menggasak mesin diesel milik Sugeng, seorang petani berusia 61 tahun di Desa Betet, Kecamatan Ngronggot. Korban yang hendak mengairi sawahnya di pagi hari, terkejut mendapati mesin diesel senilai jutaan rupiah miliknya sudah raib dari tempatnyan, pada Senin (22/6/2026) sekitar pukul 09.30 WIB. Korban pun langsung melaporkan kejadian tersebut ke mapolsek setempat.</p>
<p>Berbekal laporan korban, ahirnya polisi bergerak cepat melakukan perburuan. Hasilnya mengejutkan. Kedua pelaku ternyata bukan pemain baru, melainkan komplotan lintas wilayah yang sudah beraksi di sepuluh TKP berbeda, meliputi wilayah Ngronggot dan Kertosono.</p>
<p>Kapolsek Ngronggot AKP Totok Harianto menjelaskan, setelah menerima laporan, Unit Reskrim Polsek Ngronggot bersama Unit Resmob Satreskrim Polres Nganjuk melakukan penyelidikan hingga berhasil mengidentifikasi dan mengamankan kedua terduga pelaku.</p>
<p>“Dari hasil penyelidikan, kami berhasil mengamankan dua terduga pelaku berikut sejumlah barang bukti yang diduga digunakan maupun hasil dari tindak pidana pencurian tersebut. Saat ini perkara masih terus dikembangkan untuk mengungkap kemungkinan keterlibatan pelaku pada TKP lainnya,” terang AKP Totok Harianto.</p>
<p>Dalam pengungkapan tersebut, petugas mengamankan barang bukti berupa satu unit mesin diesel merek Dongfeng, satu unit pompa air diesel, satu unit gerobak pengangkut diesel, dan satu unit sepeda motor Suzuki Smash nomor polisi W 6035 YC.</p>
<p>Hasil pengembangan menunjukkan kedua terduga pelaku diduga telah melakukan aksi pencurian diesel di sepuluh lokasi berbeda di Kabupaten Nganjuk, terdiri dari delapan TKP di wilayah hukum Polsek Ngronggot dan dua TKP di wilayah hukum Polsek Kertosono.</p>
<p>Selanjutnya perkara beserta para terduga pelaku dan barang bukti dilimpahkan ke Satreskrim Polres Nganjuk untuk penyidikan lebih lanjut. Keduanya dipersangkakan melanggar Pasal 477 ayat (1) huruf g Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP tentang pencurian dengan pemberatan. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Lalai Saat Kuras Tangki Motor, Rumah dan 4 Kendaraan di Nganjuk Dilalap Api</title>
<link>https://suarajatimpost.com/lalai-saat-kuras-tangki-motor-rumah-dan-4-kendaraan-di-nganjuk-dilalap-api</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/lalai-saat-kuras-tangki-motor-rumah-dan-4-kendaraan-di-nganjuk-dilalap-api</guid>
<description><![CDATA[ Kebakaran hebat ini diduga kuat dipicu oleh percikan api dari sepeda motor yang sedang dikuras bensinnya. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202606/image_870x580_6a3b5f855598e.webp" length="21092" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 24 Jun 2026 10:53:10 +0700</pubDate>
<dc:creator>Kuswanto</dc:creator>
<media:keywords>Kebakaran, rumah dan motor ludes, dilalap api, tidak ada korban jiwa, kerugian jutaan rupiah, Damkar Nganjuk, Nganjuk</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>NGANJUK, SJP</strong>–Sebuah rumah di Jalan Panglima Sudirman, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, luluh lantak setelah dilalap si jago merah pada Selasa (23/5/2026) menjelang tengah malam. </p>
<p></p>
<p>Kebakaran hebat ini diduga kuat dipicu oleh percikan api dari sepeda motor yang sedang dikuras bensinnya.</p>
<p></p>
<p>Insiden ini menimpa kediaman milik Agus Riadi (55). Berdasarkan data dari Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kabupaten Nganjuk, laporan kebakaran pertama kali diterima petugas pada pukul 22.53 WIB.</p>
<p></p>
<p>Menurut informasi di lapangan, petaka bermula sekitar pukul 22.50 WIB. Saat itu, seorang saksi tengah mengeluarkan bensin dari keran tangki sepeda motor Suzuki Thunder. Diduga karena kelalaian, proses pengurasan bensin tersebut dilakukan dalam kondisi kunci kontak motor yang masih menyala (on).</p>
<p></p>
<p>Seketika, muncul percikan api dari sistem kelistrikan motor yang langsung menyambar aliran bensin. Api dengan cepat membesar, menghanguskan motor tersebut, lalu menjalar ke area teras. Kobaran api kemudian merembet masuk dan membakar ruang tamu hingga ruang tengah rumah korban yang berukuran 7 x 10 meter.</p>
<p></p>
<p>Begitu menerima laporan, petugas DPKP Kabupaten Nganjuk langsung bergerak cepat menuju lokasi guna mencegah api merembet ke pemukiman padat penduduk.</p>
<p></p>
<p>"Petugas menerima laporan menjelang tengah malam dan langsung meluncur ke lokasi. Armada dari Mako Damkar dan Pos Rejoso tiba di tempat kejadian dalam waktu 7 menit untuk langsung melakukan lokalisir api," ujar Joko, perwakilan Regu Pemadam Kebakaran DPKP Nganjuk dalam keterangan tertulisnya.</p>
<p></p>
<p>Kepala DPKP Kabupaten Nganjuk, Imam Ashari, membenarkan adanya peristiwa tersebut saat dikonfirmasi pada Rabu (24/5/2026).</p>
<p></p>
<p>"Benar, ada kejadian kebakaran rumah tinggal milik saudara Agus Riadi (55) menjelang tengah malam tadi. Laporan masuk ke dinas kami pukul 22.53 WIB, dan tim langsung dikerahkan ke lokasi untuk melakukan penanganan," kata Imam.</p>
<p></p>
<p>Meski tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini, kerugian materiil ditaksir mencapai Rp 75.000.000. Selain bangunan rumah yang mengalami kerusakan parah dari bagian depan hingga tengah, terdapat 4 unit sepeda motor yang ikut hangus terbakar, yaitu 2 unit Suzuki Thunder warna hitam, tanpa nomor polisi, 1 unit Honda Beat warna abu-abu, dan 1 unit Honda C 70 warna merah. </p>
<p></p>
<p>Upaya pemadaman berlangsung dramatis dan membutuhkan waktu lebih dari satu jam. Api baru benar-benar berhasil dipadamkan dan dinyatakan kondusif pada Rabu dini hari pukul 00.15 WIB. Aksi tanggap darurat ini berhasil berjalan lancar berkat kolaborasi solid di lapangan yang melibatkan petugas Damkar, instansi terkait, serta warga sekitar. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries </strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Dinkes Nganjuk Pastikan Keamanan Program MBG, Hampir 88 Persen SPPG Kantongi Sertifikat Higiene Sanitasi</title>
<link>https://suarajatimpost.com/progres-signifikan-dinkes-nganjuk-nyatakan-8797-penyedia-makan-bergizi-gratis-telah-mengantongi-sertifikat-laik-higiene-sanitasi</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/progres-signifikan-dinkes-nganjuk-nyatakan-8797-penyedia-makan-bergizi-gratis-telah-mengantongi-sertifikat-laik-higiene-sanitasi</guid>
<description><![CDATA[ Melalui pemenuhan standar kesehatan yang ketat, Dinkes melaporkan bahwa per hari ini, sebanyak 87,97% dari total 133 SPPG yang terdaftar telah resmi memiliki Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS). ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202606/image_870x580_6a3a8be8434c6.webp" length="38212" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Tue, 23 Jun 2026 21:00:30 +0700</pubDate>
<dc:creator>Kuswanto</dc:creator>
<media:keywords>Program MBG, Makan Gratis, SPPG, Sertifikat Laik Higiene Sanitasi, SLHS, Dinkes Nganjuk, 133 Dapur SPPG Nganjuk</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p class="isSelectedEnd"><strong><span>NGANJUK, SJP</span></strong><span> – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Nganjuk terus memperkuat pengawasan keamanan pangan dalam pelaksanaan program nasional Makan Bergizi Gratis (MBG). Hingga Juni 2026, sebanyak 117 dari 133 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau sekitar 87,97 persen telah mengantongi Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS).</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinkes Nganjuk, I Ketut Wijayadi, mengatakan penerbitan sertifikat tersebut dilakukan melalui serangkaian tahapan verifikasi yang ketat guna menjamin mutu dan keamanan makanan yang dikonsumsi masyarakat, khususnya para pelajar penerima manfaat program MBG.</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>"Prosesnya dimulai dari pengajuan permohonan dan pemeriksaan kelengkapan administrasi. Setelah memenuhi syarat, Puskesmas setempat melakukan Inspeksi Kesehatan Lingkungan (IKL) secara langsung," ujar Ketut saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa (23/6/2026).</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>Menurutnya, seluruh proses inspeksi menggunakan formulir dan standar penilaian nasional. SPPG harus memperoleh nilai minimal 80 untuk dapat melanjutkan ke tahap berikutnya.</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>"Formulir dan format inspeksinya sudah standar nasional. Minimal nilainya harus 80. Jika di bawah itu, proses tidak akan dilanjutkan karena dianggap belum layak," tegasnya.</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>Selain verifikasi sarana, Dinkes juga menyelenggarakan pelatihan keamanan pangan bagi para relawan pengelola makanan. Ketut mengungkapkan tingkat partisipasi relawan di Kabupaten Nganjuk tergolong sangat tinggi dan melampaui target nasional.</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>"Kalau standar nasional minimal 50 persen relawan harus mengikuti pelatihan, di Nganjuk hampir 90 persen hadir. Dari kuota minimal 50 orang, peserta yang datang bisa mencapai lebih dari 40 orang. Ini menunjukkan kepedulian yang sangat tinggi terhadap keamanan pangan," katanya.</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>Melalui pelatihan tersebut, para relawan mendapatkan pembekalan materi dan simulasi berbasis modul yang dirancang untuk meningkatkan pemahaman mengenai keamanan pangan siap saji. Tujuannya antara lain mencegah penyakit bawaan pangan, meningkatkan kualitas makanan, membangun kepercayaan penerima manfaat, serta meningkatkan kepatuhan terhadap standar operasional prosedur (SOP).</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><strong>Uji Laboratorium dan Verifikasi Akhir</strong></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>Setelah pelatihan, tahapan berikutnya adalah pengujian laboratorium terhadap sampel air, makanan, dan minuman yang diproduksi saat SPPG mulai beroperasi. Pengujian dilakukan oleh pihak ketiga yang kompeten, dengan biaya ditanggung masing-masing SPPG.</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>"Ini merupakan bentuk komitmen bersama untuk memastikan seluruh produk pangan yang disajikan aman dikonsumsi," jelas Ketut.</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>Apabila hasil uji laboratorium memenuhi syarat, Dinkes akan melakukan verifikasi lapangan akhir. Tim akan memeriksa kembali kesiapan sarana dan prasarana, penerapan SOP, serta tindak lanjut hasil IKL sebelumnya, seperti ketersediaan tempat sampah, alat pemadam api ringan (APAR), hingga kelayakan fasilitas sanitasi.</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>"Jika seluruh aspek telah memenuhi standar, barulah Sertifikat Laik Higiene Sanitasi diterbitkan," imbuhnya.</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><strong>Sanksi Bertahap Hingga Pencabutan Izin</strong></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>Terkait pengawasan pascapenerbitan sertifikat, Dinkes menegaskan akan menindak setiap pelanggaran sesuai mekanisme yang berlaku. Jika ditemukan ketidakpatuhan setelah dilakukan pembinaan, Dinkes terlebih dahulu berkoordinasi dengan Satuan Tugas (Satgas) sebelum menjatuhkan sanksi administratif.</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>Tahapan sanksi dimulai dari Surat Peringatan Pertama (SP1), dilanjutkan SP2 apabila tidak ada perbaikan, hingga SP3 sebagai peringatan terakhir.</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>"SP1 diberikan sebagai teguran awal. Jika tidak diindahkan, akan diterbitkan SP2, kemudian SP3 sebagai peringatan terakhir," terang Ketut.</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>Ia menambahkan, apabila dalam waktu tiga bulan setelah SP3 diterbitkan tidak ada upaya perbaikan, Dinkes dapat mengambil tindakan tegas berupa pencabutan izin operasional.</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>"Segala risiko setelah pencabutan izin, termasuk penghentian sementara maupun penutupan operasional, menjadi tanggung jawab penyelenggara. Mekanisme ini merupakan instruksi resmi kementerian dan berlaku secara nasional," ujarnya.</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>Meski demikian, Ketut menyebut kondisi di Kabupaten Nganjuk hingga saat ini relatif aman dan kondusif. Komunikasi antara Dinkes, yayasan, maupun mitra pelaksana program MBG berjalan baik dan kooperatif.</span></p>
<p><span>Di akhir keterangannya, Ketut menegaskan bahwa Dinkes berfokus pada pembinaan, pendampingan, pengawasan, dan penerbitan sertifikat higiene sanitasi guna mendukung keberhasilan program MBG. Sementara koordinasi dan kebijakan lintas sektor berada di bawah kendali Satgas MBG yang dipimpin Sekretaris Daerah selaku Ketua Harian. <strong>(*)</strong></span></p>
<p><span><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></span></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Persoalan Sampah di Nganjuk Dinilai Belum Tertangani Optimal, DLH Diminta Perkuat Pendampingan Desa</title>
<link>https://suarajatimpost.com/persoalan-sampah-di-nganjuk-dinilai-belum-tertangani-optimal-dlh-diminta-perkuat-pendampingan-desa</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/persoalan-sampah-di-nganjuk-dinilai-belum-tertangani-optimal-dlh-diminta-perkuat-pendampingan-desa</guid>
<description><![CDATA[ Banyaknya tumpukan sampah yang ditemui di pinggir jalan maupun di area sungai menjadi indikator nyata bahwa edukasi dan sistem pengelolaan limbah di tingkat bawah belum berjalan optimal. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202606/image_870x580_6a3a857b970e3.webp" length="58858" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Tue, 23 Jun 2026 20:25:24 +0700</pubDate>
<dc:creator>Kuswanto</dc:creator>
<media:keywords>Pengolahan sampah, aktivis lingkungan dan sampah, sampah plastik, B3, Camat Sukomoro Wisnu Anang Prabowo, Dinas DLH Nganjuk, Nganjuk</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>NGANJUK, SJP – </strong>Persoalan sampah masih menjadi tantangan serius di Kabupaten Nganjuk. Tumpukan sampah yang kerap ditemukan di pinggir jalan hingga aliran sungai menunjukkan bahwa kesadaran masyarakat dan sistem pengelolaan sampah di tingkat bawah masih perlu diperkuat.</p>
<p>Aktivis lingkungan asal Nganjuk, Sumarsono, menilai keberadaan sampah liar bukan semata-mata disebabkan rendahnya kepedulian masyarakat, melainkan juga karena belum tersedianya sistem pengelolaan yang jelas di tingkat desa.</p>
<p>Menurutnya, banyak warga sebenarnya bersedia membayar iuran pengelolaan sampah, namun tidak mengetahui mekanisme maupun pihak yang bertanggung jawab dalam pengelolaannya.</p>
<p>"Sampah liar di pinggir jalan atau sungai itu menandakan perlunya edukasi yang ditingkatkan dari tingkat desa sampai RT. Sebetulnya, warga itu ada yang bingung mau membayar ke mana. Oleh karena itu, pemerintah desa seharusnya bisa menganggarkan terkait pengelolaan sampah ini," ujar Sumarsono.</p>
<p>Ia mencontohkan keberhasilan Bank Sampah di Kelurahan Mangundikaran sebagai bukti bahwa pengelolaan sampah yang didukung kader dan masyarakat dapat berjalan efektif. Selain menciptakan lingkungan yang lebih bersih, pengelolaan sampah yang baik juga mampu memberikan nilai ekonomi bagi warga.</p>
<p>Sumarsono berharap Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Nganjuk semakin intensif melakukan pendampingan dan pembinaan kepada pemerintah desa agar lebih banyak wilayah yang mengalokasikan anggaran khusus untuk pengelolaan sampah.</p>
<p>Sementara itu, Camat Sukomoro Wisnu Anang Prabowo mengakui bahwa persoalan sampah hingga kini masih menjadi pekerjaan rumah yang kompleks. Menurutnya, persoalan tersebut melibatkan berbagai tahapan mulai dari pemilahan di tingkat rumah tangga hingga penyediaan lokasi pembuangan akhir.</p>
<p>"Urusan sampah ini memang jlimet dari dulu sampai sekarang. Mulai dari urusan membuangnya, pemilahannya di tingkat rumah tangga, hingga sarana tempat pembuangan yang sering kali memicu gesekan di masyarakat. Kalau tidak diurai bersama lewat Pokja Desa Sehat ini, masalahnya akan terus berputar di situ-situ saja," kata Wisnu.</p>
<p>Dalam kesempatan itu, Wisnu juga menyoroti pentingnya peningkatan sistem penanganan sampah, termasuk pemisahan yang lebih jelas antara sampah domestik dan limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3).</p>
<p>"Persoalan ini bukan cuma di tingkat warga saja, tapi di sistem penanganannya. Kami melihat perlu adanya pemilahan yang lebih jelas antara sampah plastik biasa dengan limbah B3 agar penanganannya tidak menimbulkan kerancuan di lapangan," ujarnya.</p>
<p>Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Nganjuk, Sujito, menegaskan bahwa pihaknya terus melakukan berbagai upaya edukasi dan pemberdayaan masyarakat untuk memperkuat sistem pengelolaan sampah dari tingkat paling bawah.</p>
<p>"Dinas LH selalu memotivasi masyarakat dengan melakukan sosialisasi secara masif. Fokus kami adalah mendorong pembentukan kelompok-kelompok masyarakat mandiri yang khusus melayani pengangkutan dan pengelolaan sampah di tingkat RT," ungkap Sujito.</p>
<p>Ia menambahkan, model pengelolaan berbasis kelompok swadaya masyarakat telah berjalan baik di sejumlah desa dan kelurahan di Kabupaten Nganjuk.</p>
<p>"Di banyak desa dan kelurahan, sistem kelompok swadaya masyarakat ini sudah berjalan dengan sangat bagus. Kami berharap keberhasilan tersebut bisa menjadi contoh dan diterapkan di wilayah lain," pungkasnya. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Menuju Kabupaten Sehat, Nganjuk Fokus Perkuat Peran Forum Kecamatan</title>
<link>https://suarajatimpost.com/menuju-kabupaten-sehat-nganjuk-fokus-perkuat-peran-forum-kecamatan</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/menuju-kabupaten-sehat-nganjuk-fokus-perkuat-peran-forum-kecamatan</guid>
<description><![CDATA[ Program pembinaan intensif ini ditargetkan menyasar lima Kecamatan untuk periode anggaran tahun ini. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202606/image_870x580_6a3a7dc214cdb.webp" length="53400" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Tue, 23 Jun 2026 19:47:53 +0700</pubDate>
<dc:creator>Kuswanto</dc:creator>
<media:keywords>Forum Nganjuk Sehat, pembinaan, Tingkat Desa, Kelurahan, Kecamatan Sukomoro, Dinkes Nganjuk, Efisiensi anggaran, Nganjuk</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>NGANJUK, SJP – </strong>Upaya memperkuat implementasi program Kabupaten Sehat terus dilakukan Pemerintah Kabupaten Nganjuk melalui pembinaan kelembagaan Forum Kabupaten Sehat di tingkat kecamatan. Kecamatan Sukomoro menjadi salah satu wilayah yang mendapat pendampingan guna memastikan berbagai program dan aktivitas masyarakat berjalan selaras dengan indikator penilaian Kabupaten Sehat.</p>
<p>Pembinaan tersebut dinilai penting sebagai langkah strategis untuk memperkuat koordinasi lintas sektor sekaligus meningkatkan kesiapan daerah menghadapi proses verifikasi tingkat provinsi. Keberhasilan pada tahapan ini menjadi penentu bagi Kabupaten Nganjuk untuk dapat melanjutkan langkah menuju penghargaan Kabupaten Sehat pada periode berikutnya.</p>
<p>Ketua Forum Kabupaten Sehat Nganjuk, Heni Rochtanti, menjelaskan bahwa selama ini berbagai kegiatan yang mendukung terciptanya lingkungan sehat sebenarnya telah berjalan di tingkat kecamatan. Namun, kegiatan tersebut masih perlu diintegrasikan agar sejalan dengan sembilan tatanan dalam program Kabupaten Sehat.</p>
<p>"Pembinaan hari ini bertujuan meningkatkan kelembagaan forum di tingkat kecamatan. Sebenarnya kegiatan yang ada sudah mencakup sembilan tatanan Kabupaten Sehat, mulai dari kehidupan masyarakat mandiri hingga penanggulangan bencana. Wilayah seperti Ngetos misalnya, memiliki kerawanan terhadap puting beliung dan banjir sehingga aspek kesiapsiagaan bencana juga menjadi perhatian," ujar Heni, Selasa (23/6/2026).</p>
<p>Menurut Heni, Dinas Kesehatan Kabupaten Nganjuk berperan sebagai leading sector yang mengoordinasikan sekaligus memfasilitasi pelaksanaan program tersebut. Pada tahun anggaran 2026, pembinaan intensif ditargetkan menjangkau lima kecamatan.</p>
<p>Ia mengakui tidak mengetahui secara rinci besaran anggaran yang dialokasikan karena pengelolaannya berada di bawah kewenangan Dinas Kesehatan.</p>
<p>"Dinkes yang lebih mengetahui terkait anggarannya. Kalau untuk kegiatan di kecamatan biasanya digunakan untuk kebutuhan operasional seperti honor dan konsumsi," katanya.</p>
<p>Heni juga menyebut para petugas pelaksana memperoleh honorarium berbasis kegiatan. Pemberian honor tidak dilakukan setiap bulan, melainkan menyesuaikan agenda yang telah dijadwalkan.</p>
<p>"Honor itu ada, tetapi tidak diberikan sepanjang tahun. Dalam setahun sekitar empat kali sesuai kegiatan yang dilaksanakan," ujarnya.</p>
<p>Program pembinaan Forum Kabupaten Sehat sendiri telah berjalan secara rutin sejak 2024. Untuk menjangkau seluruh wilayah sasaran, pelaksanaannya dibagi ke dalam beberapa tim pendamping.</p>
<p>"Harapan kami koordinasi antar-tatanan di tingkat kecamatan semakin kuat sehingga mampu memberikan dampak nyata terhadap peningkatan derajat kesehatan masyarakat dan kesiapsiagaan menghadapi berbagai potensi bencana," tambah Heni.</p>
<p>Sementara itu, Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Kabupaten Nganjuk, I Ketut Wijayadi, menjelaskan bahwa pembinaan intensif pada tahun genap memiliki arti penting dalam tahapan penilaian Kabupaten Sehat. Menurutnya, apabila verifikasi tingkat provinsi tidak dapat dilalui pada tahun pembinaan, maka peluang mengikuti penilaian pada tahun berikutnya otomatis tertutup.</p>
<p>"Pembinaan tahun genap ini menjadi fondasi utama. Jika tidak lolos verifikasi provinsi, maka Kabupaten Nganjuk tidak bisa melaju untuk meraih penghargaan Kabupaten Sehat pada tahun ganjil berikutnya," jelasnya.</p>
<p>Ia menambahkan, program nasional yang telah berjalan selama satu dekade di Kabupaten Nganjuk tersebut kini dipimpin oleh Heni Rochtanti sebagai ketua forum periode kedua.</p>
<p>Namun demikian, pelaksanaan program tahun ini harus menyesuaikan kondisi efisiensi anggaran daerah. Berbeda dengan dua tahun sebelumnya ketika seluruh 20 kecamatan dapat dikunjungi dan melibatkan berbagai unsur masyarakat, tahun ini pembinaan difokuskan pada lima kecamatan prioritas.</p>
<p>I Ketut mengungkapkan bahwa alokasi anggaran Forum Nganjuk Sehat mengalami dinamika dari tahun ke tahun. Sejak forum dibentuk pada 2016, anggaran sempat berada pada kisaran Rp25 juta, kemudian meningkat menjadi Rp50 juta, Rp75 juta, Rp100 juta, hingga mencapai puncak Rp300 juta pada 2023.</p>
<p>"Untuk tahun 2026 anggaran mengalami penyesuaian dan ditetapkan sebesar Rp150 juta untuk mendukung kegiatan Forum Nganjuk Sehat," katanya.</p>
<p>Dalam satu tahun, koordinasi dan evaluasi program dilaksanakan sedikitnya empat kali. Dinas Kesehatan juga mencatat pada tahun sebelumnya masih terdapat sisa anggaran akibat keterbatasan waktu pelaksanaan serta berkurangnya jumlah petugas lapangan yang melakukan kunjungan ke wilayah-wilayah binaan.</p>
<p>Meski demikian, Dinas Kesehatan memastikan seluruh anggaran, termasuk dana operasional dan honorarium petugas yang telah memiliki Surat Keputusan (SK) Bupati, akan dikelola secara optimal guna mendukung terwujudnya visi pembangunan daerah melalui program Kabupaten Sehat. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Sidang Dugaan Penggelapan di Nganjuk Memasuki Tahap Duplik, Kuasa Hukum Terdakwa Soroti Tuntutan JPU</title>
<link>https://suarajatimpost.com/sidang-dugaan-penggelapan-di-nganjuk-memasuki-tahap-duplik-kuasa-hukum-terdakwa-soroti-tuntutan-jpu</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/sidang-dugaan-penggelapan-di-nganjuk-memasuki-tahap-duplik-kuasa-hukum-terdakwa-soroti-tuntutan-jpu</guid>
<description><![CDATA[ Sidang dugaan penggelapan di PN Nganjuk memasuki tahap duplik. Kuasa hukum terdakwa mengkritik tuntutan jaksa dan menilai perkara lebih tepat dikategorikan sebagai sengketa perdata. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202606/image_870x580_6a38ed1ee99b1.webp" length="27520" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 22 Jun 2026 19:03:31 +0700</pubDate>
<dc:creator>Kuswanto</dc:creator>
<media:keywords>Penasehat hukum DR Prayogo Laksono, Kasus Dugaan Pemerasan, pembacaan duplik, Pengadilan Negri Nganjuk, JPU, Kejaksaan Negri, aktor intelektual, Nganjuk</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p class="isSelectedEnd"><strong><span>NGANJUK, SJP</span></strong><span> – Sidang lanjutan perkara dugaan penggelapan yang menjerat Yulia Margaretha kembali bergulir di Pengadilan Negeri Nganjuk, Senin (22/6/2026). Agenda persidangan kali ini adalah pembacaan duplik dari terdakwa dan tim penasihat hukumnya sebagai tanggapan atas replik Jaksa Penuntut Umum (JPU).</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>Persidangan tersebut menjadi perhatian publik karena sejak awal menghadirkan perdebatan mendasar mengenai konstruksi hukum perkara. Tim pembela berpendapat kasus tersebut lebih tepat dipandang sebagai sengketa perdata, sementara JPU menilai terdapat unsur pidana yang harus dibuktikan dalam persidangan.</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>Usai sidang, penasihat hukum terdakwa, Dr. Prayogo Laksono, kembali melontarkan kritik terhadap argumentasi yang dibangun jaksa. Menurutnya, replik JPU masih belum menjawab substansi keberatan yang telah disampaikan pihaknya dalam nota pembelaan.</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>Prayogo menilai jaksa terlalu berfokus pada keberadaan kuitansi yang memuat kata "penebusan" tanpa melihat rangkaian peristiwa hukum yang terjadi setelah dokumen tersebut dibuat.</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>"Kami menilai rekan Jaksa Penuntut Umum berpandangan terlalu sempit untuk menilai bahwa terdakwa melakukan perbuatan melawan hukum," ujar Prayogo kepada awak media usai persidangan.</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>Menurutnya, perkara yang sedang diperiksa memiliki dimensi hukum yang lebih luas dibanding sekadar menafsirkan isi kuitansi. Ia berpendapat terdapat sejumlah fakta yang seharusnya dipertimbangkan secara utuh sebelum menyimpulkan adanya tindak pidana penggelapan.</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>Prayogo juga menyoroti langkah JPU yang menghadirkan saksi ahli dalam persidangan. Menurutnya, kehadiran ahli justru menunjukkan adanya keraguan dari penuntut umum terhadap konstruksi dakwaan yang diajukan.</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>"Kalau perkara ini memang sesederhana yang didakwakan, mengapa harus menghadirkan ahli? Itu justru menunjukkan adanya keraguan dalam membangun konstruksi perkara," katanya.</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>Saat dikonfirmasi mengenai adanya pihak lain yang diduga berperan penting dalam perkara tersebut, Prayogo memilih tidak memberikan penjelasan lebih jauh. Ia menegaskan hal tersebut merupakan bagian dari proses pembuktian yang menjadi kewenangan majelis hakim untuk menilainya.</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>"Itu adalah domain daripada pembuktian di persidangan. Kita tidak bisa menyebut itu (nama atau inisial)," tegasnya.</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>Pihak penasihat hukum optimistis kliennya dapat memperoleh putusan bebas apabila majelis hakim mempertimbangkan seluruh alat bukti, pledoi, maupun duplik secara objektif. Namun demikian, apabila putusan nantinya tidak sesuai harapan, mereka menyatakan siap menempuh upaya hukum lanjutan, termasuk mengajukan banding.</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>Sementara itu, Kepala Kejaksaan Negeri Nganjuk melalui Kepala Seksi Intelijen (Kasi Intel), Koko Robby Yahya, menegaskan, seluruh proses penanganan perkara telah dilakukan sesuai koridor hukum yang berlaku.</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>"Sebagai bagian dari iklim demokrasi, kami sangat menghargai setiap aspirasi dan dinamika yang ada. Namun perlu kami tegaskan bahwa dalam menjalankan tugas dan fungsi, Kejaksaan Negeri Nganjuk sudah bekerja sesuai dengan aturan, ekosistem hukum yang berlaku, dan senantiasa menjunjung tinggi profesionalitas," ujar Koko saat ditemui di ruang kerjanya.</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>Sebelumnya, perkara ini telah memasuki sejumlah tahapan persidangan, termasuk agenda penyampaian jawaban JPU atas eksepsi terdakwa. Pada tahap tersebut, tim penasihat hukum mempertanyakan dasar dakwaan yang diajukan jaksa dan menilai perkara berawal dari hubungan hukum perdata.</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>Kasus bermula ketika Anik mengalami kesulitan keuangan akibat tunggakan pinjaman di Bank Babat Lestari. Utang yang semula sekitar Rp60 juta disebut membengkak hingga mencapai sekitar Rp150 juta dan berpotensi berujung pada penyitaan serta pelelangan rumah miliknya.</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>Dalam kondisi tersebut, Anik meminta bantuan kepada Yulia Margaretha untuk membantu proses negosiasi penyelesaian utang dengan pihak bank.</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>Berdasarkan keterangan Anik di persidangan, ia memberikan surat kuasa kepada terdakwa untuk mengurus persoalan tersebut. Selain dana pelunasan yang disepakati sekitar Rp100 juta, disebut pula adanya kesepakatan pemberian imbalan jasa sebesar Rp5 juta apabila proses penyelesaian berhasil dilakukan.</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>Namun keterangan berbeda disampaikan Darmaji, suami Anik. Ia mengaku menyerahkan uang sebesar Rp45 juta kepada terdakwa, terdiri dari Rp40 juta dengan bukti kuitansi dan Rp5 juta tanpa kuitansi. Darmaji juga menyatakan tidak pernah melihat istrinya menandatangani surat kuasa yang disebutkan dalam persidangan.</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>Perkara kemudian berlanjut ke ranah pidana setelah pihak keluarga menilai terdakwa tidak menyelesaikan tugas sebagaimana yang diharapkan. Pasalnya, Anik pada akhirnya disebut melakukan pelunasan sendiri kepada pihak bank sebesar Rp83 juta, di luar dana yang sebelumnya telah diserahkan kepada terdakwa.</span></p>
<p><span>Atas dasar itulah muncul laporan dugaan penggelapan yang kini masih dalam proses pemeriksaan di Pengadilan Negeri Nganjuk dan menunggu putusan majelis hakim. <strong>(*)</strong></span></p>
<p><span><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></span></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Minim Perawatan, Tugu Asmaul Husna Warujayeng Nganjuk Kondisinya Memprihatinkan</title>
<link>https://suarajatimpost.com/minim-perawatan-tugu-asmaul-husna-warujayeng-nganjuk-kondisinya-memprihatinkan</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/minim-perawatan-tugu-asmaul-husna-warujayeng-nganjuk-kondisinya-memprihatinkan</guid>
<description><![CDATA[ Merespons keluhan tersebut, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Nganjuk angkat bicara. Pihak dinas mengakui adanya keterbatasan yang membuat perbaikan Tugu Asmaul Husna Tanjung Anom belum bisa dieksekusi dalam waktu dekat. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202606/image_870x580_6a38dd1e2e6a8.webp" length="43222" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 22 Jun 2026 16:02:02 +0700</pubDate>
<dc:creator>Kuswanto</dc:creator>
<media:keywords>Tugu Asmaul husna, taman kota, cat mengelupas, lampu mati, Pemerhati Lingkungan, Dinas Lingkungan Hidup, Nganjuk</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>NGANJUK, SJP</strong>–Kondisi Tugu Asmaul Husna di kawasan Warujayeng, Kecamatan Tanjunganom, Kabupaten Nganjuk, kini tengah menjadi sorotan masyarakat. Ikon berbentuk bulat hijau dengan ornamen tulisan asmaul husna tersebut dinilai kurang mendapatkan perhatian dan perawatan dari pemerintah daerah.</p>
<p></p>
<p>Berdasarkan pantauan di lapangan pada Senin (22/6/2026), tanda-tanda kerusakan pada tugu dan area taman di sekitarnya terlihat sangat jelas. Estetika fasilitas publik yang seharusnya mempercantik kawasan tersebut kini justru tampak memudar.</p>
<p></p>
<p>Aktivis sekaligus pemerhati lingkungan setempat, yang akrab disapa Mbah Gondrong, menyayangkan pembiaran yang terjadi pada fasilitas publik tersebut. Menurutnya, ada beberapa poin krusial yang menunjukkan bahwa tugu tersebut luput dari pemeliharaan rutin.</p>
<p></p>
<p>"Kalau dalam pengamatan keseharian saya, ini kurang perawatan. Pertama, kondisi cat pada tugu saat ini sudah mulai mengelupas. Kedua, hiasan atau ornamen lampu LED yang ada di taman ini sekarang posisinya juga sudah rusak semua," ujar Mbah Gondrong saat memberikan keterangan di lokasi, Senin (22/6/2026).</p>
<p></p>
<p>Tidak hanya struktur fisik tugu dan lampu hias yang rusak, kondisi vegetasi atau tanaman di sekeliling tugu pun tampak memprihatinkan. Mayoritas tanaman di area taman pembatas jalan tersebut terlihat mengering karena diduga proses penyiraman tidak berjalan optimal.</p>
<p></p>
<p>Mbah Gondrong berharap Pemerintah Kabupaten Nganjuk tidak tebang pilih dalam merawat fasilitas publik. Pemeliharaan keindahan kota seharusnya dilakukan secara merata, bukan hanya berfokus pada area yang dekat dengan pusat pemerintahan saja.</p>
<p></p>
<p>"Harapan saya, tugu-tugu yang sudah dibangun ini tolonglah diperhatikan dan dirawat. Jangan sampai merusak estetika lingkungan di tempat tugu itu berada," tegasnya.</p>
<p></p>
<p>Merespons keluhan tersebut, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Nganjuk angkat bicara. Pihak dinas mengakui adanya keterbatasan yang membuat perbaikan Tugu Asmaul Husna Tanjung Anom belum bisa dieksekusi dalam waktu dekat.</p>
<p></p>
<p>Kepala DLH Kabupaten Nganjuk, Sujito, menyatakan bahwa kendala utama yang dihadapi instansinya saat ini adalah masalah finansial.</p>
<p></p>
<p>"Kita masih belum punya dana untuk perawatan," ujar Sujito saat dikonfirmasi mengenai persoalan tersebut.</p>
<p></p>
<p>Meskipun anggaran pemeliharaan taman dan tugu saat ini masih kosong, DLH memastikan tidak tinggal diam. Sujito menjelaskan bahwa pihaknya tengah berupaya agar perbaikan estetika kota di wilayah Warujayeng ini bisa masuk dalam skala prioritas menggunakan sisa anggaran tahun ini.</p>
<p></p>
<p>Langkah konkret yang akan diambil oleh DLH adalah membidik momentum Perubahan Anggaran Keuangan (PAK) APBD untuk mengajukan dana pemeliharaan tugu-tugu yang terbengkalai.</p>
<p>"Semoga nanti di PAK ada dananya ya," pungkas Sujito. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Saksi Terdakwa Tak Hadir, PN Nganjuk Tunda Sidang Kasus Pengeroyokan Hingga 2 Juli</title>
<link>https://suarajatimpost.com/saksi-terdakwa-tak-hadir-pn-nganjuk-tunda-sidang-kasus-pengeroyokan-hingga-2-juli</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/saksi-terdakwa-tak-hadir-pn-nganjuk-tunda-sidang-kasus-pengeroyokan-hingga-2-juli</guid>
<description><![CDATA[ Terkait dengan pasal yang diterapkan dalam kasus pengeroyokan pesilat ini, pihak kuasa hukum korban menegaskan bahwa Pasal 262 ayat 4 adalah pasal yang paling tepat dan kuat untuk diterapkan. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202606/image_870x580_6a38d421b5278.webp" length="36244" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 22 Jun 2026 15:24:12 +0700</pubDate>
<dc:creator>Kuswanto</dc:creator>
<media:keywords>Kasus pengeroyokan pesilat, kuasa hukum pagar nusa, Pengadilan Negri Nganjuk, sidang ditunda, saksi, Nganjuk</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>NGANJUK, SJP</strong> — Ketidakhadiran saksi meringankan (a de charge) yang dihadirkan oleh pihak terdakwa mengakibatkan sidang lanjutan kasus dugaan pengeroyokan hingga menyebabkan korban meninggal dunia resmi ditunda. </p>
<p></p>
<p>Agenda persidangan yang digelar di Pengadilan Negeri (PN) Nganjuk hari ini sedianya menjadwalkan pemeriksaan saksi dari pihak terdakwa, namun terpaksa dijadwalkan ulang karena saksi yang bersangkutan mangkir.</p>
<p></p>
<p>Humas PN Nganjuk, Mohammad Hassanudin Hefni, membenarkan penundaan tersebut akibat faktor teknis kehadiran saksi. </p>
<p></p>
<p>Meski demikian, pihak pengadilan memastikan bahwa seluruh tahapan persidangan selama ini telah berjalan secara profesional, transparan, dan tetap berada di jalur yang benar (on the track) sesuai hukum acara yang berlaku.</p>
<p></p>
<p>"Secara otomatis, karena ini memang aturan hukum acara, jika saksi belum bisa hadir dan mereka masih menghendaki untuk diperiksa, maka sidang ditunda," ujar Mohammad Hassanudin kepada Suarajatimpost.com, Senin (22/6/2026).</p>
<p></p>
<p>Penundaan akibat absennya saksi terdakwa ini juga mendapat respons dari Kuasa Hukum keluarga korban, Asmijan. Saat ditemui wartawan di depan Pengadilan Negeri, Asmijan menjelaskan bahwa setelah persidangan dimulai, kuasa hukum terdakwa menyampaikan kepada majelis hakim bahwa saksi mereka belum bisa hadir hari ini. Berdasarkan keputusan majelis hakim, persidangan resmi ditunda dan akan dilanjutkan kembali pada tanggal 2 Juli mendatang.</p>
<p></p>
<p>"Secara otomatis, karena ini merupakan aturan hukum acara, jika saksi belum bisa hadir dan mereka masih menghendaki saksi tersebut untuk diperiksa, maka sidang berikutnya harus ditunda ke minggu depan," ujar Asmijan.</p>
<p></p>
<p>Asmijan menyatakan bahwa pihak keluarga korban bersikap profesional dan tetap menghormati mekanisme hukum yang berjalan di pengadilan. </p>
<p></p>
<p>Menurutnya, jika ada rekan-rekan atau keluarga korban yang merasa kecewa dan prihatin dengan penundaan akibat absennya saksi tersebut, hal itu merupakan reaksi yang wajar dan manusiawi sebagai bentuk kepedulian terhadap keadilan.</p>
<p></p>
<p>Di sisi lain, Asmijan menegaskan bahwa saksi-saksi dari pihak korban selama ini telah konsisten dan tegas memberikan keterangan di persidangan, termasuk mengenai identitas dan ciri-ciri pelaku yang melakukan pelemparan saat peristiwa pengeroyokan terjadi.</p>
<p></p>
<p>Terkait dengan pasal yang diterapkan dalam kasus pengeroyokan pesilat ini, pihak kuasa hukum korban menegaskan bahwa Pasal 262 ayat 4 adalah pasal yang paling tepat dan kuat untuk diterapkan.</p>
<p></p>
<p>"Kami berharap tidak ada pengalihan ke pasal-pasal lain atau penggunaan pasal junto. Kita berkomitmen akan terus mengawal ketat persidangan pada agenda berikutnya untuk melihat argumen apa yang akan dibawa oleh saksi dari terdakwa," pungkas Asmijan. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Lakon Parikesit dalam Pagelaran Wayang Kulit, Begini Pesan Mendalam Dalang Ki Anom Dwijokangko</title>
<link>https://suarajatimpost.com/lakon-parikesit-dalam-pagelaran-wayang-kulit-begini-pesan-mendalam-dalang-ki-anom-dwijokangko</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/lakon-parikesit-dalam-pagelaran-wayang-kulit-begini-pesan-mendalam-dalang-ki-anom-dwijokangko</guid>
<description><![CDATA[ Momentum adiluhung ini tidak hanya sekadar menjadi tontonan hiburan malam yang meriah, tetapi juga sarat akan tuntunan moral, khususnya mengenai estafet kepemimpinan dan integritas moral. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202606/image_870x580_6a36a7746dba0.webp" length="47596" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sat, 20 Jun 2026 22:00:18 +0700</pubDate>
<dc:creator>Kuswanto</dc:creator>
<media:keywords>Bersih Dusun, Desa Betet, Wayang kulit, Lakon Parikesit, hipnotis ribuan warga, Pemdes Desa Betet, Nganjuk</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>NGANJUK, SJP –</strong> Pagelaran seni budaya wayang kulit dengan lakon "Parikesit" yang dibawakan oleh dalang kondang Ki Anom Dwijokangko sukses memikat perhatian ribuan masyarakat serta jajaran pimpinan daerah. Momentum adiluhung ini tidak hanya sekadar menjadi tontonan hiburan malam yang meriah, tetapi juga sarat akan tuntunan moral, khususnya mengenai estafet kepemimpinan dan integritas moral.</p>
<p>​Tampak suasana panggung megah yang dihadiri oleh jajaran keluarga Hj Ruminah beserta keluarga berdiri bersama di atas panggung kehormatan di depan kelir (layar wayang). Kehadiran keluarga yang mengenakan seragam batik resmi serta busana adat ini menegaskan adanya sinergi yang kuat antara, seniman, dan masyarakat dalam nguri-uri (melestarikan) kebudayaan Jawa.</p>
<p>​Lakon Parikesit sendiri mengisahkan tentang perjuangan Raden Parikesit, cucu dari Arjuna, yang naik tahta menjadi Raja Hastinapura setelah perang besar Bharatayuddha selesai. Kehadirannya membawa fajar baru yang penuh harapan, keadilan, dan kemakmuran bagi rakyat yang sempat porak-poranda akibat perang.</p>
<p>​Dalam wejangannya di sela-sela pagelaran, Ki Anom Dwijokangko menyampaikan pesan mendalam yang sangat relevan dengan situasi kepemimpinan masa kini:</p>
<p>​"Lakon Parikesit ini membawa pesan bahwa seorang pemimpin sejati harus lahir dari proses penempaan diri yang bersih, jujur, dan mengutamakan kepentingan rakyat di atas segalanya. Pemimpin adalah pengayom, laksana Raden Parikesit yang mampu merajut kembali persatuan dan membawa kesejahteraan setelah masa-masa sulit," kata Ki Anom Dwijokangko. Sabtu (20/6/2026) .</p>
<p>Kehadiran sosok Hj. Ruminah bersama keluarga besarnya di atas panggung kehormatan menjadi simbol dukungan nyata tokoh masyarakat terhadap kelestarian adat budaya lokal. Bersih Dusun Desa Betet tahun ini terasa jauh lebih khidmat dan berkesan dengan dihadirkannya lakon Parikesit.</p>
<p>​Saat ditemui di sela-sela acara, Hj. Ruminah menyampaikan rasa syukur yang mendalam atas terselenggaranya tradisi tahunan ini dengan aman, tertib, dan penuh gayeng.</p>
<p>​"Kami atas nama keluarga sangat bersyukur dan bangga melihat kerukunan warga Desa Betet malam ini. Bersih dusun ini bukan sekadar rutinitas, tetapi wujud syukur kita kepada Allah SWT atas segala limpahan berkah, keselamatan, dan hasil bumi yang melimpah," ungkap Hj. Ruminah.</p>
<p>Hj. Ruminah​ menambahkan, pemilihan lakon wayang "Parikesit" oleh Ki Anom Dwijokangko sangat tepat dan menyentuh sanubari. Menurutnya, pesan kepemimpinan dan keadilan dalam cerita tersebut harus diteladani oleh generasi muda di desa setempat.</p>
<p>​Lebih lanjut, keluarga Hj. Ruminah yang malam itu kompak hadir mengenakan busana batik sarimbit serasi, berharap agar kekompakan warga Desa Betet terus terjaga. Kehadiran anak-anak hingga anggota keluarga paling muda di atas panggung (seperti yang tampak pada image.png) juga menjadi misi tersendiri untuk mengenalkan budaya adiluhung sejak dini.</p>
<p>​"Sengaja kami ajak keluarga dan anak-anak, supaya mereka tahu dan mencintai budayanya sendiri. Semoga dengan bersih dusun ini, Desa Betet dijauhkan dari segala balak (musibah), warganya semakin kompak, makmur, dan rukun selamanya," pungkasnya menutup perbincangan. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Tak Terima Diberhentikan di Usia 60 Tahun, Tiga Perangkat Desa di Nganjuk Gugat ke PTUN Surabaya</title>
<link>https://suarajatimpost.com/tak-terima-diberhentikan-di-usia-60-tahun-tiga-perangkat-desa-di-nganjuk-gugat-ke-ptun-surabaya</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/tak-terima-diberhentikan-di-usia-60-tahun-tiga-perangkat-desa-di-nganjuk-gugat-ke-ptun-surabaya</guid>
<description><![CDATA[ Tiga perangkat desa dari tiga kecamatan berbeda resmi menempuh jalur hukum dengan melayangkan gugatan ke Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Surabaya. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202606/image_870x580_6a353ecdde972.webp" length="34302" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Fri, 19 Jun 2026 20:34:57 +0700</pubDate>
<dc:creator>Kuswanto</dc:creator>
<media:keywords>Usia perangkat desa, gugatan di PTUN Surabaya, Penasehat hukum perangkat desa, FKAPD, Nganjuk</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>NGANJUK, SJP – </strong>Gelombang perlawanan hukum dilakukan oleh aparatur desa di Kabupaten Nganjuk. Tiga perangkat desa dari tiga kecamatan berbeda resmi menempuh jalur hukum dengan melayangkan gugatan ke Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Surabaya.</p>
<p>Langkah ini diambil lantaran mereka menilai proses pemberhentian yang dialaminya cacat prosedural dan tidak sesuai dengan legalitas masa jabatan saat awal mereka diangkat.</p>
<p>​Untuk mematangkan langkah hukum tersebut, ketiga perangkat desa menyambangi kantor Lembaga Bantuan Hukum (LBH) di Jombang pada Kamis (18/6/2026) sekitar pukul 13.00 WIB guna menandatangani kuasa pendampingan hukum. </p>
<p>​Ketiga perangkat desa yang mencari keadilan tersebut, ​Mujito, Kepala Dusun (Kasun) Kedungdowo, Kecamatan Nganjuk, ​Suparmin, Kaur Perencanaan Desa Sanggrahan, Kecamatan Gondang serta Sunari, Modin Desa Demangan, Kecamatan Tanjunganom.</p>
<p>​<strong>Persoalan Batas Usia Pensiun</strong></p>
<p>​Ketiganya mengaku merasa dirugikan dan menganggap jajaran pemerintah desa, kecamatan, hingga Pemerintah Kabupaten Nganjuk tidak memberikan keadilan serta kepastian hukum.</p>
<p>Sengketa ini bermula dari perbedaan tafsir regulasi mengenai Batas Usia Pensiun (BUP). Saat pertama kali diangkat menjadi abdi desa, masa jabatan mereka masih mengacu pada aturan lama, yakni Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1979. Berdasarkan regulasi tersebut, mereka meyakini hak masa tugasnya berlaku hingga usia 64 tahun.</p>
<p>​Namun di tengah jalan, kebijakan berubah. Ketiganya dipaksa meletakkan jabatan dan diberhentikan saat memasuki usia 60 tahun dengan dasar regulasi yang lebih baru.</p>
<p>​Kuasa hukum ketiga perangkat desa, Indra Nur Azies, membenarkan bahwa pihaknya telah resmi menerima mandat untuk mengawal sengketa tata usaha negara ini ke PTUN Surabaya.</p>
<p>​“Benar, hari ini kami menerima kedatangan tiga perangkat desa dari Kabupaten Nganjuk yang memberikan kuasa kepada kami untuk memperjuangkan hak-hak mereka melalui jalur hukum. Saat ini kami sedang mempelajari dokumen dan menyiapkan materi gugatan yang akan diajukan ke PTUN Surabaya,” ujar Indra Nur Azies saat dikonfirmasi.</p>
<p>​Indra menambahkan, dalam waktu dekat tim hukum akan melengkapi seluruh berkas administrasi dan bukti-bukti otentik guna memperkuat dalil gugatan di persidangan nanti.</p>
<p>​Perjuangan ketiga perangkat desa ini tidak main-main. Dalam pendaftaran kuasa tersebut, mereka didampingi langsung oleh Ketua Forum Komunikasi Aparatur Perangkat Desa (FKAPD) Kabupaten Nganjuk, Iwan Setiawan bersama jajaran pengurus teras FKAPD lainnya.</p>
<p>​Iwan menegaskan, FKAPD Nganjuk berkomitmen penuh pasang badan dan mengawal ketat seluruh proses hukum yang sedang ditempuh anggotanya.</p>
<p>​"FKAPD Kabupaten Nganjuk akan mengawal proses hukum ini sampai selesai. Kami berharap ada kepastian hukum dan keadilan bagi perangkat desa yang merasa hak-haknya belum terpenuhi. Kami juga melihat adanya putusan serupa yang pernah terjadi di Desa Srikaton, Kecamatan Papar, Kabupaten Kediri, sehingga menjadi salah satu referensi dalam perjuangan ini," tegas Iwan kepada Suarajatimpost saat dikonfirmasi via WhatsApp, Jumat (19/6/2026).</p>
<p>​Kasus ini kini menjadi sorotan hangat di kalangan aparatur pemerintahan desa di Kabupaten Nganjuk. Perkara ini dinilai akan menjadi preseden penting terkait kepastian hukum masa jabatan dan batas usia pensiun perangkat desa. Kini, harapan besar digantungkan pada ketukan palu hakim PTUN Surabaya demi mendapat kejelasan status dan hak-hak konstitusional mereka. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Grebeg Suro di Petilasan Gajah Mada, Warga Lintas Komunitas di Nganjuk Bersatu Rawat Warisan Budaya Nusantara</title>
<link>https://suarajatimpost.com/grebeg-suro-di-petilasan-gajah-mada-warga-lintas-komunitas-di-nganjuk-bersatu-rawat-warisan-budaya-nusantara</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/grebeg-suro-di-petilasan-gajah-mada-warga-lintas-komunitas-di-nganjuk-bersatu-rawat-warisan-budaya-nusantara</guid>
<description><![CDATA[ Ritual Grebeg Suro digelar di Petilasan Gajah Mada, Desa Lambangkuning, Nganjuk. Tradisi tahunan ini menjadi simbol pelestarian budaya, doa bersama, dan harmonisasi lintas komunitas. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202606/image_870x580_6a3404cb927dd.webp" length="39846" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 18 Jun 2026 22:43:42 +0700</pubDate>
<dc:creator>Kuswanto</dc:creator>
<media:keywords>Grebeg Suro, Petilasan Gajah Mada, Lintas agama, petilasan Gajah Mada, Desa Lambangkuning, komunitas trah empu sendok candi Boto, Nganjuk</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><b>NGANJUK, SJP – </b>Nuansa sakral menyelimuti kawasan Petilasan Gajah Mada di Desa Lambangkuning, Kecamatan Kertosono, Kabupaten Nganjuk, saat masyarakat bersama para pemerhati budaya menggelar ritual Grebeg Suro dalam rangka menyambut Tahun Baru Jawa 1 Suro, Kamis (18/6/2026) malam.</p>
<p>Tradisi tahunan yang digelar di salah satu situs bersejarah tersebut tidak hanya menjadi momentum spiritual untuk memanjatkan doa dan rasa syukur, tetapi juga menjadi ruang pertemuan berbagai elemen masyarakat yang memiliki kepedulian terhadap pelestarian budaya dan sejarah leluhur Nusantara.</p>
<p>Ratusan warga, tokoh adat, pegiat budaya, hingga komunitas lintas daerah tampak memadati area petilasan. Mereka mengikuti rangkaian prosesi dengan khidmat, menciptakan suasana yang sarat nilai kebersamaan dan penghormatan terhadap warisan sejarah yang diyakini memiliki keterkaitan dengan sosok Mahapatih Gajah Mada.</p>
<p>Kehadiran berbagai komunitas lintas agama dan budaya dalam peringatan Grebeg Suro tersebut menjadi simbol kuat harmonisasi sosial di tengah keberagaman. Semangat gotong royong dan pelestarian tradisi menjadi pesan utama yang terus dijaga dari tahun ke tahun.</p>
<p>Sebelum prosesi inti dimulai, suasana di sekitar petilasan tampak semarak dengan suguhan seni budaya tradisional. Acara diawali dengan Tari Gambyong sebagai tarian penyambutan yang dibawakan secara apik oleh para penari. Alunan gamelan yang mengiringi pertunjukan menambah kesan khidmat sekaligus memperkuat nuansa budaya Jawa yang kental.</p>
<p>Berdasarkan pantauan di lokasi, para peserta duduk bersila di atas hamparan terpal di depan gerbang petilasan bernuansa kuning keemasan. Mereka mengikuti doa bersama dan rangkaian ritual yang berlangsung hingga malam hari.</p>
<p>Mangku Ajie Sulistiono, salah satu tokoh yang terlibat dalam kegiatan tersebut, mengatakan Grebeg Suro tahun ini dikemas secara sederhana tanpa mengurangi nilai sakral yang menjadi inti perayaan.</p>
<p>"Yang terpenting adalah kita memperingati Tahun Baru Suro ini dengan mengirim doa kepada para leluhur serta memohon agar segala sesuatu ke depan dapat berjalan dengan baik," ujarnya.</p>
<p>Menurut Ajie, Grebeg Suro di Petilasan Mahapatih Gajah Mada telah rutin dilaksanakan selama tujuh tahun terakhir. Tradisi tersebut terus berkembang dan mendapat dukungan dari berbagai kalangan masyarakat.</p>
<p>"Acara ini turut diikuti oleh rekan-rekan dari wihara, Komunitas Mojopahit, serta Trah Mpu Sindok. Kehadiran berbagai kelompok ini, termasuk komunitas lintas agama dan umat Islam yang tetap menjaga adat, menunjukkan kuatnya kebersamaan dalam merawat tradisi dan budaya," katanya.</p>
<p>Ia menjelaskan, rangkaian kegiatan diawali dengan prosesi Grebeg Tumpeng yang dipandu cucuk lampah sebagai pembuka jalan. Selanjutnya, peserta disuguhi berbagai pertunjukan tari tradisional yang menjadi bagian dari ritual budaya tersebut.</p>
<p>Selain Tari Gambyong, penonton juga disuguhi Tari Puja Maheswara, tarian bedoyo khas Nganjuk yang secara khusus dipentaskan sebagai bentuk penghormatan dan pemuliaan dalam ritual adat.</p>
<p>Melalui kegiatan tersebut, Ajie berharap masyarakat, khususnya warga Desa Lambangkuning, semakin antusias terlibat dalam penyelenggaraan Grebeg Suro sehingga tradisi budaya yang diwariskan leluhur tetap lestari di tengah perkembangan zaman.</p>
<p>Sementara itu, Kepala Desa Lambangkuning, Yusuf yang diwakili Kepala Dusun Lambangkuning, Dani, menyampaikan apresiasi atas kekompakan warga dan para pegiat budaya yang telah berperan aktif menyukseskan kegiatan tersebut.</p>
<p>"Kami dari pihak desa sangat mengapresiasi semangat gotong royong warga dalam menyukseskan Grebeg Suro ini. Kegiatan positif seperti ini tidak hanya mempererat silaturahmi, tetapi juga menjaga identitas budaya kita. Kami berharap tradisi ini terus dilestarikan dan diwariskan kepada generasi mendatang agar mereka tidak melupakan akar sejarahnya," pungkas Dani. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Pemkab Nganjuk dan Provider Gotong Royong Rapikan Kabel Semrawut</title>
<link>https://suarajatimpost.com/pemkab-nganjuk-dan-provider-gotong-royong-rapikan-kabel-semrawut</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/pemkab-nganjuk-dan-provider-gotong-royong-rapikan-kabel-semrawut</guid>
<description><![CDATA[ Pemkab Nganjuk bersama 16 provider menata kabel telekomunikasi di jalan protokol. DPRD menyoroti regulasi jaringan dan dugaan tunggakan retribusi, sementara provider meminta kepastian aturan serta SKRD. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202606/image_870x580_6a33f42481327.webp" length="74714" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 18 Jun 2026 22:22:18 +0700</pubDate>
<dc:creator>Kuswanto</dc:creator>
<media:keywords>Kabel provider, semrawut, Diskominfo, Wabup Nganjuk Tri Handy Saputra, sidak gabungan, Komisi 1 DRPD Nganjuk, Nganjuk</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p class="isSelectedEnd"><strong><span>NGANJUK, SJP</span></strong><span> – Kesemrawutan kabel telekomunikasi yang selama ini mengganggu estetika kota dan berpotensi membahayakan pengguna jalan akhirnya mendapat perhatian serius dari Pemerintah Kabupaten Nganjuk. Bersama belasan penyedia layanan internet dan telekomunikasi, Pemkab Nganjuk turun langsung melakukan penataan jaringan kabel udara di sejumlah ruas jalan protokol, Kamis (18/6/2026).</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya penataan infrastruktur digital yang lebih tertib seiring meningkatnya kebutuhan masyarakat terhadap layanan internet. Selain memperbaiki wajah kota, penertiban jaringan kabel juga ditujukan untuk menciptakan standar pengelolaan infrastruktur telekomunikasi yang aman, teratur, dan sesuai regulasi.</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>Aksi gotong royong yang dipimpin Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Nganjuk itu menyasar tiga titik utama, yakni Jalan Diponegoro, Jalan Kartini, dan Jalan Jaksa Agung Suprapto. Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari hasil koordinasi antara pemerintah daerah, DPRD, dan para penyedia layanan telekomunikasi yang sebelumnya menyoroti kondisi kabel udara yang semakin semrawut.</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>Di tengah pesatnya pertumbuhan penyedia layanan internet (Internet Service Provider/ISP), pemerintah daerah menilai penataan infrastruktur menjadi kebutuhan mendesak agar perkembangan layanan digital tetap berjalan seiring dengan tertibnya tata ruang perkotaan.</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>Kepala Diskominfo Kabupaten Nganjuk, Subani, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bentuk komitmen bersama antara pemerintah daerah, legislatif, dan pihak swasta untuk menciptakan lingkungan kota yang lebih aman dan nyaman.</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>"Kegiatan ini didasari pentingnya menjaga tata kota agar tetap rapi, indah, dan yang paling utama adalah menjamin keselamatan pengguna jalan dari ancaman kabel yang menjuntai atau melorot," ujar Subani.</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>Kegiatan yang dimulai sejak pukul 08.00 WIB itu melibatkan berbagai organisasi perangkat daerah (OPD), di antaranya Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, BPKAD, Bapenda, DPMPTSP, Dinas PUPR, Dinas Perhubungan, hingga Satpol PP.</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>Selain itu, sebanyak 16 perusahaan penyedia jasa internet dan infrastruktur jaringan turut mengerahkan tim teknisnya untuk melakukan penataan kabel di lapangan. Mereka bersama-sama membenahi, mengikat, dan menertibkan jalur kabel yang dinilai mengganggu estetika kota.</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>Kegiatan tersebut juga mendapat perhatian DPRD Kabupaten Nganjuk. Perwakilan Komisi I dan Panitia Khusus (Pansus) IV DPRD turun langsung ke lokasi untuk memantau proses penataan sekaligus mengevaluasi implementasi regulasi yang mengatur pemanfaatan ruang publik oleh provider.</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>Di sisi lain, sejumlah penyedia layanan internet menyampaikan beberapa catatan terkait kebijakan penataan jaringan yang sedang disusun pemerintah daerah.</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>Supervisor GreeNet, Gus Alif Zain, mengungkapkan pihaknya berharap ada kejelasan regulasi mengenai pembagian titik lokasi jaringan serta mekanisme pembayaran retribusi daerah agar tidak menghambat pelayanan kepada masyarakat.</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>"Kami mempertanyakan, kalau semisal disepakati satu titik lokasi itu hanya untuk beberapa provider, apakah itu tidak malah mengganggu?" ujarnya.</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>Menurut Gus Alif, pihaknya juga masih menghadapi kendala administratif terkait penerbitan Surat Ketetapan Retribusi Daerah (SKRD) tahunan yang menjadi dasar pembayaran retribusi atas penggunaan ruas jalan untuk jaringan kabel.</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>"Kami dari GreeNet kemarin meminta SKRD untuk pembayaran retribusi tahunan. Namun, informasi dari PU kemarin menyatakan masih belum bisa dikeluarkan, dan kami belum tahu alasannya apa," katanya.</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>Sementara itu, Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Nganjuk, Puguh Wicaksono, menegaskan bahwa pertumbuhan jumlah ISP harus diimbangi dengan penataan dan pengawasan yang jelas agar tidak menimbulkan persoalan baru di kemudian hari.</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>"Kebutuhan internet semakin hari semakin banyak, begitu juga dengan jumlah ISP. Oleh karena itu, kita perlu melakukan perapihan. Kalau tidak diatur dari sekarang, kondisi perkabelan akan semakin semrawut," ujarnya.</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>Selain persoalan estetika kota, DPRD juga menyoroti adanya informasi mengenai dugaan sejumlah provider yang belum memenuhi kewajiban pembayaran retribusi daerah meskipun telah beroperasi selama bertahun-tahun.</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>Menanggapi hal tersebut, Puguh memastikan DPRD akan melakukan penelusuran bersama dinas terkait untuk memastikan kebenaran informasi tersebut sekaligus mencari solusi yang sesuai dengan ketentuan yang berlaku.</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>"Terkait isu adanya provider yang tidak membayar itu, nanti akan kita cek bersama. Kita cari tahu apa penyebabnya, dan pastinya akan segera kita tindak lanjuti," tegasnya.</span></p>
<p><span>Dalam kegiatan tersebut, Wakil Bupati Nganjuk Tri Handy juga terlihat hadir melakukan inspeksi mendadak (sidak) untuk memantau langsung proses penataan jaringan kabel. </span></p>
<p><span>Namun hingga kegiatan berakhir, Wakil Bupati belum memberikan keterangan kepada awak media terkait evaluasi penataan infrastruktur telekomunikasi maupun kebijakan yang akan diterapkan ke depan. <strong>(*)</strong></span></p>
<p><span><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></span></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Warga Nganjuk Demo Minta Program MBG Dilanjutkan</title>
<link>https://suarajatimpost.com/warga-nganjuk-demo-minta-program-mbg-dilanjutkan</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/warga-nganjuk-demo-minta-program-mbg-dilanjutkan</guid>
<description><![CDATA[ Massa aksi mendorong agar Pemkab Nganjuk untuk terus bersinergi dan meneruskan aspirasi ke pemerintah pusat agar program MBG berjalan lancar di daerah. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202606/image_870x580_6a33ab5d4cbfd.webp" length="91754" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 18 Jun 2026 16:12:35 +0700</pubDate>
<dc:creator>Kuswanto</dc:creator>
<media:keywords>Aksi damai, ratusan massa, demo besar besaran, Program MBG, usut korupsi, MBG, Pemkab Nganjuk, Aliansi Nganjuk Bersatu, Nganjuk</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>NGANJUK, SJP</strong>–Ratusan massa yang tergabung dalam Aliansi Wong Nganjuk Bersatu menggelar aksi damai di kawasan pusat pemerintahan Kabupaten Nganjuk, Kamis (18/6/2026). Dalam aksi ini, massa membawa dua misi utama, yaitu menyatakan dukungan penuh terhadap program strategis nasional di bawah pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan menuntut penegakan hukum yang tegas terhadap para koruptor.</p>
<p></p>
<p>Massa yang diperkirakan hampir mencapai 1.000 orang tersebut mulai memadati titik kumpul di depan Alun-alun Nganjuk. Mereka kemudian melakukan longmarch menuju depan Kantor Bupati Nganjuk yang menjadi lokasi akhir penyampaian orasi.</p>
<p></p>
<p>Dalam orasinya, koordinator aksi, Rizki Sugik, menyampaikan lima poin tuntutan dan agenda utama pergerakan mereka. </p>
<p></p>
<p>Pertama adalah mendukung penuh seluruh program pemerintah demi kesejahteraan masyarakat, khususnya keberlanjutan program Makan Bergizi Gratis (MBG).</p>
<p></p>
<p>Kedua, mendorong Pemkab Nganjuk untuk terus bersinergi dan meneruskan aspirasi ke pemerintah pusat agar program MBG berjalan lancar di daerah.</p>
<p></p>
<p>Ketiga, Mlmenuntut aparat penegak hukum untuk menindak tegas seluruh pelaku korupsi tanpa tebang pilih.</p>
<p></p>
<p>Menyuarakan jargon "Koruptor Tangkap! Hukum Tegakkan!" di sepanjang rute aksi dan mengajak seluruh elemen masyarakat Nganjuk untuk tetap menjaga persatuan, ketertiban, dan stabilitas nasional.</p>
<p></p>
<p>"Aksi ini merupakan gerakan moral dari masyarakat Nganjuk yang menginginkan Indonesia maju dan sejahtera. Kami mendukung program yang baik untuk rakyat, namun kami juga mengharamkan korupsi tumbuh subur," ujar Rizki.</p>
<p></p>
<p>Aksi yang berjalan tertib ini ditemui langsung oleh Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Kasat Pol PP) Kabupaten Nganjuk, Nafan Thohari, yang mewakili pihak Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Nganjuk. Nafan hadir di tengah massa untuk menerima berkas tuntutan serta memberikan pernyataan resmi.</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202606/image_870x_6a33b05d97498.webp" alt=""></p>
<p>Nafan menyampaikan apresiasi yang tinggi atas kedisiplinan para peserta aksi yang mampu menjaga ketertiban, kesopanan, dan fasilitas publik di sepanjang Jalan A. Yani hingga kawasan Alun-alun.</p>
<p></p>
<p>"Kami atas nama Pemerintah Kabupaten Nganjuk menyambut baik aspirasi dari rekan-rekan Aliansi Wong Nganjuk Bersatu. Poin-poin dukungan dan evaluasi program MBG serta komitmen penegakan hukum ini akan segera kami sampaikan ke Bapak Bupati agar bisa ditandatangani dan diteruskan ke tingkat pusat sesuai mekanisme yang ada," tegas Nafan di hadapan massa.</p>
<p></p>
<p>Ia menambahkan bahwa Pemkab Nganjuk terbuka terhadap setiap masukan, baik berupa kritik konstruktif maupun aduan hukum, sebagai bahan evaluasi demi kemajuan tata kelola pemerintahan daerah.</p>
<p></p>
<p>Menjawab pertanyaan mengenai ketidakhadiran Bupati Nganjuk di lokasi aksi, Nafan menjelaskan bahwa Bupati sedang menghadiri agenda kedinasan lain yang sifatnya mendesak dan tidak dapat diwakilkan.</p>
<p></p>
<p>Sementara itu, Wakil Bupati Nganjuk pada saat yang sama sedang memimpin langsung agenda penertiban kabel Fiber Optic (FO) di lapangan yang menjadi fokus perhatian serius pemerintah daerah.</p>
<p></p>
<p>"Tadi ada penertiban juga yang langsung harus dipimpin oleh Pak Wakil Bupati, penertiban kabel FO. Jadi kami tadi juga mengikuti beliau, saya minta izin untuk menemui masyarakat yang ingin menyampaikan aspirasi ini, sehingga mewakilkan kepada kami," pungkas Nafan kepada awak media.</p>
<p></p>
<p>Meski pimpinan daerah berhalangan hadir secara fisik karena benturan jadwal, Pemkab Nganjuk memastikan seluruh tuntutan dan nota kesepahaman dari Aliansi Wong Nganjuk Bersatu telah ditampung secara resmi untuk segera diproses lebih lanjut. Aksi unjuk rasa tersebut berakhir dengan aman dan kondusif. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Gagal Menyalip di Tanjunganom Nganjuk, Truk Boks Hantam Pemotor hingga Kritis</title>
<link>https://suarajatimpost.com/gagal-menyalip-di-tanjunganom-nganjuk-truk-boks-hantam-pemotor-hingga-kritis</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/gagal-menyalip-di-tanjunganom-nganjuk-truk-boks-hantam-pemotor-hingga-kritis</guid>
<description><![CDATA[ Akibat benturan keras tersebut, pengendara motor dilaporkan mengalami luka berat di bagian kepala dan langsung tak sadarkan diri di lokasi kejadian. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202606/image_870x580_6a3234da787a0.webp" length="44040" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 17 Jun 2026 14:30:56 +0700</pubDate>
<dc:creator>Kuswanto</dc:creator>
<media:keywords>Lakalantas, Truck boks vs Sepeda Motor, Pemotor tak sadar diri, Satlantas Polres Nganjuk, Nganjuk</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>NGANJUK, SJP</strong> — Diduga akibat kurang perhitungan saat mendahului kendaraan di depannya, sebuah truk boks menghantam sepeda motor dari arah berlawanan di Jalan Raya Nganjuk-Surabaya, tepatnya di Dusun Ngrajek, Desa Sambirejo, Kecamatan Tanjunganom, Kabupaten Nganjuk, Rabu (17/6/2026) sekitar pukul 07.15 WIB.</p>
<p></p>
<p>Akibat benturan keras tersebut, pengendara motor dilaporkan mengalami luka berat di bagian kepala dan langsung tak sadarkan diri di lokasi kejadian.</p>
<p></p>
<p>Kecelakaan bermula saat truk boks Mitsubishi bernomor polisi AE-8537-SU yang dikemudikan oleh WCP (25), warga Slahung, Ponorogo, melaju dari arah barat menuju ke timur.</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202606/image_870x_6a3235001ad44.webp" alt=""></p>
<p>Sesampainya di lokasi, WCP mencoba mendahului kendaraan yang ada di depannya. Sayangnya, truk tersebut bergerak terlalu ke kanan hingga memakan jalur lawan.</p>
<p></p>
<p>Pada saat yang bersamaan, dari arah berlawanan (timur ke barat), datang sepeda motor Honda PCX bernomor polisi AG-3787-ECW yang dikendarai oleh MBRA (25), warga Puncu, Kediri. Karena jarak yang sudah sangat dekat, tabrakan adu banteng tidak dapat dihindarkan.</p>
<p></p>
<p>"Karena jarak sudah terlalu dekat, kedua pengemudi tidak dapat menghindar lagi sehingga terjadilah kecelakaan lalu lintas tersebut," ujar Kanit Gakkum Satlantas Polres Nganjuk, Ipda Wahby Irfan Izzudin, saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp.</p>
<p></p>
<p>Dampak dari tabrakan tersebut sangat fatal bagi pengendara motor. MBRA mengalami luka serius di bagian kepala dan langsung pingsan di tempat. </p>
<p></p>
<p>Sementara itu, sopir truk boks dilaporkan selamat tanpa mengalami luka.</p>
<p></p>
<p>Warga sekitar bersama petugas kepolisian langsung bergerak cepat mengevakuasi korban ke rumah sakit terdekat agar segera mendapatkan pertolongan medis darurat. </p>
<p></p>
<p>Polisi juga telah meminta Visum et Repertum (VER) untuk memeriksa kondisi luka korban secara resmi.</p>
<p></p>
<p>Saat ini, kasus kecelakaan tersebut sudah ditangani oleh Unit Penegakan Hukum (Gakkum) Satlantas Polres Nganjuk. </p>
<p></p>
<p>Polisi telah melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) dan mengamankan kedua kendaraan yang terlibat sebagai barang bukti untuk penyelidikan lebih lanjut.<strong> (*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Baznas Nganjuk Siapkan Bantuan Rp20 Juta untuk Perbaikan Rutilahu Lansia di Kampungbaru</title>
<link>https://suarajatimpost.com/baznas-nganjuk-siapkan-bantuan-rp20-juta-untuk-perbaikan-rutilahu-lansia-di-kampungbaru</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/baznas-nganjuk-siapkan-bantuan-rp20-juta-untuk-perbaikan-rutilahu-lansia-di-kampungbaru</guid>
<description><![CDATA[ Baznas Nganjuk mengalokasikan bantuan stimulan Rp20 juta untuk perbaikan rumah tidak layak huni milik lansia di Desa Kampungbaru. Pemerintah desa siap mendukung melalui gotong royong warga. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202606/image_870x580_6a3003fc6c56d.webp" length="43574" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 15 Jun 2026 21:32:20 +0700</pubDate>
<dc:creator>Kuswanto</dc:creator>
<media:keywords>Program Rutilahu, warga miskin, Baznas Nganjuk, Pemdes Kampungbaru, bansos, Desa Kampungbaru, Nganjuk</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p class="isSelectedEnd"><strong><span>NGANJUK, SJP</span></strong><span> – Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Nganjuk menyiapkan bantuan stimulan senilai Rp20 juta untuk perbaikan rumah milik Supriadi, seorang lansia warga Dusun Koripan, Desa Kampungbaru, yang kondisinya dinilai tidak layak huni.</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>Bantuan tersebut diberikan setelah tim Baznas bersama Pemerintah Desa Kampungbaru melakukan peninjauan langsung ke lokasi, guna memverifikasi kondisi rumah yang mengalami kerusakan pada sejumlah bagian bangunan.</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>Rumah yang ditempati Supriadi diketahui memiliki kondisi yang memprihatinkan. Beberapa bagian bangunan terlihat rapuh, atap mengalami kebocoran, dinding mengalami keretakan, dan lantai rumah masih berupa tanah sehingga dinilai memerlukan penanganan segera demi menjamin keselamatan serta kenyamanan penghuninya.</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>Ketua Baznas Kabupaten Nganjuk, Zainal Arifin, mengatakan pihaknya bergerak cepat melakukan survei lapangan setelah menerima informasi mengenai kondisi rumah tersebut.</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>"Sesuai arahan, kami langsung melihat kondisi di lapangan. Dengan mempertimbangkan kemampuan dana zakat, infak, dan sedekah (ZIS) yang tersedia, bantuan stimulan yang dapat kami maksimalkan sebesar Rp20 juta per unit dan difokuskan untuk kebutuhan material bangunan," ujarnya, Senin (15/6/2026).</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>Menurut Zainal, bantuan tersebut merupakan bentuk kepedulian Baznas terhadap masyarakat kurang mampu yang membutuhkan dukungan untuk memperoleh hunian yang lebih layak.</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>Sementara itu, Kepala Desa Kampungbaru, Susilo Dwi Prasetyo, menyampaikan apresiasi atas respons cepat Baznas dalam menindaklanjuti laporan mengenai kondisi warganya.</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>"Kami atas nama Pemerintah Desa Kampungbaru dan masyarakat mengucapkan terima kasih kepada Baznas Nganjuk. Setelah menerima informasi, tim langsung turun ke lokasi untuk melihat kondisi riil warga kami, Mbah Supriadi," katanya.</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>Susilo menilai kolaborasi antara pemerintah desa dan Baznas menjadi salah satu langkah penting dalam membantu masyarakat yang masih menghadapi persoalan kemiskinan dan keterbatasan akses terhadap hunian yang layak.</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>Ia menjelaskan, kondisi rumah Supriadi memang telah lama menjadi perhatian pemerintah desa karena sejumlah bagian bangunan mengalami kerusakan dan berpotensi membahayakan penghuninya apabila tidak segera diperbaiki.</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>Menindaklanjuti bantuan yang diberikan Baznas, Pemerintah Desa Kampungbaru menyatakan siap mendampingi proses pelaksanaan program tersebut. Selain itu, pemerintah desa juga akan mengajak masyarakat untuk bergotong royong membantu proses perbaikan rumah.</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>"Bantuan ini merupakan stimulan yang sangat berarti. Kami siap mendampingi dan menggerakkan warga untuk bergotong royong agar rumah Mbah Supriadi dapat menjadi hunian yang lebih sehat, aman, dan layak ditempati," tambah Susilo. <strong>(*)</strong></span><span></span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></span></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>BAZNAS Nganjuk Pastikan Warga Miskin Penderita Stroke di Desa Pelem Telah Masuk Program Bantuan</title>
<link>https://suarajatimpost.com/baznas-nganjuk-pastikan-warga-miskin-penderita-stroke-di-desa-pelem-telah-masuk-program-bantuan</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/baznas-nganjuk-pastikan-warga-miskin-penderita-stroke-di-desa-pelem-telah-masuk-program-bantuan</guid>
<description><![CDATA[ Ketua Baznas Nganjuk Dr. H. Zainal Arifin saat memberikan konfirmasi terkait komitmen lembaga dalam menyalurkan bantuan kepada masyarakat yang membutuhkan. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202606/image_870x580_6a2ff313a9fee.webp" length="29564" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 15 Jun 2026 20:32:43 +0700</pubDate>
<dc:creator>Kuswanto</dc:creator>
<media:keywords>Evaluasi bansos, warga kurang mampu, Baznas Nganjuk, Warga Dusun Semanding, Desa Pelem, Kertosono, viral bansos, Nganjuk</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p class="isSelectedEnd"><strong><span>NGANJUK, SJP</span></strong><span> – Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Nganjuk memastikan penanganan terhadap keluarga kurang mampu di Dusun Semanding, Desa Pelem, Kecamatan Kertosono, telah menjadi bagian dari program bantuan yang dijalankan lembaga tersebut.</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>Kepastian itu disampaikan Ketua Baznas Kabupaten Nganjuk, Dr. H. Zainal Arifin, saat dikonfirmasi terkait kondisi keluarga William Petrus Hendrik (Wimpi) dan istrinya, Yoana Mujiarsih, yang menderita stroke hingga mengalami kelumpuhan total.</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>Menurut Zainal Arifin, Baznas telah melakukan peninjauan lapangan serta berkoordinasi dengan pemerintah desa untuk memastikan bantuan yang diberikan tepat sasaran dan berkelanjutan.</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>"Kami pastikan permasalahan warga kurang mampu yang ada di Dusun Semanding, Desa Pelem, saat ini sudah masuk dalam penanganan dan telah di-cover oleh Baznas Nganjuk. Kami terus berkoordinasi dengan pihak desa agar bantuan yang disalurkan tepat sasaran," ujarnya, Senin (15/6/2026).</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>Ia menjelaskan, Baznas telah mengalokasikan bantuan rutin bagi keluarga tersebut sebagai bentuk kepedulian terhadap kondisi ekonomi dan kesehatan yang tengah mereka hadapi.</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>Menurutnya, Baznas memberikan bantuan sebesar Rp450 ribu setiap bulan yang diperuntukkan bagi kebutuhan keluarga Wimpi dan istrinya.</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>"Penanganan yang dilakukan meliputi berbagai aspek bantuan, mulai dari logistik hingga pemenuhan kebutuhan sosial keagamaan yang menjadi program unggulan Baznas. Kami berharap upaya ini dapat membantu mengurangi beban keluarga sekaligus mendukung penanganan kemiskinan di Desa Pelem secara berkelanjutan," kata Zainal Arifin.</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>Sebelumnya, kondisi Yoana Mujiarsih sempat menjadi perhatian publik setelah kisah hidupnya diberitakan. Warga Dusun Semanding itu kini hanya bisa terbaring di tempat tidur akibat stroke yang menyerang saraf otaknya sejak Oktober 2023.</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>Suaminya, William Petrus Hendrik atau yang akrab disapa Wimpi, menceritakan awal mula penyakit tersebut menyerang istrinya. Saat itu Yoana mengeluhkan pusing setelah bangun tidur dan kemudian terjatuh di belakang rumah. Sejak kejadian tersebut, kondisi kesehatannya terus menurun hingga mengalami kelumpuhan total.</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>"Kejadiannya bulan Oktober 2023. Istri saya bangun siang, tiba-tiba mengeluh pusing. Setelah itu jatuh dan sejak saat itu tidak bisa berjalan maupun menggerakkan tubuhnya seperti biasa," tutur Wimpi.</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>Keluarga sempat berupaya membawa Yoana menjalani perawatan di rumah sakit sebanyak empat kali. Namun keterbatasan biaya dan kondisi medis yang semakin memburuk membuat proses pengobatan tidak berjalan optimal.</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>Berdasarkan keterangan yang diterima keluarga dari tenaga medis, keterlambatan penanganan menyebabkan stroke yang awalnya tergolong ringan berkembang menjadi lebih parah dan menyerang jaringan saraf otak.</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>Di tengah kondisi tersebut, Wimpi mengaku sempat kesulitan memperoleh bantuan sosial yang diharapkannya. Ia menyebut hanya pernah menerima bantuan langsung tunai pada Februari dan Maret tahun sebelumnya serta bantuan beras. Setelah itu, bantuan tidak lagi diterima dengan alasan pergiliran penerima manfaat.</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>"Saya sudah beberapa kali datang menemui kepala desa untuk menanyakan kelanjutan bantuan, tetapi belum pernah berhasil bertemu. Padahal kami sangat membutuhkan bantuan seperti PKH, BPNT maupun Kartu Keluarga Sejahtera," ujarnya.</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>Wimpi juga mengaku belum pernah menerima sejumlah bantuan kebutuhan pokok yang menurut informasi diterima oleh sebagian warga lainnya.</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>"Saya tidak dapat bantuan beras maupun minyak goreng yang katanya dibagikan," katanya.</span></p>
<p><span>Meski demikian, dengan adanya kepastian dari Baznas Nganjuk, keluarga berharap bantuan yang telah diberikan dapat terus berlanjut dan menjadi jalan keluar atas kesulitan ekonomi yang mereka hadapi selama proses perawatan Yoana. <strong>(*)</strong></span></p>
<p><span><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></span></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Investasi di Nganjuk Meningkat, Disnaker Sebut Peluang Kerja Semakin Terbuka</title>
<link>https://suarajatimpost.com/investasi-di-nganjuk-meningkat-disnaker-sebut-peluang-kerja-semakin-terbuka</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/investasi-di-nganjuk-meningkat-disnaker-sebut-peluang-kerja-semakin-terbuka</guid>
<description><![CDATA[ Merespons fenomena banyaknya pekerja asal Nganjuk yang melirik peluang di luar negeri, Kadisnaker mengimbau dengan tegas agar masyarakat selalu mengikuti prosedur resmi yang aman. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202606/image_870x580_6a2fe9c6751f3.webp" length="33756" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 15 Jun 2026 20:02:38 +0700</pubDate>
<dc:creator>Kuswanto</dc:creator>
<media:keywords>Lowongan kerja, UMK Nganjuk, Kerja diluar negeri, Dinas Tenaga Kerja, investor, Nganjuk</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>NGANJUK, SJP – </strong>Kabupaten Nganjuk saat ini tengah menjadi daya tarik tersendiri bagi para investor, baik dalam skala besar maupun menengah. Tingginya minat investasi ini membuka peluang kerja yang sangat luas bagi masyarakat setempat.</p>
<p>Hal tersebut tercermin dari suksesnya gelaran Job Fair yang diadakan selama dua hari berturut-turut baru-baru ini, di mana lapangan pekerjaan yang tersedia sangat melimpah dan disambut antusias oleh masyarakat.</p>
<p>​Kepala Dinas Tenaga Kerja (Kadisnaker) Itsna Sofiani menyampaikan, iklim investasi yang kondusif ini harus disambut dengan gembira dan penuh persiapan. Pihaknya mendorong masyarakat untuk mempersiapkan diri sebaik mungkin agar dapat memasuki dunia kerja dengan kompetensi yang matang.</p>
<p>​Merespons fenomena banyaknya pekerja asal Nganjuk yang melirik peluang di luar negeri, Kadisnaker mengimbau dengan tegas agar masyarakat selalu mengikuti prosedur resmi yang aman. </p>
<p>"Langkah ini krusial demi menghindari kasus pemulangan pekerja dengan status ilegal yang merugikan dan mengabaikan hak-hak pekerja akibat tidak terpantau dokumen resminya," kata Itsna saat ditemui di ruang kerjanya, Senin (15/6/2026).</p>
<p>Ditambahkan Itsna, pihaknya mencatat bahwa ketiadaan dokumen resmi membuat para pekerja migran berada dalam posisi yang sangat rentan. Mulai dari risiko eksploitasi, besaran upah yang tidak sesuai kontrak, hingga minimnya jaminan keselamatan kerja. Oleh karena itu, edukasi mengenai penempatan yang aman terus digencarkan oleh pihak dinas demi memutus mata rantai penipuan oleh oknum calo.</p>
<p>​Guna mengantisipasi jatuhnya korban, pihaknya kini membuka lebar-lebar pintu informasi dan ruang konsultasi bagi warga. Masyarakat yang mendapatkan penawaran kerja ke luar negeri diminta untuk tidak ragu datang langsung ke kantor Disnaker guna memverifikasi legalitas perusahaan penyalur (P3MI).</p>
<p>​"Apabila ada yang memberikan penawaran kerja, silakan konsultasikan ke kami. Kami akan bantu memeriksa apakah perusahaan tersebut tercatat resmi atau tidak. Mari kita sambut peluang kerja internasional ini dengan bijak, aman, dan sesuai koridor hukum yang berlaku," tandasnya.</p>
<p>Menurut Itsna, pihaknya membuka lebar layanan informasi dan konsultasi bagi warga yang ingin memastikan legalitas perusahaan penyalur tenaga kerja.</p>
<p>Kata Itsna, ​terkait kriteria rekrutmen di wilayah Nganjuk, persyaratan yang diminta oleh perusahaan-perusahaan saat ini relatif longgar dan inklusif. Penyerapan tenaga kerja berkisar dari lulusan SMP hingga batasan usia mencapai 45 tahun. </p>
<p>"Kami menekankan bahwa fokus utama perusahaan saat ini adalah etos kerja, kesungguhan, dan kesiapan skill para pelamar untuk mendukung kebutuhan industri, khususnya di sektor berbasis jahit yang sedang berkembang pesat di Nganjuk," ungkapnya</p>
<p>Disnaker Nganjuk saat ini tengah membuka pelatihan menjahit industri. Slot pelatihan masih tersedia bagi masyarakat guna meminimalisasi potensi turnover akibat kurangnya keahlian saat mulai bekerja. ​Di sisi lain, daya tarik Nganjuk bagi para investor juga didukung oleh regulasi Upah Minimum Kabupaten (UMK). </p>
<p>Saat disinggung, UMK di Nganjuk, Itsna mengatakan, Berdasarkan ketetapan yang berlaku per 1 Januari 2026, UMK Nganjuk berada pada angka Rp2.564.000.</p>
<p>"Posisi ini menempatkan Nganjuk di peringkat menengah se-Jawa Timur, lebih rendah dibandingkan wilayah Ring 1 seperti Surabaya dan Mojokerto, sehingga menjadi insentif tersendiri bagi masuknya investasi," pungkasnya.<strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>2,5 Tahun Warga Pelem Nganjuk Terbaring akibat Stroke, Bertahan Hidup di Tengah Evaluasi Bansos</title>
<link>https://suarajatimpost.com/25-tahun-warga-pelem-nganjuk-terbaring-akibat-stroke-bertahan-hidup-di-tengah-evaluasi-bansos</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/25-tahun-warga-pelem-nganjuk-terbaring-akibat-stroke-bertahan-hidup-di-tengah-evaluasi-bansos</guid>
<description><![CDATA[ kini harus meratapi nasibnya di atas tempat tidur. Sejak bulan Oktober tahun dua ribu dua puluh tiga silam, wanita ini tak lagi mampu beraktivitas setelah diderita kelumpuhan total akibat serangan stroke. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202606/image_870x580_6a2e94dd17d00.webp" length="42942" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sun, 14 Jun 2026 21:07:06 +0700</pubDate>
<dc:creator>Kuswanto</dc:creator>
<media:keywords>Nestapa warga miskin, sakit stroke lama, luput bantuan, BPNT, PKH, bantuan desa, kemiskinan ekstrem, Dinas Sosial, Baznas, Pemdes Pelem, Kertosono, Nganjuk</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>NGANJUK, SJP</strong> - Di Kabupaten Nganjuk, seorang ibu rumah tangga kini hanya bisa terbaring tak berdaya akibat stroke parah yang menyerang saraf otaknya. Ironisnya, di tengah kondisi ekonomi yang kencang menghimpit, uluran tangan dari pemerintah desa justru mendadak terputus</p>
<p>Yoana Mujiarsih, seorang ibu rumah tangga yang tinggal di Dusun Semanding, Desa Pelem, RT/RW 001/005 Gang Masjid Kecamatan Kertosono, kini harus meratapi nasibnya di atas tempat tidur. Sejak bulan Oktober 2023 silam, wanita ini tak lagi mampu beraktivitas setelah diderita kelumpuhan total akibat serangan stroke</p>
<p>​Sang suami, William Petrus Hendrik, mengisahkan awal mula petaka yang menimpa istrinya. Berawal dari pusing mendadak setelah bangun tidur di siang hari, Yoana terjatuh di area belakang rumah dan sejak saat itu kehilangan seluruh kemampuan motoriknya.</p>
<p>"Kejadiannya bulan Oktober 2023. Istri saya bangun siang, tiba-tiba mengeluh pusing. Dia minta diantar ke belakang. Setelah buang air kecil, dia jatuh bersama saya, kami jatuh berdua. Setelah jatuh itu, dia sudah tidak bisa apa-apa lagi, tidak bisa jalan, tidak bisa bergerak." Kata Wimpi</p>
<p>Pihak keluarga sejatinya telah berupaya maksimal dengan membawa Yoana ke rumah sakit daerah sebanyak empat kali. Namun, keterbatasan regulasi BPJS yang membatasi durasi rawat inap serta keterbatasan biaya, memaksa Yoana harus dipulangkan ke rumah tanpa adanya perkembangan medis yang signifikan.</p>
<p>Tim dokter menyatakan, keterlambatan penanganan akibat faktor keuangan membuat stroke ringan yang semula diderita, kini telah menyerang jaringan saraf otak dan melumpuhkan seluruh tubuh.</p>
<p>​Di tengah kondisi kritis ini, keluarga justru tak tersentuh bantuan sosial. Menurut Wimpi, keluarganya hanya pernah menerima bantuan langsung tunai pada Februari dan Maret tahun lalu, serta bantuan beras sepuluh kilogram. Setelah itu, hak mereka mendadak terhenti dengan alasan bergilir. ​Upaya mencari kejelasan pun bak membentur dinding kosong. Pihak perangkat desa, mulai dari Kepala Dusun hingga Ketua RT seolah saling lempar tanggung jawab, sementara Kepala Desa Pelem selalu gagal ditemui.​</p>
<p>"Saya sudah ke rumah Pak Lurah sampai empat kali, tapi tidak pernah ketemu, selalu dibilang tidak ada di rumah. Di balai desa pun alasannya masih ada tamu. Padahal saya ke sana menanyakan kelanjutan bantuan, karena kami sangat membutuhkan Program Keluarga Harapan (PKH), BPNT, atau Kartu Keluarga Sejahtera (KKS). Saya berharap bantuan ini bisa segera diupayakan," ucapnya lirih.</p>
<p>Wimpi mengungkapkan bahwa dirinya sama sekali tidak pernah menerima bantuan pokok yang sangat dibutuhkannya. ​"Saya tidak dapat. Beras 20 kilo, minyak 4 liter, saya tidak dapat," ungkapnya dengan nada kecewa.</p>
<p>Bahkan, upaya untuk mempertanyakan haknya pun sudah berulang kali dilakukan. Wimpi mengaku telah berkoordinasi dengan aparatur desa setempat. Namun, jawaban yang diterima selalu sama dan bernada penundaan: bantuan masih dalam proses giliran.</p>
<p>"Aku<em> dipimpong pak, dikongkon nemui kono kene, opo ngene dadi wong ora duwe, najan kui bantuan teko</em> Pemerintah (saya disuruh ke sana dan ke sini, memang, saya ini miskin, meskipun itu bantuan dari Pemerintah)," celetuk Wimpi. </p>
<p>Kondisi memprihatinkan ini sebenarnya sempat mendapat perhatian dari pihak Dinas Sosial yang diwakili Muksin, petugas DTKS (Data Terpadu Kesejahteraan Sosial) serta perwakilan Baznas, Pak Zainal Arifin.</p>
<p>Dalam kunjungan tersebut, pihak Dinsos menyarankan agar istri Wimpi dipindahkan ke panti jompo (panti asuhan) untuk mendapatkan perawatan yang layak. ​Namun, saran tersebut menemui jalan buntu.</p>
<p>​"Kalau ke panti jompo, saya kan harus koordinasi dengan pihak keluarga dulu. Ternyata pihak saudaranya ini sudah lepas tangan, tidak mau tahu," jelas Wimpi. Pihak keluarga hanya bersedia membantu jika Wimpi ikut serta pindah, sebuah pilihan yang sulit dilakukan dalam situasi saat ini.</p>
<p>Untuk bertahan hidup dan merawat istrinya yang sakit, Wimpi kini hanya bisa mengandalkan kebaikan hati dan uluran tangan dari para tokoh masyarakat setempat yang peduli. Bantuan yang ia terima selama ini justru datang dari pihak swasta dan tokoh agama, seperti Gus Muslih dari Tegalharum, Gus Subhan dari Nglawak, serta sesekali dari seorang anggota dewan, Pak Sobri dari Perumahan Nglawak</p>
<p>​Saat ditanya mengenai harapannya ke depan, Wimpi tidak meminta hal yang muluk-muluk. Ia hanya berharap pemerintah atau pihak terkait bisa segera turun tangan memberikan bantuan, khususnya untuk pengobatan sang ibu.</p>
<p>​"Harapan saya kalau bisa ya secepatnya dibantulah, Mas. Saya ini kepengin untuk pengobatan Istri saya. Jujur, rasanya capek," tuturnya menutup pembicaraan.</p>
<p>​Menanggapi hal tersebut, pihak petugas DTKS (Data Terpadu Kesejahteraan Sosial) Muksin memberikan klarifikasi serta memaparkan sejumlah langkah nyata yang telah dilakukan.</p>
<p>​Muksin menyampaikan bahwa kondisi keluarga Wimpi sudah menjadi perhatian penuh. Beberapa bantuan darurat pun sebenarnya telah disalurkan melalui sinergi berbagai instansi, Pihak Kecamatan, Dinas Sosial, hingga Baznas setempat dilaporkan sudah turun langsung untuk memberikan bantuan sembako serta santunan guna meringankan beban keluarga.</p>
<p>​Lanjut Muksin, Petugas dari Pustu (Puskesmas Pembantu) Desa Pelem bersama Puskesmas Kertosono telah melakukan kunjungan berkali-kali ke kediaman Wimpi untuk melakukan <em>check-up</em> medis dan memberikan obat-obatan.</p>
<p>Terkait keluhan berhentinya bantuan PKH (Program Keluarga Harapan) dan BPNT (Bantuan Pangan Non-Tunai) sejak tahun 2023, Muksin menjelaskan bahwa hal tersebut terjadi secara otomatis akibat adanya kenaikan tingkat desil (status kesejahteraan) pada data pusat, yang memicu penonaktifan otomatis pada kartu PBI-JK (BPJS gratis).</p>
<p>​"Saat desilnya naik, bantuan dan BPJS-nya sempat tidak aktif. Namun, kami dari pihak kecamatan dan desa langsung bekerja sama untuk mengajukan penurunan desil kembali sesuai fakta di lapangan. Alhamdulillah saat ini desilnya sudah turun," ujar Muksin. </p>
<p>Saat ini, pihak petugas sedang memproses ulang pengajuan agar Wimpi dapat kembali masuk sebagai penerima bantuan PKH dan BPNT. ​Meski ambulans dari Puskesmas sudah sempat disiapkan untuk merujuk istrinya Wimpi ke rumah sakit agar mendapatkan perawatan lanjutan, pihak keluarga rupanya masih mempertimbangkan beberapa persyaratan teknis terkait akomodasi penunggu pasien.</p>
<p>Menurut Muksin, ​Wimpi sempat mengkhawatirkan biaya hidup dan konsumsi bagi pihak keluarga yang akan menjaganya selama di rumah sakit. Hingga saat ini, pihak desa dan kecamatan masih terus berkoordinasi untuk mencari solusi terbaik atas kendala sosial tersebut.</p>
<p>​Sementara itu, mengenai program bantuan pangan berupa beras dan minyak goreng yang dikabarkan belum diterima oleh yang bersangkutan, pihak DTKS Dinas Sosial menyarankan untuk mengonfirmasi langsung ke pihak Pemerintah Desa Pelem. Hal ini dikarenakan penyaluran bantuan pangan untuk periode ini didistribusikan langsung oleh pihak Bulog dan rekanan ke masing-masing desa dan kecamatan tanpa melalui jalur Dinas Sosial.</p>
<p>Sementara itu Kepala Desa Pelem Imam Hidayat Ari Wibowo yang diwawancarai saat acara "Grebek Suro" Minggtu (14/6/2026)  menjawab dengan singkat dan padat. "Besok suruh menghadap saya," katanya.</p>
<p>​Kisah pasangan suami istri Wimpi menjadi potret buram evaluasi akurasi data kemiskinan di tingkat bawah agar bantuan sosial dapat benar-benar tepat sasaran dan menyentuh mereka yang sedang berada dalam kondisi kritis.</p>
<p>Kini, keluarga kecil di Dusun Semanding, Desa Pelem RT/RW 001/005 Gang Masjid ini hanya bisa berharap adanya keajaiban dan ketukan hati dari instansi terkait di tingkat kabupaten maupun pusat, agar jaminan pelayanan kesehatan serta hak bantuan sosial bagi warga tidak mampu dapat ditegakkan secara adil dan transparan.(*) </p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Lantik Empat Pejabat Tinggi Pratama, Bupati Nganjuk Tekankan Integritas, Pelayanan Berkualitas, dan Kebijakan &amp;quot;Nol Rupiah&amp;quot;</title>
<link>https://suarajatimpost.com/lantik-empat-pejabat-tinggi-pratama-bupati-nganjuk-tekankan-integritas-pelayanan-berkualitas-dan-kebijakan-nol-rupiah</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/lantik-empat-pejabat-tinggi-pratama-bupati-nganjuk-tekankan-integritas-pelayanan-berkualitas-dan-kebijakan-nol-rupiah</guid>
<description><![CDATA[ Pengangkatan ini merupakan hasil seleksi terbuka yang telah mengantongi rekomendasi Badan Kepegawaian Negara (BKN). ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202606/image_870x580_6a2d1e8a4e334.webp" length="39326" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Fri, 12 Jun 2026 16:13:48 +0700</pubDate>
<dc:creator>Kuswanto</dc:creator>
<media:keywords>Bupati Nganjuk Marhaen Djumadi, Lantik Empat Pejabat, Eselon II, Nol Rupiah, Pemkab Nganjuk</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>NGANJUK, SJP - </strong>Bupati Nganjuk Marhaen Djumadi, secara resmi melantik dan mengambil sumpah jabatan empat Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama di lingkungan Pemerintah Kabupaten Nganjuk, Jumat, (12/6/2026). Pengangkatan ini merupakan hasil seleksi terbuka yang telah mengantongi rekomendasi Badan Kepegawaian Negara (BKN).</p>
<p>Keempat pejabat yang menduduki posisi strategis tersebut adalah Drs. Nugroho sebagai Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP), Onny Supriyono, sebagai Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), Agus Heri Widodo, sebagai Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) serta dr. Lenny Buana Wuriningtyas, sebagai Direktur Rumah Sakit Daerah Nganjuk.</p>
<p>Dalam amanatnya, Bupati Nganjuk menginstruksikan para pejabat baru untuk segera berlari melakukan koordinasi internal dan merespons cepat dinamika regulasi dengan penuh integritas dan transparansi. Beliau secara khusus menyoroti peningkatan kualitas layanan dasar seperti kesehatan dan infrastruktur, inovasi tata kelola kepegawaian, serta percepatan perizinan. </p>
<p>"Saya tegaskan kembali kebijakan 'nol rupiah', pastikan tidak ada pungutan liar di tingkat bawah. Bekerjalah secara profesional, dan khusus untuk kegiatan dengan anggaran besar, wajib menggandeng pendampingan dari aparat penegak hukum (Kejaksaan) guna meminimalkan risiko serta menjamin kualitas output yang benar-benar bermanfaat bagi masyarakat," tegas Bupati. <strong>(ADV) </strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Kado Aksi Kemanusiaan Warga Sambiroto Nganjuk di HUT Bhayangkara</title>
<link>https://suarajatimpost.com/kado-aksi-kemanusiaan-warga-sambiroto-nganjuk-di-hut-bhayangkara</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/kado-aksi-kemanusiaan-warga-sambiroto-nganjuk-di-hut-bhayangkara</guid>
<description><![CDATA[ Ada fakta menarik di balik aksi donor darah ini. Bagi warga Sambiroto, mendonorkan darah bukan lagi kegiatan insidental, melainkan agenda rutin yang telah membudaya. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202606/image_870x580_6a2b8a08748cc.webp" length="46750" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Fri, 12 Jun 2026 14:30:43 +0700</pubDate>
<dc:creator>Kuswanto</dc:creator>
<media:keywords>Donor Darah, Jelang HUT Bhayangkara, Pemdes Sambiroto, PMI, Nganjuk</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>NGANJUK, SJP</strong> — Semangat gotong royong warga Desa Sambiroto, Kecamatan Baron, Kabupaten Nganjuk, kembali menyala. Bertepatan dengan momen menyambut HUT Bhayangkara ke-80, pemerintah desa setempat menggelar aksi donor darah sebagai wujud nyata kepedulian sosial, Jumat (12/6/2026).</p>
<p></p>
<p>Aksi yang berlangsung di Balai Desa Sambiroto ini bukan sekadar seremonial. Kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi solid antara Pemerintah Desa (Pemdes) Sambiroto, Polsek Baron, dan Unit Donor Darah (UDD) PMI Kabupaten Nganjuk.</p>
<p></p>
<p>Kepala Desa Sambiroto, Achmad Syarif, menyatakan bahwa kegiatan ini sengaja digelar untuk membumikan tema besar HUT Bhayangkara tahun ini, yakni "Mengabdi untuk Masyarakat".</p>
<p></p>
<p>"Alhamdulillah, kami bersama PMI Nganjuk dan Polsek Baron bersinergi melaksanakan bakti sosial ini. Ini adalah bentuk nyata pengabdian kami. Kami ingin perayaan HUT Bhayangkara tidak hanya menjadi milik kepolisian, tetapi juga dirasakan manfaatnya langsung oleh masyarakat luas," ujar Achmad Syarif.</p>
<p></p>
<p>Ia menegaskan bahwa sinergi ini akan terus dipupuk. Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah desa dan aparat kepolisian adalah kunci utama dalam menciptakan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) yang kondusif di wilayah Baron.</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202606/image_870x_6a2b90fdc4eb3.webp" alt=""></p>
<p>Kapolsek Baron yang baru menjabat, AKP Oofy Adycta Septandra, menyambut hangat inisiatif warga tersebut. Menurutnya, keterlibatan aktif warga dalam aksi sosial sangat membantu pihak kepolisian dalam membangun komunikasi yang lebih cair dan humanis dengan masyarakat.</p>
<p></p>
<p>"Terima kasih kepada Pak Kades dan seluruh warga Sambiroto. Momentum HUT Bhayangkara ini menjadi jembatan bagi kami untuk mempererat hubungan dengan masyarakat. Wilayah yang aman tidak hanya dijaga dengan patroli, tapi juga dengan sinergi dan kepedulian antar-elemen seperti yang kita lakukan hari ini," ungkap AKP Oofy.</p>
<p></p>
<p>Ada fakta menarik di balik aksi donor darah ini. Bagi warga Sambiroto, mendonorkan darah bukan lagi kegiatan insidental, melainkan agenda rutin yang telah membudaya.</p>
<p></p>
<p>Perwakilan Tim Donor Darah UDD PMI Kabupaten Nganjuk, Dian Wanita Ningtyas, mengungkapkan apresiasi tingginya atas konsistensi warga desa tersebut.</p>
<p></p>
<p>"Kegiatan di Desa Sambiroto ini sudah berjalan sangat rutin, biasanya setiap 3 sampai 4 bulan sekali. Ini bukan yang pertama, bahkan sudah lebih dari 30 kali kami melakukan pengambilan darah di sini," kata Dian.</p>
<p></p>
<p>Setiap sesinya, pihak PMI menargetkan setidaknya 30 hingga 35 kantong darah dari para pendonor. Melihat antusiasme yang konsisten selama bertahun-tahun, Dian berharap desa ini bisa terus menjadi teladan bagi wilayah lain dalam hal kemanusiaan.</p>
<p></p>
<p>"Harapan kami dari PMI, sinergi ini tetap terjaga. Konsistensi warga Sambiroto untuk terus aktif mendonorkan darah adalah kontribusi yang sangat berharga bagi sesama yang membutuhkan," pungkasnya. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Rombak Jajaran PJU dan Kapolsek, Kapolres Nganjuk: Jangan Ada Jarak dengan Masyarakat</title>
<link>https://suarajatimpost.com/rombak-jajaran-pju-dan-kapolsek-kapolres-nganjuk-jangan-ada-jarak-dengan-masyarakat</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/rombak-jajaran-pju-dan-kapolsek-kapolres-nganjuk-jangan-ada-jarak-dengan-masyarakat</guid>
<description><![CDATA[ Kapolres Nganjuk, AKBP Suria Miftah Irawan, secara resmi memimpin upacara serah terima jabatan (Sertijab) sejumlah Pejabat Utama (PJU) dan Kapolsek jajaran. Upacara khidmat tersebut berlangsung di Ruang Rapat Utama (Rupatama) Mapolres Nganjuk pada Kamis (11/6/2026). ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202606/image_870x580_6a2abad8127b9.webp" length="29542" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 11 Jun 2026 22:59:59 +0700</pubDate>
<dc:creator>Kuswanto</dc:creator>
<media:keywords>Sertijab, rotasi jabatan Polres Nganjuk, PJU, Kapolsek, Nganjuk</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>NGANJUK, SJP – </strong>Guna memperkuat struktur organisasi dan akselerasi kualitas pelayanan publik di jajaran kepolisian daerah, Kapolres Nganjuk, AKBP Suria Miftah Irawan, secara resmi memimpin upacara serah terima jabatan (Sertijab) sejumlah Pejabat Utama (PJU) dan Kapolsek jajaran. Upacara khidmat tersebut berlangsung di Ruang Rapat Utama (Rupatama) Mapolres Nganjuk pada Kamis (11/6/2026).</p>
<p>​Adapun prosesi rotasi kepemimpinan ini meliputi posisi-posisi strategis, di antaranya jabatan Wakapolres, Kasat Lantas, Kasat Resnarkoba, Ps. Kasikum, Kasat Tahti, serta beberapa Kapolsek di wilayah hukum Polres Nganjuk.</p>
<p>Langkah taktis ini merupakan tindak lanjut dari Surat Telegram Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Jawa Timur dengan Nomor ST/579/V/KEP./2026 yang diterbitkan tertanggal 19 Mei 2026 perihal pemberitahuan mutasi personel di lingkungan Polda Jatim.</p>
<p>​Otoritas kepolisian menegaskan bahwa mutasi jabatan ini bukan sekadar rutinitas birokrasi, melainkan bagian dari desain besar pembinaan karier anggota, penyegaran organisasi, serta sebagai stimulus peningkatan kinerja kesatuan.</p>
<p>Hal ini krusial dilakukan untuk memastikan pelaksanaan tugas pokok Polri dalam memelihara keamanan dan ketertiban masyarakat dapat berjalan semakin profesional, akuntabel, dan berbasis pada prinsip Presisi (Prediktif, Responsibilitas, dan Transparansi Berkeadilan).</p>
<p>​Dalam amanatnya, AKBP Suria Miftah Irawan menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada para pejabat lama atas dedikasi, loyalitas, serta pengabdian tanpa batas yang telah diberikan selama mengemban tugas di wilayah hukum Polres Nganjuk. Di saat yang sama, ia juga mengucapkan selamat datang kepada para pejabat baru yang menerima estafet amanah kepemimpinan ini.</p>
<p>​“Mutasi jabatan merupakan bagian dari dinamika organisasi yang bertujuan meningkatkan kualitas kinerja serta menjamin keberlangsungan regenerasi kepemimpinan di tubuh Polri. Saya mengucapkan terima kasih kepada pejabat lama atas pengabdian dan kontribusinya bagi Polres Nganjuk. Kepada pejabat baru, saya minta segera beradaptasi dengan lingkungan kerja yang baru dan segera lanjutkan capaian-capaian positif yang telah dirintis sebelumnya,” ujar AKBP Suria Miftah Irawan.</p>
<p>Mutasi masif juga terjadi pada unsur pimpinan Kepolisian Sektor (Polsek). AKP Gatot Suwardi, yang sebelumnya menjabat sebagai Kapolsek Berbek, mendapat amanah baru sebagai Kasubbagwatpers Bag SDM Polres Nganjuk. Estafet kepemimpinan Kapolsek Berbek selanjutnya diserahkan kepada AKP Darminto, yang sebelumnya menakhodai Polsek Ngronggot.</p>
<p>​Posisi Kapolsek Ngronggot kini dipercayakan kepada AKP Totok Harianto, yang bergeser dari jabatan sebelumnya sebagai Kapolsek Rejoso. Untuk mengisi kekosongan tersebut, AKP Roni Andrias Suharto, yang sebelumnya menjabat Kapolsek Baron, resmi dilantik menjadi Kapolsek Rejoso.</p>
<p>​Penyegaran di tubuh sektor juga melibatkan perwira handal lainnya. Jabatan Kapolsek Baron kini diemban oleh AKP Oofy Adycta Septandra, yang sebelumnya bertugas sebagai Pama Polda Jawa Timur setelah menuntaskan penugasan di Akademi Kepolisian (Akpol) Lemdiklat Polri. Selanjutnya, posisi Kapolsek Prambon kini dipercayakan kepada AKP Afrizal Akbar Haris, perwira yang sebelumnya meniti karier di lingkungan Bareskrim Polri.</p>
<p>​Di akhir sambutannya, Kapolres Nganjuk memberikan instruksi tegas kepada para pejabat, khususnya para Kapolsek yang baru dilantik, agar senantiasa mengedepankan pendekatan persuasif dan humanis. Peran Bhabinkamtibmas harus dioptimalkan sebagai garda terdepan sekaligus ujung tombak Polri dalam menyerap aspirasi dan menyelesaikan dinamika sosial langsung di tengah masyarakat. Fungsi deteksi dini dan sinergi lintas sektoral pun harus terus diperkuat demi stabilitas keamanan nasional di tingkat daerah.</p>
<p>​“Kepada para Kapolsek dan pejabat yang baru, saya harapkan mampu menghadirkan inovasi nyata dan terobosan kreatif dalam pelaksanaan tugas. Kedepankan pelayanan yang humanis, perkuat fungsi deteksi dini, serta bangun kolaborasi solid dengan seluruh stakeholder demi terciptanya keamanan dan ketertiban masyarakat yang berkelanjutan,” tegas Kapolres.</p>
<p>​Rangkaian upacara sertijab tersebut kemudian dilanjutkan dengan acara tasyakuran sederhana yang bertempat di Aula Tantya Sudhirajati. Agenda ini turut dihadiri oleh Ketua Bhayangkari Cabang Nganjuk, Ny. Raisha Suria Miftah beserta jajaran pengurus, jajaran Pejabat Utama Polres, para Kapolsek, perwira staf, serta personel Polres Nganjuk.</p>
<p>​Melalui momentum rotasi ini, manajemen korps kepolisian berharap seluruh pejabat yang memegang amanah baru dapat membawa energi positif serta menyuntikkan semangat baru guna mengoptimalkan kualitas pelayanan serta perlindungan kepada masyarakat luas.</p>
<p>​Berdasarkan data struktural yang dihimpun, pergeseran posisi krusial di tubuh Polres Nganjuk mencakup jabatan posisi perwira menengah dan perwira pertama, yakni:</p>
<p>​Wakapolres Nganjuk, resmi dijabat oleh Kompol Didid Wahyu Agustyawan, menggantikan Kompol Andria Diana Putra. ​Kasat Lantas diserahterimakan dari AKP Ivan Danara Oktavian, kepada AKP Afandy Dwi Takdir. ​Kasat Resnarkoba, kini diemban oleh AKP Hafid Dian Maulidi, menggantikan Iptu Sugiarto. Untuk posisi ​Ps. Kasikum &amp; Kasat Tahti, dipercayakan kepada Iptu Gunawan, sedangkan posisi Kasat Tahti resmi diisi oleh Ipda Yoyon Liana. <strong>(**)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Sidang Kasus Pengeroyokan Pesilat Berujung Maut di Nganjuk, Dua Saksi Kunci Mangkir</title>
<link>https://suarajatimpost.com/sidang-kasus-pengeroyokan-pesilat-berujung-maut-di-nganjuk-dua-saksi-kunci-mangkir</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/sidang-kasus-pengeroyokan-pesilat-berujung-maut-di-nganjuk-dua-saksi-kunci-mangkir</guid>
<description><![CDATA[ Absennya dua saksi ini menjadi persoalan. Sebab, keterangan mereka dinilai sebagai kunci untuk membongkar secara benderang siapa saja yang melempar dan menghantam korban menggunakan benda tumpul hingga kehilangan nyawa. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202606/image_870x580_6a2a6003a822b.webp" length="33154" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 11 Jun 2026 15:30:07 +0700</pubDate>
<dc:creator>Kuswanto</dc:creator>
<media:keywords>Lanjutkan sidang pengeroyokan, kasus pengeroyokan, korban meninggal dunia, Penasehat Hukum Pagar Nusa, Pengadilan Negri Nganjuk, pasal pemberatan, Nganjuk</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>NGANJUK, SJP</strong> — Pengadilan Negeri (PN) Nganjuk kembali menggelar sidang lanjutan kasus pengeroyokan yang dilakukan oknum pesikat di Kecamatan Patianrowo yang menewaskan seorang bernama Kang Nabil, Kamis (11/6/2026). </p>
<p></p>
<p>Namun, jalannya persidangan belum sepenuhnya tuntas karena dua saksi kunci, termasuk seorang pria bernama Reza, berhalangan hadir di ruang sidang.</p>
<p></p>
<p>Absennya dua saksi ini menjadi persoalan. Sebab, keterangan mereka dinilai sebagai kunci untuk membongkar secara benderang siapa saja yang melempar dan menghantam korban menggunakan benda tumpul hingga kehilangan nyawa.</p>
<p></p>
<p>Dalam sidang beragendakan pemeriksaan saksi kali ini, Jaksa Penuntut Umum (JPU) sebenarnya telah menyiapkan enam orang saksi untuk membeberkan kekejaman para terdakwa di Tempat Kejadian Perkara (TKP). </p>
<p></p>
<p>Namun, hingga majelis hakim membuka persidangan, hanya empat orang saksi yang bisa datang dan memberikan keterangan.</p>
<p></p>
<p>Dua saksi sisanya mangkir atau berhalangan hadir. Salah satu saksi yang tidak datang tersebut adalah Saudara Reza. Selain Reza, muncul satu nama saksi tambahan yang juga belum diperiksa, yaitu Saudara Rendi.</p>
<p></p>
<p>Karena keterangan Reza dan Rendi ini sangat penting untuk mengungkap fakta utuh di lapangan, majelis hakim akhirnya memutuskan untuk menunda persidangan. </p>
<p></p>
<p>Pihak pengadilan memberikan waktu satu pekan agar Jaksa bisa menghadirkan kedua saksi tersebut.</p>
<p></p>
<p>"Dari enam saksi yang disiapkan JPU, baru empat yang bisa hadir. Mereka tadi memberikan keterangan seputar kronologi dan fakta-fakta yang terjadi di TKP. Karena dua saksi lainnya berhalangan, termasuk Saudara Reza, maka sidang akan dilanjutkan pekan depan," ujar Asep Heri Purwantoro, Kuasa Hukum keluarga korban dari Kantor Hukum Asmijan, saat diwawancarai usai sidang, Kamis (11/6/2026).</p>
<p></p>
<p>Sidang berikutnya dijadwalkan bakal digelar pada Kamis (18/6/2026), dengan agenda khusus memeriksa Saudara Reza dan Saudara Rendi.</p>
<p></p>
<p>Sudut pandang dan keterangan dari saksi yang absen seperti Reza, serta saksi tambahan seperti Rendi, menjadi penentu arah kasus ini. Pihak keluarga korban dan tim hukumnya berharap besar pada kehadiran mereka di sidang pekan depan karena dua alasan penting. </p>
<p></p>
<p>Pertama adalah membuktikan penyebab kematian. Saksi-saksi yang belum hadir ini diharapkan bisa memperjelas detik-detik saat korban, Kang Nabil, dihantam atau dilempar dengan benda tumpul oleh para oknum pesilat tersebut.</p>
<p></p>
<p>Kedua, mengunci jeratan pasal pembunuhan/kematian. Keterangan mereka akan menjadi senjata bagi tim hukum korban untuk mendesak hakim agar menghukum terdakwa dengan pasal pengeroyokan yang menyebabkan mati orang, bukan sekadar penganiayaan biasa.</p>
<p></p>
<p>Kasus pengeroyokan oleh oknum pesilat ini memang sempat memicu ketegangan di luar ruang sidang. Pada sidang sebelumnya yang digelar Senin (8/6/2026), pihak keluarga korban bersama pengacaranya, Asmijan, sempat melayangkan protes keras kepada Jaksa Penuntut Umum (JPU).</p>
<p></p>
<p>Keluarga korban merasa ada yang aneh dengan dakwaan jaksa. Mereka menilai jaksa sengaja memperingan hukuman terdakwa dengan menggunakan pasal yang salah.</p>
<p></p>
<p>Jaksa awalnya dinilai lebih fokus menjerat terdakwa dengan pasal pengeroyokan yang mengakibatkan luka berat (Pasal 262 Ayat 3 KUHP Baru).</p>
<p></p>
<p>Pihak keluarga menolak keras. Mereka menegaskan bahwa Kang Nabil bukan sekadar luka berat, melainkan meninggal dunia akibat hantaman benda tumpul di kepalanya. Walaupun korban meninggal satu atau dua hari setelah dirawat, penyebab utamanya tetap karena pengeroyokan tersebut.</p>
<p></p>
<p>"Hukum pidana itu mencari kebenaran yang asli (materiil), bukan kebenaran yang bisa direkayasa. Kami sangat tidak setuju dan kecewa jika ayat mengenai luka berat yang dipaksakan untuk diterapkan, padahal nyatanya korban meninggal dunia," tegas Asmijan dengan nada kecewa pada Senin lalu.</p>
<p></p>
<p>Setelah mendapat protes gelombang pertama dari keluarga korban, dalam perkembangannya JPU akhirnya memasukkan pasal yang lebih berat ke dalam dakwaannya. Saat ini, para terdakwa dijerat dengan pasal berlapis. </p>
<p></p>
<p>Pasal Utama (Primer) adalah Pasal 262 Ayat (4) KUHP Baru, tentang pengeroyokan yang mengakibatkan hilangnya nyawa seseorang (kematian).</p>
<p></p>
<p>Pasal Tambahan (Subsider) adalah Pasal 262 Ayat (3), tentang pengeroyokan yang mengakibatkan luka berat, Juncto Pasal 466.</p>
<p></p>
<p>Dengan konstruksi pasal ini, tim kuasa hukum korban berjanji akan terus mengawal jalannya persidangan, terutama saat saksi Reza dan Rendi dihadirkan pekan depan. </p>
<p></p>
<p>Mereka ingin memastikan hakim melihat fakta bahwa para terdakwa memang layak dihukum berat karena telah menghilangkan nyawa orang lain. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Sebut Ada Unsur Kriminalisasi, Terdakwa Kasus Penggelapan di PN Nganjuk Minta Dibebaskan</title>
<link>https://suarajatimpost.com/sebut-ada-unsur-kriminalisasi-terdakwa-kasus-penggelapan-di-pn-nganjuk-minta-dibebaskan</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/sebut-ada-unsur-kriminalisasi-terdakwa-kasus-penggelapan-di-pn-nganjuk-minta-dibebaskan</guid>
<description><![CDATA[ Dalam persidangan tersebut, tim penasihat hukum terdakwa secara tegas membantah seluruh tuduhan pidana yang dialamatkan kepada kliennya. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202606/image_870x580_6a2a59ba028cd.webp" length="30494" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 11 Jun 2026 14:30:40 +0700</pubDate>
<dc:creator>Kuswanto</dc:creator>
<media:keywords>Pembacaan Pledoi, Kasus Penggelapan, Sidang Lanjutan, Penasehat hukum terdakwa, Imam Gozali, Pengadilan Negri Nganjuk, terdakwa, Nganjuk</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>NGANJUK, SJP</strong> — Sidang kasus dugaan penggelapan uang yang menjerat terdakwa berinisial YM kembali digelar di Pengadilan Negeri (PN) Nganjuk, Kamis (11/6/2026). </p>
<p></p>
<p>Agenda persidangan kali ini telah memasuki tahapan lanjutan, yaitu pembacaan nota pembelaan atau pleidoi dari pihak terdakwa atas tuntutan hukuman yang sebelumnya diajukan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU).</p>
<p></p>
<p>Dalam persidangan tersebut, tim penasihat hukum terdakwa secara tegas membantah seluruh tuduhan pidana yang dialamatkan kepada kliennya. </p>
<p></p>
<p>Mereka menilai kasus ini dipaksakan dan mendeteksi adanya upaya kriminalisasi dalam proses hukum yang sedang berjalan.</p>
<p></p>
<p>Ditemui usai persidangan di PN Nganjuk, Imam Gozali selaku Penasihat Hukum (Kuasa Substitusi) terdakwa YM, membeberkan isi nota pembelaan yang telah dibacakan di hadapan majelis hakim. </p>
<p></p>
<p>Menurut Imam, setidaknya ada dua poin besar yang menjadi pertimbangan untuk memohon keadilan bagi kliennya.</p>
<p></p>
<p>Pertama, kasus ini disebutnya sebagai masalah perdata. Tim hukum menilai bahwa perselisihan antara pelapor dan terdakwa murni merupakan hubungan hukum perdata (masalah perjanjian atau utang-piutang), bukan urusan pidana (kejahatan). Oleh karena itu, membawa kasus ini ke ranah hukum pidana dianggap sebagai langkah yang keliru dan tidak tepat secara hukum.</p>
<p></p>
<p>Kedua, Imam menyebut ada indikasi kuat kriminalisasi. Pihak pengacara meyakini ada upaya sengaja untuk mengkriminalisasi terdakwa YM. Semua argumen dan bukti yang mendukung dugaan kriminalisasi ini telah diuraikan secara mendalam dan rinci di dalam ruang sidang.</p>
<p></p>
<p>"Kami menganggap persoalan ini murni perdata. Jika dipaksakan ke ranah pidana, maka menjadi tidak tepat. Kami juga meyakini adanya unsur kriminalisasi dalam perkara ini, sebagaimana yang telah kami bacakan secara terperinci," ujar Imam Gozali kepada awak media, Kamis (11/6/2026).</p>
<p></p>
<p>Selain pembelaan hukum yang disusun oleh tim pengacaranya, terdakwa YM juga diberikan kesempatan oleh majelis hakim untuk menyusun dan membacakan sendiri nota pembelaan pribadinya secara langsung di muka sidang. Dalam pembelaan pribadinya, YM menyampaikan keluh kesah serta versi mendalam mengenai apa yang sebenarnya terjadi dari sudut pandangnya.</p>
<p></p>
<p>Jalannya persidangan yang menyedot perhatian publik ini dipastikan berlangsung dengan aman dan lancar. Humas Pengadilan Negeri Nganjuk, Muhammad Hasan, menyatakan bahwa pihak pengadilan selalu berkomitmen memberikan ruang yang adil dan sama bagi semua pihak yang berperkara.</p>
<p></p>
<p>"Persidangan hari ini berjalan dengan sangat kondusif dan lancar. Agenda utama memang pembacaan pleidoi dari penasihat hukum serta nota pembelaan pribadi yang ditulis sendiri oleh terdakwa," kata Hasan.</p>
<p></p>
<p>Hasan menambahkan, majelis hakim memberikan hak penuh kepada Jaksa maupun Penasihat Hukum untuk menyampaikan argumen mereka sesuai aturan baku hukum acara pidana yang berlaku di Indonesia.</p>
<p></p>
<p>Untuk memahami kasus ini secara utuh, perkara yang menjerat YM ini bermula dari masalah utang-piutang perbankan dan didakwa oleh Jaksa menggunakan Pasal 372 KUHP tentang Penggelapan.</p>
<p></p>
<p>Pada sidang pembuktian sebelumnya yang digelar Senin (11/5/2026), tim pengacara terdakwa yang dipimpin oleh Dr. Prayogo Laksono sempat menyoroti adanya ketidakcocokan (inkonsistensi) data terkait jumlah kerugian yang dialami korban. Perbedaan angka ini dinilai menjadi kelemahan besar dalam dakwaan jaksa.</p>
<p></p>
<p>Dalam berkas dakwaan, Jaksa Penuntut Umum (JPU) menuliskan bahwa total kerugian korban adalah Rp40 juta. Namun, saat saksi-saksi diperiksa di bawah sumpah di depan hakim, fakta yang terungkap justru memunculkan angka Rp45 juta.</p>
<p></p>
<p>"Terbukti jumlah kerugian yang didakwakan oleh penuntut umum dalam dakwaan Rp40 juta, padahal fakta materiilnya Rp45 juta. Ada selisih nominal di sini, dan ini menunjukkan adanya ketidaksinkronan data sejak awal," terang Prayogo Laksono saat itu.</p>
<p></p>
<p>Kasus ini bermula ketika seorang saksi bernama Anik mengalami kesulitan keuangan. Anik memiliki utang awal sebesar Rp60 juta di Bank Babat Lestari. Karena pembayarannya menunggak, tagihan tersebut membengkak hingga mencapai sekitar Rp150 juta, dan rumah Anik terancam disita serta dilelang oleh bank.</p>
<p></p>
<p>Karena panik, Anik mendatangi terdakwa YM untuk meminta bantuan agar bisa menegosiasikan pengurangan nilai tagihan tersebut ke pihak bank.</p>
<p></p>
<p>Versi saksi Anik (Istri), Anik mengaku membuat surat kuasa resmi untuk YM agar bisa mengurus masalah ini. Di luar uang pelunasan bank yang diatur sekitar Rp100 juta, Anik menyebut ada kesepakatan imbalan jasa (makelar/sukses feee) sebesar Rp5 juta untuk YM jika urusan tersebut beres.</p>
<p></p>
<p>Sementara versi saksi Darmaji (yang merupakan Suami Anik), Darmaji memberikan keterangan yang sedikit berbeda. Ia mengaku menyerahkan total uang Rp45 juta kepada YM, dengan rincian Rp40 juta menggunakan bukti kuitansi tertulis dan Rp5 juta diserahkan langsung tanpa kuitansi. Anehnya, Darmaji mengaku tidak pernah melihat istrinya (Anik) menandatangani surat kuasa untuk YM.</p>
<p></p>
<p>Urusan ini akhirnya menjadi ranah hukum karena pihak keluarga Darmaji menilai YM tidak menyelesaikan tugasnya, sebab pada akhirnya Anik sendiri yang mendatangi BPR untuk melunasi utangnya sebesar Rp83 juta, di luar uang yang sudah diserahkan ke YM. Hal inilah yang memicu pelaporan pidana atas dugaan penggelapan uang senilai puluhan juta rupiah tersebut.</p>
<p></p>
<p>Proses pencarian keadilan di PN Nganjuk ini masih akan melewati beberapa tahapan lagi. Setelah pihak terdakwa membacakan pembelaannya hari ini, majelis hakim memutuskan untuk menunda persidangan.</p>
<p></p>
<p>Sesuai jadwal, sidang akan kembali dibuka pada Senin (15/6/2026), dengan agenda mendengarkan tanggapan dari Jaksa Penuntut Umum (Replik) atas pembelaan terdakwa. Selanjutnya, pihak terdakwa juga akan diberikan hak terakhir untuk menjawab tanggapan jaksa tersebut (Duplik) pada Kamis (18/6/2026), sebelum akhirnya hakim menjatuhkan vonis putusan akhir. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Pemkab Nganjuk Didesak Segera Perbaiki Tugu Angin yang Rusak</title>
<link>https://suarajatimpost.com/pemkab-nganjuk-didesak-segera-perbaiki-tugu-angin-yang-rusak</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/pemkab-nganjuk-didesak-segera-perbaiki-tugu-angin-yang-rusak</guid>
<description><![CDATA[ Bagian penutup tugu sebelah kiri atas tampak jebol dan mengelupas, sehingga merusak pemandangan di tengah arus lalu lintas yang cukup padat. Kondisi ini memicu reaksi dari sejumlah elemen masyarakat dan aktivis lokal yang menilai adanya pembiaran dari instansi terkait. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202606/image_870x580_6a2a2ff23c144.webp" length="63812" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 11 Jun 2026 11:30:29 +0700</pubDate>
<dc:creator>Kuswanto</dc:creator>
<media:keywords>Tugu angin rusak parah, DLH Nganjuk, aktifis, Bupati Nganjuk Marhean Djumadi, perawatan tugu, efisiensi anggaran, Nganjuk</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>NGANJUK, SJP</strong> — Salah satu ikon estetika di Kabupaten Nganjuk, Tugu Angin, kini kondisinya sangat memprihatinkan. Simbol berbentuk lingkaran besar berwarna merah yang melambangkan identitas Nganjuk Kota Angin tersebut mengalami kerusakan parah diduga karena diterpa angin pada bagian panel luarnya, hingga menyisakan kerangka besi.</p>
<p></p>
<p>Berdasarkan pantauan di lokasi pada Kamis (11/6/2026), kerusakan bangunan di ruang publik ini terlihat sangat mencolok. </p>
<p></p>
<p>Bagian penutup tugu sebelah kiri atas tampak jebol dan mengelupas, sehingga merusak pemandangan di tengah arus lalu lintas yang cukup padat. Kondisi ini memicu reaksi dari sejumlah elemen masyarakat dan aktivis lokal yang menilai adanya pembiaran dari instansi terkait.</p>
<p></p>
<p>Salah satu aktivis dari Aliansi Wong Gawat, M. Ridwan, mendesak Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Nganjuk untuk segera mengambil tindakan nyata. </p>
<p></p>
<p>Menurutnya, pembiaran yang terkesan berlarut-larut ini mencerminkan buruknya manajemen pemeliharaan aset kota.</p>
<p></p>
<p>"Ini adalah wajah kota. Sangat memalukan melihat ikon yang berada di jalur utama dan bertuliskan nama NGANJUK dibiarkan rusak berantakan seperti itu. Ke mana anggaran perawatan dari DLH?" ujar Ridwan saat ditemui lokasi kerusakan.</p>
<p></p>
<p>Ridwan menegaskan bahwa masalah ini bukan sekadar estetika, tetapi menyangkut keselamatan publik. </p>
<p></p>
<p>Ia khawatir material tugu yang rapuh sewaktu-waktu dapat runtuh akibat terpaan angin kencang, yang berisiko mencelakai pengguna jalan. </p>
<p></p>
<p>Secara objektif, kondisi ini menunjukkan adanya dilema antara keterbatasan fiskal daerah dan kebutuhan akan pemeliharaan infrastruktur. </p>
<p></p>
<p>Pemerintah daerah perlu mengubah paradigma dari sekadar melakukan pemeliharaan rutin menjadi manajemen risiko infrastruktur. Prioritas harus diberikan pada tugu yang berada di jalur lalu lintas padat untuk mencegah kecelakaan.</p>
<p></p>
<p>Di tengah keterbatasan APBD, pemerintah daerah sebenarnya memiliki beberapa opsi solutif. Pertama, pemanfaatan Dana Belanja Tidak Terduga (BTT) dapat dipertimbangkan jika kerusakan dikategorikan sebagai ancaman keselamatan publik atau dampak bencana. Kedua, pemerintah dapat membuka ruang kolaborasi dengan perusahaan swasta melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) untuk perbaikan fasilitas umum yang ikonik.</p>
<p></p>
<p>Selain itu, audit teknis yang lebih ketat dari Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) sangat diperlukan agar perbaikan tidak lagi bersifat tambal-sulam yang berumur pendek. </p>
<p></p>
<p>Karena lambatnya respons dinas, ia akhirnya mengadu langsung kepada Bupati Nganjuk, Marhaen Djumadi, guna memastikan pemerintah daerah sadar akan realitas di lapangan.</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202606/image_870x_6a2a38e608355.webp" alt=""></p>
<p>Menanggapi aduan tersebut, Bupati Marhaen Djumadi berjanji akan segera memanggil kepala dinas terkait untuk menginstruksikan perbaikan dalam waktu dekat.</p>
<p></p>
<p>Sementara itu, Kepala DLH Kabupaten Nganjuk, Sujito, tidak menampik adanya kerusakan tersebut. </p>
<p></p>
<p>Ia menjelaskan bahwa perbaikan tugu-tugu di Nganjuk, termasuk yang terdampak gempa di Berbek dan Kertosono, sebenarnya menjadi tanggung jawab pihaknya. </p>
<p></p>
<p>Namun, ia mengungkapkan adanya tantangan besar terkait efisiensi anggaran tahun 2026 yang menyebabkan ketiadaan pos dana khusus untuk perbaikan menyeluruh.</p>
<p></p>
<p>Ia mengakui bahwa hasil perbaikan mandiri oleh staf internal memang belum maksimal, namun itu adalah langkah terbaik yang bisa dilakukan dengan sumber daya terbatas saat ini.</p>
<p></p>
<p>"Kalau yang selama ini kita perbaiki itu perbaikan oleh tenaga kita sendiri. Jadi istilahnya ditambal-sulam," ujar Sujito. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>BUMDesma Baron Nganjuk Klarifikasi Aduan FAAM, Persilakan Audit Inspektorat Dilakukan</title>
<link>https://suarajatimpost.com/bumdesma-baron-nganjuk-klarifikasi-aduan-faam-persilakan-audit-inspektorat-dilakukan</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/bumdesma-baron-nganjuk-klarifikasi-aduan-faam-persilakan-audit-inspektorat-dilakukan</guid>
<description><![CDATA[ Transparansi dan tata kelola Badan Usaha Milik Desa Bersama (BUMDesma) Barokah Jaya Kecamatan Baron Kabupaten Nganjuk, pihak kelembagaan Bumdesma akhirnya memberikan klarifikasi mendalam. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202606/image_870x580_6a2972bc37650.webp" length="33760" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 10 Jun 2026 21:32:41 +0700</pubDate>
<dc:creator>Kuswanto</dc:creator>
<media:keywords>Audensi, Bumdesma Baron, DPC FAAM, lembaga eks PNPM, Administrasi, Inspektorat, Baron, Nganjuk</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>NGANJUK, SJP – </strong>Pengelola Badan Usaha Milik Desa Bersama (BUMDesma) Barokah Jaya Kecamatan Baron memberikan klarifikasi atas surat aduan yang dilayangkan Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Forum Aspirasi dan Advokasi Masyarakat (FAAM) Kabupaten Nganjuk kepada Inspektorat.</p>
<p>Aduan tersebut berkaitan dengan permintaan audit investigatif dan pemeriksaan kepatuhan terhadap tata kelola BUMDesma Barokah Jaya, termasuk aspek transparansi, pengelolaan aset, serta pengawasan internal lembaga yang mengelola dana bergulir masyarakat tersebut.</p>
<p>Menanggapi hal itu, jajaran penasihat BUMDesma menegaskan, pihaknya terbuka terhadap proses audit yang dilakukan oleh Inspektorat sebagai auditor eksternal sesuai ketentuan yang berlaku.</p>
<p>Penasihat BUMDesma Barokah Jaya, Hawwyn Duta S., menjelaskan bahwa salah satu isu yang berkembang di masyarakat berkaitan dengan fungsi dan tugas pokok penasihat dalam struktur kelembagaan BUMDesma.</p>
<p>Menurutnya, penasihat yang dijabat oleh kepala desa tidak memiliki kewenangan dalam pengelolaan administrasi maupun operasional harian lembaga.</p>
<p>"Kalau urusan administrasi operasional, itu sepenuhnya menjadi ranah direktur dan pelaksana operasional. Tupoksi penasihat lebih kepada memberikan pertimbangan dan menyepakati kebijakan strategis kelembagaan melalui forum musyawarah," ujar Hawwyn, Rabu (10/6/2026).</p>
<p>Ia menambahkan, setiap kebijakan yang berkaitan dengan akses data maupun informasi kepada pihak luar harus dibahas dan disepakati terlebih dahulu melalui mekanisme musyawarah antar desa sesuai aturan kelembagaan yang berlaku.</p>
<p>Hawwyn juga menjelaskan bahwa BUMDesma di Kabupaten Nganjuk merupakan transformasi dari Unit Pengelola Kegiatan (UPK) Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) Mandiri Perdesaan yang kemudian dikembangkan berdasarkan ketentuan Peraturan Pemerintah Nomor 11 Tahun 2021.</p>
<p>Terkait tudingan kurangnya sosialisasi kepada masyarakat, Hawwyn membantah hal tersebut. Menurutnya, setiap tahun BUMDesma secara rutin menyelenggarakan Musyawarah Antar Desa (MAD) yang menjadi forum tertinggi dalam pengambilan keputusan dan penyampaian laporan kelembagaan.</p>
<p>Pihaknya juga menyambut baik langkah FAAM yang mengajukan permohonan audit kepada Inspektorat.</p>
<p>"Kami justru berterima kasih atas surat tersebut. Inspektorat memang memiliki kewenangan sebagai auditor eksternal. Jika audit bisa dilaksanakan lebih cepat tahun ini, tentu kami siap dan mendukung proses tersebut," katanya.</p>
<p>Senada dengan itu, Hawwyn yang juga menjabat Kepala Desa Kemaduh menegaskan bahwa tugas penasihat adalah memberikan arahan, masukan, serta pertimbangan terhadap kebijakan lembaga, sedangkan pengelolaan administrasi dan operasional menjadi tanggung jawab pelaksana operasional yang dipimpin Direktur Utama.</p>
<p>Di akhir keterangannya, ia berharap BUMDesma Barokah Jaya dapat terus memberikan manfaat bagi masyarakat, terutama melalui program dana bergulir dan pembiayaan usaha kelompok yang selama ini berjalan.</p>
<p>"Program ini membantu masyarakat yang membutuhkan modal usaha tanpa harus menyediakan jaminan atau agunan," ujarnya.</p>
<p>Sementara itu, secara terpisah, DPC FAAM Kabupaten Nganjuk mengonfirmasi telah mengirimkan surat permohonan audit investigatif dan pemeriksaan kepatuhan kepada Inspektorat Daerah Kabupaten Nganjuk pada Rabu (10/6/2026).</p>
<p>Ketua DPC FAAM Kabupaten Nganjuk, Achmad Ulinuha, mengatakan langkah tersebut dilakukan setelah sebelumnya berlangsung audiensi yang difasilitasi Camat Baron, Gunawan Wibisono, guna membahas berbagai persoalan yang berkembang di masyarakat terkait pengelolaan BUMDesma Barokah Jaya.</p>
<p>Menurut Achmad, audiensi tersebut menjadi ruang komunikasi yang positif antara pengelola BUMDesma dan masyarakat. Namun, ia menilai masih diperlukan penyajian data dan dokumen pendukung agar masyarakat memperoleh informasi yang lebih lengkap.</p>
<p>"Kami menghargai keterbukaan pihak BUMDesma yang bersedia hadir dalam audiensi. Namun karena yang dikelola adalah aset masyarakat, tentu diperlukan informasi yang lebih lengkap dan berbasis data agar masyarakat memperoleh gambaran yang utuh," ujarnya.</p>
<p>Dalam surat yang disampaikan kepada Inspektorat, FAAM meminta pemeriksaan terhadap sejumlah aspek, mulai dari proses transformasi UPK eks PNPM menjadi BUMDesma, pengelolaan dana bergulir masyarakat, legalitas aset, laporan keuangan, penggunaan biaya operasional, efektivitas pengawasan internal, hingga penerapan prinsip transparansi dan akuntabilitas.</p>
<p>Achmad menegaskan bahwa permohonan audit tersebut bukan untuk mencari kesalahan ataupun menghakimi pihak tertentu, melainkan sebagai bagian dari mekanisme pengawasan terhadap lembaga yang mengelola aset publik.</p>
<p>"Kalau pengelolaannya sudah baik, audit justru akan menjadi penguat kepercayaan masyarakat. Sebaliknya, jika ditemukan hal-hal yang perlu diperbaiki, maka itu dapat menjadi bahan evaluasi untuk perbaikan ke depan," pungkasnya. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Geliat Seni Rupa Nganjuk, Pameran Ngawiti 2026 Menjadi Magnet Pengunjung Lintas Provinsi</title>
<link>https://suarajatimpost.com/geliat-seni-rupa-nganjuk-pameran-ngawiti-2026-menjadi-magnet-pengunjung-lintas-provinsi</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/geliat-seni-rupa-nganjuk-pameran-ngawiti-2026-menjadi-magnet-pengunjung-lintas-provinsi</guid>
<description><![CDATA[ Tingginya animo masyarakat dan para seniman pada tahun ini terlihat dari lonjakan statistik peserta yang mencapai dua kali lipat dibandingkan tahun sebelumnya. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202606/image_870x580_6a28fd96088d8.webp" length="24358" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 10 Jun 2026 16:00:19 +0700</pubDate>
<dc:creator>Kuswanto</dc:creator>
<media:keywords>Pameran Ngawiti 2026, Dinas Disporabudpar, seni rupa, seni lukis, komunitas jogangan, diikuti ratusan peserta, Nganjuk</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>NGANJUK, SJP</strong> — Upaya Dinas Kepemudaan, Olahraga, Kebudayaan, dan Pariwisata (Disporabudpar) Kabupaten Nganjuk dalam menghidupkan ekosistem ekonomi kreatif kian menunjukkan hasil positif. </p>
<p></p>
<p>Hal ini tercermin dari kesuksesan penyelenggaraan "Pameran Ngawiti" tahun kedua yang berlangsung sukses, menarik minat seniman tidak hanya dari lingkup lokal, tetapi juga dari berbagai daerah di luar provinsi.</p>
<p></p>
<p>Perhelatan pameran seni rupa kuratorial ini menjadi bukti nyata komitmen pemerintah daerah sebagai organisasi perangkat daerah (OPD) teknis dalam menyediakan ruang berekspresi bagi para pelaku seni. </p>
<p></p>
<p>Tingginya animo masyarakat dan para seniman pada tahun ini terlihat dari lonjakan statistik peserta yang mencapai dua kali lipat dibandingkan tahun sebelumnya.</p>
<p></p>
<p>Data dari pihak penyelenggara menunjukkan terdapat 94 seniman yang berpartisipasi dengan total 104 karya seni yang lolos proses kurasi ketat. Mengingat luasnya cakupan peserta, pameran ini kini tidak lagi terbatas pada wilayah Mataraman dan Jawa Timur saja, namun juga telah menembus wilayah Jawa Tengah.</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202606/image_870x_6a2905e51a58d.webp" alt=""></p>
<p>Koordinator acara dari Disporabudpar Nganjuk, Wahyudin, mengungkapkan apresiasinya atas perkembangan signifikan tersebut. Menurutnya, pertumbuhan ini adalah indikator keberhasilan pemerintah dalam memfasilitasi kebutuhan komunitas seni.</p>
<p></p>
<p>"Di tahun yang kedua ini, Pameran Ngawiti alhamdulillah jumlah peserta maupun jumlah karyanya naik dua kali lipat. Ini merupakan kabar baik karena tujuan kita sebenarnya adalah mengembangkan ekosistem ekonomi kreatif, salah satunya dengan memfasilitasi kreativitas teman-teman komunitas," ujar Wahyudin, Rabu (10/6/2026).</p>
<p></p>
<p>Untuk menghadirkan pameran dengan kualitas kuratorial yang mumpuni, Disporabudpar berkolaborasi erat dengan berbagai komunitas seni rupa lokal, seperti Komunitas Jogangan, Aseng, dan Sekar. Sinergi ini bertujuan untuk mengaktivasi ruang kreatif agar seniman lokal memiliki panggung yang lebih layak untuk memamerkan karya mereka.</p>
<p></p>
<p>Daya tarik pameran ini pun terbukti mampu menggaet audiens lintas provinsi. Intan, seorang pengunjung asal Cepu, Jawa Tengah, sengaja menempuh perjalanan jauh demi menyaksikan langsung keberagaman konsep lukisan dan karya patung yang disajikan. Baginya, pameran ini memberikan pengalaman edukatif yang jarang ditemukan di daerah lain.</p>
<p></p>
<p>"Bagus sih, soalnya ada salah satu lukisan yang berkesan banget di sana. Saya kan berkunjung ke sini, nah saya merasa sangat terkesan sama lukisan-lukisannya," ungkap Intan.</p>
<p></p>
<p>Kehadiran pengunjung dari berbagai daerah ini diharapkan menjadi pemicu bagi industri kreatif di Nganjuk untuk terus berbenah. Disporabudpar Nganjuk optimistis bahwa jika dukungan terhadap pameran ini terus berlanjut secara konsisten, Pameran Ngawiti berpotensi menjadi ajang bergengsi berskala nasional yang mampu mengangkat branding seniman Nganjuk ke panggung yang lebih luas.</p>
<p></p>
<p>Lebih jauh, keberadaan ruang pameran kuratorial semacam ini diharapkan mampu mempererat kolaborasi antar-komunitas seni, sekaligus menjadi motor penggerak pertumbuhan ekonomi kreatif di tanah air. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Pemotor Tanpa Identitas Tewas Terlindas Truk Molen di Nganjuk</title>
<link>https://suarajatimpost.com/pemotor-tanpa-identitas-tewas-terlindas-truk-molen-di-nganjuk</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/pemotor-tanpa-identitas-tewas-terlindas-truk-molen-di-nganjuk</guid>
<description><![CDATA[ Berdasarkan penuturan warga di sekitar lokasi, kendaraan korban mendadak tidak stabil hingga akhirnya tumbang ke aspal. Pada saat yang bersamaan, sebuah truk molen berukuran besar melintas dari arah yang sama dan langsung melindas tubuh korban. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202606/image_870x580_6a28dde939455.webp" length="48922" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 10 Jun 2026 11:30:41 +0700</pubDate>
<dc:creator>Kuswanto</dc:creator>
<media:keywords>Kecelakaan maut, korban meninggal dunia dilokasi, pengendara motor, Mr X, Desa Warung Baron, Nganjuk</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>NGANJUK, SJP</strong> — Sebuah kecelakaan lalu lintas yang merenggut korban jiwa terjadi di jalan raya kawasan Baron, pada Rabu (10/6/2026). </p>
<p></p>
<p>Seorang pengendara sepeda motor yang hingga kini belum diketahui identitasnya tewas seketika di lokasi kejadian setelah terjatuh dan terlindas ban truk molen.</p>
<p></p>
<p>Peristiwa naas tersebut bermula saat korban tengah melaju menggunakan sepeda motornya. </p>
<p></p>
<p>Berdasarkan penuturan warga di sekitar lokasi, kendaraan korban mendadak tidak stabil hingga akhirnya tumbang ke aspal. Pada saat yang bersamaan, sebuah truk molen berukuran besar melintas dari arah yang sama dan langsung melindas tubuh korban.</p>
<p></p>
<p>"Niku wau oleng trus tibo, langsung diplindes keno ndas e pak (Pengendara oleng dan jatuh hingga dilindas kena kepalanya)," ujar salah seorang warga yang berada di lokasi kejadian.</p>
<p></p>
<p>Akibat lindasan kendaraan berat tersebut, korban mengalami cedera sangat parah pada bagian kepala dan meninggal dunia di tempat. Tragisnya, proses identifikasi korban sempat terhambat karena petugas sama sekali tidak menemukan dompet, Kartu Tanda Penduduk (KTP), maupun dokumen pengenal lainnya di tubuh atau di dalam bagasi motor korban.</p>
<p></p>
<p>Kepala Desa (Kades) Waung, Doni, yang turun langsung ke lapangan untuk memantau situasi, membenarkan bahwa kondisi korban pascakecelakaan sangat mengenaskan. </p>
<p></p>
<p>Ia juga memastikan bahwa tim di lapangan kesulitan mengenali korban akibat nihilnya tanda pengenal.</p>
<p></p>
<p>"Gak onok sing digowo mas (Tidak ada identitas yang dibawa)," singkat Doni kepada Suarajatimpost.com di lokasi kejadian, Rabu (10/6/2026).</p>
<p></p>
<p>Petugas kepolisian dari Polsek Baron yang tiba beberapa saat setelah kejadian langsung bergerak cepat. Polisi segera melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) untuk mengumpulkan bukti-bukti sekaligus mengatur arus lalu lintas di jalur tersebut yang sempat mengalami kemacetan panjang akibat penumpukan massa.</p>
<p></p>
<p>Jasad korban kemudian dievakuasi menggunakan mobil patroli kepolisian dan dibawa ke rumah sakit terdekat. Pihak medis akan melakukan proses visum serta identifikasi lebih lanjut menggunakan metode ilmiah guna mengungkap jati diri korban. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Disporabudpar Nganjuk Sebut Wisata Roro Kuning Kalah dari Jolotundo Edupark, Revitalisasi Segera Diusulkan</title>
<link>https://suarajatimpost.com/disporabudpar-nganjuk-sebut-wisata-roro-kuning-kalah-dari-jolotundo-edupark-revitalisasi-segera-diusulkan</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/disporabudpar-nganjuk-sebut-wisata-roro-kuning-kalah-dari-jolotundo-edupark-revitalisasi-segera-diusulkan</guid>
<description><![CDATA[ Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga, Kebudayaan, dan Pariwisata (Disporabudpar) Kabupaten Nganjuk, Gunawan Widagdo, akhirnya memberikan penjelasan resmi. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202606/image_870x580_6a281077e3fdd.webp" length="26498" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Tue, 09 Jun 2026 22:16:18 +0700</pubDate>
<dc:creator>Kuswanto</dc:creator>
<media:keywords>Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga, Kebudayaan, dan Pariwisata (Disporabudpar) Kabupaten Nganjuk, Gunawan Widagdo, Wisata Roro kuning, Fasilitas rusak, Akui kalah dengan wisata swasta, wisata jolotundo park, pandangan umum, komisi IV DPRD, anggaran perbaiikan, Nganjuk</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>NGANJUK, SJP – </strong>Menanggapi sorotan publik serta pemberitaan media terkait kondisi fasilitas objek wisata air terjun Roro Kuning yang mengalami kerusakan cukup parah dan memprihatinkan, Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga, Kebudayaan, dan Pariwisata (Disporabudpar) Kabupaten Nganjuk, Gunawan Widagdo, akhirnya memberikan penjelasan resmi.</p>
<p>Saat dikonfirmasi di ruang kerjanya, Gunawan tidak menampik adanya penurunan performa serta kerusakan sarana prasarana di destinasi wisata legendaris milik daerah tersebut. Secara terbuka, ia bahkan mengakui bahwa saat ini pengelolaan wisata milik pemerintah daerah, termasuk Roro Kuning, masih kalah bersaing dalam menarik minat wisatawan jika dibandingkan dengan pengelolaan wisata sektor swasta, salah satunya adalah Jolotundo Edupark yang berada di wilayah Bajulan, Loceret.</p>
<p>​"Kami mengakui kondisi di lapangan dan tantangan yang dihadapi objek wisata Roro Kuning saat ini. Secara objektivitas, dalam hal pengelolaan dan daya tarik inovasi, kita memang harus mengakui keunggulan destinasi wisata swasta seperti Jolotundo," ungkap Gunawan saat dimintai keterangan terkait evaluasi kedinasan, Selasa (9/6/2026).</p>
<p>​Gunawan menjelaskan bahwa sektor swasta memiliki fleksibilitas dan kecepatan dalam melakukan investasi, pemeliharaan fasilitas secara berkala, serta pengembangan wahana baru yang adaptif terhadap tren pasar digital. </p>
<p>Hal tersebut menjadi pembeda utama dengan pengelolaan aset daerah yang sering kali terikat pada mekanisme regulasi anggaran dan keterbatasan pemeliharaan rutin di tingkat birokrasi. ​Meskipun demikian, pasca mencuatnya pemberitaan mengenai kerusakan fasilitas tersebut, pihak Disporabudpar Nganjuk menegaskan tidak akan tinggal diam. Evaluasi menyeluruh terhadap skema pengelolaan pariwisata daerah akan segera dilakukan. </p>
<p>Ditambahkan Gunawan, ia berniat memaparkan secara detail potret riil kerusakan di lapangan serta menyodorkan estimasi kebutuhan anggaran yang diperlukan.</p>
<p>​"Kami tidak ingin membiarkan fasilitas di Roro Kuning berlarut-larut dalam kondisi rusak. Oleh karena itu, dalam waktu dekat kami segera menyampaikan pandangan umum kepada rekan-rekan legislatif di Komisi IV, sekaligus mengajukan permohonan dukungan anggaran agar proses revitalisasi bisa segera masuk dalam skema perencanaan daerah," tegas Gunawan.</p>
<p>​Pengajuan anggaran ini dinilai sangat krusial mengingat perbaikan infrastruktur utama, penataan kembali wahana yang rusak, serta peningkatan fasilitas penunjang kenyamanan wisatawan memerlukan pos anggaran yang tidak sedikit. Selama ini, keterbatasan dana pemeliharaan rutin di tingkat dinas kerap menjadi kendala utama dalam menjaga performa optimal destinasi wisata pelat merah tersebut. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>BPN Nganjuk Dorong Percepatan Regulasi LP2B Demi Kepastian Tata Ruang dan Industri</title>
<link>https://suarajatimpost.com/bpn-nganjuk-dorong-percepatan-regulasi-lp2b-demi-kepastian-tata-ruang-dan-industri</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/bpn-nganjuk-dorong-percepatan-regulasi-lp2b-demi-kepastian-tata-ruang-dan-industri</guid>
<description><![CDATA[ Hal ini berkaitan erat dengan program ketahanan pangan nasional serta kepastian perizinan sektor perindustrian di Kabupaten Nganjuk. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202606/image_870x580_6a280b9ecae2b.webp" length="36178" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Tue, 09 Jun 2026 21:35:08 +0700</pubDate>
<dc:creator>Kuswanto</dc:creator>
<media:keywords>Percepatan regulasi LP2B, Tata ruang dan industri, ATR BPN Nganjuk, program ketahanan pangan nasional, lahan persawahan, Nganjuk</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>NGANJUK, SJP –</strong> Kepala Kantor Pertanahan (Kanta) Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Nganjuk yang baru menjabat, Yanni Dani Assa atau yang akrab disapa Dheny menekankan pentingnya percepatan sinkronisasi tata ruang wilayah. Hal ini berkaitan erat dengan program ketahanan pangan nasional serta kepastian perizinan sektor perindustrian di Kabupaten Nganjuk.</p>
<p>​Dalam konferensi pers, mantan pejabat BPN Magetan tersebut menjelaskan bahwa saat ini proses revisi tata ruang tengah berjalan dan membutuhkan koordinasi intensif dari berbagai pihak terkait. Fokus utama dari sinkronisasi ini adalah kejelasan penetapan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B) guna melindungi area persawahan produktif agar tidak beralih fungsi.</p>
<p>​"Kegiatan ini dalam rangka untuk revisi tata ruang yang kaitannya dengan LP2B. Karena ada program ketahanan pangan, kita harus mempertahankan sawah. Sementara tata ruang yang sebelumnya belum ditata di situ. Jadi untuk revisi itu perlu ada sinkronisasi dari berbagai pihak," ujar Dheny, Selasa (9/6/2026).</p>
<p>Menurut Dheny, pihak BPN Nganjuk memproyeksikan target pemenuhan data sekitar 87 persen dapat segera tercapai dalam waktu dekat. Keterlambatan penetapan ini diakui cukup memengaruhi iklim investasi dan jalannya pembangunan regional, terutama karena proses perizinan industri baru belum bisa berjalan maksimal sebelum regulasi tata ruang ini rampung.</p>
<p>​Terkait pengembangan Kawasan Peruntukan Industri (KPI), Dheny menegaskan bahwa BPN belum dapat menerbitkan atau memproses aspek teknis pertanahan tertentu sebelum adanya penetapan resmi mengenai peta Lahan Sawah Dilindungi (LSD) serta LP2B. </p>
<p>Mekanismenya, data Lahan Baku Sawah (LBS) akan diverifikasi terlebih dahulu, sebelum diambil porsi persentase yang disepakati untuk dikunci sebagai kawasan hijau atau pertanian, sementara sisanya barulah dapat dialokasikan bagi sektor industri.</p>
<p>​Langkah penguncian luasan ini krusial agar tidak terjadi tumpang tindih (overlapping) pemanfaatan lahan di lapangan. Pemerintah daerah pun diharapkan dapat menghadirkan jenis industri yang mampu menunjang atau memberi nilai tambah pada sektor pertanian lokal yang menjadi basis wilayah Nganjuk.</p>
<p>​Saat ini, status pemanfaatan ruang di beberapa titik strategis Nganjuk masih berada dalam masa transisi sembari menunggu regulasi final disahkan.</p>
<p>​"Harapan kami, untuk penetapan LP2B ini segera diselesaikan, regulasinya selesai, dan tata ruang revisinya juga selesai. Efeknya tentu akan mendorong perkembangan industri di sini serta pergerakan pembangunannya bisa berjalan lebih cepat," pungkas pria asal Sulawesi tersebut. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Review RTRW Kabupaten Nganjuk, Dinas PUPR Jaring Aspirasi Lewat Forum Konsultasi Publik</title>
<link>https://suarajatimpost.com/review-rtrw-kabupaten-nganjuk-dinas-pupr-jaring-aspirasi-lewat-forum-konsultasi-publik</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/review-rtrw-kabupaten-nganjuk-dinas-pupr-jaring-aspirasi-lewat-forum-konsultasi-publik</guid>
<description><![CDATA[ Hal ini seiring dengan masuknya masa peninjauan kembali dan revisi terhadap Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kabupaten Nganjuk yang telah genap berjalan selama lima tahun. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202606/image_870x580_6a2803f761c5e.webp" length="44254" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Tue, 09 Jun 2026 20:45:40 +0700</pubDate>
<dc:creator>Kuswanto</dc:creator>
<media:keywords>Konsultasi Publik, Dinas Pekerjaan Umum (PU) dan Penataan Ruang, RTRW, Forum Konsultasi Publik, Kementerian Agraria, ATR BPN, Lahan Sawah Dilindungi, LSD, Ketahanan Pangan, Nganjuk</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>NGANJUK, SJP –</strong> Pemerintah Kabupaten Nganjuk mulai melakukan langkah strategis terkait penataan ruang wilayahnya. Hal ini seiring dengan masuknya masa peninjauan kembali dan revisi terhadap Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kabupaten Nganjuk yang telah genap berjalan selama lima tahun.​</p>
<p>Acara ini dilaksanakan pada hari Selasa (9/6/2026) dimulai pukul 09.00 WIB hingga selesai, bertempat di Aula Rapat Dinas Pekerjaan Umum (PU) dan Penataan Ruang Kabupaten Nganjuk.  </p>
<p>​Sebagai tahapan awal dari proses tersebut, Dinas PUPR dan Penataan Ruang Nganjuk menggelar Forum Konsultasi Publik yang pertama. Kegiatan ini difungsikan sebagai wadah komunikasi dan penjaringan aspirasi dari berbagai pihak pemangku kepentingan.</p>
<p>​Kabid Tata Ruang Dinas PUPR Kabupaten Nganjuk, Doni Cahyo Utomo, menjelaskan bahwa pelaksanaan peninjauan kembali ini telah mendapatkan lampu hijau dan diperbolehkan oleh Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN).</p>
<p>​"Kegiatan pada hari ini merupakan bagian dari revisi RTRW Kabupaten Nganjuk yang memang sudah memasuki masa untuk bisa direvisi. Peninjauan kembali ini sudah diperbolehkan oleh Kementerian ATR/BPN," ujar Doni saat ditemui usai kegiatan.</p>
<p>​Doni memaparkan, ada dua poin utama yang menjadi fokus pembahasan dalam forum konsultasi publik perdana ini. Poin pertama yang paling krusial adalah mengenai pemenuhan Lahan Sawah Dilindungi (LSD) di wilayah Nganjuk yang saat ini persentasenya berada di angka 87 persen. Pemenuhan aspek ini bersifat wajib demi menjaga ketahanan pangan nasional sebagaimana instruksi langsung dari Presiden.</p>
<p>​"Ada dua poin utama. Pertama terkait pemenuhan LSD yang 87 persen, itu harus dan wajib terpenuhi karena menyangkut ketahanan pangan dari Bapak Presiden. Dan yang kedua, kita akan merevisi RTRW karena masanya yang memang sudah 5 tahun," imbuhnya.</p>
<p>​Lebih lanjut, Doni menambahkan bahwa pertemuan ini baru merupakan langkah awal. Ke depannya, Pemkab Nganjuk masih akan menyelenggarakan Forum Konsultasi Publik tahap kedua serta beberapa tahapan lanjutan lainnya guna mematangkan draf revisi RTRW agar selaras dengan arah pembangunan dan kebutuhan masyarakat.</p>
<p>Dalam sesi yang jawab terkait persoalan banjir menahun yang kerap melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Nganjuk dinilai masih belum menemui titik terang. Hasil evaluasi dari Forum Konsultasi Publik penataan ruang dinilai belum mampu menelurkan formula jitu untuk mengatasi bencana musiman tersebut.</p>
<p>​Hal ini diungkapkan oleh salah satu tokoh, Partono, usai menghadiri agenda pertemuan kedinasan di lingkup Pemerintah Kabupaten Nganjuk. Ia menyebutkan bahwa penanganan titik-titik rawan banjir, khususnya di area seperti Rejoso hingga Gondang, masih minim realisasi solusi yang konkret.</p>
<p>​"Harus ada solusi secepatnya. Karena dalam Forum Konsultasi Publik, itu juga belum ada solusinya. Termasuk yang di Rejoso, termasuk yang di wilayah Gondang," ujar Partono dengan nada tegas saat diwawancarai.</p>
<p>​Menurutnya, penanganan banjir sebenarnya bukan perkara yang rumit jika didekati dengan formulasi ilmu dan perencanaan yang tepat. Kendala utamanya saat ini dirasa lebih condong pada aspek kemauan eksekusi dan komitmen di tingkat pemangku kebijakan tertinggi di daerah.</p>
<p>Bahkan, ​Partono menekankan bahwa kunci utama untuk memutus mata rantai persoalan banjir ini berada di tangan Bupati. Mengingat, penyelesaian masalah tersebut membutuhkan integrasi kebijakan yang komprehensif, cepat, serta berani.</p>
<p>​"Padahal sebenarnya kalau ada ilmunya, mudah itu cara mengatasinya. Tinggal mau atau tidak. Yang bisa itu hanya Bupati, karena menyangkut kebijakan dan keberanian untuk memutuskan secepatnya," imbuhnya.</p>
<p>Partono menambahkan bahwa dari sisi kapasitas, Pemerintah Kabupaten Nganjuk pada dasarnya telah memiliki modal yang mumpuni. Daerah dinilai sudah memiliki alokasi anggaran yang cukup, ketersediaan sarana prasarana yang memadai termasuk alat-alat berat, hingga pos anggaran khusus untuk pencegahan serta penanggulangan bencana. </p>
<p>"Kini, masyarakat tinggal menunggu aksi nyata dan ketegasan dari pucuk pimpinan daerah agar bencana banjir tidak terus berulang dan merugikan warga," Ucap Partono asal Rejoso</p>
<p>Kegiatan tersebut dihadiri, Kepala BAPPEDA, Kepala Dinas PU dan Penataan Ruang, Kepala Kantor Pertanahan Kabupaten Nganjuk, hingga seluruh Camat dari 20 kecamatan di wilayah Kabupaten Nganjuk. <strong>(ADV) </strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Polemik Pasal Kasus Pengeroyokan Oknum Pesilat di Nganjuk, Kejari Beri Klarifikasi</title>
<link>https://suarajatimpost.com/polemik-pasal-kasus-pengeroyokan-oknum-pesilat-di-nganjuk-kejari-beri-klarifikasi</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/polemik-pasal-kasus-pengeroyokan-oknum-pesilat-di-nganjuk-kejari-beri-klarifikasi</guid>
<description><![CDATA[ Langkah ini diambil setelah pihak keluarga korban dan penasihat hukumnya melayangkan protes keras di Pengadilan Negeri (PN) Nganjuk lantaran menduga jaksa sengaja memperringan jeratan hukum pidana pelaku. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202606/image_870x580_6a266c499d786.webp" length="30308" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 08 Jun 2026 15:00:10 +0700</pubDate>
<dc:creator>Kuswanto</dc:creator>
<media:keywords>Kasi Intelijen Kejari Nganjuk Koko Robby Yahya, Klarifikasi, pasal seangkatan, KUHAP baru, pasal dakwahan, Pengadilan Negri Nganjuk, Nganjuk</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>NGANJUK, SJP</strong> — Kejaksaan Negeri (Kejari) Nganjuk akhirnya angkat bicara guna meluruskan polemik seputar pasal dakwaan dalam kasus pengeroyokan maut oleh oknum pesilat di Kecamatan Patianrowo. </p>
<p></p>
<p>Langkah ini diambil setelah pihak keluarga korban dan penasihat hukumnya melayangkan protes keras di Pengadilan Negeri (PN) Nganjuk lantaran menduga jaksa sengaja memperringan jeratan hukum pidana pelaku.</p>
<p></p>
<p>Kejaksaan menegaskan bahwa dakwaan yang disusun tim Jaksa Penuntut Umum (JPU) sama sekali tidak mengabaikan fakta kematian korban. Jeratan hukum yang dipasang bermodel kombinasi (primer-subsider), di mana pasal tentang hilangnya nyawa seseorang tetap dipasang di baris paling atas untuk dibuktikan.</p>
<p></p>
<p>Kepala Seksi Intelijen (Kasi Intel) Kejari Nganjuk, Koko Robby Yahya, menjelaskan bahwa surat dakwaan JPU bersifat komprehensif. </p>
<p></p>
<p>Menanggapi kekhawatiran kubu korban mengenai masuknya Pasal 262 Ayat 3 KUHP Baru (tentang luka berat), Koko menganggap perbedaan pandangan hukum tersebut sebagai hal yang lumrah.</p>
<p></p>
<p>Namun, ia menjamin fokus utama penuntutan adalah membuktikan pasal primer yang mengakomodasi dampak kematian, yaitu Pasal 262 Ayat 4 KUHP Baru (Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023).</p>
<p></p>
<p>"Ya, sah-sah saja jika ada yang menyatakan keberatan. Namun, bentuk dakwaan yang didakwakan oleh penuntut umum pastinya sudah sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan," ujar Koko Robby Yahya saat memberikan keterangan di area PN Nganjuk, Senin (8/6/2026).</p>
<p></p>
<p>Koko merinci, JPU tidak akan membiarkan tindak pidana pengeroyokan yang merenggut nyawa ini sekadar dihukum sebagai kasus penganiayaan biasa.</p>
<p></p>
<p>"Karena perbuatan terdakwa ini mengakibatkan orang mati, maka seyogianya adalah Pasal 262 Ayat 4 yang didakwakan pada dakwaan primer. Tentu pasal primer inilah yang paling diprioritaskan untuk dibuktikan di persidangan nanti," imbuhnya.</p>
<p></p>
<p>Ia meminta agar pihak keluarga dan masyarakat luas memberikan kepercayaan penuh kepada JPU serta tidak mudah terprovokasi oleh spekulasi liar di luar persidangan yang dapat mengganggu jalannya proses hukum.</p>
<p></p>
<p>Klarifikasi resmi kejaksaan ini merupakan respons langsung atas situasi memanas yang terjadi usai sidang kedua di PN Nganjuk pada Senin (8/6/2026). Sedianya, sidang tersebut mengagendakan pembacaan eksepsi (keberatan). Namun, persidangan terpaksa ditunda hingga Kamis (11/6/2026) karena penasihat hukum terdakwa secara mendadak menyatakan menerima dakwaan dan memilih langsung lanjut ke agenda pembuktian saksi.</p>
<p></p>
<p>Kondisi tersebut langsung dimanfaatkan oleh penasihat hukum korban, Asmijan, dan keluarga korban untuk menggelar protes terbuka di koridor pengadilan. Asmijan mengkritik JPU karena menilai ada upaya memaksakan pemakaian pasal luka berat (Ayat 3) di dalam berkas perkara.</p>
<p></p>
<p>"Hukum pidana itu mencari kebenaran materiil, bukan sekadar kebenaran formil yang bisa direkayasa. Walaupun korban meninggal dunia satu atau dua hari setelah kejadian, penyebab utamanya tetap akibat tindakan pelemparan tersebut. Kami sangat tidak setuju dan kecewa jika ayat mengenai luka berat yang dipaksakan untuk diterapkan," tegas Asmijan dalam konferensi pers sebelumnya.</p>
<p></p>
<p>Protes hukum tersebut diwarnai suasana haru. Dewi, kakak kandung korban, menangis histeris di depan ruang sidang mengingat nasib tragis adik laki-laki satu-satunya yang kini telah tiada.</p>
<p></p>
<p>"Dia adik laki-laki satu-satunya saya, yang meninggal," ungkap Dewi.</p>
<p></p>
<p>Dewi meminta majelis hakim menolak argumen luka berat dan berpegang teguh pada hilangnya nyawa manusia sebagai fakta materiil yang tidak bisa diganggu gugat.</p>
<p></p>
<p>"Kami berharap penuh agar majelis hakim menerapkan pasal dakwaan yang sesuai dengan dampak riil yang mereka alami, yaitu hilangnya nyawa sang adik tercinta. Mereka meminta agar jeratan hukum tidak diperingan menjadi sekadar kasus luka berat, melainkan tetap berpijak pada fakta materiil bahwa tindakan terdakwa telah menyebabkan kematian," kata Dewi.</p>
<p></p>
<p>Senada dengan Dewi, Eka, istri Kepala Desa Maguan, Kecamatan Berbek, yang mendampingi keluarga, menuntut keadilan tanpa pandang bulu dari majelis hakim.</p>
<p></p>
<p>"Pihak keluarga menuntut agar terdakwa dijatuhi hukuman yang seberat-beratnya karena tindakan tersebut telah merenggut nyawa anggota keluarga mereka," ucap Eka.</p>
<p></p>
<p>Dengan adanya jaminan dari Kejari Nganjuk bahwa pasal kematian (Pasal 262 Ayat 4 KUHP Baru) menjadi prioritas pembuktian utama, jalannya persidangan pada Kamis mendatang dipastikan akan menjadi pertarungan pembuktian bagi kedua belah pihak. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Batal Ajukan Eksepsi, Keluarga Korban Pengeroyokan di Nganjuk Justru Kecewa dengan Dakwaan Jaksa</title>
<link>https://suarajatimpost.com/batal-ajukan-eksepsi-keluarga-korban-pengeroyokan-di-nganjuk-justru-kecewa-dengan-dakwaan-jaksa</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/batal-ajukan-eksepsi-keluarga-korban-pengeroyokan-di-nganjuk-justru-kecewa-dengan-dakwaan-jaksa</guid>
<description><![CDATA[ Sidang perkara ini dijadwalkan kembali bergulir pada Kamis (11/6/2026) mendatang dengan agenda pembuktian atau pemeriksaan saksi. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202606/image_870x580_6a26693ab8465.webp" length="41436" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 08 Jun 2026 14:00:24 +0700</pubDate>
<dc:creator>Kuswanto</dc:creator>
<media:keywords>Sidang Kedua di Pengadilan Negri Nganjuk, Penasehat Hukum, pembacaan eksepsi, sidang ditunda, korban meninggal dunia, Pesilat Nganjuk, Nganjuk</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>NGANJUK, SJP</strong> — Sidang kedua kasus pengeroyokan oleh oknum pesilat yang menewaskan seorang warga di Kecamatan Patianrowo berakhir buntu di Pengadilan Negeri (PN) Nganjuk, Senin (8/6/2026). </p>
<p></p>
<p>Sidang yang beragendakan pembacaan eksepsi (keberatan terdakwa atas dakwaan) tersebut terpaksa ditunda oleh majelis hakim karena tim kuasa hukum terdakwa secara mendadak memutuskan untuk tidak mengajukan eksepsi terhadap surat dakwaan Jaksa Penuntut Umum (JPU).</p>
<p></p>
<p>Sidang perkara ini dijadwalkan kembali bergulir pada Kamis (11/6/2026) mendatang dengan agenda pembuktian atau pemeriksaan saksi. Namun, penundaan sidang ini justru membuka babak baru di luar ruang persidangan. </p>
<p></p>
<p>Pihak keluarga korban bersama penasihat hukumnya langsung menggelar konferensi pers untuk melayangkan protes keras dan menyatakan kekecewaan mendalam terhadap konstruksi pasal yang disusun oleh JPU.</p>
<p></p>
<p>Konstruksi hukum dalam surat dakwaan dinilai pincang dan tidak mencerminkan keadilan materiil atas hilangnya nyawa korban. </p>
<p></p>
<p>Penasihat hukum keluarga korban, Asmijan, menegaskan bahwa fakta di lapangan menunjukkan korban mengembuskan napas terakhir akibat tindakan pelemparan atau hantaman benda tumpul yang dilakukan oleh terdakwa.</p>
<p></p>
<p>Asmijan menyoal langkah kejaksaan yang justru menjerat terdakwa dengan pasal yang berfokus pada dampak luka berat, bukan kematian. </p>
<p></p>
<p>Menurut analisis hukumnya, penuntut umum seharusnya menerapkan Pasal 262 Ayat 4 KUHP Baru (Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023) yang secara spesifik mengatur tentang tindak pidana yang mengakibatkan matinya orang. Namun, dalam persidangan, terdakwa justru didakwa dengan Pasal 262 Ayat 3 yang esensinya hanya mengatur tentang penganiayaan atau pengeroyokan yang mengakibatkan luka berat.</p>
<p></p>
<p>"Hukum pidana itu mencari kebenaran materiil, bukan sekadar kebenaran formil yang bisa direkayasa. Walaupun korban meninggal dunia satu atau dua hari setelah kejadian, penyebab utamanya tetap akibat tindakan pelemparan tersebut. Kami sangat tidak setuju dan kecewa jika ayat mengenai luka berat yang dipaksakan untuk diterapkan," tegas Asmijan saat memberikan keterangan di area luar ruang sidang PN Nganjuk, Senin (8/6/2026).</p>
<p></p>
<p>Ketidakpuasan terhadap dakwaan jaksa memicu gelombang kesedihan dan amarah dari keluarga korban yang hadir mengawal persidangan. </p>
<p></p>
<p>Dewi, kakak kandung korban, tidak mampu membendung air matanya saat berdiri di koridor pengadilan. Dengan suara bergetar menahan kesedihan dan mata yang berkaca-kaca, ia menyebut adiknya adalah pilar penting di keluarga mereka.</p>
<p></p>
<p>"Dia adik laki-laki satu-satunya saya, yang meninggal," ungkap Dewi. </p>
<p></p>
<p>Sebagai seorang kakak, Dewi mendesak aparat penegak hukum untuk tidak menutup mata terhadap fakta bahwa sang adik telah tiada. </p>
<p></p>
<p>Pihak keluarga menduga ada upaya memperingan hukuman terdakwa melalui manipulasi pasal dakwaan dari pasal kematian menjadi sekadar luka berat.</p>
<p></p>
<p>"Kami berharap penuh agar majelis hakim menerapkan pasal dakwaan yang sesuai dengan dampak riil yang mereka alami, yaitu hilangnya nyawa sang adik tercinta. Mereka meminta agar jeratan hukum tidak diperingan menjadi sekadar kasus luka berat, melainkan tetap berpijak pada fakta materiil bahwa tindakan terdakwa telah menyebabkan kematian," kata Dewi.</p>
<p></p>
<p>Senada dengan Dewi, perwakilan keluarga korban lainnya, Eka, yang juga merupakan istri Kepala Desa Maguan, Kecamatan Berbek, meminta majelis hakim PN Nganjuk bertindak progresif dan objektif dalam memeriksa perkara ini. </p>
<p></p>
<p>Kehadiran keluarga besar di pengadilan adalah untuk memastikan tidak ada celah hukum yang meloloskan pelaku dari jerat hukum yang setimpal.</p>
<p></p>
<p>"Pihak keluarga menuntut agar terdakwa dijatuhi hukuman yang seberat-beratnya karena tindakan tersebut telah merenggut nyawa anggota keluarga mereka," ucap Eka.</p>
<p></p>
<p>Kini, pihak keluarga hanya bisa pasrah menunggu kelanjutan persidangan pada Kamis pekan ini. </p>
<p></p>
<p>Mereka menaruh harapan besar pada pundak majelis hakim PN Nganjuk agar dapat meluruskan pembuktian materiil dalam persidangan ke depan, sehingga keadilan yang seadil-adilnya bagi korban yang telah meninggal dunia dapat ditegakkan tanpa pandang bulu. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>WTP 9 Kali Berturut&amp;turut, Bupati Marhaen Serahkan Raperda Pertanggungjawaban APBD 2025 ke DPRD Nganjuk</title>
<link>https://suarajatimpost.com/wtp-9-kali-berturut-turut-bupati-marhaen-serahkan-raperda-pertanggungjawaban-apbd-2025-ke-dprd-nganjuk</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/wtp-9-kali-berturut-turut-bupati-marhaen-serahkan-raperda-pertanggungjawaban-apbd-2025-ke-dprd-nganjuk</guid>
<description><![CDATA[ Prosesi penyerahan berkas Raperda dilakukan secara simbolis oleh Bupati Nganjuk Marhaen Djumadi kepada jajaran pimpinan DPRD Nganjuk. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202606/image_870x580_6a266358881de.webp" length="60896" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 08 Jun 2026 13:42:48 +0700</pubDate>
<dc:creator>Kuswanto</dc:creator>
<media:keywords>Sidang paripurna DPRD Nganjuk, Bupati Marhaen Djumadi, DPRD Nganjuk, Transparansi anggaran, Raperda, APBN 2025, Nganjuk</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>NGANJUK, SJP</strong> — Pemerintah Kabupaten Nganjuk secara resmi menyampaikan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun Anggaran (TA) 2025 beserta Nota Keuangan kepada Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Nganjuk. Penyampaian ini dilaksanakan dalam Sidang Paripurna yang berlangsung di Ruang Rapat Utama DPRD Kabupaten Nganjuk, Senin (8/6/2026).</p>
<p></p>
<p>Prosesi penyerahan berkas Raperda dilakukan secara simbolis oleh Bupati Nganjuk Marhaen Djumadi kepada jajaran pimpinan DPRD Nganjuk. Momen jabat tangan dan penyerahan kotak dokumen tersebut disaksikan oleh jajaran anggota dewan, unsur Forkopimda, serta para kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang hadir. Di latar belakang, layar digital ruang sidang menegaskan agenda utama hari itu, yakni Penyampaian Raperda Kabupaten Nganjuk tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Beserta Lampiran Selengkapnya dengan Nota Keuangan Tahun Anggaran 2025.</p>
<p></p>
<p>Agenda sebagaimana diamanatkan dalam Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara dan Peraturan Pemerintah Nomor 12 Tahun 2019 tersebut menjadi bagian dari mekanisme pertanggungjawaban pengelolaan keuangan daerah yang wajib disampaikan kepada DPRD setelah laporan keuangan diaudit oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).</p>
<p></p>
<p>Dalam pidato pengantarnya, Bupati Nganjuk Marhaen Djumadi menyampaikan bahwa laporan pertanggungjawaban pelaksanaan APBD TA 2025 ini merupakan wujud komitmen transparansi, akuntabilitas, dan kepatuhan pemerintah daerah terhadap peraturan perundang-undangan yang berlaku. Laporan keuangan Pemkab Nganjuk Tahun Anggaran 2025 tersebut telah diperiksa oleh BPK dan kembali memperoleh opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP). Capaian tersebut menandai keberhasilan Pemkab Nganjuk mempertahankan opini WTP selama 9 kali berturut-turut sekaligus menunjukkan bahwa laporan keuangan daerah telah disajikan secara wajar sesuai Standar Akuntansi Pemerintahan.</p>
<p></p>
<p>"Penyampaian Raperda Pertanggungjawaban ini bukan sekadar kewajiban konstitusional, melainkan bentuk evaluasi menyeluruh atas efektivitas program pembangunan yang telah berjalan sepanjang tahun 2025. Kami berhasil mempertahankan opini WTP tersebut untuk yang ke sembilan kalinya. Opini tersebut merupakan representasi dari laporan keuangan yang diperiksa telah menyajikan secara wajar posisi keuangan sesuai dengan Standar Akuntansi Pemerintahan," ujarnya.</p>
<p></p>
<p>Bupati Nganjuk yang akrab disapa Kang Marhaen menjelaskan, keberhasilan mempertahankan opini WTP tidak terlepas dari dukungan seluruh pihak, baik legislatif maupun eksekutif, yang selama ini terus mendorong perbaikan tata kelola keuangan daerah. Menurutnya, sinergi tersebut menjadi motivasi untuk terus menghadirkan pengelolaan keuangan yang semakin akuntabel, transparan, dan berorientasi pada pelayanan masyarakat.</p>
<p></p>
<p>Pada Tahun Anggaran 2025, Kang Marhaen menambahkan, berdasarkan realisasi APBD, pendapatan tercatat sebesar Rp3 triliun, sedangkan untuk belanja dan transfer sebesar Rp2,8 triliun atau mencapai 93,70 persen, dengan pembiayaan neto sebesar Rp257,666 miliar. Kondisi tersebut menghasilkan sisa lebih pembiayaan anggaran (SiLPA) sebesar Rp301 miliar.</p>
<p></p>
<p>Bupati Nganjuk juga memberikan gambaran kondisi keuangan daerah hingga akhir tahun 2025 yang tercermin dalam neraca pemerintah daerah. Total laporan operasional menunjukkan hasil surplus, yang mencerminkan kinerja keuangan Kabupaten Nganjuk sepanjang tahun anggaran 2025 dinilai cukup baik.</p>
<p></p>
<p>Sementara di akhir penyampaiannya, Bupati Marhaen menegaskan bahwa Pemerintah Daerah Kabupaten Nganjuk akan terus berupaya meningkatkan kualitas keuangan dengan melakukan 3 perbaikan, yakni:</p>
<p></p>
<p>1. Meningkatkan kualitas laporan keuangan SKPD serta laporan administrasi dan fungsional bendahara.</p>
<p>2. Melaksanakan pembinaan secara intensif terkait implementasi berbasis akrual.</p>
<p>3. Menindaklanjuti rekomendasi BPK dengan menyusun *action plan* yang dilengkapi dengan *timeline* penyelesaian yang jelas, melakukan pembahasan dengan BPK, serta menyampaikan monitoring tindak lanjut secara periodik.</p>
<p></p>
<p>"Melalui sidang paripurna ini, kami berharap pembahasan Raperda Pertanggungjawaban APBD TA 2025 dapat berjalan lancar. Dengan adanya dana sisa belanja tahun 2025 kita masih bisa bernapas karena di tahun 2026 kita mengalami efisiensi dana transfer sebesar Rp275 miliar, yang berarti dana sisa belanja sebesar Rp301 miliar dapat menutupinya," tutupnya.</p>
<p></p>
<p>Sementara itu, Ketua DPRD Nganjuk Tatit Heru Tjahyono turut menegaskan komitmen legislatif dalam mengawal transparansi, akuntabilitas, dan efektivitas penggunaan uang rakyat melalui kehadiran dan keterlibatan aktifnya dalam persidangan tersebut.</p>
<p></p>
<p>Dalam pengantarnya, Tatit Heru Tjahyono menyampaikan bahwa Sidang Paripurna ini merupakan bagian dari mekanisme konstitusional yang wajib dilalui. Hal ini guna mengevaluasi sejauh mana program-program kerja yang dicanangkan pemerintah daerah pada tahun 2025 memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat Kota Bayu.</p>
<p></p>
<p>"Kami di DPRD memiliki tanggung jawab moral dan konstitusional untuk memastikan bahwa setiap rupiah dari APBD 2025 yang telah dibelanjakan benar-benar tepat sasaran. Melalui sidang paripurna pertanggungjawaban ini, kita bedah bersama capaian kinerja fisik maupun keuangan Pemkab Nganjuk," ujar Tatit. </p>
<p></p>
<p>Politisi senior PDI Perjuangan tersebut juga menekankan pentingnya sinergi antara eksekutif dan legislatif. Ia mengapresiasi capaian-capaian positif Pemkab Nganjuk sepanjang tahun 2025, namun tetap memberikan catatan kritis terhadap beberapa sektor pembangunan yang realisasinya perlu dioptimalkan, seperti infrastruktur jalan dan serapan anggaran jaminan sosial. <strong>(ADV)</strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Menyoal Pemberhentian Perangkat Desa di Nganjuk yang Menabrak Aturan</title>
<link>https://suarajatimpost.com/menyoal-pemberhentian-perangkat-desa-di-nganjuk-yang-menabrak-aturan</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/menyoal-pemberhentian-perangkat-desa-di-nganjuk-yang-menabrak-aturan</guid>
<description><![CDATA[  ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202606/image_870x580_6a261cc5be307.webp" length="40980" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 08 Jun 2026 09:00:18 +0700</pubDate>
<dc:creator>Kuswanto</dc:creator>
<media:keywords>FKAPD, Pemberhentian perangkat desa, undang-undang no 6 tahun 2014, usia perangkat desa, penerapan hukum, Nganjuk</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SUARAJATIMPOST.COM</strong> - Akhir-akhir ini, perangkat desa di beberapa desa di Kabupaten Nganjuk yang diangkat berdasarkan Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1979 tentang Pemerintahan Desa diberhentikan.</p>
<p>Pemberhentian tersebut mengacu pada Pasal 53 ayat (2) huruf a Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa yang menyatakan bahwa perangkat desa berhenti karena genap berusia 60 (enam puluh) tahun.</p>
<p>Namun, penerapan ketentuan tersebut patut dipersoalkan. Karena juga diterapkan terhadap perangkat desa yang diangkat sebelum berlakunya Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014. Hal ini mengabaikan ketentuan peralihan Pasal 118 ayat (5) UU Nomor 6 Tahun 2014 yang tegas menyatakan: "Perangkat Desa yang tidak berstatus sebagai Pegawai Negeri Sipil tetap melaksanakan tugas sampai habis masa tugasnya."</p>
<p>Ketentuan peralihan tersebut merupakan norma khusus yang ditujukan untuk memberikan perlindungan hukum dan menjamin keberlanjutan masa tugas perangkat desa yang telah diangkat berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku sebelum berlakunya UU Desa.</p>
<p>Selain itu, perangkat desa yang diangkat berdasarkan UU Nomor 5 Tahun 1979 tunduk pada ketentuan yang berlaku pada saat pengangkatannya.</p>
<p>Dalam Instruksi Menteri Dalam Negeri Nomor 10 Tahun 1990 tentang Batas Usia Maksimal dan Pendidikan Aparatur Pemerintah Desa, Paragraf II angka (3) huruf a ditegaskan bahwa warga negara Indonesia yang menduduki jabatan Sekretaris Desa, Kepala Urusan, dan Kepala Dusun memiliki batas usia maksimal 64 (enam puluh empat) tahun.</p>
<p>Ketentuan mengenai keberlanjutan masa tugas perangkat desa yang diangkat sebelum berlakunya pengaturan baru juga dipertegas dalam Pasal 12 ayat (1) Permendagri Nomor 67 Tahun 2017 tentang Perubahan atas Permendagri Nomor 83 Tahun 2015 tentang Pengangkatan dan Pemberhentian Perangkat Desa yang menyatakan:</p>
<p>"Perangkat Desa yang diangkat sebelum ditetapkannya Peraturan Menteri ini tetap melaksanakan tugas sampai habis masa tugasnya berdasarkan surat keputusan pengangkatannya."</p>
<p>Norma tersebut secara jelas menunjukkan bahwa perangkat desa yang diangkat sebelum berlakunya ketentuan baru tetap berhak melaksanakan tugas sampai berakhirnya masa tugas sebagaimana ditentukan dalam surat keputusan pengangkatannya.</p>
<p>Oleh karena itu, penerapan Pasal 53 ayat (2) huruf a UU Nomor 6 Tahun 2014 secara langsung terhadap perangkat desa yang diangkat sebelum berlakunya UU Desa, tanpa memperhatikan ketentuan peralihan dalam Pasal 118 ayat (5) UU Desa dan Pasal 12 ayat (1) Permendagri Nomor 67 Tahun 2017, merupakan penerapan hukum yang patut dipandang keliru dan tidak sejalan dengan prinsip kepastian hukum.</p>
<p>Ironisnya, beberapa perangkat desa yang telah diberhentikan tersebut kemudian diangkat kembali sebagai staf desa dengan status Tenaga Harian Lepas (THL) dengan alasan masih dibutuhkan tenaganya oleh pemerintah desa. Namun yang menjadi pertanyaan mendasar adalah, mengapa perangkat desa yang telah diberhentikan secara fungsional dan tidak lagi menduduki jabatan perangkat desa masih tetap diberikan hak mengelola tanah bengkok secara penuh?</p>
<p>Lebih ironis lagi, terdapat beberapa perangkat desa yang sampai saat ini belum menerima atau bahkan belum diterbitkan Surat Keputusan</p>
<p>Pemberhentian sebagai perangkat desa, namun hak-haknya sebagai perangkat desa telah terlebih dahulu dihentikan oleh Kepala Desa, seperti penghasilan tetap (Siltap), hak pengelolaan tanah bengkok, kepesertaan BPJS Kesehatan, maupun BPJS Ketenagakerjaan.</p>
<p>Tindakan tersebut menimbulkan persoalan hukum yang serius. Sebab secara administratif dan yuridis, seseorang masih berstatus sebagai perangkat desa sepanjang belum ada keputusan pemberhentian yang sah dan berkekuatan hukum.</p>
<p>Oleh karena itu, penghentian hak-hak perangkat desa sebelum adanya keputusan pemberhentian dapat dipandang sebagai tindakan yang tidak memiliki dasar hukum yang jelas serta bertentangan dengan asas kepastian hukum dan asas pemerintahan yang baik.</p>
<p>Padahal secara hukum, hak atas tanah bengkok pada prinsipnya melekat pada jabatan perangkat desa sebagai bagian dari penghasilan atau hak jabatan.</p>
<p>Apabila status perangkat desa telah berakhir dan berubah menjadi THL, maka secara logis dan yuridis hak-hak yang melekat pada jabatan tersebut seharusnya turut berakhir.</p>
<p>Sebaliknya, apabila yang bersangkutan masih dianggap berhak mengelola tanah bengkok secara penuh, maka hal tersebut justru menimbulkan pertanyaan mengenai konsistensi status pemberhentiannya sebagai perangkat desa.</p>
<p>Dengan demikian, muncul pertanyaan yang layak diajukan: bagaimana mungkin seseorang yang telah diberhentikan sebagai perangkat desa karena dianggap telah mencapai batas usia pemberhentian, tetapi pada saat yang sama masih diberikan hak pengelolaan tanah bengkok yang secara hukum melekat pada jabatan perangkat desa?</p>
<p>Dan bagaimana pula mungkin seorang perangkat desa yang belum diberhentikan secara sah justru telah dicabut seluruh hak-haknya sebagai perangkat desa?</p>
<p>Kondisi demikian menunjukkan adanya kontradiksi dalam penerapan hukum yang berpotensi menimbulkan ketidakpastian hukum, pelanggaran terhadap hak-hak perangkat desa, serta bertentangan dengan asas tertib penyelenggaraan pemerintahan desa.</p>
<p>Demikian disampaikan untuk dipergunakan sebagaimana mestinya. </p>
<p><strong>Penulis : Iwan Setiawan (Ketua FKAPD)</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Kondisi Destinasi Wisata Roro Kuning Nganjuk Memprihatinkan</title>
<link>https://suarajatimpost.com/kondisi-destinasi-wisata-roro-kuning-nganjuk-memprihatinkan</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/kondisi-destinasi-wisata-roro-kuning-nganjuk-memprihatinkan</guid>
<description><![CDATA[ Destinasi yang dulunya menjadi primadona wisatawan ini dilaporkan mengalami penurunan drastis dan sepi pengunjung selama hampir dua tahun terakhir. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202606/image_870x580_6a2419afc9b65.webp" length="81994" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sat, 06 Jun 2026 20:30:52 +0700</pubDate>
<dc:creator>Kuswanto</dc:creator>
<media:keywords>Hari boyong Nganjuk, Wisata Roro Kuning, sepi pengunjung, MCK Rusak Parah, dikeluhkan wisatawan, dua tahun sepi pengunjung, Nganjuk</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>NGANJUK, SJP – </strong>Di tengah gegap gempita dan suka cita masyarakat memperingati momen bersejarah Hari Boyong Nganjuk, sebuah potret memprihatinkan justru datang dari salah satu destinasi wisata andalan daerah, yakni Wisata Air Terjun Roro Kuning.</p>
<p>Destinasi yang dulunya menjadi primadona wisatawan ini dilaporkan mengalami penurunan drastis dan sepi pengunjung selama hampir dua tahun terakhir.</p>
<p>​Kondisi ini diperparah dengan rusaknya berbagai fasilitas penunjang utama di area wisata. Salah satu yang paling disoroti dan dikeluhkan oleh para pelancong yang datang bertepatan dengan momentum Hari Boyong ini adalah rusaknya fasilitas Mandi, Cuci, Kakus (MCK) atau toilet umum.</p>
<p>Berdasarkan investigasi di lapangan, kondisi toilet umum di kawasan wisata Roro Kuning tampak sangat tidak terawat dan terbengkalai. Atap bangunan yang terbuat dari genteng terlihat rapuh, sebagian runtuh, dan kayunya mulai melapuk dimakan usia. Dinding bangunan yang bercat biru pudar dipenuhi noda kelembapan dan lumut di bagian dasarnya, serta dikelilingi oleh semak belukar yang mulai meninggi.</p>
<p></p>
<p>​Ironisnya, sebuah papan pengumuman berwarna kuning terang dengan tulisan merah mencolok "MOHON MAAF TOILET RUSAK" terpasang di dinding pembatas, dipertegas dengan palang bambu seadanya yang dipasang menyilang sebagai tanda bahwa fasilitas sanitasi tersebut sama sekali tidak dapat digunakan oleh pengunjung.</p>
<p>Di sebelah bangunan utama, tampak pula struktur tambahan berdinding seng yang sudah berkarat dan kusam, menambah kesan kumuh di area yang seharusnya menjadi fasilitas publik yang bersih.</p>
<p>​Beberapa pengunjung yang ditemui di lokasi dalam rangka liburan menyayangkan kondisi tersebut. Mereka mengeluhkan sulitnya mendapatkan akses sanitasi yang layak, padahal keberadaan MCK yang bersih merupakan kebutuhan mendasar bagi kenyamanan wisatawan, terutama bagi mereka yang membawa keluarga dan anak-anak.</p>
<p>​"Sangat disayangkan, momentum hari jadi dan Boyong Nganjuk ini harus dicoreng dengan fasilitas wisata yang terbengkalai seperti ini. Roro Kuning ini punya nama besar, kalau toiletnya saja rusak parah dan dipagari bambu begini, pengunjung pasti kapok untuk datang lagi," ujar salah satu pengunjung asal Kertosono saat di lokasi. Sabtu (6/6/2026) </p>
<p>Keluhan tidak hanya datang dari para pelancong, melainkan juga dari para pelaku usaha mikro di dalam kawasan wisata.</p>
<p>Salah seorang penjaga warung di area Roro Kuning, Mbah Saril mengungkapkan fakta mengejutkan mengenai carut-marutnya pengelolaan destinasi ini.</p>
<p>Menurutnya, kondisi fasilitas yang rusak dan penurunan jumlah pengunjung ini bukan terjadi secara tiba-tiba, melainkan akibat dari tata kelola yang memang sengaja dibiarkan mangkrak tanpa ada tindakan nyata dari pihak berwenang.</p>
<p>​"Kondisi seperti ini sudah berlangsung lama, hampir dua tahun sepi. Masalahnya memang pada tata kelola yang seperti dibiarkan begitu saja, mangkrak tanpa ada perbaikan atau tindak lanjut dari pihak pengelola atau dinas terkait. Kami yang berjualan di sini sangat terdampak karena tidak ada daya tarik lagi bagi pengunjung," ungkap Mbah Sarip dengan nada kecewa.</p>
<p>​Dampak dari pembiaran ini ternyata jauh lebih fatal dari sekadar penurunan jumlah kunjungan harian. Mbah Sarip bersama istrinya membeberkan bahwa rusaknya fasilitas MCK telah menghancurkan segmen pasar terbesar mereka, yakni kegiatan outbound dan kemah para pelajar sekolah. ​</p>
<p>Menurutnya, Roro Kuning dulunya merupakan lokasi favorit bagi sekolah-sekolah untuk mengadakan acara luar ruangan. Namun, buruknya fasilitas sanitasi membuat pihak sekolah dan wali murid melayangkan keluhan keras, hingga akhirnya kapok untuk kembali.</p>
<p>​"Dulu di sini ramai sekali acara outbound anak-anak sekolah. Tapi begitu mereka tahu kondisi MCK-nya rusak parah dan terbengkalai seperti ini, semuanya langsung mengeluh. Sekarang, bisa dibilang sudah tidak ada minat lagi dari pihak sekolah untuk menggelar acara di sini. Tempat ini benar-benar kehilangan daya tarik," keluhnya saat ditemui Suarajatimpost di tempat usahanya.</p>
<p>​Momentum Hari Boyong Nganjuk ini diharapkan tidak hanya menjadi ajang seremonial, melainkan menjadi momentum tamparan keras bagi Pemerintah Kabupaten Nganjuk dan Dinas Pariwisata terkait.</p>
<p>Revitalisasi total dan pembenahan manajemen pengelolaan mutlak harus segera dilakukan jika tidak ingin salah satu aset sejarah dan alam terbaik Nganjuk ini mati total dan terlupakan.<strong> (*) </strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Kisah Haru Aiptu April, Anggota Sakit di Loceret yang Dikunjungi Kapolres Nganjuk</title>
<link>https://suarajatimpost.com/kisah-haru-aiptu-april-anggota-sakit-di-loceret-yang-dikunjungi-kapolres-nganjuk</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/kisah-haru-aiptu-april-anggota-sakit-di-loceret-yang-dikunjungi-kapolres-nganjuk</guid>
<description><![CDATA[ Kegiatan ini tidak sekadar menjadi agenda seremonial tahunan, melainkan sebagai wujud nyata jalinan tali silaturahmi yang tidak boleh terputus, sekaligus bentuk penghormatan atas pengabdian yang telah diberikan kepada institusi dan negara. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202606/image_870x580_6a23ba9dcc213.webp" length="31108" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sat, 06 Jun 2026 12:57:20 +0700</pubDate>
<dc:creator>Kuswanto</dc:creator>
<media:keywords>Menjelang Hari Bhayangkara ke 80, Polres Nganjuk, Anjangsana, Dukungan Moril, Keluarga Besar Polri, Purna Tugas, Nganjuk</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>NGANJUK, SJP</strong> — Menjelang peringatan Hari Bhayangkara ke-80 tahun 2026, Kepolisian Resor (Polres) Nganjuk menunjukkan kepedulian mendalam terhadap keluarga besar Polri dan masyarakat melalui aksi sosial nyata. </p>
<p></p>
<p>Salah satu agenda utama yang dilaksanakan adalah kegiatan anjangsana ke rumah para purnawirawan, warakawuri, serta anggota yang sedang sakit atau membutuhkan perhatian khusus.</p>
<p></p>
<p>Kegiatan ini tidak sekadar menjadi agenda seremonial tahunan, melainkan sebagai wujud nyata jalinan tali silaturahmi yang tidak boleh terputus, sekaligus bentuk penghormatan atas pengabdian yang telah diberikan kepada institusi dan negara.</p>
<p></p>
<p>Kegiatan yang dipimpin Kapolres Nganjuk AKBP Suria Miftah Irawan, bersama Ketua Bhayangkari Cabang Nganjuk Ny. Raisha Suria Miftah tersebut dilaksanakan dengan mengunjungi sejumlah kediaman anggota dan purnawirawan, Sabtu (6/6/2026).</p>
<p></p>
<p>Dalam kegiatan tersebut, rombongan Polres Nganjuk memberikan bingkisan dan bantuan sembako guna membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari para anggota dan purnawirawan yang tengah menjalani pengobatan maupun perawatan di rumah.</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202606/image_870x_6a23bfabdc260.webp" alt=""></p>
<p>Kapolres Nganjuk AKBP Suria Miftah Irawan mengatakan bahwa kegiatan anjangsana merupakan bentuk kepedulian dan perhatian institusi kepada anggota maupun purnawirawan yang telah mengabdikan diri untuk Polri.</p>
<p></p>
<p>XMelalui kegiatan ini kami ingin memberikan dukungan moril dan semangat kepada anggota serta purnawirawan yang sedang sakit agar tetap kuat, optimis, dan tidak merasa sendiri. Ini juga menjadi bagian dari semangat Hari Bhayangkara ke-80 untuk terus hadir dan peduli kepada keluarga besar Polri," ujar Kapolres.</p>
<p></p>
<p>Salah satu anggota yang dikunjungi adalah Aiptu April Iswandono yang beralamat di Desa Kwagean, Kecamatan Loceret. Kehadiran Kapolres Nganjuk beserta pejabat utama Polres Nganjuk dan Bhayangkari memberikan semangat tersendiri bagi dirinya dan keluarga.</p>
<p></p>
<p>Aiptu April Iswandono mengaku terharu dan merasa dihargai atas perhatian yang diberikan pimpinan Polres Nganjuk kepada dirinya yang sedang sakit.</p>
<p></p>
<p>"Saya sangat bersyukur dan merasa dihargai atas kunjungan Bapak Kapolres beserta pejabat utama dan Bhayangkari. Kehadiran beliau-beliau menjadi penyemangat bagi saya untuk tetap optimis menjalani pengobatan," ungkap dia.</p>
<p></p>
<p>Ketua Bhayangkari Cabang Nganjuk Ny. Raisha Suria Miftah juga turut memberikan dukungan dan motivasi kepada keluarga anggota yang sedang menjalani perawatan agar tetap sabar dan terus mendampingi proses penyembuhan.</p>
<p></p>
<p>Kegiatan anjangsana tersebut juga menjadi momentum untuk mempererat tali silaturahmi antara pimpinan, anggota aktif, purnawirawan, serta keluarga besar Polri sehingga semangat kebersamaan dan kepedulian tetap terjaga di lingkungan Polres Nganjuk.<strong> (*)</strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Dua Momentum Besar 6 Juni di Nganjuk: Hari Boyongan dan Kelahiran Bung Karno</title>
<link>https://suarajatimpost.com/dua-momentum-besar-6-juni-di-nganjuk-hari-boyongan-dan-kelahiran-bung-karno</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/dua-momentum-besar-6-juni-di-nganjuk-hari-boyongan-dan-kelahiran-bung-karno</guid>
<description><![CDATA[ Tidak terasa perjalanan sejarah ini telah menginjak usia ke-146 tahun sejak pertama kali dilaksanakan pada masa pemerintahan Bupati Sosro Koesoemo III tahun 1880 silam. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202606/image_870x580_6a23b74dc3d51.webp" length="30656" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sat, 06 Jun 2026 11:57:51 +0700</pubDate>
<dc:creator>Kuswanto</dc:creator>
<media:keywords>146 Tahun Boyongan Nganjuk, hari lahirnya Bung Karno, Bupati Nganjuk Marhaen Djumadi, Pemkab Nganjuk, Nganjuk</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>NGANJUK, SJP</strong> — Tanggal 6 Juni 2026 bukan sekadar lembaran kalender biasa bagi masyarakat Kabupaten Nganjuk. Hari ini, sebuah momentum istimewa diperingati dengan penuh khidmat sekaligus semangat membara, menyatukan dua sejarah besar yang sarat akan nilai perjuangan dan kebudayaan.</p>
<p></p>
<p>Saat ditemui di Pendopo Sosro Kusumo dengan mengenakan busana adat Jawa lengkap, Bupati Nganjuk Marhaen Djumadi menyampaikan pesannya dengan penuh kehangatan. </p>
<p></p>
<p>Dalam penyampaiannya, ia menegaskan bahwa hari ini merupakan hari yang sangat istimewa, yakni peringatan Hari Boyongan Nganjuk dari Berbek menuju Pendopo Kabupaten Nganjuk.</p>
<p></p>
<p>Menurut orang nomor satu di Nganjuk tersebut, tidak terasa perjalanan sejarah ini telah menginjak usia ke-146 tahun sejak pertama kali dilaksanakan pada masa pemerintahan Bupati Sosro Koesoemo III tahun 1880 silam.</p>
<p></p>
<p>"Kami memohon dukungan dari semua pihak, terutama rekan dari media Suarajatimpost, yang luar biasa produktif dan aktif dalam memberikan liputan seputar Nganjuk, baik liputan umum maupun liputan spiritual," ungkap Bupati Nganjuk di sela-sela kegiatannya sebelum menuju Alun-Alun Berbek, Sabtu (6/6/2026).</p>
<p></p>
<p>Bupati Nganjuk yang akrab disapa Kang Marhaen tersebut mengapresiasi kontribusi media dan masyarakat dalam merawat ingatan kolektif daerah, termasuk mendokumentasikan tempat-tempat bersejarah dan dikeramatkan sebagai bagian dari warisan leluhur.</p>
<p></p>
<p>Ia menambahkan, keunikan tanggal 6 Juni kian terasa magis karena bertepatan langsung dengan Hari Kelahiran Proklamator Kemerdekaan Indonesia, Bung Karno, yang lahir pada 6 Juni 1901. Pertemuan dua momentum besar ini menjadi pemantik semangat bagi seluruh elemen daerah untuk terus berbenah dan melangkah maju.</p>
<p></p>
<p>Di akhir pesannya, dengan kepalan tangan yang mantap, orang nomor satu di Nganjuk ini memberikan suntikan semangat khas untuk mengawal seluruh rangkaian liputan dan peringatan sejarah tersebut.</p>
<p></p>
<p>"Selamat Hari Boyongan, 6 Juni 2026. Gaspoll untuk liputannya!" pungkas Bupati Nganjuk. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Tradisi Bersih Dusun di Nganjuk, Lautan Manusia Berebut Sayur dan Buah Panen Raya</title>
<link>https://suarajatimpost.com/tradisi-bersih-dusun-di-nganjuk-lautan-manusia-berebut-sayur-dan-buah-panen-raya</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/tradisi-bersih-dusun-di-nganjuk-lautan-manusia-berebut-sayur-dan-buah-panen-raya</guid>
<description><![CDATA[ Tradisi tahunan Bersih Dusun yang digelar pada Jumat (5/6/2026) ini, berubah menjadi ajang pembuktian solidaritas sosial yang kuat di tengah riuhnya perebutan tiga gunungan hasil bumi raksasa. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202606/image_870x580_6a225c335fb03.webp" length="69226" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Fri, 05 Jun 2026 12:30:51 +0700</pubDate>
<dc:creator>Kuswanto</dc:creator>
<media:keywords>Nyadran Dusun Jaan, bersih desa, tradisi desa turun temurun, Desa Jaan, rebutan gunungan hasil bumi, Gondang, Nganjuk</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>NGANJUK, SJP</strong> — Ratusan warga dari tiga dusun di Desa Jaan, Kecamatan Gondang, mengesampingkan sekat-sekat wilayah demi berebut berkah alam. </p>
<p></p>
<p>Tradisi tahunan Bersih Dusun yang digelar pada Jumat (5/6/2026) ini, berubah menjadi ajang pembuktian solidaritas sosial yang kuat di tengah riuhnya perebutan tiga gunungan hasil bumi raksasa.</p>
<p></p>
<p>Bukan sekadar ritual seremonial, momentum ini menjadi simbol konkret bagaimana ketahanan pangan lokal dan kerukunan warga dirayakan tanpa jarak.</p>
<p></p>
<p>Jika biasanya acara adat bersifat eksklusif per wilayah, Bersih Dusun Jaan tahun ini mengusung misi yang lebih besar: rekonsiliasi dan penyatuan kultural. Tiga wilayah, yakni Dusun Jaan, Karangtengah, dan Payang, sengaja dilebur dalam satu titik perayaan di area panggung utama RW 02.</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202606/image_870x_6a2260525eda0.webp" alt=""></p>
<p>Kepala Desa Jaan, Adi Arianto, tidak dapat menyembunyikan rasa bangga sekaligus harunya saat melihat warganya memadati lokasi sejak pagi hari di bawah naungan tenda besar.</p>
<p></p>
<p>"Bersih Dusun Jaan tahun ini terasa sangat istimewa karena kita bisa mengumpulkan warga dari Dusun Jaan, Karangtengah, hingga Payang dalam satu ruang rasa syukur. Rebutan gunungan hasil bumi ini bukan sekadar berebut makanan, melainkan simbol bahwa berkah alam yang diberikan Tuhan harus dirasakan bersama tanpa ada sekat pembatas antardusun," ujar Adi Arianto kepada wartawan. </p>
<p></p>
<p>Pantauan di lokasi menunjukkan atmosfer yang kontras namun tertib. Sejak pagi, lebih dari 300 warga telah menyemut di depan panggung utama yang dihiasi spanduk bertuliskan "Bersih Desa Jaan RW 2" serta pementasan dari Semi Karawitan Laras Argo Budoyo. </p>
<p></p>
<p>Di atas panggung, tiga gunungan megah yang tersusun dari vegetasi segar, mulai dari sayuran hijau hingga buah-buahan, berdiri kokoh sebagai representasi suksesnya panen raya.</p>
<p></p>
<p>Namun, ketenangan tersebut runtuh seketika saat aba-aba dimulainya perebutan (rebutan) ditiupkan. Suasana langsung berubah drastis saar ratusan warga dari lintas generasi langsung merangsek maju tanpa ragu.</p>
<p></p>
<p>Di barisan depan, kelompok ibu-ibu berkerudung menunjukkan kelincahan luar biasa, berdesak-desakan langsung dengan barisan pemuda demi mengamankan sayuran segar.</p>
<p></p>
<p>Kendati terjadi kontak fisik dan aksi saling dorong, tidak ada gesekan negatif. Ketegangan fisik tersebut justru diredam oleh tawa, sorak-sorai, dan candaan antarwarga.</p>
<p></p>
<p>Ani, salah satu warga setempat yang keluar dari kerumunan dengan tangan penuh sayuran, mengungkapkan kegembiraannya.</p>
<p></p>
<p>"Ini adalah wujud syukur kami, dan semoga tahun depan panennya semakin melimpah," ujar Ani. </p>
<p></p>
<p>Kehadiran Camat Gondang, Bayu Istas Sasongko, beserta jajaran perangkat desa, memberikan bobot politis dan sakral yang lebih tinggi pada acara ini. Kehadiran representasi pemerintah daerah tersebut dinilai sebagai legitimasi pentingnya pelestarian kearifan lokal di era modern.</p>
<p></p>
<p>Bayu Istas Sasongko memberikan apresiasi tinggi terhadap determinasi warga yang mampu menjaga situasi tetap kondusif di tengah massa yang masif. Pemerintah kecamatan melihat ini sebagai modal sosial yang kuat untuk pembangunan daerah.</p>
<p></p>
<p>Menutup jalannya acara yang diiringi lantunan musik tradisional Laras Argo Budoyo, Kepala Desa Adi Arianto menegaskan bahwa esensi gotong royong inilah yang menjadi benteng kebudayaan bagi generasi muda ke depan.</p>
<p></p>
<p>"Meskipun tadi suasananya sangat riuh dan saling berdesakan antara emak-emak dan pemuda, semuanya dilakukan dengan senyuman dan penuh kekeluargaan. Inilah esensi asli dari warga Jaan," pungkas Adi. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Sidokare Sembada Cup 2026 Nganjuk, FC Puma Bungkam FC Satelit Dua Gol Tanpa Balas</title>
<link>https://suarajatimpost.com/sidokare-sembada-cup-2026-nganjuk-fc-puma-bungkam-fc-satelit-dia-gol-tanpa-balas</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/sidokare-sembada-cup-2026-nganjuk-fc-puma-bungkam-fc-satelit-dia-gol-tanpa-balas</guid>
<description><![CDATA[ Dua tim besar, FC PUMA asal Kertosono dan FC Satelit asal Karangsono, saling berhadapan dalam laga hidup-mati yang berlangsung di Lapangan Desa Sidokare. Lewat duel sengit sepanjang dua babak, FC PUMA akhirnya keluar sebagai pemenang dengan skor akhir meyakinkan 2:0. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202606/image_870x580_6a2189032cf43.webp" length="65360" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 04 Jun 2026 22:02:57 +0700</pubDate>
<dc:creator>Kuswanto</dc:creator>
<media:keywords>Turnamen sepak bola, FC PUMA, FC Satelit, Dua Gol kemenangan, Lapangan Sidokare, Rejoso, Nganjuk</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>NGANJUK, SJP –</strong> Lanjutan kompetisi sepak bola Sidokare Sembada Cup 2026 di hari kedua kembali menyajikan tontonan yang mendebarkan bagi para pencinta si kulit bundar.</p>
<p>Dua tim besar, FC PUMA asal Kertosono dan FC Satelit asal Karangsono, saling berhadapan dalam laga hidup mati yang berlangsung di Lapangan Desa Sidokare.</p>
<p>Lewat duel sengit sepanjang dua babak, FC PUMA akhirnya keluar sebagai pemenang dengan skor akhir meyakinkan 2 - 0.</p>
<p>​Sejak babak pertama dimulai, FC PUMA langsung mengambil inisiatif serangan. Mengandalkan kecepatan sektor sayap, tim asal Kertosono ini berulang kali merepotkan barisan pertahanan FC Satelit. Namun, penyelesaian akhir yang terburu-buru membuat papan skor tetap bertahan imbang hingga jeda turun minum.</p>
<p>​Memasuki babak kedua, tensi permainan semakin memanas. Kebuntuan FC PUMA akhirnya pecah melalui skema bola mati yang spektakuler.</p>
<p>Berawal dari pelanggaran di luar kotak penalti, eksekutor tendangan bebas FC PUMA melepaskan sepakan melengkung maut. Bola berhasil melewati pagar hidup pemain lawan dan bersarang telak di dalam gawang FC Satelit. Gol ini mengubah kedudukan menjadi 1 - 0.</p>
<p>​Tertinggal satu angka memaksa FC Satelit untuk keluar menyerang dan bermain lebih terbuka. Asyik menyerang, lini pertahanan FC Satelit justru lengah.</p>
<p>Memanfaatkan momentum serangan balik cepat (counter-attack), penyerang FC PUMA berhasil meloloskan diri dari kawalan dan kembali menjebol gawang FC Satelit untuk kedua kalinya melalui sepakan terukur di dalam kotak penalti.</p>
<p>​Hingga peluit panjang ditiup oleh wasit, FC Satelit gagal mengejar ketertinggalan mereka. Skor akhir 2:0 mengunci kemenangan manis bagi FC PUMA di hari kedua turnamen ini.</p>
<p>Dengan hasil ini, FC PUMA berhak mengamankan poin penuh dan melangkah ke babak berikutnya dengan kepercayaan diri yang tinggi, sementara FC Satelit harus segera mengevaluasi lini pertahanan mereka jika ingin tetap bersaing di kompetisi ini. <strong>(**) </strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Buka Sidokare Sembada Cup 2026, Bupati Marhaen Ajak Jaga Sportivitas dan Gali Potensi Sepak Bola Nganjuk</title>
<link>https://suarajatimpost.com/buka-sidokare-sembada-cup-2026-bupati-marhaen-ajak-jaga-sportivitas-dan-gali-potensi-sepak-bola-nganjuk</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/buka-sidokare-sembada-cup-2026-bupati-marhaen-ajak-jaga-sportivitas-dan-gali-potensi-sepak-bola-nganjuk</guid>
<description><![CDATA[ Ajang bergengsi yang diselenggarakan di Lapangan Desa Sidokare, Kecamatan Rejoso, Kabupaten Nganjuk ini digelar dalam rangka memperingati tradisi bersih desa setempat. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202606/image_870x580_6a2184035afca.webp" length="33206" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 04 Jun 2026 21:00:40 +0700</pubDate>
<dc:creator>Kuswanto</dc:creator>
<media:keywords>Turnamen sepak bola, Bersih Desa Sidokare, Bupati Nganjuk Marhaen Djumadi, diikuti 32 tim sepak bola, bibit pemain sepak bola, Sidokare Sembada Cup 2026, Nganjuk</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>NGANJUK, SJP – </strong>Bupati Nganjuk, Marhaen Djumadi, secara resmi membuka turnamen sepak bola antar kampung bertajuk "Sidokare Sembada Cup 2026". Ajang bergengsi yang diselenggarakan di Lapangan Desa Sidokare, Kecamatan Rejoso, Kabupaten Nganjuk ini digelar dalam rangka memperingati tradisi bersih desa setempat.</p>
<p></p>
<p>​Turnamen yang berlangsung mulai 3 Juni hingga 5 Juli 2026 ini diikuti oleh 32 tim terbaik dari berbagai klub desa se-Kabupaten Nganjuk dan sekitarnya. Dengan jadwal kick-off setiap pukul 15.30 WIB, kompetisi ini diproyeksikan menjadi magnet hiburan segar sekaligus panggung unjuk bakat bagi pesepak bola lokal.</p>
<p></p>
<p>​Dalam sambutan resminya, Bupati Marhaen Djumadi menyampaikan apresiasi yang tinggi atas inisiatif pemuda dan pemerintah desa dalam mengemas kegiatan bersih desa melalui jalur olahraga. Marhaen menegaskan bahwa turnamen seperti ini merupakan wadah krusial untuk berburu dan mengembangkan potensi atlet daerah menuju jenjang profesional.</p>
<p></p>
<p>​"Ayo dulur, jadikan turnamen ini untuk meningkatkan semangat sportivitas, mempererat silaturahmi, serta menjadi sarana hiburan dan pengembangan potensi sepak bola di Kabupaten Nganjuk dan sekitarnya," ujar Bupati Marhaen penuh semangat. Kamis (4/6/2026) </p>
<p></p>
<p>​Lebih lanjut, orang nomor satu di Nganjuk tersebut menitipkan pesan mendalam kepada seluruh elemen yang terlibat baik pemain, panitia, pelatih, maupun para suporter yang hadir agar selalu mengutamakan aspek perdamaian dan keamanan demi kesuksesan bersama.</p>
<p></p>
<p>​"Datang dan dukung timmu di Sidokare Sembada Cup 2026 dengan tetap menjunjung tinggi sportivitas, menjaga keamanan, dan tetap jalin persaudaraan. Sukses Sidokare Sembada Cup 2026! Semangat terus," tegas Marhaen seraya menutup sambutan.</p>
<p></p>
<p>Pesan Marhaen, ​turnamen ini diharapkan tidak hanya melahirkan bibit-bibit emas pesepak bola tangguh dari bumi Anjuk Ladang, melainkan juga mampu mendongkrak roda perekonomian masyarakat sekitar melalui sektor UMKM yang ikut meramaikan area sekitar Lapangan Desa Sidokare selama satu bulan penuh ke depan.</p>
<p></p>
<p>Kepala Desa Sidokare Imam Mashuri mengungkapkan bahwa kehadiran orang nomor satu di Nganjuk tersebut menjadi suntikan motivasi yang luar biasa, tidak hanya bagi panitia penyelenggara dan para atlet yang bertanding, tetapi juga bagi seluruh warga desa. Menurutnya, sinergi antara pemerintah daerah dan pemerintah desa menjadi kunci utama suksesnya acara tahunan ini.</p>
<p></p>
<p>​"Kami atas nama Pemerintah Desa Sidokare dan seluruh panitia mengucapkan matur nuwun yang tak terhingga kepada Bupati Kang Marhaen. Kehadiran beliau secara langsung untuk membuka Sidokare Sembada Cup 2026 ini merupakan kehormatan besar bagi desa kami. Ini membuktikan bahwa Pemkab Nganjuk sangat peduli terhadap kegiatan kemasyarakatan dan pelestarian tradisi lokal lewat olahraga," ujar Imam Mashuri Kades Sidokare.</p>
<p></p>
<p>​Imam Mashuri ​menambahkan bahwa momentum Bersih Desa melalui turnamen ini sengaja dikonsep untuk menghidupkan kembali lapak-lapak UMKM warga setempat.</p>
<p></p>
<p>​"Bersih desa adalah lambang rasa syukur, dan syukur itu hari ini mewujud pada ramainya lapangan oleh pedagang kecil. Kami jajaran perangkat desa bersama Babinsa, Bhabinkamtibmas, dan seluruh karang taruna berkomitmen penuh menjaga keamanan serta kondusifitas wilayah sebagaimana pesan Bapak Bupati, agar turnamen ini berjalan sukses, menghibur, dan membawa berkah ekonomi bagi warga Sidokare," pungkasnya. <strong>(ADV) </strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Dakwaan Kasus Pengeroyokan Pesilat di Nganjuk Dinilai Lemah, Tim Hukum Pagar Nusa Keberatan</title>
<link>https://suarajatimpost.com/dakwaan-kasus-pengeroyokan-pesilat-di-nganjuk-dinilai-lemah-tim-hukum-pagar-nusa-keberatan</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/dakwaan-kasus-pengeroyokan-pesilat-di-nganjuk-dinilai-lemah-tim-hukum-pagar-nusa-keberatan</guid>
<description><![CDATA[ Mereka menilai pasal-pasal yang disangkakan kepada terdakwa pelemparan tersebut terlampau ringan dan tidak sesuai dengan realita fatal di lapangan, di mana nyawa korban telah melayang. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202606/image_870x580_6a1fe20eb3928.webp" length="27210" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 04 Jun 2026 09:00:46 +0700</pubDate>
<dc:creator>Kuswanto</dc:creator>
<media:keywords>Sidang perdana, kasus pengeroyokan, korban meninggal dunia, Penasehat Hukum Pagarnusa Nganjuk, Pengadilan Negri, ancaman hukuman, Nganjuk</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>NGANJUK, SJP</strong>–Sidang perdana kasus pengeroyokan oknum pesilat yang menewaskan seorang korban di Kecamatan Patianrowo resmi bergulir di Ruang Sidang Cakra, Pengadilan Negeri (PN) Nganjuk, Rabu (3/6/2026). </p>
<p></p>
<p>Sidang dengan agenda pembacaan surat dakwaan ini langsung memicu reaksi keras dari tim penasihat hukum pencak silat Pagar Nusa Nganjuk yang hadir mengawal jalannya persidangan.</p>
<p></p>
<p>Pihak penasihat hukum secara terbuka menyatakan kekecewaannya terhadap Jaksa Penuntut Umum (JPU). </p>
<p></p>
<p>Mereka menilai pasal-pasal yang disangkakan kepada terdakwa pelemparan tersebut terlampau ringan dan tidak sesuai dengan realita fatal di lapangan, di mana nyawa korban telah melayang.</p>
<p></p>
<p>Ditemui awak media di depan Ruang Sidang Cakra usai persidangan, Penasihat Hukum Senior Pagar Nusa Nganjuk, Asmijan, menegaskan adanya ketidaksesuaian antara dakwaan JPU dengan hasil audiensi yang sempat dilakukan bersama Kasi Intelijen Kejaksaan Negeri (Kejari) Nganjuk sebelumnya.</p>
<p></p>
<p>Menurut Asmijan, terdakwa dijerat dengan Pasal 262 Ayat 4, Pasal 262 Ayat 3, serta juncto Pasal 466 terkait penganiayaan yang menyebabkan kematian. </p>
<p></p>
<p>Jika mengacu pada regulasi tersebut, kata dia, Pasal 262 Ayat 4 membawa ancaman hukuman 12 tahun penjara, sementara Pasal 466 maksimal 7 tahun penjara. Namun, Asmijan menyoal ketidaktegasan jaksa dalam memilah ayat yang diterapkan.</p>
<p></p>
<p>"Kami sangat kecewa karena dakwaan ini tidak sesuai dengan realita. Secara realistis, korban dalam peristiwa ini jelas telah meninggal dunia. Ini pandangan hukum kami, dan meski kami tetap menghormati pandangan hukum dari pihak penuntut umum, bagi kami hal ini sangat prinsipil," tegas Asmijan.</p>
<p></p>
<p>Lebih lanjut, ia menambahkan bahwa jika korban nyata-nyata meninggal dunia, seharusnya jaksa secara konsisten memaksimalkan penerapan Ayat 4, bukan justru memunculkan Ayat 3 yang dinilai melonggarkan jerat hukum.</p>
<p></p>
<p>Sebagai bentuk komitmen organisasi dalam memberikan jaminan pendampingan hukum yang objektif bagi anggotanya, tim hukum Pagar Nusa memastikan tidak akan tinggal diam. Mereka kini tengah menyusun nota keberatan resmi (eksepsi) yang akan diajukan kepada Majelis Hakim pada persidangan berikutnya.</p>
<p></p>
<p>Tim hukum mendesak agar jerat hukum yang diterapkan jauh lebih spesifik, yaitu fokus pada tindakan kekerasan secara bersama-sama (pengeroyokan) yang berdampak fatal pada hilangnya nyawa seseorang.</p>
<p></p>
<p>"Kami hadir di sini untuk memastikan bahwa seluruh proses hukum berjalan secara transparan, adil, dan sesuai dengan prosedur perundang-undangan yang berlaku. Ada beberapa poin yang perlu kami klarifikasi agar tidak terjadi simpang siur informasi di masyarakat," ujar Asmijan.</p>
<p></p>
<p>"Kami berharap nantinya bisa mengajukan keberatan kepada Majelis Hakim agar pasal yang dikenakan betul-betul spesifik, yaitu terkait pengeroyokan atau melakukan kekerasan bersama-sama yang mengakibatkan meninggal dunia. Arahnya harus ke sana karena ini melibatkan tindakan bersama yang fatal," pungkasnya.</p>
<p></p>
<p>Di sisi lain, Humas PN Nganjuk, Mohammad Hasanuddin Hefni, memberikan klarifikasi untuk meluruskan persepsi keliru yang berkembang di tengah masyarakat. </p>
<p></p>
<p>Hasan menekankan bahwa persidangan perkara ini baru menyentuh tahap paling awal, sehingga belum ada pembicaraan mengenai tuntutan pidana maupun pemeriksaan materiil.</p>
<p></p>
<p>"Ini baru sidang pertama, sidang awal. Agendanya adalah pembacaan dakwaan dari Jaksa, jadi belum masuk ke tuntutan. Bahkan pemeriksaan saksi-saksi saja belum dilakukan," jelas Hasan saat dikonfirmasi secara langsung melalui sambungan WhatsApp, Rabu (3/6/2026).</p>
<p></p>
<p>Mengenai adanya aksi penyampaian aspirasi dan pengawalan ketat dari anggota pencak silat di area pengadilan, Hasan menyatakan pihak PN Nganjuk sangat menghormati hal tersebut sebagai hak konstitusional warga negara. </p>
<p></p>
<p>Ia juga memastikan proses hukum tidak terganggu oleh situasi di luar ruang sidang.</p>
<p></p>
<p>"Kalau hak, itu hak mereka untuk demo. Kami di sini hanya untuk bersidang. Persidangan pun berjalan aman dan tidak terjadi apa-apa," imbuhnya. </p>
<p></p>
<p>Setelah pembacaan surat dakwaan oleh JPU selesai dibacakan, Majelis Hakim memutuskan untuk menunda persidangan guna memberikan waktu bagi pihak terdakwa dan penasihat hukum menyusun berkas perlawanan.</p>
<p></p>
<p>Berdasarkan hasil koordinasi dengan Ketua Majelis Hakim, persidangan kasus pesilat ini akan kembali digelar pada pekan depan.</p>
<p></p>
<p>"Sidang berikutnya dijadwalkan pada hari Senin, 8 Juni mendatang, dengan agenda perlawanan (eksepsi)," tutup Hasan. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Tuntut Keadilan, Ribuan Pendekar Pagar Nusa Gelar Istigosah di PN Nganjuk</title>
<link>https://suarajatimpost.com/tuntut-keadilan-ribuan-pendekar-pagar-nusa-gelar-istigosah-di-pn-nganjuk</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/tuntut-keadilan-ribuan-pendekar-pagar-nusa-gelar-istigosah-di-pn-nganjuk</guid>
<description><![CDATA[ Massa menggelar aksi damai berupa istigosah akbar dan doa bersama guna mengawal jalannya sidang perdana kasus penganiayaan berat yang mengakibatkan salah satu anggota mereka meninggal dunia. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202606/image_870x580_6a1fe76f03ecb.webp" length="58454" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 03 Jun 2026 16:00:33 +0700</pubDate>
<dc:creator>Kuswanto</dc:creator>
<media:keywords>Aksi damai ribuan pendekar pagar nusa Nganjuk, istighosah, kawal kasus, Kapolres Nganjuk AKBP Suria Miftah Irawan, Kasi Intelijen Kejari Nganjuk, Pagarnusa</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>NGANJUK, SJP</strong> — Ribuan pendekar dari organisasi pencak silat Pagar Nusa memadati Pengadilan Negeri (PN) Nganjuk di Jalan Dermojoyo, Rabu (3/6/2026). </p>
<p></p>
<p>Massa menggelar aksi damai berupa istigosah akbar dan doa bersama guna mengawal jalannya sidang perdana kasus penganiayaan berat yang mengakibatkan salah satu anggota mereka meninggal dunia.</p>
<p></p>
<p>Sidang dengan agenda pembacaan dakwaan tersebut berjalan aman di bawah pengawalan ketat kepolisian. </p>
<p></p>
<p>Seusai persidangan, Majelis Hakim memutuskan untuk menunda dan menjadwalkan ulang persidangan pada Senin, 8 Juni 2026, dengan agenda penyampaian keberatan atau eksepsi dari pihak terdakwa.</p>
<p></p>
<p>Aksi solidaritas ini dimulai sejak pagi hari. Massa pendekar yang didominasi pakaian sakral berwarna hijau dan hitam berkumpul dan melakukan konsolidasi di sekitar pondok pesantren. Setelah barisan dipastikan matang, ribuan massa bergerak melakukan longmarch secara tertib dari Jalan Imam Bonjol menuju Kantor PN Nganjuk di Jalan Dermojoyo.</p>
<p></p>
<p>Guna menjamin kelancaran arus lalu lintas serta keamanan publik di sepanjang jalur yang dilalui, personel Kepolisian Resor (Polres) Nganjuk memberikan pengawalan super ketat di sepanjang rute pergerakan massa.</p>
<p></p>
<p>Setibanya di lokasi tujuan, suasana yang awalnya diperkirakan tegang berubah menjadi khidmat. Massa aksi langsung duduk bersila memenuhi aspal jalanan di depan gerbang pengadilan untuk memanjatkan doa serta selawat nabi. Aksi ini menjadi simbol ketegasan bahwa mereka menolak segala bentuk penegakan hukum yang tebang pilih.</p>
<p></p>
<p>Jalannya istigosah di barisan depan dipimpin langsung oleh Gus Ali dengan didampingi sejumlah tokoh dan sesepuh organisasi. Di tengah kerumunan massa, terdapat sebuah replika keranda mayat yang dibungkus kain putih bertuliskan pesan mencolok "SAVE SILA 5". Simbolisasi kain kafan dan keranda tersebut dihadirkan sebagai pengingat bahwa ada nyawa manusia yang hilang, sekaligus tuntutan agar keadilan sosial (Sila ke-5 Pancasila) ditegakkan seadil-adilnya bagi korban.</p>
<p></p>
<p>Selain menggelar doa bersama, massa juga membentangkan sejumlah poster dan spanduk tuntutan di tengah kerumunan. Salah satu poster yang menyita perhatian publik bertuliskan "NO VIRAL, NO JUSTICE". Pesan tersebut membawa kritik terhadap fenomena penegakan hukum kontemporer. Melalui tulisan itu, para pendekar mendesak agar majelis hakim dan aparat penegak hukum menjatuhkan hukuman seberat-beratnya kepada pelaku penganiayaan maut, tanpa harus menunggu sebuah kasus menjadi viral terlebih dahulu.</p>
<p></p>
<p>Di tengah kekhidmatan aksi, Koordinator Lapangan Pagar Nusa, Kang Kowok, memberikan orasi dan menyampaikan pesan perdamaian yang membawa mandat langsung dari para guru dan ulama sepuh.</p>
<p></p>
<p>"Dulur-dulurku kabeh, pendekar Pagar Nusa yang satu komando. Perlu diketahui bersama, aksi damai dan istigosah kita hari ini telah mendapatkan restu serta doa langsung dari para guru kita; Gus Bidin, Gus Muh, dan Habib Ali. Sebelum kita berdiri di sini, kami bersama para beliau sudah bertemu langsung dengan Bapak Kapolres beserta jajarannya," tegas Kang Kowok di hadapan massa, Rabu (3/6/2026).</p>
<p></p>
<p>Kang Kowok juga mengingatkan ribuan pendekar yang hadir untuk tetap menjaga martabat organisasi dan marwah para ulama dengan tidak berbuat anarkis.</p>
<p></p>
<p>"Kehadiran kita di sini bukan untuk merusak, bukan untuk membuat kegaduhan. Kita hadir membawa asma Allah, berselawat, dan meminta keadilan dengan cara yang mengetuk pintu langit. Ingat pesan para Gus dan Habib kita: jaga ketertiban, tunjukkan bahwa pendekar Pagar Nusa adalah benteng ulama yang berakhlak mulia. Kita kawal proses hukum ini sampai tuntas dengan damai, demi keadilan yang bersih di bumi Nganjuk!" seru Kang Kowok disambut pekikan selawat dari ribuan pendekar.</p>
<p></p>
<p>Aksi damai ini mendapat respons positif dari aparat penegak hukum setempat. Kapolres Nganjuk AKBP Suriah Miftah Irawan, hadir langsung di tengah massa didampingi jajarannya serta Kepala Seksi (Kasi) Intelijen Kejaksaan Negeri Nganjuk, Koko Robby Yahya, yang mewakili pihak kejaksaan. Kehadiran para pimpinan instansi penegak hukum ini diapresiasi oleh massa karena dinilai menunjukkan komitmen keterbukaan dalam peradilan.</p>
<p></p>
<p>"Kami mengapresiasi langkah tertib rekan-rekan Pagar Nusa yang memilih jalur zikir dan doa bersama dalam mengawal proses hukum ini. Kami dari jajaran kepolisian dan kejaksaan berkomitmen penuh mengawal stabilitas keamanan dan memastikan bahwa keadilan hukum ditegakkan secara transparan," ungkap AKBP Suriah Miftah Irawan.</p>
<p></p>
<p>Pascasidang perdana ditutup, situasi di sekitar area PN Nganjuk terpantau aman dan kondusif. Pihak kepolisian mengimbau seluruh pendekar serta masyarakat luas untuk tetap tenang dan menyerahkan seluruh mekanisme pembuktian sepenuhnya kepada proses peradilan yang sedang berjalan. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Kasus Korupsi Diskominfo Nganjuk, Sujono Dituntut 5 Tahun Penjara</title>
<link>https://suarajatimpost.com/kasus-korupsi-diskominfo-nganjuk-sujono-dituntut-5-tahun-penjara</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/kasus-korupsi-diskominfo-nganjuk-sujono-dituntut-5-tahun-penjara</guid>
<description><![CDATA[ Selain hukuman kurungan, JPU juga membebankan sanksi finansial yang berat kepada terdakwa. Sujono diwajibkan membayar denda serta uang pengganti kerugian. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202606/image_870x580_6a1fd35b3e662.webp" length="26194" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 03 Jun 2026 13:57:42 +0700</pubDate>
<dc:creator>Kuswanto</dc:creator>
<media:keywords>Sidang Lanjutan, Korupsi Fiber Optik Nganjuk, Diskominfo, anggaran tahun 2024, persidangan hibrida, Kejari Nganjuk, Nganjuk</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>NGANJUK, SJP</strong> — Kasus dugaan korupsi proyek pengadaan Jaringan Intra Fiber Optik Tahun Anggaran 2024 pada Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Nganjuk memasuki babak baru. </p>
<p></p>
<p>Terdakwa Sujono Bin Saido (alm) dituntut hukuman 5 tahun penjara setelah dinilai terbukti menerima gratifikasi dalam proyek digitalisasi tersebut.</p>
<p></p>
<p>Tuntutan tersebut dibacakan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) dalam sidang lanjutan yang digelar secara hibrida (hybrid). </p>
<p></p>
<p>Majelis Hakim memimpin persidangan dari ruang utama Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), sedangkan terdakwa mengikuti jalannya persidangan secara daring melalui layar monitor.</p>
<p></p>
<p>Kepala Seksi Intelijen Kejaksaan Negeri Nganjuk, Koko Robby Yahya, mengonfirmasi isi amar tuntutan yang dijatuhkan kepada mantan pejabat Diskominfo tersebut.</p>
<p></p>
<p>"Menjatuhkan pidana terhadap terdakwa Sujono Bin Saido (alm) dengan pidana penjara selama 5 (lima) tahun dikurangi masa penahanan, dengan perintah agar terdakwa tetap ditahan," ujar Koko Robby Yahya kepada Suarajatimpost.com, Rabu (3/6/2026).</p>
<p></p>
<p>Selain hukuman kurungan, JPU juga membebankan sanksi finansial yang berat kepada terdakwa. Sujono diwajibkan membayar denda serta uang pengganti kerugian. </p>
<p></p>
<p>Pidana denda kategori IV sebesar Rp200.000.000,00 (dua ratus juta rupiah). Jika denda ini tidak dibayar dalam waktu satu bulan setelah putusan berkekuatan hukum tetap (inkracht), maka jaksa akan menyita dan melelang harta benda terdakwa. </p>
<p></p>
<p>Apabila asetnya tidak mencukupi, maka diganti dengan hukuman kurungan selama 80 hari.</p>
<p></p>
<p>Uang pengganti sebesar Rp694.422.000,00 (enam ratus sembilan puluh empat juta empat ratus dua puluh dua ribu rupiah). Mekanisme eksekusinya serupa; jika harta benda yang disita dan dilelang belum mampu menutupi nilai tersebut, Sujono harus menjalani tambahan masa kurungan selama 180 hari (6 bulan) penjara.</p>
<p></p>
<p>Terdakwa juga dibebankan membayar biaya perkara sebesar Rp10.000,00, sementara seluruh barang bukti yang terlampir dalam surat tuntutan dinyatakan tetap disita oleh negara.</p>
<p></p>
<p>Dalam analisis yuridisnya, JPU menyatakan bahwa tindakan Sujono telah memenuhi seluruh unsur pidana korupsi berupa penerimaan gratifikasi yang bertentangan dengan kewajiban jabatannya.</p>
<p></p>
<p>Sujono dinilai melanggar Dakwaan Alternatif Kedua, yakni Pasal 12 B Jo Pasal 18 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, sebagaimana telah diubah dengan UU No. 20 Tahun 2001.</p>
<p></p>
<p>Selain itu, tuntutan ini juga disandarkan pada regulasi terbaru, yaitu UU Nomor 1 Tahun 2026 tentang Penyesuaian Pidana, yang mengatur standardisasi sanksi finansial dan kategori denda dalam tindak pidana korupsi.</p>
<p></p>
<p>Merespons tuntutan berlapis dari penuntut umum, pihak terdakwa melalui penasihat hukumnya menyatakan akan mengajukan perlawanan melalui jalur formal. Majelis Hakim memberikan waktu bagi pihak terdakwa untuk menyusun berkas pembelaan.</p>
<p></p>
<p>Persidangan ditunda dan dijadwalkan kembali pada Selasa, 9 Juni 2026. Agenda sidang berikutnya adalah pembacaan Nota Pembelaan atau Pledoi dari terdakwa Sujono, yang akan menjadi kesempatan terakhirnya untuk membantah tuntutan jaksa di hadapan hukum. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Sidang Kasus LPG Subsidi di Nganjuk, Terdakwa Akui Keterangan Saksi dan Minta Keringanan Hukuman</title>
<link>https://suarajatimpost.com/sidang-kasus-lpg-subsidi-di-nganjuk-terdakwa-akui-keterangan-saksi-dan-minta-keringanan-hukuman</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/sidang-kasus-lpg-subsidi-di-nganjuk-terdakwa-akui-keterangan-saksi-dan-minta-keringanan-hukuman</guid>
<description><![CDATA[ Terdakwa kasus dugaan pengoplosan LPG subsidi di Nganjuk mengakui seluruh fakta yang terungkap dalam persidangan. Kuasa hukum mengajukan plea bargaining dan berharap majelis hakim mempertimbangkan sikap kooperatif terdakwa sebagai dasar pemberian keringanan hukuman. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202606/image_870x580_6a1ed512ac90a.webp" length="23866" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Tue, 02 Jun 2026 20:10:32 +0700</pubDate>
<dc:creator>Kuswanto</dc:creator>
<media:keywords>dugaan tindak pidana, penyalahgunaan gas LPG, Terdakwa, Penasehat Hukum, Pengadilan Negeri Nganjuk, Penyidik Mabes Polri, LPG 3 Kilo, Nganjuk</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>NGANJUK, SJP –</strong><em> </em>Sidang lanjutan perkara dugaan tindak pidana penyalahgunaan pengangkutan niaga bahan bakar gas (LPG) subsidi kembali digelar di Pengadilan Negeri Nganjuk, Selasa (2/6/2026).</p>
<p>Agenda persidangan kali ini adalah pembuktian dari Jaksa Penuntut Umum (JPU) dengan menghadirkan empat orang saksi, termasuk penyidik dari Mabes Polri dan mitra kerja terkait.</p>
<p>Usai persidangan, Penasehat Hukum terdakwa, Haris Bondan Pradana, menjelaskan bahwa seluruh keterangan yang disampaikan para saksi di hadapan majelis hakim diakui oleh para terdakwa.</p>
<p>"Menanggapi hasil sidang hari ini dengan agenda pemeriksaan saksi dari jaksa, memang secara fakta lapangan demikian adanya. Kesaksian baik dari mitra maupun penyidik Mabes Polri terkait teknis dugaan pemindahan gas, proses penangkapan, hingga barang bukti yang diamankan, seluruhnya diakui secara murni oleh para terdakwa," ujar Haris.</p>
<p>Meski fakta-fakta persidangan menguatkan dakwaan jaksa, Haris menegaskan pihaknya tetap menghormati proses hukum yang sedang berjalan. Ia berharap majelis hakim dapat mempertimbangkan aspek kemanusiaan serta sikap kooperatif para terdakwa selama proses penyidikan hingga persidangan.</p>
<p>Dalam persidangan tersebut, Haris juga menyampaikan permohonan plea bargaining atau pengakuan bersalah secara lisan dengan merujuk Pasal 78 Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP) baru sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2025.</p>
<p>Menurutnya, karena para terdakwa tertangkap tangan dan bersikap kooperatif, fokus pembelaan bukan untuk memperoleh pembebasan murni, melainkan mengupayakan keringanan hukuman. Rekam jejak para terdakwa yang belum pernah dihukum serta tidak melakukan perlawanan saat penangkapan diharapkan menjadi faktor yang meringankan.</p>
<p>"Kami menilai terdakwa mengikuti seluruh proses penyelidikan hingga persidangan tanpa melakukan perlawanan. Pengakuan bersalah ini diharapkan menjadi bahan pertimbangan kemanusiaan yang kuat bagi majelis hakim untuk memberikan putusan yang adil namun tetap humanis," kata Haris kepada Suara Jatim Post.</p>
<p>Sidang akan kembali dilanjutkan pada 9 Juni 2026 dengan agenda menghadirkan alat bukti dan saksi yang meringankan (a de charge) dari pihak terdakwa. Haris mengonfirmasi pihaknya berencana menghadirkan sedikitnya dua orang saksi sebelum masa penahanan para terdakwa berakhir.</p>
<p>Sebelumnya, Kejaksaan Negeri Nganjuk telah menerima pelimpahan tersangka dan barang bukti (Tahap II) dari Penyidik Direktorat Tindak Pidana Tertentu (Dittipidter) Bareskrim Polri terkait perkara dugaan penyalahgunaan pengangkutan niaga LPG subsidi. Proses serah terima tersebut berlangsung di Ruang Tahap II Kejaksaan Negeri Nganjuk.</p>
<p>Dalam perkara ini, terdapat tiga tersangka yang seluruhnya merupakan warga Kabupaten Nganjuk, yakni Budi Gunawan, Sugeng Hariyanto bin Nursalim, dan Rudy Setya Putra bin Rudi Samsudin.</p>
<p>Berdasarkan hasil penyidikan, ketiganya diduga menjalankan praktik ilegal dengan memindahkan isi LPG subsidi ukuran 3 kilogram ke tabung LPG non-subsidi ukuran 12 kilogram dan 50 kilogram menggunakan peralatan yang telah dimodifikasi.</p>
<p>Gas hasil pengoplosan tersebut kemudian dipasarkan kepada konsumen dengan harga LPG non-subsidi. Dari aktivitas ilegal tersebut, para pelaku diduga memperoleh keuntungan hingga ratusan ribu rupiah untuk setiap tabung yang berhasil dioplos.</p>
<p>Selain menimbulkan kerugian negara akibat penyalahgunaan subsidi energi, praktik tersebut juga dinilai membahayakan keselamatan masyarakat karena tidak memenuhi standar keamanan. Aktivitas pengoplosan juga berpotensi memicu kelangkaan LPG 3 kilogram yang diperuntukkan bagi masyarakat kurang mampu di wilayah Kabupaten Nganjuk.<strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Pertahankan Predikat WTP LKPD 2025, Bupati Marhaen: Cerminan Tata Kelola Keuangan Bersih</title>
<link>https://suarajatimpost.com/pertahankan-predikat-wtp-lkpd-2025-bupati-marhaen-cerminan-tata-kelola-keuangan-bersih</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/pertahankan-predikat-wtp-lkpd-2025-bupati-marhaen-cerminan-tata-kelola-keuangan-bersih</guid>
<description><![CDATA[ Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) tersebut diserahkan langsung oleh Kepala BPK Perwakilan Provinsi Jawa Timur, Yuan Candra Djaisin, kepada Bupati Nganjuk Marhaen Djumadi yang didampingi Ketua DPRD Nganjuk Tatit Heru Tjahjono, S.Sos. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202606/image_870x580_6a1e86293a722.webp" length="42216" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Tue, 02 Jun 2026 14:33:51 +0700</pubDate>
<dc:creator>Kuswanto</dc:creator>
<media:keywords>Penghargaan, prestasi gemilang, transparansi anggaran, WTP, Pemkab Nganjuk, Laporan Hasil Pemeriksaan, BPK, Nganjuk</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>NGANJUK, SJP</strong> — Pemerintah Kabupaten Nganjuk kembali menorehkan prestasi gemilang dalam hal transparansi anggaran. </p>
<p></p>
<p>Untuk kesembilan kalinya secara berturut-turut, Pemkab Nganjuk sukses mempertahankan predikat Opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) atas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) Tahun Anggaran 2025.</p>
<p></p>
<p>Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) tersebut diserahkan langsung oleh Kepala BPK Perwakilan Provinsi Jawa Timur, Yuan Candra Djaisin, kepada Bupati Nganjuk Marhaen Djumadi yang didampingi Ketua DPRD Nganjuk Tatit Heru Tjahjono, S.Sos. </p>
<p></p>
<p>Prosesi penyerahan ini berlangsung di Auditorium Kantor BPK Perwakilan Jawa Timur, Kabupaten Sidoarjo, Jumat (29/5/2026) lalu.</p>
<p></p>
<p>Tak lupa Kang Marhaen mengucapkan terima kasih kepada jajaran legislatif dan seluruh jajaran birokrasi di lingkungan Pemkab Nganjuk. </p>
<p></p>
<p>Prestasi ini tidak lepas dari fungsi pengawasan yang harmonis dari DPRD Kabupaten Nganjuk serta kedisiplinan seluruh Kepala OPD beserta aparatur sipil negara (ASN) dalam menyusun laporan yang sesuai dengan Standar Akuntansi Pemerintahan (SAP).</p>
<p></p>
<p>Bupati Marhaen menegaskan bahwa predikat WTP yang diraih Nganjuk tahun ini bukan sekadar mengejar piala atau penghargaan, melainkan cerminan nyata dari sistem tata kelola keuangan yang bersih dan akuntabel.</p>
<p></p>
<p>"Nganjuk TOP ! meraih 9 kali WTP berturut-turut. Terus kita pertahankan, Gass..pool pokoknya," tegas Kang Marhaen didampingi Ketua DPRD di ujung acara penyerahan LKPD 2025, Selasa (2/6/2026). <strong>(ADV) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Proyek Talut Jalan di Jogomerto Nganjuk Disoal Warga, Pemdes Sebut Sesuai Aturan</title>
<link>https://suarajatimpost.com/proyek-talut-jalan-di-jogomerto-nganjuk-disoal-warga-pemdes-sebut-sesuai-aturan</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/proyek-talut-jalan-di-jogomerto-nganjuk-disoal-warga-pemdes-sebut-sesuai-aturan</guid>
<description><![CDATA[ Berdasarkan data teknis, talut tersebut dibangun dengan spesifikasi panjang sekitar 170 meter, lebar bawah 50 sentimeter, lebar atas 30 sentimeter, serta ketinggian mencapai 80 sentimeter. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202606/image_870x580_6a1d47def1f77.webp" length="75008" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 01 Jun 2026 16:00:35 +0700</pubDate>
<dc:creator>Kuswanto</dc:creator>
<media:keywords>Proyek Talut, gunakan anggaran DD tahun 2026, TPT Talut jalan, PK Mudin Sulur, Pekerja warga Desa, Papan nama proyek, Pemdes Jogomerto, Nganjuk</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>NGANJUK, SJP</strong>– Proyek pembangunan Tembok Penahan Tanah (TPT) atau talut jalan di Dusun Sulur RT 04, RW 01, Desa Jogomerto, Kecamatan Tanjunganom, Kabupaten Nganjuk, disoal warga terkait transparansi anggaran dan pemanfaatan tenaga kerja lokal.</p>
<p></p>
<p>Proyek infrastruktur yang bersumber dari Dana Desa (DD) Tahun Anggaran 2026 ini menelan Rencana Anggaran Biaya (RAB) sebesar Rp53.947.200. </p>
<p></p>
<p>Berdasarkan data teknis, talut tersebut dibangun dengan spesifikasi panjang sekitar 170 meter, lebar bawah 50 sentimeter, lebar atas 30 sentimeter, serta ketinggian mencapai 80 sentimeter.</p>
<p></p>
<p></p>
<p></p>
<p>Pelaksana Kegiatan (PK) proyek, Mukit, menjelaskan bahwa pembangunan talut ini dianggap penting bagi mobilitas ekonomi warga. Akses jalan tersebut merupakan jalur vital bagi armada pengangkut hasil panen padi yang kondisinya kerap mengalami kerusakan struktural akibat beban kendaraan berat.</p>
<p></p>
<p>"Pekerjaan talut ini memang sangat mendesak karena kondisi jalan yang bergelombang akibat sering dilalui truk pengangkut padi. Jalan ini akses utama untuk panen dan mendukung ketahanan pangan," ujar Mukit yang juga menjabat sebagai Mudin Desa Jogomerto kepada media, Senin (1/6/2026).</p>
<p></p>
<p>Mukit juga memberikan klarifikasi resmi terkait rumor yang beredar di masyarakat mengenai keterlibatan tenaga kerja dari luar daerah. </p>
<p></p>
<p>Ia membantah keras kabar tersebut dan memastikan seluruh pengerjaan dari awal hingga saat ini murni memberdayakan masyarakat setempat demi mendongkrak perekonomian warga sekitar.</p>
<p></p>
<p>"Setiap kegiatan di wilayah Jogomerto, saya pastikan menggunakan warga sekitar lingkungan. Kami hanya membawa satu tukang dari Jogomerto, tidak ada dari luar daerah," tegas Mukit.</p>
<p></p>
<p>Senada dengan Mukit, Ketua RT setempat, Sukamto, membenarkan bahwa seluruh tenaga kerja yang dikerahkan berasal dari lingkungan RT 01 hingga RT 04, ditambah satu pekerja dari wilayah tetangga, yakni Sukorejo. </p>
<p></p>
<p>"Semua pekerja berasal dari lingkungan terdekat karena wilayah kami memang bersebelahan," kata Sukamto saat dikonfirmasi di lokasi proyek.</p>
<p></p>
<p>Meskipun pengerjaan diklaim telah memberdayakan warga lokal, proyek ini sempat memicu desas-desus negatif akibat tidak adanya papan informasi proyek di lokasi pembangunan pada awal pelaksanaan. </p>
<p></p>
<p>Berdasarkan pantauan di lapangan, ketiadaan papan nama tersebut sempat memunculkan spekulasi liar di kalangan warga, termasuk isu adanya pekerja yang meninggalkan proyek.</p>
<p></p>
<p>Seorang warga setempat yang enggan disebutkan namanya mengatakan bahwa papan informasi tersebut baru dipasang setelah sempat kosong selama dua hari. </p>
<p></p>
<p>"Baru dipasang itu, Pak. Sebelumnya saya cek dua hari tidak ada papan namanya," ungkapnya.</p>
<p></p>
<p>Menanggapi persoalan tersebut, Kepala Desa Jogomerto, Wiwik, memberikan klarifikasi dan menyampaikan permohonan maaf atas kelalaian administrasi tersebut. </p>
<p></p>
<p>Ia menegaskan bahwa papan informasi yang memuat detail anggaran kini sudah kembali dipasang.</p>
<p></p>
<p>"Sejak awal saya sudah perintahkan untuk memasang papan proyek. Kami memohon maaf atas adanya keterlambatan (pemasangan) tersebut," tutur Wiwik.</p>
<p></p>
<p>Wiwik kembali menegaskan bahwa proyek talut senilai Rp53,9 juta ini sepenuhnya dibiayai oleh Dana Desa TA 2026 dan seluruh pekerja wajib ber-KTP Desa Jogomerto sebagai bentuk transparansi dan komitmen pemberdayaan masyarakat desa. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Gandeng Aktivis &amp;apos;80&amp;an, FKAPD Nganjuk Siap Kawal Regulasi Daerah</title>
<link>https://suarajatimpost.com/gandeng-aktivis-80-an-fkapd-nganjuk-siap-kawal-regulasi-daerah</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/gandeng-aktivis-80-an-fkapd-nganjuk-siap-kawal-regulasi-daerah</guid>
<description><![CDATA[ Fokus terdekat forum ini adalah mengawal regulasi peraturan pelaksanaan dari Perda yang baru saja diparipurnakan dan disahkan oleh DPRD Kabupaten Nganjuk pada 20 Mei lalu, agar implementasinya berjalan dengan baik dan berdampak positif bagi pemerintahan desa. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202606/image_870x580_6a1d3ee111ce7.webp" length="56220" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 01 Jun 2026 15:30:33 +0700</pubDate>
<dc:creator>Kuswanto</dc:creator>
<media:keywords>Deklarasi FKAPD, Perangkat Desa, Aktifis 80, Angkatan 579, Pemkab Nganjuk, Nganjuk</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>NGANJUK, SJP</strong> — Pasca-dideklarasikan beberapa waktu lalu, Forum Kajian dan Advokasi Peraturan Daerah (FKAPD) Kabupaten Nganjuk langsung bergerak cepat. Forum ini menggelar agenda syukuran sekaligus pertemuan penting untuk membahas Anggaran Dasar/Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) serta menyusun program kerja ke depan, yang dilaksanakan di WTC Pehserut, Desa Pehserut, Kecamatan Sukomoro, Kabupaten Nganjuk, Senin (1/6/2026).</p>
<p></p>
<p>Ketua Penyelenggara FKAPD, Iwan Setiawan, menjelaskan bahwa setelah deklarasi resmi dilakukan pada 28 Mei lalu, pertemuan kali ini difokuskan sebagai bentuk syukur sekaligus momentum untuk membentuk dan menetapkan kepengurusan resmi bersama para anggota yang hadir.</p>
<p></p>
<p>"Hari ini intinya syukuran sekaligus membahas masalah AD/ART dan program kerja FKAPD. Tujuannya jelas, karena ini wadah aspirasi masyarakat dari berbagai unsur termasuk profesi, pegiat, praktisi hukum, hingga akademisi kita akan mengawasi dan mengawal pembahasan rancangan Peraturan Daerah (Perda) maupun regulasi yang ada di Kabupaten Nganjuk. Kami ingin memastikan regulasi tersebut selaras dengan peraturan perundang-undangan yang lebih tinggi demi kemajuan Nganjuk," ujar Iwan Setiawan saat diwawancarai Suarajatimpost.com.</p>
<p></p>
<p>Iwan menambahkan bahwa fokus terdekat forum ini adalah mengawal regulasi peraturan pelaksanaan dari Perda yang baru saja diparipurnakan dan disahkan oleh DPRD Kabupaten Nganjuk pada 20 Mei lalu, agar implementasinya berjalan dengan baik dan berdampak positif bagi pemerintahan desa.</p>
<p></p>
<p>Dukungan terhadap pergerakan FKAPD juga datang dari Ketua Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) MaPak (Masyarakat Peduli Anti Korupsi) Nganjuk, Supriono. </p>
<p></p>
<p>Ia menyatakan bahwa kehadiran forum ini sangat krusial untuk menjadi wadah perjuangan bagi hak-hak perangkat desa yang selama ini dirugikan oleh aturan yang dinilai tumpang-tindih.</p>
<p></p>
<p>"In praktiknya sekarang ini, banyak perangkat desa yang dirugikan. Waktu diangkat berdasarkan Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1979, masa pensiun mereka seharusnya sampai usia 64 tahun. Namun kenyataannya, sekarang banyak yang sudah menerima SK pensiun di usia 60 tahun. Ini kan menyalahi aturan karena aturan tidak berlaku surut," tegas Supriono.</p>
<p></p>
<p>Menurutnya, pihak Pemerintah Daerah (Pemda) khususnya bagian hukum harus lebih "melek hukum" dan tidak memotong hak masa bakti perangkat desa secara sepihak hingga empat tahun masa jabatan.</p>
<p></p>
<p>"Dengan dibentuknya forum ini, kami berharap pihak Pemda maupun DPRD tidak menutup mata dan mau mendengarkan suara rakyat. Jangan sampai merugikan mereka yang sudah mengabdi, tetapi haknya justru dikurangi," pungkas pria yang akrab disapa Pri Rangket ini.</p>
<p></p>
<p>Berdasarkan data yang dihimpun, kata Supriono, saat ini tercatat masih ada sekitar 350 perangkat desa aktif dengan status pengangkatan regulasi lama yang hak masa baktinya terancam terpangkas.</p>
<p></p>
<p>"Ini sudah jelas merugikan para perangkat desa se-Kabupaten Nganjuk. Sekarang ini masih ada sekitar 350-an orang yang belum pensiun. Mereka semua diangkat berdasarkan UU Nomor 5 Tahun 1979. Oleh karena itu, kami meminta dengan sangat kepada pihak Pemdes (Pemerintahan Desa) maupun Pemda untuk memberikan perhatian serius terhadap regulasi ini," lanjutnya.</p>
<p></p>
<p>Forum ini berkomitmen penuh untuk mengawal kebijakan daerah secara objektif demi menjaga keadilan bagi aparatur desa dan masyarakat Nganjuk.</p>
<p></p>
<p>"Moto kami adalah: Independen, Kritis, Partisipatif!" seru seluruh anggota forum secara kompak di akhir pertemuan," pungkasnya. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Dhimas, Pelari Asal Probolinggo Dinobatkan Jadi yang Tercepat di Luwes Run 5K</title>
<link>https://suarajatimpost.com/dhimas-pelari-asal-probolinggo-dinobatkan-jadi-yang-tercepat-di-luwes-run-5k</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/dhimas-pelari-asal-probolinggo-dinobatkan-jadi-yang-tercepat-di-luwes-run-5k</guid>
<description><![CDATA[ pelari muda berbakat asal Probolinggo, Dhimas, sukses keluar sebagai Juara 1 setelah menyabet podium tertinggi dengan catatan waktu tercepat, mengalahkan ratusan peserta lainnya. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202605/image_870x580_6a1ba52935416.webp" length="40678" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sun, 31 May 2026 17:48:54 +0700</pubDate>
<dc:creator>Kuswanto</dc:creator>
<media:keywords>Luwes Run 2026, HUT Luwes ke 8, lomba lari, Juara lomba lari 5K, Dimas, Asal Probolinggo, Nganjuk</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>NGANJUK, SJP</strong> – Semangat juang atlet asal Probolinggo kembali mencuri perhatian di kancah regional. Kali ini, Dhimas, pelari muda berbakat, sukses mencatatkan namanya dalam sejarah ajang lari bergengsi Luwes Run 5K yang dihelat di Nganjuk. Berlari di antara ratusan peserta dengan nomor dada 442, Dhimas berhasil melesat sebagai yang tercepat dan mengamankan posisi Juara 1.</p>
<p>Keberhasilan ini bukanlah sebuah kebetulan. Mahasiswa dari salah satu universitas di Malang ini telah menunjukkan dedikasi tinggi dengan melakukan persiapan matang jauh-jauh hari. Bahkan, demi memastikan kondisi fisik dan mentalnya tetap prima di lintasan Nganjuk, ia memutuskan untuk tiba di lokasi perlombaan sejak hari Sabtu kemarin.</p>
<p>Tepat di garis finis pada Minggu (31/5/2026), raut wajah sumringah tidak bisa disembunyikan oleh Dhimas saat medali emas dikalungkan di lehernya. Dhimas pun memberikan apresiasi sekaligus harapan bagi keberlanjutan event ini ke depannya.</p>
<p>"Harapan ke depannya, semoga event (Luwes Run) ini bisa diselenggarakan dengan lebih baik lagi," ujar Dhimas sembari menghela napas lega seusai balapan.</p>
<p>Kemenangan ini menjadi bukti nyata bahwa disiplin dan latihan keras selalu berbanding lurus dengan hasil. Bagi Kabupaten Probolinggo, prestasi Dhimas menjadi suntikan semangat baru dalam dunia atletik. Capaian ini tidak hanya menjadi kebanggaan pribadi bagi Dhimas, tetapi juga menjadi torehan manis bagi almamater kampusnya.</p>
<p>Dengan performa impresif yang ditunjukkan di atas aspal Nganjuk, Dhimas kini digadang-gadang sebagai salah satu talenta potensial yang patut diperhitungkan dalam kompetisi lari tingkat daerah di masa mendatang. (*)<br><br></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>620 Pelari dari Berbagai Daerah Ramaikan Luwes Run 5K di Nganjuk</title>
<link>https://suarajatimpost.com/rayakan-hut-ke-8-luwes-mall-run-nganjuk-sukses-sedot-ratusan-pelari-dari-probolinggo-hingga-bali</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/rayakan-hut-ke-8-luwes-mall-run-nganjuk-sukses-sedot-ratusan-pelari-dari-probolinggo-hingga-bali</guid>
<description><![CDATA[ Kegiatan yang digelar dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-8 Mall Luwes Nganjuk ini berlangsung dengan sangat meriah dan penuh antusiasme. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202605/image_870x580_6a1b8e0a0f24d.webp" length="44728" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sun, 31 May 2026 09:11:30 +0700</pubDate>
<dc:creator>Kuswanto</dc:creator>
<media:keywords>Nganjuk Luwes Run 2026, lomba lari, diikuti ratusan pelari, menyedot animo masyarakat, HUT Luwes ke 8, Nganjuk</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><span><strong>NGANJUK, SJP</strong> – Sebanyak 620 pelari dari berbagai daerah turut ambil bagian dalam ajang Luwes Run Nganjuk 5K yang digelar di Kabupaten Nganjuk, Minggu (31/5/2026). Kegiatan yang menjadi bagian dari peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-8 Luwes Mall Nganjuk tersebut berlangsung meriah dan mendapat antusiasme tinggi dari masyarakat.</span><span></span></p>
<p><span>Sejak pagi hari, para peserta yang didominasi komunitas lari dan pecinta olahraga telah memadati kawasan start di Jalan Panglima Sudirman. Tidak hanya berasal dari Nganjuk, sejumlah peserta juga datang dari berbagai daerah seperti Surabaya, Madiun, Probolinggo, hingga Bali.</span><span></span></p>
<p><span>Setelah bendera start dikibarkan, ratusan pelari langsung menyusuri rute sejauh 5 kilometer yang melintasi sejumlah ruas jalan utama di Kota Nganjuk. Rute dimulai dari Jalan Panglima Sudirman menuju kawasan perkantoran dan area depan GOR Bung Karno atau GOR Begadung sebagai titik putar, sebelum kembali menuju garis finis.</span><span></span></p>
<p><span>Antusiasme peserta terlihat sepanjang perlombaan. Kehadiran pelari dari luar daerah menunjukkan bahwa ajang ini tidak hanya menarik perhatian masyarakat lokal, tetapi juga komunitas lari dari berbagai kota.</span><span></span></p>
<p><span>Manager Manajemen Luwes Mall Nganjuk, Tia, mengaku senang melihat tingginya partisipasi masyarakat dalam kegiatan tersebut. Menurutnya, lomba lari ini menjadi pengalaman baru dalam rangkaian peringatan hari jadi pusat perbelanjaan tersebut.</span><span></span></p>
<p><span>“Rutenya berjarak 5 kilometer. Antusiasme masyarakat luar biasa sekali. Pesertanya tidak hanya dari lokal Nganjuk saja, bahkan ada yang jauh-jauh datang dari Probolinggo, Bali, Surabaya, hingga Madiun,” jelas Tia kepada Suarajatimpost, Minggu (31/5/2026).</span><span></span></p>
<p><span>Ia menambahkan, tingginya minat masyarakat membuka peluang agar kegiatan serupa dapat kembali digelar pada tahun-tahun mendatang.</span><span></span></p>
<p><span>“Semoga ya (bisa diadakan tiap tahun). Insyaallah, karena melihat antusiasmenya yang cukup bagus dan positif, ke depannya kemungkinan acara ini akan kita adakan lagi,” tambahnya.</span><span></span></p>
<p><span>Selain menjadi ajang olahraga, kegiatan ini juga menjadi ruang berkumpul bagi komunitas lari dari berbagai daerah. Para peserta tidak hanya berkompetisi menyelesaikan rute, tetapi juga menikmati suasana kebersamaan yang tercipta selama acara berlangsung.</span><span></span></p>
<p><span>Dengan jumlah peserta yang mencapai 620 orang, Luwes Run 5K menjadi salah satu kegiatan olahraga yang mendapat sambutan positif dari masyarakat dan komunitas lari di Nganjuk maupun daerah sekitarnya. (*)</span></p>
<p><strong>Editor: Danu</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Komisi I DPRD Nganjuk Klarifikasi Soal Pengusiran Wartawan Saat Hearing</title>
<link>https://suarajatimpost.com/komisi-i-dprd-nganjuk-klarifikasi-soal-pengusiran-wartawan-saat-hearing</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/komisi-i-dprd-nganjuk-klarifikasi-soal-pengusiran-wartawan-saat-hearing</guid>
<description><![CDATA[ Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Nganjuk, Puguh Wicaksono, membantah memberikan instruksi pelarangan peliputan saat hearing berlangsung. Ia menegaskan rapat bersifat terbuka dan menyayangkan adanya miskomunikasi yang melibatkan oknum staf sekretariat dewan. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202605/image_870x580_6a1977efe777d.webp" length="31822" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Fri, 29 May 2026 20:45:16 +0700</pubDate>
<dc:creator>Kuswanto</dc:creator>
<media:keywords>Pengusiran wartawan, oknum staf DPRD, Ketua Komisi 1 Puguh Wicaksono, klarifikasi, DPRD Nganjuk, Nganjuk</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p class="isSelectedEnd"><span><strong>NGANJUK, SJP – </strong>Polemik terkait larangan peliputan terhadap sejumlah awak media saat agenda rapat dengar pendapat (RDP) di Gedung DPRD Kabupaten Nganjuk, Jumat (29/5/2026), mulai menemukan kejelasan.</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>Berdasarkan hasil konfirmasi kepada sejumlah pihak, pembatasan terhadap awak media tersebut disebut bukan merupakan instruksi dari Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Nganjuk, melainkan tindakan yang diduga dilakukan secara sepihak oleh oknum staf Sekretariat DPRD.</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>Insiden tersebut terjadi saat sejumlah wartawan hendak mengambil dokumentasi visual di ruang rapat hearing yang membahas persoalan desa. Menurut keterangan wartawan di lokasi, mereka diminta keluar dari ruangan dan menghentikan pengambilan gambar oleh seorang staf.</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>Situasi itu sempat memunculkan asumsi bahwa larangan peliputan berasal dari pimpinan rapat atau Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Nganjuk.</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>“Kami sempat mengira itu perintah dari dalam (Ketua Komisi), karena staf tersebut menyuruh kami keluar saat rapat baru saja dimulai. Ternyata setelah dikonfirmasi, pimpinan komisi sama sekali tidak tahu-menahu soal pengusiran tersebut,” ungkap Yohanes, salah satu wartawan yang berada di lokasi kejadian.</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>Menanggapi hal tersebut, Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Nganjuk, Puguh Wicaksono, mengaku tidak mengetahui adanya pelarangan terhadap awak media selama hearing berlangsung.</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>Ia menegaskan bahwa tidak pernah ada instruksi, baik secara lisan maupun tertulis, kepada staf untuk membatasi akses jurnalistik dalam agenda rapat tersebut.</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>Menurut Puguh, rapat dengar pendapat yang bersifat terbuka pada prinsipnya dapat diakses publik, termasuk oleh media massa untuk kepentingan pemberitaan.</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>“Mohon maaf mas, saya tadi langsung mengikuti Pansus. Kami juga menegaskan tidak ada kebijakan atau niatan untuk menghalang-halangi tugas jurnalistik ataupun membatasi akses informasi bagi media. Dulu saya di Komisi IV bebas silakan dipublikasikan, karena ini sifatnya terbuka,” kata Puguh.</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>Politikus Partai Demokrat tersebut juga menyayangkan adanya miskomunikasi yang terjadi hingga memunculkan kegaduhan antara awak media dan pihak internal sekretariat dewan.</span></p>
<p><span>Hingga berita ini diterbitkan, belum ada penjelasan resmi dari pihak Sekretariat DPRD Kabupaten Nganjuk terkait dugaan tindakan sepihak oknum staf yang melarang awak media melakukan peliputan. <strong>(*)</strong></span></p>
<p><span><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></span></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Usai RDP di DPRD Nganjuk, Tim Hukum Perangkat Desa Siapkan Gugatan</title>
<link>https://suarajatimpost.com/usai-rdp-di-dprd-nganjuk-tim-hukum-perangkat-desa-siapkan-gugatan</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/usai-rdp-di-dprd-nganjuk-tim-hukum-perangkat-desa-siapkan-gugatan</guid>
<description><![CDATA[ Tim Penasehat Hukum perangkat desa yang tergabung dalam FKAPD menyatakan siap menempuh jalur hukum usai hearing dengan DPRD Nganjuk. Persoalan tanah bengkok, batas usia perangkat desa, hingga pengisian perangkat desa menjadi poin utama yang dipersoalkan. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202605/image_870x580_6a197077538bd.webp" length="31886" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Fri, 29 May 2026 19:46:42 +0700</pubDate>
<dc:creator>Kuswanto</dc:creator>
<media:keywords>Penasehat hukum Imam Gozali, usia perangkat desa, perbuatan melawan hukum, Gugatan pengadilan, cacat hukum, DPRD Nganjuk, Nganjuk</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p class="isSelectedEnd"><span><strong>NGANJUK, SJP –</strong> Tim Penasehat Hukum perangkat desa yang tergabung dalam Forum Kajian dan Advokasi Peraturan Daerah (FKAPD) menyatakan akan menempuh langkah hukum usai menghadiri Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Komisi I DPRD Kabupaten Nganjuk, Jumat (29/5/2026).</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>Langkah tersebut diambil karena pihak FKAPD menilai sejumlah aspirasi terkait perangkat desa belum mendapatkan kepastian penyelesaian dalam forum hearing tersebut.</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>Penasehat Hukum FKAPD, Imam Gozali, mengatakan pihaknya tetap menghormati forum RDP yang digelar DPRD Kabupaten Nganjuk. Namun, demi kepastian hukum bagi kliennya, jalur litigasi dinilai menjadi langkah yang akan ditempuh.</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>“Kami menghormati forum RDP yang diinisiasi oleh Komisi 1 DPRD Nganjuk ini. Namun, demi kepastian hukum dan perlindungan hak-hak klien kami di tingkat desa, kami memutuskan untuk membawa persoalan ini ke ranah hukum yang lebih tinggi melalui jalur gugatan resmi,” ujar Imam Gozali usai rapat.</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>Menurut Imam, terdapat tiga poin utama yang disampaikan pihaknya dalam hearing tersebut, yakni terkait tanah bengkok, batas usia perangkat desa, serta mekanisme pengisian perangkat desa.</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>Ia menjelaskan, persoalan tanah bengkok dinilai memiliki aspek historis dan berkaitan dengan hak adat desa yang sudah ada sebelum Indonesia merdeka.</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>“Terkait bengkok secara historis, merupakan hak adat desa sebelum Indonesia merdeka. Ketika ada peraturan mekanisme harus diakui tanah khas desa sehingga kita mengusulkan bahwa bengkok tersebut harus dikembalikan,” kata Imam.</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>Selain itu, pihaknya juga menyoroti ketentuan batas usia pemberhentian perangkat desa, khususnya bagi perangkat desa yang diangkat berdasarkan Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1979 atau sebelum tahun 2000.</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>Menurut Imam, terdapat sejumlah regulasi daerah yang dinilai mengakomodasi batas usia pemberhentian hingga 64 tahun bagi perangkat desa kategori tersebut.</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>“Kalau usia 60 tahun itu sejak awal masa jabatannya, harusnya dengan peraturan undang-undang no 5 tahun 1979 atau perangkat desa sebelum tahun 2000 itu pemberhentiannya pada usia 64 tahun,” kata Imam Gozali.</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>Ia menyebut, saat ini terdapat perangkat desa yang diberhentikan pada usia 60 tahun dan disamakan dengan perangkat desa yang diangkat setelah tahun 2000. Kondisi itu dinilai menimbulkan perbedaan penafsiran aturan.</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>Lebih lanjut, Imam mengungkapkan bahwa pihaknya telah melayangkan somasi kepada sejumlah pihak terkait sebagai bagian dari langkah hukum awal.</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>“Kami sudah melayangkan somasi kepada Bupati Nganjuk, Camat dan Kepala Desa yang bersangkutan, ada 6 sudah yang kami kirimkan,” ucap Imam Gozali.</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>Sementara itu, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Kabupaten Nganjuk, Sopingi, belum memberikan penjelasan lebih lanjut terkait persoalan tersebut saat dimintai tanggapan awak media usai kegiatan.</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>“Aku gak ngerti mas, jangan, nanti takut salah menyampaikan,” singkat Sopingi.</span></p>
