<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
     xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
     xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
     xmlns:admin="http://webns.net/mvcb/"
     xmlns:rdf="http://www.w3.org/1999/02/22-rdf-syntax-ns#"
     xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
     xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/">
<channel>
<title>Suara Jatim Post &amp; Choirul Anwar</title>
<link>https://suarajatimpost.com/rss/author/choirul-anwar</link>
<description>Suara Jatim Post &amp; Choirul Anwar</description>
<dc:language>en</dc:language>
<dc:rights>Copyright 2023 Suara Jatim Post. All Rights Reserved.</dc:rights>

<item>
<title>Dino Fossil Dino Park Jatim Park 3 Ajak Pengunjung Menelusuri Kehidupan Dinosaurus Jutaan Tahun Lalu</title>
<link>https://suarajatimpost.com/dino-fossil-dino-park-jatim-park-3-ajak-pengunjung-menelusuri-kehidupan-dinosaurus-jutaan-tahun-lalu</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/dino-fossil-dino-park-jatim-park-3-ajak-pengunjung-menelusuri-kehidupan-dinosaurus-jutaan-tahun-lalu</guid>
<description><![CDATA[ Kehadiran area Dino Fossil dibuat agar dapat menumbuhkan minat anak-anak dan keluarga terhadap ilmu pengetahuan, sekaligus memberikan pengalaman wisata yang berkesan saat berlibur di Kota Batu. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202606/image_870x580_6a40fbedac5d4.webp" length="36772" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sun, 28 Jun 2026 19:19:02 +0700</pubDate>
<dc:creator>Choirul Anwar</dc:creator>
<media:keywords>Kota Batu, Jatim Park Group, Dino Fossil</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KOTA BATU, SJP –</strong> Mengisi momen libur panjang sekolah, Dino Park di kawasan Jatim Park 3 menghadirkan pengalaman wisata edukatif melalui area Dino Fossil. Zona ini mengajak pengunjung menelusuri jejak kehidupan dinosaurus jutaan tahun lalu melalui berbagai replika fosil berukuran besar yang dikemas secara interaktif dan mudah dipahami oleh seluruh kalangan.</p>
<p>Manager Marketing and Public Relation Jatim Park Group, Titik S. Aryanto pada Minggu (28/6/2026) menegaskan sebagai area pertama yang menyambut pengunjung, Dino Fossil menampilkan beragam koleksi fosil dinosaurus lengkap dengan informasi mengenai struktur tubuh, karakteristik, hingga kehidupan satwa purba yang pernah menghuni Bumi.</p>
<p>"Kehadiran area ini menjadi sarana edukasi yang memperkenalkan ilmu paleontologi dengan konsep yang lebih menarik dan menyenangkan," urainya.</p>
<p>Ia juga mengatakan Dino Fossil dirancang agar pengunjung tidak hanya menikmati rekreasi, tetapi juga memperoleh pengetahuan mengenai sejarah kehidupan prasejarah.</p>
<p>"Melalui area Dino Fossil, kami ingin menghadirkan pengalaman belajar yang menyenangkan bagi seluruh anggota keluarga. Pengunjung dapat mengenal berbagai jenis dinosaurus dan memahami bagaimana para ilmuwan mempelajari kehidupan jutaan tahun lalu melalui fosil-fosil yang ditemukan," imbuhnya.</p>
<p>Salah satu koleksi yang menjadi daya tarik utama adalah replika Brachiosaurus dengan tinggi mencapai sekitar 12 meter. Replika tersebut memberikan gambaran nyata mengenai ukuran dinosaurus raksasa yang hidup pada periode Jura sekitar 150 juta tahun lalu, sekaligus menjadi salah satu spot favorit pengunjung untuk berfoto.</p>
<p>Selain menampilkan berbagai jenis fosil dinosaurus, area Dino Fossil juga menjelaskan pentingnya fosil dalam perkembangan ilmu pengetahuan. Melalui koleksi yang dipamerkan, pengunjung dapat memahami bagaimana fosil membantu para peneliti mengungkap bentuk tubuh, pola hidup, hingga lingkungan tempat hidup berbagai spesies purba yang telah punah.</p>
<p>Suasana area yang menyerupai museum sejarah alam membuat Dino Fossil menjadi salah satu zona favorit di Dino Park. Berbagai koleksi yang disajikan menghadirkan pengalaman visual yang menarik sekaligus memperluas wawasan pengunjung mengenai perjalanan kehidupan di Bumi.</p>
<p>Dengan konsep wisata yang memadukan edukasi dan hiburan, Dino Fossil melengkapi berbagai wahana di Dino Park Jatim Park 3 sebagai destinasi yang cocok dikunjungi selama libur sekolah. (**)</p>
<p><strong>Editor: Danu</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>PT Esa Suwardhana Sebut Proyek Greenhouse Stroberi di Kota Batu Miliki Izin Pemanfaatan Air</title>
<link>https://suarajatimpost.com/pt-esa-suwardhana-sebut-proyek-greenhouse-stroberi-di-kota-batu-miliki-izin-pemanfaatan-air</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/pt-esa-suwardhana-sebut-proyek-greenhouse-stroberi-di-kota-batu-miliki-izin-pemanfaatan-air</guid>
<description><![CDATA[ Di sisi lain, pihak perusahaan bersikap transparan mengenai dokumen administrasi yang belum rampung. Deddy mengakui masih ada dua dokumen yang saat ini sedang dalam proses penyelesaian, yaitu Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) dan Sertifikat Laik Fungsi (SLF). ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202606/image_870x580_6a3e391629be2.webp" length="66852" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Fri, 26 Jun 2026 16:33:58 +0700</pubDate>
<dc:creator>Choirul Anwar</dc:creator>
<media:keywords>Kota Batu, Demo, Sumberbrantas</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KOTA BATU, SJP</strong> — PT Esa Suwardhana Thani menyebut bahwa seluruh proses perizinan pemanfaatan air bawah tanah (ABT) untuk proyek greenhouse stroberi di Desa Sumberbrantas, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu, telah ditempuh sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku.</p>
<p></p>
<p>Perwakilan PT Esa Suwardhana Thani, Deddy Febrianto, menjelaskan bahwa pengurusan izin operasional tersebut sudah berjalan cukup lama melalui sistem Online Single Submission (OSS) sejak tahun 2019. Saat ini, perusahaan telah mengantongi sejumlah dokumen perizinan utama.</p>
<p></p>
<p>Dokumen tersebut di antaranya adalah Persetujuan Kesesuaian Kegiatan Pemanfaatan Ruang (PKKPR), Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL), hingga Izin Pengusahaan Air Tanah (IPAT).</p>
<p></p>
<p>"Perizinan kami diproses melalui OSS sejak 2019. PKKPR, AMDAL, hingga IPAT sudah terbit. IPAT sendiri kami peroleh pada 2023," ujar Deddy saat memberikan keterangan pada Jumat (26/6/2026).</p>
<p></p>
<p>Deddy memaparkan, berdasarkan izin resmi dari pemerintah, perusahaan mendapatkan kuota alokasi pemanfaatan air tanah maksimal sebesar 25 meter kubik per hari. Dalam operasional sehari-hari, konsumsi air perusahaan dipastikan berada di bawah ambang batas tersebut.</p>
<p></p>
<p>Rata-rata penggunaan air harian hanya berkisar di angka 17 meter kubik. Jika sedang dalam masa pembangunan, konsumsi air sedikit meningkat menjadi 20 hingga maksimal 25 meter kubik per hari, tanpa pernah melebihi batas yang ditentukan. Deddy menegaskan bahwa pemanfaatan air tersebut sepenuhnya mengacu pada regulasi yang tercantum dalam izin.</p>
<p></p>
<p>Selain masalah volume air, Deddy juga meluruskan isu mengenai jumlah sumur bor di area proyek. Ia memastikan bahwa operasional perusahaan tidak menyalahi aturan teknis.</p>
<p></p>
<p>"Kami hanya memiliki satu titik pengeboran dan tidak ada pengeboran kedua," tegasnya.</p>
<p></p>
<p>Di sisi lain, pihak perusahaan bersikap transparan mengenai dokumen administrasi yang belum rampung. Deddy mengakui masih ada dua dokumen yang saat ini sedang dalam proses penyelesaian, yaitu Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) dan Sertifikat Laik Fungsi (SLF).</p>
<p></p>
<p>Belum terbitnya kedua dokumen tersebut bukan karena kendala pelanggaran, melainkan karena regulasi yang mengharuskan pembangunan fisik selesai terlebih dahulu sebelum diverifikasi.</p>
<p></p>
<p>"Untuk PBG dan SLF masih berproses karena persyaratannya menunggu bangunan selesai terlebih dahulu," imbuhnya.</p>
<p></p>
<p>Melalui penjelasan ini, pihak PT Esa Suwardhana Thani berharap masyarakat mendapatkan informasi yang jernih dan berimbang bahwa seluruh kegiatan perusahaan dijalankan berdasarkan mekanisme hukum. Perusahaan juga menyatakan tetap membuka ruang komunikasi yang sehat dengan seluruh pihak terkait demi kebaikan bersama. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Wali Kota Batu Jadi Responden Sensus Ekonomi, Ajak Warga Beber Data Secara Jujur</title>
<link>https://suarajatimpost.com/wali-kota-batu-jadi-responden-sensus-ekonomi-ajak-warga-beber-data-secara-jujur</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/wali-kota-batu-jadi-responden-sensus-ekonomi-ajak-warga-beber-data-secara-jujur</guid>
<description><![CDATA[ Pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 diinginkan oleh Pemkot Batu agar kota yang terkenal akan pariwisatanya ini mampu menghadirkan potret aktual kondisi perekonomian yang ada. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202606/image_870x580_6a3e37da95837.webp" length="40348" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Fri, 26 Jun 2026 16:30:49 +0700</pubDate>
<dc:creator>Choirul Anwar</dc:creator>
<media:keywords>Kota Batu, Sensus Ekonomi, Data</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KOTA BATU, SJP</strong> – Wali Kota Batu, Nurochman, menunjukkan dukungan nyata terhadap pelaksanaan Sensus Ekonomi (SE) 2026 dengan menerima langsung kedatangan petugas Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Batu di Rumah Dinas Wali Kota. Dalam kesempatan tersebut, Nurochman mengikuti seluruh proses pendataan dan memberikan informasi yang diperlukan sebagai responden.</p>
<p></p>
<p>Pada Jumat (26/6/2026) orang nomor satu di Kota Batu tersebut menegaskan partisipasi masyarakat menjadi faktor utama dalam menentukan keberhasilan pelaksanaan Sensus Ekonomi. Ia menegaskan bahwa data yang akurat hanya dapat diperoleh apabila masyarakat memberikan informasi sesuai kondisi yang sebenarnya.</p>
<p></p>
<p>“Saya mengajak seluruh masyarakat untuk mendukung pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 dengan memberikan data yang sebenar-benarnya kepada petugas. Data yang akurat akan menghasilkan kebijakan yang tepat dan berdampak langsung bagi kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.</p>
<p></p>
<p>Ia menjelaskan, hasil pendataan tersebut nantinya akan menjadi pijakan pemerintah dalam menyusun berbagai kebijakan pembangunan, mulai dari penguatan sektor usaha, peningkatan investasi, hingga penyusunan program pemberdayaan ekonomi masyarakat yang lebih tepat sasaran.</p>
<p></p>
<p>Sebagai daerah yang mengandalkan sektor pariwisata, pertanian, perdagangan, dan jasa sebagai penggerak utama perekonomian, Kota Batu membutuhkan basis data yang valid untuk memetakan potensi sekaligus mengidentifikasi berbagai tantangan yang dihadapi pelaku usaha.</p>
<p></p>
<p>"Dari informasi yang kami himpun melalui Sensus Ekonomi tidak hanya menjadi kebutuhan pemerintah pusat, tetapi juga akan menjadi referensi penting bagi pemerintah daerah dalam merancang arah pembangunan ekonomi yang berkelanjutan," imbuhnya.</p>
<p></p>
<p>Karena itu, ia mengimbau masyarakat maupun pelaku usaha agar menerima petugas sensus yang bertugas di lapangan dan memberikan jawaban secara jujur, lengkap, serta sesuai kondisi riil.</p>
<p></p>
<p>Nurochman juga menilai keterbukaan masyarakat dalam memberikan data merupakan bentuk partisipasi aktif dalam mendukung pembangunan daerah. Semakin baik kualitas data yang dikumpulkan, semakin tepat pula kebijakan yang dapat disusun pemerintah untuk menjawab kebutuhan masyarakat. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Kota Batu Bidik Peluang Investasi Baru</title>
<link>https://suarajatimpost.com/kota-batu-bidik-peluang-investasi-baru</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/kota-batu-bidik-peluang-investasi-baru</guid>
<description><![CDATA[ Dengan tetap mengedepankan prinsip pembangunan berkelanjutan, investasi yang masuk diharapkan dapat memperkuat sektor unggulan daerah, membuka lapangan kerja, serta mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif bagi masyarakat Kota Batu. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202606/image_870x580_6a3e36d8a3144.webp" length="45938" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Fri, 26 Jun 2026 16:00:51 +0700</pubDate>
<dc:creator>Choirul Anwar</dc:creator>
<media:keywords>Kota Batu, Investor, Ekonomi</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KOTA BATU, SJP</strong> – Pemerintah Kota Batu berupaya menangkap peluang investasi baru usai mengikuti High Level Meeting (HLM) Forum Investasi, Tim Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Daerah (TP2ED), serta Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) Jawa Timur Tahun 2026. Forum tersebut dinilai menjadi momentum penting untuk memperkuat jejaring kerja sama sekaligus meningkatkan daya saing ekonomi daerah.</p>
<p></p>
<p>Wakil Wali Kota Batu, Heli Suyanto pada Jumat (26/6/2026) menegaskan Kota Batu harus mampu memanfaatkan berbagai peluang investasi yang berkembang di Jawa Timur tanpa mengabaikan karakteristik daerah sebagai kota wisata dan pertanian.</p>
<p></p>
<p>"Kota Batu tentu perlu mengambil peran dalam iklim investasi yang sehat dan produktif. Namun investasi yang masuk harus tetap selaras dengan karakter Kota Batu sebagai kota wisata, kota pertanian, dan kota yang berkomitmen menjaga kelestarian lingkungan," ujarnya.</p>
<p></p>
<p>Heli menjelaskan, salah satu pembahasan utama dalam forum tersebut adalah kesiapan Jawa Timur menawarkan 38 proyek investasi dengan total nilai mencapai Rp 50,4 triliun. Selain itu, Pemerintah Provinsi Jawa Timur juga terus mendorong pengembangan kawasan industri, peningkatan ekspor, dan perluasan akses keuangan sebagai strategi menjaga pertumbuhan ekonomi.</p>
<p></p>
<p>Ia menilai, kondisi tersebut menjadi peluang bagi Kota Batu untuk memperkuat promosi berbagai sektor unggulan yang dimiliki, mulai dari pariwisata, pertanian, ekonomi kreatif, hingga usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).</p>
<p></p>
<p>Menurut Heli, investasi yang masuk ke Kota Batu tidak hanya diukur dari besarnya nilai modal, tetapi juga harus mampu memberikan dampak nyata terhadap penciptaan lapangan kerja, peningkatan kesejahteraan masyarakat, serta menjaga keberlanjutan lingkungan.</p>
<p></p>
<p>"Pemerintah Kota Batu terus berupaya menciptakan iklim usaha yang kondusif melalui kemudahan pelayanan, kepastian regulasi, dan penguatan kolaborasi dengan berbagai pihak agar investor merasa nyaman berinvestasi di Kota Batu," imbuhnya.</p>
<p></p>
<p>Ia menambahkan, sinergi antara pemerintah daerah, dunia usaha, dan lembaga keuangan menjadi faktor penting untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Libur Sekolah Jadi Momentum Guru Berbenah, Dindik Jatim Dorong Lahirnya Inovasi Pembelajaran Baru</title>
<link>https://suarajatimpost.com/libur-sekolah-jadi-momentum-guru-berbenah-dindik-jatim-dorong-lahirnya-inovasi-pembelajaran-baru</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/libur-sekolah-jadi-momentum-guru-berbenah-dindik-jatim-dorong-lahirnya-inovasi-pembelajaran-baru</guid>
<description><![CDATA[ Melalui berbagai program penguatan kapasitas selama masa libur sekolah, Dindik Jawa Timur ingin memastikan tahun ajaran 2026/2027 tidak hanya diawali dengan kesiapan siswa, tetapi juga kesiapan guru sebagai ujung tombak pendidikan. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202606/image_870x580_6a3bbfc023d0a.webp" length="31556" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 24 Jun 2026 19:29:48 +0700</pubDate>
<dc:creator>Choirul Anwar</dc:creator>
<media:keywords>Kota Batu, Guru. Liburan, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KOTA BATU, SJP</strong> – Masa libur sekolah tahun ajaran 2025/2026 dimanfaatkan Dinas Pendidikan (Dindik) Jawa Timur untuk mendorong peningkatan kualitas sumber daya pendidik. Alih-alih menjadi waktu jeda tanpa aktivitas, periode libur 22 Juni hingga 12 Juli 2026 diminta menjadi momentum bagi para guru untuk memperkuat kompetensi dan menyiapkan berbagai inovasi pembelajaran menjelang dimulainya tahun ajaran baru.</p>
<p></p>
<p>Kepala Dindik Jatim, Aries Agung Paewai pada Rabu (24/6/2026) menegaskan bahwa kualitas pendidikan tidak hanya ditentukan oleh kesiapan peserta didik, tetapi juga oleh kesiapan guru dalam menghadapi dinamika dunia pendidikan yang terus berkembang.</p>
<p>Menurutnya, ketika siswa memanfaatkan masa libur untuk beristirahat dan mengisi kembali energi, para guru perlu menggunakan waktu yang sama untuk meningkatkan kapasitas diri sehingga mampu menghadirkan proses pembelajaran yang lebih kreatif dan relevan.</p>
<p>“Kalau murid memanfaatkan libur untuk mengisi energi, maka guru harus menggunakan waktu ini untuk memperkuat kompetensi. Saat siswa kembali, mereka harus bertemu guru yang lebih kreatif, inovatif, dan mampu menjadi inspirasi,” ujarnya.</p>
<p>Mantan Penjabat Wali Kota Batu itu menjelaskan bahwa terdapat tiga fokus utama yang ingin dicapai pada tahun ajaran 2026/2027. Yakni peningkatan kompetensi guru, penguatan kreativitas pembelajaran, serta kesiapan menghadapi perubahan yang terjadi dalam dunia pendidikan, termasuk perkembangan teknologi digital.</p>
<p>Salah satu tantangan yang menjadi perhatian adalah semakin masifnya pemanfaatan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI). Karena itu, guru didorong untuk terus belajar dan beradaptasi agar mampu memanfaatkan teknologi sebagai bagian dari proses pembelajaran, bukan justru tertinggal oleh perkembangan zaman.</p>
<p>Selain penguatan kompetensi, Dindik Jatim juga meminta guru mulai menyiapkan berbagai kebutuhan akademik sebelum tahun ajaran baru dimulai. Di antaranya pemetaan kemampuan awal peserta didik melalui tes diagnostik, penyusunan program adaptasi bagi siswa baru, penguatan budaya literasi sekolah, hingga penetapan target capaian pembelajaran.</p>
<p>Aries juga menekankan pentingnya refleksi pembelajaran sebagai bahan evaluasi terhadap proses belajar mengajar selama satu tahun terakhir. Melalui evaluasi tersebut, sekolah diharapkan mampu mengidentifikasi berbagai kendala sekaligus menyusun strategi pembelajaran yang lebih efektif pada tahun ajaran mendatang.</p>
<p>“Hasil evaluasi itu nantinya menjadi dasar penyusunan strategi pembelajaran yang lebih efektif pada tahun ajaran berikutnya,” imbuhnya.</p>
<p>Untuk mendukung pembelajaran yang lebih menarik dan kontekstual, guru juga diminta mulai menyiapkan berbagai perangkat ajar seperti modul pembelajaran, lembar kerja peserta didik (LKPD), media digital, video edukasi, hingga proyek-proyek pembelajaran yang dekat dengan kehidupan sehari-hari siswa.</p>
<p>Tak hanya itu, Aries juga menegaskan bahwa pihaknya meminta untuk lebih menguatkan program Gerakan Satu Guru Satu Inovasi. Program tersebut mendorong setiap guru menghasilkan minimal satu inovasi pembelajaran yang dapat diterapkan di lingkungan sekolah masing-masing.</p>
<p>"Selain menghasilkan inovasi, para pendidik juga diharapkan memperkaya literasi melalui aktivitas membaca dan menulis selama masa liburan. Berbagai pengalaman mengajar, praktik baik, maupun gagasan pendidikan diharapkan dapat terdokumentasi sebagai bagian dari pengembangan profesionalisme guru," tegasnya.</p>
<p>Sehingga meski kegiatan belajar mengajar dihentikan sementara selama liburan, aktivitas pendidikan di sekolah tetap berjalan melalui Program SIKAP. Dalam program tersebut, guru tetap melaksanakan sistem piket untuk merawat tanaman, kebun, maupun perikanan sekolah serta melakukan pemantauan dan dokumentasi perkembangan secara berkala. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Kasus Dugaan Pengeroyokan oleh Pengurus KONI Kota Batu Naik ke Tahap Penyidikan</title>
<link>https://suarajatimpost.com/kasus-dugaan-pengeroyokan-oleh-pengurus-koni-kota-batu-naik-ke-tahap-penyidikan</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/kasus-dugaan-pengeroyokan-oleh-pengurus-koni-kota-batu-naik-ke-tahap-penyidikan</guid>
<description><![CDATA[ Naiknya status perkara ke tahap penyidikan menjadi sinyal bahwa aparat penegak hukum menemukan adanya indikasi peristiwa pidana yang perlu dibuktikan lebih lanjut. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202606/image_870x580_6a3b80e69e034.webp" length="14386" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 24 Jun 2026 15:30:31 +0700</pubDate>
<dc:creator>Choirul Anwar</dc:creator>
<media:keywords>Kota Batu, Dugaan Pengeroyokan, Penyidikan</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KOTA BATU, SJP</strong>–Penanganan kasus dugaan pengeroyokan yang melibatkan seorang pengurus Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Batu berinisial S.A. bersama dua rekannya, H.N. dan M., kini memasuki babak baru. Satreskrim Polres Batu resmi menaikkan status kasus ini dari penyelidikan ke tahap penyidikan.</p>
<p>Peningkatan status perkara ini diketahui setelah korban sekaligus pelapor, R.C., kembali dipanggil oleh penyidik Satreskrim Polres Batu untuk memberikan keterangan tambahan pada Rabu (24/6/2026).</p>
<p>Kasat Reskrim Polres Batu, AKP Zaenal Arifin, membenarkan adanya perkembangan signifikan tersebut. Menurutnya, peningkatan status dilakukan setelah polisi memeriksa sejumlah saksi dan mengumpulkan alat bukti yang cukup.</p>
<p>"Saat ini perkara ini naik ke tahap penyidikan. Korban atau pelapor memenuhi panggilan penyidik Satreskrim Polres Batu guna melengkapi berkas perkara yang saat ini tengah kita tangani," ujar AKP Zaenal, Rabu (24/6/2026).</p>
<p>Selain melengkapi berkas perkara, tim penyidik juga dijadwalkan melakukan gelar perkara untuk menentukan langkah hukum selanjutnya.</p>
<p>Merespons perkembangan ini, kuasa hukum korban, Teguh Suharto Utomo, menilai pemanggilan kliennya membuktikan bahwa proses hukum berjalan sesuai prosedur yang berlaku. Ia berharap polisi tetap objektif dalam mengusut tuntas kasus ini.</p>
<p>"Kami menghormati seluruh proses yang sedang berjalan. Harapan kami kasus ini dapat ditangani secara transparan dan tuntas sehingga memberikan kepastian hukum bagi semua pihak," kata Teguh.</p>
<p>Kasus dugaan pengeroyokan ini sebelumnya mencuat setelah korban, R.C., melaporkan insiden kekerasan yang dialaminya. Peristiwa tersebut diduga terjadi setelah pertandingan bulu tangkis di Gedung Serbaguna Dadaprejo, Kecamatan Junrejo, Kota Batu. Dalam laporannya, korban mengaku dikeroyok oleh tiga orang terlapor.</p>
<p>Kasus ini langsung menarik perhatian publik lantaran salah satu terlapor merupakan figur penting dalam kepengurusan organisasi olahraga di Kota Batu.</p>
<p>Meski kasusnya sudah naik ke tahap penyidikan, pihak kepolisian menegaskan bahwa hingga saat ini belum ada yang ditetapkan sebagai tersangka.</p>
<p>Penyidik Satreskrim Polres Batu masih terus melakukan pendalaman, mengumpulkan alat bukti tambahan, serta memeriksa saksi-saksi di lokasi kejadian demi mengungkap kronologi dan peran masing-masing pelaku secara utuh sebelum mengambil keputusan hukum lebih lanjut. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Polemik Air Bawah Tanah di Kota Batu, Akademisi Soroti Ketimpangan Wewenang Pusat&amp;Daerah</title>
<link>https://suarajatimpost.com/polemik-air-bawah-tanah-di-kota-batu-akademisi-soroti-ketimpangan-wewenang-pusat-daerah</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/polemik-air-bawah-tanah-di-kota-batu-akademisi-soroti-ketimpangan-wewenang-pusat-daerah</guid>
<description><![CDATA[ Ada dua kasus pemanfaatan air di Kota Batu yang belakangan ini menyedot perhatian publik dan memicu reaksi keras dari warga sekitar, yakni polemik pemanfaatan air oleh lembaga Al-Hikmah di Desa Giripurno, dan royek greenhouse stroberi milik PT Esa Suwardhana Thani di Desa Sumberbrantas, Kecamatan Bumiaji. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202606/image_870x580_6a3b6cb08fdf4.webp" length="57224" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 24 Jun 2026 13:36:28 +0700</pubDate>
<dc:creator>Choirul Anwar</dc:creator>
<media:keywords>Kota Batu, Akademisi, ABT</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KOTA BATU, SJP</strong>–Polemik pemanfaatan Air Bawah Tanah (ABT) di Kota Batu yang bergulir sejak April lalu hingga kini belum juga mereda. </p>
<p></p>
<p>Persoalan ini kembali memicu kritik terkait tata kelola sumber daya air yang dinilai belum memberikan asas keadilan dan manfaat yang seimbang bagi daerah penghasil.</p>
<p></p>
<p>Kondisi tersebut dinilai oleh kalangan akademisi sebagai cerminan nyata dari adanya ketimpangan kewenangan antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah dalam mengelola sumber daya alam (SDA).</p>
<p></p>
<p>Guru Besar bidang Ilmu Vulkanologi dan Geothermal Universitas Brawijaya, Prof. Sukir Maryanto, menyatakan bahwa pemerintah daerah (pemda) kerap kali berada di posisi yang serba salah. Terutama, ketika muncul penolakan dari masyarakat setempat terhadap aktivitas pemanfaatan air bawah tanah oleh pihak swasta atau lembaga tertentu.</p>
<p></p>
<p>"Sebenarnya bukan hanya masalah air. Sektor pertambangan, kehutanan, dan hal-hal lain yang berkaitan dengan sumber daya alam itu kewenangannya memang lebih banyak ditarik ke pusat," ujar Sukir pada Rabu (24/6/2026).</p>
<p></p>
<p>Sukir kemudian menyoroti dua kasus pemanfaatan air di Kota Batu yang belakangan ini menyedot perhatian publik dan memicu reaksi keras dari warga sekitar, di antaranya polemik pemanfaatan air oleh lembaga Al-Hikmah di Desa Giripurno, dan royek greenhouse stroberi milik PT Esa Suwardhana Thani di Desa Sumberbrantas, Kecamatan Bumiaji.</p>
<p></p>
<p>Pada kasus di Desa Sumberbrantas, warga sempat menggelar aksi protes terhadap pengeboran sumur dalam karena khawatir aktivitas tersebut akan menguras dan menurunkan debit sumber air bersih yang menjadi tumpuan hidup sehari-hari. Akibat penolakan tersebut, kegiatan pengeboran sempat dihentikan sementara waktu.</p>
<p></p>
<p>Lebih lanjut, Sukir menjelaskan bahwa pergeseran kewenangan ini terjadi akibat adanya perubahan regulasi selama beberapa tahun terakhir. Di masa lalu, saat PP Nomor 43 Tahun 2008 tentang Air Tanah masih berlaku, pemerintah kabupaten/kota memiliki ruang kendali yang luas untuk mengatur sekaligus mengawasi pemanfaatan air di wilayahnya.</p>
<p></p>
<p>Namun, kendali tersebut menyusut setelah terbitnya UU Nomor 37 Tahun 2014 tentang Konservasi Tanah dan Air, serta PP Nomor 22 Tahun 2021. Aturan-aturan baru ini membuat proses perizinan dan pengelolaan menjadi sangat terpusat.</p>
<p></p>
<p>"Dampaknya, pemda sering kali hanya menjadi pihak yang menanggung 'getah' sosial dan politiknya saja saat konflik pecah di lapangan. Ketika warga mengeluh debit air mengecil atau khawatir lingkungan rusak, pemda yang pertama kali didatangi dan diamuk. Padahal, pemda tidak punya wewenang langsung atas izin yang sudah dikeluarkan oleh pusat," urai Sukir.</p>
<p></p>
<p>Saat ini, peran pemerintah daerah dibatasi hanya pada aspek tata ruang, penyusunan dokumen lingkungan (seperti AMDAL dan UKL-UPL), serta penanganan benturan sosial yang terjadi di tengah masyarakat. Menurut Sukir, kondisi ini menciptakan ketidakseimbangan yang tidak sehat antara beban tanggung jawab pemda dengan kewenangan hukum yang mereka miliki.</p>
<p></p>
<p>Melihat benang kusut ini, Sukir mendorong diadakannya evaluasi total terhadap tata kelola sumber daya air nasional. Evaluasi ini harus melibatkan lintas sektor, mulai dari pemerintah pusat, pemda, akademisi, hingga pemangku kepentingan terkait.</p>
<p></p>
<p>Ia mengingatkan bahwa air tidak boleh hanya dipandang sebagai komoditas bisnis yang bernilai ekonomi semata, melainkan wajib mengedepankan kelestarian alam dan fungsi sosialnya.</p>
<p></p>
<p>"Kepentingan dan hak masyarakat lokal wajib ditempatkan sebagai prioritas utama. Sebab, air adalah kebutuhan dasar yang menyangkut hajat hidup orang banyak," pungkasnya. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Jatim Park Group Imbau Wisatawan Waspadai Situs Tidak Resmi yang Mengatasnamakan Perusahaan</title>
<link>https://suarajatimpost.com/jatim-park-group-imbau-wisatawan-waspadai-situs-tidak-resmi-yang-mengatasnamakan-perusahaan</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/jatim-park-group-imbau-wisatawan-waspadai-situs-tidak-resmi-yang-mengatasnamakan-perusahaan</guid>
<description><![CDATA[ Dengan bertransaksi melalui kanal resmi, pengunjung dapat memastikan keamanan pembayaran, memperoleh informasi harga dan promo yang valid, serta menghindari risiko penipuan yang memanfaatkan nama besar Jatim Park Group. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202606/image_870x580_6a392e2a1402c.webp" length="33766" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sat, 20 Jun 2026 20:45:00 +0700</pubDate>
<dc:creator>Choirul Anwar</dc:creator>
<media:keywords>Kota Batu, Liburan, Jatim Park</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KOTA BATU, SJP</strong> – Manajemen Jawa Timur Park Group mengimbau masyarakat untuk lebih berhati-hati terhadap keberadaan situs tidak resmi yang mengatasnamakan Jatim Park Group dan berpotensi menimbulkan kebingungan maupun kerugian bagi calon pengunjung.</p>
<p></p>
<p>Imbauan tersebut disampaikan menyusul ditemukannya sebuah situs yang memiliki kemiripan dengan identitas resmi perusahaan, yakni jtpgroup.ltd, yang dipastikan bukan merupakan bagian maupun afiliasi resmi dari Jatim Park Group. Perusahaan menegaskan bahwa seluruh informasi resmi terkait tiket, promo, wahana, dan layanan wisata hanya disampaikan melalui kanal resmi yang telah terverifikasi.</p>
<p></p>
<p>Manager Marketing and Public Relation Jatim Park Group, Titik S. Aryanto pada Sabtu (20/6/2026) mengatakan pihaknya saat ini tengah melakukan penelusuran dan langkah-langkah yang diperlukan terkait keberadaan situs tersebut.</p>
<p></p>
<p>“Kami mengimbau masyarakat untuk selalu melakukan pembelian tiket melalui kanal resmi yang telah kami sediakan, baik melalui website resmi Jatim Park Group, platform ticket.jtp.id, maupun OTA resmi yang telah bekerja sama dengan kami seperti Traveloka dan Tiket.com. Dengan demikian, pengunjung dapat memperoleh informasi yang akurat serta terhindar dari potensi penipuan atau transaksi yang tidak dapat kami verifikasi,” ujarnya.</p>
<p></p>
<p>Menurut Titik, keberadaan situs tidak resmi tersebut berpotensi menimbulkan kesalahpahaman di masyarakat, terutama terkait informasi promo, diskon, maupun transaksi pembelian tiket yang tidak berasal dari kanal resmi perusahaan. Karena itu, pihaknya menegaskan tidak bertanggung jawab atas informasi maupun transaksi yang dilakukan melalui situs yang tidak terverifikasi.</p>
<p></p>
<p>Ia menambahkan, keamanan dan kenyamanan pengunjung merupakan prioritas utama perusahaan. Saat ini Jatim Park Group juga terus melakukan penyelidikan lebih lanjut serta menempuh langkah yang diperlukan guna mencegah potensi penyalahgunaan identitas perusahaan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab.</p>
<p></p>
<p>"Kami berharap masyarakat segera melaporkan apabila menemukan situs web, akun media sosial, atau pihak lain yang mencurigakan dan mengatasnamakan Jatim Park Group. Ini penting untuk mencegah penyebaran informasi yang tidak valid sekaligus melindungi calon wisatawan dari risiko kerugian," imbuhnya.</p>
<p></p>
<p>Manajemen Jatim Park Group kembali mengingatkan bahwa pembelian tiket resmi seluruh unit wisata dapat dilakukan melalui website resmi perusahaan, platform ticket.jtp.id, maupun mitra Online Travel Agent (OTA) resmi yang telah bekerja sama dengan perusahaan. <strong>(***)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Fun Tech Plaza Hadirkan VR Padel, Wahana Game Virtual Reality Terbaru Berlisensi Steam</title>
<link>https://suarajatimpost.com/fun-tech-plaza-hadirkan-vr-padel-wahana-game-virtual-reality-terbaru-berlisensi-steam</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/fun-tech-plaza-hadirkan-vr-padel-wahana-game-virtual-reality-terbaru-berlisensi-steam</guid>
<description><![CDATA[ Kehadiran VR Padel ini diharapkan mampu menjadi daya tarik tambahan selama musim liburan sekolah, sekaligus memberikan pengalaman rekreasi yang modern, aktif, dan berbeda dari wahana konvensional. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202606/image_870x580_6a392d7c6be1d.webp" length="16422" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sat, 20 Jun 2026 19:42:13 +0700</pubDate>
<dc:creator>Choirul Anwar</dc:creator>
<media:keywords>Kota Batu, Jatim Park, Fun Tech Plaza</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KOTA BATU, SJP</strong> – Menyambut kunjungan wisatawan selama libur sekolah Juni hingga Juli mendatang, Fun Tech Plaza di kawasan Jatim Park 3 kembali menghadirkan inovasi wahana berbasis teknologi. Kali ini, pengunjung dapat mencoba VR Padel, permainan virtual reality terbaru yang mengusung olahraga raket modern dan telah tersedia melalui platform game digital Steam.</p>
<p></p>
<p>VR Padel menghadirkan sensasi bermain olahraga padel dalam dunia virtual yang imersif. Dengan menggunakan perangkat VR, pengunjung akan merasakan pengalaman seolah berada di lapangan sungguhan, lengkap dengan gerakan memukul bola, mengatur strategi permainan, hingga menguji refleks dan koordinasi tubuh. Konsep ini menjadi salah satu tren terbaru dalam pengembangan game olahraga berbasis virtual reality di dunia.</p>
<p></p>
<p>Manager Marketing and Public Relation Jatim Park Group, Titik S. Aryanto, mengatakan kehadiran VR Padel merupakan bagian dari komitmen Jatim Park Group untuk terus menghadirkan pengalaman wisata yang mengikuti perkembangan teknologi dan tren hiburan global.</p>
<p></p>
<p>“VR Padel menjadi salah satu wahana terbaru di Fun Tech Plaza yang kami hadirkan untuk memberikan pengalaman bermain yang berbeda bagi pengunjung. Permainan ini memadukan unsur olahraga, teknologi virtual reality, dan interaksi yang seru sehingga cocok dinikmati oleh remaja maupun keluarga selama liburan sekolah,” ujarnya.</p>
<p></p>
<p>Dalam satu kali kunjungan, setiap pengunjung diberikan kesempatan bermain hingga dua round sehingga dapat merasakan pengalaman permainan secara lebih maksimal. Wahana ini dirancang untuk memberikan tantangan sekaligus hiburan yang mudah dimainkan, baik oleh pengunjung yang sudah familiar dengan teknologi VR maupun pemula yang baru pertama kali mencobanya.</p>
<p></p>
<p>"Selain menghadirkan sensasi olahraga virtual yang sedang populer, VR Padel juga melengkapi puluhan wahana interaktif lainnya yang tersedia di Fun Tech Plaza. Mulai dari permainan berbasis sensor gerak, virtual reality, hingga aktivitas edukatif yang menggabungkan unsur teknologi dan kreativitas," imbuhnya.</p>
<p></p>
<p>Dengan hadirnya VR Padel, Fun Tech Plaza semakin memperkuat posisinya sebagai salah satu destinasi wisata teknologi unggulan di Kota Batu. <strong>(***)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Fun Tech Plaza Jatim Park 3 Tawarkan Puluhan Wahana Teknologi di Libur Panjang Sekolah</title>
<link>https://suarajatimpost.com/fun-tech-plaza-jatim-park-3-tawarkan-puluhan-wahana-teknologi-di-libur-panjang-sekolah</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/fun-tech-plaza-jatim-park-3-tawarkan-puluhan-wahana-teknologi-di-libur-panjang-sekolah</guid>
<description><![CDATA[ Dengan kombinasi teknologi interaktif, puluhan permainan seru, serta harga tiket Rp 40 ribu, Fun Tech Plaza diproyeksikan menjadi salah satu magnet kunjungan selama libur sekolah Juni-Juli. Kehadirannya sekaligus memperkuat posisi Jatim Park 3 sebagai destinasi wisata keluarga yang mampu menghadirkan hiburan modern, edukatif, dan ramah bagi seluruh anggota keluarga. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202606/image_870x580_6a392c6f760cd.webp" length="15144" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sat, 20 Jun 2026 19:37:56 +0700</pubDate>
<dc:creator>Choirul Anwar</dc:creator>
<media:keywords>Kota Batu, Jatim Park, Fun Tech</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KOTA BATU, SJP</strong> – Memasuki periode libur panjang sekolah pada Juni hingga Juli, Fun Tech Plaza Jatim Park 3 menjadi salah satu destinasi favorit keluarga yang ingin menikmati wisata berbasis teknologi dan edukasi. Dengan tiket masuk hanya Rp40 ribu per orang, pengunjung dapat menikmati berbagai wahana interaktif yang memadukan permainan, teknologi modern, dan aktivitas edukatif dalam satu area.</p>
<p></p>
<p>Manager Marketing and Public Relation Jatim Park Group, Titik S. Aryanto pada Sabtu (20/6/2026) mengatakan Fun Tech Plaza menjadi pilihan menarik bagi wisatawan yang ingin mengisi liburan sekolah dengan aktivitas yang tidak hanya menghibur, tetapi juga mengasah kreativitas dan keterampilan.</p>
<p></p>
<p>“Fun Tech Plaza kami hadirkan sebagai wahana keluarga yang menggabungkan unsur teknologi, edukasi, dan hiburan. Selama libur sekolah, destinasi ini menjadi pilihan yang tepat bagi anak-anak maupun orang tua untuk menikmati pengalaman bermain yang berbeda dan interaktif,” ujarnya.</p>
<p></p>
<p>Di dalam Fun Tech Plaza, pengunjung dapat mencoba puluhan wahana berbasis teknologi seperti Virtual Reality (VR), Beat Saber, Laser Action, Giant Piano, Just Dance, Aqua Sketch, Swing Bowling, Robotech, hingga berbagai permainan berbasis sensor gerak yang dapat dimainkan oleh berbagai kelompok usia. Konsep belajar sambil bermain menjadi daya tarik utama karena seluruh wahana dirancang untuk memberikan pengalaman yang aktif dan partisipatif bagi pengunjung.</p>
<p></p>
<p>Selain menjadi alternatif wisata indoor yang nyaman selama musim liburan, Fun Tech Plaza juga menawarkan nilai lebih karena sebagian besar permainan dapat dinikmati tanpa biaya tambahan setelah pengunjung masuk ke area wahana.</p>
<p></p>
<p>"Dengan harga tiket yang relatif terjangkau, destinasi ini menjadi pilihan keluarga yang ingin mendapatkan pengalaman rekreasi modern tanpa harus mengeluarkan biaya besar," imbuhnya.</p>
<p></p>
<p>Titik menambahkan, momentum libur sekolah selalu menjadi periode penting bagi sektor pariwisata Kota Batu. Karena itu, Jatim Park Group terus menghadirkan inovasi wahana dan pengalaman baru agar wisatawan mendapatkan pilihan destinasi yang beragam sesuai minat dan usia. <strong>(***)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Tegaskan Legalitas, Destinasi Wisata Mikutopia Kota Batu Raih Sertifikasi Standar Nasional PT Chesna</title>
<link>https://suarajatimpost.com/operasional-telah-dipenuhi</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/operasional-telah-dipenuhi</guid>
<description><![CDATA[ Sertifikasi yang berlaku hingga tahun 2031 tersebut tidak hanya menjadi pengakuan atas kualitas pengelolaan wisata, tetapi juga menjadi bentuk komitmen jangka panjang perusahaan dalam menjaga standar pelayanan kepada pengunjung. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202606/image_870x580_6a362b627d5f0.webp" length="22548" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sat, 20 Jun 2026 11:55:29 +0700</pubDate>
<dc:creator>Choirul Anwar</dc:creator>
<media:keywords>Kota Batu, Sertifikasi, Mikutopia</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KOTA BATU, SJP</strong> – Setelah sempat menjadi sorotan terkait proses perizinan dan kelengkapan dokumen operasional pada awal tahun 2026, destinasi wisata Mikutopia Kota Batu kini menegaskan bahwa seluruh persyaratan yang diwajibkan pemerintah telah dipenuhi. Hal itu diperkuat dengan diraihnya Sertifikasi SNI 9042:2021 untuk ruang lingkup Daya Tarik Wisata yang diterbitkan oleh PT Chesna.</p>
<p></p>
<p>Manager Operational Mikutopia, Panji Akbar Ramadhani pada Sabtu (20/6/2026) menegaskan bahwa sertifikasi tersebut menjadi bukti bahwa Mikutopia yang dikelola PT Batu Fantasy Garden telah memenuhi standar nasional dalam penerapan aspek Kebersihan, Kesehatan, Keselamatan, dan Kelestarian Lingkungan (CHSE) sebagaimana diatur dalam Standar Nasional Indonesia (SNI) 9042:2021.</p>
<p></p>
<p>"Alhamdulillah saat ini seluruh proses yang menjadi persyaratan operasional telah kami penuhi. Sertifikasi SNI 9042:2021 ini menjadi salah satu bukti bahwa Mikutopia telah memenuhi standar yang ditetapkan untuk penyelenggaraan destinasi wisata yang aman, nyaman, dan berkualitas," ujarnya.</p>
<p></p>
<p>Menurutnya, proses sertifikasi dilakukan secara menyeluruh melalui penilaian terhadap berbagai aspek pengelolaan destinasi, mulai dari kebersihan kawasan, kesehatan dan keselamatan pengunjung, manajemen risiko, hingga komitmen terhadap pelestarian lingkungan.</p>
<p></p>
<p>Sebelumnya, Mikutopia sempat mendapat perhatian publik terkait proses penyelesaian sejumlah dokumen pendukung operasional dan lingkungan. Namun seiring berjalannya waktu, pihak pengelola terus melakukan berbagai pembenahan serta memenuhi seluruh ketentuan yang dipersyaratkan oleh instansi terkait.</p>
<p></p>
<p></p>
<p>"Sertifikasi ini bukan akhir, melainkan awal untuk terus melakukan perbaikan dan evaluasi. Kami ingin memberikan jaminan kepada wisatawan bahwa Mikutopia merupakan destinasi yang aman, layak dikunjungi, dan dikelola sesuai standar nasional," imbuhnya.</p>
<p></p>
<p>Dengan status sertifikasi yang telah diperoleh, Mikutopia kini semakin percaya diri menyambut musim libur sekolah 2026. Selain menghadirkan program budaya Journey of Wonderland, destinasi tersebut juga menyiapkan sejumlah wahana baru seperti Go Kart dan BomBom Car guna menambah pilihan rekreasi bagi wisatawan.</p>
<p></p>
<p>Keberhasilan memperoleh Sertifikasi SNI 9042:2021 sekaligus memperkuat posisi Mikutopia sebagai salah satu destinasi wisata baru di Kota Batu yang mengedepankan aspek keselamatan, kenyamanan, dan keberlanjutan lingkungan dalam setiap aktivitas operasionalnya. Pemerolehan sertifikasi tersebut juga menjadi indikator bahwa pengelolaan destinasi telah berjalan sesuai standar yang ditetapkan pemerintah untuk industri pariwisata nasional. (**)</p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Delapan Saksi Diperiksa, Polisi Dalami Kasus Dugaan Pengeroyokan yang Seret Wakil Ketua KONI Kota Batu</title>
<link>https://suarajatimpost.com/delapan-saksi-diperiksa-polisi-dalami-kasus-dugaan-pengeroyokan-yang-seret-wakil-ketua-koni-kota-batu</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/delapan-saksi-diperiksa-polisi-dalami-kasus-dugaan-pengeroyokan-yang-seret-wakil-ketua-koni-kota-batu</guid>
<description><![CDATA[ Selain terseret dalam dugaan pengeroyokan, Sorotan publik lantaran salah satu terlapor, S.A yang merupakan Wakil Ketua KONI Kota Batu diketahui pernah tersandung kasus korupsi pemalsuan anggaran reklame saat masih menjabat sebagai pejabat di lingkungan Pemerintah Kota Batu. Dalam perkara tersebut, yang bersangkutan telah menjalani hukuman penjara berdasarkan putusan pengadilan yang telah berkekuatan hukum tetap. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202606/image_870x580_6a3285c945fee.webp" length="79608" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 17 Jun 2026 21:33:14 +0700</pubDate>
<dc:creator>Choirul Anwar</dc:creator>
<media:keywords>Kota Batu, Dugaan Pengeroyokan, Wakil Ketua KONI</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KOTA BATU, SJP</strong> – Satreskrim Polres Batu terus mendalami kasus dugaan pengeroyokan yang menyeret salah satu pengurus Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Batu. Hingga saat ini, penyidik telah memeriksa total delapan saksi untuk mengungkap secara terang peristiwa yang dilaporkan oleh seorang pengusaha berinisial RC.</p>
<p>Kasat Reskrim Polres Batu AKP Zaenal Arifin mengatakan pada Rabu (17/6/2026) menegaskan setidaknya ada 8 saksi yang telah dimintai keterangan oleh penyidik.</p>
<p>"Terakhir kami menanyai dua saksi tambahan dimana mereka merupakan saksi yang ada di lokasi saat peristiwa terjadi," urainya.</p>
<p>Sebelumnya, penyidik telah memeriksa enam orang yang terdiri dari pelapor RC, dua saksi yang berada di lokasi kejadian, serta tiga pihak terlapor berinisial SA., HN dan ADS.</p>
<p>Hingga kini, Satreskrim Polres Batu masih terus mengumpulkan alat bukti dan keterangan saksi untuk menentukan konstruksi hukum dalam perkara tersebut.</p>
<p>"Penyidik menegaskan proses penanganan kasus berjalan sesuai prosedur dan tetap mengedepankan asas praduga tak bersalah terhadap seluruh pihak yang terlibat sampai adanya kepastian hukum lebih lanjut," imbuhnya.</p>
<p>Seperti yang pernah di tulis oleh Suarajatimpost.com sebelumnya, kasus ini bermula dari laporan dugaan pengeroyokan yang dialami RC usai menonton pertandingan bulu tangkis di Gedung Serbaguna Kelurahan Dadaprejo, Kecamatan Junrejo, Kota Batu.</p>
<p>Berdasarkan laporan yang diterima kepolisian, insiden tersebut diduga dipicu perbedaan dukungan terhadap tim yang sedang bertanding.</p>
<p>Korban mengaku sempat dicegat setelah pertandingan berakhir. Dalam laporannya, RC menyebut dirinya mendapat tamparan berulang kali serta makian yang diduga bernuansa rasis. Upaya mediasi yang sempat dilakukan kedua belah pihak disebut tidak membuahkan kesepakatan sehingga kasus berlanjut ke ranah hukum.</p>
<p>Sementara itu, pihak terlapor melalui penasihat hukumnya membantah tuduhan pengeroyokan sebagaimana yang dilaporkan korban. Mereka menegaskan tidak ada unsur kesengajaan maupun niat jahat dalam peristiwa tersebut dan menyebut kejadian terjadi secara spontan. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Soroti SiLPA Rp 126 Miliar, Gabungan Fraksi DPRD Kota Batu Minta Pemerintah Transparan</title>
<link>https://suarajatimpost.com/soroti-silpa-rp-126-miliar-gabungan-fraksi-dprd-kota-batu-minta-pemerintah-transparan</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/soroti-silpa-rp-126-miliar-gabungan-fraksi-dprd-kota-batu-minta-pemerintah-transparan</guid>
<description><![CDATA[ Pemberian apresiasi dan peringatan pihak legislatif di Kota Batu menjadi bentuk pengawasan yang seimbang. Capaian WTP harus dipertahankan, namun berbagai kelemahan dan catatan yang disampaikan DPRD menjadi peringatan agar pengelolaan keuangan daerah ke depan semakin terarah dan tepat sasaran ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202606/image_870x580_6a32551d8f3ef.webp" length="19144" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 17 Jun 2026 17:30:51 +0700</pubDate>
<dc:creator>Choirul Anwar</dc:creator>
<media:keywords>Kota Batu, Apresiasi, Evaluasi</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KOTA BATU, SJP</strong> – Gabungan Fraksi-fraksi DPRD Kota Batu memberikan apresiasi sekaligus peringatan kepada Pemerintah Kota Batu dalam Rapat Paripurna penyampaian Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Tahun Anggaran 2025. Secara prinsip, Raperda ini disetujui untuk dibahas lebih lanjut, namun disertai sejumlah catatan penting yang harus segera ditindaklanjuti.</p>
<p> </p>
<p>Wakil Ketua II DPRD Kota Batu, Punjul Santoso pada Rabu (17/6/2026) menyampaikan rasa syukur atas capaian Opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI yang berhasil diraih untuk ke-11 kali berturut-turut. Menurutnya, ini menunjukkan kepatuhan administrasi keuangan daerah sudah terjaga dengan baik.</p>
<p> </p>
<p>“Kami hargai kerja keras pemerintah yang menjaga standar akuntabilitas. Namun kami juga ingin memberikan peringatan tegas: Opini WTP hanyalah syarat dasar, bukan ukuran keberhasilan akhir. Jika anggaran terserap rapi tapi tidak menurunkan angka kemiskinan, tidak meningkatkan layanan publik, dan tidak meratakan pembangunan, maka tujuannya belum tercapai,” tegas Punjul.</p>
<p> </p>
<p>Disisi lain ia juga menegaskan bahwa pihak legislatif menyoroti beberapa titik yang menjadi perhatian serius dan peringatan bagi pemerintah daerah seperti realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang mencapai 92,37 persen atau Rp 302,95 miliar dari target Rp 327,98 miliar, meski total pendapatan daerah tercapai 99,20 persen. Pihak legislatif memperingatkan agar segera dilakukan evaluasi mendalam, apakah kesalahan ada pada perencanaan atau lemahnya upaya pemungutan. Strategi peningkatan juga harus disusun agar tidak memberatkan masyarakat dan sektor pariwisata.</p>
<p> </p>
<p>Selain itu, juga terkait temuan dan rekomendasi BPK yang masih berulang pada Pajak Barang dan Jasa Tertentu, Pajak Air Tanah, serta pengelolaan aset investasi. DPRD memperingatkan agar tidak menjadikan rekomendasi ini hanya sebagai catatan biasa, melainkan harus disusun rencana tindak lanjut yang jelas dengan tenggat waktu dan penanggung jawab agar tidak menjadi masalah tahunan.</p>
<p> </p>
<p>"Berikutnya dari sisi belanja daerah yang terealisasi 89,16 persen. DPRD mengingatkan bahwa penyerapan anggaran harus berorientasi hasil, bukan sekadar angka. Peringatan khusus kami sampaikan terkait rendahnya penyerapan belanja modal, penggunaan Belanja Tak Terduga sebesar Rp 10,67 miliar yang harus transparan, serta besarnya Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (SiLPA) yang mencapai lebih dari Rp126 miliar," imbuhnya.</p>
<p> </p>
<p>Selain itu, DPRD juga meminta laporan kinerja Proyek Strategis Daerah yang diukur dari manfaat nyata, bukan hanya laporan keuangan, serta pengaturan yang tegas terkait bantuan keuangan ke desa agar pembangunan berjalan adil dan merata. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Perkuat Sport Tourism, ASBKI Pilih Kota Batu Jadi Tuan Rumah Event Akbar Desember 2026</title>
<link>https://suarajatimpost.com/perkuat-sport-tourism-asbki-pilih-kota-batu-jadi-tuan-rumah-event-akbar-desember-2026</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/perkuat-sport-tourism-asbki-pilih-kota-batu-jadi-tuan-rumah-event-akbar-desember-2026</guid>
<description><![CDATA[ Kehadiran ratusan karateka dari berbagai daerah juga diharapkan memberikan dampak positif bagi sektor pariwisata dan ekonomi lokal, sekaligus semakin mengukuhkan Kota Batu sebagai kota tujuan penyelenggaraan event olahraga nasional. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202606/image_870x580_6a321e5c4da2d.webp" length="47056" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 17 Jun 2026 13:30:57 +0700</pubDate>
<dc:creator>Choirul Anwar</dc:creator>
<media:keywords>Kota Batu, Karate, Event</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KOTA BATU, SJP</strong> — Kota Batu kembali dipercaya menjadi lokasi penyelenggaraan agenda olahraga berskala besar. Kali ini, Perguruan Karate Akademi Seni Bertarung Kyokushin Indonesia (ASBKI) Dojo Golden Dragon memilih Kota Batu sebagai tuan rumah event akbar yang akan digelar pada Desember 2026 mendatang.</p>
<p></p>
<p>Pimpinan Pusat Perguruan ASBKI, Teguh Suharto Utomo, pada Rabu (17/6/2026) menguraikan bahwa kegiatan tersebut diperkirakan akan diikuti ratusan karateka dari berbagai dojo ASBKI di Jawa Timur maupun luar daerah. Event ini menjadi salah satu agenda terbesar ASBKI pada penghujung tahun sekaligus memperkuat posisi Kota Batu sebagai destinasi sport tourism dan pusat pembinaan olahraga di Jawa Timur.</p>
<p></p>
<p>"Pemilihan Kota Batu bukan tanpa alasan. Selain memiliki fasilitas pendukung yang memadai, Kota Batu dinilai memiliki atmosfer yang kondusif untuk kegiatan pembinaan atlet dan pengembangan olahraga bela diri," kata Teguh. </p>
<p></p>
<p>Selain itu, kegiatan ini disiapkan sebagai momentum mempererat persaudaraan antarkarateka, meningkatkan kualitas latihan, sekaligus memperkuat pembinaan karakter generasi muda. Karate bukan hanya tentang bertanding, tetapi juga membentuk pribadi yang disiplin, tangguh, dan berintegritas.</p>
<p></p>
<p>Menurutnya, event tersebut tidak hanya berisi latihan bersama, tetapi juga rangkaian pembinaan mental, penguatan karakter, diskusi pengembangan atlet, hingga demonstrasi teknik dari para pelatih dan senior perguruan. Melalui agenda ini, ASBKI berharap mampu meningkatkan kualitas sumber daya atlet sekaligus mempererat ikatan keluarga besar perguruan.</p>
<p></p>
<p>Selain terkenal berhawa sejuk, Kota Batu juga dikenal sebagai salah satu pusat kegiatan olahraga di Jawa Timur. Berbagai kejuaraan tingkat regional maupun nasional kerap digelar di Kota Batu dengan dukungan fasilitas dan antusiasme masyarakat yang tinggi.</p>
<p></p>
<p>Terlebih, event ini juga akan menjadi ajang konsolidasi besar keluarga ASBKI dari berbagai daerah. Selain memperkuat silaturahmi, kegiatan tersebut juga menjadi sarana menjaring dan membina atlet-atlet potensial yang nantinya dapat berprestasi di tingkat yang lebih tinggi.</p>
<p></p>
<p>"Peserta yang hadir ditargetkan berasal dari berbagai dojo ASBKI di Jawa Timur maupun luar daerah. Kami berharap dari kegiatan ini lahir bibit-bibit atlet yang mampu bersaing pada kejuaraan tingkat provinsi hingga nasional," pungkasnya. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Sambut Libur Sekolah, Mikutopia Kota Batu Prioritaskan Keselamatan Wahana Go&amp;Kart</title>
<link>https://suarajatimpost.com/sambut-libur-sekolah-mikutopia-kota-batu-prioritaskan-keselamatan-wahana-go-kart</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/sambut-libur-sekolah-mikutopia-kota-batu-prioritaskan-keselamatan-wahana-go-kart</guid>
<description><![CDATA[ Wahana Go-Kart akan menyediakan 10 unit kendaraan dengan tarif Rp15 ribu untuk satu putaran dan Rp25 ribu untuk tiga putaran, sedangkan bumper car menyediakan 12 unit kendaraan dengan tarif Rp20 ribu per sesi berdurasi sekitar 5 hingga 10 menit. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202606/image_870x580_6a321c8fca444.webp" length="38364" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 17 Jun 2026 10:50:29 +0700</pubDate>
<dc:creator>Choirul Anwar</dc:creator>
<media:keywords>Kota Batu, Mikutopia, Go Kart</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KOTA BATU, SJP</strong> — Mikutopia Kota Batu memastikan aspek keselamatan menjadi prioritas utama dalam pengoperasian wahana Go-Kart yang tengah dipersiapkan untuk menyambut libur sekolah. Selain menghadirkan lintasan khusus sepanjang 170 meter, pengelola juga menyiapkan berbagai perlengkapan keselamatan guna meminimalkan risiko cedera bagi pengunjung.</p>
<p></p>
<p>Manajer Operasional Mikutopia, Panji Akbar Ramadhani, pada Rabu (17/6/2026) mengatakan, seluruh pengunjung yang menggunakan wahana Go-Kart nantinya diwajibkan mengenakan perlengkapan keselamatan berupa helm dan pelindung siku. Selain itu, petugas dan fasilitas pertolongan pertama juga akan disiagakan di area wahana.</p>
<p></p>
<p>"Kami menyiapkan perlengkapan safety berupa helm dan pad siku sebagai antisipasi cedera. Area wahana juga dilengkapi fasilitas P3K dan petugas yang siap melakukan penanganan apabila diperlukan," ujar Panji.</p>
<p></p>
<p>Menurutnya, tingkat risiko kecelakaan pada wahana tersebut tergolong sedang. Namun, sejumlah sistem pengamanan telah dipasang karena Go-Kart pada dasarnya merupakan kendaraan balap yang dirancang dengan standar keselamatan khusus. Setiap unit kendaraan dilengkapi bemper pelindung di bagian depan dan belakang untuk mengurangi dampak benturan saat terjadi kontak antarkendaraan.</p>
<p></p>
<p>Tak hanya itu, Mikutopia menggunakan Go-Kart bertenaga baterai yang dinilai lebih ramah lingkungan dan mudah dikendalikan dibanding kendaraan berbahan bakar konvensional. Pengelola juga membatasi performa kendaraan dengan mengatur torsi dan kecepatan maksimal di kisaran 40 hingga 50 kilometer per jam.</p>
<p></p>
<p>"Kami sengaja membatasi torsi kendaraan agar tetap aman untuk wahana rekreasi. Jadi bukan untuk balap profesional, tetapi lebih kepada memberikan pengalaman berkendara yang seru sekaligus aman bagi pengunjung," imbuhnya.</p>
<p></p>
<p>Lintasan Go-Kart yang sedang diselesaikan memiliki panjang sekitar 170 meter dengan lebar lintasan 5 meter. Dalam satu sesi, lintasan tersebut dapat digunakan hingga lima unit Go-Kart untuk balapan secara bersamaan. Untuk meningkatkan keamanan, bagian pembatas atau kanstin lintasan juga akan dilengkapi lapisan karet sebagai peredam benturan.</p>
<p></p>
<p>Sebelumnya, Mikutopia mengumumkan penambahan dua wahana baru selama musim libur sekolah, yakni Go-Kart dan bumper car (bom-bom kar). </p>
<p></p>
<p>Wahana Go-Kart akan menyediakan 10 unit kendaraan dengan tarif Rp15 ribu untuk satu putaran dan Rp25 ribu untuk tiga putaran, sedangkan bumper car menyediakan 12 unit kendaraan dengan tarif Rp20 ribu per sesi berdurasi sekitar 5 hingga 10 menit. <strong>(***) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Libur Sekolah, Mikutopia Tambah Wahana Go Kart dan BomBom Car, Target Beroperasi Pekan Depan</title>
<link>https://suarajatimpost.com/libur-sekolah-mikutopia-tambah-wahana-go-kart-dan-bombom-car-target-beroperasi-pekan-depan</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/libur-sekolah-mikutopia-tambah-wahana-go-kart-dan-bombom-car-target-beroperasi-pekan-depan</guid>
<description><![CDATA[ Penambahan dua wahana baru tersebut menjadi bagian dari upaya Mikutopia untuk terus memperkaya pengalaman wisata keluarga. Dengan kehadiran Go Kart dan BomBom Car diharapkan mampu meningkatkan daya tarik destinasi wisata baru di Kota Batu tersebut sekaligus memberikan lebih banyak pilihan hiburan bagi pengunjung dari berbagai usia. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202606/image_870x580_6a312896d616d.webp" length="60840" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Tue, 16 Jun 2026 21:00:01 +0700</pubDate>
<dc:creator>Choirul Anwar</dc:creator>
<media:keywords>Kota Batu, Mikutopia, Wahana Baru, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KOTA BATU, SJP</strong> – Menyambut momentum libur sekolah pertengahan tahun, Mikutopia Kota Batu menyiapkan dua wahana baru berupa Go Kart dan BomBom Car. Saat ini kedua wahana tersebut masih dalam tahap persiapan akhir dan penyelesaian konstruksi sebelum resmi dibuka untuk pengunjung.</p>
<p>Manager Operasional Mikutopia, Panji Akbar Ramadhani pada Selasa (16/6/2026) mengatakan, proses pengerjaan kedua wahana telah memasuki tahap finishing. Manajemen menargetkan seluruh pekerjaan dapat rampung dalam pekan ini, namun apabila masih terdapat beberapa penyesuaian teknis, operasional wahana ditargetkan paling lambat pada pekan depan.</p>
<p>"Saat ini masih tahap persiapan dan finishing. Kami targetkan selesai pekan ini. Kalau memang masih ada beberapa hal yang perlu disempurnakan, paling lambat pekan depan sudah bisa beroperasi," ujar Panji.</p>
<p>Wahana BomBom Car akan hadir dengan total 12 unit kendaraan yang dapat digunakan pengunjung untuk saling beradu kendaraan secara aman di arena khusus. Menariknya, satu unit kendaraan dapat dinaiki lebih dari satu orang dengan durasi permainan sekitar 5 hingga 10 menit setiap sesi.</p>
<p>Untuk menikmati wahana tersebut, pengunjung dikenakan tarif Rp25 ribu per sesi. Panji menilai BomBom Car akan menjadi salah satu wahana favorit keluarga karena dapat dimainkan bersama teman maupun anggota keluarga.</p>
<p>Selain itu, Mikutopia juga menghadirkan wahana Go Kart dengan total 10 unit kendaraan yang dirancang untuk memberikan pengalaman balapan ringan bagi pengunjung. Tarif yang ditawarkan yakni Rp15 ribu untuk satu putaran dan Rp25 ribu untuk tiga putaran.</p>
<p>"Kami melihat minat pengunjung terhadap wahana yang bersifat interaktif cukup tinggi. Karena itu kami menambah Go Kart dan BomBom Car sebagai pilihan aktivitas baru selama libur sekolah," imbuhnya.</p>
<p>Meski menghadirkan wahana baru, Panji menegaskan kedua fasilitas tersebut tidak termasuk dalam tiket terusan Mikutopia. Pengunjung yang ingin mencoba Go Kart maupun BomBom Car dapat membeli tiket wahana secara terpisah sesuai tarif yang telah ditentukan. <strong>(***)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Mikutopia Gelar Festival Budaya “Journey of Wonderland”, Libatkan 300 Seniman Kota Batu dan Akademisi Kampus Malang</title>
<link>https://suarajatimpost.com/mikutopia-gelar-festival-budaya-journey-of-wonderland-libatkan-300-seniman-kota-batu-dan-akademisi-kampus-malang</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/mikutopia-gelar-festival-budaya-journey-of-wonderland-libatkan-300-seniman-kota-batu-dan-akademisi-kampus-malang</guid>
<description><![CDATA[ Dengan menggabungkan wisata, hiburan, dan pelestarian budaya dalam satu kawasan, Mikutopia berharap Journey of Wonderland dapat menjadi agenda rutin yang tidak hanya menarik wisatawan, tetapi juga memperkuat eksistensi seni tradisional Kota Batu di tengah berkembangnya industri pariwisata modern. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202606/image_870x580_6a3127b3d6ccf.webp" length="41822" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Tue, 16 Jun 2026 19:00:39 +0700</pubDate>
<dc:creator>Choirul Anwar</dc:creator>
<media:keywords>Kota Batu, Mikutopia, Festival Budaya</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KOTA BATU, SJP</strong> – Destinasi wisata Mikutopia Kota Batu menghadirkan rangkaian pertunjukan budaya bertajuk “Journey of Wonderland” yang akan berlangsung mulai 20 Juni hingga 5 Juli mendatang Event ini menjadi wadah kolaborasi antara pelaku seni tradisional, komunitas budaya, dan akademisi untuk menghadirkan pertunjukan seni yang dapat dinikmati wisatawan secara gratis di kawasan wisata bertema dunia jamur tersebut.</p>
<p>Manager Operasional Mikutopia, Panji Akbar Ramadhani pada Selasa (16/6/2026) mengatakan, kegiatan ini melibatkan sekitar 200 pelaku seni asal Kota Batu serta sejumlah akademisi dari berbagai kampus di Malang. Kolaborasi tersebut diharapkan mampu memperkuat ekosistem seni budaya lokal sekaligus memberikan ruang ekspresi bagi para seniman untuk tampil di hadapan masyarakat luas.</p>
<p>"Melalui Journey of Wonderland, kami ingin menjadikan Mikutopia bukan hanya sebagai destinasi rekreasi keluarga, tetapi juga ruang apresiasi budaya. Karena itu kami melibatkan sekitar 300 pelaku seni Kota Batu dan sejumlah akademisi dari perguruan tinggi di Malang untuk bersama-sama menghadirkan pertunjukan yang berkualitas," ujar Panji.</p>
<p>Berbagai kelompok seni akan tampil secara bergantian di Mikutopia Stage mulai pukul 14.00 WIB hingga selesai. Beberapa di antaranya yakni Janur Kobong Wayang Topeng, Angeraksa Sekaring Batu, Javanese Traditional Culture, Dahaga Sang Rimba, Gurwa Gangsa, Trenggana Sumapala, serta Lelakon Sang Jiwo. Pertunjukan akan disajikan dalam beragam bentuk seni tradisional mulai dari tari, musik etnik, teater budaya, hingga pertunjukan kolaboratif yang mengangkat kearifan lokal Jawa Timur.</p>
<p>Panji menegaskan seluruh pertunjukan budaya tersebut dapat disaksikan pengunjung tanpa biaya tambahan. Wisatawan cukup membeli tiket masuk reguler Mikutopia untuk menikmati seluruh rangkaian acara yang digelar selama masa libur sekolah tersebut.</p>
<p>Menurutnya, manajemen juga memastikan tidak ada kenaikan harga tiket selama pelaksanaan event berlangsung. Tiket masuk Mikutopia tetap dipatok Rp45.000 per orang, sedangkan tiket terusan wahana tetap berada di harga Rp95.000.</p>
<p>"Kami sengaja tidak menaikkan harga tiket meskipun ada event budaya selama lebih dari dua minggu. Harapannya masyarakat bisa menikmati hiburan keluarga sekaligus pertunjukan budaya dengan harga yang tetap terjangkau," katanya.</p>
<p>Mikutopia sendiri merupakan destinasi wisata baru di Kota Batu yang mengusung konsep dunia jamur dan berdiri di kawasan Desa Tulungrejo, Kecamatan Bumiaji. Sejak dibuka pada Maret 2026, tempat wisata ini menjadi salah satu destinasi alternatif keluarga dengan puluhan wahana permainan dan area pertunjukan yang dapat menampung berbagai kegiatan seni dan budaya.<strong> (***)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>183 Petugas Sensus Ekonomi Mulai Turun ke Lapangan, Pemkot Batu Siapkan Basis Data Baru untuk Pembangunan</title>
<link>https://suarajatimpost.com/183-petugas-sensus-ekonomi-mulai-turun-ke-lapangan-pemkot-batu-siapkan-basis-data-baru-untuk-pembangunan</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/183-petugas-sensus-ekonomi-mulai-turun-ke-lapangan-pemkot-batu-siapkan-basis-data-baru-untuk-pembangunan</guid>
<description><![CDATA[ Pemkot Batu menginginkan Sensus Ekonomi 2026 mampu menghadirkan potret aktual perkembangan dunia usaha di daerah, sehingga kebijakan pembangunan, investasi, pemberdayaan UMKM, dan penciptaan lapangan kerja dapat disusun secara lebih terukur, tepat sasaran, dan berkelanjutan. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202606/image_870x580_6a31261f433a7.webp" length="42828" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Tue, 16 Jun 2026 18:32:19 +0700</pubDate>
<dc:creator>Choirul Anwar</dc:creator>
<media:keywords>Kota Batu, Petugas Sensus, Ekonomi</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KOTA BATU, SJP</strong> – Pemerintah Kota Batu bersama Badan Pusat Statistik (BPS) resmi memulai pelaksanaan Sensus Ekonomi (SE) 2026. Sebanyak 183 petugas sensus dilepas langsung oleh Wali Kota Batu, Nurochman untuk melakukan pendataan usaha di seluruh wilayah Kota Batu.</p>
<p>Diwawancarai pada Selasa (16/6/2026) ia menegaskan seluruh petugas yang diterjunkan merupakan warga Kota Batu yang sebelumnya telah mengikuti pembekalan dan pelatihan teknis dari BPS. Mereka akan melakukan pendataan terhadap berbagai aktivitas usaha nonpertanian yang menjadi bagian penting dalam penyusunan data ekonomi daerah.</p>
<p>"Pelaksanaan Sensus Ekonomi memiliki peran strategis dalam mendukung pembangunan daerah yang berbasis data. Menurutnya, Kota Batu sebagai daerah yang bertumpu pada sektor pariwisata, perdagangan, jasa, ekonomi kreatif, dan UMKM membutuhkan data yang akurat untuk menyusun kebijakan yang tepat sasaran," paparnya.</p>
<p>Ia menjelaskan, hasil pendataan nantinya akan menjadi salah satu instrumen penting bagi pemerintah dalam memetakan kondisi riil perekonomian daerah. Data tersebut tidak hanya digunakan untuk kebutuhan statistik, tetapi juga menjadi dasar dalam menentukan arah pembangunan ekonomi Kota Batu dalam beberapa tahun ke depan.</p>
<p>Menurutnya, keberadaan data yang valid akan membantu pemerintah dalam merancang program yang lebih efektif, mulai dari penguatan sektor usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM), peningkatan investasi, hingga penciptaan lapangan kerja baru.</p>
<p>“Data yang dihasilkan dari sensus ini akan menjadi dasar dalam merumuskan kebijakan pembangunan, mendorong pertumbuhan investasi, memperkuat pemberdayaan UMKM, membuka lapangan kerja, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” imbuhnya.</p>
<p>Cak Nur juga mengingatkan seluruh petugas sensus agar menjaga profesionalisme selama bertugas. Selain itu, kualitas data yang dikumpulkan harus menjadi prioritas utama karena akan menjadi dasar berbagai kebijakan pemerintah pada masa mendatang.</p>
<p>Ia menegaskan bahwa integritas petugas di lapangan sangat menentukan keberhasilan pelaksanaan sensus.</p>
<p>Karena itu, seluruh proses pendataan harus dilakukan secara objektif, teliti, dan sesuai kondisi yang sebenarnya.</p>
<p>Di sisi lain, masyarakat dan pelaku usaha juga diminta berpartisipasi aktif dengan memberikan informasi yang lengkap dan benar kepada petugas sensus. Partisipasi masyarakat dinilai menjadi faktor penting untuk menghasilkan data ekonomi yang akurat dan dapat dipertanggungjawabkan.</p>
<p>Pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 sendiri merupakan agenda nasional yang dilaksanakan BPS untuk memperoleh gambaran menyeluruh mengenai aktivitas usaha nonpertanian di Indonesia. Hasil sensus akan menjadi salah satu acuan pemerintah dalam menyusun kebijakan pembangunan ekonomi baik di tingkat daerah maupun nasional. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>DPRD Kota Batu Dukung Gaji PPPK Ditanggung APBN, Sebut APBD Terancam Tertekan</title>
<link>https://suarajatimpost.com/dprd-kota-batu-dukung-gaji-pppk-ditanggung-apbn-sebut-apbd-terancam-tertekan</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/dprd-kota-batu-dukung-gaji-pppk-ditanggung-apbn-sebut-apbd-terancam-tertekan</guid>
<description><![CDATA[ Bagi Kota Batu, pengalihan gaji PPPK guru dan tenaga kesehatan ke APBN dinilai bukan hanya membantu memenuhi target belanja pegawai nasional, tetapi juga menjadi peluang untuk memperluas ruang fiskal daerah sehingga program pembangunan dan pelayanan masyarakat tetap dapat berjalan secara optimal di tengah keterbatasan anggaran. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202606/image_870x580_6a31241dd97f1.webp" length="30148" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Tue, 16 Jun 2026 18:02:56 +0700</pubDate>
<dc:creator>Choirul Anwar</dc:creator>
<media:keywords>Kota Batu, DPRD, Gaji PPPK</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p data-start="83" data-end="489"><strong data-start="83" data-end="101">KOTA BATU, SJP</strong> – Dukungan terhadap usulan pembiayaan gaji Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) guru dan tenaga kesehatan melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) terus menguat di Kota Batu. Setelah sebelumnya disuarakan Pemerintah Kota Batu, kini DPRD Kota Batu turut mendesak pemerintah pusat segera merealisasikan kebijakan tersebut demi menjaga keberlanjutan fiskal daerah.</p>
<p data-start="491" data-end="894">Ketua DPRD Kota Batu, <span class="hover:entity-accent entity-underline inline cursor-pointer align-baseline"><span class="whitespace-normal">Didik Subianto</span></span>, menilai pengalihan beban gaji PPPK ke APBN menjadi solusi yang sangat dibutuhkan daerah di tengah semakin beratnya tekanan anggaran. Menurutnya, langkah tersebut tidak hanya membantu pemerintah daerah memenuhi ketentuan pembatasan belanja pegawai, tetapi juga menjaga ruang fiskal agar pembangunan dan pelayanan publik tetap berjalan optimal.</p>
<p data-start="896" data-end="1198">“DPRD Kota Batu mendukung penuh sikap eksekutif dan usulan DPR RI. Ini momentum penting untuk menyelamatkan APBD daerah. Jika beban gaji PPPK guru dan nakes terus dibebankan pada DAU maupun APBD tanpa dukungan tambahan yang memadai, daerah akan semakin kesulitan bergerak,” ujarnya, Selasa (16/6/2026).</p>
<p data-start="1200" data-end="1485">Didik menjelaskan, kondisi keuangan daerah saat ini menghadapi tantangan yang tidak ringan. Selain adanya pengurangan Transfer ke Daerah (TKD) dari pemerintah pusat sebesar Rp168 miliar, Kota Batu juga masih harus menyesuaikan struktur belanja pegawai agar memenuhi ketentuan nasional.</p>
<p data-start="1487" data-end="1819">Berdasarkan data APBD Tahun Anggaran 2026, porsi belanja pegawai Kota Batu mencapai 36,23 persen dari total belanja daerah sebesar Rp1,06 triliun. Angka tersebut masih berada di atas batas maksimal 30 persen yang harus dipenuhi seluruh pemerintah daerah pada 2027 sebagaimana diamanatkan dalam <span class="hover:entity-accent entity-underline inline cursor-pointer align-baseline"><span class="whitespace-normal">Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2022</span></span>.</p>
<p data-start="1821" data-end="2054">“Posisi kita saat ini masih di atas 36 persen. Artinya belum memenuhi target efisiensi nasional yang harus dicapai pada 2027. Jika tidak ada solusi dari pemerintah pusat, daerah akan menghadapi tantangan yang semakin berat,” katanya.</p>
<p data-start="2056" data-end="2396">Menurut Didik, persoalan belanja pegawai tidak hanya berkaitan dengan tata kelola birokrasi, tetapi juga berdampak langsung terhadap kemampuan pemerintah daerah dalam membiayai berbagai kebutuhan masyarakat. Semakin besar anggaran terserap untuk belanja pegawai, semakin kecil ruang fiskal yang tersedia untuk mendukung program pembangunan.</p>
<p data-start="2398" data-end="2630">Ia menyebut sejumlah program prioritas daerah, mulai dari pembangunan infrastruktur, penanganan sampah, penguatan sektor pariwisata, hingga pemberdayaan ekonomi masyarakat, membutuhkan dukungan anggaran yang besar dan berkelanjutan.</p>
<p data-start="2632" data-end="2848">“Jangan sampai masyarakat menjadi pihak yang terdampak. Program pembangunan dan pelayanan publik harus tetap berjalan optimal, sementara daerah juga dituntut memenuhi aturan batas maksimal belanja pegawai,” tegasnya.</p>
<p data-start="2850" data-end="3111">Meski demikian, DPRD Kota Batu tetap mendukung kebijakan pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan tenaga honorer melalui skema PPPK. Menurutnya, guru dan tenaga kesehatan merupakan ujung tombak pelayanan dasar yang keberadaannya sangat dibutuhkan masyarakat.</p>
<p data-start="3113" data-end="3383">“Kami sangat menghargai kebijakan pengangkatan PPPK karena guru dan tenaga kesehatan adalah ujung tombak pelayanan publik. Tetapi harus ada keseimbangan antara kebijakan pengangkatan dan dukungan anggarannya agar daerah tidak kesulitan menjalankan pembangunan,” ujarnya.</p>
<p data-start="3385" data-end="3652">Sebagai bentuk dukungan konkret, DPRD Kota Batu berencana membangun komunikasi dengan berbagai pihak, termasuk jejaring legislatif di tingkat pusat, guna mengawal aspirasi tersebut agar menjadi pertimbangan dalam penyusunan kebijakan nasional terkait pembiayaan PPPK. <strong>(*)</strong></p>
<p data-start="3385" data-end="3652"><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Kota Batu Dukung Usulan Gaji PPPK Ditanggung APBN, Dinilai Jadi Solusi Jaga Fiskal Daerah</title>
<link>https://suarajatimpost.com/kota-batu-dukung-usulan-gaji-pppk-ditanggung-apbn-dinilai-jadi-solusi-jaga-fiskal-daerah</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/kota-batu-dukung-usulan-gaji-pppk-ditanggung-apbn-dinilai-jadi-solusi-jaga-fiskal-daerah</guid>
<description><![CDATA[ Regulasi pengcoveran gaji PPPK dan Nakes oleh pusat dinilai berpotensi menjadi solusi jangka panjang dalam menjaga keseimbangan antara pelayanan publik dan kesehatan keuangan daerah. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202606/image_870x580_6a3122e4ab805.webp" length="37560" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Tue, 16 Jun 2026 17:33:31 +0700</pubDate>
<dc:creator>Choirul Anwar</dc:creator>
<media:keywords>Kota Batu, Gaji PPPK, Cover</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p data-start="95" data-end="453"><strong data-start="95" data-end="113">KOTA BATU, SJP</strong> – Pemerintah Kota Batu menyatakan dukungan penuh terhadap wacana yang tengah digodok oleh <span class="hover:entity-accent entity-underline inline cursor-pointer align-baseline"><span class="whitespace-normal">Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia</span></span> terkait pembiayaan gaji Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK), khususnya guru dan tenaga kesehatan (nakes), yang diusulkan sepenuhnya ditanggung melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).</p>
<p data-start="455" data-end="687">Wali Kota Batu, <span class="hover:entity-accent entity-underline inline cursor-pointer align-baseline"><span class="whitespace-normal">Nurochman</span></span> menilai kebijakan tersebut dapat menjadi solusi strategis bagi pemerintah daerah dalam memenuhi ketentuan pembatasan belanja pegawai yang maksimal 30 persen dari total APBD mulai 2027.</p>
<p data-start="689" data-end="920">Menurutnya, jika gaji PPPK guru dan tenaga kesehatan dialihkan menjadi tanggung jawab pemerintah pusat, maka daerah akan memiliki ruang fiskal yang lebih longgar untuk membiayai pembangunan dan program pelayanan masyarakat lainnya.</p>
<p data-start="922" data-end="1179">“Pemerintah daerah sangat mendukung dan berharap usulan DPR RI ini dapat segera direalisasikan oleh pemerintah pusat. Jika gaji PPPK guru dan nakes ditanggung APBN, tentu akan menjadi angin segar bagi postur APBD daerah,” ujar Nurochman, Selasa (16/6/2026).</p>
<p data-start="1181" data-end="1472">Ia menjelaskan, saat ini pemerintah daerah menghadapi tantangan cukup berat dalam menjaga kesehatan fiskal. Selain harus menyesuaikan porsi belanja pegawai sesuai ketentuan pemerintah pusat, Pemkot Batu juga mengalami pengurangan Transfer ke Daerah (TKD) yang nilainya mencapai Rp168 miliar.</p>
<p data-start="1474" data-end="1680">Kondisi tersebut, lanjutnya, membuat ruang gerak anggaran daerah semakin terbatas, terutama untuk membiayai pembangunan infrastruktur, program pemberdayaan masyarakat, serta sektor-sektor prioritas lainnya.</p>
<p data-start="1682" data-end="1920">Berdasarkan data Pemerintah Kota Batu, porsi belanja pegawai dalam APBD Tahun Anggaran 2026 mencapai 36,23 persen dari total belanja daerah. Angka tersebut masih berada di atas batas maksimal 30 persen yang harus dipenuhi pada tahun 2027.</p>
<p data-start="1922" data-end="2193">“Saat ini porsi belanja pegawai kita berada di angka lebih dari 36 persen. Angka ini masih melampaui target 30 persen yang harus dipenuhi pada 2027. Ditambah lagi adanya pengurangan TKD sebesar Rp168 miliar sehingga ruang fiskal daerah menjadi semakin terbatas,” katanya.</p>
<p data-start="2195" data-end="2501">Data Pemkot Batu menunjukkan total belanja pegawai pada tahun 2026 mencapai Rp423,93 miliar. Setelah dikurangi sejumlah komponen tunjangan guru yang bersumber dari transfer pemerintah pusat, nilai belanja pegawai netto masih berada di angka Rp385,03 miliar dari total belanja daerah sebesar Rp1,06 triliun.</p>
<p data-start="2503" data-end="2772">Meski demikian, Nurochman menegaskan, keberadaan PPPK, terutama guru dan tenaga kesehatan, tetap menjadi kebutuhan utama dalam mendukung pelayanan publik. Karena itu, pemerintah daerah tidak mempersoalkan kebijakan pengangkatan PPPK yang telah berjalan selama ini.</p>
<p data-start="2774" data-end="2938">Menurutnya, yang perlu dievaluasi adalah skema pembiayaan agar tidak seluruhnya menjadi beban APBD sehingga tidak mengganggu pelaksanaan program pembangunan daerah.</p>
<p data-start="2940" data-end="3183">“Guru dan tenaga kesehatan merupakan pilar pelayanan dasar masyarakat. Kehadiran mereka sangat dibutuhkan. Namun format penganggarannya perlu dibenahi agar daerah tetap memiliki ruang fiskal yang sehat untuk menjalankan pembangunan,” tegasnya.</p>
<p data-start="3185" data-end="3409">Ia berharap pemerintah pusat dapat mempertimbangkan aspirasi pemerintah daerah serta usulan DPR RI tersebut sebagai langkah menjaga keseimbangan antara peningkatan kualitas pelayanan publik dan keberlanjutan keuangan daerah.</p>
<p data-start="3411" data-end="3628">“Harapan kami pemerintah pusat dapat mendengar aspirasi daerah. Dengan begitu stabilitas fiskal tetap terjaga, pembangunan berjalan optimal, dan kualitas pelayanan kepada masyarakat tidak berkurang,” pungkasnya. <strong>(*)</strong></p>
<p data-start="3411" data-end="3628"><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Bediding Picu Ancaman Gangguan Pernapasan, Dinkes Batu Minta Warga Tingkatkan Kewaspadaan</title>
<link>https://suarajatimpost.com/bediding-picu-ancaman-gangguan-pernapasan-dinkes-batu-minta-warga-tingkatkan-kewaspadaan</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/bediding-picu-ancaman-gangguan-pernapasan-dinkes-batu-minta-warga-tingkatkan-kewaspadaan</guid>
<description><![CDATA[ Memasuki puncak musim kemarau, masyarakat Kota Batu diimbau untuk lebih menjaga kondisi tubuh dengan mengonsumsi makanan bergizi, memperbanyak minum air putih, menggunakan masker saat beraktivitas di luar ruangan, serta mengurangi paparan udara dingin pada malam hari. Langkah sederhana tersebut dinilai penting untuk mencegah peningkatan kasus penyakit pernapasan yang kerap muncul bersamaan dengan fenomena bediding setiap musim kemarau. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202606/image_870x580_6a2e7c307aedf.webp" length="23854" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sun, 14 Jun 2026 22:23:30 +0700</pubDate>
<dc:creator>Choirul Anwar</dc:creator>
<media:keywords>Kota Batu, Bediding, ISPA</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KOTA BATU, SJP</strong>– Fenomena bediding yang mulai dirasakan masyarakat Kota Batu pada musim kemarau tahun ini mendapat perhatian khusus dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Batu. Perubahan suhu yang cukup ekstrem antara siang dan malam hari dinilai berpotensi meningkatkan risiko berbagai penyakit saluran pernapasan.</p>
<p>Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Kota Batu, dr. Icang Sarrazin mengatakan saat ini suhu udara di Kota Batu dapat mencapai 28 hingga 30 derajat Celsius pada siang hari. Namun saat malam hingga dini hari, suhu turun drastis hingga berada di kisaran 14 sampai 19 derajat Celsius.</p>
<p>"Intinya kondisi tersebut membuat tubuh harus beradaptasi secara cepat terhadap perubahan suhu. Ketika daya tahan tubuh menurun, berbagai penyakit lebih mudah menyerang, terutama yang berkaitan dengan sistem pernapasan. Penyakit yang perlu diwaspadai selama musim kemarau dan fenomena bediding ini antara lain influenza, ISPA, alergi, asma, hingga radang tenggorokan,” ujarnya.</p>
<p>Ia menjelaskan, hingga saat ini kasus yang paling banyak ditemukan di fasilitas kesehatan masih didominasi influenza. Namun ancaman lain yang juga perlu diwaspadai adalah meningkatnya paparan debu akibat kondisi cuaca kering selama musim kemarau.</p>
<p>Menurutnya, debu yang beterbangan di udara dapat dengan mudah masuk ke saluran pernapasan dan memicu reaksi alergi, terutama bagi masyarakat yang memiliki riwayat asma maupun alergi pernapasan.</p>
<p>“Debu-debu yang beterbangan ini kalau terhirup dan masuk ke mulut bisa memicu reaksi alergi. Bagi orang yang punya riwayat alergi tinggi, risikonya tentu lebih besar,” jelasnya.</p>
<p>Karena itu, Dinkes mengimbau masyarakat untuk tetap menggunakan masker saat berada di area ramai maupun saat beraktivitas di luar ruangan dalam waktu yang cukup lama.</p>
<p>“Kalau berkumpul di keramaian sebaiknya tetap memakai masker agar debu tidak mudah masuk ke saluran pernapasan dan memicu penyakit,” tambahnya.</p>
<p>Selain itu, fenomena bediding juga meningkatkan risiko terjadinya faringitis atau radang tenggorokan. Udara yang lebih kering, dingin, serta tingginya partikel debu dapat menyebabkan iritasi pada tenggorokan yang ditandai dengan rasa nyeri saat menelan, tenggorokan kering, hingga suara serak.</p>
<p>Dinkes juga mengingatkan kelompok rentan seperti penderita asma agar lebih berhati-hati saat beraktivitas pada malam hari. Suhu udara yang dingin dapat memicu penyempitan saluran napas dan meningkatkan risiko kambuhnya gejala asma.</p>
<p>“Bagi penderita asma maupun alergi, sebaiknya mengurangi aktivitas di luar rumah pada malam hari ketika suhu udara sedang sangat dingin,” tandasnya. (*)</p>
<p><strong>Editor: Danu</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Pemkot Batu Terima Penundaan Dispora, Fokus Perkuat DPMD dan Sehatkan APBD</title>
<link>https://suarajatimpost.com/pemkot-batu-terima-penundaan-dispora-fokus-perkuat-dpmd-dan-sehatkan-apbd</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/pemkot-batu-terima-penundaan-dispora-fokus-perkuat-dpmd-dan-sehatkan-apbd</guid>
<description><![CDATA[ Penundaan pembentukan Dispora menunjukkan bahwa Pemkot Batu memilih mengedepankan kesehatan fiskal daerah dibanding memperluas struktur organisasi secara cepat. Meski kebutuhan akan dinas khusus kepemudaan dan olahraga diakui cukup mendesak, pemerintah daerah menilai penguatan tata kelola desa melalui DPMD dan upaya menekan belanja pegawai menjadi prioritas yang harus diselesaikan terlebih dahulu sebelum melakukan ekspansi kelembagaan baru. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202606/image_870x580_6a2e7b9a910f5.webp" length="33270" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sun, 14 Jun 2026 20:32:19 +0700</pubDate>
<dc:creator>Choirul Anwar</dc:creator>
<media:keywords>Kota Batu, Dinas Baru, Dispora</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KOTA BATU, SJP</strong> – Pemerintah Kota Batu menerima keputusan Panitia Khusus (Pansus) DPRD Kota Batu yang hanya menyetujui pembentukan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) dalam perubahan Struktur Organisasi dan Tata Kerja (SOTK). Sementara usulan pembentukan Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) harus ditunda karena pertimbangan kondisi fiskal daerah.</p>
<p>Wakil Wali Kota Batu, Heli Suyanto menegaskan bahwa keputusan tersebut harus disikapi secara rasional dan objektif. Menurutnya, penundaan pembentukan Dispora bukan berarti pemerintah daerah mengabaikan sektor kepemudaan dan olahraga, melainkan bentuk penyesuaian terhadap kebijakan efisiensi anggaran yang saat ini menjadi perhatian pemerintah pusat.</p>
<p>“Kita harus menghormati dan menerima keputusan Pansus DPRD dengan rasional. Kebijakan ini merupakan langkah yang logis mengingat pemerintah pusat mengarahkan agar belanja pegawai berada di bawah 30 persen dari APBD,” ujarnya kepada SJP pada Minggu (14/6/2026).</p>
<p>Heli menjelaskan, saat ini komposisi belanja pegawai Pemerintah Kota Batu masih berada di kisaran 36 persen. Jika pembentukan dua organisasi perangkat daerah baru dilakukan secara bersamaan, maka dikhawatirkan akan semakin membebani struktur anggaran daerah.</p>
<p>“Kalau dipaksakan membentuk kedua dinas sekaligus, maka postur APBD akan semakin berat pada belanja aparatur. Padahal pemerintah daerah juga harus memastikan ruang fiskal yang cukup untuk program-program yang langsung dirasakan masyarakat,” katanya.</p>
<p>Menurutnya, persetujuan pembentukan DPMD merupakan langkah yang tepat karena kebutuhan penguatan tata kelola desa dinilai lebih mendesak. Desa menjadi salah satu pilar penting dalam pengembangan ekonomi lokal, sehingga diperlukan perangkat daerah yang lebih fokus menangani urusan pemberdayaan masyarakat dan pemerintahan desa.</p>
<p>“DPMD diprioritaskan karena memiliki urgensi yang tinggi dalam memperkuat tata kelola desa yang menjadi fondasi perputaran ekonomi masyarakat,” jelasnya.</p>
<p>Meski demikian, Heli mengakui bahwa kebutuhan pembentukan Dispora sebenarnya cukup besar. Kota Batu memiliki potensi olahraga dan kepemudaan yang terus berkembang, termasuk peluang pengembangan sport tourism yang selama ini menjadi salah satu kekuatan daerah.</p>
<p>Ia menilai urusan kepemudaan dan olahraga saat ini memang berada dalam kondisi yang cukup padat karena masih bergabung dengan Dinas Pendidikan. Fokus besar pada pelayanan pendidikan membuat pembinaan pemuda dan olahraga belum bisa mendapatkan perhatian secara maksimal.</p>
<p>“Secara potensi, urgensi Dispora sebenarnya cukup tinggi. Kota Batu memiliki peluang besar dalam pengembangan olahraga dan kepemudaan. Namun kapasitas fiskal daerah tetap harus menjadi pertimbangan utama,” ujarnya.</p>
<p>Karena itu, Pemkot Batu memilih untuk menunda pembentukan Dispora hingga kondisi keuangan daerah memungkinkan. Pemerintah daerah akan lebih dahulu fokus menurunkan persentase belanja pegawai agar sesuai dengan ketentuan pemerintah pusat.</p>
<p>Heli juga menekankan bahwa pembentukan DPMD nantinya harus dilakukan tanpa menambah beban pegawai baru. Pengisian personel akan mengutamakan redistribusi aparatur dari perangkat daerah yang mengalami penyesuaian struktur organisasi.</p>
<p>“Kita ingin pembentukan DPMD tetap berjalan, tetapi tidak menambah beban anggaran. Prinsipnya adalah penataan dan redistribusi pegawai, bukan merekrut baru,” tandasnya. (*)</p>
<p><strong>Editor: Danu</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Kasus Dugaan Pengeroyokan, Kuasa Hukum Wakil Ketua KONI Bantah Seluruh Tuduhan Korban</title>
<link>https://suarajatimpost.com/kasus-dugaan-pengeroyokan-kuasa-hukum-wakil-ketua-koni-bantah-seluruh-tuduhan-korban</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/kasus-dugaan-pengeroyokan-kuasa-hukum-wakil-ketua-koni-bantah-seluruh-tuduhan-korban</guid>
<description><![CDATA[ Meski masing-masing pihak telah menyampaikan versinya sendiri, proses penyelidikan yang masih berlangsung akan menjadi penentu untuk mengungkap secara utuh kronologi serta fakta hukum di balik insiden yang terjadi usai pertandingan bulu tangkis tersebut ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202606/image_870x580_6a2e7abdb5068.webp" length="8790" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sun, 14 Jun 2026 19:17:11 +0700</pubDate>
<dc:creator>Choirul Anwar</dc:creator>
<media:keywords>Kota Batu, Dugaan Pengeroyokan, Kuasa Hukum</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KOTA BATU, SJP</strong> - Penyelidikan kasus dugaan pengeroyokan yang melibatkan Wakil Ketua KONI Kota Batu berinisial SA masih terus berlanjut di Satreskrim Polres Batu. Di tengah proses hukum yang berjalan, pihak terlapor akhirnya memberikan tanggapan resmi dengan membantah seluruh tuduhan pengeroyokan yang dilaporkan seorang warga Kota Batu berinisial RC.</p>
<p>Kuasa hukum para terlapor, Bagas Dwi Wicaksono menegaskan bahwa kliennya yakni SA, HN dan ADS tidak pernah melakukan tindakan pengeroyokan sebagaimana yang dilaporkan ke kepolisian. Menurutnya, peristiwa yang terjadi usai pertandingan bulu tangkis di kawasan Dadaprejo, Kecamatan Junrejo, tidak dapat dikategorikan sebagai tindak pidana pengeroyokan.</p>
<p>“Tidak ada pengeroyokan. Semua pihak sudah memberikan keterangan di depan penyidik dan kejadian itu hanya spontanitas yang terjadi saat suasana pertandingan sedang panas,” ujarnya.</p>
<p>Ia menjelaskan, keributan yang terjadi saat itu bukan merupakan tindakan yang direncanakan maupun dilakukan secara bersama-sama untuk melukai korban. Bahkan, pihaknya membantah adanya aksi pemukulan maupun penamparan sebagaimana yang disampaikan pihak pelapor.</p>
<p>Menurut Bagas, apabila ditemukan luka memar pada tubuh korban, hal tersebut diduga terjadi akibat situasi ricuh ketika sejumlah orang berupaya melerai ketegangan yang muncul di lokasi kejadian.</p>
<p>“Mungkin kalau ada luka memar, itu akibat kondisi saat orang-orang berusaha melerai dan korban terbentur. Jadi bukan karena adanya pengeroyokan,” imbuhnya.</p>
<p>Pihak terlapor juga mengakui bahwa sebelum insiden terjadi memang terdapat perbedaan dukungan dalam pertandingan bulu tangkis yang berlangsung malam itu. Namun menurut Bagas, situasi saling mendukung antar kelompok pendukung merupakan hal yang lazim terjadi dalam sebuah pertandingan dan tidak serta-merta dapat dikaitkan dengan tindak pidana.</p>
<p>“Kalau soal dukungan memang benar ada perbedaan dukungan. Tapi itu hal yang biasa dalam pertandingan. Tidak ada niat ataupun kesengajaan untuk melakukan pengeroyokan,” tambahnya.</p>
<p>Di sisi lain, upaya penyelesaian melalui jalur mediasi ternyata telah difasilitasi oleh Polres Batu. SA membenarkan bahwa dirinya bersama pelapor telah dipertemukan dalam satu forum mediasi. Namun pertemuan tersebut belum menghasilkan kesepakatan sehingga proses mediasi lanjutan masih akan kembali dilakukan.</p>
<p>“Iya sudah mediasi satu kali. Masih perlu mediasi lagi,” ujar SA singkat. (*)</p>
<p><strong>Editor: Danu</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>DPRD Kota Batu Pertahankan Bidang Pemuda dan Olahraga di Dinas Pendidikan</title>
<link>https://suarajatimpost.com/dprd-kota-batu-pertahankan-bidang-pemuda-dan-olahraga-di-dinas-pendidikan</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/dprd-kota-batu-pertahankan-bidang-pemuda-dan-olahraga-di-dinas-pendidikan</guid>
<description><![CDATA[ Keputusan mempertahankan bidang pemuda dan olahraga di bawah Dinas Pendidikan menunjukkan bahwa penataan SOTK tidak hanya mempertimbangkan efisiensi birokrasi, tetapi juga keselarasan dengan arah pembangunan daerah. Dengan tetap berada dalam rumpun pendidikan, program kepemudaan diharapkan dapat lebih terintegrasi dengan upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia yang menjadi salah satu prioritas pembangunan Kota Batu ke depan. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202606/image_870x580_6a2bed8454452.webp" length="30766" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Fri, 12 Jun 2026 20:00:48 +0700</pubDate>
<dc:creator>Choirul Anwar</dc:creator>
<media:keywords>Kota Batu, DPRD, Bidan Pemuda dan Olahraga</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KOTA BATU, SJP</strong> – Rencana pemindahan Bidang Pemuda dan Olahraga dari Dinas Pendidikan ke Dinas Pariwisata dalam pembahasan perubahan Struktur Organisasi dan Tata Kerja (SOTK) Pemerintah Kota Batu dipastikan batal. DPRD Kota Batu melalui Panitia Khusus (Pansus) menilai bidang tersebut lebih relevan tetap berada dalam rumpun pendidikan dibandingkan pariwisata.</p>
<p>Ketua Pansus DPRD Kota Batu, Didik Machmud pada Jumat (12/6/2026) mengungkapkan bahwa usulan pemindahan Bidang Pemuda dan Olahraga ke Dinas Pariwisata sempat muncul dalam proses pembahasan. Namun setelah dilakukan kajian, DPRD memutuskan tidak menyetujui usulan tersebut.</p>
<p>“Sebelumnya memang ada usulan agar bidang pemuda dan olahraga dipindahkan ke Dinas Pariwisata. Namun hal itu tidak kami setujui,” ujar Didik.</p>
<p>Menurutnya, keputusan tersebut mempertimbangkan arah pembangunan daerah yang tertuang dalam visi dan misi Wali Kota dan Wakil Wali Kota Batu. Salah satu program prioritas yang menjadi perhatian adalah peningkatan kualitas sumber daya manusia, termasuk target mencetak 1.000 sarjana di Kota Batu.</p>
<p>Karena itu, DPRD menilai bidang kepemudaan memiliki keterkaitan yang lebih kuat dengan sektor pendidikan dibandingkan sektor pariwisata.</p>
<p>“Kalau dikaitkan dengan visi dan misi kepala daerah, khususnya program peningkatan kualitas SDM dan target 1.000 sarjana, korelasinya lebih dekat dengan dunia pendidikan. Sehingga kurang tepat jika dipindahkan ke Dinas Pariwisata,” jelasnya.</p>
<p>Didik menambahkan, Dinas Pariwisata memiliki fokus kerja yang berbeda, yakni pada pengembangan sektor pariwisata, peningkatan kunjungan wisatawan, promosi daerah, hingga upaya menarik investasi. Oleh karena itu, memasukkan urusan kepemudaan dan olahraga ke dalam dinas tersebut dinilai kurang sesuai dengan rumpun tugasnya.</p>
<p>“Disparta fokus pada pengembangan wisata, investasi, dan sektor-sektor pendukung pariwisata. Jadi secara rumpun memang kurang cocok jika bidang pemuda dan olahraga ditempatkan di sana,” katanya.</p>
<p>Meski demikian, DPRD membuka kemungkinan adanya perubahan nomenklatur perangkat daerah yang menaungi bidang tersebut. Namun secara substansi, urusan kepemudaan dan olahraga tetap akan berada di bawah Dinas Pendidikan.</p>
<p>“Untuk bidang pemuda dan olahraga tetap di Dinas Pendidikan. Kemungkinan yang berubah hanya nama dinasnya agar lebih mencerminkan tugas dan fungsi yang dijalankan,” imbuhnya.</p>
<p>Pembahasan perubahan SOTK sendiri dilakukan sebagai bagian dari upaya penyesuaian beban kerja organisasi perangkat daerah sekaligus meningkatkan efektivitas pelaksanaan program pembangunan. DPRD berharap penataan kelembagaan yang dilakukan tidak hanya memperhatikan aspek administratif, tetapi juga mampu mendukung pencapaian visi pembangunan Kota Batu secara lebih optimal. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Kuasa Hukum Korban Dugaan Pengeroyokan oleh Wakil Ketua KONI Kota Batu Angkat Bicara</title>
<link>https://suarajatimpost.com/kuasa-hukum-korban-dugaan-pengeroyokan-oleh-wakil-ketua-koni-kota-batu-angkat-bicara</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/kuasa-hukum-korban-dugaan-pengeroyokan-oleh-wakil-ketua-koni-kota-batu-angkat-bicara</guid>
<description><![CDATA[ Kuasa Hukum Korban enegaskan bahwa pihak keluarga menyerahkan sepenuhnya penanganan perkara kepada kepolisian dan berharap proses hukum berjalan secara objektif, transparan, serta mengedepankan asas keadilan bagi semua pihak. Menurutnya, seluruh keterangan korban, hasil visum, hingga dugaan teror yang muncul pascakejadian telah disampaikan kepada penyidik sebagai bahan pendalaman. Karena itu, keluarga berharap aparat dapat mengungkap fakta secara utuh agar kasus tersebut memperoleh kepastian hukum dan tidak menimbulkan spekulasi di tengah masyarakat. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202606/image_870x580_6a2bece31d7ee.webp" length="11870" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Fri, 12 Jun 2026 19:29:56 +0700</pubDate>
<dc:creator>Choirul Anwar</dc:creator>
<media:keywords>Kota Batu, Kuasa Hukum, Pengeroyokan</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KOTA BATU, SJP</strong> – Kuasa hukum korban dugaan pengeroyokan di Kota Batu, Teguh Suharto Utomo, mengungkapkan kronologi yang melatarbelakangi laporan pidana terhadap tiga orang terlapor, termasuk salah satunya yang diketahui menjabat sebagai Wakil Ketua KONI Kota Batu berinisial SA.</p>
<p>Diwawancarai pada Jumat (12/6/2026), ia mengaku kliennya yang berinisial RC menjadi korban dugaan pengeroyokan usai menyaksikan pertandingan bulu tangkis di sebuah gedung serbaguna di kawasan Dadaprejo, Kecamatan Junrejo, pada Selasa dini hari (2/6/2026) sekitar pukul 00.30 WIB.</p>
<p>"Sejak awal pertandingan berlangsung tidak ada persoalan maupun gesekan antara korban dengan pihak mana pun. RC hadir sebagai penonton untuk memberikan dukungan kepada tim yang diperkuat teman dekatnya," paparnya.</p>
<p>Namun situasi berubah setelah pertandingan berakhir. Meski sebelumnya para pihak sempat saling bersalaman, korban disebut dicegat saat hendak meninggalkan lokasi pertandingan.</p>
<p>Teguh menuturkan, SA diduga mempermasalahkan sikap korban yang tidak memberikan dukungan kepada tim yang dibelanya. Korban sempat menjelaskan bahwa dirinya mendukung tim yang berisi teman-temannya. Namun penjelasan tersebut disebut tidak mampu meredam emosi.</p>
<p>"Korban dicegat di depan gedung, dimarahi karena tidak mendukung timnya dia," imbuhnya.</p>
<p>Menurut keterangan yang diterimanya dari korban, situasi kemudian memanas hingga terjadi kontak fisik. Korban diduga didorong pada bagian dada oleh SA. Tidak lama berselang, dua orang lainnya berinisial H dan M disebut ikut terlibat dalam peristiwa tersebut.</p>
<p>Teguh menyebut H diduga memukul bagian belakang kepala korban hingga terjatuh. Saat korban berusaha berdiri dengan bantuan rekannya bernama Evan, SA disebut menampar wajah korban beberapa kali.</p>
<p>Tidak hanya itu, korban juga mengaku menerima sejumlah ucapan bernada rasis yang dilontarkan berulang kali. Setelah itu, aksi penamparan disebut kembali dilakukan oleh terlapor lainnya berinisial M.</p>
<p>"Akibat kejadian tersebut, korban mengalami keluhan berupa pusing dan mual. Peristiwa itu akhirnya berhenti setelah sejumlah orang yang berada di lokasi berusaha melerai," imbuhnya.</p>
<p>Merasa menjadi korban tindak kekerasan, RC kemudian melaporkan kejadian tersebut ke Polres Batu pada pagi harinya. Laporan itu kini telah ditangani Satreskrim Polres Batu dan masih dalam tahap penyelidikan.</p>
<p>Selain dugaan pengeroyokan, Teguh juga mengungkapkan adanya dugaan intimidasi yang dialami kliennya setelah peristiwa tersebut terjadi. Ia menyebut teror mulai muncul sekitar dua hingga tiga hari setelah kejadian dengan sasaran sebuah kafe milik korban di Kota Batu.</p>
<p>Menurutnya, setiap malam terdapat orang tidak dikenal yang datang menggunakan sepeda motor, mengenakan jaket hitam dan helm tertutup. Orang-orang tersebut disebut berhenti di depan lokasi usaha korban dan mengambil foto area sekitar.</p>
<p>"Dua atau tiga hari setelah kejadian, setiap malam tempat usaha kafe didatangi orang naik motor pakai jaket hitam dan helm full face," kata Teguh.</p>
<p>Ia menambahkan, aktivitas tersebut kerap terjadi pada rentang pukul 01.00 hingga 02.00 WIB. Pihak keluarga menilai kejadian itu cukup janggal karena sebelum insiden dugaan pengeroyokan terjadi, tidak pernah ada aktivitas serupa di sekitar tempat usaha korban.</p>
<p>Di sisi lain, upaya penyelesaian melalui jalur mediasi sebenarnya telah difasilitasi oleh Polres Batu pada Selasa (9/6/2026). Dalam pertemuan tersebut, korban hadir bersama keluarga dan kuasa hukumnya untuk bertemu langsung dengan ketiga terlapor.</p>
<p>Namun mediasi belum menghasilkan kesepakatan karena masing-masing pihak masih mempertahankan keterangannya. Karena itu, proses hukum kini tetap berjalan dan penyidik masih melakukan pendalaman terhadap seluruh keterangan serta alat bukti yang telah dikumpulkan. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Wakil Ketua Umum KONI Kota Batu Dilaporkan Karena Dugaan Pengeroyokan</title>
<link>https://suarajatimpost.com/wakil-ketua-umum-koni-kota-batu-dilaporkan-karena-dugaan-pengeroyokan</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/wakil-ketua-umum-koni-kota-batu-dilaporkan-karena-dugaan-pengeroyokan</guid>
<description><![CDATA[ Polres Batu menegaskan bahwa proses penyelidikan masih berjalan dan seluruh pihak yang disebut dalam laporan tetap memiliki hak yang sama di hadapan hukum. Kepolisian juga mengingatkan agar masyarakat tetap mengedepankan asas praduga tak bersalah sampai terdapat putusan pengadilan yang berkekuatan hukum tetap. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202606/image_870x580_6a2bec2f64693.webp" length="14386" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Fri, 12 Jun 2026 18:58:55 +0700</pubDate>
<dc:creator>Choirul Anwar</dc:creator>
<media:keywords>Kota Batu, Pengeroyokan, Pejabat Publik</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KOTA BATU, SJP</strong> – Polres Batu tengah mendalami laporan dugaan pengeroyokan yang terjadi di kawasan Gedung Serbaguna Desa Dadaprejo, Kecamatan Junrejo, Kota Batu. Kasus tersebut menjadi perhatian publik karena salah satu nama yang dilaporkan merupakan mantan pejabat Pemerintah Kota Batu yang saat ini menjabat sebagai Wakil Ketua Umum KONI Kota Batu, berinisial SA.</p>
<p>Kasat Reskrim Polres Batu AKP Zaenal Arifin pada Jumat (12/6/2026) menegaskan bahwa laporan tersebut diterima Polres Batu dengan Nomor: LPM/358/VI/2026/SPKT/POLRES BATU/POLDA JAWA TIMUR. </p>
<p>"Selain SA, dua orang lainnya berinisial H dan M juga turut dilaporkan dalam perkara tersebut. Berdasarkan keterangan yang tercantum dalam laporan polisi, insiden bermula setelah pertandingan bulutangkis berakhir pada Selasa lalu (2/6/2026)," urainya.</p>
<p>Ia melanjutkan, saat hendak meninggalkan lokasi, pelapor mengaku didatangi beberapa orang yang mempertanyakan sikapnya terhadap salah satu klub bulutangkis yang sedang bertanding.</p>
<p>Situasi yang awalnya berupa percakapan verbal kemudian diduga berkembang menjadi perselisihan. Pelapor mengaku menerima sejumlah pukulan dan dorongan yang mengakibatkan dirinya mengalami pusing, mual, serta nyeri pada bagian kepala.</p>
<p>"Merasa mendapatkan tindak kekerasan, korban akhirnya memilih menempuh jalur hukum dengan melaporkan kejadian tersebut ke Polres Batu untuk ditindaklanjuti sesuai ketentuan yang berlaku," imbuhnya.</p>
<p>Menurutnya, penyidik masih melakukan pendalaman dengan mengumpulkan keterangan dari berbagai pihak yang mengetahui maupun berkaitan dengan peristiwa tersebut. Hasil pemeriksaan saksi dan alat bukti yang terkumpul nantinya akan menjadi dasar untuk menentukan langkah hukum selanjutnya.</p>
<p>"Polisi telah memeriksa enam orang yang terdiri dari pelapor, para terlapor, serta saksi-saksi yang mengetahui peristiwa tersebut. Selain itu, hasil visum korban juga telah dikantongi sebagai bagian dari proses pembuktian," tandasnya.</p>
<p>Perlu diketahui, nama SA sendiri menjadi sorotan karena yang bersangkutan pernah menjalani proses hukum dalam perkara korupsi pada 2018. Saat ini, ia diketahui aktif sebagai salah satu pengurus olahraga di Kota Batu dengan jabatan Wakil Ketua Umum KONI Kota Batu. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Pajak Kuliner Kota Batu Lampaui Target Semester Awal, Kepatuhan Wajib Pajak Jadi Kunci</title>
<link>https://suarajatimpost.com/pajak-kuliner-kota-batu-lampaui-target-semester-awal-kepatuhan-wajib-pajak-jadi-kunci</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/pajak-kuliner-kota-batu-lampaui-target-semester-awal-kepatuhan-wajib-pajak-jadi-kunci</guid>
<description><![CDATA[ Realisasi PBJT sektor makanan dan minuman yang telah mencapai Rp 15,8 miliar atau 43,9 persen dari target tahunan menjadi indikator positif bagi pendapatan daerah Kota Batu pada 2026. Di tengah dinamika ekonomi dan keterbatasan penambahan objek pajak baru, tingginya kepatuhan pelaku usaha kuliner menjadi faktor utama yang mendorong penerimaan daerah melampaui target semester awal. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202606/image_870x580_6a2a82e5e3d71.webp" length="80116" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 11 Jun 2026 18:00:07 +0700</pubDate>
<dc:creator>Choirul Anwar</dc:creator>
<media:keywords>Kota Batu, Pajak, Meningkat</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KOTA BATU, SJP</strong> – Sektor kuliner yang sebelumnya memiliki capaian pajak hingga 8,2 Miliar di trimester awal 2026 kini kembali menjadi salah satu penyumbang terbesar pendapatan daerah Kota Batu. Hingga pekan pertama Juni 2026, realisasi Pajak Barang dan Jasa Tertentu (PBJT) dari sektor makanan dan minuman telah mencapai Rp15,8 miliar atau 43,9 persen dari target tahunan sebesar Rp35,9 miliar.</p>
<p>Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Batu, M Nur Adhim pada Kamis (11/6/2026) menegaskan capaian tersebut bahkan telah melampaui target Triwulan II yang sebelumnya dipatok sebesar 40 persen. Kondisi ini menunjukkan tren positif penerimaan daerah di tengah belum adanya peningkatan signifikan jumlah objek pajak baru pada sektor kuliner.</p>
<p>“Kalau melihat data sampai awal Juni, realisasinya sudah mencapai 43,9 persen. Ini sudah melewati target triwulan kedua yang kami tetapkan sebesar 40 persen,” ujarnya.</p>
<p>Meski demikian, ia mengingatkan bahwa pergerakan penerimaan PBJT sektor makanan dan minuman sangat dinamis karena bergantung pada aktivitas pelaporan dan pembayaran wajib pajak setiap harinya.</p>
<p>Menurutnya, perubahan angka realisasi dapat terjadi dalam waktu singkat seiring masuknya data pembayaran maupun penyesuaian administrasi yang tercatat dalam sistem keuangan daerah.</p>
<p>“Hitungan harian sangat dinamis. Dua hari lalu capaian pajak restoran sempat naik sekitar 1,4 persen. Tetapi saat kami cek lagi hari ini, posisinya sedikit terkoreksi turun sekitar Rp8 juta atau sekitar 0,06 persen,” jelasnya.</p>
<p>Adhim menerangkan, sebagian besar wajib pajak sektor kuliner biasanya melakukan penyetoran pajak pada rentang tanggal 1 hingga 20 setiap bulan. Karena itu, penerimaan daerah cenderung mengalami lonjakan pada awal hingga pertengahan bulan sebelum melandai menjelang akhir bulan.</p>
<p>Untuk menjaga tren positif tersebut, Bapenda terus memperkuat pengawasan terhadap pelaporan dan penyetoran pajak oleh pelaku usaha restoran, rumah makan, kafe, maupun usaha makanan dan minuman lainnya.</p>
<p>Selain pengawasan, pendampingan kepada wajib pajak juga terus dilakukan guna memastikan seluruh kewajiban perpajakan dapat dipenuhi tepat waktu sesuai ketentuan yang berlaku.</p>
<p>Adhim mengingatkan bahwa keterlambatan pembayaran akan langsung dikenakan sanksi administrasi melalui sistem yang terintegrasi dengan perbankan daerah. Karena itu, pelaku usaha diminta tidak menunda penyetoran pajak agar terhindar dari denda yang dapat menambah beban usaha.</p>
<p>“Kami tidak bisa hanya menunggu laporan masuk. Pengawasan harus terus dilakukan agar tingkat kepatuhan tetap tinggi dan target penerimaan daerah bisa tercapai,” imbuhnya.</p>
<p>Menurutnya, keberhasilan sektor kuliner menyumbang pendapatan daerah hingga pertengahan tahun ini menunjukkan bahwa tingkat kepatuhan wajib pajak memiliki peran penting dalam menjaga stabilitas penerimaan daerah, bahkan tanpa harus bergantung pada penambahan jumlah wajib pajak baru secara signifikan. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Dindik Kota Batu Siapkan Sanksi Bagi Data Zonasi yang Manipulatif</title>
<link>https://suarajatimpost.com/dindik-kota-batu-siapkan-sanksi-bagi-data-zonasi-yang-manipulatif</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/dindik-kota-batu-siapkan-sanksi-bagi-data-zonasi-yang-manipulatif</guid>
<description><![CDATA[ Dengan dukungan teknologi satelit, jejak digital yang dapat dilacak, serta partisipasi aktif masyarakat, Disdik Kota Batu optimistis pelaksanaan SPMB 2026 dapat berjalan lebih transparan, adil, dan memberikan kesempatan yang setara bagi seluruh calon peserta didik ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202606/image_870x580_6a2a824367f33.webp" length="28372" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 11 Jun 2026 17:02:54 +0700</pubDate>
<dc:creator>Choirul Anwar</dc:creator>
<media:keywords>Kota Batu, Transparan, Data</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KOTA BATU, SJP </strong>– Dinas Pendidikan Kota Batu memastikan tidak akan memberi ruang bagi praktik kecurangan dalam Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026. Perhatian utama saat ini tertuju pada potensi manipulasi titik lokasi rumah calon peserta didik yang mendaftar melalui jalur domisili.</p>
<p>Kepala Dinas Pendidikan Kota Batu, M. Alfi Nurhidayat pada Kamis (11/6/2026) menegaskan, pihaknya telah menyiapkan sanksi berat bagi pendaftar yang terbukti sengaja memalsukan atau memanipulasi koordinat tempat tinggal demi memperoleh keuntungan dalam proses seleksi.</p>
<p>"Ketika itu sampai ketahuan ada manipulasi, kita pastikan dia akan kita gugurkan. Bahkan kalau perlu ada sanksi yang anak ini tidak bisa diterima di sekolah se-Kota Batu. Biar ini menjadi efek jera juga," tegasnya.</p>
<p>Menurut Alfi, saat ini tahapan SPMB masih menyelesaikan proses seleksi jalur prestasi. Setelah tahapan tersebut berakhir, pendaftaran jalur domisili akan mulai dibuka pada pekan depan.</p>
<p>Untuk mencegah terjadinya kecurangan, seluruh proses pendaftaran dilakukan secara daring dengan memanfaatkan teknologi berbasis satelit yang mampu mengukur jarak antara rumah calon siswa dan sekolah tujuan secara akurat.</p>
<p>"Sistem online itu kan selalu meninggalkan track and trace, jejak dan bekas, dan bisa dipantau oleh semua orang. Hari ini kan kita juga hidup di era 4.0, artinya kita enggak ngukur lagi dengan meteran jaraknya itu, tapi dengan satelit. Nah, itu nanti semua akan bisa kelihatan," imbuhnya.</p>
<p>Meski sistem digital telah dirancang dengan tingkat akurasi tinggi, Disdik tetap mengantisipasi kemungkinan adanya upaya manipulasi data. Karena itu, pengawasan tidak hanya dilakukan oleh internal pemerintah, tetapi juga melibatkan berbagai pihak termasuk media massa dan masyarakat.</p>
<p>"Kita kan sangat terbuka sekali nih. Teman-teman media ini bisa untuk melakukan monitoring bareng-bareng. Kalau ada kejanggalan-kejanggalan, silakan laporkan ke kita," ujarnya.</p>
<p>Alfi menambahkan, sistem SPMB tahun ini juga melibatkan pengawas eksternal untuk memastikan seluruh tahapan berjalan transparan dan akuntabel. Apabila ditemukan indikasi manipulasi koordinat rumah atau pelanggaran lainnya, Disdik akan segera melakukan verifikasi lapangan dan mengambil tindakan sesuai aturan yang berlaku.</p>
<p>Selain pengawasan berlapis, Disdik Kota Batu juga membuka posko pengaduan dan hotline khusus yang tersedia di setiap sekolah negeri maupun kantor Dinas Pendidikan. Fasilitas tersebut disiapkan untuk menerima laporan masyarakat selama proses penerimaan siswa berlangsung. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>DPRD Batu Setujui DPMD, Pembentukan Dispora Ditunda karena Beban Belanja Pegawai</title>
<link>https://suarajatimpost.com/dprd-batu-setujui-dpmd-pembentukan-dispora-ditunda-karena-beban-belanja-pegawai</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/dprd-batu-setujui-dpmd-pembentukan-dispora-ditunda-karena-beban-belanja-pegawai</guid>
<description><![CDATA[ Dengan penataan kelembagaan tersebut, DPRD menginginkan birokrasi Pemerintah Kota Batu menjadi lebih ramping, efektif, dan mampu mempercepat pelayanan publik serta pembangunan daerah melalui kolaborasi yang lebih kuat antar perangkat daerah. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202606/image_870x580_6a2a81a04b95f.webp" length="21130" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 11 Jun 2026 16:36:54 +0700</pubDate>
<dc:creator>Choirul Anwar</dc:creator>
<media:keywords>Kota Batu, Dinas Baru, Gagal</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KOTA BATU, SJP</strong> – DPRD Kota Batu menyetujui pembentukan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) sebagai bagian dari penataan Struktur Organisasi dan Tata Kerja (SOTK) Pemerintah Kota Batu. Namun, usulan pembentukan Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) belum dapat direalisasikan karena terkendala tingginya beban belanja pegawai daerah.</p>
<p></p>
<p>Anggota DPRD Kota Batu, Khamim Tohari pada Kamis (11/6/2026) menjelaskan bahwa pembentukan DPMD merupakan hasil pembahasan bersama antara legislatif dan eksekutif dengan mempertimbangkan kebutuhan pemerintahan desa yang semakin kompleks.</p>
<p></p>
<p>“Untuk dinas baru yang disetujui hanya DPMD. Embrionya berasal dari DP3AP2KB, yakni bidang pemberdayaan masyarakat, bidang aparatur desa, serta bidang perencanaan dan keuangan desa,” ujar Khamim.</p>
<p></p>
<p>Dengan terbentuknya DPMD, sejumlah urusan yang selama ini berada di DP3AP2KB akan mengalami penyesuaian. Urusan pengendalian penduduk dan keluarga berencana nantinya akan dialihkan ke Dinas Kesehatan, sedangkan urusan perempuan dan perlindungan anak akan menjadi kewenangan Dinas Sosial.</p>
<p></p>
<p>Menurut Khamim, langkah tersebut dilakukan untuk memperjelas fokus tugas masing-masing perangkat daerah sekaligus meningkatkan efektivitas pelayanan kepada masyarakat.</p>
<p></p>
<p>Sementara itu, usulan pembentukan Dinas Pemuda dan Olahraga belum mendapatkan persetujuan. Salah satu pertimbangannya adalah kebijakan pemerintah pusat terkait pembatasan belanja pegawai daerah.</p>
<p></p>
<p>“Tidak disetujuinya Dispora karena pemerintah pusat menginstruksikan maksimal beban belanja pegawai sebesar 30 persen dari APBD. Sementara Kota Batu saat ini masih berada di angka sekitar 36 persen,” jelasnya.</p>
<p></p>
<p>Ia menilai, penambahan organisasi perangkat daerah baru berpotensi meningkatkan kebutuhan belanja pegawai sehingga kurang sejalan dengan kebijakan efisiensi yang sedang didorong pemerintah pusat. Karena itu, pembentukan Dispora kemungkinan baru dapat direalisasikan setelah persentase belanja pegawai berhasil ditekan di bawah batas yang ditentukan.</p>
<p></p>
<p>Lebih lanjut, Khamim menjelaskan bahwa perubahan SOTK yang tengah dilakukan Pemkot Batu bukan sekadar menambah atau mengurangi organisasi perangkat daerah. Penataan tersebut dilakukan untuk menyeimbangkan beban kerja antar dinas, meningkatkan efektivitas birokrasi, mempercepat pelaksanaan visi dan misi kepala daerah, serta mendukung efisiensi penyelenggaraan pemerintahan.</p>
<p></p>
<p>“Alasan perubahan SOTK adalah karena ada beban kerja yang tidak sebanding antar dinas. Kemudian ingin diratakan agar langkah pemerintah lebih efektif dalam mempercepat visi misi wali kota, dan yang pasti untuk efisiensi,” katanya.</p>
<p></p>
<p>Selain itu, DPRD juga mengingatkan pentingnya menghilangkan ego sektoral dalam pelaksanaan program pembangunan. Menurut Khamim, keberhasilan pembangunan daerah tidak bisa hanya dibebankan kepada satu perangkat daerah, melainkan membutuhkan kolaborasi lintas sektor.</p>
<p></p>
<p>Ia mencontohkan pengembangan desa wisata yang selama ini identik dengan Dinas Pariwisata. Dalam praktiknya, keberhasilan desa wisata juga membutuhkan dukungan Dinas PUPR melalui pembangunan infrastruktur dan penerangan jalan, Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman melalui penataan lingkungan, serta Diskumdag dalam pengembangan UMKM masyarakat.</p>
<p></p>
<p>“Jangan sampai ada ego sektoral. Pengelolaan desa wisata misalnya, tidak hanya menjadi tugas Disparta saja. Harus ada keterlibatan OPD lain sesuai tupoksinya agar hasilnya lebih maksimal,” tandasnya. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Kunjungan Perpusda Kota Batu Naik 17 Persen</title>
<link>https://suarajatimpost.com/kunjungan-perpusda-kota-batu-naik-17-persen</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/kunjungan-perpusda-kota-batu-naik-17-persen</guid>
<description><![CDATA[ Peningkatan kunjungan Perpusda Kota Batu hingga 18.619 orang dalam empat bulan pertama tahun ini menunjukkan bahwa upaya membangun budaya literasi mulai membuahkan hasil. Disperpusip Kota Batu optimistis mampu menjangkau lebih banyak masyarakat dan melampaui capaian kunjungan tahun sebelumnya. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202606/image_870x580_6a29261e04eb3.webp" length="37932" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 10 Jun 2026 18:30:29 +0700</pubDate>
<dc:creator>Choirul Anwar</dc:creator>
<media:keywords>Kota Batu, Kunjungan, Meningkat</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KOTA BATU, SJP</strong> – Upaya Pemerintah Kota Batu meningkatkan budaya literasi masyarakat mulai menunjukkan hasil positif. Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Disperpusip) Kota Batu mencatat jumlah kunjungan ke Perpustakaan Daerah (Perpusda) Kota Batu selama empat bulan pertama tahun 2026 mencapai 18.619 pengunjung.</p>
<p></p>
<p>Kepala Disperpusip Kota Batu, Abdul Rais pada Rabu (10/6/2026) menegaskan bahwa angka tersebut mengalami kenaikan sebesar 17,32 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya. Capaian ini menjadi sinyal positif di tengah tantangan rendahnya minat baca masyarakat yang kini harus bersaing dengan berbagai bentuk hiburan digital dan media sosial.</p>
<p></p>
<p>"Untuk peningkatan kunjungan tersebut menunjukkan bahwa berbagai program penguatan literasi yang dijalankan mulai mendapat respons dari masyarakat. Kenaikan dua digit pada awal tahun ini menjadi perkembangan yang cukup menggembirakan,” ujarnya.</p>
<p></p>
<p>Menurutnya, capaian tersebut membuka peluang besar bagi Perpusda Kota Batu untuk melampaui total kunjungan tahun sebelumnya yang mencapai 47.612 orang sepanjang 2025.</p>
<p></p>
<p>Rais menjelaskan, salah satu faktor yang mendorong peningkatan kunjungan adalah semakin lengkapnya koleksi buku yang tersedia di perpustakaan daerah. Saat ini Perpusda Kota Batu memiliki sekitar 40 ribu koleksi buku yang mencakup berbagai kategori, mulai dari buku umum, referensi ilmiah, hingga buku bacaan anak.</p>
<p></p>
<p>“Koleksi yang beragam membuat masyarakat memiliki banyak pilihan untuk belajar, menambah wawasan, maupun mencari informasi yang dibutuhkan,” katanya.</p>
<p></p>
<p>Selain memperkaya koleksi bacaan, Disperpusip juga aktif menjalankan berbagai program literasi yang menyasar pelajar sebagai kelompok prioritas. Salah satu program unggulan yang dikembangkan adalah BABEKU atau Membaca dan Berkreasi dalam Kunjungan ke Perpustakaan.</p>
<p></p>
<p>Melalui program tersebut, siswa tidak hanya diajak membaca buku, tetapi juga mengikuti berbagai aktivitas kreatif yang dirancang untuk membuat kunjungan ke perpustakaan menjadi lebih menyenangkan dan interaktif.</p>
<p></p>
<p>Program lainnya adalah SI BOLING atau Perpustakaan Keliling yang menyasar sekolah-sekolah, terutama yang berada di wilayah yang jauh dari pusat kota. Melalui layanan tersebut, armada perpustakaan bergerak mendatangi sekolah untuk menghadirkan akses bacaan secara langsung kepada para siswa.</p>
<p></p>
<p>“Kalau BABEKU mengajak siswa datang ke perpustakaan, SI BOLING justru membawa perpustakaan mendatangi siswa di sekolah,” jelas Rais.</p>
<p></p>
<p>Ia menilai pendekatan jemput bola menjadi salah satu strategi efektif untuk menumbuhkan minat baca sejak usia dini sekaligus memperluas jangkauan layanan perpustakaan kepada masyarakat.</p>
<p></p>
<p>Selain itu, peningkatan fasilitas dan kenyamanan ruang baca juga terus dilakukan agar perpustakaan tidak hanya menjadi tempat meminjam buku, tetapi juga ruang belajar dan pengembangan kreativitas masyarakat.</p>
<p></p>
<p>Disperpusip optimistis tren kenaikan kunjungan akan terus berlanjut hingga akhir tahun seiring bertambahnya koleksi buku, penguatan program literasi sekolah, serta meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya budaya membaca. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Jumat Besok, Wali Kota Batu Eliminasi Dua Calon Sekda Definitif</title>
<link>https://suarajatimpost.com/jumat-besok-wali-kota-batu-eliminasi-dua-calon-sekda-definitif</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/jumat-besok-wali-kota-batu-eliminasi-dua-calon-sekda-definitif</guid>
<description><![CDATA[ Terpilihnya Sekda definitif nantinya dimaksudkan agar tidak hanya mengakhiri kekosongan jabatan strategis di lingkungan Pemkot Batu, tetapi juga menghadirkan figur pemimpin birokrasi yang mampu memperkuat koordinasi antar perangkat daerah, menjaga stabilitas pemerintahan, serta mempercepat realisasi visi dan misi pembangunan Kota Batu. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202606/image_870x580_6a29257355ddf.webp" length="51544" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 10 Jun 2026 18:00:18 +0700</pubDate>
<dc:creator>Choirul Anwar</dc:creator>
<media:keywords>Kota Batu, Sekda, Definitif</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KOTA BTU, SJP -</strong> Setelah Sebelumnya Panitia Seleksi (Pansel) mengumumkan tiga peserta terbaik hasil Seleksi Terbuka (Selter), kini proses pemilihan Sekda Definitif ada di tangan Wali Kota Batu, Nurochman, untuk menentukan satu nama yang akan diusulkan kepada Badan Kepegawaian Negara (BKN).</p>
<p></p>
<p>Wali Kota Batu Nurochman pada Rabu (10/6/2026) menyampaikan bahwa proses pendalaman terhadap tiga kandidat akan dilakukan selama tiga hari kerja. Tahapan tersebut dimulai pada Selasa (9/6/2026) kemarin dan menjadi bagian akhir sebelum pemerintah daerah mengirimkan satu nama calon Sekda definitif ke pemerintah pusat.</p>
<p></p>
<p>"Kalau tiga hari kerja, setidaknya pada Jumat besok sudah bisa diberikan satu nama sekda definitif. Tiga kandidat yang kini masuk tahap akhir merupakan hasil rekomendasi Panitia Seleksi berdasarkan seluruh rangkaian tahapan yang telah dilaksanakan," urainya. </p>
<p></p>
<p>Seperti yang telah diketahui bahwa tiga calon sekda itu adalah Kepala Dinas Pendidikan Kota Batu Alfi Nurhidayat, Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Arief As Siddiq, serta Kepala Badan Pendapatan Daerah Mohammad Nur Adhim.</p>
<p></p>
<p>Ketiga nama tersebut sebelumnya diumumkan secara resmi melalui Pengumuman Panitia Seleksi Nomor 800/016/PANSEL/35.79.502/2026 yang ditandatangani Ketua Pansel, Indah Wahyuni, pada 5 Juni 2026 lalu. Pengumuman dilakukan berdasarkan urutan alfabet dan tidak menunjukkan peringkat nilai masing-masing peserta.</p>
<p></p>
<p>“Tiga nama yang diumumkan oleh pansel merupakan putra-putra terbaik yang memiliki rekam jejak, kompetensi, dan integritas tinggi untuk mengabdi di Kota Batu,” imbuhnya.</p>
<p></p>
<p>Menurutnya, tugas panitia seleksi telah selesai setelah menyerahkan tiga nama terbaik kepada Pejabat Pembina Kepegawaian (PPK). Oleh sebab itu, pria yang akrab disapa Cak Nur ini menegaskan akan melakukan pendalaman dan menentukan satu nama yang akan direkomendasikan kepada BKN.</p>
<p></p>
<p>Tahapan ini menjadi momen penting karena Sekda merupakan jabatan strategis yang berperan sebagai koordinator seluruh perangkat daerah sekaligus penghubung antara kebijakan kepala daerah dengan pelaksanaan birokrasi di lapangan. Karena itu, proses penentuan akhir menjadi perhatian berbagai pihak, baik di lingkungan ASN maupun masyarakat Kota Batu. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Imbas Rupiah Terus Melemah, Pertamina Naikkan Harga BBM Non&amp;Subsidi</title>
<link>https://suarajatimpost.com/imbas-rupiah-terus-melemah-pertamina-naikkan-harga-bbm-non-subsidi</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/imbas-rupiah-terus-melemah-pertamina-naikkan-harga-bbm-non-subsidi</guid>
<description><![CDATA[ Kenaikan terjadi pada dua produk, yakni Pertamax (RON 92) yang naik dari Rp12.300,00 menjadi Rp16.250,00 per liter dan Pertamax Green 95 yang melonjak dari Rp12.900,00 menjadi Rp17.000,00 per liter. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202606/image_870x580_6a28abae8b193.webp" length="72104" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 10 Jun 2026 07:30:53 +0700</pubDate>
<dc:creator>Choirul Anwar</dc:creator>
<media:keywords>Kota Batu, BBM, Naik</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KOTA BATU, SJP</strong> — PT Pertamina Patra Niaga resmi melakukan penyesuaian harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi mulai Rabu (10/6/2026). </p>
<p>Kenaikan terjadi pada dua produk, yakni Pertamax (RON 92) yang naik dari Rp12.300,00 menjadi Rp16.250,00 per liter dan Pertamax Green 95 yang melonjak dari Rp12.900,00 menjadi Rp17.000,00 per liter. </p>
<p>Sementara itu, Pertamax Turbo, Dexlite, dan Pertamina Dex tidak mengalami perubahan harga.</p>
<p>Area Manager Communication, Relations, &amp; CSR Pertamina Patra Niaga Wilayah Jawa Timur, Bali, dan Nusa Tenggara (Jatimbalinus), Ahad Rahedi, pada Rabu (10/6/2026) mengatakan bahwa hingga saat ini pihaknya masih memantau respons pasar pascapenyesuaian harga tersebut.</p>
<p>"Sampai saat ini masih kami monitor dan belum ada indikasi signifikan terkait pergeseran konsumsi masyarakat akibat kenaikan harga Pertamax," urainya.</p>
<p>Meski harga BBM nonsubsidi mengalami kenaikan cukup tajam, Ahad memastikan harga BBM bersubsidi seperti Pertalite dan Biosolar masih tetap sesuai dengan ketentuan pemerintah. Pertalite tetap dijual Rp10.000,00 per liter dan Biosolar subsidi Rp6.800,00 per liter.</p>
<p>Terkait dengan faktor yang memengaruhi penyesuaian harga, Ahad menjelaskan bahwa salah satu variabel utama adalah pergerakan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat. </p>
<p>Selain itu, harga komoditas energi dunia juga menjadi komponen penting dalam formula penetapan harga BBM nonsubsidi.</p>
<p>Penyesuaian harga Pertamax dan Pertamax Green 95 sendiri dilakukan setelah evaluasi berkala yang mempertimbangkan perkembangan harga minyak dunia dan harga pasar keekonomian. </p>
<p>Kebijakan tersebut juga telah dikoordinasikan dengan pemerintah sebagai regulator sektor energi.</p>
<p>Saat ditanya mengenai kemungkinan kenaikan harga BBM bersubsidi dalam waktu dekat, Ahad menegaskan bahwa keputusan tersebut sepenuhnya berada di tangan pemerintah. Pertamina hanya menjalankan kebijakan yang telah ditetapkan regulator.</p>
<p>"Salah satu faktor penentu komoditas energi adalah nilai tukar rupiah. Kalau stagnansi terkait harga BBM bersubsidi, ranahnya lebih tepat ke pemerintah sebagai penentu regulasi," pungkasnya. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Bantuan Susu Stunting Kini Diprioritaskan untuk Keluarga Miskin, Dinkes Batu Ubah Skema Intervensi 2026</title>
<link>https://suarajatimpost.com/bantuan-susu-stunting-kini-diprioritaskan-untuk-keluarga-miskin-dinkes-batu-ubah-skema-intervensi-2026</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/bantuan-susu-stunting-kini-diprioritaskan-untuk-keluarga-miskin-dinkes-batu-ubah-skema-intervensi-2026</guid>
<description><![CDATA[ Perubahan skema bantuan susu stunting pada 2026 menandai pergeseran pendekatan penanganan stunting di Kota Batu dari pola bantuan merata menjadi intervensi berbasis kebutuhan. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202606/image_870x580_6a269c4deb071.webp" length="23390" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 08 Jun 2026 20:15:35 +0700</pubDate>
<dc:creator>Choirul Anwar</dc:creator>
<media:keywords>Kota Batu, Susu, Stunting, saurajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KOTA BATU, SJP</strong> – Pemerintah Kota Batu melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) melakukan perubahan signifikan dalam kebijakan penanganan stunting pada 2026. Jika sebelumnya seluruh balita yang direkomendasikan dokter spesialis anak berhak menerima bantuan susu, tahun ini bantuan tersebut hanya diprioritaskan bagi keluarga kurang mampu.</p>
<p></p>
<p>Kepala Dinas Kesehatan Kota Batu, Aditya Prasaja pada Senin (8/6/2026) menjelaskan bahwa perubahan kebijakan dilakukan untuk memastikan bantuan pemerintah lebih tepat sasaran dan mampu menjangkau kelompok masyarakat yang paling membutuhkan.</p>
<p></p>
<p>“Tahun lalu semua balita yang diperiksa dan diresepkan dokter spesialis kami beri susu. Namun tahun ini, kami fokuskan hanya untuk masyarakat yang memang kurang mampu,” ujarnya.</p>
<p></p>
<p>Ia menjelaskan, penerima bantuan susu kini mengacu pada Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS). Balita yang masuk kategori berisiko stunting harus berasal dari keluarga Desil 1 hingga Desil 5 dan tetap wajib memperoleh rekomendasi dari dokter spesialis anak sebelum mendapatkan bantuan.</p>
<p></p>
<p>Menurut Aditya, kebijakan tersebut diambil karena keterbatasan anggaran daerah sehingga intervensi harus diarahkan kepada kelompok masyarakat yang memiliki keterbatasan ekonomi dalam memenuhi kebutuhan gizi anak.</p>
<p></p>
<p>Meski demikian, Dinkes tetap membuka ruang verifikasi bagi warga yang secara kondisi riil membutuhkan bantuan namun belum tercatat dalam DTKS. Proses tersebut dapat dilakukan melalui rekomendasi dan pendampingan pemerintah desa maupun kelurahan setempat.</p>
<p></p>
<p>“Kami tidak ingin ada keluarga yang benar-benar membutuhkan tetapi terlewat hanya karena persoalan administrasi data. Karena itu tetap ada mekanisme verifikasi tambahan,” tambahnya.</p>
<p></p>
<p>Perubahan kebijakan tersebut juga berdampak pada balita stunting yang berasal dari keluarga mampu. Mereka tidak lagi menerima bantuan susu yang bersumber dari anggaran pemerintah daerah.</p>
<p></p>
<p>Sebagai gantinya, Dinkes akan memberikan intervensi non-fisik melalui program Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE) kepada orang tua. Program ini berfokus pada peningkatan pemahaman mengenai pola asuh, pemenuhan gizi seimbang, pemberian protein hewani, hingga pemantauan tumbuh kembang anak secara berkala.</p>
<p></p>
<p>Aditya menegaskan bahwa stunting tidak selalu identik dengan kemiskinan. Berdasarkan temuan di lapangan, sejumlah kasus stunting justru ditemukan pada anak-anak dari keluarga yang secara ekonomi tergolong mampu.</p>
<p></p>
<p>Menurutnya, kondisi tersebut umumnya dipicu oleh pola asuh yang kurang tepat, rendahnya perhatian terhadap kebutuhan gizi anak, serta minimnya pemantauan pertumbuhan melalui layanan kesehatan.</p>
<p></p>
<p>“Stunting tidak hanya terjadi pada keluarga miskin. Banyak juga yang berasal dari keluarga mampu karena pola asuh dan pola makan anak yang kurang diperhatikan,” jelasnya.</p>
<p></p>
<p>Karena itu, Dinkes menilai bantuan materi berupa susu bukan menjadi solusi utama bagi keluarga yang sebenarnya memiliki kemampuan ekonomi untuk memenuhi kebutuhan gizi anak secara mandiri. Yang lebih dibutuhkan adalah perubahan perilaku serta peningkatan pengetahuan orang tua mengenai pengasuhan dan pemenuhan nutrisi.</p>
<p></p>
<p>Melalui skema baru tersebut, Pemerintah Kota Batu berharap intervensi stunting menjadi lebih efektif, tepat sasaran, dan mampu mempercepat pemulihan balita berisiko stunting dari keluarga prasejahtera. Evaluasi terhadap pelaksanaan program akan terus dilakukan melalui Posyandu, Puskesmas, serta pendampingan kader kesehatan di tingkat desa dan kelurahan. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Dari 66 Jadi 30 Event, Kota Batu Pilih Fokus pada Agenda Wisata yang Berdampak Ekonomi</title>
<link>https://suarajatimpost.com/dari-66-jadi-30-event-kota-batu-pilih-fokus-pada-agenda-wisata-yang-berdampak-ekonomi</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/dari-66-jadi-30-event-kota-batu-pilih-fokus-pada-agenda-wisata-yang-berdampak-ekonomi</guid>
<description><![CDATA[ Pengurangan jumlah event hingga lebih dari separuh menjadi penanda perubahan strategi pariwisata Kota Batu pada 2026. Di tengah keterbatasan anggaran, pemerintah memilih fokus pada agenda yang terbukti mampu mendatangkan wisatawan dan menggerakkan ekonomi masyarakat. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202606/image_870x580_6a269bfddf1c9.webp" length="51224" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 08 Jun 2026 19:44:24 +0700</pubDate>
<dc:creator>Choirul Anwar</dc:creator>
<media:keywords>Kota Batu, Event, Kalender Wisata</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KOTA BATU, SJP</strong> – Pemerintah Kota Batu melakukan perubahan besar dalam penyelenggaraan kalender pariwisata tahun 2026. Jika sebelumnya puluhan agenda digelar setiap tahun, kini hanya 30 event yang masuk dalam Kalender Event Kota Batu 2026. Kebijakan tersebut diambil sebagai bagian dari strategi efisiensi anggaran sekaligus upaya meningkatkan kualitas penyelenggaraan event yang dinilai memberikan dampak ekonomi nyata bagi masyarakat.</p>
<p></p>
<p>Kepala Dinas Pariwisata Kota Batu, Onny Ardianto pada Senin (8/6/2026) mengatakan penyusutan jumlah event tidak terlepas dari kebijakan efisiensi yang diterapkan pemerintah pusat, termasuk pengurangan Dana Transfer ke Daerah (TKD) yang berdampak pada kemampuan fiskal daerah.</p>
<p></p>
<p>"Evaluasi menyeluruh dilakukan terhadap seluruh agenda yang selama ini masuk dalam kalender wisata Kota Batu. Hasilnya, hanya event yang memiliki daya tarik kuat dan terbukti mampu mendatangkan wisatawan yang dipertahankan," paparnya.</p>
<p></p>
<p>Data Disparta menunjukkan tren pengurangan event sebenarnya sudah berlangsung dalam beberapa tahun terakhir. Pada 2024, Kota Batu memiliki 71 event. Jumlah tersebut turun menjadi 66 event pada 2025, dan kembali dipangkas menjadi 30 event untuk tahun 2026.</p>
<p></p>
<p>Onny menjelaskan, sejumlah event yang berhasil bertahan merupakan kegiatan yang memiliki kontribusi langsung terhadap peningkatan kunjungan wisatawan maupun perputaran ekonomi lokal. Salah satunya adalah event yang diselenggarakan pihak swasta seperti Panderman Gravity Park Downhill yang mampu menarik peserta dari berbagai daerah hingga mancanegara.</p>
<p></p>
<p>“Event private ini menunjukkan kolaborasi antara pemerintah dan swasta berjalan baik. Termasuk kontribusi Jatim Park Group dengan berbagai event unggulannya,” imbuhnya.</p>
<p></p>
<p>Dalam proses finalisasi, jumlah event yang semula direncanakan hanya 24 agenda akhirnya bertambah menjadi 30 kegiatan. Penambahan tersebut dilakukan setelah sejumlah event dinilai memiliki nilai strategis tinggi bagi promosi daerah dan pemberdayaan masyarakat.</p>
<p></p>
<p>Salah satu agenda yang akhirnya masuk dalam kalender resmi adalah Festival Nasi Empok yang digagas Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kota Batu.</p>
<p></p>
<p>“Event seperti Festival Nasi Empok akhirnya dimasukkan. Jadi total tetap 30 event di kalender 2026,” tegas Onny.</p>
<p></p>
<p>Wali Kota Batu, Nurochman, membenarkan bahwa efisiensi anggaran dan penurunan TKD menjadi faktor utama berkurangnya jumlah agenda wisata tahun depan. Namun ia memastikan kualitas dan dampak ekonomi setiap event akan menjadi prioritas utama.</p>
<p></p>
<p>“Memang menurun cukup banyak. Tapi kami berkomitmen memastikan 30 event yang tersisa ini tetap memberi dampak ekonomi signifikan, terutama bagi masyarakat, UMKM, dan sektor akomodasi,” ujar Nurochman.</p>
<p></p>
<p>Meski jumlah event berkurang drastis, sejumlah agenda unggulan tetap dipertahankan. Beberapa di antaranya adalah Batu Art Flower Carnival (BAFC), Batu International Sport Tourism Festival (BISTF), serta berbagai kegiatan sport tourism dan seni budaya yang selama ini menjadi ikon pariwisata Kota Batu.</p>
<p></p>
<p>Menurut Nurochman, event-event tersebut telah memiliki nilai merek yang kuat dan menjadi daya tarik wisatawan domestik maupun internasional sehingga perlu terus dijaga keberlangsungannya.</p>
<p></p>
<p>“Ini adalah event yang sudah punya brand value kuat dan menjadi magnet wisatawan domestik maupun mancanegara. Jadi tentu harus tetap dijaga,” katanya.</p>
<p></p>
<p>Ke depan, Pemkot Batu juga akan memperkuat pola kolaborasi dengan sektor swasta, komunitas kreatif, pelaku usaha, serta pemerintah provinsi dan pusat agar pengembangan pariwisata tidak sepenuhnya bergantung pada APBD.</p>
<p></p>
<p>“Pengembangan pariwisata tidak bisa hanya bersandar pada APBD. Seluruh stakeholder, mulai pegiat seni budaya, pelaku usaha, hingga komunitas kreatif, adalah satu kesatuan yang tak terpisahkan dalam membangun Kota Batu yang hidup, nyaman, dan penuh daya tarik,” ungkapnya.<strong> (*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Diduga Dipicu Instalasi Listrik Tak Standar, Dua Rumah di Pendem Kota Batu Ludes Terbakar, Kerugian Capai Rp700 Juta</title>
<link>https://suarajatimpost.com/diduga-dipicu-instalasi-listrik-tak-standar-dua-rumah-di-pendem-kota-batu-ludes-terbakar-kerugian-capai-rp700-juta</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/diduga-dipicu-instalasi-listrik-tak-standar-dua-rumah-di-pendem-kota-batu-ludes-terbakar-kerugian-capai-rp700-juta</guid>
<description><![CDATA[ Peristiwa kebakaran yang menghanguskan dua rumah di Desa Pendem menjadi pengingat pentingnya memastikan instalasi listrik rumah dalam kondisi aman dan sesuai standar. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202606/image_870x580_6a269b7223e79.webp" length="56260" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 08 Jun 2026 18:45:13 +0700</pubDate>
<dc:creator>Choirul Anwar</dc:creator>
<media:keywords>Kota Batu, kebakaran, konsleting</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KOTA BATU, SJP</strong> – Kebakaran hebat menghanguskan dua rumah warga di kawasan padat penduduk Jalan Welirang RT 006 RW 002, Desa Pendem, Kecamatan Junrejo, Kota Batu, Senin pagi (8/6/2026). Peristiwa yang diduga dipicu instalasi listrik rumah yang tidak memenuhi standar keselamatan tersebut menyebabkan kerugian material hingga sekitar Rp700 juta.</p>
<p></p>
<p>Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Kota Batu, Agung Sedayu pada Senin (8/6/2026) mengatakan laporan kebakaran diterima petugas pada pukul 07.10 WIB dari seorang warga bernama Tevi yang melihat kobaran api mulai membesar di salah satu rumah.</p>
<p></p>
<p>“Setelah menerima laporan, personel langsung bergerak ke lokasi. Waktu tanggap petugas sejak laporan masuk hingga tiba di lokasi sekitar 13 menit,” ujarnya.</p>
<p></p>
<p>Menurutnya, api pertama kali diketahui berasal dari lantai dua salah satu rumah milik warga. Dalam waktu singkat, kobaran api membesar dan merembet ke bangunan di sebelahnya karena sebagian besar material rumah mudah terbakar.</p>
<p></p>
<p>Hasil pemeriksaan awal menunjukkan dugaan kuat bahwa kebakaran dipicu oleh korsleting listrik akibat penggunaan instalasi yang tidak sesuai standar keamanan.</p>
<p></p>
<p>“Diduga kuat kebakaran terjadi karena pemakaian instalasi listrik rumah yang tidak standar. Percikan api muncul di lantai dua dan kemudian membesar hingga menyebabkan dua rumah terbakar,” imbuhnya.</p>
<p></p>
<p>Dua rumah yang terdampak kebakaran diketahui milik Farida dan Supriyadi. Beruntung tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut, meski sebagian besar bangunan dan harta benda di dalam rumah tidak berhasil diselamatkan.</p>
<p></p>
<p>Untuk mencegah api meluas ke permukiman lain, Damkarmat Kota Batu mengerahkan empat armada sekaligus, terdiri dari dua unit mobil pemadam kebakaran dan dua unit kendaraan penyuplai air.</p>
<p></p>
<p>Petugas dari Regu Jaya, Regu Yudha, dan Regu Brama langsung melakukan upaya lokalisasi guna menahan laju api agar tidak menjalar ke rumah-rumah warga di sekitar lokasi kejadian.</p>
<p></p>
<p>"Proses pemadaman berlangsung selama lebih dari dua jam hingga akhirnya api berhasil dijinakkan sepenuhnya. Setelah itu, petugas melanjutkan proses pendinginan untuk memastikan tidak ada titik api yang berpotensi memicu kebakaran susulan," tegasnya. </p>
<p></p>
<p>Seluruh rangkaian penanganan dinyatakan selesai pada pukul 09.30 WIB, sementara armada dan personel kembali ke markas pada pukul 10.00 WIB.</p>
<p></p>
<p>Agung mengimbau masyarakat untuk melakukan pemeriksaan berkala terhadap instalasi listrik rumah guna mencegah kejadian serupa terulang. Menurutnya, penggunaan instalasi yang tidak sesuai standar masih menjadi salah satu penyebab utama kebakaran rumah tinggal. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Tiga Nama Terbaik Calon Sekda Kota Batu Diumumkan, Wali Kota Segera Tentukan Pilihan</title>
<link>https://suarajatimpost.com/tiga-nama-terbaik-calon-sekda-kota-batu-diumumkan-wali-kota-segera-tentukan-pilihan</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/tiga-nama-terbaik-calon-sekda-kota-batu-diumumkan-wali-kota-segera-tentukan-pilihan</guid>
<description><![CDATA[ Dengan diumumkannya tiga nama terbaik tersebut, perhatian kini tertuju pada keputusan akhir Wali Kota Batu. Sosok yang terpilih nantinya akan mengemban peran strategis sebagai panglima ASN sekaligus koordinator utama pelaksanaan kebijakan pemerintah daerah dalam mewujudkan visi pembangunan Kota Batu. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202606/image_870x580_6a2294b5187c5.webp" length="63556" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Fri, 05 Jun 2026 17:59:11 +0700</pubDate>
<dc:creator>Choirul Anwar</dc:creator>
<media:keywords>Kota Batu, Sekda, Definitif</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KOTA BATU, SJP</strong> – Panitia Seleksi (Pansel) Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT) Pratama Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Batu resmi mengumumkan tiga peserta terbaik hasil Seleksi Terbuka (Selter) Sekda definitif. Pengumuman tersebut tertuang dalam Surat Nomor 800/016/PANSEL/35.79.502/2026 tentang Hasil Akhir Seleksi Terbuka JPT Pratama Sekretaris Daerah Kota Batu tertanggal 5 Juni 2026.</p>
<p></p>
<p>Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris Daerah Kota Batu, Eko Suhartono pada (5/6/2026) berdasarkan hasil penetapan pansel, tiga nama yang dinyatakan lolos sebagai peserta terbaik dan berhak mengikuti tahapan selanjutnya adalah Alfi Nurhidayat, Arief As Siddiq, dan Mohammad Nur Adhim. Ketiga nama tersebut diumumkan berdasarkan urutan alfabet, bukan berdasarkan peringkat nilai.</p>
<p></p>
<p>“Panitia seleksi telah menyelesaikan seluruh tahapan dan menetapkan tiga peserta terbaik. Nama-nama tersebut merupakan hasil akumulasi dari seluruh proses seleksi yang telah dijalani peserta,” ujarnya.</p>
<p></p>
<p>Ia menjelaskan, sebelumnya enam kandidat telah mengikuti berbagai tahapan seleksi, mulai dari seleksi administrasi, assessment center, uji gagasan, wawancara, hingga tes kesehatan jasmani dan rohani. Seluruh tahapan tersebut menjadi dasar penilaian tim pansel dalam menentukan tiga kandidat terbaik.</p>
<p></p>
<p>Menurut Eko, setelah pengumuman ini, tahapan berikutnya adalah penyampaian hasil seleksi kepada Wali Kota Batu untuk ditindaklanjuti sesuai mekanisme yang berlaku.</p>
<p></p>
<p>“Selanjutnya hasil dari panitia seleksi akan disampaikan kepada Wali Kota. Dari tiga nama yang direkomendasikan tersebut nantinya akan dipilih satu orang untuk ditetapkan sebagai Sekretaris Daerah definitif,” jelasnya.</p>
<p></p>
<p>Ia menegaskan bahwa proses seleksi telah dilaksanakan secara terbuka dan mengacu pada sistem merit guna memastikan pejabat yang terpilih benar-benar memiliki kompetensi, integritas, dan kapasitas kepemimpinan yang dibutuhkan.</p>
<p></p>
<p>“Harapannya, siapapun yang nantinya ditetapkan dapat menjadi motor penggerak birokrasi, memperkuat koordinasi antar perangkat daerah, serta mendukung percepatan pelaksanaan program pembangunan Kota Batu,” pungkasnya. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Heli Suyanto Minta OPD Bergerak Cepat, Data Harus Berujung pada Kebijakan yang Tepat Sasaran</title>
<link>https://suarajatimpost.com/heli-suyanto-minta-opd-bergerak-cepat-data-harus-berujung-pada-kebijakan-yang-tepat-sasaran</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/heli-suyanto-minta-opd-bergerak-cepat-data-harus-berujung-pada-kebijakan-yang-tepat-sasaran</guid>
<description><![CDATA[ Cobek Mbatu SAE merupakan program penguatan sistem koordinasi berbasis data dan membuat Pemkot Batu harus meningkatkan efektivitas pembangunan sekaligus mempercepat respons pemerintah terhadap berbagai dinamika yang berkembang di masyarakat. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202606/image_870x580_6a2294209306c.webp" length="18724" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Fri, 05 Jun 2026 17:30:40 +0700</pubDate>
<dc:creator>Choirul Anwar</dc:creator>
<media:keywords>Kota Batu, Program, Regulasi</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KOTA BATU, SJP</strong> – Wakil Wali Kota Batu Heli Suyanto mendorong seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) untuk memperkuat kolaborasi dan mempercepat tindak lanjut berbagai data dan informasi yang dimiliki pemerintah. Menurutnya, tantangan pembangunan daerah saat ini menuntut kebijakan yang tidak hanya berbasis data, tetapi juga cepat diterjemahkan menjadi aksi nyata di lapangan.</p>
<p></p>
<p>Orang nomor dua di Kota Batu itu pada Jumat (5/6/2026) menguraikan bahwa sektor pertanian dan pariwisata sebagai dua penopang utama perekonomian Kota Batu membutuhkan respons kebijakan yang lebih cepat, terukur, dan melibatkan seluruh perangkat daerah secara terpadu.</p>
<p></p>
<p>“Setiap gejala yang muncul harus kita respons secara cepat, terstruktur, dan berbasis data. Yang menjadi tantangan bukan pada kurangnya informasi, tetapi bagaimana informasi tersebut dapat segera diterjemahkan menjadi tindakan yang tepat,” ujar Heli.</p>
<p></p>
<p>Menurutnya, selama ini pemerintah daerah telah memiliki banyak data dan informasi yang dapat digunakan sebagai dasar pengambilan keputusan. Namun, keberhasilan pembangunan tidak hanya ditentukan oleh ketersediaan data, melainkan kemampuan pemerintah menerjemahkan informasi tersebut menjadi program yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.</p>
<p></p>
<p>Oleh karena itu inovasi COBEK MBATU SAE adalah program yang akan diimplementasikan dimana Pemkot Batu berupaya memperkuat koordinasi lintas sektor agar setiap potensi persoalan maupun peluang pembangunan dapat dideteksi lebih awal dan ditangani secara cepat. Terlebih Cobek Mbatu Sae adalah instrumen kerja pemerintah daerah yang menekankan Koordinasi, Kolaborasi, dan Komitmen untuk mewujudkan Kota Batu yang Madani, Berkelanjutan, Agrokreatif, Terpadu, Unggul, Sinergi, Akomodatif, dan Ekologis.</p>
<p></p>
<p>Heli menjelaskan bahwa pembangunan sektor pertanian dan pariwisata tidak bisa dilakukan secara parsial oleh satu perangkat daerah saja. Dibutuhkan sinergi antarlembaga agar seluruh program berjalan selaras dan mampu menjawab kebutuhan masyarakat maupun perkembangan situasi di lapangan.</p>
<p></p>
<p>“Kolaborasi menjadi kunci. Tidak ada satu perangkat daerah yang bisa bekerja sendiri dalam menjawab tantangan pembangunan yang semakin kompleks,” katanya.</p>
<p></p>
<p>Selain memperkuat koordinasi, Heli juga meminta seluruh OPD memastikan setiap rekomendasi yang dihasilkan dari forum-forum koordinasi tidak berhenti pada tataran konsep atau perencanaan semata. Seluruh hasil pembahasan harus ditindaklanjuti menjadi program kerja yang konkret dan terukur.</p>
<p></p>
<p>Ia menilai pendekatan tersebut penting agar kebijakan yang dihasilkan pemerintah benar-benar berdampak pada peningkatan kesejahteraan masyarakat sekaligus mendukung kemajuan Kota Batu secara berkelanjutan. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Harga Susu Naik Jadi Rp8 Ribu per Liter, Peternak Brau Kota Batu Nikmati Tambahan Pendapatan</title>
<link>https://suarajatimpost.com/harga-susu-naik-jadi-rp8-ribu-per-liter-peternak-brau-kota-batu-nikmati-tambahan-pendapatan</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/harga-susu-naik-jadi-rp8-ribu-per-liter-peternak-brau-kota-batu-nikmati-tambahan-pendapatan</guid>
<description><![CDATA[ Kenaikan harga susu sapi segar menjadi Rp 8.000 per liter memberikan harapan baru bagi peternak sapi perah di Kota Batu. Di sisi lain, keberhasilan peternak Dusun Brau mengembangkan produk olahan seperti keju mozzarella menunjukkan bahwa sektor peternakan tidak lagi hanya bertumpu pada penjualan bahan baku, tetapi mulai bergerak menuju hilirisasi yang mampu menciptakan nilai tambah dan memperkuat ekonomi masyarakat pedesaan ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202606/image_870x580_6a2292aa6fb7d.webp" length="17346" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Fri, 05 Jun 2026 17:00:35 +0700</pubDate>
<dc:creator>Choirul Anwar</dc:creator>
<media:keywords>Kota Batu, Susu, Harga Naik</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KOTA BATU, SJP</strong> – Kabar menggembirakan datang dari sektor peternakan sapi perah di Kota Batu. Harga susu sapi segar di tingkat peternak mengalami kenaikan dari sebelumnya Rp7.600 menjadi Rp8.000 per liter.</p>
<p>Kenaikan sebesar Rp400 per liter tersebut mulai dirasakan para peternak dalam dua bulan terakhir dan menjadi suntikan semangat baru bagi pelaku usaha peternakan sapi perah, khususnya di Dusun Brau, Desa Gunungsari, Kecamatan Bumiaji.</p>
<p></p>
<p>Ketua Koperasi Margo Makmur Mandiri, Muhammad Munir pada Jumat (5/6/2026) mengatakan kenaikan harga tersebut berasal dari tambahan insentif yang diberikan oleh Industri Pengolahan Susu (IPS) kepada peternak melalui koperasi.</p>
<p></p>
<p>“Kenaikan dari pabrik ini kita berikan ke peternak, ke anggota. Memang harusnya seperti itu. Kita ingin bikin peternak itu bisa senyum,” ujarnya.</p>
<p></p>
<p>Menurutnya, kenaikan harga tersebut menjadi kabar positif di tengah berbagai tantangan yang dihadapi peternak, mulai dari biaya pakan hingga fluktuasi produksi susu. Dengan adanya tambahan pendapatan, kesejahteraan peternak diharapkan semakin meningkat.</p>
<p></p>
<p>Dusun Brau sendiri selama ini dikenal sebagai salah satu sentra sapi perah terbesar di Kota Batu. Saat ini populasi sapi perah di kawasan tersebut mencapai sekitar 2.500 ekor atau jauh lebih banyak dibanding jumlah penduduk setempat yang hanya berkisar 700 jiwa.</p>
<p></p>
<p>Dari populasi tersebut, produksi susu segar yang dihasilkan setiap hari mencapai sekitar 10.000 liter. Jumlah itu menjadikan Dusun Brau sebagai salah satu pemasok utama kebutuhan susu segar di Jawa Timur.</p>
<p></p>
<p>“Populasi sapi perah di Dusun Brau ini ada sebanyak 2.500 ekor. Jumlah sapi ini lebih banyak ketimbang penduduknya,” kata Munir.</p>
<p></p>
<p>Sebagian besar hasil produksi susu dari peternak Brau masih diserap oleh industri pengolahan susu nasional. Tercatat sekitar 90 persen produksi harian dikirim ke PT Greenfields untuk diolah lebih lanjut.</p>
<p></p>
<p>Meski demikian, peternak setempat juga mulai mengembangkan hilirisasi produk susu agar memiliki nilai tambah yang lebih tinggi. Salah satunya melalui produksi keju mozzarella dan susu pasteurisasi yang dikelola secara mandiri.</p>
<p></p>
<p>Munir menjelaskan, untuk memenuhi kebutuhan produksi keju mozzarella, peternak mengalokasikan sekitar 2.000 liter susu setiap pekan. Dari jumlah tersebut mampu dihasilkan sekitar 280 kilogram keju mozzarella siap jual.</p>
<p></p>
<p>“Yang 90 persen kita masuk ke PT Greenfields. Sisanya kita olah menjadi keju dan susu pasteurisasi. Untuk mozzarella, kebutuhan susunya sekitar 2.000 liter per minggu,” jelasnya.</p>
<p></p>
<p>Produk olahan susu dari Dusun Brau kini tidak hanya dipasarkan di wilayah Malang Raya maupun Jawa Timur. Keju mozzarella produksi peternak lokal bahkan telah menembus pasar Jawa-Bali dan menjadi salah satu produk unggulan hasil hilirisasi sektor peternakan Kota Batu.</p>
<p></p>
<p>“Untuk keju mozzarella dari Dusun Brau, pemasarannya sudah tembus pasar Jawa-Bali,” ungkap Munir.</p>
<p></p>
<p>Keberhasilan peternak dalam mengembangkan produk olahan dinilai menjadi langkah penting untuk meningkatkan nilai ekonomi susu segar sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap pasar industri pengolahan susu. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Kasus Mahasiswa S3 Tewas di Sungai Clumprit Masih Misterius, Polisi Periksa 46 Saksi</title>
<link>https://suarajatimpost.com/kasus-mahasiswa-s3-tewas-di-sungai-clumprit-masih-misterius-polisi-periksa-46-saksi</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/kasus-mahasiswa-s3-tewas-di-sungai-clumprit-masih-misterius-polisi-periksa-46-saksi</guid>
<description><![CDATA[ Meski telah memeriksa 46 saksi dan mengumpulkan berbagai petunjuk, misteri kematian mahasiswa S3 yang ditemukan di Sungai Clumprit masih belum terpecahkan. Ketiadaan saksi mata dan keterbatasan rekaman CCTV menjadi tantangan utama penyidik. Namun Polres Batu memastikan kasus tersebut tetap menjadi atensi dan akan terus didalami hingga penyebab kematian korban dapat terungkap secara jelas. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202606/image_870x580_6a2163f7ab555.webp" length="13062" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 04 Jun 2026 19:03:29 +0700</pubDate>
<dc:creator>Choirul Anwar</dc:creator>
<media:keywords>Kota Batu, Penemuan Mayat, Misteri</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KOTA BATU, SJP</strong> – Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Batu terus mendalami kasus penemuan jenazah seorang mahasiswa program doktoral (S3) di salah satu Universitas Negeri di Kota Malang pada 20 November 2025 lalu dan ditemukan di aliran Sungai Clumprit, Kelurahan Temas, Kecamatan Batu masih misterius.</p>
<p>Kasatreskrim Polres Batu, AKP Zaenal Arifin pada Kamis (4/6/2026) mengatakan perkara tersebut menjadi salah satu kasus yang saat ini masih menjadi perhatian khusus jajaran penyidik.</p>
<p>"Perkara ini masih terus kami lakukan pendalaman. Sampai saat ini kami masih menginventarisasi seluruh fakta dan keterangan yang sudah berhasil dikumpulkan penyidik," ujarnya.</p>
<p>Dalam proses penyidikan, Satreskrim telah memeriksa sebanyak 46 saksi yang dinilai memiliki keterkaitan dengan korban maupun kejadian tersebut.</p>
<p>"Saksi yang kami mintai keterangan terdiri dari keluarga korban, teman dekat, saksi yang berada di sekitar lokasi kejadian, hingga pihak-pihak lain yang berkaitan dengan peristiwa ini," imbuhnya.</p>
<p>Selain mengumpulkan keterangan saksi, polisi juga berhasil menemukan sepeda motor milik korban yang sebelumnya sempat hilang. Kendaraan tersebut ditemukan setelah terbawa arus sungai. Namun demikian, penyidik juga menemukan fakta bahwa terdapat beberapa barang milik korban yang hingga kini belum ditemukan.</p>
<p>Meski puluhan saksi telah diperiksa, penyidik masih menghadapi sejumlah kendala dalam mengungkap kasus tersebut. Salah satunya karena tidak adanya saksi yang melihat secara langsung peristiwa yang dialami korban.</p>
<p>"Dari seluruh saksi yang sudah diperiksa, tidak ada satu pun yang mengetahui atau melihat secara langsung kejadian tersebut. Itu yang menjadi salah satu kendala dalam proses penyelidikan," paparnya.</p>
<p>Polisi juga telah menelusuri sejumlah rekaman kamera pengawas atau CCTV untuk melacak aktivitas terakhir korban sebelum ditemukan meninggal dunia. Namun upaya tersebut belum memberikan hasil maksimal.</p>
<p>"Memang ada beberapa akses CCTV yang berhasil kami temukan, tetapi tidak berada di lokasi sekitar kejadian. Sehingga sampai sekarang kami masih mengalami kesulitan untuk mendapatkan gambaran utuh mengenai peristiwa tersebut," pungkasnya.</p>
<p>Seperti yang pernah ditulis oleh Suarajatimpost.com sebelumnya, korban diketahui berinisial K (26), warga Kelurahan Sisir, Kota Batu, yang tengah menempuh pendidikan S3 pertama kali ditemukan di aliran Sungai Clumprit pada 20 November lalu. Sejak saat itu polisi melakukan serangkaian penyelidikan, termasuk penyisiran lanjutan pada 28 Januari untuk mencari petunjuk tambahan yang dapat mengungkap kronologi peristiwa.<strong> (*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>BRIN Uji Pengembangan Pertanian Modern, Petani Kota Batu Diajak Adaptif Hadapi Perubahan Iklim</title>
<link>https://suarajatimpost.com/brin-uji-pengembangan-pertanian-modern-petani-kota-batu-diajak-adaptif-hadapi-perubahan-iklim</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/brin-uji-pengembangan-pertanian-modern-petani-kota-batu-diajak-adaptif-hadapi-perubahan-iklim</guid>
<description><![CDATA[ Dipilihnya Kota Batu sebagai lokasi workshop BRIN menunjukkan besarnya potensi pertanian daerah yang dinilai layak menjadi laboratorium pengembangan inovasi nasional. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202606/image_870x580_6a21492f6f7a3.webp" length="56078" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 04 Jun 2026 17:30:47 +0700</pubDate>
<dc:creator>Choirul Anwar</dc:creator>
<media:keywords>Kota Batu, BRIN, Pertanian Modern, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KOTA BATU, SJP</strong> – Kota Batu kembali mendapat perhatian dari pemerintah pusat dalam pengembangan sektor pertanian berbasis teknologi. Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menjadikan Kota Batu sebagai lokasi pelaksanaan workshop pertanian yang akan digelar pada 9 hingga 12 Juni 2026 di Balai Riset dan Pengembangan Mutu Pertanian (BRMP) Jestro, Desa Tlekung.</p>
<p>Wakil Wali Kota Batu Heli Suyanto pada (4/6/2026) bahwa kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat penerapan riset dan inovasi di sektor pertanian, sekaligus memperkenalkan konsep protected farming atau pertanian terlindungi yang dinilai mampu menjawab tantangan perubahan iklim dan cuaca ekstrem.</p>
<p>"Dalam pertemuan tersebut, BRIN memaparkan berbagai teknologi pertanian modern yang dapat diterapkan untuk meningkatkan produktivitas lahan sekaligus meminimalkan risiko gagal panen akibat perubahan cuaca yang semakin sulit diprediksi," urainya.</p>
<p>Heli menyambut positif dipilihnya Kota Batu sebagai lokasi kegiatan nasional tersebut. Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah daerah, lembaga riset, dan petani menjadi kunci dalam meningkatkan daya saing sektor pertanian di masa depan.</p>
<p>Terlebih Kota Batu juga memiliki potensi pertanian yang besar sehingga kehadiran BRIN menjadi peluang untuk memperluas pemanfaatan riset dan teknologi agar petani semakin produktif, adaptif, dan memiliki nilai tambah yang lebih tinggi.</p>
<p>Ia menjelaskan, sektor pertanian masih menjadi salah satu tulang punggung ekonomi masyarakat Kota Batu. Karena itu, pemanfaatan hasil riset dan inovasi dinilai penting untuk menjaga keberlanjutan produksi sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani.</p>
<p>"Perkembangan teknologi pertanian sebenarnya mulai tumbuh dari kalangan petani sendiri. Sejumlah petani muda di Kota Batu bahkan telah melakukan berbagai eksperimen dan inovasi secara mandiri untuk meningkatkan hasil produksi maupun efisiensi usaha tani," ujarnya.</p>
<p>Potensi tersebut, kata dia, perlu diperkuat melalui pendampingan yang berkelanjutan agar inovasi yang berkembang di lapangan dapat terhubung dengan hasil riset yang dilakukan lembaga penelitian.</p>
<p>“Banyak petani muda yang sudah mulai melakukan inovasi sendiri. Ini harus didukung dengan transfer teknologi dan pendampingan yang berkelanjutan agar hasilnya semakin optimal,” katanya.</p>
<p>Melalui workshop yang akan digelar BRIN, para petani nantinya tidak hanya mendapatkan pemahaman mengenai teknologi pertanian modern, tetapi juga kesempatan berdiskusi langsung dengan para peneliti terkait berbagai tantangan yang dihadapi di lapangan.</p>
<p>Pemerintah Kota Batu berharap kegiatan tersebut dapat menjadi momentum memperkuat ekosistem pertanian berbasis riset yang mampu meningkatkan produktivitas, memperkuat ketahanan pangan, sekaligus membantu petani beradaptasi terhadap perubahan iklim yang semakin dinamis. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Khawatir Jati Diri Daerah Tergerus, Dewan Kesenian Batu Desak Percepatan Perda Kebudayaan</title>
<link>https://suarajatimpost.com/khawatir-jati-diri-daerah-tergerus-dewan-kesenian-batu-desak-percepatan-perda-kebudayaan</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/khawatir-jati-diri-daerah-tergerus-dewan-kesenian-batu-desak-percepatan-perda-kebudayaan</guid>
<description><![CDATA[ Kebudayaan harus ditempatkan sebagai fondasi pembangunan daerah, bukan sekadar pelengkap industri pariwisata. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202606/image_870x580_6a210c123919d.webp" length="48148" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 04 Jun 2026 13:30:07 +0700</pubDate>
<dc:creator>Choirul Anwar</dc:creator>
<media:keywords>Kota Batu, DKKB, Audensi</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KOTA BATU, SJP</strong> — Dewan Kesenian Kota Batu (DKKB) mulai mendorong penguatan kebijakan kebudayaan melalui penyusunan peta jalan (roadmap) pemajuan kebudayaan 2026–2030. </p>
<p></p>
<p>Langkah tersebut disampaikan dalam audiensi bersama Komisi B DPRD Kota Batu yang membahas arah pembangunan kebudayaan di tengah pesatnya perkembangan sektor pariwisata.</p>
<p></p>
<p>Ketua DKKB Kota Batu, Sunarto, pada Kamis (4/6/2026) menegaskan bahwa kebudayaan harus ditempatkan sebagai fondasi pembangunan daerah, bukan sekadar pelengkap industri pariwisata. Menurutnya, identitas budaya lokal perlu mendapat perhatian serius agar tidak tergerus oleh modernisasi.</p>
<p></p>
<p>"Potensi budaya Kota Batu sangat besar, tetapi tata kelolanya belum sebanding. Tantangan hari ini adalah pariwisata tumbuh jauh lebih cepat daripada kebudayaan, yang memicu hilangnya memori kolektif generasi muda dan fragmentasi komunitas budaya," ujarnya.</p>
<p></p>
<p>Berdasarkan data yang dimiliki DKKB, Kota Batu saat ini memiliki 179 Objek Pemajuan Kebudayaan (OPK), 80 Objek Diduga Cagar Budaya (ODCB), serta 23 Cagar Budaya yang telah ditetapkan. Selain itu, seluruh wilayah yang terdiri dari 19 desa dan lima kelurahan dinilai memiliki potensi budaya yang masih bisa terus dikembangkan.</p>
<p></p>
<p>Meski memiliki kekayaan budaya yang besar, Sunarto menilai dukungan regulasi dan kelembagaan masih belum memadai. Hingga saat ini, Kota Batu belum memiliki Peraturan Daerah (Perda) Pemajuan Kebudayaan sebagai payung hukum, belum tersedia infrastruktur budaya yang representatif, serta belum memiliki sistem data budaya yang terintegrasi.</p>
<p></p>
<p>Ia juga mengungkapkan bahwa DKKB periode 2021–2026 belum pernah menerima hibah pendanaan dari APBD Kota Batu untuk mendukung program-program kebudayaan. Sebagai solusi, DKKB mengajukan Peta Jalan Pemajuan Kebudayaan Kota Batu 2026–2030 yang memuat tujuh agenda strategis. Salah satu fokus utama yang didorong adalah percepatan pembahasan dan pengesahan Perda Pemajuan Kebudayaan.</p>
<p></p>
<p>"Selain itu, DKKB juga mengusulkan penguatan kelembagaan agar memiliki legalitas yang lebih jelas dan profesional dalam menjalankan fungsi pembinaan seni dan budaya," imbuhnya.</p>
<p></p>
<p>Agenda lainnya meliputi penyusunan Dana Kebudayaan Daerah yang berkelanjutan, pembangunan *Batu Cultural Hub* sebagai pusat aktivitas kebudayaan terpadu, penguatan Pokok Pikiran Kebudayaan Desa dan Kelurahan (PPKD), program regenerasi budaya melalui keterlibatan para maestro seni di sekolah, serta pembangunan Batu Cultural Data Center sebagai pusat integrasi data sejarah dan cagar budaya.</p>
<p></p>
<p>"Perda menjadi kebutuhan mendesak karena akan menjadi fondasi untuk menjalankan seluruh agenda pemajuan kebudayaan yang kami usulkan," kata Sunarto.</p>
<p></p>
<p>Sebagai tindak lanjut audiensi, DKKB juga menyerahkan draf Letter of Intent (LoI) tentang Penguatan Tata Kelola Kebudayaan dan Ekosistem Kesenian Kota Batu. Dokumen tersebut diharapkan menjadi bentuk komitmen bersama antara legislatif, pemerintah daerah, akademisi, dan komunitas budaya.</p>
<p></p>
<p>Ke depan, DKKB bersama DPRD dan pemerintah daerah juga berencana membentuk Forum Kolaborasi Pemajuan Kebudayaan Kota Batu yang akan menjadi ruang koordinasi berbagai pemangku kepentingan dalam pengembangan sektor kebudayaan.</p>
<p></p>
<p>Menurut Sunarto, pembangunan fisik dan ekonomi harus berjalan beriringan dengan upaya menjaga identitas budaya masyarakat agar Kota Batu tidak kehilangan jati dirinya di tengah perkembangan zaman.</p>
<p></p>
<p>"Kota yang maju bukan hanya yang membangun jalan dan gedung, tetapi yang mampu menjaga memori, identitas, dan kreativitas masyarakatnya. Kebudayaan bukan biaya pembangunan, melainkan investasi peradaban," pungkasnya. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Bulukerto Andalkan Konservasi Elang Jawa hingga Kopi Lereng Gunung untuk Harumkan Kota Batu di Lomba Desa Jatim 2026</title>
<link>https://suarajatimpost.com/bulukerto-andalkan-konservasi-elang-jawa-hingga-kopi-lereng-gunung-untuk-harumkan-kota-batu-di-lomba-desa-jatim-2026</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/bulukerto-andalkan-konservasi-elang-jawa-hingga-kopi-lereng-gunung-untuk-harumkan-kota-batu-di-lomba-desa-jatim-2026</guid>
<description><![CDATA[ Dengan kekuatan konservasi lingkungan, pertanian modern, serta inovasi pemberdayaan masyarakat, Bulukerto digadang-gadang akan memberikan hasil terbaik sekaligus memperkenalkan potensi desa kepada tingkat provinsi. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202606/image_870x580_6a2021fc84326.webp" length="41104" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 03 Jun 2026 20:15:27 +0700</pubDate>
<dc:creator>Choirul Anwar</dc:creator>
<media:keywords>Kota Batu, Bulukerto, Lomba Desa</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KOTA BATU, SJP</strong> – Desa Bulukerto, Kecamatan Bumiaji, membawa sederet inovasi unggulan saat mewakili Kota Batu dalam Penilaian Paparan Perlombaan Desa dan Kelurahan Provinsi Jawa Timur 2026. Tak hanya mengandalkan pembangunan fisik, desa yang berada di kawasan lereng pegunungan itu menonjolkan kekuatan konservasi lingkungan, pertanian berkelanjutan, hingga pemberdayaan ekonomi masyarakat.</p>
<p></p>
<p>Kepala Desa Bulukerto, Suhermawan pada Rabu (3/6/226) mengatakan terpilihnya Bulukerto sebagai wakil Kota Batu tidak lepas dari sejumlah keunggulan yang dimiliki desa tersebut. Salah satunya adalah komitmen menjaga kawasan konservasi dan perlindungan satwa langka.</p>
<p></p>
<p>Menurutnya, Bulukerto memiliki Peraturan Desa (Perdes) tentang perlindungan satwa, khususnya Elang Jawa yang keberadaannya menjadi salah satu ikon konservasi di wilayah tersebut.</p>
<p></p>
<p>“Bulukerto merupakan kawasan konservasi lingkungan. Salah satu inovasi yang kami tawarkan adalah Perdes perlindungan satwa berupa Elang Jawa yang menjadi satu-satunya di Jawa Timur,” ujarnya.</p>
<p></p>
<p>Selain aspek konservasi, Bulukerto juga mengandalkan sektor perkebunan kopi yang berkembang di kawasan dengan ketinggian lebih dari 900 meter di atas permukaan laut (mdpl). Produksi kopi desa tersebut mencapai sekitar 16 ton dan telah dipasarkan hingga tingkat nasional.</p>
<p></p>
<p>“Produksi kopi kami sekitar 16 ton dan dipasarkan secara nasional. Sektor ini juga memberikan nilai ekonomi yang cukup besar bagi masyarakat,” katanya.</p>
<p></p>
<p>Keunggulan lain yang menjadi perhatian adalah keberadaan sumber mata air Umbul Gemulo yang selama ini menjadi salah satu penopang kebutuhan air bersih masyarakat Kota Batu. Suhermawan menyebut sekitar 55 persen pasokan air untuk masyarakat Kota Batu bersumber dari kawasan tersebut.</p>
<p></p>
<p>Tak hanya itu, Bulukerto juga mengembangkan inovasi pertanian melalui penggunaan pestisida nabati yang dibuat dari bahan-bahan alami seperti tembakau, cengkeh, lidah buaya, lengkuas, daun salam, daun sirsak, dan serai merah.</p>
<p></p>
<p>“Inovasi ini mampu mengurangi ketergantungan petani terhadap pestisida kimia sekaligus menekan biaya produksi pertanian,” jelasnya.</p>
<p></p>
<p>Sementara itu, Wakil Wali Kota Batu Heli Suyanto memberikan apresiasi atas capaian dan inovasi yang dikembangkan Desa Bulukerto. Menurutnya, partisipasi dalam lomba desa bukan semata mengejar prestasi, tetapi menjadi sarana menunjukkan keberhasilan kolaborasi antara pemerintah desa dan masyarakat.</p>
<p></p>
<p>“Partisipasi ini bukan sekadar mengejar prestasi, tetapi menjadi bukti bahwa sinergi antara pemerintah dan masyarakat mampu menghasilkan perubahan nyata yang berdampak bagi kesejahteraan warga,” ujar Heli.</p>
<p></p>
<p>Ia menilai berbagai inovasi yang dikembangkan Bulukerto menunjukkan bahwa pembangunan desa tidak hanya berorientasi pada pertumbuhan ekonomi, tetapi juga menjaga kelestarian lingkungan dan memperkuat ketahanan sosial masyarakat.</p>
<p></p>
<p>Heli menambahkan, penguatan potensi lokal seperti pertanian, wisata, konservasi lingkungan, hingga pemberdayaan masyarakat menjadi modal penting dalam mewujudkan pembangunan desa yang berkelanjutan.</p>
<p></p>
<p>“Yang terpenting adalah bagaimana inovasi tersebut mampu memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat dan menjadi fondasi pembangunan yang berkelanjutan,” katanya.</p>
<p></p>
<p>Dalam proses penilaian, tim dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur turut memberikan sejumlah masukan, di antaranya penguatan kelembagaan berbasis Surat Keputusan (SK) serta optimalisasi layanan Posyandu sebagai bagian dari peningkatan kualitas pelayanan masyarakat.</p>
<p></p>
<p>Ke depan, Desa Bulukerto juga diharapkan agar dapat berkomitmen memperluas program pemberdayaan ekonomi masyarakat, termasuk mengembangkan potensi wisata lokal dan pelatihan keterampilan untuk menciptakan lapangan kerja baru. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>PHRI Kota Batu: Penguatan Dolar Belum Picu PHK, Namun Tekan Pendapatan Hotel dan Jam Kerja Karyawan</title>
<link>https://suarajatimpost.com/phri-kota-batu-penguatan-dolar-belum-picu-phk-namun-tekan-pendapatan-hotel-dan-jam-kerja-karyawan</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/phri-kota-batu-penguatan-dolar-belum-picu-phk-namun-tekan-pendapatan-hotel-dan-jam-kerja-karyawan</guid>
<description><![CDATA[ Sistem Unpaid Leave dianggap sebagai problem solving dimana pembayaran upah disesuaikan dengan jumlah hari kerja yang dijalani karyawan. Langkah itu dinilai menjadi alternatif untuk menjaga keberlangsungan usaha sekaligus mempertahankan tenaga kerja di tengah ketidakpastian ekonomi. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202606/image_870x580_6a1ff5c59454e.webp" length="20692" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 03 Jun 2026 16:59:36 +0700</pubDate>
<dc:creator>Choirul Anwar</dc:creator>
<media:keywords>Kota Batu, Unpaid Leave, Dollar Menguat</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KOTA BATU, SJP</strong> – Menguatnya nilai tukar dolar Amerika Serikat dan gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) di sejumlah sektor industri mulai memberi dampak tidak langsung terhadap industri pariwisata di Kota Batu. Meski tingkat kunjungan wisata masih terjaga, pelaku usaha perhotelan mengaku menghadapi tekanan pada pendapatan akibat sulitnya menaikkan tarif kamar.</p>
<p>Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kota Batu, Sujud Hariadi pada Rabu (3/6/2026) menjelaskan, penguatan dolar tidak berdampak langsung terhadap sektor pariwisata. Namun efek lanjutan dari perlambatan ekonomi dan berkurangnya daya beli masyarakat mulai dirasakan oleh industri perhotelan.</p>
<p>“Kalau penguatan dolar, dampak langsung ke pariwisata sebenarnya tidak ada. Tetapi dampak tidak langsungnya ada, terutama karena sektor industri dan produksi mengalami tekanan sehingga terjadi banyak pengurangan tenaga kerja di beberapa daerah,” ujarnya.</p>
<p>Menurut Sujud, kondisi tersebut membuat masyarakat lebih berhati-hati dalam membelanjakan uangnya, termasuk untuk kebutuhan wisata dan akomodasi. Akibatnya, hotel-hotel di Kota Batu kesulitan menaikkan tarif kamar meskipun tingkat okupansi masih tergolong tinggi saat musim liburan.</p>
<p>Ia menyebut, pada momentum libur panjang terakhir tingkat hunian hotel sempat mencapai sekitar 80 persen. Namun harga kamar tidak bisa naik setinggi tahun-tahun sebelumnya.</p>
<p>“Kalau dulu saat high season tarif kamar bisa naik sampai 50 persen. Kemudian turun menjadi sekitar 20 sampai 30 persen. Sekarang meskipun okupansi bagus, harga kamar masih banyak yang berada di level weekday,” jelasnya.</p>
<p>Penurunan daya beli tersebut juga tercermin dari penerimaan pajak sektor perhotelan dan restoran. Sujud mengatakan tren pendapatan industri pariwisata mengalami penurunan dalam beberapa tahun terakhir.</p>
<p>“Kalau melihat data pajak daerah, penurunannya sekitar 10 persen pada periode 2023-2024, lalu turun lagi sekitar 20 sampai 30 persen pada 2024-2025. Ini menunjukkan pendapatan usaha memang sedang tertekan,” katanya.</p>
<p>Meski demikian, PHRI memastikan hingga saat ini belum ada gelombang PHK di sektor perhotelan Kota Batu. Sebagai langkah efisiensi, sebagian hotel memilih menerapkan sistem unpaid leave (UL) atau pengurangan hari kerja bagi karyawan ketika tingkat hunian menurun.</p>
<p>Dalam skema tersebut, karyawan tetap dipertahankan, namun jadwal kerja disesuaikan dengan kondisi operasional hotel.</p>
<p>“Kalau PHK tidak ada. Yang dilakukan adalah unpaid leave atau pengurangan hari kerja. Ada yang menerapkan lima hari kerja dua hari libur, bahkan empat hari kerja tiga hari libur saat okupansi sedang rendah,” ungkapnya.</p>
<p>Kondisi tersebut sempat terjadi pada Maret hingga April lalu dan diperkirakan berpotensi kembali berlangsung pada periode sepi wisata, terutama Agustus dan September mendatang. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Rotasi Besar&amp;besaran di Polres Batu, dari Kasatlantas hingga Kasatreskrim Diganti</title>
<link>https://suarajatimpost.com/rotasi-besar-besaran-di-polres-batu-dari-kasatlantas-hingga-kasatreskrim-diganti</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/rotasi-besar-besaran-di-polres-batu-dari-kasatlantas-hingga-kasatreskrim-diganti</guid>
<description><![CDATA[ Pergantian ini merupakan bagian dari mutasi rutin organisasi Polri berdasarkan Surat Telegram Kapolda Jawa Timur Nomor ST/579/V/KEP./2026 tertanggal 19 Mei 2026. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202606/image_870x580_6a1f887f4458f.webp" length="86298" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 03 Jun 2026 10:00:35 +0700</pubDate>
<dc:creator>Choirul Anwar</dc:creator>
<media:keywords>Kota Batu, Polres, Rotasi Jabatan</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KOTA BATU, SJP</strong> — Polres Batu merotasi sejumlah pejabat utama dan kapolsek jajaran melalui upacara serah terima jabatan (sertijab) yang digelar di Lapangan Apel Mapolres Batu, Rabu (3/6/2026). </p>
<p></p>
<p>Pergantian ini merupakan bagian dari mutasi rutin organisasi Polri berdasarkan Surat Telegram Kapolda Jawa Timur Nomor ST/579/V/KEP./2026 tertanggal 19 Mei 2026.</p>
<p></p>
<p>Kapolres Batu AKBP Aris Purwanto pada Rabu (3/6/2026) menegaskan bahwa dalam rotasi tersebut, sejumlah posisi strategis mengalami pergantian pejabat. </p>
<p></p>
<p>Jabatan Kabag SDM Polres Batu yang sebelumnya diemban Kompol Mustakim kini diserahkan kepada Kompol Suwarno. Mustakim mendapat penugasan baru sebagai Kapolsek Bululawang Polres Malang, sedangkan Suwarno sebelumnya menjabat Kapolsek Gadingrejo Polres Pasuruan Kota.</p>
<p></p>
<p>"Perubahan juga terjadi di jajaran lalu lintas. Jabatan Kasatlantas Polres Batu yang sebelumnya ditempati AKP Kevin Ibrahim kini resmi dijabat AKP Matheus Jaka Iswantara. Kevin mendapat promosi sebagai Kapolsek Dampit Polres Malang, sementara Matheus sebelumnya bertugas sebagai Kanit VIII Tol Suramadu dan Madura Sat PJR Ditlantas Polda Jawa Timur," urainya.</p>
<p></p>
<p>Di bidang reserse kriminal, AKP Joko Suprianto menyerahkan tongkat komando Kasatreskrim Polres Batu kepada AKP Zaenal Arifin. Joko mendapat amanah baru sebagai Kapolsek Solokuro Polres Lamongan, sedangkan Zaenal sebelumnya menjabat Kasatreskrim Polres Probolinggo Kota.</p>
<p></p>
<p>Rotasi juga menyentuh jajaran polsek. Jabatan Kapolsek Kasembon yang sebelumnya dipegang AKP Daguk Lasetiyo Budi kini dijabat AKP Sugihartono. Daguk mendapat tugas baru sebagai Kasiwas Polres Batu.</p>
<p></p>
<p>Sementara itu, posisi Kapolsek Pujon yang ditinggalkan AKP Sugihartono kini dipercayakan kepada AKP Rudy Hidajanto. Sebelum bertugas di Kota Batu, Rudy menjabat Panit I Unit IV Subdit II Ditreskrimsus Polda Jawa Timur.</p>
<p></p>
<p>"Mutasi ini adalah bagian dari dinamika organisasi yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat. Saya ucapkan terima kasih kepada pejabat lama atas dedikasinya, dan selamat datang kepada pejabat baru," ujar AKBP Aris.</p>
<p></p>
<p>Ia juga meminta para pejabat yang baru dilantik agar segera menyesuaikan diri dengan karakteristik wilayah Kota Batu yang memiliki tantangan tersendiri sebagai daerah tujuan wisata.</p>
<p></p>
<p>"Segera lakukan adaptasi dan akselerasi pelaksanaan tugas. Wilayah Kota Batu menuntut kesigapan yang tinggi dalam menjaga keamanan karena merupakan kota wisata," tandasnya. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Puncak Kemarau Diprediksi Juli&amp;September, BPBD Kota Batu Petakan Wilayah Rawan Karhutla dan Kekeringan</title>
<link>https://suarajatimpost.com/puncak-kemarau-diprediksi-juli-september-bpbd-kota-batu-petakan-wilayah-rawan-karhutla-dan-kekeringan</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/puncak-kemarau-diprediksi-juli-september-bpbd-kota-batu-petakan-wilayah-rawan-karhutla-dan-kekeringan</guid>
<description><![CDATA[ Dengan puncak musim kemarau yang diperkirakan terjadi pada akhir Juli hingga September 2026, BPBD Kota Batu memilih bergerak lebih awal melalui pemetaan wilayah rawan, penyusunan rencana kontinjensi, hingga persiapan status siaga darurat ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202606/image_870x580_6a1e8f4ad7a46.webp" length="52860" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Tue, 02 Jun 2026 15:08:07 +0700</pubDate>
<dc:creator>Choirul Anwar</dc:creator>
<media:keywords>Kota Batu, Puncak Kemarau, Juli-September</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KOTA BATU, SJP</strong> – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Batu mulai meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi puncak musim kemarau 2026 yang diperkirakan terjadi pada akhir Juli hingga September mendatang. Sejumlah langkah antisipasi telah disiapkan untuk meminimalkan risiko kebakaran hutan dan lahan (karhutla) maupun dampak kekeringan yang berpotensi muncul selama periode tersebut.</p>
<p></p>
<p>Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kota Batu, Gatot Noegroho pada Selasa (2/6/2026) mengatakan pihaknya telah menyusun berbagai strategi mitigasi sebelum memasuki masa kemarau panjang.</p>
<p></p>
<p>“Ada tiga upaya utama yang saat ini sedang dijalankan oleh BPBD Kota Batu untuk meminimalisir dampak kemarau, khususnya terkait kebakaran hutan dan lahan serta kekeringan,” ujar Gatot</p>
<p></p>
<p>Langkah pertama yang dilakukan adalah penyusunan dokumen rencana kontinjensi sebagai pedoman penanganan apabila terjadi kebakaran hutan dan lahan, khususnya di kawasan Gunung Arjuno-Welirang yang selama ini menjadi salah satu wilayah rawan.</p>
<p></p>
<p>Selain itu, BPBD juga melakukan pemetaan wilayah berisiko tinggi mengalami karhutla. Jika sebelumnya fokus pengawasan lebih banyak dilakukan di kawasan Bumiaji yang berbatasan dengan kawasan Gunung Arjuno, kini pemetaan diperluas hingga kawasan Oro-Oro Ombo dan lereng Gunung Panderman.</p>
<p></p>
<p>“Kedua, kami melakukan pemetaan wilayah rawan karhutla yang tidak hanya difokuskan pada kawasan Bumiaji atau Gunung Arjuno, tetapi juga diperluas ke wilayah Oro-Oro Ombo dan Panderman,” jelasnya.</p>
<p></p>
<p>Langkah ketiga adalah penyusunan status siaga darurat bencana kemarau dan kekeringan tahun 2026 yang akan menjadi dasar hukum dalam pelaksanaan penanganan apabila terjadi kondisi darurat di lapangan.</p>
<p></p>
<p>Menurut Gatot, ancaman tidak hanya datang dari potensi kebakaran hutan, tetapi juga kekeringan yang berpotensi mengganggu sektor pertanian. Wilayah Kecamatan Junrejo menjadi salah satu daerah yang perlu mendapatkan perhatian khusus karena kerap terdampak berkurangnya ketersediaan air saat musim kemarau berlangsung.</p>
<p></p>
<p>BPBD mencatat sebagian besar kejadian karhutla selama ini dipicu oleh aktivitas manusia. Mulai dari pembukaan lahan dengan cara membakar, pembakaran sampah yang tidak diawasi, hingga kebiasaan membuang puntung rokok sembarangan di area yang dipenuhi daun dan ranting kering.</p>
<p></p>
<p>“Kalau untuk faktor alam sebenarnya relatif kecil. Yang paling sering terjadi adalah akibat aktivitas manusia. Sedangkan faktor alam biasanya hanya dipicu oleh sambaran petir,” ungkap Gatot.</p>
<p></p>
<p>Oleh karena BPBD mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan menjelang puncak kemarau yang diprediksi berlangsung pada Juli hingga September. dan masyarakat diminta tidak melakukan pembakaran terbuka serta menghindari aktivitas yang berpotensi memicu munculnya api di kawasan hutan maupun lahan kering. Petani juga disarankan menggunakan metode pembukaan lahan tanpa pembakaran guna mengurangi risiko kebakaran meluas.</p>
<p></p>
<p>Selain itu, warga yang tinggal di daerah rawan diimbau menyiapkan peralatan pemadam sederhana seperti cangkul, sekop, maupun karung goni basah yang dapat digunakan untuk penanganan awal apabila muncul titik api.</p>
<p></p>
<p>BPBD juga meminta masyarakat aktif memantau informasi cuaca dan kebencanaan dari sumber resmi seperti BMKG dan BPBD. Apabila menemukan kepulan asap atau indikasi kebakaran hutan dan lahan, warga diminta segera melaporkannya agar penanganan dapat dilakukan lebih cepat.</p>
<p></p>
<p>“Jika masyarakat melihat adanya titik api atau asap, segera laporkan supaya bisa segera kami tindak lanjuti. Penanganan dini menjadi kunci agar kebakaran tidak meluas,” tandasnya. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>406 Siswa Berkebutuhan Khusus Belajar di Sekolah Reguler Kota Batu</title>
<link>https://suarajatimpost.com/406-siswa-berkebutuhan-khusus-belajar-di-sekolah-reguler-kota-batu</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/406-siswa-berkebutuhan-khusus-belajar-di-sekolah-reguler-kota-batu</guid>
<description><![CDATA[ Dindik Kota Batu menilai pendidikan inklusif merupakan bentuk tanggung jawab pemerintah dalam memastikan seluruh anak memperoleh hak pendidikan yang sama tanpa membedakan kondisi fisik maupun kemampuan belajar. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202606/image_870x580_6a1e7eba70253.webp" length="44820" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Tue, 02 Jun 2026 14:00:35 +0700</pubDate>
<dc:creator>Choirul Anwar</dc:creator>
<media:keywords>Kota Batu, ABK, 406 Siswa</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KOTA BATU, SJP</strong> – Komitmen Pemerintah Kota Batu dalam mewujudkan pendidikan yang setara bagi seluruh anak terus diperkuat. Hingga tahun 2026, sebanyak 406 siswa berkebutuhan khusus atau anak berkebutuhan khusus (ABK) tercatat telah mengikuti proses pembelajaran di sekolah reguler yang tersebar di berbagai wilayah Kota Batu.</p>
<p></p>
<p>Kepala Dinas Pendidikan Kota Batu, Alfi Nurhidayat pada Selasa (2/6/2026) menguraikan dari data Dinas Pendidikan Kota Batu, ratusan siswa inklusi tersebut tersebar mulai jenjang pendidikan usia dini hingga sekolah menengah pertama. Rinciannya, sebanyak 47 siswa berada di 24 Kelompok Bermain (KB), 88 siswa di 21 Taman Kanak-Kanak (TK), 217 siswa di 22 Sekolah Dasar (SD), dan 54 siswa di delapan Sekolah Menengah Pertama (SMP).</p>
<p></p>
<p>“Anak-anak berkebutuhan khusus memiliki hak yang sama untuk memperoleh layanan pendidikan yang berkualitas. Karena itu sekolah tidak hanya membuka akses penerimaan, tetapi juga harus mampu menciptakan lingkungan belajar yang aman dan nyaman bagi mereka,” paparnya.</p>
<p></p>
<p>Saat ini, terdapat 75 sekolah penyelenggara pendidikan inklusi yang aktif melaporkan keberadaan siswa berkebutuhan khusus kepada Dinas Pendidikan Kota Batu. Jumlah tersebut diperkirakan masih dapat bertambah karena proses verifikasi dan pendataan terus dilakukan.</p>
<p></p>
<p>Menurut Alfi, pelaksanaan pendidikan inklusif di Kota Batu juga merupakan bagian dari implementasi kebijakan pemerintah pusat yang memberikan ruang bagi peserta didik berkebutuhan khusus melalui jalur afirmasi atau jalur inklusi dalam sistem penerimaan murid baru.</p>
<p></p>
<p>Namun demikian, ia menegaskan bahwa keberhasilan pendidikan inklusi tidak dapat diukur hanya dari jumlah siswa yang diterima sekolah. Yang lebih penting adalah memastikan setiap anak mendapatkan perlindungan, pendampingan, dan kesempatan belajar yang setara.</p>
<p></p>
<p>“Yang paling penting adalah memastikan mereka tidak mengalami diskriminasi maupun perundungan. Kehadiran siswa inklusi harus dibarengi dengan ekosistem belajar yang sehat dan mendukung tumbuh kembang mereka,” imbuhnya.</p>
<p></p>
<p>Untuk mendukung hal tersebut, Disdik Kota Batu meminta seluruh sekolah penyelenggara pendidikan inklusi memperketat pengawasan terhadap siswa, khususnya pada waktu-waktu yang dinilai rawan seperti saat jam istirahat maupun ketika siswa pulang sekolah.</p>
<p></p>
<p>Selain pengawasan, sekolah juga diminta memiliki kebijakan antiperundungan yang jelas dan diterapkan secara konsisten agar seluruh peserta didik merasa aman selama berada di lingkungan sekolah.</p>
<p></p>
<p>Disdik juga menaruh perhatian besar terhadap peran Guru Pendamping Khusus (GPK). Keberadaan GPK dinilai menjadi faktor penting dalam membantu siswa berkebutuhan khusus beradaptasi dengan lingkungan sekolah sekaligus mendukung proses pembelajaran sesuai kebutuhan masing-masing anak.</p>
<p></p>
<p>“Anak-anak ABK harus merasa nyaman dan aman saat belajar bersama siswa reguler. Ketika mereka merasa diterima, perkembangan akademik maupun sosialnya akan jauh lebih baik,” tegasnya.</p>
<p></p>
<p>Tak hanya itu, para guru kelas juga didorong menerapkan metode pembelajaran yang lebih adaptif, mulai dari penyesuaian posisi duduk hingga penggunaan media pembelajaran yang mampu mengakomodasi kebutuhan siswa inklusi.</p>
<p></p>
<p>Disdik berharap keberadaan pendidikan inklusif tidak hanya memberikan manfaat bagi siswa berkebutuhan khusus, tetapi juga menjadi sarana pembelajaran karakter bagi seluruh peserta didik untuk menghargai perbedaan dan membangun empati sejak usia dini.</p>
<p></p>
<p>“Sekolah inklusi bukan hanya tentang menerima siswa ABK, tetapi juga membangun budaya saling menghargai, menghormati perbedaan, dan menumbuhkan empati sejak dini,” pungkas Alfi. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Pemkot Batu Arahkan Program TJSLBU Dukung Pendidikan, Ekonomi Rakyat hingga Pengelolaan Sampah</title>
<link>https://suarajatimpost.com/pemkot-batu-arahkan-program-tjslbu-dukung-pendidikan-ekonomi-rakyat-hingga-pengelolaan-sampah</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/pemkot-batu-arahkan-program-tjslbu-dukung-pendidikan-ekonomi-rakyat-hingga-pengelolaan-sampah</guid>
<description><![CDATA[ TJSLBU sendiri ditegaskan oleh Wakil Wali Kota Batu Heli Suyanto bahwa keberhasilan pembangunan daerah tidak hanya bergantung pada anggaran pemerintah, tetapi juga membutuhkan partisipasi aktif seluruh pemangku kepentingan. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202606/image_870x580_6a1e7c102192b.webp" length="15622" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Tue, 02 Jun 2026 13:30:54 +0700</pubDate>
<dc:creator>Choirul Anwar</dc:creator>
<media:keywords>Kota Batu, TJSLBU, Program Prioritas</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KOTA BATU, SJP</strong>– Pemerintah Kota Batu mulai menyelaraskan program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan Badan Usaha (TJSLBU) dengan sejumlah prioritas pembangunan daerah tahun 2026. Langkah tersebut dilakukan agar kontribusi dunia usaha tidak berjalan sendiri-sendiri, melainkan mendukung langsung program strategis yang telah ditetapkan dalam RKPD dan KUA-PPAS 2026.</p>
<p></p>
<p>Wakil Wali Kota Batu, Heli Suyanto pada Selasa (2/6/2027) menegaskan bahwa sinergi antara pemerintah dan badan usaha menjadi salah satu instrumen penting untuk mempercepat pembangunan daerah di tengah keterbatasan sumber daya yang dimiliki pemerintah.</p>
<p></p>
<p>Menurutnya, pelaksanaan TJSLBU harus diarahkan pada sektor-sektor yang memberikan dampak luas bagi masyarakat, mulai dari peningkatan kualitas sumber daya manusia, penguatan ekonomi kerakyatan, hingga penanganan persoalan lingkungan.</p>
<p></p>
<p>“Program TJSLBU harus selaras dengan kebutuhan pembangunan daerah. Dengan kolaborasi yang baik, manfaatnya akan lebih terasa bagi masyarakat dan mampu memperkuat capaian program pemerintah,” ujar Heli.</p>
<p></p>
<p>Ia menjelaskan, salah satu fokus utama pembangunan Kota Batu pada 2026 adalah peningkatan kualitas sumber daya manusia. Karena itu, dukungan dunia usaha dapat diarahkan untuk memperkuat program pendidikan, termasuk Program 1.000 Sarjana yang memberikan bantuan pendidikan bagi mahasiswa asli Kota Batu, serta peningkatan kesejahteraan tenaga pendidik.</p>
<p></p>
<p>Selain sektor pendidikan, penguatan ekonomi rakyat juga menjadi prioritas. Pemkot Batu tengah menyiapkan sejumlah program strategis seperti pembangunan Mal UMKM untuk mendukung pemasaran produk lokal, pengembangan sektor pertanian modern melalui laboratorium kultur jaringan, hingga penguatan sektor pariwisata berbasis masyarakat.</p>
<p></p>
<p>“Pemberdayaan ekonomi masyarakat harus menjadi perhatian bersama. Dunia usaha memiliki peran besar dalam membantu menciptakan ekosistem ekonomi yang lebih kuat dan berkelanjutan,” katanya.</p>
<p></p>
<p>Di sektor lingkungan, Heli menilai pengelolaan sampah masih menjadi tantangan besar yang membutuhkan keterlibatan berbagai pihak. Karena itu, program TJSLBU diharapkan dapat mendukung penguatan sistem pengelolaan sampah berkelanjutan yang tengah menjadi salah satu prioritas pembangunan Kota Batu.</p>
<p></p>
<p>Sementara di bidang infrastruktur, pemerintah juga membuka peluang kolaborasi untuk mendukung pembangunan fasilitas publik yang berdampak langsung terhadap kualitas hidup masyarakat. Mulai dari pembangunan jalan, pedestrian ramah pejalan kaki, hingga fasilitas olahraga dan ruang publik lainnya.</p>
<p></p>
<p>“Melalui TJSLBU, kami ingin membangun kolaborasi yang terarah, terukur, dan berkelanjutan. Harapannya, seluruh program yang dijalankan dapat mendukung visi pembangunan Kota Batu sekaligus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” pungkasnya. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Libur Panjang Dongkrak Wisata Kota Batu, Hampir 300 Ribu Kunjungan Tercatat dalam 18 Hari</title>
<link>https://suarajatimpost.com/libur-panjang-dongkrak-wisata-kota-batu-hampir-300-ribu-kunjungan-tercatat-dalam-18-hari</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/libur-panjang-dongkrak-wisata-kota-batu-hampir-300-ribu-kunjungan-tercatat-dalam-18-hari</guid>
<description><![CDATA[ Dengan capaian hampir 300 ribu kunjungan hanya dalam kurun waktu 18 hari dan masih berpotensi bertambah hingga berakhirnya masa pemantauan, sektor pariwisata Kota Batu menunjukkan tren pertumbuhan yang positif. Tingginya minat wisatawan tersebut menjadi sinyal kuat bahwa Kota Batu tetap menjadi salah satu destinasi unggulan di Jawa Timur, sekaligus menjadi modal penting bagi pemulihan dan penguatan ekonomi daerah yang bertumpu pada sektor pariwisata, perhotelan, kuliner, dan usaha pendukung lainnya. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202606/image_870x580_6a1d6510b73ad.webp" length="35714" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 01 Jun 2026 19:44:39 +0700</pubDate>
<dc:creator>Choirul Anwar</dc:creator>
<media:keywords>Kota Batu, Kunjungan, Wisatawan</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KOTA BATU, SJP</strong> – Rangkaian libur panjang pada akhir Mei 2026 menjadi berkah bagi sektor pariwisata Kota Batu. Dalam kurun waktu 18 hari, jumlah kunjungan wisatawan yang tercatat di berbagai destinasi wisata dan akomodasi berhasil menembus angka hampir 300 ribu orang.</p>
<p></p>
<p>Kepala Dinas Pariwisata Kota Batu, Onny Ardianto pada Senin (1/6/2026) mengungkapkan berdasarkan rekapitulasi sementara sejak 13 hingga 31 Mei 2026, total kunjungan wisatawan mencapai 296.993 orang.</p>
<p></p>
<p>“Grand total sementara untuk kunjungan wisatawan, baik yang menginap di hotel maupun yang berkunjung ke daya tarik wisata di Kota Batu, tercatat sebanyak 296.993 kunjungan,” ujarnya.</p>
<p></p>
<p>Lonjakan kunjungan tersebut dipicu oleh sejumlah momentum libur nasional yang berdekatan, mulai dari libur Kenaikan Yesus Kristus, Hari Raya Waisak, hingga Hari Raya Iduladha.</p>
<p></p>
<p>Meski angka kunjungan sudah mendekati 300 ribu wisatawan, Onny menegaskan bahwa data tersebut masih bersifat sementara. Hingga akhir Mei, laporan yang masuk baru mencakup 45,12 persen dari total pelaku industri pariwisata yang menjadi objek pemantauan Dinas Pariwisata.</p>
<p></p>
<p>“Data yang masuk saat ini masih belum sepenuhnya lengkap karena masih ada pelaku usaha yang belum mengirimkan laporan. Pemantauan dilakukan terhadap 90 usaha akomodasi atau hotel dan 49 daya tarik wisata (DTW) yang tersebar di seluruh wilayah Kota Batu," imbuhnya.</p>
<p></p>
<p>Dari sektor perhotelan, tingkat hunian kamar atau okupansi pada Minggu (31/5) tercatat mencapai 95,94 persen. Sementara secara kumulatif, jumlah wisatawan yang menginap di hotel selama periode pemantauan mencapai 37.778 orang.</p>
<p></p>
<p>“Tingkat okupansi hotel pada hari Minggu mencapai 95,94 persen. Sedangkan total kunjungan wisatawan yang menginap selama periode pemantauan mencapai 37.778 orang,” jelasnya.</p>
<p></p>
<p>Namun, sektor destinasi wisata masih menjadi penyumbang terbesar dalam pergerakan wisatawan. Hingga akhir Mei, total kunjungan ke berbagai objek wisata di Kota Batu mencapai 259.215 orang atau sekitar 87 persen dari total kunjungan yang tercatat.</p>
<p></p>
<p>Menurut Onny, angka tersebut menunjukkan bahwa daya tarik wisata di Kota Batu masih menjadi magnet utama bagi wisatawan yang memanfaatkan momentum libur panjang. Meski demikian, Dinas Pariwisata meyakini jumlah wisatawan yang sebenarnya jauh lebih tinggi dibandingkan angka yang tercatat saat ini.</p>
<p></p>
<p>Pasalnya, laporan tersebut belum memasukkan data kunjungan ke sektor kuliner seperti restoran, rumah makan, dan kafe. Selain itu, wisatawan yang menginap di homestay maupun vila juga belum masuk dalam rekapitulasi karena laporan dari paguyuban pengelola belum diterima.</p>
<p></p>
<p>“Data ini belum termasuk pergerakan wisatawan yang berkunjung ke usaha kuliner maupun yang menginap di homestay dan vila. Jadi potensi jumlah kunjungan sebenarnya masih jauh lebih besar,” ungkap Onny.</p>
<p></p>
<p>Dengan periode pemantauan yang masih berlangsung hingga 5 Juni 2026, Disparta Kota Batu optimistis angka kunjungan wisatawan akan terus bertambah seiring masuknya laporan dari pelaku usaha pariwisata yang belum menyampaikan data.</p>
<p></p>
<p>“Masih ada beberapa hari lagi dan masih banyak laporan yang belum masuk. Kami optimistis jumlah kunjungan akan terus meningkat,” pungkasnya. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>12.824 Warga Datangi MPP Among Warga dalam Tiga Bulan, Layanan Disdukcapil dan BPJS Paling Diburu</title>
<link>https://suarajatimpost.com/12824-warga-datangi-mpp-among-warga-dalam-tiga-bulan-layanan-disdukcapil-dan-bpjs-paling-diburu</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/12824-warga-datangi-mpp-among-warga-dalam-tiga-bulan-layanan-disdukcapil-dan-bpjs-paling-diburu</guid>
<description><![CDATA[ Tingginya angka kunjungan selama triwulan pertama 2026 menunjukkan bahwa MPP Among Warga telah berkembang menjadi pusat layanan publik yang dipercaya masyarakat Kota Batu. Ke depan, peningkatan kualitas layanan berbasis digital, integrasi sistem antrean, serta penguatan fasilitas pendukung menjadi tantangan sekaligus peluang bagi Pemkot Batu untuk mewujudkan pelayanan yang semakin cepat, mudah, dan berorientasi pada kepuasan masyarakat. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202606/image_870x580_6a1d64923dd24.webp" length="22704" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 01 Jun 2026 18:45:33 +0700</pubDate>
<dc:creator>Choirul Anwar</dc:creator>
<media:keywords>Kota Batu, Mpp, Kunjungan</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KOTA BATU, SJP</strong> – Mal Pelayanan Publik (MPP) Among Warga Kota Batu semakin menjadi tujuan utama masyarakat dalam mengurus berbagai kebutuhan administrasi. Sepanjang Triwulan I tahun 2026, jumlah kunjungan ke pusat layanan terpadu tersebut mencapai 12.824 orang.</p>
<p></p>
<p>Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Batu, Aries Setiawan pada Senin (1/6/2026) menegaskan berdasarkan data Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Batu menunjukkan tingginya aktivitas pelayanan selama periode Januari hingga Maret 2026. Mayoritas masyarakat masih memanfaatkan layanan administrasi kependudukan dan jaminan kesehatan yang tersedia di dalam MPP.</p>
<p></p>
<p>“Kepercayaan masyarakat yang mencapai lebih dari 12 ribu kunjungan dalam tiga bulan ini adalah modal besar. Ini menunjukkan bahwa konsep integrasi layanan di MPP Among Warga berjalan efektif dan dirasakan langsung manfaatnya oleh warga Kota Batu,” ujarnya.</p>
<p></p>
<p>Berdasarkan statistik kunjungan, layanan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Batu menjadi yang paling banyak diakses masyarakat dengan total 3.731 kunjungan. Posisi kedua ditempati layanan BPJS Kesehatan yang mencatatkan 3.344 kunjungan.</p>
<p></p>
<p>Selanjutnya, layanan Bank Jatim mencatat 1.514 kunjungan, disusul Badan Pendapatan Daerah Kota Batu sebanyak 1.154 kunjungan dan Dinas Kesehatan Kota Batu dengan 821 kunjungan.</p>
<p></p>
<p>Sementara itu, layanan lain yang juga cukup banyak dimanfaatkan masyarakat adalah DPMPTSP sebanyak 397 kunjungan, BPJS Ketenagakerjaan 393 kunjungan, Online Single Submission (OSS) 373 kunjungan, Pojok Baca 280 kunjungan, serta Dinas Lingkungan Hidup (DLH) dengan 260 kunjungan.</p>
<p></p>
<p>"Meski angka kunjungan tergolong tinggi, Aries menilai masih banyak ruang yang perlu diperbaiki untuk meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat," imbuhnya.</p>
<p></p>
<p>Salah satu langkah yang didorong adalah pengembangan sistem antrean daring yang lebih terintegrasi, terutama untuk layanan dengan tingkat kunjungan tinggi seperti Disdukcapil dan BPJS Kesehatan.</p>
<p></p>
<p>“Mengingat tingginya kunjungan di sektor premium seperti Disdukcapil dan BPJS Kesehatan, ke depan diperlukan sistem antrean online yang lebih terintegrasi melalui aplikasi. Hal ini penting agar masyarakat tidak perlu mengantre lama di lokasi fisik,” katanya.</p>
<p></p>
<p>Selain itu, ia juga mendorong penambahan mesin layanan mandiri untuk kebutuhan pengecekan data maupun pencetakan dokumen sehingga kepadatan di loket pelayanan dapat dikurangi.</p>
<p></p>
<p>Sebagai perangkat daerah yang bertanggung jawab pada infrastruktur digital, Diskominfo Kota Batu juga memastikan dukungan jaringan internet di kawasan MPP terus diperkuat. Hal itu penting untuk mendukung kelancaran pelayanan berbasis sistem elektronik, termasuk layanan OSS yang banyak dimanfaatkan pelaku usaha.</p>
<p></p>
<p>Tak hanya berfokus pada pelayanan administrasi, Aries juga menilai fasilitas pendukung seperti Pojok Baca dan area ramah anak perlu terus dioptimalkan agar masyarakat dapat memanfaatkan waktu tunggu secara lebih nyaman dan produktif.</p>
<p></p>
<p>“Kami dari Diskominfo siap mendukung penuh dari sisi integrasi sistem informasi dan penyediaan infrastruktur smart city. Tujuannya satu, bagaimana agar masyarakat yang datang ke MPP Among Warga pulang dengan senyuman karena urusannya selesai dengan cepat, transparan, dan tanpa ribet,” pungkasnya. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Hari Lahir Pancasila di Kota Batu, Plt Wali Kota Ajak Nilai Pancasila Hadir dalam Pelayanan Publik</title>
<link>https://suarajatimpost.com/hari-lahir-pancasila-di-kota-batu-plt-wali-kota-ajak-nilai-pancasila-hadir-dalam-pelayanan-publik</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/hari-lahir-pancasila-di-kota-batu-plt-wali-kota-ajak-nilai-pancasila-hadir-dalam-pelayanan-publik</guid>
<description><![CDATA[ Melalui peringatan Harlah Pancasila Pemerintah Kota Batu berharap semangat persatuan, toleransi, dan gotong royong yang menjadi nilai utama Pancasila dapat terus terjaga di tengah dinamika kehidupan masyarakat yang semakin beragam. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202606/image_870x580_6a1d6400a080d.webp" length="34204" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 01 Jun 2026 18:15:34 +0700</pubDate>
<dc:creator>Choirul Anwar</dc:creator>
<media:keywords>Kota Batu, Hari Lahir Pancasila, Upacara</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KOTA BATU, SJP </strong>– Pemerintah Kota Batu memperingati Hari Lahir Pancasila 2026 dengan menggelar upacara di halaman Balai Kota Among Tani, Senin (1/6/2026). Momentum tersebut dimanfaatkan untuk menguatkan kembali komitmen seluruh elemen pemerintahan dalam mengimplementasikan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan bermasyarakat maupun pelayanan publik.</p>
<p></p>
<p>Plt Wali Kota Batu, Heli Suyanto pada Senin (1/6/2026) saat bertindak sebagai inspektur upacara membacakan amanat Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila, yang menekankan pentingnya menjadikan Pancasila sebagai pedoman menghadapi berbagai tantangan bangsa di era global.</p>
<p></p>
<p>"Pancasila adalah bintang penuntun bangsa Indonesia yang mampu menjaga persatuan di tengah keberagaman sekaligus menjadi fondasi dalam mewujudkan perdamaian dunia," urainya.</p>
<p></p>
<p>Terlebih berdasarkan tema “Pancasila Pemersatu Bangsa, Fondasi Perdamaian Dunia”, peringatan tahun ini menegaskan bahwa nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila tidak hanya relevan untuk menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia, tetapi juga menjadi kontribusi Indonesia dalam membangun kehidupan dunia yang lebih damai dan berkeadilan.</p>
<p></p>
<p>Heli mengatakan nilai-nilai Pancasila harus diwujudkan secara nyata dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk penyelenggaraan pemerintahan dan pelayanan kepada masyarakat.</p>
<p></p>
<p>“Nilai keadilan sosial, kemanusiaan, toleransi, dan gotong royong harus terus diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari maupun dalam pelaksanaan pembangunan,” imbuhnya.</p>
<p></p>
<p>Dalam amanat tersebut juga disampaikan ajakan kepada seluruh elemen bangsa agar tidak hanya menjadikan Pancasila sebagai dasar negara secara formal, tetapi juga sebagai ideologi yang hidup dan menjadi pedoman dalam mengambil kebijakan serta menyelesaikan berbagai persoalan masyarakat.</p>
<p></p>
<p>“Pancasila harus terus menjadi landasan dalam membangun Kota Batu yang harmonis, inklusif, dan berorientasi pada kesejahteraan masyarakat,” pungkas Heli. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>100 ASN Pemkot Batu Pensiun Tahun Depan, Delapan Kepala OPD Bersiap Diganti Lewat Open Bidding</title>
<link>https://suarajatimpost.com/100-asn-pemkot-batu-pensiun-tahun-depan-delapan-kepala-opd-bersiap-diganti-lewat-open-bidding</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/100-asn-pemkot-batu-pensiun-tahun-depan-delapan-kepala-opd-bersiap-diganti-lewat-open-bidding</guid>
<description><![CDATA[ Dengan banyaknya pejabat dan ASN yang akan memasuki masa purna tugas, tahun 2026 diperkirakan menjadi salah satu periode regenerasi birokrasi terbesar yang pernah terjadi di lingkungan Pemerintah Kota Batu dalam beberapa tahun terakhir. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202605/image_870x580_6a1ab0a6205bc.webp" length="30902" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sat, 30 May 2026 18:00:28 +0700</pubDate>
<dc:creator>Choirul Anwar</dc:creator>
<media:keywords>Kota Batu, Open Bidding, Pensiun</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KOTA BATU, SJP</strong> – Pemerintah Kota Batu mulai menyiapkan regenerasi birokrasi menyusul gelombang pensiun aparatur sipil negara (ASN) yang akan terjadi pada 2026. Sebanyak 100 ASN tercatat akan memasuki masa purna tugas, termasuk sejumlah pejabat pimpinan tinggi pratama yang selama ini menduduki posisi strategis di lingkungan pemerintah daerah.</p>
<p></p>
<p>Plt Wali Kota Batu, Heli Suyanto pada Sabtu (30/5/2026) mengatakan kondisi tersebut menjadi momentum penting untuk melakukan penyegaran sekaligus regenerasi kepemimpinan birokrasi.</p>
<p></p>
<p>“Ada delapan kepala OPD yang akan pensiun tahun ini. Kami akan melakukan sesuai mekanismenya, kita akan lakukan open bidding supaya ada regenerasi. Pengisian jabatan yang kosong nantinya dilakukan melalui mekanisme seleksi terbuka atau open bidding. Tahapan awal yang akan dilakukan adalah pembentukan panitia seleksi (pansel) yang melibatkan unsur pemerintah dan pihak eksternal seperti akademisi maupun tenaga ahli independen," ujarnya.</p>
<p></p>
<p>Heli menegaskan proses tersebut bertujuan memastikan jabatan strategis di lingkungan Pemkot Batu diisi oleh aparatur yang memiliki kompetensi, integritas, dan kemampuan manajerial yang sesuai dengan kebutuhan organisasi.</p>
<p></p>
<p>Hal ini juga di aminkan oleh Kepala BKPSDM Kota Batu, Santi Restuningsasi, mengungkapkan jumlah ASN yang akan memasuki masa pensiun sepanjang 2026 mencapai sekitar 100 orang.</p>
<p></p>
<p>“Pada tahun 2026 tercatat sekitar 100 ASN yang akan pensiun. Jumlah itu termasuk beberapa kepala dinas atau pejabat eselon II,” ujarnya.</p>
<p></p>
<p>Dari jumlah tersebut, terdapat lima pejabat pimpinan tinggi pratama yang akan memasuki masa purna tugas, yakni Kepala BKAD Eny Rachyuningsih, Kepala Dinas Perhubungan Susetya Herawan, Kepala DP3AP2KB Heru Yulianto, Staf Ahli Bidang Pemerintahan Agoes Machmoedi, serta Staf Ahli Wali Kota Bidang SDM Ririk Mashuri.</p>
<p></p>
<p>Santi menambahkan dirinya juga akan memasuki masa pensiun pada September 2026..Selain mengantisipasi kekosongan jabatan akibat pensiun, Pemkot Batu juga tengah menyiapkan pengisian sejumlah posisi strategis yang saat ini masih dijabat pelaksana tugas (Plt).</p>
<p></p>
<p>Beberapa di antaranya adalah Kepala Diskumperdag yang saat ini dijabat Plt Dian Fachroni, Sekretaris DPRD yang dirangkap oleh Endro Wahjudi, serta Kepala Satpol PP yang dijabat Plt Fariz Pasharella.</p>
<p></p>
<p>"BKPSDM telah mulai melakukan berbagai persiapan menghadapi gelombang pensiun tersebut, termasuk melalui kegiatan Pemantapan Persiapan Pensiun (PPP) Tahun 2026," paparnya. </p>
<p></p>
<p>Program tersebut dirancang untuk memberikan bekal kepada ASN menjelang masa purna tugas agar tetap produktif dan mampu beradaptasi setelah tidak lagi aktif sebagai aparatur negara.</p>
<p></p>
<p>“Pensiun bukan berarti berhenti mengabdi. Para ASN diharapkan tetap dapat berkontribusi bagi lingkungan dan masyarakat, sembari menikmati hasil pengabdian selama ini,” katanya.</p>
<p></p>
<p>Sehingga dari total 100 ASN yang akan pensiun pada tahun depan, sekitar 75 orang merupakan tenaga pendidik. Sedangkan sisanya berasal dari berbagai OPD dan unsur pemerintahan lainnya di Kota Batu. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>BKKBN Jatim Tantang Kota Batu Percepat Kampung KB, Heli Siapkan Strategi Baru Tekan Stunting</title>
<link>https://suarajatimpost.com/bkkbn-jatim-tantang-kota-batu-percepat-kampung-kb-heli-siapkan-strategi-baru-tekan-stunting</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/bkkbn-jatim-tantang-kota-batu-percepat-kampung-kb-heli-siapkan-strategi-baru-tekan-stunting</guid>
<description><![CDATA[ Dengan kombinasi penguatan kader posyandu, layanan kesehatan berbasis ILP, serta pengawasan bantuan nutrisi yang lebih ketat, Plt Wali Kota Batu Heli Suyanto optimistis target prevalensi stunting satu digit di Kota Batu dapat tercapai dalam beberapa tahun ke depan. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202605/image_870x580_6a1aaff57ed03.webp" length="21940" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sat, 30 May 2026 17:15:45 +0700</pubDate>
<dc:creator>Choirul Anwar</dc:creator>
<media:keywords>Kota Batu, BKKBN, Stunting</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KOTA BATU, SJP</strong> – Upaya penurunan stunting di Kota Batu mendapat apresiasi sekaligus tantangan baru dari pemerintah pusat. Hal itu mengemuka saat Plt Wali Kota Batu, Heli Suyanto sebelumnya telah menerima kunjungan dan berdiskusi langsung dengan Kepala Perwakilan BKKBN Jawa Timur, Shodiqin, dalam audiensi yang membahas program kependudukan dan pembangunan keluarga.</p>
<p></p>
<p>Diwawancarai pada Sabtu (30/5/2026) Heli menguraikan dalam pertemuan tersebut BKKBN Jawa Timur menilai koordinasi lintas sektor di Kota Batu berjalan cukup baik. Sinergi antarorganisasi perangkat daerah dinilai menjadi modal penting dalam menjalankan berbagai program pembangunan keluarga dan percepatan penurunan stunting.</p>
<p></p>
<p>“Koordinasi di Kota Batu sudah berjalan baik. Dukungan lintas sektor juga cukup solid. BKKBN juga mengingatkan agar Kota Batu tidak cepat berpuas diri. BKKBN mendorong pemerintah daerah segera mempercepat pembentukan Tim Pembina Kampung Keluarga Berkualitas (Kampung KB) agar program kependudukan dan pembangunan keluarga dapat berjalan lebih terintegrasi hingga tingkat dusun," urainya.</p>
<p></p>
<p>Penguatan Kampung KB menjadi salah satu instrumen penting untuk memastikan berbagai program pemerintah benar-benar menjangkau masyarakat hingga lapisan paling bawah.</p>
<p></p>
<p>Tak hanya membahas stunting melalui Program Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (Genting), pertemuan tersebut juga menyoroti sejumlah program strategis lainnya. Mulai dari Gerakan Ayah Teladan Indonesia (GATI), penyediaan daycare ramah keluarga di lingkungan perkantoran pemerintah, hingga penguatan Sekolah Lansia Tangguh (Selantang).</p>
<p></p>
<p>“Kami berkomitmen mendukung program yang berdampak langsung bagi masyarakat, khususnya dalam upaya penurunan stunting dan penguatan ketahanan keluarga,” tegas Heli.</p>
<p></p>
<p>Di sisi lain, Heli mengungkapkan bahwa strategi penanganan stunting di Kota Batu saat ini mulai bergeser dari sekadar pemantauan berat badan menjadi pengawasan menyeluruh terhadap pola pertumbuhan anak.</p>
<p></p>
<p>Melalui Dinas Kesehatan Kota Batu, seluruh kader posyandu kini didorong untuk lebih cermat membaca grafik pertumbuhan balita, bukan hanya mencatat kenaikan berat badan semata.</p>
<p></p>
<p>Menurutnya, banyak orang tua merasa kondisi anak baik-baik saja ketika berat badannya bertambah. Padahal, kenaikan tersebut belum tentu sesuai standar pertumbuhan berdasarkan usia.</p>
<p></p>
<p>“Kalau berat badan naik tetapi tidak mencapai target minimal kelompok umur, itu sudah menjadi lampu kuning menuju stunting,” ujarnya.</p>
<p></p>
<p>Heli juga menyoroti faktor cuaca ekstrem yang belakangan menjadi tantangan tersendiri dalam upaya pencegahan stunting. Perubahan cuaca yang tidak menentu membuat balita lebih rentan terserang batuk dan pilek berulang.</p>
<p></p>
<p>Kondisi tersebut dinilai dapat menghambat pertumbuhan anak karena energi yang seharusnya digunakan untuk tumbuh justru habis untuk melawan penyakit.</p>
<p></p>
<p>“Orang tua harus lebih peka terhadap pemicu sakit pada anak, termasuk pola jajan yang tidak sehat,” katanya.</p>
<p></p>
<p>Untuk mencegah munculnya kasus stunting baru, Pemkot Batu kini memperkuat layanan Posyandu Integrasi Layanan Primer (ILP). Melalui sistem tersebut, proses skrining kesehatan balita di tingkat desa dilakukan lebih ketat sehingga anak yang terdeteksi berisiko dapat segera memperoleh intervensi.</p>
<p></p>
<p>Selain itu, distribusi bantuan nutrisi seperti susu subsidi juga mulai diawasi menggunakan sistem digital agar tepat sasaran dan benar-benar diterima keluarga yang membutuhkan.</p>
<p></p>
<p>“Kami ingin setiap anak yang berisiko bisa terdeteksi lebih cepat sehingga penanganannya juga lebih cepat. Itu yang sedang kami perkuat saat ini,” pungkasnya. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Jalan Hasanudin Bersiap Jadi Titik Proyek Terbesar DPUPR Kota Batu</title>
<link>https://suarajatimpost.com/jalan-hasanudin-bersiap-jadi-titik-proyek-terbesar-dpupr-kota-batu</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/jalan-hasanudin-bersiap-jadi-titik-proyek-terbesar-dpupr-kota-batu</guid>
<description><![CDATA[ Dengan dimulainya proyek preservasi, kawasan Simpang Patih yang selama ini menjadi salah satu titik kemacetan utama di Kota Batu diharapkan memiliki kapasitas jalan yang lebih baik sekaligus menjadi wajah baru gerbang masuk kota wisata tersebut. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202605/image_870x580_6a1aaea0dccd9.webp" length="96974" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sat, 30 May 2026 16:32:55 +0700</pubDate>
<dc:creator>Choirul Anwar</dc:creator>
<media:keywords>Kota Batu, Macet, Kapasitas Jalan</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KOTA BATU, SJP</strong> – Pemerintah Kota Batu memastikan proyek preservasi jalan di kawasan Simpang Empat Patih akan mulai dikerjakan pada akhir Juni 2026. Menjelang dimulainya pekerjaan fisik, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Batu terus mempercepat proses sterilisasi lahan di sejumlah titik yang terdampak proyek.</p>
<p></p>
<p>Kepala DPUPR Kota Batu, Esty Dwiastuti pada Sabtu (30/5/2026) mengatakan proses penertiban berjalan lancar karena warga menunjukkan sikap kooperatif selama tahapan sosialisasi dan pendekatan yang dilakukan pemerintah.</p>
<p></p>
<p>“Pada prinsipnya pendekatan kami ini sifatnya persuasif kepada warga. Alhamdulillah mereka dengan senang hati dan keikhlasan menyerahkan aset tanah pemerintah ini,” ujarnya.</p>
<p></p>
<p>Menurutnya, kelancaran proses pengosongan tidak terlepas dari masa sosialisasi yang telah dilakukan hampir dua bulan terakhir. Rentang waktu tersebut memberi kesempatan kepada para penyewa maupun penghuni untuk menyiapkan relokasi dan memindahkan aset yang dimiliki.</p>
<p></p>
<p>Berdasarkan pendataan terakhir, sejumlah penyewa yang masih menempati bangunan di lokasi proyek, termasuk tempat praktik dokter gigi, telah menyatakan kesediaannya untuk mengosongkan lokasi paling lambat akhir Mei 2026.</p>
<p></p>
<p>DPUPR menargetkan seluruh proses pembersihan lahan dapat rampung dalam beberapa pekan ke depan sehingga tidak menghambat jadwal pelaksanaan proyek yang telah ditetapkan.</p>
<p></p>
<p>"Proyek tersebut tidak hanya mencakup pelebaran jalan di kawasan Simpang Empat Patih menuju Jalan Trunojoyo, tetapi juga pembenahan total Jalan Hasanudin yang selama ini menjadi titik rawan kerusakan," imbuhnya.</p>
<p></p>
<p>Esty menjelaskan, Jalan Hasanudin hampir setiap tahun mengalami kerusakan berupa bleeding atau keluarnya aspal ke permukaan akibat tingginya beban kendaraan bertonase besar yang melintas.</p>
<p></p>
<p>Karena itu, pemerintah memutuskan membongkar seluruh lapisan aspal lama dan menggantinya dengan konstruksi beton semen atau rigid pavement.</p>
<p></p>
<p>“Jalan Hasanudin akan dibangun menggunakan rigid beton sebagai solusi jangka panjang. Harapannya jalan tidak lagi mudah bergelombang dan biaya pemeliharaan rutin bisa ditekan,” tegasnya.</p>
<p></p>
<p>Pekerjaan tersebut diproyeksikan berlangsung selama 150 hari kalender hingga Desember 2026. Sebagai tahap awal, DPUPR telah memasang sejumlah banner pemberitahuan proyek di sekitar lokasi agar masyarakat mulai mengetahui adanya aktivitas pembangunan besar dalam waktu dekat.</p>
<p></p>
<p>Namun demikian, penggunaan konstruksi beton di Jalan Hasanudin akan berdampak pada arus lalu lintas karena proses pengerjaan mengharuskan penutupan jalan secara penuh.</p>
<p></p>
<p>Untuk mengantisipasi kemacetan, Pemkot Batu saat ini tengah menyusun skema rekayasa lalu lintas bersama Satlantas Polres Batu dan Dinas Perhubungan Kota Batu.</p>
<p></p>
<p>“Begitu pengerjaan rigid beton dimulai, kami akan mengumumkan skema pengalihan arus lalu lintas melalui berbagai media agar masyarakat bisa menyiapkan jalur alternatif,” tandasnya. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor: Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Jelang Iduladha, Harga Cabai Merah dan Bawang Merah di Kota Batu Naik</title>
<link>https://suarajatimpost.com/jelang-iduladha-harga-cabai-merah-dan-bawang-merah-di-kota-batu-naik</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/jelang-iduladha-harga-cabai-merah-dan-bawang-merah-di-kota-batu-naik</guid>
<description><![CDATA[ Kenaikan harga cabai merah dan bawang merah menjelang Iduladha disebut belum berdampak besar terhadap daya beli masyarakat. Aktivitas transaksi di pasar masih berlangsung normal dan permintaan tetap stabil. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202605/image_870x580_6a155bdc8040a.webp" length="75414" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Tue, 26 May 2026 17:40:59 +0700</pubDate>
<dc:creator>Choirul Anwar</dc:creator>
<media:keywords></media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KOTA BATU, SJP</strong> – Sejumlah komoditas kebutuhan pokok di Kota Batu mulai mengalami kenaikan harga menjelang Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah. Dua komoditas yang mengalami kenaikan cukup signifikan yakni cabai merah besar dan bawang merah.</p>
<p></p>
<p>Pedagang sayur di Pasar Induk Among Tani Kota Batu, Nurali pada Selasa (26/5/2026) mengatakan kenaikan harga mulai terjadi dalam beberapa hari terakhir dan cukup terasa di tingkat pedagang maupun pembeli.</p>
<p></p>
<p>“Bawang merah naik dari Rp 32 ribu per kilogram menjadi Rp 40 ribu. Bahkan ada yang sampai Rp 45 ribu per kilo tergantung kualitas bawangnya,” ujarnya.</p>
<p></p>
<p>Selain bawang merah, harga cabai merah besar juga mengalami lonjakan. Sebelumnya komoditas tersebut dijual sekitar Rp 45 ribu per kilogram, kini naik menjadi Rp 56 ribu per kilogram.</p>
<p></p>
<p>Menurut Nurali, kenaikan harga cabai merah baru terjadi mulai hari ini, sementara bawang merah sudah mulai naik sejak sekitar tiga hari terakhir. Meski demikian, tidak semua komoditas mengalami kenaikan. Beberapa bahan pokok justru mengalami penurunan harga, seperti cabai rawit dan bawang putih.</p>
<p></p>
<p>ia juga menjelaskan menjelaskan, harga cabai rawit saat ini turun tipis dari Rp 70 ribu menjadi Rp 68 ribu per kilogram. Sementara bawang putih juga mengalami penurunan harga meski tidak terlalu signifikan.</p>
<p></p>
<p>“Kabarnya stok mulai banyak lagi, jadi ada beberapa yang turun seperti cabai kecil dan bawang putih. Mungkin karena memang kebutuhan masak sehari-hari, jadi pembeli masih tetap ramai dan normal saja. Belum terlalu berpengaruh,” jelas Nurali.</p>
<p></p>
<p>Namun demikian, pedagang mulai khawatir apabila tren kenaikan terus berlanjut hingga mendekati hari raya karena berpotensi memengaruhi daya beli masyarakat.</p>
<p></p>
<p>“Kalau naik terus mungkin nanti pembeli mulai mengurangi. Tapi untuk sekarang masih normal,” pungkasnya. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Pemkot Batu Buka Layanan Pemotongan Kurban di RPH, Gratis Retribusi dan Bisa Sekalian Dikemas</title>
<link>https://suarajatimpost.com/pemkot-batu-buka-layanan-pemotongan-kurban-di-rph-gratis-retribusi-dan-bisa-sekalian-dikemas</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/pemkot-batu-buka-layanan-pemotongan-kurban-di-rph-gratis-retribusi-dan-bisa-sekalian-dikemas</guid>
<description><![CDATA[ Proses penyembelihan nantinya dibagi dalam beberapa gelombang setiap hari agar tidak terjadi antrean dan penumpukan hewan kurban di lokasi. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202605/image_870x580_6a155be455eb5.webp" length="22726" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Tue, 26 May 2026 17:00:29 +0700</pubDate>
<dc:creator>Choirul Anwar</dc:creator>
<media:keywords>Kota Batu, RPH, Pelayanan</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KOTA BATU, SJP</strong> – Pemerintah Kota Batu membuka layanan pemotongan hewan kurban di Rumah Potong Hewan (RPH) untuk masyarakat selama Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah. Layanan ini disiapkan untuk membantu proses penyembelihan yang lebih higienis, aman, serta sesuai syariat Islam.</p>
<p></p>
<p>Plt Wali Kota Batu, Heli Suyanto pada Selasa (26/5/2026) mengatakan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kota Batu telah menyiagakan tim jagal atau Juru Sembelih Halal (Juleha) bersama dokter hewan guna memastikan seluruh proses berjalan sesuai standar ASUH (aman, sehat, utuh, dan halal).</p>
<p></p>
<p>“Tenaga jagal dan petugas medis dokter hewan sudah kami siapkan untuk memastikan proses penyembelihan memenuhi syariat sekaligus aman dari sisi kesehatan,” ujar Heli.</p>
<p></p>
<p>Ia menjelaskan, kapasitas pemotongan di RPH dibatasi setiap hari guna menjaga kualitas higienitas proses penyembelihan, pencacahan, hingga pengemasan daging kurban.</p>
<p></p>
<p>Karena itu, masyarakat maupun panitia kurban diminta segera melakukan pendaftaran agar mendapatkan kuota pelayanan.</p>
<p></p>
<p>“Kuota harian memang dibatasi menyesuaikan kapasitas ruang tunggu hewan dan kemampuan tim teknis di lapangan agar proses tetap tertib dan higienis,” katanya.</p>
<p></p>
<p>Layanan pemotongan hewan kurban di RPH tersebut terbuka untuk seluruh masyarakat Kota Batu, mulai wilayah Kecamatan Batu, Junrejo, hingga Bumiaji. Panitia kurban dari masjid, mushola, instansi, maupun perorangan dapat memanfaatkan fasilitas tersebut.</p>
<p></p>
<p>Menurut Heli, penggunaan RPH diharapkan dapat mengurangi penumpukan limbah penyembelihan di lingkungan permukiman warga.</p>
<p></p>
<p>Selain penyembelihan, masyarakat juga dapat memanfaatkan layanan tambahan seperti pencacahan daging tanpa tulang (boneless) hingga pengemasan daging siap edar per kilogram.</p>
<p></p>
<p>Untuk retribusi dasar pemotongan, Pemkot Batu memberikan keringanan bahkan penggratisan khusus selama Hari Raya Idul Adha. Namun, jika membutuhkan layanan tambahan seperti pencacahan dan pengemasan, akan ada biaya operasional mandiri yang disepakati bersama pekerja di lapangan.</p>
<p></p>
<p>“Kalau hanya retribusi dasar biasanya kami gratiskan saat Idul Adha. Tetapi untuk layanan tambahan seperti boneless dan pengemasan ada biaya operasional tersendiri,” jelasnya.</p>
<p></p>
<p>Heli menambahkan, jadwal pemotongan hewan kurban di RPH mengikuti ketentuan syariat Islam, dimulai pada Hari Raya Idul Adha atau 10 Dzulhijjah setelah pelaksanaan Salat Id dan berakhir pada 13 Dzulhijjah sebelum waktu magrib.</p>
<p></p>
<p>Di sisi lain, Pemkot Batu juga memperketat pengawasan kesehatan hewan kurban guna mengantisipasi potensi penyebaran penyakit menular.</p>
<p></p>
<p>Setiap hewan kurban yang didaftarkan ke RPH diwajibkan memiliki Surat Keterangan Kesehatan Hewan (SKKH) yang diterbitkan dokter hewan berwenang atau dinas terkait.</p>
<p></p>
<p>“SKKH wajib disertakan sebagai langkah antisipasi penyakit menular dan memastikan hewan yang dipotong benar-benar sehat dan layak konsumsi,” pungkas Heli. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Plt Wali Kota Batu Tegaskan Daerah Butuh Ruang Gerak Hadapi Tekanan Fiskal</title>
<link>https://suarajatimpost.com/plt-wali-kota-batu-tegaskan-daerah-butuh-ruang-gerak-hadapi-tekanan-fiskal</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/plt-wali-kota-batu-tegaskan-daerah-butuh-ruang-gerak-hadapi-tekanan-fiskal</guid>
<description><![CDATA[ Dalam sektor tata ruang, Pemerintah Kota Batu turut mendorong adanya relaksasi kebijakan terkait perlindungan lahan sawah berkelanjutan. Menurut Heli, daerah perkotaan seperti Kota Batu memiliki dinamika pembangunan yang berbeda dibanding wilayah agraris murni. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202605/image_870x580_6a155b367a699.webp" length="67732" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Tue, 26 May 2026 16:40:12 +0700</pubDate>
<dc:creator>Choirul Anwar</dc:creator>
<media:keywords>Kota Batu, Regulasi, Ruang Gerak</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KOTA BATU, SJP</strong> – Pemerintah Kota Batu menilai daerah membutuhkan ruang gerak dan fleksibilitas regulasi yang lebih besar di tengah meningkatnya tekanan fiskal serta berbagai kewajiban baru dari pemerintah pusat. Hal tersebut disampaikan Plt Wali Kota Batu, Heli Suyanto, usai mengikuti forum Rapat Kerja Komisariat Wilayah (Rakerkomwil) IV APEKSI di Bali beberapa waktu lalu.</p>
<p></p>
<p>Diwawancarai pada Selasa (26/5/2026), kondisi fiskal daerah saat ini semakin berat setelah adanya rencana pemotongan Dana Transfer ke Daerah (TKD) hingga 20 persen pada tahun 2026. Di sisi lain, pemerintah daerah juga diwajibkan menyesuaikan batas maksimal belanja pegawai sebesar 30 persen pada tahun 2027.</p>
<p></p>
<p>“Daerah butuh ruang gerak yang cukup untuk menyesuaikan kondisi di lapangan. Karena tantangan tiap daerah berbeda, sementara beban pelayanan publik tetap harus berjalan,” ujarnya.</p>
<p></p>
<p>Ia mengatakan persoalan tersebut menjadi salah satu perhatian utama dalam forum APEKSI bersama 13 pemerintah kota lainnya. Menurutnya, pemerintah daerah memerlukan kebijakan yang lebih adaptif agar pembangunan tidak terganggu akibat tekanan anggaran.</p>
<p></p>
<p>Selain masalah fiskal, Heli juga menyoroti berbagai hambatan teknis dalan tata kelola pemerintahan daerah. Salah satunya terkait implementasi Sistem Informasi Pemerintahan Daerah Republik Indonesia (SIPD RI) yang dinilai masih memerlukan banyak penyempurnaan.</p>
<p></p>
<p>Tak hanya itu, keterlambatan petunjuk teknis penilaian Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah (LPPD) tahun 2026 juga dinilai dapat menghambat proses administrasi dan evaluasi pemerintah daerah.</p>
<p></p>
<p>“Kalau regulasi dan petunjuk teknis terlambat, otomatis daerah juga kesulitan bergerak cepat. Kami tetap mendukung perlindungan lahan pertanian, tetapi daerah perkotaan juga membutuhkan fleksibilitas karena perkembangan investasinya cukup tinggi,” jelasnya.</p>
<p></p>
<p>Karena itu, pemerintah daerah mengusulkan adanya diskresi bagi masing-masing daerah dalam menentukan luasan lahan sawah dilindungi berdasarkan kondisi riil di lapangan.</p>
<p></p>
<p>Di sektor ekonomi, Heli menegaskan pentingnya penguatan UMKM lokal sebagai penopang utama ekonomi daerah. Ia berharap program-program strategis nasional dapat memberikan ruang lebih besar bagi pelaku usaha lokal agar manfaat ekonominya dirasakan langsung masyarakat.</p>
<p></p>
<p>“Program nasional seperti Makan Bergizi Gratis maupun koperasi desa harus bisa menggerakkan UMKM lokal, bukan justru membebani APBD daerah,” ujarnya.</p>
<p></p>
<p>Selain itu, pemerintah daerah juga mulai mendorong transformasi menuju ekonomi hijau melalui penggunaan sistem pembayaran non-tunai di sektor parkir dan BBM, serta dukungan terhadap kendaraan non-fosil sebagai bagian dari target zero emission nasional.</p>
<p></p>
<p>Heli menambahkan, Kota Batu juga memanfaatkan forum tersebut untuk mempromosikan potensi agrowisata dan produk unggulan daerah kepada investor dan wisatawan.</p>
<p></p>
<p>“Produk olahan pertanian Kota Batu mendapat respons positif. Ini membuktikan ekonomi lokal kita punya daya saing dan harus terus diperkuat,” pungkasnya. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Data Final Cek Hewan Kurban, Ratusan Hewan Kurban di Lapak Musiman Kota Batu Dipastikan Sehat</title>
<link>https://suarajatimpost.com/data-final-cek-hewan-kurban-ratusan-hewan-kurban-di-lapak-musiman-kota-batu-dipastikan-sehat</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/data-final-cek-hewan-kurban-ratusan-hewan-kurban-di-lapak-musiman-kota-batu-dipastikan-sehat</guid>
<description><![CDATA[ Pemkot Batu menegaskan masyarakat agar membeli hewan kurban di lapak yang telah diperiksa petugas kesehatan hewan. Dengan begitu, masyarakat dapat lebih tenang karena hewan yang dibeli telah dipastikan sehat dan layak untuk dikurbankan ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202605/image_870x580_6a14219872e9d.webp" length="57114" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 25 May 2026 18:05:42 +0700</pubDate>
<dc:creator>Choirul Anwar</dc:creator>
<media:keywords>Kota Batu, Pemeriksaan, Hewan Kurban</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KOTA BATU, SJP</strong> - Menjelang Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah, Pemerintah Kota Batu melalui Pusat Kesehatan Hewan (Puskeswan) mulai melakukan pemeriksaan kesehatan terhadap hewan kurban yang dijual di lapak-lapak pedagang musiman. Hasilnya, ratusan hewan kurban yang diperiksa dipastikan dalam kondisi sehat dan layak untuk diperjualbelikan.</p>
<p></p>
<p>Kepala Puskeswan Kota Batu, drh Utami Kurniawati pada Senin (25/5/2026) mengatakan pemeriksaan dilakukan di tujuh lapak pedagang musiman yang tersebar di wilayah Kota Batu. Pemeriksaan meliputi kondisi fisik hewan, kelengkapan syarat umur, hingga deteksi penyakit menular.</p>
<p></p>
<p>“Dari tujuh lapak yang sudah kami periksa, terdapat 48 ekor sapi, 333 ekor kambing, dan 333 ekor domba. Secara umum seluruh hewan dalam kondisi sehat dan layak dijadikan hewan kurban,” ujarnya.</p>
<p></p>
<p>Ia menjelaskan, tim pemeriksa melakukan pengecekan secara detail mulai dari suhu tubuh, kondisi mata, mulut, kuku, hingga nafsu makan hewan. Pemeriksaan tersebut dilakukan untuk memastikan hewan bebas dari indikasi penyakit menular maupun cacat fisik yang dapat memengaruhi kelayakan kurban.</p>
<p></p>
<p>Meski mayoritas hewan dinyatakan sehat, petugas menemukan satu ekor hewan yang mengalami gangguan kesehatan. Hewan tersebut langsung dipisahkan dari lapak penjualan untuk mencegah risiko penularan.</p>
<p></p>
<p>“Hanya ada satu hewan yang sakit. Langsung kami lakukan isolasi dan pengobatan serta dilarang untuk dijual terlebih dahulu,” jelasnya.</p>
<p></p>
<p>Menurut Utami, langkah pengawasan ini dilakukan sebagai bentuk perlindungan kepada masyarakat agar hewan kurban yang dibeli benar-benar memenuhi syariat sekaligus aman dari sisi kesehatan hewan.</p>
<p></p>
<p>Pemeriksaan dipastikan akan terus dilakukan hingga mendekati pelaksanaan Iduladha, termasuk pemantauan lalu lintas hewan yang masuk ke Kota Batu dari berbagai daerah. Selain itu, petugas juga memberikan edukasi kepada pedagang terkait kebersihan kandang dan penanganan hewan selama masa penjualan. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Tiga Nama Terbaik Calon Sekda Batu Diumumkan 5 Juni Mendatang</title>
<link>https://suarajatimpost.com/tiga-nama-terbaik-calon-sekda-batu-diumumkan-5-juni-mendatang</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/tiga-nama-terbaik-calon-sekda-batu-diumumkan-5-juni-mendatang</guid>
<description><![CDATA[ Dengan semakin dekatnya pengumuman tiga besar, dinamika perebutan kursi panglima ASN Kota Batu dipastikan memasuki fase penentuan. Publik maupun internal birokrasi kini menunggu siapa saja kandidat yang berhasil lolos sebagai tiga nama terbaik hasil rekomendasi panitia seleksi. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202605/image_870x580_6a1420fd8970e.webp" length="40324" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 25 May 2026 17:31:50 +0700</pubDate>
<dc:creator>Choirul Anwar</dc:creator>
<media:keywords>Kota Batu, Sekda, 3 Nama</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KOTA BATU, SJP</strong> - Proses Seleksi Terbuka (Selter) Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Batu kini memasuki tahap akhir. Setelah seluruh rangkaian seleksi rampung, Pemerintah Kota Batu memastikan tiga nama terbaik dari enam kandidat yang tersisa akan diumumkan pada 5 Juni 2026 mendatang.</p>
<p></p>
<p>Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Batu, Santi Restuningsasi pada Senin (25/5/2026) menjelaskan bahwa saat ini panitia seleksi (Pansel) tengah melakukan finalisasi akumulasi nilai dari seluruh tahapan yang telah dijalani peserta.</p>
<p></p>
<p>“Seluruh tahapan sudah selesai dilaksanakan, mulai assessment center, uji gagasan, wawancara, hingga tes kesehatan jasmani dan rohani. Saat ini tinggal proses rekapitulasi dan finalisasi penilaian oleh tim pansel,” ujar Santi.</p>
<p></p>
<p>Ia menjelaskan, pengumuman tiga besar akan menjadi penanda berakhirnya tahapan seleksi terbuka sebelum nama calon Sekda definitif diserahkan kepada Wali Kota Batu untuk dipilih satu orang sebagai Sekda definitif.</p>
<p></p>
<p>“Rencananya tanggal 5 Juni akan diumumkan tiga nama peserta dengan nilai tertinggi. Tiga nama itu nantinya disampaikan kepada Wali Kota sebagai hasil rekomendasi pansel,” jelasnya.</p>
<p></p>
<p>Enam pejabat eselon II yang mengikuti tahapan akhir seleksi tersebut masing-masing Akhmad Dahlan selaku Kepala Bakesbangpol, Alfi Nurhidayat sebagai Kepala Dinas Pendidikan, Arief As Siddiq Kepala Disperum, Bangun Yulianto Kepala Bappelitbangda, Endro Wahjudi Inspektur Kota Batu, serta Mohammad Nur Adhim Kepala Bapenda.</p>
<p></p>
<p>Menurut Santi, seluruh peserta telah mengikuti seluruh tahapan secara lengkap dan sesuai prosedur. Penilaian dilakukan secara komprehensif dengan mempertimbangkan kemampuan manajerial, rekam jejak, kompetensi kepemimpinan, hingga kondisi kesehatan peserta.</p>
<p></p>
<p>“Semua tahapan menjadi satu kesatuan penilaian. Jadi bukan hanya kemampuan teknis, tetapi juga integritas, kepemimpinan, dan kesiapan peserta dalam menjalankan roda birokrasi,” imbuhnya.</p>
<p></p>
<p>Ia juga menegaskan bahwa proses seleksi dilakukan secara objektif dan transparan sesuai mekanisme sistem merit yang berlaku dalam pengisian Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama.</p>
<p></p>
<p>Setelah tiga nama diumumkan, keputusan akhir penentuan Sekda definitif sepenuhnya menjadi kewenangan Wali Kota Batu melalui hak prerogatif kepala daerah. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Satpol PP Kota Batu Intensifkan Pemberantasan Rokok dan Miras Ilegal</title>
<link>https://suarajatimpost.com/satpol-pp-kota-batu-intensifkan-pemberantasan-rokok-dan-miras-ilegal</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/satpol-pp-kota-batu-intensifkan-pemberantasan-rokok-dan-miras-ilegal</guid>
<description><![CDATA[ Sosialisasi pemberantasan barang tanpa cukai dimaksudkan agar masyarakat ikut aktif melaporkan apabila menemukan peredaran rokok maupun minuman ilegal di lingkungan masing-masing agar penindakan bisa dilakukan lebih cepat dan maksimal. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202605/image_870x580_6a13e0ee2bfcf.webp" length="34320" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 25 May 2026 12:48:15 +0700</pubDate>
<dc:creator>Choirul Anwar</dc:creator>
<media:keywords>Kota Batu, Cukai, Sosialisasi</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KOTA BATU, SJP</strong> – Pemerintah Kota Batu melalui Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) terus mengintensifkan pemberantasan peredaran rokok ilegal dan minuman keras tanpa cukai di wilayah Kota Batu. Upaya tersebut dilakukan melalui operasi gabungan serta sosialisasi kepada masyarakat dan pelaku usaha.</p>
<p></p>
<p>Plt Kasatpol PP Kota Batu, Fariz Pasharella Shahputra pada Senin (25/5/2026) mengatakan sepanjang tahun 2025 pihaknya berhasil menyita sebanyak 94.848 batang rokok ilegal dan 30 botol minuman keras tanpa cukai.</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202606/image_870x_6a1e9222047f1.webp" alt=""></p>
<p>“Pada 2025 lalu kami menyita 94.848 batang rokok ilegal dan 30 botol miras. Tahun ini harus lebih dari itu karena peredaran tanpa cukai sangat merugikan negara,” ujar Fariz.</p>
<p></p>
<p>Ia menjelaskan, operasi penindakan mulai digencarkan sejak Juni dengan total delapan kali operasi gabungan bersama aparat terkait. Kegiatan tersebut menyasar toko, kios, hingga titik distribusi yang diduga menjual barang tanpa pita cukai resmi.</p>
<p></p>
<p>Menurut Fariz, pada tahun ini Satpol PP mengalokasikan anggaran sekitar Rp400 juta untuk kegiatan penegakan hukum di bidang cukai. Nilai tersebut lebih rendah dibanding tahun sebelumnya karena adanya sisa lebih penggunaan anggaran (SiLPA).</p>
<p></p>
<p>“Anggaran tahun ini sekitar Rp400 juta untuk penegakan. Memang turun karena tahun kemarin masih banyak SiLPA,” katanya.</p>
<p></p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202605/image_870x_6a13e11d88332.webp" alt=""></p>
<p></p>
<p>Selain penindakan, Satpol PP juga menggencarkan edukasi kepada masyarakat. Peserta sosialisasi berasal dari perwakilan pedagang rokok se-Kota Batu serta pekerja sosial masyarakat agar pengawasan di lingkungan sekitar bisa lebih optimal.</p>
<p></p>
<p>Penindakan terhadap rokok dan minuman tanpa cukai tersebut mengacu pada sejumlah regulasi nasional. Salah satunya Undang-Undang Nomor 39 Tahun 2007 tentang Cukai yang merupakan perubahan atas UU Nomor 11 Tahun 1995.</p>
<p></p>
<p>Dalam Pasal 54 disebutkan bahwa setiap orang yang menawarkan, menyerahkan, menjual, atau menyediakan untuk dijual barang kena cukai yang tidak dilekati pita cukai dapat dipidana penjara paling singkat 1 tahun dan paling lama 5 tahun serta dikenai denda paling sedikit dua kali nilai cukai dan paling banyak 10 kali nilai cukai yang seharusnya dibayar.</p>
<p></p>
<p>Sementara itu, peredaran minuman keras ilegal juga berkaitan dengan Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2014 tentang Perdagangan serta aturan cukai lainnya yang mengatur distribusi dan legalitas barang kena cukai.</p>
<p></p>
<p>Fariz menegaskan bahwa pemberantasan rokok ilegal bukan semata persoalan penegakan hukum, tetapi juga perlindungan terhadap penerimaan negara dan masyarakat.</p>
<p></p>
<p>“Cukai ini masuk ke negara dan kembali lagi untuk pembangunan. Jadi ketika ada rokok ilegal atau miras tanpa cukai, negara dirugikan dan pengawasannya juga tidak jelas,” pungkasnya. <strong>(ADV)</strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>CPNS Malang Raya Jalani MCU di Karsa Husada Batu</title>
<link>https://suarajatimpost.com/cpns-malang-raya-jalani-mcu-di-karsa-husada-batu</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/cpns-malang-raya-jalani-mcu-di-karsa-husada-batu</guid>
<description><![CDATA[ Sementara itu, pelayanan MCU CPNS pekan ini hanya dibuka pada Senin, Selasa, dan Jumat. Sedangkan pada Rabu dan Kamis layanan dihentikan sementara karena libur Hari Raya Idul Adha ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202605/image_870x580_6a13ba05c7cff.webp" length="23278" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 25 May 2026 08:56:31 +0700</pubDate>
<dc:creator>Choirul Anwar</dc:creator>
<media:keywords>Kota Batu, MCU, Karsa Husada</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KOTA BATU, SJP</strong> – Ratusan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) angkatan 2025 dari wilayah Malang Raya mulai menjalani medical check up (MCU) di RSUD Karsa Husada Kota Batu sebagai salah satu syarat pengangkatan menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS).</p>
<p></p>
<p>Direktur RSUD Karsa Husada Kota Batu, Muhamad Rizal pada Senin (25/5/2027) menegaskan mengatakan pelayanan pemeriksaan kesehatan tersebut dimulai sejak Jumat lalu dan akan berlangsung hingga 31 Mei 2026.</p>
<p></p>
<p>“Medical check up ini untuk CPNS menuju PNS yang disyaratkan oleh TKD Pemprov. Pesertanya berasal dari wilayah Malang Raya,” ujar Rizal.</p>
<p></p>
<p>Ia menjelaskan, RSUD Karsa Husada menjadi rumah sakit yang direkomendasikan Pemerintah Provinsi Jawa Timur untuk pelaksanaan MCU CPNS di wilayah Malang Raya.</p>
<p></p>
<p>Dalam pelaksanaannya, peserta diwajibkan mendaftar secara daring sebelum datang langsung ke rumah sakit untuk mengikuti seluruh rangkaian pemeriksaan. Mengingat Karsa Husada menggunakan sistem one stop service. Sehingga peserta datang dan seluruh pemeriksaan sudah tersedia lengkap sesuai syarat dari Badan Kepegawaian Daerah.</p>
<p></p>
<p>Pemeriksaan yang dilakukan meliputi pemeriksaan fisik, psikotes, radiologi, patologi klinik, laboratorium, hingga tes kejiwaan. Menurut Rizal, hasil pemeriksaan tersebut nantinya menjadi salah satu pertimbangan bagi Badan Kepegawaian Daerah dalam proses penempatan CPNS.</p>
<p></p>
<p>“Dari pemeriksaan laboratorium, foto thorax, dan tes rohani menjadi salah satu approval. BKD juga mempertimbangkan hasil dari Karsa Husada terkait kecocokan penempatan CPNS di instansi tertentu,” imbuhnya.</p>
<p></p>
<p>Rizal memaparkan bahwa pihaknya membuka dua sesi pelayanan setiap hari dengan jumlah peserta mencapai sekitar 70 hingga 80 orang per hari dengan rincian pendaftaran online biasanya sekitar 60 orang, sisanya pendaftaran langsung atau on site.</p>
<p></p>
<p>Meski diperuntukkan bagi wilayah Malang Raya, Rizal menyebut peserta MCU juga datang dari sejumlah daerah lain di Jawa Timur. Bahkan, peserta terjauh yang tercatat sementara berasal dari Probolinggo. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Stunting Masih Jadi PR Untuk Kota Batu</title>
<link>https://suarajatimpost.com/stunting-masih-jadi-pr-untuk-kota-batu</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/stunting-masih-jadi-pr-untuk-kota-batu</guid>
<description><![CDATA[ Fenomena “lulus 10 masuk 10” tersebut kini menjadi alarm bahwa persoalan stunting bukan sekadar soal bantuan makanan tambahan, melainkan menyangkut pola pengasuhan, kesehatan lingkungan, hingga konsistensi pemantauan tumbuh kembang anak sejak usia dini ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202605/image_870x580_6a11423eee373.webp" length="27894" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sat, 23 May 2026 12:59:59 +0700</pubDate>
<dc:creator>Choirul Anwar</dc:creator>
<media:keywords>Kota Batu, Stunting, Penurunan</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KOTA BATU, SJP</strong> – Upaya menekan angka stunting di Kota Batu ternyata masih menghadapi tantangan serius. Meski berbagai program intervensi gizi terus digencarkan, prevalensi stunting di Kota Batu masih bertahan di kisaran 10 persen.</p>
<p></p>
<p>Kepala Dinkes Kota Batu Aditya Prasaja pada Sabtu (24/5/2026) menegaskan. bahwa pihaknya menemukan pola yang menjadi penghambat utama turunnya angka stunting secara signifikan. Fenomena itu disebut sebagai “lulus 10 masuk 10”.</p>
<p></p>
<p>"Istilah tersebut menggambarkan kondisi ketika sejumlah balita berhasil keluar dari kategori stunting, namun dalam waktu bersamaan muncul jumlah kasus baru yang hampir sama. Yang kami upayakan sekarang adalah memutus siklus itu,” ujarnya.</p>
<p></p>
<p>Menurutnya, pola tersebut membuat angka stunting sulit turun drastis meskipun program penanganan terus dilakukan di lapangan. Karena itu, strategi penanganan kini mulai diubah dengan memperkuat pencegahan sejak fase awal perlambatan pertumbuhan atau growth faltering.</p>
<p></p>
<p>Dinkes menilai banyak orang tua masih keliru memahami indikator tumbuh kembang anak. Sebagian besar hanya fokus pada kenaikan berat badan, padahal pertumbuhan tinggi badan juga menjadi indikator penting dalam mendeteksi potensi stunting.</p>
<p></p>
<p>“Kalau berat badan naik tapi tidak mencapai target minimal kelompok umur, itu sudah lampu kuning. Kondisi tersebut membuat kader posyandu kini diminta lebih aktif membaca grafik pertumbuhan anak secara detail, bukan sekadar mencatat kenaikan timbangan," imbuhnya.</p>
<p></p>
<p>Selain faktor pola asuh dan asupan gizi, Dinkes juga menemukan pengaruh faktor eksternal seperti cuaca ekstrem terhadap meningkatnya risiko stunting. Anak-anak yang sering mengalami sakit berulang seperti batuk dan pilek cenderung mengalami gangguan pertumbuhan karena energi tubuh lebih banyak digunakan untuk pemulihan dibanding pertumbuhan.</p>
<p></p>
<p>Akibatnya, tinggi dan berat badan anak sulit berkembang optimal meskipun pola makan sudah diperbaiki. Sehingga untuk mengantisipasi hal tersebut, Pemkot Batu kini memperkuat layanan Posyandu Integrasi Layanan Primer (ILP) hingga tingkat desa. Sistem skrining kesehatan dibuat lebih ketat agar potensi perlambatan pertumbuhan dapat terdeteksi lebih awal.</p>
<p></p>
<p>Distribusi bantuan nutrisi seperti susu subsidi juga mulai diperketat agar benar-benar tepat sasaran kepada keluarga dengan risiko tinggi stunting. Aditya juga menegaskan, penanganan stunting tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah atau tenaga kesehatan semata.</p>
<p></p>
<p>"Kesadaran orang tua dalam memantau tumbuh kembang anak secara rutin tetap menjadi faktor paling menentukan. Target kami tetap turun satu digit tahun ini,” pungkasnya. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Hadapi Perubahan Dunia Kerja, Pemkot Dorong Anak Muda Kota Batu Kuasai Skill Adaptif</title>
<link>https://suarajatimpost.com/hadapi-perubahan-dunia-kerja-pemkot-dorong-anak-muda-kota-batu-kuasai-skill-adaptif</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/hadapi-perubahan-dunia-kerja-pemkot-dorong-anak-muda-kota-batu-kuasai-skill-adaptif</guid>
<description><![CDATA[ Melalui penguatan kompetensi peningkatan skill adaptif, Pemkot Batu berharap kedepannya akan  lahir sumber daya manusia yang lebih survive,  kreatif, dan mampu bersaing di tengah perubahan ekonomi dan kebutuhan industri yang terus berkembang ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202605/image_870x580_6a1141a71b18a.webp" length="25498" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sat, 23 May 2026 11:57:41 +0700</pubDate>
<dc:creator>Choirul Anwar</dc:creator>
<media:keywords>Kota Batu, Adaptif, Pemuda</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KOTA BATU, SJP</strong> – Pemerintah Kota Batu mulai mendorong perubahan pola pikir generasi muda agar tidak lagi hanya mengandalkan ijazah dalam menghadapi persaingan kerja yang semakin dinamis. Penguasaan keterampilan praktis, kemampuan adaptasi, hingga sertifikasi kompetensi kini dinilai menjadi kebutuhan utama di tengah transformasi dunia kerja yang bergerak cepat.</p>
<p></p>
<p>Plt Wali Kota Batu, Heli Suyanto pada Sabtu (23/5/226) menegaskan bahwa sebelumnya dan menegaskan kepada pemuda bahwa tantangan dunia kerja saat ini tidak lagi cukup dijawab dengan pendidikan formal semata. Anak muda dituntut memiliki hard skill dan soft skill yang relevan dengan kebutuhan industri maupun perkembangan teknologi.</p>
<p></p>
<p>“Kalau hanya mengandalkan ijazah tanpa skill, akan sulit bertahan di era yang serba cepat seperti sekarang. Kuncinya belajar, konsisten, dan menjaga kepercayaan,” ujarnya.</p>
<p></p>
<p>Ia menilai perubahan pola kerja dan perkembangan teknologi digital telah mengubah kebutuhan pasar tenaga kerja secara signifikan. Karena itu, generasi muda Kota Batu diminta lebih siap beradaptasi dengan berbagai peluang profesi baru yang terus bermunculan.</p>
<p></p>
<p>Pelatihan yang disiapkan pemerintah pun diarahkan pada bidang yang dinilai memiliki prospek besar dan dekat dengan kebutuhan industri saat ini. Mulai dari digital marketing berbasis teknologi, operator K3, barista, hingga commercial make up.</p>
<p></p>
<p>"Selain untuk meningkatkan peluang kerja, program tersebut juga diarahkan agar peserta mampu menciptakan usaha mandiri dan membuka lapangan pekerjaan baru di lingkungannya masing-masing," imbuhnya. </p>
<p></p>
<p>Heli juga membagikan pengalaman pribadinya saat bekerja di sektor pemasaran perusahaan farmasi selama bertahun-tahun. Menurutnya, pengalaman kerja lapangan menjadi proses penting dalam membentuk mental, karakter, dan kemampuan bertahan seseorang di dunia profesional.</p>
<p></p>
<p>“Kesuksesan tidak datang instan. Semua butuh proses, konsistensi, dan kemauan belajar,” pungkasnya. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Jembatan Merah Putih Tulungrejo Diperbaiki, Akses Warga dan Distribusi Hasil Pertanian Kini Lebih Aman</title>
<link>https://suarajatimpost.com/jembatan-merah-putih-tulungrejo-diperbaiki-akses-warga-dan-distribusi-hasil-pertanian-kini-lebih-aman</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/jembatan-merah-putih-tulungrejo-diperbaiki-akses-warga-dan-distribusi-hasil-pertanian-kini-lebih-aman</guid>
<description><![CDATA[ Dengan rampungnya renovasi tersebut, konektivitas antarwilayah di Desa Tulungrejo diharapkan semakin lancar, sekaligus mendukung aktivitas ekonomi dan sosial masyarakat di kawasan lereng Bumiaji. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202605/image_870x580_6a1140f9c6fe4.webp" length="60932" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sat, 23 May 2026 09:54:55 +0700</pubDate>
<dc:creator>Choirul Anwar</dc:creator>
<media:keywords>Kota Batu, Jembatan, Pembangunan</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KOTA BATU, SJP </strong>– Warga Dusun Gerdu, Desa Tulungrejo, Kecamatan Bumiaji, kini dapat menikmati akses penghubung yang lebih aman dan nyaman setelah renovasi Jembatan Merah Putih Presisi resmi rampung dilakukan.</p>
<p>Kapolres Batu AKBP Aris Purwanto pada Sabtu (23/5/2026) bahwa kondisi jembatan sempat dikeluhkan warga karena mulai rapuh akibat faktor usia. Hal tersebut dikarenakan struktur yang menua serta kondisi fisik jembatan yang rusak menimbulkan kekhawatiran masyarakat, terutama saat digunakan untuk aktivitas harian maupun distribusi hasil pertanian.</p>
<p>"Kini jembatan sepanjang 15 meter dengan lebar 2 meter tersebut telah berdiri lebih kokoh dan layak digunakan sebagai jalur mobilitas warga. Keberadaan jembatan tersebut memiliki peran penting sebagai akses penghubung aktivitas masyarakat di wilayah Dusun Gerdu," urainya.</p>
<p>Lebih lanjut, ia menegaskan jembatan ini menjadi akses strategis warga untuk bekerja, bersekolah, hingga mengangkut hasil bumi. Dengan kondisi yang lebih baik, mobilitas masyarakat di klaim akan menjadi lebih aman dan lancar. </p>
<p>Renovasi dilakukan melalui kolaborasi antara Polres Batu, Pemerintah Desa Tulungrejo, dan Wisata Mikutopia sertamasyarakat sekitar secara gotong royong. Perbaikan difokuskan pada penguatan struktur jembatan agar mampu menopang aktivitas warga dalam jangka panjang.</p>
<p>"Selain menjadi akses transportasi warga, jembatan tersebut juga dinilai memiliki dampak langsung terhadap aktivitas ekonomi masyarakat, khususnya petani di kawasan Bumiaji yang setiap hari melintasi jalur tersebut untuk membawa hasil panen," imbuhnya.</p>
<p>Kepala Desa Tulungrejo, Suliono menyampaikan, renovasi jembatan sangat membantu masyarakat karena sebelumnya kondisi bangunan sudah cukup mengkhawatirkan. “Sekarang warga jauh lebih tenang saat melintas. Jembatan ini memang menjadi akses penting bagi aktivitas sehari-hari masyarakat,” tegasnya.</p>
<p>Senada, Manager Operasional Mikutopia Panji Akbar Ramadhani memaparkan sinergitas pembangunan jembatan merah putih dengan pihak polres dan masyarakat merupakan salah satu upaya untuk memberikan dampak ekonomi terhadap warga. "Sinergi bersama jajaran kepolisian menjadi bentuk dukungan terhadap terciptanya kawasan wisata yang aman, nyaman, dan ramah pengunjung," pungkasnya.<strong> (*)</strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Daya Beli Lesu, Begini Siasat Pedagang Kambing Musiman di Kota Batu agar Tak Merugi</title>
<link>https://suarajatimpost.com/daya-beli-lesu-begini-siasat-pedagang-kambing-musiman-di-kota-batu-agar-tak-merugi</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/daya-beli-lesu-begini-siasat-pedagang-kambing-musiman-di-kota-batu-agar-tak-merugi</guid>
<description><![CDATA[ Para pedagang berharap tren pembelian masyarakat akan terus meningkat mendekati Hari Raya Iduladha. Meski penjualan awal tahun ini belum seramai periode sebelumnya. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202605/image_870x580_6a1009cc00865.webp" length="57730" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Fri, 22 May 2026 16:00:24 +0700</pubDate>
<dc:creator>Choirul Anwar</dc:creator>
<media:keywords>Kota Batu, Kambing, Harga</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KOTA BATU, SJP</strong> - Menjelang Hari Raya Iduladha 2026, lapak pedagang kambing kurban musiman mulai bermunculan di sejumlah ruas jalan Kota Batu. Salah satu titik penjualan terlihat di kawasan Jalan Hasanuddin dengan harga kambing yang ditawarkan bervariasi mulai Rp 3 juta hingga Rp 8 juta per ekor.</p>
<p>Pedagang kambing, Muhammad Sholeh mengatakan, perbedaan harga dipengaruhi ukuran, bobot, serta kondisi fisik hewan kurban yang dijual. Yang paling murah awalnya Rp 2,5 juta namun karena Idul Adha sudah dekat jadi harganya naik menjadi Rp 3 juta.</p>
<p>"Nah sedangkan yang paling mahal sekitar Rp8 juta tergantung ukuran kambingnya. Kami dari Kediri membawa sekitar 30 ekor kambing jenis Jawa untuk dijual selama musim kurban tahun ini. Sebagian kambing berasal dari peternak luar daerah, sementara sebagian lainnya merupakan hasil ternak miliknya sendiri," paparnya.</p>
<p>Meski aktivitas penjualan mulai berjalan, Sholeh menilai daya beli masyarakat tahun ini belum seramai momentum Iduladha tahun sebelumnya. Menurutnya, pada periode yang sama tahun lalu penjualan kambing cenderung lebih cepat. Dalam sepekan, dirinya bahkan mampu menjual antara 10 hingga 15 ekor kambing dan tidak seperti tahun ini yang hanya terjual 7 ekor.</p>
<p>Kondisi tersebut membuat pedagang memilih lebih berhati-hati dalam menambah stok hewan kurban.</p>
<p>Mereka cenderung menyesuaikan jumlah pasokan dengan perkembangan pasar agar tidak mengalami kerugian.</p>
<p>“Saya tidak berani menyetok terlalu banyak. Kalau habis baru kulakan lagi sambil melihat situasi pasar. Selain itu kami memberikan penawaran menarik kepada pembeli yakni bagi yang sudah beli bisa dititipkan di sini sampai hari H tanpa biaya tambahan,” imbuhnya.</p>
<p>Sholeh juga memastikan seluruh kambing yang dijual berada dalam kondisi sehat dan layak dijadikan hewan kurban.</p>
<p>Pemeriksaan kesehatan hewan oleh petugas pemerintah juga telah dilakukan beberapa hari yang lalu oleh Pemkot Batu. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>96 Warga Batu Terima Bantuan RTLH Rp30 Juta per Rumah</title>
<link>https://suarajatimpost.com/96-warga-batu-terima-bantuan-rtlh-rp30-juta-per-rumah</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/96-warga-batu-terima-bantuan-rtlh-rp30-juta-per-rumah</guid>
<description><![CDATA[ Skema penyaluran dana juga dibuat khusus agar penggunaan bantuan benar-benar tepat sasaran. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202605/image_870x580_6a1007d91eed1.webp" length="67926" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Fri, 22 May 2026 15:30:10 +0700</pubDate>
<dc:creator>Choirul Anwar</dc:creator>
<media:keywords>Kota Batu, RTLH, Rp 30 Juta</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KOTA BATU, SJP</strong> — Pemerintah Kota Batu mulai merealisasikan Program Rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) reguler tahun anggaran 2026. Sebanyak 96 warga dipastikan menerima bantuan stimulan senilai Rp30 juta per rumah untuk memperbaiki hunian agar lebih layak, aman, dan sehat.</p>
<p>Kepala Bidang Perumahan Disperkim Kota Batu, Prasetyo Bagus Wicaksono, pada Jumat (22/5/2026) menegaskan bahwa program tersebut dijalankan melalui Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim) Kota Batu sebagai bagian dari upaya pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat di sektor perumahan.</p>
<p>"Awalnya terdapat 98 calon penerima bantuan yang lolos verifikasi administrasi. Namun dalam proses berjalan, satu penerima mengundurkan diri dan satu lainnya meninggal dunia sehingga jumlah penerima bantuan berkurang menjadi 96 orang," kata dia.</p>
<p>Ia menegaskan bahwa seluruh penerima memperoleh bantuan penuh sebesar Rp30 juta tanpa potongan apa pun. Skema penyaluran dana juga dibuat khusus agar penggunaan bantuan benar-benar tepat sasaran.</p>
<p>Sebagian besar dana, yakni Rp25,5 juta, langsung dibayarkan kepada toko bangunan dalam bentuk material konstruksi. Sementara itu, sisanya sebesar Rp4,5 juta diberikan untuk biaya tukang dan ditransfer langsung ke rekening penerima bantuan.</p>
<p>"Dana untuk tukang dibayarkan dalam dua tahap. Tahap pertama sebesar Rp2,25 juta dicairkan saat ini, sedangkan sisanya diberikan setelah progres pembangunan rumah mencapai 100 persen," imbuhnya.</p>
<p>Program RTLH tersebut menjadi salah satu program prioritas Pemkot Batu dalam meningkatkan kualitas hunian masyarakat berpenghasilan rendah. </p>
<p>Pemerintah daerah menilai bahwa rumah layak huni tidak hanya berkaitan dengan bangunan fisik, tetapi juga menyangkut kesehatan, keamanan, dan kualitas hidup warga.</p>
<p>Selain memperbaiki kondisi rumah, program ini juga diharapkan mampu mengurangi kawasan hunian tidak layak sekaligus memperkuat aspek sosial masyarakat. </p>
<p>"Pemerintah ingin memastikan masyarakat memiliki tempat tinggal yang layak, sehat, dan aman untuk ditinggali bersama keluarga," pungkasnya. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Bukan Dibegal, Motor Driver Ojol di Batu Ternyata Dibawa Kabur Komplotan Kencan Online</title>
<link>https://suarajatimpost.com/bukan-dibegal-motor-driver-ojol-di-batu-ternyata-dibawa-kabur-komplotan-kencan-online</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/bukan-dibegal-motor-driver-ojol-di-batu-ternyata-dibawa-kabur-komplotan-kencan-online</guid>
<description><![CDATA[ Korban sempat merekayasa cerita dengan mengaku menjadi korban begal bersenjata karena malu mengakui kejadian yang sebenarnya. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202605/image_870x580_6a1006eb8029d.webp" length="37214" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Fri, 22 May 2026 15:00:00 +0700</pubDate>
<dc:creator>Choirul Anwar</dc:creator>
<media:keywords>Kota Batu, Curas, Modus</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KOTA BATU, SJP</strong> — Kasus pencurian dengan kekerasan (curas) bermodus kencan online yang terjadi di Kota Batu akhirnya berhasil diungkap oleh Satreskrim Polres Batu. </p>
<p>Dalam kasus ini, korban bahkan sempat merekayasa cerita dengan mengaku menjadi korban begal bersenjata karena malu mengakui kejadian yang sebenarnya.</p>
<p>Ps. Kasi Humas Polres Batu, Iptu M. Huda Rohman, pada Jumat (22/5/2026) menegaskan bahwa dua terduga pelaku masing-masing berinisial RA (24) dan N (21), asal Kendari, Sulawesi Tenggara, berhasil diamankan oleh polisi di sebuah rumah kos di kawasan Desa Beji, Kecamatan Junrejo, pada Ahad malam (17/5/2026).</p>
<p>"Kasus tersebut bermula dari laporan seorang pria berinisial AF yang mengaku menjadi korban perampokan saat bekerja sebagai pengemudi ojek online. Dalam laporan awalnya, AF mengaku didorong hingga terjatuh di Jalan Sarimun Gang Punden, Desa Beji, lalu sepeda motor Honda Vario miliknya dirampas tiga orang bersenjata tajam. Akibat kejadian itu, korban mengklaim mengalami kerugian sekitar Rp 20 juta," urainya.</p>
<p>Namun, setelah dilakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan pemeriksaan sejumlah saksi, polisi menemukan banyak kejanggalan dalam laporan tersebut. Dari hasil penyelidikan dan pendalaman, ditemukan indikasi kuat bahwa laporan awal korban tidak sesuai dengan fakta.</p>
<p>Polisi kemudian kembali memeriksa AF secara intensif hingga akhirnya korban mengakui bahwa cerita pembegalan tersebut hanyalah karangan untuk menutupi fakta sebenarnya. AF mengaku datang ke lokasi untuk bertemu dengan seorang perempuan berinisial N yang dikenalnya melalui media sosial.</p>
<p>"Korban merasa malu sehingga membuat laporan seolah-olah menjadi korban perampokan. Saat berada di lokasi, muncul seorang pria berinisial RA yang mengaku sebagai kakak dari N. Pelaku kemudian meminjam sepeda motor korban dengan alasan tertentu sebelum akhirnya membawa kabur kendaraan tersebut," imbuhnya.</p>
<p>Tak lama kemudian, N juga meninggalkan lokasi dan seluruh nomor kontak korban langsung diblokir. Berbekal pengakuan korban serta rekaman CCTV di sekitar lokasi, Unit Resmob Satreskrim Polres Batu bergerak cepat melakukan pelacakan hingga akhirnya berhasil menangkap kedua pelaku di kamar kos mereka di Desa Beji.</p>
<p>Dalam penangkapan tersebut, polisi turut mengamankan sejumlah barang bukti berupa pakaian, helm hitam, serta rekaman CCTV yang memperlihatkan aktivitas pelaku di sekitar lokasi kejadian. Tidak hanya itu, dari hasil pemeriksaan sementara, kedua pelaku juga diduga telah menjalankan aksi serupa di lokasi lain.</p>
<p>"Mereka mengaku sebelumnya juga pernah melakukan tindak pidana dengan modus yang sama dan berhasil membawa kabur sepeda motor Honda Scoopy milik korban lain," tandasnya. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Pemkot Batu Jamin Hewan Kurban Aman dan Sehat</title>
<link>https://suarajatimpost.com/pemkot-batu-jamin-hewan-kurban-aman-dan-sehat</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/pemkot-batu-jamin-hewan-kurban-aman-dan-sehat</guid>
<description><![CDATA[ Selain memberi rasa aman bagi pembeli, langkah tersebut diharapkan mampu meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap peternak lokal sehingga penjualan hewan kurban selama musim Iduladha tetap bergerak positif. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202605/image_870x580_6a0d6afd62a11.webp" length="38958" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 20 May 2026 16:59:53 +0700</pubDate>
<dc:creator>Choirul Anwar</dc:creator>
<media:keywords>Kota Batu, Idul Adha, Jaminan</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KOTA BATU, SJP</strong> - Pemerintah Kota Batu memastikan masyarakat tidak perlu khawatir saat membeli hewan kurban menjelang Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah. Pemkot Batu menjamin hewan kurban yang diperjualbelikan di wilayah Kota Batu berada dalam kondisi sehat, layak, dan aman untuk dikurbankan.</p>
<p></p>
<p>Plt Wali Kota Batu Heli Suyanto pada Rabu (20/5/2026) membeberkan jaminan tersebut ditegaskan usai Pemkot Batu melakukan inspeksi kesehatan hewan kurban di sejumlah peternakan dan lapak penjualan ternak di Kota Batu.</p>
<p></p>
<p>“Warga tidak perlu waswas saat membeli hewan kurban di Kota Batu. Dari hasil pemeriksaan klinis, seluruh hewan yang kami cek dinyatakan sehat dan layak,” ujarnya.</p>
<p></p>
<p>Pemeriksaan dilakukan secara detail mulai dari kondisi fisik ternak, kebersihan kandang, hingga memastikan tidak ada indikasi penyakit menular seperti Penyakit Mulut dan Kuku (PMK).</p>
<p></p>
<p>Selain pemeriksaan kesehatan, petugas juga memberikan vitamin tambahan kepada ternak agar daya tahan tubuh hewan tetap terjaga hingga hari penyembelihan. Heli juga menegaskan, pengawasan ini merupakan bentuk perlindungan pemerintah terhadap masyarakat sebagai konsumen, sekaligus menjaga kepercayaan publik terhadap kualitas hewan kurban yang dipasarkan peternak lokal.</p>
<p></p>
<p>“Pemerintah ingin memastikan masyarakat mendapatkan hewan kurban yang benar-benar sehat dan aman. Ini bagian dari perlindungan konsumen sekaligus menjaga ketenangan masyarakat saat beribadah,” imbuhnya.</p>
<p></p>
<p>Pemkot Batu juga memperketat pengawasan lalu lintas ternak dari luar daerah. Setiap hewan yang masuk wajib dilengkapi Surat Keterangan Kesehatan Hewan (SKKH) guna mencegah potensi penyebaran penyakit.</p>
<p></p>
<p>"Pengawasan dilakukan secara langsung bersama tim gabungan dari Dinas Pertanian, Dinas Kesehatan, serta dokter hewan guna memastikan seluruh hewan yang dijual memenuhi standar kesehatan dan syariat dan dijalankan secara kontinyu sampai hari ini," pungkasnya. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>DPRD Kota Batu Warning Pemkot: Jangan Sampai Dinas Baru Bikin Birokrasi Gemuk</title>
<link>https://suarajatimpost.com/dprd-kota-batu-warning-pemkot-jangan-sampai-dinas-baru-bikin-birokrasi-gemuk</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/dprd-kota-batu-warning-pemkot-jangan-sampai-dinas-baru-bikin-birokrasi-gemuk</guid>
<description><![CDATA[ DPRD menginginkan struktur perangkat daerah nantinya benar-benar menjadi solusi atas kebutuhan pelayanan publik dan penguatan tata kelola pemerintahan yang lebih adaptif, profesional, serta sejalan dengan arah pembangunan Kota Batu ke depan ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202605/image_870x580_6a0d6a6b785cc.webp" length="39788" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 20 May 2026 16:30:26 +0700</pubDate>
<dc:creator>Choirul Anwar</dc:creator>
<media:keywords>Kota Batu, Birokrasi, Anggaran</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KOTA BATU, SJP</strong> - Rencana Pemerintah Kota Batu membentuk dua organisasi perangkat daerah (OPD) baru mulai mendapat sorotan serius dari kalangan legislatif. DPRD Kota Batu mengingatkan agar penataan kelembagaan tidak justru melahirkan birokrasi gemuk yang membebani keuangan daerah.</p>
<p></p>
<p>Anggota DPRD Nasdem Sujono Djonet pada Rabu (20/5/226) menguraikan bahwa pembentukan OPD baru tidak boleh sekadar menambah struktur birokrasi tanpa diikuti peningkatan efektivitas pelayanan publik.</p>
<p></p>
<p>“Penataan SOTK memang diperlukan untuk menjawab kebutuhan pembangunan daerah. Tetapi prinsipnya harus miskin struktur namun kaya fungsi, karena keberhasilan reformasi birokrasi tidak diukur dari banyaknya dinas baru yang dibentuk, melainkan dari seberapa efektif tata kelola pemerintahan berjalan setelah restrukturisasi dilakukan," ujarnya.</p>
<p></p>
<p>DPRD juga mengingatkan bahwa belanja pegawai daerah wajib tetap terkendali sesuai ketentuan nasional, yakni tidak melampaui 30 persen dari total APBD. Karena itu, pembentukan OPD baru harus dihitung secara matang agar tidak memicu pembengkakan anggaran rutin pemerintah daerah.</p>
<p></p>
<p>“Jangan sampai penambahan dinas justru membebani APBD dan mengurangi ruang anggaran pembangunan yang langsung menyentuh masyarakat,” tegasnya.</p>
<p></p>
<p>Selain aspek anggaran, DPRD turut menyoroti potensi tumpang tindih kewenangan pada masa transisi kelembagaan. Pemerintah daerah diminta segera menyiapkan roadmap penataan organisasi secara komprehensif, mulai dari pengelolaan aset, distribusi sumber daya manusia (SDM), hingga penyusunan standar operasional prosedur (SOP).</p>
<p></p>
<p>Langkah itu dinilai penting agar perubahan struktur organisasi tidak mengganggu pelayanan publik di tengah proses penyesuaian birokrasi. Legislatif juga meminta seluruh proses penataan dilakukan berbasis analisis jabatan (Anjab) dan analisis beban kerja (ABK), sebagaimana diamanatkan dalam Peraturan Pemerintah Nomor 18 Tahun 2016 tentang Perangkat Daerah.</p>
<p></p>
<p>Tak kalah penting, DPRD menekankan penerapan sistem merit dalam pengisian jabatan pada OPD baru. Penempatan ASN diminta benar-benar berdasarkan kompetensi dan profesionalitas, bukan faktor kedekatan maupun kepentingan politik.</p>
<p></p>
<p>“Penempatan pejabat harus benar-benar the right man on the right place. Transparansi menjadi kunci agar reformasi birokrasi ini berjalan sehat,” pungkasnya.<strong> (*)</strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Sempat Dirawat Beberapa Jam, Kakek Pejalan Kaki Korban Tabrak Motor di Batu Tewas</title>
<link>https://suarajatimpost.com/sempat-dirawat-beberapa-jam-kakek-pejalan-kaki-korban-tabrak-motor-di-batu-tewas</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/sempat-dirawat-beberapa-jam-kakek-pejalan-kaki-korban-tabrak-motor-di-batu-tewas</guid>
<description><![CDATA[ Peristiwa kecelakaan di kawasan padat kndaraan Jalan Raya Brantas kembali menjadi pengingat pentingnya kewaspadaan bagi seluruh pengguna jalan, baik pengendara maupun pejalan kaki. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202605/image_870x580_6a0d694778c50.webp" length="53704" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 20 May 2026 16:00:40 +0700</pubDate>
<dc:creator>Choirul Anwar</dc:creator>
<media:keywords>Kota Batu, Kecelakaan, Meninggal Dunia</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KOTA BATU, SJP</strong> - Seorang pejalan kaki lanjut usia bernama M Fauzi (66), warga Kelurahan Sisir, Kecamatan Batu, Kota Batu, meninggal dunia setelah sempat menjalani perawatan intensif selama beberapa jam akibat kecelakaan lalu lintas yang terjadi pada Selasa sore (19/5/2026).</p>
<p></p>
<p>Kanit Gakkum Satlantas Polres Batu, Ipda Agus Atang Wibowo pada Rabu (20/5/2026) menegaskan bahwa korban sebelumnya tertabrak sepeda motor Yamaha X Max bernomor polisi N 3133 ABF yang dikendarai Reno Dion Prasetyo (19), seorang pelajar asal Kota Malang.</p>
<p></p>
<p>"Berdasarkan hasil olah tempat kejadian perkara (TKP), kecelakaan bermula saat sepeda motor melaju dari arah utara menuju selatan dengan kecepatan sekitar 60 kilometer per jam," urainya.</p>
<p></p>
<p>Saat kendaraan melintas, korban diduga menyeberang jalan dari arah timur ke barat tanpa memperhatikan arus kendaraan yang datang dari sisi kanan jalan. Diduga korban menyeberang tanpa melihat arah datangnya kendaraan sehingga kemudian terjadi kecelakaan.</p>
<p></p>
<p>Benturan keras membuat Fauzi mengalami luka berat di bagian kepala disertai luka lecet pada kedua tangan dan kaki. Korban sempat dilarikan ke RS Bhayangkara Hasta Brata Kota Batu untuk mendapatkan penanganan medis.</p>
<p></p>
<p>"Namun setelah menjalani perawatan selama beberapa jam, nyawa korban akhirnya tidak tertolong saat malam hari. Korban meninggal dunia saat menjalani perawatan di RS Bhayangkara Hasta Brata Kota Batu,” imbuhnya.</p>
<p></p>
<p>Sementara itu, pengendara sepeda motor juga mengalami luka robek pada bagian pipi kiri dan masih menjalani perawatan di rumah sakit yang sama. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Pemkot Batu Perkuat Tata Kelola Aset Daerah, Fokus Cegah Aset Mangkrak dan Tingkatkan Transparansi</title>
<link>https://suarajatimpost.com/pemkot-batu-perkuat-tata-kelola-aset-daerah-fokus-cegah-aset-mangkrak-dan-tingkatkan-transparansi</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/pemkot-batu-perkuat-tata-kelola-aset-daerah-fokus-cegah-aset-mangkrak-dan-tingkatkan-transparansi</guid>
<description><![CDATA[ Revisi Perda Pengelolaan Barang Milik Daerah tersebut dapat segera dibahas lebih lanjut bersama DPRD hingga ditetapkan menjadi regulasi definitif yang mampu memperkuat akuntabilitas pengelolaan aset di lingkungan Pemkot Batu ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202605/image_870x580_6a0c42411cc30.webp" length="14734" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Tue, 19 May 2026 19:00:52 +0700</pubDate>
<dc:creator>Choirul Anwar</dc:creator>
<media:keywords>Kota Batu, Tata Kelola, Aset Daerah</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KOTA BATU, SJP</strong> - Pemerintah Kota Batu menegaskan komitmennya memperkuat tata kelola aset daerah agar lebih transparan, produktif, dan akuntabel melalui pembahasan perubahan regulasi pengelolaan Barang Milik Daerah (BMD).</p>
<p>Plt Wali Kota Batu, Heli Suyanto pada Selasa (19/5/2026) bahwa Pemkot Batu menaruh perhatian serius terhadap revisi Peraturan Daerah Nomor 3 Tahun 2019 tentang Pengelolaan Barang Milik Daerah. Perubahan regulasi dinilai penting untuk menjawab kebutuhan tata kelola aset yang lebih modern di tengah perkembangan sistem pemerintahan dan tuntutan transparansi publik.</p>
<p>“Rancangan Peraturan Daerah yang telah disampaikan sangat penting dan diharapkan dapat segera terwujud demi menunjang penyelenggaraan pemerintahan daerah serta meningkatkan kesejahteraan dan pelayanan kepada masyarakat Kota Batu,” ujar Heli.</p>
<p>Melalui revisi aturan tersebut, pemerintah daerah ingin memastikan seluruh aset milik daerah tidak hanya tercatat secara administratif, tetapi juga mampu memberikan manfaat nyata bagi pelayanan publik maupun peningkatan nilai ekonomi daerah.</p>
<p>Langkah pembenahan tata kelola aset juga diarahkan untuk meminimalkan potensi aset mangkrak, ketidaksesuaian data inventaris, hingga persoalan pemanfaatan aset yang selama ini dinilai belum optimal.</p>
<p>"Pemkot Batu menilai pengelolaan aset daerah harus dilakukan secara profesional karena berkaitan langsung dengan efisiensi penggunaan anggaran dan keberlanjutan pembangunan daerah," imbuhnya.</p>
<p>Selain itu, penguatan tata kelola aset juga dipandang penting untuk mendukung sistem pemerintahan berbasis digital dan terintegrasi. Dengan pengelolaan yang lebih akurat dan transparan, pemerintah dapat memetakan aset secara real time sekaligus memperkuat pengawasan internal. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>SPMB SMP Negeri di Kota Batu Terapkan Sistem Online Penuh, Kuota Domisili Masih Terbesar</title>
<link>https://suarajatimpost.com/spmb-smp-negeri-di-kota-batu-terapkan-sistem-online-penuh-kuota-domisili-masih-terbesar</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/spmb-smp-negeri-di-kota-batu-terapkan-sistem-online-penuh-kuota-domisili-masih-terbesar</guid>
<description><![CDATA[ Melalui sistem daring penuh tersebut, Pemkot Batu berharap proses penerimaan siswa baru berjalan lebih objektif, akuntabel, dan merata bagi seluruh masyarakat. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202605/image_870x580_6a0c41aa5f833.webp" length="51818" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Tue, 19 May 2026 18:32:04 +0700</pubDate>
<dc:creator>Choirul Anwar</dc:creator>
<media:keywords>Kota Batu, SPMB, Online</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KOTA BATU, SJP</strong> - Pemerintah Kota Batu resmi memberlakukan sistem pendaftaran daring penuh dalam pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) jenjang SMP Negeri Tahun Ajaran 2026/2027. Kebijakan tersebut diterapkan untuk memperkuat transparansi sekaligus menekan potensi praktik titipan dalam penerimaan siswa baru.</p>
<p>Kepala Dinas Pendidikan Kota Batu, Alfi Nurhidayat pada Selasa (19/5/2026) menegaskan aturan itu tertuang dalam Keputusan Wali Kota Batu Nomor 188.45/85/KEP/35.79.112/2026 tentang petunjuk teknis pelaksanaan SPMB SMP Negeri.</p>
<p>“SPMB tahun ini seluruhnya dilaksanakan secara online. Sistem ini dibuat agar proses penerimaan lebih transparan dan memudahkan masyarakat dalam mengakses layanan pendidikan,” ujarnya.</p>
<p>Dalam pelaksanaannya, terdapat empat jalur penerimaan siswa baru yang dibuka, yakni jalur domisili, afirmasi, prestasi, dan mutasi. Dimana jalur domisili tetap menjadi jalur dengan kuota terbesar, yakni mencapai 40 persen dari total daya tampung sekolah. Sementara jalur afirmasi mendapat kuota 20 persen, jalur prestasi 35 persen, dan jalur mutasi sebesar 5 persen.</p>
<p>Jalur afirmasi diprioritaskan bagi siswa dari keluarga kurang mampu dan penyandang disabilitas. Sedangkan jalur prestasi diperuntukkan bagi siswa dengan capaian akademik maupun nonakademik, termasuk hafidz atau penghafal kitab suci.</p>
<p>Kabid Pembinaan SMP Dinas Pendidikan Kota Batu, Cahyawisesa Sri Rama Atmaja, menambahkan bahwa dari total kuota yang tersedia, pemerintah juga mengalokasikan ruang sebesar 4 persen khusus bagi penyandang disabilitas.</p>
<p>Menurut Rama, total daya tampung sembilan SMP Negeri di Kota Batu tahun ini mencapai 1.618 siswa yang terbagi dalam 51 rombongan belajar (rombel).</p>
<p>“Contohnya SMP Negeri 1 Batu memiliki kapasitas 10 rombel atau 320 siswa. Untuk jalur domisili, kami sudah memetakan berdasarkan wilayah RW agar distribusi siswa lebih adil,” terangnya.</p>
<p>Ia menjelaskan calon siswa yang dapat mendaftar ke SMP Negeri 1 Batu berasal dari tujuh desa dan kelurahan, yakni Ngaglik, Sisir, Temas, Oro-Oro Ombo, Pesanggrahan, Sumberejo, dan Songgokerto.</p>
<p>Selain syarat domisili, calon siswa juga diwajibkan berusia maksimal 15 tahun per 1 Juli 2026 serta telah lulus SD atau sederajat. Dokumen kependudukan seperti kartu keluarga wajib diterbitkan minimal satu tahun sebelum pendaftaran berlangsung.</p>
<p>“Orang tua juga wajib menandatangani surat pernyataan keaslian dokumen bermeterai sebagai bentuk pertanggungjawaban hukum,” pungkasnya. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Pemkot Batu Perketat Pengawasan Hewan Kurban Jelang Iduladha 2026</title>
<link>https://suarajatimpost.com/pemkot-batu-perketat-pengawasan-hewan-kurban-jelang-iduladha-2026</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/pemkot-batu-perketat-pengawasan-hewan-kurban-jelang-iduladha-2026</guid>
<description><![CDATA[ Selain untuk menjaga keamanan konsumsi hewan kurban, langkah ini juga dilakukan guna melindungi populasi ternak lokal dari potensi penyebaran penyakit menular yang dapat merugikan peternak maupun masyarakat luas ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202605/image_870x580_6a0c4132c5cc9.webp" length="37144" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Tue, 19 May 2026 18:03:05 +0700</pubDate>
<dc:creator>Choirul Anwar</dc:creator>
<media:keywords>Kota Batu, Idul Adha, Mitigasi</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KOTA BATU, SJP</strong> - Pemerintah Kota Batu mulai memperketat pengawasan kesehatan hewan kurban menjelang Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah. Melalui Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (Distan KP), pengawasan dilakukan berlapis mulai dari vaksinasi massal, pemeriksaan kesehatan ternak di lapak penjualan, hingga pengetatan lalu lintas hewan masuk ke Kota Batu.</p>
<p>Kepala Distan KP Kota Batu, Hendry Suseno pada Selasa (19/5/2026) mengatakan pemeriksaan kesehatan hewan kurban akan dilakukan sekitar 10 hari sebelum Iduladha. Sasaran pengawasan mencakup peternakan maupun lapak penjualan musiman yang mulai bermunculan di sejumlah titik Kota Batu.</p>
<p>“Sekitar 10 hari sebelum Iduladha kami akan melakukan pemeriksaan kesehatan sekaligus pendataan hewan ternak kurban yang dijual, baik di lapak penjualan maupun di peternakan,” ujarnya.</p>
<p>Langkah pengawasan tersebut diperkuat dengan program vaksinasi Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) yang telah dilakukan sejak awal tahun. Sepanjang Februari hingga April 2026, Distan KP Kota Batu tercatat telah menyuntikkan sekitar 10 ribu dosis vaksin kepada sapi, kambing, dan domba.</p>
<p>Pemerintah daerah tidak ingin kecolongan terhadap potensi masuknya ternak yang terindikasi sakit, terutama setelah PMK sempat menjadi ancaman serius bagi peternak beberapa tahun terakhir.</p>
<p>“Tim kesehatan hewan telah melaksanakan vaksinasi PMK terhadap ternak sejak awal tahun sebagai langkah pencegahan menjelang Iduladha,” imbuhnya kepada awak media. </p>
<p>Oleh karena itu, pengawasan lalu lintas ternak dari luar daerah juga diperketat. Setiap hewan yang masuk ke Kota Batu diwajibkan memiliki Surat Keterangan Kesehatan Hewan (SKKH) yang diterbitkan otoritas veteriner daerah asal.</p>
<p>SKKH tersebut menjadi syarat utama untuk memastikan ternak telah melalui pemeriksaan klinis dan dinyatakan sehat sebelum diperjualbelikan kepada masyarakat.<strong> (*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Tourism Service Center Jatim Park Group Hadirkan Paket Wisata Eksklusif, Permudah Wisatawan Menjelajahi Kota Batu</title>
<link>https://suarajatimpost.com/tourism-service-center-jatim-park-group-hadirkan-paket-wisata-eksklusif-permudah-wisatawan-menjelajahi-kota-batu</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/tourism-service-center-jatim-park-group-hadirkan-paket-wisata-eksklusif-permudah-wisatawan-menjelajahi-kota-batu</guid>
<description><![CDATA[ Kehadiran layanan ini sekaligus menjadi bentuk komitmen Jatim Park Group dalam mendukung pertumbuhan sektor pariwisata daerah melalui integrasi layanan yang lebih modern dan berorientasi pada kebutuhan wisatawan. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202606/image_870x580_6a1d630e24d2f.webp" length="42932" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Tue, 19 May 2026 17:48:02 +0700</pubDate>
<dc:creator>Choirul Anwar</dc:creator>
<media:keywords>Kota Batu, Jatim Park Group, Tourism Service Center</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KOTA BATU, SJP </strong>– Jawa Timur Park Group menghadirkan layanan terpadu melalui Tourism Service Center (TSC) sebagai upaya mempermudah wisatawan menikmati berbagai destinasi dan layanan pariwisata di Kota Batu. Kehadiran TSC diharapkan menjadi jembatan yang menghubungkan berbagai elemen pariwisata, mulai dari akomodasi, transportasi, destinasi wisata, hingga promosi produk UMKM dalam satu layanan yang terintegrasi.</p>
<p></p>
<p>Manager Marketing and Public Relation Jatim Park Group, Titik S. Aryanto pada Jumat (19/5/2026) mengatakan Tourism Service Center dirancang untuk memberikan kemudahan bagi wisatawan dalam merencanakan perjalanan sekaligus mendukung penguatan ekosistem pariwisata Kota Batu secara menyeluruh.</p>
<p></p>
<p>“Melalui Tourism Service Center, kami ingin menghadirkan layanan wisata terpadu yang tidak hanya mempermudah wisatawan menikmati destinasi Jawa Timur Park Group, tetapi juga ikut menghidupkan ekosistem pariwisata Kota Batu secara menyeluruh. Harapannya, TSC dapat menjadi gateway bagi wisatawan untuk menikmati pengalaman wisata Kota Batu yang lebih lengkap, praktis, dan berkesan,” ujarnya.</p>
<p></p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202606/image_870x_6a1d63595064b.webp" alt=""></p>
<p>Melalui TSC, wisatawan dapat memperoleh berbagai layanan mulai dari informasi hotel, rekomendasi wisata alam dan budaya, dukungan promosi produk UMKM lokal, hingga sistem transportasi wisata yang terintegrasi. Selain itu, tersedia pula paket wisata domestik maupun internasional yang dirancang untuk memberikan pengalaman perjalanan yang lebih efisien dan nyaman.</p>
<p></p>
<p>Sebagai layanan terbaru, Tourism Service Center juga menawarkan berbagai paket wisata eksklusif yang hanya dapat diperoleh melalui TSC. Salah satunya adalah paket menginap di hotel-hotel milik Jatim Park Group yang dipadukan dengan tiket masuk theme park sesuai pilihan wisatawan. Paket tersebut mencakup sejumlah akomodasi seperti 1979 Social Hotel, Senyum World Hotel, Klub Bunga Theme Park Hotel, Pohon Inn Hotel, hingga Hellena Hotel.</p>
<p></p>
<p>"TSC juga menyediakan paket Sakti 2 Hari 1 Malam serta Paket Super Sakti 3 Hari 2 Malam yang memungkinkan wisatawan menikmati kunjungan ke sejumlah destinasi unggulan Jawa Timur Park Group dalam satu paket perjalanan. Selain itu, tersedia layanan penitipan barang, penukaran mata uang asing, hingga informasi lengkap mengenai destinasi wisata di Kota Batu maupun daerah lain di Indonesia," imbuhnya.</p>
<p></p>
<p>Berlokasi di area Main Gate Jatim Park 3, tepatnya di bawah Jembatan Layang, Tourism Service Center diharapkan menjadi titik awal bagi wisatawan untuk merancang perjalanan yang lebih terencana, praktis, dan nyaman selama berada di Kota Batu. <strong>(***)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Heli Suyanto Jawab Sorotan Fraksi DPRD atas Tiga Raperda Strategis Kota Batu</title>
<link>https://suarajatimpost.com/heli-suyanto-jawab-sorotan-fraksi-dprd-atas-tiga-raperda-strategis-kota-batu</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/heli-suyanto-jawab-sorotan-fraksi-dprd-atas-tiga-raperda-strategis-kota-batu</guid>
<description><![CDATA[ Plt Wali Kota Batu Heli Suyanto menyampaikan bahwa seluruh masukan DPRD akan menjadi bahan pembahasan lanjutan antara panitia khusus DPRD dan tim pemerintah daerah sebelum ketiga raperda tersebut disahkan ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202605/image_870x580_6a0affa91eaa7.webp" length="13728" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 18 May 2026 21:19:03 +0700</pubDate>
<dc:creator>Choirul Anwar</dc:creator>
<media:keywords>Kota Batu, Paripurna, Raperda</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KOTA BATU, SJP</strong> – Plt Wali Kota Batu Heli Suyanto menyampaikan jawaban resmi pemerintah daerah atas pandangan umum fraksi-fraksi DPRD terkait pembahasan tiga Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) strategis dalam rapat paripurna DPRD Kota Batu, Senin (18/5/2026).</p>
<p>Orang nomor dua di Kota Batu itu membeberkan bahwa pemerintah daerah menerima berbagai kritik, masukan, dan catatan yang disampaikan fraksi-fraksi DPRD sebagai bagian dari proses penyempurnaan regulasi.</p>
<p>“Kami menyampaikan terima kasih atas pandangan umum, saran, dan masukan yang telah disampaikan fraksi-fraksi DPRD terhadap tiga raperda yang diajukan pemerintah daerah,” ujar Heli dalam rapat paripurna.</p>
<p>Terkait sorotan DPRD mengenai semakin menyusutnya lahan pertanian di Kota Batu, Heli memastikan pemerintah daerah berkomitmen memperkuat perlindungan terhadap lahan pangan berkelanjutan melalui regulasi yang lebih terintegrasi dan memiliki kepastian hukum.</p>
<p>Raperda LP2B disebut menjadi langkah strategis untuk menjaga ketahanan pangan daerah sekaligus mengendalikan alih fungsi lahan yang terus meningkat akibat tekanan pembangunan dan investasi.</p>
<p>Selain itu, pemerintah daerah juga menanggapi perhatian DPRD terkait penataan organisasi perangkat daerah. Heli menegaskan perubahan susunan perangkat daerah dilakukan untuk memperkuat efektivitas birokrasi dan pelayanan publik.</p>
<p>“Penyesuaian kelembagaan dilakukan agar organisasi pemerintahan lebih efektif, efisien, dan mampu mendukung visi pembangunan daerah,” katanya.</p>
<p>Ia memastikan proses penataan kelembagaan tetap mengacu pada aturan perundang-undangan, analisis kebutuhan organisasi, serta mempertimbangkan kemampuan keuangan daerah.</p>
<p>Sementara terkait Raperda perubahan pengelolaan barang milik daerah, Heli menyebut pemerintah daerah sepakat bahwa tata kelola aset harus dibenahi secara lebih profesional dan transparan.</p>
<p>Menurutnya, penguatan inventarisasi, legalitas aset, hingga optimalisasi pemanfaatan aset daerah menjadi fokus penting dalam perubahan regulasi tersebut.</p>
<p>“Pengelolaan aset daerah harus mampu mendukung pelayanan publik sekaligus memberi manfaat ekonomi bagi daerah. Kami berharap proses legislasi berjalan lancar dan menghasilkan regulasi yang benar-benar implementatif serta mampu menjawab kebutuhan masyarakat Kota Batu.<strong> (*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Tren One Day Trip Bikin Okupansi Hotel di Kota Batu Belum Maksimal Meski Wisatawan Membludak</title>
<link>https://suarajatimpost.com/tren-one-day-trip-bikin-okupansi-hotel-di-kota-batu-belum-maksimal-meski-wisatawan-membludak</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/tren-one-day-trip-bikin-okupansi-hotel-di-kota-batu-belum-maksimal-meski-wisatawan-membludak</guid>
<description><![CDATA[ onjakan wisatawan saat libur panjang belum berdampak signifikan pada okupansi hotel di Kota Batu. PHRI menyebut tren wisata singkat atau one day trip membuat banyak wisatawan memilih pulang di hari yang sama tanpa menginap. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202605/image_870x580_6a0aff09171e4.webp" length="78544" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 18 May 2026 20:40:46 +0700</pubDate>
<dc:creator>Choirul Anwar</dc:creator>
<media:keywords>Kota Batu, One Day Trip, Dinamika</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p data-start="0" data-end="348"><strong data-start="0" data-end="18">KOTA BATU, SJP</strong> – Lonjakan kunjungan wisatawan selama rangkaian libur panjang beberapa hari terakhir belum sepenuhnya berdampak positif terhadap sektor perhotelan di Kota Batu. Tingkat okupansi hotel tercatat masih berada di kisaran 50 hingga 60 persen akibat maraknya tren wisata singkat atau <em data-start="297" data-end="311">one day trip</em> yang kini banyak dipilih masyarakat.</p>
<p data-start="350" data-end="634">Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kota Batu, Sujud Hariadi, mengatakan pola perjalanan wisatawan saat ini mengalami perubahan signifikan. Banyak pengunjung datang ke Kota Batu sejak pagi untuk berwisata, namun memilih kembali pulang pada malam hari tanpa menginap.</p>
<p data-start="636" data-end="802">“Sekarang tren wisatawan memang banyak yang memilih <em data-start="688" data-end="702">one day trip</em>. Datang pagi, berwisata, lalu malam langsung pulang tanpa menginap,” ujar Sujud, Senin (18/5/2026).</p>
<p data-start="804" data-end="1040">Fenomena tersebut, lanjutnya, paling terlihat dari rombongan bus pariwisata yang memadati kawasan wisata Kota Batu. Meski jumlah kendaraan wisata yang masuk cukup tinggi, hanya sebagian kecil wisatawan yang memutuskan bermalam di hotel.</p>
<p data-start="1042" data-end="1194">“Ketika ada ratusan bus wisata masuk ke Kota Batu, ternyata hanya sedikit yang menginap. Ini cukup berpengaruh terhadap tingkat hunian hotel,” jelasnya.</p>
<p data-start="1196" data-end="1434">Selain perubahan pola wisata, kondisi daya beli masyarakat yang belum sepenuhnya pulih pasca-Lebaran juga dinilai menjadi faktor rendahnya okupansi hotel. Wisatawan kini cenderung lebih selektif dalam mengatur pengeluaran selama berlibur.</p>
<p data-start="1436" data-end="1567">“Orang sekarang lebih berhitung dalam membelanjakan uang. Akhirnya memilih wisata singkat tanpa tambahan biaya hotel,” imbuh Sujud.</p>
<p data-start="1569" data-end="1830">PHRI Kota Batu pun berharap momentum libur sekolah pada Juni mendatang mampu mendongkrak tingkat hunian hotel hingga di atas 70 persen. Pelaku usaha perhotelan optimistis peningkatan durasi kunjungan wisatawan akan mulai terjadi saat musim liburan anak sekolah.</p>
<p data-start="1832" data-end="2038">Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata Kota Batu, Onny Ardianto, menyebut proyeksi lonjakan kunjungan wisatawan selama Mei masih cukup realistis seiring tren positif sektor pariwisata sejak awal tahun 2026.</p>
<p data-start="2040" data-end="2253">Namun demikian, Onny mengakui tren wisata tanpa menginap menjadi tantangan baru bagi sektor akomodasi di Kota Batu. Padahal, rata-rata lama tinggal wisatawan sebelumnya diperkirakan mencapai dua hingga tiga malam.</p>
<p data-start="2255" data-end="2488" data-is-last-node="" data-is-only-node="">“Ini menjadi dinamika baru bagi sektor pariwisata dan perhotelan di Kota Batu. Tantangannya sekarang bagaimana meningkatkan lama tinggal wisatawan agar sektor akomodasi ikut merasakan dampak positif kunjungan wisata,” pungkasnya. <strong>(*)</strong></p>
<p data-start="2255" data-end="2488" data-is-last-node="" data-is-only-node=""><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Libur Panjang Picu Kewaspadaan Hantavirus di Kota Batu, Dinkes Siagakan RS dan Puskesmas</title>
<link>https://suarajatimpost.com/libur-panjang-picu-kewaspadaan-hantavirus-di-kota-batu-dinkes-siagakan-rs-dan-puskesmas</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/libur-panjang-picu-kewaspadaan-hantavirus-di-kota-batu-dinkes-siagakan-rs-dan-puskesmas</guid>
<description><![CDATA[ Meski belum ada laporan kasus di Kota Batu, masyarakat tetap diminta meningkatkan pola hidup bersih dan sehat (PHBS), menjaga kebersihan rumah, serta segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan apabila mengalami gejala seperti demam tinggi, nyeri otot, batuk, dan sesak napas ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202605/image_870x580_6a0afe77b8dea.webp" length="20688" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 18 May 2026 19:59:14 +0700</pubDate>
<dc:creator>Choirul Anwar</dc:creator>
<media:keywords>Kota Batu, Waspada, Hantavirus</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KOTA BATU, SJP </strong>- Dinas Kesehatan Kota Batu mulai memperketat kewaspadaan terhadap potensi penyebaran hantavirus pasca melewati momentum libur panjang pertengahan Mei 2026. Meski hingga kini belum ditemukan kasus di Kota Batu, antisipasi dilakukan menyusul meningkatnya mobilitas wisatawan serta munculnya kasus hantavirus di sejumlah daerah di Indonesia maupun luar negeri.</p>
<p>Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Kota Batu, dr Icang Sarrazin pada Senin (18/5/2026) mengatakan hantavirus merupakan penyakit zoonosis yang ditularkan melalui hewan pengerat, terutama tikus. Penularan dapat terjadi akibat paparan urine, kotoran, air liur, maupun debu yang telah terkontaminasi virus.</p>
<p>“Penularannya bisa melalui menghirup debu yang terkontaminasi kotoran tikus. Bisa juga melalui sentuhan kulit atau selaput lendir seperti mata, hingga akibat gigitan hewan pengerat,” ujarnya.</p>
<p>Menurutnya, hantavirus berbeda dengan Covid-19 karena lebih berkaitan dengan faktor sanitasi lingkungan dan keberadaan tikus sebagai media penularan utama. Icang juga menerangkan, gejala awal hantavirus umumnya berupa demam tinggi, nyeri otot dan sendi, tubuh lemas, batuk, hingga sesak napas. Dalam kondisi berat, penyakit tersebut dapat berkembang menjadi gangguan serius pada paru-paru maupun ginjal.</p>
<p>Oleh sebab itu, pasca menghadapi lonjakan wisatawan selama libur panjang, Dinkes Kota Batu juga meminta pengelola hotel, restoran, dan destinasi wisata meningkatkan kebersihan lingkungan untuk mencegah berkembangnya populasi tikus.</p>
<p>“Kami sudah mengingatkan pengelola hotel dan tempat wisata agar lebih memperhatikan kebersihan lingkungan, terutama untuk mencegah keberadaan tikus, Karena yang berbahaya dari virus ini adalah ketika sudah menyerang paru-paru dan fungsi ginjal. Bisa menyebabkan gangguan pernapasan berat hingga gagal ginjal,” terangnya.</p>
<p>Sebagai langkah mitigasi, Dinkes Kota Batu menyiagakan lima puskesmas dan enam rumah sakit untuk mengantisipasi kemungkinan munculnya kasus hantavirus. Ruang isolasi juga telah dipersiapkan apabila sewaktu-waktu ditemukan pasien dengan gejala mengarah pada infeksi tersebut.</p>
<p>“Ruang isolasi juga sudah kami siapkan sebagai langkah antisipasi apabila sewaktu-waktu ditemukan kasus,” tandasnya. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Lonjakan Libur Panjang Dongkrak Kunjungan Mikutopia hingga Tembus 3 Ribu Wisatawan</title>
<link>https://suarajatimpost.com/lonjakan-libur-panjang-dongkrak-kunjungan-mikutopia-hingga-tembus-3-ribu-wisatawan</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/lonjakan-libur-panjang-dongkrak-kunjungan-mikutopia-hingga-tembus-3-ribu-wisatawan</guid>
<description><![CDATA[ Lonjakan kunjungan wisata tersebut menunjukkan sektor pariwisata Kota Batu masih memiliki daya tarik kuat saat momentum liburan tiba. Tingginya mobilitas wisatawan juga dinilai memberi dampak positif terhadap perputaran ekonomi masyarakat sekitar, mulai dari sektor kuliner, penginapan hingga pelaku usaha kecil di kawasan wisata ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202605/image_870x580_6a0a9e405702a.webp" length="76800" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 18 May 2026 13:17:56 +0700</pubDate>
<dc:creator>Choirul Anwar</dc:creator>
<media:keywords>Kota Batu, Peningkatan, Wisatawan</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KOTA BATU, SJP</strong> – Momentum libur panjang dan cuti bersama memberikan dampak signifikan terhadap tingkat kunjungan wisata di Kota Batu. Salah satunya dirasakan destinasi wisata Mikutopia yang mencatat lonjakan pengunjung sejak awal periode libur panjang pekan ini.</p>
<p></p>
<p>Manajer Operasional Mikutopia, Panji Akbar Ramadhani pada Senin (18/mengatakan, pada hari biasa atau weekday, tingkat kunjungan wisatawan ke Mikutopia relatif stabil di kisaran 700 hingga 1.000 orang per hari.</p>
<p></p>
<p>“Rata-rata angka kunjungan masyarakat saat weekday seperti Kamis dan Jumat biasanya sekitar 700 sampai 1.000 pengunjung,” ujarnya.</p>
<p></p>
<p>Namun, kondisi berbeda terjadi saat memasuki periode peak season yang bertepatan dengan libur nasional Kenaikan Isa Al Masih 2026 dan cuti bersama. Menurut Panji, peningkatan jumlah pengunjung mulai terlihat sejak Kamis dan terus berlanjut pada Jumat.</p>
<p></p>
<p>“Kalau peak season kenaikannya sudah mulai terasa sejak Kamis dan cuti bersama pada Jumat. Pada Kamis kemarin jumlah kunjungan mencapai sekitar 3.000 orang, sedangkan Jumat sekitar 2.000 pengunjung,” katanya.</p>
<p></p>
<p>Ia menjelaskan, lonjakan kunjungan tersebut dipengaruhi tingginya minat masyarakat untuk memanfaatkan libur panjang bersama keluarga. Kota Batu sendiri masih menjadi salah satu destinasi favorit wisatawan domestik, terutama dari wilayah Jawa Timur dan sekitarnya.</p>
<p></p>
<p>Sementara itu, untuk akhir pekan, tingkat kunjungan disebut masih berada pada pola normal seperti weekend pada umumnya. Sabtu dan Minggu rata-rata berada di angka sekitar 2.000 pengunjung per hari.</p>
<p></p>
<p>Menurut Panji, pihak manajemen telah melakukan sejumlah persiapan untuk mengantisipasi peningkatan jumlah wisatawan, mulai dari pengaturan area parkir, penambahan petugas pelayanan hingga pengelolaan arus pengunjung di dalam kawasan wisata.</p>
<p></p>
<p>“Kami tetap berupaya menjaga kenyamanan pengunjung meskipun terjadi peningkatan jumlah wisatawan selama masa libur panjang,” pungkasnya. <strong>(***)</strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Mikutopia Kebutuhan Perbaikan Akses Wisata Tulungrejo, Pelebaran Jembatan Gerdu Ditarget Tuntas Akhir Mei131</title>
<link>https://suarajatimpost.com/mikutopia-kebutuhan-perbaikan-akses-wisata-tulungrejo-pelebaran-jembatan-gerdu-ditarget-tuntas-akhir-mei131</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/mikutopia-kebutuhan-perbaikan-akses-wisata-tulungrejo-pelebaran-jembatan-gerdu-ditarget-tuntas-akhir-mei131</guid>
<description><![CDATA[ Peningkatan infrastruktur menjadi faktor penting dalam menjaga pertumbuhan ekonomi desa berbasis wisata. Dengan akses yang lebih luas dan lancar, distribusi mobilitas warga maupun wisatawan diyakini akan semakin optimal ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202605/image_870x580_6a0a9ceb1fdb0.webp" length="33310" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 18 May 2026 13:01:50 +0700</pubDate>
<dc:creator>Choirul Anwar</dc:creator>
<media:keywords>Kota Batu, Mikutopia, Jembatan</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KOTA BATU, SJP</strong> - Manajemen Mikutopia mengambil peran dalam penguatan akses wisata di Desa Tulungrejo, Kecamatan Bumiaji, melalui proyek pelebaran Jembatan Gerdu yang kini memasuki tahap akhir pengerjaan. Infrastruktur tersebut diproyeksikan menjadi solusi kepadatan arus kendaraan yang selama ini kerap terjadi saat kunjungan wisata meningkat.</p>
<p></p>
<p>Manajer Operasional Mikutopia, Panji Akbar Ramadhani pada Senin (18/5/2026) mengatakan, progres pengerjaan jembatan saat ini telah memasuki tahap bentonisasi atau pengecoran dan ditargetkan rampung pada akhir Mei 2026.</p>
<p></p>
<p>“Dipastikan pada akhir bulan Mei ini pelebaran Jembatan Gerdu sudah bisa rampung. Awal Juni mendatang jembatan sudah dapat digunakan masyarakat maupun wisatawan sehingga kepadatan lalu lintas bisa ditekan,” ujarnya.</p>
<p></p>
<p>Menurut Panji, pelebaran jembatan menjadi langkah penting karena akses tersebut merupakan jalur utama menuju kawasan wisata di Desa Tulungrejo. Seiring meningkatnya aktivitas wisata di wilayah tersebut, kapasitas jalan dinilai sudah tidak lagi ideal untuk menampung volume kendaraan saat musim liburan.</p>
<p></p>
<p>Selain itu, saat ini pengerjaan fisik tinggal menyisakan sekitar 10 persen, termasuk pemasangan pagar pengaman di sisi kanan dan kiri jembatan. Tahapan penguatan beton juga masih diperlukan agar konstruksi hasil pelebaran memiliki daya tahan maksimal sebelum dibuka untuk umum.</p>
<p></p>
<p>“Pagar pengaman juga kami pasang untuk meningkatkan keamanan pengguna jalan. Harapannya pelebaran ini benar-benar memberi dampak terhadap kelancaran arus kendaraan di kawasan wisata,” imbuhnya.</p>
<p></p>
<p>Pelebaran Jembatan Gerdu sendiri merupakan hasil sinergi antara Pemerintah Desa Tulungrejo dengan Manajemen Mikutopia. Kolaborasi tersebut dilakukan sebagai bentuk dukungan terhadap pertumbuhan sektor wisata dan peningkatan aktivitas ekonomi warga desa.</p>
<p></p>
<p>Kepala Desa Tulungrejo, Suliyono menyebut kebutuhan pelebaran akses menjadi salah satu persoalan utama yang selama ini dikeluhkan masyarakat, terutama ketika lonjakan wisatawan terjadi pada akhir pekan maupun musim liburan.</p>
<p></p>
<p>“Langkah ini diambil untuk menjawab kebutuhan akses yang selama ini menjadi kendala utama, terutama saat arus wisatawan yang berkunjung ke Desa Tulungrejo membludak,” tandasnya. <strong>(***)</strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Kunjungan Libur Panjang Naik Signifikan, Jatim Park 2 Tembus 3.000 Pengunjung</title>
<link>https://suarajatimpost.com/kunjungan-libur-panjang-naik-signifikan-jatim-park-2-tembus-3000-pengunjung</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/kunjungan-libur-panjang-naik-signifikan-jatim-park-2-tembus-3000-pengunjung</guid>
<description><![CDATA[ Tingginya antusiasme wisatawan juga berdampak pada pergerakan ekonomi di kawasan wisata, mulai dari sektor perhotelan, kuliner, transportasi, hingga pelaku usaha mikro di sekitar destinasi. Jatim Park Group pun optimistis tren kunjungan akan tetap stabil selama periode liburan berlangsung seiring hadirnya berbagai inovasi wahana dan program hiburan yang terus dikembangkan untuk menarik minat wisatawan. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202605/image_870x580_6a0aa559aca97.webp" length="23494" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 18 May 2026 12:39:58 +0700</pubDate>
<dc:creator>Choirul Anwar</dc:creator>
<media:keywords>Kota Batu, Jatim Park Group, Wisatawan</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KOTA BATU, SJP</strong> – Momentum peak season libur panjang membawa lonjakan kunjungan wisatawan di kawasan Jatim Park 2. Peningkatan jumlah pengunjung bahkan mencapai dua kali lipat dibanding rata-rata kunjungan akhir pekan biasa.</p>
<p>Manager Marketing and Public Relation <a href="https://jtp.id/" target="_blank" rel="noopener">Jatim Park Group</a>, Titik S. Aryanto pada Senin (18/5/2026) mengatakan kenaikan tertinggi selama periode peak season terjadi di Jatim Park 2.</p>
<p>Jika pada akhir pekan normal jumlah kunjungan berkisar 1.500 orang, saat libur panjang angka tersebut melonjak hingga mencapai sekitar 3.000 pengunjung.</p>
<p>“Ada peningkatan saat peak season kemarin, tertinggi di <a href="https://jtp.id/" target="_blank" rel="noopener">JTP 2.</a> Kenaikan mencapai dua kali lipat dari kunjungan rata-rata weekend biasanya sekitar 1.500 menjadi 3.000 orang,” ujarnya.</p>
<p>Menurutnya, peningkatan kunjungan dipengaruhi tingginya minat wisatawan untuk menghabiskan masa liburan bersama keluarga di Kota Batu.</p>
<p>Beragam wahana edukasi, rekreasi, serta destinasi satwa di kawasan <a href="https://jtp.id/" target="_blank" rel="noopener">Jatim Park 2</a> menjadi daya tarik utama bagi pengunjung dari berbagai daerah.</p>
<p>Selain faktor libur panjang, sejumlah wahana interaktif dan program hiburan yang dihadirkan selama periode peak season turut mendorong peningkatan okupansi wisata.</p>
<p>Pengunjung didominasi wisatawan keluarga dan rombongan yang memanfaatkan momentum liburan sekolah maupun akhir pekan panjang.</p>
<p>"<a href="https://jtp.id/" target="_blank" rel="noopener">Jatim Park Group</a> juga memastikan kesiapan operasional selama lonjakan pengunjung berlangsung, mulai dari pelayanan, keamanan, hingga kenyamanan area wisata agar aktivitas rekreasi tetap berjalan kondusif," pungkasnya. <strong>(***)</strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>SPMB Jalur Afirmasi SMP Negeri Kota Batu Dibuka 18 Mei, Prioritaskan Siswa Kurang Mampu dan Disabilitas</title>
<link>https://suarajatimpost.com/spmb-jalur-afirmasi-smp-negeri-kota-batu-dibuka-18-mei-prioritaskan-siswa-kurang-mampu-dan-disabilitas</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/spmb-jalur-afirmasi-smp-negeri-kota-batu-dibuka-18-mei-prioritaskan-siswa-kurang-mampu-dan-disabilitas</guid>
<description><![CDATA[ Dinas Pendidikan juga menegaskan bahwa seluruh tahapan SPMB online di Kota Batu tidak dipungut biaya. Selain itu, panitia maupun petugas pelaksana dilarang menerima gratifikasi dalam bentuk apa pun demi menjaga transparansi dan integritas proses penerimaan siswa baru ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202605/image_870x580_6a084eaa14dfe.webp" length="36596" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sat, 16 May 2026 19:59:08 +0700</pubDate>
<dc:creator>Choirul Anwar</dc:creator>
<media:keywords>Kota Batu, SPMB, Jadwal</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KOTA BATU, SJP</strong> - Pemerintah Kota Batu mulai membuka tahapan awal Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) jenjang SMP Negeri Tahun Ajaran 2026/2027 melalui jalur afirmasi pada 18-19 Mei 2026. Jalur ini diprioritaskan bagi calon siswa dari keluarga kurang mampu dan penyandang disabilitas sebagai upaya pemerataan akses pendidikan.</p>
<p>Kepala Dinas Pendidikan Kota Batu, Alfi Nurhidayat pada Sabtu (16/5/2026) menegaskan bahwa jalur afirmasi menjadi bentuk keberpihakan pemerintah terhadap kelompok masyarakat yang membutuhkan dukungan akses pendidikan.</p>
<p>“Jalur afirmasi terutama untuk calon murid dari keluarga ekonomi tidak mampu dan penyandang disabilitas. Berdasarkan jadwal resmi Dinas Pendidikan, tahapan pendaftaran jalur afirmasi berlangsung pada 18-19 Mei 2026," ujarnya.</p>
<p>Selanjutnya proses observasi dilaksanakan pada 19-22 Mei, pengumuman hasil seleksi pada 25 Mei, serta daftar ulang bagi peserta yang diterima pada 25-26 Mei 2026.</p>
<p>Seluruh proses pendaftaran dilakukan secara daring. Untuk meminimalkan kendala teknis di masyarakat, Dinas Pendidikan Kota Batu sebelumnya juga telah menggelar simulasi sistem pendaftaran online sejak 20 April hingga 13 Mei 2026.</p>
<p>"Dalam pelaksanaannya, calon peserta didik diwajibkan memenuhi sejumlah persyaratan administrasi. Mulai dari batas usia maksimal 15 tahun per 1 Juli 2026, bukti kelulusan SD atau sederajat, fotokopi ijazah, kartu keluarga yang telah terbit minimal satu tahun sebelum pelaksanaan SPMB, akta kelahiran, print out NISN, hingga surat pernyataan keaslian dokumen bermeterai," imbuhnya.</p>
<p>Khusus peserta dari keluarga kurang mampu, diwajibkan melampirkan bukti kepesertaan bantuan sosial seperti Program Indonesia Pintar (PIP), Program Keluarga Harapan (PKH), maupun surat keterangan tidak mampu dari dinas terkait.</p>
<p>Sementara bagi calon peserta didik penyandang disabilitas, harus menyertakan surat keterangan dokter, psikolog, atau kartu penyandang disabilitas resmi sebagai syarat pendukung proses seleksi. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Pemkot Batu Dorong Bank Jatim Perkuat Pembiayaan UMKM dan Ekonomi Daerah</title>
<link>https://suarajatimpost.com/pemkot-batu-dorong-bank-jatim-perkuat-pembiayaan-umkm-dan-ekonomi-daerah</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/pemkot-batu-dorong-bank-jatim-perkuat-pembiayaan-umkm-dan-ekonomi-daerah</guid>
<description><![CDATA[ Dengan dukungan sektor perbankan yang kuat, pemerintah optimistis pertumbuhan ekonomi daerah dapat berjalan lebih stabil, inklusif, dan mampu memperkuat daya tahan ekonomi masyarakat di tengah persaingan ekonomi regional yang semakin ketat ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202605/image_870x580_6a084d1874740.webp" length="33270" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sat, 16 May 2026 19:41:41 +0700</pubDate>
<dc:creator>Choirul Anwar</dc:creator>
<media:keywords>Kota Batu, Bank Jatim, Pembiayaan</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KOTA BATU, SJP</strong> – Pemerintah Kota Batu menegaskan dukungannya terhadap penguatan peran Bank Jatim sebagai motor penggerak ekonomi daerah. Fokus utamanya bukan hanya pada penguatan sektor perbankan, tetapi juga bagaimana lembaga keuangan daerah mampu memperluas pembiayaan produktif bagi masyarakat dan pelaku usaha lokal.</p>
<p>Plt Wali Kota Batu, Heli Suyanto pada Sabtu (16/5/2026) bahwa peran bank pembangunan daerah saat ini tidak lagi sekadar sebagai institusi keuangan, melainkan bagian penting dalam memperkuat konektivitas antara kebijakan pemerintah daerah dengan aktivitas ekonomi masyarakat.</p>
<p>“Momentum ini menjadi penguatan komitmen bersama untuk terus meningkatkan kinerja yang sehat, transparan, dan berkelanjutan. Sekaligus memastikan kehadiran Bank Jatim semakin memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dan perekonomian daerah,” ujarnya.</p>
<p>Ia menilai, tren pertumbuhan kinerja Bank Jatim selama tahun buku 2025 menunjukkan kondisi yang cukup solid. Hal tersebut terlihat dari peningkatan aset perusahaan, pertumbuhan Dana Pihak Ketiga (DPK), hingga peningkatan penyaluran kredit.</p>
<p>Bagi Pemkot Batu, kondisi tersebut dinilai penting karena sektor perbankan memiliki posisi strategis dalam menopang pertumbuhan ekonomi daerah. Terutama melalui pembiayaan sektor riil seperti UMKM, perdagangan, pertanian, hingga sektor wisata yang menjadi tulang punggung ekonomi Kota Batu.</p>
<p>"Pemerintah daerah berharap penguatan pembiayaan produktif dapat membantu pelaku usaha lokal memperluas kapasitas usaha sekaligus membuka lapangan kerja baru di tengah tantangan ekonomi yang masih dinamis," imbuhnya.</p>
<p>Melalui penguatan peran tersebut, Pemkot Batu berharap Bank Jatim dapat semakin optimal menjadi penghubung antara kebijakan fiskal pemerintah daerah dengan kebutuhan pembiayaan masyarakat secara langsung. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Pajak Kuliner Kota Batu Tembus Rp8,2 Miliar di Awal 2026, Sektor Mamin Jadi Penopang PAD</title>
<link>https://suarajatimpost.com/pajak-kuliner-kota-batu-tembus-rp82-miliar-di-awal-2026-sektor-mamin-jadi-penopang-pad</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/pajak-kuliner-kota-batu-tembus-rp82-miliar-di-awal-2026-sektor-mamin-jadi-penopang-pad</guid>
<description><![CDATA[ Dengan tren pertumbuhan usaha kuliner yang masih cukup tinggi serta meningkatnya mobilitas wisatawan pada 2026, pemerintah optimistis kontribusi pajak mamin terhadap pendapatan daerah akan terus mengalami peningkatan ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202605/image_870x580_6a084e0560945.webp" length="80116" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sat, 16 May 2026 19:00:00 +0700</pubDate>
<dc:creator>Choirul Anwar</dc:creator>
<media:keywords>Kota Batu, Pajak, Mamin</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KOTA BATU, SJP</strong> – Sektor makanan dan minuman (mamin) kembali menjadi salah satu penyumbang terbesar Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Batu. Hingga triwulan pertama 2026, realisasi pajak dari sektor kuliner telah mencapai Rp8,2 miliar atau sekitar 23,02 persen dari target tahunan sebesar Rp35,9 miliar.</p>
<p>Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Batu, Muhammad Nur Adhim pada Sabtu (16/5/2026) bahwa capaian tersebut menunjukkan geliat bisnis kuliner di Kota Batu masih terus tumbuh di tengah tingginya aktivitas wisata dan konsumsi masyarakat. Menjamurnya kafe, restoran, hingga rumah makan baru dinilai menjadi faktor utama yang mendorong kenaikan penerimaan pajak daerah.</p>
<p>"Tren penerimaan pajak sektor mamin sejauh ini bergerak positif dan berpotensi kembali melampaui target seperti tahun sebelumnya. Tahun lalu realisasinya mencapai 107,9 persen atau sekitar Rp38,8 miliar dari target yang ditetapkan. Melihat tren saat ini, kami optimistis tahun ini juga bisa melampaui target,” ujarnya.</p>
<p>Menurutnya, pertumbuhan sektor kuliner di Kota Batu berlangsung cukup agresif dalam beberapa tahun terakhir. Banyak usaha makanan dan minuman baru bermunculan, terutama di kawasan wisata dan pusat keramaian yang menjadi magnet wisatawan.</p>
<p>Selain pertumbuhan usaha baru, momentum Ramadan juga memberikan dampak signifikan terhadap kenaikan transaksi kuliner. Aktivitas buka puasa bersama di restoran, hotel, dan kafe mendorong peningkatan omzet pelaku usaha yang berimbas langsung terhadap penerimaan pajak daerah.</p>
<p>“Selama Ramadan aktivitas konsumsi masyarakat memang meningkat. Banyak kegiatan buka bersama yang digelar di restoran maupun hotel. Hal itu tentu berdampak pada meningkatnya pajak mamin,” jelasnya.</p>
<p>Bapenda Kota Batu juga terus memperluas basis pajak dengan melakukan pendataan objek pajak baru secara berkala. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan seluruh pelaku usaha yang telah memenuhi ketentuan omzet masuk dalam sistem perpajakan daerah.</p>
<p>Usaha kuliner dengan omzet minimal Rp 10 juta per bulan menjadi salah satu fokus pendataan pemerintah daerah. Selain itu, pengawasan dan edukasi kepada wajib pajak juga diperkuat agar kepatuhan pelaporan dan pembayaran pajak semakin meningkat.</p>
<p>Pemkot Batu menilai sektor makanan dan minuman memiliki potensi besar sebagai tulang punggung PAD karena pertumbuhannya sangat berkaitan dengan sektor wisata yang terus berkembang di Kota Batu.</p>
<p>“Kami optimistis capaian akhir tahun bisa melampaui target, seiring membaiknya aktivitas ekonomi dan daya beli masyarakat,” pungkas Adhim. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Mikutopia Luncurkan Promo “SEPARO”, Rombongan Pelajar Kota Batu Dapat Diskon Tiket 50 Persen</title>
<link>https://suarajatimpost.com/mikutopia-luncurkan-promo-separo-rombongan-pelajar-kota-batu-dapat-diskon-tiket-50-persen</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/mikutopia-luncurkan-promo-separo-rombongan-pelajar-kota-batu-dapat-diskon-tiket-50-persen</guid>
<description><![CDATA[ Dalam ketentuan promo disebutkan bahwa program tidak dapat digabungkan dengan promo lain dan seluruh pembayaran mengikuti prosedur yang berlaku di Mikutopia. Manajemen juga berhak melakukan perubahan syarat dan ketentuan sesuai kebutuhan operasional di lapangan ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202605/image_870x580_6a05a7e3c9d04.webp" length="89686" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 14 May 2026 19:59:19 +0700</pubDate>
<dc:creator>Choirul Anwar</dc:creator>
<media:keywords>Kota Batu, Mikutopia, Separo</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KOTA BATU, SJP</strong> – Destinasi wisata edukasi dan rekreasi Mikutopia menghadirkan program promo khusus bagi kalangan pelajar Kota Batu melalui program bertajuk “SEPARO” atau Semarak Pelajar Wisata Harga Promo. Dalam program tersebut, rombongan pelajar mendapat potongan harga tiket hingga 50 persen.</p>
<p>Manager Operasional Mikutopia, Panji Akbar Ramadhani pada Kamis (14/6/2026) mengatakan bahwa promo ini berlaku mulai 18 Mei hingga 5 Juni 2026 dan ditujukan khusus bagi rombongan sekolah tingkat TK, SD, SMP hingga SMA/SMK sederajat se-Kota Batu.</p>
<p>“Melalui program SEPARO ini kami ingin memberikan kesempatan kepada para pelajar di Kota Batu untuk menikmati wahana wisata edukasi dengan harga yang lebih terjangkau. Harapannya kegiatan belajar di luar kelas tetap bisa berjalan tanpa terlalu membebani biaya sekolah maupun wali murid,” ujarnya.</p>
<p>Ia menjelaskan, promo diskon 50 persen berlaku untuk tiket reguler dengan syarat minimal satu rombongan terdiri dari 20 peserta. Pihak sekolah juga diwajibkan melakukan reservasi maksimal H-1 sebelum kedatangan.</p>
<p>“Program ini memang kami khususkan untuk rombongan sekolah. Jadi sekolah perlu melakukan reservasi terlebih dahulu agar kami bisa menyiapkan pelayanan dan pendampingan selama kegiatan berlangsung,” katanya.</p>
<p>Panji menambahkan, selama kegiatan wisata berlangsung para peserta wajib didampingi guru atau pendamping resmi dari pihak sekolah. Selain itu, jumlah peserta yang hadir juga harus sesuai dengan data reservasi yang telah diberikan kepada tim marketing Mikutopia.</p>
<p>Menurutnya, antusiasme sekolah terhadap program wisata edukasi di Kota Batu masih cukup tinggi. Karena itu, Mikutopia mencoba menghadirkan promo yang tidak hanya menarik secara harga, tetapi juga tetap memperhatikan aspek pelayanan dan kenyamanan pengunjung.</p>
<p>“Momentum ini kami manfaatkan untuk memperkuat wisata pelajar sekaligus mengenalkan berbagai wahana dan aktivitas edukatif yang ada di Mikutopia kepada siswa-siswi di Kota Batu,” tandasnya. <strong>(***)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Jatim Park 3 Hadirkan Dua Spot Free Trial di Museum Musik Dunia, Pengunjung Bisa Main Drum dan Gitar Gratis</title>
<link>https://suarajatimpost.com/jatim-park-3-hadirkan-dua-spot-free-trial-di-museum-musik-dunia-pengunjung-bisa-main-drum-dan-gitar-gratis</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/jatim-park-3-hadirkan-dua-spot-free-trial-di-museum-musik-dunia-pengunjung-bisa-main-drum-dan-gitar-gratis</guid>
<description><![CDATA[ Dengan hadirnya dua spot free trial tersebut, Museum Musik Dunia berupaya menghadirkan konsep wisata edukasi yang tidak hanya informatif, tetapi juga memberi ruang interaksi langsung bagi pengunjung untuk mengenal dan menikmati musik secara lebih dekat ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202605/image_870x580_6a05a71a984a1.webp" length="35858" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 14 May 2026 19:01:14 +0700</pubDate>
<dc:creator>Choirul Anwar</dc:creator>
<media:keywords>Kota Batu, Trial, Gratis</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KOTA BATU, SJP</strong> – Museum Musik Dunia di kawasan <a href="https://jtp.id/" target="_blank" rel="noopener">Jatim Park 3</a> menghadirkan pengalaman interaktif bagi pengunjung melalui dua spot free trial alat musik yang dapat dimainkan secara langsung. Dua spot tersebut disiapkan sebagai sarana edukasi sekaligus hiburan agar pengunjung dapat merasakan pengalaman bermusik sebelum maupun saat menikmati area museum.</p>
<p>Edukator Museum Musik Dunia, Sonny Rosandy pada Kamis (14/5/2026) menegaskan bahwa spot pertama berada di area entrance Museum Musik Dunia, berupa satu set alat musik drum yang dapat dicoba secara gratis oleh pengunjung, bahkan tanpa harus membeli tiket masuk museum seharga Rp50 ribu.</p>
<p>Sementara spot kedua berada di lantai dua area Jazz Stage. Pada titik tersebut, pengunjung dapat memainkan gitar yang telah disediakan sambil menikmati suasana tematik musik yang menjadi salah satu daya tarik Museum Musik Dunia.</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202605/image_870x_6a05a746f295e.webp" alt=""></p>
<p>"Konsep free trial ini sengaja dihadirkan untuk mendekatkan dunia musik kepada masyarakat dengan cara yang lebih santai dan interaktif. Kami ingin pengunjung tidak hanya melihat koleksi alat musik atau sejarah musik dunia, tetapi juga bisa langsung merasakan pengalaman bermain musik. Karena itu kami menyediakan spot free trial yang dapat dinikmati pengunjung dari berbagai usia,” ujarnya.</p>
<p>Menurut Sonny, keberadaan drum di area entrance juga menjadi strategi untuk menarik minat masyarakat yang melintas agar lebih mengenal Museum Musik Dunia. Pengunjung dapat mencoba alat musik tersebut tanpa ada batasan harus membeli tiket terlebih dahulu.</p>
<p>“Banyak pengunjung yang awalnya hanya mencoba drum di depan akhirnya tertarik masuk ke dalam museum dimana ada spot kedua free trial untuk memainkan alat musik gitar. Jadi konsepnya memang kami buat lebih terbuka dan interaktif,” tambahnya.</p>
<p>Ia menjelaskan, area Jazz Stage di lantai dua juga menjadi salah satu titik favorit pengunjung karena menghadirkan nuansa pertunjukan musik yang lebih hidup. Pengunjung dapat mencoba gitar sambil berfoto maupun menikmati atmosfer museum yang mengusung tema perkembangan musik dunia dari berbagai era. <strong>(***)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Digitalisasi Transaksi Kota Batu Sentuh 99,3 Persen, Tantangan Bergeser ke Perubahan Perilaku Masyarakat</title>
<link>https://suarajatimpost.com/digitalisasi-transaksi-kota-batu-sentuh-993-persen-tantangan-bergeser-ke-perubahan-perilaku-masyarakat</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/digitalisasi-transaksi-kota-batu-sentuh-993-persen-tantangan-bergeser-ke-perubahan-perilaku-masyarakat</guid>
<description><![CDATA[ Dengan capaian digitalisasi yang telah menembus 99 persen, Kota Batu kini memasuki fase baru transformasi digital, yakni memperkuat literasi dan budaya transaksi non-tunai di tengah masyarakat agar manfaat ekonomi digital dapat dirasakan lebih merata. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202605/image_870x580_6a05a65b49739.webp" length="62938" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 14 May 2026 18:34:53 +0700</pubDate>
<dc:creator>Choirul Anwar</dc:creator>
<media:keywords>Kota Batu, Digitalisasi, 99, 3 Persen</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KOTA BATU, SJP</strong> – Transformasi digital di Kota Batu hampir mencapai titik penuh. Indeks Elektronifikasi Transaksi Pemerintah Daerah (ETPD) Kota Batu tercatat menyentuh angka 99,3 persen. Capaian tersebut menjadikan Kota Batu sebagai salah satu daerah dengan tingkat digitalisasi transaksi tertinggi di kawasan Malang Raya dimana hampir seluruh sistem transaksi pemerintah daerah kini telah berbasis elektronik dan non-tunai.</p>
<p>Plt Wali Kota Batu Heli Suyanto pada Kamis (14/5/2026).menguraikan hal tersebut muncul saat terdapat penilaian Championship Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD) wilayah kerja Bank Indonesia Malang tahun 2026.</p>
<p>"Namun di balik capaian nyaris sempurna ini, Pemerintah Kota Batu menilai tantangan terbesar justru bukan lagi soal teknologi atau infrastruktur digital, melainkan perubahan pola pikir dan kebiasaan masyarakat dalam menggunakan sistem pembayaran digital sehari-hari," urainya. </p>
<p>Karena itu, Pemkot Batu kini mulai memperluas implementasi transaksi digital hingga menyasar level paling bawah. Tidak hanya di hotel, restoran, maupun destinasi wisata besar, tetapi juga menyentuh pedagang pasar tradisional, UMKM, hingga pelaku usaha di desa-desa.</p>
<p>Pemerintah daerah menilai digitalisasi keuangan memiliki dampak strategis terhadap tata kelola pemerintahan yang lebih akuntabel dan efisien. Sistem transaksi non-tunai dinilai mampu menekan potensi kebocoran sekaligus mempercepat pelayanan publik.</p>
<p>“Manfaat ekonomi digital ini harus dirasakan semua. Dari hotel berbintang sampai pedagang sayur di pasar. Digitalisasi akan berhasil jika dipakai sehari-hari oleh masyarakat, bukan hanya tersedia secara sistem,” pungkasnya.<strong> (*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Libur Panjang Dongkrak Wisata Batu, Mei 2026 Diproyeksi Tembus 560 Ribu Kunjungan</title>
<link>https://suarajatimpost.com/libur-panjang-dongkrak-wisata-batu-mei-2026-diproyeksi-tembus-560-ribu-kunjungan</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/libur-panjang-dongkrak-wisata-batu-mei-2026-diproyeksi-tembus-560-ribu-kunjungan</guid>
<description><![CDATA[ Selain peningkatan jumlah kunjungan, durasi tinggal wisatawan juga diprediksi ikut meningkat. Rata-rata wisatawan diperkirakan menginap selama dua hingga tiga malam, terutama pada periode libur panjang akhir pekan. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202605/image_870x580_6a05a5b735e21.webp" length="41768" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 14 May 2026 18:01:11 +0700</pubDate>
<dc:creator>Choirul Anwar</dc:creator>
<media:keywords>Kota Batu, Pariwisata, Peningkatan</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KOTA BATU, SJP</strong> – Dinas Pariwisata Kota Batu memproyeksikan lonjakan signifikan kunjungan wisatawan selama Mei 2026. Momentum rangkaian libur nasional dan cuti bersama diperkirakan mendorong angka kunjungan menembus 540 ribu hingga 560 ribu wisatawan dalam satu bulan.</p>
<p>Kepala Dinas Pariwisata Kota Batu, Onny Ardianto pada Kamis (14/5/2026) menjelaskan, optimisme tersebut muncul setelah tren wisata Kota Batu kembali bergerak naik pasca-fluktuasi kunjungan pada awal tahun. Di mana, Mei diprediksi menjadi bulan dengan trafik wisata tertinggi di semester pertama 2026, setelah Januari lalu sempat mencatat lonjakan besar saat momentum libur tahun baru.</p>
<p>"Kalender libur nasional yang cukup padat menjadi faktor utama meningkatnya mobilitas wisatawan menuju Kota Wisata Batu. Pada Mei 2026 ini kami perkirakan menjadi bulan dengan kunjungan tertinggi di semester pertama setelah Januari 2026,” ujarnya.</p>
<p>Ia menyebut sejumlah momentum yang diprediksi memicu lonjakan wisatawan antara lain libur Hari Buruh pada 1 Mei, Kenaikan Yesus Kristus beserta cuti bersama pada 14-15 Mei, Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah pada 27 Mei, hingga libur Hari Raya Waisak pada akhir bulan.</p>
<p>Berdasarkan data Dinas Pariwisata Kota Batu, jumlah kunjungan wisatawan pada Januari 2026 mencapai 630.438 orang. Angka tersebut kemudian turun menjadi 354.292 wisatawan pada Februari dan kembali terkoreksi menjadi 311.862 wisatawan selama Maret 2026.</p>
<p>Secara rata-rata, kunjungan bulanan wisatawan ke Kota Batu selama triwulan awal 2026 berada di kisaran 432 ribu orang, dengan prosentase data masuk sebesar 77,7 persen hingga 30 April 2026.</p>
<p>“Lonjakan kunjungan Mei ini dipengaruhi banyaknya long weekend yang mendorong wisatawan melakukan perjalanan keluarga maupun short vacation ke Kota Batu,” tambahnya.</p>
<p>Disparta juga memperkirakan mayoritas wisatawan masih berasal dari wilayah Jawa Timur. Namun, kontribusi wisatawan dari Jakarta dan Jawa Barat mulai menunjukkan peningkatan dibanding bulan sebelumnya.</p>
<p>Kondisi tersebut diyakini akan berdampak langsung terhadap okupansi hotel, vila, homestay, hingga sektor pendukung wisata lainnya seperti kuliner, transportasi, dan pusat oleh-oleh.</p>
<p>“Sehingga kami optimistis akomodasi dan destinasi wisata keluarga akan mengalami peningkatan signifikan selama Mei ini,” tandas Onny. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Ketua DPRD Batu Dukung Pelatihan Kerja Rp1,1 Miliar, Ingatkan Soal Efektivitas dan Serapan Kerja</title>
<link>https://suarajatimpost.com/ketua-dprd-batu-dukung-pelatihan-kerja-rp-11-miliar-ingatkan-soal-efektivitas-dan-serapan-kerja</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/ketua-dprd-batu-dukung-pelatihan-kerja-rp-11-miliar-ingatkan-soal-efektivitas-dan-serapan-kerja</guid>
<description><![CDATA[ Dukungan DPRD terhadap program pelatihan kerja menunjukkan adanya kesamaan pandangan bahwa peningkatan kualitas SDM menjadi kunci menekan pengangguran di Kota Batu. Namun di sisi lain, efektivitas program tetap menjadi catatan penting, terutama terkait serapan kerja nyata, keberlanjutan pendampingan, dan kemampuan pelatihan menciptakan peluang ekonomi baru bagi masyarakat ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202605/image_870x580_6a05a52a28c69.webp" length="12058" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 14 May 2026 17:34:40 +0700</pubDate>
<dc:creator>Choirul Anwar</dc:creator>
<media:keywords>Kota Batu, Serapan, Tenaga Kerja</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KOTA BATU, SJP </strong>– Ketua DPRD Kota Batu, Didik Subianto, merespons program pelatihan kerja senilai Rp1,1 miliar yang disiapkan Pemerintah Kota Batu melalui Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) untuk menekan angka pengangguran yang naik menjadi 5.024 orang pada 2025.</p>
<p>Diwawancarai pada Kamis (14/5/2026) politisi PKB tersebut menilai langkah pemerintah daerah mengalokasikan anggaran dari Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) untuk peningkatan kompetensi tenaga kerja merupakan kebijakan positif. Terlebih, jenis pelatihan yang dipilih dinilai cukup relevan dengan kebutuhan pasar kerja saat ini.</p>
<p>“Kalau melihat bidang pelatihannya seperti digital marketing, K3, barista, sampai make up, itu memang cukup dekat dengan kebutuhan sektor jasa dan pariwisata di Kota Batu. Ini langkah yang baik,” ujarnya.</p>
<p>Menurutnya, perubahan pola pelatihan dari model konvensional menuju keterampilan yang lebih adaptif terhadap perkembangan industri digital dan ekonomi kreatif memang sudah menjadi kebutuhan daerah wisata seperti Kota Batu.</p>
<p>Namun demikian, Didik mengingatkan agar program tersebut tidak berhenti hanya pada pelaksanaan pelatihan semata tanpa ukuran keberhasilan yang jelas. DPRD, kata dia, tetap akan mengawasi sejauh mana pelatihan tersebut benar-benar berdampak terhadap penurunan angka pengangguran.</p>
<p>“Yang paling penting bukan hanya jumlah peserta yang ikut pelatihan, tetapi berapa yang benar-benar terserap kerja atau bisa membuka usaha setelah selesai. Itu yang harus diukur,” tegasnya.</p>
<p>Ia juga menyoroti pentingnya kesinambungan program pasca pelatihan, seperti pendampingan usaha, akses permodalan, hingga koneksi dengan dunia industri agar peserta tidak kembali menganggur setelah mendapatkan sertifikat pelatihan.</p>
<p>“Kadang problemnya bukan di pelatihannya, tapi setelah itu mereka jalan sendiri tanpa pendampingan. Ini yang perlu diperkuat,” imbuhnya.</p>
<p>Selain itu, pria yang akrab disapa Kaji Bianto tersebut meminta Disnaker lebih selektif dalam menentukan peserta agar program benar-benar menyasar warga yang membutuhkan pekerjaan dan memiliki komitmen mengikuti pelatihan hingga tuntas.</p>
<p>Meski begitu, DPRD tetap mendukung langkah Pemkot Batu dalam mencoba merespons kenaikan angka pengangguran melalui penguatan kompetensi kerja masyarakat. Menurutnya, kondisi pasar kerja saat ini memang menuntut pemerintah bergerak lebih cepat dan fleksibel dalam menyiapkan SDM lokal. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Pengangguran Naik Jadi 5.024 Orang, Pemkot Batu Gelontorkan Rp1,1 Miliar untuk Cetak SDM Siap Kerja</title>
<link>https://suarajatimpost.com/pengangguran-naik-jadi-5024-orang-pemkot-batu-gelontorkan-rp-11-miliar-untuk-cetak-sdm-siap-kerja</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/pengangguran-naik-jadi-5024-orang-pemkot-batu-gelontorkan-rp-11-miliar-untuk-cetak-sdm-siap-kerja</guid>
<description><![CDATA[ Kenaikan jumlah pengangguran menjadi alarm bagi Pemkot Batu untuk mulai menggeser pola pelatihan kerja ke arah yang lebih adaptif terhadap kebutuhan industri modern. Dengan anggaran Rp1,1 miliar dan fokus pada keterampilan berbasis pasar, pemerintah berharap pelatihan tidak hanya mencetak pencari kerja baru, tetapi juga melahirkan pelaku usaha mandiri yang mampu membuka peluang ekonomi di tengah ketatnya persaingan kerja lokal ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202605/image_870x580_6a045ebf4dac3.webp" length="30746" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 13 May 2026 19:58:13 +0700</pubDate>
<dc:creator>Choirul Anwar</dc:creator>
<media:keywords>Kota Batu, Pengangguran, RP 1, 1 Miliar</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KOTA BATU, SJP</strong> - Lonjakan angka pengangguran di Kota Batu mulai mendapat respons serius dari pemerintah daerah. Melalui Dinas Tenaga Kerja Kota Batu, Pemkot Batu menyiapkan anggaran Rp1,1 miliar untuk program pelatihan kerja berbasis kompetensi pada 2026.</p>
<p>Kepala Disnaker Kota Batu MD Forkan mengatakan pada Rabu (13/5/2026), langkah tersebut diambil setelah data Badan Pusat Statistik menunjukkan jumlah penganggur di Kota Batu meningkat dari 4.667 orang pada 2024 menjadi 5.024 orang pada 2025.</p>
<p>"Anggaran yang bersumber dari Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) itu difokuskan untuk meningkatkan daya saing pencari kerja lokal agar lebih mudah terserap pasar kerja maupun membuka usaha mandiri. Kami ingin pelatihan ini benar-benar relevan dengan kebutuhan industri dan tren usaha saat ini. Fokusnya adalah keterampilan yang langsung bisa digunakan,” ujarnya.</p>
<p>Program pelatihan tersebut menyasar 120 pencari kerja yang dibagi dalam empat kelas utama dengan kuota masing-masing 30 peserta. Empat bidang yang diprioritaskan yakni digital marketing berbasis kecerdasan buatan (AI), pelatihan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3), commercial make up, serta pelatihan barista.</p>
<p>Pemilihan jenis pelatihan itu disesuaikan dengan perkembangan kebutuhan pasar kerja di wilayah Malang Raya dan Kota Batu yang didominasi sektor jasa, pariwisata, industri kreatif, hingga bisnis kuliner.</p>
<p>Pelatihan digital marketing berbasis AI misalnya, diproyeksikan menjawab kebutuhan promosi usaha digital yang kini berkembang pesat. Sementara pelatihan K3 diarahkan untuk memenuhi kebutuhan tenaga bersertifikasi di sektor industri dan konstruksi.</p>
<p>Di sisi lain, pelatihan make up dan barista dipandang memiliki peluang usaha mandiri yang cukup besar di tengah pertumbuhan sektor wisata dan menjamurnya kafe di Kota Batu.</p>
<p>"Intinya pemerintah daerah tidak ingin pelatihan hanya bersifat seremonial tanpa dampak nyata terhadap penyerapan tenaga kerja. Karena itu, model pelatihan mulai diarahkan pada kompetensi praktis yang memiliki nilai ekonomi dan peluang kerja lebih konkret dibanding pelatihan konvensional sebelumnya," imbuhnya.</p>
<p>Selain meningkatkan kemampuan teknis peserta, program tersebut juga diharapkan mampu menumbuhkan wirausaha baru di kalangan generasi muda Kota Batu. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Tiga Wilayah Adu Inovasi, Pemkot Batu Dorong Desa dan Kelurahan Jadi Motor Pemberdayaan Warga</title>
<link>https://suarajatimpost.com/tiga-wilayah-adu-inovasi-pemkot-batu-dorong-desa-dan-kelurahan-jadi-motor-pemberdayaan-warga</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/tiga-wilayah-adu-inovasi-pemkot-batu-dorong-desa-dan-kelurahan-jadi-motor-pemberdayaan-warga</guid>
<description><![CDATA[ Paparan Lomba Desa dan Kelurahan 2026 menunjukkan arah baru pembangunan Kota Batu yang mulai bertumpu pada inovasi lokal berbasis kebutuhan masyarakat. Dari digitalisasi pelayanan, pertanian modern, hingga penguatan ekonomi warga, desa dan kelurahan kini diposisikan bukan sekadar pelaksana program pemerintah, melainkan motor utama perubahan sosial dan pembangunan daerah ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202605/image_870x580_6a045e1587e53.webp" length="31568" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 13 May 2026 19:19:17 +0700</pubDate>
<dc:creator>Choirul Anwar</dc:creator>
<media:keywords>Kota Batu, Inovasi, Pemberdayaan, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KOTA BATU, SJP</strong> - Pemerintah Kota Batu mulai mendorong transformasi desa dan kelurahan agar tidak hanya berfungsi sebagai wilayah administratif, tetapi juga menjadi pusat inovasi pelayanan publik dan pemberdayaan ekonomi masyarakat.</p>
<p>Plt Wali Kota Batu, Heli Suyanto pada Rabu (13/5/2026) menegaskan bahwa sebelumnya lomba yang diadakan pada awal 2026 tersebut bukan sekadar kompetisi seremonial untuk menentukan juara, melainkan sarana mengukur sejauh mana inovasi di tingkat desa dan kelurahan mampu memberi dampak langsung terhadap kesejahteraan masyarakat.</p>
<p>"Inovasi yang berhasil diterapkan di satu wilayah harus dapat direplikasi ke wilayah lain agar pembangunan berbasis masyarakat berjalan lebih merata. Yang terpenting bukan hanya siapa yang menang, tetapi bagaimana inovasi yang sudah berjalan bisa menjadi contoh bagi desa dan kelurahan lain di Kota Batu,” ujarnya.</p>
<p>Dalam paparan yang disampaikan di hadapan panelis, masing-masing wilayah menonjolkan keunggulan berbeda. Seperti Kelurahan Sisir menekankan penguatan kelembagaan dan perencanaan pembangunan terintegrasi sebagai pusat pemerintahan dan kawasan historis Kota Batu. Wilayah ini juga mengedepankan sinergi dengan tokoh masyarakat dan tokoh agama dalam mendukung pembangunan sosial.</p>
<p>Sementara Desa Bulukerto mengusung inovasi sektor pertanian dan agrowisata. Desa ini menampilkan pengembangan komoditas apel dan bunga hias, penggunaan sistem irigasi cerdas, hingga pemberdayaan perempuan melalui pengolahan limbah pertanian menjadi produk ekonomi kreatif.</p>
<p>Di sisi lain, Desa Beji fokus pada transformasi layanan digital dan ekonomi berbasis masyarakat. Melalui program “Beji Digital”, pelayanan administrasi warga dapat dilakukan secara daring, disertai pengembangan UMKM tempe serta sistem bank sampah yang terintegrasi dengan pembayaran pajak daerah.</p>
<p>"Pemkot Batu menilai penguatan desa dan kelurahan menjadi penting karena wilayah tingkat bawah merupakan garda terdepan pelayanan publik sekaligus pusat pertumbuhan ekonomi masyarakat," pungkasnya. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Hingga April, BPJS Naker Gelontorkan Rp2 Miliar untuk Perlindungan Pekerja Rentan</title>
<link>https://suarajatimpost.com/hingga-april-bpjs-naker-gelontorkan-rp-2-miliar-untuk-perlindungan-pekerja-rentan</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/hingga-april-bpjs-naker-gelontorkan-rp-2-miliar-untuk-perlindungan-pekerja-rentan</guid>
<description><![CDATA[ Kucuran Rp 2 miliar untuk perlindungan BPJS Ketenagakerjaan menunjukkan bahwa Pemkot Batu mulai memandang jaminan sosial sebagai instrumen penting pengentasan kemiskinan, bukan sekadar program formalitas ketenagakerjaan. Dengan perlindungan bagi ribuan pekerja rentan, pemerintah berharap risiko kehilangan penghasilan akibat kecelakaan kerja maupun kematian tidak lagi langsung mendorong keluarga jatuh ke kondisi ekonomi yang lebih buruk ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202605/image_870x580_6a045d6a874e8.webp" length="31514" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 13 May 2026 19:00:24 +0700</pubDate>
<dc:creator>Choirul Anwar</dc:creator>
<media:keywords>Kota Batu, Rp 2 Miliar, Perlindungan</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KOTA BATU, SJP</strong> - Pemerintah Kota Batu terus memperkuat jaring pengaman sosial bagi pekerja rentan melalui program perlindungan BPJS Ketenagakerjaan. Hingga April 2026, total anggaran yang telah digelontorkan mencapai sekitar Rp2 miliar untuk membiayai kepesertaan ribuan warga berisiko tinggi secara ekonomi.</p>
<p>Plt Wali Kota Batu Heli Suyanto pada Rabu (13/5/2026) menguraikan program tersebut menyasar sedikitnya 13.590 pekerja rentan di berbagai sektor informal. Mulai dari buruh harian, petani, pekerja jasa, hingga tulang punggung keluarga yang selama ini minim perlindungan sosial ketenagakerjaan.</p>
<p>“Perlindungan pekerja bukan sekadar wacana. Ini kebutuhan nyata masyarakat agar ada rasa aman saat bekerja dan keluarga tetap terlindungi ketika terjadi musibah,” ujarnya.</p>
<p>Menurut Heli, keberadaan BPJS Ketenagakerjaan bukan hanya sebatas program administratif, tetapi memiliki dampak langsung terhadap stabilitas ekonomi keluarga pekerja saat menghadapi risiko kecelakaan kerja maupun kematian.</p>
<p>Terlebih, bantuan tersebut juga menjadi bukti bahwa perlindungan sosial dapat mencegah keluarga pekerja jatuh lebih dalam ke jurang kemiskinan struktural akibat kehilangan pencari nafkah.</p>
<p>"Selain memperluas cakupan kepesertaan, Pemkot Batu juga mendorong optimalisasi program diskon iuran hingga 50 persen bagi pekerja informal agar semakin banyak masyarakat dapat mengakses perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan," imbuhnya. </p>
<p>Pemerintah berharap dunia usaha ikut aktif memperluas kepesertaan pekerja, terutama sektor informal yang selama ini masih rentan terhadap risiko sosial dan ekonomi.</p>
<p>Langkah tersebut menjadi bagian dari strategi daerah dalam memperkuat ketahanan ekonomi masyarakat sekaligus menekan angka kemiskinan melalui perlindungan tenaga kerja yang lebih inklusif. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Hadapi Libur Panjang, Pemkot Batu Siaga Penuh Antisipasi Lonjakan Wisatawan dan Risiko Bencana</title>
<link>https://suarajatimpost.com/hadapi-libur-panjang-pemkot-batu-siaga-penuh-antisipasi-lonjakan-wisatawan-dan-risiko-bencana</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/hadapi-libur-panjang-pemkot-batu-siaga-penuh-antisipasi-lonjakan-wisatawan-dan-risiko-bencana</guid>
<description><![CDATA[ Instruksi siaga penuh yang dikeluarkan Pemkot Batu menunjukkan bahwa lonjakan wisatawan tidak hanya dipandang sebagai peluang ekonomi, tetapi juga potensi risiko yang harus dikelola serius. Dengan koordinasi lintas OPD, pemerintah berupaya menjaga keseimbangan antara kenyamanan wisata, keamanan publik, dan kesiapan menghadapi potensi gangguan selama periode libur panjang berlangsung. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202605/image_870x580_6a03095194523.webp" length="46454" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Tue, 12 May 2026 19:40:28 +0700</pubDate>
<dc:creator>Choirul Anwar</dc:creator>
<media:keywords>Kota Batu, Libur Panjang, Persiapan</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KOTA BATU, SJP</strong> - Pemerintah Kota Batu mulai mengaktifkan status kesiapsiagaan lintas sektor menghadapi rangkaian libur panjang nasional sepanjang Mei hingga awal Juni 2026.</p>
<p>Plt Wali Kota Batu Heli Suyanto pada Selasa (12/5/2026) menguraikan lonjakan wisatawan yang diprediksi terjadi selama momen libur Kenaikan Yesus Kristus, Iduladha, Waisak, hingga Hari Lahir Pancasila membuat seluruh organisasi perangkat daerah diminta siaga penuh untuk mengantisipasi kemacetan, penumpukan sampah, gangguan keamanan, hingga potensi bencana alam.</p>
<p>“Kondisi ini berpotensi mendatangkan lonjakan wisatawan sekaligus meningkatkan berbagai macam risiko. Karena itu seluruh instansi harus meningkatkan kesiapsiagaan,” tegasnya.</p>
<p>Fokus utama pengamanan diarahkan pada sektor lalu lintas dan pelayanan publik. Dinas Perhubungan Kota Batu diminta memperkuat rekayasa lalu lintas di titik rawan kemacetan, sekaligus menindak oknum juru parkir liar yang dinilai kerap memicu keluhan wisatawan.</p>
<p>Sementara itu, Dinas Lingkungan Hidup Kota Batu diminta memastikan kebersihan kawasan wisata, pasar, dan ruang publik tetap terjaga di tengah potensi peningkatan volume sampah.</p>
<p>Di sektor mitigasi risiko, BPBD Kota Batu, Satpol PP Kota Batu, hingga petugas pemadam kebakaran diperintahkan meningkatkan patroli dan deteksi dini di kawasan rawan bencana maupun titik keramaian wisata.</p>
<p>"Langkah antisipasi juga menyasar layanan kesehatan. Pemerintah meminta seluruh puskesmas dan layanan PSC tetap siaga selama masa liburan untuk mengantisipasi kondisi darurat yang melibatkan wisatawan maupun warga lokal," imbuhnya.</p>
<p>Selain itu, Dinas Pariwisata Kota Batu diminta memperketat pengawasan standar keselamatan di tempat wisata. Sedangkan Dinas PUPR Kota Batu memastikan kondisi jalan dan penerangan umum tetap optimal demi mendukung kenyamanan pengunjung.</p>
<p>Pemkot Batu menilai kesiapan lintas sektor menjadi faktor penting untuk menjaga citra kota wisata tetap aman dan nyaman di tengah tingginya mobilitas masyarakat selama musim libur panjang. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>DPRD Kota Batu Desak Peta Digital LP2B Berbasis Koordinat, Cegah Lahan Pertanian “Diserbu” Investasi</title>
<link>https://suarajatimpost.com/dprd-kota-batu-desak-peta-digital-lp2b-berbasis-koordinat-cegah-lahan-pertanian-diserbu-investasi</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/dprd-kota-batu-desak-peta-digital-lp2b-berbasis-koordinat-cegah-lahan-pertanian-diserbu-investasi</guid>
<description><![CDATA[ Dorongan DPRD terhadap pemetaan digital LP2B berbasis koordinat menunjukkan bahwa persoalan utama perlindungan lahan di Kota Batu bukan lagi sekadar regulasi, melainkan akurasi pengawasan di lapangan. Dengan data spasial yang kuat dan keterlibatan masyarakat, perda LP2B diharapkan mampu menjadi benteng nyata untuk menahan laju alih fungsi lahan pertanian yang terus tergerus pembangunan wisata dan properti ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202605/image_870x580_6a03089e516cd.webp" length="35706" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Tue, 12 May 2026 19:02:44 +0700</pubDate>
<dc:creator>Choirul Anwar</dc:creator>
<media:keywords>Kota Batu, Perda, LP2B</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KOTA BATU, SJP </strong>- Pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Perlindungan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B) di Kota Batu mulai mengerucut pada satu persoalan krusial, yakni kepastian data lahan pertanian yang dilindungi.</p>
<p>Juru bicara fraksi DPRD Kota Batu, Sujono Djonet pada Selasa (12/5/2026) menguraikan DPRD Kota Batu mendesak pemerintah daerah segera menyusun pemetaan lahan berbasis data spasial lengkap dengan sistem <em>by name by address</em> dan titik koordinat detail, agar status lahan produktif tidak mudah berubah fungsi menjadi kawasan wisata maupun permukiman.</p>
<p>“Peta LP2B harus menjadi bagian tidak terpisahkan dari perda. Harus jelas titik koordinatnya, pemilik lahannya, dan status lahannya agar memiliki kepastian hukum,” ujarnya.</p>
<p>DPRD menilai ancaman alih fungsi lahan di Kota Batu sudah berada pada tahap serius. Tekanan investasi sektor wisata dan properti terus bergerak ke wilayah pertanian produktif, terutama di kawasan dataran tinggi yang selama ini menjadi penyangga pangan sekaligus daerah resapan air.</p>
<p>Karena itu, legislatif meminta pengawasan tidak hanya dilakukan pemerintah daerah, tetapi juga melibatkan kelompok tani, pemerintah desa, hingga masyarakat sipil agar kontrol terhadap perubahan fungsi lahan berjalan lebih efektif.</p>
<p>Selain penguatan pengawasan, DPRD juga menyoroti pentingnya sanksi tegas dalam perda tersebut. Praktik alih fungsi lahan ilegal dinilai harus dapat dijerat melalui sanksi administratif maupun pidana untuk memberikan efek jera.</p>
<p>Menurut Djonet, perlindungan LP2B tidak boleh kalah oleh kepentingan ekonomi jangka pendek. Sebab jika lahan pertanian terus menyusut, dampaknya bukan hanya pada produksi pangan, tetapi juga keseimbangan ekologis Kota Batu sebagai kawasan hulu Malang Raya.</p>
<p>“Jangan sampai alasan investasi dan peningkatan PAD justru mengorbankan lahan produktif yang menjadi penopang ketahanan pangan daerah,” tegasnya.</p>
<p>Raperda LP2B sendiri diproyeksikan menjadi salah satu instrumen strategis Pemkot dan DPRD Kota Batu untuk menjaga keberlanjutan sektor pertanian di tengah ekspansi pembangunan pariwisata yang semakin agresif dalam beberapa tahun terakhir. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Saksi Kunci Selamat, Polisi Mulai Temukan Titik Terang Kasus Maut Miras Oplosan di Junrejo</title>
<link>https://suarajatimpost.com/saksi-kunci-selamat-polisi-mulai-temukan-titik-terang-kasus-maut-miras-oplosan-di-junrejo</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/saksi-kunci-selamat-polisi-mulai-temukan-titik-terang-kasus-maut-miras-oplosan-di-junrejo</guid>
<description><![CDATA[ Membaiknya kondisi DW membuka peluang besar bagi polisi untuk mengurai misteri di balik pesta miras maut di Junrejo. Kesaksian satu-satunya korban selamat itu diperkirakan menjadi kunci utama untuk mengungkap sumber minuman oplosan, kandungan zat berbahaya, hingga kemungkinan adanya jaringan peredaran miras ilegal yang selama ini beroperasi secara tersembunyi di Kota Batu. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202605/image_870x580_6a03081be0726.webp" length="15232" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Tue, 12 May 2026 18:00:19 +0700</pubDate>
<dc:creator>Choirul Anwar</dc:creator>
<media:keywords>Kota Batu, Miras, Meninggal</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KOTA BATU, SJP</strong> - Penyelidikan kasus tewasnya dua warga akibat dugaan minuman keras (miras) oplosan di kawasan Junrejo mulai menunjukkan perkembangan signifikan. Polisi kini menunggu keterangan dari DW (40), satu-satunya korban selamat yang sebelumnya sempat kritis usai pesta minuman bersama dua rekannya.</p>
<p>Kasi Humas Polres Batu, M. Huda Rohman pada Selasa (12/5/2026) mengatakan bahwa DW saat ini masih menjalani perawatan di Rumah Sakit Punten. Namun kondisinya dilaporkan mulai membaik setelah sebelumnya mengalami penurunan kondisi fisik akibat cairan yang diduga mengandung zat berbahaya.</p>
<p>"Intinya pihak kepolisian masih memprioritaskan pemulihan medis DW sebelum melakukan pemeriksaan secara intensif. kesaksian DW sangat penting untuk mengungkap secara utuh kronologi pesta miras maut yang menewaskan KJ (36) dan IH (29) di sebuah rumah kontrakan produksi tempe di Jalan Sarimun, Desa Beji," urainya.</p>
<p>Ia juga membeberkan bahwa DW masih dalam observasi medis. Akan tetapi kondisinya terus membaik dan kami dalam beberapa hari ke depan sudah bisa dimintai keterangan lebih lanjut.</p>
<p>Kasus ini sebelumnya menggemparkan warga Kota Batu setelah dua korban ditemukan meninggal dalam waktu berbeda usai mengonsumsi minuman berwarna putih kecokelatan.</p>
<p>Korban KJ ditemukan meninggal di rumahnya pada Senin (4/5/2026) malam. Sementara IH sempat menjalani perawatan darurat di RS Baptis Batu sebelum akhirnya meninggal dunia pada Selasa dini hari.</p>
<p>"Dari hasil penyelidikan awal, polisi menduga ketiganya mengonsumsi cairan campuran yang diracik di rumah kontrakan tersebut. Namun hingga kini, kandungan pasti zat di dalam minuman masih menunggu hasil uji laboratorium forensik Polda Jawa Timur," imbuhnya.</p>
<p>Selain memeriksa barang bukti berupa galon sisa cairan, mangkuk, gelas kaca, hingga ponsel korban yang berisi dokumentasi pesta minuman, penyidik juga terus menggali informasi dari warga sekitar lokasi kejadian.</p>
<p>Keterangan DW dipandang menjadi elemen paling menentukan dalam penyidikan. Polisi menduga saksi selamat itu mengetahui asal-usul minuman, proses peracikan, hingga kemungkinan adanya campuran bahan kimia tertentu yang memicu keracunan fatal.</p>
<p>"Polres Batu juga mulai mendalami kemungkinan adanya jaringan distribusi miras ilegal di wilayah Kota Batu. Sebab, kasus miras oplosan dinilai tidak hanya membahayakan individu, tetapi juga berpotensi menjadi ancaman serius bagi keamanan masyarakat," tandasnya.<strong> (*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>BMH Jawa Timur Percepat Transformasi Pengelolaan Zakat Melalui Digitalisasi dan Penguatan SDM</title>
<link>https://suarajatimpost.com/bmh-jawa-timur-percepat-transformasi-pengelolaan-zakat-melalui-digitalisasi-dan-penguatan-sdm</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/bmh-jawa-timur-percepat-transformasi-pengelolaan-zakat-melalui-digitalisasi-dan-penguatan-sdm</guid>
<description><![CDATA[ Lembaga zakat dituntut mampu menjadi penggerak ekonomi umat yang profesional, akuntabel, dan berbasis data agar program yang dijalankan lebih tepat sasaran serta memiliki dampak jangka panjang. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202605/image_870x580_6a016fe60939a.webp" length="38024" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 11 May 2026 16:30:31 +0700</pubDate>
<dc:creator>Choirul Anwar</dc:creator>
<media:keywords>Kota batu, BMH Jatim, Transformasi</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KOTA BATU, SJP</strong> — Baitul Maal Hidayatullah (BMH) Jawa Timur mulai mendorong transformasi besar dalam pengelolaan zakat dengan fokus pada penguatan sumber daya manusia (SDM), digitalisasi layanan, serta perluasan jaringan kemitraan.</p>
<p>Sekretaris Kelembagaan BMH Jawa Timur, Indokhul Ma'mun, pada Senin (11/5/2026), menegaskan bahwa langkah tersebut disiapkan sebagai strategi untuk mempercepat penghimpunan sekaligus memperluas dampak program sosial kepada masyarakat.</p>
<p>"Tantangan pengelolaan zakat saat ini semakin kompleks sehingga lembaga amil tidak cukup hanya berperan sebagai penyalur bantuan," paparnya.</p>
<p>Menurutnya, lembaga zakat dituntut mampu menjadi penggerak ekonomi umat yang profesional, akuntabel, dan berbasis data agar program yang dijalankan lebih tepat sasaran serta memiliki dampak jangka panjang.</p>
<p>Oleh karena itu, BMH Jatim mulai memprioritaskan peningkatan kapasitas amil melalui pelatihan kompetensi dan sertifikasi profesional. Selain penguatan SDM, modernisasi sistem layanan juga menjadi fokus utama melalui pengembangan sistem digital dalam penghimpunan dan penyaluran zakat.</p>
<p>"Digitalisasi ini penting untuk meningkatkan transparansi, mempercepat layanan kepada donatur, sekaligus mempermudah pemetaan kebutuhan penerima manfaat di lapangan," imbuhnya.</p>
<p>Selain pembenahan internal, BMH Jatim juga mulai memperluas jaringan kemitraan dengan masjid, komunitas, dan lembaga pendidikan di berbagai daerah di Jawa Timur.</p>
<p>Strategi tersebut dipandang efektif untuk memperkuat basis penghimpunan dana sosial keagamaan sekaligus memperluas jangkauan program pemberdayaan masyarakat.</p>
<p>Di sektor program, BMH Jatim menargetkan percepatan intervensi di bidang pendidikan, kesehatan, ekonomi umat, dan penanggulangan kebencanaan. Pendekatan ini diarahkan agar dana zakat tidak hanya bersifat konsumtif, tetapi juga mampu mendorong pemberdayaan ekonomi masyarakat secara berkelanjutan.</p>
<p>BMH Pusat juga menilai Jawa Timur menjadi salah satu wilayah dengan pertumbuhan penghimpunan dana sosial tertinggi secara nasional. Kondisi tersebut dinilai menjadi modal penting untuk membangun model pengelolaan zakat yang lebih modern dan terpercaya. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Enam Kandidat Sekda Kota Batu Adu Kompetensi di BKD Jatim</title>
<link>https://suarajatimpost.com/enam-kandidat-sekda-kota-batu-adu-kompetensi-di-bkd-jatim</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/enam-kandidat-sekda-kota-batu-adu-kompetensi-di-bkd-jatim</guid>
<description><![CDATA[ Masuknya enam pejabat senior ke tahapan assessment center menunjukkan persaingan menuju kursi Sekda Kota Batu semakin mengerucut. Dengan keterlibatan asesor profesional dan sistem seleksi berlapis, Pemkot Batu berupaya memastikan jabatan tertinggi ASN tersebut diisi figur yang memiliki kapasitas kepemimpinan, manajerial, dan integritas kuat ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202605/image_870x580_6a017074ccb02.webp" length="38848" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 11 May 2026 16:00:21 +0700</pubDate>
<dc:creator>Choirul Anwar</dc:creator>
<media:keywords>Kota Batu, Seleksi, Sekda</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KOTA BATU, SJP</strong> - Tahapan seleksi terbuka Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Batu memasuki fase penentuan. Enam pejabat eselon II yang lolos administrasi kini menjalani Uji Kompetensi Manajerial dan Sosio Kultural di Kantor BKD Provinsi Jawa Timur, Surabaya, Senin (11/5/2026).</p>
<p></p>
<p>Plt Sekda Kota Batu Eko Suhartono menegaskan keenam kandidat tersebut yakni Akhmad Dahlan, Alfi Nurhidayat, Arief As Siddiq, Bangun Yulianto, Endro Wahjudi, dan Mohammad Nur Adhim.</p>
<p></p>
<p>"Seluruh peserta mengikuti serangkaian pengujian intensif untuk mengukur kemampuan kepemimpinan, pengambilan keputusan, hingga kapasitas manajerial dan sosial kultural sebagai calon pimpinan tertinggi aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemkot Batu," urainya.</p>
<p></p>
<p>Penjabat Sekda Kota Batu, Eko Suhartono, menegaskan bahwa proses seleksi dilakukan secara terbuka dan profesional dengan melibatkan tim asesor independen dari BKD Provinsi Jawa Timur.</p>
<p></p>
<p>Menurutnya, seluruh penilaian diserahkan sepenuhnya kepada panitia seleksi dan asesor guna menjaga netralitas serta objektivitas proses pemilihan. Dalam tahapan assessment center ini, para kandidat diwajibkan melewati tujuh jenis pengujian. Mulai dari analisa kasus, simulasi bidang, tes intelektual dan potensi, hingga wawancara kompetensi manajerial dan sosio kultural.</p>
<p></p>
<p>"Selain itu, peserta juga menjalani Leaderless Group Discussion (LGD) untuk mengukur pola kepemimpinan, kemampuan komunikasi, dan penyelesaian masalah dalam situasi kolektif," imbuhnya.</p>
<p></p>
<p>Usai tahapan di Surabaya, para kandidat masih harus menjalani uji gagasan dan wawancara pada 18 Mei 2026 di Balai Kota Among Tani, sebelum dilanjutkan tes kesehatan jasmani dan rohani di RSUD Karsa Husada Batu pada 21 Mei mendatang.</p>
<p></p>
<p>Posisi Sekda sendiri dinilai strategis karena menjadi motor utama koordinasi birokrasi dan pengendalian kinerja organisasi perangkat daerah di lingkungan Pemkot Batu. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>DPRD Kota Batu Soroti Lemahnya Implementasi Regulasi dalam Tiga Raperda Baru</title>
<link>https://suarajatimpost.com/pembahasan-tiga-raperda</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/pembahasan-tiga-raperda</guid>
<description><![CDATA[ Legislatif menekankan agar Raperda Perlindungan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B), perubahan susunan perangkat daerah, serta pengelolaan barang milik daerah tidak hanya menjadi macan kertas atau dokumen administratif belaka. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202605/image_870x580_6a016efe52a75.webp" length="44668" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 11 May 2026 15:30:58 +0700</pubDate>
<dc:creator>Choirul Anwar</dc:creator>
<media:keywords>Kota Batu, Pandangan Umum, Raperda</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KOTA BATU, SJP</strong> — DPRD Kota Batu melontarkan catatan kritis terhadap tiga Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) yang diajukan Pemerintah Kota Batu dalam rapat paripurna pandangan umum fraksi, Senin (11/5/2026). </p>
<p>Legislatif menekankan agar Raperda Perlindungan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B), perubahan susunan perangkat daerah, serta pengelolaan barang milik daerah tidak hanya menjadi macan kertas atau dokumen administratif belaka.</p>
<p></p>
<p>Wakil Ketua I DPRD Kota Batu, Punjul Santoso, menyatakan bahwa pada prinsipnya ketiga raperda tersebut mendapat dukungan karena nilai strategisnya. Namun, ia memberikan peringatan keras agar regulasi tersebut harus benar-benar implementatif di lapangan.</p>
<p></p>
<p>"Jangan sampai perda hanya menjadi pelengkap regulasi. Harus bisa diterapkan dan menjawab persoalan nyata di lapangan," ujar Punjul, Senin (11/5/2026).</p>
<p></p>
<p>Sorotan tertajam DPRD tertuju pada Raperda LP2B. Dewan menilai laju alih fungsi lahan pertanian di Kota Batu sudah berada pada tahap mengkhawatirkan dan memerlukan ketegasan pemerintah daerah yang selama ini dinilai masih lemah.</p>
<p></p>
<p>"Lahan pertanian di Kota Batu terus menyusut akibat alih fungsi. Kondisi ini tidak bisa dibiarkan karena menyangkut ketahanan pangan dan identitas Kota Batu sebagai daerah agrowisata," tegasnya.</p>
<p></p>
<p>Punjul mendesak Pemerintah Kota Batu untuk segera menyajikan data dan peta LP2B yang valid, berbasis spasial, serta terintegrasi dengan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW). </p>
<p></p>
<p>Hal ini dianggap penting demi kepastian hukum guna mencegah potensi konflik horizontal di masa mendatang. Selain itu, mekanisme pengawasan dan sanksi tegas terhadap praktik alih fungsi lahan ilegal menjadi harga mati yang diminta legislatif.</p>
<p></p>
<p>"Selama ini sering muncul dalih pembangunan wisata atau investasi untuk mengalihfungsikan lahan pertanian. Harus ada batas yang jelas agar pembangunan tetap terkendali," tambah politisi PDI Perjuangan tersebut.</p>
<p></p>
<p>Tidak hanya sektor agraria, DPRD juga mengkritisi rencana penataan birokrasi dalam Raperda Perubahan Susunan OPD. Punjul mewanti-wanti agar perampingan atau perubahan struktur dilakukan secara proporsional tanpa membebani APBD secara berlebihan.</p>
<p></p>
<p>"Prinsipnya miskin struktur tapi kaya fungsi. Jangan sampai organisasi semakin gemuk, belanja pegawai membesar, namun kualitas pelayanan publik justru jalan di tempat," ujarnya.</p>
<p></p>
<p>Ia juga mengingatkan pemerintah agar proses pengisian jabatan pada struktur baru nantinya dilakukan secara profesional berbasis merit system, guna menghindari intervensi politik atau kepentingan golongan tertentu.</p>
<p></p>
<p>Terkait Raperda Pengelolaan Barang Milik Daerah, legislatif membongkar persoalan klasik mengenai banyaknya aset daerah yang belum tersertifikasi serta pemanfaatan yang tidak optimal.</p>
<p></p>
<p>"Aset daerah ini harus ditata serius. Banyak yang belum memiliki legalitas jelas, bahkan ada yang dikuasai pihak lain. Jika dikelola dengan baik, aset ini seharusnya menjadi sumber peningkatan PAD, bukan beban," ungkap Punjul.</p>
<p></p>
<p>DPRD mendorong agar pengelolaan aset dilakukan secara transparan dan berbasis sistem digital untuk meminimalisasi potensi kebocoran atau penyalahgunaan wewenang.</p>
<p></p>
<p>"Semua kritik dan masukan ini bertujuan memastikan regulasi yang dihasilkan benar-benar matang, berpihak pada rakyat, dan mampu menjawab tantangan Kota Batu ke depan," pungkasnya. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Jatah Pupuk Subsidi Kota Batu di 2026 Naik Jadi 1.054 Ton, Junrejo Terima Alokasi Terbesar</title>
<link>https://suarajatimpost.com/jatah-pupuk-subsidi-kota-batu-di-2026-naik-jadi-1054-ton-junrejo-terima-alokasi-terbesar</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/jatah-pupuk-subsidi-kota-batu-di-2026-naik-jadi-1054-ton-junrejo-terima-alokasi-terbesar</guid>
<description><![CDATA[ Naiknya alokasi pupuk subsidi menjadi 1.054 ton memberi angin segar bagi petani Kota Batu di tengah tingginya biaya produksi pertanian. Namun, keberhasilan program ini tetap bergantung pada ketepatan distribusi dan efektivitas penggunaan pupuk di lapangan agar mampu menjaga produktivitas sektor pertanian daerah ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202605/image_870x580_69ff087c9b7f3.webp" length="27796" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sat, 09 May 2026 18:32:19 +0700</pubDate>
<dc:creator>Choirul Anwar</dc:creator>
<media:keywords>Kota Batu, Pupuk Subsidi, Meningkat</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KOTA BATU, SJP</strong> - Alokasi pupuk bersubsidi untuk petani di Kota Batu mengalami kenaikan cukup signifikan pada tahun anggaran 2026. Pemerintah menambah kuota sebanyak 188 ton dibanding tahun sebelumnya, sehingga total pupuk subsidi yang diterima tahun ini mencapai 1.054 ton.</p>
<p></p>
<p>Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kota Batu, Hendry Suseno pada Sabtu (9/5/2026) kenaikan tersebut diharapkan mampu membantu petani menghadapi tingginya biaya produksi pertanian yang terus meningkat, mulai dari harga pupuk non subsidi, sarana produksi, hingga biaya operasional di lapangan.</p>
<p></p>
<p>"Untuk pembagian alokasi dilakukan berdasarkan kebutuhan petani di masing-masing wilayah serta luas lahan dan jenis komoditas yang dibudidayakan," tegasnya.</p>
<p></p>
<p>Dari total kuota yang diterima, pupuk NPK menjadi jenis dengan alokasi terbesar yakni 599 ton, disusul pupuk urea sebanyak 399 ton. Selain itu, pemerintah juga menyediakan 53 ton pupuk organik, 2 ton pupuk NPK formula khusus, serta 1 ton pupuk ZA.</p>
<p></p>
<p>Distribusi pupuk terbesar tahun ini diterima Kecamatan Junrejo. Wilayah tersebut memperoleh alokasi 291 ton pupuk urea dan 304 ton pupuk NPK. Selain itu, Junrejo juga mendapat tambahan pupuk organik dan NPK formula khusus.</p>
<p></p>
<p>"Sementara Kecamatan Batu menerima 75 ton pupuk urea dan 115 ton pupuk NPK. Sedangkan Kecamatan Bumiaji memperoleh 33 ton pupuk urea serta 180 ton pupuk NPK, ditambah alokasi pupuk organik sebanyak 52 ton dan pupuk ZA 1 ton," imbuhnya.</p>
<p></p>
<p>Pemerintah juga menyiapkan empat distributor resmi untuk mempercepat penyaluran hingga ke tingkat kios dan kelompok tani. Dua distributor ditempatkan di Kecamatan Bumiaji, sementara Kecamatan Batu dan Junrejo masing-masing memiliki satu distributor.</p>
<p></p>
<p>Menurut Hendry, keberadaan distributor tersebut diharapkan mampu menjaga kelancaran distribusi pupuk terutama menjelang musim tanam agar petani tidak mengalami keterlambatan pasokan.</p>
<p></p>
<p>Meski kuota pupuk meningkat, pengawasan distribusi tetap menjadi perhatian utama pemerintah daerah. Penyaluran akan disesuaikan dengan data penerima dalam sistem elektronik Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (e-RDKK) guna mencegah penyimpangan di lapangan.</p>
<p></p>
<p>"Selain itu, pemerintah juga menekankan pentingnya efektivitas penggunaan pupuk agar peningkatan kuota benar-benar berdampak pada produktivitas pertanian dan ketahanan pangan daerah," tandasnya. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Pemkot Batu Benahi Wajah Kota, Pedestrian hingga Jalur Wisata Masuk Proyek Strategis 2026</title>
<link>https://suarajatimpost.com/pemkot-batu-benahi-wajah-kota-pedestrian-hingga-jalur-wisata-masuk-proyek-strategis-2026</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/pemkot-batu-benahi-wajah-kota-pedestrian-hingga-jalur-wisata-masuk-proyek-strategis-2026</guid>
<description><![CDATA[ Melalui proyek strategis 2026, Pemkot Batu mulai mengarahkan pembangunan infrastruktur tidak hanya sebagai proyek fisik semata, tetapi juga bagian dari penataan wajah kota wisata. Fokus pada pedestrian, preservasi jalan, dan ruang publik menunjukkan upaya pemerintah membangun kota yang lebih nyaman, aman, dan berdaya saing di sektor pariwisata ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202605/image_870x580_69ff06dad0bd7.webp" length="69784" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sat, 09 May 2026 17:30:48 +0700</pubDate>
<dc:creator>Choirul Anwar</dc:creator>
<media:keywords>Kota Batu, Pedestarian, Revitalisasi, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KOTA BATU, SJP</strong> - Pemerintah Kota Batu mulai memacu realisasi pembangunan infrastruktur strategis tahun 2026 dengan fokus utama pada penataan ruang publik dan peningkatan kualitas jalur mobilitas. Sejumlah proyek prioritas disiapkan untuk memperkuat citra Kota Batu sebagai destinasi wisata yang lebih tertata, nyaman, dan ramah bagi pejalan kaki.</p>
<p></p>
<p>Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Batu, Aries Setiawan pada Sabtu (9/5/2026) menegaskan bahwa melalui skema Proyek Strategis Daerah (PSD), pemerintah memprioritaskan pembangunan pedestrian di Jalan Abdul Gani dan Jalan Diran. Selain itu, peningkatan kualitas jalan juga dilakukan di ruas Sisir–Pandanrejo serta jalur Sumberejo–Ngaglik.</p>
<p></p>
<p>"Pembangunan infrastruktur tersebut dirancang tidak hanya untuk mempercantik kota, tetapi juga memberi dampak ekonomi dan sosial yang lebih luas bagi masyarakat," paparnya.</p>
<p></p>
<p>Menurutnya, Kota Batu sebagai kota wisata membutuhkan ruang publik yang lebih representatif, terutama di kawasan dengan intensitas wisatawan dan aktivitas warga yang tinggi.</p>
<p></p>
<p>Selain empat proyek utama PSD, Pemkot juga menyiapkan tiga program prioritas tambahan. Di antaranya lanjutan pembangunan pedestrian di Jalan Trunojoyo, preservasi kawasan Simpang Empat Patih, serta preservasi jalan di kawasan Sumberbrantas yang selama ini menjadi jalur dengan beban lalu lintas cukup tinggi.</p>
<p></p>
<p>Pemkot Batu juga mulai menyiapkan langkah mitigasi untuk mengantisipasi dampak pembangunan terhadap aktivitas masyarakat. Pemerintah mengaku telah melakukan sosialisasi terkait rekayasa lalu lintas, jalur alternatif, hingga pengaturan operasional alat berat agar proyek tidak memicu kemacetan parah di jalur vital kota.</p>
<p></p>
<p>"Selain itu, sinkronisasi utilitas seperti kabel dan pipa bawah tanah juga menjadi perhatian agar pengerjaan fisik tidak mengalami hambatan teknis di lapangan," imbuhnya.</p>
<p></p>
<p>Penataan sementara bagi pedagang kaki lima (PKL) di sekitar area proyek turut disiapkan guna menjaga aktivitas ekonomi masyarakat tetap berjalan selama proses pembangunan berlangsung.</p>
<p></p>
<p>Pemkot berharap seluruh proyek strategis tersebut dapat menjadi fondasi pembentukan wajah baru Kota Batu yang lebih modern tanpa menghilangkan fungsi kenyamanan dan aksesibilitas publik. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Pemkot Batu Gelontorkan Rp 12,5 Miliar untuk Pavingisasi 81 Jalan Lingkungan</title>
<link>https://suarajatimpost.com/pemkot-batu-gelontorkan-rp-125-miliar-untuk-pavingisasi-81-jalan-lingkungan</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/pemkot-batu-gelontorkan-rp-125-miliar-untuk-pavingisasi-81-jalan-lingkungan</guid>
<description><![CDATA[ Dengan anggaran mencapai Rp 12,5 miliar, pavingisasi jalan lingkungan menjadi salah satu fokus pembangunan permukiman Kota Batu tahun ini. Pemkot berharap perbaikan akses di 81 titik tersebut tidak hanya mempercantik lingkungan, tetapi juga meningkatkan kualitas hidup dan mobilitas warga secara langsung ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202605/image_870x580_69ff05f0ef1f8.webp" length="57828" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sat, 09 May 2026 17:02:03 +0700</pubDate>
<dc:creator>Choirul Anwar</dc:creator>
<media:keywords>Kota Batu, Pavingisasi, Rp 12, 5 Miliar</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KOTA BATU, SJP</strong> - Pemerintah Kota Batu kembali mengalokasikan anggaran besar untuk pembenahan infrastruktur permukiman melalui program pavingisasi jalan lingkungan. Tahun 2026 ini, anggaran yang disiapkan mencapai Rp12,5 miliar untuk memperbaiki 81 titik jalan dan gang permukiman di tiga kecamatan.</p>
<p></p>
<p>Kepala Bidang Cipta Karya Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kota Batu, Ferly Syahrudin pada Sabtu (9/5/2026) bahwa program tersebut difokuskan pada peningkatan kualitas akses lingkungan warga yang selama ini masih rusak, sempit, maupun belum memadai.</p>
<p></p>
<p>"Perbaikan jalan lingkungan dinilai penting karena menjadi jalur utama aktivitas harian masyarakat, mulai dari akses rumah, kegiatan ekonomi kecil, hingga jalur anak menuju sekolah. Terlebih program pavingisasi saat ini masih berada pada tahap perencanaan sebelum masuk proses pengadaan dan pengerjaan fisik," urainya.</p>
<p></p>
<p>Menurutnya, sebagian besar lokasi pengerjaan berasal dari usulan pokok pikiran (pokir) anggota DPRD yang dihimpun berdasarkan kebutuhan masyarakat di tingkat lingkungan.</p>
<p></p>
<p>Untuk mempercepat pelaksanaan, Pemkot Batu menerapkan skema multikontraktor sehingga pekerjaan dapat dilakukan bersamaan di banyak titik. Pola tersebut dinilai lebih efektif agar seluruh proyek dapat selesai dalam satu tahun anggaran.</p>
<p></p>
<p>"Selain jumlah titik yang cukup besar, nilai anggaran pavingisasi tahun ini juga mengalami kenaikan dibanding tahun sebelumnya. Pada 2025 lalu, alokasi anggaran berada di kisaran Rp12 miliar, sedangkan tahun ini meningkat menjadi Rp12,5 miliar," imbuhnya.</p>
<p></p>
<p>Tambahan anggaran tersebut diarahkan untuk memperluas cakupan perbaikan, terutama pada jalan lingkungan yang masih berupa tanah maupun paving lama yang telah mengalami kerusakan.<strong> (*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Minim Lapangan Kerja, Warga Batu Ramai&amp;Ramai Cari Nafkah ke Luar Negeri</title>
<link>https://suarajatimpost.com/minim-lapangan-kerja-warga-batu-ramai-ramai-cari-nafkah-ke-luar-negeri</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/minim-lapangan-kerja-warga-batu-ramai-ramai-cari-nafkah-ke-luar-negeri</guid>
<description><![CDATA[ Meningkatnya jumlah warga Batu yang bekerja ke luar negeri menunjukkan bahwa sektor ketenagakerjaan daerah masih menghadapi tantangan serius. Selama lapangan kerja lokal belum mampu menyerap tenaga produktif secara optimal, bekerja di luar negeri akan tetap menjadi pilihan utama masyarakat untuk memperbaiki kondisi ekonomi keluarga ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202605/image_870x580_69fdc980d4f9f.webp" length="50786" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Fri, 08 May 2026 19:34:16 +0700</pubDate>
<dc:creator>Choirul Anwar</dc:creator>
<media:keywords>Kota Batu, Lapangan Kerja, Luar Negeri</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KOTA BATU, SJP</strong> - Terbatasnya peluang kerja formal di Kota Batu mulai mendorong semakin banyak warga memilih bekerja di luar negeri. Dalam dua tahun terakhir, jumlah pekerja migran Indonesia (PMI) asal Kota Batu terus meningkat, terutama dari kalangan perempuan dengan latar pendidikan dasar hingga menengah.</p>
<p></p>
<p>Kepala Disnaker Kota Batu, MD Forkan pada Jumat (8/5/2026) bahwa berdasadkM dadi data yang ada telah mencatat, jumlah PMI pada 2024 sebanyak 44 orang, lalu naik menjadi 53 orang pada 2025. Hingga pertengahan Maret 2026, tercatat sudah ada 13 warga yang kembali berangkat bekerja ke luar negeri.</p>
<p></p>
<p>"Tren tersebut erat kaitannya dengan masih terbatasnya serapan tenaga kerja di tingkat lokal. Banyak lulusan sekolah yang belum mampu masuk sektor formal di dalam daerah sehingga memilih mencari penghasilan di negara lain," ujarnya.</p>
<p></p>
<p>Menurutnya, faktor ekonomi menjadi alasan paling dominan. Upah kerja di luar negeri dianggap jauh lebih menjanjikan dibanding peluang kerja yang tersedia di daerah, khususnya bagi masyarakat dengan keterampilan terbatas.</p>
<p></p>
<p>Fenomena ini terlihat dari dominasi pekerja perempuan yang mencapai hampir seluruh jumlah PMI asal Kota Batu. Pada 2025, dari total 53 orang yang berangkat, sebanyak 52 di antaranya merupakan perempuan. Sebagian besar bekerja di sektor domestik dan perawatan lansia.</p>
<p></p>
<p>"Negara tujuan utama masih didominasi kawasan Asia Timur dan Asia Tenggara. Taiwan menjadi tujuan paling banyak diminati dengan 23 pekerja, disusul Hong Kong sebanyak 19 orang. Selebihnya tersebar di Malaysia, Singapura, hingga sebagian kecil di Eropa dan Timur Tengah," tambahnya.</p>
<p></p>
<p>Dari sisi pendidikan, mayoritas PMI berasal dari lulusan SD dan SMP. Data Disnaker menunjukkan 17 orang merupakan lulusan SD dan 16 orang lulusan SMP. Jumlah pekerja dengan pendidikan tinggi masih sangat minim.</p>
<p></p>
<p>Meski demikian, keberangkatan PMI dinilai membawa dampak ekonomi yang cukup besar bagi keluarga di daerah asal. Banyak keluarga mengalami peningkatan taraf hidup berkat penghasilan dari luar negeri, mulai dari perbaikan rumah, biaya pendidikan anak, hingga pembukaan usaha kecil. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Pemkot Batu Ubah Arah Pengelolaan Aset, Tak Lagi Sekadar Inventaris tapi Mesin PAD</title>
<link>https://suarajatimpost.com/pemkot-batu-ubah-arah-pengelolaan-aset-tak-lagi-sekadar-inventaris-tapi-mesin-pad</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/pemkot-batu-ubah-arah-pengelolaan-aset-tak-lagi-sekadar-inventaris-tapi-mesin-pad</guid>
<description><![CDATA[ Melalui revisi perda ini, Pemkot Batu tengah mencoba mengubah wajah pengelolaan aset daerah—dari pola lama yang administratif menjadi model berbasis produktivitas dan digitalisasi. Jika implementasinya berjalan efektif, aset daerah tidak lagi sekadar tercatat di neraca, tetapi benar-benar menjadi instrumen penggerak PAD dan pembangunan daerah ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202605/image_870x580_69fdc883d492f.webp" length="96532" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Fri, 08 May 2026 19:15:31 +0700</pubDate>
<dc:creator>Choirul Anwar</dc:creator>
<media:keywords>Kota Batu, Aset, Inventaris</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KOTA BATU, SJP</strong> - Pemerintah Kota Batu mulai menggeser paradigma pengelolaan aset daerah dari sekadar pencatatan administratif menuju instrumen penghasil pendapatan. Langkah itu ditandai dengan pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) perubahan atas Perda Nomor 3 Tahun 2019 tentang Pengelolaan Barang Milik Daerah (BMD) bersama DPRD Kota Batu.</p>
<p>Plt Wali Kota Batu Heli Suyanto pada Jumat (8/5/2026) menegaskan bahwa revisi regulasi ini lahir di tengah masih banyaknya aset daerah yang dinilai belum produktif, munculnya disparitas data hasil audit, hingga kebutuhan penyesuaian terhadap kebijakan nasional pasca terbitnya Peraturan Pemerintah Nomor 28 Tahun 2020.</p>
<p>"Jadi aset daerah seperti tanah, bangunan, dan kendaraan tidak boleh hanya menjadi beban pemeliharaan APBD tanpa memberikan nilai tambah ekonomi," paparnya.</p>
<p>Menurutnya, pengelolaan aset harus diarahkan lebih profesional, transparan, dan produktif agar mampu mendukung keberlanjutan fiskal daerah sekaligus tetap menjaga fungsi sosial aset publik.</p>
<p>Salah satu fokus utama dalam revisi perda ini adalah integrasi penuh data aset melalui Sistem Informasi Pemerintahan Daerah (SIPD). Selama ini, Pemkot Batu masih menemukan ketidaksesuaian antara laporan perangkat daerah dengan hasil pemeriksaan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).</p>
<p>"Melalui integrasi digital tersebut, pemerintah menargetkan terciptanya satu basis data aset yang dapat dipantau secara real-time dan meminimalkan potensi kesalahan pencatatan maupun aset tidak termanfaatkan," imbuhnya.</p>
<p>Selain digitalisasi, regulasi baru juga akan memperjelas mekanisme kerja sama pemanfaatan aset dengan pihak ketiga, Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), hingga lembaga pendidikan. Pemkot menilai aturan lama terlalu umum sehingga sering menghambat optimalisasi aset di lapangan.</p>
<p>Raperda ini nantinya juga akan mengatur lebih detail terkait hibah, penghapusan aset, penyertaan modal, hingga sanksi administratif guna menciptakan kepastian hukum dan kepatuhan dalam pengelolaan barang milik daerah.</p>
<p>Pemkot berharap revisi regulasi tersebut dapat menjadi fondasi baru dalam mengubah aset tidur menjadi sumber daya ekonomi yang lebih produktif bagi daerah. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Truk Sosis Tabrak Median di Jalur Ir Soekarno Batu, Polisi Soroti Titik Rawan Kecelakaan</title>
<link>https://suarajatimpost.com/truk-sosis-tabrak-median-di-jalur-ir-soekarno-batu-polisi-soroti-titik-rawan-kecelakaan</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/truk-sosis-tabrak-median-di-jalur-ir-soekarno-batu-polisi-soroti-titik-rawan-kecelakaan</guid>
<description><![CDATA[ Kecelakaan truk pengangkut sosis ini kembali mempertegas tingginya kerawanan di jalur Ir Soekarno Kota Batu. Dengan insiden serupa yang terus berulang di titik yang sama, evaluasi menyeluruh terhadap sistem keselamatan jalan dinilai mendesak agar median jalan tidak terus menjadi “sasaran tetap” kecelakaan kendaraan. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202605/image_870x580_69fdc78519bc1.webp" length="33932" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Fri, 08 May 2026 18:35:17 +0700</pubDate>
<dc:creator>Choirul Anwar</dc:creator>
<media:keywords>Kota Batu, Kecelakaan, Jl Soekarno</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KOTA BATU, SJP</strong> - Kecelakaan tunggal kembali terjadi di jalur utama Jalan Ir Soekarno, tepatnya di kawasan dekat Jatim Park 3, Jumat (8/5/2026) siang. Sebuah truk boks pengangkut sosis bernomor polisi T 9717 DD keluar jalur dan menghantam median tengah jalan hingga menyebabkan arus lalu lintas tersendat.</p>
<p>Kernet truk, Arifin menguraikan bahwa leristiwa terjadi sekitar pukul 13.00 WIB saat truk melaju dari arah Kota Malang menuju Kota Batu dimana kendaraan yang dikemudikan bergerak terlalu ke kanan sebelum akhirnya menabrak pembatas jalan.</p>
<p>"Mungkin faktor kelelahan pengemudi setelah perjalanan distribusi sejak dini hari dari Jombang menuju Batu dan Malang. Alhamdulillah saya dan sopir tidak mengalami luka serius," urainya. </p>
<p>Meski benturan cukup keras hingga kendaraan naik ke median, kedua awak truk selamat dan hanya mengalami luka gores ringan. Proses evakuasi kendaraan dilakukan sekitar pukul 14.07 WIB menggunakan mobil derek, namun sempat menimbulkan perlambatan arus kendaraan di sekitar lokasi.</p>
<p>Sementara itu Satlantas Polres Batu. Kanit Turjawali Satlantas Polres Batu, Gema Indra Winaryan, mengungkapkan bahwa titik tersebut memang kerap menjadi lokasi kecelakaan kendaraan yang menyeruduk median jalan.</p>
<p>"Frekuensi kejadian yang berulang membuat pihak kepolisian berencana melakukan evaluasi bersama Forum Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ). Evaluasi akan difokuskan pada efektivitas rambu peringatan, desain median jalan, hingga faktor keselamatan di jalur utama penghubung Malang–Batu tersebut," ujarnya.</p>
<p>Jalur Ir Soekarno sendiri dikenal sebagai salah satu koridor lalu lintas dengan intensitas kendaraan tinggi, terutama kendaraan logistik dan wisata. Kondisi jalan yang relatif lebar dan panjang kerap memicu pengendara kehilangan konsentrasi akibat kelelahan maupun kecepatan berlebih. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Usai Ditutup Enam Bulan, Jalur Arjuno&amp;Welirang via Sumberbrantas Kembali Dibuka dengan Pengawasan Ketat</title>
<link>https://suarajatimpost.com/usai-ditutup-enam-bulan-jalur-arjuno-welirang-via-sumberbrantas-kembali-dibuka-dengan-pengawasan-ketat</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/usai-ditutup-enam-bulan-jalur-arjuno-welirang-via-sumberbrantas-kembali-dibuka-dengan-pengawasan-ketat</guid>
<description><![CDATA[ Dibukanya kembali jalur Arjuno-Welirang via Sumberbrantas menandai pulihnya aktivitas wisata alam pasca-penutupan panjang akibat cuaca ekstrem. Namun, pembukaan ini juga dibarengi pendekatan yang lebih terkontrol, dengan pengawasan digital dan pembatasan kuota untuk menjaga keseimbangan antara keselamatan pendaki dan kelestarian kawasan konservasi ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202605/image_870x580_69fc637a31fb2.webp" length="30742" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 07 May 2026 18:10:15 +0700</pubDate>
<dc:creator>Choirul Anwar</dc:creator>
<media:keywords>Kota Batu, Gunung Arjuno, Sumberbrantas</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KOTA BATU, SJP</strong> - Aktivitas pendakian di Gunung Arjuno-Welirang akhirnya kembali dibuka setelah hampir enam bulan ditutup akibat cuaca ekstrem dan proses pemulihan ekosistem. Salah satu jalur favorit pendaki, yakni via Sumberbrantas, resmi kembali beroperasi mulai Kamis (7/5/2026).</p>
<p>Kepala UPT Tahura Raden Soerjo, Agustiningtyas Marini pada Kamis (7/5/2026) menguraikan, pembukaan jalur di kawasan Tahura Raden Soerjo ini disambut antusias komunitas pendaki yang telah menunggu sejak penutupan pada 16 November 2025 lalu. Namun, pengelola memastikan pembukaan dilakukan dengan sistem pengawasan yang jauh lebih ketat dibanding sebelumnya.</p>
<p>"Intinya keputusan untuk membuka kembali jalur diambil setelah melalui monitoring intensif terhadap kondisi medan dan stabilitas cuaca di kawasan konservasi," paparnya.</p>
<p>"Proses pembersihan jalur pasca-cuaca ekstrem telah selesai dilakukan dan kondisi cuaca di kawasan pegunungan mulai menunjukkan tren stabil seiring menurunnya intensitas hujan," imbuhnya.</p>
<p>Meski demikian, status pembukaan jalur bersifat situasional. Pengelola menegaskan jalur bisa kembali ditutup sewaktu-waktu apabila muncul potensi bahaya akibat perubahan cuaca ekstrem atau kondisi darurat lain yang mengancam keselamatan pendaki.</p>
<p>Sebagai bagian dari penguatan kontrol, seluruh proses reservasi kini diwajibkan melalui sistem daring menggunakan aplikasi SiPenerang. Sistem ini telah dibuka sejak 4 Mei 2026 untuk mengatur kuota pendaki harian sekaligus mempermudah pengawasan di lapangan.</p>
<p>Pengelola juga menegaskan bahwa seluruh pendaki wajib mematuhi standar operasional pendakian, termasuk terkait perlengkapan, logistik, dan prosedur keselamatan.</p>
<p>Terpisah, Kepala RPH 04 Tahura Raden Soerjo, Choir Maulana, menyebut jalur Sumberbrantas tetap menjadi salah satu akses paling diminati karena menawarkan panorama hutan tropis dan bentang lembah pegunungan yang khas, meski memiliki karakter medan yang cukup menantang.</p>
<p>"Karena jalur baru dibuka kembali setelah masa pemulihan panjang, pendaki diminta melakukan persiapan ekstra, mulai dari kondisi fisik, perlengkapan standar, hingga pemahaman terhadap rute pendakian," urainya.</p>
<p>Di sisi lain, pembukaan kembali jalur ini juga diharapkan mampu menghidupkan kembali aktivitas ekonomi wisata alam di Kota Batu, terutama bagi pelaku jasa pendakian, warung warga, hingga sektor homestay di kawasan penyangga. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Pendaftar Beasiswa 1.000 Sarjana Kota Batu Membludak, Tembus 700 Orang untuk Perebutkan 400 Kuota</title>
<link>https://suarajatimpost.com/pendaftar-beasiswa-1000-sarjana-kota-batu-membludak-tembus-700-orang-untuk-perebutkan-400-kuota</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/pendaftar-beasiswa-1000-sarjana-kota-batu-membludak-tembus-700-orang-untuk-perebutkan-400-kuota</guid>
<description><![CDATA[ Membludaknya pendaftar Program Beasiswa 1.000 Sarjana menunjukkan pendidikan tinggi kini semakin menjadi kebutuhan utama generasi muda Kota Batu. Dengan peningkatan kuota dan skema penerima yang lebih luas, Pemkot Batu mencoba membangun fondasi SDM jangka panjang, sekaligus mempersempit kesenjjangan akses pendidikan bagi masyarakat kurang mampu ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202605/image_870x580_69fc6105e6ad4.webp" length="23476" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 07 May 2026 17:30:45 +0700</pubDate>
<dc:creator>Choirul Anwar</dc:creator>
<media:keywords>Kota Batu, 1000 Sarjana, Pendaftar</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KOTA BATU, SJP</strong> – Antusiasme generasi muda Kota Batu untuk melanjutkan pendidikan tinggi terus meningkat tajam. Hingga penutupan pendaftaran pada 30 April 2026, sedikitnya 700 peserta tercatat masuk dalam sistem Program Beasiswa 1.000 Sarjana yang digagas Pemerintah Kota Batu melalui Dinas Pendidikan.</p>
<p>Kepala Dinas Pendidikan Kota Batu Alfi Nurhidayat pada Kamis (7/5/2026) menegaskan bahwa lonjakan jumlah pendaftar tersebut meningkat signifikan dibanding tahap awal program pada tahun sebelumnya.</p>
<p>"Berdasarkan data Dinas Pendidikan, pada gelombang pertama program ini tercatat sekitar 284 pendaftar, dengan 214 peserta lolos verifikasi administrasi dan 273 mahasiswa akhirnya menerima bantuan pendidikan sepanjang 2025," urainya.</p>
<p>Kini, Pemkot Batu menargetkan kuota penerima naik menjadi sekitar 400 mahasiswa pada 2026. Untuk itu, Dinas Pendidikan Kota Batu tengah melakukan proses verifikasi dan validasi ketat guna memastikan penerima bantuan benar-benar sesuai kriteria.</p>
<p>Mantan kepala DPUPR itu juga membeberkan peningkatan kuota penerima merupakan bentuk keseriusan pemerintah daerah dalam membangun investasi sumber daya manusia (SDM) jangka panjang.</p>
<p>“Tahun 2026 ini target kami meningkat menjadi 400 penerima, jauh lebih besar dibandingkan realisasi tahun 2025 yang mencapai 273 mahasiswa. Kami ingin memastikan bantuan ini menjadi investasi riil Pemkot Batu untuk masa depan,” imbuhnya.</p>
<p>Program Beasiswa 1.000 Sarjana dirancang dengan skema inklusif dan tidak hanya berfokus pada nilai akademik semata. Pemerintah membuka kesempatan bagi mahasiswa dari berbagai latar belakang, mulai dari jalur prestasi akademik dan non-akademik, keluarga kurang mampu, hafiz Al-Qur’an, penyandang disabilitas, guru non-ASN, hingga perangkat desa yang ingin meningkatkan kualifikasi pendidikan mereka.</p>
<p>Menurut Alfi, setelah proses verifikasi selesai, peserta yang dinyatakan lolos akan dihubungi langsung oleh admin resmi Dinas Pendidikan melalui pesan WhatsApp. Ia berharap program tersebut mampu menekan angka putus sekolah sekaligus memperkecil kesenjangan akses pendidikan tinggi di Kota Batu.</p>
<p>Pemkot Batu juga menyiapkan dukungan pembiayaan yang cukup besar. Besaran bantuan disesuaikan dengan program studi masing-masing mahasiswa. Untuk jurusan tertentu seperti kedokteran, bantuan pendidikan bahkan dapat mencapai Rp10 juta per semester.</p>
<p>Namun demikian, pemerintah menerapkan aturan ketat terkait masa studi penerima bantuan. Beasiswa hanya diberikan maksimal selama delapan semester atau sesuai masa studi normal. Jika mahasiswa melewati batas tersebut, maka biaya pendidikan selanjutnya menjadi tanggung jawab pribadi.</p>
<p>“Ini bertujuan mendorong mahasiswa agar lulus tepat waktu. Kalau melebihi batas tersebut, pembiayaan selanjutnya menjadi tanggung jawab pribadi. Kami ingin mencetak sarjana yang kompeten sekaligus disiplin,” tegas Alfi.</p>
<p>Meningkatnya jumlah pendaftar dinilai menjadi indikator tumbuhnya kesadaran masyarakat Kota Batu terhadap pentingnya pendidikan tinggi. Di sisi lain, kondisi tersebut juga menjadi tantangan bagi pemerintah daerah untuk memastikan proses seleksi berlangsung objektif, transparan, dan benar-benar menyasar masyarakat yang membutuhkan. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Setelah 24 Tahun, Kota Batu Akhirnya Miliki RIPS sebagai Peta Besar Pengelolaan Sampah</title>
<link>https://suarajatimpost.com/setelah-24-tahun-kota-batu-akhirnya-miliki-rips-sebagai-peta-besar-pengelolaan-sampah</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/setelah-24-tahun-kota-batu-akhirnya-miliki-rips-sebagai-peta-besar-pengelolaan-sampah</guid>
<description><![CDATA[ Kehadiran RIPS menandai perubahan mendasar arah kebijakan persampahan Kota Batu—dari pola penanganan insidental menuju sistem jangka panjang yang berbasis perencanaan. Setelah 24 tahun tanpa peta induk, Pemkot kini mulai membangun fondasi tata kelola sampah yang lebih terintegrasi untuk menghadapi tekanan lingkungan dan pertumbuhan kota wisata di masa depan. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202605/image_870x580_69fc30c6821b4.webp" length="70610" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 07 May 2026 13:27:44 +0700</pubDate>
<dc:creator>Choirul Anwar</dc:creator>
<media:keywords>Kota Batu, RIPS, Sampah</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KOTA BATU, SJP</strong> - Pemerintah Kota Batu akhirnya merampungkan dokumen Rencana Induk Pengelolaan Sampah (RIPS) pertama sejak daerah tersebut berdiri sebagai kota otonom. Dokumen strategis yang kini tengah diajukan menjadi Peraturan Wali Kota (Perwali) itu akan menjadi acuan utama tata kelola sampah selama periode 2026 hingga 2046.</p>
<p></p>
<p>Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Batu, Dian Fachroni pada Kamis (7/6/2026) menyebut kehadiran RIPS menjadi tonggak penting karena selama lebih dari dua dekade, kebijakan pengelolaan sampah di Kota Batu berjalan tanpa peta induk yang komprehensif.</p>
<p></p>
<p>"Akibatnya, berbagai kebijakan selama ini cenderung bersifat jangka pendek dan reaktif terhadap lonjakan timbulan sampah. Melalui RIPS, Pemkot mulai menggeser pendekatan menuju sistem pengelolaan yang terstruktur, terukur, dan berorientasi jangka panjang," urainya.</p>
<p></p>
<p>Dokumen tersebut dirancang berlaku selama 20 tahun dengan mekanisme evaluasi setiap lima tahun sekali. Evaluasi dilakukan agar strategi pengelolaan tetap relevan terhadap pertumbuhan penduduk, perkembangan kawasan wisata, dan peningkatan volume sampah di masa mendatang.</p>
<p></p>
<p>Salah satu perubahan besar yang diatur dalam RIPS adalah penerapan sistem desentralisasi pengelolaan sampah. Skema ini menempatkan desa dan kelurahan sebagai ujung tombak pengolahan, terutama melalui optimalisasi Tempat Pengolahan Sampah Reduce-Reuse-Recycle (TPS3R).</p>
<p></p>
<p>"Dalam pola baru tersebut, sampah organik dan anorganik diharapkan dapat diselesaikan di tingkat lingkungan sebelum masuk ke fasilitas pengolahan akhir. Sementara itu, TPA Tlekung yang kini bertransformasi menjadi TPST akan difokuskan khusus menangani sampah residu dengan kapasitas sekitar 50 ton per hari," imbuhnya.</p>
<p></p>
<p>Untuk mendukung implementasi RIPS, Pemkot Batu juga mengajukan program Local Service Development Project (LSDP) ke pemerintah pusat senilai Rp140 miliar. Dana tersebut diproyeksikan untuk pembangunan 10 unit TPS3R komunal dengan kapasitas masing-masing 10 ton per hari.</p>
<p></p>
<p>Selain pembangunan infrastruktur, DLH juga mulai membenahi struktur kelembagaan melalui pemisahan fungsi operator dan regulator. Langkah ini diwujudkan lewat aktivasi UPT Pengolahan Sampah agar pengawasan standar pengelolaan dapat berjalan lebih efektif.</p>
<p></p>
<p>RIPS sendiri menjadi bagian dari agenda prioritas pemerintahan Nurochman dan Heli Suyanto dalam memperkuat tata kelola lingkungan berbasis keberlanjutan. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Dua Pria di Kota Batu Tewas Usai Minum Cairan Misterius, Polisi Telusuri Kandungan Zat dan Kronologi</title>
<link>https://suarajatimpost.com/dua-pria-di-kota-batu-tewas-usai-minum-cairan-misterius-polisi-telusuri-kandungan-zat-dan-kronologi</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/dua-pria-di-kota-batu-tewas-usai-minum-cairan-misterius-polisi-telusuri-kandungan-zat-dan-kronologi</guid>
<description><![CDATA[ Dengan dua korban meninggal dan satu masih kritis, kasus ini kini bergantung pada hasil uji laboratorium untuk mengungkap jenis zat yang dikonsumsi. Polisi menegaskan proses penyelidikan masih berjalan, sementara publik diminta menunggu kepastian resmi terkait penyebab kematian dalam peristiwa tersebut ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202605/image_870x580_69fb35a098c7f.webp" length="6984" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 06 May 2026 20:00:22 +0700</pubDate>
<dc:creator>Choirul Anwar</dc:creator>
<media:keywords>Kota Batu, Meninggal Dunia, Miras</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KOTA BATU, SJP</strong> - Kasus kematian dua pria di Kota Batu yang diduga akibat keracunan minuman keras oplosan ramai di perbincangkan dan menjadi penyelidikan serius oleh pihak kepolisian. Hal ini dibuktikan dengan fokusnya anggota Polres Batu yang tengah menelusuri kandungan zat dalam cairan yang dikonsumsi korban serta merangkai kronologi lengkap kejadian.</p>
<p>Kasat Reskrim Polres Batu AKP Joko Supriyanto pada Rabu (6/5/2026) menguraikan bahwa peristiwa tersebut terjadi di sebuah rumah kontrakan yang juga digunakan sebagai home industry tempe di kawasan Jalan Sarimun, Beji, Kecamatan Junrejo. </p>
<p>"Dua korban meninggal dunia masing-masing berinisial KJ (36) dan IH (29), sementara satu orang lainnya, DW (40), masih menjalani perawatan intensif. Insiden bermula dari aktivitas konsumsi minuman berwarna putih kecokelatan yang diduga diracik sendiri oleh salah satu korban," urainya.</p>
<p>Dari hasil penelusuran awal, minuman tersebut pertama kali dikonsumsi pada Minggu (3/5/2026) sore di lokasi kontrakan. Keesokan harinya, ketiga korban masih sempat beraktivitas di Pasar Among Tani dengan membawa cairan serupa sebelum akhirnya kembali ke rumah dalam kondisi tidak stabil.</p>
<p>Gejala mulai muncul pada Senin malam. Korban IH mengeluhkan sakit perut dan gangguan penglihatan sebelum dilarikan ke rumah sakit dan dinyatakan meninggal dunia pada Selasa dini hari. Sementara korban KJ ditemukan meninggal lebih dulu di rumahnya pada Senin malam.</p>
<p>"Untuk mengungkap penyebab pasti, polisi telah mengamankan sejumlah barang bukti, termasuk sisa cairan dalam galon, wadah minum, serta ponsel korban yang berisi dokumentasi saat mereka mengonsumsi minuman tersebut. Seluruh barang bukti kini tengah diuji di laboratorium forensik Polda Jawa Timur," imbuhnya.</p>
<p>Joko juga membeberkan bahwa penyidik juga masih menunggu kondisi DW membaik untuk dimintai keterangan. Saat ini, ia dirawat di salah satu rumah sakit di wilayah Bumiaji dalam kondisi belum stabil.</p>
<p>Selain uji laboratorium, pemeriksaan terhadap saksi-saksi terus dilakukan guna memastikan apakah ada unsur kelalaian, kesengajaan, atau faktor lain yang menyebabkan insiden tersebut. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>DPRD Dukung Pembentukan DPMD dan Dispora, Ingatkan Soal Kesiapan dan Efisiensi</title>
<link>https://suarajatimpost.com/dprd-dukung-pembentukan-dpmd-dan-dispora-ingatkan-soal-kesiapan-dan-efisiensi</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/dprd-dukung-pembentukan-dpmd-dan-dispora-ingatkan-soal-kesiapan-dan-efisiensi</guid>
<description><![CDATA[ Dengan mulai dieksekusinya pembentukan dua OPD baru pada Juli 2026, DPRD Kota Batu menegaskan posisi sebagai mitra sekaligus pengawas pemerintah. Dukungan diberikan sebagai bagian dari komitmen bersama memperbaiki tata kelola pemerintahan, namun tetap diiringi kontrol ketat agar kebijakan tersebut berjalan efektif, efisien, dan benar-benar berdampak bagi masyarakat ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202605/image_870x580_69fb12128d375.webp" length="19198" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 06 May 2026 18:20:23 +0700</pubDate>
<dc:creator>Choirul Anwar</dc:creator>
<media:keywords>Kota Batu, Dinas Baru, Birokrasi, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KOTA BATU, SJP</strong> – Rencana eksekusi pembentukan dua OPD baru pada Juli 2026 mendapat respons dari pihak legislatif. Anggota DPRD Kota Batu Fraksi PDI Perjuangan, Khamim Tohari menyatakan pada prinsipnya pihaknya mendukung langkah Pemerintah Kota Batu sepanjang bertujuan memperkuat pelayanan publik dan efektivitas birokrasi.</p>
<p></p>
<p>Diwawancarai pada Rabu (6/5/2026), ia memaparkan pembentukan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) serta Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) harus benar-benar berbasis kebutuhan riil daerah, bukan sekadar penambahan struktur organisasi. Ia menilai penguatan sektor desa dan kepemudaan memang penting, namun perlu diiringi perencanaan matang.</p>
<p></p>
<p>“Secara prinsip kami mendukung, apalagi jika ini untuk memperkuat desa dan pengembangan pemuda. Tapi harus dipastikan betul urgensinya, jangan sampai hanya menambah beban anggaran tanpa dampak signifikan,” ujarnya.</p>
<p></p>
<p>Ia menegaskan, DPRD tetap akan menjalankan fungsi pengawasan, terutama dalam aspek kesiapan anggaran, sumber daya manusia, serta kejelasan pembagian tugas agar tidak terjadi tumpang tindih dengan OPD yang sudah ada.</p>
<p></p>
<p>Menurutnya, restrukturisasi harus mampu menjawab persoalan ketimpangan beban kerja yang selama ini menjadi alasan utama pembentukan dinas baru. Selain itu, Khamim juga meminta agar tahapan implementasi yang dimulai Juli mendatang dilakukan secara bertahap dan terukur, dengan indikator kinerja yang jelas. </p>
<p></p>
<p>“Jangan sampai nanti justru muncul persoalan baru, misalnya duplikasi kewenangan atau pemborosan anggaran. Ini yang akan kami kawal,” tegasnya.</p>
<p></p>
<p>Hal ini penting agar keberadaan OPD baru benar-benar memberikan kontribusi nyata terhadap pembangunan daerah. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Revisi SOTK Berjalan, DPMD dan Dispora Kota Batu Segera Terbentuk</title>
<link>https://suarajatimpost.com/revisi-sotk-berjalan-dpmd-dan-dispora-kota-batu-segera-terbentuk</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/revisi-sotk-berjalan-dpmd-dan-dispora-kota-batu-segera-terbentuk</guid>
<description><![CDATA[ Pembentukan dua dinas baru tersebut menjadi bagian dari strategi Pemerintah Kota Batu dalam menyelaraskan perangkat daerah dengan arah pembangunan dalam dokumen RPJMD 2025–2029. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202605/image_870x580_69fad5e4c625b.webp" length="30720" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 06 May 2026 15:30:06 +0700</pubDate>
<dc:creator>Choirul Anwar</dc:creator>
<media:keywords>Kota Batu, Dua Dinas, Birokrasi</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KOTA BATU, SJP</strong>–Pelaksana Tugas (Plt.) Wali Kota Batu, Heli Suyanto, memastikan rencana pembentukan dua Organisasi Perangkat Daerah (OPD) baru, yakni Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) serta Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora), akan mulai dilaksanakan pada Juli 2026.</p>
<p>Kepastian tersebut disampaikan pada Rabu (6/5/2026), seiring progres pembahasan perubahan regulasi Susunan Organisasi dan Tata Kerja (SOTK) yang saat ini tengah bergulir di DPRD Kota Batu. Tahap awal pelaksanaan akan difokuskan pada finalisasi struktur kelembagaan dan penyesuaian internal birokrasi.</p>
<p>"Targetnya Juli sudah mulai jalan tahap awal. Ini bagian dari penataan besar agar struktur organisasi lebih sesuai kebutuhan," ujarnya.</p>
<p>Pembentukan dua dinas baru tersebut menjadi bagian dari strategi Pemerintah Kota Batu dalam menyelaraskan perangkat daerah dengan arah pembangunan dalam dokumen RPJMD 2025–2029.</p>
<p>Selain itu, langkah ini juga diarahkan untuk mengatasi ketimpangan beban kerja antar-OPD yang selama ini dinilai tidak proporsional.</p>
<p>DPMD nantinya akan difokuskan pada penguatan peran desa sebagai basis pembangunan dan ekonomi lokal.</p>
<p>Sementara itu, Dispora akan menangani secara khusus sektor kepemudaan dan olahraga yang selama ini dinilai belum optimal karena masih tersebar di beberapa perangkat daerah.</p>
<p>"Pembentukan OPD baru ini bukan sekadar penambahan struktur, melainkan bagian dari reformasi birokrasi agar pelayanan publik lebih efektif dan tepat sasaran," imbuhnya.</p>
<p>Pemerintah juga memastikan seluruh proses tetap mempertimbangkan kemampuan keuangan daerah serta kesiapan sumber daya manusia. </p>
<p>Dengan demikian, pengembangan birokrasi tersebut bukan bertujuan memperbesar organisasi, melainkan menata ulang supaya lebih efisien dan fokus.<strong> (*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Enam Kandidat Lolos, Seleksi Sekda Kota Batu Masuk Fase Penentu Mei 2026</title>
<link>https://suarajatimpost.com/enam-kandidat-lolos-seleksi-sekda-kota-batu-masuk-fase-penentu-mei-2026</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/enam-kandidat-lolos-seleksi-sekda-kota-batu-masuk-fase-penentu-mei-2026</guid>
<description><![CDATA[ Dengan hanya enam kandidat tersisa, seleksi Sekda Kota Batu kini memasuki fase penyaringan kualitas. Rangkaian uji kompetensi, gagasan, hingga kesehatan akan menjadi penentu akhir siapa figur yang dinilai paling layak mengisi posisi strategis penggerak birokrasi daerah ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202605/image_870x580_69f9b25539077.webp" length="32472" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Tue, 05 May 2026 19:59:58 +0700</pubDate>
<dc:creator>Choirul Anwar</dc:creator>
<media:keywords>Kota Batu, Sekda Definitif, 6 Peserta, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KOTA BATU, SJP</strong> - Proses seleksi terbuka Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT) Pratama Sekretaris Daerah di Kota Batu memasuki fase krusial. Dari 10 pelamar yang mendaftar hingga 21 April 2026, Panitia Seleksi menetapkan enam kandidat lolos administrasi dan berhak melanjutkan ke tahapan berikutnya yang akan digelar sepanjang Mei.</p>
<p></p>
<p>Plt Sekda Kota Batu Eko Suhartono pada Selasa (5/5/2026) bahwa pengumuman resmi bernomor 800/010/PANSEL/35.79.502/2026 yang ditandatangani Ketua Pansel, Indah Wahyuni, menetapkan enam nama yang dinyatakan memenuhi syarat. Mereka adalah Akhmad Dahlan, Alfi Nurhidayat, Arief As Siddiq, Bangun Yulianto, Endro Wahjudi, dan Mohammad Nur Adhim.</p>
<p></p>
<p>"Empat pelamar lainnya harus terhenti di tahap awal karena tidak memenuhi persyaratan administratif menegaskan bahwa tahapan berikutnya akan menjadi penentu kualitas kandidat. Para peserta dijadwalkan mengikuti uji kompetensi manajerial dan sosio kultural pada 11 Mei 2026 di BKD Provinsi Jawa Timur, Surabaya," urainya.</p>
<p></p>
<p>Tahapan dilanjutkan dengan uji gagasan dan wawancara pada 18 Mei 2026 di Balai Kota Among Tani, serta tes kesehatan jasmani dan rohani pada 21 Mei 2026 di RSUD Karsa Husada Batu.</p>
<p></p>
<p>Eko menekankan pentingnya disiplin peserta dalam mengikuti seluruh rangkaian seleksi. Setiap tahapan bersifat wajib dan memiliki konsekuensi gugur apabila tidak diikuti.</p>
<p></p>
<p>"Selain kesiapan substansi, peserta juga diminta memperhatikan aspek teknis. Dalam uji gagasan, kandidat wajib membawa lima berkas makalah, sementara untuk tes kesehatan diwajibkan menjalani puasa sesuai ketentuan medis," imbuhnya.</p>
<p></p>
<p>Panitia memastikan seluruh informasi teknis akan diperbarui secara berkala melalui kanal resmi BKPSDM Kota Batu, sehingga peserta diharapkan aktif memantau perkembangan. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Bapenda Jemput Bola Permudah Izin Operasi Vila di Kota Batu</title>
<link>https://suarajatimpost.com/bapenda-jemput-bola-permudah-izin-operasi-vila-di-kota-batu</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/bapenda-jemput-bola-permudah-izin-operasi-vila-di-kota-batu</guid>
<description><![CDATA[ Di tengah dominasi vila ilegal, strategi Pemkot Batu kini bergeser dari sekadar penertiban menuju akselerasi legalisasi. Jika skema percepatan ini efektif, potensi kebocoran PAD bisa ditekan, sekaligus menata ulang wajah industri vila agar lebih tertib dan berkelanjutan ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202605/image_870x580_69f9bac62dda5.webp" length="41170" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Tue, 05 May 2026 18:03:56 +0700</pubDate>
<dc:creator>Choirul Anwar</dc:creator>
<media:keywords>Kota Batu, Vila, Pajak, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KOTA BATU, SJP</strong> - Upaya penertiban ribuan vila tak berizin di Kota Batu mulai diarahkan ke pendekatan persuasif. Pemerintah kota melalui Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) menyiapkan skema percepatan perizinan guna mendorong pelaku usaha segera masuk ke sistem resmi.</p>
<p></p>
<p>Kepala Bapenda Kota Batu, Mohammad Nur Adhimnpada Selasa (5/5/2026) menegaskan bahwa secara regulasi, dasar hukum sebenarnya sudah tersedia. Namun, rendahnya kesadaran pelaku usaha menjadi kendala utama di lapangan.</p>
<p></p>
<p>"Pemerintah kini tidak hanya menunggu, tetapi mulai aktif melakukan jemput bola untuk mempercepat proses legalisasi usaha vila. Salah satu langkah konkret yang ditawarkan adalah penyederhanaan pengurusan Nomor Induk Berusaha (NIB) dan Nomor Pokok Wajib Pajak Daerah (NPWPD)," urainya.</p>
<p></p>
<p>Ia bahkan menegaskan apabila masyarakat memiliki persyaratan lengkap, maka proses untuk mendapatkan NIB dan NPWPD dapat diselesaikan dalam waktu dua hari sehingga pelaku usaha bisa segera terdaftar dan mendapatkan pelayanan secara resmi.</p>
<p></p>
<p>Langkah ini menjadi respons atas temuan bahwa sekitar 90 persen vila di Kota Batu masih beroperasi tanpa izin. Kondisi tersebut tidak hanya berpotensi menimbulkan persoalan hukum, tetapi juga menyebabkan kebocoran Pendapatan Asli Daerah (PAD) dalam jumlah besar.</p>
<p></p>
<p>Dengan masuknya pelaku usaha ke dalam sistem, Bapenda berharap dapat memperbaiki basis data perpajakan sekaligus meningkatkan kepatuhan. Selain itu, legalitas juga dinilai penting untuk memberikan kepastian usaha dan perlindungan hukum bagi pemilik vila.</p>
<p></p>
<p>"Di sisi lain, pendekatan percepatan izin ini juga menjadi pintu masuk bagi pemerintah untuk melakukan pengawasan yang lebih terukur, termasuk terkait standar operasional dan dampak sosial di lingkungan permukiman. Pemkot Batu menargetkan, dengan kemudahan prosedur dan layanan cepat, pelaku usaha tidak lagi memiliki alasan untuk menghindari legalitas," tandasnya. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>DPRD Kota Batu Terima LKPJ 2025, DPRD Soroti Kelemahan Perencanaan hingga SiLPA</title>
<link>https://suarajatimpost.com/dprd-kota-batu-terima-lkpj-2025-dprd-soroti-kelemahan-perencanaan-hingga-silpa</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/dprd-kota-batu-terima-lkpj-2025-dprd-soroti-kelemahan-perencanaan-hingga-silpa</guid>
<description><![CDATA[ Catatan dari DPRD menjadi penekanan agar pemerintah daerah segera melakukan evaluasi menyeluruh dan langkah konkret, sehingga pelaksanaan program ke depan lebih tepat sasaran, efisien, serta benar-benar memberikan dampak nyata bagi masyarakat ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202605/image_870x580_69f98c130f18d.webp" length="26748" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Tue, 05 May 2026 15:11:03 +0700</pubDate>
<dc:creator>Choirul Anwar</dc:creator>
<media:keywords>Kota Batu, Kritik, LKPJ</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KOTA BATU, SJP</strong> – DPRD Kota Batu resmi menerima Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPj) Wali Kota Batu Tahun Anggaran 2025 dalam rapat paripurna, Selasa (5/5/2026). Namun, penerimaan tersebut disertai catatan kritis dari pimpinan dewan dan anggota fraksi.</p>
<p></p>
<p>Wakil Ketua I DPRD Kota Batu, Punjul Santoso pada Selasa (5/5/2026) menegaskan bahwa secara kelembagaan DPRD menerima LKPj, tetapi sejumlah persoalan mendasar harus segera dibenahi oleh pemerintah daerah.</p>
<p></p>
<p>“Perencanaan pembangunan kita masih lemah dan belum berbasis data yang akurat. Ini terlihat dari ketidaksesuaian antara target dan realisasi, serta indikator kinerja yang tidak operasional. Kalau ini tidak dibenahi, kebijakan akan terus meleset dari tujuan,” ujar Punjul.</p>
<p></p>
<p>Ia juga menyoroti pengelolaan keuangan daerah yang belum sepenuhnya berorientasi pada hasil. Menurutnya, belanja daerah harus dikaitkan langsung dengan capaian kinerja agar penggunaan anggaran benar-benar memberi dampak.</p>
<p></p>
<p>“Prinsip value for money harus diterapkan. Jangan hanya habis anggaran, tapi hasilnya tidak jelas. Efisiensi dan efektivitas program harus jadi ukuran utama,” tegasnya.</p>
<p></p>
<p>Punjul turut menyinggung perlunya penguatan pengawasan terhadap potensi pendapatan daerah, termasuk optimalisasi pajak dan retribusi serta pendataan sektor usaha seperti villa dan homestay yang dinilai masih belum maksimal.</p>
<p></p>
<p>Tak hanya itu saja, DPRD menyoroti sektor ekonomi dan ketimpangan antara tingginya kunjungan wisata dengan kontribusi terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD).</p>
<p></p>
<p>“Kunjungan wisata kita diklaim 8 sampai 10 juta orang, tapi dampaknya ke PAD belum signifikan. Ini harus dikaji serius, ada yang tidak sinkron antara potensi dan realisasi,” kata pria yang pernah menjabat sebagai Wakil Wali Kota Batu tersebut.</p>
<p></p>
<p>Ia juga menekankan pentingnya percepatan belanja pemerintah daerah dengan mengutamakan produk lokal agar perputaran ekonomi masyarakat tetap terjaga. Selain itu, Khamim menyoroti persoalan lingkungan, khususnya pengelolaan sampah yang dinilai belum tertangani optimal.</p>
<p></p>
<p>“Masalah sampah ini sudah mendesak. Harus ada langkah konkret, termasuk optimalisasi TPS3R di tingkat desa dan regulasi yang jelas supaya penanganannya tidak parsial,” imbuh Punjul.</p>
<p></p>
<p>Di sisi lain, DPRD juga mengkritisi belum dilaporkannya capaian Standar Pelayanan Minimal (SPM) dalam LKPj 2025. Ia meminta pemerintah segera melakukan audit internal dan menyusun strategi percepatan pemenuhan layanan dasar.</p>
<p></p>
<p>Sorotan tajam juga diarahkan pada tingginya Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran (SiLPA) tahun 2025 yang mencapai sekitar Rp 144 miliar. “SiLPA yang tinggi ini jadi indikator ada perencanaan atau pelaksanaan yang tidak optimal. Harus dianalisis, apakah karena kegiatan tidak selesai atau ada faktor lain,” tegasnya.</p>
<p></p>
<p>Tak hanya itu, ia juga menyinggung adanya proyek pengadaan yang ditinggalkan pemenang tender, terutama di sektor pendidikan, yang berdampak langsung pada sekolah dan siswa.</p>
<p></p>
<p>Meski demikian, DPRD tetap menerima LKPj Wali Kota Batu Tahun 2025 dengan catatan dan rekomendasi sebagai bahan perbaikan ke depan. “Catatan ini bukan untuk menjatuhkan, tapi memastikan ke depan tata kelola pemerintahan lebih baik dan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” pungkasnya. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Hari Pendidikan Nasional, Peningkatan Kompetensi Guru Jadi PR Pendidikan Jatim</title>
<link>https://suarajatimpost.com/hari-pendidikan-nasional-peningkatan-kompetensi-guru-jadi-pr-pendidikan-jatim</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/hari-pendidikan-nasional-peningkatan-kompetensi-guru-jadi-pr-pendidikan-jatim</guid>
<description><![CDATA[ Dengan skala pendidikan yang besar, Jawa Timur kini menghadapi tantangan struktural berupa kesenjangan kompetensi guru. Tanpa percepatan peningkatan kualitas tenaga pendidik, upaya pemerataan pendidikan berisiko berjalan lambat, sekaligus menghambat kesiapan generasi muda menghadapi tuntutan era digital ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202605/image_870x580_69f87bb0ca254.webp" length="45238" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 04 May 2026 18:02:29 +0700</pubDate>
<dc:creator>Choirul Anwar</dc:creator>
<media:keywords>Kota Batu, Jatim, Guru, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KOTA BATU, SJP</strong> - Hari Pendidikan Nasional 2026, membuat Dinas Pendidikan Pemprov Jawa Timur berpacu untuk terus menekan kesenjangan kompetensi tenaga pendidik. Pasalnya, disparitas kualitas guru masih menjadi salah satu faktor penghambat dalam mewujudkan pemerataan mutu di tengah besarnya jumlah satuan pendidikan.</p>
<p>Kepala Dindik Jatim, Aries Agung Paewai pada Senin (4/5/2026) mengungkapkan bahwa tantangan ini semakin kompleks karena Jawa Timur mengelola total 4.688 sekolah menengah, terdiri dari 2.158 SMK, 2.132 SMA, dan 398 SLB. Distribusi yang luas membuat kualitas pengajaran tidak merata, terutama dalam hal adaptasi terhadap perkembangan teknologi digital.</p>
<p>"Peningkatan kompetensi guru bukan sekadar kebutuhan, tetapi keharusan yang membutuhkan investasi besar. Selama ini, keterbatasan anggaran menjadi kendala utama dalam memperluas program pelatihan secara menyeluruh," urainya.</p>
<p>Untuk mengatasi hal tersebut, Dindik Jatim mulai mengintensifkan program pelatihan melalui Bidang Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK). Selain itu, sertifikasi berbasis Kerangka Kerja Nasional Indonesia (KKNI) juga difasilitasi melalui UPT Pengembangan Teknologi dan Kejuruan (PTKK) yang berada di bawah koordinasi Direktorat Jenderal Pendidikan Vokasi.</p>
<p>Namun, Aries menegaskan bahwa upaya ini tidak bisa berjalan optimal tanpa dukungan eksternal.</p>
<p>"Keterlibatan dunia usaha dan industri dinilai penting untuk mempercepat transfer pengetahuan, khususnya dalam bidang vokasi yang membutuhkan kesesuaian dengan kebutuhan pasar kerja," imbuhnya.</p>
<p>Di sisi lain, Pemerintah Kota Batu turut memperkuat fondasi pendidikan di tingkat daerah. Kepala Dinas Pendidikan Kota Batu, Alfi Nurhidayat, menekankan bahwa peningkatan kualitas SDM harus dimulai dari ekosistem terdekat, yakni sinergi antara sekolah, keluarga, dan masyarakat.</p>
<p>"Tantangan pendidikan ke depan tidak hanya soal akses, tetapi juga kualitas lulusan yang mampu bersaing secara global tanpa kehilangan nilai karakter," pungkasnya. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Pemkot Batu Ajukan Tiga Raperda Strategis ke DPRD, Fokus Lahan Pertanian dan Reformasi OPD</title>
<link>https://suarajatimpost.com/pemkot-batu-ajukan-tiga-raperda-strategis-ke-dprd-fokus-lahan-pertanian-dan-reformasi-opd</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/pemkot-batu-ajukan-tiga-raperda-strategis-ke-dprd-fokus-lahan-pertanian-dan-reformasi-opd</guid>
<description><![CDATA[ Pengajuan tiga raperda ini menunjukkan arah kebijakan Pemkot Batu yang mulai menata ulang fondasi pembangunan dari hulu ke hilir mulai dari perlindungan lahan pangan, efisiensi birokrasi, hingga optimalisasi aset daerah. Regulasi ini berpotensi menjadi titik balik untuk memperkuat ketahanan ekonomi daerah sekaligus meningkatkan kualitas layanan publik secara lebih terukur ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202605/image_870x580_69f8572e99324.webp" length="22978" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 04 May 2026 16:23:01 +0700</pubDate>
<dc:creator>Choirul Anwar</dc:creator>
<media:keywords>Kota Batu, Raperda. Eksekutif</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KOTA BATU, SJP</strong> – Pemerintah Kota Batu resmi mengajukan tiga Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) dalam Sidang Paripurna DPRD Kota Batu pada Mei 2026. Tiga raperda tersebut mencakup perlindungan lahan pertanian pangan berkelanjutan, perubahan struktur perangkat daerah, serta revisi aturan pengelolaan barang milik daerah.</p>
<p></p>
<p>Plt Wali Kota Batu Heli Suyanto pada Senin (4/5/2026) mengatakan, pengajuan tiga raperda tersebut menjadi pembahasan perdana regulasi daerah pada tahun 2026 dan diharapkan dapat segera dipercepat.</p>
<p></p>
<p>“Penyampaian tiga rancangan peraturan daerah ini merupakan penyampaian pertama untuk pembahasan rancangan peraturan daerah tahun 2026. Besar harapan saya ini dapat segera dilakukan percepatan pembahasannya,” ujar Heli dalam sidang paripurna DPRD Kota Batu. </p>
<p></p>