<p><span>Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi lebih lanjut dari pihak Pemerintah Kabupaten Nganjuk terkait langkah hukum yang akan ditempuh oleh FKAPD maupun substansi tuntutan yang disampaikan dalam RDP tersebut. <strong>(*)</strong></span></p>
<p><span><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></span></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>RDP di DPRD Nganjuk, FKAPD Soroti Tata Kelola hingga Masa Jabatan Perangkat Desa</title>
<link>https://suarajatimpost.com/rdp-di-dprd-nganjuk-fkapd-soroti-tata-kelola-hingga-masa-jabatan-perangkat-desa</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/rdp-di-dprd-nganjuk-fkapd-soroti-tata-kelola-hingga-masa-jabatan-perangkat-desa</guid>
<description><![CDATA[ RDP di DPRD Kabupaten Nganjuk membahas berbagai persoalan desa mulai dari tata kelola keuangan, pengisian perangkat desa, hingga masa jabatan pamong desa. Perwakilan warga berharap regulasi yang diterapkan lebih jelas, adil, dan sesuai aturan perundang-undangan. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202605/image_870x580_6a196f4525dc4.webp" length="24870" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Fri, 29 May 2026 18:45:50 +0700</pubDate>
<dc:creator>Kuswanto</dc:creator>
<media:keywords>Rapat dengar pendapat, FKAPD, aturan usia perangkat desa, Komisi 1 DPRD Nganjuk, Nganjuk</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p class="isSelectedEnd"><span><strong>NGANJUK, SJP - </strong>Sejumlah perwakilan warga dan perangkat desa menghadiri Rapat Dengar Pendapat (RDP) di DPRD Kabupaten Nganjuk, Jumat (29/5/2026), guna menyampaikan aspirasi terkait tata kelola pemerintahan desa, pengisian perangkat desa, hingga masa jabatan pamong desa.</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>Dalam hearing tersebut, warga berharap pemerintah daerah dan DPRD dapat memberikan solusi konkret terhadap berbagai persoalan yang dinilai masih menimbulkan polemik di tingkat desa.</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>Ketua Forum Kajian dan Advokasi Peraturan Daerah (FKAPD), Iwan Setiawan, mengatakan aspirasi yang disampaikan dalam RDP berkaitan dengan implementasi PP Nomor 16 Tahun 2026 mengenai tata kelola aset dan keuangan desa. Menurutnya, terdapat sejumlah aturan yang dinilai perlu diselaraskan.</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>“Menurut kajian kami ada ketidakharmonisan dari Perbub No 50 dan 57 terkait tata kelola dan keuangan desa yang kita sampaikan di sini,” kata Iwan Setiawan saat konferensi pers.</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>Iwan menjelaskan, terdapat beberapa poin utama yang menjadi perhatian dalam hearing tersebut, di antaranya tata kelola desa, pengisian perangkat desa, serta pemilihan kepala desa agar berjalan sesuai regulasi yang berlaku.</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>“Kami akan kawal sesuai dengan peraturan yang ditetapkan, jangan sampai tidak sesuai dengan peraturan yang ada, seperti tata kelola desa, pengisian perangkat dan pemilihan kepala desa,” ujar Iwan yang juga menjabat Kepala Dusun Ganggang Malang, Desa Semengko, Kecamatan Sukomoro.</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>Selain itu, pihaknya juga menyoroti persoalan masa jabatan perangkat desa yang disebut berkaitan dengan ketentuan dalam Undang-Undang Desa, khususnya Pasal 53 ayat 2a mengenai batas usia perangkat desa.</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>“Sudah dijelaskan secara gamblang, perangkat desa bahwa perangkat desa dijamin sampai usai masa tugasnya, disini kita lihat, apakah memakai asas lama atau baru yang digunakan untuk norma hukum silakan,” ucap Iwan.</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>Dalam kesempatan tersebut, Iwan turut menyampaikan kritik terkait mekanisme pemilihan kepala desa dan pengisian perangkat desa yang menurutnya perlu menjunjung prinsip keadilan serta menghindari potensi konflik kepentingan.</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>“Terkait pencalonan keluarga dari perangkat desa, keluarga kami aja diberangus tidak ada rasa keadilan,” keluhnya.</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>Sementara itu, salah satu perwakilan Pamong 79, Basori (62), yang juga merupakan perangkat aktif (Bayan) Desa Kelutan, Kecamatan Ngronggot, berharap adanya kesetaraan kebijakan masa jabatan perangkat desa seperti yang telah diterapkan di sejumlah daerah lain.</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>“Intinya kami meminta agar (masa jabatan) disamakan dengan daerah-daerah lain. Daerah lain seperti Tulungagung dan Kediri kan sudah sukses semuanya bisa sampai usia 64 tahun. Kenapa Nganjuk kok masih belum bisa?” ujar Basori.</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>Basori menyebut aspirasi tersebut merujuk pada ketentuan yang pernah diterapkan sebelumnya terkait masa jabatan perangkat desa hingga usia 64 tahun.</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>Selain itu, pihaknya juga meminta adanya aturan yang lebih jelas dalam proses pengisian jabatan perangkat desa maupun lurah guna mencegah praktik nepotisme.</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>“Urusan perangkat desa atau lurah itu harusnya diberi rambu-rambu yang jelas. Contohnya, kalau bapaknya sudah menjabat, ya anaknya jangan dulu, atau keponakannya. Biar orang lain juga punya kesempatan. Ini untuk menjaga agar tidak terjadi urusan yang serba ‘keluarga’ (nepotisme). Sering terjadi, bapaknya lurah, anaknya jadi carik, itu kan rasanya kurang enak,” tegasnya.</span></p>
<p><span>Hingga hearing berakhir, para peserta berharap DPRD Kabupaten Nganjuk dapat menindaklanjuti aspirasi tersebut melalui pembahasan regulasi yang lebih komprehensif dan berpihak pada tata kelola pemerintahan desa yang transparan serta sesuai aturan. <strong>(*)</strong></span></p>
<p><span><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></span></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Pembatasan Peliputan RDP Perda Desa di DPRD Nganjuk Picu Kritik Awak Media</title>
<link>https://suarajatimpost.com/pembatasan-peliputan-rdp-perda-desa-di-dprd-nganjuk-picu-kritik-awak-media</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/pembatasan-peliputan-rdp-perda-desa-di-dprd-nganjuk-picu-kritik-awak-media</guid>
<description><![CDATA[ Pembahasan Perda Desa di DPRD Kabupaten Nganjuk menuai sorotan setelah sejumlah awak media mengaku dilarang meliput jalannya rapat. Hingga berita diterbitkan, Ketua Komisi I DPRD Nganjuk belum memberikan keterangan resmi terkait pembatasan akses tersebut. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202605/image_870x580_6a196d32a0d40.webp" length="56988" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Fri, 29 May 2026 17:45:44 +0700</pubDate>
<dc:creator>Kuswanto</dc:creator>
<media:keywords>Sidang Peraturan Desa, Komisi 1 DPRD, Ketua Komisi 1 Puguh Wicaksono, wartawan dilarang meliput, dua kali diboikot, DPRD, Nganjuk</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p class="isSelectedEnd"><span><strong>NGANJUK, SJP –</strong> Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi I DPRD Kabupaten Nganjuk terkait pembahasan Peraturan Daerah (Perda) tentang Desa di Ruang Rapat Badan Anggaran, Jumat (29/5/2026), menuai sorotan dari kalangan awak media. Pasalnya, sejumlah jurnalis mengaku tidak diperkenankan masuk ke ruang rapat untuk melakukan peliputan.</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>Sejak agenda dimulai sekitar pukul 09.00 WIB, awak media yang hadir di lokasi mengaku dibatasi aksesnya untuk memantau jalannya rapat. Padahal, pembahasan tersebut dinilai berkaitan dengan kebijakan publik yang menyangkut kepentingan masyarakat desa di Kabupaten Nganjuk.</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>Selain pembatasan akses peliputan, sejumlah anggota Komisi I DPRD Kabupaten Nganjuk juga disebut enggan memberikan keterangan kepada wartawan usai rapat berlangsung. Beberapa anggota dewan memilih mengarahkan pertanyaan kepada Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Nganjuk.</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>“Tanya ke Ketua Komisi saja,” ujar Anik Rahayu, salah satu anggota dewan dari Fraksi Demokrat, sembari meninggalkan lokasi rapat.</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>Sementara itu, Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Nganjuk, Puguh Wicaksono, belum memberikan keterangan resmi terkait pembatasan peliputan tersebut. </span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>Saat hendak dikonfirmasi awak media usai rapat, yang bersangkutan disebut meninggalkan area gedung dewan. Upaya konfirmasi melalui sambungan telepon dan pesan singkat juga belum mendapatkan respons hingga berita ini ditulis.</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>Dalam rapat tersebut diketahui turut dihadiri unsur Asisten Pemerintahan, Bagian Hukum Setda, serta FKAPD untuk membahas sejumlah poin dalam rancangan Perda Desa.</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>Kalangan wartawan menilai pembatasan akses peliputan terhadap agenda yang berkaitan dengan kepentingan publik dapat memunculkan persepsi kurang terbukanya proses pembahasan regulasi. Terlebih, menurut sejumlah jurnalis, kejadian serupa disebut bukan pertama kali terjadi.</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>“</span><span>Kami ini bekerja dilindungi undang-undang untuk menyampaikan informasi ke masyarakat. Kalau sampai dua kali dilarang meliput, lalu saat mau dikonfirmasi ketuanya malah lari dan ditelepon tidak menjawab, ini ada apa? Apa yang sedang disembunyikan di dalam sana?” ungkap Yohanes, salah satu wartawan yang berada di lokasi.</span></p>
<p><span>Hingga berita ini ditayangkan, pihak DPRD Kabupaten Nganjuk, khususnya Ketua Komisi I, belum memberikan penjelasan resmi terkait alasan pembatasan peliputan dalam agenda RDP tersebut. <strong>(*)</strong></span></p>
<p><span><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></span></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Ponpes Al&amp;Ubaidah Nganjuk Targetkan Sembelih 98 Hewan Kurban, Terbanyak di Kecamatan</title>
<link>https://suarajatimpost.com/ponpes-al-ubaidah-nganjuk-targetkan-sembelih-98-hewan-kurban-terbanyak-di-kecamatan</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/ponpes-al-ubaidah-nganjuk-targetkan-sembelih-98-hewan-kurban-terbanyak-di-kecamatan</guid>
<description><![CDATA[ Tahun ini, Ponpes Al-Ubaidah berhasil meningkatkan jumlah hewan kurban secara signifikan, dengan total menargetkan penyembelihan 34 ekor sapi dan 64 ekor kambing. Rabu (27/5/2026). ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202605/image_870x580_6a169e2af09ec.webp" length="41200" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 27 May 2026 15:37:57 +0700</pubDate>
<dc:creator>Kuswanto</dc:creator>
<media:keywords>Ponpes Ubaidah LDII Kertosono, hari raya idul adha, hewan kurban, peningkatan jumlah hewan kurban, Nganjuk</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>NGANJUK, SJP </strong>— Pondok Pesantren (Ponpes) Al-Ubaidah Kertosono kembali menunjukkan komitmen dan kepedulian sosialnya yang tinggi pada Hari Raya Iduladha 1447 H / 2026 M. </p>
<p></p>
<p>Tahun ini, Ponpes Al-Ubaidah berhasil meningkatkan jumlah hewan kurban secara signifikan, dengan target penyembelihan 34 ekor sapi dan 64 ekor kambing, Rabu (27/5/2026).</p>
<p></p>
<p>Peningkatan jumlah hewan kurban ini menjadi bukti nyata tumbuhnya kesadaran dan semangat berbagi di lingkungan pesantren, baik dari pengurus, santri, maupun para donatur.</p>
<p></p>
<p>Langkah ini diharapkan mampu memperluas jangkauan distribusi daging kurban kepada masyarakat yang membutuhkan di sekitar pesantren serta wilayah-wilayah binaan.</p>
<p></p>
<p>Wakil Ketua Panitia Kurban Ponpes Al-Ubaidah Kertosono, Noris Agustino, mengungkapkan total hewan kurban yang akan disembelih terdiri atas 34 ekor sapi dan sekitar 64 ekor kambing.</p>
<p></p>
<p>“Alhamdulillah pada Idul Adha 2026 ini, Ponpes Al Ubaidah Kertosono akan menyembelih 98 ternak untuk kurban,” tegasnya.</p>
<p></p>
<p>Jumlah tersebut mendapat perhatian dari dokter hewan setempat, Karmudji, yang turut melakukan inspeksi kesehatan hewan kurban di lokasi.</p>
<p></p>
<p>“Dari pantauan saya, jumlah ini sementara yang terbanyak yang saya temui saat saya menginspeksi hewan kurban di Kecamatan Kertosono ini,” ujar Karmudji.</p>
<p></p>
<p>Menurut Noris, tingginya jumlah hewan kurban menjadi bukti kesadaran warga ponpes dalam menjalankan syariat Islam sekaligus meningkatkan amal ibadah.</p>
<p></p>
<p>“Karena keutamaannya sangat luar biasa, warga Ponpes Al Ubaidah alhamdulillah bisa mewujudkan hewan kurban sebanyak ini, harapannya bisa terus meningkat jumlahnya tiap tahun,” jelasnya.</p>
<p></p>
<p>Selain menjadi bentuk ketakwaan kepada Allah SWT, pelaksanaan kurban di Ponpes Al-Ubaidah juga diharapkan dapat memberikan manfaat luas bagi masyarakat sekitar melalui pendistribusian daging kurban secara merata.</p>
<p></p>
<p>“Kami selalu berharap yang terbaik, karena ini panggilan Allah, keutamaannya sangat banyak, maka kami pastikan yang terbaik dalam pendistribusian daging kurban, agar pemanfaatannya meluas,” pungkasnya. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>
<p></p>
<p></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Rutan Kelas IIB Nganjuk Fasilitasi Salat Iduladha Bagi 317 Warga Binaan</title>
<link>https://suarajatimpost.com/rutan-kelas-iib-nganjuk-fasilitasi-salat-iduladha-bagi-317-warga-binaan</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/rutan-kelas-iib-nganjuk-fasilitasi-salat-iduladha-bagi-317-warga-binaan</guid>
<description><![CDATA[ Kegiatan dimulai pukul 06.00 WIB dan diikuti oleh Kepala Rutan Kelas IIB Nganjuk beserta jajaran pegawai dan 317 Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP). Pelaksanaan ibadah berlangsung dengan tertib, aman, dan khusyuk. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202605/image_870x580_6a169a124f97c.webp" length="21848" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 27 May 2026 14:28:06 +0700</pubDate>
<dc:creator>Kuswanto</dc:creator>
<media:keywords>Hari Raya Idul Adha, sholat ied, Rutan Kelas IIB Nganjuk, WBP, Nganjuk</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>NGANJUK, SJP</strong> — Dalam rangka memperingati Hari Raya Iduladha 1447 H, Rutan Kelas IIB Nganjuk melaksanakan kegiatan ibadah salat Iduladha di Masjid At-Taubah, Rabu (27/05/2026).</p>
<p></p>
<p>Kegiatan dimulai pukul 06.00 WIB dan diikuti oleh Kepala Rutan Kelas IIB Nganjuk beserta jajaran pegawai dan 317 Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP). Pelaksanaan ibadah berlangsung dengan tertib, aman, dan khusyuk.</p>
<p></p>
<p>Salat Iduladha dipimpin oleh Ustadz Farid Waji selaku imam sekaligus penceramah. Dalam tausiyahnya, beliau menyampaikan makna keikhlasan berkurban sebagaimana dicontohkan Nabi Ibrahim AS yang dengan penuh ketakwaan menjalankan perintah Allah SWT. </p>
<p></p>
<p>Nilai pengorbanan dan keikhlasan tersebut diharapkan dapat menjadi pembelajaran bagi seluruh jemaah untuk meningkatkan iman dan ketakwaan kepada Allah SWT.</p>
<p></p>
<p>Kepala Rutan Kelas IIB Nganjuk, Arief Budi Prasetya, menyampaikan bahwa kegiatan keagamaan ini merupakan bagian dari pembinaan kerohanian bagi WBP agar senantiasa memperbaiki diri dan mendekatkan diri kepada Tuhan Yang Maha Esa.</p>
<p></p>
<p>"Momentum Idul Adha menjadi sarana refleksi untuk menanamkan nilai keikhlasan, kepedulian, dan ketakwaan, baik bagi petugas maupun warga binaan," ujarnya.</p>
<p></p>
<p>Setelah rangkaian kegiatan selesai, seluruh WBP kembali ke kamar hunian masing-masing dengan tertib. Situasi selama kegiatan berlangsung aman, lancar, dan kondusif. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Iduladha 1447 H, Bupati Marhaen Djumadi Serahkan Bantuan Sapi Kurban di Desa Kampungbaru</title>
<link>https://suarajatimpost.com/iduladha-1447-h-bupati-marhaen-djumadi-serahkan-bantuan-sapi-kurban-di-desa-kampungbaru</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/iduladha-1447-h-bupati-marhaen-djumadi-serahkan-bantuan-sapi-kurban-di-desa-kampungbaru</guid>
<description><![CDATA[ Bantuan sapi kurban tersebut merupakan buah sinergi dan kepedulian dari Ketua DPD PDI Perjuangan Jawa Timur, M.H. Said Abdullah, bersama DPC PDI Perjuangan Nganjuk. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202605/image_870x580_6a16847a06da2.webp" length="47374" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 27 May 2026 12:48:33 +0700</pubDate>
<dc:creator>Kuswanto</dc:creator>
<media:keywords>Hari raya idul adha, bantuan hewan qurban, 1 ekor sapi, DPD PDIP Jatim, Ketua DPC PDIP Nganjuk Marhaen Djumadi, Desa Kamoungbaru, 15 ekor kambing, Nganjuk</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>NGANJUK, SJP</strong> — Wujud nyata komitmen setia di garis rakyat kembali ditunjukkan oleh Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Nganjuk sekaligus Bupati Nganjuk, Marhaen Djumadi. </p>
<p></p>
<p>Di tengah kesibukannya memimpin daerah, sosok yang akrab disapa Kang Marhaen ini turun langsung ke Desa Kampungbaru untuk menyerahkan secara simbolis bantuan satu ekor sapi kurban dalam menyambut momentum Hari Raya Iduladha, Rabu (27/5/2026).</p>
<p></p>
<p>Bantuan sapi kurban tersebut merupakan buah sinergi dan kepedulian dari Ketua DPD PDI Perjuangan Jawa Timur, M.H. Said Abdullah, bersama DPC PDI Perjuangan Nganjuk. Kehadiran orang nomor satu di Nganjuk ini disambut hangat oleh kepala desa dan tokoh masyarakat setempat.</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202605/image_870x_6a16880ed4014.webp" alt=""></p>
<p>"Hari ini kami menyerahkan satu ekor sapi kurban untuk seluruh warga di Desa Kampungbaru. Ini bukan sekadar ritual tahunan, melainkan wujud kehadiran kami, PDI Perjuangan, untuk terus merawat gotong royong dan berbagi kebahagiaan bersama masyarakat," ujar Bupati Marhaen Djumadi di sela-sela penyerahan.</p>
<p></p>
<p>Aksi nyata dari jajaran struktural partai ini rupanya menjadi magnet kebaikan yang luar biasa. Kepala Desa Kampungbaru Susilo Dwi Prasetya mengungkapkan bahwa keteladanan yang ditunjukkan oleh para pemimpin PDI Perjuangan berhasil memantik semangat swadaya masyarakat. </p>
<p></p>
<p>Alhasil, selain satu ekor sapi dari partai, warga desa secara mandiri juga mengumpulkan 15 ekor kambing untuk dikurbankan bersama.</p>
<p></p>
<p>"Ketika para pemimpin di atas memberikan contoh peduli, masyarakat di bawah pun bergerak ikut berbagi. Inilah roh sejati dari menangis dan tertawa bersama rakyat. Semoga semua bantuan dan kurban dari masyarakat serta PDI Perjuangan ini membawa keberkahan dan kebahagiaan yang merata di Desa Kampungbaru," kata Susilo.</p>
<p></p>
<p>Kades Kampungbaru menambahkan, seluruh hewan kurban ini, baik sapi maupun kambing, akan disembelih dan didistribusikan secara adil dan merata, dengan prioritas utama kepada warga yang membutuhkan (wong cilik).</p>
<p></p>
<p>"Kami menegaskan bahwa semangat gotong royong dan kepedulian kepada wong cilik harus terus dijaga yang mana sejatinya PDI Perjuangan roh nya setia digaris rakyat, menangis, bersedih dan tertawa bersama rakyat," ujar pria yang akrab dipanggil SDP itu. </p>
<p></p>
<p>Mendengar hal tersebut, Bupati Marhaen menyampaikan rasa bangga dan apresiasinya yang mendalam atas kekompakan warga Kampungbaru. Menurutnya, inilah esensi sejati dari pergerakan partai berlambang banteng moncong putih tersebut.</p>
<p></p>
<p>"Inilah roh sejati dari PDI Perjuangan. Kita tidak boleh berjarak dengan rakyat. Kader-kader partai harus selalu ada di tengah-tengah masyarakat ikut merasakan, ikut menangis, bersedih, dan tertawa bersama rakyat. Ketika kita bergerak dengan hati, masyarakat pun menyambutnya dengan semangat gotong royong yang luar biasa seperti yang ditunjukkan warga Kampungbaru hari ini," pungkas Kang Marhaen. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Kasasi Dikabulkan, Warga Kertosono Bebas Murni dari Rutan Nganjuk Tepat di Hari Iduladha</title>
<link>https://suarajatimpost.com/kasasi-dikabulkan-warga-kertosono-bebas-murni-dari-rutan-nganjuk-tepat-di-hari-iduladha</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/kasasi-dikabulkan-warga-kertosono-bebas-murni-dari-rutan-nganjuk-tepat-di-hari-iduladha</guid>
<description><![CDATA[ Kebebasan Fikrudin ini berhasil diperjuangkan oleh kuasa hukumnya, Ahmad Rofiq, seorang pengacara muslim yang gigih mengawal kasus tersebut hingga tingkat kasasi di Mahkamah Agung. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202605/image_870x580_6a165b7445451.webp" length="52392" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 27 May 2026 09:53:07 +0700</pubDate>
<dc:creator>Kuswanto</dc:creator>
<media:keywords>Rutan IIB Nganjuk, Pengacara, penyalahgunaan narkotika, bebas menghirup udara, Nganjuk</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>NGANJUK, SJP</strong> — Suasana penuh rasa syukur dan haru mewarnai Rutan Kelas IIB Nganjuk pada Rabu (27/5/2026). Seorang tahanan bernama Fikrudin, warga Kertosono, akhirnya dapat menghirup udara bebas yang bertepatan dengan momen Hari Raya Iduladha.</p>
<p></p>
<p>Kebebasan Fikrudin ini berhasil diperjuangkan oleh kuasa hukumnya, Ahmad Rofiq, seorang pengacara muslim yang gigih mengawal kasus tersebut hingga tingkat kasasi di Mahkamah Agung.</p>
<p></p>
<p>Ahmad Rofiq menjelaskan bahwa kliennya sebelumnya dituntut atas kasus penyalahgunaan narkotika. Dalam persidangan tingkat pertama, Fikrudin divonis 3 tahun penjara karena sempat dikaitkan sebagai pengedar.</p>
<p></p>
<p>Tidak menyerah begitu saja karena meyakini kliennya hanyalah seorang pemakai yang menjadi korban, Ahmad Rofiq mengajukan banding hingga kasasi. Hasilnya, masa hukuman berhasil dipangkas menjadi 1 tahun 3 bulan, yang tepat habis masa pidananya pada hari ini.</p>
<p></p>
<p>"Alhamdulillah, prosesnya berjalan sangat cepat dan tidak berbelit-belit. Hari ini klien kami bisa menikmati indahnya udara segar di luar rutan. Di pengadilan negeri divonis 3 tahun, kami banding turun jadi 2 tahun, dan di kasasi turun lagi menjadi 1 tahun 3 bulan. Kebetulan hari ini pas masa hukumannya habis, dan ia bisa langsung pulang," ujar Ahmad Rofiq sambil menunjukkan surat kuasa dan berkas pembebasan resmi di depan pintu rutan.</p>
<p></p>
<p>Ia juga menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada Kepala Rutan (Karutan) Kelas IIB Nganjuk beserta jajarannya yang tetap kooperatif dan memberikan pelayanan terbaik, meskipun proses pembebasan ini bertepatan dengan hari libur nasional keagamaan.</p>
<p></p>
<p>Kepala Rumah Tahanan (Karutan) Kelas IIB Nganjuk Arief Prasetya memberikan klarifikasi resmi mengenai pembebasan seorang warga binaan yang dijemput oleh kuasa hukumnya, Ahmad Rofiq. Karutan menegaskan bahwa status kebebasan warga binaan tersebut adalah bebas murni karena masa pidananya telah berakhir, bukan karena program pembebasan bersyarat atau remisi khusus.</p>
<p></p>
<p>Menurut penjelasan Karutan, warga binaan berinisial F tersebut terjerat kasus narkotika.</p>
<p></p>
<p>Menurut Arief, kasusnya sendiri sempat berjalan hingga tingkat banding di Pengadilan Tinggi sebelum akhirnya dinyatakan putus dan inkrah (inkracht).</p>
<p></p>
<p>"Yang bersangkutan hari ini statusnya bebas murni karena memang masa hukumannya sudah habis. Jadi kami tegaskan ini bukan pembebasan bersyarat (PB) atau cuti bersyarat (CB), melainkan langsung bebas murni," ujar Karutan Nganjuk saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon, Rabu (27/5/2026) pagi.</p>
<p></p>
<p>Terkait proses penjemputan yang dilakukan oleh pihak pengacara, Karutan menjelaskan bahwa sebelumnya Ahmad Rofiq selaku kuasa hukum telah menjalin komunikasi dan mengirimkan pesan untuk berkoordinasi. Pihak rutan kemudian menginformasikan bahwa proses administrasi pembebasan baru dapat dilaksanakan setelah pelaksanaan salat Iduladha.</p>
<p></p>
<p>Sementara itu, Fikrudin yang tampak didampingi oleh pihak keluarga tidak dapat menyembunyikan kebahagiaannya. Mengenakan kaus hitam, ia terus melempar senyum setelah resmi menerima surat pembebasannya. Setelah proses administrasi selesai, Fikrudin bersama kuasa hukum dan keluarga langsung bertolak menuju kediamannya di Kertosono untuk berkumpul kembali bersama orang tua dan sanak saudara. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>PTSL Desa Bandung Nganjuk Diwarnai Miskomunikasi, Pokmas Kritik Koordinasi Perangkat Desa</title>
<link>https://suarajatimpost.com/ptsl-desa-bandung-nganjuk-diwarnai-miskomunikasi-pokmas-kritik-koordinasi-perangkat-desa</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/ptsl-desa-bandung-nganjuk-diwarnai-miskomunikasi-pokmas-kritik-koordinasi-perangkat-desa</guid>
<description><![CDATA[ Desa Bandung, Marnini, menggelar konferensi pers mendadak dan melayangkan kritik tajam terkait koordinasi di tingkat pemerintahan desa. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202605/image_870x580_6a156247131cf.webp" length="62996" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Tue, 26 May 2026 19:40:03 +0700</pubDate>
<dc:creator>Kuswanto</dc:creator>
<media:keywords>Sosialisasi PTSL, Program PTSL, BPN, Pokmas, Desa Bandung, Nganjuk</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p data-start="95" data-end="349"><strong>NGANJUK, SJP –</strong> Pelaksanaan Sosialisasi Program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) Tahun Anggaran 2026 di Desa Bandung, Kecamatan Prambon, Kabupaten Nganjuk, Selasa (26/5/2026), sempat diwarnai polemik terkait koordinasi internal pemerintah desa.</p>
<p data-start="351" data-end="711">Meski kegiatan sosialisasi yang digelar bersama Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Nganjuk berlangsung lancar dan dihadiri ratusan warga, suasana sempat memanas usai Ketua Kelompok Masyarakat (Pokmas) PTSL Desa Bandung, Mariani, menyampaikan kekecewaannya terhadap ketidakhadiran perangkat desa yang sebelumnya telah ditunjuk untuk mendampingi kegiatan.</p>
<p data-start="713" data-end="878">Dalam keterangannya kepada awak media, Mariani menilai absennya kepala dusun yang telah ditunjuk Kepala Desa Bandung menunjukkan lemahnya koordinasi di tingkat desa.</p>
<p data-start="880" data-end="1087">“Menurut saya sangat memalukan. Harusnya perangkat yang sudah ditunjuk sejak pagi sudah siap di lokasi. Jangan sampai peserta dan panitia harus mencari-cari terlebih dahulu,” ujar Mariani dengan nada kecewa.</p>
<p data-start="1089" data-end="1395">Meski demikian, ia memastikan bahwa secara kelembagaan maupun dukungan terhadap program PTSL 2026, seluruh pihak telah sepakat untuk menyukseskan program tersebut. Mariani juga menyebut Kepala Desa Bandung, Heru Subagio, telah memberikan komitmen penuh agar proses administrasi masyarakat tidak dipersulit.</p>
<p data-start="1397" data-end="1592">“Alhamdulillah semuanya sudah deal. Sebelum acara dimulai, Pak Kades sudah menyampaikan bahwa pemerintah desa siap bekerja sama dan membantu melengkapi kekurangan administrasi peserta,” tegasnya.</p>
<p data-start="1594" data-end="1853">Mariani juga menyampaikan kabar baik bagi masyarakat Desa Bandung. Berdasarkan hasil koordinasi dengan pihak BPN, program PTSL kali ini tidak dibatasi kuota secara kaku, sehingga seluruh bidang tanah milik warga berpeluang untuk didaftarkan dan disertifikasi.</p>
<p data-start="1855" data-end="2105">Sementara itu, Kepala Seksi Penetapan Hak dan Pendaftaran BPN Nganjuk, Agus Rijadi, menegaskan bahwa program PTSL merupakan bentuk nyata kehadiran negara dalam memberikan kepastian hukum atas kepemilikan tanah masyarakat secara gratis dan sistematis.</p>
<p data-start="2107" data-end="2412">“Melalui sosialisasi ini, kami berharap masyarakat memahami seluruh tahapan proses PTSL dengan jelas. Kami juga mengingatkan agar tanda batas atau patok tanah sudah terpasang dan disepakati dengan pemilik tanah yang berbatasan sebelum petugas turun ke lapangan,” jelas Agus di hadapan peserta sosialisasi.</p>
<p data-start="2414" data-end="2682">Terpisah, Kepala Desa Bandung Heru Subagio menjelaskan bahwa ketidakhadirannya dalam kegiatan tersebut bukan unsur kesengajaan. Menurutnya, pada waktu bersamaan dirinya harus memenuhi panggilan dinas dari Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Kabupaten Nganjuk.</p>
<p data-start="2684" data-end="2945">“Kami atas nama Pemerintah Desa Bandung menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang terjadi. Ketidakhadiran kami karena ada agenda kedinasan yang tidak bisa ditinggalkan di Dinas PMD Nganjuk,” ungkap Heru saat dikonfirmasi melalui sambungan WhatsApp.</p>
<p data-start="2947" data-end="3156">Hingga 30 April 2026, jumlah pendaftar program PTSL di Desa Bandung tercatat mencapai 536 bidang tanah. Angka tersebut meningkat tajam dibanding perkiraan awal yang hanya berkisar antara 110 hingga 150 bidang.</p>
<p data-start="3158" data-end="3344" data-is-last-node="" data-is-only-node="">Pokmas PTSL pun mengimbau masyarakat tetap tenang dan kondusif serta hanya mengikuti informasi resmi dari panitia, tanpa terpengaruh isu-isu yang belum dapat dipastikan kebenarannya. <strong>(*)</strong></p>
<p data-start="3158" data-end="3344" data-is-last-node="" data-is-only-node=""><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Polres Nganjuk Gulung Jaringan Mafia BBM, 3.600 Liter Solar Bersubsidi dan 3 Pelaku Diamankan</title>
<link>https://suarajatimpost.com/polres-nganjuk-gulung-jaringan-mafia-bbm-3600-liter-solar-bersubsidi-dan-3-pelaku-diamankan</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/polres-nganjuk-gulung-jaringan-mafia-bbm-3600-liter-solar-bersubsidi-dan-3-pelaku-diamankan</guid>
<description><![CDATA[ Dalam operasi tangkap tangan yang dilakukan pada dini hari sekitar pukul 01.00 WIB tersebut, petugas mengamankan barang bukti berupa 3.600 liter solar bersubsidi yang diangkut menggunakan sebuah truk. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202605/image_870x580_6a1564499a724.webp" length="133896" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Tue, 26 May 2026 18:39:22 +0700</pubDate>
<dc:creator>Kuswanto</dc:creator>
<media:keywords>Pengrebekan Solar Subsidi, Penimbunan, Solar Subsidi, Polres Nganjuk, Nganjuk</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>NGANJUK, SJP - </strong>Jajaran Satreskrim Polres Nganjuk berhasil membongkar praktik mafia penyalahgunaan Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi jenis solar. Dalam operasi tangkap tangan yang dilakukan pada dini hari sekitar pukul 01.00 WIB tersebut, petugas mengamankan barang bukti berupa 3.600 liter solar bersubsidi yang diangkut menggunakan sebuah truk.</p>
<p>​Kapolres Nganjuk melalui Unit Pidsus Iptu David Eko Prasetyo menegaskan bahwa penangkapan ini merupakan bagian dari komitmen tegas kepolisian dalam memberantas segala bentuk penyelewengan komoditas bersubsidi yang merugikan negara dan masyarakat.</p>
<p>​Berdasarkan keterangan dari pihak penyidik, penangkapan ini bermula dari informasi dan penyelidikan intensif di lapangan. Petugas kemudian menghadang armada truk yang dicurigai pada waktu dini hari menjelang subuh.</p>
<p>​"Penangkapan dilakukan tadi malam sekitar pukul 01.00 WIB. Saat dilakukan pemeriksaan terhadap truk tersebut, kami menemukan barang bukti BBM jenis solar diperkirakan mencapai kurang lebih 3.600 Liter di dalam bak truk," ungkap Iptu David saat di konfirmasi, Selasa (26/5/2026).</p>
<p>Dalam operasi penyergapan ini, David mengatakan, pihaknya mengamankan 3 orang pelaku yang diduga kuat terlibat langsung dalam pusaran bisnis ilegal ini, serta 1 orang saksi untuk dimintai keterangan lebih lanjut.</p>
<p>​"Sementara ini yang kami amankan ada 3 orang (terduga pelaku) dan 1 orang saksi. Proses pemeriksaan saksi-saksi dan tersangka masih berjalan terus. Kami akan gali terus keterangannya untuk melihat potensi keterlibatan pelaku-pelaku lainnya," pungkasnya.</p>
<p>Kasi Humas Polres Nganjuk AKP Fajar Kurniadi membenarkan adanya penangkapan tersebut dan menjelaskan bahwa saat ini penanganan kasusnya sedang berjalan secara intensif di unit terkait.</p>
<p>Fajar menyebut, Polisi terus mendalami sejauh mana keterlibatan para terduga pelaku serta melacak asal-usul dan tujuan pendistribusian solar bersubsidi tersebut.</p>
<p>​"Saat ini ada tiga orang yang diamankan. Kasusnya masih dalam proses pendalaman dan pemeriksaan intensif oleh penyidik," pungkasnya menutup klarifikasi. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Bersih Desa Ngringin Nganjuk Jadi Ladang Rezeki, Pedagang Raup Untung Besar</title>
<link>https://suarajatimpost.com/bersih-desa-ngiringin-nganjuk-jadi-ladang-rezeki-pedagang-raup-untung-besar</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/bersih-desa-ngiringin-nganjuk-jadi-ladang-rezeki-pedagang-raup-untung-besar</guid>
<description><![CDATA[ momentum tahunan yang menyedot perhatian ribuan warga ini menjelma menjadi motor penggerak ekonomi, di mana warga dari luar desa turut datang untuk memetik manisnya rezeki. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202605/image_870x580_6a1442db7b119.webp" length="44624" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 25 May 2026 20:29:38 +0700</pubDate>
<dc:creator>Kuswanto</dc:creator>
<media:keywords>Penjual mainan, bersih desa, habis terjual, Desa Ngringin, tradisi tahunan, Nganjuk</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>NGANJUK, SJP –</strong> Tradisi adat Bersih Desa Ngringin yang dipusatkan di area sakral Punden Sumberrejo tidak hanya menjadi simbol rasa syukur dan pelestarian budaya.</p>
<p>Lebih dari itu, momentum tahunan yang menyedot perhatian ribuan warga ini menjelma menjadi motor penggerak ekonomi, di mana warga dari luar desa turut datang untuk memetik manisnya rezeki.</p>
<p>​Sejak pagi hari, kawasan punden telah dipadati oleh lautan manusia. Keramaian ini menjadi berkah luar biasa bagi para pelaku usaha kecil, terutama para penjual mainan anak-anak yang dagangannya laku keras diserbu pembeli.</p>
<p>Dampak positif dari Bersih Desa Ngringin ini meluas melampaui batas wilayah administrasi desa. Tingginya perputaran uang di Punden Sumberrejo ikut dirasakan oleh para pedagang dan pekerja informal yang sengaja datang dari luar Desa Ngringin.</p>
<p>​Bagi mereka, acara adat seperti ini adalah momentum emas yang tidak boleh dilewatkan. Berbagai jenis usaha, mulai dari pedagang kaki lima, penjual makanan tradisional, hingga penyedia jasa lainnya, semuanya ikut kecipratan berkah ekonomi dari kerumunan massa yang hadir.</p>
<p>"Alhamdulillah, belum sampai acara selesai, dagangan sudah habis total. Bersih desa tahun ini benar-benar membawa berkah luar biasa bagi kami rakyat kecil yang mengais rezeki," ujar Suherman salah satu pedagang mainan di lokasi dengan wajah semringah, Senin (25/5/2026). </p>
<p>Senada disampaikan Ida, warga Dusun Sumberejo yang ikut hadir di tengah kerumunan massa, juga memberikan apresiasi terhadap tanah kelahiran dan sejarah leluhurnya yang masih sangat kental.</p>
<p>​"Ini adalah wujud syukur kolektif kami. Semua makanan dan hasil bumi ini murni swadaya dari warga, oleh warga, dan hari ini kita nikmati bersama-sama di punden. Semoga desa kita selalu gemah ripah loh jinawi," ujar Ida di lokasi acara. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Wabup Nganjuk Soroti Keunikan Jodang di Sedekah Bumi Desa Ngringin</title>
<link>https://suarajatimpost.com/gendong-jodang-di-bayang-wabup-tri-handy-puji-uniknya-sedekah-bumi-desa-ngiringin</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/gendong-jodang-di-bayang-wabup-tri-handy-puji-uniknya-sedekah-bumi-desa-ngiringin</guid>
<description><![CDATA[ Acara yang dihadiri oleh ribuan warga ini mendapat apresiasi langsung dari Wakil Bupati Nganjuk, Tri Handy, yang hadir di tengah-tengah masyarakat ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202605/image_870x580_6a143d4e80ca8.webp" length="53018" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 25 May 2026 19:59:54 +0700</pubDate>
<dc:creator>Kuswanto</dc:creator>
<media:keywords>Bersih Desa, Nyadran, Wabup Tri Handy Saputra, Kades Ngringin, tradisi tahunan, Ribuan Warga, Lengkong, Nganjuk</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>NGANJUK, SJP –</strong> Tradisi sedekah bumi di Kabupaten Nganjuk selalu menyisakan cerita unik dan daya tarik tersendiri. Salah satunya seperti yang berlangsung di Desa Ngringin, Kecamatan Lengkong. Acara yang dihadiri oleh ribuan warga ini mendapat apresiasi langsung dari Wakil Bupati Nganjuk, Tri Handy, yang hadir di tengah-tengah masyarakat.</p>
<p>​Dalam konferensi pers setelah acara, Tri Handy mengungkapkan kekagumannya terhadap salah satu prosesi unik yang ia temukan di lokasi, yaitu keberadaan Jodang, tempat makanan atau sesaji yang ditaruh di atas dipan atau tempat tidur kayu (bayang) lalu digotong bersama-sama.</p>
<p>​"Ini bukan aneh ya, tapi lebih tepatnya sangat menarik dan unik. Tadi dari Bu Lurah disiapkan di tempat tidur atau dipan (bayang), di Jodang ya. Ini budaya yang cukup unik dan harus disebarluaskan," ujar Tri Handy dengan antusias, Senin (25/5/2026).</p>
<p>​Menurutnya, potensi budaya lokal seperti ini memiliki nilai jual yang tinggi untuk menarik masyarakat dari luar daerah agar ikut hadir dan menyaksikan langsung kelestarian adat di Nganjuk.</p>
<p>Wabup juga menyampaikan rasa terima kasihnya kepada Kepala Desa Ngringin beserta seluruh panitia. Ia menilai esensi dari sedekah bumi ini benar-benar kembali dari rakyat dan untuk rakyat.</p>
<p>Selain membahas kelestarian budaya, Tri Handy juga memberikan respons terkait keluhan masyarakat mengenai infrastruktur jalan yang rusak di wilayah Kecamatan Lengkong. Saat ditanya mengenai persentase kerusakan jalan, ia menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk melakukan perbaikan secara menyeluruh.</p>
<p>​"Kalau untuk detail persentasenya nanti mungkin bisa ke dinas teknis ya (Pekerjaan Umum). Namun yang jelas, kami berkomitmen untuk memperbaiki jalan. Semuanya, bukan hanya di Lengkong, tapi merata se-Kabupaten Nganjuk," tegasnya.</p>
<p>Di penghujung acara, Kepala Desa Ngringin Ika Agustina juga sempat memberikan pesan singkat namun sarat makna kepada warga yang hadir. Mengingat situasi yang mulai menghangat, ia mengimbau agar masyarakat tetap menjaga kerukunan dan kondusifitas desa.</p>
<p>​"Jangan terkecoh dengan adanya tahun politik," pungkasnya singkat, yang langsung diamini oleh Wabup Tri Handy sebelum menutup sesi wawancara dengan awak media. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Geledah Dua Ruang Kerja Bapedda Nganjuk, 47 Dokumen Proyek Bendungan Margopatut Diamankan</title>
<link>https://suarajatimpost.com/geledah-dua-ruang-kerja-bapedda-nganjuk-47-dokumen-proyek-bendungan-margopatut-diamankan</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/geledah-dua-ruang-kerja-bapedda-nganjuk-47-dokumen-proyek-bendungan-margopatut-diamankan</guid>
<description><![CDATA[ Suasana kantor Bappeda yang semula tenang mendadak tegang saat tim penyidik berseragam rompi khusus memasuki ruangan dan memeriksa lemari serta tumpukan berkas secara maraton. Petugas menyisir setiap sudut demi memburu alat bukti yang disinyalir disembunyikan. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202605/image_870x580_6a102fc85d258.webp" length="24132" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Fri, 22 May 2026 18:34:33 +0700</pubDate>
<dc:creator>Kuswanto</dc:creator>
<media:keywords>Penggeledahan, Kantor Bappeda, Proyek bendungan Margopatut, Kejaksaan Negri Nganjuk, 47 dokumen diamankan, Nganjuk</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>NGANJUK, SJP - </strong>Badai korupsi kembali mengguncang Kabupaten Nganjuk. Penyidik Kejaksaan Negeri Nganjuk secara mengejutkan melakukan penggeledahan besar-besaran di kantor Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Nganjuk, di Jalan Basuki Rahmat No. 01, Kelurahan Mangundikaran, Kecamatan Nganjuk</p>
<p>Aksi sapu bersih ini terkait dengan penyidikan dugaan tindak pidana korupsi dalam proyek Review Feasibility Study (FS) Bendungan Margopatut Tahun Anggaran 2024.</p>
<p>​Suasana kantor Bappeda yang semula tenang mendadak tegang saat tim penyidik berseragam rompi khusus memasuki ruangan dan memeriksa lemari serta tumpukan berkas secara maraton. Petugas menyisir setiap sudut demi memburu alat bukti yang disinyalir disembunyikan.</p>
<p>Dari operasi senyap dan kilat tersebut, tim penyidik berhasil mengamankan dan menyita total 47 item dokumen penting yang diduga kuat menjadi kunci pembuka kotak pandora rasuah proyek bendungan ini, pada Kamis (21/5/2026) </p>
<p>​"Semua dokumen yang disita saat ini sedang dipelajari secara mendalam oleh tim penyidik untuk memperkuat pembuktian dan menghitung kerugian negara," ungkap Kasi Intel Koko Robby Yahya saat ditemui Suarajatimpost di ruang kerjanya, Jumat (22/5/2026) </p>
<p>Kepala Seksi Intelijen (Kasi Intel) Kejari Nganjuk, Koko Robby, mengatakan, terkait operasi senyap yang berhasil mengamankan puluhan dokumen rahasia tersebut.</p>
<p>​Dengan nada tegas dan tanpa kompromi, Koko Robby memastikan bahwa penggeledahan ini bukan sekadar gertakan sambal, melainkan langkah agresif korps Adhyaksa dalam memotong urat nadi dugaan korupsi proyek Review Feasibility Study (FS) Bendungan Margopatut Tahun Anggaran 2024.</p>
<p>​"Kami tidak main-main. Penggeledahan di ruang Litbang dan Rendalev dilakukan karena kami mencium ada jejak-jejak manipulasi yang ditinggalkan di sana. 40 dokumen dari Litbang dan 7 dokumen dari Rendalev kini sudah berada di bawah penguasaan penuh penyidik!" tegas Koko Robby.</p>
<p>Koko juga mengisyaratkan bahwa pemeriksaan tidak akan berhenti sampai di lembaran kertas saja. Dokumen yang disita dari Bidang Penelitian dan Pengembangan (Litbang) serta Bidang Perencanaan Pengendalian dan Evaluasi (Rendalev) akan menjadi pintu masuk untuk menyeret aktor-aktor kakap yang menikmati aliran dana haram tersebut.</p>
<p>​"Semua yang terlibat, yang menandatangani, dan yang meloloskan anggaran ini akan kami panggil. Publik meminta transparansi, dan kami akan berikan keadilan sebersih-bersihnya," ucap Koko Robby</p>
<p>Adapun kegiatan penggeledahan ini, Koko melanjutkan, berdasarkan Surat Perintah Penggeledahan Kepala Kejaksaan Negeri Nganjuk Nomor : PRINT-334/M.5.31/Fd.1/05/2026 tanggal 11 Mei 2026 jo.</p>
<p>Surat Perintah Penyidikan Nomor : 220/M.5.31/Fd.1/04/2025 tanggal 08 April 2026 sebagai bentuk upaya dalam penanganan perkara Dugaan Tindak Pidana Korupsi Review FS Bendungan Margopatut Tahun Anggaran 2024, pada Badan Perencanaan Dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Nganjuk.</p>
<p>Proses penggeledahan tersebut berjalan lancar hingga Tim Penyidik Kejaksaan Negeri Nganjuk berhasil menyita barang bukti sebanyak 47 (empat puluh tujuh) item dokumen yang terbagi menjadi 40 (empat puluh) item dokumen dari ruang kerja bidang Litbang (Penelitian dan Pengembangan) dan 7 (tujuh) item dokumen dari ruang kerja bidang Rendalev (Perencanaan Pengendalian dan Evaluasi).</p>
<p>Penggeledahan ini dilaksanakan dengan mengacu pada ketentuan Pasal 112-Pasal 117 Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2025 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP), serta dilakukan dengan memperhatikan prinsip legalitas, profesionalitas, dan proporsionalitas dalam rangka pengumpulan alat bukti yang sah menurut hukum.</p>
<p>Bahwa dapat diuraikan kasus posisi secara umum dalam penanganan perkara tersebut yaitu Proyek Bendungan Margopatut merupakan bagian dari rencana pembangunan strategis daerah dengan estimasi investasi sebesar Rp1,5 triliun. </p>
<p>"Bahwa pengerjaan FS telah dilakukan pertama pada Tahun 2008 yang selanjutnya dilakukan review kembali pada Tahun 2024 melalui Perubahan APBD untuk pekerjaan Review Feasibility Study (FS) yang dimenangkan oleh PT WECON KSO dengan PT GISS Konsultan dengan nilai kontrak Rp3.589.906.500," kata Koko.</p>
<p>Dalam proses penyidikan ditemukan adanya potensi penyimpangan dalam proses pekerjaan yang berimplikasi pada Dugaan Tindak Pidana Korupsi Review FS Bendungan Margopatut Tahun Anggaran 2024 pada Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Nganjuk.</p>
<p>Saat ini Tim Penyidik Kejaksaan Negeri Nganjuk masih terus melakukan pendalaman terkait konstruksi penanganan perkara, pihak-pihak yang dapat dimintai keterangan, serta upaya pemulihan kerugian keuangan negara. Sinergi operasional di internal institusi juga terus dipacu secara berkesinambungan agar proses penguatan alat bukti segera mencapai progres yang signifikan.</p>
<p>Kepala Kejaksaan Negeri Nganjuk, Dr Dino Kriesmiardi, menyatakan, langkah ini merupakan bentuk nyata komitmen Kejaksaan Negeri Nganjuk dalam menegakkan hukum secara tegas dan profesional.</p>
<p>Kejaksaan Negeri Nganjuk berkomitmen untuk terus memberantas Tindak Pidana Korupsi dan memastikan akuntabilitas penggunaan anggaran negara/daerah secara tuntas, objektif, dan bebas dari segala bentuk intervensi demi menjaga marwah institusi serta kepercayaan masyarakat terhadap integritas sektor pemerintahan daerah.</p>
<p>Kejaksaan Negeri Nganjuk akan terus mengawal proses hukum ini secara transparan serta mengimbau kepada seluruh pihak untuk mendukung upaya pemberantasan korupsi demi terciptanya tata kelola pemerintahan yang jujur dan berkeadilan.</p>
<p>Kejaksaan Negeri Nganjuk berjanji akan terus memberikan pembaharuan informasi secara berkala kepada rekan-rekan media dan khalayak luas sebagai wujud nyata dari akuntabilitas publik dan transparansi penegakan hukum yang berkeadilan.<strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Kejari Nganjuk Jebloskan Oknum Pegawai Bank Plat Merah ke Penjara Terkait Kasus Korupsi Penggelapan Jabatan</title>
<link>https://suarajatimpost.com/kejari-nganjuk-jebloskan-oknum-pegawai-bank-plat-merah-ke-penjara-terkait-kasus-korupsi-penggelapan-jabatan</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/kejari-nganjuk-jebloskan-oknum-pegawai-bank-plat-merah-ke-penjara-terkait-kasus-korupsi-penggelapan-jabatan</guid>
<description><![CDATA[ Langkah tegas ini menjadi bukti komitmen Kejaksaan Negeri Nganjuk dalam memberantas praktik rasuah dan bersih-bersih di tubuh lembaga keuangan milik negara yang ada di wilayah hukum Kabupaten Nganjuk. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202605/image_870x580_6a0f0e53aa909.webp" length="22090" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 21 May 2026 21:32:26 +0700</pubDate>
<dc:creator>Kuswanto</dc:creator>
<media:keywords>Kejaksaan Negeri Nganjuk, penetapan tersangka, Korupsi, Bank Plat Merah, Nganjuk</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>NGANJUK, SJP - </strong>Penyidik Tindak Pidana Khusus (Pidsus) Kejaksaan Negeri Nganjuk resmi menetapkan seorang tersangka dalam kasus dugaan tindak pidana korupsi penggelapan dalam jabatan di salah satu bank plat merah (BUMN/BUMD) cabang Nganjuk. </p>
<p>Usai menjalani pemeriksaan intensif, tersangka langsung dipasangi borgol dan rompi tahanan berwarna merah untuk dilakukan penahanan.</p>
<p>​Langkah tegas ini menjadi bukti komitmen Kejaksaan Negeri Nganjuk dalam memberantas praktik rasuah dan bersih-bersih di tubuh lembaga keuangan milik negara yang ada di wilayah hukum Kabupaten Nganjuk.</p>
<p>Kasus ini mencuat setelah tim penyidik Pidsus menemukan bukti-bukti yang cukup mengenai adanya dugaan manipulasi dan penggelapan dana yang dilakukan oleh tersangka dengan memanfaatkan kewenangan jabatan yang dimilikinya di bank tersebut. Perbuatan tersangka diduga kuat telah menimbulkan kerugian keuangan negara yang tidak sedikit.</p>
<p></p>
<p>​"Hari ini tim penyidik Seksi Tindak Pidana Khusus telah menaikkan status dari saksi menjadi tersangka terhadap oknum pegawai bank plat merah tersebut, karena telah terpenuhi minimal dua alat bukti yang sah," ujar Kasi Intel Kejaksaan Koko Robby Yahya, Kamis (21/5/2026).</p>
<p></p>
<p>Kata Koko, secara resmi menetapkan Tersangka dan melakukan Penahanan terhadap Saudari WDP dan Saudara DAW terkait perkara Dugaan Tindak Pidana Korupsi Penyalahgunaan Kewenangan dalam Penggunaan Kas Bank Plat Merah Nganjuk Periode Tahun 2025 s.d 2026. </p>
<p></p>
<p>Penetapan tersangka kepada Saudari WDP dan Saudara DAW dilakukan setelah Tim Penyidik Kejaksaan Negeri Nganjuk memperoleh alat bukti yang cukup sebagaimana pada ketentuan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2025 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana.</p>
<p>Berdasarkan hasil pemeriksaan saksi-saksi, dokumen transaksi, barang bukti elektronik, serta hasil laporan pada perhitungan selisih pada Kas Bank Plat Merah Nganjuk.</p>
<p>Menurut Koko, Hasil Penyidikan Tim Penyidik Kejaksaan Negeri Nganjuk mengungkap bahwa modus yang dilakukan oleh Tersangka Saudari WDP melakukan serangkaian transaksi setoran fiktif kepada beberapa nomor rekening dengan memanfaatkan akses dan kewenangannya sebagai teller. </p>
<p>"Tersangka WDP melakukan serangkaian transaksi setoran fiktif tersebut atas perintah dari Tersangka DAW selaku suami dari Tersangka WDP yang diperuntukan untuk kepentingan pribadi," ungkap Koko</p>
<p></p>
<p>Atas perbuatan yang dilakukan oleh Tersangka WDP dan Tersangka DAW diduga melanggar Pertama Pasal 8 Undang-Undang 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 20 huruf c Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana, atau Kedua Pasal 603 jo Pasal 20 huruf c Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana, atau Ketiga Pasal 604 jo Pasal 20 huruf c Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana.</p>
<p></p>
<p>Penahanan sementara terhadap Tersangka WDP dan Tersangka DAW dilakukan selama 20 (dua puluh hari) per hari ini tanggal 21 Mei 2026 sampai dengan 09 Juni 2026 di Rutan Kelas IIB Nganjuk oleh Kepala Kejaksaan Negeri Nganjuk Dr. Dino Kriesmiardi, melalui Kepala Seksi Tindak Pidana Khusus Rizky Raditya Eka Putra guna kepentingan proses penyidikan lebih lanjut.<strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>PT SAI Jadi Primadona, Pemburu Kerja Asal Loceret SerbuJob Fair</title>
<link>https://suarajatimpost.com/pt-sai-jadi-primadona-pemburu-kerja-asal-loceret-serbujob-fair</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/pt-sai-jadi-primadona-pemburu-kerja-asal-loceret-serbujob-fair</guid>
<description><![CDATA[ Perusahaan yang bergerak di sektor manufaktur ini mengakui bahwa antusiasme masyarakat Nganjuk, khususnya para lulusan muda, di luar ekspektasi mereka ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202605/image_870x580_6a0f0b577a4af.webp" length="18118" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 21 May 2026 21:00:53 +0700</pubDate>
<dc:creator>Kuswanto</dc:creator>
<media:keywords>Pelamar kerja, Job fair 2026, Disnaker Nganjuk, PT SAI, GOR Bung Karno, Nganjuk</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>NGANJUK, SJP - </strong>Membeludaknya jumlah pelamar yang menyerbu stan PT PT Sukses Abadi Indonesia (SAI) dalam gelaran Job Fair Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Nganjuk akhirnya mendapat tanggapan dari pihak manajemen.</p>
<p>Perusahaan yang bergerak di sektor manufaktur ini mengakui bahwa antusiasme masyarakat Nganjuk, khususnya para lulusan muda, di luar ekspektasi mereka.</p>
<p></p>
<p>​Sejak pintu gerbang bursa kerja dibuka, antrean di stan PT SAI terus mengular panjang. Para pelamar yang didominasi oleh generasi muda dari berbagai wilayah seperti Loceret, Berbek, hingga Ngronggot, tampak setia mengantre demi menyerahkan map cokelat berisi berkas lamaran mereka.</p>
<p></p>
<p>​Melihat fenomena ini, perwakilan dari manajemen PT SAI mengungkapkan bahwa ada beberapa faktor utama yang membuat perusahaan mereka menjadi magnet dan "idola" bagi para pencari kerja lokal di Nganjuk.</p>
<p></p>
<p>​"Kami sangat mengapresiasi antusiasme luar biasa dari para pelamar di Nganjuk. Mengapa PT SAI begitu diminati? Berdasarkan evaluasi kami, selain karena kepatuhan perusahaan terhadap standar Upah Minimum Kabupaten (UMK) yang jelas, faktor kepastian regulasi kerja dan jaminan kesejahteraan seperti BPJS Kesehatan dan Ketenagakerjaan menjadi alasan utama yang dicari para pekerja saat ini," ujar perwakilan HRD PT SAI di sela-sela kegiatan, Kamis (21/5/2026).</p>
<p></p>
<p>​Lebih lanjut, pihak perusahaan menjelaskan bahwa stigma positif di masyarakat mengenai lingkungan kerja yang aman dan sistem kontrak yang transparan turut andil besar. Di tengah ketatnya persaingan industri, para pencari kerja saat ini dinilai lebih selektif dan mencari perusahaan yang menawarkan stabilitas jangka panjang.</p>
<p></p>
<p>​Pihak PT SAI juga menegaskan bahwa seluruh proses seleksi dalam Job Fair ini dilakukan secara terbuka, profesional, dan bebas dari segala bentuk pungutan liar (pungli).</p>
<p></p>
<p>Menariknya, dari sekian banyak perusahaan yang membuka lowongan, PT Sukses Abadi Indonesia (SAI) tampak menjadi magnet utama yang paling diminati oleh para pelamar, khususnya generasi muda.</p>
<p>Fenomena ini terlihat dari antusiasme para pencari kerja yang memadati stan perusahaan manufaktur tersebut. Dengan menggenggam erat map cokelat berisi berkas lamaran, raut wajah optimis sekaligus tegang terpancar dari para pelamar yang rela mengantre demi menaruh asa masa depan mereka.</p>
<p></p>
<p>​Saat ditemui di lokasi, beberapa pelamar asal Kecamatan Loceret mengaku sengaja datang lebih awal demi bisa memasukkan lamaran ke perusahaan impian mereka. Meski ada banyak pilihan pabrik dan perusahaan lain yang membuka stan di Job Fair ini, hati mereka tetap tertuju pada PT SAI.</p>
<p></p>
<p>​"Rencananya mau melamar ke pabrik. Tadi sudah melihat-lihat beberapa pilihan seperti Sukses Mitra Mandiri (SMM) dan lainnya, tapi keinginan terbesar saya tetap masuk ke PT SAI," ujar Intan salah satu pelamar perempuan asal Loceret sembari tersenyum penuh harap.</p>
<p></p>
<p>​Ketika ditanya mengenai alasan utama mengapa PT SAI begitu diidolakan, apakah karena faktor besaran gaji atau jenjang karier, para pelamar kompak merespons dengan senyuman tersipu, mengisyaratkan bahwa kesejahteraan dan reputasi perusahaan memang menjadi daya tarik yang sulit ditolak. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Gandeng 51 Perusahaan, Disnaker Nganjuk Sukses Gelar Bursa Kerja, Launching Job Fair hingga Peluang Magang Luar Negeri</title>
<link>https://suarajatimpost.com/gandeng-51-perusahaan-disnaker-nganjuk-sukses-gelar-bursa-kerja-launching-job-fair-hingga-peluang-magang-luar-negeri</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/gandeng-51-perusahaan-disnaker-nganjuk-sukses-gelar-bursa-kerja-launching-job-fair-hingga-peluang-magang-luar-negeri</guid>
<description><![CDATA[ Disnaker sukses menggelar pembukaan (launching) dua agenda besar sekaligus, yakni Job Fair (Bursa Kerja) dan Edu Fair (Pameran Pendidikan) yang dipusatkan di Gedung Olahraga (GOR) Bung Karno, Nganjuk. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202605/image_870x580_6a0f005971aca.webp" length="56770" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 21 May 2026 20:02:51 +0700</pubDate>
<dc:creator>Kuswanto</dc:creator>
<media:keywords>Pembukaan Jop Fair, Peluang Magang, Lowongan Pekerjaan, 51 Perusahaan, 4000 loker, Disnaker, Nganjuk</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>NGANJUK, SJP –</strong> Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Nganjuk menunjukkan komitmen nyata dalam menekan angka pengangguran melalui inisiatif strategis.</p>
<p>Berkolaborasi dengan berbagai pihak, Disnaker sukses menggelar pembukaan (launching) dua agenda besar sekaligus, yakni Job Fair (Bursa Kerja) dan Edu Fair (Pameran Pendidikan) yang dipusatkan di Gedung Olahraga (GOR) Bung Karno, Nganjuk.</p>
<p></p>
<p>​Acara yang dirancang sebagai solusi satu atap bagi pencari kerja dan lulusan sekolah ini diresmikan langsung oleh Bupati Nganjuk, Marhaen Djumadi. Kehadiran ribuan lowongan kerja dalam gelaran ini menjadi bukti konkret keseriusan Disnaker dalam memfasilitasi kebutuhan mendasar masyarakat.</p>
<p></p>
<p>Bupati Nganjuk, Marhaen Djumadi, memberikan apresiasi tinggi atas langkah taktis yang diinisiasi oleh Disnaker. Dalam sambutannya, ia mengungkapkan bahwa sinergi antara pemerintah dan dunia industri kali ini berhasil menghadirkan ribuan peluang karir bagi warga lokal.</p>
<p>Acara ini digelar sebagai bentuk fasilitasi nyata bagi seluruh warga Nganjuk yang ingin melanjutkan pendidikan tinggi maupun bagi yang sedang mencari pekerjaan.</p>
<p></p>
<p>​Bupati Nganjuk, Marhaen Djumadi, menyampaikan bahwa bagi warga yang ingin kuliah, mereka dapat memanfaatkan momen Edu Fair untuk memeriksa pilihan kampus dan jurusan yang diinginkan. Sementara itu, untuk Job Fair, Pemkab Nganjuk sukses menyediakan 4.000 lowongan pekerjaan yang didukung oleh 51 perusahaan.</p>
<p></p>
<p>​"Alhamdulillah, hari ini kita membuka dua agenda, yaitu Job Fair dan Edu Fair. Kita menyediakan 4.000 lowongan pekerjaan dari 51 perusahaan. Sementara ini 4.000, karena PT SAI yang saat ini membutuhkan 1.000, bisa jadi nanti bisa lebih karena mereka membuka pabrik baru yang diutamakan dari warga Nganjuk," ujar Marhaen Djumadi.</p>
<p></p>
<p>​Bupati yang akrab disapa Kang Marhaen menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan ikhtiar dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Nganjuk untuk memperluas lapangan kerja bagi masyarakat yang belum bekerja. Ia juga menyebut gelaran ini sebagai stimulus dan memotivasi warga untuk tidak ragu mencari peluang kerja, baik di dalam maupun di luar kota.</p>
<p></p>
<p>​"Ini adalah stimulus. Masih banyak lagi, silakan warga Nganjuk yang belum kerja bisa membuka lowongan di luar kota boleh, di seluruh Jawa Timur boleh, di Jakarta, di luar Jawa, bahkan di luar negeri tadi juga ada lowongan-lowongan," tambahnya saat konfrensi pers dihadapan medis. Kamis (21/5/2026) </p>
<p></p>
<p>​Program Magang ke Luar Negeri dan Dukungan Pemkab. ​Sebagai bentuk keseriusan dalam menekan angka pengangguran dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat, Pemkab Nganjuk juga berencana membuka tempat pelatihan bagi tenaga kerja yang berminat ke luar negeri melalui program magang.</p>
<p></p>
<p>Kang ​Marhaen mengungkapkan bahwa pihak Pemkab telah berkoordinasi dengan Gubernur Jawa Timur melalui Dinas Pendidikan terkait program pelatihan kerja tersebut. Program magang ke luar negeri ini dinilai sangat menjanjikan, dengan potensi uang saku yang cukup besar bagi para pesertanya.</p>
<p></p>
<p>​"Kemarin kita ketemu sama Bu Gubernur. Di provinsi itu, lewat Dinas Pendidikan, ada pelatihan-pelatihan untuk tenaga kerja magang ke luar negeri. Nanti Nganjuk juga akan kita buka untuk magang ke luar negeri. Uang sakunya lumayan juga, sekitar 10 jutaan di luar negeri. Nanti kalau sudah beberapa tahun, bisa langsung kerja di sana," jelas Bupati.</p>
<p></p>
<p>​Ketika ditanya mengenai jumlah total perusahaan yang saat ini beroperasi di Kabupaten Nganjuk sendiri, Bupati Marhaen mengaku belum mengecek data aslinya secara mendetail, namun memperkirakan jumlahnya masih berada di bawah angka 100 perusahaan.</p>
<p></p>
<p>Suksesnya gelaran Job Fair dan Edu Fair di Gedung Olahraga (GOR) Bung Karno tidak lepas dari koordinasi matang yang dilakukan oleh Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Nganjuk.</p>
<p>Kepala Disnaker Nganjuk, Itsna Shofiani, menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada seluruh pihak yang terlibat, khususnya 51 perusahaan yang telah membuka peluang karir bagi warga lokal.</p>
<p></p>
<p>​Menurut Itsna, kolaborasi antara pemerintah daerah dan sektor industri ini merupakan langkah nyata untuk menjembatani para pencari kerja di Nganjuk agar bisa langsung terserap ke dunia kerja secara efektif dan transparan.</p>
<p></p>
<p>Kadisnaker Itsna Shofiani mengungkapkan rasa terima kasih atas dukungan penuh dari Bupati Nganjuk, Marhaen Djumadi, serta komitmen luar biasa dari perusahaan-perusahaan peserta.</p>
<p>Salah satu yang menjadi sorotan adalah PT SAI yang membuka lowongan hingga 1.000 kuota, serta potensi perluasan tenaga kerja seiring dibukanya pabrik baru di wilayah Nganjuk.</p>
<p></p>
<p>​"Kami sangat mengapresiasi kepercayaan tekad dari 51 perusahaan yang bergabung tahun ini. Menyediakan hingga 4.000 lowongan kerja bukanlah hal yang mudah, dan ini adalah peluang emas yang harus dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya oleh masyarakat Nganjuk," ungkap Itsna di sela-sela peninjauan stan pameran.</p>
<p></p>
<p>​Ia menambahkan bahwa tingginya antusiasme para pencari kerja yang memadati area GOR menunjukkan bahwa program serapan tenaga kerja seperti ini memang sangat dibutuhkan dan dinantikan oleh masyarakat.</p>
<p></p>
<p>Selain memfasilitasi penempatan kerja domestik melalui bursa kerja ini, Disnaker Nganjuk di bawah kepemimpinan Itsna Shofiani juga siap mengawal program strategis kelanjutan yang dicanangkan oleh Pemkab Nganjuk. Salah satunya adalah persiapan pelatihan kerja untuk program magang ke luar negeri yang bekerja sama dengan Pemprov Jawa Timur.</p>
<p></p>
<p>​Disnaker berkomitmen untuk terus mengasah kompetensi (skill) para calon tenaga kerja agar siap bersaing, baik di pasar kerja lokal maupun internasional yang menawarkan kesejahteraan lebih tinggi, seperti program magang dengan proyeksi uang saku mencapai 10 juta rupiah.</p>
<p></p>
<p>"​Melalui momentum kesuksesan Job Fair kami berharap sinergi positif dengan dunia usaha dapat terus terjaga secara berkelanjutan, sehingga angka pengangguran di Kabupaten Nganjuk dapat terus ditekan secara signifikan dari tahun ke tahun," tutup Itsna. <strong>(ADV) </strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Polres Nganjuk Peringati Harkitnas ke&amp;118, Teguhkan Semangat Jaga Tunas Bangsa Demi Kedaulatan Negara</title>
<link>https://suarajatimpost.com/polres-nganjuk-peringati-harkitnas-ke-118-teguhkan-semangat-jaga-tunas-bangsa-demi-kedaulatan-negara</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/polres-nganjuk-peringati-harkitnas-ke-118-teguhkan-semangat-jaga-tunas-bangsa-demi-kedaulatan-negara</guid>
<description><![CDATA[ Upacara berlangsung khidmat dengan mengusung tema “Jaga Tunas Bangsa Demi Kedaulatan Negara” serta diikuti oleh pejabat utama, personel Polri dan ASN. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202605/image_870x580_6a0db834255ee.webp" length="58914" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 20 May 2026 22:00:22 +0700</pubDate>
<dc:creator>Kuswanto</dc:creator>
<media:keywords>Peringati Harkitnas, Polres Nganjuk, Harkitnas ke 118, Nganjuk</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>NGANJUK, SJP -</strong> Polres Nganjuk menggelar Upacara Bendera dalam rangka memperingati Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) ke-118 Tahun 2026 di lapangan apel Polres Nganjuk, Rabu (20/5/2026). Upacara berlangsung khidmat dengan mengusung tema “Jaga Tunas Bangsa Demi Kedaulatan Negara” serta diikuti oleh pejabat utama, personel Polri dan ASN.</p>
<p>Dalam upacara tersebut dibacakan amanat Menteri Komunikasi dan Digital Republik Indonesia, Meutya Viada Hafid yang menekankan bahwa Hari Kebangkitan Nasional menjadi momentum untuk merefleksikan semangat persatuan dan perjuangan intelektual bangsa sejak berdirinya Boedi Oetomo tahun 1908.</p>
<p>Amanat tersebut juga menegaskan bahwa tantangan bangsa saat ini telah bergeser dari kedaulatan teritorial menuju kedaulatan informasi dan transformasi digital. Pemerintah mendorong seluruh elemen bangsa untuk menjaga generasi muda sebagai tunas bangsa melalui penguatan pendidikan, kesehatan, literasi digital hingga pelindungan anak di ruang digital.</p>
<p>Kapolres Nganjuk AKBP Suria Miftah Irawan mengatakan bahwa momentum Hari Kebangkitan Nasional harus menjadi pengingat bagi seluruh personel Polri untuk terus hadir menjaga persatuan serta mendukung program-program pemerintah demi kemajuan bangsa.</p>
<p>“Semangat Kebangkitan Nasional harus terus kita implementasikan dalam tugas sehari-hari melalui pelayanan terbaik kepada masyarakat, menjaga keamanan serta mendukung upaya pemerintah dalam melindungi generasi muda sebagai aset masa depan bangsa,” ujar AKBP Suria Miftah Irawan.</p>
<p>Ia menambahkan, tantangan era digital saat ini membutuhkan kesiapan seluruh elemen masyarakat untuk semakin bijak dalam memanfaatkan teknologi dan menjaga ruang digital tetap sehat, aman serta produktif.</p>
<p>Melalui peringatan Hari Kebangkitan Nasional ke-118 ini, Polres Nganjuk berharap semangat persatuan, gotong royong dan nasionalisme terus tumbuh di tengah masyarakat guna mewujudkan Indonesia yang mandiri, maju dan berdaulat sesuai cita-cita para pendiri bangsa. <strong>(**)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>DPRD Nganjuk Sempurnakan Perda Desa, Aturan Teknis Pilkades dan Perangkat Akan Diatur Perbup</title>
<link>https://suarajatimpost.com/dprd-nganjuk-sempurnakan-perda-desa-aturan-teknis-pilkades-dan-perangkat-akan-diatur-perbup</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/dprd-nganjuk-sempurnakan-perda-desa-aturan-teknis-pilkades-dan-perangkat-akan-diatur-perbup</guid>
<description><![CDATA[ Ketua DPRD Kabupaten Nganjuk, Tatit Heru Tjahjono menyatakan bahwa rapat paripurna yang digelar hari ini merupakan tindak lanjut penting untuk menyempurnakan Peraturan Daerah (Perda) Nomor 1 Tahun 2025 tentang Desa. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202605/image_870x580_6a0db5618506b.webp" length="22702" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 20 May 2026 21:20:56 +0700</pubDate>
<dc:creator>Kuswanto</dc:creator>
<media:keywords>Ketua DPRD Nganjuk Tatit Heru Tjahyono, Perda Desa, diatur perbub, Pilkades, Nganjuk</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>NGANJUK, SJP –</strong> Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Nganjuk bergerak cepat merampungkan regulasi di tingkat daerah. Ketua DPRD Kabupaten Nganjuk, Tatit Heru Tjahjono menyatakan bahwa rapat paripurna yang digelar pada Rabu, (20/5/2026), merupakan tindak lanjut penting untuk menyempurnakan Peraturan Daerah (Perda) Nomor 1 Tahun 2025 tentang Desa.</p>
<p>​Menurut Tatit, langkah penyempurnakan ini mutlak dilakukan agar tidak terjadi kekosongan hukum. Mengingat sebelumnya, ada beberapa poin dalam peraturan daerah tersebut yang mesti tertunda karena harus menunggu terbitnya Peraturan Pemerintah (PP) dari pusat.</p>
<p>​"Kemarin ada peraturan yang masih menunggu PP, dan akhirnya kita paripurnakan di Desember 2025. Nah, hari ini adalah penyempurnaannya. Sudah dibahas di Komisi I terkait dengan penyempurnaan-penyempurnaan Perda Desa," ujar Tatit saat diwawancarai seusai rapat diruang kerjanya, Rabu (20/5/2026). </p>
<p>​​Tatit menjelaskan, materi penyempurnaan ini telah melalui proses diskusi yang panjang. Komisi I DPRD Nganjuk telah menerima berbagai masukan, saran, dan aspirasi dari kepala desa, tokoh-tokoh masyarakat, hingga persatuan perangkat desa dalam rapat-rapat koordinasi. Semua masukan tersebut kini telah resmi dituangkan ke dalam Perda Desa yang baru saja disahkan.</p>
<p>​Lebih lanjut, politisi PDI Perjuangan ini menekankan, Perda Desa ini nantinya akan mengatur poin krusial mengenai pengisian kepala desa beserta perangkatnya. Kendati demikian, untuk detail dan hal-hal yang bersifat teknis, nantinya akan diturunkan melalui Peraturan Bupati (Perbup).</p>
<p>​"Hal-hal yang terkait dengan masalah teknisnya, nanti ada Peraturan Bupati (Perbup). Sehingga terkait dengan pengisian kepala desa beserta perangkatnya, ini memang tempatnya di sini," urai Tatit.</p>
<p>​Ia juga berharap Komisi I terus intens berkomunikasi dengan Bupati Nganjuk untuk mengawal perumusan regulasi teknis tersebut.</p>
<p><strong>​</strong>​Saat ditanya mengenai perubahan substansial dibanding peraturan sebelumnya, Tatit menyebut secara umum tidak ada perubahan yang drastis, melainkan lebih kepada penyesuaian aturan yang di atasnya. Termasuk di antaranya formula bantuan anggaran dari APBD yang akan disesuaikan dengan kemampuan keuangan daerah serta jumlah pemilih di masing-masing desa.</p>
<p>​Dengan selesainya pembahasan Perda Desa ini, Tatit memberikan estimasi terkait pelaksanaan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak di Kabupaten Nganjuk.</p>
<p>​"Harapan kami, estimasi ya sekitar bulan Februari atau Maret tahun depan (awal tahun depan), itu sudah bisa dilaksanakan terkait dengan pilihan kepala desa," ungkap Tatit.</p>
<p>​Pilkades gelombang pertama tersebut rencananya akan diikuti oleh sebagian besar desa yang masa jabatannya habis. </p>
<p>"Dari 264 desa, itu sekitar 230-an sekian desa yang masuk gelombang pertama nanti sudah bisa melaksanakan Pilkades," tambahnya.</p>
<p>​Di akhir wawancara, Tatit menegaskan status regulasi ini sudah resmi selesai di tingkat legislatif. Pihaknya pun meminta dinas-dinas terkait di lingkungan Pemerintah Kabupaten Nganjuk untuk segera melakukan sosialisasi kepada masyarakat dan aparatur desa, baik terkait penyelenggaraan Pilkades maupun mekanisme pertanggungjawaban kepala desa yang baru. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>DPRD Kabupaten Nganjuk Sahkan Raperda Desa, Aturan Pilkades Makin Jelas</title>
<link>https://suarajatimpost.com/dprd-kabupaten-nganjuk-sahkan-raperda-desa-aturan-pilkades-makin-jelas</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/dprd-kabupaten-nganjuk-sahkan-raperda-desa-aturan-pilkades-makin-jelas</guid>
<description><![CDATA[ Langkah ini diharapkan mampu memberikan payung hukum yang lebih kuat dan jelas, khususnya terkait tata kelola pemerintahan desa dan pelaksanaan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) di wilayah Kabupaten Nganjuk ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202605/image_870x580_6a0db32e53974.webp" length="47956" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 20 May 2026 21:01:50 +0700</pubDate>
<dc:creator>Kuswanto</dc:creator>
<media:keywords>Rapat Paripurna DPRD, Raperda Desa, Pilkades, Aturan Pilkades, Komisi I, Nganjuk</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>NGANJUK, SJP –</strong> Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Nganjuk resmi menggelar Rapat Paripurna dalam rangka pengesahan dan penetapan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Desa menjadi Peraturan Daerah (Perda) definitif.</p>
<p>Langkah ini diharapkan mampu memberikan payung hukum yang lebih kuat dan jelas, khususnya terkait tata kelola pemerintahan desa dan pelaksanaan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) di wilayah Kabupaten Nganjuk.</p>
<p>​Rapat Paripurna yang dipimpin langsung oleh Ketua DPRD Kabupaten Nganjuk, Tatit Heru Tjahjono ini dilaksanakan di Ruang Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Nganjuk pada Rabu (20/52026).</p>
<p>​Rangkaian acara diawali dengan pembukaan, menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya, dan mengheningkan cipta. Memasuki agenda inti, Komisi I DPRD Kabupaten Nganjuk menyampaikan laporan komprehensif terhadap Rancangan Peraturan Daerah Kabupaten Nganjuk tentang Desa.</p>
<p>​Setelah penyampaian laporan dari Komisi I, acara dilanjutkan dengan pembacaan Rancangan Peraturan Daerah serta pembacaan Rancangan Keputusan DPRD Kabupaten Nganjuk oleh Sekretaris DPRD. Prosesi krusial terjadi saat seluruh anggota dewan yang hadir menyepakati pengesahan dan penetapan Rancangan Keputusan DPRD Kabupaten Nganjuk tersebut menjadi Keputusan yang definitif.</p>
<p>​Bupati Nganjuk diwakilkan Wabup Handy Tri Saputra yang hadir dalam rapat paripurna tersebut memberikan sambutan hangat dan apresiasi yang tinggi kepada legislatif.</p>
<p>Dalam sambutannya, Wabup Handy menyampaikan bahwa dengan disahkannya Perda tentang Desa ini, regulasi di tingkat lokal kini menjadi jauh lebih adaptif dan jelas, terutama dalam mengawal kepastian hukum pelaksanaan Pilkades ke depan agar berjalan kondusif, transparan, dan akuntabel.</p>
<p>​"Perda ini menjadi pijakan penting bagi penguatan institusi desa serta memberikan kejelasan regulasi dalam setiap tahapan pesta demokrasi di tingkat desa (Pilkades)," ujar Handy dalam sambutannya.</p>
<p>​Dengan diketoknya palu pengesahan ini, Pemerintah Kabupaten Nganjuk bersama DPRD berkomitmen untuk segera melakukan sosialisasi agar implementasi Perda Desa yang baru ini dapat dipahami dengan baik oleh seluruh lapisan masyarakat dan aparatur desa. <strong>(ADV) </strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Harkitnas ke&amp;118 di Nganjuk: Momentum Lompatan Digital dan Penguatan Infrastruktur Daerah</title>
<link>https://suarajatimpost.com/harkitnas-ke-118-di-nganjuk-momentum-lompatan-digital-dan-penguatan-infrastruktur-daerah</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/harkitnas-ke-118-di-nganjuk-momentum-lompatan-digital-dan-penguatan-infrastruktur-daerah</guid>
<description><![CDATA[ Upacara ini menjadi momentum penting untuk memperkuat semangat persatuan, gotong royong, dan sinergi pembangunan di tengah era transformasi digital. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202605/image_870x580_6a0dacf6a2886.webp" length="24804" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 20 May 2026 20:41:45 +0700</pubDate>
<dc:creator>Kuswanto</dc:creator>
<media:keywords>Hari Kebangkitan Nasional, Pemkab Nganjuk, Forkopimda, Lompatan Digital, Infrastruktur, Nganjuk</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>NGANJUK, SJP –</strong> Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Nganjuk menggelar Upacara Peringatan Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) ke-118 tahun 2026 dengan khidmat di Alun-Alun Nganjuk pada Rabu (20/5/2025) pagi. Upacara ini menjadi momentum penting untuk memperkuat semangat persatuan, gotong royong, dan sinergi pembangunan di tengah era transformasi digital.</p>
<p>Upacara tersebut dihadiri oleh jajaran jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Nganjuk, para kepala organisasi perangkat daerah (OPD), aparatur sipil negara (ASN), jajaran TNI/Polri, organisasi kepemudaan, serta perwakilan mahasiswa dan pelajar di Kabupaten Nganjuk.</p>
<p>​Bertindak sebagai Inspektur Upacara, Bupati Nganjuk Marhaen Djumadi membacakan sambutan tertulis dari Menteri Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia. Dalam amanatnya, ditekankan bahwa esensi Kebangkitan Nasional yang dirintis oleh organisasi Budi Utomo pada tahun 1908 harus terus menyala dan diadaptasi dalam menghadapi tantangan modern, khususnya penguasaan teknologi dan kemandirian ekonomi.</p>
<p>​"Hari Kebangkitan Nasional bukan sekadar seremoni sejarah. Ini adalah pengingat bagi kita semua, khususnya di Kabupaten Nganjuk, untuk bangkit bersama, berinovasi, dan mempercepat pembangunan infrastruktur serta pelayanan publik demi kesejahteraan masyarakat."ujar Bupati Nganjuk, H. Marhaen Djumadi. </p>
<p>Bupati yang akrab disapa Kang Marhaen juga mengajak generasi muda agar tidak melupakan sejarah perjuangan bangsa dan terus menanamkan rasa cinta tanah air di tengah perkembangan zaman modern saat ini.</p>
<p>“Semangat perjuangan para pahlawan harus menjadi inspirasi bagi generasi muda untuk terus berkarya, menjaga persatuan, dan berkontribusi positif bagi bangsa dan negara,” kata Marhaen.</p>
<p>Seusai pelaksanaan upacara, rangkaian peringatan dilanjutkan dengan ziarah bersama dan tabur bunga di Makam Pahlawan sebagai bentuk penghormatan atas jasa-jasa para pejuang yang telah mendedikasikan hidupnya demi tegaknya kedaulatan bangsa.</p>
<p>​Melalui momentum Harkitnas 2026 ini, Pemkab Nganjuk mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus menjaga kondusivitas daerah serta bahu-bahu menyukseskan berbagai program strategis daerah yang sedang berjalan. <strong>(ADV) </strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Tak Ingin Ambil Risiko, Polres Nganjuk Pastikan Bus Jemaah Haji Laik Jalan</title>
<link>https://suarajatimpost.com/tak-ingin-ambil-risiko-polres-nganjuk-pastikan-bus-jemaah-haji-laik-jalan</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/tak-ingin-ambil-risiko-polres-nganjuk-pastikan-bus-jemaah-haji-laik-jalan</guid>
<description><![CDATA[ Langkah ini diambil sebagai bentuk komitmen kepolisian yang tidak ingin mengambil risiko sekecil apa pun terkait kelaikan armada transportasi massal tersebut terhadap armada bus yang akan digunakan sebagai sarana transportasi jemaah menuju Asrama Haji Sukolilo Surabaya, Rabu (20/5/2026). ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202605/image_870x580_6a0da88e2df26.webp" length="35272" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 20 May 2026 20:21:02 +0700</pubDate>
<dc:creator>Kuswanto</dc:creator>
<media:keywords>Pemeriksaan Bus, Polres Nganjuk, Dishub, Pemberangkatan Jama&#039;ah haji, Nganjuk</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>NGANJUK, SJP -</strong> Guna menjamin keselamatan dan kenyamanan ibadah para calon jemaah haji, jajaran Kepolisian Resor (Polres) Nganjuk bergerak cepat melakukan langkah antisipatif.</p>
<p>Petugas kepolisian dari Satuan Lalu Lintas (Satlantas) bersama dinas terkait menggelar inspeksi keselamatan (ramp check) menyeluruh terhadap armada bus yang akan digunakan untuk melepas keberangkatan jemaah haji asal Kabupaten Nganjuk.</p>
<p>​Langkah ini diambil sebagai bentuk komitmen kepolisian yang tidak ingin mengambil risiko sekecil apa pun terkait kelaikan armada transportasi massal tersebut terhadap armada bus yang akan digunakan sebagai sarana transportasi jemaah menuju Asrama Haji Sukolilo Surabaya, Rabu (20/5/2026).</p>
<p>Pemeriksaan atau ramp check tersebut dilaksanakan petugas gabungan Satlantas Polres Nganjuk dan Dishub di Balai Uji KIR Dinas Perhubungan Kabupaten Nganjuk guna memastikan seluruh armada dalam kondisi laik jalan sehingga mampu memberikan rasa aman dan nyaman selama perjalanan para calon tamu Allah.</p>
<p>Kapolres Nganjuk AKBP Suria Miftah Irawan mengatakan bahwa kegiatan pemeriksaan ini merupakan langkah preventif untuk menjamin keselamatan para calon jemaah haji sejak awal keberangkatan.</p>
<p>“Kami ingin memastikan seluruh armada yang digunakan benar-benar aman dan layak operasional sehingga para calon jemaah haji dapat melakukan perjalanan dengan nyaman, aman, dan lancar menuju Asrama Haji Sukolilo Surabaya,” ujarnya.</p>
<p>Dalam pemeriksaan tersebut, petugas bersama Dinas Perhubungan Kabupaten Nganjuk melakukan pengecekan menyeluruh terhadap kondisi teknis kendaraan, mulai dari sistem pengereman, lampu kendaraan, ban, kelengkapan administrasi, hingga kesiapan perlengkapan keselamatan di dalam bus.</p>
<p>Selain pemeriksaan kendaraan, petugas juga memberikan imbauan kepada pengemudi agar selalu mengutamakan keselamatan serta menjaga kondisi fisik selama perjalanan berlangsung.</p>
<p>Kasat Lantas Polres Nganjuk AKP Ivan Danara Oktavian menambahkan bahwa kegiatan ramp check menjadi bagian penting dalam mendukung kelancaran operasional pemberangkatan calon jemaah haji.</p>
<p>“Ramp check ini dilakukan untuk meminimalisir potensi gangguan maupun kecelakaan selama perjalanan. Keselamatan para calon jemaah haji menjadi prioritas utama sehingga seluruh armada harus dipastikan memenuhi standar keselamatan,” jelasnya.</p>
<p>Rencananya, calon jemaah haji Kabupaten Nganjuk akan diberangkatkan menuju Asrama Haji Sukolilo Surabaya pada hari yang sama dengan pengawalan dan pengamanan dari petugas terkait guna memastikan perjalanan berlangsung aman dan tertib. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Kejari Nganjuk Geledah Serentak 4 Titik, Usut Dugaan Korupsi di Tubuh Bank Jatim</title>
<link>https://suarajatimpost.com/kejari-nganjuk-geledah-serentak-4-titik-usut-dugaan-korupsi-di-tubuh-bank-jatim</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/kejari-nganjuk-geledah-serentak-4-titik-usut-dugaan-korupsi-di-tubuh-bank-jatim</guid>
<description><![CDATA[ Empat lokasi yang digeledah penyidik meliputi rumah saksi berinisial WDP di wilayah Warujayeng, Kantor Payment Point Samsat Nganjuk, rumah keluarga saksi di Desa Trayang (Kecamatan Ngronggot), dan Kantor Bank Jatim Cabang Nganjuk. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202605/image_870x580_6a0bbf1c2a907.webp" length="29252" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Tue, 19 May 2026 10:30:46 +0700</pubDate>
<dc:creator>Kuswanto</dc:creator>
<media:keywords>Dugaan korupsi, Bank Jatim, Kejari Nganjuk, aliran dana, Bank Jatim Cabang Nganjuk, Nganjuk</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>NGANJUK, SJP</strong>–Tim Penyidik Tindak Pidana Khusus (Pidsus) Kejaksaan Negeri (Kejari) Nganjuk bergerak cepat mengusut dugaan korupsi di tubuh Badan Usaha Milik Daerah (BUMD). Korps Adhyaksa tersebut melakukan penggeledahan serentak di empat lokasi berbeda di wilayah Kabupaten Nganjuk, Senin (18/5/2026).</p>
<p>Upaya paksa ini dipimpin langsung oleh Tim Pidsus Kejari Nganjuk guna mencari dan mengumpulkan barang bukti terkait dugaan tindak pidana korupsi penggelapan dalam jabatan di Bank Jatim Cabang Nganjuk untuk periode tahun 2025 hingga 2026.</p>
<p>Kepala Seksi Tindak Pidana Khusus (Kasi Pidsus) Kejari Nganjuk, Rizky Raditya Eka Putra, menyatakan bahwa penggeledahan dilakukan setelah penyidik menemukan indikasi kuat penyalahgunaan wewenang yang merugikan keuangan negara.</p>
<p>"Penggeledahan di empat titik ini dilakukan secara patuh hukum untuk mengamankan dokumen-dokumen krusial, catatan transaksi, serta aset digital yang berkaitan erat dengan perkara penggelapan jabatan di Bank Jatim Cabang Nganjuk sepanjang tahun 2025–2026," ujar Rizky, saat dikonfirmasi, Selasa (19/5/2026).</p>
<p>Empat lokasi yang digeledah penyidik meliputi rumah saksi berinisial WDP di wilayah Warujayeng, Kantor Payment Point Samsat Nganjuk, rumah keluarga saksi di Desa Trayang (Kecamatan Ngronggot), dan Kantor Bank Jatim Cabang Nganjuk. Seluruh rangkaian penggeledahan berlangsung aman dengan pengamanan ketat sesuai prosedur hukum.</p>
<p></p>
<p>Rizky menyampaikan bahwa langkah taktis ini merupakan bagian dari upaya memperkuat pembuktian dalam penanganan perkara yang saat ini masih dalam tahap penyidikan. Hingga kini, penyidik terus memeriksa sejumlah pihak, termasuk saksi kunci berinisial WDP yang merupakan karyawan Bank Jatim.</p>
<p></p>
<p>”Proses penyidikan masih terus berjalan dan pendalaman alat bukti terus dilakukan dengan tetap mengedepankan asas praduga tak bersalah,” kata Rizky.</p>
<p></p>
<p>Dalam penanganan kasus ini, Kejari Nganjuk tidak hanya fokus pada pembuktian unsur pidana, melainkan juga menelusuri aliran dana (asset tracing) guna memulihkan kerugian keuangan negara.</p>
<p></p>
<p>Pihak Kejari Nganjuk menegaskan komitmennya untuk mengusut tuntas perkara ini secara profesional, objektif, transparan, serta bebas dari intervensi pihak mana pun. </p>
<p></p>
<p>Perkembangan informasi penanganan kasus ini akan disampaikan secara berkala kepada publik sebagai bentuk transparansi penegakan hukum. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Usai Ledakan Mercon di Patianrowo, Polisi Periksa Saksi dan Dalami Kasus</title>
<link>https://suarajatimpost.com/usai-ledakan-mercon-di-patianrowo-polisi-periksa-saksi-dan-dalami-kasus</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/usai-ledakan-mercon-di-patianrowo-polisi-periksa-saksi-dan-dalami-kasus</guid>
<description><![CDATA[ Sejumlah petugas dari kepolisian bersama TNI dan tim terkait terlihat berada di lokasi untuk melakukan olah TKP serta mengamankan sisa-sisa material ledakan. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202605/image_870x580_6a0afc4c68bde.webp" length="70530" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 18 May 2026 20:19:22 +0700</pubDate>
<dc:creator>Kuswanto</dc:creator>
<media:keywords>Ledakan Mercon, periksa saksi, Polres Nganjuk, luka bakar, korban, Patianrowo, Nganjuk</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>NGANJUK, SJP –</strong> Kepolisian Resor (Polres) Nganjuk bergerak cepat melakukan penyelidikan mendalam terkait insiden ledakan petasan (mercon) yang menghancurkan sebuah rumah warga di Kecamatan Patianrowo.</p>
<p>​Berdasarkan pantauan di lokasi kejadian, tampak kondisi rumah korban pasca-ledakan mengalami rusak berat. Dinding bagian depan rumah jebol, material atap berupa genting dan kayu hancur berhamburan, serta garis polisi (police line) telah terpasang di sekeliling area TKP.</p>
<p>Sejumlah petugas dari kepolisian bersama TNI dan tim terkait terlihat berada di lokasi untuk melakukan olah TKP serta mengamankan sisa-sisa material ledakan.</p>
<p>​Kasi Humas Polres Nganjuk Iptu Fajar Kurniadi mengonfirmasi bahwa saat ini pihak kepolisian masih terus melakukan pemeriksaan terhadap saksi-saksi guna mendalami peristiwa mengerikan tersebut.</p>
<p>​"Kami masih melakukan pemeriksaan intensif terhadap sejumlah saksi di sekitar lokasi serta mengumpulkan bukti-bukti di lapangan untuk pendalaman lebih lanjut," ujar Kasi Humas Polres Nganjuk saat dihubungi melalui WhatsApp, Senin (18/5/2026).</p>
<p>Peristiwa ini bermula pada Minggu (17/5/2026) sekitar pukul 12.30 WIB. Seorang warga (pelapor) tiba-tiba dikagetkan oleh suara dentuman keras yang bersumber tidak jauh dari kediamannya.</p>
<p>​Penasaran sekaligus cemas, pelapor langsung bergegas menuju sumber suara. Sesampainya di lokasi yang merupakan rumah milik korban, Moch. Sukar, pelapor mendapati kondisi rumah sudah dalam keadaan porak-poranda. ​Nahas, korban Moch. Sukar ditemukan dalam kondisi mengenaskan akibat luka bakar serius mencapai 75 persen di sekujur tubuhnya. </p>
<p>Berdasarkan keterangan dari orang tua korban, sebelum ledakan hebat itu terjadi, korban memang sedang meracik atau membuat petasan di dalam rumah.</p>
<p>Dari hasil olah TKP, polisi berhasil menemukan dan menyita sejumlah barang bukti yang cukup mencengangkan dalam jumlah besar, di antaranya, ​1,5 Kg bubuk bahan petasan/mercon siap rakit, ​1 buah mercon ukuran besar, ​118 buah mercon ukuran sedang, ​304 buah mercon ukuran kecil, ​1 renteng petasan berisi 45 buah, ​6 buah mercon botol plastik dan ​1 unit timbangan digital yang ​dibeli online untuk pesta hari raya Iduladha.</p>
<p>​Mirisnya, berdasarkan keterangan lanjutan dari orang tua korban, serbuk mesiu berbahaya tersebut sengaja dibeli secara online. Korban rencananya akan menggunakan ratusan petasan buatan mandiri tersebut untuk memeriahkan pesta perayaan Iduladha mendatang.</p>
<p>​Akibat luka bakar parah yang dideritanya, korban Moch. Sukar langsung dilarikan ke RSUD Kertosono guna mendapatkan perawatan medis darurat secara intensif. Sementara itu, seluruh barang bukti yang ditemukan telah diamankan dan dibawa ke Polsek Patianrowo untuk kepentingan penyelidikan dan pengembangan hukum lebih lanjut.<strong> (*) </strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Karutan Nganjuk Klarifikasi Penahanan Yulia Margareta, Kuasa Hukum Desak Pembebasan Demi Hukum</title>
<link>https://suarajatimpost.com/karutan-nganjuk-klarifikasi-penahanan-yulia-margareta-kuasa-hukum-desak-pembebasan-demi-hukum</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/karutan-nganjuk-klarifikasi-penahanan-yulia-margareta-kuasa-hukum-desak-pembebasan-demi-hukum</guid>
<description><![CDATA[ Karutan Rutan Kelas IIB Nganjuk menegaskan perpanjangan penahanan Yulia Margareta telah sah dan terbit melalui E-Berpadu sejak 11 Mei 2026. Sementara kuasa hukum terdakwa menilai kliennya seharusnya dibebaskan demi hukum karena belum menerima surat perpanjangan resmi. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202605/image_870x580_6a0af82c0f9d3.webp" length="81904" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 18 May 2026 19:40:28 +0700</pubDate>
<dc:creator>Kuswanto</dc:creator>
<media:keywords>Perpanjangan penahanan, terdakwa, Kasus dugaan penggelapan, Karutan Lapas IIB Nganjuk, Penasehat hukum, Nganjuk</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p data-start="0" data-end="392"><strong data-start="0" data-end="16">NGANJUK, SJP</strong> – Kepala Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Nganjuk, Arief Prasetya, memberikan klarifikasi resmi terkait status penahanan terdakwa Yulia Margareta alias Zulma yang sempat dipersoalkan oleh pihak keluarga dan tim penasihat hukum. Klarifikasi tersebut disampaikan guna meluruskan informasi yang berkembang mengenai masa penahanan dan surat perpanjangan penahanan terdakwa.</p>
<p data-start="394" data-end="619">Arief menjelaskan, masa penahanan awal Yulia Margareta memang berakhir pada 15 Mei 2026. Namun demikian, menurutnya, perpanjangan penahanan selama 60 hari berikutnya telah diterbitkan secara sah dan berlaku mulai 16 Mei 2026.</p>
<p data-start="621" data-end="843">“Surat perpanjangan penahanan itu sudah ada dan dapat diakses melalui aplikasi kedinasan pengadilan, yaitu E-Berpadu, sejak tanggal 11 Mei 2026,” ujar Arief saat ditemui Suarajatimpost di ruang kerjanya, Senin (18/5/2026).</p>
<p data-start="845" data-end="1078">Ia menegaskan, pihak rutan juga telah memperlihatkan langsung surat perpanjangan penahanan tersebut kepada terdakwa sebelum masa tahanan awal berakhir. Meski demikian, dokumen fisik tersebut kemudian dikembalikan lagi kepada petugas.</p>
<p data-start="1080" data-end="1187">“Atas dasar adanya perpanjangan penahanan yang sah itu, maka terdakwa tetap kami tahan di rutan,” tegasnya.</p>
<p data-start="1189" data-end="1478">Terkait belum diterimanya surat tembusan oleh keluarga maupun penasihat hukum terdakwa, Arief menyebut hal tersebut bukan menjadi kewenangan pihak rutan. Menurutnya, administrasi penahanan pada tahap persidangan sepenuhnya menjadi tanggung jawab institusi penahan, yakni Pengadilan Negeri.</p>
<p data-start="1480" data-end="1715">“Kalau soal tembusan surat yang dianggap belum diterima keluarga atau penasihat hukum, itu bukan ranah kami di Lapas atau Rutan. Karena perkara ini sudah masuk tahap persidangan, maka itu menjadi kewenangan pihak pengadilan,” jelasnya.</p>
<p data-start="1717" data-end="2018">Arief juga menjelaskan adanya perbedaan waktu pembaruan data di aplikasi E-Berpadu yang diduga menjadi sumber kesalahpahaman. Ia menyebut, penasihat hukum terdakwa sempat menunjukkan hasil cetak aplikasi E-Berpadu yang diakses pada 4 Mei 2026, saat surat perpanjangan memang belum muncul dalam sistem.</p>
<p data-start="2020" data-end="2228">“Wajar kalau pada tanggal 4 Mei surat itu belum ada. Karena surat perpanjangan baru resmi tayang di aplikasi E-Berpadu pada 11 Mei 2026. Jadi masih ada sisa waktu sebelum masa tahanan awal habis,” pungkasnya.</p>
<p data-start="2230" data-end="2545">Sementara itu, penasihat hukum Yulia Margareta, Dr. Prayogo Laksono, menyampaikan bahwa pihaknya menerima informasi langsung dari kliennya pada 17 Mei 2026 sekitar pukul 09.00 WIB melalui wartel umum di Rutan Nganjuk. Dalam komunikasi tersebut, kliennya mengaku belum menerima surat tembusan perpanjangan penahanan.</p>
<p data-start="2547" data-end="2887">Menindaklanjuti hal itu, Prayogo mendatangi Rutan Nganjuk untuk menyampaikan permohonan pembebasan kliennya demi hukum. Namun saat itu, menurutnya, petugas jaga menyampaikan bahwa proses tersebut baru dapat ditindaklanjuti pada jam kerja berikutnya. Surat permohonan dari tim kuasa hukum kemudian diterima oleh petugas jaga bernama Sunaryo.</p>
<p data-start="2889" data-end="3155">Prayogo menilai masa penahanan kliennya telah habis pada 15 Mei 2026 berdasarkan Surat Penetapan Nomor 67/Pid.B/2026/PN Njk tertanggal 16 April 2026. Karena itu, ia menilai kliennya seharusnya dikeluarkan demi hukum apabila tidak ada perpanjangan penahanan yang sah.</p>
<p data-start="3157" data-end="3357">“Sampai saat ini tidak ada perpanjangan penahanan baru yang sah dari pejabat berwenang, baik yang disampaikan kepada klien kami, keluarganya, maupun melalui sistem elektronik E-Berpadu,” kata Prayogo.</p>
<p data-start="3359" data-end="3633">Ia juga mengutip ketentuan dalam Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2022 tentang Pemasyarakatan, khususnya Pasal 20 ayat (7), Pasal 23, dan Pasal 26 yang mengatur kewajiban pengeluaran tahanan demi hukum apabila masa penahanan telah habis dan tidak terdapat perpanjangan yang sah.</p>
<p data-start="3635" data-end="3826" data-is-last-node="" data-is-only-node="">Selain itu, pihaknya turut menyinggung ketentuan Pasal 100 ayat (4) KUHAP yang menyebutkan bahwa surat penetapan hakim wajib ditembuskan paling lambat satu hari sejak penahanan dilakukan. <strong>(*)</strong></p>
<p data-start="3635" data-end="3826" data-is-last-node="" data-is-only-node=""><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Nganjuk Jadi Pilot Project Swasembada Kedelai Nasional, Luasan Tanam Capai 2.299 Hektare</title>
<link>https://suarajatimpost.com/nganjuk-jadi-pilot-project-swasembada-kedelai-nasional-luasan-tanam-capai-2299-hektare</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/nganjuk-jadi-pilot-project-swasembada-kedelai-nasional-luasan-tanam-capai-2299-hektare</guid>
<description><![CDATA[ Pada musim tanam yang dimulai sejak Februari 2026 ini, tercatat luasan tanam kedelai eksisting di Kabupaten Nganjuk telah mencapai 2.299 hektar. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202605/image_870x580_6a0af277914a7.webp" length="24062" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 18 May 2026 19:01:23 +0700</pubDate>
<dc:creator>Kuswanto</dc:creator>
<media:keywords>Panen Raya, Dinas Pertanian, Tiga Kecamatan, luasan lahan, 3800 hektar, Kedelai, Nganjuk</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>NGANJUK, SJP –</strong> Pemerintah Kabupaten Nganjuk melalui Dinas Pertanian terus berkomitmen untuk mendukung ketahanan pangan nasional, khususnya pada komoditas kedelai. Pada musim tanam yang dimulai sejak Februari 2026 ini, tercatat luasan tanam kedelai eksisting di Kabupaten Nganjuk telah mencapai 2.299 hektare.</p>
<p>​Kepala Bidang (Kabid) Produksi dan Perizinan Usaha Pertanian Dinas Pertanian Kabupaten Nganjuk, Fadlin Nuriani, menjelaskan, pola tanam kedelai di wilayahnya sudah terbentuk dengan sangat baik secara musiman. Mayoritas petani memanfaatkan komoditas kedelai sebagai tanaman antara atau pembuka sebelum mereka memasuki masa tanam bawang merah.</p>
<p>​"Pola tanam dalam satu tahun yang diterapkan petani di sini adalah padi, kedelai, bawang merah, lalu bawang merah lagi. Jadi, sebelum menanam bawang merah, mereka menanam kedelai terlebih dahulu," ujar Fadlin saat ditemui di ruang kerjanya, Senin (18/5/2026).</p>
<p>​Meskipun puncak panen raya diproyeksikan terjadi pada minggu-minggu ini hingga bulan Juni mendatang, beberapa wilayah dilaporkan sudah memulai panen lebih awal. Salah satunya di Kecamatan Rejoso, di mana lahan seluas 60 hektare yang ditanam sejak Januari lalu telah sukses dipanen pada awal Maret.</p>
<p><strong>Jadi Pilot Project Swasembada Kedelai Nasional</strong></p>
<p>​Keberhasilan manajemen pola tanam di Nganjuk menarik perhatian serius dari Kementerian Pertanian (Kementan). Bekerja sama dengan TNI Angkatan Laut, Kabupaten Nganjuk kini resmi ditunjuk sebagai pilot project nasional untuk persiapan menuju swasembada pangan, khususnya komoditas kedelai di tahun 2026.</p>
<p>​Penunjukan ini diperkuat oleh kunjungan Menteri Pertanian beserta Panglima TNI ke Nganjuk beberapa waktu lalu. Fadlin memaparkan bahwa Nganjuk dipilih karena konsistensi petaninya yang tetap menjaga tradisi menanam kedelai, meskipun komoditas ini belum memiliki Harga Pembelian Pemerintah (HPP) yang pasti seperti padi.</p>
<p>​Secara berkala, sentra kedelai di Kabupaten Nganjuk tersebar di tiga kecamatan utama yang juga merupakan sentra bawang merah, yaitu Kecamatan Wilangan, Bagor, dan Rejoso. Selain faktor ekonomi, para petani memahami secara praktis bahwa menanam kedelai dapat meningkatkan kesuburan tanah secara alami, sehingga hasil panen bawang merah berikutnya menjadi jauh lebih optimal.</p>
<p>Menurut Fadlin, ​Harapan Petani Akan Kepastian Harga, ​Sebagai informasi, data sepanjang tahun 2025 lalu mencatat total luasan lahan kedelai di Nganjuk mencapai sekitar 3.800-an hektar. Angka tersebut sebenarnya sempat mengalami penurunan dibanding tahun-tahun sebelumnya karena banyak petani yang beralih ke kacang hijau akibat tiadanya HPP kedelai.</p>
<p>​Menyikapi hal tersebut, pihak Dinas Pertanian menaruh harapan besar pada momentum pilot project di tahun 2026 ini agar pemerintah pusat menelurkan kebijakan strategis terkait regulasi harga kedelai lokal.</p>
<p>​"Harapan kami yang pertama adalah adanya kebijakan dari pemerintah terkait HPP kedelai. Dengan adanya kepastian harga ini, para petani kedelai akan semakin semangat untuk kembali turun ke sawah, sehingga target swasembada kedelai yang berkelanjutan dapat segera tercapai," pungkas Fadlin Nuriani. <strong>(*)</strong></p>
<p>Editor : Rizqi Ardian </p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Kepala SPPG Baron Nganjuk Diduga Dianiaya Mitra MBG, Polisi Dalami Motif Perselisihan</title>
<link>https://suarajatimpost.com/kepala-sppg-baron-nganjuk-diduga-dianiaya-mitra-mbg</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/kepala-sppg-baron-nganjuk-diduga-dianiaya-mitra-mbg</guid>
<description><![CDATA[ Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kecamatan Baron melaporkan penganiayaan yang dialaminya pada institusi kepolisian. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202605/image_870x580_6a09a3bee080b.webp" length="16746" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sun, 17 May 2026 19:30:41 +0700</pubDate>
<dc:creator>Kuswanto</dc:creator>
<media:keywords>Dugaan penganiayaan, Kepala SPPG Baron, SPPG Baron, Polsek Baron, Nganjuk</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>NGANJUK, SJP</strong> – Dugaan aksi kekerasan terjadi di lingkungan pelaksana program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Nganjuk. Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kecamatan Baron diduga menjadi korban penganiayaan oleh seorang mitra MBG.</p>
<p>Peristiwa tersebut kini tengah ditangani pihak kepolisian setelah korban melaporkan kejadian itu ke Polsek Baron.</p>
<p>Berdasarkan informasi yang dihimpun, insiden dugaan penganiayaan terjadi di area kantor SPPG Baron yang berada di bawah naungan Badan Gizi Nasional, Sabtu (16/5/2026). Dugaan pelaku disebut merupakan salah satu mitra dalam program MBG.</p>
<p>Namun demikian, substansi persoalan yang memicu perselisihan hingga berujung dugaan aksi kekerasan tersebut masih belum diketahui secara pasti. Sejumlah informasi yang beredar menyebut adanya ketegangan terkait evaluasi kerja sama mitra MBG, namun hal itu masih dalam tahap penelusuran dan belum dapat dipastikan kebenarannya.</p>
<p>Beberapa isu yang mencuat di antaranya terkait dugaan suspend terhadap mitra MBG karena belum memenuhi sejumlah persyaratan teknis, termasuk ketersediaan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL). Meski begitu, pihak kepolisian belum memberikan kesimpulan mengenai kaitan persoalan tersebut dengan insiden yang dilaporkan.</p>
<p>Saat dikonfirmasi, Kepala SPPG Baron, Alfin Hibatul, membenarkan adanya kejadian tersebut. Ia menyebut laporan resmi telah dibuat pada Sabtu (16/5/2026).</p>
<p>“Iya benar mas, sudah melaporkan kejadian ini ke polisi hari Sabtu kemarin,” ujar Alfin Hibatul kepada SuaraJatimPost, Minggu (17/5/2026).</p>
<p>Kapolsek Baron AKP Roni Andreas juga membenarkan pihaknya telah menerima laporan dugaan penganiayaan tersebut. Namun berdasarkan hasil pemeriksaan awal, polisi tidak menemukan adanya luka fisik pada tubuh pelapor.</p>
<p>“Benar, laporan sudah kami terima. Setelah dilakukan pengecekan, tidak ditemukan luka fisik pada pelapor,” ujar AKP Roni Andreas.</p>
<p>Hingga kini, polisi masih melakukan pendalaman dengan meminta keterangan dari sejumlah saksi yang berada di lokasi kejadian. Penyidik juga menelusuri kronologi lengkap insiden tersebut untuk memastikan apakah terdapat unsur pidana atau hanya kesalahpahaman antarpihak.</p>
<p>Kasus ini menyita perhatian karena terjadi di tengah pelaksanaan program MBG yang saat ini menjadi salah satu program prioritas pemerintah. Polisi meminta seluruh pihak menahan diri dan menunggu hasil penyelidikan lebih lanjut agar informasi yang beredar tidak berkembang menjadi spekulasi. (*)</p>
<p><strong>Editor: Danu</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Prabowo Imbau Masyarakat Tetap Tenang Soal Ekonomi RI di Tengah Gejolak Dunia</title>
<link>https://suarajatimpost.com/prabowo-imbau-masyarakat-tetap-tenang-soal-ekonomi-ri-di-tengah-gejolak-dunia</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/prabowo-imbau-masyarakat-tetap-tenang-soal-ekonomi-ri-di-tengah-gejolak-dunia</guid>
<description><![CDATA[ Pernyataan Prabowo disampaikan di tengah tekanan ekonomi global akibat konflik geopolitik dan gejolak harga energi dunia. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202605/image_870x580_6a0884b3e3731.webp" length="22992" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sat, 16 May 2026 22:22:54 +0700</pubDate>
<dc:creator>Kuswanto</dc:creator>
<media:keywords>Presiden RI Prabowo Subianto, meresmikan koperasi merah putih, KDMP, Ketahan Pangan, gejolak dunia, Nganjuk</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>NGANJUK, SJP -</strong> Presiden Prabowo Subianto meminta masyarakat tetap tenang di tengah gejolak ekonomi global saat berpidato di Desa Nglawak Kertosono, Kabupaten Nganjuk.</p>
<p>Prabowo menegaskan, saat negara lain memutar otak untuk bertahan di tengah ancaman krisis global, Indonesia berhasil menjaga pertumbuhan ekonomi di level 5,61 persen pada kuartal I-2026. </p>
<p>“Percaya ekonomi kita kuat. Fundamental ekonomi kita kuat. Orang mau ngomong apa, Indonesia kuat. Percaya pada kekuatan kita. Percaya pada rakyat kita,” tegas Prabowo saat meresmikan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di Nganjuk, Jawa Timur, Sabtu (16/5/2026).</p>
<p>Pernyataan Prabowo disampaikan di tengah tekanan ekonomi global akibat konflik geopolitik dan gejolak harga energi dunia.</p>
<p>Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal I 2026 mencapai 5,61 persen secara tahunan atau year-on-year (yoy).</p>
<p>Pertumbuhan tersebut ditopang oleh konsumsi rumah tangga dan belanja pemerintah yang meningkat pada awal tahun. Konsumsi rumah tangga tercatat tumbuh 5,52 persen dan menjadi kontributor terbesar terhadap produk domestik bruto (PDB).</p>
<p>Sementara itu, pengeluaran konsumsi pemerintah melonjak hingga 21,81 persen pada kuartal I 2026. </p>
<p>Belanja negara yang dipercepat sejak awal tahun disebut menjadi salah satu penopang utama pertumbuhan ekonomi nasional. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong> </p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Prabowo di Nganjuk Resmikan 1.061 KDKMP dan Abadikan Perjuangan Marsinah</title>
<link>https://suarajatimpost.com/prabowo-di-nganjuk-resmikan-1061-kdkmp-dan-abadikan-perjuangan-marsinah</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/prabowo-di-nganjuk-resmikan-1061-kdkmp-dan-abadikan-perjuangan-marsinah</guid>
<description><![CDATA[ Tak hanya berfokus pada sektor ekonomi, Presiden Prabowo juga menunjukkan atensi sosial yang tinggi melalui peresmian Museum Marsinah dan Rumah Singgah di Nganjuk. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202605/image_870x580_6a0815c7b1d2b.webp" length="53466" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sat, 16 May 2026 14:03:11 +0700</pubDate>
<dc:creator>Kuswanto</dc:creator>
<media:keywords>Presiden RI Prabowo Subianto, Kunjungan kerja, Peresmian Rumah Singgah Marsinah, Pahlawan Buruh, KDMP, Nganjuk</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>NGANJUK, SJP</strong> — Presiden RI Prabowo Subianto melakukan kunjungan kerja strategis ke Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, Sabtu (16/5/2026). </p>
<p></p>
<p>Dalam kunjungan ini, Kepala Negara secara resmi mengoperasikan 1.061 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) sekaligus meresmikan Museum Marsinah sebagai langkah konkret memperkuat ekonomi kerakyatan dan merawat sejarah perjuangan kaum buruh.</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202605/image_870x_6a081e9cc8321.webp" alt=""></p>
<p>Agenda peresmian koperasi skala masif tersebut dipusatkan di Desa Nglawak, Kecamatan Kertosono. Program KDKMP ini diarsiteki sebagai pilar baru perekonomian berbasis desa yang produktif dan terintegrasi, guna mengantisipasi tantangan ekonomi global langsung dari akar rumput.</p>
<p></p>
<p>Tak hanya berfokus pada sektor ekonomi, Presiden Prabowo juga menunjukkan atensi sosial yang tinggi melalui peresmian Museum Marsinah dan Rumah Singgah di Nganjuk. Fasilitas ini didirikan sebagai ruang edukasi publik sekaligus bentuk penghormatan negara terhadap nilai-nilai perjuangan hak buruh yang melekat pada sosok almarhumah Marsinah.</p>
<p></p>
<p>Rangkaian agenda kenegaraan di Nganjuk tersebut dipastikan berjalan aman dan kondusif. Kapolres Nganjuk, AKBP Muhammad Suria Miftah Irawan, mengapresiasi soliditas pengamanan berlapis yang melibatkan sinergi ketat antara TNI, Polri, dan pemerintah daerah di lapangan.</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202605/image_870x_6a081eaa95fbf.webp" alt=""></p>
<p>"Kami sangat mengapresiasi kerja keras seluruh personel di lapangan yang telah bersiaga penuh. Pengamanan berlapis yang diterapkan berjalan sesuai dengan SOP (Standar Operasional Prosedur), sehingga seluruh rangkaian kegiatan Bapak Presiden Prabowo di wilayah hukum Polres Nganjuk dapat berlangsung dengan aman, lancar, dan kondusif," ujar AKBP Suria Miftah Irawan saat memantau pengamanan di kawasan Desa Nglundo, Kecamatan Sukomoro.</p>
<p></p>
<p>Kapolres juga menyampaikan terima kasih atas kesadaran dan antusiasme tinggi masyarakat Nganjuk, khususnya warga Desa Nglundo, yang menyambut kehadiran Kepala Negara dengan tetap tertib. </p>
<p></p>
<p>"Situasi yang aman ini membuktikan bahwa wilayah Nganjuk sangat kondusif untuk menerima kunjungan-kunjungan berskala nasional," imbuhnya.</p>
<p></p>
<p>Sebelum bertolak ke Nganjuk, Presiden Prabowo bersama rombongan terbatas mendarat di Pangkalan TNI AU Iswahjudi, Kabupaten Magetan, sekitar pukul 08.00 WIB, setelah terbang dari Pangkalan TNI AU Halim Perdanakusuma, Jakarta. </p>
<p></p>
<p>Kedatangan Presiden disambut langsung oleh Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, Bupati Magetan Nanik Endang Rusminiarti, Danlanud Iswahjudi Marsma TNI Muchtadi Anjar Legowo, dan Kapolres Magetan AKBP Raden Erik Bangun Prakasa.</p>
<p></p>
<p>Turut mendampingi Presiden dalam penerbangan ke Jawa Timur antara lain Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Menteri Luar Negeri Sugiono, Kepala Staf Kepresidenan Dudung Abdurachman, Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, serta Wakil Menteri Pertanian Sudaryono.</p>
<p></p>
<p>Usai merampungkan agenda di Nganjuk, Presiden Prabowo dijadwalkan langsung bertolak menuju Kabupaten Tuban untuk menghadiri Panen Raya Jagung Serentak Kuartal II Tahun 2026 guna memastikan produktivitas sektor pertanian dan penguatan ketahanan pangan nasional. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Ratusan Buruh Asal Sidoarjo Ziarah ke Makam Marsinah Nganjuk, Titipkan Harapan untuk Prabowo</title>
<link>https://suarajatimpost.com/ratusan-buruh-asal-sidoarjo-ziarah-ke-makam-marsinah-nganjuk-titipkan-harapan-untuk-prabowo</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/ratusan-buruh-asal-sidoarjo-ziarah-ke-makam-marsinah-nganjuk-titipkan-harapan-untuk-prabowo</guid>
<description><![CDATA[ Kedatangan mereka bukan sekadar mendoakan almarhumah, melainkan juga membawa aspirasi besar terkait kesejahteraan kaum pekerja di Tanah Air. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202605/image_870x580_6a07e13e77284.webp" length="32548" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sat, 16 May 2026 09:57:24 +0700</pubDate>
<dc:creator>Kuswanto</dc:creator>
<media:keywords>Buruh asal sidoarjo, Sarekat Buruh, Prabowo Subianto, Makam Marsinah, bubarkan outsourcing, Nganjuk</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>NGANJUK, SJP </strong>— Ratusan buruh yang tergabung dalam rombongan sepuluh bus asal Kabupaten Sidoarjo melakukan ziarah ke makam pahlawan buruh nasional, Marsinah, di Nganjuk, Jawa Timur. </p>
<p>Kedatangan mereka bukan sekadar mendoakan almarhumah, melainkan juga membawa aspirasi besar terkait kesejahteraan kaum pekerja di Tanah Air.</p>
<p>Dalam kesempatan tersebut, Sulaiman, Wakil Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPSI) Kabupaten Sidoarjo, menyampaikan keluh kesah para buruh yang menurutnya kian terhimpit oleh berbagai kebijakan pemerintah.</p>
<p>"Hak-hak buruh saat ini seolah dirampas oleh kebijakan pemerintah. Di lapangan, kami menemukan banyak penyelewengan, terutama terkait sistem outsourcing. Tenaga outsourcing yang seharusnya hanya untuk pekerjaan penunjang, faktanya kini sudah masuk ke area inti produksi. Ini sudah menjadi rahasia umum," tegas Sulaiman saat diwawancarai di sela-sela kegiatan ziarah, Sabtu (16/5/2026).</p>
<p>Sulaiman menambahkan bahwa momen Hari Buruh atau May Day ini harus menjadi titik balik perjuangan buruh. </p>
<p>Ia secara terbuka menyampaikan keinginan besar para buruh untuk bertemu langsung dengan Presiden Prabowo Subianto di Nganjuk.</p>
<p>"Kami sangat berharap bisa bertemu dengan Bapak Presiden Prabowo. Harapan kami jelas: hapus sistem outsourcing yang menindas dan segera realisasikan upah layak bagi buruh. Buruh di Jawa Timur, khususnya, sangat terdampak oleh kebijakan-kebijakan seperti Undang-Undang Cipta Kerja," lanjutnya.</p>
<p>Rombongan buruh dari Sidoarjo ini menjadi salah satu dari sekian banyak elemen pekerja yang terus menyuarakan tuntutan penghapusan UU Cipta Kerja dan perbaikan sistem pengupahan. </p>
<p>Mereka berharap, di bawah kepemimpinan Prabowo, nasib buruh tidak lagi terpinggirkan dan hak-hak dasar mereka dapat terpenuhi secara adil. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Nyadran Swadaya di Ngrajek Nganjuk, Warga Patungan Demi Menjaga Tradisi Gembyangan Waranggono</title>
<link>https://suarajatimpost.com/nyadran-swadaya-di-ngrajek-nganjuk-warga-patungan-demi-menjaga-tradisi-gembyangan-waranggono</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/nyadran-swadaya-di-ngrajek-nganjuk-warga-patungan-demi-menjaga-tradisi-gembyangan-waranggono</guid>
<description><![CDATA[ Warga Dusun Ngrajek, Desa Sambirejo, Nganjuk, menggelar tradisi Nyadran dan Gembyangan Waranggono secara swadaya. Dengan gotong royong dan iuran warga, ritual adat di Punden Sumur Agung tetap berlangsung khidmat demi menjaga warisan budaya leluhur. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202605/image_870x580_6a072bc942786.webp" length="53290" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Fri, 15 May 2026 22:00:15 +0700</pubDate>
<dc:creator>Kuswanto</dc:creator>
<media:keywords>N yadran Desa Waranggono, Desa Sambirejo, Upacara Adat, Swadaya masyarakat, Gembyangan Waranggono, Nganjuk</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p data-start="0" data-end="335"><strong>NGANJUK, SJP –</strong> Alunan gamelan terdengar lirih memecah suasana sore di Punden Sumur Agung, Dusun Ngrajek, Desa Sambirejo, Kecamatan Tanjunganom, Jumat (15/5/2026). Di bawah tenda putih sederhana, dua penari waranggono bergerak luwes mengikuti irama tayub, disaksikan ratusan warga yang larut dalam suasana sakral tradisi Nyadran.</p>
<p data-start="337" data-end="665">Bagi masyarakat Ngrajek, ritual Gembyangan Waranggono bukan sekadar hiburan rakyat. Tradisi ini menjadi penanda hubungan manusia dengan alam, leluhur, dan sumber kehidupan yang selama puluhan tahun dijaga bersama. Di tengah perkembangan zaman, warga masih setia mempertahankan warisan budaya itu agar tidak hilang ditelan waktu.</p>
<p data-start="667" data-end="947">Tahun ini, pelaksanaan Nyadran terasa berbeda. Seluruh rangkaian acara digelar murni atas swadaya masyarakat tanpa keterlibatan Pemerintah Desa Sambirejo. Namun, kondisi itu justru tidak menyurutkan semangat warga untuk tetap menguri-uri budaya Jawa yang diwariskan turun-temurun.</p>
<p data-start="949" data-end="1244">Dengan iuran Rp40 ribu per orang, warga bergotong royong menyiapkan seluruh kebutuhan acara. Mulai dari panggung, konsumsi, hingga pagelaran seni Tayub yang menjadi inti prosesi Gembyangan Waranggono. Kebersamaan itu tampak begitu kuat di antara warga yang sejak pagi telah memadati area punden.</p>
<p data-start="1246" data-end="1534">Di tengah pagelaran, kelompok Kerawitan Ibu-Ibu Sasongko Laras memainkan gamelan yang mengiringi para waranggono menari mengelilingi Sumur Agung. Sumur yang diyakini sebagai sumber kehidupan masyarakat Ngrajek itu menjadi pusat ritual sakral setiap Jumat Pahing dalam tradisi bersih desa.</p>
<p data-start="1536" data-end="1821">Mashudi, salah satu warga Desa Sambirejo, menuturkan bahwa tradisi Gembyangan Waranggono tidak bisa dipisahkan dari sejarah Dusun Ngrajek. Dahulu, para pembabat hutan memilih menetap di wilayah tersebut karena keberadaan sumber mata air besar yang kemudian dikenal sebagai Sumur Agung.</p>
<p data-start="1823" data-end="2079">“Setiap tahun masyarakat menggelar slametan sebagai ungkapan syukur atas melimpahnya air di Sumur Agung. Setelah itu dilanjutkan pagelaran langen tayub dengan dua tandhak yang menari mengitari sumur sebanyak 10 kali,” jelas pria yang akrab disapa Hudi itu.</p>
<p data-start="2081" data-end="2314">Ia juga mengisahkan, tradisi Gembyangan Waranggono memiliki cerita tersendiri sejak tahun 1934. Kala itu, para pinisepuh desa sempat kesulitan mendatangkan dua penari tayub yang dianggap sebagai bagian wajib dalam ritual bersih desa.</p>
<p data-start="2316" data-end="2494">Meski demikian, tradisi tersebut tetap bertahan hingga kini. Bahkan menurut Hudi, semangat warga tahun ini justru semakin besar karena seluruh kegiatan terlaksana secara mandiri.</p>
<p data-start="2496" data-end="2601">“Alhamdulillah acaranya sukses. Semua ini karena masyarakat ingin budaya leluhur tetap lestari,” ujarnya.</p>
<p data-start="2603" data-end="2930">Di tengah kemeriahan acara, kehadiran Kepala Desa Sambirejo, Budi Imam Sugiarto, turut menjadi perhatian warga. Berdasarkan pantauan di lokasi, kepala desa terlihat hadir memantau jalannya acara, namun tidak memberikan komentar saat dimintai keterangan terkait pelaksanaan Nyadran yang dilakukan secara swadaya oleh masyarakat.</p>
<p data-start="2932" data-end="3087">Bagi warga Ngrajek, hal terpenting bukan soal siapa yang terlibat, melainkan bagaimana tradisi tetap hidup sesuai penanggalan adat yang diwariskan leluhur.</p>
<p data-start="3089" data-end="3276" data-is-last-node="" data-is-only-node="">“Yang penting tradisi ini tidak putus. Swadaya ini bentuk cinta kami kepada tanah kelahiran dan sejarah Dusun Ngrajek,” ujar salah seorang tokoh masyarakat yang enggan disebutkan namanya. <strong>(*)</strong></p>
<p data-start="3089" data-end="3276" data-is-last-node="" data-is-only-node=""><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Nyadran di Waung, Ketika Warga Nganjuk Jaga Warisan Leluhur di Tengah Arus Zaman</title>
<link>https://suarajatimpost.com/nyadran-di-waung-ketika-warga-nganjuk-jaga-warisan-leluhur-di-tengah-arus-zaman</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/nyadran-di-waung-ketika-warga-nganjuk-jaga-warisan-leluhur-di-tengah-arus-zaman</guid>
<description><![CDATA[ Ditengah hiruk-pikuk, kegiatan bersih desa ini menjadi simbol rasa syukur sekaligus upaya nyata masyarakat dalam menjaga warisan leluhur di situs keramat tetap menggelar tradisi tahunan yang diwariskan dari para nenek moyangnya ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202605/image_870x580_6a071e4158cf3.webp" length="87314" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Fri, 15 May 2026 21:31:14 +0700</pubDate>
<dc:creator>Kuswanto</dc:creator>
<media:keywords>Bersih Desa, acara tahunan, seni tayub, jaran Jepang, Punden Sumur Gede, Desa Waung Baron, Hasil bumi, Nganjuk</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>NGANJUK, SJP – </strong>Tradisi Nyadran atau manganan masih terus lestari di Desa Waung, Kecamatan Baron, Kabupaten Nganjuk. Di tengah perkembangan zaman dan hiruk-pikuk modernisasi, masyarakat setempat tetap menjaga tradisi bersih desa sebagai simbol rasa syukur sekaligus upaya melestarikan warisan leluhur.</p>
<p>Prosesi sakral digelar di kawasan Punden Mbah Sumur Gede, Jumat (15/5/2026). Sejak siang hari, warga berbondong-bondong datang membawa ambengan sebagai bentuk sedekah bumi. Doa bersama dipanjatkan untuk para leluhur, memohon keselamatan, ketenteraman, dan keberkahan hasil panen bagi seluruh warga dusun.</p>
<p>Suasana khidmat terasa di area punden yang dihiasi janur kuning dan umbul-umbul khas tradisi Jawa. Tradisi tahunan ini juga menjadi ajang mempererat kebersamaan masyarakat lintas generasi.</p>
<p>Berdasarkan informasi dari warga, Punden Mbah Sumur Gede dipercaya sebagai tempat bersejarah yang berkaitan dengan leluhur pendiri wilayah tersebut. Air dari sumur di kawasan punden juga diyakini sebagian masyarakat memiliki khasiat untuk pengobatan berbagai penyakit.</p>
<p>"Niki tradisi nenek moyang engkang kedah diuri-uri. Menawi mboten, warga kuatir pagebluk bakal tumeko ing Sumurgede mriki. (Ini tradisi dari nenek moyang yang harus dilaksanakan. Sebab jika tidak warga kuatir balak atau musibah bakal menimpa Sumurgede)," ujar Mbahni, sesepuh sekaligus juru rawat punden, kepada media di sela acara Nyadran.</p>
<p>Kepala Desa Waung, M. Doni Rudianto, menyampaikan rasa syukur atas suksesnya pelaksanaan prosesi Nyadran dan Bersih Desa yang dipusatkan di Punden Mbah Sumur Gede.</p>
<p>Menurutnya, kegiatan tersebut bukan sekadar ritual tahunan, melainkan momentum memperkuat spiritualitas dan kerukunan warga desa.</p>
<p>"Alhamdulillah, hari ini warga Dusun Waung tumpah ruah. Kami berkumpul di Punden Mbah Sumur Gede ini untuk memanjatkan puji syukur kepada Allah SWT atas segala nikmat, kesehatan, dan hasil bumi yang melimpah setahun belakangan ini," ujar Doni.</p>
<p>Ia juga mengapresiasi semangat gotong royong masyarakat yang turut menghidupkan kembali kesenian tradisional seperti Kuda Kepang dan Tayub melalui Paguyuban Haswono Budoyo.</p>
<p>"Melihat warga guyub rukun, dari yang tua sampai anak-anak hadir menonton Kuda Kepang dan Tayub, itu adalah kebahagiaan tersendiri bagi saya. Ini adalah bukti nyata bahwa masyarakat Waung sangat peduli dalam menguri-uri atau melestarikan budaya Jawa agar tidak tergerus zaman," tambahnya.</p>
<p>Doni berharap tradisi Bersih Desa dan Nyadran dapat terus menjadi energi positif bagi pembangunan desa dan kesejahteraan masyarakat.</p>
<p>"Harapan saya, dengan semangat Nyadran ini, ke depan Desa Waung semakin maju, warganya semakin makmur, dan kita semua tetap kompak dalam memajukan lingkungan kita sendiri," pungkasnya di hadapan tokoh masyarakat dan sesepuh dusun. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Sabtu Besok, Presiden Prabowo Dijadwalkan Resmikan Museum Marsinah dan KDKMP di Nganjuk</title>
<link>https://suarajatimpost.com/sabtu-besok-presiden-prabowo-dijadwalkan-resmikan-museum-marsinah-dan-kdkmp-di-nganjuk</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/sabtu-besok-presiden-prabowo-dijadwalkan-resmikan-museum-marsinah-dan-kdkmp-di-nganjuk</guid>
<description><![CDATA[ Kepastian ini disampaikan langsung oleh Bupati Nganjuk, Marhaen Djumadi, setelah menerima konfirmasi terbaru mengenai agenda kepresidenan. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202605/image_870x580_6a06ae41c8aa3.webp" length="40826" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Fri, 15 May 2026 12:45:00 +0700</pubDate>
<dc:creator>Kuswanto</dc:creator>
<media:keywords>Bupati Nganjuk Marhaen Djumadi, Forkopimda, Kedatangan Presiden RI, Prabowo Subianto, resmikan museum patung Marsinah, Makam Marsinah, Sabtu 16 Mei 2026, Pengamanan dan pengalihan arus, Nganjuk</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>NGANJUK, SJP</strong> — Teka-teki mengenai jadwal kunjungan kerja Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, ke Kabupaten Nganjuk akhirnya menemui titik terang. Kepala Negara dipastikan akan berkunjung ke Bumi Anjuk Ladang pada Sabtu (16/5/2026) besok.</p>
<p>Kepastian ini disampaikan langsung oleh Bupati Nganjuk, Marhaen Djumadi, setelah menerima konfirmasi terbaru mengenai agenda kepresidenan. Sebelumnya, kunjungan sempat direncanakan bertepatan dengan momentum Hari Buruh pada 2 Mei, namun dijadwalkan ulang karena padatnya agenda kenegaraan.</p>
<p>Dalam kunjungan bersejarah ini, Presiden Prabowo dijadwalkan menghadiri sejumlah agenda penting yang berpusat di dua lokasi, yakni ziarah dan peresmian Museum Marsinah. </p>
<p>Presiden akan berziarah ke makam pahlawan buruh nasional, Marsinah, di Desa Nglundo, Kecamatan Sukomoro. Di lokasi yang sama, Presiden akan meresmikan Museum dan Rumah Singgah Marsinah sebagai bentuk penghormatan negara atas perjuangan hak-hak pekerja.</p>
<p>Selain agenda sejarah, Presiden dijadwalkan meluncurkan program 1.000 Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih secara nasional. Peluncuran tersebut rencananya dipusatkan di Desa Nglawak, Kecamatan Kertosono.</p>
<p>"Insyaallah, Bapak Presiden Prabowo Subianto akan hadir langsung di Nganjuk besok Sabtu pagi. Agenda utamanya adalah memberikan penghormatan di Makam Marsinah serta meresmikan Museum dan Monumen Marsinah yang baru saja selesai dipugar," ujar Bupati Marhaen saat meninjau lokasi persiapan, Jumat (15/5/2026).</p>
<p>Bupati yang karib disapa Kang Marhaen tersebut menjelaskan, awalnya Prabowo dijadwalkan hadir pada 2 Mei, namun agenda tersebut tertunda. Setelah penjadwalan ulang, Prabowo dipastikan tiba di Nganjuk pada 16 Mei mendatang.</p>
<p>Setidaknya terdapat beberapa titik yang akan dikunjungi Presiden beserta rombongan. Pertama adalah Makam Marsinah, Museum dan Rumah Singgah Marsinah, serta Patung Marsinah di Desa Nglundo, Kecamatan Sukomoro. Selain ketiga lokasi tersebut, Presiden juga dijadwalkan meresmikan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP).</p>
<p>"Peresmian KDMP akan dilakukan secara nasional namun dipusatkan di Nganjuk. Rencananya peresmian akan dilakukan di KDMP Desa Nglawak, Kecamatan Kertosono," tambahnya.</p>
<p>Sementara itu, menjelang kedatangan Presiden, Pemkab Nganjuk terus mematangkan persiapan, salah satunya dengan menggelar gladi kotor. Pada Rabu (13/5/2026), gladi kotor dilakukan oleh seluruh elemen Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) di tiga lokasi yang berada di Desa Nglundo.</p>
<p>Di Museum dan Rumah Singgah Marsinah, petugas menyiapkan tenda untuk prosesi peresmian. Persiapan serupa dilakukan di area Patung Marsinah. Selain itu, di sepanjang jalan mulai dari Gapura Desa Nglundo hingga Makam Marsinah, petugas melakukan pengecatan tembok rumah warga serta sejumlah fasilitas umum (fasum).</p>
<p>"Pihak kepolisian juga sudah menyisir seluruh rumah warga untuk melakukan sterilisasi," imbuhnya.</p>
<p>Kang Marhaen berharap kunjungan Presiden ke Nganjuk berjalan lancar, mulai dari peresmian Museum dan Rumah Singgah Marsinah hingga peluncuran KDMP di Desa Nglawak. </p>
<p>"Semoga semuanya dapat berjalan lancar tanpa ada hambatan," pungkasnya.</p>
<p>Secara terpisah, Kepolisian Resor (Polres) Nganjuk melalui Satuan Lalu Lintas (Satlantas) telah menyiapkan skema pengamanan dan rekayasa arus lalu lintas berskala besar. Guna menjamin kelancaran rombongan kepresidenan (RI-1) dan keamanan kawasan, petugas akan memberlakukan sterilisasi jalur dan pengalihan arus kendaraan mulai pukul 07.00 WIB hingga selesai.</p>
<p>Pihak kepolisian menetapkan area steril yang tertutup bagi kendaraan umum non-kepentingan, mulai dari Simpang 4 Sukomoro ke arah timur hingga Simpang 4 Ngrajek.</p>
<p><strong>Detail Pengalihan Arus Lalu Lintas:</strong></p>
<p>Untuk meminimalkan kemacetan, Satlantas Polres Nganjuk membagi rute pengalihan sebagai berikut:</p>
<p>1. Kendaraan Berat: Kendaraan roda enam atau lebih dari arah Madiun maupun Surabaya diwajibkan melalui jalur jalan tol.</p>
<p>2. Dari Arah Madiun: Dialihkan melalui Simpang 3 Terminal Nganjuk belok kiri (jalan lingkar) menuju Gerbang Tol Nganjuk.</p>
<p>3. Dari Arah Surabaya: Dialihkan melalui Gerbang Tol Bandarkedungmulyo, Jombang.</p>
<p>4. Rute Madiun menuju Kediri: Pengendara diarahkan melalui Simpang 4 TL Guyangan (belok kanan) – Jl. Raya Nganjuk-Kediri – Simpang 4 TL Candirejo (belok kanan) – Tugu Adipura Loceret (belok kiri) – Simpang 3 Patihan (belok kanan). Kendaraan dari arah Surabaya diarahkan berbelok ke kiri di Simpang 3 Mengkreng menuju arah Kediri.</p>
<p>5. Rute Kertosono menuju Madiun: Dialihkan melalui Simpang 4 Baron (belok kiri) – Simpang 3 Masjid Jami’ Warujayeng (belok kiri) – Simpang 3 Jetis (belok kanan) – Tugu Adipura Loceret (belok kanan) – Simpang 4 Candirejo (belok kiri) – Simpang 4 Tiripan (belok kanan) – Simpang 4 Guyangan (belok kiri) menuju arah Madiun. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Inspektorat Nganjuk Sebut Audit Dugaan Penyimpangan APBDes Desa Bandung Sudah Sesuai Prosedur</title>
<link>https://suarajatimpost.com/inspektorat-nganjuk-sebut-audit-dugaan-penyimpangan-apbdes-desa-bandung-sudah-sesuai-prosedur</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/inspektorat-nganjuk-sebut-audit-dugaan-penyimpangan-apbdes-desa-bandung-sudah-sesuai-prosedur</guid>
<description><![CDATA[ Inspektorat Kabupaten Nganjuk menegaskan pemeriksaan dugaan penyimpangan APBDes 2022 Desa Bandung dilakukan sesuai SOP dan berdasarkan bukti valid. Kasus ini mencuat setelah muncul dokumen klarifikasi pembangunan jembatan Bumdes yang kini mengalami kerusakan. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202605/image_870x580_6a04783677942.webp" length="34166" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 13 May 2026 22:40:23 +0700</pubDate>
<dc:creator>Kuswanto</dc:creator>
<media:keywords>Jembatan rusak berat, Desa Bandung, Inspektorat, hasil audit, anggaran dana desa, Pemdes Bandung, Nganjuk</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p data-start="0" data-end="422"><strong data-start="0" data-end="16">NGANJUK, SJP</strong> – Penanganan dugaan penyimpangan realisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes) Tahun 2022 di Desa Bandung, Kecamatan Prambon, Kabupaten Nganjuk, masih menjadi sorotan publik.</p>
<p data-start="0" data-end="422">Menanggapi adanya aduan masyarakat terkait dugaan ketidaksesuaian prosedur penanganan perkara, Inspektorat Kabupaten Nganjuk menegaskan seluruh proses pemeriksaan dilakukan sesuai aturan dan berdasarkan bukti yang valid.</p>
<p data-start="424" data-end="592">Inspektur Inspektorat Kabupaten Nganjuk, Samsul Huda, mengatakan pihaknya tidak dapat melakukan pemeriksaan hanya berdasarkan asumsi maupun laporan tanpa dasar yang jelas.</p>
<p data-start="594" data-end="840">“Dalam setiap penanganan perkara, prinsipnya siapa yang mendalilkan maka dia wajib membuktikan. Kami bekerja berdasarkan fakta dan dokumen yang autentik,” ujar Samsul Huda saat memberikan klarifikasi terkait prosedur audit desa, Rabu (13/5/2026).</p>
<p data-start="842" data-end="1032">Kasus ini mencuat setelah munculnya dokumen Berita Acara Klarifikasi Realisasi APBDes Tahun 2022 Desa Bandung yang memuat sejumlah kegiatan fisik dan nonfisik, termasuk pembangunan jembatan.</p>
<p data-start="1034" data-end="1263">Salah seorang warga yang tergabung dalam Forum Masyarakat Desa Bandung menyebut, dalam dokumen tersebut tercatat kegiatan Pengembangan dan Pelaksanaan BUMDes berupa pembangunan jembatan menghabiskan anggaran sebesar Rp42.681.950.</p>
<p data-start="1265" data-end="1456">Ia menjelaskan, proses klarifikasi dilakukan pada Kamis, 23 Februari 2023, di Ruang Kerja Camat Prambon sebagai tindak lanjut monitoring dan evaluasi terhadap kinerja Pemerintah Desa Bandung.</p>
<p data-start="1458" data-end="1554">“Saat itu kami menyerahkan data APBDes tahun 2022 di kantor kecamatan,” ujarnya kepada wartawan.</p>
<p data-start="1556" data-end="1780">Samsul Huda menambahkan, setiap laporan yang masuk, baik dari masyarakat, lembaga swadaya masyarakat (LSM), maupun Aparat Penegak Hukum (APH), terlebih dahulu diverifikasi sebelum ditindaklanjuti ke tahap audit investigatif.</p>
<p data-start="1782" data-end="1942">Menurutnya, apabila pelapor tidak mampu menunjukkan bukti kuat atas tuduhan yang disampaikan, maka Inspektorat akan kesulitan melakukan pendalaman lebih lanjut.</p>
<p data-start="1944" data-end="2160">“Setiap aduan atau tuduhan harus disertai bukti yang kuat dan relevan agar bisa ditindaklanjuti secara mendalam. Untuk kasus Desa Bandung, pemeriksaan sudah selesai dilakukan,” tegasnya saat dihubungi SuaraJatimPost.</p>
<p data-start="2162" data-end="2320">Ia memastikan Inspektorat tetap bekerja sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP) guna memastikan tata kelola pemerintahan desa berjalan sesuai koridor hukum.</p>
<p data-start="2322" data-end="2604">Sebelumnya diberitakan, jembatan penghubung menuju Badan Usaha Milik Desa Bersama (Bumdesma) di Desa Bandung mengalami kerusakan parah hingga jebol. Jembatan yang dibangun pada 2022 menggunakan anggaran dana desa sekitar Rp30 juta itu hingga kini belum diperbaiki secara menyeluruh.</p>
<p data-start="2606" data-end="2814">Pelaksana Kegiatan Desa Bandung, Agung, mengatakan proyek tersebut telah diaudit oleh Inspektorat pada tahun 2023. Saat itu terdapat catatan pengembalian material urukan yang dinilai tidak sesuai spesifikasi.</p>
<p data-start="2816" data-end="2975">“Dulu ada pengembalian urukan yang kurang spesifikasi, tetapi untuk struktur jembatannya sendiri sudah sesuai,” kata Agung saat dikonfirmasi, Kamis (7/5/2026).</p>
<p data-start="2977" data-end="3121">Ia menjelaskan, kerusakan jembatan dipicu oleh kendaraan bermuatan berat yang melintas selama aktivitas proyek Koperasi Desa Merah Putih (KDMP).</p>
<p data-start="3123" data-end="3236">“Karena akses proyek KDMP, akhirnya jembatan jebol. Muatannya tidak sesuai kapasitas yang direncanakan,” ujarnya. <strong>(*)</strong></p>
<p data-start="3123" data-end="3236"><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Sidang Kasus Penggelapan di PN Nganjuk Memanas, Kuasa Hukum Terdakwa Soroti Keterangan Saksi Ahli JPU</title>
<link>https://suarajatimpost.com/sidang-kasus-penggelapan-di-pn-nganjuk-memanas-kuasa-hukum-terdakwa-soroti-keterangan-saksi-ahli-jpu</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/sidang-kasus-penggelapan-di-pn-nganjuk-memanas-kuasa-hukum-terdakwa-soroti-keterangan-saksi-ahli-jpu</guid>
<description><![CDATA[ Sidang dugaan penggelapan di PN Nganjuk kembali memanas. Kuasa hukum terdakwa YM menilai saksi ahli yang dihadirkan JPU tidak mampu memperkuat dakwaan dan mengaku tidak menguasai KUHAP saat dicecar pertanyaan di persidangan. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202605/image_870x580_6a047b6c011a0.webp" length="24094" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 13 May 2026 21:19:54 +0700</pubDate>
<dc:creator>Kuswanto</dc:creator>
<media:keywords>Sidang lanjutan kasus dugaan penggelapan, Yulia Margaretha, Penasehat hukum Dr Prayogo Laksono, JPU, Saksi ahli JPU, Pengadilan Negeri Nganjuk, Nganjuk</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<div class="qMYqUG_convSearchResultHighlightRoot">
<div class="" data-turn-id-container="request-WEB:144401e4-57fc-4634-b8a2-e8ce0d090e49-6" data-is-intersecting="true">
<div class="relative w-full overflow-visible">
<section class="text-token-text-primary w-full focus:outline-none [--shadow-height:45px] has-data-writing-block:pointer-events-none has-data-writing-block:-mt-(--shadow-height) has-data-writing-block:pt-(--shadow-height) [&amp;:has([data-writing-block])&gt;*]:pointer-events-auto R6Vx5W_threadScrollVars scroll-mb-[calc(var(--scroll-root-safe-area-inset-bottom,0px)+var(--thread-response-height))] scroll-mt-[calc(var(--header-height)+min(200px,max(70px,20svh)))]" dir="auto" data-turn-id="request-WEB:144401e4-57fc-4634-b8a2-e8ce0d090e49-6" data-turn-id-container="request-WEB:144401e4-57fc-4634-b8a2-e8ce0d090e49-6" data-testid="conversation-turn-6" data-scroll-anchor="false" data-turn="assistant">
<div class="text-base my-auto mx-auto pb-10 [--thread-content-margin:var(--thread-content-margin-xs,calc(var(--spacing)*4))] @w-sm/main:[--thread-content-margin:var(--thread-content-margin-sm,calc(var(--spacing)*6))] @w-lg/main:[--thread-content-margin:var(--thread-content-margin-lg,calc(var(--spacing)*16))] px-(--thread-content-margin)">
<div class="[--thread-content-max-width:40rem] @w-lg/main:[--thread-content-max-width:48rem] mx-auto max-w-(--thread-content-max-width) flex-1 group/turn-messages focus-visible:outline-hidden relative flex w-full min-w-0 flex-col agent-turn">
<div class="flex max-w-full flex-col gap-4 grow">
<div data-message-author-role="assistant" data-message-id="151dfeb9-e051-4169-b3bc-74066c65c99b" dir="auto" data-message-model-slug="gpt-5-5" class="min-h-8 text-message relative flex w-full flex-col items-end gap-2 text-start break-words whitespace-normal outline-none keyboard-focused:focus-ring [.text-message+&amp;]:mt-1" data-turn-start-message="true" tabindex="0">
<div class="flex w-full flex-col gap-1 empty:hidden">
<div class="markdown prose dark:prose-invert wrap-break-word w-full light markdown-new-styling">
<p data-start="0" data-end="233"><strong data-start="0" data-end="16">NGANJUK, SJP</strong> – Persidangan kasus dugaan penggelapan dengan terdakwa Yulia Margaretha (YM) di Pengadilan Negeri Nganjuk kembali berlanjut, Rabu (13/5/2026). Sidang kali ini menghadirkan saksi ahli dari Jaksa Penuntut Umum (JPU).</p>
<p data-start="235" data-end="497">Usai persidangan, tim penasihat hukum terdakwa, Dr. Prayogo Laksono, memberikan pernyataan tegas kepada awak media terkait keterangan ahli yang dihadirkan jaksa. Menurutnya, saksi ahli tersebut dinilai tidak mampu memperkuat konstruksi dakwaan JPU secara utuh.</p>
<p data-start="499" data-end="754">Prayogo menyoroti kompetensi ahli yang dihadirkan dalam perkara dugaan penggelapan tersebut. Ia menilai jawaban saksi ahli justru menunjukkan ketidakmampuan dalam menjelaskan materi yang berkaitan langsung dengan dakwaan maupun aspek hukum acara pidana.</p>
<p data-start="756" data-end="882">“Bahkan saksi tadi menyatakan sendiri bahwa dia bukan ahlinya di bidang tersebut saat kami tanya,” ujar Prayogo usai sidang.</p>
<p data-start="884" data-end="1089">Menurut Prayogo, perkara yang didakwakan dengan Pasal 372 maupun Pasal 374 KUHP sebenarnya memiliki unsur hukum yang sederhana. Namun, ia menilai konstruksi hukum yang dibangun jaksa terkesan dipaksakan.</p>
<p data-start="1091" data-end="1300">“Kami sudah mulai mengarahkan pertanyaan pada materi dakwaan, tetapi ahli justru mengaku tidak menguasai KUHAP. Ini menunjukkan kesaksian hari ini belum mampu menguatkan dakwaan jaksa secara utuh,” tegasnya.</p>
<p data-start="1302" data-end="1520">Prayogo juga menyatakan optimistis pihaknya dapat mematahkan argumentasi jaksa dalam sidang lanjutan nanti. Agenda persidangan berikutnya akan menghadirkan saksi yang meringankan serta saksi ahli dari pihak terdakwa.</p>
<p data-start="1522" data-end="1601">“Kami optimistis bisa membuktikan bahwa klien kami tidak bersalah,” imbuhnya.</p>
<p data-start="1603" data-end="1778">Sebelumnya, sidang perkara dugaan penggelapan dengan terdakwa YM telah memasuki tahap pembuktian melalui pemeriksaan lima orang saksi yang dihadirkan JPU, Senin (11/5/2026).</p>
<p data-start="1780" data-end="1948">Dalam persidangan sebelumnya, tim penasihat hukum menyoroti adanya perbedaan nominal kerugian yang tercantum dalam dakwaan dengan fakta yang terungkap di persidangan.</p>
<p data-start="1950" data-end="2091">JPU dalam dakwaannya menyebut kerugian sebesar Rp40 juta. Namun berdasarkan keterangan para saksi, nominal yang disebut mencapai Rp45 juta.</p>
<p data-start="2093" data-end="2300">“Terbukti jumlah kerugian yang didakwakan penuntut umum Rp40 juta, padahal fakta materiilnya Rp45 juta. Ada selisih yang dianggap sebagai kerugian, ini menunjukkan ketidaksinkronan,” kata Prayogo saat itu.</p>
<p data-start="2302" data-end="2584">Dalam sidang tersebut, saksi Anik menjelaskan dirinya meminta bantuan kepada terdakwa terkait tunggakan pinjaman di Bank Babat Lestari. Ia mengaku memiliki utang awal Rp60 juta yang kemudian membengkak hingga sekitar Rp150 juta akibat tunggakan dan ancaman lelang dari pihak bank.</p>
<p data-start="2586" data-end="2775">Menurut Anik, terdakwa YM disebut meminta imbalan jasa sebesar Rp5 juta apabila proses penyelesaian berhasil dilakukan. Untuk itu, Anik mengaku menandatangani surat kuasa kepada terdakwa.</p>
<p data-start="2777" data-end="3067">Sementara itu, saksi Darmaji mengaku menyerahkan uang total Rp45 juta kepada terdakwa, terdiri dari Rp40 juta dengan kwitansi dan Rp5 juta tanpa kwitansi. Ia juga menyebut proses penyelesaian kredit akhirnya dilakukan sendiri oleh Anik dengan pelunasan sekitar Rp83 juta kepada pihak BPR.</p>
<p data-start="3069" data-end="3331">Di sisi lain, tim penasihat hukum terdakwa menegaskan unsur mens rea atau niat jahat dalam perkara tersebut tidak terpenuhi. Menurut mereka, uang Rp25 juta yang dipersoalkan merupakan bagian dari jasa hukum atau lawyer fee yang telah disepakati secara terbuka.</p>
<p data-start="3333" data-end="3478" data-is-last-node="" data-is-only-node="">Tim kuasa hukum terdakwa menyatakan akan kembali membedah unsur Pasal 372 KUHP dalam sidang lanjutan untuk memperjelas posisi hukum kliennya. <strong>(*)</strong></p>
</div>
</div>
</div>
</div>
<div class="z-0 flex min-h-[46px] justify-start"><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></div>
</div>
</div>
</section>
</div>
</div>
</div>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Ratusan Warga Margopatut Nganjuk Geruduk Balai Desa, Tuntut Perbaikan Jalan dan Evaluasi Kasun Sembung</title>
<link>https://suarajatimpost.com/ratusan-warga-margopatut-nganjuk-geruduk-balai-desa-tuntut-perbaikan-jalan-dan-evaluasi-kasun-sembung</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/ratusan-warga-margopatut-nganjuk-geruduk-balai-desa-tuntut-perbaikan-jalan-dan-evaluasi-kasun-sembung</guid>
<description><![CDATA[ Ratusan warga Desa Margopatut, Kecamatan Sawahan, Nganjuk, menggelar aksi unjuk rasa di Balai Desa menuntut perbaikan jalan rusak dan peningkatan pelayanan perangkat desa. Aksi sempat ricuh sebelum akhirnya dimediasi aparat keamanan dan pemerintah desa. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202605/image_870x580_6a0456edd38d7.webp" length="39574" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 13 May 2026 17:59:18 +0700</pubDate>
<dc:creator>Kuswanto</dc:creator>
<media:keywords>Aksi demo warga, ratusan warga gerudug balai desa, Pemdes Margo patut, tuntutan warga, infrastruktur, domisili Kasunanan, Sawahan, Nganjuk</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<div class="qMYqUG_convSearchResultHighlightRoot">
<div class="" data-turn-id-container="request-WEB:1da0ec98-a613-4a09-a5ca-6f181c414a19-2" data-is-intersecting="true">
<div class="relative w-full overflow-visible">
<section class="text-token-text-primary w-full focus:outline-none [--shadow-height:45px] has-data-writing-block:pointer-events-none has-data-writing-block:-mt-(--shadow-height) has-data-writing-block:pt-(--shadow-height) [&amp;:has([data-writing-block])&gt;*]:pointer-events-auto R6Vx5W_threadScrollVars scroll-mb-[calc(var(--scroll-root-safe-area-inset-bottom,0px)+var(--thread-response-height))] scroll-mt-[calc(var(--header-height)+min(200px,max(70px,20svh)))]" dir="auto" data-turn-id="request-WEB:1da0ec98-a613-4a09-a5ca-6f181c414a19-2" data-turn-id-container="request-WEB:1da0ec98-a613-4a09-a5ca-6f181c414a19-2" data-testid="conversation-turn-4" data-scroll-anchor="false" data-turn="assistant">
<div class="text-base my-auto mx-auto pb-10 [--thread-content-margin:var(--thread-content-margin-xs,calc(var(--spacing)*4))] @w-sm/main:[--thread-content-margin:var(--thread-content-margin-sm,calc(var(--spacing)*6))] @w-lg/main:[--thread-content-margin:var(--thread-content-margin-lg,calc(var(--spacing)*16))] px-(--thread-content-margin)">
<div class="[--thread-content-max-width:40rem] @w-lg/main:[--thread-content-max-width:48rem] mx-auto max-w-(--thread-content-max-width) flex-1 group/turn-messages focus-visible:outline-hidden relative flex w-full min-w-0 flex-col agent-turn">
<div class="flex max-w-full flex-col gap-4 grow">
<div data-message-author-role="assistant" data-message-id="89a8507b-74cf-402b-bac5-c7c0af89f9a0" dir="auto" data-message-model-slug="gpt-5-5" class="min-h-8 text-message relative flex w-full flex-col items-end gap-2 text-start break-words whitespace-normal outline-none keyboard-focused:focus-ring [.text-message+&amp;]:mt-1" data-turn-start-message="true" tabindex="0">
<div class="flex w-full flex-col gap-1 empty:hidden">
<div class="markdown prose dark:prose-invert wrap-break-word w-full light markdown-new-styling">
<p data-start="0" data-end="310"><strong data-start="0" data-end="18">NGANJUK, SJP –</strong> Ratusan warga Desa Margopatut, Kecamatan Sawahan, Kabupaten Nganjuk, menggelar aksi unjuk rasa di Balai Desa setempat, Rabu (13/5/2026). Aksi tersebut dipicu kekecewaan warga terhadap pelayanan perangkat desa serta kondisi infrastruktur jalan yang dinilai terbengkalai selama bertahun-tahun.</p>
<p data-start="312" data-end="528">Aksi massa sempat memanas dan diwarnai kericuhan di luar gedung balai desa. Namun situasi berhasil dikendalikan setelah aparat keamanan dari unsur TNI dan Polri memfasilitasi mediasi antara warga dan pemerintah desa.</p>
<p data-start="530" data-end="725">Dalam mediasi yang berlangsung di salah satu ruangan balai desa, hadir perwakilan warga, perangkat desa, serta aparat keamanan guna meredam ketegangan dan mencari solusi atas tuntutan masyarakat.</p>
<p data-start="727" data-end="874">Koordinator aksi, Nur Hasyim, yang juga menjabat Ketua RT setempat, menyampaikan bahwa terdapat dua persoalan utama yang menjadi pemicu aksi warga.</p>
<p data-start="876" data-end="1057">Pertama, warga meminta Kepala Dusun (Kasun) Sembung, Petua Arrin Aulia Dipiarsa, untuk berdomisili di wilayah Dusun Sembung agar pelayanan kepada masyarakat dapat berjalan maksimal.</p>
<p data-start="1059" data-end="1237">Selain itu, warga juga mendesak Pemerintah Desa Margopatut untuk menjadi penghubung kepada Pemerintah Kabupaten Nganjuk terkait kerusakan jalan yang sudah berlangsung cukup lama.</p>
<p data-start="1239" data-end="1391">Menurut Nur Hasyim, kondisi jalan di wilayah tersebut telah rusak parah dan belum mendapatkan perbaikan berarti selama kurang lebih lima tahun terakhir.</p>
<p data-start="1393" data-end="1619">“Kamі berterima kasih kepada kepala desa yang telah menerima kami dengan baik dan bersedia menampung aspirasi masyarakat. Kami berharap apa yang sudah dijanjikan bisa segera direalisasikan,” ujar Nur Hasyim usai mediasi.</p>
<p data-start="1621" data-end="1783">Menanggapi tuntutan warga, Kepala Desa Margopatut, Solihin, menyatakan pihak pemerintah desa telah mengambil sejumlah langkah untuk menjawab keresahan masyarakat.</p>
<p data-start="1785" data-end="1984">Terkait tuntutan terhadap Kasun Sembung, Solihin mengatakan yang bersangkutan telah menyatakan kesediaannya untuk lebih aktif di wilayah tugasnya serta segera mencari tempat tinggal di Dusun Sembung.</p>
<p data-start="1986" data-end="2305">Sementara mengenai pelayanan kesehatan di Polindes (Poliklinik Desa), Solihin menjelaskan bahwa kekosongan pelayanan terjadi karena petugas sedang cuti melahirkan.</p>
<p data-start="1986" data-end="2305">Pemerintah desa, lanjutnya, telah berkoordinasi dengan pihak puskesmas agar segera dilakukan pengisian petugas sehingga pelayanan kesehatan kembali normal.</p>
<p data-start="2307" data-end="2429">Disinggung mengenai isu pajak desa yang sempat menjadi sorotan warga, Solihin menegaskan persoalan tersebut telah selesai.</p>
<p data-start="2431" data-end="2525">“Sudah diselesaikan, tidak ada masalah lagi terkait pajak. Itu hanya isu saja,” tegas Solihin.</p>
<p data-start="2527" data-end="2819">Terkait jalan rusak, Solihin menjelaskan bahwa status jalan tersebut merupakan kewenangan Pemerintah Kabupaten Nganjuk melalui Dinas Pekerjaan Umum (PU). Meski demikian, pihak desa mengaku terus berkoordinasi dengan pemerintah kecamatan dan pihak terkait agar perbaikan segera direalisasikan.</p>
<p data-start="2821" data-end="2959">Ia menyebut terdapat dua titik prioritas yang diusulkan untuk mendapat bantuan perbaikan, yakni jalur dari Gapura hingga perbatasan Wates.</p>
<p data-start="2961" data-end="3123">“Kami berkomitmen terus mengawal proses ini dengan berkoordinasi langsung kepada pihak PU maupun anggota dewan agar pembangunan bisa segera terealisasi,” katanya.</p>
<p data-start="3125" data-end="3300">Sementara itu, Kasun Sembung, Petua Arrin Aulia Dipiarsa, secara terbuka menandatangani surat pernyataan di hadapan warga sebagai bentuk komitmen memenuhi tuntutan masyarakat.</p>
<p data-start="3302" data-end="3420">Dalam surat tersebut, ia menyatakan siap menerima konsekuensi apabila tidak menjalankan kesepakatan yang telah dibuat.</p>
<p data-start="3422" data-end="3579">“Apabila apa yang saya sepakati ini tidak saya jalankan, saya siap digantikan atau mengundurkan diri atas kesadaran pribadi,” bunyi pernyataan Kasun Sembung.</p>
<p data-start="3581" data-end="3838">Meski mediasi berlangsung kondusif, warga menegaskan akan terus mengawal realisasi seluruh janji yang telah disampaikan pemerintah desa. Mereka juga mengancam akan kembali menggelar aksi dengan massa lebih besar apabila tuntutan tidak segera direalisasikan.</p>
<p data-start="3840" data-end="4069" data-is-last-node="" data-is-only-node="">Hingga berita ini diturunkan, massa aksi membubarkan diri secara tertib sambil menunggu langkah konkret dari pemerintah desa maupun Pemerintah Kabupaten Nganjuk terkait perbaikan jalan dan peningkatan disiplin perangkat desa. <strong>(*)</strong></p>
</div>
</div>
</div>
</div>
<div class="z-0 flex min-h-[46px] justify-start"><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></div>
</div>
</div>
</section>
</div>
</div>
</div>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Bus Sugeng Rahayu Terobos Jalur Kota Nganjuk, Warga Keluhkan Aksi Ugal&amp;Ugalan</title>
<link>https://suarajatimpost.com/bus-sugeng-rahayu-terobos-jalur-kota-nganjuk-warga-keluhkan-aksi-ugal-ugalan</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/bus-sugeng-rahayu-terobos-jalur-kota-nganjuk-warga-keluhkan-aksi-ugal-ugalan</guid>
<description><![CDATA[ Selain melanggar jalur, gaya mengemudi yang dianggap arogan dan tidak mematuhi aturan ini dinilai sangat membahayakan keselamatan publik. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202605/image_870x580_6a0334f201ae3.webp" length="39350" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Tue, 12 May 2026 22:00:15 +0700</pubDate>
<dc:creator>Kuswanto</dc:creator>
<media:keywords>Ugal-ugalan, Bus Sugeng Rahayu, Menerobos Jalur Kota, Satlantas Polres Nganjuk, Nganjuk</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>NGANJUK, SJP – </strong>Aksi ugal-ugalan bus antarkota kembali memicu keresahan warga di Kabupaten Nganjuk. Kali ini, sebuah bus PO Sugeng Rahayu jurusan Surabaya–Jogja–Purwokerto dengan nomor polisi W 7492 UP terekam melintas di jalur pusat kota yang seharusnya dilarang bagi kendaraan besar.</p>
<p>Berdasarkan informasi di lapangan, bus tersebut melaju di tengah kepadatan arus lalu lintas kota dan berhimpitan dengan pengendara roda dua. Selain diduga melanggar trayek, gaya mengemudi sopir bus juga dinilai arogan dan membahayakan keselamatan pengguna jalan lainnya.</p>
<p>Kondisi itu memicu keluhan warga. Mereka menilai pengawasan terhadap kendaraan besar yang masuk ke kawasan perkotaan masih lemah, sehingga pelanggaran serupa terus berulang.</p>
<p>“Ini sudah bukan jalurnya. Harusnya lewat ring road, tapi malah masuk kota. Sangat membahayakan karena jalannya sempit dan banyak aktivitas warga. Kami menyayangkan seolah tidak ada tindakan tegas di titik-titik masuk kota,” ujar salah seorang warga yang melintas, Selasa (12/5/2026).</p>
<p>Menanggapi kejadian tersebut, Kasat Lantas Polres Nganjuk, AKP Ivan Danara Oktavian, mengaku pihaknya sudah beberapa kali melakukan penertiban terhadap bus yang nekat menerobos jalur perkotaan.</p>
<p>“Sudah sering kita tertibkan, kita beri imbauan bahkan sanksi. Tapi ya begitu, angel temen tuturane (susah sekali diberi tahu). Sepertinya mereka mencari celah saat petugas lengah di lapangan,” ujarnya saat dikonfirmasi melalui WhatsApp.</p>
<p>Pihak kepolisian mengimbau seluruh pengemudi angkutan umum agar mematuhi jalur dan aturan lalu lintas yang telah ditetapkan demi menjaga keselamatan bersama. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Satgas MBG Suspend Dua SPPG di Nganjuk, IPAL Dinilai Belum Penuhi Standar</title>
<link>https://suarajatimpost.com/satgas-mbg-suspend-dua-sppg-di-nganjuk-ipal-dinilai-belum-penuhi-standar</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/satgas-mbg-suspend-dua-sppg-di-nganjuk-ipal-dinilai-belum-penuhi-standar</guid>
<description><![CDATA[ Satgas Makan Bergizi Gratis (MBG) menghentikan sementara operasional SPPG Baron dan Lengkong di Nganjuk akibat fasilitas IPAL yang belum memenuhi standar Badan Gizi Nasional. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202605/image_870x580_6a030acfb84c2.webp" length="43182" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Tue, 12 May 2026 18:32:04 +0700</pubDate>
<dc:creator>Kuswanto</dc:creator>
<media:keywords>Satgas MBG, 2 SPPG di skorsing, Baron, Lengkong, Masalah IPAL, BGN, Mitra MBG, CV Semi, PT NJM, Nganjuk</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p data-start="0" data-end="328"><strong data-start="0" data-end="16">NGANJUK, SJP</strong> – Satuan Tugas (Satgas) Makan Bergizi Gratis (MBG) resmi menjatuhkan sanksi penghentian sementara operasional atau suspend terhadap dua Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kabupaten Nganjuk. Keputusan tersebut diambil setelah ditemukan ketidaksesuaian standar operasional pada fasilitas pengolahan limbah.</p>
<p data-start="330" data-end="511">Wakil Satgas MBG Nganjuk, Judy Ernanto, mengatakan penghentian sementara mulai diberlakukan pada Selasa (12/5/2026). Dua SPPG yang terkena sanksi yakni SPPG Baron dan SPPG Lengkong.</p>
<p data-start="513" data-end="684">Menurut Judy, hasil evaluasi menunjukkan fasilitas Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) di kedua lokasi belum memenuhi standar yang ditetapkan Badan Gizi Nasional (BGN).</p>
<p data-start="686" data-end="902">“Hari ini resmi kita suspend sementara. Penyebabnya adalah fasilitas IPAL yang kurang standar. Kami terus menekankan bahwa standar minimal dari BGN harus dipenuhi karena ini menyangkut kualitas pelayanan,” ujar Judy.</p>
<p data-start="904" data-end="1198">Ia menegaskan, evaluasi serupa juga dapat dilakukan terhadap SPPG lain apabila ditemukan pelanggaran standar operasional. Satgas MBG, lanjutnya, akan terus melakukan pengawasan guna memastikan program nasional tersebut berjalan sesuai ketentuan teknis serta aman bagi lingkungan dan masyarakat.</p>
<p data-start="1200" data-end="1317">“SPPG di Baron dan Lengkong instalasi pengolah air limbahnya dinilai belum memenuhi persyaratan oleh BGN,” tambahnya.</p>
<p data-start="1319" data-end="1480">Judy menjelaskan, status suspend dapat dicabut apabila pihak pengelola telah melakukan perbaikan dan hasil verifikasi ulang dari BGN dinyatakan memenuhi standar.</p>
<p data-start="1482" data-end="1704">“Kami terus mengingatkan dan melakukan evaluasi bersama. Harapannya kualitas pelayanan kepada masyarakat benar-benar maksimal dan sesuai standar kesehatan yang berlaku. Kalau sudah dipenuhi, suspend akan dicabut,” katanya.</p>
<p data-start="1706" data-end="1821">Ia juga menyayangkan temuan tersebut karena kedua SPPG itu tergolong baru beroperasi dalam beberapa bulan terakhir.</p>
<p data-start="1823" data-end="2061">Sementara itu, Kepala SPPG Baron, Alfin Hibatul, membenarkan adanya penghentian sementara operasional di tempatnya. Ia menyebut langkah tersebut merupakan tindak lanjut dari hasil inspeksi mendadak (sidak) Satgas MBG terkait standar IPAL.</p>
<p data-start="2063" data-end="2257">“Kami menerima hasil evaluasi tersebut dengan terbuka. Saat ini fokus utama kami adalah melakukan perbaikan sistem IPAL agar sesuai dengan standar operasional yang telah ditentukan,” ujar Alfin.</p>
<p data-start="2259" data-end="2422">Ia menegaskan, penghentian operasional tersebut bukan penutupan permanen, melainkan bagian dari proses perbaikan fasilitas sebelum layanan kembali berjalan normal.</p>
<p data-start="2424" data-end="2617">“Ini bagian dari quality control. Kami ingin memastikan saat kembali melayani masyarakat nanti, termasuk pengolahan limbahnya sudah benar-benar optimal dan tidak menimbulkan kendala,” jelasnya.</p>
<p data-start="2619" data-end="2854">Alfin juga menyampaikan permohonan maaf atas terganggunya pelayanan selama proses perbaikan berlangsung. Menurutnya, langkah tersebut dilakukan demi memastikan makanan bergizi diproduksi di fasilitas yang higienis dan ramah lingkungan.</p>
<p data-start="2856" data-end="3035">Namun demikian, Alfin mengungkapkan persoalan IPAL sebenarnya telah disampaikan sejak Desember 2025 kepada pihak mitra penyedia sarana, tetapi hingga kini belum ada tindak lanjut.</p>
<p data-start="3037" data-end="3172">“Ada miskomunikasi dengan pihak mitra sejak Desember 2025. Saya sudah mengajukan kekurangan fasilitas, tetapi belum dipenuhi,” ucapnya.</p>
<p data-start="3174" data-end="3369">Ia menambahkan, pengelolaan SPPG Baron melibatkan dua mitra, yakni CV Semi dan PT NJM. CV Semi bertanggung jawab menyediakan tempat dan peralatan, sedangkan PT NJM menangani operasional SPPG. <strong>(*)</strong></p>
<p data-start="3174" data-end="3369"><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Perum Perhutani Petakan Tiga Desa di Nganjuk Masuk Kawasan KDMP</title>
<link>https://suarajatimpost.com/perum-perhutani-petakan-tiga-desa-di-nganjuk-masuk-kawasan-kdmp</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/perum-perhutani-petakan-tiga-desa-di-nganjuk-masuk-kawasan-kdmp</guid>
<description><![CDATA[ Perhutani KPH Nganjuk mengonfirmasi tiga desa masuk dalam program Koperasi Desa Merah Putih (KDMP). Pemanfaatan lahan kawasan hutan masih menunggu proses perizinan dari kementerian terkait. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202605/image_870x580_6a02fa2a17d5d.webp" length="98586" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Tue, 12 May 2026 17:31:18 +0700</pubDate>
<dc:creator>Kuswanto</dc:creator>
<media:keywords>Proyek Strategis Nasional, KDMP, KPH Perhutani, kawasan hutan, tanah perusahaan, tanah kawasan, KDMP, Tiga Desa, Nganjuk</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p data-start="0" data-end="283"><strong data-start="0" data-end="16">NGANJUK, SJP</strong> – Perum Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Nganjuk mengonfirmasi terdapat tiga desa yang masuk dalam peta program Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) sebagai bagian dari upaya mendukung ketahanan pangan nasional dan pemberdayaan ekonomi masyarakat sekitar hutan.</p>
<p data-start="285" data-end="546">Program tersebut menjadi langkah strategis dalam optimalisasi pemanfaatan lahan hutan tanpa mengabaikan fungsi ekologisnya. Selain itu, program ini juga diharapkan memperkuat sinergi antara Perhutani, pemerintah daerah, dan Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH).</p>
<p data-start="548" data-end="865">Humas Perhutani KPH Nganjuk, Abdurrahman, menjelaskan bahwa mekanisme pemanfaatan lahan Perhutani dibedakan menjadi dua kategori, yakni Tanah Perusahaan dan Tanah Kawasan. Menurutnya, lahan yang masuk kategori kawasan memerlukan proses perizinan lebih panjang karena harus mendapatkan persetujuan kementerian terkait.</p>
<p data-start="867" data-end="1229">“Setiap kegiatan harus memiliki izin. Untuk usulan bupati terkait KDMP, ada tiga titik yang masuk wilayah KPH Nganjuk, yakni Desa Kepel, Tritik, dan Bendoasri. Karena masuk kategori kawasan, prosesnya dimulai dari survei lapangan, pengukuran, hingga pengajuan izin ke kementerian,” ujar Abdurrahman saat ditemui di lobi KPH Perhutani Nganjuk, Selasa (12/5/2026).</p>
<p data-start="1231" data-end="1501">Ia menambahkan, pemanfaatan Tanah Perusahaan relatif lebih fleksibel karena dapat dilakukan melalui mekanisme sewa maupun kerja sama. Salah satu contohnya adalah keberadaan kios-kios di wilayah Brebek yang berdiri di atas tanah perusahaan melalui sistem kerja sama sewa.</p>
<p data-start="1503" data-end="1814">Terkait pelaksanaan program KDMP di sejumlah titik di Kabupaten Nganjuk, Perhutani menegaskan posisinya sebagai pelaksana regulasi di lapangan. Meski proses administrasi untuk lahan kawasan membutuhkan waktu lebih lama, pihaknya memastikan tetap mendukung program tersebut selama seluruh izin telah diterbitkan.</p>
<p data-start="1816" data-end="2051">“Perhutani pada prinsipnya mendukung kegiatan tersebut, baik di tanah perusahaan maupun kawasan. Selama izin dari kementerian sudah turun, kami sebagai pengelola akan mengikuti dan melaksanakan sesuai regulasi yang berlaku,” tambahnya.</p>
<p data-start="2053" data-end="2370">Selain program KDMP, Perhutani juga tengah memproses pengajuan lain dari pemerintah daerah, seperti permohonan lahan untuk Tempat Pembuangan Sampah (TPS) oleh Kecamatan Ngetos. Meski kebutuhan lahannya relatif kecil, proses administrasi dan perizinan ke kementerian tetap harus dilakukan sesuai prosedur yang berlaku.</p>
<p data-start="2372" data-end="2644" data-is-last-node="" data-is-only-node="">Dengan koordinasi antara Pemerintah Kabupaten Nganjuk dan Perum Perhutani yang terus berjalan, pemanfaatan lahan hutan tersebut diharapkan dapat segera terealisasi guna mendukung program strategis nasional sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar hutan. <strong>(*)</strong></p>
<p data-start="2372" data-end="2644" data-is-last-node="" data-is-only-node=""><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Dugaan Perundungan Siswa di Kertosono Jadi Perhatian Dinas Pendidikan Nganjuk</title>
<link>https://suarajatimpost.com/dugaan-perundungan-siswa-di-kertosono-jadi-perhatian-dinas-pendidikan-nganjuk</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/dugaan-perundungan-siswa-di-kertosono-jadi-perhatian-dinas-pendidikan-nganjuk</guid>
<description><![CDATA[ Saat ini, pihak dinas masih menunggu hasil keputusan final dan verifikasi data di lapangan untuk memindahkan guru PPPK. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202605/image_870x580_6a01b9de505db.webp" length="34466" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 11 May 2026 21:45:41 +0700</pubDate>
<dc:creator>Kuswanto</dc:creator>
<media:keywords>Oknum guru PPPK, SMPN 1 Kertosono, orang tua murid, Dinas Pendidikan, Nganjuk</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><b>NGANJUK, SJP – </b>Dugaan perundungan atau tekanan terhadap seorang siswa di salah satu sekolah negeri di wilayah Kertosono, Kabupaten Nganjuk, menjadi perhatian publik. Orang tua siswa menyebut anaknya mengalami trauma psikis hingga merasa takut mengikuti kegiatan belajar mengajar di sekolah.</p>
<p>Informasi tersebut mencuat setelah pihak keluarga melihat adanya perubahan perilaku pada siswa yang dinilai berkaitan dengan situasi di lingkungan sekolah. Orang tua siswa kemudian menyampaikan keberatan atas dugaan perlakuan yang diterima anaknya selama berada di sekolah.</p>
<p>Menurut keterangan pihak keluarga, dugaan tekanan tersebut melibatkan seorang oknum guru berstatus Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK). Atas dasar perlindungan dan kenyamanan anak, pihak keluarga meminta Dinas Pendidikan Kabupaten Nganjuk mempertimbangkan pemindahan guru yang bersangkutan dari sekolah tersebut.</p>
<p>Menanggapi hal itu, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Nganjuk, Puguh Harnoto, menegaskan bahwa proses pemindahan atau pergeseran guru PPPK tidak dapat dilakukan secara langsung tanpa melalui mekanisme dan kajian yang berlaku.</p>
<p>Menurutnya, saat ini pihak dinas masih melakukan verifikasi data dan mempertimbangkan berbagai aspek administratif maupun kebutuhan formasi di lapangan sebelum mengambil keputusan.</p>
<p>“Kalau bergeser itu tidak serta-merta, supaya tidak mengganggu yang lain,” ujar Puguh saat dikonfirmasi, Senin (11/5/2026).</p>
<p>Ia menjelaskan, proses tersebut juga melibatkan penilaian terhadap data yang masuk serta koordinasi dengan pihak terkait di wilayah setempat. Selain itu, komunikasi dengan orang tua siswa juga telah dilakukan guna memperoleh informasi yang lebih lengkap dan berimbang.</p>
<p>Puguh meminta semua pihak menunggu keputusan resmi dari Dinas Pendidikan agar penanganan persoalan tersebut dapat dilakukan secara objektif dan sesuai ketentuan.</p>
<p>Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala sekolah negeri di Kertosono, Marzuqoh, diketahui telah melakukan kunjungan ke rumah orang tua siswa bersama sejumlah guru dan tenaga pendidik lainnya. Pertemuan tersebut disebut sebagai upaya silaturahmi sekaligus klarifikasi agar persoalan tidak berkembang menjadi kesalahpahaman berkepanjangan.</p>
<p>“Alhamdulillah, pihak sekolah sudah bertemu dengan orang tua murid, saling meminta maaf dan saling memaafkan,” ujar Marzuqoh.</p>
<p>Di sisi lain, orang tua siswa berinisial YSF menyampaikan bahwa dirinya telah menerima permintaan maaf dari pihak sekolah. Namun demikian, ia tetap berharap Dinas Pendidikan menindaklanjuti persoalan tersebut demi kenyamanan psikologis anaknya selama mengikuti proses belajar.</p>
<p>“Sudah datang ke rumah saya dan saya maafkan. Tapi saya berharap ada perhatian dari Dinas Pendidikan terkait guru yang bersangkutan,” ujarnya.</p>
<p>Hingga berita ini ditulis, belum ada keputusan resmi dari Dinas Pendidikan Kabupaten Nganjuk terkait usulan pemindahan guru dimaksud. Pihak sekolah maupun dinas menyatakan persoalan tersebut masih dalam proses penanganan dan pendalaman lebih lanjut. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Pemeriksaan Saksi Kasus Dugaan Penggelapan di Nganjuk Ungkap Perbedaan Nilai Kerugian</title>
<link>https://suarajatimpost.com/pemeriksaan-saksi-kasus-dugaan-penggelapan-di-nganjuk-ungkap-perbedaan-nilai-kerugian</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/pemeriksaan-saksi-kasus-dugaan-penggelapan-di-nganjuk-ungkap-perbedaan-nilai-kerugian</guid>
<description><![CDATA[ Dalam konferensi pers tersebut, Prayogo menyoroti sejumlah ketidaksinkronan keterangan saksi serta poin-poin dakwaan yang dinilai lemah. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202605/image_870x580_6a01b2011ac58.webp" length="68090" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 11 May 2026 20:16:27 +0700</pubDate>
<dc:creator>Kuswanto</dc:creator>
<media:keywords>Sidang lanjutan, Kasus dugaan penggelapan, Penasehat Hukum, Yulia Margaretha, saksi persidangan, Pengadilan Negeri Nganjuk, JPU, Nganjuk</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>NGANJUK, SJP –</strong> Sidang kasus dugaan penggelapan dengan terdakwa YM di Pengadilan Negeri (PN) Nganjuk memasuki tahap pembuktian melalui pemeriksaan saksi-saksi yang dihadirkan Jaksa Penuntut Umum (JPU), Senin (11/5/2026).</p>
<p>Dalam persidangan tersebut, sejumlah fakta baru terungkap, termasuk adanya perbedaan nominal kerugian yang menjadi sorotan tim penasihat hukum terdakwa.</p>
<p>Perkara yang didakwakan menggunakan Pasal 372 KUHP itu telah melalui agenda pembacaan dakwaan dan kini memasuki pemeriksaan saksi. Sedikitnya lima saksi dihadirkan dalam sidang, yakni Anik, Darmaji, Marni, Voga, dan Mey.</p>
<p>Dalam dakwaannya, JPU menyebut kerugian yang dialami pelapor sebesar Rp40 juta. Namun, tim penasihat hukum terdakwa yang dipimpin Dr. Prayogo Laksono menilai terdapat ketidaksinkronan karena fakta persidangan justru mengungkap nominal Rp45 juta.</p>
<p>“Terbukti jumlah kerugian yang didakwakan oleh penuntut umum dalam dakwaan Rp40 juta, padahal fakta materiilnya Rp45 juta. Ada selisih yang dianggap sebagai kerugian, ini menunjukkan ketidaksinkronan,” ujar Prayogo usai persidangan.</p>
<p>Sementara itu, dalam keterangannya di hadapan majelis hakim, saksi Anik menjelaskan awal mula dirinya meminta bantuan kepada terdakwa YM terkait tunggakan pinjaman di Bank Babat Lestari.</p>
<p>Anik mengaku memiliki utang awal sebesar Rp60 juta. Namun karena mengalami tunggakan, nilai tagihan disebut membengkak hingga sekitar Rp150 juta dan disertai ancaman lelang dari pihak bank.</p>
<p>“Saya datang meminta tolong agar tagihannya bisa turun,” ujar Anik dalam persidangan.</p>
<p>Menurut Anik, selain kewajiban pembayaran sekitar Rp100 juta, terdakwa juga disebut meminta imbalan jasa sebesar Rp5 juta apabila proses penyelesaian berhasil dilakukan. Untuk keperluan tersebut, Anik mengaku membuat dan menandatangani surat kuasa kepada terdakwa YM. Surat kuasa itu juga disebut menjadi salah satu barang bukti dalam persidangan.</p>
<p>Keterangan berbeda kemudian disampaikan Darmaji, suami Anik. Ia mengaku mentransfer uang sebesar Rp25 juta dari rekening pribadinya dan meminta bukti kwitansi atas penyerahan uang tersebut.</p>
<p>“Saya tidak pernah melihat saksi Anik menandatangani surat kuasa,” ujarnya di persidangan.</p>
<p>Darmaji menyebut total uang yang diberikan kepada terdakwa mencapai Rp45 juta, terdiri dari Rp40 juta yang disertai kwitansi dan Rp5 juta tanpa kwitansi.</p>
<p>Ia juga mengungkap bahwa pada akhirnya proses penyelesaian kredit dilakukan sendiri oleh Anik dengan mendatangi pihak BPR dan bertemu dengan seseorang bernama Bu Sri untuk melunasi kewajiban sebesar Rp83 juta di luar uang yang telah diserahkan kepada YM.</p>
<p>“Saya yakin memberikan uang ke YM Rp45 juta, cuma yang Rp5 juta tanpa kwitansi,” tegasnya.</p>
<p>Usai persidangan, tim penasihat hukum terdakwa kembali menegaskan bahwa unsur mens rea atau niat jahat dalam perkara dugaan penggelapan tersebut dinilai tidak terpenuhi.</p>
<p>Prayogo menyebut, berdasarkan keterangan saksi Voga dan Mey, uang Rp25 juta yang dipersoalkan diketahui penggunaannya sebagai jasa hukum atau lawyer fee.</p>
<p>Menurutnya, kesepakatan antara pihak pengacara dan Anik dilakukan secara terbuka melalui video call yang disaksikan sejumlah pihak terkait.</p>
<p>Dalam sidang, tim penasihat hukum juga mempertanyakan kepada saksi Marni dan Voga apakah uang Rp25 juta cukup untuk menebus sertifikat yang menjadi pokok persoalan. Kedua saksi disebut menjawab nominal tersebut tidak mencukupi.</p>
<p>“Jawaban itu secara otomatis mematahkan dakwaan penggelapan karena jumlah uang tersebut tidak mungkin digunakan untuk tujuan penebusan sebagaimana yang dituduhkan,” kata Prayogo.</p>
<p>Pihak penasihat hukum menyatakan siap menghadapi sidang lanjutan pada Rabu mendatang dengan agenda pemeriksaan saksi ahli dari JPU.</p>
<p>Dalam sidang berikutnya, tim hukum terdakwa berencana membedah unsur-unsur Pasal 372 KUHP serta membahas masa transisi antara KUHP lama dan KUHP baru guna memperjelas posisi hukum kliennya. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Karnaval Budaya Ketangi, Upaya Warga Menjaga Kearifan Lokal</title>
<link>https://suarajatimpost.com/karnaval-budaya-ketangi-upaya-warga-menjaga-kearifan-lokal</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/karnaval-budaya-ketangi-upaya-warga-menjaga-kearifan-lokal</guid>
<description><![CDATA[ Momen sakral sekaligus meriah ini disaksikan oleh ribuan pasang mata yang memadati sepanjang rute jalan desa. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202605/image_870x580_6a0065c89de9c.webp" length="37316" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sun, 10 May 2026 22:16:22 +0700</pubDate>
<dc:creator>Kuswanto</dc:creator>
<media:keywords>Bersih Desa, Karnaval Budaya, hasil panen, Tiga Dusun, sound horeg, Ketua DPRD Nganjuk, Pemdes Desa Kampungbaru, Nganjuk</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>NGANJUK, SJP</strong> – Suasana Dusun Ketangi, Desa Kampungbaru, Kecamatan Tanjunganom, Kabupaten Nganjuk, mendadak berubah drastis pada Minggu (10/5/2026) pagi. Ribuan warga tampil memukau dengan balutan busana adat ala bangsawan dan prajurit kerajaan.</p>
<p>​Acara bertajuk "Kirab Budaya Ketangi" ini menempuh jarak sejauh 2 kilometer, dimulai dari titik start di pusat Dusun Ketangi dan berakhir di kawasan Jalan Merdeka Ketangi Utara</p>
<p>Di baris terdepan, tampak tokoh masyarakat yang memerankan sosok raja dan sosok Anoman melakukan perlawanan mengisahkan pewayangan. Di belakangnya, menyusul barisan remaja dan anak anak yang memakai baju budaya lengkap dengan replika gaun megah</p>
<p>​Tak mau kalah, kaum ibu dan remaja putri tampil anggun mengenakan kebaya beludru dan kain jarik, lengkap dengan sanggul dan hiasan kepala yang berkilau di bawah sinar matahari.</p>
<p>Saat bendera start dikibarkan sebagai tanda dimulainya Karnaval Budaya dalam rangka tradisi Bersih Dusun. Momen sakral sekaligus meriah ini disaksikan oleh ribuan pasang mata yang memadati sepanjang rute jalan desa.</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202605/image_870x_6a005508b4dd6.webp" alt=""></p>
<p>​Ketua DPRD Kabupaten Nganjuk Tatit Heru Tjahyono didampingi oleh Panitia Bersih Dusun Ketangi. Dengan penuh semangat, Tatit mengibarkan bendera checker hitam-putih, menandai detik-detik pemberangkatan peserta karnaval yang telah bersiap sejak pagi.</p>
<p>​Dalam sambutannya sebelum pemberangkatan, Tatit Heru Tjahyono mengapresiasi besar warga Dusun Ketangi dan Desa Kampungbaru yang tetap teguh menjaga kearifan lokal. Kehadiran pimpinan legislatif ini menegaskan bahwa tradisi seperti Nyadran dan Karnaval Budaya bukan sekadar hiburan, melainkan aset daerah yang memperkuat jati diri bangsa.</p>
<p>"Selain sebagai ritual syukur atas melimpahnya hasil bumi, karnaval ini diharapkan mampu mempererat tali silaturahmi antarwarga dan pemerintah desa, khususnya di Desa Kampungbaru," kata Tatit Heru Tjahyono. </p>
<p>​Catur Widi Prawoto, selaku koordinator acara, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan tradisi tahunan yang melibatkan gabungan dari tiga dusun, yaitu Dusun Ketangi, Dusun Kurunglor, dan Dusun Teleng.</p>
<p>​Catur menjelaskan bahwa antusiasme warga tahun ini sangat tinggi. Hal ini terlihat dari banyaknya kelompok yang ikut serta memeriahkan barisan karnaval. Kata Catur, ​Total Peserta terdiri dari 16 grup karnaval, Peserta berasal dari 19 RT yang ada di lingkungan ketiga dusun, yakni Dusun Ketangi, Kurung Lor dan Teleng.</p>
<p>​Catur berharap nilai-nilai luhur nenek moyang tetap terjaga, terutama dalam menjaga keharmonisan antarwarga.</p>
<p>​"Harapan kami, seluruh warga masyarakat Dusun Ketangi, Kurunglor, dan Teleng tetap guyub rukun (rukun dan bersatu), begitu pula dengan para punggawa atau perangkat desanya," ujar Catur.</p>
<p>Terpisah, Kepala Desa Kampungbaru, Susilo Dwi Prasetyo, secara khusus menyampaikan rasa terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh warga yang telah menyukseskan gelaran Bersih Desa tahun ini.</p>
<p>​​Kades Susilo Dwi Prasetyo mengungkapkan bahwa kesuksesan acara ini adalah bukti nyata semangat gotong royong yang masih kental di tengah masyarakat Desa Kampungbaru.</p>
<p>​"Saya mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh warga Dusun Ketangi, Dusun Kurunglor, dan Dusun Teleng. Tanpa dukungan dan partisipasi aktif dari panitia serta masyarakat, acara semegah ini tidak akan terwujud," ungkapnya.</p>
<p>​Kegiatan ini ditutup dengan harapan agar sinergi antara masyarakat Desa Kampungbaru dengan pemerintah serta aparat penegak hukum terus terjalin kuat demi kemajuan wilayah Kecamatan Tanjunganom ke depannya. (*) </p>
<p><strong>Editor: Danu</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Hasil Audit Jembatan Ambrol Desa Bandung Nganjuk Belum Terungkap, Warga Desak Transparansi</title>
<link>https://suarajatimpost.com/hasil-audit-jembatan-ambrol-desa-bandung-nganjuk-belum-terungkap-warga-desak-transparansi</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/hasil-audit-jembatan-ambrol-desa-bandung-nganjuk-belum-terungkap-warga-desak-transparansi</guid>
<description><![CDATA[ Hasil audit Inspektorat Kabupaten Nganjuk terkait jembatan ambrol di Desa Bandung, Kecamatan Prambon, hingga kini belum diungkap secara rinci. Masyarakat mendesak adanya transparansi dan penuntasan dugaan persoalan proyek Dana Desa tersebut agar pertanggungjawaban penggunaan anggaran menjadi jelas. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202605/image_870x580_69fde4ee5da26.webp" length="45630" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Fri, 08 May 2026 21:25:07 +0700</pubDate>
<dc:creator>Kuswanto</dc:creator>
<media:keywords>Audit Inspektorat, auditor, Jembatan penghubung Desa, anggaran dana desa, Desa Bandung, Forum warga Desa Bandung, Prambon, Nganjuk</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p data-start="0" data-end="326"><strong data-start="0" data-end="16">NGANJUK, SJP</strong> – Kejelasan hasil audit terkait ambrolnya jembatan di Desa Bandung, Kecamatan Prambon, Kabupaten Nganjuk, masih menjadi sorotan publik. Hingga kini, belum ada penjelasan rinci mengenai hasil pemeriksaan yang dilakukan Inspektorat Kabupaten Nganjuk terhadap proyek yang menggunakan anggaran Dana Desa tersebut.</p>
<p data-start="328" data-end="546">Auditor Inspektorat Kabupaten Nganjuk, Anas Nasrullah, saat dikonfirmasi media terkait perkembangan audit, memilih tidak memberikan penjelasan detail mengenai kondisi fisik maupun administrasi proyek jembatan tersebut.</p>
<p data-start="548" data-end="699">Menurut Anas, informasi teknis di lapangan lebih tepat ditanyakan kepada Pemerintah Desa Bandung selaku pihak yang mengetahui proses pengerjaan proyek.</p>
<p data-start="701" data-end="843">“Ini yang saya tidak tahu detailnya, coba ditanyakan dengan Pemerintah Desa Bandung,” ujar Anas Nasrullah saat dikonfirmasi, Jumat (8/5/2026).</p>
<p data-start="845" data-end="1144">Saat disinggung mengenai hasil pemeriksaan audit, Anas hanya menyampaikan bahwa proses audit telah dilaksanakan sesuai prosedur yang berlaku. Namun demikian, ia belum menjelaskan apakah ditemukan adanya ketidaksesuaian anggaran, pelanggaran administrasi, maupun kendala teknis dalam proyek tersebut.</p>
<p data-start="1146" data-end="1485">Minimnya penjelasan dari pihak Inspektorat memunculkan pertanyaan di tengah masyarakat. Pasalnya, proyek jembatan yang berada di Desa Bandung sebelumnya sempat menjadi perhatian publik setelah mengalami kerusakan dan memerlukan audit investigasi guna memastikan kesesuaian antara penggunaan anggaran dengan realisasi pekerjaan di lapangan.</p>
<p data-start="1487" data-end="1629">Hingga saat ini, belum ada keterangan resmi terkait hasil akhir pemeriksaan maupun tindak lanjut yang akan dilakukan terhadap proyek tersebut.</p>
<p data-start="1631" data-end="1821">Di sisi lain, perwakilan Forum Masyarakat Desa Bandung turut menyuarakan desakan agar persoalan jembatan ambrol itu segera dituntaskan secara terbuka dan sesuai ketentuan hukum yang berlaku.</p>
<p data-start="1823" data-end="1972">Masyarakat menilai proyek yang dibiayai Dana Desa seharusnya dikelola secara transparan dan menghasilkan infrastruktur yang layak dimanfaatkan warga.</p>
<p data-start="1974" data-end="2185">“Kami meminta agar persoalan jembatan ini segera diproses dengan tuntas. Ini menggunakan Dana Desa, uang rakyat, jadi pertanggungjawabannya harus jelas,” ujar salah satu perwakilan forum masyarakat Desa Bandung.</p>
<p data-start="2187" data-end="2413">Forum masyarakat juga berharap adanya keterbukaan hasil audit agar publik memperoleh kepastian mengenai penyebab kerusakan jembatan serta langkah penanganan yang akan dilakukan pemerintah desa maupun pihak terkait lainnya. <strong>(*)</strong></p>
<p data-start="2187" data-end="2413"><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Penunjukan Pj Kades Ngepung Belum Diproses, Dinas PMD Nganjuk Tunggu Dasar Hukum Resmi</title>
<link>https://suarajatimpost.com/penunjukan-pj-kades-ngepung-belum-diproses-dinas-pmd-nganjuk-tunggu-dasar-hukum-resmi</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/penunjukan-pj-kades-ngepung-belum-diproses-dinas-pmd-nganjuk-tunggu-dasar-hukum-resmi</guid>
<description><![CDATA[ Pemerintahan Desa Ngepung, Kecamatan Patianrowo, menjadi sorotan setelah beredarnya surat rapat pembahasan pemberhentian kepala desa dan penunjukan PJ Kades. Camat Patianrowo memastikan rapat ditunda dan menegaskan proses penunjukan PJ harus melalui mekanisme resmi serta menunggu dasar hukum lengkap dari pengadilan. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202605/image_870x580_69fdde1b482ff.webp" length="63460" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Fri, 08 May 2026 20:55:56 +0700</pubDate>
<dc:creator>Kuswanto</dc:creator>
<media:keywords>Undangan BPD, Pemberhentian Kades, Penunjukan Pj Kades Desa Ngepung, Camat Patianrowo Tri Hatmanto, Dinas PMD, Desa Ngepung, Nganjuk</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<div class="" data-turn-id-container="request-WEB:79de95aa-21d5-47e1-94bf-50685d87d327-4" data-is-intersecting="true">
<section class="text-token-text-primary w-full focus:outline-none [--shadow-height:45px] has-data-writing-block:pointer-events-none has-data-writing-block:-mt-(--shadow-height) has-data-writing-block:pt-(--shadow-height) [&amp;:has([data-writing-block])&gt;*]:pointer-events-auto R6Vx5W_threadScrollVars scroll-mb-[calc(var(--scroll-root-safe-area-inset-bottom,0px)+var(--thread-response-height))] scroll-mt-[calc(var(--header-height)+min(200px,max(70px,20svh)))]" dir="auto" data-turn-id="request-WEB:79de95aa-21d5-47e1-94bf-50685d87d327-4" data-testid="conversation-turn-4" data-scroll-anchor="false" data-turn="assistant">
<div class="text-base my-auto mx-auto pb-10 [--thread-content-margin:var(--thread-content-margin-xs,calc(var(--spacing)*4))] @w-sm/main:[--thread-content-margin:var(--thread-content-margin-sm,calc(var(--spacing)*6))] @w-lg/main:[--thread-content-margin:var(--thread-content-margin-lg,calc(var(--spacing)*16))] px-(--thread-content-margin)">
<div class="[--thread-content-max-width:40rem] @w-lg/main:[--thread-content-max-width:48rem] mx-auto max-w-(--thread-content-max-width) flex-1 group/turn-messages focus-visible:outline-hidden relative flex w-full min-w-0 flex-col agent-turn">
<div class="flex max-w-full flex-col gap-4 grow">
<div data-message-author-role="assistant" data-message-id="0e7a6d9f-7898-4960-8323-4541ebfd1cfc" dir="auto" data-message-model-slug="gpt-5-5" class="min-h-8 text-message relative flex w-full flex-col items-end gap-2 text-start break-words whitespace-normal outline-none keyboard-focused:focus-ring [.text-message+&amp;]:mt-1" data-turn-start-message="true" tabindex="0">
<div class="flex w-full flex-col gap-1 empty:hidden">
<div class="markdown prose dark:prose-invert wrap-break-word w-full light markdown-new-styling">
<p data-start="0" data-end="303"><strong data-start="0" data-end="16">NGANJUK, SJP</strong> – Dinamika pemerintahan di Desa Ngepung, Kecamatan Patianrowo, Kabupaten Nganjuk, menjadi perhatian publik setelah beredarnya surat undangan resmi dari Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Ngepung terkait agenda pembahasan pemberhentian kepala desa dan penunjukan Penjabat (Pj) Kepala Desa.</p>
<p data-start="305" data-end="546">Surat bernomor 05/V/411.514.03/2026 tertanggal 7 Mei 2026 tersebut ditandatangani Ketua BPD Ngepung, Sudjiono Hadi Saputro. Dalam surat itu disebutkan rapat dijadwalkan berlangsung pada Jumat (8/5/2026) pukul 09.00 WIB di Balai Desa Ngepung.</p>
<p data-start="548" data-end="772">Namun, agenda rapat tersebut dipastikan tidak terlaksana sesuai jadwal. Camat Patianrowo, Tri Hatmanto Wibowo, menegaskan bahwa rapat telah ditunda dan hingga kini belum ada keputusan resmi terkait penunjukan Pj Kepala Desa.</p>
<p data-start="774" data-end="869">“Hari ini tidak ada rapat itu, ditunda,” ujar Tri Hatmanto saat dikonfirmasi, Jumat (8/5/2026).</p>
<p data-start="871" data-end="1220">Ia menjelaskan, proses penunjukan Pj Kepala Desa harus melalui mekanisme dan tahapan administrasi yang sah sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.</p>
<p data-start="871" data-end="1220">Menurutnya, kewenangan penunjukan Pj Kepala Desa berada di tangan Bupati melalui usulan resmi yang diajukan dari pemerintah desa dan diproses melalui Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD).</p>
<p data-start="1222" data-end="1399">Tri Hatmanto juga menegaskan, surat maupun informasi yang beredar di internal desa bukan merupakan keputusan final dari pihak kecamatan maupun Pemerintah Kabupaten Nganjuk.</p>
<p data-start="1401" data-end="1536">“Yang beredar itu masih sebatas inisiatif internal desa dan belum melalui koordinasi final dengan kecamatan maupun Dinas PMD,” katanya.</p>
<p data-start="1538" data-end="1738">Ia menambahkan, informasi yang disampaikannya merupakan hasil koordinasi sebelumnya dengan Dinas PMD Kabupaten Nganjuk, bukan hasil rapat pada hari ini, karena rapat tersebut memang tidak dilaksanakan.</p>
<p data-start="1740" data-end="1898">“Apa yang saya sampaikan ini berdasarkan hasil koordinasi sebelumnya dengan pihak Dinas PMD, bukan hasil rapat hari ini karena memang rapatnya tidak ada,” tegasnya.</p>
<p data-start="1900" data-end="2110">Pihak kecamatan, lanjut Tri Hatmanto, saat ini masih melakukan koordinasi lebih lanjut dengan perangkat desa, termasuk Sekretaris Desa (Carik), guna memastikan kondisi pemerintahan desa tetap berjalan kondusif.</p>
<p data-start="2112" data-end="2285">Sementara itu, Kepala Dinas PMD Kabupaten Nganjuk, Sopingi, turut memberikan penjelasan terkait mekanisme pemberhentian kepala desa maupun penunjukan Pj Kepala Desa Ngepung.</p>
<p data-start="2287" data-end="2555">Menurut Sopingi, hingga saat ini pihaknya belum menerima salinan resmi putusan pengadilan yang berkaitan dengan status hukum kepala desa yang bersangkutan. Padahal, dokumen tersebut menjadi dasar administrasi penting dalam proses lanjutan di tingkat pemerintahan desa.</p>
<p data-start="2557" data-end="2745">“Prosesnya itu kami belum menerima salinan keputusan dari pengadilan. Nanti kalau sudah menerima, BPD juga sudah menerima, baru berproses dari BPD,” ujar Sopingi melalui sambungan telepon.</p>
<p data-start="2747" data-end="2964">Di sisi lain, upaya konfirmasi kepada Sekretaris Desa Ngepung, Andik, belum membuahkan hasil. Hingga berita ini ditulis, yang bersangkutan belum memberikan tanggapan meski nomor telepon selulernya dalam kondisi aktif.</p>
<p data-start="2966" data-end="3153" data-is-last-node="" data-is-only-node="">Pemerintah kecamatan dan Dinas PMD pun mengimbau seluruh pihak agar tetap mengikuti mekanisme hukum dan administrasi yang berlaku guna menjaga stabilitas pemerintahan di Desa Ngepung. (*)</p>
</div>
</div>
</div>
</div>
<div class="z-0 flex min-h-[46px] justify-start"></div>
<div class="mt-3 w-full empty:hidden">
<div class="text-center"></div>
</div>
</div>
</div>
</section>
</div>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Eksepsi Ditolak, Sidang Dugaan Penggelapan Yulia Margaretha Masuk Tahap Pembuktian</title>
<link>https://suarajatimpost.com/eksepsi-terdakwa-kasus-dugaan-penggelapan-ditolak-sidang-berlanjut-ke-pembuktian</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/eksepsi-terdakwa-kasus-dugaan-penggelapan-ditolak-sidang-berlanjut-ke-pembuktian</guid>
<description><![CDATA[ Dalam amar putusannya, majelis hakim menolak seluruh nota keberatan (eksepsi) yang diajukan oleh penasihat hukum terdakwa. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202605/image_870x580_69fc936954dc0.webp" length="40964" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 07 May 2026 21:50:46 +0700</pubDate>
<dc:creator>Kuswanto</dc:creator>
<media:keywords>Sidang kasus dugaan penggelapan, Pengadilan Negeri Nganjuk, Ditolak Hakim, Pembuktian, Nganjuk</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<section class="text-token-text-primary w-full focus:outline-none [--shadow-height:45px] has-data-writing-block:pointer-events-none has-data-writing-block:-mt-(--shadow-height) has-data-writing-block:pt-(--shadow-height) [&amp;:has([data-writing-block])&gt;*]:pointer-events-auto [content-visibility:auto] supports-[content-visibility:auto]:[contain-intrinsic-size:auto_100lvh] R6Vx5W_threadScrollVars scroll-mb-[calc(var(--scroll-root-safe-area-inset-bottom,0px)+var(--thread-response-height))] scroll-mt-[calc(var(--header-height)+min(200px,max(70px,20svh)))]" dir="auto" data-turn-id="request-WEB:de82e62e-87bb-4e2b-8318-c2f25e752bdb-4" data-testid="conversation-turn-4" data-scroll-anchor="false" data-turn="assistant">
<div class="text-base my-auto mx-auto pb-10 [--thread-content-margin:var(--thread-content-margin-xs,calc(var(--spacing)*4))] @w-sm/main:[--thread-content-margin:var(--thread-content-margin-sm,calc(var(--spacing)*6))] @w-lg/main:[--thread-content-margin:var(--thread-content-margin-lg,calc(var(--spacing)*16))] px-(--thread-content-margin)">
<div class="[--thread-content-max-width:40rem] @w-lg/main:[--thread-content-max-width:48rem] mx-auto max-w-(--thread-content-max-width) flex-1 group/turn-messages focus-visible:outline-hidden relative flex w-full min-w-0 flex-col agent-turn">
<div class="flex max-w-full flex-col gap-4 grow">
<div data-message-author-role="assistant" data-message-id="4e634028-a972-4561-aa33-74384af189f9" dir="auto" data-message-model-slug="gpt-5-5" class="min-h-8 text-message relative flex w-full flex-col items-end gap-2 text-start break-words whitespace-normal outline-none keyboard-focused:focus-ring [.text-message+&amp;]:mt-1" data-turn-start-message="true" tabindex="0">
<div class="flex w-full flex-col gap-1 empty:hidden">
<div class="markdown prose dark:prose-invert wrap-break-word w-full light markdown-new-styling">
<p data-start="0" data-end="274"><strong data-start="0" data-end="16">NGANJUK, SJP</strong> – Majelis Hakim Pengadilan Negeri Nganjuk membacakan putusan sela dalam perkara dugaan penggelapan yang menjerat terdakwa Yulia Margaretha. Dalam amar putusannya, majelis hakim menolak seluruh nota keberatan (eksepsi) yang diajukan penasihat hukum terdakwa.</p>
<p data-start="276" data-end="532">Hakim Ketua menyatakan surat dakwaan yang disusun Jaksa Penuntut Umum (JPU) telah memenuhi syarat formil dan materil sebagaimana diatur dalam Pasal 143 ayat (2) KUHAP. Karena itu, perkara dinyatakan sah untuk dilanjutkan ke tahap pemeriksaan pokok perkara.</p>
<p data-start="534" data-end="752">“Kami menilai dakwaan penuntut umum telah disusun secara cermat, jelas, dan lengkap. Maka dari itu, keberatan penasihat hukum harus dikesampingkan dan sidang dilanjutkan,” ujar Hakim Ketua saat membacakan putusan sela.</p>
<p data-start="754" data-end="1009">Dengan ditolaknya eksepsi tersebut, persidangan akan memasuki tahap pembuktian dengan agenda pemeriksaan saksi-saksi. Pada tahap ini, Jaksa Penuntut Umum akan menghadirkan lima orang saksi sesuai Berita Acara Pemeriksaan (BAP) serta satu orang saksi ahli.</p>
<p data-start="1011" data-end="1174">Sementara itu, pihak terdakwa melalui tim penasihat hukumnya berencana menghadirkan dua orang saksi a de charge atau saksi yang meringankan, serta satu orang ahli.</p>
<p data-start="1176" data-end="1416">Sidang lanjutan dijadwalkan berlangsung pada Senin, 11 Mei 2026 dengan agenda pemeriksaan saksi dari pihak Jaksa Penuntut Umum. Selanjutnya, pada Senin, 18 Mei 2026, persidangan akan dilanjutkan dengan pemeriksaan saksi dari pihak terdakwa.</p>
<p data-start="1418" data-end="1560">Penasihat hukum terdakwa, Prita Marhaeny Wibowo, mengatakan putusan sela tersebut belum menyentuh pokok perkara yang sedang disidangkan.</p>
<p data-start="1562" data-end="1804">“Kami menghormati putusan sela majelis hakim, namun kami tetap berpegang pada nota keberatan yang telah kami sampaikan sebelumnya dan siap membuktikan argumentasi hukum kami dalam tahap pembuktian,” ujarnya usai persidangan, Kamis (7/5/2026).</p>
<p data-start="1806" data-end="2002">Sementara itu, Kasi Intelijen Kejaksaan Negeri Nganjuk, Koko Roby Yahya, menegaskan pihak Jaksa Penuntut Umum siap melanjutkan proses persidangan sesuai agenda yang telah ditetapkan majelis hakim.</p>
<p data-start="2004" data-end="2116">“JPU akan menghadirkan saksi-saksi dan saksi ahli pada agenda pembuktian sesuai jadwal persidangan,” singkatnya.</p>
<p data-start="2118" data-end="2277" data-is-last-node="" data-is-only-node="">Perkara tersebut diperkirakan masih akan bergulir dalam beberapa agenda persidangan ke depan dengan pemeriksaan saksi maupun ahli dari masing-masing pihak. <strong>(*)</strong></p>
</div>
</div>
</div>
</div>
<div class="z-0 flex min-h-[46px] justify-start"><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></div>
</div>
</div>
</section>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Jembatan di Desa Bandung Nganjuk Rusak Parah, Pemdes Sebut Akibat Kendaraan Berat Proyek KDMP</title>
<link>https://suarajatimpost.com/jembatan-di-desa-bandung-nganjuk-rusak-parah-pemdes-sebut-akibat-kendaraan-berat-proyek-kdmp</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/jembatan-di-desa-bandung-nganjuk-rusak-parah-pemdes-sebut-akibat-kendaraan-berat-proyek-kdmp</guid>
<description><![CDATA[ Jembatan yang dibangun pada tahun 2022 dengan anggaran sebesar Rp30 juta tersebut hingga kini belum mendapatkan perbaikan menyeluruh. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202605/image_870x580_69fc85259d3e4.webp" length="45630" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 07 May 2026 20:55:47 +0700</pubDate>
<dc:creator>Kuswanto</dc:creator>
<media:keywords>Jembatan penghubung, anggaran dana desa, DD, Dianggarkan rp 30 juta, diaudit inspektorat, proyek KMP, Desa Bandung, Pelaksana Kegiatan, Nganjuk</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>NGANJUK, SJP –</strong> Jembatan penghubung yang menjadi akses vital bagi Badan Usaha Milik Desa Bersama (Bumdesma) di Desa Bandung Kecamatan Prambon Kabupaten Nganjuk rusak parah hingga jebol. Jembatan yang dibangun pada tahun 2022 dengan anggaran sebesar Rp30 juta tersebut hingga kini belum mendapatkan perbaikan menyeluruh.</p>
<p>​Pelaksana Kerja (PK) Desa Bandung, Agung, menjelaskan bahwa proyek jembatan tersebut sebenarnya sudah melalui proses audit oleh pihak Inspektorat pada tahun 2023.</p>
<p>Meskipun terdapat catatan untuk mengembalikan material urukan yang tidak sesuai spesifikasi, Agung menegaskan bahwa secara struktur fisik, jembatan tersebut sudah masuk dalam spesifikasi yang ditentukan.</p>
<p>​"Tahun 2022 pembangunan menggunakan anggaran dana desa. Sudah diaudit sama Inspektorat tahun 2023. Dulu ada pengembalian urukan yang kurang spek, tapi kalau jembatannya sendiri sudah masuk (spek)," ujar Agung saat dikonfirmasi, Kamis (7/5/2026).</p>
<p>​Agung mengungkapkan bahwa penyebab utama jebolnya jembatan adalah beban muatan yang berlebih. Jembatan tersebut sering dilalui oleh kendaraan berat dalam proyek Koperasi Desa Merah Putih (KDMP).</p>
<p>​"Karena akses KDMP, akhirnya jembatan itu jebol. Muatannya kan tidak sesuai dengan kapasitas (jembatan) yang kita rencanakan," tambahnya.</p>
<p>​Terkait perbaikan, Agung menyebutkan bahwa rencana renovasi sebenarnya sudah ada, termasuk rencana pengalihan model jembatan menggunakan U-Ditch (Box Culvert) agar lebih kuat. Namun, hingga saat ini perbaikan belum bisa dieksekusi karena adanya kebijakan efisiensi anggaran di tingkat desa.</p>
<p>​"Informasi dari Pak Kades, mau diperbaiki. Tapi sekarang kan lagi ada efisiensi, jadi harus menunggu ketersediaan anggaran lagi. Untuk menunjang beban berat, otomatis nanti modelnya dirubah memakai U-Ditch atau plat itu," jelasnya.</p>
<p>​Kerusakan jembatan ini berdampak langsung pada operasional Bumdesma setempat. Berdasarkan pantauan di lapangan, gedung Bumdesma tampak sepi dan tidak ada aktivitas, bahkan terkesan tidak terawat.</p>
<p>​Menanggapi hal tersebut, Agung menjelaskan bahwa pihak desa hanya menyediakan lahan, sementara pengelolaan sepenuhnya ada pada pengurus Bumdesma. </p>
<p>"Kami sudah berkoordinasi kembali dengan kepala desa untuk mencari solusi terbaik agar akses jembatan dan operasional Bumdesma bisa kembali berjalan normal," sebut Agung yang juga perangkat Desa Bandung.</p>
<p>Terpisah, Kepala Desa Bandung, Heru Subagio menyatakan, terkait kondisi jembatan penghubung desa yang mengalami kerusakan atau jebol, dipastikan terjadi akibat aktivitas kendaraan berat yang melintas selama pengerjaan proyek KDMP.</p>
<p>​Kata Heru, ia menegaskan bahwa pihak desa telah merencanakan langkah perbaikan, namun menunggu momentum yang tepat agar hasil perbaikan nantinya lebih optimal dan tahan lama menunggu proyek selesai</p>
<p>​Menurut Heru, perbaikan jembatan tidak dilakukan saat ini karena proyek KDMP masih terus berjalan. Melakukan perbaikan saat mobilitas kendaraan berat masih tinggi dinilai tidak akan efektif.</p>
<p>​"Jelas diperbaiki nanti kalau pengerjaan proyek (KDMP) sudah selesai," tegas Kades Bandung saat dihubungi melalui sambungan telepon.</p>
<p>​​Terkait pembiayaan pembangunan awal jembatan tersebut, Kades Bandung membenarkan bahwa proyek tersebut menggunakan alokasi dana desa sekitar Rp30 juta. Nilai ini sesuai dengan perencanaan awal jembatan sebelum akhirnya mengalami kerusakan akibat beban muatan proyek yang melebihi kapasitas.</p>
<p>Namun, pihaknya menanyakan rincian teknis lebih lanjut mengenai spesifikasi dan realisasi anggaran, Kades mengarahkan untuk berkoordinasi dengan Pelaksana Kerja (PK), Agung, yang memiliki data lebih mendalam.</p>
<p>​​"Koordinasi langsung sama Pelaksana Kegiatan, semuanya dia yang paham," tutupnya. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Kejari Nganjuk Usut Dugaan Penyelewengan Hibah Sapi</title>
<link>https://suarajatimpost.com/kejari-nganjuk-usut-dugaan-penyelewengan-hibah-sapi</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/kejari-nganjuk-usut-dugaan-penyelewengan-hibah-sapi</guid>
<description><![CDATA[ Koko menegaskan bahwa penyelidikan tidak akan berhenti di satu titik. Jika dalam proses pengembangan ditemukan bukti signifikan, Kejari Nganjuk siap memperluas jangkauan penyelidikan ke desa-desa lain untuk mencegah kerugian negara yang lebih besar. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202605/image_870x580_69fc407f7fad2.webp" length="35498" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 07 May 2026 16:21:34 +0700</pubDate>
<dc:creator>Kuswanto</dc:creator>
<media:keywords>Laporan Dugaan penyelewengan, Dana Hibah, Sapi, administrasi Desa, Tren Kejahatan 2026, Kejaksaan Negeri Nganjuk, Nganjuk</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>NGANJUK, SJP</strong> – Kejaksaan Negeri (Kejari) Nganjuk mulai mendalami laporan dugaan penyelewengan bantuan hibah ternak sapi yang mengucur ke salah satu desa di Kabupaten Nganjuk. </p>
<p>Laporan yang dilayangkan oleh gabungan Organisasi Kemasyarakatan (Ormas) dan LSM tersebut kini tengah berada di meja Kejaksaan untuk proses pengumpulan bahan dan keterangan (pulbaket).</p>
<p>Kasi Intel Kejari Nganjuk, Koko Robby Yahya, mengonfirmasi bahwa pihaknya telah menerima dokumen pendukung dari pelapor terkait dugaan raibnya atau penyalahgunaan bantuan sebanyak 10 ekor sapi.</p>
<p>"Kami sedang mendalami kronologi dan fakta hukumnya. Tim akan membedah apakah perkara ini masuk dalam unsur perbuatan melawan hukum, tindak pidana umum, atau terdapat indikasi kuat tindak pidana korupsi," ujar Koko saat ditemui di lobi Kantor Kejari Nganjuk, Kamis (7/5/2026).</p>
<p>Koko menegaskan bahwa penyelidikan tidak akan berhenti di satu titik. Jika dalam proses pengembangan ditemukan bukti signifikan, Kejari Nganjuk siap memperluas jangkauan penyelidikan ke desa-desa lain untuk mencegah kerugian negara yang lebih besar.</p>
<p>Terkait maraknya aduan masyarakat pasca-Lebaran, Kejaksaan memberikan peringatan keras kepada pemerintah desa agar lebih berhati-hati dalam mengelola anggaran negara. </p>
<p>Koko menjelaskan terdapat dua koridor penanganan yang digunakan Kejaksaan sesuai arahan Kajari dan Bupati Nganjuk. </p>
<p>Pertama adalah dilakukan pembinaan jika temuan berupa kesalahan administrasi atau kelebihan bayar yang tidak disengaja, dengan mekanisme pengembalian kerugian.</p>
<p>Kedua adalah langkah penindakan, hal itu dilakukan secara profesional dan terukur jika ditemukan pelanggaran frontal yang terindikasi kuat sebagai tindak pidana korupsi.</p>
<p>"Kejari Nganjuk berkomitmen menangani setiap pengaduan secara berintegritas untuk memastikan program bantuan pemerintah tepat sasaran dan bebas dari praktik korupsi," tegasnya.</p>
<p>Selain laporan baru mengenai hibah sapi, Kejari Nganjuk juga memastikan bahwa penanganan kasus di Desa Kudu, Kecamatan Kertosono, tetap berjalan. </p>
<p>Koko mengakui proses ini membutuhkan waktu lebih karena rentang waktu peristiwa yang sudah cukup lama.</p>
<p>"Kami memerlukan koordinasi intensif dengan instansi terkait untuk mengungkap kasus tersebut secara tuntas. Prosesnya masih terus berjalan," pungkas Koko. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Hearing Desa Ngringin Nganjuk Digelar Tertutup, Dugaan Korupsi Infrastruktur Masuk Ranah APH</title>
<link>https://suarajatimpost.com/hearing-desa-ngringin-nganjuk-digelar-tertutup-dugaan-korupsi-infrastruktur-masuk-ranah-aph</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/hearing-desa-ngringin-nganjuk-digelar-tertutup-dugaan-korupsi-infrastruktur-masuk-ranah-aph</guid>
<description><![CDATA[ Rapat tersebut dikemas tertutup, awak media tidak diperkenankan memantau langsung jalannya diskusi antara legislatif, pihak kecamatan, dan perangkat desa di dalam ruangan. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202605/image_870x580_69fc3ce211bbe.webp" length="55258" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 07 May 2026 14:42:58 +0700</pubDate>
<dc:creator>Kuswanto</dc:creator>
<media:keywords>Rapat Dengar Pendapat, Hearing tertutup, DRPD, Komisi I, Pemdes Desa Ngringin, Nganjuk</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>NGANJUK, SJP</strong>–Hearing atau Rapat Dengar Pendapat (RDP) terkait persoalan tata kelola Pemerintahan Desa Ngringin di Gedung DPRD Nganjuk pada Kamis (7/5/2026) berlangsung penuh tensi dan tertutup bagi awak media. </p>
<p>Pertemuan tersebut mengungkap fakta bahwa dugaan penyimpangan proyek infrastruktur desa kini telah resmi ditangani oleh Aparat Penegak Hukum (APH).</p>
<p>Ketua Komisi 1 DPRD Nganjuk, Anik Rahayu, usai memimpin rapat yang dihadiri pihak kecamatan dan perangkat desa tersebut, menegaskan bahwa legislatif membatasi pernyataan terkait proyek rabat jalan yang dipersoalkan warga.</p>
<p>"Terkait dugaan penyimpangan infrastruktur, itu sudah masuk ke ranah APH. Kami menghormati proses hukum yang sedang berjalan di kepolisian atau kejaksaan, sehingga tidak akan memberikan pernyataan panjang lebar," ujar Anik kepada wartawan usai RDP. </p>
<p>Persoalan kian meruncing saat perwakilan warga Desa Ngringin yang tergabung dalam Dadung Darmasila, Arif Rahman, membeberkan dugaan pungutan liar dalam program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL). </p>
<p>Warga menuntut rincian penggunaan dana sebesar Rp350.000 per pemohon yang merupakan selisih dari kesepakatan total Rp500.000 setelah dipotong biaya resmi SKB 3 Menteri.</p>
<p>Lebih mengejutkan, Arif mengungkapkan adanya dugaan aliran dana tambahan sebesar Rp700.000 yang diduga mengalir ke kantong oknum perangkat desa, termasuk Kepala Desa dan Sekretaris Desa.</p>
<p>Arif mengaku kecewa lantaran pihak BPN dan Pokmas absen dalam pertemuan yang difasilitasi oleh DPRD tersebut.</p>
<p>"Kami minta rincian detail, Rp350.000 itu untuk apa saja? Itu dana masyarakat. Kami juga menuntut akses terhadap LPJ APBDes hingga kuitansi pembelanjaan material karena itu adalah dokumen publik," tegas Arif </p>
<p>Menanggapi gejolak tersebut, Kepala Inspektorat Nganjuk, Samsul Huda, menyatakan bahwa pihaknya telah bergerak melakukan audit investigatif. Saat ini, tim auditor sedang merampungkan draf Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP).</p>
<p>"Kami sudah laksanakan pemeriksaan sesuai prosedur. Kami mohon semua pihak bersabar menunggu proses administratif ini selesai agar hasilnya akurat dan bisa dipertanggungjawabkan," jelas Samsul.</p>
<p>Di sisi lain, Kepala Desa Ngringin, Ika Agustina, memilih pendekatan diplomatis saat ditemui usai rapat. </p>
<p>Meski didera isu miring, ia mengklaim kehadirannya di DPRD adalah bentuk komitmen memperbaiki komunikasi yang tersumbat dengan warga.</p>
<p>"Harapan saya, melalui forum ini terjalin sinergitas. Kami berkomitmen memperbaiki pola interaksi agar segala persoalan desa dapat diselesaikan secara kekeluargaan," ungkap Ika <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Kapolres Nganjuk Perkuat Sinergi dengan PPDI, Soroti Kamtibmas dan Antisipasi Miras</title>
<link>https://suarajatimpost.com/kapolres-nganjuk-perkuat-sinergi-dengan-ppdi-soroti-kamtibmas-dan-antisipasi-miras</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/kapolres-nganjuk-perkuat-sinergi-dengan-ppdi-soroti-kamtibmas-dan-antisipasi-miras</guid>
<description><![CDATA[ Pertemuan ini menjadi momentum penting untuk mempererat silaturahmi serta menyelaraskan program kerja antara kepolisian dan perangkat desa sebagai ujung tombak pelayanan masyarakat. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202605/image_870x580_69fb48df6b6f1.webp" length="45818" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 06 May 2026 21:45:14 +0700</pubDate>
<dc:creator>Kuswanto</dc:creator>
<media:keywords>Sinergitas, Polres Nganjuk, PPDI, Kamtibmas, Nganjuk</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>NGANJUK, SJP - </strong>Dalam upaya menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas), Kapolres Nganjuk melakukan pertemuan strategis dengan jajaran pengurus Persatuan Perangkat Desa Indonesia (PPDI) Kabupaten Nganjuk.</p>
<p>Pertemuan ini menjadi momentum penting untuk mempererat silaturahmi serta menyelaraskan program kerja antara kepolisian dan perangkat desa sebagai ujung tombak pelayanan masyarakat.</p>
<p>Kapolres Nganjuk AKBP Suria Miftah Irawan didampingi Pejabat Utama Polres Nganjuk melaksanakan silaturahmi bersama Persatuan Perangkat Desa Indonesia (PPDI) Kabupaten Nganjuk di Dusun Dawuhan, Desa Mancon, Kecamatan Wilangan, Rabu (6/5/2026).</p>
<p>Kegiatan tersebut menjadi forum mempererat komunikasi antara Polri dengan elemen masyarakat guna memantapkan sinergi dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat di wilayah Kabupaten Nganjuk.</p>
<p>Dalam suasana ramah tamah, Kapolres Nganjuk menegaskan bahwa situasi kamtibmas yang aman tidak bisa dijaga sendiri oleh kepolisian, melainkan membutuhkan dukungan tokoh masyarakat, pemerintah desa, organisasi kemasyarakatan, dan seluruh warga.</p>
<p>“Silaturahmi ini menjadi sarana menyamakan langkah dalam memelihara kamtibmas. Kami berharap PPDI Kabupaten Nganjuk dan seluruh elemen masyarakat terus menjadi mitra strategis Polres Nganjuk untuk menjaga situasi tetap aman, damai, dan kondusif melalui komunikasi dan kebersamaan yang kuat,” tegas AKBP Suria Miftah Irawan.</p>
<p>Sementara itu, Ketua Persatuan Perangkat Desa Indonesia (PPDI) Kabupaten Nganjuk Soim Rohani, S.Pd. selaku tuan rumah menyambut baik kunjungan Kapolres Nganjuk beserta jajaran. </p>
<p>Ia menyebut ada dua hal penting yang menjadi perhatian bersama dalam pertemuan tersebut, yakni memantapkan sinergi antara masyarakat dengan kepolisian dalam menjaga kamtibmas serta mengantisipasi peredaran minuman keras di tengah masyarakat.</p>
<p>“Sinergi masyarakat dengan kepolisian harus terus diperkuat agar keamanan lingkungan tetap terjaga. Selain itu, kami juga memandang perlu adanya langkah bersama untuk mengantisipasi peredaran minuman keras karena hal tersebut dapat memengaruhi ketertiban dan kenyamanan warga,” ujar Soim Rohani.</p>
<p>Ia menegaskan PPDI Kabupaten Nganjuk siap mendukung Polres Nganjuk melalui penyampaian informasi, edukasi warga, serta penguatan kesadaran masyarakat demi terciptanya lingkungan yang aman dan kondusif.</p>
<p>Melalui silaturahmi ini diharapkan hubungan harmonis antara kepolisian dan masyarakat semakin kuat sehingga upaya menjaga keamanan wilayah dapat berjalan berkelanjutan. <strong>(**)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Dinamika PTSL Desa Bandung Nganjuk, 536 Warga Tetap Mendaftar</title>
<link>https://suarajatimpost.com/dinamika-ptsl-desa-bandung-nganjuk-536-warga-tetap-mendaftar</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/dinamika-ptsl-desa-bandung-nganjuk-536-warga-tetap-mendaftar</guid>
<description><![CDATA[ Program PTSL di Desa Bandung, Prambon, Nganjuk diikuti 536 warga, diwarnai dinamika antara BPD, Pokmas, dan Pemdes terkait legalitas dan koordinasi, namun dipastikan tetap berjalan sesuai aturan. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202605/image_870x580_69faf5f38edb5.webp" length="22040" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 06 May 2026 20:30:21 +0700</pubDate>
<dc:creator>Kuswanto</dc:creator>
<media:keywords>Peserta pemohon, ratusan warga, Program PTSP, Ketua Pokmas, BPD, Pemdes Desa Bandung, kesepakatan pemohon, Desa Bandung, Nganjuk</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<div class="flex max-w-full flex-col gap-4 grow">
<div data-message-author-role="assistant" data-message-id="87a674fb-b28c-4611-bea2-352fc01dcf92" dir="auto" data-message-model-slug="gpt-5-3" class="min-h-8 text-message relative flex w-full flex-col items-end gap-2 text-start break-words whitespace-normal outline-none keyboard-focused:focus-ring [.text-message+&amp;]:mt-1" data-turn-start-message="true" tabindex="0">
<div class="flex w-full flex-col gap-1 empty:hidden">
<div class="markdown prose dark:prose-invert w-full wrap-break-word light markdown-new-styling">
<p data-start="0" data-end="393"><strong data-start="0" data-end="16">NGANJUK, SJP</strong> – Pelaksanaan program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) di Desa Bandung, Kecamatan Prambon, Kabupaten Nganjuk, menjadi sorotan publik setelah muncul dinamika antara Badan Permusyawaratan Desa (BPD), Pemerintah Desa (Pemdes), dan Kelompok Masyarakat (Pokmas). Meski sempat diwarnai ketegangan, proses pendaftaran tetap berjalan dan berhasil menjaring ratusan pemohon.</p>
<p data-start="395" data-end="626">Panitia Pokmas PTSL resmi menutup masa pendaftaran yang dibuka sejak 20 hingga 30 April 2026. Dari proses tersebut, tercatat sebanyak 536 warga mendaftarkan diri untuk mengikuti program sertifikasi tanah milik pemerintah pusat itu.</p>
<p data-start="628" data-end="856">Antusiasme masyarakat terlihat saat ratusan pemohon memadati Balai Desa Bandung dalam kegiatan sosialisasi yang digelar Pokmas. Agenda ini bertujuan menyamakan persepsi sekaligus memperkenalkan struktur kepanitiaan kepada warga.</p>
<p data-start="858" data-end="1127">Namun di balik tingginya partisipasi, muncul perbedaan pandangan antara sejumlah pihak, terutama terkait legalitas Pokmas dan administrasi berita acara. Ketua Pokmas PTSL Desa Bandung, Mariani, mengakui sempat terjadi ketegangan dalam forum validasi data bersama warga.</p>
<p data-start="1129" data-end="1455">Menurutnya, persoalan berawal dari miskomunikasi mengenai pembentukan Pokmas. Ia menegaskan bahwa kepanitiaan tersebut terbentuk melalui forum aspirasi masyarakat dan telah disepakati pada 20 April 2026. Meski demikian, ia menyayangkan adanya dokumen berita acara yang disebut diterbitkan tanpa koordinasi dengan pihak Pokmas.</p>
<p data-start="1457" data-end="1661">“Mediasi ini kami lakukan untuk meluruskan miskomunikasi sekaligus memastikan legalitas Pokmas. Harapannya tidak ada lagi tumpang tindih informasi yang membuat warga resah,” ujar Mariani, Rabu (6/5/2026).</p>
<p data-start="1663" data-end="1876">Mariani juga menepis isu pembatasan kuota maupun sistem lotre yang sempat beredar di masyarakat. Ia memastikan seluruh berkas yang masuk akan tetap diakomodasi dan diperjuangkan ke Badan Pertanahan Nasional (BPN).</p>
<p data-start="1878" data-end="1990">“Kami tegaskan tidak ada sistem lotre. Semua pendaftar akan kami tampung dan proses sesuai mekanisme,” tegasnya.</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202605/image_870x_69faf9ec6d4a8.webp" alt=""></p>
<p data-start="1992" data-end="2288">Di sisi lain, Ketua BPD Desa Bandung, Muhammad Afif Taurohim, menilai perbedaan pandangan tersebut merupakan bagian dari proses sinkronisasi aturan, bukan konflik yang perlu dibesar-besarkan. Ia menegaskan bahwa pihaknya hanya berupaya memastikan kesesuaian dengan hasil Musyawarah Desa (Musdes).</p>
<p data-start="2290" data-end="2428">“Saya hanya ingin memperjelas terkait berita acara yang sudah disepakati dalam Musdes. Tidak ada maksud memperluas persoalan,” jelas Afif.</p>
<p data-start="2430" data-end="2600">Sebagai lembaga pengawas, BPD, lanjut Afif, berkomitmen menjaga agar program PTSL berjalan kondusif dan tidak menghambat hak masyarakat untuk memperoleh sertifikat tanah.</p>
<p data-start="2602" data-end="2733">“Yang terpenting program ini tetap berjalan lancar. Jangan sampai persoalan administratif menghambat kepentingan warga,” tambahnya.</p>
<p data-start="2735" data-end="2943">Dinamika juga dipicu ketidakhadiran Kepala Desa Bandung, Heru Subagio, dalam sejumlah pertemuan penting. Baik Afif maupun Mariani sempat menyoroti hal tersebut karena dinilai penting untuk menjaga koordinasi.</p>
<p data-start="2945" data-end="3149">Menanggapi hal itu, Heru Subagio memberikan klarifikasi bahwa ketidakhadirannya disebabkan agenda kedinasan yang tidak dapat ditinggalkan, yakni menghadiri acara pisah sambut Kapolsek di kantor kecamatan.</p>
<p data-start="3151" data-end="3284">“Saya mohon maaf kepada masyarakat. Di waktu yang sama saya harus menghadiri undangan resmi di kecamatan,” ujarnya saat dikonfirmasi.</p>
<p data-start="3286" data-end="3535">Meski demikian, Heru menegaskan bahwa Pemdes tetap berkomitmen mengawal program PTSL secara transparan dan sesuai prosedur. Ia memastikan seluruh proses, termasuk penetapan jumlah pendaftar, telah didasarkan pada dokumen resmi hasil Musyawarah Desa.</p>
<p data-start="3537" data-end="3632">“Semua langkah yang kami ambil mengacu pada berita acara yang sah dan sesuai aturan,” tegasnya.</p>
<p data-start="3634" data-end="3770">Sementara itu, salah satu warga pemohon, Ikhwan, mengaku terbantu dengan program PTSL, terutama dari sisi biaya yang dinilai terjangkau.</p>
<p data-start="3772" data-end="3850">“Biayanya hanya Rp150 ribu, sangat membantu masyarakat seperti kami,” ujarnya.</p>
<p data-start="3852" data-end="4084" data-is-last-node="" data-is-only-node="">Dengan jumlah pendaftar yang mencapai ratusan, seluruh pihak berharap dinamika yang terjadi dapat segera mereda sehingga pelaksanaan program PTSL di Desa Bandung tetap berjalan lancar dan memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat. <strong>(*)</strong></p>
<p data-start="3852" data-end="4084" data-is-last-node="" data-is-only-node=""><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>
</div>
</div>
</div>
</div>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Sidang Dugaan Penggelapan di Nganjuk: Pengacara Sebut Akar Perkara Adalah Perdata</title>
<link>https://suarajatimpost.com/sidang-dugaan-penggelapan-di-nganjuk-pengacara-sebut-akar-perkara-adalah-perdata</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/sidang-dugaan-penggelapan-di-nganjuk-pengacara-sebut-akar-perkara-adalah-perdata</guid>
<description><![CDATA[ Agenda penyampaian jawaban Jaksa Penuntut Umum (JPU) atas eksepsi terdakwa pada Selasa (5/5/2026), mempertegas benturan fundamental antara dua kubu: apakah perkara ini murni tindak pidana ataukah sengketa perdata yang dipaksakan masuk ke ranah hukum publik? ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202605/image_870x580_69f998cb09e31.webp" length="29718" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 06 May 2026 08:00:16 +0700</pubDate>
<dc:creator>Kuswanto</dc:creator>
<media:keywords>Sidang lanjutan kasus dugaan penggelapan, Pengadilan Negeri Nganjuk, Penasehat hukum, Dr Prayogo Laksono, Kejari Nganjuk, Nganjuk</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>NGANJUK, SJP</strong> – Persidangan kasus yang menjerat Yulia Margaretha di Pengadilan Negeri (PN) Nganjuk memasuki babak baru. </p>
<p>Agenda penyampaian jawaban Jaksa Penuntut Umum (JPU) atas eksepsi terdakwa pada Selasa (5/5/2026), mempertegas benturan fundamental antara dua kubu: apakah perkara ini murni tindak pidana ataukah sengketa perdata yang dipaksakan masuk ke ranah hukum publik?</p>
<p>Tim Penasihat Hukum terdakwa, Dr. Prayogo Laksono, melontarkan kritik terhadap konstruksi dakwaan JPU. </p>
<p>Usai sidang, Prayogo menilai jawaban jaksa tidak menyentuh substansi keberatan mereka dan hanya sekadar upaya defensif untuk membenarkan dakwaan yang dianggapnya prematur.</p>
<p>"Setelah kami mencermati dan menganalisis jawaban tersebut, kami tetap berpegang teguh pada surat dakwaan awal yang hanya setebal tiga lembar itu," ujar Dr. Prayogo kepada awak media.</p>
<p>Poim utama, menurut Prayogo adalah indikasi pengakuan jaksa mengenai asal-usul perkara. Ia menilai jaksa secara implisit mengakui bahwa peristiwa yang diperkarakan sebenarnya berakar dari relasi perdata. </p>
<p>Hal itulah yang menjadi amunisi utama pembelaan untuk memohon kepada Majelis Hakim agar perkara ini tidak dilanjutkan ke pemeriksaan pokok perkara.</p>
<p>"Kami menunggu hasil putusan, sebelum mengambil rencana atau upaya hukum berikutnya," tegasnya.</p>
<p>Di sisi lain, Kejaksaan Negeri Nganjuk tetap pada posisi rigid. Kepala Seksi Intelijen Kejari Nganjuk, Koko Robby Yahya, menegaskan bahwa dakwaan mereka telah memenuhi syarat formil dan materiil sebagaimana diatur dalam undang-undang.</p>
<p>Menariknya, dalam persidangan ini muncul koreksi lisan dari pihak kejaksaan mengenai rujukan pasal. </p>
<p>Koko mengklarifikasi bahwa standar dakwaan mereka tetap bersandar pada Pasal 143 KUHAP, bukan Pasal 75 sebagaimana sempat terucap sebelumnya.</p>
<p>"Inti persidangan hari ini adalah penyampaian pendapat penuntut umum atas perlawanan yang diajukan penasihat hukum terdakwa. Kami tetap berpendapat bahwa dakwaan yang kami ajukan telah memenuhi ketentuan Pasal 143 KUHAP," jelas Koko.</p>
<p>Terkait tudingan perdata yang dipidanakan, pihak kejaksaan memilih bersikap diplomatis dan menyerahkan sepenuhnya interpretasi hukum kepada meja hijau. </p>
<p>Koko meyakini seluruh tahapan prosedur telah dilalui sesuai koridor hukum yang berlaku.</p>
<p>"Kita semua menunggu seperti apa putusan dari Majelis Hakim nanti yang akan tertuang dalam putusan sela pada hari Kamis mendatang," pungkasnya. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Kadisdik Nganjuk Janji Upayakan Hak Guru Meski Terganjal Aturan Pusat</title>
<link>https://suarajatimpost.com/kadisdik-nganjuk-janji-upayakan-hak-guru-meski-terganjal-aturan-pusat</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/kadisdik-nganjuk-janji-upayakan-hak-guru-meski-terganjal-aturan-pusat</guid>
<description><![CDATA[ Dalam pernyataannya, Puguh menegaskan bahwa pihaknya sangat memahami keluhan para tenaga honorer, terutama terkait penghentian bantuan transportasi dan rendahnya honorarium yang diterima. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202605/image_870x580_69f991287eea9.webp" length="29896" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Tue, 05 May 2026 16:11:01 +0700</pubDate>
<dc:creator>Kuswanto</dc:creator>
<media:keywords>Kepala Dinas Pendidikan Nganjuk Puguh Harnoto, Non ASN, gaji, Honor, Nganjuk</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>NGANJUK, SJP</strong> — Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Kabupaten Nganjuk, Puguh Harnoto, memberikan penjelasan terkait polemik kesejahteraan tenaga pendidik dan kependidikan non-ASN usai menghadiri audiensi bersama Komisi IV DPRD Nganjuk dan Forum Peduli Guru, Selasa (5/5/2026).</p>
<p></p>
<p>Dalam pernyataannya, Puguh menegaskan bahwa pihaknya sangat memahami keluhan para tenaga honorer, terutama terkait penghentian bantuan transportasi dan rendahnya honorarium yang diterima. </p>
<p></p>
<p>Namun, ia menggarisbawahi bahwa setiap kebijakan anggaran harus selaras dengan regulasi pemerintah pusat.</p>
<p></p>
<p>Kadisdik menjelaskan bahwa persoalan guru non-ASN saat ini merupakan isu nasional yang pembahasannya tengah bergulir di tingkat kementerian. </p>
<p></p>
<p>Pemerintah daerah wajib mematuhi aturan serta Surat Edaran (SE) yang diterbitkan kementerian terkait status tenaga honorer.</p>
<p></p>
<p>"Bukan hanya di Nganjuk, ini adalah bahasan nasional. Kita harus patuh pada regulasi dari kementerian, baik itu Permendikbud maupun Surat Edaran kepada kepala daerah mengenai penanganan teman-teman non-ASN," jelas Puguh kepada media.</p>
<p></p>
<p>Menanggapi isu adanya efisiensi anggaran daerah yang berdampak pada honor guru, Puguh menyebutkan bahwa Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Nganjuk sebenarnya telah mengalokasikan anggaran pendidikan yang cukup besar dari APBD. </p>
<p></p>
<p>Namun, ia mengakui adanya kendala teknis dan aturan yang membatasi pengalokasian kembali bantuan dana transportasi tertentu untuk tahun 2026.</p>
<p></p>
<p>Pihaknya akan melakukan evaluasi terhadap laporan adanya pemotongan pajak atau sewa aset yang memberatkan guru dengan penghasilan minim. </p>
<p></p>
<p>Menjawab pertanyaan mengenai peluang pengangkatan pegawai baru, Puguh menyampaikan bahwa untuk tahun anggaran ini belum ada rencana atau instruksi resmi terkait pembukaan kembali seleksi PPPK secara besar-besaran bagi tenaga yang belum terdata di Dapodik.</p>
<p></p>
<p>"Kita berharap proses ini bisa berjalan kondusif. Dinas Pendidikan akan terus berupaya maksimal mendampingi hak-hak guru agar proses belajar mengajar di Nganjuk tetap berjalan baik meski ada tantangan administratif ini," tutupnya. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Ironi Guru di Nganjuk, Honor Terpangkas Sisa Rp50 Ribu dan Terancam Kehilangan Pekerjaan</title>
<link>https://suarajatimpost.com/ironi-guru-di-nganjuk-honor-terpangkas-sisa-rp50-ribu-dan-terancam-kehilangan-pekerjaan</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/ironi-guru-di-nganjuk-honor-terpangkas-sisa-rp50-ribu-dan-terancam-kehilangan-pekerjaan</guid>
<description><![CDATA[ Ratusan tenaga pendidik non-ASN di Nganjuk kini terjepit di antara kebijakan penghentian honor daerah secara sepihak dan ancaman penghapusan status honorer di pengujung tahun 2026. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202605/image_870x580_69f988a96b244.webp" length="42792" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Tue, 05 May 2026 13:09:18 +0700</pubDate>
<dc:creator>Kuswanto</dc:creator>
<media:keywords>Hearing, DPRD Nganjuk, Komisi IV, Dinas Pendidikan, Non ASN, Honor, gaji, Nganjuk</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>NGANJUK, SJP</strong> — Wajah suram dunia pendidikan di Kabupaten Nganjuk tersingkap dalam audiensi di Gedung DPRD setempat, Selasa (5/5/2026). </p>
<p>Ratusan tenaga pendidik non-ASN kini terjepit di antara kebijakan penghentian honor daerah secara sepihak dan ancaman penghapusan status honorer di pengujung tahun 2026.</p>
<p>Persoalan ini mencuat setelah Forum Peduli Guru mendatangi Komisi IV DPRD Nganjuk untuk menuntut keadilan. </p>
<p>Mereka membeber fakta mengenai 22 guru honorer yang kehilangan uang transportasi daerah sebesar Rp625.000 per bulan sejak awal 2026. Pemerintah Daerah berdalih program tersebut telah berakhir pada Desember 2025.</p>
<p><strong>Potongan Pajak yang Tidak Manusiawi</strong></p>
<p>Kondisi para guru kian tercekik akibat kebijakan administratif yang dinilai tidak memiliki empati. Aktivis Forum Peduli Guru, Supriono, mengungkapkan adanya guru yang hanya menerima honor sekolah sebesar Rp150.000, namun masih terbebani potongan sewa rumah dinas.</p>
<p>"Ada yang hanya menerima honor sekolah sebesar Rp150.000, tapi masih dipotong Rp100.000 untuk pajak sewa rumah daerah. Jadi mereka hanya membawa pulang Rp50.000 sebulan. Bagaimana mungkin cukup untuk menghidupi keluarga?" tegas Supriono. </p>
<p>Tak hanya urusan perut, ketidakpastian masa depan juga menghantui 805 guru non-ASN yang hingga kini belum mengantongi nomor Dapodik. </p>
<p>Jika Pemerintah Kabupaten Nganjuk gagal menyelesaikan status mereka sebelum 31 Desember 2026, sesuai mandat Surat Edaran Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor 7 Tahun 2026, maka ratusan pengajar ini terancam kehilangan profesinya secara permanen.</p>
<p><strong>Dugaan Pelanggaran Alokasi Dana BOS</strong></p>
<p>Selain menagih janji pemkab, forum guru juga membidik pengelolaan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) di tingkat satuan pendidikan. </p>
<p>Supriono mendesak Dinas Pendidikan (Disdik) melakukan pengawasan ketat terhadap kewajiban alokasi 20 persen dana BOS untuk honorarium.</p>
<p>"Kami meminta kepala sekolah jangan main-main dengan aturan. Gunakan hak 20 persen dana BOS itu untuk memanusiakan tenaga pengajar dan pendidik yang sudah mengabdi bertahun-tahun," cetusnya.</p>
<p><strong>DPRD Beri Peringatan ke Dinas Pendidikan</strong></p>
<p>Menanggapi carut-marut tersebut, Ketua Komisi IV DPRD Nganjuk, K.H. Asrori (Gus As), menyebut situasi ini sebagai kegagalan memanusiakan manusia. </p>
<p>Ia menyebut adanya kontradiksi antara beban kerja pengajar dengan penghasilan yang tidak logis.</p>
<p>Gus As menegaskan pentingnya rasa kemanusiaan dalam melihat persoalan pengajar yang memiliki keluarga namun gajinya terus dipangkas. </p>
<p>"Kami sangat memprihatinkan, kita harus memanusiakan mereka yang sudah bekerja keras mengajar," ujarnya.</p>
<p>Meski menyebut persoalan ini sebagai warisan masalah masa lalu yang kini menjadi beban pejabat baru di Dinas Pendidikan, Gus As memberikan peringatan keras jika kesepakatan audiensi tidak segera direalisasikan di lapangan.</p>
<p>"Kami dari Komisi IV akan terus mengawal. Tadi sudah ada kesepakatan awal, dan jika tidak segera terealisasi, kami tidak segan untuk memanggil kembali pihak terkait," pungkasnya.</p>
<p>Hingga berita ini diturunkan, belum terkomfirmasi langkah konkret dari Dinas Pendidikan Kabupaten Nganjuk untuk menyelamatkan nasib ratusan guru yang berada di ambang ketidakpastian ekonomi dan status kepegawaian. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries </strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Persidangan Dugaan Penggelapan di Nganjuk: Tim Hukum Terdakwa Sebut Dakwaan JPU Cacat</title>
<link>https://suarajatimpost.com/persidangan-dugaan-penggelapan-di-nganjuk-tim-hukum-terdakwa-sebut-dakwaan-jpu-cacat</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/persidangan-dugaan-penggelapan-di-nganjuk-tim-hukum-terdakwa-sebut-dakwaan-jpu-cacat</guid>
<description><![CDATA[ Tim Penasihat Hukum terdakwa secara resmi mengajukan nota keberatan (eksepsi) dan mendesak Majelis Hakim membatalkan dakwaan Jaksa Penuntut Umum (JPU) karena dinilai cacat hukum. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202605/image_870x580_69f8459d54284.webp" length="24964" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 04 May 2026 15:47:39 +0700</pubDate>
<dc:creator>Kuswanto</dc:creator>
<media:keywords>Sidang Lanjutan, Kasus Dugaan Penggelapan, Pengadilan Negeri Nganjuk, Penasehat Hukum, Pembacaan Eksepsi, JPU Kejari, Nganjuk</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>NGANJUK, SJP</strong> — Sidang perkara dugaan penggelapan dengan terdakwa Yulia Margaretha di Pengadilan Negeri (PN) Nganjuk memasuki babak baru. </p>
<p>Tim Penasihat Hukum terdakwa secara resmi mengajukan nota keberatan (eksepsi) dan mendesak Majelis Hakim membatalkan dakwaan Jaksa Penuntut Umum (JPU) karena dinilai cacat hukum.</p>
<p>Dalam persidangan tersebut, Dr. Prayogo Laksono dan Ander Sumiwi selaku kuasa hukum terdakwa, menegaskan bahwa dakwaan JPU dikategorikan sebagai obscuur libel atau dakwaan yang kabur. </p>
<p>Mereka menilai jaksa tidak cermat dalam menyusun syarat formil maupun materiil sebagaimana diatur dalam Pasal 143 KUHAP.</p>
<p>"Kami menilai dakwaan JPU seharusnya dibatalkan demi hukum. Dakwaan tersebut hanya bersifat naratif, bukan dakwaan yang sesungguhnya karena tidak menguraikan unsur-unsur tindak pidana secara lengkap dan cermat," tegas Prayogo saat memberikan keterangan kepada awak media usai persidangan.</p>
<p>Prayogo menyoroti adanya pelanggaran prosedur prosedur formal yang tidak sesuai dengan ketentuan Pasal 75 ayat (2) dan (3) KUHAP. </p>
<p>Selain itu, ia mengkritisi penerapan Pasal 486 yang dinilai tidak diuraikan secara detail, terutama dalam masa transisi penyesuaian hukum pidana terkait kategori denda.</p>
<p>Atas dasar tersebut, pihak terdakwa memohon kepada Majelis Hakim PN Nganjuk agar menerima eksepsi tersebut secara keseluruhan dalam Putusan Sela mendatang. </p>
<p>Terkait status penahanan, Prayogo mengonfirmasi bahwa kliennya kini berstatus tahanan Majelis Hakim setelah masa penahanan 20 hari dari kejaksaan berakhir.</p>
<p>Menanggapi perlawanan tersebut, Kejaksaan Negeri (Kejari) Nganjuk menyatakan kesiapannya untuk mematahkan poin-poin keberatan terdakwa. </p>
<p>Kasi Intelijen Kejari Nganjuk, Koko Robby, menegaskan bahwa eksepsi adalah hak konstitusional terdakwa yang merupakan dinamika wajar dalam persidangan.</p>
<p>"Kami menghormati argumen yang disampaikan penasihat hukum. Namun, kami optimis dapat menjawab seluruh poin keberatan tersebut secara komprehensif pada persidangan berikutnya," ujar Koko.</p>
<p>Koko menambahkan, pihaknya telah menyiapkan tanggapan resmi JPU yang akan menjabarkan fakta-fakta hukum guna memperkuat dakwaan yang telah disusun. </p>
<p>"Besok akan kami jabarkan seluruh tanggapan kami atas perlawanan tersebut di hadapan Majelis Hakim," pungkasnya. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>May Day di Makam Marsinah, KSBSI Nganjuk Serukan Persatuan Buruh</title>
<link>https://suarajatimpost.com/may-day-di-makam-marsinah-ksbsi-nganjuk-serukan-persatuan-buruh</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/may-day-di-makam-marsinah-ksbsi-nganjuk-serukan-persatuan-buruh</guid>
<description><![CDATA[ Ketua DPC Federasi Hukatan KSBSI Nganjuk, Budi Santoso, menyampaikan pernyataan sikap mengenai masa depan buruh di Kota Angin. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202605/image_870x580_69f46b40e3bed.webp" length="59488" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Fri, 01 May 2026 17:01:33 +0700</pubDate>
<dc:creator>Kuswanto</dc:creator>
<media:keywords>Ketua DPC Federasi Hukatan KSBSI Nganjuk, Budi Santoso, May day, Makam Marsinah, buruh, kesejahteraan, Nganjuk</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p data-start="89" data-end="318"><strong data-start="89" data-end="105">NGANJUK, SJP</strong> – Peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) pada 1 Mei 2026 di makam pejuang buruh Marsinah, Desa Ngelundo, Kecamatan Sukomoro, Kabupaten Nganjuk, diwarnai seruan kuat untuk mempererat persatuan kaum pekerja.</p>
<p data-start="320" data-end="493">Ketua DPC Federasi Hukatan KSBSI Nganjuk, Budi Santoso, menyampaikan pernyataan sikap terkait masa depan buruh di Kabupaten Nganjuk di tengah pesatnya perkembangan industri.</p>
<p data-start="495" data-end="771">Dalam wawancara dengan awak media, Budi menegaskan bahwa momentum May Day harus menjadi titik balik untuk memperkuat organisasi buruh. Menurutnya, peran serikat pekerja sangat penting dalam menjembatani pemenuhan hak-hak buruh di tengah persaingan industri yang semakin ketat.</p>
<p data-start="773" data-end="1007">Ia mengajak seluruh elemen buruh di Nganjuk untuk bersatu sebagai satu kekuatan agar aspirasi mereka lebih didengar oleh para pemangku kebijakan. KSBSI, kata dia, siap menjadi garda terdepan dalam memperjuangkan kesejahteraan pekerja.</p>
<p data-start="1009" data-end="1202">“Di makam Marsinah ini, kami mewakili buruh menjadikannya sebagai simbol pengingat bahwa hak-hak buruh harus terus diperjuangkan dengan keberanian dan kebersamaan,” ujar Budi, Jumat (1/5/2026).</p>
<p data-start="1204" data-end="1430">Budi juga berharap ke depan hubungan antara pengusaha, pemerintah, dan buruh dapat berjalan lebih adil dan seimbang. Ia menilai, tanpa persatuan yang solid di internal buruh, upaya mewujudkan kesejahteraan akan sulit tercapai.</p>
<p data-start="1432" data-end="1583">“Kami berharap serikat pekerja dan serikat buruh di Nganjuk benar-benar bisa memperjuangkan aspirasi pekerja agar mereka semakin sejahtera,” tambahnya.</p>
<p data-start="1585" data-end="1794">Kehadiran jajaran pengurus KSBSI yang mengenakan seragam hijau khas organisasi di lokasi makam Marsinah menjadi simbol bahwa semangat perjuangan buruh tetap hidup dan terus berkembang di Kabupaten Nganjuk. <strong>(*)</strong></p>
<p data-start="1585" data-end="1794"><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Bupati Nganjuk Tegaskan Larangan Upah di Bawah UMK, Buruh Diminta Berani Melapor</title>
<link>https://suarajatimpost.com/bupati-nganjuk-tegaskan-larangan-upah-di-bawah-umk-buruh-diminta-berani-melapor</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/bupati-nganjuk-tegaskan-larangan-upah-di-bawah-umk-buruh-diminta-berani-melapor</guid>
<description><![CDATA[ Pemerintah Kabupaten Nganjuk memberikan peringatan keras kepada seluruh perusahaan yang beroperasi di wilayahnya untuk mematuhi aturan pengupahan ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202605/image_870x580_69f4674dc7b7e.webp" length="39344" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Fri, 01 May 2026 16:00:52 +0700</pubDate>
<dc:creator>Kuswanto</dc:creator>
<media:keywords>Mau Day, Hari Buruh, Makam Marsinah, Bupati Nganjuk Marhean Djumadi, UMK Nganjuk, kesejahteraan Buruh, Nganjuk</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<section class="text-token-text-primary w-full focus:outline-none [--shadow-height:45px] has-data-writing-block:pointer-events-none has-data-writing-block:-mt-(--shadow-height) has-data-writing-block:pt-(--shadow-height) [&amp;:has([data-writing-block])&gt;*]:pointer-events-auto [content-visibility:auto] supports-[content-visibility:auto]:[contain-intrinsic-size:auto_100lvh] R6Vx5W_threadScrollVars scroll-mb-[calc(var(--scroll-root-safe-area-inset-bottom,0px)+var(--thread-response-height))] scroll-mt-[calc(var(--header-height)+min(200px,max(70px,20svh)))]" dir="auto" data-turn-id="request-WEB:5be86537-61cf-4e53-b9d7-5fd4c5ac36f9-1" data-testid="conversation-turn-4" data-scroll-anchor="false" data-turn="assistant">
<div class="text-base my-auto mx-auto pb-10 [--thread-content-margin:var(--thread-content-margin-xs,calc(var(--spacing)*4))] @w-sm/main:[--thread-content-margin:var(--thread-content-margin-sm,calc(var(--spacing)*6))] @w-lg/main:[--thread-content-margin:var(--thread-content-margin-lg,calc(var(--spacing)*16))] px-(--thread-content-margin)">
<div class="[--thread-content-max-width:40rem] @w-lg/main:[--thread-content-max-width:48rem] mx-auto max-w-(--thread-content-max-width) flex-1 group/turn-messages focus-visible:outline-hidden relative flex w-full min-w-0 flex-col agent-turn">
<div class="flex max-w-full flex-col gap-4 grow">
<div data-message-author-role="assistant" data-message-id="f57a8b4a-4814-4929-be25-7119f669f833" dir="auto" data-message-model-slug="gpt-5-3" class="min-h-8 text-message relative flex w-full flex-col items-end gap-2 text-start break-words whitespace-normal outline-none keyboard-focused:focus-ring [.text-message+&amp;]:mt-1" data-turn-start-message="true" tabindex="0">
<div class="flex w-full flex-col gap-1 empty:hidden">
<div class="markdown prose dark:prose-invert w-full wrap-break-word light markdown-new-styling">
<p data-start="109" data-end="350"><strong data-start="109" data-end="125">NGANJUK, SJP</strong> – Seiring pesatnya pertumbuhan kawasan industri di Kabupaten Nganjuk, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Nganjuk memberikan peringatan tegas kepada seluruh perusahaan agar mematuhi ketentuan pengupahan sesuai aturan yang berlaku.</p>
<p data-start="352" data-end="503">Peringatan tersebut disampaikan Bupati Nganjuk, Marhaen Djumadi, usai menghadiri kegiatan di makam pahlawan buruh nasional, Marsinah, Jumat (1/5/2026).</p>
<p data-start="505" data-end="660">Ia menegaskan, pemerintah daerah tidak akan mentoleransi perusahaan yang membayar upah di bawah standar Upah Minimum Kabupaten (UMK) yang telah ditetapkan.</p>
<p data-start="662" data-end="907">Didampingi wakil bupati, Bupati Nganjuk yang akrab disapa Kang Marhaen ini, juga menginstruksikan para pekerja atau buruh untuk berani melapor apabila menemukan pelanggaran, baik berupa pembayaran upah di bawah standar maupun sistem pembayaran yang dicicil.</p>
<p data-start="909" data-end="1017">“Jangan takut melaporkan. Kalau ada temuan yang dinilai tidak layak, segera laporkan kepada kami,” tegasnya.</p>
<p data-start="1019" data-end="1236">Bupati juga menekankan pentingnya keseimbangan antara pertumbuhan investasi dan kesejahteraan tenaga kerja. Menurutnya, kehadiran industri di Nganjuk harus mampu memberikan nilai tambah nyata bagi masyarakat setempat.</p>
<p data-start="1238" data-end="1434">Terkait pesatnya perkembangan industri, Kang Marhaen menyebut hal tersebut sejalan dengan kebijakan pembangunan daerah. Ia menjelaskan, terdapat tiga strategi utama yang saat ini dijalankan pemerintah.</p>
<p data-start="1436" data-end="1783">Pertama, sektor pertanian melalui penerapan teknologi dan digitalisasi di bidang agraris. Kedua, penguatan sektor industri dengan mendorong tumbuhnya manufaktur guna membuka lapangan kerja baru dan mengurangi ketergantungan pada sektor primer. Ketiga, kemudahan investasi melalui pemberian insentif berupa pembebasan biaya perizinan bagi investor.</p>
<p data-start="1785" data-end="2056">Di tengah isu ketimpangan di sektor perburuhan, bupati memberikan penegasan kepada para pengusaha. Ia menyatakan bahwa Pemkab Nganjuk membuka peluang investasi seluas-luasnya, dengan syarat utama memprioritaskan tenaga kerja lokal serta memenuhi hak-hak normatif pekerja.</p>
<p data-start="2058" data-end="2185">“Silakan berinvestasi, izin kami gratiskan. Namun yang bekerja harus warga Nganjuk. Hak buruh adalah harga mati,” ujar Marhaen.</p>
<p data-start="2187" data-end="2414">Selain itu, ia juga menyoroti adanya laporan terkait perusahaan yang masih mencicil pembayaran upah karyawan. Pemerintah daerah, kata dia, akan melakukan pengawasan ketat dan memberikan teguran kepada perusahaan yang melanggar.</p>
<p data-start="2416" data-end="2552">“Langkah ini untuk memastikan tidak ada buruh di Nganjuk yang dimarginalkan atau haknya dibeda-bedakan,” jelasnya.</p>
<p data-start="2554" data-end="2764" data-is-last-node="" data-is-only-node="">Dengan kebijakan yang berpihak pada investasi sekaligus perlindungan tenaga kerja, Pemkab Nganjuk berharap daerah ini dapat berkembang menjadi pusat industri baru tanpa mengabaikan kesejahteraan masyarakat. <strong>(*)</strong></p>
<p data-start="2554" data-end="2764" data-is-last-node="" data-is-only-node=""><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>
</div>
</div>
</div>
</div>
<div class="z-0 flex min-h-[46px] justify-start"></div>
<div class="mt-3 w-full empty:hidden">
<div class="text-center"></div>
</div>
</div>
</div>
</section>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Ziarah ke Pusara Marsinah: Cara Forkopimda Nganjuk Maknai Perjuangan Buruh di May Day 2026</title>
<link>https://suarajatimpost.com/ziarah-ke-pusara-marsinah-cara-forkopimda-nganjuk-maknai-perjuangan-buruh-di-may-day-2026</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/ziarah-ke-pusara-marsinah-cara-forkopimda-nganjuk-maknai-perjuangan-buruh-di-may-day-2026</guid>
<description><![CDATA[ Di depan pusara Marsinah, Bupati Nganjuk Marhaen Djumadi dan Wakil Bupati Tri Handy Saputra bersama jajaran Forkopimda tampak tertunduk khusyuk memanjatkan doa, dilanjutkan dengan tabur bunga sebagai simbol penghormatan atas perjuangan almarhumah bagi kaum buruh Indonesia. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202605/image_870x580_69f4600a49d20.webp" length="63980" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Fri, 01 May 2026 14:57:07 +0700</pubDate>
<dc:creator>Kuswanto</dc:creator>
<media:keywords>Mau Day, hari Buruh 1 Mei 2026, Tabur bunga di makam Marsinah, Forkopimda, Desa Ngelundo Kecamatan Sukomoro, Nganjuk</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>NGANJUK, SJP</strong> — Peringatan Hari Buruh Internasional atau May Day pada 1 Mei 2026 di Kabupaten Nganjuk berlangsung khidmat dan penuh makna. </p>
<p>Jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) bersama Organisasi Perangkat Daerah (OPD) melaksanakan rangkaian kegiatan, mulai dari ziarah ke makam pahlawan buruh, Marsinah, hingga pemotongan tumpeng bersama.</p>
<p>Rangkaian acara diawali dengan prosesi ziarah di pemakaman umum Desa Ngelundo, Kecamatan Sukomoro, Nganjuk. </p>
<p>Di depan pusara Marsinah, Bupati Nganjuk Marhaen Djumadi dan Wakil Bupati Tri Handy Saputra bersama jajaran Forkopimda tampak tertunduk khusyuk memanjatkan doa, dilanjutkan dengan tabur bunga sebagai simbol penghormatan atas perjuangan almarhumah bagi kaum buruh Indonesia.</p>
<p>Setelah prosesi ziarah selesai, acara dilanjutkan dengan ramah tamah yang melibatkan seluruh tamu undangan dan perwakilan serikat pekerja. Puncak acara ditandai dengan pemotongan tumpeng oleh jajaran pimpinan daerah.</p>
<p>Dalam sambutannya, Bupati Nganjuk Marhaen Djumadi menyampaikan bahwa momentum May Day tahun ini harus dijadikan jembatan komunikasi yang lebih baik antara pekerja, pengusaha, dan pemerintah.</p>
<p>"Hari ini kita tidak hanya mengenang perjuangan masa lalu di makam Marsinah, tetapi juga merayakan kebersamaan kita melalui tumpeng ini. Ini adalah simbol bahwa kesejahteraan buruh adalah tanggung jawab kita bersama dalam suasana yang guyub rukun," pungkasnya.</p>
<p>Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Nganjuk, Istna Sofina Shofiani, turut hadir dan memberikan dukungan penuh dalam rangkaian peringatan Hari Buruh Internasional yang dipusatkan di makam pejuang buruh, Marsinah, Desa Ngelundo, Kecamatan Sukomoro, Nganjuk, pada Jumat (1/5/2026).</p>
<p>"Kami hadir di sini untuk memberikan dukungan penuh kepada rekan-rekan buruh. Semangat almarhumah Marsinah dalam memperjuangkan hak-hak pekerja harus kita teruskan melalui sinergi yang harmonis antara regulasi pemerintah, kebutuhan pengusaha, dan kesejahteraan pekerja," ujar Kadisnaker di lokasi pemakaman. <strong>(***)</strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Siswa SMP di Baron Nganjuk Diduga Alami Insiden Misterius, Patah Tulang dan Dirawat di RSUD Kertosono</title>
<link>https://suarajatimpost.com/siswa-smp-di-baron-nganjuk-diduga-alami-insiden-misterius-patah-tulang-dan-dirawat-di-rsud-kertosono</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/siswa-smp-di-baron-nganjuk-diduga-alami-insiden-misterius-patah-tulang-dan-dirawat-di-rsud-kertosono</guid>
<description><![CDATA[ Seorang siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP) asal Kecamatan Baron terpaksa dilarikan ke RSUD Kertosono guna mendapatkan perawatan medis serius. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x580_69f354771ceb9.webp" length="26238" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 30 Apr 2026 22:19:38 +0700</pubDate>
<dc:creator>Kuswanto</dc:creator>
<media:keywords>Korban Misterius, Siwa SMPN, dirawat intensif, RSD Kertosono, patah kaki, keluarga korban, Baron, Nganjuk</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>NGANJUK, SJP </strong>- Dunia pendidikan di wilayah Kecamatan Baron Kabupaten Nganjuk mendadak gempar. Seorang siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP) asal Kecamatan Baron terpaksa dilarikan ke RSUD Kertosono guna mendapatkan perawatan medis serius. </p>
<p>MSF(15), salah satu siswa di sebuah sekolah negeri setingkat SMP di wilayah Kecamatan Baron diduga menjadi korban peristiwa misterius hingga mengalami patah tulang pada bagian paha kaki kanannya dan baru saja menjalani operasi, hingga kini masih dalam perawatan di RSD Kertosono</p>
<p>​Berdasarkan informasi di lokasi, korban nampak terbaring lemah di ruang perawatan dengan pengawasan ketat dari tim medis. </p>
<p>Kabar mengenai kondisi siswa tersebut masih menjalani perawatan intensif di ruang rawat inap Bougenville nomor 5 di lantai 3 pun dengan cepat menyebar ke masyarakat, memicu rasa prihatin sekaligus tanda tanya besar mengenai kronologi kejadian yang menimpanya.</p>
<p>​ZA, orang tua korban tampak setia mendampingi putra mereka. Raut wajah cemas dan sedih tak dapat disembunyikan yang terus memantau perkembangan kondisi kesehatan anaknya. ​Meski kondisi korban dilaporkan mulai mendapatkan penanganan stabil, pihak keluarga masih enggan memberikan keterangan rinci mengenai detail peristiwa yang terjadi. Mereka saat ini lebih fokus pada proses pemulihan trauma dan fisik sang buah hati.</p>
<p>​"Kami sangat terpukul dengan kejadian ini. Saat ini kami serahkan sepenuhnya proses perawatan kepada pihak rumah sakit, dan berharap putra kami segera pulih seperti sedia kala," ungkapnya dengan nada lirih. Kamis (30/4/2026).</p>
<p>Menurut ZA, sampai saat ini belum tahu persis penyebab dan motif di balik kejadian yang menimpa anak bungsunya.</p>
<p>”Saya masih syok. Pihak sekolah sampai sekarang masih belum memberikan keterangan apapun terkait peristiwa itu,” ungkapnya.</p>
<p>Orang tua korban menceritakan, awal peristiwanya pada Sabtu siang (25/4/2026) saat posisi anaknya masih ada di sekolah untuk persiapan pulang. Biasanya sekitar jam 13.00 WIB, anaknya sudah sampai di rumah. Tapi hari itu lebih dari pukul 13.00 WIB masih belum pulang.</p>
<p>”Waktu itu saya langsung meluncur ke sekolah. Saat di sekolah, anak saya ditandu teman-temanya karena kakinya tidak bisa berjalan,” urai ZA.</p>
<p>Tidak sampai di situ, ZA mengatakan, melihat kondisi anaknya seperti itu kenapa pihak sekolah tidak melakukan pertolongan sementara.</p>
<p>”Kok aneh, padahal di depan sekolah persis ada tempat pelayanan kesehatan berupa klinik. Di situ juga ada layanan UGD 24 jam,” bebernya dengan kesal.</p>
<p>Sementara itu, aktivis perlindungan perempuan dan anak, Tanty Niswatin menyatakan sikap tegas dan melakukan pendampingan langsung ke pihak sekolah untuk mencari titik terang penyebab insiden tersebut.</p>
<p>Kata Tanty, kKetidakjelasan informasi mengenai penyebab siswa tersebut sampai harus dievakuasi dan menjalani perawatan intensif, memicu kekhawatiran adanya celah dalam sistem perlindungan anak di lingkungan pendidikan.</p>
<p>"Kami akan segera turun ke sekolah yang bersangkutan. Anak ini ditandu tanpa sebab yang jelas, ini yang harus kita bedah. Apakah ada intimidasi, perundungan, atau faktor kesehatan yang terabaikan? Kami hadir untuk memastikan hak-hak anak ini terlindungi dan ada klarifikasi transparan dari pihak sekolah," ujarnya. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Pemkab Nganjuk Verifikasi Kondisi Dua Bersaudara Prasejahtera di Warujayeng, Gerak Cepat Lakukan Asesmen</title>
<link>https://suarajatimpost.com/pemkab-nganjuk-verifikasi-kondisi-dua-bersaudara-prasejahtera-di-warujayeng-gerak-cepat-lakukan-asesmen</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/pemkab-nganjuk-verifikasi-kondisi-dua-bersaudara-prasejahtera-di-warujayeng-gerak-cepat-lakukan-asesmen</guid>
<description><![CDATA[ Langkah ini diambil sebagai bentuk kehadiran pemerintah dalam memberikan perlindungan sosial dan fasilitas hunian yang layak bagi masyarakat prasejahtera. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x580_69f34ac987677.webp" length="23028" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 30 Apr 2026 21:49:06 +0700</pubDate>
<dc:creator>Kuswanto</dc:creator>
<media:keywords>Kadinas Perkim Nurul Huda, bantuan bedah rumah, RTLH, Warga kurang mampu, Dua bersaudara, Dusun Pengkol Lingkungan Warujayeng, Tanjunganom, Nganjuk</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>NGANJUK, SJP - </strong>Menanggapi laporan Kepala Kelurahan Warujayeng serta unggahan di media sosial yang memperlihatkan kondisi kehidupan memprihatinkan dua bersaudara kurang mampu di wilayah Warujayeng, Pemerintah Kabupaten Nganjuk, melalui Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim) langsung mengambil langkah taktis.</p>
<p>​Kepala Dinas Perkim Nurul Huda mengonfirmasi bahwa pihaknya telah mendapatkan instruksi untuk segera memverifikasi kondisi lapangan. Langkah ini diambil sebagai bentuk kehadiran pemerintah dalam memberikan perlindungan sosial dan fasilitas hunian yang layak bagi masyarakat prasejahtera.</p>
<p>Dalam keterangannya, Kepala Dinas Perkim Nurul Huda menegaskan bahwa pihaknya akan bekerja sama dengan Baznas untuk melakukan verifikasi data informasi dari masyarakat juga Kelurahan. Namun belum bisa secepatnya melakukan tindakan, Menurut Huda, sekarang ini masih fokus mondar-mandir di makam Marsinah.</p>
<p>​"Kami mohon waktu. Tim asesmen segera diterjunkan ke Warujayeng untuk melihat langsung apa saja kebutuhan mendesak di sana. Karena posisi tugas bolak-balik di Makam Marsinah, selepas ini, akan kita fokuskan dan memastikan kedua saudara ini memiliki hunian yang tidak hanya layak secara fisik, tapi juga sehat untuk ditinggali," kata Nurul Huda, Kamis (30/4/2026).</p>
<p>Masih bersama Kadis Perkim, hal ini dilakukan agar proses verifikasi berjalan transparan dan sesuai dengan regulasi yang berlaku, sehingga bantuan tepat sasaran kepada masyarakat yang benar-benar membutuhkan. Kata Nurul Huda, meskipun tim asesmen dibentuk untuk kasus yang viral di Warujayeng, ia mengatakan tetap bisa mengikuti jalur pengajuan resmi.</p>
<p>​"Pengajuan harus dimulai dari usulan Desa/Kelurahan yang kemudian diteruskan ke Dinas Perkim dan Baznas melalui tembusan Bupati. Tim kami akan turun melakukan verifikasi lapangan untuk memastikan apakah kerusakannya masuk kategori ringan, sedang, atau berat," ujarnya.</p>
<p>Huda menegaskan, proses asesmen ini bersifat objektif. Tidak semua rumah yang terlihat tua bisa mendapatkan bantuan jika tidak memenuhi unsur keamanan struktur bangunan dan legalitas tanah.</p>
<p>​"Klarifikasi ini penting agar tidak terjadi salah paham di tengah masyarakat. Kami bekerja berdasarkan skala prioritas dan ketersediaan anggaran daerah. Untuk kasus di Warujayeng, tim akan segera melakukan penilaian teknis dalam waktu dekat," tambahnya.</p>
<p data-start="1785" data-end="1991">Seperti diketahui, Kisah Sarno dan Supardi memang menyita perhatian publik. Dua bersaudara ini hidup dalam keterbatasan di Dusun Pengkol <span>Kelurahan Warujayeng, Kecamatan Tanjunganom, Kabupaten Nganjuk.</span> Untuk bertahan hidup, mereka mengais barang rongsokan dari tumpukan sampah.</p>
<p data-start="1993" data-end="2162">Tanpa dukungan orang tua maupun keluarga dekat, keduanya tinggal di rumah sederhana yang jauh dari kata layak. Kondisi bangunan rapuh dengan fasilitas yang sangat minim.</p>
<p data-start="2164" data-end="2389">Situasi semakin berat karena Supardi mengalami keterbatasan fisik. Meski demikian, ia tetap bekerja setiap hari. Untuk keluar masuk rumah, ia harus melewati jalan sempit sepanjang puluhan meter yang hanya bisa dilalui sepeda.</p>
<p data-start="2391" data-end="2589">Penghasilan sebagai pencari rongsokan pun tidak menentu, kerap hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan makan sehari-hari. Sementara kebutuhan lain seperti kesehatan dan perbaikan rumah belum tersentuh. <strong>(*) </strong></p>
<p data-start="2391" data-end="2589"><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Rayakan HUT Nganjuk ke&amp;1089, Siswa SMPN 1 Kertosono Kompak Aksi Bergizi dan Cegah Anemia</title>
<link>https://suarajatimpost.com/rayakan-hut-nganjuk-ke-1089-siswa-smpn-1-kertosono-kompak-aksi-bergizi-dan-cegah-anemia</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/rayakan-hut-nganjuk-ke-1089-siswa-smpn-1-kertosono-kompak-aksi-bergizi-dan-cegah-anemia</guid>
<description><![CDATA[ Kegiatan yang diikuti oleh sekitar 853 siswa ini dihadiri langsung oleh jajaran pimpinan daerah, termasuk Camat Kertosono serta tim medis dari puskesmas setempat. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x580_69f2efdc858b2.webp" length="64264" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 30 Apr 2026 15:47:27 +0700</pubDate>
<dc:creator>Kuswanto</dc:creator>
<media:keywords>HUT Nganjuk ke 1089, Perkuat Sinergi Gizi, edukasi gizi, SMPN 1 Kertosono, Nganjuk</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>NGANJUK, SJP</strong> — Semangat pola hidup sehat menyelimuti lingkungan SMPN 1 Kertosono pada Kamis pagi (30/04/2026). Dalam rangka memperingati Hari Jadi Kabupaten Nganjuk ke-1089, sekolah ini menggelar aksi nyata melalui kegiatan Konvergensi Berbasis Edukasi Gizi (Aksi Bergizi) yang terintegrasi dengan program nasional.</p>
<p>Kegiatan yang diikuti oleh sekitar 853 siswa ini dihadiri langsung oleh jajaran pimpinan daerah, termasuk Camat Kertosono serta tim medis dari puskesmas setempat.</p>
<p>Plt. Kepala SMPN 1 Kertosono, Marzuqoh, menjelaskan bahwa seluruh rangkaian acara disusun merujuk pada panduan kesehatan nasional.</p>
<p>Kegiatan dimulai sejak pukul 06.15 WIB dengan agenda senam bersama sebagai pembuka untuk meningkatkan kebugaran jasmani seluruh warga sekolah.</p>
<p>Menurut Marzuqoh, pihaknya mengikuti arahan Bupati Nganjuk yang disiarkan secara terpusat dari SMAN 2 Nganjuk. Terkait program Makan Bergizi Gratis (MBG), Marzuqoh memaparkan bahwa agenda makan bersama dengan menu gizi seimbang diperuntukkan bagi siswi, guna mencegah anemia sejak dini.</p>
<p>Program MBG di SMPN 1 Kertosono bukanlah hal baru. Pihak sekolah mengungkapkan bahwa program ini telah berjalan lancar dan rutin sejak September 2025.</p>
<p>"Alhamdulillah, program MBG ini sudah berjalan beberapa bulan di sekolah kami. Menu hari ini pun sangat lengkap, ada protein dan susu. Harapan kami, MBG ini terus berlanjut karena sangat mendukung kesehatan fisik anak-anak untuk menunjang aktivitas belajar mereka," tutur Plt. Kepala Sekolah, Kamis (30/4/2026) pagi.</p>
<p>Dalam kegiatan ini, pihak sekolah juga menghadirkan narasumber dokter dari Puskesmas Kertosono. Kehadiran tim medis bertujuan memberikan pemahaman mendalam mengenai pentingnya sanitasi, seperti mencuci tangan sebelum makan, serta manfaat jangka panjang dari rutin mengonsumsi tablet tambah darah bagi remaja putri.</p>
<p>Dengan total siswa mencapai ratusan orang, SMPN 1 Kertosono berkomitmen untuk terus menjaga kesehatan warganya.</p>
<p>Aksi ini menjadi bukti nyata bahwa peringatan HUT Nganjuk dapat dirayakan dengan langkah preventif yang berdampak besar bagi kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) di masa depan. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Ribuan Jemaah Padati Pengajian Gus Kautsar dalam Rangka Hari Jadi Nganjuk ke&amp;1089</title>
<link>https://suarajatimpost.com/ribuan-jemaah-padati-pengajian-gus-kautsar-dalam-rangka-hari-jadi-nganjuk-ke-1089</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/ribuan-jemaah-padati-pengajian-gus-kautsar-dalam-rangka-hari-jadi-nganjuk-ke-1089</guid>
<description><![CDATA[ Meski hujan sempat mengguyur dengan intensitas cukup deras, hal tersebut tidak menyurutkan niat para jemaah untuk tetap bertahan di lokasi. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x580_69f1a58316cdb.webp" length="54338" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 29 Apr 2026 14:37:52 +0700</pubDate>
<dc:creator>Kuswanto</dc:creator>
<media:keywords>Nganji bareng Gus Kausar, HUT Nganjuk ke 1089, ribuan jama&#039;ah padati lokasi, diguyur hujan, Forkopimda, Nganjuk</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>NGANJUK, SJP</strong> — Semangat religiusitas masyarakat Kabupaten Nganjuk terpancar nyata dalam gelaran pengajian akbar memperingati Hari Jadi Nganjuk ke-1089. Kehadiran ulama muda karismatik asal Ploso, Kediri, KH Abdurrahman Al-Kautsar atau yang akrab disapa Gus Kautsar, menjadi magnet utama yang memadati lokasi acara meskipun cuaca kurang bersahabat, Selasa (28/04/2026).</p>
<p>Sejak sore hari, ribuan jemaah dari berbagai penjuru wilayah telah memadati area panggung utama. Meski hujan sempat mengguyur dengan intensitas cukup deras, hal tersebut tidak menyurutkan niat para jemaah untuk tetap bertahan di lokasi. </p>
<p>Dengan menggunakan payung dan alas seadanya, mereka tetap khusyuk mengikuti rangkaian acara demi mendengarkan tausiah dari putra KH Nurul Huda Djazuli tersebut.</p>
<p>Suasana semakin khidmat saat Gus Kautsar tiba di lokasi. Mengenakan kemeja biru yang santai namun bersahaja, beliau langsung disambut hangat oleh jajaran Forkopimda Nganjuk yang telah menunggu di bawah panggung.</p>
<p>Dalam tausiahnya, Gus Kautsar menekankan pentingnya menjaga kerukunan antarwarga dalam membangun daerah, serta rasa syukur atas bertambahnya usia Kabupaten Nganjuk yang kini telah mencapai satu milenium lebih.</p>
<p>"Hujan ini adalah berkah. Sama halnya dengan rasa cinta panjenengan semua kepada ilmu dan ulama, semoga menjadi wasilah turunnya rahmat Allah SWT untuk Kabupaten Nganjuk," ujar Gus Kautsar di sela-sela ceramahnya yang disambut seruan "Aamiin" oleh ribuan jemaah.</p>
<p>Ketua Panitia Pelaksana Hari Jadi Nganjuk ke-1089, Gunawan Widagdo, menyatakan rasa haru dan bangga atas keteguhan hati para jemaah. </p>
<p>Ia secara khusus memberikan apresiasi tinggi kepada seluruh elemen yang terlibat dalam menyukseskan acara ini.</p>
<p>"Kami sangat mengapresiasi semangat para jemaah. Meskipun diguyur hujan deras, semangat untuk mengaji bersama Gus Kautsar sama sekali tidak luntur. Ini membuktikan kecintaan masyarakat Nganjuk terhadap ilmu dan ulama sangat luar biasa," ujar Gunawan Widagdo yang juga menjabat sebagai Kepala Disporabudpar, Rabu (29/4/2026).</p>
<p>Ia juga menambahkan bahwa persiapan matang telah dilakukan oleh panitia bersama jajaran Banser dan pihak keamanan untuk memastikan acara tetap berjalan kondusif meski dalam kondisi cuaca yang menantang.</p>
<p>Informasi yang dihimpun di lapangan, Gus Kautsar hadir dengan gaya bicaranya yang lugas dan penuh makna, serta memberikan apresiasi serupa kepada jemaah yang tetap setia menantinya. </p>
<p>Dalam tausiahnya, Gus Kautsar menyampaikan pesan-pesan sejuk mengenai pentingnya menjaga kerukunan serta ketaatan kepada orang tua dan guru sebagai kunci keberkahan hidup.</p>
<p>Acara yang berlangsung hingga larut malam ini berjalan khidmat. Suara lantunan selawat yang bergema di tengah rintik hujan menciptakan suasana spiritual yang mendalam, sekaligus menjadi kado religius bagi Kabupaten Nganjuk yang kini genap berusia 1089 tahun. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Kejaksaan Negeri Nganjuk Terima Pelimpahan Tahap II Perkara Penyalahgunaan LPG Bersubsidi</title>
<link>https://suarajatimpost.com/kejaksaan-negeri-nganjuk-terima-pelimpahan-tahap-ii-perkara-penyalahgunaan-lpg-bersubsidi</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/kejaksaan-negeri-nganjuk-terima-pelimpahan-tahap-ii-perkara-penyalahgunaan-lpg-bersubsidi</guid>
<description><![CDATA[ Proses serah terima ini dilakukan dari Penyidik Dittipidter Bareskrim Polri kepada Tim Jaksa Penuntut Umum (JPU) bertempat di Ruang Tahap II Kejaksaan Negeri Nganjuk. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x580_69f091afdb095.webp" length="57666" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Tue, 28 Apr 2026 19:51:48 +0700</pubDate>
<dc:creator>Kuswanto</dc:creator>
<media:keywords>Pelimpahan Tahap II, Dittipidter Bareskrim Polri, Dugaan Oplosan tabung LPG, LPG 3 Kilo, Kejaksaan Negeri Nganjuk, Tiga tersangka, Nganjuk</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>NGANJUK, SJP -</strong> Kejaksaan Negeri Nganjuk secara resmi telah melaksanakan kegiatan penerimaan tersangka dan barang bukti (Tahap II) terkait perkara dugaan tindak pidana penyalahgunaan pengangkutan niaga bahan bakar gas (LPG) yang disubsidi pemerintah.</p>
<p>Proses serah terima ini dilakukan dari Penyidik Dittipidter Bareskrim Polri kepada Tim Jaksa Penuntut Umum (JPU) bertempat di Ruang Tahap II Kejaksaan Negeri Nganjuk.</p>
<p>​Dalam perkara ini, terdapat tiga orang tersangka yang merupakan warga Kabupaten Nganjuk, yakni Budi Gunawan, Sugeng Hariyanto Bin Nursalim, dan Rudy setya putra bin rudi samsudin. Ketiganya diduga terlibat dalam jaringan pengoplosan gas bersubsidi yang merugikan kepentingan masyarakat umum dan negara.</p>
<p>Berdasarkan hasil penyidikan, para tersangka diduga menjalankan praktik ilegal dengan cara memindahkan isi gas dari tabung LPG subsidi ukuran 3 Kg ke dalam tabung LPG non-subsidi ukuran 12 Kg dan 50 Kg. Kegiatan pengoplosan tersebut dilakukan dengan menggunakan peralatan yang telah dimodifikasi sedemikian rupa guna mempermudah proses pemindahan isi gas secara ilegal.</p>
<p>​Tersangka kemudian memasarkan tabung-tabung hasil pengoplosan tersebut kepada konsumen dengan harga non-subsidi. Dari setiap kegiatan pengoplosan, para pelaku diketahui meraup keuntungan pribadi hingga ratusan ribu rupiah per tabung.</p>
<p>Selain menyebabkan kerugian finansial negara, tindakan ini juga sangat berbahaya bagi keselamatan konsumen karena standar keamanan tabung yang tidak terjamin serta memicu kelangkaan stok LPG 3 Kg di wilayah Nganjuk.</p>
<p>Dari praktik ilegal ini, tersangka diketahui memperoleh keuntungan hingga ratusan ribu rupiah dalam setiap kegiatan. Selain itu, tindakan tersebut berpotensi merugikan masyarakat luas karena dapat menyebabkan kelangkaan LPG bersubsidi serta ketidaksesuaian isi tabung yang beredar di pasaran.</p>
<p>Dalam kegiatan tersebut, turut diamankan ratusan tabung LPG berbagai ukuran, alat-alat pengoplosan, kendaraan, serta barang bukti lainnya yang berkaitan dengan tindak pidana dimaksud. Seluruh barang bukti telah dilakukan pemeriksaan dan dinyatakan sesuai dengan proses penyitaan.</p>
<p>Untuk penanganannya, barang bukti berupa LPG dititipkan pada Stasiun Pengisian dan Pengangkutan Bulk Elpiji (SPPBE), sedangkan barang bukti lainnya disimpan di Gudang Penyimpanan Benda Sitaan Negara (PAPBB) Kejaksaan Negeri Nganjuk.</p>
<p>Kepala Kejaksaan Negeri Nganjuk, melalui Kasi Intel Kejari Nganjuk, Koko Robby Yahya, membenarkan adanya proses pelimpahan tersebut. Dalam keterangannya, Koko menjelaskan bahwa tim Jaksa Penuntut Umum (JPU) telah menerima tiga orang tersangka beserta sejumlah barang bukti yang memperkuat dugaan praktik ilegal pengoplosan gas.</p>
<p>​"Benar, hari ini kami telah menerima pelimpahan Tahap II dari penyidik Bareskrim Polri. Ada tiga tersangka yang diserahkan atas nama Budi Gunawan, Sugeng Harianto dan rudy setya. Seluruh administrasi pelimpahan telah diperiksa dan dinyatakan lengkap oleh tim JPU," ujar Koko Robby Yahya saat memberikan keterangan resmi kepada media, Selasa (28/4/2026). </p>
<p>Lebih lanjut, Kasi Intel menjelaskan bahwa para tersangka diduga melakukan praktik pengisian ulang (refill) secara ilegal dari tabung LPG 3 Kg (subsidi) ke dalam tabung 12 Kg dan 50 Kg (non-subsidi). Modus ini dilakukan untuk meraup keuntungan pribadi dengan memanfaatkan selisih harga pasar, yang pada akhirnya memicu kelangkaan LPG subsidi di tingkat masyarakat bawah.</p>
<p>​​Dalam kegiatan ini, JPU juga menerima ratusan tabung LPG hasil sitaan, alat pemindah isi gas (regulator modifikasi), serta kendaraan operasional.</p>
<p>​"Barang bukti berupa gas LPG telah kami titipkan di SPPBE demi keamanan, sedangkan bukti fisik lainnya kami simpan di gudang penyimpanan benda sitaan sesuai prosedur yang berlaku," tambah Koko.</p>
<p>Terkait status para tersangka, Koko Robby Yahya menegaskan bahwa untuk mempermudah proses penuntutan dan mengantisipasi tersangka melarikan diri atau menghilangkan barang bukti, pihak Kejari Nganjuk melakukan penahanan selama 20 hari ke depan.</p>
<p>​"Ketiga tersangka saat ini dititipkan di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Nganjuk hingga 17 Mei 2026. Kami akan segera merampungkan berkas dakwaan agar perkara ini bisa segera dilimpahkan ke Pengadilan Negeri Nganjuk untuk disidangkan," pungkasnya.</p>
<p>Penegakan hukum ini diharapkan dapat memberikan efek jera bagi para pelaku usaha yang mencoba bermain dengan distribusi energi bersubsidi yang seharusnya menjadi hak masyarakat kurang mampu. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong> </p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Dinsos Nganjuk Turun Tangan Validasi Warga Miskin di Warujayeng</title>
<link>https://suarajatimpost.com/dinsos-nganjuk-turun-tangan-validasi-warga-miskin-di-warujayeng</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/dinsos-nganjuk-turun-tangan-validasi-warga-miskin-di-warujayeng</guid>
<description><![CDATA[ Tim TKSK ditugaskan untuk melakukan asesmen langsung terhadap warga yang bersangkutan guna mengetahui kebutuhan mendesak dan status sosialnya. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x580_69f07986d31ed.webp" length="22512" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Tue, 28 Apr 2026 17:01:06 +0700</pubDate>
<dc:creator>Kuswanto</dc:creator>
<media:keywords>Ka dinsos Haris Sudjatmiko, Dinsos, Respon Cepat, Asesmen, warga Dusun Pengkol, Dua bersaudara, Sarno dan Pardi, Kecamatan Tanjunganom, Nganjuk</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>NGANJUK,SJP -</strong> Menanggapi adanya laporan mengenai kondisi warga kurang mampu di Lingkungan Warujayeng Kecamatan Tanjunganom, Dinas Sosial Kabupaten Nganjuk bergerak cepat untuk melakukan validasi di lapangan.</p>
<p>Kepala Dinas Sosial Nganjuk, Haris Sudjatmiko, menegaskan bahwa pihaknya akan segera menerjunkan tim untuk memastikan kondisi riil Sarno dan Supardi, dua bersaudara yang hidup dalam keterbatasan dan tinggal di tempat yang tidak layak.</p>
<p>​Haris Sudjatmiko menyatakan akan langsung menginstruksikan Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK) untuk melakukan langkah-langkah darurat. Kata Haris, Tim TKSK ditugaskan untuk melakukan asesmen langsung terhadap warga yang bersangkutan guna mengetahui kebutuhan mendesak dan status sosialnya.</p>
<p>​Selain itu, Dinsos akan melakukan verifikasi data untuk melihat apakah warga tersebut sudah masuk dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) atau memerlukan pengusulan baru. Karena, belum ada ​laporan terkait kondisi Sarno dan Supardi, warga Dusun Pengkol, Kelurahan Warujayeng. ​Haris mengakui bahwa koordinasi dengan tim di tingkat kecamatan sangat krusial. </p>
<p>"Saya akan langsung tugaskan TKSK untuk asesmen di sana, mengecek data yang bersangkutan semuanya," tegasnya saat dikonfirmasi mengenai tindak lanjut laporan di wilayah Tanjunganom tersebut, Selasa (28/4/2026).</p>
<p>Menanggapi pertanyaan masyarakat mengenai alur pengusulan bantuan sosial yang sering dianggap rumit, Haris memberikan penjelasan mendalam terkait sistem integrasi data antara daerah dan pusat. Ia menegaskan bahwa sistem saat ini telah dirancang untuk meminimalisasi ketimpangan data di lapangan.</p>
<p>Ada ​tiga jalur pengusulan bantuan, Haris memaparkan bahwa masyarakat sebenarnya memiliki tiga pintu utama untuk mengusulkan bantuan agar tepat sasaran, yakni, ​Pertama melalui aplikasi cek bansos (Kementerian Sosial).</p>
<p>Jalur kedua, warga yang kurang mampu mengoperasikan teknologi dapat langsung mengusulkan diri atau orang lain secara mandiri melalui aplikasi resmi. Ketiga, bisa ​melalui Desa/Kelurahan di mana pihak desa melakukan pendataan dan penginputan data warga yang layak dibantu.</p>
<p>​"Kami terbuka, Jika terdapat keberatan atau ketidaksesuaian, masyarakat diberikan ruang untuk mengajukan perubahan melalui aplikasi langsung bisa ke (pemerintah) pusat," ungkap Haris. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong> </p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Ungkap Cepat Kasus Pengeroyokan, Sembilan Personel Satreskrim Polres Nganjuk Diganjar Penghargaan</title>
<link>https://suarajatimpost.com/ungkap-cepat-kasus-pengeroyokan-sembilan-personel-satreskrim-polres-nganjuk-diganjar-penghargaan</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/ungkap-cepat-kasus-pengeroyokan-sembilan-personel-satreskrim-polres-nganjuk-diganjar-penghargaan</guid>
<description><![CDATA[ Sembilan personel dari Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) resmi menerima penghargaan dari Kapolres Nganjuk atas keberhasilan mereka mengungkap kasus pengeroyokan secara cepat dan tepat. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x580_69ef560071166.webp" length="44472" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 27 Apr 2026 23:50:32 +0700</pubDate>
<dc:creator>Kuswanto</dc:creator>
<media:keywords>Penghargaan, Kasus pengeroyokan, sembilan anggota polres Nganjuk, Kapolres Nganjuk AKBP Suria Miftah Irawan, Polres Nganjuk, Nganjuk</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>NGANJUK, SJP - </strong>Kepolisian Resor (Polres) Nganjuk memberikan apresiasi tinggi kepada personelnya yang dinilai berprestasi dalam menjalankan tugas. Sembilan personel dari Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) resmi menerima penghargaan dari Kapolres Nganjuk atas keberhasilan mereka mengungkap kasus pengeroyokan secara cepat dan tepat.</p>
<p>​Pemberian penghargaan ini dilakukan dalam upacara resmi yang berlangsung di halaman Mapolres Nganjuk. Penghargaan diserahkan langsung oleh Kapolres kepada perwakilan personel yang mengenakan seragam putih berdasi merah, ciri khas kesatuan Reserse Kriminal dalam upacara di Lapangan Apel Polres Nganjuk, Senin (27/4/2026).</p>
<p>Kesembilan personel yang menerima penghargaan yakni Aiptu Samsul Huda selaku Kanit Reskrim Polsek Ngronggot, Aiptu Yudha Kustantiyo Banit Intelkam Polsek Ngronggot, Aipda Afsoh Amali anggota Polsek Ngronggot, Aipda Sunaryo anggota Satreskrim, Aipda Heri Purwoko anggota Polsek Ngronggot, Bripka Putra Okvan Jaya, Anggota Satreskrim, Brigadir Wendy Dimas Tri Andika, S.M. anggota Satreskrim, Briptu Ilham Wibisono anggota Satreskrim, serta Bripda M. Farid Zaki Mubarok anggota Satreskrim.</p>
<p>Mereka dinilai berhasil menunjukkan kerja cepat, solid dan profesional dalam mengungkap kasus pengeroyokan yang terjadi pada Jumat, 20 Maret 2026 pukul 03.20 WIB di wilayah Desa Betet, Kecamatan Ngronggot, berdasarkan Laporan Polisi Nomor LP/B/3/III/2026/SPKT/Polsek Ngronggot/Polres Nganjuk/Polda Jawa Timur.</p>
<p>Kapolres Nganjuk AKBP Suria Miftah Irawan menegaskan bahwa penghargaan tersebut merupakan bentuk apresiasi pimpinan atas kerja keras personel yang mampu memberikan kepastian hukum secara cepat kepada masyarakat.</p>
<p>“Keberhasilan ini adalah bukti bahwa dedikasi, loyalitas dan disiplin anggota dalam bertugas akan selalu mendapat perhatian pimpinan. Pengungkapan cepat kasus ini tidak hanya mewujudkan kepastian hukum, tetapi juga berdampak pada meningkatnya kepercayaan masyarakat kepada Polri,” ungkap AKBP Suria Miftah Irawan.</p>
<p>Ia menambahkan, reward yang diberikan pimpinan diharapkan menjadi pemicu semangat bagi seluruh anggota untuk terus berprestasi, meningkatkan kemampuan penyelidikan dan penyidikan, serta membangun soliditas antar fungsi dalam setiap penanganan perkara.</p>
<p>“Pimpinan ingin budaya kerja cepat, tepat dan profesional seperti ini terus tumbuh. Jadikan penghargaan ini sebagai motivasi untuk berlomba menghadirkan pelayanan dan penegakan hukum terbaik kepada masyarakat,” tambahnya.</p>
<p>Penghargaan tersebut menjadi wujud nyata komitmen Polres Nganjuk dalam membangun sistem pembinaan personel berbasis prestasi, di mana setiap dedikasi dan keberhasilan anggota diberikan apresiasi secara terbuka sebagai contoh positif bagi personel lainnya.</p>
<p>Diharapkan melalui pemberian penghargaan ini, semangat profesionalisme dan respons cepat dalam menangani setiap laporan masyarakat semakin meningkat demi terwujudnya Polri yang Presisi dan dipercaya masyarakat. <strong>(**)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Polres Nganjuk Resmi Buka Latja Siswa Bintara Polri 2026, Kapolres Tekankan Kedisiplinan dan Sisi Humanis</title>
<link>https://suarajatimpost.com/polres-nganjuk-resmi-buka-latja-siswa-bintara-polri-2026-kapolres-tekankan-kedisiplinan-dan-sisi-humanis</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/polres-nganjuk-resmi-buka-latja-siswa-bintara-polri-2026-kapolres-tekankan-kedisiplinan-dan-sisi-humanis</guid>
<description><![CDATA[ Kegiatan yang dijadwalkan berlangsung mulai 24 April hingga 7 Mei 2026 ini merupakan tahap krusial bagi para siswa untuk mengaplikasikan teori yang telah didapat di lembaga pendidikan ke dalam praktik lapangan yang sesungguhnya. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x580_69ef538a370a9.webp" length="61800" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 27 Apr 2026 23:20:25 +0700</pubDate>
<dc:creator>Kuswanto</dc:creator>
<media:keywords>Latja Siswa Bintara Polri 2026, Siswa Diktuk Bintara Polri, Brimob, Polres Nganjuk, Nganjuk</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>NGANJUK, SJP -</strong> Kepolisian Resor (Polres) Nganjuk resmi memulai program Latihan Kerja (Latja) bagi Siswa Diktuk Bintara Polri (Kemampuan Brimob) Tahun Anggaran 2026. Pembukaan latihan ini ditandai dengan apel upacara yang digelar di halaman Mapolres Nganjuk, Senin (27/4/2026).</p>
<p>​Kegiatan yang dijadwalkan berlangsung mulai 24 April hingga 7 Mei 2026 ini merupakan tahap krusial bagi para siswa untuk mengaplikasikan teori yang telah didapat di lembaga pendidikan ke dalam praktik lapangan yang sesungguhnya.</p>
<p>Dalam amanatnya, Kapolres Nganjuk AKBP Suria Miftah Irawan mengatakan, Latja merupakan tahapan penting dalam pembentukan karakter, mental dan profesionalisme siswa sebelum nantinya terjun sebagai anggota Polri di tengah masyarakat.</p>
<p>“Latihan kerja ini memang singkat, namun menjadi momentum yang sangat penting bagi para siswa untuk belajar langsung tentang dinamika tugas kepolisian di lapangan. Ikuti seluruh rangkaian kegiatan dengan sungguh-sungguh, penuh disiplin serta hindari segala bentuk pelanggaran,” ujar AKBP Suria Miftah Irawan.</p>
<p>Kapolres juga menekankan kepada seluruh personel Polres Nganjuk agar memberikan contoh terbaik selama para siswa menjalani latihan kerja, baik dalam etika, kedisiplinan maupun pelayanan humanis kepada masyarakat.</p>
<p>“Para siswa ini adalah generasi penerus Korps Bhayangkara. Karena itu seluruh anggota wajib menunjukkan wajah Polri yang profesional, humanis dan presisi agar menjadi pembelajaran positif bagi mereka,” imbuhnya.</p>
<p>Melalui latihan kerja tersebut, para siswa diharapkan mampu memahami pola kerja satuan fungsi, tata cara penanganan tugas kepolisian, hingga membangun komunikasi yang baik dengan masyarakat sebagai bekal saat nantinya resmi bertugas.</p>
<p>Polres Nganjuk berkomitmen menjadikan kegiatan Latja ini sebagai sarana pembinaan yang efektif untuk mencetak anggota Polri muda yang tangguh, disiplin, berintegritas serta siap menjawab tantangan tugas kepolisian ke depan. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Sempat Terkendala Adminduk, Dua Bersaudara di Nganjuk Kini Bisa Akses Bantuan Sosial</title>
<link>https://suarajatimpost.com/sempat-terkendala-adminduk-dua-bersaudara-di-nganjuk-kini-bisa-akses-bantuan-sosial</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/sempat-terkendala-adminduk-dua-bersaudara-di-nganjuk-kini-bisa-akses-bantuan-sosial</guid>
<description><![CDATA[ Respon cepat Kelurahan Warujayeng, Nganjuk, membantu dua bersaudara prasejahtera mengurus KK setelah terkendala adminduk, membuka akses terhadap bantuan sosial. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x580_69ef51501469d.webp" length="33784" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 27 Apr 2026 22:14:10 +0700</pubDate>
<dc:creator>Kuswanto</dc:creator>
<media:keywords>Gerak cepat, warga kurang mampu, adminduk, Kepala Kelurahan Warujayeng, PKH, dua bersaudara, bantuan, Lingkungan Warujayeng, Nganjuk</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p data-start="123" data-end="328"><strong data-start="123" data-end="139">NGANJUK, SJP</strong> – Pemerintah Kelurahan Warujayeng, Kecamatan Tanjunganom, Kabupaten Nganjuk, bergerak cepat menindaklanjuti laporan warga kurang mampu yang terkendala administrasi kependudukan (adminduk).</p>
<p data-start="330" data-end="647">Kepala Kelurahan Warujayeng, Okky Rio, langsung turun tangan memastikan persoalan tersebut segera ditangani. Respons cepat ini muncul setelah pemberitaan media SuaraJatimPost mengenai keluarga prasejahtera di Dusun Pengkol yang kesulitan mengakses bantuan sosial akibat data Kartu Keluarga (KK) yang belum diperbarui.</p>
<p data-start="649" data-end="843">Okky menyampaikan, pihaknya segera berkoordinasi dengan berbagai pihak, mulai dari tingkat RT hingga Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil), begitu menerima informasi tersebut.</p>
<p data-start="845" data-end="1101">“Kami berterima kasih kepada rekan-rekan media. Ini bentuk sinergi. Begitu ada laporan warga membutuhkan bantuan pengurusan KK, kami langsung instruksikan staf untuk jemput bola agar prosesnya cepat selesai,” ujar Okky di ruang kerjanya, Senin (27/4/2026).</p>
<p data-start="1103" data-end="1397">Hasilnya, pengurusan KK baru bagi Sarno dan Supardi, warga Dusun Pengkol Lingkungan Warujayeng, dapat diselesaikan dalam waktu singkat. Dengan dokumen yang telah diperbarui, keduanya kini memiliki dasar administrasi untuk mengakses berbagai program bantuan pemerintah, baik daerah maupun pusat.</p>
<p data-start="1399" data-end="1583">Okky menegaskan, pihaknya akan terus menyisir warga yang mengalami kendala serupa. Ia juga mengimbau masyarakat agar tidak ragu melapor jika menghadapi hambatan dalam pelayanan publik.</p>
<p data-start="1585" data-end="1783">“Kepuasan warga adalah prioritas kami. Ke depan, pengawasan di tingkat lingkungan akan kami tingkatkan agar tidak ada lagi warga yang terhambat haknya hanya karena persoalan administrasi,” tegasnya.</p>
<p data-start="1785" data-end="1991">Sebelumnya, kisah Sarno dan Supardi menyita perhatian publik. Dua bersaudara ini hidup dalam keterbatasan di tengah Dusun Pengkol. Untuk bertahan hidup, mereka mengais barang rongsokan dari tumpukan sampah.</p>
<p data-start="1993" data-end="2162">Tanpa dukungan orang tua maupun keluarga dekat, keduanya tinggal di rumah sederhana yang jauh dari kata layak. Kondisi bangunan rapuh dengan fasilitas yang sangat minim.</p>
<p data-start="2164" data-end="2389">Situasi semakin berat karena Supardi mengalami keterbatasan fisik. Meski demikian, ia tetap bekerja setiap hari. Untuk keluar masuk rumah, ia harus melewati jalan sempit sepanjang puluhan meter yang hanya bisa dilalui sepeda.</p>
<p data-start="2391" data-end="2589">Penghasilan sebagai pencari rongsokan pun tidak menentu, kerap hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan makan sehari-hari. Sementara kebutuhan lain seperti kesehatan dan perbaikan rumah belum tersentuh.</p>
<p data-start="2591" data-end="2707">“Kami hanya ingin bertahan hidup. Selama masih ada yang bisa dikumpulkan dan dijual, kami jalani,” ujar Sarno lirih.</p>
<p data-start="2709" data-end="2896">Untuk memasak, mereka masih menggunakan tungku kayu bakar. Asap sering memenuhi ruangan sempit tempat tinggal mereka. Fasilitas mandi dan sanitasi pun sangat sederhana dan memprihatinkan.</p>
<p data-start="2898" data-end="3048">Kondisi ini mengetuk kepedulian tokoh sosial Abah Ridwan, yang akrab disapa Mbah Gondrong. Ia turun langsung ke lokasi untuk melihat kondisi keduanya.</p>
<p data-start="3050" data-end="3225">“Saya datang untuk memastikan kondisi riil di lapangan. Kita bisa melihat langsung keterbatasan fasilitas dasar yang mereka alami,” ujarnya saat berkunjung, Sabtu (25/4/2026). <strong>(*)</strong></p>
<p data-start="3050" data-end="3225"><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Kabupaten Nganjuk Raih Penghargaan Nasional, Masuk 15 Besar Kinerja Terbaik Se&amp;Indonesia</title>
<link>https://suarajatimpost.com/kabupaten-nganjuk-raih-penghargaan-nasional-masuk-15-besar-kinerja-terbaik-se-indonesia</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/kabupaten-nganjuk-raih-penghargaan-nasional-masuk-15-besar-kinerja-terbaik-se-indonesia</guid>
<description><![CDATA[ Penghargaan ini diberikan dalam rangka Peringatan Hari Otonomi Daerah XXX Tahun 2026. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x580_69eef86bb54bc.webp" length="33012" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 27 Apr 2026 12:51:18 +0700</pubDate>
<dc:creator>Kuswanto</dc:creator>
<media:keywords>Penghargaan Tingkat Nasional, Bupati Nganjuk Marhaen Djumadi, Hari Otonomi Daerah 2026, Kementerian Dalam Negeri, Nganjuk</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>NGANJUK, SJP</strong> — Bertempat di Plaza Gedung A, Kementerian Dalam Negeri, Jl. Medan Merdeka Utara No. 7, Jakarta Pusat, pada Senin (27/04/2026), Bupati Nganjuk, Marhaen Djumadi, menerima Penghargaan Hasil Evaluasi Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah (EPPD) Tahun 2025. </p>
<p>Penghargaan ini diberikan dalam rangka Peringatan Hari Otonomi Daerah XXX Tahun 2026. </p>
<p>Tema "Dengan Otonomi Daerah Kita Wujudkan Asta Cita" menjadi spirit dan bukti komitmen Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Nganjuk dalam berkolaborasi secara efektif dengan pemerintah pusat. </p>
<p>Hal ini dilakukan guna melaksanakan kebijakan nasional yang memerlukan komitmen bersama terkait prioritas pembangunan nasional. </p>
<p>Kabupaten Nganjuk memperoleh skor 3,5409 dengan status kinerja tinggi berdasarkan EPPD, dan menjadi satu di antara 15 kabupaten yang dinilai baik dalam penyelenggaraan pemerintahan.</p>
<p>Penghargaan tersebut diterima langsung oleh Marhaen dari Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri), Bima Arya Sugiarto, dalam upacara resmi Peringatan Hari Otonomi Daerah XXX Tahun 2026. </p>
<p>Seusai menerima penghargaan, Marhaen menegaskan bahwa Pemkab Nganjuk harus tetap responsif dan kolaboratif dengan pemerintah pusat.</p>
<p>"Alhamdulillah, penghargaan ini sebagai bukti dan komitmen Pemkab Nganjuk selalu melakukan sinkronisasi dengan pemerintah pusat dalam mendukung keberhasilan pembangunan nasional. Terima kasih atas kinerja semua pihak OPD di Nganjuk yang telah bekerja baik dalam menyusun Evaluasi Penyelenggaraan Pemerintah Daerah Tahun 2025. Nganjuk Melesat, Gasss..Pooll," seru Marhaen dengan raut penuh syukur di halaman kantor Kemendagri. <strong>(ADV) </strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Dua Bersaudara di Nganjuk Bertahan Hidup dari Rongsokan, Tinggal di Hunian Tak Layak</title>
<link>https://suarajatimpost.com/potret-nestapa-di-warujayeng-masak-pakai-kayu-bakar-dua-bersaudara-hidup-dalam-keterbatasan</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/potret-nestapa-di-warujayeng-masak-pakai-kayu-bakar-dua-bersaudara-hidup-dalam-keterbatasan</guid>
<description><![CDATA[ Dua bersaudara harus berjuang menyambung hidup dengan mengandalkan sisa-sisa barang rongsokan dari tumpukan sampah demi sesuap nasi. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x580_69ecb04a1bb4e.webp" length="45394" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sat, 25 Apr 2026 19:52:00 +0700</pubDate>
<dc:creator>Kuswanto</dc:creator>
<media:keywords>Potret warga kurang mampu, dua bersaudara, keterbelakangan mental, mengais rizki, cari rongsokan, warga Dusun Pengkol Lingkungan Waeujayeng, Tanjunganom, Nganjuk</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p data-start="207" data-end="525"><strong>NGANJUK, SJP – </strong>Di tengah geliat aktivitas warga Dusun Pengkol, Kelurahan Warujayeng, Kecamatan Tanjunganom, tersimpan kisah pilu yang luput dari perhatian. Dua bersaudara, Sarno dan Supardi, harus berjuang keras menyambung hidup dengan mengais barang rongsokan dari tumpukan sampah demi memenuhi kebutuhan sehari-hari.</p>
<p data-start="527" data-end="767">Tanpa kehadiran orang tua maupun keluarga dekat, keduanya bertahan dalam keterbatasan yang serba sulit. Mereka tinggal di sebuah hunian sederhana yang jauh dari kata layak, dengan kondisi bangunan yang rapuh dan fasilitas yang sangat minim.</p>
<p data-start="769" data-end="1050">Kondisi semakin memprihatinkan karena Supardi, sang adik, mengalami keterbatasan fisik. Meski demikian, ia tetap memaksakan diri bekerja setiap hari. Untuk keluar masuk rumah, ia harus melewati jalan sempit yang hanya cukup dilalui sepeda dan membentang puluhan meter dari akses utama.</p>
<p data-start="1052" data-end="1313">Dalam keseharian, Sarno dan Supardi menggantungkan hidup sebagai pencari rongsokan. Penghasilan yang diperoleh tidak menentu, bahkan kerap hanya cukup untuk sekadar mengganjal perut. Kebutuhan lain seperti kesehatan dan perbaikan tempat tinggal belum tersentuh.</p>
<p data-start="1315" data-end="1509">“Kami hanya ingin bertahan hidup. Selama masih ada yang bisa dikumpulkan dan dijual, kami jalani,” ujar Sarno dengan nada lirih, menyiratkan harapan sederhana akan kehidupan yang lebih baik.</p>
<p data-start="1511" data-end="1759">Untuk memasak, keduanya masih menggunakan tungku tradisional berbahan kayu bakar. Asap kerap memenuhi ruangan sempit tempat tinggal mereka. Sementara itu, fasilitas mandi dan sanitasi hanya berupa sekat sederhana dengan kondisi yang memprihatinkan.</p>
<p data-start="1761" data-end="1958">Kisah mereka pun mengetuk kepedulian seorang tokoh sosial, Abah Ridwan atau yang akrab disapa Mbah Gondrong. Ia turun langsung ke lokasi untuk melihat kondisi nyata yang dihadapi Sarno dan Supardi.</p>
<p data-start="1960" data-end="2239">Kunjungan tersebut bukan sekadar silaturahmi, melainkan upaya melakukan penilaian langsung terhadap kebutuhan mendesak yang harus segera ditangani. Dalam kesempatan itu, Abah Ridwan tampak berinteraksi hangat dengan keduanya, menghadirkan secercah harapan di tengah keterbatasan.</p>
<p data-start="2241" data-end="2413">“Saya datang untuk memastikan kondisi riil di lapangan. Kita bisa melihat sendiri bagaimana keterbatasan fasilitas dasar yang mereka alami,” ujarnya, Sabtu (25/4/2026).</p>
<p data-start="2415" data-end="2586">Menanggapi kondisi tersebut, Lurah Warujayeng, Okky Rio, menyatakan pihaknya akan segera melakukan verifikasi data terkait status bantuan sosial bagi kedua warga tersebut.</p>
<p data-start="2588" data-end="2822">Ia menjelaskan, pihak kelurahan perlu berkoordinasi dengan bagian Pemberdayaan Masyarakat dan operator sistem untuk memastikan apakah Sarno dan Supardi sudah terdaftar sebagai penerima bantuan, termasuk Program Keluarga Harapan (PKH).</p>
<p data-start="2824" data-end="2974">“Saya belum bisa memastikan karena harus cek data di sistem SIKS-NG. Nanti akan kami koordinasikan dengan bagian terkait,” ujarnya saat dihubungi.</p>
<p data-start="2976" data-end="3222">Okky menambahkan, pengecekan data secara rinci akan dilakukan pada hari kerja berikutnya. Jika keduanya belum terdaftar sebagai penerima bantuan, pihak kelurahan akan segera mengupayakan pengusulan agar bisa mendapatkan bantuan sosial yang layak.</p>
<p data-start="3224" data-end="3336">“Terima kasih atas informasinya. Kalau memang belum menerima bantuan, akan kami tindak lanjuti,” pungkasnya.</p>
<p data-start="3338" data-end="3517">Kisah Sarno dan Supardi menjadi pengingat bahwa di balik hiruk-pikuk kehidupan, masih ada warga yang berjuang dalam keterbatasan dan membutuhkan uluran tangan dari berbagai pihak. <strong>(*)</strong></p>
<p data-start="3338" data-end="3517"><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Cari Keadilan Lewat Jalur Langit, Advokat KAI Nganjuk Rutinkan Pembacaan Kasidah Burdah</title>
<link>https://suarajatimpost.com/cari-keadilan-lewat-jalur-langit-advokat-kai-nganjuk-rutinkan-pembacaan-kasidah-burdah</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/cari-keadilan-lewat-jalur-langit-advokat-kai-nganjuk-rutinkan-pembacaan-kasidah-burdah</guid>
<description><![CDATA[ Kegiatan rutin ini diinisiasi sebagai wadah bagi KAI untuk sejenak menanggalkan jubah hukum dan bersimpuh dalam lantunan syair pujian kepada Nabi Muhammad SAW. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x580_69ec3c9cb6fb3.webp" length="69582" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sat, 25 Apr 2026 13:47:51 +0700</pubDate>
<dc:creator>Kuswanto</dc:creator>
<media:keywords>Gema sholawatan, KAI, Rutinan Riyadhi Burdah, Desa Malangsari Tanjunganom, Nganjuk</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>NGANJUK, SJP</strong> — Suasana religius menyelimuti jajaran Kongres Advokat Indonesia (KAI) Nganjuk saat menggelar pembukaan perdana kegiatan Rutinan Riyadah Salawat Kasidah Burdah. Acara yang dihadiri oleh para praktisi hukum, tokoh agama, dan masyarakat umum ini menjadi momentum spiritual di tengah kesibukan dunia peradilan.</p>
<p></p>
<p>Berdasarkan pantauan di lokasi, panggung acara dihiasi dekorasi bunga berwarna-warni sebagai simbol kegembiraan menyambut majelis ilmu dan zikir. Terpampang latar belakang bertuliskan "Rutinan Riyadah Salawat Indah Burdah" yang menjadi identitas baru gerakan religi tersebut.</p>
<p></p>
<p>Kegiatan rutin ini diinisiasi sebagai wadah bagi KAI untuk sejenak menanggalkan jubah hukum dan bersimpuh dalam lantunan syair pujian kepada Nabi Muhammad SAW. </p>
<p></p>
<p>Kasidah Burdah, karya monumental Imam al-Busiri, dipilih sebagai inti amalan karena diyakini memiliki fadilah (keutamaan) penyembuh dan penenang jiwa.</p>
<p></p>
<p>"Kami ingin profesi advokat tidak hanya tajam dalam membela keadilan di bumi, tetapi juga memiliki sandaran spiritual yang kuat kepada Sang Maha Adil," ujar salah satu pengurus KAI Nganjuk, HM Aris Mujiono, di sela-sela acara, Jumat (24/4/2026) malam.</p>
<p></p>
<p>Hadir di tengah acara yang berlangsung di kediaman HM Aris Mujiono tersebut, Gus M. Zamroji (Khodim MMA) dan Gus Saifullah Cepoko. </p>
<p></p>
<p>Mereka hadir untuk melantunkan ayat suci, zikir, riyadah, serta syiar kasidah, sekaligus menguatkan tali silaturahmi bersama masyarakat Desa Malangsari, Kecamatan Tanjunganom, Nganjuk.</p>
<p></p>
<p>HM Aris Mujiono menyatakan bahwa salawat bagi umat Islam merupakan bagian dari perintah Allah SWT dan bentuk penghormatan kepada Nabi Muhammad SAW.</p>
<p></p>
<p>"Salawat adalah bentuk ketaatan terhadap perintah Allah SWT (QS. Al-Ahzab: 56) dan wujud penghormatan serta doa umat Islam untuk Nabi Muhammad SAW," kata HM Aris, Sabtu (25/4/2026).</p>
<p></p>
<p>Aris juga menyampaikan bahwa salawat dari Allah bermakna rahmat, dari malaikat bermakna istigfar, dan dari umat bermakna doa, pujian, serta pengagungan. Hal tersebut diyakini membawa berkah, dikabulkannya hajat, dan menjadi amalan yang pasti diterima.</p>
<p></p>
<p>"Sebagaimana pandangan jumhur mayoritas ulama yang bersumber dari penafsiran ayat-ayat Al-Qur'an dan hadis, salawat dari Allah adalah rahmat, salawat dari malaikat adalah istigfar, dan salawat dari umat adalah doa atau pujian seperti yang malam ini kita lakukan bersama," lanjutnya.</p>
<p></p>
<p>Aris turut memberikan apresiasi kepada panitia pembukaan rutinan riyadah yang baru pertama kali dilaksanakan ini. Kegiatan tersebut rencananya digelar setiap malam Sabtu agar memancarkan kesejukan, ketenteraman, serta keberkahan bagi masyarakat Malangsari dan segenap bangsa Indonesia.</p>
<p></p>
<p>"Semoga malam ini menjadi malam yang bersejarah bagi kita, karena menjadi pembukaan pertama dari rangkaian rutinan riyadah yang insyaallah akan konsisten kita laksanakan setiap malam Sabtu," ungkapnya.</p>
<p></p>
<p>Pimpinan Majelis Munajad Al-ghisni (MMA), Gus M. Zamroji, menyampaikan bahwa kegiatan rutinan riyadah bersama Kasidah Salawat Burdah ini bertujuan mendekatkan diri kepada Allah, memohon syafaat Nabi, dan meraih keberkahan. Selain itu, kegiatan ini diniatkan untuk memperkuat basis kerukunan serta kesatuan hati seluruh elemen bangsa dalam menghadapi tantangan global.</p>
<p></p>
<p>"Rutinan riyadah bersama Kasidah Salawat Burdah ini diadakan pertama kali di kediaman HM Aris Mujiono, Dusun Krajan, Desa Malangsari, Kecamatan Tanjunganom. Insyaallah rutin dilaksanakan tiap malam Sabtu," pungkasnya. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>
<p></p>
<p></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>KSBSI dan Polres Nganjuk Gelar Tasyakuran: Komitmen Dukung Pemugaran Makam dan Museum Marsinah</title>
<link>https://suarajatimpost.com/ksbsi-dan-polres-nganjuk-gelar-tasyakuran-komitmen-dukung-pemugaran-makam-dan-museum-marsinah</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/ksbsi-dan-polres-nganjuk-gelar-tasyakuran-komitmen-dukung-pemugaran-makam-dan-museum-marsinah</guid>
<description><![CDATA[ Kegiatan yang berlangsung khidmat di hadapan monumen &quot;Pahlawan Buruh Marsinah&quot; ini menjadi momentum penting dalam memperkuat komitmen bersama untuk menjaga warisan sejarah perjuangan kaum buruh di Indonesia. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x580_69eb34be686dc.webp" length="71400" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Fri, 24 Apr 2026 18:02:05 +0700</pubDate>
<dc:creator>Kuswanto</dc:creator>
<media:keywords>Tasyakuran, Makam Marsinah Desa Ngelundo, Polres Nganjuk, Kodim 0810, Pemugaran Makam, Museum Marsinah, Nganjuk</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>NGANJUK, SJP - </strong>Dalam rangka menghormati jasa pahlawan buruh nasional, Konfederasi Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (KSBSI) bersama jajaran Polres Nganjuk menghadiri acara tasyakuran di area Tempat Pemakaman Umum (TPU) Desa Nglundo, Kecamatan Sukomoro, Kabupaten Nganjuk, pada Jumat (24/4/2026).</p>
<p>​Kegiatan yang berlangsung khidmat di hadapan monumen "Pahlawan Buruh Marsinah" ini menjadi momentum penting dalam memperkuat komitmen bersama untuk menjaga warisan sejarah perjuangan kaum buruh di Indonesia.</p>
<p>Duduk bersila bersama di atas tikar dengan sajian tumpeng, para tokoh buruh dan aparat kepolisian tampak berbaur dalam suasana kekeluargaan. Pemugaran makam dan museum ini diharapkan tidak hanya menjadi tempat ziarah, tetapi juga menjadi pusat edukasi mengenai sejarah pergerakan buruh di Indonesia yang berpusat di Desa Nglundo.</p>
<p>Kehadiran Kapolres Nganjuk AKBP Suria Miftah Irawan ikut menghadiri kegiatan tasyakuran dan selamatan pembangunan rumah singgah. Kegiatan yang diikuti sekitar 50 peserta tersebut merupakan bentuk syukur menjelang selesainya pembangunan monumen dan rumah singgah Marsinah, sekaligus wujud penghormatan atas jasa almarhumah sebagai Pahlawan Nasional yang memperjuangkan hak-hak buruh di Indonesia.</p>
<p>Kapolres Nganjuk AKBP Suria Miftah Irawan yang ditemui usai kegiatan menyampaikan bahwa Polri mendukung penuh pembangunan rumah singgah, museum, monumen, hingga pemugaran makam Marsinah sebagai bagian dari pelestarian nilai sejarah dan penghormatan kepada pahlawan bangsa.</p>
<p>“Polri pada prinsipnya mendukung penuh upaya pembangunan rumah singgah, museum, monumen serta pemugaran makam Marsinah. Ini bukan hanya bentuk penghormatan kepada beliau sebagai Pahlawan Nasional, tetapi juga sebagai sarana edukasi bagi masyarakat agar nilai perjuangan beliau tetap hidup dan dikenang,” ujar Kapolres.</p>
<p>Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa kehadiran Polri dalam kegiatan tersebut merupakan bagian dari sinergi bersama Forkopimda dan seluruh elemen masyarakat dalam menjaga kondusivitas sekaligus mendukung program pembangunan daerah yang bernilai historis dan edukatif.</p>
<p>Dalam kegiatan tersebut, rangkaian acara diawali dengan ziarah dan tabur bunga di makam Marsinah, dilanjutkan pembacaan tahlil, sambutan dari berbagai pihak, hingga prosesi pemotongan tumpeng sebagai simbol rasa syukur atas progres pembangunan yang hampir rampung.</p>
<p>Perwakilan dari KSBSI menyatakan bahwa langkah pemugaran ini bukan sekadar perbaikan fisik, melainkan simbol keberpihakan terhadap sejarah perjuangan kaum buruh. Pihaknya menilai bahwa keberadaan museum nantinya akan menjadi sarana edukasi penting bagi generasi muda.</p>
<p>​"Kami sangat mengapresiasi kerja sama semua pihak, termasuk dukungan dari kepolisian. Ini adalah kado bagi kaum buruh, di mana makam pahlawan kami, Marsinah, akan dipugar dengan layak dan dibangunkan museum sebagai pengingat sejarah," ungkap Kelik salah satu pengurus serikat buruh di lokasi.</p>
<p>Sementara itu, perwakilan keluarga Marsinah dan pihak KSBSI menyampaikan apresiasi atas dukungan Forkopimda dan seluruh elemen masyarakat yang telah berperan dalam mewujudkan pembangunan monumen dan fasilitas pendukung tersebut. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Koordinator SPPG Baron Klaim Target Seluruh Desa Tercapai Meski Secara Bertahap</title>
<link>https://suarajatimpost.com/koordinator-sppg-baron-klaim-target-seluruh-desa-tercapai-meski-secara-bertahap</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/koordinator-sppg-baron-klaim-target-seluruh-desa-tercapai-meski-secara-bertahap</guid>
<description><![CDATA[ Dalam kesempatan itu, dilaporkan bahwa dari total 11 desa di Kecamatan Baron, delapan desa di antaranya termasuk Desa Waung, Jambi, dan Mabung belum menerima bantuan MBG. Padahal, bantuan tersebut sebelumnya telah dialokasikan untuk periode tiga bulan bagi ibu menyusui, ibu hamil, dan balita (3B). ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x580_69eb2b6798fa7.webp" length="68094" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Fri, 24 Apr 2026 17:30:54 +0700</pubDate>
<dc:creator>Kuswanto</dc:creator>
<media:keywords>Rakor, SPPG Baron, MBG dan 3 B, 8 Desa belum ter-cover, Forpincam Baron, Baron, Nganjuk</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>NGANJUK, SJP</strong> – Menindaklanjuti keluhan masyarakat terkait distribusi Makan Bergizi Gratis (MBG) dan program 3B yang belum merata di wilayah Kecamatan Baron, jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forpimcam) Baron menggelar rapat koordinasi (rakor) pada Jumat (24/4/2026).</p>
<p></p>
<p>Rapat yang berlangsung di aula Kantor Kecamatan Baron tersebut dihadiri oleh Camat Baron, Gunawan Wibisono; perwakilan Koramil 0810/08 Baron, Santoso; Kapolsek Baron, AKP Roni Andreas; serta perwakilan dari enam Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang beroperasi di wilayah tersebut, beserta perwakilan Kepala Desa se-Kecamatan Baron.</p>
<p></p>
<p>Dalam kesempatan itu, dilaporkan bahwa dari total 11 desa di Kecamatan Baron, delapan desa di antaranya termasuk Desa Waung, Jambi, dan Mabung belum menerima bantuan MBG. Padahal, bantuan tersebut sebelumnya telah dialokasikan untuk periode tiga bulan bagi ibu menyusui, ibu hamil, dan balita (3B).</p>
<p></p>
<p>"Berdasarkan laporan dari desa-desa, masih ada delapan desa yang warganya belum menerima Makan Bergizi Gratis (MBG 3 B). Hal ini tentu menjadi perhatian serius bagi kami," ungkap Camat Baron, Gunawan.</p>
<p></p>
<p>Camat Baron menegaskan bahwa Forpimcam Baron akan terus mengawal serta memantau pendistribusian MBG agar tepat sasaran dan tepat waktu.</p>
<p></p>
<p>"Kami akan terus berkoordinasi dengan pihak SPPG dan desa untuk memastikan bahwa bantuan Makan Bergizi Gratis (MBG 3 B) segera tersalurkan kepada warga yang berhak menerimanya," tegas dia.</p>
<p></p>
<p>Perwakilan Koramil 0810/08 Baron, Santoso, memberikan arahan tegas di hadapan pengelola SPPG dan tamu undangan dalam rapat koordinasi terkait Program Makan Bergizi Gratis (MBG) tersebut. Dalam sambutannya, Santoso menekankan pentingnya keterbukaan informasi dan koordinasi antarinstansi guna memastikan program prioritas nasional ini berjalan tanpa hambatan.</p>
<p></p>
<p>Santoso menyoroti pentingnya komunikasi intensif antara pihak SPPG dengan unsur Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam). Ia meminta seluruh pengelola SPPG agar tidak ragu berbagi data dan melaporkan perkembangan di lapangan.</p>
<p></p>
<p>"Silakan koordinasi secara terbuka kepada saya, Pak Camat, maupun Pak Kapolsek. Data-data yang ada harus kita sinkronkan. Kami dari unsur keamanan juga terus melakukan pengawalan dan pengamanan pada setiap kegiatan di SPPG wilayah Kecamatan Baron," ujar Santoso.</p>
<p></p>
<p>Senada dengan hal tersebut, Kepala Desa Sambiroto, Ahmad Syarif, menyatakan dukungan penuh terhadap program MBG yang merupakan bagian dari Program Strategis Nasional (PSN). Meski mendukung, ia memberikan beberapa catatan terkait implementasi di lapangan agar manfaatnya lebih optimal dirasakan warga.</p>
<p></p>
<p>Ahmad Syarif menegaskan bahwa pada prinsipnya seluruh kepala desa di wilayah Baron solid mendukung program pemerintah pusat ini. Ia menyebut komunikasi antara kepala desa dengan pihak SPPG terus dijalin demi kelancaran program.</p>
<p></p>
<p>"Pada prinsipnya kami kepala desa tetap mendukung kegiatan yang diprogramkan pemerintah pusat melalui PSN ini. Alhamdulillah teman-teman kepala desa kompak dan selalu berkoordinasi dengan kepala SPPG di wilayah masing-masing," ujar Syarif.</p>
<p></p>
<p>Menanggapi pernyataan Danramil mengenai kurangnya keterbukaan data, Syarif menyayangkan jika benar pihak SPPG tidak aktif berkoordinasi, termasuk dalam grup komunikasi WhatsApp. </p>
<p></p>
<p>Menurutnya, koordinasi adalah kunci karena setiap instansi memiliki tanggung jawab masing-masing dalam menyukseskan program ini.</p>
<p></p>
<p>Terkait data penerima di Desa Sambiroto, ia menjelaskan bahwa data selalu diperbarui setiap bulan melalui laporan dari Posyandu di tingkat dusun.</p>
<p></p>
<p>"Data di Sambiroto insyaallah aman. Rata-rata per wilayah posyandu dari tiga dusun itu ada sekitar 50 sampai 60 penerima. Kami terus melakukan update data setiap bulan menyesuaikan laporan lapangan," pungkasnya.</p>
<p></p>
<p>Gofar, Koordinator SPPG di wilayah Kecamatan Baron, menyatakan optimisme dan memastikan bahwa dalam waktu dekat pihak SPPG akan mendistribusikan MBG-3B ke delapan desa yang belum menerima bantuan.</p>
<p></p>
<p>"Aman mas, untuk kelompok MBG 3B yang ada di delapan desa dalam waktu dekat ini sudah seluruhnya akan dapat MBG, pasti kita penuhi," kata Gofar saat diwawancarai. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Kuasa Hukum Terdakwa Kasus Penggelapan Cabut Praperadilan di PN Nganjuk, Ini Alasannya</title>
<link>https://suarajatimpost.com/kuasa-hukum-terdakwa-kasus-penggelapan-cabut-praperadilan-di-pn-nganjuk-ini-alasannya</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/kuasa-hukum-terdakwa-kasus-penggelapan-cabut-praperadilan-di-pn-nganjuk-ini-alasannya</guid>
<description><![CDATA[ Keputusan ini diambil setelah melalui pertimbangan hukum yang matang serta melihat perkembangan proses perkara pokok yang sedang berjalan. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x580_69ea0add2496b.webp" length="26804" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 23 Apr 2026 22:16:18 +0700</pubDate>
<dc:creator>Kuswanto</dc:creator>
<media:keywords>Kuasa hukum terdakwa, Doktor Prayogo Laksono, kasus penggelapan, Pengadilan Negri Nganjuk, sidang praperadilan, pencabutan, Nganjuk</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><b>NGANJUK, SJP – </b>Tim kuasa hukum terdakwa Yulia Margaretha resmi mencabut permohonan praperadilan yang sebelumnya diajukan di Pengadilan Negeri Nganjuk. Langkah ini diambil sebagai strategi hukum untuk memfokuskan pembelaan pada sidang pokok perkara yang kini tengah berjalan.</p>
<p>Kuasa hukum terdakwa, Prayogo Laksono, menjelaskan bahwa pencabutan dilakukan setelah mempertimbangkan perkembangan status hukum kliennya yang telah memasuki tahap persidangan utama.</p>
<p>“Status penahanan klien kami sudah beralih ke kewenangan majelis hakim dalam perkara pokok. Jika praperadilan tetap dilanjutkan, hal itu dinilai tidak efisien,” ujar Prayogo kepada awak media, Kamis (23/4/2026).</p>
<p>Ia menegaskan, pencabutan praperadilan bukan berarti pihaknya menyerah, melainkan bagian dari strategi untuk memperkuat pembelaan di persidangan utama.</p>
<p>“Ini bukan bentuk mundur, tetapi strategi hukum. Kami ingin fokus pada pembuktian substansi perkara di sidang pokok agar lebih efektif,” tegasnya.</p>
<p>Prayogo menambahkan, sidang lanjutan perkara pokok dijadwalkan berlangsung pada 4 Mei 2026. Pihaknya akan memaksimalkan upaya pembelaan guna membuktikan bahwa dakwaan terhadap kliennya tidak berdasar.</p>
<p>“Kami akan hadir dan membuktikan di persidangan bahwa fakta yang sebenarnya harus diungkap,” imbuhnya.</p>
<p>Sementara itu, sebelumnya sidang praperadilan terkait dugaan kasus penggelapan di Pengadilan Negeri Nganjuk sempat berlangsung singkat dan berakhir dengan penundaan. Agenda pemeriksaan awal belum dapat dilanjutkan akibat kendala administratif dari pihak termohon.</p>
<p>Penasihat hukum pemohon, Ander Sumiwi Budi Prihatin, menjelaskan bahwa penundaan terjadi karena belum lengkapnya dokumen dari pihak kejaksaan.</p>
<p>“Dalam praperadilan, Kepala Kejaksaan harus memberikan surat tugas atau kuasa. Administrasi tersebut belum dilengkapi, sehingga sidang ditunda,” jelas Ander.</p>
<p>Majelis hakim tunggal kemudian menjadwalkan sidang lanjutan pada pekan berikutnya. Mengingat batas waktu penanganan praperadilan yang relatif singkat, proses persidangan diperkirakan berlangsung cepat.</p>
<p>“Sidang kemungkinan berjalan maraton. Pihak termohon harus segera menyampaikan jawaban, jika tidak, proses tetap berjalan,” tambahnya.</p>
<p>Terkait strategi hukum lebih lanjut, Ander enggan membeberkan secara rinci dan menyebut hal itu sebagai bagian dari privasi antara kuasa hukum dan klien.</p>
<p>“Strategi tidak bisa kami sampaikan. Kita tunggu saja proses persidangan berikutnya,” pungkasnya. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Wakapolri Ziarah ke Makam Marsinah di Nganjuk, Tegaskan Penghormatan pada Nilai Kemanusiaan</title>
<link>https://suarajatimpost.com/wakapolri-ziarah-ke-makam-marsinah-di-nganjuk-tegaskan-penghormatan-pada-nilai-kemanusiaan</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/wakapolri-ziarah-ke-makam-marsinah-di-nganjuk-tegaskan-penghormatan-pada-nilai-kemanusiaan</guid>
<description><![CDATA[ Kunjungan petinggi Polri ini dilakukan di sela-sela agenda kerja resminya di wilayah Jawa Timur. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x580_69ea07e170fe4.webp" length="53540" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 23 Apr 2026 21:59:30 +0700</pubDate>
<dc:creator>Kuswanto</dc:creator>
<media:keywords>Wakapolri Komjen Pol Dedi Prasetyo, Nyekar di makam Marsinah, pahlawan buruh, pengamanan polisi, Polres Nganjuk, Forkopimda, Nganjuk</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>NGANJUK, SJP - </strong>Wakapolri Komjen. Pol. Prof. Dr. Dedi Prasetyo melakukan kunjungan religi sekaligus ziarah ke makam pahlawan buruh, Marsinah, yang terletak di Desa Sukomoro, Kabupaten Nganjuk, Kamis (23/4/2016).</p>
<p>Kunjungan petinggi Polri ini dilakukan di sela-sela agenda kerja resminya di wilayah Jawa Timur.</p>
<p>​Kedatangan Wakapolri beserta rombongan disambut oleh jajaran pejabat utama Polres Nganjuk dan unsur Forkopimda setempat.</p>
<p>Ziarah ini dimaknai sebagai bentuk penghormatan terhadap nilai-nilai perjuangan hak asasi manusia dan kemanusiaan yang melekat pada sosok almarhumah Marsinah.</p>
<p>Guna memastikan kelancaran dan kekhidmatan prosesi nyekar, aparat keamanan melakukan pengamanan berlapis di sekitar lokasi pemakaman. Ratusan personel dari unsur Polri, TNI, dan instansi terkait disiagakan di berbagai titik strategis.</p>
<p>Di depan pusara Marsinah, Komjen Pol Dedi Prasetyo tampak melakukan doa bersama dengan khusyuk. Kegiatan nyekar ini dipandang bukan sekadar seremonial, melainkan simbol kedekatan institusi Polri dengan sejarah perjuangan rakyat kecil.</p>
<p>​"Ziarah ini adalah bentuk penghargaan kita terhadap sejarah. Marsinah merupakan ikon perjuangan yang tidak boleh dilupakan, dan kehadirannya di sini menjadi pengingat bagi kita semua tentang pentingnya menjunjung tinggi keadilan," ujar salah satu pejabat pendamping di lokasi.</p>
<p>Kapolres Nganjuk AKBP Suria Miftah Irawan menyampaikan bahwa pengamanan ini merupakan bentuk kesiapan maksimal Polres Nganjuk dalam mendukung kelancaran agenda pimpinan Polri.</p>
<p>“Kami menyiagakan ratusan personel yang terbagi dalam beberapa unit pengamanan, baik terbuka maupun tertutup, serta ditempatkan di posisi strategis untuk memastikan seluruh rangkaian kegiatan berjalan aman, tertib, dan lancar,” ujarnya.</p>
<p>Selain pengamanan lokasi, pengaturan arus lalu lintas juga menjadi perhatian utama, khususnya pada jalur yang akan dilalui rombongan Wakapolri guna mencegah kemacetan serta menjamin keselamatan pengguna jalan lainnya.</p>
<p>Dalam pelaksanaannya, personel di lapangan juga melakukan sterilisasi area, pengamanan objek vital, serta pengawasan intensif terhadap situasi sekitar sebagai langkah preventif terhadap potensi gangguan keamanan.</p>
<p>Kabag Ops Polres Nganjuk Kompol Ondik Andrianto, menambahkan bahwa seluruh personel telah diberikan arahan teknis sebelum pelaksanaan tugas agar mampu bertindak cepat dan tepat di lapangan.</p>
<p>“Kami telah menyiapkan pola pengamanan berlapis, termasuk pengamanan jalur dan lokasi kegiatan. Seluruh personel juga disiagakan untuk mengantisipasi segala kemungkinan yang dapat mengganggu kelancaran kunjungan,” jelasnya.</p>
<p>Kunjungan Wakapolri ini juga menjadi bagian dari evaluasi kesiapan daerah dalam menyambut agenda kunjungan tamu VVIP dan pejabat negara ke depan, sehingga seluruh unsur pengamanan diharapkan dapat berjalan optimal dan profesional. <strong>(**)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Wabup Nganjuk Respon Santai Akun Medsos Palsu, Imbau Warga Tak Mudah Percaya Hoaks</title>
<link>https://suarajatimpost.com/wabup-nganjuk-respon-santai-akun-medsos-palsu-imbau-warga-tak-mudah-percaya-hoaks</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/wabup-nganjuk-respon-santai-akun-medsos-palsu-imbau-warga-tak-mudah-percaya-hoaks</guid>
<description><![CDATA[ Maraknya akun media sosial palsu yang mencatut nama Wakil Bupati Nganjuk Tri Handy Cahyo Saputra mendapat tanggapan santai. Ia mengimbau masyarakat agar bijak dan tidak mudah percaya pada informasi yang belum jelas kebenarannya. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x580_69e9fb823d099.webp" length="27690" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 23 Apr 2026 20:31:28 +0700</pubDate>
<dc:creator>Kuswanto</dc:creator>
<media:keywords>Viral di medsos, pencatutan nama, Facebook, Komunitas Anak Pace, Wabup Tri Handy Saputra, Nganjuk</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>NGANJUK, SJP –</strong> Wakil Bupati Nganjuk, Tri Handy Cahyo Saputra, angkat bicara terkait maraknya akun media sosial palsu yang mencatut identitas dirinya. Hal tersebut disampaikannya usai mengikuti rapat paripurna di DPRD Nganjuk, Kamis (23/4/2026).</p>
<p>Akun-akun palsu tersebut ditemukan beredar di sejumlah platform populer seperti Facebook dan TikTok. Keberadaannya dinilai meresahkan karena digunakan untuk menyebarkan informasi yang belum tentu benar kepada masyarakat.</p>
<p>Wabup yang akrab disapa Mas Handy itu menanggapi santai fenomena tersebut. Ia bahkan tidak merasa perlu memberikan respons berlebihan terhadap pihak-pihak yang diduga berada di balik penyebaran informasi tersebut.</p>
<p>“Kalau teman-teman media tahu siapa yang menyebarkan informasi itu, bisa disampaikan kepada saya,” ujarnya sambil tersenyum.</p>
<p>Menurutnya, dalam negara demokrasi, masyarakat memiliki kebebasan untuk menyampaikan pendapat. Namun, ia mengingatkan agar kebebasan tersebut tidak disalahgunakan untuk menyebarkan informasi yang tidak benar.</p>
<p>“Ini negara demokrasi, kalau ada masukan silakan. Tapi tetap harus disampaikan secara bijak,” imbuhnya.</p>
<p>Mas Handy juga mengimbau masyarakat Nganjuk agar tidak mudah percaya terhadap informasi yang beredar di media sosial, terutama yang bersumber dari akun tidak resmi.</p>
<p>“Saya tegaskan kepada seluruh masyarakat Nganjuk untuk tidak mudah percaya terhadap informasi dari akun-akun tersebut. Kita semua harus bijak dalam menerima dan menyampaikan informasi,” tegasnya.</p>
<p>Sementara itu, informasi yang beredar di salah satu grup Facebook Komunitas Anak Pace (KAP) yang dibagikan oleh akun bernama Danang Aditya memicu beragam tanggapan dari warganet.</p>
<p>Dalam unggahan tersebut, tercatat puluhan komentar muncul dalam waktu singkat, mencerminkan tingginya perhatian publik terhadap isu ini. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>DPRD dan Pemkab Nganjuk Bahas Raperda Penyelenggaraan Perparkiran</title>
<link>https://suarajatimpost.com/dprd-dan-pemkab-nganjuk-bahas-raperda-penyelenggaraan-perparkiran</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/dprd-dan-pemkab-nganjuk-bahas-raperda-penyelenggaraan-perparkiran</guid>
<description><![CDATA[ Rapat yang berlangsung di Ruang Sidang Utama ini dihadiri oleh jajaran pimpinan dewan, anggota fraksi, serta perwakilan eksekutif, Kamis (23/4/2026). ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x580_69e9f2b1ba5d0.webp" length="57346" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 23 Apr 2026 20:02:35 +0700</pubDate>
<dc:creator>Kuswanto</dc:creator>
<media:keywords>Rapat paripurna DPRD Nganjuk, Raperda Parkir, Wabup Tri Handy Saputra, Wakil Ketua DPRD, jajaran fraksi, OPD, Nganjuk</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>NGANJUK,SJP - </strong>Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Nganjuk menggelar Rapat Paripurna dengan agenda utama pembahasan intensif mengenai Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Penyelenggaraan Perparkiran. Rapat yang berlangsung di Ruang Sidang Utama ini dihadiri oleh jajaran pimpinan dewan, anggota fraksi, serta perwakilan eksekutif, Kamis (23/4/2026).</p>
<p>​Dalam pantauan di lokasi, suasana rapat berlangsung khidmat. Fokus utama pembahasan adalah laporan dari Komisi III DPRD Kabupaten Nganjuk yang telah melakukan kajian mendalam terhadap draf Raperda tersebut. Regulasi ini diproyeksikan menjadi payung hukum baru untuk menata carut-marut perparkiran serta mengoptimalkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) di Kabupaten Nganjuk.</p>
<p>“Kami bentuk panitia khusus (pansus) untuk membahas Raperda tentang Penyelenggaraan Perparkiran,” ujar Wakil Ketua DPRD Kabupaten Nganjuk Jianto</p>
<p>Politisi dari Gerindra ini mengatakan, Raperda yang menjadi Perda harus berpihak pada masyarakat Kota Angin. Sehingga, perda tersebut bermanfaat bagi warga dan meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD). </p>
<p>"PAD itu digunakan untuk membangun fasilitas umum di Kabupaten Nganjuk," ujarnya</p>
<p>Dalam penghujung agenda Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Nganjuk, Wakil Ketua DPRD, Jianto, menyampaikan pesan penutup yang sarat akan makna bagi jajaran eksekutif. </p>
<p>Di hadapan Wakil Bupati dan para Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang hadir, beliau memberikan catatan penting mengenai pelaksanaan kebijakan daerah. ​Jianto menekankan pentingnya keselarasan antara janji atau ucapan dengan realisasi di lapangan.</p>
<p>​"Sangat indah didengar, manis di bibir, tapi jangan sampai sakit di hati," ujar Jianto saat memberikan arahan penutup.</p>
<p>​Pernyataan tersebut merujuk pada harapan agar segala rekomendasi yang telah diputuskan oleh legislatif dapat segera diimplementasikan oleh pemerintah daerah. Jianto menegaskan bahwa seluruh jajaran Kepala OPD harus menindaklanjuti instruksi Wakil Bupati untuk menjalankan rekomendasi dewan secara cepat dan tepat.</p>
<p>​Lebih lanjut, Jianto mengingatkan bahwa keberhasilan tata kelola pemerintahan sangat bergantung pada hubungan yang linear dan harmonis antara DPRD dan Pemerintah Daerah. Sinergi ini dianggap sebagai kunci utama agar jalannya roda pemerintahan di Kabupaten Nganjuk tetap berada pada jalur yang benar (on the track) demi kepentingan masyarakat luas.</p>
<p>Usai mendengarkan pandangan dan rekomendasi dari DPRD Kabupaten Nganjuk, Wakil Bupati Tri Handy Cahyo Saputra menyampaikan tanggapan komprehensif yang menyentuh tiga sektor utama, pendidikan, ketenagakerjaan, dan kesehatan.</p>
<p>​Wabup Handy menyatakan kesepakatannya terhadap usulan program <em>Back to School</em>. Pria yang akrab disapa Mas Handy mengajak para anggota dewan di masing-masing Daerah Pemilihan (Dapil) untuk aktif memberikan data siswa SD, SMP, maupun SMA yang membutuhkan bantuan.</p>
<p>Lebih Lanjut, ​Data ini akan dimasukkan ke dalam program Sekolah Rakyat, yang merupakan program prioritas nasional dari Presiden. ​Wabup Handy menegaskan bahwa meskipun arahan pusat tidak dibuka secara umum, pemerintah daerah akan proaktif "menyisir" masyarakat melalui desil-desil kemiskinan yang ada.</p>
<p>​Menanggapi isu tenaga kerja, Wabup Handy menegaskan komitmennya untuk memastikan putra daerah mendominasi lapangan kerja di Nganjuk. ​Pemerintah telah melakukan kunjungan ke berbagai perusahaan untuk memastikan penyerapan tenaga kerja lokal, terutama di wilayah Ring 1 lokasi industri.</p>
<p>​Terjadi pergeseran fokus pelatihan di Dinas Ketenagakerjaan, dari menjahit rumahan menjadi menjahit industri (manufaktur) untuk memenuhi permintaan pasar yang besar, seperti kebutuhan 750 hingga 1.000 karyawan baru di beberapa perusahaan besar.</p>
<p>​"Kami mencatat adanya ekspansi investasi di Kabupaten Nganjuk yang mulai bergerak dari middle-low ke middle-up," kata Wabup Handy.</p>
<p>​Terakhir, Wabup memberikan instruksi tegas kepada seluruh fasilitas kesehatan, mulai dari RSUD Nganjuk, RSUD Kertosono, hingga Dinas Kesehatan. ​Mas Handy menekankan tagline utama, "Layanilah masyarakat dengan hati."</p>
<p>​Setiap tenaga medis diminta memberikan pelayanan dengan menganggap pasien sebagai keluarga sendiri agar tercipta pelayanan yang lebih manusiawi dan responsif.</p>
<p>​"Terima kasih atas masukannya. Kita mulai berkembang dan melakukan banyak ekspansi. Mari kita bersama-sama membangun Kabupaten Nganjuk agar manfaatnya dirasakan langsung oleh masyarakat di setiap Dapil," ungkap Tri Handy Cahyo Saputra. <strong>(ADV)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong> </p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Kepala Desa di Nganjuk Perkuat Sinergi Antar Desa dan Pendampingan Hukum dari Kejaksaan</title>
<link>https://suarajatimpost.com/kepala-desa-di-nganjuk-perkuat-sinergi-antar-desa-dan-pendampingan-hukum-dari-kejaksaan</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/kepala-desa-di-nganjuk-perkuat-sinergi-antar-desa-dan-pendampingan-hukum-dari-kejaksaan</guid>
<description><![CDATA[ Silaturahmi Forkopimda dan kepala desa di Nganjuk jadi momentum penguatan sinergi pembangunan, dorong kemandirian desa, serta dukung program “Jaga Desa” untuk pendampingan hukum. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x580_69e8abb1c49b5.webp" length="51204" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 22 Apr 2026 20:35:06 +0700</pubDate>
<dc:creator>Kuswanto</dc:creator>
<media:keywords>Sinergitas, Desa, Pendamping Hukum, Kades Bendolo Salim, Nganjuk</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p data-start="108" data-end="292"><strong data-start="108" data-end="124">NGANJUK, SJP</strong> – Kegiatan Halal Bihalal dan Silaturahmi Forkopimda bersama kepala desa se-Kabupaten Nganjuk menjadi momentum penting dalam memperkuat tata kelola pemerintahan desa.</p>
<p data-start="294" data-end="465">Salah satu perwakilan kepala desa yang hadir, Salim, Kepala Desa Bendolo, menyampaikan apresiasi sekaligus harapannya terhadap keberlanjutan pembangunan di tingkat desa.</p>
<p data-start="467" data-end="737">Salim mengungkapkan rasa terima kasih kepada Bupati dan Wakil Bupati Nganjuk, serta jajaran Forkopimda atas fasilitasi dan arahan yang diberikan dalam kegiatan tersebut. Ia berharap momentum ini mampu mempererat hubungan antar kepala desa di seluruh Kabupaten Nganjuk.</p>
<p data-start="739" data-end="939">“Ke depan, kami menargetkan adanya kesinambungan kerja sama antar desa maupun antar kecamatan agar program pembangunan dapat berjalan lebih efektif,” ungkap Salim di hadapan media, Rabu (22/4/2026).</p>
<p data-start="941" data-end="1228">Terkait arahan dari Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Nganjuk mengenai penanganan hukum, Salim menyambut baik program yang selaras dengan instruksi Jaksa Agung. Ia berharap melalui program “Jaga Desa”, tidak ada lagi kekhawatiran kriminalisasi terhadap kepala desa di Kabupaten Nganjuk.</p>
<p data-start="1230" data-end="1427">“Diharapkan ada proses pembinaan dan pendampingan yang intensif dari pihak Kejaksaan sejak awal hingga akhir, sehingga kami merasa nyaman dalam bekerja demi kemajuan desa masing-masing,” ujarnya.</p>
<p data-start="1429" data-end="1778">Menanggapi isu efisiensi anggaran, Salim menegaskan bahwa setiap langkah telah direncanakan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes). Menurutnya, bukan berarti dana tidak terserap, melainkan dialokasikan kembali untuk kepentingan desa, termasuk mendukung program prioritas seperti penanganan stunting melalui program Grebek Merah Putih.</p>
<p data-start="1780" data-end="1939">“Komitmen kami adalah membawa desa menjadi lebih mandiri dan tidak selalu bergantung sepenuhnya pada bantuan pemerintah pusat di masa depan,” pungkasnya. <strong>(*)</strong></p>
<p data-start="1780" data-end="1939"><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Perkuat Tata Kelola Desa, Bupati Nganjuk Gandeng Kejaksaan dan Maksimalkan Siskeudes</title>
<link>https://suarajatimpost.com/bupati-nganjuk-tekankan-pencegahan-tipikor-dan-komitmen-antikorupsi-dalam-pengelolaan-dana-desa</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/bupati-nganjuk-tekankan-pencegahan-tipikor-dan-komitmen-antikorupsi-dalam-pengelolaan-dana-desa</guid>
<description><![CDATA[ Bupati Nganjuk menekankan sinergi desa dan aparat hukum untuk mencegah pelanggaran anggaran. Pemkab juga mendorong digitalisasi, pengawasan ketat, serta komitmen “nol rupiah” dalam promosi jabatan dan perizinan. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x580_69e8a61379dcf.webp" length="47050" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 22 Apr 2026 20:05:09 +0700</pubDate>
<dc:creator>Kuswanto</dc:creator>
<media:keywords>Bupati Nganjuk Marhaen Djumadi, halal bihalal, Kades se Nganjuk, komitmen anti korupsi, pencegahan, Nol rupiah, promosi jabatan, pengelolaan dana Desa, Kades, Nganjuk</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p data-start="198" data-end="422"><strong data-start="198" data-end="214">NGANJUK, SJP</strong> – Bupati Nganjuk, Marhaen Djumadi, menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah desa dan aparat penegak hukum dalam upaya meminimalisasi potensi pelanggaran hukum, khususnya dalam pengelolaan anggaran desa.</p>
<p data-start="424" data-end="585">Hal tersebut disampaikan Bupati yang akrab disapa Kang Marhaen usai menghadiri kegiatan halal bihalal bersama kepala desa se-Kabupaten Nganjuk, Rabu (22/4/2026).</p>
<p data-start="587" data-end="780">Dalam kesempatan itu, ia memaparkan sejumlah langkah strategis yang dilakukan Pemerintah Kabupaten Nganjuk untuk memperkuat tata kelola pemerintahan desa yang bersih, transparan, dan akuntabel.</p>
<p data-start="782" data-end="1017">Salah satu upaya yang dilakukan adalah menjalin kerja sama dengan pihak kejaksaan, khususnya di bidang Perdata dan Tata Usaha Negara (Datun). Melalui kolaborasi ini, pemerintah desa diharapkan mendapatkan pendampingan hukum sejak dini.</p>
<p data-start="1019" data-end="1178">“Pendampingan ini penting agar pemerintah desa memahami aspek hukum dalam pengelolaan anggaran, sehingga dapat meminimalkan potensi pelanggaran,” ujar Marhaen.</p>
<p data-start="1180" data-end="1311">Selain itu, pengawasan juga melibatkan Inspektorat bersama Kejaksaan untuk memonitor penggunaan anggaran desa secara lebih optimal.</p>
<p data-start="1313" data-end="1618">Di sisi lain, Pemkab Nganjuk juga mendorong digitalisasi dalam pengelolaan keuangan desa melalui pemanfaatan aplikasi Sistem Keuangan Desa (Siskeudes). Upaya ini diiringi dengan pelatihan bagi bendahara, operator, hingga kepala desa agar mampu mengelola keuangan secara transparan dan tertib administrasi.</p>
<p data-start="1620" data-end="1766">“Penguatan sumber daya manusia juga menjadi perhatian, termasuk pembinaan integritas agar pengelolaan anggaran berjalan sesuai aturan,” tambahnya.</p>
<p data-start="1768" data-end="1921">Lebih lanjut, Bupati Marhaen menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam menciptakan tata kelola pemerintahan yang bersih melalui kebijakan “Nol Rupiah”.</p>
<p data-start="1923" data-end="2202">Kebijakan tersebut mencakup sejumlah aspek, di antaranya proses promosi jabatan yang tidak dipungut biaya, pelayanan perizinan sesuai ketentuan tanpa pungutan di luar aturan, serta pelaksanaan proyek yang harus melalui mekanisme transparan seperti lelang atau kompetisi terbatas.</p>
<p data-start="2204" data-end="2304">“Semua proses harus sesuai aturan. Tidak ada lagi praktik di luar mekanisme yang berlaku,” tegasnya.</p>
<p data-start="2306" data-end="2469">Ia menambahkan, komitmen tersebut merupakan bagian dari upaya menjaga integritas dan kepercayaan publik terhadap penyelenggaraan pemerintahan di Kabupaten Nganjuk.</p>
<p data-start="2471" data-end="2577">“Semua harus patuh aturan. Itulah cara kami menjaga tata kelola pemerintahan yang bersih,” pungkasnya. <strong>(*)</strong></p>
<p data-start="2471" data-end="2577"><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Penanganan Kasus Dugaan Perselingkuhan Oknum Polisi Nganjuk Diserahkan ke Propam</title>
<link>https://suarajatimpost.com/penanganan-kasus-dugaan-perselingkuhan-oknum-polisi-nganjuk-diserahkan-ke-propam</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/penanganan-kasus-dugaan-perselingkuhan-oknum-polisi-nganjuk-diserahkan-ke-propam</guid>
<description><![CDATA[ Penanganan dugaan pelanggaran oknum polisi di Nganjuk masih berproses di Propam. Polres menegaskan komitmen penegakan kode etik, sementara instansi terkait juga menunggu hasil pemeriksaan untuk langkah lanjutan. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x580_69e89e63c5cb5.webp" length="15984" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 22 Apr 2026 19:35:46 +0700</pubDate>
<dc:creator>Kuswanto</dc:creator>
<media:keywords>Oknum anggota polisi, ASN, PPPK, Sanksi, sidang kode etik, PDH, PDTT, Polres Nganjuk, Nganjuk</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p data-start="219" data-end="440"><strong data-start="219" data-end="235">NGANJUK, SJP</strong> – Kapolres Nganjuk, AKBP Suriah Miftah Irawan, belum memberikan keterangan rinci terkait penanganan dugaan pelanggaran yang melibatkan salah satu anggotanya saat dikonfirmasi awak media, Rabu (22/4/2026).</p>
<p data-start="442" data-end="638">Usai menghadiri kegiatan halal bihalal kepala desa se-Kabupaten Nganjuk, Kapolres memilih mengarahkan seluruh pertanyaan kepada satu pintu melalui Seksi Hubungan Masyarakat (Humas) Polres Nganjuk.</p>
<p data-start="640" data-end="782">Saat dimintai tanggapan, Kapolres sempat menanyakan identitas wartawan yang mengajukan pertanyaan sebelum akhirnya memberikan jawaban singkat.</p>
<p data-start="784" data-end="848">“Langsung ke Humas saja ya,” ujarnya sambil meninggalkan lokasi.</p>
<p data-start="850" data-end="1056">Sementara itu, Kasi Humas Polres Nganjuk, Iptu Fajar, membenarkan bahwa kasus dugaan pelanggaran yang melibatkan oknum anggota tersebut saat ini tengah ditangani oleh Bidang Profesi dan Pengamanan (Propam).</p>
<p data-start="1058" data-end="1193">Ia menegaskan, institusi kepolisian berkomitmen menindak tegas setiap pelanggaran yang dilakukan anggotanya sesuai aturan yang berlaku.</p>
<p data-start="1195" data-end="1348">“Prosesnya sedang berjalan di Propam, saat ini masih dalam tahap pemeriksaan saksi-saksi untuk penguatan alat bukti,” jelas Iptu Fajar saat dikonfirmasi.</p>
<p data-start="1350" data-end="1483">Menurutnya, apabila proses pemeriksaan telah dinyatakan lengkap, perkara tersebut akan dilanjutkan ke Sidang Kode Etik Profesi Polri.</p>
<p data-start="1485" data-end="1636">Dalam proses tersebut, terduga pelanggar juga dapat menjalani penempatan khusus (patsus) selama pemeriksaan berlangsung, sesuai ketentuan yang berlaku.</p>
<p data-start="1638" data-end="1784">“Dalam sidang kode etik, sanksinya bisa berat, mulai dari pemberhentian dengan hormat hingga pemberhentian tidak dengan hormat (PTDH),” tambahnya.</p>
<p data-start="1786" data-end="1972">Di sisi lain, dugaan kasus ini juga menyeret seorang aparatur sipil negara (ASN) yang bertugas sebagai Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) di Dinas Tenaga Kerja (Disnaker).</p>
<p data-start="1974" data-end="2115">Sekretaris Disnaker, Singgih Wiratno, menyampaikan bahwa pihaknya masih menunggu proses yang berjalan sebelum mengambil langkah lebih lanjut.</p>
<p data-start="2117" data-end="2343">“Kami tidak ingin terburu-buru dalam mengambil keputusan. Saat ini kami menunggu hasil proses yang sedang berjalan dan akan melakukan klarifikasi terlebih dahulu kepada yang bersangkutan,” ujarnya saat dikonfirmasi sebelumnya.</p>
<p data-start="2345" data-end="2461">Ia menambahkan, penanganan internal akan dilakukan sesuai mekanisme yang berlaku dengan melibatkan instansi terkait.</p>
<p data-start="2463" data-end="2563">“Kami akan berkoordinasi dengan BKPSDM dan Inspektorat agar penanganannya sesuai prosedur,” katanya.</p>
<p data-start="2565" data-end="2715">Pihak Disnaker juga telah menjadwalkan pemanggilan internal guna meminta keterangan dari ASN yang bersangkutan sebagai bagian dari proses klarifikasi.</p>
<p data-start="2717" data-end="2882">Hingga saat ini, seluruh proses masih berjalan dan kedua institusi menegaskan akan menangani perkara tersebut secara profesional sesuai ketentuan yang berlaku. <strong>(*)</strong></p>
<p data-start="2717" data-end="2882"><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Pastikan Personel Prima, 200 Anggota Polres Nganjuk Jalani Pemeriksaan Kesehatan</title>
<link>https://suarajatimpost.com/pastikan-personel-prima-200-anggota-polres-nganjuk-jalani-pemeriksaan-kesehatan</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/pastikan-personel-prima-200-anggota-polres-nganjuk-jalani-pemeriksaan-kesehatan</guid>
<description><![CDATA[ Kegiatan yang berlangsung di Aula Polres Nganjuk ini mencakup berbagai rangkaian tes medis, mulai dari pemeriksaan fisik hingga kondisi psikis. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x580_69e7809ab8e60.webp" length="35956" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Tue, 21 Apr 2026 21:30:47 +0700</pubDate>
<dc:creator>Kuswanto</dc:creator>
<media:keywords>Pemeriksaan kesehatan, 200 anggota polisi, kondisi anggota, Polres Nganjuk</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>NGANJUK, SJP - </strong>Guna memastikan kesiapan fisik dan mental dalam menjalankan tugas pelayanan masyarakat, sebanyak 200 personel Polres Nganjuk menjalani pemeriksaan kesehatan berkala (Rikkesber) secara menyeluruh hari ini. Kegiatan yang berlangsung di Aula Polres Nganjuk ini mencakup berbagai rangkaian tes medis, mulai dari pemeriksaan fisik hingga kondisi psikis.</p>
<p>Kegiatan yang bekerja sama dengan tim medis dari Bid Dokkes Polda Jatim ini bertujuan untuk mendeteksi dini potensi penyakit atau gangguan kesehatan yang mungkin diderita oleh anggota Polri, yang disesuaikan berdasarkan kelompok umur intensif 1 dan 2, sebagai langkah menjaga performa dan kesiapan anggota dalam bertugas, Selasa (21/4/2026).</p>
<p>Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya preventif dan deteksi dini terhadap berbagai potensi gangguan kesehatan, termasuk indikasi penyalahgunaan narkoba serta penyakit menular dan berbahaya yang dapat memengaruhi kinerja personel di lapangan.</p>
<p>Kapolres Nganjuk AKBP Suria Miftah Irawan menegaskan bahwa pemeriksaan kesehatan berkala menjadi hal penting untuk memastikan seluruh anggota tetap dalam kondisi prima.</p>
<p>“Pemeriksaan ini bukan hanya rutinitas, tetapi bentuk komitmen kami dalam menjaga kesehatan personel. Dengan kondisi fisik dan mental yang baik, pelayanan kepada masyarakat juga akan semakin optimal,” ujarnya.</p>
<p>Rangkaian pemeriksaan yang dilakukan meliputi tes darah, pemeriksaan kejiwaan (keswa), pengecekan kesehatan mata, tinggi badan, berat badan, lemak tubuh, treadmill, cek kesehatan fisik, pemeriksaan gigi, tes urine, hingga rontgen.</p>
<p>Melalui kegiatan ini, diharapkan setiap personel dapat mengetahui kondisi kesehatannya secara menyeluruh, sehingga dapat segera melakukan langkah penanganan apabila ditemukan indikasi gangguan kesehatan.</p>
<p>Di lapangan, kegiatan berlangsung tertib dengan pembagian jadwal sesuai kelompok usia, sehingga proses pemeriksaan berjalan efektif tanpa mengganggu pelaksanaan tugas pelayanan masyarakat.</p>
<p>Dengan adanya pemeriksaan kesehatan ini, Polres Nganjuk menegaskan komitmennya dalam menjaga profesionalitas dan kesiapan personel, sekaligus memastikan pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan maksimal dengan didukung kondisi anggota yang sehat dan prima. <strong>(**)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Polres Nganjuk Rayakan Hari Kartini dengan Pelayanan Humanis dan Busana Adat</title>
<link>https://suarajatimpost.com/polres-nganjuk-rayakan-hari-kartini-dengan-pelayanan-humanis-dan-busana-adat</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/polres-nganjuk-rayakan-hari-kartini-dengan-pelayanan-humanis-dan-busana-adat</guid>
<description><![CDATA[ Para petugas kepolisian yang biasanya berseragam dinas, kini tampil anggun dan gagah dengan mengenakan busana adat tradisional Indonesia, dalam rangka memperingati Hari Kartini yang jatuh pada hari ini. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x580_69e77e789a55d.webp" length="54254" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Tue, 21 Apr 2026 21:19:45 +0700</pubDate>
<dc:creator>Kuswanto</dc:creator>
<media:keywords>Hari Kartini 2026, Pelayanan Publik di Polres Nganjuk, permohonan SIM, STNK, SKCK, Nganjuk</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>NGANJUK, SJP -</strong> Suasana berbeda terasa di ruang pelayanan SIM dan STNK Polres Nganjuk hari ini, Selasa (21/4/2026). Para petugas kepolisian yang biasanya berseragam dinas, kini tampil anggun dan gagah dengan mengenakan busana adat tradisional Indonesia, dalam rangka memperingati Hari Kartini yang jatuh pada hari ini. </p>
<p>Inisiatif ini tidak hanya mempercantik suasana, tetapi juga bertujuan untuk memberikan pelayanan yang lebih ramah, terutama bagi para ibu saat melayani pemohon SIM, STNK, SKCK dan pelayanan kepolisian lainnya di kantor pelayanan Polres Nganjuk yang membawa serta anak-anak mereka. </p>
<p>Kapolres Nganjuk AKBP Suria Miftah Irawan menyampaikan, momentum Hari Kartini dimanfaatkan untuk meningkatkan kualitas pelayanan yang lebih ramah dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat.</p>
<p>“Kami ingin menghadirkan pelayanan yang tidak hanya cepat dan profesional, tetapi juga humanis dan berkesan, sejalan dengan semangat Kartini dalam memberdayakan perempuan dan melindungi anak,” ujarnya.</p>
<p>Tidak hanya melayani pemohon, petugas juga memberikan perhatian khusus kepada anak-anak yang turut datang bersama orang tuanya, dengan menyediakan wahana permainan dan makanan ringan agar mereka merasa nyaman selama proses pelayanan berlangsung.</p>
<p>Kehadiran fasilitas ramah anak ini memberikan dampak positif, karena orang tua dapat mengurus administrasi dengan lebih tenang tanpa khawatir terhadap kenyamanan anak-anaknya.</p>
<p>Kabag SDM Polres nganjuk, Kompol Burhanudin., menambahkan, inovasi ini merupakan bagian dari upaya meningkatkan kualitas pelayanan publik yang adaptif dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.</p>
<p>“Kami ingin memastikan bahwa setiap masyarakat yang datang merasa nyaman, termasuk anak-anak yang ikut serta. Pelayanan yang baik adalah pelayanan yang mampu memberikan rasa aman dan menyenangkan,” jelasnya.</p>
<p>Dalam kesempatan yang sama, Kasat Lantas Polres Nganjuk, AKP Ivan Danara Oktavian menjelaskan bahwa penggunaan busana adat ini merupakan bentuk penghormatan dan pengamalan semangat perjuangan Raden Ajeng Kartini dalam memperjuangkan emansipasi dan peran perempuan di berbagai bidang, termasuk dalam lingkungan kerja. </p>
<p>"Kami ingin menunjukkan bahwa di balik seragam petugas kepolisian, juga terdapat sosok perempuan Indonesia yang bangga akan budayanya dan siap melayani masyarakat dengan sepenuh hati," ujarnya.</p>
<p>Dengan konsep pelayanan yang unik dan penuh perhatian ini, Polres Nganjuk berharap dapat terus meningkatkan kepercayaan masyarakat serta mewujudkan pelayanan publik yang modern, humanis, dan berorientasi pada kepuasan masyarakat. <strong>(**)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Kasus Narkotika dan Konflik Perguruan Silat di Nganjuk Masih Dominan</title>
<link>https://suarajatimpost.com/kasus-narkotika-dan-konflik-perguruan-silat-di-nganjuk-masih-dominan</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/kasus-narkotika-dan-konflik-perguruan-silat-di-nganjuk-masih-dominan</guid>
<description><![CDATA[ Hakim PN Nganjuk ungkap dominasi kasus narkotika dan pil double L serta soroti konflik perguruan silat yang melibatkan remaja, dorong peran orang tua dan tokoh masyarakat. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x580_69e777e14694e.webp" length="27560" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Tue, 21 Apr 2026 20:51:10 +0700</pubDate>
<dc:creator>Kuswanto</dc:creator>
<media:keywords>Pengadilan Negri Nganjuk, Hakim Ketua, Humas Pengadilan Nganjuk, sidang perdana, kriminalitas, Perguruan Silat, kenakalan remaja, Nganjuk</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p data-start="82" data-end="305"><strong data-start="82" data-end="98">NGANJUK, SJP</strong> – Di tengah padatnya penanganan perkara di Pengadilan Negeri (PN) Nganjuk, Hakim Muhammad Hasanuddin Hefni, berbagi pandangan terkait dinamika kasus hukum yang ditanganinya sepanjang tahun 2026.</p>
<p data-start="307" data-end="611">Selain menjalankan tugas sebagai hakim, Hasan juga mengemban peran sebagai Humas PN Nganjuk. Dikonfirmasi pada Selasa (21/4/2026), ia mengungkapkan bahwa perkara pidana yang ditangani cukup beragam, mulai dari kekerasan terhadap anak hingga kasus persetubuhan.</p>
<p data-start="613" data-end="763">Namun demikian, ia menyoroti dua jenis perkara yang masih mendominasi, yakni kasus narkotika dan peredaran obat-obatan terlarang seperti pil double L.</p>
<p data-start="765" data-end="916">“Perkara yang paling signifikan tinggi di Pengadilan Negeri Nganjuk saat ini adalah narkotika dan obat-obatan terlarang seperti pil double L,” ujarnya di lobi Pengadilan Negeri Nganjuk.</p>
<p data-start="918" data-end="1077">Meski jumlah perkara cukup tinggi, Hasan menegaskan komitmen seluruh jajaran hakim untuk tetap menjaga integritas dan kualitas dalam setiap proses persidangan.</p>
<p data-start="1079" data-end="1377">Di sisi lain, ia juga menyoroti konflik antarperguruan silat yang kerap berujung pada tindak pidana, salah satunya kasus pengeroyokan sebagaimana diatur dalam Pasal 170 KUHP.</p>
<p data-start="1079" data-end="1377">Hasan, yang pernah memimpin sidang perkara tersebut, menilai konflik serupa terus berulang selama masa tugasnya di Nganjuk.</p>
<p data-start="1379" data-end="1509">Menurutnya, salah satu faktor pemicu adalah rekrutmen anggota yang masih melibatkan remaja dengan kondisi emosi yang belum stabil.</p>
<p data-start="1511" data-end="1665">“Kami menyarankan agar penerimaan anggota baru diprioritaskan bagi mereka yang sudah dewasa, di atas 25 tahun, dan memiliki emosi yang stabil,” ungkapnya.</p>
<p data-start="1667" data-end="1833">Ia menyayangkan masih banyaknya keterlibatan remaja dalam konflik tersebut, yang kerap dilatarbelakangi keinginan menunjukkan eksistensi diri dengan cara yang keliru.</p>
<p data-start="1835" data-end="2006">Lebih lanjut, Hasan mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga generasi muda, terutama di wilayah Nganjuk yang dikenal memiliki banyak pondok pesantren.</p>
<p data-start="2008" data-end="2270">“Alangkah baiknya jika anak-anak remaja diarahkan pada kegiatan positif, seperti belajar di pondok dengan pengawasan yang baik. Perlu kolaborasi antara tokoh agama, orang tua, dan pemerintah daerah, khususnya Bupati, untuk menjaga etika generasi muda,” tuturnya.</p>
<p data-start="2272" data-end="2471" data-is-last-node="" data-is-only-node="">Ia menekankan bahwa ilmu agama harus berjalan seiring dengan pembentukan adab. Tanpa itu, kebebasan di luar rumah justru berpotensi membawa remaja pada perilaku menyimpang hingga tindak kriminal. <strong>(*)</strong></p>
<p data-start="2272" data-end="2471" data-is-last-node="" data-is-only-node=""><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Skandal ASN–Polisi Viral, Disnaker dan Inspektorat Nganjuk Masih Tunggu Proses Hukum</title>
<link>https://suarajatimpost.com/skandal-asnpolisi-viral-disnaker-dan-inspektorat-nganjuk-masih-tunggu-proses-hukum</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/skandal-asnpolisi-viral-disnaker-dan-inspektorat-nganjuk-masih-tunggu-proses-hukum</guid>
<description><![CDATA[ Hingga saat ini, pihaknya masih memantau perkembangan proses yang sedang berjalan agar sanksi yang dijatuhkan nantinya tepat dan sesuai aturan yang berlaku. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x580_69e6175789892.webp" length="15984" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 20 Apr 2026 20:11:37 +0700</pubDate>
<dc:creator>Kuswanto</dc:creator>
<media:keywords>Dugaan perselingkuhan, Oknum Anggota Polisi, ASN, PPPK, Disnaker Nganjuk, Sanksi hukum, Inspektorat, Propram Polres Nganjuk, Nganjuk</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>NGANJUK, SJP - </strong>Menanggapi perselingkuhan AN, seorang oknum Aparatur Sipil Negara (ASN) Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) pada Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) dengan anggota polisi berinisial DEP, akhirnya pihak Disnaker angkat bicara.</p>
<p>Sekretaris Disnaker, Singgih Wiratno, dalam keterangannya menegaskan, pihak dinas tidak ingin terburu-buru dalam mengambil keputusan. Hingga saat ini, pihaknya masih memantau perkembangan proses yang sedang berjalan agar sanksi yang dijatuhkan nantinya tepat dan sesuai aturan yang berlaku.</p>
<p>​"Terkait sanksi, kami masih menunggu proses dulu. Kami berupaya agar tidak ada kekeliruan dalam pengambilan keputusan. Secara normatif, kami akan melakukan pemanggilan untuk proses klarifikasi terlebih dahulu," ujar Singgih saat dikonfirmasi via telepon, Senin (20/4/2026).</p>
<p>​Singgih juga menjelaskan bahwa penanganan kasus ini akan melibatkan instansi berwenang lainnya untuk memastikan penegakan disiplin ASN berjalan sesuai prosedur.</p>
<p>​"Nantinya kami akan berkoordinasi dengan pihak BKPSDM maupun Inspektorat untuk menentukan langkah selanjutnya," tambahnya. </p>
<p>​Informasi terakhir menyebutkan bahwa oknum ASN saat ini tengah menjalani pemeriksaan di pihak kepolisian. Pihak Disnaker sendiri telah menjadwalkan agenda pemanggilan internal hari ini guna mendengarkan klarifikasi langsung dari yang bersangkutan sebelum menyerahkan detailnya ke pihak inspektorat.</p>
<p>Sementara itu, Kepala Inspektur Inspektorat Nganjuk Samsul Huda akhirnya angkat bicara mengenai langkah hukum dan kedisiplinan yang akan diambil terhadap oknum ASN PPPK yang terlibat dugaan kasus perselingkuhan yang sempat viral beberapa waktu lalu.</p>
<p>​Samsul menegaskan bahwa saat ini mereka masih berada dalam posisi memantau perkembangan kasus yang sedang ditangani oleh pihak kepolisian. Hal ini dilakukan untuk memastikan bahwa setiap tindakan yang diambil memiliki landasan hukum yang kuat.</p>
<p>​Menurut Samsul, ia menyatakan tidak ingin gegabah dalam memberikan sanksi tanpa melihat duduk perkara yang jelas.</p>
<p>​"Kami harus melihat dulu pembuktian di sana seperti apa dan pasal mana yang terpenuhi. Karena saat ini sudah ditangani pihak kepolisian, maka kita tunggu dulu hasilnya dari sana," ungkap Samsul dalam konfirmasi singkat melalui sambungan telepon.</p>
<p>Sementara itu, ​Kasi Propam Polres Nganjuk, AKP Heri Buntoro memberikan pernyataan resmi terkait kasus dugaan perselingkuhan yang melibatkan seorang oknum anggota kepolisian berinisial DEP dengan AN, seorang ASN PPPK Disnaker di sebuah rumah kontrakan. </p>
<p>Kasus yang sempat viral setelah penggerebekan oleh pihak keluarga ini, kini dalam penanganan intensif pihak internal kepolisian.</p>
<p>Heri Buntoro menegaskan, pihaknya telah mengambil langkah tegas terhadap oknum anggota yang terlibat. Ia menyatakan rasa kecewanya atas tindakan oknum tersebut yang dinilai telah mencoreng institusi. Dirinya juga mengungkap, oknum yang bersangkutan saat ini tidak lagi bebas beraktivitas karena telah menjalani penahanan internal.</p>
<p>​"Sudah saya amankan itu, sekarang sudah di dalam sel. Saya sendiri yang langsung mengambil tindakan karena merasa sangat kecewa dengan perbuatan tersebut," ujar Heri Buntoro dengan tegas.</p>
<p>​​Meskipun menyadari bahwa kasus ini telah menjadi konsumsi publik dan viral di media sosial, Kasi Propam memilih untuk fokus pada proses hukum disiplin yang berlaku di internal Polri. Pihaknya enggan memberikan komentar lebih jauh mengenai detail hubungan kedua belah pihak demi menjaga objektivitas pemeriksaan. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Pengakuan Leader Snapboost: Tak Berizin OJK, Klaim Terdaftar di Mabes Polri</title>
<link>https://suarajatimpost.com/pengakuan-leader-snapboost-tak-berizin-ojk-klaim-terdaftar-di-mabes-polri</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/pengakuan-leader-snapboost-tak-berizin-ojk-klaim-terdaftar-di-mabes-polri</guid>
<description><![CDATA[ Thomas Eko secara terang-terangan mengakui bahwa Snapboost memang tidak terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Namun, ia meyakinkan para pengikutnya dengan klaim bahwa perusahaan tersebut memiliki legalitas hukum yang unik. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x580_69e5f7b7256aa.webp" length="46132" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 20 Apr 2026 18:00:45 +0700</pubDate>
<dc:creator>Kuswanto</dc:creator>
<media:keywords>Investasi bodong, Snapbost, tidak terdaftar di OJK, Mabes polri, investasi bodong, korban investasi, Nganjuk</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p data-start="199" data-end="479"><strong data-start="199" data-end="215">NGANJUK, SJP</strong> – Teka-teki legalitas aplikasi investasi digital Snapboost yang belakangan viral karena diduga merugikan ratusan warga mulai terkuak. Salah seorang leader, Thomas Eko (51), mengakui bahwa platform tersebut tidak memiliki izin resmi dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK).</p>
<p data-start="481" data-end="677">Thomas Eko, warga Pondok Benda RT 02 RW 01, Desa Jatirasa, Kecamatan Jatiasih, Kota Bekasi, menyampaikan pengakuan tersebut saat dikonfrontasi terkait legalitas operasional Snapboost di Indonesia.</p>
<p data-start="679" data-end="945">“Memang tidak ada izin OJK karena ini basisnya ekonomi digital global. Tapi kami sampaikan ke member bahwa Snapboost ini terdaftar di Mabes Polri dan berpusat di Amerika Serikat,” ujarnya saat diwawancarai SuaraJatimPost di halaman Polres Nganjuk, Senin (20/4/2026).</p>
<p data-start="947" data-end="1314">Aplikasi ini menawarkan skema investasi dengan iming-iming keuntungan besar dalam waktu singkat. Para member diminta melakukan deposit dengan berbagai tingkatan (VIP), dengan janji saldo akan berlipat hingga dua kali dalam 40 hari. Keuntungan tersebut diklaim diperoleh melalui tugas harian berupa “like” konten di media sosial seperti TikTok, Instagram, dan YouTube.</p>
<p data-start="1316" data-end="1547">Namun, janji keuntungan tersebut mulai dipertanyakan setelah sistem aplikasi mengalami gangguan. Sejumlah member mengaku tidak dapat menarik dana mereka dengan berbagai alasan yang diberikan pihak pengelola, termasuk kendala pajak.</p>
<p data-start="1549" data-end="1691">Salah satu member, Hapy Noordita, mengaku turut menjadi korban. Ia bahkan sempat mengajak keluarganya untuk bergabung dalam platform tersebut.</p>
<p data-start="1693" data-end="1872">“Saya sendiri deposit sampai Rp500 ribu, bahkan mengajak anak saya ikut. Awalnya lancar, tapi belakangan sistem macet dan muncul berbagai alasan seperti kendala pajak,” ungkapnya.</p>
<p data-start="1874" data-end="1996">Perempuan yang akrab disapa Mbak Hapy itu juga mengaku menyesal telah mengajak orang lain, khususnya di wilayah Kertosono.</p>
<p data-start="1998" data-end="2208">“Saya menyesal karena sudah mengenalkan ke banyak orang. Saya sempat melihat buku panduannya, tapi saat dimintai keterangan, pihak yang mengenalkan saya justru mengaku tidak tahu. Ini jelas penipuan,” tegasnya.</p>
<p data-start="2210" data-end="2352">Ia menambahkan, pada awalnya sempat berhasil menarik bonus. Namun, saat mencoba kembali melakukan penarikan, sistem sudah tidak dapat diakses.</p>
<p data-start="2354" data-end="2531">“Waktu awal saya bisa tarik bonus. Tapi saat saya coba lagi, sudah tidak bisa. Saya ke Polres mendampingi teman untuk laporan. Intinya ini penipuan,” imbuhnya dengan nada kesal.</p>
<p data-start="2533" data-end="2672">Sementara itu, Kasi Humas Polres Nganjuk, Iptu Fajar Kurniadi, menyampaikan bahwa kasus ini masih dalam tahap penyelidikan oleh Satreskrim.</p>
<p data-start="2674" data-end="2865">“Statusnya masih penyelidikan. Kami sedang melakukan klarifikasi kepada saksi-saksi, baik yang merasa dirugikan maupun pihak yang diduga terlibat dalam pengelolaan di tingkat lokal,” ujarnya.</p>
<p data-start="2867" data-end="3019">Pihak kepolisian juga telah memanggil sejumlah pihak untuk dimintai keterangan guna mengungkap legalitas serta mekanisme operasional platform Snapboost. <strong>(*)</strong></p>
<p data-start="2867" data-end="3019"><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Panitia PTSL Desa Bandung Nganjuk Terbentuk, Tekankan Transparansi dan Gotong Royong</title>
<link>https://suarajatimpost.com/panitia-ptsl-desa-bandung-nganjuk-terbentuk-tekankan-transparansi-dan-gotong-royong</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/panitia-ptsl-desa-bandung-nganjuk-terbentuk-tekankan-transparansi-dan-gotong-royong</guid>
<description><![CDATA[ Setelah melalui proses Musyawarah Desa (Musdes) yang cukup dinamis, Surat Keputusan (SK) pembentukan Panitia PTSL tahun 2026 akhirnya resmi ditandatangani oleh Kepala Desa setempat. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x580_69e5f041cd0a6.webp" length="32696" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 20 Apr 2026 17:21:44 +0700</pubDate>
<dc:creator>Kuswanto</dc:creator>
<media:keywords>Musdus penetapan PTSL, Program PTSL, Ketua Pokmas Mariani, Panitia PTSL Terbentuk, Biaya disepakati Rp 150 ribu, kuota PTSL, Desa Bandung, Kecamatan Prambon, Nganjuk</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>NGANJUK, SJP –</strong> Program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) di Desa Bandung, Kecamatan Prambon, Kabupaten Nganjuk memasuki babak baru. Setelah melalui proses Musyawarah Desa (Musdes) yang cukup dinamis, Surat Keputusan (SK) pembentukan Panitia PTSL tahun 2026 akhirnya resmi ditandatangani oleh kepala desa setempat.</p>
<p>​Ketua Panitia PTSL Desa Bandung, Mariani, menyatakan apresiasinya atas kelancaran forum musyawarah tersebut. Menurutnya, pembentukan panitia ini merupakan langkah awal yang krusial untuk memberikan kepastian hukum atas hak tanah bagi masyarakat.</p>
<p>​"Alhamdulillah, hari ini sudah disepakati dan ditandatangani SK pembentukan panitia PTSL Desa Bandung tahun 2026. Kami berharap pemerintah desa terus kooperatif dan mempermudah segala urusan administrasi yang dibutuhkan masyarakat," ujar Mariani saat ditemui Suarajatimpost usai kegiatan musyawarah, Senin (20/4/2026).</p>
<p>​Meski berjalan lancar, Mariani mengungkapkan sempat ada diskusi hangat terkait pembatasan kuota. Berdasarkan arahan awal, kuota dari Badan Pertanahan Nasional (BPN) hanya berjumlah 110 bidang yang mulanya diusulkan untuk dipilih melalui sistem lotre di tiap dusun.</p>
<p>​Namun, pihak panitia sempat menyatakan keberatan dengan sistem lotre tersebut karena dianggap kurang adil bagi warga yang sudah lama mendaftar. </p>
<p>Menurut Mariani, saat ini, data pendaftar yang sudah masuk telah mencapai lebih dari 230 pemohon, sementara jumlah warga yang belum bersertifikat di Desa Bandung diperkirakan mencapai 800-an orang.</p>
<p>​"Kami dari forum kurang setuju dengan sistem lotre. Aspirasi kami adalah mengakomodasi semua pendaftar terlebih dahulu. Jika tahun ini belum masuk kuota resmi BPN, maka akan menjadi prioritas di tahun berikutnya karena program ini berkelanjutan," tambah Mariani.</p>
<p>Mariani juga menegaskan kembali poin penting dalam kesepakatan bersama, yaitu biaya persiapan PTSL sebesar Rp150.000. Ia menekankan bahwa tidak boleh ada biaya tambahan di luar kesepakatan tersebut.</p>
<p>​"Sesuai aturan, pendaftaran itu gratis. Biaya yang disepakati hanya untuk keperluan persiapan dokumen. Jika ada tambahan biaya di luar itu, maka masuk kategori pungli dan kami siap diproses hukum sesuai aturan yang berlaku," tegasnya.</p>
<p>Terpisah, Kepala Desa Bandung, Ir. Heru Subagyo, memberikan klarifikasi resmi guna meluruskan informasi dan mencegah miskomunikasi di tengah masyarakat pasca pelaksanaan Musyawarah Desa (Musdes) Pembentukan Panitia PTSL pada Senin, 20 April 2026.</p>
<p>Heru menegaskan bahwa Pemerintah Desa Bandung telah siap sepenuhnya untuk menyukseskan program PTSL 2026. Hal ini ditandai dengan penetapan Desa Bandung sebagai pelaksana PTSL oleh BPN pada 16 April, yang kemudian ditindaklanjuti dengan pembentukan panitia pada 17 April.</p>
<p>​"Hari ini kami melaksanakan Musdes penetapan kepanitiaan. Alhamdulillah, semua pihak merasa lega karena hambatan komunikasi yang sempat terjadi sebelumnya kini sudah clear melalui forum ini," ujar Heru Subagyo.</p>
<p>Terkait keterbatasan kuota yang menjadi sorotan warga, Heru mengonfirmasi bahwa saat ini Desa Bandung mendapatkan alokasi awal sebanyak 110 sertifikat dari BPN. Untuk menjaga rasa keadilan, pembagian kuota dilakukan secara proporsional berdasarkan skala wilayah dusun.</p>
<p>Dusun Besar mendapatkan jatah kuota yang lebih banyak sesuai jumlah penduduknya.​ Dusun Bandung dapat jatah 33 kuota, Dusun Kedungrejo sebanyak 32 kuota, Dusun Kedungsari 23 kuota, dan Dusun Bringin sebanyak 22 kuota</p>
<p>"Teknisnya nanti sesuai kuota di empat dusun. Dusun yang wilayahnya besar otomatis mendapatkan jatah lebih besar. Ini sudah disepakati agar tidak ada unsur pilih kasih. Semua terbuka demi kepentingan masyarakat," tegasnya.</p>
<p>Kades juga menekankan pentingnya kolaborasi antara Pemerintah Desa dengan Forum masyarakat Desa Bandung yang kini diketuai oleh Mariani. Ia berharap seluruh pendaftar nantinya dapat tercover secara bertahap.</p>
<p>​Terkait pembiayaan, Kades merujuk pada Berita Acara Kesepakatan Bersama bahwa biaya persiapan ditetapkan sebesar Rp150.000. Pihak desa berkomitmen untuk memproses hukum siapapun yang melakukan pungutan liar (pungli) di luar kesepakatan tersebut.</p>
<p>Heru Subagyo mengimbau warga agar tetap tenang dan mengikuti prosedur pendaftaran yang akan dibuka pada 20 September hingga 30 September 2026. </p>
<p>"Masyarakat diminta untuk tidak termakan isu-isu yang tidak bertanggung jawab dan langsung berkomunikasi dengan panitia resmi yang telah terbentuk," tutupnya</p>
<p>Dengan terbentuknya panitia ini, diharapkan proses sertifikasi tanah di Desa Bandung dapat berjalan transparan, cepat, dan tanpa kendala berarti hingga tuntas. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Niat Memperbaiki Ekonomi, Ratusan Warga Nganjuk Justru Terjerat Investasi Snapboost</title>
<link>https://suarajatimpost.com/niat-memperbaiki-ekonomi-ratusan-warga-nganjuk-justru-terjerat-investasi-snapboost</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/niat-memperbaiki-ekonomi-ratusan-warga-nganjuk-justru-terjerat-investasi-snapboost</guid>
<description><![CDATA[ Para nasabah aplikasi investasi Snapboost kini mendatangi pihak berwajib untuk menuntut keadilan setelah dana investasi mereka tak kunjung kembali, dengan total kerugian mencapai puluhan hingga ratusan juta rupiah. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x580_69e4be2aa4714.webp" length="41860" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sun, 19 Apr 2026 21:34:13 +0700</pubDate>
<dc:creator>Kuswanto</dc:creator>
<media:keywords>Member Investasi Snapboost, puluhan nasabah gerudug di Polres Nganjuk, uang investasi ngendap, janji kaya bersama, laporan di Polres, Pimpinan Member Thomas Eko, dilaporkan di polres, Polres Nganjuk, Nganjuk</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>NGANJUK, SJP</strong> – Niat hati ingin memperbaiki ekonomi keluarga dengan berinvestasi, sejumlah warga di Kabupaten Nganjuk justru menelan pil pahit. Para nasabah aplikasi investasi Snapboost mendatangi pihak berwajib setelah dana investasi mereka tak kunjung kembali, dengan total kerugian mencapai puluhan hingga ratusan juta rupiah.</p>
<p>​Berdasarkan pengakuan para korban, mereka awalnya tergiur bergabung karena janji keuntungan besar dalam waktu singkat. Salah satu korban, seorang ibu asal Nganjuk yang enggan disebutkan identitas lengkapnya, mengaku awalnya hanya menyetor dana kecil sebesar Rp1 juta. Namun, karena terus diiming-imingi hasil yang berlipat ganda, ia akhirnya menambah saldo investasinya berkali-kali.</p>
<p>​"Awalnya saya ikut karena iming-iming hadiah dan katanya bisa kaya bersama. Anak saya juga ikut cari mitra-mitra lain. Total uang saya yang masuk sekitar Rp20 juta. Sekarang saya hanya ingin uang itu kembali untuk bayar utang," ungkapnya dengan nada lesu. Minggu (19/4/4/2026) </p>
<p><strong>​Korban Merugi Hingga Ratusan Juta</strong></p>
<p>​Nasib lebih tragis dialami oleh Ibu Suliana, warga Kerep Kidul, Bagor. Ia mengaku bergabung setelah diajak oleh temannya. Awalnya, ia hanya melakukan deposit sebesar Rp500 ribu. Namun, bujuk rayu promo investasi membuatnya nekat menyetorkan uang dalam jumlah fantastis.</p>
<p>​Ia sempat dijanjikan akan mendapatkan sebuah mobil Brio sebagai bentuk doorprize atau imbal hasil dari deposit sebesar Rp65 juta yang ia setorkan. Penyerahan unit mobil tersebut dijanjikan akan dilaksanakan pada acara besar di Semarang pada 12 April 2026 lalu. Namun, acara tersebut mendadak batal, dan dana investasinya pun ikut raib.</p>
<p>​"Total kerugian saya sekitar Rp133 juta. Uang itu dikumpulkan dengan susah payah. Harapan saya hanya satu, tolong kembalikan hak saya. Ini bukan hanya masalah saya, tapi banyak masyarakat lain, khususnya warga Nganjuk, yang juga menjadi korban," tegas Ibu Suliana saat melaporkan kasusnya.</p>
<p><strong>Pimpinan Snapboost Sebut Ada 'Trouble' di 18 Kabupaten</strong></p>
<p>Menanggapi gelombang protes dari para nasabah, Pimpinan Member Snapboost, Thomas Eko, akhirnya memberikan klarifikasi resmi. Di hadapan media, Eko mengakui adanya kendala teknis atau trouble pada sistem yang menyebabkan terhambatnya pencairan dana para member di berbagai daerah.</p>
<p>​Eko menjelaskan bahwa kemacetan sistem ini tidak hanya terjadi di satu titik, melainkan merata di 18 kabupaten yang berada di bawah naungannya, meliputi wilayah Jawa Timur, Jawa Tengah, hingga Sumatera Barat. Dari belasan wilayah tersebut, Kabupaten Nganjuk tercatat memiliki basis member yang cukup besar dengan sekitar 600 anggota.</p>
<p>​"Sistem sedang mengalami kendala. Saya membawahi 18 kabupaten di Indonesia, termasuk Jawa Timur dan Jawa Tengah. Memang saat ini sedang ada trouble yang belum bisa saya jelaskan secara detail karena masih menunggu sosialisasi terkait program penggabungan (SGE)," ujar Eko.</p>
<p>​Meski dituding melakukan penipuan, Eko membantah telah membawa kabur uang member. Ia justru mengklaim sebagai pihak yang paling dirugikan dalam situasi ini. Menurut pengakuannya, saldo pribadinya yang tertahan di dalam akun aplikasi mencapai angka Rp15 miliar.</p>
<p>​Ia berdalih bahwa dana tersebut awalnya diniatkan untuk memberikan hadiah atau <em>reward </em>kepada para member sebagai bentuk apresiasi atas keuntungan yang telah diraih sebelumnya. Namun, karena sistem macet total, dana tersebut kini tidak dapat diakses.</p>
<p>​<strong>Kooperatif Jalani Pemeriksaan di Polres Nganjuk</strong></p>
<p>​Sebagai bentuk tanggung jawab, Eko secara sukarela mendatangi Mapolres Nganjuk pada Minggu (19/4/2026) pagi untuk memberikan keterangan. Ia menjalani pemeriksaan mulai pukul 09.00 - 11.00 WIB terkait dugaan penipuan investasi online yang menyeret namanya.</p>
<p>​"Saya datang ke sini (Polres) untuk klarifikasi dan meminta pengamanan karena banyaknya member yang mencari saya. Jika memang saya terbukti melakukan tindak pidana, saya siap diproses sesuai hukum yang berlaku di Indonesia. Saya tidak akan kabur," tegasnya.</p>
<p>​Eko juga menambahkan bahwa dirinya telah menginstruksikan seluruh koordinator wilayah untuk mengambil langkah antisipasi, termasuk pemblokiran rekening pendaftaran jika terindikasi adanya skema penipuan (scam) yang lebih luas. Saat ini, pihak kepolisian masih mendalami keterangan Eko serta mengumpulkan bukti-bukti tambahan dari para pelapor.</p>
<p>Kanit Pidum Iptu Imam Sutrisno mengonfirmasi bahwa pihaknya telah menerima para pelapor yang datang untuk memberikan keterangan serta menyerahkan sejumlah bukti awal terkait aktivitas investasi tersebut.</p>
<p>​"Hari ini kami telah menerima laporan dari para korban investasi Snapboost. Kami mendengarkan keterangan mereka dan mulai mengumpulkan bukti-bukti pendukung untuk proses penyelidikan lebih lanjut," ujar Iptu Imam Sutrisno.</p>
<p>Iptu Imam Sutrisno juga mengimbau kepada masyarakat yang merasa dirugikan oleh investasi serupa agar tidak ragu untuk melapor. Kepolisian berkomitmen untuk menangani kasus ini secara transparan demi tegaknya keadilan bagi para korban.</p>
<p>​Saat ini, Polres Nganjuk masih terus melakukan pengembangan kasus untuk menentukan apakah terdapat unsur pidana penipuan atau pelanggaran Undang-Undang ITE dalam operasional aplikasi Snapboost tersebut.(*) </p>
<p><strong>Editor: Danu </strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Keluarga Korban Penganiayaan di Nganjuk Cari Keadilan</title>
<link>https://suarajatimpost.com/keluarga-korban-penganiayaan-di-nganjuk-cari-keadilan</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/keluarga-korban-penganiayaan-di-nganjuk-cari-keadilan</guid>
<description><![CDATA[ Insiden kekerasan yang terjadi beberapa waktu lalu ini menyisakan duka mendalam. Pihak keluarga mengaku merasa terpukul dan sempat bingung harus melangkah ke mana untuk menuntut keadilan, mengingat keterbatasan akses dan pemahaman mengenai prosedur hukum. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x580_69e391d0b026d.webp" length="14716" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sat, 18 Apr 2026 21:15:34 +0700</pubDate>
<dc:creator>Kuswanto</dc:creator>
<media:keywords>Korban Penganiayaan, keluarga korban, ibu kandung korban, minta keadilan, PPA Polres Nganjuk, Kuasa Hukum, Nganjuk</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>NGANJUK, SJP -</strong> Raut kesedihan mendalam tampak jelas di wajah keluarga korban penganiayaan saat ditemui di kediamannya baru-baru ini. Duduk bersimpuh di lantai rumah sederhana mereka, pihak keluarga menceritakan kronologi memilukan yang menimpa anak mereka, SNR (14) warga Kecamatan Kertosono sampai hingga mengakibatkan luka fisik dan trauma psikologis yang hebat.</p>
<p>​Insiden kekerasan yang terjadi beberapa waktu lalu ini menyisakan duka mendalam. Pihak keluarga mengaku merasa terpukul dan sempat bingung harus melangkah ke mana untuk menuntut keadilan, mengingat keterbatasan akses dan pemahaman mengenai prosedur hukum.</p>
<p>​"Kami hanya ingin keadilan ditegakkan. Apa yang dialami anggota keluarga kami sangat berat, dan kami berharap pelaku mendapatkan hukuman yang setimpal sesuai aturan yang berlaku," ujar ibu kandung korban YT, Sabtu (18//2026).</p>
<p>​Selain fokus pada ranah hukum, keluarga juga tengah berupaya memulihkan kondisi kesehatan korban. Luka fisik mungkin perlahan mengering, namun luka batin dan rasa takut yang dialami korban memerlukan penanganan khusus, termasuk dukungan moral dari lingkungan sekitar.</p>
<p>Saat diwawancarai suarajatimpost di rumah kontrakannya, YT mengatakan, anaknya diundang ke rumah terduga pelaku (ST) yang juga tetangganya dan diajak pesta minuman keras bersama teman-temannya pada Sabtu sore (11/4/2026) lalu.</p>
<p>”Anak saya awalnya diundang bersama temannya di rumah, namun bukannya diajak ketemuan, anak saya diajak pesta miras, tapi ditolak. Lalu tiba-tiba dipukuli hingga mukanya lebam dan lecet di bawah mata," kata YT didampingi korban, Sabtu (18/4/2016) malam.</p>
<p>Dari keterangan Ibu korban, ST diduga memukuli korban dengan membabi buta serta menyeret dan membenturkan kepalanya ke tembok.</p>
<p>"Anak saya sempat tidak sadarkan diri di tempat kejadian dan harus dilarikan ke RSD Kertosono karena mengalami luka serius pada bagian muka karena terkena pukulan keras," ungkapnya.</p>
<p>"Saya taunya, posisi anak saya dirawat di IGD RSD Kertosono," imbuh YT.</p>
<p>Lebih lanjut Ibu tiga anak ini bercerita, pihak keluarga melaporkan terduga pelaku ke Mapolres Nganjuk di Unit PPA. Sesuai dengan bukti laporan pada hari Minggu (12/4/2026) pelapor adalah ibu kandung korban. Namun, YT mengaku kalau dirinya sudah tidak bisa apa-apa, karena terkendala kondisi kesehatan dan ekonomi.</p>
<p>”Saya minta untuk ditindak tegas setimpal dengan perbuatanya, saya ini orang susah, buat menghidupi tiga anak saja berat, apalagi saya ini seorang janda,” terangnya di rumah kosnya.</p>
<p>Sementara itu, Riyadus salah seorang anggota Unit PPA Polres Nganjuk membenarkan adanya laporan tindak kekerasan dari warga Kertosono masuk ke Unit PPA.</p>
<p>Ditanya proses penindakanya dijelaskan oleh anggota Unit PPA Polres Nganjuk masih dalam tahap penyelidikan. Sekaligus melengkapi alat bukti dan saksi saksi.</p>
<p>”Untuk tahap awal masih proses penyelidikan mengumpulkan bukti-bukti dan saksi,” ujar Riyadus.</p>
<p>Di sisi lain, Pujiono, kuasa hukum pelapor yang merasa iba, akan mendampingi keluarga korban dan akan mengawal kasus ini hingga tuntas. </p>
<p>"Tidak ada seorang pun yang kebal hukum. Kami akan memastikan bukti-bukti yang ada diproses secara profesional agar korban mendapatkan hak keadilannya," tegas Pujiono.</p>
<p>Saat ini, kasus tersebut masih dalam penanganan pihak berwajib, dan pihak keluarga berharap masyarakat ikut mengawasi jalannya proses hukum agar kebenaran dapat terungkap sejelas-jelasnya. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Buron Kasus Asusila Anak di Nganjuk Akhirnya Ditangkap Polisi</title>
<link>https://suarajatimpost.com/buron-kasus-asusila-anak-di-nganjuk-akhirnya-ditangkap-polisi</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/buron-kasus-asusila-anak-di-nganjuk-akhirnya-ditangkap-polisi</guid>
<description><![CDATA[ Pelaku asusila anak di Nganjuk yang sempat buron akhirnya ditangkap polisi. Kasus ini jadi perhatian serius aparat dalam perlindungan anak. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x580_69e1ff8f0eb30.webp" length="10562" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Fri, 17 Apr 2026 17:20:43 +0700</pubDate>
<dc:creator>Kuswanto</dc:creator>
<media:keywords>Oknum pendekar silat, pendekar silat, DPO, Cabuli anak, dibawah umur, Polres Nganjuk, Kertosono</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p data-start="82" data-end="329"><strong data-start="82" data-end="98">NGANJUK, SJP</strong> – Setelah sempat buron dan masuk dalam daftar pencarian orang (DPO), seorang oknum anggota organisasi bela diri yang diduga melakukan tindakan asusila terhadap anak di bawah umur akhirnya berhasil diamankan oleh aparat kepolisian.</p>
<p data-start="331" data-end="502">Penangkapan tersebut dikonfirmasi oleh Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Nganjuk sebagai bentuk komitmen dalam menuntaskan kasus kekerasan seksual terhadap anak.</p>
<p data-start="504" data-end="702">Kasat Reskrim Polres Nganjuk, AKP Sukaca, menyampaikan bahwa pelaku yang sebelumnya berpindah-pindah tempat persembunyian kini telah berhasil ditangkap dan diamankan untuk proses hukum lebih lanjut.</p>
<p data-start="704" data-end="867">“Sudah diamankan malam itu. Kami menunggu petunjuk dari Pak Kapolres untuk proses lebih lanjut,” ujar Sukaca saat dikonfirmasi melalui WhatsApp, Jumat (17/4/2026).</p>
<p data-start="869" data-end="1121">Ia menegaskan, kepolisian tidak akan memberi ruang bagi pelaku kejahatan seksual, terlebih jika korbannya adalah anak di bawah umur. Penangkapan ini sekaligus menjawab keresahan keluarga korban dan masyarakat yang selama ini menantikan kepastian hukum.</p>
<p data-start="1123" data-end="1401">Sebelumnya, kasus dugaan pencabulan tersebut melibatkan terduga pelaku berinisial FWF (35), yang diketahui merupakan anggota salah satu perguruan silat di wilayah Kertosono, Kabupaten Nganjuk. Sejak dilaporkan, pelaku sempat masuk dalam DPO dan menjadi target pengejaran aparat.</p>
<p data-start="1403" data-end="1557">Dalam proses penyelidikan, polisi telah memeriksa sejumlah pihak yang memiliki kedekatan dengan pelaku, baik dari kalangan keluarga maupun rekan-rekannya.</p>
<p data-start="1559" data-end="1690">“Kami sudah melakukan pemanggilan terhadap orang-orang terdekat terduga pelaku untuk mempercepat proses penelusuran,” jelas Sukaca.</p>
<p data-start="1692" data-end="1823">Pihaknya juga sempat mengimbau masyarakat untuk berperan aktif memberikan informasi terkait keberadaan pelaku selama masa pelarian.</p>
<p data-start="1825" data-end="1993">“Kami mengimbau masyarakat untuk segera melapor jika mengetahui keberadaan terduga pelaku. Kasus ini menyangkut perlindungan anak dan menjadi prioritas kami,” tegasnya.</p>
<p data-start="1995" data-end="2112">Sukaca juga sempat meminta pelaku untuk bersikap kooperatif dan menyerahkan diri sebelum akhirnya berhasil ditangkap.</p>
<p data-start="2114" data-end="2220">“Lebih baik kooperatif daripada terus bersembunyi. Setiap perbuatan harus dipertanggungjawabkan,” ujarnya.</p>
<p data-start="2222" data-end="2407">Terkait jumlah korban, pihak kepolisian belum memberikan keterangan rinci. Polisi memastikan data tersebut akan disampaikan setelah proses pemeriksaan terhadap pelaku selesai dilakukan.</p>
<p data-start="2409" data-end="2531">“Untuk jumlah korban akan kami sampaikan setelah pelaku diamankan dan pemeriksaan dilakukan secara menyeluruh,” ungkapnya.</p>
<p data-start="2533" data-end="2726">Kasus ini mencuat setelah keluarga korban melaporkan dugaan tindakan asusila tersebut ke pihak kepolisian. Saat ini, pelaku telah diamankan dan tengah menjalani proses hukum lebih lanjut. <strong>(*)</strong></p>
<p data-start="2533" data-end="2726"><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Demo Warga Desa Bandung Batal, BPN Nganjuk Fasilitasi Pokmas PTSL</title>
<link>https://suarajatimpost.com/demo-warga-desa-bandung-batal-bpn-nganjuk-fasilitasi-pokmas-ptsl</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/demo-warga-desa-bandung-batal-bpn-nganjuk-fasilitasi-pokmas-ptsl</guid>
<description><![CDATA[ Suasana di depan Kantor ATR/BPN Kabupaten Nganjuk tampak kondusif pada pagi hari ini. Perwakilan Forum Masyarakat Desa Bandung yang sebelumnya berencana menggelar aksi massa, memilih untuk meniadakan demonstrasi tersebut. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x580_69e1f9f5036b1.webp" length="59982" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Fri, 17 Apr 2026 16:49:31 +0700</pubDate>
<dc:creator>Kuswanto</dc:creator>
<media:keywords>Batal Gelar Aksi Demo, Mediasi, FPMN, Desa Bandung, Program PTSL, ATR BPN, Sepakati Pokmas, Nganjuk</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>NGANJUK, SJP -</strong> Rencana aksi unjuk rasa yang akan dilakukan oleh Forum Masyarakat Desa Bandung di Kantor Pertanahan ATR/BPN Nganjuk akhirnya resmi dibatalkan. Pembatalan ini dilakukan setelah pihak BPN menyetujui dan memfasilitasi pembentukan Kelompok Masyarakat (Pokmas) untuk program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap atau PTSL di desa Bandung Kecamatan Prambon. </p>
<p>Suasana di depan Kantor ATR/BPN Kabupaten Nganjuk tampak kondusif pada pagi hari ini. Perwakilan Forum Masyarakat Desa Bandung yang sebelumnya berencana menggelar aksi massa, memilih untuk meniadakan demonstrasi tersebut.</p>
<p>​Langkah ini diambil menyusul adanya kesepakatan positif antara warga dengan pihak otoritas pertanahan. Keinginan masyarakat agar segera dibentuk Kelompok Masyarakat (Pokmas) sebagai syarat mutlak berjalannya program PTSL di Desa Bandung, akhirnya dipenuhi dan difasilitasi sepenuhnya oleh BPN Nganjuk.</p>
<p>Ketua Forum Peduli Masyarakat Nganjuk, Suyadi menyampaikan bahwa kehadiran mereka kali ini bukan lagi untuk berdemo, melainkan untuk mengonfirmasi kelanjutan administratif setelah aspirasi mereka didengar. Menurutnya, pembentukan Pokmas ini adalah kunci agar masyarakat Desa Bandung mendapatkan kepastian hukum atas tanah mereka melalui program sertifikasi gratis dari pemerintah.</p>
<p>Kata Suyadi didampingi perwakilan warga Desa Bandung mengatakan, sikap kooperatif yang ditunjukkan pihak BPN Nganjuk patut diapresiasi. Dengan terbentuknya Pokmas yang transparan dan akuntabel, kekhawatiran warga akan hambatan proses PTSL di masa lalu kini telah sirna.</p>
<p>"Dengan dipenuhinya tuntutan pembentukan Pokmas ini, diharapkan proses sertifikasi tanah di Desa Bandung dapat segera berjalan lancar tanpa ada lagi kendala birokrasi di lapangan," kata Suyadi, Jumat (17/4/2026).</p>
<p>Ketegangan yang sempat diprediksi akan terjadi di Kantor Pertanahan Kabupaten Nganjuk berakhir dengan jabat tangan hangat. Kepala ATR/BPN Nganjuk, Suwono, secara langsung menerima audiensi perwakilan FPMN untuk membahas program PTSL di Desa Bandung. Pertemuan ini menghasilkan kesepakatan bersama yang membuat rencana aksi demonstrasi resmi dibatalkan</p>
<p>Langkah persuasif diambil oleh Kepala Kantor Pertanahan (ATR/BPN) Kabupaten Nganjuk, Suwono, dalam menanggapi aspirasi masyarakat. Alih-alih menghadapi massa di jalanan, Suwono membuka ruang dialog bagi perwakilan FPMN untuk duduk bersama mencari solusi terkait pelaksanaan program PTSL di Desa Bandung.</p>
<p>Kesepakatan ini menjadi bukti bahwa komunikasi dua arah antara instansi pemerintah dan elemen masyarakat mampu menyelesaikan kebuntuan tanpa harus melibatkan pengerahan massa. Dengan terbentuknya kesepahaman ini, tahapan PTSL di Desa Bandung dipastikan akan segera dimulai dengan pengawalan langsung dari masyarakat melalui Pokmas yang baru dibentuk.</p>
<p>"Kami berharap menjadi standar baru dalam pelayanan publik di lingkungan agraria, di mana setiap kendala masyarakat diselesaikan melalui meja diplomasi yang transparan," ungkap Suwono.</p>
<p>Terpisah, Mariani, salah seorang perwakilan warga Desa Bandung, secara terbuka menyatakan apresiasinya terhadap keterbukaan pihak BPN. Menurutnya, tujuan utama warga bukanlah untuk melakukan demonstrasi, melainkan demi mendapatkan kejelasan hak atas tanah mereka.</p>
<p>​Mariani mengungkapkan rasa syukur karena tuntutan warga mengenai pembentukan Pokmas diakomodasi dengan baik oleh Kepala BPN. Dengan adanya fasilitas ini, warga merasa tidak perlu lagi melakukan aksi turun ke jalan karena jalur dialog telah memberikan solusi yang nyata.</p>
<p>"Keberhasilan mediasi antara warga Desa Bandung dan BPN Nganjuk ini diharapkan menjadi percontohan bagi desa-desa lain dalam menyelesaikan persoalan agraria melalui jalur komunikasi yang sehat dan saling menghargai," ucap Mariani kepada Suarajatimpost usai mediasi.</p>
<p>Merespons dinamika yang terjadi di Kantor ATR/BPN Nganjuk, Kepala Desa Bandung, Heru Subagyo, menyampaikan klarifikasi serta dukungan penuhnya terhadap langkah dialogi yang ditempuh oleh warga dan pihak pertanahan. Pihaknya menyatakan sangat mengapresiasi kebijakan Kepala BPN Nganjuk yang telah memfasilitasi aspirasi warga terkait program PTSL.</p>
<p>Heru Subagyo menegaskan bahwa Pemerintah Desa (Pemdes) Bandung selalu berpihak pada kepentingan masyarakat. Menurutnya, kesepakatan pembentukan Pokmas PTSL merupakan langkah maju yang sangat ditunggu oleh warga untuk mendapatkan kepastian hukum atas tanah mereka.</p>
<p>Sebagai bentuk gerak cepat, Kepala Desa Bandung memastikan bahwa pihaknya akan segera menindaklanjuti kesepakatan tersebut secara formal. Rencananya, pada hari Senin mendatang, Pemerintah Desa Bandung akan menyelenggarakan Musyawarah Desa atau Musdes.</p>
<p>"Dengan adanya jadwal Musdes yang sudah dipastikan pada hari Senin depan, Pemerintah Desa Bandung berharap seluruh elemen masyarakat dapat bersinergi demi suksesnya program sertifikasi tanah gratis di wilayah mereka," pungkasnya. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Tingkatkan Keamanan Wilayah, Kapolres Nganjuk Ajak Warga Manfaatkan Layanan Darurat 110</title>
<link>https://suarajatimpost.com/tingkatkan-keamanan-wilayah-kapolres-nganjuk-ajak-warga-manfaatkan-layanan-darurat-110</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/tingkatkan-keamanan-wilayah-kapolres-nganjuk-ajak-warga-manfaatkan-layanan-darurat-110</guid>
<description><![CDATA[ Dalam pertemuan silaturahmi bersama jajaran pengurus LDII Nganjuk, Kapolres menekankan pentingnya peran aktif warga dalam menjaga kondusivitas lingkungan, salah satunya melalui pemanfaatan Layanan Darurat Call Center 110. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x580_69e1addef3a36.webp" length="37346" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Fri, 17 Apr 2026 11:54:21 +0700</pubDate>
<dc:creator>Kuswanto</dc:creator>
<media:keywords>Silaturahmi, Jajaran pengurus LDII, Kapolres Nganjuk AKBP Suria Miftah Irawan, call center 110, Nganjuk</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>NGANJUK, SJP</strong>– Kepolisian Resor (Polres) Nganjuk terus berupaya memperkuat sistem keamanan partisipatif dengan menggandeng berbagai elemen masyarakat. </p>
<p></p>
<p>Dalam pertemuan silaturahmi bersama jajaran pengurus LDII Nganjuk, Kapolres menekankan pentingnya peran aktif warga dalam menjaga kondusivitas lingkungan, salah satunya melalui pemanfaatan Layanan Darurat Call Center 110.</p>
<p></p>
<p>Langkah ini diambil untuk memangkas jarak birokrasi antara kepolisian dan masyarakat, sehingga setiap potensi gangguan keamanan dapat diantisipasi secara cepat dan tepat.</p>
<p></p>
<p>Kapolres Nganjuk, AKBP Suria Miftah Irawan, menyampaikan bahwa Layanan 110 bukan sekadar saluran laporan kriminalitas, melainkan sarana komunikasi dan pertukaran informasi yang efektif. </p>
<p></p>
<p>Masyarakat diharapkan tidak ragu untuk memberikan informasi sekecil apa pun terkait situasi di lingkungan mereka.</p>
<p></p>
<p>"Kami ingin layanan 110 ini menjadi jembatan informasi yang responsif. Dengan berbagi informasi secara cepat, kita bisa mencegah hal-hal yang tidak diinginkan sebelum menjadi masalah besar," ujar Kapolres di sela-sela kegiatan silaturahmi.</p>
<p></p>
<p>Kegiatan silaturahmi dan audiensi dengan Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Kabupaten Nganjuk ini merupakan kunjungan balasan atas agenda sebelumnya pada 12 Februari 2026. </p>
<p></p>
<p>Pertemuan yang berlangsung di ruang kerja Kapolres tersebut dihadiri oleh Wakapolres Nganjuk, Kompol Andria Diana Putra, beserta pejabat utama pada Jumat (17/4/2026).</p>
<p></p>
<p>Pertemuan ini bertujuan memperkuat sinergitas antara Polres Nganjuk dengan LDII dalam menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di wilayah Kabupaten Nganjuk.</p>
<p></p>
<p>Kapolres Nganjuk, AKBP Suria Miftah Irawan, juga menegaskan pentingnya peran aktif masyarakat dalam menjaga keamanan lingkungan dengan menjalin komunikasi yang baik bersama kepolisian.</p>
<p></p>
<p>"Sekecil apa pun permasalahan diharapkan dapat segera diinformasikan kepada pihak kepolisian, karena sudah menjadi tugas kami untuk melayani seluruh masyarakat. Manfaatkan layanan darurat 110 sebagai sarana komunikasi dan berbagi informasi," tegas Kapolres.</p>
<p></p>
<p>Melalui sinergi yang terbangun, diharapkan potensi gangguan kamtibmas dapat diantisipasi sejak dini, sehingga tercipta situasi yang aman dan kondusif di tengah masyarakat.</p>
<p></p>
<p>Sebagai bentuk implementasi di lapangan, Polres Nganjuk terus mengoptimalkan pelayanan publik, termasuk respons cepat melalui call center 110 serta menjalin kemitraan dengan berbagai elemen masyarakat dan organisasi keagamaan.</p>
<p></p>
<p>Ketua DPD LDII Kabupaten Nganjuk, H. Murkani, S.E., menyampaikan apresiasi atas hubungan baik yang telah terjalin antara LDII dengan Polres Nganjuk.</p>
<p></p>
<p>"Kami merasa bangga atas sinergitas yang selama ini sudah terbangun. Kami juga mendoakan agar seluruh jajaran Polres Nganjuk senantiasa mendapatkan lindungan Allah SWT dalam menjalankan tugas melayani masyarakat," ungkapnya.</p>
<p></p>
<p>Kegiatan silaturahmi ini diharapkan semakin memperkuat kolaborasi antara kepolisian dan elemen masyarakat dalam menjaga keamanan serta meningkatkan pelayanan kepada masyarakat secara optimal. <strong>(**) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Sidak Gabungan LPG di Wilangan, Kapolres Nganjuk dan Wakil Bupati Terjun Langsung Pastikan Pasokan Aman</title>
<link>https://suarajatimpost.com/sidak-gabungan-lpg-di-wilangan-kapolres-nganjuk-dan-wakil-bupati-terjun-langsung-pastikan-pasokan-aman</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/sidak-gabungan-lpg-di-wilangan-kapolres-nganjuk-dan-wakil-bupati-terjun-langsung-pastikan-pasokan-aman</guid>
<description><![CDATA[ pengisian LPG yang sempat viral di media sosial, jajaran Forkopimda Nganjuk melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah pangkalan di wilayah Kecamatan Wilangan ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x580_69e0bb8c09d75.webp" length="43444" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 16 Apr 2026 19:48:31 +0700</pubDate>
<dc:creator>Kuswanto</dc:creator>
<media:keywords>Inspeksi mendadak, kelangkaan LPG, Stok LPG, Pangkalan LPG, Wakil Bupati Tri Handy Saputra, Kapolres Nganjuk AKBP Suria Miftah, Wilangan, Nganjuk</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>NGANJUK, SJP - </strong>Merespons keluhan masyarakat terkait antrean panjang pengisian LPG yang sempat viral di media sosial, jajaran Forkopimda Nganjuk melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah pangkalan di wilayah Kecamatan Wilangan. Langkah ini diambil untuk memastikan ketersediaan stok dan kelancaran distribusi gas melon bagi warga.</p>
<p>Dalam kegiatan tersebut, Wakil Bupati Nganjuk Trihandy Cahyo Saputro melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke pangkalan LPG dan Stasiun Pengisian dan Pengangkutan Bulk Elpiji (SPPBE) di wilayah Kecamatan Wilangan guna memastikan ketersediaan gas LPG 3 kilogram yang sempat viral di media sosial akibat dugaan kelangkaan</p>
<p>Kegiatan ini dilakukan sebagai respons cepat atas keluhan masyarakat terkait antrean panjang di salah satu pangkalan LPG di Desa Ngudikan. Dari hasil pengecekan, kelangkaan LPG dipicu tingginya permintaan masyarakat, terutama menjelang dan selama bulan Ramadan hingga perayaan Idulfitri dan dalam tiga minggu terakhir.</p>
<p>Kapolres Nganjuk AKBP Suria Miftah Irawan menyampaikan bahwa hasil sidak menunjukkan distribusi LPG di wilayah Kabupaten Nganjuk dalam kondisi aman dan terkendali.</p>
<p>“Berdasarkan hasil pengecekan yang kami lakukan kemarin, ketersediaan LPG di wilayah Nganjuk masih aman. Antrean yang terjadi lebih disebabkan tingginya permintaan masyarakat, termasuk dari luar wilayah,” ujar AKBP Suria Miftah, Kamis (16/4/2026).</p>
<p>Ia menegaskan bahwa pihaknya akan terus melakukan pemantauan dan pengawasan distribusi LPG guna mengantisipasi adanya potensi penyimpangan di lapangan.</p>
<p>Dalam kegiatan tersebut, rombongan melakukan pengecekan di pangkalan LPG milik Sulistiono Bagus Dewantara di Desa Ngudikan, Kecamatan Wilangan, yang diketahui mendapat pasokan rutin sebanyak 310 tabung per minggu dari agen Sinar Abadi Santoso.</p>
<p>Menyikapi lonjakan permintaan, agen juga telah menambah pasokan sebanyak 290 tabung pada Selasa (14/4/2026).</p>
<p>Selain itu, rombongan juga meninjau langsung proses distribusi di SPPBE PT. Laju yang berada di Desa Kwagean, Kecamatan Loceret, guna memastikan proses pengisian dan distribusi berjalan sesuai prosedur.</p>
<p>Sementara itu, Wakil Bupati Nganjuk Trihandy Cahyo Saputro menegaskan agar tidak ada pihak yang memanfaatkan situasi meningkatnya permintaan LPG untuk meraup keuntungan pribadi.</p>
<p>“Kami mengingatkan kepada seluruh pihak, baik pangkalan maupun oknum lainnya, agar tidak mengambil keuntungan dari situasi ini dengan menaikkan harga atau melakukan praktik yang merugikan masyarakat. Distribusi harus tetap sesuai aturan agar kebutuhan masyarakat terpenuhi dengan baik,” tegasnya.</p>
<p>Dengan adanya pengecekan langsung ini, diharapkan masyarakat tidak lagi khawatir terhadap ketersediaan LPG, serta situasi distribusi energi di wilayah Kabupaten Nganjuk tetap kondusif dan terkendali. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Kabur Berbulan&amp;bulan, Pasutri Pencuri HP di Nganjuk Akhirnya Ditangkap</title>
<link>https://suarajatimpost.com/kabur-berbulan-bulan-pasutri-pencuri-hp-di-nganjuk-akhirnya-ditangkap</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/kabur-berbulan-bulan-pasutri-pencuri-hp-di-nganjuk-akhirnya-ditangkap</guid>
<description><![CDATA[ Setelah menjadi buronan selama berbulan-bulan, pasutri yang diketahui merupakan residivis ini berhasil diringkus di wilayah Kediri. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x580_69e0b8e0bd7fd.webp" length="35250" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 16 Apr 2026 19:09:06 +0700</pubDate>
<dc:creator>Kuswanto</dc:creator>
<media:keywords>Pelaku pencurian, Pasutri, buronan polisi, diringkus di Kediri, Polres Nganjuk, Kediri</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p data-start="105" data-end="351"><strong data-start="105" data-end="123">NGANJUK, SJP –</strong> Pelarian pasangan suami istri (pasutri) yang nekat mencuri telepon seluler (HP) di depan sebuah toko akhirnya berakhir di tangan polisi. Setelah sempat buron selama beberapa bulan, keduanya berhasil diringkus di wilayah Kediri.</p>
<p data-start="353" data-end="560">Penangkapan dilakukan tim gabungan Unit Resmob Satreskrim Polres Nganjuk bersama Unit Reskrim Polsek Pace setelah melakukan penelusuran intensif terhadap keberadaan pelaku yang kerap berpindah-pindah tempat.</p>
<p data-start="562" data-end="873">Dua terduga pelaku berinisial AS (56) dan SK (49), warga Kecamatan Grogol, Kabupaten Kediri, ditangkap pada Kamis (16/4/2026) dini hari sekitar pukul 01.45 WIB. Sebelumnya, aksi pencurian tersebut terjadi pada Selasa, 30 Desember 2025 sekitar pukul 09.46 WIB di Desa Kepanjen, Kecamatan Pace, Kabupaten Nganjuk.</p>
<p data-start="875" data-end="1140">Pengungkapan kasus ini menjadi bukti komitmen kepolisian dalam menindaklanjuti setiap laporan masyarakat, meskipun membutuhkan waktu cukup lama dalam proses pelacakan. Pasutri tersebut diketahui beraksi dengan memanfaatkan kelengahan korban saat berbelanja di toko.</p>
<p data-start="1142" data-end="1242">Kapolres Nganjuk AKBP Suria Miftah Irawan membenarkan pengungkapan kasus tersebut oleh tim gabungan.</p>
<p data-start="1244" data-end="1500">“Benar, kasus pencurian handphone ini berhasil diungkap oleh tim gabungan Satreskrim Polres Nganjuk dan Polsek Pace setelah melalui proses penyelidikan yang cukup panjang. Ini merupakan komitmen kami dalam memberikan rasa aman kepada masyarakat,” tegasnya.</p>
<p data-start="1502" data-end="1809">Dari hasil penyelidikan, kronologi kejadian bermula saat korban meletakkan HP miliknya jenis Oppo A57 di dashboard sepeda motor saat berbelanja di toko kelontong. Namun, saat kembali, HP tersebut telah hilang. Atas kejadian itu, korban mengalami kerugian sekitar Rp2,5 juta dan melaporkannya ke Polsek Pace.</p>
<p data-start="1811" data-end="2005">Kapolsek Pace AKP Pujo Santoso menjelaskan, pengungkapan kasus ini merupakan hasil kerja sama dengan Unit Resmob Satreskrim Polres Nganjuk yang mengarah pada keberadaan pelaku di wilayah Kediri.</p>
<p data-start="2007" data-end="2147">“Setelah dilakukan serangkaian penyelidikan, pelaku berhasil kami lacak dan diamankan di rumahnya. Keduanya mengakui perbuatannya,” ujarnya.</p>
<p data-start="2149" data-end="2365">Ia menambahkan, pelaku utama diketahui merupakan residivis kasus pencurian. Karena itu, masyarakat diimbau lebih waspada dan tidak meninggalkan barang berharga di tempat terbuka guna mencegah tindak kejahatan serupa.</p>
<p data-start="2367" data-end="2578">Dalam pengungkapan tersebut, petugas turut mengamankan sejumlah barang bukti, di antaranya satu unit sepeda motor Honda Vario, tiga unit handphone, rekaman CCTV, serta pakaian yang digunakan pelaku saat beraksi.</p>
<p data-start="2580" data-end="2737">Diketahui, AS merupakan residivis kasus pencurian yang sebelumnya pernah menjalani hukuman. Sementara istrinya, SK, turut berperan aktif dalam aksi tersebut.</p>
<p data-start="2739" data-end="3012">Kasus ini menjadi bukti keseriusan Polri dalam menindak setiap tindak kriminalitas serta memberikan kepastian hukum bagi masyarakat. Polres Nganjuk juga terus mengimbau masyarakat agar lebih waspada dan segera melaporkan jika mengetahui atau mengalami tindak kejahatan. <strong>(*)</strong></p>
<p data-start="2739" data-end="3012"><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Terkendala Administrasi, Sidang Praperadilan Kasus Dugaan Penggelapan di PN Nganjuk Ditunda</title>
<link>https://suarajatimpost.com/terkendala-administrasi-sidang-praperadilan-kasus-dugaan-penggelapan-di-pn-nganjuk-ditunda</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/terkendala-administrasi-sidang-praperadilan-kasus-dugaan-penggelapan-di-pn-nganjuk-ditunda</guid>
<description><![CDATA[ Mengingat batas waktu praperadilan yang sangat terbatas, yakni hanya tujuh hari, persidangan selanjutnya diprediksi akan berjalan secara maraton. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x580_69e0b4a0a4ae7.webp" length="49852" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 16 Apr 2026 18:50:12 +0700</pubDate>
<dc:creator>Kuswanto</dc:creator>
<media:keywords>Kasus dugaan penggelapan, Pra Peradilan, Pengadilan Negri Nganjuk, Sidang Ditunda, Majelis Hakim, kelengkapan administrasi, Jaksa Penuntut Umum, Nganjuk</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p data-start="107" data-end="365"><strong data-start="107" data-end="125">NGANJUK, SJP –</strong> Sidang praperadilan terkait dugaan kasus penggelapan di Pengadilan Negeri Nganjuk berlangsung singkat dan berakhir dengan penundaan. Agenda pemeriksaan awal tersebut belum dapat dilanjutkan karena kendala administratif dari pihak termohon.</p>
<p data-start="367" data-end="529">Penasihat hukum pemohon, Yulia Margaretha, Ander Sumiwi Budi Prihatin, menjelaskan bahwa penundaan murni disebabkan belum lengkapnya dokumen dari pihak Kejaksaan.</p>
<p data-start="531" data-end="743">“Karena ini permohonan praperadilan, maka Kepala Kejaksaan harus memberikan surat tugas atau surat kuasa. Administrasi itu belum dilengkapi. Tidak ada kendala lain,” ujar Ander kepada awak media usai persidangan.</p>
<p data-start="745" data-end="970">Ia menambahkan, majelis hakim tunggal memutuskan menunda sidang hingga Kamis pekan depan. Mengingat batas waktu penanganan praperadilan yang hanya tujuh hari, persidangan lanjutan diperkirakan akan berlangsung secara maraton.</p>
<p data-start="972" data-end="1117">“Sidangnya akan maraton. Kemungkinan hari Kamis pihak termohon harus langsung menyampaikan jawaban. Jika tidak, proses tetap berjalan,” tegasnya.</p>
<p data-start="1119" data-end="1282">Terkait strategi hukum yang akan disiapkan, Ander enggan membeberkan secara rinci dan menyebut hal tersebut sebagai bagian dari privasi antara pengacara dan klien.</p>
<p data-start="1284" data-end="1412">“Untuk strategi, kami tidak bisa sampaikan karena itu menyangkut privasi klien. Kita tunggu saja sidang berikutnya,” pungkasnya.</p>
<p data-start="1419" data-end="1609">Sementara itu, pihak Kejaksaan Negeri Nganjuk melalui Kasi Intelijen, Koko Robby Yahya, memberikan klarifikasi terkait jalannya sidang yang sempat terhenti dan memunculkan beragam spekulasi.</p>
<p data-start="1611" data-end="1708">Koko membantah adanya narasi yang menyebut tim jaksa diusir dari ruang sidang oleh majelis hakim.</p>
<p data-start="1710" data-end="1940">“Kalau dari pandangan wartawan seperti itu, silakan. Namun dari laporan tim kami yang hadir di persidangan, tidak ada pengusiran. Kami tetap menghormati keputusan hakim,” ujar Koko saat dikonfirmasi via telepon, Kamis (16/4/2026).</p>
<p data-start="1942" data-end="2140">Ia menjelaskan, penundaan sidang lebih disebabkan oleh kendala administrasi berupa proses registrasi yang belum selesai divalidasi dalam sistem pengadilan, bukan karena ketidaksiapan materi perkara.</p>
<p data-start="2142" data-end="2237">Menurutnya, dokumen yang dibutuhkan sebenarnya telah diajukan sejak sehari sebelum persidangan.</p>
<p data-start="2239" data-end="2396">“Karena proses registrasi di PN belum tervalidasi saat sidang dimulai, hakim memutuskan untuk menunda sidang hingga administrasi tersebut selesai,” jelasnya.</p>
<p data-start="2398" data-end="2532">Koko juga menyarankan agar media melakukan konfirmasi kepada pihak Pengadilan Negeri Nganjuk guna memperoleh informasi yang berimbang.</p>
<p data-start="2534" data-end="2637">“Silakan konfirmasi ke PN agar jelas, apakah ini murni karena registrasi atau ada hal lain,” tambahnya.</p>
<p data-start="2644" data-end="2770">Di sisi lain, upaya awak media untuk mendapatkan keterangan resmi dari Pengadilan Negeri Nganjuk masih belum membuahkan hasil.</p>
<p data-start="2772" data-end="2957">Wartawan Suarajatimpost telah mencoba melakukan konfirmasi sebanyak dua kali kepada pihak panitera maupun pejabat berwenang. Namun hingga kini belum ada penjelasan resmi yang diberikan.</p>
<p data-start="2959" data-end="3127">Berdasarkan keterangan staf layanan, Wiwik Wijayati, pejabat yang berwenang memberikan keterangan, yakni Humas PN Nganjuk, masih memiliki agenda persidangan yang padat.</p>
<p data-start="3129" data-end="3327">Hingga berita ini ditayangkan, pihak media masih berupaya menjadwalkan ulang pertemuan dengan Humas PN Nganjuk guna memperoleh informasi yang utuh dan berimbang terkait penundaan sidang tersebut. <strong>(*)</strong></p>
<p data-start="3129" data-end="3327"><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Warga Ngringin Nganjuk Desak Transparansi Hasil Audit Inspektorat Terkait Dugaan Pungli PTSL</title>
<link>https://suarajatimpost.com/warga-ngringin-nganjuk-desak-transparansi-hasil-audit-inspektorat-terkait-dugaan-pungli-ptsl</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/warga-ngringin-nganjuk-desak-transparansi-hasil-audit-inspektorat-terkait-dugaan-pungli-ptsl</guid>
<description><![CDATA[ Audit ini terkait adanya dugaan pungutan liar (pungli) dalam program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) serta penggunaan dana APBDes di desa setempat. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x580_69df960c9b923.webp" length="116454" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 15 Apr 2026 22:00:27 +0700</pubDate>
<dc:creator>Kuswanto</dc:creator>
<media:keywords>Pelapor, Warga Desa Ngringin, PTSL, Dugaan intimidasi, Inspektorat, Nganjuk</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>NGANJUK,SJP -</strong> Warga Desa Ngringin, Kecamatan Lengkong, Kabupaten Nganjuk kini tengah menunggu hasil audit yang dilakukan oleh tim Inspektorat Kabupaten Nganjuk. Audit ini terkait adanya dugaan pungutan liar (pungli) dalam program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) serta penggunaan dana APBDes di desa setempat.</p>
<p>​Arip Rahman (37) warga Desa Ngrigin, salah seorang perwakilan warga pelapor, menyampaikan bahwa pemeriksaan oleh tim Inspektorat sebenarnya sudah berlangsung sejak Selasa lalu. Namun, pihaknya menyayangkan kurangnya keterbukaan dalam proses pengambilan sampling di lapangan.</p>
<p>​"Kami berharap segera mendapatkan Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) untuk kami sampaikan kepada warga. Berdasarkan informasi dari perangkat desa, sampling diambil dari sekitar 25 hingga 30 peserta PTSL," ujar Arip saat memberikan keterangan kepada media, Rabu (15/4/2026).</p>
<p>Menurut Arip, ada juga ​dugaan Intimidasi serta munculnya laporan mengenai dugaan intimidasi sebelum tim Inspektorat turun ke lapangan. Arip juga menyebut ada indikasi bahwa para pemohon PTSL yang menjadi sampel pemeriksaan telah "disetting" untuk memberikan jawaban tertentu.</p>
<p>​Warga diarahkan untuk hanya menyebutkan biaya PTSL sebesar Rp500.000 sesuai kesepakatan awal. Sementara itu, biaya tambahan lain yang diduga menjadi praktik pungli tidak boleh disebutkan.</p>
<p>​"Yang kami sayangkan, ada laporan warga diintimidasi sebelum Inspektorat datang. Mereka diminta mengaku biayanya hanya Rp500 ribu. Padahal ada biaya lain berupa amplop untuk kepala desa, carik, hingga perangkat desa yang totalnya mencapai ratusan ribu, belum lagi tambahan rokok," ungkap Arip.</p>
<p>​Menanggapi keluhan tersebut, Inspektur Inspektorat Kabupaten Nganjuk Samsul Huda menegaskan bahwa pihaknya telah menerima laporan terkait dinamika PTSL di Desa Ngringin. Pihak Inspektorat memastikan bahwa setiap pengaduan warga akan diproses sesuai dengan koridor hukum dan regulasi yang berlaku.</p>
<p>Menurut Samsul Huda, Inspektorat akan melakukan pengumpulan data dan keterangan (pulbaket) untuk memverifikasi apakah biaya yang dipungut melebihi. Jika ditemukan bukti adanya pungutan liar (pungli) atau penyalahgunaan wewenang, Inspektorat tidak akan segan merekomendasikan sanksi administratif hingga jalur hukum bagi oknum yang terlibat.</p>
<p>​"Kami bekerja berdasarkan bukti. Masyarakat diminta tenang dan silakan melapor jika memiliki bukti otentik mengenai adanya penyimpangan. Kami berkomitmen menjaga agar program PTSL ini benar-benar bersih dan tepat sasaran," tegas Samsul saat ditemui di Pendopo Nganjuk. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Satgas MBG Nganjuk Sebut SPPG di Dekat Gudang Tembakau Tak Masalah</title>
<link>https://suarajatimpost.com/satgas-mbg-nganjuk-sebut-sppg-di-dekat-gudang-tembakau-tak-masalah</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/satgas-mbg-nganjuk-sebut-sppg-di-dekat-gudang-tembakau-tak-masalah</guid>
<description><![CDATA[ Penempatan unit pelayanan di dekat gudang tembakau masih dalam kategori aman dan memenuhi regulasi. Menurutnya, karakteristik gudang tembakau berbeda secara signifikan dengan area peternakan dalam hal risiko kontaminasi biologis. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x580_69df374e9fb14.webp" length="45518" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 15 Apr 2026 15:41:16 +0700</pubDate>
<dc:creator>Kuswanto</dc:creator>
<media:keywords>Satgas MBG Nganjuk, pendirian SPPG, bersebelahan gudang tembakau, diperbolehkan, Gudang tembakau, Candirejo Loceret</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal"><span style="font-size: 11.5pt; line-height: 107%; font-family: 'Verdana',sans-serif; mso-fareast-font-family: 'Times New Roman'; mso-bidi-font-family: 'Times New Roman'; color: #222222; mso-font-kerning: 0pt; mso-ligatures: none; mso-fareast-language: IN;"><strong>NGANJUK, SJP</strong> – Satuan Tugas Makan Bergizi Gratis (Satgas MBG) memberikan klarifikasi resmi terkait polemik standarisasi lokasi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kabupaten Nganjuk. Hal ini merespons kekhawatiran publik mengenai letak operasional SPPG Yayasan Darul Falah di Desa Candirejo yang berdampingan dengan gudang tembakau.<o:p></o:p></span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size: 11.5pt; line-height: 107%; font-family: 'Verdana',sans-serif; mso-fareast-font-family: 'Times New Roman'; mso-bidi-font-family: 'Times New Roman'; color: #222222; mso-font-kerning: 0pt; mso-ligatures: none; mso-fareast-language: IN;">Wakil Satgas MBG Nganjuk, Judi Ernanto, menegaskan bahwa penempatan unit pelayanan di dekat gudang tembakau masih dalam kategori aman dan memenuhi regulasi. Menurutnya, karakteristik gudang tembakau berbeda secara signifikan dengan area peternakan dalam hal risiko kontaminasi biologis.<o:p></o:p></span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size: 11.5pt; line-height: 107%; font-family: 'Verdana',sans-serif; mso-fareast-font-family: 'Times New Roman'; mso-bidi-font-family: 'Times New Roman'; color: #222222; mso-font-kerning: 0pt; mso-ligatures: none; mso-fareast-language: IN;">"Fokus kami adalah higienitas. Gudang tembakau berisi benda mati yang kering, berbeda dengan kandang ayam atau peternakan yang memiliki risiko kuman dan polusi udara tinggi. Selama bangunan memiliki pembatas jelas dan protokol kebersihan terjaga, lokasi tersebut diperbolehkan," ujar Judi pada Rabu (15/4/2026).<o:p></o:p></span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size: 11.5pt; line-height: 107%; font-family: 'Verdana',sans-serif; mso-fareast-font-family: 'Times New Roman'; mso-bidi-font-family: 'Times New Roman'; color: #222222; mso-font-kerning: 0pt; mso-ligatures: none; mso-fareast-language: IN;">Judi menambahkan, pihaknya bersama Dinas Kesehatan terus melakukan pengawasan ketat, terutama pada lokasi yang memiliki risiko kontaminasi biologis tinggi untuk menjamin parameter kesehatan pangan tetap terjaga.<o:p></o:p></span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size: 11.5pt; line-height: 107%; font-family: 'Verdana',sans-serif; mso-fareast-font-family: 'Times New Roman'; mso-bidi-font-family: 'Times New Roman'; color: #222222; mso-font-kerning: 0pt; mso-ligatures: none; mso-fareast-language: IN;">Terkait tudingan kurangnya transparansi dan kekhawatiran kontaminasi silang, Satgas MBG menjelaskan bahwa seluruh penentuan titik koordinat operasional berada di bawah otoritas penuh Badan Gizi Nasional (BGN). Artinya, Satgas daerah tidak terlibat langsung dalam penentuan titik awal.<o:p></o:p></span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size: 11.5pt; line-height: 107%; font-family: 'Verdana',sans-serif; mso-fareast-font-family: 'Times New Roman'; mso-bidi-font-family: 'Times New Roman'; color: #222222; mso-font-kerning: 0pt; mso-ligatures: none; mso-fareast-language: IN;">Surat perintah operasional hanya diterbitkan setelah tim verifikasi BGN menyatakan lokasi tersebut layak. Evaluasi mencakup aspek sterilitas ruang pengolahan dan potensi gangguan lingkungan.<o:p></o:p></span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size: 11.5pt; line-height: 107%; font-family: 'Verdana',sans-serif; mso-fareast-font-family: 'Times New Roman'; mso-bidi-font-family: 'Times New Roman'; color: #222222; mso-font-kerning: 0pt; mso-ligatures: none; mso-fareast-language: IN;">"Penentuan titik tersebut sudah melalui proses verifikasi dari BGN sebelum surat perintah jalan diterbitkan. Pihak pusatlah yang menentukan kelayakan awal suatu lokasi," jelas Judi dalam konfirmasi sebelumnya pada Senin (6/4/2026).<o:p></o:p></span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size: 11.5pt; line-height: 107%; font-family: 'Verdana',sans-serif; mso-fareast-font-family: 'Times New Roman'; mso-bidi-font-family: 'Times New Roman'; color: #222222; mso-font-kerning: 0pt; mso-ligatures: none; mso-fareast-language: IN;">Program penguatan gizi melalui SPPG di Nganjuk kini menjadi sorotan nasional. Fokus utama evaluasi saat ini diarahkan pada SPPG Yayasan Darul Falah Baron di Kecamatan Loceret guna memastikan bahwa fasilitas pengolahan pangan tetap steril meski berada di kawasan industri lokal.<o:p></o:p></span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size: 11.5pt; line-height: 107%; font-family: 'Verdana',sans-serif; mso-fareast-font-family: 'Times New Roman'; mso-bidi-font-family: 'Times New Roman'; color: #222222; mso-font-kerning: 0pt; mso-ligatures: none; mso-fareast-language: IN;">Langkah pengawasan ini diambil sebagai komitmen pemerintah dalam menjaga kualitas gizi tanpa kompromi, sekaligus menjawab keraguan masyarakat mengenai integritas operasional di lapangan. <strong>(*)</strong><o:p></o:p></span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size: 11.5pt; line-height: 107%; font-family: 'Verdana',sans-serif; mso-fareast-font-family: 'Times New Roman'; mso-bidi-font-family: 'Times New Roman'; color: #222222; mso-font-kerning: 0pt; mso-ligatures: none; mso-fareast-language: IN;"><strong>Editor: Syaiful Aries</strong><o:p></o:p></span></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Terbukti Korupsi Rp978 Juta, Kades Dadapan Nganjuk Divonis 2 Tahun</title>
<link>https://suarajatimpost.com/terbukti-korupsi-rp978-juta-kades-dadapan-nganjuk-divonis-2-tahun</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/terbukti-korupsi-rp978-juta-kades-dadapan-nganjuk-divonis-2-tahun</guid>
<description><![CDATA[ Yuliantono terbukti melanggar Pasal 3 juncto Pasal 18 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana diubah dengan Undang-Undang RI Nomor 20 Tahun 2001. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x580_69defd810578d.webp" length="29024" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 15 Apr 2026 10:30:15 +0700</pubDate>
<dc:creator>Kuswanto</dc:creator>
<media:keywords>Vonis hukuman, Kades Dadapan Yuliantono, Tipikor Pengadilan Negeri Surabaya, Kejaksaan Negeri Nganjuk, kasus korupsi, Kepala Desa Dadapan, Nganjuk</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal"><span style="font-size: 11.5pt; line-height: 107%; font-family: 'Verdana',sans-serif; mso-fareast-font-family: 'Times New Roman'; mso-bidi-font-family: 'Times New Roman'; color: #222222; mso-font-kerning: 0pt; mso-ligatures: none; mso-fareast-language: IN;"><strong>NGANJUK, SJP</strong> – Majelis Hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) pada Pengadilan Negeri Surabaya menjatuhkan vonis pidana penjara selama 2 tahun kepada Yuliantono, Kepala Desa Dadapan, Kecamatan Ngronggot, Kabupaten Nganjuk. <o:p></o:p></span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size: 11.5pt; line-height: 107%; font-family: 'Verdana',sans-serif; mso-fareast-font-family: 'Times New Roman'; mso-bidi-font-family: 'Times New Roman'; color: #222222; mso-font-kerning: 0pt; mso-ligatures: none; mso-fareast-language: IN;">Putusan ini dibacakan oleh majelis hakim yang diketuai Ratna Dianing Wulansari. Terdakwa dinyatakan terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana korupsi dana desa. <o:p></o:p></span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size: 11.5pt; line-height: 107%; font-family: 'Verdana',sans-serif; mso-fareast-font-family: 'Times New Roman'; mso-bidi-font-family: 'Times New Roman'; color: #222222; mso-font-kerning: 0pt; mso-ligatures: none; mso-fareast-language: IN;">Yuliantono terbukti melanggar Pasal 3 juncto Pasal 18 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana diubah dengan Undang-Undang RI Nomor 20 Tahun 2001.<o:p></o:p></span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size: 11.5pt; line-height: 107%; font-family: 'Verdana',sans-serif; mso-fareast-font-family: 'Times New Roman'; mso-bidi-font-family: 'Times New Roman'; color: #222222; mso-font-kerning: 0pt; mso-ligatures: none; mso-fareast-language: IN;">“Terdakwa dijatuhi vonis dua tahun penjara dengan denda Rp50 juta subsider satu bulan 20 hari kurungan,” kata Jaksa Penuntut Umum (JPU), Koko Roby Yahya, saat ditemui di ruangannya, Rabu (15/4/2026).<o:p></o:p></span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size: 11.5pt; line-height: 107%; font-family: 'Verdana',sans-serif; mso-fareast-font-family: 'Times New Roman'; mso-bidi-font-family: 'Times New Roman'; color: #222222; mso-font-kerning: 0pt; mso-ligatures: none; mso-fareast-language: IN;">Tak hanya itu, Kades Dadapan Yuliantono juga diwajibkan membayar uang pengganti sebesar Rp978,7 juta. Nilai tersebut sesuai dengan hasil audit kerugian keuangan negara atau desa Tahun Anggaran 2023 dan 2024.<o:p></o:p></span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size: 11.5pt; line-height: 107%; font-family: 'Verdana',sans-serif; mso-fareast-font-family: 'Times New Roman'; mso-bidi-font-family: 'Times New Roman'; color: #222222; mso-font-kerning: 0pt; mso-ligatures: none; mso-fareast-language: IN;">“Uang pengganti sudah dibayar terdakwa sebelum tuntutan,” ujar dia.<o:p></o:p></span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size: 11.5pt; line-height: 107%; font-family: 'Verdana',sans-serif; mso-fareast-font-family: 'Times New Roman'; mso-bidi-font-family: 'Times New Roman'; color: #222222; mso-font-kerning: 0pt; mso-ligatures: none; mso-fareast-language: IN;">Selain itu, kata Koko, dalam laporan pertanggungjawaban, terdakwa juga diduga memerintahkan pembuatan dokumen yang tidak sesuai dengan realisasi di lapangan. Hal tersebut mencakup penggunaan bukti dukung yang tidak sah serta praktik penggelembungan harga (mark up). <o:p></o:p></span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size: 11.5pt; line-height: 107%; font-family: 'Verdana',sans-serif; mso-fareast-font-family: 'Times New Roman'; mso-bidi-font-family: 'Times New Roman'; color: #222222; mso-font-kerning: 0pt; mso-ligatures: none; mso-fareast-language: IN;">“Berdasarkan hasil audit, perbuatan tersebut mengakibatkan kerugian keuangan negara atau desa mencapai Rp978.794.459,” pungkas Koko. <strong>(*)</strong><o:p></o:p></span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size: 11.5pt; line-height: 107%; font-family: 'Verdana',sans-serif; mso-fareast-font-family: 'Times New Roman'; mso-bidi-font-family: 'Times New Roman'; color: #222222; mso-font-kerning: 0pt; mso-ligatures: none; mso-fareast-language: IN;"><strong>Editor: Syaiful Aries</strong><o:p></o:p></span></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>DPMSTP Nganjuk Tebar &amp;quot;Karpet Merah&amp;quot; Bagi Investor, Kendala Aturan Tata Ruang Jadi Prioritas</title>
<link>https://suarajatimpost.com/dpmstp-nganjuk-tebar-karpet-merah-bagi-investor-kendala-aturan-tata-ruang-jadi-prioritas</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/dpmstp-nganjuk-tebar-karpet-merah-bagi-investor-kendala-aturan-tata-ruang-jadi-prioritas</guid>
<description><![CDATA[ Meski demikian, sejumlah tantangan regulasi, khususnya terkait pembatasan alih fungsi lahan pertanian, kini tengah menjadi fokus penyelesaian pemerintah daerah. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x580_69de1fbab6361.webp" length="41776" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Tue, 14 Apr 2026 19:00:45 +0700</pubDate>
<dc:creator>Kuswanto</dc:creator>
<media:keywords>Investasi, DPMSTP, aturan tata ruang, prioritas, Pemkab Nganjuk</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><b>NGANJUK, SJP – </b>Pemerintah Kabupaten Nganjuk terus berupaya mendorong pertumbuhan investasi di daerah. Namun, sejumlah tantangan regulasi, khususnya pembatasan alih fungsi lahan pertanian, menjadi perhatian serius pemerintah daerah.</p>
<p>Plt Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Nganjuk, Samsul Huda, mengungkapkan bahwa kebijakan pembatasan alih fungsi lahan hingga 87 persen untuk menjaga ketahanan pangan berdampak pada masuknya investasi di daerah.</p>
<p>“Nganjuk ini ibarat ‘gadis seksi’ bagi para investor. Namun, adanya regulasi pembatasan alih fungsi lahan mengharuskan kita melakukan penyesuaian terhadap Perda Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW),” ujar Samsul Huda saat konferensi pers di Pendopo Kabupaten Nganjuk, Selasa (14/4/2026).</p>
<p>Ia mengimbau para calon investor untuk berkomunikasi langsung dengan pemerintah daerah guna menyesuaikan Izin Peruntukan Penggunaan Tanah (IPPT) dengan rencana tata ruang terbaru.</p>
<p>Meski menghadapi kendala, pertumbuhan industri di Nganjuk menunjukkan tren positif. Hingga saat ini, tercatat hampir 50 perusahaan besar telah beroperasi, serta 156 usaha kecil dan menengah yang telah mengantongi izin.</p>
<p>Samsul menambahkan, capaian investasi tahun lalu yang mencapai sekitar Rp1,6 triliun turut dipengaruhi oleh penyesuaian Lahan Sawah Dilindungi (LSD) dan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B).</p>
<p>Saat ini, baru dua kecamatan, yakni Nganjuk dan Kertosono, yang telah memiliki Rencana Detail Tata Ruang (RDTR). Sementara wilayah lainnya masih dalam tahap penilaian kesesuaian.</p>
<p>Terkait birokrasi, pihaknya memastikan Pemkab Nganjuk memberikan kemudahan bagi investor.</p>
<p>“Izin apa pun, sepanjang dokumennya sesuai tata ruang, kami berkomitmen menyelesaikannya dalam waktu satu hari. Pengendalian teknis tetap di bawah Dinas Pekerjaan Umum sebagai pintu awal untuk memastikan validitas zonasi,” tegasnya.</p>
<p>Sementara itu, Wakil Bupati Nganjuk, Tri Handy Saputra, menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam mendukung iklim investasi yang kondusif.</p>
<p>Menurutnya, Pemkab telah menghadirkan seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) terkait, mulai dari PUPR, Dinas Lingkungan Hidup, Perdagangan, hingga Perindustrian, guna memastikan ekosistem usaha berjalan optimal dan terkoordinasi.</p>
<p>“Kami berkomitmen memberikan dukungan penuh terhadap investasi. Pada tahun 2025, tercatat terdapat tiga Penanaman Modal Asing (PMA) dengan nilai investasi mencapai sekitar Rp1,6 triliun,” ujarnya.</p>
<p>Ia juga mengapresiasi para pelaku usaha yang telah berkontribusi dalam pembangunan daerah, khususnya dalam membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat lokal.</p>
<p>Selain itu, pengalaman daerah lain seperti Solo dalam pengembangan tenaga kerja menjadi inspirasi bagi Nganjuk untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM).</p>
<p>“Kami mengajak seluruh pihak untuk bersinergi dan berkolaborasi dalam membangun daerah agar semakin maju,” tambahnya.</p>
<p>Dalam sesi tanya jawab, salah satu perwakilan investor menyampaikan harapannya terkait dukungan infrastruktur dan tenaga kerja.</p>
<p>Ia menanyakan rencana pembangunan jaringan PDAM di sekitar lokasi usaha, yang dinilai penting untuk mendukung operasional perusahaan ke depan.</p>
<p>Selain itu, investor yang bergerak di sektor industri alas kaki juga berharap adanya dukungan pemerintah dalam penyediaan tenaga kerja terampil, khususnya di bidang jahit.</p>
<p>“Kami berharap ada sinergi dengan Dinas Tenaga Kerja maupun balai pelatihan untuk menyiapkan tenaga kerja siap pakai, baik dari lulusan SMK, SMA, maupun SMP,” ujarnya. <strong>(ADV</strong>)</p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Keluhan Menu MBG di Bendungrejo Nganjuk Jadi Bahan Evaluasi Satgas</title>
<link>https://suarajatimpost.com/keluhan-menu-mbg-di-bendungrejo-nganjuk-jadi-bahan-evaluasi-satgas</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/keluhan-menu-mbg-di-bendungrejo-nganjuk-jadi-bahan-evaluasi-satgas</guid>
<description><![CDATA[ Menanggapi isu yang beredar mengenai variasi dan kualitas menu dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG), Wakil Satgas Judi Ernanto menyampaikan bahwa setiap porsi makanan yang disiapkan telah melalui pengawasan ketat. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x580_69ddc3a10662d.webp" length="39220" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Tue, 14 Apr 2026 13:49:57 +0700</pubDate>
<dc:creator>Kuswanto</dc:creator>
<media:keywords>Satgas MBG Nganjuk Judi Ernanto, MBG, SDN Bandungrejo, klarifikasi, menu MBG, viral MBG, Nganjuk</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>NGANJUK, SJP</strong> — Satuan Tugas Makan Bergizi Gratis (Satgas MBG) Nganjuk memberikan klarifikasi terkait munculnya keluhan mengenai menu makanan di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPP-PG) Bendorejo. </p>
<p></p>
<p>Pihak Satgas menegaskan bahwa hingga saat ini proses distribusi berjalan normal dan tidak ditemukan gangguan kesehatan serius, seperti keracunan.</p>
<p></p>
<p>Menanggapi isu yang beredar mengenai variasi dan kualitas menu dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG), Wakil Satgas Judi Ernanto menyampaikan bahwa setiap porsi makanan yang disiapkan telah melalui pengawasan ketat. </p>
<p></p>
<p>Berdasarkan data di lapangan, program ini melayani lebih dari 1.500 penerima manfaat di SPP-PG Bendorejo. </p>
<p></p>
<p>Terkait adanya keluhan personal, Judi menjelaskan bahwa dalam sistem distribusi massal, penyesuaian porsi secara individu sulit dilakukan. Namun, ia memastikan standar gizi tetap menjadi prioritas utama. </p>
<p></p>
<p>Judi juga menegaskan tidak ada laporan maupun kasus keracunan di lokasi tersebut, meski pihaknya telah berkoordinasi melalui telepon dengan pihak kecamatan untuk memastikan kondisi di lapangan.</p>
<p></p>
<p>"Kami mencatat bahwa di lokasi lain yang menerima menu serupa tidak ditemukan komplain, sehingga keluhan ini akan dijadikan bahan evaluasi spesifik untuk unit terkait," ujar Judi, Selasa (14/4/2026). </p>
<p></p>
<p>Sebelumnya, Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kecamatan Berbek, Kabupaten Nganjuk, yang diharapkan mampu meningkatkan kecukupan gizi anak sekolah, kini tengah menjadi sorotan. Sejumlah pihak, termasuk tenaga pendidik, mulai menyuarakan ketidakpuasan terkait kualitas dan variasi menu yang diberikan kepada siswa.</p>
<p></p>
<p>Salah seorang guru di SD Negeri Bendungrejo, yang enggan disebutkan identitasnya, mengungkapkan bahwa antusiasme siswa terhadap menu MBG kian menurun. </p>
<p></p>
<p>Menurutnya, kualitas makanan sempat membaik setelah adanya evaluasi dari pihak camat dan tim SPPG, namun kondisi tersebut tidak bertahan lama.</p>
<p></p>
<p>"Dulu sempat ada masalah telur busuk, lalu diperbaiki dan anak-anak sempat suka. Tapi setelah itu kembali lagi, menunya cuma tahu, oseng-oseng, dan nasi. Kalaupun ada ayam, itu cuma potongan kecil bagian sayap," ungkap guru tersebut saat dihubungi melalui WhatsApp, Senin (13/4/2026).</p>
<p></p>
<p>Tidak sampai di situ, kekecewaan siswa ini berdampak pada banyaknya sisa makanan yang tidak dikonsumsi. Guru tersebut membeberkan fakta bahwa setiap harinya, sisa makanan siswa bisa memenuhi setengah hingga satu kantong plastik besar.</p>
<p></p>
<p>"Petugasnya tadi sampai kaget melihat sisa makanan yang masih utuh di lantai. Saya bilang ke mereka, setiap hari memang begini karena anak-anak tidak suka menunya," tambahnya. </p>
<p></p>
<p>Kondisi ini pun telah didokumentasikan melalui foto dan video sebagai bahan evaluasi bagi pihak penyedia atau SPPG Bendungrejo. </p>
<p></p>
<p>Ketidakpuasan ini ternyata tidak hanya terjadi di satu sekolah. Guru tersebut mengklaim bahwa banyak sekolah lain di wilayah tersebut yang merasakan hal serupa dan berkeinginan untuk pindah ke penyedia jasa makanan lain yang lebih berkualitas.</p>
<p></p>
<p>Menanggapi keluhan wali murid dan guru mengenai kualitas menu MBG yang dinilai kurang layak di SD Negeri Bendungrejo, Camat Berbek, Toni Susanto, memberikan klarifikasi saat dihubungi melalui WhatsApp. </p>
<p></p>
<p>Toni mengaku baru mengetahui adanya permasalahan tersebut setelah munculnya laporan dari media.</p>
<p></p>
<p>Menurut Toni, selama ini koordinasi rutin dilakukan melalui grup komunikasi khusus bersama tim SSPG. Namun, ia menyebutkan adanya pembagian wewenang yang spesifik dalam pengawasan program ini. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>BPR Anjuk Ladang Nganjuk Raih Tiga Penghargaan dalam Top BUMD Awards 2026</title>
<link>https://suarajatimpost.com/bpr-anjuk-ladang-nganjuk-raih-tiga-penghargaan-dalam-top-bumd-awards-2026</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/bpr-anjuk-ladang-nganjuk-raih-tiga-penghargaan-dalam-top-bumd-awards-2026</guid>
<description><![CDATA[ Raihan ini merupakan yang kedua bagi BPR Anjuk Ladang. Dari sekitar 1.700 BUMD di seluruh Indonesia yang masuk dalam tahap penilaian, BPR Anjuk Ladang menjadi salah satu dari 248 peraih penghargaan, bahkan berhasil meningkatkan predikatnya. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x580_69ddb391a8a2d.webp" length="33620" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Tue, 14 Apr 2026 10:29:27 +0700</pubDate>
<dc:creator>Kuswanto</dc:creator>
<media:keywords>BPR Anjuk Ladang, Borong Tiga Penghargaan, Top BUMD 2026, Nganjuk</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>NGANJUK, SJP</strong> — PT BPR Anjuk Ladang (Perseroda) kembali mengukir prestasi. Lembaga jasa keuangan yang akrab disapa Bank Anjuk Ladang ini berhasil meraih tiga penghargaan pada ajang Top BUMD Awards 2026.</p>
<p>Ketiga penghargaan tersebut meliputi kategori Top Pembina BUMD yang diraih oleh Bupati Nganjuk, Marhaen Djumadi; Top BUMD Awards 2026 kategori BPR Bintang 4; serta Top CEO BUMD yang diraih oleh Direktur BPR Anjuk Ladang, Nur Kamdani.</p>
<p>Raihan ini merupakan yang kedua bagi BPR Anjuk Ladang. Dari sekitar 1.700 BUMD di seluruh Indonesia yang masuk dalam tahap penilaian, BPR Anjuk Ladang menjadi salah satu dari 248 peraih penghargaan, bahkan berhasil meningkatkan predikatnya.</p>
<p>Pada tahun sebelumnya, BPR Anjuk Ladang meraih predikat Bintang 3. Tahun ini, bank tersebut naik kelas ke predikat Bintang 4 yang berarti "Sangat Baik".</p>
<p>Terdapat berbagai kriteria yang dinilai. Pertama, memiliki pencapaian kinerja, kepemimpinan, maupun manajemen yang baik dan relatif selaras dengan visi BUMD.</p>
<p>Kedua, melakukan inovasi yang didukung oleh teknologi informasi. Ketiga, berperan penting dalam pembangunan ekonomi di daerah. Artinya, secara umum, kombinasi pencapaian kinerja, upaya perbaikan, maupun kontribusi BUMD dianggap sangat baik.</p>
<p>Ajang tahunan tersebut merupakan agenda rutin yang diselenggarakan oleh majalah Top Business bekerja sama dengan Institut Otonomi Daerah (i-OTDA), asosiasi dan konsultan bisnis, perguruan tinggi, serta lembaga lainnya.</p>
<p>Acara penyerahan penghargaan Top BUMD berlangsung di Dian Ballroom, Hotel Raffles, Kuningan, Jakarta Selatan, Senin (13/4/2026). Bupati Nganjuk, Marhaen Djumadi, dan Direktur Utama BPR Anjuk Ladang, Nur Kamdani, menerima langsung penghargaan tersebut.</p>
<p>"Alhamdulillah Kabupaten Nganjuk kembali meraih prestasi. BPR Anjuk Ladang menjadi bukti komitmen dalam memberi layanan terbaik dan solusi terhadap akses jasa keuangan pada masyarakat," kata Bupati Nganjuk, Marhaen Djumadi, Selasa (14/4/2026).</p>
<p>Direktur Utama BPR Anjuk Ladang, Nur Kamdani, menyampaikan terima kasih atas dukungan berbagai pihak, sehingga lembaga jasa keuangan yang ia pimpin sukses meraih penghargaan selama dua tahun berturut-turut.</p>
<p>"Alhamdulillah atas dukungan, arahan, motivasi dan semangat dari bapak bupati maupun wakil bupati BPR Anjuk Ladang kembali meraih prestasi. Ini bukan akhir, melainkan pemacu semangat kami dalam semakin bersemangat dalam bekerja dan melayani masyarakat," tambah Nur Kamdani.</p>
<p>Gelaran Top BUMD Awards tahun 2026 ini mengusung tema ‘Inovasi BUMD dalam Pembangunan Berkelanjutan’. Tema tersebut sejalan dengan visi dan misi Pemerintah Kabupaten Nganjuk di bawah nakhoda kepemimpinan Bupati Marhaen Djumadi dan Wakil Bupati Trihandy Cahyo Saputro.</p>
<p>Bank Anjuk Ladang merupakan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) yang diawasi ketat oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) serta dijamin oleh Lembaga Penjamin Simpanan (LPS).</p>
<p>Berbagai produk jasa keuangan dapat diakses melalui kanal resmi Bank Anjuk Ladang. Informasi lebih lanjut mengenai berbagai produk Bank Anjuk Ladang dapat diperoleh dengan menghubungi customer service melalui WhatsApp di nomor 0813-5029-6060 atau mengunjungi Kantor Pusat di Jalan Prof. Gondo Wardoyo No. 10, Payaman, Nganjuk. <strong>(**)</strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Menu MBG di Kecamatan Berbek Nganjuk Tak Disukai Anak&amp;Anak</title>
<link>https://suarajatimpost.com/menu-mbg-di-kecamatan-berbek-nganjuk-tak-disukai-anak-anak</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/menu-mbg-di-kecamatan-berbek-nganjuk-tak-disukai-anak-anak</guid>
<description><![CDATA[ Tidak sampai disitu, ​kekecewaan siswa ini berdampak pada banyaknya sisa makanan yang tidak dikonsumsi. Guru tersebut membeberkan fakta miris bahwa setiap harinya, sisa makanan siswa bisa memenuhi setengah hingga satu kantong plastik besar. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x580_69dcd4ffba423.webp" length="29176" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 13 Apr 2026 20:19:25 +0700</pubDate>
<dc:creator>Kuswanto</dc:creator>
<media:keywords>MBG, SDN Bandungrejo, dikeluhkan, SPPT Bendungrejo, Camat Berbek Toni Susanto, Kecamatan Brebek, Nganjuk</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>NGANJUK, SJP - </strong>Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kecamatan Berbek, Kabupaten Nganjuk yang diharapkan mampu meningkatkan kecukupan gizi anak sekolah, kini tengah menjadi sorotan. Sejumlah pihak, termasuk tenaga pendidik, mulai menyuarakan ketidakpuasan terkait kualitas dan variasi menu yang diberikan kepada siswa.</p>
<p>​Salah seorang guru di SD Negeri Bendungrejo, yang enggan disebutkan identitas lengkapnya, mengungkapkan, antusiasme siswa terhadap menu MBG kian menurun. Menurutnya, kualitas makanan sempat membaik setelah adanya evaluasi dari pihak camat dan tim Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), namun kondisi tersebut tidak bertahan lama.</p>
<p>​"Dulu sempat ada masalah telur busuk, lalu diperbaiki dan anak-anak sempat suka. Tapi setelah itu kembali lagi, menunya cuma tahu, oseng-oseng, dan nasi. Kalaupun ada ayam, itu cuma potongan kecil bagian sayap," ungkap sang guru saat dihubungi via WhatsApp, Senin (13/4/2026).</p>
<p>Tidak sampai disitu, ​kekecewaan siswa ini berdampak pada banyaknya sisa makanan yang tidak dikonsumsi. Guru tersebut membeberkan fakta miris bahwa setiap harinya, sisa makanan siswa bisa memenuhi setengah hingga satu kantong plastik besar.</p>
<p>​"Petugasnya tadi sampai kaget melihat sisa makanan yang masih utuh di lantai. Saya bilang ke mereka, setiap hari memang begini karena anak-anak tidak suka menunya," tambahnya. </p>
<p>Kondisi ini pun telah didokumentasikan melalui foto dan video sebagai bahan evaluasi bagi pihak penyedia atau SPPG Bendungrejo. </p>
<p>​Ketidakpuasan ini ternyata tidak hanya terjadi di satu sekolah. Guru tersebut mengklaim bahwa banyak sekolah lain di wilayah tersebut yang merasakan hal serupa dan berkeinginan untuk pindah ke penyedia jasa makanan lain yang lebih berkualitas.</p>
<p>Menanggapi keluhan wali murid dan guru mengenai kualitas menu MBG yang dinilai kurang layak di SD Negeri Bendungrejo, Camat Berbek, Toni Susanto dihubungi via WhatsApp memberikan klarifikasi. Toni mengaku baru mengetahui adanya permasalahan tersebut setelah munculnya laporan dari media.</p>
<p>​Menurut Toni, selama ini koordinasi rutin dilakukan melalui grup komunikasi khusus bersama tim SSPG. Namun, ia menyebutkan adanya pembagian wewenang yang spesifik dalam pengawasan program ini.</p>
<p>Pihaknya menekankan bahwa fokus utama pihak kecamatan saat ini sebenarnya berada pada kategori 3B (Ibu Balita, Menyusui, dan Balita non-PAUD) yang berada di bawah koordinasi PPKB.</p>
<p>​"Sebenarnya wewenang kami lebih kepada kelompok 3B. Sementara untuk jenjang SD, SMP, dan SMA, koordinasinya langsung melalui pihak Koramil," jelas Camat Toni. </p>
<p>​Toni menyatakan akan tetap mengambil tindakan responsif atas keluhan yang terjadi di SDN Bendungrejo. Ia mengaku terkejut karena selama ini tidak ada laporan kendala di grup koordinasi internal mereka.</p>
<p>​"Saya cukup kaget karena di grup SPPG selama ini tidak ada laporan masalah. Mungkin karena bidang tugas kami yang berbeda (di 3B). Namun, kami akan segera berkomunikasi dan melakukan klarifikasi dengan kepala SPPG Bendungrejo untuk melihat permasalahan sebenarnya di lapangan," tambahnya.</p>
<p>Sementara itu, Wartawan Suarajatimpost menghubungi Kepala SPPG, Yudik Khoirul Huda. Ketika dihubungi melalui sambungan telepon dan chat melalui WhatsApp, ada notifikasi berdering namun tidak direspon. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>FPMN Sampaikan Aspirasi Soal PTSL, BPN Nganjuk Berikan Klarifikasi</title>
<link>https://suarajatimpost.com/fpmn-sampaikan-aspirasi-soal-ptsl-bpn-nganjuk-berikan-klarifikasi</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/fpmn-sampaikan-aspirasi-soal-ptsl-bpn-nganjuk-berikan-klarifikasi</guid>
<description><![CDATA[ FPMN menyampaikan aspirasi terkait pelaksanaan PTSL di Desa Bandung, sementara BPN Nganjuk menegaskan proses berjalan sesuai ketentuan dan terbuka terhadap masukan. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x580_69dcc240739a6.webp" length="28144" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 13 Apr 2026 18:40:52 +0700</pubDate>
<dc:creator>Kuswanto</dc:creator>
<media:keywords>Program PTSL, FPKB, Ancam Demi, Kantor BPN, Penolakan SK Pokmas, Desa Bandung, Prambon, Nganjuk</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>NGANJUK, SJP – </strong>Ketua Forum Paguyuban Masyarakat Nganjuk (FPMN), Suyadi, mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk lebih aktif dan berani dalam menyuarakan aspirasi serta memperjuangkan hak-haknya terkait kebijakan publik dan keadilan sosial di wilayah Kabupaten Nganjuk.</p>
<p>Suyadi menekankan, serta masyarakat sangat krusial sebagai fungsi kontrol terhadap jalannya roda pemerintahan di tingkat lokal. Ia menilai masih banyak persoalan di masyarakat yang memerlukan pendampingan serius agar mendapatkan solusi yang adil.</p>
<p>Menurut Suyadi, FPMN hadir sebagai wadah bagi masyarakat Desa Bandung Kecamatan Prambon terkait program PTSL yang sudah dikoordinasikan di Badan Pertanahan Nasional (BPN) Nganjuk oleh Kementerian ATR Pusat. Namun, dari koordinasi, Suyadi menyebutkan ada penolakan dari Kades Bandung, dan menunggu keputusan dari BPN. </p>
<p>Saat ini Suyadi merasa aspirasinya tidak tersampaikan atau mengalami kendala dalam mendapatkan hak-haknya. Ia menegaskan bahwa forum yang dipimpinnya siap melakukan aksi demo di Kantor BPN, baik dalam bentuk audiensi dengan pemangku kebijakan</p>
<p>​"Terkait Program PTSL, kami di FPMN berkomitmen untuk terus mengawal setiap keluhan warga. Kita ingin memastikan bahwa tidak ada warga Nganjuk yang merasa ditinggalkan atau tidak mendapatkan keadilan dalam pelayanan publik," ujar Suyadi dengan tegas, Senin (13/4/2026).</p>
<p>​Terkait dengan berbagai isu PTSL di Nganjuk, Suyadi memberikan catatan agar BPN lebih transparan dalam pelaksanaan program PTSL. Menurutnya, kritik yang disampaikan oleh paguyuban bukanlah bentuk perlawanan, melainkan kontribusi konstruktif agar program ini benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat khususnya di Desa Bandung</p>
<p>"Sudah tak sampaikan, baik berupa surat dan WhatsApp Kepala Desa Bandung, Saya tunggu jawaban hari ini, kalau tidak ada sidak dari BPN ke Pemdes Bandung terkait pembuatan SK Pokmas, maka kami akan melakukan aksi demo di Kantor BPN," tegasnya.</p>
<p>​Menanggapi aksi penyampaian aspirasi yang dilakukan oleh Forum Paguyuban Masyarakat Nganjuk (FPMN), Kepala Kantor Pertanahan (BPN) Kabupaten Nganjuk, Suwono, memberikan klarifikasi resmi terkait pelaksanaan program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) di Desa Bandung, Kecamatan Prambon.</p>
<p>​Dalam keterangannya, Suwono menegaskan bahwa pihak BPN sangat terbuka terhadap masukan masyarakat dan berkomitmen untuk menjalankan program strategis nasional tersebut sesuai dengan koridor hukum yang berlaku.</p>
<p>​​Terkait tuntutan FPMN mengenai dugaan kendala dalam sertifikasi tanah di Desa Bandung, Suwono menjelaskan bahwa setiap berkas yang masuk ke BPN harus melalui proses verifikasi yang ketat. Hal ini dilakukan untuk memastikan tidak ada sengketa atau tumpang tindih lahan di kemudian hari.</p>
<p>​"Kami telah menerima aspirasi dari rekan-rekan FPMN. Terkait persoalan di Desa Bandung, kami pastikan bahwa BPN bekerja berdasarkan data yuridis dan fisik yang ada. Jika ada berkas yang masih dalam proses, itu dikarenakan ada aspek kelengkapan administrasi yang harus dipenuhi sesuai aturan," ujar Suwono.</p>
<p>​​Suwono membantah adanya upaya penghambatan dalam program PTSL. Sebaliknya, ia menyatakan bahwa BPN Nganjuk terus berupaya melakukan percepatan agar masyarakat segera mendapatkan kepastian hukum atas hak atas tanah mereka. Ia juga mengimbau masyarakat untuk berkomunikasi secara langsung melalui saluran resmi jika menemukan kendala di lapangan.</p>
<p>​"PTSL adalah program prioritas untuk rakyat. Kami tidak ingin ada celah yang merugikan masyarakat. Kami akan melakukan kroscek kembali terhadap poin-poin yang disampaikan oleh perwakilan paguyuban tadi untuk melihat di mana sumbatannya," tambahnya.<strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Strategi Disporabudpar Nganjuk Dongkrak PAD di Tengah Efisiensi dan Persaingan Wisata Swasta</title>
<link>https://suarajatimpost.com/strategi-disporabudpar-nganjuk-dongkrak-pad-di-tengah-efisiensi-dan-persaingan-wisata-swasta</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/strategi-disporabudpar-nganjuk-dongkrak-pad-di-tengah-efisiensi-dan-persaingan-wisata-swasta</guid>
<description><![CDATA[ Dinas Kepemudaan, Olahraga, Kebudayaan, dan Pariwisata (Disporabudpar) Kabupaten Nganjuk menyiapkan sejumlah strategi khusus untuk mendongkrak Pendapatan Asli Daerah (PAD). ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x580_69dcb15c7c7c1.webp" length="32056" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 13 Apr 2026 17:21:29 +0700</pubDate>
<dc:creator>Kuswanto</dc:creator>
<media:keywords>Dinas Disporabudpar Nganjuk, efisiensi anggaran, Wisata Nganjuk, pengelolaan wisata, PAD, Dua Museum, Nganjuk</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>NGANJUK,SJP – </strong>Sektor pariwisata di Kabupaten Nganjuk kini tengah menghadapi tantangan ganda, yakni, kebijakan efisiensi anggaran daerah serta ketatnya persaingan dengan destinasi wisata yang dikelola oleh pihak swasta maupun desa.</p>
<p>Menanggapi hal tersebut, Dinas Kepemudaan, Olahraga, Kebudayaan, dan Pariwisata (Disporabudpar) Kabupaten Nganjuk menyiapkan sejumlah strategi khusus untuk mendongkrak Pendapatan Asli Daerah (PAD).</p>
<p>​Kepala Disporabudpar Nganjuk, Gunawan Widagdo, mengakui bahwa saat ini objek wisata milik pemerintah daerah harus bergerak lebih lincah di tengah keterbatasan.</p>
<p>​"Kita memang berjalan dalam kondisi efisiensi sesuai kebijakan pimpinan. Di sisi lain, kita juga bersaing dengan wisata swasta dan desa yang lajunya sangat kuat," ujar Gunawan saat ditemui di ruang kerjanya, Senin (13/4/2026).</p>
<p>Gunawan Widagdo mengungkapkan, ​salah satu kendala utama yang dihadapi wisata daerah adalah keterikatan pada Peraturan Daerah (Perda) mengenai retribusi tiket masuk. </p>
<p>Gunawan mencontohkan objek wisata Jolotundo yang tidak menerapkan tiket masuk, sehingga mampu menarik trafik pengunjung yang sangat tinggi dibandingkan wisata daerah, seperti Roro Kuning yang wajib menarik retribusi.</p>
<p>​Alih-alih menganggap swasta sebagai lawan, Disporabudpar memilih jalan kolaborasi. Gunawan mengungkapkan pihaknya telah mengundang para pelaku wisata, termasuk pengelola Jolotundo, untuk berinvestasi di objek wisata milik pemerintah.</p>
<p>​"Kami tawarkan kolaborasi, bukan <em>take over</em>. Salah satu yang sedang dijajaki adalah pembangunan resto seperti 'Sedudo Waterfall Breeze' di kawasan Sedudo. Harapannya, daya tarik kuliner dari pihak swasta ini bisa meningkatkan trafik pengunjung yang otomatis juga menyumbang PAD lewat tiket masuk," jelasnya.</p>
<p>​Selain kolaborasi, Disporabudpar juga merespons keluhan masyarakat mengenai harga tiket yang dianggap terlalu mahal. Dalam tinjauan terbaru Perda Pajak dan Retribusi, diputuskan adanya penurunan harga tiket masuk dari Rp15.000 menjadi Rp10.000.</p>
<p>​"Meski secara hitungan awal ada penurunan pendapatan per tiket, namun target kita adalah volume. Jika harga lebih terjangkau, jumlah wisatawan yang datang akan lebih banyak. Itulah tolok ukur keberhasilan pariwisata kita," tambah Gunawan.</p>
<p>​Menurut Gunawan, saat ini Disporabudpar mengelola lima destinasi utama. Di antaranya, ​Air Terjun Sedudo, ​Roro Kuning, ​Wisata Sri Tanjung dan ​Goa Margoretno.</p>
<p>​Selain itu, pemerintah juga tengah merintis pengembangan potensi di Putri Ayu dan inisiasi wisata di kawasan Semantok. Meski terkendala anggaran pemeliharaan yang tidak semaksimal kondisi normal, Gunawan menegaskan pihaknya tetap berupaya menjaga agar objek wisata daerah tetap layak kunjung dan tidak "kolaps".</p>
<p>​"Kami berusaha semaksimal mungkin agar tidak ada objek wisata yang sepi peminat. Inovasi dan kolaborasi adalah kunci agar pariwisata Nganjuk tetap eksis di tengah masa efisiensi ini," tandasnya.</p>
<p>Disinggung pemasukan PAD melalui sektor pariwisata, Gunawan Widagdo, memberikan apresiasi dan pernyataan resmi terkait tren positif PAD dari sektor pariwisata yang berhasil menembus angka di atas Rp1 miliar. Meskipun 5 tahun kedepan sangat berat</p>
<p>​"Perlu kami sampaikan bahwa angka ini tidak diraih dengan mudah. Jika melihat ke belakang, selama lima tahun terakhir ini, grafik pertumbuhan kita memang dirasakan sangat berat untuk naik, hingga keterbatasan anggaran pemeliharaan menjadi faktor utama yang menghambat laju pendapatan kita selama ini," ucapnya.</p>
<p>Selain mengandalkan destinasi alam, Disporabudpar kini mulai melirik potensi wisata sejarah dan purbakala sebagai sumber PAD baru. </p>
<p>Salah satu yang menjadi sorotan adalah keberadaan artefak purba di Desa Tritik serta jejak sejarah tokoh buruh nasional, Marsinah.</p>
<p>​Gunawan mengungkap, saat ini koleksi fosil purba atau yang dikenal masyarakat sebagai "Museum Gajah" di Desa Tritik, Kecamatan Rejoso, masih dikelola secara swadaya oleh pemerintah desa setempat. </p>
<p>Pendapatan yang dihasilkan pun saat ini sepenuhnya masih masuk ke kas desa sebagai bentuk pemberdayaan masyarakat lokal.</p>
<p>​"Saat ini memang masih dikelola oleh pihak desa sebagai sumber pemasukan mereka. Namun, ke depannya kami memproyeksikan situs purbakala di Tritik dan juga situs Marsinah untuk masuk dalam pengelolaan daerah guna menyumbang PAD Nganjuk," ujar Gunawan.</p>
<p>Meskipun sudah masuk dalam rencana jangka panjang, Gunawan menegaskan bahwa proses transisi pengelolaan dari desa ke daerah akan dilakukan secara cermat dengan tetap memperhatikan hak-hak desa.</p>
<p>​"Langkah ini bertujuan agar koordinasi pengembangan fasilitas, promosi, hingga perlindungan benda cagar budaya tersebut bisa lebih terintegrasi. Dengan manajemen yang lebih kuat, kita optimis sektor ini akan memberikan kontribusi signifikan bagi pendapatan daerah di masa depan," pungkasnya. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Sinergi TNI dan Rakyat Bangun Jembatan Perintis Garuda Tahap III di Loceret</title>
<link>https://suarajatimpost.com/sinergi-tni-dan-rakyat-bangun-jembatan-perintis-garuda-tahap-iii-di-loceret</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/sinergi-tni-dan-rakyat-bangun-jembatan-perintis-garuda-tahap-iii-di-loceret</guid>
<description><![CDATA[ Pembangunan jembatan ini menjadi titik krusial untuk menghubungkan akses mobilitas antara Dusun Genjeng dengan Dusun Jampes, yang selama ini terpisah oleh aliran Sungai Kali Jurog. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x580_69db912c6a687.webp" length="89236" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sun, 12 Apr 2026 20:45:33 +0700</pubDate>
<dc:creator>Kuswanto</dc:creator>
<media:keywords>Pembangunan Jembatan, Jembatan Perintis Garuda, tahap 3, Kodim 0810 Nganjuk, Desa Genjeng, Loceret, Nganjuk</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>NGANJUK, SJP</strong> – Upaya percepatan infrastruktur di wilayah pelosok kembali ditunjukkan oleh jajaran Kodim 0810/Nganjuk. Terhitung sejak Selasa (07/04/2026), personel TNI bersama warga memulai pengerjaan fisik Jembatan Cable Statis Perintis Garuda Tahap III yang membentang di atas Sungai Kali Jurog, Desa Genjeng, Kecamatan Loceret, Kabupaten Nganjuk.</p>
<p>​Berdasarkan data teknis di lapangan, jembatan gantung ini dirancang untuk mengatasi bentang sungai selebar 15 meter dengan kedalaman mencapai 2 meter. Adapun spesifikasi bangunan, ​Panjang Jembatan 18 meter, ​Lebar Jembatan: 1,8 meter.</p>
<p>Pembangunan jembatan ini menjadi titik krusial untuk menghubungkan akses mobilitas antara Dusun Genjeng dengan Dusun Jampes, yang selama ini terpisah oleh aliran Sungai Kali Jurog. Proyek ini diproyeksikan memberikan manfaat langsung bagi 635 jiwa atau sekitar 275 Kepala Keluarga (KK) di wilayah tersebut.</p>
<p>​Dandim 0810/Nganjuk, Letkol Arh M. Taufan Yudha Bakti, memberikan perhatian penuh terhadap dimulainya pengerjaan infrastruktur vital ini. Ia menegaskan bahwa aspek utama dalam kesuksesan proyek ini bukan sekadar pada teknis bangunan, melainkan pada kolaborasi manusia di lapangan.</p>
<p>​"Kami menekankan bahwa proses pembangunan ini mengedepankan semangat kemanunggalan TNI dengan rakyat. Keterlibatan aktif masyarakat bersama prajurit di lapangan adalah kunci kekuatan kita," tegas Dandim Letkol Arh M. Taufan Yudha Bakti. Minggu (12/4/2026) </p>
<p>​Menurutnya, pengerjaan jembatan ini merupakan wujud nyata kepedulian TNI terhadap kesulitan rakyat di wilayah pelosok. </p>
<p>"Gotong royong ini bukan hanya mempercepat pembangunan, tetapi juga mempererat silaturahmi, menumbuhkan rasa memiliki, dan menjadi bukti bahwa TNI akan selalu hadir memberikan solusi bagi masyarakat," tambahnya.</p>
<p>​Saat ini, pengerjaan masih difokuskan pada tahap penggalian fondasi dan penyiapan angkur kabel di tepian sungai dengan tetap memperhatikan faktor keamanan dan cuaca.(*) </p>
<p><strong>Editor: Danu </strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Geger! Penemuan Jasad Pria di Sungai Kuncir Ngetos, Ternyata Warga Berbek yang Hanyut</title>
<link>https://suarajatimpost.com/geger-penemuan-jasad-pria-di-sungai-kuncir-ngetos-ternyata-warga-berbek-yang-hanyut</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/geger-penemuan-jasad-pria-di-sungai-kuncir-ngetos-ternyata-warga-berbek-yang-hanyut</guid>
<description><![CDATA[ Korban diketahui berinisial AR (35), warga Desa Salamrojo, Kecamatan Berbek, yang sebelumnya dilaporkan meninggalkan rumah. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x580_69db64a31d4fc.webp" length="48914" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sun, 12 Apr 2026 17:27:28 +0700</pubDate>
<dc:creator>Kuswanto</dc:creator>
<media:keywords>Penemuan Mayat di Sungai Kuncir, mayat, jasad pria, warga grebek, Polres Nganjuk, Nganjuk</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>NGANJUK, SJP</strong> – Warga yang bermukim di sekitar bantaran Sungai Kuncir, Kecamatan Ngetos dikejutkan penemuan sesosok mayat laki-laki yang tersangkut di bebatuan sungai pada Minggu (12/04/2026) pagi. Korban diketahui berinisial AR (35), warga Desa Salamrojo, Kecamatan Berbek, yang sebelumnya dilaporkan hilang.</p>
<p>Peristiwa ini pertama kali diketahui oleh Sukamto, seorang pemilik warung di pinggir sungai, sekitar pukul 05.15 WIB. Saat hendak membuka warung dan melakukan rutinitas bersih-bersih, pandangannya tertuju pada objek mencurigakan yang tersangkut di tengah aliran sungai.</p>
<p>​"Saya melihat sesuatu menyerupai tubuh manusia tanpa busana yang menyangkut di bebatuan. Setelah dipastikan bahwa itu adalah mayat, saksi segera menghubungi rekannya, Agus Wiyanto," ungkap Sukamto</p>
<p>​Kasi Humas Polres Nganjuk, Iptu Fajar Kurniadi, membenarkan laporan penemuan jasad tersebut. Menurutnya, laporan diterima dari warga sesaat setelah saksi mata melihat adanya tubuh manusia yang tersangkut di bebatuan sungai.</p>
<p>​"Benar, pagi tadi sekitar pukul 05.15 WIB, Polsek Ngetos menerima laporan terkait penemuan mayat di Sungai Kuncir. Petugas langsung menuju lokasi untuk melakukan olah TKP dan mengevakuasi korban," ujar Iptu Fajar.</p>
<p>​Iptu Fajar menjelaskan bahwa setelah dievakuasi, jenazah langsung dibawa ke RS Bhayangkara Nganjuk untuk proses identifikasi lebih lanjut. Tim Inafis Polres Nganjuk menggunakan metode pemeriksaan sidik jari untuk memastikan jati diri korban.</p>
<p>​"Dari hasil pemeriksaan tim Inafis, diketahui identitas korban adalah Abdur Rohman (35), warga Dusun/Desa Salamrojo, Kecamatan Berbek. Korban berprofesi sebagai wiraswasta," jelasnya.</p>
<p>​Berdasarkan koordinasi dengan pihak keluarga dan keterangan saksi-saksi, diketahui bahwa korban memiliki riwayat gangguan jiwa. Korban dilaporkan meninggalkan rumah sejak Sabtu sore, 11 April 2026.</p>
<p>​Iptu Fajar menambahkan bahwa pemeriksaan medis awal tidak menunjukkan adanya tanda-tanda kekerasan yang mencurigakan pada tubuh korban. Kematian diduga kuat murni akibat terseret arus sungai (hanyut).</p>
<p>​"Pihak keluarga, dalam hal ini ayah korban, telah mengonfirmasi identitas tersebut. Keluarga juga menyatakan keberatan untuk dilakukan otopsi dan sudah membuat surat pernyataan menerima kejadian ini sebagai musibah murni," pungkas Iptu Fajar.</p>
<p>​Saat ini jenazah telah diserahkan kepada pihak keluarga di Kecamatan Berbek untuk proses pemakaman. Pihak kepolisian tetap mengimbau masyarakat untuk selalu waspada, terutama saat beraktivitas di sekitar aliran sungai. (*) </p>
<p>Editor: Danu </p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Warga Warujayeng Pilih Bayar Pajak di Gerai Lokal Ketimbang di Bank Jatim, Faktor Kebiasaan dan Keamanan Jadi Alasan</title>
<link>https://suarajatimpost.com/warga-warujayeng-pilih-bayar-pajak-di-gerai-lokal-ketimbang-di-bank-jatim-faktor-kebiasaan-dan-keamanan-jadi-alasan</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/warga-warujayeng-pilih-bayar-pajak-di-gerai-lokal-ketimbang-di-bank-jatim-faktor-kebiasaan-dan-keamanan-jadi-alasan</guid>
<description><![CDATA[ di balik antusiasme warga dalam memenuhi kewajiban mereka, Kepala Kelurahan Warujayeng juga menyoroti adanya risiko logistik, terutama terkait penanganan uang tunai dalam jumlah besar ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x580_69d8858e202ae.webp" length="34408" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Fri, 10 Apr 2026 13:00:45 +0700</pubDate>
<dc:creator>Kuswanto</dc:creator>
<media:keywords>Bayar pajak, antrian warga, Kantor Kelurahan Warujayeng, gerai lokal, musim panen, resiko uang besar, Nganjuk</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>NGANJUK, SJP</strong> — Kantor Kelurahan Warujayeng, Kabupaten Nganjuk, kini menjadi pusat kesibukan dalam upaya memobilisasi setoran Pajak Bumi dan Bangunan (PBB). Namun, di balik antusiasme warga memenuhi kewajiban perpajakan, Kepala Kelurahan Warujayeng menyoroti adanya risiko logistik yang signifikan, terutama terkait penanganan uang tunai dalam jumlah besar.</p>
<p>Lurah Warujayeng, Okky Rio, menyatakan bahwa penanganan dana tunai di lingkungan kantor kelurahan membawa tantangan tersendiri dalam aspek keamanan dan akurasi administrasi. Hal ini dipicu oleh mayoritas warga yang masih mengandalkan transaksi tunai dibandingkan metode digital atau perbankan.</p>
<p>"Warga masyarakat lebih memilih membayar PBB di sini ketimbang di Bank Jatim. Alasan mereka karena antrean di sana, dan itu menjadi tantangan buat kami karena risiko uang besar. Kalau terjadi apa-apa, siapa yang bertanggung jawab?" keluh Okky, Jumat (10/4/2026).</p>
<p>Berdasarkan pantauan di lapangan, salah satu titik pembayaran pajak di Kelurahan Warujayeng menunjukkan aktivitas administrasi yang cukup padat. Petugas di lokasi menjelaskan bahwa mekanisme yang diterapkan adalah sistem penagihan (billing) kolektif.</p>
<p>"Kami di sini sistemnya billing. Jadi data dikumpulkan, lalu disetorkan ke Bank Jatim dalam bentuk tagihan yang sudah terdata," ujar Lukman, salah satu petugas di Kelurahan Warujayeng.</p>
<p>Menurut Lukman, meski Bank Jatim sebelumnya sempat menempatkan perwakilan fisik di lokasi tersebut, saat ini operasionalnya telah digantikan oleh perwakilan dari Bapenda Provinsi. </p>
<p>Fenomena menarik yang muncul adalah keresahan warga jika harus membawa uang tunai dalam jumlah besar atau mengelola pembayaran secara mandiri melalui kanal daring.</p>
<p>Terkait volume pembayaran, tingkat kunjungan warga di gerai ini sangat fluktuatif dan bergantung pada musim. Pada musim panen, jumlah wajib pajak melonjak drastis dengan nilai nominal yang bervariasi.</p>
<p>"Kalau saat musim panen, nominalnya bisa besar. Kadang satu orang bisa membayar hingga jutaan rupiah, tergantung jumlah SPPT (Surat Pemberitahuan Pajak Terutang) yang mereka bawa," jelasnya.</p>
<p>Lukman menambahkan, meskipun total perputaran uang pajak di wilayah tersebut diproyeksikan mencapai Rp1,5 miliar, realisasi pembayarannya sering kali tidak menentu. Banyak warga yang baru melunasi tunggakan pajak setelah mendapatkan hasil dari lahan pertanian mereka.</p>
<p>"Ini kan musim panen, jadi terkadang yang hadir di sini ada 10 orang, dan itu pun bervariasi nilai pembayarannya. Terkadang satu SPPT bisa sampai jutaan rupiah," kata Lukman.</p>
<p>Salah satu warga Warujayeng yang enggan disebutkan identitasnya mengungkapkan bahwa faktor efisiensi waktu menjadi alasan utama enggan membayar langsung ke Bank Jatim. Baginya, prosedur di bank sering kali memakan waktu lama akibat antrean panjang, terutama saat jam sibuk atau mendekati masa jatuh tempo.</p>
<p>"Kalau di kelurahan lebih cepat, tidak perlu antre panjang seperti di bank," ujar warga tersebut saat ditemui di lokasi.i</p>
<p>Saat dikonfirmasi, pihak Bank Jatim memaparkan adanya perubahan struktur organisasi yang memengaruhi titik layanan di wilayah tersebut.</p>
<p>Unit layanan yang sebelumnya beroperasi di dekat Samsat Warujayeng kini telah mengalami peningkatan status administratif.</p>
<p>"Dulu memang ada di dekat Samsat, itu statusnya Kantor Kas. Sekarang kami sudah berkembang dan beralih menjadi Kantor Cabang Pembantu (Capem)," jelas Dwi, petugas layanan Bank Jatim saat ditemui. </p>
<p>Menurut dia, peningkatan status dari Kantor Kas menjadi Kantor Cabang Pembantu tersebut diharapkan dapat memperluas cakupan layanan perbankan bagi masyarakat, meski di sisi lain terdapat penyesuaian lokasi koordinasi bagi wajib pajak.</p>
<p>Namun, terkait rincian mekanisme koordinasi pembayaran pajak dan solusi atas antrean panjang yang dikeluhkan warga, pihak Bank Jatim menyatakan bahwa pemberian informasi resmi harus melalui prosedur birokrasi internal perusahaan.</p>
<p>"Karena ini menyangkut instansi, saya tidak bisa memutuskan sendiri. Hal ini harus dikoordinasikan lebih lanjut ke tingkat atasan atau pimpinan cabang," pungkasnya. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Polres Nganjuk Gelar Pemeriksaan Kesehatan Berkala bagi Pemegang Senjata Api</title>
<link>https://suarajatimpost.com/polres-nganjuk-gelar-pemeriksaan-kesehatan-berkala-bagi-pemegang-senjata-api</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/polres-nganjuk-gelar-pemeriksaan-kesehatan-berkala-bagi-pemegang-senjata-api</guid>
<description><![CDATA[ Pemeriksaan ini meliputi tes fisik, tes urin, serta Tes MMPI (Minnesota Multiphasic Personality Inventory) sebagai syarat dalam pengajuan izin pinjam pakai senpi sesuai pedoman dan mekanisme yang berlaku di lingkungan Polri. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x580_69d796c27513f.webp" length="47910" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 09 Apr 2026 23:02:04 +0700</pubDate>
<dc:creator>Kuswanto</dc:creator>
<media:keywords>Test kesehatan, pemeriksaan kesehatan, anggota polri, test fisik, kesehatan mental, pemegang senpi, Polres Nganjuk, Nganjuk</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>NGANJUK, SJP -</strong> Dalam upaya menjaga profesionalisme dan kesiapan prima jajarannya, Polres Nganjuk melakukan pemeriksaan kesehatan berkala 64 personelnya, Kamis (9/4/2026).</p>
<p>Kegiatan yang berlangsung intensif ini bertujuan untuk mendeteksi dini kondisi kesehatan para anggota, baik secara fisik maupun mental yang merupakan calon maupun pemegang senjata api (senpi) organik Polri di Aula Tantya Sudhirajati Polres Nganjuk. </p>
<p>Pemeriksaan ini meliputi tes fisik, tes urin, serta Tes MMPI (Minnesota Multiphasic Personality Inventory) sebagai syarat dalam pengajuan izin pinjam pakai senpi sesuai pedoman dan mekanisme yang berlaku di lingkungan Polri.</p>
<p>Kegiatan ini dilaksanakan sebagai bentuk pengawasan dan pengendalian terhadap penggunaan senpi organik Polri, guna memastikan bahwa setiap personel yang memegang senjata api benar-benar memenuhi standar kesehatan jasmani dan rohani serta memiliki stabilitas psikologis yang baik.</p>
<p>Kapolres Nganjuk AKBP Suria Miftah Irawan menegaskan bahwa pemeriksaan ini merupakan langkah preventif untuk menjamin keamanan dalam penggunaan senpi oleh anggota.</p>
<p>“Pemeriksaan ini sangat penting untuk memastikan bahwa setiap personel yang memegang senjata api dalam kondisi sehat secara fisik maupun mental, sehingga dapat digunakan secara profesional, proporsional, dan bertanggung jawab,” ujarnya.</p>
<p>Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan dapat meminimalisasi potensi penyalahgunaan senpi serta meningkatkan disiplin dan profesionalisme anggota Polri dalam menjalankan tugas di lapangan.</p>
<p>Di lapangan, personel mengikuti serangkaian tahapan pemeriksaan mulai dari pengecekan kondisi kesehatan umum, tes urin untuk mendeteksi penyalahgunaan zat terlarang, hingga tes MMPI yang bertujuan untuk mengukur aspek kepribadian dan kesehatan mental anggota.</p>
<p>Ketua Tim Biddokkes Polda Jatim, Iptu dr. Galih Bayu Prakoso, menjelaskan bahwa pemeriksaan ini dilakukan secara menyeluruh untuk menilai kelayakan personel dalam memegang senjata api.</p>
<p>“Pemeriksaan meliputi tes fisik untuk melihat kondisi kesehatan umum, tes urin guna memastikan tidak adanya penyalahgunaan narkoba, serta tes MMPI untuk menilai stabilitas emosi, kepribadian, dan potensi gangguan psikologis. Tujuannya agar senjata api hanya dipegang oleh personel yang benar-benar layak dan tidak berpotensi menimbulkan risiko,” jelasnya.</p>
<p>Kegiatan ini diharapkan mampu meningkatkan pengawasan internal serta menjamin penggunaan senpi organik Polri tetap sesuai prosedur, demi menjaga keamanan dan kepercayaan masyarakat terhadap institusi Polri. <strong>(**)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Inspektorat Nganjuk Sidak Desa Ngringin, Dalami PTSL dan Pembangunan Fisik</title>
<link>https://suarajatimpost.com/inspektorat-nganjuk-sidak-desa-ngringin-dalami-ptsl-dan-pembangunan-fisik</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/inspektorat-nganjuk-sidak-desa-ngringin-dalami-ptsl-dan-pembangunan-fisik</guid>
<description><![CDATA[ Inspektorat Kabupaten Nganjuk melakukan sidak di Desa Ngringin untuk mendalami administrasi dan pelaksanaan PTSL 2023 serta pembangunan fisik desa. Audit ditegaskan sebagai agenda rutin tanpa kaitan dengan pelimpahan kasus hukum. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x580_69d7939391f48.webp" length="31572" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 09 Apr 2026 21:12:15 +0700</pubDate>
<dc:creator>Kuswanto</dc:creator>
<media:keywords>Sidak ndadak, Inspektorat, Desa Ngringin, verifikasi data, Program PTSL 2023, Dor to door, Desa Ngringin, Lengkong, Nganjuk</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p data-start="223" data-end="560"><strong>NGANJUK, SJP –</strong> Tim Inspektorat Kabupaten Nganjuk melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke Balai Desa Ngringin, Kamis (9/4/2026), sejak pagi hingga malam hari.</p>
<p data-start="223" data-end="560">Kunjungan tanpa pemberitahuan ini dilakukan untuk mendalami pelaksanaan pembangunan infrastruktur desa dan program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) tahun anggaran 2023.</p>
<p data-start="562" data-end="720">Sidak tersebut menyasar sejumlah kegiatan, di antaranya pembangunan jalan rabat beton, pengadaan pos kamling, serta administrasi dan pelaksanaan program PTSL.</p>
<p data-start="722" data-end="979">Berdasarkan pantauan di lapangan, tim auditor tidak hanya memeriksa dokumen administrasi di kantor desa, tetapi juga melakukan verifikasi langsung kepada warga. Sekitar 25 hingga 30 warga didatangi di rumah masing-masing sebagai bagian dari metode sampling.</p>
<p data-start="981" data-end="1157">Bayan (Kepala Dusun) Desa Ngringin, Heri Kurniadi, mengatakan tim auditor yang berjumlah tiga orang mulai melakukan pemeriksaan sekitar pukul 09.00 WIB hingga menjelang Magrib.</p>
<p data-start="1159" data-end="1320">“Mereka melakukan verifikasi data dan pelaksanaan di lapangan terkait program PTSL yang mencakup kurang lebih 900 bidang tanah,” ujar Heri kepada Suarajatimpost.</p>
<p data-start="1322" data-end="1594">Ia menjelaskan, sidak kali ini berlangsung lebih intensif dibanding pemeriksaan rutin yang biasanya didahului surat pemberitahuan dari kecamatan. Tim Inspektorat yang dipimpin Mariana dan Anas meminta data seluruh peserta PTSL serta melakukan pengecekan langsung ke warga.</p>
<p data-start="1596" data-end="1691">“Ada sekitar 25 sampai 30 rumah warga yang menjadi sampel untuk dimintai keterangan,” imbuhnya.</p>
<p data-start="1693" data-end="1904">Pendalaman dilakukan di tiga dusun, yakni Dusun Ngringin, Dusun Gempol, dan Dusun Sumberjo. Terkait biaya PTSL, Heri menegaskan bahwa besaran yang disepakati adalah Rp500 ribu per bidang tanpa pungutan tambahan.</p>
<p data-start="1906" data-end="2014">“Memang kesepakatannya Rp500 ribu per bidang dan tidak ada biaya tambahan lain yang saya ketahui,” tegasnya.</p>
<p data-start="2016" data-end="2217">Selain PTSL, pemeriksaan juga menyentuh beberapa kegiatan pembangunan fisik desa. Namun, fokus utama tetap pada kelengkapan administrasi, terutama setelah meninggalnya ketua panitia PTSL desa setempat.</p>
<p data-start="2219" data-end="2427">Sementara itu, Auditor Inspektorat Kabupaten Nganjuk, Anas Nasrulloh, saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp menyatakan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari Program Kerja Pengawasan Tahunan (PKPT).</p>
<p data-start="2429" data-end="2567">“Kehadiran tim di Desa Ngringin adalah agenda audit rutin. Fokusnya pada tertib administrasi serta penggunaan dana desa,” ujarnya singkat.</p>
<p data-start="2569" data-end="2691">Ia juga membantah kabar yang menyebut sidak tersebut merupakan tindak lanjut dari pelimpahan perkara oleh pihak kejaksaan.</p>
<p data-start="2693" data-end="2795">“Tidak ada pelimpahan. Ini murni sidak rutin tahunan, tidak ada kaitannya dengan kejaksaan,” tegasnya.</p>
<p data-start="2693" data-end="2795"><strong data-start="2797" data-end="2818">Pemdes Kooperatif</strong></p>
<p data-start="2820" data-end="3002">Kepala Desa Ngringin, Ika Agustina, menyambut baik kedatangan tim Inspektorat. Ia memastikan pemerintah desa bersikap kooperatif dan telah menyiapkan seluruh dokumen yang dibutuhkan.</p>
<p data-start="3004" data-end="3127">“Kami terbuka terhadap audit ini. Justru ini menjadi bahan evaluasi agar administrasi desa semakin baik ke depan,” ujarnya.</p>
<p data-start="3129" data-end="3243">Menurut Ika, pemeriksaan mencakup pekerjaan rabat beton, pengadaan dua pos kamling, serta program PTSL tahun 2023.</p>
<p data-start="3245" data-end="3339">Ia berharap audit tersebut dapat meningkatkan transparansi dan akuntabilitas pembangunan desa.</p>
<p data-start="3341" data-end="3475">“Harapannya, pembangunan di Desa Ngringin semakin transparan dan memberikan dampak positif bagi kesejahteraan masyarakat,” pungkasnya. <strong>(*)</strong></p>
<p data-start="3341" data-end="3475"><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Ratusan Polisi di Nganjuk Amankan Jalur Massa IKSPI Kera Sakti</title>
<link>https://suarajatimpost.com/ratusan-polisi-di-nganjuk-amankan-jalur-massa-ikspi-kera-sakti</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/ratusan-polisi-di-nganjuk-amankan-jalur-massa-ikspi-kera-sakti</guid>
<description><![CDATA[ Berdasarkan pantauan di lapangan, sejumlah petugas kepolisian yang mengenakan rompi taktis tampak melakukan pemeriksaan ketat terhadap para pengendara motor yang melintas ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x580_69d772aaf2a6f.webp" length="77554" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 09 Apr 2026 17:59:25 +0700</pubDate>
<dc:creator>Kuswanto</dc:creator>
<media:keywords>Pengamanan jalur, IKAPI, Perbatasan Nganjuk, Personil Polres Nganjuk, pengendara motor, Nganjuk</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>NGANJUK, SJP - </strong>Guna menjamin keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas), Polres Nganjuk menyiagakan ratusan personel dalam rangka pengamanan jalur yang dilalui oleh massa perguruan silat IKSPI Kera Sakti di Padepokan Pusat IKSPI Desa Buduran, Kecamatan Wonoasri, Kabupaten Madiun. Langkah ini diambil untuk mengantisipasi potensi gesekan serta memastikan kelancaran arus lalu lintas di sepanjang jalur utama Kabupaten Nganjuk.</p>
<p>Berdasarkan pantauan di lapangan, sejumlah petugas kepolisian yang mengenakan rompi taktis tampak melakukan pemeriksaan ketat terhadap para pengendara motor yang melintas. Tidak hanya memantau pergerakan massa, petugas juga melakukan pemeriksaan terhadap kelengkapan surat kendaraan memastikan pengendara mematuhi aturan lalu lintas, pada Kamis (9/4/2026).</p>
<p>Pengamanan dilaksanakan dengan metode SREG (Stop, Riksa, Edukasi dan Geledah) di beberapa titik, di antaranya perbatasan Kertosono, depan Mapolres Nganjuk, dan perbatasan Wilangan. Selain itu, Polres Nganjuk juga menurunkan tim patroli mobiling untuk mengawal rombongan yang melintas serta meminimalisasi potensi gesekan dengan masyarakat sepanjang jalur yang dilalui.</p>
<p>Kapolres Nganjuk AKBP Suria Miftah Irawan menyampaikan, pengamanan ini merupakan bentuk komitmen Polri dalam menjaga situasi kamtibmas tetap kondusif, khususnya pada kegiatan yang melibatkan massa dalam jumlah besar.</p>
<p>“Kami mengedepankan langkah preventif melalui penyekatan dan patroli untuk memastikan seluruh rangkaian kegiatan berjalan aman, tertib, dan lancar tanpa menimbulkan gangguan di wilayah hukum Polres Nganjuk,” ujarnya.</p>
<p>Kegiatan pengamanan sendiri telah dimulai sejak Rabu malam dengan menempatkan personel di sejumlah titik rawan yang dilalui rombongan. Hal ini dilakukan sebagai langkah antisipasi dini terhadap potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat.</p>
<p>Dengan kehadiran petugas di lapangan, diharapkan dapat memberikan rasa aman bagi masyarakat serta mencegah terjadinya konflik maupun pelanggaran lalu lintas selama berlangsungnya kegiatan pengesahan warga baru IKSPI Kera Sakti.</p>
<p>Kabag Ops Polres Nganjuk menambahkan bahwa seluruh personel telah diberikan arahan untuk bertindak humanis namun tetap tegas dalam pelaksanaan tugas di lapangan.</p>
<p>“Seluruh anggota kami instruksikan untuk mengedepankan pendekatan persuasif, namun tetap melakukan penindakan apabila ditemukan pelanggaran yang berpotensi mengganggu kamtibmas,” tegasnya.</p>
<p>Polres Nganjuk memastikan seluruh rangkaian pengamanan dilakukan secara maksimal demi menjaga stabilitas keamanan wilayah serta memberikan kenyamanan bagi masyarakat pengguna jalan. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Sikapi Protes Jalan Rusak, Legislator Nganjuk Tambah Anggaran Perbaikan Jadi Rp400 Juta</title>
<link>https://suarajatimpost.com/sikapi-protes-jalan-rusak-legislator-nganjuk-tambah-anggaran-perbaikan-jadi-rp400-juta</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/sikapi-protes-jalan-rusak-legislator-nganjuk-tambah-anggaran-perbaikan-jadi-rp400-juta</guid>
<description><![CDATA[ Legislator tersebut mengklarifikasi bahwa perbaikan jalan di wilayah tersebut sebenarnya sudah masuk dalam perencanaan tahun anggaran 2026 melalui dana Pokok Pikiran (Pokir). ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x580_69d7105980be0.webp" length="51524" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 09 Apr 2026 11:00:54 +0700</pubDate>
<dc:creator>Kuswanto</dc:creator>
<media:keywords>Jalan rusak, viral jalan rusak, Legislator Demokrat, Wakil DPRD Nganjuk Endah Sri Murtini, Dapil 2, Dana Pikir 400 juta, pergeseran Dana Pokir, Desa Ngronggot, Nganjuk</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>NGANJUK, SJP</strong> — Merespons aksi warga Dusun Tempel yang sempat viral di media sosial akibat memasang poster protes pada pohon pisang di pinggir jalan, Wakil Ketua DPRD Kabupaten Nganjuk dari Dapil 3 Partai Demokrat, Endah Sri Murtini, meninjau langsung lokasi tersebut pada Kamis (09/04/2026).</p>
<p></p>
<p>Aksi warga tersebut dipicu oleh kondisi jalan yang rusak dan berlubang. Menanggapi hal ini, legislator tersebut mengklarifikasi bahwa perbaikan jalan di wilayah tersebut sebenarnya sudah masuk dalam perencanaan tahun anggaran 2026 melalui dana Pokok Pikiran (Pokir).</p>
<p></p>
<p>"Sebenarnya tahun ini sudah saya anggarkan lewat Pokir senilai 200 juta rupiah khusus untuk ruas jalan arah makam di Dusun Tempel. Rencananya baru minggu depan akan saya sampaikan secara resmi kepada warga saat acara Sosialisasi Peraturan Daerah (Sosraper)," ungkapnya di sela-sela peninjauan saat dihubungi melalui WhatsApp oleh Suarajatimpost.com.</p>
<p></p>
<p>Endah mengakui adanya miskomunikasi sehingga warga melakukan aksi protes sebelum informasi rencana pembangunan tersebut tersampaikan. Namun, setelah melihat langsung kondisi lapangan, ia menemukan fakta bahwa kerusakan jalan di Dusun Tempel cukup parah. </p>
<p></p>
<p>Jalan tersebut memang pernah diaspal sebelumnya melalui dana aspirasinya, namun karena sudah berusia lebih dari lima tahun, kondisi aspal mulai mengelupas dan berlubang.</p>
<p></p>
<p>Melihat urgensi kebutuhan warga, Wakil Ketua DPRD tersebut mengambil langkah diskresi cepat dengan menggeser alokasi anggaran Pokir miliknya. </p>
<p></p>
<p>Anggaran awal sebesar Rp200 juta (untuk ruas jalan arah makam), ditambah anggaran hasil pergeseran Pokir dari Kecamatan Prambon dan Kertosono sebesar Rp200 juta, sehingga total alokasi tahun 2026 menjadi Rp400 juta.</p>
<p></p>
<p>"Akhirnya, anggaran Pokir yang awalnya untuk wilayah lain di Kecamatan Prambon, saya putuskan untuk digeser ke Dusun Tempel guna memperbaiki ruas jalan bagian depan gang senilai 200 juta lagi. Jadi, total untuk Dusun Tempel di anggaran induk 2026 ini mencapai 400 juta rupiah," tegasnya.</p>
<p></p>
<p>Langkah ini diharapkan dapat menjawab keresahan warga dan memastikan akses mobilitas masyarakat Dusun Tempel kembali lancar serta aman. Endah juga meminta warga untuk tetap bersabar hingga proses administrasi dan pelaksanaan teknis dimulai dalam waktu dekat. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Langkah Preventif Polres Nganjuk, 189 Personel Jalani Vaksin Hepatitis B Tahap Pertama</title>
<link>https://suarajatimpost.com/langkah-preventif-polres-nganjuk-189-personel-jalani-vaksin-hepatitis-b-tahap-pertama</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/langkah-preventif-polres-nganjuk-189-personel-jalani-vaksin-hepatitis-b-tahap-pertama</guid>
<description><![CDATA[ Program ini merupakan bentuk kerja sama antara Si Dokkes Polres Nganjuk dengan Rumah Sakit Bhayangkara TK. III Nganjuk. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x580_69d624b07786d.webp" length="39008" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 08 Apr 2026 22:20:26 +0700</pubDate>
<dc:creator>Kuswanto</dc:creator>
<media:keywords>Fisik anggota polisi, langkah preventif, Polri, Polres Nganjuk, Vaksin Hepatitis B, Nganjuk</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>NGANJUK, SJP - </strong>Sebagai upaya nyata dalam menjaga kesehatan dan kesiapan fisik anggota kepolisian, Kepolisian Resor (Polres) Nganjuk menggelar kegiatan vaksinasi Hepatitis B tahap pertama. Kegiatan ini berlangsung di Aula Wiratama, Polres Nganjuk. Rabu (8/4/2026) </p>
<p>​Sebanyak 189 personel dari berbagai satuan fungsi dan Polsek jajaran mengikuti skrining serta penyuntikan vaksin. Program ini merupakan bentuk kerja sama antara Si Dokkes Polres Nganjuk dengan Rumah Sakit Bhayangkara TK. III Nganjuk.</p>
<p>Kapolres Nganjuk AKBP Suria Miftah Irawan, menyampaikan bahwa kesehatan personel merupakan prioritas utama dalam mendukung pelaksanaan tugas di lapangan.</p>
<p>“Kami memastikan seluruh anggota tetap dalam kondisi sehat dan prima, sehingga mampu memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Vaksinasi ini menjadi langkah penting dalam pencegahan penyakit Hepatitis B yang berisiko bagi petugas,” ujarnya.</p>
<p>Melalui kegiatan ini, diharapkan seluruh personel memiliki perlindungan optimal terhadap penyakit Hepatitis B, sehingga dapat menunjang kinerja serta menjaga stabilitas pelayanan publik di wilayah hukum Polres Nganjuk.</p>
<p>Pelaksanaan vaksinasi dilakukan secara bertahap, dimulai dari tahap pertama pada bulan April, kemudian akan dilanjutkan pada tahap kedua dan ketiga yang dijadwalkan pada bulan Mei dan Juni mendatang.</p>
<p>Kasidokkes Polres Nganjuk Aipda Sunarto, menambahkan bahwa vaksinasi ini penting sebagai upaya perlindungan jangka panjang bagi anggota Polri.</p>
<p>“Vaksin Hepatitis B diberikan dalam tiga dosis untuk membentuk kekebalan tubuh yang maksimal. Kami mengimbau seluruh personel untuk mengikuti setiap tahapan yang telah dijadwalkan,” jelasnya.</p>
<p>Dengan adanya program ini, Polres Nganjuk berharap seluruh personel semakin siap dalam menjalankan tugas sekaligus menjadi contoh bagi masyarakat dalam menjaga kesehatan melalui vaksinasi. <strong>(**)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Sinergi Tiga Kepala Daerah: Merumuskan Solusi Strategis Kemacetan Simpang Mengkreng</title>
<link>https://suarajatimpost.com/sinergi-tiga-kepala-daerah-merumuskan-solusi-strategis-kemacetan-simpang-mengkreng</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/sinergi-tiga-kepala-daerah-merumuskan-solusi-strategis-kemacetan-simpang-mengkreng</guid>
<description><![CDATA[ tiga pimpinan daerah menggelar pertemuan koordinasi lapangan pada Rabu sore (08/04). Bupati Nganjuk, Marhaen Djumadi (Kang Marhaen), Bupati Kediri, Hanindhito Himawan Pramana (Mas Dhito), dan Bupati Jombang, Warsubi, secara khusus berdiskusi di Pos Polisi Mengkreng untuk merumuskan langkah penanganan yang komprehensif. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x580_69d65ce9eceb4.webp" length="34120" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 08 Apr 2026 22:00:50 +0700</pubDate>
<dc:creator>Kuswanto</dc:creator>
<media:keywords>Sinergitas Tiga Kepala Daerah, Bupati Nganjuk Marhaen Djumadi, Bupati Kediri Hanindhito, Bupati Jombang Warsubi, kemacetan mengkreng, simpang mengkreng, Nganjuk</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>NGANJUK, SJP -</strong> Menindaklanjuti kondisi kepadatan lalu lintas di Simpang Empat Mengkreng yang masuk dalam jajaran titik termacet nasional, tiga pimpinan daerah menggelar pertemuan koordinasi lapangan pada Rabu (8/4/2026) sore.</p>
<p>Bupati Nganjuk, Marhaen Djumadi (Kang Marhaen), Bupati Kediri, Hanindhito Himawan Pramana (Mas Dhito), dan Bupati Jombang, Warsubi, secara khusus berdiskusi di Pos Polisi Mengkreng untuk merumuskan langkah penanganan yang komprehensif.</p>
<p>Pertemuan ini merupakan wujud kolaborasi "Segitiga Emas" guna mengurai titik kemacetan yang kerap memuncak, terutama pada masa Ramadan dan mudik lebaran.</p>
<p>Dalam diskusi tersebut, Mas Dhito menjelaskan bahwa rencana pembangunan fisik, termasuk wacana flyover sepanjang kurang lebih 700 meter, kini tengah menunggu finalisasi Detailed Engineering Design (DED) dari kementerian terkait.</p>
<p>Sementara itu, Kang Marhaen menekankan pentingnya langkah strategis melalui koordinasi teknis yang akan segera dilakukan esok hari oleh jajaran Dinas PUPR dan Bappeda dari ketiga kabupaten.</p>
<p>Targetnya, pada pekan depan, dokumen usulan bersama berupa proposal dan rekomendasi kebijakan telah siap untuk dipresentasikan ke Pemerintah Provinsi Jawa Timur dan Kementerian PUPR.</p>
<p>“Kami berfokus pada dua skema pembiayaan. Prioritas utama adalah pengajuan pendanaan penuh dari Kementerian PUPR mengingat jalur ini merupakan jalan nasional. Namun, kami juga menyiapkan rencana cadangan untuk didiskusikan lebih lanjut, termasuk mengenai teknis pengadaan lahan,” terang Kang Marhaen.</p>
<p>Melalui sinergi ini, diharapkan terdapat solusi nyata dan terukur yang mampu memberikan kenyamanan bagi masyarakat pengguna jalan serta memperkuat konektivitas antarwilayah di Jawa Timur. <strong>(ADV) </strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Disnaker Nganjuk Siap Kawal Kasus PT Jaker, Tekankan Jalur Mediasi dan Aturan Hukum</title>
<link>https://suarajatimpost.com/disnaker-nganjuk-siap-kawal-kasus-pt-jaker-tekankan-jalur-mediasi-dan-aturan-hukum</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/disnaker-nganjuk-siap-kawal-kasus-pt-jaker-tekankan-jalur-mediasi-dan-aturan-hukum</guid>
<description><![CDATA[ Dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) di DPRD Nganjuk, pihak Disnaker menyatakan telah melakukan sejumlah langkah koordinasi untuk mencari jalan keluar bagi para pekerja.
​Berikut adalah poin-poin penyampaian dari pihak Disnaker: ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x580_69d61b5754cf2.webp" length="32418" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 08 Apr 2026 18:02:02 +0700</pubDate>
<dc:creator>Kuswanto</dc:creator>
<media:keywords>Disnaker daerah, provinsi, rapat dengar pendapat, kawal kasus PT Jaker, gaji karyawan PT Jaker, tuntutan karyawan, PT Jaker Kertosono, Nganjuk</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>NGANJUK, SJP – </strong>Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Nganjuk memberikan tanggapan resmi terkait carut-marut permasalahan pemenuhan hak karyawan di PT Jaya Kertas (Jaker). Dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) di DPRD Nganjuk, pihak Disnaker menyatakan telah melakukan sejumlah langkah koordinasi untuk mencari jalan keluar bagi para pekerja.</p>
<p>Sekertaris Disnaker Nganjuk Singgih Wiratno saat ditemui usai aksi demo menjelaskan, pihaknya telah menerima laporan dari para karyawan dan telah berupaya melakukan fungsi mediasi antara pekerja dan manajemen perusahaan. Namun, diakui bahwa kendala utama adalah minimnya respons dari pihak direksi atau pemilik perusahaan yang memiliki kewenangan penuh dalam pengambilan keputusan finansial</p>
<p>​Terkait isu tunggakan iuran BPJS Ketenagakerjaan dan Kesehatan, Singgih menegaskan bahwa hal tersebut merupakan pelanggaran norma ketenagakerjaan yang serius. </p>
<p>"Kami akan berkoordinasi dengan Pengawas Ketenagakerjaan tingkat Provinsi untuk melakukan pemeriksaan lebih mendalam terhadap PT Jaker," kata Singgih kepada Suarajatimpost, Rabu (8/4/2026) </p>
<p>​Disinggung terkait Prosedur Penyelesaian Perselisihan Hubungan Industrial (PHI) Singgih mengatakan, ada tahapan hukum yang harus dilalui jika mediasi menemui jalan buntu. Pihaknya siap memberikan pendampingan administratif bagi karyawan agar seluruh tuntutan, mulai dari gaji yang tertunggak hingga pesangon, memiliki landasan hukum yang kuat jika nantinya harus berlanjut ke Pengadilan Hubungan Industrial.</p>
<p></p>
<p>​Menurut Singgih, ​Disnaker juga akan memastikan pendataan seluruh karyawan yang terdampak agar hak-hak mereka tidak terabaikan jika terjadi proses pengalihan atau penjualan aset perusahaan. Hal ini bertujuan untuk memastikan bahwa kewajiban kepada buruh tetap menjadi prioritas utama yang harus diselesaikan oleh pihak manajemen.</p>
<p></p>
<p>​"Kami tetap berada di koridor aturan yang berlaku dan akan terus memfasilitasi komunikasi antara kedua belah pihak. Fokus kami adalah bagaimana hak-hak normatif pekerja dapat segera terpenuhi," ujarnya.</p>
<p></p>
<p>​Melalui audiensi ini, Disnaker berkomitmen untuk bekerja sama dengan DPRD Nganjuk guna menekan pihak manajemen PT Jaya Kertas agar segera memberikan kepastian pembayaran hak-hak karyawan yang sudah lama tertunda.<strong> (*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Adian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Nasib Buruh Menggantung, PT Jaker Kertosono Nganjuk Masih Aktif Tapi Gaji Mandek</title>
<link>https://suarajatimpost.com/nasib-buruh-menggantung-pt-jaker-kertosono-nganjuk-masih-aktif-tapi-gaji-mandek</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/nasib-buruh-menggantung-pt-jaker-kertosono-nganjuk-masih-aktif-tapi-gaji-mandek</guid>
<description><![CDATA[ Ratusan karyawan PT Jaker Kertosono mengeluhkan gaji yang menunggak hingga tujuh bulan meski perusahaan masih berstatus aktif. Mereka mengadu ke DPRD Nganjuk untuk menuntut kepastian dan pembayaran hak upah. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x580_69d615424145b.webp" length="46284" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 08 Apr 2026 17:21:33 +0700</pubDate>
<dc:creator>Kuswanto</dc:creator>
<media:keywords>Demo karyawan PT Jaker, tuntutan karyawan, PT Jaker, Ketua Pengurus Unit Kerja Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (PUK SPSI) PT Jaker Sugeng Martono, DRPD, Nganjuk</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p data-start="0" data-end="256"><strong data-start="0" data-end="18">NGANJUK, SJP –</strong> Ketidakpastian nasib ratusan karyawan PT Jaya Kertas (Jaker) Kertosono kian memuncak setelah berbulan-bulan tidak menerima upah. Kondisi ini memicu gelombang keresahan buruh yang akhirnya mengadukan persoalan tersebut ke DPRD Nganjuk, Rabu (8/4/2026).</p>
<p data-start="258" data-end="528">Audiensi yang berlangsung di gedung dewan itu mengungkap fakta mencemaskan. Di mana perusahaan disebut masih berstatus aktif, namun kewajiban pembayaran gaji justru terabaikan. Situasi ini dinilai semakin memperburuk posisi pekerja yang hingga kini belum mendapat kepastian hak.</p>
<p data-start="530" data-end="796">Ketua Pengurus Unit Kerja Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (PUK SPSI) PT Jaker, Sugeng Martono, menegaskan, kondisi tersebut tidak bisa terus dibiarkan. Ia menyebut, meski perusahaan belum dinyatakan pailit, hak dasar pekerja berupa upah justru tidak dipenuhi.</p>
<p data-start="798" data-end="1064">Dalam konferensi pers di hadapan awak media, Sugeng menjelaskan, terdapat perbedaan durasi tunggakan gaji antara karyawan di daerah dan pusat. Untuk karyawan lokal di Kertosono, gaji belum dibayarkan selama tiga bulan, terhitung sejak Januari hingga Maret 2026.</p>
<p data-start="1066" data-end="1241">Sementara itu, kondisi lebih parah dialami karyawan di tingkat pusat. Berdasarkan laporan serikat pekerja, upah mereka menunggak hingga tujuh bulan tanpa kejelasan pembayaran.</p>
<p data-start="1243" data-end="1528">“Perusahaan ini belum pailit, masih aktif, tapi hak kami seperti diabaikan. Untuk itu kami di sini, gaji dari Januari sampai Maret belum diberikan sama sekali. Bahkan teman-teman di pusat sudah tujuh bulan tidak dibayar,” ujar Sugeng dengan nada kecewa sembari menunjukkan berkas tuntutan.</p>
<p data-start="1530" data-end="1770">Ia menambahkan, pihak serikat pekerja sangat menyayangkan sikap manajemen yang dinilai mengulur waktu tanpa memberikan kepastian. Padahal, para buruh tetap menjaga kondusivitas dan tidak melakukan tindakan yang dapat mengganggu operasional.</p>
<p data-start="1772" data-end="1996">Melalui audiensi tersebut, para pekerja menyampaikan tuntutan agar pemerintah daerah dan dinas terkait turun tangan secara tegas. Mereka meminta adanya langkah konkret untuk memaksa perusahaan segera melunasi tunggakan upah.</p>
<p data-start="1998" data-end="2150">Para karyawan berharap mediasi yang difasilitasi Komisi IV DPRD Nganjuk bersama Dinas Tenaga Kerja dapat menghasilkan jaminan hukum atas hak-hak mereka.</p>
<p data-start="2152" data-end="2320" data-is-last-node="" data-is-only-node="">“Kami bekerja dengan keringat, kami hanya meminta apa yang menjadi hak kami untuk menghidupi keluarga. Jangan biarkan kami menggantung tanpa kejelasan,” pungkasnya. <strong>(*)</strong></p>
<p data-start="2152" data-end="2320" data-is-last-node="" data-is-only-node=""><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>DPRD Nganjuk Desak PT Jaya Kertas Selesaikan Hak Karyawan</title>
<link>https://suarajatimpost.com/dprd-nganjuk-desak-pt-jaya-kertas-selesaikan-hak-karyawan-ancam-jalur-hukum</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/dprd-nganjuk-desak-pt-jaya-kertas-selesaikan-hak-karyawan-ancam-jalur-hukum</guid>
<description><![CDATA[ Kedatangan mereka diterima langsung oleh Pimpinan dewan dan jajaran komisi terkait,  Disnaker Provinsi dan Daerah serta keamanan Polres Nganjuk dalam sebuah rapat dengar pendapat (RDP) yang berlangsung khidmat di ruang rapat DPRD, Rabu (8/4/2026) ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x580_69d60d12e605c.webp" length="60584" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 08 Apr 2026 16:31:38 +0700</pubDate>
<dc:creator>Kuswanto</dc:creator>
<media:keywords>Ratusan massa karyawan datangi DPRD Nganjuk, tuntutan karyawan PT Jaker, PT Jaker Kertosono, DPRD Nganjuk, Komisi IV, Disnaker Daerah, Provinsi, tuntutan massa, ancam jalur hukum, Nganjuk</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>NGANJUK, SJP –</strong> Ratusan karyawan PT Jaya Kertas (Jaker) Kertosono mendatangi kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Nganjuk untuk menyampaikan aspirasi terkait permasalahan ketenagakerjaan yang mereka alami.</p>
<p>Kedatangan mereka diterima langsung oleh pimpinan dewan dan jajaran komisi terkait, Disnaker provinsi dan daerah serta jajaran keamanan Polres Nganjuk dalam sebuah rapat dengar pendapat (RDP) yang berlangsung khidmat di ruang rapat DPRD, Rabu (8/4/2026).</p>
<p>​Perwakilan karyawan yang didampingi oleh serikat pekerja ini membawa 11 tuntutan utama yang ditujukan kepada pihak manajemen perusahaan. Tuntutan tersebut meliputi berbagai aspek kesejahteraan, mulai dari kepastian upah, jaminan sosial, hingga kondisi kerja yang dinilai perlu perbaikan segera.</p>
<p>​Dalam audiensi tersebut, para karyawan membeberkan lima poin krusial yang dianggap sangat merugikan kesejahteraan mereka. Di antaranya :</p>
<ol>
<li><strong>Tunjangan Jabatan Macet Selama Dua Tahun</strong><br>​Perwakilan karyawan mengungkapkan bahwa tunjangan jabatan untuk level manajerial tidak dibayarkan selama kurang lebih dua tahun. Hal ini menjadi beban berat bagi para pimpinan di lapangan yang tetap menjalankan tanggung jawab namun tidak mendapatkan hak yang semestinya.<br><br></li>
<li><strong>Tunggakan BPJS Ketenagakerjaan dan Skandal BSU</strong><br>​Kekecewaan mendalam disampaikan terkait iuran BPJS Ketenagakerjaan yang tidak disetorkan oleh perusahaan sejak Januari 2025 hingga saat ini. Padahal, gaji karyawan setiap bulannya selalu dipotong untuk iuran tersebut.<br><br>​"Dampaknya sangat fatal. Klaim BPJS tidak bisa cair, dan yang paling menyakitkan, karyawan Jaker tidak ada yang menerima Bantuan Subsidi Upah (BSU) dari pemerintah karena data di BPJS tidak aktif akibat perusahaan menunggak," ujar salah satu perwakilan.</li>
<li><strong>Upah Lembur yang Tak Kunjung Cair</strong><br>​Masalah juga merembet ke upah lembur. Karyawan, khususnya bagian satuan pengamanan (Satpam) di Surabaya maupun di lokasi pabrik, mengaku upah lembur mereka selama lebih dari satu tahun belum dibayarkan, termasuk lembur pada hari libur nasional atau tanggal merah.<br><br></li>
<li><strong>Klaim Kesehatan BPJS Menggunakan Dana Pribadi</strong><br>​Karyawan juga mengeluhkan status BPJS Kesehatan yang non-aktif. Beberapa karyawan yang jatuh sakit terpaksa merogoh kocek pribadi untuk biaya rumah sakit. Hingga kini, upaya karyawan untuk meminta ganti rugi (reimbursement) kepada perusahaan tidak membuahkan hasil.</li>
<li><strong>Kekhawatiran Penjualan Aset Tanpa Kepastian Pesangon</strong><br>​Menutup audiensi, para karyawan menyatakan keresahan mereka melihat adanya indikasi penjualan aset perusahaan. Mereka khawatir jika semua aset habis terjual hanya untuk menutupi tunggakan gaji, maka hak pesangon bagi karyawan yang sudah bekerja puluhan tahun (bahkan ada yang hampir berusia 60 tahun) akan hilang.</li>
</ol>
<p>​"Kami minta kepastian yang mengikat secara hukum. Jangan sampai aset habis, tapi masa depan kami nol. Kami menganggap pemotongan gaji untuk BPJS yang tidak disetorkan ini adalah bentuk penggelapan uang karyawan," tegas Agus Pramono, salah satu perwakilan karyawan PT Jaker</p>
<p>Wakil Ketua DPRD Nganjuk H. Ulum Bustomi mengapresiasi kehadiran perwakilan karyawan dalam RDP tersebut, sekaligus menyoroti ketidakhadiran manajemen inti atau pemilik perusahaan dalam rapat. Ulum menegaskan, meskipun perusahaan sedang dalam kondisi sulit, hak dasar karyawan tidak boleh diabaikan begitu saja.</p>
<p>​Pihaknya akan segera berkirim surat kepada dinas terkait untuk memastikan status aset perusahaan agar tidak dipindahtangankan sebelum kewajiban terhadap karyawan tuntas.</p>
<p>​"Ia mengingatkan bahwa karyawan telah mengabdi puluhan tahun, sehingga perusahaan wajib memiliki moralitas dalam menyelesaikan sengketa ini," kata Wakil Ketua DPRD Nganjuk.</p>
<p>Sementara itu, ​Ketua Komisi IV DPRD Nganjuk Fauzi Irwana memberikan peringatan keras, bahwa permasalahan ini bukan sekadar urusan industrial, melainkan berpotensi masuk ke ranah hukum pidana. Hal ini merujuk pada adanya pemotongan gaji karyawan untuk BPJS Ketenagakerjaan yang ternyata tidak disetorkan oleh perusahaan.</p>
<p>​"Jika gaji dipotong tapi tidak dibayarkan ke BPJS, itu sudah masuk unsur penggelapan. Kami akan merekomendasikan penegak hukum untuk turun tangan, kami mendukung adanya langkah pengamanan aset sebagai jaminan bagi pesangon dan tunggakan gaji karyawan," tegasnya.</p>
<p>Senada disampaikan, Wakil Ketua Komisi IV ​Edi Santoso, memberikan penekanan pada batas waktu penyelesaian. Ia menyatakan bahwa DPRD tidak akan membiarkan proses ini berlarut-larut tanpa hasil nyata bagi rakyat Nganjuk.</p>
<p>"Jika pada pertemuan berikutnya, direksi tetap mangkir, kami akan menggunakan wewenang untuk memanggil paksa pihak manajemen guna memberikan jawaban pasti," tandasnya.</p>
<p>"​Kepentingan buruh harus menjadi prioritas utama di atas kepentingan operasional perusahaan yang saat ini tidak jelas arahnya," imbuh Edi.</p>
<p>Dalam waktu dekat, DPRD Nganjuk menyepakati akan membentuk tim pengawasan untuk mengawal kasus PT Jaya Kertas hingga seluruh hak karyawan, termasuk tunggakan BPJS dan pesangon, dibayarkan sepenuhnya sesuai regulasi yang berlaku. <strong>(***)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong> </p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Diduga Setubuhi Siswi SMA hingga Keguguran, Pemuda di Nganjuk Dilaporkan ke Polisi</title>
<link>https://suarajatimpost.com/diduga-setubuhi-siswi-sma-hingga-keguguran-pemuda-di-nganjuk-dilaporkan-ke-polisi</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/diduga-setubuhi-siswi-sma-hingga-keguguran-pemuda-di-nganjuk-dilaporkan-ke-polisi</guid>
<description><![CDATA[ Berdasarkan Laporan Polisi Nomor: LP/B/24/IV/2026/SPKT/POLRES NGANJUK/POLDA JAWA TIMUR, peristiwa tragis ini terungkap setelah adanya kecurigaan dari pihak keluarga. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x580_69d4f81301329.webp" length="20662" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Tue, 07 Apr 2026 21:12:19 +0700</pubDate>
<dc:creator>Kuswanto</dc:creator>
<media:keywords>Kekerasan Seksual di bawah umur, pemuda nganjuk, kasus persetubuhan, PPA Polres Nganjuk, Kertosono, Tanjunganom, Nganjuk</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>NGANJUK, SJP –</strong> Kasus dugaan persetubuhan terhadap anak di bawah umur kembali menggegerkan publik di Kabupaten Nganjuk. Seorang pemuda berinisial IM dilaporkan ke Polres Nganjuk setelah diduga menyetubuhi seorang siswi SMA berinisial P hingga menyebabkan korban mengalami keguguran.</p>
<p>​Laporan resmi tersebut dilayangkan oleh ibu korban, WH (56), warga Kecamatan Kertosono, pada Kamis, 2 April 2026. Berdasarkan Laporan Polisi Nomor: LP/B/24/IV/2026/SPKT/POLRES NGANJUK/POLDA JAWA TIMUR, peristiwa tragis ini terungkap setelah adanya kecurigaan dari pihak keluarga.</p>
<p>"Awalnya kami datang kerumah IM di Tanjunganom untuk minta pertanggungjawaban kepada anak kami, setelah berpikir panjang, akhirnya saya mendampingi anak saya, dan saya lanjut," kata WH usai dimintai keterangan di PPA Polres Nganjuk, Selasa (7/4/2026).</p>
<p>Kasi Humas Polres Nganjuk Iptu Fajar Kurniadi membenarkan adanya aduan dari pihak keluarga korban yang merasa keberatan atas tindakan terlapor. Berdasarkan dokumen laporan, kasus ini mencuat setelah korban, seorang siswi SMA berinisial P, diketahui mengalami keguguran akibat hubungan terlarang tersebut.</p>
<p>​​"Benar, laporan sudah kami terima dan saat ini sedang dalam proses penanganan unit terkait," ujar Iptu Fajar Humas Polres Nganjuk merujuk pada surat tanda penerimaan laporan tersebut.</p>
<p>Seperti diketahui, kejadian tersebut bermula pada Selasa, 21 Oktober 2025, sekitar pukul 13.00 WIB. Saat itu, guru sekolah korban mendatangi rumah pelapor untuk memberitahukan bahwa korban sudah tidak masuk sekolah selama satu bulan. </p>
<p>Setelah dilakukan pendekatan, korban akhirnya mengaku bahwa dirinya sedang mengalami keguguran. ​Kepada ibunya, korban mengakui telah melakukan hubungan badan dengan terlapor IM, yang merupakan pelajar di salah satu sekolah negeri di Tanjunganom. </p>
<p>Persetubuhan tersebut diduga dilakukan di sebuah rumah yang beralamat di wilayah Patianriwo, Kabupaten Nganjuk. </p>
<p>​​Terlapor terancam dijerat dengan Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP sebagaimana dimaksud dalam Pasal 473 Ayat (2) huruf b, atau Pasal 6 huruf b jo Pasal 15 ayat (1) huruf g UU RI No. 12 Tahun 2022 tentang Tindak Pidana Kekerasan Seksual (TPKS).</p>
<p>​Saat ini, kasus tersebut tengah ditangani oleh Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Nganjuk untuk proses penyelidikan lebih lanjut.<strong> (*) </strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Jalan Berlubang di Ngronggot Nganjuk Ditanami Pisang, Warga Kesal Tak Ada Perbaikan</title>
<link>https://suarajatimpost.com/warga-dusun-tempel-keluhkan-jalan-rusak-parah-dua-tahun-tak-tersentuh-perbaikan</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/warga-dusun-tempel-keluhkan-jalan-rusak-parah-dua-tahun-tak-tersentuh-perbaikan</guid>
<description><![CDATA[ Jalan poros desa di Dusun Tempel, Ngronggot, Nganjuk, rusak parah selama lebih dari dua tahun. Warga menanam pohon pisang sebagai bentuk protes karena perbaikan tak kunjung direalisasikan, meski sering diusulkan dan telah memicu kecelakaan. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x580_69d4ed6a5ae42.webp" length="66264" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Tue, 07 Apr 2026 20:31:10 +0700</pubDate>
<dc:creator>Kuswanto</dc:creator>
<media:keywords>Jalan rusak parah, poros desa, bertahun-tahun tidak diperbaiki, warga kesal tanam pohon pisang, Dusun Tempel Desa Ngronggot, pengendara jatuh, Nganjuk</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p data-start="112" data-end="396"><strong data-start="112" data-end="128">NGANJUK, SJP</strong> – Kondisi infrastruktur jalan poros desa di Dusun Tempel, Desa Ngronggot, Kecamatan Ngronggot, Kabupaten Nganjuk semakin memprihatinkan. Jalan yang menjadi akses utama warga itu dilaporkan mengalami kerusakan berat selama lebih dari dua tahun tanpa adanya perbaikan dari pihak terkait.</p>
<p data-start="398" data-end="653">Pantauan di lokasi menunjukkan lubang-lubang besar menghiasi badan jalan sepanjang kurang lebih 500 meter. Sebagai bentuk protes sekaligus penanda bagi pengendara, warga setempat bahkan menanam pohon pisang di salah satu titik kerusakan yang paling parah.</p>
<p data-start="655" data-end="826">“Sudah sekitar dua tahunan rusak. Selama ini sepertinya belum menjadi prioritas pembangunan dari desa,” ujar salah seorang warga saat ditemui di lokasi, Selasa (7/4/2026).</p>
<p data-start="828" data-end="1051">Gunawan, warga Dusun Tempel, menyebut pemerintah desa sebenarnya telah mengusulkan perbaikan jalan tersebut. Namun hingga kini realisasinya masih tertunda. Padahal, kondisi jalan yang rusak itu disebut telah memakan korban.</p>
<p data-start="1053" data-end="1209">“Pernah ada yang kecelakaan di titik yang ditanami pisang itu. Jatuh, untungnya hanya luka ringan. Tapi kalau dibiarkan terus, ini membahayakan,” ungkapnya.</p>
<p data-start="1211" data-end="1486">Hal senada disampaikan Samsudin. Ia menilai aksi penanaman pohon pisang tersebut merupakan bentuk kekecewaan warga terhadap pemerintah desa. Pasalnya, selama enam tahun terakhir jalan penghubung antar desa itu rusak parah dan sering diusulkan, namun belum mendapat tanggapan.</p>
<p data-start="1488" data-end="1740">“Setiap tahun anggaran selalu diusulkan lewat musyawarah dusun (musdus) maupun melalui reses dewan. Namun sampai sekarang belum ada realisasinya. Hal itu yang memicu warga turun langsung melakukan aksi,” tegas Samsudin sambil menunjukkan kondisi jalan.</p>
<p data-start="1742" data-end="2052">Keresahan warga semakin meningkat karena dalam waktu dekat Dusun Tempel akan menggelar acara adat tahunan Nyadran yang dijadwalkan berlangsung pada awal Mei mendatang. Kegiatan tersebut rencananya akan melewati rute jalan yang rusak, mulai dari area makam hingga garis finis di depan klinik kesehatan setempat.</p>
<p data-start="2054" data-end="2223">“Harapan kami sebagai warga, jalan ini segera diperbaiki supaya kondisinya baik dan tidak semakin parah. Apalagi sebentar lagi akan ada acara Nyadran,” pungkas Samsudin.</p>
<p data-start="2225" data-end="2465">Sementara itu, hingga berita ini ditulis, wartawan Suarajatimpost masih berupaya mengonfirmasi Kepala Desa Ngronggot, Moh. Zainal. Upaya konfirmasi melalui sambungan WhatsApp telah dilakukan sebanyak tiga kali, namun belum mendapat respons. <strong>(*)</strong></p>
<p data-start="2225" data-end="2465"><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Diduga Jadi Sarana Balap Liar, Puluhan Motor di Nganjuk Diamankan</title>
<link>https://suarajatimpost.com/diduga-jadi-sarana-balap-liar-puluhan-motor-di-nganjuk-diamankan</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/diduga-jadi-sarana-balap-liar-puluhan-motor-di-nganjuk-diamankan</guid>
<description><![CDATA[ Puluhan unit sepeda motor yang diduga kuat terlibat dalam aksi balap liar.