<p>Raperda pertama mengatur tentang Pelindungan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B). Regulasi ini disusun sebagai langkah antisipasi terhadap alih fungsi lahan pertanian yang dinilai dapat mengancam ketahanan pangan di Kota Batu.</p>
<p></p>
<p>Menurut Heli, sektor pertanian memiliki peran strategis dalam menjaga kemandirian pangan daerah. Namun, perkembangan pembangunan dan pertumbuhan penduduk dinilai berpotensi mengurangi luas lahan pertanian produktif.</p>
<p></p>
<p>“Diperlukan upaya perlindungan dan pengendalian secara berkelanjutan agar lahan pertanian tetap terjaga,” imbuhnya.</p>
<p></p>
<p>Melalui raperda tersebut, Pemkot Batu menargetkan perlindungan kawasan pertanian, menjaga ketersediaan lahan pangan, meningkatkan kesejahteraan petani, hingga menjaga keseimbangan ekologis.</p>
<p></p>
<p>Selain sektor pertanian, Pemkot Batu juga mengusulkan perubahan ketiga atas Perda Nomor 5 Tahun 2016 tentang Pembentukan dan Susunan Perangkat Daerah.</p>
<p></p>
<p>Perubahan ini dilakukan untuk menyesuaikan struktur organisasi perangkat daerah dengan kebutuhan pembangunan dalam RPJMD Kota Batu 2025-2029.</p>
<p></p>
<p>Heli menjelaskan, saat ini terdapat sejumlah perangkat daerah dengan beban kerja besar namun struktur organisasinya dinilai terlalu kecil. Sebaliknya, ada pula perangkat daerah dengan beban kerja rendah namun struktur kelembagaannya terlalu besar.</p>
<p></p>
<p>“Kondisi tersebut memungkinkan terjadinya layanan yang kurang optimal dan menyebabkan inefisiensi,” paparnya.</p>
<p></p>
<p>Perubahan struktur perangkat daerah nantinya meliputi penataan nomenklatur organisasi, penggabungan maupun pemisahan perangkat daerah, serta penyesuaian tugas dan fungsi masing-masing organisasi.</p>
<p></p>
<p>Raperda ketiga membahas perubahan atas Perda Nomor 3 Tahun 2019 tentang Pengelolaan Barang Milik Daerah (BMD). Dimana Pemkot Batu menilai aturan lama sudah tidak lagi selaras dengan regulasi nasional terbaru, termasuk Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 7 Tahun 2024.</p>
<p></p>
<p>Selain itu, evaluasi juga menemukan sejumlah persoalan seperti belum optimalnya pemanfaatan aset daerah, belum terintegrasinya sistem informasi aset, hingga lemahnya mekanisme pengawasan.</p>
<p></p>
<p>“Sebagian besar aset daerah belum digunakan secara optimal untuk menambah nilai ekonomi daerah,” kata Heli. </p>
<p></p>
<p>Melalui revisi aturan ini, Pemkot Batu menargetkan pengelolaan aset daerah yang lebih akuntabel, efisien, produktif, dan terintegrasi secara digital melalui Sistem Informasi Pemerintahan Daerah (SIPD).</p>
<p></p>
<p>Heli menambahkan, ketiga raperda tersebut telah melalui proses harmonisasi bersama Kantor Wilayah Kementerian Hukum Jawa Timur sebelum diajukan ke DPRD. Ia berharap pembahasan antara DPRD dan pemerintah daerah dapat menghasilkan regulasi yang tepat sasaran dan memberi manfaat langsung bagi masyarakat.</p>
<p></p>
<p>“Sehingga menghasilkan suatu produk hukum yang baik secara substansi maupun prosedur, aspiratif, dan dapat memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat Kota Batu,” tutupnya. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Bukan Sekadar Pagar, Cangar Dipasang Sistem Pengamanan Berlapis untuk Tekan Titik Rawan</title>
<link>https://suarajatimpost.com/bukan-sekadar-pagar-cangar-dipasang-sistem-pengamanan-berlapis-untuk-tekan-titik-rawan</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/bukan-sekadar-pagar-cangar-dipasang-sistem-pengamanan-berlapis-untuk-tekan-titik-rawan</guid>
<description><![CDATA[ Penanganan Jembatan Cangar kini bergerak ke arah yang lebih sistematis menggabungkan rekayasa fisik dan pengawasan teknologi. Jika berjalan konsisten, model ini bisa menjadi standar baru penanganan titik rawan, bukan hanya di Batu, tetapi juga di wilayah lain dengan karakteristik serupa ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202605/image_870x580_69f8581387f99.webp" length="71742" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 04 May 2026 16:01:39 +0700</pubDate>
<dc:creator>Choirul Anwar</dc:creator>
<media:keywords>Kota Batu, Cangar. Jembatan</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KOTA BATU, SJP</strong> - Pendekatan penanganan kawasan rawan di Jembatan Cangar kini tidak lagi parsial. Aparat kepolisian bersama pemerintah daerah dan provinsi memilih membangun sistem pengamanan berlapis, bukan sekadar intervensi fisik semata.</p>
<p></p>
<p>Kasat Reskrim Polres Batu Joko Supriyanto pada Senin (4/5/2026) bahwa koordinasi antara Polres Batu dan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Provinsi Jawa Timur, dua titik krusial yakni Jembatan Cangar 1 dan 2 akan dipasangi pagar pengaman setinggi 2,5 meter.</p>
<p></p>
<p>"Struktur jeruji besi ini dirancang untuk menutup celah akses berbahaya, namun tetap mempertimbangkan aspek visual agar tidak menimbulkan kesan mencekam," urainya. </p>
<p></p>
<p>Lebih lanjut, pembangunan pagar hanyalah satu bagian dari strategi yang lebih luas. Pemerintah juga akan memperkuat sistem pengawasan melalui pemasangan CCTV di sejumlah titik serta peningkatan penerangan jalan.</p>
<p></p>
<p>Pembagian peran antarinstansi pun telah disusun. PUPR Provinsi Jawa Timur bertanggung jawab atas pembangunan fisik pagar, sementara Pemerintah Kota Batu tengah memproses pengadaan CCTV, jaringan listrik, dan fasilitas penerangan tambahan.</p>
<p></p>
<p>"Langkah ini diambil sebagai respons atas tingginya kekhawatiran masyarakat terhadap potensi aksi nekat di kawasan tersebut. Selama ini, minimnya pengawasan dan terbukanya akses di jembatan dinilai menjadi faktor yang memperbesar risiko kejadian," imbuhnya.</p>
<p></p>
<p>Dengan kombinasi antara penghalang fisik, sistem pemantauan visual, dan pencahayaan yang memadai, kawasan Cangar diharapkan bertransformasi dari titik rawan menjadi koridor yang lebih aman bagi pengguna jalan.</p>
<p></p>
<p>Pengerjaan proyek pengamanan ini dijadwalkan mulai pertengahan Mei 2026, dengan target penyelesaian secepat mungkin guna menekan potensi risiko yang ada. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>90 Persen Vila di Kota Batu Tak Berizin, Potensi PAD Bocor dan Konflik Sosial Mengintai</title>
<link>https://suarajatimpost.com/90-persen-vila-di-kota-batu-tak-berizin-potensi-pad-bocor-dan-konflik-sosial-mengintai</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/90-persen-vila-di-kota-batu-tak-berizin-potensi-pad-bocor-dan-konflik-sosial-mengintai</guid>
<description><![CDATA[ Tanpa pendataan dan penertiban yang jelas, ledakan vila ilegal berpotensi menjadi bom waktu bagi tata kelola pariwisata Kota Batu. Di satu sisi mendorong ekonomi, namun di sisi lain mengancam ketertiban sosial dan menggerus PAD membuat regulasi bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan mendesak. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202605/image_870x580_69f7005123af1.webp" length="31994" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sun, 03 May 2026 19:52:02 +0700</pubDate>
<dc:creator>Choirul Anwar</dc:creator>
<media:keywords>Kota Batu, Vila, Tak Berizin</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KOTA BATU, SJP</strong> - Ledakan bisnis vila di Kota Batu mulai memunculkan persoalan serius di balik geliat pariwisata. Indonesia Homestay Association (IHSA) setempat mengungkap, dari lebih dari 6.000 unit vila yang diperkirakan beroperasi, sekitar 90 persen di antaranya diduga tidak mengantongi izin usaha maupun Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP).</p>
<p>Ketua IHSA Kota Batu Natalina menyebut minimnya pelaporan dari pelaku usaha menjadi akar persoalan. Banyak pemilik vila menjalankan bisnis secara mandiri tanpa terdaftar secara resmi, sehingga menyulitkan pemerintah dalam melakukan pendataan dan pengawasan.</p>
<p>"IHSA sempat melakukan penelusuran mandiri melalui platform digital dan menemukan sekitar 3.500 vila terdaftar di Google Maps. Namun, angka tersebut diyakini hanya sebagian kecil dari jumlah riil di lapangan, yang diperkirakan menembus lebih dari 6.000 unit," papar, Minggu (3/5/2026).</p>
<p>Masifnya vila ilegal ini tidak hanya berdampak pada potensi kebocoran Pendapatan Asli Daerah (PAD), tetapi juga memicu kerawanan sosial. Alih fungsi rumah tinggal menjadi vila di kawasan permukiman kerap dilakukan tanpa koordinasi dengan warga sekitar, berpotensi menimbulkan gesekan akibat aktivitas tamu yang tidak terkontrol.</p>
<p>IHSA menilai, kondisi ini membutuhkan intervensi regulasi yang lebih spesifik di tingkat daerah. Meski aturan penginapan secara umum telah diatur pemerintah pusat, Kota Batu dinilai perlu memiliki regulasi turunan yang mengatur teknis operasional di lapangan.</p>
<p>"Beberapa poin yang didorong antara lain kewajiban identitas tamu, pembatasan aktivitas yang berpotensi mengganggu lingkungan, hingga pengaturan jam operasional. Standar operasional prosedur (SOP) ini dinilai penting untuk menjaga keseimbangan antara kepentingan usaha dan kenyamanan masyarakat," imbuhnya.</p>
<p>Selain itu, IHSA juga mendorong para pemilik vila untuk proaktif mengurus legalitas usaha serta bergabung dalam asosiasi guna memudahkan pendataan dan pembinaan.</p>
<p>Menurut Natalina, legalitas bukan sekadar kewajiban administratif, tetapi juga instrumen untuk meningkatkan kepercayaan wisatawan serta perlindungan hukum bagi pelaku usaha itu sendiri. (*)</p>
<p><strong>Editor: Danu </strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Investasi SDM Kota Batu: Genjot Program Beasiswa Seribu Sarjana demi Perkuat IPM</title>
<link>https://suarajatimpost.com/investasi-sdm-kota-batu-genjot-program-beasiswa-seribu-sarjana-demi-perkuat-ipm</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/investasi-sdm-kota-batu-genjot-program-beasiswa-seribu-sarjana-demi-perkuat-ipm</guid>
<description><![CDATA[ Dengan lonjakan anggaran yang agresif hingga tiga kali lipat dalam dua tahun, Pemkot Batu secara terbuka menempatkan pendidikan sebagai taruhan utama masa depan daerah—bahwa daya saing tidak lagi ditentukan oleh sektor wisata semata, melainkan kualitas SDM yang dibangun sejak sekarang. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202605/image_870x580_69f701482b73f.webp" length="56652" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sun, 03 May 2026 19:11:44 +0700</pubDate>
<dc:creator>Choirul Anwar</dc:creator>
<media:keywords>Kota Batu, Rp 8, 1 Miliar, Seribu sarjana</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KOTA BATU, SJP</strong> - Pemerintah Kota Batu mulai menaikkan skala investasi di sektor pendidikan melalui program beasiswa seribu sarjana. Tidak sekadar mempertahankan program, Pemkot kini mendorong ekspansi signifikan baik dari sisi jumlah penerima maupun besaran anggaran.</p>
<p>Kepala Bapelitbangda Kota Batu Bangun Yulianto pada Minggu (3/5/2026) menyebut tren peningkatan sudah terlihat sejak 2025. Saat itu, sebanyak 273 mahasiswa menerima beasiswa dengan total anggaran sekitar Rp 1,7 miliar. Memasuki 2026, jumlah penerima ditargetkan naik menjadi sekitar 400 mahasiswa dengan dukungan anggaran melonjak hingga Rp 5,6 miliar.</p>
<p>"Lonjakan lebih agresif disiapkan pada 2027. Pemerintah menargetkan sedikitnya 600 mahasiswa dapat terfasilitasi, dengan kesiapan anggaran mencapai Rp 8,1 miliar. Skema ini menjadi bagian dari strategi jangka panjang untuk memperkuat kualitas sumber daya manusia sebagai fondasi pembangunan daerah," paparnya.</p>
<p>Bangun menegaskan, arah kebijakan ini merupakan bentuk keberpihakan pada pendidikan sebagai instrumen utama peningkatan kesejahteraan. Semakin banyak warga yang mengenyam pendidikan tinggi, semakin besar peluang perbaikan taraf hidup secara berkelanjutan.</p>
<p>Dari sisi indikator, capaian pembangunan manusia di Kota Batu sudah berada pada level tinggi. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) tercatat di angka 80,35, sementara tingkat kemiskinan relatif rendah di kisaran 2,86 persen. Pemkot optimistis, ekspansi akses pendidikan tinggi akan semakin memperkuat tren positif tersebut.</p>
<p>"Meski dihadapkan pada kebijakan efisiensi anggaran dari pemerintah pusat yang berdampak pada dana transfer daerah, Pemkot Batu tetap memprioritaskan sektor pendidikan. Program-program strategis, terutama yang berkaitan langsung dengan peningkatan kualitas SDM, dipastikan tetap masuk dalam perencanaan pembangunan daerah," imbuhnya.</p>
<p>Selain pendidikan formal, perhatian juga diberikan pada pendidikan keagamaan. Pemerintah secara konsisten menyalurkan insentif kepada 1.911 tenaga pendidikan keagamaan sebagai bagian dari penguatan karakter masyarakat.</p>
<p>Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kota Batu, Alfi Nurhidayat, menjelaskan bahwa program beasiswa dirancang inklusif. "Penerima tidak hanya berasal dari jalur akademik, tetapi juga non-akademik, masyarakat kurang mampu, hafiz Al-Qur’an, penyandang disabilitas, hingga guru non-ASN dan perangkat desa," tandasnya. (*)</p>
<p>Editor: Danu</p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Sampah Kota Batu Meledak akibat MBG, DLH Dorong SPPG Kelola Sampah Mandiri</title>
<link>https://suarajatimpost.com/sampah-kota-batu-meledak-akibat-mbg-dlh-dorong-sppg-kelola-sampah-mandiri</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/sampah-kota-batu-meledak-akibat-mbg-dlh-dorong-sppg-kelola-sampah-mandiri</guid>
<description><![CDATA[ Tanpa sistem pengelolaan yang melekat di setiap dapur SPPG, lonjakan sampah berpotensi menjadi konsekuensi laten dari program gizi. DLH menilai, keberhasilan distribusi makanan harus berjalan beriringan dengan pengendalian limbah, jika tidak ingin menghadirkan masalah lingkungan baru di balik program sosial tersebut ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202605/image_870x580_69f6feb8a7e66.webp" length="46758" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sun, 03 May 2026 15:45:16 +0700</pubDate>
<dc:creator>Choirul Anwar</dc:creator>
<media:keywords>Kota Batu, Sampah, 125 Ton</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Sampah Kota Batu Meledak akibat MBG, DLH Dorong SPPG Kelola Sampah Mandiri</strong></p>
<p><strong>KOTA BATU, SJP</strong> - Lonjakan volume sampah di Kota Batu mulai menunjukkan dampak tak terduga dari aktivitas dapur komunal program pemenuhan gizi. Dinas Lingkungan Hidup (DLH) mencatat, timbulan sampah kini menembus angka rata-rata 125 ton per hari, meningkat signifikan dibandingkan periode sebelumnya.</p>
<p>Kepala DLH Kota Batu Dian Fachroni pada Minggu (3/5/2026) mengungkapkan bahwa salah satu pemicu utama kenaikan ini adalah mulai aktifnya sejumlah Satuan Pemenuhan Pelayanan Gizi (SPPG) yang memproduksi makanan dalam skala besar. Aktivitas tersebut menghasilkan lonjakan sampah organik yang cukup tinggi dan mulai membebani sistem pengelolaan yang ada.</p>
<p>"Kapasitas Tempat Pengolahan Sampah Reduce-Reuse-Recycle (TPS3R) saat ini sudah berada di ambang batas. Jika tidak diantisipasi sejak awal, tambahan beban dari dapur-dapur SPPG berpotensi memicu penumpukan sampah yang lebih serius," urainya.</p>
<p>Secara hitungan teknis, satu dapur SPPG dengan produksi sekitar 2.000 porsi makanan dapat menghasilkan hingga 400 kilogram sampah organik per hari. Jika terdapat 10 dapur aktif dalam satu wilayah, maka tambahan sampah bisa mencapai 4 ton per hari—angka yang dinilai sangat signifikan dalam struktur pengelolaan sampah kota.</p>
<p>Menariknya, hasil uji petik DLH menunjukkan bahwa keberadaan program makanan bergizi tidak serta-merta menekan produksi sampah rumah tangga. Mayoritas keluarga tetap memasak dalam jumlah yang sama, sehingga sampah domestik tidak berkurang, sementara sampah dari dapur komunal justru menambah beban baru.</p>
<p>"Menghadapi kondisi ini, DLH mendorong perubahan pendekatan dalam pengelolaan limbah. Setiap unit SPPG diminta tidak hanya fokus pada distribusi makanan, tetapi juga bertanggung jawab atas pengolahan sampah yang dihasilkan. Skema pengolahan mandiri seperti komposter atau bio-digester dinilai menjadi solusi paling realistis untuk menekan beban TPS3R," imbuhnya.</p>
<p>Saat ini, kebijakan tersebut masih sebatas imbauan. Namun, DLH membuka opsi penerbitan regulasi berupa Surat Edaran yang mewajibkan setiap dapur SPPG memiliki sistem pengelolaan sampah sebagai syarat operasional.</p>
<p>Selain itu, koordinasi sejak tahap perencanaan lokasi juga ditekankan agar kesiapan infrastruktur pengolahan limbah bisa diverifikasi sebelum dapur beroperasi penuh. (*)</p>
<p><strong>Editor: Danu</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Batu Perketat LP2B, Selamatkan Hulu dan Sisa Lahan Produktif</title>
<link>https://suarajatimpost.com/batu-perketat-lp2b-selamatkan-hulu-dan-sisa-lahan-produktif</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/batu-perketat-lp2b-selamatkan-hulu-dan-sisa-lahan-produktif</guid>
<description><![CDATA[ Dengan sisa lahan produktif yang semakin terbatas, Pemkot Batu kini menggeser arah kebijakan dari ekspansi menuju pengendalian. Pengetatan LP2B dan regulasi konservasi menjadi sinyal tegas bahwa keberlanjutan lingkungan di kawasan hulu tidak lagi bisa ditawar, bahkan di tengah tekanan investasi yang terus meningkat ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202605/image_870x580_69f495f599966.webp" length="45142" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Fri, 01 May 2026 21:12:29 +0700</pubDate>
<dc:creator>Choirul Anwar</dc:creator>
<media:keywords>Kota Batu, LP2B, Lahan Produktif</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KOTA BATU, SJP</strong> - Pemerintah Kota Batu mulai menarik rem terhadap laju ekspansi investasi pariwisata dengan memperketat perlindungan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B). Kebijakan ini ditegaskan langsung oleh Plt Wali Kota Batu, Heli Suyanto, sebagai respons atas semakin menipisnya lahan produktif dan meningkatnya risiko kerusakan lingkungan di kawasan hulu.</p>
<p></p>
<p>Diwawancarai pada Jumat (1/5/2026) orang nomor dua di Kota Batu itu menguraika bahwa posisi Batu sebagai “menara air” bagi Malang Raya membuat fungsi ekologisnya tidak bisa dikompromikan. Kerusakan di wilayah hulu, menurutnya, akan berdampak sistemik, tidak hanya pada sektor pertanian, tetapi juga pariwisata dan kehidupan masyarakat di wilayah hilir.</p>
<p>"Data terbaru menunjukkan kondisi yang kian tertekan. Luas lahan persawahan kini hanya tersisa sekitar 295 hektare, angka yang menggambarkan penyusutan signifikan akibat alih fungsi lahan dalam beberapa dekade terakhir. Situasi ini mendorong Pemkot untuk lebih selektif dalam menerbitkan izin pembangunan, terutama di kawasan rawan dan produktif," paparnya.</p>
<p>Heli menegaskan, pemerintah tidak menutup pintu investasi, tetapi mengubah pendekatannya menjadi lebih terkontrol. Setiap investor diwajibkan mengikuti pemetaan tata ruang yang telah diperbarui, termasuk kewajiban menyediakan Ruang Terbuka Hijau (RTH) serta menjaga keberlanjutan sumber mata air.</p>
<p>Sebagai langkah lanjutan, Pemkot Batu juga tengah menyiapkan Peraturan Wali Kota (Perwali) tentang Perlindungan Kawasan Hutan. Regulasi ini lahir dari evaluasi atas bencana lingkungan, termasuk banjir lumpur di Dusun Banyuning, yang menjadi alarm atas lemahnya praktik konservasi di lapangan.</p>
<p>"Salah satu poin utama dalam regulasi tersebut adalah kewajiban sistem terasering bagi aktivitas pertanian di lahan miring. Skema ini dinilai krusial untuk menekan potensi erosi, longsor, dan sedimentasi yang selama ini menjadi pemicu bencana saat musim hujan," imbuhnya.</p>
<p>Menurut Heli, pendekatan ini bukan hanya soal mitigasi bencana, tetapi juga menjaga keseimbangan antara ekonomi dan ekologi. Ia menegaskan bahwa praktik pertanian yang mengabaikan konservasi justru akan mempercepat kerusakan dan merugikan dalam jangka panjang. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Apel Batu Bertahan di Titik Kritis</title>
<link>https://suarajatimpost.com/apel-batu-bertahan-di-titik-kritis</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/apel-batu-bertahan-di-titik-kritis</guid>
<description><![CDATA[ Dengan sisa lahan yang terus tergerus dan produksi yang menurun, apel Batu kini bertahan di ambang kritis. Tanpa langkah konkret untuk melindungi lahan, menekan alih fungsi, dan meningkatkan kesejahteraan petani, identitas “Kota Apel” berisiko berubah dari realitas menjadi sekadar simbol historis. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202605/image_870x580_69f4955f803ac.webp" length="72064" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Fri, 01 May 2026 20:52:49 +0700</pubDate>
<dc:creator>Choirul Anwar</dc:creator>
<media:keywords>Kota Batu, Apel, Kritis</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KOTA BATU, SJP</strong> - Eksistensi apel sebagai identitas utama Kota Batu kini benar-benar berada di fase genting. Data terbaru Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (Distan-KP) mencatat, luas lahan perkebunan apel yang tersisa hanya sekitar 740,07 hektare hingga akhir 2024 menyusut drastis dari kejayaannya pada era 1980-an yang mencapai sekitar 3.000 hektare.</p>
<p></p>
<p>Plt Wali Kota Batu Heli Suyanto pada Jumat (1/5/2026) menguraikan bahwa penyusutan ini bukan sekadar tren jangka panjang, tetapi berlangsung agresif dalam dua tahun terakhir. Dari 1.092 hektare pada 2022, turun menjadi 823,33 hektare pada 2023, lalu kembali menyusut hingga tinggal 740,07 hektare.</p>
<p></p>
<p>"Artinya, lebih dari 350 hektare kebun apel hilang dalam waktu singkat, mempersempit ruang hidup komoditas yang selama ini menjadi ikon daerah," tegasnya.</p>
<p></p>
<p>Di tengah penyusutan tersebut, kantong-kantong terakhir kebun apel kini terkonsentrasi di wilayah Kecamatan Bumiaji. Desa Tulungrejo, Bulukerto, Sumbergondo, dan Desa Bumiaji menjadi benteng terakhir yang masih mempertahankan varietas unggulan seperti Manalagi dan Anna. Namun, keberlangsungan kawasan ini pun tidak sepenuhnya aman dari tekanan alih fungsi lahan dan penurunan produktivitas.</p>
<p></p>
<p>Politisi Gerindra tersebut juga menegaskan bahwa apel bukan sekadar komoditas pertanian, melainkan identitas kolektif daerah. Ia mengingatkan, jika tidak ada intervensi serius, status “Kota Apel” berpotensi kehilangan makna dalam waktu yang tidak terlalu lama.</p>
<p></p>
<p>"Tekanan utama datang dari masifnya alih fungsi lahan menjadi kawasan wisata dan permukiman. Di sisi lain, perubahan iklim dan menurunnya kualitas tanah membuat hasil panen tidak lagi optimal. Kondisi ini diperparah dengan tingginya biaya produksi, mulai dari pupuk hingga tenaga kerja, yang membuat petani beralih ke komoditas lain yang lebih cepat menghasilkan," imbuhnya.</p>
<p></p>
<p>Dampaknya sudah terlihat pada sisi produksi. Sepanjang 2024, produksi apel Kota Batu hanya mencapai sekitar 140.285 kuintal dimana angka tersebut mencerminkan penurunan signifikan dibandingkan capaian pada masa lalu. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Keselamatan Jadi Sorotan, DPRD Desak Audit Teknis Bianglala Alun&amp;alun Kota Batu</title>
<link>https://suarajatimpost.com/keselamatan-jadi-sorotan-dprd-desak-audit-teknis-bianglala-alun-alun-kota-batu</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/keselamatan-jadi-sorotan-dprd-desak-audit-teknis-bianglala-alun-alun-kota-batu</guid>
<description><![CDATA[ Tanpa langkah cepat dan terukur, keberadaan bianglala di Alun-alun Kota Batu berisiko berubah dari ikon wisata menjadi sumber bahaya laten. DPRD menegaskan, pilihan yang tersedia kini semakin mengerucut: memastikan keamanan melalui audit dan percepatan revitalisasi, atau menutup babak wahana tersebut secara permanen demi keselamatan publik ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202605/image_870x580_69f494e409860.webp" length="75614" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Fri, 01 May 2026 20:10:50 +0700</pubDate>
<dc:creator>Choirul Anwar</dc:creator>
<media:keywords>Kota Batu, Bianglala, Keselamatan</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KOTA BATU, SJP</strong> - Mandeknya operasional wahana bianglala di Alun-alun Kota Batu tak lagi semata dipersoalkan dari sisi ekonomi dan estetika, tetapi kini bergeser menjadi isu keselamatan publik. Memasuki tahun kedua sejak berhenti beroperasi pada 2022, kondisi fisik wahana yang terus terpapar cuaca ekstrem mulai dikhawatirkan berpotensi membahayakan pengunjung di kawasan pusat keramaian tersebut.</p>
<p>Anggota Komisi B DPRD Kota Batu Didik Machmud pada Jumat (1/5/2026) menegaskan bahwa pemerintah daerah tidak boleh menunda langkah teknis hanya karena proses administratif belum rampung.</p>
<p>"Audit konstruksi harus segera dilakukan secara berkala guna memastikan kekuatan struktur bianglala, terutama pada komponen besi yang rawan mengalami kelelahan material," urainya.</p>
<p>Menurutnya, risiko kerusakan struktural tidak bisa dianggap sepele mengingat posisi wahana berada di titik padat aktivitas masyarakat. Ia mengingatkan, faktor keselamatan harus menjadi prioritas utama, terlepas dari belum selesainya penilaian aset oleh Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang yang hingga kini masih menjadi penghambat utama proses lelang dan revitalisasi.</p>
<p>Didik juga menekankan bahwa pemerintah tidak perlu menunggu proses lelang selesai untuk melakukan pemeriksaan teknis menyeluruh. Langkah preventif dinilai jauh lebih penting dibandingkan respons reaktif yang berpotensi terlambat jika terjadi insiden.</p>
<p>"Jadi, apabila hasil audit menunjukkan kondisi struktur sudah tidak layak. Pembongkaran dinilai sebagai opsi rasional jika keberadaan wahana justru menjadi ancaman keselamatan publik, terutama di kawasan yang setiap harinya dipadati wisatawan," imbuhnya.</p>
<p>Di sisi lain, stagnasi pengelolaan bianglala turut berdampak pada hilangnya salah satu daya tarik utama di pusat kota. Wahana tersebut sebelumnya dikenal sebagai magnet wisata keluarga dengan harga terjangkau, yang berkontribusi pada perputaran ekonomi kawasan. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Polres Batu Ringkus Pelaku Curanmor, Satu Orang Diamankan Usai Aksi di Junrejo</title>
<link>https://suarajatimpost.com/polres-batu-ringkus-pelaku-curanmor-satu-orang-diamankan-usai-aksi-di-junrejo</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/polres-batu-ringkus-pelaku-curanmor-satu-orang-diamankan-usai-aksi-di-junrejo</guid>
<description><![CDATA[ Pengungkapan kasus ini menunjukkan respons cepat aparat dan peran aktif masyarakat dalam mencegah tindak kejahatan. Sinergi antara warga dan kepolisian menjadi kunci dalam mempersempit ruang gerak pelaku curanmor, sekaligus menjadi peringatan bahwa kejahatan jalanan masih menjadi ancaman nyata yang harus diwaspadai bersama ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x580_69f356b328505.webp" length="21246" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 30 Apr 2026 21:34:51 +0700</pubDate>
<dc:creator>Choirul Anwar</dc:creator>
<media:keywords>Kota Batu, Penangkapan, Curanmor</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KOTA BATU, SJP</strong> - Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Batu berhasil mengungkap kasus pencurian kendaraan bermotor (curanmor) yang terjadi di wilayah Kecamatan Junrejo, Kota Batu. Dalam pengungkapan tersebut, satu orang pelaku berhasil diamankan warga bersama petugas setelah sempat terjadi aksi kejar dan perlawanan di lokasi kejadian.</p>
<p>Kasat Reskrim Polres Batu AKP Joko Suprianto pada Kamis (30/4/2026) menguraikan kasus ini bermula dari laporan korban, Tegar Setyawan (28), seorang guru asal Pakisaji, Kabupaten Malang. Peristiwa pencurian terjadi di rumah kontrakan yang berlokasi di Jalan Diponegoro No. 30B, Dusun Ngandat, Desa Mojorejo, pada Rabu (29/4/2026) dini hari sekitar pukul 01.30 WIB.</p>
<p>"Korban awalnya memarkir sepeda motor Honda Beat miliknya dalam kondisi terkunci stang di teras rumah pada Selasa sore (28/4/2026). Namun, saat tengah malam, korban mendengar suara mencurigakan dari luar rumah. Ketika dicek, kendaraan miliknya sudah tidak berada di tempat semula," urainya.</p>
<p>Mengetahui hal tersebut, korban langsung berlari keluar dan mendapati seorang pria yang diduga sebagai pelaku. Sempat terjadi perkelahian antara korban dan pelaku sambil korban berteriak meminta bantuan. Warga sekitar yang mendengar teriakan tersebut kemudian keluar dan membantu mengamankan satu orang pelaku di lokasi kejadian.</p>
<p>Ia juga menjelaskan bahwa pelaku yang berhasil diamankan berinisial MK (36), warga Kabupaten Pasuruan di lokasi setelah aksinya diketahui korban. Dari tangan pelaku, polisi turut mengamankan sejumlah barang bukti, di antaranya dokumen kendaraan milik korban berupa STNK dan BPKB, kunci asli sepeda motor, serta satu unit sepeda motor Honda Vario yang diduga digunakan sebagai sarana dalam melakukan aksi pencurian.</p>
<p>Akibat kejadian tersebut, korban mengalami kerugian materiil sekitar Rp16 juta. Sementara itu, polisi masih melakukan pengembangan untuk mengungkap kemungkinan adanya pelaku lain yang terlibat dalam aksi tersebut.</p>
<p>“Kasus ini masih kami kembangkan untuk mengungkap jaringan atau pelaku lain yang diduga terlibat. Kami juga terus melengkapi berkas perkara untuk segera dilimpahkan ke jaksa penuntut umum,” tambahnya.</p>
<p>Atas perbuatannya, pelaku dijerat dengan pasal pencurian dengan pemberatan sebagaimana diatur dalam Undang-Undang KUHP yang berlaku, dengan ancaman hukuman pidana penjara.<strong> (*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Zonasi Berbasis RW, SPMB SMP Negeri Kota Batu 2026 Siapkan 1.618 Kursi</title>
<link>https://suarajatimpost.com/zonasi-berbasis-rw-spmb-smp-negeri-kota-batu-2026-siapkan-1618-kursi</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/zonasi-berbasis-rw-spmb-smp-negeri-kota-batu-2026-siapkan-1618-kursi</guid>
<description><![CDATA[ Penerapan skema baru ini menjadi langkah korektif untuk menutup celah ketimpangan akses pendidikan. Jika implementasinya konsisten dan didukung validasi data yang akurat, sistem zonasi berbasis RW berpotensi menjadi model distribusi pendidikan yang lebih adil sekaligus menjawab persoalan klasik daya tampung sekolah negeri di Kota Batu ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x580_69f340516a706.webp" length="35018" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 30 Apr 2026 21:05:49 +0700</pubDate>
<dc:creator>Choirul Anwar</dc:creator>
<media:keywords>Kota Batu, Zonasi, PPDB, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KOTA BATU, SJP</strong> – Pemerintah Kota Batu melalui Dinas Pendidikan resmi merilis skema Seleksi Penerimaan Peserta Didik Baru (SPMB) untuk jenjang SMP Negeri tahun ajaran 2026/2027. Sebanyak 1.618 kursi disiapkan yang tersebar di seluruh SMP Negeri di Kota Batu dengan perubahan signifikan pada sistem zonasi.</p>
<p></p>
<p>Kepala Dinas Pendidikan Kota Batu, Alfi Nurhidayat pada Kamis (30/4/2026).membeberkan pada tahun-tahun sebelumnya zonasi ditentukan berdasarkan radius kilometer dan batas wilayah desa, tahun ini pemetaan dilakukan hingga tingkat Rukun Warga (RW). Skema baru ini dirancang untuk mengatasi ketimpangan akses pendidikan, khususnya bagi siswa yang tinggal di kawasan padat penduduk.</p>
<p></p>
<p>“Kami ingin memastikan bahwa prinsip kedekatan domisili benar-benar akurat. Dengan pemetaan hingga tingkat RW, tidak ada lagi wilayah yang terabaikan dalam sistem zonasi,” ujarnya.</p>
<p></p>
<p>Total kuota 1.618 kursi tersebut tersebar di delapan SMP Negeri yang berada di tiga kecamatan. Di Kecamatan Batu meliputi SMPN 1, SMPN 2, dan SMPN 3. Kecamatan Bumiaji mencakup SMPN 4 dan SMPN 6, sedangkan Kecamatan Junrejo dilayani oleh SMPN 5 Batu.</p>
<p></p>
<p>Dinas Pendidikan memastikan distribusi kuota telah disesuaikan dengan jumlah lulusan SD di masing-masing wilayah. Langkah ini dilakukan untuk meminimalisir potensi siswa yang tidak tertampung di sekolah negeri.</p>
<p></p>
<p>"Selain jalur zonasi yang menjadi prioritas utama dengan porsi 50 persen, tersedia juga jalur lain untuk mengakomodasi kebutuhan beragam calon siswa. Di antaranya jalur afirmasi sebesar 15 persen, jalur perpindahan tugas orang tua 5 persen, serta jalur prestasi sebesar 30 persen," imbuhnya.</p>
<p></p>
<p>Seluruh proses pendaftaran akan dilakukan secara daring. Masyarakat diminta untuk segera melakukan verifikasi data kependudukan serta titik koordinat domisili guna menghindari kendala teknis saat proses pendaftaran berlangsung.</p>
<p></p>
<p>Dengan penerapan zonasi berbasis RW ini, Pemkot Batu berharap akses pendidikan menjadi lebih merata dan tidak lagi terhambat oleh persoalan jarak administratif yang selama ini menjadi kendala utama. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Resahkan Pengguna Jalan, Pelaku Pelemparan Batu di Jalur Pujon Diringkus Satreskrim Polres Batu</title>
<link>https://suarajatimpost.com/resahkan-pengguna-jalan-pelaku-pelemparan-batu-di-jalur-pujon-diringkus-satreskrim-polres-batu</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/resahkan-pengguna-jalan-pelaku-pelemparan-batu-di-jalur-pujon-diringkus-satreskrim-polres-batu</guid>
<description><![CDATA[ Kasus ini menegaskan bahwa pelanggaran kecil di jalan bisa bereskalasi menjadi tindak kriminal serius ketika emosi tidak terkendali. Penindakan cepat aparat menjadi krusial untuk menjaga keamanan jalur vital, sekaligus memberi pesan tegas bahwa aksi main hakim sendiri di ruang publik tidak akan ditoleransi. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x580_69f33eacd145f.webp" length="57616" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 30 Apr 2026 20:36:41 +0700</pubDate>
<dc:creator>Choirul Anwar</dc:creator>
<media:keywords>Kota Batu, Penangkapan, Lempar Batu, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KOTA BATU, SJP</strong> – Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Batu berhasil meringkus seorang pria yang diduga kuat sebagai pelaku aksi pelemparan batu terhadap pengguna jalan di wilayah Kecamatan Pujon.</p>
<p>Tersangka berinisial CI (35), warga Desa Madiredo, Kecamatan Pujon, Kabupaten Malang, diamankan petugas di kediamannya pada Kamis (30/4/2026) sekitar pukul 02.00 WIB.</p>
<p>Kasat Reskrim Polres Batu AKP Joko Suprianto membeberkan penangkapan ini merupakan tindak lanjut cepat aparat kepolisian atas laporan masyarakat terkait aksi perusakan kendaraan yang meresahkan di Jalan Raya Gumul, Desa Kedungrejo, Kecamatan Pujon.</p>
<p>Berdasarkan hasil penyelidikan, pelaku tercatat telah melakukan aksinya sebanyak dua kali, yakni pada Selasa (21/04/2026) dan Kamis (23/4/2026).</p>
<p>"Aksi tersebut dilakukan secara sengaja dengan modus yang terbilang nekat. Pelaku memilih target kendaraan di jalan raya, kemudian menjalankan skenario untuk menyerang dari arah berlawanan. Modusnya, pelaku mendahului kendaraan sasaran, lalu berhenti mengambil batu di pinggir jalan. Setelah itu pelaku berputar arah dan langsung melemparkan batu ke arah mobil korban,” ujarnya.</p>
<p>Dari hasil pemeriksaan awal, motif pelaku dilatarbelakangi emosi sesaat di jalan. Pelaku mengaku tersinggung terhadap pengendara mobil yang dianggapnya berkendara ugal-ugalan, hingga akhirnya meluapkan kemarahan dengan tindakan berbahaya tersebut.</p>
<p>Aksi pelaku sempat memakan korban. Pada kejadian pertama, sebuah mobil Toyota Kijang yang membawa rombongan pelayat berjumlah sembilan orang menjadi sasaran. Lemparan batu menyebabkan kaca depan kendaraan pecah dan serpihannya melukai pengemudi serta penumpang.</p>
<p>Sementara pada kejadian kedua, mobil jenis Datsun juga mengalami kerusakan pada bagian kaca depan, meski tidak menimbulkan korban luka.</p>
<p>"Dalam penangkapan tersebut, polisi turut mengamankan sejumlah barang bukti yang digunakan pelaku, antara lain satu unit sepeda motor Yamaha Vixion warna merah putih, helm hitam, jaket merah, tas merah, sepatu boot, serta rekaman CCTV di sekitar lokasi kejadian yang memperkuat dugaan tindak pidana," imbuhnya.</p>
<p>Saat ini, tersangka beserta barang bukti telah diamankan di Mapolres Batu untuk menjalani proses penyidikan lebih lanjut. Polisi juga masih mendalami kemungkinan adanya faktor lain yang melatarbelakangi aksi tersebut, meskipun indikasi sementara mengarah pada tindakan spontan akibat emosi.</p>
<p>Atas perbuatannya, tersangka dijerat dengan pasal tindak pidana perusakan yang tidak hanya merugikan secara materiil, tetapi juga membahayakan keselamatan pengguna jalan lain di jalur penghubung strategis Malang–Kediri.</p>
<p>Pihak kepolisian mengimbau masyarakat untuk tetap menjaga emosi dan etika saat berkendara, serta tidak melakukan tindakan anarkis yang dapat berujung pada konsekuensi hukum. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Warisan Sampah Dibongkar, 135 Ribu Ton Limbah Lama di Tlekung Disasar</title>
<link>https://suarajatimpost.com/warisan-sampah-dibongkar-135-ribu-ton-limbah-lama-di-tlekung-disasar</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/warisan-sampah-dibongkar-135-ribu-ton-limbah-lama-di-tlekung-disasar</guid>
<description><![CDATA[ Pemkot Batu tidak hanya berupaya mengelola sampah baru, tetapi juga menyelesaikan persoalan lama yang selama ini menjadi ancaman bagi lingkungan dan kesehatan masyarakat. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x580_69f0a34ed2ae9.webp" length="47982" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Tue, 28 Apr 2026 20:30:40 +0700</pubDate>
<dc:creator>Choirul Anwar</dc:creator>
<media:keywords>Kota Batu, Landfill, TPA Tlekung</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KOTA BATU, SJP</strong> - Pemerintah Kota Batu mulai menuntaskan persoalan laten yang selama ini menjadi beban lingkungan, yakni penumpukan sampah lama di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Tlekung. Melalui proyek modernisasi pengelolaan sampah, sebanyak 135 ribu ton limbah akan diolah kembali menggunakan metode landfill mining sebagai langkah konkret membersihkan “warisan sampah” masa lalu.</p>
<p>Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Batu, Dian Fachroni pada Selasa (28/4/2026) menegaskan bahwa pendekatan landfill mining dipilih untuk mengurai timbunan sampah lama yang selama ini membebani kapasitas TPA sekaligus berpotensi mencemari lingkungan.</p>
<p>“Sekitar 135 ribu ton sampah lama akan kita olah kembali. Ini bukan hanya soal pengurangan volume, tapi juga upaya pemulihan lahan yang selama ini tertutup timbunan sampah,” ujarnya.</p>
<p>Melalui metode tersebut, sampah yang telah lama tertimbun akan dipilah dan diproses ulang, sehingga sebagian dapat dimanfaatkan kembali, sementara sisanya ditangani dengan sistem yang lebih ramah lingkungan.</p>
<p>Targetnya, proyek ini mampu memulihkan lahan seluas dua hektare di kawasan TPA Tlekung. Lahan yang sebelumnya tidak produktif itu nantinya akan dialihfungsikan menjadi kawasan perkebunan yang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat sekitar.</p>
<p>Dian menegaskan, langkah ini sekaligus menjadi upaya menyelesaikan persoalan sampah yang selama ini diwariskan dari tahun ke tahun tanpa penanganan menyeluruh.</p>
<p>“Selama ini kita seperti hanya menumpuk masalah. Sekarang kita mulai bongkar dan selesaikan dari akarnya. Apalagi langkah ini menjadi bagian dari program besar menuju Zero Waste City yang dijalankan Pemkot Batu melalui kolaborasi dengan Bank Dunia dalam skema Local Services Decarbonization Program (LSDP)," imbuhnya.</p>
<p>Selain penanganan di hilir, Pemkot Batu juga memperkuat sistem pengelolaan sampah di sektor hulu. Penambahan armada angkut serta pengoperasian teknologi Bio-Digester di Pasar Among Tani menjadi bagian dari strategi untuk menekan volume sampah sejak dari sumbernya.</p>
<p>Dengan pendekatan terintegrasi tersebut, beban TPA diharapkan berkurang secara signifikan sehingga kasus penumpukan sampah seperti di masa lalu tidak kembali terulang.</p>
<p>"Program modernisasi ini juga didukung peningkatan anggaran menjadi Rp 100 miliar agar pembangunan infrastruktur berjalan optimal dan berkelanjutan," pungkasnya. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Pemasangan Pagar Pengaman Jembatan Cangar Dimulai Mei 2026, Fokus pada Titik Rawan</title>
<link>https://suarajatimpost.com/pemasangan-pagar-pengaman-jembatan-cangar-dimulai-mei-2026-fokus-pada-titik-rawan</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/pemasangan-pagar-pengaman-jembatan-cangar-dimulai-mei-2026-fokus-pada-titik-rawan</guid>
<description><![CDATA[ Dengan dimulainya pengerjaan pada Mei mendatang, pemerintah menargetkan sistem pengamanan di lokasi tersebut dapat segera berfungsi optimal dalam waktu dekat ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x580_69f090ad9ae93.webp" length="40468" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Tue, 28 Apr 2026 19:20:42 +0700</pubDate>
<dc:creator>Choirul Anwar</dc:creator>
<media:keywords>Kota Batu, Jembatan Cangar, Pengaman</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KOTA BATU, SJP</strong> – Upaya pengamanan di Jembatan Kembar Cangar segera memasuki tahap konkret. Pemerintah memastikan pemasangan pagar pengaman tambahan (railing) dan jaring pengaman akan mulai dikerjakan pada Mei 2026, menyasar langsung titik-titik yang selama ini dinilai rawan.</p>
<p>Plt Wali Kota Batu Heli Suyanto (28/4/2026) menegaskan bahwa pelaksanaan fisik menjadi langkah krusial setelah rangkaian koordinasi lintas instansi rampung. Proyek ini akan dikerjakan oleh Dinas PU Bina Marga Jawa Timur dengan mempertimbangkan aspek teknis dan keselamatan konstruksi.</p>
<p>“Targetnya bulan depan sudah mulai dikerjakan. Ini bentuk percepatan agar tidak ada lagi kejadian serupa. Pengerjaan difokuskan pada penambahan ketinggian pagar besi serta pemasangan jaring pengaman di sisi jembatan yang memiliki potensi risiko tinggi. Desain pengaman tersebut disesuaikan dengan hasil kajian teknis agar tidak membebani struktur jembatan yang sudah ada," urainya.</p>
<p>Selain pembangunan fisik, integrasi sistem pengawasan juga akan berjalan paralel. Kamera CCTV direncanakan mulai dipasang bersamaan dengan proses pengerjaan awal, sehingga fungsi pemantauan bisa langsung aktif tanpa menunggu proyek selesai sepenuhnya.</p>
<p>Di sisi lain, peningkatan penerangan jalan umum (PJU) dan patroli rutin akan menjadi langkah pendukung selama masa pengerjaan berlangsung. Pemerintah ingin memastikan kawasan tetap terpantau, termasuk saat aktivitas konstruksi berjalan.</p>
<p>"Langkah ini menjadi fase penting dalam upaya mengubah Jembatan Kembar Cangar dari titik rawan menjadi area yang lebih aman," pungkasnya. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Diprotes Warga, Proyek Sumur Bor Desa Sumberbrantas Kota Batu Dihentikan Sementara</title>
<link>https://suarajatimpost.com/diprotes-warga-proyek-sumur-bor-desa-sumberbrantas-kota-batu-dihentikan-sementara</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/diprotes-warga-proyek-sumur-bor-desa-sumberbrantas-kota-batu-dihentikan-sementara</guid>
<description><![CDATA[ Konflik sumur bor di Sumber Brantas mencerminkan benturan antara kepentingan eksploitasi sumber daya dan keberlanjutan lingkungan. Tanpa transparansi dan pelibatan masyarakat, potensi konflik sosial akan terus membesar, terlebih ketika menyangkut sumber air yang menjadi kebutuhan dasar warga ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x580_69f08f8f4deed.webp" length="44356" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Tue, 28 Apr 2026 18:49:31 +0700</pubDate>
<dc:creator>Choirul Anwar</dc:creator>
<media:keywords>Kota Batu, Sumur Bor, Protes</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KOTA BATU, SJP</strong> – Puluhan warga RT 5 RW 6 Dusun Gimbo, Desa Sumberbrantas, Kecamatan Bumiaji, menggelar aksi damai dengan mendatangi kantor desa, Selasa (28/4/2026). Mereka menuntut penghentian aktivitas pengeboran sumur dalam oleh PT Esa Suwardhana Thani yang dinilai mengancam ketersediaan air bersih serta ekosistem di kawasan hulu Sungai Brantas.</p>
<p>Salah satu warga sekitar Neno Pratama pada (28/4/2026) menegaskan bahwa hal tersebut dipicu kekhawatiran warga atas penurunan debit air yang mulai dirasakan sejak pertengahan 2025. Salah satu sumber yang terdampak adalah Sungai Janitri, yang berjarak sekitar 300 meter dari lokasi pengeboran di Dusun Jurangkali.</p>
<p>"Penurunan debit air terjadi signifikan sejak aktivitas sumur bor diduga mulai beroperasi secara komersial. Debit air mengecil dan sangat terasa dampaknya. Kalau ini terus dibiarkan, sumber air warga bisa terancam,” ujarnya.</p>
<p>Selain dampak lingkungan, warga juga menyoroti minimnya transparansi informasi. Mereka mengaku mendapat penjelasan berbeda dari pihak desa terkait alat berat yang masuk ke lokasi. Pemdes menyebut alat tersebut untuk tiang pancang, sementara warga meyakini itu merupakan perangkat pengeboran sumur dalam.</p>
<p>Dalam audiensi tersebut, warga menyampaikan lima tuntutan utama. Di antaranya membuka dokumen aktivitas pengeboran, menghentikan sementara kegiatan di lapangan, transparansi izin lingkungan, realisasi kompensasi yang dijanjikan, serta pelibatan masyarakat dalam setiap pengambilan kebijakan terkait lingkungan.</p>
<p>"Warga juga menilai aktivitas tersebut berpotensi melanggar prinsip kehati-hatian serta hak atas informasi publik, mengingat sosialisasi sebelumnya tidak disertai keterbukaan dokumen perjanjian. Informasi yang tidak sinkron ini memicu ketidakpercayaan masyarakat,” imbuhnya.</p>
<p>Sekretaris Desa Sumber Brantas, Purwanto, membenarkan adanya penurunan debit air di Sumber Janitri. Dari hasil pengecekan, kapasitas air yang sebelumnya penuh kini berkurang menjadi sekitar tiga perempatnya.</p>
<p>“Penurunan ini nyata dan berdampak langsung bagi warga,” tandasnya.</p>
<p><strong>Proyek Pengeboran Dihentikan Sementara</strong></p>
<p>Menindaklanjuti tuntutan warga, Pemerintah Desa Sumberbrantas, Kecamatan Bumiaji, mengambil langkah tegas dengan menghentikan sementara proyek pembangunan dan pengeboran air milik PT Esa Swardhana Thani.</p>
<p>Kepala Desa Sumberbrantas Saniman menegaskan bahwa penghentian tersebut dituangkan dalam surat resmi bernomor 470/75/35.79.02.2009/2026 dimana perusahaan diminta menghentikan seluruh aktivitas hingga tuntutan warga dipenuhi.</p>
<p>"Langkah ini dipicu oleh belum terealisasinya sejumlah kesepakatan antara warga dan pihak perusahaan sejak pertemuan pada 4 September 2023. Salah satu poin utama yang dipersoalkan adalah kompensasi sebesar 10 persen debit air dari sumur bor yang hingga kini belum diberikan kepada warga terdampak," paparnya.</p>
<p>Selain itu, warga juga menilai sosialisasi terkait rencana pengeboran tahap lanjutan tidak dilakukan secara terbuka. Kedatangan alat berat ke lokasi bahkan disebut memicu ketegangan karena dianggap mendahului kesepakatan baru dengan masyarakat.</p>
<p>Terlebih warga Dusun Jurang Kuali tetap bersikeras bahwa hak mereka atas sumber daya air harus dipastikan terlebih dahulu sebelum proyek kembali berjalan. Mereka menilai keberadaan sumur bor berpotensi mengganggu keseimbangan sumber air di kawasan tersebut.</p>
<p>"Untuk itu, Pemerintah Desa Sumberbrantas menyatakan akan terus mengawal proses penyelesaian konflik ini. Pemdes menegaskan komitmennya menjaga kondusivitas masyarakat sekaligus memastikan seluruh kesepakatan antara warga dan perusahaan dijalankan," imbuhnya.</p>
<p>Penghentian sementara ini diharapkan menjadi ruang dialog antara pihak perusahaan dan warga untuk mencari solusi yang adil dan transparan sebelum aktivitas kembali dilanjutkan. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Krisis Air Mengemuka, Pemkot Batu Siapkan Akuisisi Lahan Rp18 Miliar di Umbul Gemulo</title>
<link>https://suarajatimpost.com/krisis-air-mengemuka-pemkot-batu-siapkan-akuisisi-lahan-rp-18-miliar-di-umbul-gemulo</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/krisis-air-mengemuka-pemkot-batu-siapkan-akuisisi-lahan-rp-18-miliar-di-umbul-gemulo</guid>
<description><![CDATA[ Langkah akuisisi lahan dan integrasi kebijakan konservasi menunjukkan perubahan pendekatan Pemkot Batu dari reaktif menjadi strategis dalam menghadapi krisis air. Jika dieksekusi konsisten, kebijakan ini berpotensi menjadi titik balik dalam menjaga keberlanjutan sumber daya air sekaligus menahan laju kerusakan lingkungan di kawasan hulu ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x580_69ef2db379506.webp" length="23634" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 27 Apr 2026 19:21:01 +0700</pubDate>
<dc:creator>Choirul Anwar</dc:creator>
<media:keywords>Kota Batu, Krisis Air, Rp 18 Miliar, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KOTA BATU, SJP</strong> – Penurunan debit mata air di wilayah pegunungan mulai memicu respons serius dari Pemerintah Kota Batu. Tidak lagi berhenti pada wacana, Pemkot kini menyiapkan langkah teknis berupa penguatan perhutanan sosial hingga rencana akuisisi lahan strategis di kawasan Umbul Gemulo senilai Rp17–18 miliar untuk dijadikan ruang terbuka hijau (RTH) dan kawasan resapan permanen.</p>
<p>Plt Wali Kota Batu, Heli Suyanto pada Senin (27/4/2026) menegaskan bahwa kondisi sumber air saat ini sudah memasuki tahap kritis yang membutuhkan intervensi nyata dari Pemkot.</p>
<p>“Ini bukan lagi soal konsep konservasi. Penurunan debit air sudah terasa di beberapa titik penting. Kita bicara soal masa depan ekosistem. Langkah ini diambil menyusul masifnya alih fungsi lahan di kawasan hulu serta tingginya eksploitasi sumber air yang mempercepat degradasi lingkungan," urainya.</p>
<p>Sebagai dasar kebijakan, Pemkot akan memanfaatkan data inventarisasi 273 titik mata air yang dihimpun komunitas relawan, yang selanjutnya akan diverifikasi ulang untuk pemetaan lebih detail.</p>
<p>Heli juga menyoroti perlunya integrasi kebijakan lintas sektor. Ia meminta Dinas Lingkungan Hidup (DLH) dan Dinas PUPR bidang Sumber Daya Air (SDA) menghilangkan ego sektoral dalam menangani isu krusial ini.</p>
<p>“Lingkungan dan infrastruktur tidak bisa dipisahkan. Ini menyangkut hajat hidup masyarakat luas, kita jaga fungsi ekologis, tapi warga juga harus tetap punya penghasilan. Itu kuncinya,” imbuh Heli.</p>
<p>Selain pendekatan struktural, Pemkot juga melibatkan Kelompok Tani Hutan (KTH) dalam skema perhutanan sosial. Model yang didorong adalah penanaman vegetasi yang tidak hanya berfungsi sebagai penyerap air, tetapi juga memiliki nilai ekonomi bagi masyarakat sekitar.</p>
<p>Poin paling strategis dalam rencana ini adalah akuisisi lahan di sekitar Umbul Gemulo, termasuk area yang sebelumnya terkait sengketa pembangunan Hotel The Rayja. Jika berhasil dikuasai pemerintah, kawasan tersebut akan dikunci sebagai zona resapan yang bebas dari aktivitas komersial.</p>
<p>Pemkot juga membuka peluang pembiayaan bersama dengan Pemerintah Provinsi Jawa Timur jika kemampuan anggaran daerah terbatas, mengingat dampak ketersediaan air di Batu tidak hanya dirasakan lokal, tetapi juga regional. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Krisis Guru SD di Kota Batu Kian Nyata, 37 Formasi Kosong Picu Beban Ganda Pengajar</title>
<link>https://suarajatimpost.com/krisis-guru-sd-di-kota-batu-kian-nyata-37-formasi-kosong-picu-beban-ganda-pengajar</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/krisis-guru-sd-di-kota-batu-kian-nyata-37-formasi-kosong-picu-beban-ganda-pengajar</guid>
<description><![CDATA[ Kekurangan puluhan guru di tingkat SD menunjukkan adanya ketimpangan antara kebutuhan riil daerah dan kebijakan rekrutmen nasional. Tanpa percepatan pengisian formasi, beban ganda guru berisiko menurunkan kualitas pendidikan, sekaligus mengancam stabilitas proses belajar generasi muda di Kota Batu ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x580_69ef2e641620b.webp" length="61826" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 27 Apr 2026 18:51:36 +0700</pubDate>
<dc:creator>Choirul Anwar</dc:creator>
<media:keywords>Kota Batu, Guru SD, 37 Formasi, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KOTA BATU, SJP</strong> – Dunia pendidikan dasar di Kota Batu tengah menghadapi tekanan serius akibat kekurangan tenaga pendidik. Dinas Pendidikan (Dindik) mencatat sedikitnya 37 posisi guru Sekolah Dasar (SD) Negeri kosong, kondisi yang berdampak langsung pada kualitas dan keberlangsungan proses belajar mengajar.</p>
<p>Kepala Bidang Pembinaan SD Dindik Kota Batu, Daud Andoko (27/4/2026) menjelaskan bahwa kekurangan tersebut tersebar di berbagai bidang. Rinciannya meliputi 20 guru kelas, 9 guru Pendidikan Agama, serta 8 guru Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan (PJOK).</p>
<p>“Kekurangan ini menjadi tantangan besar. Kami harus memastikan kegiatan belajar tetap berjalan meski dengan keterbatasan tenaga,” ujarnya. </p>
<p>Menurut Daud, akar persoalan berasal dari tingginya angka guru yang memasuki masa pensiun setiap tahun. Rata-rata 30 hingga 40 guru SD Negeri di Kota Batu purnatugas, sementara rekrutmen pengganti tidak sebanding.</p>
<p>Akibatnya, guru yang masih aktif harus merangkap tugas untuk menutup kekosongan. Kondisi ini membuat beban kerja meningkat dan berpotensi memengaruhi efektivitas pembelajaran di kelas.</p>
<p>“Guru yang ada terpaksa mengambil tugas tambahan. Ini bukan kondisi ideal, tapi harus dilakukan agar siswa tetap mendapatkan hak belajar. Kami terus mengusulkan, tetapi formasi yang turun sering tidak menutup angka pensiun,” tambah Daud.</p>
<p>Dindik juga menghadapi keterbatasan kewenangan dalam mengatasi krisis ini. Pengangkatan guru sepenuhnya bergantung pada kebijakan pemerintah pusat melalui skema PPPK dan CPNS. Meski usulan formasi rutin diajukan setiap tahun melalui BKPSDM, jumlah yang disetujui kerap tidak sesuai kebutuhan riil di lapangan.</p>
<p>Situasi ini membuat adanya jeda antara guru yang pensiun dengan hadirnya tenaga pengganti, yang pada akhirnya membebani sistem pendidikan di tingkat sekolah dasar.</p>
<p>Dindik Kota Batu berharap pemerintah pusat memberikan perhatian lebih terhadap daerah dengan tingkat pensiun tinggi, termasuk mempercepat proses rekrutmen agar distribusi tenaga pendidik lebih merata dan responsif terhadap kebutuhan daerah. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Tanpa Penahanan, Kasus Judol di Batu Tetap Jalan: Polisi Terapkan Wajib Lapor</title>
<link>https://suarajatimpost.com/tanpa-penahanan-kasus-judol-di-batu-tetap-jalan-polisi-terapkan-wajib-lapor-dan-tegaskan-proses-hukum-transparan</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/tanpa-penahanan-kasus-judol-di-batu-tetap-jalan-polisi-terapkan-wajib-lapor-dan-tegaskan-proses-hukum-transparan</guid>
<description><![CDATA[ Dengan skema wajib lapor yang diterapkan penyidik memiliki kendali terhadap tersangka sembari melengkapi berkas perkara. Polisi menegaskan bahwa penanganan kasus ini akan berlanjut hingga tahap penyidikan tuntas tanpa intervensi atau praktik di luar hukum ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x580_69ef2d04e3a7f.webp" length="13176" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 27 Apr 2026 18:11:29 +0700</pubDate>
<dc:creator>Choirul Anwar</dc:creator>
<media:keywords>Kota Batu, Judol, Transparansi, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KOTA BATU, SJP</strong> - Polres Batu memilih pendekatan berbeda dalam menangani kasus dugaan judi online (judol) yang melibatkan pria berinisial AR (26), warga Desa Pesanggrahan, Kecamatan Batu. Meski tidak dilakukan penahanan, proses hukum dipastikan tetap berjalan hingga tuntas melalui mekanisme wajib lapor.</p>
<p>Kasat Reskrim Polres Batu Joko Suprianto pada Senin (27/4/2026) menjelaskan bahwa keputusan tidak menahan tersangka merupakan bagian dari kewenangan penyidik dengan mempertimbangkan aspek objektif dan subjektif. Namun, hal itu bukan berarti perkara dihentikan.</p>
<p>“Proses penyidikan tetap berjalan. Tersangka dikenakan wajib lapor sebagai bentuk kontrol hukum selama penanganan perkara berlangsung,” ujarnya.</p>
<p>Kasus ini sendiri bermula dari laporan masyarakat pada 19 hingga 21 April 2026 terkait aktivitas perjudian online. Setelah dilakukan penyelidikan, polisi mengamankan AR pada Selasa malam (21/4/2026) di kawasan Wisata Kusuma Agro, Kota Batu.</p>
<p>Dari hasil pemeriksaan, ditemukan aktivitas judi slot yang diakses melalui ponsel milik tersangka. Barang bukti berupa satu unit handphone berisi akun dan riwayat akses situs perjudian kini telah diamankan untuk keperluan digital forensik di Polda Jawa Timur.</p>
<p>"Di tengah penanganan perkara, muncul isu di masyarakat terkait dugaan adanya praktik uang damai sebesar Rp 5 juta. Kami pastikan tidak ada transaksional dalam penanganan perkara ini. Semua berjalan sesuai prosedur hukum,” imbuhnya.</p>
<p>Polres Batu juga menyayangkan munculnya pemberitaan yang menyebut adanya praktik tebusan dalam kasus ini. Mereka menilai informasi tersebut tidak berdasar dan berpotensi menyesatkan publik. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Kejar Status Kota Wisata Halal, Pemkot Batu Genjot 600 Sertifikasi Gratis untuk UMKM</title>
<link>https://suarajatimpost.com/kejar-status-kota-wisata-halal-pemkot-batu-genjot-600-sertifikasi-gratis-untuk-umkm</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/kejar-status-kota-wisata-halal-pemkot-batu-genjot-600-sertifikasi-gratis-untuk-umkm</guid>
<description><![CDATA[ Langkah agresif Pemkot Batu dalam memperluas sertifikasi halal menunjukkan arah baru pembangunan ekonomi berbasis standar dan kepercayaan pasar. Jika konsisten dijalankan dari hulu hingga hilir, strategi ini tidak hanya memperkuat UMKM, tetapi juga membuka peluang Kota Batu menjadi salah satu pusat wisata halal yang kompetitif di Jawa Timur ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x580_69ec9d22b2df1.webp" length="38514" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sat, 25 Apr 2026 19:11:14 +0700</pubDate>
<dc:creator>Choirul Anwar</dc:creator>
<media:keywords>Kota Batu, 600 Sertifikat Halal, UMKM</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KOTA BATU, SJP</strong> – Pemerintah Kota Batu mulai mengarahkan strategi ekonomi ke sektor halal dengan memperluas program sertifikasi bagi pelaku usaha. Tahun 2026, Pemkot menargetkan 600 UMKM mendapatkan sertifikasi halal gratis sebagai bagian dari penguatan ekosistem ekonomi syariah.</p>
<p>Wakil Wali Kota Batu Heli Suyanto pada Sabtu (25/4/2026) menjelaskan, program ini difokuskan pada pelaku usaha yang secara operasional sudah siap, namun terkendala biaya sertifikasi.</p>
<p>“Kami ingin membantu pelaku usaha yang siap naik kelas, tetapi terhambat biaya. Targetnya 600 UMKM bisa terfasilitasi tahun ini. Untuk mengejar target tersebut, Pemkot tidak hanya mengandalkan anggaran daerah. Skema kolaborasi disiapkan dengan melibatkan perbankan dan sektor swasta, termasuk dukungan dari Bank Jatim serta pemanfaatan dana Corporate Social Responsibility (CSR)," ujarnya.</p>
<p>Selain itu, proses validasi data pelaku usaha juga diperketat agar bantuan tepat sasaran, khususnya bagi usaha dengan rantai produksi yang lebih kompleks seperti kafe dan restoran.</p>
<p>Heli menegaskan, sertifikasi halal bukan sekadar kewajiban administratif, tetapi menjadi pintu masuk untuk memperluas pasar, baik di sektor pariwisata maupun ekspor.</p>
<p>“Sertifikasi halal ini strategi untuk meningkatkan daya saing. Tidak hanya bertahan, tapi harus bisa berkembang,” tegasnya.</p>
<p>Saat ini, ribuan pelaku usaha di Kota Batu juga tengah mengikuti proses sertifikasi melalui program Sehati dengan skema self-declare. Sementara pada 2025, sebanyak 150 kuota sertifikasi gratis telah difasilitasi untuk sektor usaha kompleks dengan dukungan Bank Indonesia.</p>
<p>Langkah penguatan tidak berhenti di hilir. Pemkot Batu juga mulai menata sektor hulu dengan mewajibkan Rumah Potong Hewan (RPH) dan tempat penggilingan daging memiliki sertifikat halal. Kebijakan ini untuk memastikan tidak ada kontaminasi dalam rantai produksi, terutama pada produk olahan daging yang konsumsi lokalnya tinggi.</p>
<p>Untuk mendukung standar tersebut, pemerintah juga menyiapkan peningkatan kapasitas sumber daya manusia dengan menargetkan sertifikasi 100 Juru Sembelih Halal (Juleha) melalui Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP).</p>
<p>Di sisi lain, penguatan infrastruktur juga menjadi perhatian, termasuk rencana pembangunan fasilitas rukyatul hilal sebagai bagian dari ekosistem wisata halal. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Perluas Jaring Pengaman Sosial, 13.590 Warga Rentan Kota Batu Kini Terlindungi BPJS Ketenagakerjaan</title>
<link>https://suarajatimpost.com/perluas-jaring-pengaman-sosial-13590-warga-rentan-kota-batu-kini-terlindungi-bpjs-ketenagakerjaan</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/perluas-jaring-pengaman-sosial-13590-warga-rentan-kota-batu-kini-terlindungi-bpjs-ketenagakerjaan</guid>
<description><![CDATA[ Perluasan kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan bagi 13.590 warga rentan menjadi langkah konkret Pemkot Batu dalam memperkuat jaring pengaman sosial. Dengan perlindungan yang lebih luas, pemerintah berupaya memastikan pekerja informal memiliki kepastian perlindungan kerja sekaligus menjaga stabilitas sosial-ekonomi masyarakat secara berkelanjutan ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x580_69ec9a0fcaf7d.webp" length="29100" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sat, 25 Apr 2026 18:29:03 +0700</pubDate>
<dc:creator>Choirul Anwar</dc:creator>
<media:keywords>Kota Batu, BPJS Naker, Rp 2 Miliar</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KOTA BATU, SJP</strong> – Pemerintah Kota Batu memperkuat perlindungan bagi pekerja sektor informal dengan memperluas kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan. Sebanyak 13.590 warga rentan kini mendapatkan jaminan sosial melalui program yang difasilitasi Dinas Tenaga Kerja, dengan total nilai iuran mencapai lebih dari Rp 2 miliar.</p>
<p>Plt Wali Kota Batu Heli Suyanto (25/4/2026) menegaskan bahwa program ini mencakup perlindungan Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Kematian (JKM), yang menyasar pekerja di sektor informal yang selama ini rentan tanpa perlindungan.</p>
<p>“Manfaatnya memberikan rasa aman bagi pekerja informal, sekaligus melindungi keluarganya jika terjadi risiko kerja,” ujarnya.</p>
<p>Kebijakan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat jaring pengaman sosial di tengah dinamika ekonomi yang masih menekan kelompok pekerja nonformal. Dengan kepesertaan BPJS, risiko sosial-ekonomi akibat kecelakaan kerja atau kematian dapat diminimalkan melalui skema perlindungan yang lebih terstruktur.</p>
<p>Di sisi lain, Heli juga membeberkan bahwa pemerintah daerah memiliki tanggung jawab memastikan seluruh lapisan masyarakat, termasuk kelompok rentan, mendapatkan akses terhadap jaminan sosial ketenagakerjaan. Dengan demikian, risiko sosial-ekonomi akibat kecelakaan kerja maupun kematian dapat ditekan.</p>
<p>"Program ini juga dinilai sebagai langkah strategis dalam memperkuat ketahanan ekonomi masyarakat. Dengan adanya jaminan sosial, pekerja informal tidak sepenuhnya menanggung beban sendiri ketika menghadapi risiko kerja," imbuhnya.</p>
<p>Pemkot Batu melalui Dinas Tenaga Kerja akan terus melakukan pendataan dan perluasan cakupan kepesertaan, agar semakin banyak masyarakat yang terfasilitasi dalam program BPJS Ketenagakerjaan. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Ancaman Krisis Air Menguat, Pemkot Batu Dorong Integrasi Kebijakan dan Kearifan Lokal di Kawasan Hulu</title>
<link>https://suarajatimpost.com/ancaman-krisis-air-menguat-pemkot-batu-dorong-integrasi-kebijakan-dan-kearifan-lokal-di-kawasan-hulu</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/ancaman-krisis-air-menguat-pemkot-batu-dorong-integrasi-kebijakan-dan-kearifan-lokal-di-kawasan-hulu</guid>
<description><![CDATA[ Isu air di Kota Batu kini memasuki fase krusial yang membutuhkan penanganan serius dan terintegrasi. Tanpa penguatan kebijakan, kesadaran masyarakat, dan dukungan ilmiah yang berjalan beriringan, risiko krisis air di masa depan akan semakin nyata. Kawasan hulu bukan lagi sekadar wilayah geografis, tetapi garis pertahanan utama bagi keberlangsungan hidup seluruh wilayah di bawahnya ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x580_69ec98db37b42.webp" length="50932" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sat, 25 Apr 2026 17:51:56 +0700</pubDate>
<dc:creator>Choirul Anwar</dc:creator>
<media:keywords>Kota Batu, Krisis Air, Kebijakan, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KOTA BATU, SJP</strong> – Pemerintah Kota Batu mulai menajamkan fokus pada keberlanjutan sumber air di kawasan hulu yang kian tertekan. Plt. Wali Kota Batu Heli Suyanto menegaskan, persoalan air kini tidak lagi bisa dipandang sebagai urusan teknis semata, melainkan ancaman nyata bagi keberlangsungan hidup masyarakat.</p>
<p>Diwawancarai pada Sabtu (25/4/2026), Heli Suyanto menegaskan wilayah hulu seperti Desa Bulukerto disebut memegang peran vital sebagai penyangga utama ketersediaan air bagi kawasan di bawahnya. Namun, tekanan terhadap lingkungan di kawasan tersebut terus meningkat, mulai dari perubahan tata guna lahan hingga berkurangnya daya dukung ekosistem.</p>
<p>“Masalah air bukan sekadar teknis, tapi menyangkut masa depan kehidupan dan pendekatan penanganan tidak bisa parsial. Pemerintah membutuhkan integrasi antara kebijakan, dukungan ilmiah dari akademisi, serta praktik kearifan lokal masyarakat dalam menjaga sumber air," urainya.</p>
<p>Menurutnya, tanpa sinergi tersebut, berbagai upaya konservasi akan sulit menghasilkan dampak jangka panjang dan mendorong agar pengetahuan dan riset terkait lingkungan tidak berhenti di ranah akademik, tetapi bisa diakses publik secara luas. Literasi ekologi dinilai menjadi kunci dalam membangun kesadaran kolektif, terutama di kalangan generasi muda.</p>
<p>Di sisi lain, pemerintah desa di kawasan hulu menegaskan bahwa posisi geografis mereka membawa konsekuensi besar. Selain menikmati sumber daya alam, masyarakat juga memikul tanggung jawab menjaga keberlanjutannya.</p>
<p>"Tekanan terhadap sumber air tidak hanya berdampak pada lingkungan, tetapi juga berpotensi memicu krisis yang lebih luas, mulai dari ketersediaan air bersih hingga stabilitas sosial dan ekonomi," imbuhnya.</p>
<p>Karena itu, perlindungan kawasan hulu dinilai harus menjadi prioritas utama dalam kebijakan pembangunan daerah. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Pemkot Batu Siapkan Langkah Preventif Usai Dua Peristiwa Dugaan Bunuh Diri di Jembatan Cangar</title>
<link>https://suarajatimpost.com/pemkot-batu-siapkan-langkah-preventif-usai-dua-peristiwa-dugaan-bunuh-diri-di-jembatan-cangar</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/pemkot-batu-siapkan-langkah-preventif-usai-dua-peristiwa-dugaan-bunuh-diri-di-jembatan-cangar</guid>
<description><![CDATA[ Langkah-langkah yang dilakukan oleh Pemkot Batu diharapkan mampu menekan potensi kejadian serupa, sekaligus menghadirkan rasa aman bagi masyarakat yang melintas di kawasan Jembatan Cangar. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x580_69eb47aa81068.webp" length="95304" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Fri, 24 Apr 2026 20:00:02 +0700</pubDate>
<dc:creator>Choirul Anwar</dc:creator>
<media:keywords>Kota Batu, Cangar, Bunuh Diri, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KOTA BATU, SJP</strong> – Pemerintah Kota Batu mulai menyiapkan langkah pencegahan menyusul kembali terjadinya peristiwa penemuan jenazah di kawasan Jembatan Kembar Cangar. Upaya ini dilakukan sebagai respons atas meningkatnya kekhawatiran publik terhadap keselamatan di titik-titik rawan tersebut.</p>
<p>Wakil Wali Kota Batu, Heli Suyanto (24/4/2026) menegaskan bahwa meskipun sejumlah infrastruktur seperti jembatan berada di bawah kewenangan Pemerintah Provinsi, pihaknya tidak akan tinggal diam.</p>
<p>“Keselamatan warga tetap menjadi prioritas utama. Kita tidak bisa berpangku tangan hanya karena masalah administrasi kewenangan,” ujarnya.</p>
<p>Sebagai langkah awal, Pemkot Batu akan melakukan koordinasi lintas instansi dengan Dinas PU Bina Marga Provinsi Jawa Timur. Dalam pertemuan tersebut, Pemkot akan mengusulkan pemasangan pagar pengaman tambahan berupa railing tinggi maupun jaring pengaman di titik-titik yang dinilai rawan.</p>
<p>Selain itu, pengawasan di kawasan jembatan juga akan diperketat. Pemkot berencana mengintegrasikan kamera pengawas (CCTV) ke dalam sistem Command Center Kota Batu, sekaligus meningkatkan patroli oleh Satpol PP, khususnya pada jam-jam yang dianggap rawan.</p>
<p>Upaya lain yang turut menjadi perhatian adalah peningkatan penerangan jalan umum (PJU). Pemerintah menilai area yang minim pencahayaan berpotensi menjadi lokasi yang mendukung tindakan berisiko. Karena itu, optimalisasi fungsi lampu penerangan di sekitar jembatan akan segera dilakukan.</p>
<p>"Tidak hanya dari sisi infrastruktur, pendekatan psikososial juga disiapkan. Melalui Dinas Kesehatan dan DP3AP2KB, Pemkot Batu akan memperkuat layanan konseling serta membuka akses hotline bagi masyarakat yang mengalami tekanan mental," tandasnya. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Jadi Instrumen Penguatan Fiskal Daerah, Pemkot Batu Dorong Sinergi Usaha Pendapatan</title>
<link>https://suarajatimpost.com/jadi-instrumen-penguatan-fiskal-daerah-pemkot-batu-dorong-sinergi-usahapendapatan</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/jadi-instrumen-penguatan-fiskal-daerah-pemkot-batu-dorong-sinergi-usahapendapatan</guid>
<description><![CDATA[ Dengan menjadikan sektor usaha sebagai motor penggerak fiskal, Pemkot Batu berupaya membangun struktur pendapatan yang lebih sehat dan berkelanjutan. Sinergi antara pemerintah, pelaku usaha, dan sektor keuangan menjadi kunci untuk memastikan bahwa setiap pertumbuhan ekonomi yang terjadi benar-benar bermuara pada penguatan kapasitas fiskal daerah dalam jangka panjang ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x580_69eb46de26dd5.webp" length="39662" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Fri, 24 Apr 2026 19:32:28 +0700</pubDate>
<dc:creator>Choirul Anwar</dc:creator>
<media:keywords>Kota Batu, Apindo, Fiskal, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KOTA BATU, SJP</strong> – Pemerintah Kota Batu mulai menggeser pendekatan pembangunan ekonomi ke arah yang lebih strategis, dengan menempatkan sektor usaha sebagai instrumen utama penguatan fiskal daerah. Fokusnya bukan sekadar menarik investasi, tetapi memastikan setiap aktivitas ekonomi berkontribusi langsung terhadap peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD).</p>
<p>Pelaksana Tugas (Plt) Wali Kota Batu, Heli Suyanto (24/4/2026) menegaskan bahwa kekuatan fiskal daerah sangat bergantung pada seberapa aktif pergerakan sektor usaha di lapangan. Pajak daerah, menurutnya, bukan hanya soal kebijakan, tetapi hasil dari aktivitas ekonomi yang hidup dan produktif.</p>
<p>“Sinergi dengan pelaku usaha ini penting, karena dari situlah pergerakan ekonomi terbentuk dan berdampak langsung pada kekuatan fiskal daerah,” ujarnya.</p>
<p>Dalam skema ini, pelaku usaha tidak lagi diposisikan semata sebagai objek regulasi, melainkan sebagai mitra strategis dalam membangun basis pendapatan daerah. Sektor pariwisata, perhotelan, hingga UMKM menjadi tulang punggung yang menopang penerimaan pajak, seiring meningkatnya aktivitas ekonomi yang mereka hasilkan.</p>
<p>Pendekatan ini juga menekankan pentingnya hubungan industrial yang sehat antara pemerintah dan dunia usaha. Ketua DPK APINDO Kota Batu, Suryo Widodo, menyebut stabilitas hubungan tersebut menjadi faktor kunci dalam menjaga kesinambungan pertumbuhan ekonomi sekaligus kontribusi fiskal.</p>
<p>“Kalau hubungan ini terjaga, maka dunia usaha tumbuh, dan otomatis kontribusi terhadap daerah juga meningkat,” imbuhnya.</p>
<p>Selain itu, dukungan dari sektor keuangan turut memperkuat ekosistem ini. Keterlibatan perbankan dalam pembiayaan usaha memungkinkan ekspansi bisnis berjalan lebih cepat, yang pada akhirnya memperluas basis pajak daerah.</p>
<p>Pemkot Batu melihat bahwa penguatan fiskal tidak bisa hanya bergantung pada peningkatan tarif atau optimalisasi pajak semata. Yang lebih penting adalah memperbesar “kue ekonomi” melalui kolaborasi lintas sektor, sehingga sumber pendapatan daerah tumbuh secara organik. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Truk Hino Terjun ke Jurang di Jalur Batu–Karangploso, Diduga Gagal Menanjak</title>
<link>https://suarajatimpost.com/truk-hino-terjun-ke-jurang-di-jalur-batukarangploso-diduga-gagal-menanjak</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/truk-hino-terjun-ke-jurang-di-jalur-batukarangploso-diduga-gagal-menanjak</guid>
<description><![CDATA[ Dugaan faktor kelalaian dan kurangnya penguasaan kendaraan menjadi pemicu utama insiden, meski tidak menimbulkan korban jiwa. Kejadian ini menjadi pengingat bagi para pengemudi untuk lebih berhati-hati dan memastikan kondisi kendaraan serta teknik berkendara tetap optimal guna mencegah risiko kecelakaan serupa ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x580_69eb45ce11685.webp" length="132474" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Fri, 24 Apr 2026 19:03:08 +0700</pubDate>
<dc:creator>Choirul Anwar</dc:creator>
<media:keywords>Kota Batu, Kecelakaan, Jurang Susuh</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KOTA BATU, SJP</strong> – Kecelakaan lalu lintas tunggal terjadi di Jalan Raya Giripurno, Desa Giripurno, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu, Jumat (24/4/2026) sekitar pukul 09.30 WIB. Sebuah truk Hino dengan nomor polisi N 382 UA dilaporkan terjun ke jurang sedalam kurang lebih 4 meter setelah diduga gagal menanjak.</p>
<p>Kasat Lantas Polres Batu AKP Kevin Ibrahim pada Kamis (24/4/2026) kendaraan tersebut dikemudikan oleh Cahyo Mulyohusodo (22), warga Dusun Kasikon, Desa Wadung, Kecamatan Pakisaji, Kabupaten Malang. Saat kejadian, truk melaju dari arah timur ke barat dengan kecepatan sedang di ruas jalan menanjak.</p>
<p>"Kecelakaan diduga terjadi akibat pengemudi kurang mampu mengendalikan kendaraan saat melintasi tanjakan. Kendaraan diduga tidak kuat menanjak sehingga hilang kendali dan masuk ke jurang,” ujarnya.</p>
<p>Beruntung, insiden tersebut tidak menimbulkan korban jiwa maupun luka. Namun, kendaraan mengalami kerusakan dengan estimasi kerugian material mencapai Rp5 juta.</p>
<p>Petugas dari Unit Gakkum Satlantas Polres Batu yang dipimpin IPDA Agus Atang Wibowo bersama anggota langsung mendatangi lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan meminta keterangan saksi. Salah satu saksi di lokasi, Slamet (50), warga setempat, turut memberikan informasi terkait kejadian tersebut.</p>
<p>"Hingga saat ini, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan lebih lanjut. Faktor manusia diduga menjadi penyebab utama kecelakaan, sementara faktor kendaraan, kondisi jalan, dan cuaca dinyatakan tidak berpengaruh dalam insiden tersebut," tandasnya. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>10 Kompetitor Sekda Definitif Batu Masuk Tahap Seleksi Administratif</title>
<link>https://suarajatimpost.com/10-kompetitor-sekda-definitif-batu-masuk-tahap-seleksi-administratif</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/10-kompetitor-sekda-definitif-batu-masuk-tahap-seleksi-administratif</guid>
<description><![CDATA[ Dengan dimulainya tahap seleksi administrasi ini, persaingan menuju kursi Sekda definitif Kota Batu dipastikan akan semakin mengerucut. Pansel diharapkan mampu menyaring kandidat terbaik yang siap membawa birokrasi Kota Batu lebih efektif, adaptif, dan responsif terhadap kebutuhan publik. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x580_69e9e98217536.webp" length="14418" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 23 Apr 2026 18:32:55 +0700</pubDate>
<dc:creator>Choirul Anwar</dc:creator>
<media:keywords>Kota Batu, Sekda, 10 Kompetitor</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KOTA BATU, SJP</strong> – Sebanyak 10 pelamar jabatan Sekretaris Daerah (Sekda) definitif Kota Batu resmi memasuki tahap seleksi administratif usai penutupan pendaftaran pada 21 April 2026. Seluruh berkas peserta kini tengah diverifikasi oleh panitia seleksi (pansel) untuk memastikan kesesuaian dengan persyaratan yang telah ditetapkan.</p>
<p>Penjabat (Pj) Sekda Kota Batu, Eko Suhartono pada Kamis (23/4/2026) mengungkapkan bahwa dari total pendaftar, delapan di antaranya berasal dari internal Pemerintah Kota Batu, sementara dua lainnya merupakan peserta dari luar daerah. Komposisi ini dinilai mencerminkan tingginya partisipasi kader internal dalam perebutan jabatan tertinggi ASN di lingkungan Pemkot Batu.</p>
<p>“Total ada 10 pendaftar. Delapan dari internal dan dua dari luar. Semuanya sekarang masuk tahap seleksi administrasi. Pada tahap ini pansel melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap kelengkapan dokumen, mulai dari persyaratan kepangkatan, pengalaman jabatan, hingga dokumen pendukung lainnya," urainya.</p>
<p>Proses ini menjadi pintu awal untuk menyaring kandidat yang berhak melaju ke tahapan berikutnya. Dimana tim sedang melakukan verifikasi secara teliti dan semua berkas dicek kesesuaiannya dengan ketentuan yang berlaku.</p>
<p>Hasil seleksi administrasi dijadwalkan akan diumumkan pada 5 Mei 2026. Peserta yang dinyatakan lolos akan melanjutkan ke tahapan berikutnya, termasuk penilaian kompetensi melalui assessment center serta uji gagasan dan wawancara oleh pansel.</p>
<p>Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Wali Kota Batu, Heli Suyanto, menilai jumlah pendaftar yang masuk menunjukkan antusiasme yang cukup baik, khususnya dari kalangan internal. Menurutnya, hal ini menjadi indikator bahwa proses pembinaan ASN di lingkungan Pemkot Batu berjalan optimal.</p>
<p>“Partisipasi dari internal cukup banyak. Ini menandakan kaderisasi berjalan dan banyak ASN yang siap bersaing untuk posisi strategis..Adanya peserta dari luar juga menunjukkan bahwa Kota Batu memiliki daya tarik. Kompetisi seperti ini penting untuk mendapatkan sosok yang benar-benar berkualitas,” ujarnya.</p>
<p>Meski didominasi internal, kehadiran peserta dari luar daerah tetap menjadi bagian penting dalam menjaga iklim kompetisi yang sehat. Heli menegaskan bahwa seleksi terbuka ini dirancang untuk menjaring figur terbaik tanpa melihat asal instansi.</p>
<p>Ia kembali menekankan bahwa seleksi Sekda bukan sekadar pengisian jabatan struktural, melainkan proses strategis untuk mencari pemimpin birokrasi yang memiliki kapasitas menyeluruh. Menurutnya, kandidat yang terpilih harus mampu menggabungkan integritas, visi inovatif, kemampuan membangun harmonisasi, kecakapan eksekusi, serta kedekatan dengan masyarakat. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Identitas Ditemukan, Polisi Dalami Penyebab Kematian Pemuda Lumajang di Jembatan Cangar</title>
<link>https://suarajatimpost.com/identitas-ditemukan-polisi-dalami-penyebab-kematian-pemuda-lumajang-di-jembatan-cangar</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/identitas-ditemukan-polisi-dalami-penyebab-kematian-pemuda-lumajang-di-jembatan-cangar</guid>
<description><![CDATA[ Hingga kini, pihak kepolisian belum menyimpulkan penyebab pasti kematian korban. Hasil pemeriksaan medis serta pendalaman lebih lanjut akan menjadi dasar dalam menentukan langkah penanganan berikutnya ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x580_69e9dc5697541.webp" length="79238" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 23 Apr 2026 18:00:43 +0700</pubDate>
<dc:creator>Choirul Anwar</dc:creator>
<media:keywords>Kota Batu, Bunuh Diri, Cangar</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KOTA BATU, SJP</strong> – Aparat kepolisian masih terus mendalami kasus penemuan jenazah pria di bawah Jembatan Kembar Cangar, Kota Batu, yang terjadi pada Kamis (23/4/2026) pagi. Korban diketahui berinisial DPW (24), warga Kecamatan Candipuro, Kabupaten Lumajang.</p>
<p>Kasat Reskrim Polres Batu, Joko Suprianto pada Kamis (23/4/2026) mengatakan proses penyelidikan masih berjalan dengan fokus pada pengumpulan bukti di lokasi kejadian serta keterangan dari sejumlah pihak.</p>
<p>“Sempat terpantau kamera pengawas jalan, korban diduga melintas menggunakan motor berjenis Vixion berwarna putih Petugas sudah berada di lokasi untuk melakukan penyelidikan lebih lanjut terkait penemuan jenazah di Jembatan Cangar,” ujarnya.</p>
<p>Selain melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), polisi juga berupaya menelusuri aktivitas terakhir korban sebelum ditemukan meninggal dunia. Hal ini dilakukan untuk menyusun kronologi yang utuh terkait peristiwa tersebut.</p>
<p>Jenazah korban sebelumnya telah dievakuasi oleh tim gabungan yang terdiri dari kepolisian, petugas Tahura Raden Soerjo, Basarnas, relawan, serta PMI Kota Batu. Selanjutnya, korban dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Hasta Brata untuk proses identifikasi lanjutan dan pemeriksaan medis.</p>
<p>“Untuk penyebab kematian, kami masih melakukan pendalaman. polisi juga membuka kemungkinan untuk memeriksa barang-barang yang ditemukan di sekitar lokasi, termasuk dugaan barang milik korban di atas jembata," imbuhnya.</p>
<p>Langkah ini dinilai penting untuk memastikan apakah ada unsur lain di balik peristiwa tersebut atau murni kejadian tunggal. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Jembatan Cangar Memakan Korban Jiwa Lagi</title>
<link>https://suarajatimpost.com/jembatan-cangar-memakan-korban-jiwa-lagi</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/jembatan-cangar-memakan-korban-jiwa-lagi</guid>
<description><![CDATA[ Hingga saat ini, penemuan mayat pria di bawah Jembatan Kembar Cangar masih dalam proses penyelidikan intensif oleh pihak kepolisian. Sejumlah temuan awal, termasuk adanya barang yang diduga milik korban di atas jembatan, menjadi petunjuk penting dalam mengungkap kronologi kejadian. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x580_69e9bd73a2aff.webp" length="39702" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 23 Apr 2026 13:35:05 +0700</pubDate>
<dc:creator>Choirul Anwar</dc:creator>
<media:keywords>Kota Batu, Bunuh Diri, Cangar</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KOTA BATU, SJP</strong> – Setelah sebelumnya jembatan cangar digegerkan dengan dugaan bunuh diri dari MMA warga Trowulan Mojokerto pada 31 Maret 2026 lalu yang melompat dari ketinggian kurang lebih 30-40 meter, Pada Kamis (23/4/2026) kembali ditemukan jenazah pria di bawah jembatan cangar dengan pola yang hampir sama.</p>
<p>Kapolsek Bumiaji Anton Hendri Subagijo menguraikan bahwa korban yang hingga kini belum diketahui identitasnya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia di area bawah jembatan dengan sejumlah barang diduga milik korban justru ditemukan berada di atas jembatan.</p>
<p>"Untuk barang-barang yang ditinggalkan berupa sandal dan satu unit sepeda motor. Temuan ini memperkuat dugaan awal bahwa korban berada di atas jembatan sebelum akhirnya ditemukan tak bernyawa di bawahnya," urainya.</p>
<p>Lebih lanjut, ia menyebut pihak kepolisian menerima informasi sekitar pukul 10.00 WIB dan langsung bergerak ke lokasi. Proses penyelidikan masih berlangsung dengan fokus pada olah tempat kejadian perkara (TKP) dan pengumpulan keterangan dari saksi di sekitar lokasi.</p>
<p>Dengan kembali ditemukannya korban di lokasi yang sama dan adanya indikasi barang pribadi tertinggal di atas jembatan, aparat kepolisian kini mendalami kemungkinan adanya kesamaan pola dengan kejadian sebelumnya. Namun, hingga saat ini belum ada kesimpulan resmi terkait dugaan tersebut.</p>
<p>"Untuk kronologi dan identitas akan segera kami beritahukan apabila informasi yang dikumpulkan sudah lengkap," imbuhnya.</p>
<p>Sementara itu Relawan PMI Kota Batu Dodik membenarkan bahwa pihaknya turut melakukan proses evakuasi dan saat ini jenazah telah di bawa ke Rumah Sakit Hasta Brata.</p>
<p>"Proses evakuasi berjalan sekitar satu jam karena kondisi Medan yang cukup curam dan menunggu pihak kepolisian yang tengah melakukan olah TKP. Untuk identitas juga masih belum ada laporan pada pihak kami," pungkasnya. <strong>(*)</strong></p>
<p><em><strong>Disclaimer: Berita ini tidak bertujuan menginspirasi tindakan bunuh diri. Jika Anda atau seseorang yang Anda kenal sedang mengalami masa sulit, memiliki kecenderungan depresi, atau muncul pemikiran untuk mengakhiri hidup, segera hubungi tenaga profesional seperti psikolog, psikiater, atau layanan kesehatan mental terdekat.</strong></em></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>
<p></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Polres Batu Ungkap Kasus Pencurian Emas di Ngantang, Satu Pelaku Diamankan</title>
<link>https://suarajatimpost.com/polres-batu-ungkap-kasus-pencurian-emas-di-ngantang-satu-pelaku-diamankan</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/polres-batu-ungkap-kasus-pencurian-emas-di-ngantang-satu-pelaku-diamankan</guid>
<description><![CDATA[ Polres Batu menegaskan bahwa pihaknya menuntaskan proses hukum kasus ini hingga tahap pelimpahan berkas ke jaksa, sekaligus mengembangkan penyelidikan untuk mengungkap kemungkinan pelaku lain maupun sisa barang bukti yang belum ditemukan ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x580_69e897036d502.webp" length="11634" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 22 Apr 2026 19:19:35 +0700</pubDate>
<dc:creator>Choirul Anwar</dc:creator>
<media:keywords>Kota Batu, Polres, Emas, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KOTA BATU, SJP</strong> - Polres Batu melalui Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) berhasil mengungkap kasus tindak pidana pencurian dengan pemberatan yang terjadi di wilayah Kecamatan Ngantang, Kabupaten Malang. Seorang terduga pelaku bernama Bayu Dwi Bagaskoro berhasil diamankan petugas.</p>
<p>Kasat Reskrim Polres Batu, AKP Joko Suprianto pada Rabu (22/4/2026) menjelaskan bahwa penangkapan dilakukan pada Senin, 20 April 2026 sekitar pukul 21.00 WIB oleh tim KBO Satreskrim bersama Unit Resmob Wilayah Barat.</p>
<p>“Penangkapan ini merupakan tindak lanjut dari laporan masyarakat yang masuk pada 17 April 2026. Setelah dilakukan serangkaian penyelidikan, pelaku berhasil kami amankan di wilayah Jalan Raya Banturejo, Kecamatan Ngantang,” ujarnya.</p>
<p>Peristiwa pencurian tersebut terjadi pada Jumat, 17 April 2026 sekitar pukul 17.00 WIB di Dusun Sekar, Desa Sidodadi, Kecamatan Ngantang. Korban diketahui baru saja pulang ke rumah setelah membeli emas, namun saat hendak menyimpan ke dalam brankas, ia mendapati brankas sudah dalam kondisi terbuka.</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x_69e896e822976.webp" alt=""></p>
<p>Dari hasil kejadian tersebut, korban kehilangan sebanyak 19 keping emas masing-masing seberat 1 gram beserta suratnya, dengan total kerugian mencapai Rp54 juta.</p>
<p>Dalam pengungkapan kasus ini, polisi turut mengamankan sejumlah barang bukti, di antaranya 16 keping emas masing-masing 1 gram, uang tunai sebesar Rp2.750.000, serta satu buah alat berupa besi betel yang digunakan untuk mencongkel jendela.</p>
<p>“Pelaku diduga melakukan aksinya dengan cara merusak akses masuk rumah korban menggunakan alat, kemudian mengambil barang berharga yang ada di dalam,” tambah Joko.</p>
<p>Saat ini, tersangka telah diamankan di Rutan Polres Batu untuk menjalani proses penyidikan lebih lanjut. Polisi juga terus melakukan pengembangan guna mencari kemungkinan adanya barang bukti lain maupun keterlibatan pihak lain dalam kasus tersebut.</p>
<p>Atas perbuatannya, tersangka dijerat dengan pasal pencurian dengan pemberatan sebagaimana diatur dalam Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) dengan ancaman hukiman pidana maksimal 7 tahun. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Pelepasan CJH Batu Penuh Haru, Heli Suyanto Ambil Kendali Pemerintahan Sementara</title>
<link>https://suarajatimpost.com/pelepasan-cjh-batu-penuh-haru-heli-suyanto-ambil-kendali-pemerintahan-sementara</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/pelepasan-cjh-batu-penuh-haru-heli-suyanto-ambil-kendali-pemerintahan-sementara</guid>
<description><![CDATA[ Keberangkatan jemaah haji tahun ini tidak hanya menjadi momentum spiritual bagi para peserta, tetapi juga menandai transisi kepemimpinan sementara di Kota Batu. Stabilitas pemerintahan kini diuji untuk tetap berjalan optimal di bawah Plt, sementara masyarakat menaruh harapan pada doa-doa yang dipanjatkan dari Tanah Suci bagi kebaikan daerah. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x580_69e8590ca8943.webp" length="65362" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 22 Apr 2026 17:00:27 +0700</pubDate>
<dc:creator>Choirul Anwar</dc:creator>
<media:keywords>Kota Batu, CJH, Pemberangkatan</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KOTA BATU, SJP</strong> – Suasana khidmat bercampur haru mewarnai pelepasan 226 calon jemaah haji (CJH) Kota Batu di halaman Masjid Sultan Agung, Rabu (22/4/2026). Diiringi gema talbiyah dan doa keluarga, rombongan diberangkatkan menuju Asrama Haji Sukolilo Surabaya sebagai bagian dari Kloter 4 Embarkasi Surabaya.</p>
<p>Momen ini menjadi istimewa karena Wali Kota Batu, Nurochman, bersama sang istri, Siti Faujiah Nurochman, turut berangkat sebagai jemaah haji reguler. Dengan keberangkatan tersebut, tongkat kepemimpinan sementara dipegang oleh Wakil Wali Kota Heli Suyanto sebagai Pelaksana Tugas (Plt.) Wali Kota Batu.</p>
<p>Politisi Gerindra tersebut menegaskan. bahwa sebanyak tujuh armada bus disiapkan Pemkot Batu untuk mengangkut para jemaah menuju Surabaya. Prosesi pelepasan dipimpin langsung oleh Heli Suyanto yang dalam sambutannya menekankan pentingnya kesiapan mental dan emosional selama menjalankan ibadah.</p>
<p>"Bapak Ibu harus semangat, terus tersenyum dan bahagia. Kami titip doa untuk Kota Batu agar selalu dilindungi dan masyarakatnya sejahtera. Kami juga mendoakan seluruh jemaah dapat berangkat dan kembali dalam keadaan selamat serta memperoleh predikat haji mabrur," ujar Heli saat melakukan pelepasan jamaah haji.</p>
<p>Sementara itu, Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Batu, Basuki Rahmat, mengingatkan pentingnya menjaga lima prinsip utama selama menjalankan ibadah haji, yakni sabar, semangat, sehat, sukses, dan mabrur.</p>
<p>"Jemaah dari berbagai daerah dalam satu kloter harus saling menjaga dan memperkuat solidaritas selama berada di Tanah Suci. Kami berpersan pada CJH bahwa ibadah haji ini perjalanan panjang sekitar 40 hari. Jaga kesehatan dan kebersamaan," paparnya.</p>
<p>Prosesi pelepasan turut dihadiri unsur Forkopimda, Ketua DPRD Kota Batu, anggota DPR RI, serta perwakilan organisasi keagamaan seperti PCNU dan Muhammadiyah. Doa bersama dipimpin tokoh agama setempat, menambah suasana sakral sebelum rombongan diberangkatkan.</p>
<p>Dengan pengawalan tenaga medis serta tim pendamping dari pemerintah daerah dan Kementerian Agama, rombongan jemaah diberangkatkan menuju Surabaya diiringi doa dari keluarga dan masyarakat yang memadati lokasi. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Jawab Keluhan Masyarakat, Akses Jembatan Menuju Mikutopia Diperlebar</title>
<link>https://suarajatimpost.com/jawab-keluhan-masyarakat-akses-jembatan-menuju-mikutopia-diperlebar</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/jawab-keluhan-masyarakat-akses-jembatan-menuju-mikutopia-diperlebar</guid>
<description><![CDATA[ Dengan mulai dibenahinya infrastruktur dasar, pemerintah desa berharap polemik yang selama ini muncul dapat perlahan terurai. Namun demikian, efektivitas langkah ini tetap akan diuji oleh kondisi riil di lapangan, terutama saat volume kunjungan wisata kembali memuncak. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x580_69e84b551e8ff.webp" length="87968" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 22 Apr 2026 16:00:48 +0700</pubDate>
<dc:creator>Choirul Anwar</dc:creator>
<media:keywords>Kota Batu, Pelebaran, Jembatan</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KOTA BATU, SJP</strong> – Di tengah derasnya kritik terkait kemacetan dan keterbatasan akses menuju wisata Mikutopia, langkah konkret mulai terlihat di lapangan. Pelebaran jembatan di Dusun Gerdu, Desa Tulungrejo, Kecamatan Bumiaji, menjadi salah satu upaya menjawab keluhan publik yang selama ini menyoroti buruknya infrastruktur penunjang kawasan wisata tersebut.</p>
<p>Kepala Desa Tulungrejo Suliyono pada Rabu (22/4/2026) menguraikan proyek yang digarap itu kini dikebut dengan sistem kerja 24 jam. Percepatan pembangunan dilakukan untuk mengurai persoalan klasik yang kerap muncul saat lonjakan wisatawan, yakni penumpukan kendaraan akibat akses yang sempit.</p>
<p>"Intinya pelebaran jembatan ini merupakan langkah penting yang sudah lama dinantikan, perbaikan akses menjadi kunci dalam menjawab berbagai kritik yang selama ini diarahkan pada keberadaan wisata baru tersebut.</p>
<p>Terlebih selama ini memang menjadi kendala utama, terutama saat musim libur. Dengan pelebaran ini, mobilitas warga dan wisatawan akan jauh lebih lancar,” ujarnya.</p>
<p>Sebelumnya, jembatan di titik tersebut hanya memiliki lebar sekitar 6 meter, sehingga tidak mampu dilalui dua kendaraan secara bersamaan.</p>
<p>Kondisi ini memicu kemacetan hingga harus diberlakukan sistem buka-tutup arus lalu lintas, terutama saat akhir pekan dan musim liburan.</p>
<p>Kini, setelah diperlebar menjadi 10 meter, akses tersebut diproyeksikan mampu menampung dua arah kendaraan sekaligus.</p>
<p>Perubahan ini diharapkan tidak hanya mengurai kepadatan, tetapi juga meningkatkan faktor keselamatan pengguna jalan.</p>
<p>Lebih jauh, Suliyono menilai pembenahan infrastruktur ini sekaligus menjadi jawaban atas kritik yang menyebut pengembangan wisata berjalan tanpa kesiapan akses yang memadai.</p>
<p>Ia optimistis, dengan perbaikan yang dilakukan, dampak positif bagi masyarakat akan semakin terasa.</p>
<p>"Kami melihat ini sebagai solusi dari keluhan yang ada. Akses yang baik akan berdampak langsung pada ekonomi warga, mulai dari UMKM, pertanian, hingga sektor wisata itu sendiri," imbuhnya.</p>
<p>Meski demikian, ia menegaskan bahwa pembangunan tidak boleh berhenti di satu titik saja.</p>
<p>Masih ada sejumlah akses lain yang perlu ditingkatkan agar pertumbuhan wisata tidak menimbulkan masalah baru di kemudian hari. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Pendaftaran Sekda Definitif Ditutup, Pemkot Pastikan Peserta Penuhi Kuota Seleksi</title>
<link>https://suarajatimpost.com/pendaftaran-sekda-definitif-ditutup-pemkot-pastikan-peserta-penuhi-kuota-seleksi</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/pendaftaran-sekda-definitif-ditutup-pemkot-pastikan-peserta-penuhi-kuota-seleksi</guid>
<description><![CDATA[ Dengan berakhirnya masa pendaftaran, proses seleksi akan berlanjut ke tahap administrasi sebelum masuk ke penilaian kompetensi dan tahapan lanjutan lainnya. Pemkot Batu berharap seluruh rangkaian seleksi ini mampu menghasilkan Sekda definitif yang tidak hanya profesional, tetapi juga mampu membawa birokrasi lebih adaptif dan berdampak nyata bagi masyarakat ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x580_69e76e9e0a578.webp" length="17780" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Tue, 21 Apr 2026 19:51:51 +0700</pubDate>
<dc:creator>Choirul Anwar</dc:creator>
<media:keywords>Kota Batu, Sekda, Definitif, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KOTA BATU, SJP</strong> - Proses pendaftaran Seleksi Terbuka (Selter) Jabatan Sekretaris Daerah (Sekda) definitif Kota Batu resmi ditutup pada Selasa (21/4/2026).</p>
<p>Hingga hari terakhir, Pemerintah Kota Batu memastikan jumlah pendaftar telah memenuhi kuota minimal untuk melanjutkan ke tahapan seleksi berikutnya.</p>
<p>Wakil Wali Kota Batu, Heli Suyanto pada Selasa (21/4/2026) menyampaikan, antusiasme peserta dalam mengikuti seleksi terbilang cukup baik. Ia menyebutkan, berkas pendaftaran yang masuk terus diverifikasi oleh panitia seleksi hingga batas akhir penutupan.</p>
<p>“Hingga saat ini, kami melihat antusiasme yang cukup baik. Berkas yang masuk terus diverifikasi oleh panitia seleksi. Untuk angka pastinya, data masih bergerak hingga penutupan, namun laporan sementara menunjukkan jumlah peserta sudah memenuhi kuota minimal,” ujarnya.</p>
<p>Heli juga mengungkapkan bahwa partisipasi dari internal Pemerintah Kota Batu cukup signifikan. Hal ini, menurutnya, menjadi indikator bahwa proses kaderisasi di lingkungan birokrasi berjalan dengan baik dan mampu melahirkan calon-calon pemimpin yang siap bersaing.</p>
<p>“Dari internal Pemkot Batu, cukup banyak kader terbaik yang ikut berpartisipasi. Ini menunjukkan sistem pembinaan ASN kita berjalan. Untuk nama-namanya nanti akan diumumkan secara transparan setelah verifikasi administrasi selesai,” jelasnya.</p>
<p>Selain dari internal, sejumlah pendaftar dari luar daerah juga turut meramaikan bursa Sekda. Kehadiran peserta eksternal dinilai menjadi nilai tambah dalam menciptakan kompetisi yang sehat dan terbuka.</p>
<p>“Ada juga pendaftar dari luar daerah. Ini membuktikan bahwa Kota Batu memiliki daya tarik bagi birokrat untuk mengabdi. Kompetisi seperti ini penting agar kita mendapatkan figur terbaik,” imbuhnya.</p>
<p>Lebih lanjut, Heli menegaskan bahwa seleksi Sekda bukan sekadar ajang pengisian jabatan, melainkan proses untuk mencari pemimpin birokrasi yang memiliki kapasitas menyeluruh. Ia mengingatkan para peserta agar mempersiapkan diri secara maksimal dalam menghadapi tahapan berikutnya.</p>
<p>“Seleksi ini bukan hanya soal kompetensi teknis, tapi juga integritas dan loyalitas terhadap pelayanan publik. Tunjukkan dedikasi terbaik, karena yang kita cari adalah pemimpin yang siap berlari membangun Kota Batu,” tegasnya.</p>
<p>Ia juga menekankan lima prinsip utama yang harus dimiliki calon pimpinan ASN, yakni integritas tanpa kompromi, visi inovatif, kemampuan membangun harmonisasi, kecerdasan dalam mengeksekusi program, serta kedekatan dengan masyarakat. Menurutnya, kelima aspek tersebut menjadi fondasi penting dalam menjalankan roda pemerintahan yang efektif dan responsif. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Kenaikan BBM Nonsubsidi, Pemkot Batu Instruksikan TPID Siaga Antisipasi Harga Pangan</title>
<link>https://suarajatimpost.com/kenaikan-bbm-nonsubsidi-pemkot-batu-instruksikan-tpid-siaga-antisipasi-harga-pangan</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/kenaikan-bbm-nonsubsidi-pemkot-batu-instruksikan-tpid-siaga-antisipasi-harga-pangan</guid>
<description><![CDATA[ Pemerintah Kota Kota Batu menegaskan komitmennya untuk menjaga stabilitas harga dan daya beli masyarakat di tengah dinamika kenaikan BBM nonsubsidi oleh Pertamina. Kesiapsiagaan TPID menjadi kunci untuk memastikan potensi gejolak harga bahan pokok dapat ditekan sejak dini, sehingga aktivitas ekonomi masyarakat tetap berjalan normal tanpa gangguan signifikan ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x580_69e6f9d4dd729.webp" length="43562" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Tue, 21 Apr 2026 14:47:34 +0700</pubDate>
<dc:creator>Choirul Anwar</dc:creator>
<media:keywords>Kota Batu, BBM, TPID</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KOTA BATU, SJP</strong> - Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi yang dilakukan oleh Pertamina mendorong Pemerintah Kota Kota Batu untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi dampak lanjutan, khususnya pada sektor harga bahan pokok. Meski tidak berdampak langsung, efek psikologis dari kenaikan BBM dinilai berpotensi memicu gejolak di pasar.</p>
<p>Wakil Wali Kota Batu, Heli Suyanto.pada Selasa (21/4/2026) menyatakan pihaknya telah menginstruksikan Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) untuk bersiap dan memperkuat pemantauan di lapangan. Langkah ini dilakukan guna mengantisipasi kemungkinan kenaikan harga bahan pokok yang bisa terjadi sebagai dampak turunan dari penyesuaian harga BBM nonsubsidi.</p>
<p>"Kenaikan harga saat ini hanya terjadi pada BBM dengan segmen tertentu seperti Pertamax Turbo yang mengikuti mekanisme pasar dan harga minyak dunia. Sementara itu, BBM yang paling banyak digunakan masyarakat seperti Pertalite dan Bio Solar masih tetap stabil karena berada dalam skema subsidi pemerintah pusat. Namun demikian, kewaspadaan tetap diperlukan untuk menjaga stabilitas harga di tingkat konsumen," urainya.</p>
<p>Ia menegaskan, TPID akan melakukan pemantauan langsung ke pasar-pasar tradisional untuk memastikan ketersediaan stok bahan pokok tetap aman serta mencegah adanya praktik penimbunan. Jika ditemukan indikasi kenaikan harga yang tidak wajar, Pemerintah Kota Batu siap melakukan intervensi melalui operasi pasar atau pasar murah sebagai langkah pengendalian.</p>
<p>Selain itu, Pemkot Batu juga memastikan jalur distribusi logistik tetap lancar agar tidak terjadi hambatan yang dapat memicu kenaikan biaya di tingkat pedagang. Koordinasi dengan berbagai pihak, termasuk distributor dan pengelola pasar, terus diperkuat guna menjaga keseimbangan pasokan dan harga.</p>
<p>"Kami berharap masyarakat agar tetap tenang dan tidak melakukan pembelian berlebihan. Selain itu untuk masyarakat yang mampu untuk tetap menggunakan BBM nonsubsidi agar subsidi yang diberikan pemerintah tepat sasaran," imbuhnya.</p>
<p>Dengan langkah antisipatif tersebut, Pemkot Batu optimistis stabilitas harga bahan pokok di daerah tetap terjaga meskipun terjadi dinamika di sektor energi.<strong> (*)</strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Harga BBM Non&amp;Subsidi Naik, Tidak Ada Panic Buying di Malang Raya</title>
<link>https://suarajatimpost.com/harga-bbm-non-subsidi-naik-tidak-ada-panic-buying-di-malang-raya</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/harga-bbm-non-subsidi-naik-tidak-ada-panic-buying-di-malang-raya</guid>
<description><![CDATA[ Stabilitas distribusi dan konsumsi di wilayah Malang Raya menjadi indikator bahwa penyesuaian harga kali ini dapat diterima dengan baik tanpa mengganggu aktivitas ekonomi masyarakat. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x580_69e6f5a7b7d79.webp" length="72104" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Tue, 21 Apr 2026 12:21:13 +0700</pubDate>
<dc:creator>Choirul Anwar</dc:creator>
<media:keywords>Kota Batu, BBM, Naik</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KOTA BATU, SJP</strong> - Penyesuaian harga bahan bakar minyak (BBM) kembali dilakukan oleh Pertamina terhitung mulai 18 April 2026. Meski terdapat kenaikan pada sejumlah produk non-subsidi, kondisi di lapangan terpantau tetap kondusif tanpa adanya lonjakan pembelian atau panic buying di wilayah Kota Batu, Kota Malang, maupun Kabupaten Malang.</p>
<p></p>
<p>Manager Area Pertamina Malang Raya, Ahad Rahedi pada Selasa (21/4/2026) menyampaikan bahwa penyesuaian harga ini merupakan bagian dari mekanisme evaluasi berkala yang mempertimbangkan tren harga minyak dunia serta biaya distribusi.</p>
<p></p>
<p>"Distribusi BBM di wilayah Malang Raya tetap berjalan normal dan stok dalam kondisi aman, sehingga masyarakat tidak perlu melakukan pembelian berlebihan. Terpantau pembelian di sejumlah SPBU juga tidak terjadi penumpukan kendaraan," urainya. </p>
<p></p>
<p>Sementara itu, dalam penyesuaian tersebut, harga Pertamax (RON 92) tetap berada di angka Rp12.300 per liter, begitu pula Pertamax Green (RON 95) yang tidak mengalami perubahan di harga Rp12.900 per liter. Pertamax yang dijual di Pertashop juga tetap stabil di angka Rp12.200 per liter.</p>
<p></p>
<p>Sementara itu, kenaikan terjadi pada produk BBM dengan spesifikasi lebih tinggi. Pertamax Turbo (RON 98) naik menjadi Rp19.400 per liter dari sebelumnya sekitar Rp17.900, atau mengalami kenaikan sekitar 8,38 persen. Dexlite juga mengalami penyesuaian dari kisaran Rp22.550 menjadi Rp23.600 per liter, atau naik sekitar 4,66 persen. Adapun Pertamina Dex meningkat dari sekitar Rp22.900 menjadi Rp23.900 per liter, dengan persentase kenaikan sekitar 4,37 persen.</p>
<p></p>
<p>"Tidak terjadinya panic buying menunjukkan tingkat kepercayaan masyarakat terhadap ketersediaan pasokan BBM serta pemahaman bahwa penyesuaian harga merupakan hal yang wajar dalam dinamika energi global," imbuhnya.</p>
<p></p>
<p>Dengan kondisi tersebut, Pertamina mengimbau masyarakat tetap membeli BBM sesuai kebutuhan dan tidak terpengaruh oleh isu-isu yang dapat memicu kepanikan. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Mikutopia Kembangkan Wisata Edukasi Jamur Sebagai Stimulus Pergerakan Perekonomian Lokal</title>
<link>https://suarajatimpost.com/mikutopia-kembangkan-wisata-edukasi-jamur-sebagai-stimulus-pergerakan-perekonomian-lokal</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/mikutopia-kembangkan-wisata-edukasi-jamur-sebagai-stimulus-pergerakan-perekonomian-lokal</guid>
<description><![CDATA[ Program edukasi jamur yang dikembangkan Mikutopia menunjukkan pergeseran arah pariwisata ke model yang lebih berkelanjutan dan berbasis masyarakat. Jika konsisten dijalankan, konsep ini tidak hanya memperkaya pengalaman wisata, tetapi juga memperkuat peran warga sebagai pelaku utama dalam ekosistem ekonomi lokal. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x580_69e6def490be3.webp" length="56708" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Tue, 21 Apr 2026 11:00:07 +0700</pubDate>
<dc:creator>Choirul Anwar</dc:creator>
<media:keywords>Kota Batu, Mikutopia, Ekonomi</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KOTA BATU, SJP</strong> – Destinasi wisata Mikutopia di Kota Batu mulai mengarah pada konsep eduwisata berbasis komunitas. Melalui program Mikutopia Mushroom Edu Experience, pengelola tidak hanya menawarkan hiburan, tetapi juga pengalaman belajar budidaya jamur yang melibatkan langsung masyarakat sekitar.</p>
<p>Manajer Operasional Mikutopia, Panji Akbar Ramadani pada Selasa (21/4/2026) menegaskan program ini dikembangkan bersama kelompok warga yang tergabung dalam Sahabat Mikutopia.</p>
<p>"Keterlibatan mereka menjadi bagian dari strategi untuk memastikan masyarakat tidak sekadar menjadi penonton, tetapi ikut menjadi bagian dari pertumbuhan destinasi wisata. pendekatan ini sengaja dirancang untuk menciptakan ekosistem wisata yang lebih inklusif dan tujuannya agar masyarakat ikut berkembang dengan destinasi wisata baru kami," urainya.</p>
<p>Dalam program ini, pengunjung diajak mengenal dunia jamur secara menyeluruh. Mulai dari jenis jamur konsumsi, jamur obat, hingga jamur beracun, semuanya diperkenalkan dalam sesi edukasi yang dikemas interaktif.</p>
<p>Tidak hanya teori, peserta juga diajak melihat langsung proses budidaya menggunakan media tanam baglog. Pendekatan praktik ini membuat pengalaman belajar lebih aplikatif dan mudah dipahami, terutama bagi pelajar dan keluarga.</p>
<p>"Untuk anak-anak, kegiatan dikemas lebih ringan dan kreatif. Mulai dari mewarnai gambar jamur, mengenal bentuk dan warna, hingga aktivitas edukatif sederhana yang dirancang agar tetap menyenangkan," imbuhmya.</p>
<p>Di sisi lain, program ini juga membuka peluang ekonomi baru bagi warga. Keterlibatan mereka dalam operasional kegiatan menjadi bagian dari upaya menciptakan dampak langsung dari sektor pariwisata terhadap masyarakat sekitar.</p>
<p>Sehingga dengan adanya program baru ini upaya dalam mengembangkan potensi ekonomi dan bisa memberi dampak langsung dimana warga berkembang, anak-anak bisa belajar, dan pengunjung mendapat pengalaman baru. <strong>(**)</strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Kejar Target Layanan Merata, Pemkot Batu Genjot Rekrutmen 6 Dokter di Triwulan II</title>
<link>https://suarajatimpost.com/kejar-target-layanan-merata-pemkot-batu-genjot-rekrutmen-6-dokter-di-triwulan-ii</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/kejar-target-layanan-merata-pemkot-batu-genjot-rekrutmen-6-dokter-di-triwulan-ii</guid>
<description><![CDATA[ Percepatan rekrutmen enam dokter pada triwulan kedua menjadi kunci penyelesaian target Satu Desa Satu Dokter di Kota Batu. Jika terealisasi sesuai rencana, program ini tidak hanya menutup kekurangan tenaga medis, tetapi juga memperkuat sistem layanan kesehatan berbasis wilayah yang lebih cepat, merata, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x580_69e606beb53cb.webp" length="27494" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 20 Apr 2026 19:50:53 +0700</pubDate>
<dc:creator>Choirul Anwar</dc:creator>
<media:keywords>Kota Batu, Pelayanan, Dokter, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KOTA BATU, SJP</strong> – Pemerintah Kota Batu mempercepat realisasi program unggulan Satu Desa Satu Dokter dengan menargetkan pemenuhan kekurangan tenaga medis pada triwulan kedua 2026. Fokus utama saat ini adalah merekrut enam dokter untuk menutup kekosongan layanan di enam desa dan kelurahan yang belum terjangkau.</p>
<p></p>
<p>Wali Kota Batu Nurochman pada Senin (20/4/2026) membeberkan hingga Maret 2026, program tersebut telah menjangkau 18 dari total 24 desa dan kelurahan. Artinya, capaian sudah berada di angka 75 persen, namun Pemkot menilai percepatan tetap diperlukan agar target layanan merata bisa tercapai dalam waktu dekat.</p>
<p></p>
<p>"Untuk proses rekrutmen akan segera dijalankan dalam waktu dekat, dengan target penyelesaian pada triwulan kedua tahun ini. Kemungkinan kami upayakan sekitar triwulan ke dua untuk dilakukan rekrutmen. Kami ingin enam wilayah yang tersisa segera terpenuhi,” ujarnya.</p>
<p></p>
<p>Selama ini, enam wilayah yang belum memiliki dokter tetap masih bergantung pada layanan Puskesmas Pembantu (Pustu). Skema tersebut dinilai belum optimal karena tenaga medis harus membagi waktu di beberapa lokasi sekaligus, sehingga respons pelayanan menjadi kurang maksimal.</p>
<p></p>
<p>Dengan penambahan enam dokter baru, Pemkot menargetkan seluruh desa dan kelurahan memiliki tenaga medis yang siaga langsung di wilayah masing-masing. Kehadiran dokter tetap di tingkat desa dinilai krusial untuk mempercepat penanganan keluhan kesehatan masyarakat.</p>
<p></p>
<p>Program ini juga diarahkan untuk memperkuat layanan kesehatan dasar, terutama bagi kelompok rentan seperti ibu hamil, ibu menyusui, balita, lansia, dan penyandang disabilitas. Dengan akses yang lebih dekat, deteksi dini penyakit dapat dilakukan tanpa harus menunggu kondisi memburuk.</p>
<p></p>
<p>"Di sisi lain, Pemkot Batu memastikan ketersediaan tenaga bidan sudah terpenuhi di seluruh wilayah. Saat ini, 24 desa dan kelurahan telah memiliki bidan yang aktif melayani kesehatan ibu dan anak," imbuh pria yang akrab disapa Cak Nur tersebut.</p>
<p></p>
<p>Untuk memperkuat layanan, dua strategi tambahan juga disiapkan. Pertama, penambahan fasilitas poli gigi di setiap Puskesmas guna memperluas cakupan layanan kesehatan mulut. Kedua, perluasan program home care hingga tingkat Polindes, yang memungkinkan tenaga medis melakukan kunjungan langsung ke rumah warga.</p>
<p></p>
<p>Layanan home care ini diprioritaskan bagi masyarakat dengan keterbatasan mobilitas, terutama lansia dan penyandang disabilitas, agar tetap mendapatkan akses layanan kesehatan tanpa harus datang ke fasilitas kesehatan. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Ancaman Kerusakan Hulu, Pemkot Batu Siapkan Perwali untuk Kendalikan Alih Fungsi Lahan</title>
<link>https://suarajatimpost.com/ancaman-kerusakan-hulu-pemkot-batu-siapkan-perwali-untuk-kendalikan-alih-fungsi-lahan</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/ancaman-kerusakan-hulu-pemkot-batu-siapkan-perwali-untuk-kendalikan-alih-fungsi-lahan</guid>
<description><![CDATA[ Rencana penerbitan Perwali ini menunjukkan pergeseran pendekatan Pemkot Batu dari sekadar imbauan menjadi penegakan aturan yang lebih konkret. Dengan dasar hukum yang jelas dan pengawasan terintegrasi, pemerintah berupaya menekan laju kerusakan lingkungan sejak hulu, sekaligus mencegah dampak lanjutan yang lebih besar terhadap wilayah hilir dan keselamatan masyarakat ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x580_69e6062f1895d.webp" length="80914" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 20 Apr 2026 19:09:26 +0700</pubDate>
<dc:creator>Choirul Anwar</dc:creator>
<media:keywords>Kota Batu, Perwali, Mitigasi</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KOTA BATU, SJP</strong> – Pemerintah Kota Batu mulai mengunci celah kerusakan lingkungan di kawasan hulu dengan menyiapkan regulasi khusus. Wali Kota Batu, Nurochman, memastikan akan menerbitkan Peraturan Wali Kota (Perwali) sebagai instrumen pengendalian alih fungsi lahan yang dinilai semakin tidak terkendali.</p>
<p>Diwawancarai pada Senin (20/4/2026) ia menilai langkah ini diambil sebagai respons atas dampak lingkungan yang mulai terasa nyata, terutama di wilayah hulu seperti Kecamatan Bumiaji. Pemanfaatan lahan yang tidak tertata disebut menjadi pemicu berbagai persoalan, mulai dari buruknya sistem drainase hingga kerusakan infrastruktur akibat aliran air yang tidak terkendali.</p>
<p>“Pengelolaan yang salah akan berdampak luas, mulai dari degradasi lingkungan hingga rusaknya fasilitas publik. Karena itu, kita butuh payung hukum yang jelas,” tegas Nurochman.</p>
<p>Perwali yang tengah disiapkan tidak hanya berfungsi sebagai aturan administratif, tetapi juga akan menjadi dasar hukum bagi pengawasan di lapangan. Melalui regulasi ini, petugas akan memiliki kewenangan lebih tegas untuk menindak pelanggaran, termasuk pemberian sanksi kepada pihak yang tidak mematuhi ketentuan pemanfaatan lahan.</p>
<p>Fokus pengawasan diarahkan pada kawasan rawan yang menunjukkan indikasi kerusakan, terutama di Bumiaji. Pemerintah menilai tanpa intervensi regulasi yang kuat, tekanan terhadap kawasan hutan akan terus meningkat dan berpotensi memicu bencana lingkungan.</p>
<p>Dalam penyusunannya, Pemkot Batu melibatkan berbagai pihak lintas sektor. Koordinasi dilakukan bersama Dinas Kehutanan Provinsi Jawa Timur serta Balai Perhutanan Sosial Yogyakarta untuk memastikan regulasi yang dihasilkan tidak hanya kuat secara hukum, tetapi juga relevan dengan kondisi lapangan.</p>
<p>"Salah satu poin strategis dalam Perwali tersebut adalah penguatan kelembagaan melalui pembentukan Kelompok Kerja (Pokja) Perhutanan Sosial. Pokja ini akan bertugas mengintegrasikan masterplan pengelolaan kawasan hutan agar selaras dengan upaya pelestarian lingkungan dan kebutuhan masyarakat. Kami ingin setiap pemanfaatan hutan tetap dalam koridor menjaga alam. Kalau melanggar, sanksi akan tegas,” pungkasnya. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>227 CJH Kota Batu Siap Berangkat, Mulai Diberangkatkan Rabu Dini Hari dari Masjid Sultan Agung</title>
<link>https://suarajatimpost.com/227-cjh-kota-batu-siap-berangkat-mulai-diberangkatkan-rabu-dini-hari-dari-masjid-sultan-agung</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/227-cjh-kota-batu-siap-berangkat-mulai-diberangkatkan-rabu-dini-hari-dari-masjid-sultan-agung</guid>
<description><![CDATA[ Pemberangkatan 227 CJH Kota Batu pada Rabu dini hari menjadi titik awal perjalanan ibadah yang telah dinanti bertahun-tahun. Dengan kesiapan yang telah dimatangkan, pemerintah berharap seluruh proses berjalan lancar, sekaligus memastikan pelayanan dan pengawalan jemaah tetap optimal sejak keberangkatan hingga kembali ke tanah air ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x580_69e60567299c2.webp" length="40106" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 20 Apr 2026 18:36:07 +0700</pubDate>
<dc:creator>Choirul Anwar</dc:creator>
<media:keywords>Kota Batu, Jamaah Haji, Berangkat</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KOTA BATU, SJP</strong> – Sebanyak 227 Calon Jemaah Haji (CJH) asal Kota Batu dipastikan siap diberangkatkan menuju Tanah Suci pada musim haji 2026. Ratusan jemaah ini dijadwalkan mulai bergerak pada Rabu (22/4/2026) dini hari, menandai dimulainya proses keberangkatan gelombang pertama dari daerah tersebut.</p>
<p>Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Batu, Basuki Rachmad pada Senin (20/4/2026) menegaskan, seluruh jemaah akan berkumpul di Masjid Sultan Agung Kota Batu pada pukul 02.00 WIB untuk menjalani proses pelepasan sekaligus pengecekan administrasi akhir. Setelah itu, rombongan akan langsung diberangkatkan menuju Asrama Haji Embarkasi Surabaya dan diperkirakan tiba sekitar pukul 07.00 WIB.</p>
<p>“Insyaallah semua jemaah sudah siap. Kami berharap proses keberangkatan berjalan lancar tanpa kendala. Para CJH Kota Batu tergabung dalam kloter 4 Embarkasi Surabaya, yang menjadi bagian dari gelombang pertama keberangkatan haji Indonesia tahun ini. Dalam satu kloter tersebut, jemaah Batu tidak berangkat sendiri, melainkan bergabung dengan daerah lain di Jawa Timur," urainya.</p>
<p>Rinciannya, 73 jemaah dari Kabupaten Probolinggo, 53 dari Kota Surabaya, 12 dari Kota Malang, 8 dari Kabupaten Malang, serta masing-masing satu jemaah dari Kabupaten Sidoarjo dan Kota Probolinggo. Secara keseluruhan, total jemaah dalam satu kloter mencapai 380 orang.</p>
<p>Setelah bermalam di Asrama Haji, para jemaah dijadwalkan terbang menuju Madinah, Arab Saudi, pada Kamis (23/4/2026) pukul 02.55 WIB.</p>
<p>"Nanti di dalam rombongan tersebut Wali Kota Batu Nurochman bersama istrinya, Siti Faujiyah, juga turut menunaikan ibadah haji. Keduanya terdaftar sebagai jemaah haji reguler sejak 2012 dan tercatat memiliki masa tunggu sekitar 14 tahun," tandasnya. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Jalur Klemuk Dihapus dari Google Maps, Pemkot Batu Tutup Celah Wisatawan “Tersesat” ke Jalur Ekstrem</title>
<link>https://suarajatimpost.com/jalur-klemuk-dihapus-dari-google-maps-pemkot-batu-tutup-celah-wisatawan-tersesat-ke-jalur-ekstrem</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/jalur-klemuk-dihapus-dari-google-maps-pemkot-batu-tutup-celah-wisatawan-tersesat-ke-jalur-ekstrem</guid>
<description><![CDATA[ Penghapusan Jalur Klemuk dari Google Maps menunjukkan pendekatan baru dalam mitigasi kecelakaan, dengan menyasar sumber masalah yang selama ini luput—yakni rekomendasi rute dari aplikasi digital. Jika langkah ini berhasil, bukan hanya akses yang terkendali, tetapi juga pola pergerakan kendaraan bisa diarahkan ke jalur yang lebih aman secara sistematis. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x580_69e0d207750c1.webp" length="94730" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 16 Apr 2026 21:36:15 +0700</pubDate>
<dc:creator>Choirul Anwar</dc:creator>
<media:keywords>Kota Batu, Penutupan, Jurang Klemuk</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KOTA BATU, SJP</strong> – Pemerintah Kota Batu mulai mengambil langkah tidak biasa untuk menekan angka kecelakaan di Jalur Klemuk. Tak hanya menutup akses fisik, kini jalur tersebut juga diusulkan dihapus dari Google Maps agar tidak lagi direkomendasikan kepada pengguna jalan, khususnya wisatawan dari luar daerah.</p>
<p>Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Batu, Aries Setiawan pada Kamis (16/4/2026) membenarkan bahwa pihaknya tengah mengajukan penghapusan Jalur Klemuk Jalan Rajakwesi, Songgokerto, dari sistem navigasi digital tersebut.</p>
<p>“Masih kami ajukan untuk penghapusan Jalur Klemuk di Google Maps dan langkah ini diambil sebagai respons atas tingginya angka kecelakaan di jalur tersebut yang kerap dipicu oleh pengendara yang mengikuti petunjuk aplikasi navigasi tanpa mengetahui kondisi medan sebenarnya. Dengan dihapusnya jalur ini dari peta digital, diharapkan kendaraan terutama dari luar kota tidak lagi diarahkan melewati rute berbahaya tersebut," urainya.</p>
<p>Jalur Klemuk sendiri dikenal memiliki kontur ekstrem dengan kemiringan mencapai hampir 60 derajat. Kondisi ini membuatnya rawan kecelakaan, terutama kasus rem blong yang berulang kali terjadi dan bahkan menimbulkan korban jiwa.</p>
<p>Upaya mitigasi sebenarnya sudah dilakukan masyarakat setempat dengan membangun jalur penyelamat secara swadaya. Namun, langkah tersebut belum cukup menekan angka kecelakaan secara signifikan.</p>
<p>"Sejalan dengan kebijakan digital tersebut, penutupan fisik juga telah diberlakukan. Pemerintah daerah memasang palang besi dan water barrier untuk memastikan kendaraan roda empat tidak lagi melintas di jalur tersebut," imbuhnya.</p>
<p>Sementara itu, akses bagi kendaraan roda dua masih dibuka terbatas. Namun, pengendara khususnya pengguna motor matic diimbau untuk tidak melintasi Jalur Klemuk dan memilih jalur utama yang lebih aman.</p>
<p>"Kebijakan ini menjadi kombinasi antara intervensi fisik dan digital dalam pengelolaan lalu lintas berbasis keselamatan. Pemkot Batu mencoba menutup seluruh kemungkinan akses, baik secara langsung di lapangan maupun melalui sistem navigasi yang selama ini menjadi rujukan utama pengendara," pungkasnya.<strong> (*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Jalur Klemuk Ditutup Permanen untuk Mobil, Dishub Batu Prioritaskan Keselamatan</title>
<link>https://suarajatimpost.com/jalur-klemuk-ditutup-permanen-untuk-mobil-dishub-batu-prioritaskan-keselamatan</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/jalur-klemuk-ditutup-permanen-untuk-mobil-dishub-batu-prioritaskan-keselamatan</guid>
<description><![CDATA[ Penutupan Jalur Klemuk menunjukkan pendekatan tegas Pemkot Batu dalam menekan potensi kecelakaan, dengan menempatkan keselamatan sebagai prioritas utama dibanding kelancaran akses. Tantangannya kini ada pada kepatuhan pengguna jalan, agar kebijakan ini benar-benar efektif mengurangi risiko di jalur rawan tersebut ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x580_69e0d172a7a15.webp" length="30330" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 16 Apr 2026 21:12:52 +0700</pubDate>
<dc:creator>Choirul Anwar</dc:creator>
<media:keywords>Kota Batu, Klemuk, Penutupan, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KOTA BATU, SJP</strong> – Pemerintah Kota Batu melalui Dinas Perhubungan (Dishub) mengambil langkah tegas dengan menutup akses Jalur Klemuk bagi kendaraan roda empat. Penutupan dilakukan secara fisik melalui pemasangan sekaligus pengecoran water barrier di titik akses utama, sebagai upaya mengantisipasi risiko kecelakaan di jalur ekstrem tersebut.</p>
<p>Kepala Dishub Kota Batu, Susetya Herawan pada Kamis (16/4/2026) menegaskan, kebijakan ini tidak bersifat sementara, melainkan bentuk intervensi langsung demi keselamatan pengguna jalan.</p>
<p>“Untuk jalur Klemuk kita lakukan penutupan dengan pengecoran water barrier. Kendaraan roda empat atau mobil tidak diperbolehkan melintas. Keputusan ini diambil setelah mempertimbangkan kondisi jalur yang dinilai memiliki tingkat risiko tinggi, terutama bagi kendaraan dengan dimensi besar dan sistem pengereman tertentu. Kontur jalan yang curam dan ekstrem disebut menjadi faktor utama potensi kecelakaan," paparnya.</p>
<p>Meski ditutup untuk mobil, akses masih dibuka terbatas bagi kendaraan roda dua. Namun, Dishub memberikan peringatan khusus kepada pengguna sepeda motor, terutama jenis matic, agar tidak memaksakan diri melintasi jalur tersebut.</p>
<p>Dishub menilai, meskipun secara teknis sepeda motor masih memungkinkan melintas, kondisi medan tetap berisiko, terutama bagi pengendara yang tidak terbiasa dengan jalur menurun tajam dan tikungan ekstrem.</p>
<p>“Khusus sepeda motor masih bisa masuk, tetapi kami menghimbau untuk motor matic sebaiknya tidak melalui jalur ini karena faktor keselamatan,” tambah Susetya.</p>
<p>Sebagai langkah lanjutan, masyarakat diminta beralih menggunakan jalur alternatif yang dinilai lebih aman dan layak dilalui semua jenis kendaraan. Penutupan ini juga menjadi bagian dari upaya penataan lalu lintas berbasis keselamatan di wilayah Kota Batu. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Polres Batu Bongkar Peredaran Ekstasi di Oro&amp;Oro Ombo</title>
<link>https://suarajatimpost.com/polres-batu-bongkar-peredaran-ekstasi-di-oro-oro-ombo</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/polres-batu-bongkar-peredaran-ekstasi-di-oro-oro-ombo</guid>
<description><![CDATA[ Pengungkapan jaringan narkotika ini menjadi bagian dari upaya berkelanjutan Polres Batu dalam menekan peredaran narkotika, sekaligus mengingatkan masyarakat akan pentingnya peran aktif dalam melaporkan aktivitas mencurigakan di lingkungan sekitar ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x580_69e0d0a34cbf2.webp" length="24800" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 16 Apr 2026 20:39:36 +0700</pubDate>
<dc:creator>Choirul Anwar</dc:creator>
<media:keywords>Kota Batu, Narkotika, Sindikat, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KOTA BATU, SJP</strong> – Pengungkapan kasus narkotika di Kota Batu kembali menegaskan peran penting masyarakat dalam membantu aparat penegak hukum. Berbekal laporan warga, Kepolisian Resor Batu melalui Satresnarkoba berhasil meringkus seorang pria berinisial S yang diduga sebagai pengedar pil ekstasi.</p>
<p></p>
<p>Kasi Humas Polres Batu, Iptu M. Huda Rohman pada Kamis (16/4/2026) menjelaskan bahwa kasus ini bermula dari aduan masyarakat pada akhir Januari 2026 terkait aktivitas mencurigakan yang mengarah pada transaksi narkotika di wilayah Kecamatan Batu.</p>
<p></p>
<p>“Menindaklanjuti laporan tersebut, tim Satresnarkoba langsung bergerak melakukan penyelidikan intensif dan observasi lapangan hingga akhirnya mengarah kepada tersangka S,” ujarnya.</p>
<p></p>
<p>Ia juga menegaskan sebelumnya, jajaran Polres Batu mengantongi identitas target, petugas melakukan penyergapan pada Sabtu (31/1/2026) sekitar pukul 22.30 WIB di pinggir Jalan Gondorejo, Desa Oro-Oro Ombo, Kecamatan Batu. Dalam operasi tersebut, tersangka berhasil diamankan tanpa perlawanan.</p>
<p></p>
<p>Saat dilakukan penggeledahan, petugas menemukan barang bukti berupa 40 butir pil ekstasi yang disimpan di saku celana depan sebelah kiri tersangka dan dikemas dalam plastik klip bening. Selain itu, satu unit ponsel turut diamankan sebagai sarana komunikasi dalam transaksi.</p>
<p></p>
<p>“Di lokasi, kami menemukan 40 butir pil ekstasi yang diduga siap edar, serta satu unit handphone yang digunakan untuk berkomunikasi, dan sari hasil pemeriksaan awal, tersangka S mengaku mendapatkan barang tersebut dari seseorang berinisial J. Saat ini, polisi masih melakukan pengembangan untuk memburu pemasok utama yang diduga menjadi bagian dari jaringan peredaran narkotika di wilayah Batu," imbuhnya.</p>
<p></p>
<p>Polisi menduga tersangka S berperan sebagai pengedar yang mendistribusikan pil ekstasi di wilayah hukum Polres Batu. Peran ini masih terus didalami untuk mengungkap sejauh mana jaringan yang terlibat.</p>
<p></p>
<p>Atas perbuatannya, tersangka kini ditahan di Mapolres Batu dan dijerat dengan pasal berlapis terkait kepemilikan serta penyediaan narkotika golongan I bukan tanaman dengan berat melebihi lima gram.</p>
<p></p>
<p>“S disangkakan Pasal 609 ayat (2) huruf a Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP jo Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2026, dengan ancaman pidana penjara seumur hidup atau paling lama 20 tahun,” tutupnya. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Mesin Capit Jadi Favorit di Virtual Immersive Park Jatim Park 2, Tawarkan Hiburan Seru dan Kompetitif</title>
<link>https://suarajatimpost.com/mesin-capit-jadi-favorit-di-virtual-immersive-park-jatim-park-2-tawarkan-hiburan-seru-dan-kompetitif</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/mesin-capit-jadi-favorit-di-virtual-immersive-park-jatim-park-2-tawarkan-hiburan-seru-dan-kompetitif</guid>
<description><![CDATA[ Kehadiran wahana mesin capit di Virtual Immersive Park semakin menegaskan komitmen Jawa Timur Park Group dalam menghadirkan hiburan yang variatif, terjangkau, dan relevan bagi semua kalangan. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x580_69df50db387b0.webp" length="33680" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 15 Apr 2026 17:40:43 +0700</pubDate>
<dc:creator>Choirul Anwar</dc:creator>
<media:keywords>Kota Batu, Jatim Park Group, Mesin Capit, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KOTA BATU, SJP</strong> – <a href="https://jtp.id/" target="_blank" rel="noopener">Jawa Timur Park Group</a> terus menghadirkan inovasi hiburan bagi pengunjung. Salah satunya melalui wahana mesin capit di Virtual Immersive Park yang kini menjadi salah satu aktivitas favorit saat momen liburan keluarga.</p>
<p>Manager Marketing and Public Relation <a href="https://jtp.id/" target="_blank" rel="noopener">Jatim Park Group</a>, Titik S. Aryanto pada Rabu (15/4/2026) menyampaikan bahwa permainan mesin capit yang identik dengan konsep arcade klasik ini dikemas lebih modern dan interaktif. Pengunjung ditantang menguji ketepatan, fokus, serta strategi untuk mengambil berbagai hadiah menarik menggunakan capit otomatis.</p>
<p></p>
<p>"Di kawasan Virtual Immersive Park, tersedia empat unit mesin capit yang tersebar di beberapa titik strategis, sehingga mudah dijangkau saat pengunjung menikmati wahana lainnya. Permainan mesin capit ini kami hadirkan sebagai salah satu wahana yang tidak hanya menghibur, tetapi juga melatih konsentrasi dan strategi, sehingga tetap memberikan nilai pengalaman bagi pengunjung, khususnya anak-anak,” ujarnya.</p>
<p></p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x_69df5119a6c5e.webp" alt=""></p>
<p>Beragam hadiah bisa didapatkan, mulai dari boneka, makanan ringan, hingga blind box yang menjadi favorit anak-anak dan remaja. Dengan harga Rp20 ribu untuk tiga kali permainan, wahana ini menjadi pilihan aktivitas yang terjangkau namun tetap menyenangkan untuk mengisi waktu liburan.</p>
<p></p>
<p>Virtual Immersive Park sendiri merupakan bagian dari pengembangan destinasi wisata modern di kawasan Jatim Park 2 yang mengusung konsep perpaduan hiburan, teknologi, dan permainan interaktif. Kehadiran wahana seperti mesin capit semakin melengkapi pilihan aktivitas yang dapat dinikmati seluruh anggota keluarga.</p>
<p></p>
<p>"Dengan konsep sederhana namun kompetitif, wahana ini berhasil menghadirkan pengalaman bermain yang seru sekaligus memperkaya variasi hiburan di Jatim Park 2, menjadikannya salah satu destinasi unggulan bagi wisatawan yang berkunjung ke Kota Batu," tandasnya. <strong>(***)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Pembenahan Pupuk Subsidi Jadi Kunci, Pemkot Batu Targetkan Pemulihan Produksi Apel Bertahap</title>
<link>https://suarajatimpost.com/pembenahan-pupuk-subsidi-jadi-kunci-pemkot-batu-targetkan-pemulihan-produksi-apel-bertahap</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/pembenahan-pupuk-subsidi-jadi-kunci-pemkot-batu-targetkan-pemulihan-produksi-apel-bertahap</guid>
<description><![CDATA[ Pembenahan pupuk subsidi yang dibarengi dengan peralihan ke pupuk organik, distribusi bibit unggul, serta penguatan pendampingan petani menjadi strategi utama Pemkot Batu dalam memulihkan kejayaan apel ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x580_69df4fac6fb28.webp" length="59014" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 15 Apr 2026 17:10:10 +0700</pubDate>
<dc:creator>Choirul Anwar</dc:creator>
<media:keywords>Kota Batu, Pupuk Subsidi, Apel, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KOTA BATU, SJP</strong> – Pemerintah Kota Batu menempatkan persoalan pupuk subsidi sebagai salah satu titik krusial dalam upaya memulihkan produksi apel yang terus menurun. Wakil Wali Kota Batu, Heli Suyanto, menegaskan bahwa langkah yang diambil tidak hanya soal ketersediaan pupuk, tetapi juga pembenahan pola pemupukan dan kondisi tanah petani.</p>
<p></p>
<p>Diwawancarai pada Rabu (15/4/2026), orang nomor dua di Kota Batu tersebut menegaskan bahwa pemkot saat ini melakukan langkah komprehensif dengan fokus pada revitalisasi lahan. Salah satunya melalui pemberian pupuk organik untuk memperbaiki unsur hara tanah yang sudah jenuh akibat penggunaan pupuk kimia, termasuk pupuk subsidi, dalam jangka panjang. Di sisi lain, distribusi pupuk subsidi tetap diperkuat agar lebih tepat sasaran melalui pendataan berbasis kelompok tani.</p>
<p></p>
<p>“Fokus kami bukan hanya memastikan pupuk tersedia, tapi juga bagaimana penggunaannya tidak merusak struktur tanah. Karena itu kami dorong kombinasi dengan pupuk organik,” ujarnya.</p>
<p></p>
<p>Selain pembenahan pupuk, Pemkot juga mulai menyalurkan bibit apel varietas unggul yang lebih tahan terhadap perubahan iklim. Pendampingan melalui penyuluh pertanian diperkuat untuk mengarahkan petani beralih ke sistem budidaya yang lebih berkelanjutan, seperti semi-organik.</p>
<p></p>
<p>Dalam target penanganan, Heli menyebut Pemkot membagi dalam dua tahap. Jangka pendek, satu tahun ke depan difokuskan untuk menahan laju alih fungsi lahan apel yang semakin masif. Sementara jangka menengah, dalam kurun dua hingga tiga tahun, diharapkan terjadi peningkatan produktivitas per hektare seiring perbaikan kualitas tanah dan mulai berbuahnya bibit baru.</p>
<p></p>
<p>Sembari menunggu distribusi bantuan pupuk subsidi dan program berjalan optimal, petani diminta tidak pasif. Pemkot mendorong petani mulai melakukan pemupukan organik mandiri untuk mengurangi ketergantungan terhadap pupuk kimia. Selain itu, pola tumpang sari dengan tanaman hortikultura jangka pendek juga dianjurkan guna menjaga perputaran ekonomi harian.</p>
<p></p>
<p>“Petani juga harus aktif dalam kelompok tani supaya distribusi bantuan, termasuk pupuk subsidi, bisa tepat sasaran dan tidak terjadi kelangkaan di lapangan,” tambahnya.</p>
<p></p>
<p>Di tengah kondisi penurunan produksi, Heli mengimbau petani agar tidak terburu-buru mengalihfungsikan lahan apel. Ia menegaskan bahwa apel bukan sekadar komoditas, melainkan identitas Kota Batu yang harus dijaga bersama.</p>
<p></p>
<p>Terkait komitmen mengembalikan kejayaan apel sebagai ikon daerah, Pemkot memastikan program tersebut sudah berjalan di lapangan. Distribusi bibit dan sarana produksi, termasuk pupuk, mulai dilakukan melalui dinas terkait. Di sisi hilir, Pemkot juga tengah mendorong kerja sama dengan sektor pariwisata agar produk olahan apel lokal terserap pasar.</p>
<p></p>
<p>Selain itu, sejumlah titik lahan telah dijadikan proyek percontohan revitalisasi dan mulai menunjukkan perbaikan kualitas buah. Pemkot berkomitmen terus mengawal kebijakan dan anggaran agar sektor apel kembali menjadi penggerak utama ekonomi masyarakat.</p>
<p></p>
<p>“Ini sudah tahap implementasi, bukan lagi perencanaan. Kami optimistis, dengan pembenahan pupuk dan ekosistem pertanian, apel Kota Batu bisa kembali bangkit,” pungkas Heli. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Waspada Zoonosis, Pemkot Batu Perkuat Pertahanan Pangan dari Kesehatan Ternak</title>
<link>https://suarajatimpost.com/waspada-zoonosis-pemkot-batu-perkuat-pertahanan-pangan-dari-kesehatan-ternak</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/waspada-zoonosis-pemkot-batu-perkuat-pertahanan-pangan-dari-kesehatan-ternak</guid>
<description><![CDATA[ Langkah simultan yang dilakukan Pemkot Batu mulai dari penguatan kesehatan ternak hingga pengembangan bibit unggul menunjukkan pendekatan ketahanan pangan yang lebih menyeluruh. Tidak hanya menjaga produksi tetap stabil, tetapi juga membangun sistem perlindungan dari hulu ke hilir agar sektor pertanian dan peternakan tetap tangguh menghadapi ancaman penyakit maupun perubahan lingkungan. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x580_69df4ef9009fe.webp" length="23538" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 15 Apr 2026 16:41:20 +0700</pubDate>
<dc:creator>Choirul Anwar</dc:creator>
<media:keywords>Kota Batu, Zoonosis, Penyakit, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KOTA BATU, SJP</strong> – Pemerintah Kota Batu mulai memperketat pengawasan sektor peternakan sebagai bagian dari strategi menjaga ketahanan pangan. Ancaman penyakit menular dan zoonosis kini menjadi perhatian serius, mengingat dampaknya tidak hanya pada hewan ternak, tetapi juga berisiko terhadap kesehatan manusia.</p>
<p></p>
<p>Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (Distan KP) Kota Batu Hendry Suseno pada Rabu (15/4/2026) menguraikan ratusan peternak di Kota Batu didorong meningkatkan kewaspadaan sekaligus pemahaman terhadap kesehatan hewan. Langkah ini diwujudkan lewat sosialisasi masif yang melibatkan sedikitnya 250 peternak dari berbagai komoditas, mulai sapi, kambing, domba hingga unggas, khususnya di wilayah Kecamatan Bumiaji.</p>
<p></p>
<p>"Penguatan kapasitas peternak menjadi kunci utama dalam mencegah penyebaran penyakit. Kalau peternaknya paham, maka kualitas ternak meningkat dan itu langsung berdampak pada kesejahteraan mereka,” ujarnya.</p>
<p></p>
<p>Dalam kegiatan tersebut, Distan KP menghadirkan tenaga ahli di bidang kesehatan hewan untuk memberikan pemahaman teknis, mulai dari deteksi dini penyakit hingga penanganan yang tepat. Peternak juga ditekankan untuk menerapkan prinsip ASUH (Aman, Sehat, Utuh, Halal) guna memastikan produk ternak tetap layak konsumsi.</p>
<p></p>
<p>Tak berhenti di edukasi, langkah konkret juga dilakukan melalui program vaksinasi. Salah satu titik prioritas berada di Dusun Toyomerto, Desa Pesanggrahan, dengan target 200 ekor ternak. Program ini menjadi bagian dari upaya preventif untuk menekan potensi wabah yang bisa merugikan peternak.</p>
<p></p>
<p>“Vaksinasi ini penting untuk memastikan ternak tetap sehat dan hasilnya aman dikonsumsi masyarakat. Di sisi lain, Pemkot Batu juga mulai membangun fondasi ketahanan pangan dari sektor pertanian. Salah satunya melalui rencana pembangunan Laboratorium Kultur Jaringan di Desa Sumberbrantas yang disepakati dalam Musyawarah Desa," imbuhnya.</p>
<p></p>
<p>Laboratorium ini diproyeksikan menjadi pusat pengembangan bibit unggul, yang akan membantu petani meningkatkan produktivitas sekaligus menjaga kualitas hasil pertanian. Program ini juga diarahkan untuk mendukung modernisasi sektor pertanian di Kota Batu.</p>
<p></p>
<p>Distan KP memastikan akan terlibat aktif dalam pendampingan program tersebut, mulai dari tahap perencanaan hingga implementasi di lapangan, agar hasilnya benar-benar berkelanjutan. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Wali Kota Batu Tekankan Peran Strategis Sekda sebagai “Dirijen” Birokrasi</title>
<link>https://suarajatimpost.com/wali-kota-batu-tekankan-peran-strategis-sekda-sebagai-dirijen-birokrasi</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/wali-kota-batu-tekankan-peran-strategis-sekda-sebagai-dirijen-birokrasi</guid>
<description><![CDATA[ Pemkot Batu menargetkan dapat menjaring figur Sekda yang tidak hanya kuat secara manajerial, tetapi juga mampu menjadi motor penggerak birokrasi dalam mendukung percepatan pembangunan daerah ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x580_69df4e447a388.webp" length="16120" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 15 Apr 2026 16:11:27 +0700</pubDate>
<dc:creator>Choirul Anwar</dc:creator>
<media:keywords>Kota Batu, Sekda, Strategis, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KOTA BATU, SJP</strong> - Wali Kota Batu, Nurochman, menegaskan bahwa posisi Sekretaris Daerah (Sekda) bukan sekadar jabatan administratif, melainkan kunci penggerak utama jalannya birokrasi di lingkungan Pemerintah Kota Batu. Hal ini disampaikannya seiring dibukanya Seleksi Terbuka (Selter) untuk mengisi jabatan Sekda definitif.</p>
<p></p>
<p>Pria yang akrab disapa Cak Nur tersebut pada Rabu (15/4/2026) menguraikan bahwa sekda ideal harus memiliki kapasitas kepemimpinan yang kuat serta mampu menyatukan berbagai kepentingan dan sudut pandang di internal organisasi perangkat daerah (OPD). Ia mengibaratkan peran Sekda seperti seorang dirijen dalam sebuah orkestra.</p>
<p></p>
<p>“Sekda yang ideal itu seperti konduktor atau dirijen. Ia harus mampu memadukan suara-suara yang berbeda untuk mewujudkan visi misi Mbatu Sae. Sehingga struktur birokrasi di Pemkot Batu terdiri dari berbagai OPD dengan karakter dan pendekatan kebijakan yang berbeda. Dalam kondisi tersebut, Sekda berperan sebagai pengarah agar seluruh elemen dapat berjalan dalam satu irama yang selaras," urainya.</p>
<p></p>
<p>Cak Nur menilai, harmonisasi tersebut akan berdampak langsung pada kualitas kebijakan yang dihasilkan. Ketika koordinasi berjalan baik, program pembangunan dapat dieksekusi lebih efektif dan manfaatnya dirasakan masyarakat secara optimal.</p>
<p></p>
<p>Selain itu, ia menekankan bahwa Sekda juga harus mampu menjadi figur yang memberikan arahan, perlindungan, serta nasihat bagi jajaran birokrasi. Peran ini dinilai penting dalam menjaga stabilitas organisasi sekaligus memastikan kinerja pemerintahan tetap berjalan sesuai arah kebijakan.</p>
<p></p>
<p>Tak kalah penting, aspek ketegasan dan kecepatan dalam pengambilan keputusan juga menjadi perhatian. Menurutnya, Sekda harus mampu bertindak cepat tanpa mengabaikan aturan yang berlaku.</p>
<p></p>
<p>“Sekda harus cakap, mampu mengambil keputusan dengan cepat dan tidak berbelit, karena rujukan regulasinya sudah jelas,” imbuhnya.</p>
<p></p>
<p>Seperti diketahui, Pemkot Batu telah resmi membuka Seleksi Terbuka (Selter) untuk pengisian Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT) Pratama Sekda melalui pengumuman bernomor 800/600/PANSEL/35.79.502/2026. Proses ini terbuka tidak hanya bagi ASN internal, tetapi juga bagi ASN dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur maupun kabupaten/kota lainnya di Jawa Timur. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>DPRD Soroti Pentingnya Figur Sekda yang Responsif dan Paham Kebutuhan Daerah</title>
<link>https://suarajatimpost.com/dprd-soroti-pentingnya-figur-sekda-yang-responsif-dan-paham-kebutuhan-daerah</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/dprd-soroti-pentingnya-figur-sekda-yang-responsif-dan-paham-kebutuhan-daerah</guid>
<description><![CDATA[ Secara keseluruhan, DPRD Kota Batu menilai proses seleksi Sekda ini menjadi momentum penting untuk menghadirkan figur birokrasi yang profesional, responsif, dan memahami kebutuhan daerah. Dengan mekanisme seleksi yang terbuka dan berbasis merit, diharapkan hasil akhir tidak hanya memenuhi aspek administratif, tetapi juga mampu menjawab tantangan pelayanan publik serta memperkuat efektivitas kinerja pemerintahan di Kota Batu ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x580_69de229d6dc1a.webp" length="14562" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Tue, 14 Apr 2026 19:30:31 +0700</pubDate>
<dc:creator>Choirul Anwar</dc:creator>
<media:keywords>Kota Batu, Sekda Definitif, DPRD, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KOTA BATU, SJP</strong> - Dinamika Seleksi Terbuka (Selter) Jabatan Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Batu turut mendapat perhatian dari kalangan legislatif. DPRD Kota Batu menekankan pentingnya menghadirkan figur Sekda yang tidak hanya memenuhi syarat administratif, tetapi juga mampu menjawab kebutuhan birokrasi secara cepat dan tepat.</p>
<p></p>
<p>Wakil Ketua II DPRD Kota Batu, Ludi Tanarto pada Selasa (14/4/2026) menyampaikan bahwa posisi Sekda memiliki peran sentral dalam memastikan jalannya roda pemerintahan berjalan efektif. Karena itu, sosok yang terpilih diharapkan memiliki karakter kerja yang responsif serta mampu mengakselerasi pelayanan publik.</p>
<p></p>
<p>"Kecepatan dalam menerjemahkan regulasi menjadi langkah konkret di lapangan menjadi salah satu indikator penting yang harus dimiliki calon Sekda. Hal ini berkaca dari masih adanya keluhan masyarakat terkait proses pelayanan administratif di masa sebelumnya," urainya.</p>
<p></p>
<p>Selain itu, DPRD juga menekankan agar proses seleksi berjalan secara independen dan transparan. Panitia seleksi diharapkan menggunakan indikator penilaian yang jelas, terukur, dan dapat dipertanggungjawabkan guna menjaga kepercayaan publik.</p>
<p></p>
<p>Ludi menambahkan, meskipun seleksi dibuka secara luas bagi ASN di wilayah Jawa Timur, pemahaman terhadap kondisi lokal tetap menjadi nilai penting. Hal tersebut dinilai dapat mendukung efektivitas koordinasi serta pengambilan kebijakan di tingkat daerah.</p>
<p></p>
<p>“Pemahaman kondisi lokal itu penting, terutama untuk mendukung kinerja birokrasi yang lebih efektif. Untuk itu sekda harus punya kecepatan dalam menjalankan regulasi agar pelayanan publik bisa maksimal,” imbuhnya.</p>
<p></p>
<p>Dengan penekanan tersebut, DPRD berharap proses seleksi Sekda tidak hanya menghasilkan pejabat struktural, tetapi juga figur pemimpin birokrasi yang mampu memperkuat kinerja pemerintahan dan meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat secara berkelanjutan.<strong> (*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Bursa Sekda Mengarah ke Figur Birokrat Lebih Muda</title>
<link>https://suarajatimpost.com/bursa-sekda-mengarah-ke-figur-birokrat-lebih-muda</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/bursa-sekda-mengarah-ke-figur-birokrat-lebih-muda</guid>
<description><![CDATA[ Dengan mengerucutnya kandidat pada figur birokrat yang lebih muda, seleksi Sekda Kota Batu berpotensi menjadi momentum regenerasi kepemimpinan di tubuh birokrasi. Kombinasi usia produktif, pengalaman memimpin OPD, serta tuntutan kerja yang semakin dinamis menjadi faktor penentu arah baru tata kelola pemerintahan ke depan ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x580_69de21c882780.webp" length="20372" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Tue, 14 Apr 2026 18:32:45 +0700</pubDate>
<dc:creator>Choirul Anwar</dc:creator>
<media:keywords>Kota Batu, Sekda Definitif, Figur, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KOTA BATU, SJP</strong> - Dinamika Seleksi Terbuka (Selter) Jabatan Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Batu mulai menunjukkan arah baru. Ketatnya persyaratan usia dan pengalaman membuat bursa kandidat cenderung mengerucut pada figur birokrat yang lebih muda dan masih berada dalam masa produktif.</p>
<p>Kepala BKPSDM Kota Batu, Santi Restuningsasi pada Selasa (14/4/2026) menegaskan bahwa batas usia maksimal 58 tahun saat pelantikan menjadi faktor krusial yang tidak bisa ditawar. Aturan ini secara otomatis menyaring sejumlah pejabat senior yang selama ini dinilai berpengalaman di lingkungan Pemkot Batu.</p>
<p>“Aturannya jelas, yang dihitung usia saat pelantikan. Jadi meskipun saat mendaftar masih 58 tahun, tetap tidak memenuhi syarat," urainya.</p>
<p>Kondisi tersebut membuat peta persaingan bergeser dan nama-nama yang mencuat justru berasal dari kalangan pejabat yang relatif lebih muda, namun telah memiliki pengalaman memimpin organisasi perangkat daerah (OPD). Di antaranya Kepala Dinas Pendidikan Alfi Nurhidayat, Kepala Badan Pendapatan Daerah Mohammad Nur Adhim, Kepala DPMPTSP Dyah Lies Tina, serta Kepala Dinas Kesehatan Aditya Prasaja.</p>
<p>Mereka dinilai memiliki kombinasi usia yang masih panjang dalam masa jabatan, sekaligus rekam jejak kepemimpinan yang cukup untuk memenuhi syarat minimal dua kali menduduki Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama (JPTP).</p>
<p>"Kebijakan pembatasan usia ini sebagai langkah strategis untuk menjaga kesinambungan birokrasi. Dengan masa kerja yang lebih panjang, Sekda terpilih nantinya diharapkan mampu menjalankan program pembangunan secara berkelanjutan tanpa terhambat masa pensiun yang terlalu dekat," imbuhnya.</p>
<p>Di sisi lain, minimnya pendaftar di tahap awal seleksi turut memperkuat indikasi bahwa tidak semua pejabat siap masuk dalam kontestasi yang kompetitif ini. Hingga pertengahan masa pendaftaran, belum ada pejabat internal yang secara resmi mendaftar, sementara tiga akun dari luar provinsi baru sebatas login.</p>
<p>Penjabat (Pj) Sekda Kota Batu, Eko Suhartono, membenarkan kondisi tersebut. Ia menyebutkan bahwa proses masih sangat dinamis dan peluang bagi kandidat potensial masih terbuka hingga batas akhir pendaftaran.</p>
<p>“Yang dari internal memang belum ada yang mendaftar. Tapi waktu masih ada, kami berharap kandidat-kandidat potensial segera mengambil kesempatan ini,” pungkasnya. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Sektor Pariwisata Kota Batu Mulai Terapkan Konsep Inklusif Melalui Pemberdayaan Warga Lokal</title>
<link>https://suarajatimpost.com/sektor-pariwisata-kota-batu-mulai-terapkan-konsep-inklusif-melalui-pemberdayaan-warga-lokal</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/sektor-pariwisata-kota-batu-mulai-terapkan-konsep-inklusif-melalui-pemberdayaan-warga-lokal</guid>
<description><![CDATA[ Dengan dominasi pekerja lokal, perputaran ekonomi diharapkan lebih banyak menetap di wilayah setempat, mulai dari peningkatan pendapatan keluarga hingga efek berganda (multiplier effect) terhadap usaha kecil di sekitar kawasan wisata. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x580_69ddf7786b101.webp" length="38274" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Tue, 14 Apr 2026 16:30:35 +0700</pubDate>
<dc:creator>Choirul Anwar</dc:creator>
<media:keywords>Kota Batu, Tenaga Lokal, Wisata</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KOTA BATU, SJP</strong> — Sektor pariwisata di Kota Batu mulai menunjukkan arah baru yang lebih inklusif. Mikutopia muncul sebagai salah satu contoh industri wisata yang tidak hanya berorientasi pada bisnis, tetapi juga memberikan dampak langsung bagi masyarakat sekitar melalui penyerapan tenaga kerja lokal.</p>
<p>Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Batu, M. Forkan, pada Selasa (14/4/2026), menyampaikan hal tersebut usai bertemu dengan pihak BPJS Ketenagakerjaan dan manajemen Mikutopia. </p>
<p>Dalam pertemuan itu, terungkap bahwa dari total 203 karyawan, sekitar 95 persen atau 192 orang merupakan warga Desa Tulungrejo, Kecamatan Bumiaji.</p>
<p>"Angka tersebut menjadi indikator kuat bahwa sektor wisata mampu menjadi motor penggerak ekonomi lokal jika dikelola dengan pendekatan yang tepat. Mayoritas tenaga kerja berasal dari warga sekitar. Ini yang kita dorong, agar investasi juga berdampak langsung pada masyarakat," ujarnya.</p>
<p>Model ini dinilai berbeda dari kecenderungan umum di sektor pariwisata yang kerap menyerap tenaga kerja dari luar daerah. Dengan dominasi pekerja lokal, perputaran ekonomi diharapkan lebih banyak menetap di wilayah setempat, mulai dari peningkatan pendapatan keluarga hingga efek berganda (<em>multiplier effect</em>) terhadap usaha kecil di sekitar kawasan wisata.</p>
<p>Meski demikian, Pemerintah Kota (Pemkot) Batu tetap menekankan bahwa pemberdayaan tenaga lokal harus dibarengi dengan perlindungan tenaga kerja yang memadai. Dalam audiensi tersebut, manajemen Mikutopia menyatakan komitmennya untuk mendaftarkan seluruh karyawan ke dalam program BPJS Ketenagakerjaan.</p>
<p>"Perusahaan juga didorong segera menyusun Peraturan Perusahaan guna memberikan kepastian hukum dalam hubungan kerja. Langkah ini penting untuk memastikan bahwa peningkatan serapan tenaga kerja juga diikuti dengan jaminan hak pekerja," imbuhnya.</p>
<p>Di sisi pengupahan, penerapan Upah Minimum Kota (UMK) masih dilakukan secara bertahap, mengingat usaha tersebut masih dalam fase pengembangan. Namun, pemerintah menegaskan bahwa penyesuaian harus terus berjalan sesuai standar yang berlaku.</p>
<p>Tak hanya berdampak pada tenaga kerja, keberadaan Mikutopia juga mulai memberikan kontribusi terhadap pendapatan daerah. Dalam kurun waktu 10 hari pada Maret 2026, tercatat setoran pajak hiburan mencapai Rp352 juta, yang menunjukkan potensi besar sektor ini dalam menopang ekonomi daerah.</p>
<p>Terpisah, Humas Mikutopia, Brian Kenendra, menegaskan bahwa pihaknya memang menargetkan pertumbuhan usaha yang sejalan dengan pemberdayaan masyarakat sekitar.</p>
<p>"Kami ingin tumbuh bersama warga lokal, terutama di Desa Tulungrejo, dengan membuka lapangan kerja dan memberikan manfaat nyata," tandasnya. <strong>(**)</strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Antisipasi Kemarau Panjang, Pemkot Batu Perkuat Sistem Tanggap Bencana dan Air Bersih</title>
<link>https://suarajatimpost.com/antisipasi-kemarau-panjang-pemkot-batu-perkuat-sistem-tanggap-bencana-dan-air-bersih</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/antisipasi-kemarau-panjang-pemkot-batu-perkuat-sistem-tanggap-bencana-dan-air-bersih</guid>
<description><![CDATA[ Langkah yang diambil Pemkot Batu menunjukkan pergeseran dari pola reaktif menuju mitigasi berbasis sistem. Dengan menggabungkan kesiapan infrastruktur, koordinasi lintas sektor, dan peran aktif masyarakat, pemerintah berupaya menekan dampak kemarau ekstrem sejak awal. Tantangannya kini ada pada konsistensi eksekusi di lapangan, agar skenario yang disiapkan tidak hanya matang di atas kertas, tetapi benar-benar efektif saat krisis terjadi. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x580_69dce959606d0.webp" length="44062" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 13 Apr 2026 22:30:57 +0700</pubDate>
<dc:creator>Choirul Anwar</dc:creator>
<media:keywords>Kota Batu, Kemarau, Mitigasi</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KOTA BATU, SJP</strong> – Pemerintah Kota Batu mulai menaikkan level kewaspadaan menghadapi potensi kemarau panjang 2026. Fokusnya bukan lagi sekadar respons saat bencana terjadi, tetapi membangun sistem kesiapsiagaan sejak awal, terutama untuk menghadapi ancaman kekeringan, krisis air bersih, hingga kebakaran hutan dan lahan.</p>
<p></p>
<p>Wakil Wali Kota Batu Heli Suyanto pada Senin (13/4/2026) menegaskan, pendekatan yang digunakan harus terintegrasi lintas sektor dan selaras dengan kebijakan pemerintah provinsi maupun pusat. Tujuannya agar penanganan di lapangan tidak berjalan sendiri-sendiri dan bisa bergerak cepat saat kondisi darurat muncul.</p>
<p></p>
<p>“Kita tidak bisa bergerak parsial. Semua harus terhubung, dari pusat sampai daerah dan salah satu fokus utama yang disiapkan adalah pengamanan ketersediaan air bersih," urainya.</p>
<p></p>
<p>Hal ini dibuktikan dengan Pemkot Batu yang mulai memetakan wilayah rawan kekeringan sekaligus menyiapkan skenario distribusi air jika terjadi krisis. Armada tangki air dan infrastruktur pendukung dipastikan dalam kondisi siap pakai.</p>
<p></p>
<p>Di sisi lain, kesiapan menghadapi kebakaran hutan dan lahan juga diperkuat. Satuan tugas di lapangan mulai disiagakan, termasuk pengecekan peralatan pemadam agar bisa langsung digunakan tanpa hambatan saat dibutuhkan.</p>
<p></p>
<p>Langkah ini diambil sebagai respons atas proyeksi musim kemarau 2026 yang diperkirakan lebih panjang dan kering. Data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menunjukkan sebagian wilayah Indonesia mulai memasuki musim kemarau sejak Maret dan akan meluas pada periode April hingga Juni.</p>
<p></p>
<p>"Selain itu, potensi munculnya fenomena El Niño pada semester kedua tahun ini turut menjadi perhatian. Fenomena tersebut berisiko menurunkan curah hujan secara signifikan dan memperpanjang periode kering, yang berdampak langsung pada ketersediaan air dan meningkatnya potensi kebakaran," imbuhnya.</p>
<p></p>
<p>Meski saat ini kondisi iklim global masih berada pada fase netral, Pemkot Batu memilih tidak menunggu situasi memburuk. Sejumlah perangkat daerah diminta memastikan seluruh sarana pendukung, mulai dari distribusi air hingga perlengkapan darurat, benar-benar siap digunakan kapan saja.</p>
<p></p>
<p>Tak hanya aspek teknis, peningkatan kesadaran masyarakat juga menjadi bagian dari strategi. Edukasi terkait potensi bencana dan langkah mitigasi akan diperkuat, terutama di wilayah yang memiliki tingkat kerawanan tinggi. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Capaian Investasi Kota Batu 2025 Melampaui Target, Pemkot Perketat Pengawasan</title>
<link>https://suarajatimpost.com/capaian-investasi-kota-batu-2025-melampaui-target-pemkot-perketat-pengawasan</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/capaian-investasi-kota-batu-2025-melampaui-target-pemkot-perketat-pengawasan</guid>
<description><![CDATA[ Dari target Rp1,2 triliun, realisasi investasi menembus angka Rp2,4 triliun atau naik 200 persen. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x580_69dcaa6e19ef1.webp" length="42554" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 13 Apr 2026 16:45:05 +0700</pubDate>
<dc:creator>Choirul Anwar</dc:creator>
<media:keywords>Kota Batu, Investasi, Ekonomi</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KOTA BATU, SJP</strong> — Lonjakan investasi di Kota Batu sepanjang 2025 tidak hanya menjadi indikator pertumbuhan ekonomi, tetapi juga memicu pengetatan arah kebijakan. </p>
<p>Di tengah capaian yang melampaui target hingga dua kali lipat, Pemerintah Kota (Pemkot) Batu mulai menegaskan batasan: investasi boleh masuk secara masif, namun tidak bebas tanpa kendali.</p>
<p>Wali Kota Batu, Nurochman, pada Senin (13/4/2026) menegaskan bahwa dari target Rp1,2 triliun, realisasi investasi menembus angka Rp2,4 triliun atau naik 200 persen. </p>
<p>Angka ini menempatkan Kota Batu sebagai salah satu daerah dengan akselerasi investasi paling agresif pada sektor pariwisata dan penunjangnya.</p>
<p>"Intinya capaian ini sebagai sinyal meningkatnya kepercayaan investor, namun euforia angka tidak menutup dampak riil di lapangan, jadi tidak ada artinya kalau masyarakat tidak merasakan manfaatnya," ujarnya.</p>
<p>Pemkot menetapkan dua prasyarat utama yang wajib dipenuhi setiap investor. Pertama, prioritas penyerapan tenaga kerja lokal. Kedua, kepatuhan penuh terhadap regulasi lingkungan. Dua aspek ini disebut tidak dapat dinegosiasikan dalam setiap izin usaha yang dikeluarkan.</p>
<p>Dari sisi kebijakan, Pemkot memainkan dua peran sekaligus: mempercepat perizinan, namun memperketat pengawasan. Organisasi Perangkat Daerah (OPD) diminta memangkas birokrasi agar lebih efisien, tanpa mengendurkan kontrol terhadap implementasi di lapangan.</p>
<p>"Akses dipermudah, tapi pengawasan harus lebih kuat. Jangan sampai lingkungan kita jadi korban. Langkah ini sekaligus menjadi koreksi atas persepsi lama terkait lambannya proses perizinan di Kota Batu," imbuhnya.</p>
<p>Menurut Nurochman, kepastian adalah kunci utama dalam menarik investasi berkelanjutan. Waktu pengurusan harus jelas, biaya transparan, dan persyaratan tidak berubah-ubah. </p>
<p>Selama rencana usaha sesuai dengan tata ruang, proses izin dipastikan berjalan tanpa hambatan.</p>
<p>Di balik derasnya arus modal, Pemkot tetap menempatkan karakter Kota Batu sebagai daerah wisata dan pertanian sebagai pijakan utama. Artinya, setiap investasi harus selaras dengan keberlanjutan lingkungan dan tidak merusak daya dukung wilayah. <strong>(**)</strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Elektronik Vila di Batu Digondol Penyewa, Kerugian Capai Rp 10 Juta</title>
<link>https://suarajatimpost.com/elektronik-vila-di-batu-digondol-penyewa-kerugian-capai-rp-10-juta</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/elektronik-vila-di-batu-digondol-penyewa-kerugian-capai-rp-10-juta</guid>
<description><![CDATA[ Kasus ini menjadi pengingat bagi para pemilik vila dan usaha penginapan di Kota Batu untuk tidak lengah terhadap modus kejahatan yang memanfaatkan sistem sewa harian. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x580_69dca99dd6c6a.webp" length="11772" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 13 Apr 2026 16:20:56 +0700</pubDate>
<dc:creator>Choirul Anwar</dc:creator>
<media:keywords>Kota Batu, Pencurian, Villa</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KOTA BATU, SJP</strong> – Aksi pencurian dengan modus penyewaan vila kembali terjadi di Kota Batu. Sejumlah barang elektronik milik pemilik vila di kawasan Oro-Oro Ombo dilaporkan hilang, dengan total kerugian ditaksir mencapai sekitar Rp 10 juta.</p>
<p>Irvan Hadiperta Koswara yang merupakan pemilik villa pada Senin (13/4/2026) menegaskan kasus ini telah dilaporkan ke Polres Batu dan mengaku telah mengalami kerugian cukup besar akibat kejadian tersebut.</p>
<p>"Peristiwa itu diketahui pada Jumat, 10 April 2026 sekitar pukul 15.00 WIB di vila kami di kawasan di Perumahan Batu Residence Kelurahan Temas. Awalnya saya dapat pesan dari seseorang yang ingin menyewa vila selama satu hari. Mereka datang beberapa orang dan langsung bayar tunai Rp 800 ribu," ungkapnya.</p>
<p>Ia mnambahkan bahwa, penyewa sempat check out pada Kamis siang, namun kembali memesan vila pada malam harinya untuk satu hari berikutnya. Ia juga mengaku tidak ada kecurigaan berarti hingga akhirnya ia datang ke lokasi pada Jumat sore.</p>
<p>Namun nahas, saat didatangi kondisi vila sudah terbuka dan barang sudah hilang seperti satu unit televisi 65 inci, satu set sound system, satu unit rice cooker, dua kipas angin, serta satu tabung gas 3 kilogram. Total kerugian ditaksir mencapai sekitar Rp 10 juta.</p>
<p>"Nomor kontak yang digunakan penyewa sudah tidak aktif saat dihubungi kembali, jadi kami langsung lapor ke polisi agar segera ditangani oleh pihak yang berwenang," tambahnya.</p>
<p>Sementara itu Kasat Reskrim Polres Batu, AKP Joko Suprianto, membenarkan adanya laporan tersebut dan menyatakan bahwa pihaknya saat ini masih melakukan penyelidikan.</p>
<p>"Laporan sudah kami terima dan saat ini masih dalam proses penyelidikan. Pihak kepolisian mengimbau para pemilik vila dan penginapan untuk lebih waspada, terutama dalam memverifikasi identitas penyewa serta meningkatkan sistem keamanan guna mencegah kejadian serupa terulang kembali," tandasnya. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Tak Hanya Normalisasi Sungai, Pemkot Batu Bidik Akar Banjir dari Hulu Bumiaji</title>
<link>https://suarajatimpost.com/tak-hanya-normalisasi-sungai-pemkot-batu-bidik-akar-banjir-dari-hulu-bumiaji</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/tak-hanya-normalisasi-sungai-pemkot-batu-bidik-akar-banjir-dari-hulu-bumiaji</guid>
<description><![CDATA[ Strategi yang ditempuh Pemkot Batu menunjukkan pergeseran dari penanganan bencana berbasis proyek menuju pendekatan sistemik. Dengan menggabungkan pemulihan ekosistem di hulu, penataan ruang yang lebih disiplin, serta intervensi infrastruktur di hilir, upaya ini tidak hanya menargetkan pengurangan risiko banjir, tetapi juga membangun fondasi ketahanan lingkungan yang lebih kuat dalam jangka panjang ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x580_69da2f092cd1d.webp" length="80914" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sat, 11 Apr 2026 19:40:36 +0700</pubDate>
<dc:creator>Choirul Anwar</dc:creator>
<media:keywords>Kota Batu, Penanganan, Banjir, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KOTA BATU, SJP</strong> – Pemerintah Kota Batu mulai mengubah pola penanganan banjir dari yang semula reaktif di hilir menjadi intervensi menyeluruh hingga ke kawasan hulu. Wali Kota Batu Nurochman menegaskan, persoalan banjir Kali Krecek tidak bisa diselesaikan hanya dengan normalisasi sungai, melainkan harus dimulai dari pemulihan ekosistem di wilayah Bumiaji.</p>
<p>Pria yang akrab di sapa Cak Nur tersebut pada Sabtu (11/4/2026) menguraikan fokus utama pemerintah kini tertuju pada pembenahan kawasan hulu yang selama ini mengalami tekanan akibat alih fungsi lahan.</p>
<p>"Data yang dipaparkan menunjukkan kondisi cukup serius. Alih fungsi hutan seluas lebih dari 109 hektare menjadi lahan hortikultura semusim memicu erosi tinggi di lahan miring. Dampaknya, sedimentasi mencapai puluhan ribu meter kubik per tahun dan menyebabkan pendangkalan sungai yang berujung pada banjir di wilayah hilir seperti Tulungrejo dan Punten," urainya.</p>
<p>Melihat kondisi itu, Pemkot Batu tidak mengambil pendekatan represif terhadap petani, melainkan mendorong perubahan pola tanam yang lebih adaptif. Petani di kawasan hulu akan difasilitasi untuk beralih ke tanaman tegak bernilai ekonomi seperti kopi dan kakao.</p>
<p>Menurut Cak Nur, pendekatan ini menjadi jalan tengah antara kepentingan lingkungan dan keberlangsungan ekonomi warga. Tanaman tegak dinilai mampu memperkuat struktur tanah dan menekan laju erosi, sekaligus memberikan hasil yang lebih berkelanjutan bagi petani.</p>
<p>“Jangan sampai petani dikorbankan. Kita ubah sistemnya, bukan orangnya. Jadi selain menyasar sektor pertanian, Pemkot juga mulai memperketat pengawasan tata ruang. Audit menyeluruh terhadap izin usaha di kawasan rawan bencana akan dilakukan, termasuk evaluasi terhadap bangunan komersial yang berpotensi memperparah risiko," imbuhnya.</p>
<p>Penegakan aturan berbasis Analisis Risiko Bencana disebut menjadi prioritas, sebagai langkah untuk memastikan setiap aktivitas pembangunan tidak memperburuk kondisi lingkungan.</p>
<p>Di sisi hilir, langkah teknis tetap dijalankan. Normalisasi sungai akan dilakukan secara masif untuk mengembalikan kapasitas tampung air, disertai penyusunan blueprint drainase kota yang lebih terintegrasi sebagai solusi jangka panjang.</p>
<p>Tak kalah penting, penguatan kesiapsiagaan masyarakat juga masuk dalam agenda. Edukasi dan simulasi bencana akan digencarkan di tingkat desa, terutama di wilayah dengan tingkat kerawanan tinggi seperti Tulungrejo. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Tahapan Seleksi Sekda Definitif Dipastikan Berjalan Ketat hingga Juni</title>
<link>https://suarajatimpost.com/tahapan-seleksi-sekda-definitif-dipastikan-berjalan-ketat-hingga-juni</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/tahapan-seleksi-sekda-definitif-dipastikan-berjalan-ketat-hingga-juni</guid>
<description><![CDATA[ Melalui skema seleksi berlapis, Pemkot Batu berharap dapat menghasilkan Sekda definitif yang tidak hanya unggul secara kompetensi, tetapi juga memiliki integritas dan kapasitas kepemimpinan yang kuat dalam menggerakkan roda pemerintahan daerah ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x580_69da2e36ce8ac.webp" length="23072" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sat, 11 Apr 2026 19:02:58 +0700</pubDate>
<dc:creator>Choirul Anwar</dc:creator>
<media:keywords>Kota Batu, Sekda, Jadwal, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KOTA BATU, SJP</strong> - Proses Seleksi Terbuka (Selter) Jabatan Sekretaris Daerah (Sekda) definitif Kota Batu dipastikan akan berlangsung berlapis dengan tahapan yang ketat dan terukur hingga penetapan akhir oleh Wali Kota. Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Batu menegaskan seluruh proses dirancang untuk menjaring kandidat terbaik secara objektif.</p>
<p>Kepala BKPSDM Kota Batu, Santi Restuningsasi pada Sabtu (11/6/2026) menjelaskan bahwa pendaftaran calon Sekda dibuka sejak 6 hingga 27 April 2026, baik secara daring maupun pengumpulan berkas fisik. Setelah itu, tahapan berlanjut pada seleksi administrasi yang berlangsung mulai 7 hingga 30 April 2026.</p>
<p>“Pengumuman hasil seleksi administrasi dijadwalkan pada 5 Mei, sekaligus peserta diminta mengumpulkan makalah dalam bentuk hard copy sebagai bagian dari penilaian awal,” jelas Santi.</p>
<p>Tahapan berikutnya akan masuk pada assessment center yang digelar pada 11–12 Mei 2026 bekerja sama dengan tim dari Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Provinsi Jawa Timur. Uji ini menjadi salah satu kunci dalam mengukur kompetensi manajerial dan kepemimpinan para kandidat.</p>
<p>Selanjutnya, peserta yang lolos akan mengikuti uji gagasan dan wawancara pada 18–19 Mei 2026 oleh tim panitia seleksi (pansel). Dalam tahap ini, kemampuan peserta dalam merumuskan strategi serta menjawab persoalan birokrasi daerah akan diuji secara langsung.</p>
<p>“Setelah itu ada tes kesehatan pada 20–21 Mei. Baru kemudian hasil keseluruhan diserahkan kepada Wali Kota untuk diputuskan. Biasanya proses penetapan membutuhkan waktu sekitar 14 hari kerja,” imbuhnya.</p>
<p>Santi juga menegaskan komposisi panitia seleksi dirancang untuk menjamin independensi. Pansel terdiri dari lima orang, yakni dua unsur dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur masing-masing dari BKD dan BPSDM.serta tiga akademisi yang berasal dari Universitas Airlangga dan Universitas Brawijaya.</p>
<p>Dengan keterlibatan unsur eksternal tersebut, BKPSDM memastikan seluruh tahapan seleksi berjalan transparan dan profesional, sekaligus meminimalkan potensi konflik kepentingan dalam penentuan jabatan strategis di lingkungan Pemkot Batu. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Hari Pertama Uji Coba, Pemkot Batu Mulai Terapkan Skema Kerja Hybrid ASN</title>
<link>https://suarajatimpost.com/hari-pertama-uji-coba-pemkot-batu-mulai-terapkan-skema-kerja-hybrid-asn</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/hari-pertama-uji-coba-pemkot-batu-mulai-terapkan-skema-kerja-hybrid-asn</guid>
<description><![CDATA[ Dengan dimulainya kebijakan WFH, Pemkot Batu tidak hanya mengubah pola kerja, tetapi juga mulai menguji efektivitas sistem kerja hybrid dalam konteks pemerintahan daerah apakah benar mampu meningkatkan produktivitas tanpa mengorbankan kualitas layanan publik ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x580_69da2d145d52c.webp" length="54694" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sat, 11 Apr 2026 18:31:00 +0700</pubDate>
<dc:creator>Choirul Anwar</dc:creator>
<media:keywords>Kota Batu, WFH, Kerja Hybird, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KOTA BATU, SJP</strong> – Pemerintah Kota Batu resmi memulai penerapan pola kerja baru bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) sejak Jumat (10/4/2026). Kebijakan yang menggabungkan sistem Work From Office (WFO) dan Work From Home (WFH) ini langsung diuji pada hari pertama, menjadi penanda dimulainya transformasi budaya kerja di lingkungan birokrasi.</p>
<p>Wali Kota Batu Heli Suyanto pada Sabtu (11/4/2026) bahwa pada hari perdana tersebut, ASN menjalankan skema pembagian kerja 50:50, di mana sebagian bekerja dari kantor dan sebagian lainnya dari rumah. Meski fleksibel, pengawasan tetap dilakukan secara ketat melalui sistem digital, mulai dari presensi hingga pelaporan kinerja.</p>
<p>"Untuk hari pertama pelaksanaan berjalan relatif lancar dan sesuai skema yang telah dirancang. Evaluasi awal pun langsung dilakukan untuk memastikan tidak ada gangguan terhadap pelayanan publik. Kami tetap melakukan pemantauan untuk memastikan pelayanan kepada masyarakat tidak terganggu,” ujarnya.</p>
<p>Ia menegaskan bahwa meskipun sebagian ASN bekerja dari rumah, seluruh tugas dan tanggung jawab tetap harus berjalan normal. ASN yang menjalankan WFH diwajibkan tetap siaga, responsif terhadap arahan pimpinan, serta menyelesaikan pekerjaan sesuai target yang ditetapkan.</p>
<p>Selain itu, mekanisme presensi juga berubah. ASN kini harus melakukan absensi mandiri sebanyak tiga kali sehari melalui aplikasi mobile, disertai laporan kerja berbasis sistem E-Kinerja sebagai bentuk kontrol dan akuntabilitas.</p>
<p>Namun, tidak semua ASN mengikuti skema hybrid ini. Sejumlah posisi strategis dan instansi pelayanan publik tetap diwajibkan bekerja penuh di kantor. Hal ini dilakukan untuk menjaga stabilitas layanan yang bersentuhan langsung dengan masyarakat.</p>
<p>"Penerapan hari pertama ini juga sekaligus menguji kesiapan infrastruktur digital dan kedisiplinan ASN dalam menjalankan pola kerja baru. Pemkot Batu memastikan akan terus melakukan evaluasi berkala, terutama pada pekan-pekan awal implementasi. ini masih tahap awal, pasti ada penyesuaian. Tapi yang penting, sistemnya sudah berjalan. Tinggal bagaimana kita konsisten dan disiplin menjalankannya,” tandasnya. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Skema Ekonomi Dulu, Ekologi Menyusul: Strategi Pemkot Batu Selamatkan Hutan Penyangga</title>
<link>https://suarajatimpost.com/skema-ekonomi-dulu-ekologi-menyusul-strategi-pemkot-batu-selamatkan-hutan-penyangga</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/skema-ekonomi-dulu-ekologi-menyusul-strategi-pemkot-batu-selamatkan-hutan-penyangga</guid>
<description><![CDATA[ Skema yang disiapkan Pemkot Batu menunjukkan pergeseran pendekatan konservasi yang lebih realistis dan berbasis kebutuhan lapangan. Dengan menjadikan kesejahteraan sebagai fondasi, program ini tidak hanya berpotensi menjaga kelestarian hutan, tetapi juga membangun kesadaran baru bahwa perlindungan lingkungan dan keuntungan ekonomi bukan dua hal yang saling bertentangan, melainkan bisa berjalan beriringan ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x580_69d8b42dcde01.webp" length="59706" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Fri, 10 Apr 2026 18:27:12 +0700</pubDate>
<dc:creator>Choirul Anwar</dc:creator>
<media:keywords>Kota Batu, Hutan Penyangga, Serapan</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KOTA BATU, SJP</strong> – Pemerintah Kota Batu mulai merumuskan pendekatan baru dalam menjaga kawasan hutan penyangga, dengan menempatkan kesejahteraan petani sebagai pintu masuk utama konservasi. Wali Kota Batu Nurochman menilai, upaya pelestarian tidak akan efektif tanpa menjawab kebutuhan ekonomi masyarakat yang selama ini bergantung pada lahan hutan.</p>
<p>Wali Kota Batu Nurochman pada Jumat (10/4/2026) mengaku bahwa sebelumnya telah melakukan pertemuan bersama Dinas Kehutanan Provinsi Jawa Timur dan Kelompok Tani Hutan (KTH) Wono Lestari Sejahtera dan mengemuka saat memaparkan rencana program jangka menengah 2026–2028 yang menyasar kawasan strategis di sekitar Tahura.</p>
<p>"Alih-alih pendekatan larangan, Pemkot Batu memilih skema transformatif melalui penerapan agroforestri. Sistem ini mengombinasikan tanaman kehutanan dengan komoditas bernilai ekonomi, sebagai upaya menekan risiko kerusakan lingkungan sekaligus menjaga pendapatan petani tetap stabil," urainya.</p>
<p>Orang nomor satu di Kota Batu itu menegaskan keseimbangan antara ekonomi dan ekologi menjadi kunci utama. Ia bahkan menetapkan proporsi yang cukup tegas dalam desain program tersebut.</p>
<p>Menurutnya apabila masyarakatnya kuat secara ekonomi, mereka akan dengan sendirinya menjaga hutan. Sehingga Pemkot Batu mengarahkan 60 persen untuk penguatan ekonomi, dan 40 persen tetap untuk fungsi ekologis.</p>
<p>"Implementasi program ini akan difokuskan pada tiga jalur utama. Pertama, reboisasi berbasis komoditas melalui penanaman alpukat, kopi, dan sukun di lahan miring seluas 650 hektare. Selain bernilai jual, tanaman tersebut juga berfungsi sebagai penahan erosi dan mitigasi longsor," imbuhnya. </p>
<p>Pria yang akrab disapa Cak Nur tersebut membeberkan hal ini juga dimaksudkan untuk penguatan rantai pasok dengan dukungan alat pasca-panen seperti mesin pemecah dan grinder kopi. Langkah ini diarahkan untuk meningkatkan nilai tambah produk petani, sekaligus mengurangi ketergantungan pada penjualan bahan mentah.</p>
<p>Selain itu, peningkatan kapasitas sumber daya manusia melalui edukasi intensif kepada 327 petani. Fokusnya membangun kesadaran kolektif bahwa keberlanjutan hutan berbanding lurus dengan keberlanjutan ekonomi mereka.</p>
<p>"Namun demikian, Pemkot tidak ingin program ini berjalan tanpa kontrol. Kami akan menanggapi berbagai aspirasi, termasuk fluktuasi harga alpukat dan penataan penerima manfaat ditambah dengan komitmen bersama petani," tegasnya.</p>
<p>Ia bahkan membuka kemungkinan penerbitan regulasi khusus untuk memastikan kepatuhan terhadap prinsip konservasi. Pengawasan pun tidak hanya administratif, tetapi juga akan dilakukan langsung di lapangan.</p>
<p>Program ini juga akan melibatkan lebih dari 12 desa di wilayah penyangga, dengan harapan mampu mengubah pola tanam sayuran di lahan miring yang selama ini berisiko tinggi terhadap kerusakan lingkungan.<strong> (*)</strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>COOSAE Disiapkan Jadi Senjata Kolektif Petani Batu Hadapi Dominasi Pasar</title>
<link>https://suarajatimpost.com/coosae-disiapkan-jadi-senjata-kolektif-petani-batu-hadapi-dominasi-pasar</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/coosae-disiapkan-jadi-senjata-kolektif-petani-batu-hadapi-dominasi-pasar</guid>
<description><![CDATA[ Transformasi COOSAE menjadi korporasi rakyat menunjukkan perubahan arah kebijakan yang lebih progresif, dari sekadar pembinaan menuju penguasaan ekosistem ekonomi. Jika dikelola konsisten dan profesional, model ini berpotensi menjadi instrumen efektif untuk memutus ketergantungan petani terhadap tengkulak sekaligus menempatkan mereka sebagai pelaku utama dalam rantai nilai pertanian di Kota Batu ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x580_69d8b3873c57c.webp" length="21182" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Fri, 10 Apr 2026 18:00:53 +0700</pubDate>
<dc:creator>Choirul Anwar</dc:creator>
<media:keywords>Kota Batu, COOSAE, Petani, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KOTA BATU, SJP</strong> – Pemerintah Kota Batu mulai menggeser pendekatan pembangunan pertanian dari pola konvensional menuju model kelembagaan berbasis kekuatan kolektif. Melalui transformasi Cooperative Smart Agriculture Ecosystem (COOSAE), Wali Kota Batu, Nurochman menargetkan lahirnya korporasi rakyat yang mampu menjadi pemain aktif dalam struktur pasar, bukan sekadar objek distribusi hasil tani.</p>
<p>Wali Kota Batu, Nurochman pada Jumat (10/4/2026) menerangkan, COOSAE akan didorong tidak hanya sebagai wadah organisasi, melainkan sebagai entitas ekonomi yang memiliki daya kendali terhadap rantai pasok dan harga komoditas. Selama ini petani berada pada posisi lemah karena berjalan sendiri-sendiri tanpa kekuatan kolektif yang terorganisir.</p>
<p>"Kondisi ini membuat mereka rentan terhadap fluktuasi harga dan praktik tata niaga yang tidak berpihak. Melalui COOSAE, pemerintah mencoba membangun sistem yang memungkinkan petani memiliki posisi tawar yang lebih kuat. Pertanian tidak cukup hanya produksi, tapi juga harus menguasai distribusi dan pasar. Di situlah COOSAE kita dorong sebagai instrumen kebijakan," tegasnya.</p>
<p>Pendekatan ini juga diperkuat dengan langkah simbolis sekaligus strategis, di mana Nurochman bersama Wakil Wali Kota Heli Suyanto resmi menjadi anggota aktif COOSAE. Keikutsertaan pimpinan daerah ini menjadi sinyal bahwa pemerintah tidak sekadar membuat kebijakan, tetapi turut terlibat langsung dalam penguatan kelembagaan petani.</p>
<p>Di sisi lain, profesionalitas pengelolaan menjadi catatan penting. Pemerintah menekankan bahwa korporasi rakyat tidak bisa berjalan dengan pola lama. Dibutuhkan manajemen modern, pemanfaatan teknologi, serta jejaring bisnis yang luas agar COOSAE mampu bersaing di pasar yang lebih besar.</p>
<p>"Untuk itu, pengurus COOSAE kami minta segera melakukan percepatan program, termasuk penguatan sistem digital dan ekspansi kemitraan. Langkah ini dinilai krusial agar transformasi tidak berhenti di tataran konsep, tetapi benar-benar berdampak pada peningkatan kesejahteraan petani," imbuhnya.</p>
<p>Keterlibatan lintas sektor juga menjadi bagian dari strategi besar ini. Sejumlah kepala SKPD hadir sebagai bentuk komitmen bahwa penguatan COOSAE bukan hanya urusan pertanian, melainkan agenda bersama dalam membangun kemandirian ekonomi daerah. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Pernikahan Sesama Jenis di Malang Berbuntut Panjang, Keluarga Laporkan Media ke Polres Batu</title>
<link>https://suarajatimpost.com/pernikahan-sesama-jenis-di-malang-berbuntut-panjang-keluarga-laporkan-media-ke-polres-batu</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/pernikahan-sesama-jenis-di-malang-berbuntut-panjang-keluarga-laporkan-media-ke-polres-batu</guid>
<description><![CDATA[ Laporan tersebut secara tegas ditujukan kepada akun TikTok milik media Blok-a.com yang mengunggah konten terkait kasus tersebut. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x580_69d8b0b9a9f98.webp" length="19598" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Fri, 10 Apr 2026 15:30:44 +0700</pubDate>
<dc:creator>Choirul Anwar</dc:creator>
<media:keywords>Kota Batu, Pelaporan, Media Mainstream</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KOTA BATU, SJP</strong> — Kasus viral pernikahan sesama jenis yang sempat menghebohkan Malang Raya kini berbuntut panjang. Tidak hanya ditangani sebagai dugaan penipuan identitas di Malang, kasus ini juga memicu laporan baru di Polres Batu terkait dugaan pencemaran nama baik.</p>
<p>Laporan tersebut secara tegas ditujukan kepada akun TikTok milik media Blok-a.com yang mengunggah konten terkait kasus tersebut. </p>
<p>Pelapor diketahui merupakan pihak keluarga terduga pelaku dalam kasus pernikahan tersebut yang merasa dirugikan atas narasi yang beredar.</p>
<p>Kasat Reskrim Polres Batu, AKP Joko Suprianto, pada Jumat (10/4/2026) membenarkan adanya laporan tersebut. </p>
<p>Ia menyebut laporan teregistrasi dengan nomor LPM/226/IV/2026 tertanggal 8 April 2026.</p>
<p>"Yang dilaporkan dalam perkara ini adalah akun media sosial TikTok milik media Blok-a.com. Pelapor merupakan pihak keluarga dari terduga pelaku dalam kasus yang sempat viral tersebut dan merasa keberatan atas konten yang dipublikasikan," ujarnya.</p>
<p>Sebelumnya, publik dihebohkan dengan kasus pernikahan siri antara seorang perempuan asal Kecamatan Blimbing, Kota Malang, dengan sosok yang mengaku sebagai laki-laki bernama Rey. </p>
<p>Pernikahan itu berlangsung pada 3 April 2026 dan baru terungkap kejanggalannya saat malam pertama, ketika diketahui bahwa sosok Rey diduga merupakan perempuan.</p>
<p>Kasus tersebut kemudian dilaporkan ke Polresta Malang Kota atas dugaan penipuan identitas dan pemalsuan dokumen. Seiring berjalannya waktu, berbagai konten terkait peristiwa itu bermunculan di media sosial dan menjadi viral, termasuk yang diunggah oleh akun TikTok media Blok-a.com.</p>
<p>Dalam konten yang beredar, terdapat narasi yang dinilai sensasional, mulai dari kronologi perkenalan hingga rincian pernikahan siri dan dugaan identitas pelaku. Video tersebut juga memuat potongan rekaman prosesi pernikahan.</p>
<p>"Pelapor menilai konten tersebut tidak sesuai fakta dan menyerang nama baik pihak keluarga. Selain itu, pelapor juga tidak mengetahui siapa yang pertama kali menyebarkan video tersebut hingga sampai ke akun TikTok yang bersangkutan," imbuhnya.</p>
<p>AKP Joko juga menambahkan Satreskrim Polres Batu masih melakukan penyelidikan, termasuk menelusuri pengelola akun TikTok media Blok-a.com serta asal-usul konten yang diunggah. </p>
<p>Kasus ini ditangani dengan dugaan pelanggaran Pasal 27A Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2024 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) serta Pasal 433 KUHP terkait pencemaran nama baik, dengan ancaman pidana maksimal empat tahun penjara dan atau denda hingga Rp750 juta.</p>
<p>"Kami akan mendalami perkara ini secara objektif dengan mengedepankan pembuktian. Saat ini masih mengumpulkan alat bukti digital dan akan memeriksa para saksi untuk memastikan duduk perkara secara utuh," tegasnya.</p>
<p>Sementara itu, perwakilan media Blok-a.com, Bob Bimantara, menyatakan pihaknya hingga kini belum menerima surat resmi terkait laporan tersebut, meskipun sudah mendengar adanya pelaporan ke kepolisian.</p>
<p>"Kami belum menerima surat laporan atau panggilan resmi dari kepolisian, namun informasi terkait hal tersebut sudah kami dengar," ujarnya.</p>
<p>Bob menegaskan bahwa konten yang dipublikasikan telah dikerjakan secara profesional sesuai dengan Kode Etik Jurnalistik (KEJ). Ia juga menyebut bahwa pihaknya telah melakukan keberimbangan (cover both sides) serta membuka ruang seluas-luasnya bagi pihak terkait untuk menggunakan hak jawab.</p>
<p>"Dalam setiap pemberitaan, kami berupaya menjalankan prinsip jurnalistik, termasuk cover both sides. Kami juga memberikan ruang terbuka bagi pihak manapun yang merasa dirugikan untuk menyampaikan klarifikasi atau hak jawab," pungkasnya. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Harga Plastik Melonjak, Pola Belanja Konsumen di Kota Batu Ikut Berubah</title>
<link>https://suarajatimpost.com/harga-plastik-melonjak-pola-belanja-konsumen-di-kota-batu-ikut-berubah</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/harga-plastik-melonjak-pola-belanja-konsumen-di-kota-batu-ikut-berubah</guid>
<description><![CDATA[ Para pedagang berharap situasi kenaikan harga plastik ini tidak berlangsung lama. Mereka menilai stabilitas harga sangat penting untuk menjaga daya beli masyarakat sekaligus memastikan keberlangsungan usaha kecil di tengah tekanan biaya yang terus meningkat ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x580_69d76fc1ba439.webp" length="79196" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 09 Apr 2026 17:03:25 +0700</pubDate>
<dc:creator>Choirul Anwar</dc:creator>
<media:keywords>Kota Batu, Plastik, Harga Naik, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KOTA BATU, SJP</strong> – Lonjakan harga produk plastik di Kota Batu tak hanya menekan pedagang kecil, tetapi juga mulai mengubah pola belanja masyarakat. Dalam beberapa pekan terakhir, kenaikan harga yang mencapai hingga 100 persen membuat konsumen kini lebih selektif dan cenderung mencari alternatif yang lebih hemat.</p>
<p>Salah seorang pedagang kelontong, Miftahul Jannah pada Kamis (9/4/2026) menyebut, konsumen kini tidak lagi membeli dalam jumlah besar seperti sebelumnya. Mereka lebih memilih produk dengan harga lebih murah atau bahkan mengurangi penggunaan plastik.</p>
<p>“Sekarang pembeli banyak yang beralih ke yang lebih ekonomis. Ada juga yang mengurangi pemakaian. Kenaikan harga terjadi hampir di seluruh jenis produk. Plastik foam yang sebelumnya dijual Rp 23 ribu per bal kini naik menjadi Rp32 ribu. Kantong plastik melonjak dari Rp6 ribu menjadi Rp 12 ribu per pack, sementara gelas plastik atau cup naik dari Rp 9 ribu menjadi Rp15 ribu per pack," paparnya.</p>
<p>Lonjakan ini terjadi secara bertahap sejak pertengahan Ramadan. Awalnya hanya berkisar 20 persen, kemudian meningkat hingga 50 persen, dan kini beberapa item sudah menyentuh kenaikan dua kali lipat.</p>
<p>Situasi tersebut diduga berkaitan dengan terganggunya pasokan bahan baku impor. Distributor disebut telah lebih dulu menaikkan harga akibat kendala distribusi yang dipicu kondisi geopolitik global.</p>
<p>"Perubahan perilaku konsumen ini berdampak langsung pada perputaran barang di tingkat pedagang. Penjualan yang melambat membuat pedagang kini lebih berhati-hati dalam menambah stok, guna menghindari risiko kerugian," imbuh Miftah</p>
<p>Di sisi lain, kondisi ini secara tidak langsung mendorong pergeseran ke penggunaan kemasan non-plastik atau sistem pembelian yang lebih efisien. Meski belum masif, tren ini mulai terlihat di kalangan pembeli yang ingin menekan pengeluaran. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Wali Kota Batu Dorong Pejabat Internal Percaya Diri Ikuti Seleksi Sekda</title>
<link>https://suarajatimpost.com/wali-kota-batu-dorong-pejabat-internal-percaya-diri-ikuti-seleksi-sekda</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/wali-kota-batu-dorong-pejabat-internal-percaya-diri-ikuti-seleksi-sekda</guid>
<description><![CDATA[ Dengan dorongan tersebut, Pemkot Batu berharap semakin banyak pejabat internal yang berpartisipasi aktif dalam seleksi, sehingga kompetisi berjalan sehat dan menghasilkan figur terbaik dari proses yang benar-benar terbuka dan profesional ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x580_69d76ea94872f.webp" length="19616" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 09 Apr 2026 16:31:43 +0700</pubDate>
<dc:creator>Choirul Anwar</dc:creator>
<media:keywords>Kota Batu, Sekda, Internal, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KOTA BATU, SJP</strong> - Wali Kota Batu, Nurochman, mendorong pejabat di lingkungan Pemerintah Kota Batu untuk tidak ragu dan berani bersaing dalam Seleksi Terbuka (Selter) Jabatan Sekretaris Daerah (Sekda) definitif.</p>
<p>Meski proses seleksi dibuka secara nasional, ia menegaskan bahwa peluang bagi pejabat internal tetap besar selama mampu menunjukkan kapasitas dan kompetensi yang dibutuhkan.</p>
<p>Menurut Cak Nur pada Kamis (9/4/2026), keterlibatan unsur Pemerintah Provinsi Jawa Timur dalam panitia seleksi justru menjadi jaminan bahwa proses akan berjalan objektif dan adil bagi semua peserta, termasuk dari internal Pemkot Batu.</p>
<p>Dengan sistem tersebut, penilaian akan sepenuhnya berbasis kemampuan, rekam jejak, dan kualitas kepemimpinan, bukan faktor kedekatan.</p>
<p>“Jangan ada keraguan. Justru ini kesempatan bagi pejabat internal untuk menunjukkan kualitasnya. Semua punya peluang yang sama selama memenuhi syarat dan mampu bersaing,” ujarnya.</p>
<p>Ia menilai, pejabat internal memiliki keunggulan tersendiri karena telah memahami dinamika birokrasi, karakteristik wilayah, hingga kebutuhan pembangunan di Kota Batu. Hal ini menjadi modal penting dalam menyusun gagasan strategis serta menjalankan peran Sekda sebagai koordinator perangkat daerah.</p>
<p>Namun demikian, Cak Nur tetap menekankan bahwa seleksi terbuka tidak boleh membatasi partisipasi dari luar daerah. Regulasi mengharuskan proses berlangsung inklusif, sehingga kompetisi tetap terbuka luas. Justru dari kompetisi itulah diharapkan muncul figur terbaik yang benar-benar siap memimpin birokrasi.</p>
<p>“Kalau internal siap, harusnya tidak perlu takut. Ini soal kapasitas. Tinggal bagaimana menunjukkan kemampuan saat seleksi berlangsung,” tegasnya.</p>
<p>Di sisi lain, ia kembali mengingatkan bahwa sosok Sekda yang dibutuhkan bukan hanya administratif, tetapi juga pemimpin yang mampu mengorkestrasi berbagai kepentingan di lingkungan Pemkot Batu. Kemampuan menyatukan visi antar organisasi perangkat daerah menjadi kunci dalam memastikan jalannya program pembangunan.</p>
<p>Lebih jauh, ia menegaskan bahwa Sekda terpilih nantinya harus mampu menerjemahkan visi-misi pembangunan Kota Batu, termasuk arah kebijakan mBatu SAE, ke dalam implementasi yang konkret dan terukur. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Isu Penyegelan Mikutopia Mencuat, Pengelola Sebut Operasional Tetap Berjalan</title>
<link>https://suarajatimpost.com/isu-penyegelan-mikutopia-mencuat-pengelola-sebut-operasional-tetap-berjalan</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/isu-penyegelan-mikutopia-mencuat-pengelola-sebut-operasional-tetap-berjalan</guid>
<description><![CDATA[ Kabar tersebut mencuat seiring adanya sorotan dari Pemerintah Kota Batu terkait kelengkapan perizinan dan operasional wisata yang dinilai belum sepenuhnya memenuhi ketentuan. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x580_69d716d0452d4.webp" length="69356" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 09 Apr 2026 12:00:19 +0700</pubDate>
<dc:creator>Choirul Anwar</dc:creator>
<media:keywords>Kota Batu, Mikutopia, Penutupan</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KOTA BATU, SJP</strong> — Isu penutupan dan penyegelan objek wisata Mikutopia di Desa Tulungrejo, Kecamatan Bumiaji, sempat ramai beredar di tengah masyarakat. </p>
<p>Kabar tersebut mencuat seiring adanya sorotan dari Pemerintah Kota Batu terkait kelengkapan perizinan dan operasional wisata yang dinilai belum sepenuhnya memenuhi ketentuan.</p>
<p>Sebelumnya, beredar kabar bahwa Satpol PP Kota Batu telah melayangkan surat larangan operasional sementara kepada pengelola. Hal ini disebabkan sejumlah dokumen penting seperti Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (Amdal) dan Analisis Dampak Lalu Lintas (Andalalin) masih dalam proses. Selain itu, hasil evaluasi lapangan menyoroti kesiapan akses jalan, kapasitas parkir, hingga kesesuaian pembangunan dengan izin yang dimiliki.</p>
<p>Berdasarkan kondisi tersebut, muncul spekulasi di masyarakat bahwa wisata Mikutopia akan segera ditutup bahkan disegel. Isu ini menguat setelah adanya desakan dari sejumlah pihak agar pemerintah bertindak tegas terhadap operasional wisata yang dianggap belum memenuhi syarat.</p>
<p>Kuasa hukum Mikutopia, Haitsam Nuril Brantas Anarki, pada Kamis (9/4/2026) menegaskan bahwa hingga saat ini tidak ada tindakan penyegelan oleh Satpol PP Kota Batu, sehingga peristiwa yang ditudingkan tersebut tidak pernah terjadi.</p>
<p>"Tidak ada penyegelan. Informasi itu tidak berdasar dan sangat merugikan, di mana isu tersebut berawal dari kesalahpahaman publik terhadap proses pembinaan dan pengawasan yang memang tengah dilakukan pemerintah daerah. Namun langkah yang diambil Pemkot Batu masih sebatas evaluasi dan penguatan kepatuhan, bukan penindakan berupa penutupan," urainya.</p>
<p>Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa proses perizinan Mikutopia masih berjalan sesuai mekanisme yang berlaku. Sejumlah dokumen telah dipenuhi, sementara sisanya tengah dalam tahap penyelesaian.</p>
<p>Pihaknya juga telah berkoordinasi langsung dengan Satpol PP Kota Batu untuk memastikan kabar yang beredar. Berdasarkan hasil komunikasi tersebut, tidak ditemukan adanya agenda penyegelan maupun penutupan operasional seperti yang ramai diperbincangkan.</p>
<p>Di sisi lain, dampak dari isu ini mulai dirasakan langsung oleh pelaku usaha di sekitar kawasan wisata. Penurunan jumlah kunjungan akibat kabar yang belum terverifikasi membuat pedagang kecil hingga pelaku UMKM ikut terdampak.</p>
<p>"Untuk izin, sebagian besar sudah rampung dan beberapa memang masih berproses. Tidak benar jika disebut tidak memiliki izin sama sekali. Berita yang beredar ini tentu berdampak bukan hanya bagi pengelola, tetapi masyarakat kecil juga," tandasnya. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Perumdam Among Tirto Lakukan Inspeksi Pipa, Distribusi Air di Kota Batu Disesuaikan Sementara</title>
<link>https://suarajatimpost.com/perumdam-among-tirto-lakukan-inspeksi-pipa-distribusi-air-di-kota-batu-disesuaikan-sementara</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/perumdam-among-tirto-lakukan-inspeksi-pipa-distribusi-air-di-kota-batu-disesuaikan-sementara</guid>
<description><![CDATA[ Perumdam memastikan gangguan pelayanan air di Kota Batu bersifat sementara dan merupakan bagian dari langkah jangka panjang untuk meningkatkan keandalan distribusi air bersih di Kota Batu. Masyarakat diimbau untuk melakukan penampungan air secukupnya selama proses berlangsung. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x580_69d63b30e5f45.webp" length="19932" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 08 Apr 2026 21:24:13 +0700</pubDate>
<dc:creator>Choirul Anwar</dc:creator>
<media:keywords>Kota Batu, Pelayanan, Air, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KOTA BATU, SJP</strong> – Upaya penanganan penurunan debit air di Kota Batu mulai memasuki tahap teknis. Perumdam Among Tirto Kota Batu melakukan inspeksi jaringan pipa induk dengan metode kamera internal, yang berdampak pada penyesuaian distribusi air ke sejumlah wilayah mulai Rabu (8/4/2026) pukul 12.00 WIB.</p>
<p>Direktur Perumdam Among Tirto, Achmad Yusuf, menjelaskan bahwa langkah ini merupakan bagian dari investigasi untuk mengungkap penyebab berkurangnya aliran dari Sumber Banyuning menuju Tandon Abdul Gani. Permasalahan tersebut, kata dia, sudah berlangsung hampir satu tahun dan menjadi prioritas penanganan.</p>
<p>“Kita saat ini sedang melakukan identifikasi menggunakan kamera yang dimasukkan ke dalam pipa. Maka konsekuensinya adalah aliran air ke masyarakat akan terganggu, tapi bukan mati total,” ujar Yusuf.</p>
<p>Ia menegaskan, distribusi air sengaja dikurangi guna memastikan proses inspeksi berjalan optimal. Tekanan air yang terlalu tinggi berpotensi mengganggu stabilitas kamera di dalam pipa, bahkan bisa menyebabkan turbulensi yang mengaburkan hasil visual.</p>
<p>“Distribusi air dikurangi supaya kamera yang kami masukkan ke dalam pipa itu tidak terpental dan tidak terjadi turbulensi, sehingga gambar yang diambil itu bisa terlihat jelas,” lanjutnya.</p>
<p>Menurut Yusuf, langkah ini diambil setelah analisis internal menunjukkan kemungkinan adanya gangguan pada pipa induk sebagai salah satu penyebab turunnya debit air dari Banyuning. Pemeriksaan ini diharapkan dapat memberikan gambaran pasti kondisi jaringan di lapangan.</p>
<p>Sebagai bentuk transparansi, Perumdam Among Tirto telah melakukan sosialisasi kepada masyarakat terkait potensi gangguan ini. Sesuai prosedur, pemberitahuan disampaikan dalam rentang waktu 1x24 jam sebelum pelaksanaan.</p>
<p>“Soal gangguan aliran air di beberapa titik ini secara aturan kami informasikan selama 1x24 jam. Tapi kemungkinan besar tidak akan berlangsung lama dan distribusi aliran air akan segera kembali normal,” imbuhnya.</p>
<p>Ia juga menegaskan bahwa wilayah yang terdampak penyesuaian distribusi air ini meliputi Jalan Brantas, Jalan Ahmad Yani, Jalan Sudarno, Jalan Kartini, Jalan WR Supratman, Jalan Abdul Gani, Jalan Karate, Jalan Suropati, Jalan Ikhwan Hadi, Jalan Mustari, Jalan Utomorejo, Jalan Kapten Ibnu, Jalan Diran, Jalan Agus Salim, Jalan Imam Bonjol, Jalan Diponegoro, Jalan Sudiro, serta Jalan Moh. Sahar. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Polres Batu Ungkap Kasus Pencurian di Junrejo, Pelaku Terekam CCTV</title>
<link>https://suarajatimpost.com/polres-batu-ungkap-kasus-pencurian-di-junrejo-pelaku-terekam-cctv</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/polres-batu-ungkap-kasus-pencurian-di-junrejo-pelaku-terekam-cctv</guid>
<description><![CDATA[ Terungkapnya kasus pencurian ini membuat pihak kepolisian menghimbau agar masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi tindak kriminal serta memastikan sistem keamanan rumah, seperti CCTV, berfungsi dengan baik guna meminimalisir risiko kejahatan ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x580_69d65224651f9.webp" length="7336" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 08 Apr 2026 20:45:12 +0700</pubDate>
<dc:creator>Choirul Anwar</dc:creator>
<media:keywords>Kota Batu, Pencurian, CCTV, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KOTA BATU, SJP –</strong> Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Batu berhasil mengungkap kasus tindak pidana pencurian yang terjadi di wilayah Kecamatan Junrejo. Seorang pria berinisial AS (55), warga Kabupaten Pasuruan, ditetapkan sebagai tersangka setelah aksinya terekam kamera pengawas (CCTV).</p>
<p>Kasat Reskrim Polres Batu, AKP Joko Suprianto pada Rabu (8/4/2026) mengungkapkan bahwa kasus tersebut terungkap berdasarkan laporan polisi Nomor LP/B/54/IV/2026 yang diterima pada 7 April 2026. Peristiwa pencurian sendiri terjadi pada Sabtu (4/4/2026) sekitar pukul 12.17 WIB di sebuah rumah di Jalan Diponegoro, Desa Junrejo, Kota Batu.</p>
<p>“Pelaku mengambil uang milik korban sebesar Rp 5 juta yang disimpan di dalam kamar. Aksi tersebut terekam CCTV dan menjadi salah satu barang bukti utama dalam proses penyelidikan,” ujarnya. </p>
<p>Korban diketahui bernama Liari (61), warga setempat. Kejadian baru disadari sekitar pukul 15.00 WIB saat korban pulang dari sawah dan mendapat informasi dari pembantu rumah tangga bahwa ada orang tidak dikenal masuk ke dalam rumah.</p>
<p>Setelah dilakukan pengecekan, korban mendapati uang yang disimpan telah hilang. Rekaman CCTV kemudian menunjukkan adanya seseorang yang masuk ke rumah dan mengambil uang tersebut.</p>
<p>Dari hasil penyelidikan, polisi berhasil mengidentifikasi dan mengamankan tersangka berikut sejumlah barang bukti, di antaranya satu buah flashdisk berisi rekaman CCTV, potongan celana warna hitam garis hijau, serta sepasang sandal warna hitam.</p>
<p>Joko menegaskan bahwa pihaknya telah melakukan serangkaian tindakan penyidikan mulai dari menerima laporan, memeriksa korban dan saksi, hingga mengamankan barang bukti.</p>
<p>“Saat ini kami masih melengkapi administrasi penyidikan, termasuk gelar perkara untuk penetapan tersangka dan proses penahanan. Kami juga akan berkoordinasi dengan Jaksa Penuntut Umum,” tambahnya.</p>
<p>Atas perbuatannya, tersangka dijerat Pasal 476 ayat (1) Undang-Undang RI Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP dengan ancaman pidana penjara maksimal lima tahun. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Lansia Ditemukan Mengapung di Kali Putih Kota Batu, Diduga Karena Faktor Kesehatan</title>
<link>https://suarajatimpost.com/lansia-ditemukan-mengapung-di-kali-putih-kota-batu-diduga-karena-faktor-kesehatan</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/lansia-ditemukan-mengapung-di-kali-putih-kota-batu-diduga-karena-faktor-kesehatan</guid>
<description><![CDATA[ Hingga kini, hasil pemeriksaan resmi belum diumumkan. Polisi memastikan akan menyampaikan perkembangan lebih lanjut setelah seluruh proses penyelidikan rampung. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x580_69d63988d05fb.webp" length="122206" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 08 Apr 2026 20:15:26 +0700</pubDate>
<dc:creator>Choirul Anwar</dc:creator>
<media:keywords>Kota Batu, Penemuan Mayat, Kali Putih</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KOTA BATU, SJP</strong> – Penemuan jasad perempuan lanjut usia di aliran Kali Putih Kelurahan Sisir, Kecamatan Batu pada Rabu (8/4/2026) mengarah pada dugaan faktor kesehatan korban. Hal ini menbuat pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan untuk memastikan penyebab pasti kematian.</p>
<p>Ketua RW 11 Kelurahan Sisir, Jaenuri membeberkan bahwa korban diketahui bernama Sirum (63), yang sehari-hari dikenal dengan panggilan Mak Rum. Korban memiliki riwayat penyakit dan kerap mengalami pingsan. Kondisi tersebut diduga menjadi salah satu faktor yang berkaitan dengan kejadian nahas tersebut.</p>
<p>“Korban memang punya riwayat sakit dan sering pingsan. Kemungkinan itu ada kaitannya, tapi kami tetap menunggu hasil pemeriksaan resmi. Ia ditemukan dalam kondisi mengapung di bawah jembatan oleh warga sekitar pukul 09.00 WIB saat hendak membuang sampah," paparnya.</p>
<p>Informasi tersebut turut diperkuat oleh sejumlah warga yang mengenal korban. Mereka menyebut, dalam beberapa waktu terakhir kondisi kesehatan Mak Rum memang menurun, sehingga aktivitasnya pun terbatas.</p>
<p>Meski dugaan awal mengarah pada faktor medis, aparat kepolisian tidak ingin berspekulasi. Proses penyelidikan tetap berjalan guna mengantisipasi kemungkinan lain di balik peristiwa tersebut.</p>
<p>" Petugas dari kepolisian bersama PMI Kota Batu langsung melakukan evakuasi setelah menerima laporan warga. Jenazah korban kemudian dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Hasta Brata untuk menjalani pemeriksaan medis, termasuk visum," tandas Jaenuri. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Bayi Bekantan ke&amp;8 Lahir di Batu Secret Zoo, Perkuat Komitmen Konservasi Satwa</title>
<link>https://suarajatimpost.com/bayi-bekantan-ke-8-lahir-di-batu-secret-zoo-perkuat-komitmen-konservasi-satwa</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/bayi-bekantan-ke-8-lahir-di-batu-secret-zoo-perkuat-komitmen-konservasi-satwa</guid>
<description><![CDATA[ Dengan capaian keberhasilan lahirnya anak bekantan ke 8, Jawa Timur Park Group menegaskan komitmennya untuk terus mengembangkan program konservasi sekaligus menghadirkan wisata edukatif yang tidak hanya menghibur, tetapi juga memberikan nilai pembelajaran bagi masyarakat luas, khususnya dalam meningkatkan kesadaran terhadap pelestarian satwa Indonesia ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x580_69d642a9418ad.webp" length="58758" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 08 Apr 2026 19:14:17 +0700</pubDate>
<dc:creator>Choirul Anwar</dc:creator>
<media:keywords>Kota Batu, Bekantan, Jatim Park, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KOTA BATU, SJP</strong> – <a href="https://jtp.id/" target="_blank" rel="noopener">Jawa Timur Park Group</a> kembali mencatatkan capaian dalam upaya konservasi satwa. Melalui Batu Secret Zoo, kelahiran bayi bekantan ke-8 pada 30 Januari 2026 menjadi kabar menggembirakan sekaligus bukti keberhasilan program pelestarian satwa endemik Indonesia.</p>
<p>Manager Marketing and Public Relation <a href="https://jtp.id/">Jatim Park Group</a>, Titik S. Aryanto pada Rabu (8/4/2026) bahwa kelahiran bayi bekantan ini bertepatan dengan peringatan Hari Primata Indonesia dan menjadi momen penting dalam penguatan konservasi spesies Bekantan yang berasal dari Kalimantan. Selain menambah koleksi satwa, kehadiran bayi bekantan juga menjadi simbol keberlanjutan program konservasi yang dijalankan secara konsisten.</p>
<p>"Keberhasilan ini tidak lepas dari komitmen perusahaan dalam menghadirkan destinasi wisata berbasis edukasi sekaligus pelestarian lingkungan," urainya.</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x_69d6429b0b213.webp" alt=""></p>
<p><a href="https://jtp.id/" target="_blank" rel="noopener">Batu Secret Zoo</a> sendiri dikenal sebagai salah satu destinasi wisata edukasi unggulan di Kota Batu yang menawarkan pengalaman interaktif bagi pengunjung. Exhibit bekantan di kawasan ini dirancang menyerupai habitat aslinya, lengkap dengan ekosistem daratan, pepohonan, hingga perairan yang memungkinkan pengunjung melihat aktivitas satwa dari berbagai sudut pandang.</p>
<p>Konsep three top view yang diterapkan memungkinkan pengunjung mengamati bekantan dari area atas, daratan, hingga bawah air melalui akuarium. Selain itu, desain kawasan yang mengadopsi nuansa arsitektur Kalimantan turut dilengkapi informasi edukatif mengenai budaya lokal dan karakteristik bekantan.</p>
<p>"Keberhasilan ini menjadi bukti nyata bahwa upaya konservasi yang dilakukan secara berkelanjutan mampu memberikan hasil positif. Kami berharap kehadiran bayi bekantan ini dapat meningkatkan kesadaran masyarakat, khususnya anak-anak dan keluarga, akan pentingnya menjaga kelestarian satwa endemik Indonesia,” pungkasnya. <strong>(***)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong><br><strong>Sumber :</strong> <a href="https://jtp.id/" target="_blank" rel="noopener">jtp.id</a></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>BKPSDM Kota Batu Pastikan Seleksi Sekda Berbasis Kompetensi dan Integritas</title>
<link>https://suarajatimpost.com/bkpsdm-kota-batu-pastikan-seleksi-sekda-berbasis-kompetensi-dan-integritas</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/bkpsdm-kota-batu-pastikan-seleksi-sekda-berbasis-kompetensi-dan-integritas</guid>
<description><![CDATA[ BKPSDM Kota Batu menegaskan bahwa pelaksanaan Selter Sekda ini bukan sekadar pengisian jabatan struktural, melainkan momentum strategis untuk menghadirkan pemimpin birokrasi yang adaptif, berintegritas, dan mampu menjawab tantangan pembangunan daerah ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x580_69d4ea8652fa1.webp" length="29090" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Tue, 07 Apr 2026 20:16:41 +0700</pubDate>
<dc:creator>Choirul Anwar</dc:creator>
<media:keywords>Kota Batu, Seleksi, Sekda, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KOTA BATU, SJP</strong> - Pemerintah Kota Batu melalui Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) menegaskan bahwa proses Seleksi Terbuka (Selter) Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT) Pratama Sekretaris Daerah, dirancang ketat berbasis kompetensi dan integritas. Tahapan seleksi tidak hanya menguji kapasitas manajerial, tetapi juga menitikberatkan pada rekam jejak dan kepatuhan administratif calon.</p>
<p>Kepala BKPSDM Kota Batu Santi Restuningsasi pada Selasa (7/4/2026) menuturkan, desain seleksi kali ini mengacu pada sistem merit secara penuh, sehingga setiap tahapan memiliki bobot penilaian yang terukur dan transparan.</p>
<p>Mulai dari seleksi administrasi, assessment center, hingga uji gagasan dan wawancara, seluruhnya diarahkan untuk menjaring figur yang tidak hanya cakap secara teknis, tetapi juga memiliki visi kepemimpinan birokrasi yang kuat.</p>
<p>“Sekda adalah motor penggerak birokrasi. Maka yang dicari bukan sekadar pejabat senior, tetapi sosok dengan kapasitas kepemimpinan, kemampuan koordinasi lintas perangkat daerah, serta integritas yang teruji,” jelasnya.</p>
<p>Ia menambahkan, penekanan pada kewajiban pelaporan SPT Pajak dan LHKPN tahun terakhir menjadi indikator penting dalam menilai kedisiplinan dan transparansi calon. Menurutnya, hal tersebut bukan sekadar syarat administratif, melainkan bagian dari upaya membangun budaya birokrasi yang bersih dan akuntabel.</p>