​Penyitaan ini merupakan bagian dari upaya respons cepat kepolisian terhadap laporan warga yang merasa terganggu oleh suara bising knalpot brong serta bahaya keselamatan di jalan raya. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x580_69d382de68a19.webp" length="77560" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 06 Apr 2026 18:00:36 +0700</pubDate>
<dc:creator>Kuswanto</dc:creator>
<media:keywords>Balap liar, puluhan motor disita, kenakalan remaja, Polsek Warujayeng, Polres Nganjuk, Nganjuk</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>NGANJUK, SJP - </strong>Menindaklanjuti keresahan masyarakat terkait aktivitas malam yang mengganggu ketertiban, jajaran Polsek Warujayeng melakukan tindakan tegas dengan mengamankan puluhan unit sepeda motor yang diduga kuat terlibat dalam aksi balap liar.</p>
<p>​Penyitaan ini merupakan bagian dari upaya respons cepat kepolisian terhadap laporan warga yang merasa terganggu oleh suara bising knalpot brong serta bahaya keselamatan di jalan raya.</p>
<p>Berdasarkan informasi, puluhan motor tersebut kini telah dijajajarkan di halaman Mapolsek Warujayeng untuk diproses lebih lanjut. Kendaraan yang diamankan didominasi oleh motor yang telah dimodifikasi, menggunakan knalpot tidak standar (brong), serta tanpa dilengkapi plat nomor kendaraan yang sah sebagai bentuk respons atas keluhan masyarakat yang masuk melalui layanan darurat 110.</p>
<p>Kapolres Nganjuk AKBP Suria Miftah Irawan menegaskan, pihaknya akan terus merespons cepat setiap aduan masyarakat, termasuk melalui layanan darurat 110.</p>
<p>“Setiap laporan dari masyarakat, terutama yang berpotensi mengganggu keamanan dan keselamatan seperti balap liar, akan kami tindak lanjuti dengan cepat dan tegas. Ini merupakan bentuk kehadiran Polri di tengah masyarakat,” ujarnya, Senin (6/4/2026).</p>
<p>Dengan adanya penindakan ini, diharapkan dapat memberikan efek jera kepada para pelaku, serta menciptakan rasa aman bagi masyarakat pengguna jalan, khususnya pada malam hari.</p>
<p>Dalam pelaksanaannya, petugas melakukan patroli dan penyisiran di sejumlah titik rawan yang kerap dijadikan lokasi balap liar. Puluhan kendaraan yang diamankan kemudian dibawa ke Mapolsek Warujayeng untuk dilakukan pendataan dan penindakan lebih lanjut.</p>
<p>Kapolsek Warujayeng Kompol H. Ahmad Junaidi menambahkan, pihaknya akan terus meningkatkan patroli rutin serta mengimbau masyarakat untuk tidak terlibat dalam aksi balap liar.</p>
<p>“Kami mengajak seluruh masyarakat, khususnya para pemuda, untuk tidak melakukan balap liar karena sangat berbahaya. Jika menemukan adanya aktivitas tersebut, segera laporkan melalui layanan 110 agar bisa segera kami tindak lanjuti,” tegasnya.</p>
<p>Penindakan ini menjadi wujud nyata sinergi antara kepolisian dan masyarakat dalam menjaga keamanan lingkungan, serta diharapkan mampu menekan angka pelanggaran dan kecelakaan lalu lintas di wilayah hukum Polsek Warujayeng.<strong> (*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Bapenda Nganjuk Kejar PAD Sekto PBB, Pamong Blok Bermasalah Mulai Ditindak</title>
<link>https://suarajatimpost.com/bapenda-nganjuk-kejar-pad-sekto-pbb-pamong-blok-bermasalah-mulai-ditindak</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/bapenda-nganjuk-kejar-pad-sekto-pbb-pamong-blok-bermasalah-mulai-ditindak</guid>
<description><![CDATA[ Tidak hanya sekadar evaluasi, Bapenda kini telah bekerja sama dengan pihak Kejaksaan Negeri Nganjuk untuk pendampingan penagihan. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x580_69d371fe4afaa.webp" length="32926" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 06 Apr 2026 17:03:06 +0700</pubDate>
<dc:creator>Kuswanto</dc:creator>
<media:keywords>Pajak Bumi dan Bangunan, PBB, Penagihan PBB, Dua Desa bermasalah, Desa Mabung, Desa Katerban, PAD, Bapenda, nunggak Pajak, pelimpahan, Inspektorat, Kejaksaan, Nganjuk</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>NGANJUK, SJP – </strong>Pemerintah Kabupaten Nganjuk terus memperketat pengawasan dan penagihan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) di tingkat desa dan kelurahan. Hal ini dilakukan guna memaksimalkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor pajak yang selama ini dinilai belum optimal di beberapa wilayah.</p>
<p>Kepala Badan Pendapatan dan Pengelolaan Aset Daerah (Bapenda) Kabupaten Nganjuk, Slamet Basuki,​ menjelaskan, pengelolaan PBB melibatkan tim optimalisasi pajak dari berbagai tingkatan, mulai dari kabupaten, kecamatan, hingga perangkat desa sebagai petugas pemungut atau Pamong Blok.</p>
<p>​​Menanggapi isu kurang maksimalnya penagihan di desa seperti Mabung dan Katerban, Slamet Basuki menegaskan bahwa langkah-langkah hukum dan administratif telah diambil. Tidak hanya sekadar evaluasi, Bapenda kini telah bekerja sama dengan pihak Kejaksaan Negeri Nganjuk untuk pendampingan penagihan.</p>
<p>​"Sudah ada sekira 60 hingga 70 Pamong Blok se-Nganjuk yang dipanggil oleh kejaksaan untuk proses pendampingan penagihan. Sebagian sudah mulai menyetor ke kas daerah," ujar Slambas panggilan akrab Kepala Bapenda saat dihubungi via WhatsApp, Senin (6/4/2026).</p>
<p>Dalam tenggang waktu Januari-Februari 2026, banyak petugas pemungut pajak yang telah mengumpulkan uang dari warga, namun belum menyetorkannya. Pihak Bapenda telah melakukan dialog langsung dengan para kepala desa untuk menggerakkan perangkatnya agar segera menyelesaikan kewajiban tersebut. </p>
<p>"Jika hingga batas waktu yang ditentukan dana belum juga disetorkan, Bapenda tidak segan untuk mengambil langkah lebih jauh," tegasnya.</p>
<p>Menurut Slamet Basuki, ​sebagai bentuk keseriusan, daftar nama Pamong Blok yang kedapatan sudah memungut pajak namun belum menyetor kini telah diserahkan kepada Inspektorat.</p>
<p>​"Kami sudah limpahkan daftar namanya ke Inspektorat untuk ditindaklanjuti sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Jadi ini bukan lagi sekadar pengawasan, tapi sudah masuk ke tahap penindakan administratif dan tegasnya," ucapnya.</p>
<p>Senada disampaikan oleh Camat Baron Gunawan Wibisono, pihaknya memberikan klarifikasi terkait progres penagihan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) di wilayahnya, khususnya untuk Desa Mabung dan Desa Katerban.</p>
<p>Meski mengakui masih adanya tunggakan, pihak kecamatan memastikan langkah-langkah strategis telah diambil agar target pajak segera terpenuhi.</p>
<p>​Camat Baron menyatakan bahwa tim dari kecamatan sudah berupaya maksimal dalam melakukan pengarahan dan sosialisasi kepada para petugas pemungut pajak atau Pamong Blok di tingkat desa.</p>
<p>Gunawan juga menjelaskan adanya kebijakan khusus dalam penugasan personel pemungut pajak. Untuk memastikan dana pajak masyarakat terserap dengan baik, pihak kecamatan kini camat melibatkan petugas yang tidak memiliki catatan tunggakan sebelumnya.</p>
<p>​"Untuk Desa Mabung, penagihan sekarang ditangani oleh perangkat atau Pamong Blok yang tidak bermasalah, dalam artian yang tidak punya tunggakan di tahun-tahun sebelumnya," jelasnya.</p>
<p>​​Saat mengenai status capaian PBB saat ini, Gunawan mengungkapkan bahwa meskipun sudah ada kemajuan yang signifikan, target belum tercapai sepenuhnya.</p>
<p>​"Kondisinya sudah mulai terurai, progresnya ada. Namun memang belum selesai 100 persen, masih ada tunggakan yang harus segera diselesaikan oleh para petugas," tambahnya. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Satgas MBG Nganjuk Evaluasi Kelayakan SPPG Dekat Gudang Tembakau</title>
<link>https://suarajatimpost.com/satgas-mbg-nganjuk-evaluasi-kelayakan-sppg-dekat-gudang-tembakau</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/satgas-mbg-nganjuk-evaluasi-kelayakan-sppg-dekat-gudang-tembakau</guid>
<description><![CDATA[ Langkah tersebut diambil merespons laporan mengenai lokasi operasional yang dinilai berdekatan dengan gudang tembakau serta adanya kendala transparansi informasi di lapangan. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x580_69d34221ddf1d.webp" length="51096" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 06 Apr 2026 14:00:21 +0700</pubDate>
<dc:creator>Kuswanto</dc:creator>
<media:keywords>SPPG Yayasan Darul Falah Baron, Lokasi SPPG, dibelakang gudang tembakau, konfirmasi wartawan di lokasi, Wakil Satgas MBG Yudhi Ernanto, Sarpras, IPAL, Candirejo Loceret, Nganjuk</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>NGANJUK, SJP</strong>–Satuan Tugas (Satgas) Makan Bergizi Gratis (MBG) Kabupaten Nganjuk menyatakan akan melakukan peninjauan ulang terhadap kelayakan sarana dan prasarana (sarpras) Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kecamatan Loceret. </p>
<p></p>
<p>Langkah tersebut diambil merespons laporan mengenai lokasi operasional yang dinilai berdekatan dengan gudang tembakau serta adanya kendala transparansi informasi di lapangan.</p>
<p></p>
<p>Program nasional penguatan gizi melalui pembentukan SPPG di Nganjuk kini menjadi perhatian serius. </p>
<p></p>
<p>Evaluasi tertuju pada SPPG Yayasan Darul Falah Baron yang berlokasi di Desa Candirejo, Kecamatan Loceret. </p>
<p></p>
<p>Fasilitas yang seharusnya steril untuk pengolahan bahan pangan tersebut diketahui berada di area belakang gudang tembakau, sebuah kondisi yang memicu kekhawatiran terkait risiko kontaminasi silang terhadap kualitas gizi makanan.</p>
<p></p>
<p>Wakil Satgas MBG Nganjuk, Yudhi Ernanto, menjelaskan bahwa proses penentuan titik lokasi operasional sepenuhnya merupakan ranah verifikasi Badan Gizi Nasional (BGN). </p>
<p></p>
<p>Menurutnya, surat perintah operasional baru diterbitkan setelah tim verifikasi pusat menyatakan suatu lokasi layak digunakan.</p>
<p></p>
<p>"Penentuan titik tersebut kami tidak terlibat langsung karena sudah melalui proses verifikasi dari BGN sebelum surat perintah jalan diterbitkan. Pihak pusat yang menentukan kelayakan awal suatu lokasi," ujar Yudhi saat dikonfirmasi, Senin (6/4/2026).</p>
<p></p>
<p>Meskipun kewenangan verifikasi awal berada di tingkat pusat, Yudhi menegaskan bahwa Satgas daerah akan menindaklanjuti temuan masyarakat sebagai bahan evaluasi teknis. </p>
<p></p>
<p>Pihaknya berencana melakukan inspeksi mendadak untuk melihat secara langsung kondisi riil infrastruktur pendukung di lokasi tersebut.</p>
<p></p>
<p>Aspek yang akan diperiksa meliputi standar higienitas ruang pengolahan, ketersediaan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL), serta fasilitas penunjang lainnya yang wajib memenuhi standar keamanan pangan nasional. </p>
<p></p>
<p>Satgas berkomitmen untuk memastikan bahwa seluruh aspek teknis di lapangan sejalan dengan visi penguatan gizi masyarakat tanpa risiko kesehatan.</p>
<p></p>
<p>"Kami akan melihat langsung bagaimana kondisi sarprasnya, termasuk sistem pembuangan limbah dan fasilitas lainnya. Masukan ini sangat penting bagi kami untuk memastikan program berjalan sesuai standar operasional prosedur (SOP) yang ketat," tambah Yudhi.</p>
<p></p>
<p>Di sisi lain, operasional SPPG di Loceret juga sempat menuai hambatan komunikasi saat awak media mencoba melakukan konfirmasi mengenai mekanisme penyaluran gizi. </p>
<p></p>
<p>Petugas di lokasi menolak memberikan akses informasi dengan alasan administratif, yakni keharusan adanya surat tugas resmi dan prosedur birokrasi yang panjang. </p>
<p></p>
<p>Petugas mengarahkan agar seluruh informasi terkait kebijakan dan operasional dikonfirmasi langsung ke kantor yayasan pusat di wilayah Baron atau melalui Kepala SPPG terkait. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Tanggapi Keluhan Wali Murid, Satgas MBG Janji Datangi SPPG Baron</title>
<link>https://suarajatimpost.com/tanggapi-keluhan-wali-murid-satgas-mbg-janji-datangi-sppg-baron</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/tanggapi-keluhan-wali-murid-satgas-mbg-janji-datangi-sppg-baron</guid>
<description><![CDATA[ Berdasarkan laporan wali murid, menu yang diterima diduga hanya bernilai sekitar Rp5.500 hingga Rp6.000. Padahal, standar harga operasional kesehatan untuk menu MBG adalah Rp8.000 per porsi. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x580_69d33b3a177f1.webp" length="32682" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 06 Apr 2026 13:00:53 +0700</pubDate>
<dc:creator>Kuswanto</dc:creator>
<media:keywords>Menu MBG, Program MBG, Satgas MBG Nganjuk Yudhi Ernanto, RA Miftahurrohmah, SPPG Baron, Nganjuk</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>NGANJUK, SJP</strong> — Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Nganjuk dikeluhkan. Sejumlah wali murid mengeluhkan adanya ketidaksesuaian menu makanan yang disajikan dengan standar harga yang telah ditetapkan. </p>
<p>Menanggapi hal tersebut, Wakil Satuan Tugas (Satgas) MBG, Yudhi Ernanto, saat dihubungi melalui pesan singkat WhatsApp, berjanji akan segera melakukan klarifikasi kepada pihak penyedia. Dalam konfirmasi melalui sambungan telepon, wartawan Suarajatimpost.com menyampaikan temuan di RA Miftahur Rahmah, Baron. </p>
<p>Berdasarkan laporan wali murid, menu yang diterima diduga hanya bernilai sekitar Rp5.500 hingga Rp6.000. Padahal, standar harga operasional kesehatan untuk menu MBG adalah Rp8.000 per porsi.</p>
<p>Menanggapi laporan tersebut, Yudhi menjelaskan bahwa memang terdapat perbedaan kategori porsi yang memengaruhi harga.</p>
<p>"Di porsi MBG itu kan ada menu besar dan menu kecil, sehingga harganya memang berbeda. Namun, terkait masalah pemorsian, itu menjadi kewenangan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG)," ujar Yudhi, Senin (6/4/2026).</p>
<p>Yudhi menegaskan bahwa pihak Satgas tidak bisa langsung menyimpulkan bahwa temuan tersebut berlaku di seluruh SPPG. Namun, ia memastikan akan melakukan pengecekan langsung ke lokasi, khususnya SPPG yang menempati eks bangunan Bebek Sago di Baron.</p>
<p>"Kami segera menindaklanjuti informasi ini, ditunggu," singkatnya.</p>
<p>Sebelumnya, pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di RA Miftahurohmah, Desa Katerban, Kecamatan Baron, Kabupaten Nganjuk, Sabtu (4/4/2026), menuai sorotan tajam dari masyarakat dan lembaga sipil.</p>
<p>Pasalnya, menu yang disajikan kepada para siswa dinilai jauh dari standar gizi seimbang. Dalam satu porsi, anak-anak hanya menerima nasi putih, ikan goreng berukuran kecil, sepotong tahu, sayur dengan porsi terbatas, serta buah jeruk yang dipotong menjadi dua irisan kecil.</p>
<p>Kondisi tersebut memunculkan pertanyaan serius terkait kualitas program yang seharusnya mendukung pemenuhan gizi anak. Dari sisi komposisi, menu dinilai belum mencerminkan prinsip makanan bergizi, baik dari kecukupan protein maupun asupan vitamin.</p>
<p>Salah seorang wali murid di RA Miftahurohmah, Ahmad, mengatakan bahwa satu porsi menu diperkirakan hanya bernilai sekitar Rp5.500 hingga Rp6.800. Bahkan, porsi buah jeruk yang disajikan disebut tidak bernilai lebih dari Rp1.000. Ia menilai porsi makanan yang diberikan jauh dari layak, terutama pada bagian buah.</p>
<p>"Apakah ini dikatakan gizi untuk anak? Masa program makan bergizi, tapi buah jeruk cuma dikasih tiga iris. Itu sangat tidak masuk akal," ujar Ahmad dengan nada kecewa.</p>
<p>Ia mempertanyakan keseriusan pelaksanaan program tersebut, mengingat kualitas yang diterima anak-anak dinilai tidak sebanding dengan tujuan program.</p>
<p>"Kalau melihat menu seperti itu, perkiraan saya nilainya tidak sampai Rp7 ribu per porsi. Ini yang jadi pertanyaan, anggarannya sebenarnya berapa dan dipakai ke mana," tegasnya.</p>
<p>Menanggapi keluhan tersebut, Kepala SPPG Baron, Alvin, memberikan klarifikasi. Ia menegaskan bahwa hidangan yang disajikan kepada para siswa telah memenuhi standar operasional prosedur (SOP) yang ditetapkan. </p>
<p>Ia menyatakan bahwa menu harian yang disediakan untuk tingkat RA Miftahurohmah sudah dikategorikan layak dan sehat.</p>
<p>"Menu hari ini sudah bagus, sudah standar dari MBG," kata Alvin saat dihubungi melalui WhatsApp.</p>
<p>Alvin menjelaskan bahwa biaya yang dialokasikan untuk satu porsi makanan di tingkat RA adalah sebesar Rp8.000. Meski terdapat keluhan, ia memastikan bahwa secara keseluruhan pelaksanaan program di lapangan berjalan aman dan tidak ada kendala teknis yang prinsipil.<strong> (*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Punden Mbah Lumpang di Baron Nganjuk Butuh Perhatian untuk Pelestarian Warisan Leluhur</title>
<link>https://suarajatimpost.com/punden-mbah-lumpang-di-baron-nganjuk-butuh-perhatian-untuk-pelestarian-warisan-leluhur</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/punden-mbah-lumpang-di-baron-nganjuk-butuh-perhatian-untuk-pelestarian-warisan-leluhur</guid>
<description><![CDATA[ Tempat yang dikeramatkan berada di Dusun Lobeser Timur Desa Baron, Kecamatan Baron ternyata memiliki aset spiritual jawa peninggalan leluhur berupa punden tua yang dipridiksi sudah berumur mencapai ribuan tahun lamanya, ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x580_69d20821a615b.webp" length="107902" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sun, 05 Apr 2026 15:44:02 +0700</pubDate>
<dc:creator>Kuswanto</dc:creator>
<media:keywords>Situs peradapan kuno, punden, mbh lumpang, kepercayaan masyarakat, tempat pemujaan, Nganjuk</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>NGANJUK, SJP</strong> — Kesadaran untuk menjaga warisan budaya lokal mulai tumbuh di tengah masyarakat dan pemerintah daerah. Salah satunya terlihat pada keberadaan Punden Mbah Lumpang di Dusun Lobeser Timur, Desa Baron, Kecamatan Baron, yang menyimpan jejak panjang peradaban masa lampau.</p>
<p>Situs ini ditandai dengan keberadaan batu kuno berbentuk lumpang yang berada di dalam cungkup. Secara historis, benda tersebut diyakini sebagai bagian dari praktik kepercayaan masyarakat masa lalu, sebelum masuknya agama-agama besar di tanah Jawa.</p>
<p>Punden Mbah Lumpang diperkirakan telah berusia ribuan tahun dan menjadi simbol peninggalan leluhur yang merepresentasikan budaya awal masyarakat Nusantara, khususnya yang berkaitan dengan paham animisme dan dinamisme.</p>
<p>Namun, dari hasil tinjauan lapangan, kondisi situs dinilai masih memerlukan perhatian lebih dalam hal perawatan. Meski demikian, keaslian lingkungan sekitar tetap terjaga, ditandai dengan keberadaan pohon tua berukuran besar dengan akar menjalar serta kain poleng yang melilit sebagai simbol kesakralan.</p>
<p>Pemerhati budaya, M. Ridwan atau yang akrab disapa Mbah Gondrong, menilai pelestarian situs ini perlu menjadi perhatian bersama.<br>“Kondisi situs punden ini perlu perawatan agar tetap terjaga sebagai tempat yang dikeramatkan,” ujarnya, Minggu (5/4/2026).</p>
<p>Di sisi lain, masyarakat setempat masih menjaga tradisi yang berkaitan dengan punden tersebut. Salah satu warga, Bob Mariono, menyebut bahwa Punden Mbah Lumpang hingga kini kerap digunakan sebagai lokasi tasyakuran atau kenduren, baik dalam kegiatan bersih desa maupun hajatan pribadi.</p>
<p>“Kami ingin memastikan punden ini tetap lestari bagi generasi mendatang sebagai pengingat akan asal-usul kami. Sampai sekarang, yang datang ke sini juga tidak hanya warga lokal, tetapi dari luar daerah,” ungkapnya.</p>
<p>Keberadaan Punden Mbah Lumpang tidak hanya menjadi bagian dari sejarah, tetapi juga identitas budaya masyarakat setempat. Oleh karena itu, upaya pelestarian dinilai penting agar situs ini tidak hanya bertahan secara fisik, tetapi juga tetap hidup dalam tradisi dan ingatan kolektif masyarakat.</p>
<p>Diharapkan, perhatian terhadap situs ini dapat menjadi contoh bagi pelestarian cagar budaya lainnya. Pelestarian warisan leluhur bukan semata tugas pemerintah, melainkan tanggung jawab bersama seluruh elemen masyarakat. (*)</p>
<p><strong>Editor:</strong> Danu  </p>
<p></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>MBG di Nganjuk Dikeluhkan Wali Murid, Kepala SPPG Baron Sebut Menu di RA Miftahurrohmah Sudah Sesuai Standar</title>
<link>https://suarajatimpost.com/mbg-di-nganjuk-dikeluhkan-wali-murid-kepala-sppg-baron-sebut-menu-di-ra-miftahurrohmah-sudah-sesuai-standar</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/mbg-di-nganjuk-dikeluhkan-wali-murid-kepala-sppg-baron-sebut-menu-di-ra-miftahurrohmah-sudah-sesuai-standar</guid>
<description><![CDATA[ Dalam satu porsi, anak-anak hanya menerima nasi putih, ikan goreng berukuran kecil, sepotong tahu, sayur dengan porsi terbatas, serta buah jeruk yang dipotong menjadi 2 irisan kecil. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x580_69d120f612453.webp" length="24412" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sat, 04 Apr 2026 21:45:52 +0700</pubDate>
<dc:creator>Kuswanto</dc:creator>
<media:keywords>Program MBG, MBG, RA Miftahurohman, SPPG Baron, disorot wali murid, Nganjuk</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>NGANJUK, SJP –</strong> Pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di RA Miftahurohmah, Desa Katerban, Kecamatan Baron, Kabupaten Nganjuk, Sabtu (4/4/2026), menuai sorotan tajam dari masyarakat dan lembaga sipil.</p>
<p>Pasalnya, menu yang disajikan kepada para siswa dinilai jauh dari standar gizi seimbang. Dalam satu porsi, anak-anak hanya menerima nasi putih, ikan goreng berukuran kecil, sepotong tahu, sayur dengan porsi terbatas, serta buah jeruk yang dipotong menjadi 2 irisan kecil.</p>
<p>Kondisi tersebut memunculkan pertanyaan serius terkait kualitas program yang seharusnya mendukung pemenuhan gizi anak. Dari sisi komposisi, menu dinilai belum mencerminkan prinsip makanan bergizi, baik dari kecukupan protein maupun asupan vitamin.</p>
<p>Salah seorang wali murid di RA Miftahurohmah, Ahmad mengatakan, satu porsi menu diperkirakan hanya bernilai sekitar Rp5.500 hingga Rp6.800. Bahkan, porsi buah jeruk yang disajikan disebut tidak lebih dari Rp1.000.</p>
<p>Ia menilai porsi makanan yang diberikan jauh dari kata layak, terutama pada bagian buah.</p>
<p>“Apakah ini dikatakan gizi untuk anak, masa program makan bergizi, tapi buah jeruk cuma dikasih tiga iris. Itu sangat tidak masuk akal,” ujar Ahmad dengan nada kecewa.</p>
<p>Menurutnya, ia mempertanyakan keseriusan pelaksanaan program tersebut, mengingat kualitas yang diterima anak-anak dinilai tidak sebanding dengan tujuan program.</p>
<p>“Kalau melihat menu seperti itu, perkiraan saya nilainya tidak sampai Rp7 ribu per porsi. Ini yang jadi pertanyaan, anggarannya sebenarnya berapa dan dipakai ke mana,” tegasnya.</p>
<p>Menanggapi adanya keluhan tersebut, Kepala SPPG Baron, Alvin memberikan klarifikasi. Ia menegaskan bahwa hidangan yang disajikan kepada para siswa telah memenuhi standar operasional prosedur (SOP) yang ditetapkan.</p>
<p>​Kepala SPPG Baron menyatakan bahwa menu harian yang disediakan untuk tingkat RA Miftahurohmah sudah dikategorikan layak dan sehat.</p>
<p>​"Menu hari ini sudah bagus, sudah standar dari MBG," Kata Alvin saat dihubungi via WhatsApp.</p>
<p>​Alvin menjelaskan bahwa biaya yang dialokasikan untuk satu porsi makanan di tingkat RA adalah sebesar Rp8.000. Meski terdapat keluhan, ia memastikan bahwa secara keseluruhan pelaksanaan program di lapangan berjalan aman dan tidak ada kendala teknis yang prinsipil.<strong> (*) </strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Usut Kasus Dugaan Penggelapan Pelimpahan Polres, Wartawan Temui Kasi Intelijen Kejari Nganjuk</title>
<link>https://suarajatimpost.com/usut-kasus-dugaan-penggelapan-pelimpahan-polres-wartawan-temui-kasi-intelijen-kejari-nganjuk</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/usut-kasus-dugaan-penggelapan-pelimpahan-polres-wartawan-temui-kasi-intelijen-kejari-nganjuk</guid>
<description><![CDATA[ Kejaksaan Negeri Nganjuk menerima penyerahan tersangka dan barang bukti (Tahap II) dari penyidik Satreskrim Polres Nganjuk dalam perkara dugaan tindak pidana penggelapan, Kamis (2/4/2026). ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x580_69ce78350852a.webp" length="33090" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 02 Apr 2026 21:26:12 +0700</pubDate>
<dc:creator>Kuswanto</dc:creator>
<media:keywords>Dugaan penggelapan, kasus penggelapan, tersangka, Kasi Intelijen Kejari Koko Robby Yahya, pelimpahan kasus, tahap 2, P21, Polres Nganjuk, Nganjuk</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>NGANJUK, SJP – </strong>Kejaksaan Negeri (Kejari) Nganjuk mulai menyiapkan proses penuntutan terhadap tersangka kasus dugaan penggelapan berinisial YM, setelah menerima pelimpahan tahap II (P-21) dari penyidik Satreskrim Polres Nganjuk.</p>
<p>Pelimpahan tersangka dan barang bukti tersebut dilakukan pada Kamis (2/4/2026). Dengan demikian, penanganan perkara kini sepenuhnya menjadi kewenangan Jaksa Penuntut Umum (JPU) untuk dilanjutkan ke tahap persidangan.</p>
<p>Kepala Seksi Intelijen Kejari Nganjuk, Koko Robby Yahya, mengatakan, pihaknya berkomitmen mengawal proses hukum secara profesional dan transparan. Hal itu disampaikannya saat menerima sejumlah wartawan di ruang kerjanya.</p>
<p>“Kami mengapresiasi kehadiran rekan-rekan media. Sinergi antara kejaksaan dan media sangat penting dalam mendukung keterbukaan informasi publik serta edukasi masyarakat mengenai proses penegakan hukum,” ujarnya.</p>
<p>Berdasarkan keterangan resmi, perkara ini bermula dari dugaan perbuatan melawan hukum terkait penguasaan uang milik orang lain yang berada dalam kendali tersangka. YM diduga menerima uang dari korban untuk tujuan tertentu, namun tidak digunakan sebagaimana mestinya.</p>
<p>Akibat perbuatan tersebut, korban mengalami kerugian sebesar Rp40 juta.</p>
<p>Atas perbuatannya, tersangka dijerat Pasal 486 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP).</p>
<p>Untuk kepentingan penuntutan, tersangka kini ditahan selama 20 hari, terhitung mulai 2 April hingga 21 April 2026 di Rumah Tahanan Negara Kelas IIB Nganjuk.</p>
<p>Kejari Nganjuk memastikan seluruh proses pelimpahan tahap II berjalan aman dan lancar. Saat ini, JPU tengah mempersiapkan berkas dan langkah hukum lanjutan sebelum perkara dilimpahkan ke pengadilan.</p>
<p>Kejaksaan juga menegaskan komitmennya dalam menegakkan hukum secara profesional, transparan, dan akuntabel guna memberikan kepastian hukum kepada masyarakat. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Pemkab Nganjuk Gelar Grand Final Duta Genre 2026, Upaya Gali Potensi dan Kreativitas Remaja</title>
<link>https://suarajatimpost.com/pemkab-nganjuk-gelar-grand-final-duta-genre-2026-upaya-gali-potensi-dan-kreativitas-remaja</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/pemkab-nganjuk-gelar-grand-final-duta-genre-2026-upaya-gali-potensi-dan-kreativitas-remaja</guid>
<description><![CDATA[ Acara ini menjadi wadah strategis bagi remaja di Kabupaten Nganjuk untuk menunjukkan bakat, kecerdasan, serta kemampuan komunikasi mereka. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x580_69ce63d384691.webp" length="39024" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 02 Apr 2026 21:01:01 +0700</pubDate>
<dc:creator>Kuswanto</dc:creator>
<media:keywords>Lomba Duta Genre 2026, Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana, peserta lomba, Grand Final, Duta Genre, Forkopimda, Nganjuk</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>NGANJUK, SJP – </strong>Pemerintah Kabupaten Nganjuk resmi menggelar acara puncak Grand Final Pemilihan Duta Genre (Generasi Berencana) Tahun 2026. Acara ini menjadi wadah strategis bagi remaja di Kabupaten Nganjuk untuk menunjukkan bakat, kecerdasan, serta kemampuan komunikasi mereka.</p>
<p>​Bupati Nganjuk, Marhaen Djumadi didampingi Wabup Tri Handy Saputra bersama jajaran Forkopimda hadir langsung dalam acara tersebut. Bupati menyampaikan bahwa kompetisi ini diikuti oleh 20 finalis terbaik, yang terdiri dari 10 putra dan 10 putri. Dari jumlah tersebut, akan dikerucutkan menjadi lima besar, kemudian tiga besar, hingga terpilih juara utama.</p>
<p>​"Hari ini kita lakukan tahapan Grand Final Duta Genre 2026. Saya melihat antusiasme peserta sangat luar biasa. Ini adalah momen penting untuk menggali bakat anak-anak kita, mulai dari potensi bahasa, kemampuan komunikasi, hingga rasa percaya diri mereka," ujar Marhaen Djumadi saat memberikan keterangan kepada media di Gedung Wanita. Kamis (2/4/2026).</p>
<p>​Marhaen juga menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk terus mendukung para pemenang agar bisa berkancah di tingkat yang lebih tinggi. Juara pertama dari ajang ini nantinya akan dikirim sebagai perwakilan Kabupaten Nganjuk untuk berkompetisi di tingkat Provinsi Jawa Timur.</p>
<p>​Kabupaten Nganjuk sendiri memiliki rekam jejak yang membanggakan dalam berbagai ajang pemilihan duta. Marhaen menyebutkan beberapa prestasi sebelumnya, seperti Juara 3 Duta Otonomi Daerah tingkat nasional dari Gondang, serta Juara 1 Duta dari BPD RI asal Tanjunganom.</p>
<p>Dukungan penuh diberikan Pemerintah Kabupaten Nganjuk terhadap pengembangan potensi remaja daerah melalui acara akbar Grand Final Pemilihan Duta Genre (Generasi Berencana) Tahun 2026.</p>
<p>​Hadir memberikan apresiasi langsung dalam acara tersebut, Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Kadis Dalduk) Kabupaten Nganjuk, Asti Widyartini. Beliau tampil anggun mengenakan seragam batik resmi Pemkab Nganjuk yang dipadukan dengan hijab senada, dan didampingi oleh Kepala Dinas Kesehatan dr Tien Farida Yani. </p>
<p>​Dalam keterangannya, Asti Widyartini menyampaikan kekagumannya atas semangat dan antusiasme para peserta yang luar biasa. Menurutnya, ajang ini bukan sekadar kompetisi, melainkan wadah krusial untuk menggali dan mengasah bakat, kemampuan komunikasi, serta rasa percaya diri generasi muda di Kabupaten Nganjuk.</p>
<p>​"Ajang Duta Genre ini adalah kesempatan emas bagi adik-adik kita untuk membuktikan kemampuan mereka. Saya sangat terkesan dengan kreativitas dan kesiapan yang mereka tunjukkan hari ini. Kita ingin generasi muda Nganjuk menjadi generasi yang cerdas, terencana, dan siap bersaing di masa depan," ungkap Asti Widyartini dengan penuh antusias.</p>
<p>​Kehadiran dua pejabat tinggi dinas terkait  mempertegas sinergi antarlembaga pemerintah daerah dalam mendukung program-program kepemudaan yang berorientasi pada pembangunan karakter dan kesehatan reproduksi remaja.</p>
<p>Diharapkan, para finalis Duta Genre ini nantinya dapat menjadi agen perubahan yang positif di lingkungan mereka masing-masing.<strong> (ADV) </strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>FK P4S Jatim Gelar Pertemuan Triwulan di Nganjuk, Perkuat Peran Petani Dukung Program MBG</title>
<link>https://suarajatimpost.com/fk-p4s-jatim-gelar-pertemuan-triwulan-di-nganjuk-perkuat-peran-petani-dukung-program-mbg</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/fk-p4s-jatim-gelar-pertemuan-triwulan-di-nganjuk-perkuat-peran-petani-dukung-program-mbg</guid>
<description><![CDATA[ FK P4S Jawa Timur menggelar pertemuan triwulan di Nganjuk untuk memperkuat peran petani dalam mendukung ketahanan pangan dan program Makan Bergizi Gratis (MBG). ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x580_69ce5eb177d7d.webp" length="40822" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 02 Apr 2026 20:39:12 +0700</pubDate>
<dc:creator>Kuswanto</dc:creator>
<media:keywords>FK Pas Jawa Timur, konsolidasi, pertemuan triwulan ke 27, Tarwa Mustopa ​Ketua Pengurus FK P4S Jawa Timur, 273 anggota FK PAS, Forum Komunikasi Pusat Pelatihan Pertanian dan Perdesaan Swadaya, Dispertan, Nganjuk</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>NGANJUK, SJP –</strong> Forum Komunikasi Pusat Pelatihan Pertanian dan Perdesaan Swadaya (FK P4S) Jawa Timur menggelar Pertemuan Triwulan ke-27 di Kabupaten Nganjuk, Kamis (2/4/2026). Kegiatan ini dikemas dengan nuansa sinergi dan Halal Bihalal, serta berfokus pada penguatan kedaulatan pangan nasional.</p>
<p>Pertemuan mengusung tema “Mewujudkan Pilar Ketahanan Pangan dalam Ekosistem Makan Bergizi Gratis (MBG)”. Tema tersebut dipilih sebagai respons terhadap kebijakan pemerintah dalam pemenuhan gizi masyarakat.</p>
<p>Sejumlah pihak hadir dalam kegiatan ini, di antaranya perwakilan BBPP Ketindan Malang, Ketua KTNA Jawa Timur, Perhiptani, anggota DPRD Jawa Timur, pengurus FK P4S se-Jatim, serta perwakilan dinas pertanian kabupaten/kota.</p>
<p>Ketua FK P4S Jawa Timur, Tarwa Mustopa, menegaskan pentingnya peran P4S sebagai garda terdepan dalam pelatihan dan pemberdayaan petani. Ia menyebut, forum ini menjadi ruang bertukar inovasi dan teknologi untuk meningkatkan produktivitas pertanian.</p>
<p>“P4S harus menjadi pilar utama dalam memastikan ketersediaan bahan pangan berkualitas. Dalam ekosistem Makan Bergizi Gratis, peran petani swadaya sangat vital sebagai penyedia bahan pangan sehat dan berkelanjutan,” ujarnya.</p>
<p>Tarwa menambahkan, pertemuan di Nganjuk juga menjadi ajang konsolidasi antaranggota FK P4S se-Jawa Timur. Peserta yang hadir berasal dari berbagai daerah, mulai dari Banyuwangi hingga Ngawi, termasuk wilayah Madura.</p>
<p>Menurutnya, FK P4S saat ini memiliki anggota dari 273 kabupaten/kota di Jawa Timur. Para anggota tersebut merupakan pelaku pertanian terpilih yang berperan dalam pengembangan sumber daya manusia (SDM) melalui pelatihan berbasis satu konsep terpadu.</p>
<p>“Konsep yang kami jalankan bukan sekadar pelatihan biasa, tetapi menghasilkan SDM unggul sebagai turunan dari program yang dijalankan,” tegasnya.</p>
<p>Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Nganjuk, Ida Shobihatin, enggan memberikan keterangan usai kegiatan. Ia menyebut acara tersebut merupakan agenda dari tingkat provinsi.</p>
<p>“Mohon maaf, ini acaranya dari provinsi, silakan tanyakan ke yang hadir saja,” ujarnya singkat. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>BPR Anjuk Ladang Optimalkan Penyaluran Kredit UMKM dan P3K di Nganjuk</title>
<link>https://suarajatimpost.com/bpr-anjuk-ladang-optimalkan-penyaluran-kredit-umkm-dan-p3k-di-nganjuk</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/bpr-anjuk-ladang-optimalkan-penyaluran-kredit-umkm-dan-p3k-di-nganjuk</guid>
<description><![CDATA[ BPR milik Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Nganjuk ini mencatatkan performa positif dengan fokus utama pada pemberdayaan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x580_69ce501e62ea0.webp" length="63618" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 02 Apr 2026 19:45:38 +0700</pubDate>
<dc:creator>Kuswanto</dc:creator>
<media:keywords>BPR Anjuk Ladang, penyaluran kredit, PAD, 1.1 Miliar Laba, PPPK, UMKM, Masyarakat Nganjuk, Nganjuk</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>NGANJUK, SJP – </strong>Sejak berdiri tahun 2021 silam, Bank Perkreditan Rakyat (BPR) Anjuk Ladang terus memperkuat perannya dalam menggerakkan roda perekonomian daerah di Kabupaten Nganjuk.</p>
<p>Memasuki usia keempat sejak berdiri pada tahun 2021, BPR milik Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Nganjuk ini mencatatkan performa positif dengan fokus utama pada pemberdayaan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).</p>
<p>Direktur BPR Anjuk Ladang Nur Kamdani ​melalui Syahrul Andry W, menyampaikan bahwa pihak bank menyediakan berbagai produk pinjaman dengan suku bunga yang relatif ringan namun tetap dalam pengawasan ketat Otoritas Jasa Keuangan (OJK).</p>
<p>​"Fungsi utama kami adalah intermediasi. Khusus untuk UMKM, kami menyediakan kredit dengan bunga yang kompetitif. Syaratnya, pelaku usaha perlu mendapatkan rekomendasi dari dinas terkait, dalam hal ini Dinas Koperasi dan UMKM (Dinkop UM), guna memastikan penyaluran yang tepat sasaran," ujar Andri.</p>
<p>Menurut Andry, penyaluran kredit melalui analisis ketat. ​Meski terbuka untuk semua segmen, BPR Anjuk Ladang tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian perbankan. Setiap pengajuan kredit wajib melalui proses analisis data melalui sistem Slik (dahulu dikenal sebagai BI Checking).</p>
<p>​"Kami harus mematuhi rambu-rambu dari OJK. Jika nasabah memiliki riwayat kredit macet di bank lain, maka harus diselesaikan terlebih dahulu sebelum kami bisa memberikan bantuan pinjaman baru," tambahnya.</p>
<p><strong>​Kontribusi Nyata Terhadap PAD</strong></p>
<p>​Keberadaan BPR Anjuk Ladang juga mulai dirasakan dampaknya terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD). Berdasarkan hasil Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Luar Biasa pada Maret lalu, BPR Anjuk Ladang berhasil membukukan laba bersih sebesar Rp1,1 miliar.</p>
<p>​Angka ini disebut telah mencapai titik impas atau Break Even Point (BEP) dari modal awal yang disertakan oleh Pemkab Nganjuk. </p>
<p>"Capaian ini menjadikan BPR Anjuk Ladang sebagai salah satu Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) di Nganjuk dengan kontribusi tertinggi bagi daerah," terang Andry aaat ditemui Suarajatimpost di ruangannya, Kamis (2/4/2026) </p>
<p>Tidak sampai disitu, Andry menyampaikan,​ di Nganjuk sendiri, ribuan Pegawai P3K yang masuk ke BPR. ​Selain UMKM, BPR Anjuk Ladang kini menjadi mitra strategis dalam pengelolaan gaji bagi sekitar 2.500 pegawai Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K) di Nganjuk.</p>
<p>Melalui kerja sama ini, para pegawai P3K dapat mengakses fasilitas pinjaman modal untuk membuka usaha sampingan atau kebutuhan konsumtif lainnya dengan menggunakan SK mereka sebagai jaminan.</p>
<p>Disinggung, apa kriteria BPR yang bisa masuk menjadi nasabah, Andry menjelaskan, semuanya masyarakat Nganjuk bisa masuk. Menurutnya, orang umum masuk awal Rp100 ribu, pelajar Rp 60 ribu bisa menjadi nasabah. ​Untuk mempermudah layanan, masyarakat kini juga dapat mengajukan pinjaman secara daring melalui laman resmi BPR Anjuk Ladang tanpa harus bertatap muka langsung dengan petugas di tahap awal.</p>
<p>​Langkah ini diharapkan dapat semakin memperluas jangkauan layanan perbankan bagi masyarakat Nganjuk sekaligus mendukung program pemerintah daerah dalam memulihkan dan mengembangkan ekonomi lokal secara berkelanjutan. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong> </p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Warga Pertanyakan Pemasangan Puluhan Tiang Provider MyRepublic di Area Desa Tanpa Izin Jelas</title>
<link>https://suarajatimpost.com/warga-pertanyakan-pemasangan-puluhan-tiang-provider-myrepublic-di-area-desa-tanpa-izin-jelas</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/warga-pertanyakan-pemasangan-puluhan-tiang-provider-myrepublic-di-area-desa-tanpa-izin-jelas</guid>
<description><![CDATA[ Sebanyak 27 buah tiang milik provider MyRepublic dilaporkan telah terpasang di area pemukiman warga pada Senin malam sekitar pukul 18.30 WIB. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202603/image_870x580_69cb8f60a5601.webp" length="49400" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Tue, 31 Mar 2026 18:03:17 +0700</pubDate>
<dc:creator>Kuswanto</dc:creator>
<media:keywords>Kabel Optik Provider, MyRepublic, tak berizin, pemukiman warga, Desa Ngerami Sukomoro, DPMSTP, PUPR, Nganjuk</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>NGANJUK, SJP –</strong> Pemasangan infrastruktur jaringan internet kabel fiber optik kembali menuai sorotan warga. Sebanyak 27 buah tiang milik provider MyRepublic dilaporkan telah terpasang di area pemukiman warga pada Senin malam sekira pukul 18.30 WIB.</p>
<p>​Berdasarkan keterangan salah seorang saksi mata di lokasi, Dusun Pengkol Desa Ngerami Kecamatan Sukomoro mengatakan, proses pemasangan tersebut dilakukan secara cepat oleh sejumlah pekerja. Saat dikonfirmasi oleh warga setempat mengenai aktivitas tersebut, para pekerja menyatakan, mereka sedang melakukan pemasangan tiang untuk jaringan MyRepublic.</p>
<p>​"Saya tanya, 'Loh, pasang apa?' Mereka jawab tiang MyRepublic, Mas," ujar SR yang enggan disebutkan namanya saat memberikan keterangan, Selasa (31/3/2026).</p>
<p>Menurut SR, kekhawatiran warga muncul terkait prosedur perizinan dan penempatan tiang yang dianggap terlalu berdekatan. Saat ditanya mengenai legalitas pengerjaan tersebut, pihak pekerja mengklaim bahwa prosedur perizinan ke tingkat desa telah diselesaikan.</p>
<p>​"Terus saya tanya lagi, 'Loh kok dipasang di situ, apa sudah ada izin dari desa?' Mereka bilang sudah," tambahnya.</p>
<p>​Namun, kecurigaan warga tidak berhenti di situ. Selain masalah izin, teknis pemasangan juga dinilai serampangan. Jarak antar tiang dilaporkan hanya berkisar tiga meter, yang dianggap tidak lazim dan berpotensi mengganggu estetika serta kenyamanan akses jalan di lingkungan tersebut.</p>
<p>Terpisah, Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Nganjuk memberikan klarifikasi tegas terkait maraknya pemasangan kabel dan tiang internet oleh provider MyRepublic di sejumlah wilayah. Berdasarkan data internal, provider tersebut diketahui belum mengantongi izin resmi untuk wilayah tertentu, khususnya di kawasan Sukomoro.</p>
<p>Wahyu Wijanarko, Penata Perizinan Ahli Madya DPMPTSP Nganjuk saat ditemui di ruang kerjanya menjelaskan, meskipun pihak MyRepublic pernah mengajukan izin secara elektronik, namun proses tersebut belum tuntas hingga tahap penerbitan dokumen resmi.</p>
<p>​"Intinya, MyRepublic itu izin pemanfaatan sempadan jalan untuk kewenangan kabupaten belum ada. Kami belum pernah menerbitkan satu pun izin untuk mereka," tegas Pak Wahyu kepada Suarajatimpost, Selasa (31/3/2026) </p>
<p>Lebih lanjut, Wahyu menyampaikan, ​Pemasangan tanpa rekomendasi prosedur perizinan semestinya melibatkan pengecekan administrasi, survei lapangan oleh tim teknis dari Dinas PUPR, hingga pembayaran retribusi. Meskipun pihak provider diklaim telah membayar sewa sempadan jalan untuk beberapa titik, DPMPTSP menekankan bahwa rekomendasi teknis belum dikeluarkan karena masih terdapat berbagai kendala dan masalah di lapangan.</p>
<p>Masih bersama wahyu, ​beberapa aturan yang diduga dilanggar dalam pemasangan kabel tersebut antara lain, ​pemasangan tiang di area saluran air/drainase. Kedua, ​penutupan akses saluran yang dapat mengganggu pemeliharaan. Ketiga, ​kabel yang semrawut sehingga mengganggu estetika dan keindahan kota.</p>
<p>Menurut Wahyu, ​terkait fokus pelanggaran di Sukomoro, dirinya merinci bahwa MyRepublic memang mengajukan izin untuk beberapa lokasi seperti Jalan Barito, Jalan Citandui, Jalan Ciliwung, serta Desa Kutorojo (Kecamatan Bagor). Namun, untuk wilayah Sukomoro, nama lokasi tersebut sama sekali tidak terdaftar dalam pengajuan izin maupun daftar pembayaran retribusi yang masuk ke daerah.</p>
<p>​"Di Sukomoro itu tidak ada dalam daftar. Jadi, meskipun mereka sudah pasang, itu dilakukan tanpa sepengetahuan kami maupun Dinas PUPR. Istilahnya mencuri-curi kesempatan," tambahnya.</p>
<p>Penata Ruang Ahli Muda Dinas PUPR, Ervin Eko saat dikonfirmasi via WhatsApp menyampaikan, pihaknya akan berkoordinasi dan melibatkan setidaknya lima Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait.</p>
<p>“Kami dari Dinas PU berkoordinasi dengan beberapa OPD terkait seperti Dinas Komunikasi dan Informatika, Dinas DPMSTP, Satpol PP, dan BKAD untuk pengelolaan kabel optik ini,” ujar Ervin.</p>
<p>Sementara itu, Wakil dari provider MyRepublic Agus yang juga warga dari Sukomoro dihubungi melalui telepon dan SMS sebanyak tiga kali tidak menjawab. <strong>(ADV) </strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Stok Susu Absen, Distribusi MBG di Baron Nganjuk Diklaim Tetap Terkendali</title>
<link>https://suarajatimpost.com/stok-susu-absen-distribusi-mbg-di-baron-nganjuk-diklaim-tetap-terkendali</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/stok-susu-absen-distribusi-mbg-di-baron-nganjuk-diklaim-tetap-terkendali</guid>
<description><![CDATA[ Alvin memberikan klarifikasi mengenai variasi menu yang diterima siswa hari ini. Menanggapi ketiadaan komoditas susu dalam paket makanan, ia menjelaskan bahwa hal tersebut telah sesuai dengan rencana anggaran dan jadwal yang ditetapkan. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202603/image_870x580_69cb451e0070f.webp" length="32666" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Tue, 31 Mar 2026 11:32:04 +0700</pubDate>
<dc:creator>Kuswanto</dc:creator>
<media:keywords>MBG, Makan Bergizi Gratis, SPPG Baron, keterlambatan waktu, distribusi MBG, SDN 1 Katerban Baron, Nganjuk</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>NGANJUK, SJP</strong>–Distribusi menu program Makan Bergizi Gratis (MBG) di wilayah Kecamatan Baron, khususnya di SDN 1 Katerban, terus dipantau secara intensif. Langkah ini dilakukan guna memastikan standar pelayanan dan ketepatan waktu distribusi bagi para siswa tetap terjaga.</p>
<p></p>
<p>Meskipun terdapat dinamika operasional terkait durasi pengiriman dan koordinasi menu harian, pihak otoritas memastikan bahwa proses distribusi secara keseluruhan masih dalam kategori normal dan terkendali.</p>
<p></p>
<p>Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Baron, Alvin, mengonfirmasi bahwa kendala teknis di lapangan terkait pengiriman makanan pada Selasa (31/3/2026) telah teratasi. Meski sempat muncul potensi keterlambatan, Alvin menegaskan seluruh paket makanan telah sampai di titik distribusi sebelum batas waktu.</p>
<p></p>
<p>"Hari ini aman saja, tidak ada faktor kendala yang berarti. Biasanya memang jam 09.00 WIB sudah selesai semua, termasuk untuk wilayah Katerban 3 dan Katerban 5," ujar Alvin saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon, Selasa (31/3/2026).</p>
<p></p>
<p>Lebih lanjut, Alvin memberikan klarifikasi mengenai variasi menu yang diterima siswa hari ini. Menanggapi ketiadaan komoditas susu dalam paket makanan, ia menjelaskan bahwa hal tersebut telah sesuai dengan rencana anggaran dan jadwal yang ditetapkan.</p>
<p></p>
<p>"Memang untuk hari ini jadwalnya tidak ada susu," tambahnya singkat.</p>
<p></p>
<p>Kepala SDN 1 Katerban, Dewi Chikma, menyatakan bahwa hingga saat ini pihak sekolah belum menerima keluhan signifikan, baik dari wali murid maupun tenaga pendidik, terkait kualitas maupun kuantitas makanan yang diberikan.</p>
<p></p>
<p>Berdasarkan data operasional sekolah, makanan biasanya tiba di lokasi antara pukul 09.00 hingga 10.00 WIB. Pihak sekolah menegaskan bahwa pengiriman tidak pernah melampaui pukul 11.00 WIB, sehingga tetap selaras dengan jam istirahat dan waktu makan siang siswa.</p>
<p></p>
<p>"Meskipun tidak ada komunikasi melalui grup WhatsApp, umumnya (makanan) sampai di sekolah sekitar pukul 09.00 hingga 10.00 WIB. Pengiriman tidak pernah melebihi pukul 11.00 atau 12.00 siang," jelas Dewi.</p>
<p></p>
<p>Terkait regulasi keamanan pangan, Dewi menyebutkan pihaknya belum menerima instruksi tertulis mengenai batasan waktu konsumsi maksimal enam jam setelah proses pemasakan. Namun, dengan jadwal kedatangan yang konsisten pada pagi hari, risiko penurunan kualitas makanan dinilai masih minim.</p>
<p></p>
<p>Menyinggung operasional program saat memasuki masa libur sekolah, Dewi menjelaskan bahwa terdapat kebijakan khusus yang telah diterapkan sebelumnya untuk menjamin pemenuhan gizi siswa tetap berjalan.</p>
<p></p>
<p>"Terakhir sebelum libur Hari Raya, siswa mendapatkan paket bungkusan untuk satu minggu yang dibawa pulang. Namun, selama masa libur sekolah, tidak ada aktivitas pengambilan makanan di sekolah kami," pungkasnya. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Wujudkan Kepedulian, Polres Nganjuk Gelar Binrohtal dan Santunan Anak Yatim Piatu</title>
<link>https://suarajatimpost.com/wujudkan-kepedulian-polres-nganjuk-gelar-binrohtal-dan-santunan-anak-yatim-piatu</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/wujudkan-kepedulian-polres-nganjuk-gelar-binrohtal-dan-santunan-anak-yatim-piatu</guid>
<description><![CDATA[ Pembinaan Rohani dan Mental (Binrohtal) yang dirangkaikan dengan pemberian santunan kepada anak yatim piatu di Masjid Al-Ikhlas Polres Nganjuk, Sabtu (28/3/2026). ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202603/image_870x580_69c7d477d0a74.webp" length="27662" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sat, 28 Mar 2026 21:59:40 +0700</pubDate>
<dc:creator>Kuswanto</dc:creator>
<media:keywords>Kepedulian, Bhinrotal, santunan anak yatim piatu, Polres Nganjuk, Nganjuk</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>NGANJUK, SJP - </strong>Kepolisian Resor (Polres) Nganjuk kembali menunjukkan sisi humanisnya melalui kegiatan Pembinaan Rohani dan Mental (Binrohtal) yang dirangkaikan dengan pemberian santunan kepada anak yatim piatu di Masjid Al-Ikhlas Polres Nganjuk, Sabtu (28/3/2026).</p>
<p></p>
<p>Kegiatan tersebut dihadiri oleh Pejabat Utama (PJU), anggota, serta ASN Polres Nganjuk, sebagai upaya mempererat silaturahmi serta menanamkan nilai-nilai kepedulian sosial di lingkungan Polri.</p>
<p></p>
<p>Kegiatan dimulai dengan pembacaan doa bersama dan ceramah keagamaan. Program Binrohtal ini rutin dilaksanakan untuk memberikan siraman rohani kepada personel kepolisian agar dalam menjalankan tugasnya tetap berlandaskan nilai-nilai agama dan etika yang baik.</p>
<p></p>
<p>Kapolres Nganjuk melalui Kabag SDM Polres Nganjuk Kompol Burhanudin, dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan Binrohtal yang dirangkai dengan santunan yatim piatu menjadi wujud nyata kepedulian Polri kepada masyarakat.</p>
<p></p>
<p>"Melalui kegiatan ini, kami ingin menanamkan nilai empati dan kepedulian kepada seluruh personel. Tidak hanya menjalankan tugas kepolisian, tetapi juga hadir membantu masyarakat, terutama anak-anak yatim piatu yang membutuhkan perhatian dan kasih sayang," ujarnya.</p>
<p></p>
<p>Sementara itu, KH. Mohammad Kholil selaku Ulama Kamtibmas Polsek Loceret dalam ceramahnya mengajak seluruh personel untuk senantiasa peduli terhadap anak yatim serta menjaga tali silaturahmi.</p>
<p></p>
<p>"Menyantuni anak yatim adalah amalan yang sangat mulia. Selain itu, menjaga silaturahmi juga menjadi kunci keberkahan dalam hidup. Jika kita peduli kepada sesama dan menjaga hubungan baik, maka insyaAllah hidup kita akan dilapangkan dan penuh keberkahan," tuturnya.</p>
<p></p>
<p>Dalam kegiatan tersebut, selain mendengarkan tausiyah, personel Polres Nganjuk juga secara langsung memberikan santunan dan bantuan sosial kepada anak yatim piatu sebagai bentuk kepedulian dan pengabdian kepada masyarakat.</p>
<p></p>
<p>Melalui kegiatan ini, diharapkan seluruh personel Polres Nganjuk semakin memiliki jiwa sosial yang tinggi, mempererat tali silaturahmi, serta terus menebarkan kebaikan di tengah masyarakat.<strong> (**)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Tanah Gerak Ancam Sungai Bodor, Begini Langkah Pencegahan BPBD Nganjuk</title>
<link>https://suarajatimpost.com/tanah-gerak-ancam-sungai-bodor-begini-langkah-pencegahan-bpbd-nganjuk</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/tanah-gerak-ancam-sungai-bodor-begini-langkah-pencegahan-bpbd-nganjuk</guid>
<description><![CDATA[ Fenomena alam ini berpotensi memicu tanah longsor dan kerusuhan, yang membahayakan keselamatan warga serta infrastruktur di sekitarnya. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202603/image_870x580_69c7d97ee4239.webp" length="44488" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sat, 28 Mar 2026 21:29:37 +0700</pubDate>
<dc:creator>Kuswanto</dc:creator>
<media:keywords>Keretakan sungai, sungai bodor, Desa Gemenggeng Pace, BPBD, bencana alam, Nganjuk</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>NGANJUK, SJP - </strong>Ancaman tanah gerak kembali menghantui warga di sekitar bantaran Sungai Bodor, di Dusun Kedung Bajul, Desa Gemenggeng, Kecamatan Pace, Kabupaten Nganjuk. Fenomena alam ini berpotensi memicu tanah longsor dan kerusuhan, yang membahayakan keselamatan warga serta infrastruktur di sekitarnya.</p>
<p>​Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Nganjuk, Sutomo, telah mengambil langkah-langkah pencegahan yang proaktif untuk mitigasi risiko. Berkoordinasi dengan instansi terkait dan pemerintah desa setempat, BPBD Nganjuk mengidentifikasi area yang paling rawan dan menyusun rencana aksi.</p>
<p>Langkah pertama yang dilakukan adalah mengidentifikasi area yang paling rawan terkena dampak tanah gerak. Berdasarkan pantauan lapangan dan data historis, BPBD Nganjuk telah memetakan beberapa titik kritis yang memerlukan penanganan segera.</p>
<p>​BPBD Nganjuk juga telah memasang alat pemantau tanah gerak dan <em>early warning system</em> (EWS) di titik-titik rawan tersebut. Alat ini akan mendeteksi pergeseran tanah sekecil apa pun dan memberikan peringatan dini kepada warga sehingga mereka memiliki cukup waktu untuk evakuasi jika terjadi longsor.</p>
<p>“Kondisi sempadan Sungai Bodor memang memerlukan penanganan segera karena retakannya cukup panjang, mencapai 50 meter di satu titik. Kami terus berkoordinasi dengan pihak desa dan provinsi untuk pengadaan material darurat seperti sandbag dan sesek guna menahan laju penggerusan tanah,” ujar Sutomo, Sabtu (28/3/3026).</p>
<p>Peristiwa ini dipicu oleh tingginya intensitas curah hujan di wilayah hulu Kecamatan Loceret dan Ngetos sejak 21 Maret 2026, yang menyebabkan debit air Sungai Bodor meningkat tajam dan menggerus dinding sungai.</p>
<p>Dua titik krusial teridentifikasi mengalami retakan tanah diantaranya titik 1 dengan kerusakan sepanjang ±12 meter, lebar kira-kira 2 meter, tinggi sekira 6 meter; dan Titik 2 dengan panjang mencapai kurang lebih 50 meter, lebar kira-kira 2 meter, dan tinggi sekira 6 meter.</p>
<p>“Kami minta warga tetap waspada dan melaporkan segera jika melihat retakan baru, terutama saat hujan deras melanda wilayah hulu. Keselamatan warga adalah prioritas utama kami,” tuturnya.</p>
<p>Retakan tersebut dinilai membahayakan akses transportasi warga karena letaknya sangat dekat dengan jalan desa. Jika debit air kembali naik, penggerusan dikhawatirkan akan meluas dan memutus akses jalan tersebut.</p>
<p>Tim BPBD Kabupaten Nganjuk bekerja sama dengan BPBD Provinsi Jawa Timur (AGISENA), pemerintah desa, dan unsur DPRD yang turun ke lapangan untuk koordinasi. Fokus utama saat ini adalah mitigasi struktur guna mencegah longsor susulan.</p>
<p>“Kebutuhan mendesak meliputi pemasangan sesek (anyaman bambu) dan sandbag (kantong pasir) sebagai tanggul darurat untuk memperkuat dinding sempadan yang retak,” ungkapnya.</p>
<p>Sutomo menegaskan bahwa pihaknya memprioritaskan keamanan warga dan fasilitas umum di sekitar bantaran sungai.</p>
<p>BPBD memastikan akan terus memonitor situasi secara berkala dan memberikan informasi lanjutan kepada masyarakat agar siap menghadapi kemungkinan kondisi yang memburuk. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Sengketa Waris di Nganjuk Memanas, Ahli Waris Tuding Pemdes Tutup Akses Dokumen Desa</title>
<link>https://suarajatimpost.com/sengketa-waris-di-nganjuk-memanas-ahli-waris-tuding-pemdes-tutup-akses-dokumen-desa</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/sengketa-waris-di-nganjuk-memanas-ahli-waris-tuding-pemdes-tutup-akses-dokumen-desa</guid>
<description><![CDATA[ Edi mengaku telah dua kali mendatangi Kantor Desa Sidoharjo untuk meminta klarifikasi dan akses terhadap dokumen C Desa sebagai bukti otentik kepemilikan. Namun, upaya tersebut hingga kini belum membuahkan hasil. Ia menilai birokrasi di tingkat desa terkesan tertutup dan menghambat hak warga. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202603/image_870x580_69c7567c2f3e2.webp" length="58196" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sat, 28 Mar 2026 10:32:22 +0700</pubDate>
<dc:creator>Kuswanto</dc:creator>
<media:keywords>Ahli waris, sengketa waris, gono gini, leter C Desa, Pemdes Desa Sidoharjo, Nganjuk</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>NGANJUK, SJP</strong>–Konflik agraria keluarga terkait pembagian harta waris mencuat di Desa Sidoharjo, Kecamatan Tanjunganom, Kabupaten Nganjuk. </p>
<p>Perwakilan ahli waris secara terbuka mendesak Pemerintah Desa (Pemdes) Sidoharjo untuk menunjukkan transparansi data melalui dokumen Buku C Desa guna memperjelas status kepemilikan tanah yang dipersengketakan.</p>
<p>Persoalan ini bermula dari dugaan ketidakadilan pembagian aset warisan peninggalan almarhum Diyorejo Panirah. Objek sengketa berupa sebidang tanah darat dan lahan pertanian (sawah) seluas kurang lebih 600 RU yang berlokasi di Dusun Miren, Desa Sidoharjo.</p>
<p>Edi Nurwiaji, selaku perwakilan dari para ahli waris, menyatakan bahwa dari total tujuh ahli waris yang sah yakni Dariyem, Demes, Sarmo, Mariyem, Panijem, Margono, dan Kasno, terdapat tiga nama yang diduga kehilangan haknya secara penuh. Ketiganya adalah Demes, Mariyem, dan Panijem.</p>
<p>"Ketiga ahli waris tersebut sama sekali tidak mendapatkan hak warisnya karena dikuasai oleh salah satu pihak, yakni pihak dari ahli waris bungsu (Kasno). Selama ini mereka hanya diberi sebagian kecil hasil panen (bawon), itu pun hanya sekali. Ini tentu jauh dari rasa keadilan," ujar Edi kepada wartawan pada Sabtu (28/3/2026).</p>
<p>Edi mengaku telah dua kali mendatangi Kantor Desa Sidoharjo untuk meminta klarifikasi dan akses terhadap dokumen C Desa sebagai bukti otentik kepemilikan. </p>
<p>Namun, upaya tersebut hingga kini belum membuahkan hasil. Ia menilai birokrasi di tingkat desa terkesan tertutup dan menghambat hak warga atas keterbukaan informasi publik.</p>
<p>Dalam sengketa ini, Edi juga menjelaskan kondisi kemanusiaan salah satu anggota keluarga, Suminem, yang kini tengah menderita sakit dan membutuhkan biaya perawatan medis. </p>
<p>Ia menyayangkan adanya oknum keluarga yang mencoba menguasai seluruh hak tanah tanpa mempedulikan kondisi ahli waris lain yang kesulitan.</p>
<p>"Kami hanya menuntut transparansi. Jika status tanah sudah jelas melalui Buku C Desa, perangkat desa seharusnya bisa menjembatani mediasi agar hak-hak keluarga dikembalikan tanpa perlu terjadi keributan," tegasnya.</p>
<p>Pihak ahli waris menegaskan bahwa jika mediasi di tingkat desa tetap menemui jalan buntu dan dokumen C Desa tetap tidak dipublikasikan secara transparan, mereka tidak menutup kemungkinan untuk membawa sengketa ini ke jalur hukum.</p>
<p>Edi berharap Pemerintah Desa Sidoharjo dapat bertindak netral dan profesional sebagai pelayan masyarakat. Ia menekankan bahwa kejelasan data adalah kunci utama untuk menyelesaikan konflik internal keluarga ini secara adil agar tidak berlarut-larut dalam proses persidangan di pengadilan.</p>
<p>Menanggapi tudingan tersebut, Pemerintah Desa Sidoharjo melalui Kepala Urusan (Kaur) Perencanaan Desa, Mawardi, membantah pihaknya sengaja menghambat proses pencarian data atau membola-pingpong warga. </p>
<p>Menurutnya, akses terhadap dokumen negara seperti Buku C Desa memiliki prosedur administratif yang harus ditaati, termasuk izin dari kepala desa.</p>
<p>"Bener mas, Edi datang kesini sudah dua kali, kedatangannya disini hanya koordinasi, memang bener tanah tersebut ada objeknya, tapi ya harus bersabar," jelas Mawardi melalui sambungan Whatsapp.</p>
<p>Mawardi juga memberikan klarifikasi terkait absennya dirinya saat ingin ditemui oleh pihak ahli waris. Ia berdalih sedang mengurus keperluan warga yang sedang mengadakan hajatan hingga larut malam, sehingga tidak dapat melayani permintaan Edi secara langsung pada waktu yang ditentukan.</p>
<p>"Sudah tak sampaikan, malah ngomong pamong e gak bisa dijak koordinasi, wis mas omongan e Edi ngelek ngelek pamong. Memang malam itu, saya menghadiri acara hajatan warga saya hingga malam, memang saya akui, saya mabok, dan bangunya agak kesiangan, hingga tidak bisa menemui Edi," pungkasnya. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Kunjungan Langka, Menteri Haji Temui 732 Jemaah Nganjuk Jelang Keberangkatan 2026</title>
<link>https://suarajatimpost.com/kunjungan-menteri-haji-732-jemaah-nganjuk-2026</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/kunjungan-menteri-haji-732-jemaah-nganjuk-2026</guid>
<description><![CDATA[ Menteri Haji dan Umrah hadir langsung di tengah 732 jemaah haji Nganjuk yang akan berangkat 2026. Kunjungan ini menjadi momen langka sekaligus memastikan kesiapan jemaah. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202603/image_870x580_69c5164c0e87a.webp" length="44506" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 26 Mar 2026 21:44:47 +0700</pubDate>
<dc:creator>Kuswanto</dc:creator>
<media:keywords>menteri haji nganjuk, jemaah haji nganjuk 2026, 732 jemaah haji, manasik haji nganjuk, kunjungan menteri haji, kloter haji nganjuk, berita haji jawa timur</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>NGANJUK, SJP</strong> – Kunjungan Menteri Haji dan Umrah, Mochamad Irfan Yusuf, ke Kabupaten Nganjuk menjadi momen istimewa bagi ratusan calon jemaah haji. Dalam agenda yang terbilang jarang terjadi di daerah, menteri hadir langsung di tengah 732 jemaah yang akan berangkat pada musim haji 1447 H/2026 M.</p>
<p>Kehadiran tersebut berlangsung dalam pembukaan Manasik Haji Terintegrasi di Pendopo K.R.T. Sosrokoesoemo, Kamis (26/3/2026), yang diikuti ratusan calon jemaah dalam suasana khidmat.</p>
<p>Total 732 jemaah haji asal Nganjuk yang dipastikan berangkat tahun ini terdiri dari 629 jemaah reguler dan 103 jemaah cadangan yang telah naik status. Mereka akan diberangkatkan dalam tiga kelompok terbang (kloter), yakni Kloter 112 sebanyak 210 jemaah, Kloter 113 sebanyak 373 jemaah, dan Kloter 114 sebanyak 146 jemaah.</p>
<p>Dalam kesempatan itu, Menteri Haji dan Umrah hadir didampingi Bupati Nganjuk Marhaen Djumadi serta jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda). Kehadirannya tidak hanya menjadi simbol perhatian pemerintah pusat, tetapi juga memberi semangat bagi para calon jemaah yang tengah mempersiapkan diri menuju Tanah Suci.</p>
<p>Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Nganjuk, Zainal Abidin Hanif Kamaloddin, mengatakan kunjungan tersebut bertujuan memastikan kesiapan jemaah sekaligus melihat langsung proses manasik di daerah.</p>
<p>“Ini untuk melihat bagaimana kesiapan jemaah serta proses manasik yang sedang berjalan,” ujarnya.</p>
<p>Sementara itu, Bupati Nganjuk Marhaen Djumadi menyampaikan apresiasi atas kehadiran langsung Menteri Haji dan Umrah di tengah para jemaah.</p>
<p>“Kami menyampaikan terima kasih atas kunjungan ini. Ini menjadi kehormatan sekaligus memberi semangat bagi para calon jemaah haji Nganjuk,” katanya.</p>
<p>Salah satu jemaah, Lukman, mengaku bersyukur dapat berangkat tahun ini. Ia menilai biaya haji tahun ini lebih ringan dibandingkan tahun sebelumnya.</p>
<p>“Biaya haji tahun ini menurun dibandingkan tahun kemarin,” ujarnya.</p>
<p>Terkait isu konflik di Timur Tengah, Lukman memastikan tidak ada kekhawatiran terhadap jadwal penerbangan.</p>
<p>“Penerbangan tetap aman karena rutenya bisa menyesuaikan,” tambahnya.</p>
<p>Usai kegiatan, Menteri Haji dan Umrah beserta rombongan meninggalkan lokasi, diiringi doa dan harapan dari para calon jemaah haji Kabupaten Nganjuk. (*)</p>
<p><strong>Editor: Danu</strong> </p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Antisipasi Kecelakaan Arus Balik, Polres Nganjuk Siagakan Ambulans Khusus di Perlintasan Kereta</title>
<link>https://suarajatimpost.com/antisipasi-kecelakaan-arus-balik-polres-nganjuk-siagakan-ambulans-khusus-di-perlintasan-kereta</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/antisipasi-kecelakaan-arus-balik-polres-nganjuk-siagakan-ambulans-khusus-di-perlintasan-kereta</guid>
<description><![CDATA[ Langkah preventif ini diambil menyusul karakteristik perlintasan KA Bagor yang dikenal memiliki tingkat kerawanan tinggi. Struktur rel yang melintang diagonal terhadap badan jalan sering kali menyebabkan selip ban, terutama bagi pengendara roda dua saat kondisi cuaca rintik atau hujan yang membuat permukaan besi rel menjadi sangat licin. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202603/image_870x580_69c39e33eadc9.webp" length="23766" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 25 Mar 2026 20:00:16 +0700</pubDate>
<dc:creator>Kuswanto</dc:creator>
<media:keywords>Arus balik, lebaran 2026, pengamanan jalur rel KAU, Satlantas Polres Nganjuk, Perlintasan KA Bagor, Nganjuk</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>NGANJUK, SJP</strong>–Kepolisian Resor (Polres) Nganjuk menetapkan status siaga ekstra di titik rawan kecelakaan perlintasan Kereta Api (KA) Bagor seiring meningkatnya volume arus balik Lebaran 1447 H. </p>
<p>Sebagai langkah konkret mitigasi fatalitas kecelakaan, satu unit ambulans khusus beserta tim medis disiagakan tepat di perlintasan yang melintang di jalur Bagor–Wilangan tersebut, Rabu (25/3/2026).</p>
<p>Langkah preventif ini diambil menyusul karakteristik perlintasan KA Bagor yang dikenal memiliki tingkat kerawanan tinggi. Struktur rel yang melintang diagonal terhadap badan jalan sering kali menyebabkan selip ban, terutama bagi pengendara roda dua saat kondisi cuaca rintik atau hujan yang membuat permukaan besi rel menjadi sangat licin.</p>
<p>Kapolres Nganjuk, AKBP Suria Miftah Irawan, menegaskan bahwa penempatan personel dan armada medis di lokasi tersebut bertujuan untuk menjamin percepatan penanganan medis (<em>golden period</em>) jika terjadi insiden lalu lintas.</p>
<p>"Langkah ini kami lakukan demi memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat, terutama yang masih bersilaturahmi maupun sedang melaksanakan arus balik Lebaran. Kami ingin memastikan setiap pengguna jalan merasa aman dan mendapatkan pertolongan cepat jika terjadi insiden," ujar AKBP Suria Miftah Irawan, Rabu (25/3/2026).</p>
<p>Kehadiran unit medis di titik tersebut terbukti efektif. Berdasarkan pantauan di lapangan, petugas gabungan dilaporkan telah memberikan pertolongan pertama kepada sejumlah pengendara sepeda motor yang sempat terpeleset saat melintasi rel. </p>
<p>Para korban langsung mendapatkan penanganan medis di lokasi tanpa harus menunggu evakuasi ke fasilitas kesehatan yang lebih jauh.</p>
<p>Secara teknis, Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Nganjuk juga melakukan pemantauan arus secara intensif melalui pos pengamanan di sekitar lokasi. </p>
<p>Kasat Lantas Polres Nganjuk, AKP Ivan Danara, menjelaskan bahwa risiko kecelakaan meningkat signifikan saat intensitas hujan mulai turun di wilayah tersebut.</p>
<p>"Diimbau kepada para pengguna jalan agar tetap berhati-hati saat melintasi perlintasan kereta api Bagor, terlebih saat cuaca rintik karena permukaan rel menjadi licin," kata AKP Ivan Danara.</p>
<p>Ia menambahkan, pengamanan di perlintasan KA Bagor ini merupakan bagian integral dari operasi kepolisian terpusat dalam rangka pengamanan mudik dan balik Lebaran. </p>
<p>Selain menyiagakan ambulans, petugas kepolisian juga melakukan pengaturan ritme arus lalu lintas guna mencegah penumpukan kendaraan di atas perlintasan sebidang yang dapat membahayakan keselamatan perjalanan kereta api maupun pengguna jalan.</p>
<p>Jalur Bagor–Wilangan merupakan urat nadi utama yang menghubungkan wilayah Madiun menuju Nganjuk dan Surabaya. Pada puncak arus balik, ribuan kendaraan terpantau melintasi area ini setiap jamnya. </p>
<p>Kondisi geometri jalan di perlintasan KA Bagor yang tidak tegak lurus menuntut konsentrasi ekstra dari para pengemudi, khususnya kendaraan bermuatan berat dan sepeda motor.</p>
<p>Dengan penyiagaan personel secara stasioner di titik rawan ini, Polres Nganjuk menargetkan penurunan angka kecelakaan menonjol selama sisa periode masa angkutan Lebaran 2026, sekaligus memberikan rasa aman bagi pemudik yang tengah menempuh perjalanan jauh. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Penemuan Jenazah Petani di Rawa Desa Sonoageng Nganjuk Gegerkan Warga</title>
<link>https://suarajatimpost.com/penemuan-jenazah-petani-di-rawa-desa-sonoageng-nganjuk-gegerkan-warga</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/penemuan-jenazah-petani-di-rawa-desa-sonoageng-nganjuk-gegerkan-warga</guid>
<description><![CDATA[ Berdasarkan pemeriksaan luar (visum) oleh Tim Inafis Polres Nganjuk dan petugas kesehatan, tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202603/image_870x580_69c3cd4b6d120.webp" length="77820" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 25 Mar 2026 19:30:00 +0700</pubDate>
<dc:creator>Kuswanto</dc:creator>
<media:keywords>Penemuan mayat, mayat di persawahan, lansia, Polres Nganjuk, warga Baron, Nganjuk</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>NGANJUK, SJP</strong>–Warga Dusun Desa Sonoageng, Kecamatan Prambon, Kabupaten Nganjuk, digegerkan oleh penemuan sesosok jenazah laki-laki di area persawahan rawa-rawa pada Rabu (25/3/2026) pagi. </p>
<p>Korban diketahui berinisial JH (76), seorang petani asal Desa Waung, Kecamatan Baron.</p>
<p>Peristiwa ini pertama kali diketahui sekira pukul 08.30 WIB. Berdasarkan keterangan saksi, Dody Setiawan dan Teguh Kuncahyo, penemuan bermula saat mereka mendengar teriakan anak kecil yang melihat tubuh manusia dalam posisi tengkurap di pinggir sawah yang tergenang air, tepatnya di sebelah timur makam Desa Sonoageng/Sonogowok.</p>
<p>Mendengar teriakan tersebut, saksi bersama warga lainnya langsung menuju lokasi untuk memastikan kondisi korban. </p>
<p>Kejadian ini kemudian dilaporkan kepada Kepala Desa Sonoageng, Suharto, yang selanjutnya meneruskan laporan ke Polsek Prambon.</p>
<p>Petugas dari Polsek Prambon bersama Tim Inafis Polres Nganjuk segera tiba di Tempat Kejadian Perkara (TKP) untuk melakukan olah tempat kejadian perkara dan mengumpulkan identitas korban. </p>
<p>Setelah identitas dipastikan, petugas menghubungi Pemerintah Desa Waung untuk memberikan informasi kepada pihak keluarga.</p>
<p>Bersama warga sekitar, petugas mengevakuasi jenazah korban dan membawanya ke UPTD Puskesmas Prambon guna dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.</p>
<p>Kasi Humas Polres Nganjuk, Iptu Fajar Kurniadi, menyatakan bahwa berdasarkan pemeriksaan luar (visum) oleh Tim Inafis Polres Nganjuk dan petugas kesehatan, tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.</p>
<p>"Dari hasil pemeriksaan medis, tidak ada luka bekas penganiayaan. Pihak keluarga juga telah menerima kejadian ini sebagai musibah dan menolak untuk dilakukan autopsi lebih lanjut, yang diperkuat dengan surat pernyataan," ungkap Iptu Fajar.</p>
<p>Menurut dia, berdasarkan keterangan pihak keluarga dan warga sekitar mengenai kondisi korban sebelum kejadian, JH memang sering bepergian keluar rumah tanpa berpamitan. Diduga karena faktor usia, korban kerap mengalami linglung atau pikun.</p>
<p>Lanjut dia, sehari sebelum ditemukan meninggal dunia, warga sempat bertemu korban di sekitar lokasi dan melihat kondisi tubuhnya yang menggigil kedinginan. Saat itu warga sempat menawarkan bantuan berupa teh hangat, namun ditolak oleh korban.</p>
<p>Saat ini, jenazah telah diserahkan kepada pihak keluarga di Desa Waung, Kecamatan Baron, untuk proses pemakaman secara layak.</p>
<p>"Diduga karena kondisi fisik yang melemah dan faktor cuaca, korban terjatuh di sawah yang penuh air hingga akhirnya ditemukan meninggal dunia keesokan harinya," pungkasnya. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Pesan Idulfitri Bupati Nganjuk: Saatnya Kembali Bersih dan Pererat Kebersamaan</title>
<link>https://suarajatimpost.com/pesan-idulfitri-bupati-nganjuk-saatnya-kembali-bersih-dan-pererat-kebersamaan</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/pesan-idulfitri-bupati-nganjuk-saatnya-kembali-bersih-dan-pererat-kebersamaan</guid>
<description><![CDATA[ Bupati Nganjuk Marhaen Djumadi mengajak masyarakat menjadikan Idulfitri 1447 H sebagai momentum memperkuat empati, persatuan, dan kepedulian sosial, sekaligus menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh warga. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202603/image_870x580_69bd307814397.webp" length="27838" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Fri, 20 Mar 2026 20:31:30 +0700</pubDate>
<dc:creator>Kuswanto</dc:creator>
<media:keywords>Bupati Nganjuk Marhaen Djumadi dan istri, ucapan idulfitri, 1 syawal 1447 H, pesan moral, warga masyarakat Nganjuk</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p data-start="108" data-end="428"><strong data-start="108" data-end="124">NGANJUK, SJP</strong> – Momentum Hari Raya Idulfitri 1 Syawal 1447 Hijriah dimanfaatkan Bupati Nganjuk, Marhaen Djumadi, untuk menyampaikan pesan reflektif kepada masyarakat. Bersama sang istri, Sri Wahyuni Marhaen, ia mengajak warga menjadikan hari kemenangan sebagai titik balik memperkuat kepedulian sosial dan persatuan.</p>
<p data-start="430" data-end="658">Dalam keterangannya kepada <em data-start="457" data-end="473">Suarajatimpost</em>, Jumat (20/3/2026), Marhaen menegaskan bahwa Ramadan bukan sekadar ritual menahan lapar dan dahaga, melainkan proses pembentukan karakter yang lebih empatik dan peduli terhadap sesama.</p>
<p data-start="660" data-end="822">“Idulfitri bukan hanya tentang berakhirnya puasa, tetapi momentum untuk kembali kepada hati yang bersih dan memperkuat komitmen dalam berbuat kebaikan,” ujarnya.</p>
<p data-start="824" data-end="1065">Atas nama pribadi, keluarga, dan Pemerintah Kabupaten Nganjuk, Marhaen juga menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh masyarakat. Ia mengakui, dalam perjalanan kepemimpinan, masih terdapat kekurangan baik dalam tutur kata maupun kebijakan.</p>
<p data-start="1067" data-end="1197">“Kami memohon maaf lahir dan batin, apabila selama ini masih ada hal yang belum sepenuhnya memenuhi harapan masyarakat,” imbuhnya.</p>
<p data-start="1199" data-end="1381">Lebih lanjut, ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjaga semangat kebersamaan dan mempererat tali persaudaraan di Kabupaten Nganjuk yang dikenal sebagai “Bumi Anjuk Ladang”.</p>
<p data-start="1383" data-end="1518">Menurutnya, persatuan dan kerukunan menjadi kunci utama dalam mendorong pembangunan daerah yang lebih maju, sejahtera, dan bermartabat.</p>
<p data-start="1520" data-end="1678">Suasana takbir yang menggema di berbagai penjuru Nganjuk pun menjadi simbol kemenangan sekaligus rasa syukur masyarakat dalam menyambut hari yang fitri. <strong>(*)</strong></p>
<p data-start="1520" data-end="1678"><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Terobos Palang Pintu di Baron Nganjuk, Pengendara Motor Asal Surabaya Dihantam KA Mutiara Selatan</title>
<link>https://suarajatimpost.com/terobos-palang-pintu-di-baron-nganjuk-pengendara-motor-asal-surabaya-dihantam-ka-mutiara-selatan</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/terobos-palang-pintu-di-baron-nganjuk-pengendara-motor-asal-surabaya-dihantam-ka-mutiara-selatan</guid>
<description><![CDATA[ Sebuah sepeda motor Honda Beat nekat menerobos palang pintu perlintasan yang sudah tertutup di Desa Waung, Kecamatan Baron, hingga berakibat fatal pada Kamis (19/03/2026) malam. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202603/image_870x580_69bc1435d0066.webp" length="50384" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 19 Mar 2026 22:23:24 +0700</pubDate>
<dc:creator>Kuswanto</dc:creator>
<media:keywords>Kecelakaan, Kereta Api Versus Motor, korban luka berat, menerobos palang pintu, perlintasan KAU, Baron, Nganjuk</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>NGANJUK, SJP – </strong>Kecelakaan lalu lintas melibatkan kendaraan bermotor dan kereta api kembali terjadi di wilayah hukum Polres Nganjuk. Sebuah sepeda motor Honda Beat nekat menerobos palang pintu perlintasan yang sudah tertutup di Desa Waung, Kecamatan Baron, hingga berakibat fatal pada Kamis (19/03/2026) malam.</p>
<p>​</p>
<p>​Peristiwa terjadi sekitar pukul 19.30 WIB di perlintasan kereta api JPL 90. Berdasarkan informasi yang dihimpun, sepeda motor Honda Beat dengan nomor polisi L-4123-OL yang dikemudikan oleh sdr. A.H (56) membonceng sdri. S.S (56) melaju dari arah timur ke barat dengan kecepatan sedang.</p>
<p></p>
<p>​Setibanya di lokasi kejadian, pengendara diduga mengabaikan tanda peringatan dan menerobos palang pintu kereta api yang telah tertutup rapat. Di saat yang bersamaan, melaju Kereta Api (KA) Mutiara Selatan dengan nomor lokomotif CC 2061383 yang dimasinisi oleh R.H dari arah utara ke selatan. Karena jarak yang sudah terlalu dekat, benturan keras tidak dapat dihindarkan.</p>
<p></p>
<p>​Akibat insiden tersebut, penumpang sepeda motor berinisial S.S, seorang perempuan asal Kecamatan Wonocolo, Surabaya, mengalami luka serius. ​Kondisi Korban mengalami luka terbuka pada bagian kepala belakang dan dalam kondisi tidak sadar.</p>
<p></p>
<p>​Korban segera dibawa ke Rumah Sakit terdekat untuk mendapatkan penanganan medis serta permintaan Visum et Repertum (VER).</p>
<p></p>
<p>Kanit Laka Lantas Polsek Baron Ipda Putu Darius membenarkan adanya peristiwa kecelakaan lalu lintas yang melibatkan pengendara sepeda motor dengan kereta api di perlintasan sebidang Desa Waung, Kecamatan Baron, Kabupaten Nganjuk. Insiden yang terjadi pada Kamis (19/3/2026) malam ini mengakibatkan satu orang mengalami luka berat.</p>
<p></p>
<p>"Korban nekat menerobos palang pintu, satu orang dibawa di RS terdekat," kata Ipda Putu kepada Suarajatimpost.</p>
<p></p>
<p>​Kerugian Materil diperkirakan mencapai Rp500.000. ​Pihak kepolisian setempat kembali mengimbau kepada seluruh pengguna jalan agar selalu disiplin dan mengutamakan keselamatan saat melintasi perlintasan sebidang, terutama untuk tidak menerobos palang pintu yang sudah tertutup demi mencegah terjadinya tragedi serupa. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Hasil Koordinasi Kemenag Nganjuk: Idulfitri Jatuh pada Hari Sabtu</title>
<link>https://suarajatimpost.com/hasil-koordinasi-kemenag-nganjuk-idulfitri-jatuh-pada-hari-sabtu</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/hasil-koordinasi-kemenag-nganjuk-idulfitri-jatuh-pada-hari-sabtu</guid>
<description><![CDATA[ Menurut Abdurrahman, Penetapan ini merupakan bagian dari rangkaian proses pemantauan hilal yang dilakukan secara serentak di berbagai wilayah Indonesia. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202603/image_870x580_69bbfaf1e9eb4.webp" length="16176" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 19 Mar 2026 21:39:36 +0700</pubDate>
<dc:creator>Kuswanto</dc:creator>
<media:keywords>Penetapan 1 syawal, lebaran idul fitri, Kepala Kemenag Nganjuk Abdurrahman, 1 syawal 1447 H jatuh hari sabtu, Nganjuk</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>NGANJUK, SJP </strong>– Teka-teki mengenai penetapan 1 Syawal atau Hari Raya Idulfitri akhirnya menemui titik terang. Berdasarkan hasil koordinasi terbaru dari Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Nganjuk, hari kemenangan bagi umat Muslim tersebut diprediksi akan jatuh pada hari Sabtu.</p>
<p>​Hal ini dikonfirmasi langsung oleh Kepala Kemenag Nganjuk Abdurrahman melalui komunikasi sambungan via WhatsApp.</p>
<p>Menurut Abdurrahman, Penetapan ini merupakan bagian dari rangkaian proses pemantauan hilal yang dilakukan secara serentak di berbagai wilayah Indonesia.</p>
<p>Abdurrahman menjelaskan bahwa meskipun pemantauan dilakukan di tingkat daerah, hasil akhirnya dikumpulkan melalui satu pintu di tingkat provinsi.</p>
<p>Kata Abdurrahman, Seluruh hasil peneropongan hilal (rukyatul hilal) dari kabupaten/kota di Jawa Timur dikumpulkan dan dilaporkan langsung melalui Kanwil Kemenag Jawa Timur.</p>
<p>​"Hasil dari laporan Kanwil Jawa Timur ini memutuskan, Hari Raya Idul fitri jatuh pada hari Sabtu (21/3/2026)," singkatnya, Kamis (19/3/2026) </p>
<p>Meski demikian, pihaknya belum dapat memastikan tanggal pasti Hari Raya Idulfitri sebelum keputusan resmi pemerintah diumumkan.</p>
<p>"Kita tunggu hasil sidang isbat malam ini," katanya. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Perkuat Cooling System Jelang Lebaran, Polres Nganjuk Galang Sinergi Strategis dengan Ulama</title>
<link>https://suarajatimpost.com/perkuat-cooling-system-jelang-lebaran-polres-nganjuk-galang-sinergi-strategis-dengan-ulama</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/perkuat-cooling-system-jelang-lebaran-polres-nganjuk-galang-sinergi-strategis-dengan-ulama</guid>
<description><![CDATA[ Kegiatan yang diinisiasi oleh Satbinmas Polres Nganjuk tersebut menjadi momentum krusial untuk menyatukan visi dan misi dalam menjaga stabilitas Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Kamtibmas) di seluruh wilayah Kabupaten Nganjuk. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202603/image_870x580_69bb590d15db2.webp" length="34722" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 19 Mar 2026 13:00:52 +0700</pubDate>
<dc:creator>Kuswanto</dc:creator>
<media:keywords>Ulama kamtibmas, Polres Nganjuk, Duduk bareng Kapolres, jelang lebaran idulfitri, Nganjuk</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>NGANJUK, SJP</strong>–Ruang pertemuan Polres Nganjuk menjadi titik sentral koordinasi keamanan antara jajaran pimpinan kepolisian dengan tokoh agama yang tergabung dalam Ulama Kamtibmas. </p>
<p>Pertemuan ini memicu atensi publik terkait urgensi koordinasi lintas sektoral menjelang perayaan Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah.</p>
<p>Langkah ini merupakan upaya proaktif Kapolres Nganjuk dalam bingkai <em>Cooling System</em> guna menggaransi stabilitas wilayah agar tetap kondusif, aman, dan damai selama masa perayaan Lebaran mendatang, Rabu (18/3/2026) malam.</p>
<p>Kegiatan yang diinisiasi oleh Satbinmas Polres Nganjuk tersebut menjadi momentum krusial untuk menyatukan visi dan misi dalam menjaga stabilitas Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Kamtibmas) di seluruh wilayah Kabupaten Nganjuk.</p>
<p>Kapolres Nganjuk, AKBP Suriah Miftah Irawan, menegaskan bahwa ulama merupakan mitra strategis Polri yang memiliki peran vital dalam menjaga kondusivitas wilayah melalui pendekatan keagamaan yang persuasif.</p>
<p>"Sinergitas antara Polri dan ulama harus terus kita perkuat. Kami berharap Ulama Kamtibmas dapat ikut menyampaikan pesan-pesan keamanan kepada masyarakat, sehingga situasi Nganjuk tetap aman dan kondusif selama Idulfitri," tegasnya.</p>
<p>Langkah preventif ini diproyeksikan mampu memperkuat komunikasi dan kolaborasi antara Polres Nganjuk dengan tokoh agama. </p>
<p>Tujuannya adalah memastikan potensi gangguan kamtibmas dapat dimitigasi sejak dini, terutama pada periode puncak arus mudik dan perayaan Lebaran.</p>
<p>Koordinator Ulama Kamtibmas Polres Nganjuk, KH. Syamsudin Al Aly, menyatakan komitmen organisasinya untuk terus bersinergi dengan kepolisian dalam mengawal keamanan di akar rumput.</p>
<p>"Kami siap mendukung Polres Nganjuk dalam menjaga situasi yang aman dan kondusif. Melalui dakwah, kami akan terus mengajak masyarakat untuk menjaga ketertiban, persatuan, dan keamanan, khususnya menjelang Hari Raya Idulfitri," ungkapnya.</p>
<p>Melalui konsolidasi ini, stabilitas kamtibmas di Kabupaten Nganjuk diharapkan tetap terjaga tanpa celah, sehingga masyarakat dapat menjalankan ibadah dan merayakan Idulfitri dengan jaminan keamanan serta kenyamanan maksimal. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>PNC Nganjuk Gelar Buka Puasa Bersama Anak Yatim di Kertosono, Tebar Kepedulian di Bulan Ramadan</title>
<link>https://suarajatimpost.com/pnc-nganjuk-gelar-buka-puasa-bersama-anak-yatim-di-kertosono-tebar-kepedulian-di-bulan-ramadan</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/pnc-nganjuk-gelar-buka-puasa-bersama-anak-yatim-di-kertosono-tebar-kepedulian-di-bulan-ramadan</guid>
<description><![CDATA[ Komunitas Persahabatan Nganjuk Community (PNC) menggelar buka puasa bersama anak yatim dan dhuafa di Yayasan Cahaya Hati Mutiara Madani, Kertosono, sebagai wujud kepedulian sosial dan upaya mempererat kebersamaan di bulan Ramadan. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202603/image_870x580_69bab5cb1c7a4.webp" length="84984" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 18 Mar 2026 21:30:06 +0700</pubDate>
<dc:creator>Kuswanto</dc:creator>
<media:keywords>Buber ramadhan, Yayasan Cahaya Hati Mutiara Madani, Persahabatan Nganjuk Community, PNC, baksos, Nganjuk</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p data-start="205" data-end="578"><strong>NGANJUK, SJP –</strong> Bulan suci Ramadan dimanfaatkan sebagai momentum mempererat silaturahmi sekaligus berbagi kebahagiaan. Hal itu dilakukan Komunitas Persahabatan Nganjuk Community (PNC) melalui kegiatan buka puasa bersama (buber) dengan anak yatim piatu dan dhuafa di Yayasan Cahaya Hati Mutiara Madani, Dusun Cangkring, Desa Pandantoyo, Kecamatan Kertosono, Rabu (18/3/2026).</p>
<p data-start="580" data-end="744">Kegiatan berlangsung khidmat dan penuh kehangatan. Puluhan anak yatim dan dhuafa tampak antusias mengikuti rangkaian acara bersama jajaran pengurus dan anggota PNC.</p>
<p data-start="746" data-end="988">Acara diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an, dilanjutkan tausiyah singkat oleh tokoh agama setempat. Suasana religius semakin terasa saat doa bersama dipimpin seorang ustaz, diikuti seluruh peserta yang hadir dengan penuh kekhusyukan.</p>
<p data-start="990" data-end="1140">Perwakilan PNC, Satrio, mengatakan kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian sosial komunitasnya terhadap sesama, khususnya anak-anak yatim dan dhuafa.</p>
<p data-start="1142" data-end="1355">“Kegiatan ini adalah wujud kepedulian kami untuk berbagi kebahagiaan dengan adik-adik di Yayasan Cahaya Hati. Kami berharap kehadiran kami bisa memberikan semangat dan senyuman di bulan penuh berkah ini,” ujarnya.</p>
<p data-start="1357" data-end="1532">Menjelang waktu berbuka, suasana semakin semarak. Panitia mengajak anak-anak berinteraksi melalui kuis ringan dan sesi tanya jawab, yang disambut antusias dan penuh keceriaan.</p>
<p data-start="1534" data-end="1811">Saat azan magrib berkumandang, seluruh peserta membatalkan puasa bersama. Mereka kemudian menikmati hidangan berbuka secara lesehan dalam suasana kebersamaan yang hangat. Interaksi tanpa sekat antara anggota komunitas dan anak-anak yayasan semakin mempererat rasa persaudaraan.</p>
<p data-start="1813" data-end="2034">Kegiatan ditutup dengan foto bersama antara keluarga besar PNC dan anak-anak serta pengurus yayasan. Momen kebersamaan tersebut diabadikan di bawah spanduk bertuliskan “Marhaban Ya Ramadan” sebagai simbol suksesnya acara.</p>
<p data-start="2036" data-end="2244">Melalui kegiatan ini, PNC berharap sinergi antara komunitas sosial dan yayasan dapat terus terjalin serta menginspirasi lebih banyak pihak untuk peduli dan berbagi, khususnya di wilayah Kabupaten Nganjuk. <strong>(*)</strong></p>
<p data-start="2036" data-end="2244"><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Jelang Puncak Arus Mudik, Kapolres Nganjuk Tinjau Kesiapan Personel di Sejumlah Pos Pengamanan</title>
<link>https://suarajatimpost.com/jelang-puncak-arus-mudik-kapolres-nganjuk-tinjau-kesiapan-personel-di-sejumlah-pos-pengamanan</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/jelang-puncak-arus-mudik-kapolres-nganjuk-tinjau-kesiapan-personel-di-sejumlah-pos-pengamanan</guid>
<description><![CDATA[ Peninjauan ini dilakukan guna memastikan kesiapsiagaan personel dalam pengamanan arus mudik Lebaran, Rabu (18/3/2026). ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202603/image_870x580_69ba0b3fcd61c.webp" length="46936" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 18 Mar 2026 12:00:24 +0700</pubDate>
<dc:creator>Kuswanto</dc:creator>
<media:keywords>Pos Pantau, Mudik Lebaran, TNI POLRI, Kapolres Nganjuk AKBP Suria Miftah Irawan, Bhayangkari, kamtibmas, Nganjuk</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>NGANJUK, SJP</strong> - Menjelang puncak arus mudik Lebaran 2026, Kapolres Nganjuk melakukan peninjauan langsung ke sejumlah Pos Pengamanan (Pos Pam) di wilayah hukum Polres Nganjuk. </p>
<p>Langkah ini diambil guna memastikan seluruh personel dan infrastruktur pengamanan dalam kondisi siap untuk melayani masyarakat yang merayakan Idulfitri 1447 H.</p>
<p>Dalam kunjungan tersebut, Kapolres berdialog langsung dengan personel gabungan yang terdiri dari unsur TNI dan Polri di depan Pos Pengamanan Pelayanan Idulfitri. </p>
<p>Kehadiran pimpinan tertinggi Kepolisian di Nganjuk ini bertujuan untuk memberikan motivasi sekaligus mengecek detail prosedur operasional standar (SOP) pengamanan di lapangan.</p>
<p>Kapolres Nganjuk, AKBP Suria Miftah Irawan, bersama Ketua Bhayangkari Cabang Nganjuk, Ny. Icha Suria Miftah, didampingi Wakapolres Nganjuk, Kompol Andria Diana Putra, serta sejumlah pejabat utama, melakukan kunjungan ke Pos Pam Kertosono, Pos Pam Baron, dan Pos Pam Wilangan. </p>
<p>Peninjauan ini dilakukan guna memastikan kesiapsiagaan personel dalam pengamanan arus mudik Lebaran, Rabu (18/3/2026).</p>
<p>Kunjungan tersebut merupakan bentuk pengawasan langsung terhadap kesiapan anggota di lapangan, mulai dari kelengkapan personel, sarana prasarana, hingga kesiapan dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat selama Operasi Ketupat Semeru 2026 berlangsung.</p>
<p>Kapolres Nganjuk, AKBP Suria Miftah Irawan, menegaskan pentingnya kesiapsiagaan dan profesionalitas seluruh personel dalam menjalankan tugas pengamanan, khususnya dalam menghadapi lonjakan arus mudik.</p>
<p>"Seluruh personel harus selalu siap siaga, berikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Pastikan setiap tugas dijalankan dengan penuh tanggung jawab demi terciptanya keamanan dan kelancaran arus mudik," tegasnya.</p>
<p>Selain itu, Kapolres juga mengingatkan agar personel menjaga kondisi kesehatan selama bertugas, mengingat padatnya aktivitas di lapangan.</p>
<p>"Apabila diperlukan, segera lakukan pengecekan kesehatan. Kondisi fisik yang prima sangat penting agar pelayanan kepada masyarakat tetap maksimal," imbuhnya.</p>
<p>Sementara itu, Ketua Bhayangkari Cabang Nganjuk, Ny. Icha Suria Miftah, turut memberikan dukungan moril kepada para personel yang bertugas di Pos Pam.</p>
<p>"Kami dari Bhayangkari memberikan semangat kepada seluruh anggota yang bertugas. Tetap jaga kesehatan dan keselamatan, karena peran rekan-rekan sangat penting dalam memberikan rasa aman bagi masyarakat yang mudik," ujar Ny. Icha Suria Miftah.</p>
<p>Dengan adanya kunjungan ini, diharapkan seluruh personel semakin termotivasi dan siap memberikan pelayanan terbaik, sehingga pengamanan arus mudik di wilayah Kabupaten Nganjuk dapat berjalan aman, lancar, dan kondusif. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Kapolres Nganjuk Rangkul Anggota Palmera Jaga Kondusivitas Kamtibmas</title>
<link>https://suarajatimpost.com/kapolres-nganjuk-rangkul-anggota-palmera-jaga-kondusivitas-kamtibmas</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/kapolres-nganjuk-rangkul-anggota-palmera-jaga-kondusivitas-kamtibmas</guid>
<description><![CDATA[ Dalam sebuah pertemuan, Kapolres merangkul erat anggota Palmera (Pendekar Anjuk Ladang Melindungi Rakyat) sebagai bentuk penegasan komitmen bersama dalam menjaga Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Kamtibmas). ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202603/image_870x580_69ba08cc1d587.webp" length="24152" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 18 Mar 2026 11:00:24 +0700</pubDate>
<dc:creator>Kuswanto</dc:creator>
<media:keywords>Sinergi kamtibmas, Polres Nganjuk, jelang lebaran, Palmera, Jogo Nganjuk, kamtibmas, Nganjuk</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>NGANJUK, SJP</strong> - Dalam upaya memperkuat tali silaturahmi dan menjaga stabilitas keamanan di wilayah hukum Kabupaten Nganjuk, Kapolres Nganjuk melakukan pendekatan humanis. </p>
<p>Dalam sebuah pertemuan, Kapolres merangkul erat anggota Palmera (Pendekar Anjuk Ladang Melindungi Rakyat) sebagai bentuk penegasan komitmen bersama dalam menjaga Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Kamtibmas).</p>
<p>Momen tersebut menunjukkan kedekatan hubungan antara aparat penegak hukum dengan organisasi masyarakat. Interaksi tersebut merupakan simbol kepercayaan dan kerja sama erat untuk memastikan situasi di Kabupaten Nganjuk tetap kondusif, Rabu (18/3/2026).</p>
<p>Kegiatan tersebut dihadiri sekitar 40 orang, termasuk Wakapolres Nganjuk Kompol Andria Diana Putra, Kabag Ops Kompol Ondik Andrianto, para pejabat utama Polres Nganjuk, serta jajaran pengurus Palmera. </p>
<p>Organisasi ini terdiri dari berbagai perguruan pencak silat di Kabupaten Nganjuk, antara lain PSHT, PSHW, Pagar Nusa, dan organisasi lainnya.</p>
<p>Kapolres Nganjuk AKBP Muhammad Darwis menyampaikan bahwa sinergi antara kepolisian dan para tokoh perguruan silat sangat penting dalam menjaga stabilitas keamanan wilayah, khususnya menjelang Idulfitri.</p>
<p>"Terima kasih atas kehadiran para ketua perguruan dan pengurus Palmera. Kami menyadari bahwa Polres Nganjuk tidak bisa bekerja sendiri tanpa dukungan panjenengan semua. Mari kita bersama-sama menjaga Harkamtibmas agar tetap kondusif," ujarnya.</p>
<p>Ia juga menegaskan bahwa setiap permasalahan yang muncul di masyarakat diharapkan dapat diselesaikan melalui musyawarah sebelum menempuh jalur hukum.</p>
<p>"Apabila ada permasalahan, mari kita selesaikan bersama secara musyawarah. Namun, jika sudah masuk ranah pidana, tentu akan kami tindak sesuai aturan yang berlaku. Kami juga mengingatkan layanan call center 110 yang bisa dimanfaatkan masyarakat untuk bantuan kepolisian," tambahnya.</p>
<p>Sementara itu, Ketua Palmera Kabupaten Nganjuk, Drs. Gondo Hariyono, menyampaikan apresiasi atas undangan dan perhatian dari jajaran Polres Nganjuk.</p>
<p>"Kami mengucapkan terima kasih atas undangan ini, sebuah kehormatan bagi kami. Harapan kami ke depan, Palmera bersama Polres Nganjuk dapat terus bersinergi menjaga situasi Kamtibmas agar tetap aman dan kondusif," ungkapnya.</p>
<p>Melalui kegiatan ini, diharapkan terjalin komunikasi yang semakin erat antara Polres Nganjuk dan para pengurus perguruan silat, sehingga stabilitas keamanan di Kabupaten Nganjuk tetap terjaga, terutama dalam momentum menjelang Hari Raya Idulfitri. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Staiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Jelang Idulfitri, Kapolres Nganjuk Salurkan Zakat Fitrah dan Santunan untuk Disabilitas</title>
<link>https://suarajatimpost.com/jelang-idulfitri-kapolres-nganjuk-salurkan-zakat-fitrah-dan-santunan-untuk-disabilitas</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/jelang-idulfitri-kapolres-nganjuk-salurkan-zakat-fitrah-dan-santunan-untuk-disabilitas</guid>
<description><![CDATA[ Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya Polri untuk hadir di tengah masyarakat guna memastikan kebahagiaan menyambut hari kemenangan dapat dirasakan oleh seluruh lapisan warga, terutama mereka yang membutuhkan perhatian khusus. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202603/image_870x580_69b90bdc028d0.webp" length="29896" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Tue, 17 Mar 2026 18:00:52 +0700</pubDate>
<dc:creator>Kuswanto</dc:creator>
<media:keywords>Jelang lebaran, iedul fitri 2026, baksos, bantuan, Polres Nganjuk, distabilitas, Nganjuk</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>NGANJUK, SJP</strong>–Menjelang Hari Raya Idulfitri 1447 H, Kepolisian Resor (Polres) Nganjuk menggelar kegiatan bakti sosial di Mapolres Nganjuk. Kapolres Nganjuk memimpin langsung penyaluran zakat fitrah, paket bingkisan Lebaran, serta santunan kepada penyandang disabilitas dan perwakilan yayasan sosial di wilayah Kabupaten Nganjuk, Selasa (17/3/2026).</p>
<p></p>
<p>Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya Polri untuk hadir di tengah masyarakat guna memastikan kebahagiaan menyambut hari kemenangan dapat dirasakan oleh seluruh lapisan warga, terutama mereka yang membutuhkan perhatian khusus.</p>
<p></p>
<p>Dalam momentum tersebut, Kapolres berinteraksi langsung dengan para penyandang disabilitas. Didampingi Ketua Bhayangkari Cabang Nganjuk, Kapolres menyerahkan bingkisan dan santunan sebagai bentuk dukungan moril serta materiil.</p>
<p></p>
<p>Kapolres Nganjuk, AKBP Muhammad Darwis, menyampaikan bahwa kegiatan ini bukan sekadar rutinitas tahunan, melainkan wujud nyata dari semangat "Polri Presisi" yang peduli dan berbagi.</p>
<p></p>
<p>"Kami ingin memastikan bahwa saudara-saudara kita, khususnya penyandang disabilitas dan anak-anak di yayasan sosial, merasa tidak sendirian. Idulfitri adalah momen kebersamaan, dan sedikit bantuan ini diharapkan bisa menambah kebahagiaan mereka di hari raya nanti," ujar AKBP Muhammad Darwis di sela-sela kegiatan.</p>
<p></p>
<p>Kapolres bersama Ketua Bhayangkari Cabang Nganjuk, Ny. Icha Muhammad Darwis, menyerahkan bantuan kepada perwakilan anggota Polri, ASN, Persatuan Purnawirawan (PP) Polri, Dian Kemala Bhayangkari, warakawuri, guru TK Bhayangkari Nganjuk dan Kertosono, wartawan, yayasan sosial, pengayuh becak, serta penyandang disabilitas.</p>
<p></p>
<p>“Momentum Ramadan ini menjadi kesempatan bagi kami untuk berbagi kebahagiaan dengan keluarga besar Polri dan masyarakat. Semoga bantuan yang diberikan dapat bermanfaat serta mempererat hubungan silaturahmi antara Polres Nganjuk dengan seluruh elemen masyarakat,” tutur Kapolres.</p>
<p></p>
<p>Sementara itu, Ketua Bhayangkari Cabang Nganjuk, Ny. Icha Muhammad Darwis, menyatakan komitmen Bhayangkari untuk terus mendukung kegiatan sosial yang bermanfaat bagi keluarga besar Polri dan masyarakat luas.</p>
<p></p>
<p>“Bhayangkari selalu berupaya hadir untuk berbagi dan memberikan dukungan sosial, terutama di momen Ramadan seperti ini. Kami berharap kegiatan ini dapat membawa keberkahan dan kebahagiaan bagi semua pihak yang menerima,” ungkapnya.</p>
<p></p>
<p>Apresiasi senada disampaikan oleh perwakilan PP Polri Kabupaten Nganjuk, AKBP (Purn) Damin. Ia menilai kegiatan ini membuktikan bahwa hubungan silaturahmi antara Polri dan purnawirawan tetap terjalin harmonis.</p>
<p></p>
<p>“Kami merasa sangat dihargai dan diperhatikan. Hubungan silaturahmi antara Polri dengan para purnawirawan masih terjalin dengan baik hingga saat ini. Terima kasih kepada Kapolres Nganjuk dan jajaran yang terus menjaga kebersamaan ini,” katanya.</p>
<p></p>
<p>Salah satu penerima bantuan, Sujarwo, seorang pengayuh becak, mengaku bersyukur atas perhatian yang diberikan oleh Polres Nganjuk.</p>
<p></p>
<p>“Saya sangat berterima kasih kepada Bapak Kapolres dan semuanya. Bantuan ini sangat berarti bagi kami, apalagi menjelang Lebaran. Semoga Polres Nganjuk selalu diberi kelancaran dalam bertugas,” ujarnya.</p>
<p></p>
<p>Melalui kegiatan ini, Polres Nganjuk berharap semangat berbagi dan kebersamaan di bulan Ramadan dapat semakin memperkuat sinergitas antara Polri, keluarga besar Polri, serta masyarakat. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Sengkarut PTSL Desa Bandung, BPN Nganjuk Turun Tangan Usai Kades Sempat Mundur dari Program</title>
<link>https://suarajatimpost.com/sengkarut-ptsl-desa-bandung-bpn-nganjuk-turun-tangan-usai-kades-sempat-mundur-dari-program</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/sengkarut-ptsl-desa-bandung-bpn-nganjuk-turun-tangan-usai-kades-sempat-mundur-dari-program</guid>
<description><![CDATA[ Setelah sempat terjebak dalam ketidakpastian akibat pengunduran diri sepihak oleh Kepala Desa (Kades) Bandung dari program tersebut, Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Nganjuk turun tangan melakukan mediasi antara Pemerintah Desa dan Forum Masyarakat Desa Bandung. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202603/image_870x580_69b911034cff4.webp" length="32832" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Tue, 17 Mar 2026 16:30:29 +0700</pubDate>
<dc:creator>Kuswanto</dc:creator>
<media:keywords>PTSL 2026, Desa Bandung Prambon, kuota PTSL, Kantor BPN, Kepala BPN Nganjuk Suwono, Desa Binaan, Nganjuk</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>NGANJUK, SJP</strong>–Polemik pelaksanaan Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) di Desa Bandung, Kecamatan Prambon, akhirnya menemui titik terang. </p>
<p>Setelah sempat terjebak dalam ketidakpastian akibat pengunduran diri sepihak oleh Kepala Desa (Kades) Bandung dari program tersebut, Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Nganjuk turun tangan melakukan mediasi antara Pemerintah Desa dan Forum Masyarakat Desa Bandung.</p>
<p>Kepala BPN Nganjuk menjelaskan bahwa persoalan ini bermula ketika Kades Bandung mengajukan penundaan kegiatan PTSL secara mendadak. Akibat tindakan tersebut, kuota yang semula dialokasikan untuk Desa Bandung terpaksa dialihkan ke desa lain demi mengejar target daerah.</p>
<p>"Begitu ada surat pengunduran diri, kuota langsung kami alihkan ke desa lain. Namun, belakangan Pak Kades mengajukan pembatalan pengunduran diri tersebut karena adanya aspirasi dari Forum Peduli Masyarakat Nganjuk," ujar Kepala BPN Nganjuk, Suwono, saat dihubungi wartawan suarajatimpost.com melalui pesan WhatsApp, Selasa (17/3/2026).</p>
<p>Menurut Suwono, pasca-musyawarah tersebut, tercapai beberapa poin kesepakatan penting guna menjamin transparansi dan kelancaran program di masa mendatang. Disepakati bahwa akan diadakan musyawarah besar pada 30 Maret 2026 mendatang yang melibatkan tiga unsur utama, yakni Pemerintah Desa, Badan Permusyawaratan Desa (BPD), dan Forum Masyarakat Desa Bandung.</p>
<p>Musyawarah tersebut diproyeksikan untuk membahas secara terperinci mengenai teknis pelaksanaan serta kesepakatan biaya pendaftaran, seperti biaya meterai dan patok, agar tidak menimbulkan celah hukum di kemudian hari. </p>
<p>Di sisi lain, BPN merencanakan penyuluhan PTSL untuk warga Desa Bandung pada Mei 2026, setelah menyelesaikan agenda di desa lain yang sempat terdampak penghematan anggaran.</p>
<p>Mengingat kuota tahun 2026 telah terisi penuh oleh desa lain akibat ketidakkonsistenan awal dari pihak desa, Kepala BPN memberikan solusi strategis dengan menetapkan Desa Bandung sebagai salah satu Desa Binaan BPN.</p>
<p>"Jika tahun 2026 anggaran tidak mencukupi karena adanya penghematan, Desa Bandung akan kami prioritaskan di tahun 2027. Sebagai langkah awal, kami jadikan Desa Binaan agar penyuluhan pra-PTSL bisa dilakukan lebih awal," tambahnya.</p>
<p>Pihak BPN juga menegaskan, jika nantinya terdapat sisa kuota dari kabupaten lain yang tidak terserap, alokasi tersebut akan langsung dialihkan untuk menutup kekurangan di Desa Bandung. </p>
<p>Langkah mediasi ini diharapkan mampu meredam keresahan warga dan memastikan kepastian hukum hak atas tanah di Desa Bandung melalui sertifikasi resmi tetap berjalan meskipun sempat terhambat birokrasi internal desa. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Sikap Defensif SDN 1 Sekaran di Tengah Kasus Perundungan, Disdik Nganjuk Pilih Jalur Kekeluargaan</title>
<link>https://suarajatimpost.com/sikap-defensif-sdn-1-sekaran-di-tengah-kasus-perundungan-disdik-nganjuk-pilih-jalur-kekeluargaan</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/sikap-defensif-sdn-1-sekaran-di-tengah-kasus-perundungan-disdik-nganjuk-pilih-jalur-kekeluargaan</guid>
<description><![CDATA[ Tak ada sanksi, Disdik hanya melakukan konsolidasi internal guna memperkuat komunikasi antar-tenaga pendidik untuk mencegah kejadian serupa terulang. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202603/image_870x580_69b9078657ba4.webp" length="32716" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Tue, 17 Mar 2026 15:30:45 +0700</pubDate>
<dc:creator>Kuswanto</dc:creator>
<media:keywords>Kadisdik Nganjuk Puguh Harnoto, buliying, SDN 1 Sekaran Loceret, Tidak ada sanksi, kasus buliying, Loceret, Nganjuk</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>NGANJUK, SJP</strong>–Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Nganjuk, Puguh Harnoto, memberikan klarifikasi resmi terkait insiden perundungan siswa di SDN 1 Sekaran, Kecamatan Loceret, yang memicu perhatian publik.</p>
<p></p>
<p>Puguh menegaskan pihaknya telah mengambil langkah strategis untuk menyelesaikan persoalan tersebut secara kekeluargaan. </p>
<p></p>
<p>Menurutnya, sesaat setelah kejadian mencuat, Koordinator Wilayah (Korwil) Pendidikan setempat langsung melakukan koordinasi dengan Dinas Pendidikan untuk memanggil orang tua siswa yang terlibat.</p>
<p></p>
<p>"Pasca-kejadian, Korwil sudah koordinasi dengan dinas. Kami sampaikan bahwa yang terpenting utama adalah langkah cepat untuk konsolidasi. Kepala sekolah juga sudah dipanggil dan sudah dimusyawarahkan sebagai langkah awal," ujar Puguh Harnoto, Selasa (17/3/2026).</p>
<p></p>
<p>Lebih lanjut, Puguh menekankan bahwa saat ini bukan sekadar penyelesaian administratif, melainkan kondisi psikologis siswa yang terlibat, baik korban maupun pelaku. </p>
<p></p>
<p>Ia menginstruksikan pihak sekolah untuk proaktif dalam melakukan pengawasan dan pendampingan.</p>
<p></p>
<p>"Yang terpenting lagi adalah bagaimana sekarang orang tua dan anak ini tetap harus terkondisikan. Masalah bullying ini kan menjadi perhatian kita sekarang," tambahnya.</p>
<p></p>
<p>Saat disinggung mengenai sanksi terhadap Kepala SDN 1 Sekaran, Puguh menjelaskan bahwa persoalan tersebut telah ditangani oleh Korwil. </p>
<p></p>
<p>Pihaknya hanya melakukan konsolidasi internal guna memperkuat komunikasi antar-tenaga pendidik untuk mencegah kejadian serupa terulang.</p>
<p></p>
<p>"Kalau untuk pembinaan sudah. Kan sudah ada perdamaian antara orang tua korban dan orang tua pelaku, serta kepala sekolah dan guru. Terutama pembinaan kepada para pelaku agar ada efek pembelajaran yang positif; sudah klir dan tidak ada masalah," tegas Puguh Harnoto. </p>
<p></p>
<p>Sebelumnya, upaya penyelesaian kasus perundungan yang menimpa salah satu siswa di SDN 1 Sekaran memasuki tahap mediasi. </p>
<p></p>
<p>Bertempat di salah satu ruang kelas, pihak sekolah mempertemukan keluarga korban dengan keluarga dari lima siswa yang diduga sebagai pelaku, Sabtu (14/3/2026).</p>
<p></p>
<p>Pertemuan tersebut dihadiri langsung oleh orang tua korban yang menuntut keadilan serta perlindungan bagi kondisi psikis anak mereka. Di sisi lain, orang tua dari lima pelaku juga dihadirkan untuk mempertanggungjawabkan perbuatan anak-anak mereka.</p>
<p></p>
<p>Kepala SDN 1 Sekaran, Sunaryo, beserta jajaran guru bertindak sebagai fasilitator. Namun, dalam proses tersebut, pihak sekolah mengeklaim tidak mengetahui persis kronologi kejadian dengan dalih sedang mengikuti kegiatan sosialisasi saat insiden berlangsung di jam sekolah.</p>
<p></p>
<p>"Pas kejadiannya, saya tidak tahu. Kejadiannya kemarin, jam pelajaran sekolah. Posisi saya ada sosialisasi. Korbannya anak kelas 3, pelakunya anak kelas 5, semuanya ada lima anak," ucap Sunaryo. </p>
<p></p>
<p>Saat dikonfirmasi mengenai efektivitas program pencegahan perundungan di sekolah tersebut, Sunaryo mengeklaim pihaknya telah berupaya melakukan langkah preventif. Meski demikian, ia kembali berdalih tidak memahami detail peristiwa karena alasan kesibukan kegiatan lain.</p>
<p></p>
<p>"Kami undang semuanya di sini untuk mencari jalan solusi biar tidak dilanjutkan, tapi secara kekeluargaan," kilah Sunaryo. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Tutup Safari Ramadan di Ponpes Al&amp;Ubaidah, Bupati Nganjuk Tekankan Kerukunan dan Kepedulian Sosial</title>
<link>https://suarajatimpost.com/tutup-safari-ramadan-di-ponpes-al-ubaidah-bupati-nganjuk-tekankan-kerukunan-dan-kepedulian-sosial</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/tutup-safari-ramadan-di-ponpes-al-ubaidah-bupati-nganjuk-tekankan-kerukunan-dan-kepedulian-sosial</guid>
<description><![CDATA[ Bupati Nganjuk Marhaen Djumadi menutup rangkaian Safari Ramadan Pemkab Nganjuk di Ponpes Al-Ubaidah Kertosono sekaligus menekankan pentingnya kerukunan, silaturahmi, dan kepedulian sosial di tengah masyarakat. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202603/image_870x580_69b8073a19a1e.webp" length="28832" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 16 Mar 2026 21:55:37 +0700</pubDate>
<dc:creator>Kuswanto</dc:creator>
<media:keywords>Bupati Nganjuk Marhaen Djumadi, Pesan Moral, kerukunan dan sinergi, Ponpes Ubaidah LDII Kertosono, angka kemiskinan turun, Safari Ramadhan, Kertosono</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p data-start="113" data-end="340"><strong data-start="113" data-end="129">NGANJUK, SJP</strong> – Bupati Nganjuk Marhaen Djumadi secara resmi menutup rangkaian Safari Ramadan Pemerintah Kabupaten Nganjuk tahun 1447 H dalam kegiatan yang digelar di Pondok Pesantren Al-Ubaidah, Kertosono, Senin (16/3/2026).</p>
<p data-start="342" data-end="589">Kegiatan tersebut turut dihadiri Wakil Bupati Nganjuk Tri Handy Saputra, jajaran Forkopimda, serta pengasuh Ponpes Al-Ubaidah Habib Ubaidillah Al Hasani. Acara berlangsung dalam suasana penuh kebersamaan bersama para santri dan masyarakat sekitar.</p>
<p data-start="591" data-end="814">Dalam sambutannya, Bupati yang akrab disapa Kang Marhaen itu menyampaikan apresiasi kepada Pondok Pesantren Al-Ubaidah atas kontribusinya dalam membangun karakter masyarakat sekaligus menjaga kerukunan di Kabupaten Nganjuk.</p>
<p data-start="816" data-end="968">Menurutnya, keberadaan pondok pesantren memiliki peran strategis sebagai mitra pemerintah dalam membina masyarakat dan memperkuat nilai-nilai keagamaan.</p>
<p data-start="970" data-end="1245">“Malam ini merupakan malam ke-26 Ramadan sekaligus penutupan rangkaian Safari Ramadan Pemkab Nganjuk. Kami bangga bisa hadir di tengah keluarga besar Ponpes Al-Ubaidah yang selama ini menunjukkan komitmen luar biasa dalam menjaga ukhuwah,” ujar Marhaen di hadapan awak media.</p>
<p data-start="1247" data-end="1421">Ia juga menekankan bahwa Safari Ramadan bukan sekadar agenda seremonial, melainkan sarana mempererat silaturahmi antara pemerintah daerah dengan masyarakat serta tokoh agama.</p>
<p data-start="1423" data-end="1634">“Inti dari kegiatan ini bukan sekadar kunjungan, tetapi mempererat silaturahmi. Pemerintah ingin hadir di tengah masyarakat, mendengarkan aspirasi, sekaligus bersama-sama menjaga kondusivitas daerah,” tambahnya.</p>
<p data-start="1636" data-end="1823">Dalam kesempatan tersebut, Kang Marhaen juga menyampaikan pesan moral kepada masyarakat agar terus meningkatkan ketakwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa serta memperkuat semangat kebersamaan.</p>
<p data-start="1825" data-end="1959">Ia juga menyinggung kondisi sosial ekonomi di Kabupaten Nganjuk yang menurutnya menunjukkan perbaikan, meski belum terlalu signifikan.</p>
<p data-start="1961" data-end="2147">“Alhamdulillah angka kemiskinan dan pengangguran di Nganjuk mengalami penurunan, meskipun belum terlalu signifikan karena sebelumnya kondisi ekonomi sempat mengalami penurunan,” ujarnya.</p>
<p data-start="2149" data-end="2380">Melalui kegiatan Safari Ramadan ini, Bupati berharap sinergi antara pemerintah daerah, organisasi keagamaan seperti LDII, serta tokoh masyarakat dapat terus terjalin demi mendorong pembangunan Kabupaten Nganjuk yang lebih baik. <strong>(*)</strong></p>
<p data-start="2149" data-end="2380"><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Safari Ramadan di Ponpes Al Ubaidah, Pemkab Nganjuk Perkuat Silaturahmi dengan Tokoh Agama</title>
<link>https://suarajatimpost.com/pererat-silaturahmi-bupati-dan-wakil-bupati-nganjuk-gelar-safari-ramadhan-dan-baksos-di-ponpes-al-ubaidah-kertosono</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/pererat-silaturahmi-bupati-dan-wakil-bupati-nganjuk-gelar-safari-ramadhan-dan-baksos-di-ponpes-al-ubaidah-kertosono</guid>
<description><![CDATA[ Pemkab Nganjuk menggelar Safari Ramadan di Ponpes Al Ubaidah Kertosono sebagai penutup rangkaian kegiatan, sekaligus memperkuat silaturahmi dengan tokoh agama serta menyalurkan bantuan sosial kepada masyarakat. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202603/image_870x580_69b7fdff4de87.webp" length="39396" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 16 Mar 2026 21:30:47 +0700</pubDate>
<dc:creator>Kuswanto</dc:creator>
<media:keywords>Buka bareng di Ponpes Ubaidah, Ponpes Ubaidah LDII Kertosono, Bupati Nganjuk Marhaen Djumadi, Forkopimda, Toga, Tomas, Safari Ramadhan, Kertosono, Nganjuk</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p data-start="105" data-end="369"><strong data-start="105" data-end="121">NGANJUK, SJP</strong> – Menjelang akhir bulan suci Ramadan 1447 H, Pemerintah Kabupaten Nganjuk memperkuat sinergi dengan tokoh agama dan masyarakat melalui kegiatan Safari Ramadan yang digelar di Pondok Pesantren (Ponpes) Al Ubaidah, LDII Kertosono, Senin (16/3/2026).</p>
<p data-start="371" data-end="646">Kegiatan tersebut dihadiri langsung Bupati Nganjuk Marhaen Djumadi bersama Wakil Bupati Tri Handy Saputra, jajaran Forkopimda, serta pengurus LDII Kabupaten Nganjuk. Kehadiran rombongan pemerintah daerah disambut hangat oleh pimpinan pondok, para santri, serta warga sekitar.</p>
<p data-start="648" data-end="922">Selain menjadi ajang silaturahmi, kegiatan Safari Ramadan ini juga diisi dengan aksi kepedulian sosial. Bupati dan Wakil Bupati Nganjuk secara simbolis menyerahkan bantuan sosial berupa paket sembako kepada warga kurang mampu dan para santri di lingkungan Ponpes Al Ubaidah.</p>
<p data-start="924" data-end="1123">Bupati Nganjuk Marhaen Djumadi mengatakan kegiatan tersebut merupakan bentuk kehadiran pemerintah di tengah masyarakat, sekaligus upaya mempererat hubungan antara pemerintah daerah dengan masyarakat.</p>
<p data-start="1125" data-end="1306">“Kegiatan ini adalah bentuk kehadiran pemerintah di tengah masyarakat. Kami ingin memastikan silaturahmi tetap terjaga sekaligus berbagi kebahagiaan di penghujung Ramadan,” ujarnya.</p>
<p data-start="1308" data-end="1653">Sebelum prosesi buka puasa bersama, rombongan juga meninjau stan layanan pemeriksaan kesehatan yang disediakan di lokasi kegiatan. Layanan tersebut dimanfaatkan para santri, khususnya santriwati, untuk melakukan pemeriksaan kesehatan dasar seperti pengecekan tekanan darah sebagai bagian dari program santri sehat di lingkungan pondok pesantren.</p>
<p data-start="1655" data-end="1938">Humas Ponpes Al Ubaidah Kertosono, Ustadz Abdul Khohar, menjelaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan hasil koordinasi antara pihak pondok pesantren dengan Pemerintah Kabupaten Nganjuk. Ia menyebut penutupan rangkaian Safari Ramadan tahun ini sengaja dipusatkan di Ponpes Al Ubaidah.</p>
<p data-start="1940" data-end="2107">“Alhamdulillah koordinasi berjalan lancar sehingga hari ini, Senin 16 Maret, agenda penutupan Safari Ramadan dapat terlaksana dengan baik di tempat kami,” ujar Khohar.</p>
<p data-start="2109" data-end="2315">Menurutnya, dalam kesempatan tersebut pihak pondok juga mengundang Bupati beserta jajaran Forkopimda untuk menghadiri acara buka puasa bersama sekaligus pemberian santunan kepada anak yatim dan kaum dhuafa.</p>
<p data-start="2317" data-end="2481">“Kami mengundang Bupati beserta jajaran Forkopimda untuk hadir dalam acara buka puasa bersama, dengan pemberian santunan kepada anak yatim dan kaum duafa,” katanya.</p>
<p data-start="2483" data-end="2715">Pihak pesantren berharap kegiatan tersebut dapat semakin mempererat hubungan antara tokoh agama, pemerintah, dan masyarakat. Melalui momentum Ramadan, diharapkan terbangun kerukunan serta kebersamaan demi kemajuan Kabupaten Nganjuk.</p>
<p data-start="2717" data-end="2965">Acara kemudian ditutup dengan doa bersama dan buka puasa bersama yang berlangsung khidmat. Kehadiran pimpinan daerah di tengah masyarakat diharapkan mampu memperkuat kerukunan serta menjaga kondusivitas wilayah menjelang Hari Raya Idul Fitri. <strong>(ADV)</strong></p>
<p data-start="2717" data-end="2965"><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Wabup Nganjuk Paparkan Arah Pembangunan 2025: Infrastruktur Jalan, Kesehatan, dan Pendidikan Jadi Prioritas</title>
<link>https://suarajatimpost.com/pasca-paripurna-wabup-nganjuk-tegaskan-tiga-prioritas-pembangunan-tahun-2025-dalam-satu-tahun-kepemimpinan</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/pasca-paripurna-wabup-nganjuk-tegaskan-tiga-prioritas-pembangunan-tahun-2025-dalam-satu-tahun-kepemimpinan</guid>
<description><![CDATA[ Wakil Bupati Nganjuk Tri Handy Saputra memaparkan arah kebijakan pembangunan daerah tahun 2025 yang memprioritaskan pembangunan infrastruktur jalan, penguatan layanan kesehatan melalui program UHC, serta perbaikan fasilitas pendidikan. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202603/image_870x580_69b7cd8153e06.webp" length="27634" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 16 Mar 2026 19:41:07 +0700</pubDate>
<dc:creator>Kuswanto</dc:creator>
<media:keywords>Wakil Bupati Nganjuk Tri Handy Saputra, Kepemimpinan satu tahun, jalan rusak, Tiga Prioritas Pembangunan, Pendidikan, Kesehatan, Nganjuk</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p data-start="122" data-end="485"><strong data-start="122" data-end="138">NGANJUK, SJP</strong> – Wakil Bupati Nganjuk Tri Handy Saputra memaparkan arah kebijakan pembangunan daerah tahun anggaran 2025 usai mengikuti Rapat Paripurna di Gedung DPRD Kabupaten Nganjuk, Senin (16/3/2026).</p>
<p data-start="122" data-end="485">Pemerintah daerah, kata dia, akan memfokuskan pembangunan pada pemenuhan hak dasar masyarakat, khususnya di sektor infrastruktur, kesehatan, dan pendidikan.</p>
<p data-start="487" data-end="751">Pria yang akrab disapa Mas Handy itu menjelaskan, pembangunan infrastruktur jalan masih menjadi perhatian utama pemerintah daerah. Berdasarkan data yang dipaparkannya, pembangunan jalan di Kabupaten Nganjuk saat ini telah mencapai sekitar 132 hingga 134 kilometer.</p>
<p data-start="753" data-end="850">Rinciannya meliputi sekitar 84 kilometer jalan kabupaten serta 49 hingga 50 kilometer jalan desa.</p>
<p data-start="852" data-end="988">Meski demikian, ia mengakui kondisi jalan di Kabupaten Nganjuk masih belum sepenuhnya ideal dan masih memerlukan perhatian lebih lanjut.</p>
<p data-start="990" data-end="1138">“Kondisi jalan kita saat ini berada di angka 73 persen. Artinya masih ada sekitar 26 persen jalan yang memerlukan perhatian khusus,” ujar Mas Handy.</p>
<p data-start="1140" data-end="1349">Karena itu, ia mengajak seluruh jajaran DPRD Kabupaten Nganjuk untuk terus bersinergi dalam mempercepat pembangunan jalan, khususnya jalan-jalan poros yang menjadi penggerak utama aktivitas ekonomi masyarakat.</p>
<p data-start="1351" data-end="1467">Selain infrastruktur, Pemkab Nganjuk juga menempatkan sektor kesehatan dan pendidikan sebagai prioritas pembangunan.</p>
<p data-start="1469" data-end="1682">Di bidang kesehatan, pemerintah daerah berkomitmen melanjutkan program Universal Health Coverage (UHC) agar seluruh masyarakat Nganjuk yang membutuhkan layanan kesehatan dapat terfasilitasi tanpa terkendala biaya.</p>
<p data-start="1684" data-end="1831">“Tujuannya agar masyarakat yang sakit bisa mendapatkan pelayanan kesehatan yang layak dengan dukungan pembiayaan dari pemerintah daerah,” jelasnya.</p>
<p data-start="1833" data-end="2113">Sementara di sektor pendidikan, pemerintah daerah akan memprioritaskan perbaikan dan pembangunan ruang kelas baru. Menurutnya, masih terdapat sejumlah ruang kelas yang memerlukan rehabilitasi agar kegiatan belajar mengajar dapat berlangsung lebih layak dan nyaman bagi para siswa.</p>
<p data-start="2115" data-end="2299">Menutup keterangannya, Wakil Bupati menegaskan bahwa meskipun pemerintah daerah menghadapi keterbatasan anggaran, upaya perbaikan fasilitas publik akan terus dilakukan secara bertahap.</p>
<p data-start="2301" data-end="2480">Ia juga berharap dukungan masyarakat dan sinergi dengan DPRD terus terjaga demi mewujudkan pembangunan Kabupaten Nganjuk yang lebih baik melalui tiga prioritas utama tersebut. <strong>(*)</strong></p>
<p data-start="2301" data-end="2480"><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>DPRD Nganjuk Gelar Rapat Paripurna Pengesahan Pimpinan AKD dan LKPJ Bupati 2025</title>
<link>https://suarajatimpost.com/dprd-nganjuk-gelar-rapat-paripurna-pengesahan-pimpinan-akd-dan-lkpj-bupati-2025</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/dprd-nganjuk-gelar-rapat-paripurna-pengesahan-pimpinan-akd-dan-lkpj-bupati-2025</guid>
<description><![CDATA[ Pengesahan dan Penetapan Rantus DPRD Kabupaten Nganjuk terhadap Pimpinan AKD (Alat Kelengkapan Dewan). ​Penyampaian Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Bupati Nganjuk Tahun Anggaran 2025. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202603/image_870x580_69b7c405100c0.webp" length="56458" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 16 Mar 2026 15:54:39 +0700</pubDate>
<dc:creator>Kuswanto</dc:creator>
<media:keywords>Rapat Paripurna DPRD, pengesahan pimpinan AKD, LKPJ Bupati 2025, Ratus DPRD, Nganjuk</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>NGANJUK, SJP –</strong> Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Nganjuk menggelar Rapat Paripurna penting yang bertempat di Gedung DPRD Kabupaten Nganjuk pada Senin, 16 Maret 2026. Rapat ini dihadiri langsung oleh pimpinan dewan dan jajaran eksekutif Pemerintah Kabupaten Nganjuk.</p>
<p>​Berdasarkan agenda utama yang tertera pada layar sidang, rapat paripurna kali ini membahas dua poin krusial bagi keberlangsungan tata kelola pemerintahan daerah, yaitu, Pengesahan dan Penetapan Rantus DPRD Kabupaten Nganjuk terhadap Pimpinan AKD (Alat Kelengkapan Dewan) serta ​Penyampaian Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Bupati Nganjuk Tahun Anggaran 2025.</p>
<p>​Dalam Rapat Paripurna, Wakil Bupati Nganjuk Tri Handy Saputra duduk bersama jajaran Wakil Ketua DPRD di meja pimpinan sidang untuk mengikuti prosesi pengesahan tersebut. </p>
<p>Rapat dipimpin Wakil Ketua DPRD Nganjuk Jianto dihadiri para anggota dewan dari berbagai fraksi.Jianto menjelaskan, perubahan komposisi AKD dilakukan sebagai tindak lanjut atas kekosongan jabatan di Komisi I. Sepekan lalu, Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Nganjuk, Harianto tutup usia. </p>
<p>"Pergeseran keanggotaan di masing-masing alat kelengkapan, utamanya pada Komisi I dan Komisi IV," katanya, Senin (16/3/2026). </p>
<p>Jianto mengatakan, komposisi Komisi I sampai Komisi IV pada dasarnya tidak mengalami perubahan besar. </p>
<p>Penyesuaian hanya dilakukan pada beberapa posisi sesuai usulan fraksi yang bersangkutan.</p>
<p>“Komisi I, II, III, dan IV pada prinsipnya tetap sama. Nanti keputusan terkait pimpinan Komisi I akan ditentukan dalam rapat internal komisi," kata Politisi Partai Gerindra ini.</p>
<p>Penetapan pimpinan AKD ini menjadi langkah penting agar fungsi pengawasan, legislasi, dan anggaran DPRD dapat berjalan secara optimal sesuai struktur yang telah disepakati.</p>
<p>​Selain itu, penyampaian LKPJ Bupati Tahun Anggaran 2025 merupakan bentuk transparansi dan akuntabilitas pemerintah daerah atas pelaksanaan program-program pembangunan yang telah berjalan sepanjang tahun sebelumnya.</p>
<p>​Rapat berlangsung khidmat dengan tetap mengedepankan sinergi antara legislatif dan eksekutif demi kemajuan pembangunan di Kabupaten Nganjuk. <strong>(ADV) </strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Mediasi Kasus Bullying di Nganjuk, Pihak Sekolah Terkesan Berdalih, Wali Murid Tuntut Pertanggungjawaban</title>
<link>https://suarajatimpost.com/mediasi-kasus-bullying-di-nganjuk-pihak-sekolah-terkesan-berdalih-wali-murid-tuntut-pertanggungjawaban</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/mediasi-kasus-bullying-di-nganjuk-pihak-sekolah-terkesan-berdalih-wali-murid-tuntut-pertanggungjawaban</guid>
<description><![CDATA[ Kepala SDN 1 Sekaran, Sunaryo, beserta jajaran guru dan staf bertindak sebagai fasilitator untuk memastikan dialog berjalan kondusif guna mencapai kesepakatan damai. Namun, dalam proses tersebut, pihak sekolah mengaku tidak mengetahui persis kronologi kejadian dengan alasan sedang mengikuti kegiatan sosialisasi. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202603/image_870x580_69b4f77b81c8a.webp" length="32716" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sat, 14 Mar 2026 15:00:24 +0700</pubDate>
<dc:creator>Kuswanto</dc:creator>
<media:keywords>Korban bullying, kasus perundungan, SDN 1 Sekaran Loceret, mediasi, Dinas Pendidikan, Loceret, Nganjuk</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>NGANJUK, SJP</strong>–Upaya penyelesaian kasus perundungan (bullying) yang menimpa salah satu siswa di SDN 1 Sekaran, Kecamatan Loceret, Kabupaten Nganjuk, kini memasuki tahap mediasi. </p>
<p>Bertempat di salah satu ruang kelas, pihak sekolah mempertemukan keluarga korban dengan keluarga dari lima siswa yang diduga sebagai pelaku perundungan, Sabtu (14/3/2026).</p>
<p>Pertemuan tersebut dihadiri langsung oleh orang tua korban yang menuntut keadilan serta perlindungan bagi kondisi psikis anak mereka. </p>
<p>Selain itu, orang tua dari lima pelaku juga didatangkan untuk mempertanggungjawabkan perbuatan anak-anak mereka dan mencari jalan keluar bersama.</p>
<p>Kepala SDN 1 Sekaran, Sunaryo, beserta jajaran guru dan staf bertindak sebagai fasilitator untuk memastikan dialog berjalan kondusif guna mencapai kesepakatan damai. Namun, dalam proses tersebut, pihak sekolah mengaku tidak mengetahui persis kronologi kejadian dengan alasan sedang mengikuti kegiatan sosialisasi.</p>
<p>"Pas kejadiannya, saya tidak tau, kejadiannya kemarin, jam pelajaran sekolah, posisi saya ada sosialisasi, korbannya anak kelas 3, pelakunya anak kelas 5, semuanya ada lima anak," ucap Sunaryo kepada Suarajatimpost.com, di ruang sekolah.</p>
<p>Saat dikonfirmasi mengenai efektivitas sosialisasi pencegahan perundungan di sekolah tersebut, Sunaryo mengeklaim bahwa pihaknya telah berupaya melakukan langkah preventif. Meski demikian, ia kembali berdalih tidak memahami detail peristiwa karena sedang ada kegiatan lain.</p>
<p>"Kami undang semuanya di sini untuk mencari jalan solusi biar tidak dilanjutkan, tapi secara kekeluargaan," kilah Sunaryo.</p>
<p>Selain upaya perdamaian, mediasi ini membahas langkah pemulihan agar korban dapat kembali bersekolah tanpa trauma. Namun, Heri, orang tua korban, tidak dapat menyembunyikan kekecewaannya. Ia mengungkapkan bahwa anaknya masih mengalami kesakitan fisik pada bagian kaki, perut, dan kepala.</p>
<p>"Jujur mas. Saya tidak terima perlakuan anak saya di saat jam pelajaran, harusnya pihak sekolah lebih tanggap, kok masih beralasan ada kegiatan, kan ini di jam pelajaran, hingga saat ini anak saya masih sakit," ujar Heri.</p>
<p>Heri menegaskan bahwa pertemuan ini atas permintaannya guna memastikan penyebab insiden tersebut. Ia bahkan sempat melayangkan teguran keras kepada Kepala Sekolah yang dianggap cenderung melakukan pembelaan diri di tengah peristiwa yang nyata terjadi.</p>
<p>"Saya ingin diselesaikan, keluarga saya semuanya tidak terima, hingga ibu saya sekarang ini trauma hingga menangis melihat cucunya dianiaya. Tapi saya masih punya hati, saya bisa melaporkan semua ini," tegasnya.</p>
<p>Suasana sempat memanas saat keluarga korban histeris lantaran terpukul melihat kondisi sang anak. </p>
<p>Pendampingan kemudian dilakukan oleh aktivis sosial dari Salam Lima Jari, Yulia Margaretha atau yang akrab disapa Mbak Zulma. Ia menekankan bahwa segala bentuk kekerasan di lingkungan sekolah merupakan tanggung jawab penuh institusi pendidikan.</p>
<p>"Jika kejadian itu ada di sekolah, maka itu adalah tanggung jawab sekolah sepenuhnya. Orang akan mempertanyakan bagaimana pengawasannya dan cara mendidiknya," tegas Zulma.</p>
<p>Menurutnya, dunia pendidikan harus mengedepankan pembinaan karakter. Ia menyayangkan sikap awal pihak sekolah yang terkesan lepas tangan atas insiden yang terjadi di jam pelajaran tersebut.</p>
<p>Mediasi yang melibatkan wali kelas, kepala sekolah, dan orang tua kedua belah pihak akhirnya menghasilkan beberapa poin kesepakatan. Orang tua pelaku telah mengakui kesalahan dan menandatangani surat pernyataan di atas meterai sebagai jaminan perlindungan psikologis bagi korban.</p>
<p>"Kami anggap masalah ini selesai untuk sementara, namun dengan catatan, jika terulang kembali, maka kami tidak segan untuk melaporkannya ke ranah hukum," tambah Zulma.</p>
<p>Menyikapi maraknya kasus perundungan di tingkat SD dan SMP, Zulma mendesak Dinas Pendidikan Kabupaten Nganjuk untuk bersikap tegas. </p>
<p>Ia meminta agar seluruh kepala sekolah dan guru segera dikumpulkan guna memastikan pengawasan ketat terhadap siswa menjadi kewajiban mutlak yang tidak bisa ditawar. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Polisi di Nganjuk Turun Tangan Atasi Lonjakan Harga Sembako</title>
<link>https://suarajatimpost.com/polisi-di-nganjuk-turun-tangan-atasi-lonjakan-harga-sembako</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/polisi-di-nganjuk-turun-tangan-atasi-lonjakan-harga-sembako</guid>
<description><![CDATA[ Dalam pelaksanaannya, sejumlah personel Polwan dari Polres Nganjuk terjun langsung melayani warga yang mengantre sembako. Petugas membantu mendistribusikan komoditas pangan, seperti beras dan minyak goreng kemasan, secara humanis kepada warga. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202603/image_870x580_69b4fa8a3be55.webp" length="36478" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sat, 14 Mar 2026 13:30:13 +0700</pubDate>
<dc:creator>Kuswanto</dc:creator>
<media:keywords>Gerakan Pangan Murah, pasar murah, Polri, Polres Nganjuk, Sembako, bulan Ramadhan, Nganjuk</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>NGANJUK, SJP</strong>–Menanggapi kenaikan harga sejumlah kebutuhan pokok menjelang bulan suci Ramadan, Polres Nganjuk mengambil langkah taktis dengan menyelenggarakan Gerakan Pangan Murah (GPM).</p>
<p>Kegiatan ini bertujuan untuk meringankan beban ekonomi masyarakat di tengah fluktuasi harga pangan yang kerap terjadi selama bulan puasa.</p>
<p>Kegiatan yang berlangsung di area Mapolres Nganjuk tersebut memperlihatkan sinergi antara aparat kepolisian dan masyarakat di depan Mapolsek Nganjuk Kota, Sabtu (14/3/2026).</p>
<p>Dalam pelaksanaannya, sejumlah personel Polwan dari Polres Nganjuk terjun langsung melayani warga yang mengantre sembako. Petugas membantu mendistribusikan komoditas pangan, seperti beras dan minyak goreng kemasan, secara humanis kepada warga.</p>
<p>Agenda yang dipimpin secara nasional oleh Wakapolri Komjen Pol Dedi Prasetyo tersebut dihadiri oleh Wakapolres Nganjuk Kompol Andria Diana Putra, Kabag SDM Polres Nganjuk Kompol Burhanudin, Kasat Binmas AKP Ari Hartono, serta perwakilan Forkopimda Kabupaten Nganjuk.</p>
<p>Melalui program ini, Polres Nganjuk menyalurkan berbagai kebutuhan bahan pokok dengan harga terjangkau sebagai bentuk dukungan terhadap stabilitas harga pangan, sekaligus membantu warga memenuhi kebutuhan selama Ramadan.</p>
<p>Kapolres Nganjuk AKBP Muhammad melalui Wakapolres Nganjuk Kompol Andria Diana Putra menyatakan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen Polri untuk hadir di tengah masyarakat, khususnya saat harga bahan pokok cenderung meningkat.</p>
<p>“Gerakan Pangan Murah ini merupakan bentuk kepedulian Polri kepada masyarakat. Kami berharap kegiatan ini dapat membantu meringankan beban warga dalam memenuhi kebutuhan pokok selama Ramadan, sekaligus menjaga stabilitas harga pangan di masyarakat,” ujar Kompol Andria Diana Putra.</p>
<p>Sementara itu, Kasat Binmas Polres Nganjuk AKP Ari Hartono menjelaskan bahwa kegiatan tersebut tidak hanya bersifat seremonial melalui <em>Zoom Meeting</em>, tetapi diwujudkan langsung dengan penyaluran bahan pokok murah.</p>
<p>“Kami bersama unsur Forkopimda dan pemangku kepentingan (<em>stakeholder</em>) terkait meninjau langsung pelaksanaan Gerakan Pangan Murah ini. Harapannya masyarakat dapat memperoleh bahan pokok dengan harga yang lebih terjangkau sehingga kebutuhan rumah tangga tetap terpenuhi selama Ramadan,” jelas AKP Ari Hartono.</p>
<p>Program tersebut mendapat respons positif dari masyarakat. Warga mengaku sangat terbantu dengan adanya penjualan bahan pokok murah yang digelar Polres Nganjuk, mengingat tren kenaikan harga pangan saat ini.</p>
<p>Kegiatan Gerakan Pangan Murah di wilayah hukum Polres Nganjuk berlangsung aman dan kondusif. Melalui program ini, diharapkan masyarakat merasakan langsung kehadiran Polri dalam menjaga kesejahteraan dan stabilitas kebutuhan pangan, khususnya di bulan Ramadan. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Operasi Ketupat Semeru 2026,Polres Nganjuk Kerahkan 234 Personel dan Puluhan Armada Siaga Bencana</title>
<link>https://suarajatimpost.com/operasi-ketupat-semeru-2026polres-nganjuk-kerahkan-234-personel-dan-puluhan-armada-siaga-bencana</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/operasi-ketupat-semeru-2026polres-nganjuk-kerahkan-234-personel-dan-puluhan-armada-siaga-bencana</guid>
<description><![CDATA[ Pengamanan difokuskan pada 185.607 objek vital, seperti masjid, lokasi salat Idul Fitri, objek wisata, pusat perbelanjaan, terminal, pelabuhan, stasiun kereta api, hingga bandara. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202603/image_870x580_69b4fd16ecc02.webp" length="53632" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sat, 14 Mar 2026 12:30:40 +0700</pubDate>
<dc:creator>Kuswanto</dc:creator>
<media:keywords>Operasi Ketupat 2026, Operasi Gabungan, Pengamanan, Mudik Lebaran, Objek Vital, Nganjuk</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>NGANJUK, SJP</strong>–Menjelang perayaan Hari Raya Idul Fitri 1447 H, Polres Nganjuk menggelar Apel Gelar Pasukan Operasi Kepolisian Terpusat "Ketupat Semeru 2026" pada Maret 2026. Kegiatan ini merupakan simbol kesiapan penuh aparat kepolisian dalam menjaga keamanan serta kenyamanan arus mudik dan balik di wilayah Kabupaten Nganjuk.</p>
<p></p>
<p>Dalam apel yang berlangsung khidmat tersebut, ratusan personel gabungan hadir dari berbagai unsur, mulai dari TNI-Polri, Dinas Perhubungan, Satpol PP, BPBD, Dinas Kesehatan, Pemadam Kebakaran, ORARI, Senkom, hingga Pramuka. Kehadiran lintas instansi ini menegaskan kesiapan pengamanan perayaan Idul Fitri 1447 H, Sabtu (14/3/2026).</p>
<p></p>
<p>Pada kesempatan tersebut, dibacakan amanat Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo yang menegaskan bahwa Polri telah menyiapkan 2.746 pos pengamanan secara nasional. Jumlah tersebut terdiri atas 1.624 pos pengamanan, 779 pos pelayanan, dan 343 pos terpadu yang berfungsi sebagai pusat informasi serta pelayanan bagi pemudik.</p>
<p></p>
<p>Selain itu, pengamanan difokuskan pada 185.607 objek vital, seperti masjid, lokasi salat Idul Fitri, objek wisata, pusat perbelanjaan, terminal, pelabuhan, stasiun kereta api, hingga bandara. Hal ini dilakukan guna memastikan seluruh rangkaian kegiatan masyarakat selama Lebaran berlangsung aman dan lancar.</p>
<p></p>
<p>Kapolri dalam amanatnya juga menekankan pentingnya kesiapsiagaan seluruh personel dalam menghadapi potensi gangguan, termasuk bencana alam selama masa arus mudik dan balik. Seluruh instansi terkait diinstruksikan untuk menyiapkan tim tanggap bencana, sarana prasarana pendukung, serta langkah mitigasi mulai dari tahap pra, saat, hingga pascabencana.</p>
<p></p>
<p>Selain pengamanan fisik, Kapolri mengingatkan pentingnya strategi komunikasi publik agar masyarakat mendapatkan informasi akurat terkait layanan kepolisian, pesan kamtibmas, hingga rekayasa lalu lintas yang diterapkan selama Operasi Ketupat berlangsung. Layanan Call Center 110 juga dioptimalkan agar masyarakat dapat melaporkan situasi maupun meminta bantuan secara cepat dan responsif.</p>
<p></p>
<p>Ditemui usai kegiatan, Kapolres Nganjuk AKBP Suria Miftah Irawan menyatakan bahwa apel gelar pasukan ini merupakan bentuk kesiapan Polres Nganjuk dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.</p>
<p></p>
<p>“Apel gelar pasukan Operasi Ketupat Semeru 2026 ini dilaksanakan sebagai bentuk pertanggungjawaban kesatuan sekaligus penjabaran perintah pimpinan dalam rangka kesiapan pelayanan perayaan Hari Raya Idul Fitri 1447 H tahun 2026 di wilayah hukum Polres Nganjuk,” ujar AKBP Suria Miftah Irawan.</p>
<p></p>
<p>Ia menambahkan bahwa kegiatan ini bertujuan memberikan gambaran kepada pimpinan mengenai kesiapan personel maupun sarana pendukung agar operasi berjalan maksimal.</p>
<p></p>
<p>“Tujuannya adalah untuk memberikan gambaran kepada pimpinan tentang kesiapan kesatuan dalam pelaksanaan Operasi Ketupat Semeru 2026 di wilayah Polres Nganjuk, baik dari personel maupun dukungan instansi terkait sehingga pelaksanaan operasi dapat berjalan dengan optimal,” tambahnya.</p>
<p></p>
<p>Operasi Ketupat Semeru 2026 akan dilaksanakan selama 13 hari, mulai 13 Maret hingga 25 Maret 2026, di seluruh wilayah hukum Polres Nganjuk. Operasi ini melibatkan 234 personel Polri dengan dukungan instansi terkait, di mana fungsi utama yang dikedepankan adalah Satlantas dan Sat Samapta.</p>
<p></p>
<p>Untuk mendukung pelayanan, Polres Nganjuk mendirikan sejumlah pos, yakni Pos Pam Kertosono, Pos Pam Barong, Pos Pam Kelutan, Pos Pam Wilangan, Pos Pelayanan Taman Nyawiji, serta Pos Terpadu Pujahito.</p>
<p></p>
<p>Operasi ini juga didukung sarana prasarana berupa 55 kendaraan dinas roda dua, 30 kendaraan roda empat, dua unit truk, dua unit bus, delapan unit ambulans dari Dinas Kesehatan dan RS Bhayangkara, satu mobil derek, serta satu mobil pemadam kebakaran. Sinergi seluruh unsur pengamanan ini diharapkan mampu menjamin arus mudik dan perayaan Idul Fitri berjalan aman, nyaman, dan lancar. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Warga Desa Bandung Datangi BPN Nganjuk, Minta Kepastian Program PTSL</title>
<link>https://suarajatimpost.com/warga-desa-bandung-datangi-bpn-nganjuk-minta-kepastian-program-ptsl</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/warga-desa-bandung-datangi-bpn-nganjuk-minta-kepastian-program-ptsl</guid>
<description><![CDATA[ Warga Desa Bandung, Kecamatan Prambon, mendatangi Kantor ATR/BPN Nganjuk didampingi FPMN untuk meminta kepastian penetapan program PTSL agar masyarakat segera memperoleh sertifikat tanah. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202603/image_870x580_69b40e9274251.webp" length="46630" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Fri, 13 Mar 2026 21:22:32 +0700</pubDate>
<dc:creator>Kuswanto</dc:creator>
<media:keywords>Mediasi, Pemdes Desa Bandung, FPKB, ATR BPN, Program PTSL, Dipatok Rp 150 ribu, Panitia pelaksanaan PTSL, Prambon, Nganjuk</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p data-start="242" data-end="628"><strong>NGANJUK, SJP –</strong> Perwakilan warga Desa Bandung, Kecamatan Prambon, mendatangi Kantor Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Kabupaten Nganjuk, Jumat (13/3/2026).</p>
<p data-start="242" data-end="628">Kedatangan mereka didampingi oleh Forum Peduli Masyarakat Nganjuk (FPMN) untuk memohon fasilitasi sekaligus kepastian terkait penetapan program <span class="hover:entity-accent entity-underline inline cursor-pointer align-baseline"><span class="whitespace-normal">Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap</span></span> (PTSL) di desa tersebut.</p>
<p data-start="630" data-end="915">Langkah ini dilakukan sebagai upaya masyarakat agar Desa Bandung dapat masuk dalam daftar prioritas penetapan lokasi (Penlok) program PTSL pada tahun anggaran berjalan, sehingga warga dapat memperoleh legalitas atas kepemilikan tanah mereka melalui program strategis nasional tersebut.</p>
<p data-start="917" data-end="1124">Ketua FPMN, <span class="hover:entity-accent entity-underline inline cursor-pointer align-baseline"><span class="whitespace-normal">Suyadi</span></span>, mengatakan, pihaknya mendampingi warga untuk memastikan proses komunikasi dan administrasi antara masyarakat dengan pihak BPN berjalan transparan dan lancar.</p>
<p data-start="1126" data-end="1323">Menurutnya, sebelumnya pengajuan program PTSL di Desa Bandung sempat tertunda. Ia menjelaskan, saat itu pemerintah desa menyampaikan penundaan sebelum dilakukan komunikasi secara luas dengan warga.</p>
<p data-start="1325" data-end="1657">“Program PTSL sebelumnya sempat tertunda. Dari kuota sekitar 30 ribu bidang tanah yang direncanakan, tahun ini yang bisa direspons sekitar 10 ribu karena adanya penyesuaian anggaran. Meski demikian, kami tetap berupaya agar Desa Bandung bisa masuk dalam program tahun ini,” ujar Suyadi kepada Suarajatimpost, Jumat (13/3/2026) sore.</p>
<p data-start="1659" data-end="1830">Ia menambahkan, pihaknya sempat mengirimkan surat kepada <span class="hover:entity-accent entity-underline inline cursor-pointer align-baseline"><span class="whitespace-normal">Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional</span></span> di tingkat pusat agar Desa Bandung dapat dipertimbangkan dalam program PTSL.</p>
<p data-start="1832" data-end="2017">Suyadi menyebutkan, pada 28 Februari 2026 pihaknya menerima balasan dari BPN pusat yang menyarankan agar dilakukan sosialisasi kepada masyarakat serta koordinasi dengan pemerintah desa.</p>
<p data-start="2019" data-end="2223">“Karena komunikasi dengan pihak desa sebelumnya belum berjalan optimal, kami kemudian mengajukan fasilitasi ke BPN Nganjuk. Alhamdulillah, akhirnya difasilitasi untuk bertemu dengan kepala desa,” katanya.</p>
<p data-start="2225" data-end="2341">FPMN menegaskan akan terus mengawal proses tersebut hingga ada keputusan resmi terkait kuota PTSL bagi Desa Bandung.</p>
<p data-start="2343" data-end="2506">“Kami hadir untuk menjembatani aspirasi masyarakat yang berharap memperoleh sertifikat tanah melalui program PTSL yang mudah, cepat, dan terjangkau,” tegas Suyadi.</p>
<p data-start="2508" data-end="2671">Ia juga mengungkapkan bahwa dalam pembahasan awal telah muncul kesepakatan mengenai besaran biaya administrasi yang disepakati sebesar Rp150 ribu per bidang tanah.</p>
<p data-start="2673" data-end="2799">Menurutnya, ke depan akan dilakukan pertemuan lanjutan antara pemerintah desa dan FPMN untuk membentuk panitia pelaksana PTSL.</p>
<p data-start="2801" data-end="2978">“Rencananya pertemuan akan digelar pada 30 Maret 2026 setelah Lebaran Ketupat, untuk membahas pembentukan panitia serta memastikan mekanisme administrasi program PTSL,” ujarnya.</p>
<p data-start="2980" data-end="3188">Sementara itu, Kepala Kantor ATR/BPN Kabupaten Nganjuk, <span class="hover:entity-accent entity-underline inline cursor-pointer align-baseline"><span class="whitespace-normal">Suwono</span></span>, mengapresiasi langkah mediasi dan koordinasi yang dilakukan antara masyarakat, FPMN, dan Pemerintah Desa Bandung.</p>
<p data-start="3190" data-end="3363">Menurutnya, keterlibatan masyarakat dan forum peduli dapat membantu BPN dalam memetakan potensi serta kendala di lapangan sehingga program PTSL dapat berjalan lebih efektif.</p>
<p data-start="3365" data-end="3673">“Kami mengapresiasi inisiatif Pemdes Bandung dan FPMN. Mediasi ini menunjukkan adanya semangat bersama untuk memberikan kepastian hukum hak atas tanah bagi masyarakat. Sinergi seperti ini sangat penting agar program PTSL berjalan baik dan tepat sasaran,” ujar Suwono saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp.</p>
<p data-start="3675" data-end="3835">Terpisah, Kepala Desa Bandung, <span class="hover:entity-accent entity-underline inline cursor-pointer align-baseline"><span class="whitespace-normal">Heru Subagyo</span></span>, membenarkan adanya pertemuan antara pihak desa, FPMN, dan BPN Nganjuk pada hari yang sama.</p>
<p data-start="3837" data-end="3948">“Benar, hari ini ada pertemuan di Kantor BPN terkait pembahasan program PTSL di Desa Bandung,” ujarnya singkat.</p>
<p data-start="3950" data-end="4006">Ia juga memastikan bahwa proses mediasi berjalan lancar. “Tidak ada kendala, semuanya berjalan baik,” pungkasnya. <strong>(*)</strong></p>
<p data-start="3950" data-end="4006"><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Bupati Nganjuk Gelar Buka Bersama Insan Pers di Edu Park Jolotundo</title>
<link>https://suarajatimpost.com/bupati-nganjuk-gelar-buka-bersama-insan-pers-di-edu-park-jolotundo</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/bupati-nganjuk-gelar-buka-bersama-insan-pers-di-edu-park-jolotundo</guid>
<description><![CDATA[ Acara yang mengusung tema &quot;Silaturahmi serta Buka Bersama Bupati dan Wakil Bupati Nganjuk dengan Insan Pers&quot; ini dihadiri oleh ratusan jurnalis, baik dari media cetak, elektronik, maupun online. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202603/image_870x580_69b401a48274d.webp" length="27488" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Fri, 13 Mar 2026 20:15:55 +0700</pubDate>
<dc:creator>Kuswanto</dc:creator>
<media:keywords>Buka bersama dengan Bupati, Insan Media, Bupati Nganjuk Marhaen Djumadi, Wisata Edu Park Jolotundo, ramadhan 2026, Nganjuk</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>NGANJUK, SJP – </strong>Dalam rangka mempererat tali silaturahmi di bulan suci Ramadan, Bupati Nganjuk, Marhaen Djumadi, menggelar acara buka puasa bersama dengan para insan pers dari berbagai media di Kabupaten Nganjuk. </p>
<p>Acara ini berlangsung khidmat di kawasan wisata Edu Park Jolotundo, Desa Bajulan, Kecamatan Loceret, Kamis (12/03/2026).</p>
<p>​Acara yang mengusung tema "Silaturahmi serta Buka Bersama Bupati dan Wakil Bupati Nganjuk dengan Insan Pers" ini dihadiri oleh ratusan jurnalis, baik dari media cetak, elektronik, maupun online.</p>
<p>Suasana penuh keakraban tampak menyelimuti pertemuan tersebut, di mana Bupati Marhaen berbaur langsung dengan para kuli tinta tanpa sekat.</p>
<p>​Dalam sambutannya, Bupati Marhaen Djumadi menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada para insan pers atas sinergi yang telah terjalin selama ini.</p>
<p>Ia menekankan pentingnya peran media sebagai mitra strategis pemerintah dalam menyosialisasikan program pembangunan serta memberikan kritik yang membangun bagi kemajuan Kabupaten Nganjuk.</p>
<p>​"Acara ini adalah momen penting untuk mempererat komunikasi dan kebersamaan antara pemerintah daerah dengan rekan-rekan media. Kita ingin membangun Nganjuk bersama-sama, dan peran pers sangat krusial dalam menyebarkan informasi yang akurat dan positif kepada masyarakat," ujar Kang Marhaen, sapaan akrabnya.</p>
<p>​Selain sebagai ajang silaturahmi, Bupati Marhaen juga memanfaatkan kesempatan ini untuk berdiskusi santai mengenai berbagai isu terkini di Nganjuk. Ia menyatakan keterbukaan pemerintah daerah terhadap masukan-masukan dari media demi terciptanya tata kelola pemerintahan yang lebih baik dan transparan.</p>
<p>​"Ke depan, tidak hanya dengan media, kami juga berencana merangkul semua elemen masyarakat, termasuk LSM dan organisasi lainnya, untuk bersama-sama membangun Nganjuk," tambahnya.</p>
<p>​Kegiatan ini ditutup dengan doa bersama dan buka puasa dengan sajian khas lokal, menambah kehangatan suasana di tengah asrinya alam Edu Park Jolotundo. Para jurnalis yang hadir pun menyambut positif kegiatan ini sebagai bentuk penghargaan pemerintah daerah terhadap profesi wartawan di Nganjuk.</p>
<p>​Dengan adanya kegiatan seperti ini, diharapkan hubungan antara Pemerintah Kabupaten Nganjuk dan insan pers semakin solid dalam mewujudkan visi pembangunan daerah yang lebih maju dan sejahtera. <strong>(ADV)</strong></p>
<p>Editor : Rizqi Ardian </p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Diduga Tak Berizin, Proyek Pengurukan PT Mitra Abadi Sempurna Didemo Warga Nganjuk</title>
<link>https://suarajatimpost.com/diduga-tak-berizin-proyek-pengurukan-pt-mitra-abadi-sempurna-didemo-warga-nganjuk</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/diduga-tak-berizin-proyek-pengurukan-pt-mitra-abadi-sempurna-didemo-warga-nganjuk</guid>
<description><![CDATA[ Aksi ini mendapat pengawalan dan dukungan penuh dari gabungan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) setempat, Jumat (13/03). ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202603/image_870x580_69b3fe38bfe28.webp" length="55424" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Fri, 13 Mar 2026 19:33:10 +0700</pubDate>
<dc:creator>Kuswanto</dc:creator>
<media:keywords>Aksi demo, warga Desa Dawuhan, Pengurukan Pabrik, PT Mitra Abadi Sempurna, Gabungan LSM, Nganjuk</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>NGANJUK, SJP –</strong> Puluhan warga Desa Dawuhan, Kecamatan Jatikalen, Kabupatn Nganjuk melakukan aksi protes keras dengan memblokade aktivitas pengurukan lahan yang rencananya akan dibangun sebuah pabrik di wilayah mereka. </p>
<p>Aksi ini mendapat pengawalan dan dukungan penuh dari gabungan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) setempat, Jumat (13/3/2026).</p>
<p>Warga merasa geram lantaran proyek pengurukan tersebut berjalan tanpa adanya sosialisasi yang jelas kepada masyarakat sekitar yang terdampak langsung.</p>
<p>Alasan kuat warga menolak kegiatan yang dituding belum mengantongi izin (bodong) tersebut karena belum adanya sosialisasi dari pihak PT Mitra Abadi Sempurna dengan lingkungan setempat.</p>
<p>Eko Sunarno (68) Koordinator aksi warga Desa Dawuhan saat di lokasi menolak pengurukan milik PT Mitra Abadi Sempurna karena persoalan debu. Sudah berbulan-bulan warga dihantui rasa was-was takut terkena ISPA karena setiap harinya harus menghirup debu lembut dari tanah urukan.</p>
<p>”Hingga hari ini, PT Mitra Abadi tetap nekat tidak ada itikad baik untuk rembukan dengan warga, hari ini, kami bersama warga sepakat kegiatan terebut harus ditutup,” ucap Eko Sunarno salah seorang tokoh masyarakat setempat.</p>
<p>Menurut Eko Sunarno, PT Mitra Abadi Sempurna terkesan diam seribu bahasa, apalagi warga tidak pernah diajak sosialisasi dan terkesan tidak pro warga. Terbukti sampai hari ini keluhan keluhan warga tidak diapresiasi.</p>
<p>"Kami tidak anti investasi, tapi tolong hargai warga. Jangan tiba-tiba ada alat berat masuk dan urukan tanpa ada kejelasan sosialisasi ke kami yang tinggal di sini," tegasnya.</p>
<p>Sementara itu, gabungan aksi dari tiga LSM, yakni LSM PD, Aliansi Wong Gawat dan Komunitas Salam Lima Jari (SLJ) turun membaur bersama warga Desa Dawuhan mengultimatum pihak perusahaan dan menyampaikan kekecewaan di hadapan para awak media.</p>
<p>Menurutnya, jika semua industri yang ada di Nganjuk mengambil tanah urukan di luar Nganjuk ini bentuk pelanggaran dan itu ada aturannya. </p>
<p>”Kami minta, kepada pengusaha PT Mitra Abadi Sempurna berhenti sampai disini, jangan sampai dilanjutkan, kalau ada intimidasi preman-preman dari luar Nganjuk yang datang kesini, kami tidak akan mundur,” tegas Yulia Margareta yang akrab disapa Mbak Zulma dengan lantang.</p>
<p>Terpisah, Kades Dawuhan Koyum, dihubungi tiga kali, baik melalui sambungan whatsapp dan sms, meskipun ponselnya berdering, tapi tidak dijawab. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Kritik Dinas PMD Nganjuk, FPMN: Pejabat Korupsi Hanya Disuruh Mengembalikan</title>
<link>https://suarajatimpost.com/kritik-dinas-pmd-nganjuk-fpmn-pejabat-korupsi-hanya-disuruh-mengembalikan</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/kritik-dinas-pmd-nganjuk-fpmn-pejabat-korupsi-hanya-disuruh-mengembalikan</guid>
<description><![CDATA[ Pertemuan ini merupakan tindak lanjut dari aksi unjuk rasa terkait tuntutan transparansi Laporan Pertanggungjawaban (LPJ) di Desa Kudu, Kecamatan Kertosono. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202603/image_870x580_69b2743fe9a2a.webp" length="50066" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 12 Mar 2026 17:00:23 +0700</pubDate>
<dc:creator>Kuswanto</dc:creator>
<media:keywords>Aksi Demo FPMN, Forum Peduli Masyarakat Nganjuk, LPJ Desa Kudu, Dinas PMD, Kecewa, Desa Kudu, Nganjuk</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>NGANJUK, SJP</strong>–Perwakilan Forum Peduli Masyarakat Nganjuk (FPMN), Suyadi, menyatakan kekecewaannya usai melakukan pertemuan dengan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Kabupaten Nganjuk, Kamis (12/3/2026). </p>
<p>Pertemuan ini merupakan tindak lanjut dari aksi unjuk rasa terkait tuntutan transparansi Laporan Pertanggungjawaban (LPJ) di Desa Kudu, Kecamatan Kertosono.</p>
<p>Dalam konferensi pers, Suyadi menilai pihak Dinas PMD dan pejabat terkait selalu berlindung di balik aturan setiap kali masyarakat meminta kejelasan mengenai dugaan penyimpangan dana desa atau pungutan liar (pungli).</p>
<p>Suyadi menegaskan bahwa selama ini aturan yang ada terkesan lebih memihak kepada pejabat desa dibandingkan melindungi rakyat. Ia mencontohkan adanya perbedaan perlakuan hukum antara pejabat desa dan masyarakat kecil.</p>
<p>"Kalau pejabat desa melakukan pungli atau korupsi dana desa, laporannya ke Inspektorat dan sanksinya hanya disuruh mengembalikan. Tapi coba kalau rakyat kecil yang mencuri, pasti langsung dipidana. Aturan itu seolah dibuat untuk melindungi kegiatan mereka sendiri," ujar Suyadi.</p>
<p>Meski belum sepenuhnya puas dengan hasil pertemuan, Suyadi akan memantau realisasi laporan yang diberikan pemerintah desa kepada Dinas PMD. </p>
<p>Ia berencana melakukan kroscek langsung ke lapangan untuk membandingkan data administratif dengan kondisi fisik di desa.</p>
<p>Beberapa poin utama yang menjadi sorotan FPMN antara lain peran Badan Permusyawaratan Desa (BPD) yang dinilai tidak berjalan dan fungsinya tidak diketahui masyarakat. </p>
<p>Selain itu, ia menyoroti tidak adanya keterbukaan mengenai LPJ desa, termasuk baliho rincian anggaran yang jarang dipasang. Suyadi mengancam akan membawa temuan tersebut ke ranah hukum.</p>
<p>"Setelah dari sini kita akan cek dulu realisasinya di desa. Apa benar yang dilaporkan desa ke PMD ini atau salah. Kalau memang ada penyimpangan, kita tidak lagi ke sini (PMD), tapi langsung kita laporkan ke Kejaksaan," tegasnya.</p>
<p>Kepala Dinas PMD Kabupaten Nganjuk, Sopingi, memberikan penjelasan resmi terkait tuntutan FPMN mengenai transparansi pengelolaan dana desa dan dugaan pungli. </p>
<p>Dalam keterangannya usai menemui massa aksi, ia menegaskan bahwa seluruh mekanisme pengawasan telah berjalan sesuai koridor hukum yang berlaku.</p>
<p>Sopingi menyampaikan bahwa pihak dinas menyambut baik aspirasi masyarakat sebagai bentuk fungsi kontrol sosial. Namun, ia mengingatkan bahwa setiap tindakan administratif maupun hukum harus didasarkan pada aturan yang ada, dan mekanisme pengawasan merupakan ranah Inspektorat.</p>
<p>Menanggapi keluhan terkait sanksi bagi pejabat desa yang dinilai terlalu longgar, Kadis PMD menjelaskan bahwa terdapat tahapan-tahapan yang harus dilalui.</p>
<p>"Setiap laporan yang masuk akan diproses melalui Inspektorat. Jika ditemukan ketidaksesuaian administrasi, maka ada masa sanggah dan kewajiban pengembalian kerugian negara sesuai aturan. Kami di PMD bertugas melakukan pembinaan agar tata kelola desa semakin baik dari waktu ke waktu," jelasnya.<strong> (*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Gabungan LSM Luruk DPRD Nganjuk, Suarakan Dugaan Pungli di SMK Negeri</title>
<link>https://suarajatimpost.com/gabungan-lsm-luruk-dprd-nganjuk-suarakan-dugaan-pungli-di-smk-negeri</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/gabungan-lsm-luruk-dprd-nganjuk-suarakan-dugaan-pungli-di-smk-negeri</guid>
<description><![CDATA[ Kedatangan massa gabungan tersebut bertujuan untuk menyuarakan dugaan praktik pungutan liar (pungli) yang terjadi di lingkungan SMKN 1 Nganjuk dan SMKN 2 Nganjuk. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202603/image_870x580_69b26e365f746.webp" length="29788" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 12 Mar 2026 16:30:06 +0700</pubDate>
<dc:creator>Kuswanto</dc:creator>
<media:keywords>Gabungan aksi solidaritas, LSM, Rapat Dengar Pendapat, DPRD Nganjuk, Komisi IV, Cabdin Nganjuk, dugaan pungli, SMKN 1 dan SMKN 2 Nganjuk, Nganjuk</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>NGANJUK, SJP</strong>–Sejumlah massa yang tergabung dalam gabungan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM), yakni MAPAK (Masyarakat Anti Korupsi), PA GMNI, Salam Lima Jari, dan Aliansi Wong Gawat (AWG), mendatangi gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Nganjuk untuk melakukan rapat dengar pendapat (hearing) bersama Komisi IV, Kamis (12/03/2026).</p>
<p></p>
<p>Kedatangan massa gabungan tersebut bertujuan untuk menyuarakan dugaan praktik pungutan liar (pungli) yang terjadi di lingkungan SMKN 1 Nganjuk dan SMKN 2 Nganjuk.</p>
<p></p>
<p>Dalam pertemuan tersebut, perwakilan massa memaparkan sejumlah temuan lapangan mengenai adanya beban biaya yang dinilai memberatkan wali murid serta tidak memiliki dasar hukum yang kuat. Mereka mendesak agar legislatif segera mengambil tindakan tegas agar dunia pendidikan bersih dari praktik komersialisasi.</p>
<p></p>
<p>Mewakili aksi gabungan, Ketua Komunitas Salam Lima Jari, Yulia Margareta, menyatakan bahwa DPRD telah sepakat untuk segera melakukan perubahan. Legislatif berencana mengumpulkan komite sekolah dan kepala sekolah guna memberikan penjelasan serta keputusan bersama. </p>
<p></p>
<p>Menurutnya, meski pungli dan sumbangan merupakan hal yang berbeda, negara harus hadir dalam dunia pendidikan di Kabupaten Nganjuk.</p>
<p></p>
<p>"Saya berkeyakinan, pungli atau sumbangan itu berbeda. Di sinilah negara harus hadir. Melalui RDP DPRD ini, dunia pendidikan di Nganjuk harus ada perubahan," kata perempuan yang karib disapa Zulma tersebut.</p>
<p></p>
<p>Disinggung mengenai hasil hearing, Yulia menyebutkan bahwa secara audiensi, pihaknya selaku pengadu merasa cukup. Ia kini menantikan tindak lanjut dari pernyataan Wakil Cabang Dinas Pendidikan Nganjuk yang menyebut persoalan ini sebagai masalah bersama.</p>
<p></p>
<p>"Sudah cukup mendengar dari wakil Cabdin Nganjuk yang intinya ini masalah bersama, kita selesaikan juga bersama-sama," ucapnya.</p>
<p></p>
<p>Sementara itu, Kasi SMK dan SMA Cabang Dinas Pendidikan Nganjuk, Mulyono, yang mewakili pimpinan untuk menanggapi dugaan pungli tersebut menyatakan permohonan maaf dan akan melaporkan hasil pertemuan kepada atasannya.</p>
<p></p>
<p>"Saya sampaikan, apa yang disampaikan tetap sama. Akan saya catat, saya rangkum, dan saya sampaikan kepada pimpinan," ujar Mulyono.</p>
<p></p>
<p>Ia menambahkan, terkait temuan dugaan pungli di lingkungan pendidikan tersebut, Kepala Cabang Dinas akan mengambil langkah-langkah selanjutnya berdasarkan informasi yang telah diterima.</p>
<p></p>
<p>"Maaf ya Pak, kami belum bisa menjawab," terang Mulyono.</p>
<p></p>
<p>Menanggapi aspirasi tersebut, anggota Komisi IV DPRD Kabupaten Nganjuk, Fauzi Irwana, menyatakan akan segera menindaklanjuti laporan ini secara serius. </p>
<p></p>
<p>Sebagai langkah awal, DPRD telah mengeluarkan keputusan resmi untuk mengagendakan pemanggilan kepada pihak-pihak terkait.</p>
<p></p>
<p>"Kami telah mendengar aspirasi dari rekan-rekan LSM. Keputusan rapat hari ini adalah DPRD akan segera mengumpulkan kepala sekolah serta jajaran komite dari SMKN 1 dan SMKN 2 untuk dimintai klarifikasi dan pertanggungjawaban," ujar Fauzi di sela-sela rapat.</p>
<p></p>
<p>Langkah ini diambil guna mencari solusi konkret dan memastikan apakah penarikan biaya yang dikeluhkan merupakan pungutan liar atau sumbangan sukarela sesuai regulasi yang berlaku. DPRD menegaskan tidak akan segan memberikan rekomendasi sanksi jika terbukti ditemukan pelanggaran administrasi maupun hukum. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Progres Dikebut, Wakapolda Jatim Bersama Kapolres Nganjuk Tinjau Pembangunan Tugu dan Museum Marsinah</title>
<link>https://suarajatimpost.com/progres-dikebut-wakapolda-jatim-bersama-kapolres-nganjuk-tinjau-pembangunan-tugu-dan-museum-marsinah</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/progres-dikebut-wakapolda-jatim-bersama-kapolres-nganjuk-tinjau-pembangunan-tugu-dan-museum-marsinah</guid>
<description><![CDATA[ Kunjungan tersebut dilakukan untuk memastikan perkembangan pembangunan monumen dan museum yang dirancang sebagai tempat mengenang perjuangan Marsinah sekaligus menjadi pusat edukasi bagi masyarakat mengenai sejarah perjuangan buruh di Indonesia. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202603/image_870x580_69b1836fe3ce2.webp" length="31980" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 11 Mar 2026 23:03:59 +0700</pubDate>
<dc:creator>Kuswanto</dc:creator>
<media:keywords>Kunjungan Polda Jatim, monumen Marsinah, tugu Marsinah, Desa Ngelundo, Sukomoro, Nganjuk</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>NGANJUK, SJP - </strong>Wakapolda Jawa Timur Brigjen Pol. Dr. Pasma Royce bersama Dirtipidter Bareskrim Polri Brigjen Pol. Moh. Irhamni serta Presiden KSPSI Pusat yang juga Staf Ahli Kapolri Bidang Ketenagakerjaan Andi Gani Nena Wea, melaksanakan pengecekan progres pembangunan Tugu Pahlawan Nasional Marsinah, museum, serta rumah singgah almarhumah Marsinah di Desa Nglundo, Kecamatan Sukomoro, Kabupaten Nganjuk, Selasa (10/3/2026).</p>
<p>Kunjungan tersebut dilakukan untuk memastikan perkembangan pembangunan monumen dan museum yang dirancang sebagai tempat mengenang perjuangan Marsinah sekaligus menjadi pusat edukasi bagi masyarakat mengenai sejarah perjuangan buruh di Indonesia. Pembangunan tugu, museum, dan rumah singgah tersebut diperkirakan akan rampung pada akhir Maret 2026.</p>
<p>Kapolres Nganjuk AKBP Suria Miftah Irawan, yang mendampingi langsung kegiatan tersebut menyampaikan bahwa Polres Nganjuk mendukung penuh pembangunan museum dan tugu Marsinah sebagai bentuk penghormatan terhadap jasa pahlawan nasional.</p>
<p>“Polres Nganjuk mendukung pembangunan ini. Selain sebagai bentuk penghormatan kepada pahlawan nasional Marsinah, keberadaan museum ini juga dapat menjadi sarana edukasi bagi masyarakat sekaligus mendorong peningkatan kesejahteraan di lingkungan museum,” ujar Kapolres Nganjuk usai kegiatan.</p>
<p>Dalam kunjungan tersebut, rombongan melakukan peninjauan langsung lokasi pembangunan Tugu Marsinah serta melihat perkembangan pembangunan rumah singgah yang akan difungsikan sebagai museum dan pusat informasi sejarah perjuangan Marsinah.</p>
<p>Turut hadir dalam kegiatan tersebut Dir Tipidter Bareskrim Polri, Wakapolres Nganjuk Kompol Andria Diana Putra pejabat utama Polres Nganjuk, perwakilan PUPR Kabupaten Nganjuk Oni Deddy Setyawan dan perangkat Desa Nglundo. </p>
<p>Selama kegiatan berlangsung hingga rombongan meninggalkan lokasi sekitar pukul 17.50 WIB, situasi terpantau aman, tertib, dan lancar. Diharapkan pembangunan tersebut segera selesai sehingga dapat dimanfaatkan sebagai pusat edukasi sejarah sekaligus ikon baru di Kabupaten Nganjuk. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Dekatkan Diri dengan Masyarakat, Dandim Nganjuk Rutinkan Pembagian Takjil Gratis</title>
<link>https://suarajatimpost.com/dekatkan-diri-dengan-masyarakat-dandim-nganjuk-rutinkan-pembagian-takjil-gratis</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/dekatkan-diri-dengan-masyarakat-dandim-nganjuk-rutinkan-pembagian-takjil-gratis</guid>
<description><![CDATA[ Kegiatan ini tidak hanya dipusatkan di markas Kodim, tetapi juga dilaksanakan serentak di seluruh Koramil jajaran di wilayah Kabupaten Nganjuk. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202603/image_870x580_69b1816a9323b.webp" length="31876" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 11 Mar 2026 22:45:20 +0700</pubDate>
<dc:creator>Kuswanto</dc:creator>
<media:keywords>Bagi takjil, masyarakat kurang mampu, Dandim Nganjuk Letkol Inf Taufan, 150 takjil, kodim 0810 Nganjuk</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>NGANJUK, SJP – </strong>Komando Distrik Militer (Kodim) 0810 Nganjuk menunjukkan kepeduliannya kepada masyarakat melalui program pembagian takjil gratis selama bulan suci Ramadan 2026.</p>
<p>Kegiatan ini tidak hanya dipusatkan di markas Kodim, tetapi juga dilaksanakan serentak di seluruh Koramil jajaran di wilayah Kabupaten Nganjuk.</p>
<p>​Dandim 0810 Nganjuk, Letkol Inf Taufan, menjelaskan bahwa program takjil ini merupakan agenda rutin yang telah diprogramkan dengan intensitas yang terus ditingkatkan setiap harinya.</p>
<p>​"Awalnya kami programkan seminggu tiga kali, yakni hari Senin, Rabu, dan Jumat. Namun melihat antusiasme masyarakat, sekarang intensitasnya kita buat setiap hari, baik di Kodim maupun di masing-masing Koramil," ujar Letkol Inf Taufan di sela-sela kegiatan. Rabu (11/3/2026) </p>
<p>​<strong>Tradisi Berbagi dari 'Jumat Berkah'</strong></p>
<p>​Program berbagi ini sebenarnya bukan hal baru bagi jajaran Kodim Nganjuk. Sebelum memasuki bulan puasa, pihaknya telah rutin menggelar kegiatan "Jumat Berkah".</p>
<p>Dalam kegiatan tersebut, kantor Kodim dibuka luas bagi masyarakat di pagi hari untuk menikmati hidangan sarapan ala kadarnya secara gratis.</p>
<p>​"Tujuannya sederhana, kami ingin membantu masyarakat sebelum mereka memulai aktivitas harian. Sekarang di bulan Ramadan, semangat itu kami lanjutkan melalui pembagian takjil untuk berbuka puasa," tambahnya.</p>
<p>​<strong>Rencana Penambahan Kuota Takjil</strong></p>
<p>​Untuk setiap titik di Koramil, pihak TNI menyiapkan sekitar 100 paket takjil, sementara di Markas Kodim disiapkan kurang lebih 150 paket setiap harinya.</p>
<p>Namun, menyadari tingginya animo masyarakat yang terkadang membuat persediaan takjil habis dalam waktu singkat, Dandim berencana untuk menambah jumlah paket yang dibagikan.</p>
<p>​"Melihat animo masyarakat yang luar biasa, insya Allah dalam beberapa hari ke depan jumlahnya akan kita tambah. Harapannya, sebisa mungkin semua warga yang lewat dan membutuhkan bisa kebagian," pungkas Letkol Inf Taufan.</p>
<p>​Melalui kegiatan ini, diharapkan sinergitas antara TNI dan rakyat di Kabupaten Nganjuk semakin erat, serta memberikan manfaat nyata bagi warga yang sedang menjalankan ibadah puasa, terutama bagi mereka yang masih berada di perjalanan saat waktu berbuka tiba. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor :  Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Perkuat Cadangan Pangan, Bulog Kediri Serap 70.000 Ton Gabah Petani</title>
<link>https://suarajatimpost.com/perkuat-cadangan-pangan-bulog-kediri-serap-70000-ton-gabah-petani</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/perkuat-cadangan-pangan-bulog-kediri-serap-70000-ton-gabah-petani</guid>
<description><![CDATA[ Hingga saat ini, total pengadaan Gabah Kering Panen (GKP) telah mencapai angka hampir 1.300 ton. Langkah ini diambil untuk memastikan hasil panen petani lokal terserap dengan harga yang layak sesuai regulasi, sekaligus menjaga stabilitas pasokan pangan di wilayah Jawa Timur, khususnya Nganjuk dan sekitarnya. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202603/image_870x580_69b115d77ac2e.webp" length="40608" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 11 Mar 2026 14:40:50 +0700</pubDate>
<dc:creator>Kuswanto</dc:creator>
<media:keywords>Panen raya, gabah petani, Tim Jemput Pangan, Bulog Cabang Kediri, serap 1.300 ton, Nganjuk</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KEDIRI, SJP</strong>–Upaya penguatan cadangan pangan nasional terus dipacu oleh Perum Bulog Kantor Cabang (Kancab) Kediri. Melalui program "Tim Jemput Pangan", Bulog secara aktif menyerap hasil panen petani di wilayah Kabupaten Nganjuk.</p>
<p></p>
<p>Hingga saat ini, total pengadaan Gabah Kering Panen (GKP) telah mencapai angka hampir 1.300 ton. Langkah ini diambil untuk memastikan hasil panen petani lokal terserap dengan harga yang layak sesuai regulasi, sekaligus menjaga stabilitas pasokan pangan di wilayah Jawa Timur, khususnya Nganjuk dan sekitarnya.</p>
<p></p>
<p>Perum Bulog Kantor Cabang Kediri melakukan penyerapan GKP di tingkat petani sesuai dengan ketentuan Harga Pembelian Pemerintah (HPP) yang ditetapkan sebesar Rp6.500 per kilogram. </p>
<p></p>
<p>Kepala Cabang Perum Bulog Kediri, Harisun, menyebut strategi jemput bola ini dinilai lebih efektif untuk memotong rantai distribusi yang panjang dan memberikan kemudahan bagi para petani dalam menjual hasil buminya.</p>
<p></p>
<p>"Kami terjun langsung ke lapangan melalui Tim Jemput Pangan Pengadaan Gabah Dalam Negeri 2026. Fokus kami adalah memastikan GKP dari petani Nganjuk dapat masuk ke gudang Bulog secara maksimal dan sesuai standar kualitas yang ditetapkan," ungkap Harisun, Rabu (11/3/2026).</p>
<p></p>
<p>Ia menambahkan bahwa langkah tersebut merupakan upaya menjaga stabilitas harga gabah petani dan memperkuat cadangan pangan pemerintah.</p>
<p></p>
<p>Menurut Harisun, Kabupaten Nganjuk tetap menjadi salah satu daerah penyangga pangan utama bagi Bulog Kancab Kediri. Melimpahnya panen raya di beberapa kecamatan di Nganjuk dimanfaatkan secara optimal untuk memenuhi target pengadaan dalam negeri tahun 2026.</p>
<p></p>
<p>Harisun menjelaskan, hingga saat ini Perum Bulog Cabang Kediri telah menyerap gabah petani sebanyak 70.000 ton yang tersebar di seluruh wilayah kerja Bulog Kediri, meliputi Kabupaten/Kota Kediri serta Kabupaten Nganjuk.</p>
<p></p>
<p>Jumlah tersebut dipastikan terus bertambah seiring penyerapan yang dilakukan oleh Bulog, baik langsung ke petani maupun melalui mitra. </p>
<p></p>
<p>Harisun menyebut, pihaknya siap bersinergi dengan pemerintah daerah setempat, kelompok tani, mitra kerja penggilingan padi, dan pihak lainnya.</p>
<p></p>
<p>"Kami juga akan terus berupaya meningkatkan sarana dan prasarana supaya dapat menyerap hasil panen petani secara maksimal," kata Harisun.</p>
<p></p>
<p>Bulog Kediri juga telah memperkuat kemitraan dengan mitra penggilingan padi di wilayah kerjanya. Selain itu, petani diharapkan tidak terburu-buru dalam memanen padi karena hal tersebut akan berdampak pada kualitas beras yang dihasilkan. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Ledakan Maut Petasan di Nganjuk, 2 Pemuda Kritis, Bahan Dibeli via TikTok</title>
<link>https://suarajatimpost.com/ledakan-maut-petasan-di-nganjuk-2-pemuda-kritis-bahan-dibeli-via-tiktok</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/ledakan-maut-petasan-di-nganjuk-2-pemuda-kritis-bahan-dibeli-via-tiktok</guid>
<description><![CDATA[ Akibat ledakan tersebut, dua dari empat pemuda harus dilarikan ke rumah sakit karena menderita luka bakar serius. Sementara itu, kondisi di lokasi kejadian menunjukkan kerusakan pada bangunan dan garis polisi telah dipasang untuk kepentingan penyelidikan lebih lanjut. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202603/image_870x580_69afcdcf7df54.webp" length="58314" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Tue, 10 Mar 2026 16:30:42 +0700</pubDate>
<dc:creator>Kuswanto</dc:creator>
<media:keywords>Ledakan mercon, empat korban, dua luka bakar, racikan petasan, mercon, Desa Ndrenges, Kertosono</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>NGANJUK, SJP</strong>–Insiden tragis terjadi di Kabupaten Nganjuk pada Senin malam (9/3/2026). Sebanyak empat pemuda dilaporkan terlibat ledakan saat tengah meracik bahan petasan (mercon) sekitar pukul 21.00 WIB, sesaat setelah pelaksanaan salat tarawih.</p>
<p>Akibat ledakan tersebut, dua dari empat pemuda harus dilarikan ke rumah sakit karena menderita luka bakar serius. Sementara itu, kondisi di lokasi kejadian menunjukkan kerusakan pada bangunan dan garis polisi telah dipasang untuk kepentingan penyelidikan lebih lanjut.</p>
<p>Berdasarkan informasi yang dihimpun, peristiwa ini bermula ketika para pemuda tersebut berkumpul untuk merakit petasan di belakang kandang sapi milik warga bernama Fatoni di Dusun Jabon, RT 002 RW 006, Desa Drenges, Kecamatan Kertosono, Kabupaten Nganjuk.</p>
<p>Diduga, terjadi kesalahan teknis atau ketidakstabilan bahan kimia saat proses pencampuran berlangsung, yang memicu ledakan cukup kuat hingga terdengar oleh warga sekitar.</p>
<p>Warga yang terkejut segera mendatangi sumber suara dan menemukan para korban dalam kondisi terluka. Evakuasi segera dilakukan oleh masyarakat setempat dibantu petugas keamanan untuk membawa korban ke fasilitas kesehatan terdekat guna mendapatkan penanganan medis darurat.</p>
<p>Pihak Kepolisian Resor (Polres) Nganjuk tengah mendalami insiden ledakan bahan peledak petasan yang melibatkan empat pemuda tersebut. Insiden mengakibatkan dua orang mengalami luka bakar serius.</p>
<p>Kasi Humas Polres Nganjuk, Iptu Fajar Kurniadi, memberikan penjelasan mengenai kronologi awal sebelum peristiwa maut itu terjadi. Menurutnya, para pemuda tersebut sempat berkumpul di salah satu rumah rekan mereka di dusun setempat.</p>
<p>"Sebelum kejadian, para pemuda ini berkumpul di rumah salah satu rekannya untuk mengambil bahan peledak yang sebelumnya telah mereka racik sendiri. Bahan yang digunakan antara lain KCLO sekitar 250 gram, belerang 150 gram, dan aluminium powder sekitar 500 gram," ujar Iptu Fajar Kurniadi saat dikonfirmasi media, Selasa (10/3/2026).</p>
<p>Menurutnya, bahan-bahan tersebut diduga dibeli secara daring melalui akun TikTok Shop milik salah satu dari mereka. Sementara itu, gulungan kertas yang akan digunakan sebagai selongsong mercon telah dibuat sebelumnya di dua lokasi rumah berbeda.</p>
<p>Iptu Fajar Kurniadi kembali menegaskan bahaya bermain petasan, terutama racikan sendiri yang standarnya tidak terukur.</p>
<p>"Kami mengimbau kepada seluruh masyarakat Nganjuk agar tidak bermain-main dengan bahan peledak atau mercon. Selain membahayakan nyawa, tindakan ini juga memiliki konsekuensi hukum yang tegas. Kami ingin suasana Ramadhan tetap kondusif dan aman bagi semua," tambahnya.</p>
<p>Pihak Rumah Sakit Daerah (RSD) Kertosono melalui Kabid Penunjang Pelayanan, Yudhi Arifin, mengonfirmasi telah menerima korban insiden ledakan bahan petasan tersebut. </p>
<p>Berdasarkan data terbaru, tercatat ada tiga pemuda yang sempat dilarikan ke Instalasi Gawat Darurat (IGD) akibat peristiwa itu.</p>
<p>Pihak manajemen RSD Kertosono membenarkan bahwa hingga Selasa (10/3/2026), dua di antaranya masih harus menjalani perawatan medis secara intensif karena mengalami luka bakar yang cukup serius. Sementara itu, satu korban lainnya telah diizinkan pulang.</p>
<p>"Benar, ada tiga korban ledakan mercon yang masuk ke IGD. Dua orang saat ini masih dalam perawatan intensif petugas medis, sedangkan satu orang sudah diperbolehkan pulang karena kondisinya stabil dan lukanya tergolong ringan," ungkap pihak RSD Kertosono kepada Suarajatimpost.com.</p>
<p>Korban berinisial AB mengalami luka bakar sekitar 42 persen, sedangkan SP mengalami luka bakar sekitar 40 persen. Keduanya saat ini menjalani perawatan intensif di RSUD Kertosono. Korban lainnya, yaitu MA dan FF, tidak mengalami luka berat. FF menjalani rawat jalan, sementara keduanya telah diamankan oleh pihak kepolisian bersama keluarga masing-masing untuk proses penyelidikan lebih lanjut di Polsek Kertosono.</p>
<p>Polisi juga mengamankan sejumlah barang bukti terkait peracikan bahan petasan tersebut dan mengimbau masyarakat, khususnya para remaja, agar tidak bermain atau meracik bahan peledak secara sembarangan karena berisiko tinggi terhadap keselamatan diri sendiri maupun orang lain. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Pemprov Jatim dan Pemkab Nganjuk Gelar Pasar Murah, Bupati Pastikan Stok Sembako Aman</title>
<link>https://suarajatimpost.com/pemprov-jatim-dan-pemkab-nganjuk-gelar-pasar-murah-bupati-pastikan-stok-sembako-aman</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/pemprov-jatim-dan-pemkab-nganjuk-gelar-pasar-murah-bupati-pastikan-stok-sembako-aman</guid>
<description><![CDATA[ Program pasar murah ini diharapkan dapat membantu masyarakat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga terjangkau sekaligus menekan kenaikan harga di pasar reguler. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202603/image_870x580_69ae9977daca8.webp" length="54378" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 09 Mar 2026 18:49:25 +0700</pubDate>
<dc:creator>Kuswanto</dc:creator>
<media:keywords>Pasar murah, stok sembako, Pemrov Jatim, Pemkab Nganjuk, Bupati Nganjuk Marhaen Djumadi, harga bahan pokok, jelang lebaran 2026, beras premium, paket 5 kilogram, Nganjuk</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><b>NGANJUK, SJP – </b>Pemerintah Provinsi Jawa Timur bekerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Nganjuk kembali menggelar pasar murah guna menstabilkan harga kebutuhan pokok di tingkat konsumen. Kegiatan yang dipusatkan di area GOR Bung Karno Nganjuk ini menjadi langkah konkret pemerintah dalam menjaga daya beli masyarakat di tengah fluktuasi harga pangan.</p>
<p>Pasar murah tersebut menyediakan berbagai komoditas kebutuhan pokok dengan harga di bawah pasaran. Salah satu yang paling banyak diminati warga adalah beras yang dijual dengan harga sekitar Rp11.000 per kilogram.</p>
<p>Dalam keterangannya saat mendampingi peninjauan Gubernur Jawa Timur, perwakilan Pemprov Jatim, Iwan, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk dukungan langsung pemerintah provinsi kepada daerah dalam menjaga stabilitas harga bahan pokok.</p>
<p>Menurutnya, beras yang disediakan dalam pasar murah dikemas dalam ukuran 5 kilogram agar lebih mudah didistribusikan dan dijangkau masyarakat.</p>
<p>“Ini merupakan bagian dari upaya pasar murah yang didukung oleh Pemprov Jatim bekerja sama dengan Pemkab Nganjuk. Harga dari provinsi memang jauh lebih murah, contohnya beras yang kita sediakan hari ini sekitar Rp11 ribu per kilogram,” ujar Iwan saat ditemui awak media di lokasi, Senin (9/3/2026).</p>
<p>Ia menambahkan, program pasar murah ini diharapkan dapat membantu masyarakat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga terjangkau sekaligus menekan kenaikan harga di pasar reguler.</p>
<p>Sementara itu, Bupati Nganjuk, Marhaen Djumadi, memastikan ketersediaan bahan pokok bagi masyarakat Nganjuk dalam kondisi aman. Hal tersebut disampaikan setelah dirinya melakukan koordinasi dengan sejumlah pihak, termasuk Perum Bulog, untuk memantau ketersediaan stok dan pergerakan harga di lapangan.</p>
<p>“Alhamdulillah, baru saja saya berdiskusi dengan Bulog terkait ketersediaan sembako. Tadi pagi juga sudah kita rapatkan, dan intinya stok kebutuhan pokok tersedia semua,” kata Marhaen.</p>
<p>Ia juga menegaskan bahwa pihak Bulog telah menjamin ketersediaan stok beras untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dalam beberapa waktu ke depan.</p>
<p>“Paling tidak dari Bulog menjamin stok beras aman,” tegasnya.</p>
<p>Terkait harga komoditas lain seperti cabai dan sejumlah bahan pokok menjelang Lebaran 2026, Marhaen menyebut hingga saat ini belum terjadi kenaikan harga yang signifikan.</p>
<p>“Dengan ketersediaan stok yang mencukupi, dan beberapa harga bahan pokok seperti cabai yang masih stabil, diharapkan tidak terjadi lonjakan harga yang bisa membebani masyarakat,” ujarnya.</p>
<p>Pemerintah Kabupaten Nganjuk, lanjut Marhaen, akan terus memantau kondisi pasar tradisional maupun distributor untuk memastikan distribusi bahan pokok tetap lancar serta harga tetap terkendali. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Bungkam Soal Nasib Jemaah Umrah yang Tertahan, Khofifah Pilih Fokus Seremonial Bansos di Nganjuk</title>
<link>https://suarajatimpost.com/bungkam-soal-nasib-jemaah-umrah-yang-tertahan-khofifah-pilih-fokus-seremonial-bansos-di-nganjuk</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/bungkam-soal-nasib-jemaah-umrah-yang-tertahan-khofifah-pilih-fokus-seremonial-bansos-di-nganjuk</guid>
<description><![CDATA[ Ironisnya, saat dikonfirmasi mengenai jumlah pasti warga Jawa Timur yang tertahan serta langkah konkret evakuasi dari Pemprov Jatim, Khofifah memilih bungkam. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202603/image_870x580_69ae8a9737c26.webp" length="41538" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 09 Mar 2026 17:00:12 +0700</pubDate>
<dc:creator>Kuswanto</dc:creator>
<media:keywords>Gubernur Jawa Timur Koffifah Indar Parawansa, bantuan sosial, lansia, di stabilitas, bantuan aspal, infrastruktur jalan, ramadhan 2026, jamaah umrah, konflik timur tengah, Nganjuk</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>NGANJUK, SJP</strong>– Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, melanjutkan rangkaian agenda Sapa Bansos dan Amaliah Ramadan di Kabupaten Nganjuk, Senin (9/3/2026). </p>
<p>Kunjungan ini mengeklaim pendekatan sosial dan spiritual guna membangun kesalehan kolektif selama Ramadan melalui penguatan program perlindungan sosial Pemerintah Provinsi Jawa Timur.</p>
<p>Dalam arahannya, Khofifah membedah dua pilar bantuan yang disalurkan, yakni <em>Prosperity</em> (Kesejahteraan) dan <em>Charity</em> (Kemanusiaan). Ia menjelaskan bahwa bantuan tersebut diklasifikasikan menjadi dua kategori utama.</p>
<p>Kategori <em>Charity</em> ditujukan sebagai asistensi sosial bagi penyandang disabilitas serta lanjut usia (lansia) tidak mampu. </p>
<p>Sementara itu, kategori Prosperity difokuskan pada pengembangan kemandirian ekonomi melalui Zakat Produktif bagi pelaku usaha ultra mikro.</p>
<p>Khofifah menambahkan, fokus program juga mencakup Penanganan Kemiskinan Ekstrem (KE), bantuan Program Keluarga Harapan (PKH) Plus, serta dukungan infrastruktur jalan melalui bantuan aspal.</p>
<p>Selain aspek sosial, Khofifah juga menyinggung kondisi infrastruktur jalan yang rusak akibat tingginya intensitas hujan. </p>
<p>Pemprov Jatim memberikan bantuan stimulan berupa aspal kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Nganjuk yang telah mengajukan permohonan.</p>
<p>"Ini adalah bentuk <em>sharing</em> atau urunan dari Pemprov kepada Kabupaten Nganjuk. Pengerjaan teknis dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Nganjuk, sementara Pemprov mendukung melalui penyediaan aspalnya," ujar Khofifah, Senin (9/3/2026).</p>
<p>Total bantuan aspal yang dialokasikan dalam skema ini mencapai 8.776 drum untuk didistribusikan ke berbagai wilayah yang memerlukan perbaikan jalan segera.</p>
<p>Menjelang masa Lebaran, Khofifah menegaskan bahwa koordinasi komprehensif telah dilakukan bersama Polda Jatim, BMKG, Jasa Raharja, Pertamina, hingga PLN guna menjamin kelancaran infrastruktur dan logistik.</p>
<p>Namun, terkait jemaah umrah yang terkendala kepulangannya, Khofifah hanya menjelaskan bahwa proses tersebut terus dipantau dan mengikuti prosedur maskapai, seperti Garuda Indonesia, Saudi Airlines, Emirates, hingga Malaysia Airlines.</p>
<p>"Semoga seluruh jemaah dapat kembali ke tanah air dengan selamat," ucapnya singkat.</p>
<p>Ironisnya, saat dikonfirmasi mengenai jumlah pasti warga Jawa Timur yang tertahan serta langkah konkret evakuasi dari Pemprov Jatim, Khofifah memilih bungkam. </p>
<p>Gubernur perempuan ini langsung memasuki mobil dengan pengawalan ketat, sehingga awak media kesulitan mendapatkan informasi valid mengenai data jemaah umrah asal Jatim yang saat ini berada di Arab Saudi. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Aroma Rasuah di Balik Skandal Limbah PT SAI dan PT Belfoods, DLH Nganjuk Mandul</title>
<link>https://suarajatimpost.com/aroma-rasuah-di-balik-skandal-limbah-pt-sai-dan-pt-belfoods-dlh-nganjuk-mandul</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/aroma-rasuah-di-balik-skandal-limbah-pt-sai-dan-pt-belfoods-dlh-nganjuk-mandul</guid>
<description><![CDATA[ Tudingan ini mencuat setelah ditemukannya tumpukan limbah di Desa Pandean, Kecamatan Gondang, Ahad (8/3/2026). Arif mendesak perusahaan segera melakukan evaluasi terhadap mitra pengelola limbah mereka. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202603/image_870x580_69ad628b40141.webp" length="65364" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 09 Mar 2026 12:00:32 +0700</pubDate>
<dc:creator>Kuswanto</dc:creator>
<media:keywords>Limbah B3, PT SAI, PT Belfood, Penggiat lingkungan Go Green Nganjuk dari Perkumpulan Masyarakat Dadung Dharmasila, Dinas DLH, Kementerian Lingkungan Hidup, Arif Rahman, Nganjuk</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>NGANJUK, SJP</strong>–Pengelolaan limbah industri PT SAI dan PT Belfoods di Kabupaten Nganjuk menuai kritik. Aktivis lingkungan dari Perkumpulan Masyarakat Dadung Dharmasila (Go Green Nganjuk), Arif Rahman, menengarai adanya praktik vendor titipan yang sarat nuansa suap (rasuah) di balik buruknya penanganan limbah yang berdampak pada ekosistem lokal.</p>
<p>Tudingan ini mencuat setelah ditemukannya tumpukan limbah di Desa Pandean, Kecamatan Gondang, Ahad (8/3/2026). Arif mendesak perusahaan segera melakukan evaluasi terhadap mitra pengelola limbah mereka.</p>
<p>Arif mengungkap adanya indikasi keterlibatan oknum internal PT SAI berinisial A dalam menentukan pemenang vendor pengelola limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3). </p>
<p>Ia menyebut vendor tersebut merupakan titipan yang berpotensi memicu pelanggaran prosedur demi mengejar keuntungan pribadi.</p>
<p>"Soal vendor memang hak penuh perusahaan, namun jika itu vendor titipan, berpotensi terjadi banyak pelanggaran. Jangan sampai demi keuntungan di luar gaji, dampak buruknya dibebankan pada lingkungan," tegas Arif.</p>
<p>Ia juga menyoroti pentingnya sistem pengelolaan satu pintu (<em>all-in</em>) agar koordinasi dan tanggung jawab hukum menjadi jelas. </p>
<p>Menurutnya, perusahaan sebesar PT SAI dan PT Belfoods seharusnya bekerja sama dengan vendor yang memiliki sertifikasi laik dan kredibilitas teruji, bukan sekadar membuang limbah.</p>
<p>Aktivis ini juga menyayangkan sikap reaktif Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Nganjuk yang dinilai tidak memberikan sanksi tegas meski pelanggaran lingkungan telah terbukti terjadi sebelumnya.</p>
<p>"Sesuai UU No. 32 Tahun 2009 tentang UUPPLH, tanggung jawab ada pada penghasil limbah. Namun, perusahaan justru merespons santai dengan alasan sudah didatangi LH dan tidak ditemukan apa-apa. Ini menjadi tanda tanya besar, kekuatan apa yang diberikan DLH sehingga tidak ada penindakan?" tukasnya.</p>
<p>Terkait PT Belfoods, Arif menyatakan pihaknya telah mengirimkan surat resmi nomor 01/SLP.I/PMDD/0226 kepada Kementerian LHK Deputi Bidang PSLB3, namun hingga kini belum mendapatkan konfirmasi resmi dari pihak perusahaan.</p>
<p>Menutup keterangannya, Arif Rahman menegaskan bahwa pihaknya tidak akan tinggal diam atas kelalaian yang merugikan masyarakat Nganjuk ini.</p>
<p>"Kami akan melakukan upaya hukum sampai PT SAI dan PT Belfoods memperbaiki pengelolaan limbahnya secara profesional dan sesuai peraturan perundang-undangan," pungkasnya.</p>
<p>Dikonfirmasi secara terpisah, Kepala Dinas LH Nganjuk, Sujito, mengaku telah memanggil pihak PT SAI untuk dimintai keterangan terkait persoalan limbah yang sempat viral di masyarakat. Namun, Sujito menegaskan peran dinas hanya sebatas memfasilitasi.</p>
<p>"Kami sudah memanggil PT SAI. Tugas kami hanya sebagai penjembatan pembuangan limbah dari PT SAI ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Kedung Dowo, itu pun hanya sampai 10 Maret 2026," jelas Sujito saat dikonfirmasi melalui sambungan WhatsApp <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Satgas MBG Nganjuk Evaluasi 150 Mitra, Satu SPPG Sempat Disuspend</title>
<link>https://suarajatimpost.com/satgas-mbg-nganjuk-evaluasi-150-mitra-satu-sppg-sempat-disuspend</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/satgas-mbg-nganjuk-evaluasi-150-mitra-satu-sppg-sempat-disuspend</guid>
<description><![CDATA[ Satgas Makan Bergizi Gratis (MBG) Nganjuk menggelar evaluasi bersama 150 perwakilan SPPG dan mitra penyedia. Salah satu SPPG di wilayah Cangkringan sempat mendapat penangguhan produksi akibat kesalahan administrasi, namun kini telah kembali beroperasi setelah dilakukan pembenahan. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202603/image_870x580_69abeedb20875.webp" length="32682" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sat, 07 Mar 2026 18:59:51 +0700</pubDate>
<dc:creator>Kuswanto</dc:creator>
<media:keywords>Wakil Satgas MBG, Yudhi Ernanto, MBG, Suspend, SPPG, Mitra Dapur, Nganjuk</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>NGANJUK, SJP –</strong> Satuan Tugas (Satgas) Makan Bergizi Gratis (MBG) Kabupaten Nganjuk menggelar pertemuan strategis dengan mengundang sedikitnya 150 perwakilan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dan mitra penyedia. Pertemuan ini dilakukan sebagai langkah penguatan operasional sekaligus evaluasi menyeluruh terhadap distribusi program di lapangan.</p>
<p>​Dalam arahannya, Wakil Ketua Satgas MBG Nganjuk, Yudhi Ernanto saat dihubungi via WhatsApp mengatakan, Satgas menekankan pentingnya menjaga standar kualitas.</p>
<p>Disinggung terkait ada salah satu SPPG di Cangkringan Nganjuk yang mendapaat sanksi penangguhan (suspend), Yudhi mengatakan, sanksi tersebut karena ada kesalahpahaman, hingga dua hari tidak produksi.</p>
<p>Namun, lanjutnya, semuanya kembali normal karena sudah ada pembenahan administrasi yang dianggap tidak memenuhi pakta integritas.</p>
<p>"Kami sudah dapat laporan di lapangan terkait salah satu SPPG di Cangkringan, dan kita panggil Kepala SPPG dan perwakilan Mitra memang ada kesalahan administrasi. Namun, sudah ada pembenahan," kata Yudhi, Sabtu (7/3/2026).</p>
<p>Pihaknya sudah berkoordinasi dan memanggil perwakilan SPPG serta Mitra di Kabupaten Nganjuk. Satgas MBG menilai, kelalaian terjadi karena ada kesalahanpaham di administrasi</p>
<p>"Sudah kami tegaskan kepada perwakilan SPPG dan Mitra Dapur saat kita panggil hari Kamis (5/3)2026), kasus seperti ini supaya berhati-hati, jangan sampai terulang kembali," ucap Yudhi.</p>
<p>Perihal sanksi, ia menyatakan, hanya peringatan secara lisan dan memberikan warning kepada pihak SPPG. Karena Satgas beranggapan tidak ada unsur kesengajaan.</p>
<p>Salah satu poin krusial yang menjadi sorotan dalam pertemuan tersebut adalah adanya tindakan tegas berupa suspend (penangguhan) terhadap salah satu mitra kerja.</p>
<p>Yudhi ​Satgas mengonfirmasi bahwa langkah suspend ini diambil setelah adanya temuan pelanggaran serius terkait prosedur distribusi. Keputusan ini menjadi peringatan keras bagi 150 wakil yang hadir agar tidak main-main dalam menjalankan program nasional ini.</p>
<p>​"Kami tidak segan mengambil tindakan suspend jika ditemukan ketidaksesuaian di lapangan. Program ini menyangkut gizi generasi mendatang, jadi akuntabilitas adalah harga mati," tegas Yudhi </p>
<p>Menyikapi adanya mitra yang terkena suspend, Yudhi Ernanto memastikan bahwa langkah tersebut merupakan bentuk pembinaan sekaligus proteksi terhadap kualitas layanan bagi masyarakat.</p>
<p>​"Kami memberikan imbauan ini agar seluruh mitra memahami bahwa ada konsekuensi nyata jika komitmen diabaikan. Penanganan ke depan akan lebih ketat, dan kami ingin memastikan kejadian serupa tidak terulang kembali di wilayah Nganjuk," ungkap yudhi</p>
<p>​Satgas juga membuka ruang koordinasi bagi mitra yang ingin memperbaiki manajemen operasionalnya agar sesuai dengan regulasi yang berlaku. Upaya ini dilakukan demi menjamin keberlangsungan program MBG agar tetap berjalan tepat sasaran, tepat mutu, dan tepat waktu. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian </strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Berkah Ramadan, Forkopimcam Baron dan Ormas Sang Prabu Nganjuk Berbagi Sembako dan Takjil untuk Warga</title>
<link>https://suarajatimpost.com/berkah-ramadan-forkopimcam-baron-dan-ormas-sang-prabu-nganjuk-berbagi-sembako-dan-takjil-untuk-warga</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/berkah-ramadan-forkopimcam-baron-dan-ormas-sang-prabu-nganjuk-berbagi-sembako-dan-takjil-untuk-warga</guid>
<description><![CDATA[ Forkopimcam Baron bersama Ormas Sang Prabu Nganjuk menggelar aksi sosial dengan membagikan sembako dan takjil kepada warga kurang mampu di sejumlah titik wilayah Kecamatan Baron. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202603/image_870x580_69aab798ea6ee.webp" length="56016" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Fri, 06 Mar 2026 22:05:23 +0700</pubDate>
<dc:creator>Kuswanto</dc:creator>
<media:keywords>Baksos dan Takjil, Forkopincam, Ormas Sang Prabu, warga kurang mampu, empat titik, pengendara motor, Kecamatan Baron, Nganjuk</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>NGANJUK, SJP – </strong>Nuansa keberkahan Ramadan terasa dalam aksi kemanusiaan yang digelar jajaran Forum Komunikasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) Baron bersama Organisasi Kemasyarakatan (Ormas) Sang Prabu Nganjuk.</p>
<p>Sinergi tersebut diwujudkan melalui kegiatan pembagian bantuan sosial (Bansos) dan takjil kepada warga kurang mampu di wilayah Kecamatan Baron, Jumat (6/3/2026).</p>
<p>Kegiatan ini menjadi bentuk kolaborasi nyata antara aparat pemerintah, TNI-Polri, serta elemen masyarakat untuk membantu meringankan beban warga selama menjalankan ibadah puasa.</p>
<p>Dalam kegiatan tersebut, Camat Baron Gunawan Wibisono bersama Danramil 0810/Baron Kapten Jianto tampak turun langsung membagikan paket sembako kepada warga.</p>
<p>Bantuan tidak hanya diberikan kepada pengendara yang melintas, tetapi juga menyasar warga lanjut usia serta pekerja sektor informal di sekitar lokasi kegiatan.</p>
<p>Gunawan Wibisono mengatakan, kegiatan sosial ini merupakan hasil kolaborasi Forkopimcam Baron dengan Ormas Sang Prabu Nganjuk sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat yang membutuhkan.</p>
<p>“Kami bersama Forkopimcam berkolaborasi dengan Ormas Sang Prabu melaksanakan pembagian sembako kepada warga kurang mampu serta membagikan takjil kepada masyarakat yang melintas di wilayah Baron,” ujarnya.</p>
<p>Menurutnya, bantuan tersebut diharapkan dapat membantu meringankan kebutuhan warga sehingga dapat menjalankan ibadah Ramadan dengan lebih tenang.</p>
<p>“Insyaallah kegiatan ini akan kami programkan setiap tahun dengan menggandeng Lembaga Swadaya Masyarakat dan ormas yang ada di wilayah Kecamatan Baron,” tambahnya.</p>
<p>Dalam kesempatan tersebut, Camat Baron juga mengimbau masyarakat, khususnya kalangan pemuda, untuk menjaga situasi keamanan dan ketertiban menjelang Hari Raya Idulfitri.</p>
<p>“Kami mewakili Forkopimcam mengimbau kepada masyarakat, khususnya para pemuda, agar menjaga situasi tetap kondusif dan tidak melakukan kegiatan yang dilarang seperti balap liar, bermain petasan berlebihan, maupun aktivitas lain yang mengganggu ketertiban masyarakat,” tegasnya.</p>
<p>Sementara itu, Danramil 0810/Baron Kapten Jianto mengapresiasi inisiatif Ormas Sang Prabu yang turut aktif dalam kegiatan sosial di bulan Ramadan.</p>
<p>“Kami sangat mengapresiasi inisiatif dari Ormas Sang Prabu. Ini merupakan bentuk sinergi yang baik antara masyarakat, TNI, dan Polri dalam menebar kebaikan di bulan suci,” ujarnya.</p>
<p>Hal senada juga disampaikan Humas Ormas Sang Prabu, Ari Wibowo. Ia menilai kegiatan tersebut menunjukkan kekompakan antara pemerintah, TNI-Polri, dan organisasi masyarakat dalam menjaga kondusivitas wilayah.</p>
<p>“Kegiatan ini adalah wujud kehadiran negara dan elemen masyarakat di tengah warga. Kami ingin memastikan Ramadan ini membawa keberkahan bagi semua, terutama bagi mereka yang membutuhkan,” katanya.</p>
<p>Didampingi Ketua DPD Ormas Sang Prabu Boniman, Ari Wibowo menjelaskan pembagian takjil dilakukan di empat titik strategis, yakni di depan Kantor Kecamatan Baron, depan Koramil 0810/08 Baron, Pasar Baron, dan Tugu Jotos.</p>
<p>“Empat titik tersebut dipilih agar bantuan dapat menjangkau lebih banyak masyarakat. Kami ingin menunjukkan bahwa kolaborasi antara aparat dan ormas bisa memberikan dampak positif yang langsung dirasakan warga,” jelasnya. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>DPMD Nganjuk Sebut Tak Punya Kewenangan Audit Soal Polemik di Desa Kudu</title>
<link>https://suarajatimpost.com/dpmd-nganjuk-sebut-tak-punya-kewenangan-audit-soal-polemik-di-desa-kudu</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/dpmd-nganjuk-sebut-tak-punya-kewenangan-audit-soal-polemik-di-desa-kudu</guid>
<description><![CDATA[ Penjelasan ini muncul sebagai respons atas rencana aksi demonstrasi yang akan digelar oleh Forum Peduli Masyarakat Nganjuk (FPMN) dalam waktu dekat. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202603/image_870x580_69aa6045646ad.webp" length="40152" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Fri, 06 Mar 2026 13:00:10 +0700</pubDate>
<dc:creator>Kuswanto</dc:creator>
<media:keywords>Kepala Dinas PMD Sopingi, aksi demo, FPMN, Mediasi, Desa Kudu, Kertosono, Nganjuk</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>NGANJUK, SJP</strong>– Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Nganjuk, Sopingi, memberikan klarifikasi mengenai batasan peran institusinya dalam menangani sengketa di tingkat desa. </p>
<p>Penjelasan ini muncul sebagai respons atas rencana aksi demonstrasi yang akan digelar oleh Forum Peduli Masyarakat Nganjuk (FPMN) dalam waktu dekat.</p>
<p>Dalam keterangannya, Sopingi berdalih bahwa secara struktural dan regulasi, proses audit serta penanganan hukum terkait pelanggaran administrasi di desa merupakan kewenangan eksklusif Inspektorat, bukan DPMD.</p>
<p>"Perlu dipahami bahwa untuk urusan pemeriksaan, audit, hingga sanksi terhadap permasalahan di desa, itu sudah menjadi domain atau kewenangan kawan-kawan di Inspektorat," ujar Sopingi saat dihubungi melalui pesan singkat, Jumat (6/3/2026) siang.</p>
<p>Sopingi menegaskan fungsi DPMD hanyalah sebagai jembatan mediasi. Menanggapi rencana kedatangan massa FPMN, ia menyatakan pihak dinas tetap terbuka menerima aspirasi, namun menggarisbawahi bahwa posisi DPMD bukanlah eksekutor pencari kesalahan, melainkan sekadar wadah pembinaan dan penengah.</p>
<p>Sopingi berharap rencana aksi FPMN dapat berjalan kondusif. Ia memastikan pihaknya siap memfasilitasi dialog konstruktif, meski dalam pernyataannya ia sempat menyebut demi kemajuan desa di Jombang (diduga merujuk pada wilayah koordinasi atau kekeliruan penyebutan lokasi sengketa).</p>
<p>"Kami di PMD sifatnya membantu memediasi dan mencari solusi terbaik secara administratif. Jika sudah menyangkut pemeriksaan mendalam, kami serahkan sesuai tupoksi Inspektorat," pungkasnya.</p>
<p>Di sisi lain, Ketua Forum Penyelamat Masyarakat Nganjuk (FPMN), Suyadi, secara tegas menyatakan tetap akan mengerahkan massa untuk menggelar unjuk rasa di depan kantor DPMD Kabupaten Nganjuk.</p>
<p>Suyadi mendesak adanya keterbukaan informasi publik di Desa Kudu guna mencegah penyumbatan aspirasi masyarakat. </p>
<p>Ia menuntut DPMD melakukan evaluasi serius terhadap kinerja perangkat desa yang bersangkutan, bukan sekadar memberikan pembinaan rutin yang dianggap tidak efektif.</p>
<p>"Kami tidak akan tinggal diam melihat masyarakat diperlakukan secara arogan oleh oknum yang seharusnya melayani. Kami akan mendatangi PMD untuk meminta pertanggungjawaban dan solusi konkret atas situasi di Desa Kudu," tegas Suyadi saat dikonfirmasi terpisah melalui sambungan telepon. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Safari Ramadan di Kodim 0810 Nganjuk, Jenderal Bintang Dua Tinjau Jembatan Perintis Garuda</title>
<link>https://suarajatimpost.com/safari-ramadan-di-kodim-0810-nganjuk-jenderal-bintang-dua-tinjau-jembatan-perintis-garuda</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/safari-ramadan-di-kodim-0810-nganjuk-jenderal-bintang-dua-tinjau-jembatan-perintis-garuda</guid>
<description><![CDATA[ angdam V/Brawijaya Mayjen TNI Rudy Saladin meninjau Jembatan Perintis Garuda di Desa Bagor Wetan, Nganjuk, yang selesai dibangun dalam 40 hari dan diharapkan menjadi akses penting bagi perekonomian warga. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202603/image_870x580_69a995125041b.webp" length="69658" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 05 Mar 2026 22:15:23 +0700</pubDate>
<dc:creator>Kuswanto</dc:creator>
<media:keywords>Pangdam 5 Brawijaya Mayjen TNI Rudy Saladin, peninjauan jembatan, jembatan Garuda, TNI, Desa Bagor Wetan, Kodim 0810 Nganjuk, Nganjuk</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p data-start="106" data-end="341"><strong data-start="106" data-end="124">NGANJUK, SJP –</strong> Dalam rangkaian agenda Safari Ramadan di wilayah Kodim 0810/Nganjuk, Pangdam V/Brawijaya Mayjen TNI Rudy Saladin melakukan kunjungan kerja ke Desa Bagor Wetan, Kecamatan Sukomoro, Kabupaten Nganjuk, Kamis (5/3/2026).</p>
<p data-start="343" data-end="515">Kunjungan tersebut dilakukan untuk meninjau langsung hasil pembangunan Jembatan Perintis Garuda, yang menjadi salah satu infrastruktur penting bagi masyarakat setempat.</p>
<p data-start="517" data-end="718">Setibanya di lokasi, Mayjen TNI Rudy Saladin bersama rombongan langsung melihat papan dokumentasi pembangunan yang menampilkan proses transformasi jembatan dari sebelum hingga setelah selesai dibangun.</p>
<p data-start="720" data-end="858">Jembatan dengan panjang sekitar 60 meter dan lebar 1,8 meter itu berhasil dirampungkan dalam waktu relatif singkat, yakni sekitar 40 hari.</p>
<p data-start="860" data-end="1157">Dalam peninjauan tersebut, Pangdam memberikan perhatian pada detail konstruksi jembatan yang dikerjakan secara gotong royong oleh jajaran TNI bersama masyarakat. Menurutnya, jembatan tersebut bukan sekadar infrastruktur fisik, tetapi menjadi urat nadi baru bagi kehidupan sosial dan ekonomi warga.</p>
<p data-start="1159" data-end="1440">“Kita sudah bisa menyelesaikan salah satu Jembatan Perintis Garuda di Jawa Timur, tepatnya di Desa Bagor Wetan. Jembatan-jembatan perintis ini menjadi akses penting, baik menuju lahan pertanian, antar kampung, sarana pendidikan seperti sekolah, hingga akses menuju pasar,” ujarnya.</p>
<p data-start="1442" data-end="1715">Ia menambahkan, keberadaan Jembatan Perintis Garuda diharapkan dapat menjadi penggerak perekonomian masyarakat Desa Bagor Wetan. Pembangunan tersebut juga merupakan wujud nyata kemanunggalan TNI dengan rakyat dalam mempercepat pembangunan infrastruktur di wilayah pedesaan.</p>
<p data-start="1717" data-end="2048">Kegiatan yang berlangsung di tengah suasana bulan suci Ramadan ini sekaligus menegaskan komitmen TNI untuk tetap hadir membantu masyarakat. Selain meninjau pembangunan jembatan, agenda Safari Ramadan juga dimanfaatkan untuk mempererat silaturahmi antara pimpinan TNI dengan personel di tingkat Kodim serta tokoh masyarakat Nganjuk.</p>
<p data-start="2050" data-end="2220">“Pembangunan jembatan ini bukan sekadar fisik, tetapi tentang menyambung harapan warga untuk akses pendidikan, kesehatan, dan ekonomi yang lebih baik,” kata Rudy Saladin.</p>
<p data-start="2222" data-end="2402">Dalam kesempatan tersebut, Pangdam juga berpesan kepada masyarakat Desa Bagor Wetan dan warga Kabupaten Nganjuk agar bersama-sama menjaga dan merawat fasilitas yang telah dibangun.</p>
<p data-start="2404" data-end="2599">“Tolong dijaga dan dirawat dengan baik. Karena masyarakat di sini sudah menunggu sekitar 40 tahun agar jembatan ini diperbaiki. Sekarang sudah jadi, mohon dirawat sebaik-baiknya,” pungkasnya.<strong> (*)</strong></p>
<p data-start="2404" data-end="2599"><strong>Editor : Rizqi Editor</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Camat Kertosono Sebut Tata Kelola APBDes Kudu Nganjuk Sesuai Prosedur dan Terpantau Kejaksaan</title>
<link>https://suarajatimpost.com/camat-kertosono-sebut-tata-kelola-apbdes-kudu-nganjuk-sesuai-prosedur-dan-terpantau-kejaksaan</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/camat-kertosono-sebut-tata-kelola-apbdes-kudu-nganjuk-sesuai-prosedur-dan-terpantau-kejaksaan</guid>
<description><![CDATA[ Laporan Pertanggungjawaban (LPJ) keuangan Desa Kudu telah diaudit oleh pihak Inspektorat guna memastikan tidak adanya penyimpangan administratif maupun anggaran. Selain audit internal, pihak Kejaksaan Negeri (Kejari) juga dilaporkan telah turun langsung ke lapangan untuk melakukan monitoring. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202603/image_870x580_69a9081b17253.webp" length="31424" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 05 Mar 2026 12:00:21 +0700</pubDate>
<dc:creator>Kuswanto</dc:creator>
<media:keywords>Aksi demo, FPKB, Desa Kudu, LPJ, Camat Kertosono Widi Cahyono, Musdes, Inspektorat, Kejaksaan, Nganjuk</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>NGANJUK, SJP</strong>– Camat Kertosono, Widi Cahyono, memberikan klarifikasi resmi terkait polemik tata kelola keuangan di Desa Kudu, Kecamatan Kertosono. </p>
<p></p>
<p>Ia menyebut bahwa seluruh proses pengelolaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes) di wilayah tersebut telah dijalankan sesuai dengan regulasi yang berlaku.</p>
<p></p>
<p>Widi menyatakan bahwa transparansi dan akuntabilitas tetap menjadi prioritas utama. Menurutnya, setiap tahapan mulai dari perencanaan hingga realisasi anggaran di Desa Kudu dipastikan melalui mekanisme Musyawarah Desa (Musdes) yang melibatkan unsur masyarakat dan tokoh setempat.</p>
<p></p>
<p>"Semua proses di Desa Kudu sudah melalui tahapan yang benar, mulai dari Musdes sebagai dasar kesepakatan warga, hingga pengawasan ketat dari Inspektorat. Bahkan pihak Kejaksaan juga sudah datang untuk melakukan kroscek," ujar Widi Cahyono saat memberikan keterangan di kantor Kecamatan Kertosono, Kamis (5/3/2026) pagi.</p>
<p></p>
<p>Dari sisi pengawasan, Widi menjelaskan bahwa Laporan Pertanggungjawaban (LPJ) keuangan Desa Kudu telah diaudit oleh pihak Inspektorat guna memastikan tidak adanya penyimpangan administratif maupun anggaran. </p>
<p></p>
<p>Selain audit internal, pihak Kejaksaan Negeri (Kejari) juga dilaporkan telah turun langsung ke lapangan untuk melakukan monitoring.</p>
<p></p>
<p>Menanggapi aksi unjuk rasa yang dilakukan Forum Peduli Masyarakat Nganjuk (FPMN) pada Selasa (3/3/2026) lalu, Widi menilai hal tersebut sebagai bagian dari dinamika demokrasi.</p>
<p></p>
<p>"Kami mengapresiasi keterbukaan penyampaian aspirasi di muka umum, itu sah-sah saja," kata Widi.</p>
<p></p>
<p>Dirinya menambahkan bahwa sebelum aksi demonstrasi tersebut pecah, korps Adhyaksa sudah lebih dulu mendatangi Balai Desa Kudu sebagai bagian dari fungsi pengawasan dan monitoring formal.</p>
<p></p>
<p>Dengan adanya pengawasan berlapis dari instansi terkait, Camat Kertosono mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak terprovokasi oleh isu yang tidak berdasar. </p>
<p></p>
<p>Ia menjamin pihak kecamatan akan terus melakukan pembinaan agar seluruh desa di wilayah Kertosono tetap tertib administrasi dalam mengelola dana publik.</p>
<p></p>
<p>Sebelumnya, massa FPMN menggelar aksi protes di depan Balai Desa Kudu menuntut transparansi LPJ dana desa periode 2021-2025. Aksi tersebut sempat memanas setelah audiensi antara perwakilan warga dan Kepala Desa Kudu menemui jalan buntu, yang memicu kekecewaan massa terhadap akses informasi publik di desa tersebut. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Perkuat Kamtibmas Ramadan, Kapolres Nganjuk Gelar Silaturahmi Bersama Ormas</title>
<link>https://suarajatimpost.com/perkuat-kamtibmas-ramadan-kapolres-nganjuk-gelar-silaturahmi-bersama-ormas</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/perkuat-kamtibmas-ramadan-kapolres-nganjuk-gelar-silaturahmi-bersama-ormas</guid>
<description><![CDATA[ Kegiatan audiensi yang dilanjutkan dengan buka puasa bersama ini menjadi momentum untuk mempererat silaturahmi sekaligus memperkuat stabilitas keamanan (harkamtibmas) di wilayah hukum Kabupaten Nganjuk. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202603/image_870x580_69a79970735df.webp" length="33096" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 04 Mar 2026 10:00:54 +0700</pubDate>
<dc:creator>Kuswanto</dc:creator>
<media:keywords>Pererat silaturahmi, perwakilan Ormas, kamtibmas, Polres Nganjuk, NU, Muhammadiyah, Nganjuk</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>NGANJUK, SJP</strong>– Dalam rangka mengisi bulan suci Ramadan dengan kegiatan positif, Kapolres Nganjuk menggelar agenda silaturahmi bersama sejumlah perwakilan Organisasi Kemasyarakatan (Ormas) di wilayah Kabupaten Nganjuk. </p>
<p></p>
<p>Pertemuan yang berlangsung di Ruang Kerja Kapolres Nganjuk pada Rabu (4/3/2026) tersebut bertujuan untuk memperkuat sinergitas dalam menjaga Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Kamtibmas).</p>
<p></p>
<p>Kapolres Nganjuk, AKBP Suria Miftah Irawan, menekankan pentingnya peran serta elemen masyarakat, khususnya Ormas, untuk menjadi perpanjangan tangan kepolisian dalam menjaga kedamaian di lingkungan masing-masing. </p>
<p></p>
<p>Kegiatan audiensi yang dilanjutkan dengan buka puasa bersama ini menjadi momentum untuk mempererat silaturahmi sekaligus memperkuat stabilitas keamanan (harkamtibmas) di wilayah hukum Kabupaten Nganjuk.</p>
<p></p>
<p>Hadir dalam kegiatan tersebut sejumlah pimpinan organisasi, di antaranya Ketua PC GP Ansor Nganjuk Hamid Muzaki, Ketua Satkorcab Banser Nganjuk Warsito, Ketua Senkom Nganjuk Heri Wiyono, Ketua Pemuda Muhammadiyah Nganjuk Moh. Naji, Ketua Kokam Nganjuk Ahmad Burhanudin, serta perwakilan Orari Nganjuk Asmawi.</p>
<p></p>
<p>Dalam sambutannya, AKBP Suria Miftah Irawan menyampaikan apresiasi atas kontribusi seluruh organisasi yang selama ini turut menjaga stabilitas keamanan di Nganjuk.</p>
<p></p>
<p>"Terima kasih atas kehadiran rekan-rekan semua. Kami sebagai aparat keamanan tidak dapat bekerja sendiri. Mari bersama-sama menjaga keamanan di Kabupaten Nganjuk agar tetap aman dan kondusif," ujar AKBP Suria Miftah Irawan.</p>
<p></p>
<p>Kapolres juga menegaskan pentingnya komunikasi yang intensif guna mencegah potensi konflik di tengah masyarakat. Ia mengingatkan warga untuk memanfaatkan layanan kepolisian yang tersedia.</p>
<p></p>
<p>"Saya titip harkamtibmas di wilayah Nganjuk. Sekarang masyarakat juga dipermudah dengan layanan darurat 110. Jika ada kejadian atau membutuhkan bantuan kepolisian, silakan langsung menghubungi 110, gratis dan aktif 24 jam," tegasnya.</p>
<p></p>
<p>Selain itu, Kapolres mengimbau agar setiap organisasi turut memberikan pembinaan moral dan akhlak, khususnya kepada generasi muda, guna meminimalisir potensi gesekan sosial.</p>
<p></p>
<p>Menanggapi hal tersebut, Ketua PC GP Ansor Nganjuk, Hamid Muzaki, menyatakan kesiapannya untuk bersinergi, terutama dalam pengamanan arus mudik Lebaran mendatang.</p>
<p></p>
<p>"Ansor Nganjuk akan mendirikan posko pelayanan pemudik. Untuk titik-titiknya nanti akan kami koordinasikan dengan Polres Nganjuk," ujarnya.</p>
<p></p>
<p>Senada dengan hal itu, Ketua Satkorcab Banser Nganjuk, Warsito, menambahkan bahwa personel Banser siap mendukung pengamanan kegiatan keagamaan maupun momentum besar lainnya.</p>
<p></p>
<p>"Kami siap bersinergi dan membantu pengamanan demi terciptanya situasi yang aman dan damai," ungkap Warsito.</p>
<p></p>
<p>Ketua Senkom Nganjuk, Heri Wiyono, turut menegaskan komitmen organisasinya dalam mendukung tugas kepolisian.</p>
<p></p>
<p>"Selama ini kami dilibatkan dalam pengamanan mudik Lebaran maupun Natal, dan untuk tahun ini kami siap kembali dilibatkan," katanya.</p>
<p></p>
<p>Sementara itu, Ketua Pemuda Muhammadiyah Nganjuk, Mohammad Naji, memaparkan rencana program sosial berupa penyediaan fasilitas bagi pemudik dan kegiatan internal organisasi.</p>
<p></p>
<p>"Tahun ini kami akan membuka posko bengkel untuk membantu pemudik yang mengalami kendala kendaraan. Selain itu, pada bulan Juni 2026 kami akan mengadakan Latihan Dasar anggota Pemuda Muhammadiyah selama tiga hari di Monumen Dr. Soetomo," jelas Naji.</p>
<p></p>
<p>Ketua Kokam Nganjuk, Ahmad Burhanudin, menambahkan bahwa pihaknya siap mendukung setiap upaya menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat melalui koordinasi yang berkelanjutan dengan Polres Nganjuk.</p>
<p></p>
<p>Melalui kegiatan ini, Polres Nganjuk berharap sinergitas antara kepolisian dan seluruh elemen Ormas semakin solid, sehingga situasi keamanan di Kabupaten Nganjuk tetap terjaga dan masyarakat dapat menjalankan aktivitas ibadah dengan aman dan nyaman. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Polres Nganjuk Kuatkan Peran Bhabinkamtibmas Melalui Program Safari Ramadan</title>
<link>https://suarajatimpost.com/polres-nganjuk-kuatkan-peran-bhabinkamtibmas-melalui-program-safari-ramadan</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/polres-nganjuk-kuatkan-peran-bhabinkamtibmas-melalui-program-safari-ramadan</guid>
<description><![CDATA[ Kegiatan yang diikuti sekitar 300 jamaah tersebut menjadi ajang silaturahmi Forkopimda sekaligus pemeriksaan kesehatan gratis, penyaluran bantuan sosial kepada anak yatim, yatim piatu, dan lansia. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202603/image_870x580_69a6ee1b231a1.webp" length="65750" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Tue, 03 Mar 2026 22:20:14 +0700</pubDate>
<dc:creator>Kuswanto</dc:creator>
<media:keywords>Safari ramadhan, Forkopimda, pemeriksaan kesehatan, kesehatan gratis, baksos anak yatim, Masjid Al Iskandar, Desa Pandantuyo, Nganjuk</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>NGANJUK, SJP - </strong>Polri terus menguatkan peran Bhayangkara Pembina Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Bhabinkamtibmas) dalam pelayanan masyarakat di tingkat desa.</p>
<p>Melalui program Safari Ramadan, Bhabinkamtibmas diharapkan menjadi ujung tombak kehadiran negara di tengah warga.</p>
<p>Bupati Marhaen Djumadi bersama Kapolres Nganjuk AKBP Suria Miftah Irawan dan Kasdim 0810 Nganjuk Mayor Cbi Ali Imron menghadiri Safari Ramadan 1447 H/2026 M di Masjid Al Iskandariah, Desa Pandantoyo, Kecamatan Kertosono, Selasa (3/3/2026).</p>
<p>Kegiatan yang diikuti sekitar 300 jamaah tersebut menjadi ajang silaturahmi Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda).</p>
<p>Dalam kesempatan itu juga digelar pemeriksaan kesehatan gratis serta penyaluran bantuan sosial bagi anak yatim, yatim piatu, dan lansia.</p>
<p>Safari Ramadan merupakan agenda tahunan Pemerintah Kabupaten Nganjuk yang digelar di 20 kecamatan sebagai bentuk pelayanan langsung kepada masyarakat.</p>
<p>Selain mempererat kebersamaan, kegiatan ini menjadi sarana penyampaian berbagai program prioritas daerah, mulai dari sekolah rakyat untuk memberantas buta huruf, perbaikan infrastruktur jalan, hingga penguatan layanan kesehatan melalui BPJS bagi warga kurang mampu.</p>
<p>Usai kegiatan, Kapolres Nganjuk AKBP Suria Miftah Irawan menegaskan kesiapan jajarannya dalam mengawal dan mendukung penuh program-program pemerintah daerah melalui peran aktif Bhabinkamtibmas di desa.</p>
<p>“Dukungan Polres Nganjuk kami wujudkan melalui keberadaan Bhabinkamtibmas yang setiap hari hadir di tengah masyarakat, siap membantu, mendampingi, dan menjadi penghubung antara warga dengan pemerintah,” tegasnya.</p>
<p>Menurutnya, Bhabinkamtibmas tidak hanya berperan menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), tetapi juga menjadi mitra strategis dalam memastikan program sosial dan pelayanan publik benar-benar dirasakan hingga tingkat desa.</p>
<p>Dengan sinergi Forkopimda dan peran aktif Bhabinkamtibmas, diharapkan seluruh program pembangunan di Kabupaten Nganjuk dapat berjalan optimal serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. <strong>(**)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Tuntut Transparansi LPJ 2021&amp;2025, Massa FPMN Geruduk Kantor Desa Kudu hingga Situasi Sempat Memanas</title>
<link>https://suarajatimpost.com/tuntut-transparansi-lpj-2021-2025-massa-fpmn-geruduk-kantor-desa-kudu-hingga-situasi-sempat-memanas</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/tuntut-transparansi-lpj-2021-2025-massa-fpmn-geruduk-kantor-desa-kudu-hingga-situasi-sempat-memanas</guid>
<description><![CDATA[ Kedatangan massa bertujuan untuk menuntut kejelasan dan transparansi Laporan Pertanggungjawaban (LPJ) dana desa dari tahun anggaran 2021 hingga 2025 yang dinilai janggal. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202603/image_870x580_69a698ce5b01c.webp" length="49326" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Tue, 03 Mar 2026 17:50:37 +0700</pubDate>
<dc:creator>Kuswanto</dc:creator>
<media:keywords>Aksi Demo FPMN, Puluhan Massa, Desa Kudu, Anggaran dana Desa, LPJ, Tahun anggaran 2021 hingga 2025, sempat memanas, Kertosono, Nganjuk</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>NGANJUK, SJP</strong>–Gelombang protes melanda Desa Kudu, Kecamatan Kertosono, Kabupaten Nganjuk, pada Selasa (3/3/2026). </p>
<p>Massa yang tergabung dalam Forum Peduli Masyarakat Nganjuk (FPMN) melakukan aksi unjuk rasa di depan Balai Desa Kudu sebagai bentuk kekecewaan terhadap kinerja pemerintah desa, khususnya terkait akses informasi pengelolaan dana desa periode 2021 hingga 2025.</p>
<p>Kedatangan massa tersebut bertujuan untuk menuntut kejelasan dan transparansi Laporan Pertanggungjawaban (LPJ) dana desa tahun anggaran 2021 hingga 2025 yang dinilai terdapat kejanggalan.</p>
<p>Situasi di lokasi sempat memanas saat massa mendesak bertemu langsung dengan Kepala Desa (Kades) Kudu untuk meminta pertanggungjawaban. </p>
<p>Ketegangan terjadi ketika warga meminta penjelasan mendalam mengenai LPJ tersebut. </p>
<p>Namun, proses audiensi menemui jalan buntu setelah Kades menolak aspirasi yang disampaikan, hingga perwakilan FPMN yang mayoritas warga setempat memutuskan meninggalkan ruangan dan kembali ke luar balai desa.</p>
<p>Ketua FPMN Nganjuk, Suyadi, menegaskan bahwa aksi ini murni merupakan penyampaian aspirasi masyarakat yang merasa hak atas informasinya terabaikan.</p>
<p>"Kedatangan kami ke sini adalah untuk menanyakan transparansi Laporan Pertanggungjawaban (LPJ) dari tahun 2021 sampai 2025. Warga merasa ada yang tidak beres dengan realisasi anggaran di lapangan jika dibandingkan dengan dokumen yang ada," ujar Suyadi di hadapan awak media dan massa aksi.</p>
<p>Mengenai latar belakang aksi, Suyadi menjelaskan bahwa pihaknya memberikan dukungan solidaritas kepada Forum Peduli Masyarakat Kudu. </p>
<p>Ia menyoroti bahwa dokumen yang selama ini disampaikan hanya berupa salinan, bukan laporan pertanggungjawaban asli.</p>
<p>Menurut Suyadi, perwakilan mereka sempat mendapat penolakan saat audiensi. Ia pun melontarkan kritik keras terhadap sikap Kepala Desa Kudu yang dinilai tidak akomodatif terhadap warganya sendiri.</p>
<p>"Orang seperti Kades Kudu tidak boleh dibiarkan, karena ini sudah melanggar konstitusi, wis sombog, dadi jongos berkedok preman, Kami akan melakukan aksi lebih besar lagi, dan kita akan lanjut ke PMD," tegas Suyadi di lokasi aksi.</p>
<p>Suyadi menduga adanya indikasi ketidaksesuaian antara laporan fisik di lapangan dengan anggaran yang telah dicairkan dalam kurun waktu empat tahun terakhir. </p>
<p>Pihaknya menuntut agar dokumen LPJ dapat diakses secara transparan dan dipahami oleh seluruh lapisan masyarakat desa.</p>
<p>Senada dengan hal tersebut, koordinator aksi Sukardi menyatakan bahwa penjelasan pihak desa bersifat normatif dan tidak menjawab inti persoalan mengenai realisasi anggaran.</p>
<p>"Kami ke sini untuk mencari kebenaran. Dana desa itu uang rakyat, jadi wajar jika kami bertanya kemana larinya setiap rupiah yang digunakan dari tahun 2021 sampai 2025. Jika tidak ada yang disembunyikan, kenapa harus berbelit-belit?" ujar Sukardi saat berorasi di depan Balai Desa.</p>
<p>Di sisi lain, Kepala Desa Kudu, Supiyanto, enggan memberikan keterangan saat dikonfirmasi usai audiensi singkat tersebut. Ia memilih langsung meninggalkan lokasi.</p>
<p>"Wis mas, aku gak berkomentar," ucap Supiyanto singkat.</p>
<p>Aparat kepolisian dari Polres Nganjuk dan Polsek Kertosono melakukan pengamanan di sekitar lokasi untuk memastikan aksi berjalan kondusif hingga massa membubarkan diri. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Warga Dusun Bandung Nganjuk Tanam Pohon Pisang dan Lepas Lele di Jalan Rusak</title>
<link>https://suarajatimpost.com/warga-dusun-bandung-nganjuk-tanam-pohon-pisang-dan-lepas-lele-di-jalan-rusak</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/warga-dusun-bandung-nganjuk-tanam-pohon-pisang-dan-lepas-lele-di-jalan-rusak</guid>
<description><![CDATA[ Aksi tersebut merupakan puncak frustrasi masyarakat atas kerusakan jalan lingkungan yang telah dibiarkan selama lebih dari 10 tahun tanpa perbaikan. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202603/image_870x580_69a69d39361e9.webp" length="24564" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Tue, 03 Mar 2026 17:30:44 +0700</pubDate>
<dc:creator>Kuswanto</dc:creator>
<media:keywords>Aksi Demo warga Desa, Jalan Rusak, Dusun Bandung Lor, Desa Betet, Kades Betet Suhartono, 10 tahun belum diperbaiki, Nganjuk</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>NGANJUK, SJP</strong>– Sejumlah warga Dusun Bandung, Desa Betet, Kecamatan Ngronggot, Kabupaten Nganjuk, menggelar aksi protes terhadap kondisi infrastruktur jalan yang rusak parah pada Selasa (3/3/2026). </p>
<p></p>
<p>Warga melakukan aksi simbolis dengan menanam pohon pisang dan menebar benih ikan lele di tengah jalan sebagai bentuk sindiran kepada pemerintah daerah.</p>
<p></p>
<p>Aksi tersebut merupakan puncak frustrasi masyarakat atas kerusakan jalan lingkungan yang telah dibiarkan selama lebih dari 10 tahun tanpa perbaikan. </p>
<p></p>
<p>Kondisi jalan yang dipenuhi lubang besar dan genangan air saat hujan dinilai warga lebih menyerupai kolam ikan daripada jalur transportasi.</p>
<p></p>
<p>Pantauan di lokasi menunjukkan sebuah pohon pisang ditanam di tengah genangan air yang menutupi badan jalan. Selain itu, warga membentangkan spanduk berisi kritik tajam terhadap lambatnya respons pemerintah dalam menangani kerusakan infrastruktur tersebut.</p>
<p></p>
<p>"Kami sudah bosan hanya diberi janji. Sudah 10 tahun jalan ini hancur, kalau hujan jadi kubangan, ini bentuk protes kami tidak pernah diperbaiki, kami dari masyarakat Dusun Bandung Lor tidak ada perhatian dari Pemerintah Daerah dan Desa Betet untuk melihat jalan ini," ujar Yetno, salah satu warga RT 26 Dusun Bandung di lokasi aksi.</p>
<p></p>
<p>Dalam penyampaian aspirasinya, Yetno menegaskan bahwa masyarakat telah kehilangan kesabaran terhadap janji perbaikan yang tidak kunjung terealisasi.</p>
<p></p>
<p>"Kami ini warga negara yang taat, pajak kami bayar terus. Tapi mana timbal baliknya? Jalan ini rusak parah, mengganggu aktivitas dan membahayakan keselamatan, tapi sampai sekarang belum juga dikerjakan," tegas Yetno.</p>
<p></p>
<p>Selain melakukan aksi fisik, warga juga membawa sejumlah poster dan spanduk sebagai bentuk protes terbuka. </p>
<p></p>
<p>Poin-poin tuntutan warga meliputi tuntutan kak, warga mendesak pemenuhan hak masyarakat atas infrastruktur yang layak.</p>
<p></p>
<p>Kedua keadilan sosial, melalui poster bertuliskan "Wujudkan Pancasila Sila Kelima bagi Seluruh Warga Indonesia", warga menuntut pemerataan pembangunan hingga tingkat dusun.</p>
<p></p>
<p>"Penolakan Janji Palsu, kami menyatakan sudah lelah menunggu janji-janji tanpa bukti nyata di lapangan," lanjutnya.</p>
<p></p>
<p>Yetno menyayangkan sikap Pemerintah Desa Betet yang dinilai lamban. Ia menyebut pihak desa berdalih baru mengetahui status jalan tersebut sebagai jalan desa, bukan jalan kabupaten.</p>
<p></p>
<p>“Ini sudah 10 tahun rusak jalannya,” terangnya.</p>
<p></p>
<p>Menanggapi hal tersebut, Kepala Desa (Kades) Betet, Suhartini, mengakui pihaknya baru mengetahui dalam beberapa hari terakhir bahwa ruas jalan yang rusak itu berstatus jalan desa.</p>
<p></p>
<p>“Setahu saya, jalan ini ternyata jalan desa. Kita tahunya bukan saya saja selaku kepala desa, tapi perangkat desa yang lain itu mengklaim ini jalan kabupaten,” ucap dia.</p>
<p></p>
<p>Suhartini menjelaskan bahwa lokasi tersebut merupakan area perempatan yang menjadi poros penghubung antara Desa Betet dan Desa Kaloran, sehingga sebelumnya diasumsikan sebagai jalan kabupaten. </p>
<p></p>
<p>Ia menyatakan akan segera melakukan perbaikan menggunakan anggaran Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (SiLPA) tahun 2025.</p>
<p></p>
<p>Selain itu, Suhartini mengklaim telah mengajukan permohonan perbaikan melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Nganjuk.</p>
<p></p>
<p>“Kalau memang ini dari pihak PUPR belum bisa menganggarkan di akhir tahun ini, nanti bisa dieksekusi pemerintah desa dengan anggaran yang sisa akhir tahun kemarin (SiLPA tahun 2025),” pungkas Suhartini. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Dugaan Pungli Pavingisasi SDN di Gondang, Dindik Nganjuk Klaim Belum Terima Laporan Resmi</title>
<link>https://suarajatimpost.com/dugaan-pungli-pavingisasi-sdn-di-gondang-dindik-nganjuk-klaim-belum-terima-laporan-resmi</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/dugaan-pungli-pavingisasi-sdn-di-gondang-dindik-nganjuk-klaim-belum-terima-laporan-resmi</guid>
<description><![CDATA[ Dinas Pendidikan Kabupaten Nganjuk mengaku belum menerima laporan resmi terkait dugaan pungutan liar program pavingisasi di SDN wilayah Gondang, sementara iuran disebut telah dihentikan tanpa penjelasan sanksi lebih lanjut. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202603/image_870x580_69a582c902af0.webp" length="35122" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 02 Mar 2026 21:32:43 +0700</pubDate>
<dc:creator>Kuswanto</dc:creator>
<media:keywords>Dinas Pendidikan, Kabid SMP, Dugaan Pungli, Belum Terima Laporan, SDN 2 Gondang, Nganjuk</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>NGANJUK, SJP –</strong> Dinas Pendidikan Kabupaten Nganjuk mengaku belum menerima laporan resmi terkait dugaan pungutan liar (pungli) dalam program pavingisasi di salah satu sekolah dasar negeri di wilayah Kecamatan Gondang.</p>
<p>Kepala Bidang Guru dan Tenaga Kependidikan (Kabid GTK) Dinas Pendidikan Kabupaten Nganjuk, Evi Handayani, menyatakan secara administratif belum ada pengaduan yang masuk ke dinasnya.</p>
<p>Hal tersebut disampaikan Evi merespons informasi yang beredar di masyarakat mengenai adanya dugaan penarikan biaya kepada wali murid untuk pembangunan fasilitas sekolah.</p>
<p>“Sampai saat ini belum ada laporan resmi yang masuk ke kami,” ujar Evi saat ditemui di ruang kerjanya, Senin (2/3/2026).</p>
<p>Ia menjelaskan, penanganan persoalan tersebut bukan menjadi ranah Bidang GTK. Menurutnya, bidang yang dipimpinnya lebih fokus menangani persoalan tenaga kependidikan, seperti disiplin guru dan pelanggaran etik lainnya.</p>
<p>“Kalau terkait SDN 2 Gondang itu bukan ranah kami. Yang menangani adalah Kabid SMP yang juga membawahi SD, atau bisa langsung ke Kepala Dinas,” tegasnya.</p>
<p>Evi menambahkan, Bidang GTK hanya menangani persoalan yang berkaitan dengan tenaga pendidik.</p>
<p>“Kami hanya menangani tenaga pendidik, misalnya jika ada pelanggaran disiplin,” imbuhnya.</p>
<p>Sementara itu, upaya konfirmasi Suarajatimpost ke ruangan Kepala Bidang SMP, Munawir, belum membuahkan hasil.</p>
<p>Staf di kantor Dinas Pendidikan menyampaikan bahwa yang bersangkutan sedang berada di Jakarta dan dijadwalkan kembali ke kantor pada Jumat mendatang.</p>
<p>Sebelumnya, dugaan praktik pungli mencuat di SDN 2 Ngujung, Kecamatan Gondang. Dinas Pendidikan Kabupaten Nganjuk dinilai bersikap permisif terhadap persoalan tersebut karena tidak menjatuhkan sanksi tegas sesuai regulasi, melainkan hanya melakukan pemanggilan lisan kepada kepala sekolah yang bersangkutan.</p>
<p>Kepala Bidang SMP Dinas Pendidikan Kabupaten Nganjuk, Munawir, saat dikonfirmasi sebelumnya menyatakan bahwa iuran tersebut telah dihentikan setelah pihaknya memanggil kepala sekolah.</p>
<p>“Sudah kami hentikan. Urusannya sudah selesai,” ujar Munawir melalui pesan singkat, Senin (27/1/2026).</p>
<p>Meski demikian, belum ada penjelasan lebih lanjut terkait mekanisme pengawasan maupun potensi sanksi administratif atas dugaan pungutan tersebut. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Bupati Marhaen Hadiri Penyaluran Baksos &amp;quot;Sarmuko&amp;quot; di Desa Kampung Baru Tanjunganon</title>
<link>https://suarajatimpost.com/bupati-marhaen-hadiri-penyaluran-baksos-sarmuko-di-desa-kampung-baru-tanjunganon</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/bupati-marhaen-hadiri-penyaluran-baksos-sarmuko-di-desa-kampung-baru-tanjunganon</guid>
<description><![CDATA[ Kegiatan yang berlangsung khidmat ini ditujukan untuk membantu meringankan beban masyarakat sekaligus mempererat tali silaturahmi antara pemerintah daerah dengan warga di tingkat desa. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202603/image_870x580_69a57ad8a6855.webp" length="54812" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 02 Mar 2026 20:51:16 +0700</pubDate>
<dc:creator>Kuswanto</dc:creator>
<media:keywords>Bupati Nganjuk Marhaen Djumadi, baksos, Sarmuko, bulan suci ramadhan, warga Desa, Pemdes Kampungbaru, berbagai baksos, Nganjuk</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>NGANJUK, SJP – </strong>Dalam rangka menyemarakkan bulan suci Ramadan, Bupati Nganjuk, Marhaen Djumadi, menghadiri langsung kegiatan Bakti Sosial (Baksos) bertajuk "Sarmuko" (Sarung, Mukena, dan Sembako) yang digelar di Desa Kampung Baru, Kecamatan Tanjunganon.</p>
<p></p>
<p>​Kegiatan yang berlangsung khidmat ini ditujukan untuk membantu meringankan beban masyarakat sekaligus mempererat tali silaturahmi antara pemerintah daerah dengan warga di tingkat desa.</p>
<p></p>
<p>Adapun, ​Jenis Bantuan yang disalurkan kepada warga Desa Kampungbaru berupa sarung, mukena, dan paket sembako untuk warga yang membutuhkan. ​Disamping memberikan dukungan fasilitas ibadah (sarung dan mukena) agar masyarakat lebih bersemangat menjalankan ibadah di bulan Ramadhan, serta membantu ketahanan pangan melalui sembako.</p>
<p></p>
<p>​Kehadiran tokoh, selain Marhaen, hadir pula Camat Tanjunganom Johansyah Setiawan, Kades Kamoungbaru Susilo Dwi Prasetyo serta jajaran perangkat desa, tokoh masyarakat, dan perwakilan yang mendukung terlaksananya acara ini.</p>
<p></p>
<p>​Dalam sambutannya, Bupati Marhaen menekankan pentingnya semangat gotong royong dan berbagi di bulan yang penuh berkah ini. Bupati yang akrab disapa Kang Marhaen menyampaikan bahwa bantuan Sarmuko bukan sekadar pemberian fisik, melainkan bentuk kepedulian nyata pemerintah terhadap kesejahteraan spiritual dan ekonomi warganya.</p>
<p></p>
<p>​"Bulan Ramadan adalah momentum terbaik untuk saling peduli. Semoga sarung dan mukena ini bisa digunakan untuk beribadah dengan lebih nyaman, dan sembakonya bisa bermanfaat bagi keluarga di rumah," ujar Bupati di hadapan para penerima manfaat. Senin (2/3/2026) </p>
<p></p>
<p>Penyaluran Bantuan Sosial oleh Ny. S. Wahyuni Marhaen dan dr. Widhi Nastiti Trihandy, hadir langsung untuk memberikan dukungan moril dan materiil kepada warga dalam suasana penuh kehangatan bulan Ramadan.</p>
<p></p>
<p>​Dalam kesempatan tersebut, Ny. S. Wahyuni Marhaen secara simbolis menyerahkan bantuan paket Sarmuko (sarung, mukena, dan sembako). Beliau menyampaikan bahwa bantuan ini merupakan bentuk perhatian untuk memastikan warga dapat beribadah dengan layak dan khusyuk selama bulan suci.</p>
<p>​</p>
<p>"Kami mengajak warga untuk terus menjaga kerukunan dan semangat berbagi di lingkungan terkecil," kata Istri Bupati Marhaen.</p>
<p></p>
<p>​Senada disampaikan, dr. Widhi Nastiti Trihandy yang juga istri Wakil Bupati Nganjuk memberikan sosialisasi penting mengenai kesehatan masyarakat. Sebagai seorang praktisi kesehatan, Widi Nastiti menekankan pentingnya menjaga kondisi fisik selama menjalankan ibadah puasa.</p>
<p></p>
<p>​"Ibadah yang maksimal dimulai dari tubuh yang sehat. Mari kita jaga pola makan agar tetap bugar hingga hari kemenangan tiba," terang istri Wabup yang juga ikut hadir</p>
<p></p>
<p>​​Kehadiran para tokoh perempuan Nganjuk ini menunjukkan adanya kolaborasi yang kuat antara aspek sosial dan kesehatan dalam membangun masyarakat yang lebih sejahtera dan tangguh.</p>
<p></p>
<p>Kepala Desa Kampungbaru Susilo Dwi Prasetya menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya penyaluran bantuan sosial Sarmuko. Kata Susilo, pihaknya menekankan bahwa kolaborasi antara pemerintah desa dan pemerintah kabupaten sangat penting dalam memastikan bantuan tepat sasaran bagi warga yang membutuhkan.</p>
<p></p>
<p>​"Kami atas nama Pemerintah Desa Kampungbaru mengucapkan terima kasih atas kepedulian Bapak Bupati beserta rombongan. Bantuan sarung, mukena, dan sembako ini tentu sangat bermanfaat bagi warga kami, khususnya dalam menjalankan ibadah di bulan Ramadhan," ujar Kades dalam sambutannya di hadapan para undangan.</p>
<p></p>
<p>​Acara diakhiri dengan penyerahan bantuan secara simbolis oleh Bupati kepada perwakilan warga Desa Kampung Baru, yang disambut dengan antusiasme tinggi oleh masyarakat setempat. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Semarak HUT ke&amp;50 TK Pertiwi Pandantoyo, Forpincam Kertosono Hadiri Khotmil Qur’an dan Buka Bersama</title>
<link>https://suarajatimpost.com/momen-hangat-di-pandantoyo-buka-bersama-forpincam-sekaligus-rayakan-hut-ke-50-tk-pertiwi</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/momen-hangat-di-pandantoyo-buka-bersama-forpincam-sekaligus-rayakan-hut-ke-50-tk-pertiwi</guid>
<description><![CDATA[ Perayaan HUT ke-50 TK Pertiwi Pandantoyo diisi khotmil Qur’an dan buka bersama yang dihadiri Forpincam Kertosono, tokoh masyarakat, serta warga sebagai momentum syukur dan penguatan silaturahmi. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202602/image_870x580_69a2d8f2884ef.webp" length="50552" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sat, 28 Feb 2026 20:14:57 +0700</pubDate>
<dc:creator>Kuswanto</dc:creator>
<media:keywords>Buber bersama, TK Pertiwi, Forpincam, Desa Kudu, Ultah ke 50, Kertosono, Nganjuk</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>NGANJUK, SJP –</strong> Suasana penuh kekeluargaan menyelimuti Desa Pandantoyo, Kecamatan Kertosono, saat jajaran Forum Pimpinan Kecamatan (Forpincam) hadir dalam acara khotmil Qur'an, pembagian takjil, dan buka bersama. </p>
<p>Acara ini menjadi sangat istimewa karena bertepatan dengan perayaan Hari Jadi ke-50 TK Pertiwi Pandantoyo.</p>
<p>​Acara yang digelar di balai pertemuan desa ini dihadiri oleh tokoh masyarakat, perangkat desa, guru, wali murid, serta puluhan siswa dari TK Pertiwi</p>
<p>​Kegiatan dimulai dengan khidmat melalui pembacaan ayat-ayat suci Al-Qur'an (Khotmil Qur'an). Tidak hanya sebagai bentuk ibadah di bulan suci, momen ini juga menjadi wujud syukur atas perjalanan setengah abad TK Pertiwi dalam mencerdaskan anak bangsa di tingkat desa.</p>
<p>Kepala Sekolah TK Pertiwi, Pandantoyo Dyah Sulistyo Rahmati menyampaikan apresiasi yang mendalam atas terselenggaranya acara ini. Pihaknya mengungkapkan rasa bangganya terhadap kekompakan seluruh pihak yang terlibat, mulai dari para guru, wali murid, hingga jajaran pemerintahan desa.</p>
<p>​"Kami sangat bersyukur acara ini berjalan lancar. Ini bukan sekadar buka bersama, tapi juga momentum refleksi bagi TK Pertiwi yang sudah mengabdi selama 50 tahun. Dukungan dari semua pihak adalah energi bagi kami untuk terus mendidik generasi emas Pandantoyo," ungkap Dyah di sela-sela acara, Sabtu (28/2/2026).</p>
<p>​​Turut hadir di tengah-tengah acara, Kepala Desa Pandantoyo Khairul Anwar didampingi Kapolsek Kertosono Kompol Joni Saputra beserta jajaran Pemdes Desa Pandantuyo yang ikut membaur bersama warga dan anak-anak didik. Kehadiran Kades menjadi simbol dukungan penuh pemerintah desa terhadap kemajuan institusi pendidikan di wilayahnya.</p>
<p>Menurut Khairul Anwar, ia menyampaikan rasa bangga atas dedikasi TK Pertiwi yang telah setengah abad melayani masyarakat dalam bidang pendidikan anak usia dini. Kata Anwar, ia menekankan bahwa perayaan ulang tahun ke-50 ini bukan sekadar seremonial, melainkan momentum untuk mempererat kerukunan warga.</p>
<p>​"Kami sangat mengapresiasi inisiatif dari pihak sekolah. Perayaan HUT ke-50 yang dibarengi dengan kegiatan religius seperti Khotmil Qur'an dan buka bersama ini sangat positif untuk mempererat tali silaturahmi di Desa Pandantoyo," ujar Kades di hadapan para undangan.</p>
<p>​Acara ditutup dengan doa bersama dan buka puasa dengan menu tradisional yang disajikan di atas karpet merah, menambah keakraban antara pejabat kecamatan, perangkat desa, dan warga. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian </strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Wujud Kepedulian Sesama, GWA Sedulur Nganjuk Santuni 22 Anak Yatim di Ponpes Salafil Huda</title>
<link>https://suarajatimpost.com/wujud-kepedulian-sesama-gwa-sedulur-nganjuk-santuni-22-anak-yatim-di-ponpes-salafil-huda</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/wujud-kepedulian-sesama-gwa-sedulur-nganjuk-santuni-22-anak-yatim-di-ponpes-salafil-huda</guid>
<description><![CDATA[ Acara yang dikemas melalui Komunitas Group WhatsApp (GWA) Sedulur Nganjuk kembali menunjukkan aksi nyatanya dalam bidang sosial melalui kegiatan bertajuk &quot;GWA Sedulur Nganjuk Berbagi&quot;. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202602/image_870x580_69a19c4321f3c.webp" length="33992" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Fri, 27 Feb 2026 21:39:09 +0700</pubDate>
<dc:creator>Kuswanto</dc:creator>
<media:keywords>Berbagi bersama, komunitas group whatsapp sedulur nganjuk, Ponpes Salafil Huda, Anak yatim piatu, dhuafa, Nganjuk</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>NGANJUK, SJP –</strong> Suasana khidmat dan penuh keberkahan menyelimuti Pondok Pesantren Salafil Huda, bertempat di Dusun Blimbing, Desa Banjaranyar Kecamatan Tanjunganom, pada Jumat (27/2/2026). </p>
<p>Acara yang dikemas melalui Komunitas Group WhatsApp (GWA) Sedulur Nganjuk kembali menunjukkan aksi nyatanya dalam bidang sosial melalui kegiatan bertajuk "GWA Sedulur Nganjuk Berbagi".</p>
<p>​Kegiatan kali ini difokuskan pada pemberian santunan kepada 22 anak yatim, piatu, dan kaum dhuafa yang berada di lingkungan pondok pesantren tersebut.</p>
<p>​Pendampingan Langsung Ketua Sedulur Nganjuk Bunda Marsitik didampingi koordinator aksi Galang Mahendra, yang secara simbolis menyerahkan bantuan kepada para penerima manfaat. </p>
<p>Dalam sambutannya, Galang Mahendra menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan awal agenda rutin sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat, khususnya warga Nganjuk yang membutuhkan.</p>
<p>​"Kegiatan ini adalah bentuk nyata dari slogan kami, yaitu berbagi untuk pengabdian pada sesama. Kami berharap santunan ini dapat memberikan sedikit kebahagiaan dan meringankan beban anak-anak kita di Ponpes Salafil Huda," ujar Koordinator Sedulur Nganjuk di sela-sela acara.</p>
<p><strong>​Momen Kebersamaan di Hari Jumat</strong></p>
<p>​Pemilihan waktu pada hari Jumat menambah kekhusyukan acara ini. Penyerahan santunan dilakukan secara tertib dan penuh rasa kekeluargaan. Para santri dan penerima bantuan tampak antusias menerima paket santunan yang diberikan oleh perwakilan pengurus GWA Sedulur Nganjuk.</p>
<p>​Pihak pengasuh Pondok Pesantren Salafil Huda KH Zaenal Abidin juga menyampaikan apresiasi yang mendalam atas kepedulian komunitas ini. </p>
<p>"Kami berharap sinergi antara komunitas sosial dan lembaga pendidikan keagamaan seperti ini dapat terus terjalin dengan baik di masa mendatang," kata Pengasuh Ponpes yang akrab di sapa Gus Zen.</p>
<p>Menurut Gus Zen, pihaknya hanya sebagai fasilitator tempat saja untuk kawan-kawan di group Sedulur Nganjuk .</p>
<p>"Matursuwun dan terima kasih kepada semua pihak yang mendukung atas terlaksana kegiatan mulia di bulan Ramadan," kata Gus Zen.</p>
<p>Lanjut Gus Zen, saat ini pihaknya menyalurkan santunan kepada 22 anak yatim. Tahun ini meningkat dibandingkan tahun lalu yang hanya tersalurkan 19 orang anak yatim. </p>
<p>"Alhamdulillah, tahun ini ada peningkatan, untuk tahun kemarin hanya 19 anak, untuk tahun ini bertambah jadi 22 anak," ungkap Pengasuh Ponpes Salafil Huda. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>220 Unit Becak Listrik Bantuan Presiden di Nganjuk Disalurkan, Polisi Tegaskan Larangan Modifikasi</title>
<link>https://suarajatimpost.com/220-unit-becak-listrik-bantuan-presiden-di-nganjuk-disalurkan-polisi-tegaskan-larangan-modifikasi</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/220-unit-becak-listrik-bantuan-presiden-di-nganjuk-disalurkan-polisi-tegaskan-larangan-modifikasi</guid>
<description><![CDATA[ Penyaluran bantuan ini ditandai dengan konvoi bersama jajaran Forkopimda Nganjuk yang dipimpin langsung oleh Bupati Nganjuk, Marhaen Djumadi, bersama Kapolres Nganjuk pada Jumat (27/2/2026). ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202602/image_870x580_69a122a88f876.webp" length="72946" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Fri, 27 Feb 2026 15:00:45 +0700</pubDate>
<dc:creator>Kuswanto</dc:creator>
<media:keywords>Bantuan becak listrik, 220 unit becak listrik, Presiden Prabowo, Forkopimda, Penerima Manfaat, Nganjuk</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>NGANJUK, SJP</strong>– Sebanyak 220 unit becak listrik (Belis) bantuan Presiden RI resmi disalurkan kepada ratusan penarik becak di Kabupaten Nganjuk sebagai upaya transisi ke teknologi ramah lingkungan. Langkah ini diambil guna meningkatkan produktivitas serta kesejahteraan para pengemudi becak di wilayah tersebut.</p>
<p></p>
<p>Penyaluran bantuan ini ditandai dengan konvoi bersama jajaran Forkopimda Nganjuk yang dipimpin langsung oleh Bupati Nganjuk, Marhaen Djumadi, bersama Kapolres Nganjuk pada Jumat (27/2/2026). Dalam kegiatan tersebut, unsur pimpinan daerah turut menguji coba langsung kenyamanan becak listrik berdesain modern dengan ciri khas atap merah tersebut.</p>
<p></p>
<p>Program ini merupakan bagian dari inisiatif pemerintah pusat untuk memodernisasi transportasi tradisional sekaligus mereduksi beban fisik para penarik becak. Melalui dukungan tenaga listrik, pengemudi tidak lagi perlu mengayuh secara manual, sehingga efisiensi waktu dan jarak tempuh dapat meningkat secara signifikan.</p>
<p></p>
<p>Meski disambut dengan antusiasme tinggi, Kapolres Nganjuk, AKBP Suria Miftah Irawan, memberikan catatan krusial terkait operasional armada baru ini. Pihaknya menegaskan bahwa faktor keselamatan di jalan raya merupakan prioritas yang tidak dapat ditawar.</p>
<p></p>
<p>"Kami mengimbau kepada seluruh penerima bantuan agar menjaga unit ini dengan baik. Dilarang keras melakukan modifikasi yang dapat mengubah spesifikasi teknis dan mengganggu faktor keselamatan, baik bagi pengemudi maupun penumpang," tegas Kapolres Nganjuk saat memberikan arahan di lokasi.</p>
<p></p>
<p>Salah satu penerima manfaat asal Tanjunganom, yang akrab disapa Mbah No, menyatakan rasa syukurnya. Menurutnya, keberadaan becak listrik sangat meringankan beban kerja di usia senja.</p>
<p></p>
<p>"Alhamdulillah, sekarang tidak capek mengayuh lagi. Semoga rezeki makin lancar," ungkapnya.</p>
<p></p>
<p>Di sisi lain, Direktur Perencanaan dan Pengembangan Usaha Yayasan Gerakan Solidaritas Nasional (YGSN), Mayjen TNI (Purn) Firman Dahlan, menjelaskan bahwa bantuan ini merupakan bentuk nyata perhatian pemerintah terhadap masyarakat kecil, khususnya pengemudi becak lanjut usia.</p>
<p></p>
<p>"Alhamdulillah di bulan Ramadan ini Bapak Presiden memberikan bantuan berupa becak listrik. Bantuan ini diprioritaskan bagi tukang becak aktif berusia minimal 55 tahun, terutama yang selama ini masih menyewa becak. Dengan becak listrik, diharapkan dapat mengurangi beban fisik sekaligus meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan mereka," ujar Firman Dahlan.</p>
<p></p>
<p>Ia menambahkan bahwa spesifikasi teknis becak listrik ini telah dirancang dengan mempertimbangkan aspek keamanan pengguna.</p>
<p></p>
<p>"Secara teknis becak listrik ini memiliki kecepatan maksimal 15 kilometer per jam demi keamanan, serta mampu menempuh jarak hingga 40 kilometer. Program ini juga menjadi bagian dari gerakan nasional untuk mendorong transportasi ramah lingkungan dan berkelanjutan," imbuhnya.</p>
<p></p>
<p>Senada dengan hal tersebut, Bupati Nganjuk, Marhaen Djumadi, menyampaikan apresiasi atas bantuan yang dinilai sangat berdampak positif bagi warganya.</p>
<p></p>
<p>"Alhamdulillah bantuan 220 becak listrik dari Bapak Presiden ini sangat membantu masyarakat kami, khususnya para tukang becak lanjut usia. Bantuan ini diharapkan dapat meringankan beban kerja sekaligus meningkatkan kesejahteraan keluarga mereka," tutur Marhaen.</p>
<p></p>
<p>Rangkaian kegiatan dimulai dengan konvoi dari GOR Bung Karno menuju Pendopo Kabupaten Nganjuk. Agenda dilanjutkan dengan penyerahan simbolis, penandatanganan berita acara serah terima, serta bimbingan teknis (bimtek) penggunaan armada kepada para penerima. Pihak kepolisian memastikan seluruh rangkaian acara berlangsung aman, tertib, dan kondusif.</p>
<p></p>
<p>Melalui bantuan ini, diharapkan kesejahteraan para pengemudi meningkat seiring dengan terciptanya ekosistem transportasi yang aman, tertib, dan ramah lingkungan di Kabupaten Nganjuk, terutama selama momentum Ramadan. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Wakil Bupati Nganjuk Ungkap Tantangan Infrastruktur, 400 Km Jalan Masih Menunggu Perbaikan</title>
<link>https://suarajatimpost.com/wakil-bupati-nganjuk-ungkap-tantangan-infrastruktur-400-km-jalan-masih-menunggu-perbaikan</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/wakil-bupati-nganjuk-ungkap-tantangan-infrastruktur-400-km-jalan-masih-menunggu-perbaikan</guid>
<description><![CDATA[ Wakil Bupati Nganjuk Tri Handy Saputra mengungkapkan bahwa masih ada pekerjaan rumah yang cukup besar terkait kondisi jalan yang belum terbenah. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202602/image_870x580_69a05e77b2067.webp" length="29676" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 26 Feb 2026 22:05:13 +0700</pubDate>
<dc:creator>Kuswanto</dc:creator>
<media:keywords>Wabup Nganjuk Tri Handy Saputra, efisiensi anggaran, infrastruktur, aduan warga, Call Center 112, Kendala Pekerjaan, Atensi Pemerintah Daerah, Nganjuk</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p data-start="201" data-end="407"><strong>NGANJUK, SJP – </strong>Pemerintah Kabupaten Nganjuk terus mempercepat pembangunan infrastruktur jalan. Meski sejumlah titik krusial telah berhasil ditangani, masih ada pekerjaan rumah besar yang harus diselesaikan.</p>
<p data-start="409" data-end="604">Wakil Bupati <span class="hover:entity-accent entity-underline inline cursor-pointer align-baseline"><span class="whitespace-normal">Tri Handy Saputra</span></span> yang akrab disapa Mas Handy mengungkapkan, beberapa ruas strategis kini sudah dalam kondisi baik dan mulai dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.</p>
<p data-start="606" data-end="855">Salah satunya ruas di Desa Sidoharjo, Dusun Miren, yang sempat viral karena kerusakannya. Ia menjelaskan bahwa proyek tersebut sebenarnya telah dianggarkan tahun lalu, namun proses pengadaan membuat pengerjaan belum bisa dilakukan di awal tahun ini.</p>
<p data-start="857" data-end="1073">“Pekerjaan infrastruktur yang sempat viral di Dusun Miren sudah berproses. Namun anggarannya bukan di tahun ini. Beda dengan Sukomoro hingga Kecubung, itu sudah fix anggaran tahun ini,” kata Handy, Kamis (26/2/2026).</p>
<p data-start="1075" data-end="1211">Selain itu, ruas Ngluyu hingga Gondang Kulon juga menjadi atensi pemerintah daerah dan telah masuk dalam perencanaan anggaran tahun ini.</p>
<p data-start="1213" data-end="1438">Handy menegaskan, pembangunan infrastruktur tidak bisa dilakukan secara mendadak tanpa perencanaan matang. Setiap titik kerusakan harus melalui tahapan perencanaan, penganggaran, hingga proses administrasi sebelum dikerjakan.</p>
<p data-start="1440" data-end="1621">“Pemerintah daerah tidak mungkin membangun secara ndadakan. Semua harus direncanakan. Titik-titik kerusakan spontan tetap menjadi atensi dan akan kita kerjakan bertahap,” terangnya.</p>
<p data-start="1623" data-end="1798">Di sisi lain, Pemerintah Kabupaten <span class="hover:entity-accent entity-underline inline cursor-pointer align-baseline"><span class="whitespace-normal">Nganjuk</span></span> juga membuka ruang seluas-luasnya bagi masyarakat untuk menyampaikan aduan, termasuk soal jalan rusak.</p>
<p data-start="1800" data-end="1995">Mas Handy menyebut, masyarakat dapat memanfaatkan layanan NSC Wadul Bupati, Call Center 112 untuk kondisi darurat, hingga aplikasi Nganjuk Smart City yang terhubung langsung dengan dinas terkait.</p>
<p data-start="1997" data-end="2176">“Kami punya aplikasi dan Call Center yang langsung terhubung ke dinas bersangkutan, sehingga keluhan masyarakat bisa segera ditindaklanjuti,” ujarnya usai rapat paripurna di DPRD.</p>
<p data-start="2178" data-end="2421">Meski progres perbaikan terus berjalan, Handy mengakui tantangan terbesar masih pada keterbatasan anggaran. Berdasarkan data lapangan, saat ini masih terdapat sekitar 350 hingga 400 kilometer jalan kabupaten yang masuk daftar tunggu perbaikan.</p>
<p data-start="2423" data-end="2591">“Kita akui masih ada kesulitan karena keterbatasan anggaran. Untuk jalan kabupaten sendiri, kurang lebih masih ada 400 kilometer yang perlu penanganan,” pungkasnya.<strong> (*)</strong></p>
<p data-start="2423" data-end="2591"><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Bandar Judi Online Kertosono Nganjuk Diringkus Polisi saat Rekap Nomor Tombokan</title>
<link>https://suarajatimpost.com/bandar-judi-online-kertosono-nganjuk-diringkus-polisi-saat-rekap-nomor-tombokan</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/bandar-judi-online-kertosono-nganjuk-diringkus-polisi-saat-rekap-nomor-tombokan</guid>
<description><![CDATA[ Pria 41 tahun itu, kini masih menjalani pemeriksaan intensif di hadapan penyidik, lantaran terbukti menjadi bandar judi online. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202602/image_870x580_69a010c83a1bc.webp" length="24590" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 26 Feb 2026 18:59:18 +0700</pubDate>
<dc:creator>Kuswanto</dc:creator>
<media:keywords>Bandar Togel, diciduk polisi, warga Kertosono, operasi pekat, Polsek Kertosono, Nganjuk</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>NGANJUK, SJP -</strong> Pria berinisial AT (41), warga Desa Tembarak, Kecamatan Kertosono, Kabupaten Nganjuk, hanya bisa pasrah saat digelandang petugas kepolisian ke kantor Mapolsek Kertosono, Rabu (25/3/2020) malam.</p>
<p>Pria 41 tahun itu, kini masih menjalani pemeriksaan intensif di hadapan penyidik, lantaran terbukti menjadi bandar judi online.</p>
<p>”Pelaku kami amankan saat melayani sekaligus merekap nomor tombokan judi, sampai saat ini kasusnya masih dalam pengembangan. Petugas masih memburu jaringan lainnya, yang terlibat sebagai pengecer judi online. Saat itu juga pelaku langsung diamankan beserta barang bukti,” kata Kompol Joni Suprapto.</p>
<p>Saat diamankan di sebuah warung kopi Jalan Werkudoro yang berlokasi di Desa Kepuh, Kecamatan Kertosono, Kabupaten Nganjuk, polisi menyita beragam barang bukti dari tangan pelaku, yang meliputi uang tunai hasil tombokan judi senilai Rp240 ribu, 2 unit HP (handphone) untuk melayani penombok, serta lembar kertas rekapan nomor judi, dan beberapa peralatan judi online juga disita polisi sebagai barang bukti.</p>
<p>”Pelaku dan barang buktinya sudah kami amankan guna kepentingan penyidikan,” ungkap Kapolsek Kertosono yang berpangkat tiga balok di bahu ini.</p>
<p>Di hadapan penyidik, pelaku mengaku agar bisnis haramnya tidak terendus anggota kepolisian. Pihaknya hanya melayani nomor tombokan dari pesan singkat (SMS) yang dikirim ke 4 nomor HP miliknya. </p>
<p>”Nomor rekapan tersebut disetorkan dari para pengecernya, pelaku ini bertindak sebagai bandar. Dalam nomor tombokan yang dikirim melalui SMS tersebut, sudah terekap nomor tombokan dan taruhan yang dipasang,” terang Joni.</p>
<p>Nomor tombokan yang terekap, lanjut Joni, kemudian dimasukkan ke aplikasi judi berbasis online. Sebelum memasukkan nomor tombokan, pelaku terlebih dulu akan mengisi saldo deposit. </p>
<p>”Berdasarkan hasil penyidikan sementara, website judi yang digunakan pelaku berasal dari negara Singapura,” ungkapnya.</p>
<p>"Akibat perbuatannya, pelaku kami jerat pasal 303 KUHP, tentang perjudian. Sedangkan ancaman pidananya adalah kurungan penjara di atas 5 tahun,” tutup Kapolsek Kertosono. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>DPRD Nganjuk Gelar Paripurna Penjelasan 8 Raperda, Fokus pada PAD dan Pengelolaan Aset</title>
<link>https://suarajatimpost.com/dprd-nganjuk-gelar-paripurna-penjelasan-8-raperda-fokus-pada-pad-dan-pengelolaan-aset</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/dprd-nganjuk-gelar-paripurna-penjelasan-8-raperda-fokus-pada-pad-dan-pengelolaan-aset</guid>
<description><![CDATA[ Rapat tersebut dipimpin oleh Ketua DPRD Nganjuk, Tatit Heru Tjahyono, didampingi Wakil Ketua DPRD, Ulum Bastomi. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202602/image_870x580_69a009c3c1314.webp" length="65154" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 26 Feb 2026 17:30:34 +0700</pubDate>
<dc:creator>Kuswanto</dc:creator>
<media:keywords>Rapat Paripurna, DPRD, Raperda, pemaparan Raperda, Eksekutif, Raperda Inisiatif, Nganjuk</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>NGANJUK, SJP</strong>– Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Nganjuk menggelar Rapat Paripurna dengan agenda utama penyampaian penjelasan Pimpinan Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapemperda) terhadap delapan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda). </p>
<p></p>
<p>Agenda tersebut meliputi empat Raperda usulan eksekutif dan empat Raperda usul inisiatif DPRD yang dilaksanakan di ruang rapat paripurna DPRD Nganjuk, Kamis (26/2/2026).</p>
<p></p>
<p>Rapat tersebut dipimpin oleh Ketua DPRD Nganjuk, Tatit Heru Tjahyono, didampingi Wakil Ketua DPRD, Ulum Bastomi. </p>
<p></p>
<p>Turut hadir dalam acara tersebut Wakil Bupati Nganjuk yang mewakili Bupati, serta jajaran Forkopimda Kabupaten Nganjuk.</p>
<p></p>
<p>Pada agenda pertama, Ketua Bapemperda DPRD Nganjuk, Tatit Heru Tjahyono, menyatakan bahwa penarikan atau perubahan Raperda merupakan bagian dari upaya penyempurnaan regulasi. </p>
<p></p>
<p>Hal ini bertujuan agar regulasi tidak menimbulkan multitafsir, menyesuaikan kebutuhan daerah, serta memenuhi ketentuan hukum yang lebih tinggi.</p>
<p></p>
<p>"Raperda Eksekutif (Pemda) dan inisiatif DPRD yang dimulai rapat Paripurna internal sampai empat kali, mulai dari pandangan, penyampaian Paripurna hari ini yang belum ditetapkan menjadi Perda. Hal ini dilakukan untuk menyelaraskan dengan sistem hukum yang totalnya ada 8 Perda, yang masing-masing 4 Perda Eksekutif, dan 4 Perda inisiatif DPRD," kata Tatit.</p>
<p></p>
<p>Sementara itu, Wakil Bupati Nganjuk, Trihandy Cahyo Saputro atau yang karib disapa Mas Handy, hadir mewakili Bupati Nganjuk yang sedang menghadiri kegiatan bersama Kejaksaan Tinggi di Surabaya. </p>
<p></p>
<p>Mas Handy menyampaikan bahwa fokus rapat paripurna kali ini berkaitan dengan perubahan ketiga atas Peraturan Daerah Nomor 2 Tahun 2014, khususnya mengenai penyertaan modal pemerintah kabupaten yang mengacu pada Badan Usaha Milik Daerah (BUMD).</p>
<p></p>
<p>Lebih lanjut, Mas Handy menjelaskan bahwa pada tahun pertama ini, pemerintah daerah berupaya keras untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Nganjuk. Ia memberikan gambaran mengenai kontribusi PAD dari sektor Bantuan Ekonomi Rakyat.</p>
<p></p>
<p>"Alhamdulillah, kami sudah membukukan keuntungan untuk Kabupaten Nganjuk, dan insya Allah bisa untuk menambah PAD melalui PDAU," ujar Wakil Bupati Nganjuk tersebut.</p>
<p></p>
<p>Pemerintah daerah berharap pengajuan peraturan terkait penyertaan modal ini dapat menunjang upaya yang telah dirintis pada tahun pertama. Secara eskalasi, kebijakan ini diharapkan mampu memberikan tambahan kontribusi yang signifikan bagi PAD Kabupaten Nganjuk ke depannya.</p>
<p></p>
<p>Selanjutnya, agenda kedua membahas mengenai perubahan atas Peraturan Daerah Nomor 2 Tahun 2023 tentang Pengelolaan Barang Milik Daerah.</p>
<p></p>
<p>"Berdasarkan masukan dari KPK terkait dengan implementasi, terkait dengan barang milik daerah ini kami mohon support-nya untuk menjadikan pengelolaan barang milik daerah ini jadi lebih tepat dan tepat sasaran lebih khususnya," pungkas Mas Handy. <strong>(ADV) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Usai Audiensi di Kejari, Gabungan LSM Geruduk Kantor Cabdin Pendidikan Nganjuk</title>
<link>https://suarajatimpost.com/usai-audiensi-di-kejari-gabungan-lsm-geruduk-kantor-cabdin-pendidikan-nganjuk</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/usai-audiensi-di-kejari-gabungan-lsm-geruduk-kantor-cabdin-pendidikan-nganjuk</guid>
<description><![CDATA[ Berdasarkan keterangan di lapangan, pihak dinas memberikan syarat bahwa mereka hanya akan menemui awalnya 2 orang perwakilan saja dari rombongan tersebut. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202602/image_870x580_699dbb2503d95.webp" length="32960" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Tue, 24 Feb 2026 22:34:33 +0700</pubDate>
<dc:creator>Kuswanto</dc:creator>
<media:keywords>Konsolidasi Aksi, Salam Lima Jari, PA GMNI, GMBI, Kantor Cabdin Nganjuk, situasi memanas, Tidak Ditemui, Dugaan Pungli, SMKN 1 Bagor, SMKN 1 Nganjuk, Nganjuk</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>NGANJUK, SJP – </strong>Pasca audiensi di Kejari Nganjuk, gabungan aksi koalisi PA GMNI, GMBI, dan Salam Lima Jari mendatangi Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Nganjuk di Jalan Brantas Gg III, Ngrengket Kecamatan Sukomoro Kabupaten Nganjuk, Selasa (24/2/2026).</p>
<p>Aksi ngluruk ini merupakan kelanjutan setelah mereka melakukan audiensi di Kejaksaan Negeri (Kejari) Nganjuk terkait dugaan sejumlah penyimpangan di sektor pendidikan.</p>
<p>​Namun, kedatangan para aktivis ini disambut dengan kekecewaan. Pihak Cabdin Pendidikan Nganjuk enggan menemui dan hanya bersedia menerima perwakilan dalam jumlah terbatas.</p>
<p>Informasi yang dihimpun, ​suasana di depan kantor Cabdin sempat memanas ketika pihak perwakilan setempat menyampaikan instruksi dari pimpinan Cabdin.</p>
<p>Berdasarkan keterangan di lapangan, pihak dinas memberikan syarat bahwa mereka hanya akan menemui awalnya 2 orang perwakilan saja dari rombongan tersebut.</p>
<p>​Syarat ini langsung ditolak mentah-mentah oleh gabungan aksi. Mereka menganggap pembatasan tersebut adalah bentuk ketidakterbukaan publik dan upaya menghindari dialog terkait isu-isu krusial yang dibawa.</p>
<p>​"Kami datang dengan niat baik untuk klarifikasi dan membawa data, tapi kenapa harus dibatasi hanya 2 orang? Ini menunjukkan ada kesan menutup diri dari aspirasi masyarakat," ujar salah satu koordinator aksi di lokasi.</p>
<p>Selang beberapa menit, perwakilan Kacabdin Ardianto melalui Mulyono mendatangi perwakilan hingga menyatakan, perwakilan maksimal 3 orang dipersilahkan masuk keruangan Kacabdin.</p>
<p>Tapi perwakilan yang hadir di halaman Cabdib tetap menolak, karena dinilai sebagai bentuk kurang terbukanya pelayanan publik</p>
<p>"Kalau dibatasi, berarti ada apa dengan Cabang Pendidikan ini, kami disini bersama media, kalau dibatasi, ada indikasi apa ini," ujar Zulma Ketua Salam Lima Jari Nganjuk.</p>
<p>Menurut Zulma, kehadirannya di Cabdin ini untuk klarifikasi ​tuntutan terkait transparansi. Aksi ini merupakan bentuk pengawalan terhadap hasil audiensi sebelumnya di Kejari Nganjuk. </p>
<p>"Kami berkomitmen untuk terus mengejar transparansi penggunaan anggaran dan kebijakan di lingkungan Cabang Dinas Pendidikan yang dinilai masih belum jelas," ucapnya.</p>
<p>​"Kalau tidak mau menemui, tidak masalah, tapi sekali lagi kami sampaikan, bahwa Cabdin ini ruwet," imbuh Zulma</p>
<p>Wartawan Suarajatimpost mencoba komunikasi melalui Kacabdin Nganjuk Ardianto, namun dihubungi tidak merespon. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Koalisi GMNI, GMBI dan Salam Lima Jari Audiensi ke Kejari Nganjuk, Soroti Dugaan Pungutan di Sejumlah SMK</title>
<link>https://suarajatimpost.com/koalisi-gmni-gmbi-dan-salam-lima-jari-audiensi-ke-kejari-nganjuk-soroti-dugaan-pungutan-di-sejumlah-smk</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/koalisi-gmni-gmbi-dan-salam-lima-jari-audiensi-ke-kejari-nganjuk-soroti-dugaan-pungutan-di-sejumlah-smk</guid>
<description><![CDATA[ Koalisi PA GMNI, GMBI dan Salam Lima Jari mendatangi Kejari Nganjuk untuk menyampaikan aspirasi terkait dugaan pungutan di SMKN 1 Bagor dan SMKN 2 Nganjuk, serta meminta penegasan regulasi dan pengawasan pengelolaan dana pendidikan. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202602/image_870x580_699d5c31d8457.webp" length="54030" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Tue, 24 Feb 2026 17:32:51 +0700</pubDate>
<dc:creator>Kuswanto</dc:creator>
<media:keywords>Gabungan Ormas, PA GMNI, GMBI, Salam Lima Jari, tuntut penuntasan, dugaan korupsi, SMKN 1, SMKN 2, Cabang Pendidikan Nganjuk, Nganjuk</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p data-start="225" data-end="551"><strong>NGANJUK, SJP – </strong>Sejumlah elemen masyarakat yang tergabung dalam koalisi PA GMNI, GMBI, dan Salam Lima Jari mendatangi Kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Nganjuk, Selasa (24/2/2026). Kedatangan mereka untuk melakukan audiensi sekaligus menyampaikan aspirasi terkait dugaan pungutan yang terjadi di SMKN 1 Bagor dan SMKN 2 Nganjuk.</p>
<p data-start="553" data-end="779">Koordinator lapangan koalisi, Zulia Margaretha atau yang akrab disapa Zulma, mengatakan pihaknya menerima sejumlah keluhan dari wali murid terkait adanya tarikan biaya yang dinilai memberatkan serta dianggap kurang transparan.</p>
<p data-start="781" data-end="1035">“Kami datang untuk memastikan dunia pendidikan di Nganjuk bersih dari praktik pungutan yang tidak sesuai ketentuan. Jangan sampai istilah ‘sumbangan sukarela’ justru dirasakan sebagai kewajiban oleh masyarakat,” ujar Zulma di depan Kantor Kejari Nganjuk.</p>
<p data-start="1037" data-end="1265">Menurutnya, beberapa laporan yang diterima menyebut adanya nominal tertentu yang telah ditetapkan dalam mekanisme sumbangan. Hal ini, kata dia, menimbulkan persepsi di kalangan wali murid bahwa sumbangan tersebut bersifat wajib.</p>
<p data-start="1267" data-end="1535">Koalisi meminta Kejari Nganjuk melakukan penelaahan terhadap pengelolaan dana komite serta penggunaan anggaran di SMKN 1 Bagor dan SMKN 2 Nganjuk. Mereka juga mendorong agar pengawasan dilakukan secara menyeluruh guna mencegah persoalan serupa terjadi di sekolah lain.</p>
<p data-start="1537" data-end="1781">Zulma menegaskan pihaknya memberikan waktu dua minggu kepada aparat penegak hukum dan instansi terkait untuk merespons aspirasi tersebut. Usai dari Kejari, massa juga berencana menyampaikan hal serupa ke Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Nganjuk.</p>
<p data-start="1783" data-end="1907">“Kami berharap ada komitmen yang jelas agar tidak ada lagi pungutan yang menimbulkan polemik di dunia pendidikan,” tegasnya.</p>
<p data-start="1909" data-end="2094">Sementara itu, Sekretaris Persatuan Alumni (PA) GMNI Nganjuk, Arif Mustofa, menyampaikan apresiasi kepada komunitas Salam Lima Jari yang dinilainya masih peduli terhadap isu pendidikan.</p>
<p data-start="2096" data-end="2331">Arif menilai persoalan ini juga perlu dilihat dari aspek regulasi. Menurutnya, adanya perbedaan penafsiran terhadap aturan dan surat edaran terkait pengelolaan sumbangan pendidikan berpotensi menimbulkan kebingungan di tingkat sekolah.</p>
<p data-start="2333" data-end="2549">“Kami meminta ada penegasan regulasi agar kepala sekolah, baik di SMPN, SMKN maupun SMAN, tidak memiliki tafsir berbeda yang berpotensi menimbulkan persoalan hukum di kemudian hari,” jelas Arif kepada Suarajatimpost.</p>
<p data-start="2551" data-end="2739">Menanggapi audiensi tersebut, Kepala Seksi Intelijen Kejari Nganjuk, Koko Roby Yahya, menyatakan pihaknya menerima dan menampung aspirasi yang disampaikan perwakilan organisasi masyarakat.</p>
<p data-start="2741" data-end="2939">“Kami menerima kunjungan rekan-rekan untuk berdiskusi dan berkonsultasi terkait laporan yang disampaikan. Informasi dan dokumen yang ada akan kami pelajari sesuai mekanisme yang berlaku,” ujar Koko.</p>
<p data-start="2941" data-end="3121">Ia menambahkan, pertemuan tersebut masih dalam tahap konsultasi dan diskusi awal. Pihaknya juga mengapresiasi kepercayaan masyarakat yang menyampaikan aspirasi melalui jalur resmi.</p>
<p data-start="3123" data-end="3280">“Kami berharap seluruh elemen masyarakat tetap fokus pada upaya perbaikan bersama dan menyampaikan setiap temuan melalui mekanisme yang ada,” pungkasnya. <strong>(*)</strong></p>
<p data-start="3123" data-end="3280"><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Isu Dugaan Korupsi di Desa Lestari mencuat, Inspektorat Nganjuk Pastikan Proses Sesuai Prosedur</title>
<link>https://suarajatimpost.com/isu-dugaan-korupsi-di-desa-lestari-mencuat-inspektorat-nganjuk-pastikan-proses-sesuai-prosedur</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/isu-dugaan-korupsi-di-desa-lestari-mencuat-inspektorat-nganjuk-pastikan-proses-sesuai-prosedur</guid>
<description><![CDATA[ Meski kabar tersebut sudah santer terdengar di tengah masyarakat, proses penanganan secara administratif di tingkat pengawasan internal pemerintah daerah tampak masih dalam tahap awal. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202602/image_870x580_699c3b694e358.webp" length="42838" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 23 Feb 2026 20:38:48 +0700</pubDate>
<dc:creator>Kuswanto</dc:creator>
<media:keywords>Pemeriksaan Desa, Desa Lestari, Inspektorat, dugaan korupsi, Dana Desa, Patianrowo, Nganjuk</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p data-start="0" data-end="303"><strong data-start="0" data-end="16">NGANJUK, SJP</strong> – Isu dugaan tindak pidana korupsi di lingkungan Pemerintah Desa (Pemdes) Lestari, Kecamatan Patianrowo, Kabupaten Nganjuk, menjadi sorotan publik. Namun hingga kini, proses penanganan secara administratif di tingkat pengawasan internal pemerintah daerah disebut masih dalam tahap awal.</p>
<p data-start="305" data-end="427">Inspektur Inspektorat Kabupaten Nganjuk, Samsul Huda, menyatakan pihaknya belum menerima laporan resmi untuk ditindaklanjuti.</p>
<p data-start="429" data-end="610">“Terkait dugaan tersebut, secara administratif bahannya belum ada di meja saya,” ujar Samsul Huda saat dikonfirmasi suarajatimpost.com melalui sambungan WhatsApp, Senin (23/2/2026).</p>
<p data-start="612" data-end="741">Saat ditanya mengenai perkembangan lebih lanjut, ia menegaskan tidak dapat mengintervensi proses yang menjadi kewenangan auditor.</p>
<p data-start="743" data-end="813">“Ya ditunggu saja, saya tidak boleh mengintervensi auditor,” tegasnya.</p>
<p data-start="815" data-end="1058">Samsul menambahkan, setiap laporan yang masuk akan diproses sesuai prosedur yang berlaku. Jika dalam pemeriksaan ditemukan indikasi kerugian negara atau pelanggaran administratif, Inspektorat akan melakukan audit investigatif sesuai ketentuan.</p>
<p data-start="1060" data-end="1250">Sementara itu, salah satu warga Desa Lestari yang enggan disebutkan namanya berharap pihak berwenang segera memberikan kejelasan agar isu tersebut tidak berkembang liar di tengah masyarakat.</p>
<p data-start="1252" data-end="1482" data-is-last-node="" data-is-only-node="">“Kami menunggu langkah konkret dari Aparat Pengawas Internal Pemerintah (APIP) maupun aparat penegak hukum untuk mengusut tuntas dugaan korupsi tersebut agar tidak menjadi bola liar di tengah masyarakat Desa Lestari,” ujarnya. <strong>(*)</strong></p>
<p data-start="1252" data-end="1482" data-is-last-node="" data-is-only-node=""><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Kurang dari 24 Jam, Polres Nganjuk Ringkus Pelaku Curanmor di Gondang</title>
<link>https://suarajatimpost.com/kurang-dari-24-jam-polres-nganjuk-ringkus-pelaku-curanmor-di-gondang</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/kurang-dari-24-jam-polres-nganjuk-ringkus-pelaku-curanmor-di-gondang</guid>
<description><![CDATA[ Satreskrim Polres Nganjuk mengamankan terduga pelaku curanmor di Desa Senjayan, Kecamatan Gondang, kurang dari 24 jam setelah laporan diterima. Pelaku memanfaatkan kelengahan korban yang meninggalkan kunci kontak di sepeda motor. Polisi menyita sejumlah barang bukti dan masih mengembangkan kasus tersebut. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202602/image_870x580_699c1dc6cd8fe.webp" length="35726" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 23 Feb 2026 18:31:54 +0700</pubDate>
<dc:creator>Kuswanto</dc:creator>
<media:keywords>Pelaku kejahatan, Curanmor, Polres Nganjuk, TKP Gondang, Nganjuk</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<div class="text-base my-auto mx-auto [--thread-content-margin:--spacing(4)] @w-sm/main:[--thread-content-margin:--spacing(6)] @w-lg/main:[--thread-content-margin:--spacing(16)] px-(--thread-content-margin)">
<div class="[--thread-content-max-width:40rem] @w-lg/main:[--thread-content-max-width:48rem] mx-auto max-w-(--thread-content-max-width) flex-1 group/turn-messages focus-visible:outline-hidden relative flex w-full min-w-0 flex-col agent-turn" tabindex="-1">
<div class="flex max-w-full flex-col grow">
<div data-message-author-role="assistant" data-message-id="27badc27-7238-485a-b97a-f8b3c10f592a" dir="auto" data-message-model-slug="gpt-5-2" class="min-h-8 text-message relative flex w-full flex-col items-end gap-2 text-start break-words whitespace-normal [.text-message+&amp;]:mt-1">
<div class="flex w-full flex-col gap-1 empty:hidden first:pt-[1px]">
<div class="markdown prose dark:prose-invert w-full wrap-break-word light markdown-new-styling">
<p data-start="0" data-end="351"><strong data-start="0" data-end="16">NGANJUK, SJP</strong> – Satreskrim <span class="hover:entity-accent entity-underline inline cursor-pointer align-baseline"><span class="whitespace-normal">Polres Nganjuk</span></span> berhasil mengungkap kasus pencurian kendaraan bermotor (curanmor) yang terjadi pada Jumat (20/2/2026) sekitar pukul 19.30 WIB di teras rumah korban di Desa Senjayan, Kecamatan Gondang, Kabupaten Nganjuk. Kurang dari 24 jam setelah laporan diterima, terduga pelaku berhasil diamankan.</p>
<p data-start="353" data-end="640">Dalam kasus tersebut, petugas menangkap terduga pelaku berinisial EA (25), warga Desa Ketandan, Kecamatan Lengkong, Kabupaten Nganjuk. Sementara satu terduga pelaku lainnya berinisial MZ (33), warga Jember, saat ini masih dalam proses penyidikan di <span class="hover:entity-accent entity-underline inline cursor-pointer align-baseline"><span class="whitespace-normal">Polres Jombang</span></span>.</p>
<p data-start="642" data-end="810">Kapolres Nganjuk AKBP Suria Miftah Irawan melalui Kasatreskrim AKP Sukaca, dalam keterangan resmi yang disampaikan Senin (23/2/2026), membenarkan pengungkapan tersebut.</p>
<p data-start="812" data-end="1125">“Kurang dari 24 jam setelah laporan diterima, Satreskrim Polres Nganjuk berhasil mengamankan terduga pelaku curanmor di wilayah Gondang. Satu pelaku sudah kami amankan dan satu lainnya masih dalam proses penyidikan di Polres Jombang. Kami pastikan proses hukum berjalan profesional dan tuntas,” ungkap AKP Sukaca.</p>
<p data-start="1127" data-end="1283">Ia menjelaskan, modus yang digunakan pelaku dengan memanfaatkan kelengahan korban yang memarkir kendaraan di teras rumah dengan kunci kontak masih menancap.</p>
<p data-start="1285" data-end="1440">“Terduga pelaku memanfaatkan situasi saat kendaraan diparkir dengan kunci masih terpasang. Dalam waktu singkat, kendaraan langsung dibawa kabur,” jelasnya.</p>
<p data-start="1442" data-end="1666">Korban berinisial IM (37) kehilangan sepeda motor Honda Beat nomor polisi AG 4522 UY warna putih tahun 2018. Akibat kejadian tersebut, korban mengalami kerugian material dan segera melaporkan peristiwa itu ke Polsek Gondang.</p>
<p data-start="1668" data-end="1914">Dari tangan terduga pelaku EA, petugas mengamankan sejumlah barang bukti berupa helm merek INK warna putih hitam, satu unit Honda PCX warna biru yang digunakan sebagai sarana, satu unit telepon genggam OPPO F9 warna ungu, serta jaket warna hijau.</p>
<p data-start="1916" data-end="2091">Saat ini penyidik masih melengkapi berkas perkara, melakukan penahanan terhadap terduga pelaku, serta berkoordinasi dengan Jaksa Penuntut Umum untuk proses hukum lebih lanjut.</p>
<p data-start="2093" data-end="2258" data-is-last-node="" data-is-only-node="">Polres Nganjuk mengimbau masyarakat agar tidak meninggalkan kunci kontak pada kendaraan serta selalu meningkatkan kewaspadaan guna mencegah tindak pidana serupa. <strong>(**)</strong></p>
<p data-start="2093" data-end="2258" data-is-last-node="" data-is-only-node=""><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>
</div>
</div>
</div>
</div>
<div class="z-0 flex min-h-[46px] justify-start"></div>
</div>
</div>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Satreskrim Polres Nganjuk Ungkap Curanmor di Patianrowo, Satu Pelaku Diamankan</title>
<link>https://suarajatimpost.com/aksi-komplotan-curanmor-digagalkan-polisi-pelaku-warga-ketandan-lengkong-berhasil-diringkus-polisi</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/aksi-komplotan-curanmor-digagalkan-polisi-pelaku-warga-ketandan-lengkong-berhasil-diringkus-polisi</guid>
<description><![CDATA[ Tim Satreskrim Polres Nganjuk mengungkap kasus pencurian sepeda motor di Patianrowo. Satu pelaku berinisial YN berhasil ditangkap, sementara satu pelaku lain menjalani proses penyidikan di Polres Jombang. Polisi mengamankan barang bukti dan menjerat tersangka dengan Pasal 363 KUHP. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202602/image_870x580_699c1aa2a57ea.webp" length="8302" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 23 Feb 2026 17:30:37 +0700</pubDate>
<dc:creator>Kuswanto</dc:creator>
<media:keywords>Komplotan curanmor, pelaku pencurian, korban pencurian, Satreskrim Polres Nganjuk, pelaku warga Desa Ketandan, Lengkong, Nganjuk</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p data-start="0" data-end="299"><strong data-start="0" data-end="16">NGANJUK, SJP</strong> – Tim Satreskrim <span class="hover:entity-accent entity-underline inline cursor-pointer align-baseline"><span class="whitespace-normal">Polres Nganjuk</span></span> berhasil mengungkap kasus pencurian kendaraan bermotor (curanmor) yang terjadi di wilayah Kecamatan Patianrowo. Seorang pelaku berinisial YN (35), warga Dusun Ketandan, Kecamatan Lengkong, Kabupaten Nganjuk, berhasil diamankan.</p>
<p data-start="301" data-end="481">Selain YN, polisi juga menetapkan satu pelaku lainnya berinisial MZ (33), warga Surabaya, yang saat ini sedang menjalani proses penyidikan di <span class="hover:entity-accent entity-underline inline cursor-pointer align-baseline"><span class="whitespace-normal">Polres Jombang</span></span>.</p>
<p data-start="483" data-end="650">Kasus curanmor tersebut terjadi pada Minggu (8/2/2026) sekira pukul 04.30 WIB di depan Counter HP Omah Data, Desa Patianrowo, Kecamatan Patianrowo, Kabupaten Nganjuk.</p>
<p data-start="652" data-end="826">Kapolres Nganjuk AKBP Suria Miftah Irawan melalui Kasatreskrim AKP Sukaca, dalam keterangan resmi yang disampaikan Senin (23/2/2026), membenarkan pengungkapan kasus tersebut.</p>
<p data-start="828" data-end="1098">“Satreskrim Polres Nganjuk berhasil mengungkap kasus curanmor yang terjadi pada Minggu (8/2/2026). Satu pelaku sudah kami amankan dan satu lainnya masih dalam proses penyidikan Polres Jombang. Kami pastikan proses hukum berjalan profesional dan tuntas,” ujar AKP Sukaca.</p>
<p data-start="1100" data-end="1219">Ia menjelaskan, modus operandi pelaku dengan cara berkeliling mencari kendaraan yang diparkir tanpa pengamanan memadai.</p>
<p data-start="1221" data-end="1382">“Pelaku menyasar sepeda motor yang tidak dikunci stang. Setelah situasi dinilai aman, pelaku menggunakan kunci T untuk membawa kabur kendaraan korban,” jelasnya.</p>
<p data-start="1384" data-end="1632">Korban berinisial ARP (19) kehilangan satu unit sepeda motor Honda Beat warna hitam tahun 2019 dengan ciri velg depan dan belakang berwarna putih serta lampu sein berwarna biru. Akibat kejadian tersebut, korban mengalami kerugian sekitar Rp13 juta.</p>
<p data-start="1634" data-end="1851">Dari tangan pelaku YN, petugas mengamankan barang bukti berupa satu unit sepeda motor Honda Beat warna hitam yang digunakan sebagai sarana, jaket hitam merah, serta kunci T yang dipakai untuk melakukan aksi pencurian.</p>
<p data-start="1853" data-end="1982">Saat ini, YN dijerat Pasal 363 KUHP tentang pencurian dengan pemberatan dengan ancaman hukuman pidana penjara di atas lima tahun.</p>
<p data-start="1984" data-end="2151" data-is-last-node="" data-is-only-node="">Polres Nganjuk mengimbau masyarakat agar selalu menggunakan kunci ganda dan meningkatkan kewaspadaan saat memarkir kendaraan guna mencegah tindak kejahatan serupa. <strong>(*)</strong></p>
<p data-start="1984" data-end="2151" data-is-last-node="" data-is-only-node=""><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Ketegasan Aparat Dipertanyakan, Polres Nganjuk Janji Tertibkan Lokalisasi Mbah Bo selama Ramadan</title>
<link>https://suarajatimpost.com/ketegasan-aparat-dipertanyakan-polres-nganjuk-janji-tertibkan-lokalisasi-mbah-bo-selama-ramadan</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/ketegasan-aparat-dipertanyakan-polres-nganjuk-janji-tertibkan-lokalisasi-mbah-bo-selama-ramadan</guid>
<description><![CDATA[ Polres Nganjuk berkoordinasi dengan Satpol PP sebagai penegak Perda untuk menghentikan aktivitas di Lokalisasi Mbah Bo, di Lengkong, Nganjuk. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202602/image_870x580_699a930c7bea6.webp" length="55278" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sun, 22 Feb 2026 12:38:06 +0700</pubDate>
<dc:creator>Kuswanto</dc:creator>
<media:keywords>Ramadhan 2026, lokalisasi Mbh Bo, aktifitas lokalisasi, Polres Nganjuk, Bhabinkamtibmas, Polsek Lengkong, Desa Ngringin, Nganjuk</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>NGANJUK, SJP</strong> – Setelah sebelumnya aktivitas di kawasan lokalisasi Mbah Bo, Desa Ngringin, Kecamatan Lengkong, Kabupaten Nganjuk, ramai disorot publik karena diduga tetap bergeliat di siang hari selama bulan suci Ramadan, aparat kepolisian akhirnya angkat bicara.</p>
<p>Pantauan Suara Jatim Post, mobilitas tamu dan kendaraan yang keluar-masuk kawasan tersebut masih berlangsung pada siang hari, memicu keresahan warga serta mempertanyakan ketegasan aparat penegak hukum.</p>
<p>Menanggapi sorotan tersebut, Polres Nganjuk menegaskan tidak akan menoleransi aktivitas yang mengganggu kekhusyukan ibadah umat Muslim selama Ramadan. Kasi Humas Polres Nganjuk, Iptu Fajar Kurniadi, menyatakan pihaknya telah mengambil langkah-langkah pengawasan intensif di kawasan yang dinilai rawan gangguan sosial.</p>
<p>“Tidak ada toleransi untuk kegiatan yang meresahkan masyarakat, apalagi di bulan suci Ramadan. Kami sudah menekankan agar tidak ada aktivitas operasional selama Ramadan,” ujar Fajar, Sabtu (20/2/2026).</p>
<p>Ia menjelaskan, pengawasan akan diperketat melalui koordinasi dengan jajaran Polsek setempat serta pemantauan rutin oleh Bhabinkamtibmas. Selain itu, patroli gabungan juga akan ditingkatkan, termasuk operasi inspeksi mendadak (sidak) di kawasan Mbah Bo.</p>
<p>Sebelumnya, hasil pantauan di lapangan menunjukkan adanya perbedaan keterangan antara warga sekitar dan temuan media. Seorang warga menyebut kawasan tersebut masih menerima tamu di siang hari, sementara warga lain mengklaim aktivitas sudah berhenti. Kondisi inilah yang kemudian menimbulkan tanda tanya publik soal efektivitas pengawasan aparat selama Ramadan.</p>
<p>Fajar menegaskan, apabila dalam pengawasan ditemukan praktik prostitusi terselubung atau pelanggaran hukum lainnya, pihak kepolisian tidak akan ragu melakukan penindakan sesuai prosedur.</p>
<p>“Kami juga berkoordinasi dengan Satpol PP sebagai penegak Perda. Tidak ada ruang bagi praktik-praktik yang mencederai ketertiban dan nilai sosial masyarakat,” tegasnya.</p>
<p>Sebagai langkah antisipasi tambahan, Polres Nganjuk membuka kanal pengaduan masyarakat bagi siapa pun yang menemukan aktivitas mencurigakan. Masyarakat diimbau untuk tidak melakukan tindakan sepihak atau sweeping, melainkan menyerahkan sepenuhnya penanganan kepada aparat berwenang.</p>
<p>Langkah ini diharapkan dapat menjawab kegelisahan warga sekaligus menjadi pembuktian bahwa penegakan ketertiban selama Ramadan tidak berhenti sebatas imbauan, tetapi juga hadir nyata di lapangan. (*)</p>
<p>Editor: Danu </p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Satresnarkoba Polres Nganjuk Amankan 971 Pil LL dan 2,82 Gram Sabu, Satu Pengedar Dibekuk</title>
<link>https://suarajatimpost.com/polisi-nganjuk-sita-ratusan-pil-ll-dan-sabu-satu-pelaku-masuk-dpo</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/polisi-nganjuk-sita-ratusan-pil-ll-dan-sabu-satu-pelaku-masuk-dpo</guid>
<description><![CDATA[ Seorang pengedar berinisial MA ditangkap jajaran Polres Nganjuk dengan barang bukti 971 butir pil LL dan sabu 2,82 gram. Polisi kini memburu pemasok utama yang telah masuk daftar pencarian orang (DPO). ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202602/image_870x580_6999c763e7e52.webp" length="26646" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sat, 21 Feb 2026 22:15:16 +0700</pubDate>
<dc:creator>Kuswanto</dc:creator>
<media:keywords>Pengedar sabu, pil double L, Satreskoba Polres Nganjuk, Desa Gemenggeng Pace, DPO, Nganjuk</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>NGANJUK, SJP - </strong>Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polres Nganjuk kembali memberantas peredaran gelap narkotika di wilayah hukumnya. Dalam operasi terbaru, petugas berhasil mengamankan barang bukti berupa 971 butir pil LL dan sabu dengan berat bruto 2,82 gram dari tangan seorang pengedar berinisial MA warga Dusun Babadan Desa Gemenggeng Pace saat dipinggir jalan</p>
<p></p>
<p>Kapolres Nganjuk AKBP Suriah Miftah Irawan melalui Kasat Resnarkoba Iptu Sugiarto menyatakan bahwa penangkapan ini bermula dari informasi masyarakat yang resah akan adanya transaksi narkoba di dari hasil penyelidikan intensif anggota di lapangan terkait peredaran pil LL dan sabu di wilayah Kecamatan Bagor.</p>
<p></p>
<p>Setelah dilakukan pendalaman informasi, petugas berhasil mengamankan tersangka MA beserta barang bukti di lokasi kejadian. </p>
<p></p>
<p>​Dari hasil penggeledahan di lokasi, polisi berhasil menemukan barang bukti yang cukup signifikan</p>
<p></p>
<p>“Dari hasil penggeledahan, kami menemukan dan mengamankan barang bukti berupa pil LL dan sabu yang telah dikemas siap edar. Selanjutnya tersangka berikut seluruh barang bukti kami bawa ke Mapolres Nganjuk guna proses penyidikan lebih lanjut,” jelasnya. </p>
<p></p>
<p>Berdasarkan pemeriksaan awal, tersangka MA diduga kuat berperan sebagai pengedar di wilayah Nganjuk dan sekitarnya. Modus yang digunakan adalah dengan membagi narkotika ke dalam paket-paket kecil (pahe) untuk memudahkan transaksi eceran.</p>
<p></p>
<p>​"Kami tidak berhenti di sini. Dari hasil interogasi tersangka MA, muncul satu nama yang diduga kuat sebagai pemasok utama atau jaringan di atasnya," ujar Kasat Resnarkoba, Sabtu (20/2/2026) </p>
<p></p>
<p>​Saat ini, identitas pemasok tersebut telah dikantongi oleh petugas dan secara resmi ditetapkan sebagai Daftar Pencarian Orang (DPO). Pihak kepolisian menegaskan akan terus mengejar pelaku hingga ke akar-akarnya.</p>
<p></p>
<p>Atas perbuatannya, tersangka MA kini mendekam di sel tahanan Polres Nganjuk. Ia dijerat dengan pasal berlapis, yakni Undang-Undang No. 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dan Undang-Undang RI No. 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan.</p>
<p></p>
<p>​Polres Nganjuk juga mengimbau masyarakat untuk tetap proaktif memberikan informasi jika melihat aktivitas mencurigakan terkait narkoba demi mewujudkan Nganjuk yang bersih dari narkoba. <strong>(**)</strong></p>
<p>Editor: Rizqi Ardian </p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Ironi Ramadan di Desa Ngringin Nganjuk, Geliat Tamu Siang Hari di Lorong Lokalisasi</title>
<link>https://suarajatimpost.com/ironi-ramadan-di-desa-ngringin-nganjuk-geliat-tamu-siang-hari-di-lorong-lokalisasi</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/ironi-ramadan-di-desa-ngringin-nganjuk-geliat-tamu-siang-hari-di-lorong-lokalisasi</guid>
<description><![CDATA[ Meski di tengah pelaksanaan ibadah puasa, praktik di kawasan tersebut terpantau tetap berjalan dan memicu keresahan warga. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202602/image_870x580_699960a6e37f8.webp" length="91318" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sat, 21 Feb 2026 16:50:04 +0700</pubDate>
<dc:creator>Kuswanto</dc:creator>
<media:keywords>Ramadhan 2026, bulan suci ramadhan, lokalisasi, Desa Ngringin, Kecamatan Lengkong, Nganjuk</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>NGANJUK, SJP</strong>– Kawasan yang dikenal sebagai lokalisasi 'Mbah Rebo' atau 'Mbh Bo' di Desa Ngringin, Kecamatan Lengkong, Kabupaten Nganjuk, diduga masih menunjukkan aktivitas selama bulan suci Ramadan. </p>
<p>Meski di tengah pelaksanaan ibadah puasa, praktik di kawasan tersebut terpantau tetap berjalan dan memicu keresahan warga.</p>
<p>Berdasarkan pantauan di lokasi pada Sabtu (21/02/2026) pukul 13.04 WIB, suasana di salah satu lorong pemukiman menunjukkan adanya mobilitas. </p>
<p>Sejumlah kendaraan roda dua tampak terparkir di depan bangunan yang diduga menjadi tempat berkumpulnya para tamu.</p>
<p>Sejumlah pria yang diduga merupakan tamu terpantau mendatangi lokasi tersebut pada siang hari. </p>
<p>Kehadiran mereka sering kali tersamar oleh aktivitas warga setempat, namun frekuensi kendaraan dari luar desa yang keluar-masuk memperkuat dugaan bahwa praktik di kawasan ini tidak berhenti total selama Ramadan.</p>
<p>Kondisi ini mendapat sorotan dari warga yang mengharapkan adanya tindakan tegas dari pihak berwenang guna menghormati bulan suci.</p>
<p>"Harusnya ada tindakan tegas dari pihak berwenang. Di bulan puasa seperti ini, aktivitas yang tidak etis seperti itu semestinya tutup untuk menghormati umat yang beribadah," ujar salah satu warga yang meminta identitasnya dirahasiakan.</p>
<p>Ani (53), seorang warga yang telah tinggal di dekat area tersebut selama belasan tahun, memberikan keterangan yang berbeda. </p>
<p>Ia mengklaim bahwa para penghuni atau pekerja di lokasi tersebut sudah pulang ke daerah asal.</p>
<p>"Sudah tidak ada orang, anak-anak sudah pulang semuanya. Saya sudah lama tinggal di sini, saya sedang menunggu orang yang memperbaiki rumah," ujar Ani dalam bahasa Jawa.</p>
<p>Namun, saat dikonfirmasi mengenai bangunan di depan rumahnya yang terbuka dan adanya perempuan muda berpakaian pendek, Ani enggan berkomentar lebih jauh dan segera masuk ke dalam rumah.</p>
<p>"Saya tidak tahu, itu milik orang lain. Di sini sudah pulang semua, yang buka itu saya tidak tahu," tambahnya sembari mengeluhkan sakit gigi.</p>
<p>Kehadiran awak media di lokasi sempat memicu reaksi dari beberapa wanita di area tersebut, yang terlihat bergegas masuk ke dalam rumah masing-masing untuk menghindari pantauan. </p>
<p>Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari Pemerintah Kabupaten Nganjuk maupun aparat penegak hukum soal kebenaran dugaan adanya lokasilasi terselubung yang leluasa beroperasi bahkan saat di bulan suci. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Berkah Ramadan, Polisi Nganjuk Bagi Takjil Gratis untuk Sesama</title>
<link>https://suarajatimpost.com/berkah-ramadan-polisi-nganjuk-bagi-takjil-gratis-untuk-sesama</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/berkah-ramadan-polisi-nganjuk-bagi-takjil-gratis-untuk-sesama</guid>
<description><![CDATA[ Kegiatan patroli dalam kota tersebut dilakukan sembari membagikan paket takjil menjelang waktu berbuka puasa. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202602/image_870x580_699866997375b.webp" length="47386" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Fri, 20 Feb 2026 22:05:07 +0700</pubDate>
<dc:creator>Kuswanto</dc:creator>
<media:keywords>Bagi takjil gratis, bulan Ramadhan, Polres Nganjuk, berbagai bersama, takjil gratis, Nganjuk</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>NGANJUK, SJP -</strong> Banyak cara dilakukan untuk berbagi keberkahan di bulan Ramadan. Sebagai bentuk kepedulian sosial dan membangun rasa kebersamaan terhadap sesama umat muslim, mulai dari komunitas hingga masyarakat berbagi takjil gratis untuk sesama.</p>
<p>Seperti Polres Nganjuk menggelar kegiatan Patroli Takjil dengan menyasar pengguna jalan, tukang becak, dan pedagang asongan di seputar wilayah Kota Nganjuk, Jumat (20/2/2026). Kegiatan patroli dalam kota tersebut dilakukan sembari membagikan paket takjil menjelang waktu berbuka puasa.</p>
<p>Kegiatan ini dilaksanakan sebagai bentuk kepedulian Polri kepada masyarakat sekaligus untuk menjaga situasi kamtibmas tetap aman dan kondusif. Menjelang berbuka puasa, aktivitas masyarakat di pusat kota meningkat signifikan, terutama di kawasan Alun-Alun Nganjuk yang menjadi sentra jual beli takjil dan titik keramaian warga.</p>
<p>Kapolres Nganjuk AKBP Suria Miftah Irawan menyampaikan bahwa kegiatan patroli takjil ini akan dilaksanakan secara rutin setiap hari selama bulan Ramadan.</p>
<p>“Kami hadir di tengah masyarakat tidak hanya untuk memastikan keamanan dan kelancaran arus lalu lintas, tetapi juga berbagi kebahagiaan melalui pembagian takjil. Ini bentuk kepedulian Polres Nganjuk kepada warga yang masih beraktivitas menjelang berbuka puasa,” ujar AKBP Suria Miftah Irawan.</p>
<p>Ia menambahkan, meningkatnya volume kendaraan dan aktivitas jual beli takjil berpotensi menimbulkan kepadatan arus lalu lintas maupun gangguan kamtibmas, sehingga kehadiran personel di lapangan sangat diperlukan.</p>
<p>Sementara itu, Kasat Samapta Polres Nganjuk Iptu Puryanto menyampaikan bahwa patroli difokuskan pada titik-titik rawan kepadatan dan lokasi yang menjadi pusat aktivitas masyarakat.</p>
<p>“Personel kami melakukan pengaturan lalu lintas sekaligus membagikan paket takjil kepada pengendara, tukang becak, dan pedagang asongan. Dengan pendekatan humanis ini, kami berharap masyarakat merasa aman, nyaman, dan semakin dekat dengan Polri,” jelasnya.</p>
<p>Melalui kegiatan Patroli Takjil ini, Polres Nganjuk berharap tercipta situasi yang tertib, lancar, dan kondusif selama bulan suci Ramadan, sekaligus mempererat hubungan antara Polri dan masyarakat di Kabupaten Nganjuk. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Polres Nganjuk Ungkap Kasus Curanmor Lintas Wilayah, Penadah Asal Lampung Digulung</title>
<link>https://suarajatimpost.com/polres-nganjuk-ungkap-kasus-curanmor-lintas-wilayah-penadah-asal-lampung-digulung</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/polres-nganjuk-ungkap-kasus-curanmor-lintas-wilayah-penadah-asal-lampung-digulung</guid>
<description><![CDATA[ Pengungkapan kasus ini merupakan hasil pengembangan perkara yang sebelumnya ditangani oleh Polsek Berbek. Melalui koordinasi lintas wilayah, petugas mendapatkan informasi keberadaan sepeda motor milik korban. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202602/image_870x580_69981741a2e4c.webp" length="34770" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Fri, 20 Feb 2026 17:00:06 +0700</pubDate>
<dc:creator>Kuswanto</dc:creator>
<media:keywords>Curanmor, pelaku pencurian, penadah, Satreskrim Polres Nganjuk, dibekuk petugas, Polsek Brebek, Polsek Prambon, korban, Nganjuk</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>NGANJUK, SJP</strong>– Aksi pencurian kendaraan bermotor (curanmor) di wilayah Kabupaten Nganjuk berhasil diungkap oleh pihak kepolisian. </p>
<p>Unit Opsnal Polsek Berbek bekerja sama dengan Polsek Prambon, Polres Nganjuk, menangkap seorang terduga penadah berinisial AS (35), warga asal Lampung Tengah yang berdomisili di Blitar.</p>
<p>Kapolres Nganjuk, AKBP Suria Miftah Irawan, mengonfirmasi keberhasilan pengungkapan kasus pencurian sepeda motor Honda Beat Street tahun 2017 warna hitam dengan nomor polisi W 6844 NCU. </p>
<p>Peristiwa tersebut terjadi di Dusun Kedungrejo, Desa Bandung, Kecamatan Prambon, pada Jumat (20/2/2026).</p>
<p>"Mendapat laporan tersebut, anggota langsung melakukan serangkaian penyelidikan dan mengumpulkan keterangan saksi serta rekaman CCTV di sekitar lokasi," ujar AKBP Suria Miftah Irawan.</p>
<p>Pengungkapan kasus ini merupakan hasil pengembangan perkara yang sebelumnya ditangani oleh Polsek Berbek. Melalui koordinasi lintas wilayah, petugas mendapatkan informasi keberadaan sepeda motor milik korban, Arik Prayoga (26), warga Desa Bandung, Kecamatan Prambon, yang mengalami kerugian materiil sekitar Rp11 juta.</p>
<p>"Benar, kasus pencurian sepeda motor di wilayah Prambon telah berhasil kami ungkap. Tidak hanya pelaku utama, tetapi juga penadah serta barang bukti berhasil diamankan. Ini merupakan hasil pengembangan dan kerja keras anggota di lapangan," tegas AKBP Suria.</p>
<p>Berdasarkan hasil penyelidikan, pencurian terjadi saat korban memarkir sepeda motor di pinggir jalan sebelah utara bengkel tempatnya bekerja sejak pukul 07.00 WIB tanpa menggunakan kunci stang ganda. </p>
<p>Sekitar pukul 16.00 WIB, kendaraan tersebut diketahui telah hilang. Upaya pencarian di sekitar lokasi tidak membuahkan hasil, sementara kamera CCTV di sekitar tempat kejadian perkara (TKP) dalam kondisi tidak aktif.</p>
<p>Kapolsek Prambon, Kompol Santoso, memambahkan bahwa pengungkapan bermula dari keterangan dua pelaku yang lebih dahulu diamankan oleh Polsek Berbek, yakni IE (27), warga Balongpacul, dan MY (24), warga Tanjunganom.</p>
<p>"Dari hasil pengembangan tersebut, kami melakukan penyelidikan lanjutan dan berhasil mengamankan terduga penadah berinisial AS (35), warga asal Lampung Tengah yang berdomisili di wilayah Blitar. Sepeda motor korban kami temukan dalam kondisi telah diganti pelat nomor untuk mengelabui petugas," jelas Kompol Santoso.</p>
<p>Dari tangan tersangka AS, petugas mengamankan sejumlah barang bukti berupa satu unit Honda Beat Street hitam dengan nomor polisi asli W 6844 NCU yang telah diubah menjadi AG 3386 VBV, satu unit Honda Vario, satu unit ponsel, serta uang tunai sebesar Rp3,9 juta.</p>
<p>Korban Arik Prayoga menyampaikan apresiasinya kepada jajaran kepolisian atas keberhasilan pengungkapan kasus tersebut.</p>
<p>"Saya mengucapkan terima kasih kepada pihak kepolisian yang sudah bekerja keras hingga motor saya berhasil ditemukan. Saya sangat bersyukur dan merasa terbantu," ungkap Arik.</p>
<p>Kapolres Nganjuk kembali mengimbau masyarakat agar senantiasa meningkatkan kewaspadaan dengan menggunakan kunci ganda dan memarkir kendaraan di tempat yang aman guna mencegah terjadinya tindak kriminalitas.<strong> (*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Pasca&amp;Penggeledahan Toko Emas Semar oleh Bareskrim, Bapenda Nganjuk Tegaskan Regulasi Pajak Daerah</title>
<link>https://suarajatimpost.com/pasca-penggeledahan-toko-emas-semar-oleh-bareskrim-bapenda-nganjuk-tegaskan-regulasi-pajak-daerah</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/pasca-penggeledahan-toko-emas-semar-oleh-bareskrim-bapenda-nganjuk-tegaskan-regulasi-pajak-daerah</guid>
<description><![CDATA[ pemerintah daerah tidak memiliki kewenangan dalam memungut pajak atas transaksi emas, baik dalam bentuk batangan maupun perhiasan. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202602/image_870x580_6997f9826589e.webp" length="12684" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Fri, 20 Feb 2026 15:00:23 +0700</pubDate>
<dc:creator>Kuswanto</dc:creator>
<media:keywords>penggerebekan toko emas, Tokoh Emas Semar, Bareskrim Polri, Bapenda, Pajak Emas, Nganjuk</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>NGANJUK, SJP</strong>– Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Nganjuk memberikan klarifikasi resmi terkait aspek legalitas retribusi daerah menyusul penggeledahan Toko Emas Semar di Jalan A. Yani oleh Direktorat Tindak Pidana Ekonomi Khusus (Dittipideksus) Bareskrim Polri. </p>
<p>Langkah ini diambil guna menjawab simpang siur informasi di masyarakat mengenai kewajiban pajak usaha tersebut.</p>
<p>Kepala Bapenda Kabupaten Nganjuk, Selamet Basuki, menegaskan bahwa berdasarkan regulasi yang berlaku, pemerintah daerah tidak memiliki kewenangan dalam memungut pajak atas transaksi emas, baik dalam bentuk batangan maupun perhiasan.</p>
<p>"Kami perlu meluruskan bahwa jika ada isu terkait tunggakan pajak dalam penggerebekan tersebut, itu merupakan ranah otoritas pajak pusat (DJP). Di tingkat daerah (Kabupaten Nganjuk), tidak ada regulasi penarikan pajak emas," tegas Selamet Basuki saat memberikan keterangan pada Jumat (20/2/2026).</p>
<p>Penjelasan ini mempertegas batasan kewenangan daerah, di mana pajak pertambahan nilai (PPN) atau pajak penghasilan (PPh) dari sektor perdagangan emas sepenuhnya dikelola oleh instansi vertikal di bawah Kementerian Keuangan, bukan menjadi bagian dari Pendapatan Asli Daerah (PAD).</p>
<p>Di sisi lain, pihak kepolisian membenarkan adanya aktivitas penegakan hukum di dua lokasi berbeda di Nganjuk. </p>
<p>Kasi Humas Polres Nganjuk, Iptu Fajar Kurniadhi, menyatakan bahwa seluruh rangkaian penggeledahan merupakan operasi murni dari Mabes Polri.</p>
<p>"Polres (Nganjuk) hanya dimintai bantuan untuk pengamanan pelaksanaan giat tersebut bapak, izin. Semuanya Bareskrim Mabes Polri," ujar Iptu Fajar saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon.</p>
<p>Ia merinci, terdapat dua objek yang menjadi sasaran penggeledahan, yakni kediaman pemilik toko di Jalan Diponegoro dan unit usaha Toko Emas Semar di Jalan A. Yani. </p>
<p>Hingga berita ini diturunkan, Kapolres Nganjuk AKBP Suria Miftah Irawan belum memberikan respons lebih lanjut terkait rincian kasus tersebut.</p>
<p>Informasi yang dihimpun menyebutkan bahwa operasi Bareskrim Polri ini diduga berkaitan dengan pengembangan kasus Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU). </p>
<p>Aliran dana tersebut disinyalir bersumber dari aktivitas pertambangan emas tanpa izin (PETI) yang tengah diselidiki secara intensif. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>PWI Nganjuk Berkolaborasi dalam Baksos Peringatan HPN 2026 Jelang Ramadan, Serahkan 4 Kursi Roda</title>
<link>https://suarajatimpost.com/pwi-nganjuk-berkolaborasi-dalam-baksos-peringatan-hpn-2026-jelang-ramadan-serahkan-4-kursi-roda</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/pwi-nganjuk-berkolaborasi-dalam-baksos-peringatan-hpn-2026-jelang-ramadan-serahkan-4-kursi-roda</guid>
<description><![CDATA[ Sammbut Ramadan 1447 H, PWI Nganjuk berkolaborasi dengan Baznas, Lazismu, Lazisnu, Pemkab dan Polres Nganjuk menyalurkan empat kursi roda serta puluhan paket sembako bagi penyandang disabilitas dan warga kurang mampu dalam rangka HPN 2026. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202602/image_870x580_6995ac5b194b9.webp" length="67884" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 18 Feb 2026 20:16:18 +0700</pubDate>
<dc:creator>Kuswanto</dc:creator>
<media:keywords>Baksos, PWI, Nganjuk Peduli, penyerahan kursi roda, disabilitas, Pemkab Nganjuk, LAZISNU, Baznas, Polres Nganjuk, Nganjuk</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p data-start="104" data-end="304"><strong data-start="104" data-end="120">NGANJUK, SJP</strong> – Menjelang bulan suci Ramadan 1447 Hijriah, kepedulian terhadap sesama, khususnya kaum rentan dan masyarakat kurang mampu di Kabupaten Nganjuk, kembali diwujudkan melalui aksi nyata.</p>
<p data-start="306" data-end="662">Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Nganjuk bersama Lembaga Amil Zakat Infaq Sedekah Muhammadiyah (Lazismu) Nganjuk, Lembaga Amil Zakat Infaq Sedekah Nahdlatul Ulama (Lazisnu) Nganjuk, Dinas Sosial (Dinsos) Pemkab Nganjuk, serta Polres Nganjuk secara resmi menyerahkan bantuan empat unit kursi roda kepada panitia bakti sosial PWI Nganjuk, Rabu (18/2/2026).</p>
<p data-start="664" data-end="830">Penyerahan bantuan berlangsung di halaman Sekretariat PWI Nganjuk bersama relawan Nganjuk Peduli, dalam rangka menyemarakkan peringatan Hari Pers Nasional (HPN) 2026.</p>
<p data-start="832" data-end="1053">Bantuan tersebut disalurkan kepada penyandang disabilitas sebagai penerima manfaat. Selain kursi roda, panitia juga membagikan puluhan paket sembako kepada keluarga kurang mampu di sejumlah kecamatan di Kabupaten Nganjuk.</p>
<p data-start="1055" data-end="1264">Ketua PWI Nganjuk, Bagus Jatikusumo, menyampaikan bahwa kegiatan bakti sosial ini merupakan hasil kolaborasi antara PWI Nganjuk, Polres Nganjuk, Pemkab Nganjuk, Baznas, Lazisnu, serta komunitas Nganjuk Peduli.</p>
<p data-start="1266" data-end="1551">“Kami berkomitmen menggelar bakti sosial peduli disabilitas di Kabupaten Nganjuk. Disabilitas adalah bagian dari teman-teman kita yang perlu mendapatkan perhatian dan uluran tangan bersama. Harapan kami, kegiatan ini tidak berhenti di sini dan bisa menjadi agenda tahunan,” ujar Bagus.</p>
<p data-start="1553" data-end="1749">Ia menambahkan, kolaborasi lintas lembaga ini diharapkan mampu memperkuat peran pers, tidak hanya sebagai penyampai informasi, tetapi juga sebagai penggerak kepedulian sosial di tengah masyarakat.</p>
<p data-start="1751" data-end="1861">“Kegiatan ini menjadi momentum mempererat hubungan antara insan pers, mitra kerja, dan masyarakat,” ungkapnya.</p>
<p data-start="1863" data-end="2056">Bagus menjelaskan, selain empat unit kursi roda, panitia juga menyiapkan puluhan paket sembako yang dibagikan secara bersama-sama kepada para penerima manfaat, khususnya penyandang disabilitas.</p>
<p data-start="2058" data-end="2262">Menurutnya, kegiatan bakti sosial rutin dilaksanakan setiap tahun, namun kolaborasi khusus untuk penerima disabilitas bersama Nganjuk Peduli baru pertama kali digelar dan akan terus dikembangkan ke depan.</p>
<p data-start="2264" data-end="2401">Saat ditanya kemungkinan pelaksanaan kegiatan di lokasi lain, Bagus menegaskan pihaknya terbuka untuk bekerja sama dengan berbagai pihak.</p>
<p data-start="2403" data-end="2568">“Monggo, kami membuka ruang untuk itu. Siapapun yang ingin bekerja sama, kami siap mentasarufkan sedikit rezeki untuk teman-teman yang sangat membutuhkan,” jelasnya.</p>
<p data-start="2570" data-end="2748">Ia juga menyebutkan bahwa sumber pendanaan kegiatan berasal dari gotong royong PWI Nganjuk, Nganjuk Peduli, para donatur, serta dukungan dari Baznas, Lazisnu, dan Pemkab Nganjuk.</p>
<p data-start="2750" data-end="2911">Penyerahan bantuan secara simbolis berlangsung penuh haru. Sejumlah undangan dan masyarakat yang hadir tampak terenyuh melihat kebahagiaan para penerima bantuan.</p>
<p data-start="2913" data-end="3030">Wakil Bupati Nganjuk, Trihandy Cahyo Saputro, yang turut hadir dalam kegiatan tersebut bahkan tak kuasa menahan haru.</p>
<p data-start="3032" data-end="3204">“Saat melihat saudara-saudara kita yang memiliki keterbatasan namun tetap memiliki semangat hidup tinggi, kita seakan mendapat suntikan semangat luar biasa,” ujar Trihandy.</p>
<p data-start="3206" data-end="3380">Ia menegaskan, Pemerintah Kabupaten Nganjuk akan terus mendukung program-program yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan penyandang disabilitas dan masyarakat kurang mampu.</p>
<p data-start="3382" data-end="3531">“Mereka adalah pahlawan hidup yang patut kita hormati. Pemkab Nganjuk akan terus mendukung berbagai program demi kesejahteraan masyarakat,” tuturnya.</p>
<p data-start="3533" data-end="3805" data-is-last-node="" data-is-only-node="">Acara ditutup dengan doa bersama dan sesi foto antara panitia, penerima bantuan, serta para tamu undangan. PWI Nganjuk menegaskan komitmennya untuk terus menggelar kegiatan sosial sebagai bentuk kontribusi insan pers bagi kemajuan dan kesejahteraan masyarakat Nganjuk.<strong> (*)</strong></p>
<p data-start="3533" data-end="3805" data-is-last-node="" data-is-only-node=""><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Laksanakan Instruksi Presiden Prabowo, Forkopimda Nganjuk Gelar Gerakan ASRI di Tiga Kecamatan</title>
<link>https://suarajatimpost.com/laksanakan-instruksi-presiden-prabowo-forkopimda-nganjuk-gelar-gerakan-asri-di-tiga-kecamatan</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/laksanakan-instruksi-presiden-prabowo-forkopimda-nganjuk-gelar-gerakan-asri-di-tiga-kecamatan</guid>
<description><![CDATA[ Kegiatan tersebut turut melibatkan sejumlah institusi dan beragam lapisan masyarakat. Yakni mulai dari Pemerintah Daerah (Pemkab) Kabupaten Nganjuk dan Polres ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202602/image_870x580_6995868e5ac01.webp" length="65890" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 18 Feb 2026 17:40:30 +0700</pubDate>
<dc:creator>Kuswanto</dc:creator>
<media:keywords>Gerakan Asri Bersih, penanam pohon, Tiga Kecamatan, Forkopimda, Polres Nganjuk, Nganjuk</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>NGANJUK, SJP - </strong>Jajaran Forkopimda Kabupaten Nganjuk menggelar aksi gerakan Aman, Sehat, Resik, Indah (ASRI) secara estafet di tiga titik utama, yakni, Lapangan Desa Campur Kecamatan Gondang, Desa Banjardowo Kecamatan Lengkong, dan Desa Rowowarto Kecamatan Patianrowo, Rabu (18/2/2026).</p>
<p>Gerakan ASRI tersebut merupakan tindak lanjut dari instruksi Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto, untuk mewujudkan lingkungan yang bersih dan tertata dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pemerintah Pusat dan Daerah Tahun 2026 di Sentul International Convention Center (SICC), Kabupaten Bogor, Jawa Barat.</p>
<p>Kegiatan tersebut turut melibatkan sejumlah institusi dan beragam lapisan masyarakat. Yakni mulai dari Pemerintah Daerah (Pemkab) Kabupaten Nganjuk dan Polres</p>
<p>Ditemui di sela-sela kegiatan, Kapolres Nganjuk AKBP Suriah Mifta Irawan menyampaikan bahwa keterlibatan personel Polri dalam kerja bakti serentak ini merupakan bagian dari komitmen untuk terus hadir dan memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.</p>
<p>“Kami bersama anggota tidak hanya fokus pada tugas menjaga dan memelihara kamtibmas, tetapi juga ingin berkontribusi dalam kegiatan sosial kemasyarakatan seperti ini. Lingkungan yang bersih dan tertata akan menciptakan rasa nyaman serta berdampak positif terhadap stabilitas keamanan,” ungkap AKBP Suria Miftah Irawan.</p>
<p>Ia menambahkan, partisipasi aktif Polres Nganjuk di berbagai titik diharapkan mampu menjadi contoh dan penyemangat bagi masyarakat agar menjadikan budaya hidup bersih sebagai kebiasaan sehari-hari.</p>
<p>Melalui kerja bakti serentak Gerakan Nasional Indonesia ASRI ini, diharapkan kesadaran kolektif seluruh elemen masyarakat semakin meningkat dalam menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan demi terwujudnya Kabupaten Nganjuk yang aman, sehat, resik dan indah. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Sengkarut Sertifikat Tanah di Nganjuk, Kepala Desa Ngringin Siap Dampingi Klarifikasi</title>
<link>https://suarajatimpost.com/sengkarut-sertifikat-tanah-di-nganjuk-kepala-desa-ngringin-siap-dampingi-klarifikasi</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/sengkarut-sertifikat-tanah-di-nganjuk-kepala-desa-ngringin-siap-dampingi-klarifikasi</guid>
<description><![CDATA[ Pengurusan sertifikat tanah yang diajukan sejak program 2016 belum terbit hingga kini. Kepala Desa Ngringin berkomitmen membantu penelusuran prosesnya. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202602/image_870x580_699321623254b.webp" length="35392" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 16 Feb 2026 21:34:55 +0700</pubDate>
<dc:creator>Kuswanto</dc:creator>
<media:keywords>Warga keluhkan proses sertifikat, sertifikat, biaya Rp 3 juta, BRI Unit Lengkong, tarikan Rp 700 ribu, Oknum perangkat desa, Desa Ngringin, 10 tahun belum jadi, Lengkong, Nganjuk</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p data-start="0" data-end="308"><strong data-start="0" data-end="16">NGANJUK, SJP</strong> – Seorang warga asal Desa Yosowilangun Kecamatan Manyar Kabupaten Gresik, mengaku telah menunggu penerbitan sertifikat tanahnya selama lebih dari 10 tahun, namun hingga kini belum terealisasi. Merasa prosesnya berlarut-larut dan tidak jelas, yang bersangkutan berencana menempuh jalur hukum.</p>
<p data-start="310" data-end="590">Suyanti warga RT 5 RW 6 Desa Yosowilangun Jalan Madiun I No. 34, Kecamatan Manyar, Kabupaten Gresik, saat ditemui di Desa Ngringin, Senin (16/2/2026), menuturkan, pengurusan sertifikat bermula pada 2016 melalui program pemutihan yang disosialisasikan di Kantor Desa Ngringin.</p>
<p data-start="592" data-end="885">Menurutnya, saat itu ia mengurus hibah sebidang rumah dari orang tuanya yang dibagi dua dengan kakak kandungnya, Rubianto, warga Dusun Jeruk Wangi RT 5 RW 2, Desa Banjardowo, Kecamatan Lengkong, Kabupaten Nganjuk. Namun hingga kini, hanya sertifikat atas nama sang kakak yang telah terbit.</p>
<p data-start="887" data-end="1022">“Katanya waktu itu satu tahun jadi. Tapi sampai sekarang sertifikat saya belum keluar, sementara punya kakak saya sudah,” ujar Suyanti.</p>
<p data-start="1024" data-end="1186">Ia mengaku telah beberapa kali menghubungi perangkat desa terkait kejelasan proses tersebut, namun disebutkan bahwa berkas masih berada di salah satu unit bank plat merah di Kecamatan Lengkong.</p>
<p data-start="1188" data-end="1532">Suyanti menjelaskan, total biaya yang dikeluarkan untuk pengurusan sertifikat sebesar Rp3 juta. Ia mengaku diarahkan perangkat desa untuk bekerja sama dengan pihak bank.</p>
<p data-start="1188" data-end="1532">Di salah satu bank plat merah, ia memperoleh pinjaman tanpa agunan sebesar Rp4 juta, dengan rincian Rp3 juta untuk pengurusan sertifikat dan Rp1 juta diberikan kepada nasabah dalam bentuk pinjaman.</p>
<p data-start="1534" data-end="1668">“Dari awal diarahkan kerja sama dengan bank plat merah. Katanya untuk pengurusan sertifikat Rp3 juta. Tapi sampai sekarang belum jadi,” ungkapnya.</p>
<p data-start="1670" data-end="1914">Selain itu, ia juga menyebut sempat dimintai biaya tambahan sebesar Rp700 ribu per kepala keluarga saat proses pengukuran tanah dengan alasan administrasi. Padahal objek tanah yang diukur merupakan satu bangunan yang dibagi dua dengan kakaknya.</p>
<p data-start="1916" data-end="2047">“Waktu pengukuran, diminta tambahan Rp700 ribu per KK. Saya sempat protes karena rumahnya satu, tapi tetap diminta bayar,” katanya.</p>
<p data-start="2049" data-end="2335">Merasa prosesnya tidak jelas, Suyanti mengaku bolak-balik dari Gresik ke Lengkong untuk menanyakan perkembangan berkasnya. Ia juga pernah berkomunikasi dengan salah satu petugas bank plat merah bernama Popy (yang kini disebut telah pindah tugas), namun tetap diminta menunggu dengan alasan antrean.</p>
<p data-start="2337" data-end="2450">“Saya merasa janggal karena disarankan mengambil pinjaman lagi, padahal cicilan sebelumnya belum lunas,” ujarnya.</p>
<p data-start="2452" data-end="2627">Terkait hal tersebut, Suyanti juga sempat berkoordinasi dengan Bayan (Kepala Dusun) Desa Ngringin, Heri Kurniadi. Namun menurutnya, ia diarahkan untuk menanyakan langsung kepada kepala desa.</p>
<p data-start="2629" data-end="2707">“Saya merasa seperti dipingpong. Sudah 10 tahun belum ada kejelasan,” ucapnya.</p>
<p data-start="2709" data-end="2819">Ia pun menyatakan akan mempertimbangkan langkah hukum apabila persoalan tersebut tidak menemukan penyelesaian.</p>
<p data-start="2821" data-end="2904">“Kalau memang tidak ada kejelasan, saya akan laporkan ke pihak berwajib,” tegasnya.</p>
<p data-start="2906" data-end="3067">Sementara itu, Bayan Desa Ngringin Heri Kurniadi saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp menyampaikan, persoalan tersebut merupakan kewenangan kepala desa.</p>
<p data-start="3069" data-end="3155">“Mohon maaf, itu ranahnya kepala desa. Sertifikatnya di kepala desa,” tulisnya singkat.</p>
<p data-start="3186" data-end="3351">Dikonfirmasi terpisah, Kepala Desa Ngringin, Ika Agustina, menerima kedatangan Suyanti dan suaminya di kediamannya pada Senin (16/2/2026) pukul 16.00 WIB untuk membahas persoalan tersebut.</p>
<p data-start="3353" data-end="3438">Ika menyampaikan kesiapannya membantu menelusuri keberadaan sertifikat yang dimaksud.</p>
<p data-start="3440" data-end="3522">“Saya ingin tahu persoalannya seperti apa dan apa yang bisa saya bantu,” ujar Ika.</p>
<p data-start="3524" data-end="3724">Terkait informasi bahwa sertifikat berada di rumahnya, Ika menegaskan bahwa dokumen tersebut tidak ada padanya. Ia menyatakan akan membantu menjembatani komunikasi dengan pihak bank apabila diperlukan.</p>
<p data-start="3726" data-end="3847">“Kalau memang di bank, nanti saya dampingi. Karena ini hari libur, nanti saat jam kerja kita koordinasi bersama,” pungkasnya. <strong>(*)</strong></p>
<p data-start="3726" data-end="3847"><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>IWOI Nganjuk Peringati HPN 2026, Tekankan Etika dan Integritas di Era Disrupsi</title>
<link>https://suarajatimpost.com/iwoi-nganjuk-peringati-hpn-2026-tekankan-etika-dan-integritas-di-era-disrupsi</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/iwoi-nganjuk-peringati-hpn-2026-tekankan-etika-dan-integritas-di-era-disrupsi</guid>
<description><![CDATA[ IWOI menilai peran jurnalis daring harus kembali pada fungsinya sebagai penyampai kebenaran yang berlandaskan etika dan profesionalisme. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202602/image_870x580_6991d2f7b3e05.webp" length="29194" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 16 Feb 2026 09:30:47 +0700</pubDate>
<dc:creator>Kuswanto</dc:creator>
<media:keywords>Hari Pers Nasional, Simbolik, digelar sederhana, IWO, Media, Nganjuk</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>NGANJUK, SJP</strong> — Ikatan Wartawan Online Indonesia (IWOI) Kabupaten Nganjuk memperingati Hari Pers Nasional (HPN) 2026 di Kecamatan Baron, Nganjuk. </p>
<p></p>
<p>Dalam peringatan tahun ini, IWOI mengusung tema: Menjaga Etika dan Integritas di Tengah Disrupsi Politik dan Keberpihakan yang Berintegritas, Membangun Ekonomi Kuat, Menjaga Kedaulatan Bangsa. </p>
<p></p>
<p>Pemilihan tema tersebut didasari oleh tantangan dunia jurnalistik pada era disrupsi digital yang semakin masif. </p>
<p></p>
<p>IWOI menilai peran jurnalis daring harus kembali pada fungsinya sebagai penyampai kebenaran yang berlandaskan etika dan profesionalisme.</p>
<p></p>
<p>Ketua IWOI Nganjuk, Edy Sugianto, menyatakan bahwa tema tersebut merupakan refleksi dari tanggung jawab besar insan pers dalam mengawal arah pembangunan bangsa.</p>
<p></p>
<p>"IWOI ingin menjadikan ini sebagai momentum transformasi. Tidak hanya sebagai wadah organisasi, tetapi sebagai garda terdepan dalam memastikan informasi yang sampai ke masyarakat bersifat membangun," ujar Edy pada Ahad (15/2/2026).</p>
<p></p>
<p>Terdapat tiga poin utama yang menjadi fokus perjuangan IWOI dalam tema tersebut adalah menekankan pentingnya penguatan kompetensi dan moralitas wartawan daring. Di era pasca-kebenaran (post-truth), integritas dinilai sebagai modal utama jurnalis untuk melawan sebaran hoaks dan disinformasi.</p>
<p></p>
<p>Kedua IWOI berkomitmen menjadi mitra strategis dalam mendorong pertumbuhan ekonomi nasional melalui pemberitaan edukatif yang mendukung iklim investasi dan pengembangan UMKM.</p>
<p></p>
<p>Ketiga menegaskan peran pers sebagai pilar keempat demokrasi dalam menjaga persatuan bangsa dari ancaman informasi provokatif yang memecah belah.</p>
<p></p>
<p>Meskipun peringatan HPN yang jatuh pada 9 Februari 2026 tidak dilaksanakan secara terpusat di tingkat nasional, Dewan Pimpinan Pusat (DPP) IWO Indonesia mengimbau seluruh pengurus wilayah dan daerah untuk tetap melaksanakan kegiatan bermanfaat di wilayah masing-masing.</p>
<p></p>
<p>"Tahun ini tidak ada kegiatan nasional, namun kami berharap semangat pengurus di daerah tidak berkurang dalam mewujudkan tema HPN 2026," tambah Edy Sugianto.</p>
<p></p>
<p>Sementara itu, tuan rumah penyelenggara sekaligus Kabiro Berita TKP Nganjuk, Ebit Widiyanto, mengapresiasi momentum HPN 2026 ini dengan menegaskan komitmen dukungan terhadap program pemerintah di bawah kepemimpinan Bupati Marhaen Djumadi.</p>
<p></p>
<p>"Semoga kita menjadi wartawan yang profesional dan terus meningkatkan kemampuan diri. Wartawan yang baik adalah mereka yang tidak pernah berhenti belajar dan membangun kapasitas pribadinya," pungkas Ebit.</p>
<p></p>
<p>Ebit berharap langkah strategis pada Hari Pers Nasional ini dapat memantapkan perwujudan jurnalisme digital yang profesional, berintegritas, serta berkontribusi nyata bagi masyarakat dan demokrasi di Indonesia.</p>
<p></p>
<p>Melalui tema tersebut, ia mengajak seluruh insan pers untuk terus bersinergi dan setia pada kepentingan publik demi mewujudkan Indonesia yang lebih kuat serta berdaulat di ruang digital. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Siswa SMK di Nganjuk Raih Juara 2 LKS Otomotif</title>
<link>https://suarajatimpost.com/siswa-smk-di-nganjuk-raih-juara-2-lks-otomotif</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/siswa-smk-di-nganjuk-raih-juara-2-lks-otomotif</guid>
<description><![CDATA[ Prestasi ini diraih dalam kompetisi bidang otomotif yang menjadi representasi kualitas praktik pendidikan vokasi di sekolah tersebut. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202602/image_870x580_6991cd11bbb6d.webp" length="59962" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 16 Feb 2026 08:00:26 +0700</pubDate>
<dc:creator>Kuswanto</dc:creator>
<media:keywords>Prestasi, bengkel sekolah, siswa SMK Al-Husna Kecamatan Loceret, juara 2 se Nganjuk, komunitas MGMP OTOMOTIF, Nganjuk</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>NGANJUK, SJP</strong> — Rafael Akbar Agustan, siswa SMK Al-Husna Kecamatan Loceret, berhasil meraih Juara 2 dalam ajang Lomba Kompetensi Siswa (LKS) tingkat Kabupaten Nganjuk. </p>
<p>Prestasi ini diraih dalam kompetisi bidang otomotif yang menjadi representasi kualitas praktik pendidikan vokasi di sekolah tersebut.</p>
<p>Ajang yang diselenggarakan oleh Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Otomotif Kabupaten Nganjuk ini berlangsung di Kecamatan Gondang. </p>
<p>Kompetisi tersebut diikuti oleh berbagai Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) se-Kabupaten Nganjuk sebagai panggung adu keterampilan siswa antarwilayah.</p>
<p>Rafael, atau yang karib disapa Rafa ini menyatakan bahwa pencapaian ini merupakan hasil kerja keras kolektif. Ia menekankan adanya peran besar dari wali kelasnya, Andik, serta guru pembimbing, M. Wahibul Malik, ST (Pak Wahib), dalam proses persiapannya.</p>
<p>"Pak Wahib bagi saya bukan hanya guru, tetapi juga motivator," ujar Rafa pada Ahad (15/2/2026). </p>
<p>Ia menilai bimbingan teknis dan dukungan moral dari para pengajar merupakan faktor utama yang meningkatkan semangat berlatihnya.</p>
<p><strong>Kompetisi Menguji Ketelitian dan Ketangguhan</strong></p>
<p>Dalam bidang Teknik Kendaraan Ringan (TKR), peserta tidak hanya diuji secara teoritis, tetapi juga melalui praktik langsung. Indikator penilaian utama meliputi ketelitian dalam mendeteksi kerusakan mesin, ketepatan analisis, serta kecepatan penyelesaian pekerjaan.</p>
<p>M. Wahibul Malik menjelaskan bahwa Rafa menunjukkan konsistensi dan kesungguhan sejak awal masa bimbingan. </p>
<p>"Rafa memiliki semangat belajar tinggi dan potensi besar di bidang TKR. Kami bersyukur, meski meraih peringkat kedua, hasil ini menjadi tiket untuk melaju ke babak final tingkat Provinsi," ungkap Wahib.</p>
<p>Pencapaian ini menandai langkah awal Rafa sebelum menghadapi tantangan kompetisi yang lebih tinggi di level regional.</p>
<p><strong>Pendidikan Vokasi dan Tantangan Masa Depan</strong></p>
<p>Prestasi ini membuktikan peran strategis sekolah kejuruan dalam mencetak generasi terampil yang siap memasuki dunia kerja. LKS dinilai bukan sekadar ajang kompetisi, melainkan sarana evaluasi kualitas pembelajaran serta penguatan mentalitas siswa.</p>
<p>Di tengah dinamika dunia kerja yang kompetitif, penguasaan kemampuan teknis yang disertai kedisiplinan dan daya juang menjadi modal krusial. Keberhasilan Rafa merepresentasikan kemampuan siswa daerah untuk bersaing secara kualitas di tingkat yang lebih luas.</p>
<p><strong>Persiapan Menuju Tingkat Provinsi</strong></p>
<p>Saat ini, Rafa tengah bersiap menghadapi kompetisi LKS di tingkat Provinsi Jawa Timur. Ia berharap dukungan dari seluruh pihak, khususnya keluarga besar SMK Al-Husna, agar dapat memberikan performa maksimal.</p>
<p>"Semoga saya bisa memberikan hasil terbaik untuk sekolah dan khususnya untuk guru pembimbing saya," ucapnya.</p>
<p>Keberhasilan ini diharapkan mampu memotivasi siswa lain dari berbagai jurusan untuk terus mengasah keahlian dan berani berkompetisi. Prestasi yang diraih dari ruang praktik di Loceret ini kini dipersiapkan untuk menuju panggung kompetisi yang lebih besar. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Demi Lahan Pemakaman,  Warga Sonoageng Nganjuk Patungan: Terkumpul Dana Rp428 Juta</title>
<link>https://suarajatimpost.com/demi-lahan-pemakaman-warga-sonoageng-nganjuk-patungan-terkumpul-dana-rp428-juta</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/demi-lahan-pemakaman-warga-sonoageng-nganjuk-patungan-terkumpul-dana-rp428-juta</guid>
<description><![CDATA[ Setelah hampir satu tahun mengumpulkan dana, warga akhirnya berhasil menutupi total biaya tanah sebesar Rp Rp 428.705 juta pada bulan Januari 2026 ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202602/image_870x580_699257cc3f3de.webp" length="90222" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 16 Feb 2026 06:36:07 +0700</pubDate>
<dc:creator>Kuswanto</dc:creator>
<media:keywords>Gotongroyong, perluasan Makam, iuran swadaya masyarakat, pembebasan lahan, tidak melibatkan Pemdes, tanpa bantuan PAD, Desa Sonoageng, Prambon, Nganjuk</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>NGANJUK, SJP</strong> - Ketika makam lama sudah penuh, sementara pemerintah desa tak juga berinisiatif, warga secara swadaya bergerak. Kemandirian ini ditunjukkan oleh warga Dusun Waung, Desa Sonoageng, Kecamatan Prambon, Kabupaten Nganjuk. Tanpa sepeserpun dana desa, warga memperluas lahan makam. Mereka sukses membeli tanah seluas 152,5 ru memperuas lahan makam dengan total dana lebih dari Rp400 juta.</p>
<p>Patungan ini dimulai sejak awal tahun 2025 atas inisiatif tokoh masyarakat setempat. Warga sepakat mengumpulkan kontribusi bulanan sesuai kemampuan masing-masing, dengan target membeli tanah yang akan digunakan sebagai area fasilitas umum, yakni makam Guyangan di Dusun Waung.</p>
<p>"Kita ingin memiliki ruang publik yang miliki sendiri, jadi sepakat untuk mengumpulkan uang secara gotong-royong. Semua proses transparan, mulai dari perhitungan biaya hingga pemilihan tanah yang sesuai," ujar Ketua Panitia Penyelenggara, Fathurahman.</p>
<p>Setelah hampir satu tahun, terkumpul dana untuk menutupi total biaya tanah sebesar Rp428.705 juta pada bulan Januari 2026. Proses pembelian tanah senilai Rp 350 juta, dari 18 RT dan donatur Desa Waung. Warga Dusun Bendo juga ikut membantu.</p>
<p>Bahkan, warga gotong royong membersihkan lahan dan pelebaran makam. Kata Fathurahman, ini murni iuran swadaya masyarakat tanpa melibatkan Dana Desa.</p>
<p>Fathurahman menyampaikan, pihaknya sudah melakukan koordinasi kepada perangkat Desa. Saat pertemuan yang melibatkan perangkat Desa, Fathurahman menyatakan, harapan masyarakat adanya sedikit bantuan PAD Desa Sonoageng untuk pengadaan lahan makam. Sebab, menurut dia, PAD Desa Sonoageng berkisar Rp 770 juta. Ternyata, pengajuan warga tak mendapatkan respon dari pemerintah desa.</p>
<p>"<em>Aku dikek i buntut e tok yo seneng aku pak, PAD ne Deso Sonoageng akeh </em>(Saya minta sedikit saja, padahal untuk PAD Desa juga besar, " kata Fathurahman.</p>
<p>Mengingat kebutuhan lahan makam yang mendesak, warga berinisiatif patungan dan akhirnya memperoleh lahan untuk pemakaman warga. </p>
<p>Sementara itu, Kepala Desa Sonoageng Suharto saat dihubungi melalui sambungan telepon tidak diangkat. (*) </p>
<p>Editor: Danu </p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Bawa 38,9 Gram Sabu Kurir Narkoba di Nganjuk Ditangkap</title>
<link>https://suarajatimpost.com/bawa-389-gram-sabu-kurir-narkoba-di-nganjuk-ditangkap</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/bawa-389-gram-sabu-kurir-narkoba-di-nganjuk-ditangkap</guid>
<description><![CDATA[ Pengungkapan ini berawal dari penangkapan seorang kurir dan berkembang hingga bandar dengan total barang bukti mencapai 38,90 gram sabu, Jumat (13/02/2026). ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202602/image_870x580_69908cc5c84f1.webp" length="28182" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sat, 14 Feb 2026 22:30:47 +0700</pubDate>
<dc:creator>Kuswanto</dc:creator>
<media:keywords>Kurir sabu, sabu sabu, Polres Nganjuk, barang bukti sabu sabu, Nganjuk</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>NGANJUK, SJP – </strong>Polisi kembali berhasil mengungkap jaringan peredaran narkotika jenis sabu di wilayah Kecamatan Tanjunganom Kabupaten Nganjuk. Pengungkapan ini berawal dari penangkapan seorang kurir dan berkembang hingga bandar dengan total barang bukti mencapai 38,90 gram sabu, Jumat (13/2/2026).</p>
<p>Kapolres Nganjuk AKBP Suria Miftah Irawan membenarkan pengungkapan jaringan narkoba tersebut. Ia menyebut keberhasilan ini merupakan hasil penyelidikan intensif anggota di lapangan.</p>
<p>“Benar, anggota Satresnarkoba Polres Nganjuk berhasil mengungkap jaringan peredaran sabu di wilayah Tanjunganom. Awalnya kami mengamankan satu terduga pelaku, kemudian dilakukan pengembangan hingga berhasil mengungkap pemasoknya dengan barang bukti cukup besar,” tegas Kapolres.</p>
<p>Ia menegaskan Polres Nganjuk akan terus melakukan tindakan tegas terhadap pelaku peredaran narkotika karena sangat merusak generasi muda dan stabilitas kamtibmas.</p>
<p>Kasatresnarkoba Polres Nganjuk Iptu Sugiarto, menjelaskan, pengungkapan bermula sekitar pukul 13.00 WIB saat petugas mengamankan seorang pria berinisial YS (33) warga Kecamatan Pace di depan warung Desa Wates, Kecamatan Tanjunganom.</p>
<p>“Saat dilakukan penggeledahan ditemukan dua paket sabu seberat total 0,74 gram yang disimpan di saku celana terduga pelaku. Selain itu diamankan satu unit ponsel dan sepeda motor yang digunakan pelaku,” jelasnya.</p>
<p>Dari hasil pemeriksaan, sabu tersebut rencananya akan diranjau setelah didapat dari seorang pemasok. Petugas kemudian melakukan pengembangan dan kembali mengamankan pria berinisial WB (37) warga Tarokan, Kediri, di sebuah warung soto wilayah Warujayeng sekitar pukul 16.30 WIB.</p>
<p>“Dari terduga pelaku kedua kami menemukan barang bukti sabu dalam jumlah besar yang disimpan di lokasi ranjauan dan di dalam warung, total mencapai 38,90 gram lengkap dengan timbangan digital dan alat hisap,” tambah IPTU Sugiarto.</p>
<p>Dari pengakuan terduga pelaku, narkotika tersebut diperoleh dari seseorang berinisial K yang saat ini masuk dalam daftar pencarian orang (DPO).</p>
<p>Saat ini kedua terduga pelaku beserta barang bukti diamankan di Satresnarkoba Polres Nganjuk guna proses penyidikan lebih lanjut serta pengembangan jaringan di atasnya.</p>
<p>Polres Nganjuk mengimbau masyarakat segera melapor apabila mengetahui adanya aktivitas mencurigakan terkait peredaran narkotika di lingkungannya guna bersama-sama memutus rantai peredaran narkoba. <strong>(**)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Dugaan Limbah B3 di Nganjuk Diselidiki, DLH Terkendala Anggaran Uji Lab</title>
<link>https://suarajatimpost.com/dugaan-limbah-b3-di-nganjuk-diselidiki-dlh-terkendala-anggaran-uji-lab</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/dugaan-limbah-b3-di-nganjuk-diselidiki-dlh-terkendala-anggaran-uji-lab</guid>
<description><![CDATA[ Dugaan pembuangan limbah di Desa Wengkal dan Pandean, Nganjuk, menuai keluhan warga akibat bau menyengat. DLH mengaku belum bisa uji lab karena keterbatasan anggaran, sementara kasus masih dalam pendalaman kepolisian. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202602/image_870x580_698dd5aeb60f7.webp" length="79284" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 12 Feb 2026 22:33:57 +0700</pubDate>
<dc:creator>Kuswanto</dc:creator>
<media:keywords>Pembuangan limbah, sidak gabungan, DLH, Satpol PP, bau menyengat, warga keluhkan bau limbah, dampak lingkungan, tidak mengambil sample limbah, anggaran tidak ada, Desa Wengkal Rejoso, Nganjuk</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p data-start="383" data-end="627"><strong data-start="383" data-end="399">NGANJUK, SJP</strong> – Dugaan pencemaran lingkungan akibat pembuangan limbah <span>bahan berbahaya dan beracun (B3)</span> di Kabupaten Nganjuk masih dalam pendalaman aparat kepolisian. Lokasi yang menjadi sorotan berada di Desa Pandean, Kecamatan Gondang, serta Desa Wengkal, Kecamatan Rejoso.</p>
<p data-start="629" data-end="818">Pasca pemberitaan SuaraJatimPost pada Rabu (11/2/2026), sejumlah pihak melakukan pengecekan lapangan, termasuk Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Satpol PP, serta unsur kecamatan dan kepolisian.</p>
<p data-start="820" data-end="988">Di Desa Wengkal, warga mengaku sudah sekitar dua minggu mencium bau tak sedap yang diduga berasal dari lahan kosong yang disebut-sebut menjadi lokasi pembuangan limbah.</p>
<p data-start="990" data-end="1138">Fajar, warga setempat yang rumahnya berjarak sekitar 200 meter dari lokasi, mengungkapkan bahwa bau menyengat kerap terasa pada pagi dan malam hari.</p>
<p data-start="1140" data-end="1259">“Baunya busuk, biasanya pagi dan malam mulai terasa. Apalagi lokasinya dekat dengan rumah,” ujarnya, Kamis (12/2/2026).</p>
<p data-start="1261" data-end="1424">Menurutnya, bau tersebut bahkan tercium hingga ke pertigaan jalan masuk desa. Hingga kini, warga mengaku belum mengetahui secara pasti tindak lanjut penanganannya.</p>
<p data-start="1426" data-end="1572">Warga lain yang enggan disebutkan namanya juga mengaku sempat melihat truk masuk ke pekarangan kosong dan menurunkan puluhan karung berwarna biru.</p>
<p data-start="1574" data-end="1709">“Saya kira angkutan barang biasa, tapi setelah diamati ternyata seperti membuang karung-karung. Dari situ kami mulai curiga,” tuturnya.</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202602/image_870x_698ddb9d9290c.webp" alt=""></p>
<p data-start="1574" data-end="1709"><strong>Klarifikasi Perangkat Desa</strong></p>
<p data-start="1748" data-end="1916">Sekretaris Desa (Sekdes) Wengkal, Winarto, saat ikut dalam sidak di lokasi menyampaikan, lahan yang digunakan tersebut merupakan milik Kepala Desa (Kades) Wengkal.</p>
<p data-start="1918" data-end="2021">“Setahu saya itu wilayah beliau (Kades). Soal sudah balik nama atau belum, saya kurang paham,” ujarnya.</p>
<p data-start="2023" data-end="2239">Winarto mengaku baru mengetahui adanya aktivitas pembuangan bungkusan karung yang diduga limbah di lokasi tersebut pada sore hari sebelumnya. Ia juga menyebut mendapat informasi bahwa salah satu pekerja yang diduga terlibat merupakan kerabatnya.</p>
<p data-start="2241" data-end="2388">“Itu ipar saya, katanya ikut kerja sebagai kuli pabrik. Tapi saya tidak tahu di pabrik mana dan saya tidak tahu persis keterlibatannya,” ungkapnya.</p>
<p data-start="2390" data-end="2534">Sementara itu, Kepala Desa Wengkal, Totok, membantah adanya limbah yang masih berada di lahannya. Ia menyatakan material tersebut telah diambil.</p>
<p data-start="2536" data-end="2688">“Katanya untuk pupuk, tapi baunya memang kurang enak. Di wilayah saya tidak boleh ada buangan limbah. Sekarang sudah tidak ada, sudah diambil,” ujarnya.</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202602/image_870x_698de1a1c5b1d.webp" alt=""></p>
<p data-start="2536" data-end="2688"><strong>DLH Terkendala Anggaran Uji Laboratorium</strong></p>
<p data-start="2741" data-end="2942">Perwakilan DLH yang berada di lokasi, Retrika, menjelaskan bahwa pihaknya hanya melakukan verifikasi data awal terkait jenis dan volume limbah. Ia mengarahkan konfirmasi lebih lanjut kepada Kepala DLH.</p>
<p data-start="2944" data-end="3106">Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Nganjuk, Sujito, mengakui, pihaknya belum dapat melakukan uji laboratorium terhadap sampel limbah karena keterbatasan anggaran.</p>
<p data-start="3108" data-end="3261">“Biaya uji lab bisa mencapai Rp27 juta. Sementara anggaran kami terbatas karena efisiensi, jadi untuk saat ini belum bisa dilakukan pengujian,” jelasnya.</p>
<p data-start="3263" data-end="3415">Menurutnya, tanpa uji laboratorium sulit memastikan jenis limbah serta tingkat pencemaran dan dampaknya terhadap lingkungan maupun kesehatan masyarakat.</p>
<p data-start="3417" data-end="3499">Ia menambahkan bahwa penanganan kasus tersebut kini berada dalam ranah kepolisian.</p>
<p data-start="3501" data-end="3606">“Tugas kami pembinaan. Karena sudah ditangani pihak kepolisian, kami mengikuti proses yang ada,” ujarnya.</p>
<p data-start="3608" data-end="3703">Satpol PP yang turut mendampingi sidak menyatakan siap mendukung apabila ditemukan pelanggaran.</p>
<p data-start="3705" data-end="3792">“Kami diperintahkan mendampingi dan mengecek lokasi,” kata Sugik, perwakilan Satpol PP.</p>
<p data-start="3705" data-end="3792"><strong>Aktivis Desak Penegakan Hukum</strong></p>
<p data-start="3834" data-end="3974">Aktivis lingkungan Dadung Darmasila, Arif Rahman, mendesak aparat kepolisian segera mengamankan lokasi dan melakukan investigasi menyeluruh.</p>
<p data-start="3976" data-end="4128">“Kalau memang terbukti ada limbah, polisi harus segera bertindak dan melakukan penyelidikan. Ini menyangkut dampak lingkungan dan masyarakat,” tegasnya.</p>
<p data-start="4130" data-end="4336">Sementara itu, wartawan SuaraJatimPost telah berupaya mengonfirmasi pihak PT Belfood melalui Zahrun, manajernya melalui pesan singkat dan telepon. Namun hingga berita ini diterbitkan, belum ada tanggapan. <strong>(*)</strong></p>
<p data-start="4130" data-end="4336"><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Kasus Dugaan Limbah  B3 di Nganjuk, Polisi Periksa Sejumlah Pihak</title>
<link>https://suarajatimpost.com/kasus-dugaan-limbah-b3-di-nganjuk-polisi-periksa-sejumlah-pihak</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/kasus-dugaan-limbah-b3-di-nganjuk-polisi-periksa-sejumlah-pihak</guid>
<description><![CDATA[ Summary Tag SEO:
Polres Nganjuk masih mendalami dugaan pembuangan limbah B3 di Desa Pandean dan Desa Wengkal. Sejumlah pihak, termasuk pemilik lahan dan saksi, telah dimintai keterangan, sementara proses penyelidikan terus berlangsung. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202602/image_870x580_698c703670069.webp" length="78308" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 11 Feb 2026 19:33:14 +0700</pubDate>
<dc:creator>Kuswanto</dc:creator>
<media:keywords>Limbah B3, Desa Wengkal, Polres Nganjuk, pemanggilan saksi, pemilik lahan, Kades Wengkal, Nganjuk</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p data-start="87" data-end="372"><strong data-start="87" data-end="103">NGANJUK, SJP</strong> – Kasus dugaan pencemaran lingkungan berupa pembuangan limbah bahan berbahaya dan beracun (B3) di dua desa di Kabupaten Nganjuk masih dalam pendalaman Polres Nganjuk. Lokasi yang dimaksud berada di Desa Pandean, Kecamatan Gondang, serta Desa Wengkal, Kecamatan Rejoso.</p>
<p data-start="374" data-end="589">Kanit Pidana Khusus (Pidsus) Polres Nganjuk, Iptu David Eko Prasetyo, saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp, Rabu (11/2/2026), menyampaikan bahwa pihaknya telah memanggil sejumlah pihak untuk dimintai keterangan.</p>
<p data-start="591" data-end="696">“Kami sudah memanggil pemilik lahan, kepala desa, saksi-saksi, serta pihak pengusaha limbah B3,” ujarnya.</p>
<p data-start="698" data-end="829">Menurut David, proses pemeriksaan saat ini masih berjalan dan ditangani oleh tim penyidik. Ia mengaku sedang bertugas di luar kota.</p>
<p data-start="831" data-end="971">“Sudah ditangani anggota saya. Sebelumnya kami juga sudah melakukan pengecekan limbah yang ada di Desa Wengkal, Kecamatan Rejoso,” jelasnya.</p>
<p data-start="973" data-end="1160">Sementara itu, Kepala Desa Wengkal, Totok, saat dikonfirmasi terpisah melalui pesan WhatsApp, membantah adanya pemanggilan dirinya oleh pihak kepolisian terkait persoalan limbah tersebut.</p>
<p data-start="1162" data-end="1202">“Saya tidak dipanggil,” ujarnya singkat.</p>
<p data-start="1204" data-end="1374">Totok juga menyatakan bahwa dirinya tidak memiliki kaitan dengan aktivitas pembuangan limbah di wilayahnya. Ia mengaku telah melakukan pengecekan di lokasi yang dimaksud.</p>
<p data-start="1376" data-end="1429">“Sudah saya cek, limbahnya sudah tidak ada,” katanya.</p>
<p data-start="1431" data-end="1785">Sebelumnya, sudah pernah diberitakan di SuaraJatimPost, tentang temuan ratusan karung limbah yang diduga mengandung bahan berbahaya dan beracun (B3) serta limbah domestik di Jalan S. Palmar, Desa Pandean, Kecamatan Gondang, Kabupaten Nganjuk, menjadi sorotan masyarakat.</p>
<p data-start="1787" data-end="1911">Limbah tersebut diduga berkaitan dengan aktivitas PT Joyo Makmur, yang disebut sebagai vendor pengangkut sampah dari PT SAI.</p>
<p data-start="1913" data-end="2065">Dalam keterangan sebelumnya, Iptu David juga membenarkan bahwa pelapor terkait dugaan limbah B3 di Desa Pandean telah dimintai keterangan oleh penyidik.</p>
<p data-start="2067" data-end="2236">“Pelapornya sudah kami panggil untuk dimintai keterangan terkait temuan limbah B3 di Desa Pandean, Kecamatan Gondang,” ujarnya saat dikonfirmasi pada Selasa (10/2/2026). <strong>(*)</strong></p>
<p data-start="2067" data-end="2236"><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Patok Jalan Diduga Ganggu Akses Umum, Warga Sugihwaras Nganjuk Tempuh Jalur Hukum</title>
<link>https://suarajatimpost.com/konflik-patok-jalan-begini-tanggapan-kuasa-hukum-usut-tuntas</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/konflik-patok-jalan-begini-tanggapan-kuasa-hukum-usut-tuntas</guid>
<description><![CDATA[ Pemasangan patok di jalan yang diduga akses umum di Dusun Sugihwaras, Nganjuk dilaporkan ke Polres Nganjuk. Kuasa hukum menyebut pemasangan tersebut merugikan warga dan mediasi desa tidak membuahkan hasil. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202602/image_870x580_698b1eff87746.webp" length="41630" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Tue, 10 Feb 2026 19:09:41 +0700</pubDate>
<dc:creator>Kuswanto</dc:creator>
<media:keywords>Polemik akses jalan, jalan umum, Jalan dipatok, dilaporkan polisi, Kuasa hukum Imam Gozali, Desa Sugihwaras, Bogor, Nganjuk</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>NGANJUK, SJP –</strong> Kuasa hukum Imam Gozali didampingi para kliennya, yakni Suwarni, Heri Witono, Herianto, dan Fajar, warga Dusun Sugihwaras, Desa Sugihwaras, Kecamatan Bagor, Kabupaten Nganjuk, memberikan keterangan di Polres Nganjuk terkait keberadaan patok yang diduga menutup akses jalan umum.</p>
<p>Dalam keterangannya kepada media, Selasa (10/2/2026), Imam Gozali menyampaikan bahwa pengaduan yang diajukan ke Polres Nganjuk berkaitan dengan jalan blok yang selama ini digunakan sebagai akses umum masyarakat.</p>
<p>Menurutnya, pemasangan patok atau portal tersebut telah menimbulkan kerugian dan mengganggu aktivitas warga yang melintasi jalur tersebut.</p>
<p>“Pemasangan patok ini membuat masyarakat terganggu. Ada warga yang berprofesi sebagai pedagang kambing tidak bisa masuk, begitu juga pedagang keliling, hingga petugas pengangkut sampah yang biasanya melintas di jalur ini,” ujar Imam Gozali.</p>
<p>Terkait kronologi pelaporan, Imam menjelaskan bahwa pada awal Februari 2026, Widodo bersama istrinya, Sulistiyowati, warga Dusun Sugihwaras, Desa Sugihwaras, memasang patok di jalur tersebut. Pemasangan itu dinilai menghambat akses masyarakat yang selama ini menggunakan jalan tersebut.</p>
<p>Imam menegaskan, berdasarkan data dan peta lokasi yang dimilikinya, jalan tersebut merupakan akses umum dan bukan jalan milik pribadi.</p>
<p>“Kami bersama klien mengadu ke Polres Nganjuk dengan membawa bukti. Jalan ini adalah akses umum, bukan milik pribadi,” tegas Imam sambil menunjukkan peta lokasi kepada awak media.</p>
<p>Ia menambahkan, pihaknya telah menempuh upaya mediasi di tingkat Desa Sugihwaras. Namun, mediasi tersebut tidak membuahkan hasil karena pihak yang memasang patok menolak membongkar dengan alasan jalan tersebut masih dianggap milik pribadi.</p>
<p>“Sebenarnya sudah ada mediasi di tingkat desa, tetapi pihak suami istri yang memasang patok tidak bersedia membongkar secara sukarela. Karena tidak ditemukan solusi, akhirnya kami menempuh upaya hukum,” jelasnya.</p>
<p>Imam Gozali menegaskan, laporan tersebut tetap dilanjutkan. Jika pemasangan patok tetap dipertahankan dan terus merugikan kliennya serta masyarakat, pihaknya akan mengusut perkara ini hingga tuntas.</p>
<p>“Dalam Undang-Undang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan telah diatur bahwa setiap orang yang memasang patok atau penghalang di jalan umum yang tidak berfungsi sebagaimana mestinya dapat terancam sanksi pidana,” pungkasnya kepada SuaraJatimPost. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor: Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Temuan Limbah Diduga B3 di Nganjuk Diselidiki Polisi, Pelapor Dipanggil</title>
<link>https://suarajatimpost.com/temuan-limbah-diduga-b3-di-nganjuk-diselidiki-polisi-pelapor-dipanggil</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/temuan-limbah-diduga-b3-di-nganjuk-diselidiki-polisi-pelapor-dipanggil</guid>
<description><![CDATA[ Kasus temuan ratusan karung limbah diduga B3 di Desa Pandean, Gondang, Nganjuk mulai ditangani Polres Nganjuk. Pelapor telah dipanggil untuk dimintai keterangan, sementara DLH menghentikan sementara aktivitas PT Joyo Makmur. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202602/image_870x580_698b12c8ef0d1.webp" length="30006" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Tue, 10 Feb 2026 18:34:59 +0700</pubDate>
<dc:creator>Kuswanto</dc:creator>
<media:keywords>Polres Nganjuk, pemanggilan saksi, pelapor, limbah B3, Desa Pandean Gondang, Nganjuk</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>NGANJUK, SJP –</strong> Pasca pemberitaan SuaraJatimPost berjudul “Limbah Diduga B3 Resahkan Warga, DLH Nganjuk Hentikan Sementara Aktivitas PT Joyo Makmur”, temuan ratusan karung limbah bahan berbahaya dan beracun (B3) serta limbah domestik di Jalan S. Palmar, Desa Pandean, Kecamatan Gondang, Kabupaten Nganjuk, terus menuai sorotan masyarakat.</p>
<p>Limbah tersebut diduga berasal dari PT Joyo Makmur, perusahaan yang ditunjuk PT SAI sebagai vendor pengambilan sampah.</p>
<p>Berdasarkan informasi yang dihimpun di lapangan, pihak Polres Nganjuk melalui Kanit Pidana Khusus (Pidsus), Iptu David Eko Prasetyo, membenarkan bahwa pelapor terkait dugaan limbah B3 tersebut telah dipanggil untuk dimintai keterangan.</p>
<p>“Pelapornya sudah kami panggil untuk dimintai keterangan terkait adanya temuan limbah B3 di Desa Pandean, Kecamatan Gondang,” ujar Iptu David saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp, Selasa (10/2/2026).</p>
<p>Sementara itu, pelapor Ali Mustofa yang didampingi Ketua LSM ICON RI Nganjuk, Muhammad Supriatin, usai dimintai keterangan terlihat berada di luar ruang Pidsus Polres Nganjuk. Saat ditemui SuaraJatimPost, Ali memilih tidak memberikan pernyataan.</p>
<p>“Mohon maaf mas, silakan wawancara dengan Mas Supriatin saja. Saya tidak ingin berbicara karena posisi saya sebagai pelapor sekaligus terlapor,” ujar Ali sambil menghindar.</p>
<p>Hal senada disampaikan Ketua LSM ICON RI Nganjuk, Muhammad Supriatin, yang akrab disapa Blawong. Ia mengatakan, kehadirannya di Polres Nganjuk baru sebatas memenuhi panggilan awal untuk dimintai keterangan terkait aduan dari Satpol PP dan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) mengenai dugaan limbah B3 di Desa Pandean.</p>
<p>“Ini baru tahap awal kami dimintai keterangan. Pertanyaannya seputar limbah yang ditemukan di Desa Pandean, Kecamatan Gondang,” ujar Blawong.</p>
<p>Saat disinggung adanya pertanyaan yang dinilai krusial, Blawong mengakui terdapat sejumlah pertanyaan, termasuk terkait dugaan penyelewengan limbah. Namun, menurutnya, hal tersebut masih dalam batas yang wajar selama tidak menimbulkan kerugian bagi masyarakat.</p>
<p>“Kami sampaikan bahwa terkait dugaan penyelewengan limbah di Desa Pandean, sepanjang tidak ada pihak yang dirugikan, itu sah-sah saja,” ucap Blawong selaku kuasa dari Ali Mustofa.</p>
<p>Sebagaimana diberitakan sebelumnya, ratusan karung limbah B3 dan limbah domestik ditemukan di Jalan S. Palmar, Desa Pandean, Gondang.</p>
<p>Warga menyoroti aktivitas pengolahan sampah PT Joyo Makmur yang dinilai tidak transparan serta tidak dilengkapi papan informasi legalitas perusahaan. Selain itu, keberadaan limbah tersebut juga menimbulkan bau menyengat yang mengganggu lingkungan sekitar.</p>
<p>Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Nganjuk, Sujito, membenarkan adanya temuan ratusan karung berwarna biru yang diduga berisi limbah B3 di lokasi PT Joyo Makmur.</p>
<p>“Tim kami sudah turun langsung ke lokasi untuk melakukan verifikasi lapangan sekaligus menghentikan sementara aktivitas usaha tersebut. Seluruh limbah sementara kami amankan dan dipindahkan ke TPA Kedungdowo,” ujar Sujito, Kamis (5/1/2026). <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Perkuat Kolaborasi Penegak Hukum, Kapolres Nganjuk Silaturahmi ke Kejaksaan Negeri</title>
<link>https://suarajatimpost.com/perkuat-kolaborasi-penegak-hukum-kapolres-nganjuk-silaturahmi-ke-kejaksaan-negeri</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/perkuat-kolaborasi-penegak-hukum-kapolres-nganjuk-silaturahmi-ke-kejaksaan-negeri</guid>
<description><![CDATA[ koordinasi lintas institusi merupakan kunci utama dalam menyongsong perubahan sistem hukum pidana dan hukum acara pidana nasional. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202602/image_870x580_6989f5619bcf7.webp" length="35366" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 09 Feb 2026 22:20:42 +0700</pubDate>
<dc:creator>Kuswanto</dc:creator>
<media:keywords>Kolaborasi, Polres Nganjuk, Kejaksaan Negeri, Peneggakan hukum, Nganjuk, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>NGANJUK, SJP – </strong>Kapolres Nganjuk AKBP Suria Miftah Irawan didampingi Pejabat Utama (PJU) Polres Nganjuk melaksanakan silaturahmi ke Kejaksaan Negeri Nganjuk dalam rangka memperkuat sinergi dan menyamakan persepsi terkait pemberlakuan Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) dan Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP) yang baru, Senin (09/02/2026).</p>
<p>Silaturahmi tersebut menjadi momentum penting bagi aparat penegak hukum di Kabupaten Nganjuk untuk membangun pemahaman yang sama serta kesiapan bersama dalam mengimplementasikan regulasi hukum nasional yang baru, sehingga pelaksanaan penegakan hukum ke depan dapat berjalan selaras, profesional, dan berkeadilan.</p>
<p>Kapolres Nganjuk AKBP Suria Miftah Irawan menyampaikan bahwa koordinasi lintas institusi merupakan kunci utama dalam menyongsong perubahan sistem hukum pidana dan hukum acara pidana nasional.</p>
<p>“Pemberlakuan KUHP dan KUHAP yang baru tentu membawa sejumlah perubahan mendasar. Oleh karena itu, Polri dan Kejaksaan perlu menyamakan persepsi sejak awal agar pelaksanaan tugas penegakan hukum di lapangan tetap satu frekuensi dan tidak menimbulkan perbedaan penafsiran,” ujar Kapolres.</p>
<p>Ia menegaskan, sinergi yang kuat antara Polres Nganjuk dan Kejaksaan Negeri Nganjuk diharapkan mampu menciptakan kepastian hukum serta meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap aparat penegak hukum.</p>
<p>“Dengan komunikasi dan koordinasi yang baik, kami berharap penerapan aturan baru ini dapat berjalan efektif serta memberikan rasa keadilan bagi masyarakat,” tambahnya.</p>
<p>Sementara itu, Kepala Kejaksaan Negeri Nganjuk, Dr. Dino Kriesmiardi menyambut baik silaturahmi dan koordinasi yang dilakukan jajaran Polres Nganjuk.</p>
<p>“Kami sangat mengapresiasi langkah Polres Nganjuk dalam membangun komunikasi sejak dini. Penyamaan persepsi ini penting agar pelaksanaan KUHP dan KUHAP baru dapat diterapkan secara harmonis antarpenegak hukum,” ungkap Kajari Nganjuk.</p>
<p>Ia menambahkan, Kejaksaan siap bersinergi dan berkolaborasi dengan Polri dalam mengawal implementasi regulasi baru tersebut, demi terwujudnya sistem peradilan pidana yang modern, transparan, dan berkeadilan di Kabupaten Nganjuk. <strong>(**)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Puncak Peringatan HPN 2026 di Sekretariat PWI Nganjuk Gandeng Forkopimda, Perkuat Sinergi Insan Pers</title>
<link>https://suarajatimpost.com/puncak-peringatan-hpn-2026-di-sekretariat-pwi-nganjuk-gandeng-forkopimda-perkuat-sinergi-insan-pers</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/puncak-peringatan-hpn-2026-di-sekretariat-pwi-nganjuk-gandeng-forkopimda-perkuat-sinergi-insan-pers</guid>
<description><![CDATA[ Peringatan HPN 2026 diawali dengan kegiatan khataman Al-Qur’an dan tasyakuran sebagai bentuk rasa syukur serta doa bersama sebelum pelaksanaan rangkaian kegiatan berikutnya. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202602/image_870x580_6989be026f758.webp" length="40174" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 09 Feb 2026 18:02:03 +0700</pubDate>
<dc:creator>Kuswanto</dc:creator>
<media:keywords>Hari Pers Nasional, HPN, PWI, Forkopimda, sinergitas insan media, Nganjuk, saurajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>NGANJUK, SJP – </strong>Puncak Peringatan HPN 2026 di Sekretariat PWI Nganjuk atau HPN 2026 yang diselenggarakan oleh Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) berlangsung khidmat dan semarak di Kantor Sekretariat PWI Nganjuk, Senin (9/2/2026). </p>
<p>Acara yang menjadi momentum refleksi bagi insan pers ini dihadiri Kapolres Nganjuk AKBP Suria Miftah Irawan bersama unsur Forkopimda Kabupaten Nganjuk. </p>
<p>Peringatan HPN 2026 diawali dengan kegiatan khataman Al-Qur’an dan tasyakuran sebagai bentuk rasa syukur serta doa bersama sebelum pelaksanaan rangkaian kegiatan berikutnya.</p>
<p>Ditemui seusai acara, Kapolres Nganjuk AKBP Suria Miftah Irawan menyampaikan bahwa peringatan HPN merupakan momentum penting bagi seluruh elemen di Kabupaten Nganjuk untuk memperkuat persatuan dan sinergi.</p>
<p>“Peringatan HPN ini menjadi momentum di mana pemerintah daerah, termasuk TNI-Polri, dapat bersatu, bersinergi, dan menyamakan persepsi untuk bersama-sama membangun Kabupaten Nganjuk demi kesejahteraan masyarakat,” ujar AKBP Suria Miftah Irawan.</p>
<p>Ia berharap, melalui peringatan HPN 2026, insan pers semakin profesional dan berimbang dalam menyajikan informasi, serta terus menjadi mitra strategis pemerintah dan aparat keamanan dalam menjaga kondusivitas wilayah.</p>
<p>Sementara itu, Ketua Panitia Pelaksana Peringatan HPN 2026 PWI Kabupaten Nganjuk, Hariadi Suwandito, mengatakan bahwa khataman Al-Qur’an merupakan agenda rutin tahunan yang dilaksanakan sebelum acara tasyakuran.</p>
<p>“Khataman Al-Qur’an ini merupakan agenda rutin tahunan sebelum pelaksanaan tasyakuran HPN. Rangkaian kegiatan diawali dengan khataman Al-Qur’an dan tasyakuran yang digelar di Sekretariat PWI Kabupaten Nganjuk,” jelas Hariadi Suwandito.</p>
<p>Ia menambahkan, PWI Kabupaten Nganjuk akan menggelar sejumlah rangkaian kegiatan lanjutan, di antaranya kegiatan kemanusiaan, penanaman pohon, serta kegiatan positif lainnya dengan menggandeng instansi pemerintahan, TNI, dan Polri.</p>
<p>“Melalui rangkaian kegiatan tersebut, kami berharap peringatan HPN 2026 tidak hanya bersifat seremonial, tetapi juga memberikan dampak positif dan manfaat nyata bagi masyarakat Kabupaten Nganjuk,” pungkasnya.<strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Lansia Penjual Bakso di Lengkong Nganjuk yang Bertahun&amp;tahun Tak Tersentuh Bansos</title>
<link>https://suarajatimpost.com/kisah-mbh-kasio-penjual-bakso-legendaris-di-desa-ngepung-lengkong-tak-pernah-mendapatkan-bantuan</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/kisah-mbh-kasio-penjual-bakso-legendaris-di-desa-ngepung-lengkong-tak-pernah-mendapatkan-bantuan</guid>
<description><![CDATA[ salah satunya penjual pentol yang sudah bertahun-tahun mencari nafkah melalui jualan bakso keliling yang ada di Dusun Sumberjo Desa Ngringin Kecamatan Lengkong. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202602/image_870x580_69887dc392570.webp" length="42824" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sun, 08 Feb 2026 22:45:50 +0700</pubDate>
<dc:creator>Kuswanto</dc:creator>
<media:keywords>Penjual bakso keliling, Mbh Kasiyo, Warga Desa Ngringin, Luput dari bantuan, PKH, Bansos, Nganjuk</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>NGANJUK, SJP</strong> – Potret warga lanjut usia yang luput dari jaring pengaman sosial masih ditemukan di Kabupaten Nganjuk. Salah satunya dialami Mbah Kasiyo (70), penjual bakso keliling yang puluhan tahun menggantungkan hidup dari berjualan bakso pikulan di wilayah Kecamatan Lengkong.</p>
<p>Mbah Kasiyo telah berjualan bakso sejak awal 1990-an. Hingga kini, harga satu mangkuk bakso yang dijualnya hanya Rp5 ribu. Meski murah, penghasilan yang ia peroleh tidak menentu.</p>
<p>“<em>Mboten mesti nak, kadang angsal seket ewu, nek rame angsal satus ewu. Niki dinten-dinten sepi, nek mboten entek kulo beto wangsul</em>,” ujarnya dengan logat Jawa, Minggu (8/2/2026).</p>
<p>Dia menyebut, penghasilannya tak pasti. Dalam sehari, Mbah Kasiyo kadang hanya membawa pulang Rp50 ribu, dan jika ramai bisa Rp100 ribu. Namun belakangan, dagangan kerap sepi dan bakso harus dibawa pulang.</p>
<p>Di usianya yang menginjak 70 tahun, Mbh Kasiyo masih berjualan dari pagi hingga sore. Dia sudah bekerja 36 tahun. “<em>Kulo pun 36 tahun sadean bakso, buka enjing wangsul sonten. Nek sepi nggih wangsul siang</em>,” katanya.</p>
<p>Ironisnya, selama bertahun-tahun berjualan dan hidup dalam keterbatasan, Mbh Kasiyo mengaku belum pernah menerima bantuan sosial pemerintah, baik BLT Dana Desa, BLT Kesra, BPNT, maupun Kartu Indonesia Sehat (KIS).</p>
<p>“<em>Kulo mboten nate angsal bantuan. Tiyang-tiyang sanes sami angsal, kulo mboten nate (</em>Saya tidak pernah dapat bantuan. Orang-orang selalu dapat, saya tak pernah),” ucapnya lirih.</p>
<p>Kondisi kesehatannya pun tidak sepenuhnya prima. Salah satu kakinya tampak bengkak akibat tertimpa kayu. Meski demikian, Mbah Kasiyo hanya bisa pasrah.</p>
<p>“<em>Kulo mung pasrah kemawon, nyuwun kalih Gusti mugi ditebihaken saking sakit</em>,” tuturnya.</p>
<p>Saat ini, Mbah Kasiyo tinggal bersama anaknya di Desa Ngepung, Kecamatan Lengkong, setelah istrinya meninggal dunia. Sebelumnya, ia merupakan warga Desa Ngringin.</p>
<p>Kepala Desa Ngringin, Ika Agustina, membenarkan bahwa Mbah Kasiyo masih tercatat sebagai warga Ngringin, meski kini tinggal bersama anaknya di desa lain.</p>
<p>“Memang benar Mbah Kasiyo warga Ngringin, tapi posisinya ikut anaknya di Desa Ngepung. Untuk bantuan, nanti akan saya cek dulu ke pamong desa,” kata Ika saat dikonfirmasi melalui WhatsApp.</p>
<p>Sementara itu, aktivis kesehatan Tanty yang datang langsung menjenguk Mbh Kasiyo mengatakan, pihaknya telah membantu mengurus KIS untuk Mbh Kasiyo.</p>
<p>“<em>Alhamdulillah</em>, KIS Mbh Kasiyo sudah diberikan. Saya datang ingin melihat langsung kondisinya. Dengan KIS ini, semoga bisa membantu kebutuhan kesehatannya,” ujar Tanty.</p>
<p>Kisah Mbah Kasiyo menjadi potret nyata bahwa masih ada lansia miskin yang tercecer dari sistem bantuan sosial, meski telah puluhan tahun bekerja dan hidup sederhana. (*)</p>
<p>Editor: Danu </p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Bangun Drainase Bukan dari Anggaran DD, Warga Ngringin Nganjuk Malah Patungan</title>
<link>https://suarajatimpost.com/bangun-drainase-bukan-dari-anggaran-dd-warga-ngringin-nganjuk-malah-patungan</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/bangun-drainase-bukan-dari-anggaran-dd-warga-ngringin-nganjuk-malah-patungan</guid>
<description><![CDATA[ Warga RT 01,RW 10 Dusun Sumberejo, Desa Ngringin Kecamatan Lengkong, Nganjuk patungan untuk membangun fasilitas drainase atau saluran air untuk mengantisipasi banjir tahunan.

Di bawah koordinator Minto, warga Dusun Sumberejo secara aktif membangun fasilitas lingkungan secara swadaya sebagai bentuk solidaritas mandiri. Setiap warga patungan uang sebesar Rp 50 ribu. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202602/image_870x580_69881aa790d7a.webp" length="57262" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sun, 08 Feb 2026 12:18:29 +0700</pubDate>
<dc:creator>Kuswanto</dc:creator>
<media:keywords>Swadaya masyarakat, pembangunan infrastruktur, saluran pembuangan air, warga Dusun Sumberejo, Desa Ngringin, iuran rp 50 ribu, Desa Ngringin, Lengkong, Nganjuk</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>NGANJUK, SJP</strong> - Semangat gotong royong menjadi kekuatan utama warga RT 01/RW 10 Dusun Sumberejo, Desa Ngringin Kecamatan Lengkong, Nganjuk. Tanpa bantuan anggaran Dana Desa (DD), warga patungan untuk membangun fasilitas drainase atau saluran air untuk mengantisipasi banjir tahunan.</p>
<p>Di bawah koordinasi Minto, warga Dusun Sumberejo secara aktif membangun fasilitas lingkungan secara swadaya sebagai bentuk solidaritas mandiri. Setiap warga patungan uang sebesar Rp 50 ribu.</p>
<p>Minto mengatakan, seluruh kegiatan yang dilakukan masyarakat RT 01/RW 10 merupakan upaya nyata untuk melakukan penutupan saluran baru dan membuka saluran lama berawal karena setiap musim hujan lingkungan terdampak banjir. Selain itu, pendanaan yang terkumpul digunakan untuk membangun satu rumah warga yang temboknya miring karena tergerus banjir.</p>
<p>"Swadaya ini murni swadaya Inisiatif warga melakukan penutupan saluran baru dan membuka saluran lama berawal karena setiap musim hujan lingkungan terdampak banjir,” ujarnya.</p>
<p>Sementara itu, salah satu pemuda Dusun Ngringin Wahyu mengatakan, untuk pembenahan lingkungan saluran air warga secara kolektif mengumpulkan iura.</p>
<p>"Alhamdulillah, sudah terkumpul iuran warga khusus RT 01 RW 10 sudah terkumpul Rp 1.3 juta untuk pembangunan saluran air," Kata Wahyu</p>
<p>Sementara itu, Kades Ngringin Ika Agustina mengaku, belum  mengetahui adanya kerja bakti warga Dusun Sambirejo. Menurut Ika, kalau untuk program prioritas DD untuk pembangunan saluran pembuangan air di wilayah tersebut belum dibahas dalam Musyawarah Dusun (Modus) </p>
<p>"Kalau untuk di wilayah Dusun Sumberejo memang belum ada prioritas, karena belum di Moduskan," kata Ika</p>
<p>Ika melanjutkan, untuk anggaran DD Desa Ngringin belum ada, upaya kami hanya Jasmas dari DPRD, karena untuk anggaran DD tidak bisa untuk di prioritas</p>
<p>"Kalau Kadesnya cantik, harusnya jalannya cantik, bukan sebaliknya,"  ujarnya. (*) </p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Pertanggungjawaban Mutlak (Strict Liability) dalam Konteks Pengelolaan Limbah Industri di Kabupaten Nganjuk</title>
<link>https://suarajatimpost.com/pertanggungjawaban-mutlak-strict-liability-dalam-konteks-pengelolaan-limbah-industri-di-kabupaten-nganjuk</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/pertanggungjawaban-mutlak-strict-liability-dalam-konteks-pengelolaan-limbah-industri-di-kabupaten-nganjuk</guid>
<description><![CDATA[ Pemerintah Kabupaten Nganjuk melalui Dinas Lingkungan Hidup dan Aparat Penegak Hukum harus bersikap tegas dengan memberikan sanksi administratif maupun pidana terhadap pelaku usaha industri yang melanggar aturan pengelolaan limbah. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202602/image_870x580_698592e7c03da.webp" length="53818" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Fri, 06 Feb 2026 15:00:53 +0700</pubDate>
<dc:creator>Kuswanto</dc:creator>
<media:keywords>Limbah B3, viral di media, Praktisi Hukum, Dr Prayogo Laksono, pengolahan limbah industri, Nganjuk</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>NGANJUK, SJP</strong> — Baru-baru ini ramai diberitakan melalui media elektronik di Kabupaten Nganjuk, tepatnya di Desa Pandean, Kecamatan Gondang, ditemukan limbah industri yang dibuang sembarangan. </p>
<p>Kondisinya saat ini sudah menimbulkan bau busuk serta mencemari lingkungan sekitar. Apabila berita tersebut benar adanya, tentu kejadian ini sangat meresahkan masyarakat dan tidak dapat ditoleransi karena sangat berisiko menimbulkan pencemaran lingkungan. </p>
<p>Pemerintah Kabupaten Nganjuk melalui Dinas Lingkungan Hidup dan Aparat Penegak Hukum harus bersikap tegas dengan memberikan sanksi administratif maupun pidana terhadap pelaku usaha industri yang melanggar aturan pengelolaan limbah.</p>
<p>Undang-Undang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup (UU PPLH) menegaskan pentingnya melindungi dan memelihara lingkungan dari segala polusi, termasuk limbah B3 atau limbah lainnya hasil sisa industri atau kegiatan manusia yang sangat berbahaya dan beracun. </p>
<p>Oleh karena sifatnya yang berbahaya, maka harus dilakukan pengolahan agar tidak mencemari lingkungan dan mengancam keberlangsungan makhluk hidup. </p>
<p>Mengenai pengolahan limbah, menurut aturan, pelaku usaha yang tidak dapat melakukan pengolahan limbah sendiri dapat meminta pihak ketiga untuk mengolah limbah yang dihasilkannya. </p>
<p>Limbah B3 maupun limbah domestik berpotensi berdampak negatif bagi lingkungan, manusia, hewan, dan makhluk hidup lainnya karena dapat mengancam pencemaran lingkungan, baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang. </p>
<p>Oleh karena itu, pengolahan limbah menjadi suatu keharusan agar tidak membahayakan lingkungan dan makhluk hidup.</p>
<p>Pertanggungjawaban mutlak (<em>strict liability</em>) dalam konteks pengelolaan limbah atau Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) di Indonesia menempatkan pemberi kerja, sebagai penghasil limbah, sebagai pihak utama yang bertanggung jawab, bahkan jika pengelolaan tersebut diserahkan kepada pihak ketiga (<em>vendor</em>). </p>
<p>Berdasarkan Pasal 88 UU No. 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup (UU PPLH), pemberi kerja bertanggung jawab mutlak atas kerugian yang timbul tanpa perlu pembuktian unsur kesalahan, dan hal tersebut tidak serta-merta membebaskan penghasil limbah dari kewajiban hukum. </p>
<p>Pihak ketiga jasa pengolah limbah B3 bertugas melakukan pengolahan limbah berdasarkan kesepakatan dengan pelaku usaha. Apabila dalam kontrak dengan perusahaan pengolah limbah menyebabkan pencemaran, maka pemberi kerja harus bertanggung jawab secara perdata dengan prinsip tanggung jawab mutlak melalui pemberian ganti rugi, atau secara pidana dengan pidana penjara yang telah ditentukan dalam UU PPLH. </p>
<p>Dengan demikian, jika <em>vendor</em> melakukan kesalahan pengelolaan limbah B3, pemberi kerja (penghasil) tetap memikul risiko hukum utama berdasarkan prinsip pertanggungjawaban mutlak.</p>
<p>Pelaku usaha industri dituntut lebih teliti dalam melakukan kerja sama dengan pihak ketiga. Kelalaian <em>dumping</em> limbah atau pembuangan limbah secara ilegal dan tidak bertanggung jawab ke lingkungan, seperti ke sungai, laut, tanah, atau udara tanpa melalui proses pengolahan yang benar atau tanpa izin dari otoritas yang berwenang di Desa Pandean, Kecamatan Gondang, Kabupaten Nganjuk, yang diduga dilakukan oleh pelaku usaha industri melalui <em>vendor</em>, merupakan suatu contoh perbuatan tindak pidana. </p>
<p>Berdasarkan Pasal 104 UU No. 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup (UU PPLH), tindakan tersebut diancam dengan pidana penjara paling lama 3 (tiga) tahun dan denda paling banyak Rp3.000.000.000,00 (tiga miliar rupiah).<strong> (**) </strong></p>
<p><strong>Oleh: Dr. PRAYOGO LAKSONO, S.H., M.H. (Praktisi Hukum)</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>DLH Nganjuk Ambil Alih Penanganan Limbah Domestik PT SAI, Vendor Dievaluasi</title>
<link>https://suarajatimpost.com/dlh-nganjuk-ambil-alih-penanganan-limbah-domestik-pt-sai-vendor-dievaluasi</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/dlh-nganjuk-ambil-alih-penanganan-limbah-domestik-pt-sai-vendor-dievaluasi</guid>
<description><![CDATA[ Persoalan limbah domestik PT SAI di Desa Pandean, Gondang, menjadi perhatian DLH Nganjuk. Pengelolaan yang sebelumnya ditangani PT Joyo Makmur kini diambil alih, disertai evaluasi dan penegasan kepatuhan terhadap aturan lingkungan. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202602/image_870x580_6984afb0f08db.webp" length="64812" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 05 Feb 2026 23:17:08 +0700</pubDate>
<dc:creator>Kuswanto</dc:creator>
<media:keywords>Limbah domestik PT SAI, DLH, Desa Pandean Gondang, TPA Kedung Dowo, Nganjuk</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p data-start="146" data-end="399"><strong data-start="146" data-end="164">NGANJUK, SJP –</strong> Persoalan pengelolaan limbah domestik milik PT SAI yang sebelumnya ditangani PT Joyo Makmur di Desa Pandean, Kecamatan Gondang, Kabupaten Nganjuk, akhirnya mendapat perhatian serius dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Nganjuk.</p>
<p data-start="401" data-end="549">Kepala DLH Nganjuk, Sujito, menegaskan pihaknya akan mengambil langkah tegas apabila PT Joyo Makmur terbukti melanggar ketentuan pengelolaan limbah.</p>
<p data-start="551" data-end="875">“Hingga saat ini, limbah domestik yang sebelumnya dikelola oleh PT Joyo Makmur sebagai vendor PT SAI telah diserahkan ke DLH. Permasalahan ini kami tindak lanjuti secara serius. Harus ada pencerahan dan tindakan tegas agar pelanggaran serupa tidak terulang ke depan,” ujar Sujito saat ditemui di kantornya, Kamis (5/2/2026).</p>
<p data-start="877" data-end="1182">Menurut Sujito, pengelolaan limbah domestik merupakan tanggung jawab penuh perusahaan dan harus mengacu pada regulasi yang ditetapkan Kementerian Lingkungan Hidup. Limbah domestik yang tidak dikelola sesuai standar berpotensi menimbulkan pencemaran dan merugikan lingkungan, terlebih jika volumenya besar.</p>
<p data-start="1184" data-end="1518">“Kami ingin memastikan seluruh perusahaan yang beroperasi di wilayah Nganjuk patuh terhadap aturan pengelolaan limbah, baik limbah domestik maupun limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3). Pengelolaan yang tidak tepat bukan hanya berdampak pada lingkungan, tetapi juga mengancam kesehatan dan keselamatan masyarakat sekitar,” tegasnya.</p>
<p data-start="1520" data-end="1797">Pasca mencuatnya persoalan tersebut, DLH Nganjuk melakukan evaluasi menyeluruh, mulai dari pemeriksaan ulang instalasi pengolahan limbah domestik, peningkatan pemantauan kualitas limbah buangan, hingga penyempurnaan prosedur pengelolaan agar sesuai dengan standar yang berlaku.</p>
<p data-start="1799" data-end="1983">“Kami memastikan saat ini pengelolaan limbah domestik PT SAI sudah berjalan sesuai aturan dan limbah tersebut dibuang ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Kedung Dowo,” pungkas Sujito. <strong>(*)</strong></p>
<p data-start="1799" data-end="1983"><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Aktivis Lingkungan Minta  DLH Nganjuk Tuntaskan Dugaan Pembuangan Limbah B3 di Desa Pandean Gondang</title>
<link>https://suarajatimpost.com/aktivis-lingkungan-minta-dlh-nganjuk-tuntaskan-dugaan-pembuangan-limbah-b3-di-desa-pandean-gondang</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/aktivis-lingkungan-minta-dlh-nganjuk-tuntaskan-dugaan-pembuangan-limbah-b3-di-desa-pandean-gondang</guid>
<description><![CDATA[ Dugaan pembuangan limbah B3 di Desa Pandean, Kecamatan Gondang, Kabupaten Nganjuk, menuai sorotan aktivis lingkungan. DLH Nganjuk diminta serius menegakkan aturan dan menuntaskan pencemaran yang dinilai membahayakan lingkungan serta kesehatan warga. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202602/image_870x580_6984a9de003ce.webp" length="92750" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 05 Feb 2026 23:02:11 +0700</pubDate>
<dc:creator>Kuswanto</dc:creator>
<media:keywords>Limbah B3, PT Joyo Makmur, Bau Menyengat, aktifis lingkungan, DLH Nganjuk</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p data-start="144" data-end="512"><strong data-start="144" data-end="160">NGANJUK, SJP</strong> – Aktivis konservasi lingkungan Dadung Darmasila Nganjuk mendesak Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Nganjuk agar serius menegakkan aturan terhadap pelaku pencemaran lingkungan.</p>
<p data-start="144" data-end="512">Salah satu bentuk keseriusan tersebut, adalah dengan menuntaskan kasus dugaan pembuangan limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) yang saat ini menjadi sorotan publik.</p>
<p data-start="514" data-end="823">Aktivis lingkungan Dadung Darmasila Nganjuk, Arif Rahman menilai, selama ini penanganan kasus limbah dan pencemaran lingkungan di Kabupaten Nganjuk terkesan lamban. Ia menyoroti temuan pembuangan limbah yang diduga B3 di Desa Pandean, Kecamatan Gondang, yang kondisinya sudah menimbulkan bau menyengat dan mencemari lingkungan sekitar.</p>
<p data-start="825" data-end="1068">“Kami berharap segera ada koordinasi serius dengan pihak Dinas Lingkungan Hidup, karena posisi limbah ini sudah sangat mengkhawatirkan. Pencemaran seperti ini tidak bisa dibiarkan,” tegas Arif Rahman, Kamis (5/2/2026), di lokasi temuan limbah.</p>
<p data-start="1070" data-end="1303">Menurut Arif, apabila benar tidak ada upaya hukum dan pembuangan limbah tersebut dilakukan secara liar di wilayah hukum Kabupaten Nganjuk, maka hal itu sangat membahayakan lingkungan dan mengancam keberlangsungan hidup warga sekitar.</p>
<p data-start="1305" data-end="1436">“Keberlangsungan hidup yang sehat harus diutamakan. Kalau kondisi seperti ini masih dibiarkan, jelas kami mengecam keras,” ujarnya.</p>
<p data-start="1438" data-end="1723">Sebelumnya, temuan ratusan karung yang diduga limbah B3 dan limbah domestik di Jalan S. Palmar, Desa Pandean, Kecamatan Gondang, Kabupaten Nganjuk, menuai sorotan warga setempat. Limbah tersebut diduga berasal dari PT Joyo Makmur, perusahaan yang ditunjuk PT SAI sebagai vendor pengambilan sampah.</p>
<p data-start="1725" data-end="1996">Warga juga menyoroti aktivitas pengolahan sampah yang dilakukan PT Joyo Makmur karena dinilai tidak transparan serta tidak memasang papan legalitas perusahaan. Selain itu, keberadaan limbah tersebut menimbulkan bau menyengat yang mengganggu kenyamanan lingkungan sekitar.</p>
<p data-start="1998" data-end="2203">Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Nganjuk, Sujito, membenarkan adanya temuan ratusan karung berwarna biru yang diduga berisi limbah B3 di lokasi PT Joyo Makmur, Desa Pandean, Kecamatan Gondang.</p>
<p data-start="2205" data-end="2447">“Tim kami sudah turun langsung ke lokasi untuk melakukan verifikasi lapangan sekaligus menghentikan sementara aktivitas usaha tersebut. Seluruh limbah sementara kami tangani dan diamankan di TPA Kedungdowo,” ujar Sujito. <strong>(*)</strong></p>
<p data-start="2205" data-end="2447"><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Limbah Diduga B3 Resahkan Warga, DLH Nganjuk Hentikan Sementara Aktivitas PT Joyo Makmur</title>
<link>https://suarajatimpost.com/limbah-diduga-b3-resahkan-warga-dlh-nganjuk-hentikan-sementara-aktivitas-pt-joyo-makmur</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/limbah-diduga-b3-resahkan-warga-dlh-nganjuk-hentikan-sementara-aktivitas-pt-joyo-makmur</guid>
<description><![CDATA[ Ratusan karung limbah diduga B3 ditemukan di Desa Pandean, Kecamatan Gondang, Nganjuk, dan memicu keresahan warga akibat bau menyengat serta ancaman kesehatan. Dinas Lingkungan Hidup Nganjuk menyegel sementara aktivitas PT Joyo Makmur, mengambil sampel limbah untuk uji laboratorium, dan mendalami dugaan pembuangan limbah ilegal. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202602/image_870x580_69845ec379d4c.webp" length="102488" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 05 Feb 2026 18:16:50 +0700</pubDate>
<dc:creator>Kuswanto</dc:creator>
<media:keywords>Limba sampling, Sludge, B3, limbah domestik, PT SAI, Dinas LH, Nganjuk, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p data-start="241" data-end="565"><strong data-start="241" data-end="257">NGANJUK, SJP</strong> – Temuan ratusan karung limbah bahan berbahaya dan beracun (B3) serta limbah domestik di Jalan S. Palmar, Desa Pandean, Kecamatan Gondang, Kabupaten Nganjuk, menuai sorotan warga setempat. Limbah tersebut diduga berasal dari PT Joyo Makmur, perusahaan yang ditunjuk PT SAI sebagai vendor pengambilan sampah.</p>
<p data-start="567" data-end="811">Warga menyoroti aktivitas pengolahan sampah yang dilakukan PT Joyo Makmur karena dinilai tidak transparan dan tidak memasang papan legalitas perusahaan. Selain itu, keberadaan limbah menimbulkan bau menyengat yang mengganggu lingkungan sekitar.</p>
<p data-start="813" data-end="1008">Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Nganjuk, Sujito, membenarkan adanya temuan ratusan karung berwarna biru yang diduga berisi limbah B3 di lokasi PT Joyo Makmur, Desa Pandean, Gondang.</p>
<p data-start="1010" data-end="1248">“Tim kami sudah turun langsung ke lokasi untuk melakukan verifikasi lapangan sekaligus menghentikan sementara aktivitas usaha tersebut. Seluruh limbah sementara kami tangani dan diamankan di TPA Kedungdowo,” ujar Sujito, Kamis (5/1/2026).</p>
<p data-start="1250" data-end="1509">DLH, lanjut Sujito, saat ini tengah berkoordinasi dengan perusahaan terkait yang ditunjuk oleh PT SAI. Penanganan cepat dilakukan karena keberadaan limbah B3 berpotensi menimbulkan pencemaran lingkungan dan berdampak langsung terhadap kesehatan warga sekitar.</p>
<p data-start="1511" data-end="1658">“Saat ini kami masih melakukan koordinasi dan penyelidikan lanjutan terkait ditemukannya limbah B3 di rumah pengelolaan sampah tersebut,” tegasnya.</p>
<p data-start="1660" data-end="1977">Sujito juga menjelaskan bahwa pada periode 2023 hingga 2025, usaha tersebut masih berbentuk CV dan dikelola oleh pihak bersaudara. Pada 2026, badan usaha berubah menjadi PT Joyo Makmur. Namun, berdasarkan data yang disampaikan saat dipanggil ke DLH, kakak pemilik tidak tercantum dalam struktur organisasi perusahaan.</p>
<p data-start="1979" data-end="2184">“Kami mengundang PT Joyo Makmur yang kami ketahui milik Imroatu Mukhsinatin. Kami tidak mengetahui adanya konflik internal keluarga. Informasi yang kami terima hanya dari pemilik yang terdaftar,” jelasnya.</p>
<p data-start="2186" data-end="2358">Meski DLH telah mengambil sampel limbah untuk diuji di laboratorium, dugaan awal menyebutkan bahwa limbah yang dibuang merupakan limbah B3 jenis sludge dari endapan sampah.</p>
<p data-start="2360" data-end="2520">“Ini sangat berbahaya bagi kesehatan masyarakat. Prinsipnya kami melakukan penanganan cepat untuk meminimalkan risiko dampak limbah B3 tersebut,” tambah Sujito.</p>
<p data-start="2522" data-end="2886">Sementara itu, pemilik PT Joyo Makmur, Imroatu Mukhsinatin, saat ditemui di kediamannya, membenarkan adanya kerja sama dengan PT SAI sebagai vendor pengangkutan sampah dari lokasi PT SAI di Gondang. Perempuan yang akrab disapa Mbak Ina tersebut mengklaim bahwa sampah yang diambil berupa limbah domestik seperti plastik, kertas, dan gabus yang tidak mengandung B3.</p>
<p data-start="2888" data-end="3104">Ia mengaku terkejut saat adanya inspeksi mendadak gabungan dari Satpol PP dan DLH. Menurutnya, awalnya petugas memeriksa limbah domestik, namun kemudian menemukan tumpukan karung biru yang mengeluarkan bau menyengat.</p>
<p data-start="3106" data-end="3277">“Kemarin ada petugas datang ke rumah karena laporan warga. Awalnya lihat limbah domestik, lalu menemukan tumpukan karung biru di belakang yang baunya menyengat,” ujar Ina.</p>
<p data-start="3279" data-end="3447">Ina membantah bahwa karung biru tersebut miliknya. Ia mengklaim limbah tersebut merupakan titipan dari kakaknya yang sebelumnya menjalankan usaha bersama dalam satu CV.</p>
<p data-start="3449" data-end="3508">“Itu bukan milik saya, itu titipan saudara saya,” kilahnya.</p>
<p data-start="3510" data-end="3714">Ia juga menegaskan bahwa temuan limbah tersebut tidak berkaitan dengan kerja samanya dengan PT SAI, meskipun petugas menemukan adanya limbah sludge yang diduga berasal dari PT Belfoods di lokasi tersebut.</p>
<p data-start="3716" data-end="3801">“Itu bukan punya saya, itu titipan saudara saya,” katanya sambil mengaku kebingungan.</p>
<p data-start="3803" data-end="4049">Di sisi lain, salah satu warga yang tinggal sekitar 100 meter dari lokasi mengaku resah akibat bau limbah, terutama setelah hujan turun. Bau menyengat kerap masuk ke rumah dan membuat warga tidak nyaman, bahkan mulai mengeluhkan dampak kesehatan.</p>
<p data-start="4051" data-end="4134">“Kalau habis hujan, sore harinya baunya menyengat sampai masuk ke rumah,” keluhnya.</p>
<p data-start="4136" data-end="4374">Warga berharap pihak terkait segera mengambil tindakan tegas terhadap pelaku pembuangan limbah ilegal dan melakukan pembersihan menyeluruh di lokasi agar tidak menimbulkan dampak yang lebih serius bagi lingkungan dan kesehatan masyarakat.</p>
<p data-start="4376" data-end="4510">“Awalnya kami kira ada yang bakar-bakar, ternyata setelah beberapa hari diketahui yang dibuang di kolam itu limbah B3,” pungkas warga.</p>
<p data-start="4512" data-end="4726">Sementara itu, hingga berita ini diturunkan, HRD PT SAI, Praditio, belum memberikan keterangan. Upaya konfirmasi melalui nomor 0856-4980-**** tidak mendapat respons, baik melalui panggilan maupun pesan singkat. <strong>(*)</strong></p>
<p data-start="4728" data-end="4752"><strong data-start="4728" data-end="4752">Editor: Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Kejari Nganjuk Terima Rp150 Juta Uang Pengganti Kasus Korupsi Dana Desa Dadapan</title>
<link>https://suarajatimpost.com/kejari-nganjuk-terima-rp150-juta-uang-pengganti-kasus-korupsi-dana-desa-dadapan</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/kejari-nganjuk-terima-rp150-juta-uang-pengganti-kasus-korupsi-dana-desa-dadapan</guid>
<description><![CDATA[ Kejari Nganjuk menerima penitipan uang pengganti kerugian negara Rp150 juta dari keluarga tersangka korupsi Dana Desa Dadapan. Meski demikian, proses hukum tetap berlanjut hingga persidangan. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202602/image_870x580_698307b54fab6.webp" length="40410" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 04 Feb 2026 18:44:56 +0700</pubDate>
<dc:creator>Kuswanto</dc:creator>
<media:keywords>Kasus Desa Dadapan, korupsi, penyerahan uang titipan, Rp 150 juta, Kejari Nganjuk, proses hukum lanjut, Nganjuk</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p data-start="144" data-end="382"><strong>NGANJUK, SJP – </strong>Kejaksaan Negeri (Kejari) Nganjuk menerima penitipan uang pengganti kerugian keuangan negara sebesar Rp150 juta dari keluarga tersangka Yulianto dalam kasus dugaan korupsi Dana Desa Dadapan, Kecamatan Ngronggot.</p>
<p data-start="384" data-end="514">Meski kerugian negara telah dititipkan, Kejari Nganjuk menegaskan bahwa proses hukum tetap berlanjut hingga tahap persidangan.</p>
<p data-start="516" data-end="759">Penyerahan uang pengganti tersebut dilakukan di Kantor Kejari Nganjuk, Rabu (4/1/2026). Uang titipan diterima langsung oleh Kepala Seksi Tindak Pidana Khusus (Kasi Pidsus) Kejari Nganjuk, Yan Aswari, didampingi jajaran penyidik Pidsus.</p>
<p data-start="761" data-end="1006">Kepala Kejaksaan Negeri Nganjuk Dr. Dino Kriesmiardi menjelaskan, penitipan uang pengganti ini merupakan bagian dari proses penanganan perkara dugaan korupsi Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes) Dadapan tahun anggaran 2023–2024.</p>
<p data-start="1008" data-end="1242">Menurutnya, pengembalian kerugian negara menjadi langkah penting dalam upaya pemulihan keuangan desa yang terdampak. Ia juga mengapresiasi iktikad baik keluarga tersangka yang dinilai kooperatif dalam mengembalikan uang pengganti.</p>
<p data-start="1244" data-end="1340">Namun demikian, Kajari menegaskan, penitipan uang pengganti tidak menghapus unsur pidana.</p>
<p data-start="1342" data-end="1508">“Perkara tetap dilanjutkan sampai tahap persidangan dan eksekusi sebagai bentuk kepastian hukum serta penegakan integritas dalam pengelolaan keuangan desa,” tegasnya.</p>
<p data-start="1510" data-end="1739">Ia menambahkan, pengembalian kerugian negara memang penting agar dana desa dapat kembali dimanfaatkan untuk pembangunan dan pelayanan publik. Kendati demikian, penegakan hukum tetap menjadi prioritas sebagai bentuk efek jera.</p>
<p data-start="1741" data-end="2093">Melalui langkah ini, Kejari Nganjuk menegaskan komitmennya dalam pemberantasan tindak pidana korupsi secara profesional, proporsional, dan berkeadilan.</p>
<p data-start="1741" data-end="2093">Upaya pemulihan kerugian negara tidak hanya bertujuan menindak pelaku, tetapi juga memastikan dana desa kembali digunakan untuk pembangunan, pelayanan publik, dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.</p>
<p data-start="2095" data-end="2312">Kajari Nganjuk juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus mendukung upaya pencegahan dan pemberantasan korupsi serta berperan aktif dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan desa yang bersih, transparan, dan akuntabel.</p>
<p data-start="2314" data-end="2426">“Bersama-sama kita wujudkan lingkungan yang bebas dari korupsi demi kemajuan Kabupaten Nganjuk,” pungkasnya. <strong>(*)</strong></p>
<p data-start="2314" data-end="2426"><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Lima Kecamatan di Nganjuk Menjadi Sasaran Pembuangan Limbah B3</title>
<link>https://suarajatimpost.com/lima-kecamatan-di-nganjuk-menjadi-sasaran-pembuangan-limbah-b3</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/lima-kecamatan-di-nganjuk-menjadi-sasaran-pembuangan-limbah-b3</guid>
<description><![CDATA[ DLH juga mengidentifikasi adanya sebaran lokasi serupa di lima kecamatan, meliputi Sukomoro, Baron, Patianrowo, Lengkong, dan Jatikalen. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202602/image_870x580_6983037f24e26.webp" length="82338" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 04 Feb 2026 16:50:51 +0700</pubDate>
<dc:creator>Kuswanto</dc:creator>
<media:keywords>Sidak Limba, Limba B3, Gabungan Petugas, DLH, Desa Lengkong, Nganjuk</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>NGANJUK, SJP</strong> — Tim gabungan dari berbagai instansi di Kabupaten Nganjuk mengambil sampel limbah yang diduga masuk kategori Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) kategori 1 di wilayah Kecamatan Lengkong, Rabu (4/2/2026). </p>
<p></p>
<p>Langkah ini merupakan respons pemerintah daerah atas laporan masyarakat terkait dugaan pembuangan limbah ilegal yang mengancam kesehatan dan ekosistem lokal.</p>
<p></p>
<p>Operasi lapangan ini dipimpin oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Nganjuk dengan didampingi oleh BPBD, Bagian Perekonomian dan Pembangunan (Ekbang), Polres Nganjuk, Kejaksaan Negeri, pemerintah kecamatan setempat, serta aktivis lingkungan.</p>
<p></p>
<p>Pengawas Lingkungan Hidup DLH Nganjuk, Retika, mengonfirmasi bahwa pengambilan sampel dilakukan di tiga titik pembuangan di Desa Lengkong. </p>
<p></p>
<p>Untuk menjaga validitas pengujian, petugas tidak hanya mengambil material limbah, tetapi juga sampel tanah di sekitar area terdampak.</p>
<p></p>
<p>"Hingga saat ini, akumulasi limbah yang ditemukan mencapai total 8 ton dari beberapa titik. Fokus kami hari ini adalah pengambilan sampel untuk memastikan jenis dan kategori zat tersebut guna menjaga validitas hasil pengujian," ujar Retika di lokasi.</p>
<p></p>
<p>Disinggung identitas pelaku maupun unsur pidana dari pembuangan limbah ini, DLH menegaskan bahwa kewenangan tersebut telah diserahkan sepenuhnya kepada pihak kepolisian.</p>
<p></p>
<p>"Tugas kami adalah mengambil sampel dan menentukan klasifikasi limbahnya. Mengenai ranah pidana dan pengejaran pelaku, itu menjadi otoritas penuh pihak Polres yang kini telah mengambil alih penanganan kasusnya," ujar Retika.</p>
<p></p>
<p>Berdasarkan data awal DLH, praktik pembuangan limbah berbahaya ini tidak hanya terjadi di Lengkong. </p>
<p></p>
<p>Petugas juga mengidentifikasi adanya sebaran lokasi serupa di lima kecamatan, meliputi Sukomoro, Baron, Patianrowo, Lengkong, dan Jatikalen.</p>
<p></p>
<p>Investigasi mendalam terus dilakukan untuk memastikan apakah terdapat keterkaitan antara titik-titik pembuangan tersebut serta dampak jangka panjang bagi air tanah dan lahan pertanian warga di sekitar lokasi pembuangan. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Jalan Poros Dusun Miren–Sidoharjo Nganjuk Rusak Parah, Warga Tanam Pohon Pisang hingga Ancam Demo</title>
<link>https://suarajatimpost.com/jalan-poros-dusun-mirensidoharjo-nganjuk-rusak-parah-warga-tanam-pohon-pisang-hingga-ancam-demo</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/jalan-poros-dusun-mirensidoharjo-nganjuk-rusak-parah-warga-tanam-pohon-pisang-hingga-ancam-demo</guid>
<description><![CDATA[ Kondisi Jalan Poros Desa yang menghubungkan Dusun Miren dan Desa Sidoharjo, Kecamatan Tanjunganom, Nganjuk, rusak parah dan membahayakan pengguna jalan. Kesal karena bertahun-tahun tak kunjung diperbaiki, warga melakukan aksi tanam pohon pisang sebagai bentuk protes, bahkan mengancam boikot pajak jika pemerintah daerah tidak segera bertindak. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202602/image_870x580_69820b0643a22.webp" length="75436" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Tue, 03 Feb 2026 22:42:16 +0700</pubDate>
<dc:creator>Kuswanto</dc:creator>
<media:keywords>Jalan rusak, tanam pisang, bertahun-tahun rusak parah, infrastruktur, jalan Poros, Tak tersentuh perbaikan, Desa Sidoharjo, Nganjuk</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p data-start="147" data-end="504"><strong data-start="147" data-end="163">NGANJUK, SJP</strong> – Kondisi Jalan Poros Desa (JPD) yang menghubungkan Dusun Miren dengan Desa Sidoharjo, Kecamatan Tanjunganom, Kabupaten Nganjuk kian memprihatinkan.</p>
<p data-start="147" data-end="504">Jalan yang sudah bertahun-tahun tak tersentuh perbaikan itu kini dipenuhi lubang, bergelombang, becek, dan sangat licin saat musim hujan, sehingga meresahkan warga yang setiap hari melintas.</p>
<p data-start="506" data-end="730">Informasi yang dihimpun di lapangan menunjukkan, badan jalan mengalami kerusakan berat. Saat hujan turun, lubang-lubang di jalan berubah menjadi kubangan lumpur menyerupai kolam, yang membahayakan keselamatan pengguna jalan.</p>
<p data-start="732" data-end="994">Sebagai bentuk protes dan kekecewaan, warga akhirnya berinisiatif menanami belasan pohon pisang di titik-titik jalan yang rusak parah. Aksi ini dilakukan karena akses jalan poros tersebut sudah hampir dua tahun lebih belum tersentuh anggaran perbaikan dari APBD.</p>
<p data-start="996" data-end="1195">“Sudah berkali-kali diusulkan, tapi tidak pernah ditanggapi. Bahkan, tidak sedikit pengguna jalan yang jatuh tersungkur,” ungkap sejumlah warga usai melakukan aksi tanam pohon pisang di tengah jalan, Selasa (3/1/2026).</p>
<p data-start="1197" data-end="1381">Warga menilai, jika aksi tersebut tetap tidak mendapat respons dari pemerintah, maka langkah lanjutan akan ditempuh. Mereka bahkan mengultimatum akan melakukan boikot pembayaran pajak.</p>
<p data-start="1383" data-end="1547">“Apa gunanya taat pajak kalau pembangunan diabaikan? Tolong pemerintah daerah memikirkan hal ini. Ayo kita boikot,” tegas Sudar, salah satu Ketua RT di Dusun Miren.</p>
<p data-start="1549" data-end="1714">Sudar menambahkan, kerusakan jalan tersebut kerap membahayakan warga. Jalan yang tidak rata dan bergelombang sering menyebabkan pengendara terjatuh atau tergelincir.</p>
<p data-start="1716" data-end="1876">“Sering terjadi warga jatuh karena kondisi jalan yang rusak. Mirisnya, pernah ada warga meninggal dunia dan akses jalan dalam kondisi sulit dilalui,” ungkapnya.</p>
<p data-start="1878" data-end="2173">Menurut Sudar, usulan perbaikan jalan sudah beberapa kali disampaikan kepada pihak terkait, namun hingga kini belum ada kepastian kapan perbaikan akan direalisasikan. Ia berharap, perbaikan jalan dapat dilakukan pada tahun depan agar aktivitas dan akses ekonomi masyarakat berjalan lebih lancar.</p>
<p data-start="2175" data-end="2337">“Kami terus menyampaikan aspirasi masyarakat karena jalan ini merupakan akses utama warga. Namun sampai sekarang belum ada tanda-tanda perbaikan,” pungkasnya. <strong>(*)</strong></p>
<p data-start="2175" data-end="2337"><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Soal Akses Informasi Desa, Warga Ngringin Nganjuk Mengadu ke Komisi Informasi Jatim</title>
<link>https://suarajatimpost.com/soal-akses-informasi-desa-warga-ngringin-nganjuk-mengadu-ke-komisi-informasi-jatim</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/soal-akses-informasi-desa-warga-ngringin-nganjuk-mengadu-ke-komisi-informasi-jatim</guid>
<description><![CDATA[ Perwakilan warga Desa Ngringin Wadul mendatangi KI Jatim untuk menanyakan regulasi dan prosedur keterbukaan informasi publik setelah upaya koordinasi di tingkat daerah belum membuahkan hasil. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202602/image_870x580_69806ef7ea87a.webp" length="36480" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 02 Feb 2026 17:03:48 +0700</pubDate>
<dc:creator>Kuswanto</dc:creator>
<media:keywords>Kasus Desa Ngringin, Warga Datangi Kantor KIP, Komisi informasi publik, RAPBDes, Nganjuk</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p data-start="219" data-end="546"><strong data-start="219" data-end="235">NGANJUK, SJP</strong> – Perwakilan warga Desa Ngringin Kecamatan Lengkong Kabupaten Nganjuk, menghubungi Komisi Informasi Provinsi Jawa Timur (KI Jatim) untuk mengajukan sejumlah pertanyaan terkait pelaksanaan keterbukaan informasi publik di tingkat desa. Langkah tersebut dilakukan guna memastikan transparansi dan akuntabilitas penyelenggaraan pemerintahan desa.</p>
<p data-start="548" data-end="847">Perwakilan warga, Arip, menyampaikan bahwa pihaknya menanyakan jenis informasi yang wajib disediakan oleh pemerintah desa sesuai peraturan perundang-undangan, tata cara pengajuan permohonan informasi publik, serta mekanisme pengaduan apabila permintaan informasi tidak mendapat respons atau ditolak.</p>
<p data-start="849" data-end="1128">Menurut Arip, kedatangannya ke KI Jatim didampingi oleh empat orang warga Desa Ngringin. Mereka bermaksud melakukan audiensi dengan pejabat terkait guna mendapatkan kejelasan serta langkah-langkah yang dapat ditempuh masyarakat untuk meningkatkan akses terhadap informasi publik.</p>
<p data-start="1130" data-end="1269">Arip mengungkapkan, sebelumnya pihaknya telah mencoba berkoordinasi dengan sejumlah instansi. Namun, upaya tersebut belum membuahkan hasil.</p>
<p data-start="1271" data-end="1524">“Kami dipingpong, mulai dari Kominfo diarahkan ke Inspektorat juga tidak ada respon, akhirnya kami berempat ini berinisiatif ke Komisi Informasi di Provinsi Jawa Timur yang berlokasi di Jalan Bendilan Nomor 4, Waru, Sidoarjo,” ujarnya.</p>
<p data-start="1526" data-end="1705">Saat disinggung apakah kedatangan tersebut masih berkaitan dengan permohonan data, Arip menegaskan hal tersebut merupakan tindak lanjut dari upaya yang telah dilakukan sebelumnya.</p>
<p data-start="1707" data-end="1812">“Kedatangan kami ke sini, yakni audiensi kepada Komisi Informasi, yang mana tidak ada respon,” kata Arip.</p>
<p data-start="1814" data-end="2055">Sementara itu, Panitera Pengganti Komisi Informasi Provinsi Jawa Timur, Febri Krisbiantoro, saat ditemui di ruang lobi menjelaskan, kedatangan perwakilan warga Desa Ngringin yang diwakili Arip berkaitan dengan temuan RAPBDes dan APBDes.</p>
<p data-start="2057" data-end="2281">Febri menyampaikan, pihaknya telah memberikan penjelasan secara terbuka terkait hak warga untuk memperoleh informasi. Namun, menurutnya, objek permasalahan yang disampaikan masih berada dalam kewenangan pemerintah desa.</p>
<p data-start="2283" data-end="2436">“Bukan ranah kami, dan itu kewenangan desa. Namun kalau tidak ada tanggapan lagi, baru kita bantu melalui sengketa publik,” ucap Febri, Senin (2/2/2026).</p>
<p data-start="2438" data-end="2739">Ia menambahkan, apabila pemohon telah mengajukan keberatan kepada termohon dan tidak mendapatkan tanggapan, maka hal tersebut dapat masuk dalam kategori sengketa informasi publik. Dalam kondisi tersebut, KI Jatim dapat memfasilitasi penyelesaian melalui mekanisme sidang ajudikasi maupun nonajudikasi.</p>
<p data-start="2741" data-end="2951">Terkait regulasi permintaan data APBDes, Febri menjelaskan, ketentuan tersebut dapat merujuk pada Undang-Undang serta Peraturan Komisi Informasi Nomor 1 Tahun 2018 tentang Standar Layanan Informasi Publik.</p>
<p data-start="2953" data-end="3179">“Di situ dijelaskan informasi yang wajib diumumkan secara berkala, setiap saat tersedia, serta informasi yang dikecualikan. Terkait objek yang disampaikan pemohon, kami belum bisa masuk, karena masih kewenangan desa,” jelasnya.</p>
<p data-start="3181" data-end="3370">“Kami apresiasi kedatangan warga Desa Ngringin. Terkait objek perkara yang disampaikan, kami belum bisa masuk. Namun kalau tidak ada tanggapan, maka kami bantu untuk mediasi,” imbuhnya.</p>
<p data-start="3372" data-end="3767">Sementara itu, Pemerintah Desa Ngringin melalui Kepala Dusun Gempol Teko Prayitno menyerahkan surat bernomor 470/52/411.507.09/2026 sebagai jawaban atas surat permohonan warga tertanggal 28 Januari 2026.</p>
<p data-start="3372" data-end="3767">Dalam surat tersebut disebutkan bahwa permohonan akan dikoordinasikan dengan PPID Kabupaten dan PPID Desa untuk mendapatkan pertimbangan serta persetujuan tertulis dari pimpinan badan publik.</p>
<p data-start="3769" data-end="3929">Surat tersebut merujuk pada Peraturan Pemerintah Nomor 61 Tahun 2010 tentang Pelaksanaan Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik.</p>
<p data-start="3931" data-end="4147">Saat dikonfirmasi melalui WhatsApp oleh wartawan suarajatimpost.com, Kepala Dusun Gempol Teko Prayitno membenarkan, pihaknya yang mengantarkan langsung surat balasan tersebut ke rumah Arip selaku perwakilan warga.</p>
<p data-start="4149" data-end="4255">“Ya, saya yang mengantarkan surat balasan ke rumah Arip, yang menyuruh Bu Kades Ngringin,” singkatnya. <strong>(*)</strong></p>
<p data-start="4149" data-end="4255"><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Peringati Isra Mikraj, Polres Nganjuk Teguhkan Iman Personel Lewat Aksi Kemanusiaan</title>
<link>https://suarajatimpost.com/peringati-isra-mikraj-polres-nganjuk-teguhkan-iman-personel-lewat-aksi-kemanusiaan</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/peringati-isra-mikraj-polres-nganjuk-teguhkan-iman-personel-lewat-aksi-kemanusiaan</guid>
<description><![CDATA[ Polres Nganjuk menggelar peringatan Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW 1447 H/2026 M di Masjid Al Ikhlas dengan menekankan penguatan keimanan, profesionalisme, serta kepedulian sosial personel Polri, ditandai tausiyah dan santunan anak yatim. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202601/image_870x580_697db79816ea1.webp" length="29648" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sat, 31 Jan 2026 22:29:34 +0700</pubDate>
<dc:creator>Kuswanto</dc:creator>
<media:keywords>Peringatan Isra mi&#039;raj 1447 H, Mapolres Nganjuk, jajaran Polres, anggota polri, Nganjuk</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p data-start="96" data-end="384"><strong data-start="96" data-end="114">NGANJUK, SJP –</strong> Polres Nganjuk menggelar peringatan Isra Mikraj Nabi Muhammad SAW 1447 Hijriah/2026 Masehi dengan mengusung tema “Memperteguh Keimanan dan Ketakwaan Personel Polri untuk Masyarakat dalam Aksi Kemanusiaan dan Kepedulian Sosial dengan Merujuk Keteladanan Nabi Zakaria”.</p>
<p data-start="386" data-end="610">Kegiatan keagamaan tersebut dilaksanakan di Masjid Al Ikhlas Polres Nganjuk dan diikuti oleh Kapolres Nganjuk AKBP Suria Miftah Irawan, pejabat utama, personel Polri, ASN Polres Nganjuk, serta Bhayangkari, Sabtu (31/1/2026).</p>
<p data-start="612" data-end="886">Dalam sambutannya, Kapolres Nganjuk AKBP Suria Miftah Irawan menyampaikan, peringatan Isra Mikraj menjadi momentum penting bagi seluruh personel Polri untuk meningkatkan keimanan dan ketakwaan sebagai landasan moral dalam menjalankan tugas pengabdian kepada masyarakat.</p>
<p data-start="888" data-end="1141">“Melalui peringatan Isra Mikraj ini, kami berharap seluruh personel Polres Nganjuk semakin memperkuat iman dan takwa, sehingga mampu mengimplementasikannya dalam setiap pelaksanaan tugas, khususnya dalam aksi kemanusiaan dan kepedulian sosial,” ujarnya.</p>
<p data-start="1143" data-end="1414">Kapolres menegaskan, nilai-nilai spiritual harus senantiasa berjalan seiring dengan profesionalisme Polri. Dengan demikian, kehadiran Polri dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat, tidak hanya dalam penegakan hukum, tetapi juga dalam pelayanan dan perlindungan sosial.</p>
<p data-start="1416" data-end="1724">Sementara itu, dalam tausiyahnya, penceramah Drs. KH. Abdul Muhaimin, Ketua LDTQN (Lembaga Dakwah Thoriqoh Qodiriyah Naqsyabandiyah) Pontren Suryalaya Perwakilan Kabupaten Nganjuk, mengajak seluruh hadirin untuk meneladani sifat kesabaran, keikhlasan, dan kepedulian Nabi Zakaria dalam kehidupan sehari-hari.</p>
<p data-start="1726" data-end="2001">“Keteladanan Nabi Zakaria mengajarkan keteguhan iman, kesabaran, serta keikhlasan dalam berbuat kebaikan. Nilai-nilai ini sangat relevan untuk diimplementasikan oleh anggota Polri dalam menjaga keamanan sekaligus menumbuhkan kepedulian sosial di tengah masyarakat,” tuturnya.</p>
<p data-start="2003" data-end="2259">Rangkaian kegiatan peringatan Isra Mikraj tersebut diawali dengan pembacaan ayat suci Al Qur'an, dilanjutkan lantunan sholawat Nabi, penyampaian tausiyah, serta penyerahan santunan kepada anak yatim piatu sebagai wujud nyata kepedulian sosial Polres Nganjuk.</p>
<p data-start="2261" data-end="2488">Melalui kegiatan ini, Polres Nganjuk berharap dapat terus menumbuhkan semangat spiritual dan empati sosial di lingkungan internal Polri, sehingga terwujud personel yang beriman, humanis, dan semakin dekat dengan masyarakat.<strong> (**)</strong></p>
<p data-start="2261" data-end="2488"><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Sindikat Peracun Sapi di Nganjuk Rugikan Peternak Rp300 Juta, Korban: Tangkap Otak Pelakunya!</title>
<link>https://suarajatimpost.com/sindikat-peracun-sapi-di-nganjuk-rugikan-peternak-rp300-juta-korban-tangkap-otak-pelakunya</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/sindikat-peracun-sapi-di-nganjuk-rugikan-peternak-rp300-juta-korban-tangkap-otak-pelakunya</guid>
<description><![CDATA[ Penyidikan harus dilakukan secara komprehensif dari hulu ke hilir. Ia khawatir jika aktor intelektualnya tidak tertangkap, teror serupa akan kembali menghantui para peternak di wilayah Nganjuk. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202601/image_870x580_697db4f571af1.webp" length="46220" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sat, 31 Jan 2026 14:00:46 +0700</pubDate>
<dc:creator>Kuswanto</dc:creator>
<media:keywords>Tersangka, penetapan tersangka, kuasa hukum korban, keracunan sapi, Polsek Loceret, Desa Ngepeh, Loceret, Nganjuk</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>NGANJUK, SJP</strong> — Para peternak korban dugaan peracunan sapi di Desa Ngepeh, Kecamatan Loceret, mendesak aparat kepolisian untuk tidak berhenti pada penangkapan satu orang terduga pelaku. </p>
<p>Melalui kuasa hukumnya, para korban meminta Polsek Loceret membongkar tuntas mata rantai sindikat yang diduga menjadi otak di balik kematian belasan hewan ternak tersebut.</p>
<p>Insiden yang sempat viral ini mencuat setelah sedikitnya 10 ekor sapi milik enam peternak mati secara tidak wajar. </p>
<p>Modusnya, pelaku diduga sengaja meracuni ternak warga agar bisa membelinya dengan harga murah saat kondisi hewan sekarat atau mati. Akibat aksi keji ini, total kerugian materiil para korban ditaksir mencapai Rp300 juta.</p>
<p>Trisnanto, kuasa hukum salah satu korban, menegaskan bahwa pola kejahatan ini mustahil dilakukan oleh satu individu secara amatir. Menurutnya, cakupan wilayah dan jumlah korban menunjukkan adanya organisasi yang rapi.</p>
<p>"Kami mengapresiasi langkah kepolisian yang telah mengamankan satu terduga pelaku. Namun, melihat skala kerugian dan banyaknya korban, kami yakin ini adalah kerja sindikat. Kami mendesak polisi menangkap dalangnya, bukan sekadar pelaksana di lapangan," tegas Trisnanto kepada media wartawan, Sabtu (31/1/2026).</p>
<p>Ia menambahkan, penyidikan harus dilakukan secara komprehensif dari hulu ke hilir. Ia khawatir jika aktor intelektualnya tidak tertangkap, teror serupa akan kembali menghantui para peternak di wilayah Nganjuk.</p>
<p>Selain menuntut keadilan secara materiil, pihak korban juga menyebut bahaya laten bagi masyarakat luas. Diduga kuat, daging sapi yang mati akibat diracun tersebut berpotensi masuk ke pasar konsumsi.</p>
<p>"Ini bukan hanya soal pencurian atau perusakan barang (hewan), tapi sudah menyangkut keamanan pangan nasional. Pelaku bisa dijerat dengan UU Peternakan dan UU Perlindungan Konsumen karena membahayakan nyawa publik melalui daging yang tidak layak konsumsi," lanjutnya.</p>
<p>Menanggapi tekanan dari pihak korban, Kapolsek Loceret AKP Triyono menyatakan bahwa pihaknya tidak tinggal diam. Ia memastikan proses hukum berjalan sesuai prosedur dan sedang dalam tahap koordinasi dengan pihak kejaksaan.</p>
<p>"Sudah kami tangani, tinggal nunggu info dari kejaksaan, semuanya sudah melalui mekanisme dan arahan dari Kapolres," ujar AKP Triyono melalui pesan singkat. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Dinsos PPPA Nganjuk Belum Terima Pelimpahan Kasus Anak di Bawah Umur dari Polres Nganjuk</title>
<link>https://suarajatimpost.com/dinsos-pppa-nganjuk-belum-terima-pelimpahan-kasus-anak-di-bawah-umur-dari-polres-nganjuk</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/dinsos-pppa-nganjuk-belum-terima-pelimpahan-kasus-anak-di-bawah-umur-dari-polres-nganjuk</guid>
<description><![CDATA[ Dinsos PPPA belum menerima pelimpahan kasus anak di bawah umur dari Polres Nganjuk. Hal ini menjadi perhatian mengingat pentingnya koordinasi antar lembaga dalam penanganan kasus yang menyangkut anak. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202601/image_870x580_697cc5c1b7276.webp" length="27176" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Fri, 30 Jan 2026 22:58:21 +0700</pubDate>
<dc:creator>Kuswanto</dc:creator>
<media:keywords>Pengeroyokan, anak dibawah umur, status tersangka, Kabid Linjam Resos Dinsos Agung Effendi, Dinsos, Polres Nganjuk, Nganjuk</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>NGANJUK, SJP - </strong>Sebelumnya, Kepolisian Resor (Polres) Nganjuk menetapkan enam pemuda sebagai tersangka dalam kasus pengeroyokan di salah satu desa di Kecamatan Patianrowo, Kabupaten Nganjuk.</p>
<p>Salah satu dari enam tersangka, tiga di antaranya masih di bawah umur, semua pelaku tersebut merupakan warga Kecamatan Patianrowo.</p>
<p>Namun, hingga saat ini, kasus yang melibatkan anak di bawah umur tersebut belum dilimpahkan kepada Dinsos PPPA Kabupaten Nganjuk.</p>
<p>Kepala Bidang Perlindungan Jaminan Sosial dan Rehabilitasi Sosial di Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Kabupaten Nganjuk, Agung EffendI mengkonfirmasi bahwa pihaknya belum menerima pelimpahan kasus anak di bawah umur dari Polres Nganjuk. Hal ini menjadi perhatian mengingat pentingnya koordinasi antar lembaga dalam penanganan kasus yang menyangkut anak.</p>
<p>Menurut Agung, mekanisme pelimpahan kasus anak di bawah umur seharusnya dilakukan sesuai dengan peraturan yang berlaku, yaitu setelah proses penyelidikan awal oleh kepolisian selesai dan dinyatakan perlu penanganan sosial serta perlindungan lebih lanjut. Pelimpahan bertujuan untuk memastikan anak mendapatkan akses layanan rehabilitasi, pendidikan, dan dukungan psikososial yang dibutuhkan.</p>
<p>"Kami siap menerima pelimpahan kasus kapan saja sesuai prosedur. Saat ini belum ada koordinasi resmi dari Polres Nganjuk terkait hal ini, namun kami terus siap siaga untuk menangani setiap kasus anak di bawah umur yang masuk," ujar Agung saat ditemui di ruangannya, Jumat (30/1/2029) </p>
<p>Disinggung terkait penanganan anak di bawah umur, Agung mengatakan, kasus anak di bawah umur memang mekanismenya diarahkan ke Dinsos PPPA, sesuai keputusan dari pengadilan.</p>
<p>"Begitu ranahnya masuk ke kepolisian yang bertanggung jawab adalah balai kemasyarakatan. Lembaga kemasyarakatan itu adanya di wilayah Kediri. Mulai pendampingan dari kepolisian hingga putusan hukum, setelah ada, dan diminta untuk pelatihan, maka pendampingan pelatihan tersebut adalah ranah kami," ungkapnya.</p>
<p>"Mekanisme yang sebenarnya, mulai pendampingan hingga putusan, dan sekaligus pelatihan adalah kami," imbuh Agung.</p>
<p>Hingga saat ini, Polres Nganjuk belum memberikan tanggapan resmi terkait keterlambatan pelimpahan kasus. Namun, pihak Dinsos PPPA berharap dapat segera melakukan koordinasi untuk menyelesaikan proses administrasi dan memastikan anak-anak yang membutuhkan mendapatkan bantuan yang tepat waktu. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Tren Kekerasan Perempuan dan KDRT di Nganjuk Naik, Dinsos PPPA Ajak Milenial Cegah Sejak Dini</title>
<link>https://suarajatimpost.com/tren-kekerasan-perempuan-dan-kdrt-di-nganjuk-naik-dinsos-pppa-ajak-milenial-cegah-sejak-dini</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/tren-kekerasan-perempuan-dan-kdrt-di-nganjuk-naik-dinsos-pppa-ajak-milenial-cegah-sejak-dini</guid>
<description><![CDATA[ Dinsos PPPA Nganjuk mencatat peningkatan kasus kekerasan terhadap perempuan, anak, dan KDRT sepanjang 2025. Pemerintah mengajak generasi muda memahami potensi kekerasan sejak dini sebagai langkah pencegahan dalam rumah tangga. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202601/image_870x580_697cbac969514.webp" length="32242" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Fri, 30 Jan 2026 21:22:28 +0700</pubDate>
<dc:creator>Kuswanto</dc:creator>
<media:keywords>Kasus kekerasan, Perempuan dan Anak, Dinsos, Kabid PPA, KDRT, Trend meningkat, Nganjuk</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><b>NGANJUK, SJP – </b>Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos PPPA) Kabupaten Nganjuk mencatat tren peningkatan kasus kekerasan terhadap perempuan dan Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT), baik dari sisi jumlah kejadian maupun pelaporan.</p>
<p>Kepala Bidang Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Dinsos PPPA Nganjuk, Andriyana Maharani, mengatakan peningkatan tersebut mencerminkan dua hal sekaligus. Di satu sisi menunjukkan meningkatnya keberanian korban untuk melapor, namun di sisi lain menjadi tantangan serius dalam upaya pencegahan dan penanganan kekerasan.</p>
<p>“Berdasarkan catatan tahunan tahun 2025, kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak di ranah personal mencapai 50 kasus. Dari jumlah tersebut, 35 kasus didominasi kekerasan terhadap perempuan dan anak, sementara sisanya merupakan kasus KDRT,” ujar Andriyana kepada Suarajatimpost, Jumat (30/1/2026).</p>
<p>Ia menjelaskan, pemahaman tentang larangan dan bentuk-bentuk kekerasan perlu ditanamkan sejak dini, khususnya kepada kalangan muda sebelum memasuki kehidupan berumah tangga. Menurutnya, generasi muda atau milenial memiliki peran strategis dalam menekan angka kekerasan dan perceraian apabila dibekali pemahaman terkait potensi KDRT.</p>
<p>“Harapan kami, dengan adanya layanan penanganan korban perempuan dan anak melalui UPTD PPA, masyarakat semakin peduli dan berani melapor. Karena setiap tahun tren kasus maupun pelanggaran terus meningkat,” ucapnya.</p>
<p>Selain perempuan dewasa, kasus kekerasan juga banyak terjadi pada kelompok usia anak dan remaja, yang mayoritas masih berstatus pelajar. Untuk tahun 2026, Dinsos PPPA Nganjuk telah menerima dua laporan kasus KDRT dan seluruhnya sudah mendapatkan penanganan sesuai kebutuhan korban.</p>
<p>“Untuk tahun 2026 ini sudah ada dua kasus KDRT yang masuk, dan semuanya sudah kami tangani,” singkat Andriyana.</p>
<p>Lebih lanjut, Andriyana mengajak masyarakat untuk memahami rambu-rambu dalam kehidupan keluarga, terutama terkait bentuk kekerasan yang tidak dibenarkan secara hukum maupun sosial. Ia juga menekankan pentingnya upaya pencegahan melalui metode ketuk tular atau penyebaran informasi dari mulut ke mulut.</p>
<p>“Setelah mendapatkan pengetahuan, jangan lupa untuk menularkannya ke lingkungan sekitar. Sosialisasi ini banyak melibatkan remaja agar mereka lebih siap membangun rumah tangga, karena ketidaksiapan sering kali menjadi pemicu terjadinya KDRT,” pungkasnya. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Satu Pengusaha Galian C di Nganjuk Tunggak Pajak 7 Bulan, Nilainya Capai Rp60 Juta</title>
<link>https://suarajatimpost.com/satu-pengusaha-galian-c-di-nganjuk-tunggak-pajak-7-bulan-nilainya-capai-rp60-juta</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/satu-pengusaha-galian-c-di-nganjuk-tunggak-pajak-7-bulan-nilainya-capai-rp60-juta</guid>
<description><![CDATA[ Bapenda Nganjuk menemukan satu pengusaha galian C menunggak pajak hingga tujuh bulan dengan nilai Rp30–60 juta. Pemantauan dan penagihan terus dilakukan karena sektor galian C dinilai belum optimal menyumbang PAD. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202601/image_870x580_697c8bec6f194.webp" length="14078" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Fri, 30 Jan 2026 18:41:51 +0700</pubDate>
<dc:creator>Kuswanto</dc:creator>
<media:keywords>Pendapatan Asli Daerah (PAD) Galian C, pengusaha galian c, tunggakan pajak, surat teguran, Bapenda, Nganjuk</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>NGANJUK, SJP –</strong> Pemeriksaan terhadap wajib pajak sektor galian C di Kabupaten Nganjuk menemukan kondisi yang perlu mendapat perhatian serius. Dari total enam pengusaha galian C yang terdaftar dan diawasi di wilayah yang dikenal sebagai Kota Angin tersebut, satu di antaranya tercatat menunggak pajak hingga tujuh bulan.</p>
<p>Temuan ini menjadi sorotan karena sektor galian C dinilai memiliki potensi besar dalam menyumbang Pendapatan Asli Daerah (PAD), namun realisasinya masih belum optimal.</p>
<p>Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Nganjuk, Slamet Basuki, melalui sekretarisnya Kartika Diana Sari, mengatakan, dari 6 lokasi galian C yang beroperasi di Nganjuk, ditemukan satu wajib pajak dengan tunggakan cukup lama. Salah satunya adalah CV Faihdila Jaya Tambang yang dalam sistem terdaftar atas nama Mul dan berlokasi di Desa Genjeng, Kecamatan Loceret.</p>
<p>“Kami melakukan pemantauan secara berkala terhadap seluruh pengusaha galian C. Saat ini ada satu pengusaha yang memiliki tunggakan pajak selama tujuh bulan, dengan nilai tunggakan bervariasi, mulai Rp30 juta hingga Rp60 juta,” ujar Kartika Diana Sari kepada Suarajatimpost, Jumat (30/1/2026).</p>
<p>Ia menambahkan, Bapenda telah menjalankan prosedur penagihan sesuai ketentuan yang berlaku. Wajib pajak yang bersangkutan telah diberikan Surat Tagihan Pajak (STP) hingga Surat Teguran setelah melewati batas waktu pembayaran.</p>
<p>“Kami juga sudah berkoordinasi dengan pihak pengusaha untuk mengetahui penyebab keterlambatan dan mencari solusi agar tunggakan segera dilunasi. Namun, sampai saat ini belum ada tindak lanjut yang berarti,” tambahnya.</p>
<p>Sementara itu, Imam selaku staf Bapenda menegaskan, kasus tunggakan ini menunjukkan pentingnya peningkatan pengawasan terhadap sektor galian C. Ia menjelaskan, langkah penindakan mengacu pada Peraturan Bupati (Perbup), di mana setelah tiga kali surat teguran tidak diindahkan, Bapenda dapat menerbitkan surat paksa kepada wajib pajak.</p>
<p>“Sejak awal kami sudah menyampaikan bahwa galian C milik CV Faihdila Jaya Tambang di Desa Genjeng tidak memberikan kontribusi pembayaran pajak. Kasus ini menjadi bukti bahwa pengawasan harus diperketat dan koordinasi dengan instansi terkait perlu ditingkatkan,” kata Imam.</p>
<p>Ia juga menambahkan, apabila wajib pajak tetap tidak kooperatif, pihaknya akan berkoordinasi dengan juru sita pajak. Jika masih tidak diindahkan, permasalahan tersebut akan dilaporkan kepada Bupati Nganjuk untuk langkah lanjutan.</p>
<p>Imam turut memaparkan kondisi operasional galian C di Nganjuk. Dari enam lokasi yang terdata, tiga galian masih aktif beroperasi, yakni PT AXA Energi, TMKI, dan CV Faihdila Jaya Tambang.</p>
<p>Sementara tiga lainnya, yakni Rejo Makmur di Desa Prayungan, Kecamatan Jatikalen, Sumber Asih di Desa Mlilir, Kecamatan Brebek, serta Rafa Nabila, beroperasi tidak menentu.</p>
<p>“Enam galian C di Nganjuk, tiga masih beroperasi aktif, tiga lainnya kadang beroperasi kadang tidak. Untuk PT AXA Energi kemarin sempat libur karena terkendala perbaikan jalan,” pungkas Imam. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Polres Nganjuk Tetapkan Enam Tersangka Kasus Pengadangan Maut di Patianrowo</title>
<link>https://suarajatimpost.com/polres-nganjuk-tetapkan-enam-tersangka-kasus-pengadangan-maut-di-patianrowo</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/polres-nganjuk-tetapkan-enam-tersangka-kasus-pengadangan-maut-di-patianrowo</guid>
<description><![CDATA[ Dari enam orang yang ditetapkan sebagai tersangka, polisi mengungkapkan bahwa tiga di antaranya masih berstatus di bawah umur. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202601/image_870x580_697b149b9133c.webp" length="38998" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 29 Jan 2026 15:00:32 +0700</pubDate>
<dc:creator>Kuswanto</dc:creator>
<media:keywords>Pengeroyokan, tersangka, barang bukti, Polres Nganjuk, pres rilis, Nganjuk</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>NGANJUK, SJP</strong> — Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Nganjuk resmi menetapkan enam pemuda sebagai tersangka dalam kasus pengeroyokan brutal yang berujung maut di Desa Ngepung, Kecamatan Patianrowo. </p>
<p>Insiden tersebut mengakibatkan Mohammad Nabil, pemuda asal Desa Maguan, Kecamatan Berbek, meninggal dunia setelah sempat berjuang melewati masa kritis.</p>
<p>Kasat Reskrim Polres Nganjuk, AKP Sukaca, mengungkapkan bahwa penetapan tersangka ini dilakukan setelah melalui serangkaian penyelidikan mendalam terhadap sembilan orang yang sebelumnya diamankan.</p>
<p>Peristiwa nahas tersebut terjadi pada Jumat, (9/1/2026), sekira pukul 02.00 WIB. AKP Sukaca menjelaskan, kejadian bermula saat korban bersama rekannya pulang setelah bermain di rumah teman hingga larut malam. Di tengah perjalanan usai membeli bensin dan rokok, langkah mereka diadang oleh sekelompok pemuda.</p>
<p>Tanpa alasan yang jelas, para pelaku melakukan serangan membabi buta. Kondisi diperparah ketika salah satu pelaku melempar bongkahan batu paving yang tepat mengenai korban hingga jatuh tak sadarkan diri.</p>
<p>"Korban Mohammad Nabil sempat menjalani perawatan intensif selama empat hari di RSUD dr. Soedono Madiun. Namun, akibat luka berat yang diderita, korban dinyatakan meninggal dunia pada Selasa, 13 Januari 2026," ujar AKP Sukaca dalam jumpa pers di Mapolres Nganjuk, Kamis (29/1/2026).</p>
<p>Dari enam orang yang ditetapkan sebagai tersangka, polisi mengungkapkan bahwa tiga di antaranya masih berstatus di bawah umur. </p>
<p>Adapun para tersangka dewasa yang teridentifikasi adalah CE (18), LR (21), ME (18), MI (19), MY (18), dan DP (22). Keenamnya merupakan warga Desa Ngepung, Patianrowo.</p>
<p>Pihak kepolisian memilih untuk tidak menampilkan para tersangka ke publik dengan pertimbangan faktor keamanan. Meski demikian, seluruh proses hukum dipastikan berjalan sesuai prosedur yang berlaku.</p>
<p>Saat ini, para pelaku telah mendekam di sel tahanan Mapolres Nganjuk untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya. Polisi menjerat mereka dengan pasal berlapis guna memberikan efek jera terhadap aksi premanisme jalanan.</p>
<p>"Para pelaku dijerat dengan Pasal 262 KUHP. Mengingat aksi ini menyebabkan luka berat hingga kematian, ancaman hukumannya sangat berat, yakni pidana penjara hingga 12 tahun," pungkas AKP Sukaca. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Dishub dan Satlantas Polres Nganjuk Gelar Operasi Gabungan, Fokus Keselamatan Angkutan Jalan</title>
<link>https://suarajatimpost.com/dishub-dan-satlantas-polres-nganjuk-gelar-operasi-gabungan-fokus-keselamatan-angkutan-jalan</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/dishub-dan-satlantas-polres-nganjuk-gelar-operasi-gabungan-fokus-keselamatan-angkutan-jalan</guid>
<description><![CDATA[ Melalui operasi ini untuk menekan angka kecelakaan akibat dari kelebihan muatan. Dari operasi ini tidak ditemukan pelanggaran yang melibatkan angkutan barang maupun kendaraan pribadi. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202601/image_870x580_697a1a2eccae4.webp" length="70564" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 28 Jan 2026 22:45:38 +0700</pubDate>
<dc:creator>Kuswanto</dc:creator>
<media:keywords>Operasi gabungan, dishub, satlantas Nganjuk, tidak ada pelanggaran, mobil pribadi, truk angkutan, roda empat, Nganjuk</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>NGANJUK, SJP - </strong>Guna menjamin keamanan dan kenyamanan pengguna jalan, Dinas Perhubungan Nganjuk berkerja sama dengan Satlantas Polres Nganjuk menggelar Operasi Gabungan.</p>
<p>Operasi ini digelar untuk menegakan aturan dan tertib lalu lintas di jalan raya. Dan pada akhirnya berdampak pada peningkatan aspek keselamatan di jalan raya</p>
<p>Kegiatan tersebut dilaksanakan di Ruas Jalan Anjuk Ladang, tepatnya di selatan SPBU Candirejo, Kecamatan Loceret, Rabu (28/1/2026).</p>
<p>Operasi gabungan ini menyasar kendaraan angkutan barang dan penumpang guna memastikan kelengkapan administrasi, kondisi teknis kendaraan, serta kelaikan jalan demi menekan potensi kecelakaan lalu lintas. </p>
<p>Melalui operasi ini untuk menekan angka kecelakaan akibat dari kelebihan muatan. Namun, dalam operasi ini tidak ditemukan pelanggaran yang melibatkan angkutan barang, maupun kendaraan pribadi.</p>
<p>Kegiatan dipimpin oleh Iptu Warji, Kanit Patroli Satlantas Polres Nganjuk, dengan melibatkan personel Satlantas dan petugas Dishub Kabupaten Nganjuk.</p>
<p>Kapolres Nganjuk, AKBP Suria Miftah Irawan menegaskan, kegiatan ini merupakan langkah konkret dalam menjaga keselamatan pengguna jalan.</p>
<p>“Inspeksi keselamatan angkutan jalan ini kami lakukan untuk memastikan kendaraan yang beroperasi benar-benar laik jalan. Keselamatan masyarakat adalah prioritas utama, sehingga kepatuhan terhadap aturan lalu lintas harus terus ditingkatkan,” tegas Kapolres.</p>
<p>Dalam pelaksanaannya, petugas melakukan pemeriksaan surat-surat kendaraan, kelengkapan kendaraan, hingga kondisi fisik angkutan. Selain penegakan hukum, petugas juga mengedepankan pendekatan humanis dengan memberikan imbauan keselamatan kepada para pengemudi.</p>
<p>Kasat Lantas Polres Nganjuk, AKP Ivan Danara Oktavian menyampaikan, operasi gabungan ini bertujuan membangun kesadaran kolektif para pelaku angkutan jalan.</p>
<p>“Kami tidak hanya melakukan penindakan, tetapi juga edukasi agar pengemudi memahami pentingnya keselamatan, baik bagi dirinya sendiri maupun pengguna jalan lainnya,” jelasnya.</p>
<p>Melalui operasi gabungan ini, Polres Nganjuk bersama Dishub Kabupaten Nganjuk berharap tercipta budaya tertib berlalu lintas serta meningkatnya keselamatan angkutan jalan, sehingga situasi kamseltibcarlantas di wilayah Kabupaten Nganjuk tetap aman dan kondusif. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor: Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Dugaan Pungli SDN 2 Ngujung Menguap, Dinas Pendidikan Nganjuk Terkesan Mlempem</title>
<link>https://suarajatimpost.com/dugaan-pungli-sdn-2-ngujung-menguap-dinas-pendidikan-nganjuk-terkesan-mlempem</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/dugaan-pungli-sdn-2-ngujung-menguap-dinas-pendidikan-nganjuk-terkesan-mlempem</guid>
<description><![CDATA[ Alih-alih menjatuhkan sanksi sesuai regulasi, dinas pendidikan tersebut justru terkesan melakukan pembiaran dengan dalih masalah selesai hanya melalui pemanggilan lisan. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202601/image_870x580_6979a62e3f310.webp" length="36456" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 28 Jan 2026 13:00:23 +0700</pubDate>
<dc:creator>Kuswanto</dc:creator>
<media:keywords>Pungli, iuran, pavingisasi, SDN 2 Ngujung, Dinas Pendidikan, Nganjuk</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>NGANJUK, SJP</strong> — Sikap permisif yang ditunjukkan Dinas Pendidikan (Dindik) Kabupaten Nganjuk terhadap dugaan praktik pungutan liar (pungli) di SDN 2 Ngujung, Kecamatan Gondang seakan tak memberikan langlah solutif. </p>
<p>Alih-alih menjatuhkan sanksi sesuai regulasi, dinas pendidikan tersebut justru terkesan melakukan pembiaran dengan dalih masalah selesai hanya melalui pemanggilan lisan.</p>
<p>Kepala Bidang SMP Dinas Pendidikan Kabupaten Nganjuk, Munawir, saat dikonfirmasi memberikan pernyataan yang cenderung defensif dan diplomatis. </p>
<p>Ia mengklaim bahwa pihaknya telah menghentikan iuran tersebut pasca memanggil kepala sekolah yang bersangkutan.</p>
<p>"Sudah kami hentikan. Urusannya sudah selesai," ujar Munawir singkat melalui sambungan pesan singkat, Senin (27/1/2026).</p>
<p>Mirisnya, pihak dinas terkesan mencari pembenaran atas durasi praktik pungli yang disinyalir telah berlangsung selama dua tahun tersebut. </p>
<p>Munawir berdalih bahwa kebijakan iuran merupakan warisan dari kepala sekolah terdahulu.</p>
<p>"Kasus itu sudah lama, era kepala sekolah yang lama. Yang sekarang hanya meneruskan," dalihnya.</p>
<p>Seperti diketahui, sesuai Permendikbud Nomor 44 Tahun 2012 dan Peraturan Presiden Nomor 87 Tahun 2016 tentang Satgas Saber Pungli, segala bentuk pungutan di sekolah dasar negeri adalah pelanggaran hukum, terlepas dari siapa yang menginisiasinya.</p>
<p>Informasi yang dihimpun wartawan mengungkap adanya persoalan data keuangan yang mencolok. </p>
<p>Berdasarkan keterangan sumber internal wali murid, iuran sebesar Rp15.000 per siswa selama dua tahun seharusnya terkumpul kurang lebih Rp28 juta. Namun, pihak sekolah mengklaim dana yang terkumpul hanya berkisar Rp15 juta.</p>
<p>Ironisnya, kepala sekolah justru mengaku masih nombok sebesar Rp5 juta untuk proyek pavingisasi tersebut. Beban ini kemudian direncanakan untuk dibebankan kembali kepada wali murid dengan nilai Rp900.000 per kelas.</p>
<p>"Wali murid tidak hanya dimintai uang, tapi juga tenaga dan konsumsi saat pemasangan paving. Sekarang malah diminta lagi untuk mengganti uang pribadi kepala sekolah. Ini sangat mencekik," ungkap salah satu wali murid yang meminta identitasnya dirahasiakan karena mengkhawatirkan intimidasi terhadap anaknya di sekolah.</p>
<p>Keberadaan iuran pembangunan di sekolah negeri adalah anomali besar di tengah alokasi Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) dan Dana Alokasi Khusus (DAK) yang dikucurkan pemerintah. </p>
<p>Ketidakmampuan Dinas Pendidikan untuk melakukan audit mendalam terhadap aliran dana ini menunjukkan lemahnya fungsi pengawasan.</p>
<p>Para wali murid kini berada dalam posisi dilematis; antara tekanan ekonomi dan kekhawatiran akan masa depan pendidikan anak mereka. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Skandal Dugaan Korupsi Desa Ngringin Nganjuk, Warga Gruduk Kantor Desa, Kades Kabur</title>
<link>https://suarajatimpost.com/skandal-dugaan-korupsi-desa-ngringin-nganjuk-warga-gruduk-kantor-desa-kades-kabur</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/skandal-dugaan-korupsi-desa-ngringin-nganjuk-warga-gruduk-kantor-desa-kades-kabur</guid>
<description><![CDATA[ Kedatangan mereka bertujuan menuntut transparansi Laporan Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes) periode 2015 hingga 2025 yang dianggap mengandung unsur manipulasi dan praktik korupsi. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202601/image_870x580_69799a051c4b8.webp" length="35864" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 28 Jan 2026 12:00:41 +0700</pubDate>
<dc:creator>Kuswanto</dc:creator>
<media:keywords>Warga Geruduk Desa Ngringin, Minta permohonan data, RAPBDes, RAPBD, Transparansi, Desa Ngringin, Polindes, Bedah Rumah, Nganjuk</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>NGANJUK, SJP</strong> — Puluhan warga Desa Ngringin, Kecamatan Lengkong, Kabupaten Nganjuk, mendatangi kantor balai desa setempat pada Rabu (28/1/2026). </p>
<p>Kedatangan mereka bertujuan menuntut transparansi Laporan Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes) periode 2015 hingga 2025 yang dianggap mengandung unsur manipulasi dan dugaan praktik korupsi.</p>
<p>Ketegangan dipicu oleh kekecewaan warga terhadap proses hukum yang dianggap jalan di tempat. Warga menyayangkan pihak-pihak yang diduga terlibat dalam penggelapan dana desa masih bebas berkeliaran tanpa status hukum yang jelas.</p>
<p>Perwakilan warga, Arip, mengungkapkan bahwa masyarakat mencium adanya ketidakberesan pada sejumlah proyek infrastruktur, mulai dari pengaspalan jalan, rabat beton, hingga pavingisasi. Menurut dia, realisasi di lapangan tidak sinkron dengan besaran anggaran yang dilaporkan.</p>
<p>"Kami menuntut rincian data APBDes. Selama ini, pemeriksaan hanya menyasar staf dan perangkat desa, sementara Kepala Desa (Kades) sering kali tidak berada di tempat saat ingin ditemui," ujar Arip kepada wartawan media ini. </p>
<p>Arip menambahkan, pihaknya telah melaporkan temuan tersebut ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Nganjuk. </p>
<p>Jika hingga Jumat mendatang pihak desa tidak memberikan data yang diminta, warga mengancam akan membawa sengketa informasi ini ke tingkat provinsi.</p>
<p>"Kami beri tenggat hingga Jumat. Jika permohonan data tetap diabaikan, hari Senin kami akan mendatangi Komisi Informasi Publik (KIP) di Surabaya untuk melayangkan gugatan," tegasnya.</p>
<p>Senada dengan Arip, Iik Srimurti (70), salah satu tokoh setempat, mengaku memiliki data sejumlah kejanggalan di desanya ini. </p>
<p>Ia menyebut bahwa proyek renovasi Pondok Bersalin Desa (Polindes) yang menelan anggaran sekitar Rp 100 juta, namun secara fisik hanya menyentuh perbaikan atap.</p>
<p>Tak hanya itu, Iik juga menilai adanya dugaan pemotongan bantuan pada program bedah rumah.</p>
<p>"Anggaran resminya Rp 10 juta per orang, namun warga hanya menerima Rp 7,5 juta dalam bentuk material. Setelah kami hitung, nilai material tersebut bahkan tidak sampai Rp 6 juta. Saat itu, saya bahkan didikte oleh oknum tertentu untuk mengaku telah menerima Rp 10 juta," ungkap Iik.</p>
<p>Menanggapi tuntutan warga, staf Kantor Desa Ngringin, Nia, yang didampingi oleh Bayan Desa Sumberejo, Abdul Rohim, menyatakan telah menerima poin-poin keberatan masyarakat. Namun, pihaknya belum bisa memberikan keputusan karena keterbatasan wewenang.</p>
<p>"Permohonan rincian RAPBDes dan APBDes dari warga sudah kami terima secara resmi. Dokumen tersebut segera kami sampaikan kepada Kepala Desa untuk ditindaklanjuti," singkat Nia.</p>
<p>Hingga berita ini diturunkan, Kepala Desa Ngringin belum memberikan keterangan resmi terkait tudingan penggelapan dana dan ancaman pelaporan ke Komisi Informasi Publik tersebut.</p>
<p>Diberitakan sebelumnya, Kejaksaan Negeri (Kejari) Nganjuk telah menerima aduan dari warga Ngringin, namun dengan item yang berbeda. Kejari menyerahkan persoalan itu kepada Inspektorat Daerah untuk dilakukan audit.</p>
<p>Penanganan perkara tersebut dilakukan berdasarkan Surat Perintah Tugas Nomor SP.TUG-478/M.5.31/Dek.1/12/2025 tertanggal 22 Desember 2025, yang kemudian diperpanjang melalui Surat Perintah Tugas Nomor SP.TUG.2A/M.5.31/Dek.1/01/2026 tertanggal 5 Januari 2026.</p>
<p></p>
<p>Kepala Kejaksaan Negeri Nganjuk melalui Kepala Seksi Intelijen, Koko Robby Yahya, menjelaskan bahwa penyelidikan tersebut merupakan tindak lanjut dari laporan pengaduan masyarakat sekaligus pengembangan dari informasi awal yang telah dikantongi penyidik.</p>
<p></p>
<p>"Ini merupakan tindak lanjut dari laporan pengaduan masyarakat, dan sebelumnya juga sudah ada perkembangan. Saat ini seluruh hasil penyelidikan telah kami serahkan kepada Inspektorat untuk dilakukan proses audit," ujar Koko Robby Yahya di lobi Kantor Kejari Nganjuk, Rabu (21/1/2026).</p>
<p></p>
<p>Koko menjelaskan, laporan pengaduan tersebut pertama kali disampaikan oleh pelapor bernama Dadung Dharmasila pada 22 Oktober 2025. Dalam laporan itu, terdapat tiga item dugaan penyimpangan yang dilaporkan, salah satunya terkait pekerjaan pengecoran yang semula disebut terjadi pada tahun 2025.</p>
<p></p>
<p>"Namun setelah kami lakukan klarifikasi, pekerjaan tersebut ternyata terjadi pada tahun anggaran 2024," jelasnya.</p>
<p></p>
<p>Selain itu, laporan juga menyoroti pembangunan pos kamling serta dugaan pungutan liar dalam program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) tahun 2023. Dalam program tersebut, warga mengaku dimintai uang antara Rp1 juta hingga Rp5 juta per bidang tanah.</p>
<p></p>
<p>"Oknum yang diduga terlibat adalah mantan Sekretaris Desa Ngringin," ungkap Koko.</p>
<p></p>
<p>Dalam perkembangannya, Kejari Nganjuk juga menerima keterangan dari sejumlah warga terkait dugaan pungutan PTSL pada lahan gogolan (sawah). Awalnya, disebutkan adanya kesepakatan pungutan sebesar Rp500 ribu. Namun berdasarkan informasi lanjutan, terdapat tambahan Rp700 ribu yang diduga dialokasikan untuk pamong desa Rp300 ribu, kepala desa Rp200 ribu, dan sekretaris desa Rp200 ribu.</p>
<p></p>
<p>Koko menambahkan, terdapat pula laporan dugaan pemerasan yang dilakukan oleh mantan Sekdes Desa Ngringin, Suwarto. Namun pada saat dugaan peristiwa itu terjadi di tahun 2023, yang bersangkutan sudah tidak lagi menjabat sebagai sekretaris desa.</p>
<p></p>
<p>"Yang bersangkutan sudah pensiun sebagai Sekdes sejak 2019 dan saat itu berstatus ASN biasa yang bertugas di Kecamatan Kertosono," terangnya.</p>
<p></p>
<p>Berdasarkan kajian awal, Kejari Nganjuk menyimpulkan bahwa sebagian dugaan tersebut masuk kewenangan aparat penegak hukum lain karena diatur dalam ketentuan KUHAP, Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001, serta Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023.</p>
<p></p>
<p>Sementara itu, terkait dugaan manipulasi pekerjaan pengecoran tahun anggaran 2024 senilai Rp193,7 juta, Kejari Nganjuk menyerahkan sepenuhnya kepada Inspektorat Daerah untuk dilakukan audit kesesuaian dengan Rencana Anggaran Biaya (RAB).</p>
<p></p>
<p>Selain itu, terdapat pula dugaan ganda pembangunan pos kamling senilai Rp10 juta pada tahun anggaran 2023. Berdasarkan data awal yang diterima, bantuan tersebut disebut berasal dari hadiah juara lomba pos kamling berupa material bangunan seperti baja dan atap, bukan dalam bentuk uang tunai.</p>
<p>"Seluruh temuan yang kami pelajari telah kami serahkan kepada Inspektorat untuk dilakukan audit dan pendalaman lebih lanjut," tegas Koko.</p>
<p>Terkait isu penghentian penanganan kasus, Koko menegaskan bahwa perkara tersebut tidak dihentikan. Penyerahan ke Inspektorat dilakukan untuk memperpanjang waktu pendalaman karena jumlah korban masih cukup banyak dan dibutuhkan kelengkapan dokumen pendukung.</p>
<p>"Kami tidak menghentikan. Ini kami serahkan ke Inspektorat karena rentang waktunya panjang dan membutuhkan audit mendalam. Itu menjadi tugas auditor," jelasnya.</p>
<p>Ia menambahkan, Kejari Nganjuk memiliki keterbatasan waktu dalam penyelidikan, yakni 7 hari kerja yang dapat diperpanjang 7 hari, dengan total dua surat perintah tugas yang berakhir pada hari ini.</p>
<p>"Total waktu penyelidikan kami 17 hari kerja. Dan hasilnya harus kami sampaikan ke publik sebagai bentuk pertanggungjawaban atas apa yang telah kami lakukan," pungkas Koko. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries </strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Polres Nganjuk Perketat Pengawasan Internal, Gawai Anggota Ikut Diperiksa</title>
<link>https://suarajatimpost.com/polres-nganjuk-perketat-pengawasan-internal-gawai-anggota-ikut-diperiksa</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/polres-nganjuk-perketat-pengawasan-internal-gawai-anggota-ikut-diperiksa</guid>
<description><![CDATA[ Polres Nganjuk menggelar pemeriksaan sikap tampang, kelengkapan administrasi, serta pengecekan gawai anggota usai apel pagi sebagai langkah pengawasan internal dan pencegahan dini pelanggaran disiplin, kode etik, dan tindak pidana. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202601/image_870x580_69789db255ffc.webp" length="115450" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Tue, 27 Jan 2026 20:30:45 +0700</pubDate>
<dc:creator>Kuswanto</dc:creator>
<media:keywords>Pelanggan anggota, anggota polres, Disiplin anggota, Mapolres Nganjuk, Nganjuk, saurajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p data-start="132" data-end="396"><strong data-start="132" data-end="148">NGANJUK, SJP</strong> – Dalam upaya menjaga integritas dan profesionalisme personel Polri serta mencegah potensi pelanggaran disiplin, kode etik, maupun tindak pidana, Polres Nganjuk melaksanakan pemeriksaan sikap tampang dan kelengkapan pribadi anggota usai apel pagi.</p>
<p data-start="398" data-end="550">Kegiatan yang digelar di Lapangan Apel Polres Nganjuk tersebut dipimpin langsung oleh Wakapolres Nganjuk, Kompol Andria Diana Putra, Selasa (27/1/2026).</p>
<p data-start="552" data-end="891">Pemeriksaan meliputi sikap tampang, kelengkapan identitas diri seperti Surat Izin Mengemudi (SIM) dan Kartu Tanda Anggota (KTA), serta surat-surat kendaraan dinas maupun pribadi.</p>
<p data-start="552" data-end="891">Selain itu, petugas juga melakukan pengecekan telepon genggam anggota untuk memastikan tidak terdapat aplikasi judi online maupun aplikasi tidak pantas lainnya.</p>
<p data-start="893" data-end="1052">Langkah tersebut dilakukan sebagai bentuk mitigasi dini guna mencegah pelanggaran anggota yang dapat berdampak hukum sekaligus mencoreng citra institusi Polri.</p>
<p data-start="1054" data-end="1253">Kapolres Nganjuk, AKBP Suria Miftah Irawan, melalui Wakapolres Nganjuk menegaskan bahwa pemeriksaan ini merupakan bagian dari pengawasan internal yang rutin dilakukan sebagai langkah pencegahan dini.</p>
<p data-start="1255" data-end="1437">“Kegiatan pemeriksaan ini bertujuan untuk memastikan seluruh personel tetap disiplin, profesional, dan menjauhi segala bentuk pelanggaran yang dapat mencederai citra Polri,” ujarnya.</p>
<p data-start="1439" data-end="1656">Ia menambahkan, pengawasan internal akan terus dilakukan secara berkelanjutan guna menumbuhkan budaya tertib administrasi, sikap tampang yang rapi, serta penggunaan teknologi secara bijak di lingkungan Polres Nganjuk.</p>
<p data-start="1658" data-end="1841">Sementara itu, Kasipropam Polres Nganjuk, AKP Heri Buntoro, menegaskan bahwa Propam tidak akan ragu menindak tegas setiap bentuk pelanggaran yang ditemukan dalam pemeriksaan tersebut.</p>
<p data-start="1843" data-end="2045">“Apabila ditemukan anggota yang terbukti memiliki atau menggunakan aplikasi judi online maupun aplikasi tidak pantas lainnya, kami akan melakukan tindakan tegas sesuai ketentuan yang berlaku,” tegasnya.</p>
<p data-start="2047" data-end="2234">Dalam kegiatan tersebut, Propam juga memberikan tindakan fisik berupa push-up kepada anggota yang kedapatan memiliki sikap tampang kurang rapi sebagai bentuk pembinaan disiplin di tempat.</p>
<p data-start="2236" data-end="2432">Melalui kegiatan ini, Polres Nganjuk menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan kedisiplinan, integritas, dan profesionalisme personel demi memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. <strong>(**)</strong></p>
<p data-start="2236" data-end="2432"><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Dua Anak Pelaku Pelemparan KA di Nganjuk Jalani Mediasi Bersama PT KAI</title>
<link>https://suarajatimpost.com/dua-anak-pelaku-pelemparan-ka-di-nganjuk-jalani-mediasi-bersama-pt-ka</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/dua-anak-pelaku-pelemparan-ka-di-nganjuk-jalani-mediasi-bersama-pt-ka</guid>
<description><![CDATA[ PT KAI Daop 7 Madiun bersama Polres Nganjuk mengamankan dua anak pelaku pelemparan kereta api di jalur Bagor–Nganjuk. Penanganan kasus dilakukan secara humanis melalui mediasi restoratif dengan melibatkan orang tua guna menjaga keselamatan operasional kereta api. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202601/image_870x580_6978a2ac49441.webp" length="54870" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Tue, 27 Jan 2026 18:59:23 +0700</pubDate>
<dc:creator>Kuswanto</dc:creator>
<media:keywords>Pelemparan, dua bocah, PT KAI, Polres Nganjuk, mediasi, Nganjuk, saurajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p data-start="136" data-end="440"><strong data-start="136" data-end="152">NGANJUK, SJP</strong> – Petugas PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daerah Operasi (Daop) 7 Madiun berhasil mengamankan pelaku pelemparan batu terhadap rangkaian kereta api di wilayah Kelurahan Mangundikaran, Kecamatan Nganjuk. Aksi vandalisme tersebut dilakukan dua kali dan menyebabkan kerusakan pada kaca kereta.</p>
<p data-start="442" data-end="597">Manager Humas PT KAI Daop 7 Madiun, Tohari, mengatakan pengungkapan kasus ini dilakukan setelah petugas melakukan penyelidikan intensif di lokasi kejadian.</p>
<p data-start="599" data-end="700">“Kami berhasil menangkap dua pelaku pelemparan kereta api yang sebelumnya sempat buron,” ujar Tohari.</p>
<p data-start="702" data-end="1109">Peristiwa pelemparan batu terjadi pada Jumat (23/1/2026) terhadap KA Ranggajati dan kembali terulang pada Sabtu (24/1/2026) yang menimpa KA Jayakarta Premium. Kejadian berlangsung di petak jalan Bagor–Nganjuk KM 120+5 hingga KM 120+7, wilayah Kelurahan Kedondong, Kecamatan Nganjuk. Akibat aksi tersebut, kaca rangkaian Kereta Premium 6 dengan nomor sarana K301733 TD pada posisi 16Ab–17Ab dilaporkan pecah.</p>
<p data-start="1111" data-end="1388">Kapolres Nganjuk, AKBP Suria Miftah Irawan, menegaskan bahwa meskipun aksi vandalisme ini mendapat kecaman dari PT KAI, penanganan perkara tetap mengedepankan prinsip hukum yang berkeadilan, profesional, dan humanis, mengingat terduga pelaku masih berstatus anak di bawah umur.</p>
<p data-start="1390" data-end="1697">“Kami menghormati langkah PT KAI Daop 7 Madiun dalam menyikapi aksi pelemparan batu tersebut. Proses penanganan dilakukan secara profesional dan humanis dengan tetap mengutamakan perlindungan anak serta memberikan pembelajaran kepada yang bersangkutan dan keluarganya,” tegas AKBP Suria, Selasa (27/1/2026).</p>
<p data-start="1699" data-end="2037">Sementara itu, Kapolsek Nganjuk Kota, Kompol Jumari, menjelaskan bahwa petugas pengamanan PT KAI melalui jajaran Polisi Khusus Kereta Api (Polsuska) bergerak cepat mengamankan empat anak di sekitar lokasi kejadian. Dari hasil pemeriksaan awal, dua anak mengakui perbuatannya, sedangkan dua lainnya tidak terbukti terlibat secara langsung.</p>
<p data-start="2039" data-end="2214">“Dua anak yang mengakui perbuatannya kemudian diserahkan ke Polsek Nganjuk Kota dengan didampingi orang tua masing-masing untuk dilakukan proses mediasi,” jelas Kompol Jumari.</p>
<p data-start="2216" data-end="2349">Dua terduga pelaku yang masih berusia 10 tahun tersebut masing-masing berinisial AA dan AM, warga Kecamatan Bagor, Kabupaten Nganjuk.</p>
<p data-start="2351" data-end="2674">Proses mediasi melibatkan perwakilan PT KAI, pihak kepolisian, serta orang tua terduga pelaku. Dalam kesepakatan yang dicapai, orang tua menyatakan kesanggupan memberikan penggantian kerugian kepada PT KAI sesuai dengan kemampuan keluarga, sekaligus berkomitmen melakukan pembinaan dan pengawasan terhadap anak-anak mereka.</p>
<p data-start="2676" data-end="2898">Kepala Pleton A Polsuska Mantingan Ngawi–Curah Malang, Ruki Irawan, menambahkan bahwa penyelesaian melalui jalur mediasi diterima sebagai bentuk keadilan restoratif setelah dilakukan koordinasi dengan PT KAI Daop 7 Madiun.</p>
<p data-start="2900" data-end="3071">“Selain sebagai bentuk tanggung jawab, mediasi ini menjadi pembelajaran agar kejadian serupa tidak terulang dan keselamatan operasional kereta api tetap terjaga,” ujarnya.</p>
<p data-start="3073" data-end="3294">Setelah proses mediasi berjalan aman dan kondusif serta dituangkan dalam surat kesepakatan perdamaian, kedua anak tersebut dikembalikan kepada orang tua masing-masing untuk menjalani pembinaan dan pengawasan lebih lanjut.</p>
<p data-start="3296" data-end="3610">Polres Nganjuk bersama PT KAI mengimbau masyarakat, khususnya para orang tua, untuk meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak dan menghindari aktivitas di sekitar jalur rel kereta api. Selain melanggar aturan, tindakan tersebut berpotensi membahayakan keselamatan diri sendiri maupun pengguna jasa kereta api. <strong>(*)</strong></p>
<p data-start="3296" data-end="3610"><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Kabur dari Rutan Nganjuk, Narapidana Asal Baron Akhirnya Ditangkap di Kandang Sapi</title>
<link>https://suarajatimpost.com/kabur-dari-rutan-nganjuk-zainul-andik-akhirnya-ditangkap-di-kandang-sapi</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/kabur-dari-rutan-nganjuk-zainul-andik-akhirnya-ditangkap-di-kandang-sapi</guid>
<description><![CDATA[ Narapidana Rutan Kelas IIB Nganjuk, Moh Hairul, yang kabur sejak 22 Januari 2026, akhirnya berhasil ditangkap tim gabungan polisi dan petugas pemasyarakatan setelah bersembunyi di sebuah kandang sapi di Kecamatan Baron. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202601/image_870x580_69774857d933d.webp" length="52212" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 26 Jan 2026 19:18:22 +0700</pubDate>
<dc:creator>Kuswanto</dc:creator>
<media:keywords>Buron, Narapidana, kabur dari sel, Rutan Kelas II B, Resmob Nganjuk, anggota lapas, Nganjuk</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p data-start="163" data-end="391"><strong data-start="163" data-end="179">NGANJUK, SJP</strong> – Moh Hairul, narapidana yang kabur dari Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Nganjuk pada Kamis (22/1/2026) siang, akhirnya berhasil ditangkap oleh tim gabungan aparat kepolisian dan petugas pemasyarakatan.</p>
<p data-start="393" data-end="807">Penangkapan tersebut merupakan hasil kerja keras Unit Resmob Polres Nganjuk bersama petugas Rutan Kelas IIB Nganjuk, setelah menerima informasi dari masyarakat terkait keberadaan Daftar Pencarian Orang (DPO) yang dikenal licin tersebut.</p>
<p data-start="393" data-end="807">Sejumlah upaya dilakukan, mulai dari pengintaian, penyebaran foto ke jajaran Polres dan Polsek, hingga pelacakan ke sejumlah wilayah yang dicurigai menjadi tempat persembunyian.</p>
<p data-start="809" data-end="1148">Kasi Humas Polres Nganjuk, Iptu Fajar Kurniadi, saat dikonfirmasi suarajatimpost, mengatakan, pihaknya mendapat informasi bahwa Moh Hairul berada di sebuah rumah di wilayah Kecamatan Baron pada Senin (26/1/2026) dini hari sekitar pukul 03.00 WIB. Namun, saat petugas tiba di lokasi, yang bersangkutan sudah tidak berada di rumah tersebut.</p>
<p data-start="1150" data-end="1273">“Tim gabungan kemudian melakukan penyisiran di sekitar lokasi yang diduga menjadi tempat persembunyian pelaku,” ujar Fajar.</p>
<p data-start="1275" data-end="1508">Hingga sekitar pukul 05.48 WIB, petugas menemukan indikasi mencurigakan di sebuah kandang sapi. Setelah dilakukan pemeriksaan lebih lanjut, petugas mendapati Hairul bersembunyi di bawah tumpukan jerami kering yang disusun rapi.</p>
<p data-start="1510" data-end="1646">“Sekitar pukul 06.03 WIB, narapidana yang kabur berhasil diamankan dan langsung dibawa kembali ke Rutan Kelas IIB Nganjuk,” jelas Fajar.</p>
<p data-start="1648" data-end="1869">Sementara itu, Kepala Rutan Kelas IIB Nganjuk, Arief Budi Prasetya, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat dalam operasi penangkapan tersebut, termasuk Lapas Kelas I Surabaya dan Rutan Kelas IIB Gresik.</p>
<p data-start="1871" data-end="2055">“Kami juga mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Desa Jambi, Kecamatan Baron, serta masyarakat Kabupaten Nganjuk yang telah memberikan informasi krusial kepada tim,” ungkap Arief.</p>
<p data-start="2057" data-end="2320">Menurutnya, keberhasilan penangkapan kembali ini menjadi bukti nyata komitmen lintas instansi dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat. Pihak Rutan Nganjuk juga akan menjatuhkan sanksi tegas kepada narapidana tersebut sesuai dengan peraturan yang berlaku.</p>
<p data-start="2322" data-end="2466">Arief memastikan, kondisi Rutan Kelas IIB Nganjuk saat ini aman dan kondusif, serta seluruh kegiatan pembinaan warga binaan berjalan normal. <strong>(*)</strong></p>
<p data-start="2322" data-end="2466"><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Dugaan Penipuan Rekrutmen Pendamping Desa di Nganjuk, Polisi Didesak Percepat Proses Hukum</title>
<link>https://suarajatimpost.com/dugaan-penipuan-rekrutmen-pendamping-desa-di-nganjuk-polisi-didesak-percepat-proses-hukum</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/dugaan-penipuan-rekrutmen-pendamping-desa-di-nganjuk-polisi-didesak-percepat-proses-hukum</guid>
<description><![CDATA[ Kasi Humas Polres Nganjuk, Iptu Fajar Kurniadi saat dikonfirmasi memastikan akan memproses aduan sesuai dengan ketentuan. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202601/image_870x580_69747e2becfb9.webp" length="33502" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sat, 24 Jan 2026 16:50:26 +0700</pubDate>
<dc:creator>Kuswanto</dc:creator>
<media:keywords>Kuasa hukum korban, Edi Utomo, korban penipuan, Pendamping desa, setor jutaan rupiah, Mapolres Nganjuk, Nganjuk</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>NGANJUK, SJP</strong> — Upaya pencarian keadilan bagi korban dugaan penipuan rekrutmen Pendamping Desa dan Kecamatan di Kabupaten Nganjuk terus bergulir. </p>
<p>Melalui kuasa hukumnya, para korban mendesak Kepolisian Resor (Polres) Nganjuk untuk segera memproses hukum dua oknum berinisial S dan SHR yang diduga kuat sebagai otak di balik praktik penipuan bermodus janji kelulusan kerja.</p>
<p>Kasus ini resmi naik ke ranah hukum setelah laporan teregistrasi dengan nomor LPM/06.SATRESKRIM/I/2026/SPKT/POLRES NGANJUK. </p>
<p>Kuasa hukum korban, Eddi Susanto, menegaskan bahwa langkah pidana ini diambil sebagai upaya terakhir lantaran kedua terlapor tidak menunjukkan iktikad baik untuk mengembalikan dana maupun merealisasikan janji mereka.</p>
<p>Eddi membeberkan bahwa praktik ini bermula pada Oktober 2024. Terlapor S diduga memberikan iming-iming kepada para korban, yakni Srinatun (42) dan Defka Meiarvila (30), untuk menduduki posisi Pendamping Desa di wilayah Kecamatan Sawahan. </p>
<p>Pelaku menjanjikan gaji menggiurkan sebesar Rp3 juta untuk posisi tingkat desa dan Rp6 juta untuk tingkat kecamatan.</p>
<p>Namun, untuk mengamankan posisi tersebut, korban diminta menyetorkan sejumlah uang pelicin. </p>
<p>Tercatat, total kerugian mencapai Rp9 juta, di mana Srinatun menyetorkan Rp5 juta dan Defka Rp4 juta melalui transfer ke rekening adik kandung terlapor.</p>
<p>"Klien kami merasa ditipu karena janji yang disampaikan terlapor tidak pernah terealisasi. Hingga rekrutmen berakhir, tidak ada Surat Keputusan (SK) yang turun, dan uang yang telah disetorkan tidak dikembalikan selama lebih dari satu tahun," tegas Eddi Susanto saat memberikan keterangan di Mapolres Nganjuk, Sabtu (24/1/2026).</p>
<p>Eddi menambahkan, pihaknya telah memberikan kronologi lengkap di hadapan penyidik. </p>
<p>Rencananya, pada Senin (26/1/2026), kepolisian akan melakukan pemanggilan terhadap sejumlah saksi tambahan serta kedua terlapor, S dan SHR, yang merupakan warga Desa Sumber Kepuh, Kecamatan Tanjunganom.</p>
<p>Menurut Eddi, tuntutan kliennya sangat sederhana, jika memang posisi yang dijanjikan tidak tersedia, maka seluruh uang harus dikembalikan seketika. Jika tidak, proses hukum harus dipastikan berjalan hingga ke meja hijau.</p>
<p>"Kami meminta kepolisian bertindak cepat. Jika rekrutmen tersebut memang fiktif, uangnya harus segera dikembalikan. Kami akan mengawal kasus ini hingga tuntas agar tidak ada lagi masyarakat yang menjadi korban modus serupa," pungkasnya.</p>
<p>Sementara itu, Kasi Humas Polres Nganjuk, Iptu Fajar Kurniadi saat dikonfirmasi memastikan akan memproses aduan sesuai dengan ketentuan. </p>
<p>Polres Nganjuk telah menerima laporan tersebut dan segera akan memanggil para saksi hingga terlapor dalam waktu dekat. </p>
<p>"Sudah masuk datanya, secepatnya kita memanggil saksi dan terlapor," katanya melalui pesan Whatsapp. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Antisipasi Tahanan Kabur, Polres Nganjuk Cek Ruang Keamanan</title>
<link>https://suarajatimpost.com/antisipasi-tahanan-kabur-polres-nganjuk-cek-ruang-keamanan</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/antisipasi-tahanan-kabur-polres-nganjuk-cek-ruang-keamanan</guid>
<description><![CDATA[ Polres Nganjuk melakukan pengecekan ruang tahanan Mapolres sebagai langkah antisipasi gangguan keamanan, dipimpin Wakapolres Kompol Andria Diana Putra, guna memastikan keselamatan tahanan dan kesiapsiagaan petugas sesuai SOP. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202601/image_870x580_697389c061342.webp" length="47984" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Fri, 23 Jan 2026 23:21:44 +0700</pubDate>
<dc:creator>Kuswanto</dc:creator>
<media:keywords>Antisipasi keamanan, cek tahanan, tahanan, Polres Nganjuk, ruang tahanan, Napi, Nganjuk</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p data-start="227" data-end="618"><strong data-start="227" data-end="243">NGANJUK, SJP</strong> – Untuk memastikan kondisi tahanan tetap aman dan situasi ruang tahanan dalam keadaan terkendali, Polres Nganjuk melakukan pengecekan menyeluruh di ruang tahanan Mapolres Nganjuk, Jumat (23/1/2026).</p>
<p data-start="227" data-end="618">Langkah ini dilakukan sebagai upaya preventif guna mengantisipasi potensi gangguan keamanan, termasuk risiko tahanan kabur maupun terjadinya perselisihan antar sesama tahanan.</p>
<p data-start="620" data-end="970">Pengecekan ruang tahanan tersebut dipimpin langsung Wakapolres Nganjuk Kompol Andria Diana Putra, didampingi Kasat Tahti serta Unit Provost.</p>
<p data-start="620" data-end="970">Pemeriksaan dilakukan secara detail, mencakup kondisi fisik ruang tahanan, sistem pengamanan, hingga pengecekan barang-barang milik tahanan yang berpotensi membahayakan keselamatan tahanan maupun petugas jaga.</p>
<p data-start="972" data-end="1181">Selain memastikan sistem keamanan berfungsi dengan baik, kegiatan ini juga menjadi bentuk kontrol langsung terhadap kesiapsiagaan petugas jaga dalam menjalankan tugas sesuai standar operasional prosedur (SOP).</p>
<p data-start="1183" data-end="1375">Sementara itu, Kapolres Nganjuk AKBP Suria Miftah Irawan menegaskan bahwa pengawasan dan kontrol ruang tahanan merupakan langkah penting dalam menjaga stabilitas keamanan di lingkungan Polres.</p>
<p data-start="1377" data-end="1588">“Keamanan dan keselamatan tahanan adalah tanggung jawab penuh kepolisian. Setiap personel wajib menjalankan tugas sesuai SOP agar tidak terjadi pelanggaran maupun kejadian yang tidak diinginkan,” tegas Kapolres.</p>
<p data-start="1590" data-end="1778">Kapolres juga menyampaikan bahwa kegiatan kontrol tersebut sekaligus menjadi sarana evaluasi bagi petugas jaga tahanan agar selalu meningkatkan kewaspadaan dan kedisiplinan dalam bertugas.</p>
<p data-start="1780" data-end="1968">“Kami mengingatkan seluruh personel agar selalu waspada, disiplin, dan mematuhi SOP penjagaan tahanan, termasuk memastikan tidak ada barang berbahaya yang masuk ke ruang tahanan,” ujarnya.</p>
<p data-start="1970" data-end="2225">Melalui kegiatan ini, Polres Nganjuk menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan pengawasan serta profesionalisme personel dalam menjaga keamanan dan keselamatan tahanan, sebagai bagian dari pelayanan kepolisian yang humanis dan bertanggung jawab. <strong>(**)</strong></p>
<p data-start="1970" data-end="2225"><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Polres Nganjuk Sosialisasikan DIPA TA 2026, Pejabat Pengelola Anggaran Teken Pakta Integritas</title>
<link>https://suarajatimpost.com/polres-nganjuk-tegaskan-transparansi-anggaran-dalam-penandatanganan-pakta-integritas</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/polres-nganjuk-tegaskan-transparansi-anggaran-dalam-penandatanganan-pakta-integritas</guid>
<description><![CDATA[ Kapolres Nganjuk AKBP Suria Miftah Irawan memimpin sosialisasi DIPA RKA-K/L Tahun Anggaran 2026 sekaligus penandatanganan pakta integritas oleh pejabat pengelola keuangan sebagai komitmen tata kelola anggaran yang bersih dan transparan. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202601/image_870x580_697388642fc6b.webp" length="34178" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Fri, 23 Jan 2026 22:59:27 +0700</pubDate>
<dc:creator>Kuswanto</dc:creator>
<media:keywords>Penandatanganan pakta integritas, Polres Nganjuk, transparansi anggaran, Kapolres Nganjuk, Nganjuk</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>NGANJUK, SJP -</strong> Kapolres Nganjuk AKBP Suria Miftah Irawan memimpin langsung kegiatan Sosialisasi DIPA RKA-K/L Tahun Anggaran 2026 sekaligus penandatanganan pakta integritas oleh para pejabat Polres Nganjuk yang bertanggung jawab atas pengelolaan keuangan di masing-masing bagian, satuan, dan seksi. Kegiatan tersebut berlangsung di Ruang Rupatama Polres Nganjuk, Jumat (23/1/2026).</p>
<p>Kegiatan ini diikuti oleh Wakapolres Nganjuk Kompol Andria Diana Putra para Pejabat Utama (PJU) Polres Nganjuk, serta Kapolsek jajaran. Sosialisasi DIPA TA 2026 dilaksanakan sebagai upaya memastikan pemahaman menyeluruh terkait perencanaan, penggunaan, dan pertanggungjawaban anggaran secara akuntabel.</p>
<p>Dalam rangkaian acara tersebut, seluruh pejabat yang mengelola anggaran menandatangani pakta integritas sebagai bentuk komitmen bersama dalam mewujudkan tata kelola keuangan yang bersih, transparan, dan bebas dari praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN).</p>
<p>Kapolres Nganjuk AKBP Suria Miftah Irawan menegaskan, penandatanganan pakta integritas bukan sekadar formalitas, melainkan wujud tanggung jawab moral dan institusional dalam mengelola anggaran negara.</p>
<p>“Pakta integritas ini bukan seremonial, tetapi bentuk pertanggungjawaban kita bersama dalam mengelola anggaran. Anggaran memang mengalami penyesuaian, namun tidak boleh mengurangi pola kerja, kinerja, dan integritas kita dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” tegas AKBP Suria Miftah Irawan.</p>
<p>Ia juga menekankan pentingnya pengelolaan anggaran secara efektif, efisien, serta terbuka kepada seluruh anggota. Setiap pimpinan satuan diminta menjelaskan secara transparan kepada anggotanya agar tidak menimbulkan kesalahpahaman, mengingat anggaran merupakan aspek yang sangat sensitif.</p>
<p>Selain itu, Kapolres mengingatkan agar kebersihan dan kenyamanan lingkungan kerja, baik di Mapolres maupun Polsek jajaran, menjadi perhatian serius. Menurutnya, lingkungan yang bersih mencerminkan profesionalisme dan akan meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap Polri.</p>
<p>Dalam pakta integritas yang dibacakan dan ditandatangani, para pejabat menyatakan komitmen untuk bersikap jujur, objektif, akuntabel, menghindari konflik kepentingan, serta siap menerima konsekuensi apabila melanggar ketentuan yang telah disepakati.</p>
<p>Melalui kegiatan ini, Polres Nganjuk menegaskan komitmennya untuk terus menjaga transparansi dan akuntabilitas pengelolaan anggaran sebagai bagian dari upaya mewujudkan Polri yang presisi, profesional, dan dipercaya masyarakat. <strong>(**)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Dugaan Pungutan Berkedok Pavingisasi Mencuat di SDN 2 Ngujung Nganjuk</title>
<link>https://suarajatimpost.com/dugaan-pungutan-berkedok-pavingisasi-mencuat-di-sdn-2-ngujung-nganjuk</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/dugaan-pungutan-berkedok-pavingisasi-mencuat-di-sdn-2-ngujung-nganjuk</guid>
<description><![CDATA[ Dugaan pungutan berkedok pembangunan pavingisasi mencuat di SDN 2 Ngujung, Nganjuk. Sejumlah wali murid mengaku keberatan dengan iuran per siswa. Dinas Pendidikan Kabupaten Nganjuk menyatakan akan memanggil pihak sekolah untuk klarifikasi. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202601/image_870x580_697346dfcbf72.webp" length="24204" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Fri, 23 Jan 2026 17:04:47 +0700</pubDate>
<dc:creator>Kuswanto</dc:creator>
<media:keywords>Iuran sekolah, wali murid, SDN 2 Ngunjung, tarikan Rp 10 ribu, pavingisasi, Dinas Pendidikan Nganjuk, Nganjuk</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p data-start="201" data-end="459"><strong data-start="201" data-end="217">NGANJUK, SJP</strong> – Dugaan praktik pungutan liar (pungli) di SDN 2 Ngujung, Kecamatan Gondang, Kabupaten Nganjuk, mulai mencuat ke permukaan. Pungutan tersebut diduga berkedok iuran pembangunan pavingisasi lingkungan sekolah yang dibebankan kepada wali murid.</p>
<p data-start="461" data-end="707">Sejumlah wali murid mengaku merasa keberatan dan tertekan, terlebih di tengah kondisi perekonomian yang belum sepenuhnya pulih. Namun, mereka mengaku berada dalam posisi dilematis karena khawatir berdampak pada proses pendidikan anak-anak mereka.</p>
<p data-start="709" data-end="944">Para wali murid juga mempertanyakan kebijakan tersebut, mengingat pembiayaan pembangunan sekolah sejatinya telah dialokasikan melalui anggaran pemerintah, seperti Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) maupun Dana Alokasi Khusus (DAK).</p>
<p data-start="946" data-end="1147">Salah seorang wali murid yang enggan disebutkan identitasnya mengungkapkan, pihak sekolah diduga menarik iuran sebesar Rp10.000 per siswa. Pungutan tersebut berlaku bagi siswa kelas 1 hingga kelas 5.</p>
<p data-start="1149" data-end="1356">“Iuran itu disebutkan untuk pembangunan paving sekolah. Padahal setahu kami, sekolah sudah menerima dana BOS. Kenapa masih ada pungutan lagi ke wali murid,” keluhnya kepada Suarajatimpost, Jumat (23/1/2026).</p>
<p data-start="1358" data-end="1511">Sumber tersebut menambahkan, penetapan iuran sudah disampaikan sejak awal melalui rapat antara pihak sekolah, dewan guru, komite sekolah, dan wali murid.</p>
<p data-start="1513" data-end="1698">“Waktu rapat itu sudah disampaikan besaran iurannya. Anak-anak dikenai Rp10.000 per siswa untuk pavingisasi sekolah. Itu yang disampaikan dalam rapat bersama guru dan komite,” jelasnya.</p>
<p data-start="1700" data-end="1784">Menurut pengakuan wali murid, pungutan tersebut diduga telah berlangsung cukup lama.</p>
<p data-start="1786" data-end="1930">“Kurang lebih sudah enam bulan berjalan, dari kelas 1 sampai kelas 5. Kami selama ini tidak berani bicara, tapi itu yang kami alami,” ungkapnya.</p>
<p data-start="1932" data-end="2228">Sementara itu, salah satu guru SDN 2 Ngujung, Puput Maharani, saat dikonfirmasi melalui sambungan WhatsApp membenarkan adanya program pavingisasi sekolah.</p>
<p data-start="1932" data-end="2228">Namun, ketika ditanya soal iuran per siswa, ia mengaku tidak mengetahui secara detail dan menyarankan untuk menghubungi pihak komite sekolah.</p>
<p data-start="2230" data-end="2333">“Mas dari mana ya? Memang ada program, tapi coba langsung ke Pak Yoyok selaku komite sekolah,” ujarnya.</p>
<p data-start="2335" data-end="2540">Saat diminta nomor kontak ketua komite, Puput mengaku tidak memilikinya dan menyarankan wartawan untuk datang langsung ke sekolah. Tak lama berselang, yang bersangkutan sudah tidak dapat dihubungi kembali.</p>
<p data-start="2542" data-end="2755">Terkait dugaan pungutan tersebut, wartawan Suarajatimpost telah melakukan konfirmasi ke Dinas Pendidikan Kabupaten Nganjuk. Sekretaris Dinas Pendidikan kemudian mengarahkan konfirmasi kepada Kepala Bidang terkait.</p>
<p data-start="2757" data-end="2908">Kepala Bidang di Dinas Pendidikan Kabupaten Nganjuk, Munawir, menyampaikan bahwa pihaknya akan segera memanggil Kepala SDN 2 Ngujung untuk klarifikasi.</p>
<p data-start="2910" data-end="3096">“Sejauh ini belum ada laporan resmi yang masuk ke kami. Namun, kami akan segera memanggil kepala sekolah. Jika ditemukan adanya pelanggaran, tentu akan kami hentikan,” tegas Munawir. <strong>(*)</strong></p>
<p data-start="2910" data-end="3096"><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Distribusi MBG di Nganjuk Belum Merata, Sejumlah Sekolah di Kertosono Belum Tersentuh</title>
<link>https://suarajatimpost.com/distribusi-mbg-di-nganjuk-belum-merata-sejumlah-sekolah-di-kertosono-belum-tersentuh</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/distribusi-mbg-di-nganjuk-belum-merata-sejumlah-sekolah-di-kertosono-belum-tersentuh</guid>
<description><![CDATA[ Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Nganjuk belum dinikmati secara merata. Sejumlah sekolah di Kecamatan Kertosono mengaku belum pernah menerima distribusi MBG dari pemerintah hingga awal 2026. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202601/image_870x580_697226664c04e.webp" length="54642" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 22 Jan 2026 21:59:23 +0700</pubDate>
<dc:creator>Kuswanto</dc:creator>
<media:keywords>Program Makan Gratis, MBG, belum terima MBG, SDN 2 Lambangkuning, PAUD, Kertosono, Nganjuk</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>NGANJUK, SJP -</strong> Presiden Prabowo Subianto menempatkan Makan Bergizi Gratis (MBG) sebagai program prioritas yang diluncurkan sejak 6 Januari 2025 dengan tujuan untuk menyediakan makanan bergizi untuk anak-anak sekolah, ibu hamil, dan balita.</p>
<p>Meski sudah berjalan sekitar tujuh bulan, pendistribusian MBG di Kabupaten Nganjuk ternyata memang belum merata bisa dinikmati oleh kalangan pelajar dan tenaga pendidik.</p>
<p>Di Kecamatan Kertosono, ternyata masih ada sebagian sekolah yang hingga saat ini belum pernah menerima MBG dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) setempat.</p>
<p>Informasi yang dihimpun, ada dua lembaga Sekolah Dasar Negeri (SDN) yang belum pernah mendapatkan MBG. Yakni, SDN 1 dan SDN 2 Lambangkuning, termasuk sekolah PAUD (KB-TK) Lambangkuning.</p>
<p>Nurin Fatayati Sholekah, Kepala Sekolah SDN 2 Lambangkuning mengatakan, di sekolahnya memang pernah mendapatkan dua kali MBG, itupun dari pihak swasta bukan dari pemerintah. </p>
<p>"Hingga sekarang belum pernah mendapatkan kiriman MBG lagi,” katanya, Kamis (22/1/2026).</p>
<p>Nurin menjelaskan, untuk jumlah siswa di sekolah yang dia pimpin ada 130 siswa. Tentunya dengan latar belakang ekonomi sosial beragam.</p>
<p>"Semoga untuk segera ada realisasi kiriman MBG. Karena menu bergizi tersebut sangat dibutuhkan anak anak,” harapnya.</p>
<p>Tak tinggal diam, lanjut Nurin Fatayati, upaya keras sekolah agar bisa mendapatkan MBG tidak main-main. Salah satunya berupaya menyodorkan data nama nama siswa ke sejumlah SPPG di wilayah Kertosono.</p>
<p>”Sampai sekarang hasilnya masih nihil. Dari tiga SPPG yang saya datangi seluruhnya kuotanya sudah penuh. Hanya satu SPPG yang bisa diharapkan yaitu SPPG Kudu,” imbuhnya.</p>
<p>Senada disampaikan, Agung Setiyawan salah seorang wali murid di SDN 2 Lambangkuning mengaku, di sekolah anaknya belum pernah menikmati MBG dari pemerintah.</p>
<p>"Padahal sekolah-sekolah terdekat seperti SDN Maduh, Pandantoyo, Banaran, SDN Nglawak sudah rutin mendapatkan kiriman MBG setiap hari. Kenapa di sekolah kami belum pernah ada,” bebernya penuh harap. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian </strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Narapidana Kabur dari Rutan Kelas IIB Nganjuk, Jebol Plafon dan Lompat Pagar 4 Meter</title>
<link>https://suarajatimpost.com/narapidana-kabur-dari-rutan-kelas-iib-nganjuk-jebol-plafon-dan-lompat-pagar-4-meter</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/narapidana-kabur-dari-rutan-kelas-iib-nganjuk-jebol-plafon-dan-lompat-pagar-4-meter</guid>
<description><![CDATA[ Seorang narapidana Rutan Kelas IIB Nganjuk kabur dengan cara menjebol plafon dapur dan melompati pagar setinggi empat meter. Identitas pelaku telah diketahui dan kini masuk daftar pencarian orang (DPO). ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202601/image_870x580_6972199b40efc.webp" length="51000" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 22 Jan 2026 21:31:10 +0700</pubDate>
<dc:creator>Kuswanto</dc:creator>
<media:keywords>Napi kabur, Rutan II B, loncat pagar, Kalapas Arief Budi Prasetya, Nganjuk, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p data-start="124" data-end="382"><strong data-start="124" data-end="140">NGANJUK, SJP</strong> – Peristiwa kaburnya seorang narapidana dari Rumah Tahanan (Rutan) Kelas IIB Nganjuk akhirnya terungkap. Narapidana tersebut diketahui menjebol plafon dapur rutan sebelum melompati pagar setinggi sekitar 4 meter, Kamis (22/1/2026) siang.</p>
<p data-start="384" data-end="532">Narapidana yang melarikan diri diketahui bernama Moh Hairul dan kini telah ditetapkan dan masuk dalam daftar pencarian orang (DPO) oleh pihak Rutan.</p>
<p data-start="534" data-end="694">Aksi kaburnya narapidana itu pertama kali diketahui oleh seorang saksi mata yang berada di sekitar lokasi kejadian, yakni Dede Andreana (27), penjual es cincau.</p>
<p data-start="696" data-end="804">“Saya melihat langsung kejadiannya, lalu segera melapor ke pihak Rutan,” ujar Dede saat dimintai keterangan.</p>
<p data-start="806" data-end="998">Kepala Rutan Kelas IIB Nganjuk, Arief Budi Prasetya, membenarkan peristiwa tersebut. Ia menyampaikan bahwa narapidana yang kabur merupakan warga Kecamatan Baron, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur.</p>
<p data-start="1000" data-end="1123">“Namanya Moh Hairul, alamat Baron, Kabupaten Nganjuk,” ujar Arief saat ditemui awak media di depan Rutan Kelas IIB Nganjuk.</p>
<p data-start="1125" data-end="1460">Hingga berita ini ditayangkan, pihak Rutan belum mengungkap secara rinci kasus hukum yang menjerat narapidana tersebut serta sisa masa hukuman yang seharusnya dijalani.</p>
<p data-start="1125" data-end="1460">Namun, berdasarkan informasi sementara, Moh Hairul menjalani pidana terkait kasus pencurian sebagaimana diatur dalam Pasal 362 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP).</p>
<p data-start="1462" data-end="1576" data-is-last-node="" data-is-only-node="">Pihak Rutan bersama aparat kepolisian masih melakukan upaya pencarian terhadap narapidana yang kabur tersebut. <strong>(*)</strong></p>
<p data-start="1462" data-end="1576" data-is-last-node="" data-is-only-node=""><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Ratusan Remaja Nganjuk Ajukan Dispensasi Kawin, Mayoritas karena Hamil di Luar Nikah</title>
<link>https://suarajatimpost.com/awal-tahun-lebih-dari-100-remaja-di-nganjuk-hamil-di-luar-nikah</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/awal-tahun-lebih-dari-100-remaja-di-nganjuk-hamil-di-luar-nikah</guid>
<description><![CDATA[ Lonjakan dispensasi kawin di Pengadilan Agama Nganjuk didominasi kasus kehamilan di luar nikah. Fenomena ini memicu keprihatinan publik dan dinilai sebagai alarm kegagalan perlindungan anak serta pendidikan reproduksi. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202601/image_870x580_69721ff0a1260.webp" length="68524" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 22 Jan 2026 21:03:03 +0700</pubDate>
<dc:creator>Kuswanto</dc:creator>
<media:keywords>Perceraian, hamil diluar nikah, ratusan pelajar, anak muda, Pengadilan Agama, Nganjuk</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p data-start="175" data-end="458"><strong data-start="175" data-end="191">NGANJUK, SJP</strong> – Fenomena ratusan remaja mengajukan dispensasi pernikahan ke Pengadilan Agama (PA) Kabupaten Nganjuk memicu keprihatinan publik. Sebagian besar permohonan tersebut diajukan karena calon pengantin perempuan telah hamil di luar nikah, padahal masih berstatus pelajar.</p>
<p data-start="460" data-end="648">Sejumlah warga mengaku sedih dan menyayangkan kondisi tersebut. Mereka menilai pergaulan bebas di kalangan remaja semakin mengkhawatirkan dan membutuhkan perhatian serius dari semua pihak.</p>
<p data-start="650" data-end="897">Berdasarkan data Pengadilan Agama Nganjuk, sepanjang tahun 2025 tercatat 157 permohonan dispensasi kawin. Dari jumlah tersebut, sebanyak 150 permohonan telah dikabulkan, sementara sisanya ditolak karena tidak memenuhi ketentuan perundang-undangan.</p>
<p data-start="899" data-end="1083">“Mayoritas permohonan diajukan karena calon pengantin perempuan sudah hamil terlebih dahulu,” ujar Agus, Humas Pengadilan Agama Kabupaten Nganjuk, saat ditemui di lobi kantor setempat.</p>
<p data-start="1085" data-end="1364">Agus menjelaskan, permohonan yang tidak dikabulkan umumnya karena usia calon mempelai masih terlalu dini atau tidak memenuhi persyaratan hukum lainnya. Menurutnya, Pengadilan Agama menerapkan standar ketat dalam mengabulkan dispensasi kawin guna mencegah praktik pernikahan dini.</p>
<p data-start="1366" data-end="1543">“Ini bukan soal mempersulit, tetapi memastikan kesiapan calon mempelai. Dispensasi kawin adalah pengecualian hukum, sehingga harus diputuskan dengan sangat hati-hati,” jelasnya.</p>
<p data-start="1545" data-end="1758">Sementara itu, salah satu pelajar yang ditemui di lokasi pengadilan, dan enggan disebutkan namanya, mengakui bahwa gaya pacaran remaja saat ini cenderung kebablasan. Menurutnya, tekanan sosial juga menjadi faktor.</p>
<p data-start="1760" data-end="1840">“Kalau tidak punya pacar sering dibully, dianggap tidak laku,” tuturnya singkat.</p>
<p data-start="1842" data-end="2051">Menanggapi fenomena tersebut, Direktur Pilar Pendidikan Rakyat, Pujiono, menilai lonjakan dispensasi kawin di Nganjuk merupakan indikator kegagalan kolektif dalam sistem perlindungan anak dan ketahanan sosial.</p>
<p data-start="2053" data-end="2309">“Ini bukan sekadar persoalan administratif pengadilan, tetapi tanda lemahnya kontrol keluarga, minimnya pendidikan kesehatan reproduksi, serta norma sosial yang masih menganggap menikah cepat sebagai jalan keluar,” kata Pujiono, yang akrab disapa Mas Puji.</p>
<p data-start="2311" data-end="2467">Ia menegaskan, Pengadilan Agama tidak menciptakan masalah, melainkan berada di posisi hilir untuk menyelesaikan dampak dari kegagalan sistem sosial di hulu.</p>
<p data-start="2469" data-end="2566">“Dispensasi kawin bukan solusi sosial, melainkan pengecualian hukum yang sangat ketat,” tegasnya.</p>
<p data-start="2568" data-end="2788">Pujiono juga menyoroti tanggung jawab orang tua sebagaimana diatur dalam Pasal 26 Undang-Undang Perlindungan Anak, yang mewajibkan orang tua mengasuh, mendidik, melindungi, serta mencegah terjadinya perkawinan usia anak.</p>
<p data-start="2790" data-end="2911">“Menikahkan anak karena hamil bukan bentuk tanggung jawab, melainkan langkah reaktif atas kelalaian sebelumnya,” ujarnya.</p>
<p data-start="2913" data-end="3120">Ia mendorong pemerintah daerah untuk memperkuat pendidikan kesehatan reproduksi, mengoptimalkan peran BKKBN, Dinas Sosial, serta Dinas Pendidikan, dan menghadirkan kebijakan preventif, bukan sekadar reaktif.</p>
<p data-start="3122" data-end="3397" data-is-last-node="" data-is-only-node="">“Sekolah tidak boleh hanya fokus pada akademik. Pendidikan karakter, etika, dan kesehatan reproduksi adalah kewajiban moral dan sosial. Jika semua pihak baru bergerak setelah anak hamil, maka yang terjadi adalah normalisasi krisis sosial melalui jalur hukum,” pungkasnya. <strong>(*)</strong></p>
<p data-start="3122" data-end="3397" data-is-last-node="" data-is-only-node=""><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Dugaan Pungli PTSL Desa Ngringin Nganjuk Dilimpahkan ke Inspektorat, Pelapor Siapkan Dokumen Lengkap</title>
<link>https://suarajatimpost.com/dugaan-pungli-ptsl-desa-ngringin-nganjuk-dilimpahkan-ke-inspektorat-pelapor-siapkan-dokumen-lengkap</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/dugaan-pungli-ptsl-desa-ngringin-nganjuk-dilimpahkan-ke-inspektorat-pelapor-siapkan-dokumen-lengkap</guid>
<description><![CDATA[ Dugaan pungutan liar program PTSL di Desa Ngringin, Nganjuk, terus bergulir. Pelapor menyiapkan dokumen PTSL, DD, dan ADD serta membuka posko pengaduan bagi warga yang menjadi korban. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202601/image_870x580_6970cfde50a2a.webp" length="29430" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 21 Jan 2026 22:09:17 +0700</pubDate>
<dc:creator>Kuswanto</dc:creator>
<media:keywords>Laporan pengaduan, dugaan tindak pidana korupsi, Kejaksaan Negeri Nganjuk, Masyarakat, Desa Ngringin, Kecamatan Lengkong, Nganjuk</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>NGANJUK, SJP –</strong> Pengaduan masyarakat yang disampaikan Dadung Dharmasila terkait dugaan pungutan liar (pungli) program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) di Desa Ngringin, Kecamatan Lengkong, Kabupaten Nganjuk, yang sebelumnya ditangani Kejaksaan Negeri Nganjuk, akan segera dilimpahkan ke Inspektorat.</p>
<p>Dadung Dharmasila selaku pelapor menyatakan siap menyiapkan seluruh dokumen pendukung yang dibutuhkan, di antaranya dokumen PTSL, Dana Desa (DD), serta Alokasi Dana Desa (ADD) Desa Ngringin.</p>
<p>Saat ditemui di lobi Kejaksaan Negeri Nganjuk, Dadung mengapresiasi kinerja Kejari Nganjuk dalam mengawal tindak lanjut laporan dugaan tindak pidana korupsi yang diduga melibatkan oknum perangkat Desa Ngringin.</p>
<p>Ia juga menyebut, berdasarkan materi laporan yang disampaikan, terlapor mengakui adanya pungli PTSL dengan nominal antara Rp1 juta hingga Rp2 juta yang dimintakan kepada warga, meski sebagian dana disebut telah dikembalikan.</p>
<p>“Saya tetap mengapresiasi kinerja Kejaksaan Negeri Nganjuk. Jika memang dilimpahkan ke Inspektorat, kami tetap akan mengawal dan menyiapkan seluruh dokumen, baik PTSL, DD, maupun ADD,” kata Dadung, Rabu (21/1/2026).</p>
<p>Menurutnya, kasus PTSL tersebut berlangsung sejak tahun 2023 hingga 2025. Dari sekitar 900 bidang tanah yang telah selesai disertifikatkan, biaya awal yang disepakati sebesar Rp500 ribu per bidang dan dikelola oleh kelompok masyarakat (pokmas) tanpa persoalan. Namun, setelah sertifikat selesai, sejumlah warga kembali dimintai uang hingga Rp1 juta dengan disertai intimidasi.</p>
<p>“Korban dimintai tambahan Rp1 juta saat pengambilan sertifikat. Jika tidak diberikan, sertifikat tidak diserahkan,” ungkapnya.</p>
<p>Tak hanya itu, Dadung juga mengungkap adanya dugaan aliran dana kepada oknum perangkat desa. Ia menyebut, terdapat arahan agar disiapkan amplop senilai Rp200 ribu untuk tanda tangan kepala desa, serta sekitar Rp100 ribu dan rokok untuk sejumlah pamong desa.</p>
<p>“Per bidang Rp1 juta dikalikan 900 bidang. Itu pun dipecah-pecah untuk menyiasati pemberian kepada oknum perangkat desa hingga kepala desa,” jelasnya.</p>
<p>Dadung memperkirakan potensi pungli PTSL dari 900 bidang tersebut mencapai ratusan juta rupiah. Jika diambil sampel Rp500 ribu per bidang, totalnya bisa mencapai sekitar Rp450 juta. Ia juga menyebut, ada bidang tanah gogolan yang turut dimintai pungutan hingga Rp1 juta per bidang.</p>
<p>Ia berharap dengan dibukanya posko pengaduan, warga lain yang menjadi korban dapat segera melaporkan dugaan pungli PTSL tersebut.</p>
<p>“Kami berharap dengan didirikannya posko pengaduan, korban lainnya berani melapor,” tambahnya.</p>
<p>Dadung juga menegaskan agar masyarakat tidak takut melaporkan dugaan pelanggaran, meski mendapat tekanan atau intimidasi.</p>
<p>“Jangan takut untuk melapor. Kami membuka posko pengaduan. Jika ada yang berani mengintimidasi, harus siap mempertanggungjawabkan perbuatannya,” pungkasnya. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor: Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Dugaan Korupsi Desa Ngringin Diselidiki, Kejari Nganjuk Serahkan Audit ke Inspektorat</title>
<link>https://suarajatimpost.com/dugaan-korupsi-desa-ngringin-diselidiki-kejari-nganjuk-serahkan-audit-ke-inspektorat</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/dugaan-korupsi-desa-ngringin-diselidiki-kejari-nganjuk-serahkan-audit-ke-inspektorat</guid>
<description><![CDATA[ Kejaksaan Negeri Nganjuk menindaklanjuti dugaan korupsi di Desa Ngringin dengan menyerahkan hasil penyelidikan ke Inspektorat Daerah untuk proses audit, mencakup dugaan penyimpangan anggaran dan pungutan PTSL. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202601/image_870x580_6970b85eea2d7.webp" length="27992" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 21 Jan 2026 20:15:33 +0700</pubDate>
<dc:creator>Kuswanto</dc:creator>
<media:keywords>Laporan pengaduan, dugaan pemerasan, perangkat Desa, Kasi Intelijen Kejari Koko Robby Yahya, Desa Ngringin, hasil pemeriksaan, Inspektorat, Nganjuk</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p data-start="199" data-end="506"><strong data-start="199" data-end="215">NGANJUK, SJP</strong> – Dugaan praktik korupsi di Desa Ngringin, Kecamatan Lengkong, Kabupaten Nganjuk, yang melibatkan oknum perangkat desa terus berlanjut. Kejaksaan Negeri (Kejari) Nganjuk memastikan penyelidikan aktif atas kasus tersebut kini telah diserahkan kepada Inspektorat Daerah untuk dilakukan audit.</p>
<p data-start="508" data-end="760">Penanganan perkara ini dilakukan berdasarkan Surat Perintah Tugas Nomor SP.TUG-478/M.5.31/Dek.1/12/2025 tertanggal 22 Desember 2025, yang kemudian diperpanjang melalui Surat Perintah Tugas Nomor SP.TUG.2A/M.5.31/Dek.1/01/2026 tertanggal 5 Januari 2026.</p>
<p data-start="762" data-end="1016">Kepala Kejaksaan Negeri Nganjuk melalui Kepala Seksi Intelijen, Koko Robby Yahya, menjelaskan bahwa penyelidikan tersebut merupakan tindak lanjut dari laporan pengaduan masyarakat sekaligus pengembangan dari informasi awal yang telah dikantongi penyidik.</p>
<p data-start="1018" data-end="1302">“Ini merupakan tindak lanjut dari laporan pengaduan masyarakat, dan sebelumnya juga sudah ada perkembangan. Saat ini seluruh hasil penyelidikan telah kami serahkan kepada Inspektorat untuk dilakukan proses audit,” ujar Koko Robby Yahya di lobi Kantor Kejari Nganjuk, Rabu (21/1/2026).</p>
<p data-start="1304" data-end="1597">Koko menjelaskan, laporan pengaduan tersebut pertama kali disampaikan oleh pelapor bernama Dadung Dharmasila pada 22 Oktober 2025. Dalam laporan itu, terdapat tiga item dugaan penyimpangan yang dilaporkan, salah satunya terkait pekerjaan pengecoran yang semula disebut terjadi pada tahun 2025.</p>
<p data-start="1599" data-end="1712">“Namun setelah kami lakukan klarifikasi, pekerjaan tersebut ternyata terjadi pada tahun anggaran 2024,” jelasnya.</p>
<p data-start="1714" data-end="1971">Selain itu, laporan juga menyoroti pembangunan pos kamling serta dugaan pungutan liar dalam program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) tahun 2023. Dalam program tersebut, warga mengaku dimintai uang antara Rp1 juta hingga Rp5 juta per bidang tanah.</p>
<p data-start="1973" data-end="2054">“Oknum yang diduga terlibat adalah mantan Sekretaris Desa Ngringin,” ungkap Koko.</p>
<p data-start="2056" data-end="2441">Dalam perkembangannya, Kejari Nganjuk juga menerima keterangan dari sejumlah warga terkait dugaan pungutan PTSL pada lahan gogolan (sawah). Awalnya, disebutkan adanya kesepakatan pungutan sebesar Rp500 ribu. Namun berdasarkan informasi lanjutan, terdapat tambahan Rp700 ribu yang diduga dialokasikan untuk pamong desa Rp300 ribu, kepala desa Rp200 ribu, dan sekretaris desa Rp200 ribu.</p>
<p data-start="2443" data-end="2686">Koko menambahkan, terdapat pula laporan dugaan pemerasan yang dilakukan oleh mantan Sekdes Desa Ngringin, Suwarto. Namun pada saat dugaan peristiwa itu terjadi di tahun 2023, yang bersangkutan sudah tidak lagi menjabat sebagai sekretaris desa.</p>
<p data-start="2688" data-end="2829">“Yang bersangkutan sudah pensiun sebagai Sekdes sejak 2019 dan saat itu berstatus ASN biasa yang bertugas di Kecamatan Kertosono,” terangnya.</p>
<p data-start="2831" data-end="3069">Berdasarkan kajian awal, Kejari Nganjuk menyimpulkan bahwa sebagian dugaan tersebut masuk kewenangan aparat penegak hukum lain karena diatur dalam ketentuan KUHAP, Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001, serta Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023.</p>
<p data-start="3071" data-end="3308">Sementara itu, terkait dugaan manipulasi pekerjaan pengecoran tahun anggaran 2024 senilai Rp193,7 juta, Kejari Nganjuk menyerahkan sepenuhnya kepada Inspektorat Daerah untuk dilakukan audit kesesuaian dengan Rencana Anggaran Biaya (RAB).</p>
<p data-start="3310" data-end="3601">Selain itu, terdapat pula dugaan ganda pembangunan pos kamling senilai Rp10 juta pada tahun anggaran 2023. Berdasarkan data awal yang diterima, bantuan tersebut disebut berasal dari hadiah juara lomba pos kamling berupa material bangunan seperti baja dan atap, bukan dalam bentuk uang tunai.</p>
<p data-start="3603" data-end="3740">“Seluruh temuan yang kami pelajari telah kami serahkan kepada Inspektorat untuk dilakukan audit dan pendalaman lebih lanjut,” tegas Koko.</p>
<p data-start="3742" data-end="3999">Terkait isu penghentian penanganan kasus, Koko menegaskan bahwa perkara tersebut tidak dihentikan. Penyerahan ke Inspektorat dilakukan untuk memperpanjang waktu pendalaman karena jumlah korban masih cukup banyak dan dibutuhkan kelengkapan dokumen pendukung.</p>
<p data-start="4001" data-end="4161">“Kami tidak menghentikan. Ini kami serahkan ke Inspektorat karena rentang waktunya panjang dan membutuhkan audit mendalam. Itu menjadi tugas auditor,” jelasnya.</p>
<p data-start="4163" data-end="4359">Ia menambahkan, Kejari Nganjuk memiliki keterbatasan waktu dalam penyelidikan, yakni 7 hari kerja yang dapat diperpanjang 7 hari, dengan total dua surat perintah tugas yang berakhir pada hari ini.</p>
<p data-start="4361" data-end="4537">“Total waktu penyelidikan kami 17 hari kerja. Dan hasilnya harus kami sampaikan ke publik sebagai bentuk pertanggungjawaban atas apa yang telah kami lakukan,” pungkas Koko. <strong>(*)</strong></p>
<p data-start="4361" data-end="4537"><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Pengisian Perangkat Desa Rawan Polemik, Pemkab Nganjuk Pilih Aman Tunggu Perda Baru</title>
<link>https://suarajatimpost.com/pengisian-perangkat-desa-rawan-polemik-pemkab-nganjuk-pilih-aman-tunggu-perda-baru</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/pengisian-perangkat-desa-rawan-polemik-pemkab-nganjuk-pilih-aman-tunggu-perda-baru</guid>
<description><![CDATA[ Langkah ini diambil menyusul derasnya sorotan publik terhadap proses seleksi perangkat desa yang selama ini dinilai rawan akan praktik transaksional serta ketidakjelasan payung hukum di tingkat daerah. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202601/image_870x580_69707d66b2dc7.webp" length="31798" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 21 Jan 2026 15:20:28 +0700</pubDate>
<dc:creator>Kuswanto</dc:creator>
<media:keywords>Perda Desa, pengisian perangkat desa, Kabag hukum Pemkab Sutrisno, Perangkat Desa, Nganjuk</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>NGANJUK, SJP</strong> — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Nganjuk mengisyaratkan sikap hati-hati terkait rencana pengisian perangkat desa tahun 2026. </p>
<p>Kabag Hukum Pemkab Nganjuk, Sutrisno, menegaskan pihaknya tengah melakukan kajian mendalam terhadap Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Desa guna meminimalisir celah hukum dan praktik menyimpang.</p>
<p>Langkah ini diambil menyusul derasnya sorotan publik terhadap proses seleksi perangkat desa yang selama ini dinilai rawan akan praktik transaksional serta ketidakjelasan payung hukum di tingkat daerah.</p>
<p>Sutrisno menjelaskan bahwa penyusunan regulasi baru ini membutuhkan sinkronisasi yang ketat agar tidak berbenturan dengan peraturan perundang-undangan di atasnya. </p>
<p>Saat ini, draf peraturan tersebut masih berada dalam tahap pembahasan internal lintas Organisasi Perangkat Daerah (OPD).</p>
<p>"Terkait Perda Desa yang mengatur pengisian perangkat desa, saat ini rancangannya memang belum siap. Masih perlu digodok melalui pembahasan internal lintas OPD," ujar Sutrisno saat ditemui, Rabu (21/1/2026).</p>
<p>Menurut dia, kehadiran Perda ini nantinya diproyeksikan sebagai instrumen hukum yang mampu menjamin transparansi serta memberikan kepastian hukum bagi pemerintah desa dan masyarakat.</p>
<p>Menanggapi isu rencana pengisian perangkat desa dalam waktu dekat, Sutrisno secara terbuka menyatakan preferensinya untuk menunggu payung hukum baru rampung. </p>
<p>Meski secara legalitas pengisian bisa menggunakan Perda lama, namun adanya Perda Nomor 3 Tahun 2024 menuntut adanya petunjuk teknis (juknis) yang lebih detail.</p>
<p>"Kalau saya pribadi, lebih memilih 'jalur aman' dalam pengisian perangkat. Sebaiknya menunggu dan menyesuaikan dengan petunjuk dalam Perda baru nanti," tegasnya.</p>
<p>Sutrisno menyebutkan, meskipun Perda baru disahkan nantinya, masih diperlukan Peraturan Bupati (Perbub) sebagai juknis pelaksana.</p>
<p>Hingga kini, jadwal resmi pengisian perangkat desa di Kabupaten Nganjuk masih menggantung. </p>