<p>Dalam tahapan <em>assessment center</em>, peserta akan diuji melalui berbagai simulasi yang menggambarkan situasi nyata dalam pengambilan kebijakan. Sementara pada uji gagasan, peserta diminta menyampaikan ide strategis terkait arah pembangunan dan tata kelola pemerintahan Kota Batu ke depan.</p>
<p>“Dari situ akan terlihat bagaimana cara berpikir kandidat, termasuk kemampuan mereka dalam merumuskan solusi atas persoalan daerah,” imbuhnya.</p>
<p>BKPSDM juga memastikan seluruh proses seleksi berlangsung objektif dan bebas intervensi. Panitia seleksi melibatkan unsur independen guna menjaga kredibilitas hasil akhir.</p>
<p>Di sisi lain, pihaknya mengimbau para calon pelamar untuk mempersiapkan diri secara maksimal, terutama dalam melengkapi dokumen serta memperbarui data kepegawaian melalui sistem MyASN. Hal ini penting agar tidak terkendala pada tahap administrasi yang menjadi pintu awal seleksi.</p>
<p>“Kesempatan ini terbuka luas bagi ASN yang memenuhi syarat. Kami ingin proses ini benar-benar menghasilkan Sekda definitif yang mampu membawa birokrasi Kota Batu lebih adaptif, profesional, dan responsif terhadap tantangan ke depan,” tandasnya.<strong> (*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Wahana Rollover Car Simulator Hadir di Museum Angkut, JTP Tawarkan Edukasi Keselamatan Berkendara</title>
<link>https://suarajatimpost.com/wahana-rollover-car-simulator-hadir-di-museum-angkut-jtp-tawarkan-edukasi-keselamatan-berkendara</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/wahana-rollover-car-simulator-hadir-di-museum-angkut-jtp-tawarkan-edukasi-keselamatan-berkendara</guid>
<description><![CDATA[ Dengan hadirnya Rollover Car Simulator, Museum Angkut semakin menegaskan perannya sebagai destinasi wisata edukatif yang mampu menggabungkan rekreasi dengan pembelajaran, sekaligus mendukung peningkatan kesadaran keselamatan berlalu lintas di tengah masyarakat ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x580_69d4eb68e5e9d.webp" length="29258" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Tue, 07 Apr 2026 19:50:49 +0700</pubDate>
<dc:creator>Choirul Anwar</dc:creator>
<media:keywords>Kota Batu, Car Simulator, Museum Angkut</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KOTA BATU, SJP –</strong> <a href="https://jtp.id/" target="_blank" rel="noopener">Jawa Timur Park Group</a> kembali menghadirkan inovasi wahana edukatif melalui Rollover Car Simulator di Museum Angkut. Wahana ini menjadi salah satu daya tarik baru yang menyasar momen liburan sekolah hingga Lebaran, dengan mengusung konsep hiburan yang sarat edukasi keselamatan berkendara.</p>
<p>Manager Marketing and Public Relation <a href="https://jtp.id/" target="_blank" rel="noopener">Jatim Park Group</a>, Titik S. Aryanto pada Selasa (7/4/2026) menjelaskan, kehadiran wahana ini merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam menghadirkan pengalaman wisata yang tidak hanya menghibur, tetapi juga memberikan nilai pembelajaran bagi pengunjung.</p>
<p>“Melalui Rollover Car Simulator, kami ingin menghadirkan wahana yang tidak hanya memberikan pengalaman seru, tetapi juga edukatif bagi pengunjung. Kami berharap wahana ini dapat meningkatkan kesadaran akan pentingnya keselamatan berkendara, khususnya bagi anak-anak dan keluarga,” ujarnya.</p>
<p>Rollover Car Simulator menghadirkan simulasi mobil terguling dengan sensasi realistis. Dalam durasi sekitar satu menit, pengunjung akan merasakan kondisi kendaraan berputar hingga 360 derajat, namun tetap aman karena dilengkapi sistem keamanan yang telah terstandarisasi.</p>
<p>Wahana ini dirancang untuk memberikan gambaran nyata tentang pentingnya penggunaan sabuk pengaman serta kewaspadaan saat berkendara.</p>
<p>Berlokasi di area Hollywood Museum Angkut, wahana ini dapat dinikmati oleh dua orang dalam satu sesi, dengan harga tiket Rp20 ribu per orang dan batas minimal usia delapan tahun. Konsep yang menggabungkan unsur edukasi, hiburan, dan pengalaman interaktif ini diharapkan mampu memperkaya pilihan wisata keluarga di Kota Batu.</p>
<p>Titik menambahkan, inovasi ini menjadi bagian dari strategi <a href="https://jtp.id/" target="_blank" rel="noopener">Jatim Park Group</a> dalam memperkuat пози sebagai destinasi wisata unggulan yang adaptif terhadap kebutuhan pengunjung.</p>
<p>“Kami terus berupaya menghadirkan wahana inovatif yang bisa dinikmati semua kalangan, sehingga liburan tidak hanya menyenangkan tetapi juga memberikan pengalaman yang berkesan,” tandasnya.<strong> (***)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Tekanan Fiskal, Pemkot Lakukan Pengetatan Anggaran ke Luar Negeri</title>
<link>https://suarajatimpost.com/tekanan-fiskal-pemkot-lakukan-pengetatan-anggaran-ke-luar-negeri</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/tekanan-fiskal-pemkot-lakukan-pengetatan-anggaran-ke-luar-negeri</guid>
<description><![CDATA[ Dengan fokus pada efisiensi, Pemkot Batu berupaya mengalihkan belanja yang kurang prioritas ke program yang lebih berdampak langsung bagi masyarakat, sekaligus memastikan roda pemerintahan tetap berjalan optimal di tengah tekanan ekonomi global ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x580_69d4e9f9bcdda.webp" length="45338" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Tue, 07 Apr 2026 19:40:21 +0700</pubDate>
<dc:creator>Choirul Anwar</dc:creator>
<media:keywords>Kota Batu, Anggaran, Luar Negeri, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KOTA BATU, SJP</strong> - Pemerintah Kota Batu mulai melakukan pengetatan belanja daerah dengan memangkas anggaran perjalanan dinas luar negeri hingga 70 persen per April 2026. Kebijakan ini menjadi salah satu langkah paling tegas yang diambil di tengah tekanan ekonomi akibat dinamika geopolitik global yang berdampak langsung pada sektor pariwisata dan pendapatan daerah.</p>
<p>Wali Kota Batu Nurochman pada Selasa (7/4/2026) menegaskan, pemangkasan tersebut menyasar kegiatan yang selama ini menyerap anggaran besar, seperti promosi wisata ke luar negeri dan studi banding. Menurutnya, seluruh agenda tersebut akan dievaluasi secara ketat untuk memastikan efektivitas dan urgensinya.</p>
<p>“Ke depan kegiatan promosi wisata maupun studi banding harus benar-benar selektif. Tidak semua harus dilakukan secara langsung ke luar negeri,” tegasnya.</p>
<p>Sebagai pengganti, Pemkot Batu mendorong pemanfaatan teknologi digital, seperti konferensi video, untuk tetap menjaga konektivitas dan proses pembelajaran tanpa harus mengeluarkan biaya besar. Langkah ini dinilai lebih efisien sekaligus adaptif terhadap kondisi ekonomi saat ini.</p>
<p>Kebijakan pemangkasan anggaran luar negeri ini tidak berdiri sendiri. Pemerintah juga menerapkan pola kerja fleksibel melalui skema Work From Home (WFH) yang dikombinasikan dengan Work From Office (WFO), serta instruksi penghematan energi di seluruh perangkat daerah.</p>
<p>Menurut Nurochman, langkah tersebut merupakan bagian dari strategi menyeluruh untuk menjaga stabilitas fiskal daerah di tengah penurunan aktivitas sektor pariwisata dan perhotelan yang berdampak pada penerimaan pajak daerah. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Manajemen Mikutopia Respons Kritik, Amdal Dikebut dan Akses Masuk Diperlebar</title>
<link>https://suarajatimpost.com/manajemen-mikutopia-respons-kritik-amdal-dikebut-dan-akses-masuk-diperlebar</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/manajemen-mikutopia-respons-kritik-amdal-dikebut-dan-akses-masuk-diperlebar</guid>
<description><![CDATA[ Di tengah besarnya kontribusi ekonomi yang mulai ditunjukkan, keberadaan Mikutopia kini berada di persimpangan antara potensi dan risiko. Setoran pajak ratusan juta rupiah menjadi bukti nyata dampak finansial bagi daerah, namun hal itu tidak serta-merta menutup persoalan mendasar terkait lingkungan, tata ruang, dan kesiapan infrastruktur ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x580_69d4e9551dce0.webp" length="90162" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Tue, 07 Apr 2026 19:00:30 +0700</pubDate>
<dc:creator>Choirul Anwar</dc:creator>
<media:keywords>Kota Batu, Mikutopia, Perizinan, saurajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KOTA BATU, SJP</strong> – Manajemen wisata Mikutopia akhirnya buka suara menanggapi berbagai sorotan publik terkait dampak lingkungan dan persoalan teknis di lapangan. Pihak pengelola memastikan saat ini tengah melakukan pembenahan menyeluruh, mulai dari penyelesaian izin hingga perbaikan infrastruktur dasar.</p>
<p>Kuasa Hukum Mikutopia Bagas Dwi Wicaksono Ramadhani pada Selasa (7/4/2026) menyampaikan, proses penyusunan Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (Amdal) masih berjalan dan menjadi prioritas utama yang tengah dikejar.</p>
<p>Menurutnya, salah satu langkah konkret yang dilakukan adalah pembangunan sumur serapan sebagai upaya meningkatkan daya resap air di kawasan wisata. Pembangunan ini merupakan bagian dari target yang telah ditetapkan oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR).</p>
<p>“Saat ini kami sedang berproses menyelesaikan Amdal lingkungan. Salah satu poinnya adalah pembangunan 56 titik sumur serapan, dan progresnya sudah sekitar 50 persen,” ujarnya.</p>
<p>Selain aspek lingkungan, manajemen juga mulai melakukan pembenahan pada sisi aksesibilitas yang sebelumnya menuai kritik. Panji menyebutkan, pihaknya akan melakukan pelebaran jalur masuk (open gate) guna mengurai kepadatan kendaraan yang kerap terjadi saat kunjungan meningkat.</p>
<p>Ia menegaskan, seluruh kritik dan masukan dari masyarakat maupun pemerintah daerah diterima sebagai bahan evaluasi. Menurutnya, Mikutopia tidak menutup diri dan justru menjadikan berbagai catatan tersebut sebagai pekerjaan rumah yang harus segera diselesaikan.</p>
<p>“Untuk akses masuk, akan kami lebarkan sekitar 3 meter ke sisi kanan agar keluar-masuk kendaraan bisa lebih lancar. Kami membuka semua kritik. Apa yang menjadi catatan dari Pemkot Batu, saat ini kami kerjakan satu per satu agar ke depan bisa lebih baik,” imbuhnya.</p>
<p>Bagas juga memastikan bahwa komitmen utama pengelola adalah menghadirkan destinasi wisata yang tidak hanya menarik bagi pengunjung, tetapi juga tetap memperhatikan aspek lingkungan dan kenyamanan masyarakat sekitar.</p>
<p>Di sisi lain, kontribusi ekonomi dari operasional Mikutopia mulai terlihat dan tercatat dalam 11 hari masa operasional berbayar sejak 21 hingga 31 Maret 2026, pihaknya telah menyetorkan pajak hiburan sebesar Rp352 juta kepada Pemerintah Kota Batu.</p>
<p>“Pajak hiburan sebesar Rp352 juta sudah kami bayarkan. Ini merupakan kewajiban yang harus dipenuhi sebagai pelaku usaha pariwisata,” ujarnya.</p>
<p>Ia merinci, kontribusi tersebut berasal dari beberapa sektor usaha, dengan pajak tiket masuk sebagai penyumbang terbesar sebesar Rp212.429.091, disusul pajak wahana Rp63.098.182, pajak restoran Rp67.062.591, serta pajak parkir Rp9.820.455.</p>
<p>Menurutnya, setoran pajak tersebut menjadi bukti bahwa keberadaan wisata baru mampu memberikan dampak positif bagi daerah, khususnya dalam meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).</p>
<p>Dengan tingginya angka kunjungan sejak dibuka, Mikutopia diharapkan tidak hanya menjadi destinasi baru, tetapi juga penggerak ekonomi, termasuk membuka peluang usaha bagi masyarakat sekitar.</p>
<p>Namun di tengah kontribusi tersebut, publik tetap menunggu konsistensi pengelola dalam menuntaskan berbagai catatan lingkungan dan infrastruktur yang hingga kini masih menjadi sorotan. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Sensasi Berputar 360 Derajat, Sepeda 360 Jadi Wahana Andalan Batu Ekonomis Park</title>
<link>https://suarajatimpost.com/sensasi-berputar-360-derajat-sepeda-360-jadi-wahana-andalan-batu-ekonomis-park</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/sensasi-berputar-360-derajat-sepeda-360-jadi-wahana-andalan-batu-ekonomis-park</guid>
<description><![CDATA[ Dengan adanya wahana baru ini, Jatim Park Group akan terus berinovasi dalam menghadirkan wahana dan program menarik guna mendukung pengalaman liburan yang berkesan. Dengan kombinasi hiburan dan keamanan, Batu Ekonomis Park diharapkan mampu menjadi salah satu destinasi unggulan di Kota Batu, terutama dalam mengisi momen libur sekolah dan akhir pekan ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x580_69d4ec2131f69.webp" length="59480" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Tue, 07 Apr 2026 18:50:47 +0700</pubDate>
<dc:creator>Choirul Anwar</dc:creator>
<media:keywords>Kota Batu, 360 Derajat, Sepeda, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KOTA BATU, SJP</strong> – <a href="https://jtp.id/" target="_blank" rel="noopener">Jawa Timur Park Group</a> terus memperkuat daya tarik wisata melalui inovasi wahana di Batu Ekonomis Park. Salah satu yang kini mencuri perhatian pengunjung adalah wahana Sepeda 360, yang menawarkan sensasi berputar hingga 360 derajat dengan pengalaman unik dan menantang.</p>
<p>Manager Marketing and Public Relation <a href="https://jtp.id/" target="_blank" rel="noopener">Jatim Park Group</a>, Titik S. Aryanto pada Selasa (7/4/2026).menyebut bahwa kehadiran wahana ini merupakan bagian dari upaya menghadirkan pengalaman rekreasi yang berbeda bagi pengunjung, khususnya saat momen liburan.</p>
<p>"Wahana ini mengusung konsep aktivitas gowes yang dimodifikasi, di mana pengunjung akan mengayuh sepeda untuk menggerakkan rangka hingga berputar penuh di udara. Sensasi jungkir balik tersebut memadukan unsur hiburan, tantangan fisik, sekaligus adrenalin, namun tetap mengedepankan standar keamanan yang telah ditetapkan," ujarnya.</p>
<p>Sepeda 360 menjadi salah satu pilihan wahana yang dapat dinikmati saat liburan sekolah nanti. khususnya bagi keluarga yang ingin mencoba aktivitas yang berbeda dengan tetap mengedepankan aspek keselamatan.</p>
<p>Sepeda 360 dapat dinikmati dengan harga tiket Rp 10 ribu per orang untuk durasi permainan sekitar tiga menit. Wahana ini tersedia dalam dua unit, dengan masing-masing unit hanya dapat dinaiki satu orang. Demi menjaga keamanan, pengunjung yang ingin mencoba wahana ini harus memiliki tinggi badan minimal 145 sentimeter.</p>
<p>"Kehadiran Sepeda 360 melengkapi ragam wahana di Batu Ekonomis Park yang dirancang sebagai destinasi wisata ramah keluarga. Berbagai pilihan aktivitas yang ditawarkan menjadikan kawasan ini sebagai alternatif rekreasi yang tidak hanya menyenangkan, tetapi juga memberikan pengalaman berbeda bagi pengunjung dari berbagai kalangan," pungkas Titik. <strong>(***)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Kejar Standar Higiene, Pemkot Batu Percepat Legalitas Dapur MBG</title>
<link>https://suarajatimpost.com/kejar-standar-higiene-pemkot-batu-percepat-legalitas-dapur-mbg</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/kejar-standar-higiene-pemkot-batu-percepat-legalitas-dapur-mbg</guid>
<description><![CDATA[ Dengan penekanan pada percepatan legalitas dan pemenuhan standar higiene, Pemerintah Kota Batu ingin memastikan program MBG tidak sekadar berjalan secara kuantitas, tetapi juga berkualitas dari sisi keamanan dan nilai gizi. Langkah ini menjadi fondasi penting agar seluruh dapur SPPG yang ditargetkan beroperasi penuh pada 2026 mampu memberikan layanan yang aman, terstandar, dan berkelanjutan bagi seluruh penerima manfaat. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x580_69d39fa22762d.webp" length="52374" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 06 Apr 2026 21:00:49 +0700</pubDate>
<dc:creator>Choirul Anwar</dc:creator>
<media:keywords>Kota Batu, Legalitas, MBG, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KOTA BATU, SJP</strong> – Pemerintah Kota Batu tidak hanya fokus pada percepatan pembangunan dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), tetapi juga menekankan aspek legalitas dan standar higiene sebagai kunci keberhasilan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas Presiden RI Prabowo Subianto.</p>
<p>Wakil Wali Kota Batu.Heli Suyanto ada Senin (6/4/2026) menegaskan bahwa keberadaan dapur SPPG harus diiringi dengan jaminan keamanan pangan. Salah satunya melalui percepatan penerbitan Sertifikat Laik Higiene dan Sanitasi (SLHS) bagi seluruh pengelola dapur.</p>
<p>"SLHS menjadi instrumen penting untuk memastikan setiap makanan yang diproduksi memenuhi standar kebersihan dan kelayakan konsumsi, sekaligus sesuai dengan pedoman gizi yang ditetapkan pemerintah pusat. Tidak cukup hanya membangun dapur, tapi juga memastikan seluruh proses produksi makanan memenuhi standar. SLHS ini menjadi jaminan bahwa makanan yang diterima pelajar benar-benar aman dan berkualitas,” ujarnya.</p>
<p>Saat ini, sebanyak 23 dapur SPPG di Kota Batu telah beroperasi penuh dan melayani 43.599 penerima manfaat. Pemkot menargetkan total 38 hingga 40 dapur dapat beroperasi secara menyeluruh pada tahun 2026.</p>
<p>Untuk mengejar target tersebut, Heli menginstruksikan dinas terkait agar aktif melakukan pendampingan, khususnya dalam proses pengurusan legalitas. Langkah ini dilakukan untuk menghindari kendala administratif yang berpotensi menghambat operasional dapur di lapangan.</p>
<p>"Selain itu, pendekatan ini juga diharapkan mampu meningkatkan kesadaran pengelola dapur terhadap pentingnya standar higiene dalam penyediaan makanan массов untuk pelajar," imbuhnya.</p>
<p>Dengan kombinasi antara percepatan infrastruktur dan penguatan aspek legalitas, Pemkot Batu optimistis program MBG tidak hanya berjalan masif, tetapi juga berkualitas dan berkelanjutan. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Kabel Bawah Tanah Semakin Diseriusi, Penataan Jaringan Telekomunikasi Respons Aduan dan Pemerataan Akses</title>
<link>https://suarajatimpost.com/kabel-bawah-tanah-semakin-diseriusi-penataan-jaringan-telekomunikasi-respons-aduan-dan-pemerataan-akses</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/kabel-bawah-tanah-semakin-diseriusi-penataan-jaringan-telekomunikasi-respons-aduan-dan-pemerataan-akses</guid>
<description><![CDATA[ Komitmen Pemkot Batu dalam penataan jaringan telekomunikasi dimaksudkan tidak hanya memperindah wajah kota, tetapi juga memperkuat infrastruktur digital yang merata dan responsif di seluruh wilayah. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x580_69d39efe7d116.webp" length="48192" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 06 Apr 2026 20:31:23 +0700</pubDate>
<dc:creator>Choirul Anwar</dc:creator>
<media:keywords>Kota Batu, Kabel, Bawah Tanah, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KOTA BATU, SJP</strong> – Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Batu tidak hanya fokus pada penataan estetika jaringan kabel, tetapi juga mulai menitikberatkan pada peningkatan kualitas layanan dan respons terhadap aduan masyarakat.</p>
<p>Kepala Diskominfo Kota Batu.Aries Setiawan pada Senin (6/4/2026) menyampaikan bahwa sinergi dengan para penyedia layanan telekomunikasi kini diarahkan untuk memastikan pelayanan yang lebih cepat, terukur, dan berkelanjutan di lapangan. Hal ini menjadi bagian penting dalam mendukung kebutuhan masyarakat terhadap akses komunikasi yang stabil.</p>
<p>"Sebelumnya kami telah melakukan pertemuan dengan sejumlah provider, salah satu kesepakatan utama yang dihasilkan adalah komitmen untuk meningkatkan respons terhadap keluhan masyarakat, khususnya terkait kondisi jaringan yang dinilai mengganggu kenyamanan maupun keselamatan," urainya.</p>
<p>Selain itu, Diskominfo juga memperkuat langkah pemetaan jaringan melalui penyediaan data coverage area yang lebih komprehensif. Data ini dinilai krusial sebagai dasar dalam pengambilan kebijakan, khususnya untuk mengidentifikasi wilayah yang masih mengalami keterbatasan akses telekomunikasi.</p>
<p>Aries menegaskan bahwa upaya ini dilakukan untuk memastikan tidak ada lagi wilayah di Kota Batu yang mengalami blank spot, seiring dengan meningkatnya kebutuhan konektivitas digital masyarakat.</p>
<p>“Melalui data coverage area, kami bisa memastikan pemerataan layanan. Ini penting agar seluruh masyarakat, termasuk di wilayah pinggiran, mendapatkan akses telekomunikasi yang memadai,” tambahnya.</p>
<p>Di sisi lain, rencana penataan kabel melalui sistem ducting tetap menjadi bagian dari kebijakan jangka panjang pemerintah daerah. Kawasan Alun-alun Kota Batu akan menjadi titik awal implementasi sebelum diperluas ke wilayah lain.</p>
<p>Namun demikian, Aries menekankan bahwa keberhasilan program ini tidak hanya diukur dari kerapian visual kota, tetapi juga dari kualitas layanan yang dirasakan langsung oleh masyarakat.<strong> (*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>WFH Untuk Pekerja Swasta, Disnaker Batu Tekankan Perlindungan Hak Pekerja</title>
<link>https://suarajatimpost.com/wfh-untuk-pekerja-swasta-disnaker-batu-tekankan-perlindungan-hak-pekerja</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/wfh-untuk-pekerja-swasta-disnaker-batu-tekankan-perlindungan-hak-pekerja</guid>
<description><![CDATA[ Disnaker Kota Batu menegaskan.kebijakan WFH tidak hanya berdampak pada penghematan energi, tetapi juga memperkuat sistem ketenagakerjaan yang adil dan adaptif di tengah perubahan pola kerja ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x580_69d39e5a8b10d.webp" length="20692" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 06 Apr 2026 20:00:40 +0700</pubDate>
<dc:creator>Choirul Anwar</dc:creator>
<media:keywords>Kota Batu, WFH, Swasta, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KOTA BATU, SJP</strong> – Dorongan penerapan Work From Home (WFH) baik untuk ASN maupun swasta di Kota Batu tidak hanya dilihat sebagai strategi efisiensi energi, tetapi juga sebagai momentum untuk menegaskan perlindungan hak-hak pekerja.</p>
<p>Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Batu memastikan bahwa kebijakan kerja jarak jauh tidak boleh merugikan karyawan, baik dari sisi upah maupun hak normatif lainnya.</p>
<p>Kepala Disnaker Kota Batu MD Forkan pada Senin (6/4/2026) menegaskan, fleksibilitas kerja harus berjalan beriringan dengan kepastian perlindungan tenaga kerja. Menurutnya, perusahaan yang mulai menerapkan WFH satu hari dalam sepekan tetap wajib memenuhi seluruh kewajiban terhadap pekerja tanpa pengecualian.</p>
<p>“WFH ini bukan alasan untuk mengurangi hak pekerja. Upah tetap, cuti tetap, dan kewajiban perusahaan juga tetap berjalan sebagaimana mestinya,” ujarnya.</p>
<p>Ia menjelaskan, kebijakan ini memang didorong sebagai bagian dari upaya efisiensi energi nasional, terutama melalui pengurangan mobilitas harian pekerja yang berdampak langsung pada konsumsi bahan bakar. Namun, aspek ketenagakerjaan tetap menjadi perhatian utama agar tidak terjadi penyimpangan di lapangan.</p>
<p>Forkan juga menekankan bahwa penerapan WFH bersifat imbauan, bukan kewajiban. Setiap perusahaan diberikan ruang untuk menyesuaikan dengan karakteristik usaha masing-masing, terutama bagi sektor yang tidak memungkinkan menerapkan sistem kerja jarak jauh.</p>
<p>"Sejumlah sektor seperti layanan publik, kesehatan, transportasi, hingga industri manufaktur tetap diharuskan beroperasi secara langsung karena bergantung pada kehadiran fisik pekerja. Sementara itu, sektor berbasis administrasi dan digital dinilai lebih siap mengadopsi sistem kerja fleksibel," imbuhnya.</p>
<p>Dalam konteks ini, Disnaker berperan sebagai pengawas sekaligus fasilitator agar implementasi WFH tidak menimbulkan persoalan baru di hubungan industrial. Perusahaan juga didorong untuk menyusun kebijakan internal yang jelas agar tidak terjadi multitafsir dalam pelaksanaannya.</p>
<p>Selain itu, Forkan mendorong perusahaan untuk mulai mengintegrasikan teknologi sebagai bagian dari transformasi kerja. Tidak hanya untuk mendukung WFH, tetapi juga untuk menciptakan sistem kerja yang lebih efisien dan berkelanjutan.</p>
<p>“WFH ini harus dilihat sebagai bagian dari perubahan pola kerja. Tapi yang paling penting, keseimbangan antara efisiensi dan perlindungan pekerja tetap harus dijaga,” tandasnya.<strong> (*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Pemkot Batu Dorong Budaya Kerja Hijau, WFH hingga Transportasi Ramah Lingkungan Disiapkan</title>
<link>https://suarajatimpost.com/pemkot-batu-dorong-budaya-kerja-hijau-wfh-hingga-transportasi-ramah-lingkungan-disiapkan</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/pemkot-batu-dorong-budaya-kerja-hijau-wfh-hingga-transportasi-ramah-lingkungan-disiapkan</guid>
<description><![CDATA[ Pemkot Batu menginginkan kebijakan ini tidak hanya berdampak pada penghematan anggaran, tetapi juga menjadi pijakan awal dalam membangun birokrasi yang lebih adaptif, efisien, dan berwawasan lingkungan ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x580_69d0fb67d8f21.webp" length="62474" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sat, 04 Apr 2026 20:50:54 +0700</pubDate>
<dc:creator>Choirul Anwar</dc:creator>
<media:keywords>Kota Batu, WFH, Transportasi</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KOTA BATU, SJP</strong> – Pemerintah Kota Batu mulai menggeser arah kebijakan birokrasi menuju konsep kerja yang lebih ramah lingkungan. Tidak hanya soal Work From Home (WFH), Pemkot juga tengah merancang regulasi yang mendorong efisiensi energi hingga perubahan kebiasaan mobilitas aparatur sipil negara (ASN).</p>
<p>Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah Kota Batu Eko Suhartono pada Sabtu (4/4/2026) menjelaskan bahwa draf Surat Edaran (SE) yang saat ini dibahas bersama seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) memuat pendekatan baru dalam tata kelola perkantoran. Salah satu yang disorot adalah pengurangan konsumsi energi di lingkungan Balai Kota Among Tani.</p>
<p>"Konsep block office yang diterapkan Pemkot Batu justru membuka peluang besar untuk menekan penggunaan listrik secara kolektif. Pengaturan operasional pendingin ruangan (AC) dan perangkat elektronik akan dikontrol lebih ketat, dengan target efisiensi yang cukup ambisius. Setiap SKPD nanti akan punya tanggung jawab untuk mengatur penggunaan listrik dan AC. Kita ingin ada penghematan yang terukur, bahkan ditargetkan bisa mencapai 30 persen,” ujar Eko.</p>
<p>Tak hanya berhenti pada aspek energi, kebijakan ini juga menyasar perubahan pola kerja ASN melalui penerapan WFH secara selektif. Sistem kerja fleksibel tersebut dinilai mampu mengurangi mobilitas harian pegawai, yang secara tidak langsung berdampak pada penurunan emisi.</p>
<p>Eko memastikan, seluruh mekanisme pengawasan kinerja selama WFH telah disiapkan secara digital. ASN tetap diwajibkan melaporkan aktivitas kerja secara berkala melalui aplikasi, sehingga produktivitas tetap terjaga meski tidak berada di kantor.</p>
<p>"Di sisi lain, Pemkot Batu juga mulai mendorong penggunaan transportasi ramah lingkungan bagi pegawai. ASN yang tinggal di sekitar kawasan perkantoran dianjurkan berjalan kaki atau bersepeda, sementara opsi transportasi massal juga mulai dipertimbangkan. Kita ingin membangun kebiasaan baru yang lebih sehat dan efisien. Ini bukan sekadar aturan, tapi bagian dari perubahan budaya kerja,” tegasnya.</p>
<p>Meski membawa sejumlah perubahan, Pemkot memastikan kebijakan ini tetap mempertimbangkan aspek pelayanan publik. OPD yang bersentuhan langsung dengan masyarakat, seperti Satpol PP dan dinas teknis lainnya, akan mendapatkan skema penyesuaian agar layanan tidak terganggu.</p>
<p>Regulasi ini sekaligus menjadi langkah konkret Pemkot Batu dalam menerjemahkan kebijakan pemerintah pusat ke dalam konteks daerah. Dengan karakter geografis dan sistem perkantoran yang terpusat, pendekatan berbasis efisiensi energi dan mobilitas dinilai relevan untuk diterapkan. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Wali Kota Naik Haji, Stabilitas Pemerintahan Kota Batu Dipastikan Tetap Berjalan</title>
<link>https://suarajatimpost.com/wali-kota-naik-haji-stabilitas-pemerintahan-kota-batu-dipastikan-tetap-berjalan</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/wali-kota-naik-haji-stabilitas-pemerintahan-kota-batu-dipastikan-tetap-berjalan</guid>
<description><![CDATA[ Dengan adanya pelimpahan kewenangan kepada wakil wali kota, diharapkan tidak ada hambatan dalam pelaksanaan program-program prioritas daerah, termasuk pelayanan publik, pembangunan infrastruktur, serta penguatan sektor ekonomi dan pariwisata yang menjadi andalan Kota Batu. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x580_69d0f9e790c32.webp" length="17984" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sat, 04 Apr 2026 20:10:16 +0700</pubDate>
<dc:creator>Choirul Anwar</dc:creator>
<media:keywords>Kota Batu, Haji, Pemerintahan, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KOTA BATU, SJP</strong> – Keberangkatan Wali Kota Batu, Nurochman, untuk menunaikan ibadah haji selama kurang lebih 42 hari dipastikan tidak akan mengganggu jalannya roda pemerintahan di Kota Batu. Selama periode tersebut, kepemimpinan akan diambil alih oleh Wakil Wali Kota Batu, Heli Suyanto, sebagai Pelaksana Tugas (Plt).</p>
<p>Pria yang akrab disapa Cak Nur itu pada Sabtu (4/4/2026) menegaskan, seluruh urusan pemerintahan telah disiapkan dengan sistem yang berjalan, sehingga tidak ada kekosongan kepemimpinan. Ia memastikan bahwa koordinasi antar perangkat daerah tetap berjalan normal di bawah kendali wakil wali kota. Menurutnya, seluruh kebijakan strategis tetap dapat dijalankan sesuai dengan perencanaan yang telah ditetapkan sebelumnya.</p>
<p>“Semua sudah berjalan sesuai sistem. Mas Heli nanti yang akan memimpin sebagai Plt, jadi pelayanan kepada masyarakat tetap harus maksimal,” ujarnya.</p>
<p>Ia juga menekankan pentingnya menjaga ritme kerja pemerintahan selama dirinya berada di tanah suci. Tidak hanya pelayanan dasar, tetapi juga program prioritas daerah, termasuk pembangunan dan penguatan sektor pariwisata, diharapkan tetap berjalan tanpa hambatan.</p>
<p>Penunjukan Plt menjadi langkah administratif yang umum dilakukan saat kepala daerah berhalangan sementara, termasuk dalam pelaksanaan ibadah haji. Dengan skema tersebut, pengambilan keputusan strategis tetap dapat dilakukan tanpa harus menunggu kepala daerah kembali ke tanah air. Hal ini sekaligus menjadi bentuk keberlanjutan tata kelola pemerintahan yang tidak bergantung pada satu figur semata.</p>
<p>Di sisi lain, Wakil Wali Kota Batu, Heli Suyanto, menyatakan kesiapannya untuk menjalankan amanah sebagai Pelaksana Tugas selama wali kota menunaikan ibadah haji. Ia menegaskan bahwa roda pemerintahan akan tetap berjalan sebagaimana mestinya dengan mengedepankan koordinasi dan sinergi antar perangkat daerah.</p>
<p>“Kami akan melaksanakan tugas ini dengan sebaik-baiknya. Prinsipnya, pelayanan kepada masyarakat tidak boleh terganggu dan seluruh program yang sudah direncanakan tetap berjalan sesuai ketentuan,” ujar Heli.</p>
<p>Ia juga memastikan bahwa komunikasi dengan wali kota tetap akan dilakukan secara proporsional, tanpa mengganggu fokus ibadah. Menurutnya, seluruh jajaran Pemkot Batu telah memahami tugas dan fungsi masing-masing sehingga pelaksanaan pemerintahan tetap dapat berjalan efektif.</p>
<p>Lebih lanjut, Heli menambahkan bahwa momentum ini sekaligus menjadi bentuk kepercayaan dalam sistem pemerintahan yang kolektif. Ia mengajak seluruh aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemkot Batu untuk tetap menjaga kinerja, disiplin, dan komitmen dalam memberikan pelayanan publik.</p>
<p>“Ini adalah tanggung jawab bersama. Kami mengajak seluruh jajaran untuk tetap solid, menjaga kinerja, dan memastikan masyarakat tetap mendapatkan pelayanan terbaik,” tandasnya. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>DPRD Dorong Penguatan UMKM Jadi Kunci Perbaikan Daya Saing Kota Batu</title>
<link>https://suarajatimpost.com/dprd-dorong-penguatan-umkm-jadi-kunci-perbaikan-daya-saing-kota-batu</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/dprd-dorong-penguatan-umkm-jadi-kunci-perbaikan-daya-saing-kota-batu</guid>
<description><![CDATA[ Dengan penguatan UMKM yang terarah dan berkelanjutan, ia optimistis pilar dinamika bisnis dapat meningkat, sekaligus mendorong daya saing Kota Batu secara lebih merata dan inklusif ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x580_69d0f8d3b95b1.webp" length="42554" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sat, 04 Apr 2026 19:50:05 +0700</pubDate>
<dc:creator>Choirul Anwar</dc:creator>
<media:keywords>Kota Batu, UMKM, Daya Saing, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KOTA BATU, SJP</strong> – Ketua DPRD Kota Batu, Didik Subianto, menekankan pentingnya penguatan sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) sebagai langkah strategis untuk meningkatkan daya saing daerah. Hal ini disampaikan menyusul capaian Indeks Daya Saing Daerah (IDSD) Tahun 2025 yang menunjukkan masih rendahnya skor pada pilar dinamika bisnis.</p>
<p>Menurut pria yang akrab disapa Kaji Bianto pada Sabtu (4/4/2016) bahwa UMKM merupakan tulang punggung ekonomi Kota Batu yang harus mendapatkan perhatian lebih serius, terutama dalam hal akses pasar, permodalan, hingga pendampingan usaha. Ia menilai, lemahnya dinamika bisnis tidak lepas dari belum optimalnya penguatan sektor tersebut.</p>
<p>“Kalau kita bicara daya saing, maka pelaku usaha kecil tidak boleh ditinggalkan. Justru mereka yang harus diperkuat karena paling dekat dengan ekonomi masyarakat,” ujarnya.</p>
<p>Ia mendorong Pemerintah Kota Batu untuk menghadirkan kebijakan yang lebih konkret dan menyentuh langsung kebutuhan UMKM, termasuk mempermudah perizinan, memperluas akses pembiayaan, serta meningkatkan kualitas produk agar mampu bersaing di pasar yang lebih luas.</p>
<p>Selain itu, Didik juga menyoroti pentingnya integrasi antara sektor UMKM dengan potensi unggulan daerah seperti pariwisata dan pertanian hortikultura. Menurutnya, sinergi tersebut dapat membuka peluang pasar yang lebih besar sekaligus memperkuat ekonomi lokal.</p>
<p>“UMKM harus menjadi bagian dari ekosistem besar ekonomi Kota Batu, tidak berjalan sendiri. Harus terhubung dengan sektor wisata dan pertanian yang selama ini menjadi kekuatan daerah,” tegasnya.</p>
<p>DPRD, lanjut Didik, akan mendorong penguatan program-program pemberdayaan UMKM melalui fungsi penganggaran dan pengawasan, agar kebijakan yang diambil benar-benar berdampak pada peningkatan aktivitas usaha di lapangan. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Pemkot Batu Perketat Mekanisme dan Akuntabilitas, Beasiswa 1.000 Sarjana 2026 Kembali Dibuka</title>
<link>https://suarajatimpost.com/pemkot-batu-perketat-mekanisme-dan-akuntabilitas-beasiswa-1000-sarjana-2026-kembali-dibuka</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/pemkot-batu-perketat-mekanisme-dan-akuntabilitas-beasiswa-1000-sarjana-2026-kembali-dibuka</guid>
<description><![CDATA[ Penguatan mekanisme seleksi dan pengawasan dalam Program 1.000 Sarjana Mbatu SAE 2026 menjadi langkah strategis Pemkot Batu untuk memastikan bantuan pendidikan tersalurkan secara tepat sasaran, transparan, dan bebas dari tumpang tindih ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x580_69cf84c71ad37.webp" length="40414" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Fri, 03 Apr 2026 19:41:32 +0700</pubDate>
<dc:creator>Choirul Anwar</dc:creator>
<media:keywords>Kota Batu, 1000 Sarjana, Beasiswa</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KOTA BATU, SJP</strong> – Pemerintah Kota Batu melalui Dinas Pendidikan tidak hanya membuka akses beasiswa dalam Program 1.000 Sarjana Mbatu SAE Tahun Anggaran 2026, tetapi juga memperketat mekanisme pengajuan dan akuntabilitas penerimanya. Langkah ini dilakukan untuk memastikan bantuan tepat sasaran sekaligus menghindari potensi penyalahgunaan.</p>
<p></p>
<p>Kepala Dinas Pendidikan Kota Batu Alfi Nurhidayat pada Jumat (3/4/2026) menegaskan bahwa sistem seleksi dirancang berlapis, mulai dari pendaftaran daring hingga verifikasi berkas fisik. Selain itu, pemohon diwajibkan memenuhi syarat administratif yang ketat, termasuk bukti kependudukan melalui Kartu Keluarga yang telah terbit maksimal 1 Januari 2025.</p>
<p></p>
<p>“Proses ini kami buat detail agar bantuan benar-benar diterima oleh yang berhak dan sesuai kategori yang dipilih. Dalam skema tahun ini, Pemkot Batu juga menegaskan larangan tegas bagi penerima untuk mendapatkan bantuan serupa dari sumber lain, baik APBN maupun APBD. Jika ditemukan pelanggaran, penerima diwajibkan mengembalikan dana beasiswa ke kas daerah," urainya.</p>
<p></p>
<p>Tak hanya itu, sistem pendaftaran juga dibuat adaptif dengan kuota terbatas. Link pendaftaran dapat ditutup sewaktu-waktu apabila jumlah pendaftar telah memenuhi kapasitas yang ditentukan. Kondisi ini menuntut calon pemohon untuk tidak hanya cepat, tetapi juga cermat dalam melengkapi seluruh dokumen yang dipersyaratkan.</p>
<p></p>
<p>Selain penguatan aspek pengawasan, Pemkot Batu tetap mempertahankan pendekatan inklusif melalui enam kategori beasiswa yang mencakup berbagai latar belakang, mulai dari masyarakat kurang mampu, mahasiswa berprestasi, hingga kelompok disabilitas dan perangkat desa.</p>
<p></p>
<p>"Dengan kombinasi antara akses luas dan pengawasan ketat ini, Pemkot Batu berharap program beasiswa tidak hanya meningkatkan angka partisipasi pendidikan tinggi, tetapi juga menciptakan sistem bantuan yang transparan, akuntabel, dan berkelanjutan," tandasnya. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Kenaikan Gini Ratio Jadi “Lampu Kuning”, Pemkot Batu Siapkan Langkah Pemerataan</title>
<link>https://suarajatimpost.com/kenaikan-gini-ratio-jadi-lampu-kuning-pemkot-batu-siapkan-langkah-pemerataan</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/kenaikan-gini-ratio-jadi-lampu-kuning-pemkot-batu-siapkan-langkah-pemerataan</guid>
<description><![CDATA[ Pemerintah Kota Batu berkomitmen menjaga keseimbangan antara pertumbuhan dan pemerataan, agar manfaat pembangunan dapat dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat. Dimana kue ekonomi Kota Batu yang besar ini harus bisa dinikmati bersama, dari pelaku usaha besar hingga masyarakat kecil ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x580_69cf83dd46737.webp" length="18064" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Fri, 03 Apr 2026 18:59:05 +0700</pubDate>
<dc:creator>Choirul Anwar</dc:creator>
<media:keywords>Kota Batu, Gini Ratio, Kemiskinan</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KOTA BATU, SJP</strong> – Pemerintah Kota Batu mulai memberi perhatian serius terhadap tren kenaikan ketimpangan ekonomi yang tercermin dari meningkatnya gini ratio pada tahun 2025. Wakil Wali Kota Batu Heli Suyanto menyebut kondisi tersebut sebagai “lampu kuning” yang harus segera direspons melalui kebijakan yang lebih inklusif.</p>
<p></p>
<p>Diwawancarai pada Jumat (3/4/2026), Heli menegaskan bahwa secara umum kondisi ekonomi Kota Batu masih dalam kategori positif. Hal ini ditopang oleh capaian pendapatan per kapita yang telah menyentuh sekitar Rp105,2 juta per tahun serta angka kemiskinan yang berhasil ditekan hingga 2,86 persen.</p>
<p></p>
<p>“Data ini harus dilihat secara objektif. Capaian kita baik, tetapi kenaikan gini ratio dari 0,327 pada tahun lalu ke 0,347 menjadi sinyal penting. Tantangan kita bukan lagi sekadar pertumbuhan, melainkan bagaimana pertumbuhan itu bisa dirasakan secara merata,” ujarnya.</p>
<p></p>
<p>Menurutnya, kenaikan ketimpangan bukan berarti adanya potensi lonjakan kemiskinan secara langsung, melainkan menunjukkan masih adanya hambatan dalam distribusi kesejahteraan. Ia menilai perlu ada intervensi kebijakan agar sektor-sektor ekonomi yang tumbuh pesat tidak hanya dinikmati oleh kelompok tertentu.</p>
<p></p>
<p>Sebagai langkah konkret, Pemkot Batu akan mendorong sinkronisasi program lintas Organisasi Perangkat Daerah (OPD) melalui pendekatan kolaboratif. Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian dan Perdagangan didorong untuk memperkuat rantai pasok lokal dengan memastikan pelaku usaha besar, seperti hotel dan destinasi wisata, menyerap produk UMKM setempat.</p>
<p></p>
<p>“Jangan sampai yang berkembang pesat hanya sektor industri besar, sementara sektor mikro tertinggal. Kalau ketimpangan melebar, daya beli masyarakat bawah bisa tergerus. Ini yang ingin kita cegah sejak dini,” tegasnya.</p>
<p></p>
<p>Ia mencontohkan seperti pada sektor pariwisata, pengembangan desa wisata akan diperkuat agar perputaran ekonomi tidak hanya terpusat pada destinasi besar, tetapi juga langsung dirasakan masyarakat desa. Sementara itu, sektor pertanian sebagai basis agropolitan akan diarahkan pada hilirisasi produk guna meningkatkan nilai tambah dan pendapatan petani.</p>
<p></p>
<p>Selain itu, melalui Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP), pemerintah akan mendorong skema investasi berbasis kemitraan, di mana investor diharapkan memberikan dampak langsung bagi masyarakat sekitar, baik melalui penyerapan tenaga kerja lokal maupun program pemberdayaan.</p>
<p></p>
<p>Pemkot Batu juga menaruh perhatian pada pekerja informal yang dinilai rentan terdampak ketimpangan. Berbagai program akan difokuskan pada penguatan ekonomi produktif, seperti perluasan akses permodalan melalui lembaga keuangan daerah, peningkatan cakupan jaminan sosial ketenagakerjaan, serta pelatihan keterampilan untuk meningkatkan daya saing tenaga kerja.</p>
<p></p>
<p>“Kita ingin bantuan yang diberikan bukan hanya konsumtif, tetapi produktif. Dengan akses modal, perlindungan sosial, dan peningkatan skill, pekerja informal bisa naik kelas dan masuk ke rantai ekonomi yang lebih kuat,” tandas orang nomor dua di Kota Batu tersebut. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>DPRD Kota Batu Soroti Kenaikan Gini Ratio, Legislatif Minta Penguatan Pemerataan Diperkuat</title>
<link>https://suarajatimpost.com/dprd-kota-batu-soroti-kenaikan-gini-ratio-legislatif-minta-penguatan-pemerataan-diperkuat</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/dprd-kota-batu-soroti-kenaikan-gini-ratio-legislatif-minta-penguatan-pemerataan-diperkuat</guid>
<description><![CDATA[ Secara keseluruhan, DPRD Kota Batu menilai kenaikan gini ratio ini sebagai catatan penting dalam menjaga keseimbangan pembangunan ke depan. Di tengah capaian ekonomi yang positif, penguatan aspek pemerataan dinilai perlu terus didorong agar pertumbuhan yang terjadi tidak hanya terkonsentrasi pada sektor tertentu, melainkan benar-benar dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x580_69cf81e45ee9d.webp" length="17532" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Fri, 03 Apr 2026 18:20:57 +0700</pubDate>
<dc:creator>Choirul Anwar</dc:creator>
<media:keywords>Kota Batu, Gini Ratio, Kemiskinan</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KOTA BATU, SJP</strong> – Ketua DPRD Kota Batu Didik Subianto memberikan tanggapan atas kenaikan gini ratio Kota Batu dari 0,327 menjadi 0,347 dalam kurun waktu satu tahun. Meski masih dalam kategori ketimpangan sedang, ia menilai tren kenaikan tersebut perlu menjadi perhatian bersama.</p>
<p>Pria yang akrab disapa Kaji Bianto ini pada Jumat (3/4/2026) menyampaikan bahwa secara umum capaian pembangunan Kota Batu sudah menunjukkan arah yang positif, terutama dengan tingginya pendapatan per kapita yang mencapai sekitar Rp105,2 juta per tahun serta rendahnya angka kemiskinan di level 2,86 persen. Namun, menurutnya, peningkatan ketimpangan menjadi indikator bahwa distribusi hasil pembangunan masih perlu diperkuat.</p>
<p>“Kalau kita lihat, secara makro kinerja ekonomi kita bagus. Tapi kenaikan gini ratio ini menjadi catatan penting bahwa pemerataan harus terus kita dorong,” ujarnya.</p>
<p></p>
<p>Ia menegaskan bahwa DPRD melihat fenomena ini sebagai bagian dari dinamika pertumbuhan daerah, khususnya di kota dengan karakter ekonomi berbasis pariwisata seperti Batu. Dalam kondisi tersebut, menurutnya, pertumbuhan ekonomi cenderung lebih cepat terjadi di sektor tertentu.</p>
<p></p>
<p>Sebagai lembaga legislatif, DPRD Kota Batu akan memberikan sejumlah rekomendasi kepada pemerintah daerah agar kebijakan pembangunan ke depan lebih menekankan aspek inklusivitas. Salah satunya melalui penguatan sektor UMKM, pemberdayaan ekonomi desa, serta perluasan akses ekonomi bagi masyarakat lapisan bawah.</p>
<p></p>
<p>“Ini wajar dalam fase pertumbuhan, tetapi tetap harus diantisipasi. Jangan sampai ada kesenjangan yang terlalu lebar antara pelaku usaha besar dengan masyarakat kecil,” katanya.</p>
<p></p>
<p>Didik juga mendorong agar program-program pemerintah daerah benar-benar menyentuh kelompok masyarakat yang selama ini belum sepenuhnya menikmati dampak pertumbuhan ekonomi, termasuk pekerja informal.</p>
<p></p>
<p>Menurutnya, sinergi antara eksekutif dan legislatif menjadi kunci dalam menjaga keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi dan pemerataan kesejahteraan di Kota Batu.</p>
<p></p>
<p>“Kami ingin pembangunan yang berjalan tidak hanya tumbuh, tapi juga menyebar manfaatnya. Itu yang akan terus kami kawal melalui fungsi pengawasan DPRD,” tegasnya. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Polemik Wisata Baru Kecamatan Bumiaji, DPRD Dorong  Pembuatan RIPARDA</title>
<link>https://suarajatimpost.com/polemik-wisata-baru-kecamatan-bumiaji-dprd-dorong-pembuatan-riparda</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/polemik-wisata-baru-kecamatan-bumiaji-dprd-dorong-pembuatan-riparda</guid>
<description><![CDATA[ Kehadiran RIPARDA dinilai menjadi kunci untuk memastikan bahwa pertumbuhan wisata di Kota Batu tetap terkendali, terarah, dan tidak mengorbankan keseimbangan lingkungan maupun kepentingan masyarakat ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x580_69ce71ccb2817.webp" length="56866" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 02 Apr 2026 15:01:01 +0700</pubDate>
<dc:creator>Choirul Anwar</dc:creator>
<media:keywords>Kota Batu, Riparda, Wisata</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KOTA BATU, SJP</strong> – Polemik berdirinya destinasi wisata baru di Kota Batu terus memantik perhatian legislatif. Kali ini, sorotan datang dari Komisi B DPRD Kota Batu yang menilai pembangunan sektor pariwisata mulai berjalan tanpa arah yang jelas dan berpotensi tidak terkendali.</p>
<p></p>
<p>Anggota Komisi B DPRD Kota Batu Sujono Djonet pada Kamis (2/4/2026) menegaskan pentingnya kehadiran dokumen Rencana Induk Pariwisata Daerah (RIPARDA) sebagai panduan utama pembangunan wisata. Menurutnya, hingga saat ini Kota Batu belum memiliki arah pengembangan pariwisata yang terstruktur, sehingga memicu munculnya investasi yang bersifat sporadis.</p>
<p></p>
<p>“Kota Batu ini butuh RIPARDA. Tanpa itu, pembangunan wisata akan terus berjalan sendiri-sendiri tanpa arah yang jelas. Ini berbahaya dalam jangka panjang,” ujarnya.</p>
<p></p>
<p>Ia mendorong agar Badan Perencanaan, Penelitian dan Pengembangan Daerah (Bapelitbangda) segera menyusun dokumen tersebut. Dengan adanya RIPARDA, setiap investasi yang masuk dapat disesuaikan dengan kebutuhan dan karakter Kota Batu, bukan justru sebaliknya.</p>
<p></p>
<p>Djonet menekankan, selama ini kecenderungan yang terjadi adalah pemerintah daerah mengikuti keinginan investor. Padahal, menurutnya, posisi tersebut harus dibalik yakni investor yang datang harus mengikuti konsep dan kebutuhan pembangunan Kota Batu.</p>
<p></p>
<p>“Jangan sampai Kota Batu yang mengikuti kemauan investor. Harusnya investor yang menyesuaikan dengan kebutuhan daerah. Kalau tidak, arah pembangunan kita akan bias,” tegasnya.</p>
<p></p>
<p>Ia juga menyoroti pentingnya keseimbangan konsep wisata. Menurutnya, perkembangan wisata modern yang kian masif perlu diimbangi dengan penguatan sektor agrowisata sebagai identitas utama Kota Batu.</p>
<p></p>
<p>“Kalau sudah banyak wisata modern dibangun, maka harus diimbangi dengan pengembangan wisata berbasis pertanian atau agrowisata. Ini penting agar karakter Kota Batu tidak hilang,” imbuhnya.</p>
<p></p>
<p>Lebih jauh, Djonet mengingatkan bahwa pembangunan pariwisata tidak boleh hanya berorientasi pada jumlah kunjungan atau investasi semata. Aspek keberlanjutan lingkungan, kenyamanan masyarakat, hingga keseimbangan tata ruang harus menjadi prioritas utama.</p>
<p></p>
<p>Menurutnya, tanpa perencanaan induk yang jelas, potensi konflik seperti kemacetan, tekanan terhadap lingkungan, hingga ketimpangan pemanfaatan lahan akan terus berulang. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Pemkot Batu Warning Investor Wisata Baru Bumiaji, Komitmen Lingkungan Jadi Harga Mati</title>
<link>https://suarajatimpost.com/pemkot-batu-warning-investor-wisata-baru-bumiaji-komitmen-lingkungan-jadi-harga-mati</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/pemkot-batu-warning-investor-wisata-baru-bumiaji-komitmen-lingkungan-jadi-harga-mati</guid>
<description><![CDATA[ Sikap tegas Pemkot Batu menandai bahwa arah pembangunan pariwisata tidak lagi semata soal menarik investasi, tetapi memastikan seluruh proses berjalan dalam koridor aturan dan keberlanjutan lingkungan ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x580_69ce1761f065c.webp" length="18520" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 02 Apr 2026 13:00:54 +0700</pubDate>
<dc:creator>Choirul Anwar</dc:creator>
<media:keywords>Kota Batu, Investor, Lingkungan</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KOTA BATU, SJP</strong> – Pemerintah Kota Batu akhirnya angkat bicara terkait polemik destinasi wisata baru di Desa Tulungrejo, Kecamatan Bumiaji.</p>
<p>Di tengah sorotan publik atas kemacetan hingga dugaan dampak lingkungan, Pemkot menegaskan bahwa investasi tidak boleh berjalan tanpa kepatuhan terhadap aturan yang telah disepakati sejak awal.</p>
<p>Wali Kota Batu, Nurochman pada (2/4/2026) menegaskan bahwa pihaknya tidak menolak investasi di sektor pariwisata. Namun, ia mengingatkan bahwa setiap pengembang wajib mematuhi komitmen pelestarian lingkungan, terutama di kawasan Bumiaji yang sejak awal diarahkan sebagai wilayah agrowisata.</p>
<p>"Oleh sebab itu pemkot bersama pemerintah desa telah memiliki kesepakatan jelas terkait pemanfaatan lahan. Dalam skema tersebut, hanya 30 persen lahan yang diperbolehkan untuk pembangunan fisik, sementara 70 persen sisanya harus tetap dipertahankan sebagai kawasan hijau," urainya.</p>
<p>Oleh sebab itu, pria yang akrab disapa Cak Nur tersebut menekankan bahwa siapapun pengusaha yang berinvestasi di Kota Batu, komitmen itu harus dipenuhi bersama dan ditaati bersama sehingga tidak membahayakan masa depan kawasan Batu.</p>
<p>Ia menegaskan, keberadaan ruang terbuka hijau bukan sekadar formalitas, melainkan elemen penting dalam menjaga daya dukung lingkungan Kota Batu.</p>
<p>Jika komitmen tersebut diabaikan, dampaknya tidak hanya dirasakan di tingkat lokal, tetapi juga berpotensi mengganggu keseimbangan ekologis kawasan secara luas.</p>
<p>Selain soal tata ruang, Pemkot juga menyoroti aspek perizinan yang hingga kini belum sepenuhnya rampung. Dokumen Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (Amdal) serta Amdal Lalu Lintas (Amdal Lalin) disebut masih dalam tahap proses, sehingga operasional wisata belum sepenuhnya memiliki landasan kajian teknis yang final.</p>
<p>"Amdal Lalin dan Amdal lingkungan itu sebenarnya masih berproses. Hasilnya nanti, termasuk soal akses jalan menuju lokasi wisata, harus diperbaiki. Karena kalau tidak memenuhi, tentu melanggar analisa dampak lingkungan maupun lalu lintasnya," tegasnya.</p>
<p>Menanggapi operasional uji coba yang sempat dibuka untuk publik, Cak Nur menegaskan bahwa pemerintah tidak hanya melihat kontribusi terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD). Ia menekankan bahwa kepatuhan terhadap regulasi dan komitmen lingkungan jauh lebih penting dibanding sekadar potensi pemasukan.</p>
<p>"Kalau bicara kontribusi, tentu harus ada. Tapi poin utamanya bukan di situ. Yang utama adalah komitmen terhadap ketentuan. Silakan investasi di Kota Batu, tapi komitmen terkait lingkungan wajib dan mutlak harus dipenuhi," tandasnya. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Dugaan Pelanggaran Tata Ruang Mikutopia Batu, Banjir Lumpur dan Sirnanya Identitas Kota Apel</title>
<link>https://suarajatimpost.com/dugaan-pelanggaran-tata-ruang-mikutopia-batu-banjir-lumpur-dan-sirnanya-identitas-kota-apel</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/dugaan-pelanggaran-tata-ruang-mikutopia-batu-banjir-lumpur-dan-sirnanya-identitas-kota-apel</guid>
<description><![CDATA[ Usai menuai kecaman akibat kemacetan akut, kini persoalan mengarah pada dugaan kerusakan lingkungan pascabanjir yang menerjang kawasan tersebut pada 30 Maret 2026. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x580_69cda5626ad43.webp" length="30302" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 02 Apr 2026 08:00:38 +0700</pubDate>
<dc:creator>Choirul Anwar</dc:creator>
<media:keywords>Kota Batu, Mikutopia, DPRD</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KOTA BATU, SJP</strong>– Polemik keberadaan destinasi wisata Mikutopia di Desa Tulungrejo, Kecamatan Bumiaji, kian meruncing. </p>
<p>Usai menuai kecaman akibat kemacetan akut, kini persoalan lain muncul dan mengarah pada dugaan kerusakan lingkungan pascabanjir yang menerjang kawasan tersebut pada 30 Maret 2026. </p>
<p>Peristiwa ini menjadi persoalan serius lantaran lokasi terdampak sejatinya merupakan zona pertanian produktif, sekaligus benteng terakhir perkebunan apel yang menjadi ikon fundamental Kota Batu.</p>
<p>Anggota DPRD Kota Batu, Khamim Tohari, pada Kamis (2/4/2026), menyatakan telah menerima laporan warga yang mengindikasikan bahwa banjir tersebut bukanlah fenomena alam biasa. Sejumlah titik yang terendam dilaporkan tidak pernah mengalami banjir dalam sejarah sebelumnya.</p>
<p>“Saya sempat mendengar keluhan warga yang mengaku daerahnya tidak pernah banjir, namun setelah berdirinya wisata baru itu justru terjadi peristiwa tersebut. Ini harus menjadi perhatian serius,” ujarnya.</p>
<p>Banjir yang dipicu curah hujan tinggi tersebut mengakibatkan luapan air bercampur lumpur yang menutup akses jalan hingga merendam permukiman warga di Desa Punten. Namun, sorotan utama tidak lagi tertuju pada faktor cuaca, melainkan pada dugaan degradasi daya serap tanah akibat alih fungsi lahan yang masif.</p>
<p>Khamim turut mengungkap adanya komitmen awal antara pihak pengelola dan Pemkot Batu terkait rasio pemanfaatan lahan, yakni 30 persen untuk bangunan fisik dan 70 persen wajib dipertahankan sebagai Ruang Terbuka Hijau (RTH). </p>
<p>Namun hingga detik ini, realisasi kesepakatan tersebut dinilai masih bersifat klaim sepihak dan belum terverifikasi secara faktual di lapangan.</p>
<p>“Kalau memang ada perjanjian itu, harus dicek. Jangan sampai realisasinya melenceng dan justru berdampak ke lingkungan sekitar,” tegasnya.</p>
<p>Persoalan teknis di lapangan semakin memperkuat arus kritik. Akses masuk tunggal dinilai sangat tidak memadai, diperparah dengan kapasitas kantong parkir yang minim sehingga kendaraan kerap meluber ke bahu jalan saat musim liburan. Implikasinya, kemacetan di ruas Jalan Raya Tulungrejo–Punten kini berada pada titik jenuh.</p>
<p>“Dengan kondisi akses satu jalur, parkir tidak cukup, lalu kendaraan parkir di bahu jalan saat high season, ini jelas belum layak. Ditambah kondisi yang sudah crowded dan memicu kemacetan,” imbuhnya.</p>
<p>Di balik karut-marut teknis tersebut, isu eksistensial mulai mengemuka: tergerusnya lahan apel sebagai identitas Kota Batu. Lahan yang kini dikuasai Mikutopia sebelumnya adalah kawasan agrowisata petik apel di atas Tanah Kas Desa (TKD). Transformasi ini dinilai bukan sekadar pergeseran orientasi ekonomi, melainkan dekonstruksi simbol daerah secara sistematis.</p>
<p>Selama ini, apel bukan sekadar komoditas agraria, melainkan representasi branding utama Kota Batu. Saat lahan produktif terus dikonversi menjadi wisata modern, maka yang dipertaruhkan bukan hanya angka produksi, melainkan marwah dan identitas daerah.</p>
<p>Khamim menegaskan, menyusul munculnya rentetan persoalan mulai dari ancaman ekologis, kemacetan, hingga dugaan pelanggaran tata ruang, manajemen Mikutopia mendesak untuk memberikan klarifikasi transparan kepada publik.</p>
<p>“Di sini pihak manajemen harus bisa menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi. Jangan sampai masyarakat dirugikan, baik dari sisi lingkungan maupun sosial,” tandasnya.<strong> (*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Jembatan Cangar Diduga Jadi Tempat Bunuh Diri, Polisi Lakukan Olah TKP</title>
<link>https://suarajatimpost.com/jembatan-cangar-diduga-jadi-tempat-bunuh-diri-polisi-lakukan-olah-tkp</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/jembatan-cangar-diduga-jadi-tempat-bunuh-diri-polisi-lakukan-olah-tkp</guid>
<description><![CDATA[ Seiring dengan masih berlangsungnya proses olah TKP dan pengumpulan keterangan saksi, kepolisian menegaskan bahwa seluruh temuan di lapangan akan didalami secara menyeluruh guna memastikan penyebab pasti kematian korban. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x580_69ccf7c661622.webp" length="53918" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 01 Apr 2026 21:06:29 +0700</pubDate>
<dc:creator>Choirul Anwar</dc:creator>
<media:keywords>Kota Batu, Cangar. Bunuh Diri</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KOTA BATU, SJP</strong> – Aparat kepolisian dari Polres Batu bersama Polsek Bumiaji masih melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) terkait penemuan jenazah seorang pria yang diduga bunuh diri di bawah Jembatan Cangar, kawasan Tahura Cangar, Desa Sumberbrantas, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu, Selasa (31/3/2026) siang.</p>
<p>Kasi Humas Polres Batu Iptu M. Huda Rohman pada Rabu (1/4/2026) bahwa korban diketahui berinisial MMA (24), seorang karyawan percetakan yang beralamat di Dusun Kedungwulan, Desa Bejijong, Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto.</p>
<p>"Ia ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa dengan luka parah di bagian kepala dan telinga, yang diduga kuat akibat terjatuh dari ketinggian jembatan. Pihak kepolisian saat ini masih melakukan olah TKP guna memastikan kronologi kejadian serta mendalami dugaan penyebab kematian korban," urainya. </p>
<p>Berdasarkan laporan awal, peristiwa tersebut pertama kali diketahui sekira pukul 12.00 WIB. Saksi Sukamto, seorang karyawan honorer yang berada di pos karcis Tahura Cangar, menerima informasi dari sepasang pengendara motor Yamaha N-Max putih yang melintas. Pengendara tersebut mengabarkan adanya dugaan aksi bunuh diri di jembatan.</p>
<p>Menindaklanjuti informasi itu, saksi langsung menuju lokasi untuk melakukan pengecekan. Setibanya di bawah jembatan, ia menemukan korban dalam kondisi tergeletak, mengalami luka parah di bagian kepala dan telinga, serta sudah tidak bergerak.</p>
<p>Sebelum kejadian, saksi lain bernama Ngaderi sempat melihat korban sekira pukul 10.00 WIB. Saat itu korban terlihat duduk di atas sepeda motor di tepi jembatan dengan posisi kaki menginjak pembatas besi.</p>
<p>“Saksi sempat menegur korban agar berhati-hati, namun korban hanya merespons dengan mengusap muka dan rambut tanpa berkata-kata. Tidak lama setelah saksi pergi untuk berjualan, kejadian tersebut dilaporkan terjadi,” tambah Huda.</p>
<p>Dalam proses olah TKP, petugas juga mengamankan sejumlah barang bukti yang ditemukan di sekitar lokasi. Di antaranya satu unit sepeda motor Honda Beat dengan nomor polisi S 4184 NBW yang diduga milik korban dan ditemukan dalam kondisi terkunci stang.</p>
<p>Selain itu, dari dalam bagasi jok motor, petugas menemukan barang-barang pribadi berupa satu dompet berisi identitas korban, dua tas pinggang warna hitam dan abu-abu, satu unit ponsel, serta celana jeans pendek dan topi warna hitam.</p>
<p>Jenazah korban telah dievakuasi oleh petugas kepolisian bersama tim relawan untuk dilakukan penanganan lebih lanjut. Sementara itu, penyelidikan masih terus berlangsung untuk mengungkap secara pasti motif di balik peristiwa tersebut.</p>
<p>“Kami mengimbau kepada masyarakat untuk tetap tenang dan tidak berspekulasi lebih jauh. Kasus ini sedang dalam penanganan unit Reskrim Polsek Bumiaji dan Polres Batu,” pungkas Huda. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Alih Fungsi Lahan untuk Mikutopia, Ikon Apel Kota Batu Kian Terdesak</title>
<link>https://suarajatimpost.com/alih-fungsi-lahan-untuk-mikutopia-ikon-apel-kota-batu-kian-terdesak</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/alih-fungsi-lahan-untuk-mikutopia-ikon-apel-kota-batu-kian-terdesak</guid>
<description><![CDATA[ Alih fungsi lahan apel untuk kepentingan wisata seperti Mikutopia memperlihatkan tekanan nyata terhadap keberlangsungan ikon Kota Batu. Jika tidak diimbangi kebijakan perlindungan lahan pertanian dan penguatan sektor apel, bukan tidak mungkin identitas Kota Batu sebagai kota apel akan perlahan memudar di tengah ekspansi pariwisata yang kian agresif. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x580_69ccf6229ee89.webp" length="83484" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 01 Apr 2026 20:35:13 +0700</pubDate>
<dc:creator>Choirul Anwar</dc:creator>
<media:keywords>Kota Batu, Alih Fungsi, Mikutopia</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KOTA BATU, SJP </strong>– Perkembangan sektor pariwisata di Kota Batu kembali memunculkan polemik. Wana wisata baru Mikutopia di Desa Tulungrejo, Kecamatan Bumiaji, yang tengah viral, tak hanya memicu kemacetan di ruas Jalan Raya Tulungrejo–Punten, tetapi juga disorot karena berdiri di atas lahan yang sebelumnya merupakan kawasan agrowisata apel, salah satu komoditas yang selama ini menjadi ikon Kota Batu.</p>
<p>Sejumlah warga menilai alih fungsi lahan tersebut menjadi sinyal berkurangnya perhatian terhadap sektor pertanian apel yang telah lama menjadi identitas sekaligus penopang ekonomi lokal. Ironisnya, perubahan ini terjadi di tengah upaya berbagai pihak mempertahankan eksistensi apel sebagai ciri khas daerah.</p>
<p>Muhammad Ikram salah satu warga Desa Tulungrejo mengungkapkan, suara penolakan sebenarnya ada, namun tidak banyak yang berani menyampaikan secara terbuka.</p>
<p>“Banyak yang tidak setuju, tapi memilih diam. Takut mendapat stigma dari yang mendukung. Padahal yang kami pikirkan adalah masa depan desa dan identitasnya,” ujarnya, Rabu (1/4/2026).</p>
<p>Ia menjelaskan, lahan yang kini menjadi lokasi Mikutopia merupakan Tanah Kas Desa (TKD) yang sebelumnya disewakan kepada pihak ketiga untuk agrowisata petik apel. Dengan luas sekitar 7 hingga 8 hektare, kawasan tersebut telah dikelola lebih dari 10 tahun, dengan nilai sewa mencapai Rp250 juta hingga Rp300 juta per tahun.</p>
<p>Menurutnya, penurunan produktivitas akibat faktor cuaca dan kondisi tanah memang sempat terjadi, sehingga sebagian lahan mulai dialihkan ke komoditas lain. Bahkan, pengelolaan wisata petik apel pernah dilakukan secara kolektif oleh seluruh RW di Desa Tulungrejo sebagai upaya mempertahankan sektor tersebut..</p>
<p>Namun keterbatasan anggaran desa untuk mengembangkan potensi wisata secara mandiri menjadi alasan utama munculnya kerja sama dengan pihak ketiga. Dari situlah kemudian lahir Mikutopia, yang kini berkembang sebagai destinasi wisata modern dengan berbagai wahana.</p>
<p>"Meski demikian, warga menilai arah pembangunan tersebut perlu dikaji ulang. Pasalnya, alih fungsi lahan produktif terutama lahan apel dikhawatirkan akan semakin mengikis identitas Kota Batu sebagai daerah penghasil apel," imbuhnya.</p>
<p>Di tengah pesatnya pertumbuhan sektor wisata, menjaga keseimbangan antara investasi dan pelestarian komoditas unggulan dinilai menjadi hal mendesak agar pembangunan tidak justru mengorbankan jati diri daerah. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Uji Coba Pembatasan Gadget di Jatim Mulai Bergulir, Dindik Batu Siap Implementasikan Regulasi</title>
<link>https://suarajatimpost.com/uji-coba-pembatasan-gadget-di-jatim-mulai-bergulir-dindik-batu-siap-implementasikan-regulasi</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/uji-coba-pembatasan-gadget-di-jatim-mulai-bergulir-dindik-batu-siap-implementasikan-regulasi</guid>
<description><![CDATA[ Hasil evaluasi dari tahap ini akan menjadi dasar sebelum kebijakan diterapkan secara penuh di seluruh sekolah menengah di Jawa Timur. Dengan model ini, pemerintah berharap kebijakan tidak hanya berjalan, tetapi juga relevan dan efektif di tiap lingkungan pendidikan. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202604/image_870x580_69ccf530c7fa1.webp" length="29276" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 01 Apr 2026 20:05:34 +0700</pubDate>
<dc:creator>Choirul Anwar</dc:creator>
<media:keywords>Kota Batu, Gadget, Pembatasan</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KOTA BATU, SJP</strong> – Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur tidak hanya membatasi penggunaan gadget di sekolah, tetapi juga mendorong tiap satuan pendidikan menyusun aturan teknisnya sendiri. Kebijakan ini mulai diuji coba sejak awal April 2026 di jenjang SMA, SMK, dan SLB.</p>
<p>Kepala Dinas Pendidikan Jatim, Aries Agung Paewai pada Rabu (1/4/2026) menegaskan bahwa sekolah diberi ruang menyesuaikan kebijakan sesuai karakter siswa dan kondisi lingkungan masing-masing. Karena itu, penyusunan standar operasional prosedur (SOP) menjadi kunci utama implementasi di lapangan.</p>
<p>“Setiap sekolah kami minta membuat aturan internal terkait penggunaan gadget. Tidak bisa disamaratakan, karena kebutuhan dan tantangan tiap sekolah berbeda,” ujarnya.</p>
<p>Terlebih kebijakan ini tertuang dalam nota dinas tertanggal 25 Maret 2026 yang menjadi dasar pelaksanaan di seluruh wilayah Jawa Timur. Dalam aturan tersebut, penggunaan gadget selama kegiatan belajar mengajar dibatasi secara ketat dan hanya diperbolehkan untuk kepentingan pembelajaran dengan pengawasan guru.</p>
<p>Namun yang menjadi sorotan, pendekatan kebijakan ini tidak bersifat pelarangan total. Siswa tetap diperbolehkan membawa handphone ke sekolah, tetapi penggunaannya dikontrol. Selama pelajaran berlangsung, perangkat wajib dalam kondisi senyap dan disimpan sesuai arahan guru.</p>
<p>Dindik Jatim juga menggarisbawahi pentingnya keseimbangan antara pembelajaran digital dan non-digital. Sekolah didorong memperbanyak aktivitas tanpa gadget guna memperkuat interaksi sosial serta membangun karakter siswa.</p>
<p>Di sisi lain, pelanggaran terhadap aturan ini akan ditindak secara bertahap dan edukatif. Mulai dari teguran hingga pemanggilan orang tua, tergantung tingkat kesalahan yang dilakukan siswa.</p>
<p>Langkah ini merupakan bagian dari penyesuaian terhadap kebijakan nasional, termasuk regulasi terkait perlindungan anak di ruang digital dan pemanfaatan teknologi dalam pendidikan.</p>
<p>Meski demikian, penerapan aturan ini tidak dilakukan secara serentak. Dindik Jatim memilih skema uji coba terlebih dahulu untuk melihat efektivitas kebijakan di masing-masing sekolah.</p>
<p>Menanggapi kebijakan tersebut, Kepala Dinas Pendidikan Kota Batu, Alfi Nurhidayat, menyatakan kesiapan untuk mengimplementasikan aturan tersebut di wilayahnya. Pihaknya akan menyesuaikan kebijakan dengan kondisi sekolah sekaligus menyiapkan petunjuk teknis bagi satuan pendidikan.</p>
<p>“Kami pada prinsipnya siap melaksanakan kebijakan dari provinsi. Nanti akan kami tindak lanjuti dengan pengaturan di tingkat sekolah agar penerapannya berjalan efektif dan tetap mendukung proses pembelajaran,” pungkasnya. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Target 30 Persen Belanja Pegawai, Pemkot Batu Andalkan Kenaikan PAD di Tengah Tekanan Fiskal</title>
<link>https://suarajatimpost.com/target-30-persen-belanja-pegawai-pemkot-batu-andalkan-kenaikan-pad-di-tengah-tekanan-fiskal</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/target-30-persen-belanja-pegawai-pemkot-batu-andalkan-kenaikan-pad-di-tengah-tekanan-fiskal</guid>
<description><![CDATA[ Pendekatan dengan menggenjot PAD dinilai sebagai upaya mencari titik tengah antara kepatuhan terhadap regulasi pusat dan menjaga keberlangsungan kinerja aparatur daerah, tanpa menimbulkan gejolak sosial akibat pengurangan tenaga kerja ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202603/image_870x580_69ca44a216937.webp" length="14976" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 30 Mar 2026 20:16:05 +0700</pubDate>
<dc:creator>Choirul Anwar</dc:creator>
<media:keywords>Kota Batu, 30 Persen, Belanja Pegawai, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KOTA BATU, SJP</strong> – Pemerintah Kota Batu memilih jalur peningkatan pendapatan daerah sebagai strategi utama untuk memenuhi batas maksimal belanja pegawai sebesar 30 persen pada 2027. Di tengah tekanan fiskal akibat berkurangnya dana transfer pusat, upaya menggenjot Pendapatan Asli Daerah (PAD) dinilai menjadi solusi paling realistis tanpa harus mengorbankan tenaga kerja.</p>
<p>Wali Kota Batu, Nurochman pada Senin (30/3/2026) menyampaikan bahwa kondisi fiskal saat ini memang cukup menantang. Dimana porsi belanja pegawai yang berada di angka 37 persen dari total APBD akibat dampak langsung dari penurunan dana transfer pusat sekitar Rp 200 miliar.</p>
<p>“Secara struktur, ini lebih karena total APBD kita mengecil. Jadi persentase belanja pegawai otomatis naik. Namun mengacu pada amanat Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2022 tentang Hubungan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Pemerintahan Daerah (HKPD), daerah diwajibkan menyesuaikan komposisi belanja pegawai maksimal 30 persen paling lambat 2027," urainya.</p>
<p>Untuk itu Pemkot Batu memastikan tidak akan menempuh langkah pengurangan pegawai untuk mengejar target tersebut. Sebagai gantinya, Pemkot fokus memperluas basis PAD melalui optimalisasi sektor pajak dan retribusi daerah. Dengan meningkatnya pendapatan, diharapkan total APBD ikut terdongkrak sehingga proporsi belanja pegawai bisa ditekan secara persentase.</p>
<p>Saat ini, Pemkot Batu tengah melakukan pemetaan ulang terhadap potensi sumber pendapatan yang belum tergarap maksimal. Langkah ini sekaligus menjadi bagian dari strategi menjaga stabilitas layanan publik di tengah keterbatasan fiskal.</p>
<p>“Kalau PAD naik, maka struktur APBD kita juga membesar. Dengan begitu, persentase belanja pegawai bisa turun tanpa harus mengurangi pegawai,” tandasnya.<strong> (*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Dorong Kolaborasi Dunia Usaha, Pemkot Batu Perkuat Skema Pendanaan Pendidikan Lewat CSR</title>
<link>https://suarajatimpost.com/dorong-kolaborasi-dunia-usaha-pemkot-batu-perkuat-skema-pendanaan-pendidikan-lewat-csr</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/dorong-kolaborasi-dunia-usaha-pemkot-batu-perkuat-skema-pendanaan-pendidikan-lewat-csr</guid>
<description><![CDATA[ Dengan penguatan kolaborasi lintas sektor, Pemkot Batu menargetkan pembangunan SDM tidak lagi bergantung pada APBD semata, melainkan menjadi gerakan bersama antara pemerintah dan dunia usaha ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202603/image_870x580_69ca43ed7aa88.webp" length="36124" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 30 Mar 2026 19:39:27 +0700</pubDate>
<dc:creator>Choirul Anwar</dc:creator>
<media:keywords>Kota Batu, CSR, 1000 Sarjana, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KOTA BATU, SJP</strong> – Pemerintah Kota Batu mulai menggeser pendekatan pembangunan pendidikan dengan memperkuat kolaborasi bersama dunia usaha melalui skema Corporate Social Responsibility (CSR). Langkah ini ditegaskan Wali Kota Batu Nurochman sebagai strategi untuk memperluas sumber pembiayaan Program Beasiswa 1000 Sarjana.</p>
<p>Orang nomor satu di Kota Batu tersebut pada (30/3/2026) menyebut keterlibatan sektor swasta menjadi kunci untuk menjaga keberlanjutan program peningkatan kualitas sumber daya manusia di tengah keterbatasan anggaran daerah.</p>
<p>“Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri. Keterlibatan dunia usaha melalui CSR menjadi bagian penting dalam memastikan akses pendidikan tinggi tetap terbuka, terutama bagi mahasiswa berprestasi dari keluarga kurang mampu,” ujarnya.</p>
<p>Ia mencontohkan kontribusi Bank Jatim yang telah menyalurkan CSR pendidikan sebesar Rp236 juta sepanjang 2025. Dukungan tersebut dinilai bukan sekadar bantuan, tetapi bentuk investasi jangka panjang dalam mencetak SDM unggul di Kota Batu.</p>
<p>Menurutnya, pola kolaboratif seperti ini akan terus diperluas dengan membuka ruang bagi perusahaan lain agar ikut terlibat dalam pembiayaan pendidikan yang berdampak langsung.</p>
<p>“Ini bukan hanya soal bantuan sosial, tapi investasi masa depan daerah. Semakin banyak perusahaan terlibat, semakin kuat fondasi SDM kita,” imbuhnya.</p>
<p>Saat ini, Program Beasiswa 1000 Sarjana telah menjangkau 271 mahasiswa. Berbeda dari skema beasiswa pada umumnya, program ini tidak mengikat penerima dengan kewajiban kerja tertentu. Pemkot Batu memilih memberi ruang agar lulusan dapat lebih fleksibel, baik masuk dunia kerja maupun mengembangkan usaha mandiri.</p>
<p>Kebijakan tersebut, menurut Nurochman, merupakan bagian dari upaya membangun daya saing generasi muda yang adaptif terhadap dinamika pasar kerja.<strong> (*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Pemkot Batu Kaji Skema WFA 50 Persen ASN, Sektor Pendidikan Kemungkinan Besar Tidak Termasuk</title>
<link>https://suarajatimpost.com/pemkot-batu-kaji-skema-wfa-50-persen-asn-sektor-pendidikan-kemungkinan-besar-tidak-termasuk</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/pemkot-batu-kaji-skema-wfa-50-persen-asn-sektor-pendidikan-kemungkinan-besar-tidak-termasuk</guid>
<description><![CDATA[ Pemerintah Kota Batu masih mencari formulasi terbaik terkait wacana WFA yang digaungkan oleh pemerintah pusat, termasuk penentuan hari pelaksanaan dan mekanisme teknis di lapangan agar kebijakan berjalan efektif tanpa mengorbankan kualitas pelayanan publik ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202603/image_870x580_69ca435694187.webp" length="39788" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 30 Mar 2026 18:59:43 +0700</pubDate>
<dc:creator>Choirul Anwar</dc:creator>
<media:keywords>Kota Batu, WFA, Skema, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KOTA BATU, SJP</strong> – Pemerintah Kota Batu tidak serta-merta menerapkan kebijakan Work From Anywhere (WFA) atau Work From Home (WFH) bagi Aparatur Sipil Negara (ASN). Wali Kota Batu, Nurochman, menegaskan bahwa skema tersebut masih dalam tahap kajian mendalam, termasuk opsi penerapan sistem bergilir hingga 50 persen pegawai.</p>
<p>Diwawancarai pada Senin (30/3/2026) pria yang akrab disapa Cak Nur tersebut menegaskan penerapan WFA tidak bisa dilakukan secara seragam tanpa mempertimbangkan dampaknya terhadap pelayanan publik. Pemerintah harus memastikan bahwa fleksibilitas kerja tidak mengganggu fungsi utama birokrasi sebagai penyedia layanan masyarakat.</p>
<p>“Yang pasti untuk WFA, kami melakukan analisa dan kajian secara mendalam terlebih dahulu. Karena kalau dilakukan, harus paham atas apa yang dilakukan, bagaimana agar pelayanan tidak terganggu, apakah akan menggunakan sistem rolling 50 persen pegawai Pemkot,” ujarnya.</p>
<p>Nurochman juga menegaskan bahwa tidak semua sektor cocok dengan pola kerja fleksibel tersebut. Sektor pendidikan, misalnya, dinilai kurang relevan untuk menerapkan WFA karena keterbatasan efektivitas pembelajaran jarak jauh.</p>
<p>“Hanya saja, yang pasti di sektor pendidikan rasanya kurang tepat untuk dilakukan WFA karena kurang konkret dan cukup banyak kendala apabila sistem daring dilakukan,” tegasnya.</p>
<p>Selain mengkaji skema WFA, Pemkot Batu juga merancang kebijakan pendukung berupa pengurangan penggunaan kendaraan pribadi. ASN nantinya diwajibkan menggunakan transportasi umum atau bersepeda satu hari dalam sepekan sebagai bagian dari upaya efisiensi energi dan pengendalian emisi. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>PKB Batu Dorong Regenerasi dan Adaptasi Politik di Muscab 2026</title>
<link>https://suarajatimpost.com/pkb-batu-dorong-regenerasi-dan-adaptasi-politik-di-muscab-2026</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/pkb-batu-dorong-regenerasi-dan-adaptasi-politik-di-muscab-2026</guid>
<description><![CDATA[ Muscab untuk masa bakti 2026–2031 ini dihadiri oleh jajaran Fraksi PKB DPRD Kota Batu, pengurus tingkat kecamatan (DPAC), hingga ranting. Konsolidasi ini menjadi sinyal bahwa PKB mulai memfokuskan energi pada pembenahan internal, dengan target memperkuat basis sekaligus memperluas jangkauan pemilih menjelang kontestasi politik 2029. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202603/image_870x580_69c8916b3a027.webp" length="40482" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sun, 29 Mar 2026 20:12:41 +0700</pubDate>
<dc:creator>Choirul Anwar</dc:creator>
<media:keywords>Kota Batu, Muscab, Adaptasi</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KOTA BATU, SJP</strong> — Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kota Batu menegaskan arah baru politik berbasis regenerasi dan adaptasi dalam Musyawarah Cabang (Muscab) yang digelar di Hall Arjuna, Selecta, Sabtu (28/3/2026) malam. Forum ini dimanfaatkan sebagai momentum konsolidasi internal sekaligus penajaman strategi menghadapi perubahan karakter pemilih ke depan.</p>
<p>Diwawancarai pada Minggu dini hari (29/6/2026), Wakil Ketua Dewan Tanfidz DPW PKB Jawa Timur, M. Subaidi menekankan bahwa kekuatan partai ke depan sangat ditentukan oleh keberhasilan membaca pergeseran demografi pemilih, khususnya generasi milenial dan Gen Z.</p>
<p>"Pola komunikasi politik konvensional tidak lagi cukup untuk menjangkau kelompok muda yang semakin kritis dan dinamis. Karena itu, seluruh struktur partai diminta mulai melakukan penyesuaian, baik dalam pendekatan, isu yang diangkat, maupun metode kerja politik di lapangan. Perubahan itu tidak bisa ditunda. Kalau kita tidak beradaptasi, kita akan tertinggal,” ujarnya.</p>
<p>Dalam forum tersebut, Subaidi juga menegaskan bahwa kepemimpinan PKB ke depan harus mampu keluar dari pola lama yang reaktif. Ia mendorong lahirnya pemimpin yang lebih progresif, berani mengambil inisiatif, serta memiliki sensitivitas sosial terhadap persoalan warga, mulai dari kemiskinan hingga ketimpangan.</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202603/image_870x_69c891d34d845.webp" alt=""></p>
<p>Senada dengan itu, Ketua DPC PKB Kota Batu, Nurochman, menegaskan bahwa langkah adaptasi politik yang mulai dirancang saat ini akan menjadi penentu pada kontestasi mendatang. Ia menyebut, kesiapan partai dalam membaca perubahan perilaku pemilih akan berdampak langsung pada hasil Pemilu 2029.</p>
<p>“Adaptasi politik ini bukan sekadar wacana. Ini langkah strategis yang akan berimbas pada bagaimana kita menghadapi dan memenangkan Pemilu 2029,” tegas pria yang juga menjabat sebagai Wali Kota Batu tersebut.</p>
<p>Selain soal regenerasi, Muscab ini juga menyoroti pentingnya penguatan kaderisasi sebagai fondasi utama partai. PKB menilai, kemenangan politik tidak hanya ditentukan oleh popularitas, tetapi juga oleh soliditas internal dan kesiapan kader dalam merespons persoalan riil masyarakat. (*)</p>
<p><strong>Editor: Danu</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Muscab PKB Kota Batu Hasilkan Empat Kandidat Ketua DPC 2026–2031</title>
<link>https://suarajatimpost.com/muscab-pkb-kota-batu-hasilkan-empat-kandidat-ketua-dpc-20262031</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/muscab-pkb-kota-batu-hasilkan-empat-kandidat-ketua-dpc-20262031</guid>
<description><![CDATA[ Dengan tahapan yang masih berlanjut di tingkat pusat, hasil Muscab tercatat akan menjadi pijakan awal bagi PKB Kota Batu dalam menyiapkan kepemimpinan yang dinilai paling siap menghadapi tantangan politik ke depan, termasuk menjaga eksistensi dan daya saing partai pada Pemilu 2029 mendatang ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202603/image_870x580_69c8926b7ad5e.webp" length="46716" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sun, 29 Mar 2026 15:17:29 +0700</pubDate>
<dc:creator>Choirul Anwar</dc:creator>
<media:keywords>Kota Batu, Kandidat, Ketua</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KOTA BATU, SJP</strong> — Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Kebangkitan Bangsa Kota Batu resmi menggelar Musyawarah Cabang (Muscab) sebagai bagian dari konsolidasi organisasi sekaligus penjaringan kepemimpinan baru untuk periode 2026–2031.</p>
<p>Sekretaris DPC PKB Kota Batu Asep Ghozy menegaskan bahwa agenda ini menjadi penentu arah kepemimpinan partai di tingkat lokal dalam lima tahun ke depan, sekaligus bagian dari strategi jangka panjang menghadapi dinamika politik yang semakin kompetitif.</p>
<p>"Dari forum tersebut, muncul empat nama kandidat calon Ketua DPC yang akan melanjutkan ke tahapan berikutnya. Penjaringan dilakukan secara internal melalui mekanisme Muscab yang melibatkan seluruh unsur partai, mulai dari pengurus cabang, anak cabang, hingga ranting," urainya pada Minggu (29/3/2026).</p>
<p>Adapun empat kandidat yang diusulkan yakni Nurochman (incumbent), M. Didik Subianto, Hj. Dewi Kartika, serta M. Hasan Abdillah. Keempat nama ini dinilai memiliki kapasitas dan rekam jejak yang mumpuni untuk memimpin partai ke depan.</p>
<p>Ia juga memaparkan empat nama calon Ketua DPC nantinya akan dibawa bawa ke DPP untuk mengikuti tahapan Uji Kelayakan dan Kepatutan (UKK) dimana proses seleksi tidak berhenti di tingkat cabang. Sesuai mekanisme partai, seluruh kandidat akan menjalani UKK di Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PKB, yang akan menguji aspek kepemimpinan, visi politik, hingga kemampuan manajerial dalam mengelola organisasi.</p>
<p>"Dari hasil UKK tersebut, DPP akan menetapkan satu nama yang resmi menjadi Ketua DPC PKB Kota Batu periode 2026–2031. Muscab ini juga mencerminkan upaya PKB dalam menjaga proses demokrasi internal tetap berjalan terbuka dan kompetitif," imbuhnya.</p>
<p>Munculnya lebih dari satu kandidat menunjukkan adanya dinamika yang sehat di tubuh partai, sekaligus memberi ruang bagi kader-kader potensial untuk tampil dalam kontestasi kepemimpinan.</p>
<p>Di sisi lain, momentum ini tidak hanya soal pergantian figur, tetapi juga penegasan arah politik PKB di tingkat daerah. Kepemimpinan baru nantinya diharapkan mampu memperkuat struktur partai hingga tingkat akar rumput, meningkatkan soliditas kader, serta memperluas basis dukungan masyarakat. (*)</p>
<p>Editor: Danu</p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Buka Pundi Baru PAD, Pemkot Batu Reaktivasi PT BWR Mulai April 2026</title>
<link>https://suarajatimpost.com/buka-pundi-baru-pad-pemkot-batu-reaktivasi-pt-bwr</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/buka-pundi-baru-pad-pemkot-batu-reaktivasi-pt-bwr</guid>
<description><![CDATA[ Target pembukaan manajemen untuk PT BWR pada April besok membuat Pemkot Batu kini berpacu dengan waktu untuk memastikan seluruh aspek, mulai dari struktur organisasi hingga arah bisnis, benar-benar siap sehingga BWR dapat langsung memberikan dampak nyata bagi keuangan daerah ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202603/image_870x580_69c8907022e56.webp" length="47296" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sun, 29 Mar 2026 12:18:22 +0700</pubDate>
<dc:creator>Choirul Anwar</dc:creator>
<media:keywords>Kota Batu, BWR, Reaktivasi</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KOTA BATU, SJP</strong> – Pemerintah Kota (Pemkot) Batu menegaskan komitmennya untuk menghidupkan kembali Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) yang sempat mati suri. Hal ini dibuktikan dengan upaya rekruitment yang akan dibuka pada April besok untuk reaktivasi usaha yang bernama PT Batu Wisata Resource (BWR) tersebut.</p>
<p>Wali Kota Batu, Nurochman, menyampaikan bahwa proses pengaktifan kembali PT BWR saat ini tengah disiapkan oleh pemerintah daerah.</p>
<p>“PT BWR nanti kita lakukan proses untuk reaktivasi lagi dan bisa dibuka di April. Langkah ini menjadi bagian dari strategi Pemkot Batu dalam memperkuat pendapatan asli daerah (PAD), terutama di tengah tantangan fiskal akibat rencana pengurangan dana transfer ke daerah dari pemerintah pusat," urainya, Minggu (29/3/2026).</p>
<p>Meski demikian, proses reaktivasi BWR diakui tidak berjalan tanpa hambatan. Berdasarkan tahapan yang sudah berjalan, Pemkot sebelumnya telah membuka seleksi untuk jajaran direksi dan komisaris sebagai upaya membangun ulang manajemen perusahaan secara profesional. Namun, proses tersebut belum membuahkan hasil optimal karena minimnya kandidat yang memenuhi kualifikasi.</p>
<p>Akibatnya, penunjukan direksi definitif sempat tertunda dan berdampak pada melambatnya proses operasional perusahaan. Hingga kini, Pemkot masih melakukan pembenahan dari sisi kelembagaan sekaligus menyusun ulang model bisnis yang akan dijalankan BWR ke depan.</p>
<p>"Sejumlah sektor potensial pun tengah dikaji sebagai fokus usaha, di antaranya pariwisata, pertanian, hingga pengelolaan aset daerah. Skema ini diharapkan mampu menjadikan BWR sebagai salah satu motor penggerak ekonomi daerah sekaligus penyumbang deviden bagi kas daerah," imbuhnya.</p>
<p>Sebelumnya, PT BWR diketahui sempat dibubarkan karena dinilai tidak memberikan kontribusi signifikan terhadap PAD serta memiliki persoalan manajerial dan bisnis. Oleh karena itu, reaktivasi kali ini ditekankan pada pembenahan menyeluruh agar kesalahan serupa tidak terulang. (*)</p>
<p>Editor: Danu</p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>31 ASN Pemkot Batu Absen Apel, BKPSDM Pastikan Bukan Bolos dan Tetap Dikenai Sanksi</title>
<link>https://suarajatimpost.com/31-asn-pemkot-batu-absen-apel-bkpsdm-pastikan-bukan-bolos-dan-tetap-dikenai-sanksi</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/31-asn-pemkot-batu-absen-apel-bkpsdm-pastikan-bukan-bolos-dan-tetap-dikenai-sanksi</guid>
<description><![CDATA[ Pemkot Batu melalui BKPSDM berupaya menjaga kedisiplinan ASN terutama bagi yang absen apel sekaligus memastikan penggunaan fasilitas negara tetap sesuai aturan yang berlaku ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202603/image_870x580_69c7ae34f4083.webp" length="46784" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sat, 28 Mar 2026 18:02:58 +0700</pubDate>
<dc:creator>Choirul Anwar</dc:creator>
<media:keywords>Kota Batu, Absen. ASN, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KOTA BATU, SJP</strong> – Sebanyak 31 Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kota Batu tercatat tidak mengikuti apel pasca Lebaran Idulfitri pada Rabu (25/3/2026) lalu. Data tersebut dihimpun oleh Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Batu.</p>
<p>Kepala BKPSDM Kota Batu Santi Restuningsasi pada Sabtu (28/3/2026) menegaskan bahwa puluhan ASN tersebut tidak masuk kategori bolos. Ketidakhadiran mereka disebabkan berbagai faktor, seperti kondisi sakit, kehamilan, hingga keterlambatan.</p>
<p>“31 ASN tidak ikut apel bukan bolos, ada yang sakit, hamil, dan juga terlambat. Meski demikian, BKPSDM tetap memberikan sanksi administratif sebagai bentuk penegakan disiplin," urainya.</p>
<p>Sanksi yang diberikan berupa surat pernyataan agar tidak mengulangi pelanggaran serupa, serta pertimbangan terhadap Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP).</p>
<p>Selain itu, BKPSDM juga melakukan penelusuran terhadap penggunaan kendaraan dinas yang diduga digunakan untuk kegiatan di luar pelayanan. Santi menegaskan, jika ditemukan penggunaan yang tidak sesuai ketentuan, maka kendaraan tersebut akan ditarik.</p>
<p>“Kalau pimpinan masih ditolerir, yang pasti akan kami tarik kendaraannya. Kami lakukan tracking, apakah sesuai dengan mekanisme pinjam pakai, misalnya saat ada kegiatan atau event yang berkaitan dengan Kota Batu,” tegasnya.</p>
<p>Ia menambahkan, penggunaan kendaraan dinas masih diperbolehkan bagi pimpinan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) yang sedang menjalankan tugas piket, mengingat mereka tetap bertugas dan tidak dalam kondisi libur. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Operasi Ketupat Berakhir, Kapolda Jatim Pastikan Pengamanan Wisata Kota Batu Tetap Intensif</title>
<link>https://suarajatimpost.com/operasi-ketupat-berakhir-kapolda-jatim-pastikan-pengamanan-wisata-kota-batu-tetap-intensif</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/operasi-ketupat-berakhir-kapolda-jatim-pastikan-pengamanan-wisata-kota-batu-tetap-intensif</guid>
<description><![CDATA[ Hal ini menyusul masih tingginya mobilitas masyarakat selama masa libur panjang, khususnya di kawasan wisata Kota Batu. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202603/image_870x580_69c794e1c50cf.webp" length="52296" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sat, 28 Mar 2026 17:00:30 +0700</pubDate>
<dc:creator>Choirul Anwar</dc:creator>
<media:keywords>Kota Batu, Peningkatan, Wisatawan</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KOTA BATU, SJP</strong> — Meski pelaksanaan Operasi Ketupat Semeru 2026 resmi berakhir pada 25 Maret lalu, jajaran kepolisian tetap menjaga intensitas pengamanan di sejumlah titik strategis. </p>
<p></p>
<p>Hal ini menyusul masih tingginya mobilitas masyarakat selama masa libur panjang, khususnya di kawasan wisata Kota Batu.</p>
<p></p>
<p>Kapolda Jawa Timur, Irjen Pol. Nanang Avianto, pada Sabtu (28/3/2026) menegaskan bahwa pihaknya saat ini masih menjalankan Kegiatan Rutin yang Ditingkatkan (KRYD) sebagai langkah antisipasi terhadap lonjakan aktivitas masyarakat. </p>
<p></p>
<p>Ia menyebut kondisi di lapangan menunjukkan tren peningkatan yang cukup signifikan, baik dari sisi kunjungan wisata maupun pergerakan arus lalu lintas.</p>
<p></p>
<p>“Walaupun Operasi Ketupat Semeru sudah selesai dilaksanakan pada 25 Maret kemarin, kami tetap melaksanakan Kegiatan Rutin yang Ditingkatkan. Karena hari ini dan besok masih ramai, bertepatan dengan momentum libur,” ujar dia saat melakukan peninjauan di Kota Batu.</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202603/image_870x_69c7952662cfc.webp" alt=""></p>
<p>Berdasarkan data yang dihimpun, terjadi kenaikan jumlah pengunjung wisata hingga 31 persen. Sementara itu, arus mudik dan arus balik juga mengalami peningkatan sebesar 21 persen dibandingkan dengan periode sebelumnya. Kondisi ini menjadi perhatian serius aparat kepolisian untuk memastikan situasi tetap aman dan terkendali.</p>
<p></p>
<p>Ia berharap tren peningkatan aktivitas ini dapat terus berjalan dengan baik tanpa menimbulkan gangguan keamanan maupun ketertiban. Ia menegaskan, pihak kepolisian siap melakukan pengawalan terhadap berbagai aktivitas masyarakat, baik di jalur transportasi maupun di kawasan wisata.</p>
<p></p>
<p>“Kami siap melaksanakan pengawakan terhadap apa pun kegiatan masyarakat. Yang terpenting adalah semua pihak bisa menjalankan aktivitas dengan prinsip simbiosis mutualisme yang baik, saling menjaga, dan saling mendukung,” tegasnya.</p>
<p></p>
<p>Sebagai bagian dari upaya pemantauan langsung, Kapolda Jatim bersama rombongan melakukan kunjungan ke tiga destinasi wisata unggulan di Kota Batu, yakni Jatim Park 2, Museum Angkut, dan Jatim Park 3. Ketiga lokasi tersebut menjadi titik konsentrasi wisatawan selama libur panjang dengan tingkat kunjungan yang terus meningkat.</p>
<p></p>
<p>Dalam kunjungan tersebut, Kapolda memastikan kesiapan personel di lapangan, termasuk pengaturan arus lalu lintas, pengamanan kawasan wisata, serta koordinasi dengan pengelola tempat wisata dan instansi terkait lainnya. Kehadiran aparat di lapangan diharapkan mampu memberikan rasa aman dan nyaman bagi wisatawan.</p>
<p></p>
<p>Selain itu, kepolisian juga mengimbau masyarakat untuk tetap mematuhi aturan lalu lintas dan menjaga ketertiban selama beraktivitas. Dengan kolaborasi antara aparat dan masyarakat, diharapkan situasi keamanan dan kelancaran selama masa libur dapat terus terjaga secara optimal. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Gerebek Kamar Kos, Polres Batu Ringkus Pengedar Sabu Modus Ranjau</title>
<link>https://suarajatimpost.com/gerebek-kamar-kos-polres-batu-ringkus-pengedar-sabu-modus-ranjau</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/gerebek-kamar-kos-polres-batu-ringkus-pengedar-sabu-modus-ranjau</guid>
<description><![CDATA[ Dalam praktik ini, sabu diletakkan di titik tertentu yang telah disepakati, lalu diambil oleh pembeli tanpa adanya pertemuan langsung. Modus ini sengaja dipilih untuk meminimalkan interaksi antara penjual dan pembeli, sehingga pelaku berharap dapat menghindari pengawasan petugas ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202603/image_870x580_69c765d6a6329.webp" length="34270" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sat, 28 Mar 2026 13:37:12 +0700</pubDate>
<dc:creator>Choirul Anwar</dc:creator>
<media:keywords>Kota Batu. Ranjau, Sabu</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KOTA BATU, SJP </strong>— Aparat kepolisian mengungkap praktik peredaran narkotika jenis sabu di Kota Batu dengan modus ranjau yang dinilai kian marak digunakan pelaku untuk menghindari deteksi. </p>
<p>Seorang pria berinisial SA (39), warga Kelurahan Songgokerto, ditangkap di kamar kosnya di kawasan Beji, Kecamatan Junrejo, pada Rabu (8/1/2026) sekira pukul 14.00 WIB.</p>
<p>Kasat Resnarkoba Polres Batu, AKP Bobby Abadi Rustam, mewakili Kapolres Batu, AKBP Aris Purwanto, pada Sabtu (28/3/2026) menjelaskan bahwa metode ranjau masih marak dilakukan pelaku dalam menjalankan aksinya.</p>
<p>"Dalam praktik ini, sabu diletakkan di titik tertentu yang telah disepakati, lalu diambil oleh pembeli tanpa adanya pertemuan langsung. Modus ini sengaja dipilih untuk meminimalkan interaksi antara penjual dan pembeli, sehingga pelaku berharap dapat menghindari pengawasan petugas," urainya.</p>
<p>Dari hasil penggeledahan di kamar kos pelaku, polisi mengamankan barang bukti sabu seberat 41,75 gram. </p>
<p>Selain itu, turut disita timbangan elektrik, klip plastik, isolasi bening, stoples berwarna merah muda, serta satu unit ponsel yang diduga digunakan sebagai sarana transaksi.</p>
<p>Pengungkapan kasus ini bermula dari laporan masyarakat yang mencurigai aktivitas pelaku. Setelah dilakukan penyelidikan, petugas akhirnya melakukan penggerebekan dan menemukan seluruh barang bukti yang tersimpan di dalam kamar.</p>
<p>"Dalam pemeriksaan, SA tidak hanya berperan sebagai pengedar, tetapi juga diketahui sebagai pengguna sabu. Hal ini memperkuat dugaan bahwa pelaku terlibat aktif dalam jaringan peredaran narkotika di wilayah tersebut," imbuhnya.</p>
<p>Atas perbuatannya, pelaku dijerat Pasal 114 ayat (2) Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika juncto Pasal 609 ayat (2) huruf a KUHP. Ia terancam hukuman maksimal hingga 20 tahun penjara. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Stabilitas Keuangan Daerah Tahun Anggaran 2025, DPRD Beri Catatan untuk Penguatan Pembangunan</title>
<link>https://suarajatimpost.com/stabilitas-keuangan-daerah-tahun-anggaran-2025-dprd-beri-catatan-untuk-penguatan-pembangunan</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/stabilitas-keuangan-daerah-tahun-anggaran-2025-dprd-beri-catatan-untuk-penguatan-pembangunan</guid>
<description><![CDATA[ Secara keseluruhan, capaian pembangunan Kota Batu menunjukkan arah yang positif dengan tingkat pendapatan per kapita yang tinggi dan angka kemiskinan yang relatif rendah. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202603/image_870x580_69c660f8ca8ff.webp" length="28066" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Fri, 27 Mar 2026 19:59:12 +0700</pubDate>
<dc:creator>Choirul Anwar</dc:creator>
<media:keywords>Kota Batu, Stabilitas, Keuangan, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KOTA BATU, SJP</strong> – Wali Kota Batu Nurochman dalam Nota Pengantar Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Tahun Anggaran 2025 menegaskan, Pemkot berhasil melakukan stabilitas keuangan daerah, hal ini tertuang dalam sidang paripurna DPRD Kota Batu, pada Jumat (27/3/2026).</p>
<p></p>
<p>Pria yang akrab disapa Cak Nur tersebut menjelaskan bahwa realisasi pendapatan daerah mencapai Rp1,09 triliun atau 99,20 persen dari target, sementara belanja daerah terealisasi sebesar Rp1,11 triliun atau 89,16 persen. Ia menyebut capaian tersebut mencerminkan stabilitas pengelolaan keuangan daerah.</p>
<p></p>
<p>“Berbagai indikator pembangunan menunjukkan hasil yang cukup baik dan menjadi modal penting untuk melanjutkan program prioritas ke depan,” ujarnya.</p>
<p></p>
<p>Dari sisi indikator makro, IPM Kota Batu meningkat menjadi 80,35. Angka kemiskinan berhasil ditekan menjadi 2,86 persen, serta tingkat pengangguran terbuka tercatat sebesar 3,53 persen. Pertumbuhan ekonomi juga tetap positif di angka 4,85 persen.</p>
<p></p>
<p>Meski demikian, Cak Nur menyampaikan bahwa pemerintah daerah akan terus melakukan penyempurnaan, termasuk dalam menjaga keseimbangan pembangunan agar manfaatnya dapat dirasakan lebih merata oleh masyarakat.</p>
<p></p>
<p>Sementara itu, Wakil Ketua 1 DPRD Kota Batu Punjul Santoso menyampaikan apresiasi atas capaian kinerja Pemerintah Kota Batu selama 2025. Ia menilai sejumlah indikator menunjukkan arah pembangunan yang positif.</p>
<p></p>
<p>“Kami melihat capaian yang ada sudah cukup baik. Ke depan tentu perlu terus diperkuat agar hasil pembangunan bisa semakin dirasakan secara luas oleh masyarakat,” katanya.</p>
<p></p>
<p>Punjul menambahkan, DPRD akan memberikan rekomendasi sebagai bagian dari fungsi pengawasan dan kemitraan dengan pemerintah daerah, guna mendukung peningkatan kinerja di tahun-tahun berikutnya. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Volume Sampah di Kota Batu Melonjak hingga 50 Ton per Hari Selama Libur Lebaran</title>
<link>https://suarajatimpost.com/volume-sampah-di-kota-batu-melonjak-hingga-50-ton-per-hari-selama-libur-lebaran</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/volume-sampah-di-kota-batu-melonjak-hingga-50-ton-per-hari-selama-libur-lebaran</guid>
<description><![CDATA[ Dinas Lingkungan Hidup (DLH) mencatat produksi sampah harian yang pada kondisi normal berada di kisaran 30 ton, diproyeksikan melonjak hingga 50 ton per hari saat puncak libur. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202603/image_870x580_69c63905f0b00.webp" length="17092" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Fri, 27 Mar 2026 17:33:22 +0700</pubDate>
<dc:creator>Choirul Anwar</dc:creator>
<media:keywords>Kota Batu, Sampah, Volume</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KOTA BATU, SJP</strong> - Lonjakan aktivitas masyarakat dan wisatawan selama libur Lebaran 2026 berdampak signifikan terhadap peningkatan volume sampah di Kota Batu. </p>
<p>Dinas Lingkungan Hidup (DLH) mencatat produksi sampah harian yang pada kondisi normal berada di kisaran 30 ton, diproyeksikan melonjak hingga 50 ton per hari saat puncak libur.</p>
<p>Kepala DLH Kota Batu, Dian Fachroni, pada Jumat (27/3/2026) menyebutkan bahwa kenaikan ini terutama terjadi di kawasan strategis, seperti 21 ruas jalan protokol dan sejumlah destinasi wisata yang menjadi pusat mobilitas pengunjung.</p>
<p>"Intensitas kunjungan yang tinggi berbanding lurus dengan peningkatan limbah, baik organik maupun nonorganik. Perhitungan lonjakan kenaikan sampah belum final karena masih ada besok dan lusa yang juga merupakan akhir pekan (weekend). Wisatawan lokal dari wilayah Kota Malang dan Kabupaten Malang masih berpotensi berkunjung ke Kota Batu," paparnya.</p>
<p>Untuk merespons lonjakan tersebut, DLH menerapkan pola kerja operasional tanpa henti selama tujuh hari penuh. Sistem pembagian kerja (shifting) 24 jam diberlakukan agar proses pengumpulan dan pengolahan sampah tetap berjalan optimal, termasuk saat Hari Raya Idulfitri.</p>
<p>Pada aspek pengolahan, Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Tlekung menjadi titik utama penanganan. Fasilitas ini dioperasikan dengan skema tiga sif, masing-masing berdurasi enam jam, guna menjaga ritme pengolahan tetap stabil di tengah peningkatan volume sampah.</p>
<p>DLH juga mengandalkan sejumlah infrastruktur untuk menekan penumpukan. Big Composter dimaksimalkan untuk mengolah hingga 8 ton sampah organik per hari, sementara tiga unit insinerator di Tlekung serta masing-masing satu unit di Kelurahan Dadaprejo dan Sisir dioperasikan secara penuh.</p>
<p>"Dengan kapasitas pembakaran mencapai 2 ton setiap dua jam, DLH menargetkan sistem one day process, yakni sampah yang masuk dapat langsung dituntaskan dalam satu hari," imbuhnya.</p>
<p>Selain itu, distribusi pengangkutan diperkuat melalui sembilan unit truk jungkit (dump truck) yang beroperasi secara berkala di seluruh wilayah kota. Tim Reaksi Cepat "Sapu Jagat Sampah" juga dikerahkan untuk mengantisipasi pembuangan liar, terutama di wilayah perbatasan.</p>
<p>Meski terdapat pembatasan lembur bagi Aparatur Sipil Negara (ASN), DLH tetap dapat mengoptimalkan kinerja petugas melalui kebijakan relaksasi khusus dari pemerintah daerah dalam kondisi darurat. Hal ini dinilai krusial untuk menjaga stabilitas pengelolaan sampah di tengah lonjakan beban kerja. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Anomali Arus Kendaraan Libur Lebaran 2026 di Kota Batu, Lonjakan di Akhir Periode</title>
<link>https://suarajatimpost.com/anomali-arus-kendaraan-libur-lebaran-2026-di-kota-batu-lonjakan-di-akhir-periode</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/anomali-arus-kendaraan-libur-lebaran-2026-di-kota-batu-lonjakan-di-akhir-periode</guid>
<description><![CDATA[ Beberapa titik yang mengalami penurunan di antaranya Jalan Panglima Sudirman (barat) sebesar 0,7 persen, Simpang Arumdalu 1,5 persen, serta Jalan Trunojoyo (timur) 1,2 persen. Penurunan juga terjadi di Jalan Gajah Mada 1,4 persen, Jalan Brantas 1,8 persen, dan Jalan Diponegoro 0,4 persen. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202603/image_870x580_69c638e817212.webp" length="79954" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Fri, 27 Mar 2026 17:00:43 +0700</pubDate>
<dc:creator>Choirul Anwar</dc:creator>
<media:keywords>Kota Batu, Volume Kendaraan, Lebaran</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KOTA BATU, SJP</strong> — Pola pergerakan wisatawan dan pemudik selama pelaksanaan Operasi Ketupat Semeru 2026 menunjukkan anomali dibandingkan tahun sebelumnya. </p>
<p></p>
<p>Hal ini terbukti dari volume kendaraan yang justru mengalami lonjakan tajam pada akhir periode, meskipun secara total tercatat menurun sekitar 27 persen dibanding 2025.</p>
<p></p>
<p>Kasatlantas Polres Batu, AKP Kevin Ibrahim, pada Jumat (27/3/2026) menegaskan bahwa berdasarkan data grafis, arus kendaraan pada 2026 sempat melandai drastis di awal periode. Pada hari ke-1 hingga ke-6, jumlah kendaraan berada di bawah 1.000 unit per hari.</p>
<p>Namun, tren tersebut berubah ekstrem menjelang akhir periode dengan lonjakan signifikan hingga menyentuh angka 14.516 kendaraan pada hari ke-11.</p>
<p>"Kondisi ini berbanding terbalik dengan pola tahun 2025 yang relatif stabil di kisaran 7.000–8.000 kendaraan per hari. Pergeseran ini mengindikasikan adanya perubahan preferensi waktu perjalanan masyarakat, yang cenderung menunda mobilitas hingga mendekati puncak libur," urainya.</p>
<p>Ia juga menyatakan bahwa pihaknya telah mengantisipasi dinamika tersebut dengan menyiagakan tim urai di sejumlah titik rawan kepadatan.</p>
<p>Pihaknya menyiapkan tim urai sebanyak 41 personel untuk mengantisipasi titik-titik rawan kemacetan.</p>
<p>Personel tersebut disebar di ruas strategis guna menjaga kelancaran lalu lintas, terutama pada jam-jam krusial. Berdasarkan pemetaan, puncak arus masuk ke Kota Batu diperkirakan berlangsung hingga pukul 13.00 WIB, sementara arus keluar kota mencapai puncaknya pada pukul 17.00 hingga 20.00 WIB.</p>
<p>"Di sisi lain, hasil pemantauan melalui sistem Intelligent Traffic System (ITS) Dinas Perhubungan Kota Batu menunjukkan bahwa secara umum volume kendaraan tahun ini tidak setinggi periode Lebaran sebelumnya. Data dari 10 kamera ETLE mencatat sebagian besar ruas jalan mengalami penurunan," imbuhnya.</p>
<p>Beberapa titik yang mengalami penurunan di antaranya Jalan Panglima Sudirman (barat) sebesar 0,7 persen, Simpang Arumdalu 1,5 persen, serta Jalan Trunojoyo (timur) 1,2 persen. Penurunan juga terjadi di Jalan Gajah Mada 1,4 persen, Jalan Brantas 1,8 persen, dan Jalan Diponegoro 0,4 persen.</p>
<p>Meski demikian, peningkatan tetap terjadi di sejumlah ruas tertentu, seperti Jalan Ahmad Yani sebesar 0,1 persen, Jalan Imam Bonjol 0,3 persen, Jalan Patimura 2 persen, serta Jalan Mojorejo 0,6 persen.</p>
<p>"Dengan pola seperti ini, aparat menilai konsentrasi kendaraan kini lebih terfokus pada waktu dan titik tertentu, bukan tersebar merata seperti tahun sebelumnya," pungkasnya. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Pemkot Batu Matangkan Persiapan Hadapi Lonjakan Wisatawan High Season Lebaran dari Infrastruktur Sampai Pelayanan</title>
<link>https://suarajatimpost.com/pemkot-batu-matangkan-persiapan-hadapi-lonjakan-wisatawan-high-season-lebaran-dari-infrastruktur-sampai-pelayanan</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/pemkot-batu-matangkan-persiapan-hadapi-lonjakan-wisatawan-high-season-lebaran-dari-infrastruktur-sampai-pelayanan</guid>
<description><![CDATA[ Dengan berbagai langkah komprehensif, Pemkot Batu optimistis mampu mengantisipasi lonjakan wisatawan secara optimal. Pemerintah menargetkan libur panjang kali ini tidak hanya berjalan aman dan lancar, tetapi juga memberikan dampak positif bagi perekonomian daerah, khususnya sektor pariwisata, perhotelan, dan UMKM ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202603/image_870x580_69bbe2465fd07.webp" length="25552" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 19 Mar 2026 20:45:20 +0700</pubDate>
<dc:creator>Choirul Anwar</dc:creator>
<media:keywords>Kota Batu, Wisatawan, Infrastruktur, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KOTA BATU, SJP</strong> – Pemerintah Kota Batu mulai mematangkan berbagai persiapan untuk menghadapi potensi lonjakan wisatawan pada momentum libur panjang Hari Raya Nyepi dan Idulfitri 1447 H/2026 M. Lonjakan ini diprediksi terjadi karena berdekatan dengan momen libur nasional, yang berpotensi mengalihkan arus wisata ke Kota Batu sebagai destinasi unggulan di Jawa Timur.</p>
<p>Wali Kota Batu, Nurochman pada Kamis (19/3/2026) menegaskan, kesiapsiagaan lintas sektor menjadi kunci utama dalam menghadapi peningkatan mobilitas masyarakat. Ia meminta seluruh perangkat daerah bergerak cepat memastikan kesiapan infrastruktur dasar, mulai dari kemantapan jalan, optimalisasi penerangan jalan umum (PJU), hingga penerapan rekayasa lalu lintas di titik-titik rawan kemacetan</p>
<p>"Langkah ini dinilai penting untuk menghindari kepadatan yang berpotensi mengganggu kenyamanan wisatawan maupun warga lokal," paparnya.</p>
<p>Menurutnya, momentum libur panjang kali ini memiliki karakteristik berbeda karena beririsan dengan Hari Raya Nyepi, sehingga berpotensi mengubah pola pergerakan wisatawan. Kota Batu diprediksi menjadi salah satu tujuan alternatif, terutama bagi wisatawan domestik yang mencari destinasi dengan akses relatif dekat dan beragam pilihan wisata.</p>
<p>Selain infrastruktur, aspek pendukung sektor pariwisata juga menjadi perhatian serius seperti peningkatan kualitas sarana dan prasarana di kawasan wisata. Hal ini mencakup optimalisasi penerangan di jalur wisata, pemangkasan pohon yang berpotensi membahayakan, serta penataan parkir agar lebih tertib dan terorganisir.</p>
<p>"Kami juga mendorong petugas parkir dan pelaku wisata untuk mengedepankan pelayanan yang ramah sebagai bagian dari upaya menjaga citra Kota Batu. Pelayanan yang baik akan menjadi kesan pertama bagi wisatawan. Ini penting untuk mendorong kunjungan ulang dan memperkuat daya saing pariwisata daerah,” imbuhnya.</p>
<p>Dari sisi pengamanan, Pemkot Batu bersama unsur Forkopimda akan menggelar Operasi Ketupat Semeru pada 13–25 Maret 2026 dengan melibatkan sekitar 400 personel gabungan. Pengamanan ini diperkuat dengan pendirian sejumlah pos, terdiri dari 1 pos pelayanan, 4 pos pantau, 2 pos urai, dan 6 pos pengamanan yang tersebar di titik-titik strategis, khususnya di jalur masuk kota dan kawasan wisata favorit.</p>
<p>Langkah antisipasi juga diperkuat melalui pemanfaatan teknologi, seperti optimalisasi CCTV publik untuk memantau kondisi lalu lintas dan keramaian secara real time. Selain itu, pengawasan di titik rawan kemacetan akan ditingkatkan, termasuk kesiapan tim urai untuk mengurai kepadatan kendaraan secara cepat dan efektif.</p>
<p>Pemkot Batu juga menyiapkan strategi komunikasi publik guna memastikan wisatawan mendapatkan informasi yang akurat dan mudah diakses. Melalui Dinas Komunikasi dan Informatika, berbagai kanal informasi akan dimaksimalkan untuk menyampaikan kondisi lalu lintas, lokasi parkir, hingga imbauan keselamatan selama berada di Kota Batu.</p>
<p>Tak hanya fokus pada aspek teknis, Pemkot Batu juga mendorong penguatan kegiatan sosial dan budaya selama momen Lebaran, seperti pelaksanaan takbir keliling dan halal bihalal yang dikemas lebih menarik. Kegiatan ini diharapkan mampu menjadi daya tarik tambahan sekaligus mempererat hubungan antara pemerintah, masyarakat, dan wisatawan. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Jelang Lebaran 226, Daya Beli di Pasar Among Tani Melemah</title>
<link>https://suarajatimpost.com/jelang-lebaran-226-daya-beli-di-pasar-among-tani-melemah</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/jelang-lebaran-226-daya-beli-di-pasar-among-tani-melemah</guid>
<description><![CDATA[ Kondisi lambatnya perputaran ekonomi di Pasar Among Tani menunjukkan bahwa kenaikan harga bahan pokok menjelang Lebaran tidak hanya dipicu oleh faktor pasokan dan biaya produksi, tetapi juga mulai menekan daya beli masyarakat secara nyata ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202603/image_870x580_69bbe17a660a3.webp" length="46186" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 19 Mar 2026 20:14:35 +0700</pubDate>
<dc:creator>Choirul Anwar</dc:creator>
<media:keywords>Kota Batu, Ekonomi, Melemah</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KOTA BATU, SJP</strong> - Kenaikan harga sejumlah bahan pokok menjelang Lebaran mulai berdampak langsung pada aktivitas jual beli di Kota Batu. Kondisi ini terlihat di Pasar Induk Among Tani yang dalam beberapa hari terakhir tampak lebih lengang dibanding biasanya.</p>
<p>Asiah salah satu pedagang asal Kelurahan Sisir pada Kamis (19/3/2026) menegaskan sepinya pembeli tak lepas dari lonjakan harga komoditas utama yang cukup signifikan. Salah satunya adalah cabai rawit menjadi penyumbang kenaikan tertinggi dengan harga yang kini menembus lebih dari Rp100 ribu per kilogram.</p>
<p>"Tak harga telur ayam juga melonjak tajam dari sebelumnya sekitar Rp22 ribu menjadi Rp32 ribu per kilogram. Sementara ayam potong ikut naik dari Rp35 ribu menjadi Rp40 ribu per kilogram," imbuhnya.</p>
<p>Wanita paruh baya tersebut juga menegaskan sejumlah pedagang mengungkapkan, kenaikan harga memang sudah terjadi secara bertahap, namun dalam sepekan terakhir pergerakannya jauh lebih cepat. Kondisi tersebut membuat konsumen mulai mengurangi pembelian, bahkan menunda belanja.</p>
<p>Banyak pedagang menyebut terbatasnya pasokan menjadi pemicu utama, khususnya pada komoditas cabai rawit. Faktor cuaca yang didominasi hujan membuat distribusi tersendat dan hasil panen berkurang.</p>
<p>Selain itu, kenaikan harga pakan ternak turut memberi efek berantai pada harga telur dan ayam potong. Peternak terpaksa menaikkan harga jual guna menutup biaya produksi yang semakin tinggi.</p>
<p>"Sebenarnya permintaan sebenarnya tidak mengalami penurunan signifikan, terutama dari pelaku usaha kuliner. Namun, tekanan harga membuat masyarakat umum lebih selektif dalam berbelanja," imbuhnya.</p>
<p>Situasi ini memperlihatkan adanya tekanan ganda antara pasokan yang terbatas dan harga yang terus naik, yang pada akhirnya berdampak pada melemahnya daya beli masyarakat menjelang momentum Lebaran. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Puncak Arus Wisatawan Lebaran di Kota Batu Diprediksi H+2, Arus Keluar Memuncak H+6</title>
<link>https://suarajatimpost.com/puncak-arus-wisatawan-lebaran-di-kota-batu-diprediksi-h2-arus-keluar-memuncak-h6</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/puncak-arus-wisatawan-lebaran-di-kota-batu-diprediksi-h2-arus-keluar-memuncak-h6</guid>
<description><![CDATA[ Dengan prediksi puncak arus masuk wisatawan terjadi pada H+2 dan arus keluar pada H+6 Lebaran, seluruh pihak di Kota Batu dituntut siaga penuh dalam mengantisipasi lonjakan mobilitas tersebut. Kesiapan tim urai, pola pengaturan hingga rekayasa lalu lintas menjadi kunci untuk menjaga kelancaran arus kendaraan, terutama di titik-titik wisata dan jalur utama ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202603/image_870x580_69bbe0c9a1482.webp" length="62606" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 19 Mar 2026 19:45:59 +0700</pubDate>
<dc:creator>Choirul Anwar</dc:creator>
<media:keywords>Kota Batu, Puncak Wisatawan, Lebaran, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KOTA BATU, SJP</strong> – Lonjakan kunjungan wisatawan selama libur Lebaran 2026 di Kota Batu diprediksi mencapai puncaknya pada H+2 untuk arus masuk dan H+6 untuk arus keluar. Kepolisian pun menyiapkan langkah antisipasi guna mengurai potensi kepadatan lalu lintas di sejumlah titik rawan.</p>
<p>Kasat Lantas Polres Batu, AKP Kevin Ibrahim pada Kamis (19/3/2026) mengatakan pihaknya telah menyiagakan tim urai selama pelaksanaan Operasi Ketupat Semeru 2026. Tim ini terdiri dari gabungan personel Satlantas dan Satuan Sabhara dengan total lebih dari 30 personel.</p>
<p>“Pemantauan kami lakukan setiap hari, terutama untuk mengantisipasi lonjakan kendaraan saat puncak arus masuk di H+2 Lebaran. Nanti akan ada tim urai akan fokus melakukan pemantauan dan patroli di kawasan rawan macet, termasuk titik blind spot rawan kecelakaan, trouble spot, objek vital, hingga destinasi wisata yang diprediksi dipadati pengunjung," ujarnya.</p>
<p>Selain itu, pihak kepolisian juga memproyeksikan peningkatan signifikan arus keluar wisatawan pada H+6 Lebaran, seiring berakhirnya masa libur panjang. Kondisi ini dinilai berpotensi menimbulkan kepadatan di jalur-jalur utama menuju luar Kota Batu.</p>
<p>Kevin menegaskan, pihaknya telah menyiapkan berbagai skema pengaturan lalu lintas, termasuk rekayasa arus jika terjadi kepadatan ekstrem. Langkah ini dilakukan agar pergerakan kendaraan tetap terkendali di tengah tingginya mobilitas wisatawan.</p>
<p>“Ketika ada kepadatan, kami sudah siapkan pola pengaturan hingga rekayasa lalu lintas agar arus tetap lancar terlebih, Dinas Pariwisata Kota Batu memprediksi jumlah kunjungan wisatawan selama libur Lebaran tahun ini mencapai 1,1 juta orang," pungkasnya.<strong> (*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Optimistis High Season Lebaran 2026, Pemkot Batu Bidik Kenaikan Pajak dan Retribusi Parkir hingga 30 Persen</title>
<link>https://suarajatimpost.com/optimistis-high-season-lebaran-2026-pemkot-batu-bidik-kenaikan-pajak-dan-retribusi-parkir-hingga-30-persen</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/optimistis-high-season-lebaran-2026-pemkot-batu-bidik-kenaikan-pajak-dan-retribusi-parkir-hingga-30-persen</guid>
<description><![CDATA[ Pemkot Batu menargetkan momentum Lebaran 2026 tidak hanya mendorong sektor pariwisata, tetapi juga memperkuat kontribusi terhadap pendapatan asli daerah melalui pajak dan retribusi parkir ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202603/image_870x580_69b91e9c6d628.webp" length="17760" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Tue, 17 Mar 2026 19:41:39 +0700</pubDate>
<dc:creator>Choirul Anwar</dc:creator>
<media:keywords>Kota Batu, Target, High Season, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KOTA BATU, SJP</strong> – Pemerintah Kota Batu menargetkan lonjakan penerimaan pajak daerah dan retribusi parkir selama momen high season Lebaran 2026. Peningkatan aktivitas wisata yang dipicu libur panjang selama tujuh hari diyakini akan mendongkrak okupansi hotel, kunjungan tempat hiburan, serta transaksi restoran.</p>
<p>Kepala Bapenda Kota Batu, M. Nur Adhim pada Selasa (17/3/2026) mengungkapkan bahwa periode libur Lebaran menjadi momentum puncak (peak season) bagi sektor pajak daerah. Ia menyebutkan, dengan tingginya mobilitas wisatawan, potensi kenaikan penerimaan pajak diproyeksikan mencapai 20 hingga 30 persen dibanding hari biasa.</p>
<p>“Selama libur Lebaran ada peningkatan signifikan karena hotel, tempat hiburan, dan restoran ramai. Kami targetkan ada kenaikan sekitar 20 sampai 30 persen,” ujarnya.</p>
<p>Meski di tengah kondisi ekonomi global yang tengah melemah dan berdampak pada nasional, pihaknya tetap optimistis capaian tersebut bisa terealisasi. Minimal, persentase kenaikan dapat bertahan di level yang sama seperti tahun sebelumnya.</p>
<p>“Harapannya tetap ada peningkatan saat Lebaran nanti, atau paling tidak prosentasenya bisa sama seperti sebelumnya,” imbuhnya.</p>
<p>Sementara itu, Dinas Perhubungan Kota Batu juga membidik peningkatan pendapatan dari sektor retribusi parkir. Kabid Parkir Dishub Kota Batu, Chilman, menuturkan bahwa target kenaikan juga berada di kisaran 20 hingga 30 persen selama periode libur Lebaran.</p>
<p>Namun demikian, ia menekankan pentingnya pengawasan terhadap juru parkir di lapangan guna menghindari potensi pelanggaran.</p>
<p>“Kalau tidak diawasi, jukir bisa bertindak semaunya. Karena itu sudah ada himbauan dari kepala dinas untuk penguatan pengawasan,” jelasnya.</p>
<p>Untuk mengantisipasi kemacetan, khususnya di kawasan pusat kota seperti Alun-alun dan Jalan Gajah Mada, Dishub telah menyiapkan rekayasa lalu lintas dengan mengalihkan titik parkir ke sejumlah ruas alternatif. Di antaranya Jalan Brantas, sebagian Jalan Bromo, Jalan Semeru, Jalan WR Supratman, serta Jalan Panglima Sudirman.</p>
<p>Selain itu, penerapan sistem parkir elektronik (e-parkir) yang mulai diberlakukan sejak Desember lalu juga diharapkan dapat mendukung optimalisasi pendapatan sekaligus meningkatkan transparansi pengelolaan retribusi. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Kekurangan 6 Dokter Desa, Pemkot Batu Siapkan Penambahan dan Perkuat Layanan Home Care</title>
<link>https://suarajatimpost.com/kekurangan-6-dokter-desa-pemkot-batu-siapkan-penambahan-dan-perkuat-layanan-home-care</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/kekurangan-6-dokter-desa-pemkot-batu-siapkan-penambahan-dan-perkuat-layanan-home-care</guid>
<description><![CDATA[ Dengan penambahan tenaga dokter, penguatan fasilitas puskesmas, serta perluasan layanan home care hingga polindes, Pemkot Batu menargetkan layanan kesehatan semakin merata dan menjangkau seluruh lapisan masyarakat, terutama di wilayah desa yang selama ini belum terfasilitasi optimal ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202603/image_870x580_69b91d5d30fc5.webp" length="35772" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Tue, 17 Mar 2026 18:59:12 +0700</pubDate>
<dc:creator>Choirul Anwar</dc:creator>
<media:keywords>Kota Batu, Dokter, Desa, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KOTA BATU, SJP</strong> – Pemerintah Kota Batu terus menggenjot pemerataan layanan kesehatan hingga tingkat desa. Saat ini, dari total kebutuhan tenaga medis di desa, masih terdapat kekurangan enam dokter yang belum terdistribusi.</p>
<p></p>
<p>Wakil Wali Kota Batu Heli Suyanto pada Selasa (17/3/2026) mengungkapkan hingga kini sebanyak 18 dokter telah ditempatkan untuk melayani 18 desa. Namun, masih ada enam desa yang belum terfasilitasi tenaga dokter secara optimal.</p>
<p></p>
<p>“Kami terus melakukan upaya meningkatkan kesehatan di Kota Batu. Saat ini ada 18 dokter yang melayani 18 desa, dan masih kurang enam dokter lagi, artinya ada enam desa yang belum terfasilitasi dan kami targetkan rampung di tahun ini," ujarnya.</p>
<p></p>
<p>Untuk mengatasi kekurangan tersebut, Pemkot Batu berencana menambah tenaga dokter secara bertahap agar seluruh desa dapat memperoleh akses layanan kesehatan yang merata.</p>
<p></p>
<p>Selain itu, penguatan fasilitas layanan juga dilakukan dengan rencana penambahan poli gigi di setiap puskesmas. Langkah ini diharapkan dapat memperluas cakupan pelayanan kesehatan dasar, khususnya kesehatan gigi dan mulut yang selama ini masih terbatas di beberapa wilayah.</p>
<p></p>
<p>Di sisi lain, Pemkot Batu juga terus mengembangkan layanan home care yang saat ini telah dijalankan oleh seluruh puskesmas. Program ini menyasar masyarakat yang kesulitan mengakses fasilitas kesehatan secara langsung.</p>
<p></p>
<p>Ke depan, layanan <em>home care</em> akan diperluas hingga tingkat polindes dengan fokus pada kelompok rentan seperti lansia dan penyandang disabilitas.</p>
<p></p>
<p>“Semua puskesmas sudah melakukan home care, selanjutnya akan kami telusuri hingga polindes, terutama untuk melayani lansia dan disabilitas,” tambah politisi Gerindra tersebut.</p>
<p></p>
<p>Langkah ini menjadi bagian dari strategi Pemkot Batu dalam memperkuat layanan kesehatan berbasis wilayah, sekaligus memastikan kelompok rentan tetap mendapatkan akses pelayanan yang layak. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Wali Kota Batu Tekankan Efisiensi dan Prioritas, Program Strategis 2027 Difokuskan ke Dampak Nyata Pada Masyarakat</title>
<link>https://suarajatimpost.com/wali-kota-batu-tekankan-efisiensi-dan-prioritas-program-strategis-2027-difokuskan-ke-dampak-nyata-pada-masyarakat</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/wali-kota-batu-tekankan-efisiensi-dan-prioritas-program-strategis-2027-difokuskan-ke-dampak-nyata-pada-masyarakat</guid>
<description><![CDATA[ Secara keseluruhan, arah kebijakan pembangunan Kota Batu tahun 2027 menegaskan pergeseran dari sekadar ekspansi program menuju penguatan kualitas dan dampak nyata di masyarakat. Meskipun berasa dalam keterbatasan fiskal namun tetap memprioritaskan sektor fundamental seperti pendidikan, kesehatan, dan ekonomi lokal, sekaligus membuka ruang kolaborasi pembiayaan melalui skema alternatif. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202603/image_870x580_69b91c7ded299.webp" length="18656" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Tue, 17 Mar 2026 18:19:06 +0700</pubDate>
<dc:creator>Choirul Anwar</dc:creator>
<media:keywords>Kota Batu, Kebijakan, Efisiensi suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KOTA BATU, SJP </strong>– Pemerintah Kota Batu mulai mengarahkan strategi pembangunan tahun anggaran 2027 dengan pendekatan yang lebih selektif dan berorientasi dampak.</p>
<p>Wali Kota Batu, Nurochman, menegaskan, keterbatasan fiskal akibat penyesuaian dana transfer pusat membuat pemerintah harus cermat dalam menentukan prioritas.</p>
<p>Diwawancarai pada Selasa (17/3/2026), orang nomor satu di Kota Batu tersebut menguraikan 2027 bukan sekadar kelanjutan program, tetapi momentum memastikan setiap anggaran benar-benar menyentuh kebutuhan masyarakat hingga tingkat desa.</p>
<p>“Kita tidak lagi bicara hanya soal banyaknya program, tapi seberapa besar dampaknya. Dengan kondisi fiskal yang ada, semua harus tepat sasaran dan terukur,” ujarnya.</p>
<p>Ia menyoroti bahwa sisa kemampuan anggaran yang diproyeksikan sekitar Rp387,5 miliar akan difokuskan pada sektor-sektor strategis seperti pendidikan, kesehatan, dan penguatan ekonomi masyarakat.</p>
<p>Di bidang pendidikan, Pemkot memastikan keberlanjutan Program Seribu Sarjana tetap menjadi prioritas. Nurochman menilai peningkatan kuota penerima manfaat merupakan investasi jangka panjang yang tidak bisa ditunda.</p>
<p>“SDM ini fondasi. Kita siapkan generasi ke depan dengan akses pendidikan yang lebih luas. Itu yang akan menentukan daya saing Kota Batu ke depan,” tegasnya.</p>
<p>Sementara itu, sektor kesehatan akan diarahkan pada pemerataan layanan dasar. Pembangunan fasilitas puskesmas serta pemenuhan sarana pendukung di desa dinilai sebagai kebutuhan mendesak yang harus diselesaikan.</p>
<p>“Pelayanan kesehatan tidak boleh timpang. Semua warga harus punya akses yang sama, baik di kota maupun desa,” katanya.</p>
<p>Di sisi lain, Nurochman juga menekankan pentingnya transformasi ekonomi daerah melalui pembenahan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD). Ia menyebut, peran BUMD ke depan harus lebih konkret dalam menggerakkan sektor UMKM, pertanian, hingga pariwisata.</p>
<p>“BUMD tidak boleh hanya berjalan biasa. Harus jadi motor penggerak ekonomi lokal, memberi manfaat langsung ke masyarakat,” ujarnya.</p>
<p>Untuk proyek berskala besar seperti Mal UMKM dan Spiritual Botanical Garden, Pemkot memilih tidak sepenuhnya bergantung pada APBD. Skema Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU) menjadi opsi untuk menjaga keberlanjutan pembangunan tanpa membebani anggaran daerah.</p>
<p>“Kita harus adaptif. Kalau bisa dikerjakan dengan kolaborasi, kenapa tidak. Yang penting proyek tetap jalan dan manfaatnya dirasakan masyarakat,” jelasnya.</p>
<p>Selain itu, isu lingkungan juga menjadi perhatian dalam perencanaan 2027, khususnya percepatan pengelolaan sampah terpadu dan penguatan infrastruktur ramah lingkungan.</p>
<p>“Intinya sederhana, program harus terasa manfaatnya oleh masyarakat. Itu yang kita jaga di 2027 dengan landasan pemerataan serta berkelanjutan," pungkasnya. (*)</p>
<p>Editor : Rizqi Ardian</p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Pemkot Batu Atur Disiplin ASN Saat Libur Lebaran 2026, Kendaraan Dinas Dilarang Dipakai Mudik</title>
<link>https://suarajatimpost.com/pemkot-batu-atur-disiplin-asn-saat-libur-lebaran-2026-kendaraan-dinas-dilarang-dipakai-mudik</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/pemkot-batu-atur-disiplin-asn-saat-libur-lebaran-2026-kendaraan-dinas-dilarang-dipakai-mudik</guid>
<description><![CDATA[ Terbitnya aturan menjelang lebaran untuk ASN membuat Pemkot Batu berharap agar disiplin dan integritas ASN tetap terjaga selama masa libur Lebaran, sekaligus memastikan pelayanan publik tetap berjalan profesional tanpa praktik yang berpotensi melanggar hukum. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202603/image_870x580_69b7db54e4cff.webp" length="16020" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 16 Mar 2026 20:58:01 +0700</pubDate>
<dc:creator>Choirul Anwar</dc:creator>
<media:keywords>Kota Batu, ASN, Regulasi, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KOTA BATU, SJP </strong>– Pemerintah Kota Batu menerbitkan aturan khusus bagi aparatur sipil negara (ASN) selama periode libur Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah. Aturan tersebut menekankan disiplin penggunaan fasilitas negara serta larangan praktik gratifikasi yang kerap muncul menjelang Lebaran.</p>
<p>Wali Kota Batu Nurochman pada Senin (14/3/2026) menguraikan ketentuan itu tertuang dalam Surat Edaran (SE) Wali Kota Batu Nomor 180/322/2026 tentang pengendalian gratifikasi dan penggunaan fasilitas negara selama periode Idulfitri.</p>
<p>"Seluruh ASN di lingkungan Pemkot Batu wajib mematuhi aturan tersebut sebagai bentuk komitmen menjaga integritas aparatur negara jadi harus menjadi teladan bagi masyarakat. Saya tegaskan, dilarang keras menerima atau memberi hadiah dalam bentuk apa pun yang berkaitan dengan jabatan dan berlawanan dengan kewajiban sebagai aparatur negara,” ujarnya.</p>
<p>Dalam surat edaran tersebut, terdapat beberapa ketentuan penting yang harus dipatuhi ASN selama momentum Lebaran. Salah satunya adalah larangan meminta dana, hadiah, parsel, maupun Tunjangan Hari Raya (THR) kepada masyarakat, pelaku usaha, maupun sesama ASN.</p>
<p>Larangan itu berlaku baik secara pribadi maupun atas nama instansi. Menurut Cak Nur, praktik meminta hadiah atau parsel saat Lebaran dapat mencederai etika pelayanan publik serta berpotensi masuk dalam kategori gratifikasi.</p>
<p>“Kami tidak ingin ada praktik-praktik yang mencoreng integritas aparatur. Apalagi sampai memanfaatkan momentum Lebaran untuk meminta sesuatu kepada masyarakat,” tegasnya.</p>
<p>Dalam kondisi tertentu apabila ASN menerima gratifikasi yang tidak dapat ditolak, Pemkot Batu mewajibkan aparatur tersebut segera melaporkannya kepada Komisi Pemberantasan Korupsi melalui Unit Pengendalian Gratifikasi (UPG) di Inspektorat Kota Batu.</p>
<p>Batas waktu pelaporan maksimal 10 hari kerja sejak gratifikasi diterima. Pelaporan ini dimaksudkan agar setiap potensi pelanggaran dapat diproses sesuai ketentuan yang berlaku.</p>
<p>"Sementara untuk gratifikasi berupa makanan atau bingkisan yang mudah rusak, surat edaran tersebut memperbolehkan barang tersebut disalurkan kepada panti asuhan atau lembaga sosial. Namun penyaluran tetap harus didokumentasikan serta dilaporkan kepada unit pengendalian gratifikasi sebagai bentuk transparansi," paparnya.</p>
<p>Selain itu, Pemkot Batu juga memperketat aturan penggunaan fasilitas negara selama masa libur Lebaran. ASN dilarang menggunakan kendaraan dinas maupun fasilitas kantor untuk kepentingan pribadi, termasuk untuk keperluan mudik.</p>
<p>Menurutnya, seluruh aset milik negara harus dimanfaatkan sesuai peruntukannya, yakni untuk mendukung pelayanan kepada masyarakat sehingga fasilitas dinas adalah sarana kerja, dan bukan untuk kepentingan pribadi. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Kasus Suspek Campak Meningkat, Dinkes Kota Batu Siapkan Kampanye Imunisasi MR Pasca Lebaran</title>
<link>https://suarajatimpost.com/kasus-suspek-campak-meningkat-dinkes-kota-batu-siapkan-kampanye-imunisasi-mr-pasca-lebaran</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/kasus-suspek-campak-meningkat-dinkes-kota-batu-siapkan-kampanye-imunisasi-mr-pasca-lebaran</guid>
<description><![CDATA[ Dinkes Kota Batu mengimbau apabila masyarakat menemukan seseorang dengan gejala demam dan bintik kemerahan, segera periksakan ke fasilitas kesehatan terdekat dan ikuti arahan petugas, termasuk pengambilan sampel darah untuk memastikan apakah itu campak atau rubela. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202603/image_870x580_69b7dbc6e8f9a.webp" length="27326" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 16 Mar 2026 20:40:05 +0700</pubDate>
<dc:creator>Choirul Anwar</dc:creator>
<media:keywords>Kota Batu, Campak, Meningkat, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KOTA BATU, SJP</strong> – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Batu menyiapkan langkah pencegahan penyebaran campak dan rubela melalui program Catch-Up Campaign imunisasi Measles Rubella (MR) yang dijadwalkan berlangsung pasca Lebaran, mulai 30 Maret hingga 18 April 2026.</p>
<p>Sekretaris Dinkes Kota Batu Yuni Astuti pada Senin (16/3/2026) menguraikan program tersebut disiapkan menyusul tren peningkatan jumlah kasus suspek campak di Kota Batu dalam dua tahun terakhir. Berdasarkan data Dinkes Kota Batu, pada 2024 tercatat 56 kasus suspek campak dengan lima kasus di antaranya terkonfirmasi positif.</p>
<p>"Dari angka tersebut meningkat cukup signifikan pada 2025. Sepanjang tahun lalu tercatat 120 kasus suspek campak, dengan enam kasus dinyatakan positif campak serta satu kasus lainnya terkonfirmasi positif rubela," tegasnya.</p>
<p>Menurutnya, peningkatan tersebut menjadi perhatian serius pemerintah daerah karena campak dan rubela termasuk penyakit menular yang dapat menyebar dengan cepat jika tidak ditangani dengan baik.</p>
<p>Sebagai langkah antisipasi, Dinkes Kota Batu bersama pemerintah daerah akan melaksanakan Catch-Up Campaign imunisasi MR setelah periode Lebaran. Kegiatan ini juga dibarengi dengan penguatan sistem surveilans penyakit untuk meningkatkan deteksi dini serta memperluas cakupan imunisasi masyarakat.</p>
<p>“Sebagai respons atas meningkatnya kasus campak di Jawa Timur, akan dilaksanakan Catch-Up Campaign imunisasi campak dan rubela pada 30 Maret hingga 18 April 2026. Kegiatan ini juga disertai penguatan surveilans untuk meningkatkan cakupan imunisasi serta mencegah penularan yang lebih luas,” imbuhnya.</p>
<p>Ia menjelaskan, campak dan rubela merupakan penyakit yang disebabkan oleh virus dan sangat mudah menular melalui percikan ludah penderita saat batuk, bersin, maupun berbicara.</p>
<p>Gejala yang umumnya muncul antara lain demam tinggi disertai munculnya bintik-bintik kemerahan pada kulit. Selain itu, penderita juga bisa mengalami batuk, pilek, hingga mata merah.</p>
<p>Jika tidak segera ditangani, campak dapat menimbulkan berbagai komplikasi serius seperti diare, radang paru-paru, radang otak, kebutaan, gizi buruk hingga kematian.</p>
<p>"Sementara itu, infeksi rubela memiliki risiko besar bagi ibu hamil karena dapat menyebabkan keguguran, bayi lahir mati, hingga kelainan bawaan pada bayi seperti gangguan jantung, kelainan mata, ketulian, dan keterlambatan tumbuh kembang," bebernya.</p>
<p>Oleh karena itu, Dinkes Kota Batu mengimbau masyarakat untuk memastikan anak mendapatkan imunisasi campak-rubela sesuai jadwal. Imunisasi MR diberikan pada usia 9 bulan, kemudian 18 bulan, serta saat anak duduk di kelas 1 sekolah dasar atau sederajat.</p>
<p>Selain imunisasi, masyarakat juga diingatkan menjaga daya tahan tubuh anak dengan asupan gizi yang cukup. Jika muncul gejala campak, anak juga dianjurkan mendapatkan vitamin A sesuai anjuran tenaga kesehatan. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>KADIN: Pengusaha Bisa Jadi “Konsultan Alami” Pemerintah dalam Merumuskan Kebijakan Ekonomi</title>
<link>https://suarajatimpost.com/kadin-pengusaha-bisa-jadi-konsultan-alami-pemerintah-dalam-merumuskan-kebijakan-ekonomi</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/kadin-pengusaha-bisa-jadi-konsultan-alami-pemerintah-dalam-merumuskan-kebijakan-ekonomi</guid>
<description><![CDATA[ Dengan kolaborasi yang lebih terbuka, Endro berharap pemerintah daerah dapat menjembatani berbagai ide dari pelaku usaha melalui kebijakan yang tepat. Menurutnya, ketika kreativitas dunia usaha didukung regulasi yang jelas, maka pergerakan ekonomi masyarakat akan tumbuh lebih cepat. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202603/image_870x580_69b7dac7d7b29.webp" length="41248" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 16 Mar 2026 20:20:49 +0700</pubDate>
<dc:creator>Choirul Anwar</dc:creator>
<media:keywords>Kota Batu, KADIN, Ekonomi, saurajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KOTA BATU, SJP</strong> – Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Kota Batu mendorong Pemerintah Kota Batu untuk lebih membuka ruang kolaborasi dengan para pelaku usaha dalam merumuskan kebijakan pembangunan ekonomi daerah. Pengusaha dinilai dapat berperan sebagai “konsultan alami” karena memiliki pemahaman langsung terhadap dinamika pasar dan tren konsumen.</p>
<p>Ketua KADIN Kota Batu Endro Wahyu Wijoyono pada Senin (16/3/2026) mengatakan, pelaku usaha memiliki pengalaman nyata dalam membaca peluang ekonomi di lapangan. Karena itu, keterlibatan mereka dalam proses penyusunan kebijakan dinilai penting agar program pemerintah lebih tepat sasaran.</p>
<p>“Mereka lebih paham tren wisata, perilaku konsumen, dan peluang pasar secara detail. Ide-ide dari pelaku usaha seringkali lebih segar karena tidak terhambat oleh birokrasi,” ujarnya.</p>
<p>Endro menilai, Kota Batu memiliki potensi besar untuk terus berkembang sebagai daerah dengan kekuatan ekonomi di sektor pariwisata dan pertanian. Namun potensi tersebut membutuhkan kolaborasi erat antara pemerintah daerah dan dunia usaha agar dapat dimaksimalkan.</p>
<p>"Intinya para pengusaha di berbagai sektor seperti pariwisata, perhotelan, pertanian hingga UMKM memiliki sudut pandang yang berbeda dari birokrasi. Mereka terbiasa menghadapi perubahan tren pasar serta perilaku konsumen sehingga mampu menawarkan gagasan yang lebih kreatif dan realistis," imbuhnya.</p>
<p>Tak hanya itu saja, keterlibatan pelaku usaha dapat membantu pemerintah mencari solusi atas sejumlah tantangan yang masih dihadapi Kota Batu. Beberapa di antaranya seperti digitalisasi UMKM yang belum merata serta pengembangan desa wisata yang masih perlu diperkuat.</p>
<p>Selain itu, Endro juga melihat pengembangan sektor agrowisata berbasis kearifan lokal dapat menjadi salah satu strategi memperkuat daya tarik wisata Kota Batu. Menurutnya, potensi pertanian yang dimiliki Kota Batu bisa dikemas menjadi pengalaman wisata yang berbeda bagi pengunjung.</p>
<p>“Jika gagasan hebat dari lapangan didukung kebijakan yang legal dan terarah, maka ekonomi masyarakat bisa bergerak lebih cepat. Kota Batu tidak hanya indah dikunjungi, tetapi juga maju untuk dijalani masyarakatnya,” pungkasnya.<strong> (*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Keaktifan Peserta JKN di Kota Batu Baru 80 Persen, Pemkot Genjot Validasi Data dan Sosialisasi</title>
<link>https://suarajatimpost.com/keaktifan-peserta-jkn-di-kota-batu-baru-80-persen-pemkot-genjot-validasi-data-dan-sosialisasi</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/keaktifan-peserta-jkn-di-kota-batu-baru-80-persen-pemkot-genjot-validasi-data-dan-sosialisasi</guid>
<description><![CDATA[ Selain meningkatkan keaktifan peserta JKN, Pemkot Batu juga terus memperkuat pelayanan kesehatan di tingkat wilayah. Beberapa langkah yang dilakukan antara lain pemerataan tenaga dokter di desa dan kelurahan, penguatan ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202603/image_870x580_69b51477620b0.webp" length="42484" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sat, 14 Mar 2026 18:41:16 +0700</pubDate>
<dc:creator>Choirul Anwar</dc:creator>
<media:keywords>Kota Batu, JKN, 80 Persen, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KOTA BATU, SJP</strong> – Pemerintah Kota Batu menyoroti masih rendahnya tingkat keaktifan peserta Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) meski cakupan kepesertaan sudah hampir menyeluruh. Dari sekitar 99 persen warga yang telah terdaftar sebagai peserta JKN, hanya sekitar 80 persen yang tercatat aktif.</p>
<p></p>
<p>Kepala Dinkes Kota Batu Aditya Prasaja Sabtu (14/3/2026) menjelaskan, meskipun hampir seluruh masyarakat telah terdaftar dalam program JKN, masih ada sekitar 19 persen peserta yang status kepesertaannya tidak aktif. Hal ini membuat sebagian warga belum dapat memanfaatkan layanan kesehatan secara optimal ketika dibutuhkan.</p>
<p></p>
<p>“Cakupan kepesertaan memang sudah sekitar 99 persen dari total penduduk. Tetapi tingkat keaktifannya masih sekitar 80 persen. Artinya masih ada masyarakat yang terdaftar namun kepesertaannya tidak aktif,” jelas Aditya.</p>
<p></p>
<p>Menurutnya, salah satu langkah yang dilakukan pemerintah daerah adalah memperkuat validasi data kepesertaan sekaligus meningkatkan sosialisasi kepada masyarakat agar status kepesertaan tetap aktif.</p>
<p></p>
<p>Sementara itu, Wali Kota Batu Nurochman menegaskan bahwa optimalisasi JKN tidak hanya bergantung pada pemerintah, tetapi juga membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat hingga tingkat desa dan kelurahan.</p>
<p></p>
<p>Ia meminta camat, kepala desa, dan lurah turut aktif menyampaikan informasi terkait pentingnya menjaga status kepesertaan JKN. Selain itu, media juga dinilai memiliki peran penting dalam menyebarluaskan edukasi kepada masyarakat.</p>
<p></p>
<p>“Pemerintah Kota Batu ingin membangun ekosistem kesehatan yang kuat sebagai bagian dari visi Batu SAE. Karena itu akses pelayanan kesehatan harus semakin merata dan masyarakat juga perlu didorong untuk lebih aktif menjaga kesehatannya,” tandasnya. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Kafe Hidden Gem Bernuansa Pedesaan Hadir di Sidomulyo, Tawarkan Suasana Tenang Saat Disetiap Suapan</title>
<link>https://suarajatimpost.com/kafe-hidden-gem-bernuansa-pedesaan-hadir-di-sidomulyo-tawarkan-suasana-tenang-saat-disetiap-suapan</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/kafe-hidden-gem-bernuansa-pedesaan-hadir-di-sidomulyo-tawarkan-suasana-tenang-saat-disetiap-suapan</guid>
<description><![CDATA[ Dengan konsep alam yang sederhana dan suasana pedesaan yang menenangkan, Waroeng Bamboe menjadi salah satu lokasi kuliner yang mulai dikenal sebagai tempat bersantai sekaligus menikmati hidangan khas Nusantara di Kota Batu ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202603/image_870x580_69b5139a971e3.webp" length="29420" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sat, 14 Mar 2026 18:22:50 +0700</pubDate>
<dc:creator>Choirul Anwar</dc:creator>
<media:keywords>Kota Batu, Hideng Gem, Cafe, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KOTA BATU, SJP </strong>– Di tengah padatnya destinasi wisata dan kuliner di Kota Batu, sebuah kafe bernuansa pedesaan di kawasan Jalan Raya Selecta, Desa Sidomulyo, mulai menarik perhatian pengunjung yang mencari suasana tenang. Tempat tersebut adalah Waroeng Bamboe, sebuah rumah makan dengan konsep alam yang didominasi material bambu.</p>
<p></p>
<p>Marketing Waroeng Bamboe, Putri Febrilia pada Sabtu (14/3/2026) menguraikan, begitu memasuki area kafe, pengunjung langsung disambut suara gemericik air dari kolam yang mengelilingi gazebo-gazebo bambu.</p>
<p></p>
<p>"Tata ruang yang mengusung konsep lesehan di sekitar kolam ikan koi membuat suasana terasa lebih santai dan dekat dengan nuansa alam pedesaan," urainya.</p>
<p></p>
<p>Konsep bangunan yang memadukan material bambu dengan warna-warna natural menjadikan tempat ini kerap disebut sebagai salah satu hidden gem kuliner di Kota Batu. Banyak pengunjung memilih berlama-lama menikmati suasana sambil bersantap, terutama pada momen berbuka puasa selama Ramadan.</p>
<p></p>
<p>Ia juga mengatakan bahwa bulan Ramadan menjadi salah satu periode dengan kunjungan cukup tinggi karena masyarakat biasanya memanfaatkan momen berbuka puasa untuk berkumpul bersama keluarga atau rekan kerja.</p>
<p></p>
<p>“Ramadan selalu membawa tradisi berkumpul. Banyak pengunjung datang untuk berbuka bersama keluarga, sahabat, maupun kolega. Selama Ramadan hingga Idulfitri 1447 Hijriah, pihak pengelola juga menyiapkan paket menu berbuka puasa yang dapat dinikmati pengunjung dengan harga Rp53 ribu per orang. Paket tersebut dilengkapi beberapa menu khas rumah makan tersebut," imbuhnya.</p>
<p></p>
<p>Selain itu, pengelola juga menyediakan sejumlah fasilitas tambahan bagi pengunjung yang datang berbuka puasa, seperti sajian takjil, minuman teh yang dapat diisi ulang, serta layanan pesan antar untuk wilayah Kota Batu.</p>
<p></p>
<p>Menurut Putri, berbagai program tersebut dihadirkan untuk memberikan alternatif tempat berbuka puasa yang nyaman dengan suasana yang lebih tenang dibandingkan pusat keramaian wisata.</p>
<p></p>
<p>“Kami berharap tempat ini bisa menjadi pilihan masyarakat yang ingin menikmati momen kebersamaan selama Ramadan hingga Idulfitri,” tandasnya. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>IDSD Naik, Pemkot Batu Kuatkan Strategi Penguatan Daya Saing</title>
<link>https://suarajatimpost.com/idsd-naik-pemkot-batu-kuatkan-strategi-penguatan-daya-saing</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/idsd-naik-pemkot-batu-kuatkan-strategi-penguatan-daya-saing</guid>
<description><![CDATA[ Dengan menjadikan hasil analisis IDSD sebagai bahan evaluasi pembangunan, Pemerintah Kota Batu berkomitmen mempercepat penguatan sektor-sektor yang masih perlu ditingkatkan, khususnya dinamika bisnis, inovasi daerah, dan kualitas infrastruktur ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202603/image_870x580_69b5129b6694e.webp" length="31208" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sat, 14 Mar 2026 17:59:41 +0700</pubDate>
<dc:creator>Choirul Anwar</dc:creator>
<media:keywords>Kota Batu, IDSD, Nasional, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KOTA BATU. SJP</strong> – Pemerintah Kota Batu menaruh perhatian pada sejumlah aspek yang masih perlu diperkuat dalam Indeks Daya Saing Daerah (IDSD) Tahun 2025. Meski secara keseluruhan skor Kota Batu mencapai 3,92 dan berada di atas rata-rata nasional, beberapa pilar dinilai masih membutuhkan peningkatan, terutama pada sektor dinamika bisnis, inovasi, dan infrastruktur.</p>
<p></p>
<p>Wali Kota Batu Nurochman pada Sabtu (14/3/2026) menyebut, hasil analisis yang dipaparkan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menjadi bahan evaluasi penting bagi pemerintah daerah dalam merumuskan strategi pembangunan ke depan.</p>
<p></p>
<p>“Data ini menjadi pengingat bahwa masih ada sektor yang harus kita dorong bersama. Pemerintah tidak boleh berpuas diri hanya karena nilai rata-rata sudah baik,” ujarnya.</p>
<p></p>
<p>Lebih lanjut, menurutnya sejumlah indikator menunjukkan bahwa ruang perbaikan masih terbuka lebar. Pilar Dinamika Bisnis tercatat memiliki skor 2,70, sementara Kapabilitas Inovasi berada pada angka 2,78. Selain itu, pilar Infrastruktur juga masih berada pada skor 3,20.</p>
<p></p>
<p>Ia menegaskan bahwa penguatan ekosistem usaha dan inovasi daerah menjadi salah satu prioritas pembangunan ke depan. Pemerintah Kota Batu akan mendorong kemudahan perizinan usaha, memperkuat digitalisasi layanan publik, serta membuka ruang kolaborasi yang lebih luas antara pemerintah, pelaku usaha, akademisi, dan masyarakat.</p>
<p></p>
<p>"Selain itu, peningkatan kualitas infrastruktur juga menjadi bagian dari strategi untuk memperkuat daya saing daerah, terutama dalam mendukung sektor pariwisata, perdagangan, dan pertanian hortikultura yang menjadi kekuatan utama Kota Batu," tandasnya. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor: Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>DPRD Batu Buka Kanal Pengaduan THR, Pekerja Diminta Tak Ragu Melapor</title>
<link>https://suarajatimpost.com/dprd-batu-buka-kanal-pengaduan-thr-pekerja-diminta-tak-ragu-melapor</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/dprd-batu-buka-kanal-pengaduan-thr-pekerja-diminta-tak-ragu-melapor</guid>
<description><![CDATA[ Langkah pengawasan dan pembukaan kanal pengaduan ini menjadi bagian dari upaya memastikan hubungan industrial di Kota Batu tetap sehat sekaligus menjamin kesejahteraan pekerja menjelang Lebaran ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202603/image_870x580_69b42138c21b1.webp" length="32606" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Fri, 13 Mar 2026 22:00:23 +0700</pubDate>
<dc:creator>Choirul Anwar</dc:creator>
<media:keywords>Kota Batu, THR, Lebaran, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KOTA BATU, SJP</strong> – Komisi B DPRD Kota Batu membuka kanal pengaduan bagi para pekerja yang belum menerima Tunjangan Hari Raya (THR) menjelang Idulfitri 1447 Hijriah. Langkah ini dilakukan untuk memastikan seluruh perusahaan mematuhi kewajiban pembayaran THR paling lambat H-7 Lebaran 2026.</p>
<p></p>
<p>Ketua Komisi B DPRD Kota Batu, Asmadi pada Jumat (13/3/2026) mengatakan lembaganya bersama Dinas Tenaga Kerja dan Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPSI) terus melakukan pengawasan terhadap kepatuhan perusahaan dalam memenuhi hak pekerja. Menurutnya, mekanisme pengaduan tersebut disiapkan agar pekerja memiliki jalur resmi jika menemukan pelanggaran.</p>
<p></p>
<p>“Kami membuka ruang pengaduan bagi pekerja. Jika sampai H-7 Lebaran THR belum dibayarkan, segera laporkan agar bisa kami tindaklanjuti,” ujar Asmadi.</p>
<p></p>
<p>Ia menjelaskan, laporan dari pekerja nantinya akan ditindaklanjuti melalui proses mediasi antara perusahaan dan karyawan. DPRD bersama dinas terkait akan memfasilitasi penyelesaian agar hak pekerja dapat dipenuhi tanpa menimbulkan konflik berkepanjangan.</p>
<p></p>
<p>Sejauh ini, hasil pemantauan menunjukkan tingkat kepatuhan perusahaan di Kota Batu relatif baik. Beberapa sektor usaha seperti perhotelan dan pengelola destinasi wisata bahkan telah melaporkan pembayaran THR kepada dinas terkait sebagai bentuk transparansi.</p>
<p></p>
<p>"Meski demikian, pengawasan tetap dilakukan hingga menjelang hari raya. Jika ditemukan perusahaan yang menunda atau tidak membayarkan THR, DPRD tidak menutup kemungkinan merekomendasikan sanksi administratif sesuai aturan yang berlaku," pungkasnya. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Antisipasi Lonjakan Kebutuhan Lebaran 2026, Agen LPG di Kota Batu Ajukan Tambahan Stok 1.680 Tabung</title>
<link>https://suarajatimpost.com/antisipasi-lonjakan-kebutuhan-lebaran-2026-agen-lpg-di-kota-batu-ajukan-tambahan-stok-1680-tabung</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/antisipasi-lonjakan-kebutuhan-lebaran-2026-agen-lpg-di-kota-batu-ajukan-tambahan-stok-1680-tabung</guid>
<description><![CDATA[ Tambahan pendistribusian gas LPG 3 kilo menjelang lebaran merupakan upaya agen bersama Pertamina dalam memastikan kebutuhan masyarakat Kota Batu tetap terhadap potensi kelangkaan gas bersubsidi seperti yang kerap terjadi menjelang hari raya dapat diantisipasi sejak dini. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202603/image_870x580_69b3d86cf1dfa.webp" length="34064" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Fri, 13 Mar 2026 17:01:34 +0700</pubDate>
<dc:creator>Choirul Anwar</dc:creator>
<media:keywords>Kota Batu, Gas LPG 3kg, Stok, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KOTA BATU, SJP</strong> – Menjelang libur Idulfitri 1447 Hijriah atau Lebaran 2026, distribusi gas LPG 3 kilogram di Kota Batu mulai dipersiapkan untuk mengantisipasi potensi lonjakan kebutuhan masyarakat. Salah satu agen LPG di Kota Batu, PT Cakra Niaga Abadi, mengajukan tambahan pasokan sebanyak 1.680 tabung kepada pihak Pertamina.</p>
<p>Pegawai Pat Cakra Niaga Abadi Denny Santoso pada Jumat (13/3/2026) bahwa permintaan tambahan stok tersebut dilakukan sebagai langkah antisipasi agar tidak terjadi kelangkaan gas bersubsidi seperti yang kerap terjadi saat momentum Lebaran. Agen memastikan koordinasi dengan Pertamina telah dilakukan sejak awal guna menyesuaikan pola distribusi menjelang hari raya.</p>
<p>"Untuk kondisi normal distribusi LPG 3 kilogram ke wilayah Kota Batu biasanya hanya membutuhkan dua hingga tiga truk pengiriman. Namun menjelang Lebaran 2026, pihaknya mengusulkan tambahan tiga truk distribusi atau sekitar 1.680 tabung," urainya.</p>
<p>Menurut Denny, tambahan pasokan tersebut umumnya direalisasikan oleh Pertamina sekitar tujuh hari sebelum Lebaran. Distribusi dilakukan secara bertahap selama tiga hari dengan jadwal yang tidak selalu berurutan menyesuaikan kebutuhan pasar.</p>
<p>Ia menambahkan, konsumsi LPG 3 kilogram pada periode Lebaran memang cenderung meningkat seiring aktivitas memasak masyarakat yang lebih tinggi. Namun peningkatan tersebut biasanya tidak terlalu signifikan.</p>
<p>“Kalau menjelang Lebaran konsumsi memang naik, tapi tidak terlalu besar. Perkiraannya sekitar setengah truk atau kurang lebih 280 tabung per hari,” jelasnya.</p>
<p>Dengan adanya tambahan pasokan tersebut, agen berharap kebutuhan LPG bersubsidi masyarakat di Kota Batu selama Ramadan hingga Lebaran 2026 dapat terpenuhi dan distribusi tetap berjalan lancar tanpa menimbulkan antrean atau kelangkaan di tingkat pangkalan. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Polres Batu Tangkap Pelaku Penganiayaan di Kawasan Balai Kota Among Tani</title>
<link>https://suarajatimpost.com/polres-batu-tangkap-pelaku-penganiayaan-di-kawasan-balai-kota-among-tani</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/polres-batu-tangkap-pelaku-penganiayaan-di-kawasan-balai-kota-among-tani</guid>
<description><![CDATA[ Insiden kekerasan tersebut diduga dipicu rasa tersinggung saat keduanya terlibat percakapan ketika sedang minum bersama. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202603/image_870x580_69b3bcd1593e3.webp" length="60190" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Fri, 13 Mar 2026 16:30:10 +0700</pubDate>
<dc:creator>Choirul Anwar</dc:creator>
<media:keywords>Kota Batu, Penganiayaan, Palu</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KOTA BATU, SJP</strong> — Kasus penganiayaan yang terjadi di kawasan warung kopi dekat Balai Kota Among Tani akhirnya berhasil diungkap aparat kepolisian. </p>
<p>Pelaku yang sempat melarikan diri setelah memukul kepala korban menggunakan palu kini telah diamankan oleh Satreskrim Polres Batu.</p>
<p>Kasat Reskrim Polres Batu, AKP Joko Supriyanto, pada Jumat (13/3/2026) mengungkapkan bahwa pelaku berinisial BCP (27) merupakan warga Gunungsari, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu. </p>
<p>Ia ditangkap di kediamannya tidak lama setelah peristiwa tersebut terjadi.</p>
<p>"Penangkapan dilakukan setelah polisi menerima laporan masyarakat bahwa terjadi penganiayaan terhadap M. Zubaidi (37), warga Gorimoyo, Kabupaten Malang, dan kemudian mengumpulkan sejumlah keterangan dari saksi-saksi di lokasi kejadian. Pelaku berhasil kami amankan di rumahnya sebelum 24 jam," ujarnya.</p>
<p>Dari hasil penyelidikan sementara, diketahui pelaku dan korban sebenarnya saling mengenal, meskipun hubungan keduanya tidak terlalu dekat. Insiden kekerasan tersebut diduga dipicu rasa tersinggung saat keduanya terlibat percakapan ketika sedang minum bersama.</p>
<p>Lebih lanjut, Joko juga menegaskan bahwa motif terjadinya peristiwa tersebut dikarenakan rasa tersinggung saat berbincang dan adanya nasihat dari korban terhadap sifat buruk pelaku.</p>
<p>"Peristiwa itu sendiri terjadi di sebuah stan UMKM yang berada di kawasan sekitar kantor Pemadam Kebakaran (Damkar), Jalan Batu Panorama, Kelurahan Pesanggrahan. Sebelum kejadian, korban dan pelaku diketahui sempat minum bersama di lokasi tersebut," imbuhnya.</p>
<p>Dalam aksinya, pelaku melakukan penganiayaan menggunakan palu. Korban bahkan sempat dibawa oleh pelaku ke area lahan kosong di sekitar lokasi kejadian sebelum akhirnya ditemukan warga.</p>
<p>"Modus operandi tersangka melakukan penganiayaan menggunakan palu dan sempat membawa korban ke lahan kosong. Korban dipukul lebih dari sembilan kali dan terdapat goresan di daerah leher," terangnya.</p>
<p>Selain palu, polisi juga menemukan gergaji di lokasi kejadian. Namun, dari hasil pemeriksaan sementara, luka yang dialami korban tidak menunjukkan adanya kecocokan dengan benda tersebut.</p>
<p>"Tidak ada persesuaian antara gergaji dengan luka yang dialami korban," tambahnya.</p>
<p>Akibat penganiayaan tersebut, korban hingga kini masih menjalani perawatan di RS Hasta Brata Kota Batu karena mengalami luka serius di bagian kepala.</p>
<p>Atas perbuatannya, tersangka dijerat dengan pasal penganiayaan berat sebagaimana diatur dalam Kitab Undang-Undang Hukum Pidana Pasal 466 ayat (2) dengan ancaman hukuman pidana penjara paling lama lima tahun. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Harga Emas Naik Menjelang Lebaran, Daya Beli Masyarakat Menguat</title>
<link>https://suarajatimpost.com/harga-emas-naik-menjelang-lebaran-daya-beli-masyarakat-menguat</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/harga-emas-naik-menjelang-lebaran-daya-beli-masyarakat-menguat</guid>
<description><![CDATA[ Harga emas murni 24 karat yang saat ini mencapai Rp 3,09 juta per gram, diprediksi akan menurun saat minat masyarakat menurun setelah terjadi penyesuaian transaksi pasca lebaran di harga sekitar Rp 3,04 juta per gram ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202603/image_870x580_69b2b159a40a3.webp" length="40098" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 12 Mar 2026 21:00:55 +0700</pubDate>
<dc:creator>Choirul Anwar</dc:creator>
<media:keywords>Kota Batu, Emas, Harga, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KOTA BATU, SJP</strong> – Pergerakan harga emas menjelang Hari Raya Idulfitri 2026 menunjukkan tren kenaikan dibandingkan periode sebelum Ramadan. Kenaikan ini turut memengaruhi pola transaksi masyarakat di sejumlah toko emas, termasuk di Kota Batu.</p>
<p>Manager Toko Emas Purnama Kota Batu, Achmad Ilham pada Kamis (12/3/2026) mengatakan harga emas memang mengalami peningkatan sejak menjelang Ramadan hingga memasuki pekan-pekan terakhir sebelum Lebaran. Menurutnya, tren tersebut sudah menjadi pola yang hampir terjadi setiap tahun.</p>
<p>“Sebelumnya sekitar Rp 2,8 juta per gram saat menjelang Ramadan dan sampai mendekati Lebaran memang ada kenaikan harga emas menjadi 3,09 juta per gram. Meski begitu permintaan juga cenderung meningkat karena masyarakat banyak yang membeli untuk perhiasan ataupun tabungan,” ujarnya.</p>
<p>Ia menjelaskan, meskipun harga emas saat ini berada pada level cukup tinggi, minat masyarakat untuk membeli emas masih tetap ada. Hanya saja, terdapat perubahan pada jumlah pembelian yang dilakukan konsumen.</p>
<p>Menurut Ilham, momen Lebaran memang menjadi salah satu periode dengan aktivitas pembelian yang cukup ramai. Selain untuk investasi, sebagian masyarakat juga membeli emas sebagai hadiah maupun pelengkap kebutuhan perhiasan saat hari raya.</p>
<p>“Kalau dulu banyak yang membeli dalam jumlah lebih besar, sekarang rata-rata masyarakat membeli dalam ukuran gram yang lebih kecil. Tapi transaksi tetap ada, karena emas masih dianggap sebagai bentuk simpanan yang aman,” jelasnya.</p>
<p>Meski demikian, ia menilai setelah Lebaran biasanya terjadi penurunan aktivitas pembelian. Kondisi ini dipengaruhi oleh berkurangnya kebutuhan perhiasan setelah momentum hari raya serta kondisi keuangan masyarakat yang telah banyak digunakan untuk kebutuhan Lebaran.</p>
<p>“Biasanya setelah Lebaran ada sedikit penurunan transaksi karena masyarakat sudah fokus ke kebutuhan lain, sedangkan untuk penurunan harga emas paling rendah diprediksi sekitar Rp 3,04 juta per gram. Tapi pergerakan harga emas tetap bergantung pada pasar global dan nilai tukar rupiah,” tandasnya.<strong> (*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Ditinjau Wamenpar, Wawali Heli Pastikan Kota Batu Siap Sambut Lonjakan Wisatawan Lebaran 2026</title>
<link>https://suarajatimpost.com/ditinjau-wamenpar-wawali-heli-pastikan-kota-batu-siap-sambut-lonjakan-wisatawan-lebaran-2026</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/ditinjau-wamenpar-wawali-heli-pastikan-kota-batu-siap-sambut-lonjakan-wisatawan-lebaran-2026</guid>
<description><![CDATA[ Dengan kesiapan tersebut, Pemkot Batu optimistis sektor pariwisata tetap menjadi penggerak utama perekonomian masyarakat, khususnya pada momentum libur panjang Lebaran 2026 ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202603/image_870x580_69b26ce5bd118.webp" length="54652" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 12 Mar 2026 16:00:04 +0700</pubDate>
<dc:creator>Choirul Anwar</dc:creator>
<media:keywords>Kota Batu, Tinjauan, Wamenpar</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KOTA BATU, SJP</strong> — Pemerintah Kota Batu memastikan kesiapan sektor pariwisata menghadapi potensi lonjakan wisatawan pada libur panjang Lebaran dan Nyepi 2026. Hal tersebut disampaikan Wakil Wali Kota Batu, Heli Suyanto saat mendampingi kunjungan kerja Wakil Menteri Pariwisata RI Ni Luh Puspa ke kawasan wisata milik Jatim Park Group di Jatim Park 3.</p>
<p></p>
<p>Diwawancarai pada Kamis (13/3/2026), orang nomor dua di Kota Batu itu menegaskan bahwa Pemkot Batu terus memperkuat koordinasi dengan seluruh pemangku kepentingan guna memastikan destinasi wisata siap menerima lonjakan kunjungan wisatawan.</p>
<p></p>
<p>"Persiapan dilakukan mulai dari pengelolaan destinasi, pengaturan lalu lintas, hingga peningkatan aspek keamanan dan kenyamanan pengunjung," tuturnya.</p>
<p></p>
<p>Menurutnya, momentum libur Lebaran selalu menjadi periode dengan tingkat kunjungan wisatawan tertinggi di Kota Batu. Karena itu, seluruh sektor pendukung pariwisata diminta meningkatkan kesiapan operasional.</p>
<p></p>
<p>Pihaknya Pemkot juga akan terus memperkuat sinergi dengan pengelola destinasi, aparat keamanan, dan dinas terkait agar pelayanan kepada wisatawan tetap optimal.</p>
<p></p>
<p>Selain kesiapan destinasi, Pemkot Batu juga menaruh perhatian pada pengelolaan arus kendaraan menuju kawasan wisata yang berpotensi meningkat signifikan selama musim liburan. Koordinasi dengan kepolisian dan dinas perhubungan terus diperkuat untuk mengantisipasi kepadatan lalu lintas.</p>
<p></p>
<p>Sementara itu, Wakil Menteri Pariwisata Ni Luh Puspa dalam kunjungannya meninjau langsung kesiapan sejumlah wahana wisata di kawasan Jatim Park. Ia memastikan seluruh fasilitas telah melalui proses pengecekan dan memenuhi standar keselamatan bagi pengunjung.</p>
<p></p>
<p>Menurut Puspa, aspek keamanan dan keselamatan harus menjadi prioritas utama dalam pengelolaan destinasi wisata, terutama menjelang puncak kunjungan saat libur nasional.</p>
<p></p>
<p>“Saya memastikan seluruh wahana telah melalui proses pengecekan ulang dan memiliki sertifikasi kelayakan. Ini penting untuk menjamin keselamatan wisatawan yang datang berkunjung,” ujarnya.</p>
<p></p>
<p>Ia juga mengapresiasi pengelolaan destinasi wisata yang dilakukan Jatim Park Group. Menurutnya, kawasan wisata tersebut menjadi salah satu penopang utama sektor pariwisata di Kota Batu karena mampu menampung sebagian besar kunjungan wisatawan.</p>
<p></p>
<p>Pemerintah pusat, lanjutnya, juga berkomitmen mendukung peningkatan akses menuju kawasan wisata di Jawa Timur, termasuk melalui peluang penambahan rute penerbangan menuju Bandara Abdulrachman Saleh di Malang. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Pria Dipalu di Samping Balai Kota Among Tani Batu, Korban Luka Berat</title>
<link>https://suarajatimpost.com/pria-dipalu-di-samping-balai-kota-among-tani-batu-korban-luka-berat</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/pria-dipalu-di-samping-balai-kota-among-tani-batu-korban-luka-berat</guid>
<description><![CDATA[ Seorang pria dilaporkan mengalami luka berat akibat hantaman palu pada bagian kepala. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202603/image_870x580_69b26d8c1ed5c.webp" length="14864" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 12 Mar 2026 13:30:22 +0700</pubDate>
<dc:creator>Choirul Anwar</dc:creator>
<media:keywords>Kota Batu, Penganiayaan, Palu</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KOTA BATU, SJP</strong>–Peristiwa penganiayaan brutal terjadi di sebuah warung kopi di samping kiri Balai Kota Among Tani, Jalan Panglima Sudirman, Kelurahan Pesanggrahan, Kecamatan Batu, Kota Batu, Kamis (12/3/2026) dini hari. </p>
<p></p>
<p>Seorang pria dilaporkan mengalami luka berat akibat hantaman palu pada bagian kepala.</p>
<p></p>
<p>Salah satu saksi yang enggan disebutkan identitasnya mengungkapkan, korban bernama M. Zubaidi, warga Desa Girimoyo, Kecamatan Karangploso, Kabupaten Malang.</p>
<p></p>
<p>"Saat itu dilarikan ke RS Hasta Brata Kota Batu setelah mengalami luka serius di kepala dan sempat tidak sadarkan diri usai dianiaya pelaku yang identitasnya masih dalam penyelidikan," urainya.</p>
<p></p>
<p>Berdasarkan data yang dihimpun, insiden bermula pada Rabu (11/3/2026) sekitar pukul 21.00 WIB. Saat itu, korban menghubungi seorang perempuan untuk menjemputnya di lokasi kejadian, yakni sebuah warung kopi di sekitar Balai Kota Among Tani.</p>
<p></p>
<p>Sekitar pukul 21.30 WIB, perempuan tersebut tiba di lokasi dan melihat korban sedang duduk bersama beberapa orang yang tidak dikenalnya. </p>
<p></p>
<p>Tidak lama kemudian, terjadi adu mulut antara korban dengan seorang pria yang diduga sebagai pelaku penganiayaan.</p>
<p></p>
<p>Pertengkaran tersebut sempat dilerai oleh warga di sekitar warung. Namun, situasi kembali memanas hingga keduanya menjauh dari kerumunan.</p>
<p></p>
<p>Dalam kondisi tersebut, pelaku diduga memiting korban dari belakang. Pelaku kemudian mengambil sebuah palu dari dalam gerobak warung kopi dan memukulkannya ke kepala korban secara berulang kali. Akibat serangan tersebut, korban terjatuh dan tidak sadarkan diri dengan luka berat di kepala.</p>
<p></p>
<p>"Usai melakukan penganiayaan, pelaku langsung melarikan diri dari lokasi kejadian. Warga yang mengetahui kejadian tersebut kemudian membawa korban ke RS Hasta Brata Kota Batu untuk mendapatkan penanganan medis," imbuhnya.</p>
<p></p>
<p>Hingga berita ini diturunkan, kasus penganiayaan tersebut belum mendapatkan keterangan resmi dari pihak kepolisian. Kasi Humas Polres Batu, Iptu Huda Rohman, menegaskan bahwa dirinya belum menerima informasi detail terkait peristiwa tersebut.</p>
<p></p>
<p>"Saya belum dapat info," jawabnya singkat. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>DPRD Kota Batu Desak Jalan Rusak di Jalur Wisata Abdul Gani Atas Segera DIperbaiki</title>
<link>https://suarajatimpost.com/dprd-kota-batu-desak-jalan-rusak-di-jalur-wisata-abdul-gani-atas-segera-diperbaiki</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/dprd-kota-batu-desak-jalan-rusak-di-jalur-wisata-abdul-gani-atas-segera-diperbaiki</guid>
<description><![CDATA[ Selain perbaikan jangka pendek, DPRD juga meminta pemerintah menyiapkan langkah perbaikan yang lebih permanen agar kerusakan jalan tidak terus berulang ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202603/image_870x580_69b132faa786d.webp" length="88180" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 11 Mar 2026 19:16:11 +0700</pubDate>
<dc:creator>Choirul Anwar</dc:creator>
<media:keywords>Kota Batu, Jalan Berlubang, DPRD, saurajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KOTA BATU, SJP</strong> — Keluhan masyarakat terkait kerusakan jalan di kawasan wisata Jalan Abdul Gani Atas, Kelurahan Ngaglik, mendapat perhatian dari DPRD Kota Batu. Anggota Komisi B DPRD Kota Batu, Katrina Dian Nefiningtyas, meminta pemerintah segera melakukan penanganan agar tidak membahayakan pengguna jalan, terlebih menjelang lonjakan kunjungan wisata saat libur Idulfitri.</p>
<p>Diwawancarai pada Rabu (11/3/2026) kondisi jalan rusak di jalur menuju sejumlah destinasi wisata tersebut tidak boleh dibiarkan berlarut-larut. Apalagi ruas Jalan Abdul Gani Atas merupakan salah satu akses strategis yang setiap hari dilalui wisatawan maupun masyarakat lokal.</p>
<p>“Jalur itu termasuk akses penting menuju kawasan wisata. Kalau kondisinya rusak dan berlubang tentu berisiko bagi keselamatan pengguna jalan, apalagi pengendara sepeda motor,” ujarnya.</p>
<p>Ia menilai perbaikan perlu segera dilakukan sebelum arus kendaraan meningkat saat momentum libur Lebaran. Penanganan sementara seperti penambalan jalan dinilai bisa menjadi langkah cepat untuk meminimalisasi potensi kecelakaan.</p>
<p>“Minimal harus segera dilakukan penambalan di titik-titik yang rusak parah supaya tidak membahayakan. Jangan sampai menunggu sampai terjadi kecelakaan baru diperbaiki,” katanya.</p>
<p>Katrina juga menekankan bahwa kondisi infrastruktur jalan memiliki kaitan langsung dengan citra Kota Batu sebagai daerah tujuan wisata. Jalan yang rusak di jalur utama wisata dikhawatirkan dapat menimbulkan kesan kurang baik bagi wisatawan yang datang.</p>
<p>“Wisatawan yang datang ke Batu tentu melewati jalur-jalur tersebut. Kalau jalan rusak, ini juga menyangkut kenyamanan dan citra kota wisata,” ujarnya.</p>
<p>Karena itu, pihaknya mendorong Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait, khususnya Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Batu, untuk segera melakukan pengecekan dan penanganan di lapangan.</p>
<p>Ia berharap langkah cepat dari pemerintah dapat menjaga keamanan dan kenyamanan mobilitas masyarakat serta wisatawan, terutama menjelang periode libur panjang Idul Fitri yang biasanya diikuti lonjakan kendaraan menuju Kota Batu. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Lonjakan Kendaraan Lebaran Diprediksi 242 Ribu per Hari, Infrastruktur Jalan Kota Batu Disorot</title>
<link>https://suarajatimpost.com/lonjakan-kendaraan-lebaran-diprediksi-242-ribu-per-hari-infrastruktur-jalan-kota-batu-disorot</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/lonjakan-kendaraan-lebaran-diprediksi-242-ribu-per-hari-infrastruktur-jalan-kota-batu-disorot</guid>
<description><![CDATA[ Lonjakan kendaraan dari berbagai daerah hampir selalu terjadi setiap tahunnya, dinilai oleh warga atas kesiapan infrastruktur jalan dinilai menjadi faktor penting dalam menjaga kelancaran mobilitas wisatawan maupun masyarakat lokal ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202603/image_870x580_69b1318c30ae1.webp" length="84780" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 11 Mar 2026 18:46:22 +0700</pubDate>
<dc:creator>Choirul Anwar</dc:creator>
<media:keywords>Kota Batu, Kendaraan, Jalan Raya, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KOTA BATU, SJP</strong> — Lonjakan arus kendaraan menuju Kota Batu saat libur Idulfitri diperkirakan mencapai angka tinggi. Dalam periode kurang dari 10 hari menjelang Lebaran 1477 Hijriah, jumlah kendaraan yang masuk ke Kota Batu diprediksi mencapai sekitar 242 ribu unit per hari.</p>
<p>Potensi kepadatan tersebut memunculkan kekhawatiran baru terkait kesiapan infrastruktur jalan di kota wisata tersebut. Sejumlah ruas jalan dilaporkan mengalami kerusakan, salah satunya di Jalan Abdul Gani Atas, Kelurahan Ngaglik, Kecamatan Batu.</p>
<p>Layla Nur Fitriah salah satu warga sekitar pada Rabu (11/3/2026) menegaskan bahwa kondisi permukaan jalan yang rusak cukup merata. Aspal terlihat pecah dan berlubang di beberapa titik. Bahkan, sejumlah lubang memiliki kedalaman yang cukup signifikan sehingga membuat pengendara harus mengurangi kecepatan atau bermanuver untuk menghindarinya.</p>
<p>"Saya hampir jatuh saat hendak pulang ke rumah sepulang kerja, apalagi saat malam hari penerangan jalan juga kurang, sehingga cukup membahayakan warga dan pengguna jalan sekitar," tuturnya.</p>
<p>Lebih lanjut, ia juga menerangkan bahwa kondisi tersebut sudah terjadi cukup lama dan semakin parah karena belum ada tindakan yang signifikan dari pemerintah daerah.</p>
<p>Ia juga menambahkan hampir di sepanjang ruas banyak lubang, bahkan ada yang cukup dalam. Terlebih kondisi tersebut tidak sebanding dengan statusnya sebagai jalur wisata yang ramai dilalui kendaraan setiap hari.</p>
<p>“Ini jalur wisata yang setiap hari ramai kendaraan. Kalau tidak segera diperbaiki, bisa berbahaya. Pengendara motor yang paling rawan jatuh,” katanya.</p>
<p>“Ini jalur menuju tempat wisata. Kalau tamu dari luar kota lewat sini dan melihat jalan rusak seperti ini tentu kurang bagus untuk citra Kota Batu sebagai kota wisata,” katanya.</p>
<p>Padahal menurutnya jalan Abdul Gani Atas termasuk salah satu jalur penting di Kota Batu. Ruas jalan ini menjadi akses menuju sejumlah destinasi wisata populer seperti Museum Angkut, Durian Fantasi, Kusuma Agrowisata, serta beberapa hotel besar seperti Aston Inn Batu dan Zam-Zam Hotel.</p>
<p>Apalagi selayani arus wisatawan, jalur tersebut juga menjadi akses utama bagi aktivitas masyarakat sekitar. Setiap hari jalan ini dilalui kendaraan pribadi, transportasi wisata, hingga kendaraan logistik.</p>
<p></p>
<p>"Kami ingin pemerintah segera melakukan perbaikan, setidaknya penambalan sementara sebelum lonjakan kendaraan saat Lebaran benar-benar terjadi," pungkasnya. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Prediksi 1,7 Juta Pergerakan Kendaraan Saat Lebaran, Kota Batu Siapkan Skema Pengamanan Lalu Lintas</title>
<link>https://suarajatimpost.com/prediksi-17-juta-pergerakan-kendaraan-saat-lebaran-kota-batu-siapkan-skema-pengamanan-lalu-lintas</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/prediksi-17-juta-pergerakan-kendaraan-saat-lebaran-kota-batu-siapkan-skema-pengamanan-lalu-lintas</guid>
<description><![CDATA[ Koordinasi lintas dinilai oleh Pemkot Batu menjadi pusat pengelolaan arus kendaraan selama libur Lebaran dapat berjalan lebih tertata sehingga aktivitas masyarakat maupun wisatawan tetap aman dan lancar ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202603/image_870x580_69b130a5e0cd6.webp" length="30262" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 11 Mar 2026 17:59:35 +0700</pubDate>
<dc:creator>Choirul Anwar</dc:creator>
<media:keywords>Kota Batu, Lebaran, Kendaraan, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KOTA BATU, SJP </strong>– Lonjakan mobilitas kendaraan menuju Kota Batu selama libur Lebaran 2026 diprediksi mencapai angka yang sangat tinggi. Pemerintah Kota Batu memperkirakan total pergerakan kendaraan selama periode mudik hingga libur Idul Fitri 1447 Hijriah menembus sekitar 1,72 juta kendaraan.</p>
<p></p>
<p>Wali Kota Batu Nurochman pada Rabu (11/3/2026) menegaskan lonjakan mobilitas tersebut menjadi tantangan serius karena Kota Batu merupakan salah satu tujuan wisata utama di Malang Raya yang selalu mengalami peningkatan kunjungan saat musim liburan.</p>
<p></p>
<p>Menurutnya, karakteristik jaringan jalan di Kota Batu yang relatif terbatas membuat pengelolaan arus kendaraan harus dilakukan secara terkoordinasi dan adaptif.</p>
<p></p>
<p>“Mobilitas kendaraan saat Lebaran dipastikan meningkat tajam. Karena itu pengaturan lalu lintas harus disiapkan sejak awal agar arus kendaraan tetap terkendali dan masyarakat dapat beraktivitas dengan aman,” ujarnya.</p>
<p></p>
<p>Dalam proyeksi yang dipaparkan dalam forum tersebut, puncak arus kendaraan diperkirakan mencapai 242 ribu kendaraan per hari, sementara sekitar 1,49 juta kendaraan diprediksi terjadi selama periode arus mudik.</p>
<p></p>
<p>Selain mengatur rekayasa lalu lintas, Pemkot Batu juga menyoroti pentingnya kesiapan infrastruktur keselamatan jalan, terutama pada jalur utama yang menjadi akses wisatawan. Langkah ini dilakukan untuk meminimalkan potensi kecelakaan maupun gangguan lalu lintas saat volume kendaraan meningkat drastis.</p>
<p></p>
<p>Sementara itu, Kasatlantas Polres Batu Kevin Ibrahim menjelaskan pihak kepolisian telah menyiapkan pola pengamanan melalui pelaksanaan Operasi Ketupat Semeru 2026.</p>
<p></p>
<p>Dalam operasi tersebut, kepolisian telah memetakan sejumlah titik rawan kemacetan di Kota Batu, di antaranya kawasan Pertigaan Pendem dan Simpang Junrejo yang kerap mengalami kepadatan kendaraan saat musim liburan.</p>
<p></p>
<p>Selain itu, kepolisian juga merencanakan penutupan sementara jalur Klemuk selama masa arus mudik sebagai langkah antisipasi terhadap potensi kecelakaan dan risiko bencana, mengingat jalur tersebut memiliki kontur medan yang rawan. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Seperempat Abad JTP Group, Siapkan Wahana dan Park Baru di Kota Batu</title>
<link>https://suarajatimpost.com/seperempat-abad-jtp-group-siapkan-wahana-dan-park-baru-di-kota-batu</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/seperempat-abad-jtp-group-siapkan-wahana-dan-park-baru-di-kota-batu</guid>
<description><![CDATA[ Dengan rangkaian pengembangan wahana dan fasilitas baru tersebut, JTP Group berharap kawasan wisata di Kota Batu terus berkembang sekaligus mampu menarik lebih banyak wisatawan dari berbagai daerah hingga mancanegara. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202603/image_870x580_69afcf2756cac.webp" length="37136" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Tue, 10 Mar 2026 17:58:59 +0700</pubDate>
<dc:creator>Choirul Anwar</dc:creator>
<media:keywords>Kota Batu, JTP, Transformasi</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KOTA BATU, SJP</strong> – Memasuki usia seperempat abad, Jawa Timur Park (JTP) Group menyiapkan sejumlah wahana dan kawasan wisata baru di Kota Batu. Pengembangan tersebut menjadi bagian dari ekspansi besar perusahaan untuk memperkuat posisi Kota Batu sebagai salah satu destinasi wisata unggulan di Jawa Timur.</p>
<p></p>
<p>Direktur Utama JTP 3 Suryo Widodo mewakili management JTP Group pada Selasa (10/3/2026) mengatakan selama 25 tahun berdiri perusahaan terus mengembangkan konsep wisata yang menggabungkan hiburan, edukasi, serta pengenalan budaya. Pengembangan wahana baru menjadi bagian dari upaya perusahaan menjaga daya tarik destinasi wisata di Kota Batu.</p>
<p></p>
<p>“Pariwisata tidak sekadar menjadi sarana hiburan, tetapi juga media pembelajaran sekaligus pelestarian budaya. Kami ingin menunjukkan bahwa destinasi wisata di Indonesia mampu bersaing di tingkat internasional,” ujarnya.</p>
<p></p>
<p>Lebih lanjut, ia juga membeberkan bahwa 2026 menjadi fase baru bagi perusahaan dalam memperluas pengembangan kawasan wisata. Dimana sejumlah wahana dan fasilitas baru yang tengah dipersiapkan di antaranya Metaverse Glass Theater, Museum Mega Science Center dan Budaya, pembangunan akuarium modern berukuran besar, serta Tourism Information Center sebagai pusat layanan informasi wisata di kawasan Jawa Timur Park.</p>
<p></p>
<p>Selain itu, JTP Group juga mengembangkan sektor penunjang pariwisata melalui pembangunan dua fasilitas akomodasi baru, yakni Heliconia Hotel dan 1979 Social Hotel yang ditujukan untuk memenuhi kebutuhan wisatawan keluarga maupun generasi muda.</p>
<p></p>
<p>Senada, Manager Marketing and Public Relation JTP Group Titik S Aryanto menambahkan bahwa pembangunan Museum Mega Science Center dan Budaya saat ini telah mencapai sekitar 50 persen dan ditargetkan mulai dibuka untuk masyarakat pada pertengahan 2026.</p>
<p></p>
<p>"Museum tersebut dirancang menggabungkan konsep edukasi dengan teknologi modern sehingga pengunjung dapat mempelajari berbagai bidang ilmu pengetahuan, sejarah peradaban manusia, hingga perkembangan teknologi masa depan secara interaktif," imbuhnya.</p>
<p></p>
<p>Di sisi lain, pembangunan akuarium modern juga tengah dipersiapkan sebagai salah satu pusat wisata edukasi kelautan terbesar di Jawa Timur. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>DPRD Batu Minta Pengisian Jabatan Strategis Dipercepat</title>
<link>https://suarajatimpost.com/dprd-batu-minta-pengisian-jabatan-strategis-dipercepat</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/dprd-batu-minta-pengisian-jabatan-strategis-dipercepat</guid>
<description><![CDATA[ Ketua DPRD Kota Batu Didik Subianto menilai penataan sumber daya manusia yang tepat akan menjadi faktor penting dalam menjaga kinerja pemerintahan daerah sekaligus memastikan pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan optimal di tengah dinamika perubahan struktur birokrasi. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202603/image_870x580_69afce6d8e27f.webp" length="14140" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Tue, 10 Mar 2026 15:55:40 +0700</pubDate>
<dc:creator>Choirul Anwar</dc:creator>
<media:keywords>Kota Batu, ASN. Pensiun</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KOTA BATU, SJP</strong> — Gelombang pensiun sekitar 100 aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kota Batu pada 2026 mendapat perhatian dari kalangan legislatif.</p>
<p>Ketua DPRD Kota Batu, Didik Subianto menilai kondisi tersebut harus segera diantisipasi agar tidak mengganggu stabilitas birokrasi maupun pelayanan publik.</p>
<p>Politisi yang akrab disapa Kaji Bianto itu pada Selasa (10/3/2026) pemerintah daerah perlu bergerak cepat menyiapkan pengisian jabatan yang akan kosong, terutama pada level pimpinan tinggi pratama. Apalagi sejumlah posisi strategis saat ini masih dijabat oleh pelaksana tugas (Plt).</p>
<p>“Situasi ini harus segera disikapi. Jangan sampai kekosongan jabatan terlalu lama karena bisa berdampak pada efektivitas kinerja perangkat daerah,” ujarnya.</p>
<p>Ia menegaskan proses pengisian jabatan perlu dilakukan secara transparan dan berbasis kompetensi melalui mekanisme seleksi terbuka. Langkah tersebut dinilai penting untuk memastikan pejabat yang terpilih benar-benar memiliki kapasitas dalam menjalankan tugas pemerintahan.</p>
<p>Didik juga menyoroti tingginya angka pensiun dari kalangan tenaga pendidik yang mencapai sekitar 75 orang dari total ASN yang akan purna tugas tahun ini.</p>
<p>Menurutnya, kondisi tersebut perlu menjadi perhatian serius pemerintah daerah agar tidak berdampak pada keberlangsungan layanan pendidikan.</p>
<p>“Regenerasi harus disiapkan sejak sekarang, terutama untuk sektor pendidikan. Jangan sampai kekurangan tenaga guru di sekolah,” katanya.</p>
<p>Selain itu, DPRD juga mendorong agar momentum pergantian pejabat ini dimanfaatkan sebagai upaya penyegaran organisasi dan peningkatan kualitas birokrasi di Batu. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Gelombang Pensiun ASN 2026 Buka Peluang Perombakan Jabatan Strategis di Pemkot Batu</title>
<link>https://suarajatimpost.com/gelombang-pensiun-asn-2026-buka-peluang-perombakan-jabatan-strategis-di-pemkot-batu</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/gelombang-pensiun-asn-2026-buka-peluang-perombakan-jabatan-strategis-di-pemkot-batu</guid>
<description><![CDATA[ Kondisi gelombang purna tugas dalam Pemkot membuat BKPSDM menyiapkan strategi penguatan SDM, baik melalui rekrutmen maupun penataan internal organisasi, agar roda pemerintahan tetap berjalan efektif dan pelayanan kepada masyarakat tidak terganggu ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202603/image_870x580_69afcdd094ebe.webp" length="43026" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Tue, 10 Mar 2026 14:53:29 +0700</pubDate>
<dc:creator>Choirul Anwar</dc:creator>
<media:keywords>Kota Batu, Purna Tugas, Pegawai</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KOTA BATU, SJP</strong> — Gelombang pensiun aparatur sipil negara (ASN) pada 2026 diperkirakan akan memicu penataan ulang sejumlah jabatan strategis di lingkungan Pemerintah Kota Batu.</p>
<p>Selain sekitar 100 ASN yang akan memasuki masa purna tugas, beberapa posisi pimpinan tinggi pratama juga berpotensi mengalami pergantian kepemimpinan.</p>
<p>Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kota Batu, Santi Restuningsasi pada Selasa (10/3/2026) menguraikan dinamika tersebut menjadi bagian dari siklus organisasi yang harus diantisipasi sejak dini.</p>
<p>"Selain menyiapkan pembekalan bagi ASN yang akan pensiun, pemerintah juga mulai mempersiapkan proses pengisian jabatan yang akan kosong," urainya.</p>
<p>Menurutnya, mekanisme seleksi terbuka akan digunakan untuk mengisi sejumlah jabatan pimpinan tinggi pratama agar proses penempatan pejabat tetap berjalan sesuai aturan sistem merit ASN.</p>
<p>Saat ini sejumlah posisi strategis di lingkungan Pemerintah Kota Batu masih diisi oleh pejabat pelaksana tugas (Plt). Di antaranya jabatan Kepala Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perindustrian dan Perdagangan yang sementara dijabat oleh Dian Fachroni, yang juga menjabat sebagai Kepala Dinas Lingkungan Hidup.</p>
<p>Kemudian posisi Sekretaris DPRD yang sementara dirangkap oleh Susetya Herawan yang juga menjabat Kepala Dinas Perhubungan. Selain itu jabatan Kepala Satuan Polisi Pamong Praja juga masih dijabat oleh Faris Pasarella sebagai pelaksana tugas, bersamaan dengan tugasnya sebagai Sekretaris Satpol PP.</p>
<p>"Proses pengisian jabatan tentu harus melalui tahapan yang sesuai mekanisme, termasuk seleksi terbuka agar menghasilkan pejabat yang kompeten," ujarnya.</p>
<p>Santi menegaskan, pengisian jabatan tersebut menjadi penting untuk menjaga stabilitas organisasi serta memastikan pelayanan publik tetap berjalan optimal di tengah dinamika perubahan struktur birokrasi.</p>
<p>Ia menambahkan, selain penataan jabatan struktural, Pemkot Batu juga akan menyesuaikan kebutuhan sumber daya manusia seiring dengan tingginya angka pensiun tenaga pendidik yang mencapai sekitar 75 orang dari total ASN yang akan pensiun tahun ini. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Dorong Pengawasan THR, Fraksi PKS DPRD Kota Batu Minta Disnaker Pastikan Hak Pekerja Terpenuhi</title>
<link>https://suarajatimpost.com/dorong-pengawasan-thr-fraksi-pks-dprd-kota-batu-minta-disnaker-pastikan-hak-pekerja-terpenuhi</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/dorong-pengawasan-thr-fraksi-pks-dprd-kota-batu-minta-disnaker-pastikan-hak-pekerja-terpenuhi</guid>
<description><![CDATA[ Pihak legislatif Kota Batu berkomitmen akan terus berupaya memastikan bahwa tidak ada para pekerja yang bersedih saat lebaran karena haknya yang belum dipenuhi oleh perusahaan ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202603/image_870x580_69aea00ddb0b9.webp" length="17012" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 09 Mar 2026 20:39:19 +0700</pubDate>
<dc:creator>Choirul Anwar</dc:creator>
<media:keywords>Kota Batu, THR, DPRD, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KOTA BATU, SJP</strong> – Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) DPRD Kota Batu mendorong Pemerintah Kota Batu untuk memperkuat pengawasan pembayaran Tunjangan Hari Raya (THR) bagi pekerja menjelang Idulfitri. Langkah ini dinilai penting agar tidak ada pekerja yang kehilangan haknya saat momentum hari raya.</p>
<p>Anggota Komisi B DPRD Kota Batu dari Fraksi PKS Saifudin pada Senin (9/3/2026) menegaskan, pemerintah melalui Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) perlu memastikan seluruh perusahaan memenuhi kewajiban pembayaran THR tepat waktu. Menurutnya, pengawasan tidak hanya dilakukan secara administratif, tetapi juga dengan pendekatan yang berpihak pada perlindungan pekerja.</p>
<p>“Kami mendorong Pemkot Batu melalui Disnaker untuk memastikan tidak ada pekerja yang terzalimi. Pengawasan harus dilakukan dengan hati, namun tetap tegas secara aturan,” ujarnya.</p>
<p>Ia menilai pembayaran THR bukan sekadar kewajiban formal perusahaan, tetapi juga bagian dari pemenuhan hak pekerja yang harus dijaga. Terlebih, banyak keluarga pekerja yang sangat bergantung pada THR untuk memenuhi kebutuhan menjelang hari raya.</p>
<p>Saifudin menambahkan, hubungan antara pengusaha dan pekerja seharusnya tidak hanya dipandang sebagai hubungan industrial semata. Lebih dari itu, relasi tersebut juga harus dilandasi nilai keadilan dan kepedulian terhadap kesejahteraan bersama.</p>
<p>"Perusahaan yang mampu menghargai kerja keras karyawan dengan memenuhi hak-haknya akan menciptakan lingkungan kerja yang lebih sehat dan produktif. Langkah tersebut dapat berdampak positif terhadap keberlangsungan usaha," imbuhnya.</p>
<p>Selain mendorong pengawasan pemerintah, Saifudin juga mengajak para pekerja untuk menggunakan THR secara bijak. Ia berharap dana tersebut tidak dihabiskan secara konsumtif, melainkan dimanfaatkan secara proporsional sesuai kebutuhan keluarga.</p>
<p>Menurutnya, momentum Idul Fitri seharusnya menjadi ruang kebahagiaan bersama, termasuk bagi para pekerja yang telah berkontribusi terhadap jalannya roda ekonomi di Kota Batu. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Ancaman Cuaca Ekstrem dan Bencana Jadi Perhatian Pemkot Batu Jelang Lebaran</title>
<link>https://suarajatimpost.com/ancaman-cuaca-ekstrem-dan-bencana-jadi-perhatian-pemkot-batu-jelang-lebaran</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/ancaman-cuaca-ekstrem-dan-bencana-jadi-perhatian-pemkot-batu-jelang-lebaran</guid>
<description><![CDATA[ Dengan kesiapsiagaan pemerintah daerah, aparat keamanan, serta partisipasi masyarakat melalui FKDM, stabilitas keamanan dan kenyamanan masyarakat di Kota Batu diharapkan tetap terjaga selama Ramadan hingga perayaan Idul Fitri ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202603/image_870x580_69ae9e0dec119.webp" length="25104" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 09 Mar 2026 19:32:53 +0700</pubDate>
<dc:creator>Choirul Anwar</dc:creator>
<media:keywords>Kota Batu, Cuaca Ekstrim, Lebaran, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KOTA BATU, SJP</strong> – Potensi cuaca ekstrem menjadi salah satu perhatian utama Pemerintah Kota Batu menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah. Kondisi hujan deras disertai angin kencang yang terjadi dalam beberapa hari terakhir dinilai berpotensi menimbulkan gangguan aktivitas masyarakat hingga risiko bencana.</p>
<p></p>
<p>Wakil Wali Kota Batu Heli Suyanto pada Senin (9/3/2026) membeberkan bahwa dampak cuaca ekstrem yang terjadi pada beberapa hari lalu dimana hujan dengan intensitas tinggi disertai angin kencang menyebabkan puluhan pohon tumbang di sejumlah titik di wilayah Kota Batu.</p>
<p></p>
<p>"Peristiwa tersebut sempat mengganggu aktivitas masyarakat serta menimbulkan kerusakan di beberapa lokasi. Karena itu, pemerintah daerah meminta seluruh perangkat daerah dan pemangku kepentingan meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana hidrometeorologi," paparnya.</p>
<p></p>
<p>Orang nomor dua di Kota Batu tersebut menilai kewaspadaan perlu diperkuat karena berdasarkan informasi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), potensi cuaca ekstrem masih dapat terjadi hingga sekitar 10 Maret mendatang.</p>
<p></p>
<p>Ia meminta langkah antisipasi diperkuat, mulai dari pemantauan pohon rawan tumbang, kesiapan personel penanganan darurat, hingga koordinasi lintas instansi apabila terjadi kejadian bencana.</p>
<p></p>
<p>"Selain faktor cuaca, Pemkot Batu juga tetap melakukan pemetaan berbagai potensi dinamika sosial dan keamanan yang biasanya meningkat menjelang Lebaran. Sehingga pningkatan mobilitas masyarakat serta aktivitas ekonomi dapat diimbangi dengan kesiapsiagaan seluruh elemen," imbuhnya. </p>
<p></p>
<p>Oleh sebab itu, pemerintah daerah berharap sistem deteksi dini terhadap berbagai potensi kerawanan dapat berjalan lebih optimal sehingga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat tetap terjaga selama Ramadan hingga Idulfitri. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Pasar Among Tani di Tata Kembali, Pendataan Pedagang Jadi Kunci Utama</title>
<link>https://suarajatimpost.com/pasar-among-tani-di-tata-kembali-pendataan-pedagang-jadi-kunci-utama</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/pasar-among-tani-di-tata-kembali-pendataan-pedagang-jadi-kunci-utama</guid>
<description><![CDATA[ Revitalisasi pasar tidak hanya diarahkan pada perbaikan fisik, tetapi juga penguatan ekosistem perdagangan melalui integrasi distribusi grosir, etalase produk UMKM, serta dukungan sistem pemasaran berbasis digital ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202603/image_870x580_69ae9bbc4d98b.webp" length="57098" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 09 Mar 2026 19:11:20 +0700</pubDate>
<dc:creator>Choirul Anwar</dc:creator>
<media:keywords>Kota Batu, Penataan, Pasar Among Tani, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KOTA BATU, SJP</strong> – Pemkot Batu menekankan pentingnya pendataan pedagang sebelum melakukan penataan dan penguatan fungsi Pasar Induk Among Tani. Langkah tersebut dinilai menjadi fondasi utama agar kebijakan revitalisasi pasar berjalan tepat sasaran dan tidak menimbulkan persoalan di kemudian hari.</p>
<p></p>
<p>Wali Kota Batu Nurochman pada Senin (9/3/2026) menegaskan bahwa konsep penguatan ekosistem pasar mengarah pada transformasi Pasar Among Tani menjadi pusat distribusi grosir sekaligus etalase produk UMKM lokal yang didukung sistem pemasaran berbasis teknologi digital.</p>
<p></p>
<p>"Dari sini proses penataan pasar harus diawali dengan data yang akurat mengenai kondisi riil pedagang di dalam pasar. Pendataan itu mencakup jumlah pedagang aktif, luas lapak yang digunakan, hingga status hunian kios maupun los," paparnya.</p>
<p></p>
<p>Menurutnya, data yang valid akan memastikan kebijakan yang diambil pemerintah berjalan transparan, akuntabel, serta mampu mengakomodasi kebutuhan pedagang secara adil.</p>
<p></p>
<p>Selain itu, ia juga menekankan pentingnya integrasi antar pihak yang terlibat dalam pengembangan pasar. Kolaborasi antara komunitas Arek Enom Pasar dan Batuversity dinilai perlu berjalan bersama agar konsep digitalisasi maupun penguatan ekosistem perdagangan dapat saling melengkapi.</p>
<p></p>
<p>"Untuk langkah lanjutan perlu mencakup pemetaan kebutuhan anggaran serta simulasi model pengelolaan pasar yang berkelanjutan apalagi ada masukan dari komunitas Arek Enom Pasar memaparkan sejumlah gagasan untuk memperkuat fungsi pasar sebagai pusat distribusi sekaligus etalase produk UMKM lokal," imbuhnya.</p>
<p></p>
<p>Melalui langkah tersebut, Pemkot Batu berharap penguatan fungsi Pasar Among Tani tidak hanya berhenti pada perbaikan fisik, tetapi juga mampu menciptakan ekosistem perdagangan yang lebih tertata dan berkelanjutan bagi para pedagang serta pelaku UMKM. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>12 Jemaah Umroh Kota Batu Tertunda Berangkat Akibat Imbas Konflik Timur Tengah</title>
<link>https://suarajatimpost.com/12-jemaah-umroh-kota-batu-tertunda-berangkat-akibat-imbas-konflik-timur-tengah</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/12-jemaah-umroh-kota-batu-tertunda-berangkat-akibat-imbas-konflik-timur-tengah</guid>
<description><![CDATA[ Meski terjadi penyesuaian jadwal perjalanan, pihak Kemenag memastikan kondisi pelaksanaan ibadah di Makkah tetap kondusif. Masyarakat pun diimbau untuk tidak panik dan tetap menunggu perkembangan situasi penerbangan dari pihak travel maupun otoritas terkait ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202603/image_870x580_69abf405d3049.webp" length="35144" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sat, 07 Mar 2026 20:01:25 +0700</pubDate>
<dc:creator>Choirul Anwar</dc:creator>
<media:keywords>Kota Batu, Umroh, Tertunda, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KOTA BATU, SJP</strong> – Konflik yang terjadi di kawasan Timur Tengah tidak hanya berdampak pada kepulangan jemaah umrah asal Kota Batu, tetapi juga memaksa penundaan keberangkatan jemaah berikutnya. Tercatat sebanyak 12 calon jemaah asal Kota Batu yang dijadwalkan berangkat pada 5 Maret 2026 terpaksa menunda perjalanan mereka karena situasi transportasi udara yang belum stabil.</p>
<p>Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kota Batu Basuki Rahmat pada Sabtu (7/3/2026) mengatakan, penundaan tersebut merupakan inisiatif dari pihak travel yang melihat dinamika situasi di wilayah Timur Tengah. Para jemaah sebelumnya dijadwalkan mengikuti program umrah Lailatul Qadar, namun keberangkatan dipilih untuk ditunda hingga kondisi penerbangan lebih memungkinkan.</p>
<p>“Ada 12 jemaah yang punya program Lailatul Qadar. Itu inisiatif dari travel untuk menunda keberangkatan dulu. Rencananya dalam minggu ini berangkat, tapi dari travel memilih menunda,” ujarnya.</p>
<p>Sementara itu, di sisi lain masih ada tiga jemaah asal Kota Batu yang belum bisa kembali ke Indonesia karena terkendala tiket penerbangan. Meski demikian, Basuki memastikan kondisi ketiga jemaah tersebut dalam keadaan aman dan saat ini masih menunggu jadwal penerbangan untuk pulang.</p>
<p>“Sedangkan yang satu lagi itu ada sekitar lima jemaah, tapi yang dua sudah pulang, tinggal tiga yang ada di sana dalam kondisi aman, semuanya aman,” jelasnya.</p>
<p>Menurutnya, kesulitan memperoleh tiket pesawat menjadi faktor utama tertundanya kepulangan para jemaah. Namun, pihak travel telah berhasil mendapatkan jadwal penerbangan sehingga para jemaah diperkirakan bisa segera kembali ke tanah air.</p>
<p>“Memang ada yang tertahan, yang waktunya pulang tidak bisa pulang. Sebelumnya memang agak sulit untuk mencari tiket, dan alhamdulillah sudah mendapatkan tiket, insyaallah segera pulang,” tambahnya.</p>
<p>Di tengah situasi tersebut, sebagian besar jemaah umrah asal Kota Batu sebenarnya sudah kembali ke Indonesia dengan selamat. Berdasarkan data Kemenag Kota Batu, sebanyak 21 jemaah dari kolaborasi dua travel telah tiba di tanah air pada Kamis malam (5/3). Kemudian disusul 23 jemaah dari travel lainnya yang mendarat pada Jumat siang (6/3).</p>
<p>“Alhamdulillah mayoritas sudah sampai di tanah air, termasuk Kepala Kemenag Kota Batu yang berangkat juga sudah pulang dan sekarang ada di Bojonegoro. Alhamdulillah keseluruhan kembali dengan aman,” pungkasnya. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Kualitas Udara Kota Batu Tertekan, Praktik Bakar Sampah Jadi Penyumbang Utama Emisi</title>
<link>https://suarajatimpost.com/kualitas-udara-kota-batu-tertekan-praktik-bakar-sampah-jadi-penyumbang-utama-emisi</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/kualitas-udara-kota-batu-tertekan-praktik-bakar-sampah-jadi-penyumbang-utama-emisi</guid>
<description><![CDATA[ Terjadinya penurunan kualitas udara di Kota Batu membuat DLH kembali menyusun strategi untuk melakukan upaya pemulihan kualitas udara, dimana upaya ini tidak bisa dilakukan pemerintah sendirian, tapi juga butuh kolaborasi dan sinergi lintas sektor. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202603/image_870x580_69abf3731c01a.webp" length="70610" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sat, 07 Mar 2026 19:41:13 +0700</pubDate>
<dc:creator>Choirul Anwar</dc:creator>
<media:keywords>Kota Batu, Udara, Bakar Sampah, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KOTA BATU, SJP</strong> – Kualitas udara di Kota Batu menunjukkan tren penurunan sepanjang 2025. Data Kaleidoskop Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Batu mencatat Indeks Kualitas Udara (IKU) hanya mencapai 73,10. Angka ini merosot dibandingkan capaian tahun 2024 yang berada di level 83,95 sekaligus jauh dari target sebelumnya yang dipatok di angka 87,07.</p>
<p>Kepala DLH Kota Batu Dian Fachroni Kurniawan pada Sabtu (7/3/2026) menjelaskan, penurunan tersebut menunjukkan adanya tekanan cukup besar terhadap beban emisi di wilayah Kota Batu. Berdasarkan hasil pemantauan baku mutu lingkungan hidup, penurunan kualitas udara dipengaruhi berbagai faktor, mulai dari perubahan iklim, gas rumah kaca hingga gas metana.</p>
<p>"Namun demikian, aktivitas masyarakat yang masih kerap membakar sampah menjadi faktor paling dominan yang memengaruhi kualitas udara," paparnya.</p>
<p>Selain praktik pembakaran sampah, tekanan terhadap kualitas udara juga datang dari tingginya aktivitas kendaraan bermotor. Lonjakan volume kendaraan diperkirakan semakin meningkat terutama saat musim liburan, mengingat Kota Batu merupakan salah satu destinasi wisata favorit. Kondisi tersebut turut meningkatkan emisi karbon yang berasal dari pembakaran bahan bakar fosil.</p>
<p>Di sisi lain, aktivitas pembangunan infrastruktur dan pembukaan lahan juga disinyalir menyumbang debu partikular yang memperburuk kondisi udara. Partikel-partikel tersebut dapat terlepas ke atmosfer dan meningkatkan tingkat pencemaran udara.</p>
<p>"DLH Kota Batu memastikan pemantauan kualitas udara dilakukan secara berkala menggunakan metode active sampler di delapan titik lokasi. Pengambilan sampel dilakukan selama 24 jam penuh untuk mengidentifikasi sumber pencemar sekaligus mengetahui tingkat pencemaran udara secara lebih akurat," tegasnya.</p>
<p>Saat ini, DLH tengah menyiapkan sejumlah strategi pemulihan kualitas udara. Upaya tersebut diharapkan dapat menekan laju emisi sekaligus memperbaiki kualitas lingkungan di Kota Batu.<strong> (*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Penguatan Pengamanan Aset Daerah Jadi Sorotan di Momen Pisah Sambut Kajari Batu</title>
<link>https://suarajatimpost.com/penguatan-pengamanan-aset-daerah-jadi-sorotan-di-momen-pisah-sambut-kajari-batu</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/penguatan-pengamanan-aset-daerah-jadi-sorotan-di-momen-pisah-sambut-kajari-batu</guid>
<description><![CDATA[ Wali Kota Batu Nurochman menilai sinergi antara pemerintah daerah dan aparat penegak hukum memiliki peran penting dalam menjaga tata kelola pemerintahan tetap berjalan transparan, akuntabel, serta mampu mengamankan berbagai kepentingan strategis daerah, mulai dari perlindungan aset hingga pengawalan program pembangunan yang berdampak langsung bagi masyarakat ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202603/image_870x580_69abf1bb3908f.webp" length="32704" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sat, 07 Mar 2026 19:20:19 +0700</pubDate>
<dc:creator>Choirul Anwar</dc:creator>
<media:keywords>Kota Batu, Sinergi, Kejari, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KOTA BATU, SJP</strong> – Momen pisah sambut Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Kota Batu menjadi refleksi penting bagi Pemerintah Kota Batu terhadap penguatan pengamanan aset daerah. Selama kepemimpinan Kajari sebelumnya, sinergi antara pemerintah daerah dan kejaksaan dinilai mampu memberikan dampak nyata dalam menjaga aset negara sekaligus memperkuat kepastian hukum dalam pelaksanaan pembangunan.</p>
<p>Wali Kota Batu Nurochman pada Sabtu (7/3/2026) menegaskan bahwa kontribusi nyata yang dilakukan oleh Kejaksaan Batu dibawah kepemimpinan Andy Sasongko sebagai Kajari tercatat merupakan capaian besar dimana aset negara telah terselamatkan sebesar Rp522 miliar.</p>
<p>“Saya menyampaikan terima kasih atas dedikasi dan kerja sama yang telah dibangun dengan sangat baik seperti keberhasilan menyelamatkan aset negara melalui penanganan PSU dengan nilai mencapai Rp 522 miliar. Ini menjadi bukti bahwa kolaborasi yang solid menghadirkan hasil konkret,” paparnya.</p>
<p>Ia menegaskan bahwa bagi Pemerintah Kota Batu, pendampingan dan penguatan aspek hukum bukan sekadar formalitas. Menurutnya, dukungan dari kejaksaan menjadi bagian penting dalam upaya mewujudkan tata kelola pemerintahan yang bersih, tertib administrasi, serta berorientasi pada kepentingan masyarakat.</p>
<p>Untuk itu setelah Kejari Batu kini resmi dipimpin oleh Kajari Batu Arya Wicaksana sebagai Kajari, pria yang akrab disapa Cak Nur itu membeberkan bahwa pihak Pemkot ingin terus meningkatkan kolaborasi yang sebelumnya telah terjalin.</p>
<p>"Apalagi kami yakin pengalaman dan integritas yang dimiliki Kajari baru pak Arya Wicaksana akan semakin memperkuat koordinasi lintas sektor. Kami optimis kerjasama akan menjadi semakin baik dan meningkat," imbuhnya.</p>
<p>Selain pengamanan aset daerah, kerja sama antara Pemkot Batu dan Kejaksaan Negeri juga diharapkan dapat mendukung optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) serta pengawalan berbagai program strategis pembangunan di Kota Batu. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Tak Semua Taman Sediakan Area Merokok, Taman Bondas Terapkan Kawasan Tanpa Rokok Total</title>
<link>https://suarajatimpost.com/tak-semua-taman-sediakan-area-merokok-taman-bondas-terapkan-kawasan-tanpa-rokok-total</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/tak-semua-taman-sediakan-area-merokok-taman-bondas-terapkan-kawasan-tanpa-rokok-total</guid>
<description><![CDATA[ Jika masih ditemukan pelanggaran di Kawasan Tanpa Rokok, maka petugas akan memberikan peringatan terlebih dahulu dan apabila pengunjung tetap melanggar, penindakan dapat dilakukan sesuai ketentuan yang berlaku, termasuk pemberian sanksi administratif ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202603/image_870x580_69aab90d0618d.webp" length="109182" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Fri, 06 Mar 2026 20:26:49 +0700</pubDate>
<dc:creator>Choirul Anwar</dc:creator>
<media:keywords>Kota Batu, KTR, Satgas, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KOTA BATU, SJP</strong> - Pemkot Batu mulai memperketat penerapan Kawasan Tanpa Rokok (KTR) di ruang publik. Namun, tidak semua taman kota akan dilengkapi fasilitas area khusus merokok. Pada sejumlah lokasi tertentu, aturan larangan merokok diterapkan secara penuh tanpa menyediakan smoking area di dalam kawasan.</p>
<p></p>
<p>Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Dian Fachroni pada Jumat (6/3/2026) menegaskan kebijakan tersebut merujuk pada Peraturan Wali Kota Batu Nomor 40 Tahun 2021 yang merupakan turunan dari Peraturan Daerah Kota Batu Nomor 10 Tahun 2020 tentang Kawasan Tanpa Rokok.</p>
<p></p>
<p>"Dalam aturan tersebut, setiap orang yang melanggar ketentuan KTR dapat dikenai sanksi administratif mulai Rp 100 ribu hingga Rp 250 ribu. Pemerintah daerah memang menyiapkan standarisasi area khusus merokok di beberapa ruang publik sebagai bentuk kompromi bagi pengunjung yang merokok. Namun fasilitas tersebut tidak akan tersedia di seluruh taman kota," tegasnya.</p>
<p></p>
<p>Salah satu lokasi yang menerapkan aturan tanpa kompromi adalah Taman Olahraga Bondas. Di kawasan tersebut pengunjung sama sekali tidak diperbolehkan merokok di dalam area taman.</p>
<p></p>
<p>Sementara itu, pada lokasi lain seperti kawasan Alun-alun Kota Batu, pemerintah daerah menyiapkan area khusus merokok. Area tersebut nantinya akan ditata ulang agar lebih representatif serta ditempatkan di titik yang tidak mengganggu pengunjung lain.</p>
<p></p>
<p>Penataan ini juga bertujuan melindungi kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, serta masyarakat yang tidak merokok dari paparan asap rokok di ruang terbuka.</p>
<p></p>
<p>“Beberapa taman akan tetap menerapkan kawasan tanpa rokok secara penuh tanpa menyediakan area merokok di dalam kawasan. Di sisi lain, pengawasan terhadap penerapan KTR terus diperketat. Seluruh taman kota di Batu masuk dalam kawasan tanpa rokok yang menjadi prioritas pengawasan Satgas KTR," imbuhnya.</p>
<p></p>
<p>Menurut Dian, petugas secara rutin melakukan patroli di area taman untuk memastikan pengunjung mematuhi aturan yang berlaku. Patroli bahkan dilakukan hampir setiap jam, terutama di lokasi yang ramai pengunjung.</p>
<p></p>
<p>Selain patroli langsung, petugas juga memberikan imbauan melalui pengeras suara yang dipasang di sejumlah titik taman. Langkah tersebut dilakukan untuk mengingatkan pengunjung agar tidak merokok di area yang telah ditetapkan sebagai kawasan tanpa rokok.</p>
<p></p>
<p>Dian berharap penerapan aturan tersebut mampu meningkatkan kesadaran masyarakat untuk mematuhi kebijakan KTR. Selain menjaga kualitas udara, kebijakan ini juga diharapkan dapat mengurangi sampah puntung rokok yang kerap ditemukan di area taman.</p>
<p></p>
<p>“Tujuannya agar ruang publik tetap nyaman, bersih, dan sehat bagi semua masyarakat,” pungkasnya. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Cuaca Ekstrem Rusak Rumah dan Bangunan di Sembilan Wilayah Kota Batu</title>
<link>https://suarajatimpost.com/cuaca-ekstrem-rusak-rumah-dan-bangunan-di-sembilan-wilayah-kota-batu</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/cuaca-ekstrem-rusak-rumah-dan-bangunan-di-sembilan-wilayah-kota-batu</guid>
<description><![CDATA[ Dengan sebaran kerusakan yang terjadi di sembilan desa dan kelurahan, BPBD Kota Batu menegaskan bahwa penanganan pascabencana masih terus dilakukan, terutama untuk membantu warga memperbaiki bagian rumah yang rusak ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202603/image_870x580_69aab84471563.webp" length="66990" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Fri, 06 Mar 2026 19:45:54 +0700</pubDate>
<dc:creator>Choirul Anwar</dc:creator>
<media:keywords>Kota Batu, Bencana, Dampak, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KOTA BATU, SJP</strong> - Cuaca ekstrem berupa hujan deras disertai angin kencang yang melanda Kota Batu pada Rabu malam (4/3/2026) meninggalkan dampak kerusakan yang tersebar di berbagai wilayah. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Batu mencatat sedikitnya 18 rumah dan bangunan di sembilan desa dan kelurahan terdampak akibat peristiwa tersebut.</p>
<p></p>
<p>Kepala BPBD Kota Batu Suwoko pada Jumat (6/3/2026) mengatakan kerusakan terjadi di sejumlah kawasan permukiman warga, fasilitas umum hingga tempat usaha. Sebagian besar kerusakan disebabkan oleh atap bangunan yang terlepas atau ambruk akibat terpaan angin kencang.</p>
<p></p>
<p>"Di Kelurahan Temas, tiga rumah warga mengalami kerusakan. Salah satunya pada bagian atap dapur dengan ukuran sekitar 5 meter x 4 meter yang sebagian penutupnya terlepas. Selain itu, atap jemuran di lantai dua rumah warga lainnya juga rusak dengan dimensi sekitar 3 meter x 5 meter," paparnya.</p>
<p></p>
<p>Kerusakan juga terjadi pada bangunan pendopo milik warga bernama Ninik, di mana atap dan tembok di lantai tiga mengalami kerusakan hingga tembok dilaporkan retak pada bangunan berukuran sekitar 4,5 meter x 10 meter.</p>
<p></p>
<p>Kerusakan juga terjadi di Desa Pandanrejo. Atap rumah milik Siyanto pada bagian dapur, kamar mandi, dan ruang makan rusak dengan area terdampak sekitar 7 meter x 3 meter.</p>