<p>Pihak Bagian Hukum bersama Komisi I DPRD setempat berencana melakukan koordinasi lebih lanjut ke Biro Hukum Pemerintah Provinsi Jawa Timur untuk memastikan draf regulasi tersebut sempurna secara yuridis.</p>
<p>"Rancangan pengisian perangkat desa memang belum terjadwal. Kami masih menunggu bagaimana sikap Pemkab Nganjuk secara keseluruhan dalam menyikapi permasalahan ini," pungkas Sutrisno. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Soal Pokir, DPRD Nganjuk Sebut Legislatif Hanya Tampung Aspirasi</title>
<link>https://suarajatimpost.com/soal-pokir-dprd-nganjuk-sebut-legislatif-hanya-tampung-aspirasi</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/soal-pokir-dprd-nganjuk-sebut-legislatif-hanya-tampung-aspirasi</guid>
<description><![CDATA[ DPRD Kabupaten Nganjuk menegaskan penggunaan anggaran pokok-pokok pikiran (pokir) harus sesuai mekanisme dan kamus usulan berpedoman pada MCP KPK. Legislatif hanya menampung aspirasi masyarakat, sementara realisasi dan besaran anggaran menjadi kewenangan eksekutif sesuai kemampuan keuangan daerah. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202601/image_870x580_696f744516066.webp" length="35126" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Tue, 20 Jan 2026 20:35:12 +0700</pubDate>
<dc:creator>Kuswanto</dc:creator>
<media:keywords>DRPD Nganjuk, Pikir, Ketua DPRD Tatit Heru Tjahyono, Anggota DPRD, Badan Anggaran, Nganjuk</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p data-start="134" data-end="470"><strong data-start="134" data-end="152">NGANJUK, SJP –</strong> DPRD Kabupaten Nganjuk menegaskan komitmennya untuk mematuhi mekanisme penggunaan anggaran pokok-pokok pikiran (pokir) sesuai ketentuan yang berlaku. Dalam sistem tersebut, legislatif hanya berwenang menampung serta mengusulkan aspirasi masyarakat yang dihimpun melalui kegiatan reses maupun kunjungan kerja (kunker).</p>
<p data-start="472" data-end="623">Selanjutnya, usulan tersebut akan diproses dan diputuskan oleh pihak eksekutif berdasarkan skala prioritas pembangunan serta kemampuan anggaran daerah.</p>
<p data-start="625" data-end="888">“Semua sudah diatur dalam kamus usulan. Ada <em>guidance</em> yang jelas mana yang boleh dan mana yang tidak, mana yang bisa diakomodasi dan mana yang tidak,” ujar Ketua DPRD Nganjuk, Tatit Heru Tjahyono, usai rapat paripurna di Gedung DPRD Nganjuk, Selasa (20/1/2026).</p>
<p data-start="890" data-end="1180">Tatit menjelaskan, dalam proses sosialisasi pokir, pihak eksekutif turut memaparkan program prioritas daerah beserta mekanisme dan teknis pengusulannya. Hal ini dilakukan agar seluruh usulan yang masuk sesuai dengan kamus usulan yang mengacu pada Monitoring Center for Prevention (MCP) KPK.</p>
<p data-start="1182" data-end="1368">Proses tersebut melibatkan tujuh organisasi perangkat daerah (OPD), yakni Sekretariat Daerah, Bappeda, BP2KAD, Dinas Bina Marga, Dinas Pendidikan, Dinas Kesehatan, serta Dinas Pertanian.</p>
<p data-start="1370" data-end="1631">“Melibatkan tujuh dinas bagi kami tidak menjadi persoalan. Justru semua jadi tahu arah program prioritas daerah sesuai arahan MCP KPK. Selama aspirasi masyarakat linier dengan kebijakan daerah, tentu akan kami perjuangkan menjadi program kegiatan,” jelas Tatit.</p>
<p data-start="1633" data-end="1867">Ia memaparkan, mekanisme penggunaan anggaran pokir diawali dari hasil reses anggota DPRD di daerah pemilihan masing-masing. Aspirasi masyarakat tersebut kemudian dituangkan dalam bentuk proposal dan disampaikan kepada pihak eksekutif.</p>
<p data-start="1869" data-end="2036">Dalam tahap selanjutnya, terdapat tim verifikasi dari eksekutif yang akan menilai kelayakan usulan berdasarkan kriteria dan variabel yang tercantum dalam kamus usulan.</p>
<p data-start="2038" data-end="2232">“Kalau proposal sudah masuk dan diteruskan, soal direalisasikan atau tidak, termasuk kemampuan keuangan daerah, itu sepenuhnya menjadi kewenangan eksekutif. Kami tidak ikut campur,” tegas Tatit.</p>
<p data-start="2234" data-end="2462">Terkait besaran pokir anggota DPRD pada tahun anggaran 2026, Tatit menegaskan, nilainya belum dapat ditentukan. Menurutnya, besaran pokir sangat bergantung pada kondisi keuangan daerah dan pembahasan bersama Badan Anggaran.</p>
<p data-start="2464" data-end="2661">“Kami tidak bisa menentukan angkanya sekarang. Tahun kemarin, total keuangan daerah sekitar Rp275 miliar, tapi untuk tahun ini masih harus melihat kemampuan fiskal terlebih dahulu,” pungkasnya.<strong> (*)</strong></p>
<p data-start="2464" data-end="2661"><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Respon Jalan Rusak, Wabup Nganjuk Janji Segera Perbaiki</title>
<link>https://suarajatimpost.com/respon-jalan-rusak-wabup-nganjuk-janji-segera-perbaiki</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/respon-jalan-rusak-wabup-nganjuk-janji-segera-perbaiki</guid>
<description><![CDATA[ Informasi rusaknya jalan tersebut merupakan tindak lanjut keluhan masyarakat yang mengungkapkan kekhawatiran dan harapan akan perbaikan. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202601/image_870x580_696f6beb6a7d4.webp" length="32016" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Tue, 20 Jan 2026 19:39:46 +0700</pubDate>
<dc:creator>Kuswanto</dc:creator>
<media:keywords>Paripurna DPRD, Wabub Nganjuk Tri Handy Cahyo Saputra, jalan rusak, respon Pemkab, Akses jalan, Kecamatan Prambon, Nganjuk</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>NGANJUK, SJP -</strong> Wakil Bupati (Wabup) Nganjuk, Trihandy Cahyo Saputro memberikan tanggapan kondisi jalan rusak parah dengan banyak lubang di Desa Rowoharjo, Prambon, Nganjuk menjadi sorotan saat usai rapat Paripurna di DPRD Nganjuk, Selasa (20/1/2026).</p>
<p>Informasi rusaknya jalan tersebut merupakan tindak lanjut keluhan masyarakat yang mengungkapkan kekhawatiran dan harapan akan perbaikan.</p>
<p>Pemilik akun Sam Predy mengungkapkan,tujuan membagikan video adalah untuk menarik perhatian pemerintah daerah agar segera mengambil langkah konkret dalam melakukan perbaikan jalan yang menjadi akses penting bagi warga setempat.</p>
<p>“Viralkan bang, didesaku bgtu bang setelah viral baru ada perbaikan jalan. Alhamdulillah sekarang sudah mulus bang, baru 2 mingguan selesai proyek pengaspalan,” kata akun Lika Afi di kolom komentar.</p>
<p>“iya kadang berfikir kalau gak viral gak bakal dikerjakan itu aspal berlobang padahal bsa bahaya buat orang lewat situ” timpal akun sevitaa Cantika.</p>
<p>“Sam Predy apa harus ada korban baru di perbaiki. Angellllll wis angelllll,” kata akun Budi Santoso, dan masih banyak lagi komentar.</p>
<p>Menanggapi hal tersebut, Mas Handy menyatakan akan segera menindaklanjuti laporan mengenai kerusakan jalan tersebut.</p>
<p>“Terima kasih informasinya. Tim akan segera melakukan pemeriksaan lapangan dan mengambil langkah perbaikan secepatnya,” ujar Trihandy Cahyo Saputra.</p>
<p>Perlu diketahui, Meski di tahun 2026 ini alokasi anggaran untuk infrastruktur di Nganjuk mengalami penurunan. Namun untuk kondisi jalan yang mengalami kerusakan akan diprioritaskan. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>DPRD Nganjuk Tetapkan 17 Propemperda 2026, Fokus Infrastruktur hingga Kesejahteraan</title>
<link>https://suarajatimpost.com/dprd-nganjuk-tetapkan-17-propemperda-2026-fokus-infrastruktur-hingga-kesejahteraan</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/dprd-nganjuk-tetapkan-17-propemperda-2026-fokus-infrastruktur-hingga-kesejahteraan</guid>
<description><![CDATA[ DPRD Kabupaten Nganjuk mengesahkan 17 usulan Program Pembentukan Peraturan Daerah (Propemperda) Tahun 2026 melalui rapat paripurna. Prioritas kebijakan diarahkan pada infrastruktur, pertanian, pendidikan, transportasi, serta kesejahteraan masyarakat dengan melibatkan seluruh OPD terkait. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202601/image_870x580_696f68acf37f5.webp" length="79002" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Tue, 20 Jan 2026 19:03:27 +0700</pubDate>
<dc:creator>Kuswanto</dc:creator>
<media:keywords>Rapat Paripurna DPRD, Propemperda, 17 usulan, progres mendesak, DPRD Nganjuk, Nganjuk</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p data-start="141" data-end="414"><strong>NGANJUK, SJP – </strong>Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Nganjuk menggelar Rapat Paripurna dengan agenda pengesahan dan penetapan Rancangan Keputusan DPRD tentang Program Pembentukan Peraturan Daerah (Propemperda) Kabupaten Nganjuk Tahun 2026, Selasa (20/1/2026).</p>
<p data-start="416" data-end="738">Rapat yang dimulai pukul 10.00 WIB tersebut menetapkan sebanyak 17 usulan program yang akan menjadi pijakan penyusunan kebijakan dan pembangunan daerah sepanjang tahun 2026. Dari jumlah tersebut, 9 usulan merupakan inisiatif DPRD, sementara 8 usulan lainnya berasal dari eksekutif Pemerintah Kabupaten Nganjuk.</p>
<p data-start="740" data-end="910">Ketua DPRD Nganjuk, Tatit Heru Tjahjono, menjelaskan bahwa penentuan prioritas Propemperda disesuaikan dengan kebutuhan riil masyarakat serta dinamika kondisi daerah.</p>
<p data-start="912" data-end="1153">“Kami harus memiliki gambaran jelas mengenai pekerjaan apa saja yang akan dilakukan tahun depan, terutama untuk usulan-usulan yang bersifat mendesak. Semua telah melalui pembahasan intensif dengan melibatkan pihak-pihak terkait,” ujar Tatit.</p>
<p data-start="1155" data-end="1433">Menurutnya, dalam rapat paripurna tersebut DPRD bersama Pemkab Nganjuk menetapkan raperda yang akan dibahas pada tahun mendatang. Namun demikian, tidak menutup kemungkinan adanya usulan tambahan apabila dinilai mendesak dan mendapat masukan kuat dari berbagai elemen masyarakat.</p>
<p data-start="1435" data-end="1571">“Saat ini masih dalam proses pembahasan. Jika ada kebutuhan mendesak, tentu akan kami susulkan sesuai mekanisme yang berlaku,” tegasnya.</p>
<p data-start="1573" data-end="1883">Tatit juga menyinggung pokok-pokok pikiran (pokir) anggota DPRD yang menjadi bagian penting dalam Propemperda 2026. Pokir tersebut, kata dia, telah melalui tahapan sosialisasi secara menyeluruh di tingkat kecamatan hingga desa, serta dibahas secara teknis bersama organisasi perangkat daerah (OPD) terkait.</p>
<p data-start="1885" data-end="2060">“Proses ini tidak berhenti di paripurna saja. Tahapan lanjutan tetap dilakukan agar setiap program benar-benar tepat sasaran dan dapat diimplementasikan dengan baik,” ucapnya.</p>
<p data-start="2062" data-end="2421">Ia menegaskan, seluruh OPD terkait telah dilibatkan sejak awal proses penyusunan. Mulai dari Sekretaris Daerah, dinas teknis bidang pekerjaan umum yang menangani infrastruktur, Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Pemberdayaan Masyarakat (DP2KAD) untuk kesejahteraan sosial, Dinas Pertanian, hingga dinas pendidikan, kesehatan, dan perhubungan.</p>
<p data-start="2423" data-end="2525">“Semua yang menangani bidang pembangunan kami hadirkan dalam setiap tahapan pembahasan,” tambah Tatit.</p>
<p data-start="2527" data-end="2764">Lebih lanjut, Tatit menegaskan bahwa seluruh proses penyusunan Propemperda dilakukan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan guna menjamin transparansi dan akuntabilitas, sekaligus meminimalkan potensi penyimpangan anggaran.</p>
<p data-start="2766" data-end="2866">“Tujuannya jelas, agar setiap rupiah anggaran memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat,” ujarnya.</p>
<p data-start="2868" data-end="3282">Adapun fokus pokok pikiran dalam Propemperda 2026 mencakup berbagai sektor strategis. Di antaranya perbaikan jalan dan irigasi di bidang kebinamargaan, optimalisasi akses transportasi di sektor perhubungan, penguatan sektor pertanian melalui revitalisasi lahan dan distribusi bibit, serta peningkatan kualitas pendidikan melalui penguatan kapasitas guru dan perbaikan sarana sekolah, khususnya di daerah terpencil.</p>
<p data-start="3284" data-end="3491">Selama masa reses, anggota DPRD juga akan turun langsung ke masyarakat untuk menyerap aspirasi di tingkat kecamatan dan desa, sekaligus memetakan potensi serta tantangan pembangunan di masing-masing wilayah.</p>
<p data-start="3493" data-end="3626">“Kami berkomitmen memastikan setiap kebijakan dan anggaran daerah benar-benar berpihak pada kesejahteraan rakyat,” pungkas Tatit.<strong> (*)</strong></p>
<p data-start="3493" data-end="3626"><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Kena Percikan Kembang Api, Toko Petasan di Kertosono Nganjuk Terbakar</title>
<link>https://suarajatimpost.com/kena-percikan-kembang-api-toko-petasan-di-kertosono-nganjuk-terbakar</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/kena-percikan-kembang-api-toko-petasan-di-kertosono-nganjuk-terbakar</guid>
<description><![CDATA[ Api dari pembakaran sampah merembet ke petasan yang disimpan di toko itu hingga muncul bunyi gemuruh letusan. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202601/image_870x580_696e40cd90ace.webp" length="45606" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 19 Jan 2026 22:20:21 +0700</pubDate>
<dc:creator>Kuswanto</dc:creator>
<media:keywords>Kebakaran, Toko Petasan, kerugian puluhan juta, Petugas Damkar, Kertosono</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>NGANJUK, SJP -</strong> Sebuah lapak yang menjual kembang api dan petasan di Jalan Gatot Subroto, Desa Kutorejo, Kecamatan Kertosono, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, terbakar pada Senin (19/1/2026) sekira pukul 08.35 WIB. </p>
<p>Berdasarkan pantauan lapangan, tim siaga 2 pemadam kebakaran Kabupaten Nganjuk, bersama jajaran TNI Polri, ikut serta memadamkan api yang bekerjasama dengan masyarakat hingga pemilik rumah.</p>
<p>Penyebab kebakaran diduga dipicu aktivitas membakar sampah. Api dari pembakaran sampah merembet ke petasan yang disimpan di toko itu hingga muncul bunyi gemuruh letusan hingga peristiwa ini pun sempat menghebohkan warga sekitar. </p>
<p>Kepala Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Kabupaten Nganjuk, Imam Anshari mengatakan insiden kebakaran ini terjadi, Senin (19/1/2026) sekira pukul 08.35 WIB. </p>
<p>Kala itu, pemilik toko, Ahmad Faisol (44) tengah membakar sampah di belakang toko pemiliknya. Bersamaan, Ahmad justru beranjak dari lokasi pembakaran sampah. </p>
<p>"Pemilik pergi kekamar mandi untuk buang air kecil," katanya. </p>
<p>Ia melanjutkan, tak berselang lama terdengar suara dentuman berkali-kali disertai percikan api yang berasal dari nyala petasan. Pemilik bergegas keluar dan terlihat api sudah membakar toko beserta petasan. </p>
<p>"Dugaan awal penyebab kebakaran dari hasil percikan api pembakaran sampah yang tertiup angin lalu menjalar ke petasan," paparnya. </p>
<p>Ia mengungkapkan, kejadian ini kemudian dilaporkan ke Damkarmat. Mendapat laporan, sejumlah personel dan satu armada Damkarmat dikerahkan ke lokasi kejadian. Setibanya di lokasi, petugas Damkarmat langsung berupaya menjinakkan api. </p>
<p>"Proses pemadaman berlangsung 30 menit. Tak ada korban jiwa dalam peristiwa ini. Hanya saja pemilik menelan kerugian sekira Rp 20 juta," paparnya. <strong>(**)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong> </p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Baru Menjabat, Kapolres Nganjuk Janji Berantas Premanisme dan Prioritaskan Sinergi dengan Media</title>
<link>https://suarajatimpost.com/baru-menjabat-kapolres-nganjuk-janji-berantas-premanisme-dan-prioritaskan-sinergi-dengan-media</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/baru-menjabat-kapolres-nganjuk-janji-berantas-premanisme-dan-prioritaskan-sinergi-dengan-media</guid>
<description><![CDATA[ Kapolres Nganjuk AKBP Suria Miftah Irawan tancap gas. Yakni, pemberantasan premanisme, serta kriminalitas yang disampaikan AKBP Hendri selepas sertijab ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202601/image_870x580_696dea2a68bf1.webp" length="53364" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 19 Jan 2026 17:22:55 +0700</pubDate>
<dc:creator>Kuswanto</dc:creator>
<media:keywords>Sertijab polri, Kapolres Nganjuk AKBP Suria Miftah Irawan, Sinergitas, Media, Polres Nganjuk, Nganjuk</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p data-start="127" data-end="371"><strong data-start="127" data-end="145">NGANJUK, SJP –</strong> Usai melaksanakan serah terima jabatan (sertijab), Kapolres Nganjuk AKBP Suria Miftah Irawan langsung tancap gas dengan menegaskan komitmennya untuk memberantas premanisme dan berbagai bentuk kriminalitas di wilayah hukumnya.</p>
<p data-start="373" data-end="671">AKBP Suria Miftah Irawan menyampaikan, dirinya akan melanjutkan serta memperkuat kinerja positif yang telah dibangun oleh pejabat sebelumnya. Ia mengajak seluruh personel Polres Nganjuk untuk bekerja secara ikhlas, profesional, dan penuh tanggung jawab dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.</p>
<p data-start="673" data-end="904">“Apa yang sudah baik akan kita pertahankan dan tingkatkan bersama. Saya mengajak seluruh jajaran untuk bekerja dengan hati, menjaga soliditas, serta memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat Nganjuk,” ujarnya, Senin (19/1/2026).</p>
<p data-start="906" data-end="1135">Terkait hubungan antara Polri dan media, AKBP Suria menegaskan komitmennya untuk menjalin kemitraan yang baik dan terbuka. Menurutnya, hubungan harmonis dengan insan pers merupakan bagian penting dalam mendukung tugas kepolisian.</p>
<p data-start="1137" data-end="1332">“Saya welcome terhadap media. Silakan dicek saat saya menjabat Kasat Narkoba Polrestabes Surabaya, hubungan kami selalu berjalan baik,” kata mantan Kasat Resnarkoba Polrestabes Surabaya tersebut.</p>
<p data-start="1334" data-end="1712">Sebelum menjabat sebagai Kapolres Nganjuk, AKBP Suria Miftah Irawan diketahui bertugas sebagai Kasat Resnarkoba Polrestabes Surabaya, Jawa Timur. Pengalaman tersebut diharapkan menjadi bekal dalam melanjutkan program kerja serta meningkatkan kinerja Polres Nganjuk, khususnya dalam menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) agar tetap aman dan kondusif. <strong>(*)</strong></p>
<p data-start="1334" data-end="1712"><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>AKBP Henri Noveri Santoso Pamit, Tongkat Komando Kapolres Nganjuk Resmi Berganti</title>
<link>https://suarajatimpost.com/akbp-henri-noveri-santoso-pamit-tongkat-komando-kapolres-nganjuk-resmi-berganti</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/akbp-henri-noveri-santoso-pamit-tongkat-komando-kapolres-nganjuk-resmi-berganti</guid>
<description><![CDATA[ Henri menyampaikan ada beberapa kasus yang mendapat atensi, yakni pengeroyokan yang masih dalam proses. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202601/image_870x580_696dde2f73250.webp" length="42622" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 19 Jan 2026 16:00:54 +0700</pubDate>
<dc:creator>Kuswanto</dc:creator>
<media:keywords>Sertijab Kapolres Nganjuk, Polres Nganjuk, AKBP Henri Novel Santoso, AKBP Suria Miftah Irawan, kamtibmas, Premanisme, rotasi jabatan polri, Nganjuk</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>NGANJUK, SJP – </strong>Tongkat komando kepemimpinan di Kepolisian Resor (Polres) Nganjuk resmi berpindah tangan. </p>
<p>AKBP Henri Noveri Santoso menyampaikan salam pamit kepada jajaran personel dan masyarakat Kabupaten Nganjuk setelah menyelesaikan masa tugasnya selama kurang lebih satu tahun, Senin (19/1/2026).</p>
<p>Serah terima jabatan (sertijab) telah dilaksanakan secara formal di Mapolres Nganjuk melalui tradisi pedang pora yang dipadukan dengan iringan kesenian Banjari, musik Islam tradisional yang melantunkan shalawat serta pujian kepada Nabi Muhammad SAW, Senin (19/1/2026).</p>
<p>Dalam pesan perpisahannya, AKBP Henri Novel Santoso menekankan, stabilitas Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Kamtibmas) di wilayah hukum Kabupaten Nganjuk selama masa jabatannya merupakan hasil dari sinergi yang solid.</p>
<p>"Selama satu tahun menjalankan tugas pelayanan, semua program dapat terlaksana berkat kolaborasi erat antara Polres Nganjuk, Pemerintah Kabupaten, dan seluruh elemen masyarakat," ujar AKBP Henri</p>
<p>Ia menilai Kabupaten Nganjuk merupakan wilayah dengan karakteristik produktif dan memiliki potensi ekonomi serta sosial yang besar. </p>
<p>Menurutnya, potensi tersebut hanya dapat dimaksimalkan jika seluruh pemangku kepentingan (stakeholders) terus menjaga iklim kerja sama yang harmonis.</p>
<p>Disinggung terkait kepemimpinan selama menjabat Kapolres di Nganjuk, kasus yang paling menonjol, Henri menyampaikan ada beberapa kasus yang mendapat atensi, yakni pengeroyokan yang masih dalam proses. </p>
<p>"Nanti biar diteruskan sama Kapolres baru, yang pasti kasus tersebut sudah ditangani secara profesional, ada beberapa pelaku diamankan," ucap Henri.</p>
<p>AKBP Henri Noveri Santoso mengemban amanah baru sebagai Wadirreskrimsus Polda Jawa Timur. Jabatan Kapolres Nganjuk kini dijabat oleh AKBP Suria Miftah Irawan, yang sebelumnya menjabat sebagai Kasat Resnarkoba Polrestabes Surabaya</p>
<p>Pergeseran ini diharapkan dapat memberikan penyegaran organisasi serta memperkuat fungsi penegakan hukum dan pelayanan masyarakat di wilayah Kabupaten Nganjuk di bawah nakhoda baru. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Pembangunan 200 KDMP dari 284 Desa dan Kelurahan di Nganjuk Ditarget Rampung Maret 2026</title>
<link>https://suarajatimpost.com/pembangunan-200-kdmp-dari-284-desa-dan-kelurahan-di-nganjuk-ditarget-rampung-maret-2026</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/pembangunan-200-kdmp-dari-284-desa-dan-kelurahan-di-nganjuk-ditarget-rampung-maret-2026</guid>
<description><![CDATA[ Hingga pertengahan Januari 2026, progres penyiapan KDMP di Kabupaten Nganjuk telah melampaui 35 persen, dengan 284 desa dan Kelurahan sudah memulai pembangunan fisik gerai koperasi. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202601/image_870x580_696b9a8e4dde3.webp" length="88828" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sat, 17 Jan 2026 21:52:56 +0700</pubDate>
<dc:creator>Kuswanto</dc:creator>
<media:keywords>Pemkab Nganjuk, KDMP, 35 Persen, proges, 284 Desa/Kelurahan, Nganjuk</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>NGANJUK, SJP - </strong>Program Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) Nganjuk menunjukkan perkembangan signifikan. Hingga pertengahan Januari 2026, progres pembangunan KDMP di Kabupaten Nganjuk telah melampaui 35 persen, dengan 284 desa dan Kelurahan sudah memulai pembangunan fisik gerai koperasi.</p>
<p>Asisten Pemerintahan dan Pembangunan Pemerintah Kabupaten Nganjuk, Yudhi Ernanto pada Sabtu (17/1/2026) mengatakan, Sebanyak 200 titik Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) dibangun di seluruh desa se-Kabupaten Nganjuk. Kecepatan progres harus diimbangi dengan kualitas pengelolaan agar koperasi benar-benar menjadi motor penggerak ekonomi desa.</p>
<p>“Target bulan Maret, tapi yang lebih penting adalah keberlanjutan. Karena itu, pengelolaan KDMP harus profesional dan bertanggung jawab,” ujarnya.</p>
<p>Menurut Yudhi, ia menegaskan dukungan tidak hanya berhenti pada pembangunan gedung. pembangunan KDMP di Nganjuk secara umum menunjukkan progres rata-rata di atas 35 persen.</p>
<p>Lanjut Yudhi, infrastruktur penunjang seperti akses jalan dan penerangan jalan umum (PJU) dipastikan menjadi bagian dari intervensi pemerintah daerah untuk menopang operasional KDMP di seluruh desa dan Kelurahan.</p>
<p>Ia mengatakan, dari total 284 titik tersebut, ada beberapa titik telah memasuki tahap akhir pengerjaan, meskipun masih dalam proses pembenahan dan <em>finishing</em> bangunan.</p>
<p>Titik tersebut merupakan bagian dari 200 titik prioritas pembangunan KDMP se-Kabupaten Nganjuk.</p>
<p>Pemkab Nganjuk menargetkan seluruh KDMP yang telah dibangun dapat segera beroperasi optimal dan memberi dampak nyata bagi penguatan ekonomi desa, bukan sekadar menjadi proyek pembangunan fisik semata.</p>
<p>Progres KDMP di Nganjuk menjadi salah satu titik prioritas yang direncanakan akan diresmikan secara nasional pada 25 Januari 2026 mendatang. Peresmian tersebut rencananya akan diumumkan langsung oleh Presiden Republik Indonesia melalui media nasional.</p>
<p>"Keberadaan Koperasi Desa Merah Putih merupakan program unggulan pemerintah," pungkas Yudhi. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor: Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Tragedi di Wilangan Nganjuk, Pasutri Tewas Terjebak dalam Kebakaran Rumah yang Terkunci</title>
<link>https://suarajatimpost.com/tragedi-di-wilangan-nganjuk-pasutri-tewas-terjebak-dalam-kebakaran-rumah-yang-terkunci</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/tragedi-di-wilangan-nganjuk-pasutri-tewas-terjebak-dalam-kebakaran-rumah-yang-terkunci</guid>
<description><![CDATA[ Korban teridentifikasi sebagai Ririn Nur Faridah (39), yang menjabat sebagai Ketua RT 05/RW 02 setempat sekaligus pemilik toko kelontong, dan suaminya, Agus Winariyanto (41), seorang guru Sekolah Dasar (SD). ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202601/image_870x580_696b19a773e5c.webp" length="24774" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sat, 17 Jan 2026 13:30:12 +0700</pubDate>
<dc:creator>Kuswanto</dc:creator>
<media:keywords>Kebakaran, korban meninggal dunia, Pasutri, kebakaran rumah, petugas Damkar Nganjuk, Desa Manggarejo, Wilangan, Nganjuk</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>NGANJUK, SJP</strong>–Insiden kebakaran maut melanda sebuah rumah di Dusun Manggarejo, Desa Mancon, Kecamatan Wilangan, Kabupaten Nganjuk, pada Jumat (16/1/2036) petang. </p>
<p></p>
<p>Peristiwa tragis ini merenggut nyawa pasangan suami istri (pasutri) yang terjebak di dalam kamar saat api menghanguskan kediaman mereka.</p>
<p></p>
<p>Korban teridentifikasi sebagai Ririn Nur Faridah (39), yang menjabat sebagai Ketua RT 05/RW 02 setempat sekaligus pemilik toko kelontong, dan suaminya, Agus Winariyanto (41), seorang guru Sekolah Dasar (SD).</p>
<p></p>
<p>Kebakaran dilaporkan terjadi sekitar pukul 15.31 WIB. Saksi mata di lokasi, Muslim, mengungkapkan sempat mendengar suara ledakan yang diikuti kepulan asap tebal dari atap rumah milik Lasto (60), orang tua korban.</p>
<p></p>
<p>Warga yang mencoba menolong mengalami kendala lantaran seluruh akses masuk, termasuk pintu utama dan pintu kamar korban, dalam kondisi terkunci rapat dari dalam. </p>
<p></p>
<p>Saat api berkobar, kedua anak korban sedang berada di rumah kerabat, sementara Lasto tengah bekerja di luar rumah.</p>
<p></p>
<p>"Saya baru mengetahui kejadian ini setelah dihubungi tetangga saat sedang bekerja. Pagi hari sebelum kejadian, kondisi mereka masih tampak biasa saja," ujar Lasto saat ditemui pada Sabtu (17/1/2026).</p>
<p></p>
<p>Kasi Penindakan Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Nganjuk, Yudi, menyatakan bahwa personel tiba di lokasi pukul 15.39 WIB. Mengingat material bangunan yang mudah terbakar, api baru dapat dipadamkan sepenuhnya sekitar pukul 18.30 WIB.</p>
<p></p>
<p>"Fokus kebakaran terparah berada di area kamar. Petugas gabungan dari Damkar, TNI, dan Polri bekerja keras melokalisasi api agar tidak merambat ke pemukiman sekitar," jelas Yudi saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon, Sabtu (17/1/2026). </p>
<p></p>
<p>Tetangga korban lainnya, Khusnan, menambahkan bahwa tidak ditemukan bahan peledak maupun tabung gas elpiji di dalam kamar tempat asal api. Hal ini memperkuat dugaan bahwa titik api bermula dari dalam ruangan yang menjadi lokasi penemuan kedua jenazah.</p>
<p></p>
<p>Hingga berita ini diturunkan, penyebab pasti kebakaran masih menjadi misteri. Tim Inafis Polres Nganjuk telah diterjunkan ke lokasi untuk melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP).</p>
<p></p>
<p>Aparat kepolisian sedang mendalami berbagai kemungkinan, termasuk adanya unsur korsleting listrik atau penyebab internal lainnya, mengingat posisi kamar yang terkunci rapat saat insiden terjadi. </p>
<p></p>
<p>Area rumah kini telah dipasang garis polisi guna kepentingan penyelidikan lebih lanjut. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Bentrokan Antar Pemuda di Nganjuk Berujung Maut, Polisi Amankan 8 Orang dan Dalami Kasus Pengeroyokan</title>
<link>https://suarajatimpost.com/bentrokan-antar-pemuda-di-nganjuk-berujung-maut-polisi-amankan-8-orang-dan-dalami-kasus-pengeroyokan</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/bentrokan-antar-pemuda-di-nganjuk-berujung-maut-polisi-amankan-8-orang-dan-dalami-kasus-pengeroyokan</guid>
<description><![CDATA[ Seorang pemuda di Nganjuk meninggal dunia setelah menjadi korban pengeroyokan belasan orang. Polisi mengamankan delapan terduga pelaku, tiga di antaranya masih di bawah umur. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202601/image_870x580_6968ef4a5bf98.webp" length="14010" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 15 Jan 2026 21:28:04 +0700</pubDate>
<dc:creator>Kuswanto</dc:creator>
<media:keywords>Pengeroyokan, korban, meninggal dunia, pelaku 8 orang, 3 masih di bawah umur, gangster, Polres Nganjuk, Desa Ngepung, Patianrowo, Nganjuk</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p data-start="120" data-end="405"><strong>NGANJUK, SJP –</strong> Kasus kriminalitas kembali terjadi di Kabupaten Nganjuk. Seorang pemuda meninggal dunia setelah menjadi korban pengeroyokan oleh sekelompok orang tak dikenal. Korban sempat menjalani perawatan medis selama beberapa hari sebelum akhirnya menghembuskan napas terakhir.</p>
<p data-start="407" data-end="649">Korban diketahui bernama Nabil Kolili (20), warga Desa Maguan, Kecamatan Berbek, Kabupaten Nganjuk. Ia dinyatakan meninggal dunia pada Selasa (13/1/2026), setelah sebelumnya menjadi korban pengeroyokan pada Jumat (9/1/2026) malam.</p>
<p data-start="651" data-end="927">Peristiwa bermula saat korban bersama sejumlah temannya berkunjung ke rumah seorang teman di Desa Ngepung, Kecamatan Patianrowo, Nganjuk. Namun, saat dalam perjalanan pulang dengan mengendarai sepeda motor, rombongan korban dihadang oleh sekitar 15 pemuda tak dikenal.</p>
<p data-start="929" data-end="1110">Dalam kejadian tersebut, korban bersama sembilan temannya terlibat bentrokan fisik yang berujung pada aksi pengeroyokan. Akibatnya, korban dan beberapa rekannya mengalami luka-luka.</p>
<p data-start="1112" data-end="1401">Korban sempat dilarikan ke RSUD Kertosono untuk mendapatkan perawatan medis. Karena kondisinya terus memburuk, korban kemudian dirujuk ke RSUD dr. Soedono, Solo, guna mendapatkan perawatan intensif. Namun, nyawa korban tidak tertolong dan ia dinyatakan meninggal dunia pada Selasa 13 Januari 2026.</p>
<p data-start="1403" data-end="1547">Sementara itu, Kasi Humas Polres Nganjuk, AKP Fajar Kurniadi, menyampaikan bahwa pihak kepolisian telah mengamankan sejumlah terduga pelaku.</p>
<p data-start="1549" data-end="1844">“Sudah ada delapan orang yang diamankan terkait kasus ini, tiga di antaranya masih di bawah umur. Saat ini proses penyelidikan masih terus berlangsung untuk mengungkap kronologi secara lengkap dan menangkap pelaku lainnya yang belum diamankan,” ujar AKP Fajar, Kamis (15/1/2026). <strong>(**)</strong></p>
<p data-start="1549" data-end="1844"><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Sejumlah Pedagang di Sekitar RSUD Nganjuk Keluhkan Bau Busuk, Diduga Limbah Medis</title>
<link>https://suarajatimpost.com/sejumlah-pedagang-di-sekitar-rsud-nganjuk-keluhkan-bau-busuk-diduga-limbah-medis</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/sejumlah-pedagang-di-sekitar-rsud-nganjuk-keluhkan-bau-busuk-diduga-limbah-medis</guid>
<description><![CDATA[ Bau menyengat tersebut disinyalir bersumber dari fasilitas pengolahan limbah milik Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Nganjuk yang letaknya berbatasan langsung dengan area berjualan warga. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202601/image_870x580_69689e6d7e912.webp" length="31834" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 15 Jan 2026 16:00:50 +0700</pubDate>
<dc:creator>Kuswanto</dc:creator>
<media:keywords>Bau menyengat, limbah medis, RSUD Nganjuk, pedagang kaki lima, Gedung Juang 45, Nganjuk</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>NGANJUK, SJP</strong>– Sejumlah pedagang yang berjualan di sekitar kawasan Gedung Juang 45 Nganjuk mengeluhkan aroma tidak sedap yang diduga berasal dari limbah medis. </p>
<p></p>
<p>Bau menyengat tersebut disinyalir bersumber dari fasilitas pengolahan limbah milik Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Nganjuk yang letaknya berbatasan langsung dengan area berjualan warga.</p>
<p></p>
<p>Salah satu pedagang, sebut saja Mbah To, mengungkapkan bahwa kondisi ini sudah berlangsung cukup lama. </p>
<p></p>
<p>Namun, ia mengaku sempat ragu untuk menyuarakan keluhannya karena lokasi usahanya hanya dibatasi pagar dengan area rumah sakit.</p>
<p></p>
<p>"Bau itu biasanya muncul sore atau malam hari. Aromanya sangat mengganggu kenyamanan. Ini sudah terjadi sejak lama," ujar Mbah To saat ditemui di lokasi, Kamis (15/1/2026).</p>
<p></p>
<p>Menanggapi keluhan tersebut, Direktur RSUD Nganjuk melalui Humas RSUD, Aditya, menyatakan pihaknya telah melakukan peninjauan langsung ke lokasi tempat pengolahan limbah medis yang berdekatan dengan kawasan Gedung Juang 45.</p>
<p></p>
<p>Meski demikian, Aditya membantah adanya bau menyengat secara permanen atau kebocoran sistem. </p>
<p></p>
<p>Ia mengklaim bahwa proses pengolahan limbah medis di instansinya telah melewati prosedur verifikasi yang ketat.</p>
<p></p>
<p>"Hasil pengecekan kami menunjukkan tidak ada kebocoran. Kami juga mengklarifikasi bahwa genangan yang ditemukan di sekitar lokasi bukan bersumber dari internal RSUD Nganjuk," tegas Aditya.</p>
<p></p>
<p>Pernyataan manajemen RSUD sempat berbanding terbalik dengan fakta di lapangan. Saat peninjauan berlangsung, salah satu petugas yang mendampingi Humas RSUD mengakui sempat mencium aroma menyengat di sekitar area pengolahan limbah tersebut.</p>
<p></p>
<p>"Sesekali memang tercium aroma menyengat di lokasi, namun secara teknis kami tidak menemukan adanya kebocoran pada mesin," ungkap petugas tersebut.</p>
<p></p>
<p>Guna menuntaskan polemik ini dan memastikan keamanan lingkungan bagi masyarakat, manajemen RSUD Nganjuk berencana membentuk tim khusus untuk menganalisis sumber bau secara mendalam.</p>
<p></p>
<p>"Karena masalah ini menyangkut kenyamanan masyarakat luas, kami akan membentuk tim pencari fakta (TPF). Hal ini bertujuan untuk mencari solusi konkret agar keresahan warga dapat segera teratasi," tutup Aditya. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Validasi DTKS di Nganjuk Diperketat, Masyarakat Miskin Diimbau Proaktif Lapor ke Desa</title>
<link>https://suarajatimpost.com/validasi-dtks-di-nganjuk-diperketat-masyarakat-miskin-diimbau-proaktif-lapor-ke-desa</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/validasi-dtks-di-nganjuk-diperketat-masyarakat-miskin-diimbau-proaktif-lapor-ke-desa</guid>
<description><![CDATA[ Persyaratannya cukup sederhana, yakni membawa fotokopi Kartu Keluarga (KK) dan fotokopi KTP elektronik bagi seluruh anggota keluarga (atau Kartu Identitas Anak bagi yang belum wajib KTP). ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202601/image_870x580_696895f36ff80.webp" length="25734" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 15 Jan 2026 14:00:32 +0700</pubDate>
<dc:creator>Kuswanto</dc:creator>
<media:keywords>Bantuan, warga miskin, DTKS, Kadinsos Ngantuk Haris Sudjatmiko, Dinsos, Desa, Kelurahan, Nganjuk</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>NGANJUK, SJP</strong>– Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Nganjuk menegaskan bahwa Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) menjadi instrumen tunggal dan krusial dalam penyaluran bantuan sosial. Hal ini merujuk pada Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 1 Tahun 2025 yang memandatkan seluruh program bantuan pemerintah wajib berbasis pada data DTKS yang akurat.</p>
<p></p>
<p>Kepala Dinas Sosial Kabupaten Nganjuk, Haris Jatmiko, menjelaskan bahwa keberadaan DTKS berfungsi sebagai basis data nasional untuk memetakan kondisi kesejahteraan masyarakat secara komprehensif. Mengingat krusialnya data ini, Haris mengimbau warga yang belum terakomodasi untuk segera mendaftarkan diri.</p>
<p></p>
<p>Masyarakat yang merasa layak menerima bantuan dapat mengajukan usulan melalui pemerintah desa atau kelurahan setempat. </p>
<p></p>
<p>Persyaratannya cukup sederhana, yakni membawa fotokopi Kartu Keluarga (KK) dan fotokopi KTP elektronik bagi seluruh anggota keluarga (atau Kartu Identitas Anak bagi yang belum wajib KTP).</p>
<p></p>
<p>"Pengusulan saat ini dilakukan melalui aplikasi SIKS-NG milik Kementerian Sosial. Setiap operator di desa dan kelurahan sudah memiliki akun mandiri untuk menginput data tersebut. Namun, proses ini harus melalui musyawarah desa (Musdes) terlebih dahulu untuk memastikan objektivitas dan kelayakan pengusul," ujar Haris saat dikonfirmasi di ruang kerjanya, Kamis (15/1/2026).</p>
<p></p>
<p>Setelah data diinput oleh operator desa, tim verifikator akan melakukan validasi lapangan sebelum usulan tersebut diteruskan secara berjenjang ke tingkat kementerian.</p>
<p></p>
<p>Penting bagi masyarakat untuk memperhatikan jendela waktu pengusulan. Haris menyebutkan bahwa sistem pengusulan tidak dibuka setiap hari, melainkan secara periodik setiap bulan.</p>
<p></p>
<p>"Pengusulan baru bisa dilakukan mulai tanggal 15 hingga H-5 sebelum akhir bulan berjalan. Di luar jadwal tersebut, sistem biasanya tertutup untuk proses pengolahan data," terangnya.</p>
<p></p>
<p>Haris menambahkan bahwa penetapan DTKS oleh Kementerian Sosial dilakukan setiap bulan. Namun, terdapat jeda waktu administrasi, usulan yang masuk pada bulan Januari, misalnya, biasanya baru akan ditetapkan secara resmi pada akhir Maret.</p>
<p></p>
<p>Hingga Desember 2025, jumlah keluarga yang terdata dalam DTKS di Kabupaten Nganjuk terus mengalami pergerakan (dinamis). Hal ini disebabkan oleh adanya faktor degradasi ekonomi (masyarakat yang sudah mampu), kepindahan, hingga warga yang meninggal dunia.</p>
<p></p>
<p>Dalam sistem DTKS, masyarakat diklasifikasikan berdasarkan tingkat kerentanan ekonomi. Warga yang berada pada kelompok desil paling bawah atau kondisi paling membutuhkan akan secara otomatis menjadi prioritas utama penerima berbagai program bantuan sosial dari pemerintah pusat maupun daerah. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Retribusi Pasar Nganjuk Tembus Rp9 Miliar, Disperindag Optimistis PAD Bisa Naik Lagi</title>
<link>https://suarajatimpost.com/retribusi-pasar-nganjuk-tembus-rp9-miliar-disperindag-optimistis-pad-bisa-naik-lagi</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/retribusi-pasar-nganjuk-tembus-rp9-miliar-disperindag-optimistis-pad-bisa-naik-lagi</guid>
<description><![CDATA[ Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Nganjuk mencatat capaian retribusi pasar tahun 2025 jauh melampaui target. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202601/image_870x580_6967b307726d9.webp" length="29354" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 14 Jan 2026 22:43:03 +0700</pubDate>
<dc:creator>Kuswanto</dc:creator>
<media:keywords>Retribusi, PAD, Tembus Rp 9 Miliar, Disperindag Nganjuk, Nganjuk</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>NGANJUK, SJP - </strong>Sektor pasar di Nganjuk mulai menunjukkan taringnya sebagai penyumbang Pendapatan Asli Daerah (PAD). Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Nganjuk mencatat capaian retribusi pasar tahun 2025 jauh melampaui target.</p>
<p>Kabid Pasar Yudhi Suryanto mengungkapkan, untuk parkir dari beberapa pasar yang ada di Nganjuk semuanya dikelola oleh DisperIndag, artinya belum ada yang di pihak ketigakan.</p>
<p>Namun, ada juga yang pengelolanya oleh lingkungan. Tapi untuk pemasukanya tetap masuk di PAD. Namun hingga akhir Desember 2025, realisasi justru melonjak.</p>
<p>“Pasar ini bisa menyumbang PAD yang signifikan. Tahun 2025 kita ditarget Rp9 miliar pe rtahun,” ujar Yudhi, Rabu (14/1/2026).</p>
<p>Terlebih, kata Yudhi, ada beberapa kriteria, yakni Bidak Tepi, Bidak Dana, seperti beberapa bidak ada permeter Rp400 rupiah, seperti itu perhitungannya, Menurut Yudhi semuanya masuk ke Khas Daerah (PAD). Sehingga bisa ikut berkontribusi</p>
<p>“Artinya ke depan kita bisa tingkatkan lagi. Dengan tambahan pemasukan retribusi, kami optimis retribusi bisa tembus diatas Rp9 miliar bahkan lebih dikit,” tuturnya dengan optimistis.</p>
<p>Yudhi berharap sektor pasar bisa menjadi salah satu penopang utama PAD ke depan, sekaligus mendorong pengelolaan pasar yang lebih tertib dan profesional. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Kejari Nganjuk Dalami Dugaan Pungli PTSL di Desa Ngringin</title>
<link>https://suarajatimpost.com/kejari-nganjuk-dalami-dugaan-pungli-ptsl-di-desa-ngringin</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/kejari-nganjuk-dalami-dugaan-pungli-ptsl-di-desa-ngringin</guid>
<description><![CDATA[ Kejaksaan Negeri Nganjuk memeriksa sejumlah warga terkait dugaan pungutan liar Program PTSL 2023 di Desa Ngringin, Kecamatan Lengkong, termasuk indikasi penyalahgunaan DD dan ADD. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202601/image_870x580_6967a7941804e.webp" length="26672" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 14 Jan 2026 22:02:25 +0700</pubDate>
<dc:creator>Kuswanto</dc:creator>
<media:keywords>Dugaan penyalahgunaan wewenang, Pungli PTSL, DD, ADD, Desa Ngringin, Kasi Intel Kejari Nganjuk Koko Robby Yahya, Nganjuk</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p data-start="141" data-end="460"><strong data-start="141" data-end="157">NGANJUK, SJP</strong> – Kejaksaan Negeri (Kejari) Nganjuk terus mendalami dugaan pungutan liar (pungli) dalam pelaksanaan Program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) tahun 2023 di Desa Ngringin, Kecamatan Lengkong. Hingga saat ini, sedikitnya empat warga Desa Ngringin telah dimintai keterangan oleh pihak kejaksaan.</p>
<p data-start="462" data-end="717">Kasi Intelijen Kejari Nganjuk, Koko Roby Yahya, membenarkan adanya pengaduan dari warga terkait dugaan penyalahgunaan wewenang yang mengarah pada tindak pidana korupsi, baik dalam kegiatan PTSL maupun penggunaan Dana Desa (DD) dan Alokasi Dana Desa (ADD).</p>
<p data-start="719" data-end="995">“Memang benar ada pengaduan dari warga Desa Ngringin terkait PTSL serta beberapa kegiatan DD dan ADD. Sejumlah pihak, baik pelapor, terlapor, maupun warga lainnya, sudah kami panggil untuk dimintai keterangan,” ujar Koko Roby Yahya kepada suarajatimpost.com, Rabu (14/1/2026).</p>
<p data-start="997" data-end="1247">Ia menjelaskan, saat ini Kejari Nganjuk masih berada pada tahap pengumpulan data dan keterangan (Pulbaket). Proses pengumpulan tersebut memiliki batas waktu selama 18 hari kerja, dan hari ini merupakan hari terakhir pengambilan data.</p>
<p data-start="1249" data-end="1500">“Setelah seluruh data dan dokumen terkumpul, akan kami olah dan simpulkan. Hasilnya nanti menjadi bahan pertimbangan pimpinan untuk menentukan arah penanganan laporan dugaan penyalahgunaan, baik yang berkaitan dengan PTSL maupun DD dan ADD,” jelasnya.</p>
<p data-start="1502" data-end="1773">Menurut Koko, dalam proses pemeriksaan terdapat perbedaan keterangan antara pelapor dan terlapor. Oleh karena itu, tim penyelidik akan mengkaji secara menyeluruh seluruh keterangan saksi serta dokumen pendukung guna memastikan apakah masih diperlukan alat bukti tambahan.</p>
<p data-start="1775" data-end="1931">“Fokus kami adalah memastikan apakah terdapat bukti lain yang cukup untuk mengambil tindakan hukum selanjutnya. Semua akan kami kaji bersama tim,” tegasnya.</p>
<p data-start="1933" data-end="2200">Sebagai informasi, PTSL merupakan program Badan Pertanahan Nasional (BPN) yang bertujuan mempermudah masyarakat dalam pengurusan sertifikat tanah. Namun, di Desa Ngringin, program tersebut diduga disalahgunakan oleh oknum tertentu untuk memperoleh keuntungan pribadi.</p>
<p data-start="2202" data-end="2404">Sementara itu, di tempat terpisah, salah satu saksi, Arif Rahman (44), warga Dusun Gempol, Desa Ngringin, mengaku telah memenuhi panggilan Kejari Nganjuk sebanyak empat kali untuk memberikan keterangan.</p>
<p data-start="2406" data-end="2588">“Kami dipanggil untuk dimintai keterangan sebagai saksi. Sampai saat ini belum ada hasil, masih sebatas tindak lanjut pengumpulan data,” ujar Arif usai pemeriksaan, Rabu (14/1/2026).</p>
<p data-start="2590" data-end="2758">Ia berharap, apabila dugaan pungli tersebut terbukti, uang yang dipungut dapat dikembalikan kepada masyarakat dan para pelaku segera diproses sesuai hukum yang berlaku.</p>
<p data-start="2760" data-end="2972">“Harapan kami, jika benar terbukti ada pungli, uang itu dikembalikan karena itu hak masyarakat. Selain itu, pelakunya harus diproses hukum,” tandas Arif yang didampingi Harsono, mantan Ketua RW Desa Ngringin. <strong>(*)</strong></p>
<p data-start="2974" data-end="2998"><strong data-start="2974" data-end="2998">Editor: Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Dinas PUPR Pastikan Rehabilitasi Wajah Stadion Anjuk Ladang Finishing</title>
<link>https://suarajatimpost.com/dinas-pupr-pastikan-rehabilitasi-wajah-stadion-anjuk-ladang-finishing</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/dinas-pupr-pastikan-rehabilitasi-wajah-stadion-anjuk-ladang-finishing</guid>
<description><![CDATA[ Pekerjaan pembangunan yang dilakukan secara bertahap ini menjadi bagian dari upaya nyata untuk menghadirkan sarana olahraga yang representatif bagi masyarakat Nganjuk, Rabu (14/1/2026). ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202601/image_870x580_69675098c6008.webp" length="18280" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 14 Jan 2026 16:32:23 +0700</pubDate>
<dc:creator>Kuswanto</dc:creator>
<media:keywords>Rehabilitasi, DPUPR Cipta Karya, Kabid Cipta Karya Imam Hanafi, Stadion Anjuk Ladang, Perbaikan, Drainase, Tribun Sepak bola, Nganjuk</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>NGANJUK, SJP</strong>– Pemerintah Kabupaten Nganjuk melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) memastikan proyek rehabilitasi Stadion Anjuk Ladang telah memasuki tahap penyelesaian (finishing). </p>
<p></p>
<p>Proyek yang dilaksanakan secara bertahap ini diproyeksikan menjadi sarana olahraga utama yang representatif bagi masyarakat Kota Angin.</p>
<p></p>
<p>Kepala Bidang Cipta Karya Dinas PUPR Nganjuk, Imam Hanafi, mewakili Plt. Kepala Dinas PUPR Ony Supriono, menyatakan bahwa fokus utama saat ini adalah memastikan seluruh pekerjaan memenuhi standar mutu dan target waktu yang telah ditetapkan.</p>
<p></p>
<p>Menurut Imam, rehabilitasi ini mencakup pembenahan menyeluruh pada aspek vital stadion. Pertama, optimalisasi sistem drainase guna mencegah genangan air di area lapangan saat intensitas hujan tinggi.</p>
<p></p>
<p>Kedua, perbaikan atap tribun, menjamin keamanan dan kenyamanan penonton dari cuaca ekstrem.</p>
<p></p>
<p>Ketiga, pelebaran lintasan lari, standarisasi lintasan untuk mendukung kegiatan atletik.l dan hang terakhir adalah peningkatan infrastruktur pendukung, yakni penambahan fasilitas penunjang guna meningkatkan aspek fungsionalitas stadion.</p>
<p></p>
<p>"Alhamdulillah, progres berjalan sesuai rencana. Kami berharap dengan peningkatan fasilitas ini, antusiasme masyarakat dalam berolahraga semakin tinggi dan dapat memberikan dukungan maksimal bagi tim kebanggaan Nganjuk," ujar Imam Hanafi saat dikonfirmasi di ruang kerjanya, Rabu (14/1/2026).</p>
<p></p>
<p>Pemerintah Kabupaten Nganjuk memandang rehabilitasi Stadion Anjuk Ladang bukan sekadar perbaikan fisik, melainkan simbol kemajuan infrastruktur publik. </p>
<p></p>
<p>Fasilitas ini diharapkan mampu menjadi wadah efektif bagi pembinaan atlet-atlet muda berbakat serta pusat penguatan semangat sportivitas warga.</p>
<p></p>
<p>Pihak Dinas PUPR menegaskan komitmennya untuk memberikan hasil kerja yang optimal bagi kepentingan publik. </p>
<p></p>
<p>"Kami berupaya memberikan yang terbaik. Harapannya, masyarakat dapat menjaga dan memanfaatkan fasilitas ini dengan sebaik-baiknya," tambah Imam.</p>
<p></p>
<p>Dengan rampungnya tahap finishing ini, pemerintah daerah optimistis kehadiran wajah baru Stadion Anjuk Ladang akan menjadi kebanggaan kolektif yang mendorong perkembangan ekosistem olahraga di Kabupaten Nganjuk ke arah yang lebih maju dan profesional. <strong>(ADV) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Danramil Ngronggot Nganjuk Kawal Pembangunan KDMP, Gerai Desa Juwet Masuk Tahap Finishing</title>
<link>https://suarajatimpost.com/danramil-ngronggot-nganjuk-kawal-pembangunan-kdmp-gerai-desa-juwet-masuk-tahap-finishing</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/danramil-ngronggot-nganjuk-kawal-pembangunan-kdmp-gerai-desa-juwet-masuk-tahap-finishing</guid>
<description><![CDATA[ Koramil Ngronggot mengawal pembangunan Koperasi Desa Merah Putih di wilayahnya. Salah satu gerai di Desa Juwet telah memasuki tahap finishing dan diharapkan mampu mendongkrak UMKM serta perekonomian desa. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202601/image_870x580_6966410a3c369.webp" length="32904" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Tue, 13 Jan 2026 21:48:35 +0700</pubDate>
<dc:creator>Kuswanto</dc:creator>
<media:keywords>Pembangunan Gerai KDPM, KDMP, Lima Tahap, Desa Juwet, Danramil Ngronggot Kapten Inf Djoko Setiyoko, Kecamatan Ngronggot, Progres 35 persen, Ngronggot, Nganjuk</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p data-start="139" data-end="329"><strong data-start="139" data-end="155">NGANJUK, SJP</strong> – Sebanyak 284 gerai Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di Kabupaten Nganjuk saat ini tengah dalam proses pembangunan. Salah satunya berada di Desa Juwet, Kecamatan Ngronggot.</p>
<p data-start="331" data-end="601">Danramil Ngronggot, Kapten Inf Joko Setiyoko, saat ditemui di halaman Makoramil Ngronggot menjelaskan,  terdapat 20 titik pembangunan KDMP yang sedang berjalan di wilayah Kecamatan Ngronggot. Dari jumlah tersebut, 13 titik berada di desa-desa dalam wilayah kerjanya.</p>
<p data-start="603" data-end="892">“Pembangunan gerai KDMP dilaksanakan secara bertahap, mulai tahap satu hingga tahap lima. Untuk tahap dua ada dua desa, yakni Desa Kelutan dan Desa Cengkok. Tahap tiga dilanjutkan di Desa Kaloran dan Desa Mojokendil, dan seterusnya hingga tahap lima,” ujar Kapten Joko, Selasa (13/1/2026).</p>
<p data-start="894" data-end="1039">Ia menambahkan, khusus untuk Desa Juwet, pembangunan gerai KDMP telah diprioritaskan dan saat ini sudah memasuki tahap lima atau tahap finishing.</p>
<p data-start="1041" data-end="1139">“Di Desa Juwet kami prioritaskan, sehingga pembangunan sudah selesai sampai tahap lima,” tegasnya.</p>
<p data-start="1141" data-end="1395">Lebih lanjut, Kapten Joko menyampaikan, keberhasilan pembangunan KDMP tidak lepas dari koordinasi yang baik antara Forkopimcam, perangkat desa, Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM), Badan Permusyawaratan Desa (BPD), serta elemen masyarakat lainnya.</p>
<p data-start="1397" data-end="1589">“Semua pihak ikut berperan aktif mendukung program Presiden Prabowo. Untuk kebutuhan urug, alhamdulillah sudah tidak ada kendala karena menjadi tanggung jawab kepala desa dan camat,” jelasnya.</p>
<p data-start="1591" data-end="1737">Ia menegaskan bahwa Koramil Ngronggot bersama seluruh anggota berperan sebagai tim pengawal pembangunan gerai KDMP di wilayah Kecamatan Ngronggot.</p>
<p data-start="1739" data-end="1910">“Kami sebagai Danramil Ngronggot beserta anggota adalah tim pengawal pembangunan gerai KDMP di wilayah ini,” tambahnya.</p>
<p data-start="1912" data-end="2120">Terkait progres pembangunan, Danramil menyebutkan, secara keseluruhan capaian KDMP di Kecamatan Ngronggot saat ini berada di angka 35 persen dan masih berjalan sesuai dengan target yang telah ditetapkan.</p>
<p data-start="2122" data-end="2360" data-is-last-node="" data-is-only-node="">“Ini adalah program yang mulia dan strategis. Kami sebagai kepanjangan tangan Dandim harus menyukseskannya. Harapannya, KDMP dapat mendongkrak UMKM di masing-masing desa sekaligus membangkitkan perekonomian desa,” pungkas Kapten Joko. <strong>(*)</strong></p>
<p data-start="2122" data-end="2360" data-is-last-node="" data-is-only-node=""><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Budidaya Ikan Lele di Desa Kelurahan Nganjuk Mampu Topang Program MBG</title>
<link>https://suarajatimpost.com/budidaya-ikan-lele-di-desa-kelurahan-nganjuk-mampu-topang-program-mbg</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/budidaya-ikan-lele-di-desa-kelurahan-nganjuk-mampu-topang-program-mbg</guid>
<description><![CDATA[ Dengan adanya budidaya lele ini, KDMP Desa Kelurahan mempunyai usaha mandiri, seperti desa-desa yang lain agar perekonomian lebih maju dan otomatis bisa membuat KDPM terus berkembang. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202601/image_870x580_696609a28aeb6.webp" length="83370" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Tue, 13 Jan 2026 17:59:54 +0700</pubDate>
<dc:creator>Kuswanto</dc:creator>
<media:keywords>Budidaya ikan lele, program pemerintah, hibah, Kementerian Kelautan, Dinas DKP Nganjuk, ketahanan pangan, KDMP, Desa Kelurahan, Ngronggot, Nganjuk</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>NGANJUK, SJP -</strong> Penerima manfaat yang mendapatkan program hibah ribuan bibit ikan lele di Desa Kelurahan, Kecamatan Ngronggot, Kabupaten Nganjuk, mengungkap jika hibah tersebut murni bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), yang diperuntukkan untuk menunjang Program Makan Bergizi Gratis (MBG).</p>
<p>Pantauan di lokasi, sebanyak 24 kolam ikan lele tersusun rapi di atas lahan seluas 1.800 meter persegi. Dalam tiga bulan, kolam-kolam tersebut diharapkan mampu menghasilkan 6 ton ikan lele.</p>
<p>Kepala Desa Kelurahan, Suhadi, menjelaskan, penerima manfaat budidaya lele ini sudah lama diusulkan, dan dikelola langsung oleh Koperasi Desa Merah Putih (KDMP). </p>
<p>“Alhamdulillah pada hari ini, Selasa 13 Januari 2026 ini kita launching unit usaha untuk menopang KDMP yang dihadiri perwakilan Kementrian Kelautan dan Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan (DKPP), serta Dinas Koperasi,” ujar Suhadi saat ditemui suarajatimpost.com di lokasi budidaya ikan lele Desa Kelurahan, Selasa (13/1/2026).</p>
<p>Selain untuk mendukung program MBG di dapur satuan pelayanan pemenuhan gizi (SPPG) yang tersebar di Desa Kelurahan dan Ngronggot, hasil panen lele ini sebagai usaha yang dikelola KDMP Desa untuk menopang perekonomian.</p>
<p>“Hasil panen budidaya lele ini bisa masok program MBG,” tambahnya. </p>
<p>Menurut Suhadi, dengan adanya budidaya lele ini, KDMP Desa Kelurahan mempunyai usaha mandiri, seperti desa-desa yang lain agar perekonomian lebih maju dan otomatis bisa membuat KDPM terus berkembang.</p>
<p>Budidaya ikan lele, kata Suhadi, merupakan konsep untuk mengopan sektor peternakan, pertanian dan perikanan lokal, karena memberikan pasar tetap sekaligus meningkatkan pendapatan masyarakat sekitar. </p>
<p>“Dengan adanya pendistribusian yang lebih luas, kita bisa mensejahterakan anggota yang ada di KDMP itu,” pungkasnya. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Dukung MBG, Pemkab Nganjuk Tebar 60 Ribu Bibit Lele di Ngronggot</title>
<link>https://suarajatimpost.com/dukung-mbg-pemkab-nganjuk-tebar-60-ribu-bibit-lele-di-ngronggot</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/dukung-mbg-pemkab-nganjuk-tebar-60-ribu-bibit-lele-di-ngronggot</guid>
<description><![CDATA[ Langkah strategis ini merupakan bagian dari program Kawasan Desa Mandiri Pangan (KDMP) yang diproyeksikan bersinergi langsung dengan program nasional Makan Bergizi Gratis (MBG). ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202601/image_870x580_6965f6c7ea0cd.webp" length="61842" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Tue, 13 Jan 2026 16:24:56 +0700</pubDate>
<dc:creator>Kuswanto</dc:creator>
<media:keywords>Bantuan bibit lele, Kementrian Kelautan, Dinas DKP Nganjuk, Forpincam, Desa Kelurahan, Ngronggot, Nganjuk</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>NGANJUK, SJP</strong> — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Nganjuk melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan (DKKP) resmi meluncurkan program penguatan ketahanan pangan lokal di Desa Kelurahan, Kecamatan Ngronggot, Selasa (13/1/2026). </p>
<p>Dalam aksi tersebut, sebanyak 60.000 ekor bibit ikan lele ditebar untuk memperkuat unit usaha hilirisasi perikanan di wilayah tersebut.</p>
<p>Langkah strategis ini merupakan bagian dari program Kawasan Desa Mandiri Pangan (KDMP) yang diproyeksikan bersinergi langsung dengan program nasional Makan Bergizi Gratis (MBG).</p>
<p>Kepala DKKP Kabupaten Nganjuk, Yusuf Satrio Wibowo, menjelaskan bahwa bantuan ini didistribusikan ke dalam 24 kolam budidaya, di mana masing-masing kolam menampung 2.500 ekor bibit. Dengan estimasi satu kali masa panen, program ini diprediksi mampu memproduksi sedikitnya 6 ton ikan lele.</p>
<p>"Jika dalam satu tahun dilakukan tiga kali panen, maka kontribusi produksi ikan dari unit usaha ini mencapai 18 ton per tahun. Ini bukan sekadar ketersediaan stok, tetapi juga motor penggerak ekonomi riil bagi masyarakat Desa Kelurahan," ujar Yusuf.</p>
<p>Lebih lanjut, Yusuf menekankan bahwa hasil panen dari kelompok budidaya ini nantinya akan diprioritaskan untuk menyuplai kebutuhan protein dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG). </p>
<p>"Kami mengintegrasikan hulu ke hilir. Bibit yang kami kembangkan hari ini disiapkan untuk mendukung program MBG pemerintah pusat," tambahnya.</p>
<p>Selain fokus pada produksi, Pemkab Nganjuk tengah berupaya keras mengerek Angka Konsumsi Ikan (AKI) daerah yang saat ini berada pada posisi 30,8 kilogram per kapita per tahun. </p>
<p>Melalui program pemberian bantuan bibit dan pengembangan KDMP, pemerintah berharap kesadaran masyarakat untuk mengonsumsi ikan meningkat seiring dengan kemudahan akses stok di tingkat desa.</p>
<p>Saat ini, terdapat dua desa di Kabupaten Nganjuk yang menjadi pilot project program serupa dari Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), yakni Desa Kelurahan, Kecamatan Ngronggot dan Desa Ngadiboyo, Kecamatan Rejoso.</p>
<p>Meski pengelolaannya berada di bawah payung KDMP, Yusuf mengklarifikasi bahwa lokasi budidaya ini difokuskan sebagai unit usaha mandiri yang terpisah secara teknis dari gerai utama KDMP, guna menjamin profesionalitas manajemen operasional.</p>
<p>Acara peluncuran tersebut turut dihadiri oleh perwakilan Kementerian Kelautan dan Perikanan, Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Cuk Widyanto, jajaran Forum Pimpinan Kecamatan (Forpincam) Ngronggot, serta Pemerintah Desa Kelurahan. </p>
<p>"Melalui kolaborasi ini, kami optimistis kemandirian pangan tingkat desa dapat segera terwujud secara berkelanjutan," tandasnya. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Perkuat Sinergi, Dandim 0810 Nganjuk Ngopi Bareng Insan Media</title>
<link>https://suarajatimpost.com/perkuat-sinergi-dandim-0810-nganjuk-ngopi-bareng-insan-media</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/perkuat-sinergi-dandim-0810-nganjuk-ngopi-bareng-insan-media</guid>
<description><![CDATA[ Kegiatan ini menjadi wadah penting untuk membangun jembatan informasi dan mempererat tali silaturahmi antara jajaran Kodim dengan 18 jurnalis yang bertugas di wilayah Nganjuk ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202601/image_870x580_6964c48850826.webp" length="51428" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 12 Jan 2026 16:56:44 +0700</pubDate>
<dc:creator>Kuswanto</dc:creator>
<media:keywords>Sinergitas, coffee morning, Kodim 0810 Nganjuk, media, Nganjuk</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>NGANJUK, SJP - </strong>Komunikasi yang efektif dan sinergi yang kuat antara Tentara Nasional Indonesia (TNI) dan insan pers kembali diperkuat. Letkol Arh Mohamad Taufan Yudha Bhakti, Komandan Kodim (Dandim) 0810 Nganjuk, menggelar <em>Coffee Morning </em>yang penuh keakraban bersama para awak media dari Kabupaten Nganjuk, Senin (12/1/2026).</p>
<p>Acara santai namun substantif ini bertempat di Aula Center Makodim 0810 Nganjuk, Jalan Panglima Sudirman No 11 Mangundikan. Kegiatan ini menjadi wadah penting untuk membangun jembatan informasi dan mempererat tali silaturahmi antara jajaran Kodim dengan 18 jurnalis yang bertugas di wilayah Nganjuk</p>
<p>Dalam sambutannya, Dandim 0818 Letkol Arh Mohamad Taufan Yudha Bhakti menekankan peran krusial media sebagai pilar keempat demokrasi dan mitra strategis TNI dalam menyampaikan informasi yang akurat dan edukatif kepada publik.</p>
<p>“Kami menyadari bahwa media memiliki kekuatan luar biasa dalam membentuk opini publik. Oleh karena itu, melalui <em>Coffee Morning</em> ini, kami ingin memastikan terjalinnya kemitraan strategis. Kami siap terbuka dalam memberikan informasi seputar kegiatan Kodim 0818, terutama dalam program Karya Bakti, pembinaan teritorial, dan upaya menjaga kondusivitas wilayah,” ujar Dandim.</p>
<p>Ia juga berharap agar kolaborasi antara Kodim 0810 dan media dapat terus ditingkatkan, khususnya dalam menangkal berita bohong (hoax) yang berpotensi memecah belah persatuan.</p>
<p>Acara yang berlangsung hangat ini diisi dengan sesi diskusi terbuka, di mana para jurnalis memiliki kesempatan untuk bertanya langsung mengenai program kerja dan tantangan keamanan di wilayah Kabupaten Nganjuk. </p>
<p>Diskusi meliputi isu-isu terkini, mulai dari program KDMP hingga upaya mitigasi bencana.</p>
<p>Para perwakilan media menyambut baik inisiatif Dandim 0810 ini, menilai bahwa kegiatan semacam ini sangat membantu dalam mempermudah akses informasi dari sumber resmi. </p>
<p>Mereka berkomitmen untuk terus mendukung Kodim dalam menyebarluaskan pesan-pesan positif dan semangat Kemanunggalan TNI-Rakyat.</p>
<p>"<em>Coffee Morning</em> ini, merupakan bentuk keseriusan Kodim 0818 dalam merangkul media sebagai bagian integral dalam menjaga stabilitas dan memajukan pembangunan di daerah," tandasnya.</p>
<p>Sebagian perwakilan media yang hadir juga menyampaikan harapan agar kerja sama ini dapat terus terjaga dan diperkuat. Mereka berkomitmen untuk tetap memberikan informasi yang akurat, objektif, dan transparan mengenai berbagai aktivitas Kodim 0810 Nganjuk, sekaligus menjadi sarana untuk menyampaikan aspirasi masyarakat.</p>
<p>Acara berlangsung dalam suasana hangat dan akrab, diisi dengan sesi diskusi mengenai berbagai isu terkini serta pemaparan program-program unggulan Kodim 0810 Nganjuk yang akan dilaksanakan nantinya. Kedua pihak juga sepakat untuk terus melakukan koordinasi dan sinergi dalam berbagai kegiatan guna mendukung pembangunan dan keamanan Kabupaten Nganjuk. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Pembangunan KDMP Sonoageng Nganjuk Dipastikan Kondusif</title>
<link>https://suarajatimpost.com/pembangunan-kdmp-sonoageng-nganjuk-dipastikan-kondusif</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/pembangunan-kdmp-sonoageng-nganjuk-dipastikan-kondusif</guid>
<description><![CDATA[ Meski lokasi bergeser, Suharto menekankan bahwa esensi program ini tetap untuk kesejahteraan warga. Koperasi Desa Merah Putih diproyeksikan menjadi pusat pemenuhan kebutuhan masyarakat desa secara terpadu. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202601/image_870x580_696252753dd53.webp" length="29900" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sat, 10 Jan 2026 22:28:36 +0700</pubDate>
<dc:creator>Kuswanto</dc:creator>
<media:keywords>Kades Sonoageng Suharto, Pembangunan KDMP, Desa Sonoageng, usulan, pemindahan lokasi, KDMP, Prambon</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>NGANJUK, SJP - </strong>Pasca viral pemberitaan di media online, Pemerintah Desa Sonoageng, Kecamatan Prambon, Kabupaten Nganjuk, akhirnya memutuskan untuk memindahkan lokasi pembangunan Koperasi Desa Merah Putih.</p>
<p>Langkah ini diambil sebagai respons atas protes warga yang sebelumnya sempat viral terkait penggunaan lahan lapangan desa untuk proyek tersebut.</p>
<p>Kepala Desa Sonoageng, Suharto, menegaskan bahwa pembangunan koperasi yang merupakan program strategis nasional tersebut tidak akan lagi memakai area lapangan.</p>
<p>"Sebagai gantinya, pihak desa akan menggunakan tanah kas desa (TKD) yang berada di sekitar kawasan lapangan agar tetap mudah diakses oleh masyarakat,"kata Suharto, Sabtu (10/1/2026).</p>
<p>Suharto mengakui bahwa keramaian yang terjadi sebelumnya dipicu oleh kurangnya sosialisasi dalam musyawarah desa khusus (Musdesus). Menurutnya, banyak peserta mulai dari perangkat desa hingga tingkat RT yang belum memahami detail rencana tersebut sehingga timbul penolakan.</p>
<p>Ia menjelaskan bahwa alasan awal pemilihan lapangan adalah karena lokasi tersebut dianggap strategis dan sempat tidak difungsikan secara maksimal selama beberapa tahun terakhir.</p>
<p>Meski lokasi bergeser, Suharto menekankan bahwa esensi program ini tetap untuk kesejahteraan warga. Koperasi Desa Merah Putih diproyeksikan menjadi pusat pemenuhan kebutuhan masyarakat desa secara terpadu.</p>
<p>Bu Epi salah seorang perwakilan masyarakat yang diwawancarai menyatakan dukungannya. "Kita sudah melihat secara jelas manfaat yang akan diperoleh dari KDMP. Kami siap mendukung dan bahkan berpartisipasi aktif dalam pengelolaannya nantinya," ujar Epi. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Pemindahan Lokasi KDMP Sonoageng Nganjuk Disepakati Semua Pihak</title>
<link>https://suarajatimpost.com/pemindahan-lokasi-kdmp-sonoageng-nganjuk-disepakati-semua-pihak</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/pemindahan-lokasi-kdmp-sonoageng-nganjuk-disepakati-semua-pihak</guid>
<description><![CDATA[ Melalui musyawarah desa khusus, Pemerintah Desa Sonoageng, Kecamatan Prambon, Kabupaten Nganjuk, bersama warga menyepakati pemindahan lokasi pembangunan Koperasi Desa Merah Putih dari lapangan desa ke tanah kas desa yang lebih strategis dan mudah diakses masyarakat. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202601/image_870x580_696250cb69174.webp" length="54036" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sat, 10 Jan 2026 22:01:34 +0700</pubDate>
<dc:creator>Kuswanto</dc:creator>
<media:keywords>Sepakat, Pemdes Desa Sonoageng, perwakilan masyarakat, KDMP, Desa Sonoageng, Prambon, Nganjuk</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>NGANJUK, SJP -</strong> Setelah melalui serangkaian musyawarah dan koordinasi, masyarakat Desa Sonoageng akhirnya mencapai kesepakatan penuh untuk memindahkan lokasi pembangunan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) ke lahan aset desa yang lebih strategis. </p>
<p>Pemerintah Desa Sonoageng Kecamatan Prambon Kabupaten Nganjuk, memastikan lokasi pembangunan Koperasi Desa Merah Putih resmi dipindahkan.</p>
<p>Keputusan pemindahan lokasi ini menjadi tindak lanjut dari pemberitaan sebelumnya, terkait penolakan warga terhadap rencana pembangunan Koperasi Desa Merah Putih di lapangan Desa Sonoageng, yang kini telah diselesaikan melalui musyawarah mufakat.</p>
<p>Suharto menyampaikan, pemerintah desa telah mengambil langkah cepat dengan menggelar musyawarah desa khusus sebagai tindak lanjut atas aspirasi masyarakat.</p>
<p>“Setelah adanya penolakan kemarin, saya bersama perangkat desa dan lembaga langsung mengambil kebijakan dengan mengadakan musyawarah desa khusus," ujar Suharto, Sabtu (10/1/2026).</p>
<p>"Musdesus ini melibatkan Muspika, TNI-Polri, RT, RW, tokoh masyarakat, serta pendamping desa,” sambung Suharto.</p>
<p>Musyawarah tersebut menghasilkan keputusan bersama untuk memindahkan lokasi pembangunan koperasi dari lapangan desa ke tanah kas desa yang lokasinya tidak jauh dari area lapangan.</p>
<p>“Alhamdulillah, hasil musdes hari ini sudah ada keputusan. Lokasi pembangunan dialihkan ke tanah kas desa yang tidak jauh dari lapangan. Semua pihak menyetujui,” jelas Suharto.</p>
<p>Keputusan tersebut telah dituangkan dalam berita acara dan ditandatangani oleh seluruh unsur yang hadir, mulai dari lembaga desa hingga pemerintah desa.</p>
<p>Rencananya, penanda pembangunan Koperasi Desa Merah Putih di lokasi berupa banner akan segera dipasang sebagai bentuk sosialisasi kepada masyarakat.</p>
<p>Terkait alasan penolakan warga sebelumnya, Suharto menjelaskan bahwa masyarakat menginginkan lapangan desa tetap difungsikan sebagai sarana olahraga dan aktivitas warga.</p>
<p>Peresmian kesepakatan tersebut disaksikan langsung oleh seluruh perangkat desa, Babinsa Koramil 0821/Prambon, Bhabinkamtibmas Polsek Prambon, serta perwakilan dari berbagai kelompok masyarakat.</p>
<p>Perwakilan Karangtaruna Iwan, menyampaikan apresiasi atas kebijakan pemerintah desa yang mampu mendengarkan suara warga.</p>
<p>"Kami merasa diperhatikan dan yakin lokasi baru ini akan membuat KDMP lebih mudah dijangkau untuk semua lapisan masyarakat," ujarnya. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Aspirasi Warga Diakomodasi, Pembangunan KDMP Sonoageng Nganjuk Dipindah ke Tanah Kas Desa</title>
<link>https://suarajatimpost.com/aspirasi-warga-diakomodasi-pembangunan-kdmp-sonoageng-nganjuk-dipindah-ke-tanah-kas-desa</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/aspirasi-warga-diakomodasi-pembangunan-kdmp-sonoageng-nganjuk-dipindah-ke-tanah-kas-desa</guid>
<description><![CDATA[ Pemerintah Desa Sonoageng, Kecamatan Prambon, Kabupaten Nganjuk, memindahkan lokasi pembangunan Koperasi Desa Merah Putih dari lapangan desa ke tanah kas desa di Dusun Gading demi mengakomodasi aspirasi warga dan mendukung program nasional. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202601/image_870x580_69624f7d8ec26.webp" length="81752" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sat, 10 Jan 2026 21:31:09 +0700</pubDate>
<dc:creator>Kuswanto</dc:creator>
<media:keywords>Lokasi pembangunan KDMP, Kades Sonoageng Suharto, Dusun Gading, Kasun Gading, pemindahan lokasi, usulan masyarakat, KDMP, Nganjuk</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p data-start="167" data-end="499"><strong data-start="167" data-end="183">NGANJUK, SJP</strong> – Pemerintah Desa Sonoageng, Kecamatan Prambon, Kabupaten Nganjuk, resmi menerima aspirasi masyarakat terkait pemindahan lokasi pembangunan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP).</p>
<p data-start="167" data-end="499">Lokasi yang semula direncanakan di lapangan desa kini dialihkan ke tanah kas desa (TKD) yang dinilai lebih strategis dan mudah diakses warga.</p>
<p data-start="501" data-end="807">Kepala Desa Sonoageng, Suharto, menjelaskan, rencana awal pembangunan KDMP di area lapangan olahraga desa mendapat penolakan dari puluhan warga. Penolakan tersebut muncul karena kekhawatiran masyarakat akan hilangnya fasilitas publik yang selama ini aktif digunakan untuk kegiatan olahraga dan sosial.</p>
<p data-start="809" data-end="965">Menindaklanjuti aspirasi tersebut, pemerintah desa memutuskan memindahkan lokasi pembangunan KDMP ke tanah kas desa yang berada di sekitar kawasan lapangan.</p>
<p data-start="967" data-end="1332">“Kami menyadari bahwa kurangnya sosialisasi dalam Musyawarah Desa Khusus (Musdessus) sebelumnya menyebabkan banyak pihak belum memahami detail rencana pembangunan, sehingga menimbulkan penolakan. Dengan pemindahan lokasi ke tanah kas desa, kami berharap KDMP benar-benar menjadi pusat pemenuhan kebutuhan masyarakat secara terpadu,” ujar Suharto, Sabtu (10/1/2026).</p>
<p data-start="1334" data-end="1597">Ia menambahkan, tanah kas desa yang akan digunakan merupakan aset Desa Sonoageng yang membentang hingga wilayah utara dekat area sekolah. Lahan tersebut memiliki luas sekitar 80 ru atau setara 1.300 meter persegi dan dinilai sangat memadai untuk pembangunan KDMP.</p>
<p data-start="1599" data-end="1860">“Di sinilah aset Desa Sonoageng, hingga ke utara dekat sekolahan. Luasnya kurang lebih 1.300 meter persegi. Volume lahannya sangat memadai untuk pembangunan KDMP, dan masyarakat Desa Sonoageng serta Dusun Gading juga mengapresiasi,” jelasnya.</p>
<p data-start="1862" data-end="2115">Suharto menegaskan, pembangunan KDMP di Desa Sonoageng tetap dilanjutkan dan tidak mengalami kegagalan, hanya mengalami pemindahan lokasi ke aset desa yang lebih strategis. Menurutnya, langkah tersebut tetap sejalan dengan program pemerintah pusat.</p>
<p data-start="2117" data-end="2325">“Di sini kita bangun KDMP, lokasinya sangat strategis dan mendukung. Masyarakat pun mengapresiasi didirikannya KDMP di aset Desa Sonoageng yang berlokasi di Dusun Gading,” kata Suharto saat ditemui di lokasi.</p>
<p data-start="2327" data-end="2415">Ia juga menegaskan komitmen pemerintah desa untuk mendukung penuh program nasional KDMP.</p>
<p data-start="2417" data-end="2514">“Kami tetap konsekuen untuk mendukung program nasional KDMP yang ada di Desa Sonoageng,” ucapnya.</p>
<p data-start="2516" data-end="2704">Lebih lanjut, Suharto berharap keberadaan KDMP dapat mudah dijangkau masyarakat sekaligus dikenal lebih luas, tidak hanya oleh warga desa setempat, tetapi juga masyarakat dari daerah lain.</p>
<p data-start="2706" data-end="2805">“Harapan kami supaya KDMP Desa Sonoageng dikenal, baik di Kediri maupun di Jawa Timur,” tandasnya.</p>
<p data-start="2807" data-end="3062">Senada disampaikan Kepala Dusun Gading, Tiara Pramita, yang turut mendampingi Kades Sonoageng di lokasi. Ia menyatakan bahwa masyarakat Dusun Gading mendukung penuh pembangunan KDMP di wilayah tersebut karena lokasinya dinilai strategis dan mudah diakses.</p>
<p data-start="3064" data-end="3181" data-is-last-node="" data-is-only-node="">“Kami sangat menyetujui, apalagi masyarakat Dusun Gading mendukung pembangunan KDMP di wilayah sini,” kata Tiara. <strong>(*)</strong></p>
<p data-start="3064" data-end="3181" data-is-last-node="" data-is-only-node=""><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Persenga Nganjuk Menang 3&amp;1 Lawan PSID di Liga 4 Kopi Kapal Api Piala Gubernur Jatim 2025&amp;2026</title>
<link>https://suarajatimpost.com/persenga-nganjuk-menang-3-1-lawan-psid-di-liga-4-kopi-kapal-api-piala-gubernur-jatim-2025-2026</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/persenga-nganjuk-menang-3-1-lawan-psid-di-liga-4-kopi-kapal-api-piala-gubernur-jatim-2025-2026</guid>
<description><![CDATA[ Persenga Nganjuk sukses mengamankan poin penuh setelah menumbangkan rivalnya, PSID Jombang, dengan skor akhir yang cukup mencolok, 3-1. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202601/image_870x580_6961172291843.webp" length="45700" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Fri, 09 Jan 2026 22:20:25 +0700</pubDate>
<dc:creator>Kuswanto</dc:creator>
<media:keywords>Hasil Pertandingan, Persenga Nganjuk, PSID Jombang, Liga 4 Asprov PSSI Jawa Timur, Score 3-1, Stadion Anjuk Ladang, Nganjuk</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>NGANJUK, SJP - </strong>Lanjutan pertandingan kompetisi Liga 4 Kopi Kapal Api Piala Gubernur Jatim 2025-2026, tuan rumah Persenga Nganjuk menang 3 - 1 lawan PSID, di Stadion Anjuk Ladang, Jumat (9/1/2026). Sore </p>
<p>Persenga Nganjuk sukses mengamankan poin penuh setelah menumbangkan rivalnya, PSID Jombang, dengan skor akhir yang cukup mencolok, 3-1.</p>
<p>Pertandingan yang disiarkan oleh PSSI Jatim dan EDC TV ini memperlihatkan dominasi tim tuan rumah sejak menit awal.</p>
<p>Dukungan penuh dari suporter yang memadati stadion menjadi suntikan semangat luar biasa bagi skuad Persenga untuk menguasai jalannya laga.</p>
<p>Sepanjang waktu normal, jual beli serangan terjadi antara kedua belah pihak. Namun, efektivitas penyelesaian akhir menjadi pembeda besar dalam laga ini.</p>
<p>Persenga Nganjuk berhasil menyarangkan tiga gol ke gawang Laskar Jombang melalui skema serangan yang terukur.</p>
<p>Sedangkan PSID Jombang hanya mampu memperkecil ketertinggalan dengan satu gol balasan yang belum cukup untuk mengejar poin.</p>
<p>Hinggal pertandingan usai, papan skor di stadion menunjukkan angka 3-1 untuk keunggulan Persenga.</p>
<p>Kemenangan ini menjadi modal berharga bagi Persenga Nganjuk dalam mengarungi ketatnya persaingan di Piala Gubernur Jatim musim 2025/2026. <strong>(**)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong> </p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Dua Warga Nganjuk Jadi Korban Penipuan Modus Rekrutmen Pendamping Desa</title>
<link>https://suarajatimpost.com/kuasa-hukum-kawal-dugaan-korban-penipuan-rekrutmen-pendamping-desa-di-nganjuk</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/kuasa-hukum-kawal-dugaan-korban-penipuan-rekrutmen-pendamping-desa-di-nganjuk</guid>
<description><![CDATA[ Laporan polisi dilayangkan oleh korban, Srinatun (42) dan Defka Meiarvila (30), ke Mapolres Nganjuk pada Kamis (8/1/2026) malam sebagaimana teregister LPM/06.SATRESKRIM/I/2026/SPKT/POLRES NGANJUK. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202601/image_870x580_696096c505029.webp" length="24004" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Fri, 09 Jan 2026 12:50:33 +0700</pubDate>
<dc:creator>Kuswanto</dc:creator>
<media:keywords>Dugaan penipuan, korban penipuan, Rekrutmen, Pendamping Desa, Kuasa Hukum, Mapolres Nganjuk, Nganjuk</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>NGANJUK, SJP</strong> — Dugaan praktik penipuan dalam rekrutmen Tenaga Pendamping Profesional (TPP) atau Pendamping Desa di Kabupaten Nganjuk akhirnya bergulir ke ranah hukum. </p>
<p>Dua warga Desa Siwalan, Kecamatan Sawahan, resmi melaporkan seorang berinisial S atas dugaan penipuan bermodus janji kelulusan kerja dengan imbalan sejumlah uang.</p>
<p>Laporan polisi tersebut dilayangkan oleh korban, Srinatun (42) dan Defka Meiarvila (30), ke Mapolres Nganjuk pada Kamis (8/1/2026) malam sebagaimana teregister dalam bukti laporan polisi LPM/06.SATRESKRIM/I/2026/SPKT/POLRES NGANJUK. </p>
<p>Keduanya didampingi oleh kuasa hukum, Prayogo Laksono, setelah upaya mediasi menemui jalan buntu.</p>
<p>Kuasa hukum korban, Prayogo Laksono, menegaskan bahwa langkah pidana ini diambil lantaran terlapor tidak menunjukkan iktikad baik. </p>
<p>Pihaknya mengaku telah melayangkan somasi sebelumnya, namun tidak mendapatkan respons dari terlapor yang merupakan warga Kecamatan Tanjunganom tersebut.</p>
<p>"Klien kami merasa ditipu karena janji yang disampaikan terlapor tidak pernah terealisasi. Uang yang telah disetorkan tidak dikembalikan hingga lebih dari satu tahun," ujar Prayogo kepada suarajatimpost.com, Jumat (9/1/2026). </p>
<p>Kasus ini bermula pada Oktober 2024 lalu, saat terlapor S menawarkan posisi Pendamping Desa di wilayah Kecamatan Sawahan kepada kedua korban. </p>
<p>S mengklaim mampu 'mengamankan' posisi tersebut asalkan korban menyetorkan uang pelicin.</p>
<p>Total kerugian yang dialami korban mencapai Rp 9 juta, dengan rincian Srinatun menyetorkan Rp 5 juta dan Defka Meiarvila menyetorkan uang senilai Rp 4 juta.</p>
<p>Uang tersebut ditransfer dalam dua tahap ke rekening adik kandung terlapor. Namun, hingga periode rekrutmen berakhir, kedua korban tidak pernah dinyatakan lolos. </p>
<p>Permintaan pengembalian dana yang diajukan korban berulangkali pun selalu diabaikan oleh terlapor.</p>
<p>"Ini bukan sekadar kerugian materiil, tetapi juga tekanan psikologis bagi klien kami karena harapan kerja yang digantungkan terlalu lama," pungkas Prayogo. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Diskopum Nganjuk Sebut 1.040 Koperasi Sudah Terdaftar, Hanya 370 yang Masih Aktif</title>
<link>https://suarajatimpost.com/diskopum-nganjuk-sebut-1040-koperasi-sudah-terdaftar-hanya-370-yang-masih-aktif</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/diskopum-nganjuk-sebut-1040-koperasi-sudah-terdaftar-hanya-370-yang-masih-aktif</guid>
<description><![CDATA[ Dari total 1.040 koperasi dan KDMP di Kabupaten Nganjuk, hanya 370 koperasi yang masih aktif. Diskopum terus melakukan pembinaan agar koperasi menjadi penggerak ekonomi desa. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202601/image_870x580_695f7f23c73f7.webp" length="31516" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 08 Jan 2026 18:11:22 +0700</pubDate>
<dc:creator>Kuswanto</dc:creator>
<media:keywords>Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro (Dinkop UM) Kabupaten Nganjuk Cuk Widiyanto, Koperasi dan UMKM, KDMP, 1040 yang terdaftar, mati suri, KUD, Koperasi Bodong, Nganjuk</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p data-start="207" data-end="450"><strong data-start="207" data-end="225">NGANJUK, SJP –</strong> Dinas Koperasi dan Usaha Mikro (Diskopum) Kabupaten Nganjuk mencatat sebanyak 1.040 entitas koperasi, termasuk Koperasi Desa Merah Putih (KDMP), telah terdaftar dan tercatat secara resmi di wilayah Kabupaten Nganjuk.</p>
<p data-start="452" data-end="734">Kepala Diskopum Kabupaten Nganjuk, Cuk Widiyanto, mengungkapkan, dari jumlah tersebut, sebagian koperasi berada dalam kondisi mati suri. Meski demikian, pihaknya tidak serta-merta menghapus data koperasi tersebut karena masih memiliki aset yang merupakan milik bersama.</p>
<p data-start="736" data-end="1074">“Di antara 1.040 koperasi dan KDMP, memang banyak yang mati suri. Namun tidak bisa langsung dibubarkan, karena mereka memiliki aset yang menjadi milik orang banyak. Contohnya KUD, proses pembubarannya sangat rumit karena berkaitan langsung dengan Kementerian Koperasi,” ujar Cuk Widiyanto saat ditemui di ruang kerjanya, Kamis (8/1/2026).</p>
<p data-start="1076" data-end="1244">Ia menyebutkan, pihaknya telah mengusulkan lebih dari 100 koperasi untuk dibubarkan. Namun, proses tersebut terkendala persyaratan administrasi yang cukup kompleks.</p>
<p data-start="1246" data-end="1485">Lebih lanjut, Cuk Widiyanto menjelaskan, dari total 20 Koperasi Unit Desa (KUD) yang tercatat di Kabupaten Nganjuk, hanya 11 KUD yang masih melaksanakan Rapat Anggota Tahunan (RAT). Sementara 9 KUD lainnya dinyatakan mati suri.</p>
<p data-start="1487" data-end="1786">“Jumlah koperasi di Nganjuk memang banyak, tetapi yang benar-benar aktif hanya sekitar 370 koperasi, ditambah 284 KDMP. KDMP ini masih bersifat embrio, sehingga belum bisa dikategorikan aktif maupun mati suri. Secara regulasi sudah ada dasar hukumnya dan saat ini terus kami bina,” jelasnya.</p>
<p data-start="1788" data-end="1981">Menurutnya, keberadaan koperasi dan KDMP di Kabupaten Nganjuk diharapkan dapat menjadi tulang punggung perekonomian daerah, khususnya dalam mendukung masyarakat desa dan pelaku usaha mikro.</p>
<p data-start="1983" data-end="2218">Menanggapi adanya salah satu koperasi yang sempat viral dan berurusan dengan hukum di wilayah Cangkringan, Nganjuk, Cuk Widiyanto menegaskan bahwa koperasi tersebut tidak memiliki izin resmi dan bukan merupakan binaan Diskopum.</p>
<p data-start="2220" data-end="2481">“Itu bukan ranah kami, karena sudah masuk ranah aparat penegak hukum dan Satpol PP sebagai penegak perda. Kalau memang mengatasnamakan koperasi dan menggunakan logo koperasi, cukup difoto. Nanti akan kami datangi dan kami tanyakan dasar pendiriannya,” tegasnya.</p>
<p data-start="2483" data-end="2680">Ia menambahkan, pihaknya sebelumnya telah memberikan surat peringatan kepada yang bersangkutan. Namun, apabila masih mengatasnamakan koperasi secara ilegal, Diskopum akan kembali turun ke lapangan.</p>
<p data-start="2682" data-end="2939">“Pada prinsipnya, kami hanya mengurusi koperasi dan UMKM binaan kami, yang mayoritas pelakunya adalah ibu-ibu, baik usaha offline maupun online. Jika ada yang mengatasnamakan koperasi tetapi bukan binaan kami, pasti akan kami tindaklanjuti,” pungkasnya. <strong>(*)</strong></p>
<p data-start="2941" data-end="2965"><strong data-start="2941" data-end="2965">Editor: Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>DLH Nganjuk Petakan Kewenangan Perawatan 35 Ribu Pohon, Masyarakat Dilarang Tebang Mandiri</title>
<link>https://suarajatimpost.com/dlh-nganjuk-petakan-kewenangan-perawatan-35-ribu-pohon-masyarakat-dilarang-tebang-mandiri</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/dlh-nganjuk-petakan-kewenangan-perawatan-35-ribu-pohon-masyarakat-dilarang-tebang-mandiri</guid>
<description><![CDATA[ Berdasarkan pendataan DLH, terdapat sekitar 35.000 pohon yang berada di bawah domain Pemerintah Kabupaten Nganjuk. Hingga saat ini, sebanyak 1.500 pohon telah mendapatkan penanganan teknis. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202601/image_870x580_695f4c38561ba.webp" length="55260" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 08 Jan 2026 13:30:17 +0700</pubDate>
<dc:creator>Kuswanto</dc:creator>
<media:keywords>Ka dinas DLH Sujito, penebangan pohon Tepi jalan, klaster, jalan Kabupaten, provinsi, Nasional, pelayanan publik, Nganjuk</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>NGANJUK, SJP</strong> — Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Nganjuk memperketat pengawasan dan perawatan terhadap puluhan ribu pohon peneduh jalan di awal tahun 2026. </p>
<p>Kepala DLH Nganjuk, Sujito, menegaskan bahwa penanganan pohon tepi jalan terbagi dalam beberapa klaster kewenangan yang harus dipahami oleh masyarakat guna menghindari tumpang tindih regulasi.</p>
<p>Dalam keterangannya pada Kamis (8/1/2026), Sujito menjelaskan bahwa klasifikasi tanggung jawab pohon didasarkan pada status jalan tersebut.</p>
<p>"Pohon di jalan desa merupakan tanggung jawab pemerintah desa. Untuk jalur antar-desa atau antar-kecamatan yang masuk status jalan kabupaten, itu sepenuhnya wewenang DLH Nganjuk," ujar Sujito saat ditemui di ruang kerjanya.</p>
<p>Lebih lanjut, ia memaparkan bahwa jalur provinsi, seperti ruas Loceret hingga Pace, berada di bawah otoritas Pemerintah Provinsi. </p>
<p>Sementara itu, jalur nasional seperti akses Nganjuk–Madiun merupakan kewenangan Kementerian terkait. </p>
<p>Meski demikian, DLH Nganjuk berkomitmen tetap menjadi jembatan informasi bagi warga yang mengadu.</p>
<p>Berdasarkan pendataan DLH, terdapat sekitar 35.000 pohon yang berada di bawah domain Pemerintah Kabupaten Nganjuk. Hingga saat ini, sebanyak 1.500 pohon telah mendapatkan penanganan teknis.</p>
<p>Sujito merinci tiga kategori tindakan yang dilakukan oleh tim lapangan. Pertama adalah pemangkasan, dilakukan pada pohon dengan ranting yang mulai mengganggu namun masih dalam kondisi sehat.</p>
<p>Kedua, pemronggolan. Yakni pemotongan dahan dan batang utama untuk mengurangi beban pohon.</p>
<p>Ketiga adalah penebangan. Sujito menjelaskan, langkah terakhir yang diambil jika pohon dalam posisi miring, akar membusuk, atau faktor alam lainnya yang berisiko tinggi roboh dan membahayakan pengguna jalan.</p>
<p>"Hari ini saja, tim kami bergerak serentak di tiga titik, yakni Jalan HS Cokroaminoto, Jalan Panglima Sudirman, dan Desa Jogomerto di Tanjunganom," imbuhnya.</p>
<p>DLH Nganjuk juga mengeluarkan peringatan keras kepada warga agar tidak membakar sampah di bawah pohon tepi jalan. </p>
<p>Sujito menyebutkan bahwa aktivitas tersebut menjadi pemicu utama pengeroposan batang pohon yang berujung pada peristiwa pohon tumbang secara mendadak.</p>
<p>Terkait penebangan, Pemkab Nganjuk menetapkan aturan ketat. Masyarakat dilarang keras menebang pohon peneduh secara mandiri tanpa prosedur resmi.</p>
<p>"Siapa pun yang menebang satu pohon tepi jalan diwajibkan menggantinya dengan 10 bibit pohon berkualitas. Jika warga merasa pohon di lingkungannya membahayakan namun kami belum bisa mengeksekusi, kami akan mengirim personel untuk mendampingi proses pemangkasannya agar sesuai standar keamanan," tegas Sujito.</p>
<p>Meski sejauh ini sanksi yang diberikan masih bersifat teguran tertulis dan kewajiban penggantian bibit, pihak DLH tidak menutup kemungkinan akan menerapkan sanksi yang lebih tegas sesuai peraturan daerah yang berlaku demi menjaga kelestarian penghijauan di Kabupaten Nganjuk. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Polemik Pembangunan KDMP di Sonoageng Nganjuk, Warga Soroti Lokasi, Kades Klaim Sesuai Prosedur</title>
<link>https://suarajatimpost.com/polemik-pembangunan-kdmp-di-sonoageng-nganjuk-warga-soroti-lokasi-kades-klaim-sesuai-prosedur</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/polemik-pembangunan-kdmp-di-sonoageng-nganjuk-warga-soroti-lokasi-kades-klaim-sesuai-prosedur</guid>
<description><![CDATA[ Penolakan pembangunan KDMP di lapangan sepak bola Desa Sonoageng memicu aksi warga. Kepala desa menegaskan tahapan telah sesuai aturan, sementara warga meminta lokasi alternatif tanpa mengorbankan fasilitas publik. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202601/image_870x580_695e52878c8e4.webp" length="29900" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 07 Jan 2026 21:30:09 +0700</pubDate>
<dc:creator>Kuswanto</dc:creator>
<media:keywords>Koperasi Desa, KDMP, Karang Taruna, Aksi Damai, penolakan pembangunan KDMP, Desa Sonoageng, Prambon, Nganjuk</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p data-start="190" data-end="490"><strong data-start="190" data-end="208">NGANJUK, SJP –</strong> Polemik pembangunan gedung Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di lapangan sepak bola Desa Sonoageng, Kecamatan Prambon, Kabupaten Nganjuk, terus bergulir. Setelah ratusan warga menyampaikan penolakan, Kepala Desa Sonoageng, Suharto, akhirnya angkat bicara dan memberikan klarifikasi.</p>
<p data-start="492" data-end="753">Suharto membantah tudingan adanya manuver birokrasi maupun keputusan sepihak dalam pemanfaatan aset desa berupa lapangan sepak bola. Ia menegaskan seluruh tahapan perencanaan pembangunan KDMP telah melalui koordinasi lintas sektoral dan sesuai pedoman nasional.</p>
<p data-start="755" data-end="924">“Kami tidak pernah mempersulit atau menutup diri. Semua usulan masyarakat tetap kami tampung dan kami laksanakan,” ujar Suharto dalam klarifikasi resmi, Rabu (7/1/2026).</p>
<p data-start="926" data-end="1104">Ia juga menepis anggapan bahwa pemerintah desa tidak pernah berkomunikasi dengan warga. Menurutnya, koordinasi telah dilakukan melalui tingkat RT, RW, serta lembaga desa terkait.</p>
<p data-start="1106" data-end="1233">“Saya selalu menerima usulan dan berkoordinasi dengan warga. Kalau ada kabar saya tidak koordinasi, itu tidak benar,” tegasnya.</p>
<p data-start="1235" data-end="1500">Terkait pengukuran lahan yang dilakukan sebelum adanya sosialisasi luas kepada warga, Suharto berdalih langkah tersebut bersifat teknis. Penentuan lokasi di lapangan sepak bola disebutnya didasarkan pada pertimbangan lokasi yang dinilai strategis sebagai aset desa.</p>
<p data-start="1502" data-end="1604">“Penyampaian kepada masyarakat sudah kami lakukan. Fokus kami adalah tempat yang strategis,” imbuhnya.</p>
<p data-start="1606" data-end="1881">Pemerintah Desa Sonoageng juga menegaskan bahwa Musyawarah Desa Khusus (Musdesus) telah digelar dengan melibatkan Badan Permusyawaratan Desa (BPD), Babinsa, Bhabinkamtibmas, hingga Camat Prambon. Suharto pun membantah adanya konflik internal antara pemerintah desa dan warga.</p>
<p data-start="1883" data-end="1998">“Tidak ada konflik internal. Penempatan lokasi itu murni karena faktor kelayakan aset desa yang tersedia,” katanya.</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202601/image_870x_695e4ccd00bcd.webp" alt=""></p>
<p data-start="2000" data-end="2284">Namun, penjelasan pemerintah desa tersebut tidak sepenuhnya meredam keberatan warga. Pembina Pemuda Karang Taruna Desa Sonoageng, Iwan, menyampaikan bahwa penolakan warga bukan terhadap program KDMP, melainkan terhadap lokasi pembangunan yang dinilai tidak tepat dan minim komunikasi.</p>
<p data-start="2286" data-end="2517">“Bukan menolak pendirian KDMP. Warga hanya meminta komunikasi yang jelas. Dari desa tidak ada penyampaian melalui RT dan RW, tahu-tahu langsung dibangun di lapangan sepak bola,” ujar Iwan.</p>
<p data-start="2519" data-end="2731">Menurutnya, lapangan sepak bola selama ini menjadi sarana penting bagi pemuda dan anak-anak desa untuk berolahraga dan beraktivitas. Ia khawatir pembangunan tanpa kejelasan justru merugikan fasilitas publik desa.</p>
<p data-start="2733" data-end="2848">“Kami tidak menolak, tapi minta surat pernyataan resmi, hitam di atas putih. Jangan sepihak seperti ini,” tegasnya.</p>
<p data-start="2850" data-end="2999">Iwan menambahkan, Karang Taruna Desa Sonoageng pada prinsipnya mendukung pembangunan KDMP, asalkan tidak mengorbankan keberadaan lapangan sepak bola.</p>
<p data-start="3001" data-end="3382">Penolakan warga memuncak pada Rabu (7/1/2026) pagi sekira pukul 08.00 WIB. Ratusan warga menggeruduk lapangan sepak bola dan dilanjutkan ke Balai Desa Sonoageng.</p>
<p data-start="3001" data-end="3382">Pantauan di lokasi, aksi tersebut sempat diwarnai pencabutan patok kayu yang telah ditancapkan sebagai batas bangunan, meski kemudian dihentikan oleh warga lain karena dikhawatirkan berimplikasi hukum.</p>
<p data-start="3384" data-end="3498">Sejumlah pemuda, tokoh masyarakat, hingga ibu-ibu turut berorasi menyampaikan kritik keras kepada pemerintah desa.</p>
<p data-start="3500" data-end="3640">Koordinator warga, Suhadi, mengatakan penolakan muncul karena warga tidak mengetahui rencana pembangunan gedung KDMP di lapangan sepak bola.</p>
<p data-start="3642" data-end="3772">“Awalnya ada material yang didrop di situ. Warga tidak tahu itu untuk apa. Ternyata untuk pembangunan gedung KDMP,” ungkap Suhadi.</p>
<p data-start="3774" data-end="3949">Ia menegaskan warga mendukung penuh program pemerintah pusat, namun meminta lokasi pembangunan dipindahkan agar lapangan sepak bola tetap dapat digunakan sebagaimana mestinya.</p>
<p data-start="3951" data-end="4087">“Warga siap mendukung program Presiden. Tapi lokasinya jangan di situ. Harapan kami lapangan tetap utuh tanpa bangunan,” pungkasnya. <strong>(*)</strong></p>
<p data-start="3951" data-end="4087"><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Warga Sonoageng Nganjuk Tolak Pembangunan KDMP di Lapangan Desa, Protes Berujung Mediasi</title>
<link>https://suarajatimpost.com/warga-sonoageng-nganjuk-tolak-pembangunan-kdmp-di-lapangan-desa-protes-berujung-mediasi</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/warga-sonoageng-nganjuk-tolak-pembangunan-kdmp-di-lapangan-desa-protes-berujung-mediasi</guid>
<description><![CDATA[ Ratusan warga Desa Sonoageng, Nganjuk, menolak pembangunan gedung KDMP di lapangan sepak bola desa karena dinilai tanpa musyawarah dan berpotensi mengalihfungsikan fasilitas publik. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202601/image_870x580_695e472b88417.webp" length="41970" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 07 Jan 2026 19:59:01 +0700</pubDate>
<dc:creator>Kuswanto</dc:creator>
<media:keywords>Aksi Damai, Ratusan Warga lurug Balai Desa, Pembangunan KDMP, lapangan sepak bola, Desa Sonoageng, Prambon, Nganjuk</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p data-start="149" data-end="416"><strong data-start="149" data-end="167">NGANJUK, SJP –</strong> Pembangunan gedung Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di Lapangan Desa Sonoageng, Kecamatan Prambon, Kabupaten Nganjuk, menuai penolakan dari warga. Ratusan warga menolak pembangunan tersebut karena dinilai mengalihfungsikan lapangan sepak bola desa.</p>
<p data-start="418" data-end="595">Penolakan memuncak pada Rabu (7/1/2026) sekira pukul 08.00 WIB. Ratusan warga mendatangi lapangan sepak bola sekaligus Balai Desa Sonoageng untuk menyampaikan keberatan mereka.</p>
<p data-start="597" data-end="818">Aksi warga sempat diwarnai pencabutan patok kayu yang telah ditancapkan sebagai batas area bangunan KDMP. Namun, aksi tersebut segera dihentikan oleh warga lain karena dikhawatirkan berpotensi menimbulkan persoalan hukum.</p>
<p data-start="820" data-end="1074">Selain itu, sejumlah tokoh masyarakat, pemuda, hingga kelompok ibu-ibu turut menyuarakan aspirasi melalui orasi spontan. Mereka melontarkan kritik keras terhadap pemerintah desa yang dinilai tidak melibatkan warga dalam pengambilan keputusan pembangunan.</p>
<p data-start="1076" data-end="1232">Koordinator warga, Suhadi, mengatakan penolakan terjadi karena warga sama sekali tidak mengetahui rencana pendirian gedung KDMP di lapangan sepak bola desa.</p>
<p data-start="1234" data-end="1335">“Awalnya ada material bangunan yang didrop di lapangan. Warga tidak tahu itu untuk apa,” ujar Suhadi.</p>
<p data-start="1337" data-end="1489">Belakangan diketahui, material tersebut digunakan untuk pembangunan gedung KDMP dan bahkan sudah mulai dipasang. Hal inilah yang memicu kemarahan warga.</p>
<p data-start="1491" data-end="1705">Menurut Suhadi, warga tidak menolak program pemerintah pusat. Namun, mereka meminta agar lokasi pembangunan tidak berada di lapangan sepak bola yang selama ini digunakan sebagai fasilitas olahraga dan ruang publik.</p>
<p data-start="1707" data-end="1842">“Warga siap mendukung program Presiden. Tapi lokasinya jangan di situ. Harapan kami, lapangan tetap utuh tanpa ada bangunan,” tegasnya.</p>
<p data-start="1844" data-end="2044">Ia menambahkan, warga mendatangi balai desa untuk meminta penjelasan serta mempertanyakan apakah pemerintah desa memiliki solusi lain agar program KDMP dapat berjalan tanpa menimbulkan gejolak sosial.</p>
<p data-start="2046" data-end="2287">Dalam mediasi yang digelar, perwakilan warga lainnya, Depi, juga mempertanyakan proses alih fungsi tanah kas desa yang digunakan sebagai lapangan olahraga. Ia menyoroti apakah pembangunan KDMP telah melalui Musyawarah Desa Khusus (Musdesus).</p>
<p data-start="2289" data-end="2451">“Jujur Pak, kami mewakili warga sama sekali tidak tahu kapan Musdesus digelar. Kami ingin tahu siapa saja yang dilibatkan dalam musyawarah tersebut,” ungkap Depi.</p>
<p data-start="2453" data-end="2681">Sementara itu, Kepala Desa Sonoageng, Suharto, saat dikonfirmasi terpisah menyatakan pihaknya menerima aspirasi warga. Ia memastikan pembangunan gedung KDMP di lapangan sepak bola dihentikan dan akan dicarikan lokasi alternatif.</p>
<p data-start="2683" data-end="2876">“Kami menerima usulan warga. Pembangunan di lapangan sepak bola dibatalkan. Ada dua opsi lokasi pengganti, yakni lahan bekas kandang sapi dan tanah kas desa di Dusun Gading,” jelas Suharto. <strong>(*)</strong></p>
<p data-start="2683" data-end="2876"><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Polres Nganjuk Rotasi Sejumlah PJU, Kasat Binmas dan Kasipropam Berganti</title>
<link>https://suarajatimpost.com/polres-nganjuk-rotasi-sejumlah-pju-kasat-binmas-dan-kasipropam-berganti</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/polres-nganjuk-rotasi-sejumlah-pju-kasat-binmas-dan-kasipropam-berganti</guid>
<description><![CDATA[ Polres Nganjuk menggelar serah terima jabatan sejumlah pejabat utama, termasuk Kasat Binmas dan Kasipropam, sebagai bagian dari pembinaan karier dan peningkatan kinerja organisasi. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202601/image_870x580_695cf83ba2f71.webp" length="85006" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Tue, 06 Jan 2026 22:04:22 +0700</pubDate>
<dc:creator>Kuswanto</dc:creator>
<media:keywords>Sertijab, Dua Perwira, Polri, Polres Nganjuk, Kasat Binmas, Kasi Propram, Nganjuk, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p data-start="186" data-end="490"><strong data-start="186" data-end="204">NGANJUK, SJP –</strong> Kepolisian Resor (Polres) Nganjuk melakukan rotasi sejumlah pejabat utama (PJU), termasuk Kepala Satuan Pembinaan Masyarakat (Kasat Binmas) dan Kepala Seksi Profesi dan Pengamanan (Kasipropam). Serah terima jabatan (sertijab) digelar di Lapangan Apel Polres Nganjuk, Selasa (6/1/2026).</p>
<p data-start="492" data-end="801">Upacara sertijab dihadiri Wakapolres Nganjuk, para pejabat utama, Kapolsek jajaran, perwira, anggota, serta ASN Polri. Rotasi jabatan tersebut merupakan tindak lanjut Keputusan Kapolda Jawa Timur tentang mutasi jabatan di lingkungan Polri sebagai bagian dari dinamika organisasi dan pembinaan karier personel.</p>
<p data-start="803" data-end="1040">Kapolres Nganjuk AKBP Henri Noveri Santoso mengatakan, mutasi jabatan merupakan hal yang wajar dalam tubuh Polri guna meningkatkan kinerja organisasi sekaligus pengembangan karier perwira sesuai dengan kompetensi dan jenjang kepangkatan.</p>
<p data-start="1042" data-end="1277">“Mutasi merupakan bagian dari pembinaan karier dan promosi jabatan. Setiap personel Polri harus siap ditugaskan kapan pun dan di mana pun, dengan tetap menjunjung tinggi profesionalisme dan integritas,” tegas AKBP Henri Noveri Santoso.</p>
<p data-start="1279" data-end="1515">Dalam kesempatan tersebut, AKP Ari Hartono resmi menjabat sebagai Kasat Binmas Polres Nganjuk. Kapolres berharap pejabat baru dapat segera beradaptasi dan memperkuat peran Bhabinkamtibmas sebagai ujung tombak Polri di tengah masyarakat.</p>
<p data-start="1517" data-end="1761">“Berikan asistensi kepada Bhabinkamtibmas sebagai problem solver dan pelaksana deteksi dini di wilayah binaan. Lanjutkan dan tingkatkan program yang telah dijalankan pejabat lama demi terpeliharanya keamanan dan ketertiban masyarakat,” ujarnya.</p>
<p data-start="1763" data-end="2019">Kapolres juga menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada AKP Syukur Efendi atas dedikasi dan pengabdiannya selama menjabat Kasat Binmas Polres Nganjuk. Selanjutnya, AKP Syukur Efendi dipercaya mengemban amanah baru sebagai Wakapolsek Warujayeng.</p>
<p data-start="2021" data-end="2264">Sementara itu, terkait pergantian Kasipropam, AKBP Henri menyampaikan penghargaan kepada AKP Imam Susanto yang telah mengemban tugas selama kurang lebih tiga tahun lima bulan dalam menjaga disiplin dan marwah institusi Polri di Polres Nganjuk.</p>
<p data-start="2266" data-end="2500">“Saya mengucapkan terima kasih atas loyalitas dan pengabdian AKP Imam Susanto. Selamat melanjutkan tugas sebagai Kasubbagkerma Bagops Polres Nganjuk. Semoga senantiasa diberikan kesehatan hingga memasuki masa purna bhakti,” ungkapnya.</p>
<p data-start="2502" data-end="2747">Kasipropam yang baru, AKP Heri Buntoro, diingatkan agar menjalankan fungsi pengawasan internal secara optimal. Kapolres menekankan pentingnya pencegahan pelanggaran disiplin, kode etik, maupun tindak pidana yang dapat berdampak pada citra Polri.</p>
<p data-start="2749" data-end="2925">“Laksanakan pengawasan dan pembinaan secara konsisten, lakukan langkah mitigasi dan pencegahan sejak dini agar kepercayaan publik terhadap Polri tetap terjaga,” pesan Kapolres.</p>
<p data-start="2927" data-end="3168">Menutup amanatnya, AKBP Henri mengajak seluruh personel Polres Nganjuk untuk terus meningkatkan kinerja, menjaga soliditas, serta melaksanakan tugas dengan penuh keikhlasan sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat, bangsa, dan negara. <strong>(*)</strong></p>
<p data-start="3170" data-end="3195"><strong data-start="3170" data-end="3195">Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Proyek KDMP Jekek Nganjuk Dikeluhkan, Lokasi Rawan Banjir, Pekerja Kesulitan Garap Fondasi</title>
<link>https://suarajatimpost.com/proyek-kdmp-jekek-nganjuk-dikeluhkan-lokasi-rawan-banjir-pekerja-kesulitan-garap-fondasi</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/proyek-kdmp-jekek-nganjuk-dikeluhkan-lokasi-rawan-banjir-pekerja-kesulitan-garap-fondasi</guid>
<description><![CDATA[ Proyek yang telah berjalan selama dua bulan ini terkesan dipaksakan di lahan yang tidak ideal tanpa dukungan sarana pengurukan yang memadai. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202601/image_870x580_695ca2db72689.webp" length="78946" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Tue, 06 Jan 2026 13:30:44 +0700</pubDate>
<dc:creator>Kuswanto</dc:creator>
<media:keywords>KDMP, Proyek KDMP, Banjir, pekerja, Kades Desa Jelek, Anggaran 2026, belum cair, Baron</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>NGANJUK, SJP</strong> — Proyek pembangunan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di Desa Jekek, Kecamatan Baron, Kabupaten Nganjuk, memicu keluhan dari para pekerja lapangan. </p>
<p>Pasalnya, lokasi pembangunan yang menempati lahan bekas genangan air atau <em>balong</em> dinilai menyulitkan proses pengerjaan, terutama di tengah intensitas hujan yang tinggi.</p>
<p>Berdasarkan pantauan di lapangan pada Selasa (6/1/2026), kondisi lahan yang rendah menyebabkan air terus menggenangi area fondasi. </p>
<p>Para pekerja mengaku harus bekerja ekstra keras untuk menguras debit air yang tak kunjung surut.</p>
<p>Agus, salah satu perwakilan dari 12 pekerja di lokasi, mengungkapkan bahwa kendala utama adalah sulitnya mengeringkan lahan. Meski telah menggunakan mesin pompa (<em>diesel</em>) secara berulang kali, air tetap kembali menggenangi area proyek.</p>
<p>"Kami sudah melakukan pemompaan air sebanyak dua kali, namun air tetap kembali. Kondisi ini sangat menyulitkan pekerjaan, apalagi pengurukan lahan yang dilakukan masih sangat minim di tengah musim penghujan seperti sekarang," ujar Agus.</p>
<p>Ia menambahkan bahwa proyek yang telah berjalan selama dua bulan ini terkesan dipaksakan di lahan yang tidak ideal tanpa dukungan sarana pengurukan yang memadai.</p>
<p>Menanggapi keluhan tersebut, Kepala Desa Jekek, Johan, mengatakan bahwa penentuan lokasi pembangunan KDMP telah melalui prosedur resmi dan disepakati dalam Musyawarah Desa (Musdes). </p>
<p>Ia membantah tudingan bahwa lahan tersebut adalah bekas kolam pemancingan, melainkan lahan persawahan yang memang secara geografis merupakan daerah tangkapan air (<em>balong</em>).</p>
<p>"Lokasi tersebut sudah ditentukan melalui rapat koordinasi dan Musdes. Terkait kondisi lahan, memang benar itu daerah tangkapan air atau balong yang selama ini dimanfaatkan warga untuk pemancingan, namun statusnya adalah sawah," jelas Johan saat dikonfirmasi melalui pesan singkat.</p>
<p>Mengenai minimnya pengurukan lahan yang dikeluhkan pekerja, Johan berkilah bahwa hal tersebut berkaitan dengan mekanisme pencairan anggaran. </p>
<p>Ia menyatakan pihak desa memiliki kewajiban untuk melakukan pengurukan, namun saat ini masih terkendala regulasi keuangan.</p>
<p>Pembangunan gedung koperasi ini diharapkan dapat meningkatkan ekonomi kerakyatan di Desa Jekek, namun tantangan geografis dan kesiapan infrastruktur lahan kini menjadi sorotan utama agar proyek tersebut tidak mangkrak atau mengalami penurunan kualitas bangunan di masa depan.</p>
<p>"Kami masih menunggu pencairan dana tahun anggaran 2026. Kewajiban pengurukan tetap akan dilaksanakan oleh desa, namun prosesnya harus menunggu anggaran turun. Meski demikian, progres pembangunan tetap harus berjalan," tutupnya. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Peletakan Batu Pertama KDMP di Prambon, Sinergitas TNI dan Pemkab Nganjuk Bangun Ekonomi Desa</title>
<link>https://suarajatimpost.com/peletakan-batu-pertama-kdmp-di-prambon-sinergitas-tni-dan-pemkab-nganjuk-bangun-ekonomi-desa</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/peletakan-batu-pertama-kdmp-di-prambon-sinergitas-tni-dan-pemkab-nganjuk-bangun-ekonomi-desa</guid>
<description><![CDATA[ Program strategis ini merupakan inisiatif nasional yang mengedepankan kolaborasi lintas sektor antara Tentara Nasional Indonesia (TNI), Pemerintah Kabupaten Nganjuk, dan masyarakat setempat. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202601/image_870x580_695c835f7d0bf.webp" length="64130" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Tue, 06 Jan 2026 10:50:23 +0700</pubDate>
<dc:creator>Kuswanto</dc:creator>
<media:keywords>Nganjuk</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>NGANJUK, SJP </strong>— Upaya penguatan ekonomi kerakyatan berbasis desa terus digalakkan di wilayah Kabupaten Nganjuk. </p>
<p>Hal ini ditandai dengan dimulainya pembangunan Koperasi Desa Kelurahan Merah Putih (KDMP) melalui prosesi peletakan batu pertama yang berlangsung di Desa Bandung, Kecamatan Prambon, Selasa (6/1/2026).</p>
<p>Program strategis ini merupakan inisiatif nasional yang mengedepankan kolaborasi lintas sektor antara Tentara Nasional Indonesia (TNI), Pemerintah Kabupaten Nganjuk, dan masyarakat setempat. </p>
<p>Berlokasi di Dusun Bandung, tepat di depan SMP Negeri 2 Prambon, proyek ini diproyeksikan menjadi motor penggerak kemandirian ekonomi lokal.</p>
<p>Kepala Desa Bandung, Heru Subagyo, menegaskan bahwa kehadiran Koperasi Merah Putih merupakan representasi semangat kemandirian ekonomi. </p>
<p>Ia menekankan bahwa koperasi ini tidak hanya berfungsi sebagai lembaga simpan pinjam konvensional, melainkan sebagai pusat pengembangan usaha produktif.</p>
<p>"Pembangunan KDMP ini adalah langkah krusial menuju kemandirian desa. Kami ingin masyarakat mampu mengelola potensi lokal secara kolektif, baik di sektor pertanian, peternakan, maupun UMKM, sehingga memberikan dampak kesejahteraan yang nyata," ujar Heru kepada media ini, Selasa (6/1/2026). </p>
<p>Heru juga optimistis bahwa dengan dukungan penuh dari TNI dan pemerintah daerah, KDMP di Desa Bandung dapat menjadi percontohan (role model) nasional dalam pengelolaan ekonomi desa yang berkelanjutan dan berdaya saing.</p>
<p>Senada dengan hal tersebut, Babinsa Prambon, Ahmad Fatoni, yang hadir mewakili unsur TNI, menyatakan bahwa keterlibatan TNI dalam pembangunan ini merupakan bukti komitmen dalam mewujudkan ketahanan ekonomi nasional dari tingkat akar rumput.</p>
<p>"Peletakan batu pertama ini bukan sekadar pembangunan fisik, melainkan simbol penguatan gotong royong dan solidaritas sosial. Kami ingin menumbuhkan kesadaran ekonomi kolektif agar masyarakat lebih tangguh secara finansial," tegas Fatoni.</p>
<p>Ia menambahkan, melalui pendampingan berkelanjutan dari TNI dan pemerintah, pengelolaan koperasi diharapkan dilakukan secara profesional, transparan, dan inklusif demi menjamin keberlangsungan usaha dalam jangka panjang.</p>
<p>Acara yang dihadiri oleh sekitar 35 orang tokoh masyarakat dan pejabat terkait tersebut berlangsung khidmat. Antusiasme warga terlihat tinggi saat menyaksikan peletakan batu pertama dilakukan secara simbolis. </p>
<p>Kehadiran koperasi modern ini diharapkan mampu membuka peluang lapangan kerja baru serta memutus rantai ketergantungan masyarakat pada sistem keuangan yang tidak sehat.</p>
<p>Dengan dimulainya konstruksi ini, Pemerintah Desa Bandung mengimbau seluruh elemen warga untuk turut mengawal pembangunan dan operasional koperasi agar manfaatnya dapat dirasakan hingga generasi mendatang. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Mosi Tidak Percaya Menguat, Kades Tiron Kediri Bantah Tukar Guling TKD Tak Transparan</title>
<link>https://suarajatimpost.com/mosi-tidak-percaya-menguat-kades-tiron-kediri-bantah-tukar-guling-tkd-tak-transparan</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/mosi-tidak-percaya-menguat-kades-tiron-kediri-bantah-tukar-guling-tkd-tak-transparan</guid>
<description><![CDATA[ Mosi ini diajukan dalam mediasi yang digelar pada hari senin (5/1/2026), dengan beberapa poin kritikan terkait tukar guling Tanah Kas Desa (TKD) yang dinilai tidak transparan ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202601/image_870x580_695bd0c743616.webp" length="22680" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 05 Jan 2026 22:30:49 +0700</pubDate>
<dc:creator>Kuswanto</dc:creator>
<media:keywords>Kades Tiron Ina Rahayu, mosi tidak percaya, transparansi, tukar guling, TKD, Desa Tiron, Tol Kediri-Tulungagung, Kediri</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p data-start="301" data-end="633"><strong data-start="301" data-end="316">KEDIRI, SJP</strong> – Pasca aksi damai yang digelar ratusan warga di Desa Tiron, Kecamatan Banyakan, Kabupaten Kediri, muncul mosi tidak percaya terhadap Kepala Desa (Kades) Tiron, Ina Rahayu. Aksi tersebut ditandai dengan pengerudukan Kantor Desa Tiron oleh warga yang mempersoalkan kebijakan tukar guling Tanah Kas Desa (TKD).</p>
<p data-start="635" data-end="908">Mosi tidak percaya itu disampaikan warga dalam forum mediasi yang digelar pada Senin (5/1/2026). Dalam mediasi tersebut, warga menyampaikan sejumlah kritik, khususnya terkait proses tukar guling TKD yang dinilai tidak transparan dan minim keterbukaan kepada masyarakat.</p>
<p data-start="910" data-end="1174">Menanggapi hal tersebut, Kades Tiron Ina Rahayu menyatakan siap menjawab seluruh pertanyaan dan kritik yang disampaikan warga. Ia menegaskan tidak menutup diri terhadap aspirasi masyarakat, meski persoalan tersebut telah memicu ketidakpercayaan sebagian warga.</p>
<p data-start="1176" data-end="1333">Menurut Ina, seluruh tugas dan tanggung jawab yang diembannya selama menjabat sebagai kepala desa telah dilaksanakan sesuai aturan dan prosedur yang berlaku.</p>
<p data-start="1335" data-end="1694">“Masalah yang diajukan oleh sebagian warga, saya rasa kembali ke masing-masing pribadi dalam melihat dan menilai. Yang jelas, selama menjabat sebagai kepala desa, saya selalu menjalankan tugas sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang ada, mulai dari pengelolaan anggaran hingga tukar guling tanah kas desa,” jelas Ina saat ditemui di Kantor Desa Tiron.</p>
<p data-start="1696" data-end="1973">Terkait tuntutan warga agar lokasi pengganti tukar guling TKD ditunjukkan secara jelas, Ina membantah adanya upaya menutup-nutupi. Ia menyebut proses pengukuran dan penentuan lokasi telah melibatkan Badan Pertanahan Nasional (BPN) serta perwakilan warga yang mengajukan usulan.</p>
<p data-start="1975" data-end="2133">“Kalau masalah tersebut, kami tidak tertutup. Terkait pengukuran lapak dan lokasi, kami mengikutsertakan dari BPN dan warga yang saat itu pengajuan,” ujarnya.</p>
<p data-start="2135" data-end="2382">Ina juga menambahkan, pengumuman terkait tukar guling TKD telah diatur dalam peraturan desa (Perdes). Sementara mengenai peruntukan dan pendampingan ke lokasi pengganti, menurutnya akan melibatkan berbagai pihak, termasuk perangkat desa dan warga.</p>
<p data-start="2384" data-end="2560">Menurutnya, warga juga sempat meminta agar Kantor Jasa Penilai Publik (KJPP) atau KJBP turun melakukan penilaian. Namun, ia mengaku belum dapat memastikan waktu pelaksanaannya.</p>
<p data-start="2562" data-end="2703">“Sudah disiapkan lokasinya, dan ada pendampingan untuk ke tempat yang ditunjuk, soal kapan turun, saya tidak bisa memastikan,” kilah Ina. <strong>(*)</strong></p>
<p data-start="2562" data-end="2703"><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Warga Desa Tiron Kediri Beri Tenggat Sepekan, Ancam Aksi Besar Terkait Tukar Guling TKD</title>
<link>https://suarajatimpost.com/warga-desa-tiron-kediri-beri-tenggat-sepekan-ancam-aksi-besar-terkait-tukar-guling-tkd</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/warga-desa-tiron-kediri-beri-tenggat-sepekan-ancam-aksi-besar-terkait-tukar-guling-tkd</guid>
<description><![CDATA[ warga memutuskan untuk memberikan deadline selama 1 minggu kepada pihak yang bersangkutan untuk memenuhi tuntutan mereka. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202601/image_870x580_695b91b04c4d9.webp" length="46424" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 05 Jan 2026 18:59:17 +0700</pubDate>
<dc:creator>Kuswanto</dc:creator>
<media:keywords>Deadline satu minggu, tukar guling, aksi demo, ratusan warga gerudug balai desa, Desa Tiron, Kediri</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p data-start="300" data-end="554"><strong>KEDIRI, SJP –</strong> Pasca mediasi yang digelar di Kantor Desa Tiron, Kecamatan Banyakan Kabupaten Kediri, perwakilan warga yang tergabung dalam polemik Tanah Kas Desa (TKD) sepakat memberikan tenggat waktu selama satu pekan kepada pihak terkait untuk memenuhi tuntutan warga.</p>
<p data-start="556" data-end="950">Keputusan tersebut diambil setelah proses mediasi berlangsung cukup panjang dan dihadiri oleh perwakilan warga, pemerintah desa, pemerintah daerah, serta sejumlah elemen terkait lainnya.</p>
<p data-start="556" data-end="950">Dalam forum itu, warga menegaskan tuntutan utama mereka berkaitan dengan transparansi pengelolaan dan pengalokasian dana TKD, termasuk penyesuaian besaran yang dinilai belum sesuai dengan harapan masyarakat.</p>
<p data-start="952" data-end="1414">“Kami telah menyampaikan seluruh aspirasi dan harapan kami selama mediasi ini. Kami dijanjikan waktu 1 minggu mulai sekarang agar pihak terkait dapat mengambil langkah konkret. Jika hingga batas waktu yang ditentukan tidak ada tindakan yang memuaskan, kami tidak memiliki pilihan lain selain menggelar aksi demonstrasi yang lebih besar dan melibatkan lebih banyak elemen masyarakat,” ujar Darwiji, salah seorang perwakilan warga, usai mediasi, Senin (5/1/2026).</p>
<p data-start="1416" data-end="1644">Darwiji menambahkan, mediasi terkait persoalan TKD Desa Tiron tersebut telah dilakukan sebanyak tiga kali. Namun hingga kini, menurutnya, hasil yang diperoleh masih bersifat tertutup dan belum menyentuh substansi tuntutan warga.</p>
<p data-start="1646" data-end="1854">“Mediasi ini sudah tiga kali diadakan, Namun hasilnya tetep tertutup hingga warga Desa Tiron diabaikan, dengan aksi ini biar mereka paham apa yang menjadi uneg uneg kami,” tegas Darwiji dalam konferensi pers.</p>
<p data-start="1856" data-end="2083">Pria yang akrab disapa Mbah Wiji itu juga menyoroti janji pihak desa yang akan menunjukkan lokasi pengganti dalam proses tukar guling TKD. Namun hingga mediasi terakhir, lokasi tersebut belum juga diperlihatkan kepada warga.</p>
<p data-start="2085" data-end="2293">“Katanya mau ditunjukkan ke lokasi, tapi dijanjikan nunggu satu minggu, hasil dari pertemuan tadi mau ditunjukkan tempat ganti tukar guling tersebut, tapi saya juga belum tau tempatnya, kan ya aneh,” ujarnya.</p>
<p data-start="2295" data-end="2476">Ia kembali menegaskan kejanggalan tersebut di hadapan awak media. “Tempat yang dijanjikan untuk tukar guling, Namun tempat tersebut tidak ditunjukkan, kan ya aneh,” kata Mbah Wiji.</p>
<p data-start="2478" data-end="2761">Sementara itu, secara terpisah, Ketua DPW PSM Banaspati, Gus Paruh, yang turut hadir sebagai undangan dalam mediasi, mengungkapkan bahwa dasar tukar guling TKD Desa Tiron yang diajukan oleh Kepala Desa Tiron, Ina Rahayu, menurutnya masih sebatas usulan dalam musyawarah desa.</p>
<p data-start="2763" data-end="2927">“Namun, Tiba-tiba muncul proses tukar guling TKD, yang dilakukan Kades Tiron sebelum menyampaikan ke warga untuk pengganti tukar guling tersebut,” ungkap Gus Paruh.</p>
<p data-start="2929" data-end="3078">Atas kondisi tersebut, Gus Paruh menilai proses tukar guling TKD Desa Tiron yang dilakukan oleh Kepala Desa berpotensi menyalahi aturan yang berlaku.</p>
<p data-start="3080" data-end="3256">“Atas kejadian ini lanjut Gus Paruh, memandang kasus tukar guling TKD Desa Tiron yang dilakukan kades ina menurutnya telah melanggar aturan atau melawan hukum,” pungkasnya. <strong>(*)</strong></p>
<p data-start="3080" data-end="3256"><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Warga Desa Tiron Kediri Geruduk Balai Desa, Tuntut Transparansi Tukar Guling Tanah Kas Desa</title>
<link>https://suarajatimpost.com/warga-desa-tiron-kediri-geruduk-balai-desa-tuntut-transparansi-tukar-guling-tanah-kas-desa</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/warga-desa-tiron-kediri-geruduk-balai-desa-tuntut-transparansi-tukar-guling-tanah-kas-desa</guid>
<description><![CDATA[ Mereka menuntut kejelasan dan transparansi proses tukar guling tanah kas desa (TKD) yang digunakan untuk Proyek Strategis Nasional (PSN) Jalan Tol Kediri-Tulungagung. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202601/image_870x580_695b86a669f2e.webp" length="19662" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 05 Jan 2026 17:01:10 +0700</pubDate>
<dc:creator>Kuswanto</dc:creator>
<media:keywords>Aksi damai, ratusan warga gerudug balai desa, transparansi anggaran, tukar guling, TKD, Desa Tiron, Kediri</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KEDIRI, SJP -</strong> Ratusan warga Desa Tiron Kecamatan Banyakan Kabupaten Kediri menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor Desa Tiron, Kabupaten Kediri Senin (5/1/2026) pagi.</p>
<p>Mereka menuntut kejelasan dan transparansi proses tukar guling tanah kas desa (TKD) yang digunakan untuk Proyek Strategis Nasional (PSN) Jalan Tol Kediri-Tulungagung. </p>
<p>Sejak pukul 09.00 WIB ratusan massa memadati area gerbang kantor Desa Tiron Kabupaten Kediri.</p>
<p>Dengan membawa spanduk, poster, dan pengeras suara mereka bergantian berorasi menuntut agar perwakilan dewan menemui mereka secara langsung.</p>
<p>Namun, suasana mulai memanas ketika perwakilan warga yang diizinkan masuk ke balai Desa Tiron merasa kecewa saat mediasi yang dihadiri Kades Tiron, Ina Rahayu saat didampingi perwakilan beserta Polsek dan Koramil.</p>
<p>Dalam mediasi, perwakilan warga pun menilai, Kades Tiron tidak serius menanggapi aspirasi rakyat, terkait aset publik yang terdampak proyek tol.</p>
<p>Koordinator aksi, Darwiji (67) warga Desa Tiron menyampaikan, aksi ini dilakukan karena Kades Tiron belum memberikan tanggapan atas tuntutannya, yakni segera mengganti tanah kas desa yang sesuai, layak dan harganya.</p>
<p>"Kami hanya ingin kejelasan dan transparansi. Kami mendesak agar Kades membuka data proses tukar guling tanah kas desa, karena ini menyangkut aset publik," kata Darwiji di depan balai Desa Tiron usai mediasi, Senin (5/1/2026).</p>
<p>Darwiji juga menegaskan, masyarakat ingin kejelasan jika proses tukar guling dilakukan dengan mengorbankan hak dan aset desa.</p>
<p>"Kami tidak menolak, tapi jangan sampai prosesnya mengorbankan hak dan aset desa," tegasnya.</p>
<p>Menanggapi aksi tersebut, Kades Tiron Ina Rahayu ditemui di kantor Desa Tiron mengatakan, mulai awal hingga ahir pihaknya sudah melalui proses.</p>
<p>Kata Ina, terkait penentuan itu sudah ada KJBP. Soal layak dan tidaknya, itu keputusan dari tim yang terdiri dari Pemkab, BPN dan Gubernur, dari bupati ke desa untuk di Perdes-kan. Tim juga telah meninjau lapangan, sehingga uji kelayakan sudah keluar dan dinyatakan layak.</p>
<p>"Kami melaksanakan sudah sesuai prosedur dari awal hingga akhir, apalagi sudah ada peninjauan mulai dari Pemkab, BPN hingga Gubernur dan sudah ada Perdes," kata Ina.</p>
<p>"Kami sudah lakukan sesuai prosedur, dan tidak ada yang menyalahkan," tambahnya.</p>
<p>Aksi damai ini sendiri sudah tiga kali berlangsung, dimulai dari Lapangan Desa Tiron mereka meneriakkan yel-yel menuntut keadilan dan transparansi proses pelepasan aset desa yang dianggap janggal. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>346 Personel Gabungan di Nganjuk Disiagakan Amankan Tahun Baru 2026</title>
<link>https://suarajatimpost.com/346-personel-gabungan-di-nganjuk-disiagakan-amankan-tahun-baru-2026</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/346-personel-gabungan-di-nganjuk-disiagakan-amankan-tahun-baru-2026</guid>
<description><![CDATA[ Pihak kepolisian tak ingin kecolongan adanya gangguan kamtibmas. Terlebih soal arus lalu lintas yang tak nyaman. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202601/image_870x580_69561073c3216.webp" length="45268" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 01 Jan 2026 13:30:25 +0700</pubDate>
<dc:creator>Kuswanto</dc:creator>
<media:keywords>Operasi lilin semeru 2025, pis pengamanan, forkopimda, Polres Nganjuk, Nganjuk</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>NGANJUK, SJP </strong>— Guna memastikan keamanan masyarakat pada perayaan malam Tahun Baru 2026, Polres Nganjuk secara resmi memulai Operasi Lilin Semeru. </p>
<p>Langkah ini diawali dengan Apel Gelar Pasukan dan peninjauan sejumlah pos strategis oleh Kapolres Nganjuk AKBP Henri Noveri Santoso bersama jajaran Forkopimda Kabupaten Nganjuk.</p>
<p>Dalam operasi tahun ini, Polres Nganjuk menyiagakan total 346 personel gabungan yang terdiri dari 148 personel Polri dan 198 personel lintas instansi (TNI, Pemkab, dan Relawan). </p>
<p>Kekuatan ini akan difokuskan pada dua Pos Pengamanan (Pospam), satu Pos Pelayanan (Posyan), dan satu Pos Terpadu.</p>
<p>Pihak kepolisian tak ingin kecolongan adanya gangguan kamtibmas. Tak terkecuali soal arus lalu lintas yang tak nyaman. </p>
<p>"Kami tidak ingin kecolongan. Fokus utama kami adalah memastikan arus lalu lintas lancar dan menekan potensi gangguan kamtibmas di titik-titik keramaian," tegas AKBP Henri Noveri Santoso, Kamis (1/1/2026). </p>
<p>Senada dengan hal tersebut, Bupati Nganjuk Marhaen Djumadi menekankan pentingnya sinergi antarinstansi. </p>
<p>Marhaen berharap perayaan tahun baru tetap berlangsung tertib dan kondusif. </p>
<p>"Kami berharap seluruh rangkaian perayaan berlangsung tertib. Pemerintah hadir untuk memberikan rasa aman bagi seluruh warga Nganjuk," ungkapnya.</p>
<p>Sebagai bentuk dukungan moril, Forkopimda juga memberikan bantuan logistik dan obat-obatan kepada petugas di lapangan untuk memastikan pelayanan tetap prima selama masa tugas. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Akhir Tahun 2025, 117 Personel Polres Nganjuk Naik Pangkat</title>
<link>https://suarajatimpost.com/akhir-tahun-2025-117-personel-polres-nganjuk-naik-pangkat</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/akhir-tahun-2025-117-personel-polres-nganjuk-naik-pangkat</guid>
<description><![CDATA[ Upacara dipimpin langsung Kapolres Nganjuk AKBP Henri Noveri Santoso, dan diikuti seluruh pejabat utama serta personel yang naik pangkat, Rabu (31/12/2025). ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202512/image_870x580_695511d62fdd5.webp" length="69472" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 31 Dec 2025 20:29:47 +0700</pubDate>
<dc:creator>Kuswanto</dc:creator>
<media:keywords>Kenaikan pangkat, anggota polri, Polres Nganjuk, Kapolres Nganjuk AKBP Henri Novel Santoso, 117 anggota, Nganjuk</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>NGANJUK, SJP -</strong> Polres Nganjuk menggelar upacara laporan kenaikan pangkat anggota Polri periode 1 Januari 2026 dan PNS Polri periode 1 Oktober 2025 di Lapangan Apel Polres Nganjuk.</p>
<p>Upacara dipimpin langsung Kapolres Nganjuk AKBP Henri Noveri Santoso, dan diikuti seluruh pejabat utama serta personel yang naik pangkat, Rabu (31/12/2025).</p>
<p>Kegiatan ini merupakan bentuk penghargaan institusi Polri atas dedikasi, pengabdian, serta kinerja personel yang dinilai memenuhi persyaratan administrasi, etika, dan moral dalam pelaksanaan tugas kepolisian.</p>
<p>Kapolres Nganjuk AKBP Henri Noveri Santoso menegaskan bahwa kenaikan pangkat bukanlah hak yang bersifat otomatis, melainkan hasil dari proses panjang penilaian kinerja dan integritas anggota.</p>
<p>“Kenaikan pangkat bukan hadiah rutin setiap periode, tetapi penghargaan atas pengabdian, etika, moral, serta tanggung jawab anggota yang dinilai layak dan patut oleh pimpinan,” tegas AKBP Henri Noveri Santoso.</p>
<p>Ia menambahkan, seiring dengan kenaikan pangkat, tanggung jawab dan beban tugas yang diemban personel juga semakin besar, sehingga dituntut untuk terus meningkatkan profesionalisme dan menghindari segala bentuk pelanggaran.</p>
<p>“Saya berharap seluruh anggota tetap melaksanakan tugas secara profesional, sesuai teknis, taktis, dan prosedural, serta menjauhi pelanggaran disiplin, kode etik maupun pidana,” lanjut Kapolres.</p>
<p>Sementara itu, Kabag SDM Polres Nganjuk Kompol Burhanudin menjelaskan, seluruh personel yang naik pangkat telah melalui mekanisme dan tahapan sesuai ketentuan yang berlaku, mulai dari proses verifikasi di tingkat Polres, Polda hingga Mabes Polri.</p>
<p>“Proses kenaikan pangkat dilakukan secara transparan melalui aplikasi E-UKP, dilengkapi Surat Keterangan Hasil Penelitian dari Bidpropam dengan status memenuhi syarat, sehingga seluruh personel yang naik pangkat telah melalui seleksi yang ketat,” jelas Kompol Burhanudin.</p>
<p>Pada periode 1 Januari 2026 ini, sebanyak 117 personel Polres Nganjuk menerima kenaikan pangkat dengan rincian mulai dari Kompol ke AKBP pengabdian hingga Bripda ke Briptu. Selain itu, PNS Polri juga menerima kenaikan pangkat periode 1 Oktober 2025.</p>
<p>Usai upacara laporan kenaikan pangkat, kegiatan dilanjutkan dengan tasyakuran yang digelar di Aula Tantya Sudhirajati Mapolres Nganjuk sebagai ungkapan rasa syukur, sekaligus momentum mempererat kebersamaan antara pimpinan, personel, dan keluarga besar Polres Nganjuk.</p>
<p>Melalui kegiatan ini, Polres Nganjuk berharap kenaikan pangkat dapat menjadi motivasi bagi seluruh personel untuk terus meningkatkan kinerja, loyalitas, serta memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor: Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Ratusan Personel dari Berbagai Instansi Amankan Nataru 2026 di Nganjuk</title>
<link>https://suarajatimpost.com/ratusan-personel-dari-berbagai-instansi-amankan-nataru-2026-di-nganjuk</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/ratusan-personel-dari-berbagai-instansi-amankan-nataru-2026-di-nganjuk</guid>
<description><![CDATA[ Tidak hanya itu, TNI–Polri, Dinas Perhubungan, Satpol PP, BPBD, Damkar, serta Dinas Kesehatan juga menyiapkan pos pengamanan dan pos pelayanan di sejumlah titik strategis ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202512/image_870x580_695510cc60884.webp" length="57182" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 31 Dec 2025 19:59:45 +0700</pubDate>
<dc:creator>Kuswanto</dc:creator>
<media:keywords>Gabungan Personel, Pengamanan Nataru 2026, Polres Nganjuk, Kamtibmas, perayaan Tahun Baru, titik pengamanan, Nganjuk</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>NGANJUK, SJP - </strong>Ratusan personel gabungan Polres Nganjuk dikerahkan selama pelaksanaan kesiapan pengamanan malam Tahun Baru 2026 </p>
<p>Tidak hanya itu, TNI–Polri, Dinas Perhubungan, Satpol PP, BPBD, Damkar, serta Dinas Kesehatan juga menyiapkan pos pengamanan dan pos pelayanan di sejumlah titik strategis, khususnya di kawasan Alun-Alun Nganjuk dan area GOR Bung Karno Nganjuk, Rabu (31/12/2025).</p>
<p>Apel dilaksanakan di Lapangan Apel Polres Nganjuk dan dipimpin Wakapolres Nganjuk Kompol Andria Diana Putra, mewakili Kapolres Nganjuk dengan membacakan amanat Kapolres. </p>
<p>Dalam amanatnya, Andria Diana Putra menekankan agar seluruh personel mempersiapkan mental dan fisik serta menjaga kesehatan, dengan meniatkan setiap pelaksanaan tugas sebagai ibadah kepada Tuhan Yang Maha Esa. </p>
<p>Selain itu, personel diminta meningkatkan kepekaan, kewaspadaan, dan kesiapsiagaan dalam mengantisipasi potensi aksi teror maupun kriminalitas yang dapat memanfaatkan momentum perayaan malam Tahun Baru 2026.</p>
<p>Ia juga menegaskan pentingnya pelaksanaan pengamanan secara profesional dan humanis dengan memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat, melengkapi sarana prasarana serta perlengkapan perorangan yang memadai, serta menerapkan sistem penugasan <em>buddy system</em>. </p>
<p>Penegakan hukum diminta dilakukan secara tegas dan proporsional namun tetap humanis terhadap setiap pelanggaran hukum yang berpotensi menimbulkan gangguan Kamtibmas.</p>
<p>“Kerja sama, sinergi, dan soliditas seluruh pihak yang terlibat harus terus dimantapkan. Seluruh penekanan ini wajib dipahami, dipedomani, dan dilaksanakan sebaik-baiknya agar pengamanan malam Tahun Baru dapat berjalan lancar dan sukses,” demikian amanat Kapolres yang dibacakan Wakapolres Nganjuk.</p>
<p>Usai apel, Wakapolres Nganjuk Kompol Andria menyampaikan bahwa Polres Nganjuk telah menyiapkan pola pengamanan terpadu demi memberikan rasa aman dan nyaman kepada masyarakat.</p>
<p>“Kami mengimbau masyarakat untuk merayakan malam Tahun Baru secara tertib dan tidak berlebihan. Seluruh personel telah disiagakan di titik-titik strategis guna mengantisipasi gangguan kamtibmas serta memastikan situasi tetap aman dan kondusif,” ujarnya.</p>
<p>Sementara itu, Kabag Ops Polres Nganjuk AKP Ondik Andrianto menjelaskan, kegiatan apel dilanjutkan dengan pelaksanaan Tactical Floor Game (TFG) sebagai bentuk pemantapan pola pengamanan dan rantai komando.</p>
<p>“TFG ini bertujuan agar seluruh perwira sebagai penghubung rantai komando memahami peran dan tanggung jawabnya, sehingga pelaksanaan pengamanan malam Tahun Baru dapat berjalan efektif dan terkoordinasi,” jelasnya.</p>
<p>Dengan kesiapan personel dan sinergi lintas instansi, Polres Nganjuk berharap perayaan malam Tahun Baru 2026 di wilayah Kabupaten Nganjuk dapat berlangsung aman, tertib, dan kondusif. <strong>(**)</strong></p>
<p><strong>Editor: Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Trabas Kamtibmas ala Polres Nganjuk, Hobi Trail Jadi Sarana Jaga Keamanan</title>
<link>https://suarajatimpost.com/trabas-kamtibmas-ala-polres-nganjuk-hobi-trail-jadi-sarana-jaga-keamanan</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/trabas-kamtibmas-ala-polres-nganjuk-hobi-trail-jadi-sarana-jaga-keamanan</guid>
<description><![CDATA[ Rute menantang di wilayah Kecamatan Sawahan tak menyurutkan semangat para peserta untuk menyalurkan hobi sekaligus menebar pesan penting ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202512/image_870x580_69550f01eff72.webp" length="42278" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 31 Dec 2025 19:02:46 +0700</pubDate>
<dc:creator>Kuswanto</dc:creator>
<media:keywords>Baksos, komunitas Trail, Polres Nganjuk, Trabas gunung, Desa Sawahan, Nganjuk</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>NGANJUK, SJP - </strong>Cara unik dilakukan Polres Nganjuk dalam menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas). Kali ini, Kapolres Nganjuk AKBP Henri Noveri Santoso memimpin langsung kegiatan “Trabas Kamtibmas” bersama komunitas trail Nganjuk, Rabu (31/12/2025).</p>
<p>Rute menantang di wilayah Kecamatan Sawahan tak menyurutkan semangat para peserta untuk menyalurkan hobi sekaligus menebar pesan penting, yakni menjaga keamanan bisa dilakukan dengan cara yang menyenangkan.</p>
<p>Dalam sambutannya, Kapolres Henri menegaskan, kegiatan trabas bukan sekadar ajang menyalurkan hobi otomotif, tetapi juga wadah memperkuat komunikasi antara polisi dan masyarakat.</p>
<p>“Menjaga keamanan tidak selalu harus lewat forum resmi. Dengan kegiatan seperti ini, kita bisa sampaikan pesan Kamtibmas dengan santai tapi tetap bermakna,” ujarnya.</p>
<p>Selain menyalurkan puluhan paket sembako, Polres Nganjuk juga menghadirkan layanan pemeriksaan kesehatan gratis bagi warga lanjut usia. Suasana keakraban tampak begitu terasa, mencerminkan hubungan harmonis antara aparat dan masyarakat.</p>
<p>Kegiatan ini dilaksanakan sebagai upaya memperkuat sinergi antara Polri, komunitas, dan masyarakat sekaligus mendekatkan layanan kepolisian melalui pendekatan humanis. </p>
<p>Henri menegaskan bahwa Trabas Kamtibmas bukan sekadar kegiatan olahraga, namun menjadi sarana efektif membangun komunikasi dan kehadiran Polri di tengah masyarakat.</p>
<p>“Melalui Trabas Kamtibmas ini, kami ingin menunjukkan bahwa Polri hadir tidak hanya menjaga keamanan, tetapi juga peduli terhadap kondisi sosial dan kesehatan masyarakat. Sinergi dengan komunitas trail menjadi kekuatan positif untuk berbagi dan menjaga kamtibmas tetap kondusif,” ujar Kapolres.</p>
<p>Kegiatan ini turut dihadiri para pejabat utama Polres Nganjuk, komunitas trail Nganjuk, unsur Forkopimcam Sawahan, para kepala desa se-Kecamatan Sawahan, tokoh masyarakat, serta warga sekitar Mako Polsek Sawahan yang menerima bantuan sosial dan layanan kesehatan.</p>
<p>Sementara itu, Sekretaris Kecamatan (Sekcam) Sawahan, Suwarno, mengapresiasi pelaksanaan Trabas Kamtibmas yang dinilai memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.</p>
<p>“Kami menyampaikan terima kasih kepada Polres Nganjuk dan komunitas trail atas kepeduliannya. Kegiatan ini sangat membantu warga Sawahan, sekaligus memperkuat sinergi antara pemerintah kecamatan, desa, dan kepolisian dalam menjaga situasi yang aman dan kondusif,” ungkap Suwarno.</p>
<p>Melalui kegiatan Trabas Kamtibmas ini, Polres Nganjuk berharap terbangun kepercayaan publik yang semakin kuat serta tercipta situasi kamtibmas yang aman, damai, dan kondusif di wilayah Kabupaten Nganjuk. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor: Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Pemeriksaan Dugaan Korupsi Tiga Desa di Nganjuk, Inspektorat Dinilai Lamban</title>
<link>https://suarajatimpost.com/pemeriksaan-dugaan-korupsi-tiga-desa-di-nganjuk-inspektorat-dinilai-lamban</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/pemeriksaan-dugaan-korupsi-tiga-desa-di-nganjuk-inspektorat-dinilai-lamban</guid>
<description><![CDATA[ Pemeriksaan ini dilakukan sebagai tindak lanjut dari laporan yang diterima, dengan dua di antaranya merupakan pelimpahan kasus dari Polda Jawa Timur ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202512/image_870x580_6952510a963e5.webp" length="87478" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Tue, 30 Dec 2025 12:00:04 +0700</pubDate>
<dc:creator>Kuswanto</dc:creator>
<media:keywords>Pemeriksaan, Tiga Desa, anggaran Dana Desa, Desa Lestari, alasan sakit, PPID, Auditor Pelaksana, Inspektorat, Nganjuk</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><span><strong>NGANJUK, SJP</strong> - </span><span>Langkah</span><span> </span><span>Inspektorat Nganjuk dalam pemeriksaan dugaan korupsi Dana Desa di tiga desa belum menunjukkan perkembangan signifikan. </span></p>
<p><span>Hingga akhir Desember 2025, belum jelas bagaimana hasil pemeriksaan terhadap dugaan korupsi di Desa Sidoharjo, Kecamatan Tanjung Anom; Desa Semare, Kecamatan Berbek; serta Desa Lestari, Kecamatan Patianrowo. </span></p>
<p><span>Anas Nasrullah, Auditor Pelaksana Inspektorat Pemkab Nganjuk yang sebelumnya terbuka kini sikapnya tertutup. </span></p>
<p><span>"Maaf mas, saya tidak boleh memberikan informasi. Posisi saya auditor," katanya, Senin (29/12/2025). </span></p>
<p><span>Didesak terkait hasil pemeriksaan, Anas menyampaikan, pemeriksaan dugaan korupsi di Desa Lestari belum bisa dilanjutkan karena pejabat desa yang terlibat masih sakit. "Masalah Desa Lestari belum selesai, yang bersangkutan sakit, dan maaf ada tugas ndadak, koordinasi sama APH," Kata Anas.</span></p>
<p><span>Informasi berikutnya Anas tak bersedia menjawab mengarahkan ke PPID (Pejabat Pengelola Informasi Daerah) Inspektorat. </span></p>
<p><span>"Langsung menemui <em>security</em>, nanti ditemui petugas PPID," terang Anas melalui via whatsapp</span></p>
<p><span>Setelah itu, wartawan SJP mencoba klarifikasi ke petugas PPID. Namun, </span><em>security</em><span> yang bertugas di ruang lobi inspektorat menyampaikan petugas PPID sedang rapat.</span></p>
<p><span>Sementara, Direktur Pilar Pendidikan Rakyat Pujiono mempertanyakan lambatnya inspektorat dalam pemeriksaan dugaan korupsi dana desa. </span></p>
<p><span>D</span><span>ia juga menyoroti kurangnya keterbukaan informasi pemeriksaan penyimpangan dana desa di Inspektorat Pemda Nganjuk.   </span></p>
<p><span>"Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2008 menegaskan bahwa informasi publik adalah milik rakyat, bukan disimpan seperti pusaka keluarga. Menutup rapat perkembangan pemeriksaan dengan dalih 'rahasia' tanpa batas justru menjadikan pengawasan intern," urai Pujiono</span></p>
<p><span>Menurut Pujiono, dana desa adalah uang publik, tetapi kabarnya diperlakukan seolah cerita bisik-bisik. </span></p>
<p><span>"Secara hukum, Inspektorat wajib membuka status dan perkembangan umum pemeriksaan kepada masyarakat dan pers sebagai bentuk pertanggungjawaban publik, tanpa mengorbankan asas kehati-hatian dan praduga tidak bersalah," tegasnya</span></p>
<p><span>Seperti diketahui, </span><span>Inspektorat Kabupaten Nganjuk menyampaikan hendak melakukan pemeriksaan terhadap tiga desa pada bulan Desember 2025 mendatang. Pemeriksaan ini dilakukan sebagai tindak lanjut dari laporan yang diterima, dengan dua di antaranya merupakan pelimpahan kasus dari Polda Jawa Timur.</span></p>
<p><span>Pemeriksaan ini bertujuan untuk menindaklanjuti dugaan penyimpangan yang terjadi di tingkat desa. Inspektorat akan bekerja secara profesional dan transparan dalam melakukan audit dan investigasi.</span><span> <strong>(*) </strong></span></p>
<p><strong>Editor: Danu S</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Akhir Tahun 2025, Polres Nganjuk Paparkan Capaian Kinerja dan Tren Kejahatan</title>
<link>https://suarajatimpost.com/akhir-tahun-2025-polres-nganjuk-paparkan-capaian-kinerja-dan-tren-kejahatan</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/akhir-tahun-2025-polres-nganjuk-paparkan-capaian-kinerja-dan-tren-kejahatan</guid>
<description><![CDATA[ Konferensi Pers Akhir Tahun 2025 sebagai bentuk pertanggungjawaban publik atas kinerja Polri sepanjang tahun 2024 hingga 2025. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202512/image_870x580_69528a4f86689.webp" length="40606" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 29 Dec 2025 22:39:59 +0700</pubDate>
<dc:creator>Kuswanto</dc:creator>
<media:keywords>Konferensi Pers Akhir Tahun 2025, Polres Nganjuk, Kinerja, Kriminalitas, Nganjuk</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>NGANJUK, SJP -</strong> Polres Nganjuk menggelar Konferensi Pers Akhir Tahun 2025 sebagai bentuk pertanggungjawaban publik atas kinerja Polri sepanjang tahun 2024 hingga 2025.</p>
<p>Kegiatan ini menjadi momentum refleksi sekaligus penguatan komitmen Polres Nganjuk dalam menjaga stabilitas keamanan, menegakkan hukum, serta hadir di tengah masyarakat sebagai penggerak kesejahteraan dan pembangunan daerah</p>
<p>Dalam konferensi pers yang digelar pada Senin (29/12/2025) tersebut, Kapolres Nganjuk AKBP Henri Noveri Santoso didampingi Kasat Reskrim, Kasat Resnarkoba, Kasat Samapta, Kasat Lantas, serta Kasi Humas Polres Nganjuk.</p>
<p>Kapolres Nganjuk menjelaskan, secara umum terdapat dinamika peningkatan dan penurunan kasus pada sejumlah fungsi, namun tingkat pengungkapan perkara menunjukkan tren positif. </p>
<p>“Konferensi pers akhir tahun ini menjadi bentuk akuntabilitas Polres Nganjuk kepada masyarakat sekaligus evaluasi kinerja kami selama dua tahun terakhir,” ujar AKBP Henri Noveri Santoso.</p>
<p>Pada bidang narkoba, Satresnarkoba Polres Nganjuk mencatat 123 laporan polisi pada 2024 dengan 153 tersangka, sedangkan pada 2025 meningkat menjadi 153 laporan polisi dengan 196 tersangka.</p>
<p>Barang bukti sabu turut mengalami kenaikan signifikan dari 303,09 gram pada 2024 menjadi 524,2 gram pada 2025, demikian pula jumlah pil okerbaya yang meningkat dari 119.300 butir menjadi 348.841 butir.</p>
<p>Sementara itu, penegakan hukum lalu lintas juga mengalami peningkatan. Pada 2024, Satlantas Polres Nganjuk mencatat 5.995 penindakan, sedangkan pada 2025 meningkat menjadi 9.624 penindakan, baik melalui tilang manual maupun ETLE.</p>
<p>Di sisi barang bukti, jumlah knalpot brong justru mengalami penurunan dari 257 unit pada 2024 menjadi 150 unit pada 2025, yang menunjukkan meningkatnya kesadaran masyarakat.</p>
<p>Di bidang tipiring, Sat Samapta dan Polsek jajaran pada 2024 menangani 1.020 kasus, sedangkan pada 2025 menurun menjadi 933 kasus.</p>
<p>Namun demikian, barang bukti miras pada 2025 tercatat dalam jumlah besar dengan total 2.774,4 liter arak jowo dari berbagai kemasan, sebagai bentuk komitmen Polres Nganjuk dalam menekan penyakit masyarakat.</p>
<p>Satreskrim Polres Nganjuk pada 2024 mencatat total 216 kasus dengan tingkat penyelesaian 85 persen. Angka tersebut meningkat pada 2025 dengan total 257 kasus dan crime clearance mencapai 89 persen. Kasus yang mendominasi di antaranya curanmor dan perkara PPA, dengan sebagian besar berhasil diselesaikan.</p>
<p>“Capaian ini merupakan hasil sinergisitas seluruh pihak, baik TNI, Pemerintah Daerah, organisasi kemasyarakatan, serta peran aktif rekan-rekan media yang terus menyajikan narasi positif dan bersama-sama melawan hoaks,” pungkas AKBP Henri Noveri Santoso. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Kapolri Janji Kawal Hak Buruh</title>
<link>https://suarajatimpost.com/kapolri-janji-kawal-hak-buruh</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/kapolri-janji-kawal-hak-buruh</guid>
<description><![CDATA[ Namun, ia menegaskan bahwa aspirasi buruh tidak boleh berbenturan dengan kepentingan ekonomi nasional yang lebih besar. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202512/image_870x580_694fcb40c3cbb.webp" length="30700" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 29 Dec 2025 09:00:00 +0700</pubDate>
<dc:creator>Kuswanto</dc:creator>
<media:keywords>Kapolri Listyo Sigit, penyelesaian industrial, buruh, investasi, pahlawan nasional, Marsinah, buruh, KSPSI, Nganjuk</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>NGANJUK, SJP</strong> — Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri) Jenderal Listyo Sigit Prabowo memberikan janji bagi pergerakan buruh nasional di tengah bayang-bayang perlambatan iklim investasi. </p>
<p>Dalam kunjungan simbolis ke lokasi pembangunan Museum Pahlawan Nasional Marsinah di Kecamatan Sukomoro, Nganjuk, Sabtu (27/12/2025) kemarin, Kapolri menegaskan komitmen Korps Bhayangkara untuk berdiri di sisi pemenuhan hak pekerja.</p>
<p>Meski demikian, dukungan tersebut tidak diberikan tanpa syarat. Kapolri menyisipkan catatan mengenai stabilitas keamanan dan ekonomi.</p>
<p>Kunjungan yang diawali dengan ziarah ke makam Marsinah, sebuah ikon perjuangan buruh yang tewas secara tragis pada era Orde Baru ini menjadi panggung bagi Kapolri untuk menegaskan bahwa Polri mendukung penuh upaya buruh mengawal hak-hak mereka. </p>
<p>Namun, ia menegaskan bahwa aspirasi buruh tidak boleh berbenturan dengan kepentingan ekonomi nasional yang lebih besar.</p>
<p>"Perjuangan mengawal hak-hak buruh harus dilakukan dengan cara yang baik, terukur, damai, dan kondusif. Hal ini sangat penting demi menjaga iklim pembangunan serta investasi yang sedang berjalan," ujar Jenderal Sigit di hadapan wartawan saat itu.</p>
<p>Pernyataan itu disebut sebagai menyeimbangan dua sisi mata uang, yakni perlindungan buruh di satu sisi, dan jaminan keamanan bagi pemodal di sisi lain. </p>
<p>Kapolri berharap pembangunan museum ini tidak hanya berhenti sebagai monumen pengingat sejarah, tetapi juga menjadi simpul ekonomi baru melalui penguatan UMKM di Desa Ngelundo.</p>
<p>Menanggapi dinamika industrial yang kian kompleks, Kapolri membeberkan langkah strategis Polri pada tahun 2025 melalui pembentukan Desk Ketenagakerjaan di bawah naungan Mabes Polri. </p>
<p>Langkah ini diklaim sebagai inisiatif proaktif kepolisian untuk menjadi mediator dalam konflik agraria maupun industrial.</p>
<p>"Melihat situasi dan kondisi di lapangan, kami berinisiatif untuk ikut membantu menyelesaikan masalah-masalah industrial. Polri hadir untuk memastikan hak-hak buruh terpenuhi melalui penyelesaian masalah yang tepat dan efektif," pungkasnya. <strong>(**) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Presiden KSPSI: Pembangunan Rumah Singgah Marsinah Bukan dari Pemerintah, Murni Iuran Buruh</title>
<link>https://suarajatimpost.com/presiden-kspsi-pembangunan-rumah-singgah-marsinah-bukan-dari-pemerintah-murni-iuran-buruh</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/presiden-kspsi-pembangunan-rumah-singgah-marsinah-bukan-dari-pemerintah-murni-iuran-buruh</guid>
<description><![CDATA[ biaya pembangunan sepenuhnya bersumber dari iuran yang dikumpulkan yayasan pekerja SPSI dan donasi para buruh, iuran dan juga donatur dari seluruh Indonesia. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202512/image_870x580_694fc2a07ece9.webp" length="30446" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sat, 27 Dec 2025 20:16:18 +0700</pubDate>
<dc:creator>Kuswanto</dc:creator>
<media:keywords>Presiden KPSI Andi Gani, Anggaran sumber dana, Rumah Singgah Marsinah, iuran buruh, SPSI, Non APBD dan APBN, Pahlawan Nasional, Marsinah, Nganjuk</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p data-start="166" data-end="546"><strong>NGANJUK, SJP – </strong>Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI), Andi Gani Nena Wea, menegaskan, pembangunan Rumah Singgah sekaligus Museum Pahlawan Nasional Marsinah di Kecamatan Sukomoro, Kabupaten Nganjuk, tidak menggunakan dana pemerintah, baik dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) maupun Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).</p>
<p data-start="548" data-end="825">Menurut Andi Gani, seluruh biaya pembangunan bersumber dari iuran yayasan pekerja SPSI, donasi para buruh, serta sumbangan para donatur dari berbagai daerah di Indonesia. Hal itu disampaikannya untuk menjawab berbagai pertanyaan publik terkait sumber pendanaan proyek tersebut.</p>
<p data-start="827" data-end="1066">“Ada beberapa pertanyaan yang muncul, dan sudah kami jelaskan, tidak ada dana dari APBN atau APBD. Kami tidak ingin merepotkan pemerintah. Pembangunan ini murni dari teman-teman buruh,” ujar Andi Gani kepada awak media, Sabtu (27/12/2025).</p>
<p data-start="1068" data-end="1471">Meski demikian, ia menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi Jawa Timur, khususnya Gubernur Khofifah Indar Parawansa, serta Pemerintah Kabupaten Nganjuk atas dukungan moral dalam memperjuangkan Marsinah sebagai Pahlawan Nasional.</p>
<p data-start="1068" data-end="1471">Ucapan terima kasih juga disampaikan kepada Polda Jawa Timur dan masyarakat Desa Ngelundo yang turut membantu pengamanan dan berpartisipasi dalam proses pembangunan.</p>
<p data-start="1473" data-end="1703">Andi Gani menjelaskan, inisiatif pembangunan rumah singgah dan museum tersebut lahir dari keinginan para buruh untuk mengenang serta menghormati perjuangan Marsinah sebagai simbol perlawanan dan perjuangan kaum buruh di Indonesia.</p>
<p data-start="1705" data-end="1910">“Ini penting kami sampaikan secara jelas. Semua biaya pembangunan rumah singgah dan museum Marsinah ini bukan dari kantong pemerintah. Semuanya murni dari iuran yang kami kumpulkan bersama-sama,” tegasnya.</p>
<p data-start="1912" data-end="2124">Ke depan, Andi Gani berharap rumah singgah dan museum Marsinah dapat menjadi ruang berkumpul bagi para buruh sekaligus pusat edukasi bagi generasi muda untuk mempelajari sejarah perjuangan buruh di Tanah Air. <strong>(*)</strong></p>
<p data-start="1912" data-end="2124"><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Kapolri Bareng Gubernur Jatim Ziarah Makam dan Letakkan Batu Pertama Museum Marsinah di Nganjuk</title>
<link>https://suarajatimpost.com/kapolri-bareng-gubernur-jatim-ziarah-makam-dan-letakkan-batu-pertama-museum-marsinah-di-nganjuk</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/kapolri-bareng-gubernur-jatim-ziarah-makam-dan-letakkan-batu-pertama-museum-marsinah-di-nganjuk</guid>
<description><![CDATA[ Usai ziarah, kedua pejabat tersebut bersama-sama melakukan groundbreaking atau peletakan batu pertama pembangunan Rumah Singgah sekaligus Museum Pahlawan Nasional Marsinah yang berlokasi tidak jauh dari makam. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202512/image_870x580_694fbcb710b9e.webp" length="64026" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sat, 27 Dec 2025 19:35:45 +0700</pubDate>
<dc:creator>Kuswanto</dc:creator>
<media:keywords>Ziarah Makam, Kapolri, khofifah indar parawansa, pahlawan nasional, Marsinah, buruh, Nganjuk</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>NGANJUK, SJP -</strong> Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo bersama Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa melakukan ziarah ke makam Pahlawan Nasional Marsinah di Kecamatan Sukomoro, Kabupaten Nganjuk, Sabtu (27/12/2025). </p>
<p>Kegiatan ini diikuti oleh sejumlah pejabat utama, antara lain Kapolda Jawa Timur Irjen Pol. Nanang Avianto, Bupati Nganjuk Marhaen Djumadi, serta Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) Andi Gani Nena Wea dan Marsini, kakak kandung Marsinah.</p>
<p>Prosesi ziarah diawali dengan pembacaan doa yang dipimpin Ketua MUI Kabupaten Nganjuk, KH Ali Mustofa Said, dilanjutkan dengan taburan bunga secara khidmat oleh Kapolri dan rombongan. Setelah itu, Kapolri juga sempat mengunjungi rumah masa kecil Marsinah.</p>
<p>Usai ziarah, kedua pejabat tersebut bersama-sama melakukan <em>groundbreaking</em> atau peletakan batu pertama pembangunan rumah singgah sekaligus Museum Pahlawan Nasional Marsinah yang berlokasi tidak jauh dari makam. </p>
<p>Menurut Kapolri, museum ini dibangun untuk mengenang perjuangan Marsinah sebagai tokoh buruh nasional dan menjadi semangat bagi para buruh untuk terus memperjuangkan hak-haknya.</p>
<p> "Alhamdulillah baru saja sekaligus kita melaksanakan kegiatan <em>groundbreaking</em> untuk rumah singgah sekaligus museum nasional bagi ibu Marsinah, untuk mengenang beliau sebagai salah satu tokoh nasional dari buruh. Harapan kita, museum ini bisa menjadi semangat yang diwariskan oleh Marsinah kepada kelompok buruh untuk terus memperjuangkan hak-haknya, namun tetap dengan cara yang terukur dan kondusif bagi pembangunan dan iklim investasi," ujar Sigit kepada awak media.</p>
<p>Selain itu, Kapolri juga berharap museum ini bisa menghidupkan pertumbuhan perekonomian di Desa Nglundo, termasuk munculnya Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang bermanfaat bagi masyarakat setempat.</p>
<p>"Nanti akan ada kunjungan dari rekan-rekan buruh seluruh Indonesia, sehingga ini akan menghidupkan UMKM dan desa itu sendiri. Ini adalah aset desa Nglundo, Kabupaten Nganjuk, Provinsi Jawa Timur, dan Indonesia bagi teman-teman buruh," tegasnya.</p>
<p>Sebagaimana diketahui, Marsinah lahir pada 10 April 1969 di Nglundo, Nganjuk, dan merupakan aktivis buruh yang dikenal karena perjuangannya dalam membela hak-hak pekerja di Indonesia. Ia ditemukan meninggal dunia pada tahun 1993 setelah memperjuangkan upah layak bagi rekan-rekannya di PT Catur Putra Surya, Sidoarjo, dan kemudian dianugerahi gelar Pahlawan Nasional. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Tinjau Gereja, Kapolres Nganjuk Pastikan Pelayanan Pengamanan Berjalan Optimal Selama Ibadah Natal</title>
<link>https://suarajatimpost.com/tinjau-gereja-kapolres-nganjuk-pastikan-pelayanan-pengamanan-berjalan-optimal-selama-ibadah-natal</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/tinjau-gereja-kapolres-nganjuk-pastikan-pelayanan-pengamanan-berjalan-optimal-selama-ibadah-natal</guid>
<description><![CDATA[ Kapolres Nganjuk menyampaikan bahwa kunjungan ini merupakan bentuk kehadiran negara dalam menjamin rasa aman serta mempererat tali silaturahmi antarumat beragama. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202512/image_870x580_694e9be189559.webp" length="47452" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Fri, 26 Dec 2025 23:56:05 +0700</pubDate>
<dc:creator>Kuswanto</dc:creator>
<media:keywords>Kapolres Nganjuk AKBP Henri novel santoso, tinjau gereja, ucapan natal, umat Kristiani, Nganjuk</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>NGANJUK, SJP - </strong>Peninjauan Gereja dilakukan Kapolres Nganjuk AKBP Henri Noveri Santoso bersama Pejabat Utama selama Pelaksanaan Ibadah Misa Natal Malam Misa Natal 2025 umat Kristiani, Kamis (25/12/2025) </p>
<p>Beberapa gereja yang dikunjungi di antaranya GKJW (Gereja Kristen Jawi Wetan) Jalan Diponegoro, Kelurahan Ganungkidul, serta Gereja Katolik Santo Paulus Jalan Diponegoro, Kelurahan Mangundikaran.</p>
<p>Kapolres Nganjuk menyampaikan bahwa kunjungan ini merupakan bentuk kehadiran negara dalam menjamin rasa aman serta mempererat tali silaturahmi antarumat beragama.</p>
<p>“Kami mengucapkan Selamat Natal 2025 kepada seluruh umat Kristiani. Semoga perayaan Natal berlangsung dengan damai, aman, dan penuh sukacita,” ujar AKBP Henri.</p>
<p>Kehadiran Kapolres beserta jajaran disambut hangat oleh pengurus gereja dan jemaat, sekaligus menjadi simbol komitmen Polres Nganjuk dalam menjaga toleransi serta kerukunan umat beragama.</p>
<p>Dengan pengamanan maksimal dan pendekatan humanis, Polres Nganjuk berharap perayaan Natal 2025 dapat berjalan lancar dan penuh kedamaian. <strong>(**)</strong></p>
<p><strong>Editor: Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Jelang Pergantian Tahun 2026, Polres Nganjuk Tinjau Stasiun Kereta Api</title>
<link>https://suarajatimpost.com/jelang-pergantian-tahun-2026-polres-nganjuk-tinjau-stasiun-kereta-api</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/jelang-pergantian-tahun-2026-polres-nganjuk-tinjau-stasiun-kereta-api</guid>
<description><![CDATA[ Upaya ini dilakukan untuk memastikan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat tetap terjaga, sekaligus mencegah berbagai potensi gangguan yang dapat mencederai ketenangan warga Nganjuk ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202512/image_870x580_694e9aaf65aa3.webp" length="47234" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Fri, 26 Dec 2025 23:30:28 +0700</pubDate>
<dc:creator>Kuswanto</dc:creator>
<media:keywords>Jelang Nataru, arus mudik, Kapolres Nganjuk AKBP Henri Novel Santosa, stasiun KAU, Kamtibmas, Nganjuk</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>NGANJUK, SJP - </strong>Polres Nganjuk menyiapkan langkah pengamanan menyeluruh menjelang malam pergantian Tahun Baru 2025 menuju 2026. Upaya ini dilakukan untuk memastikan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat tetap terjaga, sekaligus mencegah berbagai potensi gangguan yang dapat mencederai ketenangan warga Nganjuk.</p>
<p>Kapolres Nganjuk AKBP Henri Noveri Santoso bersama Wakapolres dan pejabat utama Polres Nganjuk melakukan pemantauan arus mudik dan pergerakan penumpang di sejumlah titik strategis, salah satunya Stasiun Kereta Api Nganjuk, Kamis (25/12/2025).</p>
<p>Pemantauan ini dilakukan menyusul prediksi meningkatnya jumlah penumpang menjelang puncak perayaan Natal 2025, guna memastikan situasi keamanan serta kelancaran aktivitas masyarakat.</p>
<p>Kapolres Nganjuk menyampaikan bahwa pihaknya telah menyiapkan pola pengamanan terpadu untuk mengantisipasi lonjakan penumpang.</p>
<p>“Kami pastikan pengamanan di stasiun berjalan optimal, baik dari sisi personel maupun koordinasi dengan pihak terkait, agar masyarakat merasa aman dan nyaman saat bepergian,” tutur AKBP Henri.</p>
<p>Selain pengamanan, personel juga disiagakan untuk memberikan pelayanan dan membantu masyarakat, khususnya pada jam-jam rawan kepadatan penumpang.</p>
<p>Langkah ini merupakan bagian dari upaya Polres Nganjuk dalam menjamin kelancaran mobilitas masyarakat selama libur Natal dan Tahun Baru 2026 <strong>(**)</strong></p>
<p><strong>Editor: Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Polemik Lahan KDMP di Desa Girirejo Nganjuk, Kades Sebut Sesuai Prosedur</title>
<link>https://suarajatimpost.com/polemik-lahan-kdmp-di-desa-girirejo-nganjuk-kades-sebut-sesuai-prosedur</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/polemik-lahan-kdmp-di-desa-girirejo-nganjuk-kades-sebut-sesuai-prosedur</guid>
<description><![CDATA[ Ia mengungkapkan, pihaknya berada di bawah tekanan administratif untuk segera melaporkan titik koordinat lahan kepada kementerian terkait. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202512/image_870x580_694e21a9707b2.webp" length="23706" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Fri, 26 Dec 2025 12:16:46 +0700</pubDate>
<dc:creator>Kuswanto</dc:creator>
<media:keywords>Kades Girirejo Eko Sumaryono, Gerai KDMP, KDMP, TK Pertiwi, caplok lahan, Musdessus, Koramil, Babinsa, Disdik, Nganjuk</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>NGANJUK, SJP</strong> — Kepala Desa (Kades) Girirejo, Eko Sumaryono, angkat bicara terkait tudingan adanya manuver birokrasi dalam alokasi lahan pembangunan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP). </p>
<p>Pemanfaatan aset desa di kawasan Taman Kanak-Kanak (TK) Pertiwi yang sempat memicu polemik tersebut diklaim telah melalui koordinasi lintas sektoral dan sesuai dengan pedoman nasional.</p>
<p>Dalam klarifikasi resmi yang disampaikan pada Jumat (26/12/2025), Eko menjelaskan bahwa penentuan lokasi tersebut merupakan respon cepat atas instruksi percepatan pembangunan gerai KDMP yang mensyaratkan penyediaan lahan strategis seluas 1.000 meter persegi.</p>
<p>Ia mengungkapkan, pihaknya berada di bawah tekanan administratif untuk segera melaporkan titik koordinat lahan kepada kementerian terkait. </p>
<p>Ia mengaku mendapatkan instruksi yang intens dari berbagai pihak, mulai dari tingkat Koramil hingga laporan yang harus diteruskan ke Kementerian Dalam Negeri dan Kementerian Koperasi.</p>
<p>"Saya diperintahkan menyiapkan lahan strategis yang sudah siap pakai. Babinsa bahkan kerap menanyakan kesiapan lahan tersebut. Karena ada perintah percepatan, saya instruksikan sekretaris desa untuk mengukur lahan kosong di area TK Pertiwi sebagai alternatif yang paling memungkinkan," ujar dia.</p>
<p>Terkait langkah pengukuran lahan yang dilakukan sebelum adanya sosialisasi kepada pengelola yayasan, Eko berdalih bahwa hal tersebut merupakan langkah teknis darurat. </p>
<p>"Perkara penyampaian kepada guru dan pendiri TK Pertiwi itu direncanakan menyusul. Fokus kami adalah validasi teknis luas lahan 20 x 60 meter sesuai permintaan pimpinan," tambahnya.</p>
<p>Pemerintah Desa Girirejo menegaskan bahwa seluruh tahapan, termasuk Musyawarah Desa Khusus (Musdessus), telah melibatkan Badan Permusyawaratan Desa (BPD), Babinsa, Bhabinkamtibmas, hingga Camat Bagor. </p>
<p>Eko menampik keras isu adanya konflik internal dengan pihak sekolah maupun pendiri yayasan.</p>
<p>"Tidak ada konflik internal. Penempatan di lokasi tersebut murni karena faktor kelayakan aset desa yang tersedia. Kami mendukung penuh program KDMP, namun tetap mengedepankan akuntabilitas administratif agar tidak muncul persoalan hukum di masa depan," tegasnya.</p>
<p>Di sisi lain, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Nganjuk, Puguh Harnoto, memberikan tanggapan dingin terkait rencana pencaplokan area pendidikan untuk kepentingan koperasi. </p>
<p>Saat dikonfirmasi, Puguh menyarankan agar Pemerintah Desa Girirejo mengevaluasi kembali pemanfaatan Tanah Kas Desa (TKD) lainnya.</p>
<p>"Harapannya, sama-sama berjalan, masih ada solusi lain terkait kas desa," ujar Puguh melalui pesan singkat.</p>
<p>Diberitakan sebelumnya, pembangunan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di Desa Girirejo, Kecamatan Bagor, Kabupaten Nganjuk, menuai polemik. Pasalnya, pembangunan tersebut dilakukan di area TK Pertiwi Girirejo dan mendapat penolakan dari pihak guru.</p>
<p>Salah seorang guru berinisial IM menyatakan keberatannya atas pembangunan KDMP di lokasi sekolah. Ia mengaku mewakili aspirasi para guru TK yang ingin tetap menempati bangunan tersebut.</p>
<p>Menurut IM, pembangunan taman sekolah baru saja rampung, dan pihaknya juga telah mengajukan usulan revitalisasi bangunan yang telah mendapat persetujuan (ACC) dari Dinas Pendidikan (Disdik), dengan rencana pelaksanaan sekitar Agustus 2026.</p>
<p>"Pembangunan KDMP ini lebih dulu dilakukan dibanding usulan revitalisasi sekolah. Ini menjadi PR besar, karena program KDMP adalah program nasional. Tapi apakah tidak ada tempat lain? Padahal di dekat lokasi itu ada aset desa yang terbengkalai," ujar tenaga pendidik sekaligus warga setempat ini. </p>
<p>Ia mengaku telah mengusulkan alternatif lokasi kepada pihak desa, namun tidak mendapat respons. Bahkan, menurutnya, pihak desa langsung melakukan pengukuran lahan tanpa ada komunikasi lebih lanjut.</p>
<p>Pernah saya usulkan, tapi tidak direspons. Saya mewakili guru-guru TK Pertiwi Girirejo menyatakan keberatan," tutur IM sambil meneteskan air mata saat ditemui di dekat rumahnya, Kamis (25/12/2025).</p>
<p>IM menegaskan akan tetap bertahan dan siap menempuh jalur gugatan apabila pembangunan KDMP di area TK Pertiwi tetap dilanjutkan. Ia juga menyebut bahwa meskipun sebelumnya petugas Polsus dan pamong desa telah melakukan pengecekan lokasi, para guru TK Pertiwi tetap solid mendukung sikapnya.</p>
<p>"Saya sudah berupaya berkomunikasi, namun tidak ada respons dari pihak desa. Saya akan tetap bertahan. Masih ada lahan alternatif. Pak Kades tidak pernah komunikasi, langsung memerintahkan Sekdes untuk mengukur lokasi," tegas IM. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Guru TK di Nganjuk Tolak Lokasi Pembangunan Koperasi Desa Merah Putih</title>
<link>https://suarajatimpost.com/guru-tk-di-nganjuk-tolak-lokasi-pembangunan-koperasi-desa-merah-putih</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/guru-tk-di-nganjuk-tolak-lokasi-pembangunan-koperasi-desa-merah-putih</guid>
<description><![CDATA[ Penolakan muncul terhadap pembangunan Koperasi Desa Merah Putih di Girirejo, Nganjuk. Guru TK meminta lokasi alternatif karena sekolah masih aktif dan menunggu revitalisasi. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202512/image_870x580_694d423c6318b.webp" length="50542" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 25 Dec 2025 21:20:08 +0700</pubDate>
<dc:creator>Kuswanto</dc:creator>
<media:keywords>KDMP, TK Pertiwi, tolak pembangunan KDMP, guru TK, Kades Girirejo, Polemik pembangunan, Kecamatan Bagor, Nganjuk</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>NGANJUK, SJP –</strong> Pembangunan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di Desa Girirejo, Kecamatan Bagor, Kabupaten Nganjuk, menuai polemik. Pasalnya, pembangunan tersebut dilakukan di area TK Pertiwi Girirejo dan mendapat penolakan dari pihak guru.</p>
<p>Salah seorang guru TK Pertiwi Girirejo berinisial IM, yang juga warga setempat, menyatakan keberatannya atas pembangunan KDMP di lokasi sekolah. Ia mengaku mewakili aspirasi para guru TK yang ingin tetap menempati bangunan tersebut.</p>
<p>Menurut IM, pembangunan taman sekolah baru saja rampung, dan pihaknya juga telah mengajukan usulan revitalisasi bangunan yang telah mendapat persetujuan (ACC) dari Dinas Pendidikan (Disdik), dengan rencana pelaksanaan sekitar Agustus 2026.</p>
<p>“Pembangunan KDMP ini lebih dulu dilakukan dibanding usulan revitalisasi sekolah. Ini menjadi PR besar, karena program KDMP adalah program nasional. Tapi apakah tidak ada tempat lain? Padahal di dekat lokasi itu ada aset desa yang terbengkalai,” ujar IM, Kamis (25/12/2025).</p>
<p>Ia mengaku telah mengusulkan alternatif lokasi kepada pihak desa, namun tidak mendapat respons. Bahkan, menurutnya, pihak desa langsung melakukan pengukuran lahan tanpa ada komunikasi lebih lanjut.</p>
<p>“Pernah saya usulkan, tapi tidak direspons. Saya mewakili guru-guru TK Pertiwi Girirejo menyatakan keberatan,” tutur IM sambil meneteskan air mata saat ditemui di dekat rumahnya, Kamis (25/12/2025).</p>
<p>IM menegaskan akan tetap bertahan dan siap menempuh jalur gugatan apabila pembangunan KDMP di area TK Pertiwi tetap dilanjutkan. Ia juga menyebut bahwa meskipun sebelumnya petugas Polsus dan pamong desa telah melakukan pengecekan lokasi, para guru TK Pertiwi tetap solid mendukung sikapnya.</p>
<p>“Saya sudah berupaya berkomunikasi, namun tidak ada respons dari pihak desa. Saya akan tetap bertahan. Masih ada lahan alternatif. Pak Kades tidak pernah komunikasi, langsung memerintahkan Sekdes untuk mengukur lokasi,” tegas IM.</p>
<p>Menanggapi hal tersebut, Kepala Desa Girirejo, Eko, menyatakan, pembangunan KDMP telah sesuai prosedur dan tidak ada permasalahan.</p>
<p>“Sudah tidak ada persoalan. Saya ini mantan polisi dan mantan intelijen, jadi paham aturan,” tegas Eko saat ditemui awak media di Balai Desa Girirejo, didampingi Kamituwo, Sekretaris Desa, dan Ketua Komite Yayasan TK Pertiwi.</p>
<p>Eko mengakui adanya kesalahpahaman terkait lokasi pembangunan. Namun ia menegaskan bahwa KDMP merupakan program nasional yang harus tetap dijalankan.</p>
<p>“Kalau ada warga yang tidak senang, saya paham. Program ini mau tidak mau harus kita laksanakan. Memang ada miskomunikasi terkait relokasi, karena rencana itu belum saya sampaikan,” jelasnya.</p>
<p>Ia menambahkan, sejak awal sebenarnya telah disiapkan lokasi alternatif untuk pembangunan KDMP, dan ke depan pihaknya berencana memindahkan lokasi pembangunan ke area Balai Desa.</p>
<p>Sementara itu, hasil penelusuran di lapangan menunjukkan bahwa aspirasi guru-guru TK Pertiwi Girirejo secara resmi diwakili oleh IM. Ia menegaskan bahwa pihaknya tidak menolak program Koperasi Desa Merah Putih, namun menolak jika pembangunan dilakukan di area sekolah.</p>
<p>“Kami tidak menolak koperasi, tapi lokasinya jangan di TK Pertiwi. Masih ada aset desa lain yang terbengkalai,” tegasnya.</p>
<p>Perwakilan TK Pertiwi Girirejo pun secara tegas menyatakan penolakan terhadap pembangunan Gedung Koperasi Desa Merah Putih di area sekolah tersebut. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor: Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Pastikan Stok dan Harga Sembako Jelang Nataru Aman, Polres Gandeng Forkopimda Sidak Pasar</title>
<link>https://suarajatimpost.com/pastikan-stok-dan-harga-sembako-jelang-nataru-aman-polres-gandeng-forkopimda-sidak-pasar</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/pastikan-stok-dan-harga-sembako-jelang-nataru-aman-polres-gandeng-forkopimda-sidak-pasar</guid>
<description><![CDATA[ stabilitas harga kebutuhan pokok menjelang perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru) dalam kondisi aman dan terkendali ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202512/image_870x580_694bfaa4e09d1.webp" length="41742" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 24 Dec 2025 22:25:44 +0700</pubDate>
<dc:creator>Kuswanto</dc:creator>
<media:keywords>Stok harga sembako, Sidak, Forkopimda, Polres Nganjuk, Jelang Nataru, Pasar Wage, Nganjuk</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>NGANJUK, SJP –</strong> Pemerintah Kabupaten Nganjuk memastikan ketersediaan serta stabilitas harga kebutuhan pokok menjelang perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru) dalam kondisi aman dan terkendali. Kepastian tersebut diperoleh setelah Polres Gandeng Forkopimda melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah titik strategis, Rabu (24/12/2025).</p>
<p>Sidak dipimpin langsung Kapolres Nganjuk AKBP Henri Noveri Santoso bersama unsur Forkopimda, jajaran kepala organisasi perangkat daerah (OPD), serta serta mengantisipasi praktik penimbunan bahan kebutuhan pokok menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Natal 2025 dan Tahun Baru 2026</p>
<p>Kapolres Nganjuk AKBP Henri Noveri Santoso, menegaskan hasil pemantauan dilapangan menyampaikan bahwa sidak dilakukan untuk memberikan rasa aman dan kepastian kepada masyarakat terkait harga dan stok sembako.</p>
<p>“Kami ingin memastikan harga kebutuhan pokok tetap stabil dan stok tersedia. Polres Nganjuk bersama Forkopimda berkomitmen mencegah adanya praktik penimbunan yang dapat merugikan masyarakat,” tegasnya.</p>
<p>Kapolres menambahkan, pengawasan akan terus dilakukan secara berkelanjutan, termasuk penindakan tegas apabila ditemukan pelanggaran hukum terkait distribusi bahan pokok. Hal ini sebagai bentuk perlindungan negara terhadap hak-hak konsumen.</p>
<p>Adapun lokasi sidak meliputi Pasar Wage Nganjuk, Prima Swalayan, Pasar Sukomoro, serta Distributor Sembako CV. Sami Mulyo. Dari hasil pemantauan, harga dan ketersediaan sembako terpantau relatif stabil, dengan pasokan yang masih mencukupi kebutuhan masyarakat.</p>
<p>Melalui kegiatan ini, diharapkan stabilisasi harga dan ketersediaan sembako dapat terus terjaga sehingga masyarakat dapat merayakan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 dengan aman dan nyaman. Polres Nganjuk juga mengimbau para pelaku usaha untuk tidak melakukan praktik penimbunan serta tetap mematuhi ketentuan yang berlaku.<strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Peringati Hari Ibu ke&amp;97, Wakapolres Nganjuk Hadiri Upacara Bersama Forkopimda</title>
<link>https://suarajatimpost.com/peringati-hari-ibu-ke-97-wakapolres-nganjuk-hadiri-upacara-bersama-forkopimda</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/peringati-hari-ibu-ke-97-wakapolres-nganjuk-hadiri-upacara-bersama-forkopimda</guid>
<description><![CDATA[ Upacara peringatan Hari Ibu tahun ini mengusung tema “Perempuan Berdaya dan Berkarya, Menuju Indonesia Emas 2045”, yang menjadi refleksi bersama akan pentingnya peran strategis perempuan dalam membangun ketahanan keluarga ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202512/image_870x580_694aab0005eac.webp" length="63902" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Tue, 23 Dec 2025 22:28:17 +0700</pubDate>
<dc:creator>Kuswanto</dc:creator>
<media:keywords>Peringatan hari ibu, Forkopimda, hari ibu, peran perempuan, Pemkab Nganjuk, Nganjuk</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>NGANJUK, SJP - </strong>Wakil Kepala Kepolisian Resor Nganjuk Kompol Andria Diana Putra menghadiri upacara bendera bersama Forkopimda Kabupaten Nganjuk dalam rangka memperingati Hari Ibu ke-97 Tahun 2025, yang digelar di Pendopo Kabupaten Nganjuk dengan Inspektur Upacara Bupati Nganjuk, Selasa (23/12/2025).</p>
<p>Upacara peringatan Hari Ibu tahun ini mengusung tema “Perempuan Berdaya dan Berkarya, Menuju Indonesia Emas 2045”, yang menjadi refleksi bersama akan pentingnya peran strategis perempuan dalam membangun ketahanan keluarga, kemajuan masyarakat, serta masa depan bangsa.</p>
<p>Ditemui seusai upacara, Kapolres Nganjuk melalui Wakapolres Nganjuk Kompol Andria Diana Putra menyampaikan bahwa peringatan Hari Ibu merupakan momentum reflektif untuk mengapresiasi dedikasi dan kontribusi perempuan di berbagai bidang kehidupan.</p>
<p>“Perempuan memiliki peran yang sangat strategis, baik sebagai ibu dalam keluarga maupun sebagai agen perubahan di masyarakat. Melalui peringatan Hari Ibu ini, kita diajak untuk terus memberikan ruang, kesempatan, dan dukungan agar perempuan semakin berdaya dan berkarya,” ujar Kompol Andria.</p>
<p>Ia menambahkan, Polres Nganjuk berkomitmen mendukung upaya pemberdayaan perempuan, termasuk dalam menciptakan lingkungan yang aman, inklusif, serta bebas dari kekerasan dan diskriminasi, sebagai bagian dari pembangunan sumber daya manusia menuju Indonesia Emas 2045.</p>
<p>Upacara berlangsung khidmat dan diikuti oleh jajaran Forkopimda, kepala OPD, TNI-Polri, organisasi perempuan, serta tamu undangan lainnya, dengan rangkaian kegiatan yang menekankan nilai penghormatan dan keteladanan perempuan Indonesia.</p>
<p>Melalui peringatan Hari Ibu ke-97 ini, diharapkan semangat kesetaraan, kolaborasi, dan penghargaan terhadap peran perempuan terus tumbuh, seiring cita-cita bersama mewujudkan bangsa Indonesia yang maju, adil, dan berkelanjutan. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Kasus Dugaan Penipuan Rp155 Juta di Nganjuk Berujung Damai</title>
<link>https://suarajatimpost.com/kasus-dugaan-penipuan-rp155-juta-di-nganjuk-berujung-damai</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/kasus-dugaan-penipuan-rp155-juta-di-nganjuk-berujung-damai</guid>
<description><![CDATA[ Kasus dugaan penipuan dengan kerugian Rp155 juta di Nganjuk yang melibatkan pengusaha koperasi Ayup Palindo Hutasoib berakhir damai setelah dilakukan mediasi dan laporan dicabut. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202512/image_870x580_694aa9545234c.webp" length="19086" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Tue, 23 Dec 2025 21:47:50 +0700</pubDate>
<dc:creator>Kuswanto</dc:creator>
<media:keywords>Dugaan penipuan, warga kedungsuko, laporan dicabut, damai, dijanjikan dia bulan, Polres Nganjuk, Nganjuk</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p data-start="180" data-end="466"><strong data-start="180" data-end="196">NGANJUK, SJP</strong> – Dugaan kasus penipuan yang menyeret Ayup Palindo Hutasoib, seorang pengusaha koperasi, berujung damai. Kasus tersebut sebelumnya dilaporkan dengan tudingan penipuan bermodus janji dapat meringankan hukuman anak pelapor hingga menyebabkan kerugian mencapai Rp155 juta.</p>
<p data-start="468" data-end="667">Laporan itu tercatat di Polres Nganjuk dengan nomor STTLPM/323/SATRESKRIM/XII/2025/SPKT. Namun, laporan tersebut akhirnya dicabut oleh pelapor, Muhari (63), warga Desa Kedungsoko, Kecamatan Sukomoro.</p>
<p data-start="669" data-end="878">Muhari mengungkapkan, proses perdamaian dilakukan setelah pihak Ayup Palindo Hutasoib melalui kuasa hukumnya mendatangi rumahnya untuk melakukan mediasi. Pertemuan tersebut berlangsung pada Senin (22/12/2025).</p>
<p data-start="880" data-end="995">"Datang kerumah saya, utusan pengacara dari surabaya untuk mediasi damai," ucap Muhari saat ditemui di kediamannya.</p>
<p data-start="997" data-end="1163">Terkait isi surat perjanjian perdamaian, Muhari menyebut terdapat kesepakatan tenggat waktu pelunasan selama dua bulan. Namun, ia enggan menunjukkan dokumen tersebut.</p>
<p data-start="1165" data-end="1280">"Sudah damai, surat dibawa anakku, dijanjikan 2 bulan," ucap Muhari dengan nada kebingungan, Selasa (23/12/2025).</p>
<p data-start="1282" data-end="1440">Sementara itu, kuasa hukum Ayup Palindo Hutasoib, Impi Yusnandar, membenarkan bahwa persoalan tersebut telah diselesaikan secara damai oleh kedua belah pihak.</p>
<p data-start="1442" data-end="1532">"Sudah selesai, dan damai," ujar Impi Yusnandar saat dihubungi melalui sambungan WhatsApp.</p>
<p data-start="1534" data-end="1697">Terkait proses pencabutan laporan yang tidak dilakukan langsung di Polres Nganjuk, Impi menjelaskan hal itu telah disampaikan secara resmi kepada Kapolres Nganjuk.</p>
<p data-start="1699" data-end="1791">"Karena sudah ada kuasa hukumnya, kita sampaikan langsung ke Kapolres," kata Impi Yusnandar. <strong>(*)</strong></p>
<p data-start="1699" data-end="1791"><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Usai Disidak Bupati, RSD Kertosono Targetkan Reformasi Pelayanan dan Penambahan Dokter Spesialis pada 2026</title>
<link>https://suarajatimpost.com/usai-disidak-bupati-rsd-kertosono-targetkan-reformasi-pelayanan-dan-penambahan-dokter-spesialis-pada-2026</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/usai-disidak-bupati-rsd-kertosono-targetkan-reformasi-pelayanan-dan-penambahan-dokter-spesialis-pada-2026</guid>
<description><![CDATA[ Langkah ini diambil menyusul inspeksi mendadak (sidak) yang dilakukan Bupati Nganjuk, Marhaen Djumadi, pada awal Desember lalu terkait laporan meninggalnya pasien BPJS di rumah sakit tersebut. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202512/image_870x580_694a3a250a83c.webp" length="46922" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Tue, 23 Dec 2025 14:00:00 +0700</pubDate>
<dc:creator>Kuswanto</dc:creator>
<media:keywords>RSD Kertosono, pelayanan, duta kesehatan, perfom kinerja, inovasi, pasca sidak bupati, pasien, Kertosono, Nganjuk</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>NGANJUK, SJP</strong> — Manajemen Rumah Sakit Daerah (RSD) Kertosono berkomitmen melakukan perombakan besar-besaran terhadap kualitas pelayanan kesehatan. </p>
<p>Langkah ini diambil menyusul inspeksi mendadak (sidak) yang dilakukan Bupati Nganjuk, Marhaen Djumadi, pada awal Desember lalu terkait laporan meninggalnya pasien BPJS di rumah sakit tersebut.</p>
<p>Kepala Bidang Penunjang Pelayanan RSD Kertosono, Yudi Arifin, menegaskan bahwa pihaknya saat ini tengah menjalankan instruksi kepala daerah untuk meningkatkan performa kinerja dan inovasi layanan agar tidak stagnan.</p>
<p>"Sejak kunjungan Bupati dan Wakil Bupati tiga minggu lalu, kami terus berbenah. Fokus utama kami adalah mengubah pola kerja agar tidak begitu-begitu saja dan lebih responsif terhadap kebutuhan pasien," ujar Yudi saat dikonfirmasi di ruang kerjanya, Selasa (23/12/2025).</p>
<p>Salah satu perubahan signifikan yang mulai diimplementasikan adalah penguraian antrean obat dan pendaftaran. </p>
<p>Guna menjembatani kendala digitalisasi, RSD Kertosono meluncurkan program Duta Pelayanan.</p>
<p>Yudi menjelaskan, kehadiran Duta Pelayanan bertujuan membantu pasien yang belum fasih menggunakan teknologi (IT). </p>
<p>Hal ini berkaitan dengan tuntutan BPJS Kesehatan yang mewajibkan penggunaan aplikasi Mobile JKN dalam prosedur pelayanan.</p>
<p>"Kami menghadapi realitas bahwa tidak semua SDM dan pasien memahami IT. Sementara itu, mitra kami (BPJS) menuntut penggunaan Mobile JKN. Duta Pelayanan hadir sebagai solusi untuk mendampingi pasien yang mengalami kesulitan teknis agar proses administrasi tidak menjadi penghambat," tambahnya.</p>
<p>Meski pelayanan rawat jalan dan farmasi mulai membaik, manajemen mengakui masih memiliki sejumlah Pekerjaan Rumah (PR) besar yang baru bisa direalisasikan sepenuhnya pada tahun anggaran 2026. Fokus utamanya adalah pemenuhan kebutuhan dokter spesialis yang selama ini masih kosong atau terbatas.</p>
<p>Adapun rencana penambahan tenaga medis dan fasilitas kesehatan tersebut meliputi pengisian dokter spesialis, meliputi spesialis urologi, rehabilitasi medik, jantung, dan penambahan kuota dokter spesialis penyakit dalam.</p>
<p>Selanjutnya, pengadaan mesin operasi katarak terkomputerisasi serta instrumen bedah katarak manual (non-fako) yang dijadwalkan beroperasi pada 2026 dan pengaktifan layanan spesialis Urologi dan Medik yang hingga saat ini belum tersedia bagi masyarakat.</p>
<p>"Kami sadar membalikkan telapak tangan untuk perubahan total itu tidak mudah. Namun, dengan komitmen pengadaan alat medis baru dan penambahan dokter spesialis di tahun 2026, kami optimis dapat memberikan pelayanan prima kepada masyarakat Nganjuk," tutup Yudi. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Diduga Dianiaya Saat Tagih Mobil Gadai, Warga Nganjuk Lapor ke Polres</title>
<link>https://suarajatimpost.com/diduga-dianiaya-saat-tagih-mobil-gadai-warga-nganjuk-lapor-ke-polres</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/diduga-dianiaya-saat-tagih-mobil-gadai-warga-nganjuk-lapor-ke-polres</guid>
<description><![CDATA[ Seorang perempuan asal Nganjuk melapor ke Polres setempat usai diduga menjadi korban penganiayaan saat menanyakan kejelasan mobil Mitsubishi Xpander yang digadaikan kepadanya. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202512/image_870x580_69495847da8b0.webp" length="38304" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 22 Dec 2025 23:35:37 +0700</pubDate>
<dc:creator>Kuswanto</dc:creator>
<media:keywords>Penganiayaan, gadai mobil, wanita nganjuk, lapor polisi, Polres Nganjuk, Nganjuk</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p data-start="189" data-end="483"><strong data-start="189" data-end="205">NGANJUK, SJP</strong> – Seorang wanita asal Desa Jatirejo Kecamatan Loceret, Kabupaten Nganjuk, Ponco Sukarsih (57), melaporkan dugaan penganiayaan yang dialaminya ke Mapolres Nganjuk, Senin (22/12/2024) pagi. Dugaan penganiayaan tersebut terjadi saat korban bermaksud menanyakan kejelasan satu unit mobil yang digadaikan kepadanya.</p>
<p data-start="485" data-end="793">Kedatangan Ponco Sukarsih ke Polres Nganjuk untuk membuat laporan pengaduan terkait peristiwa yang terjadi ketika dirinya mendatangi rumah seorang perempuan bernama Devi di Desa Bagorkulon, Kecamatan Bagor. Kedatangan itu dilakukan untuk mencari keberadaan Sutioko alias Tokek, pada Kamis malam (11/12/2025).</p>
<p data-start="795" data-end="1073">Pelapor menyampaikan, kedatangannya ke rumah tersebut bertujuan meminta kejelasan terkait satu unit mobil Mitsubishi Xpander yang sebelumnya digadaikan oleh Sutioko kepadanya. Namun, situasi yang awalnya diharapkan dapat diselesaikan secara musyawarah justru berujung kericuhan.</p>
<p data-start="1075" data-end="1238">“Saat itu, dia (Devi) tiba-tiba marah dan menuduh saya sebagai simpanan Sutioko, kemudian mencakar wajah saya, padahal saya tidak kenal sama sekali dengan pria tersebut,” ungkapnya kepada media.</p>
<p data-start="1240" data-end="1380">Sementara itu, Kasatreskrim Polres Nganjuk, AKP Sukaca, saat dikonfirmasi membenarkan adanya laporan pengaduan dugaan penganiayaan tersebut.</p>
<p data-start="1382" data-end="1521">“Iya benar, jika melihat ada Surat Tanda Penerimaan Laporan (STPL), berarti ya memang ada pengaduan terkait hal tersebut,” kata Sukaca.<strong> (*)</strong></p>
<p data-start="1382" data-end="1521"><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Paguyuban SPPG Nganjuk Serahkan Donasi Rp77,5 Juta untuk Korban Bencana Sumut</title>
<link>https://suarajatimpost.com/paguyuban-sppg-nganjuk-serahkan-donasi-rp775-juta-untuk-korban-bencana-sumut</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/paguyuban-sppg-nganjuk-serahkan-donasi-rp775-juta-untuk-korban-bencana-sumut</guid>
<description><![CDATA[ Paguyuban SPPG Nganjuk menyalurkan donasi Rp77,5 juta kepada Kodim 0810 Nganjuk untuk korban bencana Sumatera Utara sebagai wujud kepedulian dan solidaritas kemanusiaan. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202512/image_870x580_69495272f3536.webp" length="34592" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 22 Dec 2025 22:50:58 +0700</pubDate>
<dc:creator>Kuswanto</dc:creator>
<media:keywords>Donasi kemanusiaan, SPPG, bantuan korban bencana, Dandim Nganjuk, bencana Sumatra, Rp 77, 5 juta, Nganjuk</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>NGANJUK, SJP -</strong> Komandan Kodim (Dandim) 0810 Nganjuk mendapat bantuan donasi sebesar Rp77,5 juta untuk korban bencana alam di Sumatera Utara. Penyerahan dilakukan secara langsung di Markas Kodim 0810 Nganjuk, pada Senin (22/12/2025).</p>
<p>Dalam Kesempatan itu, hadir Ketua DPC Partai Gerindra Nganjuk Jianto, Ketua Paguyuban SPPG Nganjuk Ahmad Choderi, Kasdim 0810 Nganjuk, perwakilan SPPG dan jajaran Kodim. </p>
<p>Donasi yang merupakan hasil penggalangan dana seluruh anggota Paguyuban SPPG se Kabupaten Nganjuk tersebut diserahkan oleh Ketua Paguyuban SPPG, Ahmad Choderi kepada Komandan Kodim (Dandim) 0810 Nganjuk, Letkol Arh M. Taufan Yudha Bakti.</p>
<p>“Bantuan ini lahir dari rasa empati dan kepedulian kami terhadap saudara-saudara kita yang sedang tertimpa musibah. Semoga bantuan ini dapat sedikit meringankan beban mereka dan memberikan harapan di tengah situasi sulit,” kata Ahmad Choderi. </p>
<p>Ia juga menegaskan, kepercayaan kepada Kodim sebagai penyalur bantuan didasari oleh keyakinan bahwa TNI memiliki jaringan, kredibilitas, dan pengalaman dalam penanganan bantuan kemanusiaan secara tepat sasaran.</p>
<p> Sementara itu, Dandim M. Taufan Yudha Bakti menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan. </p>
<p>“Kami mengapresiasi dan mengucapkan terima kasih atas kepedulian Paguyuban SPPG. Bantuan ini akan kami salurkan secara bertanggung jawab dan tepat sasaran kepada masyarakat yang benar-benar terdampak bencana di Sumatera Utara,” tegasnya.</p>
<p>Disinggung SPPG yang beroperasional di Nganjuk, Dandim mengatakan, sementara ini ada 94 SPPG, yang beroperasional ada 51 yang resmi dan kedepannya akan terus bertambah</p>
<p>Ia berharap aksi kemanusiaan ini tidak hanya menjadi bentuk bantuan materiil, tetapi juga mampu menumbuhkan semangat kebersamaan, persatuan, dan gotong royong antar anak bangsa dalam menghadapi bencana. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>
<p> </p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Dugaan Penipuan di Nganjuk Catut Nama Jaksa, Kasi Pidum Bantah Kenal Terlapor</title>
<link>https://suarajatimpost.com/dugaan-penipuan-di-nganjuk-catut-nama-jaksa-kasi-pidum-bantah-kenal-terlapor</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/dugaan-penipuan-di-nganjuk-catut-nama-jaksa-kasi-pidum-bantah-kenal-terlapor</guid>
<description><![CDATA[ Bagus menegaskan bahwa klaim kedekatan pelaku dengan pihak Kejaksaan Negeri Nganjuk adalah murni tindakan penipuan. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202512/image_870x580_6948ddb96b362.webp" length="32698" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 22 Dec 2025 14:00:00 +0700</pubDate>
<dc:creator>Kuswanto</dc:creator>
<media:keywords>Catut nama Kejaksaan, Kasi Pidum Kejaksaan Nganjuk Bagus Ayudo Priyo, Penipuan, Ayup Palindo Hutasoit, Nganjuk</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>NGANJUK, SJP</strong> — Kepala Seksi Tindak Pidana Umum (Kasi Pidum) Kejaksaan Negeri Nganjuk, Bagus Priyo Ayudo, membantah keras adanya keterlibatan institusinya dalam dugaan praktik lobi perkara yang menyeret nama pengusaha koperasi berinisial APH. </p>
<p>Bagus menegaskan bahwa klaim kedekatan pelaku dengan pihak Kejaksaan Negeri Nganjuk adalah murni tindakan penipuan.</p>
<p>"Saya tidak pernah mengenal orang bernama Ayub (inisial APH) yang dikaitkan dengan lobi apa pun di lingkup Kejaksaan. Pihak JPU maupun Kejaksaan tidak pernah bertemu atau menjanjikan bantuan hukum kepada yang bersangkutan," tegas Bagus saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon, Senin (22/12/2025).</p>
<p>Kasus ini mencuat setelah Muhari (63), warga Desa Kedungsoko, Kecamatan Sukomoro, resmi melaporkan seorang pengusaha koperasi berinisial APH ke Polres Nganjuk atas dugaan tindak pidana penipuan. </p>
<p>Korban mengaku telah menyerahkan uang sebesar Rp155 juta secara bertahap sejak Oktober 2025 dengan harapan hukuman anaknya dapat diringankan.</p>
<p>Berdasarkan keterangan korban, terlapor meyakinkannya dengan mencatut nama aparat penegak hukum. </p>
<p>"Dia (terlapor) mengatakan dekat dengan jaksa dan hakim. Saya orang awam, jadi saya percaya saja karena dia berjanji bisa menolong anak saya," ujar Muhari usai membuat laporan di SPKT Polres Nganjuk.</p>
<p>Muhari merinci aliran dana tersebut bermula dari setoran awal sebesar Rp60 juta pada Oktober 2025, disusul Rp80 juta beberapa hari kemudian, dan terakhir sebesar Rp15 juta. </p>
<p>Korban mengaku terperdaya oleh bujuk rayu dan sikap emosional pelaku yang sempat bersimpuh meyakinkannya.</p>
<p>Meski demikian, terlapor berinisial APH membantah tuduhan penipuan tersebut. Saat dikonfirmasi, ia berdalih bahwa uang senilai ratusan juta itu merupakan pinjaman pribadi atau hubungan utang piutang yang sah.</p>
<p>Ia menegaskan, hal itu murni utang piutang dan sudah ada kesepakatan pengembalian dana. </p>
<p>"Penipuan apa? Itu sebenarnya saya pinjam ke Muhari dan sudah ada mediasi. Kami melalui kuasa hukum sudah sepakat untuk mengembalikan dana tersebut karena itu murni utang piutang," kata APH dihubungi melalui pesan singkat.</p>
<p>Pihak kepolisian melalui Anggota SPKT Polres Nganjuk, Iptu Imam Syafii, membenarkan bahwa laporan korban telah teregister secara resmi dengan nomor STTLPM/323/SATRESKRIM/XII/2025/SPKT.</p>
<p>"Laporan pengaduan dari Bapak Muhari sudah kami terima. Saat ini kepolisian masih melakukan proses klarifikasi dan pengumpulan keterangan guna mendalami ada tidaknya unsur pidana dalam perkara ini," ujar Iptu Imam Syafii. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Korban Laporkan Pengusaha Koperasi ke Polres Nganjuk atas Dugaan Penipuan Rp155 Juta</title>
<link>https://suarajatimpost.com/korban-laporkan-pengusaha-koperasi-ke-polisi-atas-dugaan-penipuan-rp155-juta</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/korban-laporkan-pengusaha-koperasi-ke-polisi-atas-dugaan-penipuan-rp155-juta</guid>
<description><![CDATA[ Korban menuduh seorang pengusaha koperasi  menipunya dengan janji dapat meringankan hukuman anaknya, hingga menyebabkan kerugian mencapai Rp155 juta. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202512/image_870x580_69474628cf686.webp" length="32698" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sun, 21 Dec 2025 08:35:49 +0700</pubDate>
<dc:creator>Kuswanto</dc:creator>
<media:keywords>Penipuan, berkedok orang dekat APH, Pengusaha Koperasi, korban penipuan, uang loby, Rp 155 juta amblas, SPKT, Polres Nganjuk, Nganjuk</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>NGANJUK, SJP</strong> — Muhari (63), warga Desa Kedungsoko, Kecamatan Sukomoro, melaporkan dugaan tindak pidana penipuan ke Polres Nganjuk. Korban menuduh Ayup Palindo Hutasoib seorang pengusaha koperasi telah menipunya dengan janji dapat meringankan hukuman anaknya, hingga menyebabkan kerugian mencapai Rp155 juta.</p>
<p>Muhari menyampaikan laporan tersebut ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) pada Sabtu (20/12/2025). Ia menjelaskan penyerahan uang kepada terlapor berlangsung secara bertahap sejak Oktober 2025.</p>
<p>“Dari Rp155 juta. Beda-beda (nominalnya), awal menyerahkan uang di rumah saya di bulan Oktober 2025 Rp60 juta, berselang beberapa hari Rp80 juta. Dan terakhir Rp15 juta, total Rp155 juta,” ujar Muhari usai membuat laporan.</p>
<p>Korban mengaku mempercayai terlapor karena adanya hubungan emosional dan bujuk rayu yang dilakukan pelaku. Muhari menyebut dirinya tersentuh dengan sikap terlapor yang berusaha meyakinkannya.</p>
<p>“Ayup Palindo Hutasoib sempat menyembah di kaki saya dan merangkul serta mencium pipi dengan iba sampai saya terenyuh,” ungkapnya.</p>
<p>Selain itu, Muhari menyatakan terlapor mengklaim memiliki kedekatan dengan aparat penegak hukum, sehingga ia berharap anaknya dapat terbantu dalam proses hukum.</p>
<p>“Dia juga mengatakan dekat dengan jaksa dan hakim,” kata Muhari.<br>“Saya ini orang gak faham apa-apa, ya intinya anak saya bisa ditolong karena katanya punya kedekatan dengan jaksa dan hakim,” imbuhnya.</p>
<p>Muhari menegaskan penyerahan uang tersebut bukan hutang-piutang, melainkan karena janji bantuan hukum yang disampaikan terlapor. Merasa dirugikan, korban akhirnya menempuh jalur hukum dengan melaporkan peristiwa tersebut ke kepolisian.</p>
<p>Sementara itu,Ayup Palindo Hutasoib  membantah tudingan penipuan. Saat dikonfirmasi melalui sambungan WhatsApp, ia menyatakan persoalan tersebut merupakan hubungan hutang-piutang dan telah dimediasi melalui kuasa hukum.</p>
<p>“Penipuan apa, Bang? Itu sebenarnya saya pinjam ke Muhari dan sudah ada mediasi. Saya menggunakan kuasa hukum dan kita sudah sepakat untuk mengembalikan dana tersebut.Sudah ada kesepakatan, karena itu hutang piutang,” dalih APH.</p>
<p>Terpisah, kepolisian membenarkan penerimaan laporan korban. Anggota SPKT Polres Nganjuk Iptu Imam Syafii menyatakan laporan pengaduan tersebut telah teregister secara resmi.</p>
<p>“Sudah kami terima pengaduan dari Bapak Muhari,” ujar Imam Syafii.</p>
<p>Laporan tersebut tercatat dengan nomor STTLPM/323/SATRESKRIM/XII/2025/SPKT. Saat ini, korban menunggu tindak lanjut penyelidikan kepolisian, sementara aparat masih melakukan klarifikasi dan pengumpulan keterangan guna menentukan ada tidaknya unsur pidana dalam perkara dugaan penipuan tersebut.  (*)</p>
<p><strong>Editor : </strong>Danu S</p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Mahasiswa KKN UNESA Gandeng Pemdes Kampungbaru Gelar Sosisalisasi Bahaya Narkoba</title>
<link>https://suarajatimpost.com/mahasiswa-kkn-unesa-gandeng-pemdes-kampungbaru-gelar-sosisalisasi-bahaya-narkoba</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/mahasiswa-kkn-unesa-gandeng-pemdes-kampungbaru-gelar-sosisalisasi-bahaya-narkoba</guid>
<description><![CDATA[ Kegiatan ini merupakan salah satu program kerja dari mahasiswa KKN dalam bidang kesehatan yang dirancang dengan berbagai metode interaktif anatara peserta dan pemateri. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202512/image_870x580_69455a6286bb9.webp" length="64554" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Fri, 19 Dec 2025 22:46:23 +0700</pubDate>
<dc:creator>Kuswanto</dc:creator>
<media:keywords>Mahasiswa KKN, Sosialisasi Narkoba, Forpincam, UNESA, Desa Kampungbaru, Tanjunganom, Nganjuk</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p data-start="122" data-end="482"><strong data-start="122" data-end="138">NGANJUK, SJP</strong> – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Negeri Surabaya (UNESA) menggandeng Forum Pimpinan Kecamatan (Forpincam) Tanjunganom menggelar sosialisasi bahaya narkoba dan Program Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan, dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) di Desa Kampungbaru, Kecamatan Tanjunganom, Kabupaten Nganjuk, Jumat (19/12/2025).</p>
<p data-start="484" data-end="714">Kegiatan yang berlangsung di Pendopo Desa Kampungbaru tersebut diikuti puluhan peserta dengan antusias. Sosialisasi ini bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat, khususnya generasi muda, terhadap bahaya narkoba yang kian marak.</p>
<p data-start="716" data-end="1088">Sosialisasi tersebut merupakan salah satu program kerja mahasiswa KKN di bidang kesehatan yang dirancang dengan metode interaktif antara peserta dan pemateri. Selain itu, pemateri dari Polsek Warujayeng juga menyampaikan informasi terkait upaya pencegahan serta langkah yang harus dilakukan apabila menemukan keluarga maupun teman yang terindikasi menyalahgunakan narkoba.</p>
<p data-start="1090" data-end="1230">Kepala Desa Kampungbaru, Susilo Dwi Prasetyo, menegaskan pentingnya peran bersama dalam mencegah peredaran narkoba di lingkungan masyarakat.</p>
<p data-start="1232" data-end="1393">“Jangan sampai ada narkoba di Desa Kampungbaru. Narkoba sangat berbahaya dan tidak memberikan manfaat apa pun, justru merusak masa depan generasi muda,” ujarnya.</p>
<p data-start="1395" data-end="1532">Senada, Camat Tanjunganom, Johansyah Setiawan, menyampaikan bahwa edukasi tentang bahaya narkoba sangat dibutuhkan masyarakat sejak dini.</p>
<p data-start="1534" data-end="1712">“Melalui kegiatan ini, kami berharap masyarakat semakin sadar akan bahaya narkoba dan tergerak untuk berperan aktif dalam pencegahan peredarannya di lingkungan sekitar,” katanya.</p>
<p data-start="1714" data-end="1943">Sementara itu, Kanit Binmas Polsek Warujayeng, Iptu Mualim, menjelaskan bahwa narkoba merupakan zat atau obat yang berasal dari tanaman maupun non-tanaman yang dapat menimbulkan ketergantungan serta dilarang untuk disalahgunakan.</p>
<p data-start="1945" data-end="2148">“Kami mengimbau seluruh masyarakat agar menjauhi narkoba. Selain merugikan diri sendiri dan keluarga, penyalahgunaan narkoba juga melanggar hukum dengan ancaman sanksi pidana yang berat,” pungkasnya. <strong>(*)</strong></p>
<p data-start="2150" data-end="2174"><strong data-start="2150" data-end="2174">Editor: Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Rekronstruksi Kasus Pembunuhan Istri dan Anak Polisi Digelar, Peragakan 59 Adegan</title>
<link>https://suarajatimpost.com/rekronstruksi-kasus-pembunuhan-istri-dan-anak-polisi-digelar-peragakan-59-adegan</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/rekronstruksi-kasus-pembunuhan-istri-dan-anak-polisi-digelar-peragakan-59-adegan</guid>
<description><![CDATA[ Tersangka dalam kasus pembunuhan ini didatangkan untuk menjalani 59 adegan yang diperagakan. Pelaku DS, warga Desa Jogomerto, Kecamatan Tanjunganom dikawal dengan pengamanan ketat aparat kepolisian. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202512/image_870x580_6945264591beb.webp" length="33796" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Fri, 19 Dec 2025 18:28:40 +0700</pubDate>
<dc:creator>Kuswanto</dc:creator>
<media:keywords>Rekontruksi, 59 adegan, istri dan anak polisi, Polres Nganjuk, cemburu, Nganjuk</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>NGANJUK, SJP - </strong>Polres Nganjuk menggelar rekonstruksi adegan pembunuhan terhadap Elvi Nurhayati (41) dan Ellinda Jeza Ika (22) di sebuah rumah kos Jalan Monginsidi, Kelurahan Payaman, Kecamatan Kota Nganjuk itu kembali didalami lebih lanjut.</p>
<p>Tersangka dalam kasus pembunuhan ini didatangkan untuk menjalani 59 adegan yang diperagakan. Pelaku DS, warga Desa Jogomerto, Kecamatan Tanjunganom dikawal dengan pengamanan ketat aparat kepolisian.</p>
<p>Dari rekonstruksi terungkap, pembunuhan dilatarbelakangi rasa sakit hati dan cemburu. Pelaku tidak terima korban berencana kembali kepada suaminya. Amarah pelaku semakin memuncak setelah mengetahui korban masih menjalin komunikasi dengan pria lain melalui pesan WhatsApp.</p>
<p>Pelaku diketahui telah menyiapkan aksinya. Pada Jumat, 21 November 2025, DS membeli sebilah pisau dapur di Pasar Warujayeng. Senjata tersebut kemudian digunakan untuk menghabisi dua korban dan melukai satu korban lainnya.</p>
<p>Korban Elvi Nurhayati tewas dengan 40 luka tusukan, sementara Ellinda Jeza Ika meninggal akibat 29 tusukan. Seorang anak korban berinisial ED selamat meski menderita 18 luka tusukan.</p>
<p>Usai melakukan pembunuhan, pelaku membuang pisau ke sungai di belakang rumah kos korban, diduga untuk menghilangkan barang bukti.</p>
<p>Kasat Reskrim Polres Nganjuk AKP Sukaca menegaskan, pelaku dijerat dengan pasal pembunuhan berencana.</p>
<p>“Ancaman hukumannya penjara seumur hidup atau maksimal 20 tahun penjara,” tegasnya. Jumat (19/12/2025).</p>
<p>Sementara itu, pendamping hukum pelaku, Sandi Puguh Irawan, mengungkapkan bahwa pelaku dan korban telah menjalin hubungan asmara selama dua tahun. Meski sempat berdamai, emosi pelaku kembali meledak karena korban masih menerima pesan dari pria lain.</p>
<p>Rekonstruksi ini menjadi bukti kuat atas unsur perencanaan dalam kasus pembunuhan berencana yang menewaskan dua orang dan melukai satu korban lainnya. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Dinas Pendidikan Nganjuk Perketat Pengawasan Pasca Penarikan 2.500 Porsi MBG Tak Layak</title>
<link>https://suarajatimpost.com/dinas-pendidikan-nganjuk-perketat-pengawasan-pasca-penarikan-2500-porsi-mbg-tak-layak</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/dinas-pendidikan-nganjuk-perketat-pengawasan-pasca-penarikan-2500-porsi-mbg-tak-layak</guid>
<description><![CDATA[ Langkah preventif yang diambil ini diharapkan mampu memulihkan kepercayaan orang tua siswa terhadap program nasional Makanan Bergizi Gratis (MBG) pasca-kejadian viral di Tanjunganom. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202512/image_870x580_694501dc96ee2.webp" length="59340" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Fri, 19 Dec 2025 16:00:04 +0700</pubDate>
<dc:creator>Kuswanto</dc:creator>
<media:keywords>Makan gratis bergizi, MBG, Antisipasi keracunan, Disdik Nganjuk, Kepala Sekolah, SD, SMP, Korwil, Nganjuk</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>NGANJUK, SJP</strong> — Dinas Pendidikan (Dindik) Kabupaten Nganjuk melakukan langkah mitigasi besar-besaran terhadap program Makanan Bergizi Gratis (MBG) menyusul temuan dugaan kelalaian pada Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Desa Kampungbaru, Kecamatan Tanjunganom. Langkah ini diambil untuk menjamin keamanan pangan bagi ribuan siswa di wilayah tersebut.</p>
<p>Kepala Bidang (Kabid) Sekolah Menengah Pertama (SMP) Dinas Pendidikan Kabupaten Nganjuk, Munawir, mengatakan akan segera mengonsolidasikan 606 Kepala SD dan 91 Kepala SMP guna memperketat sistem filtrasi distribusi makanan. </p>
<p>Hal ini merespons insiden penarikan mendadak 2.500 porsi makanan pada Senin (15/12/2025) lalu yang terindikasi tidak layak konsumsi.</p>
<p>"Kami instruksikan guru dan kepala sekolah menjadi filter utama. Sesuai arahan Kemendikdasmen, pihak sekolah wajib melakukan pengecekan fisik menu sebelum dibagikan. Jangan sampai ada masalah keamanan pangan saat anak-anak mengonsumsi MBG," tegas Munawir saat ditemui di ruang kerjanya, Jumat (19/12/2025).</p>
<p>Di sisi lain, Dindik Nganjuk juga mulai mengevaluasi aspirasi sekolah terkait variasi menu agar gizi yang diterima siswa lebih beragam dan tidak membosankan.</p>
<p>Langkah preventif yang diambil ini diharapkan mampu memulihkan kepercayaan orang tua siswa terhadap program nasional Makanan Bergizi Gratis pasca-kejadian viral di Tanjunganom.</p>
<p>"Kami berkomitmen memastikan makanan dari dapur MBG selalu dalam kondisi prima. Gizi yang baik adalah kunci meningkatnya fokus belajar anak-anak. Kami pastikan Nganjuk akan tertib secara administrasi maupun operasional," pungkas Munawir.</p>
<p>Sebelumnya, hasil investigasi Satuan Tugas (Satgas) MBG Kabupaten Nganjuk mengungkap bahwa insiden penarikan ribuan porsi makanan tersebut dipicu oleh kegagalan prosedur pemeliharaan bahan baku (<em>maintenance</em>) di SPPG Dusun Takat. </p>
<p>Wakil Ketua Satgas MBG Nganjuk, Yudhi Ernanto, membenarkan adanya ikan lele yang bermasalah dalam menu tersebut.</p>
<p>"Ditemukan proses penyimpanan yang salah. Ikan lele tidak segera dipindahkan ke lemari pendingin sehingga cepat membusuk sebelum dimasak. Beruntung, menu tersebut segera ditarik dari sembilan sekolah sebelum sempat dikonsumsi siswa," ungkap Yudhi.</p>
<p>Meski terjadi kelalaian dalam aspek supervisi dan ketiadaan pengecekan oleh ahli gizi di lokasi, Satgas sejauh ini hanya memberikan peringatan lisan dan warning kepada pihak SPPG. </p>
<p>Yudhi menilai kejadian tersebut tidak mengandung unsur kesengajaan, namun murni akibat kegagalan operasional teknis.</p>
<p>Terkait insiden ini, Satgas kini memperluas fokus penyelidikan pada pemenuhan Standar Operasional Prosedur (SOP), termasuk kepemilikan Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) oleh penyedia layanan gizi. Hal ini dilakukan untuk mencegah terulangnya kejadian serupa yang dapat membahayakan kesehatan publik.</p>
<p>"Sudah kami tegaskan kepada ahli gizi dan supervisi, kasus seperti ini supaya berhati-hati, jangan sampai terulang kembali," pungkasnya. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Polres Nganjuk Gelar Rakor Lintas Sektor Jelang Operasi Lilin Semeru 2026</title>
<link>https://suarajatimpost.com/polres-nganjuk-gelar-rakor-lintas-sektor-jelang-operasi-lilin-semeru-2026</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/polres-nganjuk-gelar-rakor-lintas-sektor-jelang-operasi-lilin-semeru-2026</guid>
<description><![CDATA[ Rapat Koordinasi (Rakor) lintas sektoral. Serupa dengan sebelumnya, rakor kali ini untuk mempersiapkan Operasi Lilin Semeru 2025. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202512/image_870x580_69440b4010435.webp" length="29008" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 18 Dec 2025 22:00:39 +0700</pubDate>
<dc:creator>Kuswanto</dc:creator>
<media:keywords>rakor lintas sektor, Operasi lilin semeru 2025, Nataru 2025, Polres Nganjuk, tahun baru 2026</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>NGANJUK, SJP - </strong>Polres Nganjuk kembali menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) lintas sektoral. Serupa dengan sebelumnya, rakor kali ini untuk mempersiapkan Operasi Lilin Semeru 2025.</p>
<p>Kapolres Nganjuk AKBP Henri Novel Santoso mengatakan rakor tersebut digelar untuk memastikan keamanan dan kenyamanan masyarakat selama perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026.</p>
<p>Menurutnya, Nganjuk menekankan pentingnya memaksimalkan pelayanan kepada masyarakat selama perayaan Natal dan Tahun Baru, serta memperkuat sinergisitas dan kolaborasi antarinstansi terkait.</p>
<p>“Polres Nganjuk berkomitmen memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat selama Nataru. Sinergi dan kolaborasi seluruh stakeholder menjadi kunci agar pengamanan berjalan optimal, aman, dan lancar,” tegas AKBP Henri dalam keterangannya, Kamis (18/12/2025).</p>
<p>Henri menegaskan kunci keberhasilan Operasi Lilin Semeru adalah penguatan koordinasi, komunikasi, dan kolaborasi lintas sektor.</p>
<p>Sementara itu, Kabag Ops Polres Nganjuk AKP Ondik Andrianto membeberkan kesiapan operasional yang telah dan sedang dilakukan jajaran. Mulai dari kegiatan awal berupa ramcheck armada angkutan umum, tes urin serta cek kesehatan driver dan crew, hingga percepatan pembangunan pos pengamanan dan pos pelayanan yang saat ini dikebut oleh satuan yang dikedepankan.</p>
<p>“Kegiatan pendahuluan sudah kami laksanakan sebagai langkah preventif. Pembangunan pospam dan posyan terus dipercepat agar siap digunakan saat puncak arus Nataru,” jelasnya.</p>
<p>Rakor ini menjadi forum pemantapan kesiapan pengamanan terpadu lintas instansi, sekaligus menyamakan persepsi terkait langkah preventif dan pelayanan publik selama momentum libur Nataru, dengan mengedepankan keselamatan, keamanan, dan kenyamanan masyarakat. </p>
<p>Rakor eksternal Ops Lilin Semeru 2025 ini diikuti oleh Satpol PP, Jasa Raharja, KAI, Dinas Kesehatan, BPBD, PLN, Telkom, Kepala Terminal, PJR, Kapolres Nganjuk, Wakapolres Nganjuk, para Pejabat Utama Polres Nganjuk, Kapolsek jajaran, RS Bhayangkara, Kodim, PM, serta unsur Pemerintah Daerah.</p>
<p>Melalui rakor ini, diharapkan seluruh instansi terkait dapat bergerak selaras dalam mendukung Operasi Lilin Semeru 2025, sehingga stabilitas kamtibmas dan kelancaran lalu lintas di Kabupaten Nganjuk tetap terjaga selama libur Natal dan Tahun Baru. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Polisi Nganjuk Gandeng Kominfo dan Damkar Atasi Penyebaran Berita Hoaks</title>
<link>https://suarajatimpost.com/polisi-nganjuk-gandeng-kominfo-dan-damkar-atasi-penyebaran-berita-hoaks</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/polisi-nganjuk-gandeng-kominfo-dan-damkar-atasi-penyebaran-berita-hoaks</guid>
<description><![CDATA[ kecakapan Bhabinkamtibmas dalam penanganan pertama kebakaran, situasi darurat, sekaligus deteksi dini penyebaran berita hoaks. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202512/image_870x580_694407f41fc3c.webp" length="41970" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 18 Dec 2025 21:00:09 +0700</pubDate>
<dc:creator>Kuswanto</dc:creator>
<media:keywords>Gabungan anggota, pendeteksi dini, kebakaran, berita hoax, Polres Nganjuk, Kominfo, Damkar, Nganjuk</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>NGANJUK, SJP –</strong> Polres Nganjuk tak menampik bahwa penyebaran berita bohong (hoaks) menjadi fenomena yang marak didapati. Pengawasan terhadap media sosial pun harus di tingkatkan sebagai bentuk mitigasi dini.</p>
<p>Dalam kesempatan itu, Polres Nganjuk menggandeng Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkar) serta Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kabupaten Nganjuk guna meningkatkan kemampuan dan kecakapan Bhabinkamtibmas dalam penanganan pertama kebakaran, situasi darurat, sekaligus deteksi dini penyebaran berita hoaks.</p>
<p>Kegiatan tersebut dilaksanakan di lapangan apel Polres Nganjuk dan dipimpin langsung oleh Wakapolres Nganjuk, Kamis (18/12/2025).</p>
<p>Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya penguatan kapasitas Bhabinkamtibmas sebagai ujung tombak Polri di tengah masyarakat. Selain dituntut sigap dalam menjaga kamtibmas, Bhabinkamtibmas juga diharapkan mampu merespons cepat berbagai kondisi darurat, mulai dari kebakaran hingga gangguan informasi yang berpotensi menimbulkan keresahan di masyarakat.</p>
<p>Dalam pelaksanaannya, personel Damkar memberikan pembekalan teori dan praktik lapangan melalui simulasi beberapa adegan darurat, termasuk penanganan kebakaran skala kecil dan langkah penyelamatan awal. </p>
<p>Para peserta juga dilatih menggunakan alat pemadam api portable (APAR) secara baik dan efisien, mulai dari teknik penggunaan yang benar, pengaturan jarak aman, hingga langkah-langkah keselamatan saat proses pemadaman.</p>
<p>Sementara itu, Dinas Kominfo Kabupaten Nganjuk memberikan pembekalan terkait deteksi dini penyebaran berita hoaks, khususnya yang beredar melalui media sosial dan grup percakapan. </p>
<p>Materi ini menekankan peran Bhabinkamtibmas dalam melakukan edukasi kepada masyarakat, klarifikasi informasi, serta pencegahan potensi konflik sosial akibat informasi yang tidak benar.</p>
<p>Wakapolres Nganjuk KOMPOL Andria Diana Putra, yang memimpin kegiatan tersebut, menyampaikan bahwa pelatihan ini merupakan bentuk komitmen Polres Nganjuk dalam menyiapkan personel yang adaptif terhadap berbagai tantangan di lapangan.</p>
<p>“Mewakili Kapolres Nganjuk, kami menekankan bahwa Bhabinkamtibmas harus memiliki kemampuan multidimensi. Tidak hanya siap menangani kebakaran dan keadaan darurat, tetapi juga peka terhadap penyebaran hoaks yang dapat mengganggu stabilitas kamtibmas,” ujarnya.</p>
<p>Lebih lanjut, Wakapolres menegaskan bahwa sinergi lintas instansi seperti Damkar dan Kominfo sangat penting untuk membangun respons yang cepat, terpadu, dan efektif dalam melayani serta melindungi masyarakat.</p>
<p>Sementara itu, Kasat Binmas Polres Nganjuk AKP Syukur Efendi menambahkan bahwa kegiatan ini memberikan bekal nyata bagi Bhabinkamtibmas dalam menjalankan tugas sehari-hari.</p>
<p>“Dengan adanya simulasi langsung dan pembekalan dari Kominfo, Bhabinkamtibmas diharapkan lebih percaya diri, sigap di lapangan, serta mampu menjadi agen edukasi bagi masyarakat dalam menghadapi situasi darurat maupun ancaman hoaks,” jelasnya.</p>
<p>Melalui kegiatan ini, Polres Nganjuk berharap seluruh Bhabinkamtibmas semakin profesional, responsif, dan siap menghadapi berbagai dinamika di masyarakat, sehingga kehadiran Polri benar-benar dirasakan manfaatnya dalam menjaga keamanan, keselamatan, dan ketertiban. <strong>(**)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Doa Anak Sholeh Jadi Amal Tak Terputus, Pesan Ulama Kamtibmas dalam Binrohtal Polres Nganjuk</title>
<link>https://suarajatimpost.com/pesan-kh-achmad-khusairi-ke-polisi-makna-doa-anak-sholeh</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/pesan-kh-achmad-khusairi-ke-polisi-makna-doa-anak-sholeh</guid>
<description><![CDATA[ Pembinaan Rohani dan Mental (Binrohtal) Polres Nganjuk yang digelar di Masjid Al-Ikhlas Polres Nganjuk, Kamis (18/12/2025) ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202512/image_870x580_6944051d6ebde.webp" length="42052" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 18 Dec 2025 20:43:27 +0700</pubDate>
<dc:creator>Kuswanto</dc:creator>
<media:keywords>Bhinrotal, anggota polri, tausyiah, ulama kamtibmas, Polres Nganjuk, Nganjuk</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>NGANJUK, SJP -</strong> Ulama Kamtibmas Polsek Ngluyu KH. Achmad Khusairi memberikan dalam tausiyahnya dalam kegiatan Pembinaan Rohani dan Mental (Binrohtal) Polres Nganjuk yang digelar di Masjid Al-Ikhlas Polres Nganjuk, Kamis (18/12/2025).</p>
<p>Dalam kesempatan tersebut, Ulama kamtibmas mengangkat tema tentang doa anak sholeh kepada leluhur serta kehidupan manusia setelah meninggal dunia, baik di alam barzah maupun akhirat.</p>
<p>“Doa anak yang sholeh adalah amal yang tidak terputus bagi orang tua dan leluhur yang telah wafat. Kehidupan di alam barzah menjadi pengingat bagi kita semua untuk memperbaiki niat, amal, dan akhlak selama masih diberi kesempatan hidup,” tutur KH. Achmad Khusairi</p>
<p>Sementara itu, Wakapolres Nganjuk Kompol Andria Diana Putra memimpin kegiatan Pembinaan Rohani dan Mental (Binrohtal) anggota Polres Nganjuk. </p>
<p>Kegiatan Binrohtal ini bertujuan untuk memperkuat keimanan dan ketakwaan personel Polres Nganjuk sebagai landasan moral dalam pelaksanaan tugas kepolisian, sekaligus membentuk karakter anggota yang humanis, berintegritas, dan bertanggung jawab.</p>
<p>Dalam arahannya, Wakapolres Nganjuk menyampaikan, pembinaan rohani merupakan kebutuhan dasar bagi setiap anggota Polri agar senantiasa bekerja dengan hati dan niat ibadah.</p>
<p>“Binrohtal ini menjadi sarana untuk menyeimbangkan tugas kedinasan dengan penguatan spiritual. Dengan iman yang kuat, diharapkan seluruh personel mampu menjalankan tugas secara profesional, tulus, dan penuh tanggung jawab kepada masyarakat,” ujar Andria Diana Putra menyampaikan pesan Kapolres Nganjuk.</p>
<p>Melalui penguatan rohani secara rutin, Polres Nganjuk berharap setiap personel memiliki ketenangan batin, sikap bijaksana, serta mampu menjadi teladan yang baik di tengah masyarakat dalam menjaga kamtibmas.</p>
<p>Melalui kegiatan Binrohtal ini, Polres Nganjuk menegaskan komitmennya untuk terus membangun kualitas sumber daya manusia Polri yang tidak hanya unggul secara profesional, tetapi juga kokoh secara spiritual, demi mewujudkan pelayanan kepolisian yang presisi dan berkeadilan bagi masyarakat. <strong>(**)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong> </p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Jelang Operasi Lilin Semeru 2025, Polres Nganjuk Ramp Check Bus dan Periksa Kesehatan Sopir</title>
<link>https://suarajatimpost.com/jelang-operasi-lilin-semeru-2025-polres-nganjuk-ramp-check-bus-dan-periksa-kesehatan-sopir</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/jelang-operasi-lilin-semeru-2025-polres-nganjuk-ramp-check-bus-dan-periksa-kesehatan-sopir</guid>
<description><![CDATA[ Pemeriksaan tersebut bertujuan memastikan kondisi kesehatan pengemudi tetap prima sekaligus meminimalisir potensi kecelakaan lalu lintas selama masa libur Natal dan Tahun Baru. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202512/image_870x580_6942af7d7e110.webp" length="52344" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 17 Dec 2025 23:05:37 +0700</pubDate>
<dc:creator>Kuswanto</dc:creator>
<media:keywords>Nataru, Test urine, pengemudi bus, operasi lilin semeru 2025, Satlantas Polres Nganjuk, alkohol, terminal Anjuk kadang, Nganjuk</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>NGANJUK, SJP –</strong> Menjelang pelaksanaan Operasi Lilin Semeru 2025, Polres Purbalingga melakukan ramp check kendaraan angkutan umum disertai pemeriksaan kesehatan dan tes urine sopir di Terminal Bus Anjuk Ladang, Rabu pagi (17/12/2025).</p>
<p>Kegiatan tersebut melibatkan personel Satuan Lalu Lintas (Satlantas) dan Seksi Kedokteran dan Kesehatan (Sidokkes) Polres Nganjuk, serta didukung petugas dari Dinas Perhubungan. </p>
<p>Pemeriksaan tersebut bertujuan untuk memastikan kondisi kesehatan pengemudi tetap prima, sekaligus meminimalisasi potensi kecelakaan lalu lintas selama masa libur Natal dan Tahun Baru.</p>
<p>Tes urin dilakukan untuk mendeteksi penyalahgunaan narkotika, sementara cek kesehatan meliputi pemeriksaan tekanan darah, kondisi fisik umum, serta pemberian vitamin dan obat-obatan ringan bila diperlukan.</p>
<p>Kapolres Nganjuk, AKBP Henri Noveri Santoso menegaskan, kegiatan ini merupakan langkah preventif Polri dalam menjamin keselamatan masyarakat pengguna transportasi umum.</p>
<p>“Kami ingin memastikan para sopir dalam kondisi sehat dan bebas dari pengaruh narkoba, sehingga mampu memberikan rasa aman dan nyaman bagi penumpang selama Operasi Lilin Semeru 2025,” tegasnya.</p>
<p>Sementara itu, Kasat Lantas Polres Nganjuk AKP Ivan Danara Oktavian, menjelaskan, pemeriksaan ini juga menjadi sarana edukasi kepada para pengemudi agar selalu menjaga kesehatan dan mematuhi aturan berlalu lintas.</p>
<p>“Keselamatan penumpang sangat bergantung pada kondisi sopir. Dengan cek kesehatan dan tes urin ini, kami berharap risiko kecelakaan dapat ditekan semaksimal mungkin,” ujarnya.</p>
<p>Dari hasil pemeriksaan, Sidokkes Polres Nganjuk memastikan seluruh sampel urin yang diuji menunjukkan hasil negatif.</p>
<p>“Kami melakukan tes urin terhadap 47 orang sopir dan kru bus, seluruhnya dinyatakan negatif dari penyalahgunaan narkoba,” jelas Kaur Sidokkes Polres Nganjuk Aipda Sunarto. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Dinkes Nganjuk Cek Perizinan SPPG Desa Kampungbaru</title>
<link>https://suarajatimpost.com/dinkes-nganjuk-cek-perizinan-sppg-desa-kampungbaru</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/dinkes-nganjuk-cek-perizinan-sppg-desa-kampungbaru</guid>
<description><![CDATA[ Tim dari Dinkes, dipimpin oleh Kabid Pelayanan Kesehatan Nganjuk I Ketut Widjayadi melakukan kunjungan langsung ke lokasi SPPG pada hari Rabu (17/12/2025) pagi. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202512/image_870x580_6942ac5e56e69.webp" length="26912" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 17 Dec 2025 22:41:23 +0700</pubDate>
<dc:creator>Kuswanto</dc:creator>
<media:keywords>Dinkes Nganjuk, Verifikasi data, SPPG, SLHS, DPMST, Nganjuk</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>NGANJUK, SJP - </strong>Usai ditariknya ribuan porsi Makan Bergizi Gratis (MBG) karena adanya kelalaian dari proses pengolahan di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Dusun Takat, Desa Kampungbaru, Kecamatan Tanjunganom, Dinas Kesehatan Kabupaten Nganjuk langsung turun ke lapangan.</p>
<p>Mereka datang ke SPPG dalam rangka menindaklanjuti dugaan ketidakjelasan perizinan <span>Sertifikat Laik Higiene Sanitasi</span> (SLHS).  </p>
<p>Kabid Pelayanan Kesehatan Nganjuk I Ketut Widjayadi melakukan pemeriksaan langsung terhadap dokumen perizinan, fasilitas, serta kinerja tenaga yang menangani layanan SLHS.</p>
<p>“Kalau hari ini, dilakukan verifikasi lapangan terkait tahapan perizinan SLHS. Memang sudah diagendakan bersama dengan DPMPTSP. Alhamdulillah sudah selesai," katanya via WhatsApp, Rabu (17/12/2025).</p>
<p>Menurut Ketut, setiap SPPG yang usul penerbitan SLHS, dilakukan 4 tahap. Yakni, inspeksi kesling oleh Puskesmas, pelatihan keamanan pangan siap saji, pemeriksaan sampel air dan makanan serta verifikasi lapangan.</p>
<p>"Syaratnya minimal 80 persen, akan ada rekomendasi penerbitan SLHS oleh Dinkes ke DPMPTSP. Selanjutnya, proses penerbitan SLHS oleh DPMPTSP," kata Ketut. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Lakukan Pemeriksaan, Satgas MBG Nganjuk Sebut Ada Kelalaian dari SPPG Desa Kampungbaru</title>
<link>https://suarajatimpost.com/lakukan-pemeriksaan-satgas-mbg-nganjuk-sebut-ada-kelalaian-dari-sppg-desa-kampungbaru</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/lakukan-pemeriksaan-satgas-mbg-nganjuk-sebut-ada-kelalaian-dari-sppg-desa-kampungbaru</guid>
<description><![CDATA[ Satgas MBG menilai, kelalaian terjadi karena ahli gizi dan supervisi SPPG tidak melakukan pengecekan sebelum pendistribusian. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202512/image_870x580_6942a64753a5f.webp" length="33272" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 17 Dec 2025 22:22:06 +0700</pubDate>
<dc:creator>Kuswanto</dc:creator>
<media:keywords>Pendistribusian paket MBG, SPPG, Satgas MBG, Turun ke lokasi, kelalaian, ahli gizi, super visi, Desa Kampungbaru, Nganjuk</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>NGANJUK, SJP -</strong> Satuan Tugas (Satgas) program Makan Bergizi Gratis (MBG) Kabupaten Nganjuk menemukan adanya kelalaian dalam proses memasak menu MBG yang dirpoduksi oleh SPPG di Dusun Takat Desa Kampungbaru, Kecamatan Tanjunganom Kabupaten Nganjuk. </p>
<p>Wakil Ketua Satgas MBG Nganjuk, Yudhi Ernanto saat dihubungi via WhatsApp mengatakan, dirinya menyebut ada kelalaian pada menu MBG. Namun, sebelum dikonsumsi oleh siswa, pihak Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) segera menarik seluruh menu MBG dari sekolah.</p>
<p>"Kami sudah dapat laporan di lapangan terkait pendistribusian, dan memang ada kelalaian. Namun, belum sempat dibagikan ke siswa," kata Yudi, Rabu (17/12/2025).</p>
<p>Pihaknya sudah berkoordinasi dengan Kades dan camat, dan memastikan jika tidak ada siswa yang keracunan akibat MBG. Satgas MBG menilai, kelalaian terjadi karena ahli gizi dan supervisi SPPG tidak melakukan pengecekan sebelum pendistribusian.</p>
<p>"Sudah kami tegaskan kepada ahli gizi dan supervisi, kasus seperti ini supaya berhati-hati, jangan sampai terulang kembali," ucap Yudhi.</p>
<p>Perihal sanksi, ia menyatakan, hanya peringatan secara lisan dan memberikan <em>warning</em> kepada pihak SPPG. Karena Satgas beranggapan tidak ada unsur kesengajaan.</p>
<p>Hasil penyelidikan di SPPG Desa Kampungbaru, Satgas bersama Kades dan Camat menemukan ikan lele yang bermasalah.</p>
<p>"Hasil kronologi di lapangan, ditemukan proses pemeliharaan (maintenance) ikan lele yang salah," paparnya.</p>
<p>Yudhi menyebut ikan lele yang akan dimasak oleh SPPG tidak segera dipindah ke lemari pendingin, sehingga diduga ikan lele tersebut cepat membusuk karena tidak ada proses pengawetan.</p>
<p>"Mungkin secara higienis, tapi saya tidak tau juga, apakah itu bau, dan lele cepat bau juga," ujar Yudhi</p>
<p>Sebelumnya, Satuan Tugas (Satgas) Makan Bergizi Gratis (MBG) Kabupaten Nganjuk mulai melakukan penyelidikan terkait penarikan mendadak ribuan porsi makanan di wilayah Kecamatan Tanjunganom pada Senin (15/12/2025). </p>
<p>Langkah ini diambil menyusul adanya informasi mengenai ketidaklayakan menu yang berpotensi membahayakan kesehatan siswa.</p>
<p>Wakil Ketua Satgas MBG Nganjuk, Yudhi Ernanto, menyatakan pihaknya akan segera menindaklanjuti informasi tersebut.</p>
<p>Fokus utama penyelidikan adalah memastikan apakah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Desa Kampungbaru telah memenuhi standar operasional prosedur (SOP), termasuk kepemilikan Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS).</p>
<p>Penyelidikan itu bermula saat 2.500 porsi MBG yang telah didistribusikan ke sembilan sekolah, ditarik kembali secara mendadak sebelum sempat dikonsumsi oleh para siswa. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Peringati Hari Pohon Sedunia, PWI Nganjuk Gandeng Forkopimda Ajak Warga Lestarikan Alam</title>
<link>https://suarajatimpost.com/peringati-hari-pohon-sedunia-pwi-nganjuk-gandeng-forkopimda-ajak-warga-lestarikan-alam</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/peringati-hari-pohon-sedunia-pwi-nganjuk-gandeng-forkopimda-ajak-warga-lestarikan-alam</guid>
<description><![CDATA[ Kegiatan yang diinisiasi Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Nganjuk tersebut menjadi bentuk kepedulian insan pers terhadap lingkungan, sekaligus kolaborasi dengan pemerintah daerah, Polres Nganjuk, Forkopimda, komunitas pecinta lingkungan, pelajar, serta masyarakat Desa Tritik ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202512/image_870x580_694166ceead1d.webp" length="64268" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Tue, 16 Dec 2025 22:21:29 +0700</pubDate>
<dc:creator>Kuswanto</dc:creator>
<media:keywords>Penanaman 1000 pohon, peringatan hari pohon sedunia, PWI, Forkopimda, Kapolres Nganjuk, pelestarian alam, Desa Tritik Rejoso, Nganjuk</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>NGANJUK, SJP -</strong> Peringatan Hari Pohon Sedunia 2025 di area Museum Tritik Purba, Desa Tritik, Kecamatan Rejoso, Kabupaten Nganjuk, menjadi simbol upaya pencegahan bencana hidrometeorologi dan pelestarian lingkungan hidup. </p>
<p>Kegiatan yang digelar pada Selasa (16/12/2025) sarat pesan lingkungan dan dihadiri langsung oleh Kapolres Nganjuk AKBP Henri Noveri Santoso, yang sekaligus mengikuti kegiatan PWI Nganjuk Green Movement 2025 dengan aksi penanaman 1.000 pohon.</p>
<p>Kegiatan yang diinisiasi Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Nganjuk tersebut, menjadi bentuk kepedulian insan pers terhadap lingkungan, sekaligus kolaborasi dengan pemerintah daerah, Polres Nganjuk, Forkopimda, komunitas pecinta lingkungan, pelajar, serta masyarakat Desa Tritik dalam mendorong kesadaran menjaga alam melalui penghijauan berkelanjutan.</p>
<p>Ketua PWI Nganjuk, Bagus Jatikusumo menyampaikan, gerakan penanaman pohon ini merupakan komitmen PWI untuk hadir tidak hanya sebagai penyampai informasi, tetapi juga sebagai bagian dari solusi atas persoalan lingkungan.</p>
<p>“Melalui PWI Nganjuk Green Movement 2025, kami mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga kelestarian alam. Penanaman 1.000 pohon ini adalah langkah nyata dalam mengantisipasi bencana hidrometeorologi sekaligus mewariskan lingkungan yang sehat bagi generasi mendatang,” ujar Bagus.</p>
<p>Usai kegiatan penanaman, Kapolres Nganjuk AKBP Henri Noveri Santoso menegaskan, Polri mendukung penuh setiap gerakan positif yang berorientasi pada keselamatan dan keberlanjutan lingkungan.</p>
<p>“Polri hadir bukan hanya menjaga keamanan dan ketertiban, tetapi juga ikut melindungi lingkungan hidup. Kegiatan penanaman pohon ini sangat penting sebagai upaya pencegahan banjir dan longsor, khususnya di wilayah yang memiliki potensi kerawanan bencana,” ungkap Kapolres.</p>
<p>Ia berharap kegiatan serupa dapat terus digelorakan dan menjadi budaya bersama di tengah masyarakat.</p>
<p>“Kami berharap gerakan peduli lingkungan ini semakin meluas dan mendorong partisipasi aktif seluruh elemen masyarakat untuk menjaga alam demi masa depan yang lebih aman dan lestari,” tambahnya.</p>
<p>Kegiatan PWI Nganjuk Green Movement 2025 turut dihadiri Wakil Bupati Nganjuk, unsur Forkopimda Kabupaten Nganjuk, Forkopimcam Rejoso, Kepala Desa Tritik, Pengurus PWI Nganjuk, komunitas pecinta lingkungan Kotasejuk, para pelajar, serta masyarakat setempat yang bersama-sama melakukan penanaman pohon produktif di sekitar kawasan Museum Tritik Purba. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Bupati Nganjuk dan Kejari Teken PKS Penerapan Pidana Kerja Sosial bagi Pelaku Tindak Pidana</title>
<link>https://suarajatimpost.com/bupati-nganjuk-dan-kejari-teken-pks-penerapan-pidana-kerja-sosial-bagi-pelaku-tindak-pidana</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/bupati-nganjuk-dan-kejari-teken-pks-penerapan-pidana-kerja-sosial-bagi-pelaku-tindak-pidana</guid>
<description><![CDATA[ Penandatanganan PKS tersebut berlangsung di Aula Fakultas Hukum Universitas Airlangga, Surabaya, pada Senin (15/12/2025). ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202512/image_870x580_69416173e9877.webp" length="29892" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Tue, 16 Dec 2025 21:41:53 +0700</pubDate>
<dc:creator>Kuswanto</dc:creator>
<media:keywords>Perjanjian PKS, Bupati Marhaen, Kejari Nganjuk, penerapan pidana sosial, pelaku tindak pidana, Nganjuk</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>NGANJUK, SJP –</strong> Bupati Nganjuk, Kang Marhaen, menandatangani Perjanjian Kerja Sama (PKS) Pelaksanaan Pidana Kerja Sosial bersama Kepala Kejaksaan Negeri Nganjuk sebagai upaya penguatan penerapan restorative justice. Penandatanganan PKS tersebut berlangsung di Aula Fakultas Hukum Universitas Airlangga, Surabaya, pada Senin (15/12/2025).</p>
<p>Dalam sambutannya, Bupati Marhaen menyampaikan apresiasi dan dukungan penuhnya, menekankan pentingnya pendampingan hukum dari Kejaksaan.</p>
<p>Menurut bupati yang karib disapa Kang Marhaen ini, pendampingan ini krusial untuk mendukung kinerja berbagai sektor, termasuk pemerintahan, kesehatan, pendidikan, dan perbankan.</p>
<p>“Pendampingan hukum ini membuat kita lebih tenang dan tidak khawatir, karena kita tahu mana yang boleh dan mana yang tidak boleh. Ini adalah bentuk ikhtiar agar semua langkah berjalan sesuai koridor hukum,” ujar Kang Marhaen.</p>
<p>Menurut Kang Marhaen, perpanjangan kerja sama ini diharapkan dapat meningkatkan sinergi antara lembaga keuangan daerah dan aparat penegak hukum, demi mewujudkan tata kelola yang bersih, akuntabel, dan transparan di Kabupaten Nganjuk.</p>
<p>Kegiatan ini turut dihadiri Gubernur Jawa Timur, Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Umum Kejaksaan Agung Republik Indonesia, Kepala Kejaksaan Tinggi Jawa Timur, serta para bupati dan wali kota se-Jawa Timur. Kehadiran para pemangku kepentingan tersebut menegaskan komitmen bersama dalam mendukung pembaruan sistem pemidanaan yang lebih humanis</p>
<p>Kerja sama ini, pelaksanaan pidana kerja sosial sebagaimana diamanatkan dalam Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) diharapkan dapat berjalan secara efektif dan terintegrasi.</p>
<p>Selain memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, penerapan pidana kerja sosial juga diharapkan mampu menjadi alternatif pemidanaan yang berorientasi pada pemulihan.</p>
<p>Pemerintah Kabupaten Nganjuk bersama Kejaksaan Negeri Nganjuk berkomitmen untuk terus bersinergi dalam mewujudkan penegakan hukum yang berkeadilan, berorientasi pada kemanusiaan, serta sejalan dengan semangat restorative justice di Jawa Timur. <strong>(ADV) </strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Dugaan Menu Tak Layak, Satgas Selidiki Penarikan 2.500 Porsi Makan Bergizi Gratis di Nganjuk</title>
<link>https://suarajatimpost.com/dugaan-menu-tak-layak-satgas-selidiki-penarikan-2500-porsi-makan-bergizi-gratis-di-nganjuk</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/dugaan-menu-tak-layak-satgas-selidiki-penarikan-2500-porsi-makan-bergizi-gratis-di-nganjuk</guid>
<description><![CDATA[ Fokus utama penyelidikan adalah memastikan apakah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Desa Kampungbaru telah memenuhi standar operasional prosedur (SOP), termasuk kepemilikan Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS). ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202512/image_870x580_6940e3b182324.webp" length="36712" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Tue, 16 Dec 2025 12:30:44 +0700</pubDate>
<dc:creator>Kuswanto</dc:creator>
<media:keywords>Dapur MBG, Kepala SPPG Desa Kampungbaru, lempar masalah, tidak mau ditemui, SPPG, Makan Bergizi Gratis, Kampungbaru, Nganjuk</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>NGANJUK, SJP</strong> — Satuan Tugas (Satgas) Makan Bergizi Gratis (MBG) Kabupaten Nganjuk mulai melakukan penyelidikan terkait penarikan mendadak ribuan porsi makanan di wilayah Kecamatan Tanjunganom pada Senin (15/12/2025). </p>
<p>Langkah ini diambil menyusul adanya informasi mengenai ketidaklayakan menu yang berpotensi membahayakan kesehatan siswa.</p>
<p>Wakil Ketua Satgas MBG Nganjuk, Yudhi Ernanto, menyatakan pihaknya akan segera menindaklanjuti informasi tersebut.</p>
<p>Fokus utama penyelidikan adalah memastikan apakah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Desa Kampungbaru telah memenuhi standar operasional prosedur (SOP), termasuk kepemilikan Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS).</p>
<p>"Kami berterima kasih atas informasinya dan segera melakukan tindak lanjut. Kami akan mengurai permasalahannya, termasuk memeriksa kelengkapan sertifikasi laik higiene di SPPG tersebut. Hingga saat ini, laporan resmi memang belum masuk ke kami," ujar Yudhi saat dikonfirmasi suarajatimpost.com melalui sambungan pesan, Selasa (16/12/2025).</p>
<p>Peristiwa bermula saat sekitar 2.500 porsi makanan yang telah didistribusikan ke sembilan sekolah, terdiri dari lima Sekolah Dasar (SD) Negeri dan empat Madrasah Ibtidaiyah (MI) ditarik kembali secara mendadak sebelum sempat dikonsumsi oleh para siswa.</p>
<p>Ketua Yayasan Perguruan Daya Muda Al Islam, Miftahul Huda, membenarkan adanya pembatalan tersebut. Menurutnya, pihak sekolah menerima instruksi melalui grup internal guru dengan alasan adanya kesalahan teknis.</p>
<p>"Informasi yang kami terima mendadak. Langkah ini diambil sebagai upaya antisipasi untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan, terutama risiko keracunan pada siswa," jelas Miftahul.</p>
<p>Di sisi lain, seorang warga Dusun Takat berinisial YN mengaku bahwa kualitas menu pada hari itu dinilai tidak layak. </p>
<p>Meski ikan lele yang disediakan tampak segar, proses pembersihannya dianggap tidak higienis karena masih ditemukan kotoran di dalam perut ikan. Selain itu, kata dia muncul dugaan bahwa salah satu komponen menu sudah dalam kondisi basi.</p>
<p>Upaya konfirmasi kepada Kepala SPPG Dusun Takat, Andre Kurniawan, hingga kini belum membuahkan hasil. Saat awak media mendatangi lokasi dapur MBG di Desa Kampungbaru pada Selasa siang, Andre tidak berada di tempat. </p>
<p>Seorang staf bernama Zaenal enggan memberikan keterangan rinci dan langsung menutup gerbang kantor.</p>
<p>"Semuanya instruksi dari Pak Imam," ujar Zaenal singkat.</p>
<p>Sementara itu, Imam, yang diidentifikasi sebagai pemilik fasilitas dapur, membantah bertanggung jawab atas insiden penarikan tersebut. </p>
<p>Dalam keterangan via telepon, ia menegaskan bahwa urusan teknis dan distribusi merupakan kewenangan penuh kepala dapur.</p>
<p>"Saya hanya penyedia tempat. Terkait teknis penarikan, itu bukan domain saya. Silakan konfirmasi ke Kepala Dapur," tutupnya. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Jelang Libur Nataru, Polisi Nganjuk Gelar Razia Multi Sasaran di Sejumlah Wilayah</title>
<link>https://suarajatimpost.com/jelang-libur-nataru-polisi-nganjuk-gelar-razia-multi-sasaran-di-sejumlah-wilayah</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/jelang-libur-nataru-polisi-nganjuk-gelar-razia-multi-sasaran-di-sejumlah-wilayah</guid>
<description><![CDATA[ Salah satu lokasi yang menjadi sasaran kegiatan tersebut yakni Cafe Crown yang berada di Kecamatan Loceret, Senin (15/12/2025). ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202512/image_870x580_69401cfcdd35c.webp" length="28866" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 15 Dec 2025 22:47:36 +0700</pubDate>
<dc:creator>Kuswanto</dc:creator>
<media:keywords>Jelang Nataru, sidak, gabungan, Polres Nganjuk, Polisi Milter, Hiburan Malam, Nganjuk</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>NGANJUK, SJP -</strong> Dalam rangka menciptakan situasi kamtibmas yang aman dan kondusif menjelang libur Natal dan Tahun Baru (Nataru), Polres Nganjuk menggelar razia multi sasaran di sejumlah wilayah Kabupaten Nganjuk. Salah satu lokasi yang menjadi sasaran kegiatan tersebut yakni Cafe Crown yang berada di Kecamatan Loceret, Senin (15/12/2025).</p>
<p>Razia ini digelar sebagai langkah preventif untuk menekan peredaran narkoba, minuman keras, senjata tajam, serta potensi gangguan keamanan lainnya yang kerap meningkat menjelang momentum libur panjang.</p>
<p>Kapolres Nganjuk AKBP Henri Noveri Santoso menegaskan bahwa kegiatan razia multi sasaran ini merupakan bagian dari komitmen Polres Nganjuk dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, khususnya menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru.</p>
<p>“Kami ingin memastikan situasi di Kabupaten Nganjuk tetap aman dan kondusif. Razia multi sasaran ini kami lakukan untuk mencegah peredaran narkoba, miras, serta potensi tindak kriminal lainnya yang dapat mengganggu kenyamanan masyarakat saat libur Nataru,” ujar Kapolres Nganjuk.</p>
<p>Dalam pelaksanaannya, razia tersebut melibatkan personel gabungan dari Polres Nganjuk bersama Polisi Militer, sebagai bentuk sinergitas TNI-Polri dalam menjaga stabilitas keamanan di wilayah hukum Polres Nganjuk.</p>
<p>Kasat Resnarkoba Polres Nganjuk IPTU Sugiarto, menambahkan, kegiatan ini juga difokuskan pada upaya pencegahan dan penindakan terhadap penyalahgunaan narkoba di tempat-tempat hiburan malam dan lokasi yang berpotensi menjadi titik rawan.</p>
<p>“Kami melakukan pemeriksaan secara selektif dan humanis. Tidak hanya penindakan, tetapi juga memberikan imbauan kepada pengelola dan pengunjung agar bersama-sama menolak narkoba dan menjaga ketertiban,” jelas IPTU Sugiarto.</p>
<p>Polres Nganjuk menegaskan bahwa kegiatan razia multi sasaran serupa akan terus dilakukan secara berkelanjutan di berbagai wilayah Kabupaten Nganjuk sebagai upaya cipta kondisi menjelang libur Natal dan Tahun Baru, demi terwujudnya rasa aman dan nyaman bagi seluruh masyarakat. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Ribuan Porsi MBG di Tanjunganom Nganjuk Ditarik Mendadak, Diduga Berpotensi Keracunan</title>
<link>https://suarajatimpost.com/mbg-di-tanjunganom-diduga-disabotase-ribuan-paket-ditarik-ada-apa</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/mbg-di-tanjunganom-diduga-disabotase-ribuan-paket-ditarik-ada-apa</guid>
<description><![CDATA[ Sebanyak 2.500 porsi Makan Bergizi Gratis di MI dan SDN se-Kecamatan Tanjunganom, Nganjuk, ditarik mendadak akibat dugaan kesalahan teknis dan antisipasi potensi keracunan siswa. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202512/image_870x580_693ff32449149.webp" length="37474" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 15 Dec 2025 21:30:40 +0700</pubDate>
<dc:creator>Kuswanto</dc:creator>
<media:keywords>Program MBG, MBG, Ribuan Paket Ditarik, diduga menu basi, dapur MBG, Desa Kampungbaru, Nganjuk</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p data-start="101" data-end="415"><strong data-start="101" data-end="117">NGANJUK, SJP</strong> – Ribuan porsi makanan dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang disalurkan ke MI dan SDN se-Kecamatan Tanjunganom, Kabupaten Nganjuk, ditarik kembali pada Senin (8/12/2025). Penarikan tersebut dilakukan setelah muncul laporan dugaan adanya sabotase dan kesalahan teknis dalam pendistribusian.</p>
<p data-start="417" data-end="588">Disebutkan, Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) menarik kembali sekitar 2.500 porsi MBG guna memastikan distribusi makanan bergizi tetap sesuai standar yang ditetapkan.</p>
<p data-start="590" data-end="835">Kepala Yayasan Perguruan Daya Muda Al Islam Miftahul Huda menjelaskan, informasi pembatalan MBG diterima melalui grup internal guru. Ia menyebutkan adanya kesalahan teknis sehingga program tersebut dibatalkan secara mendadak pada hari yang sama.</p>
<p data-start="837" data-end="974">“Memang ada kesalahan teknis, dan tiba-tiba dibatalkan pada hari itu juga,” kata Miftahul Huda saat ditemui di kelas, Senin (15/12/2025).</p>
<p data-start="976" data-end="1270">Menurutnya, informasi yang diterima pihak sekolah hanya sebatas pemberitahuan internal. Secara teknis, pihaknya tidak mengetahui secara rinci penyebab pembatalan tersebut. Langkah penarikan dilakukan sebagai upaya antisipasi, terutama untuk mencegah kemungkinan terjadinya keracunan pada siswa.</p>
<p data-start="1272" data-end="1461">“Yang disampaikan kepada kami hanya melalui grup internal guru. Secara teknis saya juga tidak paham, namun untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan, langsung dibatalkan,” ujarnya.</p>
<p data-start="1463" data-end="1655">Miftahul menambahkan, jumlah sekolah penerima MBG di wilayah tersebut terdiri dari lima SDN dan empat MI, sehingga total ada sembilan sekolah di Kecamatan Kampungbaru yang terdampak penarikan.</p>
<p data-start="1657" data-end="1731">“Ini semata-mata untuk mengantisipasi adanya dugaan keracunan,” ungkapnya.</p>
<p data-start="1733" data-end="2019">Hal senada disampaikan YN, warga Dusun Takat, Desa Kampungbaru. Ia menyebutkan bahwa menu MBG pada hari itu tidak seperti biasanya. Menurutnya, ikan lele yang disajikan terlihat segar, namun masih terdapat kotoran di dalam perut ikan sehingga dinilai kurang layak dan diduga ada makanan yang sudah basi.</p>
<p data-start="2021" data-end="2180">“Menunya sebenarnya baik, ikannya juga segar, tapi masih ada kotoran di dalam perut ikan lele. Itu yang membuat tidak layak,” kata YN saat ditemui di rumahnya.</p>
<p data-start="2182" data-end="2353">Ia menjelaskan, MBG sebenarnya sudah didistribusikan ke sekolah-sekolah, namun belum sempat dikonsumsi oleh para siswa karena langsung ditarik kembali pada hari yang sama.</p>
<p data-start="2355" data-end="2462">“Sudah dibagikan ke sekolah, tapi langsung ditarik semuanya. Diduga salah satu menu sudah basi,” terangnya.</p>
<p data-start="2464" data-end="2720">Sementara itu, Imam, pemilik dapur MBG, saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon membantah keterlibatannya dalam persoalan tersebut. Ia menegaskan bahwa penarikan makanan bukan menjadi domainnya dan meminta agar konfirmasi diarahkan kepada Kepala Dapur.</p>
<p data-start="2722" data-end="2863">“Saya pemilik dapur, tapi kalau soal teknis penarikan itu bukan urusan saya. Silakan konfirmasi ke Kepala Dapur,” ujarnya dengan nada tinggi.</p>
<p data-start="2865" data-end="3096">Ia juga menegaskan bahwa Program MBG merupakan program pemerintah pusat, namun pelaksanaan teknis di lapangan dikelola oleh mitra daerah. Pihaknya, kata Imam, hanya menyediakan dapur dan tidak terlibat dalam teknis pendistribusian.</p>
<p data-start="3098" data-end="3156" data-is-last-node="" data-is-only-node="">“Saya sudah sampaikan, Anda salah alamat,” pungkasnya. <strong>(*)</strong></p>
<p data-start="3098" data-end="3156" data-is-last-node="" data-is-only-node=""><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>FPMN Rayakan Hari Jadi Ke&amp;7, Komitmen  Kawal Transparansi Anggaran di Nganjuk</title>
<link>https://suarajatimpost.com/fpmn-rayakan-hari-jadi-ke-7-komitmen-kawal-transparansi-anggaran-di-nganjuk</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/fpmn-rayakan-hari-jadi-ke-7-komitmen-kawal-transparansi-anggaran-di-nganjuk</guid>
<description><![CDATA[ Tujuan utama peringatan HUT Ke-7 FPMN adalah meningkatkan semangat kebersamaan serta mengawal transparansi anggaran di Kabupaten Nganjuk. Hal ini sejalan dengan upaya menjaga jiwa gotong royong dalam membangun Nganjuk agar lebih maju. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202512/image_870x580_693cb97aa01b5.webp" length="47792" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sat, 13 Dec 2025 09:30:18 +0700</pubDate>
<dc:creator>Kuswanto</dc:creator>
<media:keywords>Forum Peduli Masyarakat Nganjuk, HUT ke 7, transparansi, Desa Ngepung, Patianrowo, Nganjuk</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>NGANJUK, SJP</strong> — Forum Peduli Masyarakat Nganjuk (FPMN) merayakan Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-7 dengan menggelar acara hiburan dan potong tumpeng di Desa Ngepung, Kecamatan Patianrowo, pada Jumat (12/12/2025) malam.</p>
<p> Kegiatan tahunan ini diselenggarakan sebagai wujud syukur dan upaya menjaga kebersamaan di antara masyarakat Ngepung khususnya, dan Nganjuk pada umumnya.</p>
<p>Acara yang dimulai pukul 20.00 WIB ini dihadiri oleh berbagai pihak, termasuk perwakilan dari Kodim 0810/Nganjuk, perwakilan Polsek Patianrowo, tokoh masyarakat (tomas), tokoh agama (toga), serta seluruh keluarga besar FPMN.</p>
<p>Dalam sambutannya, Ketua FPMN, Suyadi, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh masyarakat Ngepung hingga Nganjuk yang telah berpartisipasi memeriahkan acara.</p>
<p>"Saya ucapkan terima kasih kepada semua Forum Peduli Masyarakat yang tergabung, dan tamu undangan. Acara ini merupakan bentuk syukur kepada Allah SWT dan para pendiri bangsa ini," ujar Suyadi.</p>
<p>Lebih lanjut, Suyadi menegaskan bahwa tujuan utama peringatan HUT Ke-7 FPMN adalah meningkatkan semangat kebersamaan serta mengawal transparansi anggaran di Kabupaten Nganjuk. Hal ini sejalan dengan upaya menjaga jiwa gotong royong dalam membangun Nganjuk agar lebih maju.</p>
<p>"Semangat kebersamaan dan mengawal transparansi sangat penting dalam membangun Nganjuk. Ke depannya, mari membangun Nganjuk bersama-sama," ajaknya.</p>
<p>Perayaan ini, menurut Suyadi, juga menjadi simbolisasi tali silaturahmi yang erat antara rekan-rekan FPMN, rekan-rekan media, dan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) se-Nganjuk.</p>
<p>Dukungan dan apresiasi datang dari Ketua Aliansi Madura Indonesia (AMI) Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Kabupaten Nganjuk, Saiful.</p>
<p>Ia menilai penyelenggaraan HUT Ke-7 FPMN di Desa Ngepung mampu mempererat solidaritas masyarakat sekaligus berkontribusi positif pada pembangunan daerah.</p>
<p>"Selamat buat FPMN yang selalu aktif memajukan Nganjuk lebih baik," tutup Saiful. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Fakta Terungkap, Kecemburuan Jadi Motif Utama Pembunuhan Bhayangkari dan Anak Polisi di Nganjuk</title>
<link>https://suarajatimpost.com/fakta-terungkap-kecemburuan-jadi-motif-utama-pembunuhan-bhayangkari-dan-anak-polisi-di-nganjuk</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/fakta-terungkap-kecemburuan-jadi-motif-utama-pembunuhan-bhayangkari-dan-anak-polisi-di-nganjuk</guid>
<description><![CDATA[ Kecemburuan itu ditengarai adanya bukti chat korban yang diduga berencana akan rujuk dengan suaminya yang tak lain merupakan anggota polisi. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202512/image_870x580_693bbe42976f9.webp" length="35080" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Fri, 12 Dec 2025 14:30:44 +0700</pubDate>
<dc:creator>Kuswanto</dc:creator>
<media:keywords>Pembunuhan, pelaku, motif cemburu, baru disampaikan, polres Nganjuk, Nganjuk</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>NGANJUK, SJP</strong> — Kasus dugaan pembunuhan yang menewaskan dua perempuan dan melukai satu korban lainnya di sebuah kamar kos, Jalan Mongonsidi, Kelurahan Payaman, Kabupaten Nganjuk, pada Selasa (25/11/2025) akhirnya menemui titik terang. </p>
<p>Pihak kepolisian akhirnya mengungkap motif utama di balik tragedi berdarah yang tewaskan anggota Bhayangkari dan anak polisi tersebut. </p>
<p>Kepala Seksi Hubungan Masyarakat (Kasi Humas) Polres Nganjuk, Iptu Fajar Kurniadhi, dalam keterangannya kepada awak media Jumat (12/12/2025), mengungkapkan bahwa pelaku, yang diidentifikasi berinisial DS, didorong oleh rasa cemburu yang kuat terhadap korban EN (41).</p>
<p>Kecemburuan itu ditengarai adanya bukti chat korban yang diduga berencana akan rujuk dengan suaminya yang tak lain merupakan anggota polisi. </p>
<p>"Motif utama pelaku DS adalah cemburu yang mendalam terhadap korban. Hal ini diperkuat dari bukti <em>chatting</em> dengan pria yang ditemukan di ponsel korban," ungkap Fajar.</p>
<p>Tragedi tersebut terjadi di kamar kos korban, di mana EN dan anaknya meninggal dunia setelah diduga menghirup asap dari pembakaran yang dilakukan di dalam kamar.</p>
<p>Iptu Fajar menambahkan, pelaku DS dan korban EN saat kejadian masih menjalin hubungan asmara. </p>
<p>"Pelaku masih menjalin hubungan dan berstatus pacar korban saat itu," tegas Fajar. </p>
<p>Guna menghindari spekulasi yang tidak bertanggung jawab di masyarakat, pihak kepolisian memutuskan untuk mengumumkan poin-poin penting dari hasil penyelidikan. </p>
<p>Proses penyidikan telah tuntas, dan per tanggal 4 Desember 2025, pelaku DS telah dititipkan di Rumah Tahanan (Rutan) Kelas II B Nganjuk.</p>
<p>Terkait satu korban luka yang selamat, Fajar mengonfirmasi, kondisinya berangsur membaik dan saat ini dilakukan rawat jalan. "Kondisi korban yang terluka kini dalam rawat jala," sambungnya. </p>
<p>Pengungkapan kasus ini diharapkan dapat memberikan kepastian hukum dan ketenangan kepada masyarakat Nganjuk setelah insiden tragis tersebut.</p>
<p>Diberitakan sebelumnya, Polres Nganjuk memberikan konfirmasi jika korban adalah anggota Bhayangkari Polres Nganjuk yang masih aktif. </p>
<p>Konfirmasi ini disampaikan oleh Kepala Satuan Reserse Kriminal (Kasat Reskrim) Polres Nganjuk, AKP Sukaca, saat dihubungi awak media.</p>
<p>"Benar, korban adalah istri dari anggota Polri yang aktif. Kami sangat berduka atas kejadian ini dan berkomitmen untuk mengusut tuntas kasus ini," ujar AKP Sukaca, Rabu (26/11/2025) lalu. </p>
<p>Korban EN (41) ditemukan meninggal dunia bersama putrinya, EJIE (22), dengan sejumlah luka tusuk. Sementara itu, satu korban lainnya, EDIM (18), yang juga merupakan anak dari EN, berhasil selamat. </p>
<p>Polres Nganjuk bertindak cepat dan berhasil mengamankan pelaku berinisial DS (30), warga Desa Jogomerto, Kecamatan Tanjunganom, Nganjuk. </p>
<p>Penangkapan dilakukan hanya dalam waktu sekitar dua jam setelah peristiwa dilaporkan. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Tingkatkan Integritas dan Pelayanan, Polres Nganjuk Gelar Pembinaan Rohani dan Mental</title>
<link>https://suarajatimpost.com/tingkatkan-integritas-dan-pelayanan-polres-nganjuk-gelar-pembinaan-rohani-dan-mental</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/tingkatkan-integritas-dan-pelayanan-polres-nganjuk-gelar-pembinaan-rohani-dan-mental</guid>
<description><![CDATA[ Binrohtal rutin ini dilaksanakan dengan tujuan utama membentuk karakter anggota Polri yang jujur, berintegritas tinggi, serta mampu menjalankan tugas pengabdian kepada masyarakat dengan landasan moral yang kuat. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202512/image_870x580_693ae1abeba8d.webp" length="31542" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Fri, 12 Dec 2025 09:30:53 +0700</pubDate>
<dc:creator>Kuswanto</dc:creator>
<media:keywords>Bhinrotal, anggota polres, spritual, Polres Nganjuk, Nganjuk</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>NGANJUK, SJP</strong> — Kepolisian Resor (Polres) Nganjuk kembali melaksanakan kegiatan Pembinaan Rohani dan Mental (Binrohtal) sebagai bagian dari upaya peningkatan kualitas spiritual dan etika pelayanan seluruh anggota. </p>
<p>Kegiatan tersebut diselenggarakan di Masjid Al-Ikhlas, Polres Nganjuk pada Kamis (11/12/2025).</p>
<p>Binrohtal rutin ini dilaksanakan dengan tujuan utama membentuk karakter anggota Polri yang jujur, berintegritas tinggi, serta mampu menjalankan tugas pengabdian kepada masyarakat dengan landasan moral yang kuat.</p>
<p>Kepala Bagian Sumber Daya Manusia (Kabag SDM) Polres Nganjuk, Komisaris Polisi (Kompol) Burhanudin, mewakili Kapolres AKBP Henri Noveri Santoso, menyampaikan bahwa kegiatan ini berfungsi sebagai penyegaran moral yang penting di tengah padatnya dinamika tugas kepolisian.</p>
<p>"Kami mengajak seluruh anggota untuk tidak hanya berfokus pada kemampuan teknis semata, tetapi juga membangun kejujuran dan keikhlasan. Dengan mental yang bersih, tugas akan terasa lebih ringan, dan pelayanan kepada masyarakat dapat terlaksana secara optimal," jelas Burhanudin.</p>
<p>Dalam sesi tausiyah, Ulama Kamtibmas Polsek Jatikalen, Kyai Agustono, menyoroti pentingnya menjaga sikap hidup yang sederhana dan menghindari perilaku boros.</p>
<p>"Kebiasaan boros berpotensi menghilangkan keberkahan. Oleh karena itu, landasi setiap tugas dengan kejujuran dan keikhlasan, karena dua hal ini merupakan kekuatan terbesar dalam pelaksanaan pengabdian," pesan dia.</p>
<p>Melalui kegiatan Binrohtal yang berlangsung tertib dan khidmat ini, Polres Nganjuk berharap setiap anggota dapat memperkuat mentalitas, melakukan perbaikan diri secara berkelanjutan, dan semakin siap dalam memberikan pelayanan yang terbaik kepada masyarakat. Rangkaian kegiatan Binrohtal ditutup dengan doa bersama. <strong>(**) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Budaya Jujur dan Integritas ASN di Nganjuk Dipertanyakan di Tengah Tantangan Korupsi Warisan</title>
<link>https://suarajatimpost.com/budaya-jujur-dan-integritas-asn-di-nganjuk-dipertanyakan-di-tengah-tantangan-korupsi-warisan</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/budaya-jujur-dan-integritas-asn-di-nganjuk-dipertanyakan-di-tengah-tantangan-korupsi-warisan</guid>
<description><![CDATA[ Para ASN senantiasa menjaga integritas dan menjauhi praktik korupsi maupun gratifikasi, mengingat peran sentral ASN dalam pemerintahan. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202512/image_870x580_693adf235bbfe.webp" length="70212" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Fri, 12 Dec 2025 08:30:06 +0700</pubDate>
<dc:creator>Kuswanto</dc:creator>
<media:keywords>Seminar nasional, hari anti korupsi, Penggagas LKHP, budaya korupsi, ASN, Direktur Perubahan, Nganjuk</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>NGANJUK, SJP</strong> — Memperingati Hari Anti Korupsi Sedunia (Harkodia), Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Nganjuk menyelenggarakan seminar nasional bertajuk 'Menuju Tata Kelola Pemerintahan yang Bersih dan Berwibawa' di Hotel Front One Ratu Nganjuk, Kamis (11/12/2025). </p>
<p>Meski dihadiri oleh unsur Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD), akademisi, dan lembaga anti korupsi, acara ini menyoroti tantangan mendasar yang masih mengakar. Yakni budaya korupsi.</p>
<p>Seminar ini didukung oleh penggagas Laporan Kinerja Hidup Bersih (LKHP), Dr. Wahju Priyo Djatmiko, yang menekankan pentingnya integritas Aparatur Sipil Negara (ASN). </p>
<p>Dr. Wahju menyatakan tujuan utama acara adalah memperkuat kesadaran ASN dan masyarakat akan bahaya korupsi dan gratifikasi, serta strategi pencegahannya.</p>
<p>"Kita harap seminar ini menjadi momentum untuk membangun budaya anti korupsi yang kuat, di mana LKHP tidak hanya sekadar dokumen pelaporan, tetapi juga bukti komitmen terhadap transparansi dan akuntabilitas," ujar dia</p>
<p>Dalam sesi tersebut, Dr. Wahju melayangkan pesan tegas kepada seluruh ASN di Nganjuk. Ia mendesak agar para ASN senantiasa menjaga integritas dan menjauhi praktik korupsi maupun gratifikasi, mengingat peran sentral ASN dalam pemerintahan.</p>
<p>"Setiap ASN memiliki peran penting dalam membangun pemerintahan yang bersih. Hindari godaan apa pun, karena korupsi tidak hanya merusak keuangan negara, tetapi juga merusak kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah," tegas dia. </p>
<p>Sementara itu, Direktur Sekolah Perubahan Nganjuk, Basori SAG, melontarkan kritik tajam mengenai budaya korupsi yang disebutnya masih menjadi tantangan serius. </p>
<p>Menurut mantan anggota DPRD Nganjuk ini, pemberantasan korupsi tidak akan efektif tanpa adanya perubahan budaya, yang intinya harus dimulai dari budaya jujur.</p>
<p>"Budaya korupsi tidak muncul secara tiba-tiba, melainkan terbentuk dari kebiasaan kecil yang diabaikan seiring waktu. Oleh karena itu, pencegahannya harus dimulai dari kejujuran," kata Basori.</p>
<p>Ia lebih lanjut menuding bahwa fenomena korupsi di daerah cenderung menjadi warisan dari pejabat lama yang kemudian ditiru oleh pejabat baru, menunjukkan adanya siklus buruk yang sulit diputus. </p>
<p>Ia juga menekankan bahwa korupsi tidak akan bisa hilang atau berkurang jika kesadaran tidak terbangun dari kelompok masyarakat terkecil.</p>
<p>"Kami berharap, setiap pilihan yang jujur, meskipun kecil, adalah langkah penting untuk meruntuhkan tembok budaya korupsi. Tanggung jawab kita adalah membekali mereka (generasi masa depan) dengan nilai-nilai yang benar," tutupnya. <strong>(**) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>HAKORDIA 2025, Pemkab Nganjuk Mantapkan Tata Kelola Pemerintahan Bersih</title>
<link>https://suarajatimpost.com/hakordia-2025-pemkab-nganjuk-mantapkan-tata-kelola-pemerintahan-bersih</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/hakordia-2025-pemkab-nganjuk-mantapkan-tata-kelola-pemerintahan-bersih</guid>
<description><![CDATA[ Pemkab Nganjuk menegaskan komitmen memberantas korupsi pada HAKORDIA 2025. Bupati Marhaen dorong integritas aparatur, inovasi pelayanan publik, serta sinergi pemerintah, akademisi, dan masyarakat menuju tata kelola bersih dan berwibawa. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202512/image_870x580_693ad9683ec1e.webp" length="28994" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 11 Dec 2025 22:05:56 +0700</pubDate>
<dc:creator>Kuswanto</dc:creator>
<media:keywords>Seminar hari anti korupsi, hari anti korupsi, Bupati Nganjuk Marhaen Djumadi, Lembaga Kajian Hukum dan Perburuan, LKHP, Hotel Front One, Nganjuk</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>NGANJUK, SJP - </strong>Melalui Peringatan Hari Antikorupsi Sedunia (HAKORDIA) Tahun 2025, Pemerintah Kabupaten Nganjuk bertekat siap melangkah bersama mewujudkan tata kelola pemerintahan yang bersih, berwibawa, dan bermartabat. </p>
<p>Hal ini disampaikan Bupati Nganjuk Drs Marhaen Djumadi saat menghadiri acara Peringatan HAKORDIA tahun 2025 berlokasikan di hotel Front One Ratu jalan Begadung Nganjuk, Kamis (11/12/2025) pagi hingga selesai. </p>
<p>Bupati sampaikan, sesuai dengan tema “Lawan Korupsi: Menuju Tata Kelola Pemerintahan yang Bersih dan Berwibawa” hendaknya pemberantasan korupsi tidak dapat dilakukan secara parsial, apalagi sendiri-sendiri. Diperlukan sinergi, integritas, dan konsistensi dari seluruh elemen, mulai dari pimpinan hingga jajaran terbawah, dari perencana kebijakan hingga pelaksana pelayanan publik.</p>
<p>“Sebagai aparatur Pemerintah Kabupaten Nganjuk, Bapak dan Ibu semua dituntut untuk menjadi teladan integritas, menjunjung tinggi nilai kejujuran, transparansi, dan akuntabilitas dalam setiap pelaksanaan tugas,” tegas Marhaen. </p>
<p>Bupati yang akrab dipanggil Kang Marhaen ini juga menyoroti pentingnya inovasi dan pemanfaatan teknologi guna mendorong pelayanan publik yang semakin cepat dan akuntabel.</p>
<p>“Korupsi harus kita lawan agar masyarakat mendapatkan layanan yang lebih cepat, mudah, dan transparan,” kata Bupati.</p>
<p>Menurutnya, setiap langkah pembangunan harus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, sejalan dengan semangat pemerintahan yang bersih dan profesional.</p>
<p>"Melalui kegiatan ini, Pemkab Nganjuk berharap tercipta sinergi yang lebih kuat antara pemerintah, akademisi, dan masyarakat dalam mewujudkan lingkungan birokrasi yang bebas korupsi serta mendukung terbangunnya budaya integritas di semua lapisan," tutupnya. </p>
<p>Penggagas acara, Dr. Wahju Priyo Djatmiko, dalam paparannya, ia menekankan upaya pemberantasan korupsi tidak bisa berjalan sendiri-sendiri.</p>
<p>“Pemberantasan korupsi harus menjadi gerakan bersama. LKHP bersama Pemkab Nganjuk berkomitmen untuk terus memperjuangkan tata kelola pemerintahan yang bersih dan berwibawa,” tegasnya</p>
<p>Lanjut Wahyu, dalam momentum peringatan Hari Anti Korupsi 2025, Lembaga Kajian Hukum dan Perburuan (LKHP) bekerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Nganjuk menggelar Seminar Nasional bertema Lawan Korupsi: Menuju Tata Kelola Pemerintahan yang Bersih dan Berwibawa. <strong>(ADV) </strong></p>
<p><strong>Editor: Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Tahun 2025, Kejari Nganjuk Amankan Aset Negara Rp1,2 Miliar</title>
<link>https://suarajatimpost.com/tahun-2025-kejari-nganjuk-amankan-aset-negara-rp12-miliar</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/tahun-2025-kejari-nganjuk-amankan-aset-negara-rp12-miliar</guid>
<description><![CDATA[ Kejari Nganjuk memaparkan capaian penanganan empat kasus korupsi dengan kerugian negara Rp1,8 miliar. Aset Rp1,2 miliar diamankan, progres pemulihan 70 persen, dan inovasi CIA diluncurkan untuk pencegahan. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202512/image_870x580_69383652135d5.webp" length="50228" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Tue, 09 Dec 2025 22:59:41 +0700</pubDate>
<dc:creator>Kuswanto</dc:creator>
<media:keywords>Harkodia 2025, Penyelamatan uang negara, Rp 1, 2 miliar, Kejari Nganjuk, Nganjuk</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p data-start="94" data-end="476"><strong>NGANJUK, SJP -</strong> Kejaksaan Negeri (Kejari) Nganjuk memaparkan capaian kinerja pemberantasan korupsi sepanjang tahun 2025 dalam rangka Peringatan Hari Antikorupsi Sedunia (Hakordia).</p>
<p data-start="94" data-end="476">Dalam laporan resmi yang disampaikan kepada publik, Kejari mengungkapkan bahwa pihaknya berhasil mendeteksi kerugian negara akibat tindak pidana korupsi dengan nilai total mencapai Rp1,2 miliar.</p>
<p data-start="478" data-end="826">Kepala Kejari Nganjuk, Dr. Ika Mauludina, menyampaikan, selain pengungkapan kasus, pihaknya juga melakukan pemulihan hak negara secara signifikan.</p>
<p data-start="478" data-end="826">Salah satu perkara yang telah berkekuatan hukum tetap (inkrah) adalah kasus korupsi di Desa Banaran Kulon, Kecamatan Bagor, dengan aset negara senilai Rp1,2 miliar yang berhasil diamankan.</p>
<p data-start="828" data-end="912">Dalam kegiatan tersebut, Kejari turut memperlihatkan sebagian barang bukti berupa uang tunai Rp600 juta, setoran kas daerah Rp352 juta, pembayaran denda Rp100 juta, uang pengganti Rp85 juta, dan titipan uang pengganti Rp178 juta.</p>
<p data-start="1078" data-end="1364">Ika menjelaskan, tiga perkara korupsi lainnya kini memasuki tahap akhir penyidikan dan persiapan pelimpahan ke Pengadilan Negeri (PN). Tiga perkara itu melibatkan Kepala Desa Ngepung (Patianrowo), Kepala Desa Dadapan (Ngronggot), serta satu tersangka dari lingkungan Dinas Kominfo.</p>
<p data-start="1366" data-end="1601">“Untuk tersangka Sekretaris Dinas Kominfo, saat ini masih dalam proses penyidikan, pengumpulan keterangan saksi, dan verifikasi dokumen. Penahanannya diperpanjang 30 hari ke depan, hingga 5 Januari 2026,” jelas Ika, Selasa (9/12/2025).</p>
<p data-start="1603" data-end="1773">Kejari mencatat total kerugian negara dari empat perkara korupsi yang ditangani tahun ini mencapai Rp1,8 miliar, dengan progres pemulihan aset mencapai 70 persen.</p>
<p data-start="1775" data-end="1872">“Mudah-mudahan dalam waktu dekat upaya pemulihan uang negara bisa mencapai 100 persen,” kata Ika.</p>
<p data-start="1874" data-end="2108">Ia juga menyoroti tantangan pemberantasan korupsi yang semakin kompleks akibat munculnya berbagai modus baru. Untuk itu, Kejari menilai kolaborasi masyarakat, pemerintah daerah, dunia usaha, dan aparat penegak hukum sangat diperlukan.</p>
<p data-start="2110" data-end="2296">Pada momentum Hakordia tahun ini, Kejari Nganjuk memperkenalkan inovasi baru bertajuk Corruption Impact Assessment (CIA) sebagai upaya pencegahan dan penguatan pemulihan aset negara.</p>
<p data-start="2298" data-end="2465">“Setiap rupiah yang kembali ke kas negara memiliki makna besar. Inovasi ini kami gunakan untuk memperkuat pencegahan dan optimalisasi pemulihan aset,” pungkas Ika. <strong>(*)</strong></p>
<p data-start="2298" data-end="2465"><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Peringatan Hakordia di Nganjuk Diwarnai Demo FPMN, Tuntut Usut Dugaan Korupsi Pemkab</title>
<link>https://suarajatimpost.com/peringatan-hakordia-di-nganjuk-diwarnai-demo-fpmn-tuntut-usut-dugaan-korupsi-pemkab</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/peringatan-hakordia-di-nganjuk-diwarnai-demo-fpmn-tuntut-usut-dugaan-korupsi-pemkab</guid>
<description><![CDATA[ aksi demo oleh Forum Peduli Masyarakat Nganjuk (FPMN) yang menuntut usut tuntas kasus korupsi di lingkungan Pemkab Nganjuk ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202512/image_870x580_69382372b9be8.webp" length="78272" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Tue, 09 Dec 2025 22:42:49 +0700</pubDate>
<dc:creator>Kuswanto</dc:creator>
<media:keywords>HARKODIA, Hari anti korupsi, Demo, FPMN, ratusan warga gerudug Pemkab, Kado Tiga Poin, Pemkab Nganjuk, Nganjuk</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p data-start="94" data-end="340"><strong>NGANJUK, SJP - </strong>Peringatan Hari Antikorupsi Sedunia (Hakordia) di Kabupaten Nganjuk diwarnai aksi demonstrasi oleh Forum Peduli Masyarakat Nganjuk (FPMN). Massa menuntut penuntasan berbagai dugaan kasus korupsi di lingkungan Pemerintah Kabupaten Nganjuk.</p>
<p data-start="342" data-end="619">Ratusan warga berkumpul di depan Kantor Pemkab Nganjuk sambil membentangkan spanduk dan poster berisi tuntutan transparansi, akuntabilitas, serta penegakan hukum yang tegas terhadap pelaku korupsi. Mereka menilai praktik korupsi masih terjadi dan membutuhkan penanganan serius.</p>
<p data-start="621" data-end="795">Koordinator aksi, Suyadi, menyampaikan bahwa pihaknya mencurigai masih adanya praktik korupsi di tubuh Pemkab Nganjuk. Dalam aksinya, FPMN membawa tiga poin tuntutan utama.</p>
<p data-start="621" data-end="795">Di antaranya, pencabutan SK KIS oleh Novi Marhaen, yang dinilai menimbulkan hambatan hingga kini, tingginya pajak sebesar 75 persen, yang dianggap memberatkan masyarakat dan polemik Perbup terkait PTSL, yang menurut mereka hingga saat ini belum dicabut. </p>
<p data-start="1067" data-end="1296">Suyadi menilai Perbup tersebut membuka celah terjadinya praktik korupsi, meski telah ada ketentuan dari SKB Tiga Menteri. Ia juga menuding aparat penegak hukum di Kabupaten Nganjuk kurang tegas dalam menangani laporan masyarakat.</p>
<p data-start="1298" data-end="1430">“Di Hari Antikorupsi ini, terutama di Nganjuk, belum ada tindakan hukum yang benar-benar terlihat,” ujar Suyadi, Selasa (9/12/2025).</p>
<p data-start="1432" data-end="1587">Terkait ketidakhadiran Bupati Nganjuk, Suyadi menyampaikan kekecewaannya. Ia menilai Bupati Nganjuk menghindar dari tanggung jawab moral kepada masyarakat.</p>
<p data-start="1589" data-end="1692">“Dulu pernah ditagih, katanya masih wakil. Sekarang sudah jadi bupati malah melarikan diri,” ungkapnya.</p>
<p data-start="1694" data-end="1973">Menurut Suyadi, aksi demonstrasi ini menunjukkan bahwa kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pemberantasan korupsi semakin meningkat.</p>
<p data-start="1694" data-end="1973">Ia berharap pemerintah lebih proaktif, terutama dalam mengawasi pengelolaan anggaran yang seharusnya digunakan untuk kesejahteraan masyarakat.</p>
<p data-start="1975" data-end="2159">Menanggapi aksi tersebut, Pemkab Nganjuk melalui Inspektur Inspektorat, Samsul Huda, didampingi Kasat Pol PP Nafan, menyatakan siap menerima dan menindaklanjuti aspirasi yang dibawa FPMN.</p>
<p data-start="2161" data-end="2340">"Pemerintah akan bekerja sama dengan berbagai pihak dan terus memperkuat sistem pengawasan guna mencegah terjadinya praktik korupsi di masa mendatang," tandasnya. <strong>(*)</strong></p>
<p data-start="2161" data-end="2340"><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Jajaran Anggota Polres Nganjuk Latihan Hadapi Massa Sesuai SOP koordinasi</title>
<link>https://suarajatimpost.com/jajaran-anggota-polres-nganjuk-latihan-hadapi-massa-sesuai-sop-koordinasi</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/jajaran-anggota-polres-nganjuk-latihan-hadapi-massa-sesuai-sop-koordinasi</guid>
<description><![CDATA[ Kegiatan ini dilaksanakan sebagai upaya meningkatkan kesiapan dan kualitas kepemimpinan lapangan ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202512/image_870x580_6936eb590f39b.webp" length="46454" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 08 Dec 2025 23:18:40 +0700</pubDate>
<dc:creator>Kuswanto</dc:creator>
<media:keywords>Latihan pengendalian massa, Dalmas, SOP, anggota polres, Polres Nganjuk, Nganjuk</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>NGANJUK, SPJ</strong> - Kapolres Nganjuk AKBP Henri Noveri Santoso memimpin langsung latihan Pengendalian Massa (Dalmas) paradigma baru yang lebih melayani di Lapangan Apel Polres Nganjuk, dengan melibatkan Wakapolres, pejabat utama, Kapolsek jajaran hingga perwira staf, Senin (8/12/2025).</p>
<p>Kegiatan ini dilaksanakan sebagai upaya meningkatkan kesiapan dan kualitas kepemimpinan lapangan, sehingga para perwira memiliki pemahaman menyeluruh terhadap alur komando dan standar operasional prosedur saat menghadapi situasi di lapangan.</p>
<p>Dalam arahannya, Kapolres Nganjuk AKBP Henri Noveri Santoso menegaskan pentingnya kesiapan para pimpinan. </p>
<p>“Latihan ini kami lakukan agar rantai komando lebih mudah saat dibutuhkan di lapangan, sehingga para perwira mampu membaca situasi dan mengimplementasikan SOP secara tepat tanpa terjadi kesalahan,” ujarnya.</p>
<p>Paradigma baru Dalmas menekankan pendekatan yang lebih humanis, profesional, dan berorientasi pada pelayanan masyarakat, dengan mengedepankan penghormatan terhadap hak asasi manusia serta komunikasi persuasif dalam setiap tahapan pengamanan.</p>
<p>Ciri utama Dalmas paradigma baru di antaranya mengedepankan sikap santun dan pengendalian emosi personel, prioritas negosiasi melalui tim negosiator, perlindungan terhadap pengunjuk rasa, serta respons cepat dan profesional sesuai SOP.</p>
<p>Melalui latihan ini, Polres Nganjuk memastikan kesiapan personel secara berkelanjutan melalui simulasi rutin, sekaligus memperkuat rasa tanggung jawab bersama dalam menjaga situasi kamtibmas agar masyarakat dapat menyampaikan aspirasinya secara aman dan tertib, sementara kepolisian berperan sebagai pelindung dan fasilitator. <strong>(**)</strong></p>
<p><strong>Editor: Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Ikon Kertosono Tak Kunjung Direvitalisasi, DPRD Nganjuk Soroti Mandeknya Proyek Jembatan</title>
<link>https://suarajatimpost.com/ikon-kertosono-tak-kunjung-direvitalisasi-dprd-nganjuk-soroti-mandeknya-proyek-jembatan</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/ikon-kertosono-tak-kunjung-direvitalisasi-dprd-nganjuk-soroti-mandeknya-proyek-jembatan</guid>
<description><![CDATA[ Jembatan lama Kertosono yang roboh belum mendapat tindak lanjut pembangunan. Komisi III DPRD Nganjuk mendesak pemerintah daerah dan pusat segera mengambil langkah konkret agar akses warga dan ekonomi kembali pulih. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202512/image_870x580_6936e173734f1.webp" length="41830" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 08 Dec 2025 22:45:46 +0700</pubDate>
<dc:creator>Kuswanto</dc:creator>
<media:keywords>Ketua Komisi III DPRD Nganjuk, H. Gondo Hariono, pembangunan treteg Kertosono, jembatan lama Kertosono, pembangunan macet, usulan Komisi, Nganjuk</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><b>NGANJUK, SJP — </b>Jembatan lama Kertosono atau Treteg Kertosono, yang roboh akibat hujan deras pada Juli 2025, hingga kini belum memiliki kejelasan tindak lanjut pembangunan. Padahal jembatan tersebut merupakan akses vital masyarakat dan ikon kawasan Kutho Kertosono.</p>
<p>Pembongkaran jembatan lama juga sempat terhenti mendadak pada Januari 2025, sehingga menambah tanda tanya publik terkait kelanjutan proyek ini.</p>
<p>Ketua Komisi III DPRD Nganjuk, H. Gondo Hariono, menegaskan hingga hari ini belum ada langkah konkret dari pemerintah daerah maupun pusat.</p>
<p>“Padahal kami sudah dua kali mengusulkan bersama DPUPR. Meskipun sudah ditinjau para pejabat, sampai sekarang belum ada rencana greget atau aksi nyata dari pihak manapun,” ujar Gondo saat ditemui di ruang Fraksi PDIP.</p>
<p>Ia menjelaskan, keberadaan jembatan lama Kertosono sangat penting bagi mobilitas warga, terutama pelajar dan masyarakat yang beraktivitas menggunakan sepeda motor, becak, maupun berjalan kaki. Sebab, bila harus melewati jalan raya besar, risiko kecelakaan lebih tinggi.</p>
<p>“Harapan kami jembatan ini bisa segera direalisasikan. Selain membantu anak-anak sekolah di wilayah sekitar, keberadaannya juga meningkatkan perekonomian Kertosono,” jelasnya.</p>
<p>Mas Gondo kemudian menyinggung sejarah Treteg Kertosono yang menjadi jalur penghubung penting di atas Sungai Brantas antara Kediri dan Kertosono. Menurutnya, jembatan lama tersebut seharusnya bisa dibangun kembali, meski dengan konsep berbeda dan tanpa anggaran besar seperti jembatan utama.</p>
<p>“Replika jembatan lama bisa dihidupkan lagi. Nantinya bisa dikembangkan dengan wisata air atau kuliner khas Kertosono, sekaligus memberi dampak ekonomi bagi masyarakat,” tuturnya.</p>
<p>Ia menegaskan, Komisi III DPRD Nganjuk berharap pemerintah daerah maupun pusat segera mengambil langkah nyata untuk menyelesaikan permasalahan tersebut.</p>
<p>“Meskipun demikian, kami tetap berharap masalah ini cepat terselesaikan dan benar-benar memberi manfaat bagi masyarakat,” pungkasnya. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor: Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>RSD Kertosono Dievaluasi Total, Pemkab Bentuk Tim Khusus Perbaikan Pelayanan</title>
<link>https://suarajatimpost.com/rsd-kertosono-dievaluasi-total-pemkab-bentuk-tim-khusus-perbaikan-pelayanan</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/rsd-kertosono-dievaluasi-total-pemkab-bentuk-tim-khusus-perbaikan-pelayanan</guid>
<description><![CDATA[ Bupati Nganjuk Marhaen Djumadi melakukan sidak ke RSD Kertosono menindaklanjuti keluhan pelayanan dan kasus pasien BPJS. Pemkab membentuk Tim Reformasi untuk membenahi manajemen, layanan, dan komunikasi rumah sakit. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202512/image_870x580_6936e0272e8da.webp" length="38054" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 08 Dec 2025 22:32:17 +0700</pubDate>
<dc:creator>Kuswanto</dc:creator>
<media:keywords>RSD Kertosono, Bupati Nganjuk Marhaen Djumadi, pasca viral pemberitaan, pelayanan rumah sakit, pasien BPJS, Kertosono, Nganjuk</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>NGANJUK, SJP —</strong> Bupati Nganjuk, Marhaen Djumadi, melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke Rumah Sakit Daerah (RSD) Kertosono setelah mencuat dugaan bahwa seorang pasien BPJS dipulangkan sebelum kondisinya benar-benar pulih.</p>
<p>Usai sidak, Bupati Marhaen menjelaskan, kunjungan ini dilakukan sebagai tindak lanjut atas viralnya pemberitaan di suarajatimpost.com terkait penanganan pasien BPJS di RSD Kertosono.</p>
<p>“Ini kita tindak lanjuti karena ada komunikasi yang tidak efektif. Ada seseorang yang masuk untuk bertanya dan mewawancarai, dan sebenarnya berbicara baik-baik, tidak marah-marah. Siapapun yang datang seharusnya tetap diapresiasi,” ujarnya, Senin (8/12/2025).</p>
<p>Marhaen menegaskan, pihaknya telah menggelar rapat gabungan yang melibatkan Bupati dan Wakil Bupati Nganjuk, Dewan Pengawas, manajemen RSD Kertosono, Komite Medik, Komite Keperawatan, kepala ruangan, serta unsur lainnya.</p>
<p>Rapat tersebut menghasilkan keputusan untuk membentuk Tim Reformasi Pengelolaan RSD Kertosono, yang akan dikoordinatori Wakil Bupati Tri Handy Saputra. </p>
<p>“Sidak ini bertujuan melihat langsung kondisi RSD Kertosono sekaligus mengambil langkah tegas dengan membentuk Tim Reformasi Pengelolaan,” tegasnya.</p>
<p>Bupati Nganjuk juga menanggapi kabar meninggalnya Alfinas, pasien BPJS asal Desa Kelurahan, Kecamatan Ngronggot, yang sebelumnya dirawat di RSD Kertosono, Kang Marhaen menyampaikan duka mendalam.</p>
<p>“<em>Innalillahi wa innailaihi roji’un</em>. Kami sudah mendapatkan informasi dari dokter yang merawat, dr. Hariyono, bahwa penyakit yang diderita almarhum sangat berbahaya. Beliau mengidap leukemia, dan fasilitas di RSD Kertosono memang belum memadai untuk menangani penyakit itu,” terang bupati.</p>
<p>Ia menambahkan, pihaknya juga akan memberikan bantuan kepada keluarga almarhum sebagai bentuk kepedulian pemerintah daerah.</p>
<p>Terkait banyaknya keluhan masyarakat tentang pelayanan RSD Kertosono, Bupati Marhaen menegaskan akan melakukan langkah cepat.</p>
<p>“Segera kita bentuk tim khusus. Pasien yang datang akan kita kawal. Saya beri waktu satu minggu untuk tim bekerja memperbaiki pelayanan di RSD Kertosono,” katanya.</p>
<p>Ia juga menyoroti lemahnya komunikasi antara manajemen rumah sakit dengan media. Menurutnya, hal itu terjadi karena kurangnya pemahaman dan pola pikir yang seharusnya mengedepankan keramahan.</p>
<p>“Tidak boleh ada nada tinggi dalam kondisi apapun. Dengan tim yang dibentuk nanti, saya harap komunikasi antara manajemen dan media bisa berjalan lebih baik,” tuturnya.</p>
<p>Marhaen berharap RSD Kertosono bisa kembali pada fungsi utama sebagai fasilitas publik yang melayani masyarakat secara optimal.</p>
<p>“Penting untuk membentuk tim khusus reformasi pengelolaan agar pelayanan kembali membaik,” pungkasnya. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor: Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Lima Kali Pemilihan Ketua DPD, Golkar Nganjuk Evaluasi Dinamika Internal</title>
<link>https://suarajatimpost.com/lima-kali-pemilihan-ketua-dpd-golkar-nganjuk-evaluasi-dinamika-internal</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/lima-kali-pemilihan-ketua-dpd-golkar-nganjuk-evaluasi-dinamika-internal</guid>
<description><![CDATA[ Musda Golkar ke-11 mencatat lima kali pemilihan Ketua DPD Nganjuk. Dewan Pertimbangan menegaskan seluruh proses sesuai prosedur dan berharap soliditas kader meningkat meski dinamika internal masih terjadi. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202512/image_870x580_69358a03c3463.webp" length="59578" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sun, 07 Dec 2025 23:33:52 +0700</pubDate>
<dc:creator>Kuswanto</dc:creator>
<media:keywords>Ketua Dewan Pertimbangan Golkar, Lima pertandingan, konflik internal, Musda Golkar, Nganjuk</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p data-start="170" data-end="413"><strong>NGANJUK, SJP – </strong>Ketua Dewan Pertimbangan Partai Golkar, Adi Wibowo, mengonfirmasi bahwa selama rangkaian penyelenggaraan Musyawarah Daerah (Musda) Golkar ke-11, telah tercatat lima kali proses pemilihan Ketua DPD Golkar Nganjuk berlangsung.</p>
<p data-start="415" data-end="680">"Sejauh ini, dalam rentang penyelenggaraan Musda ke-11 yang dimulai beberapa bulan lalu, kita telah merekam lima kali proses pemilihan Ketua DPD yang telah dilaksanakan di Nganjuk yang telah menyelesaikan ajang internalnya," ujar Adi Wibowo, Ahad (7/12/2025).</p>
<p data-start="682" data-end="829">Ia menjelaskan, dalam setiap proses tersebut, dinamika kompetisi berjalan keras dan menghasilkan eliminasi alami terhadap kandidat yang kalah.</p>
<p data-start="831" data-end="1113">"Setiap proses pemilihan ini, lima kali bertanding, kenyataannya dari pengalaman itu, setiap bertanding, yang kalah pasti <em>out,</em> kenyataannya turun satu persatu terus selama lima kali ini, dengan pengalaman itu, kita terus mengkaji biar tidak terulang lagi," jelasnya.</p>
<p data-start="1115" data-end="1242">Adi menegaskan, seluruh proses pemilihan berjalan sesuai prosedur dan pihaknya berharap tidak terjadi lagi situasi serupa.</p>
<p data-start="1244" data-end="1369">"Semua lima kali pemilihan berjalan dengan sesuai prosedur, kita tidak mau terulang kasus serupa seperti ini," tambahnya.</p>
<p data-start="1371" data-end="1530">Ketua Dewan Pertimbangan Golkar itu juga berharap pengurus yang terpilih dapat segera bergerak memperkuat konsolidasi internal dan mempererat kekompakan kader.</p>
<p data-start="1532" data-end="1708">"Kita berharap pengurus DPD yang terpilih itu bisa segera bergerak untuk memperkuat basis partai dan menjalankan program kerja yang selaras dengan arahan pusat," ungkapnya.</p>
<p data-start="1710" data-end="1901">Terkait konflik di tubuh Golkar Nganjuk, Adi Wibowo tidak menampik bahwa perbedaan pendapat kerap terjadi. Namun ia menegaskan bahwa hal tersebut tidak memengaruhi soliditas eksternal partai.</p>
<p data-start="1903" data-end="2169">"Kalau konflik di Golkar banyak. Karena disana banyak perbedaan, contohnya pendapat dan visi berbeda. Namun Adi menjelaskan, meskipun di Golkar ada masalah internal tapi kalau di luar kita satu, itulah ciri khas partai Golkar di Nganjuk," ucapnya. <strong>(*)</strong></p>
<p data-start="1903" data-end="2169"><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Maria Tungga Dewi Mundur dari Pencalonan Ketua DPD Golkar Nganjuk, Begini Penjelasannya</title>
<link>https://suarajatimpost.com/maria-tungga-dewi-mundur-dari-pencalonan-ketua-dpd-golkar-nganjuk-begini-penjelasannya</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/maria-tungga-dewi-mundur-dari-pencalonan-ketua-dpd-golkar-nganjuk-begini-penjelasannya</guid>
<description><![CDATA[ Pengunduran Maria dilakukan satu minggu sebelum pencalonan adanya kompromi politik dan kesepakatan dengan calon lain yang mana juga sekertaris Partai Golkar ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202512/image_870x580_6935836f525fd.webp" length="32938" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sun, 07 Dec 2025 23:02:58 +0700</pubDate>
<dc:creator>Kuswanto</dc:creator>
<media:keywords>Musda Golkar XI, Pemilihan Ketua DPD Golkar, aklamasi, kalim pendukung, Mundur dari Ketua, Partai Golkar, Nganjuk</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p data-start="165" data-end="494"><strong>NGANJUK, SJP –</strong> Eks Ketua DPD Golkar Nganjuk, Maria Tungga Dewi, resmi mengundurkan diri dari pencalonan Ketua DPD Partai Golkar Nganjuk. Keputusan tersebut diambil satu minggu sebelum pelaksanaan pencalonan, setelah adanya kompromi politik serta kesepakatan dengan calon lain yang juga merupakan sekretaris DPD Partai Golkar.</p>
<p data-start="496" data-end="940">"Satu minggu sebelum pencalonan waktu ini, memang ada pertarungan keras, yang artinya ada dua calon, di mana sekertaris mencalonkan ketua dan Ketua DPD juga mencalonkan, dan keduanya sama-sama mengklaim dapat dukungan, itupun sampai satu minggu pelaksanaan Musda ini mereka siap. Namun ada komunikasi khusus, Maria mengundurkan diri," kata Ketua Ormas MGR yang juga pendiri awal Golkar, Firman Adi, kepada Suarajatimpost, Ahad (7/12/2025).</p>
<p data-start="942" data-end="1191">Dengan mundurnya Maria, Firman menjelaskan, kini hanya tersisa satu calon Ketua DPD Golkar, yaitu Moch. Safi'i yang saat ini menjabat sebagai Sekretaris DPD Golkar. Karena hanya ada satu kandidat, maka penetapan ketua dilakukan secara aklamasi.</p>
<p data-start="1193" data-end="1336">"Dengan hanya satu calon, maka dengan sendirinya Musda akan musyawarah mufakat dan Moch Safi'i akan terpilih secara aklamasi," ujar Firman.</p>
<p data-start="1338" data-end="1540">Terkait pertanyaan apakah Maria memiliki ambisi untuk tetap maju, Firman menyebut dinamika politik internal sempat memanas. Ia menjelaskan, dukungan kepada Maria mulai melemah menjelang pencalonan.</p>
<p data-start="1542" data-end="1761">"Yang namanya pertarungan awalnya ya <em>fight,</em> karena mendekati situasi ini banyak pendukungnya yang lari, dan itu melihat situasi, kalau tidak memungkinkan akan kalah, jalan satu satunya ya mengundurkan diri," katanya.</p>
<p data-start="1763" data-end="1892">"Tidak tanggung-tanggung penyataan mundur Maria sebelum pencalonan, dikarenakan pendukungnya banyak yang lari," imbuh Firman.</p>
<p data-start="1894" data-end="2105">Firman menambahkan, pihaknya kini menunggu pembentukan tim formatur oleh ketua terpilih dalam sidang paripurna nanti. Ia juga membenarkan, sebelum pencalonan terjadi gesekan internal terkait klaim dukungan.</p>
<p data-start="2107" data-end="2222">"Konflik klaim antar pendukungnya memang ada, ditunggu nanti ada tim formatur yang mengatur," papar Firman Adi.</p>
<p data-start="2224" data-end="2479">Sementara itu, mantan Ketua DPD Golkar Nganjuk, Maria Tungga Dewi, menyampaikan, keputusan mundurnya telah dilakukan sesuai prosedur.</p>
<p data-start="2224" data-end="2479">Ia mengaku legawa tidak mencalonkan kembali demi memberi ruang regenerasi dan semangat baru di tubuh Golkar Nganjuk.</p>
<p data-start="2481" data-end="2606">"Jujur, saya tidak mencalonkan lagi, supaya ada regenerasi baru dengan harapan baru," singkat Maria sambil tersenyum. <strong>(*)</strong></p>
<p data-start="2481" data-end="2606"><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Musda XI Golkar Nganjuk Digelar,  Safi&amp;apos;i  Terpilih secara Aklamasi</title>
<link>https://suarajatimpost.com/musda-xi-golkar-nganjuk-digelar-di-nganjuk-calon-tunggal-ketua-dpd-terpilih-secara-aklamasi</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/musda-xi-golkar-nganjuk-digelar-di-nganjuk-calon-tunggal-ketua-dpd-terpilih-secara-aklamasi</guid>
<description><![CDATA[ Penetapan itu tertuang dalam berita acara Steering Committee (SC) panitia Musda XI yang diterbitkan pada saat proses penyerahan berkas pencalonanya di kantor DPD pada hari (Jumat,5/22/2025) lalu sekitar pukul 13.30 WIB ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202512/image_870x580_693567cb1d8ca.webp" length="29670" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sun, 07 Dec 2025 21:35:35 +0700</pubDate>
<dc:creator>Kuswanto</dc:creator>
<media:keywords>Musda Golkar, pemilihan ketua DPD Golkar, secara aklamasi, DPD Golkar, Calon Tunggal, Partai Golkar, Nganjuk</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>NGANJUK, SJP</strong> - DPD Partai Golkar Kabupaten Nganjuk menetapkan Mochammad Safii sebagai calon tunggal Ketua DPD Partai Golkar Nganjuk masa bakti 2025–2030. Penetapan itu tertuang dalam berita acara Steering Committee (SC) panitia Musda XI yang diterbitkan pada saat proses penyerahan berkas pencalonanya di kantor DPD pada hari (Jumat,5/22/2025) lalu sekitar pukul 13.30 WIB.</p>
<p>Dalam berita acara tersebut, panitia menyatakan bahwa Moch Safii merupakan satu-satunya bakal calon yang mendaftar sebagai Ketua DPD Partai Golkar Nganjuk. Setelah dilakukan verifikasi, seluruh persyaratan yang diajukan dinyatakan lengkap dan sesuai dengan ketentuan organisasi Partai Golkar. </p>
<p>Dengan demikian, SC menetapkan Moch Safii sebagai calon tunggal yang akan dibawa ke forum Musyawarah Daerah (Musda) XI di Hotel Front One jalan raya Begadung Nganjuk hari ini, Minggu (7/12/2025) </p>
<p>Pernyataan sikap tersebut disampaikan Ketua DPD Partai Golkar Nganjuk, Moch Safi'i terpilih, bahwa pihaknya akan berusaha untuk lebih terbuka dari bawah mulai dari desa ke Kecamatan biar roda politik bisa berjalan, kalau organisasi berjalan, maka akan lebih baik dan suaranya bisa bertambah dan kursi juga akan bertambah dengan didasari ikhtiar yang besar, Kami yakin kedepan kursi partai golkar bertambah</p>
<p>"Kami pastikan, dengan kebersamaan dan kekompakan, kursi Golkar bertambah," Yakin Moch Safi'i saat konfrensi pers di loby hotel Front One dihadapan awak media</p>
<p>Progres tercepat Partai Golkar Nganjuk saat dipimpinnya, pihaknya akan melakukan pertemuan dengan tim yang baru dibentuk, namun pihaknya akan mengawasi, karena ada bentuknya tim prematur dan musyawarah dengan beberapa pimpinan Kecamatan (PK) se-Nganjuk </p>
<p>Terkait calon pendaftaran tunggal tanpa ada tandingan, Ketua DPD Partai Golkar yang baru dilantik menyampaikan, kalau masalah itu saya kurang faham, Tapi saya sendiri mendapatkan dukungan dari bawah mulai dari PK, Organisasi, termasuk budayawan dan pengusaha atas dukungan tersebut untuk maju di Golkar</p>
<p>"Banyak yang mendukung saya maju menjadi Ketua DPD Golkar, terkait calon tunggal, maaf mas tidak faham," Celetuknya</p>
<p>Terkait visi dan misi menjadi Ketua terpilih DPD Golkar Nganjuk, Safi'i menjelaskan, Kami belum ada program, selesai Musda ini, kami akan berkoordinasi dengan tim, Meskipun saya menjadi Ketua, tapi masih berkoordinasi dengan mantan Ketua Maria Tungga Dewi untuk Golkar lebih baik</p>
<p>"Misi dan visi belum mas, setelah Musda kami akan rapatkan," ungkap Safi'i.</p>
<p>Untuk penataan formasi struktur, Kata Safi'i pihaknya enggan menyebutkan, meskipun ia memberikan list struktur untuk berkoordinasi dengan teman teman PK dan pengurus lain supaya solid, terkhusus kader muda untuk majukan Golkar</p>
<p>Safi'i juga membantah ditubuh Golkar ada konflik internal, pihaknya menyatakan tidak ada, tetep kompak dan guyup</p>
<p>"Tidak ada konflik internal, tetep guyub mas," Tutupnya</p>
<p>Disinggung target Partai Golkar ke depan, namun sempat kehilangan satu kursi di pemilu kemarin, Moch Safi'i menyebut, yang pasti kami kompak dan kebersamaan </p>
<p>Dengan penetapan sebagai calon tunggal, Safi'i berharap seluruh kader dan struktur Partai Golkar di Kabupaten Nganjuk dapat bersatu dalam menyukseskan Musda XI. </p>
<p>“Saya berharap seluruh komponen Partai Golkar bersatu menyongsong pelaksanaan Musda demi kebesaran Partai Golkar ke depan,” tuturnya.</p>
<p>Sementara itu, Ketua DPD Provinsi Dokter Ali Mukti mengatakan, pemilihan Moch Safi'i sesuai aklamasi dari ke 20 kecamatan menyatakan sah sebagai Ketua DPD Golkar Nganjuk yang terdaftar</p>
<p>"Sesuai aklamasi dan yang terdaftar sebagai calon tunggal sebagai definitif Ketua DPD Golkar," papar Ali Mukti (*) </p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Kantor Pos Baron Nganjuk Klarifikasi Isu Salah Sasaran BLT Kesra, Pastikan Mekanisme Transparan</title>
<link>https://suarajatimpost.com/kantor-pos-baron-nganjuk-klarifikasi-isu-salah-sasaran-blt-kesra-pastikan-mekanisme-transparan</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/kantor-pos-baron-nganjuk-klarifikasi-isu-salah-sasaran-blt-kesra-pastikan-mekanisme-transparan</guid>
<description><![CDATA[ Isu salah sasaran BLT Kesra ditanggapi Kantor Pos Baron. Proses penyaluran dipastikan transparan, termasuk pemeriksaan dokumen, verifikasi kematian, dan aturan bagi penerima tunggal di KK. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202512/image_870x580_6932ea1dd4d12.webp" length="28910" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Fri, 05 Dec 2025 21:33:39 +0700</pubDate>
<dc:creator>Kuswanto</dc:creator>
<media:keywords>Kantor Pos Cabang Baron, Penerima Manfaat, data penerima manfaat, 3000 penerima manfaat, Kecamatan Baron, Baron, Nganjuk</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>NGANJUK, SJP –</strong> Penyaluran Bantuan Langsung Tunai Kesehatan Rakyat (BLT Kesra) yang mulai dilaksanakan sejak November 2025 dan diambil melalui Kantor Pos Cabang Baron, Kabupaten Nganjuk, tengah menjadi perhatian masyarakat.</p>
<p>Beberapa warga Desa Mabung Baron melaporkan adanya ketidaksesuaian antara nama dalam daftar resmi dengan mereka yang menerima bantuan. Namun, Kepala Kantor Pos Wilayah Nganjuk menegaskan tidak ada penyelewengan dalam proses pembayaran.</p>
<p>Saat dikonfirmasi, Kepala Kantor Pos Cabang Baron, Hilman, menjelaskan, penyaluran pada Jumat (5/12/2026) berjalan lancar tanpa kendala. Ia mengakui pernah terjadi ketidaksesuaian data, namun pihaknya telah memberikan penjelasan kepada warga.</p>
<p>“Kami jelaskan, kalau memang satu KK (Kartu Keluarga) dan ada keterwakilan, tidak apa-apa. Misalkan di rumah ada adiknya, tidak apa, silakan yang mengambil adiknya,” kata Hilman kepada suarajatimpost.com.</p>
<p>Lebih lanjut, Hilman menegaskan, penerima manfaat wajib membawa dokumen identitas. “Kalau itu bener, silakan bawa KK, KTP penerima dan akte kalau anak kecil. Kalau dewasa harus membawa KTP,” jelasnya.</p>
<p>Saat disinggung terkait penerima yang telah meninggal dunia, Hilman memastikan pihaknya akan melakukan verifikasi ke pemerintah desa. Jika benar meninggal, pihak kantor pos akan menerbitkan surat gagal bayar yang dilaporkan ke kantor pusat.</p>
<p>“Kami kan pembayarannya ada beberapa skema. Pembayaran di kantor pos. Tapi kalau ada penerima yang sudah meninggal, kami akan membuat surat gagal bayar yang akan kita tembuskan ke kantor pusat,” ujarnya, Jumat (5/12/2015).</p>
<p>Ia menambahkan, penerima manfaat yang meninggal masih dapat diwakilkan oleh anggota keluarga lain yang berada dalam satu Kartu Keluarga (KK). Namun jika penerima merupakan satu-satunya anggota dalam KK dan telah meninggal, maka BLT tidak dapat diwakilkan dan dikembalikan kepada negara.</p>
<p>“Kalau misalnya penerima meninggal itu masih bisa asalkan masih ada anggota keluarganya. Tapi kalau misalnya dalam KK-nya cuma ada satu nama, misalnya dia meninggal maka tidak berhak diwakilkan yang lain. Walaupun misalnya ada anaknya sudah lepas KK, itu nanti kami kembalikan ke negara,” jelasnya.</p>
<p>Terkait prosedur surat gagal bayar, Hilman mengatakan dirinya bertanggung jawab langsung untuk melaporkan hal tersebut kepada atasan.</p>
<p>“Tembusan ini sudah saya laporkan ke atasan saya, benarkah orang ini meninggal. Tapi kalau orang ini masih hidup, meskipun masih di Jawa Timur, wes kon muleh ae (suruh pulang aja),” seloroh Hilman sambil tertawa.</p>
<p>Hilman menambahkan, jumlah penerima BLT Kesra di Kantor Pos Cabang Baron mencapai sekitar 3.300 orang. Hingga saat ini, tersisa sekitar 250 penerima, dan penyaluran ditargetkan selesai paling lambat 7 Desember 2025. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor: Rizqi Ardian </strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Kadinkes Nganjuk Buka Suara atas Pemulangan Pasien BPJS di RSD Kertosono</title>
<link>https://suarajatimpost.com/kadinkes-nganjuk-buka-suara-atas-pemulangan-pasien-bpjs-di-rsd-kertosono</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/kadinkes-nganjuk-buka-suara-atas-pemulangan-pasien-bpjs-di-rsd-kertosono</guid>
<description><![CDATA[ Pasca diberitakan karena mendapat komplain dari keluarga pasien BPJS yang dipulangkan sebelum kondisinya pulih, RSD Kertosono Nganjuk hingga saat ini masih enggan memberikan klarifikasi ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202512/image_870x580_6932e0f339163.webp" length="38194" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Fri, 05 Dec 2025 20:58:14 +0700</pubDate>
<dc:creator>Kuswanto</dc:creator>
<media:keywords>Kadinkes Nganjuk dr Tien Farida Yani, RSD Kertosono, pasien BPJS, dipulangkan sebelum sembuh, pelayanan rumah sakit, Kertosono, Nganjuk</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>NGANJUK, SJP - </strong>Kasus pelayanan rumah sakit daerah (RSD) Kertosono Kabupaten Nganjuk kembali viral di media sosial setelah seorang pasien BPJS dinyatakan dipulangkan sebelum kondisi sepenuhnya pulih. </p>
<p>dr Tien Farida Yani Kepala Dinas Kesehatan (Kadiskes) Nganjuk memberikan tanggapan terkait kasus di RSD Kertosono.</p>
<p>"Kami dari Dinkes sudah menyampaikan kepada Direktur (RSD Nganjuk) dr Suhariyono agar dikomunikasikan dengan baik terkait langkah-langkah yang diambil dan sekaligus dengan media yang meliput," ucapnya, Jumat (5/12/2025).</p>
<p>Menurut Tien Farida Yani, agar masyarakat tidak salah paham dengan kebijakan klinis yang diambil oleh DPJP, pasien harus ditangani sesuai panduan klinis dan alurnya.</p>
<p>"Untuk kunjungan sudah 3 kali, kalau memang memerlukan rujukan ke RSD yang lebih lengkap, bisa dilakukan sesuai indikasi medis, sifatnya hanya koordinasi dengan Dinkes, adapun struktur organisasi tersendiri," terang Kadinkes. </p>
<p>Sebelumnya, pasca diberitakan karena mendapat komplain dari keluarga pasien BPJS yang dipulangkan sebelum kondisinya pulih, RSD Kertosono Nganjuk hingga saat ini masih enggan memberikan klarifikasi.</p>
<p>Bahkan, upaya wartawan untuk mendapatkan konfirmasi langsung dari pihak manajemen RSD Kertosono hingga Kamis (4/12/2025) belum membuahkan hasil. </p>
<p>Beberapa kali saat mendatangi ruang pelayanan, dr Rita melalui stafnya selalu beralasan sedang ada acara di luar. </p>
<p>Tak hanya itu, staf RSD Kertosono juga enggan memberikan nomor kontak dr Rita kepada awak media. Bahkan, nomor kontak wartawan suarajatimpost.com yang diberikan kepada pihak rumah sakit, hingga saat ini belum juga dihubungi.</p>
<p>"Nanti tak sampaikan ya pak, karena dua hari ini dr Rita masih ada keperluan dinas," kata salah seorang staf, Kamis (4/12/2025). <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor: Rizqi Ardian </strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Perizinan Usaha Diperketat, DPMPTSP Nganjuk Sosialisasi PP Nomor 28 Tahun 2025</title>
<link>https://suarajatimpost.com/perizinan-usaha-diperketat-dpmptsp-nganjuk-sosialisasi-pp-nomor-28-tahun-2025</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/perizinan-usaha-diperketat-dpmptsp-nganjuk-sosialisasi-pp-nomor-28-tahun-2025</guid>
<description><![CDATA[ Sosialisasi ini diselenggarakan untuk memperkenalkan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 28 Tahun 2025 tentang Penyelenggaraan Perizinan Berusaha Berbasis Risiko, yang secara resmi menggantikan regulasi sebelumnya, yakni PP Nomor 5 Tahun 2021. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202512/image_870x580_693297c75a103.webp" length="18938" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Fri, 05 Dec 2025 15:33:14 +0700</pubDate>
<dc:creator>Kuswanto</dc:creator>
<media:keywords>Sosialisasi, PP No 28 tahun 2025, DPMSTP, perizinan, pelaku usaha, Nganjuk</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>NGANJUK, SJP</strong> — Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Nganjuk menyelenggarakan sosialisasi mengenai perubahan regulasi perizinan berusaha di Indonesia, yang dilaksanakan di <em>Meeting Room</em> Frontone Hotel Nganjuk, Jumat, (5/12/2025). </p>
<p>Sosialisasi ini diselenggarakan untuk memperkenalkan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 28 Tahun 2025 tentang Penyelenggaraan Perizinan Berusaha Berbasis Risiko, yang secara resmi menggantikan regulasi sebelumnya, yakni PP Nomor 5 Tahun 2021.</p>
<p>Kegiatan yang berlangsung dari pukul 08.00 hingga 13.00 WIB ini dihadiri oleh ratusan pelaku usaha dari berbagai sektor, mulai dari usaha yang bergerak di bidang kesehatan, ketahanan pangan, hingga industri.</p>
<p>Fungsional Penata Perizinan Ahli Madya DPMPTSP, Wahyu Wicaksono, menjelaskan bahwa perubahan regulasi ini menuntut pemahaman cepat dari seluruh pemangku kepentingan (<em>stakeholder</em>).</p>
<p>"Karena adanya perubahan PP ini, makanya kita harus mengundang dan mensosialisasikan kepada para pelaku usaha, baik itu dari sektor kesehatan, ketahanan pangan, industri, dan sebagainya," ujar Wahyu.</p>
<p>Salah satu poin krusial yang menjadi fokus sosialisasi adalah penyesuaian batasan modal untuk perizinan yang dapat dilakukan melalui pernyataan mandiri (<em>self-declare</em>), khususnya terkait aspek tata ruang.</p>
<p>Dalam PP Nomor 5 Tahun 2021 sebelumnya, pelaku usaha dengan modal mikro dan kecil (di bawah Rp5 miliar) masih diperbolehkan menggunakan pernyataan mandiri terkait tata ruang. Namun, aturan ini kini diperketat dalam PP Nomor 28 Tahun 2025.</p>
<p>"Kalau yang sekarang ini mengalami penurunan dari yang dulu itu kecil, sekarang ke mikro. Jadi sekarang hanya yang pelaku usaha dengan modal di bawah Rp1 miliar saja yang diperbolehkan menggunakan pernyataan mandiri atau <em>self-declare</em>, terkait dengan tata ruangnya," jelas dia. </p>
<p>Pengetatan ini berarti bahwa bagi pelaku usaha dengan modal di atas Rp1 miliar, proses persetujuan tata ruang akan memerlukan verifikasi atau persetujuan yang lebih ketat dari pemerintah daerah dan tidak lagi cukup dengan pernyataan mandiri.</p>
<p>Pemerintah Kabupaten Nganjuk berharap perubahan regulasi ini dapat meningkatkan kualitas pelayanan perizinan berusaha dan memberikan kepastian hukum yang lebih kuat bagi pelaku usaha, sejalan dengan semangat reformasi birokrasi di sektor investasi.</p>
<p>"Harapannya nanti para pelaku usaha semuanya bisa memahami dan mengerti terkait dengan adanya perubahan dari PP 5 ke PP 28," pungkasnya. <strong>(ADV) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Pasien BPJS Belum Pulih Sudah Dipulangkan, RSD Kertosono Nganjuk Bungkam</title>
<link>https://suarajatimpost.com/pasien-bpjs-belum-pulih-sudah-dipulangkan-rsd-kertosono-nganjuk-bungkam</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/pasien-bpjs-belum-pulih-sudah-dipulangkan-rsd-kertosono-nganjuk-bungkam</guid>
<description><![CDATA[ Upaya wartawan untuk mendapatkan konfirmasi langsung dari pihak manajemen RSD Kertosono hingga saat ini belum menghasilkan hasil. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202512/image_870x580_6931718b167e9.webp" length="43542" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 04 Dec 2025 20:01:14 +0700</pubDate>
<dc:creator>Kuswanto</dc:creator>
<media:keywords>RSD Kertosono, klarifikasi, wartawan, Kabid Pelayanan, pasien BPJS, pelayanan rumah sakit, tidak berkenan di konfirmasi, Nganjuk</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>NGANJUK, SJP - </strong>Pasca diberitakan karena mendapat komplain dari keluarga pasien BPJS yang dipulangkan sebelum kondisinya pulih, RSD Kertosono Nganjuk hingga saat ini masih enggan memberikan klarifikasi.</p>
<p>Bahkan, upaya wartawan untuk mendapatkan konfirmasi langsung dari pihak manajemen RSD Kertosono hingga saat ini, Kamis (4/12/2025) belum membuahkan hasil. </p>
<p>Beberapa kali saat mendatangi ruang pelayanan, dr Rita melalui stafnya selalu beralasan sedang ada acara di luar. </p>
<p>Tak hanya itu, staf RSD Kertosono juga enggan memberikan nomor kontak dr Rita kepada awak media. Bahkan, nomor kontak wartawan suarajatimpost.com yang diberikan kepada pihak rumah sakit, hingga saat ini belum juga dihubungi.</p>
<p>"Nanti tak sampaikan ya pak, karena dua hari ini dr Rita masih ada keperluan dinas," kata salah seorang staf, Kamis (4/12/2025).</p>
<p>Sebelumnya, pasien BPJS, Alfinas Rohman (28), dikabarkan dipulangkan dari ruang rawat inap meski kondisinya belum pulih. Kasus ini kembali memantik perhatian publik setelah sebelumnya ramai diperbincangkan di media sosial.</p>
<p>Winarti, ibu Alfinas dari Desa Kelurahan, Kecamatan Ngronggot, mengaku kecewa berat saat diwawancarai di halaman UGD RSD Kertosono, Selasa (2/12/2035).</p>
<p>“Kondisinya lemah, bola mata dan telapak kaki anak saya waktu dipulangkan masih berwarna kuning pucat. Itu yang bikin iba melihat anak saya diperlakukan seperti itu,” kata Winarti.</p>
<p>Seorang relawan Gepenta (Gerakan Pencegahan dan Pemberantasan Narkoba Anarkis dan Tawuran) Nganjuk, Tanti, menyebut pihaknya mendapati dugaan ketertutupan informasi medis.</p>
<p>Ia menuturkan bahwa penyakit yang diderita Alfias akhirnya terungkap melalui hasil laboratorium.</p>
<p>“Pihak dokter sangat tertutup dan melarang ketika ditanya hasil lab Alfias. Hasil lab ternyata Alfias menderita leukimia,” ujarnya.</p>
<p>Tanti menambahkan pihaknya selalu siap melakukan pendampingan, termasuk jika diperlukan rujukan ke RSUD dr Soetomo.</p>
<p>“Kami sudah berupaya untuk pendampingan dalam kondisi apapun. Semisal ada rencana rujukan ke rumah sakit DR Soetomo saya siap membantu. Namun besa di RSD Kertosono ini, tidak sampai di situ, keluarga pasien melarang saya dampingi, kenapa ya,” bebernya.</p>
<p>Berdasarkan hasil laboratorium, rumah sakit disebut akhirnya memberikan tindakan medis berupa transfusi darah pada Senin malam (1/12/2025). <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong> </p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Kapolres Nganjuk Pimpin Upacara 23 Personal Purna Bhakti</title>
<link>https://suarajatimpost.com/kapolres-nganjuk-pimpin-upacara-23-personal-purna-bhakti</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/kapolres-nganjuk-pimpin-upacara-23-personal-purna-bhakti</guid>
<description><![CDATA[ pelepasan purna bhakti untuk 23 personel Polres Nganjuk yang telah memasuki Purna Bhakti (pensiun). Upacara berlangsung dengan khidmat di Aula Tantya Sudhirajati, Kamis (4/12/2025) ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202512/image_870x580_69317530cf688.webp" length="32832" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 04 Dec 2025 18:59:08 +0700</pubDate>
<dc:creator>Kuswanto</dc:creator>
<media:keywords>Purna bhakti, 23 personel polri, Polres Nganjuk, pelepasan, Nganjuk</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>NGANJUK, SJP -</strong> Kapolres Nganjuk, AKBP Henri Noveri Santoso, memimpin upacara pelepasan purna bhakti untuk 23 personel Polres Nganjuk yang telah memasuki Purna Bhakti (pensiun). Upacara berlangsung dengan khidmat di Aula Tantya Sudhirajati, Kamis (4/12/2025). </p>
<p>Kegiatan berlangsung khidmat dengan dihadiri pejabat utama, Bhayangkari, serta perwakilan anggota, kemudian dilanjutkan barisan jajar pedang pora dan taburan bunga mawar sepanjang karpet merah menuju gerbang perpisahan.</p>
<p>Kapolres Nganjuk AKBP Henri Noveri Santoso menyampaikan penghargaan setinggi-tingginya kepada para purnawirawan atas dedikasi dan pengabdian mereka. </p>
<p>“Dalam momen yang penuh rasa hormat ini, kami mengucapkan terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya atas dedikasi, loyalitas, serta pengabdian kepada bangsa dan negara melalui institusi Polri yang sudah saudara berikan. Pintu Polres Nganjuk selalu terbuka bagi para senior sebagai bentuk masih terjalinnya komunikasi yang baik,” ujarya.</p>
<p>Beliau berpesan agar para purnawirawan tetap menggelorakan semangat Bhayangkara dengan turut menjaga kamtibmas di lingkungan tempat tinggal masing-masing. Semoga seluruh senior selalu diberikan kesehatan, keselamatan, dan kebahagiaan bersama keluarga. </p>
<p>Sementara itu, AKBP (Purn) Lilik Suharyono salah satu personel yang purna tugas dan sebelumnya menjabat Kapolsek Warujayeng, turut menyampaikan kesan sekaligus ucapan terima kasih. </p>
<p>“Kami berterima kasih kepada seluruh jajaran Polres Nganjuk atas kebersamaan, dukungan, dan pengalaman berharga selama bertugas. Semoga Polres Nganjuk semakin solid, maju, dan tetap dicintai masyarakat. Kami siap terus membantu menjaga kamtibmas di lingkungan tempat tinggal kami sebagai wujud kecintaan kepada Polri,” ungkapnya.</p>
<p>Prosesi purna bhakti berlangsung penuh haru dan penghormatan, menjadi simbol apresiasi institusi atas pengabdian panjang para personel dalam menjaga keamanan dan ketertiban di Kabupaten Nganjuk. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor: Rizqi Ardian </strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Ribuan Pil Double L dan 100 Gram Sabu Diamankan dari Tiga Pengedar di Nganjuk</title>
<link>https://suarajatimpost.com/ribuan-pil-double-l-dan-100-gram-sabu-diamankan-dari-tiga-pengedar-di-nganjuk</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/ribuan-pil-double-l-dan-100-gram-sabu-diamankan-dari-tiga-pengedar-di-nganjuk</guid>
<description><![CDATA[ Seluruh pelaku diamankan di lokasi berbeda dengan barang bukti yang dikemas dalam botol plastik hingga paket siap edar ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202512/image_870x580_692efaa136e24.webp" length="40378" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Tue, 02 Dec 2025 22:14:53 +0700</pubDate>
<dc:creator>Kuswanto</dc:creator>
<media:keywords>Pengedar, pil double L, Sabu, tiga tersangka, peredaran narkoba, Satreskoba, Polres Nganjuk, Nganjuk</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>NGANJUK, SJP - </strong>Satresnarkoba Polres Nganjuk berhasil membongkar jaringan pengedar sabu dan obat terlarang jenis pil dobel L di wilayah Kecamatan Baron, Kabupaten Nganjuk. </p>
<p>Tiga pelaku yakni MT (33), NW (36), dan AS (28) ditangkap dalam rangkaian penindakan pada 28–29 November 2025 dengan barang bukti ratusan ribu pil LL serta sabu lebih dari 100 gram. </p>
<p>Berawal dari informasi pencandu tersebut, petugas berhasil melakukan pengembangan dari informasi masyarakat terkait aktivitas peredaran okerbaya dan sabu di wilayah Desa Kemlokolegi, Baron.</p>
<p>Seluruh pelaku diamankan di lokasi berbeda dengan barang bukti yang dikemas dalam botol plastik hingga paket siap edar.</p>
<p>Kapolres Nganjuk AKBP Henri Noveri Santoso menyampaikan apresiasi atas kerja cepat anggota Satresnarkoba serta dukungan masyarakat yang aktif memberikan informasi, sehingga jaringan ini berhasil terputus hanya dalam waktu dua hari.</p>
<p>“Kami mengapresiasi dukungan warga yang terus memberikan laporan kepada kepolisian. Ratusan ribu pil LL dan sabu yang kami amankan ini adalah bukti keseriusan kami memberantas narkoba di Nganjuk. Tidak ada ruang bagi pengedar barang haram,” tegas AKBP Henri, Selasa (2/12/2025).</p>
<p>Dari tangan MT (33), petugas menyita barang bukti berupa satu HP Realme C11, satu botol berisi 1.000 pil LL, satu botol berisi 160 pil LL, satu plastik berisi 1.033 pil LL, satu toples, dan satu pack plastik klip.</p>
<p>Sedangkan dari NW (36) diamankan satu HP Realme Note 60, satu botol berisi 1.000 pil LL, satu unit motor Honda Beat AG-4496-UK, serta uang tunai Rp400.000 hasil penjualan pil LL. Untuk TH, petugas menyita satu botol berisi 1.000 butir pil LL dan sebuah sepeda motor Suzuki Satria F.</p>
<p>Penindakan berlanjut pada Sabtu dini hari dengan penangkapan AS (28) yang diduga sebagai pemasok utama. Dari dalam rumahnya, polisi menemukan 98 botol berisi total 98.000 butir pil LL, sabu dengan berat lebih dari 100 gram, timbangan digital, alat hisap, lakban, serta perlengkapan pengemasan narkotika lainnya.</p>
<p>Kasat Resnarkoba Polres Nganjuk IPTU Sugiarto, S.H. menjelaskan bahwa para pelaku memiliki peran berbeda dalam peredaran okerbaya dan sabu di wilayah Baron.</p>
<p>“Dari pemeriksaan, AS mengakui bahwa barang tersebut siap diedarkan. MT dan NW bertugas sebagai pengedar lapangan. Kami sudah mengamankan semuanya dan terus mendalami jaringan di atasnya, disinyalir barang tersebut berasal dari wilayah Sidoarjo” ungkap IPTU Sugiarto.</p>
<p>Pengungkapan ini menunjukkan keseriusan Satresnarkoba Polres Nganjuk dalam menekan angka peredaran narkotika dan okerbaya, terutama di daerah perbatasan yang rawan dijadikan jalur distribusi. </p>
<p>Kapolres kembali mengajak masyarakat untuk aktif memberikan informasi terkait dugaan penyalahgunaan narkoba melalui layanan Lapor Kapolres Nganjuk di WhatsApp 081151110110 serta layanan darurat 110 bebas pulsa.</p>
<p>“Kerja sama antara kepolisian dan masyarakat adalah kunci. Laporan dari warga membuat kami bisa bergerak cepat dan tepat sasaran,” pungkas AKBP Henri. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor: Rizqi Ardian </strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Ibu Pasien Diduga Diintimidasi Usai Kritik Pelayanan RSD Kertosono Nganjuk</title>
<link>https://suarajatimpost.com/ibu-pasien-diduga-diintimidasi-usai-kritik-pelayanan-rsd-kertosono-nganjuk</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/ibu-pasien-diduga-diintimidasi-usai-kritik-pelayanan-rsd-kertosono-nganjuk</guid>
<description><![CDATA[ Orang tua pasien di RSD Kertosono mengaku mendapat intimidasi setelah menyampaikan keluhan soal pelayanan medis. Aktivis menilai dugaan tekanan tersebut melanggar hak pasien. Pihak rumah sakit belum memberi klarifikasi. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202512/image_870x580_692eb83cdec73.webp" length="28638" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Tue, 02 Dec 2025 20:31:33 +0700</pubDate>
<dc:creator>Kuswanto</dc:creator>
<media:keywords>Orang tua pasien, pasien, BPJS, intimidasi, RSD Kertosono, Kertosono, Nganjuk</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p data-start="178" data-end="520"><strong>NGANJUK, SJP - </strong>Winarti (50), orang tua pasien bernama Alfinas Rohman (28) asal Dusun Sumbergayu, Desa Kelurahan, Kecamatan Ngronggot, Kabupaten Nganjuk, mengaku mendapat intimidasi setelah menyampaikan keluhan terkait pelayanan di Rumah Sakit Daerah (RSD) Kertosono. Kasus ini menambah daftar keluhan masyarakat mengenai pelayanan kesehatan di rumah sakit tersebut.</p>
<p data-start="522" data-end="868">Kepada Suarajatimpost, Winarti menceritakan kekecewaannya atas penanganan medis terhadap anaknya yang masih menjalani perawatan setelah ditangani pada Senin (1/11/2025) malam.</p>
<p data-start="522" data-end="868">"Saya merasa ada yang kurang tepat dalam penanganan anak saya. Sebagai orang tua, saya tentu khawatir dan mempertanyakan hal tersebut," ujarnya, Selasa (2/11/2025).</p>
<p data-start="870" data-end="1244">Ia mengaku tekanan mulai dirasakan setelah menyampaikan keluhan secara langsung kepada pihak rumah sakit. Winarti bahkan menyebut ada seorang dokter yang mendatanginya dan mempertanyakan alasannya memanggil aktivis.</p>
<p data-start="870" data-end="1244">"Awalnya didatangi yang mengaku dokter, tapi lama kelamaan terasa seperti intimidasi. Saya jadi takut untuk mencari keadilan bagi anak saya," lanjutnya.</p>
<p data-start="1246" data-end="1503">Kasus ini juga mendapat perhatian dari aktivis AWG, pemerhati kebijakan M. Ridwan.</p>
<p data-start="1246" data-end="1503">"Kami sangat menyayangkan jika benar ada intimidasi terhadap pasien atau keluarga pasien yang ingin menyampaikan keluhan. Ini jelas melanggar hak-hak mereka," tegasnya.</p>
<p data-start="1505" data-end="1680">Sementara itu, hingga kini, pihak RSD Kertosono belum memberikan penjelasan resmi. Upaya konfirmasi melalui staf, Fida, tidak membuahkan hasil.</p>
<p data-start="1505" data-end="1680">"Maaf pak, bukan rana saya," singkatnya. <strong>(*)</strong></p>
<p data-start="1505" data-end="1680"><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Pelayanan RSD Kertosono Nganjuk Dipertanyakan, Pasien BPJS Dipulangkan Sebelum Pulih</title>
<link>https://suarajatimpost.com/pelayanan-rsd-kertosono-nganjuk-dipertanyakan-pasien-bpjs-dipulangkan-sebelum-pulih</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/pelayanan-rsd-kertosono-nganjuk-dipertanyakan-pasien-bpjs-dipulangkan-sebelum-pulih</guid>
<description><![CDATA[ Keluarga pasien mengaku kecewa usai pemulangan paksa dari RSD Kertosono. Relawan menyebut dokter enggan membuka hasil lab yang menunjukkan pasien mengidap leukimia. Pihak rumah sakit belum memberikan klarifikasi. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202512/image_870x580_692eb3952baa0.webp" length="20132" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Tue, 02 Dec 2025 19:29:18 +0700</pubDate>
<dc:creator>Kuswanto</dc:creator>
<media:keywords>Pasien, bpjs, dirawat setengah hati, RSD Kertosono, Ngronggot, Nganjuk</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p data-start="120" data-end="411"><strong>NGANJUK, SJP -</strong> Kendala pelayanan pasien BPJS Kesehatan kembali terjadi di RSD Kertosono Kabupaten Nganjuk. Seorang pasien, Alfinas Rohman (28), dikabarkan dipulangkan dari ruang rawat inap meski kondisinya belum pulih. Kasus ini kembali memantik perhatian publik setelah sebelumnya ramai diperbincangkan di media sosial.</p>
<p data-start="413" data-end="751">Winarti, ibu Alfinas dari Desa Kelurahan, Kecamatan Ngronggot, mengaku kecewa berat saat diwawancarai di halaman UGD RSD Kertosono, Selasa (2/12/2035).</p>
<p data-start="413" data-end="751">“Kondisinya lemah, bola mata dan telapak kaki anak saya waktu dipulangkan masih berwarna kuning pucat. Itu yang bikin iba melihat anak saya diperlakukan seperti itu,” kata Winarti.</p>
<p data-start="753" data-end="1086">Seorang relawan Gepenta (<span>Gerakan Pencegahan dan Pemberantasan Narkoba Anarkis dan Tawuran) Nganjuk</span>, Tanti, menyebut pihaknya mendapati dugaan ketertutupan informasi medis. Ia menuturkan bahwa penyakit yang diderita Alfias akhirnya terungkap melalui hasil laboratorium.</p>
<p data-start="753" data-end="1086">“Pihak dokter sangat tertutup dan melarang ketika ditanya hasil lab Alfias. Hasil lab ternyata Alfias menderita leukimia,” ujarnya.</p>
<p data-start="1088" data-end="1462">Tanti menambahkan pihaknya selalu siap melakukan pendampingan, termasuk jika diperlukan rujukan ke RSUD dr Soetomo.</p>
<p data-start="1088" data-end="1462">“Kami sudah berupaya untuk pendampingan dalam kondisi apapun. Semisal ada rencana rujukan ke rumah sakit DR Soetomo saya siap membantu. Namun besa di RSD Kertosono ini, tidak sampai di situ, keluarga pasien melarang saya dampingi, kenapa ya,” bebernya.</p>
<p data-start="1464" data-end="1598">Berdasarkan hasil laboratorium, rumah sakit disebut akhirnya memberikan tindakan medis berupa transfusi darah pada Senin malam (1/12/2025).</p>
<p data-start="1600" data-end="1927">Sementara itu, upaya konfirmasi ke pihak RSD Kertosono belum membuahkan hasil. Direktur RSD Kertosono, dr Suharono, yang diwakili KTU Yuliana, tidak dapat ditemui. Seorang staf, Fida, menyampaikan alasan tersebut.</p>
<p data-start="1600" data-end="1927">“Mohon maaf pak, Bu Yuliana habis jatuh, itu rananya dr Rina selaku pelayanan, coba konfirmasi ke beliaunya,” ujar Fida.</p>
<p data-start="1929" data-end="2023">Saat diminta kontak dr Rina, Fida menjawab, “Maaf pak, saya tak izin yang bersangkutan,” tukasnya. <strong>(*)</strong></p>
<p data-start="1929" data-end="2023"><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>KSPI Kecam Kesenjangan Upah di Nganjuk, Desak Kenaikan Nasional 8,5%</title>
<link>https://suarajatimpost.com/kspi-kecam-kesenjangan-upah-di-nganjuk-desak-kenaikan-nasional-85</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/kspi-kecam-kesenjangan-upah-di-nganjuk-desak-kenaikan-nasional-85</guid>
<description><![CDATA[ Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Timur, nilai Kebutuhan Hidup Layak (KHL) provinsi saat ini mencapai Rp 3,1 juta. Angka tersebut jauh di atas Upah Minimum Provinsi (UMP) Jatim saat ini hanya sekitar Rp 2,3 juta. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202512/image_870x580_692cbd3ce0314.webp" length="35646" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 01 Dec 2025 07:20:15 +0700</pubDate>
<dc:creator>Kuswanto</dc:creator>
<media:keywords>Presiden Buruh, KSPI, Said Iqbal, tiga poin, kesejahteraan buruh, buruh Nganjuk, kenaikan 8 persen, Partai Buruh, Jawa Timur, ziarah ke makam Marsinah, Pahlawan Nasional, Nganjuk</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>NGANJUK, SJP</strong> — Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI), Said Iqbal, melontarkan kritik terhadap disparitas upah minimum di Jawa Timur, khususnya di Kabupaten Nganjuk.</p>
<p>Dalam sebuah momen ziarah yang sarat makna ke makam pahlawan buruh, Marsinah, di Nganjuk pada Ahad (30/11/2025), Iqbal menegaskan bahwa perjuangan Marsinah pada tahun 1993 mengenai upah layak masih relevan dan belum tuntas hingga hari ini.</p>
<p>Didampingi perwakilan Exco Partai Buruh dan KSPI Jawa Timur, serta Marsini (kakak Marsinah), Said Iqbal menyebut ketidakadilan upah buruh di Nganjuk jauh tertinggal dibandingkan kawasan industri sekitarnya.</p>
<p>Iqbal secara eksplisit mengatakan angka Upah Minimum Kabupaten (UMK) Nganjuk yang saat ini berada di kisaran Rp 2,4 juta, sangat timpang dibandingkan UMK kawasan industri seperti Sidoarjo yang nyaris mencapai Rp 5 juta.</p>
<p>"Ketimpangan upah antara Nganjuk dengan Mojokerto, Pasuruan, dan Surabaya itu terlalu jauh. Padahal harga kebutuhan hidup – harga makanan, BBM, beras, cicilan rumah – sama. Tidak ada alasan buruh Nganjuk digaji jauh lebih rendah hanya karena wilayahnya bukan kawasan industri," kata dia.</p>
<p>Iqbal juga mengkritisi formula upah yang digunakan Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker) saat ini. Menurutnya kebijakan tersebut justru memperlebar jurang disparitas. </p>
<p>Ia menambahkan bahwa daerah seperti Nganjuk hanya mendapat indeks kenaikan 0,2 sehingga kenaikan upah hanya sekitar 3,57 persen. Sementara, kota-kota industri mendapatkan indeks 0,7 dengan kenaikan mencapai 6 persen.</p>
<p>Dalam upaya meredam kesenjangan tersebut, KSPI bersama Partai Buruh telah mengajukan tiga opsi kenaikan upah minimum kepada pemerintah pusat, dengan harapan adanya satu angka nasional. </p>
<p>Opsi pertama adalah konservatif. Artinya Kenaikan sebesar 6,5%, mengacu pada indikator makro tahun sebelumnya, inflasi dan pertumbuhan ekonomi.</p>
<p>Opsi kedua adalah Kalkulatif, atau kenaikan sebesar 7,9%, dihitung dari inflasi (Oktober 2024 – September 2025) sebesar 2,86% ditambah hasil perkalian indeks 1,0 dengan pertumbuhan ekonomi 5,04%. Dan Opsi ketiga yakni usulan resmi, yakni kenaikan sebesar 8,5%.</p>
<p>"Harapan kami menginginkan satu angka nasional untuk kenaikan upah minimum. Setelah itu, baru daerah berjuang menentukan upah sektoral agar disparitas semakin kecil," jelas Iqbal.</p>
<p>Iqbal mengultimatum penolakan tegas terhadap formula upah minimum dari Kemenaker dan meyakini bahwa penundaan pengumuman formula upah yang seharusnya pada 21 November mengindikasikan bahwa Presiden belum menyetujui kebijakan Kemenaker.</p>
<p>Selain isu upah, Said Iqbal juga menyampaikan dua fokus utama perjuangan buruh yang disiapkan KSPI dan Partai Buruh. </p>
<p>Ia meminta penghapusan sistem <em>outsourcing</em>. Iqbal mengatakan bahwa KSPI bersama koalisi serikat pekerja sedang mempersiapkan Rancangan Undang-Undang Ketenagakerjaan yang salah satu poin utamanya adalah penghapusan total sistem <em>outsourcing</em>. </p>
<p>"Hanya akan ada hubungan kerja kontrak dan karyawan tetap. Kontrak maksimal lima tahun, setelah itu wajib diangkat atau kontrak ulang di pekerjaan lain. Tidak ada <em>outsourcing</em>," terangnya.</p>
<p>Kedua adalah pembangunan monumen Marsinah. Iqbal menyatakan dukungan penuh agar pemerintah pusat membangun monumen nasional bagi Marsinah sebagai simbol perjuangan buruh, rakyat kecil, dan perempuan.</p>
<p>Sementara itu, Ketua KSPI Jawa Timur dan Ketua Partai Buruh Jawa Timur, Jazuli, memperkuat tuntutan dengan hasil kajian mendalam. Merujuk pada Putusan Mahkamah Konstitusi (MK) Nomor 168, upah minimum wajib memenuhi Standar Kebutuhan Hidup Layak (KHL).</p>
<p>Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Timur, nilai KHL provinsi saat ini mencapai Rp 3,1 juta. </p>
<p>Jazuli menyebut, angka tersebut jauh di atas Upah Minimum Provinsi (UMP) Jatim saat ini yang hanya sekitar Rp 2,3 juta.</p>
<p>"Maka untuk memenuhi standar hidup layak sesuai Putusan MK, UMP Jatim seharusnya ditetapkan minimal Rp 3,1 juta. Dengan formula kenaikan nasional 8% seperti usulan Presiden Partai Buruh, UMK Kabupaten Nganjuk idealnya berada di kisaran Rp 3,3 juta," pungkas Jazuli. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Said Iqbal Sebut Peranan Dua Tokoh di Balik Penetapan Marsinah sebagai Pahlawan Nasional</title>
<link>https://suarajatimpost.com/said-iqbal-sebut-peranan-dua-tokoh-di-balik-penetapan-marsinah-sebagai-pahlawan-nasional</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/said-iqbal-sebut-peranan-dua-tokoh-di-balik-penetapan-marsinah-sebagai-pahlawan-nasional</guid>
<description><![CDATA[ Kedua tokoh yang dimaksud Said Iqbal  adalah Bupati Nganjuk Marhaen Djumadi dan Direktur Institut Sarinah Eva Sundari. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202511/image_870x580_692be5eac85e8.webp" length="67434" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sun, 30 Nov 2025 21:02:53 +0700</pubDate>
<dc:creator>Kuswanto</dc:creator>
<media:keywords>Presiden Buruh Said Iqbal, ziarah, makan Marsinah, dua sosok pencetus, pahlawan nasional, Bupati Nganjuk Marhaen Djumadi, Direktur Institut Sarinah, Eva Sundari, aktivis buruh, Nganjuk</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>NGANJUK, SJP</strong> - Presiden Partai Buruh, Said Iqbal, menyampaikan apresiasi mendalam kepada dua tokoh penting yang dinilai berjasa besar dalam proses penetapan Marsinah sebagai Pahlawan Nasional.</p>
<p>Menurut Said, kedua tokoh tersebut adalah Bupati Nganjuk Marhaen Djumadi dan Direktur Institut Sarinah Eva Sundari, seorang aktivis dan politisi yang dikenal gigih memperjuangkan isu-isu buruh dan hak asasi manusia.</p>
<p>"Bupati Nganjuk telah menunjukkan komitmen yang luar biasa dalam mengumpulkan bukti-bukti sejarah dan dukungan dari masyarakat setempat. Beliau juga aktif berkomunikasi dengan pemerintah pusat untuk memastikan bahwa perjuangan Marsinah diakui secara nasional," ujar Said Iqbal, Minggu (30/11/2025) </p>
<p> Selain itu, Said Iqbal juga menyoroti peran penting Eva Sundari dalam mengadvokasi kasus Marsinah di tingkat nasional dan internasional. Bahkan, kata Said, seharusnya Eva Sundari hadir bersama dalam acara ziarah bersama Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia. Namun, karena ada keperluan di Partai Nasdem,  Eva Sundari tidak bisa ikut.</p>
<p>"Namun, beliau tidak pernah lelah mengingatkan kita semua tentang pentingnya keadilan dan penghormatan terhadap hak-hak buruh. Peran beliau dalam menggalang dukungan dari berbagai elemen masyarakat sangatlah vital," ujar Said </p>
<p>Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) itu juga menegaskan bahwa penetapan Marsinah sebagai Pahlawan Nasional adalah kemenangan bagi seluruh gerakan buruh di Indonesia. </p>
<p>"Ini adalah bukti bahwa perjuangan untuk keadilan dan kesejahteraan buruh tidak akan pernah sia-sia. Marsinah adalah simbol perlawanan dan inspirasi bagi kita semua untuk terus berjuang demi hak-hak buruh yang lebih baik," tegasnya.</p>
<p>Setelah itu, Said kemudian menceritakan kembali awal munculnya usulan Marsinah menjadi Pahlawan Nasional. Ia menyampaikan usulan tersebut kepada Presiden Prabowo saat perayaan May Day 2025 lalu. Saat itu dirinya duduk berdampingan dengan Prabowo.</p>
<p> "Pada waktu itu langsung saya mengambil kesempatan saja secara langsung, saya bicara langsung dengan Bapak Presiden Prabowo. Pak Presiden, buruh itu belum pernah ada pahlawan nasional. Sepanjang republik ini, buruh belum ada pahlawan nasional," tegasnya</p>
<p>Said mengatakan, Prabowo sempat menanyakan alasan Marsinah perlu ditetapkan menjadi pahlawan nasional. Said menyebutkan tiga alasan Marsinah perlu ditetapkan sebagai pahlawan.</p>
<p>"Pertama buruh perempuan, yang kedua buruh yang miskin, yang ketiga buruh yang ingin berserikat," pungkas Said.</p>
<p> Sementara itu, Bupati Nganjuk Marhaen Djumadi  menyampaikan ucapan terima kasih yang mendalam kepada Presiden Partai Buruh, Said Iqbal, atas peran aktif dan dedikasinya dalam memperjuangkan penetapan Marsinah sebagai Pahlawan Nasional dari kalangan buruh. </p>
<p>"Saya atas nama seluruh masyarakat Nganjuk, mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Bapak Said Iqbal dan seluruh jajaran Partai Buruh. Tanpa perjuangan dan kegigihan beliau, mungkin Marsinah tidak akan mendapatkan pengakuan yang layak sebagai Pahlawan Nasional," ujar Bupati Marhaen</p>
<p>Bupati Marhaen juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah memberikan dukungan dalam proses pengajuan Marsinah sebagai Pahlawan Nasional. </p>
<p>"Saya juga ingin mengucapkan terima kasih kepada seluruh aktivis, akademisi, dan masyarakat yang telah memberikan kontribusi dalam mengumpulkan bukti-bukti sejarah dan dukungan moral. Ini adalah kemenangan kita bersama," katanya. (*) </p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Presiden Partai Buruh Ziarah ke Makam Marsinah</title>
<link>https://suarajatimpost.com/presiden-partai-buruh-ziarah-ke-makam-marsinah</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/presiden-partai-buruh-ziarah-ke-makam-marsinah</guid>
<description><![CDATA[ Kegiatan tabur bunga ke makam Marsinah di Desa Ngelundo Kecamatan Sukomoro pada pagi ini menjadi bentuk penghormatan sekaligus pengingat kolektif atas jasa dan pengorbanan Marsinah ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202511/image_870x580_692bdfa5e622b.webp" length="71576" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sun, 30 Nov 2025 19:14:09 +0700</pubDate>
<dc:creator>Kuswanto</dc:creator>
<media:keywords>Partai Buruh Provinsi Jawa Timur, Presiden Buruh Indonesia, Ziarah, Makan Marsinah, Pahlawan Nasional, Buruh, Jawa Timur, Nganjuk</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>NGANJUK, SJP</strong> - Presiden Partai Buruh Said Iqbal didampingi seluruh jajaran EXCO Partai Buruh Provinsi Jawa Timur berziarah ke makam Pahlawan Nasional sekaligus aktivis buruh, Marsinah di Desa Ngelundo Kecamatan Sukomoro, Minggu (30/11/2025) pagi. </p>
<p>Saat berziarah, Said Iqbal melakukan kegiatan tabur bunga dan doa bersama. Said diikuti pimpinan dan puluhan anggota Serikat Pekerja/Serikat Buruh dari berbagai federasi di Jawa Timur; antara lain PERDA KSPI Jawa Timur, DPW FSPMI Jawa Timur, DPD FSP KEP KSPI Jawa Timur, DPD F.SPN Jawa Timur, DPD FARKES Ref. Jawa Timur, dan DPD FSPPAR.</p>
<p>Said Iqbal menegaskan bahwa keteladanan Marsinah relevan hingga saat ini, terutama dalam kondisi masih banyaknya tantangan pemenuhan hak pekerja. Menurut dia, jauh sebelum ditetapkan pemerintah sebagai Pahlawan Nasional, Marsinah menunjukkan kepada kita bahwa perjuangan buruh membutuhkan keberanian dan ketulusan.</p>
<p>"Marsinah memilih berpihak kepada sesama buruh meski harus menghadapi risiko terbesar dalam hidupnya. Nilai-nilai itu yang terus kami jaga dan warisi,” ujarnya.</p>
<p>Said kemudian menceritakan awal munculnya usulan Marsinah menjadi Pahlawan Nasional. Ia menyampaikan usulan tersebut kepada Presiden Prabowo saat perayaan May Day 2025 lalu. Saat itu dirinya duduk berdampingan dengan Prabowo.</p>
<p>"Pada waktu itu langsung saya mengambil kesempatan saja secara langsung, saya bicara langsung dengan Bapak Presiden Prabowo. Pak Presiden, buruh itu belum pernah ada pahlawan nasional. Sepanjang republik ini, buruh belum ada pahlawan nasional," katanya.</p>
<p>Menurut Said, pada masa Orde Baru, perjuangan buruh tidaklah mudah. Selain ancaman pemutusan hubungan kerja (PHK), para aktivis buruh kerap berhadapan dengan intimidasi dan kekerasan, bahkan ancaman terhadap keselamatan jiwa. </p>
<p>"Marsinah adalah contoh nyata aktivis yang teguh memperjuangkan kesejahteraan buruh meski harus kehilangan nyawa," bebernya. </p>
<p>Said menegaskan,  ziarah ini juga dimaksudkan sebagai momen refleksi bagi seluruh jajaran Partai Buruh dan serikat pekerja untuk terus memperjuangkan keadilan industrial, peningkatan kesejahteraan, serta perlindungan terhadap pekerja tanpa takut terhadap tekanan atau intimidasi.</p>
<p>Semangat Marsinah akan terus dihidupkan dalam setiap langkah perjuangan politik buruh, baik di ruang legislasi, eksekutif, maupun di lapangan perjuangan industrial.  “Marsinah tidak pernah benar-benar pergi. Ia hidup dalam setiap perjuangan buruh hari ini,”* tutupnya. (*) </p>
<p>Editor: Danu </p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Inspektorat Nganjuk Akan Periksa Tiga Desa pada Desember, Dua Kasus Limpahan dari Polda Jatim</title>
<link>https://suarajatimpost.com/inspektorat-nganjuk-akan-periksa-tiga-desa-pada-desember-dua-kasus-merupakan-pelimpahan-dari-polda-jatim</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/inspektorat-nganjuk-akan-periksa-tiga-desa-pada-desember-dua-kasus-merupakan-pelimpahan-dari-polda-jatim</guid>
<description><![CDATA[ Pemeriksaan ini dilakukan sebagai tindak lanjut dari laporan yang diterima, dengan dua di antaranya merupakan pelimpahan kasus dari Polda Jawa Timur ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202511/image_870x580_6929a8b0beaa6.webp" length="44474" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Fri, 28 Nov 2025 22:28:43 +0700</pubDate>
<dc:creator>Kuswanto</dc:creator>
<media:keywords>Tiga Desa Diperiksa, 2 Pelimpahan Polda, Inspektorat, anggaran dana desa, Desa Lestari, Desa Sidoharjo, Desa Semare, Nganjuk</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>NGANJUK, SJP - </strong>Inspektorat Kabupaten Nganjuk mengumumkan rencana pemeriksaan terhadap tiga desa pada bulan Desember 2025 mendatang. Pemeriksaan ini dilakukan sebagai tindak lanjut dari laporan yang diterima, dengan dua di antaranya merupakan pelimpahan kasus dari Polda Jawa Timur.</p>
<p>"Benar, ada tiga desa yang akan kami periksa di bulan Desember. Dua kasus merupakan pelimpahan dari Polda Jatim, yakni Desa Sidoharjo Kecamatan Tanjunganom, Desa Semare Kecamatan Brebek, sementara satu desa lainnya adalah Desa Lestari Patianrowo," ujar Anas Nasrullah Auditor Pelaksana kepada suarajatimpost, Jumat (28/11/2025).</p>
<p>Menurut Anas, pemeriksaan ini bertujuan untuk menindaklanjuti dugaan penyimpangan yang terjadi di tingkat desa. Inspektorat akan bekerja secara profesional dan transparan dalam melakukan audit dan investigasi.</p>
<p>"Kami akan melakukan pemeriksaan secara menyeluruh, mulai dari administrasi hingga pelaksanaan program-program desa. Jika ditemukan adanya indikasi penyimpangan, kami akan merekomendasikan tindakan lebih lanjut sesuai dengan ketentuan yang berlaku," tambahnya.</p>
<p>Sebelumnya, Kasus dugaan korupsi penyelewengan dana desa, di Desa Lestari, Kecamatan Patianrowo, Kabupaten Nganjuk kembali mencuat.</p>
<p>Inspektorat Kabupaten Nganjuk menyatakan kembali membuka penyelidikan terkait kasus yang sebelumnya sempat terhenti, dengan fokus pendalaman terhadap dugaan keterlibatan Sekdes Desa Lestari, Agustina Wulandari.</p>
<p>Agustina Wulandari telah menjabat sejak awal tahun 2022 dan menjadi salah satu tokoh kunci dalam pengelolaan administrasi dan keuangan desa, termasuk dana desa. </p>
<p>Inspektur Inspektorat Nganjuk, Samsul Huda angkat bicara terkait laporan yang diajukan masyarakat mengenai dugaan korupsi dana desa di Desa Lestari.</p>
<p>"Kami menerima informasi baru yang signifikan terkait kasus ini. Oleh karena itu, kami memutuskan untuk membuka kembali penyelidikan untuk mengungkap fakta yang sebenarnya," ujar Samsul Huda saat ditemui di kantornya, Jumat (14/11/2025) lalu.</p>
<p>Menurut Samsul, penyelidikan akan difokuskan pada peran Agustina Wulandari, yang sebelumnya menjabat Sekdes Desa Lestari dalam pengelolaan anggaran desa dan pelaksanaan program-program pembangunan, serta memeriksa dokumen-dokumen terkait untuk mencari indikasi penyimpangan.</p>
<p>Disinggung kapan akan dipanggil, Samsul mengatakan, pihaknya masih konsen audit amanat MCP KPK bersama jajarannya. Dimungkinkan hari ini belum bisa memanggil yang bersangkutan.</p>
<p>"Kami fokus audit dulu, ya dalam minggu ini akan dipanggil," singkat Samsul. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Rizqi Ardian </strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Ambrolnya Proyek TPT di Desa Ngepung Nganjuk Sudah Dilaporkan ke Inspektorat</title>
<link>https://suarajatimpost.com/ambrolnya-proyek-tpt-di-desa-ngepung-nganjuk-sudah-dilaporkan-ke-inspektorat</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/ambrolnya-proyek-tpt-di-desa-ngepung-nganjuk-sudah-dilaporkan-ke-inspektorat</guid>
<description><![CDATA[ Ia berharap Inspektorat dapat segera melakukan investigasi dan memberikan rekomendasi terkait masalah ini ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202511/image_870x580_692977360a0c1.webp" length="26646" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Fri, 28 Nov 2025 18:07:37 +0700</pubDate>
<dc:creator>Kuswanto</dc:creator>
<media:keywords>Proyek TPT, Kasi Kesejahteraan, berita acara, inspektorat, Desa Ngepung, Patianrowo, Nganjuk</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>NGANJUK, SJP – </strong>Kasi Kesejahteraan Desa Ngepung, Kecamatan Patianrowo Kabupaten Nganjuk, menyatakan, ambrolnya proyek tembok penahan tanah (TPT) di wilayahnya, sudah dilaporkan ke Inspektorat setempat. </p>
<p>"Kami sudah bersurat resmi dan membuat berita acara terkait kejadian ambrolnya TPT ini. Semua dokumen sudah kami serahkan ke Inspektorat untuk ditindaklanjuti," ujar Brili saat ditemui di kantor desa, Jumat (29/11/2025). </p>
<p>Menurutnya, langkah ini diambil sebagai bentuk tanggung jawab dan transparansi pemerintah desa dalam pengelolaan anggaran, serta pelaksanaan proyek pembangunan. Ia berharap Inspektorat dapat segera melakukan investigasi dan memberikan rekomendasi terkait masalah ini.</p>
<p> "Kami berharap Inspektorat segera turun tangan untuk melakukan pemeriksaan. Kami siap memberikan semua informasi dan data yang dibutuhkan," tambahnya.</p>
<p>Soal pendamping Desa, Brili mengatakan, tidak ada. Karena, kata dia, untuk pengerjaan TPT ini langsung konsultannya dari Inspektorat.</p>
<p>"Kami harus bagaimana, sedangkan kita sudah membuat berita acara kepada Inspektorat," jawabnya.</p>
<p>Menurut Brili, yang juga selalu pelaksana kegiatan (PK) proyek TPT sempat menyampaikan, setelah air di saluran tersebut surut, baru diperbaiki.</p>
<p>"Kami segera perbaiki, karena ada batasan sampai ahir tahun, untuk kerusakan yang ambrol ada 13 meter, dan yang rusak atasnya saja, untuk pondasi aman," ungkapnya. </p>
<p>Sementara, Kepala Inspektorat Samsul Huda saat dihubungi mengatakan, baru kali ini ada kabar inspektorat menjadi konsultan. Kata samsul, tugas Inspektorat itu mengaudit bukan konsultan proyek, kami akan menerjunkan anggota untuk cek kebenarannya.</p>
<p>"Kok aneh yang disampaikan Kasi Kesejahteraan, tugas Inspektorat mengaudit bukan konsultan," tegas Samsul. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Proyek TPT Desa Ngepung Nganjuk Ambrol, Pemdes Pastikan Sesuai RAB Namun Tetap Diinvestigasi</title>
<link>https://suarajatimpost.com/proyek-tpt-desa-ngepung-nganjuk-ambrol-pemdes-pastikan-sesuai-rab-namun-tetap-diinvestigasi</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/proyek-tpt-desa-ngepung-nganjuk-ambrol-pemdes-pastikan-sesuai-rab-namun-tetap-diinvestigasi</guid>
<description><![CDATA[ Proyek pembangunan tembok penahan tanah (TPT) di Desa Ngepung Kecamatan Patianrowo Kabupaten Nganjuk, yang didanai oleh dana desa tahun 2025 sebesar Rp93.195.000, ambrol. Kejadian ini menimbulkan kekecewaan di kalangan warga dan memicu pertanyaan mengenai kualitas pengerjaan proyek tersebut. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202511/image_870x580_6929629c7f414.webp" length="131686" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Fri, 28 Nov 2025 16:33:15 +0700</pubDate>
<dc:creator>Kuswanto</dc:creator>
<media:keywords>Pj Kades Ngepung, proyek TPT, ambrol, anggaran dana desa 2025, material, batu kombong, Patianrowo, Nganjuk</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>NGANJUK, SJP –</strong> Ambrolnya tembok penahan tanah (TPT) di Desa Ngepung Kecamatan Patianrowo Kabupaten Nganjuk yang bersumber dari Dana Desa tahun 2025, membuat Penjabat (Pj) Kepala Desa Ngepung, Zarnuji angkat bicara.</p>
<p>Menurut Zarnuji, ambrolnya TPT tersebut diduga kuat disebabkan oleh bencana banjir yang terjadi beberapa hari ini.</p>
<p>"Bener mas, kami sangat menyayangkan kejadian ini. Tapi bagaimana lagi ya namanya bencana," ujarnya saat dihubungi melalui via WhatsApp, Jumat (28/11/2025). </p>
<p>Lebih lanjut, Zarnuji menjelaskan, pihaknya telah berkoordinasi dengan beberapa perangkat, termasuk pelaksana kegiatan (PK) pembangunan, yakni, Kasi Kesejahteraan untuk melakukan perbaikan.</p>
<p>"Kami ingin mengetahui secara pasti apakah ada unsur kelalaian dalam pelaksanaan proyek ini, atau murni karena faktor alam," ungkapnya.</p>
<p>Disinggung material yang digunakan, Zarnuji menyampaikan jika pekerjaan tersebut sesuai RAB dan memakai batu kumbung. </p>
<p>"Semuanya sudah sesuai aturan, sesuai RAB pekerjaan yang ada di desa menggunakan batu kumbung," terangnya. </p>
<p>Sebelumnya, proyek pembangunan tembok penahan tanah (TPT) di Desa Ngepung Kecamatan Patianrowo Kabupaten Nganjuk, yang didanai oleh dana desa tahun 2025 sebesar Rp93.195.000, ambrol. Kejadian ini menimbulkan kekecewaan di kalangan warga dan memicu pertanyaan mengenai kualitas pengerjaan proyek tersebut.</p>
<p>Menurut keterangan Suyoto (50) Ketua RT 3 RW 4 Desa Ngepung saat ditemui di lokasi mengatakan, TPT yang baru saja selesai dikerjakan tanggal 13 Oktober hingga 29 Oktober 2025 itu, ambrol setelah diguyur hujan deras. </p>
<p>"Padahal baru selesai dibangun 15 hari lalu. Tapi karena hujan deras, langsung ambrol," kata Suyoto, Kamis (27/11/2025).</p>
<p>Menurut Suyoto, waktu selesai dikerjakan, bangunan ini tidak bisa menahan air, akhirnya ambrol, dan hingga hari ini belum diperbaiki.</p>
<p>Ambrolnya TPT ini Kata Suyoto, diduga disebabkan oleh beberapa faktor, di antaranya, material yang digunakan dalam pembangunan TPT diduga tidak memenuhi standar kualitas.</p>
<p>"Kami berharap pemerintah desa segera memperbaiki TPT ini, karena sangat penting untuk mencegah banjir," ujarnya. (*) </p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Baru Selesai Dibangun, TPT di Desa Ngepung Nganjuk Ambrol</title>
<link>https://suarajatimpost.com/baru-selesai-dibangun-tpt-di-desa-ngepung-nganjuk-ambrol</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/baru-selesai-dibangun-tpt-di-desa-ngepung-nganjuk-ambrol</guid>
<description><![CDATA[ Kejadian ini menimbulkan kekecewaan di kalangan warga dan memicu pertanyaan mengenai kualitas pengerjaan proyek tersebut ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202511/image_870x580_69285ceccae9b.webp" length="137954" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 27 Nov 2025 22:38:19 +0700</pubDate>
<dc:creator>Kuswanto</dc:creator>
<media:keywords>Proyek TPT, pembangunan tembok penahan tanah, ambrol, baru dikerjakan, menggunakan anggaran dana desa, dana desa 2025, Desa Ngepung, Nganjuk</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>NGANJUK, SJP - </strong>Proyek pembangunan tembok penahan tanah (TPT) di Desa Ngepung Kecamatan Patianrowo Kabupaten Nganjuk, yang didanai oleh dana desa tahun 2025 sebesar Rp93.195.000, ambrol. Kejadian ini menimbulkan kekecewaan di kalangan warga dan memicu pertanyaan mengenai kualitas pengerjaan proyek tersebut.</p>
<p>Menurut keterangan Suyoto (50) Ketua RT 3 RW 4 Desa Ngepung saat ditemui di lokasi mengatakan, TPT yang baru saja selesai dikerjakan tanggal 13 Oktober hingga 29 Oktober 2025 itu, ambrol setelah diguyur hujan deras. </p>
<p>"Padahal baru selesai dibangun 15 hari lalu. Tapi karena hujan deras, langsung ambrol," kata Suyoto, Kamis (27/11/2025).</p>
<p>Menurut Suyoto, waktu selesai dikerjakan, bangunan ini tidak bisa menahan air, akhirnya ambrol, dan hingga hari ini belum diperbaiki.</p>
<p>Ambrolnya TPT ini Kata Suyoto, diduga disebabkan oleh beberapa faktor, di antaranya, material yang digunakan dalam pembangunan TPT diduga tidak memenuhi standar kualitas.</p>
<p>"Kami berharap pemerintah desa segera memperbaiki TPT ini, karena sangat penting untuk mencegah banjir," ujarnya. </p>
<p>Menanggapi hal itu, Pemerintah Desa Ngepung, melalui diwakili Kasi Kesejahteraan Desa, Brili, saat ditemui di ruang kerjanya membenarkan jika ambrolnya TPT tersebut karena faktor hujan deras, pasca baru selesai dikerjakan. Brili mengatakan, pekerjaan tersebut menyebut nama petugas inspektorat sebagai konsultan pekerjaan.</p>
<p>"Pekerjaan tersebut langsung di-<em>handle</em> inspektorat atas nama Anas Nasrullah, untuk pendamping Desa tidak ada," jawab Brili. </p>
<p>Lebih lanjut, Brili menyatakan, setelah pekerjaan tersebut ambrol, pihaknya disuruh membuat berita acara, menunggu debit airnya reda langsung diperbaiki. </p>
<p>"Kami sudah berkoordinasi dengan inspektorat terkait kejadian ini, dan disuruh melampirkan berita acara, setelah debit airnya susut disuruh memperbaiki," jelasnya.</p>
<p>Sementara itu, Anas Nasrullah yang juga auditor pelaksana Inspektorat dihubungi melalui WhatsApp menjelaskan, pihaknya sebagai auditor desa, tidak ada hubungannya dengan konsultan yang disampaikan oleh perangkat Desa Ngepung.</p>
<p>"Salah kamar mas, saya bukan konsultan, apalagi tidak ada hubungannya dengan TPT. Tapi memang saya pernah ke Desa Ngepung, dalam rangka audit desa," dalihnya.</p>
<p>Menurut Anas, pihaknya selalu mengingatkan, kalau dirinya masuk di desa hanya sebagai auditor. Bahkan, dirinya menyebut jika perangkat desa salah penyampaian. </p>
<p>"Kami sampaikan, tugas kami hanya audit, tapi kalau saya dikaitkan, itu tidak benar, ya nanti kalau saya ke desa kita audit pekerjaannya, apakah sesuatu dengan RAB, karena kalau tak pelajari, pekerjaan TPT apakah menggunakan bahan sesuai spesifikasi," kata Anas. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Korban Pembunuhan di Nganjuk Ternyata Istri  dan Anak Anggota Polisi</title>
<link>https://suarajatimpost.com/korban-pembunuhan-di-nganjuk-ternyata-istri-dan-anak-anggota-polisi</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/korban-pembunuhan-di-nganjuk-ternyata-istri-dan-anak-anggota-polisi</guid>
<description><![CDATA[ Polres Nganjuk mengonfirmasi bahwa salah satu korban meninggal, berinisial Elvi Nurhayati (41), merupakan istri dari anggota Polri yang masih aktif. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202511/image_870x580_6926be8aa2605.webp" length="57062" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 26 Nov 2025 16:00:27 +0700</pubDate>
<dc:creator>Kuswanto</dc:creator>
<media:keywords>Korban pembunuhan, istri anggota, bhayangkari, Polres Nganjuk, pembunuhan sadis, Nganjuk</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>NGANJUK, SJP</strong>– Kasus dugaan pembunuhan yang menewaskan dua perempuan di sebuah kamar indekos, Jalan Mongonsidi, Kelurahan Payaman, Nganjuk, pada Selasa (25/11/2025) malam, membeber fakta baru. </p>
<p>Polres Nganjuk mengonfirmasi bahwa salah satu korban meninggal, berinisial Elvi Nurhayati (41), merupakan istri dari anggota Polri yang masih aktif.</p>
<p>Konfirmasi ini disampaikan oleh Kepala Satuan Reserse Kriminal (Kasat Reskrim) Polres Nganjuk, AKP Sukaca, saat dihubungi awak media.</p>
<p>"Benar, korban adalah istri dari anggota Polri yang aktif. Kami sangat berduka atas kejadian ini dan berkomitmen untuk mengusut tuntas kasus ini," ujar AKP Sukaca.</p>
<p>Korban Elvi Nurhayati (41) ditemukan meninggal dunia bersama putrinya, Ellinda Jelsa Ija Eldianti (22), dengan sejumlah luka tusuk. Sementara itu, satu korban lainnya, Elda Dwi Inta Meylani (19) (18), yang juga merupakan anak dari Elvi, berhasil diselamatkan dan kini menjalani perawatan intensif di RS Bhayangkara Nganjuk. Ketiga korban diketahui berasal dari Kecamatan Purwoasri, Kabupaten Kediri.</p>
<p>Sebelumnya, Polres Nganjuk bertindak cepat dan berhasil mengamankan terduga pelaku, berinisial DS (30), warga Desa Jogomerto, Kecamatan Tanjunganom, Nganjuk. Penangkapan dilakukan hanya dalam waktu sekitar dua jam setelah peristiwa dilaporkan.</p>
<p>Dari hasil pemeriksaan awal, polisi menduga motif di balik aksi keji ini dilatarbelakangi oleh rasa sakit hati. Namun, pihak kepolisian menegaskan bahwa penyidikan intensif masih terus berlangsung.</p>
<p>AKP Sukaca menjelaskan, pihaknya tengah melakukan investigasi mendalam, termasuk mengumpulkan bukti tambahan, meminta keterangan dari sejumlah saksi, dan menganalisis hasil olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) yang dilakukan oleh tim forensik.</p>
<p>"Mohon waktu dan dukungan dari masyarakat agar kasus ini bisa segera terungkap. Untuk informasi lainnya, kami arahkan agar melalui satu pintu ke Humas (Polres Nganjuk)," tambah Sukaca. </p>
<p>Terduga pelaku DS saat ini telah diamankan di Polres Nganjuk guna menjalani proses hukum lebih lanjut.<strong> (*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Pembunuh Ibu dan Anak di Nganjuk Berhasil Digulung, Motif Diduga Sakit Hati</title>
<link>https://suarajatimpost.com/pembunuh-ibu-dan-anak-di-nganjuk-berhasil-digulung-motif-diduga-sakit-hati</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/pembunuh-ibu-dan-anak-di-nganjuk-berhasil-digulung-motif-diduga-sakit-hati</guid>
<description><![CDATA[ Penyidik masih terus melakukan pendalaman guna memastikan konstruksi kejadian secara menyeluruh, termasuk kaitan antara terduga pelaku DS dengan para korban dan apakah terdapat faktor asmara yang melatarbelakangi. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202511/image_870x580_6926bb4548e60.webp" length="22828" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 26 Nov 2025 15:30:13 +0700</pubDate>
<dc:creator>Kuswanto</dc:creator>
<media:keywords>Pembunuhan sadis, pelaku, korban, ibu dan anak, Polres Nganjuk, Nganjuk</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>NGANJUK, SJP</strong>– Kepolisian Resor (Polres) Nganjuk berhasil mengungkap kasus dugaan pembunuhan yang menewaskan dua perempuan dan melukai satu korban lainnya di sebuah kamar indekos, kawasan Jalan Mongonsidi, Kelurahan Payaman, Nganjuk, pada Selasa (25/11/2025) malam. </p>
<p>Terduga pelaku, berinisial DS (30), ditangkap hanya dalam waktu sekitar dua jam setelah kejadian.</p>
<p>Dua korban yang meninggal dunia merupakan ibu dan anak, ditemukan dengan sejumlah luka tusuk di lokasi kejadian. </p>
<p>Sementara satu korban lain, yang juga merupakan anggota keluarga, berhasil diselamatkan dan kini menjalani perawatan intensif di RS Bhayangkara Nganjuk. </p>
<p>Ketiga korban diidentifikasi sebagai Elvi Nurhayati (41) dan putrinya, Ellinda Jelsa Ija Eldianti (22) telah meninggal dunia. </p>
<p>Sementara Elda Dwi Inta Meylani (19) masih mendapatkan perawatan medis di rumah sakit. Ketiga korban berdomisili di Jalan Mongonsidi, namun berasal dari Kecamatan Purwoasri, Kabupaten Kediri.</p>
<p>Terduga pelaku DS, warga Desa Jogomerto, Kecamatan Tanjunganom, Kabupaten Nganjuk, ditangkap di kediamannya. Kecepatan penanganan kasus ini mendapat apresiasi dari Kapolres Nganjuk, AKBP Henri Noveri Santoso.</p>
<p>"Begitu informasi kami terima, tim langsung bergerak melakukan penyelidikan. <em>Alhamdulillah</em> dalam waktu singkat terduga pelaku sudah berhasil diamankan di rumahnya," ujar AKBP Henri Noveri Santoso. </p>
<p>Kepala Satuan Reserse Kriminal (Kasat Reskrim) Polres Nganjuk, AKP Sukaca, mengungkapkan bahwa dari hasil pemeriksaan awal, motif sementara di balik aksi brutal ini mengarah pada rasa sakit hati.</p>
<p>"Motif awal yang kami dapatkan mengarah pada sakit hati. Tim masih mengumpulkan bukti tambahan, memeriksa saksi-saksi, dan memperjelas hubungan antara terduga pelaku dan para korban," jelas AKP Sukaca.</p>
<p>Saat ini, penyidik masih terus melakukan pendalaman guna memastikan konstruksi kejadian secara menyeluruh, termasuk kaitan antara terduga pelaku DS dengan para korban dan apakah terdapat faktor asmara yang melatarbelakangi.</p>
<p>Terduga pelaku DS telah diamankan di Polres Nganjuk untuk menjalani proses penyidikan lebih lanjut. Polres Nganjuk berkomitmen penuh untuk menuntaskan kasus tragis ini demi menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas). <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Pembunuhan Sadis di Nganjuk, Dua Wanita Tewas di Kamar Kos</title>
<link>https://suarajatimpost.com/pembunuhan-sadis-di-nganjuk-dua-wanita-tewas-di-kamar-kos</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/pembunuhan-sadis-di-nganjuk-dua-wanita-tewas-di-kamar-kos</guid>
<description><![CDATA[ Dua korban tewas di tempat kejadian diidentifikasi sebagai Elvy Nurhayati (41) dan Ellinda Jelsa Eika Eldianti (22). Selain korban tewas, satu penghuni kos lainnya, Elsa Dwi Intan Meylani, ditemukan dalam kondisi kritis dan segera dilarikan ke RSUD Nganjuk untuk mendapatkan perawatan intensif. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202511/image_870x580_69267eeeb211e.webp" length="17164" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 26 Nov 2025 10:30:21 +0700</pubDate>
<dc:creator>Kuswanto</dc:creator>
<media:keywords>Pembunuhan, dua wanita, kos kosan, satu kritis, Polres Nganjuk, Nganjuk</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>NGANJUK, SJP</strong>– Warga Kelurahan Payaman, Kecamatan Nganjuk, Kabupaten Nganjuk, digegerkan oleh peristiwa pembunuhan yang menewaskan dua orang penghuni rumah kos di Jalan Monginsidi pada Selasa (25/11/2025) malam.</p>
<p></p>
<p>Dua korban tewas di tempat kejadian diidentifikasi sebagai Elvy Nurhayati (41) dan Ellinda Jelsa Eika Eldianti (22). Selain korban tewas, satu penghuni kos lainnya, Elsa Dwi Intan Meylani, ditemukan dalam kondisi kritis dan segera dilarikan ke RSUD Nganjuk untuk mendapatkan perawatan intensif.</p>
<p></p>
<p>Kepala Lingkungan setempat, Supriyanto, membenarkan adanya insiden tersebut. Menurutnya, dugaan pembunuhan ini terjadi pada Selasa tengah malam sekitar pukul 23.30 WIB hingga menjelang Rabu dini hari pukul 00.00 WIB.</p>
<p></p>
<p>"Selain dua korban meninggal dunia, satu korban luka dilarikan ke rumah sakit. Kejadiannya tadi dini hari," ujar Supriyanto.</p>
<p></p>
<p>Peristiwa nahas itu pertama kali diketahui oleh warga beberapa saat setelah kejadian, di mana mereka menemukan kedua korban telah meninggal dunia dan korban luka dalam kondisi kritis. Warga segera melaporkan kejadian tersebut kepada pihak kepolisian.</p>
<p></p>
<p>Tidak butuh waktu lama bagi aparat kepolisian untuk meringkus terduga pelaku. Berdasarkan informasi yang dihimpun, pria yang diduga sebagai pelaku pembunuhan berhasil ditangkap sekitar dua jam setelah insiden, tepatnya di wilayah Kecamatan Bagor.</p>
<p></p>
<p>Saat ini, pihak kepolisian masih terus melakukan pendalaman guna mengungkap motif di balik aksi pembunuhan berantai yang menghebohkan warga Nganjuk tersebut. </p>
<p></p>
<p>Hingga kini, polisi masih belum memberikan keterangan resmi lebih lanjut mengenai identitas pelaku. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Dishub Nganjuk Terima 594 Aduan Sepanjang 2025, 577 Berhasil Ditangani</title>
<link>https://suarajatimpost.com/dishub-nganjuk-terima-594-aduan-sepanjang-2025-577-berhasil-ditangani</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/dishub-nganjuk-terima-594-aduan-sepanjang-2025-577-berhasil-ditangani</guid>
<description><![CDATA[ Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Nganjuk mencatat telah menerima sebanyak 594 pengaduan dari masyarakat sejak awal tahun 2025 hingga saat ini. Dari jumlah tersebut, sebanyak 577 aduan berhasil ditangani dan diselesaikan ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202511/image_870x580_6925b5604d674.webp" length="46152" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Tue, 25 Nov 2025 21:56:12 +0700</pubDate>
<dc:creator>Kuswanto</dc:creator>
<media:keywords>Dishub Nganjuk, aduan, penanganan, 594 pengaduan, 577 yang ditangani, PJU, Nganjuk</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>NGANJUK, SJP – </strong>Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Nganjuk mencatat telah menerima sebanyak 594 pengaduan dari masyarakat sejak awal tahun 2025 hingga saat ini. Dari jumlah tersebut, sebanyak 577 aduan berhasil ditangani dan diselesaikan.</p>
<p>Kepala Dishub Nganjuk melalui Kabid Sarpras Trihatmo Wibowo, menyampaikan, pengaduan yang masuk beragam, untuk itu pihaknya mengajak masyarakat berperan serta untuk memberikan informasi penting kepada Dishub.</p>
<p>"Kami menerima berbagai macam pengaduan dari masyarakat. Alhamdulillah, sebagian besar sudah berhasil kami tangani," ujar Trihatmo, Selasa (25/11/2025).</p>
<p>Trihatmo menjelaskan, memang ada keterlambatan dalam pelayanan, karena masyarakat masih kebingungan dalam proses pelaporan.</p>
<p>Menurut Trihatmo, semua orang bisa menghubungi perangkat desa, nanti akan dilanjutkan ke Dishub. Atau bisa menyampaikan pengaduan ke nomor layanan 085258846369.</p>
<p>"Kami berkomitmen untuk merespon cepat setiap pengaduan dari masyarakat. Kami menyadari bahwa masalah transportasi dan perhubungan sangat penting untuk kelancaran aktivitas masyarakat," tambahnya.</p>
<p>Dishub Nganjuk mengimbau masyarakat untuk terus aktif melaporkan setiap permasalahan melalui saluran pengaduan yang telah disediakan.</p>
<p>"Kami sangat menghargai partisipasi masyarakat menginfokan persoalan yang terjadi di Kabupaten Nganjuk," pungkasnya. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor: Rizqi Ardian </strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Beragam Tanggapan Proyek Jembatan Betet di Medsos, Pemdes dan Dinas PUPR Nganjuk Beri Klarifikasi</title>
<link>https://suarajatimpost.com/beragam-tanggapan-proyek-jembatan-betet-di-medsos-pemdes-dan-dinas-pupr-nganjuk-beri-klarifikasi</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/beragam-tanggapan-proyek-jembatan-betet-di-medsos-pemdes-dan-dinas-pupr-nganjuk-beri-klarifikasi</guid>
<description><![CDATA[ Proyek rehabilitasi jembatan di Desa Betet viral setelah warga mempertanyakan asal usulan pembangunan. BPD dan Pemdes memberikan klarifikasi, sementara DPUPR memastikan proyek ini merupakan prioritas APBD 2025 atas usulan Wakil Bupati untuk perbaikan akses vital desa. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202511/image_870x580_692556a52c96e.webp" length="73414" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Tue, 25 Nov 2025 20:59:54 +0700</pubDate>
<dc:creator>Kuswanto</dc:creator>
<media:keywords>Viral di medsos, rehabilitasi jembatan, komentar netizen, usulan mu sreng, BPD, Desa Betet, Ngronggot, APBD, PUPR, Nganjuk</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p data-start="0" data-end="374"><strong>NGANJUK, SJP –</strong> Pembangunan jembatan di Desa Betet, Kecamatan Ngronggot, Kabupaten Nganjuk, mendadak menjadi perbincangan hangat di media sosial.</p>
<p data-start="0" data-end="374">Warga ramai mengomentari proyek rehabilitasi jembatan yang bersumber dari APBD Nganjuk tahun 2025 dengan nilai SPK Rp188.963.000 dan dikerjakan oleh CV Sheza Berkah Abadi asal Desa Kwagen, Kecamatan Loceret.</p>
<p data-start="376" data-end="656">Video yang beredar menunjukkan pekerja tengah melakukan kegiatan di lokasi pembangunan jembatan penghubung desa. Warga pun mempertanyakan proyek tersebut karena merasa tidak pernah mendengar adanya usulan dalam rapat Musrenbang, forum resmi pengajuan kebutuhan infrastruktur desa.</p>
<p data-start="658" data-end="783">"Saya sebagai warga Desa Betet, maaf apa sudah bener ucapan oknum anggota BPD itu? Jangan asal ucap saja," tulis akun @gendro.</p>
<p data-start="785" data-end="942">Komentar serupa datang dari @media. "BPD terkesan golek rai, menurut warga jare itu bukan usulan musreng apakah perlu diviralkan," jawab akun tersebut.</p>
<p data-start="944" data-end="1191">Beberapa komentar bahkan lebih kritis dan mempertanyakan proses pengusulan kegiatan.</p>
<p data-start="944" data-end="1191">"Bulan 8/9 apa ada <em>musreng?? </em>(Musrenbang) yang dimaksud data musreng 2023 jembatan yang di RT 4 dan RT 20 menurut Sekdes, akhir tahun kok gladrah," terang akun @gendro.</p>
<p data-start="1193" data-end="1387">Menanggapi keresahan yang muncul di TikTok, Wakil BPD Betet, Edi, memberikan klarifikasi saat ditemui di lokasi rehabilitasi jembatan. Ia menyampaikan permohonan maaf atas kekeliruan komunikasi.</p>
<p data-start="1389" data-end="1672">"Kami memahami kritikan dari warga Desa Betet. Proyek rehabilitasi jembatan ini tidak tercatat sebagai usulan Musrenbang, yang tercatat ada di RT 4 dan RT 20, sekali lagi kami selaku wakil BPD dan mewakili Pemdes Betet minta maaf adanya miskomunikasi," ujarnya, Selasa (25/11/2025).</p>
<p data-start="1674" data-end="1919">Sementara itu, Pemerintah Desa Betet melalui Sekretaris Desa (Sekdes) Kukuh turut memberikan klarifikasi terkait program rehabilitasi jembatan yang sedang berlangsung. Penjelasan ini disampaikan menyusul viralnya pernyataan Wakil BPD sebelumnya.</p>
<p data-start="1921" data-end="2117">"Kami ingin meluruskan kesalahpahaman yang berkembang di masyarakat. Program rehabilitasi jembatan ini bukan usulan musreng, jadi mohon maaf ada miskomunikasi," kata Kukuh saat ditemui di lokasi.</p>
<p data-start="2119" data-end="2421">Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Nganjuk melalui Kasubag Humas, Adi, membenarkan, jika proyek tersebut didanai melalui APBD. Ia menjelaskan bahwa pelaksanaan rehabilitasi ini merupakan tindak lanjut dari usulan Wakil Bupati Tri Handy setelah menerima laporan kondisi jembatan yang rusak.</p>
<p data-start="2423" data-end="2647">"Benar, anggaran untuk rehabilitasi jembatan di Desa Betet berasal dari APBD. Usulan ini diajukan oleh Wakil Bupati Nganjuk etelah meninjau langsung kondisi jembatan dan mendengar aspirasi dari masyarakat setempat," ujar Adi.</p>
<p data-start="2649" data-end="2775">Dari hasil survei, diketahui bahwa jembatan tersebut memerlukan perbaikan mendesak guna mencegah risiko yang tidak diinginkan.</p>
<p data-start="2777" data-end="2979" data-is-last-node="" data-is-only-node="">"Rehabilitasi jembatan ini merupakan akses vital bagi masyarakat Desa Betet dan sekitarnya. Oleh karena itu, kami memprioritaskan rehabilitasi jembatan ini dalam APBD tahun anggaran 2025," jelasnya. <strong>(*)</strong></p>
<p data-start="2777" data-end="2979" data-is-last-node="" data-is-only-node=""><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Ada Korban Tersetrum Kabel PJU di Tengah Sawah, Ini Tindak Lanjut Dishub Nganjuk</title>
<link>https://suarajatimpost.com/ada-korban-tersetrum-kabel-pju-di-tengah-sawah-ini-tindak-lanjut-dishub-nganjuk</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/ada-korban-tersetrum-kabel-pju-di-tengah-sawah-ini-tindak-lanjut-dishub-nganjuk</guid>
<description><![CDATA[ Kondisi kabel PJU yang menggantung rendah dan berpotensi berbahaya di persawahan Desa Kepanjen Kecamatan Pace ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202511/image_870x580_692580924198c.webp" length="48098" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Tue, 25 Nov 2025 16:59:13 +0700</pubDate>
<dc:creator>Kuswanto</dc:creator>
<media:keywords>Kabel PJU, mengganggu petani, Dishub, tindaklanjuti info, gercep, Desa Kepanjen, Kecamatan Pace, Nganjuk</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p data-start="121" data-end="342"><strong data-start="121" data-end="137">NGANJUK, SJP</strong> – Tragedi menyedihkan menimpa seorang petani di Desa Kepanjen, Kecamatan Pace, Kabupaten Nganjuk. Seorang petani bernama Budi tersengat listrik setelah menyentuh kabel yang terpasang di area tengah sawah.</p>
<p data-start="344" data-end="551">Menurut keterangan saksi mata, saat itu Budi sedang bekerja seperti biasa di sawahnya. Tanpa disadari, tubuhnya menyentuh kabel listrik yang disebut warga sudah lama terpasang dan dibiarkan tanpa penanganan.</p>
<p data-start="553" data-end="655">“Kami melihat dia tiba-tiba terjatuh, tapi kondisinya tidak sampai fatal,” ujar salah satu rekan Budi.</p>
<p data-start="657" data-end="847">Menanggapi kejadian ini, Sumarsono, aktivis Garda Anti Korupsi dan Ketidakadilan Nganjuk, menekankan perlunya tindakan serius dari pihak terkait, terutama Dinas Perhubungan (Dishub) Nganjuk.</p>
<p data-start="849" data-end="1130">“Kami sangat menyesalkan kejadian ini. Ini bukan pertama kalinya peristiwa serupa terjadi di daerah ini. Kabel listrik yang melintang di sawah harus diperiksa dan diperbaiki secara rutin agar tidak membahayakan petani,” ujar Sumarsono yang akrab disapa Jenggot, Senin (24/11/2025).</p>
<p data-start="1132" data-end="1265">Ia juga meminta Dishub dan pemerintah daerah lebih proaktif dalam menangani persoalan keamanan instalasi listrik di wilayah pedesaan.</p>
<p data-start="1267" data-end="1446">“Jangan biarkan kejadian seperti ini terulang. Dishub harus bergerak cepat untuk memastikan keamanan masyarakat, terutama para petani yang setiap hari bekerja di sawah,” tegasnya.</p>
<p>Sementara itu, Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Nganjuk melalui Kabid Sarpras Trihatmo Wibowo langsung mengirim tim ke lokasi, setelah menerima laporan warga tentang kondisi kabel PJU yang menggantung rendah dan berpotensi berbahaya di persawahan. </p>
<p>Menurut pria yang akrab disapa Tito ini, pihaknya langsung bergerak cepat usai mendapatkan laporan pada hari Senin (24/11/2025) malam, pukul 18.46 WIB.</p>
<p>"Benar, kabel PJU yang menggantung kurang dari 2 meter di atas permukaan sawah selama beberapa hari. Bahkan, ada yang khawatir kabel tersebut bisa tersentuh dan menyebabkan sengatan listrik," ucapnya, Selasa (25/11/2025).</p>
<p>Pihaknya membenarkan informasi yang diterima itu memang dari awak media. Bahkan, meskipun tidak ada info masuk lewat pengaduan masyarakat, pihaknya tetap tindaklanjuti. </p>
<p>"Kami bergerak cepat, tidak sampai dua jam langsung cepat ditangani," ujar Tito, saat ditemui di ruang kerjanya.</p>
<p>Sebagai tindak lanjut, Dishub melakukan penyambungan kabel PJU yang putus. Dishub juga tengah melakukan identifikasi penyebab putusnya kabel PJU tersebut.</p>
<p>"Yang kami lakukan, kami segera mengamankan kabel tersebut, sesudah itu kami lakukan penyambungan kembali," singkatnya. <strong>(*)</strong></p>
<p data-start="1658" data-end="1736"><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Jembatan Lama Kertosono Nganjuk Belum Berstatus Cagar Budaya, Pengelolaan Tetap Ikuti Aturan Khusus</title>
<link>https://suarajatimpost.com/jembatan-lama-kertosono-nganjuk-belum-berstatus-cagar-budaya-pengelolaan-tetap-ikuti-aturan-khusus</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/jembatan-lama-kertosono-nganjuk-belum-berstatus-cagar-budaya-pengelolaan-tetap-ikuti-aturan-khusus</guid>
<description><![CDATA[ Kepala Disporabudpar Gunawan Widagdo menjelaskan bahwa jembatan yang dibangun pada masa penjajahan Belanda itu masih bersetatus belum menjadi Cagar Budaya ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202511/image_870x580_691ee0b4613c8.webp" length="40306" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 20 Nov 2025 18:21:05 +0700</pubDate>
<dc:creator>Kuswanto</dc:creator>
<media:keywords>Ka dinas Disporabudpar, Jembatan lama Kertosono, Cagar budaya, TAPI, Kucuran dana, Kementerian Kebudayaan, Taman Budaya, Museum, Nganjuk</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p data-start="314" data-end="606"><strong data-start="314" data-end="330">NGANJUK, SJP</strong> <strong>– </strong>Jembatan Lama Kertosono atau yang akrab disebut <em data-start="381" data-end="396">Treteg Tosono</em> oleh warga, dipastikan belum memiliki status sebagai cagar budaya. Meski demikian, jembatan peninggalan kolonial Belanda tersebut tetap berada dalam pengelolaan khusus karena memiliki nilai sejarah yang tinggi.</p>
<p data-start="608" data-end="858">Kepala Disporabudpar Nganjuk, Gunawan Widagdo, menjelaskan, jembatan itu hingga kini belum ditetapkan sebagai cagar budaya. Proses penetapan memerlukan kajian dari Tim Ahli Cagar Budaya (TACB), yang juga sudah terbentuk di Kabupaten Nganjuk.</p>
<p data-start="860" data-end="1055">“Benar mas, sejak dulu PU sudah mengajukan ke kementerian. Ketika saya masih menjabat, Menteri PU juga sudah meninjau langsung lokasi,” ujar Gunawan saat ditemui di kantornya, Kamis (20/11/2025).</p>
<p data-start="1103" data-end="1384">Gunawan mengungkapkan, dalam perjalanannya jembatan tersebut sempat “tidak bertuan”. Sebelumnya jalur itu merupakan jalan nasional, namun setelah jembatan baru dibangun, Jembatan Lama Kertosono menjadi jalan kabupaten. Hal tersebut memunculkan pertanyaan mengenai kepemilikan aset.</p>
<p data-start="1386" data-end="1599">“Pertanyaannya, jembatan ini milik siapa? Akhirnya pemerintah pusat menyampaikan bahwa aset tersebut diberikan kepada Kabupaten Nganjuk. Kami sebagai bawahan tentu menerima, dan suratnya juga sudah ada,” jelasnya.</p>
<p data-start="1601" data-end="1880">Saat ini, material bongkaran Jembatan Lama Kertosono disimpan di wilayah Nganjuk, mengingat kondisi konstruksi yang sudah rusak berat dan pilar-pilar yang telah miring. Meski begitu, Gunawan menyebut jembatan tersebut masih bisa direplika sebagai bagian dari pelestarian sejarah.</p>
<p data-start="1882" data-end="2002">“Pemerintah daerah bahkan pernah mengusulkan hal ini melalui Dinas Pariwisata. Tinggal menunggu persetujuan,” tambahnya.</p>
<p data-start="1882" data-end="2002">Gunawan juga memaparkan, baru-baru ini ia diundang oleh Kementerian Kebudayaan RI dan diterima langsung oleh Menteri Kebudayaan Fadli Zon. Pertemuan tersebut turut dihadiri artis Maria Zaelanti, Olivia Zaleanti, serta perwakilan Keraton Solo di Museum Nasional Jakarta.</p>
<p data-start="2334" data-end="2472">Dalam kesempatan itu, Nganjuk mendapatkan prioritas program karena adanya penemuan fosil prasejarah, yakni fosil gajah purba (<em data-start="2460" data-end="2470">Stegodon</em>).</p>
<p data-start="2474" data-end="2549">“Nganjuk diprioritaskan sejak penemuan fosil prasejarah itu,” kata Gunawan.</p>
<p data-start="2551" data-end="2769">Sebelum pemaparan, Direktur Kebudayaan juga menyinggung rencana pembangunan Taman Budaya di Nganjuk. Harapannya, jika pendanaan turun di masa mendatang, rencana ini dapat diteruskan oleh pejabat seusai dirinya pensiun.</p>
<p data-start="2771" data-end="2877">“Saya bangga. Semoga setelah saya pensiun nanti ada kucuran dana untuk pembangunan Taman Budaya,” ujarnya.</p>
<p data-start="2925" data-end="3174">Selain itu, Gunawan juga menuturkan, proses verifikasi data di tingkat pusat sudah berjalan, meskipun masih menunggu hasil keseluruhan verifikasi nasional. Ketika ditanya mengenai lokasi, ia menyebutkan bahwa lahan yang diusulkan berada di dekat kantor DPMPTSP.</p>
<p data-start="3176" data-end="3262">“Selain lahannya luas, kami juga mempertimbangkan kemampuan keuangan daerah,” katanya.</p>
<p data-start="3264" data-end="3477">Berdasarkan petunjuk teknis, anggaran maksimal program ini mencapai Rp10 miliar, termasuk pembebasan lahan. Namun Gunawan mengakui bahwa kebutuhan biaya untuk pengurugan saja bisa menelan anggaran miliaran rupiah.</p>
<p data-start="3479" data-end="3629">“Rencana pembebasan lahan di sebelah DPMPTSP. Kami sudah komunikasi dengan pemerintah pusat, tinggal menunggu jadwal untuk menghadap,” pungkasnya. <strong>(*)</strong></p>
<p data-start="3479" data-end="3629"><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Kapolres Nganjuk Perkuat Sinergi Pelayanan Polri dengan Rumah Sakit Bhayangkara</title>
<link>https://suarajatimpost.com/kapolres-ngnajuk-perkuat-sinergi-pelayanan-polri-dengan-rumah-sakit-bhayangkara</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/kapolres-ngnajuk-perkuat-sinergi-pelayanan-polri-dengan-rumah-sakit-bhayangkara</guid>
<description><![CDATA[ Kegiatan ini bertujuan memperkuat koordinasi antara Polres Nganjuk dan Rumah Sakit Bhayangkara agar pelayanan kesehatan, penanganan darurat, serta dukungan medis pada berbagai agenda kemasyarakatan semakin optimal ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202511/image_870x580_691dbd5159018.webp" length="39270" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 19 Nov 2025 23:03:32 +0700</pubDate>
<dc:creator>Kuswanto</dc:creator>
<media:keywords>Kunjungan kerja, Karumkit, RS Bhayangkara, Polres Nganjuk, Pelayanan, Nganjuk</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>NGANJUK, SJP -</strong> Kepala RUmah Sakit Bhayangkara Nganjuk yang baru, AKBP drg. Wahyu Ari Prananto melaksanakan kunjungan kerja dan silaturahmi ke Polres Nganjuk, sebagai upaya menjaga soliditas serta meningkatkan kerja sama dalam pelayanan kesehatan bagi anggota Polri, maupun kegiatan sosial kemanusiaan yang diselenggarakan kepolisian, Rabu (19/11/2025).</p>
<p>Kegiatan ini bertujuan memperkuat koordinasi antara Polres Nganjuk dan Rumah Sakit Bhayangkara agar pelayanan kesehatan, penanganan darurat, serta dukungan medis pada berbagai agenda kemasyarakatan semakin optimal.</p>
<p>Kapolres Nganjuk, AKBP Henri Noveri Santoso, menyampaikan apresiasi atas kunjungan tersebut.</p>
<p>“Silaturahmi ini sangat penting untuk menjaga kekompakan sekaligus memastikan pelayanan terhadap anggota Polri dan masyarakat dapat berjalan maksimal. Kami menyambut baik kehadiran Karumkit yang baru dan siap melanjutkan sinergi yang telah terbangun selama ini,” ujar Kapolres.</p>
<p>Lanjut Kapolres, peningkatan hubungan kerja antara Polres Nganjuk dan RS Bhayangkara diharapkan mampu memberikan dampak positif, khususnya dalam percepatan layanan kesehatan, dukungan medis kegiatan kepolisian, serta respons terhadap tugas kemanusiaan.</p>
<p>Dalam kesempatan tersebut, Karumkit Bhayangkara Nganjuk AKBP drg. Wahyu Ari Prananto, menegaskan komitmennya untuk memperkuat kolaborasi.</p>
<p>“Kami siap mendukung penuh tugas-tugas kepolisian melalui pelayanan kesehatan yang optimal. Semoga hubungan baik ini terus berlanjut dan semakin solid demi memberikan yang terbaik bagi anggota Polri maupun masyarakat,” ungkapnya.</p>
<p>Penegasan sinergi ini diharapkan menjadi langkah awal bagi Karumkit baru dalam memperluas kerja sama bidang layanan kesehatan, kegiatan sosial, dan operasi kemanusiaan di Kabupaten Nganjuk. <strong>(**)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Kapolres Nganjuk Hadiri FGD FKUB: Bahas Tantangan Kerukunan Umat Beragama di Era Post Truth</title>
<link>https://suarajatimpost.com/kapolres-nganjuk-hadiri-fgd-fkub-bahas-tantangan-kerukunan-umat-beragama-di-era-post-truth</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/kapolres-nganjuk-hadiri-fgd-fkub-bahas-tantangan-kerukunan-umat-beragama-di-era-post-truth</guid>
<description><![CDATA[ Kegiatan ini bertujuan memperkuat sinergi lintas sektor dalam menjaga toleransi, sekaligus merespons dinamika penyebaran informasi di era digital yang kerap menimbulkan disinformasi dan potensi konflik sosial ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202511/image_870x580_691dbbbf19767.webp" length="47414" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 19 Nov 2025 22:22:18 +0700</pubDate>
<dc:creator>Kuswanto</dc:creator>
<media:keywords>Kerukunan umat beragama, FKUB, Forkopimda, Post Truth, konflik sosial, Nganjuk</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>NGANJUK, SJP – </strong>Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Nganjuk menggelar Focus Group Discussion (FGD) dengan tema “Tantangan Kerukunan Umat Beragama di Era Post Truth” yang diikuti Forkopimda Nganjuk, Kesbangpolimas, tokoh agama, dan tokoh masyarakat, Rabu (19/11/2025).</p>
<p>Kegiatan ini bertujuan memperkuat sinergi lintas sektor dalam menjaga toleransi, sekaligus merespons dinamika penyebaran informasi di era digital yang kerap menimbulkan disinformasi dan potensi konflik sosial.</p>
<p>Kapolres Nganjuk, AKBP Henri Noveri Santoso, dalam kesempatan tersebut menegaskan, era<em> post truth</em> menjadi tantangan besar bagi aparat keamanan dan seluruh elemen masyarakat.</p>
<p>“Di tengah derasnya arus informasi, hoaks dan provokasi sangat mudah memicu gesekan. Karena itu, Polres Nganjuk terus memperkuat deteksi dini, patroli siber, serta kolaborasi dengan tokoh agama dan masyarakat untuk menjaga kondusifitas wilayah,” ujar Kapolres.</p>
<p>Menurut Kapolres, menjaga harmoni bukan hanya tugas pemerintah dan aparat, tetapi memerlukan partisipasi aktif seluruh pihak.</p>
<p>“Kami mengajak masyarakat untuk menjadi penyaring informasi yang baik. Kerukunan adalah pondasi utama dalam menciptakan keamanan dan ketertiban,” tambahnya.</p>
<p>Ketua FKUB Kabupaten Nganjuk, H. Sholihin Nasrudin dalam sambutannya menegaskan bahwa tantangan era post truth harus dihadapi dengan kedewasaan dalam menyikapi informasi.</p>
<p>“FGD ini menjadi ruang dialog penting. Tantangan kita bukan hanya perbedaan keyakinan, tetapi bagaimana mencegah informasi yang menyesatkan agar tidak merusak kerukunan yang sudah terbangun dengan baik di Nganjuk,” ujar Ketua FKUB.</p>
<p>Melalui kegiatan ini, seluruh peserta diharapkan semakin memahami pentingnya kehati-hatian dalam menerima informasi serta memperkuat komitmen menjaga toleransi dan kerukunan antarumat beragama di Kabupaten Nganjuk. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Pengawasan Keamanan Pangan di Nganjuk Dinilai Lemah, Program MBG Tanpa Sentuhan Langsung BPOM</title>
<link>https://suarajatimpost.com/pengawasan-keamanan-pangan-di-nganjuk-dinilai-lemah-program-mbg-tanpa-sentuhan-langsung-bpom</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/pengawasan-keamanan-pangan-di-nganjuk-dinilai-lemah-program-mbg-tanpa-sentuhan-langsung-bpom</guid>
<description><![CDATA[ Kritik ini mencuat lantaran pengawasan kualitas bahan baku MBG, belum didukung oleh kehadiran kantor Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) di daerah. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202511/image_870x580_691d61b9c8d73.webp" length="39980" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 19 Nov 2025 14:20:14 +0700</pubDate>
<dc:creator>Kuswanto</dc:creator>
<media:keywords>Satgas MBG, MBG, FPMN, usulan, BPOM, Dinkes, pendampingan, gizi anak, generasi muda, Nganjuk</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>NGANJUK, SJP</strong>–Keamanan pangan di Kabupaten Nganjuk, khususnya dalam implementasi program Makan Bergizi Gratis (MBG), menjadi sorotan tajam setelah Forum Peduli Masyarakat Nganjuk (FPMN) menggelar aksi demonstrasi. </p>
<p>Kritik ini mencuat lantaran pengawasan kualitas obat dan makanan, termasuk bahan baku MBG, belum didukung oleh kehadiran kantor Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) di daerah.</p>
<p>Satuan Tugas (Satgas) MBG Nganjuk, melalui Wakilnya, Yudi Ernanto, mengakui adanya keterbatasan jangkauan dan sumber daya dalam pengawasan.</p>
<p>"Memang di Kabupaten Nganjuk ini mendapat pendampingan dari (BPOM) Surabaya. Kami hanya pendampingan saja, karena kami langsung (mendapat) monitoring dari Surabaya," ujar Yudi Ernanto saat ditemui Suarajatimpost.com, Rabu (19/11/2025). </p>
<p>Pernyataan ini memperjelas kebergantungan Nganjuk pada BPOM yang berjarak ratusan kilometer, sebuah kondisi yang dinilai sangat tidak memadai untuk menjamin pengawasan yang cepat dan efektif terhadap peredaran obat dan makanan ilegal, apalagi untuk program berskala besar seperti program MBG.</p>
<p>Yudi memaparkan bahwa fungsi pengawasan di Nganjuk selama ini dioptimalkan oleh Dinas Kesehatan setempat dengan dukungan teknis dari BPOM Surabaya. Namun, ia sendiri mengakui kelemahan sistem ini.</p>
<p>"Kami mengakui bilamana ada keterbatasan sumber daya dan jangkauan membuat pengawasan menjadi kurang optimal," lontarnya.</p>
<p>Pengakuan resmi dari Satgas ini memperkuat kritik FPMN, bahwa pengawasan yang hanya mengandalkan Dinas Kesehatan dan bantuan jarak jauh dari BPOM Surabaya gagal memberikan perlindungan maksimal terhadap risiko keracunan atau penggunaan bahan pangan yang tidak memenuhi standar mutu dalam program MBG. </p>
<p>Keterlambatan respons dan minimnya detail pengawasan lokal menjadi konsekuensi logis dari ketiadaan kantor BPOM di Nganjuk.</p>
<p>Menanggapi tuntutan masyarakat, Satgas MBG Nganjuk berjanji akan segera berkoordinasi dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Nganjuk dan BPOM Pusat untuk membahas kemungkinan pendirian kantor perwakilan BPOM di Nganjuk.</p>
<p>"Kami akan menjadikan aspirasi mereka sebagai masukan berharga dalam upaya meningkatkan pengawasan," kata Yudi.</p>
<p>Meskipun respons ini diapresiasi, langkah koordinasi yang baru muncul setelah adanya desakan demonstrasi dinilai sebagai tindakan reaktif yang terlambat. </p>
<p>Kepentingan publik, terutama terkait keamanan pangan bagi generasi muda, seharusnya menjadi prioritas utama yang diinisiasi oleh pemerintah daerah dan Satgas sejak awal, bukan hanya sekadar janji untuk segera terealisasi setelah mendapat kritik keras. </p>
<p>Keberadaan BPOM di tingkat kabupaten seharusnya menjadi prasyarat mutlak, bukan opsi yang baru dipertimbangkan. </p>
<p>Diberitakan sebelumnya, sejumlah masyarakat yang mengatasnamakan kelompoknya sebagai Forum Peduli Masyarakat Nganjuk (FPMN) melakukan aksi di gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) setempat dan menuntut untuk segera menuntaskan polemik program Makan Bergizi Gratis (MBG), Selasa (18/11/2025). </p>
<p>Ketua FPMN, Suyadi menuding pelaksanaan Program MBG di Nganjuk tidak terencana dengan matang, sepihak, dan sarat akan kurangnya transparansi. Ia secara tegas menyatakan program tersebut telah gagal di Nganjuk. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Respons Cepat DPRD Nganjuk, Bentuk Satgas Independen Evaluasi Program MBG</title>
<link>https://suarajatimpost.com/respons-cepat-dprd-nganjuk-bentuk-satgas-independen-evaluasi-program-mbg</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/respons-cepat-dprd-nganjuk-bentuk-satgas-independen-evaluasi-program-mbg</guid>
<description><![CDATA[ Tim Satgas tersebut direncanakan akan melibatkan ahli gizi, ahli masak, dan pihak-pihak teknis terkait lainnya, memastikan pelaksanaan program sesuai dengan harapan pemerintah dan masyarakat. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202511/image_870x580_691c24ca32ac2.webp" length="43120" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Tue, 18 Nov 2025 15:00:14 +0700</pubDate>
<dc:creator>Kuswanto</dc:creator>
<media:keywords>DPRD Nganjuk, audensi, Program MBG, FPMN, ikuti mengawal, MBG, Nganjuk</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>NGANJUK, SJP</strong> – Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Nganjuk, Tatit Heru Tjahyono, merespons cepat aksi demonstrasi dan kritik yang dilancarkan oleh masyarakat yang tergabung dalam Forum Peduli Masyarakat Nganjuk (FPMN) terkait polemik Program Makan Bergizi Gratis (MBG). </p>
<p>Setelah menerima audiensi perwakilan FPMN, Tatit menyatakan pihaknya mengapresiasi usulan masyarakat dan berjanji akan membentuk tim khusus untuk mengevaluasi program tersebut secara menyeluruh.</p>
<p>"Kami sangat mengapresiasi semangat dan kepedulian dari masyarakat FPMN. Usulan dan masukan yang mereka sampaikan sangat konstruktif dan menjadi bahan pertimbangan penting bagi kami," ujar Tatit Heru Tjahyono di Gedung DPRD Nganjuk, Selasa (18/11/2025).</p>
<p>Salah satu isu utama yang diangkat FPMN adalah dugaan ketidaksesuaian nilai anggaran MBG. </p>
<p>Tatit mengklarifikasi bahwa informasi mengenai nilai Rp6.000 per porsi tidak akurat. Menurutnya, harga sebenarnya untuk MBG di tingkat SD hingga SMP dan SMA berkisar antara Rp8.000 hingga Rp10.000.</p>
<p>Menanggapi berbagai kejanggalan operasional yang disampaikan FPMN, Ketua DPRD mengambil langkah tegas.</p>
<p>"Kami akan membentuk tim Satgas yang independen dan objektif untuk mengkaji secara mendalam program MBG. Hasil evaluasi ini akan menjadi dasar bagi kami untuk mengambil keputusan terkait usulan," tegas Tatit.</p>
<p>Tim Satgas tersebut direncanakan akan melibatkan ahli gizi, ahli masak, dan pihak-pihak teknis terkait lainnya, memastikan pelaksanaan program sesuai dengan harapan pemerintah dan masyarakat.</p>
<p>Tatit juga menekankan bahwa pengawasan terhadap program ini tidak hanya menjadi tugas legislatif, tetapi juga melibatkan eksekutif. </p>
<p>Ia menyatakan DPRD akan meneruskan aspirasi ini kepada anggota dewan di daerah pemilihan (dapil) masing-masing untuk ikut serta mengawasi dan mengawal jalannya MBG.</p>
<p>"Kami juga ikut mengawal, Bupati juga ikut mengawal. Nanti kita sampaikan kepada teman-teman anggota DPRD untuk ikut serta mengawasi dan mengawal di dapilnya masing-masing," terangnya.</p>
<p>Pihak DPRD juga berjanji akan memberikan sanksi berupa surat peringatan (SP) hingga tiga kali kepada penyedia layanan yang terbukti melanggar atau terjadi ketidaksesuaian di lapangan, seperti yang diindikasikan oleh FPMN.</p>
<p>Respons cepat dari DPRD Nganjuk ini memberikan secercah harapan bagi masyarakat. Kini, perhatian publik tertuju pada sejauh mana independensi dan objektivitas tim Satgas yang dijanjikan dapat menjamin perbaikan fundamental dalam Program MBG. <strong>(ADV) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Program MBG di Nganjuk Dinilai Gagal, Warga Luruk Gedung DPRD</title>
<link>https://suarajatimpost.com/program-mbg-di-nganjuk-dinilai-gagal-warga-luruk-gedung-dprd</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/program-mbg-di-nganjuk-dinilai-gagal-warga-luruk-gedung-dprd</guid>
<description><![CDATA[ Dalam orasinya, Suyadi menuding pelaksanaan Program MBG di Nganjuk tidak terencana dengan matang, sepihak, dan sarat akan kurangnya transparansi. Ia secara tegas menyatakan program tersebut telah gagal di Nganjuk. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202511/image_870x580_691c1e5c3ef18.webp" length="47276" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Tue, 18 Nov 2025 14:30:53 +0700</pubDate>
<dc:creator>Kuswanto</dc:creator>
<media:keywords>Demo, FPMN, Makan Bergizi Gratis, MBG, Tidak terencana, kantor DPRD, Nganjuk</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>NGANJUK, SJP</strong> – Gelombang kritik terhadap implementasi Program Makan Bergizi (MBG) di Kabupaten Nganjuk meningkat tajam. Hari ini, masyarakat yang mengatasnamakan kelompoknya sebagai Forum Peduli Masyarakat Nganjuk (FPMN) melakukan aksi di gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) setempat dan menuntut untuk segera menuntaskan polemik program yang diklaim sebagai terobosan pemenuhan gizi anak tersebut.</p>
<p>Aksi yang dipimpin oleh Suyadi, Ketua FPMN, ini dimulai sejak pukul 09.00 WIB, mereka melakukan <em>long march</em> dari markas FPMN di Desa Ngepung, Kecamatan Patianrowo dan berujung di kantor DPRD Nganjuk. </p>
<p>Perwakilan demonstran diterima untuk beraudiensi oleh Ketua dan Wakil DPRD Nganjuk serta perwakilan komisi.</p>
<p>Dalam orasinya, Suyadi menuding pelaksanaan Program MBG di Nganjuk tidak terencana dengan matang, sepihak, dan sarat akan kurangnya transparansi. Ia secara tegas menyatakan program tersebut telah gagal di Nganjuk.</p>
<p>"Kami ingin agar pihak yang terkait memberikan perhatian serius terhadap kasus makan bergizi gratis yang sepihak dan kurang transparan," ujar Suyadi.</p>
<p>Poin krusial yang disorot FPMN adalah dasar pelaksanaan program yang dinilai cacat prosedur. </p>
<p>Menurut Suyadi, sebagai program yang digadang-gadang oleh negara, seharusnya MBG dibahas dan disiapkan secara komprehensif di tingkat legislatif, bukan diatur secara sepihak.</p>
<p>"Program ini tidak ada yang berhak mengatur, siapapun, bahkan Presiden tidak boleh mengatur (secara sepihak). Krusialnya, program ini tidak terencana dengan matang dan belum siap," lontarnya.</p>
<p>FPMN juga menyoroti masalah pendanaan operasional. Ditemukan kejanggalan di mana sejumlah wilayah, seperti di Ngluyu dan Patianrowo, belum mendapatkan realisasi penyaluran MBG yang seharusnya sudah dirapel.</p>
<p>"Nganjuk program MBG belum terencana sesuai harapan. Salah satunya ada daerah tidak berjalan, karena tidak ada modal untuk buat dapur. Kan aneh, ini kan program negara, harusnya yang membiayai negara bukan yang punya dapur. Apalagi semua anggaran dipangkas diarahkan ke program ini, uang di mana? Semuanya dipangkas tanpa ada kejelasan," kecamnya.</p>
<p><strong>Ultimatum Aksi dan Respons Legislatif</strong></p>
<p>Menanggapi lambannya penanganan, Suyadi memberikan ultimatum. Ia mengancam akan mengerahkan massa yang lebih besar dan memperluas aksi hingga ke tingkat provinsi jika tidak ada perkembangan konkret di Nganjuk.</p>
<p>"Saya melihat perkembangan dulu, kalau masih seperti ini, kami masyarakat kecil hanya bisa demo dan demo. Rencana aksi ini kita bawa ke provinsi kalau tidak ada perkembangan," tambahnya.</p>
<p>Sementara itu, Sekretaris Dewan (Sekwan) DPRD Nganjuk, Anang Agus Susilo, yang menerima perwakilan demonstran, mengapresiasi aksi FPMN dan berjanji segera menindaklanjuti aspirasi tersebut.</p>
<p>"Kami apresiasi usulan yang disampaikan FPMN, itu bagian dari kontrol," ucap Anang. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Polres Nganjuk Gelar Pasukan Operasi Zebra Semeru 2025, Ini Sasarannya</title>
<link>https://suarajatimpost.com/polres-nganjuk-gelar-pasukan-operasi-zebra-semeru-2025-ini-sasarannya</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/polres-nganjuk-gelar-pasukan-operasi-zebra-semeru-2025-ini-sasarannya</guid>
<description><![CDATA[ Polres Nganjuk akan melaksanakan Operasi Zebra Semeru 2025 selama 14 hari, terhitung mulai tanggal 17 hingga 30 November 2025. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202511/image_870x580_691b1155e879e.webp" length="51080" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 17 Nov 2025 21:58:31 +0700</pubDate>
<dc:creator>Kuswanto</dc:creator>
<media:keywords>Operasi zebra, gelar pasukan, operasi zebra semeru 2025, Polres Nganjuk, Satlantas, pengendara motor, Nganjuk</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>NGANJUK, SJP –</strong> Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Nganjuk akan melaksanakan Operasi Zebra Semeru 2025 selama 14 hari, terhitung mulai tanggal 17 hingga 30 November 2025. </p>
<p>Operasi ini digelar serentak sebagai upaya menciptakan situasi keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas (Kamseltibcarlantas) yang aman dan nyaman bagi seluruh masyarakat pengguna jalan.</p>
<p>Dalam giat tersebut, Kapolres Nganjuk, AKBP Henri Noveri Santoso memimpin Apel Gelar Pasukan Operasi Zebra Semeru 2025 yang dilaksanakan di lapangan apel Polres Nganjuk, Senin (17/11/2025). </p>
<p>Kegiatan ini diikuti Pejabat Utama Polres, para Kapolsek jajaran, personel TNI-Polri, Pom TNI, PJR Induk V Nganjuk, Dinas Kesehatan, Dinas Perhubungan, Satpol PP, serta RS Bhayangkara Nganjuk.</p>
<p>Kapolres Nganjuk membacakan amanat Kapolda Jawa Timur, Irjen Pol Drs. Nanang Avianto yang menegaskan bahwa Operasi Zebra Semeru 2025 digelar untuk meningkatkan kepatuhan masyarakat terhadap aturan berlalu lintas guna menekan angka pelanggaran dan kecelakaan di Jawa Timur. </p>
<p>Dalam amanat tersebut dijelaskan bahwa tingginya mobilitas masyarakat dan pertumbuhan kendaraan bermotor harus diimbangi dengan penegakan hukum, edukasi, serta pelayanan publik yang berkualitas.</p>
<p>Kapolda Jatim mengingatkan bahwa keselamatan masyarakat adalah prioritas utama. Operasi Zebra Semeru 2025 akan dilaksanakan selama 14 hari, mulai 17 hingga 30 November 2025, dengan mengedepankan kegiatan preemtif, preventif, dan represif secara humanis. ucap Kapolres saat menyampaikan amanat Kapolda.</p>
<p>Fokus operasi diarahkan pada tujuh pelanggaran prioritas, termasuk penggunaan helm SNI, sabuk pengaman, berkendara di bawah umur, melawan arus, hingga penggunaan ponsel saat berkendara,” tambahnya.</p>
<p>Henri menegaskan kembali pentingnya kolaborasi seluruh unsur dalam menekan angka kecelakaan yang masih tinggi di Jawa Timur. </p>
<p>“Kami berkomitmen melaksanakan operasi ini dengan profesional, transparan, dan humanis. Kami juga menekankan pentingnya peningkatan kualitas pelayanan publik seperti SIM, STNK, dan BPKB sebagai bagian dari peningkatan kepercayaan masyarakat kepada Polri,” tegasnya.</p>
<p>Sementara, Kabag Ops Polres Nganjuk, AKP Ondik Andrianto menjelaskan bahwa Polres Nganjuk menerjunkan 90 personel dalam pelaksanaan Operasi Zebra Semeru 2025. </p>
<p>“Sebanyak 90 anggota kami libatkan, terdiri dari berbagai satuan fungsi, termasuk dukungan instansi terkait. Seluruh personel telah kami siapkan untuk melaksanakan tugas sesuai SOP, dengan mengedepankan langkah edukatif dan preventif,” ujarnya.</p>
<p>Operasi Zebra Semeru 2025 diharapkan mampu meningkatkan disiplin berlalu lintas sekaligus menekan angka kecelakaan di Kabupaten Nganjuk. Dengan sinergi lintas sektor dan dukungan masyarakat, Polres Nganjuk menargetkan terciptanya kamseltibcarlantas yang kondusif menjelang agenda nasional akhir tahun.<strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>DPUPR Nganjuk Normalisasi Saluran Irigasi di 3 Dusun Desa Kampungbaru Tanjunganom</title>
<link>https://suarajatimpost.com/dpupr-nganjuk-normalisasi-saluran-irigasi-di-3-dusun-desa-kampungbaru-tanjunganom</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/dpupr-nganjuk-normalisasi-saluran-irigasi-di-3-dusun-desa-kampungbaru-tanjunganom</guid>
<description><![CDATA[ normalisasi sungai di Dusun Putuk, Koripan dan Ketangi di Desa Kampungbaru, Kecamatan Tanjunganom. Hingga saat ini, normalisasi telah mencapai panjang 1500 meter ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202511/image_870x580_691b0d3b90c45.webp" length="115272" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 17 Nov 2025 21:01:05 +0700</pubDate>
<dc:creator>Kuswanto</dc:creator>
<media:keywords>Normalisasi, DPUPR, sungai, sawah, dusun Putuk, Kiriman, Ketangi, Desa Kampungbaru, banjir, Tanjunganom, Nganjuk</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>NGANJUK, SJP - </strong>Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Nganjuk terus berupaya meningkatkan infrastruktur pengendalian banjir di wilayahnya.</p>
<p>Salah satu upaya tersebut adalah dengan melakukan normalisasi sungai di Dusun Putuk, Koripan dan Ketangi di Desa Kampungbaru, Kecamatan Tanjunganom. Hingga saat ini, normalisasi telah mencapai panjang 1500 meter.</p>
<p>Plt Kepala Dinas PUPR Kabupaten Nganjuk, Ony Supriono menyampaikan, pihaknya akan fokus melakukan normalisasi sungai dan saluran dalam satu tahun ini.</p>
<p>’’Tujuan normalisasi adalah mengembalikan dan atau mempertahankan penampung alami sungai atau saluran sehingga dapat mengalirkan air dengan baik untuk mengurangi risiko banjir dan erosi,’’ ungkapnya, Senin (17/11/2025).</p>
<p>Ony mengatakan, proyek normalisasi sungai sepanjang 1, 5 kilometer di tiga Dusun, Desa Tanjunganom, itu bertujuan untuk mendukung sistem irigasi pertanian. Khususnya untuk distribusi air ke area persawahan warga.</p>
<p>“Saluran air yang dinormalisasi ini sangat vital bagi petani. Selama ini banyak keluhan terkait aliran air yang tidak lancar. Terutama saat musim tanam tiba. Melalui normalisasi ini, kita harapkan kebutuhan air irigasi bisa tercukupi secara merata,” katanya saat dihubungi via WhatsApp, Senin (17/11/2025).</p>
<p>Lanjut Ony, panjang saluran yang dinormalisasi mencapai 1.500 meter. Kegiatan normalisasi itu berupa pengerukan sedimentasi serta perbaikan struktur tanggul di beberapa titik rawan jebol. </p>
<p>"Proyek ini juga menjadi bagian dari komitmen Pemerintah Kabupaten Nganjuk untuk mendukung sektor pertanian sebagai tulang punggung ekonomi desa," ucap Oni.</p>
<p>Sementara itu, Kepala Desa Kampungbaru, Susilo Dwi Prasetyo terjun langsung ke lokasi untuk memantau proses normalisasi sungai yang sedang dilakukan oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Nganjuk di wilayah desanya. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya pencegahan banjir yang tengah digencarkan oleh Pemkab Nganjuk.</p>
<p>Susilo mengungkapkan apresiasinya terhadap langkah cepat yang diambil oleh Dinas PUPR Nganjuk dalam merespon kekhawatiran warga terkait potensi banjir di musim penghujan. </p>
<p>"Saya sangat berterima kasih kepada Dinas PUPR Nganjuk yang telah melakukan normalisasi sungai di desa kami. Ini adalah langkah yang sangat penting untuk melindungi warga dari ancaman banjir," ujarnya saat ditemui di lokasi normalisasi</p>
<p>Dalam pantauannya, Susilo melihat langsung bagaimana alat berat dan petugas dari Dinas PUPR Nganjuk membersihkan sampah dan sedimentasi yang menghambat aliran sungai. Ia juga berinteraksi dengan warga sekitar untuk memastikan proses normalisasi berjalan lancar dan tidak menimbulkan dampak negatif bagi lingkungan.</p>
<p>"Saya juga mengajak seluruh warga dusun Putuk, Koripan dan Ketangi Desa Kampungbaru untuk ikut serta menjaga kebersihan sungai setelah normalisasi ini selesai. Jangan membuang sampah sembarangan, mari kita jaga sungai kita agar tetap bersih dan berfungsi dengan baik," imbuhnya.</p>
<p> Normalisasi sungai di Desa Kampungbaru ini merupakan bagian dari program normalisasi sungai sepanjang 1,5 kilometer yang dilakukan oleh Dinas PUPR Nganjuk di tiga dusun. Diharapkan dengan adanya normalisasi ini, risiko banjir di wilayah tersebut dapat diminimalisir. <strong>(ADV) </strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Kasus Dugaan Intimidasi Karyawan, Mediasi Serikat Buruh Nganjuk dan Manajemen PT SAI Masih Buntu</title>
<link>https://suarajatimpost.com/kasus-dugaan-intimidasi-karyawan-serikat-buruh-nganjuk-dan-manajemen-pt-sai-belum-menemukan-titik-temu</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/kasus-dugaan-intimidasi-karyawan-serikat-buruh-nganjuk-dan-manajemen-pt-sai-belum-menemukan-titik-temu</guid>
<description><![CDATA[ Meski kedua belah pihak sempat difasilitasi bertemu oleh Polres Nganjuk untuk mencari jalan damai, persoalan tersebut belum menemukan titik temu. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202511/image_870x580_691991c2e7f4f.webp" length="72284" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sun, 16 Nov 2025 20:21:44 +0700</pubDate>
<dc:creator>Kuswanto</dc:creator>
<media:keywords>Tasyakuran Marsinah, buruh, konflik, Ketua DPC KSBSI Nganjuk, PT SAI, Manager HRD Ifang Sofyan, lanjut pelaporan, Nganjuk</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p>NGANJUK, SJP – Konflik antara DPC HUKATAN KSBSI Nganjuk dan manajemen PT Sukses Abadi Indonesia (SAI) hingga kini masih buntu.</p>
<p>Meski kedua belah pihak sempat difasilitasi bertemu oleh Polres Nganjuk untuk mencari jalan damai, persoalan tersebut belum menemukan titik temu.</p>
<p>Ketua Serikat Buruh HUKATAN KSBSI Nganjuk, Budi Santoso, menegaskan bahwa pihaknya tetap melanjutkan proses hukum yang sudah berjalan. Ia menyebut sudah menyerahkan seluruh bukti kepada kuasa hukum, namun enggan membeberkan detailnya.</p>
<p>“Dengan persoalan tersebut, meskipun ada perdamaian, kami akan melanjutkan. Kita koordinasi dengan DPP dan kuasa hukum,” ujar Budi, Minggu (16/11/2025).</p>
<p>Ketika ditanya soal bukti pelaporan, ia hanya menegaskan bahwa semuanya telah disiapkan. “Kalau bukti, ini rahasia, kita akan buktikan,” singkatnya.</p>
<p>Sementara itu, perwakilan manajemen PT SAI, Ifang Sofyant, mengonfirmasi adanya pertemuan dengan serikat buruh di Polres Nganjuk untuk upaya perdamaian pada akhir Oktober 2025.</p>
<p>Namun, ia menyebut proses tersebut menjadi terhambat karena pihak serikat tidak segera memberikan keputusan terkait tawaran perdamaian. “Kami sudah ketemu untuk pencabutan perdamaian, tapi pihak Budi sendiri tidak langsung tanggap, artinya tidak langsung deal. Tapi diulur-ulur hingga sekarang,” jelas Ifang.</p>
<p>Hingga pertengahan November, kedua pihak masih belum mencapai kesepakatan. Situasi semakin memanas setelah muncul video berdurasi 15 detik yang diunggah akun TikTok DPC F HUKATAN KSBSI Nganjuk.</p>
<p>Dalam video itu, seorang pria yang diduga HRD PT SAI tampak mengucapkan kalimat bernuansa intimidasi kepada karyawan. Budi Santoso menilai perkataan dalam video tersebut tidak pantas dan menyimpang dari norma kesopanan. Ia menegaskan bahwa serikat buruh akan terus mengawal kasus dugaan intimidasi itu sebagai bagian dari upaya perlindungan terhadap hak-hak pekerja.</p>
<p>“Dengan beredarnya video tersebut, masyarakat dan serikat buruh akan terus memantau perkembangan kasus ini untuk memastikan keadilan bagi karyawan yang menjadi korban,” tegasnya. (*)</p>
<p>Editor:</p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Hadiri Tasyakuran Sang Pahlawan, Dandim Nganjuk: Marsinah Teladan Kejujuran dan Perjuangan bagi Generasi Kini</title>
<link>https://suarajatimpost.com/hadiri-tasyakuran-sang-pahlawan-dandim-nganjuk-marsinah-teladan-kejujuran-dan-perjuangan-bagi-generasi-kini</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/hadiri-tasyakuran-sang-pahlawan-dandim-nganjuk-marsinah-teladan-kejujuran-dan-perjuangan-bagi-generasi-kini</guid>
<description><![CDATA[ Kehadirannya kali ini bukan hanya sebagai perwakilan dari institusi TNI, tetapi juga sebagai bagian dari keluarga besar yang menghormati jasa-jasa Marsinah ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202511/image_870x580_69198aaaf0e51.webp" length="51160" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sun, 16 Nov 2025 18:42:34 +0700</pubDate>
<dc:creator>Kuswanto</dc:creator>
<media:keywords>Tasyakuran, penetapan pahlawan, pahlawan nasional, Marsinah, Dandim Nganjuk Letkol Arh M. Taufan Yudha Bhakti, Nganjuk</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p>NGANJUK, SJP – Komandan Distrik Militer (Dandim) Nganjuk, Letkol Arh M. Taufan Yudha Bhakti, menegaskan bahwa Marsinah merupakan sosok inspiratif yang harus terus dikenang sebagai teladan moral. Pernyataan itu ia sampaikan saat menghadiri acara tasyakuran untuk memperingati penetapan Marsinah sebagai Pahlawan Nasional 2025.</p>
<p>Acara yang digelar di Lingkungan Bulurejo Gang 1 tersebut dihadiri keluarga Marsinah, aktivis buruh, tokoh masyarakat, serta berbagai organisasi. Kehadiran Dandim menjadi penanda dukungan dari jajaran TNI terhadap nilai perjuangan dan integritas yang diwariskan Marsinah.</p>
<p>Dalam sambutannya, Letkol Arh M. Taufan Yudha Bhakti menekankan bahwa Marsinah bukan hanya simbol perjuangan buruh, tetapi juga figur yang menjunjung tinggi kejujuran dan keberanian dalam menyuarakan kebenaran.</p>
<p>“Harapannya menjadi nilai moral, dan harus konsisten menegakkan kejujuran dan tidak takut menyuarakan kebenaran,” tegas Dandim, Minggu (16/11/2025).</p>
<p>Taufan juga menyampaikan bahwa kehadirannya di acara tersebut merupakan bentuk penghormatan atas penetapan Marsinah sebagai pahlawan nasional oleh pemerintah pada 10 November 2025, bertepatan dengan Hari Pahlawan.</p>
<p>Terkait situasi perburuhan di Nganjuk, Taufan menegaskan bahwa pihaknya mendukung perjuangan dan keadilan bagi buruh, seperti nilai-nilai yang diperjuangkan Marsinah semasa hidup. Ia juga menyebut Marsinah sebagai pahlawan dari Nganjuk, setelah Dr. Soetomo.</p>
<p>Saat ditanya mengenai kemungkinan pemberian penghargaan khusus atau pembangunan monumen Marsinah, Dandim menyatakan bahwa hal tersebut merupakan kewenangan pemerintah daerah. “Terkait reward dan pembangunan monumen, kami akan berkoordinasi dengan pemerintah daerah,” ujarnya.</p>
<p>Kehadiran Dandim dalam acara tasyakuran ini menegaskan bahwa nilai-nilai perjuangan Marsinah terus hidup dan menjadi inspirasi lintas generasi, termasuk bagi aparatur negara. (*)</p>
<p>Editor: Danu S</p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Kades Ngelundo Pertanyakan Status Desa Wisata Marsinah, Keluhkan Minimnya Koordinasi Pemkab Nganjuk</title>
<link>https://suarajatimpost.com/kades-ngelundo-pertanyakan-status-desa-wisata-marsinah-keluhkan-minimnya-koordinasi-dengan-pemkab-nganjuk</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/kades-ngelundo-pertanyakan-status-desa-wisata-marsinah-keluhkan-minimnya-koordinasi-dengan-pemkab-nganjuk</guid>
<description><![CDATA[ Pemerintah Desa Ngelundo hingga kini belum pernah dilibatkan dalam pembahasan dan pengembangan potensi desa wisata, khususnya yang berkaitan dengan sosok Pahlawan Buruh, Marsinah. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202511/image_870x580_6919983763f2c.webp" length="16736" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sun, 16 Nov 2025 13:00:19 +0700</pubDate>
<dc:creator>Kuswanto</dc:creator>
<media:keywords>Kades Ngelundo anshori, Desa Wisata, Pahlawan nasional, Marsinah, Sukomoro, Nganjuk</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p class="p2"><strong>NGANJUK, SJP</strong> – Kepala Desa (Kades) Ngelundo, Kecamatan Sukomoro, Kabupaten Nganjuk, Anshori, secara terbuka mempertanyakan status Desa Wisata Marsinah di wilayahnya. </p>
<p class="p2">Anshori mengungkapkan bahwa Pemerintah Desa Ngelundo merasa tidak pernah dilibatkan dalam pembahasan dan pengembangan potensi desa wisata tersebut, yang baru-baru ini digagas menyusul penetapan Marsinah sebagai Pahlawan Nasional.</p>
<p class="p2">Kekecewaan ini disampaikan Anshori di sela-sela acara tasyakuran penetapan Marsinah sebagai Pahlawan Nasional di Desa Ngelundo pada Ahad (16/11/2025).</p>
<p class="p2">"Kami sangat mendukung upaya pengembangan desa wisata di Ngelundo, apalagi jika itu bisa mengangkat nama Marsinah sebagai pahlawan buruh. Namun, selama ini kami merasa tidak pernah dilibatkan dalam pembahasan atau perencanaan apa pun," ujar Anshori. </p>
<p class="p2">Menurut dia, potensi tradisional Desa Ngelundo yang didominasi sektor pertanian belum dikembangkan secara maksimal untuk mendukung status desa wisata, terutama yang berkaitan dengan sejarah dan perjuangan Marsinah. </p>
<p class="p2">Ia menegaskan, tanpa komunikasi dan koordinasi yang memadai, rencana besar tersebut akan sulit diwujudkan.</p>
<p class="p2">"Jujur, Desa Ngelundo bidangnya pertanian. Potensi yang bisa dikembangkan untuk mendukung desa wisata, khususnya yang berkaitan dengan sejarah dan perjuangan Marsinah, masih belum tergarap," jelasnya. </p>
<p class="p2">"Semua itu akan sulit terwujud jika tidak ada komunikasi dan koordinasi yang baik," sambung dia.</p>
<p class="p2">Kades Ngelundo berharap Pemerintah Kabupaten Nganjuk dan pihak terkait segera menjalin komunikasi intensif dengan Pemerintah Desa. </p>
<p class="p2">"Kami siap untuk berkolaborasi dan memberikan kontribusi terbaik demi kemajuan desa wisata Ngelundo dan penghormatan terhadap Pahlawan Marsinah," pungkas Anshori.</p>
<p class="p2"><strong>Disporabudpar Klaim Sudah Ada Pembahasan</strong></p>
<p class="p2">Di sisi lain, Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, Kebudayaan, dan Pariwisata (Disporabudpar) Kabupaten Nganjuk, Gunawan Widagdo, membantah klaim ketidakterlibatan pemerintah desa. </p>
<p class="p2">Ia mengatakan bahwa wacana tersebut telah dibahas dalam pertemuan di Gedung Grahadi, Surabaya, yang sekaligus membantah isu bahwa Kades Ngelundo tidak mengetahui adanya wacana tersebut.</p>
<p class="p2">"Pertemuan di Grahadi itu dihadiri oleh kepala desa, dan DPC Kikes SBI Kelik Wiyono termasuk Kades Ngelundo. Kami membahas potensi desa wisata di Desa Ngelundo untuk dikembangkan menjadi desa wisata, dan itu sebatas wacana ke depan," ujar Gunawan Widagdo saat ditemui di kantornya, Senin (17/11/2025).</p>
<p class="p2">Gunawan menambahkan bahwa Gubernur Jawa Timur sempat menyinggung potensi besar Desa Ngelundo sebagai destinasi wisata, baik dari segi makam maupun monumen.</p>
<p class="p2">Meskipun demikian, Gunawan berjanji akan terus melakukan koordinasi intensif dengan Pemerintah Desa. Ia mengakui bahwa dukungan pemerintah desa sangat krusial bagi kesuksesan program ini.</p>
<p class="p2">"Memang ada wacana, Kami akan terus berkoordinasi dengan pihak desa untuk mewujudkan desa wisata ini. Dukungan dari pemerintah desa sangat penting agar program ini berjalan sukses," katanya.</p>
<p class="p2">Namun, saat disinggung mengenai sumber anggaran yang akan digunakan untuk pembangunan desa wisata, Gunawan mengaku tidak memiliki informasi pasti soal itu. </p>
<p class="p2">"Terkait anggaran di Marsinah, pihaknya belum tahu sumbernya dari mana, karena ini masih wacana," tutupnya. <strong>(*) </strong></p>
<p class="p2"><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Bidik PAD, Disporabudpar Nganjuk Fokus Kembangkan Lima Destinasi Wisata Unggulan</title>
<link>https://suarajatimpost.com/bidik-pad-disporabudpar-nganjuk-fokus-kembangkan-lima-destinasi-wisata-unggulan</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/bidik-pad-disporabudpar-nganjuk-fokus-kembangkan-lima-destinasi-wisata-unggulan</guid>
<description><![CDATA[ Langkah strategis ini diambil guna mengoptimalkan potensi kekayaan wisata Nganjuk sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat lokal. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202511/image_870x580_69183d1d84bfe.webp" length="28636" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sat, 15 Nov 2025 16:40:49 +0700</pubDate>
<dc:creator>Kuswanto</dc:creator>
<media:keywords>Disporabudpar, objek wisata, retribusi, PAD, Gandeng Pihak Swasta, Nganjuk</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>NGANJUK, SJP</strong> – Dinas Kepemudaan, Olahraga, Kebudayaan, dan Pariwisata (Disporabudpar) Kabupaten Nganjuk secara ambisius membidik lima objek wisata potensial sebagai upaya untuk mendongkrak Pendapatan Asli Daerah (PAD). </p>
<p></p>
<p>Langkah strategis ini diambil guna mengoptimalkan potensi kekayaan wisata Nganjuk sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat lokal.</p>
<p></p>
<p>Kepala Disporabudpar Nganjuk, Gunawan Widagdo, menyatakan bahwa kelima destinasi ini dipilih karena memiliki daya tarik yang unik dan beragam, mencakup wisata alam hingga wisata budaya.</p>
<p></p>
<p>“Kami melihat potensi yang sangat besar dari kelima objek wisata ini. Dengan tata kelola yang profesional dan strategi promosi yang tepat, kami optimistis dapat menarik jumlah kunjungan wisatawan yang signifikan,” ujar Gunawan saat ditemui di kantornya, Sabtu (15/11/2025).</p>
<p></p>
<p>Kelima objek wisata yang kini menjadi fokus utama pengembangan Disporabudpar Nganjuk adalah:</p>
<p></p>
<p>1. Air Terjun Sedudo: Ikon wisata alam Nganjuk yang populer. Disporabudpar berencana meningkatkan fasilitas pendukung, termasuk pengembangan tambahan seperti Pancuran Songo.</p>
<p>2. Air Terjun Roro Kuning: Destinasi bersejarah dengan nilai budaya tinggi. Pengembangan akan difokuskan pada peningkatan aksesibilitas dan optimalisasi retribusi pengunjung (karcis).</p>
<p>3. Goa Margo Tresno: Objek wisata alam dan petualangan. Upaya peningkatan keamanan, kenyamanan, serta optimalisasi pendapatan melalui retribusi pengunjung menjadi perhatian utama.</p>
<p>4. Pemandian Sri Tanjung (Sri Tanjung Wisata Tirta): Destinasi rekreasi keluarga yang terkenal dengan suasana sejuk dan rindang.</p>
<p>5. Taman Rekreasi Anjuk Ladang (TRAL): Setelah dikelola kembali oleh Disporabudpar, nama objek wisata ini dikembalikan menjadi TRAL dari sebelumnya The Carnival.</p>
<p></p>
<p>Gunawan menambahkan bahwa selama masa jabatannya, upaya pengembangan dilakukan terbatas pada Sedudo dengan penambahan Pancuran Songo, dan Roro Kuning dengan Pancuran Pitu, kendati dilakukan dengan anggaran yang minim.</p>
<p></p>
<p>Untuk mewujudkan potensi wisata yang lebih besar, Gunawan menekankan pentingnya kolaborasi. Pihaknya berencana menggandeng berbagai pemangku kepentingan, termasuk investor swasta dan masyarakat setempat.</p>
<p></p>
<p>“Kami percaya, melalui kerja sama yang sinergis, kita dapat memajukan sektor pariwisata Nganjuk,” ungkap dia.</p>
<p></p>
<p>Terkait inovasi, Gunawan menjelaskan bahwa pihaknya lebih banyak meneruskan program pendahulu dengan keterbatasan anggaran yang ada, berfokus pada pemolesan destinasi utama seperti Sedudo dan Roro Kuning. Ia juga menegaskan pandangan Disporabudpar yang menganggap objek wisata kelolaan swasta bukan sebagai kompetitor, melainkan sebagai kolaborator.</p>
<p></p>
<p>Mantan Kepala Dinas PUPR ini mengungkapkan adanya wacana untuk meniru model daerah lain, yaitu menerapkan retribusi kawasan wisata.</p>
<p></p>
<p>“Kami telah mengumpulkan para pelaku usaha di Sedudo, termasuk pemilik Jolotundo, untuk membahas wacana retribusi kawasan ini,” jelas Gunawan.</p>
<p></p>
<p>Dia melanjutkan, wacana ini dinilai strategis. Jika dapat diterapkan secara menyeluruh—bahkan melibatkan kawasan wisata swasta—diharapkan objek-objek tersebut dapat memberikan kontribusi berupa retribusi kepada pemerintah daerah.</p>
<p></p>
<p>“Langkah ini diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi perekonomian Kabupaten Nganjuk, meningkatkan citra Nganjuk sebagai destinasi menarik, dan tentu saja, menambah pemasukan PAD,” tutup Gunawan. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Fraksi PKB Nganjuk Gelar Tasyakuran Penganugerahan Pahlawan Nasional</title>
<link>https://suarajatimpost.com/fraksi-pkb-nganjuk-gelar-tasyakuran-penganugerahan-pahlawan-nasional</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/fraksi-pkb-nganjuk-gelar-tasyakuran-penganugerahan-pahlawan-nasional</guid>
<description><![CDATA[ Kegiatan ini digelar sebagai wujud rasa syukur atas penganugerahan Gelar Pahlawan Nasional Tahun 2025 kepada tiga tokoh bangsa: K.H. Abdurrahman Wahid (Gus Dur), Syaikhona Kholil Bangkalan, dan aktivis buruh Marsinah. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202511/image_870x580_6918330ad9044.webp" length="71492" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sat, 15 Nov 2025 16:30:18 +0700</pubDate>
<dc:creator>Kuswanto</dc:creator>
<media:keywords>Tasyakuran, Fraksi PKB, DPRD Nganjuk, Tiga Gelar Pahlawan, Gus Dur, Syaikhona Kholil Bangkalan, Marsinah, Nganjuk</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>NGANJUK, SJP</strong> – Suasana khidmat dan penuh kebersamaan mewarnai acara tasyakuran yang diselenggarakan oleh Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Nganjuk. </p>
<p></p>
<p>Kegiatan ini digelar sebagai wujud rasa syukur atas penganugerahan Gelar Pahlawan Nasional Tahun 2025 kepada tiga tokoh bangsa: K.H. Abdurrahman Wahid (Gus Dur), Syaikhona Kholil Bangkalan, dan aktivis buruh Marsinah, Sabtu (14/11/2025), di ruang rapat Fraksi DPRD Kabupaten Nganjuk.</p>
<p></p>
<p>Acara tasyakuran dipimpin langsung oleh H. Ulum Basthomi, Ketua DPRD Nganjuk yang juga menjabat sebagai Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PKB Nganjuk. Kehadiran lintas fraksi menjadi sorotan utama, dengan turut hadirnya para wakil ketua DPRD, ketua komisi, anggota Fraksi PKB, serta anggota DPRD dari berbagai fraksi lainnya. </p>
<p></p>
<p>Partisipasi lintas fraksi ini menunjukkan dukungan dan penghargaan kolektif terhadap penganugerahan gelar pahlawan, sekaligus memperlihatkan bahwa keteladanan dari ketiga tokoh tersebut melampaui batas-batas politik.</p>
<p></p>
<p>Dalam sambutannya, H. Ulum Basthomi menyampaikan bahwa penetapan gelar pahlawan nasional bagi ketiga tokoh besar ini merupakan kebanggaan bagi masyarakat Jawa Timur, khususnya, dan seluruh Indonesia.</p>
<p></p>
<p>“Gus Dur mengajarkan kita nilai kemanusiaan dan pluralisme, Syaikhona Kholil memberikan teladan keilmuan dan perjuangan pesantren, sementara Marsinah menjadi simbol keberanian dan hak-hak kaum buruh. Mereka adalah inspirasi yang relevan untuk lintas generasi,” tegas H. Ulum Basthomi.</p>
<p></p>
<p>Sebagai simbol syukur dan kekompakan, acara dilanjutkan dengan pemotongan tumpeng yang dipimpin oleh K.H. Asrori Arif didampingi H. Ulum Basthomi, Pimpinan Fraksi PKB DPRD Nganjuk, Mochamad Mashuri, Gus Nasikul Khoirul Abadi, segenap anggota fraksi, serta perwakilan buruh dan pekerja. </p>
<p></p>
<p>Momen pemotongan tumpeng ini mempererat kebersamaan para legislator dan menjadi penanda harapan agar semangat perjuangan para pahlawan terus diwariskan dalam pelaksanaan tugas-tugas parlemen.</p>
<p></p>
<p>Selain doa bersama dan ramah tamah, acara juga diisi dengan diskusi ringan mengenai nilai-nilai perjuangan para pahlawan dan bagaimana semangat tersebut dapat diimplementasikan dalam agenda pembangunan daerah.</p>
<p></p>
<p>Di akhir kegiatan, Fraksi PKB Nganjuk menegaskan kembali komitmennya untuk terus memperjuangkan kepentingan masyarakat serta menjaga nilai-nilai kemanusiaan, keberanian, dan keadilan yang telah dicontohkan oleh K.H. Abdurrahman Wahid, Syaikhona Kholil Bangkalan, dan Marsinah. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Inspektorat Nganjuk Selidiki Keterlibatan Sekdes dalam Kasus Dugaan Korupsi di Desa Lestari Patianrowo</title>
<link>https://suarajatimpost.com/inspektorat-nganjuk-selidiki-keterlibatan-sekdes-dalam-kasus-dugaan-korupsi-di-desa-lestari-patianrowo</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/inspektorat-nganjuk-selidiki-keterlibatan-sekdes-dalam-kasus-dugaan-korupsi-di-desa-lestari-patianrowo</guid>
<description><![CDATA[ Agustina Wulandari telah menjabat sejak awal tahun 2022 dan menjadi salah satu tokoh kunci dalam pengelolaan administrasi dan keuangan desa, termasuk dana desa. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202511/image_870x580_6917165406625.webp" length="45428" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Fri, 14 Nov 2025 19:50:00 +0700</pubDate>
<dc:creator>Kuswanto</dc:creator>
<media:keywords>Desa Lestari Patianrowo, Sekdes, Dugaan korupsi, Dana desa, Inspektorat, kembali dibuka, Nganjuk</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>NGANJUK, SJP -</strong> Kasus dugaan korupsi penyelewengan dana desa, di Desa Lestari, Kecamatan Patianrowo, Kabupaten Nganjuk kembali mencuat.</p>
<p>Inspektorat Kabupaten Nganjuk menyatakan kembali membuka penyelidikan terkait kasus yang sebelumnya sempat terhenti, dengan fokus pendalaman terhadap dugaan keterlibatan Sekdes Desa Lestari, Agustina Wulandari.</p>
<p>Agustina Wulandari telah menjabat sejak awal tahun 2022 dan menjadi salah satu tokoh kunci dalam pengelolaan administrasi dan keuangan desa, termasuk dana desa. </p>
<p>Inspektur Inspektorat Nganjuk, Samsul Huda angkat bicara terkait laporan yang diajukan masyarakat mengenai dugaan korupsi dana desa di Desa Lestari.</p>
<p>"Kami menerima informasi baru yang signifikan terkait kasus ini. Oleh karena itu, kami memutuskan untuk membuka kembali penyelidikan untuk mengungkap fakta yang sebenarnya," ujar Samsul Huda saat ditemui di kantornya, Jumat (14/11/2025). </p>
<p>Menurut Samsul, penyelidikan akan difokuskan pada peran Agustina Wulandari, yang sebelumnya menjabat Sekdes Desa Lestari dalam pengelolaan anggaran desa dan pelaksanaan program-program pembangunan, serta memeriksa dokumen-dokumen terkait untuk mencari indikasi penyimpangan.</p>
<p>Disinggung kapan akan dipanggil, Samsul mengatakan, pihaknya masih konsen audit amanat MCP KPK bersama jajarannya. Dimungkinkan hari ini belum bisa memanggil yang bersangkutan.</p>
<p>"Kami fokus audit dulu, ya dalam minggu-minggu ini (akan dipanggil)," singkat Samsul.</p>
<p>Sebelumnya, jabatan Sekretaris Desa (Sekdes) Lestari Kecamatan Patianrowo Kabupaten Nganjuk resmi kosong setelah pengunduran diri salah seorang perangkat penting pemerintahan desa tersebut disampaikan kepada kepala desa dan pemerintah kecamatan. </p>
<p>Alasan pengunduran diri disebutkan karena kondisi kesehatan yang menurun. Namun isu lain yang mencuat adalah tekanan selama tiga tahun terakhir saat mengelola dana desa.</p>
<p>Sekdes Desa Lestari, Agustina Wulandari telah menjabat sejak awal tahun 2022 dan menjadi salah seorang tokoh kunci dalam pengelolaan administrasi dan keuangan desa, termasuk dana desa. </p>
<p>Dalam surat pengunduran dirinya, ia menyatakan tidak lagi mampu menjalankan tugas secara optimal karena faktor kesehatan yang terus menurun.</p>
<p>Kaur Pemerintahan, Adityabima saat ditemui di kantor Desa Lestari mengatakan, bahwa sekertaris desa sudah mengundurkan diri akhir 2022 dan Sekdes telah mengelola anggaran desa semenjak 3 tahun terakhir.</p>
<p>Menurut Aditya, ada beberapa pekerjaan yang dikelola oleh Agustina. Seperti paving jalan desa dan lampu penerangan yang dikerjakan pada tahun 2023 dengan nilai Rp400 juta.</p>
<p>"Ada tiga pekerjaan yang dipegang Sekdes, total semuanya di tahun 2023 senilai Rp 400 juta," ucap Kaur Pemerintahan yang juga Pelaksanaan Pekerjaan (PK) Desa Lestari, Rabu (2/7/2025) silam. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Rikkes dan Tes Psikologi Calon Pegawai SPPG Patianrowo Digelar di Polres Nganjuk</title>
<link>https://suarajatimpost.com/rikkes-dan-tes-psikologi-calon-pegawai-sppg-patianrowo-digelar-di-polres-nganjuk</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/rikkes-dan-tes-psikologi-calon-pegawai-sppg-patianrowo-digelar-di-polres-nganjuk</guid>
<description><![CDATA[ Pelaksanaan rikkes ini bertujuan memastikan calon pegawai SPPG memiliki kondisi fisik dan mental yang sehat sebelum bertugas melayani masyarakat di bidang ketahanan pangan ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202511/image_870x580_691485fec9df2.webp" length="36286" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 12 Nov 2025 21:39:22 +0700</pubDate>
<dc:creator>Kuswanto</dc:creator>
<media:keywords>Calon Pegawai SPPG, test psikologi, Rikkes, Polres Nganjuk, Nganjuk</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>NGANJUK, SJP - </strong>Polres Nganjuk melalui Seksi Kedokteran dan Kesehatan (Sidokkes) menggelar pemeriksaan kesehatan (rikkes) dan tes psikologi bagi calon pegawai Sentra Pelayanan Pangan Gizi (SPPG) Kecamatan Patianrowo. Kegiatan berlangsung di Aula Polres Nganjuk, Rabu (12/11/2025).</p>
<p>Pelaksanaan rikkes ini bertujuan memastikan calon pegawai SPPG memiliki kondisi fisik dan mental yang sehat sebelum bertugas melayani masyarakat di bidang ketahanan pangan. Pemeriksaan meliputi tekanan darah, pemeriksaan fisik, konsultasi riwayat kesehatan, serta tes psikologi.</p>
<p>Kapolres Nganjuk, AKBP Henri Noveri Santoso, menyampaikan bahwa langkah ini merupakan bentuk sinergi antara Polres Nganjuk dan pihak SPPG dalam memastikan kualitas sumber daya manusia yang sehat dan siap bekerja di lapangan.</p>
<p>“Pengecekan kesehatan dan psikologi ini penting untuk memastikan bahwa para pegawai SPPG benar-benar siap secara fisik dan mental, mengingat mereka akan terlibat langsung dalam pelayanan publik yang berkaitan dengan pangan masyarakat,” ungkap Kapolres.</p>
<p>Kasidokkes Polres Nganjuk, Aipda Sunarto Wibowo, menambahkan bahwa dari hasil pemeriksaan, sebanyak 44 peserta dinyatakan sehat dan memenuhi syarat.</p>
<p>“Seluruh peserta dinyatakan dalam kondisi prima dan layak untuk melaksanakan tugas. Kegiatan ini berjalan dengan tertib dan lancar berkat kerja sama seluruh tim medis yang terlibat,” ujar Kasidokkes.</p>
<p>Pemeriksaan ini diharapkan menjadi langkah awal dalam menjaga standar kesehatan dan profesionalitas pegawai SPPG di Kabupaten Nganjuk agar pelayanan kepada masyarakat dapat berlangsung optimal. <strong>(**)</strong></p>
<p><strong>Editor: Rizqi Ardian </strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Pemkab Nganjuk Raih Insentif Fiskal Rp5,6 Miliar atas Keberhasilan Tekan Stunting</title>
<link>https://suarajatimpost.com/pemkab-nganjuk-raih-insentif-fiskal-rp56-miliar-atas-keberhasilan-tekan-stunting</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/pemkab-nganjuk-raih-insentif-fiskal-rp56-miliar-atas-keberhasilan-tekan-stunting</guid>
<description><![CDATA[ Kabupaten Nganjuk berhasil meraih Dana Insentif Fiskal (DIF) Kinerja Tahun Berjalan 2025 sebesar Rp5.687.981.000 dari Pemerintah Pusat ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202511/image_870x580_6914544a21461.webp" length="56820" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 12 Nov 2025 18:20:59 +0700</pubDate>
<dc:creator>Kuswanto</dc:creator>
<media:keywords>Rakornas, raih insentif, Rp5, 6 Miliar, Stunting, Kinerja Tahun Berjalan 2025, Gedung Adhyatma, Kementerian Kesehatan RI, Penghargaan, Nganjuk</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>NGANJUK, SJP -</strong> Bupati Nganjuk, Kang Marhaen menghadiri Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Percepatan Penurunan Stunting Tahun 2025 yang digelar di Gedung Adhyatma, Kementerian Kesehatan RI, Jakarta, Rabu, 12 November 2025. </p>
<p>Acara yang dibuka oleh Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka tersebut mengangkat tema “Mengukuhkan Komitmen Bersama untuk Pencegahan dan Percepatan Penurunan Stunting.”</p>
<p>Dalam kegiatan ini, Kabupaten Nganjuk berhasil meraih Dana Insentif Fiskal (DIF) Kinerja Tahun Berjalan 2025 sebesar Rp5.687.981.000 dari Pemerintah Pusat. </p>
<p>Penghargaan tersebut diberikan atas capaian signifikan Pemkab Nganjuk dalam menurunkan prevalensi stunting melalui berbagai intervensi spesifik dan sensitif, sinergi lintas sektor, serta penguatan peran kader Posyandu di seluruh wilayah.</p>
<p>Dalam sambutannya, Wapres Gibran menyampaikan apresiasi kepada seluruh daerah yang telah menunjukkan hasil nyata.</p>
<p>Ia menekankan pentingnya melanjutkan program pencegahan dengan menjaga kesehatan fisik dan mental anak-anak, serta memastikan sekolah menjadi tempat aman dan bebas dari bullying. </p>
<p>Bupati Marhaen yang hadir bersama Kepala Bappeda dan Perwakilan Dinas Kesehatan Kabupaten Nganjuk menyatakan komitmennya untuk terus memperkuat kolaborasi, memastikan setiap anak Nganjuk tumbuh sehat, cerdas, dan siap menyongsong Indonesia Emas 2045. <strong>(ADV) </strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Ratusan Perangkat Desa di Nganjuk Luruk Kantor Pemkab, Minta Kepastian Hukum Batas Pensiun</title>
<link>https://suarajatimpost.com/ratusan-perangkat-desa-di-nganjuk-luruk-kantor-pemkab-minta-kepastian-hukum-batas-pensiun</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/ratusan-perangkat-desa-di-nganjuk-luruk-kantor-pemkab-minta-kepastian-hukum-batas-pensiun</guid>
<description><![CDATA[ Kedatangan mereka bertujuan mempertanyakan dan mencari kepastian hukum terkait polemik batas usia pensiun perangkat desa yang berujung pada perbedaan penafsiran regulasi. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202511/image_870x580_6914211e72303.webp" length="72320" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 12 Nov 2025 13:00:39 +0700</pubDate>
<dc:creator>Kuswanto</dc:creator>
<media:keywords>Mediasi, ratusan perangkat desa, gerudug Pemkab Nganjuk, PPDI, PMD, Inspektorat, Asisten, Kabag Hukum, Pemkab Nganjuk, Nganjuk</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>NGANJUK, SJP</strong>– Ratusan perangkat desa yang tergabung dalam Persatuan Perangkat Desa Indonesia (PPDI) mendatangi kompleks Pemerintahan Kabupaten (Pemkab) Nganjuk pada Rabu (12/11/2025). </p>
<p>Kedatangan mereka bertujuan mempertanyakan dan mencari kepastian hukum terkait polemik batas usia pensiun perangkat desa yang berujung pada perbedaan penafsiran regulasi.</p>
<p>Polemik ini muncul karena adanya perbedaan antara Undang-Undang Desa Nomor 6 Tahun 2014 Pasal 53 yang menyatakan batas usia pensiun perangkat desa adalah 60 tahun, dengan referensi yang digunakan PPDI, yaitu Perda Nomor 4 Tahun 2017 Pasal 60 ayat 2. Perda tersebut menyatakan perangkat desa yang diangkat sebelum tahun 2001 dan tidak dicantumkan batasan jabatan, usia pensiunnya dianggap 64 tahun.</p>
<p><strong>Pemkab Nganjuk Enggan Beri Kepastian Hukum</strong></p>
<p>Ketua PPDI Nganjuk, Soin, mengungkapkan hasil audiensi yang dilakukan bersama perwakilan Pemkab Nganjuk, termasuk Wakil Bupati Tri Handy, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD), Inspektorat, dan Bagian Hukum.</p>
<p>Dari pertemuan tersebut, Pemkab Nganjuk secara tegas menyatakan tetap mengacu pada Peraturan Daerah (Perda) yang berlaku saat ini. </p>
<p>Keputusan ini, kata Soin, akan menjadi pegangan hukum Pemkab dalam menentukan kebijakan.</p>
<p>"Yang jelas dalam audiensi tadi sudah terjawab, semua sudah jelas. Mengenai batas usia, Pemkab tetap 60 tahun," ungkap Soin usai audiensi.</p>
<p>Secara kritis, Soin menyoroti bahwa dalam pembahasan tersebut, perwakilan Pemkab, PMD, Inspektorat, dan Bagian Hukum tidak berani memberikan jaminan kepastian hukum atas tuntutan PPDI. Kesepakatan yang dicapai hanyalah perlunya konsultasi bersama-sama ke Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) untuk mencari solusi atas perbedaan tafsir ini.</p>
<p><strong>Ancaman Aksi yang Lebih Besa</strong>r</p>
<p>Meski tidak mendapat kepastian yang diharapkan, Soin mengajak 579 anggota PPDI Nganjuk untuk tetap tenang, bersatu, dan loyal dalam mengabdi kepada masyarakat.</p>
<p>Namun, ia juga memberikan sinyal bahwa PPDI akan mengambil langkah yang lebih tegas jika tuntutan mereka tidak ditanggapi secara serius oleh Pemkab Nganjuk.</p>
<p>"Kami menunggu langkah selanjutnya, dalam hal ini Pemkab Nganjuk. Kalau tidak ada tindakan, kami dari 579 perangkat desa akan melakukan audiensi yang lebih besar," tegasnya.</p>
<p>Soin menambahkan bahwa Bupati Nganjuk tidak dapat hadir dalam audiensi tersebut karena alasan adanya keperluan di Jakarta. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>SPPG Pace Gandeng Sidokkes Polres Nganjuk, Pastikan MBG Aman dan Layak Konsumsi</title>
<link>https://suarajatimpost.com/sppg-pace-gandeng-sidokkes-polres-nganjuk-pastikan-mbg-aman-dan-layak-konsumsi</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/sppg-pace-gandeng-sidokkes-polres-nganjuk-pastikan-mbg-aman-dan-layak-konsumsi</guid>
<description><![CDATA[ Kegiatan ini dilakukan sebagai upaya deteksi dini terhadap kandungan racun dalam makanan yang disajikan kepada masyarakat ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202511/image_870x580_69134780692f0.webp" length="30518" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Tue, 11 Nov 2025 23:05:35 +0700</pubDate>
<dc:creator>Kuswanto</dc:creator>
<media:keywords>SPPG, MBG, Dapur MBG, Sidokes, Polres Nganjuk, Nganjuk, saurajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>NGANJUK, SJP - </strong>Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kecamatan Pace bekerja sama dengan Sidokkes Polres Nganjuk menggelar kegiatan <em>Food Safety </em>dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Klinik Pratama Polres Nganjuk, Selasa (11/11/2025).</p>
<p>Kegiatan ini dilakukan sebagai upaya deteksi dini terhadap kandungan racun dalam makanan yang disajikan kepada masyarakat.</p>
<p>Program tersebut bertujuan memastikan bahwa seluruh makanan bergizi yang dibagikan benar-benar aman, sehat, dan memenuhi standar konsumsi masyarakat.</p>
<p>Kapolres Nganjuk, AKBP Henri Noveri Santoso mengapresiasi langkah kolaboratif antara SPPG Pace dan Sidokkes Polres Nganjuk sebagai bentuk sinergi positif antara kepolisian dan masyarakat dalam menjaga kesehatan publik.</p>
<p>“Ini merupakan wujud nyata kepedulian bersama terhadap keamanan pangan. Dengan adanya pemeriksaan dini, kita bisa memastikan makanan bergizi yang dikonsumsi masyarakat bebas dari bahan berbahaya serta mendukung pola hidup sehat di lingkungan masyarakat,” ujar Kapolres.</p>
<p>Hasil pemeriksaan kimiawi oleh tim Sidokkes Polres Nganjuk menunjukkan seluruh sampel makanan seperti nasi putih, telur, tahu, oseng jagung buncis, saus asam manis, dan buah anggur dinyatakan negatif dari kandungan nitrit, arsenik, formalin, maupun sianida.</p>
<p>Kasidokkes Polres Nganjuk, Aipda Sunarto Wibowo menyampaikan bahwa kegiatan pemeriksaan dilakukan secara cermat dan menyeluruh sebagai langkah preventif menjaga kesehatan masyarakat.</p>
<p>“Seluruh sampel makanan telah diuji dengan hasil negatif dari zat berbahaya. Rasa dan aroma makanan juga dalam kondisi normal, sehingga dinyatakan layak saji dan aman untuk dikonsumsi,” terang Aipda Sunarto.</p>
<p>Kegiatan pemeriksaan keamanan pangan ini akan terus dilakukan secara rutin guna mendukung terciptanya masyarakat yang sehat dan bebas dari risiko makanan berbahaya.</p>
<p>Melalui sinergi ini, Polres Nganjuk bersama SPPG Pace berharap dapat meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya keamanan pangan sebagai dasar pemenuhan gizi yang berkualitas. <strong>(**)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Mediasi Berbuah Damai, Kades Sambirejo dan Jogotirto Akhiri Perselisihan</title>
<link>https://suarajatimpost.com/mediasi-berbuah-damai-kades-sambirejo-dan-jogotirto-akhiri-perselisihan</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/mediasi-berbuah-damai-kades-sambirejo-dan-jogotirto-akhiri-perselisihan</guid>
<description><![CDATA[ Pertemuan yang digelar di balai desa setempat pada hari ini berhasil mencapai kesepakatan damai, mengakhiri ketegangan yang sempat mencuat di kalangan masyarakat ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202511/image_870x580_6912fff2a9356.webp" length="50748" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Tue, 11 Nov 2025 18:15:00 +0700</pubDate>
<dc:creator>Kuswanto</dc:creator>
<media:keywords>Mediasi, PPDI, Pemdes Sambirejo, usia perangkat 60, berakhir Damai, Nganjuk</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><b>NGANJUK, SJP — </b>Setelah melalui serangkaian proses mediasi yang intensif, perselisihan antara Kepala Desa Sambirejo dan Jogotirto akhirnya menemui titik terang.</p>
<p>Pertemuan yang digelar di balai desa setempat pada Selasa (11/11/2025) itu berhasil mencapai kesepakatan damai, sekaligus mengakhiri ketegangan yang sempat mencuat di kalangan masyarakat.</p>
<p>Konflik bermula dari surat pemberhentian yang dikeluarkan oleh Kepala Desa Sambirejo sesuai peraturan yang berlaku.</p>
<p>Namun, berkat upaya mediasi yang difasilitasi oleh Persatuan Perangkat Desa Indonesia (PPDI) Kabupaten Nganjuk bersama perangkat desa, kedua belah pihak akhirnya sepakat mencari solusi terbaik demi kepentingan bersama.</p>
<p>Kuasa hukum PPDI, Bambang Sutrisno, yang turut hadir dalam proses mediasi, menjelaskan isi surat tersebut.</p>
<p>Menurutnya, perangkat desa yang telah berusia 60 tahun memang harus berhenti sesuai Peraturan Bupati Nomor 21 Tahun 2022. Namun demikian, yang bersangkutan masih dapat melaksanakan tugas, dengan evaluasi kinerja setiap tahunnya oleh kepala desa.</p>
<p>“Pasca berita viral di media online, kami melakukan mediasi dengan Kepala Desa Sambirejo dan perangkat desa. Kepala desa tidak berniat memberhentikan Subandri (Jogotirto) secara serta merta. Berdasarkan peraturan, meski diberhentikan karena usia 60 tahun, ia tetap dapat melaksanakan tugas hingga usia 64 tahun sebagaimana diatur dalam Pasal 58A huruf c,” jelas Bambang.</p>
<p>Ia menambahkan, setelah dilakukan penelaahan lebih dalam, ternyata hanya terjadi kesalahpahaman antara kedua belah pihak.</p>
<p>“Kami bersyukur, dengan adanya mediasi ini, semua bisa diluruskan,” ujarnya.</p>
<p>Sementara itu, Kepala Desa Sambirejo, Budi Imam Sugiarto, menyampaikan apresiasi atas dukungan semua pihak yang telah membantu menyelesaikan persoalan tersebut.</p>
<p>Ia menegaskan, hubungannya dengan Jogotirto selama ini terjalin baik, dan langkah yang diambil semata-mata untuk menjalankan aturan pemerintah.</p>
<p>“Kami berharap dengan adanya kesepakatan ini, kita semua bisa kembali bersatu dan bersama membangun Desa Sambirejo menjadi lebih baik lagi,” ujarnya.</p>
<p>Lebih lanjut, Budi menambahkan, “Kalau saya pribadi tidak melaksanakan aturan, justru saya yang salah. Hanya saja sempat terjadi miskomunikasi. Namun, saya tetap menjaga hubungan baik dengan para perangkat," imbuhnya.</p>
<p>“Alhamdulillah, masalah ini sudah selesai. Kami jadikan kejadian ini sebagai pelajaran berharga agar ke depan bisa lebih bijak dalam menyelesaikan setiap permasalahan,” pungkasnya. <b>(*)</b></p>
<p><b>Editor: Rizqi Ardian </b></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Kadinkes Sebut Kasus Gizi Buruk di Nganjuk Bukan Luput dari Pantauan, Namun Kondisi Bawaan</title>
<link>https://suarajatimpost.com/kadinkes-sebut-kasus-gizi-buruk-di-nganjuk-bukan-luput-dari-pantauan-namun-kondisi-bawaan</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/kadinkes-sebut-kasus-gizi-buruk-di-nganjuk-bukan-luput-dari-pantauan-namun-kondisi-bawaan</guid>
<description><![CDATA[ Anak tersebut telah mengalami kondisi yang disebut sebagai Cerebral Palsy (CP) atau yang disebutnya sebagai Selebral Parsi (SIPI), sejak usia 0 hingga 5 tahun dan sudah mendapatkan pendampingan awal. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202511/image_870x580_6912bb0bafaa2.webp" length="38194" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Tue, 11 Nov 2025 12:20:14 +0700</pubDate>
<dc:creator>Kuswanto</dc:creator>
<media:keywords>Kasus gizi buruk, pasien, warga kurang mampu, PISI, Ka dinas Kesehatan dr Tien Farida Yani, Dinkes, Nganjuk</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>NGANJUK, SJP </strong>– Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Kabupaten Nganjuk, dr. Tien Farida Yani, memberikan klarifikasi terkait kasus gizi buruk yang menimpa salah satu anak di Kecamatan Ngronggot. </p>
<p>Kadinkes menampik anggapan bahwa kasus ini terjadi karena kelalaian atau luput dari pemantauan petugas kesehatan di wilayah tersebut.</p>
<p>Menurut dr. Tien, berdasarkan kronologi yang diterima dari Kepala Puskesmas Ngronggot, kondisi gizi buruk yang dialami anak yang kini berusia 7 tahun, berakar pada masalah kesehatan bawaan sejak usia dini.</p>
<p>Ia menjelaskan bahwa anak tersebut telah mengalami kondisi yang disebut sebagai <em>Cerebral Palsy</em> (CP) atau yang disebutnya sebagai <em>Selebral Parsi </em>(SIPI), sejak usia 0 hingga 5 tahun dan sudah mendapatkan pendampingan awal.</p>
<p>"Kami ingin meluruskan bahwa kasus gizi buruk ini bukan karena kami luput dalam memantau. Sebagian besar anak-anak ini memang sudah memiliki masalah kesehatan bawaan, yaitu SIPI. Kondisi ini membuat mereka sulit menyerap nutrisi otak dengan baik," ungkap dr. Tien saat ditemui suarajatimpost.com di kantornya, Selasa (11/11/2025).</p>
<p>Ia menguraikan kondisi anak dengan CP yang kronis, di antaranya adalah kesulitan bergerak pada tangan dan kaki, tidak bisa duduk, dan mengalami kesulitan makan. </p>
<p>Meskipun saat bayi masih bisa mengonsumsi Air Susu Ibu (ASI), kesulitan makan seiring bertambahnya usia dikhawatirkan keluarga sehingga memicu kondisi kronis.</p>
<p>dr. Tien juga menyebutkan bahwa pasien yang bernama Aprilia tersebut memang sudah lepas dari pantauan Posyandu di usia 7 tahun, di mana seharusnya ia mendapat penanganan lanjutan di Sekolah Luar Biasa (SLB).</p>
<p>"Setelah saya mengetahui, anak tersebut masuk rumah sakit, konfirmasi dengan dokter perawat, ternyata anak tersebut tidak hanya sekali masuk di RSD Kertosono. Namun yang terakhir memang kondisinya parah," jelasnya.</p>
<p>"Pasien atas nama Aprilia ini sudah sering masuk ke RSD Kertosono, namun akhir-akhir ini kondisinya parah," sambung dia.</p>
<p>Mengenai kondisi terakhir Aprilia sebelum dirujuk ke RSUD Dr. Soetomo Surabaya, dr. Tien mengaku belum mendapatkan informasi terbaru, namun telah berupaya menghubungi pihak terkait. Ia sempat bertemu langsung dengan Aprilia dan dokter spesialis anak yang menangani.</p>
<p>"Kondisi anak ini berat, menurut keterangan dokter spesialis yang menangani. Kami tidak tinggal diam. Semua anak yang terindikasi gizi buruk akan mendapatkan penanganan yang komprehensif, mulai dari pemberian makanan tambahan hingga rujukan ke rumah sakit jika diperlukan," ujarnya. </p>
<p>Menyinggung kasus gizi buruk secara umum di Nganjuk, dr. Tien menilai kasus yang serupa dengan Aprilia (dipicu SIPI) tergolong tidak banyak. Ia membandingkan dengan kasus-kasus lain di mana keluarga tetap aktif memberikan makanan cair yang mencukupi kebutuhan nutrisi sehingga tidak mengalami kekurangan gizi berat.</p>
<p>Untuk mencegah terulangnya kasus kekurangan gizi pada anak di luar pantauan usia 5 tahun dan di luar kasus <em>stunting</em> (kekurangan gizi kronis), dr. Tien menekankan perlunya penanganan khusus. </p>
<p>Pihaknya berencana menyusun panduan khusus dan mengoptimalkan bantuan bagi keluarga kurang mampu melalui koordinasi dengan Dinas Sosial, Baznas, atau bantuan lainnya.</p>
<p>Lebih lanjut, ia mengatakan bahwa Dinkes Nganjuk terus berupaya mengatasi masalah gizi buruk dengan meningkatkan edukasi masyarakat mengenai pentingnya deteksi dini dan penanganan CP.</p>
<p>"Kami terus berupaya meningkatkan kesadaran masyarakat tentang SIPI. Jika ada anak yang menunjukkan gejala seperti pertumbuhan yang lambat, segera periksakan ke dokter. Dengan deteksi dini, kita bisa memberikan penanganan yang tepat dan mencegah terjadinya gizi buruk," tutupnya. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Sendang Gayam: Saksi Bisu Peradaban dari Hindu&amp;Buddha hingga Mataram Islam yang Masih Dilestarikan di Nganjuk</title>
<link>https://suarajatimpost.com/sendang-gayam-saksi-bisu-peradaban-dari-hindu-buddha-hingga-mataram-islam-yang-masih-dilestarikan-di-nganjuk</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/sendang-gayam-saksi-bisu-peradaban-dari-hindu-buddha-hingga-mataram-islam-yang-masih-dilestarikan-di-nganjuk</guid>
<description><![CDATA[ Sendang Gayam kemudian menjadi simbol dari perjuangan cinta dan pengorbanan. Cerita ini telah diwariskan dari generasi ke generasi, menambah nilai sakral sendang di mata masyarakat ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202511/image_870x580_69104c645df26.webp" length="72566" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sun, 09 Nov 2025 16:11:34 +0700</pubDate>
<dc:creator>Kuswanto</dc:creator>
<media:keywords>Sedang gayam, situs sejarah, saksi bisu, peradapan Hindu Budha, sejarah Nganjuk, transisi klasik ke islam, Pace, Nganjuk</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>NGANJUK, SJP -</strong> Situs Sendang Gayam, yang terletak di desa Gondang Kecamatan Pace Kabupaten Nganjuk, bukan hanya dikenal karena nilai sejarahnya yang panjang, tetapi juga karena legenda yang hidup di kalangan masyarakat. </p>
<p>Menurut cerita rakyat, sendang ini memiliki kaitan erat dengan kisah cinta antara Joko Jepora dan Dewi Ayu Purwanti era masa transisi klasik ke islam.</p>
<p>Konon, untuk meminang Dewi Ayu Purwanti, Joko Jepora harus memenuhi persyaratan yang salah satunya adalah keberadaan sendang. </p>
<p>Sendang Gayam kemudian menjadi simbol dari perjuangan cinta dan pengorbanan. Cerita ini telah diwariskan dari generasi ke generasi, menambah nilai sakral sendang di mata masyarakat.</p>
<p>Selain legenda, Sendang Gayam juga menjadi pusat kegiatan ritual dan syukuran bagi warga sekitar. Pada masa lalu, masyarakat sering mengadakan ritual-ritual tertentu di sendang sebagai bentuk penghormatan kepada leluhur dan memohon keberkahan. Syukuran juga rutin diadakan sebagai ungkapan rasa syukur atas hasil panen yang melimpah dan keselamatan desa.</p>
<p>Di situs sendang juga sering ditemukan benda kuno antara lain batu bata kuno, kramik, pecahan grabah, pusaka dan alat rumah tangga. Selain itu juga di temukan makam kuno yang di kenal wong suku kalang.</p>
<p>Sendang Gayam sekarang sudah berubah lebih berbeda dengan dulu, sekarang lokasinya ramai dari pengunjung dan banyak masyarakat yang datang. Beberapa kali juga masih masyarakat melakukan kegiatan ritual. </p>
<p>Situs Sendang gayam memiliki koleksi benda bersejarah yang bisa di lihat. Selain itu bisa di jadikan pembelajaran sejarah lokal buat anak pelajar maupun mahasiswa. </p>
<p>Situs sendang Gayam sudah tercatan di Dinas Kebudayaan dan pariwisata Jawa Timur dan di jaga secar resmi.</p>
<p>Sedang gayam salah satu potensi wisata sejarah budaya yang ada di desa Gondang maupun di wilayah Kabupaten Nganjuk.</p>
<p>Pemerhati sejarah yang aktif meneliti situs-situs kuno di Nganjuk, Aris Trio Effendi menjelaskan bahwa Sendang Gayam memiliki nilai historis yang sangat tinggi.</p>
<p>Menurutnya, sendang ini menjadi bukti nyata bagaimana budaya dan kepercayaan masyarakat Jawa mengalami transformasi dan akulturasi dari masa Hindu-Buddha hingga masuknya Islam.</p>
<p>"Sendang Gayam adalah representasi dari keberlanjutan budaya. Situs ini menunjukkan bagaimana elemen-elemen budaya lama tetap dipertahankan dan diadaptasi dalam konteks yang baru, menciptakan identitas budaya yang unik." Ujar Aris, Minggu (9/11/2025) </p>
<p>Lebih lanjut, Aris menjelaskan bahwa Sendang Gayam pada awalnya mungkin berfungsi sebagai tempat pemujaan atau ritual keagamaan pada masa Hindu-Buddha.</p>
<p>Namun, seiring dengan masuknya Islam, fungsi dan makna sendang ini mengalami penyesuaian. Masyarakat tetap menghormati sendang ini, tetapi dengan cara yang selaras dengan ajaran Islam.</p>
<p>"Akulturasi budaya ini terlihat dari bagaimana tradisi-tradisi lama tetap dipertahankan, tetapi dengan sentuhan nilai-nilai Islam, Misalnya, ritual syukuran yang diadakan di sendang tetap ada, tetapi diisi dengan doa-doa dan kegiatan yang Islami," pungkasnya <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Rizqi Ardian </strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Kyai Iro Gati, Prajurit Mataram dari Nganjuk yang Berjuang di Perang Jawa</title>
<link>https://suarajatimpost.com/kyai-iro-gati-prajurit-mataram-dari-nganjuk-yang-berjuang-di-perang-jawa</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/kyai-iro-gati-prajurit-mataram-dari-nganjuk-yang-berjuang-di-perang-jawa</guid>
<description><![CDATA[ Kisah hidupnya menjadi inspirasi bagi generasi muda untuk terus menjaga semangat nasionalisme dan cinta tanah air, terutama dalam menghadapi pengaruh kolonial Belanda (VOC) di Jawa Timur. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202511/image_870x580_69080553cb72a.webp" length="34206" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sun, 09 Nov 2025 10:34:32 +0700</pubDate>
<dc:creator>Kuswanto</dc:creator>
<media:keywords>sejarah nganjuk, kyai Iro Gati, babad alas, pasukan Diponegoro, asal usul, perjuangan melawan penjajah, Desa Klodan, Kecamatan Ngetos, Nganjuk</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>NGANJUK, SJP</strong> – Sejarah Kabupaten Nganjuk memiliki kaitan erat dengan Kerajaan Mataram, baik pada masa Mataram Kuno era Mpu Sindok maupun Mataram Islam. Wilayah ini dahulu dikenal dengan nama “Anjuk Ladang” atau Tanah Kemenangan, sebuah sebutan yang diberikan oleh Raja Mpu Sindok dari Mataram Kuno sebagai bentuk penghargaan kepada masyarakat Nganjuk yang membantu Mataram dalam peperangan melawan Sriwijaya sekitar abad ke-10 Masehi.</p>
<p>Salah satu tokoh yang dikenal dalam sejarah perjuangan masyarakat Nganjuk adalah Kyai Iro Gati, seorang prajurit Mataram yang kemudian mengabdikan dirinya untuk rakyat. Kisah hidupnya menjadi inspirasi bagi generasi muda untuk terus menumbuhkan semangat nasionalisme dan cinta tanah air, terutama ketika menghadapi tekanan dan pengaruh kolonial Belanda (VOC) di Jawa Timur.</p>
<p>Kyai Iro Gati berasal dari daerah Arang, Jawa Tengah. Ia dikenal sebagai salah satu tokoh sesepuh di Desa Klodan, Kecamatan Ngetos, Kabupaten Nganjuk. Dalam perjuangannya, ia bergabung dengan pasukan Pangeran Diponegoro dalam Perang Jawa yang berlangsung antara tahun 1826 hingga 1828.</p>
<p>Tepat pada tahun 1826, Kyai Iro Gati bergabung dengan pasukan Kanjeng Raden Tumenggung Sosrodilogo, Adipati Rajegwesi. Ia turut berjuang di wilayah Kadipaten Kertosono, Nganjuk, hingga Berbek, bersama sejumlah pejuang lain seperti Kyai Abdul Hamit, Iro Ito, Iro Nadi, Iro Guna, dan Iro Kuoso. Di wilayah Berbek, khususnya di kawasan Gunung Wilis, Kyai Iro Gati berperan penting sebagai telik sandi atau mata-mata bagi pasukan Pangeran Diponegoro.</p>
<p>Menurut pemerhati sejarah Aris Trio Effendi, yang akrab disapa Mas Aris, perjuangan Kyai Iro Gati merupakan bagian dari semangat perlawanan rakyat terhadap kolonialisme.</p>
<p>“Kyai Iro Hati tidak hanya piawai dalam strategi perang, tetapi juga memiliki kemampuan untuk memotivasi pasukannya. Warisan nilai-nilai yang ditinggalkan oleh Kyai Iro Hati — semangat gotong royong, keadilan, dan cinta tanah air — terus diwariskan kepada generasi muda, khususnya di Nganjuk,” kata Aris kepada Suarajatimpost, Minggu (2/11/2025).</p>
<p>Setelah perjuangan usai, Kyai Iro Gati menetap di Desa Klodan hingga akhir hayatnya. Makamnya kini berada di pemakaman umum Desa Klodan, Kecamatan Ngetos, dan masih sering diziarahi oleh masyarakat yang ingin mengenang jasa-jasanya.</p>
<p>Kyai Iro Gati menjadi contoh nyata seorang pejuang yang tidak hanya mengangkat senjata melawan penjajahan, tetapi juga mengabdikan diri bagi kesejahteraan masyarakat. Semangat juangnya tetap hidup sebagai pengingat pentingnya menjaga nilai-nilai nasionalisme dan cinta tanah air bagi generasi penerus di Nganjuk dan sekitarnya.(*) </p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Pasca Viral, Kepsek SDN 2 Gebangkerep Minta Maaf Atas Kelalaian Bendera Kusut di Halaman Sekolah</title>
<link>https://suarajatimpost.com/pasca-viral-kepsek-sdn-2-gebangkerep-minta-maaf-atas-kelalaian-bendera-kusut-di-halaman-sekolah</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/pasca-viral-kepsek-sdn-2-gebangkerep-minta-maaf-atas-kelalaian-bendera-kusut-di-halaman-sekolah</guid>
<description><![CDATA[ Permintaan maaf ini disampaikan langsung oleh Kepala Sekolah SDN 2 Gebangkerep Endah Wahyuni sebagai bentuk tanggung jawab atas kelalaian yang terjadi ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202511/image_870x580_690f51ca9c18e.webp" length="53252" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sat, 08 Nov 2025 21:40:24 +0700</pubDate>
<dc:creator>Kuswanto</dc:creator>
<media:keywords>Bendera kusut, bendera merah putih, luput perhatian, Kepsek SDN 2 Sambikereb, permintaan maaf, Baron, Nganjuk</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>NGANJUK, SJP -</strong> Pihak Sekolah Dasar Negeri (SDN) 2 Gebangkerep menyampaikan permohonan maaf atas insiden bendera Merah Putih yang berkibar dalam kondisi kusut di halaman sekolah.</p>
<p>Permintaan maaf ini disampaikan langsung oleh Kepala Sekolah SDN 2 Gebangkerep, Endah Wahyuni sebagai bentuk tanggung jawab atas kelalaian yang terjadi.</p>
<p>"Kami memohon maaf yang sebesar-besarnya atas kelalaian yang terjadi. Karena proyek revitalisasi proses belajar mengajar terganggu hingga lalai," Kata Endah dengan mata berkaca-kaca.</p>
<p>Disinggung sudah berapa lama hingga bendera ini kusut, kata Endah, sudah berlangsung satu bulan semenjak proyek revitalisasi.</p>
<p>Ia menjelaskan, kejadian ini murni karena kelalaian atas bendera ini. Pihaknya mengakui adanya kekurangan dalam pengawasan dan pemantauan kondisi bendera secara berkala.</p>
<p>"Kami salah, dan mohon maaf, agar kejadian serupa tidak terulang kembali," lanjutnya, Sabtu (8/11/2025).</p>
<p>Sebagai tindak lanjut, pihak sekolah telah mengganti bendera yang kusut dengan bendera baru yang layak. Selain itu, Endah juga mengucapkan trimakasih atas informasi yang disampaikan </p>
<p>Sebelumnya, pemandangan memprihatinkan ditemukan di lingkungan pendidikan, tepatnya di Sekolah Dasar Negeri (SDN) 2 Gebangkerep, Dusun Plimping, Desa Gebangkerep, Kecamatan Baron, Kabupaten Nganjuk, pada Sabtu (8/11/2025).</p>
<p>Bendera Merah Putih, yang merupakan simbol kedaulatan negara, terlihat dalam kondisi kusut dan lusuh saat berkibar, seolah luput dari perhatian pihak sekolah.</p>
<p>Kondisi tersebut sontak memantik reaksi dari aktivis peduli lambang negara. Salah satunya, M. Ridwan, yang kemudian bergerak cepat mengganti bendera lama tersebut dengan yang baru.</p>
<p>"Kami sangat menyayangkan kondisi bendera yang tidak terawat ini. Bendera adalah simbol negara, sudah sepatutnya kita semua menjaganya dengan baik," ujar pria yang akrab disapa Mbah Gondrong, saat ditemui di lokasi penggantian.</p>
<p>Menurut Ridwan, bendera tersebut telah berada dalam kondisi tidak terawat selama lebih dari sebulan. Ia menyoroti minimnya kepedulian meskipun di lokasi tersebut terdapat proyek pekerjaan dan sering dilalui oleh guru-guru.</p>
<p>"Ini adalah bentuk kepedulian kami terhadap nilai-nilai kebangsaan dan semangat patriotisme, meskipun tidak ada yang peduli, apalagi ini di lingkungan pendidikan," tambahnya.</p>
<p>Insiden ini menjadi pelajaran berharga bagi SDN 2 Gebangkerep untuk lebih meningkatkan kedisiplinan dan rasa hormat terhadap simbol-simbol negara.</p>
<p>Pihak sekolah berharap permohonan maaf ini dapat diterima oleh masyarakat dan berjanji akan terus berupaya memberikan yang terbaik bagi pendidikan anak bangsa. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Rizqi Ardian </strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Usai Diberhentikan, Perangkat Desa di Nganjuk Malah Ungkap Borok Kades soal Pungli PTSL</title>
<link>https://suarajatimpost.com/jogo-tirto-ungkap-dugaan-pungli-ptsl-pasca-rapat-internal-pencopotan-perangkat-desa-sambirejo</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/jogo-tirto-ungkap-dugaan-pungli-ptsl-pasca-rapat-internal-pencopotan-perangkat-desa-sambirejo</guid>
<description><![CDATA[ Subandri mengklaim telah memiliki bukti berupa kuitansi yang menunjukkan adanya penarikan biaya yang tidak wajar atau tidak sesuai aturan. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202511/image_870x580_690eebfba75ca.webp" length="61250" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sat, 08 Nov 2025 15:50:41 +0700</pubDate>
<dc:creator>Kuswanto</dc:creator>
<media:keywords>Dugaan pungli, PTSL, Desa Sambirejo, tarikan Rp 500 ribu, Kades Sambirejo, BPN, Nganjuk</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>NGANJUK, SJP</strong> — Pemberhentian seorang perangkat desa bernama Subandri yang menjabat sebagai Jogo Tirto di Desa Sambirejo, Kecamatan Tanjunganom, Kabupaten Nganjuk tuai perlawanan. </p>
<p>Setelah ia mengaku keberatan diberhentikan hingga melakukan ancaman aksi demonstrasi ke kepala desa. Kini, ia malah mengaku memiliki bukti jika kades yang mencopot dirinya telah melakukan pungutan liar (pungli) dalam program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL). </p>
<p>"Setelah kami melakukan evaluasi dan rapat internal, ditemukan indikasi adanya penyelewengan dalam pelaksanaan PTSL yang diduga terlibat dalam praktik pungli," kata Subandri, Sabtu (8/11/2025).</p>
<p>Subandri mengklaim telah memiliki bukti berupa kuitansi yang menunjukkan adanya penarikan biaya yang tidak wajar atau tidak sesuai aturan. </p>
<p>Ia menyebutkan, dua bidang tanah ditarik biaya sebesar Rp 1 juta. Ia merincikan bahwa dari kesepakatan awal biaya PTSL sebesar Rp 400 ribu, terdapat tambahan Rp 100 ribu per bidang dari total 1.200 bidang yang diajukan.</p>
<p>"Kami ada bukti terkait biaya PTSL yang tidak wajar. Dari kesepakatan Rp 400 ribu ada tambahan 100 ribu per bidang dari 1.200 bidang," tegasnya," imbuhnya. </p>
<p>Subandri menyatakan bahwa pihaknya telah mengumpulkan bukti-bukti terkait dugaan pungli ini dan akan segera melaporkannya kepada pihak berwajib. </p>
<p>Ia juga menekankan adanya dukungan penuh dari masyarakat untuk mengungkap kasus ini.</p>
<p>"Kami tidak akan menolerir segala bentuk praktik korupsi dan pungli di desa ini," tandasnya.</p>
<p>Adanya klaim bukti yang dilontarkan oleh Subandri ternyata dibenarkan oleh warga setempat. Tokoh masyarakat Desa Sambirejo, Wahyu Sugianto, menyatakan keterkejutannya atas adanya kelebihan penarikan biaya Rp 100 ribu per bidang yang tidak pernah dikonfirmasi atau dibicarakan dengan masyarakat.</p>
<p>"Saya kaget, karena kelebihan yang Rp 100 ribu itu kita tidak ada konfirmasi kepada kita," kata Wahyu.</p>
<p>Menurut dia, permasalahan dugaan pungutan liar ini harus dibawa ke ranah hukum agar terwujud transparansi dan seluruh masyarakat Desa Sambirejo dapat memahami peruntukan kelebihan nominal tersebut.</p>
<p>"Akan kita bawa masalah ini ke ranah hukum, biar masyarakat tahu transparansi desa," ujar dia.</p>
<p>Sementara itu, Ketua Kelompok Masyarakat (Pokmas) PTSL, Sunardi, membenarkan adanya penarikan Rp 400 ribu sebagai kesepakatan awal masyarakat. </p>
<p>Namun, ia mengakui adanya tambahan Rp 100 ribu yang disebutnya diambil oleh pihak desa.</p>
<p>"Benar mas, kesepakatan masyarakat Rp 400 ribu. Adapun yang Rp 100 ribu itu diambil di desa," ucap Sunardi.</p>
<p>Dikonfirmasi hal itu, Kepala Desa Sambirejo, Budi Imam Sugiarto, membantah tudingan tersebut. Ia berdalih bahwa ketika program PTSL tahun 2017 itu dimulai di era kades sebelumnya. Artinya, ia beralasan saat itu belum menjabat sebagai kepala desa.</p>
<p>"Itu tidak benar mas. Saya jadi kades sebelum ada program PTSL," sanggahnya singkat. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Bendera Pusaka Lusuh di SDN 2 Gebangkerep Nganjuk Picu Keprihatinan</title>
<link>https://suarajatimpost.com/bendera-merah-putih-kusut-luput-dari-perhatian-aktivis-gerak-cepat-ganti-di-lokasi</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/bendera-merah-putih-kusut-luput-dari-perhatian-aktivis-gerak-cepat-ganti-di-lokasi</guid>
<description><![CDATA[ Bendera Merah Putih, yang merupakan simbol kedaulatan negara, terlihat dalam kondisi kusut dan lusuh saat berkibar, seolah luput dari perhatian pihak sekolah. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202511/image_870x580_690ecff27f859.webp" length="86050" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sat, 08 Nov 2025 12:12:46 +0700</pubDate>
<dc:creator>Kuswanto</dc:creator>
<media:keywords>Bendera Merah Putih, bendera kusut, pergantian bendera, aktifis, SDN 2 Gebangkerep, ASN, TNI, Nganjuk</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>NGANJUK, SJP  ̶  </strong>Pemandangan memprihatinkan ditemukan di lingkungan pendidikan, tepatnya di Sekolah Dasar Negeri (SDN) 2 Gebangkerep, Dusun Plimping, Desa Gebangkerep, Kecamatan Baron, Kabupaten Nganjuk, pada Sabtu (8/11/2025).</p>
<p>Bendera Merah Putih, yang merupakan simbol kedaulatan negara, terlihat dalam kondisi kusut dan lusuh saat berkibar, seolah luput dari perhatian pihak sekolah.</p>
<p>Kondisi tersebut sontak memantik reaksi dari aktivis peduli lambang negara. Salah satunya, M. Ridwan, yang kemudian bergerak cepat mengganti bendera lama tersebut dengan yang baru.</p>
<p>"Kami sangat menyayangkan kondisi bendera yang tidak terawat ini. Bendera adalah simbol negara, sudah sepatutnya kita semua menjaganya dengan baik," ujar pria yang akrab disapa Mbh Gondrong, saat ditemui di lokasi penggantian.</p>
<p>Menurut Ridwan, bendera tersebut telah berada dalam kondisi tidak terawat selama lebih dari sebulan. Ia menyoroti minimnya kepedulian meskipun di lokasi tersebut terdapat proyek pekerjaan dan sering dilalui oleh guru-guru.</p>
<p>"Ini adalah bentuk kepedulian kami terhadap nilai-nilai kebangsaan dan semangat patriotisme, meskipun tidak ada yang peduli, apalagi ini di lingkungan pendidikan," tambahnya.</p>
<p>Aksi penggantian bendera ini dilakukan Ridwan secara sukarela, dengan harapan dapat memberikan contoh positif bagi para siswa dan pihak sekolah. Ia berharap kejadian serupa tidak terulang kembali di masa mendatang.</p>
<p>Hingga berita ini diturunkan, Kepala Sekolah SDN 2 Gebangkerep tidak dapat dihubungi. Upaya konfirmasi kepada Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Nganjuk, Puguh Harnoto, melalui pesan WhatsApp dan SMS juga belum mendapatkan respons.</p>
<p>Meskipun demikian, Danramil 0810/08 Baron, Kapten Jiantoc, menyampaikan permohonan maaf atas kelalaian tersebut saat dihubungi via WhatsApp, meskipun ia baru menjabat dua hari.</p>
<p>"Terima kasih, sementara diredam dulu. Nanti kami akan segera koordinasikan ke Korwil (Koordinator Wilayah)," tegas Kapten Jiantoc.</p>
<p>Penggantian bendera ini diharapkan dapat menjadi momentum bagi seluruh elemen masyarakat, khususnya di lingkungan pendidikan, untuk lebih peduli dan menghargai simbol-simbol negara. Bendera Merah Putih yang berkibar dengan gagah adalah cerminan semangat persatuan dan kesatuan bangsa. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Kades Sambirejo Nganjuk Copot Perangkat Desa Tuai Perlawanan hingga Ancaman Demo</title>
<link>https://suarajatimpost.com/polemik-pemberhentian-perangkat-desa-belum-usai-kades-sudah-sesuai-prosedur-hingga-pertemuan-dinyatakan-selesai</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/polemik-pemberhentian-perangkat-desa-belum-usai-kades-sudah-sesuai-prosedur-hingga-pertemuan-dinyatakan-selesai</guid>
<description><![CDATA[ Subandri, yang merupakan perangkat desa angkatan 579, berdalih bahwa ia tidak meminta perpanjangan usia dan hanya mengikuti aturan lama yang memungkinkan hingga usia 64 tahun. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202511/image_870x580_690d9a1689f9d.webp" length="37204" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Fri, 07 Nov 2025 13:02:50 +0700</pubDate>
<dc:creator>Kuswanto</dc:creator>
<media:keywords>rapat internal, Desa Sambirejo, pencopotan perangkat desa, jogo tirto, usia 60 tahun, Kecamatan Tanjunganom, Nganjuk</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>NGANJUK, SJP</strong>–Rapat internal mengenai pemberhentian (pencopotan) perangkat desa posisi Jogo Tirto Desa Sambirejo, Kecamatan Tanjunganom, Kabupaten Nganjuk, berakhir dalam suasana tegang pada Jumat (7/11/2025).</p>
<p>Pertemuan yang digelar di balai desa tersebut dihadiri oleh Badan Permusyawaratan Desa (BPD), Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM), Bhabinkamtibmas, Babinsa, serta seluruh perangkat Desa Sambirejo.</p>
<p>Kepala Desa Sambirejo, Budi Imam Sugiarto, menjelaskan bahwa keputusan pencopotan tersebut telah melalui serangkaian proses dan pertimbangan yang matang, termasuk koordinasi dengan pihak Kecamatan dan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD).</p>
<p>"Kami sudah melalui prosedur yang sesuai dengan aturan desa dan peraturan perundang-undangan yang berlaku," ujar Budi saat diwawancarai usai rapat.</p>
<p>Budi memaparkan, berdasarkan aturan terbaru, usia pensiun perangkat desa ditetapkan pada 60 tahun. Meskipun sempat ada aturan sebelumnya yang menetapkan usia pensiun hingga 64 tahun, pelantikan ulang perangkat desa pada tahun 2017 telah mengikuti aturan baru tersebut.</p>
<p>Kades Budi mengungkapkan, pihaknya telah memanggil yang bersangkutan, Subandri (Jogo Tirto), namun ia menolak dengan alasan belum siap. </p>
<p>Budi juga menyebutkan, hasil koordinasi PMD dengan Persatuan Perangkat Desa Indonesia (PPDI) di Jakarta telah memfinalkan batas usia pensiun di 60 tahun.</p>
<p>Selain faktor usia, kades juga menyoroti masalah kinerja. Menurut kades kinerja Subandri saat menjabat sebagai Jogo Tirto tidak bagus. </p>
<p>"Kinerja Jogo Tirto kurang bagus. Seminggu dikatakan masuk sekali, itupun tidak sampai satu jam," kata Budi. </p>
<p>Ia menambahkan bahwa Jogo Tirto dinilai tidak dapat menjalankan tugas pokok dan fungsi (tupoksi) dengan baik, bahkan disebutnya melakukan perlawanan atau menolak menerima Surat Keputusan (SK) pemberhentian dan menolak menempatkan SK tersebut di kantor desa.</p>
<p>"Kami terpaksa membuat berita acara dan disaksikan oleh semuanya. Secara administrasi sudah selesai. Jika ada gugatan, silakan," tantang Budi.</p>
<p><strong>Jogo Tirto Membantah dan Melakukan Perlawanan</strong></p>
<p>Di sisi lain, Subandri, yang menjabat sebagai Jogo Tirto Desa Sambirejo, menyampaikan keberatannya. </p>
<p>Ia menyatakan bahwa rapat inti hari itu adalah untuk memberhentikannya dengan dasar usia 60 tahun.</p>
<p>Subandri, yang merupakan perangkat desa angkatan 579, berdalih bahwa ia tidak meminta perpanjangan usia dan hanya mengikuti aturan lama yang memungkinkan hingga usia 64 tahun. </p>
<p>Ia mengeluhkan bahwa selama rapat, kades hanya menyampaikan keputusan, sementara anggota BPD dan yang lain memilih diam.</p>
<p>"Rabu depan, kami bersama PPDI akan melakukan audiensi (demo)," ungkap Subandri. </p>
<p>Ia juga mengutarakan bahwa Kepala Desa Sambirejo sudah tidak menyukainya sejak awal menjabat.</p>
<p>"Sejak awal mas, kades sudah tidak simpatik dengan saya, hingga tidak pernah diajak bicara," keluhnya.</p>
<p>Situasi di Desa Sambirejo hingga saat ini masih diselimuti ketegangan. Warga berharap pemerintah desa setempat dapat segera memberikan penjelasan yang transparan dan dapat diterima oleh semua pihak, agar polemik ini tidak berlarut-larut dan mengganggu stabilitas desa. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Angka Perceraian di Nganjuk Tembus 2.400 Kasus, Ini Penyebabnya</title>
<link>https://suarajatimpost.com/angka-perceraian-di-nganjuk-tembus-2400-kasus-ini-penyebabnya</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/angka-perceraian-di-nganjuk-tembus-2400-kasus-ini-penyebabnya</guid>
<description><![CDATA[ Berdasarkan data yang diterima pada Kamis, 6 November 2025, tercatat setidaknya 2.400 pengajuan cerai di Pengadilan Agama Kabupaten Nganjuk ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202511/image_870x580_690cae16cda35.webp" length="42024" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 06 Nov 2025 22:21:21 +0700</pubDate>
<dc:creator>Kuswanto</dc:creator>
<media:keywords>Pengadilan Agama, perceraian, kasus perceraian, tembus 2.4 ribu, faktor ekonomi, orang ketiga, Janda, Nganjuk</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>NGANJUK, SJP – </strong>Pengadilan Agama (PA) Nganjuk mencatat angka perceraian yang cukup tinggi sepanjang tahun ini. Hingga akhir Oktober 2025, tercatat sebanyak 2.400 kasus perceraian telah diputus. Angka ini menunjukkan peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya.</p>
<p>Berdasarkan data yang diterima pada Kamis, 6 November 2025, tercatat setidaknya 2.400 pengajuan cerai di Pengadilan Agama Kabupaten Nganjuk.</p>
<p>Panitera Muda PA Nganjuk, Dian Purnaningrum mengungkapkan, faktor ekonomi dan tidak cocok menjadi penyebab dominan dalam kasus perceraian yang ditangani. </p>
<p>"Banyak pasangan yang mengajukan cerai karena masalah finansial. Ketidakmampuan memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari seringkali menjadi pemicu pertengkaran yang berujung pada perceraian," ujarnya, Kamis (6/11/2025).</p>
<p>Untuk prosentase di bulan Oktober 2025, tercatat 100 perkara, yang mengajukan justru dari pihak perempuan. Disinggung usia perceraian, Dian mengatakan paling banyak di bawah usia 35 tahun.</p>
<p>Selain faktor ekonomi, masalah lain seperti perselingkuhan, dan ketidakcocokan juga menjadi penyebab perceraian. Namun, faktor ekonomi tetap menjadi yang paling menonjol.</p>
<p>"Kami berharap masyarakat lebih bijak dalam menghadapi masalah rumah tangga, terutama masalah ekonomi. Komunikasi yang baik dan pengelolaan keuangan yang tepat bisa menjadi solusi untuk mencegah perceraian," imbuh Dian.</p>
<p>Namun dari total pengajuan cerai tersebut, kata Dian, tidak semuanya berujung perpisahan. Dian menyebut, terdapat beberapa kasus pengajuan cerai yang ditangani PA Nganjuk yang berakhir dengan damai setelah dilakukan upaya mediasi oleh hakim.</p>
<p>"Tidak semuanya diputus cerai. Ada juga yang di tengah persidangan rukun kembali, tidak jadi berpisah," ungkap perempuan berjilbab saat ditemui di Pengadilan Agama.</p>
<p>Sementara itu, salah seorang wanita bernama Oktavia (samaran) usia (35), kini berstatus janda, berbagi cerita tentang penyebab kandasnya rumah tangganya.</p>
<p>Ditemui di Pengadilan Agama Nganjuk, Kamis (6/11/2025), ia mengungkapkan bahwa kehadiran orang ketiga menjadi faktor utama dalam perceraiannya.</p>
<p>"Awalnya saya tidak percaya, tapi lama kelamaan saya menemukan bukti perselingkuhan suami saya," ujarnya dengan nada sedih.</p>
<p>Ia menceritakan bahwa ia telah berusaha mempertahankan rumah tangganya, namun perselingkuhan yang dilakukan suaminya sudah berlangsung cukup lama.</p>
<p>"Saya sudah mencoba berbicara baik-baik, tapi suami saya tetap tidak mau berubah. Akhirnya, saya memutuskan untuk bercerai," pungkasnya. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Rizqi Ardian </strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Dinas Pertanian Nganjuk Perjelas Mekanisme Pengurusan Barcode BBM Subsidi untuk Petani</title>
<link>https://suarajatimpost.com/dinas-pertanian-nganjuk-perjelas-mekanisme-pengurusan-barcode-bbm-subsidi-untuk-petani</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/dinas-pertanian-nganjuk-perjelas-mekanisme-pengurusan-barcode-bbm-subsidi-untuk-petani</guid>
<description><![CDATA[ Langkah ini dilakukan untuk menjawab kebingungan masyarakat mengenai alur permohonan rekomendasi yang selama ini dianggap hanya menjadi kewenangan Dinas Pertanian. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202511/image_870x580_690cace9685b9.webp" length="58614" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 06 Nov 2025 21:57:55 +0700</pubDate>
<dc:creator>Kuswanto</dc:creator>
<media:keywords>Dinas Pertanian, solar bersubsidi, petani, aplikasi barcode, Nganjuk</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>NGANJUK, SJP – </strong>Dinas Pertanian Kabupten Nganjuk mengintensifkan sosialisasi terkait mekanisme pengurusan barcode Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi. Langkah ini dilakukan untuk menjawab kebingungan masyarakat mengenai alur permohonan rekomendasi yang selama ini dianggap hanya menjadi kewenangan Dinas Pertanian.</p>
<p>Kepala Dinas Pertanian, Ida Shobihatin, saat ditemui menjelaskan kewenangan penerbitan rekomendasi dibagi ke tiga instansi sesuai sektor masing-masing. Ida memaparkan, untuk memperoleh barcode BBM, petani perlu mengajukan rekomendasi dari desa yang kemudian diverifikasi oleh Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pertanian di tingkat kecamatan.</p>
<p>“Petani membawa surat rekomendasi dari desa, fotokopi KTP, serta foto titik koordinat alat yang digunakan. Setelah diverifikasi di UPT, berkas dibawa ke Dinas Pertanian untuk mendapatkan barcode,” jelasnya, Kamis (6/11/2025).</p>
<p>Ida sendiri menyebutkan, pihaknya mencatat, dari total 14 ribu petani di seluruh wilayah Nganjuk, baru sekitar 3.500 petani yang aktif menggunakan aplikasi barcode untuk pembelian solar bersubsidi.</p>
<p>Lebih lanjut, Ida menyatakan bahwa aplikasi barcode ini bertujuan untuk memastikan penyaluran solar bersubsidi tepat sasaran dan mencegah penyalahgunaan.</p>
<p>"Dengan aplikasi ini, kami bisa memantau kuota solar yang dibeli oleh masing-masing petani, sehingga penyaluran lebih transparan dan efisien," jelasnya.</p>
<p>Namun, masih banyak petani yang belum menggunakan aplikasi ini karena berbagai alasan. Beberapa di antaranya, menggunakan listrik dan juga tenaga surya </p>
<p>"Kami menyadari bahwa tidak semua petani familiar dengan teknologi. Oleh karena itu, kami terus melakukan sosialisasi dan pelatihan kepada para petani agar mereka lebih memahami manfaat dan cara penggunaan aplikasi barcode ini," tambahnya.</p>
<p>Ida juga bekerja sama dengan pihak terkait, seperti kelompok tani dan penyuluh pertanian, untuk membantu petani yang mengalami kesulitan dalam menggunakan aplikasi ini. </p>
<p>"Kami berharap, dengan upaya ini, semakin banyak petani yang menggunakan aplikasi barcode, sehingga penyaluran solar bersubsidi bisa lebih efektif dan tepat sasaran," pungkasnya. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Rizqi Ardian </strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Polemik Limbah Pentol Oye, Pemdes Tanjung Soroti Respons Dingin DLH Nganjuk</title>
<link>https://suarajatimpost.com/polemik-limbah-pentol-oye-pemdes-tanjung-soroti-respons-dingin-dlh-nganjuk</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/polemik-limbah-pentol-oye-pemdes-tanjung-soroti-respons-dingin-dlh-nganjuk</guid>
<description><![CDATA[ Pemdes Tanjung menyebut DLH hanya merespons melalui pesan singkat WhatsApp (WA) dan enggan turun langsung ke lokasi pembuangan limbah ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202511/image_870x580_690b555f5ac35.webp" length="24864" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 05 Nov 2025 22:34:25 +0700</pubDate>
<dc:creator>Kuswanto</dc:creator>
<media:keywords>Pemdes Desa Tanjung, Jogoboyo, chatting via Whatsapp, Dinas DLH, pembuatan IPAL, limbah pentol, Kertosono, Nganjuk</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><b>NGANJUK, SJP — </b>Pemerintah Desa (Pemdes) Tanjung, Kecamatan Kertosono, memberikan klarifikasi terkait tanggapan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Nganjuk terhadap laporan pembuangan limbah ilegal di wilayah mereka.</p>
<p>Pemdes Tanjung menilai DLH kurang responsif karena hanya memberikan tanggapan melalui pesan singkat WhatsApp (WA) dan tidak turun langsung ke lokasi pembuangan limbah.</p>
<p>“Memang benar, Mas, ada chatting ke handphone saya, tapi hanya menanyakan perkembangan pembuatan IPAL,” ujar Jogoboyo Desa Tanjung, Aji, saat ditemui di kantor desa, Rabu (5/11/2025).</p>
<p>Menurut Aji, seharusnya DLH melakukan inspeksi lapangan, bukan hanya komunikasi lewat pesan.</p>
<p>“Ya tidak pas, Mas. Katanya mau sidak, tapi kok nggak jadi,” ujarnya.</p>
<p>Aji menilai respons yang diberikan DLH tidak memadai karena hanya berupa pesan singkat dan instruksi tanpa tindakan nyata.</p>
<p>“Tidak pas menurut saya,” tegasnya singkat.</p>
<p>Ketika disinggung apakah DLH kurang serius atau ada dugaan “main mata” dengan pihak pengusaha, Aji enggan berspekulasi.</p>
<p>“Kalau soal itu saya kurang paham. Tapi memang DLH hanya menanyakan soal pembuatan IPAL. IPAL-nya sendiri masih dalam tahap pengerjaan. Kalau ada hal lain, mohon maaf, saya tidak tahu,” ujarnya sambil tersenyum.</p>
<p>Sebelumnya, dugaan pencemaran lingkungan akibat limbah produksi Pentol Oye di Desa Tanjung, Kecamatan Kertosono, kembali menjadi sorotan publik. Pasalnya, meski telah berjanji melakukan inspeksi lapangan, DLH Nganjuk hingga kini belum juga turun ke lokasi.</p>
<p>Melalui pemberitaan suarajatimpost.com berjudul “DLH Nganjuk Tegur Pengusaha Pentol Oye yang Belum Miliki IPAL, Sanksi Tegas Menanti”, DLH menyatakan akan melakukan sidak pada 30–31 Oktober 2025. Namun hingga 4 November 2025, janji tersebut tak kunjung terealisasi.</p>
<p>Koordinator Bidang Perencanaan, Pengawasan, dan Peningkatan Kapasitas Lingkungan DLH Nganjuk, Sutini, mengaku belum sempat turun ke lapangan karena kesibukan dinas.</p>
<p>“Kami mohon maaf karena masih menangani pembersihan limbah B3 slag aluminium. Insyaallah hari Kamis, karena besok masih ada rapat lain,” ujarnya melalui pesan WhatsApp, Selasa (4/11/2025).</p>
<p>Alasan tersebut menimbulkan tanda tanya publik, sebab dugaan pencemaran yang menimbulkan bau busuk dan busa di sekitar permukiman warga telah dikeluhkan sejak lama. Meski demikian, DLH belum menunjukkan langkah pengawasan yang tegas.</p>
<p>Sutini berdalih bahwa pengusaha skala UMKM mendapat perlakuan berupa pembinaan, bukan sanksi langsung.</p>
<p>“Untuk UMKM sifatnya pembinaan. Kami beri kesempatan untuk memperbaiki pengelolaan lingkungannya. Pihak Pentol Oye sudah saya konfirmasi sedang membangun IPAL dan tidak lagi membuang limbah ke Sungai Avour Tanjung,” jelasnya.</p>
<p>Ia menambahkan, DLH memberikan perpanjangan waktu bagi pengusaha tersebut karena dinilai telah menunjukkan itikad baik.</p>
<p>“Kami masih memberikan kebijaksanaan sampai selesainya konstruksi IPAL,” pungkas Sutini. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor: Rizqi Ardian </strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Sibuk Jadi Alasan, DLH Nganjuk Belum Tindaklanjuti Dugaan Pencemaran Limbah dari Pentol Oye</title>
<link>https://suarajatimpost.com/sibuk-jadi-alasan-dlh-nganjuk-belum-tindaklanjuti-dugaan-pencemaran-limbah-dari-pentol-oye</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/sibuk-jadi-alasan-dlh-nganjuk-belum-tindaklanjuti-dugaan-pencemaran-limbah-dari-pentol-oye</guid>
<description><![CDATA[ Sikap lunak ini kontras dengan kondisi di lapangan. Warga sekitar masih mengeluhkan bau tidak sedap yang muncul di sekitar area produksi Pentol Oye. Sementara itu, janji DLH untuk melakukan sidak dan memastikan kondisi sebenarnya di lokasi, tak kunjung ditepati. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202511/image_870x580_6909f46eb5a9a.webp" length="43396" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Tue, 04 Nov 2025 19:59:14 +0700</pubDate>
<dc:creator>Kuswanto</dc:creator>
<media:keywords>Limbah pentol oye, bau busuk, DLH, sidak ke lokasi, IPAL, janji memperbaiki, deadline habis, kurang greget penanganan, Nganjuk</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>NGANJUK, SJP —</strong> Dugaan pencemaran lingkungan akibat limbah produksi Pentol Oye di Desa Tanjung, Kecamatan Kertosono, kembali memantik persepsi negatif di mata publik. Pasalnya, meski telah berjanji melakukan inspeksi lapangan, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Nganjuk hingga kini belum juga turun ke lokasi.</p>
<p>Sebelumnya, melalui pemberitaan suarajatimpost.com berjudul “DLH Nganjuk Tegur Pengusaha Pentol Oye yang Belum Miliki IPAL, Sanksi Tegas Menanti”, DLH menyatakan akan melakukan sidak pada 30–31 Oktober. Namun hingga tanggal 4 November 2025, janji tersebut tak terealisasi.</p>
<p>Ketika dikonfirmasi, Koordinator Bidang Perencanaan, Pengawasan, dan Peningkatan Kapasitas Lingkungan DLH Nganjuk, Sutini, beralasan belum sempat ke lokasi karena kesibukan dinas.</p>
<p>“Kami mohon maaf, karena masih menangani pembersihan limbah B3 slag aluminium. Insyaallah hari Kamis, karena besok masih ada rapat lain,” ujarnya melalui pesan WhatsApp, Selasa (4/11/2025).</p>
<p>Alasan tersebut menimbulkan tanda tanya, sebab dugaan pencemaran yang menimbulkan bau busuk dan busa di sekitar pemukiman warga sudah dikeluhkan sejak lama. Meski demikian, DLH belum menunjukkan langkah pengawasan yang tegas.</p>
<p>Sutini berdalih bahwa pengusaha skala UMKM mendapat perlakuan pembinaan, bukan sanksi langsung.</p>
<p>“Untuk UMKM, sifatnya pembinaan. Kami beri kesempatan memperbaiki pengelolaan lingkungannya. Pihak Pentol Oye sudah saya konfirmasi sedang membangun IPAL dan tidak lagi membuang limbah ke sungai Avour Tanjung,” katanya.</p>
<p>Ia menambahkan, DLH bahkan memberi perpanjangan waktu bagi pengusaha tersebut dengan alasan telah menunjukkan “itikad baik”.</p>
<p>“Kami masih memberikan kebijaksanaan sampai selesainya konstruksi IPAL,” ujar Sutini.</p>
<p>Sikap lunak ini kontras dengan kondisi di lapangan. Warga sekitar masih mengeluhkan bau tidak sedap yang muncul di sekitar area produksi Pentol Oye. Sementara itu, janji DLH untuk melakukan sidak dan memastikan kondisi sebenarnya di lokasi, tak kunjung ditepati.</p>
<p>Sebelumnya, DLH Nganjuk memang telah mengeluarkan teguran pertama kepada pengusaha Pentol Oye setelah diketahui belum memiliki Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL).</p>
<p>Teguran itu merupakan tindak lanjut atas pemberitaan Suarajatimpost.com tanggal 27 September 2025 berjudul “Bau Busuk Diduga Limbah Pengolahan Pentol Dikeluhkan Warga Kertosono.”</p>
<p>Namun, hingga kini, penegakan aturan lingkungan hidup di Nganjuk terkesan jalan di tempat. DLH lebih memilih pendekatan pembinaan daripada memastikan penegakan hukum lingkungan yang tegas dan transparan.</p>
<p>Warga pun berharap, pemerintah daerah tidak hanya berhenti pada teguran dan janji, tetapi benar-benar memastikan tidak ada lagi limbah yang mencemari lingkungan. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor: Rizqi Ardian </strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Jeritan Ibu Miskin di Balik Kasus Gizi Buruk di Nganjuk  yang Luput dari Perhatian</title>
<link>https://suarajatimpost.com/jeritan-ibu-miskin-di-balik-kasus-gizi-buruk-di-nganjuk-yang-luput-dari-perhatian</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/jeritan-ibu-miskin-di-balik-kasus-gizi-buruk-di-nganjuk-yang-luput-dari-perhatian</guid>
<description><![CDATA[ kondisi ini diperparah dengan keterbatasan ekonomi yang membuat mereka kesulitan memenuhi kebutuhan dasar sehari-hari. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202511/image_870x580_690972cc54096.webp" length="36312" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Tue, 04 Nov 2025 11:33:15 +0700</pubDate>
<dc:creator>Kuswanto</dc:creator>
<media:keywords>penderita gizi buruk, orang tua apri, kondisi keluarga, warga miskin, butuh uluran tangan, luput bantuan, Desa Kelutan, Dinkes, Dinsos, Nganjuk</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>NGANJUK, SJP – </strong>Kabupaten Nganjuk terus mencatatkan berbagai prestasi dan penghargaan di berbagai bidang. Namun, di balik gemerlap prestasi tersebut, masih tersisa ironi permasalahan gizi buruk yang menghantui sebagian warganya, terutama mereka yang berasal dari keluarga miskin.</p>
<p>Halmitu dikuatkan oleh data dari Dinas Kesehatan Kabupaten Nganjuk, yang menunjukkan bahwa masih terdapat jumlah kasus gizi buruk yang ada di Desa Kelutan Kecamatan Ngronggot.</p>
<p>Keluarga Bapak Habib Sholeh dan Ibu Sunarsi yang tinggal di Desa Kelutan Kecamatan Ngronggot harus menghadapi kenyataan pahit bahwa anak mereka, Apri (7) mengalami gizi buruk.</p>
<p>Lebih memilukan lagi, kondisi ini diperparah dengan keterbatasan ekonomi yang membuat mereka kesulitan memenuhi kebutuhan dasar sehari-hari.</p>
<p>Bapak Apri yang bekerja serabutan dengan penghasilan yang tidak menentu, seringkali uang yang dibawa pulang hanya cukup untuk makan sehari sekali.</p>
<p>Sementara itu, Sunarsi ibunda Apri, adalah seorang ibu rumah tangga yang tidak punya penghasilan untuk keluarga. </p>
<p>"<em>Kulo pasrah mawon, terus pripon maleh kondisi kados ngoten, damel tumbas susu mawon ngeh kadang saget</em> (Saya pasra, terus bagaimana lagi, jangankan untuk membeli susu untuk makan saja sudah sulit," ujar Ibu Sunarsi dengan nada putus asa saat ditemui di rumahnya, Selasa (4/11/2025).</p>
<p>Kondisi rumah mereka pun sangat sederhana, ada tulisan warna hijau rumah miskin, serta keterbatasan fasilitas sanitasi dan akses air bersih juga menjadi faktor yang memperburuk kondisi kesehatan anak-anak.</p>
<p>Kondisi gizi buruk ini tidak hanya berdampak pada fisik anak-anak, tetapi juga pada kemampuan belajar dan aktivitas sehari-hari mereka. Pihak keluarga berharap ada perhatian khusus dari pemerintah dan lembaga sosial untuk membantu meringankan beban mereka.</p>
<p>"Kami sangat berharap ada bantuan makanan bergizi, susu, atau vitamin untuk anak-anak kami. Kami juga membutuhkan bantuan untuk biaya pemeriksaan kesehatan dan pengobatan," tambahnya</p>
<p>Sementara itu, tetangga Bu Sunarsih yang tidak mau disebut namanya mengatakan, memang keluarga ini tergolong keluarga yang tidak mampu, apalagi masalah gizi yang terjadi sama anaknya</p>
<p>"Kasihan mas, memang mereka tergolong orang yang tidak mampu," ucapnya.</p>
<p>Diberitakan sebelumnya, Apri (7), warga Desa Kelutan, Kecamatan Ngronggot, Kabupaten Nganjuk, menjalani perawatan medis karena setelah menderita gizi buruk selama setahun terakhir.</p>
<p>Dia sempat menjalani perawatan Rumah Sakit Daerah (RSD) Kertosono, belakangan diinformasikan harus dirujuk ke RSUD Dr. Soetomo Surabaya. </p>
<p>Kondisinya yang memprihatinkan baru terungkap setelah aktivis kesehatan melaporkan bahwa Apri, anak dari keluarga kurang mampu, mengalami gizi buruk parah dan nyaris luput dari perhatian pemerintah desa setempat.</p>
<p>Saat pertama kali datang ke rumah sakit, Apri dalam kondisi kritis. Berat badannya hanya 7 kilogram dengan tinggi 70 sentimeter, tubuhnya kurus, pertumbuhan terhambat, dan massa otot berkurang.</p>
<p>Menurut keterangan aktivis kesehatan Tanty Niswatin, yang turut memantau kondisi pasien melalui pihak rumah sakit, Apri datang dengan kondisi sangat lemah dan mengalami komplikasi serius.</p>
<p>“Kondisi pertama kali datang, pasien lemah, kejang, napas tidak teratur dan gula darah mencapai 513. Kondisinya parah, bisa dikatakan fatal,” ujar Tanty, Ahad (2/11/2025).</p>
<p>Tanty menyayangkan lambatnya penanganan terhadap kasus gizi buruk ini. Ia menilai, pemantauan tumbuh kembang balita seharusnya menjadi tanggung jawab rutin kader posyandu dan petugas kesehatan di wilayah desa.</p>
<p>“Kami berharap kejadian seperti ini tidak terulang lagi. Peran aktif dari pihak desa sangat penting untuk mendeteksi dini kasus gizi buruk pada balita,” tambahnya.</p>
<p>Selain faktor lingkungan, Tanty juga menyebut bahwa orang tua Apri memiliki keterbatasan mental dan kesulitan dalam merawat anaknya secara optimal. Kondisi itu memperparah kekurangan gizi yang dialami sang anak.</p>
<p>Sementara itu, Kepala Desa Kelutan Yuni Rohmawati mengakui adanya kelalaian dalam pemantauan kasus tersebut. Ia menyebut bahwa pihak desa sebenarnya telah memberikan bantuan, termasuk bantuan kereta dorong dari Dinas Sosial, namun belum mampu mengantisipasi kondisi Apri sejak awal.</p>
<p>“Kami akui memang ada kelalaian dalam kasus ini. Ke depan, kami akan lebih meningkatkan koordinasi dengan pihak terkait untuk memastikan agar tidak ada lagi kejadian seperti ini. Semua balita di desa kami harus mendapatkan pemantauan kesehatan yang optimal,” ujarnya. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Rizqi Ardian </strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Soal Kasus Gizi Buruk di Nganjuk, Dinsos Langsung Bertindak</title>
<link>https://suarajatimpost.com/soal-kasus-gizi-buruk-di-nganjuk-dinsos-langsung-bertindak</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/soal-kasus-gizi-buruk-di-nganjuk-dinsos-langsung-bertindak</guid>
<description><![CDATA[ Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Nganjuk bergerak cepat memberikan bantuan kepada keluarga yang mengalami masalah gizi buruk, setelah kasusnya menjadi viral di media sosial ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202511/image_870x580_6908507c074dd.webp" length="25964" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 03 Nov 2025 14:31:17 +0700</pubDate>
<dc:creator>Kuswanto</dc:creator>
<media:keywords>Dinsos Nganjuk, Ka dinsos Harus Sudjatmiko, gizi buruk, bantuan, gerak cepat, warga kurang mampu, Desa Kelutan, Nganjuk</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>NGANJUK, SJP – </strong>Pasca pemberitaan di media Suarajatimpost, pada hari Minggu (2/11/2025) dengan judul "Miris, Balita Gizi Buruk di Nganjuk Baru Terdeksi setelah Satu Tahun Luput dari Pantauan Desa" Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Nganjuk bergerak cepat memberikan bantuan kepada keluarga yang mengalami masalah gizi buruk.</p>
<p>Tindakan responsif ini dilakukan sebagai wujud kepedulian pemerintah daerah terhadap warganya yang membutuhkan.</p>
<p>Kepala Dinsos Nganjuk, Haris Sudjatmiko menyatakan bahwa pihaknya langsung turun tangan setelah mengetahui informasi mengenai keluarga tersebut. </p>
<p>"Kami diperintahkan Pak Bupati segera melakukan koordinasi dengan pihak terkait, termasuk pendamping desa dan perangkat desa, untuk memastikan keluarga tersebut mendapatkan penanganan yang tepat," ujarnya saat ditemui di kantornya, Senin (3/11/2025)</p>
<p>Menurut Haris, sebenarnya sebelum viral, pihaknya sudah bergerak, bahkan keluarga dari Habib Sholeh dan Sunarsih yang beralamat di Desa Kelutan diberi bantuan kursi roda, ASPD dari provinsi sebesar Rp300 ribu per bulan diterima setiap tiga bulan sekali, BPIJKN (BPJS), bantuan sembako dari PKH dibantu desa, serta dapat BLTS.</p>