<p>Sementara itu, atap rumah milik Heriyono mengalami kerusakan dengan dimensi sekitar 6,5 meter x 5 meter. Angin kencang juga merusak atap tempat usaha mebel milik Puji Siswanto dengan area sekitar 7 meter x 5 meter. Selain itu, rumah milik Kasiono dilaporkan mengalami kerusakan ringan pada bagian atap. </p>
<p></p>
<p>"Di Desa Tlekung, kerusakan cukup besar terjadi pada rumah milik Ta’at Mulyono. Atap teras rumah berukuran sekitar 9 meter x 4 meter ambruk akibat angin kencang, dan sebagian atap di lantai dua juga terdampak. Selain itu, atap rumah milik Suradi juga terbawa angin hingga ambruk dengan ukuran sekitar 8 meter x 3 meter," imbuhnya.</p>
<p></p>
<p>Masih di wilayah yang sama, angin kencang juga merusak sebuah bangunan green house. Rangka serta penutup atap bangunan berukuran sekitar 15 meter x 8 meter atau seluas kurang lebih 120 meter persegi mengalami kerusakan akibat terpaan angin.</p>
<p></p>
<p>Di Desa Torongrejo, atap rumah milik Ainul Sodikin pada bagian dapur, kamar mandi, dan ruang tengah mengalami kerusakan dengan area sekitar 5 meter x 5 meter. Selain itu, atap rumah milik Dwi Nur Jayadi yang berada di lantai dua juga rusak dengan dimensi sekitar 8 meter x 6 meter.</p>
<p></p>
<p>Sementara itu di Kelurahan Sisir, kerusakan terjadi pada fasilitas umum berupa bangunan Tempat Pengolahan Sampah Reduce-Reuse-Recycle (TPS3R). Sebagian atap bangunan mengalami kerusakan dengan ukuran sekitar 18 meter x 10 meter.</p>
<p></p>
<p>"Di wilayah yang sama, pohon beringin di area parkir Batu Plaza dilaporkan tumbang dan menimpa bangunan toko usaha Smartprint sehingga menyebabkan kerusakan berat pada bangunan tersebut," imbuhnya.</p>
<p></p>
<p>Kerusakan juga terjadi di Kelurahan Songgokerto. Dahan pohon patah dan menimpa rumah warga sehingga bagian ruang tidur dan ruang tamu mengalami kerusakan. Sejumlah peralatan tidur dan barang elektronik milik warga juga dilaporkan terdampak.</p>
<p></p>
<p>Di Desa Giripurno, atap rumah milik Didik Setiawan yang berada di lantai dua terbawa angin. Atap berukuran sekitar 5 meter x 3,5 meter itu kemudian jatuh dan menimpa kandang ternak yang berada di bawahnya.</p>
<p></p>
<p>Sementara itu di Kelurahan Ngaglik, atap lantai dua rumah milik Muslikah terlepas dan terbawa angin dengan ukuran sekitar 8 meter x 7 meter. Material atap tersebut kemudian mengenai rumah milik Sutono sehingga menyebabkan kerusakan pada bagian atap lantai dua dengan dimensi sekitar 3,5 meter x 4 meter.</p>
<p></p>
<p>Dampak cuaca ekstrem juga terjadi di Desa Pesanggrahan. Hanggar milik Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Batu dilaporkan ambruk akibat angin kencang. Material bangunan yang roboh menimpa satu unit mobil tangga milik Damkar Kota Batu sehingga menyebabkan kerusakan pada kendaraan tersebut.</p>
<p></p>
<p>"Total ada 16 kepala keluarga yang mengalami dampak langsung, pasca kejadian tersebut BPBD Kota Batu bersama sejumlah instansi langsung melakukan penanganan di lokasi terdampak. Langkah yang dilakukan antara lain kaji cepat di lapangan, koordinasi lintas sektor, serta pemberian bantuan terpal untuk penanganan darurat sementara pada rumah warga yang atapnya rusak," pungkasnya. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor: Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Libur Lebaran Jadi Momentum Kebangkitan Ekonomi Wisata Kota Batu</title>
<link>https://suarajatimpost.com/libur-lebaran-jadi-momentum-kebangkitan-ekonomi-wisata-kota-batu</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/libur-lebaran-jadi-momentum-kebangkitan-ekonomi-wisata-kota-batu</guid>
<description><![CDATA[ Libur Lebaran 2026 bakal menjadi momentum penting untuk mendorong kembali geliat pariwisata di Kota Batu karena apabila dikelola dengan baik maka akan memberikan kenyamanan bagi wisatawan, tetapi juga membawa dampak positif bagi pelaku usaha pariwisata dan sektor ekonomi pendukung lainnya ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202603/image_870x580_69aab733552f6.webp" length="87900" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Fri, 06 Mar 2026 19:05:38 +0700</pubDate>
<dc:creator>Choirul Anwar</dc:creator>
<media:keywords>Kota Batu, Lebaran, Ekonomi, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KOTA BATU, SJP</strong> – Libur Lebaran 2026 diproyeksikan menjadi momentum penting bagi kebangkitan sektor pariwisata di Kota Batu. Pemerintah Kota Batu melalui Dinas Pariwisata (Disparta) memprediksi sekitar 1,1 juta wisatawan akan berkunjung selama periode libur panjang tersebut.</p>
<p></p>
<p>Kepala Disparta Kota Batu, Onny Ardianto pada Jumat (6/3/2026) mengatakan proyeksi kunjungan wisata pada libur Lebaran tahun ini diperkirakan tidak jauh berbeda dengan situasi saat libur Natal dan Tahun Baru lalu. Di mana pada periode tersebut, Kota Batu juga dipadati wisatawan dengan jumlah yang hampir sama.</p>
<p></p>
<p>“Prediksinya kurang lebih seperti selama libur Natal dan Tahun Baru kemarin, sekitar 1,1 juta wisatawan. Lonjakan kunjungan wisatawan saat libur Lebaran berpotensi memberikan dampak positif bagi sektor ekonomi daerah, khususnya bagi pelaku usaha pariwisata seperti pengelola destinasi wisata, hotel, hingga sektor pendukung lainnya," urainya.</p>
<p></p>
<p>Meski demikian, Onny mengakui bahwa sepanjang 2025 lalu kunjungan wisata di Kota Batu sempat mengalami penurunan yang cukup signifikan. Karena itu, momentum libur Lebaran diharapkan mampu kembali menggairahkan sektor pariwisata yang menjadi salah satu penopang ekonomi daerah.</p>
<p></p>
<p>Sejumlah persiapan pun mulai dilakukan Disparta bersama berbagai pihak terkait untuk menyambut kedatangan wisatawan. Salah satunya melalui rapat koordinasi (rakor) lintas sektoral dan membahas berbagai kesiapan menghadapi libur Lebaran, mulai dari rekayasa lalu lintas, pemantauan malam takbiran, pengamanan saat pelaksanaan salat Id, hingga monitoring di kawasan wisata.</p>
<p></p>
<p>"Dari sisi Disparta akan melakukan pemantauan langsung terhadap destinasi wisata serta akomodasi guna memastikan kesiapan dalam menerima lonjakan pengunjung selama masa libur Lebaran," pungkasnya. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Kekosongan Kepala Sekolah di Kota Batu Terisi, 31 Pejabat Resmi Sertijab</title>
<link>https://suarajatimpost.com/kekosongan-kepala-sekolah-di-kota-batu-terisi-31-pejabat-resmi-sertijab</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/kekosongan-kepala-sekolah-di-kota-batu-terisi-31-pejabat-resmi-sertijab</guid>
<description><![CDATA[ Dengan terisinya jabatan kepala sekolah di Kota Batu, Dinas Pendidikan menegaskan bahwa roda manajemen sekolah dapat berjalan lebih optimal serta membawa energi baru bagi peningkatan kualitas pendidikan di Kota Batu ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202603/image_870x580_69a98d12897d2.webp" length="42160" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 05 Mar 2026 20:15:45 +0700</pubDate>
<dc:creator>Choirul Anwar</dc:creator>
<media:keywords>Kota Batu, Kepala Sekolah, Kekosongan, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KOTA BATU, SJP</strong> – Kekosongan jabatan kepala sekolah di sejumlah SD dan SMP di Kota Batu akhirnya terisi. Dinas Pendidikan Kota Batu menggelar serah terima jabatan (sertijab) kepada 31 kepala sekolah sebagai tindak lanjut pasca mengalami kekosongan dalam beberapa waktu.</p>
<p>Kepala Dinas Pendidikan Kota Batu, Alfi Nurhidayat pada Kamis (5/3/2026) menjelaskan bahwa pengisian jabatan tersebut telah melalui mekanisme kepegawaian yang berlaku serta proses seleksi yang ketat. Dengan sertijab ini, kepemimpinan di sekolah-sekolah yang sebelumnya kosong kini resmi dijalankan oleh pejabat definitif.</p>
<p>"Rotasi dan penugasan kepala sekolah tingkat SD dan SMP dilakukan berdasarkan berbagai pertimbangan teknis, akademis, maupun administratif. Para kepala sekolah yang ditugaskan kami harapkan untuk menjalankan amanah jabatan secara profesional dan tidak menyalahgunakan kewenangan," urainya.</p>
<p>Menurutnya, kepala sekolah memegang peran strategis dalam penyelenggaraan pendidikan. Kemajuan dan kualitas sekolah sangat dipengaruhi oleh kepemimpinan di tingkat satuan pendidikan tersebut.</p>
<p>Karena itu, setiap kepala sekolah diharapkan mampu memanfaatkan amanah jabatan untuk meningkatkan kinerja tenaga pendidik serta mendorong capaian akademik dan nonakademik peserta didik. Dalam paradigma manajemen pendidikan saat ini, kepala sekolah juga dituntut mampu membawa perubahan dalam sistem pembelajaran dan tata kelola sekolah.</p>
<p>Perubahan tersebut mencakup peningkatan efektivitas pembelajaran, penguatan kepemimpinan sekolah, pengelolaan tenaga kependidikan yang efektif, hingga pembentukan budaya mutu dan kerja sama tim yang solid.</p>
<p>"Jabatan kepala sekolah tidak dipandang sekadar sebagai status atau kedudukan. Tantangan pendidikan saat ini semakin kompleks sehingga membutuhkan komitmen kuat untuk mendorong peningkatan kualitas guru, siswa, serta manajemen sekolah," imbuhnya.</p>
<p>Terkait kebijakan internal sekolah, Alfi juga mengingatkan agar kepala sekolah tidak gegabah mengambil keputusan, khususnya dalam penambahan tenaga pendidik maupun tenaga administrasi. Setiap persoalan kepegawaian diminta untuk dikonsultasikan terlebih dahulu dengan Dinas Pendidikan Kota Batu.</p>
<p>Seperti yang telah ditulis oleh Suarajatimpost.com sebelumnya, kekhawatiran kekosongan jabatan 31 kepala sekolah di Kota Batu oleh pihak legislatif akhirnya telah diatasi oleh Dindik demi menjaga keberlangsungan kegiatan belajar mengajar di kota yang terkenal akan destinasi wisatanya ini. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Lebaran 2026, Lima Titik Kemacetan Jadi Pantauan Polisi di Kota Batu</title>
<link>https://suarajatimpost.com/lebaran-2026-lima-titik-kemacetan-jadi-pantauan-polisi-di-kota-batu</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/lebaran-2026-lima-titik-kemacetan-jadi-pantauan-polisi-di-kota-batu</guid>
<description><![CDATA[ Potensi titik macet di Kota Batu membuat Polres Batu melakukan berbagai langkah antisipasi tersebut, kepolisian berharap potensi kepadatan lalu lintas selama arus mudik dan libur Lebaran 2026 di Kota Batu dapat ditekan. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202603/image_870x580_69a91d252dc20.webp" length="46572" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 05 Mar 2026 16:15:57 +0700</pubDate>
<dc:creator>Choirul Anwar</dc:creator>
<media:keywords>Kota Batu, Lebaran, Titik Macet</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KOTA BATU, SJP</strong> – Menjelang Lebaran 2026, kepolisian mulai memetakan sejumlah titik rawan kemacetan di Kota Batu. Sedikitnya ada lima titik yang diprediksi menjadi pusat kepadatan lalu lintas selama arus mudik dan libur Lebaran, mengingat Kota Batu merupakan salah satu destinasi wisata favorit di Jawa Timur.</p>
<p>Kasat Lantas Polres Batu, AKP Kevin Ibrahim pada Kamis (5/3/2026) mengatakan pihaknya telah mengidentifikasi sejumlah simpul jalan yang kerap mengalami lonjakan kendaraan saat momen libur panjang.</p>
<p>Lima titik tersebut yakni perempatan Arhanud Desa Pendem, pertigaan dari arah Karangploso, perempatan Desa Pesanggrahan, pertigaan Taman Makam Pahlawan (TMP) Suropati, serta jalur Payung menuju Pujon.</p>
<p>“Lima titik ini menjadi perhatian utama karena biasanya terjadi peningkatan volume kendaraan yang cukup signifikan, baik dari pemudik maupun wisatawan yang menuju Kota Batu,” ujarnya.</p>
<p>Untuk mengantisipasi kepadatan, kepolisian menyiapkan sejumlah skema rekayasa lalu lintas. Di antaranya penerapan sistem satu arah (one way) secara situasional serta pengalihan arus kendaraan ke jalur alternatif apabila terjadi penumpukan kendaraan.</p>
<p>Kendaraan dari arah Kota Batu menuju Jalan Ir Soekarno, misalnya, akan diarahkan melalui jalur alternatif tertentu. Sementara kendaraan menuju Kota Malang dapat dialihkan melalui jalur Oro-Oro Ombo guna mengurangi kepadatan di titik-titik utama.</p>
<p>"Selain rekayasa lalu lintas, personel juga akan ditempatkan di sejumlah titik strategis untuk memantau kondisi lalu lintas, pengaturan parkir, hingga pergerakan angkutan umum. Sejumlah pos pengamanan dan pos pantau arus mudik juga akan didirikan untuk memperkuat pengawasan selama periode Lebaran," imbuhnya.</p>
<p>Kevin menambahkan, pemantauan arus kendaraan juga akan dilakukan dengan menghitung volume kendaraan yang masuk ke wilayah Kota Batu, termasuk dari arah exit Tol Singosari serta beberapa simpang jalan utama seperti simpang tiga Pendem dan jalur menuju Kecamatan Pujon.</p>
<p>“Kami akan melakukan pemantauan secara intensif serta berkoordinasi dengan berbagai pihak agar arus mudik maupun kunjungan wisata selama Lebaran di Kota Batu bisa tetap lancar dan aman,” pungkasnya. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Angin Kencang Terjang Kota Batu, Puluhan Pohon Tumbang dan Sejumlah Fasilitas Rusak</title>
<link>https://suarajatimpost.com/angin-kencang-terjang-kota-batu-puluhan-pohon-tumbang-dan-sejumlah-fasilitas-rusak</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/angin-kencang-terjang-kota-batu-puluhan-pohon-tumbang-dan-sejumlah-fasilitas-rusak</guid>
<description><![CDATA[ Dengan adanya peristiwa angin kencang yang terjadi sejak semalam hingga sekarang, BPBD Kota Batu mengimbau masyarakat tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem yang masih mungkin terjadi dalam beberapa hari ke depan, terutama saat hujan deras disertai angin kencang serta menghindari berteduh di bawah pohon besar serta segera melapor jika terjadi kondisi darurat ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202603/image_870x580_69a91c5e1e843.webp" length="65738" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 05 Mar 2026 14:30:03 +0700</pubDate>
<dc:creator>Choirul Anwar</dc:creator>
<media:keywords>Kota Batu, Angin Kencang, Pohon Tumbang</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KOTA BATU, SJP</strong> - Angin kencang yang menerjang Kota Batu sejak Rabu (4/3/2026) petang hingga Kamis (5/3/2026) menimbulkan dampak cukup luas di berbagai wilayah.</p>
<p>Sedikitnya 31 pohon dilaporkan tumbang, menutup akses jalan raya, merusak fasilitas umum, hingga mengganggu jaringan listrik dan telekomunikasi.</p>
<p>Kepala BPBD Kota Batu Suwoko membeberkan cuaca ekstrem tersebut terjadi sekitar pukul 18.00 WIB ketika hujan deras disertai angin kencang melanda hampir seluruh wilayah kota.</p>
<p>Terjangan angin bahkan merusak sejumlah stand pedagang di kawasan Balai Kota Among Tani dan Pasar Induk Among Tani.</p>
<p>"Selain itu, hanggar milik Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Batu juga dilaporkan roboh akibat kuatnya hembusan angin. Peristiwa ini merupakan dampak dari cuaca ekstrem yang sebelumnya telah diperingatkan oleh BMKG untuk periode 1–10 Maret mendatang," urainya..</p>
<p>Meski menimbulkan kerusakan di sejumlah titik, tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Dua mobil pickup yang tertimpa pohon di wilayah Songgokerto berhasil dievakuasi dan pengemudi beserta penumpangnya dipastikan selamat.</p>
<p>Selain itu, sebaran pohon tumbang terjadi di sejumlah wilayah. Di Desa Bulukerto dan Desa Sidomulyo masing-masing satu pohon tumbang yang menutup akses jalan serta mengganggu jaringan listrik dan telekomunikasi.</p>
<p>Di Kelurahan Sisir terdapat dua pohon tumbang, sementara Kelurahan Ngaglik menjadi wilayah dengan dampak terbanyak dengan delapan pohon tumbang.</p>
<p>"Di Kelurahan Songgokerto tercatat dua pohon tumbang yang juga menimpa dua mobil pickup. Kemudian di Kelurahan Temas terdapat lima pohon tumbang, di Desa Pesanggrahan tiga pohon tumbang, di Desa Sumberbrantas satu pohon tumbang, serta di Desa Gunungsari delapan pohon tumbang yang menutup akses jalan dan mengganggu jaringan listrik," imbuhnya.</p>
<p>BPBD Kota Batu bersama tim gabungan langsung juga mengaku telah melakukan penanganan darurat dengan memotong pohon tumbang, membuka akses jalan, hingga melakukan pengaturan lalu lintas dengan sistem buka-tutup di sejumlah titik seluruh ruas jalan.<strong> (*)</strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Diversifikasi Jadi Kunci, Batu Tak Lagi Bergantung pada Pajak Hotel</title>
<link>https://suarajatimpost.com/diversifikasi-jadi-kunci-batu-tak-lagi-bergantung-pada-pajak-hotel</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/diversifikasi-jadi-kunci-batu-tak-lagi-bergantung-pada-pajak-hotel</guid>
<description><![CDATA[ Dengan strategi yang lebih menyebar dan tidak lagi bergantung pada satu sektor dominan, Pemkot Batu mencoba membangun fondasi pendapatan yang lebih tahan terhadap gejolak kebijakan dan perubahan pola ekonomi ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202603/image_870x580_69a842c87ed1f.webp" length="36500" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 04 Mar 2026 22:21:17 +0700</pubDate>
<dc:creator>Choirul Anwar</dc:creator>
<media:keywords>Kota Batu, Pajak, Hotel, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KOTA BATU, SJP</strong> - Pasca mendapatkan teguran dari anggota legislatif sebelumnya terkait pajak hunian, Pemerintah Kota Batu mulai menggeser arah kebijakan pendapatan daerah pada 2026. Target Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor pajak memang naik menjadi Rp287 miliar dari sebelumnya Rp275 miliar pada 2025.</p>
<p></p>
<p>Kepala Bapenda Kota Batu M. Nur Adhim pada Rabu (4/3/2026) menegaskan fokus utamanya bukan sekadar menaikkan angka, melainkan mengurangi ketergantungan pada pajak hotel yang selama ini menjadi tulang punggung.</p>
<p></p>
<p>"Realisasi pajak 2025 yang hanya mencapai sekitar 96 persen menjadi alarm. Apalagi sektor perhotelan terpukul kebijakan efisiensi anggaran pemerintah, yang berdampak pada berkurangnya kegiatan rapat dan perjalanan dinas di hotel. Pola okupansi pun berubah drastis. Akhir pekan penuh oleh wisatawan, tetapi hari kerja cenderung sepi," urainya.</p>
<p></p>
<p>Kondisi itu akhirnya memaksa Pemkot Batu memutar strategi. Tahun 2026 tidak lagi bertumpu pada pajak hotel dan restoran semata. Diversifikasi sumber PAD menjadi agenda utama.</p>
<p>Bapenda mulai mengoptimalkan retribusi daerah, pengelolaan barang milik daerah (BMD), serta pemanfaatan aset-aset milik pemerintah yang selama ini belum tergarap maksimal.</p>
<p></p>
<p>Penertiban vila tidak berizin juga menjadi fokus. Keberadaan vila ilegal dinilai menciptakan persaingan tidak sehat sekaligus menggerus potensi pajak.</p>
<p>Dengan memasukkan vila ke dalam sistem perpajakan resmi, pemerintah berharap basis pajak semakin luas dan adil bagi pelaku usaha yang patuh.</p>
<p></p>
<p>"Di sisi lain, penguatan digitalisasi pendapatan akan terus digenjot. Sistem pembayaran dan pelaporan pajak kini semakin terintegrasi dan transparan," imbuhnya.</p>
<p></p>
<p>Hal ini sebelumnya juga telah dibuktikan bahwa Kota Batu meraih predikat penerapan digitalisasi pendapatan terbaik di Jawa Timur dan masuk peringkat tujuh nasional. Digitalisasi dinilai efektif menekan kebocoran serta meningkatkan kepatuhan wajib pajak.<strong> (*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Mudik Gratis 2026 Dihentikan, Dishub Batu Alihkan Fokus ke Pengamanan Arus Lebaran</title>
<link>https://suarajatimpost.com/mudik-gratis-2026-dihentikan-dishub-batu-alihkan-fokus-ke-pengamanan-arus-lebaran</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/mudik-gratis-2026-dihentikan-dishub-batu-alihkan-fokus-ke-pengamanan-arus-lebaran</guid>
<description><![CDATA[ Penghentian mudik gratis 2026 menjadi cerminan dinamika kebijakan daerah dalam menjaga stabilitas anggaran sekaligus memastikan layanan publik tetap berjalan optimal. Di tengah keterbatasan, Pemkot Batu memilih memperkuat aspek keselamatan dan pengendalian lalu lintas sebagai prioritas utama selama musim mudik Lebaran ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202603/image_870x580_69a814e6eed83.webp" length="44484" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 04 Mar 2026 19:30:27 +0700</pubDate>
<dc:creator>Choirul Anwar</dc:creator>
<media:keywords>Kota Batu, Mudik Gratis, Dihentikan</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KOTA BATU, SJP</strong> - Program mudik gratis yang sempat digelar Pemerintah Kota Batu melalui Dinas Perhubungan (Dishub) dipastikan tidak berlanjut pada 2026. Namun, penghentian program tersebut disebut bukan semata pemangkasan layanan, melainkan bagian dari penyesuaian prioritas kebijakan di tengah efisiensi anggaran daerah.</p>
<p>Kepala Dishub Kota Batu Susetya Herawan pada Rabu (4/3/3036) menjelaskan bahwa keterbatasan fiskal membuat pihaknya harus mengalihkan alokasi anggaran, termasuk dana penyewaan armada bus mudik gratis. Tahun ini, fokus utama diarahkan pada pengamanan dan kelancaran arus lalu lintas selama masa angkutan Lebaran.</p>
<p>“Fokus kami tetap pada keselamatan dan kelancaran arus mudik. Pengamanan jalur, kesiapan personel, dan fasilitas pendukung menjadi prioritas,” ujarnya.</p>
<p>Pada pelaksanaan sebelumnya, program mudik gratis menyediakan sekitar 200 kuota penumpang dengan rute favorit seperti Madiun, Ngawi, Jember, dan Banyuwangi. Program tersebut mendapat respons tinggi, terutama dari pekerja sektor informal dan masyarakat berpenghasilan menengah ke bawah.</p>
<p>Selain membantu menekan biaya perjalanan, mudik gratis juga dinilai berkontribusi mengurangi penggunaan sepeda motor untuk perjalanan jarak jauh, yang selama ini kerap menjadi salah satu faktor tingginya angka kecelakaan saat musim Lebaran.</p>
<p>"Dengan kondisi fiskal saat ini, Pemkot Batu memilih memperkuat aspek pengendalian arus mudik. Dishub menilai langkah tersebut lebih strategis untuk menjamin keselamatan masyarakat secara luas, meski harus mengorbankan satu program populer," paparnya.</p>
<p>Meski demikian, evaluasi terhadap pelaksanaan tahun lalu juga mencuat. Beberapa calon penumpang sempat mengeluhkan jadwal keberangkatan yang mundur sehingga menyebabkan waktu tunggu cukup lama.<strong> (*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Proyek Raksasa Tertunda, Infrastruktur Dasar Jadi Tumpuan Pembangunan Kota Batu di Tahun 2026</title>
<link>https://suarajatimpost.com/proyek-raksasa-tertunda-infrastruktur-dasar-jadi-tumpuan-pembangunan-kota-batu-di-tahun-2026</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/proyek-raksasa-tertunda-infrastruktur-dasar-jadi-tumpuan-pembangunan-kota-batu-di-tahun-2026</guid>
<description><![CDATA[ Dengan konfigurasi anggaran baru ini, wajah pembangunan Kota Batu pada 2026 diproyeksikan lebih membumi dimana fokusnya bukan pada simbol fisik atau proyek prestisius, melainkan pada perbaikan kualitas hidup warga di tingkat lingkungan. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202603/image_870x580_69a8146bcf8f0.webp" length="32352" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 04 Mar 2026 18:44:30 +0700</pubDate>
<dc:creator>Choirul Anwar</dc:creator>
<media:keywords>Kota Batu, Efisiensi, Infrastruktur, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KOTA BATU, SJP</strong> - Pemangkasan anggaran hingga 52 persen yang dialami Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (Disperkim) Kota Batu pada 2026 mengubah peta pembangunan daerah. Pasalnya, dari semula diusulkan Rp76 miliar, pagu yang disetujui hanya Rp36 miliar.</p>
<p>Kepala Disperkim Kota Batu Arief As Siddiq pada Selasa (3/3/2026) menguraikan dampak dari pemangkasan tersebut membuat proyek-proyek bernilai jumbo harus menepi, sementara pembangunan skala lingkungan justru dipercepat.</p>
<p>"Alih-alih memaksakan agenda besar, Disperkim memilih mengarahkan sumber daya pada sektor yang dampaknya langsung dirasakan warga. Peningkatan jalan lingkungan, pembenahan drainase, perbaikan sanitasi, rehabilitasi rumah tidak layak huni (RTLH), hingga penyediaan akses air bersih kini menjadi prioritas utama," tegasnya.</p>
<p>Mantan Kepala Disparta tersebut menilai kondisi ini bukan sebagai hambatan, melainkan koreksi arah pembangunan. Menurutnya, keterbatasan anggaran memaksa pemerintah lebih selektif dalam menentukan program, dengan fokus pada kebutuhan paling mendasar masyarakat.</p>
<p>Di sisi lain, proyek-proyek strategis dengan nilai investasi besar belum bisa direalisasikan tahun ini. Pembangunan gedung DPRD Kota Batu, misalnya, membutuhkan anggaran sekitar Rp80 miliar berdasarkan Detail Engineering Design (DED) yang telah disusun. Nilai tersebut jauh di atas kemampuan fiskal daerah saat ini.</p>
<p>“Kami memastikan program yang berjalan benar-benar menyentuh kebutuhan riil warga. Infrastruktur dasar harus tetap menjadi tulang punggung,” imbuhnya.</p>
<p>Nasib serupa dialami revitalisasi Stadion Gelora Brantas. Dengan estimasi kebutuhan anggaran mencapai kurang lebih Rp390 miliar, proyek tersebut mustahil dibiayai hanya melalui APBD Kota Batu. Meski begitu, peluang pembangunan belum tertutup.</p>
<p>Disperkim telah mengajukan proposal pendanaan ke Kementerian PUPR RI dan Kementerian Pemuda dan Olahraga. Skema pembangunan bertahap atau multi years menjadi opsi realistis apabila dukungan anggaran dari pemerintah pusat tidak turun secara penuh.</p>
<p>Selain mengandalkan pusat, Disperkim juga membuka ruang kolaborasi melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) dari sektor swasta untuk mendukung pembangunan permukiman. Strategi ini dipandang sebagai upaya menjaga kesinambungan pembangunan tanpa membebani keuangan daerah secara berlebihan. <strong>(**)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Pemkot Batu Buka Posko THR, Perusahaan Terlambat Terancam Denda 5 Persen</title>
<link>https://suarajatimpost.com/pemkot-batu-buka-posko-thr-perusahaan-terlambat-terancam-denda-5-persen</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/pemkot-batu-buka-posko-thr-perusahaan-terlambat-terancam-denda-5-persen</guid>
<description><![CDATA[ Pembukaan posko pengaduan THR menegaskan pemerintah tidak hanya menyiapkan mekanisme pengaduan dan sanksi tegas bagi pelanggar, tetapi juga mendorong kepatuhan pelaku usaha serta mengajak pekerja aktif melapor jika haknya terabaikan, demi menjaga keadilan, stabilitas hubungan industrial, dan kondusivitas ekonomi di Kota Batu. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202603/image_870x580_69a813e16e857.webp" length="33952" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 04 Mar 2026 18:15:58 +0700</pubDate>
<dc:creator>Choirul Anwar</dc:creator>
<media:keywords>Kota Batu, THR, Denda, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KOTA BATU, SJP</strong> – Pemerintah Kota Batu melalui Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) kembali membuka Posko Satgas Pelayanan Konsultasi dan Penegakan Hukum Tunjangan Hari Raya (THR) Keagamaan menjelang Hari Raya Idulfitri 2026. Posko tersebut disiapkan untuk memastikan hak pekerja terpenuhi sesuai ketentuan perundang-undangan.</p>
<p>Wakil Wali Kota Batu, Heli Suyanto pada Rabu (4/3/2026) menegaskan bahwa posko pengaduan rutin dibuka setiap tahun dan dapat diakses langsung di kantor Disnaker Kota Batu maupun secara daring.</p>
<p>“Posko ini kami siapkan agar pekerja memiliki saluran resmi untuk konsultasi maupun melapor jika terjadi pelanggaran pembayaran THR. Kami ingin semua hak pekerja di Kota Batu benar-benar terpenuhi,” ujarnya.</p>
<p>Ia menjelaskan, landasan hukum pembayaran THR sangat kuat dan mengikat. Dasar utamanya adalah Peraturan Menteri Ketenagakerjaan Nomor 6 Tahun 2016 tentang THR Keagamaan bagi Pekerja/Buruh di Perusahaan.</p>
<p>Selain itu, terdapat Surat Edaran Menteri Ketenagakerjaan yang diterbitkan setiap tahun menjelang Lebaran serta Surat Edaran Wali Kota Batu yang merujuk pada aturan pusat guna memastikan kepatuhan seluruh pelaku usaha di daerah.</p>
<p>Menurut Heli, tim aduan biasanya mulai aktif pada H-14 sebelum hari raya. Langkah ini dilakukan agar proses konsultasi dan mediasi bisa dilakukan lebih awal sebelum batas akhir pembayaran.</p>
<p>Sesuai aturan, THR wajib dibayarkan paling lambat tujuh hari sebelum hari raya (H-7). Jika pembayaran dilakukan hingga H+30, hal tersebut jelas merupakan pelanggaran.</p>
<p>“Perusahaan yang terlambat membayar akan dikenakan denda sebesar 5 persen dari total THR yang wajib dibayarkan, tanpa menghilangkan kewajiban pokoknya. Selain itu, ada sanksi administratif mulai dari teguran tertulis hingga pembatasan kegiatan usaha,” imbuhnya.</p>
<p>Heli menambahkan, pekerja formal terlindungi penuh oleh regulasi ketenagakerjaan. Disnaker memiliki kewenangan melakukan mediasi hingga merekomendasikan sanksi administratif. Sementara bagi pekerja informal yang hubungan kerjanya tidak tertulis, Pemkot tetap membuka ruang pengaduan dengan pendekatan mediasi dan asas kepatutan berdasarkan kesepakatan kerja yang ada.</p>
<p>Ia mengimbau pekerja untuk tidak menunggu terlalu lama jika haknya belum terpenuhi.</p>
<p>“Jika pada H-7 THR belum diterima, segera laporkan. Tim bisa langsung melakukan klarifikasi atau inspeksi ke perusahaan terkait,” paparnya.</p>
<p>Tak lupa ia juga berpesan kepada para pelaku usaha dan meminta komitmen untuk memenuhi kewajiban tepat waktu dan bukan sekadar kewajiban regulasi, tetapi bentuk apresiasi atas keringat pekerja yang telah membantu roda ekonomi Kota Batu berputar.</p>
<p>Sedangkan untuk para pekerja, ia juga terus mengajak agar tetap menjaga produktivitas dan kondusivitas daerah karena jika ada kendala terkait hak, silakan melapor ke Posko THR Disnaker dimana pemerintah hadir untuk memastikan hak pekerja terlindungi sesuai aturan yang berlaku. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Polres Batu Bongkar Produksi Petasan Rumahan, 15 Kg Obat Mercon Disita</title>
<link>https://suarajatimpost.com/polres-batu-bongkar-produksi-petasan-rumahan-15-kg-obat-mercon-disita</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/polres-batu-bongkar-produksi-petasan-rumahan-15-kg-obat-mercon-disita</guid>
<description><![CDATA[ Pengungkapan kepemilikan bahan peledak menjadi peringatan tegas bahwa peredaran dan produks ilegal masih menjadi ancaman nyata di tingkat lokal, terutama karena diracik secara rumahan tanpa standar keamanan ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202603/image_870x580_69a6a4564839e.webp" length="31510" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Tue, 03 Mar 2026 18:59:05 +0700</pubDate>
<dc:creator>Choirul Anwar</dc:creator>
<media:keywords>Kota Batu, Penangkapan, Bahan Peledak, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KOTA BATU, SJP</strong> - Upaya peredaran bahan peledak ilegal menjelang momen rawan berhasil digagalkan jajaran Polres Batu. Dua pemuda asal Kecamatan Kasembon, Kabupaten Malang, diamankan setelah kedapatan menyimpan sekaligus diduga memproduksi bahan peledak jenis obat mercon seberat kurang lebih 15 kilogram.</p>
<p></p>
<p>Kasat Reskrim Polres Batu AKP Joko Suprianto pada Selasa (3/3/2026) menegaskan kedua pelaku berinisial S (21) dan GDR (20), warga Dusun Temurejo RT 19 RW 8 Desa Wonoagung, Kecamatan Kasembon dimana penangkapan dilakukan pada Kamis (26/2) setelah polisi menerima laporan masyarakat terkait dugaan transaksi bahan peledak (handak).</p>
<p></p>
<p>"Informasi awal mengarah pada rencana transaksi penjualan handak. Setelah dilakukan penyelidikan dan penggerebekan, petugas menemukan 15 kilogram obat mercon yang siap edar," paparnya. </p>
<p></p>
<p>Tak hanya barang jadi, polisi juga menyita sejumlah bahan baku dan peralatan produksi di lokasi. Di antaranya belerang, bensoat, aluminium foil, timbangan, papan kayu, ayakan, sendok plastik, sekop, serta gelas ukur. Temuan ini menguatkan dugaan bahwa praktik tersebut bukan sekadar kepemilikan, melainkan bagian dari aktivitas peracikan atau produksi petasan secara mandiri.</p>
<p></p>
<p>Saat ini Satreskrim masih mendalami asal-usul bahan peledak serta kemungkinan adanya jaringan distribusi yang lebih luas. Aparat juga menelusuri apakah bahan tersebut sudah sempat beredar ke masyarakat.</p>
<p></p>
<p>"Polres Batu menegaskan kepemilikan dan peredaran bahan peledak tanpa izin merupakan tindak pidana serius karena berisiko tinggi terhadap keselamatan publik. Kedua tersangka terancam jeratan Pasal 1 ayat (1) Undang-Undang Darurat Nomor 12 Tahun 1951 tentang kepemilikan bahan peledak tanpa hak, dengan ancaman hukuman berat," tandasnya. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Fokus Komoditas Penyumbang Gejolak Harga, Pemkot Batu Gelar GPM di Bulukerto</title>
<link>https://suarajatimpost.com/fokus-komoditas-penyumbang-gejolak-harga-pemkot-batu-gelar-gpm-di-bulukerto</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/fokus-komoditas-penyumbang-gejolak-harga-pemkot-batu-gelar-gpm-di-bulukerto</guid>
<description><![CDATA[ Melalui intervensi langsung pada komoditas strategis, dukungan distribusi bersama Perum Bulog, serta penguatan peran UMKM lokal, langkah ini tidak hanya meredam potensi lonjakan inflasi, tetapi juga menjaga daya beli masyarakat agar tetap stabil di tengah meningkatnya kebutuhan selama Ramadhan ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202603/image_870x580_69a6a31593870.webp" length="58614" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Tue, 03 Mar 2026 18:31:44 +0700</pubDate>
<dc:creator>Choirul Anwar</dc:creator>
<media:keywords>Kota Batu, GPM, Bulukerto, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KOTA BATU, SJP</strong> – Naik turunnya kebutuhan pangan di Pasar Among Tani membuat Pemkot Batu bergerak cepat melakukan program Gerakan Pangan Murah (GPM) yang digelar di Balai Desa Bulukerto, Kecamatan Bumiaji pada Selasa (3/3/2026).</p>
<p>Pemerintah Kota Batu memfokuskan intervensi pada bahan pokok strategis seperti beras, minyak goreng, gula, telur, serta komoditas hortikultura.</p>
<p>Wali Kota Batu Nurochman menguraikan, pihaknya telah melakukan penyediaan 6 ton beras SPHP melalui kerja sama dengan Perum Bulog menjadi langkah antisipatif untuk menjaga keseimbangan pasokan dan harga di tingkat konsumen.</p>
<p>"Dengan harga Rp55.000 per 5 kilogram untuk beras SPHP, Rp14.500 per liter minyak goreng, serta gula Rp17.000 per kilogram, pemerintah berupaya menciptakan harga acuan yang lebih rendah dari pasar. Skema 500 voucher potongan harga Rp5.000 juga dirancang sebagai bantalan langsung bagi daya beli masyarakat," urainya.</p>
<p>Selain aspek stabilisasi harga, pelibatan 23 booth UMKM dalam GPM menunjukkan upaya memperkuat ekonomi lokal. Produk olahan, sayuran, hingga rempah-rempah yang dijajakan memberi ruang bagi pelaku usaha kecil untuk tetap bergerak di tengah momentum Ramadhan.</p>
<p>Pria yang akrab disapa Cak Nur itu juga memaparkan bahwa pendekatan ini efektif karena menyasar dua sisi sekaligus konsumen memperoleh harga terjangkau, sementara pelaku usaha lokal tetap mendapatkan akses pasar.</p>
<p>Pola intervensi langsung seperti ini diproyeksikan terus dilakukan di sejumlah titik lain sebagai bagian dari strategi pengendalian inflasi menjelang Idul Fitri 2026.</p>
<p>"Yang pasti harga yang ada disini cukup memiliki selisih dengan harga yang ada dipasaran. Upaya ini adalah wujud konsistensi Pemkot untuk menekan inflasi dan membuat ekonomi masyarakat bisa terus berputar," tandasnya. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Jelang Lebaran, Jatim Park Group Berikan Diskon Ramadan Untuk Wisatawan</title>
<link>https://suarajatimpost.com/jelang-lebaran-jatim-park-group-berikan-diskon-ramadan-untuk-wisatawan</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/jelang-lebaran-jatim-park-group-berikan-diskon-ramadan-untuk-wisatawan</guid>
<description><![CDATA[ Selain menjaga okupansi destinasi tetap stabil, diskon yang diberikan juga dimaksudkan untuk menggerakkan sektor ekonomi kreatif dan pelaku usaha penunjang pariwisata di Kota Batu yang selama ini sangat bergantung pada arus wisatawan ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202603/image_870x580_69a6a24540f63.webp" length="51854" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Tue, 03 Mar 2026 18:09:43 +0700</pubDate>
<dc:creator>Choirul Anwar</dc:creator>
<media:keywords>Kota Batu, Jatim Park, Diskon, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KOTA BATU, SJP</strong> – Momentum Ramadan dimanfaatkan serius oleh manajemen Jatim Park Group untuk menjaga stabilitas kunjungan wisata menjelang libur Lebaran 2026. Melalui program potongan harga tiket masuk hingga 40 persen khusus warga ber-KTP Kota Batu.</p>
<p></p>
<p>Manager Marketing &amp; Public Relations Jatim Park Group, Titik S. Ariyanto pada Selasa (3/3/2026) menegaskan bahwa langkah ini dimaksudkan untuk menjaga pergerakan wisata.</p>
<p></p>
<p>"Promo tersebut berlaku mulai 1 hingga 15 Maret 2026 dan menyasar sejumlah destinasi unggulan. Ini juga merupakan upaya untuk mengoptimalkan pasar lokal sebagai penopang utama kunjungan," urainya.</p>
<p></p>
<p>Menurutnya, Ramadan menjadi periode krusial bagi pelaku pariwisata karena pola belanja dan rekreasi masyarakat cenderung berubah. Dengan diskon hingga 40 persen di sejumlah wahana seperti Dino Park, The Legend Stars Park, Jawa Timur Park 2, Museum Angkut, dan Eco Active Park, pihaknya berharap daya tarik wisata tetap kompetitif dan terjangkau bagi keluarga.</p>
<p></p>
<p>"Tak hanya menyasar warga lokal, JTP Group juga menggulirkan diskon 20 persen untuk wisatawan umum yang berlangsung lebih panjang, yakni 15 Februari hingga 15 Maret 2026," imbuhnya.</p>
<p></p>
<p>Promo tersebut mencakup delapan destinasi favorit, terutama di kawasan Jatim Park 3 seperti The Legend Stars Park, Fun Tech Plaza, Museum Musik Dunia, dan Milenial Glow Garden, serta sejumlah lokasi lain seperti Batu Love Garden, Eco Active Park, Drive Thru Park, dan Museum Tubuh di area Jatim Park 1.</p>
<p></p>
<p>Titik juga menambahkan pihak manajemen optimistis kebijakan harga khusus ini dapat menjadi stimulus awal sebelum puncak kunjungan Lebaran. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Garda Terdepan Wisata Budaya, Juru Pelihara Punden di Batu Dibekali Insentif dan Pelatihan</title>
<link>https://suarajatimpost.com/garda-terdepan-wisata-budaya-juru-pelihara-punden-di-batu-dibekali-intensif-dan-pelatihan</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/garda-terdepan-wisata-budaya-juru-pelihara-punden-di-batu-dibekali-intensif-dan-pelatihan</guid>
<description><![CDATA[ Pemkot Batu menegaskan bahwa pelestarian punden tidak hanya diposisikan sebagai kewajiban administratif, tetapi sebagai investasi jangka panjang dalam menjaga identitas budaya sekaligus memperkaya daya saing wisata daerah ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202603/image_870x580_69a412be6de16.webp" length="37406" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sun, 01 Mar 2026 21:40:01 +0700</pubDate>
<dc:creator>Choirul Anwar</dc:creator>
<media:keywords>Kota Batu, Juru Pelihara, Punden</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KOTA BATU, SJP</strong> - Pemerintah Kota Batu memberikan insentif kepada 125 juru pelihara punden. Tiap juru pelihara di Kota Batu menerima Rp150 ribu per bulan yang dibayarkan setiap triwulan. Pada 2026, anggaran sebesar Rp 225 juta disiapkan untuk mendukung peran tersebut.</p>
<p>Kepala Dinas Pariwisata Kota Batu, Onny Ardianto menjelaskan, pemberian intensif telah berjalan lima tahun. Nominalnya mengalami penyesuaian. “Pada awal program besaran insentif Rp100 ribu per bulan. Kemudian meningkat menjadi Rp150 ribu per bulan sejak 2023 dan tetap berlaku hingga kini,” ujarnya, Minggu (1/3/2026).</p>
<p>Pendataan penerima insentif dilakukan setiap akhir tahun berdasarkan usulan kepala desa dan lurah. Pemerintah desa dan kelurahan diberi kewenangan penuh menentukan siapa yang bertugas, termasuk apabila terjadi pergantian personel, sehingga keberlanjutan perawatan tetap terjaga sesuai kondisi di lapangan.</p>
<p>Selain itu, menurut Onny Ardianto, para juru pelihara juga mendapatkan pembekalan rutin yang mencakup pemahaman sejarah situs, nilai budaya lokal, hingga kemampuan komunikasi publik. Praktisi pemandu wisata dilibatkan untuk memperkuat kemampuan mereka dalam menyampaikan narasi sejarah kepada pengunjung.</p>
<p>"Pemkot Batu memandang juru pelihara bukan sekadar penjaga situs, melainkan aktor penting dalam menjaga kesakralan, merawat nilai-nilai lokal, dan membangun pengalaman wisata berbasis budaya," imbuhnya.</p>
<p>Dengan pendekatan ini, punden diharapkan tidak hanya terawat secara fisik, tetapi juga memiliki narasi yang hidup dan relevan bagi generasi sekarang maupun wisatawan yang datang. (*)</p>
<p>Editor: Danu</p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Okupansi Menurun, Ancaman PHK dan Multi Tasking Mengintai Karyawan Hotel di Batu</title>
<link>https://suarajatimpost.com/okupansi-menurun-ancaman-phk-dan-multi-tasking-mengintai-karyawan-hotel-di-batu</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/okupansi-menurun-ancaman-phk-dan-multi-tasking-mengintai-karyawan-hotel-di-batu</guid>
<description><![CDATA[ Tanpa pemulihan daya beli, sektor pariwisata tidak hanya menghadapi risiko perlambatan, tetapi juga ancaman terhadap stabilitas tenaga kerja yang selama ini bergantung pada geliat wisata di Kota Batu ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202603/image_870x580_69a411f84df38.webp" length="34842" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sun, 01 Mar 2026 19:45:28 +0700</pubDate>
<dc:creator>Choirul Anwar</dc:creator>
<media:keywords>Kota Batu, PHK, Hotel</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KOTA BATU, SJP</strong> - Tekanan sektor pariwisata Kota Batu pada 2026 tak hanya berbicara soal okupansi dan daya beli, tetapi mulai mengarah pada isu ketenagakerjaan. Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kota Batu, Sujud Hariadi, mengingatkan bahwa kondisi ekonomi yang melemah berpotensi menyeret dampak serius bagi pekerja hotel.</p>
<p>Menurut Sujud, penurunan okupansi hotel di Kota Batu yang berkisar 20 - 30 persen secara<em> year over year</em> menjadi alarm utama. Ketika pendapatan turun sementara biaya operasional tetap berjalan normal, ruang gerak manajemen semakin sempit.</p>
<p>"Di sisi lain, kenaikan Upah Minimum Kota (UMK) tetap harus dipenuhi, sehingga tekanan biaya semakin besar. Sehingga skenario efisiensi tenaga kerja menjadi risiko yang sulit dihindari apabila kondisi terus memburuk," paparnya.</p>
<p>Sujud melanjutkan pola yang paling umum diterapkan adalah pengurangan jumlah karyawan atau penerapan sistem multi tasking. Pekerjaan yang sebelumnya ditangani lima orang, kini bisa dibebankan kepada empat orang atau bahkan lebih sedikit.</p>
<p>Ia menilai, situasi ini jauh berbeda dengan masa pandemi COVID-19. Saat itu, pelaku usaha masih memperoleh stimulus pajak dan berbagai bantuan dari pemerintah. Kini, beban operasional berjalan normal, sementara pendapatan tidak sepenuhnya pulih dan kebijakan efisiensi belanja pemerintah pusat justru memperlambat perputaran ekonomi.</p>
<p>"Efisiensi belanja APBN 2026 yang direncanakan mencapai 15 persen disebut ikut memperparah tekanan sektor jasa. Ketika belanja negara melambat, efeknya merembet pada daya beli masyarakat, terutama kelas menengah. Wisata dan menginap di hotel menjadi kebutuhan yang paling mudah dikurangi," imbuhnya.</p>
<p>Sujud menegaskan, strategi banting harga bukan lagi solusi realistis. Setiap hotel memiliki batas tarif minimum atau bottom rate yang harus dijaga agar tidak merugi. Dengan biaya listrik, bahan baku, dan gaji yang terus naik, ruang untuk perang harga semakin terbatas. (*)</p>
<p>Editor: Danu </p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Ditabrak Pikap dari Belakang di Jalur Padat Junrejo, Pelajar SMP Meninggal Dunia</title>
<link>https://suarajatimpost.com/ditabrak-pikap-dari-belakang-di-jalur-padat-junrejo-pelajar-smp-meninggal-dunia</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/ditabrak-pikap-dari-belakang-di-jalur-padat-junrejo-pelajar-smp-meninggal-dunia</guid>
<description><![CDATA[ Dugaan kurangnya konsentrasi pengemudi di jalur padat seperti Jalan Raya Dr. Moh Hatta menunjukkan pentingnya disiplin, pengendalian kecepatan, dan kewaspadaan penuh saat berkendara, terutama pada jam-jam sibuk sore hari ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202603/image_870x580_69a419aa15369.webp" length="12728" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sun, 01 Mar 2026 18:53:54 +0700</pubDate>
<dc:creator>Choirul Anwar</dc:creator>
<media:keywords>Kota Batu, Kecelakaan, Meninggal Dunia</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KOTA BATU, SJP</strong> - Kecelakaan lalu lintas kembali terjadi di jalur utama Kota Batu menuju Karangploso. Seorang pelajar berinisial MAFQ (15), siswa SMPN di Kota Batu, meninggal dunia setelah sepeda motor yang dikendarainya ditabrak mobil pikap dari belakang di Jalan Raya Dr. Moh Hatta, Desa Pendem, Kecamatan Junrejo, Sabtu (28/2/2026).</p>
<p>Insiden terjadi saat korban mengendarai motor matic dari arah selatan ke utara. Di jalur yang sama dan searah, melaju mobil pikap yang dikemudikan Kiki Rusdianto.</p>
<p>"Benturan keras tak terhindarkan ketika pikap menghantam bagian belakang sepeda motor korban. Berdasarkan hasil olah tempat kejadian perkara (TKP), kecelakaan diduga dipicu kurangnya konsentrasi pengemudi pikap sehingga kendaraan disebut melaju dengan kecepatan cukup tinggi sebelum akhirnya menabrak motor di depannya," urai Kasatlantas Polres Batu AKP Kevin Ibrahim pada Minggu (1/3/2026)..</p>
<p>Akibat hantaman tersebut, korban terpental dan mengalami luka berat di bagian kepala. Warga sekitar yang melihat kejadian segera memberikan pertolongan, sementara petugas kepolisian datang untuk melakukan penanganan dan pengamanan lokasi.</p>
<p>Saat ini, sopir pikap telah dimintai keterangan oleh penyidik Unit Gakkum Satlantas Polres Batu. Sejumlah saksi juga diperiksa guna memperjelas kronologi kejadian. Polisi masih mendalami kemungkinan unsur pelanggaran lain, termasuk aspek kecepatan dan kondisi lalu lintas saat insiden terjadi.</p>
<p>"Korban sempat dilarikan ke Rumah Sakit Prasetya Husada, Karangploso, Kabupaten Malang. Namun dalam perjalanan, nyawanya tidak tertolong dan dinyatakan meninggal dunia saat dalam perjalanan ke rumah sakit,” tambah Kevin.</p>
<p>Peristiwa ini menambah daftar kecelakaan di jalur Dr. Moh Hatta yang kerap padat pada sore hari dan akhir pekan, sekaligus menjadi sorotan terhadap pentingnya disiplin serta fokus penuh saat berkendara di jalan raya. (*)</p>
<p>Editor: Danu </p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Deteksi Dini Kanker, Dinkes Batu Kejar Target 1.300 Perempuan Per Tahun</title>
<link>https://suarajatimpost.com/deteksi-dini-kanker-dinkes-batu-kejar-target-1300-perempuan-per-tahun</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/deteksi-dini-kanker-dinkes-batu-kejar-target-1300-perempuan-per-tahun</guid>
<description><![CDATA[ Target 1.300 skrining per tahun menjadi tolok ukur keseriusan pemerintah daerah dalam menggeser pola dari pengobatan ke pencegahan. Jika partisipasi masyarakat meningkat dan deteksi dilakukan sejak awal, angka kesakitan hingga kematian akibat kanker serviks dan kanker payudara diyakini bisa ditekan secara signifikan. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202602/image_870x580_69a2d418e686f.webp" length="37566" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sat, 28 Feb 2026 19:45:24 +0700</pubDate>
<dc:creator>Choirul Anwar</dc:creator>
<media:keywords>Kota Batu, Skrining, Kanker, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KOTA BATU, SJP</strong> – Dinas Kesehatan Kota Batu memilih mengubah pendekatan penanganan kanker dari reaktif menjadi agresif preventif. Di tengah temuan 56 kasus kanker serviks dan enam kasus kanker payudara sepanjang 2025, fokus utama kini diarahkan pada perluasan skrining dan percepatan deteksi dini.</p>
<p>Kepala Bidang Pencegahan, Pengendalian Penyakit dan Penanganan Bencana Dinkes Kota Batu, dr. Icang Saradzin pada Sabtu (28/2/2026) menegaskan pihaknya tidak ingin angka temuan kasus hanya menjadi data statistik tahunan tanpa intervensi terukur.</p>
<p>“Tahun ini kami targetkan minimal 1.300 perempuan usia produktif menjalani skrining kanker payudara. Target ini harus tercapai karena deteksi dini adalah kunci,” ujar Icang.</p>
<p>Menurutnya, selama ini tantangan terbesar bukan pada fasilitas, melainkan partisipasi masyarakat. Seluruh puskesmas telah menyiapkan layanan SADANIS (Periksa Payudara Klinis) dan edukasi SADARI (Periksa Payudara Sendiri), namun tingkat kunjungan belum maksimal.</p>
<p>Selain kanker payudara, skrining kanker serviks melalui metode IVA juga terus diperluas. Pemeriksaan dilakukan gratis di puskesmas dengan tenaga bidan terlatih. Strategi ini dipilih karena cepat, sederhana, dan efektif mendeteksi lesi pra-kanker sebelum berkembang menjadi stadium lanjut.</p>
<p>"Intinya jika skrining masif berjalan konsisten, pola temuan kasus akan berubah. Idealnya, yang kita temukan adalah stadium awal. Itu artinya sistem pencegahan bekerja,” tegasnya.</p>
<p>Penguatan juga dilakukan melalui vaksinasi HPV bagi siswi sekolah dan perempuan usia produktif sebagai proteksi jangka panjang terhadap kanker serviks.</p>
<p>Dari sisi pembiayaan, layanan kanker telah dijamin dalam program Jaminan Kesehatan Nasional oleh BPJS Kesehatan, sehingga masyarakat tidak perlu khawatir terhadap biaya pemeriksaan maupun pengobatan lanjutan.</p>
<p>Dengan target skrining yang terukur dan dukungan pembiayaan yang jelas, Dinkes Kota Batu kini menempatkan deteksi dini sebagai indikator utama keberhasilan pengendalian kanker di daerah. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Perubahan Harga Pangan di Pasar Among Tani Batu, Diprediksi Stagnan Hingga Lebaran</title>
<link>https://suarajatimpost.com/perubahan-harga-pangan-di-pasar-among-tani-batu-diprediksi-stagnan-hingga-lebaran</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/perubahan-harga-pangan-di-pasar-among-tani-batu-diprediksi-stagnan-hingga-lebaran</guid>
<description><![CDATA[ Secara umum, pergerakan harga di Pasar Among Tani cenderung fluktuatif namun masih terkendali. Penurunan pada komoditas strategis seperti cabai rawit dan daging ayam menjadi angin segar bagi masyarakat, meski kenaikan bawang merah tetap menjadi perhatian di tengah meningkatnya kebutuhan selama Ramadhan ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202602/image_870x580_69a2d2e9d453a.webp" length="29752" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sat, 28 Feb 2026 19:16:35 +0700</pubDate>
<dc:creator>Choirul Anwar</dc:creator>
<media:keywords>Kota Batu, Harga, Pasar Among Tani</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KOTA BATU, SJP</strong> – Memasuki hari ke 10 Ramadan, sejumlah harga kebutuhan pokok di Pasar Among Tani mengalami perubahan dibandingkan kondisi menjelang puasa. Beberapa komoditas tercatat turun, namun ada pula yang justru merangkak naik perlahan.</p>
<p>Kholifah salah seorang pedagang komoditas bumbu dapur yang berdomisili di Kelurahan Ngaglik menguraikan harga cabai rawit yang sebelumnya sempat menyentuh Rp90 ribu per kilogram sebelum Ramadan, kini turun menjadi Rp81 ribu per kilogram.</p>
<p>Meski mengalami penurunan, harga tersebut masih lebih tinggi dibandingkan posisi awal yang berada di kisaran Rp50 ribu per kilogram.</p>
<p>"Berbeda dengan cabai, bawang merah justru mengalami kenaikan. Jika sebelum puasa berada di angka Rp35 ribu per kilogram, kini naik menjadi Rp39 ribu per kilogram. Sementara bawang putih terpantau stagnan di harga Rp35 ribu per kilogram tanpa perubahan signifikan," imbuhnya.</p>
<p>Lebih lanjut, untuk komoditas beras medium, harga relatif stabil. Saat ini berada di kisaran Rp13 ribu per kilogram atau sekitar Rp65 ribu per 5 kilogram. Kenaikan hanya tipis, sekitar Rp350 per kilogram, sehingga tidak terlalu berdampak signifikan pada daya beli.</p>
<p>Terpisah Sumajid pedagang daging asal Kelurahan Sisir menegaskan harga daging sapi juga tidak mengalami perubahan dan tetap di kisaran Rp125 ribu per kilogram.</p>
<p>"Sementara itu, daging ayam justru turun dari Rp40 ribu menjadi Rp37 ribu per kilogram. Kalau telur ayam tercatat stagnan di harga Rp30 ribu per kilogram," imbuhnya.</p>
<p>Pria paruh baya itu juga menegaskan perubahan harga komoditas pangan ini diprediksi akan bertahan hingga lebaran nanti. Hanya saja yang perlu diwaspadai adalah kenaikan harga daging ayam ras maupun ayam kampung yang biasanya permintaannya melambung tinggi pada H-7 lebaran. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Ketua DPRD Kota Batu Dukung Ducting, Ingatkan Perhitungan Matang dan Skala Prioritas</title>
<link>https://suarajatimpost.com/ketua-dprd-kota-batu-dukung-ducting-ingatkan-perhitungan-matang-dan-skala-prioritas</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/ketua-dprd-kota-batu-dukung-ducting-ingatkan-perhitungan-matang-dan-skala-prioritas</guid>
<description><![CDATA[ Dengan dukungan legislatif, rencana ducting yang sebelumnya sempat bergulir namun belum terealisasi, kali ini akan diwujudkan secara terukur, terencana, dan memberi manfaat nyata bagi penataan Kota Batu ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202602/image_870x580_69a2d24358110.webp" length="17532" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sat, 28 Feb 2026 18:46:38 +0700</pubDate>
<dc:creator>Choirul Anwar</dc:creator>
<media:keywords>Kota Batu, Ducting, Legislatif</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KOTA BATU, SJP</strong> - Rencana penanaman kabel bawah tanah (ducting) di sejumlah kawasan strategis Kota Batu mendapat dukungan dari DPRD Kota Batu. Ketua DPRD Kota Batu, Didik Subianto, menyatakan mendukung penuh langkah Pemerintah Kota Batu sepanjang perencanaannya disusun matang dan mempertimbangkan seluruh aspek teknis maupun urgensinya.</p>
<p></p>
<p>Diwawancarai pada Sabtu (28/2/2026) ia menilai penataan kabel memang penting untuk memperbaiki estetika kota yang selama ini terganggu kabel semrawut di udara. Namun ia mengingatkan agar pelaksanaannya tidak tergesa-gesa dan benar-benar dikalkulasi secara detail.</p>
<p></p>
<p>“Kami pada prinsipnya mendukung upaya penataan kabel bawah tanah karena itu bagian dari pembenahan wajah kota. Tetapi perencanaannya harus komprehensif dan jangan sampai menimbulkan persoalan baru di lapangan,” ujarnya.</p>
<p></p>
<p>Menurutnya, regulasi melalui Peraturan Wali Kota (Perwali) yang tengah disiapkan harus mampu mengatur secara jelas pola kerja sama dengan investor, standar teknis pembangunan, hingga mekanisme pengawasan. Hal itu penting agar proyek tidak berhenti di tengah jalan atau menimbulkan polemik di kemudian hari.</p>
<p></p>
<p>Pria yang akrab disapa Kaji Bianto tersebut juga menekankan pentingnya memperhitungkan aspek urgensi dan skala prioritas. Ia meminta pemerintah memetakan kawasan mana yang benar-benar membutuhkan penataan segera, termasuk menghitung dampaknya terhadap lalu lintas, aktivitas masyarakat, dan pelaku usaha saat proses konstruksi berlangsung.</p>
<p></p>
<p>“Harus dihitung betul urgensinya, dampak sosialnya, serta kesiapan teknisnya. Jangan sampai niatnya memperindah kota, tetapi justru mengganggu aktivitas warga atau tidak selesai tepat waktu,” imbuhnya.</p>
<p></p>
<p>Ia menambahkan, meski proyek ini disebut tidak menggunakan APBD karena menggandeng investor, DPRD tetap akan menjalankan fungsi pengawasan. Terutama untuk memastikan kerja sama berjalan transparan dan kepentingan publik tetap menjadi prioritas utama. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Digitalisasi Hampir Sempurna, Kota Batu Perkuat Kendali Inflasi dan Ketahanan Pangan</title>
<link>https://suarajatimpost.com/digitalisasi-hampir-sempurna-kota-batu-perkuat-kendali-inflasi-dan-ketahanan-pangan</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/digitalisasi-hampir-sempurna-kota-batu-perkuat-kendali-inflasi-dan-ketahanan-pangan</guid>
<description><![CDATA[ Sinergi antara pengendalian inflasi dan percepatan digitalisasi dinilai menjadi fondasi penting. Dengan sistem transaksi yang hampir sepenuhnya elektronik dan dukungan sektor pertanian yang surplus pada komoditas strategis, Kota Batu memosisikan diri tidak hanya sebagai daerah produsen pangan, tetapi juga sebagai pemerintah daerah yang adaptif terhadap transformasi tata kelola modern ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202602/image_870x580_69a17b901d364.webp" length="92300" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Fri, 27 Feb 2026 19:58:19 +0700</pubDate>
<dc:creator>Choirul Anwar</dc:creator>
<media:keywords>Kota Batu, Digitalisasi, Inflasi, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KOTA BATU, SJP</strong> – Pemerintah Kota Batu menunjukkan konsistensi dalam menjaga stabilitas harga dan memperkuat tata kelola keuangan daerah. Dari capaian tersebut membuat Kota Batu tidak hanya mendapat apresiasi atas kontribusinya terhadap ketahanan pangan, tetapi juga mencatat capaian signifikan di sektor digitalisasi keuangan daerah.</p>
<p></p>
<p>Wakil Wali Kota Batu Heli Suyanto pada Jumat (27/2/2026) memaparkan Indeks Elektronifikasi Transaksi Pemerintah Daerah (ETPD) Kota Batu pada Semester II Tahun 2025 mencapai 99,3 persen. Angka ini menunjukkan hampir seluruh transaksi keuangan daerah telah dilakukan secara elektronik.</p>
<p></p>
<p>"Alhamdulillah kami mendapatkan apresiasi dari Gubernur Pemprov Jatim Khofifah Indar Parawansa. Capaian tersebut menjadi instrumen penting dalam mendukung efektivitas pengendalian inflasi," urai orang nomor dua di Kota Batu tersebut.</p>
<p></p>
<p>Heli menilai digitalisasi transaksi memungkinkan monitoring belanja dan pendapatan daerah berjalan lebih cepat, transparan, serta akurat. Dengan sistem yang terdigitalisasi, intervensi kebijakan terhadap gejolak harga dapat dilakukan lebih responsif.</p>
<p></p>
<p>Di sisi lain berdasarkan paparan peta surplus–defisit komoditas strategis 2025, Kota Batu tercatat surplus pada bawang merah dan cabai merah. Posisi ini memperkuat peran Kota Batu sebagai daerah penyangga pangan regional.</p>
<p>Namun, sejumlah komoditas seperti cabai rawit, telur ayam ras, dan daging ayam ras tetap menjadi perhatian, khususnya menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN), yang berpotensi memicu lonjakan permintaan.</p>
<p></p>
<p>"Kami seluruh kepala daerah di Jatim juga mendapatkan mandat dari Ibu Khofifah agar selalu berkolaborasi bersama Satgas Pangan memperketat pemantauan harga bahan pokok penting, terutama beras, guna mengantisipasi gejolak harga. Koordinasi distribusi dan penguatan kerja sama antardaerah dinilai krusial agar pasokan tetap stabil," imbuhnya.</p>
<p></p>
<p>Untuk itu Heli menegaskan komitmen Pemkot Batu untuk terus mengoptimalkan peran TPID, memperkuat Kerja Sama Antar Daerah (KAD), serta memastikan pemantauan stok dan distribusi berjalan efektif. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Pidana Alternatif Diimplementasikan, Pemkot Batu Dukung Hukum Lebih Beradab Lewat Kerja Sosial</title>
<link>https://suarajatimpost.com/pidana-alternatif-diimplementasikan-pemkot-batu-dukung-hukum-lebih-beradab-lewat-kerja-sosial</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/pidana-alternatif-diimplementasikan-pemkot-batu-dukung-hukum-lebih-beradab-lewat-kerja-sosial</guid>
<description><![CDATA[ Upaya dalam melakukan implementasi Pidana Alternatif menjadi fondasi sinergi antarlembaga untuk memastikan pidana alternatif benar-benar berjalan efektif dan menghadirkan sistem hukum yang lebih adil, bermanfaat, dan beradab. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202602/image_870x580_69a17abc2915e.webp" length="47248" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Fri, 27 Feb 2026 19:40:36 +0700</pubDate>
<dc:creator>Choirul Anwar</dc:creator>
<media:keywords>Kota Batu, Pidana, Kerja Sosial, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KOTA BATU, SJP</strong> – Pemerintah Kota Batu menegaskan kesiapannya mengimplementasikan pidana alternatif berupa kerja sosial sebagai bagian dari pembaruan sistem hukum nasional.</p>
<p>Langkah ini sejalan dengan amanat Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana yang mengedepankan pendekatan pemidanaan lebih humanis dan berorientasi pada tanggung jawab sosial.</p>
<p>Wali Kota Batu Nurochman pada Jumat (27/2/2026) menegaskan bahwa pihaknya bahkan telah melakukan penandatanganan Nota Kesepakatan bersama Kepala Balai Pemasyarakatan (Bapas) Kelas I Malang, Kartono Raharjo terkait pelaksanaan pidana kerja sosial dan pelayanan masyarakat di Lapas Kelas I Malang pada beberapa waktu yang lalu.</p>
<p>"Pemberlakuan KUHP nasional menjadi titik balik perubahan paradigma pemidanaan di Indonesia. Hukuman tidak lagi semata-mata berbentuk pemenjaraan, melainkan memberi ruang bagi pelaku tindak pidana untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya melalui kontribusi langsung kepada masyarakat," urainya.</p>
<p>Sehingga, menurut pria yang akrab disapa Cak Nur tersebut negara sedang mengubah cara memberikan sanksi. Pemidanaan bukan hanya soal kurungan, tetapi bagaimana seseorang bertanggung jawab dan memberi manfaat kembali kepada masyarakat sehingga wajah hukum yang lebih rasional dan beradab.</p>
<p>Pidana kerja sosial dalam KUHP baru diatur dengan durasi pelaksanaan yang terukur serta mekanisme pengawasan yang jelas. Setiap jam kerja sosial dinilai sebagai bentuk kontribusi nyata bagi lingkungan sekaligus sarana pembinaan yang lebih konstruktif dibanding sekadar kurungan.</p>
<p>Pemkot Batu, lanjutnya, siap mengambil peran aktif dalam mendukung pelaksanaan pidana alternatif tersebut. Pemerintah daerah akan terlibat dalam proses pembimbingan klien pemasyarakatan sekaligus menyiapkan lokasi-lokasi pelaksanaan kerja sosial.</p>
<p>"Implementasi pidana alternatif membutuhkan sinergi antara aparat penegak hukum, pemerintah daerah, dan masyarakat. Perubahan paradigma hukum di tingkat nasional harus direspons daerah secara adaptif dan selaras dengan ketentuan perundang-undangan," imbuhnya.</p>
<p>Cak Nur juga memastikan pelaksanaan kerja sosial di Kota Batu akan dilakukan secara tertib, terukur, menjaga martabat kemanusiaan, serta tidak disalahgunakan atau dikomersialkan. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor: Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Pemkot Batu Kembali Gaungkan Penataan Kabel Bawah Tanah Tanpa Bebani APBD</title>
<link>https://suarajatimpost.com/pemkot-batu-kembali-gaungkan-penataan-kabel-bawah-tanah-tanpa-bebani-apbd</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/pemkot-batu-kembali-gaungkan-penataan-kabel-bawah-tanah-tanpa-bebani-apbd</guid>
<description><![CDATA[ Dukungan vendor jaringan seperti PLN dan Telkom, serta target rampungnya Perwali dalam tiga bulan ke depan membuat Pemkot Batu berupaya memastikan penataan kabel bawah tanah tidak kembali berhenti sebagai wacana. Kebijakan ini ditegaskan sebagai langkah konkret membenahi estetika kota tanpa membebani APBD, sekaligus memperkuat citra Kota Batu sebagai destinasi wisata yang tertata rapi dan nyaman ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202602/image_870x580_69a17a233e3ce.webp" length="55916" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Fri, 27 Feb 2026 19:20:36 +0700</pubDate>
<dc:creator>Choirul Anwar</dc:creator>
<media:keywords>Kota Batu, Ducting, Swasta, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KOTA BATU, SJP </strong>- Wacana penanaman kabel bawah tanah (ducting) di sejumlah kawasan strategis Kota Batu kembali mencuat, meskipun gagasan tersebut merupakan ide lama namun kali ini, Pemerintah Kota Batu menegaskan skema pembiayaan tidak akan mengandalkan APBD, melainkan menggandeng investor swasta untuk merealisasikannya.</p>
<p></p>
<p>Wali Kota Batu, Nurochman pada Jumat (27/2/2026) memastikan langkah awal yang dilakukan adalah menyiapkan regulasi melalui Peraturan Wali Kota (Perwali) sebelum eksekusi fisik berjalan. Targetnya, aturan tersebut rampung dalam tiga bulan ke depan sebagai payung hukum pelaksanaan.</p>
<p></p>
<p>“Regulasi Perwali dalam hal ini penting sebagai payung hukum pemerintah. wacana ducting sendiri sebenarnya sudah muncul sejak tahun-tahun sebelumnya, namun belum berhasil direalisasikan. Latar belakangnya adalah kondisi kabel yang semrawut dan melintang di udara dalam jumlah banyak sehingga mengganggu estetika kota," urainya.</p>
<p></p>
<p>Dalam skema yang disiapkan, Pemkot Batu hanya menyediakan ruang di bawah trotoar. Sementara biaya konstruksi ducting sepenuhnya menjadi tanggung jawab investor. Dengan pola tersebut, proyek penataan jaringan tidak membebani keuangan daerah.</p>
<p></p>
<p>Nurochman menyebut rencana ini juga telah mendapat respons positif dari sejumlah pemilik dan vendor jaringan, seperti PLN dan Telkom. Pada prinsipnya, banyak pihak swasta yang setuju dan mendukung rencana penataan wajah kota.</p>
<p></p>
<p>Ia menegaskan, proyek ini tidak bisa diselesaikan dalam waktu singkat. Pelaksanaannya akan dilakukan bertahap, dengan tahap awal difokuskan di kawasan Alun-Alun sebagai proyek percontohan.</p>
<p></p>
<p>“Tapi perlu diingat, penataan ini tidak bisa selesai dalam waktu satu dua tahun. Jadi kita lakukan step by step, dan tahap awal akan difokuskan di kawasan Alun-Alun sebagai proyek percontohan,” ungkapnya.</p>
<p></p>
<p>Menurutnya, pemerintah tidak mengejar keuntungan finansial dalam kerja sama ini. Fokus utama adalah pembenahan wajah kota agar lebih rapi dan nyaman, terutama karena Kota Batu merupakan daerah tujuan wisata.</p>
<p></p>
<p>“Estetika wajah kota lebih utama bagi Kota Batu karena menjadi jujugan wisata. Ini menjadi komitmen kita ke depannya,” tandasnya. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Kejar Deadline, Pemkot Batu Targetkan LKPD 2025 Rampung Bulan Depan</title>
<link>https://suarajatimpost.com/kejar-deadline-pemkot-batu-targetkan-lkpd-2025-rampung-bulan-depan</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/kejar-deadline-pemkot-batu-targetkan-lkpd-2025-rampung-bulan-depan</guid>
<description><![CDATA[ Dengan target perampungan pada Maret mendatang, Pemkot Batu berharap proses pemeriksaan lanjutan dapat berjalan tanpa hambatan. Pemerintah daerah pun menegaskan komitmennya menjaga tata kelola APBD tetap transparan, tertib, dan akuntabel ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202602/image_870x580_69a02fa760661.webp" length="19616" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 26 Feb 2026 20:58:14 +0700</pubDate>
<dc:creator>Choirul Anwar</dc:creator>
<media:keywords>Kota Batu, Deadline, LKPD suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KOTA BATU, SJP</strong> – Pemerintah Kota Batu menargetkan Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) Tahun Anggaran 2025 rampung sebelum batas akhir 30 Maret 2026. Target tersebut ditekankan pasca Pemkot menerima kunjungan Tim Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia (BPK) RI Perwakilan Jawa Timur.</p>
<p></p>
<p>Wali Kota Batu Nurochman pada Kamis (26/2/2026) menguraikan sebelumnya pertemuan itu merupakan bagian dari tahapan pemeriksaan interim, yakni proses awal sebelum pemeriksaan terinci yang dijadwalkan berlangsung pada akhir Maret 2026.</p>
<p></p>
<p>"Sesuai ketentuan, seluruh pemerintah daerah wajib menyerahkan LKPD paling lambat 30 Maret agar proses entri data nasional dapat dilakukan serentak mulai 1 April 2026," tegasnya.</p>
<p></p>
<p>Pria yang akrab disapa Cak Nur membeberkan percepatan penyusunan laporan keuangan menjadi prioritas. Ia meminta seluruh kepala perangkat daerah bergerak proaktif dan tidak menunggu tenggat mendekat.</p>
<p>Setiap kendala, terutama pada program yang bersumber dari APBD, diminta segera dipetakan dan diselesaikan sejak awal agar tidak menghambat penyusunan laporan pertanggungjawaban.</p>
<p></p>
<p>Menurutnya, ketepatan waktu penyampaian LKPD bukan sekadar kewajiban administratif. Lebih dari itu, penyampaian tepat waktu menjadi bentuk pertanggungjawaban moral pemerintah daerah atas penggunaan anggaran kepada masyarakat.</p>
<p></p>
<p>"Selain fokus pada perampungan LKPD, pertemuan tersebut juga menyinggung kelanjutan pemeriksaan bantuan keuangan bagi partai politik," imbuhnya.</p>
<p></p>
<p>Untuk itu Cak Nur menginstruksikan Inspektorat untuk mengawal partai politik penerima bantuan agar segera menyampaikan laporan pertanggungjawaban (LPJ) sesuai ketentuan yang berlaku. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Regenerasi Birokrasi Jadi Sorotan, DPRD Nilai Pemkot Batu Hadapi Ujian Suksesi Pejabat</title>
<link>https://suarajatimpost.com/regenerasi-birokrasi-jadi-sorotan-dprd-nilai-pemkot-batu-hadapi-ujian-suksesi-pejabat</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/regenerasi-birokrasi-jadi-sorotan-dprd-nilai-pemkot-batu-hadapi-ujian-suksesi-pejabat</guid>
<description><![CDATA[ Dengan banyaknya pejabat yang akan memasuki masa purna tugas, tantangan utama Pemkot Batu saat ini bukan hanya mengisi kursi kosong, tetapi memastikan estafet kepemimpinan berjalan terstruktur. Regenerasi yang terencana dinilai menjadi kunci agar agenda pembangunan dan pelayanan publik tidak tersendat di tengah transisi birokrasi ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202602/image_870x580_69a02f223e0aa.webp" length="35256" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 26 Feb 2026 20:40:28 +0700</pubDate>
<dc:creator>Choirul Anwar</dc:creator>
<media:keywords>Kota Batu, Regenerasi, Pejabat, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KOTA BATU, SJP</strong> – Dinamika pengisian jabatan pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kota Batu kini tak hanya dipersoalkan dari sisi kekosongan posisi definitif.</p>
<p>DPRD Kota Batu melihat persoalan yang lebih mendasar, yakni kesiapan regenerasi birokrasi di tengah gelombang pejabat senior yang segera memasuki masa purna tugas.</p>
<p>Ketua Komisi A DPRD Kota Batu Nurudin Muhammad Hanifah pada Kamis (26/2/2026) menilai peran Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) menjadi krusial dalam memastikan keberlanjutan kepemimpinan di tubuh birokrasi.</p>
<p>Ia mengingatkan, tanpa perencanaan suksesi yang matang, kekosongan jabatan bisa terus berulang dan berdampak pada stabilitas pemerintahan.</p>
<p>"Sejumlah posisi strategis dalam waktu dekat akan ditinggalkan pejabat definitif karena purna tugas. Di antaranya Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD), Kepala Dinas Perhubungan, Kepala BKPSDM, hingga Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil," paparnya.</p>
<p>Kondisi tersebut dinilai olehnya sebagai momentum untuk melakukan pembenahan sistem kaderisasi, bukan sekadar mengganti nama pejabat.</p>
<p>Menurutnya, regenerasi tidak cukup hanya berbasis senioritas atau kedekatan struktural. Pemerintah daerah perlu memetakan potensi pejabat eselon di bawahnya, memastikan rekam jejak kinerja, serta memberi ruang peningkatan kompetensi sebelum menduduki jabatan strategis.</p>
<p>“BKPSDM harus bisa menyiapkan SDM yang baik, melakukan regenerasi dengan melihat rekam jabatan serta peningkatan kapasitas,” imbuhnya.</p>
<p>Di sisi lain, saat ini masih terdapat sejumlah posisi yang dijabat oleh penjabat (Pj) maupun pelaksana tugas (Plt), seperti Pj Sekretaris Daerah (Sekda), Plt Kepala Satpol PP, Plt Kepala Diskumperindag, hingga Plt Sekretaris DPRD.</p>
<p>Meski kewenangan administratif tetap berjalan, status nondefinitif dinilai belum sepenuhnya memberikan legitimasi kuat untuk pengambilan keputusan jangka panjang.</p>
<p>Secara khusus, Nurudin menyoroti posisi Sekda yang masih dijabat penjabat. Jabatan tersebut dipandang sebagai simpul koordinasi utama birokrasi sekaligus penghubung kepala daerah dengan seluruh perangkat daerah. Tanpa Sekda definitif, konsolidasi kebijakan dinilai berpotensi kurang optimal.</p>
<p>Ia menegaskan, Sekda ke depan harus mampu menjembatani kebutuhan masyarakat, memperkuat pelayanan publik, serta menjaga sinergi antara legislatif dan eksekutif. Hal serupa juga berlaku bagi Sekretaris DPRD yang memiliki posisi unik karena berada di antara dua ranah kelembagaan.</p>
<p>Meski demikian, DPRD tetap menghormati kewenangan kepala daerah dalam menentukan waktu dan mekanisme pengisian jabatan, termasuk melalui open bidding. Namun, dewan berharap proses tersebut tidak berlarut-larut agar stabilitas birokrasi tetap terjaga. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Kemandirian Fiskal Kota Batu Jadi Taruhan di 2027</title>
<link>https://suarajatimpost.com/kemandirian-fiskal-kota-batu-jadi-taruhan-di-2027</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/kemandirian-fiskal-kota-batu-jadi-taruhan-di-2027</guid>
<description><![CDATA[ Dengan kondisi pendapatan yang belum kuat dan belanja yang terus meningkat, 2027 menjadi ujian serius bagi Kota Batu: tetap bergantung pada pusat, atau mulai membangun kemandirian fiskal yang lebih kokoh ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202602/image_870x580_69a02e5fdebab.webp" length="34374" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 26 Feb 2026 20:19:21 +0700</pubDate>
<dc:creator>Choirul Anwar</dc:creator>
<media:keywords>Kota Batu, Fiskal, Ketergantungan, ekonomi, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KOTA BATU, SJP</strong> – Perencanaan pembangunan 2027 membuka satu fakta krusial: struktur fiskal Kota Batu masih rapuh. Dari total pendapatan daerah 2026 sebesar Rp909 miliar, sebanyak 64 persen masih bergantung pada Transfer ke Daerah (TKD) dari pemerintah pusat, sementara Pendapatan Asli Daerah (PAD) baru menyumbang 36 persen dan di saat yang sama, belanja daerah diproyeksikan mencapai Rp1,05 triliun yang artinya ruang fiskal semakin sempit dan potensi defisit membayangi jika tidak diantisipasi sejak awal perencanaan.</p>
<p></p>
<p>Wali Kota Batu Nurochman pada Kamis (26/2/2026) menyebut kondisi tersebut sebagai peringatan serius dimana ketergantungan pada pusat tidak bisa terus dipertahankan, apalagi tren TKD cenderung stagnan dan berpotensi menurun. </p>
<p></p>
<p>"Sebagai alternatif penguatan pembiayaan, kami berupaya mendorong optimalisasi Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) perusahaan agar pembangunan tetap berjalan tanpa sepenuhnya membebani APBD," urainya.</p>
<p></p>
<p>Meski tekanan fiskal cukup besar, Pemkot tetap menempatkan Standar Pelayanan Minimal (SPM) sebagai prioritas utama. Empat isu strategis 2027 pun sudah dipetakan, mulai transformasi ekonomi daerah, peningkatan kualitas birokrasi, lingkungan berkelanjutan, hingga transformasi masyarakat sejahtera.</p>
<p></p>
<p>Rangkaian Musrenbang dari tingkat desa hingga kota kini berjalan sebagai fondasi penyusunan RKPD 2027. Sinkronisasi dengan DPRD dan Forkopimda diharapkan mampu memastikan setiap rupiah yang dibelanjakan benar-benar menjawab kebutuhan prioritas.</p>
<p></p>
<p>"Struktur fiskal daerah belum ideal. Dengan postur APBD sekitar Rp 1 triliun, untuk itu kami eminta seluruh perangkat daerah mengelola anggaran secara presisi dan berdampak langsung ke masyarakat," pungkasnya. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian </strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Imbas Pembongkaran 20 Makam, Nanto Diminta Ganti Rugi dan Dicopot dari Jabatan</title>
<link>https://suarajatimpost.com/imbas-pembongkaran-20-makam-nanto-diminta-ganti-rugi-dan-dicopot-dari-jabatan</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/imbas-pembongkaran-20-makam-nanto-diminta-ganti-rugi-dan-dicopot-dari-jabatan</guid>
<description><![CDATA[ Tuntutan pencopotan jabatan dan kewajiban ganti rugi tersebut, warga Dusun Sumbersari menegaskan bahwa persoalan ini bukan sekadar soal teknis penataan makam, melainkan menyangkut etika, musyawarah, dan penghormatan terhadap ahli waris ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202602/image_870x580_699ebe7655254.webp" length="28176" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 25 Feb 2026 18:03:13 +0700</pubDate>
<dc:creator>Choirul Anwar</dc:creator>
<media:keywords>Kota Batu, Makam, Pembongkaran, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KOTA BATU, SJP</strong> – Dampak pembongkaran dan penggeseran sekitar 20 makam di TPU Dusun Sumbersari, Desa Giripurno, Kecamatan Bumiaji, terus bergulir. Gelombang keberatan warga menguat setelah forum musyawarah digelar untuk merespons peristiwa yang disebut sebagai kejadian kedua tanpa persetujuan masyarakat.</p>
<p></p>
<p>Kepala Dusun Sumbersari, Istiyah pada Rabu (25/2/2026) mengungkapkan bahwa terdapat forum di mana warga secara tegas meminta agar Nanto diberhentikan dari jabatan juru kunci makam. Dua nama lain, yakni Muslimin dan Sukari, juga diminta dicopot sebagai bagian dari pertanggungjawaban atas polemik yang terjadi.</p>
<p></p>
<p>“Dalam forum itu warga meminta agar ketiganya diberhentikan sebagai juru kunci. Ini sudah kejadian kedua dan tidak pernah dimusyawarahkan dengan masyarakat,” ujarnya.</p>
<p></p>
<p>Selain tuntutan pencopotan jabatan, forum warga juga menyepakati bahwa Nanto wajib mengganti seluruh kerusakan akibat pembongkaran tersebut. Ia diminta mengembalikan nisan makam ke posisi semula serta memulihkan kondisi makam seperti sebelum terjadi penggeseran.</p>
<p></p>
<p>Menurut Istiyah, keputusan itu merupakan hasil kesepakatan bersama sebagai bentuk sikap tegas warga. Terlebih, aktivitas di area pemakaman dinilai menyangkut sensitivitas dan penghormatan terhadap keluarga yang dimakamkan.</p>
<p></p>
<p>"Warga, juga menginginkan kejelasan tanggung jawab agar persoalan tidak berlarut-larut dan tidak memicu keresahan baru. Apalagi, peristiwa serupa disebut pernah terjadi sebelumnya, sehingga memunculkan kekecewaan di tengah masyarakat," imbuhnya.</p>
<p></p>
<p>Sementara itu, pihak kepolisian menyatakan masih melakukan pendalaman untuk memastikan situasi tetap kondusif dan tidak berkembang menjadi konflik lanjutan. Aparat juga berupaya menjaga stabilitas di lingkungan warga pascapolemik tersebut. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Krisis Regenerasi Ancam Keberlangsungan Lima Seni Tradisi Kota Batu</title>
<link>https://suarajatimpost.com/krisis-regenerasi-ancam-keberlangsungan-lima-seni-tradisi-kota-batu</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/krisis-regenerasi-ancam-keberlangsungan-lima-seni-tradisi-kota-batu</guid>
<description><![CDATA[ Tanpa keterlibatan aktif generasi muda dalam jangka panjang, ancaman kekosongan pelaku tetap menjadi tantangan terbesar bagi keberlangsungan seni tradisi di Kota Batu. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202602/image_870x580_699ebda743679.webp" length="63436" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 25 Feb 2026 17:32:52 +0700</pubDate>
<dc:creator>Choirul Anwar</dc:creator>
<media:keywords>Kota Batu, Regenerasi, Seni</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KOTA BATU, SJP</strong> – Persoalan utama yang membayangi lima kesenian tradisional di Kota Batu bukan semata minimnya panggung, melainkan krisis regenerasi pelaku seni. Wayang Orang, Ludruk, Jaran Dowo, Gumbingan, dan Tari Sembromo kini menghadapi penyusutan jumlah pemain aktif, sementara generasi penerus belum tumbuh signifikan.</p>
<p>Kepala Dinas Pariwisata (Disparta) Kota Batu Onny Ardianto pada Rabu (25/2/2026) mencatat banyak seniman lama telah memasuki usia tidak produktif. Kondisi ini membuat sejumlah kelompok kesulitan mempertahankan aktivitas rutin, bahkan untuk sekadar memenuhi kebutuhan pemain dalam satu pementasan.</p>
<p></p>
<p>"Kondisi paling memprihatinkan terjadi pada Wayang Orang. Saat ini hanya tersisa satu kelompok, yakni Sasono Kridho Budoyo di Desa Mojorejo, Kecamatan Junrejo. Namun kelompok tersebut dalam keadaan pasif karena kekurangan pemain. Banyak anggota sudah berkeluarga dan belum ada penerus. Regenerasinya sangat minim,” ujarnya.</p>
<p></p>
<p>Keterbatasan jumlah pemain membuat kelompok tersebut belum mampu tampil meski sempat ditawari pentas dalam agenda rutin Padang Bulan di kawasan Arjuna Wiwaha. Situasi ini memperlihatkan bahwa persoalan bukan pada ruang tampil, tetapi pada ketersediaan SDM.</p>
<p></p>
<p>Ludruk juga menghadapi persoalan serupa. Meski masih bertahan melalui satu kelompok, jumlah pelaku terbatas membuat keberlanjutan kesenian ini sangat bergantung pada segelintir anggota yang relatif muda. Tanpa penambahan pemain baru, eksistensinya tetap rawan.</p>
<p></p>
<p>Sementara itu, Jaran Dowo, Gumbingan, dan Tari Sembromo sempat berada pada fase hampir tidak dikenal publik, salah satunya akibat minimnya pelaku aktif. Pelatihan yang digelar tahun lalu mulai menunjukkan hasil, seperti Tari Sembromo yang mampu tampil kolosal dengan sekitar 50 penari. Namun capaian itu masih membutuhkan kesinambungan agar tidak kembali redup.</p>
<p></p>
<p>"Rendahnya minat generasi muda menjadi faktor dominan tersendatnya kaderisasi. Perkembangan teknologi dan pergeseran selera hiburan membuat seni tradisi kurang diminati sebagai ruang ekspresi," imbuhnya.</p>
<p></p>
<p>Oleh sebab itu Disparta kini berupaya memperkuat regenerasi melalui pelatihan rutin, pendampingan sanggar, serta perluasan kegiatan ekstrakurikuler seni tradisi di sekolah. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan di Kota Batu Capai 42 Persen, Pemkot Dorong Perluasan ke Sektor Informal</title>
<link>https://suarajatimpost.com/kepesertaan-bpjs-ketenagakerjaan-di-kota-batu-capai-42-persen-pemkot-dorong-perluasan-ke-sektor-informal</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/kepesertaan-bpjs-ketenagakerjaan-di-kota-batu-capai-42-persen-pemkot-dorong-perluasan-ke-sektor-informal</guid>
<description><![CDATA[ Dengan capaian kepesertaan saat ini membuat Pemerintah Kota Batu bersama BPJS Ketenagakerjaan menegaskan komitmennya untuk terus memperluas perlindungan jaminan sosial, terutama bagi pekerja sektor informal yang selama ini belum terjangkau ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202602/image_870x580_699ebca8d8712.webp" length="34472" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 25 Feb 2026 17:05:05 +0700</pubDate>
<dc:creator>Choirul Anwar</dc:creator>
<media:keywords>Kota Batu, BPJS ketenagakerjaan, 42 Persen</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KOTA BATU, SJP</strong> – Berada diujung bulan kedua di 2026, tingkat keikutsertaan program BPJS Ketenagakerjaan di Kota Batu kini telah mencapai 42 persen. Capaian tersebut dinilai menunjukkan tren positif, meski Pemerintah Kota Batu menegaskan masih ada ruang besar untuk memperluas perlindungan jaminan sosial, khususnya bagi pekerja sektor informal.</p>
<p></p>
<p>Wakil Wali Kota Batu Heli Suyanto pada Rabu (25/6/2026) menegaskan sebelumnya ia sempat melakukan audensi bersama Kepala BPJS Ketenagakerjaan Cabang Batu, Deden Rinifiandi, dan membahas penguatan sinergi dalam memperluas cakupan perlindungan bagi pekerja formal maupun informal di Kota Batu.</p>
<p></p>
<p>“Ini bentuk nyata kehadiran negara dalam memberikan kepastian perlindungan bagi pekerja dan keluarganya. Terkait angka kepesertaan yang berada di kisaran 42 persen, capaian tersebut patut diapresiasi karena menunjukkan pertumbuhan yang positif," paparnya.</p>
<p></p>
<p>Namun demikian, ia menekankan pentingnya mendorong kelompok pekerja rentan agar terdaftar sebagai peserta aktif, seperti pengemudi ojek online dan juru parkir.</p>
<p></p>
<p>Heli yang juga menjabat sebagai Ketua Karang Taruna Kota Batu menyatakan komitmennya untuk memperluas kepesertaan melalui optimalisasi program Agen Perisai (Penggerak Jaminan Sosial Indonesia).</p>
<p></p>
<p>"Program ini strategis dalam membantu sosialisasi dan pendaftaran peserta sektor informal dengan melibatkan Karang Taruna desa dan kelurahan se-Kota Batu," imbuhnya.</p>
<p></p>
<p>Melalui penguatan kolaborasi antara Pemkot Batu dan BPJS Ketenagakerjaan, Heli mengharapkan cakupan kepesertaan dapat terus meningkat, sehingga perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan semakin inklusif dan menjangkau seluruh lapisan pekerja di Kota Batu. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Disiplin Kru dan Sopir Jadi Titik Kritis, Sertifikasi Dapur MBG di Kota Batu Terkendala Perilaku Personel</title>
<link>https://suarajatimpost.com/disiplin-kru-dan-sopir-jadi-titik-kritis-sertifikasi-dapur-mbg-di-kota-batu-terkendala-perilaku-personel</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/disiplin-kru-dan-sopir-jadi-titik-kritis-sertifikasi-dapur-mbg-di-kota-batu-terkendala-perilaku-personel</guid>
<description><![CDATA[ Dengan masih banyaknya dapur dalam tahap verifikasi dan penilaian, tantangan terbesar Dapur MBG Kota Batu bukan hanya mengejar kuantitas dapur yang tersertifikasi, tetapi memastikan setiap personel di lapangan disiplin menjalankan SOP. Tanpa itu, target percepatan sertifikasi berpotensi tersendat oleh kelalaian yang sebenarnya bisa dicegah ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202602/image_870x580_699d7c9ac20d9.webp" length="31450" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Tue, 24 Feb 2026 19:00:31 +0700</pubDate>
<dc:creator>Choirul Anwar</dc:creator>
<media:keywords>Kota Batu, SLHS, MBG, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KOTA BATU, SJP</strong> – Percepatan sertifikasi dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kota Batu bukan hanya soal kelengkapan administrasi dan standar bangunan.</p>
<p>Di lapangan, persoalan kedisiplinan personel justru menjadi titik krusial yang berpotensi menghambat terbitnya Sertifikat Laik Higienis Sanitasi (SLHS).</p>
<p>Tenaga Sanitasi Lingkungan Ahli Muda Dinas Kesehatan Kota Batu, Esty Setya Windari pada Selasa (24/2/2026) menegaskan dari sekitar 30 lebih dapur SPPG yang tercatat, baru delapan yang mengantongi SLHS. Padahal sertifikat tersebut menjadi syarat mutlak agar dapur dapat beroperasi penuh dalam program MBG yang saat ini melayani ribuan pelajar dan kelompok rentan.</p>
<p>"Secara teknis banyak dapur sudah berprogres. Namun dalam pengawasan, masih ditemukan pelanggaran standar operasional prosedur (SOP), terutama terkait penggunaan alat pelindung diri (APD). Ada relawan atau kru yang melepas masker dan sarung tangan karena merasa gerah. Bahkan sopir pengantar makanan di jalan sudah tidak memakai APD, padahal mereka ikut menangani makanan,” ujarnya.</p>
<p>Menurut Estyrisiko kontaminasi pangan tidak hanya terjadi saat proses memasak, tetapi juga saat distribusi. Karena itu, pengawasan kini diperluas hingga ke pengemudi kendaraan pengantar makanan. Kelalaian kecil bisa berdampak pada gagalnya dapur memperoleh SLHS.</p>
<p>Proses mendapatkan sertifikat sendiri tidak sederhana. Dapur harus melewati <em>self assessment</em>, penilaian tim teknis kecamatan, hingga verifikasi tim kota. Setelah lolos inspeksi kesehatan lingkungan (IKL) dengan skor minimal 80, barulah dilanjutkan pengujian laboratorium.</p>
<p>"Uji laboratorium yang dilakukan di Kabupaten Malang memakan waktu dua hingga tiga minggu. Parameter yang diuji mencakup kualitas air, kebersihan alat makan, keamanan makanan, serta kesehatan penjamah makanan. Sampel makanan wajib negatif E coli, formalin, rhodamin B, metanil yellow, dan boraks. Penjamah makanan juga harus negatif salmonella melalui rectal swab serta bebas TBC lewat tes tuberkulin," imbuhnya.</p>
<p>Dinkes menegaskan, satu saja sampel tidak memenuhi syarat, sertifikat tidak akan diterbitkan. Dapur wajib melakukan perbaikan dan mengulang seluruh tahapan hingga semua parameter dinyatakan aman.</p>
<p>Sementara itu, Wakil Wali Kota Batu Heli Suyanto menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk memastikan MBG berjalan sesuai standar yang ditetapkan pemerintah pusat dan provinsi.</p>
<p>“Kota Batu siap mempercepat pemenuhan standar SLHS bagi dapur SPPG serta memastikan kualitas menu dan tata kelola distribusi berjalan optimal. Ini bukan sekadar program makan, tetapi investasi jangka panjang untuk kualitas generasi kita,” tandasnya. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Pemutakhiran Data PBI BPJS di Kota Batu, Ribuan Warga Dicoret</title>
<link>https://suarajatimpost.com/pemutakhiran-data-pbi-bpjs-di-kota-batu-ribuan-warga-dicoret</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/pemutakhiran-data-pbi-bpjs-di-kota-batu-ribuan-warga-dicoret</guid>
<description><![CDATA[ Dengan pemutakhiran ini, Pemkot Batu menegaskan bahwa penataan ulang kepesertaan PBI BPJS bukan sekadar pencoretan angka, melainkan upaya memastikan bantuan benar-benar diterima warga yang paling membutuhkan, sekaligus menjaga keberlanjutan anggaran ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202602/image_870x580_699d7be81556a.webp" length="39086" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Tue, 24 Feb 2026 18:30:00 +0700</pubDate>
<dc:creator>Choirul Anwar</dc:creator>
<media:keywords>Kota Batu, Data BPJS, Dihapus, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KOTA BATU, SJP</strong> – Pemutakhiran data peserta Penerima Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan (PBI JK) di Kota Batu berujung pada pencoretan 3.974 peserta di awal 2026. Namun Dinkes juga memastikan membuka ruang reaktivasi bagi warga yang benar-benar memenuhi kriteria dan langkah ini disebut sebagai upaya penataan ulang agar bantuan iuran BPJS Kesehatan lebih akurat dan tidak salah sasaran.</p>
<p>Kepala Dinas Kesehatan Kota Batu Aditya Prasaja melalui Sekretaris Dinkes Yuni Astuti pada Selasa (24/2/2026) bahwa secara nasional, kebijakan ini merujuk pada SK Menteri Sosial No.3/HUK/2026 yang berlaku mulai 1 Februari 2026.</p>
<p>"Di Jawa Timur, total 1.480.380 peserta PBI JK dinonaktifkan sebagai dampak pemutakhiran berbasis skema Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN). Pemutakhiran tersebut menyasar peserta yang secara ekonomi dinilai sudah membaik maupun yang datanya tidak lagi valid, termasuk karena meninggal dunia," urainya.</p>
<p>Ia juga menyampaikan bahwa proses verifikasi dan validasi merupakan tindak lanjut pembaruan data 2025. Sebelumnya, cakupan kepesertaan BPJS PBI di Kota Batu mencapai sekitar 89 ribu orang.</p>
<p>Menurutnya, temuan di lapangan menunjukkan tidak semua peserta yang terdaftar benar-benar masuk kategori tidak mampu. Karena itu, penataan ulang dilakukan sekaligus untuk efisiensi anggaran dan mendorong warga yang sudah mandiri secara finansial agar membayar iuran secara mandiri.</p>
<p>"Meski demikian, pintu reaktivasi tetap terbuka. Bagi warga yang masuk desil 1–5 DTSEN dan dalam kondisi sakit, pengaktifan kembali dapat diajukan melalui Dinas Sosial dengan melampirkan KTP, KK, surat keterangan sakit dari fasilitas kesehatan, serta surat keterangan desil dari desa atau kelurahan," imbuhnya.</p>
<p>Sementara untuk warga di luar desil 1–5 namun memiliki kondisi khusus, seperti harus menjalani perawatan rutin atau dalam keadaan gawat darurat di IGD, pengaktifan sementara bisa diproses melalui Dinkes dengan persyaratan serupa.</p>
<p>Skema ini disiapkan agar warga rentan tetap mendapat perlindungan layanan kesehatan, tanpa mengabaikan prinsip ketepatan sasaran dalam distribusi bantuan. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Dua Kali Audiensi, DPRD Kota Batu Tegas Soroti Ketimpangan Tarif Air Perumdam Among Tirto</title>
<link>https://suarajatimpost.com/dua-kali-audiensi-dprd-kota-batu-tegas-soroti-ketimpangan-tarif-air-perumdam-among-tirto</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/dua-kali-audiensi-dprd-kota-batu-tegas-soroti-ketimpangan-tarif-air-perumdam-among-tirto</guid>
<description><![CDATA[ Tanpa langkah tegas dan kajian bisnis yang serius, perusahaan daerah ini akan terus terjebak dalam alasan klasik keterbatasan anggaran, alih-alih bertransformasi menjadi BUMD yang sehat, progresif, dan benar-benar berkontribusi terhadap peningkatan PAD Kota Batu. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202602/image_870x580_699d7b16424a0.webp" length="15604" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Tue, 24 Feb 2026 17:59:53 +0700</pubDate>
<dc:creator>Choirul Anwar</dc:creator>
<media:keywords>Kota Batu, Perumdam, Tarif Air, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KOTA BATU, SJP</strong> – Anggota DPRD Kota Batu Didik Machmud melontarkan kritik terhadap kinerja Perumdam Among Tirto yang merupakan BUMD, harus memiliki inovasi konkret untuk tetap bergeliat ditengah keterbatasan anggaran.</p>
<p>Diwawancarai pada Selasa (24/2/2026) ia menegaskan setelah sebelumnya melakukan dua kali audiensi antara jajaran direksi Perumdam dan DPRD.</p>
<p>Dalam forum tersebut, manajemen mengeluhkan penurunan debit mata air serta keterbatasan dana untuk revitalisasi jaringan pipa. Namun bagi Didik, keluhan itu seharusnya diikuti dengan peta jalan bisnis yang jelas, bukan sekadar paparan kendala.</p>
<p>“Kalau anggaran terbatas, ya harus ada prioritas. Tidak mungkin semua program dijalankan bersamaan. Mana yang paling mendesak, itu yang dikerjakan dulu,” tegas politisi Golkar tersebut.</p>
<p>Ia menyoroti biaya pipanisasi yang mencapai sekitar Rp1 miliar per kilometer sebagai contoh program yang tak realistis dijalankan tanpa perencanaan pembiayaan yang matang. Sementara itu, peluang penyertaan modal dari APBD juga belum bisa dilakukan karena Perda Penyertaan Modal telah berakhir sejak 2022 dan belum diperbarui.</p>
<p>Didik menilai, kondisi ini justru menunjukkan lemahnya perencanaan bisnis Perumdam. Menurutnya, penyertaan modal tidak mungkin diberikan jika tidak ada proposal investasi yang komprehensif dan terukur dampaknya terhadap peningkatan pendapatan.</p>
<p>Tak hanya soal internal, Didik juga menyoroti ketimpangan dalam kerja sama distribusi air dengan Perumdam Tugu Tirta dan Perumdam Tirta Kanjuruhan. Ia menyebut tarif kompensasi Rp90 per meter kubik yang berlaku sejak 2005 sudah tidak relevan dengan kondisi saat ini.</p>
<p>Padahal, dua sumber utama di Kota Batu Sumber Binangun dan Sumber Banyuning menyuplai kebutuhan air bagi Kota Malang dalam jumlah besar. Namun kontribusi pendapatan yang diterima Kota Batu hanya sekitar Rp490 juta per tahun. Angka tersebut dinilai sangat timpang jika dibandingkan dengan tarif penjualan ke pelanggan akhir yang bisa mencapai sekitar Rp5 ribu per meter kubik.</p>
<p>“Ini jelas tidak seimbang. Sumber air dari Batu, tapi nilai tambah ekonominya dinikmati daerah lain. Apalagi klausul kerja sama membuka ruang evaluasi tiap tiga tahun, sehingga tidak ada alasan bagi Perumdam untuk menunggu hingga 2030," imbuhnya.</p>
<p>Ia bahkan mengaku sudah berkomunikasi dengan DPRD di Malang Raya yang pada prinsipnya terbuka untuk revisi tarif, asalkan ada kajian resmi dari masing-masing perusahaan daerah.</p>
<p>Selain itu, ia juga menyoroti potensi kebocoran pendapatan dari pelanggan yang beralih fungsi menjadi usaha namun masih membayar tarif rumah tangga. Ia mendesak pemutakhiran data pelanggan secara menyeluruh agar tidak terjadi subsidi silang yang keliru.</p>
<p>Bagi Didik, dua langkah tersebutevaluasi tarif pelanggan niaga terselubung dan renegosiasi tarif distribusi antar daerah merupakan ujian keseriusan manajemen dalam menyelamatkan kesehatan keuangan perusahaan.</p>
<p>“Kalau mau pelayanan naik kelas dan kontribusi ke PAD meningkat, jangan pasif. Siapkan kajian bisnisnya, ajukan resmi, dan ambil sikap. Jangan hanya mengeluh soal anggaran,” pungkasnya. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Puluhan Nisan di TPU Giripurno Kota Batu Digeser Tanpa Izin, Warga Protes</title>
<link>https://suarajatimpost.com/puluhan-nisan-di-tpu-giripurno-kota-batu-digeser-tanpa-izin-warga-protes</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/puluhan-nisan-di-tpu-giripurno-kota-batu-digeser-tanpa-izin-warga-protes</guid>
<description><![CDATA[ Meski diklaim selesai, peristiwa ini menyisakan tanda tanya di tengah masyarakat. Terlebih, kasus serupa sudah terjadi dua kali di lokasi yang sama sehingga membuat warga menuntut agar kejadian tersebut tidak kembali terulang dan tata kelola TPU dilakukan secara transparan agar hak ahli waris tetap dihormati ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202602/image_870x580_699c1dc67f409.webp" length="156894" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 23 Feb 2026 17:59:43 +0700</pubDate>
<dc:creator>Choirul Anwar</dc:creator>
<media:keywords>Kota Batu, Perusakan Makam, Giripurno</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KOTA BATU, SJP</strong> – Peristiwa perusakan dan penggeseran nisan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Dusun Sumber Sari, Desa Giripurno, Kecamatan Bumiaji, kembali menyisakan luka bagi warga. Sedikitnya 20 makam dilaporkan berantakan, dengan nisan bergeser dari posisi semula tanpa izin ahli waris maupun perangkat desa.</p>
<p>Salah seorang ahli waris, Udin pada Senin (23/2/2026) menguraikan, kejadian ini pertama kali diketahui warga pada Minggu (22/2/2026) siang. Bahkan, terdapat video kondisi makam yang porak-poranda kemudian beredar luas di media sosial dan memicu kemarahan, terutama dari keluarga yang makam orang tuanya terdampak.</p>
<p>"Makam ayah saya menjadi salah satu yang terdampak. pelaku juga tidak pernah dimintai izin terkait pemindahan atau penggeseran nisan tersebut," ucapnya geram.</p>
<p>Sementara itu Kepala Desa Giripurno Suntoro mengatakan, pihaknya menerima laporan warga pada siang hari dan langsung mengecek ke lokasi. Saat tiba di TPU, ia mendapati sejumlah makam dalam kondisi berantakan, tanaman yang ditebang berserakan, serta nisan yang telah bergeser.</p>
<p>“Kalau tidak salah sekitar 20-an makam yang digeser, peristiwa serupa sebenarnya pernah terjadi pada awal 2020-an. Ini menjadi kejadian kedua dengan pola yang sama di lokasi tersebut," paparnya.</p>
<p>Menurut Suntoro, pihak desa telah menerima laporan dari kepala dusun dan menyatakan persoalan telah diselesaikan secara internal. Terduga pelaku disebut berinisial N yang diketahui sebagai juru kunci makam sekaligus Ketua TPQ se-Kecamatan Bumiaji.</p>
<p>Dugaan sementara, tindakan tersebut dilakukan untuk membuat akses jalan menuju makam tertentu. Namun, langkah itu disebut dilakukan tanpa koordinasi maupun persetujuan ahli waris.</p>
<p>“Kami menyayangkan tidak adanya itikad baik seperti permintaan maaf kepada warga. Tapi yang pasti ini sudah diselesaikan dan diminta tidak diperpanjang,” tandasnya. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Uji KIR Gratis di Kota Batu Belum Ampuh Dongkrak Kepatuhan</title>
<link>https://suarajatimpost.com/uji-kir-gratis-di-kota-batu-belum-ampuh-dongkrak-kepatuhan</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/uji-kir-gratis-di-kota-batu-belum-ampuh-dongkrak-kepatuhan</guid>
<description><![CDATA[ Dengan capaian yang masih di angka 61 persen, uji KIR gratis terbukti belum cukup menjadi pemicu kepatuhan tanpa diimbangi penegakan aturan yang tegas. Jika tidak ada konsekuensi nyata bagi kendaraan yang menunggak uji, maka potensi risiko keselamatan tetap mengintai di jalan. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202602/image_870x580_699be0c132f50.webp" length="46746" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 23 Feb 2026 14:00:54 +0700</pubDate>
<dc:creator>Choirul Anwar</dc:creator>
<media:keywords>Kota Batu, UJI KIR, Tidak Maksimal</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KOTA BATU, SJP</strong> – Kebijakan uji KIR gratis yang digulirkan Dinas Perhubungan Kota Batu sepanjang 2025 belum sepenuhnya efektif mendongkrak kepatuhan pemilik kendaraan. Meski biaya pengujian digratiskan, tingkat partisipasi masih jauh dari target.</p>
<p>Kepala UPT Uji KIR Kota Batu, Zam Zam Rahmawan Luhfani pada Senin (23/2/2026) menegaskan bahwa data PT Pengujian Kendaraan Bermotor Dishub Kota Batu mencatat, dari total 6.990 kendaraan wajib uji, hanya 4.237 unit yang melakukan uji KIR. Realisasinya baru 61 persen. Artinya, hampir 40 persen kendaraan wajib uji belum memenuhi kewajibannya.</p>
<p>"Dari 4.237 kendaraan yang diuji, sebanyak 3.736 unit dinyatakan lulus, 369 kendaraan tidak lulus, dan 128 unit direkomendasikan numpang uji ke luar daerah. Kalau dilihat tren bulanan, realisasi tertinggi terjadi pada Juli dengan 509 kendaraan, disusul Desember 459 kendaraan. Yang terendah Maret, hanya 248 kendaraan," ujarnya.</p>
<p>Menariknya, persoalan utama bukan semata pada kondisi teknis kendaraan. Meski ditemukan sejumlah kegagalan akibat sistem pengereman tidak optimal, lampu tidak berfungsi, hingga gangguan mesin, Dishub menilai akar persoalan justru pada lemahnya kepatuhan.</p>
<p>Menurut Zam Zam, tidak adanya sanksi atau denda tegas bagi kendaraan yang masa uji KIR-nya habis membuat sebagian pemilik kendaraan menunda bahkan mengabaikan kewajiban tersebut. Kondisi ini memunculkan persepsi bahwa uji KIR bukan kebutuhan mendesak.</p>
<p>Fenomena tersebut menunjukkan bahwa insentif berupa pembebasan biaya belum cukup untuk membangun budaya tertib uji berkala. Tanpa pengawasan dan penegakan aturan yang konsisten, kebijakan gratis berpotensi hanya menjadi fasilitas yang kurang dimanfaatkan.</p>
<p>"Ke depan, Dishub Kota Batu berencana memperkuat pengawasan melalui peningkatan ramp check di lapangan serta intensifikasi sosialisasi kepada pelaku angkutan barang dan penumpang," tambahnya.</p>
<p>Langkah itu diarahkan untuk mendorong kesadaran bahwa uji KIR bukan sekadar kewajiban administratif, melainkan instrumen utama menjaga keselamatan di jalan. Sehingga dengan kombinasi pengawasan dan edukasi yang lebih ketat, pemerintah berharap tingkat kepatuhan meningkat dan risiko kecelakaan akibat kendaraan tidak laik jalan dapat ditekan. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Ketua DPRD Kota Batu Soroti Silpa 2025, Minta Evaluasi Serius Perencanaan dan Eksekusi Anggaran</title>
<link>https://suarajatimpost.com/ketua-dprd-kota-batu-soroti-silpa-2025-minta-evaluasi-serius-perencanaan-dan-eksekusi-anggaran</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/ketua-dprd-kota-batu-soroti-silpa-2025-minta-evaluasi-serius-perencanaan-dan-eksekusi-anggaran</guid>
<description><![CDATA[ Ketua DPRD Didik Subianto menekankan, penurunan Silpa memang patut diapresiasi, namun target ke depan bukan sekadar mengecilkan sisa anggaran, melainkan memastikan setiap program benar-benar tuntas, tepat sasaran, dan memberi dampak langsung bagi masyarakat ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202602/image_870x580_699bdfbac48d1.webp" length="11046" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 23 Feb 2026 13:00:29 +0700</pubDate>
<dc:creator>Choirul Anwar</dc:creator>
<media:keywords>Kota Batu, SILPA, Kritisi</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KOTA BATU, SJP</strong> – Capaian Silpa APBD 2025 Kota Batu sebesar Rp 123,7 miliar mendapatkan sorotan dari DPRD. Ketua DPRD Kota Batu Didik Subianto menilai angka tersebut memang lebih rendah dibandingkan Silpa 2024 yang mencapai Rp 144,13 miliar, namun tetap menunjukkan masih adanya persoalan dalam perencanaan dan pelaksanaan anggaran.</p>
<p>Pria yang karib disapa Kaji Bianto tersebut pada Senin (23/2/2026) menguraikan bahwa Silpa dalam jumlah besar bukan sekadar angka administratif, tetapi indikator bahwa program belum sepenuhnya berjalan optimal.</p>
<p>"Masih ada sejumlah SKPD dengan serapan di bawah 80 persen, seperti Setwan dan Disnaker. Kalau perencanaan matang dan eksekusi disiplin, sisa anggaran bisa ditekan lebih kecil lagi. Ini harus jadi bahan koreksi bersama," tegasnya.</p>
<p>Ia juga menyinggung persoalan teknis seperti gangguan SIPD dan lemahnya perencanaan yang disebut menjadi kendala. Bagi DPRD, alasan tersebut tidak boleh menjadi pembenaran berulang setiap tahun.</p>
<p>Terlebih pemerintah daerah harus memiliki mitigasi risiko dan skema cadangan agar hambatan teknis tidak menghambat realisasi program yang berdampak langsung pada masyarakat.</p>
<p>Di sisi lain, Kaji Bianto mengapresiasi SKPD dengan serapan tinggi seperti Kecamatan Junrejo, BKAD, dan DLH. Ia menilai capaian tersebut membuktikan bahwa dengan perencanaan yang presisi dan monitoring ketat, serapan di atas 94 persen bukan hal yang mustahil.</p>
<p>"Artinya, praktik baik ini harus direplikasi. Jangan sampai ada kesenjangan kinerja antar perangkat daerah, dan yang pasti kami juga akan memperkuat fungsi pengawasan melalui evaluasi triwulanan dan pembahasan lebih detail dalam rapat-rapat anggaran," imbuhnya.</p>
<p>Kaji Bianto juga menekankan bahwa setiap rupiah dalam APBD harus memiliki dampak nyata bagi masyarakat Kota Batu, bukan sekadar terserap di atas kertas.</p>
<p>"Kita ingin APBD benar-benar produktif, tepat sasaran, dan akuntabel. Kritik ini bukan untuk menjatuhkan, tapi agar tata kelola keuangan daerah semakin sehat," pungkasnya. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Tiga Hari Ramadan, SE Penutupan Hiburan di Kota Batu Berjalan Kondusif</title>
<link>https://suarajatimpost.com/tiga-hari-ramadan-se-penutupan-hiburan-di-kota-batu-berjalan-kondusif</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/tiga-hari-ramadan-se-penutupan-hiburan-di-kota-batu-berjalan-kondusif</guid>
<description><![CDATA[ Kepatuhan pelaku usaha, pengawasan lintas sektor yang konsisten, serta partisipasi masyarakat menjadi kunci menjaga keseimbangan antara aktivitas ekonomi dan penghormatan terhadap nilai religius, sehingga Ramadan 1447 Hijriah di Kota Batu berlangsung tertib, aman, dan nyaman ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202602/image_870x580_699aca845cece.webp" length="34460" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sun, 22 Feb 2026 20:22:25 +0700</pubDate>
<dc:creator>Choirul Anwar</dc:creator>
<media:keywords>Kota Batu, SE Walikota, Ramadan</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KOTA BATU, SJP</strong> – Tiga hari sejak Ramadan 1447 Hijriah dimulai, pelaksanaan Surat Edaran (SE) Nomor 338/3/7/35.79.417/2026 tentang penutupan sementara tempat hiburan umum di Kota Batu terpantau berjalan tertib. Pemerintah Kota Batu memastikan mayoritas pelaku usaha mematuhi aturan tanpa perlu tindakan penertiban berarti.</p>
<p>Wali Kota Batu Nurochmanmenguraikan setelah tiga hari yang lalu berjalannya buluan suci Ramadan, Pemkot Batu sudah mewajibkan usaha karaoke, pub, panti pijat dan sejenisnya tutup total selama bulan puasa. Hal ini juga dibuktikan dengan tidak ditemukan aktivitas operasional mencolok dari tempat hiburan yang masuk dalam kategori larangan.</p>
<p>"Kepatuhan pelaku usaha menunjukkan kesadaran kolektif untuk menjaga suasana religius di Kota Wisata Batu. Pendekatan persuasif yang dilakukan sebelum Ramadan cukup efektif sehingga pengawasan di lapangan lebih bersifat monitoring," urainya.</p>
<p>Tak hanya sektor hiburan, pengawasan juga menyasar usaha kuliner. Restoran, rumah makan, warung dan kafe yang buka pada siang hari telah memasang tirai atau penutup sesuai ketentuan SE. Langkah ini dinilai cukup efektif menjaga etika publik tanpa mematikan aktivitas ekonomi.</p>
<p>Di sisi lain, aktivitas penjualan takjil musiman mulai marak di sejumlah titik. Pemerintah memastikan pedagang tetap diperbolehkan berjualan selama tidak menggunakan badan jalan dan tidak mengganggu arus lalu lintas. Satuan Polisi Pamong Praja bersama Dinas Perhubungan melakukan pemantauan langsung untuk mencegah potensi kemacetan.</p>
<p>"Pengawasan lintas sektor melibatkan Satpol PP, Dinas Perhubungan, Dinas Pariwisata, camat hingga lurah dan kepala desa, serta berkoordinasi dengan aparat kepolisian dan TNI. Skema ini diterapkan agar kebijakan tidak hanya bersifat administratif, tetapi juga efektif di lapangan," imbuhnya.</p>
<p>Pemkot menargetkan stabilitas ini terus terjaga hingga akhir Ramadan. Aktivitas ekonomi tetap berjalan, namun dalam koridor yang menghormati umat Muslim yang menjalankan ibadah puasa serta menjaga ketertiban sosial di Kota Batu. (*)</p>
<p>Editor: Danu </p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Warning Disdik Kota Batu: MBG Tak Boleh Lepas dari Produk Lokal</title>
<link>https://suarajatimpost.com/warning-disdik-kota-batu-mbg-tak-boleh-lepas-dari-produk-lokal</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/warning-disdik-kota-batu-mbg-tak-boleh-lepas-dari-produk-lokal</guid>
<description><![CDATA[ Pendekatan rantai pasok terintegrasi dan pengawasan yang ketat, Dindik Kota Batu berharap MBG menjadi model pembangunan yang simultan dalam menjaga kualitas generasi muda sekaligus memastikan sektor pangan lokal tetap hidup dan berkembang. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202602/image_870x580_699ac9d0303f0.webp" length="28400" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sun, 22 Feb 2026 19:19:05 +0700</pubDate>
<dc:creator>Choirul Anwar</dc:creator>
<media:keywords>Kota Batu, SPPG, Produk Lokal</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KOTA BATU, SJP</strong> — Implementasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kota Batu mendapat sorotan serius dari pemerintah daerah. Dinas Pendidikan Kota Batu menegaskan program nasional tersebut tidak boleh sekadar berjalan sebagai distribusi makanan, tetapi harus dijaga agar tetap berpihak pada produk lokal dan memberi dampak ekonomi nyata bagi petani serta peternak setempat.</p>
<p>Kepala Dinas Pendidikan Kota Batu, Alfi Nurhidayat, mengingatkan bahwa tanpa pengawasan dan pengaturan rantai pasok yang rapi, MBG berisiko kehilangan esensi keberpihakannya. Karena itu, penguatan tata kelola pengadaan bahan baku menjadi perhatian utama.</p>
<p>“Kami ingin dapur SPPG tidak hanya membeli bahan, tetapi membangun pola kemitraan yang jelas dengan petani dan peternak lokal. Harus ada kepastian serapan, kualitas, dan kontinuitas,” ujar Alfi.</p>
<p>Menurut Alfi, Kota Batu sebagai daerah agropolitan sejatinya memiliki kapasitas produksi yang memadai untuk menopang kebutuhan MBG. Namun potensi tersebut tidak akan optimal jika tidak disertai pendataan komoditas, penyesuaian jadwal panen, serta penetapan standar mutu bahan pangan yang jelas sebelum masuk ke dapur SPPG.</p>
<p>Ia juga menekankan pentingnya pengawasan agar pengadaan bahan baku tidak bergeser dari prinsip keberpihakan terhadap produk lokal. MBG, kata dia, harus memberi efek ganda: meningkatkan asupan gizi peserta didik sekaligus membuka pasar yang pasti bagi petani.</p>
<p>“Program nasional ini setidaknya harus memberi dua manfaat sekaligus. Anak-anak mendapatkan asupan bergizi, sementara petani kita mendapatkan pasar yang jelas,” tegasnya.</p>
<p>Dari sisi kualitas dan efisiensi, penggunaan bahan pangan lokal dinilai lebih mudah dikontrol karena jarak distribusi yang pendek. Kondisi ini berdampak pada kesegaran bahan, efisiensi biaya logistik, serta stabilitas harga di tingkat produsen.</p>
<p>Program MBG sendiri merupakan inisiatif nasional untuk mendukung konsentrasi belajar dan tumbuh kembang anak. Di Kota Batu, Disdik menilai keberhasilan program ini tidak hanya diukur dari terpenuhinya porsi makan siswa, tetapi juga dari sejauh mana MBG mampu memperkuat struktur ekonomi lokal berbasis pertanian dan peternakan. (*)</p>
<p>Editor: Danu </p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Sopir Truk Rem Blong di Pattimura Batu Jadi Tersangka, Polisi Dalami Kelayakan Armada</title>
<link>https://suarajatimpost.com/sopir-truk-rem-blong-di-pattimura-batu-jadi-tersangka-polisi-dalami-kelayakan-armada</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/sopir-truk-rem-blong-di-pattimura-batu-jadi-tersangka-polisi-dalami-kelayakan-armada</guid>
<description><![CDATA[ Polres Batu menegaskan sopir truk dijerat dengan pasal dalam Undang-Undang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan terkait kelalaian yang mengakibatkan korban jiwa dan menegaskan kasus kecelakaan ini bisa menjadi perhatian publik mengingat Jalan Pattimura merupakan salah satu jalur utama dengan tingkat mobilitas tinggi di Kota Batu dimana keselamatan dalam berkendara harus selalu diprioritaskan. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202602/image_870x580_699ac9141130c.webp" length="86818" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sun, 22 Feb 2026 18:15:37 +0700</pubDate>
<dc:creator>Choirul Anwar</dc:creator>
<media:keywords>Kota Batu, Kecelakaan, Tersangka</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KOTA BATU, SJP</strong> — Penanganan kasus kecelakaan maut akibat truk rem blong di Jalan Pattimura, Kota Batu, resmi memasuki tahap penyidikan. Sopir truk Isuzu P 8640 UG, Eko Wahyudi (33), warga Kabupaten Jember, ditetapkan sebagai tersangka setelah penyidik menemukan unsur pidana dalam peristiwa tersebut. Peningkatan status perkara dilakukan usai gelar perkara internal yang menyimpulkan adanya bukti permulaan yang cukup.</p>
<p>“Perkara sudah kami tingkatkan dari penyelidikan ke penyidikan. Berdasarkan hasil gelar perkara, pengemudi truk ditetapkan sebagai tersangka,” ujar Kapolres Batu AKBP Aris Purwanto, Minggu (22/2/2026).</p>
<p>Penetapan tersebut didasarkan pada hasil olah tempat kejadian perkara (TKP), pemeriksaan sejumlah saksi, serta uji teknis terhadap kendaraan. Polisi menilai terdapat dugaan kelalaian dalam pengoperasian kendaraan yang berujung pada kecelakaan beruntun dan menimbulkan korban jiwa.</p>
<p>Seperti diketahui, kecelakaan terjadi ketika truk yang dikemudikan tersangka diduga mengalami gangguan pengereman saat melintas di jalur menurun Jalan Pattimura. Kendaraan kemudian menabrak beberapa mobil dan sepeda motor di depannya hingga menyebabkan satu orang meninggal dunia dan sejumlah korban lainnya mengalami luka-luka.</p>
<p>"Penyidik masih mendalami aspek kelayakan kendaraan serta kemungkinan tanggung jawab pihak pemilik armada. Kami masih melengkapi berkas perkara, termasuk menelusuri aspek teknis dan administratif kendaran," tandasnya. (*)</p>
<p>Editor: Danu </p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Kota Batu Terpilih Jadi Tuan Rumah Rembug Paripurna Nasional KTNA September 2026</title>
<link>https://suarajatimpost.com/kota-batu-terpilih-jadi-tuan-rumah-rembug-paripurna-nasional-ktna-september-2026</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/kota-batu-terpilih-jadi-tuan-rumah-rembug-paripurna-nasional-ktna-september-2026</guid>
<description><![CDATA[ Agenda berskala nasional ini dijadwalkan menghadirkan perwakilan petani dan nelayan dari berbagai provinsi di Indonesia. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202602/image_870x580_69995f15ba68d.webp" length="48458" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sat, 21 Feb 2026 17:09:20 +0700</pubDate>
<dc:creator>Choirul Anwar</dc:creator>
<media:keywords>Kota Batu, KTNA, Event Nasional</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KOTA BATU, SJP</strong> – Kota Batu resmi ditetapkan sebagai tuan rumah penyelenggaraan Rembug Paripurna Nasional yang digelar oleh Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) pada 19–23 September 2026. </p>
<p></p>
<p>Agenda berskala nasional ini dijadwalkan menghadirkan perwakilan petani dan nelayan dari berbagai provinsi di Indonesia.</p>
<p></p>
<p>Wakil Wali Kota Batu, Heli Suyanto, menyatakan pada Sabtu (21/2/2026) bahwa penunjukan Kota Batu sebagai lokasi kegiatan nasional tersebut merupakan peluang strategis. </p>
<p></p>
<p>Menurutnya, acara ini menjadi momentum untuk menunjukkan posisi Kota Batu sebagai pusat pertanian dan destinasi agro-eduwisata.</p>
<p></p>
<p>“Kita melihat ini sebagai event nasional yang sangat strategis. Ketika ribuan peserta dari seluruh Indonesia datang ke Kota Batu, ini bukan hanya pertemuan biasa, tetapi panggung untuk menunjukkan kapasitas pertanian kita, inovasi yang kita miliki, sekaligus kekuatan sektor pariwisata dan UMKM,” kata Heli.</p>
<p></p>
<p>Heli menyebutkan bahwa Pemerintah Kota (Pemkot) Batu siap mendukung penuh penyelenggaraan kegiatan tersebut, mulai dari persiapan infrastruktur, penentuan lokasi kegiatan, hingga sinergi lintas sektor. </p>
<p></p>
<p>Kehadiran peserta dari berbagai daerah diproyeksikan memberikan dampak langsung terhadap tingkat okupansi hotel, sektor restoran, transportasi lokal, serta volume penjualan produk UMKM.</p>
<p></p>
<p>Lebih lanjut, Heli menekankan bahwa kegiatan ini diharapkan tidak hanya menjadi forum organisasi, tetapi juga sarana menampilkan inovasi pertanian berbasis teknologi dan jejaring agribisnis. Salah satu yang akan dipromosikan adalah model Cooperative Smart Agriculture Ecosystem (Coo SAE) yang telah dikembangkan di Kota Batu.</p>
<p></p>
<p>“Ini kesempatan emas untuk naik kelas. Kota Batu tidak hanya dikenal sebagai kota wisata, tetapi juga sebagai daerah dengan pertanian yang adaptif, modern, dan siap bersaing di level nasional,” pungkasnya. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>DPRD Soroti Arah Kebijakan Pemkot Batu Terkait Pengaktifan Kembali Bianglala</title>
<link>https://suarajatimpost.com/dprd-soroti-arah-kebijakan-pemkot-batu-terkait-pengaktifan-kembali-bianglala</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/dprd-soroti-arah-kebijakan-pemkot-batu-terkait-pengaktifan-kembali-bianglala</guid>
<description><![CDATA[ Narasi yang menempatkan bianglala sebagai ikon atau landmark utama Kota Batu perlu ditinjau kembali agar tidak mengaburkan jati diri daerah yang berbasis potensi lokal. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202602/image_870x580_69995e6058006.webp" length="32892" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sat, 21 Feb 2026 16:30:53 +0700</pubDate>
<dc:creator>Choirul Anwar</dc:creator>
<media:keywords>Kota Batu, Bianglala, Alun-alun</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KOTA BATU, SJP</strong>–Wacana menghidupkan kembali wahana bianglala di Alun-alun Kota Batu pada tahun 2026 mendapat sorotan dari pihak legislatif. </p>
<p></p>
<p>Anggota Komisi B DPRD Kota Batu, Sujono Djonet, meminta Pemerintah Kota (Pemkot) Batu memperjelas arah kebijakan dan penentuan identitas kota dalam rencana tersebut.</p>
<p></p>
<p>Dalam keterangannya pada Sabtu (21/2/2026), Sujono Djonet menyatakan bahwa narasi yang menempatkan bianglala sebagai ikon atau landmark utama Kota Batu perlu ditinjau kembali agar tidak mengaburkan jati diri daerah yang berbasis potensi lokal.</p>
<p></p>
<p>"Sejak awal, Alun-alun itu didesain sebagai etalase potensi Kota Batu. Ada apel, jeruk, sapi perah. Itu yang merepresentasikan identitas kita. Bianglala hanya pelengkap, bukan wajah kota," tegasnya.</p>
<p></p>
<p>Menurutnya, identitas Kota Batu selama ini melekat pada sektor pertanian dan hasil bumi, sehingga pengembangan wahana hiburan tidak boleh mengesampingkan sektor-sektor tersebut.</p>
<p></p>
<p>Rencana pengaktifan kembali bianglala oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Batu telah muncul sejak wahana tersebut mengalami kerusakan pada tahun 2022. Namun, realisasinya kerap tertunda karena penyesuaian prioritas anggaran.</p>
<p></p>
<p>Pada tahun 2026, Pemkot Batu menyiapkan skema baru melalui Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU) untuk mengurangi ketergantungan pada APBD. Saat ini, dokumen Detail Engineering Design (DED) dilaporkan telah rampung sebagai pedoman teknis pembangunan ulang sesuai standar keamanan.</p>
<p></p>
<p>Meskipun tidak menolak rencana tersebut secara prinsip, Sujono Djonet menekankan bahwa persoalan mendasar di kawasan Alun-alun, seperti penurunan kualitas ruang publik, jauh lebih mendesak untuk ditangani. Ia menyoroti penataan Pedagang Kaki Lima (PKL), kesemrawutan parkir, hingga kondisi fisik kawasan yang dinilai perlu pembenahan menyeluruh.</p>
<p></p>
<p>"Penataan PKL yang belum tertib, parkir yang semrawut, hingga kesan kumuh di sejumlah titik dinilai jauh lebih mendesak untuk dibenahi. Bahkan elemen ikon hasil bumi yang dulu menjadi simbol kebanggaan kini nyaris tak terlihat karena tertutup rimbunnya pepohonan," jelasnya.</p>
<p></p>
<p>Ia menambahkan bahwa fungsi Alun-alun sebagai etalase kota wisata harus dijaga agar tetap nyaman dan representatif.</p>
<p></p>
<p>"Jangan sampai sibuk mengurus wahana, tapi melupakan fungsi ruang publik yang nyaman dan representatif," pungkasnya. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Skema Sewa Aset Pemkot Dinilai Jadi Solusi Atasi Backlog 7.000 Rumah di Kota Batu</title>
<link>https://suarajatimpost.com/skema-sewa-aset-pemkot-dinilai-jadi-solusi-atasi-backlog-7000-rumah-di-kota-batu</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/skema-sewa-aset-pemkot-dinilai-jadi-solusi-atasi-backlog-7000-rumah-di-kota-batu</guid>
<description><![CDATA[ Di tengah target pembangunan 1.000 unit rumah subsidi seharga Rp165 juta per unit, diperlukan intervensi kebijakan lahan dari pemerintah daerah sebagai solusi hambatan realisasi di lapangan. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202602/image_870x580_69995dcdbeef2.webp" length="32848" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sat, 21 Feb 2026 15:30:30 +0700</pubDate>
<dc:creator>Choirul Anwar</dc:creator>
<media:keywords>Kota Batu, Harga Tanah, Backlog</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KOTA BATU, SJP</strong> – Lonjakan harga tanah di Kota Batu menyebabkan masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) kesulitan memiliki hunian layak. </p>
<p></p>
<p>Di tengah target pembangunan 1.000 unit rumah subsidi seharga Rp165 juta per unit, diperlukan intervensi kebijakan lahan dari pemerintah daerah sebagai solusi hambatan realisasi di lapangan.</p>
<p></p>
<p>Ketua Asosiasi Pengembang Perumahan dan Permukiman Seluruh Indonesia (Apersi) Malang Raya, Dony Ganatha, menyatakan pada Sabtu (21/2/2026) bahwa angka backlog (kekurangan hunian) di Kota Batu telah mencapai sekitar 7.000 unit. </p>
<p></p>
<p>Menurutnya, untuk menjaga harga jual rumah subsidi tetap di angka Rp165 juta, harga lahan idealnya maksimal Rp250 ribu per meter persegi, namun angka tersebut kini sulit ditemukan di Kota Batu.</p>
<p></p>
<p>"Pendekatan berbasis pasar tidak lagi cukup menjawab kebutuhan MBR karena dominasi investor luar daerah yang membeli lahan untuk vila dan properti investasi membuat harga tanah terdorong naik, sementara warga lokal semakin tersisih dari pasar perumahan. Pangsa pasar luas, tapi mayoritas pembeli dari luar daerah. Warga asli yang butuh rumah justru kesulitan," ujar Dony.</p>
<p></p>
<p>Selain faktor harga, persoalan tata ruang turut membatasi pilihan lokasi pembangunan. Sejumlah lahan dengan harga relatif terjangkau berada di kawasan pertanian yang dilindungi, sehingga secara regulasi tidak dapat dialihfungsikan menjadi area permukiman.</p>
<p></p>
<p>Menanggapi kondisi tersebut, Apersi mengusulkan skema alternatif berupa pemanfaatan aset tanah milik pemerintah daerah dengan sistem sewa. Dalam konsep ini, lahan tetap menjadi milik Pemerintah Kota (Pemkot) Batu, pengembang bertindak sebagai kontraktor, dan pemerintah menanggung biaya pembangunan. Rumah tersebut nantinya disewakan kepada MBR selama jangka waktu tertentu, misalnya tiga tahun.</p>
<p></p>
<p>"Skema ini bukan sekadar penyediaan tempat tinggal sementara. Selama masa sewa, penghuni diarahkan mengikuti pembinaan ekonomi, misalnya melalui program UMKM agar memiliki tabungan dan rekam jejak usaha yang dapat digunakan sebagai dasar pengajuan kredit perumahan," imbuh Dony.</p>
<p></p>
<p>Melalui pola tersebut, warga memiliki alternatif untuk tidak harus membeli rumah di Kota Batu. Wilayah sekitar seperti Kabupaten Malang dinilai menjadi opsi realistis untuk kepemilikan hunian karena harga tanah yang masih lebih terjangkau.</p>
<p></p>
<p>Apersi menyarankan agar pemerintah memulai langkah awal melalui proyek percontohan penyediaan lahan untuk sekitar 100 unit rumah sewa. Skema pendanaan program ini dapat disusun melalui APBD maupun kolaborasi dengan program nasional, bergantung pada komitmen kebijakan pemerintah daerah. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>RKPD 2027 Kota Batu Fokus pada Disiplin Anggaran dan Kualitas Belanja</title>
<link>https://suarajatimpost.com/rkpd-2027-kota-batu-fokus-pada-disiplin-anggaran-dan-kualitas-belanja</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/rkpd-2027-kota-batu-fokus-pada-disiplin-anggaran-dan-kualitas-belanja</guid>
<description><![CDATA[ Pemerintah Kota Batu memilih memperkuat kualitas belanja, memperketat sinkronisasi program, serta memastikan setiap rupiah anggaran selaras dengan prioritas pelayanan dasar dan penguatan ekonomi masyarakat, sehingga pembangunan berjalan realistis namun tetap progresif dan berkelanjutan ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202602/image_870x580_699704f3659fd.webp" length="25574" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 19 Feb 2026 20:41:47 +0700</pubDate>
<dc:creator>Choirul Anwar</dc:creator>
<media:keywords>Kota Batu, RKPD, Disiplin Anggaran, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KOTA BATU, SJP</strong> – Penyusunan Rancangan Awal RKPD Kota Batu Tahun 2027 tak hanya berbicara soal transformasi, tetapi juga pengetatan disiplin anggaran di tengah ruang fiskal yang semakin terbatas.</p>
<p>Wali Kota Batu Nurochman pada Kamis (19/2/2026) menegaskan, tahun perencanaan 2027 harus menjadi fase konsolidasi kebijakan dan penyelarasan program agar tidak ada lagi kegiatan yang tumpang tindih maupun keluar dari visi pembangunan daerah. Ia menekankan seluruh perangkat daerah wajib menjaga konsistensi antara RPJMD, Renstra, hingga Renja.</p>
<p>“Perencanaan tidak boleh hanya normatif. Setiap program harus terukur, punya indikator jelas, dan berdampak langsung pada masyarakat,” ujarnya.</p>
<p>Tak hanya itu saja, ia menjelaskan bahwa arah kebijakan 2027 dirancang dengan pendekatan efisiensi dan optimalisasi sumber daya.</p>
<p>Untuk pelayanan dasar, anggaran Standar Pelayanan Minimal (SPM) tahun 2026 telah dialokasikan sebesar Rp25,5 miliar untuk pendidikan, Rp2,9 miliar untuk kesehatan, dan Rp544 juta untuk sosial sebagai pijakan keberlanjutan program di tahun berikutnya.</p>
<p>Pemkot Batu juga menegaskan strategi penguatan desa melalui alokasi Rp5 miliar per desa untuk BUMDesa dan Koperasi Merah Putih, sekaligus membuka peluang skema pembiayaan alternatif seperti KPBU dan CSR untuk menopang pembangunan strategis.</p>
<p>"Dengan pendekatan yang lebih disiplin, selektif, dan berbasis dampak, RKPD 2027 diharapkan menjadi instrumen pengendali pembangunan agar tetap progresif tanpa mengabaikan prinsip kehati-hatian fiskal," imbuhnya.</p>
<p>Pemerintah Kota Batu juga memastikan koordinasi yang tepat akan dilakukan satu pintu agar setiap proyek memiliki korelasi langsung dengan penguatan ekonomi lokal.<strong> (*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Wali Kota Batu Nurochman Takziah dan Jenguk Korban Kecelakaan Maut di Jalan Pattimura</title>
<link>https://suarajatimpost.com/wali-kota-batu-nurochman-takziah-dan-jenguk-korban-kecelakaan-maut-di-jalan-pattimura</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/wali-kota-batu-nurochman-takziah-dan-jenguk-korban-kecelakaan-maut-di-jalan-pattimura</guid>
<description><![CDATA[ Wali Kota Batu Nurochman berharap insiden yang menyebabkan satu korban meninggal dunia dan empat korban luka tersebut menjadi momentum bersama untuk memperkuat budaya tertib berlalu lintas demi keselamatan semua pihak ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202602/image_870x580_6997042778647.webp" length="43452" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 19 Feb 2026 20:21:54 +0700</pubDate>
<dc:creator>Choirul Anwar</dc:creator>
<media:keywords>Kota Batu, Kecelakaan, Kunjungan, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KOTA BATU, SJP</strong> – Pascakecelakaan beruntun di Jalan Pattimura yang menewaskan seorang pengemudi ojek online dan melukai empat orang lainnya, Wali Kota Batu, Nurochman bergerak cepat memberikan dukungan langsung kepada para korban dan keluarga terdampak.</p>
<p>Orang nomor satu di Kota Batu tersebut pada Kamis (19/2/2026) terlebih dahulu menyampaikan belasungkawa ke rumah duka almarhum Iwan Kurniawan, warga Dusun Gangsiran Ledok, Desa Tlekung, Kecamatan Junrejo. Almarhum diketahui merupakan pengemudi ojek online sekaligus Ketua RT 5 RW 4 di lingkungannya.</p>
<p>“Atas nama pribadi, keluarga, dan Pemerintah Kota Batu, kami menyampaikan duka cita yang mendalam. Semoga almarhum husnul khotimah dan keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan,” ujarnya.</p>
<p>Ia menyebut, almarhum dikenal sebagai sosok pekerja keras, aktif di lingkungan, dan memiliki solidaritas tinggi di komunitas pengemudi ojol. Selain menjadi tulang punggung keluarga, almarhum juga menjalankan tanggung jawab sosial sebagai ketua RT dan sub koordinator komunitas.</p>
<p>Tak hanya ke rumah duka, ia juga mengunjungi dua korban yang masih menjalani perawatan di RS Bhayangkara TK III Hasta Brata. Korban pertama, Lilik Yuliani, warga Desa Bulukerto, dalam kondisi sadar dan stabil. Hasil CT scan dinyatakan aman, namun ia mengalami cedera tulang belakang yang menyebabkan keterbatasan gerak sementara.</p>
<p>Sementara itu, Aipda Zezen Ardianto, anggota Polres Batu, menjalani tindakan operasi penjahitan pada bagian kepala akibat luka yang diderita saat kejadian. Keduanya terus mendapatkan penanganan medis intensif.</p>
<p>“Kami hadir untuk memberikan dukungan moril dan memastikan korban mendapatkan perawatan terbaik. Pemerintah Kota Batu akan terus berkoordinasi dengan pihak rumah sakit dan keluarga untuk memantau perkembangan kondisi kesehatan,” tandasnya. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Ketua DPRD Batu Desak Blacklist Rekanan, Tiga Proyek Sekolah Senilai Rp2,5 Miliar Mangkrak</title>
<link>https://suarajatimpost.com/ketua-dprd-batu-desak-blacklist-rekanan-tiga-proyek-sekolah-senilai-rp25-miliar-mangkrak</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/ketua-dprd-batu-desak-blacklist-rekanan-tiga-proyek-sekolah-senilai-rp25-miliar-mangkrak</guid>
<description><![CDATA[ DPRD Kota Batu berkomitmen akan mengawal hasil audit dari Badan Pemeriksa Keuangan sebagai dasar pengambilan langkah hukum dan administratif dan menegaskan penyelesaian proyek pendidikan harus menjadi prioritas agar siswa tidak menjadi korban kegagalan tata kelola pembangunan ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202602/image_870x580_699702bb63612.webp" length="91998" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 19 Feb 2026 20:00:19 +0700</pubDate>
<dc:creator>Choirul Anwar</dc:creator>
<media:keywords>Kota Batu, Blacklist, Mangkrak, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KOTA BATU, SJP</strong> — Ketua DPRD Kota Batu, HM Didik Subiyanto angkat bicara tegas terkait mangkraknya tiga proyek rehabilitasi sekolah yang dikerjakan PT Alnusakon Era Laju. Total nilai proyek yang terhenti itu mencapai lebih dari Rp2,5 miliar bersumber dari APBD 2025.</p>
<p>Diwawancarai pada Kamis (19/2/2026) ia merinci, rehabilitasi gedung di SDN Sisir 1 Kota Batu senilai Rp668 juta, rehabilitasi berat ruang kelas di SDN Temas 1 Kota Batu sebesar Rp723 juta, serta renovasi ruang guru dan ruang kepala sekolah di SMPN 4 Kota Batu dengan nilai kontrak Rp1,2 miliar.</p>
<p>"Kami jelas menyayangkan proyek bernilai miliaran rupiah tersebut berhenti di tengah jalan dan meninggalkan bangunan dalam kondisi terbuka serta material berserakan di lingkungan sekolah. Dan jelas Ini juga sangat memprihatinkan. Anggarannya jelas, nilainya besar, tapi hasilnya tidak ada. Pihak pelaksana harus bertanggung jawab,” tegasnya.</p>
<p>Ia menilai, penghentian pekerjaan tanpa penyelesaian merupakan bentuk ketidakprofesionalan yang tidak bisa ditoleransi dan apabila memang terbukti wanprestasi, PT Alnusakon Era Laju akan dimasukkan daftar hitam dan jangan sampai rekanan yang tidak menyelesaikan kewajibannya masih diberi ruang mengerjakan proyek pemerintah.</p>
<p>Menurut pria yang akrab disapa Kaji Bianto tersebut, proyek mangkrak bukan hanya persoalan administrasi kontrak, tetapi berdampak langsung pada kenyamanan dan keamanan siswa. Kondisi bangunan yang sudah dibongkar namun tak dilanjutkan dinilai berisiko mengganggu aktivitas belajar mengajar.</p>
<p>Ia juga memastikan DPRD akan memanggil dinas terkait untuk meminta penjelasan detail mengenai progres fisik, mekanisme pengawasan, hingga potensi pencairan jaminan pelaksanaan.</p>
<p>“Kami ingin tahu di mana letak persoalannya. Apakah di pengawasan, manajemen kontraktor, atau proses tendernya. Ini uang rakyat, tidak boleh menguap begitu saja,” tandasnya. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Pj Sekda Jadi Penjaga Transisi Birokrasi, Selter Sekda Kota Batu Mulai Dipanaskan</title>
<link>https://suarajatimpost.com/pj-sekda-jadi-penjaga-transisi-birokrasi-selter-sekda-kota-batu-mulai-dipanaskan</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/pj-sekda-jadi-penjaga-transisi-birokrasi-selter-sekda-kota-batu-mulai-dipanaskan</guid>
<description><![CDATA[ Dengan posisi Pj Sekda menjaga stabilitas organisasi dan seleksi terbuka mulai dipersiapkan, fase transisi birokrasi ini diharapkan tidak hanya menghasilkan pejabat definitif, tetapi juga memperkuat konsolidasi pemerintahan menuju agenda pembangunan lima tahun ke depan ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202602/image_870x580_6995bd2474ad2.webp" length="23104" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 18 Feb 2026 21:59:12 +0700</pubDate>
<dc:creator>Choirul Anwar</dc:creator>
<media:keywords>Kota Batu, PJ Sekda, Selter</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KOTA BATU, SJP</strong> — Pemerintah Kota Batu memastikan stabilitas roda birokrasi tetap terjaga di tengah proses pengisian jabatan Sekretaris Daerah (Sekda) definitif. Penunjukan Penjabat Sekda menjadi fase kunci untuk mengawal koordinasi pemerintahan sekaligus menyiapkan seleksi terbuka calon Sekda yang segera bergulir.</p>
<p>Wali Kota Batu Nurochman pada Rabu (18/2/2026) menegaskan pembentukan panitia seleksi sudah rampung sehingga tahapan seleksi tinggal dijalankan. Setelah posisi Pj Sekda diisi, proses rekrutmen pejabat definitif ditargetkan mulai berjalan dalam waktu dekat, dengan harapan pengisian jabatan strategis itu tidak mengganggu ritme kerja birokrasi di Kota Batu.</p>
<p>“Pansel sudah terbentuk. Tinggal dijalankan. Insyaallah bulan puasa ini mulai berjalan. Komposisi pansel berjumlah lima orang yang berasal dari unsur akademisi serta birokrasi eksternal," urainya.</p>
<p>Untuk menjaga independensi, unsur birokrasi tidak diambil dari internal pemerintah daerah, melainkan dari lingkungan Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Langkah tersebut diambil agar proses seleksi tetap profesional dan bebas konflik kepentingan.</p>
<p>Pemkot menargetkan Sekda definitif terpilih maksimal tiga bulan sejak pelantikan Pj Sekda, atau sekitar awal Mei 2026. Tahapan seleksi meliputi pendaftaran, verifikasi administrasi, penelusuran rekam jejak hingga uji kompetensi yang seluruhnya telah dijadwalkan.</p>
<p>“Keberadaan Sekda definitif sangat dibutuhkan agar roda pemerintahan berjalan optimal. Kami pastikan proses seleksi dikawal sesuai regulasi,” imbuhnya.</p>
<p>Menurut Nurochman, figur Sekda ke depan harus memiliki kapasitas kepemimpinan dan kemampuan manajerial kuat untuk menyatukan berbagai perspektif antar-OPD. Hal ini penting agar visi pembangunan daerah dapat diterjemahkan menjadi program birokrasi yang terukur dan efektif.</p>
<p>Pemkot juga membuka peluang bagi peserta dari luar daerah sesuai regulasi, meski pejabat internal tetap didorong berkompetisi. Opsi teknis terkait hal tersebut akan dikoordinasikan melalui Badan Kepegawaian daerah bersama pihak provinsi. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Polisi Tetapkan Kronologi Tabrakan Beruntun di Jalan Pattimura Batu</title>
<link>https://suarajatimpost.com/polisi-tetapkan-kronologi-tabrakan-beruntun-di-jalan-pattimura-batu</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/polisi-tetapkan-kronologi-tabrakan-beruntun-di-jalan-pattimura-batu</guid>
<description><![CDATA[ Penanganan korban telah dilakukan dan proses penyelidikan masih berjalan untuk memastikan aspek pertanggungjawaban hukum maupun teknis kejadian ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202602/image_870x580_6995bc199df02.webp" length="98802" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 18 Feb 2026 21:14:04 +0700</pubDate>
<dc:creator>Choirul Anwar</dc:creator>
<media:keywords>Kota Batu, Kronologi, Kecelakaan, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KOTA BATU, SJP </strong>— Kepolisian mengungkap hasil pendalaman sementara terkait kecelakaan beruntun yang terjadi di Jalan Raya Pattimura, Kelurahan Temas, Kota Batu, Rabu (18/2/2026) sekitar pukul 16.45 WIB.</p>
<p>Insiden yang melibatkan satu truk dan empat kendaraan lainnya itu menyebabkan satu orang meninggal dunia serta empat korban mengalami luka ringan.</p>
<p>Kasat Lantas Polres Batu AKP Kevin Ibrahim menjelaskan, kecelakaan bermula saat truk Isuzu bernomor polisi P 8640 UG yang dikemudikan Eko Wahyudi melaju dari arah barat ke timur di jalur tersebut.</p>
<p>Saat melintas, pengemudi diduga kehilangan kendali hingga terjadi tabrakan beruntun dengan beberapa kendaraan di depannya.</p>
<p>“Truk melaju dan menabrak bagian belakang Daihatsu N 1822 JJ, kemudian berlanjut menabrak Grand Max B 1613 HZM serta dua sepeda motor Honda Beat. Setelah itu kendaraan membanting setir ke kiri dan menabrak tiang listrik,” ujarnya.</p>
<p>Akibat benturan tersebut, lima kendaraan mengalami kerusakan dan sejumlah korban mengalami luka-luka. Korban meninggal dunia adalah Iwan Kurniawan (38), pengendara sepeda motor Honda Beat, yang mengalami cedera kepala dan dinyatakan meninggal di tempat kejadian.</p>
<p>Sementara empat korban lainnya mengalami luka ringan, di antaranya pengemudi Grand Max, pengendara sepeda motor lain, serta dua penumpang mobil Daihatsu, termasuk seorang anak, dan telah mendapatkan perawatan medis di RS Hasta Brata Kota Batu.</p>
<p>Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, polisi menduga faktor manusia menjadi penyebab kecelakaan.</p>
<p>“Dugaan sementara kecelakaan dipengaruhi faktor kelalaian pengemudi truk dalam tata cara berkendara. Untuk faktor kendaraan, kondisi jalan, maupun cuaca tidak ditemukan pengaruh signifikan,” jelasnya.</p>
<p>Petugas yang menerima laporan langsung mendatangi lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara, mengamankan kendaraan yang terlibat, memintai keterangan saksi, serta mengurus visum korban. Penanganan perkara saat ini berada di bawah Unit Gakkum Satlantas Polres Batu untuk proses penyelidikan lebih lanjut.</p>
<p>Polisi mengimbau pengemudi, khususnya kendaraan berat, agar lebih memperhatikan aspek keselamatan saat berkendara.</p>
<p>“Kami mengingatkan seluruh pengguna jalan untuk selalu berhati-hati, menjaga jarak aman, dan memastikan kesiapan saat berkendara guna mencegah kejadian serupa,” pungkas Kevin.<strong> (*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Rem Diduga Blong, Truk Fuso Tabrak Sejumlah Kendaraan di Jalan Pattimura Batu, Satu Korban Meninggal Dunia</title>
<link>https://suarajatimpost.com/rem-diduga-blong-truk-fuso-tabrak-sejumlah-kendaraan-di-jalan-pattimura-batu-satu-korban-meninggal-dunia</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/rem-diduga-blong-truk-fuso-tabrak-sejumlah-kendaraan-di-jalan-pattimura-batu-satu-korban-meninggal-dunia</guid>
<description><![CDATA[ Peristiwa kecelakaan ini kembali menegaskan pentingnya pengawasan kondisi teknis kendaraan, khususnya pada angkutan berat yang melintas di jalur menurun kawasan Kota Batu ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202602/image_870x580_6995bb1198e38.webp" length="79764" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 18 Feb 2026 20:45:51 +0700</pubDate>
<dc:creator>Choirul Anwar</dc:creator>
<media:keywords>Kota Batu, Kecelakaan, Meninggal Dunia, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KOTA BATU, SJP</strong> — Kecelakaan lalu lintas yang melibatkan sebuah truk dan sejumlah kendaraan terjadi di Jalan Pattimura, Kota Batu, Rabu (18/2/2026) petang. Insiden tersebut menyebabkan beberapa orang luka-luka dan satu pengendara dilaporkan meninggal dunia di lokasi kejadian.</p>
<p>Berdasarkan informasi yang dihimpun, truk Fuso bermuatan pakan ternak bernomor polisi P 8640 UG melaju dari arah atas menuju kawasan Beji setelah melintas dari Jalan Diponegoro sekitar pukul 17.00 WIB.</p>
<p>Agung Sudarmo salah satu warga sekitar menguraikan bahwa pihaknya sempat kaget ketika mendengar suara benturan keras yang mirip dengan ledakan.</p>
<p>"Suaranya keras mirip ledakan, dan ketika saya melihat area jalan raya ternyata terjadi kecelakaan," ujarnya.</p>
<p>Darmo menambahkan sempat melihat truk yang diduga sopirnya tidak mampu mengendalikan laju kendaraan karena sistem pengereman tidak berfungsi optimal, sehingga truk meluncur tak terkendali.</p>
<p>Truk kemudian menabrak sejumlah kendaraan di depannya, yakni mobil Chery N 1832 JJ, Daihatsu Grand Max B 1613 HZM, dua sepeda motor Honda Beat N 5977 TBI dan satu unit Beat lainnya. Laju truk baru terhenti setelah menghantam tiang penerangan jalan umum (PJU).</p>
<p>"Benturan keras menyebabkan kerusakan cukup parah pada beberapa kendaraan, terutama di bagian belakang dan samping. Sejumlah pengendara mengalami luka-luka dan satu korban pengendara motor katanya meninggal dunia," imbuhnya.</p>
<p>Keterangan serupa disampaikan Noni Batlolana, pedagang buah di sekitar lokasi. Ia mengaku mendengar suara benturan sekitar pukul 17.00 WIB.</p>
<p>“Tadi sekitar jam lima saya di dalam kamar kaget dengar suara keras. Keluar sudah ramai. Di depan warung bakso ada korban yang sudah ditutup, katanya pengendara motor meninggal di tempat,” katanya.</p>
<p>Hingga berita ini diturunkan, petugas kepolisian yang tiba di lokasi melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), mengevakuasi kendaraan, serta mengatur arus lalu lintas yang sempat mengalami kepadatan. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Pelanggaran Lalu Lintas di Kota Batu Turun 23,7 Persen Selama Operasi Keselamatan Semeru 2026</title>
<link>https://suarajatimpost.com/pelanggaran-lalu-lintas-di-kota-batu-turun-237-persen-selama-operasi-keselamatan-semeru-2026</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/pelanggaran-lalu-lintas-di-kota-batu-turun-237-persen-selama-operasi-keselamatan-semeru-2026</guid>
<description><![CDATA[ Dengan tren pelanggaran yang menurun, Satlantas Polres Batu optimistis tingkat keselamatan di jalan raya akan terus membaik, terutama menjelang peningkatan mobilitas saat arus mudik dan balik Lebaran. Namun, kepatuhan individu tetap menjadi faktor penentu keselamatan bersama di jalan. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202602/image_870x580_6994587dc63b2.webp" length="51284" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Tue, 17 Feb 2026 20:40:33 +0700</pubDate>
<dc:creator>Choirul Anwar</dc:creator>
<media:keywords>Kota Batu, Ops Semeru, Pelanggaran, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KOTA BATU, SJP</strong> – Operasi Keselamatan Semeru 2026 yang digelar Satlantas Polres Batu menunjukkan tren positif terhadap kepatuhan pengguna jalan. Selama pelaksanaan operasi pada 2–15 Februari 2026, jumlah pelanggaran lalu lintas tercatat menurun signifikan dibanding tahun sebelumnya.</p>
<p></p>
<p>Kasat Lantas Polres Batu AKP Kevin Ibrahim pada Rabu (17/2/2026) mengungkapkan, total pelanggaran tahun ini mencapai 4.305 kasus. Angka tersebut turun 1.340 pelanggaran atau sekitar 23,7 persen dibanding Operasi Keselamatan Semeru 2025 yang mencatat 5.645 pelanggaran.</p>
<p></p>
<p>"Dari total pelanggaran tahun ini, sebanyak 2.022 pengendara terekam kamera Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE), sementara 2.283 lainnya mendapat teguran langsung dari petugas di lapangan. Pelanggaran didominasi oleh pengendara yang menerobos lampu lalu lintas, tidak menggunakan helm, serta tidak memakai sabuk pengaman," urainya.</p>
<p></p>
<p>Menurutnya, penurunan ini menjadi indikator meningkatnya kesadaran masyarakat dalam berlalu lintas, meski pelanggaran masih didominasi kelalaian dasar yang seharusnya bisa dihindari.</p>
<p></p>
<p>Sebagai perbandingan, pada operasi 2025 lalu mayoritas pelanggaran ditindak melalui teguran sebanyak 5.262 kasus, sedangkan 383 pelanggaran tercatat melalui ETLE. Perubahan komposisi tahun ini juga menunjukkan optimalisasi pemanfaatan pengawasan elektronik dalam penegakan aturan lalu lintas.</p>
<p></p>
<p>"Operasi Keselamatan Semeru dilaksanakan serentak sebagai upaya menciptakan kondisi lalu lintas yang aman dan tertib menjelang Hari Raya Idulfitri. Selain penindakan, kepolisian menekankan langkah preemtif melalui edukasi dan sosialisasi tertib berkendara, serta langkah preventif seperti patroli di titik rawan kecelakaan, pemeriksaan kendaraan, dan rampcheck kelayakan jalan," tambahnya.</p>
<p></p>
<p>Kevin menegaskan, pendekatan humanis tetap menjadi prioritas agar budaya tertib berlalu lintas dapat tumbuh secara berkelanjutan, bukan sekadar kepatuhan saat operasi berlangsung.</p>
<p></p>
<p>“Kami ingin membangun disiplin berkendara jangka panjang. Penindakan tetap ada, tapi pencegahan pelanggaran dan kecelakaan adalah tujuan utama,” pungkasnya. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor: Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Revitalisasi Songgoriti Disiapkan Berbasis Sport Tourism</title>
<link>https://suarajatimpost.com/revitalisasi-songgoriti-disiapkan-berbasis-sport-tourism</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/revitalisasi-songgoriti-disiapkan-berbasis-sport-tourism</guid>
<description><![CDATA[ Revitalisasi Songgoriti dimaksudkan agar tidak hanya memperbaiki kualitas kawasan, tetapi juga membentuk identitas baru destinasi yang lebih adaptif terhadap kebutuhan wisatawan sekaligus mendukung pengembangan ekonomi lokal melalui sektor pariwisata berbasis olahraga ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202602/image_870x580_699457a3d448e.webp" length="38424" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Tue, 17 Feb 2026 20:02:00 +0700</pubDate>
<dc:creator>Choirul Anwar</dc:creator>
<media:keywords>Kota Batu, Songgoriti, Revitalisasi, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KOTA BATU, SJP</strong> — Pemerintah Kota Batu mulai mengarahkan penataan ulang Kawasan Wisata Songgoriti dengan pendekatan baru yang menitikberatkan pada penguatan aktivitas olahraga sebagai daya tarik wisata.</p>
<p></p>
<p>Wakil Wali Kota Batu Heli Suyanto pada Rabu (17/2/2026) bersama jajaran Perumda Jasa Yasa untuk membahas revitalisasi kawasan di Kota Batu mengingat Jasa Yasa Kabupaten Malang yang mengelola wana wisata Songgoriti.</p>
<p></p>
<p>"Songgoriti memerlukan pembaruan pada sejumlah titik yang belum begitu optimal, sehingga perlu dilakukan penataan ulang secara bertahap dan terarah," urainya.</p>
<p></p>
<p>Ia menekankan bahwa pengembangan kawasan tidak lagi hanya mengandalkan pola wisata konvensional, melainkan diarahkan pada konsep <em>sport tourism</em> yang memanfaatkan potensi ruang terbuka dan fasilitas aktivitas fisik sebagai magnet kunjungan.</p>
<p></p>
<p>Menurutnya, pendekatan tersebut membuka peluang integrasi antara rekreasi, kesehatan, dan kegiatan olahraga yang dapat meningkatkan daya saing destinasi. Revitalisasi akan disesuaikan dengan kondisi lapangan, mencakup peningkatan fasilitas pendukung hingga penguatan konsep kawasan agar mampu menampung kegiatan olahraga masyarakat maupun event tertentu.</p>
<p></p>
<p>“Revitalisasi perlu segera dilakukan, terutama pada titik-titik kawasan yang belum optimal. Pengembangannya bisa dilakukan bertahap dengan menyesuaikan kondisi lapangan,” imbuhnya.</p>
<p></p>
<p>Orang nomor dua di Kota Batu itu juga menilai kolaborasi dengan pengelola kawasan menjadi langkah penting dalam menyiapkan transformasi Songgoriti agar tetap relevan dengan tren wisata berbasis aktivitas dan gaya hidup sehat. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Pemkot Batu Tekankan Kewaspadaan DBD, Nurochman Ingatkan Tren Kasus Masih Nyata</title>
<link>https://suarajatimpost.com/pemkot-batu-tekankan-kewaspadaan-dbd-nurochman-ingatkan-tren-kasus-masih-nyata</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/pemkot-batu-tekankan-kewaspadaan-dbd-nurochman-ingatkan-tren-kasus-masih-nyata</guid>
<description><![CDATA[ Pemerintah Kota Batu menegaskan bahwa pengendalian DBD tidak dapat bergantung pada intervensi pemerintah semata, melainkan membutuhkan konsistensi partisipasi masyarakat dalam menjaga lingkungan bebas sarang nyamuk ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202602/image_870x580_699456d07a72a.webp" length="27058" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Tue, 17 Feb 2026 19:21:44 +0700</pubDate>
<dc:creator>Choirul Anwar</dc:creator>
<media:keywords>Kota Batu, DBD, Kolaborasi, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KOTA BATU, SJP</strong> — Pemerintah daerah menegaskan pengendalian Demam Berdarah Dengue (DBD) tidak boleh dipandang sebagai kegiatan seremonial, melainkan upaya berkelanjutan berbasis kesadaran warga.</p>
<p></p>
<p>Wali Kota Batu, Nurochman pada Selasa (17/2/2026) menegaskan bahwa masyarakat harus terus melakukan gerakan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) secara kontinyu mengingat pada 2025 lalu kasus infeksi dengue di daerahnya masih mencapai 169 kasus.</p>
<p></p>
<p>"Kewaspadaan masyarakat harus terus dijaga, angka itu menjadi pengingat bahwa pengendalian tidak boleh berhenti. Pencegahan harus dilakukan dari lingkungan rumah masing-masing,” ujarnya.</p>
<p></p>
<p>Ia juga menekankan penerapan gerakan 3M Plus sebagai strategi dasar memutus rantai penularan mulai dari menguras, menutup, hingga memanfaatkan kembali barang bekas yang berpotensi menjadi tempat berkembang biak nyamuk.</p>
<p></p>
<p>Pria yang akrab disapa Cak Nur tersebut meminta keterlibatan aktif seluruh lapisan masyarakat, dari tingkat RT hingga sekolah dimaksudkan agar menguatkan koordinasi lintas sektor dan pemantauan wilayah berisiko untuk memastikan angka kasus tidak kembali meningkat.</p>
<p></p>
<p>"Pendekatan ini menunjukkan bahwa agenda kesehatan lingkungan di Kota Batu kini diarahkan pada perubahan perilaku jangka panjang. Dengan catatan kasus tahun sebelumnya yang masih signifikan, pemerintah daerah menilai partisipasi warga tetap menjadi faktor penentu keberhasilan pengendalian DBD di tingkat komunitas," pungkasnya. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor: Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Perayaan HPN 2026 di Kantor PWI Malang Raya, Wali Kota Ajak Pers Tangkal Penyebaran Berita Hoaks</title>
<link>https://suarajatimpost.com/perayaan-hpn-2026-di-kantor-pwi-malang-raya-wali-kota-ajak-pers-tangkal-penyebaran-berita-hoaks</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/perayaan-hpn-2026-di-kantor-pwi-malang-raya-wali-kota-ajak-pers-tangkal-penyebaran-berita-hoaks</guid>
<description><![CDATA[ Perayaan HPN 2026 dan HUT PWI ke-80 di Malang Raya dijadikan titik penguat sinergi antara pemerintah dan insan pers. Kolaborasi yang terjaga diyakini mampu memperkuat kualitas informasi publik sekaligus mendukung pembangunan daerah yang lebih transparan dan partisipatif ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202602/image_870x580_69918cd7be4bc.webp" length="54798" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sun, 15 Feb 2026 21:08:29 +0700</pubDate>
<dc:creator>Choirul Anwar</dc:creator>
<media:keywords>Kota Malang, HPN, PWI</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KOTA MALANG, SJP</strong> – Penyebaran informasi hoaks di media sosial dalam taraf mengkhawatirkan. Karena itu, Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat mengajak insan pers bersama pemerintah daerah menangkal penyebaran berita yang tidak jelas sumber dan kebenarannya. Kolaborasi itu diperlukan untuk menjaga ruang informasi agar tetap sehat.</p>
<p>Ajakan itu disampaikan oleh Wahyu Hidayat pada perayaan Hari Pers Nasional (HPN) 2026 sekaligus peringatan Hari Ulang Tahun ke-80 Persatuan Wartawan Indonesia di kantor PWI Malang Raya di Ruko Istana Dinoyo, Lowokwaru, Kota Malang, Minggu (15/2/2026)</p>
<p>"Intinya fenomena informasi liar di media sosial menjadi pekerjaan rumah bersama yang membutuhkan peran aktif media profesional untuk menjaga ruang publik tetap sehat," katanya</p>
<p>Wahyu Hidayat mengapresiasi kontribusi PWI Malang Raya dalam mendukung pembangunan daerah melalui penyebaran informasi yang akurat dan berimbang. “Atas nama Pemerintah Kota Malang, saya mengucapkan selamat ulang tahun kepada PWI Malang Raya. Kami memandang PWI sebagai mitra strategis yang memberi informasi berguna sekaligus masukan untuk pemerintah yang bisa kami tindaklanjuti demi keberhasilan pembangunan,” ujarnya.</p>
<p>Ia juga menilai perhatian terhadap kebudayaan lokal yang diapresiasi melalui penghargaan dari PWI Pusat menjadi representasi kuatnya peran pers dalam mengangkat identitas daerah ke tingkat nasional.</p>
<p>Sementara itu, Ketua PWI Malang Raya, Cahyono, menegaskan bahwa peringatan HPN dan HUT ke-80 bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan pengingat tanggung jawab profesi untuk menjaga integritas jurnalistik.</p>
<p>"Tantangan informasi digital yang semakin kompleks menuntut wartawan tetap berpegang pada verifikasi, akurasi, dan etika dalam setiap karya jurnalistik. Untuk itu PWI Malang Raya berkomitmen memperkuat kualitas anggota melalui pembinaan serta menjaga kepercayaan publik terhadap media," pungkasnya. (*)</p>
<p>Editor: Danu</p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Demi Bangun Kepercayaan Publik, Musrenbang Tingkat Kecamatan di Kota Batu Berbasis Data dan Tepat Sasaran</title>
<link>https://suarajatimpost.com/demi-bangun-kepercayaan-publik-musrenbang-tingkat-kecamatan-di-kota-batu-berbasis-data-dan-tepat-sasaran</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/demi-bangun-kepercayaan-publik-musrenbang-tingkat-kecamatan-di-kota-batu-berbasis-data-dan-tepat-sasaran</guid>
<description><![CDATA[ Wakil Wali Kota Batu Heli Suyanto menegaskan bahwa Musrenbang tingkat kecamatan harus menjadi pijakan utama dalam menyusun arah pembangunan daerah yang terukur, inklusif, dan berbasis kebutuhan riil masyarakat. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202602/image_870x580_69918c2a52654.webp" length="19356" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sun, 15 Feb 2026 19:35:59 +0700</pubDate>
<dc:creator>Choirul Anwar</dc:creator>
<media:keywords>Kota Batu, Musrenbang, Pelayanan</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KOTA BATU, SJP</strong> — Pelaksanaan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) tingkat kecamatan di seluruh wilayah Kota Batu harus melalui perencanaan berbasis data yang valid dan tepat sasaran, sehingga menjadi forum strategis yang mampu membangun kepercayaan publik</p>
<p>Wakil Wali Kota Batu Heli Suyanto menegaskan, Musrenbang 2026 akan menjadi bagian dari tahapan penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Tahun 2027. Tak sekadar menjadi agenda formal tahunan, Musrenbang harus menghasilkan rumusan kebutuhan masyarakat yang terukur dan dapat dipertanggungjawabkan.</p>
<p>"Yang paling penting adalah kelengkapan serta validitas data pada setiap usulan program pembangunan. Setiap pengajuan harus dilengkapi informasi yang jelas, mulai dari titik lokasi, alamat, hingga dokumen pendukung agar proses verifikasi dan penentuan prioritas dapat dilakukan secara akurat dengan dasar usulan harus benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat dan memperkuat kepercayaan publik,” tegasnya.</p>
<p>Selain aspek perencanaan berbasis data,Heli Suyanto juga meminta seluruh perangkat daerah memperhatikan sejumlah isu strategis yang kerap muncul dalam pembahasan Musrenbang kecamatan. Di antaranya persoalan pengelolaan sampah, potensi kebencanaan, serta kerawanan wilayah yang memerlukan peninjauan komprehensif dalam penyusunan program pembangunan.</p>
<p>Orang nomor dua di Kota Batu itu juga mendorong respons cepat dari perangkat daerah terhadap hasil Musrenbang serta memastikan sinergi antarinstansi dalam pelaksanaan program di lapangan. Hal ini dinilai penting agar usulan masyarakat tidak berhenti pada tahap perencanaan, tetapi benar-benar terealisasi.</p>
<p>"Ada juga optimalisasi pembahasan prioritas lapangan desa yang perlu dipertajam untuk menentukan skala prioritas pendanaan. Seluruh hasil Musrenbang nantinya akan menjadi bahan pembahasan lanjutan di tingkat kota," imbuhnya.</p>
<p>Heli menilai melalui keterlibatan seluruh elemen tersebut, pemerintah daerah berharap Musrenbang kecamatan dapat menjadi instrumen perencanaan yang inklusif, responsif, dan mampu memperkuat arah pembangunan Kota Batu secara menyeluruh. (*)</p>
<p>Editor: Danu </p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Perkuat Layanan Publik, Pelantikan 137 Pejabat Pemkot Batu Berbasis Kompetensi</title>
<link>https://suarajatimpost.com/137-pejabat-pemkot-batu-resmi-dilantik</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/137-pejabat-pemkot-batu-resmi-dilantik</guid>
<description><![CDATA[ Pelantikan 137 pejabat Pemkot Batu ini  merupakan penguatan integritas, profesionalitas, dan orientasi pelayanan publik sebagai indikator utama kinerja pejabat. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202602/image_870x580_69918b844e160.webp" length="35256" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sun, 15 Feb 2026 17:32:33 +0700</pubDate>
<dc:creator>Choirul Anwar</dc:creator>
<media:keywords>Kota Batu, 137 Pegawai, Pelantikan</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KOTA BATU, SJP</strong> — <span>Upaya memperkuat pelayanan publik terus dilakukan Pemerintah Kota Batu. Salah satunya melalui pelantikan 137 pejabat yang diseleksi berbasis kinerja dan kompetensi, bukan sekadar rotasi administratif. </span><span>Langkah ini menjadi bagian dari konsolidasi organisasi untuk menjawab tantangan pelayanan publik yang semakin kompleks.</span></p>
<p>Wali Kota Batu Nurochman menguraikan total pejabat yang dilantik terdiri dari 99 pejabat administrator dan pengawas, 31 kepala sekolah, serta 7 pejabat fungsional. Penataan ini diposisikan sebagai langkah memperkuat kapasitas birokrasi dalam menjawab tuntutan pelayanan publik yang semakin kompleks di Batu.</p>
<p>"Pengisian jabatan dilakukan melalui evaluasi kinerja dan uji kompetensi berbasis sistem merit ASN. Seluruh proses juga telah melalui persetujuan tim penilai kinerja sehingga penempatan pejabat tidak bersifat administratif semata, melainkan berbasis kapabilitas dan kebutuhan organisasi," urainya, Minggu (15/6/2026).</p>
<p>Ia menegaskan struktur birokrasi harus bergerak sebagai sistem kerja yang efektif, bukan sekadar menjalankan rutinitas jabatan. Pejabat administrator dan pengawas juga memiliki peran strategis dalam memastikan kebijakan berjalan hingga level operasional, sementara pejabat fungsional diharapkan menguatkan keahlian teknis sektor pelayanan.</p>
<p>Pelantikan kepala sekolah juga dipandang sebagai bagian dari penguatan sektor pendidikan. Pemerintah kota mendorong kepemimpinan sekolah yang adaptif terhadap perubahan, inovatif dalam peningkatan mutu pembelajaran, serta mampu membangun lingkungan pendidikan responsif terhadap perkembangan zaman.</p>
<p>"Pemerintah menargetkan sinergi lintas perangkat daerah semakin solid guna menopang agenda pembangunan daerah," pungkas pria yang akrab disapa Cak Nur tersebut. (*)</p>
<p>Editor: Danu </p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Penguatan Koordinasi Jadi Strategi Batu Tekan Peredaran Narkoba</title>
<link>https://suarajatimpost.com/penguatan-koordinasi-jadi-strategi-batu-tekan-peredaran-narkoba</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/penguatan-koordinasi-jadi-strategi-batu-tekan-peredaran-narkoba</guid>
<description><![CDATA[ Penghargaan yang didapat oleh Pemkot Batu merupakan komitmen dari agenda berkelanjutan dalam strategi kolaboratif dari pemerintah hingga masyarakat menjadi fondasi utama menuju wilayah bersih narkoba ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202602/image_870x580_699059bec0de6.webp" length="38680" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sat, 14 Feb 2026 19:59:04 +0700</pubDate>
<dc:creator>Choirul Anwar</dc:creator>
<media:keywords>Kota Batu, Penghargaan, Narkoba, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KOTA BATU, SJP</strong> — Penguatan posisi kelembagaan menjadi langkah yang dikedepankan Pemerintah Kota Batu dalam menekan peredaran narkotika dan membuat Pemkot Batu mendapatkan penghargaan dari Badan Narkotika Nasional Republik Indonesia dalam agenda nasional di Surabaya.</p>
<p></p>
<p>Wali Kota Batu Nurochman pada Sabtu (14/2/2026) menguraikan bahwa penghargaan diberikan atas atas inisiatif memasukkan unsur BNN Kota Batu ke dalam struktur Forkopimda. Langkah itu dinilai mempercepat koordinasi lintas sektor dalam upaya Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan serta Peredaran Gelap Narkotika.</p>
<p></p>
<p>“Penguatan BNN dalam Forkopimda menjadi pijakan untuk mempercepat koordinasi dan tindakan nyata. Targetnya jelas, membangun sistem yang solid agar ruang gerak peredaran narkotika semakin sempit,” ujarnya.</p>
<p></p>
<p>Ia menambahkan, pemerintah daerah akan melanjutkan integrasi kebijakan melalui edukasi masyarakat, regulasi daerah, hingga kolaborasi antarinstansi. Pendekatan ini diarahkan agar pencegahan tidak berhenti pada penindakan, tetapi membentuk ketahanan sosial sejak tingkat desa.</p>
<p></p>
<p>Dalam kegiatan yang sama, Kepala BNN RI Suyudi Ario Seto juga memberikan penghargaan kepada sejumlah kepala daerah dan pejabat pusat atas dukungan terhadap program nasional pemberantasan narkoba.</p>
<p></p>
<p>"Di tingkat lokal, capaian juga datang dari Desa Bulukerto yang meraih penghargaan Desa Bersinar Jawa Timur Awards 2025 dari Badan Narkotika Nasional Provinsi Jawa Timur. Penghargaan ini menjadi indikator keterlibatan masyarakat dalam membangun sistem pencegahan berbasis komunitas," tandasnya. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor: Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>DPRD Desak Penelusuran Menyeluruh Proyek Renovasi SMPN 4 Batu</title>
<link>https://suarajatimpost.com/dprd-desak-penelusuran-menyeluruh-proyek-renovasi-smpn-4-batu</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/dprd-desak-penelusuran-menyeluruh-proyek-renovasi-smpn-4-batu</guid>
<description><![CDATA[ Dorongan investigasi dari DPRD ini menempatkan proyek renovasi SMPN 4 sebagai ujian akuntabilitas pengelolaan pembangunan daerah. Penelusuran terhadap kontraktor pelaksana, mekanisme pengadaan, hingga potensi konsekuensi hukum diperkirakan akan menjadi agenda lanjutan dalam waktu dekat ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202602/image_870x580_699058122846b.webp" length="25474" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sat, 14 Feb 2026 19:19:50 +0700</pubDate>
<dc:creator>Choirul Anwar</dc:creator>
<media:keywords>Kota Batu, Sekolah, Mangkrak, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KOTA BATU, SJP</strong> — Sorotan terhadap mangkraknya proyek renovasi ruang guru dan ruang kepala sekolah di SMPN 4 Kota Batu terus menguat. Setelah diketahui kontraktor meninggalkan pekerjaan sejak September 2025, kalangan legislatif menilai persoalan tersebut harus diusut secara menyeluruh, termasuk kemungkinan masalah pada proses pengadaan.</p>
<p></p>
<p>Anggota DPRD Kota Batu Khamim Tohari pada Sabtu (14/2/2026) menegaskan dari data pada LPSE Kota Batu menunjukkan proyek yang bersumber dari APBD 2025 itu memiliki pagu anggaran Rp1,5 miliar dengan nilai kontrak Rp1,2 miliar. Namun pelaksanaan di lapangan hanya menyisakan pembongkaran atap dan pengerjaan pondasi cakar ayam sebelum pekerjaan dihentikan.</p>
<p></p>
<p>"Jelas ini mengherankan atas kegagalan proyek yang dikerjakan, kasus ini menjadi preseden buruk dalam pengelolaan proyek pembangunan pendidikan di daerah. Masak pembangunan semacam ini sampai gagal terlaksana. Banyak wali murid mempertanyakan hal ini kepada saya, apalagi sekolah itu berada di wilayah dapil saya,” ujarnya.</p>
<p></p>
<p>Ia juga membandingkan kondisi tersebut dengan pengalamannya mengawal proyek pembangunan fasilitas pendidikan sebelumnya saat pembangunan gedung SMPN 7 berjalan lancar. Sehingga wajar apabila muncul pertanyaan proyek yang berhenti di tengah jalan.</p>
<p></p>
<p>Politisi PDIP itu menegaskan pengawasan legislatif akan difokuskan pada aspek tata kelola anggaran dan proses tender. Menurutnya, proyek bernilai miliaran rupiah yang tidak selesai berpotensi bertentangan dengan prinsip efisiensi dan efektivitas pengelolaan keuangan daerah.</p>
<p></p>
<p>“Saya mendesak agar ditelusuri akar permasalahannya. Apakah ada yang salah dalam proses tender sehingga meloloskan kontraktor yang tidak memenuhi kriteria, atau ada indikasi lain seperti kutipan fee yang terlalu besar,” tegasnya.</p>
<p></p>
<p>Lebih jauh, ia menilai dampak proyek mangkrak tidak hanya administratif, tetapi juga menyentuh hak layanan dasar masyarakat karena ketika fasilitas pendidikan tidak terbangun maka bukan sekadar proyek gagal.</p>
<p>Namun juga menyangkut hak layanan publik dan arah kebijakan keuangan daerah yang seharusnya berdampak langsung pada peningkatan kualitas pendidikan. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor: Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Mangkraknya Proyek APBD Disorot, Fasilitas SMPN 4 Batu Jadi Korban Tata Kelola</title>
<link>https://suarajatimpost.com/mangkraknya-proyek-apbd-disorot-fasilitas-smpn-4-batu-jadi-korban-tata-kelola</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/mangkraknya-proyek-apbd-disorot-fasilitas-smpn-4-batu-jadi-korban-tata-kelola</guid>
<description><![CDATA[ Mandeknya proyek di SMPN 4 menempatkan sekolah sebagai pihak yang paling terdampak, sekaligus menjadi pengingat pentingnya kontrol ketat terhadap pelaksanaan pekerjaan konstruksi publik. Ketika proyek pendidikan gagal selesai tepat waktu, bukan hanya aset yang tertunda namun kualitas layanan belajar ikut dipertaruhkan. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202602/image_870x580_6990571f38607.webp" length="84096" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sat, 14 Feb 2026 18:32:31 +0700</pubDate>
<dc:creator>Choirul Anwar</dc:creator>
<media:keywords>Kota Batu, Mangkrak, Proyek</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KOTA BATU, SJP</strong> — Mandeknya pembangunan ruang guru dan ruang kepala sekolah di SMPN 4 Kota Batu bukan sekadar persoalan konstruksi terhenti. Kasus ini membuka pertanyaan soal pengawasan pelaksanaan proyek yang dibiayai APBD 2025 setelah kontraktor meninggalkan pekerjaan sejak September tahun lalu.</p>
<p></p>
<p>Kepala sekolah Henu Lismiyati pada Sabtu (14/2/2026) menguraikan struktur bangunan lama sudah terlanjur dibongkar, sementara progres fisik hanya menyisakan pondasi cakar ayam serta material yang ditinggalkan seperti geragal, besi, dan pasir.</p>
<p></p>
<p>“Proses belajar sedikit terganggu, terutama untuk praktik IPA. Laboratorium fisika dipakai untuk operasional tata usaha, sedangkan laboratorium biologi dipakai sebagai kelas,” ujarnya.</p>
<p></p>
<p>Kondisi tersebut menciptakan lingkungan sekolah yang tidak representatif dan memaksa aktivitas akademik beradaptasi dengan keterbatasan ruang terlebih dampaknya sudah terasa langsung terhadap operasional pendidikan.</p>
<p></p>
<p>Sedangkan untuk konsekuensi terhadap pelayanan internal sekolah di antaranya seperti para guru menempati ruang seadanya, bahkan sementara ini menggunakan ruang kelas. Ia juga memaparkan kondisi ini jelas tidak ideal, termasuk ketika harus menerima tamu atau menjalankan tugas administrasi.</p>
<p>Sementara itu. Kepala dinas, Alfi Nurhidayat menyampaikan bahwa langkah lanjutan masih menunggu audit dari Badan Pemeriksa Keuangan.</p>
<p></p>
<p>"Kalau hasil audit sudah keluar, kami akan konsultasikan ke pimpinan untuk menentukan langkah selanjutnya. Prinsipnya kami akan berupaya memberikan yang terbaik agar proses belajar mengajar tidak terganggu,” tandasnya.<strong> (*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Fokus Penataan Parkir–PKL dan Integrasi Kawasan Jadi Kunci Revitalisasi Pusat Kota</title>
<link>https://suarajatimpost.com/fokus-penataan-parkirpkl-dan-integrasi-kawasan-jadi-kunci-revitalisasi-pusat-kota</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/fokus-penataan-parkirpkl-dan-integrasi-kawasan-jadi-kunci-revitalisasi-pusat-kota</guid>
<description><![CDATA[ Pendekatan yang menitikberatkan pada penataan fungsi kawasan, pemerintah berharap pusat kota tak hanya tampil menarik secara visual, tetapi juga mampu menjadi ruang publik yang tertib, ramah pejalan kaki, dan menggerakkan ekonomi lokal secara berkelanjutan ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202602/image_870x580_698ee71e5e6db.webp" length="55190" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Fri, 13 Feb 2026 17:29:40 +0700</pubDate>
<dc:creator>Choirul Anwar</dc:creator>
<media:keywords>Kota Batu, Revitalisasi, Alun-alun, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KOTA BATU, SJP</strong> - Pemerintah Kota Batu mulai memprioritaskan penataan parkir dan pedagang kaki lima (PKL) sebagai titik krusial dalam rencana pembenahan kawasan pusat kota. Wakil Wali Kota Batu, Heli Suyanto pada Jumat (13/2/2026) menegaskan langkah tersebut menjadi pintu masuk menciptakan ruang publik yang tertib sekaligus mendukung aktivitas ekonomi warga.</p>
<p>Menurutnya, melalui program yang digarap Pemerintah Kota Batu penataan kawasan sekitar Alun-Alun Kota Batu tidak hanya diarahkan pada aspek estetika, tetapi juga pembenahan fungsi ruang. Pemerintah menargetkan integrasi fasilitas publik, jalur pejalan kaki, hingga pengelolaan parkir agar kawasan lebih nyaman dan produktif.</p>
<p>"Penataan ini selaras dengan visi pembangunan lima tahun ke depan dan menekankan bahwa revitalisasi tidak berhenti pada trotoar atau ornamen kota, melainkan menyentuh sistem aktivitas masyarakat yang selama ini menjadi sumber kepadatan kawasan," urainya.</p>
<p>Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa kajian teknis tengah disiapkan bersama Bapelitbangda Kota Batu untuk memetakan kebutuhan ruang dan konektivitas antar titik strategis pusat kota. Integrasi yang dimaksud mencakup koneksi pejalan kaki dari GOR Ganesha, kawasan alun-alun, hingga Batu Plaza.</p>
<p>Salah satu opsi konkret yang sedang dipertimbangkan adalah pemanfaatan aset pemerintah untuk parkir terpadu, termasuk kemungkinan relokasi kantor kelurahan agar lahannya bisa difungsikan ulang. Skema ini diproyeksikan mengurangi kemacetan sekaligus memberi ruang usaha yang lebih tertata bagi PKL.</p>
<p>"Meski sering dibandingkan dengan konsep heritage di Kayutangan Heritage, untuk pendekatan Batu tidak hanya sekadar meniru. Penataan akan disesuaikan karakter wilayah kota wisata berbasis alam dan pertanian di sekitar Kota Malang," imbuhnya.</p>
<p>Ia juga menyebut proses menuju Detail Engineering Design tetap berjalan sebelum implementasi fisik dilakukan. Namun realisasi proyek tidak lepas dari kendala anggaran. Heli mengingatkan gagasan revitalisasi sebenarnya sudah muncul sejak masa kepemimpinan Eddy Rumpoko, tetapi keterbatasan APBD dan kebijakan efisiensi membuat pengerjaan harus bertahap. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Fokus Penguatan Guru, Disdik Batu Dorong Digitalisasi dari Ruang Kelas</title>
<link>https://suarajatimpost.com/fokus-penguatan-guru-disdik-batu-dorong-digitalisasi-dari-ruang-kelas</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/fokus-penguatan-guru-disdik-batu-dorong-digitalisasi-dari-ruang-kelas</guid>
<description><![CDATA[ Disdik Batu menilai digitalisasi menjadi strategi realistis untuk memperkuat daya saing pendidikan daerah dan tidak hanya diposisikan sebagai tren, melainkan sebagai alat untuk menanamkan literasi digital, pola pikir kritis, dan kesiapan generasi muda menghadapi dinamika teknologi ke depan ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202602/image_870x580_698ee69c45d99.webp" length="53552" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Fri, 13 Feb 2026 16:51:32 +0700</pubDate>
<dc:creator>Choirul Anwar</dc:creator>
<media:keywords>Kota Batu, Digitalisasi, Pendidikan, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KOTA BATU, SJP</strong> – Alih-alih menitikberatkan pada pengadaan perangkat semata, transformasi digital pendidikan di Kota Batu kini diarahkan pada penguatan kapasitas pengajar sebagai fondasi perubahan.</p>
<p>Dinas Pendidikan Kota Batu menempatkan peningkatan kompetensi guru sebagai pintu masuk utama sebelum ekosistem pembelajaran berbasis teknologi diterapkan lebih luas di sekolah.</p>
<p>Kepala Dinas Pendidikan, Alfi Nurhidayat pada Jumat (13/2/2026) menegaskan, kesiapan sumber daya manusia menjadi faktor kunci agar digitalisasi tidak berhenti sebagai proyek perangkat. Pendampingan pembelajaran digital bagi tenaga pendidik tingkat sekolah dasar, baik negeri maupun swasta, telah digelar untuk memastikan guru mampu mengadaptasi metode pengajaran berbasis teknologi secara efektif.</p>
<p>"Langkah ini juga dilihat sebagai respons terhadap tantangan pendidikan nasional di Indonesia, mulai dari capaian literasi dan numerasi yang stagnan hingga ketimpangan akses teknologi antar wilayah," urainya. </p>
<p>Terlebih, agar sejalan dengan arah kebijakan percepatan digitalisasi pembelajaran pemerintah pusat, Disdik Batu menilai kesiapan guru akan menentukan kualitas implementasi di lapangan, bukan sekadar keberadaan perangkat digital di kelas.</p>
<p>Pendekatan yang dibangun mengarah pada pembentukan ekosistem pembelajaran menyeluruh. Program digitalisasi dirancang berbasis tiga komponen utama: teknologi pendukung, lingkungan kelas yang adaptif, serta proses pembelajaran interaktif.</p>
<p>"Konsep ini diwujudkan melalui pengembangan ruang kelas cerdas yang memanfaatkan papan interaktif digital, sistem kolaborasi daring, hingga evaluasi pembelajaran real-time," imbuhnya.</p>
<p>Selain pelatihan tenaga pendidik, dukungan infrastruktur tetap disiapkan melalui penyediaan laptop, akses internet satelit untuk wilayah tertentu, serta konten pembelajaran digital.</p>
<p>Namun fokus utama tetap pada kemampuan guru mengintegrasikan teknologi ke dalam pendekatan “deep learning” yang menekankan pemahaman bermakna, kesadaran belajar, dan suasana kelas yang partisipatif. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Pemkot Batu Dorong Pengembang Lengkapi Izin, 40 Perumahan Masih Bermasalah</title>
<link>https://suarajatimpost.com/pemkot-batu-dorong-pengembang-lengkapi-izin-40-perumahan-masih-bermasalah</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/pemkot-batu-dorong-pengembang-lengkapi-izin-40-perumahan-masih-bermasalah</guid>
<description><![CDATA[ Di tengah tingginya kebutuhan hunian, pemerintah menekankan bahwa percepatan pembangunan tetap harus dibarengi kepatuhan regulasi, karena kelengkapan izin menjadi dasar pemenuhan prasarana, sarana, dan utilitas serta jaminan keamanan bagi konsumen ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202602/image_870x580_698ee6100da30.webp" length="27066" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Fri, 13 Feb 2026 16:32:58 +0700</pubDate>
<dc:creator>Choirul Anwar</dc:creator>
<media:keywords>Kota Batu, Pengembang, Bermasalah, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KOTA BATU, SJP –</strong> Pemerintah Kota Batu meningkatkan pengawasan sekaligus pembinaan terhadap pengembang perumahan yang belum melengkapi legalitas. Dari total 123 kawasan perumahan yang berdiri, sebanyak 40 teridentifikasi belum memenuhi kelengkapan perizinan.</p>
<p>Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim) Kota Batu Arief As Siddiq pada Jumat (13/2/2026) mengatakan temuan tersebut diperoleh melalui pengawasan lapangan bersama Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP). Sebagian pembangunan dilakukan pengembang non-bonafit yang menggarap lahan pribadi menjadi perumahan tanpa prosedur administrasi lengkap.</p>
<p>“Kebanyakan perumahan tanpa kelengkapan perizinan dibuat oleh developer perorangan. Bahkan ada yang sudah dipromosikan ke konsumen,” ujarnya.</p>
<p>Sebagai langkah penanganan, Disperkim mengundang para pengembang untuk supervisi guna mendorong penyelesaian perizinan. Dari 40 pengembang yang diundang, hanya 20 yang hadir. Dalam pertemuan tersebut, pemerintah memetakan kendala teknis maupun administratif yang menghambat proses legalisasi.</p>
<p>Menurut Arief, pengurusan izin perumahan melibatkan lintas perangkat daerah, termasuk pemenuhan persyaratan teknis seperti PEIL banjir, kesesuaian tata ruang, dan lingkungan yang menjadi kewenangan DPUPR. Setelah persyaratan terpenuhi, Disperkim mengevaluasi rencana tapak (site plan) sebagai dasar rekomendasi teknis.</p>
<p>“Site plan menjadi acuan menyelaraskan kondisi lapangan dengan aturan tata ruang. Prosesnya sekitar 28 hari sejak dokumen lengkap diajukan,” jelasnya.</p>
<p>Ia menegaskan, dinas tetap membuka pendampingan bagi pengembang agar proses perizinan dapat dituntaskan. Namun, dokumen yang tidak lengkap tidak dapat diproses lebih lanjut.</p>
<p>Di sisi lain, kebutuhan hunian di Kota Batu masih tinggi dengan backlog sekitar 7.000 unit. Pada 2025 tercatat 13 pengembang mengajukan izin pembangunan perumahan, sedangkan hingga 2026 baru dua pengajuan masuk.</p>
<p>Arief mengingatkan bahwa pembangunan tanpa legalitas berpotensi merugikan masyarakat, khususnya terkait pemenuhan prasarana, sarana, dan utilitas (PSU).</p>
<p>“Karena itu pengembang harus mengikuti ketentuan agar konsumen tidak dirugikan,” pungkasnya. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Pemkot Batu Matangkan Skema Teknis Rumah Subsidi, Validasi Data Penerima Mulai Disiapkan</title>
<link>https://suarajatimpost.com/pemkot-batu-matangkan-skema-teknis-rumah-subsidi-validasi-data-penerima-mulai-disiapkan</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/pemkot-batu-matangkan-skema-teknis-rumah-subsidi-validasi-data-penerima-mulai-disiapkan</guid>
<description><![CDATA[ Program rumah subsidi dimaksudkan agar tidak hanya mengurangi backlog perumahan, tetapi juga menjadi fondasi penataan permukiman yang lebih inklusif di Kota Batu. Pemkot menilai keberhasilan tahap awal pembangunan akan menjadi indikator untuk memperluas cakupan program pada tahun-tahun berikutnya ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202602/image_870x580_698db5d014adf.webp" length="88660" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 12 Feb 2026 20:14:55 +0700</pubDate>
<dc:creator>Choirul Anwar</dc:creator>
<media:keywords>Kota Batu, Rumah, Subsidi, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KOTA BATU, SJP - </strong>Setelah menyatakan kesiapan merealisasikan pembangunan 1.000 unit rumah subsidi bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR), Pemerintah Kota Batu mulai mematangkan skema teknis pelaksanaan program tersebut. Salah satu fokus utama yang disiapkan saat ini adalah validasi data calon penerima serta penataan mekanisme distribusi agar tepat sasaran.</p>
<p>Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim) Kota Batu Arief As Siddiq pada Kamis (12/2/2026) mengatakan pendataan calon penerima menjadi tahap krusial sebelum pembangunan fisik dimulai. Pemkot berupaya memastikan rumah subsidi benar-benar diperuntukkan bagi warga yang memenuhi kriteria.</p>
<p>“Kami akan melakukan sinkronisasi data dengan berbagai instansi, termasuk data kependudukan dan basis data kesejahteraan. Ini penting agar program tidak disalahgunakan,” ujarnya.</p>
<p>Selain validasi penerima, Pemkot juga tengah menyiapkan konsep kawasan hunian yang tidak hanya berfokus pada penyediaan unit rumah, tetapi juga keberlanjutan lingkungan permukiman. Infrastruktur dasar seperti jaringan jalan, drainase, serta fasilitas umum dan sosial akan dimasukkan dalam perencanaan awal.</p>
<p>Menurut Arief, pendekatan kawasan terpadu diperlukan agar pembangunan rumah subsidi tidak memunculkan persoalan baru di kemudian hari, seperti kepadatan tanpa fasilitas pendukung.</p>
<p>“Kami tidak ingin sekadar membangun rumah. Kawasan harus layak huni, memiliki akses mobilitas, serta mendukung aktivitas ekonomi masyarakat,” imbuhnya.</p>
<p>Di sisi lain, koordinasi dengan pengembang dan lembaga pembiayaan terus diperkuat, terutama terkait skema pembiayaan Kredit Pemilikan Rumah (KPR) subsidi. Pemkot menilai dukungan sektor perbankan menjadi faktor penentu keterjangkauan bagi MBR.</p>
<p>Pemkot juga mulai memetakan potensi hambatan, termasuk fluktuasi harga lahan dan kesiapan pengembang memenuhi standar teknis pembangunan rumah bersubsidi. Karena itu, komunikasi intensif dengan asosiasi pengembang terus dilakukan agar perencanaan tetap realistis.</p>
<p>Jika seluruh tahapan berjalan sesuai jadwal, proses penetapan penerima dan finalisasi kawasan ditargetkan rampung sebelum pembangunan fisik dimulai pada pertengahan 2026. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Kapolres Batu Soroti Jejak Digital Pelaku Curat Emas, Korban Jadi Target Usai Unggahan Medsos</title>
<link>https://suarajatimpost.com/kapolres-batu-soroti-jejak-digital-pelaku-curat-emas-korban-jadi-target-usai-unggahan-medsos</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/kapolres-batu-soroti-jejak-digital-pelaku-curat-emas-korban-jadi-target-usai-unggahan-medsos</guid>
<description><![CDATA[ Meskipun tersangka telah diamankan dan proses hukum berjalan, pihak kepolisian memastikan pengawasan terhadap potensi kejahatan serupa terus diperkuat guna menjaga situasi kamtibmas tetap kondusif di wilayah Kota Batu ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202602/image_870x580_698db34cd39c5.webp" length="44550" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 12 Feb 2026 19:44:28 +0700</pubDate>
<dc:creator>Choirul Anwar</dc:creator>
<media:keywords>Kota Batu, Logam Mulia, Jejak Digital, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KOTA BATU, SJP</strong> <strong>-</strong> Kepolisian mengungkap motif dan pola aksi dua pelaku pencurian dengan pemberatan yang membobol rumah warga di kawasan Purwantoro, Desa Tlekung, Kecamatan Junrejo.</p>
<p>Kapolres Batu AKBP Aris Purwanto pada Kamis (12/6/2026) menegaskan dalam pers rilis di Mapolres, kasus ini menjadi contoh bagaimana aktivitas di media sosial dapat dimanfaatkan pelaku kejahatan untuk menentukan target.</p>
<p>Peristiwa terjadi pada 6 Februari 2026 sekira pukul 18.30 WIB saat korban berinisial AN meninggalkan rumah untuk mengikuti kegiatan keagamaan. Dari hasil penyelidikan, korban diketahui aktif melakukan jual beli emas dan kerap mempublikasikan aktivitasnya melalui media sosial. Informasi tersebut dimanfaatkan pelaku untuk mengetahui alamat sekaligus memastikan kondisi rumah sedang kosong.</p>
<p>“Pelaku mengetahui kebiasaan korban dan memanfaatkan informasi yang diperoleh dari media sosial. Saat korban tidak berada di rumah, mereka datang dan masuk melalui jendela,” ujarnya.</p>
<p>Dua pelaku berinisial REW (30) dan DNQ (30), warga Kecamatan Junrejo yang diketahui tidak memiliki pekerjaan tetap, kemudian menggeledah sejumlah kamar hingga menemukan tiga kotak penyimpanan logam mulia.</p>
<p>Mereka membawa kabur 210 keping emas dengan total berat sekitar 44 gram serta 10 keping perak seberat kurang lebih 89 gram. Untuk masuk dan keluar rumah, pelaku mencongkel bagian jendela menggunakan pisau.</p>
<p>Hasil curian tersebut kemudian digadaikan dengan nilai sekitar Rp 24 juta dan uangnya dibagi dua. Polisi yang melakukan pengembangan kasus akhirnya menangkap kedua pelaku dan menjerat mereka dengan pasal pencurian dengan pemberatan dengan ancaman pidana penjara hingga 9 tahun.</p>
<p>"Selain penegakan hukum, kasus ini menjadi peringatan bagi masyarakat agar lebih berhati-hati dalam membagikan informasi pribadi di ruang digital. Kami mengimbau masyarakat untuk bijak menggunakan media sosial, terutama terkait aktivitas yang berpotensi mengundang risiko keamanan,” pungkasnya. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Cekcok dan Aniaya Pemotor di Jalan Raya Gumul Kota Batu, Sopir Dump Truck Diamankan</title>
<link>https://suarajatimpost.com/cekcok-dan-aniaya-pemotor-di-jalan-raya-gumul-kota-batu-sopir-dump-truck-diamankan</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/cekcok-dan-aniaya-pemotor-di-jalan-raya-gumul-kota-batu-sopir-dump-truck-diamankan</guid>
<description><![CDATA[ Kapolres Batu AKBP Aris Purwanto menegaskan, kasus ini menjadi pengingat bahwa pelanggaran lalu lintas yang disertai emosi dapat berkembang menjadi tindak kriminal. Polisi menekankan proses hukum akan berjalan sesuai prosedur hingga berkas perkara dinyatakan lengkap ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202602/image_870x580_698db2a327cad.webp" length="44626" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 12 Feb 2026 18:59:43 +0700</pubDate>
<dc:creator>Choirul Anwar</dc:creator>
<media:keywords>Kota Batu, Pujon, Penganiayaan</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KOTA BATU, SJP</strong> – Penanganan kasus penganiayaan di ruas Jalan Raya Gumul, Desa Kedungrejo, Kecamatan Pujon, Kabupaten Malang, terus berlanjut. Polisi mengamankan sopir dump truck yang diduga terlibat dalam insiden tersebut setelah sebelumnya terjadi konflik di jalan akibat manuver kendaraan yang membahayakan pengguna lain.</p>
<p>Kapolres Batu AKBP Aris Purwanto dalam pers rilis yang digelar di halaman Mapolres pada Kamis (12/2/2026) menjelaskan, peristiwa bermula ketika dump truck yang melaju dari arah Ngantang menuju Batu melakukan aksi mendahului secara memaksa meski marka jalan sudah jelas melarang.</p>
<p>"Manuver itu membuat sepeda motor korban hampir bertabrakan, memicu cekcok hingga berujung kekerasan. Dalam kejadian itu, pelaku memukul korban menggunakan kunci roda truk. Pukulan tersebut mengakibatkan korban mengalami luka robek sepanjang sekitar 3 sentimeter di bagian kepala serta luka lebam di lengan," urainya.</p>
<p>Aris melanjutkan beruntungnya korban kemudian cepat menjalani perawatan medis dan kini berada di rumahnya. Polisi sendiri juga memastikan tidak ditemukan indikasi pelaku berada di bawah pengaruh alkohol saat kejadian.</p>
<p>Namun tindakan mendahului secara melanggar marka dinilai menjadi pemicu awal konflik di jalan raya yang berujung tindak pidana. Sementara itu pengembangan penyelidikan mengarah pada pengamanan pelaku yang dilakukan di sebuah penginapan di wilayah Pujon pada Selasa siang hari.</p>
<p>"Pelaku kemudian dibawa untuk proses hukum lebih lanjut dan dijerat Pasal 466 KUHP sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP dengan ancaman pidana penjara maksimal 2 tahun 6 bulan," tandasnya. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Calon Pengantin Asal Kediri Alami Kepala Bocor Usai Dipalu Sopir Truk</title>
<link>https://suarajatimpost.com/calon-pengantin-asal-kediri-alami-kepala-bocor-usai-dipalu-sopir-truk</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/calon-pengantin-asal-kediri-alami-kepala-bocor-usai-dipalu-sopir-truk</guid>
<description><![CDATA[ Korban kemudian dilarikan ke Klinik Nurul Iksan untuk mendapatkan penanganan medis. Akibat serangan tersebut, korban menderita luka robek di kepala belakang yang memerlukan tiga jahitan serta luka lebam di lengan kiri. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202602/image_870x580_698c1eb1e1a8d.webp" length="35676" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 11 Feb 2026 15:00:11 +0700</pubDate>
<dc:creator>Choirul Anwar</dc:creator>
<media:keywords>Kota Batu, Penganiayaan, Pujon</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KOTA BATU, SJP</strong> — Aksi koboi jalanan yang melibatkan seorang sopir truk dan pengendara sepeda motor di wilayah Pujon, Kabupaten Malang, berakhir di jeruji besi. </p>
<p>Insiden berdarah yang sempat viral di media sosial tersebut mengakibatkan korban, seorang calon pengantin, mengalami luka serius di bagian kepala akibat hantaman palu.</p>
<p>Kasat Reskrim Polres Batu, AKP Joko Suprianto, mengonfirmasi bahwa korban bernama Ari Bias Mahabbah (27), warga Kediri, telah resmi melaporkan penganiayaan tersebut. Polisi bergerak cepat dan berhasil mengamankan tersangka bernama Suntoro (41), warga Blitar.</p>
<p>"Laporan kami terima terkait peristiwa pada Minggu (8/2/2026) siang. Saat ini tersangka sudah diamankan untuk proses penyelidikan lebih lanjut," tegas AKP Joko Suprianto, Rabu (11/2/2026).</p>
<p>Peristiwa bermula saat korban tengah berboncengan dengan calon istrinya menggunakan sepeda motor Honda Scoopy bernopol N 3018 OR menuju Kediri. </p>
<p>Setibanya di Jalan Raya Gumul, Desa Kedungrejo, sebuah dump truck yang dikemudikan tersangka melakukan manuver berbahaya dengan memakan marka jalan dari arah berlawanan.</p>
<p>Korban yang nyaris tertabrak kemudian menghentikan kendaraannya di depan truk tersebut. Cekcok mulut tak terelakkan setelah korban mendengar umpatan dari sang sopir.</p>
<p>"Situasi memanas ketika pengemudi turun dari kendaraan. Terjadi adu mulut yang berujung pada pemukulan terhadap korban lebih dari satu kali. Tersangka kemudian mengambil palu dan menghantamkannya ke lengan korban dua kali, serta satu kali ke arah kepala hingga menyebabkan pendarahan," urainya.</p>
<p>Meski dalam kondisi terluka, korban sempat berusaha mengejar pelaku hingga ke daerah Ngabab, Pujon, namun kehilangan jejak. </p>
<p>Korban kemudian dilarikan ke Klinik Nurul Iksan untuk mendapatkan penanganan medis. Akibat serangan tersebut, korban menderita luka robek di kepala belakang yang memerlukan tiga jahitan serta luka lebam di lengan kiri.</p>
<p>Pihak Satreskrim Polres Batu yang melakukan pendalaman akhirnya berhasil mengidentifikasi dan meringkus Suntoro. </p>
<p>Selain mengamankan pelaku, polisi kini tengah melengkapi alat bukti dan memeriksa sejumlah saksi mata di lokasi kejadian.</p>
<p>"Kasus ini kami proses dengan sangkaan tindak pidana penganiayaan sebagaimana diatur dalam Pasal 466 ayat 1 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP," pungkasnya. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Pemkot Batu Siapkan Skema Implementasi ZePlass</title>
<link>https://suarajatimpost.com/pemkot-batu-siapkan-skema-implementasi-zeplass</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/pemkot-batu-siapkan-skema-implementasi-zeplass</guid>
<description><![CDATA[ Selain aspek regulasi, Pemkot Batu tengah menyiapkan koordinasi lintas sektoral untuk memastikan sinkronisasi kebijakan. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202602/image_870x580_698c17b953e55.webp" length="20086" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 11 Feb 2026 14:30:52 +0700</pubDate>
<dc:creator>Choirul Anwar</dc:creator>
<media:keywords>Kota Batu, Zeplass, Regulasi</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KOTA BATU, SJP</strong> — Pemerintah Kota (Pemkot) Batu mulai menyiapkan langkah konkret untuk mengimplementasikan program <em>Zero</em> Plastik Sekali Pakai (ZePlass) di lingkungan sekolah. </p>
<p>Wakil Wali Kota Batu, Heli Suyanto, menegaskan bahwa pengurangan sampah plastik harus diwujudkan melalui kebijakan dan mekanisme teknis yang terukur, bukan sekadar dukungan simbolis.</p>
<p>Dalam keterangannya pada Rabu (11/2/2026), Heli menguraikan bahwa langkah awal yang ditempuh adalah menyiapkan payung hukum guna memberikan dasar kuat bagi satuan pendidikan.</p>
<p>“Kami akan mengkaji penerbitan Surat Edaran Wali Kota atau minimal SK Kepala Dinas Pendidikan Kota Batu sebagai landasan pelaksanaan. Payung hukum ini penting agar sekolah memiliki dasar dalam mengalokasikan anggaran serta menyusun aturan internal yang selaras dengan semangat ZePlass,” ujar Heli.</p>
<p>Selain aspek regulasi, Pemkot Batu tengah menyiapkan koordinasi lintas sektoral untuk memastikan sinkronisasi kebijakan. </p>
<p>Heli menyebut pihaknya akan berkoordinasi intensif dengan Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur serta memetakan kesiapan sekolah mulai tingkat PAUD hingga SMP agar implementasi program tidak tumpang tindih.</p>
<p>Pada tahap operasional, Pemkot Batu akan mendorong pendekatan berbasis partisipasi siswa. Sekolah diminta menunjuk perwakilan siswa sebagai duta lingkungan yang bertugas mengawasi dan memotivasi rekan sebaya. Pendekatan antarsiswa (<em>peer-to-peer</em>) dinilai lebih efektif dalam membangun kebiasaan kolektif dibandingkan instruksi formal.</p>
<p>Selanjutnya, program ini akan mencakup kegiatan audit sampah melalui pemilahan rutin. Evaluasi berkala terhadap volume sampah plastik diharapkan menjadi alat ukur perubahan perilaku sekaligus sarana edukasi bagi siswa.</p>
<p>“Melihat dampak konsumsi secara nyata adalah cara paling efektif membangun kesadaran. Dari situ, sekolah bisa mengevaluasi langkah yang perlu diperbaiki,” jelasnya.</p>
<p>Pemkot Batu juga menyadari pentingnya dukungan sarana prasarana. Oleh karena itu, sekolah diberikan waktu untuk menyiapkan fasilitas pendukung, seperti area pencucian peralatan makan dan titik pengisian air minum (<em>water station</em>).</p>
<p>Pelaksanaan ZePlass dirancang secara bertahap, dimulai dari fase sosialisasi kepada kepala sekolah, komite, dan pengelola kantin, hingga peluncuran resmi pada awal semester mendatang. </p>
<p>Evaluasi lapangan akan dilakukan tiga bulan setelah program berjalan untuk mengidentifikasi hambatan di tingkat sekolah.</p>
<p>“Pendekatan bertahap diperlukan agar kebijakan dapat diterima seluruh pihak dan berkelanjutan. Kami mengutamakan langkah kecil yang konsisten. Targetnya jelas, volume sampah plastik di sekolah harus berkurang secara nyata,” tegas Heli.</p>
<p>Ia menambahkan, keberhasilan program di lingkungan sekolah diharapkan memberikan dampak luas terhadap budaya pelestarian lingkungan di Kota Batu sebagai destinasi wisata berbasis alam. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Kota Batu Matangkan Integrasi Program Perintis Berdaya Connect</title>
<link>https://suarajatimpost.com/kota-batu-matangkan-integrasi-program-perintis-berdaya-connect</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/kota-batu-matangkan-integrasi-program-perintis-berdaya-connect</guid>
<description><![CDATA[ Langkah ini diambil pascapertemuan Wali Kota Batu, Nurochman, dengan pemerintah pusat guna membahas kesiapan implementasi program tersebut di Kota Batu. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202602/image_870x580_698c18801fa69.webp" length="32682" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 11 Feb 2026 12:50:39 +0700</pubDate>
<dc:creator>Choirul Anwar</dc:creator>
<media:keywords>Kota Batu, Perintis Berdaya Connect, Ekonomi Kreatif</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KOTA BATU, SJP</strong> — Pemerintah Kota Batu mulai mematangkan langkah integrasi program Perintis Berdaya Connect ke dalam ekosistem pemberdayaan ekonomi daerah. </p>
<p>Langkah ini diambil pascapertemuan Wali Kota Batu, Nurochman, dengan pemerintah pusat guna membahas kesiapan implementasi program tersebut di Kota Batu.</p>
<p>Dalam wawancara pada Rabu (11/2/2026), Nurochman mengungkapkan bahwa pihaknya telah mengikuti rangkaian koordinasi dengan Deputi Bidang Koordinasi Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat Kemenko PMK. </p>
<p>Ia menegaskan bahwa Pemerintah Kota (Pemkot) Batu tidak sekadar menyambut program secara simbolis, melainkan langsung memetakan integrasi dengan program pemberdayaan ekonomi daerah yang sudah berjalan.</p>
<p>"Pendekatan ini penting agar layanan terpadu pemerintah pusat memberikan dampak nyata bagi masyarakat. Kami sedang memetakan potensi dari sektor UMKM, koperasi, hingga ekonomi kreatif untuk dihubungkan dengan Perintis Berdaya Connect. Tujuannya agar implementasi tepat sasaran dan sinergis," ujar politisi yang karib disapa Cak Nur tersebut.</p>
<p>Ia menjelaskan, fokus utama Pemkot saat ini adalah memperkuat peran fasilitas yang ada, seperti Pusat Layanan Usaha Terpadu (PLUT) K-UMKM dan sentra usaha masyarakat, sebagai titik integrasi layanan. </p>
<p>Secara teknis, sambung dia, koordinasi lintas perangkat daerah telah diinstruksikan untuk memastikan kesiapan data serta kebutuhan lapangan.</p>
<p>Lebih lanjut, ia menekankan peluang Kota Batu untuk menjadi daerah percontohan (pilot project) program tersebut. Namun, hal itu mensyaratkan kolaborasi lintas sektor melalui pendekatan hexa-helix yang melibatkan pemerintah, elaku usaha, akademisi, media, komunitas dan asyarakat. </p>
<p>"Kami melihat ini sebagai kesempatan memperluas lapangan kerja dan memperkuat daya saing ekonomi lokal. Kolaborasi yang optimal akan berdampak pada penurunan kerentanan ekonomi masyarakat," tegasnya.</p>
<p>Hasil diskusi dengan pemerintah pusat menjadi dasar bagi Pemkot untuk memetakan kebutuhan nyata pelaku usaha di lapangan. </p>
<p>Nurochman menilai pendekatan ini penting agar program tidak bersifat administratif semata, melainkan mampu menjawab tantangan konkret pelaku ekonomi lokal.</p>
<p>"Program ini relevan dengan arah pembangunan ekonomi kami. Kami mendorong agar infrastruktur pendampingan, pelatihan, hingga akses pembiayaan terkoneksi dalam satu ekosistem yang mendukung wirausaha mandiri," pungkasnya. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Dindik Jatim Gaungkan ZePlass, Kota Batu Siap Adaptasi ke Sekolah</title>
<link>https://suarajatimpost.com/dindik-jatim-gaungkan-zeplass-kota-batu-siap-adaptasi-ke-sekolah</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/dindik-jatim-gaungkan-zeplass-kota-batu-siap-adaptasi-ke-sekolah</guid>
<description><![CDATA[ Program Zeplass yang berasal dari tingkat provinsi dan kesiapan adaptasi di daerah merupakan salah satu upaya penguatan budaya pengurangan plastik melalui sekolah dan dimaksudkan untuk menjadi gerakan kolektif yang berdampak luas terhadap lingkungan. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202602/image_870x580_698afa5c19496.webp" length="27940" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Tue, 10 Feb 2026 17:30:59 +0700</pubDate>
<dc:creator>Choirul Anwar</dc:creator>
<media:keywords>Kota Batu, Zeplass, Dindik</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KOTA BATU, SJP</strong> — Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur terus menggaungkan program ZePlass (Zero Plastik Sekali Pakai) sebagai bagian dari penguatan budaya peduli lingkungan di lingkungan pendidikan. Program ini mendorong siswa dan guru meninggalkan plastik sekali pakai melalui kebiasaan sederhana seperti membawa tumbler dan kotak makan sendiri.</p>
<p>Kepala Dinas Pendidikan Jawa Timur Aries Agung Paewai pada Rabu (10/2/2026) menegaskan, gerakan tersebut bukan sekadar seremoni, melainkan langkah konkret membangun kesadaran lingkungan sejak dini melalui ekosistem sekolah.</p>
<p>“Program ZePlass ini bukan sekadar seremoni, tetapi langkah nyata membangun budaya peduli lingkungan di sekolah. Melalui kebiasaan sederhana seperti membawa tumbler dan tempat makan sendiri, kita menanamkan kesadaran kepada guru dan peserta didik untuk mengurangi sampah plastik sekali pakai,” ujarnya.</p>
<p>Menurutnya, sekolah merupakan titik strategis perubahan budaya masyarakat. Jika praktik ramah lingkungan menjadi kebiasaan di ruang belajar, dampaknya dapat meluas hingga ke keluarga dan lingkungan sekitar.</p>
<p>Gaung program tersebut mendapat respons positif dari Pemerintah Kota Batu. Wakil Wali Kota Batu Heli Suyanto menyatakan dukungan penuh terhadap inisiatif yang diusung Pemprov Jatim tersebut.</p>
<p>“Saya sangat mengapresiasi langkah Dinas Pendidikan Pemprov Jatim. Sekolah adalah laboratorium peradaban. Jika kita ingin mengubah budaya bangsa, kita harus memulainya dari bangku sekolah,” kata Heli.</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202602/image_870x_698afac706277.webp" alt=""></p>
<p>Ia menilai ZePlass tidak hanya soal pengurangan plastik, tetapi juga pembentukan karakter siswa melalui tanggung jawab, disiplin, dan empati terhadap lingkungan.</p>
<p>“Program ini bukan hanya soal melarang plastik, tetapi membangun karakter. Jika ekosistem pendidikan bergerak serentak, dampaknya terhadap pengurangan sampah plastik di Jawa Timur akan sangat signifikan,” lanjutnya.</p>
<p>Sebagai kota wisata yang bergantung pada kelestarian alam, Kota Batu melihat program ini relevan untuk diadaptasi. Edukasi zero plastik di sekolah dinilai dapat menjadi fondasi gerakan Batu Zero Waste sekaligus membentuk siswa sebagai duta lingkungan.</p>
<p>Pemkot Batu juga akan langkah implementasi teknis, di antaranya penunjukan duta ZePlass dari kalangan siswa serta kegiatan audit sampah melalui gerakan pemilahan rutin di sekolah.</p>
<p>Selain itu, pemerintah daerah juga akan menempuh mekanisme legalitas melalui kajian penerbitan Surat Edaran Wali Kota atau SK Dinas Pendidikan sebagai payung hukum pelaksanaan program.</p>
<p>Koordinasi dengan Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur juga akan dilakukan untuk memastikan sinkronisasi kebijakan, sekaligus pemetaan kesiapan sekolah mulai jenjang PAUD hingga SMP.</p>
<p>Dari sisi waktu pelaksanaan, Pemkot Batu menyiapkan tahapan bertahap mulai sosialisasi kepada sekolah dan pengelola kantin, persiapan sarana pendukung seperti titik pengisian air minum, hingga peluncuran implementasi pada awal semester mendatang. Evaluasi lapangan direncanakan dilakukan tiga bulan setelah program berjalan.</p>
<p>“Lebih baik memulai dengan langkah kecil yang konsisten daripada rencana besar yang berhenti di atas kertas. Kami ingin di tahun ajaran baru nanti, pemandangan botol plastik di tempat sampah sekolah sudah berkurang drastis,” tandasnya.<strong> (*)</strong></p>
<p><strong>Editor: Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Penuhi Standar Keselamatan, Wahana Pendulum 360 Jatim Park 1 Kembali Beroperasi</title>
<link>https://suarajatimpost.com/penuhi-standar-keselamatan-wahana-pendulum-360-jatim-park-1-kembali-beroperasi</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/penuhi-standar-keselamatan-wahana-pendulum-360-jatim-park-1-kembali-beroperasi</guid>
<description><![CDATA[ Evaluasi mencakup pembaruan Standar Operasional Prosedur (SOP), pemeriksaan rutin sebelum dan sesudah operasional, serta penguatan mekanisme pengawasan selama wahana berjalan. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202602/image_870x580_698ac7347e2bd.webp" length="20180" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Tue, 10 Feb 2026 11:50:55 +0700</pubDate>
<dc:creator>Choirul Anwar</dc:creator>
<media:keywords>Kota Batu, Pendulum 360 derajat, JTP</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KOTA BATU, SJP</strong> — Wahana Pendulum 360 di Jawa Timur Park 1 resmi kembali beroperasi setelah menjalani evaluasi keselamatan menyeluruh.</p>
<p>Wahana ini mulai dibuka sejak Sabtu pekan lalu dan hingga Selasa (10/2/2026), telah melayani pengunjung selama lima hari.</p>
<p><em>Manager Marketing and Public Relations</em> Jawa Timur Park Group, Titik S. Ariyanto, menyampaikan bahwa pengoperasian kembali ini dilakukan setelah peninjauan komprehensif terhadap aspek teknis, operasional, serta penerapan prosedur keselamatan berlapis.</p>
<p>"Evaluasi mencakup pembaruan Standar Operasional Prosedur (SOP), pemeriksaan rutin sebelum dan sesudah operasional, serta penguatan mekanisme pengawasan selama wahana berjalan," ujar Titik.</p>
<p>Ia menegaskan bahwa keselamatan pengunjung merupakan prioritas utama dalam setiap keputusan operasional.</p>
<p>Pengoperasian kembali Pendulum 360 disebut sebagai hasil dari proses evaluasi menyeluruh yang dilakukan secara saksama.</p>
<p>Selain penyesuaian SOP, seluruh operator wahana telah menjalani pelatihan ulang (<em>retraining</em>) guna meningkatkan kompetensi teknis dan pemahaman terhadap standar keselamatan.</p>
<p>"Dari sisi teknis, pemeriksaan menyeluruh juga dilakukan pada sistem mekanikal, elektrikal, serta struktur wahana untuk memastikan seluruh komponen dalam kondisi optimal sebelum kembali dioperasikan," imbuhnya.</p>
<p>Sebagai langkah penguatan tambahan, manajemen menerapkan sistem pengawasan operasional berkelanjutan. Hal ini bertujuan untuk memastikan konsistensi penerapan prosedur keselamatan sekaligus meminimalkan potensi risiko di lapangan.</p>
<p>Pendekatan tersebut merupakan bagian dari komitmen perusahaan untuk menjaga kepercayaan publik sekaligus menghadirkan pengalaman rekreasi yang aman dan nyaman bagi seluruh pengunjung. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Tiga Kandang Ternak di Batu Terbakar, 15 Ribu Ayam Tewas Terpanggang</title>
<link>https://suarajatimpost.com/tiga-kandang-ternak-di-batu-terbakar-15-ribu-ayam-tewas-terpanggang</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/tiga-kandang-ternak-di-batu-terbakar-15-ribu-ayam-tewas-terpanggang</guid>
<description><![CDATA[ Dari total 45 ribu ekor ayam di lokasi, sekitar 30 ribu ekor berhasil diselamatkan. Sementara itu, 15 ribu ekor lainnya mati terbakar dengan nilai kerugian mencapai sekitar Rp1 miliar. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202602/image_870x580_698ac8b6cdb78.webp" length="35122" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Tue, 10 Feb 2026 10:50:55 +0700</pubDate>
<dc:creator>Choirul Anwar</dc:creator>
<media:keywords>Kota Batu, Kebakaran, Peternakan</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KOTA BATU, SJP</strong> — Kebakaran hebat melanda peternakan ayam milik Sucipto Silet di Jalan Jalibar, Dusun Dresel, Desa Oro-oro Ombo, Kecamatan Batu, Kota Batu, pada Selasa (10/2/2026) sekitar pukul 04.00 WIB. </p>
<p>Peristiwa tersebut menghanguskan tiga bangunan kandang beserta 15 ribu ekor ayam, dengan total kerugian materiil ditaksir mencapai Rp1 miliar.</p>
<p>Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Kota Batu, Agung Sedayu, menjelaskan bahwa api dengan cepat melahap bangunan kandang yang mayoritas berbahan material mudah terbakar. Dari total enam kandang di lokasi, separuhnya ludes terbakar.</p>
<p>"Berdasarkan keterangan anak pemilik kandang, Otto Sugianto, ayam yang menjadi korban kebakaran masih berusia sekitar 15 hari. Saat kejadian, kandang tersebut sedang menggunakan pemanas berbahan gas elpiji," ujar Agung.</p>
<p>Mengenai rincian kerugian, dari total 45 ribu ekor ayam di lokasi, sekitar 30 ribu ekor berhasil diselamatkan. Sementara itu, 15 ribu ekor lainnya mati terbakar dengan nilai kerugian mencapai sekitar Rp1 miliar.</p>
<p>Dugaan sementara menunjukkan sumber api berasal dari ledakan tabung elpiji yang digunakan sebagai pemanas suhu kandang. Kebocoran gas diduga memicu percikan api yang kemudian menyambar material bangunan hingga menjalar dengan cepat.</p>
<p>"Tujuh penjaga kandang yang berada di lokasi sempat berupaya memadamkan api secara mandiri. Namun, karena kobaran api sulit dikendalikan, mereka segera melaporkan kejadian tersebut kepada petugas pemadam kebakaran," tambahnya.</p>
<p>Proses pemadaman melibatkan 21 personel yang terbagi dalam dua regu, yakni 14 personel Regu Yudha dan tujuh personel Regu Brama. Sebanyak tujuh unit armada dikerahkan, terdiri dari unit Gajah 3, Gajah 4, Gajah 2, satu unit komando, satu unit <em>rescue</em>, serta dua unit suplai air.</p>
<p>Petugas menerima laporan kebakaran tepat pukul 04.00 WIB. Setibanya di lokasi, petugas langsung mengisolasi jalur api guna mencegah perambatan ke kandang lainnya. Setelah api terkendali, petugas melanjutkan proses dengan pembasahan menyeluruh.</p>
<p>"Pembasahan dilakukan untuk memastikan tidak ada titik api tersisa dan mencegah kebakaran susulan. Proses pemadaman hingga investigasi dinyatakan selesai dalam kondisi aman pada pukul 07.20 WIB," pungkas Agung. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>BKPSDM Kota Batu Kebut Persiapan Seleksi Terbuka Jabatan Sekda Definitif</title>
<link>https://suarajatimpost.com/bkpsdm-kota-batu-kebut-persiapan-seleksi-terbuka-jabatan-sekda-definitif</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/bkpsdm-kota-batu-kebut-persiapan-seleksi-terbuka-jabatan-sekda-definitif</guid>
<description><![CDATA[ Seleksi akan berlangsung secara terbuka dan demokratis karena penilaian sepenuhnya berada di tangan Pansel independen. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202602/image_870x580_69898a90aeb42.webp" length="29790" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 09 Feb 2026 15:30:13 +0700</pubDate>
<dc:creator>Choirul Anwar</dc:creator>
<media:keywords>Kota Batu, BKPSDM, Open Bidding</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KOTA BATU, SJP</strong> — Proses pengisian jabatan Sekretaris Daerah (Sekda) definitif Kota Batu mulai memasuki tahap teknis. Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Batu memastikan persiapan seleksi terbuka (<em>open bidding</em>) terus dipercepat, mulai dari koordinasi regulasi hingga pembentukan Panitia Seleksi (Pansel).</p>
<p>Kepala BKPSDM Kota Batu, Santi Restuningsasi, pada Senin (9/2/2026) menegaskan bahwa seluruh tahapan dijalankan sesuai ketentuan perundang-undangan, termasuk Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 3 Tahun 2018 serta regulasi kepegawaian lainnya.</p>
<p>"Calon harus sedang atau pernah menduduki Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT) Pratama, atau minimal jabatan Administrator maupun fungsional ahli madya selama dua tahun. Perpres tersebut menjadi dasar pengaturan penunjukan pejabat Sekda sementara untuk mengisi kekosongan jabatan dalam struktur pemerintahan daerah," papar Santi.</p>
<p>Selain persyaratan jabatan, batas usia peserta juga menjadi perhatian utama. Santi menyebutkan bahwa batas usia maksimal mengikuti surat edaran terkait pengangkatan JPT Pratama, yakni paling tinggi 56 tahun pada saat pelantikan. Secara regulatif, jabatan Sekda kabupaten/kota termasuk kategori JPT Pratama sehingga ambang usia maksimal mengacu pada ketentuan manajemen ASN tersebut.</p>
<p>Ia menekankan bahwa seleksi akan berlangsung secara terbuka dan demokratis karena penilaian sepenuhnya berada di tangan Pansel independen. </p>
<p>BKPSDM juga mendorong partisipasi peserta sebanyak mungkin, mengingat biaya tahapan seleksi, termasuk asesmen kompetensi, relatif sama meskipun jumlah peserta sedikit.</p>
<p>"Kami mempersilakan bagi yang memenuhi syarat untuk berpartisipasi. Kami menginginkan pilihan kandidat yang luas agar kualitasnya terjaga. Saat ini BKPSDM tengah melakukan koordinasi intensif dengan Badan Kepegawaian Daerah (BKD) provinsi serta instansi teknis nasional untuk memastikan seluruh mekanisme berjalan sesuai ketentuan," urainya.</p>
<p>Dalam praktik pengisian JPT, proses seleksi terbuka dilakukan secara kompetitif melalui uji kompetensi dan pengawasan regulatif guna meminimalkan konflik kepentingan. </p>
<p>Santi menambahkan bahwa persiapan dilakukan secara maraton, termasuk penjajakan unsur akademisi dan perwakilan pemerintah provinsi untuk mengisi struktur Pansel.</p>
<p>Terkait target waktu, mantan Kepala Disperpusip tersebut menjelaskan bahwa penjaringan peserta dijadwalkan dalam waktu dekat, antara bulan ini atau Maret mendatang. </p>
<p>Estimasi durasi keseluruhan, mulai dari pendaftaran hingga pelantikan, diperkirakan memakan waktu sekitar dua bulan. Tantangan kalender administratif juga diantisipasi mengingat periode tersebut beririsan dengan bulan Ramadan dan Idulfitri.</p>
<p>"Setelah Pansel dinyatakan siap, penetapan resmi akan dilakukan oleh Wali Kota Batu melalui surat keputusan sebelum seleksi dibuka. Wali Kota Batu menegaskan bahwa setiap kandidat akan melalui pemeriksaan administrasi serta rekam jejak profesional secara mendalam. Proses ini membutuhkan waktu, namun profesionalitas tetap menjadi prioritas utama," pungkasnya. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Polres Batu Ungkap Pencurian Logam Mulia Ratusan Juta Rupiah dalam Dua Hari</title>
<link>https://suarajatimpost.com/polres-batu-ungkap-pencurian-logam-mulia-ratusan-juta-rupiah-dalam-dua-hari</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/polres-batu-ungkap-pencurian-logam-mulia-ratusan-juta-rupiah-dalam-dua-hari</guid>
<description><![CDATA[ Dalam waktu kurang dari dua hari, pihak kepolisian menangkap pelaku sekaligus mengamankan barang bukti logam mulia senilai ratusan juta rupiah. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202602/image_870x580_69898b58215b4.webp" length="11634" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 09 Feb 2026 15:00:46 +0700</pubDate>
<dc:creator>Choirul Anwar</dc:creator>
<media:keywords>Kota Batu, Logam Mulia, Brankas</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KOTA BATU, SJP</strong> — Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Batu berhasil mengungkap kasus pencurian dengan pemberatan (curat) yang menyasar sebuah rumah di Desa Tlekung, Kecamatan Junrejo. </p>
<p></p>
<p>Dalam waktu kurang dari dua hari, pihak kepolisian menangkap pelaku sekaligus mengamankan barang bukti logam mulia senilai ratusan juta rupiah.</p>
<p></p>
<p>Kasi Humas Polres Batu, Iptu M. Huda Rohman, pada Senin (9/2/2026) menguraikan bahwa kasus ini bermula dari laporan warga berinisial AN (36). Korban mendapati rumahnya di Jalan Purwantoro dibobol pada Jumat (6/2/2026) sekitar pukul 18.30 WIB. Saat pulang, korban menemukan kamar tidurnya dalam kondisi berantakan dan tiga kotak brankas berisi emas serta perak telah hilang, meski pintu depan masih terkunci.</p>
<p></p>
<p>"Meskipun pintu depan masih terkunci, korban mendapati tiga kotak brankas di dalam kamar telah hilang. Kerugian korban diperkirakan mencapai Rp168.450.000," ujar Iptu Huda.</p>
<p></p>
<p>Menindaklanjuti laporan tersebut, tim Resmob melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) dan penyelidikan intensif. Hasil pelacakan mengarah pada dua terduga pelaku berinisial RE (29) dan DN (29), yang merupakan warga Kecamatan Junrejo.</p>
<p></p>
<p>Tersangka RE ditangkap lebih dahulu di area parkir minimarket depan Jatim Park 2 pada Ahad (8/2/2026) sekitar pukul 00.00 WIB. Satu jam kemudian, polisi mengamankan DN di kediamannya di Jalan Hasanudin, Desa Junrejo.</p>
<p></p>
<p>"Berdasarkan pemeriksaan sementara, kedua tersangka diduga mencongkel pintu rumah korban menggunakan pisau sebelum membawa kabur brankas berisi logam mulia. Polisi menyita barang bukti berupa satu kantong plastik berisi emas dan perak hasil curian, serta sebilah pisau yang digunakan dalam aksi tersebut," tambahnya.</p>
<p></p>
<p>Saat ini, kedua tersangka ditahan di Mapolres Batu dan dijerat Pasal 477 ayat (1) huruf e dan f UU Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP terkait pencurian dengan pemberatan. Pihak kepolisian masih mendalami kemungkinan keterlibatan para pelaku dalam kasus serupa di wilayah lain.</p>
<p></p>
<p>"Kami terus melakukan pendalaman untuk memastikan apakah keduanya terlibat dalam aksi kejahatan di TKP lain," pungkasnya. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Pemkot Batu Percepat Seleksi Sekda Definitif</title>
<link>https://suarajatimpost.com/pemkot-batu-percepat-seleksi-sekda-definitif</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/pemkot-batu-percepat-seleksi-sekda-definitif</guid>
<description><![CDATA[ Hal tersebut dilakukan guna memastikan seluruh fungsi administratif pemerintahan tetap berjalan optimal selama masa transisi ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202602/image_870x580_698989a0bcf17.webp" length="29926" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 09 Feb 2026 14:30:35 +0700</pubDate>
<dc:creator>Choirul Anwar</dc:creator>
<media:keywords>Kota Batu, Sekda, Definitif</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KOTA BATU, SJP</strong> — Pascapenunjukan Eko Suhartono sebagai Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Batu, Pemerintah Kota Batu langsung menekankan penguatan fungsi koordinasi birokrasi sekaligus percepatan tahapan pengisian jabatan sekda definitif.</p>
<p>Wakil Wali Kota Batu, Heli Suyanto, pada Senin (9/2/2026) menyampaikan bahwa keberadaan Pj Sekda bukan sekadar untuk mengisi kekosongan jabatan. </p>
<p>Hal tersebut dilakukan guna memastikan seluruh fungsi administratif pemerintahan tetap berjalan optimal selama masa transisi.</p>
<p>"Sesuai Perpres Nomor 3 Tahun 2018, masa jabatan Pj Sekda paling lama tiga bulan jika diangkat kepala daerah, atau enam bulan apabila melalui penugasan Menteri Dalam Negeri. Rentang waktu ini akan kami manfaatkan untuk menuntaskan proses menuju Sekda definitif," ujar Heli.</p>
<p>Heli menjelaskan, dalam menjalankan tugasnya, Pj Sekda memiliki kewenangan yang setara dengan Sekda definitif, terutama dalam mengoordinasikan Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Namun, pemerintah kota memberikan sejumlah penekanan agar masa transisi tidak menghambat jalannya program prioritas daerah.</p>
<p>Ia menegaskan bahwa Pj Sekda harus memastikan percepatan pelaksanaan program strategis dalam Rencana Pembangunan Daerah (RPD) tetap sesuai jadwal. </p>
<p>Selain itu, sambung dia, Pj Sekda berkewajiban menjaga harmonisasi internal Aparatur Sipil Negara (ASN) serta mengawal persiapan administrasi dan teknis seleksi terbuka Sekda definitif secara objektif.</p>
<p>"Poin yang kami tekankan adalah stabilitas internal birokrasi. ASN harus tetap solid, pelayanan publik tidak boleh terganggu, dan proses menuju seleksi terbuka harus berjalan secara profesional," kata Heli.</p>
<p>Sejalan dengan hal tersebut, Pemkot Batu kini tengah menempuh langkah sistematis untuk menyiapkan tahapan pengisian jabatan Sekda definitif. </p>
<p>Koordinasi intensif terus dilakukan dengan Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN) dan Kementerian Dalam Negeri guna memperoleh rekomendasi pembentukan panitia seleksi (Pansel).</p>
<p>Heli menegaskan bahwa seluruh tahapan disiapkan dengan prinsip transparansi dan akuntabilitas. </p>
<p>Ia memastikan peran Pj Sekda menjadi kunci dalam mengawal proses tersebut hingga terpilihnya Sekda definitif yang mampu menjaga stabilitas serta efektivitas pemerintahan daerah.</p>
<p>"Ini bukan sekadar pengisian jabatan, melainkan upaya memastikan sistem birokrasi tetap solid serta menjamin seleksi berlangsung secara terbuka dan kredibel," pungkasnya. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Wali Kota Batu: Mujahadah Kubro Satu Abad NU Adalah Simbol Persatuan Malang Raya</title>
<link>https://suarajatimpost.com/wali-kota-batu-mujahadah-kubro-satu-abad-nu-adalah-simbol-persatuan-malang-raya</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/wali-kota-batu-mujahadah-kubro-satu-abad-nu-adalah-simbol-persatuan-malang-raya</guid>
<description><![CDATA[ Wali Kota Batu, Nurochman, yang hadir bersama Wakil Wali Kota Batu, Heli Suyanto, menilai rangkaian kegiatan tersebut berlangsung tertib dan khidmat, sekaligus menunjukkan kesiapan daerah dalam mendukung agenda keagamaan berskala besar. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202602/image_870x580_698987d3b6554.webp" length="60658" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sun, 08 Feb 2026 14:15:58 +0700</pubDate>
<dc:creator>Choirul Anwar</dc:creator>
<media:keywords>Kota Batu, Malang Raya, NU</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KOTA BATU, SJP</strong> — Peringatan satu abad Nahdlatul Ulama (NU) melalui kegiatan Mujahadah Kubro di Stadion Gajayana, Kota Malang, Ahad (8/2/2026), menjadi momentum penguatan sinergi antarwilayah di Malang Raya. </p>
<p></p>
<p>Wali Kota Batu, Nurochman, yang hadir bersama Wakil Wali Kota Batu, Heli Suyanto, menilai rangkaian kegiatan tersebut berlangsung tertib dan khidmat, sekaligus menunjukkan kesiapan daerah dalam mendukung agenda keagamaan berskala besar.</p>
<p></p>
<p>Selain mengikuti mujahadah bersama para kiai, ulama, dan jamaah, Nurochman juga menyapa warga Nahdliyin asal Kota Batu yang hadir. </p>
<p></p>
<p>Ia menegaskan bahwa kehadiran pemerintah daerah bukan sekadar formalitas, melainkan bagian dari komitmen untuk menjaga nilai kebersamaan dan persaudaraan antarmasyarakat.</p>
<p></p>
<p>"Pelaksanaan Mujahadah Kubro berjalan lancar dan penuh kekhidmatan. Hal ini menunjukkan koordinasi yang solid antarwilayah di Malang Raya. Kehadiran kami merupakan bentuk dukungan sekaligus komitmen dalam menjaga kebersamaan dan pengabdian kepada masyarakat," ujar Nurochman.</p>
<p></p>
<p>Menurut dia, penyelenggaraan acara keagamaan berskala besar memerlukan kesiapan logistik, koordinasi lintas daerah, serta dukungan fasilitas yang memadai. </p>
<p></p>
<p>Pemerintah Kota Batu berperan aktif guna memastikan partisipasi jamaah berjalan tertib dan terfasilitasi dengan baik selama kegiatan berlangsung.</p>
<p></p>
<p>Nurochman juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kota Malang atas dukungan teknis dan fasilitas yang diberikan. </p>
<p></p>
<p>Dukungan tersebut meliputi penyediaan Gedung SMP Negeri 1 Malang dan Gedung Perpustakaan Malang sebagai titik kumpul rombongan Nahdliyin dari Kota Batu.</p>
<p></p>
<p>"Kami mengapresiasi fasilitasi dari Pemerintah Kota Malang yang membantu kelancaran kegiatan, khususnya bagi jamaah asal Kota Batu. Ini membuktikan bahwa kerja sama antardaerah berjalan secara konkret dan efektif," tambahnya.</p>
<p></p>
<p>Ia menilai keberhasilan pelaksanaan Mujahadah Kubro ini menjadi percontohan kolaborasi regional dalam memperkuat penyelenggaraan agenda sosial-keagamaan. </p>
<p></p>
<p>Momentum tersebut diharapkan terus terjaga untuk mendukung berbagai kegiatan masyarakat yang melibatkan partisipasi luas lintas wilayah di masa mendatang. <strong>(***) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>KDMP Dipastikan Tak Mematikan Usaha Lokal, Wali Kota Batu Tekankan Peran Penguat Ekonomi Desa</title>
<link>https://suarajatimpost.com/kdmp-dipastikan-tak-mematikan-usaha-lokal-wali-kota-batu-tekankan-peran-penguat-ekonomi-desa</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/kdmp-dipastikan-tak-mematikan-usaha-lokal-wali-kota-batu-tekankan-peran-penguat-ekonomi-desa</guid>
<description><![CDATA[ Pemkot Batu menilai keberadaan KDMP justru membuka peluang penguatan rantai ekonomi desa, sekaligus menjaga keberlangsungan usaha lokal agar tumbuh bersama dalam satu ekosistem yang saling mendukung ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202602/image_870x580_6985d4503920c.webp" length="43478" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Fri, 06 Feb 2026 21:04:02 +0700</pubDate>
<dc:creator>Choirul Anwar</dc:creator>
<media:keywords>Kota Batu, KDMP, Usaha Lokal, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KOTA BATU, SJP</strong> — Pemerintah Kota Batu memastikan keberadaan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) tidak akan mematikan usaha lokal warga. Sebaliknya, koperasi tersebut diarahkan menjadi penguat ekosistem ekonomi desa melalui pengelolaan yang profesional dan berbasis potensi wilayah.</p>
<p>Wali Kota Batu Nurochman pada Jumat (6/2/2026) menegaskan KDMP harus diposisikan sebagai instrumen kolaborasi ekonomi, bukan sebagai pesaing pelaku usaha yang telah lebih dulu berjalan di masyarakat.</p>
<p>"Saat ini pembangunan KDMP telah berjalan di lebih dari separuh wilayah desa dan kelurahan di Kota Batu. Dari total 24 desa dan kelurahan, sebanyak 15 wilayah telah melaksanakan pembangunan koperasi tersebut sebagai bagian dari dukungan terhadap program strategis nasional dalam penguatan ekonomi desa," urainya.</p>
<p>Ia menekankan, pengelolaan koperasi harus dilakukan secara terukur dan berbasis pemetaan potensi lokal agar mampu memberi manfaat nyata tanpa mengganggu keberlangsungan usaha masyarakat.</p>
<p>Lebih lanjut, ia mendorong keterlibatan generasi muda dalam kepengurusan koperasi untuk menghadirkan tata kelola modern berbasis teknologi serta layanan yang mudah diakses masyarakat.</p>
<p>Sementara itu, tokoh dan senior desa diharapkan berperan sebagai pendamping agar operasional koperasi tetap sejalan dengan nilai kebersamaan dan kearifan lokal.</p>
<p>“Koperasi ini harus memperkuat ekonomi desa, bukan mematikan usaha warga. Karena itu pengelolaannya harus direncanakan matang agar benar-benar memberi manfaat dan berjalan seimbang,” imbuh pria yang akrab disapa Cak Nur tersebut.</p>
<p>Nantinya, KDMP diproyeksikan menjadi simpul distribusi berbagai kebutuhan strategis, mulai bahan pokok, pupuk, hingga hasil pertanian dan peternakan. Koperasi juga diarahkan bersinergi dengan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) agar hasil produksi petani dan peternak lokal dapat terserap secara optimal. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor: Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Kinerja Pajak Tak Merata di Tengah Tekanan Fiskal, DPRD Batu Dorong Evaluasi Penghimpun PAD</title>
<link>https://suarajatimpost.com/kinerja-pajak-tak-merata-di-tengah-tekanan-fiskal-dprd-batu-dorong-evaluasi-penghimpun-pad</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/kinerja-pajak-tak-merata-di-tengah-tekanan-fiskal-dprd-batu-dorong-evaluasi-penghimpun-pad</guid>
<description><![CDATA[ Evaluasi menyeluruh terhadap kinerja pemungutan pendapatan daerah menjadi momentum untuk memperkuat struktur fiskal daerah. Dengan basis penerimaan yang lebih sehat dan merata, pemerintah daerah diharapkan mampu menjaga stabilitas anggaran sekaligus mempertahankan layanan publik di tengah tekanan keuangan ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202602/image_870x580_6985d36181fdb.webp" length="21500" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Fri, 06 Feb 2026 20:36:59 +0700</pubDate>
<dc:creator>Choirul Anwar</dc:creator>
<media:keywords>Kota Batu, Pajak, PAD, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KOTA BATU, SJP</strong> — Tekanan terhadap keuangan daerah akibat pemangkasan dana transfer dari pemerintah pusat memaksa Pemerintah Kota Batu menata ulang strategi pendapatan.</p>
<p>Di tengah tuntutan meningkatkan kemandirian fiskal, kinerja penerimaan pajak daerah justru menunjukkan ketimpangan capaian yang dinilai perlu menjadi bahan evaluasi serius.</p>
<p>Anggota Komisi B DPRD Kota Batu Didik Machmud pada Jumat (6/2/2026) membeberkan ketergantungan APBD terhadap dana pusat masih berada pada kisaran 70–80 persen.</p>
<p>Kondisi ini membuat ruang fiskal daerah rentan terguncang ketika terjadi pengurangan transfer. Pemerintah daerah pun dituntut mengoptimalkan pendapatan asli daerah (PAD) agar stabilitas pembiayaan program publik tetap terjaga.</p>
<p>"Intinya optimalisasi PAD tidak cukup dilakukan melalui pola kerja administratif rutin. Organisasi perangkat daerah (OPD) penghimpun pendapatan diminta melakukan terobosan agar tidak terjebak pada pendekatan normatif di tengah tekanan fiskal," urainya.</p>
<p>Ia mencatat, dari 11 jenis pajak daerah, hanya enam yang realisasinya melampaui 90 persen. Opsen pajak kendaraan bermotor terealisasi 98,82 persen, pajak barang dan jasa tertentu (PBJT) makanan dan minuman mencapai 108 persen, serta PBJT kesenian dan hiburan sebesar 94,08 persen.</p>
<p>Pajak perhotelan tercatat 94,56 persen, PBJT tenaga listrik 99,58 persen, dan Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) menjadi penyumbang terbesar dengan capaian 117,94 persen.</p>
<p>Sementara itu, dari 11 jenis retribusi daerah, hanya satu yang melampaui target yakni Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) dengan realisasi 186 persen. Data tersebut menunjukkan belum meratanya kinerja sumber pendapatan yang selama ini menjadi tulang punggung kas daerah.</p>
<p>“Ini jadi catatan karena kondisi keuangan daerah melemah. OPD penghimpun harus mengevaluasi strategi, tidak bisa hanya menjalankan pola lama,” imbuhnya.</p>
<p>Menurutnya, tekanan fiskal juga akan meningkat seiring bertambahnya beban belanja pegawai pascapengangkatan pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (P3K). Tanpa penguatan pendapatan, keseimbangan fiskal berpotensi terganggu dan berdampak pada keberlanjutan program prioritas pemerintah daerah.</p>
<p>Karena itu, DPRD mendorong eksekutif memperluas basis pajak dan mengidentifikasi aktivitas ekonomi yang belum tergarap optimal, termasuk potensi sektor hunian komersial. Namun langkah tersebut dinilai harus disertai penataan regulasi dan perizinan agar tidak menimbulkan beban baru bagi masyarakat.</p>
<p>"Peningkatan PAD harus tetap menjaga prinsip keadilan. Hunian yang dialihfungsikan menjadi kegiatan usaha perlu diperlakukan berbeda dengan rumah tinggal biasa karena terdapat aktivitas ekonomi yang menghasilkan pendapatan," tandasnya. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor: Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Pasca Angkutan Kota, Ramp Check Bus Pariwisata di JTP 1 di Geber</title>
<link>https://suarajatimpost.com/pasca-angkutan-kota-ramp-check-bus-pariwisata-di-jtp-1-di-geber</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/pasca-angkutan-kota-ramp-check-bus-pariwisata-di-jtp-1-di-geber</guid>
<description><![CDATA[ Ramp check sendiri merupakan kegiatan rutin dan rangkaian kegiatan ops keselamatan semeru 2026 yang dimaksudkan agar standar keselamatan angkutan wisata di Kota Batu dapat terus meningkat, seiring tingginya kunjungan wisatawan yang bergantung pada transportasi bus pariwisata sebagai moda utama perjalanan ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202602/image_870x580_6985d2741dfad.webp" length="86178" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Fri, 06 Feb 2026 20:06:12 +0700</pubDate>
<dc:creator>Choirul Anwar</dc:creator>
<media:keywords>Kota Batu, Ramp Check, Bus Pariwisata, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KOTA BATU, SJP</strong> — Pasca merampungkan pengecekan untuk angkutan kota, aparat gabungan dari Polres Batu bersama UPT P3 LLAJ Malang, Dinas Perhubungan Kota Batu, Jasa Raharja Cabang Malang, serta UPT Pengujian Kendaraan Bermotor Kota Batu menggelar kegiatan ramp check terhadap bus pariwisata di kawasan Jatim Park 1.</p>
<p>Kasatlantas Polres Batu AKP Kevin Ibrahim pada Jumat (6/2/226) membeberkan bahwa pemeriksaan dilakukan untuk memastikan kelayakan kendaraan yang mengangkut wisatawan serta mendukung keselamatan lalu lintas di wilayah tujuan wisata.</p>
<p>"Pemeriksaan meliputi kelengkapan administrasi, kondisi teknis kendaraan, hingga aspek keselamatan penumpang seperti fungsi pintu darurat dan kondisi ban," urainya.</p>
<p>Ramp check sendiri merupakan langkah preventif untuk meminimalkan risiko kecelakaan lalu lintas, khususnya di kawasan wisata yang memiliki mobilitas kendaraan tinggi.</p>
<p>Ia menegaskan bahwa pengawasan dilakukan secara berkala dan melibatkan lintas instansi guna memastikan standar keselamatan terpenuhi.</p>
<p>“Dari hasil pemeriksaan, sebagian besar kendaraan dalam kondisi laik jalan. Namun masih ditemukan beberapa catatan yang harus segera ditindaklanjuti oleh operator, seperti dokumen KPS dalam proses, uji KIR mati, kelebihan penumpang, hingga akses pintu darurat yang terhalang. Hal-hal ini tidak boleh dianggap sepele karena berkaitan langsung dengan keselamatan penumpang,” imbuhnya.</p>
<p>Berdasarkan hasil ramp check, tim memeriksa 14 unit bus pariwisata. Sebanyak 12 unit dinyatakan laik jalan, sementara dua unit dinilai laik jalan dengan catatan dan diberikan peringatan untuk segera melakukan perbaikan. Tidak ditemukan kendaraan yang dikenai sanksi tilang dalam kegiatan tersebut.</p>
<p>Kevin menambahkan, pihaknya akan terus melakukan pengawasan serupa sebagai bentuk edukasi sekaligus penegakan aturan terhadap operator transportasi wisata</p>
<p>“Kami mendorong perusahaan otobus untuk melakukan pengecekan berkala sebelum beroperasi agar keselamatan penumpang tetap terjamin,” tandasnya. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor: Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>LBH APIK Kota Batu Desak Kejari Ajukan Banding atas Vonis Kasus Pencabulan Anak</title>
<link>https://suarajatimpost.com/lbh-apik-kota-batu-desak-kejari-ajukan-banding-atas-vonis-kasus-pencabulan-anak</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/lbh-apik-kota-batu-desak-kejari-ajukan-banding-atas-vonis-kasus-pencabulan-anak</guid>
<description><![CDATA[ Desakan banding dari LBH APIK Kota Batu dan organisasi masyarakat tersebut menambah dinamika penanganan perkara yang kini masih menunggu sikap resmi jaksa atas putusan pengadilan. Dorongan ini sekaligus menegaskan perhatian publik terhadap penegakan hukum kasus kekerasan seksual terhadap anak, khususnya yang melibatkan figur pendidik, dengan harapan proses hukum selanjutnya mampu menjamin rasa keadilan bagi korban serta memperkuat perlindungan anak di lingkungan pendidikan ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202602/image_870x580_6984845399376.webp" length="30822" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 05 Feb 2026 20:44:28 +0700</pubDate>
<dc:creator>Choirul Anwar</dc:creator>
<media:keywords>Kota Batu, Pencabulan, Putusan, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KOTA BATU, SJP</strong> – Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Asosiasi Perempuan Indonesia untuk Keadilan (APIK) Kota Batu bersama sejumlah organisasi masyarakat mendesak Kejaksaan Negeri (Kejari) Batu mengajukan upaya hukum banding atas putusan pengadilan dalam perkara pencabulan terhadap anak yang terjadi di lingkungan pondok pesantren di Kota Batu.</p>
<p>Direktur LBH APIK Kota Batu Daisy Pangalila pada Kamis (5/2/2026) menyatakan, desakan tersebut didasarkan pada pandangan bahwa perkara tersebut merupakan kejahatan serius terhadap anak yang seharusnya dikenakan ketentuan khusus dalam Undang-Undang Perlindungan Anak.</p>
<p>“Kami mendesak Kejaksaan Negeri Batu untuk mengajukan banding terhadap putusan tersebut. Salah satu pertimbangannya karena perkara ini merupakan tindak pidana kejahatan luar biasa terhadap anak yang diatur dalam Pasal 82 UU Perlindungan Anak dengan ancaman pidana minimal lima tahun dan maksimal 15 tahun,” ujarnya.</p>
<p>Ia menambahkan, dalam penerapan hukum seharusnya mengedepankan prinsip<em> lex specialis derogat legi generali</em>, yakni ketentuan dalam undang-undang khusus didahulukan dibandingkan aturan pidana umum.</p>
<p>LBH APIK menyebut desakan banding ini sebagai bagian dari upaya memastikan keadilan bagi korban serta memberikan efek jera dalam penanganan kasus kekerasan seksual terhadap anak, khususnya yang terjadi di lingkungan pendidikan.</p>
<p>“Ketentuan dalam undang-undang khusus harus menjadi rujukan utama, termasuk dibandingkan dengan ketentuan dalam KUHP yang baru berlaku. Apalagi dalam perkara ini pelaku berstatus pendidik atau tokoh agama, yang menurut aturan dapat menjadi dasar pemberatan hukuman,” tandasnya.</p>
<p>Sebelumnya, majelis hakim Pengadilan Negeri Malang menjatuhkan vonis pidana penjara selama 3 tahun 6 bulan kepada terdakwa, lebih ringan dibanding tuntutan jaksa selama 6 tahun6 bulan. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Dindik Jatim Perkuat Kesejahteraan Guru Honorer Melalui Program Kewirausahaan PROTEG</title>
<link>https://suarajatimpost.com/dindik-jatim-perkuat-kesejahteraan-guru-honorer-melalui-program-kewirausahaan-proteg</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/dindik-jatim-perkuat-kesejahteraan-guru-honorer-melalui-program-kewirausahaan-proteg</guid>
<description><![CDATA[ PROTEG dirancang sebagai jawaban konkret atas keterbatasan penghasilan yang kerap dihadapi guru honorer. Para peserta dibekali kompetensi strategis, mulai dari manajemen usaha, digital marketing, hingga teknik copywriting. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202602/image_870x580_69844268aebd7.webp" length="67240" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 05 Feb 2026 15:30:35 +0700</pubDate>
<dc:creator>Choirul Anwar</dc:creator>
<media:keywords>Kota Batu, Proteg, Ekonomi</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KOTA BATU, SJP </strong>— Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur (Dindik Jatim) membedah keberhasilan Program Terapan Ekonomi Guru (PROTEG) dalam sebuah sesi berbagi (<em>sharing session</em>) yang melibatkan 30 guru honorer unggulan dari berbagai daerah. </p>
<p>Program hasil kolaborasi dengan Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) ini difokuskan pada penguatan kemandirian ekonomi tenaga pendidik melalui sektor kewirausahaan.</p>
<p>Kepala Dindik Jatim, Aries Agung Paewai, menegaskan bahwa PROTEG dirancang sebagai jawaban konkret atas keterbatasan penghasilan yang kerap dihadapi guru honorer.</p>
<p>Para peserta dibekali kompetensi mulai dari manajemen usaha, digital <em>marketing</em>, hingga teknik <em>copywriting</em>.</p>
<p>"PROTEG adalah bukti nyata kepedulian pemerintah. Kami melihat langsung para guru honorer kini mampu berdiri mandiri secara ekonomi dengan unit usaha yang legal dan berkelanjutan," ujar Aries, Kamis (5/2/2026).</p>
<p>Aries menambahkan, peningkatan kesejahteraan guru berkorelasi positif terhadap kualitas instruksional di kelas. </p>
<p>"Ketika kesejahteraan terjaga, semangat mengajar akan semakin kuat. Inilah esensi pendidikan berdampak yang kami bangun untuk Jawa Timur," imbuhnya.</p>
<p>Data menunjukkan progresivitas program yang cukup impresif. Koordinator Pelaksana PROTEG Jatim, M. Zainul Asrori, memaparkan bahwa program yang diinisiasi pada awal 2024 ini telah berkembang dari 200 peserta menjadi 500 peserta.</p>
<p>Berdasarkan evaluasi pendampingan 30 persen peserta dinyatakan telah siap mandiri sepenuhnya, 60 persen unit usaha berada pada tahap berkembang dan 10 persen masih dalam pendampingan intensif.</p>
<p>Sektor usaha yang ditekuni para guru sangat variatif, mencakup bidang kuliner, percetakan, tata busana, hingga industri kreatif. Sebagian besar di antaranya telah mengantongi legalitas usaha resmi.</p>
<p>Salah satu profil keberhasilan ditunjukkan oleh Aryo Saputro Panji Riyanto, guru Bahasa Indonesia di SMAN 3 Malang. Sebagai Guru Tidak Tetap (GTT) sejak 2016, ia mengaku pelatihan ini merevolusi model bisnis kopi yang ia rintis.</p>
<p>"Pendampingan dari Dindik dan ITS memberikan pemahaman manajemen struktur yang aplikatif. Saat ini, kami telah memiliki perkebunan dan pengolahan sendiri, serta mampu menjadi pemasok tetap bagi sejumlah kafe di wilayah Malang," tutup Aryo. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Pengasuh Pesantren Cabul di Batu Hanya Divonis 3,5 Tahun Penjara</title>
<link>https://suarajatimpost.com/pengasuh-pesantren-cabul-di-batu-hanya-divonis-35-tahun-penjara</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/pengasuh-pesantren-cabul-di-batu-hanya-divonis-35-tahun-penjara</guid>
<description><![CDATA[ Putusan ini lebih ringan dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) yang sebelumnya mengajukan hukuman 6 tahun 6 bulan penjara kepada oknum pengasuh pondok pesantren tersebut. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202602/image_870x580_698438cae5e8a.webp" length="30416" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 05 Feb 2026 14:30:07 +0700</pubDate>
<dc:creator>Choirul Anwar</dc:creator>
<media:keywords>Kota Batu, Pencabulan, Sidang</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KOTA BATU, SJP</strong> — Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Malang Klas IA menjatuhkan vonis 3 tahun 6 bulan penjara terhadap terdakwa AMF, pelaku pencabulan anak di bawah umur di sebuah pondok pesantren yang ada di Kota Batu. </p>
<p>Putusan ini lebih ringan dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) yang sebelumnya mengajukan hukuman 6 tahun 6 bulan penjara kepada oknum pengasuh pondok pesantren tersebut.</p>
<p>Dalam persidangan yang dipimpin oleh Ketua Majelis Hakim Yuli Atmaningsih, terdakwa dinyatakan terbukti secara sah dan meyakinkan melanggar ketentuan hukum terkait perlindungan anak.</p>
<p>"Majelis hakim memutus terdakwa bersalah dengan pidana penjara selama tiga tahun enam bulan. Masa penahanan yang telah dijalani akan dikurangkan seluruhnya, dan terdakwa diperintahkan untuk tetap ditahan," ujar Plh Kepala Seksi Intelijen Kejaksaan Negeri Batu, M. Wildan Hakim, Kamis (5/2/2026).</p>
<p>Meski dinyatakan bersalah, majelis hakim menolak permohonan restitusi (ganti rugi) bagi dua korban anak yang sebelumnya diajukan dalam tuntutan jaksa. </p>
<p>Dalam amar putusannya, hakim menyatakan poin permohonan restitusi tersebut tidak dapat diterima.</p>
<p>Menanggapi putusan perkara Nomor 406/Pid.Sus/2025/PN Mlg tersebut, pihak Kejaksaan Negeri Batu maupun terdakwa belum menentukan langkah hukum selanjutnya.</p>
<p>"Terhadap putusan tersebut, baik Jaksa Penuntut Umum maupun terdakwa melalui kuasa hukumnya menyatakan sikap pikir-pikir," imbuh Wildan.</p>
<p>Kasus ini menyita perhatian publik mengingat lokasinya yang berada di lingkungan pendidikan keagamaan.</p>
<p>Kejari Batu menegaskan bahwa penegakan hukum ini merupakan bentuk komitmen untuk menjaga kepercayaan publik terhadap ruang aman bagi anak.</p>
<p>Pihak kejaksaan memastikan seluruh tahapan hukum akan berjalan sesuai ketentuan sembari menekankan pentingnya pengawasan ketat di lingkungan pendidikan guna mencegah repetisi tindak pidana serupa di masa depan. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Desa di Kota Batu Putar Otak Jaga Layanan Publik di Tengah Anjloknya ADD dan Dana Desa</title>
<link>https://suarajatimpost.com/desa-di-kota-batu-putar-otak-jaga-layanan-publik-di-tengah-anjloknya-add-dan-dana-desa</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/desa-di-kota-batu-putar-otak-jaga-layanan-publik-di-tengah-anjloknya-add-dan-dana-desa</guid>
<description><![CDATA[ Di tengah keterbatasan, pemdes memilih menjaga keberlanjutan layanan publik dan program sosial sebagai benteng terakhir agar dampak pemangkasan tidak sepenuhnya dirasakan masyarakat. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202602/image_870x580_6983288a874e4.webp" length="36650" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 04 Feb 2026 19:58:49 +0700</pubDate>
<dc:creator>Choirul Anwar</dc:creator>
<media:keywords>Kota Batu, DD-ADD, Pemotongan, saurajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KOTA BATU, SJP</strong> - Pemangkasan dana transfer dari pemerintah pusat memaksa pemerintah desa di Kota Batu melakukan penyesuaian besar-besaran. Namun di tengah penurunan tajam alokasi Alokasi Dana Desa (ADD) dan Dana Desa (DD), desa-desa memilih fokus menjaga layanan dasar dan program sosial agar tetap berjalan.</p>
<p>Ketua Asosiasi Petinggi dan Lurah (APEL) Kota Batu Wiweko pada Kamis (4/2/2026) menegaskan sebanyak 19 desa di Kota Batu mengalami penurunan signifikan anggaran desa pada 2026. Total DD yang sebelumnya mencapai Rp 22,9 miliar pada 2025, kini menyusut drastis menjadi sekitar Rp7 miliar.</p>
<p>"Rata-rata DD per desa yang sebelumnya di atas Rp1 miliar, kini hanya sekitar Rp373 juta. Kondisi serupa juga terjadi pada ADD yang turun dari rata-rata Rp3 miliar menjadi sekitar Rp2,1 miliar per desa," urainya.</p>
<p>Meski ruang fiskal desa menyempit, pemerintah desa menegaskan komitmennya untuk tetap memprioritaskan kebutuhan masyarakat. menyebut desa tidak punya pilihan selain beradaptasi dengan cepat.</p>
<p>Meskipun situasinya berat, ia menegaskan bahwa APEL dituntut untuk realistis dan memastikan pelayanan dasar tetap jalan dan hak perangkat desa aman. Ia mencontohkan Desa Oro-oro Ombo yang harus kehilangan potensi anggaran hampir Rp2 miliar akibat pemangkasan ADD dan DD.</p>
<p>Dari total DD yang diterima, sebagian besar dialokasikan untuk program prioritas nasional, sehingga dana yang bisa dikelola langsung desa hanya sekitar Rp373 juta. Konsekuensinya, sejumlah program ditunda dan desa kini hanya menjalankan kegiatan dengan dampak langsung bagi masyarakat.</p>
<p>Langkah serupa juga dilakukan Pemdes Junrejo. Kepala Desa Junrejo, Andi Faisal Hasan, mengatakan pemangkasan ADD dan DD memaksa pihaknya menghitung ulang seluruh struktur belanja desa. Fokus utama diarahkan pada penyelamatan biaya operasional dan honor perangkat desa, Linmas, serta unsur pendukung pemerintahan desa lainnya.</p>
<p>“Yang pertama kami selamatkan itu gaji dan operasional. Program boleh disesuaikan, tapi roda pemerintahan desa tidak boleh berhenti,” kata Faisal.</p>
<p>Untuk menutup kekurangan anggaran operasional, Pemdes Junrejo memanfaatkan dana bagi hasil pajak sebagai sumber alternatif, meski menyadari adanya risiko realisasi yang tidak selalu sesuai pagu indikatif. </p>
<p>Sementara itu, kegiatan pembangunan fisik dikurangi agar program sosial seperti bantuan transportasi pelajar dan bantuan janda miskin tetap dipertahankan.</p>
<p>Terpisah, Kepala DP3AP2KB Kota Batu Heru Yulianto menjelaskan bahwa pemangkasan ADD dan DD merupakan konsekuensi langsung dari penurunan dana transfer daerah yang ditetapkan pemerintah pusat. </p>
<p>"Pemda dan pemdes tidak memiliki kewenangan untuk mengintervensi besaran anggaran tersebut. Dengan kondisi tersebut, desa-desa di Kota Batu kini dituntut semakin cermat menentukan prioritas, sekaligus memperkuat efisiensi anggaran," tandasnya. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Disparta Kota Batu Diminta Perkuat Strategi Kolaborasi untuk Dongkrak Wisatawan</title>
<link>https://suarajatimpost.com/disparta-kota-batu-diminta-perkuat-strategi-kolaborasi-untuk-dongkrak-wisatawan</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/disparta-kota-batu-diminta-perkuat-strategi-kolaborasi-untuk-dongkrak-wisatawan</guid>
<description><![CDATA[ Dengan strategi yang lebih terintegrasi, Disparta didorong mampu menjadikan pariwisata sebagai motor penggerak PAD meskipun fiskal daerah sedang tertekan ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202602/image_870x580_6983277d1d01d.webp" length="58362" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 04 Feb 2026 19:29:54 +0700</pubDate>
<dc:creator>Choirul Anwar</dc:creator>
<media:keywords>Kota Batu, Disparta, Startegi, saurajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KOTA BATU, SJP</strong> – Penurunan kunjungan wisatawan ke Kota Batu sepanjang 2025 menjadi perhatian DPRD Kota Batu seiring melemahnya Pendapatan Asli Daerah (PAD) dan turunnya transfer keuangan daerah dari pusat maupun provinsi.</p>
<p>Anggota Komisi B DPRD Kota Batu, Didik Machmud, menilai kondisi ini harus dijawab dengan penguatan strategi kolaborasi pariwisata oleh Dinas Pariwisata (Disparta).</p>
<p>Pada Kamis (4/2/2026) ia menyampaikan, di tengah keterbatasan anggaran, sektor pariwisata justru dituntut lebih adaptif dan kreatif agar tetap mampu menarik wisatawan dari luar daerah.</p>
<p>"Selama ini, sebagian besar kegiatan pariwisata Kota Batu masih berorientasi pada agenda lokal sehingga dampak ekonominya belum maksimal," ujarnya.</p>
<p>Menurutnya, Disparta perlu mengoptimalkan kerja sama dengan pelaku industri pariwisata seperti perhotelan, asosiasi perjalanan wisata, hingga pihak swasta agar event yang digelar memiliki daya tarik regional bahkan nasional.</p>
<p>Skema kolaborasi dinilai mampu menutup keterbatasan anggaran pemerintah sekaligus memperluas jangkauan promosi. Sehingga jika terjadi peningkatan jumlah wisatawan sangat penting karena berdampak langsung pada sektor perhotelan, kuliner, dan hiburan yang selama ini menjadi penyumbang pajak daerah terbesar.</p>
<p>“Pariwisata tidak bisa berdiri sendiri. Kalau dikolaborasikan dengan hotel, travel, dan pelaku usaha, kegiatan tetap bisa berjalan dan wisatawan datang,” tandasnya. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Rakornas 2026 Jadi Acuan, Wali Kota Batu Tegaskan Kesiapan Daerah Eksekusi Program Nasional</title>
<link>https://suarajatimpost.com/rakornas-2026-jadi-acuan-wali-kota-batu-tegaskan-kesiapan-daerah-eksekusi-program-nasional</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/rakornas-2026-jadi-acuan-wali-kota-batu-tegaskan-kesiapan-daerah-eksekusi-program-nasional</guid>
<description><![CDATA[ Pasca menghadiri Rakornas, Pemkot Batu berkomitmen memperkuat sinkronisasi kebijakan dan memastikan setiap program prioritas nasional dapat memberikan manfaat nyata bagi warga Kota Batu ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202602/image_870x580_698326eb6a1d0.webp" length="69522" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 04 Feb 2026 19:16:47 +0700</pubDate>
<dc:creator>Choirul Anwar</dc:creator>
<media:keywords>Kota Batu, Rakornas, Kebijakan, saurajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KOTA BATU, SJP</strong> – Wali Kota Batu, Nurochman, berkomitmen bahwa Pemerintah Kota Batu akan mengimplementasikan program prioritas nasional secara konkret dan terukur di daerah usai menghadiri Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pemerintah Pusat dan Daerah Tahun 2026 yang digelar Kementerian Dalam Negeri RI di Sentul International Convention Center (SICC) Bogor pada Senin (2/2/2026).</p>
<p>Pria yang akrab disapa Cak Nur tersebut pada Rabu (4/2/2026) memaparkan pada Rakornas yang dibuka langsung Presiden RI Prabowo Subianto tersebut menjadi rujukan strategis bagi pemerintah daerah dalam menyelaraskan arah kebijakan pembangunan nasional dengan kebutuhan dan karakteristik wilayah masing-masing.</p>
<p>"Di sana menjadi ruang konsolidasi agar daerah tidak berjalan sendiri dalam mengeksekusi agenda nasional dan memberi kejelasan arah. Pemerintah daerah diminta tidak hanya patuh kebijakan, tapi juga cerdas menerjemahkan program nasional agar benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat di daerah,” ujarnya.</p>
<p>Ia menyebut sejumlah program prioritas nasional yang menjadi perhatian Pemkot Batu, di antaranya Program Makan Bergizi Gratis, Sekolah Rakyat, serta penguatan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih. </p>
<p>Program-program tersebut, kata dia, akan disesuaikan dengan kondisi sosial, ekonomi, dan potensi lokal Kota Batu agar implementasinya efektif dan berkelanjutan.</p>
<p>“Prinsipnya, Kota Batu siap menjadi bagian aktif dari percepatan program nasional. Forkopimda akan kami libatkan penuh untuk memastikan koordinasi lintas sektor berjalan solid, mulai dari perencanaan hingga pengawasan di lapangan,” imbuhnya.</p>
<p>Cak Nur juga menekankan pentingnya kecepatan eksekusi dan keseragaman langkah antara pusat dan daerah, sebagaimana arahan Presiden.</p>
<p>Menurutnya, keberhasilan program nasional sangat ditentukan oleh ketepatan implementasi di tingkat daerah, karena di situlah dampak langsung dirasakan masyarakat. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Transisi ke Padi Organik, Kota Batu Prioritaskan Kualitas dan Ketahanan Pangan Berkelanjutan</title>
<link>https://suarajatimpost.com/transisi-ke-padi-organik-kota-batu-prioritaskan-kualitas-dan-ketahanan-pangan-berkelanjutan</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/transisi-ke-padi-organik-kota-batu-prioritaskan-kualitas-dan-ketahanan-pangan-berkelanjutan</guid>
<description><![CDATA[ Pemkot Batu menegaskan, transformasi menuju pertanian organik bukan hanya soal beras hari ini, tetapi investasi jangka panjang untuk keberlanjutan pangan, lingkungan, dan kesejahteraan petani di masa depan. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202602/image_870x580_6981cf4ddf684.webp" length="29036" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Tue, 03 Feb 2026 18:35:34 +0700</pubDate>
<dc:creator>Choirul Anwar</dc:creator>
<media:keywords>Kota Batu, Padi, Ketahanan Pangan, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KOTA BATU, SJP</strong> - Kota Batu kini mulai menapaki fase baru pembangunan pertanian. Di tengah meningkatnya luas lahan panen padi sepanjang 2025, pemerintah daerah menegaskan bahwa arah kebijakan pertanian tidak lagi semata mengejar lonjakan produksi, melainkan menata sistem pangan yang lebih sehat dan berkelanjutan melalui transisi ke padi organik.</p>
<p>Wakil Wali Kota Batu Heli Suyanto pada Selasa (3/2/2026) menguraikan berdasarkan data BPS Kota Batu mencatat, luas panen padi pada 2025 mencapai 553,28 hektare atau naik 9,94 persen dibanding tahun sebelumnya.</p>
<p>Meski produksi gabah kering giling (GKG) mengalami penurunan, Pemkot Batu menilai kondisi tersebut sebagai bagian dari proses adaptasi pola tanam petani yang mulai mengurangi ketergantungan pada input kimia.</p>
<p>"Pergeseran ini tampak jelas di Kecamatan Junrejo, khususnya Desa Pendem, yang konsisten mengembangkan varietas padi organik. Apalagi pertanian organik memang tidak didesain untuk hasil instan dalam jumlah besar, tetapi menawarkan nilai tambah jangka panjang dari sisi kesehatan tanah, lingkungan, dan kualitas beras," urainya.</p>
<p>Dari hal tersebut, Pemkot Batu menerapkan perubahan orientasi dimana petani mulai membangun sistem tanam yang lebih ramah lingkungan dan berkelanjutan. Sehingga dalam jangka panjang justru memperkuat ketahanan pangan.</p>
<p>Karakteristik Kota Batu yang memiliki keterbatasan Lahan Sawah Dilindungi (LSD) turut memperkuat arah kebijakan tersebut. Dengan wilayah yang lebih dominan hortikultura, pengembangan padi diarahkan pada efisiensi lahan dan kualitas produksi, bukan ekspansi besar-besaran seperti daerah sentra beras.</p>
<p>"Meski produksi beras 2025 tercatat 1.969,04 ton atau turun dari tahun sebelumnya, Pemkot Batu memastikan stok pangan tetap terjaga dengan memanfaatkan teknologi citra satelit dan data Kerangka Sampel Area (KSA) untuk memantau siklus tanam, memetakan potensi panen, serta mengantisipasi fluktuasi produksi," imbuhnya.</p>
<p>Ditambah pada periode Oktober hingga Desember 2025 saja, tercatat sekitar 145 hektare lahan padi siap panen dengan estimasi produksi gabah mencapai 1.293,27 ton. Angka ini menjadi indikator bahwa potensi pertanian padi di Kota Batu masih cukup solid di tengah proses transisi. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Ramp Check Polres Batu Temukan Angkutan Umum Belum Penuhi Standar Keselamatan</title>
<link>https://suarajatimpost.com/ramp-check-polres-batu-temukan-angkutan-umum-belum-penuhi-standar-keselamatan</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/ramp-check-polres-batu-temukan-angkutan-umum-belum-penuhi-standar-keselamatan</guid>
<description><![CDATA[ Penegakan standar keselamatan sejak dini dinilai penting sebagai bagian dari cipta kondisi menjelang Operasi Ketupat Semeru 2026, sekaligus untuk menjamin layanan transportasi yang aman dan layak bagi masyarakat. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202602/image_870x580_6981ce3c300a0.webp" length="53742" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Tue, 03 Feb 2026 18:02:52 +0700</pubDate>
<dc:creator>Choirul Anwar</dc:creator>
<media:keywords>Kota Batu, Ramp Check, Polres, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KOTA BATU, SJP </strong>– Uji Kelaikan Jalan (ramp check) yang digelar Polres Batu dalam Operasi Keselamatan Semeru 2026 mengungkap masih adanya angkutan umum yang belum sepenuhnya memenuhi standar keselamatan dan administrasi.</p>
<p>Dari puluhan kendaraan yang diperiksa di Terminal Batu, Selasa (3/2/2026), petugas menemukan berbagai pelanggaran teknis yang berpotensi membahayakan keselamatan pengguna jalan.</p>
<p>Kasat Lantas Polres Batu AKP Kevin Ibrahim menegaskan bahwa pemeriksaan yang melibatkan lintas instansi ini mencakup kondisi fisik kendaraan, kelengkapan surat-surat, hingga kesiapan awak angkutan. </p>
<p>"Hasilnya, tidak semua kendaraan lolos uji kelaikan tanpa catatan. Sejumlah bus pariwisata harus menerima peringatan, bahkan sebagian dikenakan sanksi tilang akibat pelanggaran teknis maupun administrasi," paparnya.</p>
<p>Temuan lapangan menunjukkan masih adanya kendaraan dengan uji KIR mati, KPS tidak aktif atau dalam proses, kelebihan muatan, hingga kondisi pintu darurat yang tidak sesuai ketentuan. Meski sebagian kendaraan dinyatakan laik jalan, petugas tetap memberikan catatan agar kekurangan segera dilengkapi sebelum kembali beroperasi.</p>
<p>Selain itu, ramp check ini bukan semata penindakan.melainkan upaya memastikan keselamatan penumpang dan pengemudi di tengah meningkatnya mobilitas masyarakat. Menurutnya, kepatuhan terhadap standar teknis dan administrasi menjadi kunci utama mencegah kecelakaan lalu lintas.</p>
<p>"Melalui kegiatan ini, aparat berharap pengelola dan pengemudi angkutan umum lebih disiplin dalam menjaga kondisi kendaraan serta kelengkapan administrasi," pungkasnya. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Gate Parkir Alun&amp;Alun Mangkrak, DPRD Kota Batu Kritik Keras Dishub</title>
<link>https://suarajatimpost.com/gate-parkir-alun-alun-mangkrak-dprd-kota-batu-kritik-keras-dishub</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/gate-parkir-alun-alun-mangkrak-dprd-kota-batu-kritik-keras-dishub</guid>
<description><![CDATA[ Dengan belum berfungsinya gate parkir Alun-Alun Kota Batu hingga kini, DPRD menilai Dishub perlu segera mengambil langkah tegas dan terukur agar potensi PAD dari sektor parkir tidak terus bocor. Penataan sistem parkir, kejelasan skema juru parkir, serta perlindungan bagi warga sekitar harus diputuskan dan dijalankan tanpa menunda lagi, terutama di tengah meningkatnya beban belanja pegawai daerah ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202602/image_870x580_6981cd9e04439.webp" length="38030" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Tue, 03 Feb 2026 17:33:09 +0700</pubDate>
<dc:creator>Choirul Anwar</dc:creator>
<media:keywords>Kota Batu, Parkir, Alun-alun, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KOTA BATU, SJP</strong> – Anggota Komisi B DPRD Kota Batu, Didik Machmud, melontarkan kritik tajam terhadap Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Batu terkait belum difungsikannya gate parkir Alun-Alun Kota Batu. Padahal, anggaran dan regulasi telah disiapkan sejak lama, bahkan Dishub sebelumnya menyatakan sistem tersebut akan beroperasi penuh pada akhir tahun.</p>
<p>Diwawancarai pada Rabu (3/2/2028), gate parkir belum juga berjalan hingga saat ini membuat potensi kebocoran Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor parkir terus terjadi. Ia juga menilai kondisi ini menunjukkan lemahnya eksekusi kebijakan dan minimnya keberanian dalam mengambil keputusan.</p>
<p>“Anggaran sudah ada, regulasi sudah disampaikan, tapi tidak jalan. Ini bukan soal teknis lagi, tapi soal kemauan. Apalagi sepertinya juga belum ada skema jelas terkait penataan juru parkir di kawasan alun-alun," urainya.</p>
<p>Hal ini dibuktikan dengan adanya beberapa usulan sudah disampaikan, mulai dari pemberian kartu khusus bagi warga sekitar, kartu parkir sekali bayar untuk pedagang seperti di Pasar Among Tani, hingga opsi penggajian jukir agar sistem lebih tertib dan transparan.</p>
<p>Kondisi tersebut dinilai semakin mendesak untuk dibenahi, mengingat beban belanja pegawai Pemkot Batu meningkat pasca pengangkatan 1.133 pegawai baru. Tanpa optimalisasi sektor parkir, Dishub dipertanyakan menangkap peluang peningkatan PAD di tengah penurunan transfer anggaran.</p>
<p>“Jangan terus berada di zona nyaman. Kalau parkir saja tidak bisa ditata, bagaimana mau bicara peningkatan PAD? Intinya penataan parkir Alun-Alun harus segera dituntaskan agar sektor perhubungan benar-benar memberi kontribusi nyata bagi keuangan daerah, bukan justru menjadi sumber persoalan berulang," tandasnya. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor: Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Empat Hari Usai Laporan, Resmob Polres Batu Bongkar Curanmor Ngantang</title>
<link>https://suarajatimpost.com/empat-hari-usai-laporan-resmob-polres-batu-bongkar-curanmor-ngantang</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/empat-hari-usai-laporan-resmob-polres-batu-bongkar-curanmor-ngantang</guid>
<description><![CDATA[ Dengan tertangkapnya pelaku Curanmor dan diamankannya barang bukti, kepolisian tidak hanya memulihkan rasa aman warga, tetapi juga menekankan pentingnya kesadaran kolektif untuk meningkatkan pengamanan kendaraan sebagai langkah pencegahan agar kejadian serupa tidak terulang. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202602/image_870x580_69809c1ff3e65.webp" length="20614" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 02 Feb 2026 21:39:41 +0700</pubDate>
<dc:creator>Choirul Anwar</dc:creator>
<media:keywords>Kota Batu, Curanmor, Ngantang</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KOTA BATU, SJP</strong> – Kecepatan respons Satuan Reserse Kriminal Polres Batu kembali terbukti. Hanya berselang empat hari setelah laporan masuk, Unit Resmob berhasil mengungkap kasus pencurian kendaraan bermotor yang terjadi di Kecamatan Ngantang dan mengamankan pelaku berinisial PU (23) pada Kamis lalu (29/1/2026).</p>
<p>Kasi Humas Polres Batu Iptu Huda Rohman pada Senin (2/2/2026) menguraikan kasus tersebut bermula dari laporan RH (19), warga Dusun Kenteng, Ngantang, yang kehilangan sepeda motor Honda Beat miliknya pada Minggu (25/1/2026), setelah itu pelaku ditangkap di sebuah warung kawasan Dusun Sekar, Desa Sidodadi, Ngantang.</p>
<p>“Pelaku berhasil diamankan di wilayah Ngantang. Penangkapan ini hasil pengembangan cepat dari laporan korban. Dari hasil penyelidikan, diketahui pencurian terjadi saat motor diparkir di teras rumah sekitar pukul 23.30 WIB tanpa pengamanan kunci ganda. Kondisi tersebut dimanfaatkan pelaku. Pada pagi harinya, sekitar pukul 06.00 WIB, ibu korban mendapati kendaraan sudah tidak berada di tempat," paparnya.</p>
<p>Selain sepeda motor, korban juga kehilangan dompet berisi STNK asli dan KTP yang disimpan di dalam jok. Total kerugian korban ditaksir mencapai Rp32 juta.</p>
<p>Menariknya, pelaku tidak menggunakan kunci T sebagaimana modus curanmor pada umumnya. Pelaku terlebih dahulu mendorong motor menjauh dari lokasi, lalu merusak dan menyambung kabel kontak secara manual hingga mesin dapat dihidupkan.</p>
<p>“Ini menunjukkan pelaku memiliki kemampuan teknis tertentu dan memanfaatkan kelengahan pemilik kendaraan. Dalam pengungkapan ini, polisi menyita satu unit sepeda motor Honda Beat warna putih hitam milik korban sebagai barang bukti," imbuhnya.</p>
<p>Saat ini tersangka PU telah ditahan di Mapolres Batu dan dijerat Pasal 477 ayat 1 huruf e dan f Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP terkait pencurian dengan pemberatan.</p>
<p>Dengan maraknya peristiwa curanmor, Polres Batu mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan, khususnya dengan penggunaan kunci pengaman tambahan serta tidak menyimpan dokumen penting seperti STNK di dalam jok kendaraan. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Eko Suhartono Disiapkan Jadi Penjaga Stabilitas Birokrasi Kota Batu di Masa Transisi Sekda</title>
<link>https://suarajatimpost.com/eko-suhartono-disiapkan-jadi-penjaga-stabilitas-birokrasi-kota-batu-di-masa-transisi-sekda</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/eko-suhartono-disiapkan-jadi-penjaga-stabilitas-birokrasi-kota-batu-di-masa-transisi-sekda</guid>
<description><![CDATA[ Sebagai calon tunggal, peluang Eko Suhartono untuk dilantik sebagai Pj Sekda dinilai terbuka lebar. Jika rekomendasi gubernur turun dalam waktu dekat, pelantikan dipastikan akan segera dilakukan. Pemkot Batu menargetkan jabatan Sekda definitif sudah terisi maksimal dalam tiga bulan melalui mekanisme seleksi terbuka. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202602/image_870x580_69809b85cea8f.webp" length="24392" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 02 Feb 2026 20:58:30 +0700</pubDate>
<dc:creator>Choirul Anwar</dc:creator>
<media:keywords>Kota Batu, PJ sekda, Pelayanan, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KOTA BATU, SJP</strong> – Pemerintah Kota Batu mulai mengerucutkan arah pengisian jabatan Sekretaris Daerah (Sekda) dengan mengusulkan satu nama sebagai Penjabat (Pj) Sekda, yakni Eko Suhartono. Sosok yang saat ini menjabat Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setda Kota Batu itu diproyeksikan menjadi figur kunci dalam menjaga kesinambungan roda birokrasi di tengah masa transisi pemerintahan.</p>
<p>Wakil Wali Kota Batu Heli Suyanto pada Senin (2/2/2026) menegaskan, pengusulan Eko Suhartono dilakukan menyusul pergeseran Zadim Efisiensi ke posisi Asisten Administrasi Umum Setda Kota Batu. Pemkot Batu menilai Eko memiliki kapasitas teknis dan pengalaman birokrasi yang memadai untuk mengisi jabatan strategis tersebut, sembari menunggu proses seleksi terbuka Sekda definitif.</p>
<p>"Untuk saat ini usulan tersebut masih menunggu persetujuan dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Sambil menanti rekomendasi gubernur, tugas koordinasi administratif harian dijalankan oleh Plh Sekda Eny Rachyuningsih, yang juga menjabat Kepala BKAD Kota Batu," urainya.</p>
<p>Ia juga membeberkan pengajuan satu nama calon Pj Sekda merupakan langkah yang telah disesuaikan dengan mekanisme dan prosedur administrasi. Pemkot memilih fokus pada efektivitas, agar tidak terjadi kekosongan kendali dalam struktur birokrasi daerah.</p>
<p>Nama Eko Suhartono menguat setelah opsi lain, termasuk Eny Rachyuningsih, tidak dilanjutkan. Faktor kedekatan masa purna tugas menjadi pertimbangan utama, mengingat Pj Sekda akan memimpin fase transisi yang cukup menentukan menuju penetapan Sekda definitif.</p>
<p>“Pengisian Pj Sekda ini penting untuk menjaga ritme pemerintahan tetap berjalan normal. Kami mengusulkan satu nama sesuai ketentuan dan sekarang tinggal menunggu persetujuan dari Pemprov Jatim," tandasnya. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Tekan Angka Kecelakaan, Polres Batu Kedepankan Edukasi dan Ramp Check dalam Operasi Keselamatan Semeru 2026</title>
<link>https://suarajatimpost.com/tekan-angka-kecelakaan-polres-batu-kedepankan-edukasi-dan-ramp-check-dalam-operasi-keselamatan-semeru-2026</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/tekan-angka-kecelakaan-polres-batu-kedepankan-edukasi-dan-ramp-check-dalam-operasi-keselamatan-semeru-2026</guid>
<description><![CDATA[ Melalui Operasi Keselamatan Semeru 2026, Polres Batu berupaya menekan angka kecelakaan lalu lintas secara signifikan, sekaligus membangun budaya tertib berlalu lintas yang berkelanjutan, bukan hanya menjelang Operasi Ketupat, tetapi dalam kehidupan sehari-hari masyarakat ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202602/image_870x580_69809ae54fc16.webp" length="89028" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 02 Feb 2026 20:31:53 +0700</pubDate>
<dc:creator>Choirul Anwar</dc:creator>
<media:keywords>Kota Batu, Kecelakaan, Ops Semeru, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KOTA BATU, SJP</strong> – Tingginya angka kecelakaan lalu lintas pada 2025 menjadi alarm serius bagi jajaran kepolisian. Merespons kondisi tersebut, Polres Batu bersama Polda Jawa Timur mengedepankan langkah pencegahan dini melalui Operasi Keselamatan Semeru 2026 yang resmi diawali dengan apel gelar pasukan di Mapolres Batu, Senin (2/2/2026).</p>
<p>Wakapolres Batu Kompol Anton Widodo menguraikan, dari hasil analisa dan evaluasi Operasi Keselamatan Semeru 2025, tercatat 531 kasus kecelakaan lalu lintas dengan 10 korban meninggal dunia, 51 korban luka berat, dan 803 korban luka ringan.</p>
<p>"Data ini menunjukkan bahwa persoalan keselamatan berlalu lintas masih menjadi tantangan besar dan membutuhkan intervensi yang lebih terukur, sistematis, serta melibatkan banyak pihak," urainya.</p>
<p>Oleh sebab itu dalam Operasi Keselamatan Semeru 2026 yang digelar selama 14 hari, mulai 2 hingga 15 Februari 2026 mendatang dirancang sebagai upaya cipta kondisi sebelum pelaksanaan Operasi Ketupat Semeru.</p>
<p>Di mana fokus utamanya bukan semata penindakan, melainkan membangun kesadaran dan disiplin masyarakat melalui pendekatan preemtif dan preventif yang diperkuat. Pada aspek preemtif, kepolisian mengintensifkan edukasi dan sosialisasi keselamatan berlalu lintas, termasuk kepada pengusaha angkutan umum terkait penerapan sistem manajemen keselamatan. Kampanye masif juga dilakukan melalui berbagai platform media untuk mendorong perubahan perilaku pengguna jalan.</p>
<p>"Sementara itu, langkah preventif diwujudkan melalui ramp check terpadu bersama Dinas Perhubungan dan Dinas Kesehatan. Pemeriksaan meliputi kelayakan kendaraan dan kondisi kesehatan pengemudi, termasuk tes urine di terminal dan pool bus. Kendaraan yang memenuhi standar keselamatan akan diberikan tanda khusus sebagai jaminan keamanan bagi penumpang," imbuhnya.</p>
<p>Anton juga menegaskan bahwa penegakan hukum tetap dilakukan secara terukur dan berbasis prioritas terhadap pelanggaran yang berpotensi menimbulkan kecelakaan fatal, seperti ODOL, melawan arus, tidak menggunakan helm SNI, serta penggunaan knalpot tidak sesuai spesifikasi. Pemanfaatan ETLE juga dioptimalkan untuk memastikan penindakan berjalan transparan dan akuntabel. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Cuaca Membaik, Jalur Pendakian Gunung Panderman dan Bokong Dibuka Terbatas</title>
<link>https://suarajatimpost.com/cuaca-membaik-jalur-pendakian-gunung-panderman-dan-bokong-dibuka-terbatas</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/cuaca-membaik-jalur-pendakian-gunung-panderman-dan-bokong-dibuka-terbatas</guid>
<description><![CDATA[ Pembukaan kembali jalur pendakian Gunung Panderman dan Gunung Bokong menunjukkan upaya LMDH Wana Tani menyeimbangkan aktivitas wisata alam dengan aspek keselamatan, namun status dibuka tidak berarti bebas risiko. Kewaspadaan pendaki, kesiapan fisik, serta kepatuhan terhadap imbauan pengelola menjadi kunci utama agar pendakian tetap aman, sementara penutupan jalur Gunung Buthak menegaskan pendekatan kehati-hatian demi mencegah potensi kecelakaan di tengah kondisi alam yang belum sepenuhnya pulih ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202601/image_870x580_697dd86dc8420.webp" length="27204" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sat, 31 Jan 2026 19:11:39 +0700</pubDate>
<dc:creator>Choirul Anwar</dc:creator>
<media:keywords>Kota Batu, Pembukaan, Gunung Panderman, saurajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p data-start="96" data-end="410"><strong data-start="96" data-end="116">KOTA BATU, SJP –</strong> Setelah hampir dua pekan ditutup akibat cuaca ekstrem, jalur pendakian Gunung Panderman dan Gunung Bokong kembali dibuka oleh Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) Wana Tani. Pembukaan jalur tersebut dilakukan setelah melalui evaluasi kondisi cuaca serta pertimbangan aspek keselamatan pendaki.</p>
<p data-start="412" data-end="590">Meski telah diizinkan kembali sejak Kamis (29/1/2026) pukul 00.00 WIB, LMDH menegaskan, pembukaan jalur dilakukan secara terbatas dengan tetap mengedepankan mitigasi risiko.</p>
<p data-start="592" data-end="758">Ketua LMDH Wana Tani, Ahmad Syaifudin, Sabtu (31/1/2026) mengatakan, pemantauan cuaca menjadi faktor utama dalam pengambilan keputusan pembukaan jalur pendakian.</p>
<p data-start="760" data-end="1012">“Namun untuk jalur pendakian Gunung Buthak, hingga saat ini masih kami tutup karena membutuhkan waktu pemulihan lebih lanjut. Penutupan ini sebagai langkah pencegahan untuk menghindari risiko kecelakaan akibat kondisi jalur yang belum stabil,” ujarnya.</p>
<p data-start="1014" data-end="1228">Selain itu, LMDH mengingatkan para pendaki agar tidak hanya berpatokan pada status jalur yang telah dibuka, tetapi juga benar-benar mempersiapkan kondisi fisik, logistik, serta perlengkapan pendakian secara matang.</p>
<p data-start="1230" data-end="1596">Kondisi suhu dingin dan karakter medan di kawasan hutan Kota Batu dinilai masih menjadi tantangan serius bagi keselamatan pendaki. Oleh karena itu, LMDH berharap aktivitas pendakian tetap dapat berlangsung tanpa mengabaikan aspek keamanan, sekaligus menumbuhkan kesadaran pendaki untuk lebih bertanggung jawab terhadap keselamatan diri dan kelestarian kawasan hutan.</p>
<p data-start="1598" data-end="1917">“Kami mengingatkan bahwa potensi bahaya di kawasan hutan dan pegunungan belum sepenuhnya hilang, mengingat cuaca ekstrem masih bisa terjadi secara mendadak. Pendaki yang hendak naik harus memastikan kondisi fisik, logistik, dan perlengkapan dalam keadaan siap untuk menekan risiko yang tidak diinginkan,” tandasnya. <strong>(*)</strong></p>
<p data-start="1598" data-end="1917"><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Pemkot Batu Perkuat Komitmen Penanganan RTLH, 110 Rumah Ditargetkan Tertangani pada 2026</title>
<link>https://suarajatimpost.com/pemkot-batu-perkuat-komitmen-penanganan-rtlh-110-rumah-ditargetkan-tertangani-pada-2026</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/pemkot-batu-perkuat-komitmen-penanganan-rtlh-110-rumah-ditargetkan-tertangani-pada-2026</guid>
<description><![CDATA[ Melalui program RTLH, Pemkot Batu menginginkan masyarakat dapat memiliki rumah yang lebih aman, sehat, dan layak huni, sebagai fondasi penting dalam mendorong kesejahteraan dan kualitas hidup warga Kota Batu secara berkelanjutan. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202601/image_870x580_697dd7616608c.webp" length="23806" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sat, 31 Jan 2026 18:31:04 +0700</pubDate>
<dc:creator>Choirul Anwar</dc:creator>
<media:keywords>Kota Batu, RTLH, Rp 3, 3 Miliar, saurajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KOTA BATU, SJP</strong> – Pemerintah Kota Batu terus menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas hunian masyarakat melalui program penanganan rumah tidak layak huni (RTLH). Pada 2026, Pemkot menargetkan perbaikan 110 unit RTLH dari total sekitar 250 rumah yang terdata membutuhkan penanganan.</p>
<p>Kepala Disperkim Kota Batu Arief As Siddiq pada Sabtu (31/1/2026) menegaskan, Pemkot Batu telah menyiapkan anggaran sekitar Rp 3,3 miliar. Setiap penerima bantuan memperoleh dana Rp30 juta yang digunakan untuk memperbaiki bagian rumah yang mengalami kerusakan, terutama pada struktur utama dan sanitasi.</p>
<p>"Program RTLH menjadi salah satu prioritas daerah karena berkaitan langsung dengan kesehatan, keselamatan, dan kualitas hidup masyarakat kurang mampu. Tahun ini kami fokus menuntaskan 110 unit RTLH. Sisanya akan terus kami dorong penanganannya secara bertahap pada tahun-tahun berikutnya,” ujarnya.</p>
<p>Arief menjelaskan, kondisi RTLH yang terdata cukup beragam, mulai dari atap bocor, dinding rapuh, lantai tidak layak, hingga fasilitas sanitasi yang belum memenuhi standar kesehatan. Karena itu, penanganan difokuskan pada rumah dengan tingkat kerusakan paling mendesak.</p>
<p>Untuk memastikan bantuan tepat sasaran, Disperkim menerapkan kriteria yang jelas dan ketat bagi calon penerima, meliputi kepemilikan tanah yang sah, status kependudukan Kota Batu, kategori tidak mampu, serta belum pernah menerima bantuan RTLH sebelumnya. Seluruh usulan penerima juga diverifikasi melalui peninjauan langsung ke lapangan.</p>
<p>"Pada 2026, program RTLH dilaksanakan dengan skema penyaluran dana langsung ke rekening penerima. Pencairan dilakukan secara bertahap sesuai progres pekerjaan, dengan pengawasan dari Disperkim guna menjamin akuntabilitas dan efektivitas penggunaan anggaran," imbuhnya.</p>
<p>Capaian program RTLH di Kota Batu menunjukkan tren yang terus meningkat. Pada 2024, bantuan RTLH menjangkau 88 rumah, lalu meningkat signifikan menjadi 142 rumah pada 2025. Tren positif ini membuka peluang penambahan jumlah penerima pada 2026, terutama melalui Perubahan Anggaran Keuangan (PAK) APBD. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Ringankan Beban Operasional, Pemkot Batu Beri Subsidi Listrik Rumah Ibadah</title>
<link>https://suarajatimpost.com/ringankan-beban-operasional-pemkot-batu-beri-subsidi-listrik-rumah-ibadah</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/ringankan-beban-operasional-pemkot-batu-beri-subsidi-listrik-rumah-ibadah</guid>
<description><![CDATA[ Pemerintah Kota Batu mengalokasikan anggaran Rp582 juta dalam APBD 2026 untuk subsidi listrik bagi 856 rumah ibadah. Bantuan diberikan secara triwulanan, berbasis data, dan ditransfer langsung guna menjamin akuntabilitas serta mendukung kegiatan sosial dan keagamaan. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202601/image_870x580_697dd65c9d578.webp" length="30970" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sat, 31 Jan 2026 17:50:27 +0700</pubDate>
<dc:creator>Choirul Anwar</dc:creator>
<media:keywords>Kota Batu, Rumah Ibadah, Listrik, saurajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KOTA BATU, SJP</strong> – Pemerintah Kota Batu mulai 2026 menerapkan kebijakan subsidi listrik bagi rumah ibadah dengan skema anggaran terukur dan berbasis data. Melalui APBD tahun 2026, Pemkot Batu mengalokasikan dana sebesar Rp582 juta untuk menekan beban biaya operasional 856 rumah ibadah yang tersebar di seluruh wilayah kota.</p>
<p>Kepala Bagian Kesra Setda Kota Batu Bambang Hari Suliyan pada Sabtu (31/1/2026) menjelaskan, kebijakan ini menjadi instrumen fiskal baru dalam pengelolaan belanja sosial daerah. Bantuan diberikan dengan nominal tetap dan pencairan triwulanan, serta ditransfer langsung ke rekening masing-masing rumah ibadah guna memastikan akuntabilitas dan meminimalkan potensi penyimpangan.</p>
<p>"Skema ini dirancang agar tepat sasaran dan mudah diaudit. Untuk masjid dan gereja, subsidi ditetapkan Rp100 ribu per periode pencairan, sedangkan musala menerima Rp50 ribu. Sementara pura dan vihara mendapatkan besaran bantuan yang disesuaikan dengan kebutuhan serta daya listrik yang digunakan," urainya.</p>
<p>Lebih lanjut, data Bagian Kesra mencatat, penerima subsidi meliputi 652 masjid, 197 musala, 39 gereja Protestan, 13 gereja Katolik dan kapel, 5 pura, serta 4 vihara.</p>
<p>Seluruh penerima wajib terdaftar resmi di Bagian Kesra Kota Batu dan Kementerian Agama, sehingga fasilitas ibadah non-terdata atau bersifat tambahan tidak masuk dalam skema bantuan.</p>
<p>" Pemkot Batu menilai, intervensi anggaran ini bukan hanya meringankan biaya rutin listrik, tetapi juga memberi ruang bagi pengelola rumah ibadah untuk mengoptimalkan dana operasional ke kegiatan sosial, pendidikan keagamaan, dan pelayanan umat," imbuhnya.</p>
<p>Dengan pendekatan fiskal yang inklusif dan berbasis data, subsidi listrik ini sekaligus mencerminkan komitmen pemerintah daerah dalam menjaga efisiensi anggaran serta keberagaman kehidupan beragama di Kota Batu. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Penyegaran Pimpinan Polres Batu, Wakapolres dan Kabag Ops Resmi Berganti</title>
<link>https://suarajatimpost.com/penyegaran-pimpinan-polres-batu-wakapolres-dan-kabag-ops-resmi-berganti</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/penyegaran-pimpinan-polres-batu-wakapolres-dan-kabag-ops-resmi-berganti</guid>
<description><![CDATA[ Dengan pergantian dan pengukuhan pejabat ini, Polres Batu diharapkan semakin solid secara internal serta mampu menjalankan tugas kepolisian secara profesional, efektif, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat Kota Batu. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202601/image_870x580_697c93a14c83a.webp" length="62162" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Fri, 30 Jan 2026 22:02:42 +0700</pubDate>
<dc:creator>Choirul Anwar</dc:creator>
<media:keywords>Kota Batu, Polres, Sertijab, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KOTA BATU, SJP</strong> – Polres Batu melakukan penyegaran struktur kepemimpinan melalui Upacara Serah Terima Jabatan (Sertijab) Wakapolres Batu dan Kabag Ops Polres Batu yang dipimpin langsung Kapolres Batu AKBP Aris Purwanto di Lapangan Apel Mapolres Batu.</p>
<p>Dalam upacara tersebut, jabatan Wakapolres Batu resmi diserahterimakan dari Kompol Danang Yudanto kepada Kompol Anton Widodo. Selanjutnya, jabatan Kabag Ops Polres Batu beralih dari Kompol Anton Widodo kepada AKP Hendro Utaryo.</p>
<p>Diwawancarai pada Jumat (30/1/2026), Aris menguraikan selain sertijab pejabat utama, Polres Batu juga mengukuhkan AKP Tri Nawang Sari sebagai Kasatres PPA dan PPO Polres Batu, seiring penyesuaian struktur organisasi Polri di tingkat kewilayahan.</p>
<p>"Rotasi dan mutasi jabatan merupakan bagian dari manajemen organisasi untuk menjaga kesinambungan kepemimpinan serta meningkatkan efektivitas pelaksanaan tugas kepolisian, sehingga penyegaran jabatan menjadi momentum penting untuk memperkuat koordinasi internal, optimalisasi fungsi operasional, serta peningkatan kualitas pelayanan kepolisian di wilayah hukum Polres Batu," urainya.</p>
<p>Kapolres juga memberikan apresiasi kepada personil yang disertijab atas pengabdian dan kontribusi selama menjabat, serta menyampaikan kepercayaan kepada pejabat baru untuk melanjutkan dan meningkatkan kinerja yang telah berjalan.</p>
<p>Dalam amanatnya, AKBP Aris menekankan pentingnya penguasaan tugas pokok dan pelaksanaan tugas sesuai standar operasional prosedur (SOP) di setiap fungsi, khususnya dalam menghadapi dinamika kamtibmas yang terus berkembang.</p>
<p>"Penyegaran ini nantinya akan menambahkan kesinambungan kepemimpinan, penguatan fungsi operasional, serta peningkatan kualitas kinerja personel, sehingga seluruh jajaran diharapkan semakin profesional, solid, dan adaptif dalam menjaga stabilitas serta memberikan pelayanan kepolisian yang optimal kepada masyarakat Kota Batu," tandasnya. <strong>(**)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Pemkot Batu Perkuat Peran HIPPAM Jaga Kelestarian Mata Air Umbul Gemulo</title>
<link>https://suarajatimpost.com/pemkot-batu-perkuat-peran-hippam-jaga-kelestarian-mata-air-umbul-gemulo</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/pemkot-batu-perkuat-peran-hippam-jaga-kelestarian-mata-air-umbul-gemulo</guid>
<description><![CDATA[ Pemkot Batu menegaskan peran HIPPAM sebagai ujung tombak pengelolaan air bersih di Umbul Gemulo, Bumiaji. Area konservasi seluas 6.000 meter persegi ditetapkan demi menjaga keberlanjutan sumber mata air dan pemerataan layanan air bagi warga. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202601/image_870x580_697c955330482.webp" length="36268" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Fri, 30 Jan 2026 19:58:32 +0700</pubDate>
<dc:creator>Choirul Anwar</dc:creator>
<media:keywords>Kota Batu, Hippam, Sumber Gemulo, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KOTA BATU, SJP</strong> – Upaya menjaga keberlanjutan sumber mata air Umbul Gemulo di Kecamatan Bumiaji kini diarahkan pada penguatan peran masyarakat sebagai pengelola langsung air bersih. Pemerintah Kota Batu menilai keberadaan Himpunan Penduduk Pemakai Air Minum (HIPPAM) sebagai elemen kunci dalam memastikan distribusi air yang adil, tertib, dan berkelanjutan.</p>
<p>Wakil Wali Kota Batu Heli Suyanto pada Jumat (30/1/2026) menegaskan, sebelumnya sudah duduk dan menghadiri koordinasi HIPPAM dan Pengelolaan Sumber Mata Air Wilayah Bumiaji beberapa waktu lalu.</p>
<p>"Keterlibatan aktif masyarakat melalui HIPPAM justru menjadi fondasi utama pengelolaan air yang berkelanjutan karena bersentuhan langsung dengan kebutuhan warga," paparnya.</p>
<p>Sebagai bentuk dukungan nyata, Pemkot Batu juga menetapkan kawasan seluas sekitar 6.000 meter persegi di sekitar Umbul Gemulo sebagai area konservasi dan tangkapan air. Di mana lahan aset pemerintah yang kini dikelola Dinas Lingkungan Hidup tersebut dipastikan tidak dialihfungsikan untuk kepentingan lain agar keberlanjutan debit air tetap terjaga.</p>
<p>Selain aspek konservasi, Pemkot Batu juga mendorong perbaikan tata kelola teknis di lapangan, mulai dari penataan jaringan pipa hingga peningkatan respons layanan Perumdam Among Tirto terhadap keluhan masyarakat. Langkah ini dinilai penting agar pengelolaan air tidak hanya lestari secara lingkungan, tetapi juga adil secara pelayanan.</p>
<p>"Ada berbagai macam ususlan disana baik dari pengelola HIPPAM dan warga, termasuk usulan pembelian lahan swasta di sekitar sumber mata air. Hal itu akan menjadi bagian dari kajian kebijakan pemerintah ke depan," tandasnya. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Wali Kota Batu Tekankan Tindak Lanjut Opini Ombudsman sebagai Agenda Pembenahan Layanan Publik</title>
<link>https://suarajatimpost.com/wali-kota-batu-tekankan-tindak-lanjut-opini-ombudsman-sebagai-agenda-pembenahan-layanan-publik</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/wali-kota-batu-tekankan-tindak-lanjut-opini-ombudsman-sebagai-agenda-pembenahan-layanan-publik</guid>
<description><![CDATA[ Opini Ombudsman RI Tahun 2025 menjadi momentum penting bagi Pemerintah Kota Batu untuk mengakselerasi pembenahan pelayanan publik secara nyata dan terukur, dengan menjadikan rekomendasi Ombudsman sebagai pijakan perbaikan di sektor layanan dasar, memperkuat pengelolaan pengaduan, serta memastikan seluruh perangkat daerah bergerak selaras dalam mewujudkan pelayanan yang profesional, transparan, dan semakin responsif terhadap kebutuhan masyarakat ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202601/image_870x580_697c947a94fc6.webp" length="26376" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Fri, 30 Jan 2026 19:21:55 +0700</pubDate>
<dc:creator>Choirul Anwar</dc:creator>
<media:keywords>Kota Batu, Ombudsman, Layanan Publik, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KOTA BATU, SJP</strong> – Wali Kota Batu Nurochman menegaskan bahwa Opini Ombudsman Republik Indonesia Tahun 2025 bukan sekadar penilaian administratif, melainkan bahan kerja nyata untuk membenahi kualitas pelayanan publik di Kota Batu.</p>
<p>Pria yang akrab disapa Cak Nur tersebut memperoleh opini Kualitas Sedang dalam penilaian Pemerintah Kota dan hasil tersebut harus dibaca secara objektif sebagai cermin kinerja pelayanan yang masih perlu diperkuat, terutama pada sektor-sektor yang bersentuhan langsung dengan masyarakat.</p>
<p>“Opini ini menjadi alarm sekaligus panduan. Kita tahu di mana titik lemah pelayanan dan di situlah pembenahan harus dimulai. Terlebih fokus penilaian Ombudsman pada Dinas Kesehatan, Dinas Pendidikan, dan Dinas Sosial selaras dengan prioritas pelayanan dasar Pemkot Batu. Karena itu, perbaikan akan diarahkan pada aspek hulu hingga hilir, mulai dari tata kelola internal, proses layanan, kualitas output, hingga mekanisme pengaduan masyarakat," urainya.</p>
<p>Ia juga menekankan pentingnya tindak lanjut rekomendasi Ombudsman secara terukur. Setiap perangkat daerah diminta menyusun langkah perbaikan yang konkret, bukan sekadar normatif.</p>
<p>Terlebih dengan keterlibatan langsung kepala daerah dalam proses evaluasi ini, Pemkot Batu menargetkan peningkatan kualitas pelayanan publik yang lebih konsisten dan berkelanjutan, sehingga kepercayaan masyarakat terhadap layanan pemerintah daerah dapat terus diperkuat.</p>
<p>“Target kami jelas, pelayanan publik harus semakin cepat, transparan, dan berpihak pada warga. Rekomendasi Ombudsman akan kami jadikan standar perbaikan,” tandasnya. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>RS Bhayangkara Hasta Brata Tangani Intensif Korban KDRT Pujon, Kondisi Pascaoperasi Stabil</title>
<link>https://suarajatimpost.com/rs-bhayangkara-hasta-brata-tangani-intensif-korban-kdrt-pujon-kondisi-pascaoperasi-stabil</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/rs-bhayangkara-hasta-brata-tangani-intensif-korban-kdrt-pujon-kondisi-pascaoperasi-stabil</guid>
<description><![CDATA[ Penanganan medis yang sigap di RS Bhayangkara Hasta Brata menjadi faktor krusial dalam menyelamatkan nyawa korban, sementara proses hukum terhadap pelaku diharapkan memberi efek jera sekaligus menjadi pengingat bahwa kekerasan dalam rumah tangga merupakan tindak pidana serius yang tidak dapat ditoleransi ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202601/image_870x580_697b4b83479df.webp" length="64918" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 29 Jan 2026 20:00:50 +0700</pubDate>
<dc:creator>Choirul Anwar</dc:creator>
<media:keywords>Kota Batu, KDRT, Korban, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KOTA BATU, SJP – </strong>RS Bhayangkara Hasta Brata Kota Batu memastikan korban Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) berinisial NK (41), warga Dusun Bengkaras, Desa Madiredo, Kecamatan Pujon, Kabupaten Malang, mendapatkan penanganan medis maksimal pascakejadian penganiayaan berat yang dialaminya.</p>
<p>Kasubbid Yanmed Dokpol RS Bhayangkara Hasta Brata, Iptu dr Arifin Juari pada Kamis (29/1/2026) menguraikan korban saat ini masih menjalani perawatan intensif setelah sebelumnya menjalani tindakan operasi akibat luka bacok serius di bagian kepala dan kedua tangan yang disebabkan oleh serangan senjata tajam jenis parang.</p>
<p>"Penanganan medis dilakukan segera setelah korban dirujuk ke rumah sakit. Tim medis langsung melakukan tindakan operasi untuk mencegah komplikasi lanjutan," urainya.</p>
<p>Insiden penganiayaan tersebut terjadi pada Minggu (25/1/2026) sekitar pukul 15.30 WIB di kediaman korban. Luka yang diderita NK tergolong berat sehingga membutuhkan penanganan lanjutan dan pengawasan ketat dari tim medis.</p>
<p>Sementara itu Arifin juga memastikan korban mendapat perawatan sesuai standar medis, termasuk pemantauan pascaoperasi dan dukungan pemulihan fisik dimana pihak kepolisian juga telah mengamankan pelaku dan proses hukum masih berjalan.</p>
<p>"Pasien mengalami luka bacok di kepala dan kedua tangan. Setelah dirujuk, kami lakukan penanganan intensif termasuk operasi. Saat ini kondisi pasien relatif stabil dan terus kami pantau,” tandasnya.</p>
<p>Kasus ini kembali menegaskan pentingnya sinergi penegakan hukum dan layanan kesehatan dalam menangani kasus KDRT, terutama untuk memastikan keselamatan dan pemulihan korban secara optimal. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Hasil Kesepakatan Bersama, Ojol Dilarang Angkut Penumpang di Area Pasar dan Terminal Kota Batu</title>
<link>https://suarajatimpost.com/hasil-kesepakatan-bersama-ojol-dilarang-angkut-penumpang-di-area-pasar-dan-terminal-kota-batu</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/hasil-kesepakatan-bersama-ojol-dilarang-angkut-penumpang-di-area-pasar-dan-terminal-kota-batu</guid>
<description><![CDATA[ Kejelasan batas operasional melalui rambu fisik dimaksudkan agar dapat meminimalkan konflik, melindungi mata pencaharian masing-masing pelaku transportasi, serta menciptakan ketertiban layanan bagi masyarakat ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202601/image_870x580_697b218b9b9ca.webp" length="109832" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 29 Jan 2026 16:20:19 +0700</pubDate>
<dc:creator>Choirul Anwar</dc:creator>
<media:keywords>Kota Batu, Ojol, Zona Merah, saurajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KOTA BATU, SJP</strong> – Penerapan zona merah ojek online (ojol) di kawasan Pasar Induk Among Tani dan Terminal Kota Batu resmi diberlakukan sebagai hasil kesepakatan bersama antar pelaku jasa transportasi. Kebijakan ini menandai pendekatan kolaboratif antara angkutan online dan angkutan konvensional dalam menata ruang operasional secara berkeadilan.</p>
<p>Ketua Aliansi Ojol Bersatu (AOB) Arif Kurniawan pada Kamis (29/1/2026) menegaskan, zona merah tersebut ditandai dengan pemasangan rambu titik penjemputan oleh Dinas Perhubungan Kota Batu di Jalan Dewi Sartika sejak Senin (26/1/2026). Dalam aturan ini, ojol tidak diperkenankan mengangkut penumpang di dalam area pasar dan terminal, melainkan diarahkan ke titik pick up point yang telah ditentukan.</p>
<p>"Hal ini merupakan hasil kesepakatan dengan Organisasi Angkutan Darat (Organda) Kota Batu untuk menghindari dinamika di lapangan akibat tumpang tindih wilayah operasional. Dengan adanya rambu fisik, batas kerja antar moda kini dibuat lebih tegas dan mudah dipahami oleh semua pihak," urainya.</p>
<p>Arif juga menyampaikan bahwa kejelasan zona operasional menjadi kebutuhan mendesak untuk mencegah kesalahpahaman, baik antar driver maupun antara driver dan penumpang. Menurutnya, selama ini banyak pelanggaran terjadi bukan karena unsur kesengajaan, melainkan minimnya informasi di lapangan.</p>
<p>Penerapan zona merah saat ini masih berada pada tahap sosialisasi tanpa sanksi. Fokus utama diarahkan pada edukasi internal driver roda dua dan roda empat, serta penyebaran informasi lintas wilayah, termasuk kepada pengemudi di Malang Raya yang kerap beroperasi di Kota Batu.</p>
<p>"Kami juga ikut mendorong penguatan edukasi kepada pengguna jasa. Sosialisasi melalui banner dan pengumuman di kawasan terminal dinilai penting agar calon penumpang memahami aturan sebelum melakukan pemesanan, sehingga sistem yang dibangun berjalan seimbang dan tidak menimbulkan gesekan baru," pungkasnya. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Perkuat Posisi Tawar, Wali Kota Batu Jajaki Kolaborasi dengan BP Danantara</title>
<link>https://suarajatimpost.com/perkuat-posisi-tawar-wali-kota-batu-jajaki-kolaborasi-dengan-bp-danantara</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/perkuat-posisi-tawar-wali-kota-batu-jajaki-kolaborasi-dengan-bp-danantara</guid>
<description><![CDATA[ Model pengelolaan aset terintegrasi yang diusung Danantara membuka peluang bagi Kota Batu, terutama pada sektor-sektor produktif seperti penguatan destinasi wisata skala internasional, pembangunan fasilitas penunjang atlet dan wisata olahraga dan transformasi teknologi pertanian yang berkelanjutan dan berbasis ekspor. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202601/image_870x580_697aebf2eee5a.webp" length="52920" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 29 Jan 2026 12:30:19 +0700</pubDate>
<dc:creator>Choirul Anwar</dc:creator>
<media:keywords>Kota Batu, Danantara, Kolaborasi</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KOTA BATU, SJP</strong> — Pemerintah Kota Batu mulai mengambil langkah agresif untuk menempatkan daerahnya dalam peta investasi nasional. </p>
<p>Wali Kota Batu, Nurochman, mengakui kesiapan daerahnya untuk berkolaborasi dengan Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BP Danantara) guna mempercepat pertumbuhan ekonomi lokal melalui skema pengelolaan aset strategis.</p>
<p>Langkah ini dipertegas melalui kehadiran Nurochman dalam forum <em>Investor Daily Round Table</em> yang diinisiasi oleh BP Danantara di Jakarta, beberapa waktu lalu. </p>
<p>Forum tersebut menjadi ajang potensi yang mempertemukan pemangku kepentingan tingkat pusat, BUMN, dan kepala daerah untuk menyinkronkan arah kebijakan investasi di bawah pemerintahan saat ini.</p>
<p>Dalam keterangannya pada Kamis (29/1/2026), pria yang akrab disapa Cak Nur tersebut menegaskan bahwa keterlibatan Kota Batu dalam forum tersebut bukan sekadar seremoni. Ia menilai kehadiran BP Danantara sebagai katalisator untuk membangun posisi tawar (<em>positioning</em>) daerah agar terintegrasi dengan pengelolaan aset nasional.</p>
<p>"Bagi Kota Batu, ini adalah langkah strategis untuk memastikan daerah terhubung langsung dengan skema pengelolaan aset nasional yang dikembangkan Danantara. Kami ingin memastikan potensi daerah masuk dalam radar prioritas investasi pusat," ujar Nurochman.</p>
<p>Ia menambahkan, model pengelolaan aset terintegrasi yang diusung Danantara membuka peluang bagi Kota Batu, terutama pada sektor-sektor produktif seperti penguatan destinasi wisata skala internasional, pembangunan fasilitas penunjang atlet dan wisata olahraga dan transformasi teknologi pertanian yang berkelanjutan dan berbasis ekspor.</p>
<p>Lebih lanjut, Nurochman menekankan pentingnya menciptakan ekosistem investasi yang tidak hanya kompetitif, tetapi juga adaptif terhadap dinamika global. </p>
<p>Ia berambisi agar kolaborasi antara kebijakan pusat dan potensi daerah dapat memberikan dampak langsung pada kesejahteraan masyarakat lokal.</p>
<p>"Pemerintah Kota Batu berkomitmen menyiapkan ekosistem investasi yang adaptif. Sinergi lintas sektor ini diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi daerah yang tidak hanya cepat, tetapi juga inklusif dan berkelanjutan," tandasnya. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Program Satu Desa Satu Dokter di Kota Batu Masih Hadapi Kendala Fasilitas dan SDM</title>
<link>https://suarajatimpost.com/program-satu-desa-satu-dokter-di-kota-batu-masih-hadapi-kendala-fasilitas-dan-sdm</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/program-satu-desa-satu-dokter-di-kota-batu-masih-hadapi-kendala-fasilitas-dan-sdm</guid>
<description><![CDATA[ Hal ini menegaskan komitmen Pemkot Batu untuk menambah tenaga kesehatan dan memperbaiki fasilitas di tingkat desa agar layanan kesehatan tidak lagi terpusat di rumah sakit dan Puskesmas induk. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202601/image_870x580_6979f90629e08.webp" length="26858" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 28 Jan 2026 20:59:44 +0700</pubDate>
<dc:creator>Choirul Anwar</dc:creator>
<media:keywords>Kota Batu, Dokter, Desa, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KOTA BATU, SJP</strong> - Program Satu Desa Satu Dokter yang diaktifkan Pemerintah Kota Batu belum sepenuhnya berjalan ideal di seluruh wilayah. Meski hampir semua desa dan kelurahan telah tersentuh layanan dokter, keterbatasan tenaga medis serta fasilitas fisik masih menjadi tantangan utama dalam pemerataan layanan kesehatan tingkat desa.</p>
<p>Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Batu, Aditya Prasaja pada Rabu (28/1/2026) mengakui bahwa jumlah dokter yang tersedia belum memungkinkan penempatan satu dokter secara permanen di setiap desa. Oleh karena itu, skema pelayanan dilakukan dengan sistem penjadwalan dan penugasan bergilir melalui Polindes dan puskesmas pembantu (Pustu).</p>
<p>“Konsepnya bukan satu dokter standby penuh di satu desa. Kami menyesuaikan dengan kapasitas SDM yang ada. Dokter bertugas berdasarkan jadwal dan kebutuhan wilayah karena selain keterbatasan tenaga, kesiapan infrastruktur juga menjadi kendala,” urainya.</p>
<p>Terlebih beberapa wilayah belum memiliki fasilitas Polindes yang memadai. Di Kelurahan Ngaglik, misalnya, hingga kini belum tersedia Polindes mandiri. Sementara di Desa Torongrejo, layanan dokter desa sempat terhenti karena bangunan Polindes sedang direnovasi.</p>
<p>Untuk menyiasati kondisi tersebut, Dinkes bersama pemerintah kelurahan mengambil langkah alternatif. Di Kelurahan Songgokerto, layanan tetap berjalan dengan memanfaatkan ruangan khusus yang disiapkan sementara agar warga tetap mendapatkan akses layanan kesehatan dasar.</p>
<p>“Untuk itu perlu penjadwalan dokter yang disusun berdasarkan tingkat kebutuhan masing-masing desa. Wilayah dengan intensitas keluhan kesehatan lebih tinggi menjadi prioritas utama dalam penempatan tenaga medis,” imbuhnya.</p>
<p>Di sisi lain, Pemkot Batu mulai memperluas cakupan layanan dengan menghadirkan dokter gigi di sejumlah desa seperti Sumberbrantas, Sumberejo, Gunungsari, dan Bumiaji. Bahkan, untuk mendukung layanan tersebut, Dinkes melengkapi fasilitas kesehatan gigi dengan peralatan medis baru di beberapa lokasi.</p>
<p>Wali Kota Batu, Nurochman, menilai program ini sebagai langkah awal menuju pemerataan layanan kesehatan, meski masih memerlukan evaluasi berkelanjutan. Ia mengakui masih ada dusun-dusun di wilayah pelosok yang belum terlayani secara optimal.</p>
<p>“Kami tidak menutup mata. Keterbatasan nakes memang jadi pekerjaan rumah. Tapi ini sedang kami siapkan bertahap, baik dari sisi SDM maupun sarana pendukung. Target kami jelas, pelayanan kesehatan harus bisa dijangkau seluruh warga, tanpa terkecuali, meski prosesnya bertahap,” tandasnya.<strong> (*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Dominasi Pekerja Informal Jadi Alarm Perlindungan Ketenagakerjaan di Kota Batu</title>
<link>https://suarajatimpost.com/dominasi-pekerja-informal-jadi-alarm-perlindungan-ketenagakerjaan-di-kota-batu</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/dominasi-pekerja-informal-jadi-alarm-perlindungan-ketenagakerjaan-di-kota-batu</guid>
<description><![CDATA[ Dominasi pekerja informal di Kota Batu menegaskan bahwa sektor ini telah menjadi penyangga utama ketenagakerjaan di tengah terbatasnya lapangan kerja formal, namun sekaligus menyimpan risiko besar jika tidak diikuti kebijakan yang tepat. Ketergantungan tinggi pada pariwisata membuat pendapatan pekerja informal rentan terhadap fluktuasi kunjungan, sementara perlindungan sosial dan kepastian kerja masih minim. Karena itu, pemerintah daerah perlu bergerak melampaui sekadar pengakuan terhadap peran sektor informal, dengan menghadirkan kebijakan konkret yang memperkuat perlindungan, meningkatkan keterampilan, serta mendorong keberlanjutan usaha agar sektor informal tidak hanya menjadi tempat bertahan hidup, tetapi juga fondasi ekonomi lokal yang lebih tangguh. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202601/image_870x580_6979f844bc39c.webp" length="28346" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 28 Jan 2026 20:45:09 +0700</pubDate>
<dc:creator>Choirul Anwar</dc:creator>
<media:keywords>Kota Batu, Pekerja Informal, Ketenagakerjaan, saurajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KOTA BATU, SJP</strong> - Kota Batu menghadapi tantangan baru di sektor ketenagakerjaan. Meski tingkat partisipasi kerja tetap terjaga, dominasi pekerja informal kini menjadi perhatian serius pemerintah daerah. Data terbaru menunjukkan, mayoritas penduduk bekerja tanpa ikatan kerja formal, yang berimplikasi langsung pada perlindungan sosial dan kepastian pendapatan.</p>
<p>Wakil Wali Kota Batu Heli Suyanto pada Rabu (28/1/2026) menegaskan, berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Batu per Agustus 2025, sebanyak 71.912 orang atau 52,31 persen tenaga kerja berada di sektor informal.</p>
<p>Sementara pekerja formal tercatat 65.550 orang atau 47,69 persen. Angka ini menunjukkan pergeseran signifikan dibanding tahun sebelumnya, dengan sektor formal mengalami penurunan proporsi hingga 2,76 persen poin.</p>
<p>“Intinya kondisi ini mencerminkan terbatasnya daya serap lapangan kerja formal di daerah berbasis pariwisata seperti Kota Batu. Sehingga masyarakat memilih sektor informal sebagai jalan bertahan,” ujarnya.</p>
<p>Peningkatan jumlah pekerja informal didominasi oleh pelaku usaha mandiri, pekerja lepas, hingga pekerja keluarga di sektor pertanian. Meski mampu menyerap tenaga kerja, sektor ini dinilai rentan terhadap guncangan ekonomi, terutama karena bergantung pada sektor wisata.</p>
<p>Menurut Heli, fluktuasi kunjungan wisata berpotensi langsung memukul pendapatan masyarakat informal. Saat kunjungan menurun, pedagang, pelaku UMKM, hingga pekerja jasa wisata menjadi kelompok pertama yang terdampak.</p>
<p>“Kalau wisata turun, dampaknya langsung ke mereka. Tidak ada jaminan upah, tidak ada perlindungan kerja. Di sisi lain, aktivitas rapat dan kunjungan instansi ke Kota Batu memang membantu menggerakkan ekonomi lokal. Namun ketergantungan pada aktivitas tersebut dinilai belum cukup untuk menjamin keberlanjutan pendapatan jangka panjang,” imbuhnya.</p>
<p>Kondisi ini menjadi sinyal bagi pemerintah daerah untuk memperkuat kebijakan ketenagakerjaan. Bukan hanya mendorong tumbuhnya usaha mandiri, tetapi juga memastikan pekerja informal memiliki akses perlindungan sosial, peningkatan keterampilan, serta dukungan usaha yang berkelanjutan.</p>
<p>“Ke depan, sektor informal harus naik kelas. Tidak cukup hanya tumbuh, tapi juga harus aman dan berdaya saing,” pungkas Heli. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Pemkot Batu Tuntaskan Kasus Penahanan Ijazah, Lima Pekerja Terima Kembali Haknya</title>
<link>https://suarajatimpost.com/pemkot-batu-tuntaskan-kasus-penahanan-ijazah-lima-pekerja-terima-kembali-haknya</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/pemkot-batu-tuntaskan-kasus-penahanan-ijazah-lima-pekerja-terima-kembali-haknya</guid>
<description><![CDATA[ Dengan tuntasnya penyelesaian kasus penahanan ijazah ini, Pemerintah Kota Batu menegaskan komitmennya sebagai pelindung hak dasar tenaga kerja sekaligus penjaga keadilan dalam hubungan industrial. Langkah cepat dan tegas yang diambil tidak hanya memulihkan hak para pekerja, tetapi juga menjadi pesan jelas bagi pelaku usaha agar menghormati ketentuan hukum ketenagakerjaan. Pemkot Batu memastikan bahwa iklim kerja yang sehat, berkeadilan, dan manusiawi menjadi fondasi utama pembangunan ketenagakerjaan di Kota Batu ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202601/image_870x580_6979f6b84a1d9.webp" length="63620" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 28 Jan 2026 20:16:48 +0700</pubDate>
<dc:creator>Choirul Anwar</dc:creator>
<media:keywords>Kota Batu, Ijazah, Perlindungan, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KOTA BATU, SJP</strong> – Pemerintah Kota Batu kembali menegaskan perannya sebagai pelindung hak dasar warga, khususnya tenaga kerja, dengan menuntaskan kasus penahanan ijazah yang dialami lima pekerja asal Kota Batu. Melalui fasilitasi dan pendampingan langsung, Pemkot memastikan seluruh ijazah yang sempat ditahan oleh salah satu tempat usaha dikembalikan kepada pemiliknya.</p>
<p>Wakil Wali Kota Batu, Heli Suyanto pada Rabu (28/1/2026) menyerahkan langsung ijazah para pekerja di Balai Kota Among Tani dan menjadi bukti konkret kehadiran pemerintah daerah dalam menjamin hak personal pekerja yang selama ini kerap terabaikan dalam relasi kerja yang tidak seimbang.</p>
<p>"Ini membuktikan bahwa penahanan ijazah bukan sekadar persoalan administratif, melainkan pelanggaran terhadap hak fundamental warga yang berdampak langsung pada masa depan pendidikan dan karier tenaga kerja. Kami tidak akan ragu turun tangan ketika hak pekerja dilanggar," paparnya.</p>
<p>Sehingga menurutnya ketika hak warga dirugikan, negara wajib hadir. Ijazah adalah dokumen pribadi dan tidak boleh dijadikan alat tekanan dalam hubungan kerja. Oleh sebab itu Pemkot Batu juga memanfaatkan momentum ini untuk memperingatkan pelaku usaha agar membangun hubungan industrial yang sehat, patuh hukum, dan berkeadilan.</p>
<p>Orang nomor dua di Kota Batu itu juga membeberkan bahwa pemerintah menekankan iklim usaha yang baik harus berjalan seiring dengan perlindungan hak tenaga kerja. Dimana dampak positif dari penyelesaian kasus bia langsung dirasakan oleh para pekerja.</p>
<p>"Salah satu penerima ijazah, Miftahul Rizki Izzah, mengaku proses pendampingan berjalan cepat dan solutif. Ia memperoleh beasiswa Program 1.000 Sarjana Pemerintah Kota Batu untuk melanjutkan pendidikan di Universitas Muhammadiyah Malang. Semoga hal ini bisa bermanfaat bagi penerima ijazah yang diselesaikan permasalahannya," tandasnya. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Konsistensi Kebijakan JKN Berbuah Apresiasi Nasional, Kota Batu Tembus Standar UHC</title>
<link>https://suarajatimpost.com/konsistensi-kebijakan-jkn-berbuah-apresiasi-nasional-kota-batu-tembus-standar-uhc</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/konsistensi-kebijakan-jkn-berbuah-apresiasi-nasional-kota-batu-tembus-standar-uhc</guid>
<description><![CDATA[ Penghargaan UHC Award 2026 Kategori Madya yang diraih Kota Batu menjadi penegasan bahwa kebijakan kesehatan yang konsisten, berpihak, dan berkelanjutan mampu menghasilkan perlindungan nyata bagi masyarakat. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202601/image_870x580_69798329a9c4d.webp" length="91902" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 28 Jan 2026 11:00:34 +0700</pubDate>
<dc:creator>Choirul Anwar</dc:creator>
<media:keywords>Kota Batu, JKN, UHC</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KOTA BATU, SJP</strong> – Konsistensi Pemerintah Kota Batu dalam memperkuat kebijakan jaminan kesehatan nasional kembali menuai pengakuan di tingkat nasional. Kota wisata ini berhasil meraih <em>Universal Health Coverage</em> (UHC) Award 2026 Kategori Madya, setelah dinilai mampu menjaga keberlanjutan kepesertaan dan pembiayaan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) secara stabil dan inklusif.</p>
<p></p>
<p>Wali Kota Batu Nurochman pada Rabu (28/1/2026) menegaskan Penghargaan tersebut diserahkan dalam ajang UHC Awards 2026 di Jakarta International Expo pada Selasa (27/1/2026) atas penilaian tidak hanya bertumpu pada tingginya cakupan kepesertaan, tetapi juga pada peran aktif pemerintah daerah dalam menopang pembiayaan jaminan kesehatan masyarakat.</p>
<p></p>
<p>"Berdasarkan data penilaian, kepesertaan Program JKN di Kota Batu telah melampaui 98 persen dari total penduduk, dengan tingkat keaktifan peserta di atas 80 persen. Lebih dari itu, komitmen fiskal Pemkot Batu tercermin dari kontribusi pembiayaan Penerima Bantuan Iuran (PBI) yang mencapai lebih dari 38 persen dari total premi, melampaui ambang batas nasional sebesar 30 persen," urainya.</p>
<p></p>
<p>Berdasarkan hal tersebut, pria yang akrab disapa Cak Nur tersebut membeberkan bahwa capaian yang didapatkan merupakan hasil dari kebijakan yang sejak awal diarahkan untuk memastikan tidak ada warga yang tertinggal dalam akses layanan kesehatan.</p>
<p></p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202601/image_870x_6979837849f29.webp" alt=""></p>
<p></p>
<p>Menurutnya, penguatan jaminan kesehatan menjadi bagian tak terpisahkan dari pembangunan daerah yang berorientasi pada kualitas hidup masyarakat.</p>
<p></p>
<p>“UHC bukan sekadar angka kepesertaan. Yang kami jaga adalah keberlanjutan sistem dan kepastian layanan bagi warga, terutama kelompok rentan,” imbuhnya.</p>
<p></p>
<p>Terlebih Cak Nur juga membeberkan Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat Abdul Muhaimin Iskandar menegaskan bahwa daerah dengan komitmen pembiayaan yang kuat seperti Kota Batu menunjukkan keseriusan dalam membangun sumber daya manusia. Ia menilai keberhasilan UHC harus diiringi dengan kualitas layanan yang terus ditingkatkan.</p>
<p></p>
<p>Sehingga penghargaan ini sekaligus menegaskan posisi Kota Batu sebagai salah satu daerah yang mampu mengelola jaminan kesehatan secara berimbang antara cakupan, keaktifan peserta, dan tanggung jawab anggaran, di tengah tantangan keberlanjutan sistem kesehatan nasional.</p>
<p></p>
<p>"Dengan cakupan kepesertaan yang hampir menyeluruh, tingkat keaktifan tinggi, serta komitmen pembiayaan daerah yang melampaui standar nasional, Kota Batu menunjukkan bahwa jaminan kesehatan bukan sekadar program administratif, melainkan fondasi strategis dalam menjaga kesejahteraan dan kualitas hidup warganya," tandasnya. <strong>(***)</strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>UPTD Persampahan Dibentuk, Pemkot Batu Bidik Layanan Sampah Lebih Cepat dan Tertata</title>
<link>https://suarajatimpost.com/uptd-persampahan-dibentuk-pemkot-batu-bidik-layanan-sampah-lebih-cepat-dan-tertata</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/uptd-persampahan-dibentuk-pemkot-batu-bidik-layanan-sampah-lebih-cepat-dan-tertata</guid>
<description><![CDATA[ UPTD digadang-gadang akan mengemban tugas pengurangan sampah melalui pembatasan timbulan, penggunaan kembali, dan daur ulang. Sehingga skema ini diharapkan mampu menekan beban Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) serta mendorong partisipasi masyarakat dan dunia usaha ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202601/image_870x580_69789b32acfa0.webp" length="49046" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Tue, 27 Jan 2026 18:22:39 +0700</pubDate>
<dc:creator>Choirul Anwar</dc:creator>
<media:keywords>Kota Batu, UPTD, Pelayanan, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KOTA BATU, SJP</strong> – Pemerintah Kota Batu mulai menata ulang sistem pelayanan persampahan agar lebih responsif dan terukur. Melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Pemkot Batu resmi mengoperasionalkan Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Pengelolaan Persampahan sejak awal 2026, menyusul terbitnya Peraturan Wali Kota Batu Nomor 27 Tahun 2025.</p>
<p>Kepala DLH Kota Batu Dian Fachroni pada Selasa (27/1/2026) bahwa langkah ini diarahkan untuk mempercepat pelayanan kebersihan di tingkat operasional, mulai dari pengumpulan hingga pemrosesan akhir sampah.</p>
<p>"Dengan adanya UPTD, fungsi teknis lapangan kini ditangani unit khusus, sementara DLH berfokus pada perumusan kebijakan dan pengawasan sehingga keberadaan UPTD membuat sistem kerja pengelolaan sampah menjadi lebih terstruktur dan tidak tumpang tindih," urainya.</p>
<p>Oleh sebab itu ia menegaskan operasional persampahan sekarang punya penanggung jawab khusus agar pelayanan ke masyarakat lebih cepat, jelas, dan terkontrol.</p>
<p>UPTD Pengelolaan Persampahan bertanggung jawab penuh terhadap layanan teknis, mulai dari pemilahan, pengumpulan, pengangkutan, pengolahan, hingga pemrosesan akhir sampah. Selain itu, unit ini juga menangani pemeliharaan armada dan sarana persampahan agar tidak lagi terkendala masalah teknis di lapangan.</p>
<p>Dian menambahkan, meski pengisian jabatan struktural masih menunggu proses administratif, operasional UPTD tetap berjalan dengan penunjukan pelaksana tugas kepala UPT.</p>
<p>“Yang utama layanan ke masyarakat tidak boleh berhenti. Struktur bisa menyusul, tapi sistem kerjanya sudah kami jalankan,” imbuhnya.</p>
<p>Dengan pembentukan UPTD ini, Pemkot Batu menargetkan pelayanan kebersihan yang lebih konsisten, transparan, dan berkelanjutan, sekaligus memperbaiki kualitas lingkungan hidup di kota wisata tersebut.<strong> (*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Akselerasi Program 1.000 Sarjana, Pemkot Batu Jajaki Kolaborasi dengan Universitas Kepanjen</title>
<link>https://suarajatimpost.com/akselerasi-program-1000-sarjana-pemkot-batu-jajaki-kolaborasi-dengan-universitas-kepanjen</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/akselerasi-program-1000-sarjana-pemkot-batu-jajaki-kolaborasi-dengan-universitas-kepanjen</guid>
<description><![CDATA[ Program 1.000 Sarjana bukan sekadar proyek kuantitas, melainkan instrumen strategis untuk mencetak lulusan yang relevan dengan arah pembangunan daerah. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202601/image_870x580_69786d9184704.webp" length="21466" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Tue, 27 Jan 2026 15:10:13 +0700</pubDate>
<dc:creator>Choirul Anwar</dc:creator>
<media:keywords>Kota Batu, Kolaborasi, Universitas Kepanjen</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KOTA BATU, SJP</strong> — Pemerintah Kota (Pemkot) Batu terus memperluas jejaring akademis guna menyukseskan Program 1.000 Sarjana. Teranyar, Wakil Wali Kota Batu, Heli Suyanto, membuka ruang sinergi dengan Universitas Kepanjen (UK) Kabupaten Malang sebagai upaya mempercepat peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) di Kota Batu.</p>
<p>Langkah ini diketahui usai audiensi antara Pemkot Batu dengan Rektor Universitas Kepanjen, Tri Nurhudi Sasono, pada Selasa (27/1/2026). </p>
<p>Pertemuan tersebut menjadi sinyal bahwa Pemkot Batu mulai melirik institusi pendidikan di wilayah Malang Raya untuk mendukung pemerataan akses pendidikan tinggi bagi warganya.</p>
<p>Wakil Wali Kota Batu, Heli Suyanto, menegaskan bahwa Program 1.000 Sarjana bukan sekadar proyek kuantitas, melainkan instrumen strategis untuk mencetak lulusan yang relevan dengan arah pembangunan daerah.</p>
<p>"Pendidikan harus selaras dengan kebutuhan zaman. Sinergi antara pemerintah daerah dan perguruan tinggi, termasuk Universitas Kepanjen, adalah kunci untuk mencetak SDM yang kompeten dan memiliki daya saing global," ujar Heli.</p>
<p>Ia menambahkan, kolaborasi dengan Universitas Kepanjen dinilai potensial karena adanya irisan program yang progresif. Saat ini, Universitas Kepanjen tercatat memiliki hampir 1.500 mahasiswa dengan program unggulan seperti Kuliah Sambil Magang (KSM) dan Kuliah Sambil Kerja (KSK).</p>
<p>Program tersebut dianggap sejalan dengan visi Pemkot Batu yang menginginkan lulusan sarjana tidak hanya mengantongi ijazah, tetapi juga memiliki pengalaman praktik dan fleksibilitas dalam menghadapi tantangan dunia kerja.</p>
<p>"Kami berharap pertemuan ini segera ditindaklanjuti dengan kerja sama konkret di bidang pendidikan. Tujuannya jelas, agar Program 1.000 Sarjana mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat secara berkelanjutan," tandas Heli.</p>
<p>Sebagai informasi, Program 1.000 Sarjana merupakan salah satu program prioritas Pemerintah Kota Batu yang dirancang untuk memutus mata rantai kendala biaya pendidikan tinggi, sekaligus menjadi motor penggerak ekonomi daerah melalui ketersediaan tenaga ahli lokal yang mumpuni. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Kota Batu Dorong Diplomasi Kesehatan Perkotaan Lewat Forum Internasional APCAT</title>
<link>https://suarajatimpost.com/kota-batu-dorong-diplomasi-kesehatan-perkotaan-lewat-forum-internasional-apcat</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/kota-batu-dorong-diplomasi-kesehatan-perkotaan-lewat-forum-internasional-apcat</guid>
<description><![CDATA[ APCAT sendiri merupakan jejaring kota Asia Pasifik yang mendorong kebijakan pembangunan perkotaan berorientasi kesehatan. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202601/image_870x580_69784a7981789.webp" length="38194" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Tue, 27 Jan 2026 12:50:08 +0700</pubDate>
<dc:creator>Choirul Anwar</dc:creator>
<media:keywords>Kota Batu, APCAT, Kesehatan</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KOTA BATU, SJP</strong> — Pemerintah Kota Batu mempertegas komitmennya dalam diplomasi kesehatan perkotaan di kancah internasional. Wali Kota Batu, Nurochman, hadir sebagai pembicara dalam <em>The 8th Asia Pacific Cities Alliance for Health and Development</em> (APCAT) <em>Summit</em> yang digelar di Hotel JW Marriott, Jakarta, Senin (26/1/2026).</p>
<p>Forum bergengsi tingkat Asia Pasifik bertema <em>Together We Bring Health Solutions</em> tersebut menjadi ruang strategis bagi para pemimpin daerah untuk merumuskan solusi atas tantangan kesehatan urban, khususnya pengendalian tembakau di kota-kota destinasi wisata.</p>
<p>Dalam sesi berbagi praktik terbaik (<em>best practice</em>), Wali Kota Batu yang akrab disapa Cak Nur, menguraikan keberhasilan Kota Batu dalam mengintegrasikan kebijakan Kawasan Tanpa Rokok (KTR) dengan identitas kota sebagai destinasi wisata unggulan.</p>
<p>"Pemerintah Kota Batu tidak sekadar menjadikan Perda KTR sebagai regulasi administratif, melainkan sebagai instrumen vital perlindungan kesehatan publik serta upaya meningkatkan kualitas dan daya saing destinasi wisata kami," ujar Nurochman, Selasa (27/1/2026).</p>
<p>Implementasi KTR di Kota Batu saat ini telah menyasar berbagai titik krusial, mulai dari fasilitas umum, kawasan wisata, Alun-alun Kota, hingga Balai Kota Among Tani. </p>
<p>Kebijakan ini juga menjangkau sektor transportasi, dengan larangan merokok bagi pengemudi angkutan kota dan angkutan pelajar gratis sebagai langkah preventif perlindungan generasi muda.</p>
<p>Selain aspek pengawasan, Pemkot Batu mengadopsi strategi unik melalui pendekatan apresiatif. </p>
<p>Pemerintah memberikan penghargaan kepada institusi swasta dan instansi pemerintah yang konsisten menegakkan aturan bebas asap rokok. Langkah ini dinilai efektif dalam membangun kepatuhan berbasis kesadaran kolektif.</p>
<p>"Kehadiran kami di forum ini juga merupakan upaya memperluas jejaring kolaborasi lintas negara. Sebagai kota wisata, kami tidak hanya menjual keindahan alam, tetapi juga harus menjamin kualitas kesehatan lingkungan bagi setiap pengunjung," tambahnya.</p>
<p>Dalam forum yang sama, Wakil Menteri Dalam Negeri, Bima Arya Sugiarto, memberikan catatan kritis mengenai prevalensi perokok di Indonesia yang mencapai 38,2 persen pada tahun 2026. </p>
<p>Ia menekankan pentingnya inovasi kebijakan di tingkat daerah untuk menghadapi agresivitas industri tembakau.</p>
<p>Keikutsertaan Kota Batu dalam aliansi APCAT diharapkan mampu memberikan daya tawar lebih kuat bagi kota-kota di Indonesia dalam menciptakan lingkungan urban yang sehat, berkelanjutan, dan ramah bagi kelompok rentan. <strong>(**) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Respons Cepat Polres Batu Selamatkan Korban KDRT di Pujon, Pelaku Diamankan Kurang dari Dua Jam</title>
<link>https://suarajatimpost.com/respons-cepat-polres-batu-selamatkan-korban-kdrt-di-pujon-pelaku-diamankan-kurang-dari-dua-jam</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/respons-cepat-polres-batu-selamatkan-korban-kdrt-di-pujon-pelaku-diamankan-kurang-dari-dua-jam</guid>
<description><![CDATA[ Dalam penanganan penangkapan kasus KDRT tersebut membuat Polres Batu menegaskan komitmennya dalam menangani hal tersebut secara serius, khususnya yang melibatkan perempuan sebagai korban. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202601/image_870x580_6977505925c64.webp" length="17688" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 26 Jan 2026 20:44:27 +0700</pubDate>
<dc:creator>Choirul Anwar</dc:creator>
<media:keywords>Kota Batu, KDRT, Penganiayaan, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KOTA BATU, SJP</strong> - Ketegasan dan kecepatan aparat Polres Batu kembali dibuktikan dalam penanganan kasus Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) yang terjadi di Desa Madiredo, Kecamatan Pujon, Kabupaten Malang.</p>
<p>Dalam waktu kurang dari dua jam sejak laporan diterima, pelaku penganiayaan berat terhadap istrinya berhasil diamankan, sementara korban langsung mendapatkan penanganan medis.</p>
<p>Kasi Humas Polres Batu, Iptu M Huda Rohman pada Senin (26/1/2026) mengatakan, laporan masyarakat yang masuk pada Ahad (25/1/2026) langsung ditindaklanjuti oleh jajaran Satreskrim melalui Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) dan PPO.</p>
<p>“Begitu menerima laporan, petugas segera bergerak ke lokasi untuk mengamankan korban dan pelaku. Prioritas kami adalah keselamatan korban dan mencegah terjadinya kekerasan lanjutan,” jelas Huda.</p>
<p>Peristiwa tersebut terjadi sekira pukul 15.30 WIB di rumah pasangan suami istri berinisial WS (41) dan NK (41) di Dusun Bengkaras. Berdasarkan keterangan penyidik, korban mengalami luka bacok serius di beberapa bagian tubuh akibat serangan senjata tajam dan membuat korban masih menjalani perawatan intensif.</p>
<p>Pelaku WS berhasil diamankan sekira pukul 17.00 WIB tanpa perlawanan. Polisi juga mengamankan sejumlah barang bukti penting, termasuk senjata tajam yang digunakan pelaku, pakaian korban dan tersangka yang berlumuran darah, serta buku nikah sebagai bagian dari kelengkapan penyidikan.</p>
<p>"Atas perbuatannya, WS ditetapkan sebagai tersangka dan dijerat Pasal 44 Undang-Undang RI Nomor 23 Tahun 2004 tentang Penghapusan Kekerasan Dalam Rumah Tangga. Ancaman hukuman maksimal yang dihadapi tersangka mencapai 10 tahun penjara," pungkasnya.</p>
<p>Huda juga mengajak masyarakat untuk tidak ragu melapor jika mengetahui atau mengalami kekerasan dalam rumah tangga karena ngara hadir untuk melindungi korban. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Retribusi Parkir Alun&amp;Alun Kota Batu Dinilai Lemah, DPRD Minta Evaluasi</title>
<link>https://suarajatimpost.com/parkir-kepung-alun-alun-pad-bocor-kota-batu-kehilangan-peluang-besar</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/parkir-kepung-alun-alun-pad-bocor-kota-batu-kehilangan-peluang-besar</guid>
<description><![CDATA[ Pengelolaan parkir di kawasan Alun-Alun Kota Batu dinilai belum optimal dan berpotensi menyebabkan kebocoran PAD. DPRD dan elemen masyarakat mendorong Pemkot Batu segera membangun gedung parkir terpadu guna menata kawasan wisata dan meningkatkan pendapatan daerah. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202601/image_870x580_69774d93a86c4.webp" length="47626" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 26 Jan 2026 20:15:09 +0700</pubDate>
<dc:creator>Choirul Anwar</dc:creator>
<media:keywords>Kota Batu, PAD, Parkir, Terendah, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KOTA BATU, SJP</strong> <strong>– </strong>Alun-Alun Kota Batu selama ini dikenal sebagai magnet wisata utama. Namun di balik ramainya kunjungan, terdapat ironi serius, kawasan strategis tersebut justru menyimpan potensi kebocoran pendapatan asli daerah (PAD), khususnya dari sektor retribusi parkir.</p>
<p>Anggota Komisi B DPRD Kota Batu Sujono Djonet pada Senin (26/1/2026) menilai, alih-alih menjadi sumber pemasukan yang optimal, parkir tepi jalan yang mengelilingi Alun-alun dinilai tidak terkelola secara maksimal. Padahal, volume kendaraan, baik roda dua maupun roda empat, terbilang tinggi hampir setiap hari, terlebih saat akhir pekan dan musim liburan.</p>
<p>"Kondisi ini sebagai kerugian struktural yang dibiarkan bertahun-tahun. Keberadaan parkir yang semrawut bukan hanya soal estetika kota, tetapi juga indikasi lemahnya sistem pengelolaan retribusi," urainya.</p>
<p>Sehingga menurutnya apabila kawasan seramai Alun-alun saja kontribusi parkirnya rendah, maka layak untuk dipertanyakan karena ada potensi PAD yang bocor dan tidak kembali ke kas daerah.</p>
<p>Ia menilai sistem parkir manual di ruang publik terbuka sangat rentan terhadap praktik tidak transparan, mulai dari tarif tak resmi hingga minimnya pengawasan. Kondisi ini merugikan pemerintah daerah sekaligus masyarakat, karena uang yang seharusnya kembali untuk pembangunan kota justru menguap.</p>
<p>Djonet membandingkan situasi tersebut dengan langkah Pemkot Malang di kawasan Kayutangan Heritage yang membangun gedung parkir terpadu. Hasilnya, parkir lebih tertib, pendapatan lebih terukur, dan ruang publik kembali ke fungsi aslinya.</p>
<p>“Dengan sistem parkir terpadu dan digital, kebocoran bisa ditekan. Tidak ada lagi istilah getok harga, semua jelas, masuk ke daerah,” imbuhnya.</p>
<p>Senada, Ketua MPC Pemuda Pancasila Kota Batu, Endro Wahyu Wijoyono, menilai pembiaran parkir liar di pusat kota adalah bentuk kegagalan tata kelola. Menurutnya, jika dibiarkan, Kota Batu bukan hanya kehilangan wajah kota, tetapi juga kehilangan potensi ekonomi yang signifikan.</p>
<p>“Kita bicara kota wisata. Kalau parkir saja tidak bisa dikelola dengan rapi dan menghasilkan, itu masalah serius,” kata Endro.</p>
<p>Keduanya mendorong Wali Kota Batu untuk segera mengambil langkah strategis melalui pembangunan gedung parkir vertikal yang representatif. Selain meningkatkan kenyamanan wisatawan, kebijakan tersebut diyakini mampu memperkuat PAD sekaligus menata ulang pusat kota agar lebih tertib dan berkelanjutan.<strong> (*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Kapolres Batu Tekankan Pengabdian Sunyi di Balik Satyalencana</title>
<link>https://suarajatimpost.com/kapolres-batu-tekankan-pengabdian-sunyi-di-balik-satyalencana</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/kapolres-batu-tekankan-pengabdian-sunyi-di-balik-satyalencana</guid>
<description><![CDATA[ Penganugerahan Satyalencana Pengabdian ini menegaskan arah kepemimpinan Polres Batu yang menempatkan integritas, loyalitas, dan konsistensi sebagai ukuran utama pengabdian, sekaligus mengingatkan bahwa penghargaan hanyalah penanda dari proses panjang kerja sunyi aparat kepolisian dalam menjaga kepercayaan publik dan menjawab tantangan tugas yang kian kompleks di tengah dinamika masyarakat ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202601/image_870x580_69770eff4c1c1.webp" length="32138" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 26 Jan 2026 14:20:29 +0700</pubDate>
<dc:creator>Choirul Anwar</dc:creator>
<media:keywords>Kota Batu, Polres. Satyalencana</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KOTA BATU, SJP</strong> – Penganugerahan Tanda Kehormatan Satyalencana Pengabdian di Polres Batu menjadi ruang penegasan nilai kepemimpinan: bahwa pengabdian aparat kepolisian tidak selalu hadir dalam sorotan, tetapi diuji melalui konsistensi sikap dan keteguhan moral.</p>
<p>Kapolres Batu, AKBP Aris Purwanto pada Senin (26/01/2026) menekankan bahwa Satyalencana bukan tujuan akhir pengabdian, melainkan konsekuensi dari proses panjang menjalankan tugas secara benar, patuh aturan, dan bebas pelanggaran.</p>
<p>Ia mengingatkan bahwa sebagian besar pengabdian anggota Polri justru berlangsung dalam kerja-kerja sunyi yang jarang terlihat publik.</p>
<p>"Negara memberikan penghargaan bukan untuk membedakan personel, tetapi untuk menegaskan standar nilai yang harus dijaga seluruh anggota Polri. Loyalitas, disiplin, dan integritas menjadi fondasi utama yang tidak bisa ditawar dalam pelaksanaan tugas kepolisian," urainya.</p>
<p>Aris juga secara terbuka menyampaikan pesan kepada personel yang belum menerima penghargaan agar tidak terjebak pada rasa kecewa atau perbandingan.</p>
<p>Ia menegaskan bahwa institusi menilai pengabdian secara objektif dan berkelanjutan, bukan berdasarkan momen sesaat.</p>
<p>Ia menyebut, tantangan tugas kepolisian ke depan semakin kompleks seiring dinamika sosial masyarakat.</p>
<p>Karena itu, setiap anggota dituntut menjaga sikap profesional dan tanggung jawab moral, terlepas dari ada atau tidaknya penghargaan yang diterima.</p>
<p>"Kami berharap momentum ini menjadi pengingat bahwa pengabdian Polri sejatinya diukur dari kepercayaan publik dan keberlanjutan integritas, bukan sekadar simbol lencana di dada," tandasnya. <strong>(**)</strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Target Ambisius, Warga Batu Tak Boleh Cuma Lulus SMP, Minimal Harus Sarjana!</title>
<link>https://suarajatimpost.com/target-ambisius-warga-batu-tak-boleh-cuma-lulus-smp-minimal-harus-sarjana</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/target-ambisius-warga-batu-tak-boleh-cuma-lulus-smp-minimal-harus-sarjana</guid>
<description><![CDATA[ Salah satu instrumen utama yang akan diperkuat adalah Program 1.000 Sarjana. Program ini didesain bukan sekadar memberikan gelar akademis, melainkan menciptakan tenaga kerja ahli yang siap diserap pasar. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202601/image_870x580_69747f0e2ac01.webp" length="37160" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sat, 24 Jan 2026 16:20:37 +0700</pubDate>
<dc:creator>Choirul Anwar</dc:creator>
<media:keywords>Kota Batu, Pendidikan, RLS</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KOTA BATU, SJP</strong> — Pemerintah Kota (Pemkot) Batu menempatkan peningkatan kualitas pendidikan sebagai agenda strategis utama dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2025–2030. </p>
<p>Wali Kota Batu, Nurochman, menegaskan komitmennya untuk melakukan lompatan besar guna memastikan sumber daya manusia (SDM) lokal mampu bersaing di tingkat global.</p>
<p>Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), Rata-Rata Lama Sekolah (RLS) Kota Batu pada tahun 2025 tercatat berada di angka 9,95 tahun. </p>
<p>Meski angka ini telah melampaui rata-rata Provinsi Jawa Timur (8,39 tahun) dan nasional (9,07 tahun), secara faktual mayoritas warga Kota Batu masih mengenyam pendidikan hingga jenjang sekolah menengah pertama (SMP).</p>
<p>Politisi yang karib disapa Cak Nur tersebut menilai kondisi ini sebagai alarm sekaligus motivasi bagi pemerintah daerah. </p>
<p>Ia mematok target ambisius agar RLS Kota Batu meningkat signifikan hingga mencapai 13 tahun pada 2030 mendatang.</p>
<p>"Capaian saat ini belum cukup untuk menjawab tantangan masa depan. Fakta bahwa rata-rata warga berhenti di SMP harus kita ubah. Dalam RPJMD 2025–2030, kami menargetkan RLS naik hingga 13 tahun, atau setara dengan jenjang Diploma," ujar Nurochman saat dikonfirmasi pada Sabtu (24/1/2026).</p>
<p>Untuk merealisasikan target tersebut, Cak Nur menekankan bahwa pembangunan fisik sekolah saja tidak cukup. </p>
<p>Diperlukan kebijakan afirmatif yang mampu membedah akar persoalan, terutama hambatan ekonomi dan aksesibilitas.</p>
<p>Salah satu instrumen utama yang akan diperkuat adalah Program 1.000 Sarjana. Program ini didesain bukan sekadar memberikan gelar akademis, melainkan menciptakan tenaga kerja ahli yang siap diserap pasar.</p>
<p>"Kami ingin lulusan Kota Batu tidak hanya sarjana di atas kertas. Kami menyiapkan skema rekomendasi karier melalui sinergi dengan dunia usaha dan industri (DUDI). Jadi, pendidikan yang ditempuh benar-benar selaras dengan kebutuhan lapangan kerja," tegasnya.</p>
<p>Wali Kota menekankan bahwa investasi di sektor pendidikan merupakan fondasi jangka panjang pembangunan daerah. Fokus utamanya adalah memastikan tidak ada anak di Kota Batu yang putus sekolah hanya karena terkendala biaya.</p>
<p>"Pendidikan adalah kunci utama untuk memutus rantai kemiskinan. Jika kita berhasil meningkatkan standar pendidikan masyarakat, dampaknya akan dirasakan dalam bentuk peningkatan produktivitas dan kualitas hidup warga Kota Batu hingga puluhan tahun ke depan," pungkasnya. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Kunjungan Wisata Batu Merosot Tajam, DPRD Bongkar Borok Pengelolaan</title>
<link>https://suarajatimpost.com/kunjungan-wisata-batu-merosot-tajam-dprd-bongkar-borok-pengelolaan</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/kunjungan-wisata-batu-merosot-tajam-dprd-bongkar-borok-pengelolaan</guid>
<description><![CDATA[ Jumlah kunjungan wisatawan 2025 ke kota dingin ini dilaporkan hanya menyentuh angka 9,7 juta jiwa. Angka tersebut menunjukkan penurunan signifikan sebesar 1,3 juta kunjungan dibandingkan tahun 2024 yang mampu menembus angka 11 juta. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202601/image_870x580_697473455f18d.webp" length="56866" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sat, 24 Jan 2026 16:00:21 +0700</pubDate>
<dc:creator>Choirul Anwar</dc:creator>
<media:keywords>Kota Batu, Wisatawan, Menurun</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KOTA BATU, SJP</strong> — Sektor pariwisata Kota Batu tengah berada dalam masa kritis. Sepanjang tahun 2025, jumlah kunjungan wisatawan ke kota dingin ini dilaporkan hanya menyentuh angka 9,7 juta jiwa. </p>
<p>Angka tersebut menunjukkan penurunan signifikan sebesar 1,3 juta kunjungan dibandingkan tahun 2024 yang mampu menembus angka 11 juta wisatawan.</p>
<p>Anggota Komisi B DPRD Kota Batu, Sujono Djonet, menegaskan bahwa fenomena ini bukan sekadar fluktuasi tren biasa, melainkan alarm keras bagi arah kebijakan pariwisata daerah. </p>
<p>Menurutnya, Pemerintah Kota Batu tidak boleh bersikap normatif dalam merespons kemunduran ini.</p>
<p>Sujono menyoroti adanya indikasi masalah struktural, terutama pada aspek perencanaan dan efektivitas program. </p>
<p>Ia menilai Kota Batu kini mulai kehilangan daya saing dibandingkan daerah lain yang sebelumnya justru berguru pada Kota Batu.</p>
<p>"Kota Batu mengalami stagnasi inovasi. Daerah lain kini sudah mampu mensejajarkan diri, sementara kita seolah jalan di tempat. Jika tidak segera dibenahi, Batu akan kehilangan statusnya sebagai rujukan wisata regional," tegas dia saat dikonfirmasi, Sabtu (24/1/2026).</p>
<p>DPRD Kota Batu telah memanggil Dinas Pariwisata dalam sebuah forum <em>hearing</em> untuk membedah akar persoalan. Salah satu poin yang menjadi penyebab adalah efektivitas kalender event pariwisata. </p>
<p>Dewan menilai banyak agenda yang dicanangkan tidak memiliki daya ungkit terhadap angka kunjungan.</p>
<p>Menurutnya, sejauh ini hanya segelintir acara seperti Festival 1.000 Banteng dan Batu Art Flower Carnival yang benar-benar menjadi magnet wisatawan. Selebihnya, banyak event yang dinilai hanya bersifat seremonial tanpa nilai jual yang kuat.</p>
<p>"Wisatawan datang ke Batu karena kekuatan destinasi, bukan karena event temporer yang kurang matang konsepnya. Perlu ada evaluasi total, bahkan penggantian konsep event dengan melibatkan sektor swasta secara lebih agresif dan relevan," imbuhnya.</p>
<p>Selain masalah strategi promosi, DPRD juga mempertanyakan validitas dan metode penghitungan data kunjungan. </p>
<p>Data yang akurat dinilai sebagai fondasi utama dalam merumuskan kebijakan yang tepat sasaran, terutama di tengah kondisi daya beli masyarakat yang cenderung fluktuatif pasca-pandemi.</p>
<p>Di sisi lain, legislator ini juga memberikan apresiasi terhadap perbaikan infrastruktur fisik seperti revitalisasi trotoar dan taman kota. Namun, ia mengingatkan bahwa pembangunan fisik harus dibarengi dengan peningkatan kualitas layanan (<em>hospitality</em>) dan atmosfer keramahan kota.</p>
<p>"Pengalaman wisata yang berkualitas tidak hanya soal fasilitas fisik, tapi bagaimana layanan publik dan sikap masyarakat mampu menciptakan kesan mendalam bagi pelancong. Inilah yang harus kita perkuat kembali," pungkasnya.<strong> (*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Wali Kota Batu Dorong Bank Jatim Bukan Sekadar Bisnis, Harus Jadi Motor Pembangunan</title>
<link>https://suarajatimpost.com/wali-kota-batu-dorong-bank-jatim-bukan-sekadar-bisnis-harus-jadi-motor-pembangunan</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/wali-kota-batu-dorong-bank-jatim-bukan-sekadar-bisnis-harus-jadi-motor-pembangunan</guid>
<description><![CDATA[ Bank Jatim sebagai Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) tidak boleh hanya berorientasi pada profitabilitas semata, namun wajib berkontribusi konkret pada program prioritas daerah. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202601/image_870x580_6974722c291f3.webp" length="41602" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sat, 24 Jan 2026 15:00:13 +0700</pubDate>
<dc:creator>Choirul Anwar</dc:creator>
<media:keywords>Kota Batu, Mitra, Bank</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KOTA BATU, SJP</strong> — Wali Kota Batu, Nurochman, menekankan pentingnya reposisi peran bank daerah sebagai mitra strategis pemerintah, melampaui fungsi konvensionalnya sebagai lembaga intermediasi keuangan. </p>
<p>Hal tersebut disampaikan di sela Kunjungan Kerja Spesifik Komisi II DPR RI Masa Persidangan III Tahun Sidang 2025–2026 di Kantor Pusat Bank Jatim, Surabaya, Sabtu (24/1/2026).</p>
<p>Dalam pernyataannya, Nurochman menegaskan bahwa Bank Jatim sebagai Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) tidak boleh hanya berorientasi pada profitabilitas semata, namun wajib berkontribusi konkret pada program prioritas daerah. </p>
<p>Ia mencontohkan langkah nyata yang telah diimplementasikan di Kota Batu.</p>
<p>"Di Kota Batu, kolaborasi ini kami manifestasikan melalui dukungan Bank Jatim terhadap Program 1.000 Sarjana. Ini adalah investasi jangka panjang dalam pembangunan sumber daya manusia (SDM) yang pembiayaan pendidikannya didukung penuh oleh sinergi perbankan daerah," ujar Nurochman.</p>
<p>Menurut Nurochman, keberhasilan sebuah BUMD diukur dari kemampuannya menjalankan fungsi ganda, yakni menciptakan keuntungan finansial sekaligus memberikan nilai sosial (social value). </p>
<p>Ia mendorong agar keterlibatan bank daerah di sektor pendidikan, infrastruktur, dan program sosial ekonomi diperkuat secara luas.</p>
<p>"Kami ingin bank daerah hadir sebagai lokomotif pembangunan ekonomi lokal yang progresif. Bank daerah harus menjadi mitra strategis yang melekat pada kebijakan pemerintah, bukan berjalan sendiri sebagai entitas bisnis murni," tegasnya.</p>
<p>Senada dengan pandangan Wali Kota Batu, Komisi II DPR RI dalam forum tersebut juga menggarisbawahi pentingnya pengawasan ketat terhadap kinerja bank daerah. </p>
<p>Langkah ini diperlukan agar operasional bank tetap selaras dengan kepentingan publik dan mampu beradaptasi dengan tantangan ekonomi yang semakin kompleks.</p>
<p>Nurochman optimistis bahwa dengan sinergi yang konsisten, bank daerah akan mampu memperkuat ketahanan fiskal daerah sekaligus menjadi pilar utama dalam mendorong kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.</p>
<p>"Harapan kami, bank daerah benar-benar menjadi katalisator yang mempercepat pemerataan ekonomi di daerah masing-masing," pungkasnya. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Wawali Batu Tekankan Perda Kebudayaan sebagai Fondasi Sinkronisasi Program Budaya dan Pariwisata</title>
<link>https://suarajatimpost.com/wawali-batu-tekankan-perda-kebudayaan-sebagai-fondasi-sinkronisasi-program-budaya-dan-pariwisata</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/wawali-batu-tekankan-perda-kebudayaan-sebagai-fondasi-sinkronisasi-program-budaya-dan-pariwisata</guid>
<description><![CDATA[ Dengan dorongan percepatan Perda Pemajuan Kebudayaan, Wakil Wali Kota Batu Heli Suyanto menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk menempatkan kebudayaan sebagai fondasi pembangunan yang terarah dan berkelanjutan, tidak hanya dalam konteks pelestarian nilai dan situs budaya, tetapi juga sebagai kekuatan strategis yang terintegrasi dengan sektor pariwisata dan perencanaan lintas perangkat daerah, sehingga kebijakan kebudayaan ke depan memiliki kepastian hukum, arah yang jelas, serta dampak nyata bagi identitas dan kesejahteraan Kota Batu. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202601/image_870x580_697350a027b32.webp" length="33878" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Fri, 23 Jan 2026 19:59:16 +0700</pubDate>
<dc:creator>Choirul Anwar</dc:creator>
<media:keywords>Kota Batu, Perda, Kebudayaan, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KOTA BATU, SJP</strong> – Wakil Wali Kota Batu, Heli Suyanto, menegaskan bahwa keberadaan Peraturan Daerah (Perda) tentang Pemajuan Kebudayaan bukan sekadar formalitas regulasi, melainkan fondasi penting untuk menyelaraskan arah pembangunan kebudayaan dengan sektor lain, terutama pariwisata.</p>
<p>Diwawancarai pada Jumat (23/1/2026), ia mengatakan selama ini berbagai program pelestarian dan pengembangan kebudayaan di Kota Batu kerap berjalan parsial karena belum memiliki rujukan hukum yang kuat dan terintegrasi. Perda Pemajuan Kebudayaan dinilai menjadi instrumen strategis agar kebijakan kebudayaan tidak berdiri sendiri, melainkan sejalan dengan perencanaan pembangunan daerah.</p>
<p>“Perda ini penting agar kebudayaan memiliki posisi yang jelas dalam perencanaan pembangunan daerah, termasuk ketika disinergikan dengan pariwisata dan sektor lainnya,” ujar Heli.</p>
<p>Ia menilai, naskah Perda Kebudayaan yang disusun oleh para pelaku seni dan budaya Kota Batu sudah mencerminkan nilai kearifan lokal dan karakter daerah. Karena itu, proses selanjutnya lebih diarahkan pada penyesuaian teknis dan sinkronisasi agar regulasi tersebut dapat diterapkan secara efektif dan berkelanjutan.</p>
<p>Heli juga menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor, khususnya antara pelaku seni dan budaya dengan pemangku kepentingan pariwisata. Menurutnya, penguatan identitas budaya lokal justru akan menjadi daya dukung utama bagi pengembangan pariwisata berkelanjutan di Kota Batu.</p>
<p>"DKKB juga menyampaikan sejumlah rekomendasi strategis, mulai dari revitalisasi situs budaya seperti Situs Sangguran dan Songgoriti, penguatan museum daerah, hingga pendataan punden yang masih belum tercatat secara resmi. Rekomendasi tersebut sejalan dengan upaya pemerintah daerah dalam memperkuat basis data dan kebijakan kebudayaan," imbuhnya.</p>
<p>Menanggapi hal itu, Heli menyatakan, Pemkot Batu berkomitmen menindaklanjuti rekomendasi tersebut melalui kajian bersama Bappeda, serta merealisasikannya dalam bentuk program terintegrasi lintas perangkat daerah. Pemerintah juga akan berkoordinasi dengan pemerintah desa terkait pengelolaan situs dan kebijakan juru pelihara sesuai dengan kewenangan masing-masing.</p>
<p>“Dengan kerangka hukum yang jelas, kita ingin kebudayaan tidak hanya lestari, tetapi juga memberi dampak nyata bagi pembangunan Kota Batu,” tandasnya. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Generasi Muda Kota Batu Tunda Nikah, Ekonomi dan Karier Jadi Prioritas</title>
<link>https://suarajatimpost.com/generasi-muda-kota-batu-tunda-nikah-ekonomi-dan-karier-jadi-prioritas</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/generasi-muda-kota-batu-tunda-nikah-ekonomi-dan-karier-jadi-prioritas</guid>
<description><![CDATA[ Penurunan angka pernikahan di Kota Batu mencerminkan dua sisi perubahan sosial. Di satu sisi menunjukkan meningkatnya kesadaran perencanaan hidup di kalangan generasi muda, namun di sisi lain tetap menuntut penguatan edukasi dan pengawasan untuk menekan pernikahan dini serta pernikahan di luar sistem administrasi negara ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202601/image_870x580_697354a5b310d.webp" length="35774" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Fri, 23 Jan 2026 19:08:20 +0700</pubDate>
<dc:creator>Choirul Anwar</dc:creator>
<media:keywords>Kota Batu, Tren, Pernikahan, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KOTA BATU, SJP</strong> - Perubahan cara pandang generasi muda terhadap pernikahan mulai terlihat jelas di Kota Batu. Sepanjang 2025, angka pernikahan tercatat menurun cukup signifikan, seiring meningkatnya orientasi masyarakat usia produktif pada pendidikan, karier, dan kesiapan ekonomi.</p>
<p>Kepala Seksi Bimbingan Masyarakat (Bimas) Islam Kemenag Kota Batu Ahmad Jazuli pada Jumat (23/1/2026) mengatakan, berdasarkan data Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Batu menunjukkan, jumlah pernikahan selama 2025 hanya mencapai 1.419 peristiwa. Angka tersebut turun sekitar 7 persen dibandingkan tahun 2024 yang mencatat 1.534 pernikahan. Penurunan ini mempertegas tren nasional menurunnya minat menikah di usia relatif muda.</p>
<p>"Kondisi ekonomi menjadi faktor paling dominan yang membuat calon pengantin menunda pernikahan. Beban biaya hidup, ketidakpastian pekerjaan, hingga tuntutan kemandirian finansial membuat generasi produktif lebih berhati-hati dalam mengambil keputusan menikah. Bahkan, banyak yang secara usia sudah memenuhi syarat, tetapi merasa belum siap secara ekonomi. Ini jadi pertimbangan utama,” katanya.</p>
<p>Fenomena ini terlihat dari dominasi pasangan menikah pada rentang usia 21 hingga 30 tahun, yang dianggap lebih matang secara mental dan finansial. Secara wilayah, Kecamatan Batu masih mencatat angka pernikahan tertinggi dengan 696 perkawinan, disusul Bumiaji 434 perkawinan dan Junrejo 289 perkawinan.</p>
<p>Menariknya, di tengah penurunan angka pernikahan secara umum, jumlah pengajuan pernikahan dini justru tidak banyak berubah. Pada 2025 tercatat 45 pengantin berusia di bawah 19 tahun, hanya turun satu kasus dibandingkan tahun sebelumnya. Kondisi ini menunjukkan bahwa persoalan pernikahan dini masih menjadi pekerjaan rumah serius.</p>
<p>Jazuli menyebut, kekhawatiran orang tua terhadap pergaulan anak menjadi salah satu pemicu utama pengajuan dispensasi nikah. Selain itu, praktik nikah siri yang masih terjadi membuat sebagian peristiwa pernikahan tidak tercatat secara resmi oleh KUA.</p>
<p>“Secara data memang menurun, tapi di lapangan masih ada praktik pernikahan yang tidak tercatat. Ini tantangan kami,” tandasnya. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Kesehatan Jadi Penentu Keberangkatan, Dua CJH Kota Batu Gagal Berangkat Haji Tahun 2026</title>
<link>https://suarajatimpost.com/kesehatan-jadi-penentu-keberangkatan-dua-cjh-kota-batu-gagal-berangkat-haji-tahun-2026</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/kesehatan-jadi-penentu-keberangkatan-dua-cjh-kota-batu-gagal-berangkat-haji-tahun-2026</guid>
<description><![CDATA[ Pelaksanaan haji 2026 bagi jamaah asal Kota Batu menegaskan bahwa kesiapan berhaji tidak hanya diukur dari pelunasan biaya dan kelengkapan administrasi, tetapi juga dari kelayakan kesehatan jamaah ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202601/image_870x580_69734ed16e52f.webp" length="60406" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Fri, 23 Jan 2026 18:17:49 +0700</pubDate>
<dc:creator>Choirul Anwar</dc:creator>
<media:keywords>Kota Batu, CJH, Kesehatan, saurajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KOTA BATU, SJP</strong> - Pelunasan Biaya Perjalanan Ibadah Haji (Bipih) bukan jaminan keberangkatan bagi seluruh calon jemaah haji (CJH) asal Kota Batu. Untuk musim haji 2026, Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kota Batu mencatat ada jemaah yang dipastikan gagal berangkat meski telah menyelesaikan pelunasan, lantaran tidak memenuhi syarat kesehatan.</p>
<p>Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kota Batu, Basuki Rachmat pada Jumat (23/1/2026) mengungkapkan, dari total 159 CJH yang telah melunasi Bipih, terdapat dua jamaah yang dinyatakan tidak memenuhi kriteria istithaah kesehatan. Keduanya berasal dari wilayah Sidomulyo dan Banaran.</p>
<p>“Faktor kesehatan menjadi penentu utama. Ada jemaah yang tidak bisa berangkat karena penyakit TBC aktif, gangguan jantung, serta kondisi demensia,” katanya.</p>
<p>Basuki menegaskan, penilaian kesehatan dilakukan secara ketat demi keselamatan jemaah selama menjalankan ibadah haji di tanah suci. Selain dua jamaah yang dipastikan batal, masih terdapat satu jemaah yang saat ini menjalani pemeriksaan lanjutan untuk memastikan kelayakan keberangkatan.</p>
<p>Di sisi lain, sebagian jemaah juga memilih menunda keberangkatan bukan hanya karena kesehatan, tetapi juga ketiadaan pendamping, terutama bagi jemaah lanjut usia. Hal ini menunjukkan bahwa kesiapan berhaji tidak semata ditentukan oleh aspek finansial dan administrasi.</p>
<p>"Untuk Kota Batu, dari 159 jemaah yang telah melunasi Bipih, sebanyak 129 orang merupakan jemaah reguler murni, sementara 30 lainnya berstatus jemaah cadangan. Jemaah cadangan masih menunggu kepastian kuota tambahan dari pemerintah pusat atau adanya jemaah reguler yang berhalangan berangkat," imbuhnya.</p>
<p>Komposisi usia jemaah Kota Batu cukup beragam, mulai dari usia 25 tahun hingga 92 tahun. Jemaah tertua, Kasmani (92), masuk kategori lansia dan menjadi prioritas pendampingan selama pelaksanaan ibadah haji.</p>
<p>“Pendampingan bagi jemaah lansia menjadi perhatian serius kami agar ibadah dapat berjalan aman dan lancar,” tandasnya.</p>
<p>Kemenag Kota Batu berharap, seluruh jemaah yang dinyatakan layak secara kesehatan dan administrasi dapat berangkat dan menunaikan ibadah haji dengan kondisi prima, sekaligus menjadi pengingat bahwa kesehatan merupakan syarat utama dalam perjalanan ibadah ke Tanah Suci. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Kota Batu Siapkan Kawasan Hunian Baru MBR di Giripurno, Tekan Harga Rumah dan Urban Sprawl</title>
<link>https://suarajatimpost.com/kota-batu-siapkan-kawasan-hunian-baru-mbr-di-giripurno-tekan-harga-rumah-dan-urban-sprawl</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/kota-batu-siapkan-kawasan-hunian-baru-mbr-di-giripurno-tekan-harga-rumah-dan-urban-sprawl</guid>
<description><![CDATA[ Anggota Komisi A DPRD Kota Batu Khamim Tohari membeberkan kawasan rumah subsidi yang wacanakan akan diletakkan di Giripurno tidak hanya menjadi bagian dari program nasional tiga juta rumah, tetapi juga diharapkan menjadi model penataan hunian MBR yang berkelanjutan di Kota Batu. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202601/image_870x580_6971fb1c071a3.webp" length="15804" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 22 Jan 2026 18:19:51 +0700</pubDate>
<dc:creator>Choirul Anwar</dc:creator>
<media:keywords>Kota Batu, Rumah, Subsidi, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KOTA BATU, SJP</strong> - Kota Batu mulai mematangkan penataan kawasan hunian baru bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR), sebagai respons atas makin mahalnya harga tanah dan rumah di wilayah perkotaan. Desa Giripurno, Kecamatan Bumiaji, disebut menjadi lokasi yang paling realistis untuk pengembangan kawasan tersebut.</p>
<p>Anggota Komisi A DPRD Kota Batu, Khamim Tohari pada Kamis (22/1/2026) mengungkapkan, lahan seluas sekitar tiga hektare telah masuk dalam pembahasan awal sebagai tahap pertama pembangunan rumah subsidi. Kawasan ini diproyeksikan menjadi kantong hunian baru yang mampu menampung hingga 5.000 kepala keluarga.</p>
<p>“Ini bukan hanya soal membangun rumah, tapi membentuk kawasan hunian baru yang lebih tertata dan terjangkau bagi warga. Terlebih kawasan Giripurno dinilai strategis karena masih memiliki ketersediaan lahan luas serta relatif dekat dengan pusat aktivitas kerja di Kota Batu," paparnya.</p>
<p>Sehingga kehadiran hunian MBR di kawasan tersebut diharapkan dapat menekan laju perluasan permukiman liar sekaligus mengurangi ketergantungan warga terhadap daerah penyangga.</p>
<p>Khamim menyebut, penguatan realisasi program ini muncul setelah komunikasi intensif antara DPRD dan Dinas Perumahan dan Permukiman (Disperkim) Kota Batu. Pemkot disebut telah membuka ruang kolaborasi dengan pengembang serta pemilik lahan.</p>
<p>Rumah subsidi yang direncanakan memiliki ukuran sekitar 6×10 meter dengan harga mengikuti ketentuan pusat, yakni sekitar Rp165 juta per unit. Namun, pemerintah daerah menegaskan penerima manfaat akan diseleksi ketat agar tidak salah sasaran.</p>
<p>"Syarat utama calon penerima antara lain belum memiliki rumah dan dibuktikan dengan surat keterangan resmi. Selain warga lokal, pekerja dan aparatur sipil negara (ASN) yang bekerja di Kota Batu namun masih tinggal di luar daerah juga masuk dalam skema penerima. Sehingga dengan hunian lebih dekat tempat kerja, beban biaya hidup bisa ditekan dan mobilitas harian juga lebih efisien," imbuhnya.</p>
<p>Meski belum masuk tahap eksekusi, DPRD mendorong agar pembahasan teknis segera diagendakan secara resmi. Kebutuhan hunian dinilai sudah berada pada titik mendesak, seiring meningkatnya tekanan harga properti di Kota Batu. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Ketua DPRD Kota Batu Apresiasi Rotasi Pejabat: Momentum Penguatan Responsivitas Birokrasi</title>
<link>https://suarajatimpost.com/ketua-dprd-kota-batu-apresiasi-rotasi-pejabat-momentum-penguatan-responsivitas-birokrasi</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/ketua-dprd-kota-batu-apresiasi-rotasi-pejabat-momentum-penguatan-responsivitas-birokrasi</guid>
<description><![CDATA[ Ia memberikan edukasi bahwa tantangan tata kelola pemerintahan saat ini memerlukan aparatur yang mampu bekerja dengan prinsip cepat, tepat, dan terukur. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202601/image_870x580_6971da5c5f3df.webp" length="18250" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 22 Jan 2026 16:20:28 +0700</pubDate>
<dc:creator>Choirul Anwar</dc:creator>
<media:keywords>Kota Batu, Mutasi Jabatan, Apresiasi</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KOTA BATU, SJP</strong> — Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Batu, Didik Subianto, memberikan apresiasi terhadap kebijakan Pemerintah Kota (Pemkot) Batu terkait pelantikan dan pergeseran jabatan sejumlah Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama serta posisi strategis lainnya.</p>
<p>Langkah ini dipandang sebagai upaya konkret dalam menjaga stabilitas dan performa pemerintahan daerah. </p>
<p>Politisi yang karib disapa Kaji Bianto ini menyatakan bahwa rotasi jabatan merupakan fenomena organisasional yang wajar sekaligus esensial dalam sebuah dinamika birokrasi.</p>
<p>"Kami di DPRD mengapresiasi langkah Pemkot Batu. Pelantikan dan pergeseran ini adalah bagian dari strategi penyegaran organisasi guna menciptakan birokrasi yang lebih efektif, responsif, dan adaptif terhadap kebutuhan perangkat daerah," ujar dia pada Kamis (22/1/2026).</p>
<p>Didik mengingatkan bahwa jabatan merupakan amanah yang menuntut profesionalisme tinggi. </p>
<p>Ia memberikan edukasi bahwa tantangan tata kelola pemerintahan saat ini memerlukan aparatur yang mampu bekerja dengan prinsip cepat, tepat, dan terukur.</p>
<p>Para pejabat yang baru dilantik diinstruksikan untuk segera melakukan pemetaan masalah dan fokus pada pelaksanaan Tugas Pokok dan Fungsi (Tupoksi).</p>
<p>"Pejabat yang baru dilantik harus segera 'tancap gas'. Jalankan tupoksi dengan penuh tanggung jawab dan berorientasi pada pelayanan publik. Setiap program kerja harus dirasakan manfaatnya oleh masyarakat," tegasnya.</p>
<p>Selain aspek kinerja internal, Didik menggarisbawahi pentingnya penguatan sinergi antara pihak eksekutif (pemerintah) dan legislatif (DPRD). </p>
<p>Komunikasi yang harmonis, terutama dalam fase perencanaan dan pelaksanaan program strategis daerah, disebutnya menjadi variabel penentu keberhasilan pembangunan Kota Batu.</p>
<p>"Koordinasi adalah kunci utama. DPRD berkomitmen mendukung kebijakan pemerintah daerah sepanjang kebijakan tersebut berpihak pada kepentingan rakyat dan selaras dengan koridor perundang-undangan," tambah dia.</p>
<p>Menyikapi masih adanya sejumlah posisi strategis yang diisi oleh Pelaksana Harian (Plh) maupun Pelaksana Tugas (Plt), Didik menilai hal tersebut sebagai solusi transisi yang realistis agar fungsi pelayanan tidak mengalami stagnasi.</p>
<p>Meski demikian, pihak legislatif mendorong agar proses pengisian jabatan definitif segera dilaksanakan melalui mekanisme yang transparan.</p>
<p>"Hal terpenting adalah pelayanan publik tidak boleh terganggu oleh proses transisi ini. Kami berharap proses menuju jabatan definitif dapat berjalan cepat, transparan, dan sesuai dengan ketentuan peraturan yang berlaku," pungkasnya. <strong>(***)</strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Wali Kota Batu Targetkan Sekda Definitif Tuntas dalam Tiga Bulan</title>
<link>https://suarajatimpost.com/wali-kota-batu-targetkan-sekda-definitif-tuntas-dalam-tiga-bulan</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/wali-kota-batu-targetkan-sekda-definitif-tuntas-dalam-tiga-bulan</guid>
<description><![CDATA[ Nurochman mematok target ambisius agar seluruh proses seleksi rampung dalam waktu kurang dari tiga bulan. Ia menekankan pentingnya efisiensi waktu tanpa mengabaikan regulasi yang berlaku. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202601/image_870x580_6971bc8261f78.webp" length="29586" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 22 Jan 2026 14:40:42 +0700</pubDate>
<dc:creator>Choirul Anwar</dc:creator>
<media:keywords>Kota Batu, Jabatan, Sekda</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KOTA BATU, SJP</strong> — Wali Kota Batu, Nurochman, menginstruksikan percepatan pengisian jabatan Sekretaris Daerah (Sekda) definitif guna menjamin stabilitas dan efektivitas birokrasi pasca-perombakan besar-besaran di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Batu. Langkah ini dinilai penting untuk memperkuat koordinasi antarperangkat daerah.</p>
<p></p>
<p>Dalam keterangannya pada Kamis (22/1/2026), politisi yang karib disapa Cak Nur tersebut menegaskan bahwa meski saat ini posisi Sekda diisi oleh Pelaksana Harian (Plh), roda pemerintahan harus tetap berjalan optimal tanpa kendala administratif.</p>
<p></p>
<p>"Sekda adalah posisi strategis yang mengoordinasikan seluruh perangkat daerah. Karena itu, jabatan ini tidak boleh dibiarkan kosong terlalu lama. Kami telah meminta Plh Sekda untuk segera menyiapkan tahapan menuju pengisian pejabat definitif," ujar dia.</p>
<p></p>
<p>Sebagai langkah awal, Plh Sekda yang saat ini dijabat oleh Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Kota Batu ditugaskan mengusulkan nama Penjabat (Pj) Sekda kepada Pemerintah Provinsi Jawa Timur. </p>
<p></p>
<p>Setelah Pj ditetapkan, Pemkot Batu akan segera menggelar seleksi terbuka (open bidding) untuk posisi definitif.</p>
<p></p>
<p>Nurochman mematok target ambisius agar seluruh proses seleksi rampung dalam waktu kurang dari tiga bulan. Ia menekankan pentingnya efisiensi waktu tanpa mengabaikan regulasi yang berlaku.</p>
<p></p>
<p>"Jika proses bisa dimulai hari ini, besok harus sudah dikirim ke Provinsi. Kita berkejaran dengan waktu. Untuk calon Pj Sekda, kami memprioritaskan internal Pemkot Batu. Banyak pejabat eselon kami yang memiliki kapasitas, pengalaman, dan pemahaman mendalam terkait birokrasi daerah," tegasnya.</p>
<p></p>
<p>Selain kursi Sekda, Pemkot Batu juga telah menunjuk Pelaksana Tugas (Plt) pada sejumlah pos strategis, di antaranya Kepala Satpol PP, Kepala Diskumperindag, dan Sekretaris DPRD. </p>
<p></p>
<p>Nurochman mengeklaim bahwa penunjukan tersebut merupakan bagian dari strategi transisi untuk menjaga kesinambungan agenda pembangunan.</p>
<p></p>
<p>Secara independen, kebijakan ini dipandang sebagai upaya Wali Kota untuk melakukan konsolidasi internal pasca-rotasi jabatan yang signifikan. </p>
<p></p>
<p>Nurochman menampik adanya kekosongan kepemimpinan dan justru melihat momentum ini sebagai bentuk pembaruan komitmen kerja.</p>
<p></p>
<p>"Sumber daya manusia di internal kami sangat mencukupi, tinggal bagaimana evaluasi kinerjanya ditingkatkan. Prinsip utamanya adalah pelayanan kepada masyarakat tidak boleh terganggu oleh proses rotasi maupun seleksi jabatan," pungkasnya. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Dana Transfer Pusat Menyusut, Pemkot Batu Naikkan Pendapatan Pajak Daerah 4,36 Persen</title>
<link>https://suarajatimpost.com/dana-transfer-pusat-menyusut-pemkot-batu-naikkan-pendapatan-pajak-daerah-436-persen</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/dana-transfer-pusat-menyusut-pemkot-batu-naikkan-pendapatan-pajak-daerah-436-persen</guid>
<description><![CDATA[ Target pajak daerah yang sebelumnya dipatok pada angka Rp275,2 miliar, kini ditingkatkan menjadi Rp287,19 miliar, atau mengalami penambahan sebesar Rp11,99 miliar. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202601/image_870x580_6971bc57f2e52.webp" length="29784" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 22 Jan 2026 14:20:37 +0700</pubDate>
<dc:creator>Choirul Anwar</dc:creator>
<media:keywords>Kota Batu, Pajak, Target</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><b>KOTA BATU, SJP </b>— Pemerintah Kota (Pemkot) Batu resmi menaikkan target pendapatan pajak daerah pada tahun anggaran 2026 sebesar 4,36 persen. </p>
<p></p>
<p>Langkah strategis ini diambil sebagai upaya memperkuat kemandirian fiskal daerah di tengah signifikan menyusutnya alokasi dana transfer dari pemerintah pusat maupun provinsi.</p>
<p></p>
<p>Target pajak daerah yang sebelumnya dipatok pada angka Rp275,2 miliar, kini ditingkatkan menjadi Rp287,19 miliar, atau mengalami penambahan sebesar Rp11,99 miliar.</p>
<p></p>
<p>Wali Kota Batu, Nurochman, menyatakan bahwa kebijakan ini merupakan respons rasional terhadap pemangkasan dana transfer yang mencapai total sekitar Rp200 miliar. </p>
<p></p>
<p>Rinciannya, sebesar Rp168,8 miliar merupakan pemotongan dari pemerintah pusat, ditambah pengurangan alokasi dari pemerintah provinsi.</p>
<p></p>
<p>"Kenaikan target ini menjadi ujian serius bagi kemandirian fiskal Kota Batu. Mengingat adanya pengurangan dana transfer yang cukup besar, maka daerah dituntut untuk lebih mandiri dalam mengelola sumber pendapatannya," ujar Nurochman pada Kamis (22/1/2026).</p>
<p></p>
<p>Dalam upaya mencapai target tersebut, Pemkot Batu menjadikan Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) sebagai instrumen andalan. </p>
<p></p>
<p>Target BPHTB tahun 2026 ditetapkan sebesar Rp58 miliar, naik 9,4 persen dibandingkan target tahun sebelumnya senilai Rp53 miliar.</p>
<p></p>
<p>Optimisme tersebut didasari pada performa tahun 2025, di mana realisasi BPHTB menyentuh angka Rp62 miliar, melampaui target yang ditetapkan. </p>
<p></p>
<p>Di sisi lain, Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2) tetap menjadi penopang utama Pendapatan Asli Daerah (PAD) meskipun terdapat kebijakan penurunan tarif hingga 30 persen demi meningkatkan kepatuhan wajib pajak.</p>
<p></p>
<p>Namun, pemerintah terpantau melakukan rasionalisasi terhadap sektor pariwisata dan jasa. Seperti pajak hotel misalnya, turun menjadi Rp39,4 miliar sebelumnya Rp43 miliar.</p>
<p></p>
<p>Selanjutnya, pajak hiburan, turun menjadi Rp42,4 miliar sebelumnya Rp47 miliar. Pajak parkir juga mengalami kontraksi tajam menjadi Rp1,1 miliar sebelumnya Rp4,7 miliar.</p>
<p></p>
<p>"Penyesuaian di sektor pariwisata dan parkir ini dilakukan agar target yang kami susun lebih realistis dan benar-benar dapat tercapai di lapangan," imbuh dia. </p>
<p></p>
<p>Guna memastikan target tersebut tercapai sekaligus menekan risiko kebocoran, Wali Kota menginstruksikan Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) untuk memperketat pengawasan dan pemutakhiran data wajib pajak.</p>
<p></p>
<p>Salah satu langkah konkret yang akan diimplementasikan adalah optimalisasi penggunaan teknologi pemantauan transaksi. Pemkot Batu berencana mengoperasikan 126 unit tapping box yang akan dipasang secara bergilir pada objek usaha potensial. </p>
<p></p>
<p>"Penggunaan alat ini diharapkan mampu merekam data setoran pajak secara riil dan transparan," tutupnya.<b> (*) </b></p>
<p><b>Ediyor: Syaiful Aries</b></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Wali Kota Batu Rombak 15 Pejabat, Sekda Digeser Menjadi Asisten Administrasi Umum</title>
<link>https://suarajatimpost.com/wali-kota-batu-rombak-15-pejabat-sekda-digeser-menjadi-asisten-administrasi-umum</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/wali-kota-batu-rombak-15-pejabat-sekda-digeser-menjadi-asisten-administrasi-umum</guid>
<description><![CDATA[ Guna mengisi kekosongan kursi administrasi tertinggi di Pemkot Batu, Wali Kota menunjuk Eny Rachyuningsih sebagai Pelaksana Harian (Plh) Sekda. Eny sebelumnya merupakan Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Kota Batu. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202601/image_870x580_69705f04ecc41.webp" length="21728" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 21 Jan 2026 13:40:01 +0700</pubDate>
<dc:creator>Choirul Anwar</dc:creator>
<media:keywords>Kota Batu, Mutasi, OPD</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KOTA BATU, SJP</strong> — Wali Kota Batu, Nurochman, melakukan perombakan besar-besaran di jajaran birokrasi Pemerintah Kota (Pemkot) Batu. </p>
<p>Sebanyak 15 Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama dan Staf Ahli resmi dilantik dan diambil sumpah jabatannya di Balai Kota Among Tani, Selasa (20/1/2026).</p>
<p>Langkah strategis ini menandai fase baru kepemimpinan Nurochman dalam upaya penguatan kinerja birokrasi dan penyegaran organisasi. </p>
<p>Berdasarkan Keputusan Wali Kota Batu, rotasi kali ini menyasar sejumlah posisi vital, termasuk pergeseran jabatan Sekretaris Daerah (Sekda).</p>
<p>Salah satu poin utama dalam pelantikan ini adalah rotasi Zadim Effisiensi, pejabat yang sebelumnya menjabat sebagai Sekda Kota Batu tersebut kini digeser sebagai Asisten Administrasi Umum Setda Kota Batu.</p>
<p>Guna mengisi kekosongan kursi administrasi tertinggi di Pemkot Batu, Wali Kota menunjuk Eny Rachyuningsih sebagai Pelaksana Harian (Plh) Sekda. Eny sebelumnya merupakan Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Kota Batu.</p>
<p>Mutasi ini juga merombak komposisi pimpinan di berbagai Organisasi Perangkat Daerah (OPD) strategis: Alfi Nurhidayat dilantik menjadi Kepala Dinas Pendidikan, jabatan sebelumnya Kepala Dinas PUPR; Esty Dwiastuti dilantik menjadi Kepala Dinas PUPR, jabatan sebelumnya Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan. </p>
<p>Selanjutnya, Aries Setiawan dilantik menjadi Kepala Dinas Kominfo, sebekumnya Kepala Diskumperindag; Ir. Bangun Yulianto dilantik menjadi Kepala Bappelitbangda, sebelumnya Kepala Dinas Kominfo; Endro Wahjudi dilantik menjadi Inspektur Kota Batu, sebelumnya Sekretaris DPRD dan Abdul Rais dilantik menjadi Kepala Dinas Perpustakaan, sebelumnya Kepala Satpol PP. </p>
<p>Sektor pertanian dan sosial juga tak luput dari evaluasi. Hendry Suseno kini memimpin Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan, sementara Heru Yulianto bergeser menjadi Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan KB (DP3AP2KB).</p>
<p>Dalam arahannya, Wali Kota Nurochman menegaskan bahwa mutasi ini bukanlah sekadar formalitas rotasi jabatan.</p>
<p>Ia menekankan bahwa parameter utama kebijakan ini adalah evaluasi kinerja dan penyesuaian kompetensi.</p>
<p>"Pelantikan ini adalah upaya agar kinerja pemerintahan berjalan lebih efektif, adaptif, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat. Setiap pejabat harus melakukan akselerasi dan menunjukkan capaian nyata," tegas Nurochman.</p>
<p>Ia juga menginstruksikan agar transisi kepemimpinan di tiap OPD tidak menghambat pelayanan publik. </p>
<p>Fokus utama yang ditekankan adalah memastikan program pembangunan berjalan tepat sasaran di tengah dinamika kebutuhan warga Kota Batu yang semakin kompleks. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Masih Rawan Longsor, Jalur Wisata Payung 2 Batu Ancam Keselamatan Pengguna Jalan</title>
<link>https://suarajatimpost.com/masih-rawan-longsor-jalur-wisata-payung-2-batu-ancam-keselamatan-pengguna-jalan</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/masih-rawan-longsor-jalur-wisata-payung-2-batu-ancam-keselamatan-pengguna-jalan</guid>
<description><![CDATA[ Hasil pengecekan di lapangan menunjukkan adanya pergerakan tanah pada tebing yang berpotensi memicu longsor susulan jika intensitas hujan meningkat. Kondisi ini memerlukan penanganan segera mengingat Payung 2 merupakan akses krusial bagi mobilitas warga dan sektor pariwisata. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202601/image_870x580_69705e061f77f.webp" length="101248" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 21 Jan 2026 13:20:45 +0700</pubDate>
<dc:creator>Choirul Anwar</dc:creator>
<media:keywords>Kota Batu, Payung 2, Longsor</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KOTA BATU, SJP</strong> — Kawasan Payung 2 di Jalan Trunojoyo, Kelurahan Songgokerto, Kecamatan Batu, kembali menjadi perhatian akibat statusnya sebagai zona merah rawan bencana. </p>
<p>Memasuki puncak musim penghujan, ancaman tanah longsor di jalur vital ini kian nyata, menuntut respons cepat dari otoritas terkait demi menjamin keselamatan publik.</p>
<p>Kapolres Batu, AKBP Aris Purwanto, menyatakan bahwa pihaknya telah merampungkan inspeksi teknis di lapangan pada Rabu (21/1/2026). </p>
<p>Hasil pemantauan menunjukkan adanya indikasi kuat pergerakan tanah pada tebing yang berbatasan langsung dengan badan jalan.</p>
<p>"Hasil pengecekan di lapangan menunjukkan adanya pergerakan tanah pada tebing yang berpotensi memicu longsor susulan jika intensitas hujan meningkat. Kondisi ini memerlukan penanganan segera mengingat Payung 2 merupakan akses krusial bagi mobilitas warga dan sektor pariwisata," tegas AKBP Aris Purwanto.</p>
<p>Menyikapi eskalasi risiko tersebut, Polres Batu mengambil langkah preventif dengan menyiagakan personel secara kontinu di titik-titik rawan. </p>
<p>Polisi melakukan pengaturan lalu lintas guna mencegah penumpukan kendaraan di area berbahaya dan bersinergi dengan instansi terkait untuk percepatan pembersihan material serta pemasangan rambu peringatan dini.</p>
<p>Selain itu Polres Batu juga mempersiapkan opsi penutupan jalur sementara secara total apabila kondisi cuaca dinilai membahayakan nyawa pengguna jalan.</p>
<p>Karakteristik geografis Payung 2 yang labil menempatkan kawasan ini dalam status waspada tinggi. </p>
<p>AKBP Aris menekankan bahwa aspek keselamatan masyarakat tidak dapat ditawar.</p>
<p>"Kawasan ini memiliki tingkat kerawanan tinggi. Kami berkomitmen melakukan pemantauan langsung secara intensif untuk meminimalisir risiko jatuhnya korban jiwa maupun kerugian material," imbuhnya.</p>
<p>Pihak kepolisian juga mengeluarkan imbauan keras kepada masyarakat dan wisatawan agar meningkatkan kewaspadaan saat melintasi jalur ini, terutama di tengah cuaca ekstrem. </p>
<p>Pengguna jalan diminta untuk bersikap kooperatif dan mematuhi instruksi petugas di lapangan demi keselamatan bersama. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Pengasuh Pesantren Cabul di Batu Dituntut 6,5 Tahun Penjara dan Restitusi Puluhan Juta</title>
<link>https://suarajatimpost.com/pengasuh-pesantren-cabul-di-batu-dituntut-65-tahun-penjara-dan-restitusi-puluhan-juta</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/pengasuh-pesantren-cabul-di-batu-dituntut-65-tahun-penjara-dan-restitusi-puluhan-juta</guid>
<description><![CDATA[ Perbuatan cabul tersebut dilakukan di lingkungan pondok pesantren, institusi yang seharusnya menjadi ruang aman dan suci bagi tumbuh kembang anak. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202601/image_870x580_69705bab54c86.webp" length="31670" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 21 Jan 2026 12:30:07 +0700</pubDate>
<dc:creator>Choirul Anwar</dc:creator>
<media:keywords>Kota Batu, Restitusi, Pencabulan</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KOTA BATU, SJP</strong> — Kejaksaan Negeri (Kejari) Batu mengambil langkah tegas dalam penanganan kasus kekerasan seksual di lingkungan pendidikan agama. </p>
<p>Selain menuntut pidana penjara, jaksa menekankan pemulihan hak korban melalui tuntutan restitusi (ganti rugi) senilai puluhan juta rupiah terhadap terdakwa AMH.</p>
<p>Kepala Seksi Intelijen Kejari Batu, M. Januar Ferdian, mengungkapkan bahwa dalam sidang lanjutan di Pengadilan Negeri Malang, Senin (19/1/2026), Jaksa Penuntut Umum (JPU) menuntut terdakwa dengan hukuman penjara selama 6 tahun 6 bulan. </p>
<p>Terdakwa dinilai terbukti secara sah dan meyakinkan melanggar Pasal 82 ayat (1) juncto Pasal 76E UU Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak.</p>
<p>Tidak hanya fokus pada sanksi penjara, Kejari Batu juga mewajibkan terdakwa membayar restitusi kepada dua korban anak sebagai bentuk kompensasi atas kerugian materiil dan dampak psikologis yang dialami.</p>
<p>"Jaksa menuntut terdakwa membayar restitusi kepada korban berinisial PAR sebesar Rp 49.138.740, dan korban AKPR sebesar Rp 20.109.000," jelas Januar pada Rabu (21/1/2026).</p>
<p>Januar menegaskan, mekanisme pembayaran ini bersifat memaksa. Jika dalam waktu satu bulan setelah putusan berkekuatan hukum tetap (<em>inkracht</em>) terdakwa gagal membayar, jaksa berwenang menyita dan melelang harta benda terdakwa. </p>
<p>Apabila harta benda tidak mencukupi, maka diganti dengan pidana kurungan tambahan selama tiga bulan.</p>
<p>Dalam pertimbangannya, JPU memaparkan sejumlah poin yang memberatkan posisi terdakwa. </p>
<p>Perbuatan cabul tersebut dilakukan di lingkungan pondok pesantren, institusi yang seharusnya menjadi ruang aman dan suci bagi tumbuh kembang anak.</p>
<p>"Sikap terdakwa yang tidak mengakui perbuatan, memberikan keterangan yang berbelit-belit, serta tidak jujur selama persidangan menjadi faktor pemberat tuntutan. Satu-satunya hal yang meringankan hanya perilaku sopan terdakwa selama proses persidangan," turup Januar. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Pariwisata Batu Masih Rapuh, Wisatawan Asing Tak Sampai 0,5 Persen dari Total Kunjungan 2025</title>
<link>https://suarajatimpost.com/pariwisata-batu-masih-rapuh-wisatawan-asing-tak-sampai-05-persen-dari-total-kunjungan-2025</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/pariwisata-batu-masih-rapuh-wisatawan-asing-tak-sampai-05-persen-dari-total-kunjungan-2025</guid>
<description><![CDATA[ Meski kondisi mulai membaik di akhir tahun, data penurunan jumlah wisatawan menjadi sinyal bahwa pariwisata Kota Batu masih belum memiliki bantalan kuat ketika pasar domestik melemah. Tahun 2026 pun menjadi momentum krusial, bukan hanya untuk mengejar angka kunjungan, tetapi memperbaiki struktur pasar agar lebih berimbang dan berkelanjutan ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202601/image_870x580_696f76d788aab.webp" length="27068" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Tue, 20 Jan 2026 21:26:14 +0700</pubDate>
<dc:creator>Choirul Anwar</dc:creator>
<media:keywords>Kota Batu, Wisatawan, Menurun, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KOTA BATU, SJP</strong> - Kota Batu masih menghadapi persoalan struktural dalam sektor pariwisata. Di balik angka kunjungan 9,7 juta wisatawan sepanjang 2025, ketergantungan yang terlalu besar pada wisatawan nusantara membuat industri wisata Kota Apel ini rentan terpukul saat ekonomi melemah.</p>
<p>Kepala Disparta Kota Batu Onny Ardianto pada Selasa (20/1/2026) mengatakan, data final Dinas Pariwisata (Disparta) Kota Batu menunjukkan, dari total 9.794.603 kunjungan wisatawan selama 2025, sebanyak 9.755.241 atau lebih dari 99,6 persen merupakan wisatawan nusantara. Sementara wisatawan mancanegara hanya 38.362 orang, atau tak sampai 0,5 persen dari total kunjungan.</p>
<p>"Komposisi tersebut menegaskan bahwa pasar internasional belum menjadi penyangga utama pariwisata Kota Batu. Ketika daya beli domestik melemah, dampaknya langsung terasa pada angka kunjungan. Secara umum memang terjadi tren penurunan dibanding 2024,” katanya.</p>
<p>Pada 2024, Kota Batu mampu mencatat 11.005.189 kunjungan wisatawan. Namun pada 2025, jumlah itu susut sekitar 1,3 juta kunjungan. Penurunan ini terjadi hampir merata sepanjang tahun, dengan bulan Maret menjadi titik terendah hanya 234.014 wisatawan.</p>
<p>Menurut Onny, kondisi ekonomi nasional yang belum pulih sepenuhnya menjadi faktor utama. Ketika wisata domestik menjadi tulang punggung, pelemahan daya beli otomatis menekan mobilitas wisata.</p>
<p>“Daya beli belum kembali kuat. Ini berdampak langsung pada keputusan masyarakat untuk berlibur. Ditambah minimnya wisatawan asing juga membuat Kota Batu sulit menahan gejolak eksternal lain, seperti cuaca ekstrem dan bencana alam di sejumlah wilayah," imbuhnya.</p>
<p>Padahal, wisatawan mancanegara cenderung memiliki pola belanja lebih stabil dan tidak terlalu sensitif terhadap fluktuasi ekonomi domestik. Situasi tersebut turut dirasakan sektor perhotelan. Okupansi hotel yang sebelumnya bisa penuh saat long weekend kini jauh menurun. Efek domino pun merembet ke pelaku UMKM dan jasa pendukung pariwisata lainnya. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Rem Blong Jadi Sorotan, Jalur Klemuk Kota Batu Dinilai Tak Ramah Motor Matik</title>
<link>https://suarajatimpost.com/rem-blong-jadi-sorotan-jalur-klemuk-kota-batu-dinilai-tak-ramah-motor-matik</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/rem-blong-jadi-sorotan-jalur-klemuk-kota-batu-dinilai-tak-ramah-motor-matik</guid>
<description><![CDATA[ Kepala DPUPR Kota Batu Alfi Nurhidayat menegaskan bahwa perbaikan infrastruktur tidak akan efektif tanpa kesadaran pengguna jalan. Ia kembali mengingatkan agar masyarakat mematuhi rambu lalu lintas yang sudah dipasang. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202601/image_870x580_696f763f6e691.webp" length="94734" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Tue, 20 Jan 2026 20:52:33 +0700</pubDate>
<dc:creator>Choirul Anwar</dc:creator>
<media:keywords>Kota Batu, Klemuk, Rem Blong, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KOTA BATU, SJP</strong> – Jalur Rajekwesi atau Klemuk di Kota Batu kembali disorot sebagai salah satu ruas jalan dengan risiko kecelakaan tinggi, khususnya bagi pengguna sepeda motor matik. Kelandaian turunan yang ekstrem membuat sistem pengereman kendaraan rentan mengalami panas berlebih hingga kehilangan daya cengkeram.</p>
<p>Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Batu, Alfi Nur Hidayat pada Selasa (20/1/2026) menyebut, sebagian besar kecelakaan di Jalur Klemuk berkaitan dengan kombinasi kondisi trase jalan dan kesalahan pengendara.</p>
<p>“Selain faktor trase jalan yang memang sangat curam, banyak kejadian juga dipicu oleh <em>human error</em>. Terlebih apabila ada kebiasaan pengendara yang melakukan pengereman terus-menerus dari atas turunan menjadi masalah utama, terutama pada sepeda motor matik yang mengandalkan sistem pengereman otomatis," urainya. </p>
<p>Menurutnya, pengereman memanjang dari atas membuat rem panas dan pada titik tertentu, daya cengkeram cakram bisa menurun bahkan hilang. Kondisi tersebut berujung pada rem blong, yang kerap terjadi di segmen turunan tajam Jalur Klemuk.</p>
<p>Situasi ini menjadikan ruas tersebut tidak ramah bagi kendaraan tertentu, terutama motor matik dengan beban berat atau kondisi rem yang kurang prima.</p>
<p>"Sehingga kami akan menyiapkan solusi jangka panjang melalui penataan ulang trase jalan. Langkah ini diarahkan untuk mengurangi kelandaian ekstrem yang selama ini memaksa pengendara melakukan pengereman panjang," imbuhnya.</p>
<p>Karena ketika alignment vertikal ditata ulang dengan menambahkan unsur horizontal. Jalur akan dibuat lebih berkelok untuk menurunkan tingkat kelandaian.</p>
<p>Dengan desain kelok-kelok, kecepatan kendaraan dapat ditekan secara alami tanpa mengandalkan rem secara berlebihan. Hal ini dinilai lebih aman dan sesuai dengan prinsip keselamatan jalan di kawasan pegunungan. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Cuaca Ekstrem, Pengelola Hutan Perketat Pengamanan Jalur Gunung Bokong dan Panderman</title>
<link>https://suarajatimpost.com/cuaca-ekstrem-pengelola-hutan-perketat-pengamanan-jalur-gunung-bokong-dan-panderman</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/cuaca-ekstrem-pengelola-hutan-perketat-pengamanan-jalur-gunung-bokong-dan-panderman</guid>
<description><![CDATA[ Dengan penutupan sementara ini, pengelola kawasan hutan menegaskan komitmen terhadap keselamatan pendaki sekaligus pencegahan risiko bencana di wilayah pegunungan ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202601/image_870x580_696f759fe18f4.webp" length="52526" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Tue, 20 Jan 2026 20:17:59 +0700</pubDate>
<dc:creator>Choirul Anwar</dc:creator>
<media:keywords>Kota Batu, Penutupan, Pendakian, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KOTA BATU, SJP</strong> - Ancaman cuaca ekstrem mendorong pengelola kawasan hutan memperketat pengamanan jalur pendakian Gunung Bokong dan Gunung Panderman. Seluruh aktivitas pendakian di dua gunung tersebut resmi dihentikan sementara mulai 18 Januari 2026 sebagai langkah mitigasi risiko kecelakaan.</p>
<p>Ketua Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) Ahmad Saifudin pada Selasa (20/1/2026) menguraikan, kebijakan ini merupakan hasil koordinasi pengelola pendakian bersama Perhutani dan instansi terkait, menyusul kondisi cuaca yang dinilai tidak aman bagi aktivitas di kawasan pegunungan.</p>
<p>"Hujan intensitas tinggi, angin kencang, serta potensi longsor menjadi faktor utama penilaian risiko. Sehingga keputusan penutupan bukan sekadar administratif, melainkan upaya perlindungan terhadap keselamatan jiwa pendaki.</p>
<p>Menurutnya, evaluasi kondisi jalur akan dilakukan secara berkala. Pembukaan kembali hanya akan dilakukan setelah cuaca dinyatakan stabil dan aman berdasarkan hasil pemantauan lapangan.</p>
<p>Pengelola juga mengimbau masyarakat dan pendaki untuk tidak memaksakan diri melakukan pendakian ilegal selama masa penutupan. Selain berbahaya, aktivitas tersebut dapat menyulitkan proses evakuasi apabila terjadi keadaan darurat.</p>
<p>"Untuk kedepannya, informasi resmi terkait perkembangan kondisi dan rencana pembukaan kembali jalur pendakian Gunung Bokong dan Panderman akan disampaikan melalui kanal pengumuman pengelola," tandasnya. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Petani di Pujon Akhiri Hidupnya di Gubuk Kebun Apel</title>
<link>https://suarajatimpost.com/petani-di-pujon-akhiri-hidupnya-di-gubuk-kebun-apel</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/petani-di-pujon-akhiri-hidupnya-di-gubuk-kebun-apel</guid>
<description><![CDATA[ Kasat Reskrim Polres Batu AKP Joko Suprianto menegaskan peristiwa penemuan jenazah tersebut menjadi pengingat penting bagi masyarakat akan perlunya kepedulian sosial dan kepekaan terhadap kondisi psikologis lingkungan sekitar ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202601/image_870x580_696e16d05353b.webp" length="55878" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 19 Jan 2026 18:59:15 +0700</pubDate>
<dc:creator>Choirul Anwar</dc:creator>
<media:keywords>Kota Batu, Gantung diri, Pujon, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KOTA BATU, SJP</strong> – Warga Desa Wiyurejo, Kecamatan Pujon, Kabupaten Malang, digegerkan dengan penemuan seorang pria dalam kondisi meninggal dunia dengan posisi tergantung di sebuah gubuk persawahan, Senin (19/1/2026) pagi.</p>
<p>Kasat Reskrim Polres Batu AKP Joko Suprianto menegaskan, korban diketahui berinisial AW, seorang petani sekaligus pekebun asal Dusun Karas, Desa Madiredo, Kecamatan Pujon. Jenazah korban pertama kali ditemukan sekira pukul 07.00 WIB di gubuk kebun apel Rampal, Dusun Wiyurejo.</p>
<p>“Peristiwa tersebut diketahui saat seorang saksi bernama Iwan hendak mengambil air di sekitar lokasi gubuk. Saksi melihat sepasang kaki dalam kondisi menggantung di dalam gubuk. Setelah memastikan bersama saksi lain, kejadian tersebut langsung dilaporkan ke perangkat desa dan diteruskan ke Polsek Pujon,” ujar AKP Joko Purwanto.</p>
<p>Mendapat laporan tersebut, petugas Polsek Pujon bersama Pamapta serta Unit Identifikasi Satreskrim Polres Batu langsung mendatangi lokasi untuk mengamankan tempat kejadian perkara (TKP) dan melakukan olah TKP.</p>
<p>Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, korban ditemukan tergantung menggunakan tali tampar yang biasa dipakai untuk mengikat rumput. Polisi juga menemukan ciri-ciri fisik asfiksia yang lazim terjadi pada kasus gantung diri.</p>
<p>“Dari hasil olah TKP sementara, tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan fisik atau penganiayaan pada tubuh korban. Gubuk tersebut memang biasa digunakan korban untuk beristirahat saat bekerja di kebun apel,” jelasnya.</p>
<p>Joko menambahkan, berdasarkan keterangan dari istri korban, selama ini korban tidak diketahui memiliki permasalahan pribadi yang menonjol maupun menderita penyakit kronis. Meski demikian, pihak kepolisian masih melakukan pendalaman untuk memastikan penyebab pasti kejadian tersebut.</p>
<p>“Polres Batu masih melakukan penyelidikan lebih lanjut. Kami juga sudah berkoordinasi dengan pihak keluarga terkait proses pemulasaraan jenazah,” pungkasnya. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Pemkot Batu Seragamkan Wajah Kota Lewat Standar Pencahayaan Trotoar</title>
<link>https://suarajatimpost.com/pemkot-batu-seragamkan-wajah-kota-lewat-standar-pencahayaan-trotoar</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/pemkot-batu-seragamkan-wajah-kota-lewat-standar-pencahayaan-trotoar</guid>
<description><![CDATA[ Melalui pendekatan ini, Pemkot Batu berharap revitalisasi trotoar tidak hanya menyelesaikan persoalan infrastruktur, tetapi juga membentuk karakter visual kota yang kuat dan mudah dikenali. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202601/image_870x580_696de3a497e38.webp" length="58786" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 19 Jan 2026 15:00:22 +0700</pubDate>
<dc:creator>Choirul Anwar</dc:creator>
<media:keywords>Kota Batu, PJU, Trotoar</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KOTA BATU, SJP</strong> — Pemerintah Kota Batu melakukan transformasi signifikan dalam penataan ruang publik dengan mengusung konsep revitalisasi trotoar berbasis kawasan. </p>
<p></p>
<p>Langkah ini menandai peralihan kebijakan dari penataan parsial menjadi integrasi desain yang konsisten di seluruh titik strategis kota.</p>
<p></p>
<p>Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Batu, Alfi Nurhidayat, menegaskan bahwa salah satu instrumen utama dalam pembentukan identitas kawasan ini adalah penerapan standar pencahayaan pedestrian yang seragam.</p>
<p></p>
<p>"Kami tidak lagi bekerja per ruas secara terpisah. Setiap titik revitalisasi trotoar kini diperlakukan sebagai satu kesatuan desain. Seluruh ruas dilengkapi lampu hias dengan spesifikasi desain dan jarak pemasangan yang identik guna menciptakan konsistensi visual," ujar Alfi saat memberikan keterangan, Senin (19/1/2026).</p>
<p></p>
<p>Kebijakan penyeragaman ini mencakup spesifikasi teknis yang ketat untuk memastikan fungsionalitas dan estetika jalanan tetap terjaga. </p>
<p></p>
<p>Standar tersebut meliputi penggunaan tiang lampu hias berwarna hitam dengan desain ikonik, jarak pemasangan antar tiang dipatok konsisten pada kisaran 10 meter, arah pencahayaan difokuskan secara eksklusif ke jalur pedestrian untuk menjamin keamanan pejalan kaki.</p>
<p></p>
<p>Implementasi standar ini telah dimulai di sejumlah jalur utama, di antaranya Jalan Sultan Agung, Jalan Agus Salim, Jalan Brantas, Jalan Dewi Sartika, hingga Jalan Ir. Soekarno.</p>
<p></p>
<p>Alfi mengakui bahwa selama ini penataan trotoar di Kota Batu cenderung terkesan terfragmentasi, baik dari segi material maupun fasilitas pendukung. </p>
<p></p>
<p>Dengan pendekatan baru ini, DPUPR mengintegrasikan pemasangan lampu bersamaan dengan pekerjaan fisik trotoar, seperti penggunaan material concrete dan stamped concrete. </p>
<p></p>
<p>"Proses instalasi dilakukan simultan. Hal ini dilakukan untuk efisiensi pengerjaan sehingga tidak diperlukan pembongkaran ulang atau pekerjaan tambahan di masa mendatang," imbuhnya.</p>
<p></p>
<p>Penataan yang terukur ini diharapkan dapat memperkuat posisi Kota Batu sebagai destinasi wisata unggulan. Konsistensi visual di pusat kota dinilai menjadi faktor krusial dalam menciptakan kesan kota yang rapi, modern, dan terkelola secara profesional bagi para wisatawan.</p>
<p></p>
<p>Meskipun jumlah total unit lampu belum dirinci secara detail, DPUPR memastikan seluruh anggaran dan perencanaan telah masuk ke dalam skema pembangunan jangka pendek kawasan pusat kota. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries. (*)</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Penemuan Mayat di Alas Coban Manan Malang, Identitas Masih Misteri</title>
<link>https://suarajatimpost.com/penemuan-mayat-di-alas-coban-manan-malang-identitas-masih-misteri</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/penemuan-mayat-di-alas-coban-manan-malang-identitas-masih-misteri</guid>
<description><![CDATA[ Berdasarkan data primer di lapangan, korban berjenis enis kelamin laki-laki, usia diperkirakan 40 tahun, perawakan tubuh kurus dengan kulit sawo matang, rambut hitam lebat, berjenggot tipis, dan dua gigi depan tampak menonjol dan mengenakan celana panjang cokelat dan celana dalam merah (kondisi tanpa baju). ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202601/image_870x580_696dec7fb2abd.webp" length="81586" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 19 Jan 2026 14:50:45 +0700</pubDate>
<dc:creator>Choirul Anwar</dc:creator>
<media:keywords>Kota Batu, Penemuan Mayat, Coban Manan</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KOTA BATU, SJP</strong> - Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Batu tengah melakukan penyelidikan mendalam terkait penemuan sesosok jenazah pria tanpa identitas di kawasan Alas Coban Manan, Desa Pujon Kidul, Kecamatan Pujon, Kabupaten Malang. </p>
<p></p>
<p>Hingga saat ini, pihak kepolisian masih berupaya mengungkap identitas korban serta penyebab pasti kematiannya.</p>
<p></p>
<p>Kasat Reskrim Polres Batu, AKP Joko Suprianto, mengonfirmasi bahwa tim identifikasi telah diterjunkan ke lokasi untuk melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) sejak jenazah ditemukan pada Ahad (18/1/2026).</p>
<p></p>
<p>"Kami sedang melakukan penyelidikan menyeluruh. Fokus utama saat ini adalah mengungkap identitas korban dan menentukan penyebab kematian melalui prosedur medis dan forensik," ujar AKP Joko Suprianto saat memberikan keterangan pada Senin (19/1/2026).</p>
<p></p>
<p>Kepolisian telah mengumpulkan keterangan dari sejumlah saksi di sekitar lokasi penemuan. Namun, AKP Joko menegaskan bahwa pihaknya belum bisa memberikan spekulasi mengenai dugaan tindak pidana sebelum hasil autopsi keluar.</p>
<p></p>
<p>Berdasarkan data primer di lapangan, korban berjenis enis kelamin laki-laki, usia diperkirakan 40 tahun, perawakan tubuh kurus dengan kulit sawo matang, rambut hitam lebat, berjenggot tipis, dan dua gigi depan tampak menonjol dan mengenakan celana panjang cokelat dan celana dalam merah (kondisi tanpa baju).</p>
<p></p>
<p>Kepala Desa Pujon Kidul, Sa'id, menyatakan bahwa berdasarkan pemeriksaan awal oleh warga, korban dipastikan bukan merupakan penduduk setempat. </p>
<p></p>
<p>Pihak desa kini proaktif menyebarkan informasi guna membantu mempercepat proses identifikasi.</p>
<p></p>
<p>"Kami mengimbau kepada seluruh masyarakat, baik di wilayah Pujon maupun di luar daerah, yang merasa kehilangan anggota keluarga dengan ciri-ciri tersebut untuk segera menghubungi Polres Batu atau perangkat desa terdekat," tutur Sa’id.</p>
<p></p>
<p>Saat ini, jenazah telah dievakuasi ke fasilitas kesehatan setempat untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Kepolisian meminta masyarakat tetap tenang dan tidak menyebarkan spekulasi yang belum terverifikasi di media sosial. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>SHS Tak Realistis Dinilai Ancam Mutu Proyek, DPRD Batu Ingatkan Risiko Bangunan Cepat Rusak</title>
<link>https://suarajatimpost.com/shs-tak-realistis-dinilai-ancam-mutu-proyek-dprd-batu-ingatkan-risiko-bangunan-cepat-rusak</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/shs-tak-realistis-dinilai-ancam-mutu-proyek-dprd-batu-ingatkan-risiko-bangunan-cepat-rusak</guid>
<description><![CDATA[ Wakil Ketua 2 DPRD Kota Batu Ludi Tanarto menegaskan pembaruan SHS harus dilakukan rutin dan berbasis data lapangan, bukan sekadar menyalin standar tahun sebelumnya. Dengan SHS yang realistis, DPRD berharap pembangunan daerah menghasilkan aset publik yang berkualitas, tahan lama, dan benar-benar memberi manfaat bagi masyarakat Kota Batu ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202601/image_870x580_696b84d28f643.webp" length="15756" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sat, 17 Jan 2026 20:41:42 +0700</pubDate>
<dc:creator>Choirul Anwar</dc:creator>
<media:keywords>Kota Batu, SHS, Mutu, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KOTA BATU, SJP</strong> – Standar Harga Satuan (SHS) yang tidak mengikuti perkembangan harga pasar dinilai berisiko langsung terhadap mutu proyek pembangunan di Kota Batu.</p>
<p>DPRD Kota Batu menilai, standar harga yang terlalu rendah justru mendorong praktik penurunan spesifikasi material, yang berujung pada bangunan pemerintah cepat rusak dan merugikan publik.</p>
<p>Wakil Ketua 2 DPRD Kota Batu Ludi Tanarto pada Sabtu (17/1/2026) bahwa pihaknya menyorot isu yang mencuat dalam rapat kerja Badan Anggaran (Banggar) DPRD Kota Batu yang mengulas SHS sebagai dasar perencanaan dan penganggaran Tahun Anggaran 2026. DPRD menegaskan, persoalan SHS bukan semata administrasi keuangan, melainkan menyangkut keberlanjutan hasil pembangunan.</p>
<p>“Kalau harga di atas kertas jauh di bawah harga pasar, pilihan di lapangan hanya dua, pekerjaan tersendat atau kualitas diturunkan. Dan yang sering terjadi, spesifikasi yang dikorbankan,” urainya.</p>
<p>Ia mencontohkan harga semen yang masih tercantum di kisaran Rp50–60 ribu per sak, padahal di pasaran sudah berada pada rentang Rp70–80 ribu. Selisih tersebut dinilai cukup besar untuk memengaruhi mutu struktur bangunan.</p>
<p>Menurut Ludi, kondisi ini berbahaya karena kerusakan bangunan kerap baru terlihat beberapa tahun kemudian, ketika masa pemeliharaan sudah berakhir. Akibatnya, pemerintah kembali dibebani biaya perbaikan yang seharusnya bisa dihindari sejak tahap perencanaan.</p>
<p>“Ini justru menciptakan pemborosan terselubung. Bangunan belum lama dipakai sudah rusak, lalu diperbaiki lagi dengan anggaran baru. Sehingga ketidakrealistisan standar harga menjadi tekanan serius bagi pelaksana proyek di lapangan. Ketika harga dalam dokumen anggaran tertinggal jauh dari harga riil, kualitas pekerjaan kerap menjadi korban," imbuhnya.</p>
<p>Dalam rapat tersebut, Banggar menyoroti empat instrumen utama pengendali belanja daerah, yakni Standar Satuan Harga (SSH), Standar Biaya Umum (SBU), Harga Satuan Pokok Kegiatan (HSPK), dan Analisis Standar Belanja (ASB). Keempatnya dinilai harus disusun berbasis kondisi pasar agar kualitas pembangunan tidak dikompromikan.</p>
<p>Selain itu, DPRD juga mendorong penyesuaian kode barang dan kode rekening sesuai regulasi terbaru serta integrasi SHS ke dalam Sistem Informasi Pemerintahan Daerah (SIPD), agar tidak terjadi ketimpangan antara perencanaan dan pelaksanaan anggaran. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor: Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Kemiskinan Turun, Tapi Kota Batu Dihadapkan Ancaman Warga Rentan Kembali Miskin</title>
<link>https://suarajatimpost.com/kemiskinan-turun-tapi-kota-batu-dihadapkan-ancaman-warga-rentan-kembali-miskin</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/kemiskinan-turun-tapi-kota-batu-dihadapkan-ancaman-warga-rentan-kembali-miskin</guid>
<description><![CDATA[ Kepala Bidang Bantuan dan Jaminan Sosial Dinsos Wiwit Anandana menegaskan penurunan angka kemiskinan tidak hanya diukur dari statistik, tetapi juga dari seberapa kuat masyarakat Kota Batu mampu bertahan menghadapi tekanan ekonomi tanpa kembali tergelincir ke jurang kemiskinan ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202601/image_870x580_696b8445d98de.webp" length="24662" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sat, 17 Jan 2026 20:00:27 +0700</pubDate>
<dc:creator>Choirul Anwar</dc:creator>
<media:keywords>Kota Batu, Kemiskinan, Rentan, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KOTA BATU, SJP</strong> – Angka kemiskinan di Kota Batu memang menunjukkan tren penurunan dalam tiga tahun terakhir. Pada 2025, persentase penduduk miskin tercatat 2,86 persen, turun signifikan dari 3,31 persen pada 2024. Namun di balik capaian tersebut, ancaman kemiskinan berulang masih membayangi ribuan warga prasejahtera.</p>
<p></p>
<p>Kepala BPS Kota Batu, Sayu Made Widiari menegaskan, berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Batu mencatat, sekitar 6.220 jiwa berada dalam kategori prasejahtera atau kelompok rentan. Kelompok ini belum tergolong miskin, tetapi posisinya sangat dekat dengan garis kemiskinan dan berpotensi kembali terperosok jika terjadi guncangan ekonomi.</p>
<p></p>
<p>"Penurunan persentase kemiskinan harus dibaca secara utuh bersama indikator garis kemiskinan yang terus naik. Pada 2025, garis kemiskinan Kota Batu mencapai Rp671,2 ribu per kapita per bulan. Warga dengan pengeluaran di bawah angka tersebut langsung masuk kategori miskin," paparnya.</p>
<p>Menurutnya, kenaikan garis kemiskinan menunjukkan biaya hidup yang terus meningkat dan ini membuat kelompok prasejahtera semakin rentan. Kondisi tersebut menuntut kewaspadaan pemerintah daerah. Meski Kota Batu berhasil menghapus kemiskinan ekstrem hingga nol persen sejak 2024, keberhasilan itu belum sepenuhnya menjamin ketahanan ekonomi masyarakat.</p>
<p></p>
<p>Terpisah, Kepala Bidang Bantuan dan Jaminan Sosial Dinsos Kota Batu, Wiwit Anandana menyebut penghasilan yang tidak menentu dan keterbatasan lapangan kerja sebagai faktor dominan.</p>
<p></p>
<p>“Banyak warga yang bekerja di sektor informal. Pendapatannya fluktuatif, sangat tergantung kondisi pasar dan musim,” kata Wiwit.</p>
<p></p>
<p>Selain faktor ekonomi, risiko bencana, musibah keluarga, hingga kehilangan pencari nafkah utama juga menjadi pemicu warga kembali jatuh miskin. Pengalaman pandemi Covid-19 menjadi pelajaran penting. Pada 2020–2021, angka kemiskinan Kota Batu melonjak hingga 4,09 persen akibat lumpuhnya sektor pariwisata dan usaha kecil.</p>
<p></p>
<p>Menurut Wiwit, bantuan sosial tetap dibutuhkan, namun tidak cukup untuk menjaga warga agar tidak kembali miskin. Pemerintah perlu mendorong peningkatan produktivitas dan kemandirian ekonomi masyarakat, terutama bagi kelompok rentan.</p>
<p></p>
<p>“Menjaga agar warga prasejahtera tidak jatuh miskin itu tantangan sesungguhnya. Kuncinya ada pada daya beli, pekerjaan yang stabil, dan produktivitas,” tandasnya. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor: Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Progres KDMP Kota Batu Tembus 92 Persen, Pemkot Fokus Dukung Infrastruktur dan SDM</title>
<link>https://suarajatimpost.com/progres-kdmp-kota-batu-tembus-92-persen-pemkot-fokus-dukung-infrastruktur-dan-sdm</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/progres-kdmp-kota-batu-tembus-92-persen-pemkot-fokus-dukung-infrastruktur-dan-sdm</guid>
<description><![CDATA[ Dengan progres penyiapan yang telah menembus 92 persen, KDMP di Kota Batu berada pada fase krusial untuk membuktikan dampak nyatanya bagi ekonomi desa. Tantangan ke depan bukan lagi soal pembangunan fisik, melainkan konsistensi tata kelola, kualitas SDM pengelola, serta keberanian berinovasi agar koperasi benar-benar berfungsi sebagai penggerak ekonomi lokal yang berkelanjutan dan tidak berhenti sebagai proyek seremonial ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202601/image_870x580_696b83602000d.webp" length="126074" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sat, 17 Jan 2026 19:42:08 +0700</pubDate>
<dc:creator>Choirul Anwar</dc:creator>
<media:keywords>Kota Batu, KDMP, 92 Persen, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KOTA BATU, SJP</strong> – Program Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di Kota Batu menunjukkan perkembangan signifikan. Hingga pertengahan Januari 2026, progres penyiapan KDMP di Kota Batu telah melampaui 92 persen, dengan 11 desa sudah memulai pembangunan fisik gerai koperasi.</p>
<p></p>
<p>Wali Kota Batu Nurochman pada Sabtu (17/1/2026) mengatakan, kecepatan progres harus diimbangi dengan kualitas pengelolaan agar koperasi benar-benar menjadi motor penggerak ekonomi desa.</p>
<p></p>
<p>“Fisiknya boleh cepat, tapi yang lebih penting adalah keberlanjutan. Karena itu, pengelolaan KDMP harus profesional dan bertanggung jawab,” ujarnya.</p>
<p></p>
<p>Pria yang akrab disapa Cak Nur tersebut menegaskan dukungan tidak hanya berhenti pada pembangunan gedung. Infrastruktur penunjang seperti akses jalan dan penerangan jalan umum (PJU) dipastikan menjadi bagian dari intervensi pemerintah daerah untuk menopang operasional KDMP di seluruh desa.</p>
<p></p>
<p>Ia juga menekankan pentingnya penguatan sumber daya manusia koperasi, khususnya dengan melibatkan generasi muda. Anak muda dinilai memiliki keunggulan dalam inovasi, jejaring usaha, serta pemanfaatan teknologi digital untuk memperluas pasar dan meningkatkan efisiensi koperasi.</p>
<p></p>
<p>"Secara regional, pembangunan fisik KDMP di Jawa Timur sendiri baru mencapai sekitar 52 persen. Artinya, Kota Batu termasuk daerah dengan progres paling maju. Adapun desa yang telah memulai pembangunan fisik gerai KDMP di Kota Batu meliputi Torongrejo, Dadaprejo, Pandanrejo, Punten, Mojorejo, Bulukerto, Pendem, Gunungsari, Tlekung, Temas, dan Sumberejo," imbuhnya.</p>
<p></p>
<p>Pemkot Batu menargetkan seluruh KDMP yang telah dibangun dapat segera beroperasi optimal dan memberi dampak nyata bagi penguatan ekonomi desa, bukan sekadar menjadi proyek pembangunan fisik semata. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor: Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Satlantas Polres Batu Siapkan Rekayasa Lalu Lintas Antisipasi Lonjakan Wisatawan Libur Isra Mikraj</title>
<link>https://suarajatimpost.com/satlantas-polres-batu-siapkan-rekayasa-lalu-lintas-antisipasi-lonjakan-wisatawan-libur-isra-mikraj</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/satlantas-polres-batu-siapkan-rekayasa-lalu-lintas-antisipasi-lonjakan-wisatawan-libur-isra-mikraj</guid>
<description><![CDATA[ Satlantas Polres Batu memprediksi kepadatan arus lalu lintas masih akan berlangsung hingga Sabtu (17/1/2026), seiring tingginya minat wisatawan memanfaatkan libur panjang di berbagai destinasi unggulan Kota Batu, seperti Jatim Park Group, Selecta, hingga wisata alam lainnya. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202601/image_870x580_696a328494dff.webp" length="95616" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Fri, 16 Jan 2026 21:44:34 +0700</pubDate>
<dc:creator>Choirul Anwar</dc:creator>
<media:keywords>Kota Batu, Peningkatan, Arus Lalin, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KOTA BATU, SJP</strong> – Satlantas Polres Batu menerapkan sejumlah langkah rekayasa lalu lintas untuk mengantisipasi lonjakan kendaraan selama libur panjang Isra Mikraj, Jumat (16/1/2026). Langkah ini dilakukan menyusul meningkatnya arus kendaraan yang masuk ke Kota Batu sejak pagi hari.</p>
<p>Kasat Lantas Polres Batu AKP Kevin Ibrahim mengatakan, kepadatan lalu lintas mulai terpantau signifikan sejak pukul 10.00 hingga 12.00 WIB, dengan dominasi kendaraan pribadi dari luar daerah yang masuk melalui exit Tol Singosari.</p>
<p>“Volume kendaraan naik cukup signifikan, kisaran 20 hingga 30 persen dibanding hari normal. Mayoritas kendaraan menuju kawasan wisata,” katanya.</p>
<p>Menghadapi kondisi tersebut, Satlantas Polres Batu menyiagakan personel di sejumlah titik rawan kemacetan atau trouble spot, seperti Simpang 4 Arhanud, Simpang 3 Pendem, serta jalur menuju kawasan wisata Santerra. Fokus pengamanan diarahkan pada simpul-simpul lalu lintas yang berpotensi terjadi penumpukan kendaraan.</p>
<p>Selain pengaturan manual, kepolisian juga menerapkan rekayasa lalu lintas lokal. Di Simpang 4 Arhanud, petugas melakukan flashing dan memasang water barrier untuk mencegah kendaraan melakukan crossing yang dapat memicu kemacetan. Sementara di Simpang 3 Pendem, arus kendaraan menuju pusat Kota Batu diprioritaskan pada siang hari.</p>
<p>“Untuk sore hingga malam hari, prioritas kami alihkan ke kendaraan yang keluar dari Kota Batu agar tidak terjadi penumpukan arus balik,” jelasnya.</p>
<p>Kepolisian mengimbau pengguna jalan untuk mematuhi arahan petugas di lapangan dan mempertimbangkan waktu perjalanan guna menghindari kepadatan di jam-jam puncak. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Dishub Batu Tegas Soal Getok Parkir: Tanpa Karcis Jangan Dibayar</title>
<link>https://suarajatimpost.com/dishub-batu-tegas-soal-getok-parkir-tanpa-karcis-jangan-dibayar</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/dishub-batu-tegas-soal-getok-parkir-tanpa-karcis-jangan-dibayar</guid>
<description><![CDATA[ Pernyataan Dishub ini sekaligus menjadi penegasan bahwa praktik parkir liar di kawasan Alun-Alun Kota Batu bukan bagian dari sistem resmi pemerintah. Meskipun kejadian yang berulang juga seperti ini menimbulkan pertanyaan publik soal efektivitas pengawasan di lapangan, khususnya di tengah upaya Pemkot Batu membangun citra kota wisata yang tertib dan ramah pengunjung ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202601/image_870x580_696a31ca1ac28.webp" length="22634" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Fri, 16 Jan 2026 21:15:28 +0700</pubDate>
<dc:creator>Choirul Anwar</dc:creator>
<media:keywords>Kota Batu, Parkir Liar, Dishub, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KOTA BATU, SJP</strong> – Kasus tarif parkir tak wajar atau getok parkir yang dialami wisatawan asal Malang di kawasan Alun-Alun Kota Batu kian menjadi sorotan publik. Menyusul viralnya keluhan di media sosial, Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Batu akhirnya angkat bicara dan menegaskan sikap tegas terhadap praktik pungutan liar di sektor parkir.</p>
<p>Kepala Dishub Kota Batu Hendri Suseno pada Jumat (16/1/2026) menegaskan, pihaknya tidak akan menoleransi aksi getok parkir dalam bentuk apapun. Ia memastikan setiap laporan dari masyarakat akan ditindaklanjuti secara serius.</p>
<p>“Setiap laporan pasti kita tindaklanjuti. Namun sampai saat ini, kasus yang viral tersebut belum disertai laporan resmi yang jelas, baik identitas pelapor maupun nama juru parkirnya,” tegasnya.</p>
<p>Hendri menekankan pentingnya laporan yang disertai data konkret agar tim di bawah Kasi Pembinaan dan Pengawasan Parkir (Binwaskir) bisa langsung bergerak melakukan penindakan di lapangan. Tanpa laporan yang jelas, penelusuran terhadap oknum jukir bermasalah dinilai menjadi sulit.</p>
<p>Meski demikian, Dishub Batu memastikan pengawasan akan terus diperketat, khususnya di kawasan wisata strategis seperti Alun-Alun Kota Batu yang kerap dipadati pengunjung.</p>
<p>“Kami akan terus memperketat pembinaan dan pengawasan dengan menurunkan tim di bawah Kasi Binwaskir,” tegasnya.</p>
<p>Lebih lanjut, Hendri meminta masyarakat dan wisatawan tidak ragu bersikap tegas saat dimintai tarif parkir tanpa bukti resmi. Menurutnya, keterlibatan aktif masyarakat menjadi kunci utama untuk memutus mata rantai praktik pungutan liar yang selama ini masih muncul di lapangan.</p>
<p>Ia juga mengimbau wisatawan untuk selalu meminta karcis resmi sebagai bukti pembayaran parkir. Jika petugas parkir tidak dapat menunjukkan karcis, masyarakat diminta untuk tidak melakukan pembayaran.</p>
<p>“Jangan segan-segan minta karcis. Kalau tanpa karcis, jangan dibayar. Apalagi jika jukir tidak memakai rompi atau atribut resmi, itu jelas jukir liar dan bukan binaan Dishub,” pungkas Hendri. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Produksi Masih Terbatas, Pemkot Batu Siapkan Pendampingan Terpadu untuk UMKM Telur Asin Pesanggrahan</title>
<link>https://suarajatimpost.com/produksi-masih-terbatas-pemkot-batu-siapkan-pendampingan-terpadu-untuk-umkm-telur-asin-pesanggrahan</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/produksi-masih-terbatas-pemkot-batu-siapkan-pendampingan-terpadu-untuk-umkm-telur-asin-pesanggrahan</guid>
<description><![CDATA[ Dengan pendampingan terpadu lintas perangkat daerah, Pemkot Batu menargetkan UMKM skala rumahan mampu meningkatkan kapasitas, memperluas pasar, dan tumbuh berkelanjutan sebagai fondasi ekonomi kerakyatan di tingkat desa ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202601/image_870x580_696a3122a6cc0.webp" length="38680" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Fri, 16 Jan 2026 20:44:38 +0700</pubDate>
<dc:creator>Choirul Anwar</dc:creator>
<media:keywords>Kota batu, Pendampingan, UMKM, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KOTA BATU, SJP</strong> – Keterbatasan kapasitas produksi masih menjadi tantangan utama bagi pelaku UMKM skala rumahan di Kota Batu. Hal itu terlihat saat Wali Kota Batu mengunjungi usaha telur asin milik Angga, warga Dusun Srebet Timur, Desa Pesanggrahan beberapa waktu lalu.</p>
<p>Pria yang akrab disapa Cak Nur tersebut pada Jumat (16/1/2026) menerangkan, usaha yang dikelola secara mandiri tersebut saat ini hanya mampu memproduksi sekitar 25 hingga 30 butir telur asin setiap tiga hari sekali. Dengan harga jual Rp3.500 per butir, produksi yang terbatas membuat pengembangan usaha belum berjalan optimal, meski kualitas produk dinilai cukup baik.</p>
<p>"Komitmen Pemerintah Kota Batu untuk memberikan pendampingan terpadu bagi UMKM, khususnya yang masih berada pada tahap awal pengembangan," urainya.</p>
<p>Pendampingan itulah yang akan mencakup perluasan akses pemasaran, fasilitasi perizinan produk, hingga dukungan sarana rumah produksi melalui perangkat daerah terkait.</p>
<p>Sehingga pria nomor satu di Kota Batu tersebut menegaskan permasalahan UMKM bukan hanya soal produksi, namun juga legalitas, pemasaran, dan fasilitas sehingga pemerintah perlu melakukan intervensi secara bertahap.</p>
<p>"Pemkot Batu berharap, melalui pendampingan yang berkelanjutan, UMKM rumahan seperti usaha telur asin ini dapat meningkatkan kapasitas produksi dan menjadi bagian dari penguatan ekonomi kerakyatan di tingkat desa," tandasnya. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Lapangan Desa Sumberejo Kota Batu Berstandar Nasional, Dibidik Jadi Training Center Klub Profesional</title>
<link>https://suarajatimpost.com/lapangan-desa-sumberejo-kota-batu-berstandar-nasional-dibidik-jadi-training-center-klub-profesional</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/lapangan-desa-sumberejo-kota-batu-berstandar-nasional-dibidik-jadi-training-center-klub-profesional</guid>
<description><![CDATA[ Proyek revitalisasi Lapangan Sumberejo didanai melalui Bantuan Keuangan Khusus Pemerintah Kota Batu Tahun Anggaran 2025 yang disalurkan melalui Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202601/image_870x580_6968c592c0888.webp" length="52064" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 15 Jan 2026 19:32:18 +0700</pubDate>
<dc:creator>Choirul Anwar</dc:creator>
<media:keywords>Kota Batu, Revitalisasi, Lapangan, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KOTA BATU, SJP</strong> – Revitalisasi Lapangan Desa Sumberejo, Kecamatan Batu, tak sekadar memperbaiki fasilitas olahraga warga. Lapangan seluas sekitar 4.000 meter persegi itu kini dibidik sebagai aset strategis desa yang berpotensi dimanfaatkan sebagai training center klub Liga 1 hingga Tim Nasional.</p>
<p>Wali Kota Batu Nurochman pada Kamis (15/1/2026) memastikan pembangunan fisik lapangan telah rampung dan saat ini memasuki masa pemeliharaan. Lapangan ditargetkan mulai difungsikan pada Juni 2026, setelah seluruh tahapan teknis dan perawatan dinyatakan selesai.</p>
<p>"Dimensi lapangan yang telah memenuhi standar pertandingan membuka peluang besar bagi Desa Sumberejo untuk mengembangkan fungsi lapangan tidak hanya sebagai sarana olahraga warga, tetapi juga sebagai fasilitas olahraga berkelas nasional. Kalau dikelola dengan baik dan profesional, ini bisa menjadi sumber aktivitas ekonomi baru bagi desa,” tegasnya.</p>
<p>Ia menekankan pengelolaan lapangan harus bersifat terbuka dan transparan, sehingga dapat dimanfaatkan oleh masyarakat luas maupun pihak luar. Dengan pola pengelolaan yang tepat, keberadaan lapangan diharapkan mampu meningkatkan pendapatan desa tanpa menghilangkan fungsi utamanya sebagai ruang publik.</p>
<p>Ia juga mengingatkan pentingnya kesiapan pemerintah desa dalam menjaga kualitas lapangan melalui perawatan rutin. Tanpa komitmen anggaran pemeliharaan, fasilitas olahraga berstandar tinggi dinilai sulit bertahan dalam jangka panjang.</p>
<p>"Revitalisasi Lapangan Desa Sumberejo merupakan bagian dari program optimalisasi lapangan desa Pemerintah Kota Batu, sekaligus implementasi visi Mbatu Sae," tandasnya. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Silpa APBD 2025 Kota Batu Capai Rp123,7 Miliar, BKAD Akui Masih Ada Kendala Serapan</title>
<link>https://suarajatimpost.com/silpa-apbd-2025-kota-batu-capai-rp1237-miliar-bkad-akui-masih-ada-kendala-serapan</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/silpa-apbd-2025-kota-batu-capai-rp1237-miliar-bkad-akui-masih-ada-kendala-serapan</guid>
<description><![CDATA[ Dengan saldo akhir kas daerah sebesar Rp123,7 miliar, Pemkot Batu diharapkan mampu menjadikan evaluasi APBD 2025 sebagai pijakan perbaikan pengelolaan keuangan daerah pada 2026, sehingga belanja publik benar-benar berdampak langsung bagi masyarakat ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202601/image_870x580_6968c5014abfa.webp" length="19040" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 15 Jan 2026 19:02:00 +0700</pubDate>
<dc:creator>Choirul Anwar</dc:creator>
<media:keywords>Kota Batu, SILPA, RP 123, 7 Miliar, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KOTA BATU, SJP</strong> – Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran (Silpa) APBD Kota Batu Tahun Anggaran 2025 tercatat sebesar Rp123,7 miliar. Angka ini lebih rendah dibandingkan Silpa akhir 2024 yang mencapai Rp144,13 miliar.</p>
<p>Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Kota Batu Eny Rachyuningsih pada Kamis (15/1/2026) menyebut, penurunan Silpa menunjukkan perbaikan serapan anggaran, meski masih terdapat sejumlah pekerjaan rumah di internal perangkat daerah.</p>
<p>"Berdasarkan data realisasi anggaran, sejumlah SKPD masih mencatatkan serapan terendah. Sekretariat DPRD (Setwan) merealisasikan anggaran sebesar Rp43,73 miliar dari pagu Rp59,27 miliar atau 73,78 persen," paparnya.</p>
<p>Selanjutnya disusul Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) dengan serapan 78,79 persen, serta Bapenda yang menyerap 80,44 persen dari total anggaran Rp23 miliar. Eny menilai capaian ini perlu menjadi bahan evaluasi serius agar tidak berulang di tahun anggaran berikutnya.</p>
<p>Di sisi lain, beberapa SKPD menunjukkan kinerja serapan yang tinggi. Kecamatan Junrejo mencatatkan realisasi tertinggi sebesar 95,59 persen, diikuti BKAD dengan serapan 94,87 persen dari pagu Rp128,62 miliar, serta Dinas Lingkungan Hidup (DLH) yang mencapai 94,65 persen.</p>
<p>"Capaian tersebut mencerminkan perencanaan yang lebih matang serta pelaksanaan program yang tepat waktu. Namun memang masih ada sejumlah kendala yang mempengaruhi optimalisasi serapan anggaran 2025," imbuhnya. </p>