<p>Selain itu, Dinsos juga memberikan pendampingan psikososial kepada keluarga agar mereka mendapatkan dukungan moril dalam menghadapi situasi sulit ini.</p>
<p>"Kami berharap bantuan ini dapat meringankan beban keluarga dan membantu memperbaiki kondisi gizi anak-anak mereka. Kami juga akan terus memantau perkembangan kesehatan mereka secara berkala," tambah Haris</p>
<p>Kata Haris, pihaknya ada kepedulian terhadap masyarakat kurang mampu, dengan klasifikasi yang berhak mendapatkan bantuan. Misalkan dia (penerima) masuk kategori desil 6 atau 7 ya otomatis tidak bisa mendapatkan bantuan.</p>
<p>"Kami langsung <em>action,</em> ada dokumentasinya, kita langsung gerak, bisa di cek langsung di data, pokoknya aman mas," kata Haris sambil tersenyum</p>
<p>Sebelumnya, Apri (7), warga Desa Kelutan, Kecamatan Ngronggot, Kabupaten Nganjuk, menjalani perawatan medis karena setelah menderita gizi buruk selama setahun terakhir.</p>
<p>Dia yang sempat menjalani perawatan di Rumah Sakit Daerah (RSD) Kertosono, belakangan diinformasikan harus dirujuk ke RSUD Dr. Soetomo Surabaya. </p>
<p>Kondisinya yang memprihatinkan baru terungkap setelah aktivis kesehatan melaporkan bahwa Apri, anak dari keluarga kurang mampu, mengalami gizi buruk parah dan nyaris luput dari perhatian pemerintah desa setempat.</p>
<p>Saat pertama kali datang ke rumah sakit, Apri dalam kondisi kritis. Berat badannya hanya 7 kilogram dengan tinggi 70 sentimeter, tubuhnya kurus, pertumbuhan terhambat, dan massa otot berkurang.</p>
<p>Menurut keterangan aktivis kesehatan Tanty Niswatin, yang turut memantau kondisi pasien melalui pihak rumah sakit, Apri datang dengan kondisi sangat lemah dan mengalami komplikasi serius. </p>
<p>“Kondisi pertama kali datang, pasien lemah, kejang, napas tidak teratur dan gula darah mencapai 513. Kondisinya parah, bisa dikatakan fatal,” ujar Tanty, Minggu (2/11/2025). <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Rizqi Ardian </strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Miris, Balita Gizi Buruk di Nganjuk Baru Terdeksi setelah Satu Tahun Luput dari Pantauan Desa</title>
<link>https://suarajatimpost.com/miris-balita-gizi-buruk-di-nganjuk-baru-terdeksi-setelah-satu-tahun-luput-dari-pantauan-desa</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/miris-balita-gizi-buruk-di-nganjuk-baru-terdeksi-setelah-satu-tahun-luput-dari-pantauan-desa</guid>
<description><![CDATA[ Balita gizi buruk ini sempat dirawat di RSD Kertosono selama 13 hari terakhir untuk mendapatkan penanganan medis yang memadai. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202511/image_870x580_69073be739141.webp" length="15608" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 03 Nov 2025 10:13:21 +0700</pubDate>
<dc:creator>Kuswanto</dc:creator>
<media:keywords>Balita, gizi buruk, distanting, warga kurang mampu, RSD Kertosono, Pemdes, Kecamatan Ngronggot, Nganjuk</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>NGANJUK, SJP</strong> — Apri (7), warga Desa Kelutan, Kecamatan Ngronggot, Kabupaten Nganjuk, menjalani perawatan medis karena setelah menderita gizi buruk selama setahun terakhir. Dia sempat menjalani perawatan Rumah Sakit Daerah (RSD) Kertosono, belakangan diinformasikan harus dirujuk ke RSUD Dr. Soetomo Surabaya. </p>
<p>Kondisinya yang memprihatinkan baru terungkap setelah aktivis kesehatan melaporkan bahwa Apri, anak dari keluarga kurang mampu, mengalami gizi buruk parah dan nyaris luput dari perhatian pemerintah desa setempat.</p>
<p>Saat pertama kali datang ke rumah sakit, Apri dalam kondisi kritis. Berat badannya hanya 7 kilogram dengan tinggi 70 sentimeter, tubuhnya kurus, pertumbuhan terhambat, dan massa otot berkurang.</p>
<p>Menurut keterangan aktivis kesehatan Tanty Niswatin, yang turut memantau kondisi pasien melalui pihak rumah sakit, Apri datang dengan kondisi sangat lemah dan mengalami komplikasi serius. “Kondisi pertama kali datang, pasien lemah, kejang, napas tidak teratur dan gula darah mencapai 513. Kondisinya parah, bisa dikatakan fatal,” ujar Tanty, Minggu (2/11/2025).</p>
<p>Tanty menyayangkan lambatnya penanganan terhadap kasus gizi buruk ini. Ia menilai, pemantauan tumbuh kembang balita seharusnya menjadi tanggung jawab rutin kader posyandu dan petugas kesehatan di wilayah desa.</p>
<p>“Kami berharap kejadian seperti ini tidak terulang lagi. Peran aktif dari pihak desa sangat penting untuk mendeteksi dini kasus gizi buruk pada balita,” tambahnya.</p>
<p>Selain faktor lingkungan, Tanty juga menyebut bahwa orang tua Apri memiliki keterbatasan mental dan kesulitan dalam merawat anaknya secara optimal. Kondisi itu memperparah kekurangan gizi yang dialami sang anak.</p>
<p>Sementara itu, Kepala Desa Kelutan Yuni Rohmawati mengakui adanya kelalaian dalam pemantauan kasus tersebut. Ia menyebut bahwa pihak desa sebenarnya telah memberikan bantuan, termasuk bantuan kereta dorong dari Dinas Sosial, namun belum mampu mengantisipasi kondisi Apri sejak awal.</p>
<p>“Kami akui memang ada kelalaian dalam kasus ini. Ke depan, kami akan lebih meningkatkan koordinasi dengan pihak terkait untuk memastikan agar tidak ada lagi kejadian seperti ini. Semua balita di desa kami harus mendapatkan pemantauan kesehatan yang optimal,” ujarnya.</p>
<p>Perkembangan terakhir, menurut Tanty Niswatin,  Apri dirujuk ke RSUD Dr. Soetomo untuk mendapatkan perawatan yang intensif. </p>
<p></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Nganjuk Diterjang Angin Kencang, Pohon Tumbang Timpa Kantor Kelurahan Warujayeng dan Tutup Jalan</title>
<link>https://suarajatimpost.com/nganjuk-diterjang-angin-kencang-pohon-tumbang-timpa-kantor-kelurahan-warujayeng-dan-tutup-jalan</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/nganjuk-diterjang-angin-kencang-pohon-tumbang-timpa-kantor-kelurahan-warujayeng-dan-tutup-jalan</guid>
<description><![CDATA[ Angin yang sangat kencang, tiba-tiba pohon roboh menimpa kantor Kelurahan Warujayeng saat plt lurah dan staf berada di dalam gedung. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202511/image_870x580_690731ab31dd7.webp" length="84736" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sun, 02 Nov 2025 18:15:13 +0700</pubDate>
<dc:creator>Kuswanto</dc:creator>
<media:keywords>Pohon tumbang, hujan deras, kantor Kelurahan warujayeng rusak, kerugian ratusan juta, rusak parah, Pohon tumbang, Kecamatan Tanjunganom, Nganjuk</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p>NGANJUK, SJP - Hujan deras dan angin kencang menerjang kawasan Nganjuk Minggu sore (2/11/2025). Akibatnya, belasan pohon tumbang. Selain merusak bangunan kelurahan,  juga menutup jalan.</p>
<p>Peristiwa tumbangnya tumbang pohon yang menimpa Kantor Kelurahan Warujayeng terjadi saat Kepala Desa Plt Lurah Warujayeng Eko Prio berada di kantor bersama stafnya.  "Anginnya sangat kencang, tiba-tiba pohon roboh menimpa kantor, pas saya di dalam bersama staf," kata Eko.</p>
<p>Beruntung, mereka berhasil menyelamatkan diri sehingga terhindar dari luka-luka. Namun, bangunan rusak parah. Bagian depan kantor kelurahan rusak parah, atap ambruk dan dinding retak."Kami sudah lapor ke BPBD dan dinas terkait. Polisi dan TNI juga membantu evakuasi," ujarnya.</p>
<p>Sementara itu, banyak pohon tumbang menutup jalan, salah satunya yang terpantau di jalan di dusun Mukuh Desa Sidoarjo, Kecamatan Tanjunganom.  Hingga pukul 17.00 WIB, pohon tumbang belum dievakuasi. Karena jalan tidak bisa dilalui, warga harus mencari jalan alternatif yang memutar lebih jauh sekitar satu kilometer. </p>
<p>“Pohon roboh dan menutup jalan, ini yang terparah di Kecamatan Tanjunganom,” ujar Eko. </p>
<p>Kerugian diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah. Eko berharap pemerintah daerah segera memberikan bantuan perbaikan agar pelayanan masyarakat tidak terganggu.</p>
<p> Petugas BPBD, polisi, dan TNI masih di lokasi untuk evakuasi dan pengamanan. Warga juga ikut membantu membersihkan puing-puing.(*) </p>
<p><strong>Editor:</strong> Danu S</p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Terdesak Ekonomi, Pria Nganjuk Nekat Gasak Motor Petani</title>
<link>https://suarajatimpost.com/terdesak-ekonomi-pria-nganjuk-nekat-gasak-motor-petani</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/terdesak-ekonomi-pria-nganjuk-nekat-gasak-motor-petani</guid>
<description><![CDATA[ Pelaku mencuri sepeda motor yang diparkir di pinggir jalan persawahan saat korban tengah bekerja di sawah ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202510/image_870x580_69033abc1f437.webp" length="8302" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 30 Oct 2025 18:40:15 +0700</pubDate>
<dc:creator>Kuswanto</dc:creator>
<media:keywords>Maling motor, pelaku, terdesak ekonomi, petani, persawahan, Satreskrim Polres Nganjuk, Gondang, Nganjuk</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>NGANJUK, SJP - </strong>Terdesak kebutuhan hidup, SP (31) warga Dusun Balong Dlingo, Desa Ngrami, Kecamatan Sukomoro, Kabupaten Nganjuk. Pelaku mencuri sepeda motor yang diparkir di pinggir jalan persawahan saat korban tengah bekerja di sawah, pada Rabu (29/10/2025).</p>
<p>Berdasar laporan, Unit Reskrim Polsek Gondang Polres Nganjuk berhasil mengungkap kasus tindak pidana pencurian sepeda motor Honda Kharisma NF 125 warna hitam yang terjadi di jalan persawahan Dusun Besuki, Desa Nglinggo, Kecamatan Gondang. Kasus ini dilaporkan oleh korban bernama Umar (48) pada Rabu (29/10/2025).</p>
<p>Kapolres Nganjuk AKBP Henri Noveri Santoso, membenarkan pengungkapan tersebut dan mengapresiasi kerja cepat anggota di lapangan. </p>
<p>“Kami terus berkomitmen menindak tegas segala bentuk kejahatan, termasuk pencurian kendaraan bermotor. Penangkapan ini hasil kerja sama lintas satuan Unit Reskrim Polsek Gondang dengan Satuan Reskrim Polres Nganjuk dan tindak lanjut dari laporan masyarakat,” ungkap AKBP Henri, Kamis(30/10/2025).</p>
<p>Sementara, Kasat Reskrim Polres Nganjuk AKP Sukaca menjelaskan, pelaku berinisial SP (31) warga Dusun Balong Dlingo, Desa Ngrami, Kecamatan Sukomoro, Kabupaten Nganjuk. </p>
<p>“Pelaku SP diamankan dalam perkara lain, namun dari hasil pengembangan diketahui turut terlibat dalam pencurian sepeda motor milik korban di wilayah Gondang hingga mengalami kerugian 6 juta rupiah,” terang AKP Sukaca.</p>
<p>Dari hasil pemeriksaan, pelaku mencuri sepeda motor yang diparkir di pinggir jalan persawahan saat korban tengah bekerja di sawah. Sepeda motor Honda Kharisma milik korban dibawa kabur tanpa meninggalkan jejak, hingga akhirnya berhasil diidentifikasi berdasarkan bukti surat kendaraan dan keterangan saksi.</p>
<p>Barang bukti berupa satu buah BPKB dan STNK kendaraan milik korban turut diamankan oleh pihak kepolisian sebagai bagian dari proses penyidikan. Saat ini pelaku tengah menjalani pemeriksaan lebih lanjut di Unit Reskrim Polsek Gondang.</p>
<p>“Langkah penyidik selanjutnya adalah proses penyidikan untuk mengembangkan dugaan keterlibatan pelaku dalam kasus serupa di wilayah lain,” tambah AKP Sukaca.</p>
<p>Atas perbuatannya, pelaku dijerat pasal 362 KUHP Tentang Pencurian. Selain menahan tersangka, pihaknya turut mengamankan motor milik korban. <strong>(**) </strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Motor Brebet Usai Isi Pertalite Juga Terjadi di Nganjuk, Diduga Tak Sesuai Campuran</title>
<link>https://suarajatimpost.com/motor-brebet-usai-isi-pertalite-juga-terjadi-di-nganjuk-diduga-tak-sesuai-campuran</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/motor-brebet-usai-isi-pertalite-juga-terjadi-di-nganjuk-diduga-tak-sesuai-campuran</guid>
<description><![CDATA[ Keluhan ini disampaikan langsung oleh pemilik sepeda motor Yamaha Vixion milik wartawan Nawacita bernama Tiarsin yang akrab disapa Sakera, ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202510/image_870x580_690322629299e.webp" length="61588" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 30 Oct 2025 17:21:52 +0700</pubDate>
<dc:creator>Kuswanto</dc:creator>
<media:keywords>BBM Pertalite, motor Brebet, wartawan, servis motor, pertamina, Nganjuk</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p data-start="147" data-end="356"><strong data-start="147" data-end="163">NGANJUK, SJP</strong> – Sejumlah pengendara motor di Kabupaten Nganjuk mengeluhkan mesin motor mereka brebet setelah mengisi bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertalite di beberapa SPBU dalam beberapa hari terakhir.</p>
<p data-start="358" data-end="518">Keluhan ini disampaikan langsung oleh pemilik sepeda motor Yamaha Vixion, wartawan Nawacita bernama Tiarsin yang akrab disapa Sakera. Saat ditemui di bengkel servis motor di Jalan Panglima Sudirman, Desa Kepuh, Kecamatan Kertosono, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, Sakera menjelaskan alasan kedatangannya ke bengkel.</p>
<p data-start="704" data-end="897">Ia mengatakan, motor yang menemaninya beraktivitas sehari-hari mengalami kendala ketika digas tinggi, di mana mesinnya tersendat atau <em data-start="837" data-end="845">brebet</em> seperti kehilangan setrum atau telat bahan bakar.</p>
<p data-start="899" data-end="1161">“Jadi awalnya ketika perjalanan itu ketika gas tinggi di atas RPM 5000 itu seperti kehilangan setrum atau telat bensin, sehingga lajunya tersendat, yang pada akhirnya tak bawa ke bengkel untuk diservis,” kata Sakera kepada <em data-start="1122" data-end="1138">suarajatimpost</em>, Kamis (30/10/2025).</p>
<p data-start="1163" data-end="1337">Pria yang memiliki dua anak tersebut mengungkapkan, akibat kejadian itu dirinya harus mengeluarkan biaya untuk servis injektor motor Vixion Old miliknya dan mengganti busi.</p>
<p data-start="1339" data-end="1601">“Sehingga dari peristiwa ini, saya harus mengeluarkan uang untuk biaya servis injektor Vixion Old dan membeli busi senilai Rp125 ribu, yang ternyata penyebabnya diduga bahan bakar yang memiliki campuran tidak sesuai,” imbuh Sakera.</p>
<p data-start="1603" data-end="1772">Ketika ditanya kapan terakhir membeli Pertalite dan di mana, Sakera mengaku sudah lupa karena setiap kali membeli bahan bakar, ia selalu mengisi penuh tangki motornya.</p>
<p data-start="1774" data-end="2010">“Jadi saya itu kalau beli Pertalite selalu mendekati penuh, biasanya Rp100 ribu, dan biasanya dipakai hingga sepuluh hari, kadang hingga dua minggu. Ya sudah lupa kapan beli Pertalite dan di SPBU mana,” terangnya.</p>
<p data-start="2012" data-end="2250">Sementara itu, salah satu mekanik bengkel resmi di Kertosono, Budi Setiawan Suliswanto, mengungkapkan, sejak kemarin dirinya menerima sedikitnya lima unit motor dengan keluhan mesin tersendat, tarikan berat, hingga busi cepat mati.</p>
<p data-start="2252" data-end="2394">Budi menambahkan, sebagian besar motor yang mengalami kendala tersebut diisi Pertalite dari sejumlah SPBU di wilayah Nganjuk dan sekitarnya.</p>
<p data-start="2396" data-end="2499">Menurutnya, dari kelima motor dengan sistem injeksi yang ditangani, semuanya mengalami gejala serupa.</p>
<p data-start="2501" data-end="2731">“Memang untuk motor yang injek sangat berpengaruh, berbeda dengan yang masih menggunakan karburator. Sampai saat ini kurang lebih ada lima kendaraan yang saya tangani dengan kasus yang sama,” kata mekanik yang akrab disapa Budi.</p>
<p data-start="2733" data-end="2987">Selain itu, Budi juga mengambil sampel bahan bakar dari tangki Vixion Old milik Sakera. Dari hasil pemeriksaan sederhana, bahan bakar tersebut diduga mengandung campuran yang tidak sesuai, terlihat dari aroma yang berbeda dengan Pertalite pada umumnya.</p>
<p data-start="2989" data-end="3052">“Harapan kami, supaya tidak terulang kembali,” ucap Budi. <strong>(*)</strong></p>
<p data-start="2989" data-end="3052"><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Efisiensi Anggaran, BKAD Nganjuk Fokus  Maksimalkan Aset dengan Menggandeng KPLN</title>
<link>https://suarajatimpost.com/efisiensi-anggaran-bkad-nganjuk-fokus-maksimalkan-aset-dengan-menggandeng-kpln</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/efisiensi-anggaran-bkad-nganjuk-fokus-maksimalkan-aset-dengan-menggandeng-kpln</guid>
<description><![CDATA[ Di tengah kondisi efisiensi anggaran yang sedang dilakukan, optimalisasi aset menjadi salah satu fokus utama. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202510/image_870x580_6900cb6c17922.webp" length="23444" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Tue, 28 Oct 2025 22:33:16 +0700</pubDate>
<dc:creator>Kuswanto</dc:creator>
<media:keywords>Pemanfaatan aset, aset daerah, BKAD, sewa aset, KPLN, mangkrak, eks bengkok, Nganjuk</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>NGANJUK, SJP -</strong> Pemerintah Kabupaten Nganjuk terus berupaya meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD) melalui pemanfaatan aset-aset yang dimiliki. Di tengah kondisi efisiensi anggaran yang sedang dilakukan, optimalisasi aset menjadi salah satu fokus utama.</p>
<p>Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Kabupaten Nganjuk, Dyah Puspita Rini saat ditemui Suarajatimpost di ruangannya menjelaskan, aset yang sifatnya publik tersebut masih di bawah Dinas Lingkungan Hidup seperti ruang hijau, contohnya taman Pandan Wilis serta taman Nyawiji.</p>
<p>Namun, ada beberapa aset yang disewakan, seperti tanah eks bengkok berupa sawah, salah satunya di Desa Balonggebang Gondang, dan Desa Putren Sukomoro.</p>
<p>Disinggung, bagaimana mekanisme penentuan nilai sewa atau kerja sama aset tersebut, kata Dyah Puspita Rini, pihaknya bekerja sama dengan Kantor Pelayanan Lelang Negara (KPLN) yang berpusat di Madiun, untuk mengelola beberapa aset daerah yang selama ini belum termanfaatkan secara maksimal.</p>
<p>"Kami melihat banyak potensi aset yang bisa dikembangkan. Dengan menggandeng KPLN, kami berharap aset-aset ini bisa lebih produktif dan memberikan kontribusi signifikan bagi PAD," ujarnya saat ditemui di kantornya, Selasa (28/10/2025).</p>
<p>Secara keseluruhan, apakah ada evaluasi terhadap aset yang kurang produktif atau tidak sesuai peruntukan, Dyah mengatakan, yang sekarang produktif ya sebidang sawah, kerja sama ini akan dilakukan dengan prinsip saling menguntungkan dan tetap memperhatikan kepentingan masyarakat.</p>
<p>Beberapa aset yang menjadi prioritas untuk dikerjasamakan antara lain adalah lahan kosong di lokasi strategis, gedung yang tidak terpakai, dan lain-lain</p>
<p>"Kami akan melakukan kajian mendalam terlebih dahulu sebelum memutuskan kerja sama. Tujuannya agar kerjasama ini benar-benar memberikan manfaat optimal bagi daerah," jelasnya.</p>
<p>Lanjut Dyah, seperti gedung Mujaito terminal lama, sudah pernah dikerjasamakan, tapi tidak lama dan sekarang mangkrak. Balonggebang rencana juga mau dibuat sekolah rakyat tinggal proses nunggu dari pusat, karena itu kewenangannya Kemensos, dan juga RSD Lama Kertosono juga masih dalam kajian</p>
<p>"Kami tidak bisa berjalan sendiri, tetep kita koordinasi sama pihak KPLN, jadi sesuai SOP, " ucap Dyah</p>
<p>Hingga berita ini diterbitkan, BKAD belum memberikan informasi lebih lanjut mengenai jumlah ada beberapa aset-aset. Namun pihak BKAD akan memberikan jawaban dalam waktu dekat. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Rizqi Ardian </strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Polres Nganjuk Gelar Pembekalan Kamtibmas di Desa</title>
<link>https://suarajatimpost.com/polres-nganjuk-gelar-pembekalan-kamtibmas-di-desa</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/polres-nganjuk-gelar-pembekalan-kamtibmas-di-desa</guid>
<description><![CDATA[ Kegiatan berlangsung penuh keakraban dengan dihadiri sekitar 40 peserta, di antaranya pejabat utama Polres NganjukForkopimda Berbek,  para kepala desa, serta tokoh masyarakat. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202510/image_870x580_68ff891d87e08.webp" length="53096" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 27 Oct 2025 23:42:33 +0700</pubDate>
<dc:creator>Kuswanto</dc:creator>
<media:keywords>cangkrukan, kamtibmas, Forpincam brebek, Polres Nganjuk, Nganjuk</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>NGANJUK, SJP - </strong>Dalam rangka mempererat sinergi serta menyerap aspirasi masyarakat secara langsung, Kapolres Nganjuk AKBP Henri Noveri Santoso menggelar kegiatan Silaturahmi dan Cangkrukan Kamtibmas bersama Forkopimcam Berbek dan perwakilan kepala desa se-Kecamatan Berbek, bertempat di Warung Kopi Desa Sumberwindu, Senin (27/10/2025).</p>
<p>Kegiatan berlangsung penuh keakraban dengan dihadiri sekitar 40 peserta, di antaranya pejabat utama Polres NganjukForkopimda Berbek, para kepala desa, serta tokoh masyarakat.</p>
<p>Dalam kesempatan tersebut juga dilaksanakan kegiatan bakti sosial berupa pembagian paket sembako dan bantuan lainnya kepada warga sekitar.</p>
<p>Kapolres Nganjuk AKBP Henri Noveri Santoso dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk nyata kehadiran Polri di tengah masyarakat untuk menjaga keamanan dan ketertiban serta memperkuat hubungan silaturahmi.</p>
<p>“Melalui kegiatan ini kami bisa mendengar langsung aspirasi dan keluhan masyarakat di lapangan. Kami ingin memastikan setiap persoalan dapat ditindaklanjuti secara cepat dan tepat,” ujar AKBP Henri.</p>
<p>Kapolres juga mengingatkan pentingnya peran keluarga, terutama orang tua, untuk mengawasi aktivitas anak-anak agar tidak terjerumus dalam perjudian online atau perilaku menyimpang lainnya.</p>
<p>Selain itu, ia mendorong setiap desa agar mengaktifkan kembali siskamling dan memasang CCTV di titik-titik rawan sebagai upaya menjaga keamanan bersama.</p>
<p>“Kami juga menyediakan layanan pengaduan dan informasi cepat melalui WhatsApp Lapor Kapolres Nganjuk di nomor 0811-5111-0110 serta Call Center 110,” tambahnya.</p>
<p>Camat Berbek Toni Susanto, menyampaikan apresiasi kepada Kapolres Nganjuk atas inisiatif turun langsung menemui masyarakat. Menurutnya, kegiatan ini tidak hanya memperkuat koordinasi lintas sektor, tetapi juga meningkatkan kepercayaan publik terhadap Polri.</p>
<p>Sementara itu, Kepala Desa Sumberwindu Didin Purwonongsih menyampaikan rasa terima kasih atas perhatian Polres Nganjuk terhadap warganya melalui kegiatan sosial dan pendampingan kamtibmas. Ia menegaskan bahwa kondisi keamanan desa kini semakin kondusif berkat dukungan dari Bhabinkamtibmas dan Babinsa.</p>
<p>Di akhir kegiatan, Kapolres Nganjuk berharap sinergi antara pemerintah, aparat keamanan, dan masyarakat terus terjalin dalam menjaga situasi kamtibmas yang aman dan kondusif di wilayah Kabupaten Nganjuk. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor: Rizqi Ardian </strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Polisi Nganjuk Amankan Tersangka Pencurian Diesel</title>
<link>https://suarajatimpost.com/polisi-nganjuk-amankan-tersangka-pencurian-diesel</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/polisi-nganjuk-amankan-tersangka-pencurian-diesel</guid>
<description><![CDATA[ tersangka pencurian diesel traktor di Tempat Kejadian Perkara (TKP) di wilayah Ngronggot. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202510/image_870x580_68ff869e3cc54.webp" length="19684" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 27 Oct 2025 23:19:39 +0700</pubDate>
<dc:creator>Kuswanto</dc:creator>
<media:keywords>Maling desel, pelaku, lari ke tuban, Polsek Ngronggot, Polres Nganjuk, Nganjuk</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>NGANJUK, SJP - </strong>Unit Resmob Polres Nganjuk dan Unit Resmob Polres Tuban dalam rangka Operasi Sikat Semeru 2025, amankan tersangka pencurian diesel traktor di Tempat Kejadian Perkara (TKP) di wilayah Ngronggot.</p>
<p>Kapolres Nganjuk AKBP Henri Noveri Santoso. membenarkan pengungkapan kasus tindak pidana pencurian mesin diesel yang terjadi di bengkel milik warga Desa Kelutan, Kecamatan Ngronggot, Kabupaten Nganjuk.</p>
<p>Pelaku berinisial LH (40), warga Desa Juwet, Kecamatan Ngronggot, berhasil ditangkap hasil pengembangan dan kerja sama antara Unit Resmob Polres Nganjuk dan Unit Resmob Polres Tuban dalam rangka Operasi Sikat Semeru 2025, Kamis (23/10/2025) lalu</p>
<p>Kasus ini bermula dari laporan masyarakat terkait hilangnya satu unit mesin diesel Kubota RD 85DI-1S, 8,5 PK warna oranye milik Kelompok Tani Bersama Desa Kelutan, yang diketahui hilang pada Rabu (13/8/2025) sekitar pukul 07.00 WIB. Mesin tersebut sebelumnya sedang diperbaiki di bengkel milik warga setempat bernama Nurhuda sebelum akhirnya diketahui raib.</p>
<p>“Benar, pelaku berhasil diamankan berkat kerja sama dan pengembangan dari hasil koordinasi lintas polres. Pelaku mengakui telah melakukan pencurian diesel di wilayah Ngronggot dan saat ini tengah menjalani pemeriksaan lanjutan oleh penyidik,” ujar Kapolres Nganjuk, Senin (27/10/2025).</p>
<p>Kasat Reskrim Polres Nganjuk AKP Sukaca. menambahkan, keberhasilan pengungkapan ini merupakan hasil sinergi antara Unit Resmob Polres Nganjuk, Polsek Ngronggot, dan Polres Tuban. </p>
<p>“Dari hasil interogasi, pelaku LH alias Luki mengakui perbuatannya mencuri diesel di bengkel warga Kelutan. Barang bukti berupa satu unit mesin diesel, celana pendek warna krem, dan satu ponsel merk Redmi berhasil diamankan,” terangnya.</p>
<p>Akibat kejadian tersebut, korban yang merupakan pengurus Kelompok Tani Bersama mengalami kerugian sebesar Rp12 juta. Kasus ini kini masih dalam proses penyidikan untuk mengembangkan kemungkinan adanya keterlibatan pelaku di lokasi lain.</p>
<p>“Keberhasilan ini menjadi bukti komitmen kami dalam memberantas tindak kriminalitas, terutama pencurian barang pertanian yang merugikan masyarakat,” tegas AKP Sukaca.</p>
<p>Kapolres Nganjuk mengapresiasi kerja keras jajaran Polsek Ngronggot dan Unit Resmob Polres Nganjuk dalam mengungkap kasus tersebut. Ia juga mengimbau masyarakat untuk terus meningkatkan kewaspadaan terhadap barang berharga dan segera melapor jika menemukan aktivitas mencurigakan melalui WhatsApp Lapor Kapolres di nomor 0811-5111-0110 atau Call Center 110.</p>
<p>“Semoga dengan terungkapnya kasus ini, rasa aman dan kepercayaan masyarakat terhadap Polri semakin meningkat,” pungkas Kapolres.<strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor: Rizqi Ardian </strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>DLH Nganjuk Tegur Pengusaha Pentol Oye yang Belum Miliki IPAL, Sanksi Tegas Menanti</title>
<link>https://suarajatimpost.com/dlh-nganjuk-tegur-pengusaha-pentol-oye-yang-belum-miliki-ipal-sanksi-tegas-menanti</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/dlh-nganjuk-tegur-pengusaha-pentol-oye-yang-belum-miliki-ipal-sanksi-tegas-menanti</guid>
<description><![CDATA[ Langkah ini merupakan tindak lanjut dari pemberitaan Suarajatimpost.com pada Jumat (27/9/2025) lalu, yang berjudul &quot;Bau Busuk Diduga Limbah Pengolahan Pentol Dikeluhkan Warga Kertosono&quot;, yang mengungkap keluhan warga terkait bau tidak sedap di sekitar lokasi produksi pentol tersebut. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202510/image_870x580_68ff68f42fe06.webp" length="43396" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 27 Oct 2025 21:30:05 +0700</pubDate>
<dc:creator>Kuswanto</dc:creator>
<media:keywords>Dinas DLH, Batas deadline, Pengusaha pentol Bakso oye, PT Pentol Bakso Oye, limbah pentol, Tidak miliki IPAL, Kertosono, Nganjuk</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p data-start="229" data-end="577"><strong>NGANJUK, SJP –</strong> Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Nganjuk memberikan teguran pertama kepada pengusaha pentol bakso Oye di Desa Tanjung, Kecamatan Kertosono. Teguran itu diberikan setelah pengusaha tersebut kedapatan belum memiliki Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL), padahal diduga menjadi sumber pencemaran limbah berbau dan berbusa.</p>
<p data-start="579" data-end="860">Langkah ini merupakan tindak lanjut dari pemberitaan <em data-start="632" data-end="652">Suarajatimpost.com</em> pada Jumat (27/9/2025) lalu, yang berjudul "Bau Busuk Diduga Limbah Pengolahan Pentol Dikeluhkan Warga Kertosono", yang mengungkap keluhan warga terkait bau tidak sedap di sekitar lokasi produksi pentol tersebut.</p>
<p data-start="862" data-end="1113">Koordinator Bidang Perencanaan, Pengawasan, dan Peningkatan Kapasitas Lingkungan DLH Nganjuk, Sutini, menjelaskan, pihaknya telah mengingatkan pengusaha pentol Oye untuk segera membangun IPAL. Namun hingga kini, belum ada realisasi konkret.</p>
<p data-start="862" data-end="1113">“Kami sudah sampaikan terkait perencanaan IPAL dan CSR untuk desa terdampak, tapi hanya dijawab siap-siap saja,” ungkap Sutini saat ditemui <em data-start="1257" data-end="1273">Suarajatimpost</em> di lobby DLH, Senin (27/10/2025).</p>
<p data-start="1311" data-end="1490">Sutini menambahkan, tenggat waktu pembuatan IPAL telah ditetapkan hingga 29 Oktober 2025. Namun, hingga dua hari menjelang batas akhir, progresnya masih sebatas perencanaan.</p>
<p data-start="1311" data-end="1490">“Mulai dari teguran tertulis pertama, pengusaha pentol bakso Oye selalu beralasan masih dalam tahap pembuatan IPAL. Padahal, tinggal dua hari dari deadline yang kami sampaikan,” jelasnya.</p>
<p data-start="1685" data-end="1990">DLH Nganjuk, lanjut Sutini, akan mengeluarkan teguran kedua jika pengusaha tersebut tetap abai. Jika masih tidak ada tindak lanjut, DLH siap menjatuhkan sanksi tegas berupa denda administratif sesuai Permen LHK Nomor 14 Tahun 2024, yang perhitungannya didasarkan pada hasil uji laboratorium.</p>
<p data-start="1685" data-end="1990">“Kami berharap pihak pengusaha Pentol Bakso Oye segera sadar dan bertanggung jawab. Jangan sampai usaha yang sudah berjalan lama terkena sanksi karena masalah limbah,” tegasnya.</p>
<p data-start="2175" data-end="2565">Selain itu, DLH menemukan bahwa PT Pentol Bakso Oye hanya memiliki dua bak penampungan air limbah berukuran 1x1 meter. Bahkan, mereka belum memiliki IPAL yang semestinya wajib dimiliki sesuai PP Nomor 22 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup, khususnya Pasal 140, yang mewajibkan pengelolaan air limbah sebelum dibuang atau dimanfaatkan.</p>
<p data-start="2567" data-end="2786">Meski telah memberikan teguran, DLH Nganjuk juga menawarkan pendampingan teknis dan sosialisasi kepada para pengusaha pentol agar memahami pentingnya pengelolaan limbah dan pembangunan IPAL sederhana yang efektif.</p>
<p data-start="2567" data-end="2786">“Kami siap membantu, yang penting ada kemauan dari pengusaha untuk memperbaiki diri,” pungkas Sutini.</p>
<p data-start="2895" data-end="3144">Sebelumnya, DLH Nganjuk telah melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke lokasi pengolahan pentol yang diduga mencemari lingkungan. Menariknya, saat petugas tiba, kondisi air limbah yang sebelumnya tampak berbusa dan berbau berubah menjadi jernih.</p>
<p data-start="2895" data-end="3144">“Kami menerima laporan masyarakat terkait adanya limbah berbusa yang mencemari lingkungan. Setelah kami telusuri, ternyata sumbernya berasal dari tempat pengolahan pentol ini,” ujar Sutini saat sidak, Senin (29/9/2025). <strong>(*)</strong></p>
<p data-start="2895" data-end="3144"><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Berdalih Efisiensi, Pemkab Nganjuk Pangkas Anggaran 15 Persen dari APBD, Termasuk Mamin dan Perjalanan Dinas</title>
<link>https://suarajatimpost.com/pemkab-nganjuk-pangkas-anggaran-15-persen-dari-apbd-termasuk-mamin-dan-perjalanan-dinas</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/pemkab-nganjuk-pangkas-anggaran-15-persen-dari-apbd-termasuk-mamin-dan-perjalanan-dinas</guid>
<description><![CDATA[ Kebijakan ini diambil sebagai respons terhadap kondisi keuangan daerah yang membutuhkan efisiensi dan realokasi dana untuk program prioritas. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202510/image_870x580_68fdb4411b6c6.webp" length="19092" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sun, 26 Oct 2025 15:23:39 +0700</pubDate>
<dc:creator>Kuswanto</dc:creator>
<media:keywords>Wakil bupati Nganjuk Tri Handy Saputra, pemangkasan anggaran, APBD, 15 persen, Rp 257 miliar, makin, perjalanan dinas, efisiensi, Nganjuk</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>NGANJUK, SJP</strong> - Pemkab Nganjuk memangkas 15 persen dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2026. Kebijakan ini diambil sebagai respons terhadap kondisi keuangan daerah yang membutuhkan efisiensi dan realokasi dana untuk program prioritas.  Dari total RAPBD 2026 sebesar Rp1,6 Triliun, pemangkasan diperkirakan mencapai Rp275 miliar.</p>
<p>"Pemangkasan ini meliputi berbagai pos anggaran, termasuk di antaranya adalah biaya makanan dan minuman (mamin) serta perjalanan dinas," ujar Wakil Bupati Nganjuk Tri Handy Saputra, Minggu (26/10/2025) </p>
<p>Menurut Handy, efisiensi tetep dijalankan, khususnya kegiatan kegiatan di internal Pemkab Nganjuk, termasuk seremonial dan makan minum. Banyak kegiatan dijadikan satu untuk menghemat kegiatan dengan mengoptimalkan penggunaan anggaran untuk sektor-sektor yang lebih produktif dan memberikan manfaat yang lebih besar untuk Nganjuk.  "Untuk lebih menghemat kegiatan dalam efisiensi, " ujarnya.</p>
<p>Menurut pria yang akrab disapa Mas Handy ini, alasan utama pemangkasan anggaran ini adalah adanya kebutuhan untuk menyesuaikan APBD dengan proyeksi pendapatan daerah yang mengalami efisiensi akibat berbagai faktor ekonomi. Selain itu, langkah ini juga diambil untuk mengoptimalkan alokasi anggaran agar lebih fokus pada program-program prioritas seperti peningkatan infrastruktur, kesehatan, dan pendidikan.</p>
<p>"Kami harus melakukan penyesuaian agar APBD tetap sehat dan dapat membiayai program-program yang lebih penting. Selain itu juga gaji gaji juga tidak terpotong, Prioritas kami adalah memastikan bahwa anggaran yang ada dapat digunakan seefisien mungkin, "tambahnya. (*) </p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Sertifikasi SPPG di Nganjuk Jadi Sorotan, Ada Biaya Operasional hingga Rp4,5 Juta</title>
<link>https://suarajatimpost.com/sertifikasi-sppg-di-nganjuk-jadi-sorotan-ada-biaya-operasional-hingga-rp45-juta</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/sertifikasi-sppg-di-nganjuk-jadi-sorotan-ada-biaya-operasional-hingga-rp45-juta</guid>
<description><![CDATA[ Sertifikasi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Nganjuk menuai sorotan. Dinkes mengakui adanya biaya operasional hingga Rp4,5 juta, sementara mitra Makan Bergizi Gratis (MBG) merasa terbebani. Kepala Dinkes membantah adanya pungutan dalam pelatihan tersebut. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202510/image_870x580_68fc3271c16f1.webp" length="28204" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sat, 25 Oct 2025 09:59:38 +0700</pubDate>
<dc:creator>Kuswanto</dc:creator>
<media:keywords>Sertifikasi, SPGG, Biaya sertifikasi, Rp 4 jutaan, Kabid Dinkes Nganjuk, Makan bergizi gratis, MBG, Nganjuk</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p data-start="274" data-end="482"><strong>NGANJUK, SJP –</strong> Di tengah upaya peningkatan kualitas sanitasi dan gizi pangan, program sertifikasi bagi tenaga Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kabupaten Nganjuk menjadi perbincangan hangat.</p>
<p data-start="484" data-end="819">Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Nganjuk mengonfirmasi bahwa sertifikasi tersebut merupakan instruksi resmi dari Badan Gizi Nasional (BGN). Program ini juga merupakan hasil rapat koordinasi antara Kementerian Kesehatan dan instansi terkait. Dinkes pun diperintahkan untuk melakukan percepatan pengurusan sertifikasi tersebut.</p>
<p data-start="821" data-end="945">Menurut Kabid Pelayanan Kesehatan Dinkes Nganjuk, I Ketut Widjayadi, mekanisme pengajuan kini berbeda dari sebelumnya.</p>
<p data-start="821" data-end="945">“Dulu masih menggunakan sistem online, namun sekarang menggunakan offline, memakai OSS RBA yang menandatangani dari Dinas DPMSTP,” kata Ketut, Jumat (24/10/2025) sore.</p>
<p data-start="1094" data-end="1183">Ia menambahkan, sejak awal Oktober 2025, pengurusan sertifikat dilakukan secara manual.</p>
<p data-start="1094" data-end="1183">“Awal bulan ini ada perintah secara manual. Tapi secara teori ini bisa dicapai dalam waktu sehari kalau dicukupi dalam sehari. Namun tidak semuanya diselesaikan dalam waktu sehari, sehingga mau tidak mau mundur waktunya terkait dengan penyelesaian SLHS (Sertifikat Laik Higiene Sanitasi),” jelasnya.</p>
<p data-start="1489" data-end="1990">Lebih lanjut, Ketut menjelaskan ada empat tahapan yang harus dilalui setiap yayasan yang mengajukan permohonan sertifikasi.</p>
<p data-start="1489" data-end="1990">Pertama, dilakukan inspeksi kesehatan lingkungan oleh puskesmas setempat. Kedua, pengisian dan penandatanganan formulir oleh Kepala Puskesmas, petugas sanitasi, dan Kepala SPPG. Ketiga, pelatihan pangan siap saji yang dilaksanakan secara online selama delapan jam. Keempat, fasilitasi secara offline dengan biaya operasional antara Rp4 juta hingga Rp4,5 juta.</p>
<p data-start="1489" data-end="1990">“Kami mengakui adanya sertifikasi ini dan itu resmi dari BGN. Biaya yang dikenakan memang untuk menutupi berbagai operasional yang diperlukan dalam proses sertifikasi,” ujar Ketut.</p>
<p data-start="2203" data-end="2305">Menurutnya, ada kewajiban bagi 80 persen karyawan di setiap SPPG untuk mengikuti pelatihan tersebut.</p>
<p data-start="2203" data-end="2305">“Oke kami fasilitasi, tapi kami ada keterbatasan tenaga. Tenaga kami hanya satu tim, sedangkan yang memberikan pelatihan ini harus orang yang punya kualifikasi, syaratnya harus punya pelatihan TOT tentunya. Sebenarnya kami tidak layak, tapi karena tidak ada orang lain akhirnya kami ikut andil dalam narasumber ini,” katanya.</p>
<p data-start="2203" data-end="2305">“Kami sebenarnya tidak layak, karena untuk narasumber ini harus ikut pelatihan TOT, namun dengan keterbatasan, akhirnya saya ikut narasumber ini,” jelas Widjayadi saat ditemui <em data-start="2815" data-end="2831">Suarajatimpost</em> di ruang kerjanya.</p>
<p data-start="2203" data-end="2305">Ia menambahkan, karena keterbatasan anggaran, pelatihan bagi peserta SPPG dilakukan secara offline.</p>
<p data-start="2203" data-end="2305">“SPPG yang ikut ini akhirnya menempuh jalur offline, akhirnya kami fasilitasi,” katanya.</p>
<p data-start="2203" data-end="2305">Menurutnya, pihak Dinkes tidak memiliki anggaran untuk ke lokasi pelatihan di Kediri. Oleh karena itu, pihak SPPG memberikan transportasi atau jasa tambahan kepada narasumber.</p>
<p data-start="2203" data-end="2305">“Kalau bicara jasa untuk narasumber ini tidak sesuai, karena menurut aturan dari Kabupaten, untuk satu jamnya itu di angka Rp900 ribu, ada yang Rp450 ribu dan terkecil di angka Rp250 ribu. Artinya kita hanya membantu supaya SPPG jalan saja,” jelasnya.</p>
<p data-start="2203" data-end="2305">“Sebenarnya anggaran untuk narasumber sesuai dengan aturan dari Kabupaten itu besar, satu jam aja bisa di angka terkecil Rp250 hingga 900 ribu. Kalau dikalikan 8 jam ketemu berapa. Tapi kami hanya membantu supaya SPPG lolos,” ungkapnya.</p>
<p data-start="2203" data-end="2305"><strong>Keluhan dari Mitra Makan Bergizi Gratis</strong></p>
<p data-start="3785" data-end="4033">Dari informasi yang dihimpun di lapangan, sejumlah mitra Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Nganjuk mengaku keberatan karena harus menanggung biaya Rp4 juta hingga Rp4,5 juta untuk mendapatkan Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS).</p>
<p data-start="4035" data-end="4132">Salah satu mitra dapur MBG, JS (45), membenarkan bahwa para mitra diwajibkan memiliki SLHS.</p>
<p data-start="4035" data-end="4132">“Jadi gini, kan akhir-akhir ini memang banyak sekali masalah di MBG, semisal kayak keracunan dan lain sebagainya. Sehingga yaitu diharuskan mempunyai sertifikasi SLHS,” katanya.</p>
<p data-start="4035" data-end="4132">Ia menilai, meskipun program MBG merupakan program pemerintah, adanya biaya tambahan ini justru membebani peserta.</p>
<p data-start="4035" data-end="4132">“Untuk penentuan SLHS itu menggunakan tenaga-tenaga pengarah dan pembimbing dari Dinkes. Nah, yang seharusnya program pemerintah ini agar tidak ada pembiayaan lagi. Tapi ini untuk pembuatan sertifikat dan biaya narsum itu harus dibiayai oleh MBG masing-masing,” terangnya.</p>
<p data-start="4035" data-end="4132">JS menjelaskan, biaya sekitar Rp4 juta tersebut digunakan untuk pengurusan sertifikasi dan akomodasi narasumber dari Dinas Kesehatan Nganjuk.</p>
<p data-start="4035" data-end="4132">“Kalau biayanya untuk pelatihan satu hari itu kurang lebih Rp4 juta untuk narsum dan sertifikat itu berlaku pada per titik dapur MBG,” ucapnya.</p>
<p data-start="4035" data-end="4132">Ketika ditanya siapa penerima uang tersebut, JS enggan menjawab.</p>
<p data-start="4035" data-end="4132">“Ya ke petugasnya dari Dinkes. Mohon maaf, saya nggak mau menyebutkan namanya. Dan biaya itu harus diselesaikan sebelum pelatihan,” ungkapnya.</p>
<p data-start="4035" data-end="4132">Para mitra MBG mengaku kecewa karena harus mengeluarkan biaya tambahan untuk program pemerintah tersebut.</p>
<p data-start="4035" data-end="4132">“Ya paling tidak untuk biayanya tidak terlalu memberatkan ya. Karena apa, ini kan program nasional. Kalau memang ada tambahan biaya lagi otomatis kan harus mencari anggaran lagi,” sambungnya.</p>
<p data-start="4035" data-end="4132"><strong>Dinkes Nganjuk Bantah Ada Biaya Pelatihan</strong></p>
<p data-start="5578" data-end="5725">Menanggapi hal ini, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Nganjuk, dr. Tien Farida Yani, membantah adanya pungutan biaya dalam pelatihan tersebut.</p>
<p data-start="5578" data-end="5725">“Kalau kita menyelenggarakan pelatihan itu gratis pak, kita tidak ada yang berbayar. Tapi pelatihan kita kan sudah ada patokannya, artinya pelatihan-pelatihan yang kita laksanakan itu sesuai perencanaannya Dinkes,” tandasnya. <strong>(*)</strong></p>
<p data-start="5578" data-end="5725"><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Khofifah Pilih Bungkam Soal Ponpes Al Khoziny: Silakan Tanya Langsung ke Menteri Agama</title>
<link>https://suarajatimpost.com/khofifah-pilih-bungkam-soal-ponpes-al-khoziny-silakan-tanya-langsung-ke-menteri-agama</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/khofifah-pilih-bungkam-soal-ponpes-al-khoziny-silakan-tanya-langsung-ke-menteri-agama</guid>
<description><![CDATA[ Sikap ini diambil saat awak media mencoba meminta tanggapannya usai menghadiri sidak jembatan kutorejo Nganjuk ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202510/image_870x580_68fb73b746773.webp" length="36060" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Fri, 24 Oct 2025 21:19:34 +0700</pubDate>
<dc:creator>Kuswanto</dc:creator>
<media:keywords>Gubernur Jawa Timur Koffifah, Sidak jembatan, Ponpes Al Khozini, Bungkam, Menteri Agama, Hari Santri, Nganjuk</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>NGANJUK, SJP –</strong> Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, enggan memberikan keterangan terkait perkembangan kasus yang melibatkan Pondok Pesantren (Ponpes) Al-Khoziny di Sidoarjo. Sikap ini diambil saat awak media mencoba meminta tanggapannya usai menghadiri sidak jembatan kutorejo Nganjuk</p>
<p>"Itu bukan ranah saya untuk memberikan komentar. Silakan tanyakan langsung ke Menteri Agama," ujar Khofifah singkat, Kamis (24/10/2025) </p>
<p>Saat dikejar, untuk menanyakan detailnya kasus tersebut, Koffifah sambil berlarian kecil didampingi satgas menuju ke mobilnya.</p>
<p>"Sudah mas, itu bukan rana saya, sampean coba ke domain yang bersangkutan ya, mohon maaf ya," ucapnya sambil masuk ke dalam mobil. </p>
<p>Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari Kementerian Agama terkait perkembangan kasus ini. Masyarakat berharap agar kasus ini segera menemui titik terang dan keadilan dapat ditegakkan.</p>
<p>Seperti diketahui, k<span>orban Pondok Al Khoziny berjatuhan setelah musala di pondok pesantren di Buduran, Sidoarjo, Jawa Timur, itu ambruk pada Senin, 29 September 2025, sekitar pukul 15.00 WIB. Dikabarkan saat itu, ratusan santri tengah menunaikan salat asar berjemaah di lantai dua bangunan tersebut.</span></p>
<p><span>Berdasarkan laporan terbaru tim gabungan <i>search and rescue</i> (SAR), insiden tragis itu menelan 171 korban. Dari jumlah tersebut, 67 jenazah telah dievakuasi dan 104 lainnya mengalami luka dengan tingkat keparahan berbeda.</span></p>
<p><span>Dugaan sementara yang beredar mengarah pada konstruksi bangunan yang tidak memenuhi standar keselamatan. </span><strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Khofifah Tinjau Proyek Jembatan Kutorejo Nganjuk, Pastikan Selesai Sesuai Jadwal</title>
<link>https://suarajatimpost.com/koffifah-tinjau-proyek-jembatan-kutorejo-nganjuk-pastikan-progres-93-persen-sesuai-jadwal</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/koffifah-tinjau-proyek-jembatan-kutorejo-nganjuk-pastikan-progres-93-persen-sesuai-jadwal</guid>
<description><![CDATA[ Jembatan Kutorejo menjadi salah satu infrastruktur vital yang dinantikan warga karena berperan penting sebagai penghubung antarwilayah di Kabupaten Nganjuk. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202510/image_870x580_68fb7017dda3a.webp" length="28094" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Fri, 24 Oct 2025 21:02:55 +0700</pubDate>
<dc:creator>Kuswanto</dc:creator>
<media:keywords>Gubernur Jawa Timur Koffifah, Sidak, Jembatan kutorejo Nganjuk, Bupati dan wakil bupati, PUPR Provinsi, Jembatan, Nganjuk</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>NGANJUK, SJP -</strong> Gubernur Jawa Timur Koffifah Indar Parawansa melakukan peninjauan langsung ke lokasi pembangunan Jembatan Kutorejo di Kecamatan Bagor, pada Kamis (24/10/2025).</p>
<p>Dalam kunjungan ini, Koffifah didampingi jajaran Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi serta Bupati dan Wakil Bupati Nganjuk, pihak pengembang proyek, serta Camat Bagor.</p>
<p>Peninjauan tersebut dilakukan untuk memastikan proyek strategis tersebut berjalan sesuai rencana dan <em>timeline</em> yang telah ditetapkan. Jembatan Kutorejo menjadi salah satu infrastruktur vital yang dinantikan warga karena berperan penting sebagai penghubung antarwilayah di Kabupaten Nganjuk.</p>
<p>“Alhamdulillah, progres pembangunan jembatan berjalan baik dan sesuai target. Kami berharap proyek ini dapat selesai tepat waktu dan memberi manfaat besar bagi masyarakat,” ujar Koffifah di sela peninjauan.</p>
<p>Disinggung sejauh mana progres tersebut, Koffifah menyebutkan, progres tersebut sudah 93 persen, dan akui masih punya PR untuk menunjang agar jembatan tersebut segera selesai dan tidak longsor saat debit air meningkat.</p>
<p>"Kita akan menambahkan plengsengan dari kiri ke kanan, Insyaallah tanggal 12 November 2025 selesai bersamaan dengan plengsengnya," kata Koffifah.</p>
<p>Jembatan yang sedang dibangun ini mengusung desain modern dengan struktur rangka atas yang kokoh. Selain memperkuat konektivitas antarwilayah, jembatan ini juga digadang-gadang akan menjadi ikon baru di wilayah Bagor.</p>
<p>Pemerintah Provinsi dan Kabupaten Nganjuk terus mendorong percepatan pembangunan infrastruktur demi mendukung mobilitas warga dan pertumbuhan ekonomi lokal. Proyek Jembatan Kutorejo menjadi salah satu bukti nyata komitmen tersebut. <strong>(ADV) </strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Diterpa Efisiensi Anggaran, Kementerian PPPA Tak Surut Berantas Kekerasan Perempuan dan Anak</title>
<link>https://suarajatimpost.com/diterpa-efisiensi-anggaran-kementerian-pppa-tak-surut-berantas-kekerasan-perempuan-dan-anak</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/diterpa-efisiensi-anggaran-kementerian-pppa-tak-surut-berantas-kekerasan-perempuan-dan-anak</guid>
<description><![CDATA[ Menteri PPPA  Arifah Fauzi, menyatakan bahwa meskipun ada penyesuaian anggaran, hal ini tidak akan mengurangi fokus dan kualitas program-program perlindungan. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202510/image_870x580_68f4cd9557849.webp" length="54350" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sun, 19 Oct 2025 21:43:03 +0700</pubDate>
<dc:creator>Kuswanto</dc:creator>
<media:keywords>Efisiensi anggaran, kekerasan anak dan perempuan, Menteri PPPA, Arifah Fauzi, 5 poin, Nganjuk</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>NGANJUK, SJP</strong> – Di tengah kebijakan efisiensi anggaran yang diterapkan pemerintah, Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) menegaskan komitmennya untuk tetap optimal dalam menangani tingginya kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak, termasuk kekerasan seksual dan eksploitasi.</p>
<p> Menteri PPPA  Arifah Fauzi, menyatakan bahwa meskipun ada penyesuaian anggaran, hal ini tidak akan mengurangi fokus dan kualitas program-program perlindungan. "Kami sudah melakukan banyak program, kami juga melakulan analisa internal dari kasus kasus kekerasan perempuan dan anak," ungkapnya saat diwawancarai wartawan usai ziarah di makam Marsinah, Desa Ngelundo, Sukomoro, Kabupaten Nganjuk, Minggu (19/10/2025)</p>
<p>Disinggung terkait kekerasan seksual dan eksploitasi yang ada di Nganjuk yang kerap terjadi, Arifah menyebut, ada 5 poin. Pertama, Faktor ekonomi, karena ini sangat besar dampaknya. "Bagaimana kita menguatkan ekonomi, khususnya bagi perempuan," tuturnya.</p>
<p>Kedua, lanjut Arifah, pola Asuh dalam keluarga, sebab banyak sekali ibu ibu muda curhat, yang mana sulit untuk memberikan pola asuh kepada anaknya. Ketiga, adalah faktor media sosial. Keempat, faktor Lingkungan. Lalu, faktor kelima adalah faktor pernikahan anak.  "Dari lima poin inilah hal yang kami kolaborasikan, untuk mencari solusi kekerasan perempuan dan anak," katanya</p>
<p>Menteri Arifah Fauzi juga menekankan pentingnya peran serta masyarakat dalam upaya pencegahan dan penanganan kekerasan terhadap perempuan dan anak.  "Kekerasan adalah masalah kita bersama. Mari kita saling peduli, saling melindungi, dan berani melaporkan jika melihat atau mengetahui adanya tindak kekerasan," ajaknya.(*)</p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Didampingi Bupati Marhaen, Menteri PPPA RI Arifah Fauzi Ziarah ke Makam Marsinah</title>
<link>https://suarajatimpost.com/ziarah-ke-makam-marsinah-menteri-pppa-ri-arifah-fauzi-gelorakan-semangat-pahlawan-nasional-dan-emansipasi-wanita</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/ziarah-ke-makam-marsinah-menteri-pppa-ri-arifah-fauzi-gelorakan-semangat-pahlawan-nasional-dan-emansipasi-wanita</guid>
<description><![CDATA[ Menteri Arifah Fauzi menegaskan bahwa Marsinah adalah teladan bagi generasi penerus bangsa. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202510/image_870x580_68f4c503d3d39.webp" length="56748" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sun, 19 Oct 2025 20:42:19 +0700</pubDate>
<dc:creator>Kuswanto</dc:creator>
<media:keywords>Menteri PPPA RI Arifah Fauzi, ziarah, makam marsinah, Bupati Nganjuk dan Wakil, pahlawan nasional, Desa Ngelundo, Nganjuk</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>NGANJUK, SJP</strong> – Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Republik Indonesia (PPPA RI), Arifah Fauzi, melakukan ziarah ke makam Marsinah di Nganjuk, Minggu (19/10/2025). Saat ziarah, Menteri Arifah Fauzi didampingi oleh Bupati Nganjuk Marhaen Djumadi serta Wabup Trihandy.</p>
<p>Kunjungan ini bukan sekadar penghormatan, melainkan juga momentum penting untuk menggelorakan semangat Marsinah sebagai pahlawan nasional dan simbol perjuangan emansipasi wanita. </p>
<p>Arifah Fauzi menegaskan, Marsinah adalah teladan bagi generasi penerus bangsa.  "Kami hadir di makam marsinah telah membuktikan bahwa keberanian dan keteguhan hati seorang wanita pekerja yang mempunyai keberanian yang luar biasa mampu mengubah sejarah. Perjuangan beliau untuk membela hak-hak buruh, khususnya kaum perempuan, adalah inspirasi bagi kita semua," ujarnya.</p>
<p>Lebih lanjut, Arifah Fauzi menegaskan, Marsinah juga sebagai simbol, wanita yang berani berbicara keadilan dan melawan ketidakadilan.  Dia hadir untuk mendorong agar Marsinah menjadi pahlawan nasional. "Presiden Prabowo Subianto juga mendukung Marsinah sebagai pahlawan nasional yang disampaikan kepada para pemimpin buruh se indonesia, kami ingin memastikan bahwa setiap wanita di Indonesia memiliki kesempatan yang sama untuk berkembang dan berkontribusi bagi bangsa," tambahnya.</p>
<p>Menteri PPPA berkomitmen untuk memberikan perlindungan dan pemberdayaan wanita. Menurut dia,  perjuangan perempuan belum selesai, dan bersinergi bagaimana perlindungan perempuan dan suara perempuan di indonesia</p>
<p>"Mari kita jadikan Marsinah sebagai panutan dalam memperjuangkan hak-hak kita dan membangun Indonesia yang lebih baik," ujarnya.</p>
<p>Sementara, Bupati Marhaen menambahkan bahwa Pemerintah Kabupaten Nganjuk berkomitmen untuk terus mendukung upaya-upaya pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak di wilayahnya.  "Kami akan terus berupaya menciptakan lingkungan yang kondusif bagi tumbuh kembang anak-anak dan memberikan kesempatan yang sama bagi perempuan untuk berkarya dan berprestasi," katanya.</p>
<p>Kehadiran Bupati Marhaen dan Wabup dalam ziarah ini menunjukkan sinergi antara pemerintah pusat dan daerah dalam menghormati jasa-jasa pahlawan dan melanjutkan perjuangan mereka.  Diharapkan, semangat Marsinah akan terus menginspirasi generasi muda untuk berani membela kebenaran dan memperjuangkan keadilan.</p>
<p> Kunjungan ini diakhiri dengan tabur bunga di Marsinah dan doa bersama untuk arwah pahlawan buruh tersebut. (ADV)</p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Bupati Nganjuk Perintahkan Dinsos Cari Solusi untuk Kesejahteraan Kakek Sukirno</title>
<link>https://suarajatimpost.com/bupati-nganjuk-perintahkan-dinsos-cari-solusi-untuk-kesejahteraan-kakek-sukirno</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/bupati-nganjuk-perintahkan-dinsos-cari-solusi-untuk-kesejahteraan-kakek-sukirno</guid>
<description><![CDATA[ Bupati Nganjuk Marhaen Djumadi mengambil tindakan cepat setelah menerima laporan mengenai adanya warga kurang mampu di Desa Dlururejo yang belum mendapatkan bantuan sosial ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202510/image_870x580_68f22f2b32d9d.webp" length="74738" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Fri, 17 Oct 2025 20:02:49 +0700</pubDate>
<dc:creator>Kuswanto</dc:creator>
<media:keywords>Luput bantuan, warga miskin, BLT DD, PKH, RTLH, Bupati Nganjuk Marhaen Djumadi, Dinsos, Desa Dlururejo, Jatikalen, Nganjuk</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>NGANJUK, SJP –</strong> Pasca pemberitaan di media online dengan judul "Luput dari Bantuan, Kakek Sukirno di Nganjuk Hidup di Rumah Reyot Bersama Istri" pada Rabu (15/10/2025), Bupati Nganjuk Marhaen Djumadi mengambil tindakan cepat setelah menerima laporan mengenai adanya warga kurang mampu di Desa Dlururejo yang belum mendapatkan bantuan sosial.</p>
<p>Menindaklanjuti hal tersebut, Bupati Nganjuk segera memerintahkan Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Nganjuk untuk terjun langsung ke lapangan dan melakukan verifikasi data serta memberikan solusi yang tepat sasaran.</p>
<p>"Saya sudah mendengar laporan ini dan langsung meminta Dinsos untuk segera bertindak. Tidak boleh ada warga Nganjuk, apalagi yang kurang mampu, yang terlewat dari perhatian pemerintah," tegas Bupati saat dikonfirmasi oleh awak media di makam Marsinah Desa Ngelundo, Sukomoro, Jumat (17/10/2025). </p>
<p>Terpisah, Kepala Dinsos Kabupaten Nganjuk, Haris Sudjatmiko menyatakan bahwa pihaknya telah menerima instruksi dari Bupati dan segera membentuk tim untuk melakukan investigasi ke Desa Dlururejo. </p>
<p>"Kami akan melakukan pendataan ulang dan verifikasi, memastikan apakah ada kesalahan data atau kendala lain yang menyebabkan warga tersebut belum menerima bantuan. Kami akan berkoordinasi dengan pihak desa dan kecamatan untuk memastikan bantuan dapat segera disalurkan," ujarnya.</p>
<p> Menurut Haris, pihaknya juga akan melakukan evaluasi terhadap mekanisme penyaluran bantuan sosial yang ada, untuk mencegah kejadian serupa terulang kembali. </p>
<p>"Kami akan pastikan semua prosedur berjalan dengan baik dan tepat sasaran. Jika ada indikasi penyimpangan, akan kami tindak tegas sesuai aturan yang berlaku," kata Haris. </p>
<p>Mantan Kadis Disperindag ini mengatakan, Dinsos akan monitoring berbagai program bantuan sosial terus digulirkan, mulai dari bantuan langsung tunai (BLT), program keluarga harapan (PKH), hingga bantuan pangan non-tunai (BPNT) yang ada di Nganjuk. </p>
<p>"Kami berharap dengan tindakan cepat ini, warga yang membutuhkan segera mendapatkan bantuan yang layak. Pemerintah hadir untuk seluruh masyarakat Nganjuk," pungkasnya.</p>
<p>Sebelumnya, di tengah gencarnya penyaluran berbagai program bantuan sosial pemerintah, masih ada warga yang terlewat dari perhatian. Adalah Sukirno (63), warga Dusun Dlururejo, Kecamatan Jatikalen, Kabupaten Nganjuk, yang hingga kini hidup dalam kondisi memprihatinkan bersama istrinya, Jaenah.</p>
<p>Rumah yang mereka tempati berdiri di atas tanah kecil di pinggir desa. Dindingnya dari anyaman bambu yang sudah lapuk, atapnya bocor di banyak bagian, dan lantainya masih berupa tanah. Di rumah sederhana berukuran sekitar 6x7 meter itu, pasangan suami istri buruh tani ini menjalani hari-hari dengan penuh kesabaran.</p>
<p>Meski hidup serba kekurangan, Sukirno belum pernah menerima Program Keluarga Harapan (PKH). Bahkan, bantuan Bantuan Langsung Tunai (BLT) Dana Desa (DD) yang terakhir ia terima adalah pada tahun 2024. Tahun ini, 2025, tak ada lagi bantuan yang datang.</p>
<p>“Terakhir saya dapat bantuan tahun 2024, itu pun BLT Dana Desa. Tahun ini tidak ada. Istri saya sampai menghubungi Bu Kades menanyakan, tapi belum ada kabar,” tutur Sukirno dengan nada pelan, Rabu (15/10/2025). <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Pemkab Nganjuk Beri Penghormatan untuk Marsinah, Usulkan sebagai Pahlawan Nasional</title>
<link>https://suarajatimpost.com/lantunkan-doa-bupati-dan-wakil-bupati-nganjuk-ziarah-di-marsinah-sebelum-di-kukuhkan-sebagai-pahlawan-nasional</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/lantunkan-doa-bupati-dan-wakil-bupati-nganjuk-ziarah-di-marsinah-sebelum-di-kukuhkan-sebagai-pahlawan-nasional</guid>
<description><![CDATA[ Bupati Nganjuk Marhaen Djumadi dan Wakil Bupati Trihandy dengan khidmat melantunkan doa di pusaranya, di Desa Ngelondo, Sukomoro ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202510/image_870x580_68f22e6ed0d36.webp" length="76150" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Fri, 17 Oct 2025 19:22:11 +0700</pubDate>
<dc:creator>Kuswanto</dc:creator>
<media:keywords>Pahlawan Buruh, Marsinah, Bupati dan Wakil Bupati Nganjuk, ziarah ke makam, tabur bunga, Perwakilan TP2GD, Desa Ngelundo, Sukomoro, Nganjuk</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p data-start="294" data-end="525"><strong>NGANJUK, SJP -</strong> Pemerintah Kabupaten Nganjuk menunjukkan komitmen kuat dalam memperjuangkan pengakuan negara terhadap sosok Marsinah, buruh perempuan asal Nganjuk yang dikenal gigih memperjuangkan keadilan dan hak-hak pekerja.</p>
<p data-start="527" data-end="803">Bupati Nganjuk Marhaen Djumadi bersama Wakil Bupati Trihandy, melakukan ziarah ke makam Marsinah di Desa Nglundo, Kecamatan Sukomoro, pada Jumat (17/10/2025). Kegiatan itu berlangsung khidmat, diwarnai doa bersama dan penaburan bunga di pusara sang martir buruh.</p>
<p data-start="527" data-end="803">“Ziarah ini adalah wujud rasa hormat kami kepada Marsinah, seorang perempuan hebat yang berani memperjuangkan hak-hak buruh,” ujar Bupati Marhaen dengan nada haru.</p>
<p data-start="974" data-end="1158">Menurutnya, perjuangan Marsinah bukan hanya milik buruh, tetapi juga menjadi cerminan nilai-nilai keberanian, keadilan, dan kemanusiaan yang sejalan dengan semangat bangsa Indonesia.</p>
<p data-start="974" data-end="1158"><strong>Diusulkan Terima Gelar Pahlawan Nasional Sejak Tahun 2022</strong></p>
<p data-start="1240" data-end="1451">Usai ziarah, Bupati Marhaen mengungkapkan bahwa pemerintah daerah melalui Tim Peneliti dan Pengkaji Gelar Daerah (TP2GD) Nganjuk telah lama memperjuangkan pengusulan Marsinah sebagai pahlawan nasional.</p>
<p data-start="1240" data-end="1451">“Kami di Pemkab Nganjuk, melalui TP2GD yang saya pimpin langsung, terus berupaya agar perjuangan Marsinah diakui negara. Kami sangat berterima kasih atas perhatian dan dukungan dari pemerintah pusat,” tuturnya.</p>
<p data-start="1668" data-end="1848">Langkah itu juga mendapat momentum baru setelah Presiden Prabowo Subianto menyatakan dukungan terbuka terhadap usulan serikat buruh pada peringatan Hari Buruh 1 Mei 2025.</p>
<p data-start="1850" data-end="2152">Sebelumnya, Bupati Marhaen bersama jajaran TP2GD Nganjuk, Kepala Dinas Sosial Haris Jatmiko, perwakilan Serikat Buruh Kelik Widi Wahyuni, dan Kepala Desa Nglundo Mohammad Ansori telah melakukan audiensi ke Kementerian Sosial RI di Jakarta untuk menyerahkan berkas pengusulan secara resmi.</p>
<p data-start="1850" data-end="2152"><strong>Dokumen Lengkap, Proses Sesuai Aturan</strong></p>
<p data-start="2206" data-end="2298">Marhaen memastikan, seluruh dokumen pengusulan telah disusun lengkap dan sesuai ketentuan.</p>
<p data-start="2206" data-end="2298">“Semua data dan catatan akademik sudah kami siapkan dengan sangat detail, bahkan kalau dibukukan bisa setebal satu jengkal. Seluruh proses sudah diverifikasi dan memiliki payung hukum yang jelas. Kini kami menunggu pengesahan di tingkat pusat,” jelasnya.</p>
<p data-start="2559" data-end="2759">Ia juga menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Nganjuk berkomitmen menjaga transparansi dan kelengkapan administratif agar perjuangan pengusulan gelar pahlawan nasional bagi Marsinah berjalan lancar.</p>
<p data-start="2559" data-end="2759">“Semoga perjuangan ini menjadi dasar yang kuat dan dapat berhasil sampai tuntas,” pungkas Bupati Nganjuk.<strong> (ADV)</strong></p>
<p data-start="2559" data-end="2759"><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Luput dari Bantuan, Kakek Sukirno di Nganjuk Hidup di Rumah Reyot Bersama Istri</title>
<link>https://suarajatimpost.com/kisah-pilu-warga-miskin-di-nganjuk-luput-dari-blt-dd-dan-pkh-rumah-reyot-tak-kunjung-dibedah</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/kisah-pilu-warga-miskin-di-nganjuk-luput-dari-blt-dd-dan-pkh-rumah-reyot-tak-kunjung-dibedah</guid>
<description><![CDATA[ Sukirno (63) dan istrinya, warga Desa Dlururejo, Nganjuk, hidup di rumah reyot tanpa pernah mendapat bantuan BLT Dana Desa maupun PKH. Pasangan buruh tani ini berharap perhatian pemerintah, karena kondisi rumah dan ekonomi mereka sangat memprihatinkan. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202510/image_870x580_68ef6d00757a0.webp" length="73982" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 16 Oct 2025 18:19:33 +0700</pubDate>
<dc:creator>Kuswanto</dc:creator>
<media:keywords>Warga miskin, luput bantuan, BLT DD, PKH, rumah tak layak huni, RTLH, Desa Dlururejo, Kecamatan Jatikalen, Nganjuk</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p data-start="268" data-end="579"><strong>NGANJUK, SJP –</strong> Di tengah gencarnya penyaluran berbagai program bantuan sosial pemerintah, masih ada warga yang terlewat dari perhatian. Adalah Sukirno (63), warga Dusun Dlururejo, Kecamatan Jatikalen, Kabupaten Nganjuk, yang hingga kini hidup dalam kondisi memprihatinkan bersama istrinya, Jaenah.</p>
<p data-start="581" data-end="899">Rumah yang mereka tempati berdiri di atas tanah kecil di pinggir desa. Dindingnya dari anyaman bambu yang sudah lapuk, atapnya bocor di banyak bagian, dan lantainya masih berupa tanah. Di rumah sederhana berukuran sekitar 6x7 meter itu, pasangan suami istri buruh tani ini menjalani hari-hari dengan penuh kesabaran.</p>
<p data-start="901" data-end="1161">Meski hidup serba kekurangan, Sukirno belum pernah menerima Program Keluarga Harapan (PKH). Bahkan, bantuan Bantuan Langsung Tunai (BLT) Dana Desa (DD) yang terakhir ia terima adalah pada tahun 2024. Tahun ini, 2025, tak ada lagi bantuan yang datang.</p>
<p data-start="901" data-end="1161">“Terakhir saya dapat bantuan tahun 2024, itu pun BLT Dana Desa. Tahun ini tidak ada. Istri saya sampai menghubungi Bu Kades menanyakan, tapi belum ada kabar,” tutur Sukirno dengan nada pelan, Rabu (15/10/2025).</p>
<p data-start="1379" data-end="1542">Sukirno mengaku heran. Selama ini tidak pernah ada petugas yang mendata ulang keluarganya. Ia bahkan merasa ada yang janggal dalam penyaluran bantuan di desanya.</p>
<p data-start="1379" data-end="1542">“Ada salah satu oknum perangkat desa, di depan baik, tapi kalau soal bantuan, selalu disuruh tanya ke Bu Kades. Saya menduga ada yang tidak transparan,” ujarnya lirih.</p>
<p data-start="1717" data-end="1849">Padahal, kata Sukirno, sudah ada petugas dari dinas maupun pihak desa yang sempat mendatangi rumahnya, namun hasilnya tetap nihil.</p>
<p data-start="1717" data-end="1849">“Katanya sudah dicatat, tapi sampai sekarang tidak ada kabar. Rumah saya begini saja belum pernah dapat bantuan bedah rumah,” keluhnya.</p>
<p data-start="1992" data-end="2173">Ketika dikonfirmasi, Kepala Desa Dlururejo, Ismiati, membantah tudingan tersebut. Ia menegaskan bahwa semua proses penyaluran bantuan sudah dilakukan sesuai data dan prosedur.</p>
<p data-start="1992" data-end="2173">“Kami sudah menyalurkan sesuai data yang ada, bisa dicek kembali,” singkatnya, Kamis (16/10/2025).</p>
<p data-start="2259" data-end="2476">Saat mendengarkan rekaman wawancara dengan Sukirno, Ismiati tampak tegang dan sesekali menarik napas dalam. Di pertengahan rekaman, ketika Sukirno menyebut bantuan tidak tepat sasaran, ekspresi Kades tampak berubah.</p>
<p data-start="2478" data-end="2678">Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Kabupaten Nganjuk, Haris Djatmiko, menjelaskan bahwa data penerima bantuan sosial saat ini menggunakan Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasiona (DTSEN), yang langsung terhubung ke pusat.</p>
<p data-start="2478" data-end="2678">“Semua data penerima sudah diinput dari pusat melalui sistem itu. Kami hanya membantu proses input, dan selebihnya dikembalikan ke pihak desa,” jelas Haris saat dihubungi melalui WhatsApp dari Jakarta.</p>
<p data-start="2894" data-end="2961">Ia menegaskan, tanggung jawab akhir tetap berada di tingkat desa.</p>
<p data-start="2894" data-end="2961">“Kalau desa tidak bisa menindaklanjuti atau memperbarui data warga miskin, ya perlu dipertanyakan. Kami siap membantu jika diperlukan,” tegasnya.</p>
<p data-start="3114" data-end="3358">Kisah Sukirno dan istrinya hanyalah satu dari banyak potret kemiskinan di Kecamatan Jatikalen. Di balik tembok bambu yang lapuk dan atap bocor, mereka masih berharap suatu hari nanti, bantuan benar-benar datang untuk mereka yang paling membutuhkan. <strong>(*)</strong></p>
<p data-start="3114" data-end="3358"><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Komitmen Atasi Banjir, DPUPR Nganjuk Normalisasi Sungai di Dusun Logawe Sumberkepuh</title>
<link>https://suarajatimpost.com/komitmen-atasi-banjir-dpupr-nganjuk-normalisasi-sungai-di-dusun-logawe-sumberkepuh</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/komitmen-atasi-banjir-dpupr-nganjuk-normalisasi-sungai-di-dusun-logawe-sumberkepuh</guid>
<description><![CDATA[ normalisasi sungai di Dusun Logawe, Desa Sumberkepuh, Kecamatan Lengkong. Hingga saat ini, normalisasi telah mencapai panjang 1800 meter ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202510/image_870x580_68ef631a1839c.webp" length="34980" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 15 Oct 2025 16:45:12 +0700</pubDate>
<dc:creator>Kuswanto</dc:creator>
<media:keywords>Normalisasi, Dinas PUPR, pengairan, sungai, Dusun Logawe, Desa Sumberkepuh, sawah, banjir, Nganjuk</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>NGANJUK, SJP –</strong> Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Nganjuk terus berupaya meningkatkan infrastruktur pengendalian banjir di wilayahnya.</p>
<p>Salah satu upaya tersebut adalah dengan melakukan normalisasi sungai di Dusun Logawe, Desa Sumberkepuh, Kecamatan Lengkong. Hingga saat ini, normalisasi telah mencapai panjang 1800 meter.</p>
<p>Plt Kepala Dinas PUPR Kabupaten Nganjuk, Ony Supriono menyampaikan, pihaknya akan fokus melakukan normalisasi sungai dan saluran dalam satu tahun ini.</p>
<p>’’Tujuan normalisasi adalah mengembalikan dan atau mempertahankan penampung alami sungai atau saluran sehingga dapat mengalirkan air dengan baik untuk mengurangi risiko banjir dan erosi,’’ ungkapnya, Rabu (15/10/2025).</p>
<p>Ony mengatakan, proyek normalisasi sungai sepanjang 1, 8 kilometer di Dusun Logawe, Desa Sumberkepuh, Lengkong itu bertujuan untuk mendukung sistem irigasi pertanian. Khususnya untuk distribusi air ke area persawahan warga.</p>
<p>“Saluran air yang dinormalisasi ini sangat vital bagi petani. Selama ini banyak keluhan terkait aliran air yang tidak lancar. Terutama saat musim tanam tiba. Melalui normalisasi ini, kita harapkan kebutuhan air irigasi bisa tercukupi secara merata,” katanya.</p>
<p>Panjang saluran yang dinormalisasi mencapai 1.800 meter. Kegiatan normalisasi itu berupa pengerukan sedimentasi serta perbaikan struktur tanggul di beberapa titik rawan jebol. </p>
<p>"Proyek ini juga menjadi bagian dari komitmen Pemerintah Kabupaten Nganjuk untuk mendukung sektor pertanian sebagai tulang punggung ekonomi desa," ucap Oni saat dikonfirmasi Suarajatimpost.</p>
<p>Samsuki (60), Warga Dusun Logawe menyambut baik kegiatan normalisasi sungai ini. Ia berharap, setelah normalisasi selesai, wilayah mereka tidak lagi menjadi langganan banjir saat musim hujan tiba.</p>
<p>"Dulu, setiap musim hujan, rumah kami selalu kebanjiran. Semoga setelah sungai ini dinormalisasi, banjir tidak terjadi lagi," ujar samsuki. <strong>(ADV)</strong></p>
<p><strong>Editor: Rizqi Ardian </strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Humas RSD Nganjuk Buka Suara Terkait Pengadaan Alkes Tahun 2024</title>
<link>https://suarajatimpost.com/humas-rsd-nganjuk-buka-suara-terkait-pengadaan-alkes-tahun-2024</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/humas-rsd-nganjuk-buka-suara-terkait-pengadaan-alkes-tahun-2024</guid>
<description><![CDATA[ Menanggapi hal tersebut, Humas RSD Nganjuk memberikan klarifikasi resmi untuk meluruskan informasi yang beredar di masyarakat. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202510/image_870x580_68ecc70d03109.webp" length="46068" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 13 Oct 2025 17:47:30 +0700</pubDate>
<dc:creator>Kuswanto</dc:creator>
<media:keywords>Pengadaan alkes 2024, isue pengadaan, anggaran BLUD, Humas RSD, RSD Nganjuk</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>NGANJUK, SJP – </strong>Rumah Sakit Daerah (RSD) Nganjuk baru-baru ini diterpa isu terkait dugaan <em>mark-up</em> anggaran pengadaan alat kesehatan (alkes) tahun 2024. Menanggapi hal tersebut, Humas RSD Nganjuk memberikan klarifikasi resmi untuk meluruskan informasi yang beredar di masyarakat.</p>
<p>Plt Direktur RSUD Nganjuk, Sudarno, melalui humas RSD Nganjuk Adty Handi G didampingi bagian hukum yuka di kantor humas RSD Nganjuk, menjelaskan bahwa proses pengadaan alkes tahun 2024 telah dilakukan sesuai dengan prosedur dan peraturan yang berlaku.</p>
<p>"Mengenai proses pengadaan, misalnya, kami memastikan bahwa seluruh proses pengadaan alkes telah melalui tahapan yang transparan dan akuntabel, sesuai pagu fleksibilitas RSD itu sendiri," ujar Aditya, Senin (13/10/2025).</p>
<p>Lebih lanjut, Aditya juga menanggapi isu spesifik yang beredar, seperti dugaan <em>mark-up</em> harga atau ketidaksesuaian spesifikasi alkes yang diadakan. </p>
<p>"Terkait isu mark-up harga, kami telah melakukan pembelanjaan sesuai pagu yang ditentukan, misalkan pembelanjaan senilai Rp10 ribu itu sudah dipilah pilah, dan memastikan tidak ada penyimpangan dalam proses pengadaan ini," tambahnya.</p>
<p>Lanjut Aditya, seperti halnya pembelian sarung tangan, pihaknya tidak membeli langsung dalam jumlah besar, ada prosedurnya.</p>
<p>Disinggung anggaran alkes tahun 2024, Aditya mengatakan, kalau anggaran yang disampailan, yakni bersumber dari BLUD, tapi untuk nilai keseluruan pihaknya belum mengetahui, karena masih membuka databasenya, atau bisa dibuka di SiRUP LKPP dan disana terpampang semuanya.</p>
<p>"Untuk anggaran alkes tahun 2024 itu bersumber dari internal BLUD RSD Nganjuk, bisa dibuka di SiRUP, keluar semuanya," singkatnya.</p>
<p>Sementara itu, pihak perwakilan hukum RSD Nganjuk, Yuka menyampaikan, semua pendanaan di RSD Nganjuk bersumber dari BLUD, bukan dari anggaran APBD dan menyesuaikan dengan kebutuhan layanan. </p>
<p>"Kami terbuka untuk memberikan informasi yang dibutuhkan masyarakat terkait pengadaan alkes ini, dan anggaran yang gunakan untuk pengadaan alkes 2024 bersumber dari iuran BLUD," jelasnya.</p>
<p>Menurut Yuka, pihaknya sudah melaksanakan sesuai dengan Permendagri 79 tahun 2018. RSUD Nganjuk merupakan BLUD, itu sesuai kebutuhan, tidak seperti dinas atau perangkat daerah. </p>
<p>"Perlu kami sampaikan, pendapatannya dari pelayanan kepada pasien, jadi tentang pengadaannya lebih sederhana, cepat, dan sesuai kebutuhan demi memperlancar pelayanan BLUD,” pungkasnya. <strong>(ADV)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Pangeran Kertosono: Jejak Ulama Pembabat Dusun, Cucu Sunan Giri yang Bersemayam di Kujonmanis Warujayeng</title>
<link>https://suarajatimpost.com/pangeran-kertosono-jejak-ulama-pembabat-dusun-cucu-sunan-giri-yang-bersemayam-di-kujonmanis-warujayeng</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/pangeran-kertosono-jejak-ulama-pembabat-dusun-cucu-sunan-giri-yang-bersemayam-di-kujonmanis-warujayeng</guid>
<description><![CDATA[ Pangeran Kertosono adalah cucu dari Sunan Giri, salah satu anggota Walisongo yang sangat dihormati ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202510/image_870x580_68ea263be7a22.webp" length="79236" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sat, 11 Oct 2025 17:30:52 +0700</pubDate>
<dc:creator>Kuswanto</dc:creator>
<media:keywords>Jejak sejarah, sejarah Nganjuk, Pangeran Kertosono, Cucu Sunan Giri, babat dusun, Kertosono, Nganjuk</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>NGANJUK, SJP - </strong>Kabupaten Nganjuk bukan cuma dikenal dengan kota angin atau tempat persinggahan di jalur Jawa Timur, tapi ternyata daerah ini menyimpan kisah bersejarah sejak abad ke-10. yang dimulai sejak zaman kerajaan kuno di Jawa</p>
<p>Di tengah lanskap sejarah Islam di Jawa Timur, khususnya setelah era Wali Songo, muncul sosok Pangeran Kertosono.</p>
<p>Ia dikenal sebagai salah satu ulama besar yang memiliki peran penting dalam pengembangan agama Islam di wilayah Nganjuk. Teristimewa, Pangeran Kertosono adalah cucu dari Sunan Giri, salah satu anggota Walisongo yang sangat dihormati.</p>
<p>Pangeran Kertosono mewarisi darah dakwah dari kakeknya, Sunan Giri. Semangat menyebarkan Islam telah mendarah daging dalam dirinya. Setelah era keemasan Walisongo, Pangeran Kertosono tampil sebagai sosok ulama yang melanjutkan tongkat estafet dakwah di wilayah Nganjuk.</p>
<p>Tidak sampai disitu, Pangeran Kertosono yang akrab dijuluki Kiageng Kerto berdakwah di wilayah Timur sungai brantas lama yang sekarang sudah tidak ada, konon masyarakat menyebut dengan kali mati.</p>
<p>Salah satu kontribusi terbesarnya adalah membabat atau membuka lahan yang kemudian menjadi sebuah dusun yang menjadi simbol penyebaran agama Islam melalui pendekatan sosial dan ekonomi.</p>
<p>Saat ini, makam Pangeran Kertosono terletak di sebelah utara komplek makam Kujonmanis, Warujayeng, Tanjunganom Nganjuk. Bentuk makam cukup panjang kurang lebih hampir 4 meter dengan matrial batu bata kuno yang besar dan terdapat nisan khas era wali songo seperti khas atau motif Demak</p>
<p>Selain itu juga, terdapat dua makam menggunakan nisan kuno, Namun, di beberapa nisan juga ada motif ukiran dan bulan sidi. Tapi sekarang makam dibangun ala modern.</p>
<p>Jika dilihat struktur yang asli, makam ini di atas tanah yang tinggi dan di pagar menggunakan material batu bata kuno yang besar dan di atas makam dulu ada cungkup.</p>
<p>karena kita temukan umpak yg bagus dan besar. Nama pangeran kertosono ini cukup di kenal oleh warga dsn dimungkinkan nama Kertosono dijadikan nama tempat. Karena nama kertosono sudah ada sejak tahun 1600 Masehi hingga sekarang. Makam beliau sering dikunjungi oleh warga dan pengunjung luar kota, biasanya tiap malam jumat.</p>
<p>Menurut Pemerhati Sejarah, Aris Trio Effendi saat dihubungi mengatakan, penemuan makam ini memberikan bukti kuat bahwa nama makam Pangeran Kertosono memiliki akar sejarah yang panjang dan kaya.</p>
<p>"Makam Pangeran Kertosono bukan hanya sekadar nama tempat, tetapi juga mengandung nilai sejarah dan budaya yang penting," ujarnya. Sabtu (11/10/2025)</p>
<p>Lebih lanjut, Aris menjelaskan bahwa pada masa itu, Nama Kertosono merupakan wilayah yang strategis dalam jalur perdagangan dan penyebaran agama Islam. </p>
<p>"Kertosono menjadi tempat bertemunya berbagai budaya dan peradaban, sehingga memiliki peran penting dalam perkembangan sejarah di Jawa Timur," tambahnya.</p>
<p>"Karena nama Kertosono sudah ada sejak tahun 1600 Masehi hingga sekarang. Makam beliau sering di kunjungi oleh warga dan pengunjung luar kota, biasanya tiap malam jumat," ujar pria yang juga juru kunci makam Ngetos.</p>
<p>Menurut Aris, Makam Pangeran Kertosono ini diharapkan dapat memberikan pemahaman yang lebih mendalam tentang sejarah Kertosono dan mendorong penelitian lebih lanjut untuk mengungkap potensi sejarah dan budaya yang tersembunyi di wilayah tersebut.</p>
<p>Selain itu, diharapkan pula dapat meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga dan melestarikan warisan sejarah dan budaya yang ada. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor: Rizqi Ardian </strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Legislator DPR RI dari PKS Turun ke Nganjuk Cari Solusi Kelangkaan Air Bersih dan Irigasi</title>
<link>https://suarajatimpost.com/legislator-dpr-ri-dari-pks-turun-ke-nganjuk-cari-solusi-kelangkaan-air-bersih-dan-irigasi</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/legislator-dpr-ri-dari-pks-turun-ke-nganjuk-cari-solusi-kelangkaan-air-bersih-dan-irigasi</guid>
<description><![CDATA[ Kegiatan ini berlangsung di Rumah Makan Brodin Desa Pandantuyo Kertosono dan dihadiri oleh berbagai elemen masyarakat, termasuk pengurus DPD PKS, DPC, beberapa tokoh, serta masyarakat yang berkontribusi membantu kememenangan ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202510/image_870x580_68e9f2776352e.webp" length="42568" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sat, 11 Oct 2025 14:57:04 +0700</pubDate>
<dc:creator>Kuswanto</dc:creator>
<media:keywords>reses, aspirasi masyarakat, DPR RI PKS, komisi 12, krisis air, petani, pembangunan embung, Nganjuk</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>NGANJUK, SJP -</strong> Anggota DPR RI dari Fraksi PKS Daerah Pemilihan (Dapil) XII Jawa Timur, Meitri Citra Wardani, melaksanakan kegiatan reses di Kabupaten Nganjuk untuk menyerap aspirasi masyarakat terkait masalah kelangkaan air yang semakin meresahkan. </p>
<p>Kegiatan ini berlangsung di Rumah Makan Brodin Desa Pandantuyo Kertosono dan dihadiri oleh berbagai elemen masyarakat, termasuk pengurus DPD PKS, beberapa tokoh, serta masyarakat yang berkontribusi membantu kememenangan PKS.</p>
<p>Dalam kesempatan tersebut, Meitri Citra Wardani melalui staf ahlinya, Adytia menyampaikan, bahwa reses ini bertujuan untuk menjaring masukan langsung dari masyarakat mengenai permasalahan yang mereka hadapi, khususnya terkait ketersediaan air bersih dan irigasi. </p>
<p>"Kami hadir di sini untuk mendengarkan langsung keluhan dan harapan masyarakat, khusnya Dapil Nganjuk. Kelangkaan air adalah isu krusial yang harus segera dicarikan solusinya," ujarnya. Sabtu (11/10/2025)</p>
<p>Menurut Adytia, Masyarakat yang hadir menyampaikan berbagai permasalahan terkait kelangkaan air, seperti kesulitan mendapatkan air bersih terutama di Desa Ngepung untuk kebutuhan sehari-hari, gagal panen akibat kekurangan air irigasi, serta dampak lingkungan yang semakin memburuk akibat eksploitasi sumber air yang berlebihan.</p>
<p>"Kegiatan hari ini memang di fokuskan di Nganjuk bagian timur, khususnya di Kertosono, selain menyerap aspirasi masyarakat, dalam waktu dekat. Kami juga rencana akan membangun embung atau waduk di wilayah terdampak," kata Aditya.</p>
<p>Disinggung kapan rencana pembangunan embung atau waduk yang rencana diagendakan di Nganjuk, Adtya menyebut, pihaknya akan berkoordinasi dengan Kementrian PU dan lintas Komisi, yakni dari Komisi V dan Komisi XII.</p>
<p>Terkait masalah Jembatan Lama Kertosono, Adytia menjelaskan, Kabupaten Nganjuk salah satu atensi juga dari pusat, karena kunjungan yang ia lakukan hari ini, merupakan kunjungan yang sering dilakukan di Nganjuk ini. Soal Jembatan Lama Kertosono, pihaknya baru mengetahui hari ini.</p>
<p>"Kami akan tinjau bersama, dan akan kita koordinasikan.Selain pembangunan infrastruktur, baik embung dan Jembatan Lama akan kami sampaikan di rapat Lintas Komisi, ditunggu ya mas, terima kasih atas usulannya," ucapnta saat diwawancarai Suarajatimpost.</p>
<p>Terpisah, Ketua DPD PKS Nganjuk, Moch Soberi mengapresiasi kedatangan Anggota DPR RI Komisi XII Meitri Citra Wardani. Dirinya berharap kedatangannya akan membawa berkah. Kata Soberi, aspirasi dari konstituen masyarakat Nganjuk bisa langsung disampaikan ke pemerintah pusat. </p>
<p>"<em>Kulo matur nuwun sanget, anggota DPR RI wes gelem teko nang Nganjuk. Iki bukti nek DPR RI PKS peduli lan siap mbantu wong Nganjuk</em>, (Saya berterima kasih, kehadiran DPR RI PKS bisa terserap aspirasi masyarakat Nganjuk," tegas Soberi. </p>
<p>Dalam kesempatan ini juga, Soberi mengatakan bahwa ada kepercayaan dari para konstituen PKS yang ada di Nganjuk. Bahkan, dirinya optimistis, target di tahun 2029, PKS Nganjuk bisa ada tambahan kursi di DPRD, minimal jadi 5 kursi.</p>
<p>"Semoga tahun 2029 nanti, PKS Nganjuk bisa ada tambahan 5 kursi," pungkanya. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Satpol PP Nganjuk Amankan Ratusan Botol Miras dan Puluhan Liter Oplosan</title>
<link>https://suarajatimpost.com/satpol-pp-nganjuk-amankan-ratusan-botol-miras-dan-puluhan-liter-oplosan</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/satpol-pp-nganjuk-amankan-ratusan-botol-miras-dan-puluhan-liter-oplosan</guid>
<description><![CDATA[ petugas berhasil mengamankan ratusan botol miras berbagai merek dan puluhan liter miras oplosan dari dua lokasi berbeda. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202510/image_870x580_68e919f6ee782.webp" length="47426" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Fri, 10 Oct 2025 21:44:53 +0700</pubDate>
<dc:creator>Kuswanto</dc:creator>
<media:keywords>Penertipan miras, miras, ratuaan miras, sidak, Satpol PP, Dua lokasi, Tanjunganom, Gondang, Nganjuk</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>NGANJUK, SJP -</strong> Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Nganjuk kembali menggelar operasi penertiban minuman keras (miras) di wilayahnya.</p>
<p>Dalam operasi yang dilakukan pada Jumat (10/10/2025), petugas berhasil mengamankan ratusan botol miras berbagai merek dan puluhan liter miras oplosan dari dua lokasi berbeda.</p>
<p>Kepala Bidang Penegak Perda, Sujito saat ditemui di ruang kerjannya, menjelaskan bahwa operasi ini dilakukan sebagai tindak lanjut dari laporan masyarakat yang resah dengan peredaran miras di wilayah mereka. </p>
<p>"Kami menerima banyak laporan dari masyarakat terkait adanya penjualan miras ilegal yang meresahkan. Oleh karena itu, kami langsung bergerak cepat untuk melakukan penertiban," ujarnya.</p>
<p>Dalam operasi tersebut, petugas menyisir dua lokasi yang diduga menjadi tempat penjualan miras ilegal. Lokasi pertama di Kecamatan Tanjunganom. Di tempat ini, petugas berhasil mengamankan 74 botol miras berbagai merek.</p>
<p>Lokasi kedua di wilayah Kecamatan Gondang. Di tempat ini, petugas menemukan 130 botol air mineral ukuran 1,5 liter yang diduga digunakan sebagai wadah untuk menjual miras oplosan. Selain itu, petugas juga menemukan tiga jerigen besar berisi sekitar 30 liter miras oplosan.</p>
<p>"Total barang bukti yang kami amankan adalah 74 botol miras berbagai merek, 130 botol air mineral ukuran 1,5 liter, dan tiga jerigen besar berisi sekitar 90 liter miras oplosan," jelasnya.</p>
<p>Seluruh barang bukti tersebut kemudian dibawa ke Kantor Satpol PP Nganjuk untuk proses lebih lanjut. Pihak Satpol PP juga akan melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk mengungkap jaringan penjualan miras ilegal ini.</p>
<p>"Kami akan terus melakukan operasi penertiban miras secara rutin untuk menciptakan kondisi yang aman dan kondusif di wilayah Kabupaten Magetan," tegasnya.</p>
<p>Satpol PP mengimbau kepada masyarakat untuk tidak mengonsumsi miras, karena dapat membahayakan kesehatan dan menyebabkan gangguan keamanan dan ketertiban.</p>
<p>Jika masyarakat mengetahui adanya penjualan miras ilegal, diharapkan segera melaporkan kepada pihak berwajib. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor: Rizqi Ardian </strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Dishub Nganjuk Optimistis Capai Target PAD Rp6,2 Miliar di Tahun 2025</title>
<link>https://suarajatimpost.com/dishub-nganjuk-optimistis-capai-target-pad-rp62-miliar-di-tahun-2025</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/dishub-nganjuk-optimistis-capai-target-pad-rp62-miliar-di-tahun-2025</guid>
<description><![CDATA[ Hingga awal Oktober ini, realisasi PAD baru mencapai sekitar Rp5,7 miliar. Meski demikian, Dishub optimistis target tersebut dapat tercapai melalui berbagai strategi hingga akhir tahun. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202510/image_870x580_68e8d1125f538.webp" length="41060" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Fri, 10 Oct 2025 17:42:10 +0700</pubDate>
<dc:creator>Kuswanto</dc:creator>
<media:keywords>PAD 2025, Parkir, Dishub, Kadis Dishub Suharono, langganan parkir, jukir, Rp 6 Miliar, Nganjuk</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p data-start="223" data-end="559"><strong>NGANJUK, SJP –</strong> Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Nganjuk menargetkan pendapatan asli daerah (PAD) sebesar Rp6,2 miliar pada tahun 2025.</p>
<p data-start="223" data-end="559">Hingga awal Oktober ini, realisasi PAD baru mencapai sekitar Rp5,7 miliar. Meski demikian, Dishub optimistis target tersebut dapat tercapai melalui berbagai strategi hingga akhir tahun.</p>
<p data-start="561" data-end="722">Kepala Dishub Nganjuk, Suharono, menjelaskan bahwa belum tercapainya target PAD salah satunya disebabkan oleh faktor parkir langganan yang belum optimal.</p>
<p data-start="561" data-end="722">“Kami menyadari adanya tantangan dalam mencapai target PAD tahun ini. Namun, kami tetap optimistis dengan berbagai upaya yang akan kami lakukan, termasuk pengelolaan parkir langganan,” ujar Suharono saat ditemui di kantornya, Jumat (10/10/2025).</p>
<p data-start="973" data-end="1153">Terkait kategori parkir tidak berlangganan, Suharono mengungkapkan bahwa masih banyak juru parkir di lapangan yang bukan berasal dari Dishub, namun mengatasnamakan instansinya."</p>
<p data-start="973" data-end="1153">"Banyak yang memakai seragam tapi bukan dari kami. Mereka mengatasnamakan Dishub, padahal bukan petugas resmi. Biasanya mereka memungut biaya parkir dari kendaraan luar daerah yang bukan berpelat Nganjuk,” jelas mantan Kepala Satpol PP itu.</p>
<p data-start="1399" data-end="1580">Ia menegaskan, tanda pengenal juru parkir resmi Dishub berwarna oranye dan memiliki tulisan “Dishub” di seragamnya. Selain itu, dapat dipastikan bukan juru parkir resmi.</p>
<p data-start="1399" data-end="1580">“Kalau seragamnya oranye dan bertuliskan Dishub, itu resmi. Di luar itu, bisa dipastikan palsu,” tegasnya.</p>
<p data-start="1692" data-end="1949">Lebih lanjut, Suharono menyebutkan bahwa jatah parkir non-langganan yang masuk ke Dishub setiap tahunnya mencapai lebih dari Rp400 juta. Contohnya seperti area parkir di wilayah Guyangan yang kini tidak beroperasi optimal karena kondisi jalan rusak.</p>
<p data-start="1692" data-end="1949">“Jatah parkir non-langganan sekitar Rp400 juta per tahun. Tapi ada beberapa titik yang tak bisa dimanfaatkan, seperti di Guyangan karena akses jalan rusak,” ujarnya.</p>
<p data-start="2120" data-end="2306">Suharono menambahkan, pengelolaan parkir di pasar-pasar tradisional menjadi kewenangan dinas pengelola aset masing-masing, sementara Dishub hanya mengelola parkir di tepi jalan umum.</p>
<p data-start="2120" data-end="2306">“Parkir di pasar tradisional dikelola dinas terkait. Dishub hanya mengatur parkir di tepi jalan umum,” pungkasnya. <strong>(*)</strong></p>
<p data-start="2120" data-end="2306"><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Terseret Dugaan Investasi Macet Koperasi BLN Nganjuk, Guru P3K: Ada Permasalahan Manajemen</title>
<link>https://suarajatimpost.com/terseret-dugaan-investasi-macet-koperasi-bln-nganjuk-guru-p3k-ada-permasalahan-manajemen</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/terseret-dugaan-investasi-macet-koperasi-bln-nganjuk-guru-p3k-ada-permasalahan-manajemen</guid>
<description><![CDATA[ Para nasabah mengaku tergiur dengan janji bunga super besar yang ditawarkan koperasi tersebut, namun kini harus menelan pil pahit kerugian ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202510/image_870x580_68e897e117d38.webp" length="43312" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Fri, 10 Oct 2025 13:02:28 +0700</pubDate>
<dc:creator>Kuswanto</dc:creator>
<media:keywords>Nasabah, iming iming bunga besar, bunga 100 persen, Koperasi Bahana Lintas Nusantara, BLN, Guru P3K, SDN Pelem 1 Kertosono, Nganjuk</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>NGANJUK, SJP – </strong>Sejumlah nasabah Koperasi Bahana Lintas Nusantara (BLN) di Nganjuk kini tengah dilanda kecemasan setelah dana investasi mereka tak kunjung kembali.</p>
<p>Para nasabah mengaku tergiur dengan janji bunga super besar yang ditawarkan koperasi tersebut, namun kini harus menelan pil pahit kerugian. </p>
<p>Ironisnya, ada dugaan keterlibatan oknum Pegawai P3K Pemerintah Nganjuk yang berdinas di SDN 1 Pelem Kertosono dalam praktik penghimpunan dana koperasi tersebut.</p>
<p>Menurut keterangan salah seorang nasabah, Ibu YL domilisi Kertosono, awalnya tertarik menanamkan modalnya di Koperasi BLN setelah dijanjikan keuntungan hingga 100 persen per bulan, jauh di atas rata-rata bunga bank atau investasi legal lainnya. </p>
<p>"Awalnya lancar, saya sempat menerima bunga beberapa kali. Tapi belakangan, uang pokok dan bunganya macet total. Kami coba hubungi pengurus, yang juga pegawai P3K yang mengajar di SDN Pelem 1, tapi selalu diulur-ulur," keluhnya dengan nada putus asa, Jumat (10/10/2025).</p>
<p>Senada disampaikan LS (nasabah) lainnya, saat ditemui di rumahnya di Desa Pelem Kertosono, ia menyampaikan pernah mendatangi di SDN 1 Pelem dengan menyerahkan uang Rp22,5 juta.</p>
<p>"Saya serahkan langsung uang cash Rp22,5 juta, dan saya tidak mau disuruh transfer ke rekening yang dituju," papar LS dengan berkaca kaca.</p>
<p>Kecurigaan terhadap adanya permainan curang semakin menguat setelah nasabah mengenali salah satu individu yang aktif merekrut anggota dan mengumpulkan dana sebagai seorang P3K yang bertugas di salah satu instansi pemerintah di Nganjuk. </p>
<p>"Dia (oknum P3K) yang meyakinkan kami. Katanya koperasi ini legal dan aman karena ada dukungan dari orang-orang penting. Kami percaya karena dia kan pegawai pemerintah," tambah Bapak Onde, nasabah lainnya yang juga merugi puluhan juta rupiah.</p>
<p>Sementara itu, Yunani Marlena salah satu guru P3K yang mengajar di SDN 1 Pelem Kertosono saat ditemui di sekolah mengatakan, kalau masalah ini sudah ditangani oleh Cabang Kediri. Bahkan, Yunani, mengungkap jika dirinya juga menjadi korban.</p>
<p>"BLN itu koperasi yang berdiri sudah 12 tahun yang lalu, sampai di situ nasabah sudah menikmati hasil yang berlimpah-limpah, nah sejak bulan Maret kemarin itu memang ada permasalahan di manejemen tapi permasalahannya apa saya tidak tahu," kilahnya.</p>
<p>Disinggung, apakah Yunani sebagai marketing di BLN, dirinya mengatakan jika dirinya juga nasabah yang juga mencari jaringan untuk direkrut jadi anggota atau nasabah.</p>
<p>"Total persis saya nggak tahu mas soalnya mereka kebanyakan gabung sendiri, jadi istilahnya apa yaitu dari mulut ke mulut jadi saya nggak punya SK nggak punya jabatan resmi, dan saya juga bergerak di dealer Honda, Yamaha kalau ada nasabah yang mau beli motor ya saya hubungkan setelah itu kan saya dapat fee selesai kan," ucap Yunani.</p>
<p>Perihal sistem di BLN, Yunani menjelaskan jika nasabah menabung dalam waktu 24 bulan, modal akan jadi 100 persen gitu saja.</p>
<p>"Jadi dia bentuknya setiap bulan keluar modal dan profit," imbuhnya.</p>
<p>Sementara untuk fee yang diterima dari nasabah, Yunani mengungkap jika itu tergantung pada BLN pusat, antara 0,1 sampai 0,3 persen per nasabah dan tergantung besaran tabungan nasabah.</p>
<p>Untuk permasalan yang terjadi, Yunani kemarin sore dengan beberapa orang lainnya mengkonfirmasi ke kepala cabang BLN Kediri.</p>
<p>"Terkait masalah ini dan sudah dijawab, memang sedang bermasalah di manajemen, sehingga beliau tidak bisa menjawab lebih banyak. Kepastiannya kapan uang nasabah bisa kembali, saya tidak bisa jawab, karena saya juga berharap gaji saya ada disana," jelas Yunani</p>
<p>Dirinya juga menampik telah menerima uang tunai dan transfer dari nasabah. Bahkan, dirinya meminta bukti atas dugaan tersebut. </p>
<p>"Coba suruh buktikan. Kalau bicara itu harus ada bukti. Memang ada anggota yang membawa uang, tapi saya bilang nggak bisa, saya antarkan ke bank untuk pendampingan saja," tandasnya. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor: Rizqi Ardian </strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Kejari Nganjuk Tetapkan PPK Diskominfo Jadi Tersangka Dugaan Gratifikasi Proyek Fiber Optik</title>
<link>https://suarajatimpost.com/kejari-nganjuk-tetapkan-ppk-diskominfo-jadi-tersangka-dugaan-gratifikasi-proyek-fiber-optik</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/kejari-nganjuk-tetapkan-ppk-diskominfo-jadi-tersangka-dugaan-gratifikasi-proyek-fiber-optik</guid>
<description><![CDATA[ Disinggung ada tersangka baru dari kasus ini, kejaksaan masih belum memberikan rincian lebih lanjut mengenai pihak-pihak lain yang terlibat. Tapi, Yan kembali menegaskan bahwa pihaknya akan bekerja secara profesional dan transparan dalam mengungkap kasus ini. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202510/image_870x580_68e653e14ce75.webp" length="43598" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 08 Oct 2025 19:43:36 +0700</pubDate>
<dc:creator>Kuswanto</dc:creator>
<media:keywords>Tersangka, gratifikasi, Pejabat PPK, Dinas Kominfo, Kejari Nganjuk, penyedia, jaringan intra fiber optik, tahun anggaran 2024, Nganjuk</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>NGANJUK, SJP –</strong> Kejaksaan Negeri Nganjuk telah menetapkan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) di Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Nganjuk sebagai tersangka dalam kasus dugaan tindak pidana korupsi berupa penerimaan gratifikasi.</p>
<p>"Benar, kami telah menetapkan tersangkan SJ Pejabat Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Nganjuk hari ini atas dugaan tindak pidana korupsi penyalagunaan kewenangan pada pekerjaan jaringan intra fiber optik tahun anggaran 2024," ujar Kasi Pidsus Kejari Nganjuk, Yan Aswari,Rabu (8/10/2025).</p>
<p>Menurut Yan, pihaknya masih masih melakukan penyidikan berdasarkan adanya laporan dugaan penyimpangan dalam pelaksanaan proyek yang menggunakan anggaran daerah tersebut, yang dimulai sejak tanggal 8 agustus 2025. Saat itu, SJ (tersangka) menjabat sebagai Sekertaris Diskominfo untuk pekerjaan intra fiber optik tahun anggaran 2024 dengan pagu anggaran Rp6 miliar.</p>
<p>Namun, pihaknya fokus pada potensi pelanggaran pemerasan dengan memaksa penyedia untuk memberikan sejumlah uang pada saat kontrak setiap bulannya Rp70 juta selama tahun 2024 total Rp840 juta terkait proses perencanaan, pelaksanaan, hingga pertanggungjawaban proyek.</p>
<p>"Kami melihat, bahwa SJ dengan sengaja melakukan gratifikasi hingga masuk kangong pribadi hingga total Rp840 juta," kata Yan dihadapan media.</p>
<p>Disinggung ada tersangka baru dari kasus ini, kejaksaan masih belum memberikan rincian lebih lanjut mengenai pihak-pihak lain yang terlibat. Tapi, Yan kembali menegaskan bahwa pihaknya akan bekerja secara profesional dan transparan dalam mengungkap kasus ini.</p>
<p>"Kami berkomitmen untuk menuntaskan kasus ini sesuai dengan hukum yang berlaku. Semua pihak yang terlibat akan dimintai pertanggungjawaban jika terbukti melakukan pelanggaran," tegasnya.</p>
<p>Tersangka dijerat dengan Pasal 12 huruf e atau pasal 12B ayat (2) dan Pasal 11 Undang-Undang Tipikor no 31 tahun 1999, sebagaimana diubah Undang undang nomer 20 tahun 2001. Mereka juga telah ditahan untuk 20 hari ke depan, terhitung sejak 8 Oktober 2025. </p>
<p>“Terhadap tersangka dilakukan penahanan selama 20 (dua puluh hari) ke depan terhitung sejak tanggal 8 Oktober 2025 sampai dengan,” tandas Yan Aswari. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>PAD Nganjuk Naik, Pajak Kendaraan Bermotor Sumbang Rp251 Miliar</title>
<link>https://suarajatimpost.com/pad-nganjuk-naik-pajak-kendaraan-bermotor-sumbang-rp251-miliar</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/pad-nganjuk-naik-pajak-kendaraan-bermotor-sumbang-rp251-miliar</guid>
<description><![CDATA[ Bapenda Nganjuk memproyeksikan lonjakan PAD tahun 2025. Pajak kendaraan bermotor menjadi penyumbang utama dengan target Rp251 miliar. Pemerintah juga siapkan Satker pajak desa dan operasi gabungan untuk menekan tunggakan pajak. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202510/image_870x580_68e504fe97a76.webp" length="34220" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Tue, 07 Oct 2025 21:47:53 +0700</pubDate>
<dc:creator>Kuswanto</dc:creator>
<media:keywords>PAD 2025, Dinas Dispenda, kenaikan pajak 2025, Rp 251 miliar, PKB, PNKB, Samsat, Satker, Nganjuk</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p data-start="131" data-end="353"><strong>NGANJUK, SJP –</strong> Kabar gembira datang dari Kabupaten Nganjuk. Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) setempat memproyeksikan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor pajak akan mengalami lonjakan signifikan pada tahun 2025.</p>
<p data-start="355" data-end="562">Kepala Bapenda Kabupaten Nganjuk, Slamet Basuki, mengatakan bahwa kontribusi terbesar peningkatan PAD diperkirakan berasal dari pajak kendaraan bermotor, yang ditargetkan mencapai Rp251 miliar.</p>
<p data-start="564" data-end="702">Menurut pria yang akrab disapa Slambas ini, data menunjukkan bahwa target PAD Nganjuk selalu mengalami kenaikan dari tahun ke tahun.</p>
<p data-start="564" data-end="702">“Penyumbang terbesar peningkatan PAD dari pajak motor,” ujar Slamet Basuki, Selasa (7/10/2025).</p>
<p data-start="805" data-end="1209">Slamet Basuki menjelaskan, terdapat 12 jenis item pajak daerah, dengan komposisi penyumbang terbesar berasal dari Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) dan Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB) yang kontribusinya mencapai 38 persen.</p>
<p data-start="805" data-end="1209">Jenis pajak baru ini disebut mengambil porsi paling besar, meski masih terdapat sejumlah mitra Samsat yang belum sepenuhnya tertib dalam pembayaran pajak.</p>
<p data-start="805" data-end="1209">Lebih lanjut, Slamet Basuki mengungkapkan bahwa pihaknya akan memperkuat kolaborasi dengan UPT Samsat pada tahun 2025. Salah satu langkah strategisnya adalah membentuk Satuan Kerja (Satker) Pajak yang melibatkan unsur desa.</p>
<p data-start="805" data-end="1209">“Kami akan bentuk Satker pajak yang melibatkan unsur desa, terus berupaya memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat dalam hal pembayaran pajak kendaraan bermotor. Selain itu, kami juga akan meningkatkan pengawasan agar tidak ada lagi kendaraan yang menunggak pajak,” tegasnya.</p>
<p data-start="1733" data-end="2005">Ia menambahkan, selain pembentukan Satker, Bapenda juga akan melakukan operasi gabungan kendaraan bermotor, sosialisasi di 20 kecamatan, serta rekonsiliasi data pajak untuk memastikan keakuratan dan kepatuhan wajib pajak di seluruh wilayah Kabupaten Nganjuk.</p>
<p data-start="2007" data-end="2168">Dengan berbagai langkah strategis tersebut, Bapenda optimistis target peningkatan PAD tahun 2025 dapat tercapai sekaligus memperkuat kemandirian fiskal daerah. <strong>(*)</strong></p>
<p data-start="2007" data-end="2168"><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Bapenda Nganjuk Tegaskan Dasar Hukum Retribusi Provider Internet, Dorong Kenaikan PAD</title>
<link>https://suarajatimpost.com/bapenda-nganjuk-tegaskan-dasar-hukum-retribusi-provider-internet-dorong-kenaikan-pad</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/bapenda-nganjuk-tegaskan-dasar-hukum-retribusi-provider-internet-dorong-kenaikan-pad</guid>
<description><![CDATA[ Dispenda Nganjuk menegaskan dasar hukum retribusi bagi provider internet melalui Perda dan Perbup 2024. Langkah ini untuk meningkatkan PAD daerah, memastikan kepatuhan penyedia layanan, serta mendukung pembangunan dan kemandirian fiskal Kabupaten Nganjuk. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202510/image_870x580_68e5033e5321d.webp" length="35578" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Tue, 07 Oct 2025 21:17:48 +0700</pubDate>
<dc:creator>Kuswanto</dc:creator>
<media:keywords>Aset daerah, retribusi pajak, PAD, Kadis Dispenda Selamet Basuki, provider, kabel intetnet, Nganjuk</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p data-start="129" data-end="419"><strong data-start="129" data-end="145">NGANJUK, SJP</strong> – Pasca pemberitaan di media online Suarajatimpost.com dengan judul <em data-start="214" data-end="297">“Target PAD Terancam, 18 Penyedia Internet di Nganjuk Belum Penuhi Kewajiban OSS”</em>, Kepala Badan Pendapatan dan Pengelolaan Aset Daerah (Bapenda) Kabupaten Nganjuk, Slamet Basuki, memberikan tanggapan.</p>
<p data-start="421" data-end="617">Saat ditemui di ruang kerjanya, Slamet Basuki menyampaikan apresiasinya terhadap peran media dalam mengawal upaya Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Nganjuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).</p>
<p data-start="421" data-end="617">“Kami dari Bapenda mengapresiasi, terutama media yang sama-sama mengawal Pemkab Nganjuk untuk meningkatkan PAD. Karena di mana kebijakan pusat melakukan pemotongan dan pengurangan dana transfer daerah, maka dari itu kami melirik pendapatan daerah kaitannya dengan PAD,” ujar Slamet Basuki, Selasa (7/10/2025).</p>
<p data-start="914" data-end="1090">Menurutnya, sumber PAD sebenarnya terbagi dalam empat kelompok, yakni pajak daerah, retribusi, hasil pengelolaan aset daerah, serta lain-lain pendapatan asli daerah yang sah.</p>
<p data-start="914" data-end="1090">“Kalau di Bapenda sendiri secara spesifik mengacu ke pajak daerah. Kemudian retribusi nanti juga tergantung dari macam-macam retribusi, salah satunya retribusi perizinan tertentu, retribusi perizinan umum, dan retribusi jasa,” jelasnya.</p>
<p data-start="1334" data-end="1697">Slamet Basuki menambahkan, aset daerah serta retribusi pajak terkait keberadaan provider telekomunikasi di wilayah Nganjuk telah diatur secara jelas dalam Peraturan Daerah (Perda).</p>
<p data-start="1334" data-end="1697">Selain itu, terdapat pula Peraturan Bupati (Perbup) Nomor 6 Tahun 2024 tentang Ketentuan Umum dan Pajak Daerah, serta Perbup Nomor 1 Tahun 2024 tentang Pemungutan Retribusi Daerah.</p>
<p data-start="1699" data-end="1797">Hal tersebut, lanjutnya, disampaikan guna memberikan kepastian hukum sekaligus meningkatkan PAD.</p>
<p data-start="1699" data-end="1797">“Semua sudah ada dasar hukumnya. Perda kita mengatur secara detail mengenai bagaimana aset daerah dimanfaatkan dan bagaimana retribusi pajak dari sektor provider ini ditarik,” ujar mantan Kadis Kominfo tersebut.</p>
<p data-start="2036" data-end="2312">Menurutnya, Perda tersebut tidak hanya mengatur tentang besaran retribusi, tetapi juga mekanisme pemungutan serta sanksi bagi provider yang tidak mematuhi aturan. Dengan adanya regulasi yang jelas, diharapkan tidak ada lagi kesalahpahaman atau praktik yang merugikan daerah.</p>
<p data-start="2036" data-end="2312">“Kami terus melakukan sosialisasi kepada seluruh provider yang beroperasi di Nganjuk. Tujuannya agar mereka memahami kewajiban mereka dan tidak ada alasan untuk tidak patuh,” tambahnya.</p>
<p data-start="2505" data-end="2828">Bapenda juga terus berkoordinasi dengan pihak terkait, seperti Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo), DPMPTSP, Bakesbang, PUPR, serta Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), untuk memastikan implementasi Perda berjalan efektif. Penertiban terhadap provider yang melanggar aturan juga akan dilakukan secara berkala.</p>
<p data-start="2505" data-end="2828">“Kami tidak akan segan menindak provider yang bandel. Ini demi keadilan dan peningkatan PAD Nganjuk,” tegasnya.</p>
<p data-start="2947" data-end="3190">Dengan pengelolaan aset daerah dan retribusi pajak yang optimal, diharapkan PAD Kabupaten Nganjuk dapat meningkat signifikan. Dana tersebut nantinya akan digunakan untuk membiayai berbagai program pembangunan yang bermanfaat bagi masyarakat. <strong>(*)</strong></p>
<p data-start="2947" data-end="3190"><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Bongkar Jaringan 2 Pengedar Narkoba, Polres Nganjuk Telusuri Pemasok ke Bandar Besar</title>
<link>https://suarajatimpost.com/bongkar-jaringan-2-pengedar-narkoba-polres-nganjuk-telusuri-pemasok-ke-bandar-besar</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/bongkar-jaringan-2-pengedar-narkoba-polres-nganjuk-telusuri-pemasok-ke-bandar-besar</guid>
<description><![CDATA[ Dua pengedar besar itu masing-masing MR (33) warga Desa Kutorejo, Kecamatan Kertosono, dan MF (55) warga Desa Pakunden, Kecamatan Pesantren, Kabupaten Kediri ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202510/image_870x580_68e3d0287830a.webp" length="30052" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 06 Oct 2025 22:05:54 +0700</pubDate>
<dc:creator>Kuswanto</dc:creator>
<media:keywords>Pengedar, narkoba, tersangka, Satreskoba Polres Nganjuk, DPO, Nganjuk</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>NGANJUK, SJP - </strong>Satreskoba Polres Nganjuk amankan dua pengedar besar narkoba yang diduga sudah memiliki jaringan ke pengedar lain dan pengecer di Nganjuk.</p>
<p>Dua pengedar besar itu masing-masing MR (33) warga Desa Kutorejo, Kecamatan Kertosono, dan MF (55) warga Desa Pakunden, Kecamatan Pesantren, Kabupaten Kediri</p>
<p>Kapolres Nganjuk, AKBP Henri Noveri Santoso mengatakan, kedua tersangka dibekuk pada Sabtu, 4 Oktober 2025). MR dan MF ditangkap di lokasi berbeda dengan sejumlah barang bukti sabu siap edar</p>
<p>"Dari kedua tersangka, personel Satresnarkoba menyita barang bukti sabu hampir 0,76 gram, ganja, dan timbangan digital," kata kapolres, Senin (6/10/2025). </p>
<p>Henri menyebut, pengungkapan kasus narkotika ini tidak berhenti pada penangkapan tersangka. Tetapi terus dikembangkan untuk membongkar jaringan hingga ke pemasok. </p>
<p>Ada seorang DPO di wilayah Tanjunganom yang diduga kuat menjadi pemasok utama.</p>
<p>"Kami melakukan pengembangan untuk memburu bandar besar yang saat ini masih dalam pengejaran," sebutnya. </p>
<p>Kasat Resnarkoba Polres Nganjuk Iptu Sugiarto, melalui petugas Opsnal Iptu Mahmud satriawan menjelaskan, kedua tersangka ditangkap di waktu dan lokasi berbeda, berdasarkan laporan masyarakat yang curiga terhadap aktivitas mencurigakan di sekitar tempat tinggal mereka.</p>
<p>“Dari hasil pemeriksaan, sabu milik MR didapat dari seseorang berinisial E yang kini masih DPO, sementara MF mengaku mendapat sabu untuk diedarkan di wilayah Tanjunganom. Keduanya kini ditahan untuk proses hukum lebih lanjut,” ungkap Iptu Sugiarto.</p>
<p>Selain menangkap pelaku, polisi juga terus mengembangkan jaringan peredaran yang menghubungkan antarwilayah, termasuk Kabupaten Kediri dan Jombang.</p>
<p>Atas perbuatannya, kedua tersangka dijerat UU RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dan UU RI nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan.</p>
<p>"Dengan ancaman maksimal seumur hidup," tutupnya. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor: Rizqi Ardian </strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Target PAD Terancam, 18 Penyedia Internet di Nganjuk Belum Penuhi Kewajiban OSS</title>
<link>https://suarajatimpost.com/target-pad-terancam-18-penyedia-internet-di-nganjuk-belum-penuhi-kewajiban-oss</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/target-pad-terancam-18-penyedia-internet-di-nganjuk-belum-penuhi-kewajiban-oss</guid>
<description><![CDATA[ DPMPTSP telah berupaya maksimal dengan memberikan sosialisasi intensif dan mengirimkan surat peringatan bertubi-tubi kepada para provider terkait. Namun, hingga detik ini, belum ada respons positif yang signifikan dari sebagian besar provider tersebut. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202510/image_870x580_68e3c9d4a6ddb.webp" length="15834" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 06 Oct 2025 21:22:25 +0700</pubDate>
<dc:creator>Kuswanto</dc:creator>
<media:keywords>18 penyedia layanan, Provider, ilegal, PAD Nganjuk, Plt Kadinas DPMSTP Samsul Huda, OSS, Nganjuk</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>NGANJUK, SJP –</strong> Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Nganjuk, Samsul Huda, baru-baru ini menyampaikan kabar kurang sedap, tentang adanya 18 penyedia layanan internet (provider) di wilayahnya masih "bandel" dan belum menyerahkan Online Single Submission (OSS) yang menjadi syarat mutlak untuk memenuhi target PAD.  </p>
<p>"Kami sangat menyayangkan masih ada provider yang belum memenuhi kewajibannya. OSS ini penting sebagai dasar perhitungan retribusi dan kontribusi mereka terhadap PAD Nganjuk," ujar Samsul Huda saat ditemui di ruang kerjanya, Senin (6/10/2025). </p>
<p>Menurutnya, DPMPTSP telah berupaya maksimal dengan memberikan sosialisasi intensif dan mengirimkan surat peringatan bertubi-tubi kepada para provider terkait. Namun, hingga detik ini, belum ada respons positif yang signifikan dari sebagian besar provider tersebut.</p>
<p>"Segera penuhi persyaratan dasar dari OSS yang disyaratkan, setelah itu kita lakukan persetujuan perizinan, Kami akan terus melakukan pendekatan persuasif dengan mengedepankan dialog. Namun, jika tidak ada itikad baik untuk bekerja sama, kami tidak segan memberikan sanksi tegas sesuai dengan peraturan yang berlaku," tegasnya. </p>
<p>Samsul Huda menambahkan bahwa keterlambatan penyerahan OSS ini bukan masalah sepele, melainkan dapat berdampak signifikan terhadap pencapaian target PAD Nganjuk tahun ini. PAD dari sektor telekomunikasi, yang diharapkan menjadi salah satu sumber pendapatan potensial, kini terancam melayang.</p>
<p>"Kami sangat berharap para provider segera membuka mata dan menyadari betapa pentingnya OSS ini. Ini bukan hanya soal kewajiban, tapi juga soal kontribusi nyata demi kemajuan Nganjuk," ucapnya</p>
<p>Disinggung sanksi yang diberikan, Samsul Huda mengatakan, kalau sanksi itu ranahnya penegakkan perda, dan itu domainnya Satpol PP untuk penegakkan perda.</p>
<p>"Kami nanti koordinasi sama Satpol PP kalau dirasa bandel, karena itu bukan domain kami," singkatnya.</p>
<p>Sebelumnya, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Nganjuk mencatat pemasukan dari retribusi pengelolaan kabel optik yang masuk ke kas daerah hingga tahun 2025 sudah mencapai Rp718 juta. Angka ini disampaikan langsung oleh Penata Ruang Ahli Muda PUPR, Ervin Eko, Kamis (18/9/2025).</p>
<p>Menurut Ervin, capaian tersebut telah melampaui target Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang ditetapkan sebesar Rp500 juta per tahun.</p>
<p>"Target awal yang kami tetapkan sebesar Rp500 juta per tahun. Meskipun Perda retribusi belum ditetapkan dalam meningkatkan PAD, kami mau nagih ya belum maksimal," ujarnya.</p>
<p>Namun, dirinya mengungkapkan, dari hasil survei pada tahun 2024, dari 29 provider jaringan fiber optik, hingga saat ini hanya 18 provider yang terdata di PUPR. Dari jumlah tersebut, masih banyak yang pembayaran retribusinya jatuh tempo.</p>
<p>"Dalam PAD target Rp500 juta per tahun dari sektor pajak sudah terlampaui, namun pembayaran dari beberapa provider ada yang jatuh tempo," jelasnya. <strong>(ADV)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Sosok Raden Fayaqun, Bangsawan di Nganjuk yang Dicintai Rakyat dan Berani Menentang Jepang</title>
<link>https://suarajatimpost.com/sosok-raden-fayaqun-bangsawan-di-nganjuk-yang-dicintai-rakyat-dan-berani-menentang-jepang</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/sosok-raden-fayaqun-bangsawan-di-nganjuk-yang-dicintai-rakyat-dan-berani-menentang-jepang</guid>
<description><![CDATA[ Sebagai patih yang mendampingi Adipati Raden Tumenggung Prawiriwidjojo, Raden Fayaqun tidak hanya dihormati karena jabatannya, tetapi juga dicintai karena ketulusannya dalam melayani rakyat. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202510/image_870x580_68e2526b9193d.webp" length="10584" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sun, 05 Oct 2025 18:32:56 +0700</pubDate>
<dc:creator>Kuswanto</dc:creator>
<media:keywords>Sejarah Nganjuk, arsip sejarah, Raden Fayaqun, Patih, Era Jepang, Pejabat merakyat, dicintai rakyat, Nganjuk</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>NGANJUK, SJP</strong> - Raden Fayaqun, nama yang tak lekang dari ingatan masyarakat Nganjuk, adalah sosok pejabat yang dikenal karena integritas, pengabdian, dan keberaniannya dalam menghadapi penjajahan. Sebagai patih yang mendampingi Adipati Raden Tumenggung Prawiriwidjojo, Raden Fayaqun tidak hanya dihormati karena jabatannya, tetapi juga dicintai karena ketulusannya dalam melayani rakyat. </p>
<p>Ia tercatat dalam sejarah sebagai salah satu tokoh yang berani menentang masuknya Jepang ke Nganjuk pada tahun 1942. Tercatat bahwa Raden Fayaqun menolak praktik korupsi dalam proyek pembangunan irigasi yang seharusnya meningkatkan kesejahteraan petani (Referensi: "Memorie van Overgave Raden Tumenggung Prawiriwidjojo, 1930", Arsip Nasional Republik Indonesia).</p>
<p>"Beliau, Raden Fayaqun sosok pemimpin yang benar-benar mengerti kebutuhan rakyat," ujar Mbah Sastro, seorang tokoh masyarakat Nganjuk yang tumbuh besar dengan cerita-cerita tentang Raden Fayaqun.</p>
<p>Sebagai tokoh pejabat di eranya, Raden Fayaqun juga seorang ulama di kalangan para pejabat Pemerintahan Nganjuk. Semasa hidupnya, ia senang membantu masyarakat dan bergaul dengan rakyatnya. </p>
<p>"Semoga kepemimpinanya bisa di tiru para pejabat Nganjuk, Namun Raden Fayaqun tidak mau memimpin atau menjabat patih masa jepang, karena beliau tidak mau menjadi pejabat yang mengikuti jejak penjajah," sambung Mbah Sastro</p>
<p>Hingga ahir perjuangannya membatu masyarakat yang tertindas oleh penjajah. "Itulah contoh pejabat yang dekat dengan rakyatnya dan di sukai," tambah Mbah Sastro</p>
<p>Raden Fayaqun adalah contoh nyata seorang pemimpin yang tidak hanya dihormati karena jabatannya, tetapi juga dicintai karena ketulusannya. Keberaniannya menentang penjajah menjadi bukti bahwa ia adalah seorang patriot sejati. Nama Raden Fayaqun akan terus dikenang sebagai salah satu pahlawan Nganjuk yang berjuang demi kepentingan rakyat dan bangsa (*)</p>
<p></p>
<p>Terpisah, Pemerhati sejarah Nganjuk Aris Trio Effendi saat ditemui dirumahnya Desa Ngetos memberikan catatan hasil penelitiannya yang mendalam tentang Raden Fayaqun. Penelitian ini didasarkan pada berbagai sumber sejarah, termasuk arsip-arsip pemerintahan kolonial</p>
<p> </p>
<p>"Raden Fayaqun adalah sosok yang luar biasa. Beliau tidak hanya seorang pejabat yang cakap, tetapi juga seorang pejuang yang gigih, dan dicintai masyarakat Nganjuk" ujar Aris, Minggu (5/10/2025)</p>
<p> </p>
<p>Menurut Aris, Salah satu bukti yang dipaparkan adalah surat-surat Raden Fayaqun keberaniannya menentang Jepang yang dianggap kebijakan-kebijakan yang merugikan masyarakat Nganjuk.</p>
<p>"Raden fayaqun masih keturunan dari raja majapahit hinga para ulama besar yang di makamkan di makam botoputih surabaya (*)</p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Sate Kenul, Kuliner Legendaris Khas Nganjuk yang Digandrungi Wisatawan</title>
<link>https://suarajatimpost.com/sate-kenul-kuliner-legendaris-khas-nganjuk-yang-digandrungi-wisatawan</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/sate-kenul-kuliner-legendaris-khas-nganjuk-yang-digandrungi-wisatawan</guid>
<description><![CDATA[  ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202510/image_870x580_68e0f5e3618bd.webp" length="49148" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sun, 05 Oct 2025 15:27:53 +0700</pubDate>
<dc:creator>Kuswanto</dc:creator>
<media:keywords>Kuliner, Sate kenul, khas masakan Nganjuk, warung mak ni, Desa Lumpangkuwik, Jatikalen, Nganjuk</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>NGANJUK, SJP</strong> - Sate Kenul adalah kuliner khas Nganjuk yang sangat diminati. Dipadukan dengan nasi Usik sebagai pelengkap yang sempurna, sate Kenul menjanjikan kelezatan cita rasa khas yang akan dikenang oleh penikmatnya. Berbeda dengan sate lainnya, sate Kenul menyajikan kekhasan dengan campuran parutan kelapa dan bumbu khusus. </p>
<p>Salah satu warung sate Kenul yang kondang adalah milik Mak Ni. Letaknya bersebelahan dengan balai desa Lumpangkuwik, Kecamatan Jatikalen, Nganjuk. Warung Sate Kenil sendiri sudah berdiri sejak tahun 1993 dan menjadi salah satu ikon kuliner di Nganjuk. Setiap harinya, warung ini selalu ramai dikunjungi oleh para pecinta sate, baik warga lokal maupun wisatawan dari luar kota. "<em>Alhamdulillah</em>, setiap hari selalu ramai. Banyak yang datang untuk menikmati sate Kenul kami," kata Mak Ni dengan bangga.</p>
<p>Gendro, pelanggan setia Warung Sate Kenil mengaku sangat menyukai sate Kenul di warung ini. Sate ini memiliki cita rasa yang unik dan berbeda dari sate lainnya. Resepnya sudah turun temurun.  Bumbunya khas, rasa yang kuat dengan rempah-rempah pilihan. Cita rasa asam dan pedasnya meninggalkan jejak kelezatan di lidah. "Saya sudah langganan di sini sejak lama. Satenya enak, bumbunya meresap, dan dagingnya empuk," ujarnya.</p>
<p>Harga di warung ini juga sangat terjangkau. Hanya dengan Rp 20.000,  sudah bisa menikmati sate Kenul lengkap dengan sayur usik. Dengan keunikan rasanya, sate Kenul menjanjikan rasa yang wajib dicicipi oleh wisatawan, saat melintas di kota angin ini. (*)</p>
<p><strong>Editor:</strong> Danu S</p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Misteri Arca Dwarapala di Lereng Gunung Wilis: Jejak Sunyi Masa Majapahit di Nganjuk</title>
<link>https://suarajatimpost.com/misteri-arca-dwarapala-di-lereng-gunung-wilis-jejak-sunyi-masa-majapahit-di-nganjuk</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/misteri-arca-dwarapala-di-lereng-gunung-wilis-jejak-sunyi-masa-majapahit-di-nganjuk</guid>
<description><![CDATA[ Arca Dwarapala yang ditemukan di kawasan hutan itu diyakini dulunya merupakan bagian dari tempat peribadatan sekaligus lokasi bertapa. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202510/image_870x580_68e0eed9cc73c.webp" length="38802" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sat, 04 Oct 2025 17:02:35 +0700</pubDate>
<dc:creator>Kuswanto</dc:creator>
<media:keywords>Situs, arca Dwarapala, ditemukan dilereng gunung wilis, penemuan sejarah, hindu shiwa, era Majapahit, Nganjuk</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>NGANJUK, SJP –</strong> Kabut tipis yang turun di lereng Gunung Wilis seolah menyimpan kisah masa silam yang belum seluruhnya terungkap.</p>
<p>Di balik rimbun pepohonan hutan KPH Kediri, tepatnya di Desa Bajulan, Nganjuk, ditemukan sebuah arca kuno yang diyakini sebagai peninggalan kerajaan besar masa lalu.</p>
<p>Arca itu dikenal sebagai Dwarapala, penjaga suci gerbang candi di era kejayaan Majapahit.</p>
<p>Selama ini, Gunung Wilis memang kerap disebut-sebut menyimpan banyak peninggalan bersejarah, terutama dari masa kerajaan.</p>
<p>Namun, keberadaan situs-situs kuno itu belum banyak terpublikasi dan masih menyisakan misteri yang menggoda para peneliti dan pecinta sejarah.</p>
<p>Arca Dwarapala yang ditemukan di kawasan hutan itu diyakini dulunya merupakan bagian dari tempat peribadatan sekaligus lokasi bertapa.</p>
<p>Sayangnya, sebagian bangunan suci di sekitarnya telah rusak dimakan usia. Bahkan, ada pula yang sengaja dirusak oleh oknum pencari harta karun.</p>
<p>Temuan berharga ini pertama kali diketahui oleh Alex, seorang juru pelihara candi yang setiap hari merawat kawasan bersejarah di Desa Bajulan.</p>
<p>Saat membersihkan area sekitar, ia tak sengaja menemukan arca batu andesit tersebut.</p>
<p>"Saat bersih-bersih, tidak sengaja menemukan arca Dwarapala, karena lokasinya jauh dan ekstrim," kata Alex, Sabtu (4/10/2025).</p>
<p>Alex menuturkan, di sekitar Gunung Wilis sebenarnya masih banyak bangunan suci lain yang belum tereksplorasi. Namun, medan menuju lokasi yang cukup ekstrem membuatnya sulit dijangkau.</p>
<p>Sementara itu, pemerhati sejarah Nganjuk, Aris Trio Effendi, meyakini Gunung Wilis memiliki keterkaitan erat dengan Kerajaan Kadiri.</p>
<p>Meski pusat pemerintahan kerajaan itu diyakini berada di timur Sungai Brantas, lereng Wilis digunakan untuk kegiatan spiritual seperti pemujaan dan pertapaan.</p>
<p>“Pada zaman Kerajaan, Gunung Wilis dulu dikenal untuk tempat ritual,” terang pria yang karib disapa Aris itu.</p>
<p>Ia menambahkan, kepercayaan masyarakat Jawa kuno terhadap gunung sebagai tempat suci membuat kawasan seperti Wilis menjadi pusat kegiatan spiritual.</p>
<p>"Selain banyak ditemukan peninggalan sejarah di era kerajaan, Gunung Wilis ini masuk salah satu gunung yang dianggap suci," ungkapnya.</p>
<p>Kini, di tengah keheningan hutan dan sejuknya udara pegunungan, arca Dwarapala itu berdiri bisu, menjadi saksi bisu perjalanan panjang peradaban masa lalu.</p>
<p>Penemuan ini seolah mengingatkan, bahwa sejarah bukan sekadar catatan di buku, melainkan juga jejak yang masih bernafas di tanah yang kita pijak. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor: Rizqi Ardian </strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Mendag Blusukan ke Pasar Wage Nganjuk, Dorong KDMP Jadi Motor Penggerak Ekonomi Desa</title>
<link>https://suarajatimpost.com/mendag-blusukan-ke-pasar-wage-nganjuk-dorong-kdmp-jadi-motor-penggerak-ekonomi-desa</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/mendag-blusukan-ke-pasar-wage-nganjuk-dorong-kdmp-jadi-motor-penggerak-ekonomi-desa</guid>
<description><![CDATA[ Program koperasi ini bisa menjadi salah satu solusi untuk memperkuat ketahanan ekonomi masyarakat. Namun membutuhkan dukungan penuh dari Kementerian Perdagangan (Kemendag) yang juga mendukung penuh program Presiden Prabowo Subianto. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202510/image_870x580_68df633f61a16.webp" length="49000" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Fri, 03 Oct 2025 13:52:47 +0700</pubDate>
<dc:creator>Kuswanto</dc:creator>
<media:keywords>Menteri Perdagangan RI Budi Santoso, blusukan, sidak ke pasar wage, umkm, KDMP Sukomoro, pruduksi lokal, Bupati Nganjuk dan Wakil, Dinas Provinsi, Komisi VI RI, Nganjuk</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>NGANJUK, SJP – </strong>Menteri Perdagangan, Budi Santoso, hari ini melakukan kunjungan kerjanya ke Kabupaten Nganjuk dengan melakukan inspeksi mendadak (sidak) harga kebutuhan pokok di Pasar Wage, Jumat (3/10/2025).</p>
<p>Kunjungan ini juga membawa agenda penting lainnya yang berfokus pada tiga poin utama untuk mendongkrak perekonomian daerah.</p>
<p>Dalam kesempatan itu, Menteri Budi Santoso juga melakukan kunjungannya ke koperasi desa merah putih (KDMP) di Sukomoro yang menjadi motor penggerak ekonomi rakyat di desa. </p>
<p>Menurutnya, program koperasi ini bisa menjadi salah satu solusi untuk memperkuat ketahanan ekonomi masyarakat. Namun membutuhkan dukungan penuh dari Kementerian Perdagangan (Kemendag) yang juga mendukung penuh program Presiden Prabowo Subianto.</p>
<p>"Kami mendukung pendirian koperasi merah putih di Sukomoro. Kami juga akan terus memantau dan memudahkan ketersediaan pasokan masuk ke ritel, serta produsen besar bisa masuk ke KDMP," ujar Budi saat berdialog dengan para pedagang bawang merah.</p>
<p>Keberadaan KDMP, baginya, seharusnya tidak hanya menjadi program simbolis. Dengan arah dan tujuan yang jelas, ia ingin koperasi desa bisa meningkatkan putaran ekonomi masyarakat, terutama di sektor pangan dan kebutuhan pokok.</p>
<p>Menurut Menteri Budi Santoso, kunjungan ini penting dilakukan guna memastikan seluruh elemen koperasi benar-benar siap memberikan pelayanan optimal kepada masyarakat, seperti halnya pemasok gula dan minyak sesuai harga HET yang berlaku.</p>
<p>Lanjut Budi, seperti halnya gula bisa memasok ke toko - toko yang lain, tetapi toko lainnya bisa menjual sesuai HET. Misalkan harga gula Rp17.500 per Kg, kalau dijual disini (KDMP) bisa Rp17 ribu per Kg, kalau dijual di toko lain bisa Rp17.500 dan sesuai HET.</p>
<p>Yang kedua, menjual produk minyakita nanti akan didistribusikan melalui BUMN pangan, dan Bulog serta ID FOOD<em>.</em> Kata Budi, Bulog dan ID FOOD ini yang akan masuk ke KDMP sehingga pasokan minyakita lebih mudah dan terjamin.</p>
<p>“Harapannya, pasokan yang nanti didistribusikan di daerah-daerah, harga sesuai HET dan lancar," kata Menteri Perdagangan saat jumpa pers di Sukomoro.</p>
<p>Ia juga menegaskan, bahwa koperasi bukan sekadar badan usaha, melainkan menjadi alat perjuangan ekonomi rakyat yang merata hingga ke pelosok desa. Program ini, menurutnya, menjadi momentum penting bagi kebangkitan koperasi dan ekonomi kerakyatan di Indonesia.</p>
<p>Sementara itu, Bupati Nganjuk Marhaen Djumadi, menyampaikan banyak terima kasih kepada Menteri Perdagangan RI Budi Santoso yang datang ke Nganjuk. Dirinya juga menyatakan jika 284 KDMP di wilayahnya telah siap beroperasi dan jaringan di KDMP sudah tertata.</p>
<p>“Seratus persen, koperasi merah putih di 284 di Nganjuk sudah siap. Jadi jangan khawatir, jaringan kita sudah luas, kalau kesulitan distribusi, silakan ambil di KDMP Sukomoro,” tegas Marhaen.</p>
<p>Ia juga menyampaikan bahwa salah satu KDMP Sukomoro dijadikan <em>pilot project</em> dan menjadi KDMP yang pertama kali diresmikan di Kabupaten Nganjuk.</p>
<p>“Kami berharap, KDMP yang awal kita resmikan menjadi salah satu <em>pilot project</em> untuk mendukung ketahanan pangan daerah, sehinga tanggal 10 bisa <em>go</em> semuanya” jelasnya.</p>
<p>Saat disinggung dari 284 KDMP se Nganjuk apa ada yang belum terverifikasi, Marhaen mengatakan, ada 50 KDMP yang sudah terverifikasi, terkait izinnya, semuanya sudah berizin. Namun, Bupati menyarankan biar Wakil Bupati yang menyampaikan terkait hasil ahir.</p>
<p>Sementara itu, Wakil Bupati Nganjuk, Tri handy mengatakan, di KDMP Sukomoro tersedia beras, elpiji, minyak, gula dan menjadi percontohan dari 284 desa yang ada di Nganjuk.</p>
<p>"Untuk harga relatif baik, mulai dari Pasar Wage yang kita cek di lokasi dan semuanya juga di bawah harga HET," beber Wabup. <strong>(ADV)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Kemiskinan di Nganjuk Turun Jadi 10 Persen di Era Bupati Marhaen</title>
<link>https://suarajatimpost.com/kemiskinan-di-nganjuk-turun-jadi-10-persen-di-era-bupati-marhaen</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/kemiskinan-di-nganjuk-turun-jadi-10-persen-di-era-bupati-marhaen</guid>
<description><![CDATA[ Menurut Bupati Marhaen, ia menyampaikan rasa syukur dan apresiasi atas kerja keras semua pihak dalam upaya pengentasan kemiskinan. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202510/image_870x580_68de69ea647d9.webp" length="49804" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 02 Oct 2025 21:45:27 +0700</pubDate>
<dc:creator>Kuswanto</dc:creator>
<media:keywords>Bupati Marhaen Djumadi, angka kemiskinan, orang miskin, penurunan 10 persen, penerima bantuan, Nganjuk</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>NGANJUK, SJP – </strong>Pasca pemberitaan di media online Suarajatimpost dengan judul "Bupati Nganjuk Salurkan Bantuan Rp20 Juta Kepada Warga Desa Kampungbaru" ada kabar menggembirakan datang dari Nganjuk. Di mana, Marhaen Djumadi mengumumkan keberhasilan menekan angka kemiskinan hingga 10 persen.<strong> </strong></p>
<p>Menurut Bupati Nganjuk yang karib disapa Kang Marhaen ini, dirinya sangat bersyukur dan mengapresiasi kerja keras semua pihak dalam upaya pengentasan kemiskinan.</p>
<p>"Penurunan angka kemiskinan ini adalah buah dari sinergi pemerintah daerah bersama beberapa elemen, dan kami terus monitoring pada masyarakat yang memang membutuhkan bantuan," ujarnya, Kamis (2/10/2025).</p>
<p>Bupati Nganjuk menjelaskan, kemiskinan di Nganjuk menurun, prosentase 10 persen. Sebelumnya angkanya di kisaran 11 hingga 13 persen.</p>
<p>"Kemiskinan di Nganjuk menurun, jika dibandingkan tahun lalu. Saat ini di angka 10 persen," tambahnya. </p>
<p>Meski demikian, Bupati Marhaen menegaskan bahwa pengentasan kemiskinan tetap menjadi prioritas utama. Ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus bekerja sama dalam program pembangunan. </p>
<p>"Pemerintah Kabupaten Nganjuk menargetkan penurunan angka kemiskinan yang lebih signifikan di tahun-tahun mendatang," pungkasnya. <strong>(**)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>DPD Gelora Nganjuk Gagas Gerakkan Penanaman Sejuta Pohon</title>
<link>https://suarajatimpost.com/dpd-gelora-nganjuk-gagas-gerakkan-penanaman-sejuta-pohon</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/dpd-gelora-nganjuk-gagas-gerakkan-penanaman-sejuta-pohon</guid>
<description><![CDATA[ Aksi ini menjadi jawaban atas tantangan lahan kering yang menghantui kawasan hutan, perkotaan, hingga pekarangan terbengkalai di seluruh Nganjuk ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202510/image_870x580_68de6510861c7.webp" length="65124" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 02 Oct 2025 19:17:14 +0700</pubDate>
<dc:creator>Kuswanto</dc:creator>
<media:keywords>Tanam sejuta pohon, DPD Gelora, penanaman pohon, lingkungan hidup, hutan, Nganjuk</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>NGANJUK, SJP - </strong>Di tengah semangat menjaga bumi, Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Gelora Nganjuk meluncurkan program ambisius, penanaman sejuta pohon. Aksi ini menjadi jawaban atas tantangan lahan kering yang menghantui kawasan hutan, perkotaan, hingga pekarangan terbengkalai di seluruh Nganjuk.</p>
<p>Inisiatif ini bukan sekadar menanam pohon. Lebih dari itu, program ini bertujuan untuk memperbaiki kualitas lingkungan hidup, menekan dampak perubahan iklim, serta menciptakan lingkungan yang lebih asri dan produktif bagi masyarakat Nganjuk. </p>
<p>Pasalnya, DPD Gelora Nganjuk juga ingin meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga kelestarian alam.</p>
<p>Ketua DPD Gelora Nganjuk, Setyawan Dhanny, menegaskan bahwa program ini adalah wujud nyata kepedulian partainya terhadap isu lingkungan.</p>
<p>"Kami melihat potensi besar lahan-lahan yang kurang produktif untuk dihijaukan. Melalui program ini, kami ingin memberikan kontribusi positif bagi Kabupaten Nganjuk," ujarnya, Kamis (2/10/2025).</p>
<p>Tak hanya menanam, kata pria yang akrab disapa Danny ini, program tersebut juga mencakup perawatan pohon secara berkala untuk memastikan pertumbuhan yang optimal.</p>
<p>"Kami juga menggandeng berbagai pihak, seperti pemerintah daerah, dinas terkait, dan organisasi lingkungan, untuk mendukung keberhasilan program ini," ungkap Danny.</p>
<p>Sementara itu, Purwanto atau populer dipanggil Pakde Itok menjelaskan, Dengan adanya program penanaman sejuta pohon ini, diharapkan Kabupaten Nganjuk dapat menjadi lebih hijau, sejuk, dan nyaman untuk ditinggali. </p>
<p>"Inisiatif ini diharapkan dapat menginspirasi daerah lain untuk melakukan hal serupa demi menjaga kelestarian lingkungan hidup," tegas Pakde Itok sekaligus ketua Perbakin dan NGAJIRO (Nganjuk Jeep Off Road).</p>
<p>Menurut Pakde Itok, yang juga menjabat sebagai bendahara Partai Gelora ini mengatakan, lahirnya inisiatif ini menurut pengakuannya berawal dari sering <em>sobo alas </em>menyalurkan hobi <em>Off Road</em>.</p>
<p>”Dari situ saya bisa melihat langsung kondisi hutan saat ini. Gersang tandus dan panas karena ilegal logging. Kalau tidak segera direboisasi kasihan anak cucu kita,” ucap Pakde Itok.</p>
<p>Masih bersama Pakde Itok, pihaknya ingin mengembalikan ekosistem alam agar hijau dan lestari. Untuk mewujudkan program ini DPD Partai Gelora akan menggandeng stakeholder yang ada di Kabupaten Nganjuk.</p>
<p>"Kita bersama sama membangkitkan kesadaran mencintai alam agar terhindar dari global warming,” tutupnya. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Dok! DPRD dan Pemkab Nganjuk Sahkan Dua Raperda dalam Rapat Paripurna</title>
<link>https://suarajatimpost.com/dok-dprd-dan-pemkab-nganjuk-sahkan-dua-raperda-dalam-rapat-paripurna</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/dok-dprd-dan-pemkab-nganjuk-sahkan-dua-raperda-dalam-rapat-paripurna</guid>
<description><![CDATA[ Rapat tersebut dihadiri oleh seluruh anggota DPRD, jajaran Pemerintah Kabupaten Nganjuk, Dalam agenda rapat, Badan Anggaran DPRD menyampaikan laporan terkait Raperda Pertanggungjawaban APBD Tahun Anggaran 2025 ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202510/image_870x580_68ddc783377fa.webp" length="79894" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 02 Oct 2025 07:34:39 +0700</pubDate>
<dc:creator>Kuswanto</dc:creator>
<media:keywords>Paripurna DPRD, DPRD, Pemkab Nganjuk, Dua Raperda disahkan, Bupati Nganjuk, Nganjuk</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>NGANJUK, SJP - </strong>Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Nganjuk bersama Bupati Nganjuk telah mengesahkan dua Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) strategis dalam Rapat Paripurna yang digelar di Gedung DPRD Kabupaten Nganjuk, Rabu (1/10/2025) di Ruang Rapat Paripurna DPRD setempat.</p>
<p>Rapat tersebut dihadiri oleh seluruh anggota DPRD, jajaran Pemerintah Kabupaten Nganjuk. Dalam agenda rapat, Badan Anggaran DPRD menyampaikan laporan terkait Raperda Pertanggungjawaban APBD Tahun Anggaran 2025. Selain itu, turut diserahkan serta dijelaskan Raperda tentang APBD Perubahan Tahun Anggaran 2025.</p>
<p>Adapun dua Raperda yang disahkan, yakni Raperda Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Kabupaten Nganjuk Tahun Anggaran 2025 beserta nota keuangan dan lampiran selengkapnya, serta Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Nganjuk Tahun 2025–2029.</p>
<p>Rapat paripurna tersebut juga dihadiri Ketua DPRD, Tatit Heru Tjahyono, Bupati Nganjuk, Marhen Djumadi, unsur Forkopimda, jajaran pejabat tinggi pratama, anggota DPRD, serta para undangan.</p>
<p>Ketua DPRD Kabupaten Nganjuk, Tatit Heru Tjahjono, menyampaikan, pengesahan kedua Raperda ini merupakan tonggak penting bagi pembangunan Kabupaten Nganjuk yang akan datang. </p>
<p>"RPJPD akan menjadi panduan arah pembangunan Nganjuk mendatang, sedangkan pertanggungjawaban APBD adalah bentuk transparansi dan akuntabilitas penggunaan anggaran publik,” ujar Tatit</p>
<p>Bupati Nganjuk, Marhaen Djumadi, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada seluruh anggota DPRD yang telah bekerja keras membahas dan menyetujui kedua Raperda tersebut. </p>
<p>"Kami berharap, dengan adanya payung hukum yang jelas, pembangunan di Nganjuk dapat berjalan lebih terarah, efektif, dan efisien," katanya.</p>
<p>Lebih lanjut, Bupati Marhaen menjelaskan bahwa RPJPD 2025 memuat visi, misi, dan arah pembangunan yang berkelanjutan, dengan fokus pada peningkatan kualitas sumber daya manusia, pembangunan infrastruktur, pengembangan ekonomi lokal, serta pelestarian lingkungan hidup. </p>
<p>“Saya pikir itu bagus. Semakin banyak rekomendasi, semakin kita bisa memotret diri. Ini akan menjadi bahan evaluasi untuk pelaksanaan program di tahun 2025. Maka rekomendasi ini akan saya kawal langsung,” ucap Bupati yang akrab disapa Kang Marhaen.</p>
<p>Dengan disahkannya dua Raperda tersebut, DPRD dan Pemerintah Kabupaten Nganjuk menegaskan sinergi mereka dalam membangun tata kelola pemerintahan yang lebih transparan, akuntabel, dan berorientasi pada kemajuan daerah secara berkelanjutan. <strong>(ADV)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Kapolres Nganjuk Pimpin Upacara Peringatan Hari Kesaktian Pancasila</title>
<link>https://suarajatimpost.com/kapolres-nganjuk-pimpin-upacara-peringatan-hari-kesaktian-pancasila</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/kapolres-nganjuk-pimpin-upacara-peringatan-hari-kesaktian-pancasila</guid>
<description><![CDATA[ Upacara tersebut diikuti oleh para Pejabat Utama (PJU) Polres Nganjuk, anggota serta Forkopimda Kabupaten Nganjuk dan undangan dari berbagai stakeholder ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202510/image_870x580_68dd27a47903e.webp" length="41190" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 01 Oct 2025 21:45:49 +0700</pubDate>
<dc:creator>Kuswanto</dc:creator>
<media:keywords>Upacara, pimpin, hari kesaktian Pancasila, Kapolres Nganjuk, alun alun Nganjuk, Nganjuk</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>NGANJUK, SJP -</strong> Kapolres Nganjuk AKBP Henri Noveri Santoso memimpin Upacara Peringatan Hari Kesaktian Pancasila Tahun 2025 di Alun-alun Nganjuk, Rabu (1/10/2025).</p>
<p>Upacara tersebut diikuti oleh para Pejabat Utama (PJU) Polres Nganjuk, anggota serta Forkopimda Kabupaten Nganjuk dan undangan dari berbagai stakeholder</p>
<p>AKBP Henri Noveri Santoso mengatakan bahwa peringatan Hari Kesaktian Pancasila mengingatkan Polri untuk tetap berpegang teguh pada nilai-nilai Pancasila dalam menjalankan tugas sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat serta penegak hukum.</p>
<p>“Pancasila adalah roh dan jiwa bangsa Indonesia. Bagi kami di Kepolisian, Pancasila menjadi kompas moral dalam menjaga keamanan, menegakkan hukum, serta memberikan perlindungan kepada masyarakat,” ujar AKBP Henri.</p>
<p>Kapolres menegaskan, semangat Pancasila juga mendorong seluruh personel Polres Nganjuk agar selalu profesional, humanis, dan berintegritas dalam setiap tugas, sehingga kepercayaan masyarakat terhadap Polri semakin meningkat.</p>
<p>Selain diikuti oleh Forkopimda, upacara ini juga dihadiri oleh TNI, ASN, pelajar, serta berbagai elemen masyarakat yang menampilkan semangat kebersamaan dalam menjaga nilai-nilai kebangsaan.</p>
<p>“Momentum Hari Kesaktian Pancasila harus kita jadikan pengingat, bahwa tugas menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat tidak bisa dilepaskan dari semangat persatuan dan pengabdian kepada bangsa dan negara,” pungkas Kapolres Nganjuk. </p>
<p>Tak lupa, Kapolres juga berpesan khusus kepada generasi muda sebagai penerus bangsa untuk menjaga semangat kebangsaan</p>
<p>“Generasi muda adalah harapan bangsa. Jangan mudah terpengaruh oleh paham yang bertentangan dengan ideologi Pancasila. Jadilah generasi yang kreatif, inovatif, dan berkarakter kebangsaan sehingga mampu membawa Indonesia semakin maju,” pungkas AKBP Henri. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor: Rizqi Ardian </strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Baznas Nganjuk Targetkan Bantu 40 Rumah Tidak Layak Huni pada Tahun 2025</title>
<link>https://suarajatimpost.com/baznas-nganjuk-targetkan-bantu-40-rumah-tidak-layak-huni-pada-tahun-2025</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/baznas-nganjuk-targetkan-bantu-40-rumah-tidak-layak-huni-pada-tahun-2025</guid>
<description><![CDATA[ Program ini akan didanai sepenuhnya dari dana Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS) yang berhasil dikumpulkan oleh Baznas. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202510/image_870x580_68dd23f19409f.webp" length="38324" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 01 Oct 2025 20:32:49 +0700</pubDate>
<dc:creator>Kuswanto</dc:creator>
<media:keywords>Bantuan rumah tak layak huni, Baznas, target 40 unit tahun 2025, anggara bersumber ZIS, Nganjuk</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>NGANJUK, SJP – </strong>Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Nganjuk menargetkan untuk membantu perbaikan 40 unit rumah tidak layak huni (RTLH) di wilayahnya pada tahun 2025. Program ini akan didanai sepenuhnya dari dana Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS) yang berhasil dikumpulkan oleh Baznas.</p>
<p>Ketua Baznas Kabupaten Nganjuk, Dr.H.Zainal Arifin, menyampaikan bahwa program bedah rumah ini merupakan salah satu prioritas utama Baznas dalam upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat. </p>
<p>"Kami mengandeng perangkat desa setempat dan kami jadikan panitia untuk mengevaluasi warga Nganjuk yang tinggal di rumah yang kondisinya kurang layak. Oleh karena itu, kami berkomitmen untuk membantu mereka memiliki tempat tinggal yang lebih sehat dan nyaman," ujarnya.</p>
<p>Menurut Zaenal Arifin, pihaknya menambahkan bahwa Baznas akan melakukan survei dan verifikasi secara cermat untuk memastikan bantuan tepat sasaran. Kriteria penerima bantuan akan disesuaikan dengan kondisi ekonomi dan tingkat kerusakan rumah. </p>
<p>"Kami akan memprioritaskan keluarga yang benar-benar membutuhkan dan memiliki keterbatasan ekonomi," jelasnya. Rabu (1/10/2025).</p>
<p>Disinggung anggaran dana tersebut untuk program ini, Kata Zaenal bersumber dari ZIS yang berhasil dikumpulkan dari masyarakat Nganjuk.</p>
<p>Sebenarnya target kami 47 unit di tahun 2025, tapi sudah melampaui batas, Baznas mengajak seluruh masyarakat untuk terus menyalurkan zakat, infak, dan sedekah melalui Baznas agar semakin banyak program-program sosial yang dapat direalisasikan.</p>
<p>"Kami berharap dengan adanya program ini, semakin banyak warga Nganjuk yang dapat merasakan manfaat dari dana ZIS. Alhamdulillah target kami sudah terlampaui," pungkas Zaenal Arifin. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor: Rizqi Ardian </strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Bupati Nganjuk Salurkan Bantuan Rp20 Juta Kepada Warga Desa Kampungbaru</title>
<link>https://suarajatimpost.com/bupati-nganjuk-salurkan-bantuan-rp20-juta-kepada-warga-desa-kampungbaru</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/bupati-nganjuk-salurkan-bantuan-rp20-juta-kepada-warga-desa-kampungbaru</guid>
<description><![CDATA[ Untuk CSR dari PT Irfai Berkah Sejahtera PT Irfai Berkah Sejahtera mengalokasikan bantuan sebesar Rp10 juta. Sedangkan dari Baznas mengalokasikan bantuan sebesar Rp10 juta, disamping itu dapat bantuan sembako. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202510/image_870x580_68dd1ccf625db.webp" length="53512" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 01 Oct 2025 20:02:17 +0700</pubDate>
<dc:creator>Kuswanto</dc:creator>
<media:keywords>Bedah rumah, RTLH, Bupati Nganjuk Marhaen Djumadi, penerima bedah rumah, Baznas, Dinas Perkim, CSR, warga kurang mampu, Desa Kampungbaru, Forkopincam, Nganjuk</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>NGANJUK, SJP - </strong>Senyum merekah di wajah para penerima manfaat saat Bupati Nganjuk Marhaen Djumadi didampingi Kepala Dinas Perkim dan Forpincam Tanjunganom secara simbolis menyerahkan bantuan dana dari Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) dan dana Corporate Social Responsibility (CSR) PT Irfai Berkah Sejahtera, di Dusun Takat RT 6 RW 8 Desa Kampungbaru Kecamatan Tanjunganom, Rabu (1/10/2025) sekira pukul 10.00 WIB.</p>
<p>Acara yang berlangsung, di Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) milik Mbah Karsi (85), warga Dusun Takat RT 6 RW 8 Desa Kampungbaru Kecamatan Tanjunganom. </p>
<p>Dalam acara tersebut diserahkan langsung kepada Mbah Karsi uang sebesar Rp 20 juta. Dari total bantuan tersebut bersumber dari dua anggaran.</p>
<p>Untuk CSR dari PT Irfai Berkah Sejahtera PT Irfai Berkah Sejahtera mengalokasikan bantuan sebesar Rp10 juta. Sedangkan dari Baznas mengalokasikan bantuan sebesar Rp10 juta, disamping itu dapat bantuan sembako.</p>
<p>Bupati Nganjuk Marhaen Djumadi saat konfrensi pers menyampaikan apresiasi kepada Baznas dan PT Irfai Berkah Sejahtera yang telah berkontribusi melalui program CSR.</p>
<p>"Sinergi antara pemerintah daerah, Baznas, dan sektor swasta sangat penting dalam upaya kita untuk menanggulangi masalah sosial dan ekonomi di Nganjuk," ujarnya.</p>
<p>Marhaen juga menambahkan bahwa bantuan ini merupakan wujud nyata dari kepedulian terhadap sesama dan diharapkan dapat memberikan dampak positif yang signifikan bagi para penerima manfaat. </p>
<p>"KamiI berharap agar bantuan yang diberikan dapat dimanfaatkan sebaik mungkin untuk keperluan yang produktif," kata Marhaen.</p>
<p>Sementara itu, Ketua Baznas Kabupaten Nganjuk, Dr H Zainal Arifin, mengatakan, pihaknya bekerja sama dengan Dinas Perkim dan PT Irfai Berkah Sejahtera ikut membantu bagi masyarakat kurang mampu untuk rumah tidak layak huni.</p>
<p>”Bantuan dari Baznas kita alokasikan sebesar Rp10 juta. Begitu juga dari CSR PT Irfai Berkah Sejahtera Rp10 juta. Jadi totalnya Rp20 juta. Hari ini secara simbolis akan diserahkan langsung oleh Bupati,” ungkapnya.</p>
<p>Terpisah, Kades Kampungbaru Susilo Dwi Prasetyo menjelaskan, pihaknya sangat mengapresiasi adanya bantuan warganya. Dikatakan Susilo, bedah rumah akan dimulai pada Minggu pertama bulan ini.</p>
<p>”Kami sampaikan terima kasih buat Pemkab Nganjuk beserta jajarannya, serta dari Baznas dan PT Irfai Berkah Sejahtera terjun langsung ke lokasi, dengan bantuan ini, minimal bisa memberikan manfaat bagi penerima,” imbuh Susilo.</p>
<p>Untuk diketahui, rumah tidak layak huni milik Mbah Karsi kondisinya memang sangat memprihatinkan. Rumah berukuran 6 x 4 meter yang sudah berumur puluhan tahun itu berdinding sulaman anyaman bambu (gedek, red) berlantai tanah liat.</p>
<p>Mirisnya lagi, di rumah reyot yang dihuni oleh empat anggota keluarga. Terdiri dari anak, menantu dan satu cucu tidak dilengkapi ruang tamu juga kamar tidur. <strong>(ADV)</strong></p>
<p><strong>Editor: Rizqi Ardian </strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>PPDI Nganjuk Masa Bakti 2025–2030 Resmi Dilantik</title>
<link>https://suarajatimpost.com/ppdi-nganjuk-masa-bakti-20252030-resmi-dilantik</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/ppdi-nganjuk-masa-bakti-20252030-resmi-dilantik</guid>
<description><![CDATA[ Pelantikan dipimpin langsung Ketua PPDI Jawa Timur, H. Sutoyo M. Muslih berlangsung khidmad ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202509/image_870x580_68dbe2ed8ef36.webp" length="56514" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Tue, 30 Sep 2025 22:31:31 +0700</pubDate>
<dc:creator>Kuswanto</dc:creator>
<media:keywords>Pelantikan PPDI, masa bakti 2025 - 2030, PPDI, perangkat desa, Bupati Nganjuk, Nganjuk</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>NGANJUK, SJP -</strong> Pelantikan pengurus Persatuan Perangkat Desa Indonesia (PPDI) Kabupaten Nganjuk masa bakti 2025–2030, digelar di Pendopo KRT Sosrokoesoemo, Selasa (30/9/2025).</p>
<p>Pelantikan tersebut dihadiri oleh Bupati Nganjuk Marhaen Djumadi, Wakil Bupati Nganjuk Trihandy Cahyo Saputro, jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Pelantikan dipimpin langsung Ketua PPDI Jawa Timur, H. Sutoyo M. Muslih dan berlangsung khidmat .</p>
<p>Dalam kesempatan itu, Sutoyo, memberikan apresiasi tinggi kepada PPDI Nganjuk yang dinilai menjadi barometer organisasi perangkat desa di Jawa Timur. </p>
<p>“Perangkat desa di Nganjuk aktif, rukun, dan mampu bersinergi dengan kepala desa. Inilah yang membuat Nganjuk sangat menonjol di mata PPDI Jawa Timur,” bebernya.</p>
<p>Menurut Sutoyo, ia menyinggung soal regulasi masa kerja perangkat desa hingga usia 65 tahun sebagaimana diatur dalam UU Nomor 5 Tahun 1979 dan Inmendagri Nomor 10 Tahun 1990.</p>
<p>Lanjut Sutiyo, terdapat sekitar 410 perangkat desa di Nganjuk yang tengah dalam proses pendataan untuk penerapan aturan tersebut.</p>
<p>“Kami berharap segera ada instruksi resmi dari Kemendagri agar hak-hak perangkat desa benar-benar ditegakkan,” tegasnya.</p>
<p>Terpisah, Soim Rohani, Ketua PPDI Kabupaten Nganjuk terpilih menegaskan fokus kepengurusannya antara lain mendorong percepatan penerbitan Peraturan Bupati, tentang atribut dan seragam perangkat desa serta program jangka panjang terkait kesejahteraan.</p>
<p>“Tegak lurus mendukung program bupati, sekaligus memastikan hak-hak perangkat desa terlindungi,” ucapnya</p>
<p>Dengan sinergitas tersebut, diharapkan desa-desa di Kabupaten Nganjuk semakin maju, aman, dan sejahtera, serta masyarakat merasakan kehadiran negara dalam kehidupan sehari-hari. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor: Rizqi Ardian </strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Penanganan ODGJ di Nganjuk Libatkan Polisi dan Dinsos</title>
<link>https://suarajatimpost.com/penanganan-odgj-di-nganjuk-libatkan-polisi-dan-dinsos</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/penanganan-odgj-di-nganjuk-libatkan-polisi-dan-dinsos</guid>
<description><![CDATA[ Warga yang menyandang ODGJ diberikan pendampingan sekaligus untuk dilakukan pengobatan ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202509/image_870x580_68dbdef50187c.webp" length="62056" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Tue, 30 Sep 2025 21:59:51 +0700</pubDate>
<dc:creator>Kuswanto</dc:creator>
<media:keywords>Gangguan jiwa, ODGJ, dijemput, Polres Nganjuk, Dinsos, Nganjuk</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>NGANJUK, SJP - </strong>Polres Nganjuk gandeng Dinas Sosial melakukan penjemputan Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ). Warga yang menyandang ODGJ diberikan pendampingan sekaligus untuk dilakukan pengobatan.</p>
<p>Kapolres Nganjuk AKBP Henri Noveri Santoso menyampaikan, salah seorang warga dengan gangguan ODGJ yakni MS (74) warga warga Desa Singkalanyar, Kecamatan Prambon. Pria 74 tahun dengan ganggan ODGJ itu dijemput untuk dirawat di RSUD Nganjuk.</p>
<p>"Ini merupakan bentuk sinergi lintas sektor dalam menjaga ketertiban dan keamanan masyarakat. Sekaligus memberikan penanganan yang lebih layak bagi ODGJ agar tidak menimbulkan keresahan di lingkungan sekitar," kata Henri, Selasa (30/9/2025).</p>
<p>Kapolres mengatakan, dampak sosial yang ditimbulkan ODGJ di masyarakat seringkali memunculkan rasa khawatir masyarakat.tterutama ketika kondisi pasien tidak stabil.</p>
<p>“Polres Nganjuk mendukung penuh langkah kolaborasi ini. Penanganan ODGJ bukan hanya soal kesehatan, tetapi juga upaya mencegah potensi gangguan kamtibmas, karena jika tidak tertangani, dapat menimbulkan keresahan bahkan risiko konflik sosial,” ujar Henri.</p>
<p>Kapolsek Prambon AKP Santoso menambahkan, kepedulian bersama dalam penanganan ODGJ menjadi kunci terciptanya lingkungan yang harmonis.</p>
<p>"Dengan adanya langkah cepat seperti ini, Kami berterima kasih kepada masyarakat, dan merasa lebih tenang dan potensi gangguan kamtibmas dapat ditekan," kata Santoso.</p>
<p>Lanjut Santoso, dalam pendampingan penjemputan dilakukan oleh Bhabinkamtibmas Brigpol Ilham Eko Cahyono. Pendampingan juga dari Babinsa dan perangkat dibantu Dinas Sosial, Satpol PP, serta pihak RSUD Nganjuk dalam proses evakuasi.</p>
<p>"Penanganan ODGJ di wilayah hukum Polres Nganjuk ini diharapkan dapat menjadi contoh kolaborasi yang berkelanjutan, sehingga tercipta situasi aman, damai, dan mendukung tercapainya kesejahteraan sosial di masyarakat," tandas Santoso. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor: Rizqi Ardian </strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Fraksi PKB Nganjuk Galang Donasi untuk Ponpes Al Khoziny Sidoarjo</title>
<link>https://suarajatimpost.com/fraksi-pkb-nganjuk-galang-donasi-untuk-ponpes-al-khoziny-sidoarjo</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/fraksi-pkb-nganjuk-galang-donasi-untuk-ponpes-al-khoziny-sidoarjo</guid>
<description><![CDATA[ Ketua Fraksi PKB DPRD Nganjuk Moch Mashuri menyatakan pihaknya telah menyerahkan donasi sebesar Rp1,5 juta x 9 total Rp 13,5 juta untuk meringankan beban pesantren ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202509/image_870x580_68db8bc2c400d.webp" length="26192" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Tue, 30 Sep 2025 16:58:47 +0700</pubDate>
<dc:creator>Kuswanto</dc:creator>
<media:keywords>Donasi, fraksi PKB, Pondok Pesantren (Ponpes) Al Khoziny, Fraksi PKB DPRD Nganjuk, Rp 1, 5 juta, Nganjuk</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>NGANJUK, SJP - </strong>Tragedi robohnya musala tiga lantai Pondok Pesantren (Ponpes) Al Khoziny, Buduran, Sidoarjo, Senin (29/9/2025), mengundang simpati dari berbagai kalangan.</p>
<p>Informasinya satu santri dilaporkan meninggal dunia dan puluhan lainnya luka-luka dalam peristiwa nahas itu. CCTV Kota</p>
<p>Merespons instruksi Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PKB Jawa Timur, Ketua Fraksi PKB DPRD Nganjuk Moch Mashuri menyatakan pihaknya telah menyerahkan donasi sebesar Rp1,5 juta x 9 total 13,5 juta untuk meringankan beban pesantren.</p>
<p>“Kami ikut prihatin atas tragedi robohnya musala Al Khoziny. Semoga ada hikmah yang luar biasa di balik peristiwa ini. Fraksi PKB Nganjuk merasa wajib hadir membantu karena pesantren adalah bagian dari PKB,” ujar Moch Mashuri, Selasa (30/9/2025) saat ditemui di ruangan Fraksi.</p>
<p>Instruksi bantuan ini sebelumnya datang dari Ketua Umum PKB, Muhaimin Iskandar atau Gus Imin, yang meminta seluruh kader turun langsung mendampingi santri dan pihak pesantren.</p>
<p>Gus Imin menekankan agar kebutuhan mendesak seperti logistik, tenaga medis, hingga dapur umum segera disiapkan di lokasi.</p>
<p>Ketua DPC PKB Nganjuk, H. Ulum Basthomi menambahkan, pesantren memiliki posisi istimewa dalam tubuh PKB. </p>
<p>“PKB lahir dari rahim pesantren. Maka musibah ini adalah duka bersama yang wajib kita tanggung bersama,” tegasnya.</p>
<p>Fraksi PKB Nganjuk memastikan gerakan solidaritas ini tak berhenti di angka Rp13,5 juta. Ulum Bustomi menegaskan pihaknya akan terus membuka ruang partisipasi bagi kader, simpatisan, maupun masyarakat yang ingin menyalurkan bantuan untuk Ponpes Al Khoziny. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor: Rizqi Ardian </strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Bupati Nganjuk Naikkan Insentif RT dan RW</title>
<link>https://suarajatimpost.com/bupati-nganjuk-naikkan-insentif-rt-dan-rw</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/bupati-nganjuk-naikkan-insentif-rt-dan-rw</guid>
<description><![CDATA[ Tambahan insentif ini akan mulai diberikan pada bulan Oktober, dengan nilai sebesar 50% dari Insentif sebelumnya ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202509/image_870x580_68da9d2b2b9e1.webp" length="49640" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 29 Sep 2025 22:30:31 +0700</pubDate>
<dc:creator>Kuswanto</dc:creator>
<media:keywords>Kenaikan intensif, RT dan RW, Dana BHPRD, Bupati Nganjuk, Naik 50 persen, Nganjuk</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>NGANJUK, SJP - </strong>Bupati Nganjuk, Kang Marhaen, resmi mengumumkan tambahan insentif bagi seluruh RT dan RW di Kabupaten Nganjuk.</p>
<p>Tambahan insentif ini akan mulai diberikan pada bulan Oktober, dengan nilai sebesar 50 persen dari insentif sebelumnya. Dana tambahan tersebut bersumber dari Dana BHPRD (Bagi Hasil Pajak dan Retribusi Daerah)</p>
<p>Kebijakan ini memiliki dasar hukum yang kuat melalui Keputusan Bupati Nganjuk Nomor 100.3.3.2/529/K/471.013/2025 tentang Perubahan atas Keputusan Bupati Nganjuk Nomor 100.3.3.2/450/K/471.013/2025 tentang Penetapan Persentase Bobot Penghitungan, Besaran Alokasi, dan Uraian Penggunaan Dana Bagian Hasil Pajak dan Retribusi Daerah kepada Pemerintah Desa Tahun Anggaran 2025.</p>
<p>Kang Marhaen menegaskan bahwa kebijakan ini merupakan wujud nyata komitmen pemerintah daerah dalam meningkatkan kesejahteraan kelembagaan desa dan kelurahan. </p>
<p>“Kenaikan insentif ini sesuai dengan Program Prioritas Bupati dan Wakil Bupati Nomor 15, yaitu Peningkatan ADD dan kesejahteraan kelembagaan desa atau kelurahan (RT, RW, BPD/LPM dan kader),” ujarnya. Senin (29/9/2025)</p>
<p>Ia berharap, dengan adanya tambahan insentif ini, kinerja RT dan RW sebagai ujung tombak pelayanan masyarakat semakin meningkat dan berdampak positif bagi pembangunan di tingkat desa maupun kelurahan. <strong>(ADV)</strong></p>
<p><strong>Editor: Rizqi Ardian </strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Warga Desa Tanjung Kertosono Nganjuk Keluhkan Bau Limbah Menyengat Selama Dua Bulan</title>
<link>https://suarajatimpost.com/warga-desa-tanjung-kertosono-nganjuk-keluhkan-bau-limbah-menyengat-selama-dua-bulan</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/warga-desa-tanjung-kertosono-nganjuk-keluhkan-bau-limbah-menyengat-selama-dua-bulan</guid>
<description><![CDATA[ Keluhan ini disampaikan langsung oleh Ketua Rukun Tetangga (RT) setempat bersama sejumlah warga yang terdampak ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202509/image_870x580_68da536d8c761.webp" length="26614" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 29 Sep 2025 17:41:42 +0700</pubDate>
<dc:creator>Kuswanto</dc:creator>
<media:keywords>Limbah pentol, keluhan warga, Ketua RT 20 Desa Tanjung, sidak DLH, Pemdes Desa Tanjung, pelaku usaha, Kertosono, Nganjuk</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p data-start="184" data-end="541"><strong data-start="184" data-end="200">NGANJUK, SJP</strong> – warga Desa Tanjung, Kecamatan Kertosono, Kabupaten Nganjuk, ternyata sejak dua bulan terakhir mengeluhkan bau limbah menyengat yang telah mengganggu aktivitas sehari-hari mereka. Keluhan ini disampaikan langsung oleh Ketua Rukun Tetangga (RT) setempat bersama sejumlah warga terdampak.</p>
<p data-start="543" data-end="711">Ketua RT 20 RW 1 Desa Tanjung, Sopingi (53), mengungkapkan bahwa bau tak sedap itu mulai tercium sejak dua bulan lalu dan semakin parah dalam beberapa pekan terakhir.</p>
<p data-start="713" data-end="873">"Sudah dua bulan ini kami hirup bau seperti ini setiap hari," ujar Sopingi dengan nada prihatin saat ditemui di lokasi sidak PT Pentol Oye, Senin (29/9/2025).</p>
<p data-start="875" data-end="1093">Hal senada disampaikan Afnan, warga Desa Tanjung. Menurutnya, sumber bau diduga berasal dari Sungai Apur yang lokasinya tidak jauh dari permukiman. Kondisi ini dirasakan semakin mengganggu, terutama di musim kemarau.</p>
<p data-start="1095" data-end="1224">"Harapan kami, kembali normal tidak berbau," keluh Afnan, salah satu warga yang rumahnya paling dekat dengan dugaan sumber bau.</p>
<p data-start="1226" data-end="1438">Sementara itu, Sekretaris Desa (Sekdes) Tanjung, Ibnu Mubarok, yang turut mendampingi jajaran pemerintah desa saat sidak, menjelaskan bahwa pihaknya sudah berupaya melakukan langkah mediasi bersama DLH Nganjuk.</p>
<p data-start="1440" data-end="1645">Kata Ibnu, permasalahan ini sudah berlangsung sejak dua bulan terakhir. Menurutnya, musim kemarau membuat debit air berkurang, sehingga limbah yang dibuang ke Sungai Apur menimbulkan bau lebih menyengat.</p>
<p data-start="1647" data-end="1803">"Awal bulan ini sudah dimediasi di Kantor Desa Tanjung, ditunggu beberapa minggu, tapi baunya masih menyengat," ucap Ibnu saat diwawancarai di lokasi. <strong>(*)</strong></p>
<p data-start="1647" data-end="1803"><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Disidak DLH Nganjuk, Usaha Pentol di Kertosono ternyata Tak Miliki IPAL</title>
<link>https://suarajatimpost.com/disidak-dlh-nganjuk-usaha-pentol-di-kertosono-ternyata-tak-miliki-ipal</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/disidak-dlh-nganjuk-usaha-pentol-di-kertosono-ternyata-tak-miliki-ipal</guid>
<description><![CDATA[ Ajaibnya, limbah yang sebelumnya tampak mengkhawatirkan itu berubah menjadi jernih saat petugas tiba di lokasi ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202509/image_870x580_68da457054d29.webp" length="35328" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 29 Sep 2025 16:59:47 +0700</pubDate>
<dc:creator>Kuswanto</dc:creator>
<media:keywords>Sidak, DLH Nganjuk, limbah pentol, PT Pentol Oye, pelaku usaha, bau busuk, Desa Tanjung, IPAL, Nganjuk</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>NGANJUK, SJP - </strong>Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Nganjuk melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke lokasi pengolahan pentol di Desa Tanjung Kecamatan Kertosono yang diduga menjadi sumber pencemaran limbah berbau dan berbusa.</p>
<p>Ajaibnya, limbah yang sebelumnya tampak mengkhawatirkan itu berubah menjadi jernih saat petugas tiba di lokasi.</p>
<p>Sidak ini merupakan tindaklanjut munculnya pemberitaan di suarajatimpost.com, pada Jumat (27/9/2025) berjudul "Bau Busuk Diduga Limbah Pengolahan Pentol Dikeluhkan Warga Kertosono".</p>
<p>Tim DLH yang dipimpin oleh Sutini, Pengawas Lingkungan Hidup, bergerak cepat untuk menindaklanjuti laporan tersebut.</p>
<p>"Kami menerima laporan dari masyarakat terkait adanya limbah berbusa yang mencemari lingkungan. Setelah kami telusuri, ternyata sumbernya berasal dari tempat pengolahan pentol ini," ujar Sutini saat ditemui di lokasi, Senin (29/9/2025).</p>
<p>Sutini menjelaskan, setelah diperiksa, usaha pentol tersebut tidak memiliki Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) yang memadai. </p>
<p>Hal ini menyebabkan limbah dari proses produksi pentol langsung dibuang ke lingkungan tanpa diolah terlebih dahulu.</p>
<p>"Kami sangat menyayangkan tindakan pengelola usaha pentol ini. Seharusnya, setiap usaha yang menghasilkan limbah wajib memiliki IPAL agar limbah yang dibuang tidak mencemari lingkungan," tegasnya.</p>
<p>Menurut Sutini, pihaknya masih melakukan pembinaan terhadap usaha kecil seperti ini, tidak serta merta divonis, karena masuk kriteria yang harus mendapat pembinaan.</p>
<p>"Terkait sidak kita harì ini, yakni ada dugaan limbah dari proses pencucian di PT Pentol Oye milik Adi Winarto, hari ini kita ditemani dari pihak Pemdes Desa Tanjung, dan Pemdes Kalianyar beserta warga untuk melakukan observasi di lokasi," ujarnya.</p>
<p>Saat sidak, Sutini menyebut jika debit airnya kecil, debit limbahnya juga kecil, dan tidak sedang produksi dengan alasan ada perbaikan listrik.</p>
<p>Di sana tim DLH juga melakukan observasi IPAL ke lokasi usaha. Namun setelah visualisasi, IPAL nya belum maksimal.</p>
<p>"Kami mengarahkan untuk pelaku usaha agar segera berkoordinasi dengan DLH, untuk merencanakan secara teknis pembuatan IPAL. Jadi, usaha ini tidak memiliki IPAL," tegasnya.</p>
<p>Disinggung untuk pengambilan sampling limbah pentol, Sutini mengatakan, dirinya sudah mempersiapkan, tapi karena airnya tidak berbusa, kami tidak jadi, karena hasilnya kurang valid.</p>
<p>"Melihat airnya jernih, ya kami balik kanan, nanti hasilnya kurang valid," kata Sutini.</p>
<p>Tapi DLH mendesak pemilik usaha untuk segera membuat IPAL, paling lambat 30 hari setelah sidak.</p>
<p>"Kami sampaikan segera koordinasi untuk pembuatan IPAL nya, kami beri waktu 30 hari mulai dari sekarang," paparnya.</p>
<p>Kejadian unik terjadi saat tim DLH tiba di lokasi. Limbah berbusa yang sebelumnya terlihat jelas, tiba-tiba berubah menjadi jernih.</p>
<p>Di lokasi juga banyak orang yang tengah asyik mancing. Kondisi ini sontak membuat petugas DLH dan warga sekitar terheran-heran.</p>
<p>"Kami juga kaget saat tiba di sini, limbah yang tadinya berbusa kok tiba-tiba jadi jernih. Ini seperti sulap saja," kata salah satu warga Desa Tanjung. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor: Rizqi Ardian </strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>7.309 murid SD dan 2.949 murid SMP se Nganjuk Terima Beasiswa Berprestasi dari Bupati</title>
<link>https://suarajatimpost.com/7309-murid-sd-dan-2949-murid-smp-se-nganjuk-terima-beasiswa-berprestasi-dari-bupati</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/7309-murid-sd-dan-2949-murid-smp-se-nganjuk-terima-beasiswa-berprestasi-dari-bupati</guid>
<description><![CDATA[ Tahun ini, sebanyak 7.309 murid SD dan 2.949 murid SMP menerima beasiswa berprestasi yang bersumber dari APBD Kabupaten Nganjuk Beasiswa ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202509/image_870x580_68da1bcacc4a5.webp" length="53180" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 29 Sep 2025 13:33:48 +0700</pubDate>
<dc:creator>Kuswanto</dc:creator>
<media:keywords>Siswa siswi berprestasi, SD, SMP, beasiswa, Bupati Nganjuk Marhaen Djumadi, stadion anjuk ladang, Nganjuk</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>NGANJUK, SJP - </strong>Stadion Anjuk Ladang dipenuhi oleh puluhan ribu siswa, guru, dan orang tua yang mengikuti Apel Akbar 10.258 Murid Berprestasi. </p>
<p>Kegiatan ini menjadi wujud nyata perhatian Pemerintah Kabupaten Nganjuk terhadap dunia pendidikan, dengan memberikan motivasi serta penghargaan kepada anak-anak berprestasi tingkat SD dan SMP hari ini, Senin (29/92025)</p>
<p>Tahun ini, sebanyak 7.309 murid SD dan 2.949 murid SMP menerima beasiswa berprestasi yang bersumber dari APBD Kabupaten Nganjuk.</p>
<p>Beasiswa ini diberikan kepada siswa berprestasi di tiap kelas, yakni peringkat terbaik di jenjang SD maupun SMP. </p>
<p>Bupati Nganjuk, Marhaen Djumadi dalam sambutannya menegaskan, program ini adalah komitmen pemerintah dalam mencetak generasi hebat di Kabupaten Nganjuk</p>
<p>“Jangan dilihat besar rupiahnya, tapi perhatian pemerintah terhadap prestasi anak-anak. Hari ini kita kumpulkan anak-anak, orang tua, dan guru dalam satu stadion, memberi motivasi agar terus belajar, berjuang, dan meraih cita-cita. Pemerintah ingin lahir generasi tangguh yang kelak bisa menjadi pemimpin bangsa dari Kabupaten Nganjuk,” ujarnya.</p>
<p>Turut hadir dalam acara ini, Wakil Bupati Nganjuk, Mas Handy, Ketua dan Ketua I TP PKK Kabupaten Nganjuk, dan Forkopimda Kabupaten Nganjuk, para Kepala OPD, guru, serta orang tua murid. </p>
<p>Total sekitar 20.516 orang berkumpul dalam apel akbar ini. Pemerintah berharap melalui program beasiswa ini, anak-anak semakin bersemangat menorehkan prestasi, memiliki mental juara, menghormati orang tua dan guru, serta tumbuh menjadi generasi unggul yang siap membawa Nganjuk semakin melesat. <strong>(ADV)</strong></p>
<p><strong>Editor: Rizqi Ardian </strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Resmi Dikukuhkan, 330 Pendekar Silat Palmera Siap Jogo Nganjuk</title>
<link>https://suarajatimpost.com/resmi-dikukuhkan-330-pendekar-silat-palmera-siap-jogo-nganjuk</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/resmi-dikukuhkan-330-pendekar-silat-palmera-siap-jogo-nganjuk</guid>
<description><![CDATA[ Pengukuhan ditandai dengan penyematan simbol, ikrar kebersamaan, serta atraksi seni bela diri oleh para pendekar lintas perguruan sebagai wujud pelestarian tradisi dan semangat persatuan ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202509/image_870x580_68d68d4c7c58e.webp" length="85726" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Fri, 26 Sep 2025 21:19:31 +0700</pubDate>
<dc:creator>Kuswanto</dc:creator>
<media:keywords>Palmera, wadah pendekar silat, 300 pendekar, jogo nganjuk, Kapolres Nganjuk, kamtibmas, Nganjuk</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>NGANJUK, SJP -</strong> Paguyupan dari 330 pendekar silat di Kabupaten Nganjuk resmi dikukuhkan dalam wadah Pendekar Anjuk Ladang Melindungi Rakyat (Palmera). Pengukuhan berlangsung di Alun-alun Nganjuk, Jumat (26/9/2025).</p>
<p>Kapolres Nganjuk AKBP Henri Noveri Santoso menegaskan dukungannya terhadap terbentuknya paguyuban tersebut. </p>
<p>“Kami mengapresiasi inisiatif pembentukan Paguyuban Palmera. Semoga ke depan dapat menjadi mitra strategis dalam menjaga kamtibmas, serta menyalurkan energi positif para pendekar untuk kepentingan masyarakat,” katanya.</p>
<p>Menurut Henri menyampaikan, dalam susunan kepengurusan, Bupati Nganjuk Marhaen Djuàmadi ditetapkan sebagai Pembina I. Kemudian Kapolres Nganjuk AKBP Henri Noveri Santoso didaulat sebagai Pembina II, serrta Gondo Hariyono, diangkat sebagai Ketua Umum.</p>
<p>"Paguyuban Palmera hadir bukan hanya sebagai wadah silaturahmi, tetapi juga sebagai sarana untuk mempererat persatuan, menjaga keamanan lingkungan, serta melestarikan budaya dan tradisi bela diri," jelas Henri.</p>
<p>Paguyuban yang beranggotakan kurang lebih 330 personel pendekar ini dibentuk sebagai langkah strategis untuk memperkuat wadah kebersamaan dan persatuan masyarakat, yang berperan dalam bidang sosial budaya, keamanan lingkungan, serta pelestarian tradisi bela diri di Kabupaten Nganjuk.</p>
<p>Bupati Nganjuk Marhaen Djumadi, dalam amanatnya menegaskan pentingnya keberadaan Palmera sebagai kekuatan masyarakat. </p>
<p>“Paguyuban Palmera hadir bukan hanya sebagai wadah silaturahmi, tetapi juga sebagai sarana untuk mempererat persatuan, menjaga keamanan lingkungan, serta melestarikan budaya dan tradisi bela diri,” ujarnya.</p>
<p>Pengukuhan ditandai dengan penyematan simbol, ikrar kebersamaan, serta atraksi seni bela diri oleh para pendekar lintas perguruan sebagai wujud pelestarian tradisi dan semangat persatuan.</p>
<p>Kehadiran Palmera diharapkan mampu memperkuat sinergi antara masyarakat, pemerintah, dan aparat keamanan dalam mewujudkan Nganjuk yang aman, damai, dan berbudaya. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>DLH Nganjuk Respon Keluhan Bau Limbah Pentol di Kertosono</title>
<link>https://suarajatimpost.com/dlh-nganjuk-respon-keluhan-bau-limbah-pentol-di-kertosono</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/dlh-nganjuk-respon-keluhan-bau-limbah-pentol-di-kertosono</guid>
<description><![CDATA[ Kepala DLH Nganjuk Sujito langsung merespon, Segera kami tindaklanjuti. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202509/image_870x580_68d6467009a56.webp" length="112406" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Fri, 26 Sep 2025 15:19:07 +0700</pubDate>
<dc:creator>Kuswanto</dc:creator>
<media:keywords>Dinas DLH Nganjuk, Respon keluhan warga, limbah pentol, saluran irigasi, bau busuk, Kertosono, Nganjuk</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>NGANJUK, SJP - </strong>Pasca pemberitaan di media suarajatimpost.com, dengan judul "Bau Busuk Diduga Limbah Pengolahan Pentol Dikeluhkan Warga Kertosono Nganjuk", Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Nganjuk Sujito langsung merespon akan menindaklanjuti hal itu.</p>
<p>Kepala DLH menyatakan akan memerintahkan jajarannya segera menerjunkan tim untuk melakukan investigasi dan mengambil tindakan yang diperlukan di lokasi.</p>
<p>Disinggung, apakah limbah tersebut beracun atau tidak, Sujito menjelaskan, pihaknya juga akan memerintahkan bagian laboratorium DLH turun ambil sampling saat ke lokasi.</p>
<p>"Terima kasih infonya mas, secepatnya kami terjunkan tim ke lokasi ya," kata Sujito, Jumat (27/9/2025).</p>
<p>Sementara, Plt Camat Kertosono Gunawan Wibisono dihubungi melalui sambungan WhatsApp menjawab, jika akan melakukan koordinasi dengan pihak desa untuk tindak lanjutnya.</p>
<p>"Ok terima kasih infonya, segera tindaklanjut dan koordinasi sama desa terkait," beber Gunawan.</p>
<p>Sebelumnya, bau busuk yang diduga berasal dari limbah pengolahan pentol kembali dikeluhkan warga Kertosono, Kabupaten Nganjuk.</p>
<p>Kuat dugaan limbah tersebut tidak melalui proses pengolahan dan langsung di buang ke saluran irigasi. </p>
<p>Bau menyengat dibenarkan oleh Budi, salah seorang warga Kertosono saat melintas di lokasi. Limbah tersebut diduga berasal dari proses pencucian dan perebusan pentol. </p>
<p>"Baunya sangat menyengat, terutama saat siang hari. Kami khawatir dampaknya bagi kesehatan dan lingkungan," ujar Budi saat ditemui di lokasi, Jumat (26/9/2025). <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor: Rizqi Ardian </strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Bau Busuk Diduga Limbah Pengolahan Pentol Dikeluhkan Warga Kertosono Nganjuk</title>
<link>https://suarajatimpost.com/bau-busuk-diduga-limbah-pengolahan-pentol-dikeluhkan-warga-kertosono-nganjuk</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/bau-busuk-diduga-limbah-pengolahan-pentol-dikeluhkan-warga-kertosono-nganjuk</guid>
<description><![CDATA[ Bau yang menyengat sering dirasakan saat melintas, limbah tersebut diduga berasal dari proses pencucian dan perebusan pentol ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202509/image_870x580_68d6220f10693.webp" length="110686" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Fri, 26 Sep 2025 13:05:39 +0700</pubDate>
<dc:creator>Kuswanto</dc:creator>
<media:keywords>Bau busuk, pembuangan limbah, limbah pengolahan pentol, home industri, saluran irigasi, aliran pertanian, Kertosono, Nganjuk</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>NGANJUK, SJP </strong>– Bau busuk yang diduga berasal dari limbah pengolahan pentol kembali dikeluhkan warga Kertosono, Kabupaten Nganjuk.</p>
<p>Kuat dugaan limbah tersebut tidak melalui proses pengolahan dan langsung di buang ke saluran irigasi. </p>
<p>Bau menyengat dibenarkan oleh Budi, salah seorang warga Kertosono saat melintas di lokasi. Limbah tersebut diduga berasal dari proses pencucian dan perebusan pentol. </p>
<p>"Baunya sangat menyengat, terutama saat siang hari. Kami khawatir dampaknya bagi kesehatan dan lingkungan," ujar Budi saat ditemui di lokasi, Jumat (26/9/2025).</p>
<p>Menurutnya, saluran irigasi yang tercemar ini biasanya digunakan petani untuk mengairi sawah.</p>
<p>"Kami khawatir, pencemaran limbah ini dapat merusak kualitas air dan tanah, serta berdampak pada hasil panen," tambahnya.</p>
<p>Saat didatangi ke lokasi tempat pengolahan pentol, salah seorang karyawan justru mengarahkan untuk menemui pemilik usaha di kantornya.</p>
<p>"Mas cari siapa, disini tidak ada pemiliknya, kami hanya pegawai, kalau mau cari bosnya (pemilik, red) coba dari sini lurus ke timur, nanti ada pertigaan, belok kanan, ya sepuratan itu kantornya, tanya namanya Pak Dian," ucapnya.</p>
<p>Sementara itu, pemilik usaha pengolahan pentol, Pak Dian, belum merespon upaya konfirmasi wartawan media ini.</p>
<p>Bahkan, saat dihubungi melalui sambungan selular di nomer 08133590xxxx, dan disinggung terkait permasalahan limbah pentol, Dian tidak bisa dihubungi lagi, dan memilih memblokir nomor wartawan. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor: Rizqi Ardian </strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Jalan Penghubung Dua Desa di Nganjuk Lumpuh Akibat Kerusakan Parah</title>
<link>https://suarajatimpost.com/jalan-penghubung-dua-desa-di-nganjuk-lumpuh-akibat-kerusakan-parah</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/jalan-penghubung-dua-desa-di-nganjuk-lumpuh-akibat-kerusakan-parah</guid>
<description><![CDATA[ Kondisi ini bukan hanya menghambat mobilitas, tetapi juga memicu kemarahan warga yang merasa diabaikan oleh pemerintah ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202509/image_870x580_68d55380b97a3.webp" length="106796" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 25 Sep 2025 22:34:19 +0700</pubDate>
<dc:creator>Kuswanto</dc:creator>
<media:keywords>Jalan rusak, akses jalan, perekonomian warga, jalur penghubung, Desa Pule, Desa Dawuhan, Jatikalen, Nganjuk</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>NGANJUK, SJP – </strong>Jalan penghubung Desa Pule dan Desa Dawuhan di Kecamatan Jatikalen, Nganjuk, kini menjadi mimpi buruk bagi warga.</p>
<p>Bertahun-tahun diabaikan, jalan ini hancur lebur dengan aspal yang mengelupas. Kondisi ini bukan hanya menghambat mobilitas, tetapi juga memicu kemarahan warga yang merasa diabaikan oleh pemerintah.</p>
<p>Pantauan di lapangan menunjukkan, jalan sepanjang 400 meter tersebut berubah menjadi kubangan air keruh disaat turun hujan. Permukaan aspal hancur total, menyisakan bebatuan tajam yang mengancam keselamatan pengguna jalan, terutama pengendara sepeda motor.</p>
<p>"Cuma dalan niki sing kulo lewati pak (hanya jalan ini satu satunya yang dilewati)," ujar Posirin, seorang warga Desa Dawuhan, dengan nada geram, Kamis (25/9/2025)</p>
<p>Kerusakan jalan ini telah melumpuhkan aktivitas ekonomi warga. Biaya transportasi membengkak akibat kerusakan kendaraan yang terus-menerus. Waktu tempuh antar desa menjadi tak terukur, menghambat distribusi hasil pertanian dan akses ke layanan penting.</p>
<p>Warga menuntut pemerintah Kabupaten Nganjuk segera bertindak tegas untuk memperbaiki jalan yang sudah sangat memprihatinkan ini. </p>
<p>"Kami tidak butuh janji manis. Kami butuh bukti nyata. Jika pemerintah terus mengabaikan kami, jangan salahkan jika kami turun ke jalan," seru Parman warga Desa sekitar dengan nada penuh kekecewaan.</p>
<p>Kepala Desa Pule, Luluk Mahfodhotin Zakaria saat dikonfirmasi di ruang kerjanya mengakui keputusasaan warga. Ia mengatakan, pihaknya telah berulang kali mengajukan permohonan perbaikan jalan ke pemerintah kabupaten, namun selalu kandas di tengah jalan.</p>
<p>"Kami sudah melakukan yang terbaik, tapi kewenangan ada di pemerintah kabupaten. Kami hanya bisa berharap mereka segera terketuk hatinya," ujarnya dengan nada pasrah. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor: Rizqi Ardian </strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Harga Cabai Rawit Melonjak, Petani Pule Nganjuk Semringah Penjualan hingga Tembus Pasar Kalimantan</title>
<link>https://suarajatimpost.com/harga-cabai-rawit-melonjak-petani-pule-nganjuk-semringah-penjualan-hingga-tembus-pasar-kalimantan</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/harga-cabai-rawit-melonjak-petani-pule-nganjuk-semringah-penjualan-hingga-tembus-pasar-kalimantan</guid>
<description><![CDATA[ Harga komoditas pedas ini melambung tinggi, mencapai Rp 24.000 per kilogram di tingkat petani ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202509/image_870x580_68d5521a4cda9.webp" length="48086" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 25 Sep 2025 22:18:43 +0700</pubDate>
<dc:creator>Kuswanto</dc:creator>
<media:keywords>Petani cabe, harga cabe, cabe rawit, Desa Pule, tembus Rp24 ribu, Nganjuk</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>NGANJUK, SJP –</strong> Petani cabai rawit di Desa Pule, Kecamatan Jatikalen, Kabupaten Nganjuk tengah menikmati masa panen yang menggembirakan.</p>
<p>Harga cabai rawit di tingkat petani melambung tinggi, mencapai Rp24.000 per kilogram.</p>
<p>Lonjakan harga ini membawa angin segar bagi perekonomian warga, bahkan hasil panen dari Pule kini berhasil menembus pasar hingga ke Pulau Kalimantan.</p>
<p>Antusiasme petani terlihat jelas. Khoirul Amin, salah seorang petani cabai rawit di Desa Pule, mengaku sangat terbantu dengan kenaikan harga tersebut.</p>
<p>“Alhamdulillah, harga cabai rawit sekarang sangat bagus. Biasanya di bawah Rp20.000, tapi sekarang bisa sampai Rp24.000 per kilo. Ini tentu membantu kami menutup biaya produksi dan memperoleh keuntungan yang layak,” ujarnya dengan raut wajah semringah, Kamis (25/9/2023).</p>
<p>Kualitas cabai rawit asal Desa Pule yang dikenal baik disebut menjadi faktor utama tingginya permintaan pasar. Para pengepul pun semakin gencar menyalurkan hasil panen petani ke berbagai kota besar di Jawa, bahkan hingga Kalimantan.</p>
<p>Kepala Desa Pule, Luluk Mahfodhotin Zakaria, menegaskan  pihaknya terus mendukung upaya petani dalam menjaga kualitas produksi demi kestabilan harga.</p>
<p>Ia juga mengapresiasi kontribusi para petani yang telah mendorong roda perekonomian desa.</p>
<p>“Kami berharap dengan harga cabai yang bagus ini, kesejahteraan petani di Desa Pule semakin meningkat,” ungkap Luluk. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor: Rizqi Ardian </strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Fosil Kerang Laut Ditemukan di Dusun Lengkong Geneng, Menguak Misteri Lautan Purba di Tengah Daratan</title>
<link>https://suarajatimpost.com/fosil-kerang-laut-ditemukan-di-dusun-lengkong-geneng-menguak-misteri-lautan-purba-di-tengah-daratan</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/fosil-kerang-laut-ditemukan-di-dusun-lengkong-geneng-menguak-misteri-lautan-purba-di-tengah-daratan</guid>
<description><![CDATA[ Warga setempat dibuat tercengang dengan terkuaknya timbunan fosil kerang laut yang masih utuh, seolah-olah baru saja terdampar. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202509/image_870x580_68d550752cca7.webp" length="89420" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 25 Sep 2025 21:40:28 +0700</pubDate>
<dc:creator>Kuswanto</dc:creator>
<media:keywords>Fosil kerang, penemuan, benda purba, Dusun Lengkonggeneng, Desa Pule, Jatikalen, Nganjuk</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>NGANJUK, SJP –</strong> Sebuah penemuan fosil kerang laut di Dusun Lengkong Geneng Desa Pule, Kecamatan Jatikalen, Nganjuk membuat geger warga setempat. Fosil kerang laut yang masih utuh itu, seolah-olah baru saja terdampar.</p>
<p>Fosil-fosil yang didominasi kerang purba itu sejak lama dikenal warga setempat sebagai batu curing. Namun, sebagian besar masyarakat tidak menyadari bahwa yang mereka gunakan untuk pondasi rumah maupun penahan tanah sebenarnya adalah fosil berusia jutaan tahun.</p>
<p>Kepala Bidang Kebudayaan Dinas Kepemudaan, Olahraga, Kebudayaan, dan Pariwisata (Disporabudpar) Nganjuk, Amin Fuadi, saat dihubungi via WhatsApp membenarkan temuan adanya fosil kerang di wilayah Dusun Lengkong Geneng tersebut.</p>
<p>“Fosil Kerang-kerang yang dahulu hidup di dasar laut, kini posisinya masih terkumpul meski sudah terangkat ke permukaan, ini bukti dulunya ada lautan,” ujar Amin Fuadi, Kamis (25/9/2025)</p>
<p>Menurut Amin, Selain fosil kerang, pihaknya juga menemukan fosil tulang yang diperkirakan berasal dari keluarga Bovidae, kemungkinan kerbau atau kuda. Temuan ini masih memerlukan penelitian lebih lanjut karena proses fosilisasi belum sempurna.</p>
<p>"Kami masih meneliti, dari jenis fosil kerang yang ditemukan cukup beragam, antara lain remis, kima, siput laut berbentuk memanjang, hingga kerang mutiara," kata Amin</p>
<p>Perangkat Desa Pule, Modin Samsudin (55), mengatakan bahwa fosil tersebut sangat mudah ditemukan di wilayahnya.</p>
<p>“Watu curing, banyak di sini,” ujarnya. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor: Rizqi Ardian </strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Informasi Diduga Bocor, Penggerebekan Judi Sabung Ayam di Nganjuk Tak Buahkan Hasil</title>
<link>https://suarajatimpost.com/informasi-diduga-bocor-penggerebekan-judi-sabung-ayam-di-nganjuk-tak-buahkan-hasil</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/informasi-diduga-bocor-penggerebekan-judi-sabung-ayam-di-nganjuk-tak-buahkan-hasil</guid>
<description><![CDATA[ diduga bocor. Akibatnya, petugas kepolisian yang datang ke lokasi tidak menemukan satu orang pun di tempat tersebut. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202509/image_870x580_68d406ccc36dd.webp" length="54198" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 24 Sep 2025 22:41:22 +0700</pubDate>
<dc:creator>Kuswanto</dc:creator>
<media:keywords>Judi sabung ayam, pengrebekan, diduga bocor, nihil tangkapan, Polres Nganjuk, Nganjuk</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>NGANJUK, SJP - </strong>Penggerebekan arena judi sabung ayam di Dusun Wates, Desa Wates, Kecamatan Tanjunganom, Selasa (23/9/2025), diduga bocor. Akibatnya, petugas kepolisian yang datang ke lokasi tidak menemukan satu orang pun di tempat tersebut.</p>
<p>Kapolres Nganjuk AKBP Henri Noveri Santoso mengungkapkan bahwa pembubaran dan perusakan arena judi tersebut dilakukan oleh tim kepolisian setelah menerima laporan dari warga. </p>
<p>“Sebelumnya kami menerima laporan dari masyarakat terdapat sabung ayam. Kapolsek beserta Kanit Reskrim dan anggota Polsek Warujayeng menuju ke lokasi,” ujar Henri, Rabu (24/9/2025).</p>
<p>Namun, setibanya di lokasi, tidak ada pelaku yang ditemukan. Polisi hanya mendapati arena sabung ayam beserta sejumlah peralatan yang digunakan untuk aktivitas perjudian.</p>
<p>Henri menyampaikan apresiasi kepada masyarakat yang aktif memberikan informasi kepada kepolisian. </p>
<p>"Kami berterima kasih kepada masyarakat yang peduli dan melaporkan dugaan tindak pidana di lingkungannya. Informasi dari masyarakat menjadi kunci bagi kami untuk menjaga kondusifitas dan mencegah tindak kejahatan," ujar Kapolres.</p>
<p>Kapolsek Warujayeng Kompol Lilik Suharyono menjelaskan, setelah personelnya melakukan pengecekan di lokasi, tidak ditemukan adanya aktivitas perjudian. </p>
<p>"Kami langsung mendatangi lokasi yang dilaporkan, namun tidak ada aktivitas adu ayam. Meski demikian, kami tetap memberikan imbauan kepada masyarakat agar tidak menggunakan tempat tersebut sebagai arena perjudian," ungkap Kapolsek. <strong>(**)</strong></p>
<p><strong>Editor: Rizqi Ardian </strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Koperasi Setia Bhakti Warujayeng Nganjuk Diduga Tahan Ijazah dan Sertifikat Eks Karyawan</title>
<link>https://suarajatimpost.com/koperasi-setia-bhakti-warujayeng-nganjuk-diduga-tahan-ijazah-dan-sertifikat-eks-karyawan</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/koperasi-setia-bhakti-warujayeng-nganjuk-diduga-tahan-ijazah-dan-sertifikat-eks-karyawan</guid>
<description><![CDATA[ Aksi ini dilakukan sebagai bentuk protes terhadap kebijakan koperasi yang menahan ijazah dan sertifikat milik eks anggota koperasi yang sudah tidak bekerja lagi ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202509/image_870x580_68d3fe39427e2.webp" length="45814" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 24 Sep 2025 21:44:50 +0700</pubDate>
<dc:creator>Kuswanto</dc:creator>
<media:keywords>Komunitas Salam Lima Jari, Ketua Salam Lima Jari Zulma Magaretha, penahanan ijazah, sertifikat, managemen koperasi setia bhakti, eks karyawan, Warujayeng, Nganjuk</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>NGANJUK, SJP -</strong> Komunitas Anti Korupsi Salam Lima Jari Nganjuk mendatangi langsung kantor Koperasi Setia Bhakti, Kelurahan Warujayeng, pada Rabu (24/9/2025) pagi.</p>
<p>Aksi ini dilakukan sebagai bentuk protes terhadap kebijakan koperasi yang menahan ijazah dan sertifikat milik eks anggota koperasi yang sudah tidak bekerja lagi</p>
<p>Ketua Komunitas Anti Korupsi, Salam Lima Jari Nganjuk, Zulma Margaretha saat menemui pihak perwakilan manajemen koperasi berharap dapat segera mengeluarkan ijazah eks karyawan koperasi.</p>
<p>Zulma juga mengkritisi tindakan koperasi yang dianggap merugikan dan menghambat kemajuan anggota.</p>
<p>"Kami sangat kecewa dengan tindakan koperasi yang menahan ijazah dan sertifikat, salah seorang eks karyawan koperasi. Dokumen-dokumen ini sangat penting untuk mencari pekerjaan," ujar perempuan yang akrab dipanggil Mbak Zul kepada Suarajatimpost saat di lokasi.</p>
<p>Senada disampaikan aktivis pemuda Jhon Wadoe saat mediasi dengan perwakilan manajemen menanyakan apakah eks karyawan koperasi harus melunasi angsuran, dan bunga dari nasabah yang ada di bawah pertanggungjawaban area kerjanya.</p>
<p>Ternyata, eks karyawan harus membayar uang sebesar Rp29 juta sebagai tanggungan nasabahnya, hingga ijazah dan sertifikat tidak dikeluarkan.</p>
<p>"Kami berharap dengan mediasi ini, pihak Koperasi Setia Bhakti bisa membuka mata dan segera mengembalikan hak-hak eks anggota yang kami perjuangkan," tegasnya.</p>
<p>Sementara itu, Mujianto yang mengaku dari keamanan Koperasi Setia Bhakti menyampaikan agar hal itu segera diselesaikan. Terkait tanggungan uang senilai Rp29 juta, Mujianto menyebut uang itu disalahgunakan. </p>
<p>"Kami berharap secepatnya diselesaikan, terkait uang Rp29 juta, itu memang ada penyalahgunaan," kata Mujianto.</p>
<p>Hingga berita ini diterbitkan, pihak manajemen meminta agar melayangkan surat permohonan. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian </strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Srikandi Polwan Nganjuk Sebar Sembako Ke Masyarakat Kurang Mampu di Hari Jadi ke 77</title>
<link>https://suarajatimpost.com/srikandi-polwan-nganjuk-sebar-sembako-ke-masyarakat-kurang-mampu-di-hari-jadi-ke-77</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/srikandi-polwan-nganjuk-sebar-sembako-ke-masyarakat-kurang-mampu-di-hari-jadi-ke-77</guid>
<description><![CDATA[ Hari jadi Polwan Republik Indonesia mengusung tema “Polri untuk masyarakat” menggelar kegiatan bakti sosial dengan menyalurkan 80 paket sembako kepada warga kurang mampu ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202509/image_870x580_68d2a724e4bac.webp" length="43286" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Tue, 23 Sep 2025 23:59:59 +0700</pubDate>
<dc:creator>Kuswanto</dc:creator>
<media:keywords>Hari jadi Hut Polwan ke 77, baksos, 80 paket sembako, Polwan, Polres Nganjuk, Nganjuk</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>NGANJUK, SJP - </strong>Tidak kenal lelah, Polisi wanita (Polwan) Polres Nganjuk terus berkontribusi positif membantu masyarakat di wilayah tersebut.</p>
<p>Kali ini para Polisi Cantik di Nganjuk menggelar kegiatan bakti sosial dengan menyalurkan paket sembako kepada masyarakat kurang mampu.</p>
<p>Kegiatan tersebut dalam rangka menyambut hari jadi Polwan Republik Indonesia ke 77 Tahun ini, Hari jadi Polwan Republik Indonesia mengusung tema “Polri untuk masyarakat” menggelar kegiatan bakti sosial dengan menyalurkan 80 paket sembako kepada warga kurang mampu di Dusun Tirip, Desa Sumberurip, Kecamatan Berbek, Selasa (23/9/2025).</p>
<p>Kegiatan sosial ini menjadi wujud nyata kepedulian Polwan terhadap masyarakat sekaligus bagian dari rangkaian peringatan Hari Jadi Polwan ke-77 yang tentunya penuh makna.</p>
<p>Kapolres Nganjuk AKBP Henri Noveri Santoso menyampaikan apresiasi atas inisiatif dan kepedulian Polwan dalam menyambut momentum bersejarah ini.</p>
<p>“Kami bangga, Polwan Polres Nganjuk hadir dengan aksi nyata yang langsung menyentuh masyarakat. Semoga bantuan ini meringankan beban warga dan tentunya semakin mendekatkan Polri dengan masyarakat,” ujar Kapolres.</p>
<p>Bantuan yang diberikan berupa sembako berisi kebutuhan pokok sehari-hari, diharapkan dapat membantu masyarakat Dusun Tirip Desa Sumberurip Kecamatan Berbek dalam memenuhi kebutuhan rumah tangga.</p>
<p>Penyerahan dilakukan secara langsung oleh personel Polwan dengan menyambangi warga penerima manfaat. Kehadiran Polwan tentunya disambut antusias masyarakat yang merasa terbantu dengan adanya program ini.</p>
<p>Koordinator Polwan Polres Nganjuk AKP Samari menegaskan bahwa kegiatan sosial tersebut merupakan bentuk rasa syukur dan pengabdian Polwan di usianya yang ke-77.</p>
<p>“Kami ingin Hari Jadi Polwan tidak hanya dirayakan secara seremonial, tetapi juga dengan kegiatan yang membawa manfaat. Semoga Polwan Polres Nganjuk semakin solid, profesional, dan tentunya humanis,” tutur AKP Samari.</p>
<p>Melalui kegiatan ini, Polres Nganjuk berharap momentum Hari Jadi ke-77 Polwan Republik Indonesia tahun 2025 dengan tema “Polri untuk masyarakat” dapat menjadi penguat semangat pengabdian dalam melayani masyarakat sekaligus mempererat hubungan Polri dengan warga. <strong>(**)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Pembukaan Muscab Gerakan Pramuka Dihadiri Kapolres Nganjuk dan 75 Peserta</title>
<link>https://suarajatimpost.com/pembukaan-muscab-gerakan-pramuka-dihadiri-kapolres-nganjuk-dan-75-peserta</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/pembukaan-muscab-gerakan-pramuka-dihadiri-kapolres-nganjuk-dan-75-peserta</guid>
<description><![CDATA[ pelantikan Majelis Pembimbing Cabang (Mabicab) Gerakan Pramuka Nganjuk masa bakti 2025–2030 di Pendopo KRT Sosrokoesoemo, Selasa (23/9/2025) ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202509/image_870x580_68d2a0b60fae0.webp" length="32146" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Tue, 23 Sep 2025 22:29:56 +0700</pubDate>
<dc:creator>Kuswanto</dc:creator>
<media:keywords>Mabicab, Gerakan Pramuka Nganjuk masa bakti 2025–2030, Ketua Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Jawa Timur, Forkopimda, Kapolres, OPD, 75 peserta, Nganjuk</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>NGANJUK, SJP –</strong> Kapolres Nganjuk AKBP Henri Noveri Santoso menghadiri acara pelantikan Majelis Pembimbing Cabang (Mabicab) Gerakan Pramuka Nganjuk masa bakti 2025–2030 di Pendopo KRT Sosrokoesoemo, Selasa (23/9/2025).</p>
<p>Kegiatan tersebut melantik Bupati Nganjuk H. Marhaen Djumadi sebagai Ketua Mabicab dan Wakil Bupati Nganjuk Trihandy Cahyo Saputro, sebagai Wakil Ketua Mabicab dengan mengusung tema “Ikhlas Bakti Bina Bangsa, Berbudi Bawa Laksana.”</p>
<p>Kapolres Nganjuk AKBP Henri Noveri Santoso menyampaikan, bahwa kehadiran Polri dalam kegiatan ini merupakan bentuk dukungan terhadap Gerakan Pramuka sebagai wadah pembinaan generasi muda.</p>
<p>“Pramuka adalah garda terdepan dalam membentuk karakter bangsa. Tentunya Polri akan selalu bersinergi dalam mendukung program-program pembinaan generasi muda, termasuk di Nganjuk,” ujar Kapolres.</p>
<p>Pelantikan yang dipimpin Ketua Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Jawa Timur H.M. Arum Sabil diikuti sekitar 75 peserta dan dihadiri jajaran Forkopimda Nganjuk, Ketua DPRD, Sekda, Kepala OPD, serta pengurus Kwarcab dan Mabiran se-Kabupaten Nganjuk.</p>
<p>Selain prosesi pelantikan, kegiatan juga diisi dengan pengucapan Satya Pramuka, penandatanganan ikrar, penyematan tanda jabatan, penyerahan KTA secara simbolis, serta doa bersama. Suasana berlangsung khidmat dan penuh semangat kebersamaan.</p>
<p>Acara ditutup dengan sambutan Ketua Mabicab Gerakan Pramuka Nganjuk Bupati Marhaen Djumadi serta pengarahan dari Ketua Kwarda Jatim. Pelaksanaan kegiatan berjalan aman, tertib, dan lancar hingga selesai. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor: Rizqi Ardian </strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Polres Nganjuk Mulai Seleksi 72 Calon Pekerja di SPPG</title>
<link>https://suarajatimpost.com/polres-nganjuk-mulai-seleksi-72-calon-pekerja-di-sppg</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/polres-nganjuk-mulai-seleksi-72-calon-pekerja-di-sppg</guid>
<description><![CDATA[ Sebanyak 72 peserta mengikuti proses seleksi yang meliputi tes kesehatan, interview, tes akademik, dan tes psikologi di Kantor SPPG Polres Nganjuk yang berlokasi di Desa Babadan, Kecamatan Pace, Senin (22/9/2025). ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202509/image_870x580_68d15126131d7.webp" length="28072" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 22 Sep 2025 23:58:25 +0700</pubDate>
<dc:creator>Kuswanto</dc:creator>
<media:keywords>Pelamar kerja, SPPG, MBG, Polres Nganjuk, seleksi, lowongan kerja, Nganjuk</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>NGANJUK, SJP -</strong> Polres Nganjuk tengah memproses sebanyak 72 calon pekerja di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), guna mempercepat penambahan penerima manfaat program Makan Bergizi Gratis (MBG) di wilayah tersebut.</p>
<p>Sebanyak 72 peserta mengikuti proses seleksi yang meliputi tes kesehatan, interview, tes akademik, dan tes psikologi di Kantor SPPG Polres Nganjuk yang berlokasi di Desa Babadan, Kecamatan Pace, Senin (22/9/2025).</p>
<p>Kegiatan ini digelar untuk memastikan tenaga kerja yang direkrut memiliki kompetensi, integritas, dan kesiapan dalam menjalankan tugas mendukung program pemenuhan gizi masyarakat. Polres Nganjuk ikut berperan aktif dalam mengawal pelaksanaan seleksi agar berjalan transparan dan akuntabel.</p>
<p>Kapolres Nganjuk AKBP Henri Noveri Santoso menegaskan bahwa proses rekrutmen ini adalah bagian dari sinergi kepolisian dengan program pemerintah.</p>
<p>“Kami berkomitmen mendukung SPPG sebagai program strategis pemerintah dalam pemenuhan gizi masyarakat. Seleksi ini kami pastikan berlangsung objektif, transparan, dan tanpa intervensi sehingga yang terpilih benar-benar tenaga terbaik,” ungkapnya.</p>
<p>Tahapan seleksi ini diharapkan mampu menyaring calon karyawan yang tidak hanya sehat secara fisik, tetapi juga memiliki wawasan, mentalitas, dan integritas yang kuat untuk mendukung pelayanan gizi kepada masyarakat.</p>
<p>Sebagai contoh, dalam tes pengetahuan umum, para peserta diuji pemahamannya seputar kesehatan dasar, gizi, hingga wawasan kebangsaan. Sementara tes psikologi dilakukan untuk memastikan kesiapan mental dalam menghadapi tantangan di lapangan.</p>
<p>Kabag SDM Polres Nganjuk Kompol Burhanudin, menambahkan bahwa pihaknya turut mengawasi agar proses seleksi berjalan sesuai mekanisme yang berlaku.</p>
<p>“Tidak ada ruang untuk kecurangan. Semua peserta memiliki kesempatan yang sama, hasil akhirnya murni ditentukan oleh kemampuan masing-masing. Kami ingin karyawan SPPG yang terpilih benar-benar siap mendukung peningkatan pelayanan gizi masyarakat,” ujarnya.</p>
<p>Dengan proses rekrutmen yang transparan ini, Polres Nganjuk berharap tenaga SPPG yang lolos seleksi dapat memperkuat upaya pemerintah dalam meningkatkan kualitas kesehatan dan gizi masyarakat, khususnya di Kabupaten Nganjuk. <strong>(**)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Ketua AKD Nganjuk Klarifikasi Video Viral Oknum Wartawan dan LSM</title>
<link>https://suarajatimpost.com/geger-video-viral-ketua-akd-nganjuk-catut-nama-oknum-wartawan-lsm-dengan-kepala-desa-selesai</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/geger-video-viral-ketua-akd-nganjuk-catut-nama-oknum-wartawan-lsm-dengan-kepala-desa-selesai</guid>
<description><![CDATA[ Dalam keterangannya, Dedy Nawan menegaskan bahwa permasalahan tersebut telah diselesaikan secara musyawarah ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202509/image_870x580_68d14db467333.webp" length="43432" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 22 Sep 2025 22:47:02 +0700</pubDate>
<dc:creator>Kuswanto</dc:creator>
<media:keywords>AKD Nganjuk, Kades Sutrisno, Oknum media dan LSM, mediasi, minta minta uang, Nganjuk</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p data-start="231" data-end="491"><strong data-start="231" data-end="247">NGANJUK, SJP</strong> – Ketua Asosiasi Kepala Desa (AKD) Kabupaten Nganjuk, Dedy Nawan, angkat bicara terkait video viral yang melibatkan oknum wartawan dan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM). Ia menegaskan, persoalan tersebut sudah tuntas melalui jalur musyawarah.</p>
<p data-start="493" data-end="716">“Kami dari AKD telah melakukan mediasi antara pihak-pihak yang bersangkutan. Alhamdulillah, semua sudah clear dan tidak ada lagi masalah yang perlu diperpanjang,” ujar Dedy Nawan saat ditemui di Pendopo Kabupaten Nganjuk.</p>
<p data-start="718" data-end="968">Dedy menambahkan, kasus yang mencuat ke publik tersebut berawal dari ulah oknum media dan LSM yang meminta-minta uang kepada sejumlah kepala desa. Melalui mediasi, Kades Sukorejo Loceret, Sutrisno, telah menyampaikan permintaan maaf secara terbuka.</p>
<p data-start="970" data-end="1132">“Kami berharap kejadian ini tidak terulang lagi. Mari bersama menjaga kondusivitas Nganjuk yang kita cintai, karena yang bermasalah hanyalah oknum,” tegas Dedy.</p>
<p data-start="1134" data-end="1308">Dalam pernyataannya, Senin (22/9/2025), Kades Sutrisno juga menyampaikan klarifikasi dan permohonan maaf terkait video yang sempat viral di TikTok dan media sosial lainnya.</p>
<p data-start="1310" data-end="1732">Dalam kesempata ini, Kades Sutrisno ingin menyampaikan 4 hal penting. Pertama, soal KTA yang dipakai oknum untuk meminta uang hingga membuat keresahan. Kedua, ajakan untuk melawan oknum itu demi menjaga kondusivitas.</p>
<p data-start="1310" data-end="1732">"Ketiga, jika pernyataan saya melukai rekan media maupun LSM, saya minta maaf lahir batin. Keempat, video yang beredar di TikTok bukan dari saya secara langsung. Untuk itu, saya mohon maaf yang setulus-tulusnya,” kata Sutrisno.</p>
<p data-start="1734" data-end="1972">Sebelumnya, Sutrisno sempat melontarkan kritik keras terhadap praktik oknum wartawan dan LSM yang diduga berasal dari luar Nganjuk. Mereka dilaporkan sering mendatangi desa-desa dengan modus meminta dana menggunakan dalih anggaran desa.</p>
<p data-start="1974" data-end="2197">“Orang-orang yang mengaku dari media atau LSM sering minta uang dengan membawa kertas bertuliskan anggaran dana desa. Tujuannya tidak jelas, ujung-ujungnya memeras. Ini sangat meresahkan,” ujarnya pada Selasa (16/9/2025). <strong>(*)</strong></p>
<p data-start="1974" data-end="2197"><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>HUT ke&amp;70 Lalu Lintas Personel Satlantas Polres Nganjuk Dapat Kado Umroh</title>
<link>https://suarajatimpost.com/hut-ke-70-lalu-lintas-personel-satlantas-polres-nganjuk-dapat-kado-umroh</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/hut-ke-70-lalu-lintas-personel-satlantas-polres-nganjuk-dapat-kado-umroh</guid>
<description><![CDATA[ Aipda Budi Prasetyo dari Unit Gakkum Satlantas Polres Nganjuk terpilih melalui mekanisme undian di antara personel Satlantas yang dinilai berprestasi ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202509/image_870x580_68d1544143758.webp" length="45458" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 22 Sep 2025 22:17:46 +0700</pubDate>
<dc:creator>Kuswanto</dc:creator>
<media:keywords>Satlantas Polres Nganjuk, HUT Lalu Lintas ke-70, prestasi, hadiah umroh, Polres Nganjuk, Nganjuk</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>NGANJUK, SJP –</strong> Di balik Hari Ulang Tahun (HUT) ke-70 Lalu Lintas, ada momen tak biasa yang dilakukan Polres Nganjuk. Bukan pesta meriah, bukan panggung hiburan. Kali ini, ditandai dengan pemberian hadiah umroh bagi anggota berprestasi</p>
<p>Dialah, Aipda Budi Prasetyo dari Unit Gakkum Satlantas Polres Nganjuk terpilih melalui mekanisme undian di antara personel Satlantas yang dinilai berprestasi. Acara digelar di Aula Tantya Sudhirajati, Senin (22/9/2025).</p>
<p>Pemberian hadiah ini menjadi wujud apresiasi pimpinan terhadap dedikasi anggota lalu lintas yang selama ini berkontribusi dalam menjaga keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas di Kabupaten Nganjuk.</p>
<p>Kapolres Nganjuk AKBP Henri Noveri Santoso, menyampaikan bahwa hadiah umroh ini bukan hanya bentuk penghargaan, tetapi juga motivasi bagi seluruh anggota.</p>
<p>“Apresiasi ini diharapkan menjadi penyemangat agar seluruh personel terus bekerja maksimal dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat, khususnya di bidang lalu lintas,” ujar Kapolres.</p>
<p>Selain menjadi penghargaan personal, program ini juga memberikan dampak positif dalam meningkatkan semangat kerja dan kebanggaan anggota terhadap institusi.</p>
<p>Kasat Lantas Polres Nganjuk AKP Ivan Danara Oktavian menambahkan bahwa hadiah umroh tersebut merupakan bentuk perhatian dan dukungan penuh dari pimpinan terhadap kinerja anggota.</p>
<p>“Kami berharap prestasi yang ditunjukkan anggota dapat menjadi teladan bagi rekan-rekan lain, sekaligus memperkuat citra positif Polri di masyarakat,” ungkap Kasat Lantas.</p>
<p>Acara puncak HUT Lalu Lintas ke-70 ini juga diwarnai dengan pemberian santunan dan bingkisan kepada anak yatim piatu dari yayasan sosial sekitar Kota Nganjuk, sebagai wujud kepedulian sosial Polres Nganjuk kepada masyarakat.</p>
<p>Kegiatan tersebut dihadiri Wakapolres Nganjuk, pejabat utama Polres, perwakilan anggota dan ASN, serta turut mengundang perwakilan Dishub Nganjuk, Ketua FKUB, Jasa Raharja, komunitas ojek online, paguyuban pedagang kaki lima dan stakeholder terkait.</p>
<p>Peringatan ini sekaligus menegaskan komitmen Polres Nganjuk untuk terus meningkatkan pelayanan publik dan mendorong anggota agar semakin profesional dalam menjalankan tugas di lapangan. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Air Terjun Kali Anjlok, Permata Tersembunyi di Tengah Hutan Nganjuk</title>
<link>https://suarajatimpost.com/air-terjun-kali-anjlok-permata-tersembunyi-di-tengah-hutan-nganjuk</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/air-terjun-kali-anjlok-permata-tersembunyi-di-tengah-hutan-nganjuk</guid>
<description><![CDATA[ Air terjun Kali Anjlok yang terletak di Dusun Betek, Desa Klodan, Kecamatan Ngetos Nganjuk memiliki keindahan yang memukau, namun belum banyak yang diketahui. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202509/image_870x580_68cf76f24c1fc.webp" length="33220" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sun, 21 Sep 2025 16:18:30 +0700</pubDate>
<dc:creator>Kuswanto</dc:creator>
<media:keywords>Destinasi wisata, Air Terjun Kali Anjlog, pesona alam, liburan, alam, Nganjuk</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p>NGANJUK, SJP – Jika Anda sedang mencari tempat untuk sejenak melepas penat dari hiruk-pikuk kota, Air Terjun Kali Anjlok di Nganjuk bisa jadi pilihan yang pas. Terletak di Dusun Betek, Desa Klodan, Kecamatan Ngetos, air terjun ini menyimpan pesona alam yang masih alami, tenang, dan menyejukkan.</p>
<p>Dari kejauhan, suara gemericik air yang jatuh dari ketinggian terdengar menenangkan. Airnya jernih, segar, dan berpadu dengan suasana hutan yang rindang. “Di sini ada lima undagan di atas air terjunnya, jadi pengunjung bisa menikmati pemandangan bertingkat,” cerita warga sekitar.</p>
<p>Untuk menuju lokasi, tak perlu khawatir. Air terjun ini hanya sekitar 400 meter dari permukiman penduduk. Jika jalan kaki, cukup 15 menit sudah sampai. Naik motor? Hanya butuh lima menit. Di sepanjang jalan, pengunjung akan disambut kebun durian warga, bahkan ada pula makam kuno yang memberi nuansa berbeda.</p>
<p>Aris Trio Effendi, warga setempat yang kami temui di lokasi, melihat potensi besar dari wisata ini.<br>“Kami melihat adanya peluang untuk meningkatkan perekonomian masyarakat sekitar melalui sektor pariwisata. Namun, pengembangan ini memerlukan dukungan dari berbagai pihak,” ujarnya, Minggu (21/9/2025).</p>
<p>Namun, pengembangan wisata Kali Anjlok memang belum tanpa tantangan. Jalan menuju lokasi masih agak sulit, fasilitas minim, dan promosi belum gencar. Meski begitu, optimisme tetap ada. “Kami berharap dengan adanya perhatian dan investasi yang memadai, air terjun Kali Anjlog dapat menjadi destinasi wisata yang lebih dikenal dan memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat Nganjuk,” tambah Aris.</p>
<p>Dengan keindahan yang ditawarkan, tak berlebihan jika Air Terjun Kali Anjlok disebut sebagai permata tersembunyi di sudut Nganjuk. Tempat yang sederhana, tapi menyuguhkan pengalaman segar yang tak mudah dilupakan. (*)</p>
<p><strong>Editor:</strong> Danu S</p>
<p></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Darah Bangsawan, Jiwa Rakyat: Jejak Prawirowidjodjo Memimpin Nganjuk di Era Belanda</title>
<link>https://suarajatimpost.com/darah-bangsawan-jiwa-rakyat-jejak-prawirowidjodjo-memimpin-nganjuk-di-era-belanda</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/darah-bangsawan-jiwa-rakyat-jejak-prawirowidjodjo-memimpin-nganjuk-di-era-belanda</guid>
<description><![CDATA[ Bukan sekadar Bupati, ia adalah nahkoda yang memandu daerahnya melewati senja kala kolonial Belanda ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202509/image_870x580_68cec0cc98d4a.webp" length="63610" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sun, 21 Sep 2025 09:00:58 +0700</pubDate>
<dc:creator>Kuswanto</dc:creator>
<media:keywords>Sejarah Nganjuk, Raden Tumenggung Prawirowidjodjo, Bupati Nganjuk, Era kolonial belanda, Nganjuk</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><b>NGANJUK, SJP — </b>Pada tahun 1936, Kabupaten Nganjuk memiliki seorang pemimpin istimewa bernama Raden Tumenggung Prawirowidjodjo. Sosok ini bukan sekadar bupati, melainkan nakhoda yang memandu daerahnya melewati senjakala kolonial Belanda.</p>
<p></p>
<p>Sebelum menjabat di Nganjuk, Prawirowidjodjo pernah bertugas di Kediri. Kehadirannya membawa harapan sekaligus tantangan, membentuk wajah baru Nganjuk di bawah kepemimpinannya.</p>
<p></p>
<p>Darah bangsawan mengalir deras dalam nadinya. Warisan leluhur yang setia mengabdi pada nusa dan bangsa menjadikan dirinya bukan hanya pemilik nama besar, tetapi juga penjaga tradisi serta nilai luhur. Hubungan eratnya dengan keraton memberi legitimasi sekaligus amanah besar untuk menjaga rakyatnya.</p>
<p></p>
<p>Selama menjabat, ia banyak mengeluarkan kebijakan penting di bidang ekonomi, pajak, pendidikan, transportasi, peternakan, pengairan hingga industri. Salah satu momentum bersejarah adalah kunjungan Gubernur Belanda, De Jong, ke Nganjuk pada 5 April 1938.</p>
<p></p>
<p>Kebijakan-kebijakan yang digagasnya membawa dampak nyata. Pemerintah daerah giat membuka lapangan kerja melalui hadirnya berbagai perusahaan, seperti pabrik gula, rokok, dan makanan. Hal ini membuat masyarakat lokal bisa menikmati kesejahteraan yang lebih layak.</p>
<p></p>
<p>“Bupati saat itu benar-benar memikirkan hak rakyatnya. Meski kemudian masa Jepang ikut menguasai Nganjuk, beliau tetap berjuang demi masyarakat,” ungkap Aris Trio Effendi, pemerhati sejarah, Sabtu (20/9/2025).</p>
<p></p>
<p>Menurut Aris, keluarga besar Prawirowidjodjo adalah bagian penting dari sejarah Nganjuk. Mereka bukan hanya membawa nama besar, tetapi juga menjaga tradisi dan tanggung jawab sosial.</p>
<p></p>
<p>Setelah pensiun, Raden Tumenggung Prawirowidjodjo lebih banyak menghabiskan waktu di Kediri hingga akhir hayatnya. Ia dimakamkan di Komplek Makam Sentono Gedong Kediri, berdekatan dengan istrinya, putra-putri, serta kerabat besar keturunan Kerajaan Mataram Islam.</p>
<p></p>
<p>“Hubungan erat dengan masyarakat kala itu menjadi jaminan, sekaligus tanggung jawab seorang pemimpin. Warisan itu seharusnya bisa menginspirasi generasi muda untuk lebih menghargai sejarah daerahnya,” tutup Aris. <strong>(**)</strong></p>
<p><strong>Editor: Rizqi Ardian </strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>25 Rumah di Desa Sawahan Nganjuk Akhirnya Punya MCK Berkat DAK Fisik PUPR</title>
<link>https://suarajatimpost.com/25-rumah-di-desa-sawahan-nganjuk-akhirnya-punya-mck-berkat-dak-fisik-pupr</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/25-rumah-di-desa-sawahan-nganjuk-akhirnya-punya-mck-berkat-dak-fisik-pupr</guid>
<description><![CDATA[ Program Dana Alokasi Khusus (DAK) Fisik Sanitasi dari Dinas Pekerjaan Umum dan Penata Ruang (PUPR) Kabupaten Nganjuk  tahun 2025 yang diprioritaskan masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) menjadi angin segar ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202509/image_870x580_68cc16a1cf5fe.webp" length="71432" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 18 Sep 2025 22:07:07 +0700</pubDate>
<dc:creator>Kuswanto</dc:creator>
<media:keywords>Program Sanitasi, MCK Dinas PUPR, penerima, Desa Lengkong, Nganjuk</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>NGANJUK, SJP - </strong>Program Dana Alokasi Khusus (DAK) Fisik Sanitasi dari Dinas Pekerjaan Umum dan Penata Ruang (PUPR) Kabupaten Nganjuk tahun 2025 yang diprioritaskan masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) menjadi angin segar.</p>
<p>Hal ini disampaikan, Sulasih (60) warga Desa Sawahan saat ditemui Suarajatimpost di rumahnya. Dengan perasaan senang,  perempuan paruh baya ini menjelaskan, sebelum mendapat program ini, posisi yang dipakai untuk buang air besar di pojok dekat jumblangan.</p>
<p>"Alhamdulillah mas, dengan bantuan ini, kami tidak jauh-jauh kalau buang air besar," kata Sulasih dengan tersenyum.</p>
<p>Kepala Desa Sawahan, Lengkong, Muhammad Irfan saat dilokasi berterima kasih kepada Dinas PUPR. Menurutnya, program ini bisa diterima warganya yang benar - benar membutuhkan.</p>
<p>"Kami sangat mengapresiasi, semoga bisa bermanfaat," ujarnya saat ditemui Kamis (18/9/2025).</p>
<p>Disinggung program sanitasi di desanya, Muhammad Irfan menyatakan, ada 25 unit dengan alokasi anggaran pembangunan Rp12 juta.</p>
<p>Sementara, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Ciptakarya, yang diwakili oleh Hendra, menjelaskan, penyaluran bantuan MCK ini dilakukan berdasarkan pendataan yang menunjukkan bahwa masih banyak rumah tangga di Desa Sawahan Lengkong yang belum memiliki fasilitas MCK.</p>
<p>“Ini adalah program dari Kementerian PUPR, dan kami sudah melakukan pendataan dengan bekerja sama dengan Kepala Desa setempat. Berdasarkan hasil pendataan, ada sekitar 25 rumah yang belum memiliki MCK, dan mereka akan mendapatkan bantuan MCK dari kami,” ujar Hendra</p>
<p>Hendra berharap bantuan ini dapat memberikan dampak positif dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat, terutama dalam hal kebersihan dan kesehatan lingkungan. <strong>(ADV)</strong></p>
<p><strong>Editor: Rizqi Ardian </strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Ironi Kabel Optik: PAD Nganjuk Mengalir Deras, Izinnya Belum Keluar</title>
<link>https://suarajatimpost.com/ironi-kabel-optik-pad-nganjuk-mengalir-deras-izinnya-belum-keluar</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/ironi-kabel-optik-pad-nganjuk-mengalir-deras-izinnya-belum-keluar</guid>
<description><![CDATA[ Dari hasil survei pada tahun 2024, dari 29 provider jaringan fiber optik, hingga saat ini hanya 18 provider yang terdata di PUPR. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202509/image_870x580_68cc11e2d1a91.webp" length="17802" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 18 Sep 2025 21:42:21 +0700</pubDate>
<dc:creator>Kuswanto</dc:creator>
<media:keywords>Retribusi, PAD, Target Rp 500 juta, 14 provider tak berizin, Dinas PUPR, Nganjuk</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>NGANJUK, SJP — </strong>Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Nganjuk mencatat pemasukan dari retribusi pengelolaan kabel optik yang masuk ke kas daerah hingga tahun 2025 sudah mencapai Rp718 juta. Angka ini disampaikan langsung oleh Penata Ruang Ahli Muda PUPR, Ervin Eko, Kamis (18/9/2025).</p>
<p>Menurut Ervin, capaian tersebut telah melampaui target Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang ditetapkan sebesar Rp500 juta per tahun.</p>
<p>"Target awal yang kami tetapkan sebesar Rp500 juta per tahun. Meskipun Perda retribusi belum ditetapkan dalam meningkatkan PAD, kami mau nagih ya belum maksimal," ujarnya.</p>
<p>Namun, dirinya mengungkapkan, dari hasil survei pada tahun 2024, dari 29 provider jaringan fiber optik, hingga saat ini hanya 18 provider yang terdata di PUPR. Dari jumlah tersebut, masih banyak yang pembayaran retribusinya jatuh tempo.</p>
<p>"Dalam PAD target Rp500 juta per tahun dari sektor pajak sudah terlampaui, namun pembayaran dari beberapa provider ada yang jatuh tempo," jelasnya.</p>
<p>Lebih lanjut, Ervin mengungkapkan mayoritas provider berasal dari Jakarta. Namun, seluruhnya belum mengantongi izin jaringan fiber optik.</p>
<p>"Bagaimana kita menagihnya, sedangkan sistem perizinannya melalui aplikasi Sipentol. Meskipun sektor ini telah menyumbang retribusi sebesar Rp718 juta yang langsung masuk kas daerah," kata Ervin.</p>
<p>Ervin juga menyebut ada 14 provider yang menjadi penyumbang PAD potensial, namun baru empat di antaranya yang tercatat sudah membayar, yakni:</p>
<ol>
<li>PT Cahaya Solusindo Internusa </li>
<li>PT PERSADA </li>
<li>PT Eka Mas Republik </li>
<li>PT Supra Primatama Nusantara </li>
</ol>
<p>Sedangkan 10 provider lainnya yang sudah jatuh tempo di antaranya: </p>
<ol>
<li>PT Tower Bersama </li>
<li>PT Indosat Tbk </li>
<li>PT Inforte Solusi Infotek </li>
<li>PT Garuda Media Telematika</li>
<li>PT Aplika Nusa Lintasari </li>
<li>PT Green Net Indonesia </li>
<li>PT Trans Indonesia Superkorindo </li>
<li>PT Sumber Data Indonesia </li>
<li>PT Sokka Tama Fiber </li>
<li>PT Inter Nusa Duta Makmur </li>
</ol>
<p>Dari 14 provider ini belumn ada satupun yang keluar izinnya, khususnya di DPMPTSP. </p>
<p>"Kesulitannya dari 14 provider, belum ada satupun yang berizin, namun sudah bayar retribusi," kata Ervin. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor: Rizqi Ardian </strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>MCK di Desa Kedungombo Nganjuk Diapresiasi Warga</title>
<link>https://suarajatimpost.com/mck-di-desa-kedungombo-nganjuk-diapresiasi-warga</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/mck-di-desa-kedungombo-nganjuk-diapresiasi-warga</guid>
<description><![CDATA[ Program ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas sanitasi dan kesejahteraan masyarakat di daerah-daerah tersebut. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202509/image_870x580_68ca42875fc71.webp" length="37074" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 18 Sep 2025 17:32:12 +0700</pubDate>
<dc:creator>Kuswanto</dc:creator>
<media:keywords>Program sanitasi, MCK, Dinas PUPR Ciptakarya, Masyarakat berpenghasilan rendah, 25 unit, Desa Kedungombo, Nganjuk</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>NGANJUK, SJP -</strong> Harapan warga Desa Kedungombo, Kecamatan Tanjunganom Kabupaten Nganjuk untuk memiliki sanitasi yang layak, akhirnya terwujud.</p>
<p>Melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Ciptakarya Kabupaten Nganjuk, bantuan Mandi Cuci Kakus (MCK) disalurkan untuk meningkatkan sanitasi dan kesehatan masyarakat di wilayah tersebut.</p>
<p>Program ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas sanitasi dan kesejahteraan masyarakat di daerah-daerah tersebut.</p>
<p>Kepala Desa Kedungombo, Hariyono saat ditemui di kantor Desa Kedungombo, Kecamatan Tanjunganom menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Nganjuk atas bantuan yang diberikan.</p>
<p>Ia mengatakan, bantuan MCK ini sangat bermanfaat bagi warga desanya, terutama bagi keluarga yang belum memiliki fasilitas sanitasi yang memadai.</p>
<p>"Kami sangat bersyukur atas bantuan ini. Semoga dengan adanya MCK yang layak, kesehatan warga kami semakin meningkat," kata Hariyono, Kamis (18/9/2025).</p>
<p>Menurut Hariyono, meskipun progres pembangunan sudah cukup signifikan, pihaknya berharap bisa menyelesaiakannya. Ia menjelaskan, dari 25 unit, sudah terserap 100 persen dari 20 unit, yang 5 unit masih dalam pengerjaan. </p>
<p>"Kami sudah berusaha semaksimal mungkin untuk menjalankan program ini dengan baik. Progres fisik sudah mencapai 100 persen," kata Kades Kedungombo, Rabu (17/9/2025).</p>
<p>Apresiasi juga disampaikan oleh Aris supriyanto Khasanah, warga Desa Kedungombo saat ditemui di rumahnya. </p>
<p>"Alhamdulillah mas, dengan bantuan ini, kami sedikit lega, bisa buang air besar di tempat yang layak," katanya sembari tersenyum.</p>
<p>Menurut Aris, untuk pekerjaan ini, langsung dikerjakan dari desa melalui Pokmas dengan anggaran per MCK Rp12 juta.</p>
<p>"Sedoyo niki digarap ndugi Pokmas Desa, ngeh kirang langkung wolungdino mpun rampung (semuanya dikerjakan Pokmas Desa, krang dari 8 hari sudah selesai)," ucap Aris dengan logat Bahasa Jawa.</p>
<p>Sementara, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Ciptakarya, yang diwakili oleh Hendra, menjelaskan, penyaluran bantuan MCK ini dilakukan berdasarkan pendataan yang menunjukkan bahwa masih banyak rumah tangga di Desa Kedungombo yang belum memiliki fasilitas MCK.</p>
<p>“Ini adalah program dari Kementerian PUPR, dan kami sudah melakukan pendataan dengan bekerja sama dengan kepala desa setempat. Berdasarkan hasil pendataan, ada sekitar 25 rumah yang belum memiliki MCK, dan mereka akan mendapatkan bantuan MCK dari kami,” ujar Hendra.</p>
<p>Hendra berharap bantuan ini dapat memberikan dampak positif dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat, terutama dalam hal kebersihan dan kesehatan lingkungan. <strong>(0)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Belasan Provider Layanan Internet di Nganjuk Belum Berizin</title>
<link>https://suarajatimpost.com/belasan-provider-layanan-internet-di-nganjuk-belum-berizin</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/belasan-provider-layanan-internet-di-nganjuk-belum-berizin</guid>
<description><![CDATA[ Dari 29 provider yang ada, diketahui ada 17 provider layanan internet yang masih mengurus izin ke Dinas PUPR dan DPMPTSP Nganjuk. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202509/image_870x580_68cacdbfb9691.webp" length="110866" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 17 Sep 2025 22:47:40 +0700</pubDate>
<dc:creator>Kuswanto</dc:creator>
<media:keywords>Provider, ilegal, Dinas PUPR, DPMSTP, Retribusi, Nganjuk</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>NGANJUK, SJP -</strong> Pasca pemberitaan di suarajatimpost.com dengan judul "Kabel Fiber Optik Semrawut di Nganjuk Jadi Sorotan Dinas PUPR Koordinasi dengan Sejumlah OPD" akhirnya Penata Ruang Ahli Muda Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), Ervin Eko, angkat suara.</p>
<p>Dirinya mengeluarkan pernyataan jika pemasukan dari pengelolaan kabel optik akan masuk ke kas daerah, sesuai dengan aturan tentang retribusi dan pajak daerah.</p>
<p>Bahkan, hingga saat ini dirinya mengungkap jika hampir semua provider di Nganjuk tidak berizin alias ilegal dan sulit untuk ditertibkan.</p>
<p>“Ada 29 provider saat ini, 17 di antaranya masih melakukan proses perizinan. Namun semuanya tidak lolos,” kata Ervin, Rabu (17/9/2025).</p>
<p>Hal itu juga dibenarkan oleh Penata Perizinan Ahli Madya, DPMPTSP Nganjuk, Wahyu Wijarnako. Wahyu mengatakan, provider layanan internet di Nganjuk, mayoritas belum semuanya berizin. </p>
<p>"Ada 17 provider yang masih mengurus izinnya," ujarnya di ruang kerjanya.</p>
<p>DPMPTSP, kata Wahyu, dalam hal ini hanya melakukan verifikasi data dari provider, sedangkan untuk retribusi itu kewenangan Dinas PUPR.</p>
<p>"Kalau untuk izinnya memang betul melalui aplikasi Sipentol, tapi rata-rata dari 17 provider belum semuanya mengisi, ya semuanya ilegal," ungkap Wahyu.</p>
<p>Setelah mendapatkan BAP survey, ada bukti pembayaran retribusi dan rekomendasi teknis, maka permohonan izin sempadan jalan diteruskan ke DPMPTSP melalui Kepala Dinas.</p>
<p>"Terkait masalah ini, maaf, itu bidangnya Kadis mas," singkatnya. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Kejari Dalami Dugaan Korupsi Kabel Optik, Sekda Nganjuk Diperiksa</title>
<link>https://suarajatimpost.com/kejari-dalami-dugaan-korupsi-kabel-optik-sekda-nganjuk-diperiksa</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/kejari-dalami-dugaan-korupsi-kabel-optik-sekda-nganjuk-diperiksa</guid>
<description><![CDATA[ Hingga saat ini, Kejaksaan masih belum memberikan rincian lebih lanjut mengenai pihak-pihak lain yang terlibat ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202509/image_870x580_68ca16794f216.webp" length="30502" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 17 Sep 2025 10:08:01 +0700</pubDate>
<dc:creator>Kuswanto</dc:creator>
<media:keywords>Kejari Nganjuk, Kasi Pidsus Yan Aswari, kasus kabel optik, pemanggilan saksi, Kominfo, Sekda, Nganjuk</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>NGANJUK, SJP -</strong> Kejaksaan Negeri (Kejari) Nganjuk terus mendalami kasus dugaan korupsi dalam proyek pengadaan dan pemasangan kabel optik di wilayah Kabupaten Nganjuk. Hal itu dikatakan oleh Kasi Pidsus Kejari Yan Aswari, Rabu (17/9/2025).</p>
<p>"Benar, kami telah meminta keterangan dari beberapa pihak terkait, termasuk Sekda Nganjuk, sebagai bagian dari proses pengumpulan bukti dan informasi," ujarnya.  </p>
<p>Menurut Yan, pihaknya masih masih melakukan penyidikan berdasarkan adanya laporan dugaan penyimpangan dalam pelaksanaan proyek yang menggunakan anggaran daerah tersebut.</p>
<p>Namun, pihaknya fokus pada potensi pelanggaran terkait proses perencanaan, pelaksanaan, hingga pertanggungjawaban proyek.</p>
<p>Hingga saat ini, Kejaksaan masih belum memberikan rincian lebih lanjut mengenai pihak-pihak lain yang terlibat. Tapi, Yan kembali menegaskan bahwa pihaknya akan bekerja secara profesional dan transparan dalam mengungkap kasus ini.</p>
<p>"Kami berkomitmen untuk menuntaskan kasus ini sesuai dengan hukum yang berlaku. Semua pihak yang terlibat akan dimintai pertanggungjawaban jika terbukti melakukan pelanggaran," tegasnya.</p>
<p>Sementara itu, Kadis Kominfo melalui Kabid Bidang Optik, Fafan saat di hubungi melalui sambungan WhatApp mengatakan, sudah ada intruksi dari pimpinan kalau ada info terkait kabel fiber optik langsung disuruh ke Kejaksaan.</p>
<p>"Mohon maaf mas, kalau yang ditanyakan terkait fiber optik, sudah ada intruksi dari pimpinan untuk konfirmasi ke Kejaksaan," kata Fafan.</p>
<p>Disinggung terkait anggaran tahun berapa, Fafan tetep tidak mau menyampaikan.</p>
<p>"Coba langsung saja di Kejaksaan," tutupnya.</p>
<p>Sekadar diketahui, Kejaksaan Negeri Nganjuk membidik proyek pengadaan jaringan fiber optik di Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Nganjuk. Proyek bernilai Rp6 miliar yang bersumber dari APBD tahun 2024 itu diduga ada tindak pidana korupsi.</p>
<p>Kepala Seksi Intelijen (Kasi Intel) Kejari Nganjuk Koko Roby Yahya saat dihubungi via WhatsApp menyatakan adanya dugaan aliran dana kepada sejumlah pejabat tinggi di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Nganjuk. </p>
<p>"Kami sudah memanggil belasan saksi di lingkup Kominfo serta pihak-pihak yang terkait, salah satunya mantan Kadis, sabar ya mas. Prosesnya masih dalam tahap penyelidikan," ujar Koko, Jumat (12/9/2025). <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Perwakilan Kades di Nganjuk Kecam Wartawan dan LSM Minta&amp;minta Dana</title>
<link>https://suarajatimpost.com/perwakilan-kades-di-nganjuk-kecam-wartawan-dan-lsm-minta-minta-dana</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/perwakilan-kades-di-nganjuk-kecam-wartawan-dan-lsm-minta-minta-dana</guid>
<description><![CDATA[ Praktik oknum media dan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) yang disinyalir berasal dari luar Nganjuk, yang kerap mendatangi desa-desa untuk &quot;minta-minta&quot; dana dengan berbagai dalih ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202509/image_870x580_68c9688f7ba79.webp" length="60388" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Tue, 16 Sep 2025 21:47:41 +0700</pubDate>
<dc:creator>Kuswanto</dc:creator>
<media:keywords>Oknum wartawan, LSM, Minta minta, identitas, Kades se Nganjuk, memeras, Nganjuk</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>NGANJUK, SJP –</strong> Seorang Kepala Desa di wilayah Nganjuk melayangkan kecaman keras terhadap praktik oknum media  (wartawan) dan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) yang disinyalir berasal dari luar Nganjuk, yang kerap mendatangi desa-desa untuk "minta-minta" dana dengan berbagai dalih. </p>
<p>Sutrisno, salah satu Ketua Paguyupan Desa se Kecamatan Loceret, Nganjuk, yang juga sebagai Kades Sukorejo menegaskan, setiap individu atau kelompok yang beraktivitas di desanya wajib menunjukkan identitas diri, seperti Kartu Tanda Penduduk (KTP) dan kartu identitas lembaga yang jelas.</p>
<p>Menurutnya, keresahan ini muncul setelah beberapa laporan dari kepala desa, jika para oknum tersebut terkesan mendesak dan kunjungan mereka tidak jelas.</p>
<p>"Orang-orang yang mengaku dari media atau LSM yang di luar Nganjuk sering minta uang dengan memakai kertas bertuliskan anggaran dana desa, tapi tujuan mereka tidak jelas, ujung-ujungnya memeras. Ini sangat meresahkan," ujar Kades Sutrisno, Selasa (16/9/2025).</p>
<p>Praktik ini tidak hanya mengganggu ketenteraman desa, tetapi juga berpotensi menimbulkan kecurigaan dan penyalahgunaan wewenang. </p>
<p>"Kami tidak melarang siapa pun untuk berkunjung atau melakukan kegiatan positif di desa kami, asalkan sesuai prosedur dan tujuannya jelas. Tapi kalau datang hanya untuk minta-minta tanpa identitas yang sah, itu jelas tidak bisa kami tolerir," tegasnya.</p>
<p>Bahkan, jika mereka datang ke Nganjuk untuk melakukan tindakan imtimidasi kepada para Kades, dirinya tidak akan segan-segan meneriaki mereka sebagai 'maling'. Pihaknya telah menginstruksikan kepada seluruh Kades se Nganjuk untuk lebih waspada. </p>
<p>"Setiap ada tamu yang mengaku dari media (wartawan) atau LSM, terutama yang tidak dikenal, wajib diminta menunjukkan KTP dan identitas lembaga mereka. Jika tidak bisa menunjukkan, kami akan teriak maling," paparnya.</p>
<p>Dirinya juga bertanggung jawab. Karena, lanjut dia, sebagai wartawan tidak terlalu banyak nanya. Seharusnya cari narasumber untuk bahan pemberitaan.</p>
<p>"Kalau dia tidak mau menguarkan identitas, jangan mau, khususnya Kades, kalau perlu kita gebuk disitu, aku tanggung jawab," beber mantan anggota Kopasus TNI AD ini.</p>
<p>Langkah ini diambil sebagai upaya menjaga keamanan dan ketertiban desa, serta melindungi masyarakat dari potensi penipuan atau praktik-praktik yang tidak bertanggung jawab.</p>
<p>Kades berharap, dengan adanya penegasan ini, oknum-oknum serupa tidak lagi berani beroperasi di wilayah Nganjuk dan praktik "minta-minta" dengan modus media atau LSM dapat diberantas. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor: Rizqi Ardian </strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Kades Dadapan Nganjuk Terjerat Kasus Korupsi Dana Desa, Kejari: Ada Kemungkinan Tersangka Baru</title>
<link>https://suarajatimpost.com/kades-dadapan-nganjuk-terjerat-kasus-korupsi-dana-desa-kejari-ada-kemungkinan-tersangka-baru</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/kades-dadapan-nganjuk-terjerat-kasus-korupsi-dana-desa-kejari-ada-kemungkinan-tersangka-baru</guid>
<description><![CDATA[ Kejaksaan juga menegaskan tidak menutup kemungkinan adanya tersangka lain dalam kasus yang merugikan negara hingga Rp1 miliar. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202509/image_870x580_68c94815756f4.webp" length="29012" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Tue, 16 Sep 2025 19:33:24 +0700</pubDate>
<dc:creator>Kuswanto</dc:creator>
<media:keywords>Kasus korupsi dana desa, tersangka, Kades Dadapan Yuliantono, Kejaksaan Negri Nganjuk, kerugian 1 miliar, anggaran tahun 2023 - 2024, Desa Dadapan, Nganjuk</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>NGANJUK, SJP –</strong> Kejaksaan Negeri Nganjuk bergerak cepat dalam mengungkap kasus dugaan korupsi dana desa di Desa Dadapan, dengan menetapkan Kepala Desa (Kades) Dadapan sebagai tersangka. Kejaksaan Negeri juga menegaskan tidak menutup kemungkinan adanya tersangka lain dalam kasus yang merugikan negara hingga Rp1 miliar ini.</p>
<p>Kasi Pidsus Kejaksaan Negeri Nganjuk, Yan Aswari mengungkapkan, pihaknya telah menetapkan Kades Dadapan sebagai tersangka korupsi dana desa. Nilai korupsi yang diduga dilakukan mencapai Rp1 miliar. </p>
<p>"Penyidikan masih terus berjalan. Kami tidak menutup kemungkinan adanya tersangka lain yang terlibat dalam kasus ini. Siapa pun yang terbukti bersalah akan kami proses sesuai hukum yang berlaku," ujarnya, Selasa (16/9/2025).</p>
<p>Menurutnya, pihaknya masih terus mendalami peran pihak-pihak lain yang diduga terlibat dalam kasus korupsi ini. Beberapa saksi telah diperiksa, dan barang bukti terus dikumpulkan untuk memperkuat penyidikan.</p>
<p>"Kami akan terus bekerja keras untuk mengungkap seluruh fakta dalam kasus ini. Kami terbuka dan transparan, siapapun yang terlibat akan kami dalami, kami tidak bisa menyebut, karena ini masih dalam proses," ujar Yan.</p>
<p>Disinggung modus operandi yang dilakukan Kades Dadapan, Yan menyampaikan, saat pencairan Dana Desa, tidak semuanya dicairkan kepada Pelaksana Keuangan (PK). Namun dipergunakan untuk kepentingan pribadi.</p>
<p>"Saat pencairan Dana Desa, Tersangka dipergunakan untuk kepentingan pribadi," ungkapnya.</p>
<p>Yan menjelaskan, Kades Dadapan disangkakan melanggar Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001.</p>
<p>"Tersangka dijerat dengan pasal 2 ayat (1) dan/atau pasal 3 Undang-Undang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. Pasal 2 ayat (1) mengatur tentang perbuatan melawan hukum yang menyebabkan kerugian negara, Ancaman hukuman pidana penjara minimal 4 tahun dan maksimal 20 tahun," jelasnya. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Diduga Korupsi Dana Desa, Kades Dadapan Nganjuk Ditetapkan Sebagai Tersangka</title>
<link>https://suarajatimpost.com/diduga-korupsi-dana-desa-kades-dadapan-nganjuk-ditetapkan-sebagai-tersangka</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/diduga-korupsi-dana-desa-kades-dadapan-nganjuk-ditetapkan-sebagai-tersangka</guid>
<description><![CDATA[ Penetapan ini diumumkan pada hari ini, Selasa (16/9/2025) setelah melalui serangkaian penyelidikan intensif yang dilakukan oleh tim penyidik Kejaksaan Negeri Nganjuk ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202509/image_870x580_68c9403e2683a.webp" length="35690" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Tue, 16 Sep 2025 18:22:10 +0700</pubDate>
<dc:creator>Kuswanto</dc:creator>
<media:keywords>Tersangka, korupsi dana desa, Dana Desa, anggaran 2023-2024, Kejaksaan Negri Nganjuk, Desa Dadapan, Ngronggot, Nganjuk</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>NGANJUK, SJP –</strong> Kejaksaan Negeri Nganjuk secara resmi menetapkan, Yuliantono, Kepala Desa Dadapan, Kecamatan Nganjuk, sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi dana desa tahun anggaran 2023-2024.</p>
<p>Penetapan ini diumumkan pada hari ini, Selasa (16/9/2025) setelah melalui serangkaian penyelidikan intensif yang dilakukan oleh tim penyidik kejaksaan.</p>
<p> "Setelah mengumpulkan bukti-bukti yang cukup, kami menetapkan, Yuliantono, Kepala Desa Dadapan sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi dana desa," ujar Kejari Ika Mauluddhina melalui Kasi Pidsus Kejaksaan Negeri Nganjuk, Yan Aswari, dalam konferensi pers di Kejaksaan Negeri Nganjuk.</p>
<p>Menurut Yan, terdapat indikasi kuat penyalahgunaan dana desa yang seharusnya digunakan untuk pembangunan dan kesejahteraan masyarakat desa. Modus operandi yang diduga dilakukan oleh tersangka antara lain adalah mark-up anggaran, proyek fiktif, dan penggelembungan harga barang atau jasa.</p>
<p>"Kami menemukan sejumlah kejanggalan dalam laporan penggunaan dana desa, yang setelah kami telusuri lebih lanjut, mengarah pada tindakan korupsi yang dilakukan oleh tersangka," jelas Yan</p>
<p>Kejaksaan Negeri Nganjuk telah melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah saksi, termasuk perangkat desa, tokoh masyarakat, dan pihak-pihak terkait lainnya. Selain itu, tim penyidik juga telah mengamankan sejumlah dokumen dan barang bukti yang relevan untuk memperkuat kasus ini.</p>
<p>Akibat perbuatannya, Kepala Desa Dadapan dijerat dengan Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001.</p>
<p>Tersangka terancam hukuman pidana penjara minimal 4 tahun dan maksimal 20 tahun, serta denda paling sedikit Rp200 juta dan paling banyak Rp1 miliar.</p>
<p>Saat ini, tersangka telah ditahan di Rumah Tahanan (Rutan) Nganjuk 20 hari yang akan datang untuk kepentingan penyidikan lebih lanjut.</p>
<p>Kejaksaan Negeri Nganjuk berkomitmen untuk menuntaskan kasus ini secara profesional dan transparan, serta memastikan bahwa semua pihak yang terlibat akan dimintai pertanggungjawaban sesuai dengan hukum yang berlaku.</p>
<p>Kasus ini menjadi perhatian serius bagi masyarakat Nganjuk, khususnya warga Desa Dadapan. Mereka berharap agar kasus ini dapat segera diselesaikan dan dana desa dapat digunakan secara tepat sasaran untuk kemajuan desa.</p>
<p>Kejaksaan Negeri Nganjuk mengimbau kepada seluruh kepala desa dan perangkat desa di Kabupaten Nganjuk untuk menggunakan dana desa secara transparan dan akuntabel. Jika ada indikasi penyalahgunaan dana desa, masyarakat diharapkan untuk segera melaporkannya kepada pihak berwajib. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Kabel Fiber Optik Semrawut di Nganjuk Jadi Sorotan, PUPR Koordinasi dengan Sejumlah OPD</title>
<link>https://suarajatimpost.com/kabel-fiber-optik-semrawut-di-nganjuk-jadi-sorotan-pupr-koordinasi-dengan-sejumlah-opd</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/kabel-fiber-optik-semrawut-di-nganjuk-jadi-sorotan-pupr-koordinasi-dengan-sejumlah-opd</guid>
<description><![CDATA[ Dinas Pekerjaan Umum (PUPR) Kabupaten Nganjuk sempat sidak dilokasi mengenai pengelolaan infrastruktur tersebut ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202509/image_870x580_68c7ce98da08c.webp" length="111660" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 15 Sep 2025 17:21:36 +0700</pubDate>
<dc:creator>Kuswanto</dc:creator>
<media:keywords>Kabel Optik, PT Telkom, legalitas perizinan, 5 OPD, Dinas PUPR, Tidak Lolos, Bapeda, Pemkab Nganjuk, Nganjuk</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p data-start="251" data-end="605"><strong>NGANJUK, SJP –</strong> Pasca pemberitaan terkait semrawutnya kabel fiber optik di depan pabrik Indoprima Baron yang membahayakan pengguna jalan, pada Minggu (14/9/2025), persoalan ini akhirnya menjadi perhatian publik.</p>
<p data-start="251" data-end="605">Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Nganjuk pun melakukan inspeksi ke lokasi terkait pengelolaan infrastruktur tersebut.</p>
<p data-start="607" data-end="1050">Penata Ruang Ahli Muda Dinas PUPR, Ervin Eko, menjelaskan bahwa pengelolaan kabel optik melibatkan setidaknya lima Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait.</p>
<p data-start="607" data-end="1050">“Kami dari Dinas PU berkoordinasi dengan beberapa OPD terkait seperti Dinas Komunikasi dan Informatika, Dinas DPMSTP, Satpol PP, dan BKAD untuk pengelolaan kabel optik ini. Tapi tidak diloloskan oleh Bapeda,” ujar Ervin kepada Suarajatimpost.com saat diwawancarai, Senin (15/9/2025).</p>
<p data-start="1052" data-end="1503">Menurut Ervin, permasalahan ini sebenarnya sudah muncul sejak era mantan Kepala Dinas PUPR, Gunawan Widagdo. </p>
<p data-start="1052" data-end="1503">“Karena tidak ada pemasukan PAD sewa lahan itu, karena belum ada peraturan yang mengatur itu, karena waktu itu kita mengusulkan di tahun 2023 lalu. Tapi sama Bapeda di Kementerian Dalam Negeri tidak diloloskan, karena tidak ada fasilitas dari pemkab untuk pengolahan kabel itu sendiri,” kata Ervin saat ditemui di lokasi PT Indoprima Baron.</p>
<p data-start="1505" data-end="1688">Lebih lanjut, ia menyebut Pemkab sebenarnya sudah jauh hari merencanakan penggunaan kabel yudit bawah tanah.</p>
<p data-start="1505" data-end="1688">“Salah satunya ada di jalan Diponegoro dan di jalan Kartini,” ungkapnya.</p>
<p data-start="1690" data-end="2047">Ervin menambahkan, seluruh pemasukan dari pengelolaan kabel optik akan masuk ke kas daerah, sesuai dengan aturan tentang retribusi dan pajak daerah.</p>
<p data-start="1690" data-end="2047">“Dana ini kemudian masuk ke kas daerah sejak awal 2020, meskipun perdanya belum ada,” tambahnya.</p>
<p data-start="1690" data-end="2047">Ia juga menegaskan pihaknya telah berkoordinasi dengan BPK Provinsi untuk segera membuat legalitas perizinan.</p>
<p data-start="2049" data-end="2364">Saat disinggung berapa lama legalitas perizinan kabel optik belum ada, Ervin mengaku tidak mengetahui secara pasti.</p>
<p data-start="2049" data-end="2364">“Kurang tahu aku mas,” ujarnya.</p>
<p data-start="2049" data-end="2364">Namun ia menyebut, persoalan ini mulai ia tangani pada awal 2022, sementara kemunculan awal permasalahan sudah ramai sejak awal 2020, tepatnya saat pandemi Covid-19.</p>
<p data-start="2366" data-end="2575">Sementara itu, Kepala Telkom Nganjuk, Irma, melalui Dinas PUPR menyampaikan pihaknya juga akan menindaklanjuti masalah tersebut.</p>
<p data-start="2366" data-end="2575">“Kami akan segera melakukan pengecekan, tim survei segera ke lokasi,” katanya. <strong>(*)</strong></p>
<p data-start="2366" data-end="2575"><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Kabel Fiber Optik Semrawut di Depan Pabrik Indoprima Baron Nganjuk, Berbahaya bagi Pengguna Jalan</title>
<link>https://suarajatimpost.com/kabel-fiber-optik-semrawut-di-depan-pabrik-indoprima-baron-nganjuk-berbahaya-bagi-pengguna-jalan</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/kabel-fiber-optik-semrawut-di-depan-pabrik-indoprima-baron-nganjuk-berbahaya-bagi-pengguna-jalan</guid>
<description><![CDATA[ Kabel-kabel yang menjuntai dan tidak teratur ini dinilai mengganggu estetika lingkungan dan berpotensi membahayakan pengguna jalan ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202509/image_870x580_68c6b65a5f042.webp" length="88472" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 15 Sep 2025 08:08:21 +0700</pubDate>
<dc:creator>Kuswanto</dc:creator>
<media:keywords>Kabel fiber Optik, semrawut, PT Indoprima, Dinas PUPR, Kasus Kabel Fiber, Nganjuk</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>NGANJUK, SJP</strong> - Pemandangan kabel fiber optik yang semrawut di depan sebuah pabrik PT indoprima Dusun Plimping, Desa Gebangkerep, Baron, Nganjuk menjadi sorotan warga sekitar. Kabel-kabel yang menjuntai dan tidak teratur ini dinilai mengganggu estetika lingkungan dan berpotensi membahayakan pengguna jalan.</p>
<p>Rudi, salah seorang warga mengungkapkan, kondisi ini sangat bahaya kalau dibiarkan seperti ini. "Selain tidak enak dipandang, juga khawatir kalau tiba-tiba putus dan mengenai orang yang lewat," ujarnya, Minggu (14/9/2025).</p>
<p>Warga berharap, kabel fiber optik itu segera dirapikan untuk mengantisipasi terjadinya kecelakaan pada warga yang melintas. "Harusnya, ini segera ditangani," tuturnya.</p>
<p>Menanggapi keluhan tersebut, Dinas Pekerjaan Umum (PU) Nganjuk melalui staf tata ruang Ervin menyatakan bahwa penanganan kabel fiber optik bukan merupakan kewenangan mereka. "Untuk masalah kabel fiber optik, itu bukan ranah kami. Itu biasanya dari pihak provider," kata Ervin perwakilan dari Dinas PU saat dikonfirmasi melalui sambungan whatsapp</p>
<p>Lanjut Ervin, secara umum, tanggung jawab atas penataan dan pemeliharaan jaringan kabel fiber optik berada pada penyedia, karena letaknya di jalan provinsi. "Kami sudah dapat laporan dari dinas DMPSTP terkait laporan ini, kami segera ke lokasi," kata Ervin. (*)</p>
<p>Editor: Danu S</p>]]> </content:encoded>
</item>

</channel>
</rss>