<p>Ia membeberkan kendala biasanya terjadi pada sistem informasi pemerintahan daerah (SIPD) yang kerap mengalami gangguan, lemahnya perencanaan pada beberapa SKPD, serta belum maksimalnya monitoring dan evaluasi internal.</p>
<p>“Kedepan, penguatan perencanaan dan pengawasan berkala harus menjadi fokus agar serapan lebih optimal dan Silpa bisa ditekan,” tandasnya. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Perkara Parkir Liar di Alun&amp;Alun Batu, DPRD Tak Mau Wisatawan Jadi Korban</title>
<link>https://suarajatimpost.com/perkara-parkir-liar-di-alun-alun-batu-dprd-tak-mau-wisatawan-jadi-korban</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/perkara-parkir-liar-di-alun-alun-batu-dprd-tak-mau-wisatawan-jadi-korban</guid>
<description><![CDATA[ Ketua DPRD Kota Batu Didik Subianto menilai di tengah upaya Pemkot Batu membangun sistem parkir modern dan tertib, praktik manual tanpa karcis justru membuka ruang kebocoran PAD sekaligus merusak rasa aman wisatawan ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202601/image_870x580_6968c3f0a1bc4.webp" length="40822" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 15 Jan 2026 18:31:39 +0700</pubDate>
<dc:creator>Choirul Anwar</dc:creator>
<media:keywords>Kota Batu, Parkir, DPRD, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KOTA BATU, SJP</strong> - Protes parkir liar yang terjadi di masa peak season sepekan lalu mendapatkan sorotan dari Ketua DPRD Kota Batu Didik Subiyanto menilai praktik pungutan parkir di luar ketentuan resmi di kawasan Alun-Alun Kota Batu sebagai alarm serius bagi tata kelola sektor perparkiran.</p>
<p>Pria yang akrab disapa sebagai Kaji Bianto pada Kamis (15/1/2026) menegaskan, kejadian tersebut menunjukkan lemahnya pengawasan di lapangan, khususnya di kawasan strategis yang menjadi wajah pariwisata Kota Batu.</p>
<p>"Intinya eksekutif tidak bisa hanya mengandalkan pemasangan sistem gate parkir tanpa diiringi pengawasan rutin dan penindakan tegas terhadap oknum parkir liar. Jika dibiarkan, praktik semacam ini bukan hanya merugikan wisatawan, tetapi juga terus menggerus Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor retribusi parkir," urainya. </p>
<p>Terlebih menurutnya, Alun-alun adalah etalase Kota Batu dan masih ada parkir liar dengan tarif tidak jelas ditambah tidak adanya karcis jelas mencoreng citra daerah. Sehingga jangan sampai wisatawan diperas di tempat wisata.</p>
<p>Ia mendorong Dinas Perhubungan Kota Batu untuk segera melakukan evaluasi menyeluruh, termasuk memetakan titik-titik rawan parkir liar dan memastikan seluruh petugas parkir memiliki identitas resmi serta menerapkan tarif sesuai Perda.</p>
<p>"Itulah transparansi dalam pengelolaan parkir sangat penting karena sektor ini seharusnya menjadi sumber PAD yang tertib dan akuntabel, bukan justru membuka ruang praktik-praktik liar yang merusak kepercayaan publik. Kalau sistem sudah ada tapi praktik di lapangan masih semrawut, berarti yang bermasalah bukan aturannya, tapi pengawasannya. Ini harus dibenahi serius,” pungkasnya. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Pajak Parkir dan PBB Jadi Titik Lemah, Bapenda Batu Soroti Kepatuhan Wajib Pajak</title>
<link>https://suarajatimpost.com/pajak-parkir-dan-pbb-jadi-titik-lemah-bapenda-batu-soroti-kepatuhan-wajib-pajak</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/pajak-parkir-dan-pbb-jadi-titik-lemah-bapenda-batu-soroti-kepatuhan-wajib-pajak</guid>
<description><![CDATA[ Meski belum menyamai capaian 2024 yang menembus 99 persen, Bapenda optimistis tren positif di akhir 2025 bisa menjadi modal penting untuk meningkatkan kinerja pajak daerah di tahun-tahun mendatang ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202601/image_870x580_69679133af183.webp" length="36500" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 14 Jan 2026 22:17:56 +0700</pubDate>
<dc:creator>Choirul Anwar</dc:creator>
<media:keywords>Kota Batu, Pajak, Kepatuhan, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KOTA BATU, SJP</strong> – Kinerja penerimaan pajak daerah Kota Batu sepanjang 2025 menunjukkan dua wajah yang kontras. Di satu sisi, sejumlah sektor mencatatkan realisasi di atas target. Namun di sisi lain, masih ada pos pajak yang tertinggal jauh dan menjadi pekerjaan rumah serius bagi Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Batu.</p>
<p>Kepala Bapenda Kota Batu M. Nur Adhim pada Rabu (14/1/2026) menyampaikan, secara umum, realisasi pajak daerah 2025 mencapai Rp262 miliar atau 95,21 persen dari target Rp275 miliar. Capaian ini dinilai cukup solid di tengah tekanan ekonomi nasional, tetapi belum sepenuhnya merata antar sektor.</p>
<p>"Pajak berbasis transaksi justru menjadi penopang utama. Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) mencatatkan kinerja paling menonjol dengan realisasi Rp62,5 miliar atau 117,94 persen dari target. Kondisi ini menandakan aktivitas jual beli properti masih cukup aktif sepanjang 2025," urainya. </p>
<p>Sebaliknya, Adhim menegaskan sektor pajak berbasis kepatuhan rutin justru banyak tertinggal. Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2) hanya terealisasi Rp20,4 miliar atau 58,46 persen dari target Rp34,9 miliar. Pajak parkir bahkan menjadi yang terendah, dengan realisasi Rp1,1 miliar atau hanya 23,91 persen dari target Rp4,7 miliar.</p>
<p>Ditambah masih banyak wajib pajak yang menunda laporan dan pembayaran, lalu merapel di bulan berikutnya. Padahal, aturan sudah jelas dan sanksi denda sebesar Rp500 ribu telah diatur dalam peraturan daerah.</p>
<p>“Kondisi ini tidak lepas dari masalah kepatuhan wajib pajak, terutama dalam pelaporan rutin bulanan. Sementara itu, sektor yang berkaitan dengan pariwisata menunjukkan kinerja relatif stabil meski tidak sepenuhnya mencapai target," imbuhnya.</p>
<p>Pajak hotel terealisasi Rp40,7 miliar atau 94,56 persen, sedangkan pajak kesenian dan hiburan mencapai Rp44,5 miliar atau 94,08 persen. Pajak makanan dan minuman justru melampaui target dengan realisasi 108 persen, mencerminkan sektor kuliner masih menjadi penggerak ekonomi lokal.</p>
<p>Adhim menilai belum stabilnya kondisi ekonomi nasional turut memengaruhi sektor-sektor tertentu, terutama perhotelan. Efisiensi anggaran dan pembatalan sejumlah kegiatan berdampak langsung pada tingkat hunian hotel dan penerimaan pajaknya.</p>
<p>Untuk menutup celah penerimaan, Bapenda Kota Batu kini memfokuskan strategi pada penagihan aktif dan peningkatan kepatuhan. Langkah jemput bola, digitalisasi pembayaran, serta penagihan piutang pajak dilakukan hampir setiap hari.</p>
<p>“Kami tidak hanya mengejar angka, tapi juga membangun budaya patuh pajak. Tanpa itu, target setinggi apa pun akan sulit tercapai,” tandasnya. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Polisi Tangkap Tiga Terduga Pelaku Perundungan di Alun&amp;alun Kota Batu</title>
<link>https://suarajatimpost.com/polisi-tangkap-tiga-terduga-pelaku-perundungan-di-alun-alun-kota-batu</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/polisi-tangkap-tiga-terduga-pelaku-perundungan-di-alun-alun-kota-batu</guid>
<description><![CDATA[ Polres Batu memastikan penanganan kasus ini dilakukan secara profesional guna memberikan kepastian hukum serta menjaga rasa aman masyarakat di ruang publik ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202601/image_870x580_69678fa6c1074.webp" length="12716" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 14 Jan 2026 21:45:36 +0700</pubDate>
<dc:creator>Choirul Anwar</dc:creator>
<media:keywords>Kota Batu, Bullying, Alun-alun, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KOTA BATU, SJP</strong> – Satreskrim Polres Batu menangkap tiga terduga pelaku perundungan terhadap seorang pemuda yang sebelumnya viral di media sosial. Penangkapan dilakukan di wilayah Kabupaten Malang pada Rabu (14/1/2026) dini hari.</p>
<p>Kasat Reskrim Polres Batu, AKP Joko Suprianto mengatakan, penangkapan merupakan tindak lanjut dari laporan polisi terkait dugaan tindak pidana penghinaan dan ancaman kekerasan yang terjadi di kawasan Alun-alun Kota Batu.</p>
<p>“Unit Resmob Satreskrim telah mengamankan tiga orang terduga pelaku setelah dilakukan serangkaian penyelidikan dan gelar perkara,” katanya.</p>
<p>Ketiga terduga pelaku yang diamankan masing-masing berinisial AMP (20), MSK (20), dan ENN (22). Mereka ditangkap di lokasi berbeda, yakni di rumah masing-masing serta di sebuah warung kopi di wilayah Kabupaten Malang.</p>
<p>Berdasarkan hasil penyidikan awal, peristiwa perundungan terjadi pada Minggu (11/1/2026) sekitar pukul 02.30 WIB. Korban yang datang ke Kota Batu bersama tiga temannya didatangi sekelompok orang saat berada di area parkir Alun-alun Kota Batu.</p>
<p>Korban kemudian dipaksa melepas atribut yang dikenakan, hingga akhirnya mengalami tindakan perundungan secara fisik dan verbal di tempat umum. Aksi tersebut turut direkam oleh sebagian pelaku menggunakan telepon genggam.</p>
<p>“Modusnya dilakukan secara bersama-sama dengan paksaan dan ancaman, termasuk membuka pakaian korban di tempat umum,” ujar Joko.</p>
<p>Dalam pengungkapan kasus ini, polisi mengamankan barang bukti berupa tiga unit telepon genggam milik pelaku serta rekaman video berdurasi 44 detik yang memuat aksi perundungan tersebut.</p>
<p>Saat ini, Satreskrim Polres Batu telah menetapkan ketiga pelaku sebagai tersangka dan tengah melengkapi administrasi penyidikan. Para tersangka dijerat dengan pasal penghinaan atau ancaman kekerasan sebagaimana diatur dalam Pasal 436 KUHP atau Pasal 448 ayat (1) huruf a.</p>
<p>“Kami juga akan melakukan penahanan, melengkapi berkas perkara, serta berkoordinasi dengan jaksa penuntut umum untuk proses hukum selanjutnya,” tandasnya.<strong> (*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Wali Kota Batu Dorong Penguatan Kerja Sama dengan Kapolres Baru</title>
<link>https://suarajatimpost.com/wali-kota-batu-dorong-penguatan-kerja-sama-dengan-kapolres-baru</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/wali-kota-batu-dorong-penguatan-kerja-sama-dengan-kapolres-baru</guid>
<description><![CDATA[ Pergantian Kapolres Batu ini diharapkan tidak hanya menjaga kesinambungan pengamanan wilayah, tetapi juga memperkuat koordinasi antara pemerintah daerah dan aparat kepolisian dalam menghadapi dinamika sosial di Kota Batu ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202601/image_870x580_69678e390e6d8.webp" length="44310" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 14 Jan 2026 21:16:09 +0700</pubDate>
<dc:creator>Choirul Anwar</dc:creator>
<media:keywords>Kota Batu, Sinergi, Polres, polisi, pementahan, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KOTA BATU, SJP</strong> – Wali Kota Batu, Nurochman menekankan pentingnya penguatan sinergi antara Pemerintah Kota Batu dan Polres Batu menyusul pergantian kepemimpinan di institusi kepolisian setempat. Hal tersebut disampaikannya dalam rangkaian acara serah terima jabatan dan pisah sambut Kapolres Batu di Graha Pancasila, Balai Kota Among Tani, Rabu (14/1/2026).</p>
<p>Pria yang akrab disapa Cak Nur tersebut menegaskan, pergantian Kapolres merupakan bagian dari dinamika organisasi Polri yang harus disikapi dengan kesinambungan kerja sama lintas sektor, khususnya dalam menjaga stabilitas keamanan Kota Batu sebagai daerah tujuan wisata.</p>
<p>“Keamanan dan ketertiban menjadi faktor utama keberlangsungan sektor pariwisata dan investasi di Kota Batu. Karena itu, sinergi antara Pemkot Batu dan Polres Batu harus terus diperkuat,” ujarnya.</p>
<p>Ia juga menyampaikan apresiasi kepada AKBP Andi Yudha Pranata atas kinerja dan kolaborasi yang terjalin selama masa tugasnya di Kota Batu. Menurutnya, sejumlah agenda pengamanan wilayah, terutama saat momentum libur panjang dan kegiatan pariwisata, dapat berjalan relatif kondusif berkat koordinasi yang baik.</p>
<p>Kepada Kapolres Batu yang baru, AKBP Aris Purwanto Cak Nur menyatakan kesiapan Pemerintah Kota Batu untuk melanjutkan kerja sama strategis dalam menjaga keamanan, ketertiban, serta mendukung pelayanan publik.</p>
<p>“Pemkot Batu siap bersinergi dan berkolaborasi dengan Kapolres yang baru untuk memastikan Kota Batu tetap aman, nyaman, dan kondusif bagi masyarakat maupun wisatawan,” tandasnya. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>DPRD Kota Batu Perketat Pengawasan APBD 2026, Anggaran Rp1 Triliun Harus Tepat Sasaran dan Efisien</title>
<link>https://suarajatimpost.com/dprd-kota-batu-perketat-pengawasan-apbd-2026-anggaran-rp1-triliun-harus-tepat-sasaran-dan-efisien</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/dprd-kota-batu-perketat-pengawasan-apbd-2026-anggaran-rp1-triliun-harus-tepat-sasaran-dan-efisien</guid>
<description><![CDATA[ DPRD menegaskan pengawasan ketat akan dilakukan agar belanja daerah benar-benar menjawab persoalan kemacetan, ketahanan pertanian, mitigasi bencana, serta layanan dasar masyarakat, sehingga anggaran Rp 1,016 triliun tidak habis di meja administrasi, melainkan hadir nyata dalam peningkatan kualitas hidup warga Kota Batu. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202601/image_870x580_69660be1cc383.webp" length="26000" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Tue, 13 Jan 2026 18:14:13 +0700</pubDate>
<dc:creator>Choirul Anwar</dc:creator>
<media:keywords>Kota Batu, APBD, Rp 1 Triliun, DPRD, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KOTA BATU, SJP </strong>– DPRD Kota Batu menegaskan APBD Tahun Anggaran 2026 senilai Rp1,016 triliun tidak boleh dihabiskan untuk belanja rutin yang minim dampak. Dewan meminta setiap rupiah anggaran benar-benar tepat sasaran dan menyentuh persoalan riil masyarakat, mulai kemacetan, sektor pertanian, hingga mitigasi bencana.</p>
<p>Ketua DPRD Kota Batu, M. Didik Subiyanto pada Selasa (13/1/2026) menyatakan, DPRD akan memperketat fungsi pengawasan agar pelaksanaan anggaran tidak menyimpang dari kebutuhan publik. Ia menilai tantangan Kota Batu di masa yang akan datang semakin kompleks, seiring posisinya sebagai destinasi wisata nasional.</p>
<p>"Salah satu perhatian utama DPRD adalah efektivitas belanja infrastruktur. DPRD mendorong pelebaran jalan penghubung antar-desa dan perawatan jalur alternatif sebagai solusi jangka menengah untuk mengurai kemacetan wisata yang kerap terjadi pada musim libur," urainya.</p>
<p>Dari sektor pertanian, DPRD menekankan keberlanjutan program, bukan sekadar kegiatan seremonial. Anggaran diminta benar-benar menjamin distribusi pupuk subsidi, penguatan irigasi, serta pemanfaatan teknologi pertanian modern agar petani tetap produktif dan berdaya saing, khususnya di wilayah Bumiaji.</p>
<p>Selain itu, aspek mitigasi bencana juga menjadi fokus pengawasan. DPRD meminta alokasi anggaran diarahkan pada penguatan dinding plengsengan di titik rawan longsor serta normalisasi drainase guna meminimalkan risiko banjir saat musim hujan.</p>
<p>"DPRD tidak akan mentoleransi OPD yang menjalankan program tanpa dampak nyata. Evaluasi rutin akan dilakukan untuk memastikan setiap program sesuai dengan prioritas pembangunan daerah," imbuh pria yang akrab disapa Kaji Bianto tersebut.</p>
<p>Sementara itu, Ketua Badan Anggaran DPRD Kota Batu, Ludi Tanarto menyampaikan, Banggar tengah menyelaraskan Standar Harga Satuan (SHS). Langkah ini dilakukan untuk memastikan perencanaan anggaran realistis, mencegah pemborosan, dan menjaga akuntabilitas keuangan daerah.</p>
<p>"Selain infrastruktur dan ekonomi, DPRD juga menaruh perhatian pada layanan dasar. Program penurunan stunting dan jaminan layanan kesehatan gratis melalui skema Universal Health Coverage (UHC) diminta tetap berjalan optimal, tanpa ada warga miskin yang terkendala akses layanan kesehatan," tambahnya.</p>
<p>Pihak legislatif menegaakan Raperda APBD 2026 telah diserahkan kepada Gubernur Jawa Timur untuk dievaluasi dan berharap hasil evaluasi tersebut memperkuat kualitas anggaran sehingga APBD 2026 benar-benar menjadi instrumen kebijakan yang efektif, efisien, dan berpihak pada kepentingan masyarakat Kota Batu. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Kasus Perundungan Supporter di Alun&amp;Alun Batu Viral, Polisi Telusuri dan Kejar Pelaku</title>
<link>https://suarajatimpost.com/kasus-perundungan-supporter-di-alun-alun-batu-viral-polisi-telusuri-dan-kejar-pelaku</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/kasus-perundungan-supporter-di-alun-alun-batu-viral-polisi-telusuri-dan-kejar-pelaku</guid>
<description><![CDATA[ Polres Batu menegaskan komitmennya untuk mengusut tuntas kasus tersebut guna memberikan rasa aman kepada masyarakat serta mencegah kejadian serupa terulang kembali ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202601/image_870x580_696609e5397fc.webp" length="8578" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Tue, 13 Jan 2026 17:46:02 +0700</pubDate>
<dc:creator>Choirul Anwar</dc:creator>
<media:keywords>Kota Batu, Bullying, Suporter, suarjatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KOTA BATU, SJP –</strong> Polres Batu menindaklanjuti kasus perundungan terhadap seorang pria yang terjadi di kawasan Alun-Alun Kota Batu dan viral di media sosial. Saat ini, kepolisian telah mengantongi identitas korban dan tengah memburu para pelaku.</p>
<p>Kasat Reskrim Polres Batu, AKP Joko Suprianto pada Selasa (13/1/2026) menyampaikan, pengungkapan awal kasus ini berawal dari patroli siber yang dilakukan jajaran kepolisian. Dari hasil pemantauan tersebut, petugas kemudian melakukan penelusuran digital untuk memastikan identitas dan keberadaan korban.</p>
<p>“Kasus ini pertama kali terdeteksi dari patroli siber. Setelah itu kami lakukan tracing menggunakan teknologi informasi hingga akhirnya bertemu korban dan membuat laporan polisi,” katanya.</p>
<p>Berdasarkan hasil pemeriksaan, korban dipastikan bukan warga Surabaya sebagaimana informasi yang sempat beredar. Korban diketahui merupakan warga Kabupaten Sidoarjo yang datang ke Kota Batu bersama tiga rekannya.</p>
<p>Sedangkan untuk saat ini, Satreskrim Polres Batu masih melengkapi administrasi penyidikan guna memperkuat proses hukum, termasuk pengumpulan alat bukti dan pendalaman identitas para terduga pelaku.</p>
<p>“Korban warga Sidoarjo. Saat kejadian, korban datang ke Batu untuk nongkrong bersama teman-temannya. Tiga temannya berhasil melarikan diri. Kami juga masih melengkapi administrasi penyidikan dan akan menindaklanjuti kasus ini. Target kami pelaku bisa segera diamankan,” imbuhnya.</p>
<p>Diketahui, peristiwa tersebut terjadi di kawasan Alun-Alun Kota Batu dan terekam dalam sebuah video yang beredar luas di media sosial. Dalam rekaman tersebut, korban mengalami tindakan perundungan oleh sekelompok orang yang diduga oknum suporter. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Kapolres Batu Berganti, AKBP Aris Purwanto Mulai Tugas di Kota Wisata</title>
<link>https://suarajatimpost.com/kapolres-batu-berganti-akbp-aris-purwanto-mulai-tugas-di-kota-wisata</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/kapolres-batu-berganti-akbp-aris-purwanto-mulai-tugas-di-kota-wisata</guid>
<description><![CDATA[ Dengan bergantinya kepemimpinan dari AKBP Andi Yudha Pranata kepada AKBP Aris Purwanto, Polres Batu berkomitmen akan tetap menjaga kesinambungan kinerja serta stabilitas keamanan dan pelayanan publik di Kota Batu, seiring berjalannya proses regenerasi organisasi di tubuh Polri. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202601/image_870x580_6965ecac72c5e.webp" length="100954" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Tue, 13 Jan 2026 15:11:45 +0700</pubDate>
<dc:creator>Choirul Anwar</dc:creator>
<media:keywords>Kota Batu, Polres, Pergantian</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KOTA BATU, SJP</strong> – Kepemimpinan di Polres Batu resmi berganti. AKBP Aris Purwanto mulai mengemban tugas sebagai Kapolres Batu menggantikan AKBP Andi Yudha Pranata. Serah terima jabatan Kapolres Batu sebelumnya telah dilaksanakan di Gedung Mahameru Polda Jawa Timur dan dipimpin langsung Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Nanang Avianto dilanjutkan di halaman Mapolres Batu dalam acara pisah sambut.</p>
<p>Kapolres Batu yang kini bertugas menjadi Kapolres Mojokerto AKBP Andi Yudha Pranata dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada seluruh jajaran Polres Batu atas kerja sama selama dirinya menjabat. Ia juga meminta dukungan terhadap Kapolres yang baru.</p>
<p>“Saya mengucapkan terima kasih atas kebersamaan dan dedikasi seluruh personel Polres Batu. Saya berharap sinergi dan soliditas yang telah terbangun dapat terus dipertahankan di bawah kepemimpinan Kapolres yang baru,” ujarnya.</p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202601/image_870x_6965ecfe3a616.webp" alt=""></p>
<p>Sementara itu, Kapolres Batu yang baru, AKBP Aris Purwanto menyatakan kesiapannya melanjutkan program kerja yang telah berjalan serta memperkuat pelayanan kepolisian kepada masyarakat.</p>
<p>“Saya akan melanjutkan program yang sudah ada dan berupaya meningkatkan kinerja Polres Batu melalui kerja sama seluruh personel serta sinergi dengan pemerintah daerah dan masyarakat,” paparnya.</p>
<p>Kasihumas Polres Batu, Iptu Mohamad Huda mengatakan, pergantian pimpinan merupakan bagian dari regenerasi dan penyegaran organisasi di tubuh Polri.</p>
<p>"Untuk AKBP Aris Purwanto sebelumnya menjabat sebagai Kepala Subdirektorat II Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Jawa Timur. Serta tercatat menyelesaikan pendidikan doktoral Ilmu Hukum di Universitas Trisakti pada tahun akademik 2024/2025," tandasnya. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>MPP Among Warga Jadi Motor Predikat A Pelayanan Publik Kota Batu</title>
<link>https://suarajatimpost.com/mpp-among-warga-jadi-motor-predikat-a-pelayanan-publik-kota-batu</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/mpp-among-warga-jadi-motor-predikat-a-pelayanan-publik-kota-batu</guid>
<description><![CDATA[ Atas capaian predikat A, MPP Among Warga kini juga menjadi rujukan studi banding berbagai daerah di Indonesia. Kota Batu dinilai berhasil membangun praktik baik integrasi pelayanan publik yang dapat direplikasi daerah lain, sekaligus memperkuat kepercayaan publik terhadap kinerja pemerintah daerah ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202601/image_870x580_6964f0a3e094c.webp" length="45738" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 12 Jan 2026 21:31:58 +0700</pubDate>
<dc:creator>Choirul Anwar</dc:creator>
<media:keywords>Kota Batu, Akreditasi A, MPP, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KOTA BATU, SJP</strong> – Predikat A Indeks Pelayanan Publik (IPP) 2025 yang diraih Pemerintah Kota Batu tak lepas dari peran sentral Mal Pelayanan Publik (MPP) Among Warga sebagai wajah utama reformasi pelayanan publik daerah.</p>
<p>Dengan skor IPP 4,62, Kota Batu dinilai berhasil menghadirkan layanan yang efisien, terintegrasi, dan berorientasi pada kepuasan masyarakat.</p>
<p>Wali Kota Batu Nurochman pada Senin (12/1/2026) mengatakan, penilaian tersebut tertuang dalam Keputusan Menteri PANRB Nomor 3 Tahun 2026 tentang Hasil Pemantauan dan Evaluasi Penyelenggaraan Pelayanan Publik (PEKPPP) Tahun 2025. KemenPANRB menilai Pemkot Batu konsisten melakukan pembenahan sistem pelayanan, terutama melalui penguatan inovasi layanan satu pintu.</p>
<p>"Capaian ini menunjukkan bahwa transformasi pelayanan publik di Kota Batu berjalan pada jalur yang tepat. Fokus utama pemerintah daerah, bukan sekadar mengejar nilai, tetapi memastikan masyarakat benar-benar merasakan manfaat pelayanan yang cepat, transparan, dan akuntabel," paparnya.</p>
<p>MPP Among Warga menjadi contoh konkret dari transformasi tersebut. Dalam kurun waktu tiga tahun beroperasi, MPP ini telah berkembang menjadi pusat layanan terintegrasi dengan 26 gerai dan 210 jenis layanan lintas instansi. Model kedekatan antar-gerai dinilai mampu memangkas waktu dan prosedur pelayanan yang sebelumnya berbelit.</p>
<p>Sementara itu Kepala DPMPTSP Kota Batu, Dyah Lies Tina menyebut, sinergi antarinstansi di MPP menjadi kunci utama peningkatan kualitas layanan. Masyarakat tidak lagi harus berpindah-pindah lokasi untuk mengurus berbagai keperluan administrasi.</p>
<p>"Nantinya, penguatan layanan di MPP Among Warga masih terus dilakukan. Dalam waktu dekat, layanan keimigrasian akan ditambahkan sebagai tindak lanjut arahan Deputi Pelayanan Publik KemenPANRB. Langkah ini diharapkan semakin melengkapi kebutuhan layanan masyarakat dalam satu lokasi," bebernya. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Aksi Cepat Warga dan Polisi Gagalkan Percobaan Pencurian Kotak Amal Masjid di Batu</title>
<link>https://suarajatimpost.com/aksi-cepat-warga-dan-polisi-gagalkan-percobaan-pencurian-kotak-amal-masjid-di-batu</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/aksi-cepat-warga-dan-polisi-gagalkan-percobaan-pencurian-kotak-amal-masjid-di-batu</guid>
<description><![CDATA[ Dengan digagalkannya percobaan pencurian kotak amal tersebut, peristiwa ini menegaskan pentingnya kewaspadaan lingkungan serta sinergi antara warga dan aparat kepolisian dalam menjaga keamanan fasilitas ibadah, sekaligus mencegah potensi aksi kriminal berkembang menjadi tindakan anarkis akibat emosi massa ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202601/image_870x580_6964eeeaafdfe.webp" length="9792" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 12 Jan 2026 21:11:34 +0700</pubDate>
<dc:creator>Choirul Anwar</dc:creator>
<media:keywords>Kota Batu, Terduga Pencuri, Kotak Amal, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KOTA BATU, SJP</strong> – Upaya pencurian kotak amal di Masjid Putih Darus Shadhin, Dusun Glonggong, Kelurahan Temas, Kecamatan Batu, Kota Batu, berhasil digagalkan berkat kesigapan warga dan respons cepat aparat kepolisian, Senin (12/1/2026).</p>
<p>Kanit Reskrim Polsek Batu Iptu Didik Wijoyoko menegaskan, terduga pelaku diketahui berinisial GNP (31), warga Desa Krajan, Kecamatan Tumpang, Kabupaten Malang. Ia diamankan polisi setelah aksinya mencurigakan dan diketahui warga sekitar masjid sekira pukul 08.30 WIB.</p>
<p>"Kami menerima laporan dari masyarakat dan langsung menuju lokasi kejadian. Anggota segera mendatangi TKP dan mengamankan terduga pelaku. Saat ini masih kami lakukan penyidikan lebih lanjut,” ujarnya.</p>
<p>Informasi awal dugaan percobaan pencurian tersebut pertama kali diketahui oleh pemilik warung yang berada tepat di depan masjid. Warga kemudian mengamankan terduga pelaku agar tidak terjadi tindakan main hakim sendiri.</p>
<p>Takmir Masjid Putih Darus Shadhin, Ardi, membenarkan adanya kejadian tersebut dan mengapresiasi kepedulian warga yang cepat melapor.</p>
<p>“Peristiwanya sekira pukul 08.30 WIB. Alhamdulillah warga sigap dan langsung melapor ke polisi. Yang mengetahui pertama pemilik warung, kondisi aman dan kondusif,” tandasnya.<strong> (*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Parkir Liar Masih Marak di Alun&amp;Alun Batu, Sistem Gate Dipertanyakan</title>
<link>https://suarajatimpost.com/parkir-liar-masih-marak-di-alun-alun-batu-sistem-gate-dipertanyakan</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/parkir-liar-masih-marak-di-alun-alun-batu-sistem-gate-dipertanyakan</guid>
<description><![CDATA[ Lemahnya kontrol di kawasan strategis seperti Alun-Alun menunjukkan masih adanya celah dalam tata kelola parkir yang seharusnya menjadi sumber pendapatan daerah sekaligus instrumen pelayanan publik ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202601/image_870x580_6964ed71207b3.webp" length="38030" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 12 Jan 2026 20:49:19 +0700</pubDate>
<dc:creator>Choirul Anwar</dc:creator>
<media:keywords>Kota Batu, Parkir Liar, Alun-alun, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KOTA BATU, SJP</strong> – Praktik parkir manual yang diduga melanggar ketentuan tarif resmi kembali mencuat di kawasan Alun-Alun Kota Batu. Kasus ini menegaskan bahwa sistem gate parkir yang digadang-gadang sebagai solusi penertiban belum sepenuhnya efektif di lapangan.</p>
<p>Seorang wisatawan asal luar daerah, Yoga mengungkapkan pengalamannya dipungut tarif parkir mobil sebesar Rp10 ribu di area parkir Alun-Alun Kota Batu sisi selatan pada (6/1/2026) malam. Padahal, di lokasi tersebut terpampang jelas plakat tarif resmi parkir yang mencantumkan biaya jauh lebih rendah.</p>
<p>"Saat itu kami bersama rombongan awalnya hendak parkir di Jalan Gajah Mada, namun karena penuh, kami memutuskan masuk ke area Jalan Munif. Usai berwisata, kami diminta membayar Rp10 ribu tanpa disertai karcis resmi. Di situ ada papan tarif parkir. Mobil seingat saya Rp3 ribu. Tapi saat keluar, langsung diminta Rp10 ribu,” katanya saat dikonfirmasi pada Senin (12/1/2026).</p>
<p>Meski merasa janggal, Yoga memilih membayar untuk menghindari konflik. Namun, kejadian tersebut menjadi sorotan karena terjadi di kawasan wisata utama yang seharusnya berada di bawah pengawasan ketat pemerintah daerah.</p>
<p>Ironisnya, Pemkot Batu melalui Dinas Perhubungan telah memasang sistem gate parkir di sejumlah titik Alun-Alun dengan tujuan menekan kebocoran retribusi dan mencegah praktik pungutan liar. Sistem ini juga dirancang agar wisatawan mendapatkan karcis resmi sebagai bukti pembayaran.</p>
<p>Namun, fakta di lapangan menunjukkan masih adanya titik parkir yang beroperasi secara manual, tanpa karcis, tanpa atribut resmi petugas, dan dengan tarif yang tidak sesuai ketentuan. Kondisi ini memunculkan pertanyaan serius terkait efektivitas pengawasan Dishub serta potensi kebocoran Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor parkir. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Pemkot Batu Siapkan Kebijakan Penopang Smart Integrated Farming, Wawali Tekankan Keberlanjutan Petani</title>
<link>https://suarajatimpost.com/pemkot-batu-siapkan-kebijakan-penopang-smart-integrated-farming-wawali-tekankan-keberlanjutan-petani</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/pemkot-batu-siapkan-kebijakan-penopang-smart-integrated-farming-wawali-tekankan-keberlanjutan-petani</guid>
<description><![CDATA[ Wakil Wali Kota Batu Heli Suyanto berpendapat dengan dukungan kebijakan yang konsisten dan partisipasi masyarakat, Smart Integrated Farming mampu menjadi tulang punggung kemandirian ekonomi desa sekaligus memperkokoh posisi sektor agrikultur sebagai pilar ekonomi Kota Batu ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202601/image_870x580_69625445e5150.webp" length="23896" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sat, 10 Jan 2026 22:44:10 +0700</pubDate>
<dc:creator>Choirul Anwar</dc:creator>
<media:keywords>Kota Batu, Smart Farming, Kebijakan, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KOTA BATU, SJP</strong> – Pemerintah Kota Batu tidak hanya fokus pada inovasi teknologi pertanian, tetapi juga menyiapkan fondasi kebijakan agar konsep <em>Smart Integrated Farming</em> dapat berjalan berkelanjutan dan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh petani.</p>
<p>Wakil Wali Kota Batu, Heli Suyanto.pada Sabtu (10/1/2026) menegaskan, pengembangan pertanian terpadu cerdas harus didukung regulasi, pendampingan, serta kolaborasi lintas sektor agar tidak berhenti sebagai proyek jangka pendek.</p>
<p>“Konsep ini sejalan dengan arah kebijakan daerah. Pertanian tidak boleh berdiri sendiri, tapi harus terintegrasi dari produksi, pengolahan, sampai pemasaran. Dengan begitu, petani lebih mandiri dan pendapatannya lebih stabil,” ujarnya.</p>
<p>Menurutnya <em>Smart Integrated Farming </em>menjadi jawaban atas tantangan klasik pertanian di Kota Batu, mulai dari tingginya biaya produksi, ketergantungan pupuk dan pakan dari luar, hingga pengelolaan limbah yang belum optimal.</p>
<p>Heli menilai pendekatan pertanian terpadu juga memiliki dampak strategis terhadap ketahanan pangan daerah. Ketika rantai produksi berada dalam satu ekosistem, risiko gejolak harga dan pasokan dapat ditekan.</p>
<p>“Ini bukan hanya soal produksi pangan, tapi soal keberlanjutan lingkungan dan efisiensi ekonomi. Limbah diolah kembali, biaya ditekan, dan nilai tambah tercipta di tingkat petani,” tegasnya.</p>
<p>Oleh sebab itu penerapan prinsip <em>zero waste </em>dalam <em>integrated farming</em> dinilai selaras dengan komitmen Pemkot Batu terhadap pembangunan ramah lingkungan. Limbah peternakan dan pertanian tidak lagi menjadi masalah, tetapi justru menjadi sumber daya baru.</p>
<p>Pemkot Batu, akan memperkuat sinergi antar perangkat daerah, akademisi, dan aparat terkait untuk memastikan program berjalan optimal. Seperti di kawasan pertanian terpadu yang sudah ada di Desa Torongrejo, Dadaprejo, dan Sumberbrantas akan terus dievaluasi dan ditingkatkan.</p>
<p>“Kami ingin petani tidak sekadar menjadi objek program, tapi subjek utama. Karena itu, pendampingan, pelatihan, dan penguatan kelembagaan tani akan menjadi fokus ke depan,” tandasnya. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Fokus Regenerasi Atlet, Pemkot Batu Jadikan Porkot 2026 Pilar Pembinaan Olahraga</title>
<link>https://suarajatimpost.com/fokus-regenerasi-atlet-pemkot-batu-jadikan-porkot-2026-pilar-pembinaan-olahraga</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/fokus-regenerasi-atlet-pemkot-batu-jadikan-porkot-2026-pilar-pembinaan-olahraga</guid>
<description><![CDATA[ Melalui penguatan peran Porkot 2026, Pemkot Batu berkomitmen mendukung pembinaan olahraga dari sisi kebijakan hingga sarana dan prasarana latihan. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202601/image_870x580_696251da0ef43.webp" length="36304" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sat, 10 Jan 2026 22:14:09 +0700</pubDate>
<dc:creator>Choirul Anwar</dc:creator>
<media:keywords>Kota Batu, Porkot, Regenerasi, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KOTA BATU, SJP</strong> – Pemerintah Kota Batu menempatkan Pekan Olahraga Kota (Porkot) 2026 sebagai pilar utama regenerasi atlet daerah. Arah kebijakan ini ditegaskan Wali Kota Batu Nurochman sebagai tindak lanjut evaluasi pasca Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) IX Jawa Timur 2025.</p>
<p>Pria yang akrab disapa Cak Nur tersebut pada Sabtu (10/1/2026) menjelaskan, Porkot 2026 diproyeksikan menjadi ruang strategis untuk menjaring bibit atlet potensial dari tingkat kota, sekaligus memperkuat fondasi pembinaan di setiap cabang olahraga.</p>
<p>"Meski Kota Batu berhasil menyumbangkan lebih dari 113 medali pada Porprov Jatim 2025, capaian tersebut tidak boleh membuat pembinaan berjalan stagnan," urainya.</p>
<p>Menurutnya, keberhasilan jangka panjang hanya bisa dicapai melalui sistem pembinaan yang terukur, berjenjang, dan konsisten sejak level dasar.</p>
<p>Sehingga pada Porkot nanti setidaknya dapat menjadi pintu awal pembinaan atlet. Sehingga dari sana Kota Batu bisa melihat potensi, melakukan pemetaan kekuatan cabor, dan menyiapkan regenerasi atlet secara berkelanjutan.</p>
<p>"Porkot 2026 memiliki peran krusial sebagai alat evaluasi sekaligus penjaringan atlet muda. Hasil Porkot nantinya akan menjadi dasar penyusunan program pelatihan, baik bagi atlet pemula maupun atlet potensial yang disiapkan menuju ajang yang lebih tinggi," imbuhnya.</p>
<p>Regenerasi atlet diharapkan berjalan lebih terarah, sehingga Kota Batu memiliki stok atlet yang siap bersaing di level provinsi, nasional, hingga internasional. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Pola Liburan Berubah, Pengelola Wisata Kota Batu Dipaksa Beradaptasi</title>
<link>https://suarajatimpost.com/pola-liburan-berubah-pengelola-wisata-kota-batu-dipaksa-beradaptasi</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/pola-liburan-berubah-pengelola-wisata-kota-batu-dipaksa-beradaptasi</guid>
<description><![CDATA[ Perubahan perilaku wisatawan ini menjadi sinyal bahwa industri pariwisata Kota Batu tidak cukup hanya mengandalkan popularitas lama. Kemampuan beradaptasi dengan pola liburan baru menjadi kunci agar sektor wisata tetap bertahan dan kembali tumbuh di tengah tekanan ekonomi ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202601/image_870x580_696250cb74174.webp" length="43554" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sat, 10 Jan 2026 21:46:36 +0700</pubDate>
<dc:creator>Choirul Anwar</dc:creator>
<media:keywords>Kota Batu, Wisatawan, Menurun, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KOTA BATU, SJP</strong> – Penurunan kunjungan wisatawan di Kota Batu sepanjang 2025 bukan semata soal sepinya minat berwisata, tetapi mencerminkan perubahan pola liburan masyarakat. Wisatawan kini cenderung memilih liburan singkat, destinasi yang lebih dekat, serta membagi waktu liburan dalam beberapa periode.</p>
<p>Direktur Utama Taman Rekreasi Selecta Sujud Hariadi pada Sabtu (10/1/2026) menyebut wisata kini bukan lagi prioritas utama masyarakat. Banyak calon wisatawan memilih menunda atau mengurangi frekuensi liburan karena mempertimbangkan pengeluaran.</p>
<p>“Meski begitu, penurunan tersebut tidak sepenuhnya mencerminkan menurunnya minat wisata, melainkan pergeseran cara masyarakat berwisata. Hal itu terlihat dari meningkatnya kunjungan saat momen tertentu, seperti libur Natal dan Tahun Baru 2026 yang justru lebih baik dibandingkan tahun sebelumnya. Artinya minat itu masih ada, tapi lebih selektif waktunya,” ujarnya.</p>
<p>Kondisi ini dirasakan sejumlah pengelola destinasi wisata utama di Kota Batu. Taman Rekreasi Selecta mencatat kunjungan wisatawan pada 2025 turun hingga 23 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Penurunan ini terjadi di tengah belum pulihnya kondisi ekonomi yang berdampak langsung pada daya beli masyarakat.</p>
<p>Ditambah di Selecta sendiri misalnya juga telah berupaya dengan menyiapkan wahana outbond yang ditargetkan dibuka sebelum Lebaran 2026. Wahana ini dipilih karena dinilai sesuai dengan tren minat wisatawan yang menginginkan aktivitas singkat namun berpengalaman.</p>
<p>Kondisi serupa dirasakan Jatim Park Group. Manager Marketing &amp; Public Relations Jatim Park Group, Titik S. Ariyanto, mengungkapkan wisatawan kini lebih memilih perjalanan singkat dengan jarak dekat, serta tidak lagi menghabiskan liburan panjang di satu destinasi.</p>
<p>“Persaingan antar daerah wisata juga semakin ketat, memaksa pengelola di Kota Batu untuk melakukan penyesuaian strategi. Inovasi wahana, peningkatan layanan, serta penyediaan atraksi yang relevan dengan tren pasar menjadi keharusan,” pungkasnya. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Harga Cabai Anjlok, Daging Stabil Jelang Awal Tahun</title>
<link>https://suarajatimpost.com/harga-cabai-anjlok-daging-stabil-jelang-awal-tahun</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/harga-cabai-anjlok-daging-stabil-jelang-awal-tahun</guid>
<description><![CDATA[ Kondisi ini dinilai cukup menguntungkan masyarakat, terutama dalam memenuhi kebutuhan pangan harian, sekaligus menjadi indikator stabilnya distribusi bahan pokok di Kota Batu awal 2026 ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202601/image_870x580_6960fa1f2772b.webp" length="35578" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Fri, 09 Jan 2026 21:02:07 +0700</pubDate>
<dc:creator>Choirul Anwar</dc:creator>
<media:keywords>Kota Batu, Cabai, Daging, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KOTA BATU, SJP</strong> – Harga sejumlah bahan pangan utama di pasar tradisional Kota Batu mengalami penurunan signifikan dalam sebulan terakhir. Penurunan paling tajam terjadi pada komoditas cabai, sementara harga daging cenderung stabil.</p>
<p>Berdasarkan pantauan harga terbaru dari Suarajatimpost.com pada Jumat (9/1/2026) harga cabai merah besar kini dijual Rp30 ribu per kilogram, cabai merah keriting Rp38 ribu per kilogram, dan cabai rawit Rp36 ribu per kilogram.</p>
<p>Angka tersebut turun drastis dibandingkan sebulan lalu, di mana cabai merah besar mencapai Rp61 ribu, cabai merah keriting Rp63 ribu, dan cabai rawit sempat menembus Rp75 ribu per kilogram.</p>
<p>Pedagang cabai Pasar Temas, Misnatin menyebut turunnya harga dipicu oleh melimpahnya pasokan dari petani. Memasuki musim panen, distribusi cabai ke pasar kembali lancar setelah sebelumnya terganggu faktor cuaca.</p>
<p>“Sekarang barang banyak, kiriman lancar. Kalau stok melimpah, otomatis harga turun,” ujarnya.</p>
<p>Selain itu, daya beli masyarakat yang cenderung normal pasca-libur panjang juga turut menahan lonjakan harga. Permintaan tidak setinggi periode akhir tahun, sehingga pedagang menyesuaikan harga agar barang cepat terjual.</p>
<p>Sementara itu, harga daging sapi terpantau stabil di angka Rp120 ribu per kilogram, sama seperti sebulan lalu. Berbeda dengan daging ayam yang justru mengalami penurunan dari Rp37 ribu menjadi Rp33 ribu per kilogram.</p>
<p>Pedagang daging Agus Sunarko mengatakan stabilnya harga daging sapi dipengaruhi oleh pasokan yang relatif seimbang dengan permintaan. Sedangkan penurunan harga daging ayam, menurut Agus, disebabkan melimpahnya produksi peternak setelah kebutuhan tinggi saat libur akhir tahun mereda.</p>
<p>“Untuk sapi memang tidak banyak perubahan. Stok dan pembeli seimbang, jadi harga cenderung bertahan. Sedangkan untuk ayam banyak keluar kandang, sementara permintaan turun. Jadi harga ikut menyesuaikan,” pungkasnya. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor: Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Lahan Sawah Kian Menyempit, Kota Batu Kunci Junrejo Demi Ketahanan Pangan</title>
<link>https://suarajatimpost.com/lahan-sawah-kian-menyempit-kota-batu-kunci-junrejo-demi-ketahanan-pangan</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/lahan-sawah-kian-menyempit-kota-batu-kunci-junrejo-demi-ketahanan-pangan</guid>
<description><![CDATA[ Pemerintah daerah berupaya memastikan keberlanjutan pertanian melalui kebijakan perlindungan lahan dan pendampingan petani, agar ketahanan pangan tetap terjaga meski tekanan pembangunan terus meningkat ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202601/image_870x580_6960f7858f629.webp" length="23846" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Fri, 09 Jan 2026 20:42:00 +0700</pubDate>
<dc:creator>Choirul Anwar</dc:creator>
<media:keywords>Kota Batu, Junrejo, Ketahanan Pangan, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KOTA BATU, SJP</strong> - Kota Batu menegaskan komitmennya menjaga ketahanan pangan di tengah menyusutnya lahan pertanian, khususnya sawah. Pemerintah Kota Batu menetapkan Kecamatan Junrejo sebagai kawasan Lahan Sawah Dilindungi (LSD) untuk membentengi sektor pangan dari tekanan alih fungsi lahan yang terus meningkat.</p>
<p>Wakil Wali Kota Batu Heli Suyanto pada Jumat (9/1/2026) membeberkan kebijakan pengendalian tata ruang menjadi langkah strategis agar lahan produktif tidak mudah berubah fungsi.</p>
<p>"Dari total usulan 684,4 hektare lahan LSD, pemerintah menetapkan 643 hektare setelah proses verifikasi. Sebanyak 34,73 hektare dilepas karena telah berdiri bangunan, memiliki luasan sempit, atau masuk kawasan proyek strategis," urainya.</p>
<p>Berbeda dengan Kecamatan Bumiaji yang didominasi pertanian hortikultura, Junrejo menjadi satu-satunya wilayah di Kota Batu yang masih memiliki lahan sawah padi dalam jumlah terbatas.</p>
<p>Kondisi ini membuat Junrejo diposisikan sebagai penyangga utama pangan berbasis padi. Penetapan LSD tersebut mengacu pada Keputusan Menteri ATR/BPN Nomor 1589/Sk-Hk 02.01/XII/2021 serta Perda RTRW Kota Batu 2022–2042.</p>
<p>Komitmen menjaga lahan pertanian itu ditegaskan saat Heli menghadiri Panen Raya Jagung Serentak Kuartal I Nasional secara daring di Bumi Lumbung Desa Pendem, Kecamatan Junrejo. Meski belum memasuki masa panen, keikutsertaan Pemkot Batu menjadi simbol dukungan terhadap program Swasembada Pangan 2026.</p>
<p>"Di Desa Pendem, pengembangan jagung dilakukan pada lahan seluas sekitar 1,6 hektare dengan varietas Advan Jago. Tanaman berusia tiga bulan tersebut diperkirakan baru bisa dipanen pada Februari 2026. Pengembangan jagung di wilayah lain di Kota Batu juga dilakukan dengan luasan berbeda, menyesuaikan kondisi lahan dan karakteristik wilayah," pungkasnya.<strong> (*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Penjambret Sadis di Batu Diringkus, Korban Seorang Lansia Dihajar Sebelum Perhiasan Dirampas</title>
<link>https://suarajatimpost.com/penjambret-sadis-di-batu-diringkus-korban-seorang-lansia-dihajar-sebelum-perhiasan-dirampas</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/penjambret-sadis-di-batu-diringkus-korban-seorang-lansia-dihajar-sebelum-perhiasan-dirampas</guid>
<description><![CDATA[ Akibat kekerasan tersebut, korban mengalami luka lecet pada pergelangan tangan kiri. Tersangka berhasil membawa kabur kalung emas seberat 7 gram dan gelang emas seberat 10 gram. Total kerugian materiil yang dialami korban ditaksir mencapai Rp30 juta. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202601/image_870x580_6960c1d90e092.webp" length="12826" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Fri, 09 Jan 2026 15:40:36 +0700</pubDate>
<dc:creator>Choirul Anwar</dc:creator>
<media:keywords>Kota Batu, Jambret, Pelaku</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><b>KOTA BATU, SJP </b>— Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Batu berhasil mengungkap kasus pencurian dengan kekerasan (curas) yang menimpa seorang warga Desa Sumbergondo pada pertengahan Desember lalu. </p>
<p>Polisi mengamankan seorang pelaku berinisial R (40), warga Kecamatan Tumpang, pada Kamis (8/1/2026) dini hari.</p>
<p>Kasat Reskrim Polres Batu, AKP Joko Suprianto, mengatakan bahwa penangkapan tersangka merupakan hasil pengembangan penyelidikan intensif selama beberapa pekan terakhir.</p>
<p>"Tersangka diamankan di Dusun Dompyong, Desa Kidal, Kecamatan Tumpang, Kabupaten Malang, sekitar pukul 05.00 WIB. Yang bersangkutan terbukti terlibat dalam tindak pidana pencurian dengan kekerasan," ujar AKP Joko, Jumat (9/1/2026).</p>
<p>Peristiwa kriminal tersebut terjadi pada Selasa (16/12/2025) sekitar pukul 09.30 WIB. Korban diketahui merupakan seorang lansia bernama Djumani (64). </p>
<p>Dalam melancarkan aksinya, tersangka bertindak cukup sadis dengan menendang korban hingga terjatuh sebelum merampas perhiasannya.</p>
<p>Akibat kekerasan tersebut, korban mengalami luka lecet pada pergelangan tangan kiri. Tersangka berhasil membawa kabur kalung emas seberat 7 gram dan gelang emas seberat 10 gram. Total kerugian materiil yang dialami korban ditaksir mencapai Rp30 juta.</p>
<p>Selain mengamankan tersangka, kepolisian juga menyita sejumlah barang bukti yang memperkuat dugaan tindak pidana tersebut. Masing-masing satu unit sepeda motor Suzuki Satria FU hang digunakan untuk kendaraan operasional pelaku; satu unit ponsel dan satu buah helm; bukti rekaman CCTV di sekitar lokasi kejadian dan surat-surat perhiasan milik korban.</p>
<p>Atas perbuatannya, tersangka kini mendekam di rutan Mapolres Batu dan dijerat dengan Pasal 479 KUHP Baru tentang Pencurian dengan Kekerasan.</p>
<p>"Penyidikan terus kami lanjutkan untuk mendalami kemungkinan adanya pelaku lain atau keterkaitan tersangka dengan tempat kejadian perkara (TKP) lainnya," pungkas AKP Joko.<b> (*) </b></p>
<p><b>Editor: Syaiful Aries</b></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Kota Batu Perkuat Deteksi Dini Hadapi Ancaman Super Flu</title>
<link>https://suarajatimpost.com/kota-batu-perkuat-deteksi-dini-hadapi-ancaman-super-flu</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/kota-batu-perkuat-deteksi-dini-hadapi-ancaman-super-flu</guid>
<description><![CDATA[ Pemkot Batu berharap langkah preventif yang konsisten dapat menjaga daerah tetap aman dalam potensi Super Flu ditambah imbauan kepada masyarakat agar tidak panik, namun tetap siaga.dengan menjadikan kesehatan sebagai prioritas bersama melalui perilaku hidup bersih dan sehat ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202601/image_870x580_695f9fcf8a636.webp" length="31888" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 08 Jan 2026 21:56:29 +0700</pubDate>
<dc:creator>Choirul Anwar</dc:creator>
<media:keywords>Kota Batu, Super Flu, Pencegahan, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KOTA BATU, SJP</strong> - Pemkot Batu memperkuat langkah antisipasi menghadapi ancaman influenza A (H3N2) subclade K atau super flu, meski hingga kini belum ditemukan satu pun kasus di wilayahnya. Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Batu menegaskan, kesiapsiagaan menjadi kunci utama agar potensi penularan dapat dicegah sejak dini.</p>
<p>Sekretaris Dinkes Kota Batu, Yuni Astuti pada Kamis (8/1/2026) menyampaikan, status nihil kasus bukan alasan untuk lengah. Justru, menurutnya, situasi ini dimanfaatkan untuk memperketat pemantauan di seluruh fasilitas layanan kesehatan, baik puskesmas maupun rumah sakit.</p>
<p>“Sampai hari ini belum ada laporan super flu di Kota Batu. Tapi kami sudah menyiapkan langkah antisipasi, termasuk penguatan pemantauan kasus flu berat yang tidak biasa,” ujarnya.</p>
<p>Ia menjelaskan, pola pencegahan super flu pada prinsipnya sama dengan penyakit infeksi saluran pernapasan lainnya. Penekanan utama diberikan pada disiplin perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) serta penerapan protokol kesehatan, terutama di ruang publik dan fasilitas umum.</p>
<p>Dinkes juga meminta tenaga kesehatan lebih waspada terhadap pasien dengan gejala flu berat, seperti demam tinggi yang tidak kunjung turun, gangguan pernapasan, hingga penurunan kondisi fisik secara cepat. Deteksi dini dinilai penting mengingat virus ini dilaporkan lebih agresif dan mudah menular, khususnya pada kelompok rentan.</p>
<p>“Kami minta masyarakat tidak menunggu parah. Jika muncul gejala flu yang berbeda dari biasanya, segera periksa ke fasilitas kesehatan,” imbuhnya.</p>
<p>Di sisi lain, edukasi masyarakat terus digencarkan. Dinkes mengingatkan pentingnya penggunaan masker saat sakit, etika batuk dan bersin, konsumsi makanan bergizi, serta menjaga imunitas tubuh melalui istirahat cukup dan asupan vitamin bila diperlukan.</p>
<p>Berdasarkan data Kementerian Kesehatan RI, hingga akhir Desember 2025 tercatat 62 kasus influenza A subclade K di delapan provinsi, dengan Jawa Timur termasuk daerah dengan jumlah kasus terbanyak. Fakta ini menjadi dasar Kota Batu untuk meningkatkan kewaspadaan, meski belum terdampak langsung. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Pemkot Batu Soroti Tingginya Kasus Darurat, Perkuat Layanan Kesehatan dari Desa</title>
<link>https://suarajatimpost.com/pemkot-batu-soroti-tingginya-kasus-darurat-perkuat-layanan-kesehatan-dari-desa</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/pemkot-batu-soroti-tingginya-kasus-darurat-perkuat-layanan-kesehatan-dari-desa</guid>
<description><![CDATA[ Melalui penyelarasan JKN, Pemkot Batu berharap pola pelayanan kesehatan masyarakat berubah secara bertahap. Layanan promotif dan preventif diperkuat, rujukan darurat ke rumah sakit ditekan, dan sistem kesehatan daerah menjadi lebih efisien serta berkelanjutan ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202601/image_870x580_695fa0aa848b9.webp" length="41336" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 08 Jan 2026 21:24:58 +0700</pubDate>
<dc:creator>Choirul Anwar</dc:creator>
<media:keywords>Kota Batu, Kesehatan, JKN, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KOTA BATU, SJP</strong> – Pemerintah Kota Batu mulai menggeser fokus kebijakan kesehatan dari sekadar kepesertaan menuju pemanfaatan layanan. Langkah ini diambil menyusul masih tingginya rujukan rumah sakit yang didominasi kasus gawat darurat, meski cakupan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) di Kota Batu tergolong baik.</p>
<p>Wali Kota Batu Nurochman pada Kamis (8/1/2026) menilai penyelarasan Peraturan Wali Kota (Perwali) tentang optimalisasi JKN sebagai instrumen untuk menghidupkan kembali fungsi fasilitas kesehatan tingkat pertama, khususnya di desa dan kelurahan.</p>
<p>"Idealnya puskesmas, layanan kesehatan desa, hingga tenaga medis di tingkat terbawah menjadi garda depan penanganan kesehatan masyarakat. Dengan layanan yang aktif dan mudah diakses, masyarakat tidak lagi menunggu kondisi sakit berat sebelum berobat ke rumah sakit," urainya.</p>
<p>Pasalnya, saat ini rujukan ke rumah sakit masih didominasi kondisi darurat, yang berarti sistem layanan dasar belum berjalan optimal dan sedang di perbaiki lewat Perwali JKN.</p>
<p>Pemkot Batu menargetkan penguatan layanan kesehatan desa berjalan tanpa membebani pemerintah desa. Kebijakan diarahkan sebagai bentuk penajaman program daerah agar lebih tepat sasaran, sekaligus memperkuat kolaborasi antara pemerintah kota dan desa.</p>
<p>Dalam sepuluh bulan terakhir, upaya konkret mulai dilakukan, mulai dari penyiapan tenaga medis di desa hingga optimalisasi aset bangunan milik pemerintah untuk difungsikan sebagai fasilitas pelayanan kesehatan.</p>
<p>"Pemanfaatan aset tersebut dilakukan tanpa mengubah status kepemilikan, sehingga tetap aman secara regulasi," tandasnya. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Lonjakan Bencana 2025 Jadi Alarm Baru Kota Batu, Nurochman Dorong Deteksi Dini dan Mitigasi Preventif</title>
<link>https://suarajatimpost.com/lonjakan-bencana-2025-jadi-alarm-baru-kota-batu-nurochman-dorong-deteksi-dini-dan-mitigasi-preventif</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/lonjakan-bencana-2025-jadi-alarm-baru-kota-batu-nurochman-dorong-deteksi-dini-dan-mitigasi-preventif</guid>
<description><![CDATA[ Wali Kota Batu Nurochman menilai data yang ada bukan untuk menimbulkan kepanikan, melainkan peringatan dini agar pola penanganan ikut berubah. Sehingga kesiapsiagaan bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan mutlak bagi Kota Batu yang hidup berdampingan dengan risiko alam ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202601/image_870x580_695f9ee727909.webp" length="47082" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 08 Jan 2026 20:49:56 +0700</pubDate>
<dc:creator>Choirul Anwar</dc:creator>
<media:keywords>Kota Batu, Bencana, Mitigasi, saurajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KOTA BATU, SJP</strong> - Wali Kota Batu, Nurochman, menilai melonjaknya jumlah bencana alam sepanjang 2025 bukan sekadar statistik tahunan, melainkan alarm serius atas perubahan pola risiko alam di Kota Batu. Kenaikan jumlah kejadian dinilai menunjukkan tekanan lingkungan dan dinamika iklim yang semakin kompleks, terutama di kawasan perbukitan.</p>
<p>Pria yang akrab disapa Cak Nur itu pada Kamis (8/1/2026) menguraikan, hal yang terjadi bukan lagi soal banyak atau sedikitnya bencana, namun soal berubahnya pola risiko, dan intensitas hujan makin tinggi dan berlangsung lebih lama.</p>
<p>"Kalau masih mengandalkan penanganan darurat, kita akan selalu tertinggal, pemerintah daerah kini menggeser fokus dari respons pasca bencana ke deteksi dini dan mitigasi preventif. Pemetaan ulang zona rawan, susur sungai, serta perbaikan sistem drainase disebut sebagai langkah strategis untuk membaca potensi bencana sebelum berubah menjadi kerusakan," urainya. </p>
<p>Menurutnya, meningkatnya jumlah kejadian tidak otomatis berbanding lurus dengan jatuhnya korban. Tidak adanya korban jiwa sepanjang 2025 menjadi indikator bahwa kesiapsiagaan mulai berjalan, meski tetap membutuhkan penguatan berkelanjutan.</p>
<p>Nurochman juga menekankan peran warga sebagai garda terdepan mitigasi, khususnya di wilayah rawan seperti Kecamatan Bumiaji. Ia meminta masyarakat lebih peka terhadap tanda-tanda awal seperti retakan tanah, pohon miring, hingga perubahan aliran air.</p>
<p>“Ukuran keberhasilan bukan hanya selamat dari bencana, tapi seberapa kecil dampak sosial dan ekonomi yang ditimbulkan. Bencana bisa berulang, kerugian tidak boleh jadi rutinitas,” tandasnya. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Alarm Bahaya dari Lereng Batu, Bencana Alam Melonjak 70 Persen Sepanjang 2025</title>
<link>https://suarajatimpost.com/alarm-bahaya-dari-lereng-batu-bencana-alam-melonjak-70-persen-sepanjang-2025</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/alarm-bahaya-dari-lereng-batu-bencana-alam-melonjak-70-persen-sepanjang-2025</guid>
<description><![CDATA[ Tercatat, sebanyak 209 peristiwa bencana terjadi dalam setahun terakhir, meroket tajam dibandingkan tahun 2024 yang berjumlah 122 kejadian. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202601/image_870x580_695e13d6ef817.webp" length="83226" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 07 Jan 2026 15:40:23 +0700</pubDate>
<dc:creator>Choirul Anwar</dc:creator>
<media:keywords>Kota Batu, Bencana, Lonjakan</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KOTA BATU, SJP</strong> — Kota Batu berada dalam bayang-bayang kerentanan ekologis yang kian mengkhawatirkan. </p>
<p>Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Batu melaporkan lonjakan drastis intensitas bencana alam sepanjang tahun 2025. </p>
<p>Tercatat, sebanyak 209 peristiwa bencana terjadi dalam setahun terakhir, meroket tajam dibandingkan tahun 2024 yang berjumlah 122 kejadian.</p>
<p>Kenaikan signifikan ini menjadi sinyal merah bagi manajemen mitigasi bencana di wilayah yang dikenal dengan kontur perbukitan curam tersebut.</p>
<p>Plt. Kepala Pelaksana BPBD Kota Batu, Suwoko, mengungkapkan bahwa tanah longsor tetap mendominasi potret bencana di Kota Wisata ini. </p>
<p>"Data kami menunjukkan terjadi 127 peristiwa longsor selama 2025. Angka ini naik lebih dari dua kali lipat dibandingkan tahun 2024 yang tercatat sebanyak 56 kejadian," ujar Suwoko, Rabu (7/1/2026).</p>
<p>Tingginya curah hujan yang mulai ekstrem sejak November 2025 dituding sebagai pemicu utama. </p>
<p>Kondisi geografis Batu yang memiliki kemiringan lereng terjal mempercepat kejenuhan air pada tanah, yang kemudian memicu pergerakan tanah secara masif di berbagai titik.</p>
<p>Selain longsor, BPBD juga merinci klasifikasi bencana lainnya, yakni cuaca ekstrem (angin kencang) tercatat 46 kejadian, naik dari 28 kejadian di tahun 2024.</p>
<p>Bencana banjir tercatat ada 25 kejadian, kebakaran bangunan ada 10 kejadian, kebakaran hutan dan lahan (karhutla) tercatat ada 1 kejadian.</p>
<p>Distribusi spasial bencana menunjukkan ketimpangan risiko yang nyata. Kecamatan Bumiaji kembali mengukuhkan posisinya sebagai wilayah paling rawan dengan catatan 99 peristiwa bencana. </p>
<p>Posisi kedua ditempati Kecamatan Batu dengan 78 kejadian, disusul Kecamatan Junrejo dengan 32 kejadian.</p>
<p>Tingginya angka bencana di Bumiaji menuntut perhatian serius pemerintah daerah terkait tata ruang dan pelestarian kawasan hulu yang kian tergerus.</p>
<p>Meski frekuensi bencana meningkat secara eksponensial, BPBD mengonfirmasi tidak ada korban jiwa dalam seluruh rangkaian peristiwa sepanjang 2025. Namun, dampak material dan sosial tetap signifikan.</p>
<p>"Sebanyak 281 warga terdampak secara langsung, dengan 24 orang terpaksa mengungsi dan satu warga mengalami luka-luka," tambah Suwoko.</p>
<p>Kerusakan infrastruktur pun tidak terhindarkan. Sebanyak 59 rumah warga dilaporkan mengalami kerusakan dengan berbagai kategori. </p>
<p>Selain hunian, sejumlah fasilitas pendidikan dan infrastruktur dasar juga mengalami gangguan, yang berpotensi menghambat aktivitas sosial-ekonomi masyarakat jika tidak segera ditangani secara komprehensif.<strong> (*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Geliat Ekonomi di Alun&amp;Alun Batu Memprihatinkan, Terhimpit Cuaca hingga Menjamurnya PKL Ilegal</title>
<link>https://suarajatimpost.com/geliat-ekonomi-di-alun-alun-batu-memprihatinkan-terhimpit-cuaca-hingga-menjamurnya-pkl-ilegal</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/geliat-ekonomi-di-alun-alun-batu-memprihatinkan-terhimpit-cuaca-hingga-menjamurnya-pkl-ilegal</guid>
<description><![CDATA[ Keberadaan pedagang tak terdata ini dinilai menggerus pangsa pasar PKL resmi yang selama ini telah mematuhi aturan dan membayar kontribusi kepada daerah. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202601/image_870x580_695e13396a0fb.webp" length="95650" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 07 Jan 2026 14:50:42 +0700</pubDate>
<dc:creator>Choirul Anwar</dc:creator>
<media:keywords>Kota Batu, PKL, Nataru</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KOTA BATU, SJP</strong> — Euforia lonjakan wisatawan pada periode libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru) di Kota Batu ternyata tidak linier dengan kesejahteraan para pedagang kaki lima (PKL) yang telah resmi berjualan. </p>
<p></p>
<p>Di balik gemerlap kawasan Alun-Alun yang dipadati pengunjung, tersimpan persoalan klasik yang tak kunjung tuntas. Yakni ketidakpastian cuaca dan lemahnya pengawasan terhadap keberadaan PKL liar.</p>
<p></p>
<p>Ketua Paguyuban PKL Alun-Alun Kota Batu, Puspita Herdysari, mengungkapkan bahwa meski keramaian sempat memuncak, pola kunjungan wisatawan cenderung fluktuatif dan tidak merata. </p>
<p></p>
<p>Berdasarkan data di lapangan, lonjakan signifikan hanya terjadi pada 24 Desember 2025 serta 1–2 Januari 2026. Di luar tanggal tersebut, perputaran ekonomi di jantung Kota Batu ini hanya menyentuh level normal, menyerupai akhir pekan biasa.</p>
<p></p>
<p>Hambatan eksternal seperti faktor alam turut memperparah kondisi. Hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur pada 3–4 Januari lalu memaksa denyut ekonomi di Alun-Alun melambat drastis.</p>
<p></p>
<p>"Cuaca menjadi variabel krusial yang tidak bisa kami kendalikan. Hujan durasi lama di awal Januari kemarin membuat kawasan sepi, sehingga potensi pendapatan dari sisa masa libur terbuang begitu saja," ujar Puspita saat ditemui pada Rabu (7/1/2026).</p>
<p></p>
<p>Persoalan yang jauh lebih mendasar dan memicu evakuasi pemerintah adalah menjamurnya PKL liar di trotoar sekitar kawasan Alun-Alun. </p>
<p></p>
<p>Keberadaan pedagang tak terdata ini dinilai menggerus pangsa pasar PKL resmi yang selama ini telah mematuhi aturan dan membayar kontribusi kepada daerah.</p>
<p></p>
<p>Puspita, yang karib disapa Pipit ini menegaskan bahwa fenomena ini telah menciptakan ketimpangan usaha. </p>
<p></p>
<p>PKL liar dianggap memecah konsentrasi pembeli sebelum mencapai area resmi, yang secara langsung berdampak pada penurunan omzet pedagang legal.</p>
<p></p>
<p>"Kami mendorong Pemerintah Kota Batu untuk lebih konsisten dalam melakukan pengawasan. Persoalan penertiban dan sterilisasi kawasan adalah kewenangan mutlak pemerintah. Jangan sampai ada pembiaran yang merugikan pedagang resmi yang sudah tertib aturan," cetus Pipit.</p>
<p></p>
<p>Menjamurnya PKL liar ini menjadi rapor merah bagi penegakan regulasi di kawasan zona merah pedagang. </p>
<p></p>
<p>Para pelaku usaha berharap adanya langkah konkret, bukan sekadar operasi sesaat, melainkan penataan yang berkeadilan dan berkelanjutan.</p>
<p></p>
<p>Tuntutan para pedagang kini tertuju pada keseriusan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dan dinas terkait dalam menjaga estetika serta marwah Alun-Alun Kota Batu sebagai destinasi wisata kelas satu. </p>
<p></p>
<p>Tanpa ketegasan, visi Kota Batu untuk mengoptimalkan potensi wisata di awal tahun 2026 hanya akan menjadi keuntungan bagi segelintir pihak, sementara keadilan bagi pedagang resmi tetap terabaikan.</p>
<p></p>
<p>Hingga berita ini diturunkan, upaya konfirmasi kepada pihak Pemerintah Kota Batu soal keluhan pedagang masih dilakukan. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Akselerasi Medical Tourism, RSUD Karsa Husada Batu Rombak Jajaran Pejabat di Awal 2026</title>
<link>https://suarajatimpost.com/akselerasi-medical-tourism-rsud-karsa-husada-batu-rombak-jajaran-pejabat-di-awal-2026</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/akselerasi-medical-tourism-rsud-karsa-husada-batu-rombak-jajaran-pejabat-di-awal-2026</guid>
<description><![CDATA[ Jabatan yang diemban adalah instrumen untuk menjawab tantangan kesehatan yang semakin kompleks, bukan sekadar pergantian kursi administratif. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202601/image_870x580_695e12688776a.webp" length="32298" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 07 Jan 2026 14:20:07 +0700</pubDate>
<dc:creator>Choirul Anwar</dc:creator>
<media:keywords>Kota Batu, Sertijab, Karsa Husada</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><b>KOTA BATU, SJP </b>— Mengawali kalender kerja tahun 2026, Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Karsa Husada Batu melakukan perombakan signifikan pada level manajerial. </p>
<p>Sedikitnya ada delapan pejabat administratif dan ketua tim kerja resmi dilantik dalam upacara serah terima jabatan (sertijab) yang berlangsung pada Rabu (7/1/2026).</p>
<p>Langkah strategis ini disebutnya bukan sekadar rotasi rutin, melainkan upaya penguatan tata kelola rumah sakit di tengah tuntutan pelayanan publik yang kian dinamis. </p>
<p>Direktur RSUD Karsa Husada Batu, dr. Muhamad Rizal, menegaskan bahwa pelantikan ini merupakan pengejawantahan mandat Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, untuk memacu kinerja layanan kesehatan milik daerah.</p>
<p>Dalam arahannya, Rizal menekankan bahwa para pejabat baru tidak memiliki waktu untuk beradaptasi terlalu lama. </p>
<p>Ia menegaskan bahwa jabatan yang diemban adalah instrumen untuk menjawab tantangan kesehatan yang semakin kompleks, bukan sekadar pergantian kursi administratif.</p>
<p>"Ini bukan sekadar seremonial pergantian jabatan. Ini adalah peneguhan tanggung jawab baru yang menuntut kecepatan dan ketanggapan. Dinamika rumah sakit saat ini tidak menyisakan ruang bagi birokrasi yang lamban," ujarnya.</p>
<p>Ia menambahkan bahwa di tengah kompetisi industri kesehatan, RSUD Karsa Husada dituntut untuk lebih adaptif dan profesional. </p>
<p>Target utamanya yakni memperkuat posisi rumah sakit sebagai rujukan <em>medical tourism</em> (wisata medis) di Jawa Timur.</p>
<p>Visi <em>medical tourism</em> yang diusung RSUD Karsa Husada menjadi beban moral sekaligus target profesional bagi jajaran yang baru dilantik. </p>
<p>Rizal mengingatkan bahwa keselamatan pasien dan profesionalisme Sumber Daya Manusia (SDM) adalah harga mati dalam mewujudkan visi tersebut.</p>
<p>"Semua pejabat harus berada dalam satu frekuensi dengan visi besar kita. <em>Medical tourism</em> bukan sekadar slogan di atas kertas, melainkan komitmen kerja nyata yang harus dirasakan masyarakat dalam pelayanan sehari-hari," imbuhnya.</p>
<p>Adapun delapan posisi strategis yang mengalami penyegaran dalam sertijab kali ini meliputi: dr. Ferdinandus Stevanus Kakiay, Sp.PD-FINASIM., sebagai Wakil Direktur Pelayanan; dr. Saiful Hidayat, S.Ked., M.Biomed., sebagai Kepala Bidang Pelayanan Medik dan Keperawatan; Kristian, SE., MM., sebagai Kepala Bagian Perencanaan Program dan Evaluasi Anggaran; Sofi Fajarijah, S.Tr.Kes., sebagai Kabid Pendidikan, Pelatihan, Penelitian, Pengembangan, dan Pemberdayaan; dr. Dhini Hapsari Putri Pinilih sebagai Ketua Tim Penunjang Medik dan Non Medik; dr. Yunita Puji Lestari, MMR., sebagai Ketua Tim Pelayanan Medik; Darmuji Harsono, S.H., sebagai Ketua Tim Tata Usaha; dan dr. Yeni Farida Istanti, M.Kes., sebagai Ketua Tim Pengembangan Bisnis dan Upaya Kesehatan Masyarakat. </p>
<p>Selain melantik pejabat baru, manajemen RSUD Karsa Husada juga memberikan apresiasi kepada pejabat purna tugas yang dianggap telah membangun fondasi kuat bagi keberlanjutan pengembangan rumah sakit. <b>(*) </b></p>
<p><b>Editor: Syaiful Aries</b></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>APINDO Kota Batu Terima UMK 2026 Sebesar Rp3,5 Juta Tanpa Banding</title>
<link>https://suarajatimpost.com/apindo-kota-batu-terima-umk-2026-sebesar-rp35-juta-tanpa-banding</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/apindo-kota-batu-terima-umk-2026-sebesar-rp35-juta-tanpa-banding</guid>
<description><![CDATA[ APINDO memandang bahwa pengajuan banding hanya akan memicu sentimen negatif dan ketidakpastian hukum yang merugikan kedua belah pihak. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202601/image_870x580_695cc40d38c87.webp" length="18876" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Tue, 06 Jan 2026 16:20:41 +0700</pubDate>
<dc:creator>Choirul Anwar</dc:creator>
<media:keywords>Kota Batu, APINDO, UMK, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><b>KOTA BATU, SJP </b>— Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) Kota Batu secara resmi menyatakan menerima penetapan Upah Minimum Kabupaten/Kota (UMK) tahun 2026 sebesar Rp3.562.484. </p>
<p>Langkah ini diambil tanpa upaya banding sebagai komitmen pelaku usaha dalam menjaga iklim investasi dan stabilitas hubungan industrial di Kota Wisata tersebut.</p>
<p>Ketua APINDO Kota Batu, Suryo Widodo, menegaskan bahwa kenaikan sebesar 6 persen atau setara Rp202.018 dari tahun sebelumnya dinilai masih dalam batas rasionalitas ekonomi. </p>
<p>Keputusan ini diambil setelah melalui kajian mendalam pada mekanisme Dewan Pengupahan yang melibatkan lintas sektoral.</p>
<p>Suryo menjelaskan bahwa pihaknya menghormati Keputusan Gubernur Jawa Timur Nomor 100.3.3.1/937/013/2025. Sikap kooperatif ini didasari oleh proses partisipatif yang telah dilalui bersama pemerintah, serikat pekerja, akademisi, dan Badan Pusat Statistik (BPS).</p>
<p>"Kami terlibat langsung dalam pembahasan di Dewan Pengupahan. Proses yang transparan dan berbasis data menjadi dasar kuat bagi pengusaha untuk menerima hasil akhir tanpa keberatan," ujar Suryo, Selasa (6/1/2026).</p>
<p>Secara kritis, APINDO memandang bahwa pengajuan banding hanya akan memicu sentimen negatif dan ketidakpastian hukum yang merugikan kedua belah pihak.</p>
<p>Terlebih, kata dia, struktur ekonomi Kota Batu sangat bergantung pada sektor jasa, pariwisata, dan perhotelan yang sangat sensitif terhadap gejolak hubungan industrial.</p>
<p>Ketidakpastian di awal tahun anggaran dianggap lebih berisiko bagi keberlangsungan perusahaan dibandingkan beban kenaikan upah itu sendiri. </p>
<p>Dengan menyetujui angka tersebut, perusahaan memiliki landasan yang pasti dalam menyusun rencana operasional dan penganggaran tahunan.</p>
<p>Sebagai solusi jangka panjang, APINDO menekankan bahwa fokus pasca-penetapan upah adalah peningkatan produktivitas pekerja dan efisiensi manajemen.</p>
<p>"Prioritas kami adalah memastikan keberlanjutan usaha tetap terjaga dan hak pekerja terlindungi. Hubungan industrial yang harmonis adalah kunci utama agar roda ekonomi di Kota Batu tetap bergerak positif," tandas Suryo.<b> (*) </b></p>
<p><b>Editor: Syaiful Aries</b></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Perkuat Ekonomi Kerakyatan, Pemkot Batu Bangun Gerai Koperasi Merah Putih ke&amp;9 di Temas</title>
<link>https://suarajatimpost.com/perkuat-ekonomi-kerakyatan-pemkot-batu-bangun-gerai-koperasi-merah-putih-ke-9-di-temas</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/perkuat-ekonomi-kerakyatan-pemkot-batu-bangun-gerai-koperasi-merah-putih-ke-9-di-temas</guid>
<description><![CDATA[ Proyek ini juga mencerminkan kolaborasi kuat antarinstansi, di mana pelaksanaannya mendapat dukungan penuh dari Komandan Kodim 0818/Malang-Batu sebagai bentuk sinergi lintas sektor dalam percepatan pembangunan ekonomi nasional. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202601/image_870x580_695cc05102eb1.webp" length="109814" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Tue, 06 Jan 2026 16:00:00 +0700</pubDate>
<dc:creator>Choirul Anwar</dc:creator>
<media:keywords>Kota Batu, KMP, Ekonomi</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><b>KOTA BATU, SJP </b>— Pemerintah Kota (Pemkot) Batu secara konsisten memperluas jangkauan ekonomi kerakyatan hingga ke level akar rumput. </p>
<p>Hal ini ditandai dengan dimulainya pembangunan Gerai Koperasi Merah Putih ke-9 yang berlokasi di Kelurahan Temas sebagai bagian dari strategi pemerataan pusat aktivitas ekonomi daerah.</p>
<p>Wali Kota Batu, Nurochman, menyatakan bahwa ekspansi koperasi hingga ke tingkat kelurahan merupakan langkah strategis untuk memangkas ketergantungan masyarakat terhadap fasilitas ekonomi di luar wilayah mereka. Kehadiran gerai ini diproyeksikan menjadi motor penggerak kemandirian ekonomi lokal.</p>
<p>"Koperasi harus diposisikan sebagai instrumen ekonomi modern. Pengelolaannya wajib dilakukan secara profesional, transparan, dan akuntabel agar mampu memberikan manfaat nyata serta berkelanjutan bagi masyarakat," tegas Nurochman saat meninjau lokasi, Selasa (6/1/2026).</p>
<p>Pembangunan Gerai Koperasi Merah Putih di Kelurahan Temas ini terealisasi melalui alokasi dana APBN. </p>
<p>Proyek ini juga mencerminkan kolaborasi kuat antarinstansi, di mana pelaksanaannya mendapat dukungan penuh dari Komandan Kodim 0818/Malang-Batu sebagai bentuk sinergi lintas sektor dalam percepatan pembangunan ekonomi nasional.</p>
<p>Selain aspek infrastruktur, Wali Kota Nurochman menekankan bahwa kunci keberhasilan koperasi terletak pada kualitas Sumber Daya Manusia (SDM). </p>
<p>Ia menginstruksikan adanya pelatihan dan pendidikan intensif bagi pengurus koperasi guna meningkatkan kapasitas manajerial.</p>
<p>"Masyarakat juga harus terlibat aktif dalam fungsi pengawasan. Dengan keterlibatan warga, kita memastikan koperasi ini berjalan sesuai koridor dan tepat sasaran," imbuhnya.</p>
<p>Dengan percepatan pembangunan yang tengah berjalan, Pemerintah Kota Batu menargetkan gerai ini dapat segera beroperasi dalam waktu dekat. Fasilitas ini diharapkan tidak hanya menjadi tempat transaksi, tetapi juga menjadi pusat inkubasi usaha kecil bagi warga Temas.</p>
<p>Melalui standarisasi infrastruktur dan manajemen yang matang, Pemkot Batu optimistis Gerai Koperasi Merah Putih akan menjadi pilar baru dalam mewujudkan masyarakat yang mandiri secara ekonomi dan sejahtera secara kolektif.<b> (**) </b></p>
<p><b>Editor: Syaiful Aries</b></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Awal Tahun, Wali Kota Batu Soroti Efektivitas Program: Jangan Sekadar Laporan Selesai</title>
<link>https://suarajatimpost.com/awal-tahun-wali-kota-batu-soroti-efektivitas-program-jangan-sekadar-laporan-selesai</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/awal-tahun-wali-kota-batu-soroti-efektivitas-program-jangan-sekadar-laporan-selesai</guid>
<description><![CDATA[ Ia menyentil pola kerja birokrasi yang kerap terjebak dalam orientasi penyelesaian laporan tanpa memedulikan hasil di lapangan. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202601/image_870x580_695c9f57c8ecf.webp" length="28638" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Tue, 06 Jan 2026 15:00:40 +0700</pubDate>
<dc:creator>Choirul Anwar</dc:creator>
<media:keywords>Kota Batu, Evaluasi, Imbauan</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><b>KOTA BATU, SJP </b>— Wali Kota Batu, Nurochman, mengawali tahun 2026 dengan melancarkan evaluasi menyeluruh terhadap kinerja jajaran Pemerintah Kota Batu. </p>
<p>Dalam pengarahan yang berlangsung pada Selasa (6/1/2026), Nurochman melontarkan peringatan keras agar seluruh program kerja tidak hanya menjadi formalitas administratif, melainkan harus memberikan dampak konkret bagi masyarakat.</p>
<p>Ia menyentil pola kerja birokrasi yang kerap terjebak dalam orientasi penyelesaian laporan tanpa memedulikan hasil di lapangan.</p>
<p>"Setiap program harus memberikan rasa hadirnya negara. Bukan sekadar laporan selesai, tetapi manfaatnya betul-betul dirasakan," tegas Nurochman. </p>
<p>Dalam evaluasi tersebut, Nurochman memetakan sejumlah isu kronis yang masih menghantui Kota Batu. </p>
<p>Ia mendesak adanya langkah progresif dalam pengelolaan sampah dan penataan parkir yang hingga kini masih menjadi keluhan publik. Selain itu, ia memberikan perhatian serius pada pengendalian alih fungsi lahan yang mengancam keberlanjutan sektor pertanian dan kelestarian lingkungan.</p>
<p>"Inovasi dan kolaborasi harus menjadi budaya kerja ASN, bukan sekadar slogan. Kita menghadapi tantangan besar pada perlindungan lingkungan dan mitigasi bencana, terutama di wilayah rawan," ujarnya.</p>
<p>Wali Kota juga menyoroti pentingnya menjaga stabilitas ruang sosial sebagai prakondisi pembangunan. </p>
<p>Menurutnya, pembangunan akan mandeg jika terjadi perpecahan di masyarakat maupun internal pemerintahan. </p>
<p>Ia meminta seluruh aparatur untuk membangun komunikasi yang lebih terbuka guna menghindari tumpang tindih kebijakan.</p>
<p>"Evaluasi ini bukan untuk mencari siapa yang salah, melainkan untuk membangun komitmen baru. Mari masuki 2026 dengan hati jernih dan kerja yang lebih progresif serta rapi," tambahnya.</p>
<p>Menyikapi potensi bencana alam di awal tahun, Pemkot Batu bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dilaporkan tengah memperkuat kesiapsiagaan lingkungan. Fokus utama tertuju pada peningkatan edukasi masyarakat dan penguatan jalur koordinasi darurat.</p>
<p>Langkah konsolidasi ini menjadi ujian bagi kepemimpinan Nurochman di tahun 2026 untuk membuktikan apakah evaluasi ini benar-benar akan membawa perubahan sistemik pada birokrasi Kota Batu atau hanya sekadar rutinitas awal tahun.<b> (*) </b></p>
<p><b>Editor: Syaiful Aries</b></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Revitalisasi Sekolah di Jatim Fokus pada Sanitasi dan Ruang Praktik, SMK Jadi Prioritas Utama</title>
<link>https://suarajatimpost.com/revitalisasi-sekolah-di-jatim-fokus-pada-sanitasi-dan-ruang-praktik-smk-jadi-prioritas-utama</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/revitalisasi-sekolah-di-jatim-fokus-pada-sanitasi-dan-ruang-praktik-smk-jadi-prioritas-utama</guid>
<description><![CDATA[ Dengan penataan fasilitas yang lebih layak, Pemprov Jatim berharap sekolah tidak hanya menjadi tempat belajar, tetapi juga ruang yang aman, sehat, dan mendukung tumbuhnya kualitas sumber daya manusia sejak dini ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202601/image_870x580_6957bce55a876.webp" length="35438" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Fri, 02 Jan 2026 21:13:14 +0700</pubDate>
<dc:creator>Choirul Anwar</dc:creator>
<media:keywords>Kota Batu, Pemprov Jatim, Revitalisasi, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KOTA BATU, SJP</strong> – Pemerintah Provinsi Jawa Timur menegaskan arah pembangunan pendidikan tahun 2026 dengan menempatkan kualitas sarana dasar sekolah sebagai prioritas utama. Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa melalui program rehabilitasi dan revitalisasi, Pemprov Jatim memperbaiki fasilitas pendidikan mulai dari ruang kelas hingga sanitasi, dengan fokus kuat pada sekolah kejuruan.</p>
<p>Diwawancarai pada Jumat (2/1/2026) orang nomor satu di Jatim tersebut menegaskan program tersebut ditandai dengan peresmian rehabilitasi dan revitalisasi 35 SMA, SMK, dan SLB di Malang Raya yang dipusatkan di SMKN 2 Singosari.</p>
<p>"Kualitas pendidikan tidak bisa dilepaskan dari kondisi fisik lingkungan belajar. Salah satu aspek yang selama ini luput dari perhatian, menurutnya, adalah sanitasi sekolah. Sanitasi bukan pelengkap, toilet yang layak menentukan kesehatan dan kenyamanan siswa serta guru. Kalau lingkungan belajarnya sehat, proses pendidikan berjalan lebih optimal,” tegasnya.</p>
<p>Dari total 35 sekolah yang direvitalisasi di Malang Raya, sektor SMK menjadi penerima manfaat terbesar. Sebanyak 23 SMK negeri dan swasta memperoleh anggaran lebih dari Rp23 miliar. Dana tersebut difokuskan untuk mendukung pembelajaran berbasis praktik melalui pembangunan dan perbaikan ruang praktik siswa, laboratorium, hingga ruang UKS dan toilet.</p>
<p>Sementara itu, 12 SMA menerima alokasi anggaran lebih dari Rp5 miliar yang diarahkan pada perbaikan fasilitas penunjang pembelajaran seperti laboratorium IPA, laboratorium komputer, ruang kelas, dan sanitasi sekolah. Untuk pendidikan inklusif, tiga SLB mendapatkan total anggaran Rp4,3 miliar guna pembangunan ruang kelas baru dan ruang pembelajaran khusus.</p>
<p>Diwawancarai secara terpisah Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur, Aries Agung Paewai, menjelaskan bahwa revitalisasi sekolah merupakan program berskala provinsi yang dilaksanakan merata di seluruh Jawa Timur.</p>
<p>“Sepanjang tahun 2025, lebih dari 300 satuan pendidikan SMA, SMK, dan SLB di 38 kabupaten/kota telah direhabilitasi dengan total anggaran lebih dari Rp450 miliar,” ungkapnya. </p>
<p>Selain itu, melalui kombinasi pendanaan APBD dan APBN, Pemprov Jatim juga merevitalisasi lebih dari 150 sekolah lain dengan nilai anggaran di atas Rp46 miliar.</p>
<p>Pria yang pernah menjabat sebagai Pj Wali Kota Batu itu menambahkan, seluruh proses pembangunan dilakukan secara swakelola oleh panitia sekolah dan berada di bawah pengawasan Inspektorat Provinsi Jawa Timur untuk menjamin transparansi dan akuntabilitas.</p>
<p>“Ini bukan hanya soal bangunan, tetapi tentang memastikan standar layanan pendidikan terpenuhi secara nyata di lapangan,” tandasnya. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>RSUD Karsa Husada Jadi Titik Awal Arah Kebijakan Jatim 2026, Sinyal Kuat Prioritas Layanan Kesehatan</title>
<link>https://suarajatimpost.com/rsud-karsa-husada-jadi-titik-awal-arah-kebijakan-jatim-2026-sinyal-kuat-prioritas-layanan-kesehatan</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/rsud-karsa-husada-jadi-titik-awal-arah-kebijakan-jatim-2026-sinyal-kuat-prioritas-layanan-kesehatan</guid>
<description><![CDATA[ RSUD Karsa Husada menyatakan kesiapan mendukung seluruh program Pemerintah Provinsi Jawa Timur, khususnya yang beririsan dengan penguatan layanan kesehatan, peningkatan kompetensi tenaga medis, serta pengembangan sarana dan prasarana penunjang kesehatan di wilayah Jawa Timur ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202601/image_870x580_6957bbb21a7d2.webp" length="38432" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Fri, 02 Jan 2026 20:43:46 +0700</pubDate>
<dc:creator>Choirul Anwar</dc:creator>
<media:keywords>Kota Batu, RSUD Karsa Husada, Pemprov, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KOTA BATU, SJP</strong> – Pemerintah Provinsi Jawa Timur mengirim sinyal tegas soal arah kebijakan tahun 2026 dengan memilih RSUD Karsa Husada Kota Batu sebagai lokasi rapat pleno perdana awal tahun. Langkah ini mencerminkan penegasan bahwa sektor kesehatan dan pelayanan publik menjadi fondasi utama pembangunan Jawa Timur ke depan.</p>
<p>Rapat pleno yang dipimpin langsung Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa pada Jumat (2/1/2026) tidak sekadar membahas agenda rutin pemerintahan. Forum tersebut menjadi ruang evaluasi kinerja lintas perangkat daerah sekaligus penentuan fokus strategis kebijakan tahun 2026, dengan penekanan pada program yang berdampak langsung bagi masyarakat.</p>
<p>"Intinya ektivitas pembangunan tidak bisa berjalan sektoral. Sinergi antarlembaga menjadi kunci agar setiap kebijakan benar-benar menyentuh kebutuhan publik, mulai dari pelayanan dasar hingga peningkatan kualitas hidup masyarakat Jawa Timur," paparnya.</p>
<p>Pemilihan RSUD Karsa Husada sebagai lokasi rapat pleno dinilai memiliki makna simbolik yang kuat. Rumah sakit daerah tidak hanya diposisikan sebagai fasilitas layanan kesehatan, tetapi juga sebagai bagian integral dari ekosistem pembangunan daerah yang harus terus diperkuat, baik dari sisi kebijakan, sumber daya manusia, maupun infrastruktur.</p>
<p>Sementara itu Direktur RSUD Karsa Husada Kota Batu dr. Mohamad Rizal menyambut positif kepercayaan tersebut. Ia menilai kehadiran jajaran Pemprov Jatim di lingkungan rumah sakit menjadi dorongan moral sekaligus pengakuan terhadap peran strategis fasilitas kesehatan dalam pembangunan daerah.</p>
<p>"Momentum ini menjadi pemicu bagi RSUD Karsa Husada untuk terus berbenah dan meningkatkan kualitas pelayanan. Ia berharap, hasil rapat pleno mampu melahirkan kebijakan konkret yang memperkuat layanan kesehatan daerah dan berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat," tandasnya. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Program KELIRU Jadi Strategi Loyalitas, Jatim Park Tutup 2025 dengan Apresiasi Nyata untuk Pengunjung</title>
<link>https://suarajatimpost.com/program-keliru-jadi-strategi-loyalitas-jatim-park-tutup-2025-dengan-apresiasi-nyata-untuk-pengunjung</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/program-keliru-jadi-strategi-loyalitas-jatim-park-tutup-2025-dengan-apresiasi-nyata-untuk-pengunjung</guid>
<description><![CDATA[ Dengan pendekatan apresiasi, transparansi, dan kolaborasi kreatif, program KELIRU dinilai menjadi penutup tahun 2025 yang strategis bagi Jawa Timur Park Group. Sekaligus menjadi fondasi optimisme dalam menyongsong inovasi layanan dan pengalaman wisata di tahun-tahun berikutnya. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202601/image_870x580_6957baa1b4e24.webp" length="94402" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Fri, 02 Jan 2026 20:14:48 +0700</pubDate>
<dc:creator>Choirul Anwar</dc:creator>
<media:keywords>Kota Batu, JTP Group, Keliru, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KOTA BATU, SJP</strong> – Jawa Timur Park Group menutup tahun 2025 bukan sekadar dengan perayaan, tetapi melalui strategi loyalitas pengunjung yang terukur lewat program KELIRU (Kejutan Liburan Seru). Program undian berhadiah ini menjadi instrumen utama Jatim Park dalam membangun kedekatan emosional sekaligus mempertahankan kepercayaan pengunjung setia.</p>
<p>Manager Marketing and Public Relations Jawa Timur Park Group, Titik S. Ariyanto pada Jumat (2/1/2026) menegaskan bahwa KELIRU dirancang sebagai bentuk apresiasi konkret, bukan gimmick promosi sesaat. Sepanjang tahun 2025, program ini menghadirkan total 12.000 hadiah senilai Rp 3 miliar yang diundi rutin setiap bulan.</p>
<p>“Program KELIRU kami rancang sebagai wujud terima kasih yang nyata. Bukan hanya menarik kunjungan, tetapi membangun rasa memiliki dan kepercayaan pengunjung terhadap brand Jawa Timur Park Group,” ujar Titik.</p>
<p>Pengundian final KELIRU yang digelar bertepatan dengan perayaan Tahun Baru 2026 di Dino Plaza Jatim Park 3 menjadi puncak program tersebut. Hadiah utama berupa satu unit mobil Hyundai berhasil dimenangkan oleh Anang Rachmat B, pengunjung Batu Night Spectacular. Momen tersebut disambut antusias ribuan pengunjung yang memadati area acara.</p>
<p>Menurut Titik, transparansi menjadi prinsip utama dalam pelaksanaan KELIRU. Seluruh proses pengundian dilakukan secara terbuka, disaksikan langsung oleh pengunjung, serta disiarkan melalui kanal media sosial resmi Jatim Park Group. Bahkan, penentuan pemenang grand prize dilakukan dengan konsep interaktif yang melibatkan partisipasi langsung pengunjung melalui pengambilan kupon undian pada kostum khusus talent.</p>
<p>“Transparansi adalah kunci. Kami ingin pengunjung benar-benar melihat dan merasakan bahwa proses ini adil, tanpa rekayasa, dan bisa dipertanggungjawabkan,” tegasnya.</p>
<p>Selain hadiah utama, program KELIRU juga membagikan beragam hadiah bulanan seperti iPhone 15, Smart LED TV, sepeda motor, UBS Gold Bar, hingga ribuan voucher dan merchandise eksklusif. Seluruh pemenang dapat melakukan pengecekan mandiri melalui laman resmi jtp.id, dan program ini tidak mengenal sistem hangus.</p>
<p>“Pemenang tetap memiliki hak yang sama meskipun tidak hadir di lokasi. Kami menghubungi pemenang secara resmi melalui WhatsApp, email, dan telepon sesuai data pembelian tiket,” imbuhnya.</p>
<p>Momentum pengundian final KELIRU juga dimanfaatkan Jatim Park Group untuk meluncurkan kolaborasi resmi dengan seniman visual Indonesia, Muklay. Kolaborasi ini menghadirkan lini merchandise eksklusif seperti kaos, pouch, dan tumbler dengan desain khas yang merepresentasikan karakter ceria dan kreatif destinasi wisata Jatim Park.</p>
<p>Menurut Titik, kolaborasi ini merupakan bagian dari penguatan experience branding. “Kami ingin pengalaman berwisata tidak berhenti di wahana, tapi berlanjut melalui produk yang punya nilai seni dan cerita,” pungkasnya. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Pemkot Batu Soroti Ketepatan Sasaran LPG Subsidi Jelang Puncak Libur Nataru</title>
<link>https://suarajatimpost.com/pemkot-batu-soroti-ketepatan-sasaran-lpg-subsidi-jelang-puncak-libur-nataru</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/pemkot-batu-soroti-ketepatan-sasaran-lpg-subsidi-jelang-puncak-libur-nataru</guid>
<description><![CDATA[ Dengan pengawasan yang optimal dan koordinasi lintas sektor, Pemkot Batu berharap perayaan Natal dan Tahun Baru di Kota Batu dapat berlangsung aman, lancar, dan kondusif tanpa gangguan distribusi energi ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202512/image_870x580_6955023b216fa.webp" length="25182" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 31 Dec 2025 18:01:14 +0700</pubDate>
<dc:creator>Choirul Anwar</dc:creator>
<media:keywords>Kota Batu, LPG Subsidi, Nataru, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KOTA BATU, SJP</strong> – Pemerintah Kota Batu menaruh perhatian khusus pada ketepatan sasaran distribusi LPG bersubsidi di tengah meningkatnya kebutuhan energi selama libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025–2026.</p>
<p>Wali Kota Batu, Nurochman.pada Rabu (31/12/2025) menegaskan, pengawasan lapangan menjadi kunci untuk mencegah penyimpangan distribusi, terutama oleh pelaku usaha yang seharusnya tidak menggunakan LPG subsidi.</p>
<p>"Meningkatnya mobilitas masyarakat saat libur panjang berpotensi memicu lonjakan konsumsi energi. Karena itu, distribusi BBM dan LPG harus berjalan tertib, tepat sasaran, dan tidak menimbulkan gejolak di masyarakat," bebernya.</p>
<p>Ia bahkan secara khusus meminta evaluasi terhadap sejumlah tempat usaha yang masih ditemukan menggunakan LPG bersubsidi.</p>
<p>Pemkot Batu juga mendorong sinergi antara Hiswana Migas, Pertamina, serta seluruh pemangku kepentingan untuk memastikan sistem distribusi berjalan responsif dan terkendali selama masa puncak arus liburan.</p>
<p>“Distribusi energi tidak hanya soal ketersediaan stok, tetapi juga soal keadilan dan ketepatan sasaran. Pengawasan harus diperketat agar subsidi benar-benar dinikmati masyarakat yang berhak,” tegasnya.</p>
<p>Selain itu, aspek keamanan di seluruh SPBU dan titik layanan energi diminta menjadi perhatian utama guna meminimalkan risiko selama tingginya aktivitas masyarakat. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor: Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Lonjakan Wisatawan Tak Sejalan Okupansi, Kota Batu Hadapi Tantangan Wisata Singgah</title>
<link>https://suarajatimpost.com/lonjakan-wisatawan-tak-sejalan-okupansi-kota-batu-hadapi-tantangan-wisata-singgah</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/lonjakan-wisatawan-tak-sejalan-okupansi-kota-batu-hadapi-tantangan-wisata-singgah</guid>
<description><![CDATA[ Kondisi ini menjadi catatan penting bagi pemerintah daerah dan pemangku kepentingan pariwisata. Tantangan ke depan bukan lagi sekadar mendatangkan wisatawan, tetapi bagaimana meningkatkan kualitas kunjungan agar berdampak langsung pada ekonomi lokal ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202512/image_870x580_6954e80f6782a.webp" length="60442" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 31 Dec 2025 17:04:23 +0700</pubDate>
<dc:creator>Choirul Anwar</dc:creator>
<media:keywords>Kota Batu, Wisatawan, Okupansi, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KOTA BATU, SJP</strong> - Menghadapi tantangan baru dalam pengelolaan pariwisata pada libur Tahun Baru 2026. Meski jumlah kunjungan wisatawan tercatat meningkat sekitar 10 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu, dampak ekonominya belum terasa optimal. Salah satu indikatornya adalah menurunnya tingkat hunian hotel serta makin pendeknya masa tinggal wisatawan.</p>
<p>Kapolres Batu AKBP Andi Yudha Pranata pada Kamis (31/12/2025) mengungkapkan bahwa tren wisata singgah atau one-day trip semakin dominan. Wisatawan memilih datang pagi dan kembali di hari yang sama, sehingga kebutuhan menginap berkurang signifikan.</p>
<p>"Kondisi ini membuat okupansi hotel justru mengalami penurunan dibanding tahun sebelumnya. Kalau tahun lalu okupansi hotel masih di kisaran 67 persen, tahun ini hanya berada di rentang 50–60 persen,” paparnya.</p>
<p>Fenomena ini turut dirasakan oleh pelaku usaha perhotelan. Selain persaingan destinasi dengan daerah lain seperti Yogyakarta, kemudahan akses dan infrastruktur yang semakin baik membuat wisatawan lebih fleksibel mengatur perjalanan tanpa harus bermalam. Pemesanan hotel pun cenderung bersifat mendadak dan situasional.</p>
<p>Dampak lanjutan terlihat pada indikator length of stay. Target rata-rata masa tinggal wisatawan sebesar 1,14 hari diperkirakan tidak tercapai. Berdasarkan kecenderungan di lapangan, rata-rata lama tinggal justru berpotensi menurun.</p>
<p>"Perubahan pola wisatawan ini juga tercermin dari fluktuasi arus lalu lintas. Puncak kepadatan terjadi pada 24–25 Desember 2025, lalu menurun tajam keesokan harinya. Pola naik-turun kembali terlihat pada 27 Desember sebelum kembali landai," imbuhnya. </p>
<p>Terlebih grafik tersebut sejalan dengan pergerakan kendaraan keluar-masuk Kota Batu melalui pintu tol Singosari, Madyopuro, dan Pakis dimana volume kendaraan hampir paralel dengan grafik okupansi hotel.<strong> (*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Polres Batu Alihkan Arus Wisatawan ke Jalur Alternatif</title>
<link>https://suarajatimpost.com/polres-batu-alihkan-arus-wisatawan-ke-jalur-alternatif</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/polres-batu-alihkan-arus-wisatawan-ke-jalur-alternatif</guid>
<description><![CDATA[ Arus lalu lintas dari arah Malang menuju pusat destinasi wisata, khususnya kawasan Jatim Park, terpantau mulai padat merayap sejak siang hari. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202512/image_870x580_6954ba6686e05.webp" length="46572" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 31 Dec 2025 15:00:00 +0700</pubDate>
<dc:creator>Choirul Anwar</dc:creator>
<media:keywords>Kota Batu, Kepadatan, Malam Tahun Baru</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KOTA BATU, SJP</strong> — Volume kendaraan yang memasuki Kota Batu terpantau mengalami lonjakan signifikan menjelang malam pergantian tahun baru 2026, Rabu (31/12/2025). </p>
<p></p>
<p>Guna menghindari stagnasi lalu lintas di jalur utama, Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Batu menginstruksikan wisatawan untuk memaksimalkan penggunaan jalur alternatif.</p>
<p></p>
<p>Arus lalu lintas dari arah Malang menuju pusat destinasi wisata, khususnya kawasan Jatim Park, terpantau mulai padat merayap sejak siang hari. </p>
<p></p>
<p>Kasat Lantas Polres Batu, AKP Kevin Ibrahim, menegaskan bahwa penumpukan volume kendaraan didominasi oleh kendaraan pribadi luar kota.</p>
<p></p>
<p>"Kami mengimbau pengendara agar tidak hanya bertumpu pada jalur utama. Sebagai solusi, wisatawan disarankan mengambil jalur sisi selatan melalui rute Krematorium – Tlekung – Oro-Oro Ombo yang akan langsung tembus ke kawasan Jatim Park 2. Meskipun rute ini lebih jauh, namun secara durasi relatif lebih lancar," ujar AKP Kevin Ibrahim, Rabu (31/12/2025).</p>
<p></p>
<p>Selain jalur selatan, kepolisian juga mengarahkan wisatawan yang datang melalui wilayah Dau untuk melintasi Jalur Areng-areng di perbatasan Kabupaten Malang dan Kota Batu. Jalur ini dinilai efektif memecah kepadatan di titik Proliman sebelum memasuki inti kota.</p>
<p></p>
<p>Sementara itu, untuk arus balik atau kendaraan yang hendak meninggalkan Kota Batu menuju Surabaya dan Malang, petugas telah menyiapkan skema rute. </p>
<p></p>
<p>Tujuan Surabaya, pengendara diarahkan melalui jalur Karangploso atau melintasi Jalan Wukir (khusus kendaraan kecil) yang akan tembus di jembatan dekat Arhanud, serta jalur Pandanrejo.</p>
<p></p>
<p>Sementara untuk tujuan Malang Kota, pengendara diarahkan melalui jalur Oro-Oro Ombo guna menghindari penumpukan kronis di Jalan Ir. Soekarno.</p>
<p></p>
<p>AKP Kevin memastikan bahwa seluruh jalur alternatif telah dilengkapi dengan rambu petunjuk jalan yang memadai. Namun, ia memberikan catatan khusus terkait kondisi geografis wilayah Kota Batu.</p>
<p></p>
<p>"Kami mengingatkan pengendara untuk tetap waspada karena jalur alternatif memiliki kontur jalan yang menanjak dan berkelok tajam. Pastikan kondisi kendaraan dalam keadaan prima, terutama sistem pengereman, demi keselamatan bersama," pungkasnya. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Tinjau Kota Batu, Kapolda Tegaskan Pengamanan Nataru Dinilai Efektif</title>
<link>https://suarajatimpost.com/tinjau-kota-batu-kapolda-tegaskan-pengamanan-nataru-dinilai-efektif</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/tinjau-kota-batu-kapolda-tegaskan-pengamanan-nataru-dinilai-efektif</guid>
<description><![CDATA[ Keberhasilan keefektifan penganan Nataru tidak lepas dari kolaborasi lintas sektor antara Polres Batu, pemerintah daerah, dan seluruh unsur Forkopimda dalam menerapkan pola pengamanan yang adaptif dan responsif. Pemantauan dan evaluasi, lanjutnya, akan terus dilakukan hingga masa liburan berakhir ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202512/image_870x580_6953d96759ce5.webp" length="68782" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Tue, 30 Dec 2025 21:21:28 +0700</pubDate>
<dc:creator>Choirul Anwar</dc:creator>
<media:keywords>Kota Batu, Tinjauan, Polda Jatim, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KOTA BATU, SJP</strong> – Pengamanan libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 di Kota Batu dinilai berjalan efektif oleh Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Nanang Avianto saat berkunjung di Pos Pantau kawasan Lippo Plaza Batu pada Selasa (30/12/2025) sore.</p>
<p>Hal itu terlihat dari kondisi arus lalu lintas yang relatif terkendali dan cenderung menurun dibandingkan periode Nataru tahun sebelumnya.</p>
<p>"Kami melihat kesiapan personel, sarana prasarana, serta pola pengamanan yang diterapkan selama puncak aktivitas masyarakat dan wisata," urainya.</p>
<p>Ia juga menyampaikan bahwa secara umum situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di Jawa Timur selama periode Nataru terpantau aman dan terkendali. Aktivitas pengguna jalan hingga pergerakan wisatawan berlangsung lancar tanpa gangguan signifikan.</p>
<p>Nanang menambahkan, kepolisian bersama instansi terkait terus melakukan koordinasi intensif dalam pengaturan arus lalu lintas di berbagai titik strategis, mulai dari jalan raya, terminal, pelabuhan, hingga jalur tol. Langkah tersebut dilakukan untuk mengantisipasi potensi kepadatan sekaligus memastikan keselamatan masyarakat selama masa libur panjang.</p>
<p>Sementara itu Kapolres Batu AKBP Andi Yudha Pranata menyampaikan bahwa Kota Batu sebagai salah satu destinasi wisata utama di Jawa Timur menjadi perhatian khusus dalam aspek pengamanan dan pelayanan publik.</p>
<p>"Berdasarkan hasil pemantauan di lapangan, volume arus kendaraan dan wisata tahun ini relatif lebih terkendali dibandingkan tahun sebelumnya," tandasnya. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor: Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Angka Kecelakaan di Kota Batu Naik 7,72 Persen</title>
<link>https://suarajatimpost.com/angka-kecelakaan-di-kota-batu-naik-772-persen</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/angka-kecelakaan-di-kota-batu-naik-772-persen</guid>
<description><![CDATA[ Meski angka kejadian meningkat, Polres Batu mencatat progres positif dalam aspek yuridis dengan kenaikan penyelesaian perkara sebesar 10,3 persen, atau bertambah sebanyak 24 kasus yang berhasil dituntaskan. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202512/image_870x580_6953604f3b7a4.webp" length="47676" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Tue, 30 Dec 2025 14:30:37 +0700</pubDate>
<dc:creator>Choirul Anwar</dc:creator>
<media:keywords>Kota Batu, Kaleidoskop, Lakalantas</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><b>KOTA BATU, SJP </b>— Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Batu mencatat tren peningkatan angka kecelakaan lalu lintas di wilayah hukumnya sepanjang tahun 2025. </p>
<p>Berdasarkan data Analisis dan Evaluasi (ANEV) operasional tahunan, angka kecelakaan meningkat sebesar 7,72 persen dibandingkan periode tahun sebelumnya.</p>
<p>Meski angka kejadian meningkat, Polres Batu mencatat progres positif dalam aspek yuridis dengan kenaikan penyelesaian perkara sebesar 10,3 persen, atau bertambah sebanyak 24 kasus yang berhasil dituntaskan.</p>
<p>Kapolres Batu, AKBP Andi Yudha Pranata, mengungkapkan bahwa fenomena ini menjadi atensi serius jajarannya. </p>
<p>Ia menyebut bahwa faktor manusia atau human error masih menjadi pemicu dominan di samping kondisi infrastruktur jalan dan kelaikan kendaraan.</p>
<p>"Kenaikan ini merupakan alarm bagi kami. Perilaku pengemudi yang abai terhadap keselamatan masih menjadi tantangan besar. Oleh karena itu, penegakan hukum dan langkah preventif akan kami perkuat secara simultan," tegas AKBP Andi Yudha dalam jumpa pers akhir tahun, Selasa (30/12/2025).</p>
<p>Dalam capaian operasional 2025, Satlantas Polres Batu berhasil mengungkap kasus kecelakaan beruntun menonjol yang menyita perhatian publik nasional. </p>
<p>Kasus ini menjadi preseden hukum penting di Indonesia karena penyidik tidak hanya menetapkan pengemudi sebagai tersangka, tetapi juga menyeret pemilik Perusahaan Otobus (PO) ke ranah pidana.</p>
<p>Peristiwa maut tersebut terjadi pada 8 Januari 2025 di ruas jalan protokol meliputi Jalan Imam Bonjol, Jalan Patimura, hingga Jalan Ir. Soekarno. </p>
<p>Sebuah bus Hino milik PO Shakindra Trans menabrak enam mobil dan enam sepeda motor, yang mengakibatkan empat orang tewas, dua luka berat, dan sembilan luka ringan.</p>
<p>"Ini adalah kasus kedua di Indonesia di mana pemilik PO Bus ditetapkan sebagai tersangka. Kami menetapkan MAS selaku pengemudi dan RW selaku pemilik PO Shakindra Trans sebagai pihak yang bertanggung jawab secara hukum," jelas dia.</p>
<p>Penyidik Satlantas Polres Batu menerapkan konstruksi hukum yang ketat terhadap kedua tersangka. </p>
<p>Mereka dijerat dengan Pasal 311 ayat (3), (4), dan (5) UU Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ).</p>
<p>Khusus untuk pemilik PO bus, polisi juga melapisi dakwaan dengan Pasal 55 ayat (1) ke-2 KUHP serta pasal alternatif 359 atau 360 KUHP atas dugaan kelalaian yang menyebabkan hilangnya nyawa orang lain.</p>
<p>"Langkah tegas ini adalah bentuk penegakan hukum progresif. Kami ingin kebijakan ini menjadi role model nasional sekaligus peringatan keras bagi pengusaha transportasi agar tidak main-main dengan aspek keselamatan. Tanggung jawab keselamatan tidak berhenti di tangan sopir, tapi juga pada manajemen perusahaan," pungkasnya.<b> (*) </b></p>
<p><b>Editor: Syaiful Aries</b></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Fraksi PKS DPRD Kota Batu Perketat Pengawasan Anggaran dan Program MBG</title>
<link>https://suarajatimpost.com/fraksi-pks-dprd-kota-batu-perketat-pengawasan-anggaran-dan-program-mbg</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/fraksi-pks-dprd-kota-batu-perketat-pengawasan-anggaran-dan-program-mbg</guid>
<description><![CDATA[ Ludi menekankan pentingnya peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang harus dibarengi dengan efisiensi belanja pegawai maupun operasional. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202512/image_870x580_69535f6997094.webp" length="32518" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Tue, 30 Dec 2025 14:00:34 +0700</pubDate>
<dc:creator>Choirul Anwar</dc:creator>
<media:keywords>Kota Batu, PKS, Pengawasan</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><b>KOTA BATU, SJP</b> — Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) DPRD Kota Batu menegaskan posisinya sebagai instrumen pengawas kritis terhadap kebijakan Pemerintah Kota Batu sepanjang tahun 2025. Fokus utama pengawasan tertuju pada efisiensi APBD, transparansi program Makan Bergizi Gratis (MBG), hingga penguatan sektor UMKM.</p>
<p>Wakil Ketua II DPRD Kota Batu, Ludi Tanarto, menyatakan bahwa peran legislatif tidak boleh sekadar formalitas. Sepanjang 2025, pihaknya berkomitmen memastikan arah pembangunan tetap konsisten pada kepentingan masyarakat luas.</p>
<p>"Kami tidak hanya terlibat dalam proses legislasi, tetapi aktif mengawal implementasi kebijakan agar tidak melenceng dari kebutuhan riil di lapangan," tegas Ludi, Selasa (30/12/2025).</p>
<p>Dalam pembahasan APBD 2026, Fraksi PKS memberikan catatan tebal terkait pengelolaan keuangan daerah. </p>
<p>Ludi menekankan pentingnya peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang harus dibarengi dengan efisiensi belanja pegawai maupun operasional.</p>
<p>Menurutnya, penghematan tersebut wajib dialokasikan secara konkret untuk memperkuat sektor pendidikan dan layanan dasar. </p>
<p>"Anggaran harus difokuskan pada pemenuhan hak dasar warga, bukan habis pada urusan administratif yang tidak berdampak langsung," tambahnya.</p>
<p>PKS juga memberikan perhatian serius terhadap pelaksanaan program Makan Bergizi (MBG) di Kota Batu. </p>
<p>Fraksi ini mengingatkan agar program tersebut tidak hanya dikejar untuk memenuhi target serapan anggaran.</p>
<p>Ada tiga poin yang ditekanan oleh PKS. Pertama adalah soal kualitas gizi, menjamin kandungan nutrisi yang sesuai standar kesehatan anak.</p>
<p>Kedua transparansi, yakni akuntabilitas pengadaan dan distribusi harus terjaga. Dan yang ketiga adalah independensi evaluasi, menolak segala bentuk tekanan atau intimidasi terhadap pihak-pihak yang melakukan pengawasan atau evaluasi di lapangan.</p>
<p>Di sektor ekonomi, Fraksi PKS mendesak pemerintah daerah untuk menghentikan pola bantuan yang bersifat simbolik. </p>
<p>Ludi mendorong kebijakan yang lebih adaptif melalui pelatihan pengolahan produk dan digitalisasi pemasaran.</p>
<p>"Tujuannya agar UMKM naik kelas, bukan sekadar bertahan hidup. Mereka harus menjadi motor penggerak ekonomi lokal," kata politisi PKS tersebut.</p>
<p>Menutup refleksi akhir tahunnya, Ludi memastikan bahwa hasil reses dan Musrenbang 2025 tidak hanya akan berakhir menjadi tumpukan dokumen. </p>
<p>Fraksi PKS berkomitmen mengawal setiap aspirasi warga agar terakomodasi dalam Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) mendatang, demi memastikan suara rakyat menjadi prioritas pembangunan Kota Batu.<b> (*) </b></p>
<p><b>Editor: Syaiful Aries</b></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Satreskrim Polres Batu Tangani 37 Kasus Kejahatan Kemanusiaan Sepanjang 2025</title>
<link>https://suarajatimpost.com/satreskrim-polres-batu-tangani-37-kasus-kejahatan-kemanusiaan-sepanjang-2025</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/satreskrim-polres-batu-tangani-37-kasus-kejahatan-kemanusiaan-sepanjang-2025</guid>
<description><![CDATA[ Dengan penanganan yang konsisten dan terukur sepanjang 2025, Polres Batu berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas penegakan hukum di bidang reskrim, khususnya dalam melindungi kelompok rentan dan menjaga stabilitas keamanan sosial di Kota Batu ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202512/image_870x580_69527d40ccd06.webp" length="83750" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 29 Dec 2025 21:11:53 +0700</pubDate>
<dc:creator>Choirul Anwar</dc:creator>
<media:keywords>Kota Batu, Satreskrim, Kaleidoskop, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KOTA BATU, SJP</strong> – Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Batu mencatat penanganan puluhan kasus tindak pidana yang berkaitan langsung dengan kejahatan kemanusiaan sepanjang tahun 2025.</p>
<p>Berdasarkan data Analisis dan Evaluasi (ANEV) operasional Polres Batu, fokus penanganan Satreskrim diarahkan pada perlindungan kelompok rentan, khususnya perempuan dan anak, serta tindak pidana yang berdampak langsung pada rasa aman masyarakat.</p>
<p>Kapolres Batu AKBP Andi Yudha Pranata pada Senin (29/12/2025) menjelaskan sepanjang 2025 tidak ditemukan adanya kasus terorisme di wilayah hukum Polres Batu. Namun demikian, Satreskrim tetap memberikan perhatian serius terhadap perkara-perkara kemanusiaan, terutama yang masuk dalam lingkup Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA).</p>
<p>"Tercatat sebanyak 37 kasus PPA yang ditangani, dengan ragam tindak pidana yang kompleks dan berdampak sosial tinggi. Dari jumlah tersebut, kasus persetubuhan terhadap anak menjadi yang paling menonjol dengan total 8 perkara," urainya.</p>
<p>Selain itu, Satreskrim juga menangani 5 kasus pencabulan terhadap anak, 5 kasus kekerasan dalam rumah tangga (KDRT), serta 3 kasus tindak pidana kekerasan seksual (TPKS). Tidak hanya itu, terdapat pula 5 kasus pengeroyokan terhadap anak, 5 kasus penganiayaan terhadap anak, dan 3 kasus kekerasan terhadap anak yang seluruhnya memerlukan penanganan khusus dan pendekatan berbasis perlindungan korban.</p>
<p>Andi juga membeberkan Satreskrim Polres Batu juga mencatat adanya 3 kasus perzinahan yang ditangani sepanjang tahun 2025. Seluruh perkara tersebut diproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku, dengan mengedepankan prinsip profesionalitas, perlindungan hak korban, serta kepastian hukum bagi semua pihak.</p>
<p>"Penanganan kasus-kasus kemanusiaan menjadi prioritas utama jajarannya. Menurutnya, kejahatan yang menyasar perempuan dan anak tidak hanya berdampak hukum, tetapi juga meninggalkan luka sosial yang panjang," urainya.</p>
<p>Oleh karena itu, Polres Batu terus memperkuat koordinasi lintas sektor, termasuk dengan instansi terkait dan elemen masyarakat, guna mencegah terulangnya kasus serupa. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor: Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Pemkot Batu Siapkan Evaluasi Teknis Menyeluruh Sebelum Jalur Klemuk Dibuka Kembali</title>
<link>https://suarajatimpost.com/pemkot-batu-siapkan-evaluasi-teknis-menyeluruh-sebelum-jalur-klemuk-dibuka-kembali</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/pemkot-batu-siapkan-evaluasi-teknis-menyeluruh-sebelum-jalur-klemuk-dibuka-kembali</guid>
<description><![CDATA[ Pemerintah Kota Batu menargetkan hasil evaluasi teknis dan rekomendasi penanganan jangka panjang sudah rampung sebelum akhir Januari 2026. Hasil kajian tersebut akan menjadi dasar keputusan apakah Jalur Klemuk dapat dibuka kembali secara penuh, dibatasi, atau memerlukan rekayasa lalu lintas permanen demi menjamin keselamatan pengguna jalan ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202512/image_870x580_69527c51b9b4b.webp" length="74548" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 29 Dec 2025 20:41:03 +0700</pubDate>
<dc:creator>Choirul Anwar</dc:creator>
<media:keywords>Kota Batu, Kecelakaan, Peninjauan, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KOTA BATU, SJP</strong> - Pemerintah Kota Batu memastikan penutupan Jalur Klemuk dua arah hingga 31 Januari 2026 tidak bersifat simbolik, melainkan diikuti dengan langkah teknis dan evaluasi menyeluruh sebelum jalur tersebut kembali dibuka untuk umum.</p>
<p>Wali Kota Batu Nurochman pada Senin (29/12/2025) menegaskan, selama masa penutupan, pemerintah daerah akan memanfaatkan waktu untuk melakukan penataan dan penguatan aspek keselamatan jalan secara serius, mengingat Jalur Klemuk selama ini dikenal sebagai salah satu titik rawan kecelakaan di Kota Batu.</p>
<p>“Kami tidak ingin penutupan ini hanya sekadar menunggu waktu. Yang kami kejar adalah perbaikan nyata dari sisi keselamatan, baik secara teknis maupun pengaturan lalu lintas,” ujarnya.</p>
<p>Menurutnya, Dinas Pekerjaan Umum Kota Batu telah diperintahkan untuk memperkuat jalur darurat rem blong di kedua sisi Jalur Klemuk. Material pasir dan sekam akan dimaksimalkan agar jalur tersebut benar-benar berfungsi sebagai pengaman terakhir bagi pengendara ketika jalur kembali dioperasikan.</p>
<p>Selain itu, Pemkot Batu juga tengah menyiapkan kajian lanjutan yang melibatkan Pemerintah Provinsi Jawa Timur dan Kementerian Kehutanan. Kajian tersebut akan mencakup evaluasi geometrik jalan, tingkat kemiringan, visibilitas, hingga opsi pelebaran jalur sebagai solusi jangka panjang.</p>
<p>“Jalur ini tidak bisa diperlakukan seperti jalan biasa. Medannya ekstrem, risikonya tinggi, maka standarnya juga harus ditingkatkan. Itu sebabnya kami libatkan provinsi dan kementerian untuk kajian teknis yang lebih komprehensif,” imbuhnya.</p>
<p>Nurochman juga menekankan bahwa keselamatan pengguna jalan menjadi prioritas utama dibandingkan kelancaran lalu lintas semata. Ia menilai, keputusan penutupan sementara jauh lebih bijak daripada membiarkan potensi kecelakaan terus berulang. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor: Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Satreskoba Polres Batu Tangani 62 Kasus Narkoba Sepanjang 2025, Mayoritas Pelaku Usia Produktif</title>
<link>https://suarajatimpost.com/satreskoba-polres-batu-tangani-62-kasus-narkoba-sepanjang-2025-mayoritas-pelaku-usia-produktif</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/satreskoba-polres-batu-tangani-62-kasus-narkoba-sepanjang-2025-mayoritas-pelaku-usia-produktif</guid>
<description><![CDATA[ Komitmen pemberantasan zat adiktif yang ilegal ini dilakukan sebagai bagian dari upaya menjaga generasi muda dan menciptakan lingkungan Kota Batu yang bersih dari peredaran narkoba ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202512/image_870x580_69527ec2e27b3.webp" length="77956" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 29 Dec 2025 20:40:10 +0700</pubDate>
<dc:creator>Choirul Anwar</dc:creator>
<media:keywords>Kota Batu, Satreskoba, Kaleidoskop, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KOTA BATU, SJP</strong> – Sepanjang tahun 2025, jajaran Satuan Reserse Narkoba (Satreskoba) Polres Batu menangani puluhan perkara penyalahgunaan dan peredaran narkoba di wilayah hukum Kota Batu. Berdasarkan data Analisis dan Evaluasi (ANEV) operasional Polres Batu, tercatat sebanyak 62 kasus narkoba yang berhasil ditangani selama periode tersebut.</p>
<p>Kapolres Batu AKBP Andi Yudha Pranata pada Senin (29/12/2025) menyampaikan, dari puluhan kasus narkoba yang ditangani, jumlah tersangka yang diamankan mencapai 66 orang. Dari total tersebut, 65 orang berjenis kelamin laki-laki dan 1 orang perempuan, dengan rata-rata usia pelaku berada pada rentang 26 hingga 35 tahun.</p>
<p>"Kondisi ini menunjukkan bahwa pelaku tindak pidana narkoba masih didominasi kelompok usia produktif. Dalam penanganannya, Satreskoba Polres Batu menerapkan pendekatan penegakan hukum yang terukur dan berimbang," bebernya.</p>
<p>Dari total perkara narkoba yang ditangani, sebanyak 41 kasus dengan 43 tersangka diproses melalui jalur hukum. Sementara itu, 21 kasus lainnya dengan 23 tersangka diarahkan untuk menjalani rehabilitasi, sesuai hasil asesmen dan ketentuan peraturan perundang-undangan.</p>
<p>Andi juga menegaskan bahwa kebijakan pemrosesan hukum dan rehabilitasi dilakukan secara selektif dan profesional. Menurutnya, langkah tersebut bertujuan tidak hanya menindak tegas pelaku peredaran narkoba, tetapi juga memberikan kesempatan pemulihan bagi penyalahguna agar tidak kembali terjerumus ke dalam lingkaran narkotika.</p>
<p>"Polres Batu memastikan upaya pemberantasan narkoba akan terus diperkuat melalui penindakan, pencegahan, serta kerja sama lintas sektor dengan masyarakat dan instansi terkait," tandasnya. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Arus Kendaraan ke Kota Batu Meningkat Jelang Tahun Baru, Sinyal Positif Dunia Pariwisata</title>
<link>https://suarajatimpost.com/arus-kendaraan-ke-kota-batu-meningkat-jelang-tahun-baru-sinyal-positif-dunia-pariwisata</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/arus-kendaraan-ke-kota-batu-meningkat-jelang-tahun-baru-sinyal-positif-dunia-pariwisata</guid>
<description><![CDATA[ Dengan tren arus kendaraan dan hunian wisata yang terus meningkat, Pemkot Batu optimistis capaian kunjungan wisata Nataru tahun ini berpeluang melampaui tahun sebelumnya ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202512/image_870x580_695138801bcd4.webp" length="82254" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sun, 28 Dec 2025 23:33:49 +0700</pubDate>
<dc:creator>Choirul Anwar</dc:creator>
<media:keywords>Kota Batu, Lonjakan Wisatawan, Nataru</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KOTA BATU, SJP</strong> –Kunjungan wisatawan ke Kota Batu menunjukkan tren peningkatan menjelang pergantian tahun. Data arus lalu lintas selama periode 20–26 Desember 2025 menunjukkan pergerakan kendaraan masuk dan ke luar kota masih tinggi dan relatif stabil, seiring meningkatnya aktivitas wisata selama libur Natal dan Tahun Baru (Nataru).</p>
<p>Kasat Lantas Polres Batu, AKP Kevin Ibrahim menyampaikan bahwa lonjakan arus kendaraan didominasi kendaraan roda dua (R2) dan roda empat (R4). Pada beberapa hari tertentu, volume kendaraan masuk sempat mencapai lebih dari 18 ribu unit R2 per hari, dengan pergerakan keluar kota juga berada di angka yang seimbang.</p>
<p>“Secara umum terjadi peningkatan arus kendaraan, terutama R2 dan R4. Fluktuasi harian memang ada, namun tren besarnya menunjukkan aktivitas wisata yang terus bergerak masuk ke Kota Batu,” ujarnya pada Minggu (28/12/2025).</p>
<p>Berdasarkan data kepolisian, arus kendaraan masuk tertinggi tercatat pada 20 dan 23 Desember 2025, sementara penurunan sementara terjadi pada 24 dan 26 Desember sebelum kembali stabil. Sementara itu, kendaraan berat atau sumbu tiga ke atas tercatat sangat minim, sejalan dengan kebijakan pelarangan operasional kendaraan berat selama periode Nataru.</p>
<p>Kevin menambahkan, mayoritas kendaraan yang masuk ke Kota Batu masih berasal dari wilayah Jawa Timur, dengan sebagian lainnya dari Jawa Tengah dan Jakarta. Kondisi lalu lintas hingga kini dinilai masih terkendali berkat pengaturan dan rekayasa lalu lintas yang dilakukan secara situasional.</p>
<p>“Kendaraan berat relatif rendah karena sejak 19 Desember hingga 4 Januari sudah diberlakukan pelarangan operasional sesuai SKB. Ini cukup membantu menjaga kelancaran lalu lintas di jalur wisata,” jelasnya.</p>
<p>Peningkatan arus kendaraan tersebut sejalan dengan data Dinas Pariwisata Kota Batu yang mencatat lonjakan kunjungan wisatawan. Kepala Dinas Pariwisata Kota Batu, Onny Ardianto, menyebutkan bahwa intensitas kendaraan masuk pada Minggu (28/12/2025) mencapai sekitar 1.700 kendaraan per jam.</p>
<p>Menurut Onny, hingga saat ini jumlah kunjungan wisatawan sementara telah mencapai sekitar 255 ribu orang, meski data yang masuk baru sekitar 53 persen dari total pelaku usaha pariwisata. Dari data terakumulasi per 27 Desember 2025, tercatat 169.246 kunjungan wisata yang berasal dari sektor akomodasi dan destinasi wisata.</p>
<p>“Angka ini masih sangat dinamis karena lebih dari setengah pelaku usaha belum melaporkan data. Potensi kenaikannya masih besar. Disparta Kota Batu memprediksi puncak kedua kunjungan wisatawan akan terjadi pada 31 Desember 2025, sebelum mulai berangsur menurun pada awal Januari 2026," tandasnya. (*)</p>
<p>Editor: Danu</p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Nataru di Batu, Pelaku Usaha Wajib Sediakan Sampah Terpilah</title>
<link>https://suarajatimpost.com/nataru-di-batu-pelaku-usaha-wajib-sediakan-sampah-terpilah</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/nataru-di-batu-pelaku-usaha-wajib-sediakan-sampah-terpilah</guid>
<description><![CDATA[ Penyediaan sampah terpilah dan penggunaan peralatan guna ulang menjadi kunci agar lonjakan kunjungan tidak berujung pada krisis kebersihan, sekaligus menjaga Kota Batu tetap layak, bersih, dan nyaman sebagai destinasi wisata ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202512/image_870x580_695137dd63fc9.webp" length="19012" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sun, 28 Dec 2025 22:38:14 +0700</pubDate>
<dc:creator>Choirul Anwar</dc:creator>
<media:keywords>Kota Batu, Nataru, Pilah Sampah</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KOTA BATU, SJP</strong> – Pemerintah Kota Batu mewajibkan pengelola destinasi wisata, hotel, restoran, kafe, hingga penyelenggara acara untuk menyediakan fasilitas sampah terpilah di seluruh area kegiatan. Hal ini merupakan bagian dari pengendalian sampah selama perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025–2026.</p>
<p>Wali Kota Batu Nurochman menekankan lonjakan kunjungan wisatawan saat libur akhir tahun berbanding lurus dengan peningkatan timbulan sampah di ruang publik. Karena itu, pengelolaan sampah harus dilakukan secara serius sejak dari sumbernya.</p>
<p>“Perayaan harus tetap bermakna, namun tidak meninggalkan beban lingkungan. Kami juga mengimbau wisatawan untuk berperan aktif menjaga kebersihan. Pengunjung didorong membawa peralatan makan dan minum guna ulang, tas belanja, serta wadah pribadi guna menekan penggunaan plastik sekali pakai," urainya.</p>
<p>Wisatawan juga diharapkan memilah sampah sesuai jenisnya dan memastikan area kegiatan tetap bersih setelah digunakan. Upaya ini dinilai penting untuk menjaga citra Kota Batu sebagai kota wisata yang bersih dan berkelanjutan.</p>
<p>Kepala Dinas Pariwisata Kota Batu, Onny Ardianto, menyebut pengelolaan sampah menjadi isu krusial setiap kali terjadi peningkatan jumlah wisatawan. Ia berharap kesadaran tidak hanya datang dari pemerintah, tetapi juga dari pelaku usaha dan wisatawan. </p>
<p>“Setiap ada wisatawan, hampir pasti diikuti timbulan sampah baru. Pengelolaan sampah harus menjadi tanggung jawab bersama agar aktivitas wisata tetap nyaman dan lingkungan tetap terjaga,” pungkasnya. (*)</p>
<p>Editor: Danu </p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Tragedi Peak Season Nataru Laka Jalan Raya Rajekwesi Telan Korban</title>
<link>https://suarajatimpost.com/tragedi-peak-season-nataru-laka-jalan-raya-rajekwesi-telan-korban</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/tragedi-peak-season-nataru-laka-jalan-raya-rajekwesi-telan-korban</guid>
<description><![CDATA[ Polisi mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati, terutama saat melintasi jalur menurun dan rawan kecelakaan, dengan selalu mengendalikan kecepatan serta memperhatikan kondisi lalu lintas sekitar. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202512/image_870x580_69513731ebd1f.webp" length="55608" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sun, 28 Dec 2025 22:17:41 +0700</pubDate>
<dc:creator>Choirul Anwar</dc:creator>
<media:keywords>Kota Batu, Kecelakaan, Meninggal Dunia</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KOTA BATU, SJP</strong> – Kecelakaan lalu lintas maut terjadi di Jalan Raya Rajekwesi, Kelurahan Songgokerto, Kecamatan Batu, Kota Batu, Minggu (28/12/2025) sekitar pukul 14.45 WIB. Seorang pengendara sepeda motor dilaporkan meninggal dunia di tempat kejadian perkara (TKP).</p>
<p>Kasat Lantas Polres Batu AKP Kevin Ibrahim mengatakan kecelakaan melibatkan sepeda motor Honda Beat bernomor polisi N-4079-ACI dengan mobil Toyota Avanza bernomor polisi N-1519-GE.</p>
<p>“Korban meninggal dunia adalah pengendara sepeda motor Honda Beat atas nama Jonas. Korban mengalami luka berat di bagian kepala dan dinyatakan meninggal di TKP,” ujarnya.</p>
<p>Peristiwa kecelakaan terjadi di ruas jalan menurun tajam dari arah barat ke timur pada KM 03–04 jalur Batu–Pare. Berdasarkan hasil olah TKP dan keterangan saksi, sepeda motor yang dikendarai korban melaju dari arah barat ke timur dengan kecepatan tinggi.</p>
<p>Lebih lanjut, diduga pengendara motor kurang hati-hati dan tidak mampu menguasai laju kendaraannya saat melintasi jalan menurun. sehingga membuat kendaraan oleng ke kanan dan pada saat bersamaan dari arah selatan terdapat mobil Avanza yang hendak keluar dari simpang tiga. </p>
<p>"Karena jarak sudah terlalu dekat, tabrakan tidak dapat dihindari. Benturan tersebut menyebabkan sepeda motor dan mobil mengalami kerusakan dengan total kerugian materiil diperkirakan mencapai Rp20 juta. Selain korban meninggal, dua orang lainnya mengalami luka-luka," imbuhnya.</p>
<p>Kevin membeberkan untuk penumpang sepeda motor atas nama Polmawarni (46), warga Jakarta Selatan, mengalami luka memar di kepala. Sementara penumpang mobil Avanza atas nama Icameidiana (20), warga Kabupaten Kediri, mengalami luka robek di kepala.</p>
<p>Keduanya saat ini menjalani perawatan di RS Bhayangkara Hastabrata Kota Batu. Sedangkan untuk pengemudi mobil Avanza, Lukman Afandi (24), warga Kabupaten Malang, dilaporkan dalam kondisi selamat.</p>
<p>“Jenazah korban meninggal dunia telah dievakuasi ke RS Bhayangkara Hastabrata Kota Batu untuk keperluan visum. Unit Gakkum Satlantas Polres Batu masih melakukan pendalaman dan penyelidikan lebih lanjut terkait peristiwa ini,” tandasnya. (*)</p>
<p>Editor : Danu S</p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Rujukan Gawat Darurat Masih Dominan, Pemkot Batu Perkuat Layanan Kesehatan Desa</title>
<link>https://suarajatimpost.com/rujukan-gawat-darurat-masih-dominan-pemkot-batu-perkuat-layanan-kesehatan-desa</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/rujukan-gawat-darurat-masih-dominan-pemkot-batu-perkuat-layanan-kesehatan-desa</guid>
<description><![CDATA[ Dalam sepuluh bulan terakhir, Pemkot Batu telah mulai merealisasikan sejumlah langkah penguatan layanan kesehatan dasar, termasuk penyiapan tenaga medis di desa sehingga menjadi bagian dari strategi jangka panjang untuk menekan lonjakan rujukan gawat darurat sekaligus meningkatkan kualitas layanan kesehatan di level terbawah ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202512/image_870x580_694e6c6f5f19f.webp" length="20408" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Fri, 26 Dec 2025 19:29:54 +0700</pubDate>
<dc:creator>Choirul Anwar</dc:creator>
<media:keywords>Kota Batu, Rujukan, Gawat Darurat, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KOTA BATU, SJP</strong> – Tingginya angka rujukan gawat darurat ke rumah sakit menjadi sinyal kuat masih lemahnya fungsi layanan kesehatan dasar di Kota Batu. Kondisi ini mendorong Pemerintah Kota Batu menyiapkan Peraturan Wali Kota sebagai upaya memperkuat peran layanan kesehatan di tingkat desa dan kelurahan.</p>
<p>Wali Kota Batu Nurochman pada Jumat (26/12/2025) menegaskan persoalan kesehatan di Kota Batu saat ini bukan lagi pada cakupan kepesertaan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), melainkan rendahnya keaktifan masyarakat dalam memanfaatkan layanan kesehatan dasar sebelum kondisi memburuk.</p>
<p>“Rujukan rumah sakit masih didominasi kasus gawat darurat. Ini menunjukkan tantangan kita bukan di coverage JKN, tapi di keaktifan peserta mengakses layanan kesehatan sejak awal,” ujarnya.</p>
<p>Menurutnya, regulasi yang tengah disusun diarahkan untuk menata ulang sistem pelayanan kesehatan berbasis desa agar mampu berfungsi sebagai garda terdepan pencegahan, bukan sekadar perpanjangan birokrasi pelayanan kesehatan.</p>
<p>Nurochman menekankan, penguatan layanan kesehatan desa tidak dimaksudkan untuk menambah beban pemerintah desa, melainkan memperjelas segmentasi dan sasaran kebijakan kesehatan daerah. Dengan sistem yang lebih terstruktur, kasus-kasus kesehatan diharapkan dapat ditangani lebih dini tanpa harus berujung pada kondisi darurat.</p>
<p>“Program yang diarahkan ke desa itu bukan untuk membebani, tapi mempertegas peran dan sasaran. Tanpa kerja sama dan pemahaman yang sama, program kesehatan tidak akan berjalan efektif,” pungkasnya. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Polres Batu Aktifkan Jalur Alternatif dan Personel Lapangan untuk Tekan Kemacetan Selama Nataru</title>
<link>https://suarajatimpost.com/polres-batu-aktifkan-jalur-alternatif-dan-personel-lapangan-untuk-tekan-kemacetan-nataru</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/polres-batu-aktifkan-jalur-alternatif-dan-personel-lapangan-untuk-tekan-kemacetan-nataru</guid>
<description><![CDATA[ Dengan strategi pengaturan arus, optimalisasi jalur alternatif, dan kehadiran personel di titik rawan, Polres Batu menargetkan arus lalu lintas selama puncak akhir pekan Nataru tetap terkendali dan mobilitas wisatawan di Kota Batu tetap berjalan aman serta lancar ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202512/image_870x580_694e6bbc7cedc.webp" length="68620" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Fri, 26 Dec 2025 18:33:07 +0700</pubDate>
<dc:creator>Choirul Anwar</dc:creator>
<media:keywords>Kota Batu, Nataru, Arus Lalin, suarajatimpost, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KOTA BATU, SJP</strong> – Polres Batu mengoptimalkan skema rekayasa lalu lintas dan penempatan personel di lapangan guna menekan potensi kemacetan selama puncak libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru). Langkah ini dilakukan menyusul lonjakan signifikan volume kendaraan yang masuk ke Kota Batu seiring meningkatnya arus wisatawan.</p>
<p>Perwira Pengendali Tim Urai Polres Batu Ipda Agus Atang Wibowo pada Jumat (26/12/2025) membeberkan, pengendalian arus difokuskan pada dua pintu masuk utama, yakni dari arah Kota Malang dan Surabaya. Dari arah Malang, kendaraan dialihkan melalui jalur Areng-Areng menuju Simpang Lima (Proliman) sebelum memasuki pusat Kota Batu.</p>
<p>"Sementara arus dari Surabaya yang keluar Tol Singosari diarahkan ke Simpang Tiga Pendem dan disebar ke sejumlah jalur alternatif menuju kawasan wisata," paparnya.</p>
<p>Lebih lanjut, untuk pengalihan arus ini bertujuan memecah kepadatan agar tidak terpusat di jalur utama. Polisi juga memasang rambu petunjuk tambahan serta menempatkan personel di simpang-simpang krusial untuk memastikan pengendara tidak salah jalur.</p>
<p>Berdasarkan hasil pemetaan kepolisian, sedikitnya tujuh titik rawan kemacetan menjadi fokus pengamanan dan penguraian lalu lintas, mulai dari Exit Songgoriti, Simpang Tiga Bendo, Jalan Diponegoro, Simpang Tiga Arhanud, kawasan Alun-Alun Kota Batu, Simpang Tiga Suhat, hingga kawasan wisata Santerra De Laponte. Selain itu, Jalan Ir Soekarno di depan Jatim Park 3 juga menjadi perhatian karena tingginya aktivitas keluar-masuk kendaraan. </p>
<p>"Data kepolisian menunjukkan, pada libur Natal 25 Desember 2025, sekitar 6.000 kendaraan tercatat masuk ke Kota Batu sejak pagi hingga siang hari, atau meningkat sekitar 150 persen dibanding hari normal. Meski demikian, kepadatan dinilai masih dapat dikendalikan karena kedatangan kendaraan terjadi secara bertahap," imbuhnya.</p>
<p>Polres Batu juga mengidentifikasi bahwa perlambatan arus lebih banyak dipicu oleh aktivitas kendaraan yang keluar masuk rumah makan dan objek wisata, terutama pada jam makan siang. Untuk itu, petugas di lapangan disiagakan secara dinamis untuk mengurai kepadatan yang bersifat situasional.</p>
<p>“Prinsipnya arus harus tetap bergerak. Kami sebar kendaraan ke jalur alternatif agar tidak terjadi penumpukan di satu titik. Kecepatan kendaraan masih bisa dijaga di kisaran 20 sampai 30 kilometer per jam. Itu artinya arus padat, tapi tidak macet total,” pungkasnya. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Wali Kota Batu Pastikan Pos Nataru Siap Hadapi Puncak Arus Libur Akhir Tahun</title>
<link>https://suarajatimpost.com/wali-kota-batu-pastikan-pos-nataru-siap-hadapi-puncak-arus-libur-akhir-tahun</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/wali-kota-batu-pastikan-pos-nataru-siap-hadapi-puncak-arus-libur-akhir-tahun</guid>
<description><![CDATA[ Dengan sistem pengamanan terpadu tersebut, Pemerintah Kota Batu bersama Forkopimda menargetkan pelaksanaan Nataru 2025 berlangsung aman, tertib, dan terkendali, sekaligus menjaga citra Kota Batu sebagai destinasi wisata yang nyaman dan ramah bagi seluruh masyarakat. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202512/image_870x580_694e6afe3834a.webp" length="75200" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Fri, 26 Dec 2025 18:02:14 +0700</pubDate>
<dc:creator>Choirul Anwar</dc:creator>
<media:keywords>Kota Batu, Peninjauan, Nataru, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KOTA BATU, SJP</strong> – Wali Kota Batu Nurochman memastikan seluruh pos pengamanan Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025 di Kota Batu berada dalam kondisi siap beroperasi untuk menghadapi lonjakan aktivitas masyarakat dan wisatawan pada puncak libur akhir tahun. Kesiapan tersebut mencakup kekuatan personel gabungan, kelengkapan sarana prasarana, hingga sistem koordinasi lintas sektor.</p>
<p>Wali Kota Batu Nurochman pada Jumat (26/12/2025) menguraikan, apabila berdasarkan hasil pemantauan di sejumlah titik pengamanan, Wali Kota Batu menegaskan pos pelayanan dan pos pengamanan telah diisi personel TNI-Polri, Dishub, Satpol PP, tenaga kesehatan, serta unsur relawan yang disiagakan selama 24 jam.</p>
<p>"Setiap pos dilengkapi dengan fasilitas pelayanan masyarakat, alat komunikasi, dan sistem pelaporan cepat untuk merespons potensi gangguan keamanan maupun kedaruratan," ujarnya.</p>
<p>Nurochman menekankan bahwa fokus utama pengamanan Nataru bukan hanya pada kehadiran aparat, tetapi pada efektivitas pengendalian situasi di lapangan.</p>
<p>Ia meminta seluruh petugas meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kemacetan, kecelakaan lalu lintas, kepadatan kawasan wisata, serta gangguan kamtibmas yang berpotensi muncul saat puncak kunjungan wisatawan pada 27 dan 28 Desember.</p>
<p>“Pos harus benar-benar berfungsi sebagai pusat kendali. Informasi harus cepat, respons harus sigap, dan pelayanan kepada masyarakat tidak boleh lambat,” imbuhnya.</p>
<p>Selain pengamanan lalu lintas dan kawasan wisata, Wali Kota Batu juga memastikan pengamanan ibadah Natal berjalan maksimal.</p>
<p>Aparat diminta melakukan pengamanan terbuka dan tertutup di sekitar gereja, pengaturan arus jemaat, serta koordinasi intensif dengan pengurus rumah ibadah guna menjamin rasa aman dan kenyamanan umat Kristiani saat menjalankan ibadah. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Cak Nur Desak Koperasi di Kota Batu Bertransformasi dan Minta Dewan Koperasi Pro Aktif</title>
<link>https://suarajatimpost.com/cak-nur-desak-koperasi-di-kota-batu-bertransformasi-dan-minta-dewan-koperasi-pro-aktif</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/cak-nur-desak-koperasi-di-kota-batu-bertransformasi-dan-minta-dewan-koperasi-pro-aktif</guid>
<description><![CDATA[ Kebijakan nasional perkoperasian tahun 2025 membawa tantangan sekaligus peluang besar bagi koperasi untuk naik kelas. Salah satu instrumen strategis yang disiapkan adalah pembentukan Koperasi Desa Merah Putih. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202512/image_870x580_694cedfa38e58.webp" length="18998" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 25 Dec 2025 15:30:57 +0700</pubDate>
<dc:creator>Choirul Anwar</dc:creator>
<media:keywords>Kota Batu, Koperasi, Transformasi</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KOTA BATU, SJP</strong> — Wali Kota Batu, Nurochman, memberikan peringatan keras bagi para pengelola koperasi di wilayahnya. </p>
<p>Ia menegaskan bahwa model pengelolaan koperasi konvensional kini berada di ujung tanduk jika tidak segera beradaptasi dengan perubahan regulasi, ketatnya kompetisi ekonomi, dan akselerasi digitalisasi.</p>
<p>Dalam keterangannya pada Kamis (25/12/2025), politisi yang karib disapa Cak Nur tersebut menyatakan bahwa koperasi di Kota Batu tidak lagi memiliki pilihan selain melakukan transformasi total agar tetap relevan sebagai pilar ekonomi kerakyatan.</p>
<p>Ia menekankan bahwa ke depan, koperasi dituntut untuk melampaui standar sehat secara kelembagaan. Koperasi masa kini harus memiliki ketangguhan model bisnis yang teruji.</p>
<p>"Digitalisasi bukan sekadar tren, melainkan instrumen penguat regulasi berbasis risiko. Selain itu, pengembangan koperasi desa kini menjadi sebuah keniscayaan yang tidak bisa ditunda," tegas Cak Nur.</p>
<p>Ia menguraikan bahwa kebijakan nasional perkoperasian tahun 2025 membawa tantangan sekaligus peluang besar bagi koperasi untuk naik kelas. Salah satu instrumen strategis yang disiapkan adalah pembentukan Koperasi Desa Merah Putih.</p>
<p>"Program Koperasi Desa Merah Putih diarahkan sebagai motor penggerak ekonomi di tingkat desa. Saya harap ini ditangkap sebagai peluang emas, bukan dianggap sebagai ancaman," imbuhnya.</p>
<p>Terkait suksesi kepemimpinan dalam Musyawarah Daerah (Musda), Wali Kota mengingatkan pentingnya integritas, etika, dan soliditas. </p>
<p>Ia berharap pengurus yang terpilih nantinya adalah sosok yang inovatif dan memiliki visi jaringan usaha yang luas.</p>
<p>"Jangan pernah takut dengan perubahan. Koperasi adalah fondasi ekonomi rakyat. Jika koperasi kuat, ekonomi masyarakat secara otomatis akan tangguh," ujar dia.</p>
<p>Menutup pernyataannya, Cak Nur mendorong Dewan Koperasi Indonesia Daerah (Dekopinda) Kota Batu untuk proaktif dalam menjalankan fungsi fasilitasi. </p>
<p>"Dekopinda diharapkan tidak hanya menjadi wadah organisasi, tetapi juga pendamping teknis agar koperasi-koperasi di Batu tidak tertinggal oleh arus zaman," pungkasnya. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Pencuri Sayur di Pujon Nyaris Diamuk Massa, Polisi Amankan Satu Unit Pikap</title>
<link>https://suarajatimpost.com/pencuri-sayur-di-pujon-nyaris-diamuk-massa-polisi-amankan-satu-unit-pikap</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/pencuri-sayur-di-pujon-nyaris-diamuk-massa-polisi-amankan-satu-unit-pikap</guid>
<description><![CDATA[ Selain mengamankan pelaku, polisi juga menyita satu unit mobil pikap berwarna hitam yang diduga kuat digunakan untuk mengangkut hasil curian dalam jumlah besar. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202512/image_870x580_694cec0207bc2.webp" length="27072" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 25 Dec 2025 14:40:00 +0700</pubDate>
<dc:creator>Choirul Anwar</dc:creator>
<media:keywords>Kota Batu, Pencuri Sayur, Pujon</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><b>MALANG, SJP </b>— Aksi pencurian hasil bumi di Dusun Bakir, Desa Sukomulyo, Kecamatan Pujon, Kabupaten Malang, berakhir dramatis. </p>
<p>Seorang pria berinama Supriadi diringkus warga setelah tepergok menjarah sayuran di lahan perkebunan milik penduduk setempat pada Selasa (23/12/2025) dini hari.</p>
<p>Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 00.30 WIB tersebut sempat memicu ketegangan hebat. Massa yang tersulut emosi mulai mengepung pelaku, sehingga situasi nyaris berujung pada aksi main hakim sendiri sebelum aparat kepolisian tiba di lokasi.</p>
<p>Kasat Reskrim Polres Batu, Iptu Joko Suprianto, mengonfirmasi bahwa penangkapan bermula dari kecurigaan warga terhadap aktivitas seorang pria asing di area perkebunan pada tengah malam.</p>
<p>"Warga yang melakukan pengintaian mendapati terduga pelaku sedang memanen sayur-sayuran secara ilegal. Mengetahui hal tersebut, warga segera mengepung dan mengamankan pelaku di tempat kejadian perkara (TKP). Situasi di lapangan sempat memanas karena banyaknya massa yang berkumpul," ujar Iptu Joko, saat dikonfirmasi Kamis (25/12/2025).</p>
<p>Guna mencegah eskalasi massa, perangkat desa setempat segera berkoordinasi dengan pihak kepolisian. </p>
<p>Sekitar pukul 01.00 WIB, tim gabungan dari Resmob Satreskrim Polres Batu, Polsek Pujon, dan personel Pospam Pujon berhasil mengevakuasi pelaku.</p>
<p>Selain mengamankan pelaku, polisi juga menyita satu unit mobil pikap berwarna hitam yang diduga kuat digunakan untuk mengangkut hasil curian dalam jumlah besar. </p>
<p>Berdasarkan pemeriksaan awal, modus operandi pelaku adalah memasuki lahan perkebunan tanpa izin dan mengangkut sayuran secara manual ke dalam kendaraan.</p>
<p>Iptu Joko menegaskan bahwa kasus ini telah masuk ke tahap penyidikan lebih lanjut. Penyidik tengah melengkapi administrasi serta berkoordinasi dengan Jaksa Penuntut Umum (JPU).</p>
<p>"Tersangka telah resmi ditetapkan dan akan diproses sesuai dengan ketentuan Pasal 362 KUHP tentang pencurian. Kami mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan menyerahkan sepenuhnya proses hukum kepada aparat penegak hukum tanpa melakukan tindakan anarkis," pungkasnya. <b>(*) </b></p>
<p><b>Editor: Syaiful Aries</b></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Satpol PP Batu Perketat Pengamanan Libur Nataru, Sasar Pengemis hingga PKL</title>
<link>https://suarajatimpost.com/satpol-pp-batu-perketat-pengamanan-libur-nataru-sasar-pengemis-hingga-pkl</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/satpol-pp-batu-perketat-pengamanan-libur-nataru-sasar-pengemis-hingga-pkl</guid>
<description><![CDATA[ Tindakan penertiban merujuk pada Peraturan Daerah (Perda) Kota Batu Nomor 7 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Ketertiban Umum dan Ketentraman Masyarakat. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202512/image_870x580_694ceb4d2aca4.webp" length="34544" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 25 Dec 2025 12:50:01 +0700</pubDate>
<dc:creator>Choirul Anwar</dc:creator>
<media:keywords>Kota Batu, Nataru, Ketertiban</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KOTA BATU, SJP</strong> — Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Batu memperketat pengawasan di sejumlah titik strategis guna mengantisipasi lonjakan wisatawan selama masa libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru). </p>
<p>Langkah ini diambil demi menjaga citra Kota Wisata Batu sebagai destinasi yang ramah, aman, dan tertib bagi publik.</p>
<p>Kepala Satpol PP Kota Batu, Abdul Rais, menegaskan bahwa peningkatan aktivitas wisata pada akhir tahun berbanding lurus dengan potensi gangguan ketertiban umum. Oleh sebab itu, pihaknya menerapkan pola pengawasan yang lebih taktis dan responsif, terutama di jantung kota.</p>
<p>"Momentum Nataru adalah etalase Kota Batu. Ketertiban dan kenyamanan wisatawan tidak boleh terkompromi oleh aktivitas yang melanggar aturan," ujar Abdul Rais saat ditemui di Alun-Alun Kota Batu, Kamis (25/12/2025).</p>
<p>Satpol PP menyiagakan Tim Reaksi Cepat (TRC) yang bergerak secara mobile. Tim ini bertugas melakukan patroli rutin serta inspeksi mendadak (sidak) terhadap potensi pelanggaran, mulai dari keberadaan Pedagang Kaki Lima (PKL) ilegal hingga aktivitas penyandang masalah kesejahteraan sosial (PMKS).</p>
<p>Abdul Rais menjelaskan bahwa seluruh tindakan penertiban merujuk pada Peraturan Daerah (Perda) Kota Batu Nomor 7 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Ketertiban Umum dan Ketentraman Masyarakat.</p>
<p>"Kami tidak hanya melakukan penertiban sesaat. Khusus untuk penanganan anak jalanan, gelandangan, dan pengemis, kami bersinergi dengan Dinas Sosial agar terdapat langkah pembinaan dan rehabilitasi yang berkelanjutan," tambahnya.</p>
<p>Selain tindakan represif dan preventif oleh petugas, Satpol PP juga menyebut pentingnya peran serta masyarakat dan wisatawan.</p>
<p>Abdul Rais mengimbau pengunjung agar tidak memberikan uang kepada pengemis di kawasan wisata.</p>
<p>Langkah ini dinilai krusial untuk memutus rantai eksploitasi di ruang publik sekaligus menjaga estetika kota. Dengan suasana yang kondusif, diharapkan tingkat kunjungan kembali (revisit) wisatawan ke Kota Batu tetap terjaga di masa mendatang. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Wakil Wali Kota Batu Antisipasi Lonjakan Sampah pada Nataru 2026</title>
<link>https://suarajatimpost.com/wakil-wali-kota-batu-antisipasi-lonjakan-sampah-pada-nataru-2026</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/wakil-wali-kota-batu-antisipasi-lonjakan-sampah-pada-nataru-2026</guid>
<description><![CDATA[ Dengan kesiapan sarana, prasarana, serta koordinasi lintas perangkat daerah, Heli optimistis pengelolaan sampah selama Nataru 2026 dapat berjalan terkendali. Ia pun mengajak masyarakat dan wisatawan untuk ikut berperan aktif menjaga kebersihan selama berkunjung ke Kota Batu. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202512/image_870x580_694bc19de6911.webp" length="58260" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 24 Dec 2025 19:05:36 +0700</pubDate>
<dc:creator>Choirul Anwar</dc:creator>
<media:keywords>Kota Batu, Nataru, Sampah, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KOTA BATU, SJP</strong> – Pemerintah Kota Batu memastikan kesiapan penuh dalam mengantisipasi lonjakan volume sampah selama libur Natal dan Tahun Baru 2026 (Nataru). Wakil Wali Kota Batu, Heli Suyanto, menegaskan, pengelolaan sampah menjadi salah satu fokus utama pemerintah daerah guna menjaga kenyamanan wisatawan sekaligus kebersihan kota.</p>
<p>Diwawancarai pada Rabu (24/12/2025) ia menegaskan Kota Batu sebagai daerah tujuan wisata tidak bisa menghindari peningkatan produksi sampah saat musim liburan. Berdasarkan proyeksi Dinas Lingkungan Hidup (DLH), volume sampah harian selama Nataru diperkirakan bisa mencapai sekitar 140 ton per hari, meningkat tajam dibanding hari normal.</p>
<p>“Lonjakan wisatawan pasti berbanding lurus dengan peningkatan sampah. Karena itu, kami memastikan seluruh sistem pengelolaan berjalan optimal, mulai dari hulu hingga hilir,” ujarnya. </p>
<p>Ia menjelaskan, Pemkot Batu telah menyiapkan berbagai langkah strategis, salah satunya dengan memaksimalkan operasional insinerator di TPA Tlekung, serta fasilitas pengolahan sampah di tingkat TPS3R. Saat ini, kapasitas pengolahan melalui insinerator mencapai puluhan ton per hari dan akan dioptimalkan selama periode libur panjang.</p>
<p>Selain itu, penguatan pengolahan sampah organik juga menjadi perhatian serius. Heli menilai pembangunan <em>big composter</em> tahap dua dan pengoperasian rumah-rumah kompos di desa dan kelurahan sebagai langkah penting untuk mengurangi beban TPA.</p>
<p>“Sekitar 60 persen sampah kita adalah organik. Kalau bisa diolah sejak dari sumbernya, itu sangat membantu mengendalikan penumpukan di TPA,” tegasnya.</p>
<p>Heli juga menekankan peran penting petugas kebersihan di lapangan. Menurutnya, pasukan kuning merupakan garda terdepan dalam menjaga wajah Kota Batu tetap bersih di tengah lonjakan aktivitas wisata.</p>
<p>“Kami pastikan petugas didukung dengan pelatihan, peralatan, dan sistem kerja yang memungkinkan sampah langsung diproses di hari yang sama,” pungkasnya. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Kota Batu Terapkan Pidana Kerja Sosial, Arahkan Pemidanaan Lebih Bermanfaat bagi Masyarakat</title>
<link>https://suarajatimpost.com/kota-batu-terapkan-pidana-kerja-sosial-arahkan-pemidanaan-lebih-bermanfaat-bagi-masyarakat</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/kota-batu-terapkan-pidana-kerja-sosial-arahkan-pemidanaan-lebih-bermanfaat-bagi-masyarakat</guid>
<description><![CDATA[ Kebijakan Pidana Sosial tidak hanya menjawab kebutuhan pembaruan hukum pidana nasional, tetapi juga memperkuat upaya menjaga ketertiban sosial tanpa mengesampingkan nilai kemanusiaan, sekaligus menegaskan komitmen Pemkot Batu menghadirkan penegakan hukum yang berkeadilan dan bermanfaat di tingkat lokal ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202512/image_870x580_694bc108a8201.webp" length="30596" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 24 Dec 2025 18:44:58 +0700</pubDate>
<dc:creator>Choirul Anwar</dc:creator>
<media:keywords>Kota Batu, Pidana, Kerja Sosial, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KOTA BATU, SJP</strong> – Pemerintah Kota Batu bersiap menjadi salah satu daerah yang mengimplementasikan pidana kerja sosial sebagai alternatif pemidanaan, seiring pembaruan hukum pidana nasional yang menekankan pendekatan keadilan restoratif.</p>
<p>Kebijakan ini diharapkan mampu menghadirkan penegakan hukum yang lebih proporsional, sekaligus memberi manfaat nyata bagi masyarakat.</p>
<p>Wali Kota Batu Nurochman pada Rabu (24/12/2025) membeberkan langkah tersebut merupakan hasil dari Perjanjian Kerja Sama antara Pemkot Batu dan Kejaksaan Negeri Kota Batu yang digelar di Aula Fakultas Hukum Universitas Airlangga, Surabaya beberapa waktu lalu.</p>
<p>"Kerja sama ini membuka jalan bagi penerapan pidana kerja sosial di Kota Batu, terutama bagi pelanggaran tertentu yang dinilai lebih tepat diselesaikan melalui pemulihan sosial ketimbang pemenjaraan. Melalui skema ini, pelaku tindak pidana akan menjalani kerja sosial yang bermanfaat langsung bagi lingkungan dan masyarakat," urainya.</p>
<p>Pidana kerja sosial sendiri dinilai menjadi solusi konkret untuk menghindari dampak negatif pemidanaan konvensional, seperti overkapasitas lembaga pemasyarakatan, tanpa mengurangi rasa keadilan. Menurutnya, pendekatan tersebut juga mendidik pelaku agar bertanggung jawab atas perbuatannya di tengah masyarakat.</p>
<p>Dengan kerja sama tersebut, Kota Batu menegaskan kesiapannya menjalankan transformasi penegakan hukum yang tidak hanya berorientasi pada sanksi, tetapi juga pada pemulihan sosial dan kemanfaatan jangka panjang bagi masyarakat.</p>
<p>“Pemidanaan harus memberi efek jera, tetapi juga membawa manfaat. Pidana kerja sosial memungkinkan pelaku memperbaiki kesalahan sekaligus berkontribusi langsung bagi lingkungan sosial,” tandasnya. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor: Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Wali Kota Batu Tegur Masalah Air Bersih Warga Kota Batu</title>
<link>https://suarajatimpost.com/wali-kota-batu-tegur-masalah-air-bersih-warga-kota-batu</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/wali-kota-batu-tegur-masalah-air-bersih-warga-kota-batu</guid>
<description><![CDATA[ Teguran Wali Kota Batu Nurochman ini menjadi peringatan serius bagi Perumdam Among Tirto untuk terus membuktikan kinerja nyata melalui layanan air bersih yang andal, adil, dan berkelanjutan bagi masyarakat ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202512/image_870x580_694bc02fc1fad.webp" length="28486" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 24 Dec 2025 17:44:03 +0700</pubDate>
<dc:creator>Choirul Anwar</dc:creator>
<media:keywords>Kota Batu, Teguran, Air Bersih, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KOTA BATU. SJP </strong>– Wali Kota Batu Nurochman melontarkan teguran tajam kepada Perumdam Among Tirto agar Rencana Kerja dan Anggaran (RKA) Tahun 2026 tidak boleh lagi menjadi dokumen formalitas yang rapi di atas kertas, sementara persoalan layanan air bersih di lapangan masih terus dikeluhkan masyarakat.</p>
<p>Diwawancarai pada Rabu (24/12/2025), pria nomor satu di Kota Batu tersebut membeberkan agar jajaran direksi dan dewan pengawas, benar-benar menjawab masalah yang selama ini membelit pelayanan air bersih.</p>
<p>“Kalau setiap tahun RKA disusun, tapi keluhan warga tetap berulang, berarti ada yang tidak beres. Jangan sampai Perumdam hanya sibuk menyusun anggaran dan hal yang bersifat administratif tapi lupa memastikan air benar-benar mengalir dengan baik ke rumah warga,” tegasnya.</p>
<p>Ia menekankan, Perumdam Among Tirto memegang kendali atas kebutuhan dasar masyarakat. Karena itu, tidak ada ruang bagi perencanaan setengah-setengah. Ditambah dengan masih rendahnya kualitas dan kontinuitas layanan, jaringan perpipaan yang kerap bermasalah, serta tingginya angka kehilangan air yang dinilai mencerminkan lemahnya kinerja operasional.</p>
<p>Pria yang akrab disapa Cak Nur tersebut juga menegaskan bahwa program prioritas Pemkot Batu melalui Nawa Bhakti tidak boleh diperlakukan sebagai slogan. Kebijakan subsidi air bersih bagi masyarakat non-usaha dan layanan gratis bagi warga pra sejahtera harus nyata dirasakan, bukan sekadar tercantum dalam dokumen perencanaan.</p>
<p>"Termasuk soal perlindungan sumber mata air. Ia mengingatkan, sebagai daerah hulu, Kota Batu tidak bisa bersikap permisif terhadap kerusakan lingkungan. Kalau mata air rusak dan dibiarkan, Perumdam ikut bertanggung jawab. Jangan bicara ekspansi layanan kalau sumber airnya saja tidak dijaga,” tandasnya.<strong> (*)</strong></p>
<p><strong>Editor: Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Hanya 7 dari 16 Bus Pariwisata di Kota Batu Dinyatakan Laik Jalan</title>
<link>https://suarajatimpost.com/hanya-7-dari-16-bus-pariwisata-di-kota-batu-dinyatakan-laik-jalan</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/hanya-7-dari-16-bus-pariwisata-di-kota-batu-dinyatakan-laik-jalan</guid>
<description><![CDATA[ Beberapa bus ditemukan memiliki kapasitas penumpang yang berlebih (over seat), pintu darurat yang macet atau tidak berfungsi, hingga alat pemadam api ringan (APAR) yang sudah kedaluwarsa. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202512/image_870x580_694a5637685f7.webp" length="38360" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Tue, 23 Dec 2025 17:59:48 +0700</pubDate>
<dc:creator>Choirul Anwar</dc:creator>
<media:keywords>Kota Batu, Ramp Check, Bus, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KOTA BATU, SJP</strong> — Keamanan transportasi di jalur wisata Kota Batu menjadi perhatian serius. Sebab, berdasarkan hasil inspeksi mendadak (<em>ramp check</em>) yang digelar Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Batu di kawasan Jatim Park 1, ditemukan fakta bahwa mayoritas bus pariwisata yang beroperasi belum sepenuhnya memenuhi standar kelaikan jalan.</p>
<p>Dari total 16 armada yang diperiksa secara intensif, hanya 7 unit bus yang dinyatakan benar-benar laik jalan tanpa catatan. Sementara itu, 9 bus lainnya dikategorikan laik dengan catatan teknis dan administrasi yang serius.</p>
<p>Kasat Lantas Polres Batu, AKP Kevin Ibrahim, mengungkapkan bahwa pemeriksaan gabungan ini melibatkan Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi Jawa Timur, Dishub Kota Batu, dan Jasa Raharja. </p>
<p>Langkah ini dilakukan untuk menjamin keselamatan penumpang di tengah lonjakan arus wisatawan menjelang libur Natal dan Tahun Baru (Nataru).</p>
<p>"Hasil pemeriksaan di lapangan menunjukkan berbagai pelanggaran yang berpotensi fatal dan membahayakan keselamatan. Petugas menemukan kartu pengawasan (KPS) yang sudah mati, ban tidak laik jalan, hingga ketidaktersediaan sabuk pengaman bagi penumpang," ujar AKP Kevin, Selasa (23/12/2025).</p>
<p>Selain masalah administrasi, tim gabungan juga menemukan pelanggaran fisik yang serius. </p>
<p>Beberapa bus ditemukan memiliki kapasitas penumpang yang berlebih (<em>over seat</em>), pintu darurat yang macet atau tidak berfungsi, hingga alat pemadam api ringan (APAR) yang sudah kedaluwarsa.</p>
<p>AKP Kevin menegaskan bahwa temuan ini menjadi perhatian serius. Menurutnya, standar keselamatan transportasi umum tidak dapat ditawar, terutama di wilayah Kota Batu yang memiliki kontur jalan dengan medan tanjakan dan turunan tajam yang padat kendaraan.</p>
<p>Meskipun dalam inspeksi kali ini tidak ditemukan bus yang dinyatakan tidak laik jalan secara total, Polres Batu tetap memberlakukan prosedur ketat. Jika ditemukan kerusakan mendasar pada sistem pengereman, transmisi, atau mesin, pengelola bus wajib melakukan perbaikan seketika atau mengganti armada dengan bus cadangan yang memenuhi standar.</p>
<p>"Kendaraan yang memiliki catatan harus segera melakukan pembenahan. Kami tidak ingin ada celah kelalaian teknis yang memicu kecelakaan lalu lintas di masa puncak libur Nataru ini," tegasnya.</p>
<p>Selain pemeriksaan fisik kendaraan, petugas juga melakukan edukasi kepada para pengemudi bus agar memperhatikan jam istirahat dan tidak mengabaikan faktor kelelahan. </p>
<p>Langkah preventif ini diharapkan dapat menekan angka kecelakaan lalu lintas dan memberikan rasa aman bagi jutaan wisatawan yang berkunjung ke Kota Batu. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Jelang Libur Nataru, Arus Kendaraan Masuk Kota Batu Mulai Merangkak Naik</title>
<link>https://suarajatimpost.com/jelang-libur-nataru-arus-kendaraan-masuk-kota-batu-mulai-merangkak-naik</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/jelang-libur-nataru-arus-kendaraan-masuk-kota-batu-mulai-merangkak-naik</guid>
<description><![CDATA[ Lonjakan volume kendaraan ini dipicu oleh meningkatnya mobilitas masyarakat serta kedatangan wisatawan menjelang puncak libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru). ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202512/image_870x580_694a54ccb6450.webp" length="88002" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Tue, 23 Dec 2025 17:40:39 +0700</pubDate>
<dc:creator>Choirul Anwar</dc:creator>
<media:keywords>Kota Batu, Arus Lalin, Peningkatan</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><b>KOTA BATU, SJP</b> — Arus lalu lintas yang masuk maupun keluar Kota Batu menunjukkan tren peningkatan signifikan dalam tiga hari terakhir. </p>
<p>Lonjakan volume kendaraan ini dipicu oleh meningkatnya mobilitas masyarakat serta kedatangan wisatawan menjelang puncak libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru).</p>
<p>Berdasarkan data Kepolisian Resor Batu periode 20–22 Desember 2025, pergerakan kendaraan didominasi oleh roda dua (R2) dan roda empat (R4) atau kendaraan pribadi. </p>
<p>Sebaliknya, volume kendaraan berat atau sumbu tiga ke atas terpantau rendah seiring diberlakukannya kebijakan pembatasan operasional.</p>
<p>Kasat Lantas Polres Batu, AKP Kevin Ibrahim, mengungkapkan bahwa fluktuasi arus kendaraan mulai terlihat jelas sejak akhir pekan lalu. Pada 20 Desember, tercatat sebanyak 22.337 unit R2 dan 14.454 unit R4 memasuki Kota Batu. </p>
<p>Meski sempat melandai pada 21 Desember, angka tersebut kembali merangkak naik pada 22 Desember dengan volume 13.873 unit R2 dan 8.279 unit R4.</p>
<p>"Tren serupa juga terjadi pada arus kendaraan keluar kota. Pada 22 Desember kemarin, tercatat 14.272 unit R2 dan 12.895 unit R4 yang meninggalkan wilayah hukum Polres Batu. Kenaikan ini menjadi indikator awal mulai meningkatnya aktivitas wisatawan di Kota Batu," ujar AKP Kevin, Selasa (23/12/2025).</p>
<p>Di sisi lain, jumlah kendaraan roda enam (R6) atau kendaraan berat logistik terpantau sangat minim. Arus masuk kendaraan berat hanya berkisar antara 138 hingga 248 unit per hari. Penurunan ini merupakan dampak langsung dari Surat Keputusan Bersama (SKB) mengenai pengaturan lalu lintas jalan selama masa libur Nataru</p>
<p>AKP Kevin menjelaskan bahwa pelarangan operasional kendaraan sumbu tiga ke atas, termasuk truk pengangkut bahan tambang, pasir, dan hasil galian, telah diberlakukan mulai 19 Desember 2025 hingga 4 Januari 2026. Kebijakan ini dikecualikan bagi armada pengangkut BBM dan bahan pokok penting guna menjamin ketersediaan suplai di masyarakat.</p>
<p>Terkait asal kendaraan, pihak kepolisian mencatat bahwa mayoritas wisatawan masih berasal dari wilayah Jawa Timur. Namun, kendaraan dari Jawa Tengah dan Jakarta juga mulai terlihat di titik-titik pintu masuk kota, seperti di kawasan Pertigaan Pendem.</p>
<p>Menyikapi tren kenaikan ini, Polres Batu terus memperketat pengawasan dan menyiapkan skema rekayasa lalu lintas di jalur-jalur rawan kemacetan. Langkah ini diambil untuk memastikan kelancaran arus serta menjaga aspek keselamatan bagi pengguna jalan.</p>
<p>"Kami mengimbau kepada masyarakat dan wisatawan untuk tetap waspada dan mematuhi arahan petugas di lapangan. Pengaturan dan pengawasan di titik-titik krusial akan terus kami optimalkan hingga masa libur berakhir," pungkasnya.<b> (*) </b></p>
<p><b>Editor: Syaiful Aries</b></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Miris, Ibu di Batu Pergoki Suami Setubuhi Anak Kandung di Rumah Kosong</title>
<link>https://suarajatimpost.com/miris-ibu-di-batu-pergoki-suami-setubuhi-anak-kandung-di-rumah-kosong</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/miris-ibu-di-batu-pergoki-suami-setubuhi-anak-kandung-di-rumah-kosong</guid>
<description><![CDATA[ Akibat perbuatan ayah tirinya, korban MIP kini dilaporkan mengalami trauma psikologis yang mendalam. Pihak kepolisian tengah berkoordinasi dengan instansi terkait untuk memberikan pendampingan psikologis guna memulihkan kondisi mental korban. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202512/image_870x580_694a54005d7ac.webp" length="20984" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Tue, 23 Dec 2025 17:00:44 +0700</pubDate>
<dc:creator>Choirul Anwar</dc:creator>
<media:keywords>Kota Batu, Persetubuhan, Anak, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KOTA BATU, SJP</strong> — Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Batu berhasil mengungkap kasus persetubuhan terhadap anak di bawah umur yang dilakukan oleh seorang ayah tiri. </p>
<p>Pelaku berinisial YP (46) diringkus setelah sang istri, ES (49), memergoki langsung tindakan asusila tersebut di sebuah rumah kosong yang berloaksi di Kecamatan Junrejo, Kota Batu.</p>
<p>Kasat Reskrim Polres Batu, IPTU Joko Suprianto, mengonfirmasi bahwa kasus ini dilaporkan secara resmi oleh ES pada 17 November 2025. </p>
<p>Laporan tersebut merupakan puncak dari kecurigaan pelapor setelah mendengar pengakuan memilukan dari putri kandungnya, MIP, yang masih di bawah umur.</p>
<p>"Perkara ini terungkap bermula dari pengakuan korban kepada ibu kandungnya. Korban mengaku telah menjadi sasaran persetubuhan yang dilakukan oleh ayah tirinya," ujar IPTU Joko Suprianto kepada wartawan, Selasa (23/12/2025).</p>
<p>Berdasarkan hasil penyidikan, korban pertama kali berani bercerita kepada ibunya pada Ahad, 2 November 2025 lalu. </p>
<p>Korban mengungkapkan bahwa pelaku kerap membawanya ke sebuah rumah kosong, untuk melancarkan aksi bejat tersebut.</p>
<p>Kecurigaan pelapor terbukti pada Senin, 17 November 2025. Sekira pukul 15.00 WIB, tersangka YP berpamitan kepada istrinya dengan alasan menjemput korban dari sekolah. Namun, hingga satu jam berselang, keduanya tidak kunjung tiba di rumah.</p>
<p>Pelapor yang teringat akan cerita anaknya segera menuju lokasi rumah kosong yang dimaksud. </p>
<p>Di sana, ia menemukan sepeda motor listrik milik tersangka terparkir, yang memperkuat dugaan terjadinya tindak pidana asusila pada saat itu juga.</p>
<p>Akibat perbuatan ayah tirinya, korban MIP kini dilaporkan mengalami trauma psikologis yang mendalam. Pihak kepolisian tengah berkoordinasi dengan instansi terkait untuk memberikan pendampingan psikologis guna memulihkan kondisi mental korban.</p>
<p>"Saat ini tersangka sudah kami amankan untuk menjalani proses hukum lebih lanjut. Fokus kami juga memastikan korban mendapatkan trauma healing agar dampak psikologis ini tidak mengganggu masa depannya," tambah Iptu Joko.</p>
<p>Atas perbuatan biadab tersebut, tersangka YP dijerat dengan Pasal 81 Undang-Undang RI Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak, sebagaimana telah diubah dengan UU RI Nomor 17 Tahun 2016. </p>
<p>"Tersangka terancam hukuman pidana penjara minimal 5 tahun dan maksimal 15 tahun, dengan tambahan pemberatan hukuman mengingat statusnya sebagai orang tua tiri," pungkasnya. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>PDIP Kota Batu Tegaskan Regenerasi Kader, Saifuddin Zuhri Resmi Pimpin DPC</title>
<link>https://suarajatimpost.com/pdip-kota-batu-tegaskan-regenerasi-kader-saifuddin-zuhri-resmi-pimpin-dpc</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/pdip-kota-batu-tegaskan-regenerasi-kader-saifuddin-zuhri-resmi-pimpin-dpc</guid>
<description><![CDATA[ Dengan ditetapkannya kepengurusan baru, DPC PDI Perjuangan Kota Batu diharapkan segera bergerak cepat mengonsolidasikan kekuatan organisasi dan memantapkan langkah menghadapi agenda politik ke depan dengan tetap mengedepankan kepentingan rakyat ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202512/image_870x580_694939d6969e3.webp" length="34822" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 22 Dec 2025 20:51:11 +0700</pubDate>
<dc:creator>Choirul Anwar</dc:creator>
<media:keywords>Kota Batu, DPC PDIP, Pemimpin, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KOTA BATU, SJP</strong> – DPP PDI Perjuangan resmi menetapkan Saifuddin Zuhri sebagai Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Batu periode 2025–2030. Penunjukan ini menegaskan komitmen partai terhadap regenerasi kader melalui mekanisme organisasi yang berjenjang dan terukur.</p>
<p>Saifuddin menggantikan Punjul Santoso, yang sebelumnya menjabat ketua dan kini dipercaya mengemban posisi Wakil Ketua Bidang Kehormatan Partai.</p>
<p>Diwawancarai pada Senin (22/12/2025), dirinya menegaskan penetapan tersebut tertuang dalam Surat Keputusan DPP PDI Perjuangan Nomor 15.04/KPTS-KP/DPP/12/2025 yang ditandatangani Ketua Umum Megawati Soekarnoputri dan Sekretaris Jenderal Hasto Kristiyanto, ditetapkan di Jakarta pada 5 Desember 2025.</p>
<p>Selain posisi ketua, DPP juga menetapkan Khamim Tohari sebagai Sekretaris dan Ganisa Pratiwi Rumpoko sebagai Bendahara DPC.</p>
<p>“Ini amanah besar. Fokus kami ke depan adalah konsolidasi menyeluruh hingga tingkat anak ranting dan memastikan kerja-kerja partai benar-benar dirasakan rakyat,” katanya.</p>
<p>Saifuddin menyebut keputusan DPP merupakan hasil dari proses panjang penjaringan internal yang berlangsung sejak September 2025. Seluruh tahapan, mulai dari penjaringan di tingkat Pengurus Anak Cabang (PAC), rekapitulasi dukungan, hingga uji kelayakan dan kepatutan serta psikotes menjadi dasar pertimbangan DPP sebelum menetapkan kepengurusan definitif.</p>
<p>Sementara itu, Punjul Santoso menyampaikan apresiasi atas keputusan DPP dan menyatakan dukungan penuh terhadap kepemimpinan baru. Menurutnya, penetapan Saifuddin mencerminkan kaderisasi yang sehat dan berkelanjutan di tubuh PDIP Kota Batu.</p>
<p>“Saya mengapresiasi keputusan DPP. Ini bagian dari regenerasi yang harus dihormati bersama. Saya yakin di bawah kepemimpinan Mas Saifuddin, PDIP Kota Batu akan semakin solid dan progresif,” ujar Punjul.</p>
<p>Punjul juga menegaskan dirinya tetap siap berkontribusi menjaga marwah dan kehormatan partai sesuai amanah baru yang diberikan. Ia juga mengajak seluruh kader untuk merapatkan barisan dan mengakhiri dinamika internal pascapenetapan. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Ketatnya Standar SLHS Jadi Tantangan Utama Dapur SPPG di Kota Batu</title>
<link>https://suarajatimpost.com/ketatnya-standar-slhs-jadi-tantangan-utama-dapur-sppg-di-kota-batu</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/ketatnya-standar-slhs-jadi-tantangan-utama-dapur-sppg-di-kota-batu</guid>
<description><![CDATA[ Ketatnya sertifikasi SLHS membuat Dinkes Kota Batu menegaskan pengawasan tetap dilakukan secara intensif meski banyak sertifikat belum terbit di beberapa dapur MBG. Pemantauan rutin terus berjalan untuk memastikan proses pengolahan dan distribusi makanan tetap aman ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202512/image_870x580_694939275b59e.webp" length="22020" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 22 Dec 2025 20:19:04 +0700</pubDate>
<dc:creator>Choirul Anwar</dc:creator>
<media:keywords>Kota Batu, Dapur MBG, SLHS, saurajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KOTA BATU, SJP</strong> – Proses sertifikasi Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) bagi dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kota Batu menunjukkan bahwa standar keamanan pangan yang diterapkan pemerintah tergolong ketat dan tidak bisa ditempuh secara instan. Hingga pertengahan Desember 2025, baru satu dapur SPPG yang dinyatakan memenuhi seluruh persyaratan teknis dan administrasi.</p>
<p>Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Batu, Aditya Prasaja pada Senin (22/12/2025) bahwa dapur SPPG Sulaiman Al Haj di Kelurahan Dadaprejo, Kecamatan Junrejo, menjadi dapur pertama yang berhasil lolos sertifikasi setelah melalui rangkaian inspeksi kesehatan lingkungan dan uji laboratorium berlapis.</p>
<p>"Capaian ini sekaligus menjadi gambaran bahwa kesiapan dapur menjadi faktor penentu utama terbitnya SLHS. Sertifikasinyamemang dirancang untuk memastikan keamanan pangan benar-benar terjaga. Karena itu, seluruh tahapan harus dilalui tanpa pengecualian," urainya.</p>
<p>Dari hal tersebut, Adit menegaskan bahwa serrtifikasi bukan hanya sekedar formalitas sehingga aemua dapur harus memenuhi standar yang sama demi menjamin keamanan makanan yang dikonsumsi masyarakat.</p>
<p>Data Dinkes Kota Batu mencatat, dari 19 dapur SPPG yang mengajukan sertifikasi, enam dapur belum beroperasi. Sementara 13 dapur aktif masih harus memperbaiki sejumlah aspek teknis agar mampu mencapai nilai minimal kelayakan.</p>
<p>Tenaga Sanitasi Lingkungan Ahli Muda Dinkes Kota Batu, Esty Setya Windari, menjelaskan bahwa asesmen meliputi pemeriksaan menyeluruh mulai dari kualitas air, kebersihan alat masak, sampel makanan, hingga kesehatan dan sertifikasi penjamah makanan. Seluruh tahapan tersebut harus mencapai skor minimal 80 agar SLHS dapat diterbitkan.</p>
<p>“Jika nilainya belum memenuhi, dapur harus melakukan perbaikan dan penilaian diulang. Itu sudah prosedur baku. Selain kesiapan dapur, proses uji laboratorium juga menjadi tantangan tersendiri. Seluruh sampel SPPG Kota Batu harus diperiksa di laboratorium Kabupaten Malang yang saat ini melayani ratusan dapur serupa dari berbagai daerah," pungkasnya. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Pemkot Batu Evaluasi Arah Pembangunan Kesehatan Batu SAE 2025, Perkuat Layanan Primer hingga Desa</title>
<link>https://suarajatimpost.com/pemkot-batu-evaluasi-arah-pembangunan-kesehatan-batu-sae-2025-perkuat-layanan-primer-hingga-desa</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/pemkot-batu-evaluasi-arah-pembangunan-kesehatan-batu-sae-2025-perkuat-layanan-primer-hingga-desa</guid>
<description><![CDATA[ Refleksi pembangunan kesehatan ini menegaskan komitmen Pemerintah Kota Batu dalam mewujudkan visi Batu SAE melalui penguatan layanan kesehatan yang terukur, merata, dan berorientasi dampak ditambah dukungan kebijakan, capaian program berbasis desa, penguatan posyandu dan kader kesehatan, hingga pemenuhan sarana layanan menjadi bukti keseriusan Pemkot Batu dalam memastikan kesehatan sebagai fondasi kesejahteraan masyarakat yang berkelanjutan ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202512/image_870x580_694938b31e21c.webp" length="35772" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 22 Dec 2025 19:25:40 +0700</pubDate>
<dc:creator>Choirul Anwar</dc:creator>
<media:keywords>Kota Batu, Evaluasi, Kesehatan, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KOTA BATU, SJP</strong> – Pemerintah Kota Batu merefleksikan implementasi Visi dan Misi Batu SAE 2025 di bidang kesehatan sebagai upaya memastikan kebijakan pembangunan tetap selaras dengan kebutuhan masyarakat.</p>
<p>Wakil Wali Kota Batu, Heli Suyanto pada Senin (22/12/2025) menegaskan bahwa sektor kesehatan merupakan fondasi utama kesejahteraan masyarakat dan menjadi prioritas dalam pembangunan Kota Batu.</p>
<p>Pemerintah Kota Batu, kata dia, secara konsisten mengarahkan kebijakan kesehatan pada layanan yang terukur, merata, dan berdampak langsung bagi warga.</p>
<p>“Batu SAE menempatkan kesehatan warga sebagai fondasi kesejahteraan. Kebijakan kesehatan kami berbasis layanan promotif, preventif, kuratif, hingga rehabilitatif, dengan capaian yang terukur, akses merata, dan manfaat langsung bagi masyarakat,” tegasnya.</p>
<p>Capaian tersebut terlihat dari penguatan layanan kesehatan berbasis wilayah. Hingga kini, 18 dari 24 desa dan kelurahan di Kota Batu telah memiliki Unit Pelayanan Kesehatan Desa dan Kelurahan (UPKDK) yang berfungsi sebagai garda terdepan pelayanan kesehatan masyarakat.</p>
<p>Selain itu, Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) telah diikuti 76.763 peserta, atau sekitar 34,05 persen dari total penduduk Kota Batu sebanyak 225.408 jiwa.</p>
<p>Pada level layanan dasar, Pemkot Batu juga memperkuat peran komunitas melalui keberadaan 193 Posyandu Integrasi Layanan Primer (ILP) yang didukung oleh 2.322 kader kesehatan aktif di seluruh wilayah Kota Batu. Keberadaan posyandu dan kader tersebut menjadi penopang penting dalam layanan promotif dan preventif berbasis masyarakat.</p>
<p>“Penguatan layanan kesehatan tidak hanya soal program, tetapi juga dukungan sarana yang memadai agar pelayanan di lapangan semakin optimal,” imbuhnya.</p>
<p>Sebagai bentuk dukungan konkret terhadap peningkatan kualitas layanan kesehatan, Heli Suyanto turut menyerahkan 10 unit tensimeter digital dan 1 unit timbangan digital kepada puskesmas di Kota Batu.</p>
<p>Bantuan tersebut diharapkan dapat menunjang deteksi dini serta pemantauan kondisi kesehatan masyarakat secara lebih akurat dan berkelanjutan.<strong> (*)</strong></p>
<p><strong>Editor: Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>BNS Hadirkan “Northpole: Village of Wonder” Sambut Perayaan Natal 2025</title>
<link>https://suarajatimpost.com/bns-hadirkan-northpole-village-of-wonder-sambut-perayaan-natal-2025</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/bns-hadirkan-northpole-village-of-wonder-sambut-perayaan-natal-2025</guid>
<description><![CDATA[ Pengunjung juga dapat menikmati Theater Northpole yakni Village of Wonder dimana sebelum memasuki momen favorit, yakni Santa berbagi kado Natal. Pada malam hari, BNS menggelar kegiatan sosial berupa santunan di Food Garden, dilanjutkan dengan Opening Christmas Fountain dan Spectacular Show Special Christmas, yang ditutup dengan Flashmob Special Christmas sebagai penanda puncak perayaan ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202512/image_870x580_6947dc2c0c598.webp" length="40542" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sun, 21 Dec 2025 20:01:11 +0700</pubDate>
<dc:creator>Choirul Anwar</dc:creator>
<media:keywords>Kota Batu, BNS, Northpolre, sauarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KOTA BATU, SJP</strong> – Batu Night Spectacular (BNS) menghadirkan konsep spesial Natal bertajuk “Northpole: Village of Wonder” untuk memeriahkan Perayaan Natal 2025 di Kota Wisata Batu. Konsep ini mengusung transformasi kawasan BNS menjadi desa ajaib khas Kutub Utara yang penuh cahaya, dekorasi salju, dan suasana meriah.</p>
<p>Manager Marketing and Public Relations Jawa Timur Park Group, Titik S. Ariyanto pada Minggu (21/12/2025) mengatakan konsep tersebut dirancang untuk memberikan pengalaman visual yang megah dan berbeda selama momen Natal.</p>
<p>“Tahun ini BNS kami transformasikan menjadi Northpole: Village of Wonder dengan sentuhan dekorasi imersif, instalasi cahaya, dan karakter Natal yang diharapkan bisa memberikan pengalaman paling berkesan bagi pengunjung,” ujar Titik.</p>
<p>Sepanjang perayaan Natal, setiap sudut BNS dihiasi ornamen khas Natal, dekorasi salju, serta beragam spot foto tematik. Pengunjung juga disuguhi kejutan interaktif yang dapat dinikmati oleh semua kalangan, baik keluarga maupun wisatawan umum.</p>
<p>Rangkaian kegiatan spesial Natal akan berlangsung pada 7–29 Desember 2025. Aktivitas yang disiapkan antara lain Santa bagi-bagi kado, berbagai challenge dan kegiatan kreatif seperti challenge menyusun kado, hias pohon Natal, suara Santa, hingga giant TTS special Christmas. Menjelang akhir rangkaian, BNS kembali menghadirkan Challenge Menyusun Kado edisi kedua pada 25–29 Desember 2025.</p>
<p>"Puncak perayaan Natal akan digelar pada 26, 27, dan 28 Desember 2025 melalui Show Northpole: Village of Wonder. Pertunjukan ini menggabungkan parade, tarian, teater, interaksi karakter, serta pembagian hadiah oleh Santa," imbuhnya.</p>
<p>Rangkaian dimulai dengan Preparation Show pukul 15.00, dilanjutkan Parade Start from Maze of Horror, serta Welcome Dance di Carnival yang mengajak pengunjung masuk ke area Northpole dan berinteraksi langsung dengan karakter di Santa’s Workshop.</p>
<p>“Dengan konsep ini, kami ingin menghadirkan suasana Natal yang hangat, meriah, dan penuh keajaiban, sekaligus menjadi destinasi liburan akhir tahun yang menarik bagi wisatawan,” tandasnya. <strong>(adv)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Polres Batu Siapkan Dua Skema Rekayasa Lalu Lintas Hadapi Lonjakan Wisatawan Nataru 2025</title>
<link>https://suarajatimpost.com/polres-batu-siapkan-dua-skema-rekayasa-lalu-lintas-hadapi-lonjakan-wisatawan-nataru-2025</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/polres-batu-siapkan-dua-skema-rekayasa-lalu-lintas-hadapi-lonjakan-wisatawan-nataru-2025</guid>
<description><![CDATA[ Kapolres Batu AKBP Andi Yudha Pranata Andi menegaskan, penerapan kedua skema tersebut bersifat situasional dan akan diberlakukan berdasarkan indikator kepadatan yang terpantau di lapangan. Polres Batu juga telah menyiapkan petugas di pos pengamanan untuk melakukan pemantauan intensif serta pengaturan langsung di titik rawan macet ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202512/image_870x580_69479b749a7f8.webp" length="35042" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sun, 21 Dec 2025 17:42:36 +0700</pubDate>
<dc:creator>Choirul Anwar</dc:creator>
<media:keywords>Kota Batu, Rekayasa, Lalu Lintas</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KOTA BATU, SJP</strong> – Mengantisipasi lonjakan volume kendaraan selama libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025, Polres Batu Polda Jawa Timur menyiapkan dua skema rekayasa lalu lintas utama yang akan diterapkan secara situasional. Dua skema tersebut yakni sistem pasang surut dan sistem satu arah (one way), yang diberlakukan saat kepadatan arus dinilai sudah mengganggu kelancaran lalu lintas wisata.</p>
<p>Kapolres Batu AKBP Andi Yudha Pranata mengatakan rekayasa lalu lintas disiapkan sebagai langkah antisipatif mengingat Kota Batu merupakan daerah tujuan wisata yang selalu mengalami peningkatan signifikan jumlah kendaraan saat libur panjang. Penanganan dilakukan berbasis pemantauan lapangan dan indikator kepadatan di titik-titik krusial.</p>
<p>“Jika terjadi peningkatan volume kendaraan yang cukup parah, kami akan menerapkan dua skema rekayasa lalu lintas. Ini untuk memastikan arus tetap bergerak dan tidak terjadi kemacetan panjang,” paparnya pada Minggu (21/12/2025).</p>
<p>Skema pertama adalah sistem pasang surut dengan pola dua jalur naik dan satu jalur turun. Pada kondisi normal, jalur menuju dan keluar Kota Batu masing-masing memiliki dua lajur. Namun saat diberlakukan pasang surut, konfigurasi diubah menjadi tiga lajur menuju Kota Batu dan satu lajur keluar kota. Rekayasa ini akan diterapkan mulai Simpang Tiga Pendem hingga Simpang Tiga Jalan Dewi Sartika.</p>
<p>Sementara skema kedua adalah sistem satu arah atau one way. Dalam penerapannya, kendaraan dari arah Malang maupun Surabaya yang menuju Kota Batu melalui Pertigaan Pendem akan diarahkan melewati Jalan Ir Soekarno. Sebaliknya, kendaraan dari Kota Batu yang menuju Surabaya akan dialihkan melalui jalur alternatif Jalan Wukir di samping Batu Town Square (Batos), sedangkan tujuan Kota Malang diarahkan melalui Jalan Oro-Oro Ombo.</p>
<p>Selain rekayasa lalu lintas besar, Polres Batu juga menerapkan rekayasa sederhana seperti pemasangan water barrier untuk mencegah crossing, converging, dan diverging di persimpangan, serta menerjunkan personel langsung ke lokasi kepadatan guna mempercepat penguraian arus.</p>
<p>“Semua langkah ini kami siapkan agar mobilitas wisatawan tetap lancar dan aktivitas liburan di Kota Batu berjalan aman dan nyaman,” tandasnya. (*)</p>
<p>Editor: Danu</p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Hadapi Lonjakan Wisatawan Nataru, Pemkot Batu Jaga Kenyamanan Kota Wisata</title>
<link>https://suarajatimpost.com/pemkot-batu-keluarkan-himbauan-dan-aturan-jelang-perayaan-nataru</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/pemkot-batu-keluarkan-himbauan-dan-aturan-jelang-perayaan-nataru</guid>
<description><![CDATA[ Wakil Wali Kota Batu Heli Suyanto mengajak masyarakat merayakan Natal dan Tahun Baru dengan tertib, aman, dan bertanggung jawab karena apabila suasana kondusif maka Kota Batu bisa terus terjaga dan membuat pergerakan roda perekonomian semakin kencang serta menjadi kota terfavorit untuk merayakan peak season ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202512/image_870x580_6947969b19da8.webp" length="16994" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sun, 21 Dec 2025 16:41:01 +0700</pubDate>
<dc:creator>Choirul Anwar</dc:creator>
<media:keywords>Kota Batu, Nataru, Himbauan</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p>KOTA BATU, SJP — Pemerintah Kota Batu memfokuskan upaya pada kenyamanan wisatawan dan masyarakat selama perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru), seiring meningkatnya aktivitas dan lonjakan kunjungan ke kota wisata tersebut.</p>
<p>Wakil Wali Kota Batu Heli Suyanto mengatakan, momen Nataru selalu menjadi periode puncak kunjungan wisata, sehingga pemerintah daerah menyiapkan berbagai langkah untuk memastikan Kota Batu tetap aman, tertib, dan nyaman bagi pengunjung.</p>
<p>“Perayaan boleh dilakukan, tetapi harus tetap mengedepankan ketertiban umum, keamanan, dan keselamatan. Kota Batu adalah kota wisata, jadi kenyamanan masyarakat dan pengunjung harus dijaga bersama,” ujar Heli, Minggu (21/12/2025).</p>
<p>Heli menegaskan, Pemkot Batu tetap memperbolehkan penggunaan kembang api dan perangkat suara selama perayaan, sepanjang tidak mengganggu ketertiban umum maupun kenyamanan pengguna fasilitas publik. Pemerintah daerah juga melakukan pengamanan terpadu bersama TNI dan Polri di sejumlah titik strategis, seperti kawasan wisata, pusat keramaian, dan tempat ibadah.</p>
<p>Selain pengamanan, Pemkot Batu melakukan penertiban terhadap aktivitas yang berpotensi mengganggu kenyamanan wisatawan, termasuk keberadaan pedagang kaki lima (PKL) liar dan praktik parkir sembarangan di sekitar destinasi wisata.</p>
<p>Pemkot Batu juga mengimbau wisatawan dan masyarakat untuk mematuhi pengaturan lalu lintas selama libur akhir tahun guna menghindari kemacetan, serta mengikuti arahan petugas di lapangan demi kelancaran arus kendaraan.</p>
<p>Seiring tingginya mobilitas wisatawan di musim hujan, pemerintah daerah turut meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem dan risiko bencana. Seluruh jajaran diminta siaga agar pelayanan publik dan fasilitas pendukung pariwisata tetap berjalan optimal selama libur Nataru.</p>
<p>Dengan langkah tersebut, Pemkot Batu berharap para wisatawan dapat menikmati libur akhir tahun dengan aman dan nyaman, sekaligus menjaga citra Kota Batu sebagai destinasi wisata unggulan. (*)</p>
<p>Editor: <strong>Danu</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>PKB Kota Batu Fokuskan Gerakan Tanam Pohon di TPA dan Kawasan Rawan Lingkungan</title>
<link>https://suarajatimpost.com/pkb-kota-batu-fokuskan-gerakan-tanam-pohon-di-tpa-dan-kawasan-rawan-lingkungan</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/pkb-kota-batu-fokuskan-gerakan-tanam-pohon-di-tpa-dan-kawasan-rawan-lingkungan</guid>
<description><![CDATA[ Ketua DPC PKB Kota Batu Nurochman menekankan kepedulian terhadap lingkungan harus diterjemahkan dalam tindakan nyata dan konsisten. Mulai dari pengelolaan sampah, perlindungan kawasan hijau, hingga keterlibatan masyarakat dalam menjaga alam di sekitarnya ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202512/image_870x580_694793d6ddc21.webp" length="186444" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sun, 21 Dec 2025 16:00:20 +0700</pubDate>
<dc:creator>Choirul Anwar</dc:creator>
<media:keywords>Kota Batu, PKB, Tanam Pohon</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KOTA BATU, SJP</strong> – Gerakan Nusantara Menanam Ribuan Pohon Serempak se-Jawa Timur yang digagas Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) di Kota Batu diarahkan pada lokasi-lokasi dengan tingkat kerentanan lingkungan tinggi. Salah satunya kawasan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Tlekung, Kecamatan Junrejo, yang menjadi titik awal penanaman ratusan pohon pada Minggu (21/12/2025).</p>
<p>Ketua DPC PKB Kota Batu sekaligus Wali Kota Batu Nurochma mengatakan, pemilihan TPA Tlekung bukan tanpa alasan. Area ini dinilai membutuhkan penguatan vegetasi untuk menekan risiko degradasi lingkungan, bau, serta potensi gangguan ekosistem di sekitarnya.</p>
<p>"Penanaman pohon di kawasan TPA dan wilayah rawan lainnya merupakan langkah strategis, bukan sekadar simbolik. Sehingga pendekatan lingkungan harus menyentuh titik-titik krusial yang selama ini kurang mendapat perhatian," urainya.</p>
<p>Lebih lanjut, menanam pohon di lokasi seperti TPA juga adalah upaya memperbaiki fungsi lingkungan. Kalau kita serius ingin mencegah bencana sehingga perbaikan harus dimulai dari area yang paling rentan.</p>
<p>Dari total 500 bibit yang diterima Kota Batu, PKB tidak hanya menanam di satu lokasi. Sejumlah kawasan lain telah dipetakan untuk tahap lanjutan, seperti Arboretum Sumberbrantas, lereng Gunung Panderman, Dusun Brau, Gunung Banyak, hingga Bukit Jengkoang. Kawasan tersebut dinilai memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem dan sumber daya air.</p>
<p>"Penanaman ini sekaligus diarahkan untuk menjaga keberlanjutan sumber mata air yang menjadi penopang utama sektor pertanian dan pariwisata Kota Batu," imbuhnya.</p>
<p>Pria yang akrab disapa Cak Nur ini juga membeberkan gerakan ini merupakan tindak lanjut hasil musyawarah wilayah DPW PKB Jawa Timur, yang mendorong seluruh DPC berkontribusi nyata melalui pengadaan dan penanaman bibit pohon. Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar mengingatkan pentingnya pemulihan bumi akibat kerusakan oleh manusia juga menjadi landasan utama gerakan ini.</p>
<p>"Selain sebagai agenda partai, penanaman pohon ini dinilai sejalan dengan program Pemerintah Kota Batu terkait perawatan lingkungan berkelanjutan. Fokusnya bukan hanya pada penghijauan, tetapi juga pencegahan bencana dan perlindungan ruang hidup masyarakat," tandasnya. (*)</p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Cuaca Ekstrem dan Ledakan Wisata Jadi Ujian Berat Pengamanan Nataru di Kota Batu</title>
<link>https://suarajatimpost.com/cuaca-ekstrem-dan-ledakan-wisata-jadi-ujian-berat-pengamanan-nataru-di-kota-batu</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/cuaca-ekstrem-dan-ledakan-wisata-jadi-ujian-berat-pengamanan-nataru-di-kota-batu</guid>
<description><![CDATA[ Operasi Lilin Semeru 2025 tidak hanya menjadi agenda rutin akhir tahun, tetapi juga ujian kesiapan Kota Batu menghadapi tekanan pariwisata di tengah risiko cuaca ekstrem. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202512/image_870x580_69468acb93f45.webp" length="28716" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sat, 20 Dec 2025 19:42:26 +0700</pubDate>
<dc:creator>Choirul Anwar</dc:creator>
<media:keywords>Kota Batu, Polres, Ledakan Wisatawan, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KOTA BATU, SJP</strong> – Lonjakan wisatawan di tengah ancaman cuaca ekstrem menjadikan pengamanan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 di Kota Batu sebagai salah satu yang paling kompleks dalam beberapa tahun terakhir.</p>
<p>Polres Batu menilai kombinasi tingginya okupansi hotel, peningkatan volume kendaraan, serta potensi bencana alam menjadi tantangan utama selama Operasi Lilin Semeru 2025.</p>
<p>Kapolres Batu AKBP Andi Yudha Pranata pada Sabtu (20/12/2025) menegaskan tren okupansi hotel yang telah menyentuh 73–80 persen menjadi indikator kuat meningkatnya arus wisata.</p>
<p>Dengan kapasitas hampir 10 ribu kamar hotel, jumlah kendaraan yang masuk ke Kota Batu diperkirakan mencapai 15 ribu unit setiap akhir pekan. Kondisi ini berpotensi menimbulkan kepadatan lalu lintas serius, terutama di jalur penghubung Batu–Malang.</p>
<p>"Untuk itu kami mengedepankan pendekatan preventif dan preemtif dengan melibatkan 442 personel gabungan dalam Operasi Lilin Semeru 2025 yang berlangsung 20 Desember 2025 hingga 2 Januari 2026. Selain pengamanan ibadah Natal dan malam pergantian tahun, fokus operasi diperluas pada mitigasi bencana dan manajemen lalu lintas kawasan wisata," urainya. </p>
<p>Salah satu strategi kunci adalah pembentukan Tim Urai Lalu Lintas yang bersifat quick response untuk menangani kemacetan, kendaraan mogok, dan kecelakaan. Pospam juga ditempatkan di titik-titik rawan seperti Simpang Empat Pesanggrahan dan Exit Songgoriti, yang kerap menjadi simpul kepadatan.</p>
<p>Tak hanya aspek lalu lintas, Polres Batu turut memetakan potensi kerawanan sosial dan ekonomi selama libur panjang, mulai dari lonjakan aktivitas ibadah, penumpukan sampah wisata, stabilitas harga sembako, hingga ketersediaan BBM, gas, dan air bersih. Ancaman keamanan lain seperti penipuan daring, peredaran narkoba, hingga potensi terorisme juga masuk dalam radar pengamanan.</p>
<p>"Melalui koordinasi lintas sektoral dengan TNI, pemerintah daerah, BPBD, pelaku pariwisata, dan instansi terkait, Polres Batu menegaskan komitmennya menghadirkan pengamanan yang adaptif terhadap dinamika lapangan," tandasnya.<strong> (*)</strong></p>
<p><strong>Editor: Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Pemprov Jatim Tegaskan Dukungan Program Strategis Kota Batu Lewat Penguatan SDM ASN</title>
<link>https://suarajatimpost.com/pemprov-jatim-tegaskan-dukungan-program-strategis-kota-batu-lewat-penguatan-sdm-asn</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/pemprov-jatim-tegaskan-dukungan-program-strategis-kota-batu-lewat-penguatan-sdm-asn</guid>
<description><![CDATA[ Melalui penguatan sinergi antara Pemkot Batu dan Pemprov Jatim, diharapkan kebijakan pembangunan daerah dapat berjalan lebih terintegrasi, berkelanjutan, dan benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202512/image_870x580_69468a0d0a4e8.webp" length="28384" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sat, 20 Dec 2025 19:13:05 +0700</pubDate>
<dc:creator>Choirul Anwar</dc:creator>
<media:keywords>Kota Batu, Pemprov Jatim, Dukungan, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KOTA BATU, SJP</strong> – Pemerintah Provinsi Jawa Timur menegaskan komitmennya untuk memperkuat sinergi kebijakan dan pembiayaan program strategis Pemerintah Kota Batu, melalui penguatan kualitas sumber daya manusia aparatur.</p>
<p>Wali Kota Batu Nurochman pada Sabtu (20/12/2025) menegaskan, Pemkot Batu mendapatkan dukungan penuh dari Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Timur Adhy Karyono yang menyampaikan kesiapan Pemprov Jatim untuk mengawal dan menyelaraskan kebijakan daerah Kota Batu dengan kebijakan provinsi maupun nasional.</p>
<p>"Menurut Sekda Pemprov Jatim, kepemimpinan daerah yang adaptif menjadi faktor kunci dalam memastikan kolaborasi lintas pemerintahan berjalan efektif. Apalagi kepempimpinan yang terbuka terhadap pembelajaran dan perubahan menjadi modal penting dalam menyatukan arah kebijakan pembangunan," urainya.</p>
<p>Terlebih hal tersebut dinilai mempermudah koordinasi antar-organisasi perangkat daerah (OPD) serta mempercepat implementasi program prioritas yang berdampak langsung bagi masyarakat.</p>
<p>Sehingga dukungan yang akan diberikan pada Pemkot Batu tidak hanya bersifat koordinatif, tetapi juga menyangkut penguatan pembiayaan program strategis, termasuk Program 1.000 Sarjana yang diposisikan sebagai investasi sosial jangka panjang untuk meningkatkan daya saing daerah dan kualitas generasi muda.</p>
<p>"Kami dari Pemkot Batu menempatkan penguatan kapasitas ASN sebagai fondasi utama dalam memastikan kebijakan dapat dieksekusi secara disiplin, adaptif, dan berorientasi pada hasil. Melalui capacity building ini, ASN didorong memahami kepemimpinan sebagai kerja sistemik yang mengedepankan kolaborasi, pemanfaatan teknologi, serta pengambilan keputusan yang objektif dan berkeadilan," imbuhnya. </p>
<p>Pendekatan kepemimpinan berbasis nilai kemanusiaan juga menjadi perhatian utama karena dapat memberikan perspektif tentang pentingnya empati, ketangguhan, dan pendekatan humanis dalam kepemimpinan birokrasi serta pelayanan publik. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor: Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Insentif Sosial Pemkot Batu Jadi Penguat Kemandirian Warga</title>
<link>https://suarajatimpost.com/insentif-sosial-pemkot-batu-jadi-penguat-kemandirian-warga</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/insentif-sosial-pemkot-batu-jadi-penguat-kemandirian-warga</guid>
<description><![CDATA[ Melalui pendekatan langsung, tepat sasaran, dan berkelanjutan, program  Insentif Lanjut Usia dan Disabilitas Tahap II Tahun 2025 ini diharapkan mampu memperkuat ketahanan keluarga penerima, membuka peluang produktivitas, serta memastikan kelompok rentan tetap mendapatkan ruang dan kesempatan yang setara dalam pembangunan daerah. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202512/image_870x580_6946893ad9b7e.webp" length="57150" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sat, 20 Dec 2025 18:47:03 +0700</pubDate>
<dc:creator>Choirul Anwar</dc:creator>
<media:keywords>Kota Batu, Insentif Sosial, Kemandirian, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KOTA BATU, SJP</strong> – Program perlindungan sosial Pemerintah Kota Batu terus diarahkan agar tidak berhenti pada bantuan konsumtif semata dan digerakkan untuk menggerakkan kemandirian masyarakat dalam menggerakkan roda perekonomian di kota yang terkenal akan destinasi wisatanya tersebut.</p>
<p>Wali Kota Nurochman pada Sabtu (20/12/2025) menegaskan, kebijakan sosial Pemkot Batu menempatkan kelompok rentan sebagai prioritas pembangunan yang inklusif dan berkeadilan.</p>
<p>"Intinya pemerintah harus hadir sejak dini untuk memastikan setiap warga, termasuk lansia dan penyandang disabilitas, memiliki kesempatan hidup yang layak," urainya.</p>
<p>Ia juga menegaskan, Pemkot Batu memastikan program insentif tersebut terus dilaksanakan secara berkelanjutan dengan pendekatan yang lebih berdampak, menyentuh kebutuhan riil warga sekaligus mendorong kemandirian keluarga penerima manfaat.</p>
<p>Pria yang akrab disapa Cak Nur tersebut menambahkan, program ini dirancang untuk menjaga keberdayaan lansia agar tetap aktif, mandiri, dan produktif.</p>
<p>"Semoga bantuan ini dapat membantu pemenuhan kebutuhan dasar dan pendampingan tumbuh kembang anak disabilitas dan kemandirian lansia serta mampu menekan angka kemiskinan di Kota Batu," imbuhnya.</p>
<p>Salah seorang penerima, Salamah yang merupakan lansia asal Dusun Dadapan, Desa Pandanrejo menerima bantuan tunai Rp3 juta. Tak hanya itu, ia juga menjadi bagian dari Program Sekolah Lansia yang memberikan dukungan rutin Rp600 ribu setiap tiga bulan.</p>
<p>"Dari bantuan yang sebelumnya diterima, saya akhirnya bisa mengembangkan usaha olahan ikan asin menjadi produk peyek ikan asin yang kini dipasarkan secara mandiri di lingkungan sekitar," pungkasnya.<strong> (*)</strong></p>
<p><strong>Editor: Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Layanan Akta Kematian Tuntas di Desa, Dispendukcapil Batu Pangkas Antrean dan Jarak Warga</title>
<link>https://suarajatimpost.com/layanan-akta-kematian-tuntas-di-desa-dispendukcapil-batu-pangkas-antrean-dan-jarak-warga</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/layanan-akta-kematian-tuntas-di-desa-dispendukcapil-batu-pangkas-antrean-dan-jarak-warga</guid>
<description><![CDATA[ Melalui pola layanan ini, Dispendukcapil Kota Batu menargetkan pelayanan adminduk yang lebih efisien, terjangkau, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat, sekaligus mengurangi kepadatan layanan di tingkat kota ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202512/image_870x580_6943ea8583413.webp" length="27222" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 18 Dec 2025 19:59:32 +0700</pubDate>
<dc:creator>Choirul Anwar</dc:creator>
<media:keywords>Kota Batu, Akta Kematian, Pemdes, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KOTA BATU, SJP</strong> – Pemerintah Kota Batu melalui Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil) melakukan terobosan layanan administrasi kependudukan dengan menuntaskan pengurusan Akta Kematian dan pembaruan Kartu Keluarga (KK) langsung di tingkat desa dan kelurahan.</p>
<p>Kebijakan ini menjadi langkah konkret memangkas antrean, jarak tempuh, dan beban administrasi warga, khususnya saat menghadapi peristiwa duka.</p>
<p>Wakil Wali Kota Batu Heli Suyanto pada Kamis (18/12/2025) menjelaskan, desentralisasi layanan ini dirancang untuk mempercepat proses sekaligus meningkatkan efektivitas pelayanan publik. Seluruh tahapan kini terintegrasi secara digital tanpa mengharuskan warga datang ke Mal Pelayanan Publik (MPP) Among Warga.</p>
<p>“Berdasarkan laporan dari Dispendukcapil, alhamdulillah untuk sekarang penerbitan Akta Kematian dan pembaruan KK sekarang bisa diselesaikan sepenuhnya di desa atau kelurahan. Warga tidak perlu lagi datang ke kantor dinas,” ujarnya.</p>
<p>Skema layanan dimulai dari pelaporan kematian kepada Ketua RT untuk memperoleh surat keterangan. Berkas tersebut kemudian diproses di kantor desa atau kelurahan, di mana operator melakukan pemindaian dan pengunggahan dokumen melalui Aplikasi APEL Batu. Data yang masuk langsung diverifikasi oleh Dispendukcapil.</p>
<p>Setelah verifikasi selesai, dokumen disahkan secara digital menggunakan Tanda Tangan Elektronik (TTE) Kepala Dispendukcapil. Akta Kematian dan KK terbaru selanjutnya dikirim kembali ke desa untuk dicetak dan diserahkan kepada keluarga.</p>
<p>"Sistem ini bukan hanya mempercepat layanan, tetapi juga memperkuat peran desa dan kelurahan sebagai ujung tombak pelayanan administrasi kependudukan. Semua proses kami buat ringkas, terukur, dan terintegrasi teknologi,” tandasnya. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Pemkot Batu Percepat Sertifikasi Aset Tanah Daerah</title>
<link>https://suarajatimpost.com/pemkot-batu-percepat-sertifikasi-aset-tanah-daerah</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/pemkot-batu-percepat-sertifikasi-aset-tanah-daerah</guid>
<description><![CDATA[ Melalui percepatan sertifikasi aset tanah, Pemerintah Kota Batu menargetkan tata kelola aset yang lebih tertib, transparan, dan berorientasi pada peningkatan kualitas pelayanan publik serta keberlanjutan pembangunan daerah ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202512/image_870x580_6943e7e76d32f.webp" length="43360" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 18 Dec 2025 19:40:03 +0700</pubDate>
<dc:creator>Choirul Anwar</dc:creator>
<media:keywords>Kota Batu, 877 Bidang, Sertifikasi, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KOTA BATU, SJP</strong> – Pemerintah Kota Batu mempercepat sertifikasi aset tanah daerah sebagai langkah strategis pengamanan aset publik. Wali Kota Batu, Nurochman menegaskan percepatan ini penting untuk mencegah potensi sengketa serta memastikan aset daerah dapat dimanfaatkan secara maksimal untuk kepentingan masyarakat.</p>
<p>Pria yang akrab disapa Cak Nur tersebut pada Kamis (18/12/205) bahwa legalitas aset menjadi fondasi utama dalam tata kelola pemerintahan yang tertib dan akuntabel.</p>
<p>“Pengamanan aset daerah tidak bisa ditunda. Sertifikasi tanah adalah bentuk perlindungan hukum agar aset milik pemerintah benar-benar aman dan bisa digunakan untuk pelayanan publik tanpa risiko hukum,” ujarnya.</p>
<p>Ia menyebutkan, kepastian status hukum aset tanah akan memperlancar perencanaan pembangunan, pemeliharaan fasilitas umum, hingga optimalisasi pemanfaatan lahan milik pemerintah. Tanpa sertifikat, aset rawan disalahgunakan atau disengketakan, yang pada akhirnya merugikan masyarakat.</p>
<p>Terlebih data Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Kota Batu mencatat, total aset tanah Pemkot Batu mencapai sekitar 877 bidang yang meliputi tanah jalan, tanah bidang, serta prasarana, sarana, dan utilitas (PSU). Saat ini, proses sertifikasi dilakukan secara bertahap, termasuk untuk tanah jalan dan tanah bidang yang telah diserahkan pada kegiatan tersebut.</p>
<p>“Ini bukan sekadar administrasi, tetapi upaya menjaga aset publik agar benar-benar memberi manfaat jangka panjang bagi warga Kota Batu,” imbuhnya.</p>
<p>Cak Nur juga mengapresiasi sinergi BPN dan Kejaksaan Negeri Batu dalam mendukung penertiban dan pengamanan aset daerah. Kolaborasi lintas sektor ini dinilai krusial untuk memastikan seluruh proses berjalan sesuai ketentuan hukum. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Pemkot Batu Perkuat Kesiapsiagaan Wilayah Jelang Libur Nataru</title>
<link>https://suarajatimpost.com/pemkot-batu-perkuat-kesiapsiagaan-wilayah-jelang-libur-nataru</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/pemkot-batu-perkuat-kesiapsiagaan-wilayah-jelang-libur-nataru</guid>
<description><![CDATA[ Forkopimda hingga pemerintah desa dan kelurahan menegaskan komitmen menghadapi libur Natal dan Tahun Baru secara terencana dan berbasis kondisi lapangan, baik dalam menjaga stabilitas keamanan, kelancaran pelayanan publik, maupun kesiapsiagaan bencana, sehingga peningkatan aktivitas akhir tahun dapat diimbangi dengan rasa aman dan kondusivitas wilayah yang tetap terjaga ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202512/image_870x580_6943e727d7e1d.webp" length="32050" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 18 Dec 2025 19:22:52 +0700</pubDate>
<dc:creator>Choirul Anwar</dc:creator>
<media:keywords>Kota Batu, Forkopimda, Lonjakan Aktifitas, suaarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KOTA BATU, SJP</strong> – Menjelang libur Natal dan Tahun Baru, Pemerintah Kota Batu memilih langkah konsolidatif dengan mempertemukan seluruh unsur kewilayahan untuk melakukan penyamaan persepsi lintas level pemerintahan untuk mengantisipasi lonjakan aktivitas masyarakat sekaligus potensi bencana alam di akhir tahun.</p>
<p>Wali Kota Batu Nurochman pada Kamis (18/12/2025) menekankan bahwa periode Nataru selalu membawa risiko ganda, meningkatnya mobilitas publik dan kerawanan bencana akibat cuaca ekstrem. Karena itu, ia meminta kesiapsiagaan tidak berhenti pada tataran kebijakan, tetapi diterjemahkan menjadi langkah konkret yang dirasakan langsung di lapangan.</p>
<p>"Desa dan kelurahan menjadi garda terdepan dalam menjaga stabilitas wilayah. Peran mereka dinilai krusial dalam deteksi dini, penyampaian informasi ke masyarakat, hingga respons cepat ketika terjadi gangguan keamanan maupun bencana. Kesiapan wilayah harus terukur dan terkoordinasi. Pemerintah harus benar-benar hadir, bukan sekadar memberi instruksi,” ujarnya.</p>
<p>Menurutnya dimanfaatkan sebagai ruang dialog terbuka antara pemerintah kota, Forkopimda, dan jajaran kewilayahan untuk menyampaikan kondisi riil di lapangan.</p>
<p>Pendekatan tersebut dinilai penting agar kebijakan yang diambil selama masa liburan akhir tahun tidak bersifat normatif, tetapi adaptif terhadap dinamika sosial dan geografis Kota Batu.</p>
<p>Sementara itu Ketua DPRD Kota Batu Didik Subiyanto menegaskan dukungan penuh DPRD dalam memperkuat kesiapsiagaan daerah. Ia menyebut DPRD akan mengoptimalkan fungsi pengawasan dan penganggaran agar mitigasi bencana, seperti banjir dan tanah longsor, benar-benar tertangani dan pelayanan publik tidak terganggu selama Nataru.</p>
<p>"Yang terpenting adalah menargetkan stabilitas wilayah tetap terjaga di tengah meningkatnya aktivitas wisata dan perayaan akhir tahun, sekaligus memastikan masyarakat merasa aman, terlindungi, dan terlayani secara optimal," tandas pria yang akrab disapa Kaji Bianto tersebut. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>HKN ke&amp;61, Kota Batu Soroti Perang Sunyi Melawan TBC dan Stigma Sosial</title>
<link>https://suarajatimpost.com/hkn-ke-61-kota-batu-soroti-perang-sunyi-melawan-tbc-dan-stigma-sosial</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/hkn-ke-61-kota-batu-soroti-perang-sunyi-melawan-tbc-dan-stigma-sosial</guid>
<description><![CDATA[ Melalui momentum HKN ke-61, Pemkot Batu menegaskan arah kebijakan kesehatan yang tidak hanya berfokus pada penghargaan dan capaian, tetapi juga pada kerja-kerja sunyi di lapangan dengan memutus rantai penularan TBC, menghapus stigma, dan memastikan setiap warga mendapatkan akses pengobatan yang layak dan berkelanjutan. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202512/image_870x580_6942a41d23bb3.webp" length="36814" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 17 Dec 2025 22:00:34 +0700</pubDate>
<dc:creator>Choirul Anwar</dc:creator>
<media:keywords>Kota Batu, HKN, TBC, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KOTA BATU, SJP</strong> – Puncak peringatan Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-61 di Kota Batu tidak hanya menjadi ajang seremonial dan pemberian apresiasi, tetapi juga menegaskan fokus pemerintah daerah pada isu kesehatan yang masih kerap luput dari perhatian publik Tuberkulosis (TBC).</p>
<p>Kepala Dinas Kesehatan Kota Batu Aditya Prasaja pada Rabu (17/12/2025) bahwa perang melawan TBC membutuhkan komitmen jangka panjang dan dukungan seluruh lapisan masyarakat. ia menyebut TBC sebagai penyakit “sunyi” yang tidak kasat mata namun memiliki potensi penularan tinggi.</p>
<p>"Meski capaian penemuan dan pengobatan kasus TBC di Kota Batu tergolong baik, tantangan terbesar justru terletak pada kepatuhan pasien menjalani pengobatan hingga tuntas. Pengobatan TBC yang minimal enam bulan kerap terhenti di tengah jalan akibat kurangnya pemahaman dan kuatnya stigma sosial," urainya.</p>
<p>Aditya juga membeberkan jika pengobatan terputus, pasien berisiko menjadi TBC resisten obat sehingga pengobatannya jauh lebih lama, lebih berat, dan biayanya lebih besar.</p>
<p>Ia menambahkan, berbagai metode skrining telah dilakukan, mulai dari pemeriksaan dahak hingga rontgen, namun masih banyak masyarakat enggan memeriksakan diri karena takut dicap negatif.</p>
<p>Sementara itu Wali Kota Batu Nurochman menegaskan bahwa penanggulangan TBC menjadi salah satu komitmen serius pemerintah daerah. Pemkot Batu telah membentuk tim relawan untuk memperkuat edukasi, pendampingan pasien, dan menekan stigma yang masih melekat di masyarakat. Menurutnya, anggapan TBC sebagai aib justru menjadi penghambat utama keberhasilan pengobatan.</p>
<p>“TBC ini bukan soal malu atau tidak. Ini soal kesehatan publik. Tanpa kolaborasi lintas sektor, upaya penanggulangan tidak akan maksimal,” ujar Cak Nur.</p>
<p>Selain menyoroti TBC, Pemkot Batu juga memperkuat layanan kesehatan dasar melalui penyerahan bantuan peralatan antropometri kepada 193 Posyandu serta pemberian Sertifikat Laik Higiene Sanitasi perdana. Langkah ini dinilai sebagai upaya pencegahan jangka panjang untuk menciptakan generasi sehat sejak usia dini. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor: Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>1.233 PPPK Paruh Waktu Resmi Terima SK, Pemkot Batu Amankan Kepastian Status Ribuan Tenaga Non&amp;ASN</title>
<link>https://suarajatimpost.com/1233-pppk-paruh-waktu-resmi-terima-sk-pemkot-batu-amankan-kepastian-status-ribuan-tenaga-non-asn</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/1233-pppk-paruh-waktu-resmi-terima-sk-pemkot-batu-amankan-kepastian-status-ribuan-tenaga-non-asn</guid>
<description><![CDATA[ Penyerahan SK PPPK Paruh Waktu kepada 1.233 pegawai ini menandai langkah konkret Pemkot Batu dalam menutup persoalan lama terkait ketidakpastian status tenaga non-ASN sekaligus memperkuat fondasi birokrasi daerah. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202512/image_870x580_6942a3894202c.webp" length="38266" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 17 Dec 2025 21:40:58 +0700</pubDate>
<dc:creator>Choirul Anwar</dc:creator>
<media:keywords>Kota Batu, SK, Non ASN, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KOTA BATU, SJP</strong> – Pemerintah Kota Batu menuntaskan salah satu pekerjaan besar dalam reformasi birokrasi dengan menyerahkan Surat Keputusan (SK) Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Paruh Waktu kepada 1.233 pegawai. Langkah ini menjadi titik akhir dari ketidakpastian status ribuan tenaga non-ASN yang selama bertahun-tahun menopang layanan publik di Kota Batu.</p>
<p>Wali Kota Batu Nurochman pada Rabu (17/12/2025) menegaskan penyerahan SK dilakukan sebagai komitmen Pemkot Batu dalam menata sumber daya manusia aparatur secara legal, tertib, dan berkelanjutan.</p>
<p>"Kebijakan ini bukan sekadar formalitas administrasi, melainkan bentuk kehadiran negara dalam memberikan kepastian hukum dan kejelasan status kerja bagi pegawai yang telah lama mengabdi. Dengan status PPPK Paruh Waktu, para pegawai kini memiliki posisi yang jelas dalam sistem kepegawaian nasional," ujarnya.</p>
<p>Ia juga menekankan bahwa kepastian status harus berbanding lurus dengan peningkatan kinerja. Pemerintah daerah menaruh harapan besar agar para PPPK paruh waktu mampu bekerja lebih disiplin, profesional, dan fokus pada pelayanan masyarakat, seiring hak dan kewajiban yang kini melekat secara resmi.</p>
<p>Tak hanya itu saja, ia juga mengingatkan bahwa penerima SK telah sah menjadi bagian dari aparatur sipil negara. Karena konsekuensinya, seluruh perilaku dan kinerja, termasuk di ruang publik dan media sosial, harus mencerminkan etika dan integritas ASN sesuai ketentuan perundang-undangan.</p>
<p>"Dengan penyerahan SK ini, Pemkot Batu menegaskan arah kebijakan kepegawaian yang lebih pasti dan terukur. Penataan SDM aparatur tersebut diharapkan berdampak langsung pada stabilitas birokrasi dan peningkatan kualitas pelayanan publik di Kota Batu," imbuhnya.</p>
<p>Dengan kepastian hukum, kewajiban yang jelas, serta pengawasan kinerja yang terukur, kebijakan ini diharapkan oleh Nurochman tidak hanya meningkatkan profesionalisme aparatur, tetapi juga berdampak langsung pada kualitas layanan publik yang lebih stabil, akuntabel, dan responsif bagi masyarakat Kota Batu. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor: Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Lonjakan Wisata Akhir Tahun, Tiga Polres Malang Raya Satukan Strategi Pengamanan Nataru</title>
<link>https://suarajatimpost.com/lonjakan-wisata-akhir-tahun-tiga-polres-malang-raya-satukan-strategi-pengamanan-nataru</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/lonjakan-wisata-akhir-tahun-tiga-polres-malang-raya-satukan-strategi-pengamanan-nataru</guid>
<description><![CDATA[ Kolaborasi Tiga Polres Malang Raya dengan seluruh stakeholder seperti TNI pemerintah daerah, dan seluruh pemangku kepentingan tersebut diarahkan untuk satu tujuan yaknk menjaga stabilitas keamanan dan kenyamanan masyarakat serta wisatawan sehingga perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 di Malang Raya berlangsung aman, tertib, dan kondusif di tengah tingginya arus kunjungan akhir tahun ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202512/image_870x580_6942a2c630c15.webp" length="31602" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 17 Dec 2025 21:19:46 +0700</pubDate>
<dc:creator>Choirul Anwar</dc:creator>
<media:keywords>Kota Batu, Kolaborasi, Nataru, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KOTA BATU, SJP</strong> – Lonjakan arus wisata menjadi perhatian utama aparat kepolisian di Malang Raya menjelang libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026.</p>
<p>Untuk memastikan situasi tetap aman dan terkendali, Polresta Malang Kota, Polres Malang, dan Polres Batu yang menyatukan strategi pengamanan melalui Rapat Koordinasi Lintas Sektoral Operasi Lilin Semeru 2025 di Ballroom Sanika Satyawada.</p>
<p>Kapolres Batu AKBP Andi Yudha Pranata pada Rabu (17/12/2025) menegaskan tiga kolaborasi tersebut akan menitikberatkan pada pengelolaan mobilitas masyarakat dan wisatawan yang diprediksi meningkat signifikan di akhir tahun.</p>
<p>"Kota Batu menjadi salah satu titik krusial. Tingginya minat wisata tercermin dari okupansi hotel yang telah menyentuh angka 73 hingga 80 persen. Dengan kapasitas hampir 10 ribu kamar hotel, arus kendaraan yang masuk ke Kota Batu diperkirakan mencapai 15 ribu unit setiap akhir pekan, terutama melalui jalur penghubung Batu–Malang," urainya.</p>
<p>Kapolres Batu AKBP Andi Yudha Pranata menegaskan, kepolisian tidak hanya mengandalkan pola pengamanan konvensional dengan menyiapkan rekayasa lalu lintas secara situasional. Selain itu pihaknya juga akan memperkuat pengamanan di kawasan wisata dan dilakukan seiring koordinasi intensif dengan pemerintah daerah, pelaku usaha pariwisata, dan instansi terkait.</p>
<p>Selain kepadatan lalu lintas, potensi cuaca ekstrem juga menjadi perhatian bersama. Upaya mitigasi bencana, khususnya risiko tanah longsor, telah disiapkan melalui koordinasi Polres Batu dengan BPBD dan stakeholder lain. Langkah ini menjadi bagian dari pendekatan preventif dan preemtif Operasi Lilin Semeru 2025.</p>
<p>"Sinergi tiga polres di Malang Raya disepakati sebagai kunci utama pengamanan Nataru tahun ini. Melalui pemetaan titik rawan, penguatan komunikasi publik, dan pertukaran informasi lintas wilayah, aparat berupaya memastikan respons cepat terhadap setiap dinamika di lapangan," tandasnya. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor: Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Polisi Dalami Kasus Kekerasan Seksual dan Ancaman Pembunuhan di Vila Batu</title>
<link>https://suarajatimpost.com/polisi-dalami-kasus-kekerasan-seksual-dan-ancaman-pembunuhan-di-vila-batu</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/polisi-dalami-kasus-kekerasan-seksual-dan-ancaman-pembunuhan-di-vila-batu</guid>
<description><![CDATA[ Dalam laporan tersebut terungkap bahwa korban diduga mengalami tekanan psikologis dan ancaman serius. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202512/image_870x580_69411381c6e76.webp" length="30054" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Tue, 16 Dec 2025 16:30:01 +0700</pubDate>
<dc:creator>Choirul Anwar</dc:creator>
<media:keywords>Kota Batu, Kekerasan Seksual, Polres, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><b>BATU, SJP </b>— Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Batu tengah mendalami kasus dugaan kekerasan seksual tragis yang disertai ancaman pembunuhan dan penganiayaan fisik. </p>
<p>Kasus yang menimpa seorang mahasiswi ini secara resmi dilaporkan ke pihak berwajib pada Sabtu (13/12/2025).</p>
<p>Kasat Reskrim Polres Batu, Iptu Joko Suprianto, mengonfirmasi bahwa peristiwa memilukan tersebut terjadi di sebuah vila di Jalan Raya Pandanrejo pada Minggu (16/11/2025) sekitar pukul 21.00 WIB.</p>
<p>"Benar, kami sedang menangani laporan dugaan tindak pidana kekerasan seksual sesuai Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2022. Selain kekerasan seksual, laporan tersebut juga mencakup unsur ancaman pembunuhan serta kekerasan fisik yang dialami korban," ujar dia, Senin (16/12/2025).</p>
<p>Berdasarkan data kepolisian, korban diketahui berinisial RN (20), seorang mahasiswi asal Kota Malang. </p>
<p>Sementara itu, terlapor adalah pria berinisial YWS (22), yang juga berstatus mahasiswa asal Kecamatan Bumiaji, Kota Batu.</p>
<p>Dalam laporan tersebut terungkap bahwa korban diduga mengalami tekanan psikologis dan ancaman serius. </p>
<p>YWS disebut melarang korban meninggalkan lokasi kejadian dan mengancam akan membunuh RN serta anggota keluarganya apabila kemauan terlapor tidak dituruti.</p>
<p>"Korban melaporkan adanya pemukulan berulang kali pada bagian dada dan kepala. Ancaman pembunuhan yang dilontarkan terlapor membuat korban berada dalam kondisi tertekan dan ketakutan luar biasa," papar Joko. </p>
<p>Di bawah ancaman dan kondisi fisik yang melemah akibat penganiayaan itulah, tindak kekerasan seksual diduga terjadi di dalam kamar vila.</p>
<p>Pihak kepolisian bergerak cepat dengan mengamankan sejumlah barang bukti krusial untuk memperkuat konstruksi hukum kasus ini. </p>
<p>Barang bukti tersebut meliputi hasil <em>visum et repertum</em> dari rumah sakit, pakaian yang dikenakan korban saat kejadian, dan keterangan dari sejumlah saksi yang mengetahui peristiwa tersebut.</p>
<p>Joko menegaskan bahwa pihaknya berkomitmen menangani perkara ini secara profesional dan transparan. Saat ini, penyidik masih melakukan pendalaman melalui pemeriksaan saksi-saksi tambahan untuk melengkapi alat bukti.</p>
<p>"Kami menjamin perlindungan terhadap korban selama proses hukum berlangsung. Penanganan perkara ini menjadi prioritas kami guna memastikan keadilan bagi korban," pungkasnya.<b> (*) </b></p>
<p><b>Editor: Syaiful Aries</b></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Perempuan Paruh Baya Jadi Korban Jambret di Batu, Perhiasan Emas Raib</title>
<link>https://suarajatimpost.com/perempuan-paruh-baya-jadi-korban-jambret-di-batu-perhiasan-emas-raib</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/perempuan-paruh-baya-jadi-korban-jambret-di-batu-perhiasan-emas-raib</guid>
<description><![CDATA[ Modus Operandi dan Pelarian Pelaku
Kejadian berlangsung sangat singkat. Kedua pelaku mendekati korban dan langsung merampas perhiasan yang dikenakannya. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202512/image_870x580_69410e2cd4f3b.webp" length="17610" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Tue, 16 Dec 2025 15:30:19 +0700</pubDate>
<dc:creator>Choirul Anwar</dc:creator>
<media:keywords>Kota Batu, Jambret, Sumbergondo</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><b>BATU, SJP </b>— Aksi kriminalitas jalanan kembali meresahkan warga Kota Batu. Seorang perempuan paruh baya menjadi korban penjambretan di kawasan tikungan utara, dekat SMP Negeri 3 Desa Sumbergondo, Kecamatan Bumiaji. </p>
<p>Para pelaku nekat melancarkan aksinya dengan memanfaatkan situasi jalan yang lengang.</p>
<p>Kasat Reskrim Polres Batu, Iptu Joko Suprianto, mengonfirmasi identitas korban adalah Lastri (50), warga setempat. Korban harus merelakan perhiasan emas berupa gelang dan kalung miliknya raib digondol pelaku.</p>
<p>"Berdasarkan keterangan saksi di lokasi, pelaku berjumlah dua orang yang berboncengan sepeda motor. Salah satu pelaku diidentifikasi berjenis kelamin perempuan, sementara satu lainnya laki-laki," ungkap Iptu Joko, Selasa (16/12/2025).</p>
<p>Kejadian berlangsung sangat singkat. Kedua pelaku mendekati korban dan langsung merampas perhiasan yang dikenakannya. </p>
<p>Usai melancarkan aksi tersebut, pelaku segera memacu kendaraan dengan kecepatan tinggi melarikan diri ke arah kawasan Gandon.</p>
<p>Sejumlah warga yang berada di sekitar lokasi sempat memberikan pertolongan setelah mendengar keributan. Namun, upaya pengejaran tidak membuahkan hasil karena pelaku telah jauh meninggalkan tempat kejadian perkara (TKP).</p>
<p>Meski hingga saat ini laporan resmi dari pihak korban belum masuk ke kepolisian, Satreskrim Polres Batu telah mengambil langkah proaktif. </p>
<p>Tim penyidik mulai mengumpulkan keterangan saksi-saksi dan menyisir kemungkinan adanya rekaman kamera pengawas (CCTV) di sekitar rute pelarian pelaku.</p>
<p>"Kami tetap melakukan langkah penyelidikan meskipun laporan formal belum diterima. Anggota sudah di lapangan untuk menggali informasi lebih dalam," tegas Joko.</p>
<p>Pihak kepolisian juga mengeluarkan imbauan keras kepada masyarakat agar lebih waspada, terutama saat melintas di titik-titik rawan atau jalanan yang sepi. </p>
<p>"Kami mengingatkan warga agar tidak mengenakan perhiasan mencolok yang dapat memancing niat jahat pelaku kriminal. Kewaspadaan personal adalah langkah pencegahan awal yang sangat penting," pungkasnya.<b> (*) </b></p>
<p><b>Editor: Syaiful Aries</b></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>PDRB Per Kapita Kota Batu Tembus Rp99,49 Juta, Pemkot Fokus Pertumbuhan Inklusif</title>
<link>https://suarajatimpost.com/pdrb-per-kapita-kota-batu-tembus-rp9949-juta-pemkot-fokus-pertumbuhan-inklusif</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/pdrb-per-kapita-kota-batu-tembus-rp9949-juta-pemkot-fokus-pertumbuhan-inklusif</guid>
<description><![CDATA[ Berdasarkan data terbaru Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2024, Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) atas dasar harga berlaku (ADHB) per kapita Kota Batu mencapai Rp99,49 juta per tahun, menempatkan kota wisata ini di peringkat ketujuh dari 38 kabupaten/kota se-Jawa Timur. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202512/image_870x580_6940fe11abd15.webp" length="23592" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Tue, 16 Dec 2025 15:00:29 +0700</pubDate>
<dc:creator>Choirul Anwar</dc:creator>
<media:keywords>Kota Batu, PDRB ADHB, 10 Besar</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><b>BATU, SJP </b>— Kota Batu berhasil mengukuhkan posisinya dalam jajaran elite ekonomi Jawa Timur. </p>
<p></p>
<p>Berdasarkan data terbaru Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2024, Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) atas dasar harga berlaku (ADHB) per kapita Kota Batu mencapai Rp99,49 juta per tahun, menempatkan kota wisata ini di peringkat ketujuh dari 38 kabupaten/kota se-Jawa Timur.</p>
<p></p>
<p>Meski mencatatkan tren positif dalam empat tahun terakhir, Pemerintah Kota Batu memberikan catatan kritis terhadap laju pertumbuhan tahunan. </p>
<p></p>
<p>Wakil Wali Kota Batu, Heli Suyanto, mengungkapkan bahwa rata-rata pertumbuhan tahunan (compound annual growth rate/CAGR) saat ini berada di angka 5,85 persen, cenderung lebih rendah dibandingkan periode lima tahun sebelumnya.</p>
<p></p>
<p>"Secara historis, pertumbuhan tahun 2024 memang melambat dibandingkan tahun sebelumnya. Kita pernah mencapai puncak pertumbuhan pada 2014 sebesar 11,65 persen, namun juga sempat terkontraksi tajam hingga minus 8,08 persen pada masa pandemi tahun 2020," ujar Heli, Selasa (16/12/2025).</p>
<p></p>
<p>Menyikapi dinamika tersebut, Pemkot Batu telah menyiapkan langkah strategis untuk tahun anggaran 2026. Fokus utama tidak lagi hanya bertumpu pada sektor pariwisata, melainkan diversifikasi ekonomi yang lebih luas untuk menyerap tenaga kerja lokal.</p>
<p></p>
<p>Beberapa poin penguatan ekonomi yang dicanangkan adalah modernisasi pertanian, yakni pengembangan hortikultura bernilai tambah dan industri pengolahan hasil tani.</p>
<p></p>
<p>Selanjutnya adalah digitalisasi UMKM, yakni mendorong pelaku usaha kecil masuk ke ekosistem digital dan ekonomi kreatif.</p>
<p></p>
<p>Ketiga adalah penguatan SDM, yakni pelatihan tenaga kerja yang diselaraskan dengan kebutuhan pasar terkini.</p>
<p></p>
<p>"Kami tidak semata-mata mengejar peringkat di Jawa Timur. Fokus utama pemerintah adalah memastikan pertumbuhan ekonomi ini bersifat inklusif, berkeadilan, dan berdampak langsung pada kesejahteraan serta kualitas hidup masyarakat," tegas Heli.</p>
<p></p>
<p>Capaian Kota Batu sebesar Rp99,49 juta per kapita menempatkannya di tengah persaingan ketat kota-kota industri dan jasa di Jawa Timur.</p>
<p></p>
<p>Sementara itu Sepuluh besar daerah dengan PDRB ADHB per kapita tertinggi di Jawa Timur pada 2024 ditempati oleh Kota Kediri sebesar Rp 565,84 juta per kapita per tahun, disusul Kota Surabaya Rp 264,37 juta, Kabupaten Gresik Rp 138,27 juta, Kabupaten Sidoarjo Rp 136,72 juta, Kabupaten Pasuruan Rp 121,69 juta, Kota Malang Rp 114,72 juta, Kota Batu Rp 99,49 juta, Kabupaten Mojokerto Rp 98,01 juta, Kota Madiun Rp 92,45 juta, dan Kabupaten Bojonegoro Rp 76,81 juta per kapita per tahun.</p>
<p></p>
<p>Ke depan, optimalisasi sektor jasa dan ekonomi kreatif diharapkan mampu menjadi motor penggerak baru agar kontribusi pendapatan di Kota Batu semakin merata dan berkelanjutan bagi seluruh lapisan masyarakat. </p>
<p></p>
<p>"Fokus utama kami adalah memastikan pertumbuhan ekonomi yang inklusif, berkeadilan, dan berdampak langsung pada peningkatan kesejahteraan serta kualitas hidup masyarakat Kota Batu," tandasnya.<b> (*)</b></p>
<p><b>Editor: Syaiful Aries</b></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Digitalisasi Parkir Jadi Kunci Kejar PAD Kota Batu</title>
<link>https://suarajatimpost.com/digitalisasi-parkir-jadi-kunci-kejar-pad-kota-batu</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/digitalisasi-parkir-jadi-kunci-kejar-pad-kota-batu</guid>
<description><![CDATA[ Transformasi tata kelola parkir ini diharapkan menjadi pintu masuk bagi optimalisasi pendapatan daerah sekaligus memperkuat citra Kota Batu sebagai kota wisata yang tertib dan profesional ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202512/image_870x580_693fec7443d30.webp" length="63560" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 15 Dec 2025 20:02:59 +0700</pubDate>
<dc:creator>Choirul Anwar</dc:creator>
<media:keywords>Kota Batu, Parkir, Dugaan Kebocoran, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KOTA BATU, SJP</strong> – Pemerintah Kota Batu mulai menggeser fokus pengelolaan parkir dari pendekatan penindakan ke pembenahan sistem. Langkah ini diambil menyusul jauhnya realisasi retribusi parkir tepi jalan dari potensi yang selama ini dihitung mencapai miliaran rupiah per tahun.</p>
<p>Kadishub Kota Batu Hendry Suseno pada Senin (15/12/2025) menguraikan, hingga 2025, retribusi parkir baru menyentuh angka Rp1,5 miliar, jauh di bawah potensi Rp7 miliar.</p>
<p>Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Batu menilai kondisi ini tidak bisa lagi diselesaikan dengan pola lama yang mengandalkan karcis manual dan pengawasan konvensional.</p>
<p>"Sebagai solusi, Dishub mulai menguji penerapan gate e-parkir di kawasan Alun-alun Kota Batu. Sistem digital ini dirancang untuk mencatat kendaraan masuk dan keluar secara otomatis, sehingga perhitungan pendapatan harian bisa dilakukan secara real time dan minim manipulasi," tegasnya.</p>
<p>Terlebih ia menyebut uji coba awal menunjukkan hasil menjanjikan. Dalam satu hari akhir pekan, potensi pendapatan parkir tercatat mencapai Rp8 juta. Angka tersebut memperlihatkan adanya gap besar antara potensi riil di lapangan dengan setoran yang selama ini masuk ke kas daerah.</p>
<p>Dishub menilai persoalan parkir di Kota Batu bukan hanya soal ketidakjujuran individu, tetapi juga lemahnya sistem yang membuka ruang penyimpangan. Selama ini, pembagian hasil berbasis karcis manual dinilai rawan dimanipulasi, sementara pengawasan lapangan belum sebanding dengan luasnya titik parkir di kota wisata tersebut.</p>
<p>Selain itu, Dishub juga mempertimbangkan aspek kesejahteraan juru parkir (jukir) dan beban target pendapatan yang tidak selalu seimbang dengan kapasitas pengawasan. Karena itu, pendekatan ke depan tidak hanya mengejar target angka, tetapi juga membangun tata kelola yang adil dan berkelanjutan.</p>
<p>Upaya pembenahan ini sekaligus diarahkan untuk menjaga citra Kota Batu sebagai destinasi wisata. Parkir yang tertib, rapi, dan transparan dinilai berpengaruh langsung terhadap kenyamanan wisatawan.</p>
<p>“Kalau sistemnya transparan, pendapatan bisa terbaca apa adanya. Di situlah kami melihat potensi PAD yang selama ini tidak tergarap maksimal. Parkir itu wajah kota. Kalau semrawut dan tidak jujur, wisatawan terganggu. Kalau tertata, dampaknya bukan hanya ke PAD, tapi juga ke kepercayaan publik," imbuhnya.</p>
<p>Selama ini, Dishub mencatat pola realisasi parkir yang stagnan dari tahun ke tahun. Pada 2022 realisasi hanya Rp1 miliar dari target Rp 0 miliar, 2023 terealisasi Rp1,3 miliar dari target Rp9,4 miliar, dan 2024 sebesar Rp1,68 miliar dari target Rp9,5 miliar.</p>
<p>Kondisi tersebut mendorong Dishub memasang target internal yang lebih realistis di angka Rp3 miliar per tahun, sembari membenahi sistem secara bertahap.</p>
<p>Di luar digitalisasi, Dishub tetap melakukan penertiban terhadap praktik pungutan liar dan pelanggaran tarif sesuai Perda Nomor 3 Tahun 2020. Namun, pemerintah menilai bahwa tanpa perubahan sistem, penindakan semata tidak akan menyelesaikan persoalan mendasar.</p>
<p>Mendatang, Dishub membuka ruang partisipasi masyarakat untuk ikut mengawasi parkir di Kota Batu. Pengaduan masyarakat disebut menjadi bagian penting dalam membangun sistem parkir yang transparan dan akuntabel. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Pemulihan Kerja di Kota Batu Menguat, Wawali Dorong Kualitas Lapangan Kerja dan Perlindungan Pekerja</title>
<link>https://suarajatimpost.com/pemulihan-kerja-di-kota-batu-menguat-wawali-dorong-kualitas-lapangan-kerja-dan-perlindungan-pekerja</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/pemulihan-kerja-di-kota-batu-menguat-wawali-dorong-kualitas-lapangan-kerja-dan-perlindungan-pekerja</guid>
<description><![CDATA[ Dengan tren ketenagakerjaan yang membaik, Heli optimistis Kota Batu berada di jalur pemulihan yang tepat. Meski demikian, ia menekankan pentingnya menjaga momentum dengan kebijakan yang tidak hanya menciptakan lapangan kerja, tetapi juga memastikan pekerjaan yang layak, inklusif, dan berkelanjutan bagi seluruh masyarakat ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202512/image_870x580_693fe9b96f85b.webp" length="35048" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 15 Dec 2025 19:31:19 +0700</pubDate>
<dc:creator>Choirul Anwar</dc:creator>
<media:keywords>Kota Batu, Pengangguran, Menurun, saurajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KOTA BATU, SJP</strong> - Kota Batu menunjukkan sinyal pemulihan ekonomi yang semakin konkret, tercermin dari membaiknya kondisi ketenagakerjaan hingga Agustus 2025. yang menunjukkan tren penurunan pengangguran dan meningkatnya jumlah penduduk bekerja sebagai hasil dari mulai berjalannya kembali roda ekonomi, terutama di sektor jasa dan pariwisata yang menjadi penopang utama kota wisata tersebut.</p>
<p>Wakil Wali Kota Batu Heli Suyanto pada Senin (15/12/2025) menegaskan, berdasarkan data BPS, jumlah penduduk bekerja di Kota Batu mencapai 137.462 orang, bertambah signifikan dibandingkan tahun lalu, sementara Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) turun menjadi 3,53 persen.</p>
<p>"Capaian ini menunjukkan bahwa iklim usaha dan kesempatan kerja mulai membaik, seiring meningkatnya aktivitas ekonomi masyarakat. Ini sinyal positif bahwa kepercayaan pelaku usaha dan daya serap tenaga kerja di Kota Batu mulai pulih,” ujarnya.</p>
<p>Namun, Heli menegaskan bahwa fokus pemerintah daerah tidak berhenti pada angka penyerapan tenaga kerja semata. Dominasi sektor informal yang kini menampung lebih dari separuh tenaga kerja, menurutnya, harus diimbangi dengan upaya peningkatan kualitas pekerjaan.</p>
<p>Ia juga menyoroti masih adanya kesenjangan partisipasi kerja antara laki-laki dan perempuan. Meski tingkat pengangguran perempuan lebih rendah, partisipasi angkatan kerja perempuan masih tertinggal.</p>
<p>“Sektor informal memang lentur dan cepat menyerap tenaga kerja, tapi tantangannya adalah keberlanjutan usaha, kepastian pendapatan, dan perlindungan pekerja. Ini yang sedang kami dorong melalui berbagai program pemberdayaan dan fasilitasi,” imbuhnya.</p>
<p>Pemerintah Kota Batu, lanjut Heli, berkomitmen membuka akses yang lebih luas bagi perempuan melalui pelatihan keterampilan, penguatan UMKM, serta dukungan terhadap usaha berbasis rumah tangga.</p>
<p>Selain itu, Heli menilai tingginya pengangguran pada lulusan SMA dan Diploma sebagai sinyal perlunya penyesuaian antara dunia pendidikan dan kebutuhan pasar kerja.</p>
<p>“Ke depan, kami akan memperkuat kolaborasi dengan dunia usaha dan lembaga pendidikan agar pelatihan dan kompetensi tenaga kerja lebih relevan dengan kebutuhan riil di lapangan,” tegasnya. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Pemkot Batu Matangkan Kesiapan Teknis demi Akses Hibah Kinerja Pengelolaan Sampah</title>
<link>https://suarajatimpost.com/pemkot-batu-matangkan-kesiapan-teknis-demi-akses-hibah-kinerja-pengelolaan-sampah</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/pemkot-batu-matangkan-kesiapan-teknis-demi-akses-hibah-kinerja-pengelolaan-sampah</guid>
<description><![CDATA[ Pemkot Batu memastikan sistem pengelolaan sampah yang lebih terukur, berkelanjutan, dan selaras dengan standar nasional, sekaligus memberi dampak nyata terhadap peningkatan kualitas layanan publik bagi masyarakat Kota Batu. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202512/image_870x580_693fe8caa6c1d.webp" length="51248" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 15 Dec 2025 18:45:59 +0700</pubDate>
<dc:creator>Choirul Anwar</dc:creator>
<media:keywords>Kota Batu, Kesiapan, LSDP, saurajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KOTA BATU, SJP</strong> - Pemerintah Kota Batu kebut penguatan aspek teknis dan kelembagaan pengelolaan sampah sebagai langkah strategis membuka akses pendanaan hibah berbasis kinerja dari pemerintah pusat. Fokus tersebut mengemuka dalam pertemuan Wali Kota Batu Nurochman dengan Direktorat Jenderal Bina Pembangunan Daerah Kementerian Dalam Negeri di Jakarta.</p>
<p>Wali Kota Batu Nurochman pada Senin (15/12/2025) menguraikan,Pemkot Batu menempatkan kesiapan tata kelola persampahan sebagai fondasi utama peningkatan layanan publik.</p>
<p>"Penyiapan dokumen teknis, penguatan kapasitas institusi, hingga kesiapan infrastruktur menjadi poin krusial yang saat ini terus disempurnakan agar sesuai indikator <em>readiness Local Service Delivery Improvement Project</em> (LSDP)," urainya.</p>
<p>Nurochman menegaskan, program LSDP membuka peluang pembiayaan berkelanjutan yang berbasis kinerja nyata di lapangan. Karena itu, Pemkot Batu tidak ingin hanya lolos verifikasi, tetapi memastikan sistem pengelolaan sampah benar-benar berjalan efektif dan terukur.</p>
<p>"Ke depan, Pemkot Batu memastikan proses penyempurnaan dokumen dan penyiapan infrastruktur pengelolaan sampah akan terus dilanjutkan. Langkah ini diposisikan tidak hanya sebagai upaya meraih hibah, tetapi sebagai strategi jangka panjang memperkuat kualitas layanan persampahan yang berkelanjutan bagi masyarakat," tandasnya. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>27.600 Reklame Dicopot Sepanjang 2025, Satpol PP Batu Bersihkan Ruang Kota dari Iklan Kadaluwarsa</title>
<link>https://suarajatimpost.com/27600-reklame-dicopot-sepanjang-2025-satpol-pp-batu-bersihkan-ruang-kota-dari-iklan-kadaluwarsa</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/27600-reklame-dicopot-sepanjang-2025-satpol-pp-batu-bersihkan-ruang-kota-dari-iklan-kadaluwarsa</guid>
<description><![CDATA[ Wakil Wali Kota Batu Heli Suyanto menegaskan langkah yang dilakukan menjadi sinyal kuat bahwa kepatuhan terhadap aturan reklame bukan sekadar formalitas, melainkan bagian dari tanggung jawab bersama untuk menciptakan lingkungan kota yang rapi, nyaman, dan berestetika, sekaligus mendorong pelaku usaha agar lebih disiplin dalam mengurus izin dan masa tayang reklame ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202512/image_870x580_693d6b35eb1d5.webp" length="28304" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sat, 13 Dec 2025 22:29:36 +0700</pubDate>
<dc:creator>Choirul Anwar</dc:creator>
<media:keywords>Kota Batu, Reklame, Pencopotan, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KOTA BATU, SJP</strong> — Upaya penataan ruang publik di Kota Batu sepanjang 2025 ditandai dengan pencopotan besar-besaran reklame bermasalah. Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Batu mencatat sedikitnya 27.600 reklame telah ditertibkan karena masa izinnya habis, dipasang tanpa izin, atau berada di zona terlarang.</p>
<p>Wakil Wali Kota Batu Heli Suyanto pada Sabtu (13/12/2025) menegaskan berdasarkan data dari Satpol PP bahwa puluhan ribu reklame tersebut tersebar di berbagai titik, dengan konsentrasi terbesar di kawasan perkotaan. iamenyebut penertiban dilakukan secara rutin sebagai bagian dari pengawasan berkelanjutan terhadap penyelenggaraan reklame.</p>
<p>“Mayoritas reklame yang kami copot karena izinnya sudah berakhir, tapi tidak diturunkan oleh pemiliknya. Penertiban ini mengacu pada Peraturan Wali Kota Batu Nomor 17 Tahun 2022 tentang Pedoman dan Tata Cara Penyelenggaraan Reklame," tegasnya.</p>
<p>Dalam regulasi tersebut, reklame insidentil hanya diizinkan terpasang selama satu bulan dan maksimal diperpanjang satu kali. Selain reklame kadaluwarsa, Pemkot Batu melalui Satpol PP juga mencopot reklame yang berdiri di area terlarang serta yang tidak mengantongi izin resmi.</p>
<p>Proses penertiban dilakukan dengan berkoordinasi bersama Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) untuk memastikan kejelasan status legal setiap reklame.</p>
<p>Ia juga menambahkan seluruh reklame yang tidak sesuai ketentuan tanpa pengecualian masuk dalam daftar penertiban. Dimana sejumlah lokasi yang ditetapkan sebagai zona steril reklame antara lain Alun-Alun Kota Wisata Batu, Taman Hutan Bondas, kawasan pendidikan, perkantoran pemerintah, hingga tempat ibadah. Area tersebut diprioritaskan bebas reklame demi menjaga kerapian dan kenyamanan ruang publik.</p>
<p>“Penertiban sepanjang tahun ini menjadi pesan tegas bahwa Kota Batu serius menata ruang kota. Harapannya, pelaku usaha lebih sadar untuk memasang reklame secara tertib dan berizin,” imbuhnya.</p>
<p>Pencopotan ribuan reklame ini tidak hanya menyasar aspek administrasi, tetapi juga menyentuh persoalan estetika kota. Reklame yang dipasang sembarangan dinilai merusak kebersihan visual dan membuat wajah kota wisata tampak semrawut. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor: Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Pemkot Batu Gandeng Advokat Perkuat Layanan Bantuan Hukum Gratis untuk Warga Tidak Mampu</title>
<link>https://suarajatimpost.com/pemkot-batu-gandeng-advokat-perkuat-layanan-bantuan-hukum-gratis-untuk-warga-tidak-mampu</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/pemkot-batu-gandeng-advokat-perkuat-layanan-bantuan-hukum-gratis-untuk-warga-tidak-mampu</guid>
<description><![CDATA[ Melalui kolaborasi berkelanjutan dengan PERADI dan LBH, Pemkot Batu berharap ekosistem bantuan hukum di daerah semakin tertata, terverifikasi secara legal, dan mampu menjawab kebutuhan riil masyarakat, sekaligus memperkuat perlindungan hak asasi manusia di tingkat lokal ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202512/image_870x580_693d69df20ae0.webp" length="50160" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sat, 13 Dec 2025 21:59:19 +0700</pubDate>
<dc:creator>Choirul Anwar</dc:creator>
<media:keywords>Kota Batu, Advokat, Masyarakat, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KOTA BATU, SJP</strong> — Pemerintah Kota Batu menegaskan fokus pada penguatan layanan bantuan hukum gratis bagi warga tidak mampu dengan menggandeng organisasi profesi advokat. Upaya ini menjadi bagian dari strategi Pemkot Batu untuk memastikan seluruh masyarakat memiliki akses setara terhadap keadilan, terutama di tengah dinamika penerapan KUHP Nasional.</p>
<p>Wali Kota Batu Nurochman pada Sabtu (13/12/2025) menilai peran advokat krusial sebagai mitra pemerintah daerah dalam memberikan pendampingan hukum sekaligus edukasi kepada masyarakat.</p>
<p>"Pemkot Batu saat ini telah bekerja sama dengan tujuh Lembaga Bantuan Hukum (LBH) untuk menyediakan layanan hukum gratis bagi warga kurang mampu. Layanan tersebut mencakup pendampingan perkara pidana dan perdata, konsultasi hukum, hingga penyuluhan sebagai langkah pencegahan persoalan hukum di tingkat masyarakat," paparnya.</p>
<p>Nurochman menekankan, keberadaan bantuan hukum tidak hanya berorientasi pada penyelesaian perkara di pengadilan, tetapi juga mendorong penyelesaian masalah melalui pendekatan nonlitigasi dan perdamaian.</p>
<p>Karena itu, sinergi antara pemerintah daerah, advokat, dan aparat penegak hukum dinilai menjadi fondasi penting dalam menjaga kepastian hukum dan stabilitas sosial.</p>
<p>"Selain penguatan layanan, Pemkot Batu juga mendorong peningkatan sosialisasi agar masyarakat mengetahui dan memanfaatkan fasilitas bantuan hukum gratis yang tersedia. Jadi masih banyak warga yang belum memahami hak mereka untuk memperoleh pendampingan hukum dari negara," pungkasnya. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor: Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Ribuan Pelajar Ramaikan Batu Futsal League 2025, Jadi Ajang Pembinaan Atlet Muda dan Edukasi Lingkungan</title>
<link>https://suarajatimpost.com/ribuan-pelajar-ramaikan-batu-futsal-league-2025-jadi-ajang-pembinaan-atlet-muda-dan-edukasi-lingkungan</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/ribuan-pelajar-ramaikan-batu-futsal-league-2025-jadi-ajang-pembinaan-atlet-muda-dan-edukasi-lingkungan</guid>
<description><![CDATA[ Event Batu Futsal League 2025 menegaskan komitmen Pemerintah Kota Batu dalam membangun ekosistem olahraga pelajar yang berkelanjutan, tidak hanya berorientasi pada prestasi, tetapi juga pada pembentukan karakter, kebersamaan, dan kepedulian lingkungan, sekaligus menjadi langkah strategis memperkuat citra Kota Batu sebagai pusat pembinaan atlet muda dan destinasi sport tourism yang berdaya saing ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202512/image_870x580_693d69566b2c8.webp" length="51624" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sat, 13 Dec 2025 21:27:13 +0700</pubDate>
<dc:creator>Choirul Anwar</dc:creator>
<media:keywords>Kota Batu, BFL, Atlet Muda, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KOTA BATU, SJP</strong> — Batu Futsal League (BFL) Piala Wali Kota Batu Tahun 2025 menjadi panggung besar pembinaan atlet muda di Kota Batu. Sebanyak 1.164 atlet pelajar dari 46 SMP dan SMA ambil bagian dalam kompetisi futsal tahunan yang digelar di GOR Gajahmada, Sabtu (13/12/2025).</p>
<p>Wali Kota Batu Nurochman pada Sabtu (13/12/2025) menilai ajang ini tidak hanya menonjolkan persaingan olahraga, tetapi juga membawa misi pembentukan karakter dan kepedulian lingkungan.</p>
<p>"Kompetisi olahraga pelajar harus menjadi ruang belajar nilai-nilai kehidupan. Sehingga futsal bukan sekadar soal skor dan kemenangan, tetapi juga sarana melatih disiplin, mental bertanding, kejujuran, serta kemampuan bekerja dalam tim," urainya.</p>
<p>Menurutnya, BFL dirancang sebagai bagian dari sistem pembinaan berjenjang atlet futsal di Kota Batu. Pemerintah kota berkomitmen menjadikan kompetisi ini sebagai fondasi lahirnya atlet berprestasi yang mampu bersaing di level lebih tinggi, sekaligus mendukung visi Kota Batu sebagai kota wisata berbasis olahraga atau sport tourism.</p>
<p>Terlebih BFL 2025 tidak berhenti pada aspek kompetisi. Seluruh atlet dijadwalkan mengikuti agenda tanam pohon sebagai bagian dari rangkaian kegiatan. Program ini menjadi upaya menanamkan kesadaran lingkungan sejak dini, sekaligus memperkuat identitas Kota Batu sebagai kota wisata yang peduli pada kelestarian alam.</p>
<p>"Ke depan, Batu Futsal League direncanakan berkembang hingga skala Jawa–Bali. Langkah ini strategis untuk memperluas dampak ekonomi, pariwisata, dan pembinaan olahraga, sekaligus memperkuat posisi Kota Batu sebagai tuan rumah berbagai agenda sport tourism di Jawa Timur," tandasnya. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor: Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Pemkot Batu Perluas Jejaring Kampus, Program Seribu Sarjana Didorong Jadi Mesin Pencetak SDM Strategis</title>
<link>https://suarajatimpost.com/pemkot-batu-perluas-jejaring-kampus-program-seribu-sarjana-didorong-jadi-mesin-pencetak-sdm-strategis</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/pemkot-batu-perluas-jejaring-kampus-program-seribu-sarjana-didorong-jadi-mesin-pencetak-sdm-strategis</guid>
<description><![CDATA[ Dengan perluasan kemitraan kampus, penguatan pendanaan, dan penyelarasan bidang studi, Program Seribu Sarjana kini diposisikan sebagai mesin penggerak SDM yang lebih strategis dibanding sekadar beasiswa rutin ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202512/image_870x580_693c175609077.webp" length="20636" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Fri, 12 Dec 2025 20:33:09 +0700</pubDate>
<dc:creator>Choirul Anwar</dc:creator>
<media:keywords>Kota Batu, Jejaring Kampus, 1000 Sarjana</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KOTA BATU, SJP</strong> — Program Seribu Sarjana kini bergeser dari sekadar bantuan biaya kuliah menjadi strategi besar Pemkot Batu membangun kualitas sumber daya manusia jangka panjang. Hal itu terlihat dari langkah pemerintah daerah yang memperluas jejaring kemitraan perguruan tinggi sekaligus membuka akses pendidikan bagi mahasiswa dari berbagai latar belakang.</p>
<p></p>
<p>Wali Kota Batu Nurochman pada Jumat (12/12/2025) bahwa tahun ini, selain 271 mahasiswa yang ditetapkan sebagai penerima beasiswa penuh, tetapi juga 14 kampus resmi terhubung dalam ekosistem pendidikan yang dirancang Pemkot Batu. Langkah ini dipandang sebagai fondasi awal untuk merancang arah pengembangan SDM Kota Batu dalam lima hingga sepuluh tahun ke depan.</p>
<p></p>
<p>"Ada tambahan 10 kampus mitra baru mulai dari UB, UM, Binus, Unikama hingga ITN memberi ruang lebih luas bagi warga untuk memilih program studi yang relevan dengan kebutuhan pembangunan daerah. Ini bukan hanya soal memperbesar kuota. Kami ingin memastikan anak-anak Batu punya tempat belajar terbaik sesuai potensinya,” tegasnya.</p>
<p></p>
<p>Pria yang akrab disapa Cak Nur itu menambahkan penjajakan yang dilakukan tahun ini juga memperlihatkan perubahan pendekatan Pemkot Batu. Jika sebelumnya fokus hanya pada bantuan biaya, kini perhatian bergeser pada keselarasan bidang studi dengan kebutuhan sektor strategis Kota Batu.</p>
<p></p>
<p>Empat penerima beasiswa kedokteran, misalnya, disiapkan untuk menopang layanan kesehatan jangka panjang. Sementara jurusan pariwisata, perhotelan, akuntansi, dan pertanian diarahkan mendukung pengembangan sektor unggulan daerah.</p>
<p></p>
<p>"Di sisi lain, kolaborasi formal melalui MoU antara Pemkot Batu dan perguruan tinggi juga menjadi kunci agar kampus tak hanya menjadi tempat belajar, tetapi mitra dalam membentuk kompetensi mahasiswa sesuai karakter Kota Batu. Dinas Pendidikan turut meneken perjanjian kerja sama teknis dengan fakultas-fakultas terkait," imbuhnya.</p>
<p></p>
<p>Orang nomor satu di Kota Batu itu juga menmaparkan semua penerima akan memperoleh SK bulan ini dan langsung masuk skema pembiayaan pada semester baru. Cak Nur menegaskan anggaran tahun depan akan ditingkatkan untuk mendorong jumlah sarjana baru yang lebih banyak dan lebih terarah.</p>
<p></p>
<p>Ia menekankan, keberhasilan program tidak hanya diukur dari jumlah mahasiswa yang dibiayai, tetapi dari seberapa besar mereka kembali memberi kontribusi untuk kota.</p>
<p>“Kami ingin perubahan yang nyata. Pendidikan ini adalah investasi. Mereka harus kembali membawa manfaat bagi Batu,” urainya.</p>
<p></p>
<p>Terpisah, Kepala Dinas Pendidikan Kota Batu, M Chori, menegaskan proses seleksi tahun ini yang dilakukan dalam dua tahap bukan semata prosedur administratif, tetapi cara memastikan penempatan beasiswa tepat sasaran.</p>
<p></p>
<p>"Dari total penerima, 175 mahasiswa berstatus berprestasi dan 96 berasal dari keluarga kurang mampu. Untuk kelompok terakhir, pemerintah menambahkan uang saku Rp250 ribu per bulan sebagai penopang biaya hidup," katanya.</p>
<p></p>
<p>Pendanaan program pun dibangun dengan pola kemitraan, menggabungkan APBD 2026 sebesar Rp 1,1 miliar dengan dukungan CSR Bank Jatim senilai Rp 200 juta. Skema ini mulai menunjukkan arah bahwa pembiayaan pendidikan tinggi di Kota Batu tidak harus bertumpu pada satu sumber, melainkan kolaborasi multi-pihak. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor: Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Produk Hortikultura Kota Batu Perkuat Pasar Nasional</title>
<link>https://suarajatimpost.com/produk-hortikultura-kota-batu-perkuat-pasar-nasional</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/produk-hortikultura-kota-batu-perkuat-pasar-nasional</guid>
<description><![CDATA[ Misi dagang ini diperkuat dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) yang menjadi fondasi penyusunan tata kelola perdagangan yang lebih terstruktur. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202512/image_870x580_693bc9ca57045.webp" length="57436" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Fri, 12 Dec 2025 15:30:00 +0700</pubDate>
<dc:creator>Choirul Anwar</dc:creator>
<media:keywords>Kota Batu, Hortikultura, Pangsa Pasar</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KOTA BATU, SJP</strong> — Pemerintah Kota (Pemkot) Batu secara agresif membawa produk hortikultura unggulan daerah ke pangsa pasar nasional yang lebih luas. </p>
<p>Langkah ini dibuktikan dengan pelaksanaan misi dagang ke Kota Ternate, Maluku Utara, yang tidak hanya menjadi ajang promosi, tetapi juga strategi konkret untuk mengatasi stagnasi pasar dan keterbatasan ruang ekspansi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang selama ini menghantui pelaku usaha di Kota Batu.</p>
<p>Wali Kota Batu, Nurochman, menegaskan bahwa selama bertahun-tahun, komoditas utama Batu seperti apel, stroberi, dan berbagai sayuran dataran tinggi hanya berputar di pasar Jawa dan Bali. </p>
<p>Ketergantungan pada pasar yang terbatas ini disebutnya membuat para petani rentan terhadap fluktuasi harga dan serapan pasar yang tidak stabil.</p>
<p>"Kondisi ini menjadi alarm bagi Pemkot Batu untuk mencari terobosan baru. Ternate dipilih sebagai pintu masuk karena tingginya kebutuhan komoditas hortikultura di wilayah Indonesia timur dan minimnya pasokan berkualitas dari daerah produsen," kata Nurochman, pada Jumat (12/12/2025). </p>
<p>Ia menegaskan bahwa ekspansi pasar saat ini merupakan kebutuhan struktural, bukan sekadar agenda seremonial. </p>
<p>Ia membawa misi bahwa Kota Batu harus berani keluar dari zona nyaman jika ingin menjaga stabilitas ekonomi masyarakat yang sebagian besar bergantung pada sektor pertanian dan UMKM.</p>
<p>Misi dagang ini diperkuat dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) yang menjadi fondasi penyusunan tata kelola perdagangan yang lebih terstruktur. Kerja sama ini dirancang tidak hanya sebatas jual beli, tetapi juga memastikan mekanisme distribusi, standarisasi kualitas produk, hingga agenda pengembangan pariwisata kedua daerah dapat terhubung secara sistematis.</p>
<p>Ia berharap, misi dagang ke Ternate ini dapat membuka pintu bagi pasar baru yang selama ini tidak tergarap, sekaligus menyiapkan fondasi ekonomi regional yang saling menopang antara Kota Batu dan Kota Ternate.</p>
<p>"Titik krusial dalam misi ini adalah sesi <em>business matching </em>yang mempertemukan pengusaha Batu dan Ternate. Di sana, para pelaku pasar berdiskusi langsung mengenai volume, harga, kontinuitas pasokan, hingga peluang masuknya produk olahan UMKM kami ke jaringan ritel dan pusat oleh-oleh di Ternate," pungkasnya. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>PWI Malang Raya Salurkan Bantuan Logistik untuk Korban Bencana Aceh dan Sumatra</title>
<link>https://suarajatimpost.com/pwi-malang-raya-salurkan-bantuan-logistik-untuk-korban-bencana-aceh-dan-sumatra</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/pwi-malang-raya-salurkan-bantuan-logistik-untuk-korban-bencana-aceh-dan-sumatra</guid>
<description><![CDATA[ Seluruh barang dibeli berdasarkan daftar kebutuhan yang dilaporkan dan dikoordinasikan oleh PWI Provinsi Aceh, yang selanjutnya akan bertugas mendistribusikan bantuan langsung ke lokasi bencana. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202512/image_870x580_693bc90ba37a5.webp" length="34384" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Fri, 12 Dec 2025 15:00:40 +0700</pubDate>
<dc:creator>Choirul Anwar</dc:creator>
<media:keywords>Kota Malang, PWI, Bencana</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><b>KOTA BATU, SJP </b>— Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Malang Raya, melalui unit Jurnalis Siaga Bencana (JSB), menunjukkan kepedulian nyata dengan menyalurkan bantuan logistik krusial bagi korban banjir dan tanah longsor yang melanda wilayah Aceh, Sumatra Utara dan Sumatra Barat. </p>
<p>Gerakan penggalangan donasi ini merupakan wujud tanggung jawab moral insan pers terhadap sesama anak bangsa yang sedang menghadapi musibah.</p>
<p>Ketua PWI Malang Raya, Ir. Cahyono, menjelaskan bahwa bantuan tersebut telah dikirimkan pada hari sebelumnya.</p>
<p>"Bantuan ini sudah kami kirimkan kemarin, Kamis. PWI Malang Raya tidak hanya hadir sebagai wadah profesi, tetapi juga sebagai bagian dari elemen masyarakat yang wajib berkontribusi saat saudara di daerah lain dilanda musibah," ujar Cahyono, Jumat (12/12/2025). </p>
<p>Bantuan yang dihimpun dari berbagai donatur ini diwujudkan dalam bentuk barang yang sangat dibutuhkan oleh warga terdampak, utamanya perlengkapan dasar harian dan kebutuhan bayi. </p>
<p>Jenis logistik yang dikirim meliputi popok bayi dan dewasa <em>(pampers)</em>, susu instan dan bubur bayi, pakaian bayi, selimut, dan pakaian dalam sarung, jilbab, hingga sajadah. </p>
<p>Seluruh barang dibeli berdasarkan daftar kebutuhan yang dilaporkan dan dikoordinasikan oleh PWI Provinsi Aceh, yang selanjutnya akan bertugas mendistribusikan bantuan langsung ke lokasi bencana.</p>
<p>Dalam upaya mempercepat penyaluran bantuan, PWI Malang Raya bekerja sama dengan perusahaan jasa pengiriman logistik. </p>
<p>Kepala Cabang JNE Malang, Windhu Abiworo, membenarkan sinergi tersebut melalui program JNE Peduli.</p>
<p>"Seluruh pengiriman ke daerah bencana dibebaskan dari biaya. Program ini adalah bagian dari komitmen JNE untuk mendukung gerakan sosial dan mendorong masyarakat agar lebih peduli terhadap korban bencana," kata Windhu.</p>
<p>Ia menambahkan bahwa pihaknya berkoordinasi erat dengan PWI setempat untuk memastikan barang yang dikirim sesuai dengan kebutuhan mendesak di lapangan. </p>
<p>"Kita koordinasi dengan teman-teman PWI di sana, barang apa saja yang dibutuhkan, kami cari di sini untuk langsung dikirim ke PWI Aceh," pungkasnya.<b> (*) </b></p>
<p><b>Editor: Syaiful Aries</b></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>APBD 2026 Jadi Pengungkit Ruang Fiskal, Pemkot Batu Fokus Dorong Efisiensi dan Kinerja OPD Penghasil</title>
<link>https://suarajatimpost.com/apbd-2026-jadi-pengungkit-ruang-fiskal-pemkot-batu-fokus-dorong-efisiensi-dan-kinerja-opd-penghasil</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/apbd-2026-jadi-pengungkit-ruang-fiskal-pemkot-batu-fokus-dorong-efisiensi-dan-kinerja-opd-penghasil</guid>
<description><![CDATA[ Wali Kota Batu Nurochman menginginkan APBD 2026 tidak hanya menjadi dokumen anggaran, tetapi benar-benar menjadi instrumen nyata peningkatan kesejahteraan warga Kota Batu. Ia memastikan seluruh tarif pajak daerah tetap, sehingga peningkatan PAD sepenuhnya bertumpu pada efisiensi, inovasi, serta optimalisasi potensi yang sudah ada. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202512/image_870x580_693ac659a99a6.webp" length="28878" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 11 Dec 2025 20:46:28 +0700</pubDate>
<dc:creator>Choirul Anwar</dc:creator>
<media:keywords>Kota Batu, PAD, Ruang Fiskal, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KOTA BATU, SJP</strong> — Pemerintah Kota Batu menjadikan kenaikan target Pendapatan Asli Daerah (PAD) 2026 sebagai momentum memperbaiki tata kelola dan memperkuat kinerja seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) penghasil.</p>
<p>Bukan hanya mengejar angka, Pemkot menegaskan strategi baru ini diarahkan untuk memperluas ruang fiskal agar pembangunan bisa bergerak lebih cepat dan terukur.</p>
<p>Wali Kota Batu, Nurochman pada Kamis (11/12/2025) menegaskan bahwa target PAD 2026 yang dinaikkan menjadi Rp345,40 miliar atau sekitar Rp17 miliar lebih tinggi dari target 2025 dan tidak didasarkan pada perubahan tarif pajak maupun retribusi. </p>
<p>“Kenaikan target ini bukan soal menaikkan pajak. Yang kita dorong adalah kinerja OPD penghasil, penataan data potensi, serta penguatan sistem agar penerimaan bisa lebih optimal,” bebernya.</p>
<p>Menurutnya, strategi ini dipilih agar pertumbuhan ekonomi Kota Batu tetap stabil tanpa menambah beban baru kepada masyarakat dan pelaku usaha. Pemerintah ingin memastikan setiap rupiah dalam APBD dapat bekerja lebih efektif bagi publik.</p>
<p>Terlebih Raperda APBD 2026 kini memasuki tahap evaluasi Gubernur Jawa Timur setelah disepakati eksekutif dan legislatif. Dimana dokumen tersebut akan menjadi dasar hukum pelaksanaan pemerintahan sepanjang tahun depan sekaligus menjadi acuan pengendalian program</p>
<p>“Kami ingin ruang fiskal daerah makin longgar sehingga pembangunan bisa dipercepat. Optimalisasi PAD adalah kunci untuk memperkuat kemampuan belanja daerah tanpa mengorbankan kenyamanan wajib pajak,” imbuhnya.</p>
<p>Untuk arah kebijakan 2026, Pemkot Batu menempatkan empat fokus besar yakni peningkatan kualitas SDM, pengembangan UMKM dan ekonomi kreatif, pembangunan infrastruktur ramah lingkungan, serta penguatan kemandirian fiskal melalui optimalisasi PAD. Keempatnya menjadi pondasi untuk mendorong transformasi ekonomi dan pemerataan pembangunan di seluruh wilayah Kota Batu. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor: Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Anggaran Pendidikan di Kota Batu Dipangkas Rp18,6 Miliar, Dinas Pendidikan Reposisi Bosda</title>
<link>https://suarajatimpost.com/anggaran-pendidikan-di-kota-batu-dipangkas-rp186-miliar-dinas-pendidikan-reposisi-bosda</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/anggaran-pendidikan-di-kota-batu-dipangkas-rp186-miliar-dinas-pendidikan-reposisi-bosda</guid>
<description><![CDATA[ Kepala Dinas Pendidikan Kota Batu, M. Chori, pada Kamis (11/12/2025), mengungkapkan bahwa pagu anggaran pendidikan untuk tahun 2026 diproyeksikan turun signifikan, dari Rp246 miliar menjadi Rp227,4 miliar atau berkurang sekitar Rp18,6 miliar. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202512/image_870x580_693a6cec2d9b5.webp" length="12586" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 11 Dec 2025 15:00:45 +0700</pubDate>
<dc:creator>Choirul Anwar</dc:creator>
<media:keywords>Kota Batu, Pendidikan, Bosda</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KOTA BATU, SJP</strong> — Kebijakan anggaran Pemerintah Kota (Pemkot) Batu pada tahun 2026 memaksa Dinas Pendidikan (Dindik) melakukan reposisi kebijakan secara fundamental, menyusul penyusutan drastis anggaran sektor pendidikan. </p>
<p>Perubahan ini tidak hanya menuntut efisiensi, tetapi juga menjamin mekanisme pembiayaan sekolah berjalan lebih presisi agar tidak mengganggu kualitas layanan belajar mengajar.</p>
<p>Kepala Dinas Pendidikan Kota Batu, M. Chori, pada Kamis (11/12/2025), mengungkapkan bahwa pagu anggaran pendidikan untuk tahun 2026 diproyeksikan turun signifikan, dari Rp246 miliar menjadi Rp227,4 miliar atau berkurang sekitar Rp18,6 miliar.</p>
<p>"Kondisi ini membuat perencanaan anggaran harus dihitung ulang, terutama untuk skema Bantuan Operasional Sekolah Daerah (Bosda)," tegas Chori.</p>
<p>Dia menekankan bahwa pembenahan mekanisme penyaluran Bosda menjadi prioritas utama, mengingat titik masalah selama ini justru muncul dari skema bantuan barang yang tidak akurat.</p>
<p>"Mulai tahun depan kami tidak ingin lagi ada pola penyaluran yang hanya mengacu standar pengadaan. Penyaluran harus benar-benar berdasarkan kebutuhan riil sekolah," katanya. </p>
<p>Ia menguraikan bahwa Dindik saat ini sedang menyusun model distribusi yang lebih akurat, yang mengutamakan pengajuan kebutuhan dari satuan pendidikan. </p>
<p>Mekanisme lama dinilai menimbulkan ketimpangan dan ketidaktepatan barang yang diterima sekolah, seperti sekolah yang mengajukan Alat Tulis Kantor (ATK) namun hanya menerima kertas, atau hanya mendapat tinta printer.</p>
<p>"Praktik semacam ini akan diperbaiki lewat pemetaan ulang dan kontrol yang lebih ketat. Pihaknya akan memastikan mekanisme baru lebih presisi agar sekolah tidak lagi dibebani ketidaktepatan barang," janji Chori.</p>
<p>Di tengah penyusutan anggaran daerah, sekolah juga menghadapi tantangan dari pembatasan penggunaan Bantuan Operasional Sekolah Nasional (Bosnas). Chori mengingatkan bahwa alokasi gaji honorer maksimal dibatasi 20 persen, demikian pula rehabilitasi ringan.</p>
<p>"Bagi sekolah dengan jumlah guru honorer banyak, aturan ini memang terasa menekan. Karena itu, ketepatan Bosda menjadi krusial agar sekolah tidak terpaksa memangkas pos yang sifatnya esensial," imbuhnya.</p>
<p>Dengan adanya penyusutan anggaran pada 2026, Chori menekankan bahwa kunci keberhasilan terletak pada ketepatan data, ketepatan pemetaan kebutuhan, dan respons cepat Dindik terhadap pengajuan sekolah.</p>
<p>Ia berharap pola baru Bosda dapat menutup celah-celah inefisiensi lama sekaligus menjaga stabilitas operasional pendidikan.</p>
<p>"Kami juga berharap tahun depan ada penambahan anggaran sehingga ruang gerak sekolah bisa lebih longgar," pungkasnya. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Polres Batu Award 2025, Libatkan Ratusan Stakeholder dalam Ekosistem Keamanan Partisipatif</title>
<link>https://suarajatimpost.com/polres-batu-award-2025-libatkan-ratusan-stakeholder-dalam-ekosistem-keamanan-partisipatif</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/polres-batu-award-2025-libatkan-ratusan-stakeholder-dalam-ekosistem-keamanan-partisipatif</guid>
<description><![CDATA[ Dalam gelaran ini, Polres Batu mengambil langkah unik dengan melibatkan media sebagai kurator data sekaligus penilai kinerja. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202512/image_870x580_693a624563e24.webp" length="34658" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 11 Dec 2025 14:00:40 +0700</pubDate>
<dc:creator>Choirul Anwar</dc:creator>
<media:keywords>Kota Batu, Polres, Award</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KOTA BATU, SJP</strong> — Polres Batu Award 2025,Libatkan Ratusan Stakeholder dalam Ekosistem Keamanan Partisipatif</p>
<p>Kepolisian Resor (Polres) Batu meluncurkan strategi baru dalam menjaga stabilitas wilayah dengan menggelar Polres Batu Award 2025. Ajang ini bukan sekadar seremoni apresiasi, melainkan sebuah inisiatif strategis untuk memperluas dan mengintegrasikan keterlibatan publik dalam ekosistem keamanan Kota Batu.</p>
<p>Acara yang berlangsung pada Kamis dini hari (11/12/2025) ini dihadiri oleh lebih dari 100 pemangku kepentingan (stakeholder) dari berbagai sektor, menunjukkan pergeseran upaya menjaga keamanan daerah menuju model kerja sama yang lebih terukur dan terintegrasi.</p>
<p>Kapolres Batu, AKBP Andi Yudha Pranata, menekankan bahwa award ini adalah cara baru Polres Batu membangun pola kerja partisipatif.</p>
<p>"Keamanan kota tidak bisa hanya digerakkan dari internal Polri, melainkan harus mengandalkan kontribusi aktif dari semua unsur eksternal yang selama ini berada di garis depan pelayanan publik, sosial, dan ekonomi," urai AKBP Andi.</p>
<p>Dalam gelaran ini, Polres Batu mengambil langkah unik dengan melibatkan media sebagai kurator data sekaligus penilai kinerja. Kapolres menjelaskan, pendekatan ini bertujuan memastikan bahwa parameter yang digunakan untuk mengukur kinerja dan kontribusi publik lebih dekat dengan realitas lapangan dan persepsi masyarakat.</p>
<p>Langkah kolaboratif ini juga berfungsi sebagai jembatan untuk memperkuat kepercayaan lintas sektor, mulai dari pemerintah daerah, pelaku usaha, kelompok sosial, hingga komunitas kebencanaan. </p>
<p>Kelompok-kelompok ini diakui memiliki peran esensial dalam mendukung suasana kota yang aman dan layak dikunjungi, khususnya sebagai destinasi wisata.</p>
<p>"Cukup banyak ragam kategori penghargaan yang diberikan, mulai dari kepemimpinan, penegakan hukum terpadu, inovasi layanan publik, hingga penggerak ketahanan sosial," imbuhnya.</p>
<p>Hal ini menegaskan komitmen Polres Batu untuk mengangkat dan mengapresiasi kontribusi luas berbagai elemen yang menjaga kota tetap tangguh (resilien) dalam menghadapi dinamika sosial dan ekonomi di tahun 2025.</p>
<p>Kapolres Batu juga menegaskan bahwa pendekatan kolaboratif ini akan terus diperluas dan dijadikan model kerja menuju tahun 2026. </p>
<p>Ia menyebutkan bahwa pembangunan kota yang aman memerlukan ruang diskusi yang terbuka, evaluasi yang partisipatif, serta penghargaan terhadap semua pihak yang terlibat menjaga stabilitas sosial.</p>
<p>"Keamanan tidak bisa berdiri sendiri. Polres Batu akan terus mendorong pola kerja bersama agar layanan publik makin responsif dan masyarakat punya peran dalam menentukan arah keamanan daerah," tegasnya.</p>
<p>Sementara itu, Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Batu, Zadim Effisiensi, menyambut baik inisiatif ini, menyebut bahwa ekosistem keamanan partisipatif menjadi penopang utama tumbuhnya sektor wisata dan ekonomi daerah.</p>
<p>"Polres Batu Award adalah cara Polri memberi ruang pengakuan bagi pihak-pihak yang selama ini bekerja sunyi tetapi berdampak besar terhadap stabilitas Kota Batu. Kami dari Pemkot Batu dan mewakili stakeholder yang datang merasa sangat tersanjung dan berterimakasih atas penghargaan yang telah diberikan," pungkas Zadim. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Kejari Kota Batu Tuntaskan Inventarisasi Penegasan Status Tujuh Ruas Jalan</title>
<link>https://suarajatimpost.com/kejari-kota-batu-tuntaskan-inventarisasi-penegasan-status-tujuh-ruas-jalan</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/kejari-kota-batu-tuntaskan-inventarisasi-penegasan-status-tujuh-ruas-jalan</guid>
<description><![CDATA[ Pemulihan tujuh ruas jalan ini membuka kembali ruang optimalisasi pembangunan wilayah, terutama di zona Beji–Oro-Oro Ombo yang sedang berkembang pesat. Sementara bagi Kejaksaan, capaian ini mengukuhkan bahwa agenda pemulihan aset bukan sekadar formalitas seremonial namun pekerjaan teknis yang langsung berpengaruh pada tata kelola daerah ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202512/image_870x580_69397cc14e3cf.webp" length="18578" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 10 Dec 2025 21:06:25 +0700</pubDate>
<dc:creator>Choirul Anwar</dc:creator>
<media:keywords>Kota Batu, Kejari, Inventarisasi, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KOTA BATU, SJP</strong> – Kerja intensif bidang Pemulihan Aset dan Pengelolaan Barang Bukti (PAPBB), Kejari Batu akhirnya menuntaskan inventarisasi dan penegasan status tujuh ruas jalan yang nilainya menembus lebih dari Rp5 miliar.</p>
<p>Kepala Kejari Kota Batu Andy Sasongko pada Rabu (10/12/2025) menguraikan deretan ruas yang berhasil dikembalikan status hukumnya itu sebagian besar adalah jalan strategis kawasan Beji, Oro-Oro Ombo hingga Ngandat, yang selama ini tercatat namun belum memiliki kepastian legal sebagai aset Pemkot.</p>
<p>Kondisi itu membuat pengelolaan, pemeliharaan, hingga pengembangan kawasan rawan mandek karena statusnya tak sepenuhnya kuat di mata hukum.</p>
<p>"Penyelamatan aset ini bukan semata soal angka rupiah, melainkan pondasi untuk memperbaiki problem administrasi yang selama ini memicu ketidakteraturan pengelolaan aset daerah," urainya.</p>
<p>Menurutnya, percepatan inventarisasi yang dilakukan Kejari Batu sejalan dengan Pedoman Jaksa Agung Nomor 7 Tahun 2025, yang menegaskan pentingnya penataan aset negara maupun daerah di seluruh wilayah.</p>
<p>Ia menyebut, kerja ini semakin relevan karena banyak aset publik terutama jalan yang berpotensi diganggu kepemilikannya, baik akibat perubahan tata ruang, klaim masyarakat, maupun lemahnya pencatatan historis.</p>
<p>“Langkah-langkah ini memperkuat kepastian hukum aset daerah sekaligus mencegah potensi sengketa di masa depan. Keberhasilan ini juga menunjukkan peran Kejaksaan sebagai penjaga integritas aset publik, bukan hanya penegak hukum konvensional," imbuhnya.</p>
<p>Melalui sinergi dengan Kantor Pertanahan dan Pemkot Batu, Kejari Batu menempatkan dirinya sebagai mitra strategis dalam membangun sistem pengelolaan aset yang bersih, transparan, dan tidak mudah dimanipulasi. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor: Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Jelang Nataru, Polres Batu Petakan Titik Rawan Kemacetan</title>
<link>https://suarajatimpost.com/jelang-nataru-polres-batu-petakan-titik-rawan-kemacetan</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/jelang-nataru-polres-batu-petakan-titik-rawan-kemacetan</guid>
<description><![CDATA[ Dengan pemetaan tersebut, Polres Batu menyiapkan pola penanganan kemacetan di titik-titik wisata, peningkatan patroli di jalur rawan pelanggaran, serta edukasi khusus di kawasan rawan kecelakaan ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202512/image_870x580_69393946bdf2e.webp" length="118988" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 10 Dec 2025 17:32:54 +0700</pubDate>
<dc:creator>Choirul Anwar</dc:creator>
<media:keywords>Kota Batu, Macet, Nataru, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KOTA BATU, SJP</strong> – Menjelang Natal 2025 dan Tahun Baru 2026, Polres Batu memetakan ulang titik rawan kemacetan mengingat peningkatan arus wisata dan pelanggaran rambu masih menjadi pemicu terbesar masalah lalu lintas di kawasan wisata.</p>
<p>Kapolres Batu AKBP Andi Yudha Pranata pada Rabu (10/12/2025) membeberkan situasi lalu lintas Kota Batu sepanjang 2025 menunjukkan pola yang konsisten.</p>
<p>"Titik macet muncul karena kombinasi tingginya arus wisata, minimnya disiplin pengendara, serta keterbatasan ruang jalan. Pemetaan ini penting agar penanganan tahun 2026 lebih terarah,” ujarnya.</p>
<p>Lebih lanjut, ia merincikan terdapat 7 lokasi yang masuk kategori trouble spot diantaranya Exit Songgoriti terlebih disana juga banyak pengendara melanggar rambu dilarang masuk di simpang tiga sehingga memicu antrean.</p>
<p>Kemudian. di lokasi kedua yakni Simpang Tiga Bendo yang berpotensi terjadi penumpukan arus kepulangan wisatawan dari Selecta, Coban Talun, Cangar, dan destinasi lain di wilayah Bumiaji. Kemudian yang ketiga berada di kawasan Jalan Diponegoro kawasan deretan toko oleh-oleh dan restoran yang tidak menyediakan lahan parkir mengakibatkan kendaraan memakan bahu jalan.</p>
<p>"Selanjutnya simpang Tiga Arhanud karena ketidakseimbangan arus dari Karangploso menuju Kota Batu dengan jalur alternatif yang tidak mampu menampung beban kendaraan. Lalu Alun-alun Kota Batu menjadi titik transit wisata kuliner sehingga kepadatan terjadi hampir sepanjang hari," imbuhnya.</p>
<p>Sedangkan untuk titik keenam berada di Simpang Tiga Suhat dimana persilangan arus masuk dan keluar Kota Batu menyebabkan perlambatan kendaraan. Ditambah untuk titik terakhir berasa di Santerra De Laponte antrean masuk pengunjung dan lonjakan volume kendaraan memicu kemacetan di kawasan tersebut.</p>
<p>“Data ini kami gunakan sebagai acuan untuk menempatkan personel, menambah rambu, melakukan rekayasa lalu lintas, hingga operasi penegakan hukum. Targetnya sederhana: menekan jumlah pelanggaran dan kecelakaan di Kota Batu,” pungkasnya. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Pemkot Batu Sita Hampir 100 Ribu Batang Rokok Ilegal, Fokus Incar Pengecer</title>
<link>https://suarajatimpost.com/pemkot-batu-sita-hampir-100-ribu-batang-rokok-ilegal-fokus-incar-pengecer</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/pemkot-batu-sita-hampir-100-ribu-batang-rokok-ilegal-fokus-incar-pengecer</guid>
<description><![CDATA[ Angka sitaan yang masif ini terungkap setelah Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Batu bersama Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC) Tipe Madya Malang intensif menyasar toko-toko kecil di tiga kecamatan Kota Batu. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202512/image_870x580_69393880c39b1.webp" length="86054" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 10 Dec 2025 16:40:18 +0700</pubDate>
<dc:creator>Choirul Anwar</dc:creator>
<media:keywords>Kota Batu, Pemusnahan, Rokok Ilegal</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><b>KOTA BATU, SJP </b>— Pemerintah Kota (Pemkot) Batu secara signifikan mengubah strategi dalam operasi pengawasan Barang Kena Cukai (BKC) ilegal, dengan kini menitikberatkan penindakan pada level pengecer atau rantai distribusi paling bawah. </p>
<p>Pergeseran taktik ini dinilai efektif, tercermin dari jumlah sitaan rokok ilegal sepanjang tahun 2025 yang mencapai 94.284 batang.</p>
<p>Angka sitaan yang masif ini terungkap setelah Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Batu bersama Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC) Tipe Madya Malang intensif menyasar toko-toko kecil di tiga kecamatan Kota Batu.</p>
<p>Sekretaris Satpol PP Kota Batu, Fariz Pasharella Shahputra, pada Rabu (10/12/2025), menegaskan bahwa produsen dan distributor besar kini cenderung lebih hati-hati, sehingga titik lemah peredaran justru bergeser ke tingkat retail.</p>
<p>"Pola peredaran sudah berubah. Produsen dan distributor makin hati-hati, sehingga celah yang paling terlihat ada di pengecer. Karena itu, fokus operasi kami bergeser dengan intensitas yang lebih rapat," ujar dia. </p>
<p>Pendekatan baru ini tidak hanya mengandalkan operasi lapangan, tetapi juga dibangun melalui penguatan basis informasi dari masyarakat. </p>
<p>Satpol PP sebelumnya gencar menggelar sosialisasi kepada pengurus RT dan RW se-Kota Batu untuk menanamkan pemahaman kritis mengenai dampak kerugian ekonomi dari peredaran rokok tanpa pita cukai.</p>
<p>Langkah edukatif tersebut terbukti membuka lebih banyak laporan dari warga, yang sangat memudahkan petugas dalam memetakan pergerakan barang ilegal.</p>
<p>Fariz menegaskan bahwa penindakan ini adalah upaya untuk mencegah kebocoran pendapatan negara yang seharusnya kembali ke daerah. </p>
<p>"Intinya, setiap batang rokok tanpa pita cukai pada dasarnya menggerus pendapatan negara yang seharusnya kembali ke daerah melalui Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT). Kalau kita ingin pembangunan jalan, kesehatan, dan pendidikan berjalan baik, kita harus pastikan penerimaan negara tidak bocor," tegasnya.</p>
<p>Selain rokok ilegal, operasi gabungan tersebut juga mengamankan 30 botol atau 18 liter minuman beralkohol tanpa izin edar. </p>
<p>Penemuan ini menunjukkan bahwa pelanggaran BKC tidak hanya menyasar produk tembakau, tetapi juga merambah peredaran minuman ilegal atau oplosan yang berpotensi membahayakan kesehatan publik.</p>
<p>Kasi Penyuluhan Pelayanan dan Informasi KPPBC Tipe Madya Malang, Pitoyo Pribadi, membeberkan data kerugian yang ditimbulkan. Dalam periode Juli hingga Desember 2025 saja, Bea Cukai Malang mencatat empat perkara berbeda dengan total nilai barang sitaan mencapai Rp 143,4 juta. </p>
<p>Sementara potensi kerugian negara yang berhasil diselamatkan mencapai angka fantastis, yakni Rp 73,4 juta.</p>
<p>Ia menambahkan, seluruh proses perizinan industri hasil tembakau saat ini bersifat gratis, sehingga tidak ada alasan bagi pelaku usaha untuk memproduksi atau menjual barang ilegal.</p>
<p>"Sinergi dengan masyarakat itu kunci. Informasi yang masuk mempercepat proses penindakan," tutupnya.<strong> (*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Syaiful Aries</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Kendala Listrik dan Penertiban PKL Jadi Tantangan Utama Ujicoba Gate Parkir Alun&amp;Alun Batu</title>
<link>https://suarajatimpost.com/kendala-listrik-dan-penertiban-pkl-jadi-tantangan-utama-ujicoba-gate-parkir-alun-alun-batu</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/kendala-listrik-dan-penertiban-pkl-jadi-tantangan-utama-ujicoba-gate-parkir-alun-alun-batu</guid>
<description><![CDATA[ Dinas Perhubungan Kota Batu optimistis, setelah masa adaptasi terlewati, skema baru ini akan menciptakan alur kendaraan yang lebih tertib dan pendapatan parkir yang lebih transparan ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202512/image_870x580_6937f47cf37ff.webp" length="70080" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Tue, 09 Dec 2025 18:58:21 +0700</pubDate>
<dc:creator>Choirul Anwar</dc:creator>
<media:keywords>Kota Batu, Gate Parkir, Dishub, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KOTA BATU, SJP</strong> – Uji coba gate parkir di Alun-Alun Kota Batu memasuki pekan kedua dengan dua pekerjaan rumah yang belum benar-benar tuntas, yakni, kesiapan infrastruktur listrik dan penertiban pelaku usaha di area tersebut.</p>
<p>Meski sistem sudah terpasang sejak awal Desember, Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Batu belum bisa mengoperasikan gate secara penuh karena suplai listrik baru dipastikan stabil dalam waktu dekat.</p>
<p>Kabid Perparkiran Dishub Kota Batu Chilman Suaidi membeberkan, selama masa transisi, uji coba dilakukan manual dari pukul 08.00 – 00.00 WIB. Petugas memberikan karcis sekaligus menarik retribusi, sembari membiasakan arus masuk-keluar baru bagi masyarakat, wisatawan, jukir, hingga SDM internal Dishub.</p>
<p>“Elektroniknya sudah bisa dijalankan setelah listrik beres. Kuncinya memang di listrik. Sedangkan untuk semua pihak sejauh ini kooperatif, mulai dari juru parkir hingga pelaku wahana, yang sudah sepakat keluar dari area parkir Alun-Alun setelah adanya perjanjian hitam di atas putih, termasuk pembagian pendapatan 60:40 antara Dishub dan jukir," bebernya </p>
<p>Dishub menyiapkan pemasangan rambu tambahan dan penunjuk arah untuk memperhalus arus kendaraan, sekaligus memetakan pola padat di weekday dan weekend selama sebulan ujicoba.</p>
<p>Chilman juga optimistis kondisi akan stabil begitu masyarakat terbiasa dengan skema satu arah. Evaluasi berkelanjutan, terutama menghadapi momen libur, akan menjadi kunci agar gate parkir benar-benar berjalan tanpa menimbulkan titik-titik kemacetan baru.</p>
<p>"Namun, tantangan belum sepenuhnya hilang. Penertiban pedagang kaki lima (PKL) masih menyisakan laporan pelanggaran hingga malam terakhir. Permainan, dokar, dan kereta kelinci sudah berada di luar, tapi untuk PKL masih ada laporan,” imbuhnya.</p>
<p>Situasi ini menjadi sorotan karena Desember memiliki dua long weekend yang berpotensi memicu lonjakan kendaraan dan antrean panjang di gerbang masuk maupun keluar. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Pemkot Batu Tekankan Penguatan Ketahanan Bencana Usai Kirim Bantuan ke Sumatera</title>
<link>https://suarajatimpost.com/pemkot-batu-tekankan-penguatan-ketahanan-bencana-usai-kirim-bantuan-ke-sumatera</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/pemkot-batu-tekankan-penguatan-ketahanan-bencana-usai-kirim-bantuan-ke-sumatera</guid>
<description><![CDATA[ Pemerintah Kota Batu menempatkan aksi kemanusiaan sebagai pengingat bahwa kesiapsiagaan harus dibangun sejak sekarang, memastikan pembangunan tidak merusak alam, serta memperkuat kesadaran masyarakat agar Kota Batu tetap aman dari potensi bencana ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202512/image_870x580_6937f3c6196f1.webp" length="103952" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Tue, 09 Dec 2025 18:01:52 +0700</pubDate>
<dc:creator>Choirul Anwar</dc:creator>
<media:keywords>Kota Batu, Bantuan, Bencana, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KOTA BATU, SJP</strong> – Pengiriman lima armada bantuan kemanusiaan ke Provinsi Aceh, Sumatera Barat, dan Sumatera Utara bukan hanya menjadi simbol solidaritas warga Kota Batu, tetapi juga momentum evaluasi kesiapsiagaan daerah menghadapi ancaman bencana.</p>
<p>Wali Kota Batu Nurochman menyoroti pentingnya memperkuat komitmen lingkungan dan mitigasi di tengah meningkatnya risiko bencana secara nasional.</p>
<p>"Kepedulian terhadap sesama harus berjalan beriringan dengan upaya menjaga kondisi Kota Batu agar tetap aman dari potensi bencana. Oleh sebab itu setiap kebijakan pembangunan, termasuk arus investasi, wajib berpihak pada kelestarian alam," urainya, pada Selasa (9/12/2025). </p>
<p>Di tengah pengumpulan donasi yang melibatkan pemerintah, Forkopimda, pegawai, dan masyarakat, Pemkot Batu juga membentuk posko resmi untuk memastikan penyaluran bantuan berjalan transparan dan sesuai kebutuhan daerah terdampak.</p>
<p>Bantuan yang dikirim mencakup bahan pangan, perlengkapan balita, selimut, pakaian layak pakai, hingga kebutuhan logistik dasar lainnya. Selain itu, Pemkot Batu juga mengalokasikan dukungan anggaran Rp100 juta untuk masing-masing dari tiga provinsi terdampak selain bantuan senilai Rp570 juta yang diberangkatkan. </p>
<p>"Ini bukan semata bentuk empati, tetapi pengingat bahwa setiap daerah perlu memperkuat perlindungan lingkungannya agar tidak mengalami kerusakan yang memicu bencana serupa," imbuhnya.</p>
<p>Ia menegaskan bahwa solidaritas nasional harus dibarengi tanggung jawab menjaga ruang hidup secara berkelanjutan.</p>
<p>Dengan pelepasan bantuan kemanusiaan ini, Pemkot Batu menempatkan misi kemanusiaan sebagai cermin komitmen internal untuk memperkuat mitigasi, meningkatkan kecakapan masyarakat menghadapi bencana, serta memastikan arah pembangunan tetap aman bagi lingkungan. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor: Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Dugaan Kebocoran Setoran Oknum Jukir Kota Batu Jadi Sorotan Utama</title>
<link>https://suarajatimpost.com/dugaan-kebocoran-setoran-oknum-jukir-kota-batu-jadi-sorotan-utama</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/dugaan-kebocoran-setoran-oknum-jukir-kota-batu-jadi-sorotan-utama</guid>
<description><![CDATA[ Kota Batu sebagai destinasi wisata membutuhkan sistem parkir yang tertib dan profesional. Estetika, kerapian, dan kejujuran jukir menjadi elemen penting dalam menciptakan pengalaman positif bagi wisatawan ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202512/image_870x580_6937f2df8ae9c.webp" length="63560" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Tue, 09 Dec 2025 17:06:33 +0700</pubDate>
<dc:creator>Choirul Anwar</dc:creator>
<media:keywords>Kota Batu, Dugaan Kebocoran, Oknum Jukir</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KOTA BATU, SJP</strong> - Kota Batu kembali dihadapkan pada persoalan mendasar dalam tata kelola parkir. Bukan sekadar soal retribusi yang seret, persoalan paling krusial justru mengarah pada tingginya kebocoran setoran yang dilakukan oknum juru parkir (jukir). Kondisi ini membuat sistem pengelolaan parkir di kota wisata tersebut kembali dipertanyakan.</p>
<p>Kepala Dinas Perhubungan Kota Batu, Hendry Suseno pada Selasa (9/12/2025) menguraikan, hingga akhir November, pemasukan retribusi parkir baru menyentuh Rp 1,5 miliar. Angka itu memicu evaluasi internal, bukan hanya karena jauh dari target Rp 7 miliar, tetapi juga karena mengonfirmasi kembali lemahnya disiplin pelaporan di lapangan. </p>
<p>"Akar masalahnya terletak pada praktik manipulasi pendapatan harian yang masih jamak ditemui. Jadi potensi pendapatan yang seharusnya bisa mencapai Rp 200 ribu per hari di beberapa titik, namun laporan masuk hanya sekitar Rp50 ribu," urainya.</p>
<p>Dishub sebenarnya sudah mengatur skema bagi hasil yang relatif menguntungkan jukir, yakni 60 persen untuk jukir dan 40 persen untuk kas daerah. Namun insentif tersebut tetap tidak menutup celah manipulasi. Temuan lain, mulai dari pungutan tarif tidak sesuai ketentuan hingga praktik tanpa karcis, menunjukkan persoalan kedisiplinan yang semakin kompleks.</p>
<p>Melalui program Binwaskir, Pemkot Batu terus menindak para pelanggar. Sanksi diberikan berjenjang, dari teguran lisan hingga pencabutan KTA. Namun, tindakan ini belum sepenuhnya mengubah perilaku sebagian jukir. </p>
<p>"Sementara itu, pemilik kendaraan juga didorong untuk melapor jika menemukan penyimpangan. Dishub menjamin perlindungan penuh kepada pelapor," imbuhnya.</p>
<p>Sehingga langkah ini diharapkan dapat memutus rantai praktik menyimpang yang selama ini merugikan pendapatan daerah sekaligus mencoreng layanan publik. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor: Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Pemkot Batu Pertajam Prioritas Wisata 2026, Dorong Kualitas Event dan Peran Swasta</title>
<link>https://suarajatimpost.com/pemkot-batu-pertajam-prioritas-wisata-2026-dorong-kualitas-event-dan-peran-swasta</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/pemkot-batu-pertajam-prioritas-wisata-2026-dorong-kualitas-event-dan-peran-swasta</guid>
<description><![CDATA[ Dengan total agenda yang lebih ramping, Dinas Pariwisata menekankan peningkatan mutu sebagai target utama dan ingin memastikan setiap event memiliki kurasi jelas, promosi terarah, dan penyelenggaraan yang profesional ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202512/image_870x580_6936aa17ea357.webp" length="14106" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 08 Dec 2025 19:44:46 +0700</pubDate>
<dc:creator>Choirul Anwar</dc:creator>
<media:keywords>Kota Batu, Event, Kalender Wisata, saurajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KOTA BATU, SJP</strong> – Pemerintah Kota Batu menggeser fokus pengembangan pariwisata pada 2026. Bukan lagi mengejar banyaknya agenda, melainkan memperkuat kualitas dan daya dorong ekonomi dari setiap event. Langkah ini tampak dari keputusan memangkas jumlah kegiatan menjadi hanya 30 event dalam Kalender Wisata 2026, separuh dari tahun-tahun sebelumnya.</p>
<p>Kepala Dinas Pariwisata Kota Batu, Onny Ardianto pada Senin (8/12/2025) menegaskan, pengurangan ini bukan sekadar efisiensi anggaran, tetapi strategi baru untuk memastikan setiap event benar-benar memberi dampak.</p>
<p>"Penurunan transfer anggaran pusat dan provinsi hanya menjadi pemicu, sementara inti kebijakan ada pada penyusunan event yang lebih terukur. Kami tidak ingin agenda banyak tapi efeknya kecil. Lebih baik sedikit, tapi mampu menggerakkan ekonomi dan menarik wisatawan secara nyata,” paparnya.</p>
<p>Perubahan pola pengembangan ini memperlihatkan pergeseran orientasi Pemkot Batu yang kini lebih menonjolkan event-event unggulan. Agenda besar seperti Batu Festival, Festival Sego Empok, hingga Batu Street Food Festival tetap dipertahankan karena telah terbukti menciptakan trafik wisata yang kuat dan mendorong omzet UMKM.</p>
<p>Yang menarik, Pemkot Batu juga mulai memberi ruang lebih besar bagi event berbasis kolaborasi, khususnya dengan sektor swasta. Event internasional Panderman Gravity Park Downhill masih masuk kalender karena konsistensinya menarik peserta mancanegara.</p>
<p>“Kolaborasi dengan swasta justru memperkuat ekosistem. Jatim Park Group, misalnya, berkontribusi lewat serangkaian event yang konsisten menarik wisatawan,” imbuhnya.</p>
<p>Ia berharap strategi baru ini diharapkan menciptakan kalender wisata yang tidak hanya efisien, tetapi juga relevan dan kompetitif, terutama dalam persaingan destinasi wisata di Jawa Timur.</p>
<p>“Kualitas harus naik. Dampaknya harus terasa oleh masyarakat, pelaku usaha, dan pariwisata secara keseluruhan,” tandasnya. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Pemkot Batu Dorong Pesantren Jadi Pusat Penguatan Sains dan Teknologi</title>
<link>https://suarajatimpost.com/pemkot-batu-dorong-pesantren-jadi-pusat-penguatan-sains-dan-teknologi</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/pemkot-batu-dorong-pesantren-jadi-pusat-penguatan-sains-dan-teknologi</guid>
<description><![CDATA[ Wali Kota Batu Nurochman memaparkan jika ekosistem ini berjalan konsisten, kualitas SDM Kota Batu akan meningkat signifikan dalam lima hingga sepuluh tahun ke depan ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202512/image_870x580_6936a91965dc5.webp" length="46298" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 08 Dec 2025 19:16:48 +0700</pubDate>
<dc:creator>Choirul Anwar</dc:creator>
<media:keywords>Kota Batu, Pesantren, Pendidikan, saurajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KOTA BATU, SJP</strong> - Kota Batu mulai mendorong pesantren berperan lebih besar dalam penguatan pendidikan umum, sains, dan teknologi. Langkah ini ditegaskan lewat Kick Off Program Pendidikan Diniyah Formal (PDF).</p>
<p>Wali Kota Batu Nurochman pada Senin (8/12/2025) lmenilai pesantren harus menjadi bagian dari transformasi pendidikan daerah, bukan hanya pusat kajian agama.</p>
<p>“Kurikulum keagamaan tetap jadi pondasi, tetapi integrasinya dengan pengetahuan umum dan teknologi adalah kebutuhan hari ini,” tegas pria yang akrab disapa Cak Nur tersebut.</p>
<p>Ia menyebut Pemkot Batu sudah menyiapkan dukungan penuh untuk peningkatan kualitas pendidikan kesetaraan di pesantren baik jenjang Wustho setara SMP/MTs maupun Ulya setara SMA/MA.</p>
<p>Dorongan itu bukan hanya soal kurikulum. Pemkot juga membuka akses lanjutan bagi santri melalui skema Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL). Program 1000 Sarjana kembali diproyeksikan berjalan dengan pembiayaan UKT bagi peserta yang lolos RPL, termasuk lulusan pesantren.</p>
<p>“Ini kabar yang harus sampai ke semua santri. Pendidikan adalah jalan paling konkret untuk memutus rantai kemiskinan. Selain itu, kesempatan afirmasi juga diperluas. Santri dengan hafalan minimal 10 juz dapat mengakses pembiayaan pendidikan melalui jalur prestasi keagamaan dalam klaster Hafiz Quran," ujarnya.</p>
<p>Skema ini dianggap sebagai penghargaan terhadap pencapaian religius sekaligus pintu mendorong santri melanjutkan studi tinggi. Cak Nur berharap kolaborasi pesantren dan pemerintah daerah lewat program PDF dapat membangun ekosistem pendidikan baru: berbasis agama, ditopang sains, dan dikuatkan teknologi. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Pemkot Batu Dorong Transparansi Program TJSL Lewat Pembentukan Forum Baru</title>
<link>https://suarajatimpost.com/pemkot-batu-dorong-transparansi-program-tjsl-lewat-pembentukan-forum-baru</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/pemkot-batu-dorong-transparansi-program-tjsl-lewat-pembentukan-forum-baru</guid>
<description><![CDATA[ Wakil Wali Kota Batu Heli Suyanto membeberkan setiap alokasi TJSL diharapkan memiliki laporan yang terbuka, indikator terstandar, serta dampak yang dapat dipertanggungjawabkan ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202512/image_870x580_6936a807afd34.webp" length="26334" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 08 Dec 2025 18:40:51 +0700</pubDate>
<dc:creator>Choirul Anwar</dc:creator>
<media:keywords>Kota Batu, TJSL, Transparansi, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KOTA BATU, SJP</strong> - Pemerintah Kota Batu tak hanya ingin memperkuat kolaborasi antara pemerintah dan dunia usaha, tetapi juga mendorong transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) perusahaan.</p>
<p>Wakil Wali Kota Batu Heli Suyanto pada Senin (8/12/2025) menegaskan bahwa forum ini bukan sekadar wadah koordinasi, melainkan instrumen kontrol untuk memastikan kontribusi sosial perusahaan benar-benar tepat sasaran.</p>
<p>“Forum ini memastikan kontribusi dunia usaha tidak berjalan sendiri-sendiri, tetapi tersinergi, tepat sasaran, dan berbasis kebutuhan masyarakat,” ujarnya.</p>
<p>Ia menambahkan bahwa mekanisme yang transparan sangat dibutuhkan agar pelaksanaan TJSL tidak sekadar formalitas. Ia juga menguraikan perusahaan tidak lagi bergerak sendiri-sendiri tanpa arah yang seragam. Forum menjadi kanal yang menyinergikan kepentingan pemerintah, instansi vertikal, dan dunia usaha dalam satu peta kerja yang terbuka.</p>
<p>Selain itu menurutnya transparansi tersebut diharapkan mampu mempersempit program seremonial dan memastikan kontribusi dunia usaha benar-benar meningkatkan kesejahteraan masyarakat.</p>
<p>“Dengan hadirnya forum ini, dunia usaha dapat berkolaborasi secara lebih terarah, mulai dari pendidikan, kesehatan, lingkungan, kewirausahaan, hingga infrastruktur,” tandasnya. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Jatim Park 1 Rayakan 24 Tahun, Tegaskan Komitmen “Selalu Baru”</title>
<link>https://suarajatimpost.com/jatim-park-1-rayakan-24-tahun-tegaskan-komitmen-selalu-baru</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/jatim-park-1-rayakan-24-tahun-tegaskan-komitmen-selalu-baru</guid>
<description><![CDATA[ Pada momentum di ulang tahun yang ke 24 tahun, Jatim Park 1 secara resmi meluncurkan jargon baru “Jatim Park 1 Selalu Baru” dimana jargon tersebut menjadi arah strategis pengembangan ke depan. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202512/image_870x580_6947dae2cef0f.webp" length="32970" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sun, 07 Dec 2025 18:33:39 +0700</pubDate>
<dc:creator>Choirul Anwar</dc:creator>
<media:keywords>Kota Batu, Jatim Park 1, Ulang Tahun, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KOTA BATU, SJP</strong> – Jawa Timur Park 1 (Jatim Park 1) merayakan ulang tahun ke-24 pada Ahad (7/12/2025) dan menandai konsistensi Jatim Park 1 sebagai destinasi wisata edukasi yang aman, nyaman, dan terus berinovasi sejak berdiri pada 2001.</p>
<p>Manager Marketing and Public Relations Jawa Timur Park Group Titik S. Ariyanto pada mengatakan, perayaan ini bukan sekadar seremoni, tetapi momentum untuk menegaskan komitmen perusahaan terhadap pengunjung.</p>
<p>“Selama 24 tahun, Jatim Park 1 terus bertransformasi. Kami ingin memastikan setiap kunjungan selalu memberi pengalaman baru, relevan, dan berkesan bagi semua kalangan,” ujarnya.</p>
<p>Rangkaian acara ulang tahun ke-24 berlangsung meriah, dimulai dengan Fun Walk yang diikuti lebih dari 2.000 peserta, terdiri dari staf, karyawan, dan masyarakat sekitar. Kegiatan lain meliputi Zumba, pembagian doorprize, hiburan, hingga aksi charity.</p>
<p>Ciri khas perayaan berupa Kirab Tumpeng kembali digelar. Beragam tumpeng ditampilkan, mulai dari Tumpeng Nasi Kuning, Nasi Putih, Gunungan Jajanan Pasar, Gunungan Buah dan Sayur, hingga Gunungan Merchandise Jawa Timur Park 1 dan Museum Tubuh. Seluruh tumpeng dibagikan kepada peserta sebagai simbol rasa syukur atas perjalanan Jatim Park 1</p>
<p>Selain itu, manajemen juga menggelar santunan anak yatim yang berlokasi di Aliklasih, Kota Batu, serta pemotongan kue tart di beberapa spot wahana bersama pengunjung, untuk memperkuat kebersamaan.</p>
<p>“Jargon ‘Selalu Baru’ adalah komitmen kami untuk terus berinovasi, menghadirkan pembaruan wahana, layanan, dan konsep wisata agar pengunjung selalu punya alasan untuk kembali,” tegasnya.</p>
<p>Manajemen berharap, di usia ke-24 dan seterusnya, Jatim Park 1 tetap menjadi destinasi wisata unggulan yang seru, edukatif, aman, dan nyaman bagi seluruh pengunjung. <strong>(adv)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Dishub Batu Petakan Faktor Risiko, RAK 2025–2029 Dibangun dari Analisis Lapangan yang Lebih Detail</title>
<link>https://suarajatimpost.com/dishub-batu-petakan-faktor-risiko-rak-20252029-dibangun-dari-analisis-lapangan-yang-lebih-detail</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/dishub-batu-petakan-faktor-risiko-rak-20252029-dibangun-dari-analisis-lapangan-yang-lebih-detail</guid>
<description><![CDATA[ Kepala Dishub Kota Batu Hendry Suseno menegaskan tujuan akhir penyusunan RAK bukan hanya menekan angka kecelakaan, tetapi membangun budaya tertib yang bisa bertahan lama. Kota Batu, katanya, tidak cukup hanya nyaman sebagai destinasi wisata maka keamanan lalu lintas harus ikut mengimbangi ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202512/image_870x580_693423dfecb89.webp" length="36304" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sat, 06 Dec 2025 20:41:36 +0700</pubDate>
<dc:creator>Choirul Anwar</dc:creator>
<media:keywords>Kota Batu, RAK, Kecelakaan, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KOTA BATU, SJP</strong> - Dinas Perhubungan Kota Batu mulai mengubah pendekatan penanganan kecelakaan lalu lintas dari sekadar respons insidental menuju strategi berbasis analisis risiko.</p>
<p>Kepala Dishub Kota Batu, Hendry Suseno, menegaskan bahwa penyusunan Dokumen Rencana Aksi Keselamatan (RAK) Lalu Lintas dan Angkutan Jalan 2025–2029 bukan sekadar kewajiban administratif, tetapi pijakan awal untuk membaca pola bahaya di lapangan secara presisi.</p>
<p>Diwawancarai pada Sabtu (6/12/2025) ia mengatakan bahwa Dishub saat ini memetakan ulang seluruh variabel yang berkaitan dengan keselamatan. Mulai dari karakteristik lalu lintas, kondisi rambu dan marka yang belum seragam, titik-titik rawan yang terus berulang setiap tahun, hingga perilaku pengguna jalan yang kerap jadi pemicu kecelakaan.</p>
<p>"Pendekatan ini, memungkinkan setiap program nantinya diarahkan pada lokasi dan persoalan yang paling mendesak, langkah ini penting karena Kota Batu selama ini belum memiliki ukuran yang benar-benar baku untuk menilai tingkat keselamatan," urainya.</p>
<p>Dengan RAK baru, Dishub bisa mengeksekusi kebijakan secara terukur dan menggerakkan semua pemangku kepentingan dengan pedoman yang sama. Terlebih setiap intervensi harus punya dasar yang jelas dan hasil kajian RAK inilah yang akan menjadi regulasi ke depan.</p>
<p>Ia menambahkan, dukungan lintas sektor juga menguat dimana semua pihak setuju bahwa keselamatan lalu lintas di Kota Batu masih membutuhkan tindakan bersama, terutama karena tren kecelakaan di Jawa Timur, termasuk Batu, masih tinggi.</p>
<p>"Dengan fondasi kajian yang lebih komprehensif ini, Dishub optimistis arah kebijakan keselamatan 2025–2029 akan lebih tajam, lebih terpadu, dan lebih efektif dalam menurunkan risiko bagi seluruh pengguna jalan," pungkasnya. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor: Rizqi Ardian </strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Ancaman Bencana Memanjang, Infrastruktur Kota Batu Mulai Tertekan Sepanjang 2025</title>
<link>https://suarajatimpost.com/ancaman-bencana-memanjang-infrastruktur-kota-batu-mulai-tertekan-sepanjang-2025</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/ancaman-bencana-memanjang-infrastruktur-kota-batu-mulai-tertekan-sepanjang-2025</guid>
<description><![CDATA[ Menghadapi tren kerusakan yang meningkat, BPBD kini memperkuat mitigasi untuk melindungi jaringan vital. Pemasangan sistem peringatan dini, pelatihan relawan, hingga pemetaan titik infrastruktur rentan dilakukan untuk mencegah kerusakan lebih luas ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202512/image_870x580_69342255abcc7.webp" length="88394" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sat, 06 Dec 2025 20:22:51 +0700</pubDate>
<dc:creator>Choirul Anwar</dc:creator>
<media:keywords>Kota Batu, Infrastruktur, Bencana suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KOTA BATU, SJP</strong> – Lonjakan bencana alam sepanjang 2025 tak hanya memicu kerentanan di wilayah perbukitan Kota Batu, tapi juga mulai memberikan tekanan serius terhadap kondisi infrastruktur publik.</p>
<p>Data BPBD Kota Batu mencatat, dalam rentang 1 Januari–30 November 2025 terjadi 196 peristiwa bencana, dimana dampaknya, sejumlah jaringan layanan dasar serta sarana publik mulai mengalami degradasi yang nyata.</p>
<p>Kalaksa BPBD Kota Batu, Suwoko pada Sabtu (6/12/2025) menguraikan bahwa Kecamatan Bumiaji menjadi titik paling kritis. Dengan 83 kejadian, kawasan perbukitan itu menjadi episentrum kerusakan infrastruktur.</p>
<p>"Sifat kontur tanah di Bumiaji berperan besar dalam memudahkan longsor merusak akses dan jaringan utilitas. Dalam beberapa kejadian, material longsor sempat memutus jalur warga, bahkan menghantam fasilitas publik,” ujarnya.</p>
<p>Kerusakan yang tercatat tak sedikit. Empat sekolah terdampak, sembilan kios rusak, empat jaringan air bersih putus, 11 jaringan listrik dan lampu penerangan ikut terdampak, serta lima jaringan telekomunikasi mengalami gangguan.</p>
<p>Selain itu, ruas jalan sepanjang 0,003 kilometer rusak akibat longsor dan tekanan aliran air. Lahan pertanian pun terkena imbas, mencakup satu hektare sawah dan 0,175 hektare kebun.</p>
<p>Di samping infrastruktur, permukiman warga juga menerima pukulan. "Ada 20 rumah rusak ringan, 13 rusak sedang, serta 18 unit rusak berat. Sementara 14 rumah terendam banjir," imbuhnya.</p>
<p>Meski begitu, BPBD memastikan tidak ada korban jiwa, hanya satu warga terluka dan 199 warga terdampak, termasuk 24 orang yang sempat mengungsi.</p>
<p>Suwoko menegaskan, kewaspadaan warga sangat krusial mengingat curah hujan diprediksi masih tinggi.</p>
<p>“Jika ada tanda awal seperti retakan tanah atau pohon miring, segera laporkan sebelum merusak fasilitas di sekitarnya,” pungkasnya. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor: Rizqi Ardian </strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Pemkot Batu Genjot Perbaikan Rumah Warga, Wali Kota Nurochman Tegaskan Prioritas pada Keluarga Pra&amp;Sejahtera</title>
<link>https://suarajatimpost.com/pemkot-batu-genjot-perbaikan-rumah-warga-wali-kota-nurochman-tegaskan-prioritas-pada-keluarga-pra-sejahtera</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/pemkot-batu-genjot-perbaikan-rumah-warga-wali-kota-nurochman-tegaskan-prioritas-pada-keluarga-pra-sejahtera</guid>
<description><![CDATA[ Program RTLH kini menjadi harapan baru bagi ratusan warga Kota Batu yang selama ini hidup dalam kondisi hunian terbatas, sekaligus simbol keseriusan pemerintah dalam membangun kesejahteraan dari akar persoalan ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202512/image_870x580_69342181bb0ad.webp" length="47482" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sat, 06 Dec 2025 19:58:35 +0700</pubDate>
<dc:creator>Choirul Anwar</dc:creator>
<media:keywords>Kota Batu, RTLH, Pra Sejahtera, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KOTA BATU, SJP</strong> – Pemerintah Kota Batu kembali mengucurkan bantuan Rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) tahun 2025. Sebanyak 79 keluarga menerima pencairan tahap kedua, setelah sebelumnya 63 keluarga mendapatkan bantuan serupa pada Juli lalu. Total 142 keluarga telah tersentuh program ini, naik signifikan dibanding 2024 yang hanya terealisasi 88 keluarga.</p>
<p>Wali Kota Batu, Nurochman pada Sabtu (6/12/2025) menegaskan bahwa lonjakan penerima manfaat hingga 61 persen ini mencerminkan komitmen serius Pemkot Batu dalam memperbaiki kualitas hidup warga pra-sejahtera. Ia menyebut, perbaikan rumah bukan semata urusan bangunan, tetapi menyangkut fondasi kesejahteraan keluarga secara menyeluruh.</p>
<p>“Rumah yang layak itu bukan kemewahan, tapi kebutuhan dasar. Ini menentukan kesehatan, rasa aman, bahkan peluang ekonomi bagi sebuah keluarga,” ujar Nurochman.</p>
<p>Ia menjelaskan bahwa dampak program RTLH bersifat jangka panjang dan multidimensi. Pemkot Batu melihat hunian layak sebagai prasyarat utama tercapainya lingkungan yang sehat, tertib, dan bermartabat. Karena itu, ia meminta seluruh perangkat daerah terkait memastikan penerima bantuan benar-benar sesuai kriteria.</p>
<p>Verifikasi dilakukan secara ketat melalui kolaborasi Disperkim dengan desa dan kelurahan. Mekanisme penyaluran dana lewat bank daerah juga diperkuat untuk menjaga transparansi dan akuntabilitas. Selain itu, Pemkot Batu telah menyiapkan langkah lanjutan untuk memperluas jangkauan program pada 2026.</p>
<p>"Pendataan dinamis, pendampingan teknis pembangunan, hingga integrasi dengan program sanitasi dan penyediaan air bersih akan menjadi fokus agar manfaat RTLH semakin komprehensif," imbuhnya.</p>
<p>Nurochman juga menegaskan bahwa program ini merupakan investasi sosial yang akan memperkecil kesenjangan dan memperkuat ketahanan keluarga.</p>
<p>“Pemerintah harus hadir di titik paling mendasar. Ketika keluarga punya tempat tinggal yang layak, mereka punya pijakan lebih kuat untuk bangkit,” tutupnya. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor: Rizqi Ardian </strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Pemkot Batu Mantapkan Pemetaan Talenta ASN, BKPSDM Soroti Kedisiplinan Data sebagai Kunci Reformasi</title>
<link>https://suarajatimpost.com/pemkot-batu-mantapkan-pemetaan-talenta-asn-bkpsdm-soroti-kedisiplinan-data-sebagai-kunci-reformasi</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/pemkot-batu-mantapkan-pemetaan-talenta-asn-bkpsdm-soroti-kedisiplinan-data-sebagai-kunci-reformasi</guid>
<description><![CDATA[ Kepala BKPSDM Kota Batu Santi Restuningsasi menegaskan bahwa Pemkot Batu menargetkan seluruh perangkat daerah mampu menyelesaikan pemetaan talenta secara optimal, sebagai pijakan awal mewujudkan birokrasi yang lebih profesional dan berorientasi pada hasil ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202512/image_870x580_6932d27ab2270.webp" length="19774" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Fri, 05 Dec 2025 20:34:52 +0700</pubDate>
<dc:creator>Choirul Anwar</dc:creator>
<media:keywords>Kota Batu, Talenta ASN, Disiplin, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KOTA BATU, SJP</strong> – Pemerintah Kota Batu mulai menekankan pentingnya kerapian dan kedisiplinan data ASN sebagai fondasi utama transformasi birokrasi. Hal ini menjadi fokus dalam sosialisasi manajemen talenta ASN yang digelar BKPSDM Kota Batu, di mana akurasi data dinilai lebih krusial daripada sekadar memenuhi formalitas administrasi.</p>
<p>Kepala BKPSDM Kota Batu Santi Restuningsasi pada Jumat (5/12/2025) enegaskan bahwa peta talenta ASN tidak akan bermakna jika perangkat daerah masih abai dalam penginputan data dan penilaian kompetensi.</p>
<p>Menurutnya, seluruh proses pemetaan hanya bisa berjalan efektif bila database ASN benar-benar lengkap, akurat, dan diperbarui secara berkala.</p>
<p>“Banyak daerah yang bicara sistem merit, tapi tersandung di persoalan data. Kota Batu tidak boleh begitu. Pengelolaan talenta ini membutuhkan disiplin seluruh perangkat daerah dalam menyajikan data yang valid,” tegasnya.</p>
<p>Ia menjelaskan bahwa amanat UU Nomor 20 Tahun 2023 menempatkan manajemen talenta sebagai tulang punggung merit system, sehingga ketidakteraturan administrasi dan penilaian kinerja dapat menghambat penataan jabatan di masa mendatang.</p>
<p>Santi menambahkan, penerapan SIMATA BKN bakal menjadi instrumen utama untuk memastikan pemetaan talenta berbasis fakta, bukan persepsi.</p>
<p>“SIMATA bukan sekadar aplikasi. Ini mekanisme kontrol yang memastikan penempatan jabatan tidak lagi didasarkan rutinitas atau kebiasaan, tetapi benar-benar pada potensi, kemampuan, dan rekam jejak ASN,” ujarnya.</p>
<p>BKPSDM juga memberikan arahan teknis kepada seluruh pejabat tentang tata cara penginputan data yang sesuai standar BKN, termasuk bagaimana memetakan potensi ASN melalui indikator kompetensi, prestasi, dan kapabilitas.</p>
<p>Ia menilai, keberhasilan proses manajemen talenta sangat ditentukan oleh komitmen awal: kerapian data dan objektivitas penilaian. Tanpa itu, pengembangan dan penempatan talenta tidak akan menghasilkan perubahan signifikan.</p>
<p>“Kalau datanya rapi, kebijakan jadi presisi. Dari situ kualitas layanan publik bisa naik. Itu yang ingin kita capai lewat manajemen talenta ini,” tandasnya. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor: Rizqi Ardian </strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Dinas Pendidikan Kota Batu Dorong ASN Guru SMP Bersiap Hadapi Sistem Presensi Elektronik dan Penegakan Etika Profesi</title>
<link>https://suarajatimpost.com/dinas-pendidikan-kota-batu-dorong-asn-guru-smp-bersiap-hadapi-sistem-presensi-elektronik-dan-penegakan-etika-profesi</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/dinas-pendidikan-kota-batu-dorong-asn-guru-smp-bersiap-hadapi-sistem-presensi-elektronik-dan-penegakan-etika-profesi</guid>
<description><![CDATA[ Dengan penguatan disiplin, penerapan presensi elektronik, serta penegasan etika dan kewajiban profesi, sosialisasi ini menjadi langkah awal Pemkot Batu memperbaiki tata kelola pendidikan di tingkat SMP ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202512/image_870x580_6932d1c307f40.webp" length="21110" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Fri, 05 Dec 2025 20:00:54 +0700</pubDate>
<dc:creator>Choirul Anwar</dc:creator>
<media:keywords>Kota Batu, Presensi Elektronik, Etika Profesi</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KOTA BATU, SJP</strong> – Dinas Pendidikan Kota Batu mulai memperkuat pembenahan tata kelola kepegawaian para guru ASN jenjang SMP dengan menekankan kesiapan menuju sistem presensi elektronik dan penegakan etika profesi.</p>
<p>Kepala Dinas Pendidikan Kota Batu M.Chori pada Jumat (5/12/2025) menguraikan bahwa langkah ini sebelumnya telah disosialisasikan sebagai upaya mendorong standar disiplin baru di lingkungan pendidikan.</p>
<p>"Peningkatan kualitas pendidikan tidak bisa dipisahkan dari kedisiplinan tenaga pendidik dalam menjalankan tugas. Apalagi guru sebagai elemen paling menentukan dalam keberhasilan pendidikan, sehingga konsistensi dalam etika kerja dan kode etik menjadi keharusan," urainya.</p>
<p>Terlebih mulai tahun depan seluruh Guru Tenaga Kependidikan diwajibkan melaksanakan presensi elektronik sebagaimana ASN pada umumnya. Kebijakan ini dinilai penting untuk memastikan akuntabilitas dan kedisiplinan guru berjalan lebih terukur.</p>
<p>Selain itu, peningkatan kesadaran, motivasi, dan komitmen guru dalam menjalankan tugas dengan benar juga menjadi sorotan utama. sehingga pembekalan terkait kedisiplinan, serta penjelasan mengenai sejumlah kewajiban kepegawaian, seperti mekanisme kenaikan pangkat, konversi angka kredit, penilaian kinerja, hingga syarat linearitas pendidikan dipaparkan oleh Dinas Pendidikan secara gamblang</p>
<p>"Pemkot Batu menegaskan bahwa pembenahan manajemen disiplin guru bukan hanya soal kepatuhan administratif, tetapi juga arah jangka panjang untuk memperkuat kualitas pendidikan. Harapannya, guru-guru mampu bekerja lebih profesional, memberi teladan bagi siswa, dan mendorong tercapainya tujuan pendidikan nasional," pungkasnya. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor: Rizqi Ardian </strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Jasa Raharja Putera Serahkan 1 Unit Ambulans untuk Dukung Keselamatan Pengunjung Jatim Park Group</title>
<link>https://suarajatimpost.com/jasa-raharja-putera-serahkan-1-unit-ambulans-untuk-dukung-keselamatan-pengunjung-jatim-park-group</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/jasa-raharja-putera-serahkan-1-unit-ambulans-untuk-dukung-keselamatan-pengunjung-jatim-park-group</guid>
<description><![CDATA[ Manajemen Jawa Timur Park Group menyampaikan apresiasi atas kepercayaan dan kerja sama yang terjalin, serta berharap sinergi antara Jasa Raharja Putera dengan Jatim Park Group dapat terus berlanjut guna mendukung terwujudnya destinasi wisata berstandar zero accident dan menjadi contoh penerapan budaya keselamatan di sektor pariwisata dan hiburan di Indonesia. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202512/image_870x580_6947da4007e17.webp" length="61420" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Fri, 05 Dec 2025 18:30:52 +0700</pubDate>
<dc:creator>Choirul Anwar</dc:creator>
<media:keywords>Kota Batu, Jatim Park, Ambulance, sauarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KOTA BATU, SJP</strong> – Komitmen peningkatan keselamatan dan kenyamanan pengunjung kembali diperkuat melalui kerja sama antara Jasa Raharja Putera dan Jawa Timur Park Group. Jasa Raharja Putera secara resmi menyerahkan satu unit ambulans operasional kepada Jawa Timur Park Group sebagai bentuk sinergi dan dukungan layanan keselamatan di kawasan wisata.</p>
<p>Manager Marketing and Public Relations Jawa Timur Park Group, Titik S. Ariyanto pada Jumat (5/12/2025) mengatakan bantuan tersebut sangat penting dalam mendukung respons cepat terhadap kondisi darurat di kawasan wisata.</p>
<p>Penyerahan ambulans dilakukan di area entrance Jawa Timur Park 1. Ambulans diserahkan oleh Branch Manager Jasa Raharja Putera Surabaya, I Made Yudana, dan diterima langsung oleh Direktur Jawa Timur Park Group, Ir. Suryo Widodo.</p>
<p>“Ambulans ini akan sangat bermanfaat untuk mendukung operasional kami, terutama dalam memberikan pelayanan kesehatan yang cepat dan akurat bagi pengunjung maupun karyawan. Ini sejalan dengan komitmen Jatim Park Group dalam menghadirkan destinasi wisata yang aman dan berstandar tinggi,” ujar Titik.</p>
<p>Ia menegaskan, Jawa Timur Park Group terus memperkuat penerapan Health, Safety, and Environment (HSE) melalui pelatihan rutin serta penerapan standar K3 Umum secara berkelanjutan di seluruh unit usaha.</p>
<p>Terlebih Titik berpendapat bahwa Jasa Raharja Putera menyatakan penyerahan ambulans merupakan bentuk komitmen nyata dalam mendukung keselamatan pengunjung di destinasi wisata berskala nasional seperti Jawa Timur Park Group.</p>
<p>“Keselamatan adalah prioritas utama. Penambahan fasilitas ambulans ini menjadi bagian dari upaya kami menciptakan lingkungan wisata yang aman, sehat, dan bebas kecelakaan,” pungkasnya. <strong>(adv)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Pemotor Tercebur Sungai Usai Kecelakaan di Pujon Malang Ditemukan Tewas</title>
<link>https://suarajatimpost.com/pemotor-tercebur-sungai-usai-kecelakaan-di-pujon-malang-ditemukan-tewas</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/pemotor-tercebur-sungai-usai-kecelakaan-di-pujon-malang-ditemukan-tewas</guid>
<description><![CDATA[ Kecelakaan yang melibatkan motor Honda CBR bernomor polisi N 5138 LW dengan mobil Daihatsu AE 1097 CQ terjadi di Jalan Raya Abdul Manan Wijaya, Desa Sukomulyo, Kecamatan Pujon, sekira pukul 16.45 WIB. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202512/image_870x580_69326f2f580cb.webp" length="108460" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Fri, 05 Dec 2025 12:55:56 +0700</pubDate>
<dc:creator>Choirul Anwar</dc:creator>
<media:keywords>Kota Batu, Kecelakaan, Meninggal Dunia</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><b>KOTA BATU , SJP </b>— Seorang pengendara sepeda motor bernama Razza Zarror Aryadita (23), ditemukan meninggal dunia pada Jumat siang (5/12/2025) setelah terlibat kecelakaan dan tercebur ke Sungai Konto di jalur Pujon–Ngantang, Kabupaten Malang. Korban sempat dinyatakan hilang setelah kecelakaan terjadi pada Kamis sore (4/12/2025).</p>
<p>Kepala Bagian Operasi (Kabag Ops) Polres Batu, Kompol Anton Widodo, membenarkan kejadian tragis itu. </p>
<p>Ia menjelaskan bahwa kecelakaan yang melibatkan motor Honda CBR bernomor polisi N 5138 LW dengan mobil Daihatsu AE 1097 CQ terjadi di Jalan Raya Abdul Manan Wijaya, Desa Sukomulyo, Kecamatan Pujon, sekira pukul 16.45 WIB.</p>
<p>"Korban, Razza Zarror Aryadita, ditemukan dalam kondisi meninggal dunia pada Jumat siang. Jasad korban terseret arus dan tersangkut di depan kawasan wisata Taman Kemesraan Pujon," ujar Anton, saat dikonfirmasi Jumat (5/12/2025).</p>
<p>Menurut keterangan polisi, kecelakaan bermula ketika Razza yang mengendarai motor melaju dari arah timur (Pujon) menuju barat (Ngantang). Pada saat yang hampir bersamaan, mobil Daihatsu yang dikemudikan oleh Sudarmadi melaju kencang dari arah berlawanan.</p>
<p>"Ketika memasuki tikungan, pengemudi mobil Daihatsu, Sudarmadi, berusaha mendahului truk di depannya dari sisi kanan, bahkan sampai melewati marka jalan. Pengendara motor yang datang dari arah berlawanan tidak sempat menghindar, sehingga tabrakan adu banteng tidak terhindarkan," jelas Anton.</p>
<p>Dampak benturan yang sangat keras menyebabkan Razza terpental ke sisi kiri jalan dan langsung terjatuh ke aliran Sungai Konto yang berada di tepi jalan tersebut. Korban seketika hilang terseret derasnya arus sungai.</p>
<p>Ia menambahkan, upaya pencarian segera dilakukan sejak Kamis malam oleh tim gabungan yang terdiri atas Polres Batu, relawan setempat, Tim SAR, dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD).</p>
<p>"Operasi pencarian pada Kamis malam sempat terhambat karena cuaca yang tidak menentu, minimnya penerangan, serta derasnya arus sungai. Pencarian kemudian dilanjutkan pada Jumat pagi dengan membagi personel dalam beberapa tim," imbuhnya.</p>
<p>Pencarian yang dilanjutkan pada Jumat pagi menggunakan tiga perahu karet untuk menyisir sungai dari titik awal kejadian di Kedung Simbar hingga kawasan Taman Kemesraan. Tim penyisir akhirnya menemukan jasad korban dan segera mengevakuasinya.</p>
<p>Jenazah Razza Zarror Aryadita kemudian dibawa ke Rumah Sakit Hasta Brata Kota Batu untuk dilakukan penanganan dan pemeriksaan lebih lanjut. </p>
<p>Sementara itu, kasus kecelakaan ini sedang ditangani oleh Unit Laka Lantas Polres Batu<b>. (*) </b></p>
<p><b>Editor: Syaiful Aries</b></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Moratorium Perumahan di Batu Jadi Momentum Bersih&amp;Bersih Tata Ruang</title>
<link>https://suarajatimpost.com/moratorium-perumahan-di-batu-jadi-momentum-bersih-bersih-tata-ruang</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/moratorium-perumahan-di-batu-jadi-momentum-bersih-bersih-tata-ruang</guid>
<description><![CDATA[ Penataan tata ruang dikembalikan pada koridor aturan, pengembang didorong lebih disiplin, dan investasi diarahkan tetap tumbuh dalam ekosistem yang tertib. Langkah ini menjadi penegasan bahwa pembangunan perumahan di Batu harus selaras dengan kepentingan publik dan keberlanjutan ruang kota ke depan ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202512/image_870x580_69318cf8386e2.webp" length="34202" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 04 Dec 2025 21:17:56 +0700</pubDate>
<dc:creator>Choirul Anwar</dc:creator>
<media:keywords>Kota Batu, Tata Ruang, Regulasi</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KOTA BATU, SJP</strong> <strong>–</strong> Pengetatan pengawasan perumahan yang kini digenjot Pemerintah Kota Batu bukan sekadar penertiban administratif, tetapi langkah strategis untuk merapikan kembali tata ruang kota yang belakangan semakin kacau oleh maraknya pembangunan tanpa izin.</p>
<p>Dengan masih tersisa 66 perumahan yang belum merampungkan perizinan, kebijakan moratorium mulai tahun depan diproyeksikan menjadi titik balik penataan ruang di Kota Batu.</p>
<p>Wakil Wali Kota Batu, Heli Suyanto, menyebut banyak persoalan bermula dari transaksi lahan tidak resmi hingga pembangunan yang langsung berjalan tanpa memperhatikan zonasi, termasuk pelanggaran di kawasan Lahan Sawah yang Dilindungi (LSD).</p>
<p>"Pola yang sama terus berulang yakni dengan harga tanah murah, bangunan berdiri, pelanggaran muncul, dan pemerintah dipaksa memadamkan masalah di belakang," urainya, Kamis (4/12/2025).</p>
<p>Heli mendorong pengembang menuntaskan perizinan sebelum batas akhir tahun ini. Ia menegaskan moratorium bukan bentuk pembatasan investasi, melainkan filter agar pembangunan lebih sehat dan tertib.</p>
<p>Pemerintah juga menyiapkan perangkat pendukung seperti Raperda Pemberian Insentif dan Kemudahan Investasi, yang disebut bakal mempercepat pengurusan izin bagi pelaku usaha properti.</p>
<p>"Selain itu, Pemkot Batu menekankan pentingnya penyerahan PSU dari pengembang sebagai bagian dari konsolidasi fasilitas publik. Akses jalan, drainase, hingga ruang terbuka akan lebih mudah dibenahi ketika aset tersebut resmi diserahkan ke pemerintah," imbuhnya.</p>
<p>Kebijakan terintegrasi ini dipandang sebagai upaya mengembalikan kontrol penuh pemerintah terhadap arah pertumbuhan kota. Dengan perkembangan Kota Batu yang semakin pesat, langkah ini diproyeksikan menghindarkan kota dari ekspansi ruang yang tidak terencana dan menguatkan fondasi tata ruang yang berkelanjutan. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Hadapi LPPD 2025, Pemkot Batu Prioritaskan Pembenahan Sistem Data Lintas Sektor</title>
<link>https://suarajatimpost.com/hadapi-lppd-2025-pemkot-batu-prioritaskan-pembenahan-sistem-data-lintas-sektor</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/hadapi-lppd-2025-pemkot-batu-prioritaskan-pembenahan-sistem-data-lintas-sektor</guid>
<description><![CDATA[ Politisi yang karib disapa Cak Nur ini memaparkan bahwa setiap perangkat daerah harus memiliki kesadaran penuh bahwa satu kesalahan input data dapat berdampak signifikan pada penilaian LPPD secara keseluruhan. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202512/image_870x580_693147c0d862e.webp" length="18520" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 04 Dec 2025 17:00:35 +0700</pubDate>
<dc:creator>Choirul Anwar</dc:creator>
<media:keywords>Kota Batu, LPPD, Pembaruan</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><b>KOTA BATU, SJP </b>— Pemerintah Kota (Pemkot) Batu mulai memprioritaskan pembenahan sistem data lintas perangkat daerah sebagai fondasi utama untuk memenuhi kompleksitas indikator Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah (LPPD) tahun 2025.</p>
<p>Wali Kota Batu, Nurochman, menegaskan bahwa tantangan terbesar yang dihadapi bukan hanya pada bertambahnya indikator baru, melainkan pada tuntutan terhadap kualitas data yang harus lebih presisi, konsisten, dan akuntabel.</p>
<p>"Penyusunan LPPD tidak lagi bisa dikerjakan dengan pola lama karena instrumen evaluasi kini semakin sensitif terhadap integritas data. Dengan demikian, penguatan sistem data daerah bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan mendesak agar Kota Batu dapat menjaga performa kinerjanya di tingkat nasional," terang Nurochman, Kamis (4/12/2025).</p>
<p>Politisi yang karib disapa Cak Nur ini memaparkan bahwa setiap perangkat daerah harus memiliki kesadaran penuh bahwa satu kesalahan input data dapat berdampak signifikan pada penilaian LPPD secara keseluruhan. </p>
<p>Hal ini karena instrumen evaluasi nasional kini membidik akurasi dan konsistensi data, bukan sekadar pemenuhan laporan.</p>
<p>Dorongan pembaruan sistem ini semakin diperkuat dengan apresiasi yang diterima Kota Batu dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) atas integrasi <em>Whistleblowing System</em> (WBS) yang berhasil meningkatkan skor <em>Monitoring Controlling Surveillance for Prevention</em> (MCSP). </p>
<p>Skor MCSP merupakan salah satu indikator penting dalam tata kelola pemerintahan yang bersih.</p>
<p>"Mari jadikan capaian ini sebagai momentum untuk memperkuat struktur data internal agar standar integritas tidak hanya berlaku untuk WBS, tetapi untuk seluruh proses pelaporan daerah," pungkasnya.<b> (*) </b></p>
<p><b>Editor: Syaiful Aries</b></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Volume Kendaraan di Batu Diprediksi Naik 20 Persen saat Nataru, Polisi Siapkan Rekayasa Lalin</title>
<link>https://suarajatimpost.com/volume-kendaraan-di-batu-diprediksi-naik-20-persen-saat-nataru-polisi-siapkan-rekayasa-lalin</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/volume-kendaraan-di-batu-diprediksi-naik-20-persen-saat-nataru-polisi-siapkan-rekayasa-lalin</guid>
<description><![CDATA[ Kenaikan volume kendaraan diperkirakan mencapai 20 persen akibat adanya dua kali long weekend dan tingginya minat kunjungan ke destinasi wisata utama. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202512/image_870x580_69314594cbcb0.webp" length="35934" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 04 Dec 2025 16:03:19 +0700</pubDate>
<dc:creator>Choirul Anwar</dc:creator>
<media:keywords>Kota Batu, Arus Lalin, Nataru</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><b>KOTA BATU, SJP —</b> Kepolisian Resor (Polres) Batu memprediksi lonjakan tajam kepadatan lalu lintas di wilayah Kota Batu menjelang perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru). </p>
<p>Kenaikan volume kendaraan diperkirakan mencapai 20 persen akibat adanya dua kali <em>long weekend</em> dan tingginya minat kunjungan ke destinasi wisata utama.</p>
<p>Untuk mengantisipasi tekanan mobilitas tersebut, Polres Batu telah menyiapkan strategi pengamanan arus berlapis dan rekayasa lalu lintas yang lebih agresif.</p>
<p>Kepala Satuan Lalu Lintas (Kasat Lantas) Polres Batu, AKP Kevin Ibrahim, menegaskan bahwa prediksi kenaikan volume kendaraan menjadi dasar penerapan rekayasa di sejumlah <em>trouble spot.</em> </p>
<p>Ia menyebut pola pergerakan kendaraan pada Nataru kali ini diprediksi lebih padat dibandingkan tahun sebelumnya.</p>
<p>"Kami memprediksi kenaikan volume mencapai 19 hingga 20 persen. Tekanannya akan terasa terutama di titik masuk Kota Batu dan kawasan wisata. Karena itu, rekayasa lalu lintas kami siapkan secara bertahap, menyesuaikan kondisi lapangan," ujar AKP Kevin, Kamis (4/12/2025).</p>
<p>Dalam operasi pengamanan Nataru, Polres Batu mengerahkan sebanyak 293 personel. Aparat juga mendirikan enam Pos Pengamanan dan satu Pos Pelayanan sebagai pusat kendali pengaturan arus.</p>
<p>Sistem penindakan pelanggaran lalu lintas turut diperkuat dengan dukungan 10 titik ETLE <em>(Electronic Traffic Law Enforcement)</em> statis dan satu ETLE mobile untuk memastikan jalur utama tetap steril dari hambatan.</p>
<p>Beberapa rekayasa yang telah disiapkan meliputi penerapan <em>contraflow</em> dari P.3 Krematorium hingga SP.3 Dewi Sartika, pengaturan <em>one way</em> di Jalan Ir. Soekarno dengan alternatif pengalihan arus via jalur Wukir atau Junrejo, serta penutupan total kawasan Alun-Alun saat malam pergantian tahun.</p>
<p>AKP Kevin menekankan bahwa langkah-langkah rekayasa ini akan diberlakukan secara fleksibel, bergantung pada indikator kepadatan di lapangan, seperti peningkatan volume kendaraan di gerbang keluar tol atau tingginya tingkat okupansi hotel.</p>
<p>Selain rekayasa arus, AKP Kevin juga menegaskan pentingnya dukungan penuh dari pelaku usaha, operator wisata, dan perhotelan.</p>
<p>Ia meminta agar pihak-pihak terkait dapat menambah kantong-kantong parkir resmi untuk mencegah praktik parkir di tepi jalan yang berpotensi memperparah kepadatan.</p>
<p>"Parkir sembarangan adalah salah satu pemicu utama perlambatan arus. Kami butuh kolaborasi semua pihak agar mobilitas tetap lancar selama Nataru," tandasnya.<b> (*) </b></p>
<p><b>Editor: Syaiful Aries</b></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Resmob Polres Batu Amankan Pelaku Penganiayaan Bersenjata Tajam di Bendosari</title>
<link>https://suarajatimpost.com/resmob-polres-batu-amankan-pelaku-penganiayaan-bersenjata-tajam-di-bendosari</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/resmob-polres-batu-amankan-pelaku-penganiayaan-bersenjata-tajam-di-bendosari</guid>
<description><![CDATA[ Dengan tertangkapnya NUR HADI alias KENDIL serta diamankannya barang bukti utama, Satreskrim Polres Batu memastikan proses hukum akan berjalan sesuai ketentuan demi memberikan kepastian dan rasa aman bagi masyarakat. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202512/image_870x580_69302be3ee09c.webp" length="21758" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 03 Dec 2025 21:29:00 +0700</pubDate>
<dc:creator>Choirul Anwar</dc:creator>
<media:keywords>Kota Batu, Polres, Penganiayaan, saurajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KOTA BATU, SJP</strong> – Unit Resmob Wilayah Barat Satreskrim Polres Batu mengamankan seorang pria bernama Nur Hadi alias Kendil terkait kasus penganiayaan bersenjata tajam di wilayah Desa Bendosari, Kecamatan Pujon Kabupaten Malang. Penangkapan dilakukan pada Senin (1/12/2025) sekira pukul 02.00 WIB, tak lama setelah laporan resmi masuk ke Polres Batu.</p>
<p>Kasat Reskrim Polres Batu, IPTU Joko Suprianto, membenarkan penangkapan tersebut dan menyampaikan bahwa tindakan cepat petugas dilakukan berdasarkan LP/B/151/XII/2025/SPKT/POLRES BATU.</p>
<p>"Peristiwa penganiayaan itu terjadi pada Minggu malam (30/11/2025) sekitar pukul 22.00 WIB di rumah warga bernama Rozikin di Dusun Cukal, Desa Bendosari. Saat itu korban, Achmad Suudi, sedang membantu pelaksanaan hajatan. Situasi memanas ketika pelaku yang sudah berada di lokasi menunjuk korban sambil memanggil namanya berulang kali. Adu mulut pun tak terhindarkan sebelum pelaku sempat meninggalkan lokasi," urainya.</p>
<p>Tidak lama kemudian, pelaku kembali dengan membawa celurit dan sempat dihadang oleh Kasun setempat. Korban yang berniat menenangkan situasi justru menjadi sasaran dimana pelaku menyabetkan celurit hingga mengenai jari kelingking, pipi kanan, kepala, telinga kiri, dan punggung korban.</p>
<p>Akibat serangan tersebut, korban mengalami beberapa luka sayatan dan langsung melaporkan kejadian itu ke Polres Batu. Dari hal tersebut petugas kemudian bergerak cepat dan mengamankan pelaku di lokasi kejadian berikut barang bukti berupa satu lembar Visum et Repertum dan satu bilah celurit yang digunakan saat aksi penganiayaan.</p>
<p>"Pelaku kini menjalani pemeriksaan dan proses hukum lebih lanjut atas dugaan pelanggaran Pasal 351 KUHP tentang Penganiayaan. Yang Pasti akan segera kami ungkap apabila penyidikan rampung dilakukan," pungkasnya. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Forkopimda Batu Fokus Tekan Risiko Kepadatan Lalu Lintas saat Nataru</title>
<link>https://suarajatimpost.com/forkopimda-batu-fokus-tekan-risiko-kepadatan-lalu-lintas-saat-nataru</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/forkopimda-batu-fokus-tekan-risiko-kepadatan-lalu-lintas-saat-nataru</guid>
<description><![CDATA[ Rekayasa penuh akan diberlakukan bila indikator kepadatan terpenuhi, seperti kendaraan exit tol melebihi 1.500 unit atau okupansi hotel menyentuh 80 persen. Pada malam pergantian tahun, kawasan Alun-Alun akan ditutup total untuk menjamin keamanan jalur perayaan ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202512/image_870x580_69302af806ae5.webp" length="49358" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 03 Dec 2025 20:49:59 +0700</pubDate>
<dc:creator>Choirul Anwar</dc:creator>
<media:keywords>Kota Batu, Rekayasa Lalin, Nataru, saurajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KOTA BATU, SJP</strong> – Menjelang Natal 2025 dan Tahun Baru 2026, Forkopimda Kota Batu menempatkan isu kepadatan lalu lintas sebagai prioritas utama. Bukan hanya soal lonjakan wisatawan, namun bagaimana memastikan mobilitas berjalan aman, tertib, dan tetap memberikan pengalaman positif bagi pengunjung.</p>
<p>Wali Kota Batu Nurochman pada Rabu (3/12/2025) menguraikan, Rapat Tahap IV Forum Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (FLLAJ) menjadi momentum penyusunan langkah teknis lintas sektor. Hal itu juga menegaskan bahwa tantangan Nataru bukan sekadar peningkatan volume kendaraan, tetapi kesiapan seluruh stakeholder dalam membaca pola pergerakan wisatawan.</p>
<p>"Kami menekankan bahwa langkah mitigasi harus disiapkan sedini mungkin untuk mencegah kemacetan berlarut di sejumlah titik rawan. Kesan pertama wisatawan muncul dari lalu lintas yang mereka temui. Kota Batu tidak boleh kalah oleh ego sektoral. Kita benahi koordinasi, kita selaraskan langkah," paparnya.</p>
<p>Selain itu pembukaan akses jalan baru bersama Perhutani menjadi solusi jangka panjang yang sedang dikebut oleh Pemkot Batu termasuk akses tercepat melalui Sukorejo dan Lawang. Ditambah pentingnya teknologi dalam pengaturan arus kendaraan dan percepatan implementasi parkir bertingkat melalui skema pembiayaan non-APBD. Ia juga menegaskan agar seluruh informasi publik tetap menggunakan diksi yang menenangkan dan tidak memperburuk persepsi wisatawan.</p>
<p>Dari sisi pengamanan, Kasat Lantas Polres Batu, AKP Kevin Ibrahim, menekankan bahwa rekayasa titik rawan akan menjadi instrumen paling krusial dalam pengendalian kepadatan. Polres Batu menurunkan 293 personel, mendirikan enam Pos Pengamanan (Pos Pam), serta satu Pos Pelayanan (Pos Yan) yang sekaligus berfungsi sebagai command center di Batos.</p>
<p>“Penindakan pelanggaran didukung 10 titik ETLE statis dan satu ETLE mobile. Rekayasa arus dilakukan bertahap sesuai kondisi real-time di lapangan. Contraflow dari P.3 Krematorium hingga SP.3 Dewi Sartika menjadi opsi utama, termasuk one way di Jalan Ir. Soekarno,” jelasnya.</p>
<p>Ia juga meminta pelaku usaha wisata dan PHRI menyiapkan kantong parkir tambahan sebagai upaya mencegah parkir liar di tepi jalan, yang selama ini menjadi pemicu utama perlambatan arus.</p>
<p>Dengan kolaborasi lintas sektor dan langkah teknis yang disiapkan lebih awal, Pemkot Batu berharap momentum Nataru tetap menjadi pengalaman positif bagi wisatawan tanpa mengorbankan kelancaran mobilitas maupun kenyamanan warga. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Pemkot Batu Dorong Transformasi Pertanian Terpadu Berbasis Inovasi Lokal</title>
<link>https://suarajatimpost.com/pemkot-batu-dorong-transformasi-pertanian-terpadu-berbasis-inovasi-lokal</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/pemkot-batu-dorong-transformasi-pertanian-terpadu-berbasis-inovasi-lokal</guid>
<description><![CDATA[ Wali Kota Batu Nurochman menegaskan Pemkot Batu ingin model pertanian Batu tidak berhenti pada produksi, tetapi mampu menjadi pengalaman wisata yang menarik tanpa mengikis identitas agrarisnya ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202512/image_870x580_693029f91e880.webp" length="37862" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 03 Dec 2025 20:29:54 +0700</pubDate>
<dc:creator>Choirul Anwar</dc:creator>
<media:keywords>Kota Batu, Pertanian, Transformasi, saurajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KOTA BATU, SJP</strong> – Pemerintah Kota Batu mulai menggeser pendekatan pembangunan pertanian dari pola konvensional menuju model terpadu yang menggabungkan inovasi lokal, pengelolaan limbah ternak, dan efisiensi lahan.</p>
<p>Wali Kota Batu Nurochman pada Rabu (3/12/2025) menguraikan bahwa penurunan produksi apel terus dipetakan sekaligus potensi penggunaan pengolahan limbah ternak sebagai pupuk organik yang sedang dikembangkan petani setempat.</p>
<p>"Inovasi ini dinilai menjadi salah satu pintu masuk transformasi pertanian yang lebih berkelanjutan dan hemat biaya produksi. Jadi kemampuan petani memproduksi pupuk organik berbasis limbah ternak menandakan kesiapan desa-desa pertanian di Batu untuk naik kelas," urainya.</p>
<p>Terlebih, pemerintah berencana menguji formula tersebut secara ilmiah sebelum masuk tahap rekomendasi luas. Pendekatan ini diproyeksikan memperkuat ketahanan komoditas apel di tengah berkurangnya lahan produktif.</p>
<p>Di sisi lain, pria yang akrab disapa Cak Nur itu juga membaca perubahan orientasi petani yang semakin condong ke tanaman cepat panen. Data Dinas Pertanian menunjukkan penyusutan lahan apel dari 1.200 hektare menjadi 1.092 hektare dalam tiga tahun.</p>
<p>"Kondisi ini mendorong pemerintah mengembangkan strategi pertanian terintegrasi yang tidak hanya mengandalkan satu komoditas, tetapi memadukan unsur teknologi, lingkungan, dan nilai tambah ekonomi," imbuhnya.</p>
<p>Transformasi tersebut turut diarahkan untuk memperkuat ekosistem wisata pertanian. Pemanfaatan teknologi seperti smart farming, peningkatan kualitas pupuk organik, hingga diversifikasi atraksi agro menjadi fokus yang kembali ditegaskan.</p>
<p>Lewat strategi ini, Pemkot Batu berharap pertanian lokal khususnya apel tidak hanya bertahan dari tekanan zaman, tetapi juga berkembang dengan wajah baru yang lebih modern, efisien, dan bernilai ekonomi lebih tinggi. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Angka Kunjungan Wisata Turun, Disparta Batu Genjot Promosi Jelang Nataru</title>
<link>https://suarajatimpost.com/angka-kunjungan-wisata-turun-disparta-batu-genjot-promosi-jelang-nataru</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/angka-kunjungan-wisata-turun-disparta-batu-genjot-promosi-jelang-nataru</guid>
<description><![CDATA[ Adaptasi yang dilakukan ini diharapkan bukan hanya memulihkan angka kunjungan, tetapi juga memperkuat posisi Kota Batu di tengah persaingan ketat destinasi wisata nasional ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202512/image_870x580_692ee4e42d2cc.webp" length="63436" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Tue, 02 Dec 2025 20:53:25 +0700</pubDate>
<dc:creator>Choirul Anwar</dc:creator>
<media:keywords>Kota Batu, Disparta, Adaptasi, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KOTA BATU, SJP</strong> – Dinas Pariwisata Kota Batu tengah menata ulang strategi promosi dan pemetaan kunjungan wisatawan setelah perubahan metode sampling membuat angka kunjungan terlihat menurun hingga 30 persen dalam beberapa bulan terakhir.</p>
<p>Penurunan ini bukan sepenuhnya indikasi merosotnya minat wisatawan, tetapi lebih pada penyederhanaan titik survei yang berdampak langsung pada akurasi pencatatan.</p>
<p>Kepala Disparta Kota Batu Onny Ardianto pada Selasa (2/12/2025) menyatakan, beberapa ruang publik seperti Alun-alun Batu memang sudah tidak lagi dijadikan titik sampling.</p>
<p>Titik tersebut dinilai terlalu terbuka dan tidak memiliki pintu masuk yang jelas, sehingga menyulitkan petugas menghitung jumlah wisatawan.</p>
<p>"Selain itu, kawasan tersebut bukan destinasi utama sehingga dikhawatirkan memunculkan bias data. Situasi ini mendorong Disparta mengubah pendekatan. Alih-alih terpaku pada angka kunjungan yang belum merepresentasikan kondisi riil, fokus dipindahkan pada penguatan daya saing destinasi jelang masa libur Natal dan Tahun Baru," urainya.</p>
<p>Oleh sebab itu nanti pihaknya akan menggandeng hotel, pengelola destinasi, hingga pelaku usaha kuliner untuk membuka jalur promosi bersama. Onny juga menegaskan, strategi promosi kini bergerak lebih agresif.</p>
<p>"Pameran rutin di berbagai daerah dan luar negeri terus dilakukan. Bahkan, sejumlah travel agent Malaysia telah melakukan kunjungan untuk memetakan potensi kerja sama wisata," imbuhnya.</p>
<p>Di sisi lain, Disparta memperluas promosi digital melalui kolaborasi intensif dengan kreator konten, menyesuaikan pola baru wisatawan yang lebih banyak mencari referensi melalui media sosial.</p>
<p>"Intinya kekayaan ragam wisata Kota Batu tetap menjadi modal utama. Mulai dari paralayang, sendratari, air terjun, wisata buatan hingga desa wisata, seluruhnya disiapkan untuk menarik kembali animo pengunjung pada momen libur panjang akhir tahu," tandasnya. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor: Rizqi Ardian </strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Pemkot Batu Gelontorkan Bantuan Rp216 Juta untuk Perkuat Perlindungan Sosial Warga</title>
<link>https://suarajatimpost.com/pemkot-batu-gelontorkan-bantuan-rp216-juta-untuk-perkuat-perlindungan-sosial-warga</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/pemkot-batu-gelontorkan-bantuan-rp216-juta-untuk-perkuat-perlindungan-sosial-warga</guid>
<description><![CDATA[ Dengan digelontorkannya total bantuan Rp 216.000.000, Pemkot Batu menegaskan bahwa perlindungan sosial bukan hanya program administratif, tetapi instrumen nyata untuk menjaga stabilitas kesejahteraan warga yang terdampak musibah ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202512/image_870x580_692eb704762b5.webp" length="62126" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Tue, 02 Dec 2025 18:29:04 +0700</pubDate>
<dc:creator>Choirul Anwar</dc:creator>
<media:keywords>Kota Batu, Bantuan, Rp 216 Juta, saurajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KOTA BATU, SJP</strong> – Pemerintah Kota Batu menyalurkan bantuan sosial dengan total Rp216.000.000 kepada tiga keluarga peserta BPJS Ketenagakerjaan sebagai bagian penguatan perlindungan sosial, Selasa (2/12/2025).</p>
<p>Wali Kota Batu Nurochman pada Selasa (2/12/2025) menegaskan, rincian bantuan tersebut di antaranya santunan kematian Rp42 juta untuk keluarga almarhum Bapak Suwaji (Petugas Keagamaan Dusun Gempol, Desa Punten), santunan kematian Rp42 juta untuk keluarga almarhum Bapak Tariono Suntari (guru keagamaan Dusun Segundu, Desa Sumbergondo), serta paket santunan kematian dan beasiswa pendidikan untuk keluarga almarhumah Ibu Siti Khoirun Nisak (Guru Ngaji TPQ Al-Ikhlas II Punten) dengan nilai Rp132 juta.</p>
<p>"Penggelontoran bantuan ini merupakan langkah pemerintah memastikan keluarga yang tertimpa musibah tetap mendapatkan jaminan sosial yang layak," urainya.</p>
<p>Ia menyampaikan bahwa santunan tersebut diharapkan dapat meringankan beban ekonomi keluarga sekaligus menjamin keberlanjutan pendidikan anak-anak penerima manfaat. Serta memastikan perlindungan sosial berjalan efektif dan benar-benar dirasakan warga. </p>
<p>Pria yang akrab disapa Cak Nur tersebut menegaskan sinergi antara Pemkot Batu dan BPJS Ketenagakerjaan akan terus diperkuat, agar cakupan kepesertaan semakin luas, termasuk bagi pekerja keagamaan dan sektor informal.</p>
<p>"Pemerintah daerah, berkepentingan untuk memastikan seluruh warga memiliki akses terhadap jaminan sosial sebagai bagian dari upaya mengurangi kerentanan sosial-ekonomi," imbuhnya.</p>
<p>Pemerintah daerah ingin memastikan setiap keluarga mendapatkan pegangan yang cukup kuat untuk melanjutkan aktivitas dan pendidikan anak-anak tanpa terhenti, sekaligus memperkuat ekosistem jaminan sosial yang lebih inklusif melalui kolaborasi berkelanjutan dengan BPJS Ketenagakerjaan. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Truk Hino Alami Rem Blong, Seruduk Taman Kota Kawasan Sultan Agung</title>
<link>https://suarajatimpost.com/truk-hino-alami-rem-blong-seruduk-taman-kota-kawasan-sultan-agung</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/truk-hino-alami-rem-blong-seruduk-taman-kota-kawasan-sultan-agung</guid>
<description><![CDATA[ Kasat Lantas Polres Batu AKP Kevin Ibrahim menghimbau agar pengendara kendaraan bermotor harus selalu melakukan pengecekan rem dan komponen vital adalah hal mutlak. Sehingga kecelakaan bisa dicegah apabila aspek keselamatan betul-betul jadi prioritas ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202512/image_870x580_692eb7bfd5d8b.webp" length="71016" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Tue, 02 Dec 2025 17:49:22 +0700</pubDate>
<dc:creator>Choirul Anwar</dc:creator>
<media:keywords>Kota Batu, Kecelakaan, Taman, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KOTA BATU, SJP</strong> - Sebuah truk Hino bernopol L 9299 UK menyeruduk taman kota di kawasan Jl. Raya Sultan Agung, Kelurahan Sisir, Kota Batu, Selasa (2/12/2025) sekitar pukul 15.30 WIB. </p>
<p>Kasat Lantas Polres Batu, AKP Kevin Ibrahim menjelaskan bahwa insiden tersebut merupakan kecelakaan tunggal jenis out of control. Truk yang dikemudikan Asnan, 55 tahun, warga Surabaya itu kehilangan kendali setelah mengalami rem blong saat melintas di jalur menurun.</p>
<p>“Pengemudi membanting setir ke kanan ketika mengetahui rem tidak berfungsi. Truk kemudian masuk ke area taman dan menabrak beberapa bagian fasilitas,” ungkapnya.</p>
<p>Kepada awak media, dia juga menegaskan tidak ada korban jiwa maupun luka dalam kejadian ini. Sedangkan hasil pemeriksaan Unit Gakkum Satlantas Polres Batu menunjukkan faktor manusia menjadi penyebab utama.</p>
<p>Kerugian materi diperkirakan mencapai Rp20 juta, meliputi kerusakan pada badan truk serta fasilitas taman yang terdampak benturan. Petugas telah melakukan olah TKP, memeriksa saksi, dan mengamankan kendaraan sebagai bagian dari penanganan awal.</p>
<p>“Diduga kurangnya kewaspadaan pengemudi dalam mengantisipasi kondisi kendaraan sebelum memasuki jalur menurun. Faktor kendaraan, jalan, maupun cuaca tidak ditemukan menunjang terjadinya kecelakaan,” imbuhnya.</p>
<p>Kevin mengingatkan agar pengemudi kendaraan besar memastikan kelayakan teknis sebelum beroperasi, terutama di jalur jalur berbukit Kota Batu. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Wakil Wali Kota Batu Soroti Pentingnya Konsolidasi Ekosistem UMKM Pasca Gelaran Scale Up Business 2025</title>
<link>https://suarajatimpost.com/wakil-wali-kota-batu-soroti-pentingnya-konsolidasi-ekosistem-umkm-pasca-gelaran-scale-up-business-2025</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/wakil-wali-kota-batu-soroti-pentingnya-konsolidasi-ekosistem-umkm-pasca-gelaran-scale-up-business-2025</guid>
<description><![CDATA[ Pemerintah ingin memastikan setiap pelaku usaha, baik yang baru merintis maupun yang sedang bertumbuh, bisa bergerak dalam ekosistem yang stabil dan kompetitif ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202512/image_870x580_692d8ee4c5c76.webp" length="48030" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 01 Dec 2025 21:08:18 +0700</pubDate>
<dc:creator>Choirul Anwar</dc:creator>
<media:keywords>Kota Batu, Scale Up, UMKM, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KOTA BATU, SJP</strong> – Sehari setelah rangkaian kegiatan Scale Up Business Kota Batu 2025 ditutup, Wakil Wali Kota Batu Heli Suyanto menegaskan bahwa yang paling penting sekarang bukan lagi seremoni atau pelatihan, tetapi konsolidasi ekosistem UMKM secara menyeluruh.</p>
<p>Diwawancarai pada Senin (1/13/2025), orang nomor dua di Kota Batu itu menilai pelaku UMKM Batu sudah menunjukkan energi dan semangat besar untuk berkembang.</p>
<p>Namun, ia menggarisbawahi bahwa kekuatan UMKM tidak akan maksimal tanpa keseimbangan antara inovasi produk, kesiapan digital, dan dukungan regulasi yang berpihak.</p>
<p>“Kita tidak bisa sekadar mendorong mereka naik kelas. Ekosistemnya harus disusun ulang, diperkuat, dan dipastikan saling menopang. Itu yang sekarang menjadi fokus kami,” katanya.</p>
<p>Menurutnya, hasil kegiatan Scale Up Business memperlihatkan bahwa masih banyak pelaku usaha yang perlu pendampingan lanjutan di sisi manajemen dan adaptasi digital.</p>
<p>Ia menyebut tantangan tersebut bukan hal baru, tetapi kini dampaknya makin terasa seiring pergeseran pola konsumsi dan kompetisi pasar yang semakin ketat.</p>
<p>Heli juga menyinggung pentingnya kolaborasi lintas sektor mulai dari akademisi, lembaga finansial, aparat penegak hukum, hingga pelaksana teknis daerah yang kemarin turut menerima penghargaan dari Pemkot Batu.</p>
<p>Menurutnya, sinergi ini bukan simbol, melainkan fondasi penting agar UMKM bisa mendapat kepastian akses, perlindungan, serta dukungan pembiayaan dan ekspor.</p>
<p>“Penghargaan itu bukan akhir. Itu pengingat bahwa UMKM butuh kita semua. Regulasi yang jelas, keamanan berusaha, pembiayaan yang mudah, sampai akses ekspor. Kalau unsur-unsur itu konsisten berjalan, UMKM Batu bisa jauh lebih tangguh. Terlebih pasar sekarang berubah cepat. Kalau UMKM tidak ikut berubah, mereka bisa tertinggal,” imbuhnya.</p>
<p>Heli juga memastikan bahwa usai kegiatan ini, Pemkot Batu akan mempercepat sinkronisasi program pemberdayaan UMKM dengan kebutuhan riil di lapangan. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor: Rizqi Ardian </strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Pemkot Batu Dorong Transparansi Retribusi Parkir, Pembinaan Jukir Difokuskan pada Integritas dan Profesionalisme</title>
<link>https://suarajatimpost.com/pemkot-batu-dorong-transparansi-retribusi-parkir-pembinaan-jukir-difokuskan-pada-integritas-dan-profesionalisme</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/pemkot-batu-dorong-transparansi-retribusi-parkir-pembinaan-jukir-difokuskan-pada-integritas-dan-profesionalisme</guid>
<description><![CDATA[ Wali Kota Batu Nurochman menguraikan penguatan sektor perparkiran dipandang sebagai bagian dari upaya bersama membangun layanan publik yang lebih bersih, tertib, dan berintegritas di Kota Batu ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202512/image_870x580_692d8e004edd7.webp" length="37680" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 01 Dec 2025 20:48:55 +0700</pubDate>
<dc:creator>Choirul Anwar</dc:creator>
<media:keywords>Kota Batu, Jukir, Pembinaan, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KOTA BATU, SJP</strong> – Pemerintah Kota Batu mengarahkan pembinaan juru parkir (jukir) ke fokus yang lebih strategis, transparansi retribusi dan peningkatan profesionalisme layanan.</p>
<p>Melalui Sosialisasi Jukir se-Kota Batu yang digelar Pemkot Batu menegaskan bahwa sektor perparkiran bukan hanya urusan teknis lapangan, tetapi bagian dari ekosistem pelayanan publik yang menentukan kepercayaan masyarakat.</p>
<p>Wali Kota Batu, Nurochman pada Senin (1/12/2025) menekankan bahwa kualitas pengelolaan retribusi parkir tidak boleh dibiarkan berjalan tanpa standar.</p>
<p>Ia mengingatkan bahwa pendapatan dari sektor ini menjadi salah satu penopang PAD, sehingga seluruh proses mulai dari prosedur penarikan, pencatatan, hingga pelaporan harus dilakukan secara tertib dan dapat dipertanggungjawabkan.</p>
<p>“Retribusi parkir itu kembali ke masyarakat dalam bentuk layanan. Maka, para jukir bukan sekadar petugas di lapangan, tapi garda depan yang menentukan bagaimana Kota Batu dilihat dari sisi profesionalismenya,” ujarnya.</p>
<p>Menurutnya, peningkatan kapasitas jukir tidak cukup hanya pada aspek teknis seperti penataan kendaraan, tetapi juga pemahaman etika pelayanan, integritas, serta kesadaran bahwa tugas mereka berdampak langsung pada citra kota wisata.</p>
<p>Karena itu, Pemkot terus memperkuat komunikasi, pendampingan, dan edukasi agar seluruh jukir memahami standar yang harus dijalankan.</p>
<p>Saat ini tercatat 350 juru parkir yang tersebar di 125 titik resmi. Pemkot juga menyelenggarakan pelatihan juru parkir percontohan bagi 25 peserta terpilih untuk menciptakan standar layanan yang bisa direplikasi di titik-titik lain.</p>
<p>"Pendekatan ini diharapkan mampu menekan praktik tidak tertib di lapangan sekaligus meningkatkan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat maupun wisatawan," imbuhnya.</p>
<p>Pria yang akrab disapa Cak Nur tersebut juga menegaskan pembinaan ini menjadi langkah penting untuk memastikan seluruh jukir memahami regulasi yang berlaku.</p>
<p>Ia menambahkan bahwa koordinasi antara jukir, Dishub, dan unsur pemerintah lainnya harus berjalan konsisten agar sistem perparkiran semakin tertata. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor: Rizqi Ardian </strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Pemkot Batu Terima Dua Penghargaan Prestisius, Momentum HUT Korpri Dimanfaatkan untuk Tegaskan Transparansi dan Pemerintahan Bersih</title>
<link>https://suarajatimpost.com/pemkot-batu-terima-dua-penghargaan-prestisius-momentum-hut-korpri-dimanfaatkan-untuk-tegaskan-transparansi-dan-pemerintahan-bersih</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/pemkot-batu-terima-dua-penghargaan-prestisius-momentum-hut-korpri-dimanfaatkan-untuk-tegaskan-transparansi-dan-pemerintahan-bersih</guid>
<description><![CDATA[ Dengan capaian penghargaan antikorupsi dan keterbukaan informasi serta penguatan integritas melalui momentum HUT Korpri Ke-54, Pemerintah Kota Batu menunjukkan bahwa reformasi birokrasi di daerah ini bukan sekadar slogan, tetapi agenda kerja yang dijalankan secara konsisten. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202512/image_870x580_692d8d280d4d5.webp" length="97222" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 01 Dec 2025 20:09:22 +0700</pubDate>
<dc:creator>Choirul Anwar</dc:creator>
<media:keywords>Kota Batu, KORPRI, Penghargaan, suarjatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KOTA BATU, SJP</strong> – Peringatan HUT Korpri Ke-54 di Kota Batu tahun ini tak sekadar menjadi seremoni tahunan. Gelaran yang dipimpin Wali Kota Batu, Nurochman, itu justru menjadi panggung penting bagi pemerintah daerah untuk menegaskan capaian konkret dalam upaya mewujudkan birokrasi yang bersih, akuntabel, dan transparan.</p>
<p>Orang nomor satu di Kota Batu itu pada Senin (1/12/2025) mengaku sangat bangga setelah menerima dua penghargaan strategis yakni Pariwara Anti Korupsi dari KPK RI serta Penghargaan Keterbukaan Informasi Publik dari Komisi Informasi Jawa Timur dengan skor tinggi, 96,37.</p>
<p>"Ini menegaskan bahwa komitmen reformasi birokrasi di Kota Batu berjalan dengan hasil yang terukur. Penghargaan tersebut tidak hanya menjadi simbol keberhasilan, tetapi juga tolak ukur bahwa seluruh perangkat daerah harus menjaga konsistensi dalam tata kelola pemerintahan," urainya </p>
<p>Ia juga menekankan bahwa Korpri memiliki peran sentral mendorong perubahan birokrasi. Terlebih tema nasional “Bersatu, Berdaulat, Bersama Korpri Mewujudkan Indonesia Maju” menjadi relevan ketika dikaitkan dengan capaian transparansi dan integritas yang saat ini diraih Kota Batu.</p>
<p>Selain penghargaan reformasi birokrasi, momentum peringatan HUT Korpri juga dimanfaatkan untuk memberikan apresiasi internal santunan kematian bagi empat ahli waris ASN, Anugerah ASN untuk enam pegawai berprestasi, penghargaan purna tugas untuk 13 pegawai, serta apresiasi bagi pemenang lomba pilah sampah antar-SKPD.</p>
<p>“Ini bukan soal Piagam. Ini bukti bahwa kerja keras panjenengan semua menjadikan Kota Batu tetap berada di jalur pemerintahan yang bersih. Penghargaan ini harus jadi pemantik untuk terus memperbaiki diri dan memberikan pelayanan publik yang bermutu,” imbuhnya.</p>
<p>Dengan sederet capaian itu, Pemkot Batu menegaskan bahwa upaya membangun pemerintahan bersih bukan hanya jargon, melainkan agenda kerja nyata yang terus dikuatkan di setiap jenjang pelayanan publik. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor: Rizqi Ardian </strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Lonjakan Investasi Kota Batu Diikuti Pengetatan Tata Ruang, Pemkot Pastikan Pertumbuhan Tak Kobankan Lingkungan</title>
<link>https://suarajatimpost.com/lonjakan-investasi-kota-batu-diikuti-pengetatan-tata-ruang-pemkot-pastikan-pertumbuhan-tak-kobankan-lingkungan</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/lonjakan-investasi-kota-batu-diikuti-pengetatan-tata-ruang-pemkot-pastikan-pertumbuhan-tak-kobankan-lingkungan</guid>
<description><![CDATA[ Menurut Wakil Wali Kota Batu Heli Suyanto menegaskan sektor yang masih memiliki ruang tumbuh besar, seperti pertanian, pariwisata, dan kesehatan. Dengan sejumlah proyek baru yang sudah berjalan, Pemkot akan memastikan setiap pengembangan berada dalam koridor tata ruang yang benar ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202511/image_870x580_692ae7e9f0d4a.webp" length="85152" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sat, 29 Nov 2025 20:54:39 +0700</pubDate>
<dc:creator>Choirul Anwar</dc:creator>
<media:keywords>Kota Batu, Investasi, Tata Ruang, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KOTA BATU, SJP</strong> – Pemerintah Kota Batu menegaskan bahwa masuknya investasi besar-besaran sepanjang 2025 harus diimbangi dengan pengendalian tata ruang yang ketat.</p>
<p>Wakil Wali Kota Batu, Heli Suyanto menekankan bahwa Pemkot tidak ingin percepatan investasi justru menggerus ruang hijau, memicu persaingan usaha tak sehat, atau mengancam karakter Kota Batu sebagai kota wisata dan kota pertanian.</p>
<p>Orang nomor dua di Kota Batu itu pada Sabtu (29/11/2025) menyatakan adanya lonjakan realisasi investasi yang tahun ini meningkat 67,93 persen dan dua kali lipat dari target. Namun bagi Heli, capaian besar tersebut tidak boleh membuat pemerintah lengah.</p>
<p>“Investasi memang naik signifikan, tetapi tugas kami bukan sekadar mengejar angka. Kami memastikan pertumbuhan ekonomi ini tetap ramah lingkungan, tidak merusak tata ruang, dan tetap sejalan dengan identitas Kota Batu,” ujanya. </p>
<p>Heli menegaskan, Kota Batu berada dalam fase krusial. Arus masuk modal dari sektor properti, pariwisata, hingga Horeka memang terus berkembang. Tetapi, di wilayah dengan keterbatasan lahan seperti Kota Batu, setiap perubahan ruang harus dikontrol secara ketat.</p>
<p>Heli menekankan bahwa pemerintah tidak hanya fokus menjaga keberlanjutan lingkungan, tetapi juga stabilitas iklim usaha. Ia tak ingin pelaku usaha lama tersingkir karena ledakan investasi baru.</p>
<p>“Keseimbangan itu penting. Investor baru silakan masuk, tetapi harus tetap menghormati ekosistem ekonomi yang sudah berjalan. Jangan sampai ada usaha kecil yang mati karena kompetisi berat yang tidak proporsional,” imbuhnya.</p>
<p>Soal kepatuhan perizinan, Heli menilai ini menjadi aspek yang tidak bisa ditawar. Menurutnya, semua investasi yang masuk harus jelas, tercatat, dan taat regulasi.</p>
<p>Ia juga menginginkan agar semua investor di Kota Batu taat aturan. Yang belum berizin, segera selesaikan. Bahkan bukan sekadar kepatuhan, tetapi berpengaruh pada banyak penilaian, mulai dari KPK hingga BPK.</p>
<p>“Kalau pertumbuhan terlalu cepat dan tidak terkendali, tekanan pembangunan akan semakin besar. Ini bisa mengurangi ruang terbuka, mempengaruhi sektor pertanian, bahkan memicu kompetisi usaha yang tidak sehat. Kami berada di titik di mana pengawasan tata ruang menjadi kunci. Investasi boleh tumbuh, tapi lingkungan dan keberlanjutan Kota Batu harus tetap nomor satu,” pungkasnya. <strong>(*) </strong></p>
<p><strong>Editor: Rizqi Ardian </strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Transformasi Pengelolaan Data Jadi Kunci Pemkot Batu Bangun Ekonomi Terukur</title>
<link>https://suarajatimpost.com/transformasi-pengelolaan-data-jadi-kunci-pemkot-batu-bangun-ekonomi-terukur</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/transformasi-pengelolaan-data-jadi-kunci-pemkot-batu-bangun-ekonomi-terukur</guid>
<description><![CDATA[ Pemkot Batu meyakini penguatan pengelolaan data ini akan menjadi fondasi penting menghadapi persaingan ekonomi regional. Dengan arus informasi yang terhubung dari hulu ke hilir, pembangunan dapat dikerjakan lebih terstruktur dan tidak lagi bergantung pada asumsi. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202511/image_870x580_692ae7479c711.webp" length="20290" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sat, 29 Nov 2025 20:24:20 +0700</pubDate>
<dc:creator>Choirul Anwar</dc:creator>
<media:keywords>Kota Batu, Simpul SAE, Ekonomi, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KOTA BATU, SJP</strong> – Pemerintah Kota Batu mulai menggeser fokus pembangunan digitalnya ke sektor yang lebih mendasar: penguatan tata kelola data daerah.</p>
<p>Melalui pengembangan Simpul SAE, Pemkot Batu tidak hanya mempercepat layanan digital, tapi sekaligus membangun sistem informasi terpadu yang memungkinkan perencanaan ekonomi dilakukan secara presisi.</p>
<p>Wakil Wali Kota Batu Heli Suyanto pada Sabtu (29/11/2025) menekankan bahwa Simpul SAE bukan sekadar platform transaksi. Sistem ini diposisikan sebagai tulang punggung integrasi data antara produsen, pedagang, dan konsumen.</p>
<p>Dengan data real time yang mengalir lebih rapi, pemerintah dapat membaca pola pasar lebih cepat, mengidentifikasi gejolak harga, dan menetapkan langkah intervensi yang terukur.</p>
<p>“Digitalisasi itu bukan soal aplikasi saja. Ini soal membenahi alur kerja dan pola pengambilan keputusan agar ekonomi rakyat bergerak lebih efisien,” ujarnya.</p>
<p>Simpul SAE juga akan diperluas ke sektor pertanian, perdagangan, hingga unit produksi UMKM. Melalui konektivitas dengan Pasar Induk Among Tani, sistem ini diharapkan menjadi pusat kontrol distribusi modern mulai dari transaksi, pembayaran, logistik, sampai pemetaan stok barang dalam satu dashboard yang mudah diakses.</p>
<p>Langkah ini memperkuat strategi Pemkot Batu dalam membangun ekosistem ekonomi digital berbasis data. Sistem yang presisi memungkinkan pemerintah membaca dinamika pasar lebih responsif, sekaligus menyusun kebijakan pembangunan ekonomi yang adaptif.</p>
<p>"Simpul SAE menjadi penanda perubahan arah Kota Batu menuju pengelolaan ekonomi yang lebih cepat, terukur, dan membuka ruang pemerataan manfaat digital bagi seluruh lapisan masyarakat," tandasnya.<strong> (*)</strong></p>
<p><strong>Editor: Rizqi Ardian </strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Transformasi Birokrasi Berbasis Teknologi, Pemkot Batu Dorong Layanan Publik yang Lebih Cepat dan Akurat</title>
<link>https://suarajatimpost.com/transformasi-birokrasi-berbasis-teknologi-pemkot-batu-dorong-layanan-publik-yang-lebih-cepat-dan-akurat</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/transformasi-birokrasi-berbasis-teknologi-pemkot-batu-dorong-layanan-publik-yang-lebih-cepat-dan-akurat</guid>
<description><![CDATA[ Selain efisiensi, Pemkot Batu menargetkan pembenahan birokrasi ke arah transparansi dan akuntabilitas. Aplikasi digital dianggap mampu memperkecil ruang manipulasi data, memudahkan pengawasan, serta meningkatkan kepatuhan masyarakat—terbukti dari tren pendapatan PBB yang naik dari Rp 17,4 miliar (2022) menjadi Rp 25,62 miliar (2024). ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202511/image_870x580_692ae6a160714.webp" length="27786" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sat, 29 Nov 2025 19:45:30 +0700</pubDate>
<dc:creator>Choirul Anwar</dc:creator>
<media:keywords>Kota Batu, Transformasi, Teknologi, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KOTA BATU, SJP</strong> – Pemerintah Kota Batu memperkuat agenda transformasi birokrasi berbasis teknologi dengan menonjolkan dua inovasi digital: Among Tani Crop AI (ATC AI) dan Elektronik Pajak Bumi dan Bangunan (E-PBB). Kedua inovasi ini dipaparkan langsung oleh Wali Kota Batu, Nurochman, sebagai langkah nyata memperbaiki kualitas layanan publik sekaligus mempercepat proses administrasi pemerintahan.</p>
<p>Diwawancarai pada Sabtu (29/11/2025) yang menegaskan bahwa penggunaan teknologi bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan untuk mengatasi lambannya sistem manual dan membangun layanan yang lebih presisi.</p>
<p>“Transformasi digital adalah pondasi birokrasi modern. Kami mengembangkan inovasi ini agar pelayanan publik di Kota Batu semakin cepat, akurat, dan efisien,” ujarnya. </p>
<p>Menurutnya ATC AI menjadi contoh konkret penerapan kecerdasan buatan dalam pelayanan pemerintah. Teknologi ini membantu deteksi hama, memprediksi penyakit tanaman, serta memantau organisme pengganggu secara presisi. Bagi pemerintah, hal ini mengubah cara pendampingan petani yang sebelumnya bergantung observasi manual.</p>
<p>Karena dengan sistem yang berbasis data, pendampingan tidak lagi mengandalkan perkiraan. Hal ini juga merupakan upaya Pemkot Batu untuk memastikan pelayanan pemerintah kepada petani jauh lebih tepat sasaran.</p>
<p>Tak hanya itu saja, Inovasi E-PBB menjadi instrumen penting lain dalam reformasi layanan publik. Aplikasi ini memanfaatkan sistem perpajakan terintegrasi dan terhubung dengan Google Maps, memungkinkan wajib pajak melihat lokasi objek pajak hanya dengan memasukkan nomor SPPT. Cara ini menekan antrean tatap muka dan memangkas prosedur yang sebelumnya memakan waktu.</p>
<p>“E-PBB kami dorong untuk menggantikan layanan konvensional yang terlalu lambat. Integrasi digital memberi kepastian data, memudahkan wajib pajak, dan menutup celah kesalahan,” imbuhnya.</p>
<p>Menurut Nurochman, transformasi digital tidak berhenti pada dua inovasi tersebut, tetapi akan diperluas ke berbagai sektor untuk memastikan layanan publik Kota Batu semakin responsif. “Kami ingin birokrasi berjalan tanpa hambatan. Teknologi akan terus kami dorong sebagai tulang punggung pemerintahan yang modern,” tandasnya. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor: Rizqi Ardian </strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Gelombang Pensiun Guru di Kota Batu Berpotensi Dongkrak Beban Mengajar, Kualitas Pembelajaran Terancam</title>
<link>https://suarajatimpost.com/gelombang-pensiun-guru-di-kota-batu-berpotensi-dongkrak-beban-mengajar-kualitas-pembelajaran-terancam</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/gelombang-pensiun-guru-di-kota-batu-berpotensi-dongkrak-beban-mengajar-kualitas-pembelajaran-terancam</guid>
<description><![CDATA[ Ketika jumlah guru terus menyusut, sementara kebutuhan pembelajaran tetap harus dipenuhi dan tanpa kebijakan rekrutmen tenaga pendidik yang lebih agresif, beban guru yang tersisa berpotensi semakin berat yang berujung kualitas layanan pendidikan bisa terganggu ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202511/image_870x580_69299e8f85d74.webp" length="11780" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Fri, 28 Nov 2025 21:50:26 +0700</pubDate>
<dc:creator>Choirul Anwar</dc:creator>
<media:keywords>Kota Batu, Guru, Pensiun, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KOTA BATU, SJP</strong> - Kota Batu memasuki fase kritis terkait kebutuhan tenaga pendidik. Puluhan guru di jenjang SD dan SMP negeri dipastikan pensiun pada 2025, sementara penambahan formasi ASN tidak mampu mengimbangi laju kekosongan. Kondisi ini membuat beban mengajar guru yang tersisa semakin berat dan berpotensi memengaruhi kualitas pembelajaran di sekolah.</p>
<p>Kepala Dinas Pendidikan Kota Batu M. Chori pada Jumat (28/11/2025) menerangkan, sebanyak 52 guru akan pensiun tahun depan, naik dari 49 guru yang purna tugas tahun ini. Pada saat yang sama, angka kekurangan guru mencapai 63 orang, terdiri dari 47 guru SMP dan 16 guru SD.</p>
<p>"Lonjakan pensiun inilah yang menjadi penyumbang terbesar kekosongan guru. Tahun depan yang pensiun sudah terdata 17 orang, dan tren ini terus naik,” ujarnya.</p>
<p>Untuk mengatasi kekosongan tersebut, Dindik menerapkan skema merangkap mengajar lintas sekolah. Guru dengan jumlah jam mengajar yang belum memenuhi standar akan ditugaskan ke sekolah lain yang membutuhkan.</p>
<p>Pada praktiknya, guru dari sekolah kecil seperti SMPN Satap Gunungsari 04 dan Pesanggrahan 2 kerap harus berpindah ke beberapa sekolah dalam satu pekan.</p>
<p>Seperti skema serupa diterapkan di SMPN 7 Batu, sekolah baru yang belum memiliki komposisi tenaga pendidik lengkap. Guru-guru dari sekolah lain ditarik untuk menutup kekosongan mapel tertentu.</p>
<p>“Kami memaksimalkan guru yang ada. Satu guru idealnya 24 jam dan secara aturan bisa mengajar sampai 37 jam,” imbuhnya.</p>
<p>Meski dianggap solusi jangka pendek, kebijakan ini membuat sebagian guru menangani beban mengajar jauh di atas rata-rata, terutama di mapel yang kekurangan pengajar. Kondisi itu dikhawatirkan menurunkan fokus, kualitas pembelajaran, serta intensitas pendampingan siswa.</p>
<p>Sementara itu di jenjang SD, situasinya tidak berbeda jauh dimana kekurangan 16 guru saat ini sebagian besar terjadi karena guru kelas merangkap sebagai kepala sekolah yang akan purna tugas.</p>
<p>"Tahun ini SD mencatat 34 guru yang pensiun, dan tahun depan jumlahnya kembali naik menjadi 35 guru. Ada juga potensi begitu kepala sekolah pensiun, posisi guru kelas ikut kosong, selain itu sebagian guru juga berpotensi meninggalkan kelas jika lolos seleksi calon kepala sekolah," tandasnya. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Wawali Batu Soroti Ketergantungan Pajak Perhotelan, Minta Diversifikasi Sumber Pendapatan</title>
<link>https://suarajatimpost.com/wawali-batu-soroti-ketergantungan-pajak-perhotelan-minta-diversifikasi-sumber-pendapatan</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/wawali-batu-soroti-ketergantungan-pajak-perhotelan-minta-diversifikasi-sumber-pendapatan</guid>
<description><![CDATA[ Wakil Wali Kota Batu Heli Suyanto menilai bahwa pemerintah akan terus mengevaluasi pola penerimaan pajak agar penyesuaian kebijakan dapat dilakukan lebih cepat karena yang terpenting bukan hanya mengejar angka namun memastikan sistem yang berjalan adaptif ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202511/image_870x580_6929a0aac3447.webp" length="11272" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Fri, 28 Nov 2025 21:29:03 +0700</pubDate>
<dc:creator>Choirul Anwar</dc:creator>
<media:keywords>Kota Batu, Pajak, Perhotelan, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KOTA BATU, SJP</strong> - Wakil Wali Kota Batu, Heli Suyanto menekankan perlunya diversifikasi sumber pendapatan daerah di tengah turunnya penerimaan pajak perhotelan pada 2025. Ia menilai kondisi ini menjadi alarm agar Pemkot tidak terlalu bergantung pada satu sektor, terutama yang sensitif terhadap perubahan pola kegiatan pemerintah.</p>
<p>Diwawancarai pada Jumat (28/11/2025), pria nomor dua di Kota Batu itu menegaskan bahwa dinamika penerimaan pajak adalah hal wajar, namun yang terpenting adalah kemampuan pemerintah menjaga stabilitas pendapatan dengan mengoptimalkan sektor lain.</p>
<p>“Fluktuasi pajak perhotelan ini harus dijadikan momentum untuk memperkuat sektor pajak yang lebih stabil. Kita tidak bisa lagi mengandalkan satu sumber,” ujarnya.</p>
<p>Menurutnya, tren turunnya okupansi hotel pada hari kerja yang selama ini banyak ditopang kegiatan pemerintahan tidak bisa dianggap sepele. Hal ini terbukti dengan adanya tinjauan saat weekday dimana hunian hotel memang turun signifikan.</p>
<p>Hal ini dikarenakan pemerintah pusat dan daerah banyak melakukan efisiensi kegiatan, dampaknya langsung terasa di Batu. Meski begitu, ia optimistis penerimaan daerah dapat ditopang dari sektor lain, terutama BPHTB dan PBB, yang dinilai jauh lebih potensial mengikuti tren investasi yang meningkat.</p>
<p>“Investasi di Batu saat ini bergerak. Kalau 2026 iklimnya sama, potensi BPHTB dan PBB bisa menjadi penyangga utama pendapatan daerah,” imbuhnya.</p>
<p>Heli juga menilai program pemutihan denda pajak yang berlangsung hingga 30 November 2025 sebagai langkah efektif mendorong wajib pajak menunaikan kewajibannya. Ia menyebut pola pembayaran di akhir masa pemutihan sebagai fenomena umum.</p>
<p>“Biasanya wajib pajak menunggu last minute. Tapi itu justru membuat pemasukan di Desember naik. Ini menunjukkan kebijakan pemutihan tepat sasaran,” jelasnya.</p>
<p>Terkait piutang pajak yang mencapai Rp 81 miliar per 1 Januari 2025, Heli meminta Bapenda memperkuat pengawasan dan penagihan secara berkelanjutan. Langkah ini, menurutnya, menjadi kunci memperbaiki arus pendapatan.</p>
<p>“Penagihan tidak boleh berhenti. Semua sektor, termasuk wisata yang masih punya tunggakan, harus tetap ditertibkan. Ini bagian dari tanggung jawab bersama membangun kota,” tandasnya. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Pemkot Batu Tegaskan Komitmen Penuhi Layanan Dasar Warga Lewat Perluasan TPU</title>
<link>https://suarajatimpost.com/pemkot-batu-tegaskan-komitmen-penuhi-layanan-dasar-warga-lewat-perluasan-tpu</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/pemkot-batu-tegaskan-komitmen-penuhi-layanan-dasar-warga-lewat-perluasan-tpu</guid>
<description><![CDATA[ Dengan adanya kebijakan penambahan lahan TPU, Pemkot Batu terus menyiapkan langkah teknis berupa penataan, penyiapan akses, dan sinkronisasi regulasi sebelum lahan baru resmi dibuka untuk masyarakat ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202511/image_870x580_69299c5e532e0.webp" length="27028" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Fri, 28 Nov 2025 21:12:35 +0700</pubDate>
<dc:creator>Choirul Anwar</dc:creator>
<media:keywords>Kota Batu, TPU, Perluasan, saurajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KOTA BATU, SJP</strong> – Pemerintah Kota Batu menegaskan kembali komitmennya dalam menjamin pemenuhan layanan dasar masyarakat, setelah persetujuan perluasan lahan Tempat Pemakaman Umum (TPU) di Desa Sumberejo resmi dikantongi. Kebijakan ini menjadi salah satu langkah konkret Pemkot Batu dalam menjawab kebutuhan mendesak yang terus meningkat dari tahun ke tahun.</p>
<p>Wali Kota Batu Nurochman pada Jumat (28/11/2025) menyampaikan, penyediaan lahan pemakaman bukan sekadar urusan teknis, tetapi bagian dari tanggung jawab pemerintah dalam memastikan hak-hak dasar warga terpenuhi.</p>
<p>“Pemerintah tidak boleh hanya hadir saat seremonial. Ketersediaan makam yang memadai dan berjangka panjang adalah kebutuhan pokok warga, dan negara wajib memastikan itu,” tegasnya.</p>
<p>Usulan perluasan TPU Sumberejo diajukan Pemdes setempat dan didorong langsung oleh Wali Kota. Proses tersebut kemudian diteruskan ke BPKH Wilayah XI Yogyakarta hingga akhirnya mendapatkan persetujuan Gubernur Jawa Timur. Langkah ini menutup ketidakpastian panjang terkait kapasitas TPU yang terus menipis di beberapa wilayah.</p>
<p>Data Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman menunjukkan total luas lahan pemakaman umum di Kota Batu mencapai 74,4 hektare. Namun pertumbuhan penduduk dan keterbatasan ruang membuat sejumlah makam desa mendekati kapasitas penuh, sehingga perluasan menjadi opsi wajib.</p>
<p>"Selain Sumberejo, terdapat dua titik lain yang juga masuk dalam radar penambahan lahan yakni Kelurahan Ngaglik dan Kelurahan Temas. Masing-masing diproyeksikan dapat dikembangkan tambahan 1–2 hektare dari total luas 1,3 hingga 4 hektare yang tersedia saat ini," imbuhnya.</p>
<p>Menurut Nurochman, arah kebijakan daerah akan difokuskan pada jaminan keberlanjutan layanan dasar. Perluasan TPU menjadi bagian dari skema jangka panjang untuk menjaga Kota Batu tetap siap menghadapi kebutuhan publik yang berkembang.</p>
<p>“Ini bukan keputusan situasional. Kita ingin memastikan setiap desa memiliki ruang yang cukup untuk puluhan tahun ke depan,” tandasnya.<strong> (*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Mulai 1 Desember 2025, Jatim Park 2 Berlakukan Harga Tiket Baru</title>
<link>https://suarajatimpost.com/mulai-1-desember-2025-jatim-park-2-berlakukan-harga-tiket-baru</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/mulai-1-desember-2025-jatim-park-2-berlakukan-harga-tiket-baru</guid>
<description><![CDATA[ Secara keseluruhan, penyesuaian harga tiket Jawa Timur Park 2 diharapkan mampu menjaga kualitas layanan dan kenyamanan pengunjung seiring pengembangan wahana dan fasilitas di dalam kawasan wisata. Dengan konsep wisata edukatif terpadu, integrasi Batu Secret Zoo, Museum Satwa, Sweet Memories Selfie, Eco Active Park, hingga Drive Thru Park, Jatim Park 2 tetap menjadi pilihan destinasi keluarga yang menawarkan pengalaman liburan lengkap, efisien, dan bernilai edukasi tinggi di Kota Batu ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202512/image_870x580_6947d99159409.webp" length="58888" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Fri, 28 Nov 2025 18:27:43 +0700</pubDate>
<dc:creator>Choirul Anwar</dc:creator>
<media:keywords>Kota Batu, Jatim Park, Harga Tiket, saurajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KOTA BATU, SJP</strong> – Jawa Timur Park Group resmi memberlakukan penyesuaian harga tiket masuk Jawa Timur Park 2 yang mulai berlaku 1 Desember 2025. Kebijakan ini diterapkan seiring penguatan kualitas layanan, fasilitas, serta pengalaman wisata edukatif yang ditawarkan kepada pengunjung.</p>
<p>Manager Marketing and Public Relations Jawa Timur Park Group, Titik S. Ariyanto pada Jumat (28/11/2025) mengatakan penyesuaian harga dilakukan untuk menjaga kualitas wahana dan kenyamanan wisatawan di kawasan Jawa Timur Park 2.</p>
<p>“Jatim Park 2 terus kami kembangkan sebagai destinasi wisata edukasi dan rekreasi keluarga. Penyesuaian harga ini sejalan dengan peningkatan fasilitas, layanan shuttle car, serta integrasi beberapa wahana dalam satu kawasan,” ujar Titik.</p>
<p>Jawa Timur Park 2 dikenal sebagai salah satu destinasi favorit sejak 2009 dan memiliki beberapa theme park utama, yakni Batu Secret Zoo, Museum Satwa, dan Sweet Memories Selfie.</p>
<p>Batu Secret Zoo berfungsi sebagai zoo theme park sekaligus lembaga konservasi satwa, sementara Museum Satwa menyajikan koleksi awetan satwa dari berbagai belahan dunia. Adapun Sweet Memories Selfie menjadi zona foto instagramable dengan beragam spot unik.</p>
<p>Selain itu, kawasan Jawa Timur Park 2 juga terintegrasi dengan Eco Active Park dan Drive Thru Park. Eco Active Park menghadirkan wisata edukasi lingkungan dan satwa unggas, sedangkan Drive Thru Park menjadi drive thru theme park pertama di Indonesia yang memungkinkan pengunjung menikmati wisata tanpa harus turun dari kendaraan.</p>
<p>"Mulai 1 Desember 2025, harga tiket baru Jawa Timur Park 2 ditetapkan untuk weekday Jatim Park 2 Only sebesar Rp 150 ribu. Kemudian untuk weekday Terusan Jatim Park 2 + Drive Thru Park/Eco Active Park sebesar Rp 175 ribu. Sedangkan untuk weekend Terusan Jatim Park 2 + Drive Thru Park/Eco Active Park Rp 200 ribu," paparnya.</p>
<p>Titik menambahkan, pengunjung juga difasilitasi shuttle car untuk menjelajahi seluruh area, sehingga tetap nyaman meski kawasan wisata cukup luas.</p>
<p>“Kami berharap dengan skema tiket ini, pengunjung mendapatkan pengalaman liburan yang lebih maksimal, efisien, dan tetap bernilai edukatif,” pungkasnya. <strong>(adv)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Pasar Rakyat UMI 2025 Dorong Akses Pembiayaan Ultra Mikro di Kota Batu</title>
<link>https://suarajatimpost.com/pasar-rakyat-umi-2025-dorong-akses-pembiayaan-ultra-mikro-di-kota-batu</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/pasar-rakyat-umi-2025-dorong-akses-pembiayaan-ultra-mikro-di-kota-batu</guid>
<description><![CDATA[ Dengan pendekatan yang lebih menyentuh kebutuhan fundamental terutama akses pembiayaan Pasar Rakyat UMI 2025 dipandang mampu menjadi pemicu pemerataan ekonomi lokal, sekaligus mempercepat lahirnya pelaku usaha baru yang siap naik kelas ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202511/image_870x580_6929a20c89536.webp" length="58818" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Fri, 28 Nov 2025 14:05:01 +0700</pubDate>
<dc:creator>Choirul Anwar</dc:creator>
<media:keywords>Kota Batu, Pasar Rakyat UMI, Akses Pembiayaan, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KOTA BATU, SJP</strong> – Gelaran Pasar Rakyat UMi 2025 di Balai Kota Among Tani tak hanya menjadi ajang promosi UMKM, tetapi momentum memperluas akses pembiayaan ultra mikro bagi pelaku usaha kecil di Kota Batu. Kerja sama antara Pemerintah Kota Batu dan Kementerian Keuangan melalui Pusat Investasi Pemerintah (PIP) ini menegaskan arah kebijakan yang lebih inklusif bagi sektor usaha mikro.</p>
<p>Wali Kota Batu Nurochman pada Jumat (28/11/2025) menegaskan, acara tersebut akan berlangsung hingga 30 November mendatang dan menghadirkan lebih dari 50 pelaku UMKM binaan PIP. Namun di balik keramaian booth dan ragam produk lokal, agenda utama pemerintah sebenarnya mengarah pada penguatan akses permodalan bagi pengusaha ultra mikro dimana kelompok yang selama ini paling rentan dan minim dukungan finansial.</p>
<p>“Di sini, para pelaku UMKM bisa menyampaikan kebutuhan dan kendalanya langsung ke pemerintah pusat. Kami ingin memastikan mereka bukan hanya dipamerkan produknya, tapi benar-benar terkoneksi dengan akses pembiayaan yang bisa menumbuhkan usaha,” ujarnya.</p>
<p></p>
<p><img src="https://suarajatimpost.com/uploads/images/202511/image_870x_6929a26ddc64c.webp" alt=""></p>
<p>Sementara itu Direktur Jenderal Perbendaharaan, Astera Primanto Bhakti, juga menegaskan posisi UMi sebagai skema pembiayaan yang dirancang khusus untuk pelaku usaha kecil yang belum mampu mengakses kredit perbankan. Melalui Pasar Rakyat UMi, pemerintah mendorong perluasan jangkauan penerima manfaat.</p>
<p>“UMKM adalah motor ekonomi nasional, tetapi banyak di antaranya yang masih berada pada level ultra mikro. Kegiatan ini memastikan mereka tidak tertinggal dalam arus penguatan ekonomi,” kata Astera.</p>
<p>Salah satu sorotan lain adalah SAE Award, yang digelar pada Sabtu besok (29/11/2025). Ajang ini memberi penilaian lebih luas terhadap UMKM, bukan hanya pada keuntungan, tetapi juga nilai sosial, inovasi, dan keberlanjutan. Kategori makanan-minuman, fashion-kriya, hingga rintisan usaha menjadi indikator bahwa UMKM ultra mikro juga mampu menciptakan dampak lebih besar bila mendapat dukungan tepat.</p>
<p>Pemerintah Kota Batu berharap momentum ini tak berhenti pada gelaran tahunan, tetapi berlanjut dalam kebijakan konkret untuk memperkuat fondasi ekonomi kerakyatan. <strong>(adv)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Polres Batu Petakan Jam Rawan Laka untuk Selamatkan Nyawa Warga</title>
<link>https://suarajatimpost.com/polres-batu-petakan-jam-rawan-laka-untuk-selamatkan-nyawa-warga</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/polres-batu-petakan-jam-rawan-laka-untuk-selamatkan-nyawa-warga</guid>
<description><![CDATA[ Data kecelakaan 2025 menunjukkan bahwa jam rawan aktivitas harian dan lonjakan mobilitas wisata menjadi faktor paling menentukan dalam tingginya tingkat kecelakaan di Kota Batu. Polres Batu kini mengalihkan fokus pada pencegahan berbasis pola risiko untuk menahan tren insiden menjelang puncak musim liburan ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202511/image_870x580_69283d52496c7.webp" length="32148" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 27 Nov 2025 20:59:00 +0700</pubDate>
<dc:creator>Choirul Anwar</dc:creator>
<media:keywords>Kota Batu, Kecelakaan, Preventif</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KOTA BATU, SJP</strong> – Lonjakan kecelakaan lalu lintas di Kota Batu sepanjang 2025 bukan hanya soal tingginya jumlah insiden, tetapi juga pola waktu kejadian yang menunjukkan titik rawan aktivitas masyarakat dan mobilitas pariwisata. m</p>
<p>Kasat Lantas Polres Batu, AKP Kevin Ibrahim menyebutkan, hingga Oktober 2025 tercatat 211 kecelakaan dengan 29 korban meninggal dunia ditambah masalah utamanya bukan sekadar kepadatan kendaraan, melainkan konsentrasi risiko yang berulang pada jam dan lokasi tertentu.</p>
<p>“Sebagian besar kecelakaan terjadi pada jam-jam sibuk, baik saat aktivitas masyarakat berangkat maupun pulang sekolah dan bekerja. Rentang waktu rawan laka itu berada pada pukul 06.00 - 08.00 WIB serta 15.00 -17.00 WIB,” ujarnya </p>
<p>Pola ini memperlihatkan bahwa Kota Batu memiliki problem keselamatan berbasis ritme mobilitas harian, bukan hanya karakter wilayah atau topografi. Bulan Agustus tercatat sebagai periode dengan insiden terbanyak, mencapai 33 kecelakaan. Sementara korban meninggal dunia tertinggi terjadi pada Januari dengan tujuh korban, dipicu kecelakaan bus pariwisata akibat rem blong.</p>
<p>Sebagai kota wisata, arus kendaraan, khususnya bus pariwisata, mengalami peningkatan signifikan setiap akhir pekan. Kondisi ini memperlebar risiko kecelakaan di titik-titik tertentu, terutama jalur menuju kawasan wisata dan terminal. Menyikapi hal tersebut, Polres Batu memperkuat pendekatan pencegahan melalui ramp check rutin bersama Polda Jatim, Dishub Jatim, Dishub Kota Batu, dan Jasa Raharja.</p>
<p>“Volume kendaraan khususnya bus pariwisata selalu meningkat tiap akhir pekan. Karena itu kami rutin melakukan ramp check untuk memastikan armada laik jalan,” imbuhnya.</p>
<p>Dengan pendekatan berbasis waktu rawan, intensifikasi pengawasan, serta pengamanan transportasi wisata, Polres Batu menargetkan penurunan insiden menjelang libur akhir tahun, periode ketika volume kendaraan di Kota Batu biasanya melonjak drastis. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Kearsipan Jadi Indikator Reformasi Birokrasi, Pemkot Batu Tunjukkan Konsistensi Perbaikan di 2025</title>
<link>https://suarajatimpost.com/kearsipan-jadi-indikator-reformasi-birokrasi-pemkot-batu-tunjukkan-konsistensi-perbaikan-di-2025</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/kearsipan-jadi-indikator-reformasi-birokrasi-pemkot-batu-tunjukkan-konsistensi-perbaikan-di-2025</guid>
<description><![CDATA[ Dengan tren peningkatan ini, Pemkot Batu menegaskan bahwa tata kelola arsip bukan hanya pelengkap, tetapi bagian inti dari mekanisme pertanggungjawaban publik dan pengambilan keputusan yang lebih presisi ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202511/image_870x580_69283b28b4962.webp" length="55860" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 27 Nov 2025 19:58:31 +0700</pubDate>
<dc:creator>Choirul Anwar</dc:creator>
<media:keywords>Kota Batu, Kearsipan, Reformasi, saurajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KOTA BATU, SJP</strong> – Pengawasan Kearsipan Internal 2025 bukan hanya mencatat kenaikan nilai, tetapi menegaskan arah baru reformasi birokrasi Pemkot Batu untuk menjadikan kearsipan sebagai alat kendali kebijakan.</p>
<p>Hal ini dibuktikan dengan evaluasi internal menunjukkan lonjakan nilai rata-rata 5,51 persen, mengindikasikan perangkat daerah semakin disiplin dalam menata dokumen, menutup celah administrasi, dan memperkuat akuntabilitas keputusan.</p>
<p>Wali Kota Batu Nurochman pada Kamis (27/11/2025) menekankan, arsip telah berperan sebagai fondasi pengambilan keputusan yang cepat dan legalistik. Ia mencontohkan banyak kebijakan delapan bulan terakhir yang membutuhkan penelusuran histori, sehingga kerapihan arsip menjadi faktor kunci penyelesaian urusan pemerintahan.</p>
<p>“Banyak keputusan yang harus saya ambil perlu melihat histori kebijakan tahun-tahun sebelumnya. Kalau arsipnya tidak siap, proses bisa macet,” tegasnya.</p>
<p>Kenaikan kualitas kearsipan juga terlihat dari prestasi 13 arsiparis Kota Batu yang meraih nilai 96,42 tingkat nasional. Pemkot menyebut capaian ini sebagai bukti bahwa pembenahan kearsipan kini sudah berjalan sistematis, bukan sekadar administrasi rutin.</p>
<p>Dari hasil evaluasi, perangkat daerah baru menempatkan Bagian Prokopim di posisi teratas (97,81), disusul Bagian Administrasi Pembangunan (97,51) dan Bapenda (95,08).</p>
<p>"Kategori perangkat daerah lama dipimpin Dinas Perpustakaan dan Kearsipan dengan nilai hampir sempurna 99,46, diikuti BKPSDM (99,21) dan Diskominfo (98,95)," imbuhnya.</p>
<p>Sehingga sepuluh besar juga diisi Kesbangpol, Dispendukcapil, Bappelitbangda, Dinas Pendidikan, Kecamatan Batu, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan, serta DLH. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Lonjakan Penggunaan Layanan Digital BABEKU Tunjukkan Transformasi Literasi Kota Batu Berjalan Efektif</title>
<link>https://suarajatimpost.com/lonjakan-penggunaan-layanan-digital-babeku-tunjukkan-transformasi-literasi-kota-batu-berjalan-efektif</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/lonjakan-penggunaan-layanan-digital-babeku-tunjukkan-transformasi-literasi-kota-batu-berjalan-efektif</guid>
<description><![CDATA[ Capaian ini mempertegas arah transformasi literasi Kota Batu yang bergeser dari layanan manual menuju ekosistem digital yang inklusif dan progresif ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202511/image_870x580_69283961a5cd3.webp" length="18846" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Thu, 27 Nov 2025 19:01:22 +0700</pubDate>
<dc:creator>Choirul Anwar</dc:creator>
<media:keywords>Kota Batu, Literasi, BABEKU, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KOTA BATU, SJP</strong> – Transformasi digital literasi di Kota Batu menunjukkan hasil konkret dengan munculnya program BABEKU dimana inovasi layanan perpustakaan digital Pemerintah Kota Batu, mencatat peningkatan signifikan dalam minat baca, jumlah pengguna, hingga kunjungan perpustakaan sepanjang 2024–2025.</p>
<p>Wali Kota Batu Nurochman pada Kamis (27/11/2025) menguraikan bahwa berdasarkan data dari Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Disperpusip) bahwa perubahan paling mencolok terlihat pada lonjakan kunjungan perpustakaan yang meningkat hampir lima kali lipat, dari 11.346 kunjungan menjadi 51.471.</p>
<p>"Program BABEKU terbukti ikut mengerek dan kunjungannya pun meroket dari 1.171 menjadi 4.043 orang. Tingkat kepuasan pengguna berada pada nilai 3,79, masuk kategori sangat memuaskan. Selain itu, Indeks Gemar Membaca Kota Batu naik ke angka 80,39 pada 2024, menunjukkan budaya literasi digital yang semakin kuat," paparnya.</p>
<p>Ia menilai capaian tersebut sebagai bukti bahwa digitalisasi layanan publik telah bergerak ke arah yang tepat. Ia menekankan bahwa perpustakaan modern harus hadir bukan hanya sebagai tempat buku, tetapi sebagai pusat pembelajaran kreatif yang mampu merespons kebutuhan masyarakat secara cepat dan mudah dijangkau.</p>
<p>Terlebih literasi digital adalah fondasi kota adaptif sehingga jalan menuju layanan pendidikan dan akses bacaan bisa menyentuh warga secara merata, termasuk desa dan sekolah yang aksesnya masih terbatas. </p>
<p>"Pemkot Batu memastikan perluasan jangkauan BABEKU akan terus diperkuat, termasuk integrasi sistem dengan platform digital pemerintah daerah agar pelayanan semakin efisien," tandasnya. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Operasi Zebra Semeru 2025, Satlantas Batu Fokus Tekan Pelanggaran Kasar</title>
<link>https://suarajatimpost.com/operasi-zebra-semeru-2025-satlantas-batu-fokus-tekan-pelanggaran-kasar</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/operasi-zebra-semeru-2025-satlantas-batu-fokus-tekan-pelanggaran-kasar</guid>
<description><![CDATA[ Di balik angka ribuan itu, Satlantas mencatat bahwa jenis pelanggaran yang muncul didominasi perilaku berkendara yang berisiko. Kevin menekankan bahwa bukan sekadar penindakan, namun upaya menekan potensi kecelakaan pada titik-titik rawan. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202511/image_870x580_6926f8c9653ff.webp" length="67000" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 26 Nov 2025 20:57:50 +0700</pubDate>
<dc:creator>Choirul Anwar</dc:creator>
<media:keywords>Kota Batu, Operasi Zebra, Polres, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KOTA BATU, SJP</strong> - Operasi Zebra Semeru 2025 di Kota Batu bukan sekadar ajang penindakan, tetapi momentum Satlantas Polres Batu untuk menyoroti meningkatnya pelanggaran kasatmata yang langsung mengancam keselamatan.</p>
<p>Sepekan berjalan, pola pelanggaran yang terekam Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE) menunjukkan bahwa sebagian pengendara masih abai terhadap aturan paling dasar.</p>
<p>Kasat Lantas Polres Batu AKP Kevin Ibrahim pada Rabu (26/11/225) menegaskan, tren pelanggaran bukan lagi sekadar soal administrasi. Dalam tujuh hari pertama, 1.599 pelanggar terekam ETLE, dan mayoritas merupakan pelanggaran yang berpotensi memicu kecelakaan fatal.</p>
<p>“Paling dominan itu penggendara roda dua tidak pakai helm SNI, kemudian melawan arus. Untuk roda empat banyak yang tidak memakai safety belt,” urainya.</p>
<p>Operasi Zebra Semeru berlangsung 17–30 November. Kevin menyebut minggu pertama difokuskan pada ETLE untuk memetakan pola pelanggaran aktual di lapangan.</p>
<p>Memasuki minggu kedua, tilang manual mulai diterapkan dengan porsi kecil, sekitar 5 persen, untuk menindak pelanggaran yang tidak tertangkap kamera.</p>
<p>“ETLE tetap jadi backbone penindakan kami, tapi pelanggaran tertentu tetap perlu intervensi langsung. Kami mengingatkan bahwa keselamatan itu yang utama. Keluarga menunggu di rumah, jadi patuhi aturan berlalu lintas,” tandasnya. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Rakorwasda 2025 Dorong Transformasi Sistem Pengawasan dan Penguatan Perencanaan Pembangunan Daerah</title>
<link>https://suarajatimpost.com/rakorwasda-2025-dorong-transformasi-sistem-pengawasan-dan-penguatan-perencanaan-pembangunan-daerah</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/rakorwasda-2025-dorong-transformasi-sistem-pengawasan-dan-penguatan-perencanaan-pembangunan-daerah</guid>
<description><![CDATA[ Pemerintah provinsi hingga kabupaten/kota diharapkan mampu mengadopsi pola kolaborasi antara APIP dan pemerintah demi mempercepat terwujudnya birokrasi yang efisien, bersih, dan berdaya saing ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202511/image_870x580_6926f7e2b2548.webp" length="88104" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 26 Nov 2025 20:42:00 +0700</pubDate>
<dc:creator>Choirul Anwar</dc:creator>
<media:keywords>Kota Batu, KPK, Kolaborasi</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KOTA BATU, SJP</strong> - Rapat Koordinasi Pengawasan Daerah (Rakorwasda) 2025 yang digelar Pemerintah Provinsi Jawa Timur di Kota Batu, Rabu (26/11/2025), menjadi titik tekan penting bagi upaya modernisasi sistem pengawasan pemerintahan daerah. Tak hanya menyoal integritas aparatur, forum ini menyoroti kebutuhan memperbaiki proses perencanaan hingga mekanisme pengendalian kinerja yang lebih terukur.</p>
<p>Wakil Ketua KPK Dr. Johanis Tanak pada Rabu (26/11/2025) mendorongn seluruh pihak untuk meningkatkan efektivitas pengawasan berbasis risiko dan perencanaan yang tepat sejak awal. Apalagi problem korupsi kerap muncul bukan di tahap pelaksanaan, tetapi sejak proses perencanaan dan penyusunan program.</p>
<p>"Oleh karena itu, menilai kolaborasi Aparat Pengawas Internal Pemerintah (APIP) dengan perangkat daerah harus ditempatkan sebagai fondasi utama tata kelola pembangunan. Pencegahan tidak cukup hanya dengan pengawasan di ujung. Penguatan justru harus dilakukan di awal, ketika program disusun dan anggaran direncanakan,” tegasnya.</p>
<p>Ia juga menilai Jawa Timur memiliki modal baik berkat tingkat kepatuhan daerah yang relatif tinggi, sehingga penguatan sistem dapat berjalan lebih cepat.</p>
<p>Dari sisi Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menekankan, Rakorwasda bukan hanya rutinitas evaluasi, tetapi ruang untuk merumuskan pembaruan mekanisme pengawasan. Menurutnya, transformasi tata kelola menuntut sistem pengendalian yang lebih adaptif dan mampu menjawab tantangan birokrasi modern.</p>
<p>“Forum ini penting agar kita bisa mengkalibrasi kembali sistem pengawasan. Tidak cukup hanya mengandalkan kontrol manual, tetapi harus membangun tata kelola yang mampu mencegah deviasi sejak hulu,” ujarnya.</p>
<p>Khofifah juga menggarisbawahi peran pemuda dalam ekosistem pengawasan melalui program Patriot Integritas Muda (PIM) 2025. Ia menyebut generasi muda sebagai unsur pengawas eksternal yang relevan untuk memperkuat budaya kritis dan nilai antikorupsi.</p>
<p>Dengan pembahasan yang mengarah pada penguatan sistemik mulai dari integrasi perencanaan, pengawasan berbasis risiko, hingga edukasi publik Rakorwasda 2025 menjadi momentum bagi Jawa Timur untuk menggeser pendekatan pengawasan dari sekadar kontrol kepatuhan menuju model yang lebih strategis dan preventif. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Penurunan Drastis Kunjungan Wisman ke Kota Batu, Jeblok Lebih dari 50 Persen</title>
<link>https://suarajatimpost.com/penurunan-drastis-kunjungan-wisman-ke-kota-batu-jeblok-lebih-dari-50-persen</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/penurunan-drastis-kunjungan-wisman-ke-kota-batu-jeblok-lebih-dari-50-persen</guid>
<description><![CDATA[ Data Dinas Pariwisata (Disparta) Kota Batu mencatat, hingga akhir tahun berjalan, wisman yang masuk ke kota pegunungan ini hanya mencapai 8.892 orang. Angka ini terpaut jauh dari capaian tahun 2024 yang sukses membukukan 19.462 wisman. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202511/image_870x580_6926b12b5393b.webp" length="94508" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Wed, 26 Nov 2025 14:30:36 +0700</pubDate>
<dc:creator>Choirul Anwar</dc:creator>
<media:keywords>Kota Batu, Wisman, Menurun</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><b>KOTA BATU, SJP </b> Sektor pariwisata Kota Batu menghadapi tantangan serius menyusul anjloknya jumlah kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) hingga lebih dari 50 persen sepanjang tahun 2025. </p>
<p></p>
<p>Data Dinas Pariwisata (Disparta) Kota Batu mencatat, hingga akhir tahun berjalan, wisman yang masuk ke kota pegunungan ini hanya mencapai 8.892 orang. Angka ini terpaut jauh dari capaian tahun 2024 yang sukses membukukan 19.462 wisman.</p>
<p></p>
<p>Kepala Dinas Pariwisata Kota Batu, Onny Ardianto, menjelaskan bahwa penurunan tajam ini menjadi pekerjaan rumah besar bagi pemerintah daerah, meskipun Kota Batu tetap memiliki daya tarik yang stabil bagi turis asing.</p>
<p></p>
<p>Onny memaparkan rincian dominasi pasar wisman dalam konferensi pers pada Rabu (26/11/2025). Wisatawan asal Malaysia masih memimpin sebagai kontributor terbesar dengan total 4.515 orang, mencakup 44,51 persen dari total keseluruhan.</p>
<p></p>
<p>Setelah Malaysia, pasar utama wisman berasal dari Eropa dan kawasan ASEAN lainnya, meliputi: Belanda sebanyak 1.361 orang; Singapura 1.028 orang; Arab Saudi:** 491 orang dan Negara ASEAN lainnya sebanyak 365 orang. </p>
<p></p>
<p>"Selain itu, kontribusi wisatawan Eropa cukup stabil, dengan Perancis mencatat 344 wisatawan, diikuti negara-negara Eropa lainnya sebanyak 236 orang. Amerika Serikat menyumbang 284 wisatawan, Thailand 185 orang, dan Tiongkok 183 wisatawan," urai Onny.</p>
<p></p>
<p>Meski angka wisman jeblok, sektor pariwisata domestik tetap menjadi penyelamat dan tulang punggung Kota Batu. Hingga Oktober 2025, total wisatawan domestik tercatat mencapai 4.210.530 orang.</p>
<p></p>
<p>Kontributor terbesar dari wisatawan nusantara didominasi oleh provinsi-provinsi di Pulau Jawa: Jawa Tengah teecatat sebanyak 103.536 wisatawan; DKI Jakarta:** 77.483 wisatawan; Jawa Barat 67.578 wisatawan dan DI Yogyakarta sebanyak 35.289 wisatawan. </p>
<p></p>
<p>Secara keseluruhan, total kunjungan wisatawan domestik dan mancanegara hingga 17 November 2025 telah mencapai 4.607.546 orang.</p>
<p></p>
<p>Dalam upaya mengejar ketertinggalan dan menyusun strategi yang lebih tepat sasaran untuk meningkatkan minat wisatawan asing, Disparta Kota Batu mulai menerapkan teknologi baru. Sejak November 2025, dinas tersebut resmi menggunakan sistem Mobile Data Positioning (MDP).</p>
<p></p>
<p>"Sistem ini membantu menghitung kunjungan wisatawan secara lebih akurat melalui deteksi mobilitas perangkat telekomunikasi, tidak lagi hanya mengandalkan metode manual yang selama ini dinilai kurang presisi," kata Onny.</p>
<p></p>
<p>Ia menegaskan bahwa data MDP yang digunakan telah melewati proses pembersihan dari pergerakan warga lokal atau Aparatur Sipil Negara (ASN) agar benar-benar merefleksikan jumlah wisatawan murni. </p>
<p></p>
<p>Penerapan MDP diharapkan menjadi landasan strategis bagi pemerintah Kota Batu untuk menganalisis dan memulihkan kembali performa kunjungan wisman di masa mendatang.<b> (*) </b></p>
<p><b>Editor: Syaiful Aries</b></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Pemkot Batu Dorong Penguatan Sistem Layanan Publik Lewat Tiga Raperda Prioritas</title>
<link>https://suarajatimpost.com/pemkot-batu-dorong-penguatan-sistem-layanan-publik-lewat-tiga-raperda-prioritas</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/pemkot-batu-dorong-penguatan-sistem-layanan-publik-lewat-tiga-raperda-prioritas</guid>
<description><![CDATA[ Apabila DPRD dan Pemkot dapat merampungkan ketiga Raperda dengan fokus pada solusi yang terukur maka akan memperkuat respons pemerintah terhadap kebutuhan warga. Dimana regulasi yang baik akan menghasilkan pelayanan yang baik ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202511/image_870x580_692450f6eb722.webp" length="23252" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 24 Nov 2025 20:59:12 +0700</pubDate>
<dc:creator>Choirul Anwar</dc:creator>
<media:keywords>Kota Batu, Pelayanan, Raperda, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KOTA BATU, SJP</strong> – Wali Kota Batu Nurochman menegaskan, pembahasan tiga Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) strategis bukan sekadar proses regulatif, tetapi momentum untuk merapikan sistem layanan publik Kota Batu secara menyeluruh.</p>
<p>Diwawancarai pada Senin (24/11/2025), ia menegaskan substansi tiga Raperda tersebut yakni penguatan tata kelola desa, perlindungan perempuan dan anak korban kekerasan, serta penataan prasarana dan utilitas publik (PSU), di mana harus diposisikan sebagai satu kesatuan agenda besar, serta memastikan pemerintah hadir lebih cepat, lebih jelas, dan lebih efektif dalam memenuhi kebutuhan dasar warga.</p>
<p>“Ini bukan hanya soal regulasi. Ini soal memperbaiki sistem dari hulu ke hilir. Desa, layanan perlindungan, sampai PSU adalah simpul-simpul penting yang menentukan kualitas hidup warga. Kalau simpul ini lemah, layanan publik ikut terganggu,” katanya.</p>
<p>Ia menekankan bahwa penguatan desa menjadi langkah awal perbaikan sistemik karena desa merupakan garda terdepan pelayanan. Kepastian kewenangan, kapasitas aparatur, dan regulasi yang memberdayakan menjadi kunci agar pelayanan dasar di tingkat paling bawah bisa benar-benar berjalan.</p>
<p>Di sisi lain, Nurochman menilai pembahasan Raperda Perlindungan Perempuan dan Anak harus menghasilkan mekanisme yang responsif dan terpadu. Ia menyoroti kesiapan UPTD PPA, kebutuhan peningkatan SDM pendamping, hingga penguatan sistem data SIMFONI PPA sebagai instrumen utama. </p>
<p>"Sementara terkait Raperda Perubahan Perda PSU, kami melihat menilai aturan ini penting untuk menutup kekosongan hukum yang selama ini membuat penyerahan dan pengelolaan fasilitas publik terhambat. Apalagi PSU sebagai layanan dasar yang menyentuh kehidupan warga setiap hari," imbuhnya. </p>
<p>Oleh sebab itu ia membeberkan apabila kualitas PSU menentukan kualitas hidup maka jalan lingkungan, drainase, ruang terbuka harus sesuai dengan standar dan pengelolaannya tanpa ada ruang abu-abu. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Besok, Alat Berat Dikerahkan Untuk Bersihkan Jalur Alternatif Batu&amp;Mojokerto</title>
<link>https://suarajatimpost.com/besok-alat-berat-dikerahkan-untuk-bersihkan-jalur-alternatif-batu-mojokerto</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/besok-alat-berat-dikerahkan-untuk-bersihkan-jalur-alternatif-batu-mojokerto</guid>
<description><![CDATA[ Kondisi cuaca yang tidak stabil menambah kehati-hatian dalam pengambilan langkah. Potensi hujan intensitas sedang hingga lebat diprediksi masih terjadi, sehingga proses pembersihan besar diperkirakan baru bisa berlangsung optimal setelah alat berat bekerja penuh dan situasi tebing dinyatakan aman ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202511/image_870x580_692452ddaab06.webp" length="119636" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 24 Nov 2025 20:32:54 +0700</pubDate>
<dc:creator>Choirul Anwar</dc:creator>
<media:keywords>Kota Batu, Longsor, Cangar, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KOTA BATU, SJP - </strong>Ancaman longsor susulan di kawasan Gajah Mungkur membuat proses penanganan jalur Batu–Mojokerto via Cangar–Pacet tak bisa dilakukan secara tergesa. Petugas memilih fokus pada pengamanan kawasan dan pemantauan pergerakan tanah sebelum alat berat mulai bekerja pada Selasa (25/11/2025) pagi.</p>
<p>Plt Kalaksa BPBD Kota Batu Suwoko menguraikan bahwa hingga Senin malam (24/11/2025) aktivitas terbesar di lokasi longsor bukan pada pengerukan material, melainkan pada penguatan zona larangan dan pemetaan titik rawan.</p>
<p>Petugas gabungan dari BPBD Kota Batu, Polres Batu, Perhutani, dan relawan melakukan pemantauan kontur tebing setiap beberapa menit untuk memastikan tidak ada pergeseran besar yang membahayakan tim.</p>
<p>“Kami harus pastikan tebing benar-benar stabil dulu. Retakan masih aktif dan ada rembesan air dari bagian atas. Ini yang membuat petugas tidak bisa langsung masuk terlalu dekat,” ujarnya.</p>
<p>Berdasarkan pemantauan, rembesan air dari tebing diduga menjadi indikator tekanan tanah masih tinggi setelah hujan deras sejak siang hari.</p>
<p>Kondisi itu berpotensi memicu longsor susulan meski material utama sudah turun pada siang sebelumnya. Karena itu, garis pengaman diperluas dan radius evakuasi diperketat sepanjang jalur rawan.</p>
<p>Di sisi lain, relawan dan petugas Perhutani menelusuri jalur setapak di sekitar tebing untuk memastikan tidak ada retakan baru atau aliran air yang berpotensi memperbesar longsoran. Aktivitas ini dilakukan secara intensif menggunakan lampu sorot dan alat monitoring manual.</p>
<p>Sementara itu, Polres Batu mempertegas perimeter dengan menempatkan personel tambahan selama malam hari. Kabag Ops Polres Batu, Kompol Anton Widodo, mengatakan bahwa risiko tertinggi justru terjadi pada malam dan dini hari karena minimnya visibilitas.</p>
<p>“Kami ingin memastikan tidak ada warga yang nekat mendekat. Kondisi tebing tidak bisa ditebak, jadi penjagaan kita perketat,” ungkapnya.</p>
<p>Selain mengamankan lokasi, kepolisian juga mempersiapkan kelancaran akses alat berat dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur yang dijadwalkan tiba pada Selasa pagi. Sejumlah titik yang dinilai sempit atau licin dipetakan ulang untuk memastikan alat bisa mencapai lokasi tanpa hambatan.</p>
<p>Hingga berita ini ditulis, seluruh badan jalan di titik longsor masih tertutup total. Tidak ada pembukaan jalur darurat dan seluruh arus kendaraan tetap dialihkan ke jalur alternatif resmi. Fokus utama petugas malam ini adalah memastikan kawasan benar-benar aman sebelum pembersihan volume material dilakukan besok pagi. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Pasca Hujan Intensitas Tinggi, Jalur Alternatif Batu&amp;Mojokerto Longsor</title>
<link>https://suarajatimpost.com/pasca-hujan-intensitas-tinggi-jalur-alternatif-batu-mojokerto-longsor</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/pasca-hujan-intensitas-tinggi-jalur-alternatif-batu-mojokerto-longsor</guid>
<description><![CDATA[ Jalur Cangar–Pacet masih ditutup total dan belum ada informasi resmi mengenai korban maupun kepastian waktu pembukaan kembali jalan. Petugas gabungan masih memantau kondisi tebing dan menunggu alat berat untuk melakukan pembersihan lanjutan. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202511/image_870x580_692451c11ee89.webp" length="69762" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Mon, 24 Nov 2025 19:58:33 +0700</pubDate>
<dc:creator>Choirul Anwar</dc:creator>
<media:keywords>Longsor, Kota Batu, Cangar, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KOTA BATU, SJP</strong> <strong>-</strong> Longsor kembali menerjang jalur alternatif penghubung Kota Batu–Mojokerto via Cangar–Pacet, tepatnya di kawasan Gajah Mungkur, Senin (24/11/2025) sekira pukul 14.30 WIB. Material tanah, bebatuan, dan batang pohon turun dari tebing setinggi belasan meter hingga menutup penuh badan jalan, membuat arus kendaraan dari dua arah lumpuh total.</p>
<p>Informasi awal mengenai peristiwa ini pertama kali beredar di media sosial melalui unggahan sejumlah pengendara yang merekam kondisi jalur.</p>
<p>Dalam video yang viral di Facebook dan Instagram, terlihat hujan deras mengguyur lokasi dan tumpukan material longsor menutup seluruh akses, memaksa pengendara berhenti dan memilih menepi.</p>
<p>“Jalur Cangar–Pacet tertutup longsor,” ujar salah satu pengendara dalam rekaman.</p>
<p>Achmad Affandi salah seorang petugas Desa Tangguh Bencana (Destana) menegaskan, laporan warga muncul, petugas gabungan dari BPBD Kota Batu, Perhutani, Polsek Bumiaji, dan relawan langsung menuju lokasi. Setibanya di area longsor, petugas menemukan tebing masih mengeluarkan material kecil dan terlihat adanya retakan memanjang di bagian atas.</p>
<p>“Retakan di atas cukup panjang, material masih bergerak. Potensi longsor susulan masih tinggi. Jalur sementara kami tutup total demi keselamatan,” ujarnya.</p>
<p>Penutupan tersebut dilakukan dari dua arah. Kendaraan dari Pacet–Mojokerto diminta putar balik, sedangkan pengendara dari arah Kota Batu hanya diperbolehkan sampai area pemandian Cangar.</p>
<p>Belasan pengendara memilih kembali mencari jalur aman sesuai arahan petugas: Batu–Karangploso–Mojokerto atau Batu–Pujon–Kandangan–Mojokerto.</p>
<p>Upaya pembersihan awal dilakukan manual sambil menunggu alat berat dari Kota Batu. Medan sempit membuat mobilisasi alat membutuhkan waktu lebih lama.</p>
<p>Hingga sore, petugas baru bisa menyingkirkan material ringan dan memasang garis pembatas untuk mencegah warga mendekat.</p>
<p>Sejumlah saksi mata mengaku longsor terjadi sangat cepat setelah hujan mereda.</p>
<p>“Tadi hujan deras sekali, lalu ada suara gemuruh. Pas dicek tanah sudah turun menutup jalan,” tutur Aldi salah satu warga sekitar. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian</strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Tiga Halte Disiapkan, Dishub Kota Batu Pastikan Trans Jatim Segera Punya Titik Layanan Resmi</title>
<link>https://suarajatimpost.com/tiga-halte-disiapkan-dishub-kota-batu-pastikan-trans-jatim-segera-punya-titik-layanan-resmi</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/tiga-halte-disiapkan-dishub-kota-batu-pastikan-trans-jatim-segera-punya-titik-layanan-resmi</guid>
<description><![CDATA[ Jika tiga halte tersebut rampung, Trans Jatim bukan hanya menjadi moda alternatif, tetapi juga bagian dari upaya jangka panjang menuju sistem transportasi perkotaan yang lebih tertib dan efisien di Kota Batu. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202511/image_870x580_6922e3f5918c5.webp" length="55818" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sun, 23 Nov 2025 19:43:32 +0700</pubDate>
<dc:creator>Choirul Anwar</dc:creator>
<media:keywords>Kota Batu, Trans Jatim, Halte, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KOTA BATU, SJP</strong> – Persiapan layanan Trans Jatim di Kota Batu terus bergerak. Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Batu memastikan tiga lokasi halte sudah ditetapkan dan masuk tahap survei sebelum dibangun. Fasilitas tersebut akan dikerjakan langsung oleh Dishub Provinsi Jawa Timur.</p>
<p></p>
<p>Kabid Angkutan Dishub Kota Batu Hari Juni Susanto pada Minggu (23/11/2025) menyebutkan tiga titik yang disiapkan berada di kawasan Pendem, depan Jatim Park 3 (JTP 3), dan depan SMPN 3 Kota Batu di Jalan Ir Soekarno.</p>
<p></p>
<p>“Survei dan pembangunannya dilakukan oleh Dishub Provinsi Jatim. Kami menyiapkan titik sementara di tiga lokasi itu. Dalam waktu dekat, tim Dishub Provinsi akan turun ke Malang Raya untuk memastikan kelayakan lokasi sebelum pembangunan fisik halte dimulai," urainya.</p>
<p></p>
<p>Kehadiran halte ini menjadi bagian dari penataan layanan pada koridor Terminal Hamid Rusdi–Landungsari–Terminal Batu, jalur utama Trans Jatim Malang Raya.</p>
<p></p>
<p>Sejak beroperasi perdana pada Jumat (21/11), keberadaan Trans Jatim langsung menyita perhatian publik Batu. Bus berwarna biru yang dijuluki “Gajayana Biru” itu mendapat respons positif karena standar pelayanannya dinilai lebih rapi dibandingkan angkutan umum lain.</p>
<p></p>
<p>"Ketepatan jadwal keberangkatan setiap 20 menit, keberadaan pramugari, hingga petugas kebersihan di dalam armada menjadi poin pembeda. Trans Jatim beroperasi mulai pukul 05.00 WIB tanpa menerapkan sistem menunggu penumpang penuh, sehingga mobilitas warga lebih terjamin. Dengan tambahan halte resmi, layanan diharapkan semakin tertata dan mudah diakses," imbuhnya.</p>
<p></p>
<p>Dishub menilai pembangunan halte akan memperkuat integrasi transportasi di Kota Batu dan membuka peluang pergeseran pola perjalanan masyarakat dari kendaraan pribadi ke moda publik. Akses yang lebih nyaman, rute yang jelas, serta kepastian jadwal menjadi kunci agar Trans Jatim benar-benar diminati. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor: Rizqi Ardian </strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Okupansi Masih Rendah, PHRI Batu Yakin Hunian Hotel Melejit Saat Libur Nataru</title>
<link>https://suarajatimpost.com/okupansi-masih-rendah-phri-batu-yakin-hunian-hotel-melejit-saat-libur-nataru</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/okupansi-masih-rendah-phri-batu-yakin-hunian-hotel-melejit-saat-libur-nataru</guid>
<description><![CDATA[ Dengan kesiapan pengelola hotel dan pola reservasi yang biasanya meningkat tajam menjelang akhir tahun, PHRI optimistis Kota Batu akan tetap ramai dan mencapai puncak kunjungan pada malam pergantian tahun. ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202511/image_870x580_6922e2cc214d5.webp" length="72518" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sun, 23 Nov 2025 18:55:23 +0700</pubDate>
<dc:creator>Choirul Anwar</dc:creator>
<media:keywords>Kota Batu, Okupansi, Nataru, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KOTA BATU, SJP</strong> – Menjelang periode libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026, pelaku perhotelan di Kota Batu mulai bersiap menghadapi lonjakan tamu. Meski tingkat hunian masih rendah di pertengahan November, Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kota Batu tetap percaya diri okupansi bisa tembus 100 persen saat puncak liburan.</p>
<p>Ketua PHRI Kota Batu Sujud Hariadi pada Minggu (23/11/2025) mengakui pola reservasi tahun ini berbeda dari biasanya. Pada tahun-tahun sebelumnya, pemesanan kamar sudah terasa sejak awal November dan mulai mendekati 40 persen.</p>
<p>"Namun kondisi kali ini justru berkebalikan karena rata-rata hotel baru terisi sekitar 20 persen. Meskipun begitu, pihak hotel tidak panik sama sekali karena pola wisatawan kini cenderung melakukan pemesanan mendekati hari-H atau bahkan datang tanpa reservasi," paparnya </p>
<p>Karena itu, ia menargetkan tingkat hunian berada pada rentang 90–100 persen selama Nataru. Sujud juga mencatat adanya pengecualian pada tipe akomodasi tertentu. Hotel dengan konsep glamping disebut menjadi magnet baru. Tren penginapan bernuansa alam itu membuat beberapa properti sudah menyentuh 50 persen okupansi.</p>
<p>Menyambut musim libur, sejumlah hotel menyiapkan paket acara untuk menarik tamu. Mulai dari gala dinner, pesta kembang api, hingga menghadirkan artis regional. Namun tidak semua memilih konsep besar-besaran karena kondisi ekonomi yang belum sepenuhnya pulih. Sebagian hotel hanya akan menggelar gala dinner sederhana.</p>
<p>“Konsep baru selalu menarik. Banyak tamu ingin mencoba pengalaman yang berbeda. Namun yang perlu dihitung juga tentang daya beli masyarakat memang terdampak, tetapi Kota Batu tetap memiliki keunggulan yang sulit disaingi," imbuhnya.</p>
<p>Destinasi yang sejuk, beragam pilihan wisata, serta suasana yang ramah keluarga membuat kota ini masih menjadi pilihan utama wisatawan. Sehingga Batu tetap punya identitasnya sendiri dan hal tersebut yang membuat orang kembali. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor : Rizqi Ardian </strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

<item>
<title>Pemkot Batu Catat Penurunan Stunting, Wawali Minta Penguatan Pendampingan Karena Angka Masih Fluktuatif</title>
<link>https://suarajatimpost.com/pemkot-batu-catat-penurunan-stunting-wawali-minta-penguatan-pendampingan-karena-angka-masih-fluktuatif</link>
<guid>https://suarajatimpost.com/pemkot-batu-catat-penurunan-stunting-wawali-minta-penguatan-pendampingan-karena-angka-masih-fluktuatif</guid>
<description><![CDATA[ Pemkot Batu optimistis, dengan penguatan pendampingan dan komitmen bersama, angka stunting dapat ditekan lebih cepat sehingga semakin banyak anak di Kota Batu yang berhasil keluar dari risiko gangguan pertumbuhan ]]></description>
<enclosure url="http://suarajatimpost.com/uploads/images/202511/image_870x580_6922e2406f196.webp" length="11272" type="image/jpeg"/>
<pubDate>Sun, 23 Nov 2025 17:37:50 +0700</pubDate>
<dc:creator>Choirul Anwar</dc:creator>
<media:keywords>Kota Batu, Stunting, Pendampingan, suarajatimpost</media:keywords>
<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KOTA BATU, SJP</strong> – Upaya Pemerintah Kota Batu menekan stunting mulai membuahkan hasil. Berdasarkan data Elektronik Pencatatan dan Pelaporan Gizi Berbasis Masyarakat (e-PPGBM), jumlah balita stunting pada akhir 2024 yang mencapai 1.270 anak berhasil turun menjadi 1.095 anak pada 2025. Artinya, sebanyak 175 balita dinyatakan keluar dari status stunting. Prevalensinya pun ikut bergeser dari 11,8 persen menjadi 10,49 persen.</p>
<p></p>
<p>Wakil Wali Kota Batu Heli Suyanto pada Minggu (23/11/2025) menegaskan bahwa meskipun angka tren positif menurun, ia menilai capaian itu belum sepenuhnya stabil.</p>
<p></p>
<p>"Grafik kasus stunting sepanjang tahun cukup fluktuatif. Pada Februari lalu jumlah anak stunting bahkan sempat naik menjadi 1.120 anak. Kami meminta Dinas Kesehatan memperkuat pendampingan di lapangan dan memperluas intervensi agar penurunan angka stunting dapat berlangsung lebih konsisten," urainya </p>
<p></p>
<p>Tak hanya itu saja, ia juga menegaskan percepatan penanganan tidak bisa hanya mengandalkan tenaga kesehatan, tetapi harus menjadi kerja bersama antara pemerintah, nakes, dan keluarga.</p>
<p></p>
<p>Dinas Kesehatan Kota Batu mencatat, sebagian besar kasus stunting berakar dari kondisi gizi ibu hamil, terutama kekurangan energi kronis (KEK) dan rendahnya asupan zat besi.</p>
<p>Kondisi tersebut meningkatkan risiko kelahiran bayi berat badan lahir rendah (BBLR). Faktor pola asuh, perilaku makan picky eater, riwayat infeksi berulang, hingga suhu dingin Kota Batu yang membuat bayi lebih mudah sakit, turut memperparah situasi.</p>
<p>Di lapangan, Dinkes menerapkan strategi jemput bola untuk mengejar balita yang jarang hadir di Posyandu. Pendampingan intensif juga diberikan melalui Program Pos Gizi Penanganan Stunting (Pozting) yang menyasar bayi di bawah dua tahun.</p>
<p>"Program ini mencakup pemeriksaan darah, inisiasi menyusu dini, PMBA, edukasi PHBS, hingga pemantauan mingguan berat dan tinggi badan selama sekitar 10 minggu," imbuhnya.</p>
<p>Heli menyebut, peran orang tua menjadi instrumen penting dalam menekan angka stunting. Kepatuhan kontrol kesehatan, pemberian MP-ASI bergizi, dan menjaga kebersihan lingkungan rumah menjadi faktor yang tidak bisa ditawar.</p>
<p>“Kami optimistis angka stunting bisa turun lebih cepat. Setiap anak yang lulus stunting berarti satu pintu masa depan yang kembali terbuka,” tandasnya. <strong>(*)</strong></p>
<p><strong>Editor: Rizqi Ardian </strong></p>]]> </content:encoded>
</item>

</channel>
</rss>